Back to announcement
20260212_AMAR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32027122_lamp3.pdf
Other Text extracted AMARSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 254
Page 1
JADWAL
Tanggal Efektif : 30 Desember 2019
Masa Penawaran Umum : 2 – 6 Januari 2020
Tanggal Penjatahan : 7 Januari 2020
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 8 Januari 2020
Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 8 Januari 2020
Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 9 Januari 2020
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK’) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK JUGA MENYATAKAN
KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI.SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH
PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA, APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL,
SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT BANK AMAR INDONESIA TBK (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN
SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (‘BEI’).
PT Bank Amar Indonesia Tbk.
Berkedudukan di Kota Surabaya, Indonesia
Kegiatan Usaha Utama:
Perbankan Umum Swasta
Kantor Pusat:
Jl. Basuki Rahmad No. 109,
Surabaya, 60271
Email: corsec@amarbank.co.id
Website:www.amarbank.co.id
Telp.:(031) 99015959 Faks.:(031) 9901595
Jaringan Kantor
Perseroan memiliki 3 kantor cabang, 1 kantor cabang pembantu, 1 kantor kas dan 1 kantor fungsi kredit yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya
PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM
Sebanyak 1.206.068.500 (satu miliar dua ratus enam juta enam puluh delapan ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama milik Tolaram Group Inc, dengan nilai nominal
Rp100,- (seratus rupiah) setiap saham yang mewakili sebanyak 15,01% (lima belas koma nol satu persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan
setelah Penawaran Perdana Saham, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan Harga Penawaran Rp174,- (seratus tujuh puluh empat Rupiah) setiap saham yang
harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS). Nilai Penawaran Umum Perdana Saham secara keseluruhan adalah
sebesar Rp209.855.919.000,- (dua ratus sembilan milyar delapan ratus lima puluh lima juta sembilan ratus sembilan belas ribu Rupiah).
Saham Yang Ditawarkan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah
ditempatkan dan disetor penuh, termasuk antara lain hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak
atas pembagian saham bonus dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Hak-hak tersebut sesuai dengan Pasal 52 ayat 1 UUPT.
Saham yang ditawarkan oleh Tolaram Group Inc. dimiliki secara sah dalam keadaan bebas, tidak sedang dalam sengketa dan/atau dijaminkan kepada pihak manapun
serta tidak sedang ditawarkan kepada pihak lain.
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK
PT UOB Kay Hian Sekuritas
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK MENJAMIN DENGAN KESANGGUPAN PENUH
(FULL COMMITMENT) TERHADAP PENAWARAN UMUM PERSEROAN
RISIKO UTAMA PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT. RISIKO KREDIT ADALAH RISIKO DIMANA DEBITUR TIDAK MAMPU MEMENUHI KEWAJIBANNYA
BAIK BERUPA POKOK PINJAMAN MAUPUN BUNGANYA. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI FAKTOR RISIKO.
RISIKO TERKAIT DENGAN KEPEMILIKAN ATAS SAHAM PERSEROAN YAITU TIDAK LIKUIDNYA SAHAM YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM
PERDANA INI. MESKIPUN PERSEROAN AKAN MENCATATKAN SAHAMNYA DI BEI, NAMUN TIDAK ADA JAMINAN BAHWA SAHAM PERSEROAN YANG
DIPERDAGANGKAN TERSEBUT AKAN AKTIF ATAU LIKUID KARENA TERDAPAT KEMUNGKINAN SAHAM PERSEROAN AKAN DIMILIKI SATU ATAU
BEBERAPA PIHAK TERTENTU YANG TIDAK MEMPERDAGANGKAN SAHAMNYA DI PASAR SEKUNDER. DENGAN DEMIKIAN, PERSEROAN TIDAK DAPAT
MEMPREDIKSIKAN APAKAH PASAR DARI SAHAM PERSEROAN AKAN AKTIF ATAU LIKUIDITAS SAHAM PERSEROAN AKAN TERJAGA.
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN
DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK
INDONESIA (”KSEI”).
Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 2 Januari 2020
Page 2
PT Bank Amar Indonesia Tbk (yang selanjutnya disebut “Perseroan”) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum ini kepada Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat No. 604/DIR/VIII/2019 perihal Surat Pengantar untuk Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan tertanggal 17 September 2019 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 3608 dan peraturan pelaksanaannya (“UUPM”) dan peraturan pelaksanaannya serta perubahan-perubahannya, antara lain Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk dan Peraturan OJK No. 8/ POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas. Saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini direncanakan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sesuai dengan Surat Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek dari BEI No.S-06767/BEI.PP1/10-2019 tanggal 23 Oktober 2019 perihal Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas Perseroan. Apabila syarat-syarat pencatatan saham di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum ini batal demi hukum dan uang pemesanan yang telah diterima dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan ketentuan UUPM dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang perbankan, ditetapkan bahwa: a. Jumlah kepemilikan saham bank oleh Warga Negara Asing dan/atau Badan Hukum Asing yang diperoleh melalui pembelian secara langsung melalui Bursa Efek sebanyak-banyaknya adalah 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah saham bank yang bersangkutan (Pasal 3); b. Pembelian saham oleh Warga Negara Asing dan/atau Badan Hukum Asing melalui Bursa Efek dapat mencapai 100% (seratus persen) dari jumlah saham bank yang tercatat di Bursa Efek (Pasal 4 ayat 1); c. Bank hanya dapat mencatatkan saham Bank di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah saham bank yang bersangkutan (Pasal 4 ayat 2); d. Sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari saham bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 yang tidak dicatatkan di Bursa Efek harus tetap dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan/atau Badan Hukum Indonesia (Pasal 4 ayat 3). Ketentuan tersebut di atas adalah dengan memperhatikan persyaratan dan ketentuan sebagaimana diatur di dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 56/POJK.03/2016 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum dan sesuai dengan pengumuman PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-10/BEJ-DAG/U/05 1999 tanggal 20 Mei 1999 (“Pengumuman Bursa Efek”) perihal Porsi Kepemilikan Saham Perbankan oleh Pemodal Asing, ditetapkan porsi kepemilikan saham perbankan yang tercatat di Bursa Efek oleh pemodal asing akan dibatasi sebesar 99,00% (sembilan puluh sembilan koma nol persen) sampai dengan dipenuhinya Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dalam PP No. 29 tersebut di atas. Adapun saham sebesar 80.351.000 (delapan puluh juta tiga ratus lima puluh satu ribu) saham biasa atas nama atau 1,00% (satu koma nol persen) dari saham Perseroan yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek sesuai dengan PP No. 29 adalah saham yang dimiliki oleh Ghansham Jivatram sebesar 50.000.000 (lima puluh juta) saham biasa atas nama, Krishna Kumar Agrawal sebesar 30.100.000 (tiga puluh juta seratus ribu) saham biasa atas nama, dan A Henry Mixson Lumban Batu sebesar 251.000 (dua ratus lima puluh satu ribu) saham biasa atas nama yang merupakan Warga Negara Indonesia. Seluruh Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, kejujuran pendapat, keterangan dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugas masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah Negara Republik Indonesia dan kode etik, norma serta standar profesinya masing-masing. Sehubungan dengan Penawaran Umum ini, setiap pihak yang Terafiliasi dilarang memberikan keterangan dan/atau membuat pernyataan apapun mengenai data yang tidak tercantum dalam prospektus ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek. PT UOB Kay Hian Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek, serta para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam Penawaran Umum ini dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam UUPM. PENAWARAN UMUM INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI ATAU DOKUMEN-DOKUMEN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENAWARAN UMUM INI, MAKA PROSPEKTUS ATAU DOKUMEN-DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM, KECUALI BILA PENAWARAN TERSEBUT, ATAU PEMBELIAN SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN SUATU PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT. PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI MATERIAL YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI MATERIAL LAINNYA YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK
Page 3
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI i
DEFINISI DAN SINGKATAN iii
RINGKASAN x
I. PENAWARAN UMUM 1
II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM 5
III. PERNYATAAN UTANG 6
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING 9
V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN 13
1. GAMBARAN UMUM 13
2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL USAHA 13
3. ANALISIS KEUANGAN 18
4. LIKUIDITAS DAN SUMBER MODAL 35
5. BELANJA MODAL 38
6. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 38
7. KEJADIAN YANG SIFATNYA LUAR BIASA DAN TIDAK BERULANG LAGI DIMASA DATANG 40
8 PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI 40
VI. FAKTOR RISIKO 42
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK 49
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA 50
A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN 50
1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN 50
2. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN 53
3. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN 55
4. TATA KELOLA PERUSAHAAN 59
5. SUMBER DAYA MANUSIA 68
6. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN 71
7. STRUKTUR HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGAWASAN DAN PENGURUSAN PERSEROAN DENGAN
PEMEGANG SAHAM 71
8. PERIZINAN 73
9. KETERANGAN MENGENAI ASET TETAP PERSEROAN 74
10. PERJANJIAN PENTING YANG DIMILIKI PERSEROAN 75
11. PERJANJIAN ASURANSI 75
12. PERKARA HUKUM YANG DIHADAPI PERSEROAN, ENTITAS ANAK, DEWAN KOMISARIS, DAN DIREKSI
PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK 77
B. KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA 78
1. TINJAUAN UMUM 78
2. KEUNGGULAN KOMPETITIF 80
3. STRATEGI USAHA 82
4. KEGIATAN USAHA 84
5. PEMASARAN 87
6. PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK 88
7. PENGHARGAAN 90
8. HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL 90
9. KETERANGAN TENTANG INDUSTRI DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN 90
10. PERSAINGAN USAHA 91
11. KECENDERUNGAN USAHA PERSEROAN 92
i
Page 4
IX. EKUITAS 93
X. KEBIJAKAN DIVIDEN 97
XI. PERPAJAKAN 98
XII. PENJAMINAN EMISI EFEK 100
XIII. LEMBAGA PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL 101
XIV. KETENTUAN PENTING DALAM ANGGARAN DASAR DAN KETENTUAN PENTING LAINNYA TERKAIT PEMEGANG SAHAM 103
XV. TATA CARA PEMESANAN SAHAM 116
XVI. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM 122
XVII. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM 123
XVIII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN 141
ii
Page 5
DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN
Afiliasi : Pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 UUPM,
yaitu:
a) hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai
derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
b) hubungan antara satu pihak dengan pegawai, Direktur, atau
Komisaris dari pihak tersebut;
c) hubungan antara 2 (dua) Perseroan dimana terdapat satu atau
lebih anggota Direksi atau Komisaris yang sama;
d) hubungan antara Perseroan dengan suatu pihak, baik langsung
maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh
Perseroan tersebut;
e) hubungan antara 2 (dua) Perseroan yang dikendalikan baik
langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama; atau
f) hubungan antara Perseroan dan pemegang saham utama.
AYDA : Agunan Yang Diambil Alih
BAE : Biro Administrasi Efek, yang dalam hal ini adalah PT Datindo
Entrycom.
Bapepam : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 ayat 1 UUPM atau para pengganti dan penerima hak dan
kewajibannya.
Bapepam-LK : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia No. 606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005
tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan atau para pengganti dan penerima hak dan
kewajibannya, serta Peraturan Menteri Republik Indonesia
No. 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Keuangan.
BEI atau Bursa Efek Indonesia : Berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem
dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli Efek
pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek diantara
mereka, yang dalam hal ini diselenggarakan oleh PT Bursa Efek
Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan beserta para pengganti
dan penerima hak dan kewajibannya.
BNRI : Berita Negara Republik Indonesia.
Bursa Efek : Berarti bursa efek sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka 4
UUPM, dalam hal ini yang diselenggarakan oleh BEI.
Daftar Pemegang Saham : Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan
(DPS) tentang kepemilikan saham oleh Pemegang Saham dalam Penitipan
Kolektif di KSEI berdasarkan data yang diberikan oleh Pemegang
Rekening kepada KSEI.
iii
Page 6
Daftar Pemesanan Pembelian : Berarti Daftar yang memuat nama-nama pemesan saham dan jumlah
Saham (DPPS) yang dipesan dan disusun berdasarkan Formulir Pemesanan
Pembelian Saham yang dibuat oleh masing-masing Penjamin Emisi
Efek.
Efektif : Berarti terpenuhinya seluruh ketentuan yang terdapat pada Peraturan
No. IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-
122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran
Dalam Rangka Penawaran Umum nomor 4, yakni sebagai berikut:
1) atas dasar lewatnya waktu, yakni:
a) 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal Pernyataan
Pendaftaran diterima OJK secara lengkap, yaitu telah
mencakup seluruh kriteria yang ditetapkan dalam peraturan
yang terkait dengan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka
Penawaran Umum dan peraturan yang terkait dengan
Penawaran Umum; atau
b) 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal perubahan terakhir
yang disampaikan Emiten atau yang diminta OJK dipenuhi;
atau
2) atas dasar pernyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi
perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang
diperlukan.
Formulir Konfirmasi Penjatahan : Berarti suatu formulir yang mengkonfirmasi hasil penjatahan atas
Saham (FKPS) nama pemesan sebagai tanda bukti kepemilikan atas Saham Yang
Ditawarkan di pasar perdana.
Formulir Pemesanan : Berarti salinan asli dari formulir pemesanan pembelian terkait Saham
Pembelian Saham (FPPS) Yang Ditawarkan yang harus dibuat dalam 5 (lima) rangkap, masing-
masing rangkap mana harus diisi secara lengkap, dibubuhi tanda
tangan asli pemesan, dan diajukan oleh calon pembeli kepada
Penjamin Emisi Efek, pada waktu memesan Saham Yang Ditawarkan
selama Masa Penawaran Umum.
Harga Penawaran : Berarti harga tiap saham yang ditawarkan, melalui Penawaran Umum
yang harganya telah ditentukan melalui proses bookbuilding, yaitu
Rp174,- (seratus tujuh puluh empat Rupiah).
Hari Bank : Berarti hari pada setiap saat Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta
menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.
Hari Bursa : Berarti hari-hari dimana Bursa Efek melakukan aktivitas transaksi
perdagangan Efek menurut peraturan perundang-undangan yang
berlaku dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek tersebut.
Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur
nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau
Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia bukan sebagai Hari Kerja biasa.
KAP : Berarti Kantor Akuntan Publik., Imelda & Rekan.
KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan
di Jakarta, yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga
Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana didefinisikan dalam
iv
Page 7
UUPM, yang dalam emisi saham bertugas mengadministrasikan
saham berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Efek di KSEI
pada penitipan kolektif.
Kustodian : Berarti pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain
yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima
dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan
mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.
Manajer Penjatahan : Berarti PT UOB Kay Hian Sekuritas, yang bertanggung jawab atas
penjatahan atas penjualan saham yang ditawarkan yang akan
dilakukan jika jumlah pesanan atas saham-saham melebihi jumlah
saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini, berdasarkan
Peraturan No. IX.A.7.
Masa Penawaran Umum : Berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan
pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan, kecuali jika Masa
Penawaran Umum itu ditutup lebih dini sebagaimana ditentukan
dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, yang dilakukan selama 3
(tiga) Hari Kerja, yaitu tanggal 2-6 Januari 2020.
Masyarakat : Berarti perorangan dan/atau badan-badan, baik Warga Negara
Indonesia/badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/badan
asing baik bertempat tinggal/berkedudukan hukum di Indonesia
maupun bertempat tinggal/berkedudukan hukum di luar negeri.
Menkumham : Berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia,
dahulu bernama Menteri Kehakiman Republik Indonesia yang
berubah nama menjadi Menteri Hukum dan Perundang-Undangan
Republik Indonesia, dan terakhir berubah menjadi Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan atau : Berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan
OJK pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas dan wewenang pengaturan,
pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tanggal 22 November
2011 (tentang Otoritas Jasa Keuangan ("UU No. 21 Tahun 2011").
Sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi, tugas dan wewenang
pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar
Modal, beralih dari Bapepam dan LK ke OJK, sesuai dengan Pasal 55
UU No. 21 Tahun 2011, atau para pengganti dan penerima hak dan
kewajibannya.
Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek
dan/atau sub Rekening Efek di KSEI yang dapat merupakan
Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku
di bidang Pasar Modal dan peraturan KSEI.
Pemegang Saham Utama : Berarti setiap pihak yang baik secara langsung maupun tidak
langsung memiliki sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) hak
suara dari seluruh saham yang mempunyai hak suara yang
dikeluarkan oleh Perseroan.
Pemerintah : Berarti Pemerintah Republik Indonesia.
v
Page 8
Penawaran Umum atau : Berarti penawaran atas Saham Yang Ditawarkan yang dilakukan oleh
Penawaran Umum Perdana Perseroan kepada Masyarakat dengan mengingat syarat dan
Saham ketentuan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Penjaminan Emisi
Efek dan tata cara yang diatur dalam UUPM dan ketentuan yang
berlaku di Bursa Efek di Indonesia.
Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari
satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh KSEI sebagaimana
dimaksud dalam UUPM.
Penjamin Emisi Efek : Berarti Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang mengadakan
kesepakatan dengan Perseroan dan akan bertanggung jawab untuk
menawarkan dan menjual Saham Yang Ditawarkan kepada
Masyarakat dengan kesanggupan penuh (full commitment) serta
melakukan pembayaran hasil Penawaran Umum di pasar perdana
kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan
memperhatikan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan
Emisi Efek.
Penjamin Pelaksana Emisi : Berarti pihak yang akan bertanggung jawab atas penyelenggaraan
Efek Penawaran Umum, yang dalam hal ini adalah PT UOB Kay Hian
Sekuritas, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan
hukum Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta,
sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Perjanjian
Penjaminan Emisi Efek.
Peraturan No. IX.A.2 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam-LK No. KEP-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang
Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.
Peraturan No. IX.A.7 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam-LK No. KEP-691/BL/2011 tanggal 30 November 2011
tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum.
Peraturan No. IX.E.1 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.E.1, Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam-LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009
tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi
Tertentu.
Peraturan No. IX.E.2 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam-LK No. Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Peraturan No. IX.J.1 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.J.1, Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam-LK No. Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang
Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan
Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik.
Peraturan OJK No. 7/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 tentang Dokumen
Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek
Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk.
vi
Page 9
Peraturan OJK No. 8/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 8/POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi
Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran
Umum Efek Bersifat Ekuitas.
Peraturan OJK No. 25/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 25/POJK.04/2017 yang berlaku efektif
sejak tanggal 22 Juni 2017 tentang Pembatasan Atas Saham Yang
Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum.
Peraturan OJK No. 30/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember
2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran
Umum.
Peraturan OJK No. 32/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan
Terbuka.
Peraturan OJK No. 33/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan
Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Peraturan OJK No. 34/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite
Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.
Peraturan OJK No. 56/2016 : Berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.03/2016 yang berlaku efektif
tanggal 9 Desember 2016 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum,
yang menggantikan Peraturan Bank Indonesia No. 14/8/PBI/2012
tentang Kepemilikan Saham Bank Umum.
Perjanjian Penjaminan Emisi : Berarti Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek No. 78 tanggal
Efek 12 September 2019 sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan
Atas Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Perseroan
No. 233 tanggal 20 Desember 2019, keduanyadibuat di hadapan
Christina Dwi Utami, Sarjana Hukum, Magister Humaniora, Magister
Kenotariatan, Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, oleh dan
antara Perseroan, Tolaram Group Inc dan Penjamin Pelaksana Emisi
Efek.
Perjanjian Pengelolaan : Berarti Akta Perjanjian Pengelolaan Saham No. 79 tanggal
Administrasi Saham 12 September 2019, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan
Atas Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham Perseroan No. 262
tanggal 26 Desember 2019,keduanya dibuat di hadapan Christina Dwi
Utami, Sarjana Hukum, Magister Humaniora, Magister Kenotariatan,
Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, oleh dan antara Perseroan
dengan BAE.
Perjanjian Pendaftaran Efek : Berarti Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Ekuitas di KSEI
No.SP-078/SHM/KSEI/0919 tanggal 15 Oktober 2019 yang
bermaterai cukup dan dibuat dibawah tangan oleh dan antara
Perseroan dengan KSEI, berikut perubahan, perbaikan, penambahan
atau pembaruan atasnya sebagaimana dapat diadakan oleh para
pihak di kemudian hari.
Pernyataan Efektif : Berarti pernyataan yang diterbitkan oleh OJK yang menyatakan
bahwa Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif.
vii
Page 10
Pernyataan Pendaftaran : Berarti dokumen yang wajib disampaikan kepada Otoritas Jasa
Keuangan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum.
Perseroan : Berarti PT Bank Amar Indonesia Tbk.
Persetujuan Prinsip : Berarti Surat Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek dari BEI
Pencatatan Efek No.S-06767/BEI.PP1/10-2019 tertanggal 23 Oktober 2019 perihal
Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek PT Bank Amar Indonesia Tbk.
Prospektus : Berarti setiap informasi tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1 butir 26 UUPM dan Peraturan OJK No.8/2017.
Prospektus Awal : Berarti suatu informasi tertulis yang memuat seluruh informasi dalam
Prospektus yang disampaikan kepada OJK sebagai bagian dari
Pernyataan Pendaftaran, kecuali informasi mengenai jumlah Saham
Yang Ditawarkan namun dapat memuat informasi awal sehubungan
dengan jumlah maksimum Saham Yang Ditawarkan, Harga
Penawaran, penjaminan emisi efek atas penerbitan atau hal lainnya
terkait syarat-syarat penawaran yang belum dapat ditentukan pada
saat itu, sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2017 tentang
Prospektus Awal dan Info Memo.
Prospektus Ringkas : Berarti ringkasan dari isi Prospektus Awal berisikan fakta-fakta dan
pertimbangan-pertimbangan terpenting yang disusun dan diterbitkan.
Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau dana
milik pemegang saham yang diadministrasikan oleh KSEI atau
Pemegang Rekening berdasarkan kontrak pembukaan rekening efek
yang ditandatangani pemegang saham dan perusahaan efek
dan/atau Bank Kustodian.
Rekening Penawaran Umum : Berarti rekening atas nama Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada
PT Bank UOB Indonesia untuk menampung dana yang diterima dari
investor.
RUPS : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang
diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar
Perseroan, UUPT, dan UUPM.
RUPSLB : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang
diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar
Perseroan, UUPT, dan UUPM.
Saham Yang Ditawarkan : Berarti saham milik Tolaram Group Inc. yang akan ditawarkan dan
dijual kepada masyarakat melalui Penawaran Umum Perdana Saham
sebanyak 1.206.068.500 (satu miliar dua ratus enam juta enam puluh
delapan ribu lima ratus lembar) atau sebesar 15,01% (lima belas
koma nol satu persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan
disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham,
yang merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal
Rp100 (seratus rupiah) setiap saham yang selanjutnya akan
dicatatkan pada BEI pada Tanggal Pencatatan
viii
Page 11
SKS : Berarti Surat Kolektif Saham.
Tanggal Distribusi : Berarti tanggal yang sama dengan Tanggal Pembayaran, yaitu 1
(satu) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan, pada tanggal mana
Saham Yang Ditawarkan didistribusikan secara elektronik oleh KSEI
kepada Penjamin Emisi Efek untuk kemudian didistribusikan kepada
pemesan, yaitu pada tanggal 8 Januari 2020.
Tanggal Pembayaran : Berarti tanggal pembayaran hasil penjualan Saham Yang Ditawarkan
pada pasar perdana yang harus disetor oleh Penjamin Emisi Efek
kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
Tanggal Pencatatan : Berarti tanggal pencatatan saham untuk diperdagangkan di Bursa
Efek dalam waktu 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi.
Tanggal Pengembalian : Berarti tanggal untuk pengembalian uang pemesanan pembelian
Saham Yang Ditawarkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui
Penjamin Emisi Efek kepada para pemesan yang sebagian atau
seluruh pesanannya tidak dapat dipenuhi karena adanya penjatahan
atau dalam hal Penawaran Umum Saham Perdana dibatalkan atau
ditunda. Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan yaitu 1 (satu) Hari
Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau setelah tanggal
diumumkannya pembatalan atau penundaan Penawaran Umum
Saham Perdana, yaitu pada tanggal 8 Januari 2020.
Tanggal Penjatahan : Berarti 1 (satu) Hari Kerja terhitung setelah penutupan Masa
Penawaran Umum Saham Perdana, pada saat mana Manajer
Penjatahan menetapkan penjatahan Saham Yang Ditawarkan bagi
setiap pemesan, yaitu pada tanggal 7 Januari 2020.
TDP : Berarti Tanda Daftar Perusahaan.
UU Pasar Modal/UUPM : Berarti Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal
10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik
Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No. 3608, beserta
peraturan-peraturan pelaksanaannya.
UU Perseroan Terbatas/UUPT : Berarti Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas.
ix
Page 12
RINGKASAN
1. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PERSEROAN
Perseroan didirikan dengan nama “PT Anglomas International Bank” (PT Amin Bank) berdasarkan Akta Perseroan
Terbatas No. 32 tanggal 15 Maret 1991, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 24 tanggal 12 Juni
1991, keduanya dibuat di hadapan Eddy Widjaja, S.H., Notaris di Surabaya. Akta tersebut telah memperoleh
pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C2-2650.01.01.th.91 tanggal 1 Juli 1991,
didaftarkan dalam Kantor Panitera Pengadilan Negeri Surabaya di bawah No. 518/1991, 519/1991 dan 520/1991
pada tanggal 17 Juli 1991 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 70 tanggal
30 Agustus 1991, Tambahan No. 2808 (“Akta Pendirian”).
Sejak Akta Pendirian sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, anggaran dasar Perseroan telah
mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir anggaran dasar Persroan adalah berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Sirkuler Sebagai Pengganti Dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan No. 277
tanggal 26 Agustus 2019, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat
(“Akta 277/2019”).
Akta 277/2019 telah memperoleh: (i) persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan
No. 0058901.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
Menkumham dengan No. AHU-150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019, (ii) penerimaan
pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Penerimaan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. AHU-
AH.01.03-0321105 tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan
No. AHU-0150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019 dan (iii) penerimaan pemberitahuan dari
Menkumham berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0321106
tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-
0150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019.
2. STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan adalah
sebagaimana tercantum dalam Akta 277/2019, yakni sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100 per saham
Keterangan Jumlah Lembar Jumlah Nilai Nominal %
Saham (Rp)
Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000 -
Modal Ditempatkan dan Disetor
Tolaram Group Inc. 7.930.000.000 793.000.000.000 98,692
Ghansham Jivatram 50.000.000 5.000.000.000 0,622
Krishna Kumar Agrawal 30.100.000 3.010.000.000 0,375
A Henry Mixson Lumban Batu 25.000.000 2.500.000.000 0,311
Jumlah Modal Ditempatkan dan 8.035.100.000 803.510.000.000 100,0
Disetor 00
Jumlah Saham Portepel 11.964.900.000 1.196.490.000.000 -
3. KEPENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah
sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Sebagai Ganti Dari Rapat Umum Pemegang
Saham Perseroan No. 132 tanggal 20 November 2019, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., Notaris
di Kota Administrasi Jakarta Barat (“Akta 132/2019”), yakni sebagai berikut:
x
Page 13
Direksi
Direktur Utama : Vishal Tulsian
Direktur Operasional : Tuk Yulianto SH, MM
Direktur Kepatuhan : IN Mawa
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Navin Nahata
Komisaris Independen : Ratna Heimawaty Zain
Komisaris Independen : Ir Zainal Abidin Hasni, MA
Akta 132/2019 telah memperoleh penerimaan pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0362445 tanggal 20 November 2019 dan
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-0223674.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal
20 November 2019.
4. STRUKTUR PENAWARAN UMUM
Jumlah Saham Yang Ditawarkan : Sebanyak 1.206.068.500 (satu miliar dua ratus enam juta
enam puluh delapan ribu lima ratus) saham.
Persentase Penawaran Umum Perdana : Sebanyak 15,01% (lima belas koma nol satu persen) saham
milik Tolaram Group Inc..
Nilai Nominal : Rp100 (seratus Rupiah).
Harga Penawaran : Rp174,- (seratus tujuh puluh empat Rupiah).
Jumlah Penawaran Umum : Sebanyak Rp209.855.919.000,- (dua ratus sembilan milyar
delapan ratus lima puluh lima juta sembilan ratus sembilan
belas ribu Rupiah).
Tanggal Penawaran Umum : 2-6 Januari 2020.
Tanggal Pencatatan di BEI : 9 Januari 2020.
Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini seluruhnya merupakan Saham
milik Tolaram Group Inc. dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala
hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas
pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, hak atas pembagian saham bonus dan hak
memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan dalam UUPT.
Dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum ini, struktur permodalan
dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah Penawaran Umum ini secara proforma adalah
sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100 per saham
Sebelum Penawaran Umum Setelah Penawaran Umum
KETERANGAN Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Lembar Nominal Lembar Nominal
Saham Saham (Rp) % Saham Saham (Rp) %
Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000 20.000.000.000 2.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan
Disetor
Tolaram Group Inc. 7.930.000.000 793.000.000.000 98,692% 6.723.931.500 672.393.150.000 83,682%
Ghansham Jivatram 50.000.000 5.000.000.000 0,622% 50.000.000 5.000.000.000 0,622%
Krishna Kumar Agrawal 30.100.000 3.010.000.000 0,375% 30.100.000 3.010.000.000 0,375%
A Henry Mixson Lumban Batu 25.000.000 2.500.000.000 0,311% 25.000.000 2.500.000.000 0,311%
Masyarakat - - - 1.206.068.500 120.606.850.000 15,010%
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor 8.035.100.000 803.510.000.000 100,000% 8.035.100.000 803.510.000.000 100,000%
Jumlah Saham Portepel 11.964.900.000 1.196.490.000.000 11.964.900.000 1.196.490.000.000
xi
Page 14
RENCANA PENJUALAN SAHAM OLEH PEMEGANG SAHAM MELALUI PENAWARAN TERBATAS
(PRIVATE PLACEMENT) SETELAH PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA
Sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan Peraturan OJK No. 56/2016 yang membatasi kepemilikan saham oleh
pemegang saham berupa badan hukum bukan lembaga keuangan sebanyak maksimum 30%, Tolaram berencana
untuk melakukan pelepasan saham dalam Perseroan kepada investor tertentu dan/atau pihak ketiga lainnya yang
akan ditentukan kemudian agar kepemilikan saham Tolaram dalam Perseroan menjadi 30%. Rencana penjualan
saham oleh Tolaram ini akan diselesaikan setelah Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia
sampai dengan bulan Januari 2020 dan tidak akan dilakukan melalui Penawaran Umum sebagaimana dimaksud
dalam UUPM.
Saham milik Tolaram yang akan ditawarkan melalui penawaran terbatas bukan merupakan saham yang dilarang
untuk dialihkan (lock-up) sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 25/2017. Penyerahan atau penutupan
atas transaksi saham yang dimiliki Tolaram tersebut akan dilakukan di BEI melalui Pasar Sekunder setelah
Tanggal Pencatatan. Biaya yang dikeluarkan dalam rangka penawaran terbatas menjadi tanggung jawab
sepenuhnya dari Tolaram dan bukan merupakan bagian dari biaya emisi.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham secara proforma sebelum dan sesudah dilaksanakannya
penawaran terbatas oleh Tolaram adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100 per saham
Setelah Penawaran Umum dan Sebelum Setelah Penawaran Umum dan Setelah
Penawaran Terbatas Penawaran Terbatas
KETERANGAN Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Lembar Nominal Lembar Nominal
Saham Saham (Rp) % Saham Saham (Rp) %
Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000 - 20.000.000.000 2.000.000.000.000 -
Modal Ditempatkan dan
Disetor
Tolaram Group Inc. 6.723.931.500 672.393.150.000 83,682% 2.410.530.000 241.053.000.000 30,000%
Ghansham Jivatram 50.000.000 5.000.000.000 0,622% 50.000.000 5.000.000.000 0,622%
Krishna Kumar Agrawal 30.100.000 3.010.000.000 0,375% 30.100.000 3.010.000.000 0,375%
A Henry Mixson Lumban Batu 25.000.000 2.500.000.000 0,311% 25.000.000 2.500.000.000 0,311%
Masyarakat 1.206.068.500 120.606.850.000 15,010% 5.519.470.000 551.947.000.000 68,692%
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor 8.035.100.000 803.510.000.000 100,00% 8.035.100.000 803.510.000.000 100,00%
Jumlah Saham Portepel 11.964.900.000 1.196.490.000.000 100,00% 11.964.900.000 1.196.490.000.000 100,00%
Berdasarkan Surat Pernyataan Tolaram Group Inc. dan Surat Pernyataan Tolaram Family Trust (selaku pemegang
saham tidak langsung dari Tolaram Group Inc.), keduanya tertanggal 6 Desember 2019, masing-masing Tolaram
Group Inc. dan Tolaram Family Trust menyatakan bahwa rencana Penawaran Umum Saham Perdana dan
divestasi saham Tolaram sampai 30% tidak akan menyebabkan perubahan Pemegang Saham Pengendali
(sebagaimana didefinisikan dalam Surat Edaran OJK No. 39/SEOJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan
Kepatutan bagi Calon Pemegang Saham Pengendali, Calon Anggota Direksi, dan Calon Anggota Dewan
Komisaris Bank) dalam Perseroan atau melibatkan investor baru yang memenuhi ketentuan sebagai Pemegang
Saham Pengendali Perseroan.
5. RENCANA PENGGUNAAN DANA
Seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran umum ini merupakan saham milik pendiri yaitu Tolaram Group
Inc. Oleh karena itu, seluruh dana hasil Penawaran Umum akan diterima oleh Tolaram Group Inc. selaku pendiri
dan Perseroan tidak menerima dana hasil Penawaran Umum.
Keterangan lebih lanjut mengenai Rencana Penggunaan Dana dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini.
xii
Page 15
6. KEGIATAN USAHA PERSEROAN
Maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang usaha bank umum swasta non devisa. Untuk
mencapai maksud dan tujuan, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat
deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu
b. Memberikan pinjaman baik jangka panjang, jangka menengah atau pinjaman dalam bentuk yang pada
umumnya diberikan dalam usaha perbankan
c. Menerbitkan surat pengakuan hutang
d. Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabah
e. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah
f. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan
menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel atas unjuk, cek atau sarana lainnya
g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak
ketiga
h. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang-barang dan surat berharga
i. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak
j. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak
tercatat di bursa efek
k. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat
l. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia
atau Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disingkat ”OJK“) atau instansi yang berwenang lainnya
m. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan, seperti
perusahaan sewa guna usaha, perusahaan modal ventura, perusahaan efek, perusahaan asuransi, serta
lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia atau OJK atau instansi yang berwenang lainnya
n. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit, dengan syarat
harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia
atau OJK atau instansi yang berwenang lainnya
o. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun, sesuai dengan ketentuan dalam
peraturan perundang- undangan dana pensiun yang berlaku; dan
p. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku, termasuk antara lain tindakan dalam rangka restrukturisasi atau
penyelamatan kredit antara lain membeli, melalui pelelangan atau dengan cara lain, agunan, baik semua
maupun sebagian, dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan agunan
yang dibeli wajib dicairkan secepatnya
xiii
Page 16
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud sebelumnya, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha
penunjang sebagai berikut:
- meminjam dana dari pihak ketiga untuk disalurkan sebagai pinjaman yang pada umumnya diberikan dalam
usaha perbankan dan;
- melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
perundang undangan yang berlaku, khususnya di bidang perbankan.
7. KEUNGGULAN KOMPETITIF
Perseroan meyakini bahwa kekuatan kompetitif sebagaimana berikut ini akan mendukung Perseroan dalam
melaksanakan strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan para pesaingnya.
● Dukungan penuh dari pemegang saham
● Pionir Produk FinTech di Industri Perbankan
● Tingginya Net Interest Margin
● Manajemen Operasional yang Berkompetensi
● Infrastruktur Teknologi Informasi Mutakhir
● Hubungan Baik dengan Berbagai Pihak
8. STRATEGI USAHA
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menerapkan beberapa strategi bisnis yang dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1. Strategi Permodalan
Pada awal tahun 2019, status Perseroan telah meningkat menjadi Bank BUKU II.
2. Strategi Perhimpunan Dana
● Menambah jaringan kantor (termasuk melakukan relokasi kantor apabila diperlukan);
● Menyusun beberapa rencana pemasaran dan branding, baik secara online maupun offline;
● Meluncurkan layanan perbankan digital untuk lebih meningkatkan minat menabung masyarakat dan
menciptakan komunitas yang inklusif terhadap jasa dan layanan keuangan;
● Meluncurkan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) untuk Meningkatkan skala usaha
Perseroan;
● Melakukan pengkajian ulang secara periodik terhadap produk-produk yang telah ada.
3. Strategi Penyaluran Dana
● Menyalurkan kepada Sektor Produktif dengan proporsi minimal sebesar 60% dari total kredit, dimana
minimal 20% dari total kredit tersebut akan disalurkan ke Segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
● Menyalurkan kredit kepada Sektor Usaha Mikro melalui produk bank yaitu Tunaiku;
● Meningkatkan optimalisasi dari kelonggaran tarik fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur;
● Menjaga portofolio kredit dalam kualitas yang baik, salah satunya dengan take-over kredit;
● Manajemen likuiditas dan penempatan dana yang efektif;
● Meningkatkan pengawasan atas seluruh aset produktif sehingga kualitas aset terjaga sesuai dengan risk-
appetite Perseroan.
4. Strategi Manajemen
● Mengoptimalkan fungsi teknologi sistem informasi dalam proses internal;
● Melakukan upaya peningkatan pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam seluruh aspek,
meliputi aspek pengadaan, pelatihan, dan pemeliharaan karyawan.
9. FAKTOR RISIKO
Berikut adalah risiko-risiko yang disusun berdasarkan bobot risiko yang dihadapi Perseroan dalam menjalankan
kegiatan usahanya:
xiv
Page 17
A. Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan
Risiko Utama Perseroan adalah Risiko Kredit
B. Risiko Terkait Dengan Kegiatan Usaha Perseroan:
1. Risiko Operasional
2. Risiko Likuiditas
3. Risiko Persaingan
4. Risiko Pasar
5. Risiko Stratejik
6. Risiko Reputasi
7. Risiko Kepatuhan
C. Risiko Umum:
1. Kondisi perekonomian secara makro atau global
2. Tuntutan atau gugatan hukum
3. Kebijakan pemerintah
4. Ketentuan negara lain atau peraturan internasional
D. Risiko Terkait Investasi Saham Perseroan:
1. Harga Saham Perseroan mungkin mengalami fluktuasi yang signifikan di kemudian hari
2. Likuiditas Saham Perseroan
3. Kemampuan Perseroan untuk membayar dividen di kemudian hari
4. Kepentingan Pemegang Saham Pengendali dapat bertentangan dengan kepentingan pembeli Saham
Yang Ditawarkan
Seluruh faktor risiko yang dihadapi oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usaha telah diungkapkan dan
disusun berdasarkan bobot dan dampak masing-masing risiko terhadap kegiatan usaha dan keuangan Perseroan.
10. KEBIJAKAN DIVIDEN
Para pemegang saham lama yang berasal Penawaran Umum Perdana ini akan memperoleh hak-hak yang sama
dan sederajat dengan pemegang saham lama Perseroan, termasuk hak untuk menerima dividen.
Berdasarkan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pembagian dividen dilakukan
berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan). Sebelum berakhirnya tahun
keuangan, dividen interim dapat dibagikan sepanjang hal itu diperbolehkan oleh Anggaran Dasar Perseroan dan
pembagian dividen interim tidak menyebabkan aset bersih Perseroan menjadi kurang dari modal ditempatkan dan
disetor penuh dan cadangan wajib Perseroan. Pembagian dividen interim tersebut ditetapkan oleh Direksi setelah
mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris. Jika setelah berakhirnya tahun keuangan dimana terjadi pembagian
dividen interim Perseroan mengalami kerugian, maka dividen interim yang telah dibagikan tersebut harus
dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan. Dewan Komisaris serta Direksi akan bertanggung jawab
secara tanggung renteng untuk pengembalian dimaksud jika dividen interim tidak dikembalikan oleh pemegang
saham.
Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, Manajemen Perseroan memiliki kebijakan untuk membayarkan
dividen dengan rasio sebanyak-banyaknya 50% (lima puluh persen) dari laba tahun berjalan Perseroan tahun
buku 2019 dalam bentuk uang tunai kepada seluruh pemegang saham Perseroan sekurang-kurangnya sekali
dalam setahun, namun dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Dividen kas akan dibayarkan dalam Rupiah. Pemegang saham pada recording date akan memperoleh hak atas
dividen dalam jumlah penuh dan dikenakan pajak penghasilan yang berlaku dalam ketentuan perpajakan
di Indonesia. Dividen kas yang diterima oleh pemegang saham dari luar Indonesia akan dikenakan pajak
penghasilan sesuai dengan ketentuan perpajakan di Indonesia.
xv
Page 18
Tidak ada negative covenant yang dapat menghambat Perseroan untuk melakukan pembagian dividen kepada
pemegang saham.
11. PERKARA MATERIAL YANG SEDANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan sedang terlibat dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri
Surabaya, namun perkara tersebut tidak bersifat material dan tidak dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan
kelangsungan usaha Perseroan. Perseroan tidak sedang terlibat dalam perkara pidana, perdata, perpajakan, tata
usaha negara, hubungan industrial, kepailitan, penundaan kewajiban pembayaran utang, persaingan usaha dan
perkara arbitrase di muka badan peradilan di Indonesia yang bersifat material dan dapat mempengaruhi kegiatan
usaha dan kelangsungan usaha Perseroan.
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tidak sedang terlibat
dalam suatu perkara pidana, perdata, perpajakan, tata usaha negara, hubungan industrial, kepailitan, penundaan
kewajiban pembayaran utang, persaingan usaha dan perkara arbitrase di muka badan peradilan di Indonesia
dan/atau menerima somasi atau klaim yang bersifat material dan dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan
kelangsungan usaha Perseroan dan rencana penawaran umum perdana saham ini.
12. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang disusun berdasarkan laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017
dan 2016. Laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019 telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Imelda & Rekan dan ditandatangani oleh Elisabeth Imelda sebagai Akuntan Publik dengan opini
tanpa modifikasian dan tambahan paragraf hal lain mengenai (a) laporan laba rugi, penghasilan komprehensif lain
dan laporan arus kas Perseroan untuk periode enam bulan yang berkahir pada tanggal 30 Juni 2018 tidak diaudit,
(b) laporan keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan
2016 diaudit oleh auditor independen lain, (c) laporan keuangan yang diterbitkan kembali untuk menyesuaikan
dengan peraturan pasar modal yang berlaku, (d) laporan keuangan diterbitkan dengan tujuan untuk dicantumkan
dalam prospektus sehubungan dengan rencana penawaran umum saham perdana Perseroan di Bursa Efek
Indonesia, serta tidak ditujukan, dan tidak diperkenankan untuk digunakan untuk tujuan lain.
Laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Satrio Bing Eny & Rekan, auditor independen, dengan opini tanpa
modifikasian.
Laporan Posisi Keuangan
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
Jumlah aset 2.727.941 1.856.522 846.147 548.062
Jumlah liabilitas 1.685.033 1.370.620 367.447 75.587
Jumlah ekuitas 1.042.908 485.902 478.700 472.475
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Pendapatan bunga 242.901 104.867 306.949 85.271 80.567
Beban bunga (61.375) (23.817) (72.058) (12.579) (4.705)
Pendapatan
operasional lainnya 50.004 15.675 49.347 21.927 10.921
xvi
Page 19
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Beban operasional
lainnya 81.656 43.542 101.592 53.835 46.404
Laba (rugi) bersih
tahun berjalan 26.105 4.079 16.291 3.732 (27.661)
Jumlah laba (rugi)
komprehensif tahun
berjalan 27.738 909 7.201 6.225 (27.949)
*Tidak Diaudit
Rasio Keuangan
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
Rasio Pertumbuhan
Pendapatan bunga 131,63% 259,97% 5,84% 110,55%
Laba (rugi) operasional 427,78% 144,81% -127,72% -940,64%
Jumlah aset 46,94% 119,41% 54,39% 10,81%
Jumlah liabilitas 22,94% 273,01% 386,12% -19,74%
Jumlah ekuitas 114,63% 1,50% 1,32% 17,99%
Rasio Perbankan
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum/ Capital
Adequacy Ratio 66,20% 42,43% 84,86% 125,90%
Imbal Hasil Aktiva / Return on Assets 3,05% 1,59% 0,79% -5,08%
Imbal Hasil Ekuitas / Return on Equity 8,98% 3,45% 0,87% -5,98%
Marjin Pendapatan Bunga Bersih / Net Interest
Margin 16,98% 18,02% 12,67% 14,45%
Biaya Operasional terhadap Pendapatan
Operasional / Operational Costs for Operating
Income 87,62% 93,69% 98,48% 140,40%
Rasio Pinjaman Bermasalah – Kotor / Non
Performing Loan – Gross 4,41% 4,96% 8,29% 6,56%
Rasio Pinjaman Bermasalah – Bersih / Non
Performing Loan – Net -0,05% -0,61% 3,14% 1,75%
Rasio Pinjaman Terhadap Deposito / Loan to
Deposit Ratio 116,75% 132,46% 95,65% 466,78%
Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas / Liquidity
Coverage Ratio 382,37% 587,71% 2.332,68% 5.569,99%
Giro Wajib Minimum Primer / Primary GWM 6,51% 6,51% 6,82% 7,56%
Giro Wajib Minimum Sekunder / Secondary GWM 6,71% 8,10% 22,18% 4,18%
xvii
Page 20
Halaman ini sengaja dikosongkan
xviii
Page 21
I. PENAWARAN UMUM
Sebanyak 1.206.068.500 (satu miliar dua ratus enam juta enam puluh delapan ribu lima ratus) Saham Biasa Atas
Nama milik PT Tolaram Group Inc, dengan nilai nominal Rp100,- (seratus rupiah) setiap saham yang mewakili
sebanyak 15,01% (lima belas koma nol satu persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan
setelah Penawaran Umum Perdana Saham, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan Harga Penawaran
Rp174,- (seratus tujuh puluh empat Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan
Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS). Jumlah Nilai Penawaran Umum Perdana Saham secara
keseluruhan adalah sebanyak Rp209.855.919.000,- (dua ratus sembilan milyar delapan ratus lima puluh lima juta
sembilan ratus sembilan belas ribu Rupiah).
Saham Yang Ditawarkan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala
hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk antara lain hak
atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak
atas pembagian saham bonus dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Hak-hak tersebut sesuai
dengan Pasal 52 ayat 1 UUPT.
Saham yang ditawarkan oleh Tolaram Group Inc. dimiliki secara sah dalam keadaan bebas, tidak sedang dalam
sengketa dan/atau dijaminkan kepada pihak manapun serta tidak sedang ditawarkan kepada pihak lain
PT Bank Amar Indonesia Tbk.
Berkedudukan di Kota Surabaya, Indonesia
Kegiatan Usaha Utama:
Perbankan Umum Swasta
Kantor Kedudukan:
Kantor Pusat:
Jl. Basuki Rahmad No. 109,
Surabaya, 60271
Email: corsec@amarbank.co.id
Website: www.amarbank.co.id
Telp.:(031) 99015959 Faks.:(031) 9901595
Jaringan Kantor
Perseroan memiliki 3 kantor cabang, 1 kantor cabang pembantu, 1 kantor kas dan 1 kantor fungsi kredit yang
berlokasi di Jakarta dan Surabaya
RISIKO UTAMA PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT. RISIKO KREDIT ADALAH RISIKO DIMANA
DEBITUR TIDAK MAMPU MEMENUHI KEWAJIBANNYA BAIK BERUPA POKOK PINJAMAN MAUPUN
BUNGANYA. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI FAKTOR
RISIKO.
RISIKO TERKAIT DENGAN KEPEMILIKAN ATAS SAHAM PERSEROAN YAITU TIDAK LIKUIDNYA SAHAM
YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM PERDANA INI. MESKIPUN PERSEROAN AKAN
MENCATATKAN SAHAMNYA DI BEI, NAMUN TIDAK ADA JAMINAN BAHWA SAHAM PERSEROAN YANG
DIPERDAGANGKAN TERSEBUT AKAN AKTIF ATAU LIKUID KARENA TERDAPAT KEMUNGKINAN SAHAM
PERSEROAN AKAN DIMILIKI SATU ATAU BEBERAPA PIHAK TERTENTU YANG TIDAK
MEMPERDAGANGKAN SAHAMNYA DI PASAR SEKUNDER. DENGAN DEMIKIAN, PERSEROAN TIDAK
DAPAT MEMPREDIKSIKAN APAKAH PASAR DARI SAHAM PERSEROAN AKAN AKTIF ATAU LIKUIDITAS
SAHAM PERSEROAN AKAN TERJAGA.
1
Page 22
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah
sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Sebagai Pengganti Dari Rapat Umum
Pemegang Saham Perseroan No. 277 tanggal 26 Agustus 2019, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H.,
Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat (“Akta 277/2019”), yakni sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100 per saham
Keterangan %
Jumlah Lembar Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000 -
Modal Ditempatkan dan Disetor
Tolaram Group Inc. 7.930.000.000 793.000.000.000 98,692
Ghansham Jivatram 50.000.000 5.000.000.000 0,622
Krishna Kumar Agrawal 30.100.000 3.010.000.000 0,375
A Henry Mixson Lumban Batu 25.000.000 2.500.000.000 0,311
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 8.035.100.000 803.510.000.000 100,000
Jumlah Saham Portepel 11.964.900.000 1.196.490.000.000 -
Dalam rangka Penawaran Umum ini, Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham
ini seluruhnya merupakan Saham milik Tolaram Group Inc. dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang
sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor
penuh, termasuk hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, hak atas pembagian
saham bonus dan hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan dalam UUPT.
Dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini,
struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah Penawaran Umum Perdana Saham
ini secara proforma adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100,- per saham
Sebelum Penawaran Umum Setelah Penawaran Umum
KETERANGAN Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Lembar Nominal Lembar Nominal
Saham Saham (Rp) % Saham Saham (Rp) %
Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000 20.000.000.000 2.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Tolaram Group Inc. 7.930.000.000 793.000.000.000 98,692% 6.723.931.500 672.393.150.000 83,682%
Ghansham Jivatram 50.000.000 5.000.000.000 0,622% 50.000.000 5.000.000.000 0,622%
Krishna Kumar Agrawal 30.100.000 3.010.000.000 0,375% 30.100.000 3.010.000.000 0,375%
A Henry Mixson Lumban Batu 25.000.000 2.500.000.000 0,311% 25.000.000 2.500.000.000 0,311%
Masyarakat - - - 1.206.068.500 120.606.850.000 15,010%
Jumlah Modal Ditempatkan dan 8.035.100.000 803.510.000.000 100,000% 8.035.100.000 803.510.000.000 100,000%
Disetor
Jumlah Saham Portepel 11.964.900.000 1.196.490.000.000 11.964.900.000 1.196.490.000.000
Sehubungan dengan Penawaran Umum, sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 11/1/PBI/2009 tentang
Bank Umum sebagaimana diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 13/27/PBI/2011, Perseroan juga telah
menyampaikan pemberitahuan kepada Otoritas Jasa Keuangan Perbankan melalui Surat Perseroan
No. 505/DIR/VII/2019 tanggal 19 Juli 2019 perihal Rencana Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan yang
telah diterima oleh Otoritas Jasa Keuangan Perbankan berdasarkan tanda terima Otoritas Jasa Keuangan
No.029469 tanggal 19 Juli 2019.
RENCANA PENJUALAN SAHAM OLEH PEMEGANG SAHAM MELALUI PENAWARAN TERBATAS
(PRIVATE PLACEMENT) SETELAH PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA
Sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan Peraturan OJK No. 56/2016 yang membatasi kepemilikan saham oleh
pemegang saham berupa badan hukum bukan lembaga keuangan sebanyak maksimum 30%, Tolaram berencana
untuk melakukan pelepasan saham dalam Perseroan kepada investor tertentu dan/atau pihak ketiga lainnya yang
akan ditentukan kemudian agar kepemilikan saham Tolaram dalam Perseroan menjadi 30%. Rencana penjualan
saham oleh Tolaram ini akan diselesaikan setelah Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia
sampai dengan bulan Januari 2020 dan tidak akan dilakukan melalui Penawaran Umum sebagaimana dimaksud
dalam UUPM.
2
Page 23
Saham milik Tolaram yang akan ditawarkan melalui penawaran terbatas bukan merupakan saham yang dilarang
untuk dialihkan (lock-up) sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 25/2017. Penyerahan atau penutupan
atas transaksi saham yang dimiliki Tolaram tersebut akan dilakukan di BEI melalui Pasar Sekunder setelah
Tanggal Pencatatan. Biaya yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana dan Penawaran Terbatas
menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Tolaram dan bukan merupakan bagian dari biaya emisi.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham secara proforma sebelum dan sesudah dilaksanakannya
penawaran terbatas oleh Tolaram adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100 per saham
Setelah Penawaran Umum dan Sebelum Setelah Penawaran Umum dan Setelah
Penawaran Terbatas Penawaran Terbatas
KETERANGAN Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Lembar Nominal Lembar Nominal
Saham Saham (Rp) % Saham Saham (Rp) %
Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000 - 20.000.000.000 2.000.000.000.000 -
Modal Ditempatkan dan
Disetor
Tolaram Group Inc. 7.930.000.000 793.000.000.000 83,682% 2.410.530.000 241.053.000.000 30,000%
Ghansham Jivatram 50.000.000 5.000.000.000 0,622% 50.000.000 5.000.000.000 0,622%
Krishna Kumar Agrawal 30.100.000 3.010.000.000 0,375% 30.100.000 3.010.000.000 0,375%
A Henry Mixson Lumban Batu 25.000.000 2.500.000.000 0,311% 25.000.000 2.500.000.000 0,311%
Masyarakat 1.206.068.500 120.606.850.000 15,010% 5.519.470.000 551.947.000.000 68,692%
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor 8.035.100.000 803.510.000.000 100,00% 8.035.100.000 803.510.000.000 100,00%
Jumlah Saham Portepel 11.964.900.000 1.196.490.000.000 100,00% 11.964.900.000 1.196.490.000.000 100,00%
Berdasarkan Surat Pernyataan Tolaram Group Inc. dan Surat Pernyataan Tolaram Family Trust (selaku pemegang
saham tidak langsung dari Tolaram Group Inc.), keduanya tertanggal 6 Desember 2019, masing-masing Tolaram
Group Inc. dan Tolaram Family Trust menyatakan bahwa rencana Penawaran Umum Saham Perdana dan
divestasi saham Tolaram sampai 30% tidak akan menyebabkan perubahan Pemegang Saham Pengendali
(sebagaimana didefinisikan dalam Surat Edaran OJK No. 39/SEOJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan
Kepatutan bagi Calon Pemegang Saham Pengendali, Calon Anggota Direksi, dan Calon Anggota Dewan
Komisaris Bank) dalam Perseroan atau melibatkan investor baru yang memenuhi ketentuan sebagai Pemegang
Saham Pengendali Perseroan.
PENCATATAN SAHAM PERSEROAN DI BEI
Bersamaan dengan pencatatan Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini, Perseroan
juga akan mencatatkan sebanyak 6.723.931.500 (enam miliar tujuh ratus dua puluh tiga juta sembilan ratus tigas
puluh satu ribu lima ratus) saham biasa yang dimiliki oleh Tolaram Group Inc. dan 24.749.000 (dua puluh empat
juta tujuh ratus empat puluh sembilan ribu) saham yang dimiliki oleh A Henry Mixson Lumban Batu. Dengan
demikian, jumlah seluruh saham Perseroan yang akan dicatatkan di BEI adalah 7.954.749.000 (tujuh miliar
sembilan ratus lima puluh empat juta tujuh ratus empat puluh sembilan ribu) saham yang merupakan 99%
(sembilan puluh sembilan persen) dari seluruh modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan setelah
Penawaran Umum Perdana Saham. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1999 tentang Pembelian
Saham Bank Umum dan sebagaimana disetujui dalam Akta 277/2019, Perseroan tidak akan mencatatkan 1% dari
seluruh modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham, yakni
sebagai berikut :
1. 50.000.000 (lima puluh juta) saham Perseroan yang dimiliki oleh Ghansham Jivatram;
2. 30.100.000 (tiga puluh juta seratus ribu) saham Perseroan yang dimiliki oleh Krishna Kumar Agrawal; dan
3. 251.000 (dua ratus lima puluh satu ribu) saham Perseroan yang dimiliki oleh A Henry Mixson Lumban Batu.
Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum ini direncanakan akan dicatatkan di BEI sesuai dengan Surat
Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas Perseroan dari BEI No.S-06767/BEI.PP1/10-2019 tanggal
3
Page 24
23 Oktober 2019 perihal Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas Perseroan apabila memenuhi
persyaratan pencatatan yang ditetapkan oleh BEI antara lain mengenai jumlah pemegang saham baik perorangan
maupun lembaga di BEI dan masing-masing pemegang saham memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) satuan
perdagangan saham. Apabila syarat-syarat pencatatan saham tersebut tidak terpenuhi, Penawaran Umum batal
demi hukum dan uang pemesanan yang telah diterima dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan
ketentuan UUPM dan Peraturan No. IX.A.2.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 88 tanggal 29 Mei 2019, dibuat
di hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya (“Akta 88/2019”), A Henry Mixson Lumban Batu
memperoleh sebanyak 2.500 (dua ribu lima ratus) saham, masing-masing di harga nominal per saham pada saat
itu yakni Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) yang berasal dari saham portepel Perseroan. Mengingat perolehan
saham Perseroan oleh A Henry Mixson Lumban Batu tersebut dilakukan pada harga yang lebih rendah dari Harga
Penawaran dan terjadi dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum Pernyataan Pendaftaran dalam rangka
Penawaran Umum, maka dalam jangka waktu 8 (delapan) bulan setelah Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif,
A Henry Mixson Lumban Batu tidak dapat mengalihkan baik sebagian maupun seluruh sahamnya di Perseroan
sebagaimana Surat Pernyataan tertanggal 8 Oktober 2019 yang ditandatangani oleh Bapak A. Henry Mixson
Lumban Batu selaku pemegang saham Perseroan.
SAAT INI TIDAK ADA EFEK LAIN YANG DAPAT DIKONVERSIKAN MENJADI SAHAM PERSEROAN.
PERSEROAN TIDAK BERENCANA UNTUK MENGELUARKAN EFEK BERSIFAT EKUITAS DALAM 12
BULAN SETELAH TANGGAL EFEKTIF.
4
Page 25
II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM
Seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini merupakan saham milik pendiri. Oleh karena itu,
seluruh dana hasil Penawaran Umum akan diterima oleh Tolaram Group Inc, selaku pendiri dan Perseroan tidak
menerima dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham.
Biaya yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana dan Penawaran Terbatas menjadi tanggung
jawab sepenuhnya dari Tolaram dan bukan merupakan bagian dari biaya emisi.
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 8/2017 tentang isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka
Penawaran Umum Bersifat Ekuitas, perkiraan total biaya emisi (tanpa pajak) adalah sekitar 2,103% (dua koma
satu nol tiga persen) dari total dana yang diperoleh dari Penawaran Umum ini, dengan rincian persentase untuk
masing-masing biaya dari total biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut:
a) Biaya jasa penjamin pelaksana emisi efek sekitar 0,953% (nol koma sembilan lima tiga persen) yang terdiri
dari
Biaya jasa penyelenggaraan (manajemen fee) sekitar 0,715% (nol koma tujuh satu lima persen);
Biaya jasa penjaminan (underwriting fee) sekitar 0,119% (nol koma satu satu sembilan persen); dan
Biaya jasa penjualan (selling fee) sekitar 0,119% (nol koma satu satu sembilan persen).
b) Biaya Profesi Penunjang Pasar Modal sekitar 0,841% (nol koma delapan empat satu persen) yang terdiri
dari biaya jasa:
Akuntan Publik sekitar 0,417% (nol koma empat satu tujuh persen);
Konsultan Hukum sekitar 0,381% (nol koma tiga delapan satu persen); dan
Notaris sekitar 0,043% (nol koma nol empat tiga persen).
c) Biaya Lembaga Penunjang Pasar Modal berupa biaya jasa Biro Administrasi Efek sekitar 0,057% (nol koma
nol lima tujuh persen).
d) Biaya pencatatan BEI sekitar 0,071% (nol koma nol tujuh satu persen).
e) Biaya pendaftaran KSEI sekitar 0,012% (nol koma nol satu dua persen).
f) Biaya Pernyataan Pendaftaran OJK sekitar 0,050% (nol koma nol lima nol persen).
g) Biaya Lain-lain sekitar 0,119% (nol koma satu satu sembilan persen) yang terdiri dari biaya penyelenggaraan
Due Diligence Meeting, iklan surat kabar, percetakan Prospektus dan formulir dan pelaksanaan penawaran
umum.
Perseroan tidak berkewajiban untuk melaporkan realisasi penggunaan dana kepada Otoritas Jasa Keuangan
sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil
Penawaran Umum.
5
Page 26
III. PERNYATAAN UTANG
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan tanggal 30 Juni 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Imelda & Rekan dan ditandatangani oleh Akuntan Publik Elisabeth Imelda dengan opini tanpa modifikasian dan
tambahan paragraf hal-hal lain, per tanggal 30 Juni 2019, Perseroan mempunyai jumlah liabilitas sebesar
Rp1.685.033 juta dengan rincian sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni
Keterangan
2019
LIABILITAS
Simpanan
-Pihak berelasi 141.332
-Pihak ketiga 1.327.680
Jumlah simpanan 1.496.012
Simpanan dari bank lain 160.910
Pinjaman yang diterima 13.094
Utang pajak 7.302
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 27.985
Liabilitas imbalan pasca kerja 6.730
JUMLAH LIABILITAS 1.685.033
Rincian dari liabilitas tersebut adalah sebagai berikut:
1. Simpanan
Saldo simpanan dari nasabah adalah sebesar Rp1.469.012 juta rupiah, terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni
Keterangan
2019
Pihak berelasi
-Giro 232
-Tabungan 170
-Deposito berjangka 140.930
Pihak ketiga
-Giro 12.430
-Tabungan 20.035
-Deposito berjangka 1.295.215
Jumlah 1.469.012
2. Simpanan Bank Lain
Simpanan bank lain Perseroan per 30 Juni 2019 adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni
Keterangan
2019
Deposito berjangka 160.910
Jumlah 160.910
6
Page 27
3. Pinjaman yang Diterima
Pinjaman yang diterima Perseroan per 30 Juni 2019 adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni
Keterangan
2019
Pihak ketiga 13.094
Jumlah 13.094
4. Utang Pajak
Utang pajak Perseroan per 30 Juni 2019 adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni
Keterangan
2019
Pajak penghasilan badan 1.651
Pajak penghasilan
-Pasal 4 ayat 2 1.699
-Pasal 21 1.177
-Pasal 25 2.644
Lainnya 131
Jumlah 7.303
5. Beban yang Masih Harus Dibayar dan Liabilitas Lain-lain
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain Perseroan per 30 Juni 2019 adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni
Keterangan
2019
Ttipan pihak ketiga 16.340
Bagian yang masih harus dibayar 4.211
Bunga yang masih harus dibayar 6.143
Utang pembelian kendaraan 123
Lainnya 1.167
Jumlah 27.985
6. Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Liabilitas imbalan pasca kerja perseroan per 30 Juni 2019 adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni
Keterangan
2019
Saldo awal 4.866
Biaya jasa kini 968
Biaya bunga 195
(Keuntungan)/Kerugian aktuarial yang timbul dari per bulan asumsi keuangan 307
(Keuntungan)/Kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian atas pengalaman 401
Liablitas atas masa kerja lalu -
Provisi untuk imbalan terminasi -
Pembayaran manfaat (7)
Saldo Akhir 6.730
7
Page 28
Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan liabilitas imbalan pasca kerja pada tanggal 30 Juni 2019
adalah sebagai berikut:
- Usia Pensiun : 55 tahun.
- Tingkat diskonto per tahun : 8,30%.
- Tingkat kenaikan gaji : 5,00%.
- Tingkat mortalitas : Tabel mortalita Indonesia 2011 (TMI3)
- Tingkat pengunduran diri : 10% per tahun dari usia 29 tahun dan menurun secara linier hingga 0% per
tahun pada usia 54 tahun
Rata-rata durasi kewajiban imbalan pasti karyawan adalah 16,14 tahun.
SELURUH LIABILITAS PERSEROAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2019 TELAH DIUNGKAPKAN DI DALAM
PROSPEKTUS INI. SAMPAI DENGAN DITERBITKANNYA PROSPEKTUS INI, PERSEROAN TELAH
MELUNASI LIABILITASNYA YANG TELAH JATUH TEMPO.
SETELAH TANGGAL 30 JUNI 2019 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN
SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI DENGAN EFEKTIFNYA PERNYATAAN
PENDAFTARAN, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI LIABILITAS-LIABILITAS LAIN YANG SIGNIFIKAN
KECUALI LIABILITAS-LIABILITAS YANG TIMBUL DARI KEGIATAN USAHA NORMAL PERSEROAN SERTA
LIABILITAS-LIABILITAS YANG TELAH DINYATAKAN DI DALAM PROSPEKTUS INI DAN YANG TELAH
DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN.
SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN KEUANGAN SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AKUNTAN
PUBLIK DAN SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK SAMPAI DENGAN TANGGAL
EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN TIDAK TERDAPAT FAKTA MATERIAL YANG SIGNIFIKAN
YANG DAPAT MENGAKIBATKAN PERUBAHAN SIGNIFIKAN PADA LIABILITAS PERSEROAN.
DENGAN ADANYA PENGELOLAAN YANG SISTEMATIS ATAS ASET DAN LIABILITAS SERTA
PENINGKATAN HASIL OPERASI DI MASA DATANG, MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN
KESANGGUPANNYA UNTUK DAPAT MENYELESAIKAN SELURUH LIABILITASNYA SESUAI
PERSYARATAN SEBAGAIMANA MESTINYA.
TIDAK TERDAPAT PELANGGARAN ATAS PERSYARATAN DALAM PERJANJIAN KREDIT YANG
BERDAMPAK MATERIAL TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN.
TIDAK TERDAPAT KEADAAN LALAI ATAS PEMBAYARAN POKOK DAN/ATAU BUNGA PINJAMAN
SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI DENGAN EFEKTIFNYA PERNYATAAN
PENDAFTARAN
SAMPAI DENGAN TANGGAL PROSPEKTUS INI DITERBITKAN, TIDAK TERDAPAT PEMBATASAN-
PEMBATASAN (NEGATIVE COVENANTS) YANG DAPAT MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG SAHAM
PUBLIK.
8
Page 29
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersamaan dengan
laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini. Calon
investor juga harus membaca Bab mengenai Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen.
Tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang disusun berdasarkan laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017
dan 2016.
Laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019 telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Imelda & Rekan dan ditandatangani oleh Elisabeth Imelda sebagai Akuntan Publik dengan opini tanpa
modifikasian dan tambahan paragraf hal lain mengenai (a) laporan laba rugi, penghasilan komprehensif lain dan
laporan arus kas Perseroan untuk periode enam bulan yang berkahir pada tanggal 30 Juni 2018 tidak diaudit, (b)
laporan keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016
diaudit oleh auditor independen lain, (c) laporan keuangan yang diterbitkan kembali untuk menyesuaikan dengan
peraturan pasar modal yang berlaku, (d) laporan keuangan diterbitkan dengan tujuan untuk dicantumkan dalam
prospektus sehubungan dengan rencana penawaran umum saham perdana Perseroan di Bursa Efek Indonesia,
serta tidak ditujukan, dan tidak diperkenankan untuk digunakan untuk tujuan lain.
Laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Satrio Bing Eny & Rekan, auditor independen, dengan opini tanpa
modifikasian.
Laporan Posisi Keuangan
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
ASET
Kas 4.521 3.294 3.101 3.085
Giro pada Bank Indonesia 90.707 67.111 21.299 5.423
Giro pada Bank Lain 26.498 30.634 9.012 4.733
Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain 807.147 244.945 259.892 123.818
Efek-efek 86.440 88.655 104.859 64.623
Kredit
Pihak berelasi 160.394 167.778 8.514 402
Pihak ketiga 1.464.456 1.194.251 333.932 319.571
Cadangan kerugian
penurunan nilai (72.460) (75.872) (17.630) (15.389)
Bersih 1.552.390 1.286.157 324.817 304.584
Aset tetap - bersih 14.207 11.580 9.507 9.830
Aset takberwujud - bersih 355 403 585 752
Aset pajak tangguhan - bersih 15.643 16.289 7.942 10.331
Aset lain-lain - bersih 130.034 107.455 105.134 20.881
JUMLAH ASET 2.727.941 1.856.522 846.147 548.062
9
Page 30
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
LIABILITAS
Simpanan
Pihak berelasi 141.332 144.230 2.614 133
Pihak ketiga 1.327.680 952.094 355.422 68.416
Jumlah 1.469.012 1.096.324 358.036 68.549
Simpanan dari Bank Lain 160.910 17.100 - -
Pinjaman yang diterima
Pihak berelasi - 214.429 - -
Pihak ketiga 13.094 - - -
Utang pajak 7.303 13.448 583 294
Beban yang masih harus
dibayar dan liabilitas lain-lain 27.985 24.454 5.694 4.538
Liabilitas imbalan pasca kerja 6.730 4.866 3.134 2.206
JUMLAH LIABILITAS 1.685.033 1.370.620 367.447 75.587
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
EKUITAS
Modal saham 803.510 500.000 500.000 500.000
Tambahan modal disetor 225.758 - - -
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain (5.433) (7.067) 2.022 (471)
Saldo laba (defisit):
Ditentukan penggunaannya 822 822 822 822
Belum ditentukan
penggunannya 18.251 (7.853) (24.144) (27.876)
JUMLAH EKUITAS 1.042.908 485.902 478.700 472.475
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Pendapatan bunga 242.901 104.867 306.949 85.271 80.567
Beban bunga (61.375) (23.817) (72.058) (12.579) (4.705)
PENDAPATAN BUNGA –
BERSIH 181.525 81.050 234.892 72.692 75.862
Pendapatan operasional
lainnya 50.004 15.675 49.347 21.927 10.291
Beban kerugian
penurunan nilai
Aset keuangan (111.417) (35.320) (139.284) (24.816) (71.895)
Aset non-keuangan (2.183) (11.530) (19.203) (6.100) (3.456)
JUMLAH BEBAN
KERUGIAN
PENURUNAN NILAI (113.601) (46.850) (158.488) (30.916) (75.351)
10
Page 31
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Beban operasional lainnya
Beban tenaga kerja (44.506) (25.359) (58.773) (27.252) (20.642)
Beban umum dan
administrasi (37.149) (18.183) (42.819) (26.583) (25.762)
JUMLAH BEBAN
OPERASIONAL
LAINNYA (81.656) (43.542) (101.593) (53.835) (46.404)
BEBAN OPERASIONAL
LAINNYA – BERSIH (145.252) (74.717) (210.733) (62.824) (111.464)
LABA (RUGI)
OPERASIONAL 36.274 6.333 24.158 9.868 (35.601)
Pendapatan (beban) non-
operasional
Laba atas penjualan
tetap 80 - 110 - 510
Lain-lain (bersih) (1.319) (612) (2.008) (4.577) (1.298)
BEBAN NON-
OPERASIONAL –
BERSIH (1.239) (612) (1.898) (4.577) (788)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 35.034 5.721 22.260 5.290 (36.389)
Manfaat (beban) pajak –
bersih (8,930) (1.642) (5.970) (1.558) 8.729
LABA (RUGI) BERSIH
TAHUN BERJALAN 26.105 4.078 16.291 3.732 (27.661)
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali atas
kewajiban imbalan pasti (707) 256 607 (341) (61)
Pajak penghasilan terkait
pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi 177 (64) (152) 85 15
Pos yang akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Perubahan nilai wajar efek
tersedia untuk dijual 2.885 (6.907) (12.726) 3.666 (323)
Pajak penghasilan terkait
pos yang akan
direklasifikasi tahun ini (721) 1.727 3.181 (916) 81
Jumlah penghasilan
komprehensif lain tahun
berjalan setelah pajak 1.634 (4.988) (9.089) 2.493 (288)
JUMLAH LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN 27.738 909 7.202 6.225 (27.949)
*Tidak Diaudit
11
Page 32
Rasio Keuangan
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
Rasio Pertumbuhan
Pendapatan bunga 131,63% 259,97% 5,84% 110,55%
Laba (rugi) operasional 427,78% 144,81% -127,72% -940,64%
Jumlah aset 46,94% 119,41% 54,39% 10,81%
Jumlah liabilitas 22,94% 273,01% 386,12% -19,74%
Jumlah ekuitas 114,63% 1,50% 1,32% 17,99%
Rasio Perbankan
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum/ Capital
Adequacy Ratio 66,20% 42,43% 84,86% 125,90%
Imbal Hasil Aktiva / Return on Assets 3,05% 1,59% 0,79% -5,08%
Imbal Hasil Ekuitas / Return on Equity 8,98% 3,45% 0,87% -5,98%
Marjin Pendapatan Bunga Bersih / Net Interest
Margin 16,98% 18,02% 12,67% 14,45%
Biaya Operasional terhadap Pendapatan
Operasional / Operational Costs for Operating
Income 87,62% 93,69% 98,48% 140,40%
Rasio Pinjaman Bermasalah – Kotor / Non
Performing Loan – Gross 4,41% 4,96% 8,29% 6,56%
Rasio Pinjaman Bermasalah – Bersih / Non
Performing Loan – Net -0,05% -0,61% 3,14% 1,75%
Rasio Pinjaman Terhadap Deposito / Loan to
Deposit Ratio 116,75% 132,46% 95,65% 466,78%
Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas /
Liquidity Coverage Ratio 382,37% 587,71% 2.332,68% 5.569,99%
Giro Wajib Minimum Primer / Primary GWM 6,51% 6,51% 6,82% 7,56%
Giro Wajib Minimum Sekunder / Secondary
GWM 6,71% 8,10% 22,18% 4,18%
12
Page 33
V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
Analisis dan Pembahasan Manajemen ini harus dibaca bersama-bersama dengan Ikhtisar Data Keuangan
Penting, laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan terkait, dan informasi keuangan
lainnya, yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini. Laporan keuangan tersebut telah disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Analisis dan pembahasan ini disajikan berdasarkan laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dan
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016.
Laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019 telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Imelda & Rekan dan ditandatangani oleh Elisabeth Imelda sebagai Akuntan Publik dengan opini tanpa
modifikasian dan tambahan paragraf hal lain mengenai (a) laporan laba rugi, penghasilan komprehensif lain dan
laporan arus kas Perseroan untuk periode enam bulan yang berkahir pada tanggal 30 Juni 2018 tidak diaudit, (b)
laporan keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016
diaudit oleh auditor independen lain, (c) laporan keuangan yang diterbitkan kembali untuk menyesuaikan dengan
peraturan pasar modal yang berlaku, (d) laporan keuangan diterbitkan dengan tujuan untuk dicantumkan dalam
prospektus sehubungan dengan rencana penawaran umum saham perdana Perseroan di Bursa Efek Indonesia,
serta tidak ditujukan, dan tidak diperkenankan untuk digunakan untuk tujuan lain.
Laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Satrio Bing Eny & Rekan, auditor independen, dengan opini tanpa
modifikasian.
1. GAMBARAN UMUM
Perseroan didirikan dengan nama “PT Anglomas International Bank” (Amin Bank) berdasarkan Akta Perseroan
Terbatas No. 32 tanggal 15 Maret 1991, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 24 tanggal 12 Juni
1991, keduanya dibuat di hadapan Eddy Widjaja, S.H., Notaris di Surabaya yang telah memperoleh pengesahan
dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C2-2650.01.01.Th.91 tanggal 1 Juli 1991, didaftarkan dalam
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Surabaya di bawah No. 518/1991, 519/1991 dan 520/1991 pada tanggal
17 Juli 1991 dan telah diumumkan dalam BNRI No. 70 tanggal 30 Agustus 1991, TBNRI No. 2808.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 36 tanggal 10 Juli 2014, dibuat di hadapan
Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya, para pemegang saham Perseroan telah mengubah nama
Perseroan dari semula “PT Anglomas International Bank” menjadi “PT Bank Amar Indonesia”. Akta tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-06072.40.20.2014 tanggal
23 Juli 2014 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-
0076593.40.80.2014 tanggal 23 Juli 2014.
Sejak Akta Pendirian sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, anggaran dasar Perseroan telah
mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir anggaran dasar Persroan adalah berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Sirkuler Sebagai Pengganti Dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan No. 277
tanggal 26 Agustus 2019, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, SH.,M.Hum.,M.Kn., Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Barat
2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL USAHA
Kegiatan usaha utama Perseroan adalah di bidang Bank Umum. Hasil operasi Perseroan dipengaruhi oleh
beberapa faktor penting, meliputi:
13
Page 34
● Kondisi Perekonomian Global dan Indonesia
Eskalasi ketegangan hubungan dagang yang meningkat makin memengaruhi dinamika perekonomian
global. Ketegangan hubungan dagang makin nyata menurunkan volume perdagangan dunia dan
memperlambat pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara. Perekonomian Amerika Serikat (AS) diprakirakan
tumbuh lebih rendah akibat ekspor yang menurun, stimulus fiskal yang terbatas, serta keyakinan pelaku
ekonomi yang belum kuat. Ekonomi kawasan Eropa juga melambat dipengaruhi ekspor yang melemah, dan
permasalahan struktural terkait aging population yang berlanjut. Pertumbuhan Tiongkok dan India juga
melambat akibat penurunan kinerja sektor eksternal serta pelemahan konsumsi dan investasi. Pertumbuhan
ekonomi yang melambat kemudian mendorong sejumlah bank sentral menerapkan kebijakan moneter yang
lebih longgar. Di samping dampaknya terhadap pertumbuhan, tensi ketegangan hubungan dagang yang
makin tinggi memicu ketidakpastian di pasar keuangan global, yang kemudian mendorong aliran modal
keluar dari negara berkembang ke negara maju (flight to quality). Perkembangan ekonomi dunia ini
memberikan tantangan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga arus masuk modal
asing.
Indikator terkini mengonfirmasi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS. Pertumbuhan ekonomi AS yang
solid pada triwulan I 2019 yakni sebesar 3,2% (yoy) diprakirakan bersifat temporer. Perlambatan ekonomi
AS turut dipengaruhi oleh perlambatan konsumsi dan investasi. Pertumbuhan konsumsi tertahan tercermin
dari perlambatan indikator Personal Consumer Expenditure (PCE) serta pendapatan pribadi. Investasi AS
masih lemah, terutama investasi nonresidensial yang diprakirakan melambat lebih dalam akibat eskalasi
ketegangan hubungan dagang. Ketidakpastian tarif berdampak negatif terhadap investasi nonresidensial
di tengah pertumbuhan yang melambat setelah berakhirnya dampak stimulus fiskal. Indikator produksi juga
terus melambat tercermin pada Institute for Suppy Management (ISM) Manufacturing dan ISM Production
yang melanjutkan perlambatan, serta ISM New Orders yang masih lemah. Sejalan dengan perlambatan
ekonomi, perbaikan ketenagakerjaan terkendala oleh partisipasi tenaga kerja yang rendah dan peningkatan
upah yang tertahan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2019 diprakirakan melandai akibat kinerja ekspor yang turun.
Eskalasi ketegangan hubungan dagang telah berdampak pada penurunan kinerja ekspor Indonesia akibat
terbatasnya permintaan dunia dan turunnya harga komoditas, meskipun sejumlah komoditas seperti kimia,
besi dan baja, batubara dan minyak nabati masih relatif baik. Investasi nonbangunan belum meningkat
signifikan dipengaruhi dampak perlambatan ekspor, meskipun pertumbuhan investasi bangunan tetap kuat.
Sementara itu, konsumsi diprakirakan tetap baik didukung terjaganya daya beli dan keyakinan masyarakat.
Permintaan domestik yang tumbuh terbatas dan kinerja ekspor yang menurun mengakibatkan impor juga
diprakirakan menurun. Ke depan, upaya untuk mendorong permintaan domestik perlu ditingkatkan untuk
memitigasi dampak negatif perlambatan ekonomi dunia akibat ketegangan hubungan dagang. Secara
keseluruhan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik
tengah kisaran 5,0-5,4%. Bank Indonesia akan menempuh bauran kebijakan dengan Pemerintah, dan
otoritas terkait untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.
● Kondisi Perbankan Nasional
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-
day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25
bps menjadi sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. Kebijakan
tersebut ditempuh sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum
pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas
eksternal yang terkendali. Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan
likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif. Kebijakan
makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas
pembiayaan bagi perekonomian. Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus
diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia memandang masih terbuka
ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya
mendorong momentum pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi
dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan
14
Page 35
domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman
Modal Asing (PMA)
Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh meningkat di tengah suku bunga DPK yang turun.
Pertumbuhan DPK pada Mei 2019 sebesar 6,7% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan dengan
pertumbuhan April 2019 sebesar 5,9% (yoy). Meningkatnya pertumbuhan DPK ditopang oleh pertumbuhan
DPK dalam bentuk tabungan dan deposito yang tumbuh masing-masing sebesar 8,3% (yoy) dan 8,5% (yoy).
Sementara itu, DPK dalam bentuk giro mengalami kontraksi pertumbuhan 0.1% (yoy). Ke depan, Bank
Indonesia memprakirakan pertumbuhan DPK dalam kisaran 8-10% (yoy).
Suku bunga deposito perbankan turun. Rata-rata tertimbang (RRT) suku bunga deposito pada Juni 2019
mencapai 6,83%, lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga pada bulan sebelumnya sebesar 6,86%
(Grafik 2.43). Penurunan suku bunga deposito tersebut terutama pada tenor 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan
yang masing-masing sebesar 6 bps, 1 bps, dan 5 bps (mtm), di tengah kenaikan suku bunga deposito tenor
12 bulan dan 24 bulan masing-masing sebesar 7 bps dan 3 bps. Berdasarkan kelompok bank, penurunan
suku bunga deposito terjadi pada kelompok bank BUKU 4 dan BUKU 3, sementara suku bunga deposito
pada bank BUKU1 dan BUKU2 masih meningkat.
Suku bunga kredit masih dalam tren penurunan pada Juni 2019. RRT suku bunga kredit pada Juni 2019
tercatat sebesar 10,75%, turun dari 10,77% pada bulan sebelumnya. Penurunan suku bunga kredit terjadi
pada seluruh jenis penggunaan, dengan penurunan terbesar pada suku bunga kredit modal kerja (KMK)
sebesar 4 bps (mtm), diikuti penurunan suku bunga kredit investasi (KI) dan kredit konsumsi (KK) yang
tercatat turun masingmasing sebesar 2 dan 1 bps (mtm)-(Grafik 2.44). Dengan perkembangan tersebut, suku
bunga kredit sejak Desember 2018 telah turun sebesar 6 bps. Berdasarkan kelompok bank, penurunan suku
bunga kredit pada Juni 2019 terjadi hampir di seluruh BUKU. Penurunan suku bunga kredit terbesar pada
kelompok bank BUKU 3 yang turun sebesar 4 bps (mtm), diikuti kelompok bank BUKU 4 dan BUKU 2 masing-
masing sebesar 3 dan 1 bps.
● Kemampuan untuk Mendapatkan Pendanaan
Penghimpunan dana dari masyarakat yang dilakukan oleh Perseroan terdiri dari 3 produk utama, yaitu Giro,
Tabungan, dan Deposito Berjangka. Secara komposisi, produk pendanaan Perseroan cukup terkonsentrasi
pada Deposito Berjangka. Memahami kondisi tersebut, Perseroan berinisiatif untuk mendiversifikasi
konsentrasi produk pendanaan melalui peluncuran dan eksekusi beberapa inisiatif yang sesuai dengan
kebutuhan nasabah. Selain itu, Perseroan juga menyadari bahwa untuk menjadi pemain yang unggul dalam
industri ini, maka penyediaan layanan perbankan secara end-to-end adalah yang yang krusial.
Mempertimbangkan hal tersebut, seiring dengan naiknya status menjadi BUKU 2, Perseroan akan
meluncurkan salah satu inovasinya dengan menyediakan Layanan Perbankan Digital (Digital Banking)
di semester II tahun 2019. Layanan Perbankan Digital ini salah satunya bertujuan untuk mempermudah
nasabah dalam menabung sehingga secara tidak langsung dapat menurunkan cost of fund, dimana tidak
hanya ditujukan untuk bankable people namun juga ditujukan untuk melayani unbanked people yang tidak
memiliki akses ke bank sebelumnya. Produk (layanan) ini diharapkan mampu untuk mendorong inklusi serta
literasi keuangan di masyarakat untuk mendorong pencapaian potensi finansial terbaiknya. Produk ini
didesain dengan keunggulan dari sisi kemudahan pendaftaran, fleksibilitas pemakaian, serta fitur-fitur yang
menarik dan juga user friendly sehingga menjadikannya cukup digemari oleh masyarakat. Untuk
kedepannya, Perseroan akan terus mengembangkan produk Digital Banking ini dengan memodifikasi dan
menambahkan fitur-fitur baru sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengguna. Selain itu, Perseroan juga
akan menawarkan bunga tabungan yang menarik dan bersaing untuk memikat nasabah dan menumbuhkan
rasa kebutuhan akan menabung di masyarakat. Pada saat yang bersamaan, Perseroan juga akan tetap
berinovasi dan mengembangkan produk pendanaan lainnya, yang tentunya sesuai dengan kebutuhan
nasabah dengan tetap menjaga cost of fund Perseroan.
15
Page 36
• Penyaluran Kredit dengan Kualitas yang Baik
Perseroan telah memposisikan diri untuk memberikan layanan perbankan tidak hanya kepada mereka yang
“menginginkan”, namun juga untuk mereka yang “membutuhkan”. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit
yang dilakukan oleh Perseroan. Perseroan tidak hanya menyalurkan pada sektor konsumtif, namun juga
memfokuskan pemberian kredit kepada sektor-sektor produktif, seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
Untuk mengakomodasi kepentingan tersebut, Perseroan melakukan proses penyaluran kredit secara digital
menggunakan teknologi melalui produk “Tunaiku” kepada segmen retail (termasuk usaha mikro), serta
penyaluran secara non-digital untuk kredit dengan nominal yang lebih besar.
Tunaiku, sebagai pionir fintech lending di Indonesia, telah melayani jutaan nasabah sejak diluncurkannya
pada tahun 2014. Dalam tujuannya untuk menjaga penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian, maka
Tunaiku menggunakan credit scoring yang telah dikembangkan sejak 2014 dimana pada saat ini kinerjanya
telah teruji. Dalam melakukan analisa kreditnya, Tunaiku menggunakan sebuah algoritma dan predictive
analysis untuk menghasilkan sebuah nilai (score) untuk masing-masing calon debitur, dimana sebagian
besar data yang digunakan tidak bergantung terhadap vendor atau pihak ketiga yang memiliki potensi dapat
dipalsukan. Meskipun demikian, Perseroan juga tetap melakukan proses Know Your Customer melalui
berbagai cara, seperti penggunaan verifikasi kartu identitas KTP dan pertemuan secara langsung antara
debitur dengan tim customer experience Perseroan. Melalui mekanisme ini, Tunaiku membuka kesempatan
bagi masyarakat yang sebelumnya masuk ke dalam kategori underserve untuk dilayani oleh Perseroan.
Penyaluran kredit dengan nominal yang lebih besar, seperti kepada segmen Usaha Menengah, Komersial,
dan Korporasi, dilakukan oleh Perseroan secara non-digital namun tetap didukung oleh teknologi dalam
prosesnya. Perseroan melakukan proses perkreditan menggunakan Loan Origination System yang berfungsi
secara end-to-end dimulai dari pengajuan proposal kredit, analisa kredit, sampai dengan proses pemutusan
kredit. Sistem ini membantu efisiensi dan efektivitas Perseroan dalam pemrosesan sebuah pengajuan kredit.
Dari sisi kualitas penyaluran kredit, Perseroan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, serta Know Your
Customer untuk memahami lebih dalam karakter dari calon debitur. Sampai dengan bulan Juni 2019, Non-
Performing Loan Perseroan untuk penyaluran kredit pada segmen ini adalah 0% Dengan diterapkannya
prinsip kehati-hatian tersebut, diharapkan Perseroan dapat terus menjaga kualitas dari kredit yang
disalurkan, dan kemudian berpengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan laba Perseroan.
● Pengembangan Produk Baru
Pengembangan dan penambahan produk baru baik dari sisi penghimpunan dana, perkreditan, maupun
layanan perbankan lainnya akan terus dilakukan guna mendorong pertumbuhan usaha dan pendapatan
Perseroan. Pengembangan produk dan layanan tersebut tentunya harus sejalan dengan tren kebutuhan
masyarakat, serta diimbangi dengan peningkatan delivery system, baik secara offline maupun online.
Beberapa inisiatif yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam kaitannya dengan pengembangan produk,
antara lain seiring dengan akan diluncurkannya produk Digital Banking sebagai langkah untuk memenuhi
aspirasi keuangan nasabah, Perseroan akan fokus untuk terus melanjutkan proses pemasaran dan
pengembangan produk ini kedepannya. Selain itu, Perseroan juga akan mengembangkan Tunaiku untuk
memperluas jangkauan pemberian kredit ke beberapa wilayah baru yang belum dilayani sebelumnya,
sehingga inisiatif ini dapat membantu cita-cita Perseroan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.
● Pengembangan Aktivitas Pemasaran
Dalam melakukan aktivitas pemasaran, Perseroan membagi strateginya ke dalam 2 (dua) metode utama.
Metode pertama adalah melalui pemasaran secara digital (online)dimana Perseroan memfokuskan aktivitas
pemasarannya melalui internet, media sosial, serta bekerjasama dengan beberapa pihak ketiga dalam
melakukan online marketing. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna Internet di Indonesia,
diharapkan bahwa metode pemasaran ini merupakan suatu cara yang efektif dan cepat dalam menjangkau
beberapa wilayah, terutama wilayah yang sebelumnya belum terjangkau, sehingga mampu meningkatkan
brand awareness secara lebih menyeluruh. Meskipun dilakukan secara online, pemasaran yang dilakukan
tidak hanya terbatas pada produk yang berbasis internet, seperti Tunaiku dan Digital Banking, namun juga
meliputi pemasaran dari beberapa produk konvensional Perseroan. Salah satu contohnya adalah
16
Page 37
penghimpunan dana dalam bentuk Deposito Berjangka melalui platform nabungyuk.com yang diluncurkan
oleh Perseroan.
Metode pemasaran yang kedua adalah secara offline. Perseroan memanfaatkan jaringan kantor yang dimiliki
sebagai salah satu bentuk pemasaran, terutama hubungan baik yang telah terbina antara pegawai di setiap
kantor dengan nasabahnya. Selain itu, jaringan kantor yang ada juga menjadi salah satu bentuk branding
yang dilakukan oleh Perseroan. Secara paralel, Perseroan juga aktif dalam mendekatkan diri dan membina
hubungan yang baik dengan pengusaha setempat yang berlandaskan kedekatan komunitas. Melalui
pendekatan tersebut, Perseroan dapat mengeksplorasi dan menganalisa kebutuhan pembiayaan dari
komunitas tersebut, terutama dalam kaitannya untuk mengembangkan usaha bisnis mereka. Lebih lanjut,
direct selling, distribusi materi pemasaran dalam bentuk brosur, dan beberapa aktivitas pemasaran offline
lainnya tetap dilakukan untuk meningkatkan pangsa pasar Perseroan.
● Perubahan Perilaku Konsumen
Secara umum, Perseroan melihat terdapat beberapa perubahan yang terjadi di masyarakat, diantaranya
adalah perubahan terhadap kebutuhan akan pelayanan, baik dari segi jenis pelayanan, frekuensi, atau
lainnya. Perseroan memahami bahwa kebutuhan nasabah akan pelayanan terus berubah dari waktu
ke waktu, oleh karenanya customer focus menjadi salah satu prinsip yang penting bagi Perusahaan sehingga
setiap bagian dalam organisasi selalu memahami nasabahnya. Pada saat ini, Perseroan menilai bahwa
pelayanan yang mengutamakan pada keamanan dan kenyamanan menjadi kebutuhan yang diutamakan oleh
nasabah. Keamanan dari setiap pelayanan yang diberikan selalu menjadi prioritas utama Perseroan. Sebagai
contoh, Perseroan memberikan jaminan keamanan terhadap tabungan nasabah melalui kerjasama dengan
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain itu, dalam pengembangan dan penggunaan infrastruktur
Informasi Teknologi, Perseroan selalu mengutamakan security dan telah dilakukan audit oleh pihak ketiga
untuk memastikan keamanan sistem yang dimiliki oleh Perseroan.
Di sisi lain, Perseroan selalu berusaha memberikan kenyamanan dari setiap layanan yang diberikan, seperti
memberikan arahan dan pelatihan kepada setiap karyawan terutama yang berhubungan langsung dengan
nasabah, dan menyediakan tempat bertransaksi yang nyaman kepada nasabah. Lebih lanjut, Perseroan juga
memberikan kenyamanan dari setiap produk berbasis teknologi yang diluncurkan, baik Tunaiku maupun
Digital Banking. Sebagai contoh, nasabah dapat mengajukan aplikasi pinjaman Tunaiku secara online
melalui website atau mobile application, sehingga tidak perlu untuk datang ke kantor cabang untuk
menyampaikan dokumen pengajuan kredit.
Kebutuhan akan imbal hasil (return)yang kompetitif juga merupakan aspirasi dari nasabah. Beberapa
nasabah mengharapkan Perseroan dapat memberikan suku bunga simpanan yang menarik dan bersaing
dengan kompetitor. Dalam kaitannya untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat yang kompetitif, serta
menjaga cost of fund secara keseluruhan, Perseroan melakukan Asset and Liabilities Management melalui
ALCO Meeting (Asset and Liabilities Management Committee) setiap bulannya.
● Kondisi Persaingan Usaha
Perseroan memiliki posisi yang unik sebagai Fintech Bank, dimana Perseroan memanfaatkan teknologi
di bidang keuangan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Perseroan berhasil menyediakan
kemudahan dan keamanan bagi nasabah layaknya sebuah perusahaan fintech, serta pada saat yang
bersamaan juga memberikan keamanan dan kepercayaan layaknya bank pada umumnya.
Dalam kaitannya dengan penyaluran kredit, Perseroan memiliki produk berbasis teknologi “Tunaiku”.
Tunaiku merupakan produk pinjaman online dengan keseluruhan proses dilakukan menggunakan teknologi,
mulai dari tahapan pengajuan aplikasi, hingga pencairan kredit dan pembayaran kembali oleh debitur.
Tunaiku memiliki posisi yang unik dimana dapat disejajarkan dengan kartu kredit atau multifinance dari sisi
harga (pricing), namun secara persyaratan dan kenyamanan, Tunaiku menawarkan kemudahan seperti tidak
diperlukan banyak dokumen dalam proses pengajuan kredit (hanya diperlukan kartu identitas KTP). Lebih
lanjut, Tunaiku memiliki spesifikasi produk yang berbeda dengan produk fintech lending lainnya. Apabila
pemain fintech menawarkan pinjaman dengan nominal Rp 1 Juta - Rp 3 Juta dan tenor maksimal 30 - 45
17
Page 38
hari, Tunaiku menyediakan plafon pinjaman hingga nominal Rp 20 Juta dengan maksimal tenor 20 bulan.
Spesifikasi produk seperti ini merupakan bentuk pinjaman yang dicari oleh masyarakat, terutama pada
segmen mid-to-low, dimana nasabah dapat meminjam dalam jumlah yang lebih besar dan melakukan
pembayaran kembali secara cicilan.
Dibandingkan dengan Perbankan konvensional lainnya, Perseroan berfokus untuk melayani sector bisnis
berskala mikro, kecil, dan individu yang mana merupakan sector yang masih sedikit dijangkau oleh
Perbankan Konvensional. Hal ini menjadikan pasar yang digarap Perseroan sangatlah besar dan memiliki
potensi permintaan yang tinggi. Tercermin dari angka pencairan pinjaman yang telah dilakukan oleh
Perseroan terhadap sektor tersebut yang sudah lebih dari 200,000 pencairan.
Dari sisi layanan perbankan lainnya yang ditawarkan oleh Perseroan, saat ini banyak bank yang berlomba
untuk masuk dalam ranah digital untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah seiring dengan meningkatnya
ekonomi digital Indonesia. Layanan Digital Banking yang akan diluncurkan oleh Perseroan, tidak hanya
memberikan fitur-fitur yang dibutuhkan oleh nasabah, namun juga memberikan pengalaman yang menarik
kepada pengguna (user experience). Layanan dan produk ini juga menawarkan kemudahan bagi
nasabahnya dalam mengoperasikannya, mulai dari cara pendaftaran hingga bertransaksi, serta dilengkapi
dengan pemberian benefit yang menarik. Sebagai pionir Fintech Bank, Perseroan memiliki keunggulan
komparatif dibandingkan dengan kompetitor lainnya, dimana Perseroan dapat melakukan cross-selling
produk Digital Banking kepada jutaan nasabah Tunaiku. Ke depannya, Perseroan akan terus
mengembangkan produk dan layanannya agar tetap sesuai dengan kebutuhan dari nasabah, seperti
penambahan beberapa fitur yang dapat mendukung optimalisasi produk yang telah ada.
3. ANALISIS KEUANGAN
Analisis dan pembahasan di bawah ini disusun berdasarkan angka-angka yang dikutip dari dan harus dibaca
dengan mengacu pada Laporan Keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan di dalamnya.
Laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dan tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016.
Laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019 telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Imelda & Rekan dan ditandatangani oleh Elisabeth Imelda sebagai Akuntan Publik dengan opini tanpa
modifikasian dan tambahan paragraf hal lain mengenai (a) laporan laba rugi, penghasilan komprehensif lain dan
laporan arus kas Perseroan untuk periode enam bulan yang berkahir pada tanggal 30 Juni 2018 tidak diaudit, (b)
laporan keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016
diaudit oleh auditor independen lain, (c) laporan keuangan yang diterbitkan kembali untuk menyesuaikan dengan
peraturan pasar modal yang berlaku, (d) laporan keuangan diterbitkan dengan tujuan untuk dicantumkan dalam
prospektus sehubungan dengan rencana penawaran umum saham perdana Perseroan di Bursa Efek Indonesia,
serta tidak ditujukan, dan tidak diperkenankan untuk digunakan untuk tujuan lain.
Laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Satrio Bing Eny & Rekan, auditor independen, dengan opini tanpa
modifikasian.
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Pendapatan bunga 242.901 104.867 306.949 85.271 80.567
Beban bunga (61.375) (23.817) (72.058) (12.579) (4.705)
PENDAPATAN BUNGA –
BERSIH 181.525 81.050 234.892 72.692 75.862
18
Page 39
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Pendapatan operasional
lainnya 50.004 15.675 49.347 21.927 10.291
Beban kerugian penurunan
nilai
Aset keuangan (111.417) (35.320) (139.284) (24.816) (71.895)
Aset non-keuangan (2.183) (11.530) (19.203) (6.100) (3.456)
JUMLAH BEBAN
KERUGIAN PENURUNAN
NILAI (113.601) (46.850) (158.488) (30.916) (75.351)
Beban operasional lainnya
Beban tenaga kerja (44.506) (25.359) (58.773) (27.252) (20.642)
Beban umum dan
administrasi (37.149) (18.183) (42.819) (26.583) (25.762)
JUMLAH BEBAN
OPERASIONAL LAINNYA (81.656) (43.542) (101.593) (53.835) (46.404)
BEBAN OPERASIONAL
LAINNYA – BERSIH (145.252) (74.717) (210.733) (62.824) (111.464)
LABA (RUGI)
OPERASIONAL 36.274 6.333 24.158 9.868 (35.601)
Pendapatan (beban) non-
operasional
Laba atas penjualan
tetap 80 - 110 - 510
Lain-lain (bersih) (1.319) (612) (2.008) (4.577) (1.298)
BEBAN NON-
OPERASIONAL –
BERSIH (1.239) (612) (1.898) (4.577) (788)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 35.034 5.721 22.260 5.290 (36.389)
Manfaat (beban) pajak –
bersih (8.930) (1.642) (5.970) (1.558) 8.729
LABA (RUGI) BERSIH
TAHUN BERJALAN 26.105 4.078 16.291 3.732 (27.661)
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali
liabilitas imbalan pasca
kerja (707) 256 607 (341) (61)
Pajak penghasilan terkait
pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi 177 (64) (152) 85 15
Pos yang akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Perubahan nilai wajar efek
tersedia untuk dijual 2.885 (6.907) (12.726) 3.666 (323)
19
Page 40
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Pajak penghasilan terkait
pos yang akan
direklasifikasi tahun ini (721) 1.727 3.181 (916) 81
Jumlah penghasilan
komprehensif lain tahun
berjalan setelah pajak (1.634) (4.988) (9.089) 2.493 (288)
JUMLAH LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN 27.738 909 7.202 6.225 (27.949)
*Tidak Diaudit
PENDAPATAN BUNGA
Pendapatan bunga Perseroan terfokus dari pendapatan bunga kredit yang diberikan sesuai dengan ketentuan
perkreditan. Pada saat yang bersamaan, Perseroan juga menempatkan dananya pada Bank Indonesia, efek-efek,
dan penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang turut berkontribusi terhadap pendapatan bunga
Perseroan.
Tabel berikut merupakan pendapatan bunga Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2018, 2017, 2016, dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan
dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018.
((dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Kredit yang diberikan 222.484 93.527 288.192 66.154 67.317
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain 16.740 7.369 11.200 12.392 9.036
Efek-efek 3.539 3.873 7.365 6.569 4.035
Lainnya 137 98 192 156 179
Total 242.901 104.867 306.949 85.271 80.567
*Tidak Diaudit
Pendapatan bunga untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan
dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
Pendapatan bunga untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar Rp138.034
juta atau sebesar 131,6% dari Rp104.867 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
menjadi Rp242.901 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga dari kredit yang diberikan oleh Perseroan yang berjumlah
Rp222.484 juta dari yang sebelumnya Rp93.527 juta.
Pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp221.678 juta atau
sebesar 260,0% dari Rp85.271 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi
Rp306.949 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh meningkatnya pendapatan bunga dari kredit yang diberikan. Pada tahun 2017, pendapatan bunga dari kredit
hanya sebesar Rp66.154 juta sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp288.192 juta.
20
Page 41
Pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp4.704 juta atau
sebesar 5,8% dari Rp80.567 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp85.271
juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan imbal balik yang didapat dari pengelolaan dana treasuri seperti penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain serta imbal balik dari efek-efek yang dimiliki oleh Perseroan, dimana tercermin dari peningkatan
imbal balik yang diperoleh yang sebelumnya sebesar Rp9.036 juta menjadi Rp12.392 juta.
BEBAN BUNGA
Beban bunga didominasi dari bunga atas deposito berjangka di samping beban bunga yang berasal dari simpanan
nasabah, premi penjaminan Pemerintah, dan simpanan dari bank lain.
Tabel berikut merupakan beban bunga Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2018, 2017, 2016, dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018.
Beban Bunga (dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Deposito berjangka 52.428 21.897 59.522 11.412 3.894
Tabungan 360 358 697 530 552
Giro 213 244 517 252 124
Pinjaman yang diterima
Pihak berelasi 5.153 - 7.643 - -
Pihak ketiga 26 - - - -
Simpanan dari bank lain 1.815 503 1.843 19 -
Premi penjaminan Pemerintah 1.375 809 1.824 361 135
Lainnya 6 6 12 5 -
Total 61.375 23.817 72.058 12.579 4.705
*Tidak Diaudit
Beban bunga untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
Beban bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar Rp37.558 juta atau sebesar
157,7% dari Rp23.817 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018 menjadi Rp61.375 juta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya beban
bunga pada produk Deposito Berjangka dari yang sebelumnya sejumlah Rp21.897 juta menjadi Rp52.428 juta,
tentunya hal ini juga sejalan dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun oleh Perseroan.
Beban bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Beban bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp59.479 juta atau
sebesar 472,8% dari Rp12.579 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp72.058
juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan jumlah Dana Pihak Ketiga yang signifikan, sehingga meningkatkan jumlah beban bunga yang
diberikan kepada depositornya khususnya untuk produk Deposito Berjangka. Adapun pada tahun 2017 beban
21
Page 42
bunga Deposito Berjangka sebesar Rp11.412 juta menjadi Rp59.522 juta pada tahun 2018. Hal ini tergolong positif
karena diikuti dengan meningkatnya pendapatan bunga yang juga signifikan.
Beban bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Beban bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp7.874 juta atau sebesar
167,4% dari Rp4.705 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp12.579 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan
jumlah Dana Pihak Ketiga yang signifikan untuk produk simpanan berjangka sehingga meningkatkan jumlah beban
bunga yang diberikan kepada depositornya. Adapun beban bunga yang harus dibayarkan Perseroan kepada pihak
ketiga untuk produk Deposito Berjangka meningkat dari yang sebelumnya berjumlah Rp3.894 juta menjadi
Rp11.412 juta.
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Tabel berikut merupakan pendapatan operasional Perseroan lainnya untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2018, 2017, 2016, dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
dibandingkan dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018.
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Administrasi 39.999 12.179 39.466 13.649 8.754
Penerimaan kembali kredit hapus buku 9.590 3.163 8.694 7.344 743
Transfer/inkaso 39 23 68 26 26
Penggantian biaya cetakan 9 28 55 41 46
Komisi asuransi & notaris 2 8 17 22 68
Tolakan kliring 1 2 4 4 29
Laba penjualan surat berharga 157 - - - 152
Lainnya 207 272 1.044 841 473
Total 50.004 15.675 49.347 21.927 10.291
*Tidak Diaudit
Pendapatan operasional lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
dibandingkan dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
Pendapatan operasional lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar
Rp34.329 juta atau sebesar 219,0% dari Rp15.675 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2018 menjadi Rp50.004 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Kenaikan
ini terutama disebabkan oleh meningkatnya secara signifikan aktivitas transaksi perbankan yang dilakukan oleh
Perseroan. Hal ini tercermin dari meningkatnya pendapatan administrasi yang diterima oleh Perseroan yang
meningkat dari Rp12.179 juta menjadi Rp39.999 juta. Di saat yang bersamaan, Perseroan juga mampu
meningkatkan pendapatan hapus bukunya yang merupakan bagian dari Pendapatan Operasional lainnya, yaitu
sebelumnya sebesar Rp3.163 juta menjadi Rp9.590 juta, menandakan semakin baiknya kinerja Perseroan.
Pendapatan operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Pendapatan operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar
Rp27.420 juta atau sebesar 125,1% dari Rp21.927 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2017 menjadi Rp49.347 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
22
Page 43
disebabkan oleh meningkatnya secara signifikan aktivitas transaksi perbankan yang dilakukan oleh Perseroan.
Hal ini tercermin dari meningkatnya pendapatan administrasi yang diterima oleh Perseroan yang meningkat dari
Rp13.649 juta menjadi Rp39.466 juta. Di saat yang bersamaan, Perseroan juga mampu meningkatkan pendapatan
hapus bukunya yang merupakan bagian dari Pendapatan Operasional lainnya, yaitu sebelumnya sebesar Rp7.344
juta menjadi Rp8.694 juta, menandakan semakin baiknya kinerja Perseroan.
Pendapatan operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Pendapatan operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar
Rp11.636 juta atau sebesar 113,1% dari Rp10.291 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2016 menjadi Rp21.927 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh meningkatnya secara signifikan aktivitas transaksi perbankan yang dilakukan oleh Perseroan.
Hal ini tercermin dari meningkatnya pendapatan administrasi yang diterima oleh Perseroan yang meningkat dari
Rp8.754 juta menjadi Rp13.649 juta. Di saat yang bersamaan, Perseroan juga mampu meningkatkan pendapatan
hapus bukunya yang merupakan bagian dari Pendapatan Operasional lainnya, yaitu sebelumnya sebesar Rp743
juta menjadi Rp7.344 juta, menandakan semakin baiknya kinerja Perseroan.
BEBAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI
Beban kerugian penurunan nilai untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
dibandingkan dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
Beban kerugian penurunan atas aset untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik
sebesar Rp66.751 juta atau sebesar 142,5% dari Rp46.850 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2018 menjadi Rp113.601 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.
Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan signifikan aset kredit yang diberikan oleh Perseroan selama enam bulan
yang berakhir pada 30 Juni 2019. Perseroan juga tetap mempertahankan kualitas dari aset kredit yang diberikan
dengan portfolio kredit lancar pada kisaran yang stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta menjaga
rasio NPL sesuai dengan regulasi.
Beban kerugian penurunan nilai untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Beban kerugian penurunan aset untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar
Rp127.572 juta atau sebesar 412,6% dari Rp30.916 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2017 menjadi Rp158.488 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini sejalan
dengan pertumbuhan signifikan aset kredit yang diberikan oleh Perseroan selama tahun 2018. Perseroan juga
tetap mempertahankan kualitas dari aset kredit yang diberikan dengan portfolio kredit lancar pada kisaran yang
stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta menjaga rasio NPL sesuai dengan regulasi.
Beban kerugian penurunan nilai untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Beban kerugian penurunan nilai atas aset untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 turun
sebesar Rp44.435 juta atau sebesar 59,0% dari Rp75.351 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2016 menjadi Rp30.916 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Penurunan
ini terutama disebabkan oleh membaiknya kualitas aset kredit yang diberikan oleh Perseroan. Penurunan ini
menandakan membaiknya kinerja team collection yang mendapatkan pembenahan di tahun tersebut. Dimana hal
ini dapat juga dilihat dari kualitas aset kredit yang diberikan. Pada tahun 2016 aset kredit yang memiliki kualitas
lancar berada pada kisaran 74,3% sedangkan pada 2017 sudah berada pada kisaran 86,1%. Pembenahan
tersebut juga berdampak kepada membaiknya kualitas aset kredit Perseroan di tahun-tahun berikutnya serta
pendapatan hapus buku yang berhasil didapatkan oleh Perseroan baik pada tahun 2017 ataupun tahun-tahun
berikutnya. Dengan membaiknya kualitas aset kredit yang dimiliki oleh Perseroan, maka beban kerugian
23
Page 44
penurunan nilai atas aset yang harus dikeluarkan oleh Perseroan tidak sebesar tahun sebelumnya dengan
mempertimbangkan pertumbuhan kredit yang juga terbilang stabil.
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Tabel berikut merupakan beban operasional Perseroan lainnya untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2018, 2017, 2016, dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan
dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018.
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Beban tenaga kerja 44.506 25.359 58.773 27.252 20.642
Beban umum dan administrasi 37.149 18.183 42.819 26.583 25.762
Total 81.655 43.542 101.593 53.835 46.404
*Tidak Diaudit
Beban operasional lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
dibandingkan dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
Beban operasional lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar
Rp38.113 juta atau sebesar 87,5% dari Rp43.542 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2018 menjadi Rp81.655 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Kenaikan
ini terutama disebabkan oleh beban tenaga kerja yang meningkat dimana enam bulan yang berakhir 30 Juni 2018
beban tenaga kerja berjumlah Rp25.359 juta, sedangkan pada enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019
beban tenaga kerja meningkat menjadi Rp44.506 juta, hal ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah tenaga kerja
Perseroan yang sebelumnya berjumlah 376 menjadi 885 per posisi Juni 2019. Selain itu, peningkatan juga
didorong oleh biaya promosi yang meningkat pula dimana pada enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2018
biaya promosi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp3.506 juta sedangkan pada enam bulan yang berakhir pada
30 Juni 2019 adalah sebesar Rp8.387 juta.
Beban operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan
dengan tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Beban operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp47.758
juta atau sebesar 88,7% dari Rp53.835 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi
Rp101.592 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama didominasi
oleh peningkatan beban tenaga kerja serta biaya operasional (pengadaan barang, sewa gedung, dll) untuk
pertumbuhan Perseroan. Untuk beban tenaga kerja meningkat dari tahun 2017 yang sebesar Rp27.252 juta
menjadi Rp58.773 juta, sedangkan untuk biaya operasional berupa pengadaan barang dan jasa meningkat dari
yang sebelumnya sebesar Rp11,5 miliar menjadi Rp24,2 miliar. Pada tahun 2018 sendiri telah terdapat kenaikan
jumlah pegawai Perseroan dari yang sebelumnya 293 menjadi 654 dan tentunya diikuti oleh biaya operasional
Perseroan yang juga meningkat drastis pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Beban operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Beban operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp7.431 juta
atau sebesar 16,0% dari Rp46.404 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi
Rp53.835 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
pertumbuhan Perseroan berada pada tingkat yang stabil dan diikuti dengan meningkatnya jumlah pegawai
Perseroan. Hal ini berpengaruh secara langsung terhadap beban tenaga kerja yang harus dibayarkan oleh
Perseroan serta pengadaan barang dan biaya operasional untuk mengakomodasi hal tersebut. Pada tahun 2017,
peningkatannya masih tergolong stabil dikarenakan peningkatan beban yang tidak terlalu signifikan. Terlihat dari
24
Page 45
peningkatan beban tenaga kerja yang sebelumnya sebesar Rp20.642 juta menjadi Rp27.252 juta dan biaya
operasional berupa pengadaan barang dan jasa pada 2017 menjadi Rp11,5 miliar yang sebelumnya adalah Rp9,7
miliar yang mendominasi beban operasional lainnya.
LABA (RUGI) OPERASIONAL
Laba operasional untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan
dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
Laba operasional untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar Rp29.941 juta
atau sebesar 472,8% dari Rp6.333 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
menjadi Rp36.275 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.
Laba operasional untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Laba operasional untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp14.290 juta atau
sebesar 144,8% dari Rp9.868 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp24.158
juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.
Laba operasional untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Laba operasional untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp45.469 juta atau
sebesar 127,7% dari rugi Rp35.601 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi laba
Rp9.868 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017.
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN
Laba bersih tahun berjalan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
dibandingkan dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
Laba bersih tahun berjalan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar
Rp22.027 juta atau sebesar 540,1% dari Rp4.078 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2018 menjadi Rp26.105 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.
Laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp12.559
juta atau sebesar 336,5% dari Rp3.732 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi
Rp16.291 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.
Laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp31.393
juta atau sebesar 113.5% dari rugi Rp27.661 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
menjadi laba Rp3.732 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017.
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
Laba komprehensif tahun berjalan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
dibandingkan dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018
25
Page 46
Laba komprehensif tahun berjalan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik
sebesar Rp28.647 juta atau sebesar 3.151,5% dari rugi Rp909 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2018 menjadi Rp27.738 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya laba bersih Perseroan dari yang sebelumnya sebesar
Rp4.078 juta menjadi Rp26.105 juta.
Laba komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Laba komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp975
juta atau sebesar 15,7% dari Rp6.225 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi
Rp7.202 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
meningkatnya laba bersih Perseroan, meskipun Perseroan dihadapkan dengan penurunan nilai efek-efek yang
dimilikinya dalam pos available for sale dimana perubahan atas penghasilan komprehensif lain menurun yang
sebelumnya sejumlah Rp3.666 juta menjadi rugi Rp12.726 juta dikarenakan fluktuasi pasar.
Laba komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Laba komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar
Rp34.174 juta atau sebesar 122,3% dari rugi Rp27.949 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2016 menjadi Rp6.225 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh meningkatnya laba bersih Perseroan dan diikuti dengan kenaikan nilai efek-efek yang dimilikinya
dalam pos available for sale yang sebelumnya sejumlah rugi Rp323 juta menjadi laba Rp3.666 juta dikarenakan
fluktuasi pasar.
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
ASET
Kas 4.521 3.294 3.101 3.085
Giro pada Bank Indonesia 90.707 67.111 21.299 5.423
Giro pada Bank Lain 26.498 30.634 9.012 4.733
Penempatan pada Bank Indonesia dan
Bank Lain 807.147 244.945 259.892 123.818
Efek-efek 86.440 88.655 104.859 64.623
Kredit
Pihak berelasi 160.394 167.778 8.514 402
Pihak ketiga 1.464.456 1.194.251 333.932 319.571
Cadangan kerugian penurunan nilai (72.460) (75.872) (17.630) (15.389)
Bersih 1.552.390 1.286.157 324.817 304.584
Aset tetap - bersih 14.207 11.580 9.506 9.830
Aset takberwujud 355 403 585 752
Aset pajak tangguhan - bersih 15.643 16.289 7.942 10.331
Aset lain-lain - bersih 130.034 107.455 105.134 20.881
JUMLAH ASET 2.727.941 1.856.522 846.147 548.062
JUMLAH ASET
Jumlah aset untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
26
Page 47
Jumlah aset untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar Rp871.419 juta
atau sebesar 46,9% dari Rp1.856.522 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2018 menjadi Rp2.727.941 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh meningkatnya penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain dari yang sebelumnya
Rp244.945 juta menjadi Rp807.147 juta.
Jumlah aset untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Jumlah aset untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp1.010.375 juta atau
sebesar 119,4% dari Rp846.147 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi
Rp1.856.522 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama didominasi
oleh peningkatan aset kredit yang diberikan oleh Perseroan yang meningkat menjadi Rp1.286.157 juta (bersih)
dari yang sebelumnya sebesar Rp 324.817 juta (bersih). Hal ini diiringi dengan peningkatan aset-aset lainnya
terutama aset treasuri yang dimiliki oleh Perseroan. Adapun kenaikan aset treasuri meningkat dari tahun 2017
yang berjumlah Rp395.062 juta menjadi Rp431.345 juta pada tahun 2018. Kedua hal tersebutlah yang menjadi
pendorong utama meningkatnya aset Perseroan secara signifikan.
Jumlah aset untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Jumlah aset untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp298.085 juta atau
sebesar 54,4% dari Rp548.062 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi
Rp846.147 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama didominasi
oleh peningkatan aset kredit yang dimiliki oleh Perseroan yang meningkat menjadi Rp324.816 juta (bersih) dari
yang sebelumnya Rp304.584 juta (bersih). Hal ini diiringi dengan peningkatan aset-aset lainnya terutama aset
treasuri yang dimiliki oleh Perseroan yang meningkat dari tahun 2016 yang berjumlah Rp198.597 juta menjadi
Rp395.062 juta pada tahun 2017. Kedua hal tersebutlah yang menjadi pendorong utama meningkatnya aset
Perseroan secara signifikan.
KAS
Kas untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Kas untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar Rp1.227 juta atau sebesar
37,3% dari Rp3.294 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 menjadi Rp4.521 juta untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Dapat dikatakan bahwa jumlah kas yang dimiliki
oleh Perseroan berada pada posisi stabil dan mengikuti kebutuhan aktivitas Perseroan dimana kas berfungsi untuk
memenuhi kegiatan operasional cabang Perseroan sehari-hari dan disesuaikan dengan kebutuhan transaksi
nasabah.
Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2017
Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp193 juta atau sebesar 6,2% dari
Rp3.101 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp3.294 juta untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Dapat dikatakan bahwa jumlah kas yang dimiliki oleh Perseroan berada
pada posisi stabil dimana kas berfungsi untuk memenuhi kegiatan operasional cabang Perseroan sehari-hari dan
disesuaikan dengan kebutuhan transaksi nasabah.
Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2016
27
Page 48
Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp16 juta atau sebesar 0,5% dari
Rp3.085 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp3.101 juta untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Dapat dikatakan bahwa jumlah kas yang dimiliki oleh Perseroan berada
pada posisi stabil dimana Kas berfungsi untuk memenuhi kegiatan operasional Perseroan sehari-hari dan
disesuaikan dengan kebutuhan transaksi nasabah.
GIRO PADA BANK INDONESIA
Giro pada Bank Indonesia untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Giro pada Bank Indonesia untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar
Rp23.596 juta atau sebesar 35,2% dari Rp67.111 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
menjadi Rp90.707 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh meningkatnya Dana Pihak Ketiga Perseroan yang berkaitan erat dengan kewajiban Giro Wajib
Minimum yang ditentukan dalam regulasi Perbankan.
Giro pada Bank Indonesia untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Giro pada Bank Indonesia untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp45.812
juta atau sebesar 215,1% dari Rp21.299 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi
Rp67.111 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini diakibatkan oleh
meningkatnya Dana Pihak Ketiga Perseroan yang berkaitan erat dengan kewajiban Giro Wajib Minimum yang
ditentukan dalam regulasi Perbankan.
Giro pada Bank Indonesia untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Giro pada Bank Indonesia untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp15.876
juta atau sebesar 292,8% dari Rp5.423 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi
Rp21.299 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama diakibatkan oleh
meningkatnya Dana Pihak Ketiga Perseroan yang berkaitan erat dengan kewajiban Giro Wajib Minimum yang
ditentukan dalam regulasi Perbankan.
GIRO PADA BANK LAIN
Giro pada Bank Lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Giro pada Bank Lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 turun sebesar Rp4.136
juta atau sebesar 13,5% dari Rp30.634 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 menjadi
Rp26.498 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Penurunan ini disebabkan oleh
penggunaan dana yang dimiliki oleh Perseroan ke dalam Pos yang lebih produktif.
Giro pada Bank Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Giro pada Bank Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp21.622 juta atau
sebesar 239,9% dari Rp9.012 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp30.634
juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya
volume transaksi nasabah dan kegiatan operasional Perseroan.
Giro pada Bank Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
28
Page 49
Giro pada Bank Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp4.279 juta atau
sebesar 90,4% dari Rp4.733 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp9.012
juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya
volume transaksi nasabah dan kegiatan operasional Perseroan.
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2019 naik sebesar Rp562.202 juta atau sebesar 230,0% dari Rp244.945 juta untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2018 menjadi Rp807.147 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh terdapatnya suntikan modal dari pemegang saham pada awal tahun
2019 yang menyebabkan meningkatnya aset kelolaan treasuri. Adapun salah satu pos yang dipilih untuk
menyimpan dana tersebut adalah Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain.
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2018 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
turun sebesar Rp14.947 juta atau sebesar 5,8% dari Rp259.892 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2017 menjadi Rp244.945 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh penggunaan dana yang dimiliki oleh Perseroan ke dalam pos yang lebih
produktf
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2017 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
naik sebesar Rp136.074 juta atau sebesar 109,9% dari Rp123.818 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2016 menjadi Rp259.892 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan
ini terutama disebabkan oleh kebijakan Perseroan dalam memanfaatkan dana pada pos yang belum digunakan
ke dalam pos yang lebih produktif.
EFEK-EFEK
Efek-efek untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Efek-efek untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 turun sebesar Rp2.215 juta atau
sebesar 2,5% dari Rp88.655 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 menjadi Rp86.440
juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
fluktuasi nilai pasar terhadap efek-efek yang dimiliki oleh Perseroan.
Efek-efek untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Efek-efek untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 turun sebesar Rp16.204 juta atau sebesar
15,5% dari Rp104.859 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp88.655 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini dikarenakan terdapatnya efek-efek
yang telah jatuh tempo.
Efek-efek untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
29
Page 50
Efek-efek untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp40.236 juta atau sebesar
62,3% dari Rp64.623 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp104.859 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh penempatan
dana yang belum digunakan kepada pos yang lebih produktif seperti efek-efek.
KREDIT
Kredit untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Kredit untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar Rp266.233 juta atau
sebesar 20,7% dari Rp1.286.157 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 menjadi
Rp1.552.390 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh performa Perseroan dalam melakukan intermediasi keuangan yang juga membaik, dalam hal ini
selain menghimpun dana juga meningkatkan penempatan dananya ke pos yang lebih produktif seperti kredit.
Peningkatan ini juga didukung oleh permintaan dari masyarakat yang tinggi atas produk kredit.
Kredit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Kredit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp961.341 juta atau sebesar
296% dari Rp324.816 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp1.286.157 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh performa
Perseroan dalam melakukan intermediasi keuangan yang juga membaik, dalam hal ini selain menghimpun dana
juga meningkatkan penempatan dananya ke pos yang lebih produktif seperti kredit. Peningkatan ini juga didukung
oleh permintaan dari masyarakat yang tinggi atas produk kredit Perseroan
Kredit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Kredit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp20.232 juta atau sebesar 6,6%
dari Rp304.584 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp324.816 juta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh performa Perseroan
dalam melakukan intermediasi yang juga membaik, dalam hal ini selain menghimpun dana juga meningkatkan
penempatan dananya ke pos yang lebih produktif seperti kredit. Peningkatan ini juga didukung oleh permintaan
dari masyarakat yang tinggi atas produk kredit Perseroan.
ASET TETAP
Aset tetap untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Aset tetap untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar Rp2.627 juta atau
sebesar 22,7% dari Rp11.580 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 menjadi Rp14.207
juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Hal ini sejalan dengan peningkatan
kegiatan operasional Perseroan.
Aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp2.074 juta atau sebesar
21,8% dari Rp9.506 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp11.580 juta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Hal ini sejalan dengan peningkatan kegiatan operasional
Perseroan.
30
Page 51
Aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 turun sebesar Rp324 juta atau sebesar
3,3% dari Rp9.830 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp9.506 juta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Hal ini sejalan dengan peningkatan kegiatan operasional
Perseroan.
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
LIABILITAS
Simpanan
Pihak berelasi 141.332 144.230 2.614 133
Pihak ketiga 1.327.680 952.094 355.422 68.416
Jumlah 1.469.012 1.096.324 358.036 68.549
Simpanan dari Bank Lain 160.910 17.100 - -
Pinjaman yang Diterima - -
Pihak berelasi - 214.429 - -
Pihak ketiga 13.094 - - -
Utang Pajak 7.303 13.448 583 294
Beban yang Masih Harus Dibayar
dan Liabilitas Lain-Lain 27.985 24.454 5.694 4.538
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 6.730 4.866 3.134 2.206
JUMLAH LIABILITAS 1.685.033 1.370.620 367.447 75.587
JUMLAH LIABILITAS
Jumlah liabilitas untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Jumlah liabilitas untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar Rp314.413 juta
atau sebesar 22,9% dari Rp1.370.620 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 menjadi
Rp1.685.033 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh adanya peningkatan dana pihak ketiga dan simpanan dari bank lain didukung oleh beberapa
faktor diantaranya adalah inisiatif Perseroan dalam merekrut tim funding yang berpengalaman dan memiliki
koneksi yang luas untuk meningkatkan portofolio Dana Pihak Ketiga Perseroan. Nasabah pun semakin tertarik
dalam menempatkan dananya pada Perseroan karena suku bunga yang ditawarkan terbilang kompetitif dan
menarik. Reputasi Perseroan dalam dunia perbankan mempengaruhi keputusan nasabah dalam menempatkan
dananya di Perseroan. Selama ini, Perseroan selalu membina hubungan baik dengan nasabah sehingga
menciptakan rasa kepercayaan yang tinggi dan mampu mendorong nasabah untuk menempatkan dananya pada
Perseroan.
Jumlah liabilitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Jumlah liabilitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp1.003.173 juta atau
sebesar 273% dari Rp367.447 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi
Rp1.370.620 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh adanya peningkatan dana pihak ketiga dan simpanan dari bank lain didukung oleh beberapa faktor
diantaranya adalah inisiatif Perseroan dalam merekrut tim funding yang berpengalaman dan memiliki koneksi yang
luas untuk meningkatkan portofolio Dana Pihak Ketiga Perseroan. Nasabah pun semakin tertarik dalam
31
Page 52
menempatkan dananya pada Perseroan karena suku bunga yang ditawarkan terbilang kompetitif dan menarik.
Reputasi Perseroan dalam dunia perbankan mempengaruhi keputusan nasabah dalam menempatkan dananya
di Perseroan. Selama ini, Perseroan selalu membina hubungan baik dengan nasabah sehingga menciptakan rasa
kepercayaan yang tinggi dan mampu mendorong nasabah untuk menempatkan dananya pada Perseroan.
Jumlah liabilitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Jumlah liabilitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp291.860 juta atau
sebesar 386,1% dari Rp75.587 juta miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi
Rp367.447 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh adanya peningkatan dana pihak ketiga yang didukung oleh beberapa faktor diantaranya adalah inisiatif
Perseroan dalam merekrut tim funding yang berpengalaman dan memiliki koneksi yang luas untuk meningkatkan
portofolio Dana Pihak Ketiga Perseroan. Nasabah pun semakin tertarik dalam menempatkan dananya pada
Perseroan karena suku bunga yang ditawarkan terbilang kompetitif dan menarik. Reputasi Perseroan dalam dunia
perbankan mempengaruhi keputusan nasabah dalam menempatkan dananya di Perseroan. Selama ini, Perseroan
selalu membina hubungan baik dengan nasabah sehingga menciptakan rasa kepercayaan yang tinggi dan mampu
mendorong nasabah untuk menempatkan dananya pada Perseroan.
SIMPANAN
Simpanan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Simpanan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 naik sebesar Rp372.688 juta atau
sebesar 34% dari Rp1.096.324 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 menjadi
Rp1.469.012 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh peningkatan signifikan pada produk Deposito Berjangka yang sebelumnya Rp1.062.212 juta
menjadi Rp1.436.145 juta.
Simpanan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Simpanan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik sebesar Rp738.288 juta atau sebesar
206,2% dari Rp358.036 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp1.096.324
juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan signifikan pada produk Deposito Berjangka dari yang sebelumnya Rp317.580 juta menjadi
Rp1.062.212 juta pada tahun 2018.
Simpanan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tahun berakhir
pada tanggal 31 Desember 2016
Simpanan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik sebesar Rp289.487 juta atau sebesar
422,3% dari Rp68.549 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp358.036 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan
signifikan pada produk Deposito Berjangka dari yang sebelumnya Rp45.325 juta menjadi Rp317.580 juta pada
tahun 2017.
BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN LIABILITAS LAIN-LAIN
Beban yang masih dibayar dan liabilitas lain-lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Beban yang masih dibayar dan liabilitas lain-lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2019 naik sebesar Rp3.531 juta atau sebesar 14,4% dari Rp24.454 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
32
Page 53
31 Desember 2018 menjadi Rp27.985 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penerimaan pembayaran dari debitur yang belum jatuh
tempo dari yang sebelumnya serjumlah Rp11.959 juta menjadi Rp16.340 juta.
Beban yang masih dibayar dan liabilitas lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2018 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
Beban yang masih dibayar dan liabilitas lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 naik
sebesar Rp18.760 juta atau sebesar 329,5% dari Rp5.694 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2017 menjadi Rp24.454 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan
ini terutama didominasi oleh penerimaan dari debitur untuk pembayaran angsuran kredit yang belum jatuh tempo
dari yang sebelumnya sebesar Rp2.270 juta menjadi Rp11.959 juta.
Beban yang masih dibayar dan liabilitas lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2017 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
Beban yang masih dibayar dan liabilitas lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 naik
sebesar Rp1.156 juta atau sebesar 25,5% dari Rp4.538 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2016 menjadi Rp5.694 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan ini terutama
didominasi oleh penerimaan dari debitur untuk pembayaran angsuran kredit yang belum jatuh tempo dari yang
sebelumnya sebesar Rp1.991 juta menjadi Rp2.270 juta.
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
EKUITAS
Modal saham 803.510 500.000 500.000 500.000
Tambahan modal disetor 225.758 - - -
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain (5.433) (7.067) 2.022 (471)
Saldo laba (defisit):
Ditentukan
penggunaannya 822 822 822 822
Belum ditentukan
penggunannya 18.251 (7.853) (24.144) (27.876)
JUMLAH EKUITAS 1.042.908 485.902 478.700 472.475
Posisi Ekuitas tanggal 30 Juni 2019 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2018
Posisi Ekuitas naik sebesar Rp557.006 juta atau sebesar 114,6% ke posisi Rp1.042.908 juta pada tanggal 30 Juni
2019 dibandingkan dengan posisi Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp485.902 juta. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh terdapatnya setoran modal dari pemegang saham sejumlah Rp303.510 juta serta
terdapatnya agio saham senilai Rp225.758 juta.
Posisi Ekuitas tanggal 31 Desember 2018 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2017
Posisi Ekuitas naik sebesar Rp7.202 juta atau sebesar 1,5% ke posisi Rp485.902 juta pada tanggal 31 Desember
2018 dibandingkan dengan posisi Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp478.700 juta. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh saldo laba negatif (defisit) pada tahun 2018 yang jauh semakin mengecil menjadi
Rp7.031 juta dari yang sebelumnya sejumlah Rp.23.322 juta. Hal ini disebabkan oleh laba bersih yang berhasil
didapatkan oleh Perseroan pada tahun 2018 yang terus meningkat sehingga menyebabkan turunnya saldo laba
negatif (defisit).
33
Page 54
Posisi Ekuitas tanggal 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2016
Posisi Ekuitas naik sebesar Rp6.225 juta atau sebesar 1,3% ke posisi Rp478.700 juta pada tanggal 31 Desember
2017 dibandingkan dengan posisi Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp472.475 juta. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh saldo laba negatif (defisit) pada tahun 2017 yang jauh berkurang menjadi defisit
Rp23.322 juta dari yang sebelumnya defisit Rp27.054 juta. Hal ini disebabkan oleh laba yang berhasil didapatkan
oleh Perseroan pada tahun 2017 yang terus meningkat sehingga menyebabkan turunnya saldo laba negatif
(defisit).
ANALISIS RASIO KEUANGAN
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
Rasio Pertumbuhan
Pendapatan bunga 131,63% 259,97% 5,84% 110,55%
Laba (rugi) operasional 427,78% 144,81% -127,72% -940,64%
Jumlah aset 46,94% 119,41% 54,39% 10,81%
Jumlah liabilitas 22,94% 273,01% 386,12% -19,74%
Jumlah ekuitas 114,63% 1,50% 1,32% 17,99%
Rasio Perbankan
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum/
Capital Adequacy Ratio 66,20% 42,43% 84,86% 125,90%
Imbal Hasil Aktiva / Return on Assets 3,05% 1,59% 0,79% -5,08%
Imbal Hasil Ekuitas / Return on Equity 8,98% 3,45% 0,87% -5,98%
Marjin Pendapatan Bunga Bersih / Net Interest
Margin 16,98% 18,02% 12,67% 14,45%
Biaya Operasional terhadap Pendapatan
Operasional / Operational Costs for Operating
Income 87,62% 93,69% 98,48% 140,40%
Rasio Pinjaman Bermasalah – Kotor / Non
Performing Loan – Gross 4,41% 4,96% 8,29% 6,56%
Rasio Pinjaman Bermasalah – Bersih / Non
Performing Loan – Net -0,05% -0,61% 3,14% 1,75%
Rasio Pinjaman Terhadap Deposito / Loan to
Deposit Ratio 116,75% 132,46% 95,65% 466,78%
Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas /
Liquidity Coverage Ratio 382,37% 587,71% 2.332,68% 5.569,99%
Giro Wajib Minimum Primer / Primary GWM 6,51% 6,51% 6,82% 7,56%
Giro Wajib Minimum Sekunder / Secondary
GWM 6,71% 8,10% 22,18% 4,18%
a) Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (Capital Adequacy Ratio) merupakan kemampuan Perseroan dalam
memenuhi pemenuhan modal minimal dalam menjalankan aktivitas perbankan. Kewajiban penyediaan modal
minimum Perseroan per 30 Juni 2019 dan 31 Desember 2018, 2017, dan 2016 masing-masing adalah 66,20%;
42,43%; 84,86%; dan 125,9%.
34
Page 55
b) Imbal Hasil Ekuitas
Rasio Imbal Hasil Ekuitas (Return On Equity) dipergunakan untuk mengetahui kemampuan Perseroan meraih laba
dari modal yang ditanamkan dan dicerminkan dari perbandingan antara laba tahun berjalan dan jumlah ekuitas.
Imbal hasil ekuitas Perseroan per 30 Juni 2019 dan 31 Desember 2018, 2017 dan 2016 masing-masing adalah
8,98%; 3,45%; 0,87%; dan -5,98%.
c) Imbal Hasil Aktiva
Kemampuan imbal hasil aktiva (Return On Assets) Perseroan dapat diukur dengan mempergunakan laba tahun
berjalan dibandingkan dengan jumlah aset. Imbal hasil aktiva Perseroan per 30 Juni 2019 dan 31 Desember 2018,
2017 dan 2016 masing-masing adalah 3,05%; 1,59%; 0,79%; dan -5,08%.
d) Marjin Pendapatan Bunga Bersih
Marjin Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Margin) dipergunakan untuk mengukur margin keuntungan
perbankan dalam menjalankan bisnis simpan-pinjam. Marjin pendapatan bunga bersih Perseroan per 30 Juni 2019
dan 31 Desember 2018, 2017, dan 2016 masing-masing adalah 16,98%; 18,02%; 12,67%; dan 14,45%.
e) Rasio Pinjaman Bermasalah – Bersih
Rasio Pinjaman Bermasalah – Bersih (Non Performing Loan – Net) dipergunakan untuk mengukur jumlah
pinjaman bermasalah yang akan dibandingkan dengan jumlah pinjaman. Rasio pinjaman bermasalah – bersih
Perseroan per 30 Juni 2019 dan 31 Desember 2018, 2017, dan 2016 masing-masing adalah -0,05%; -0,61%;
3,14%; dan 1,75%.
4. LIKUIDITAS DAN SUMBER MODAL
Usaha Perseroan pada tahun 2016, 2017, dan 2018 dan pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2018 dan 2019 pada prinsipnya dibiayai oleh kombinasi pendapatan bunga dari portofolio kredit Perseroan,
peningkatan dana pihak ketiga, bunga pinjaman lainnya serta kupon obligasi Pemerintah.
Perseroan juga menjaga cadangan likuiditas, yang telah melebihi persyaratan minimal dari Bank Indonesia,
dengan tujuan untuk menjaga penarikan dana pihak ketiga dalam jumlah besar oleh nasabah Perseroan.
Perseroan telah menggunakan sumber dana secara umum untuk pembayaran beban bunga atas dana pihak
ketiga, pinjaman dana, perpanjangan kredit dan pembiayaan, pelunasan atas pinjaman yang diterima dan
pembayaran beban operasional (termasuk gaji dan tunjangan karyawan serta beban umum dan administrasi).
Tabel berikut ini menyajikan informasi yang berhubungan dengan posisi likuiditas Perseroan:
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
Aset likuid 1 (dalam jutaan rupiah) 923.994 434.638 234.163 191.676
Rasio pinjaman terhadap deposito2 116,75% 132,46% 95,65% 466,78%
Aset likuid dalam persentase terhadap total aset 33,87% 23,41% 27,67% 34,97%
Aset likuid dalam persentase terhadap total dana3 62,90% 39,65% 65,40% 279,62%
Aset likuid dalam persentase terhadap total liabilitas lancar4 56,24% 32,73% 65,40% 279,62%
35
Page 56
Catatan
1. Aset likuid termasuk kas, giro pada Bank Indonesia dan bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain yang jatuh tempo kurang dari 3 bulan, dan efek-efek yang tersedia untuk dijual.
2. Rasio kredit dan pembiayaan/piutang dan total simpanan nasabah (di luar simpanan bank lain) pada akhir
periode yang bersangkutan.
3. Tidak termasuk dana pihak ketiga dari bank lain.
4. Liabilitas lancar termasuk simpanan nasabah, simpanan bank lain, dan pinjaman yang diterima.
Perseroan mengelola likuiditasnya melalui berbagai cara. Perseroan berusaha untuk menjaga likuiditas dengan
menawarkan suku bunga yang kompetitif untuk produk dana pihak ketiga dan fasilitas tambahan pada produk-
produk dana pihak ketiga Perseroan dengan tujuan meningkatkan jumlah dana pihak ketiga dan meminjam dana
melalui pasar uang antar bank. Jika Perseroan sedang memiliki kelebihan likuiditas, Perseroan dapat menurunkan
suku bunga dana pihak ketiga sehingga menurunkan jumlah dana pihak ketiga Perseroan, atau menempatkan
dana pada bank lain ataupun juga melakukan penempatan pada Bank Indonesia melalui Time Deposit Bank
Indonesia, pembelian surat berharga, dll. Perseroan melaporkan posisi likuiditas harian yang berdasarkan atas
hasil analisis terhadap giro Perseroan pada Bank Indonesia, dana pihak ketiga dan cadangan sekunder lainnya
untuk membantu monitor dan melakukan proyeksi terhadap likuiditas. Perseroan mempersiapkan laporan likuiditas
yang lebih rinci setiap bulannya.
Likuiditas Perseroan berasal dari dana pihak ketiga, pembayaran kredit nasabah, pembayaran kredit nasabah,
dan kupon obligasi pemerintah.
Sumber likuiditas utama Perseroan adalah dana pihak ketiga yang diperoleh melalui jaringan kantor. Perseroan
mungkin belum membutuhkan modal tambahan pada saat ini terutama setelah penambahan modal dari
Pemegang Saham. Adapun CAR Perseroan masih jauh di atas persyaratan regulator dan telah sesuai dengan
pedoman Bank Indonesia dan untuk menjaga likuiditas Perseroan. Perseroan tidak dapat menjamin bahwa
persyaratan pembiayaan di masa mendatang akan tersedia sesuai dengan persyaratan yang dapat diterima oleh
Perseroan, atau tidak sama sekali. Perseroan mungkin akan mencari tambahan sumber dana melalui penerbitan
hutang melalui penawaran umum atau terbatas, ekuitas atau efek terhubung ekuitas, penjualan beberapa obligasi
Pemerintah, penerimaan pembiayaan antar bank dan peningkatan basis deposito Perseroan
Arus Kas
Tabel berikut ini menjelaskan ringkasan arus kas Perseroan:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018* 2018 2017 2016
Kas neto digunakan
untuk aktivitas
operasi 249.459 54.897 3.113 30.097 (10.278)
Kas neto diperoleh
dari (digunakan
untuk) aktivitas
investasi 497 18.382 (863) (37.853) (26.486)
Kas neto diperoleh
dari aktivitas
pendanaan 327.958 - 214.429 - 99.865
*Tidak Diaudit
36
Page 57
Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Operasi
Arus kas diperoleh dari Aktivitas Operasi naik sebesar Rp194.562 juta dari Rp54.897 juta untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018 menjadi Rp249.459 juta untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2019, terutama disebabkan oleh kenaikan penerimaan bunga, provisi, dan komisi yang
diterima oleh Perseroan dari yang sebelumnya berjumlah Rp94.242 juta menjadi Rp235.660 juta.
Arus kas diperoleh dari Aktivitas Operasi turun sebesar Rp26.984 juta dari Rp30.097 juta untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp3.113 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2018, terutama disebabkan oleh meningkatnya kredit yang dicairkan oleh Perseroan pada tahun
2018 yang meningkat menjadi Rp1.084.820 juta dibandingkan dengan kredit yang dicairkan oleh Perseroan pada
tahun 2017 yang meningkat menjadi Rp135.704 juta.
Kas Neto yang diperoleh dari untuk Aktivitas Operasi naik sebesar Rp40.375 juta dari sebelumnya digunakan
sebesar Rp10.278 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp30.097 juta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, terutama disebabkan oleh terdapatnya peningkatan
simpanan yang dihimpun oleh Perseroan selama tahun 2017 sebesar Rp289.486 juta dibandingkan pada tahun
2016 yang justru mengalami penurunan sebesar Rp17.138 juta.
Arus Kas Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Investasi
Arus Kas diperoleh dari Aktivitas Investasi menurun sebesar Rp17.885 juta dari sebelumnya Rp18.382 juta untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018 menjadi Rp497 juta untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya jumlah efek yang dicairkan
dimana sebelumnya terdapat efek yang dicairkan sejumlah Rp25.000 juta namun pada periode enam bulan yang
berakhir pada 30 Juni 2019 pencairan efek sejumlah Rp5.000 juta.
Arus Kas diperoleh untuk Aktivitas Investasi menurun sebesar Rp36.990 juta dari yang sebelumnya berjumlah
Rp37.853 juta pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp863 juta pada tanggal 31 Desember 2018. Hal ini
disebabkan menurunnya investasi pada pos penempatan efek yang tersedia untuk dijual dimana sebelumnya
berjumlah Rp63.958 juta menjadi Rp35.778 juta.
Arus Kas diperoleh untuk Aktivitas Investasi meningkat sebesar Rp11.367 juta dari yang sebelumnya berjumlah
Rp26.486 juta pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp37.853 juta pada tanggal 31 Desember 2017.
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penempatan investasi pada pos efek yang tersedia untuk
dijual dimana sebelumnya berjumlah Rp52.468 juta menjadi Rp63.958 juta.
Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan
Arus Kas diperoleh dari Aktivitas Pendanaan naik sebesar Rp327.958 juta dari yang sebelumnya tidak ada arus
kas dari aktivitas pendanaan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018 menjadi
Rp327.958 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019, terutama disebabkan oleh
terdapatnya setoran modal dari pemegang saham pada semester I tahun 2019.
Arus Kas diperoleh dari Aktivitas Pendanaan naik sebesar Rp214.429 juta dari yang sebelumnya tidak ada arus
kas dari aktivitas pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp214.429 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, terutama disebabkan oleh terdapatnya aliran dana
berupa pinjaman dari Pemegang Saham Pengendali yang ditujukan untuk meningkatkan pencairan Kredit
Personal Multiguna - Tunaiku.
Arus Kas diperoleh dari Aktivitas Pendanaan turun sebesar Rp99.865 juta dari Rp99.865 juta untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi Rp0 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2017, terutama disebabkan oleh terdapatnya peningkatan modal disetor yang terjadi pada tahun 2016, sedangkan
pada tahun 2017 tidak ada penambahan modal disetor.
37
Page 58
5. BELANJA MODAL
Belanja modal untuk periode tertentu adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
Kendaraan - - 336 492
Peralatan kantor 3.546 3.769 803 822
Perabotan kantor 950 348 113 294
Piranti lunak 86 90 82 145
Investasi pada surat berharga - 35.778 63.958 52.468
Belanja modal yang direalisasikan pada enam bulan pertama 2019 yang berakhir pada 30 Juni 2019 adalah
sebesar Rp4.582 juta yang terutama terdiri dari pembelian aset tetap dan infrastruktur teknologi berupa piranti
lunak. Pembelanjaan tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan usaha utama Perseroan terutama
pengembangan produk Perseroan yang berbasis teknologi. Di antaranya melalui pengadaan data center, software,
dan penambahan aset tetap seperti laptop. Belanja modal pada tahun 2018 adalah sebesar Rp39.985 juta yang
didominasi oleh pembelanjaan peralatan kantor dan investasi pada surat berharga, belanja modal pada tahun
2018 terbilang menurun dari tahun 2017. Belanja modal pada tahun 2017 sendiri adalah sebesar Rp65.292 juta
dimana Rp63.958 juta ditujukan untuk investasi pada surat berharga. Sedangkan jumlah belanja modal pada tahun
2016 adalah Rp54.221 juta yang juga masih didominasi oleh investasi pada surat berharga. Investasi pada surat
berharga ini adalah salah satu upaya perseroan dalam memenuhi Giro Wajib Minimum seiring dengan
pertumbuhan Dana Pihak Ketiga. Namun pada periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019, Perseroan
tidak melakukan pembelanjaan berupa investasi pada surat berharga.
Adapun untuk ke depannya, Perseroan berencana untuk merealisasikan belanja modal untuk pengembangan
produk Perseroan seperti pengembangan ATM, internet banking, serta pembukaan jaringan baru.
6. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Penerapan manajemen risiko Perseroan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No.18/POJK.03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang “Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum” dan Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 34/SEOJK.03/2016 tanggal 1 September 2016 tentang “Penerapan
Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
Pengelolaan risiko tidak hanya terbatas pada pemantauan, pelaporan dan evaluasi terhadap risiko-risiko yang
terjadi, namun juga mendeteksi dan mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin terjadi. Komitmen manajemen untuk
meningkatkan kualitas pengelolaan risiko diwujudkan melalui penyusunan buku Pedoman Penerapan Manajemen
Risiko yang mencakup kebijakan dan prosedur mengenai:
• Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi,
• Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit,
• Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi
manajemen risiko, dan
• Sistem pengendalian internal yang menyeluruh
Perseroan telah membentuk struktur organisasi manajemen risiko yang terpusat dan independen, yaitu dengan
dibentuknya Komite Pemantau Risiko, Komite Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan dan Manajemen Risiko
yang membawahi Satuan Kerja Manajemen Risiko. Perseroan telah memiliki serangkaian prosedur dan
metodologi untuk digunakan dalam melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko.
Namun demikian Perseroan akan tetap melakukan evaluasi terhadap prosedur dan metodologi yang telah dimiliki
dan terus berupaya menyempurnakannya.
38
Page 59
a. Risiko Kredit
Perseroan memiliki kebijakan dan pedoman tertulis mengenai pemberian kredit yang mencakup Kebijakan
Perkreditan Perseroan dan surat-surat edaran yang merupakan petunjuk pelaksanaan yang lebih rinci. Kedua
acuan kerja dimaksud memberikan petunjuk pengelolaan kredit secara lengkap, mulai dari permohonan, proses
analisa, persetujuan, pencatatan, pengawasan hingga proses restrukturisasi disertai dengan analisa dan
perhitungan risiko.
Dengan demikian diharapkan Bank dapat mengoptimalkan kualitas pengelolaan kredit melalui proses yang
memadai, penetapan harga yang kompetitif berdasarkan risiko, diversifikasi portofolio, kecukupan jaminan dan
penetapan ukuran performance dengan memperhitungkan risiko.
Bank telah memiliki Pedoman Umum Penerapan Manajemen Risiko. Bank telah melakukan identifikasi,
pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko kredit yang melekat pada aktivitas perkreditan dan aktivitas
treasury dan investasi, sesuai dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran, dan kompleksitas usaha serta kemampuan
Bank.
b. Risiko Likuiditas
Manajemen risiko likuiditas merupakan salah satu perhatian yang penting bagi Perseroan untuk memelihara
kepercayaan dan keyakinan nasabah serta untuk memelihara stabilitas laba. Tujuan dari manajemen likuiditas
adalah memelihara posisi aset likuid secara optimal dan Perseroan dapat memenuhi seluruh kewajiban kontraktual
dan ketentuan kewajiban keuangan, termasuk saat kondisi kritis. Perseroan menitik beratkan pada pemeliharaan
likuiditas yang cukup dalam bentuk kas, giro pada Bank Indonesia dan bank lain, penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) dan efek-efek
tersedia untuk dijual untuk memenuhi komitmennya pada para nasabah dan debitur, baik dalam pemberian kredit,
pembayaran deposito, dan kebutuhan likuiditas operasional.
Perseroan telah memiliki Pedoman Likuiditas dan Treasury serta Petunjuk Pelaksanaannya. Perseroan juga telah
melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian yang melekat pada aktivitas perkreditan,
aktivitas treasury dan investasi dan aktivitas pembiayaan.
c. Risiko Pasar
Pemantauan atas eksposur Perseroan terhadap risiko pasar dilakukan oleh Asset and Liability Committee (ALCO)
yang melakukan pengelolaan Manajemen Aset dan Liabilitas (ALMA). Tujuan pengelolaan risiko pasar adalah
untuk mencegah eksposur yang berlebihan yang dapat mempengaruhi pendapatan di luar yang ditetapkan
Perseroan, selain mengelola fluktuasi nilai pasar yang melekat pada instrumen keuangan.
Perseroan telah memiliki Pedoman Likuiditas dan Treasury serta petunjuk pelaksanaannya. Perseroan telah
melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian atas risiko pasar yang melekat pada aktivitas
perkreditan, aktivitas treasury dan investasi, dan aktivitas pendanaan. Risiko pasar dikelola dengan cara:
• Menetapkan kebijakan pengendalian risiko pasar yang disesuaikan dengan misi, strategi bisnis, kecukupan
permodalan, sumber daya manusia dan risk appetite Bank.
• Melaksanakan fungsi ALCO (Asset and Liability Committee) untuk membahas kondisi pasar dan menetapkan
tindakan yang akan diambil.
• Melakukan pemantauan terhadap semua transaksi dan aktivitas fungsional yang mempunyai eksposur risiko
pasar.
• Melakukan monitoring tingkat bunga.
• Melakukan pengawasan terhadap pos-pos aset dan liabilitas sesuai dengan jatuh temponya (repricing date).
• Melakukan penyesuaian tingkat bunga kredit dan dana setelah terjadi perubahan tingkat bunga pasar.
39
Page 60
7. KEJADIAN YANG SIFATNYA LUAR BIASA DAN TIDAK BERULANG LAGI DIMASA DATANG
Tidak terdapat kejadian yang sifatnya luar biasa yang terjadi sehubungan dengan kegiatan usaha yang dilakukan
oleh Perseroan yang mana berpotensi untuk dapat berulang lagi di masa yang akan datang.
8. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
Berikut adalah perubahan kebijakan akuntansi dalam periode 3 tahun terakhir
a. Dasar Penyusunan
Sebelum tanggal 30 Juni 2019, laporan keuangan Perseroan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, yaitu Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan
Indonesia, dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (”PAPI”). Pada tanggal 30 Juni 2019, laporan
keuangan Perseroan juga disusun sesuai dengan Peraturan Regulator Pasar Modal dalam rangka
Penawaran Umum Saham Perdana.
b. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing
Laporan keuangan Perseroan diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama
dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional).
Laporan keuangan Perseroan disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp) yang merupakan mata uang
fungsional Bank. Perseroan menyajikan pinjaman yang diterima sebagai transaksi dalam mata uang
asing pada laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019, dan diakui
pada kurs yang berlaku pada tanggal transaksi dan dijabarkan kembali menggunakan kurs laporan
(penutupan) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Perseroan tidak memiliki transaksi dalam mata uang
asing sebelum tanggal 30 Juni 2019.
c. Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan dan interpretasi pernyataan standar
akuntansi keuangan
Dalam tahun berjalan, Perseroan telah menerapkan standar dan sejumlah
amandemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode
akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2019 sebagai berikut:
• Amandemen PSAK 24, Imbalan Kerja tentang Amandemen, Kurtailmen atau Penyelesaian
Program
• Penyesuaian PSAK 46, Pajak Penghasilan
• ISAK 33, Transaksi Valuta Asing dan Imbalan di muka
• ISAK 34, Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan
• Amandemen PSAK 46, Pajak Penghasilan tentang Pengakuan Aset Pajak Tangguhan untuk
Rugi yang Belum Direalisasi
• Penyesuaian PSAK 66, Pengaturan Bersama
• Penyesuaian PSAK 67, Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain
Pada tanggal 1 Januari 2019, Perseroan menerapkan penyesuaian terhadap Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di 2019. Implementasi dari standar-standar tersebut tidak
menghasilkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi perusahaan dan jumlah
yang dilaporkan diperiode berjalan atau tahun sebelumnya.
40
Page 61
d. Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Reklasifikasi aset keuangan
Pada 2019, Perseroan melakukan reklasifikasi aset keuangan kelompok tersedia untuk dijual kepada
aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo. Perseroan tidak pernah melakukan reklasifikasi aset
keuangan pada tahun-tahun sebelumnya.
Perseroan tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok aset
keuangan FVTPL. Perseroan hanya dapat melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok pinjaman
yang diberikan dan piutang jika aset keuangan tersebut memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan
piutang dan reklasifikasi ke dimiliki hingga jatuh tempo jika Perseroan memiliki intensi dan kemampuan
memiliki aset keuangan untuk masa mendatang yang dapat diperkirakan atau hingga jatuh tempo dari
kelompok aset keuangan FVTPL atau dari kelompok tersedia untuk dijual. Aset keuangan tersebut
direklasifikasi pada nilai wajar pada tanggal reklasifikasi yang menjadi biaya perolehan diamortisasi yang
baru. Setiap keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam laba rugi tidak boleh dipulihkan. Setiap
keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam penghasilan komprehensif lain diamortisasi ke laba
rugi selama sisa umur aset keuangan (jika aset keuangan memiliki jatuh tempo tetap) atau tetap diakui
dalam penghasilan komprehensif lain sampai aset keuangan tersebut dilepas atau dijual (jika aset
keuangan tidak memiliki jatuh tempo tetap).
e. Laba per Saham
Sebelum tanggal 30 Juni 2019, Perseroan tidak menghitung dan tidak menyajikan laba per saham dalam
laporan keuangan. Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang
bersangkutan. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan
dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.
f. Informasi Segmen
Bank melaporkan segmen operasi berdasarkan PSAK 5 (Revisi 2009) berdasarkan produk dan jasa
yang dikelompokkan dalam kategori sebagai berikut:
● Online
Segmen ini terdiri dari aktivitas yang berkaitan dengan produk dan jasa digital. Sebagian besar
aktivitas tidak melibatkan interaksi secara fisik.
● Brick and mortar
Segmen ini terdiri dari aktivitas yang berkaitan dengan produk dan jasa bank konvesional. Sebagian
besar aktivitas melibatkan bank secara fisik dan infrastruktur seperti cabang-cabang.
● Kantor pusat
Segmen ini terdiri dari aktivitas treasuri dan lainnya yang tidak termasuk ke dalam kategori di atas.
41
Page 62
VI. FAKTOR RISIKO
Investasi dalam Saham Yang Ditawarkan mengandung sejumlah risiko. Calon investor harus berhati-hati dalam
mempertimbangkan seluruh informasi yang terdapat dalam Prospektus ini, khususnya risiko-risiko usaha di bawah
ini, dalam melakukan evaluasi sebelum membeli Saham Yang Ditawarkan. Risiko tambahan yang saat ini belum
diketahui atau dianggap tidak material oleh Perseroan juga dapat berpengaruh material dan merugikan pada
kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. Harga Saham yang
Ditawarkan Perseroan dapat turun dikarenakan salah satu risiko ini, dan calon investor dapat kehilangan sebagian
atau seluruh investasinya. Deskripsi pada bagian ini yang berhubungan dengan Pemerintah, data makroekonomi
Indonesia atau informasi mengenai industri dimana Perseroan beroperasi, diperoleh dari publikasi resmi
Pemerintah atau sumber pihak ketiga lainnya yang tidak diverifikasi secara independen oleh Perseroan.
Risiko-risiko yang akan diungkapkan dalam uraian berikut merupakan risiko-risiko material bagi Perseroan serta
telah dilakukan pembobotan berdasarkan dampak dari masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan
Perseroan dimulai dari risiko utama.
MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SEMUA RISIKO MATERIAL YANG
DIHADAPI OLEH PERSEROAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA TELAH
DIUNGKAPKAN DAN DISUSUN BERDASARKAN BOBOT RISIKO YANG AKAN MEMILIKI
DAMPAK PALING BESAR HINGGA DAMPAK YANG PALING KECIL BAGI PERSEROAN
A. Risiko Utama
Risiko Kredit
Risiko kredit merupakan risiko utama yang dihadapi Perseroan karena bagian terbesar dari aset yang dimiliki
Perseroan sebagai suatu bank adalah berupa kredit yang diberikan kepada nasabah. Risiko kredit timbul
apabila debitur / counterparty tidak mampu memenuhi kewajibannya baik berupa pokok pinjaman maupun
bunganya. Selain karena pemberian kredit kepada nasabah, risiko kredit dapat bersumber dari berbagai
aktivitas fungsional seperti treasury dan investasi. Hal tersebut dapat terjadi disebabkan adanya faktor
internal dan eksternal. Faktor internal berupa kelalaian dalam pengambilan keputusan pemberian kredit
(termasuk penempatan dana lainnya) dan pelanggaran terhadap prinsip kehati-hatian, sedangkan faktor
eksternal berupa terjadinya kegagalan usaha debitur. Apabila jumlah kredit dan/atau penempatan dana
lainnya yang tidak dapat dikembalikan oleh debitur dan/atau counterparty cukup material, maka akan
menurunkan kinerja dan pendapatan Perseroan.
Perseroan secara berkesinambungan aktif mengelola dan menjalankan program manajemen risiko dan
memonitor portofolio kredit yang dimiliki oleh Perseroan, serta terus menyempurnakan kebijakan prosedur
dan sistem manajemen risiko kredit yang telah ada. Namun demikian, Perseroan tidak dapat menjamin bahwa
kebijakan, prosedur dan sistem tersebut sempurna. Kegagalan atas kebijakan, prosedur dan sistem
manajemen risiko kredit Perseroan dapat mengakibatkan bertambahnya NPL (Non-Performing Loan) yang
dimiliki sehingga akan berdampak negatif atas kualitas portofolio kredit Perseroan. Lebih lanjut, kualitas
portofolio kredit dapat juga memburuk akibat berbagai alasan lainnya, termasuk faktor-faktor yang berada
di luar kendali Perseroan. Apabila hal ini terjadi, maka menurunnya kualitas portofolio kredit Perseroan
tersebut dapat berdampak secara negatif terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha Perseroan.
Pada saat Prospektus ini diterbitkan, portofolio kredit terbesar Perseroan adalah penyaluran kredit kepada
sektor retail dan mikro. Hal ini menyebabkan paparan risiko kredit terbesar akan berada pada portofolio
di sektor tersebut.
42
Page 63
B. Risiko Terkait Dengan Kegiatan Usaha Perseroan
1. Risiko Operasional
Perseroan juga dihadapkan pada berbagai jenis risiko operasional. Perseroan dihadapkan pada risiko
operasional yang antara lain disebabkan kegagalan Sumber Daya Manusia (SDM), tidak berfungsinya
proses internal, tidak efektifnya sistem dan prosedur operasional, serta adanya kejadian eksternal yang
mempengaruhi operasional Bank secara langsung maupun tidak langsung, yang dapat menimbulkan
kerugian finansial maupun non finansial. Apabila penyimpangan-penyimpangan tersebut sering terjadi
dan menimbulkan dampak kerugian keuangan bagi Perseroan, maka dapat menimbulkan dampak negatif
terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha Perseroan.
Risiko operasional yang melekat dalam Perseroan perbankan lebih ditekankan kepada pelaksanaan
transaksi, produk, klien, proses bisnis serta proses manajemen. Selain itu, sistem informasi teknologi yang
tidak mendukung dapat mengganggu kelancaran operasional dan mutu pelayanan kepada nasabah.
Dalam era teknologi saat ini, efektivitas operasional Perseroan tergantung dari kemampuan mendapatkan
akses yang akurat dan dapat dipercaya serta tepat waktu seperti pengelolaan likuiditas dan optimalisasi
layanan serta produk bank. Ketidakmampuan Perseroan untuk mengerti dan memahami perkembangan
teknologi akan menurunkan mutu pelayanan kepada nasabah di samping menciptakan kondisi rawan
terhadap kejahatan yang pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan Perseroan.
2. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko akibat ketidakmampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh
tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan
tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank. Ketidakmampuan memperoleh sumber
pendanaan arus kas sehingga menimbulkan risiko likuiditas dapat disebabkan antara lain oleh:
• Ketidakmampuan menghasilkan arus kas yang berasal dari aset produktif maupun yang berasal dari
penjualan aset termasuk aset likuid; dan/atau
• Ketidakmampuan menghasilkan arus kas yang berasal dari penghimpunan dana, transaksi antar-
bank, dan pinjaman yang diterima.
Pendanaan Perseroan sebagian besar berasal dari sumber-sumber dana yang secara kontraktual
berjangka pendek seperti giro, tabungan, dan deposito berjangka, sedangkan penyalurannya pada kredit
yang secara kontraktual memiliki jangka waktu relatif panjang. Kesenjangan (maturity mismatch) jangka
waktu tersebut akan menimbulkan risiko likuiditas, yaitu kegagalan Perseroan dalam memenuhi
komitmennya kepada nasabah dan pihak lainnya pada saat jatuh tempo. Maturity mismatch yang tidak
bisa dikendalikan, serta ketidakmampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban dengan menghasilkan
arus kas yang diperlukan dapat memberikan dampak negatif pada kinerja keuangan Perseroan.
Selain maturity mismatch, Perseroan juga harus mengimbangi antara pertumbuhan kredit dengan
kecukupan sumber dana. Apabila kebutuhan pertumbuhkan kredit Perseroan tidak bisa diimbangi oleh
sumber dana yang memadai dari nasabah maupun dari fasilitas antar perbankan, maka terdapat risiko
likuiditas.
3. Risiko Persaingan
Industri perbankan di Indonesia memiliki relatif cukup banyak institusi yang menjalankan kegiatan usaha
utama perbankan yang serupa, baik dalam pemberian kredit maupun menghimpun dana pihak ketiga dari
nasabah. Hal ini menyebabkan adanya persaingan yang ketat, seperti persaingan dalam suku bunga
tabungan yang ditawarkan kepada nasabah.
Jika Perseroan lalai dalam mengembangkan kualitas layanan dan SDM, inovasi produk, serta kapasitas
dalam mengikuti perkembangan di industri perbankan untuk tetap dapat bersaing dengan kompetitor,
maka hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap hasil usaha dan kondisi keuangan Perseroan.
43
Page 64
4. Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko pada posisi neraca dan rekening administratif, termasuk transaksi derivatif,
yang disebabkan oleh perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar yang meliputi risiko suku bunga,
risiko nilai tukar, risiko ekuitas, dan risiko komoditas. Risiko ini dapat berasal dari posisi trading book,
maupun posisi banking book. Dampak risiko pasar terhadap kegiatan usaha Perseroan disebabkan
antara lain oleh meningkatnya suku bunga pasar yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan penurunan
nilai aktiva dan/atau meningkatkan beban Perseroan.
Dengan mempertimbangkan kegiatan bisnis yang dilakukan oleh Perseroan saat ini, kemungkinan
kerugian yang dihadapi Perseroan dari risiko pasar sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh status
Perseroan sebagai Bank Non-Devisa, sehingga tidak memiliki portofolio aset perdagangan atau transaksi
derivatif, atau secara umum Perseroan kurang terekspos dengan risiko pasar. Namun hal ini dapat
berubah di masa mendatang ketika Perseroan melakukan pengembangan atas usahanya.
5. Risiko Stratejik
Risiko stratejik adalah risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi
Perseroan yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya
Perseroan terhadap perubahan eksternal.
Potensi risiko yang dapat muncul akibat dari keputusan stratejik terkait diantaranya:
a. Rencana stratejik dan rencana bisnis tidak sejalan dengan visi dan misi Perseroan.
b. Strategi bisnis tidak dikembangkan dengan baik.
c. Salah memperhitungkan kebutuhan sumber daya perusahaan seperti SDM, cabang baru, produk baru
dan sebagainya.
d. Kondisi eksternal seperti indikator ekonomi yang tidak mendukung, kondisi pasar yang tidak tepat,
perilaku nasabah yang tidak sesuai, dan sebagainya.
Apabila Perseroan tidak melakukan mitigasi risiko ini maka Perseroan akan mengalami dampak secara
negatif terhadap kegiatan usaha dan kondisi keuangan, antara lain penurunan pendapatan.
6. Risiko Reputasi
Risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan
(stakeholder) yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Perseroan. Risiko ini dapat timbul antara
lain akibat pemberitaan negatif mengenai Perseroan atau ketidakmampuan Perseroan dalam menangani
pengaduan nasabah. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, Perseroan selalu memantau berita-berita
negatif di media massa dan menangani setiap komplain nasabah karena Perseroan menyadari
pentingnya kepuasan pelanggan dan perlindungan nasabah. Selain itu, Perseroan juga menjalankan
fungsi kehumasan (Public Relations) dan merespon pemberitaan negatif atau kejadian lainnya yang dapat
mempengaruhi reputasi Bank.
Dampak menurunnya reputasi Perseroan dapat berakibat pada menurunnya kemampuan Perseroan
dalam menghimpun dana dari nasabah dan pihak lainnya, selain itu dari sisi penyaluran dana, turunnya
reputasi Perseroan dapat juga mempengaruhi kepercayaan masyarakat untuk mengajukan kredit kepada
Perseroan. Hal ini secara langsung akan berdampak negatif pada kinerja keuangan Perseroan.
7. Risiko Kepatuhan
Risiko Kepatuhan adalah risiko akibat Perseroan tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan
perundang-undangan, peraturan perbankan, dan ketentuan lainnya yang berlaku. Risiko ini memiliki
dampak yang sangat signifikan apabila tidak dikelola dengan memadai karena dampaknya dapat berupa
denda, maupun sanksi yang lebih berat. Terkait dengan hal tersebut, Perseroan selalu memperhatikan
bahwa risiko kepatuhan adalah risiko yang perlu dikelola dengan serius. Direktur Kepatuhan, melalui
Divisi Kepatuhan merupakan koordinator risiko kepatuhan yang mengelola risiko kepatuhan
di keseluruhan organisasi Perseroan.
44
Page 65
Pada prakteknya, risiko kepatuhan melekat pada risiko Perseroan yang terkait pada perundang-undangan
dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku, seperti risiko kredit yang terkait dengan Kewajiban
Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aset Produktif, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
(CKPN), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), risiko stratejik yang terkait dengan Rencana Bisnis
Bank (RBB) dan lain sebagainya. Ketidakmampuan Perseroan untuk memenuhi peraturan dan ketentuan
dapat berdampak negatif pada kelangsungan usaha Perseroan.
C. Risiko Umum
1. Kondisi perekonomian secara makro atau global
Eskalasi ketegangan hubungan dagang yang meningkat makin memengaruhi dinamika perekonomian
global. Ketegangan hubungan dagang makin nyata menurunkan volume perdagangan dunia dan
memperlambat pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara. Perekonomian Amerika Serikat (AS)
diprakirakan tumbuh lebih rendah akibat ekspor yang menurun, stimulus fiskal yang terbatas, serta
keyakinan pelaku ekonomi yang belum kuat. Ekonomi kawasan Eropa juga melambat dipengaruhi ekspor
yang melemah, dan permasalahan struktural terkait aging population yang berlanjut. Pertumbuhan
Tiongkok dan India juga melambat akibat penurunan kinerja sektor eksternal serta pelemahan konsumsi
dan investasi. Pertumbuhan ekonomi yang melambat kemudian mendorong sejumlah bank sentral
menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar. Di samping dampaknya terhadap pertumbuhan, tensi
ketegangan hubungan dagang yang makin tinggi memicu ketidakpastian di pasar keuangan global, yang
kemudian mendorong aliran modal keluar dari negara berkembang ke negara maju (flight to quality).
Perkembangan ekonomi dunia ini memberikan tantangan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi
dan menjaga arus masuk modal asing.
Indikator terkini mengkonfirmasi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS. Pertumbuhan ekonomi AS yang
solid pada triwulan I 2019 yakni sebesar 3,2% (yoy) diprakirakan bersifat temporer. Perlambatan ekonomi
AS turut dipengaruhi oleh perlambatan konsumsi dan investasi. Pertumbuhan konsumsi tertahan
tercermin dari perlambatan indikator Personal Consumer Expenditure (PCE) serta personal income.
Investasi AS masih lemah, terutama investasi nonresidensial yang diprakirakan melambat lebih dalam
akibat eskalasi ketegangan hubungan dagang. Ketidakpastian tarif berdampak negatif terhadap investasi
nonresidensial di tengah pertumbuhan yang melambat paska berakhirnya dampak stimulus fiskal.
Indikator produksi juga terus melambat tercermin pada Institute for Suppy Management (ISM)
Manufacturing dan ISM Production yang melanjutkan perlambatan, serta ISM New Orders yang masih
lemah. Sejalan dengan perlambatan ekonomi, perbaikan ketenagakerjaan terkendala oleh partisipasi
tenaga kerja yang rendah dan peningkatan upah yang tertahan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2019 diprakirakan melandai akibat kinerja ekspor yang turun.
Eskalasi ketegangan hubungan dagang telah berdampak pada penurunan kinerja ekspor Indonesia akibat
terbatasnya permintaan dunia dan turunnya harga komoditas, meskipun sejumlah komoditas seperti
kimia, besi dan baja, batubara dan minyak nabati masih relatif baik. Investasi nonbangunan belum
meningkat signifikan dipengaruhi dampak perlambatan ekspor, meskipun pertumbuhan investasi
bangunan tetap kuat. Sementara itu, konsumsi diprakirakan tetap baik didukung terjaganya daya beli dan
keyakinan masyarakat. Permintaan domestik yang tumbuh terbatas dan kinerja ekspor yang menurun
mengakibatkan impor juga diprakirakan menurun. Ke depan, upaya untuk mendorong permintaan
domestik perlu ditingkatkan untuk memitigasi dampak negatif perlambatan ekonomi dunia akibat
ketegangan hubungan dagang. Secara keseluruhan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan
ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5,0-5,4%. Bank Indonesia akan menempuh
bauran kebijakan dengan Pemerintah, dan otoritas terkait untuk mendorong momentum pertumbuhan
ekonomi.
45
Page 66
Dampak dari melambatnya pertumbuhan ekonomi telah dirasakan dan dimulai dari diturunkannya Suku
Bunga The Fed hingga 2 (dua) kali dalam 2019. Hal ini ditujukan untuk menjaga tingkat inflasi serta
meningkatkan gairah pasar agar mampu bertahan dari tekanan persaingan global. Langkah tersebut pun
diikuti oleh Bank Indonesia yang telah menurunkan Suku Bunga acuannya sebanyak 3 (tiga) kali sebesar
75 bps hingga level 5,25%. Hal ini dilakukan untuk menggenjot pertumbuhan perekonomian Nasional.
Dengan diturunkannya Suku Bunga acuan, diharapkan mampu menurunkan bunga deposito dan kredit.
Dengan demikian, permintaan akan kredit dapat bertumbuh dan berdampak kepada meningkatnya
pembiayaan serta konsumsi yang secara perlahan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Suku
Bunga tersebut merupakan acuan bagi Perseroan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya seperti
penghimpunan dana serta penyaluran dana, sehingga penurunan Suku Bunga oleh Bank Indonesia dapat
mempengaruhi kinerja Perseroan serta kemampuan kompetitif Perseroan.
2. Tuntutan atau gugatan hukum
Perseroan di dalam usahanya tidak terlepas dari risiko hukum, yang disebabkan lemahnya aspek yuridis
seperti adanya tuntutan hukum, tidak adanya peraturan perundang-undangan yang mendukung, atau
kelemahan dalam perikatan. Kejadian tersebut dapat timbul dari tidak adanya kajian hukum, kelemahan
tindakan manajemen Perseroan, karyawan yang melanggar hukum, dan perbuatan pelanggaran lain yang
merugikan Perseroan maupun pihak lain seperti nasabah atau masyarakat.
Sebagai perusahaan yang berdiri dalam sebuah negara hukum, Perseroan harus selalu tunduk terhadap
segala peraturan hukum yang berlaku. Kegagalan Perseroan dalam mengikuti peraturan hukum yang
berlaku akan mengakibatkan pada timbulnya tuntutan hukum yang akan ditujukan kepada Perseroan.
Semakin banyak tuntutan hukum yang muncul maka semakin besar biaya yang akan dikeluarkan oleh
Perseroan. Apabila kondisi ini dialami oleh Perseroan dan bersifat material, maka hal ini akan memiliki
dampak yang signifikan terhadap kinerja Perseroan.
3. Kebijakan pemerintah
Perseroan bergerak di bidang pemberian kredit kepada sektor usaha baik barang ataupun jasa
di Indonesia. Memperhatikan hal tersebut, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terhadap sektor
industri manapun dapat berpengaruh terhadap kinerja Perseroan. Hal ini dikarenakan Perseroan
bergantung terhadap kelancaran pembayaran dari debiturnya dan perubahan kebijakan pemerintah dapat
mempengaruhi kinerja keuangan dari debitur yang bersangkutan. Pada saat yang bersamaan, kebijakan
pemerintah di sektor moneter turut mempengaruhi kebijakan yang diambil oleh Perseroan seperti tingkat
suku bunga. Dengan demikian, perubahan kebijakan pemerintah dapat menempatkan Perseroan pada
posisi yang terekspos terhadap risiko-risiko lainnya, seperti risiko kredit dan risiko likuiditas.
4. Ketentuan negara lain atau peraturan internasional
Kegiatan perbankan yang dilakukan oleh Perseroan tidak terbatas hanya dengan pemangku kepentingan
yang berada di Indonesia, namun juga yang berada di luar negeri (internasional). Dengan demikian,
Perseroan memerlukan pengetahuan yang berbeda dengan kegiatan perbankan di Indonesia, khususnya
mengenai ketentuan hukum yang berlaku di negara tersebut ataupun peraturan internasional lain yang
mengikat. Oleh karena itu, Perseroan dihadapkan pada risiko mendapatkan peringatan bahkan sanksi
dari instansi yang berwenang di negara tersebut yang pada akhirnya dapat mengganggu hasil usaha dan
kinerja keuangan Perseroan.
46
Page 67
D. Risiko Terkait Investasi Saham Perseroan
1. Harga Saham Perseroan mungkin mengalami fluktuasi yang signifikan di kemudian hari
Harga saham Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana dapat berfluktuasi cukup besar, dikarenakan
berbagai faktor antara lain:
● persepsi atas prospek usaha Perseroan dan industri Perbankan secara umum;
● perubahan kondisi ekonomi, politik atau kondisi pasar di Indonesia;
● perbedaan kinerja keuangan dan operasional Perseroan secara aktual dengan ekspektasi
investor dan analis;
● perubahan rekomendasi atau persepsi para analis terhadap Perseroan atau Pasar Modal dan
kondisi ekonomi Indonesia;
● pengumuman oleh Perseroan mengenai aksi korporasi seperti akuisisi, aliansi strategis,
kerjasama atau divestasi yang signifikan;
● perubahan harga saham perusahaan-perusahaan (khususnya di Asia) dan di negara-negara
berkembang;
● penambahan atau kehilangan karyawan kunci;
● putusan akhir atas suatu litigasi yang sedang berjalan atau yang akan terjadi di masa mendatang;
● penjualan saham yang dilakukan oleh Pemegang Saham Utama dan/atau Pemegang Saham
Pengendali Perseroan;
● fluktuasi harga-harga saham di Pasar Modal Indonesia.
2. Likuiditas Saham Perseroan
Tidak ada jaminan bahwa pasar untuk saham Perseroan akan berkembang atau, jika pasar untuk
saham Perseroan berkembang, tidak ada jaminan bahwa saham Perseroan akan likuid. Jika
dibandingkan dengan pasar modal di negara-negara maju, Pasar Modal Indonesia relatif kurang likuid,
memiliki volatilitas yang lebih tinggi dan memiliki standar akuntansi yang berbeda. Harga-harga
di Pasar Modal Indonesia juga relatif lebih tidak stabil dibandingkan dengan pasar modal lainnya. Oleh
karena itu, Perseroan tidak bisa memprediksi bahwa likuiditas saham Perseroan akan terjaga.
Kemampuan untuk menjual dan menyelesaikan perdagangan di Bursa Efek dapat memiliki risiko
keterlambatan. Dengan demikian, tidak ada jaminan bahwa pemegang saham Perseroan akan dapat
menjual sahamnya pada harga atau waktu tertentu dimana pemegang saham tersebut akan mampu
melakukannya di pasar saham yang lebih likuid.
Pasar Modal di Indonesia, walaupun sedang berkembang pesat, memiliki nilai kapitalisasi pasar
sahamnya relatif masih sangat kecil dibandingkan dengan negara-negara maju, sehingga harga-harga
saham yang diperdagangkan di Pasar Modal Indonesia relatif lebih tidak stabil dibandingkan dengan
di negara maju. Perbedaan besaran nilai kapitalisasi saham di Pasar Modal juga dapat menunjukkan
bahwa masyarakat yang berpartisipasi dalam Pasar Modal beberapa negara maju tersebut, memiliki
pemahaman, kekuatan finansial, dan kemauan yang lebih tinggi untuk berinvestasi saham di Pasar
Modal, sehingga jika saham suatu perusahaan tercatat di beberapa negara maju tersebut hendak
diperdagangkan, maka pihak yang akan menjual saham perusahaan tersebut relatif akan memiliki
peluang lebih besar untuk mendapatkan pihak yang bersedia untuk membeli saham perusahaan
tersebut.
3. Kemampuan Perseroan untuk membayar dividen di kemudian hari
Pembagian dividen akan dilakukan berdasarkan RUPS dengan mempertimbangkan beberapa faktor
antara lain saldo laba ditahan, kondisi keuangan, arus kas dan kebutuhan modal kerja, serta belanja
modal, ikatan perjanjian dan biaya yang timbul terkait ekspansi Perseroan. Selain itu, kebutuhan
pendanaan atas rencana pengembangan usaha di masa mendatang dan juga risiko akan kerugian
yang dibukukan dalam laporan keuangan dapat menjadi alasan yang mempengaruhi keputusan
Perseroan untuk tidak membagikan dividen. Beberapa faktor tersebut dapat berdampak pada
47
Page 68
kemampuan Perseroan untuk membayar dividen kepada pemegang sahamnya, sehingga Perseroan
tidak dapat memberikan jaminan bahwa Perseroan akan dapat membagikan dividen atau Direksi
Perseroan akan mengumumkan pembagian dividen.
4. Kepentingan Pemegang Saham Pengendali dapat bertentangan dengan kepentingan pembeli
Saham Yang Ditawarkan
Setelah Penawaran Umum Perdana, Pemegang Saham Pengendali yang memiliki lebih dari 50% dari
jumlah seluruh saham Perseroan yang beredar, dapat memegang kendali efektif atas Perseroan,
termasuk kewenangan untuk memilih Direktur dan Komisaris Perseroan dan menentukan hasil dari
suatu tindakan yang membutuhkan persetujuan pemegang saham. Walaupun Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan wajib memperhatikan setiap kepentingan perusahaan dan pemegang saham
termasuk pemegang saham minoritas, namun dengan mempertimbangkan bahwa Pemegang Saham
Pengendali dapat memiliki kepentingan bisnis di luar Perseroan, Pemegang Saham Pengendali dapat
mengambil tindakan yang lebih menguntungkan bagi kepentingan bisnis Pemegang Saham
Pengendali tersebut dibandingkan kepentingan Perseroan, dimana hal ini dapat berdampak material
dan merugikan terhadap bisnis, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek Perseroan. Oleh karena
itu, Pemegang Saham Pengendali telah dan akan tetap memiliki pengaruh signifikan atas Perseroan,
termasuk pengaruh sehubungan dengan:
● menyetujui penggabungan, konsolidasi atau pembubaran Perseroan;
● memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan dan urusan Perseroan;
● memilih sebagian besar Direktur dan Komisaris Perseroan; dan
● menentukan hasil dari tindakan yang memerlukan persetujuan pemegang saham (selain dari
persetujuan atas transaksi yang memiliki benturan kepentingan dimana Pemegang Saham
Pengendali memiliki benturan kepentingan atau memiliki hubungan afiliasi dengan Direktur,
Komisaris atau Pemegang Saham Utama (pemegang saham yang memiliki 20% atau lebih dari
saham yang beredar) yang memiliki benturan kepentingan diharuskan untuk tidak memberi suara
berdasarkan Peraturan OJK), termasuk waktu dan pembayaran atas dividen di masa depan.
Di masa yang akan datang, Perseroan dapat melakukan transaksi dengan entitas yang dikendalikan
oleh Pemegang Saham Pengendali dan pihak terkait lainnya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Tidak
ada jaminan bahwa transaksi tersebut akan dilakukan pada syarat dan ketentuan yang
menguntungkan bagi Perseroan, namun setiap transaksi benturan kepentingan (sebagaimana
didefinisikan dalam peraturan OJK) yang dilakukan Perseroan dengan pihak terafiliasi setelah
Penawaran Umum Perdana wajib memperoleh persetujuan pemegang saham independen sesuai
dengan peraturan OJK.
48
Page 69
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK
Tidak terdapat kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil
usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen tertanggal 20 November 2019 atas
Laporan Keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019 yang dicantumkan
dalam Prospektus ini dan telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan dan ditandatangani oleh Elisabeth Imelda, auditor
independen dengan opini tanpa modifikasian.
Selain yang telah disebutkan di atas, manajemen Perseroan menyatakan tidak terdapat kejadian penting setelah
tanggal Laporan Auditor Independen sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran yang berdampak
material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan.
49
Page 70
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA
KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA
A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN
1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN
Perseroan didirikan dengan nama “PT Anglomas International Bank” berdasarkan Akta Perseroan Terbatas
No. 32 tanggal 15 Maret 1991, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 24 tanggal 12 Juni 1991,
keduanya dibuat di hadapan Eddy Widjaja, S.H., Notaris di Surabaya. Akta tersebut telah memperoleh
pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C2-2650.01.01.th.91 tanggal 1 Juli 1991,
didaftarkan dalam Kantor Panitera Pengadilan Negeri Surabaya di bawah No. 518/1991, 519/1991 dan 520/1991
pada tanggal 17 Juli 1991 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 70 tanggal
30 Agustus 1991, Tambahan No. 2808 (“Akta Pendirian”).
Berdasarkan Akta Pendirian, struktur permodalan dan susunan kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai
berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham
Keterangan %
Jumlah Lembar Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Modal Dasar 50.000 50.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Leo Ngali 50 50.000.000 0,45
Haji Mohammad Yusuf Bambang 2.700 2.700.000.000 24,55
Sujanto
Harianto Wibisono 2.750 2.750.000.000 25,00
Ali Sugiharto 2.750 2.750.000.000 25,00
Heru Wibisono 2.750 2.750.000.000 25,00
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 11.000 11.000.000.000 100,00
Jumlah Saham Portepel 39.000 39.000.000.000 -
Maksud dan tujuan Perseroan berdasarkan Akta Pendirian adalah menjalankan dan mengusahakan segala urusan
bank umum dengan kegiatan usaha utama perkejaan perbankan pada umumnya.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 36 tanggal 10 Juli 2014, dibuat di hadapan
Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya, para pemegang saham Perseroan telah mengubah nama
Perseroan dari semula “PT Anglomas International Bank” menjadi “PT Bank Amar Indonesia”. Akta tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-06072.40.20.2014 tanggal
23 Juli 2014 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham denga No. AHU-
0076593.40.80.2014 tanggal 23 Juli 2014.
Pada tahun 2008, Tolaram Group Inc (dahulu bernama Wishart Investment Inc) melakukan akuisisi terhadap
Perseroan dan menjadi pemegang saham pengendali Perseroan. Akuisisi Perseroan tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Bank Indonesia berdasarkan Surat Bank Indonesia No. 10/44/GBI/DPIP/Rahasia tanggal
31 Maret 2008 perihal Keputusan atas Rencana Akuisisi Saham Perseroan oleh Wishart Investment Inc.
Sejak Akta Pendirian sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, anggaran dasar Perseroan telah
mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir anggaran dasar Persroan adalah berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Sirkuler Sebagai Pengganti Dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan No. 277
tanggal 26 Agustus 2019, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat
(“Akta 277/2019”), yang antara lain memuat persetujuan pemegang saham Perseroan atas:
a. rencana penawaran umum perdana atas saham-saham Perseroan dan pencatatan saham-saham Perseroan
pada BEI, kecuali pencatatan atas 1% saham Perseroan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah
No. 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum, yakni sebagai berikut:
50
Page 71
(i) sebanyak 50.000.000 saham milik Ghansham Jivatram, masing-masing bernilai nominal Rp100, yang
mewakili 0,622% modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana;
(ii) sebanyak 30.100.000 saham milik Krishna Kumar Agrawal, masing-masing bernilai nominal Rp100,
yang mewakili 0,375% modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana;
dan
(iii) sebanyak 251.000 saham milik A Henry Mixson Lumban Batu, masing-masing bernilai nominal
Rp100, yang mewakili 0,003% modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum
Perdana;
b. perubahan status Perseroan dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka dan pengubahan nama
Perseroan dari “PT Bank Amar Indonesia” menjadi “PT Bank Amar Indonesia Tbk”;
c. perubahan nilai nominal masing-masing saham dari semula Rp1.000.000 menjadi Rp100;
d. penawaran atau penjualan atas sebanyak-banyaknya 1.206.068.500 (satu miliar dua ratus enam juta enam
puluh delapan ribu lima ratus) saham Perseroan yang dimiliki oleh Tolaram Group Inc, masing-masing
bernilai nominal Rp100;
e. perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Perdana sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar modal, termasuk penyesuaian
ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tentang maksud dan tujuan Perseroan; dan
f. perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Akta 277/2019 telah memperoleh: (i) persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan
No. 0058901.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
Menkumham dengan No. AHU-150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019, (ii) penerimaan
pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Penerimaan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. AHU-
AH.01.03-0321105 tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan
No. AHU-0150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019 dan (iii) penerimaan pemberitahuan dari
Menkumham berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0321106
tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-
0150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019.
Maksud dan tujuan Perseroan berdasarkan Akta 277/2019 adalah berusaha dalam bidang bank umum swasta
non devisa. Untuk mencapai maksud dan tujuan, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
Kegiatan usaha utama:
a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat
deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu;
b. Memberikan pinjaman baik jangka panjang, jangka menengah atau pinjaman dalam bentuk yang pada
umumnya diberikan dalam usaha perbankan
c. Menerbitkan surat pengakuan hutang
d. Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabah,
meliputi
i. surat-surat wesel, termasuk wesel yang diakseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak lebih lama
dari pada kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud
51
Page 72
ii. surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari
kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud
iii. kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah
iv. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
v. Obligasi
vi. surat dagang berjangka waktu, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
vii. instrumen surat berharga lainnya yang berjangka waktu, sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
e. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah
f. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan
menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel atas unjuk, cek atau sarana lainnya
g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar
pihak ketiga
h. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang-barang dan surat berharga
i. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak
j. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang
tidak tercatat di bursa efek
k. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat
l. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia
atau Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disingkat ”OJK“) atau instansi yang berwenang lainnya
m. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan, seperti
perusahaan sewa guna usaha, perusahaan modal ventura, perusahaan efek, perusahaan asuransi, serta
lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia atau OJK atau instansi yang berwenang lainnya
n. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit, dengan syarat
harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia
atau OJK atau instansi yang berwenang lainnya
o. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun, sesuai dengan ketentuan dalam
peraturan perundang- undangan dana pensiun yang berlaku; dan
p. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku, termasuk antara lain tindakan dalam rangka restrukturisasi atau
penyelamatan kredit antara lain membeli, melalui pelelangan atau dengan cara lain, agunan, baik semua
maupun sebagian, dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan
agunan yang dibeli wajib dicairkan secepatnya.
52
Page 73
Kegiatan usaha penunjang:
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud sebelumnya, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha
penunjang sebagai berikut:
a. meminjam dana dari pihak ketiga untuk disalurkan sebagai pinjaman yang pada umumnya diberikan dalam
usaha perbankan; dan
b. melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, khususnya di bidang perbankan.
2. PERKEMBANGAN PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN SELAMA 3 (TIGA)
TAHUN TERAKHIR
Berikut ini adalah perkembangan permodalan dan kepemilikan saham Perseroan selama 3 (tiga) tahun terakhir:
Tahun 2016
a. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 16 tanggal 1 April 2016,
dibuat di hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya (“Akta 16/2016”), para pemegang saham
Perseroan telah menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan dari
Rp400.000.000.000 menjadi sebesar Rp500.000.000.000, sehingga struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan adalah menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham
Keterangan Jumlah Lembar %
Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Saham
Modal Dasar 1.000.000 1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Wishart Investments Inc 495.000 495.000.000.000 99
Ghansham Jivatram 5.000 5.000.000.000 1
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 500.000 500.000.000.000 100
Jumlah Saham Portepel 500.000 500.000.000.000 -
Akta 16/2016 telah memperoleh penerimaan pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0040770 tanggal 18 April
2016 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-
0047938.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 18 April 2016. Peningkatan modal berdasarkan Akta 16/2016 juga
telah dicatat dalam administrasi pengawas OJK (Perbankan) berdasarkan Surat OJK No. S-
271/KR.041/2016 tanggal 18 Mei 2016.
b. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 506 tanggal 23 Juni
2016, dibuat di hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya (“Akta 506/2016”), para pemegang
saham Perseroan telah menyetujui adanya perubahan nama pemegang saham pengendali Perseroan dari
semula “Wishart Investments Inc” menjadi “Tolaram Group Inc.”, sehingga susunan pemegang saham
Perseroan menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham
Keterangan Jumlah Lembar %
Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Saham
Modal Dasar 1.000.000 1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Tolaram Group Inc. 495.000 495.000.000.000 99
Ghansham Jivatram 5.000 5.000.000.000 1
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 500.000 500.000.000.000 100
Jumlah Saham Portepel 500.000 500.000.000.000 -
53
Page 74
Perubahan nama pemegang saham tersebut tidak menyebabkan perubahan struktur permodalan dan
susunan kepemilikan saham dalam Perseroan.
Akta 16/2016 telah memperoleh penerimaan pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-AH.01.03-0063364 tanggal 30 Juni 2016 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-0082041.AH.01.11.Tahun 2016
tanggal 30 Juni 2016. Perubahan nama pemegang saham pengendali Perseroan dari “Wishart Investments
Inc” menjadi “Tolaram Group Inc.” tersebut juga telah dilaporkan kepada OJK (Perbankan) melalui Surat
No. 297/DIR/VI/2016 tanggal 20 Juni 2016 perihal Laporan Perubahan Nama Pemegang Saham yang telah
diterima oleh OJK (Perbankan) berdasarkan Tanda Terima OJK No.021289 diterima tanggal 21 Juni 2016.
Tahun 2017
Tidak ada perubahan struktur permodalan atau susunan pemegang saham.
Tahun 2018
Tidak ada perubahan struktur permodalan atau susunan pemegang saham.
Tahun 2019
a. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 88 tanggal 29 Mei 2019,
dibuat di hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya (“Akta 88/2019”), para pemegang saham
Perseroan telah menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan dari semula Rp1.000.000.000.000
menjadi Rp2.000.000.000.000 dan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan dari
Rp500.000.000.000 menjadi sebesar Rp803.510.000.000, sehingga struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham
Keterangan Jumlah Lembar %
Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Saham
Modal Dasar 2.000.000 2.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Tolaram Group Inc. 793.000 793.000.000.000 98,692
Ghansham Jivatram 5.000 5.000.000.000 0,622
Krishna Kumar Agrawal 3.010 3.010.000.000 0,375
A Henry Mixson Lumban Batu 2.500 2.500.000.000 0,311
Jumlah Modal Ditempatkan dan 803.510 803.510.000.000 100,00
Disetor 0
Jumlah Saham Portepel 1.196.490 1.196.490.000.000 -
Akta 88/2019 telah memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0031420.AH.01.02. Tahun 2019 tanggal 18 Juni 2019 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
Menkumham dengan No. AHU-0093870.AH.01.11. Tahun 2019 tanggal 18 Juni 2019. Peningkatan modal
berdasarkan Akta 88/2019 juga telah memperoleh persetujuan dari OJK (Perbankan) dan dicatat dalam
administrasi pengawas OJK (Perbankan) berdasarkan Surat OJK No. S-60/KR.041/2019 tanggal 20 Juni
2019.
Sehubungan dengan peningkatan modal berdasarkan Akta 88/2019, Tolaram dan Krishna Kumar Agrawal
melakukan penyetoran modal pada harga Rp1.750.000 per saham dan A Henry Mixson Lumban Batu
melakukan penyetoran modal pada harga nominal, yakni Rp1.000.000 per saham. Rincian penyetoran
modal oleh masing-masing pemegang saham tersebut adalah sebagai berikut:
a. Tolaram mengambil bagian saham baru sebanyak 298.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya
sebesar Rp298.000.000.000 yang disetorkan dengan cara sebagai berikut:
54
Page 75
i. penyetoran tunai sebesar Rp307.071.428.572 pada tanggal 4 April 2019 sebagaimana
tercantum dalam Rekening Koran Perseroan pada Bank Jatim untuk periode April 2019; dan
ii. konversi atas pinjaman Perseroan kepada Tolaram dengan jumlah pokok sebesar
Rp214.428.571.428 berdasarkan Perjanjian Pinjaman tertanggal 10 Desember 2018 antara
Tolaram dan Perseroan dan Perjanjian Pinjaman tertanggal 4 September 2018 antara
Perseroan dengan Tolaram Africa Pte. Ltd. (yang dialihkan kepada Tolaram berdasarkan
Perjanjian Pengalihan tertanggal 26 Februari 2019).
Dengan demikian, total penyetoran modal yang dilakukan oleh Tolaram untuk 298.000 saham baru
dalam Perseroan adalah sebesar Rp521.500.000.000 atau setara dengan Rp1.750.000 per saham.
b. Krishna Kumar Agrawal mengambil bagian saham baru sebanyak 3.010 saham dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp3.010.000.000 yang dilakukan dengan penyetoran tunai sejumlah
Rp5.267.500.000 sebagaimana tercantum dalam Informasi Mutasi Rekening Perseroan pada Bank
BCA pada tanggal 3 Mei 2019.
Dengan demikian, total penyetoran modal yang dilakukan oleh Krishna Kumar Agrawal untuk 3.010
saham baru dalam Perseroan adalah sebesar Rp5.267.500.000 atau setara dengan Rp1.750.000
per saham.
c. A Henry Mixson Lumban Batu mengambil bagian saham baru sebanyak 2.500 saham yang
dilakukan dengan penyetoran tunai pada nilai nominal saham sejumlah Rp2.500.000.000
berdasarkan Pemindah Bukuan Transaksi Internal Perseroan No. Ref. 00010 tanggal 11 April 2019.
Sehubungan dengan penyetoran oleh Tolaram dan Krishna Kumar Agrawal yang dilakukan di atas nilai
nominal per saham, Akta 88/2019 juga menyetujui pencatatan agio sebesar Rp225.757.500.000
dikarenakan adanya selisih nilai setiap lembar saham terhadap nilai nominal sebesar Rp750.000 untuk
301.010 saham baru.
Penyetoran yang dilakukan oleh Tolaram, Krishna Kumar Agrawal, dan A Henry Mixson Lumban Batu
dilakukan pada nilai nominal yang berbeda. Tolaram dan Krishna Kumar Agrawal melakukan penyetoran
modal dengan harga lebih tinggi berdasarkan harga penyetoran yang disepakati antar pemegang saham
dalam rangka mendukung kegiatan operasional Perseroan.
b. Berdasarkan Akta 277/2019, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui perubahan nilai nominal
saham Perseroan dari semula Rp1.000.000 menjadi Rp100, sehingga struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100,- per saham
Keterangan Jumlah Lembar %
Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Saham
Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Tolaram Group Inc. 7.930.000.000 793.000.000.000 98,692
Ghansham Jivatram 50.000.000 5.000.000.000 0,622
Krishna Kumar Agrawal 30.100.000 3.010.000.000 0,375
A Henry Mixson Lumban Batu 25.000.000 2.500.000.000 0,311
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 8.035.100.000 803.510.000.000 100,00
0
Jumlah Saham Portepel 11.964.900.000 1.196.490.000.000 -
3. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah
sebagaimana tercantum dalam Akta 132/2019, yakni sebagai berikut:
55
Page 76
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Navin Nahata
Komisaris Independen : Ir Zainal Abidin Hasni, MA
Komisaris Independen : Ratna Heimawaty Zain
Direksi
Direktur Utama : Vishal Tulsian
Direktur Kepatuhan : In Mawa
Direktur Operasional : Tuk Yulianto SH, MM
Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test)
Berdasarkan anggaran dasar Perseroan sebagaimana termaktub dalam Akta 277/2019, masa jabatan Dewan
Direksi dan Dewan Komisaris adalah 5 (lima) tahun atau pada tanggal penutupan RUPS atau tanggal yang
ditentukan pada RUPS yang menangkatnya sampai dengan penutupan RUPS taunan pada akhir 1 (satu) periode
masa jabatan tersebut. RUPS berhak untuk memberhentikan anggota Direksi dan Dewan Komisaris sewaktu-watu
sebelum masa jabatannya berakhir.
Berikut ini adalah keterangan singkat mengenai masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan:
DEWAN KOMISARIS
Navin Nahata, Komisaris Utama
Warga Negara India usia 43 tahun, memperoleh gelar Bachelor of Commerce
(Hons) dari St. Xavier’s College, India pada tahun 1994 dan Chartered
Accountant dari The Institute of Chartered Accountant of India, India pada
tahun 1998.
Menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tanggal 12 Maret 2019.
Memulai karir di ICICI Ltd, India sebagai Treasury (1999 – 2000), ICICI Ltd,
India sebagai Relationship Manager, Corporate Banking (2000 – 2004),
Tolaram Group - Nigeria sebagai CFO (2004 – 2008), Panabiz International
– Tolaram Group sebagai COO (2007 – 2008), Tolaram Group – Singapore
sebagai CFO (2009 – 2015).
Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris di PT Lotus Indah Textiles
Industries, CEO – Port Project di Lekki Port Project, dan Executive Director
di Tolaram Group Inc.
56
Page 77
Ir. Zainal Abidin Hasni MA, Komisaris Independen
Warga Negara Indonesia, usia 68 tahun. Memperoleh gelar Ir dari Institut
Teknologi Bandung pada tahun 1977 dan Master of Art dari University of
Nebraska Lincoln, Nebraska (USA) pada tahun 1985.
Menjabat sebagai Komisaris Independen sejak tanggal 28 Agustus 2017.
Memulai karir di Widya Pertiwi Engineering Consultant sebagai System
Engineer (1977), Indonesia Republic Motor Co. sebagai Production
Engineer (1977 – 1979), Bank Indonesia sebagai Credit Analyst Credit
Department (1979 – 1983), University of Nebraska Lincoln (USA) sebagai
Researcher - Money Market Department (1985 – 1992), Foreign Exchange
Department sebagai Deputy Manager (1992 – 1998), berbagai posisi
di Bank Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Regional Director -
Palembang Regional mencakup area Sumatera Selatan, Bengkulu, Bandar
Lampung dan Bangka Belitung (1998 – 2009), Universitas Bina Darma
sebagai Director of Post
Graduate Program (2009), Bank DKI sebagai Komisaris Independen (2010 –
2013).
Ratna Heimawaty Zain, Komisaris Independen
Warga negara Indonesia, usia 65 tahun. Menempuh Pendidikan Tinggi
di Universitas Kansai Gakuin Daingaku dan Universitas Indonesia dengan
jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan lulus pada tahun 1982. Pada
tahun 2000 memperoleh gelar Master in Business Administration dari
Universitas La Troube Melbourne.
Memulai karir di Yayasan Dana Pensiun dan Tunjangan Hari Tua Bank
Indonesia (YDPTHT-BI) pada bagian investasi (1992-1993). Kemudian
memulai karir bersama Bank Indonesia setelah menempuh Pendidikan Calon
Pegawai Muda (PCPM) XVI Bank Indonesia (1993-1994). Meniti karir di Bank
Indonesia hingga tahun 2010 dengan posisi terakhir sebagai Pengawas Bank
Madya. Menjadi anggota Komite Audit Bank DKI (2010-2016).
57
Page 78
DIREKSI
Vishal Tulsian, Direktur Utama
Warga Negara India usia 46 tahun dan telah menetap di Indonesia sejak
tahun 2013. Pendidikan terakhir Master of Business Administration dari
University of Liverpool, dan lulus dari Program Manajemen Eksekutif di
Harvard Business School pada tahun 2015.
Sebelumnya sebagai Direktur Bidang PT Bank Amar Bank Indonesia sejak
11 Desember 2015 hingga Juli 2019. Mulai menjabat sebagai Direktur
Utama sejak 29 Juli 2019
Memulai karir dari AV Birla Group sebagai Member of Corporate Finance
Group (1996 – 2000), Standard &Poor's, India sebagai Senior Analyst (2000
– 2003), mulai bergabung dengan Tolaram Group sejak tahun 2003 dengan
berbagai pengalaman eksekutif sebagai ahli keuangan dan entrepreneur
yang menangani jaringan bisnis Tolaram di Estonia selama 9 tahun,
Singapura selama 2 tahun, dan Indonesia selama 4 tahun. Terdaftar
sebagai anggota Chartered Accountant dan Cost and Work Accountant.
IN Mawa, Direktur Kepatuhan
Warga Negara Indonesia, usia 72 tahun. Pendidikan terakhir Sarjana Sosial
dari STIA Panglima Sudirman pada tahun 2000 dan merupakan Anggota
Ahli Honoris di Institut Bankir Indonesia.
Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan sejak tanggal 7 April 2000.
Memulai karir di Bank Bumi Daya Cab. Denpasar sebagai Staff Tata Usaha
(1971 – 1974), berbagai posisi di Bank Bumi Daya (sekarang Bank Mandiri)
dengan posisi terakhir sebagai Manager Audit (1971 – 1998), dan Bank
Anglomas Internasional (sekarang Bank Amar Indonesia) sebagai Kepala
SKAI (1999 – 2000).
58
Page 79
Tuk Yulianto SH, MM, Direktur Operasional
Warga Negara Indonesia usia 53 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Hukum
di Universitas Negeri Jember (UNEJ) pada tahun 1988 dan Magister
Manajemen di STIE Artha Bodhi Iswara Surabaya pada tahun 2008.
Menjabat sebagai Direktur Operasional sejak Juli 2019.
Memulai karir di Universitas Katolik Widya Karya Malang sebagai Dosen luar
biasa (1980 – 1989), Bank Pasar Harta Guna Malang sebagai Kepala
Bagian Credit Support (1990 – 1994), PT Istana Tiara Surabaya sebagai
Personal Manager (1995), PT Buana Bintang Bayu Malang sebagai
Marketing Corporate Dealer Coordinator (1996 – 1998), Malang Regents
Park Hotel sebagai Personal & General Affair Manager (1998 – 2002),
bergabung dengan PT Anglomas Internasional Bank pada tahun 2002
sebagai Kepala Divisi Kepatuhan, Personalia dan Umum sampai tahun
2004. Sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2013 menduduki posisi
Kepala Divisi Kepatuhan dan Manajemen Risiko, serta menjadi Anggota
Komite Remunerasi dan Nominasi. Menjabat sebagai Direksi Perseroan
sejak 2013.
Saat ini tidak ada hubungan kekeluargaan antar direksi, komisaris dan pemegang saham sudah sesuai dengan
akta anggaran dasar perusahaan nomor 61 tanggal 15 Nov 2008 Pasal 11 butir 7 dan Pasal 14 - butir 5
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebesar
Rp1.069.981.634 untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Sedangkan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, 2017 dan 2018, gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebesar Rp1.846.746.067, Rp1.902.484.757, dan Rp2.026.128.287
4. TATA KELOLA PERUSAHAAN
Perseroan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam rangka menjaga kepentingan
pemangku kepentingan dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Sehubungan dengan penerapan
prinsip tersebut, Perseroan telah memiliki Sekretaris Perusahaan, Unit Audit Internal, Komite Nominasi dan
Remunerasi, Komite Audit, serta telah menunjuk Komisaris Independen dan Direktur Independen.
Dengan diterapkannya prinsip GCG, Perseroan memiliki tujuan sebagai berikut:
● Mengatur hubungan antar pemangku kepentingan.
● Menjalankan usaha yang transparan, patuh pada peraturan, dan beretika bisnis yang baik.
● Peningkatan manajemen risiko.
● Peningkatan daya saing dan kemampuan Perseroan dalam menghadapi perubahan industri yang sangat
dinamis.
● Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan.
59
Page 80
Dewan Komisaris
Sepanjang tahun 2019 hingga 30 Juni 2019, Dewan Komisaris telah melakukan 1 (satu) kali rapat. Sedangkan
untuk kedepannya, Dewan Komisaris berencana akan melakukan rapat paling sedikit 6 (empat) kali dalam 1 (satu)
tahun sesuai dengan Peraturan OJK No. 33/2014 dan Peraturan OJK No. 55/2016 (sebagaimana berlaku). Seluruh
hasil rapat Dewan Komisaris dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik.
.
Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris antara lain adalah sebagai berikut:
1) Melakukan pengawasan dan bertanggungjawab atas pengawasan terhadap kebijakan pengurusan,
jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi
nasihat keapda Direksi;
2) Memberikan persetujuan atas rencana kerja tahunan Perseroan, selambat-lambatnya sebelum
dimulainya tahun buku yang akan datang;
3) Melakukan tugas yang secara khusus diberikan kepadanya menurut Anggaran Dasar, peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan/atau berdasarkan keputusan RUPS;
4) Melakukan tugas, wewenang dan tanggungjawab sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan
keputusan RUPS;
5) Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang dipersiapkan oleh Direksi serta menandatangani laporan
tahunan tersebut; dan
6) Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip
profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban serta
kewajaran;
7) Melaksanakan fungsi nominasi dan remunerasi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Untuk kedepannya, Dewan Komisaris termasuk Komisaris Independen akan terus melaksanakan dan
mengembangkan tugas-tugasnya selaku organ pengawas Perseroan sesuai dengan tercantum diatas dan dengan
tetap memperhatikan ketentuan UUPT, Peraturan OJK No. 34/2014, Peraturan OJK No. 55/2016 dan peraturan-
peraturan terkait lainnya.
Perseroan dan Dewan Komisaris tidak memiliki kontrak terkait dengan imbalan kerja setelah masa kerja berakhir.
Direksi
Sepanjang tahun 2019 hingga 30 Juni 2019, Direksi melakukan 6 (enam) kali rapat. Seluruh hasil rapat Direksi
dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik. Sedangkan untuk kedepannya, Direksi
berencana akan melakukan rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan sesuai dengan Peraturan OJK
No. 33/2014.
Tugas pokok dan tanggung jawab Direksi adalah antara lain adalah sebagai berikut:
1) Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta senantiasa
berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas Perseroan;
2) Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan untuk kepentingan Perseroan; dan
3) Menyusun rencana kerja tahunan yang memuat anggaran tahunan Perseroan dan wajib disampaikan
kepada Dewan Komisaris untuk memperoleh persetujuan Dewan Komisaris sebelum dimulainya tahun
buku yang akan datang.
Untuk kedepannya, Direksi akan terus melaksanakan dan mengembangkan tugas-tugasnya selaku organ
pengurus Perseroan sesuai dengan tercantum diatas dan dengan tetap memperhatikan ketentuan UUPT,
Peraturan OJK No. 33/2014, Peraturan OJK No. 55/2016 dan peraturan-peraturan terkait lainnya.
60
Page 81
Selama tahun 2019 dalam rangka peningkatan kompetensi Direksi, Perseroan akan mengikutsertakan Direksi
dalam seminar/workshop yang diadakan oleh berbagai institusi yang kompeten termasuk di antaranya yang
diadakan oleh OJK maupun Bursa Efek.
Sekretaris Perusahaan
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. 036/SK-DIR/SDM/VIII/2019 tanggal 26 Agustus 2019,
Perseroan mengangkat saudara Jelysia sebagai Sekretaris Perusahaan. Adapun fungsi dan/atau tanggung jawab
dari Sekretaris Perusahaan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tentang
Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik, antara lain mengikuti perkembangan Pasar Modal
khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal, memberikan masukan pada
Dewan Komisaris dan Direksi Emiten atau Perusahaan Publik untuk mematuhi peraturan perundang-undangan
di bidang Pasar Modal, membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tata kelola perusahaan,
sebagai penghubung antara Emiten atau Perusahaan Publik dengan pemegang saham, OJK, dan pemangku
kepentingan lainnya.
Alamat, nomor telepon, dan alamat email Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut:
Sekretaris Perusahaan
PT Bank Amar Indonesia Tbk
Kantor Pusat:
Jl. Basuki Rahmad No. 109,
Surabaya, 60271
Email: corsec@amarbank.co.id
Website:www.amarbank.co.id
Telp.:(031) 99015959 Faks.:(031) 9901595
Nama : Jelysia
Telp : 08161491378
Email : corsec@amarbank.co.id
Warga Negara Indonesia berusia 33 tahun. Pendidikan terakhir Bachelor of Commerce dari University of New
South Wales 2008. Memulai karir di Toshiba Australia sebagai Claims Coordinator (2011– 2012), PT. MNC
Investama, tbk sebagai Corporate Finance Staff (2012 – 2013) serta PT Metropolis Propertindo Utama sebagai
Corporate Finance (2013 – 2018). Menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan PT Bank Amar Indonesia sejak
26 Agustus 2019
Komite Audit
Guna memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman
Pelaksanaan Kerja Komite Audit (selanjutnya disebut “POJK No. 55/2015”) dan Peraturan OJK No. 55/2016,
Perseroan telah membentuk Komite Audit Perseroan berdasarkan Surat Keputusan No. 056-I/SK-DIR/IX/2017
tertanggal 29 September 2017. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No. 003/SK-
DEKOM/XI/2019 tanggal 20 November 2019 dan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. 060/SK-DIR/XI/2019
tanggal 20 November 2019, susunan anggota Komite Audit Perseroan adalah sebagai berikut:
Ketua: Ratna Heimawaty Zain
Warga negara Indonesia, usia 65 tahun. Menempuh Pendidikan Tinggi di Universitas Kansai Gakuin Daingaku
dan Universitas Indonesia dengan jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan lulus pada tahun 1982. Pada
tahun 2000 memperoleh gelar Master in Business Administration dari Universitas La Troube Melbourne. Memulai
karir di Yayasan Dana Pensiun dan Tunjangan Hari Tua Bank Indonesia (YDPTHT-BI) pada bagian investasi
(1992-1993). Kemudian memulai karir bersama Bank Indonesia setelah menempuh Pendidikan Calon Pegawai
Muda (PCPM) XVI Bank Indonesia (1993-1994). Meniti karir di Bank Indonesia hingga tahun 2010 dengan posisi
terakhir sebagai Pengawas Bank Madya. Menjadi anggota Komite Audit Bank DKI (2010-2016). Saat ini, beliau
juga menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan.
61
Page 82
Anggota: Haifan Yahya
Warga Negara Indonesia, 69 tahun, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Padjajaran
Bandung tahun 1977. Mengawali karir di perbankan sejak tahun 1998 sebagai staff administrasi valas di Bank
Bumi Daya Jakarta. Pada tahun 1996 – 2003 menjabat sebagai Kepala Cabang Bank Bumi Daya Surabaya dan
Jember, kemudian melanjutkan karirnya sebagai Internal Audit Division Head (SKAI) di Perseroan sejak tahun
2000 pensiun pada tahun 2017.
Anggota: Simon Hariyanto
Warga Negara Indonesia, 66 tahun, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya
tahun 1981 dan memperoleh gelar Magister Akuntansi dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tahun 2010.
Mengawali karir di Kantor Akuntan Publik Hadori dan Rekan Cabang Surabaya pada tahun 1980 - 1984 sebagai
staf auditor. Pada tahun 1984 – 1994 menjabat sebagai Auditor Internal di PT Boma Bisma Indra Surabaya,
kemudian pada tahun 1998 bergabung dengan Bank Amin Surabaya sebagai Staf Satuan Kerja Audit Internal.
Selain itu, beliau juga menjabat sebagai staf pengajar Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
sejak tahun 1984 hingga sekarang.
Komite Audit telah memiliki Piagam Komite Audit No. B.037/KAI-L1/VI/2019 tanggal 24 Juni 2019.
Uraian tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:
1) Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan oleh Perseroan kepada publik
dan/atau pihak otoritas antara lain laporan keuangan, proyeksi, dan laporan lainnya terkait dengan informasi
keuangan Perseroan.
2) Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berhubungan
dengan kegiatan Perseroan.
3) Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan akuntan
atas jasa yang diberikannya.
4) Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan akuntan yang didasarkan pada
independensi, ruang lingkup penugasan, dan imbalan jasa.
5) Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan
tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal.
6) Melakukan penelaahan terhadap independensi dan objektifitas akuntan publik.
7) Melakukan penelaahan terhadap kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik untuk
memastikan semua risiko.
8) Melakukan penelaahan terhadap aktifitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika
Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko dibawah Dewan Komisaris.
9) Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan.
10) Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan
kepentingan Perseroan.
11) Menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan informasi Perseroan.
12) Melakukan pemeriksaan terhadap adanya dugaan kesalahan dalam Keputusan Rapat Direksi atau adanya
penyimpangan dalam pelaksanaan hasil Keputusan Rapat Direksi. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan
sendiri oleh Komite Audit atau pihak independen yang ditunjuk oleh Komite Audit dengan biaya ditanggung
oleh Perseroan; dan
13) Menyampaikan laporan hasil penelaahan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan setelah
selesainya laporan hasil penelahaan yang dilakukan oleh Komite Audit.
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja
Komite Audit, Komite Audit wajib mengadakan rapat secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan,
atau dengan kata lain paling sedikit 4 (empat) kali dalam 1 (satu) tahun. Sepanjang tahun 2018, Komite Audit
mengadakan rapat sebanyak 7 (tujuh) kali, sedangkan per Juni 2019 Komite Audit telah mengadakan rapat
sebanyak 5 (lima) kali.
62
Page 83
Unit Audit Internal
Perseroan telah membentuk Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang melaksanakan fungsi audit internal dengan
menggunakan pendekatan audit berbasis risiko (risk-based audit), sehingga prioritas pengawasan akan dilakukan
terhadap proses atau unit yang memiliki risiko yang lebih besar. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.037/SK-
DIR/SDM/VIII/2018 tanggal 13 Agustus 2018, Perseroan mengangkat Toto Warsoko Pikir sebagai Kepala SKAI
setingkat Kepala Divisi.
Perseroan telah memiliki Piagam Audit Intern No. B.031/SKAI-L1/III/2019 tanggal 4 Mei 2019.
Secara umum, tugas dan tanggung jawab SKAI antara lain:
1. Merencanakan dan melaksanakan audit dengan penekanan pada bidang atau aktivitas yang terdapat risiko
tinggi, serta mengevaluasi efektivitas prosedur dan control system yang ada untuk memperoleh keyakinan
bahwa tujuan dan sasaran Perseroan dapat dicapai dengan optimal.
2. Melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan pembinaan terhadap satuan kerja / unit kerja / kantor cabang
dalam rangka memastikan kepatuhan pelaksanaan kebijakan dan ketentuan yang berlaku, berdasarkan
prinsip-prinsip kehati-hatian (prudential principle), manajemen risiko (risk management) dan tata kelola
perusahaan yang baik (good corporate governance).
3. Menyampaikan laporan audit kepada Direktur.
4. Menyiapkan laporan pelaksanaan pokok-pokok hasil audit yang akan disampaikan secara periodik kepada
regulator.
5. Menyiapkan laporan secara segera atas setiap temuan audit yang diperkirakan dapat mengganggu
kelangsungan usaha Perseroan, dengan tetap memperoleh persetujuan dari Direksi dan Dewan Komisaris.
KOMITE PEMANTAU RISIKO
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 012-A/SK-DIR/II/2018 tanggal 26 Februari 2018, Surat Keputusan
Direksi Nomor 033-A/SK-DIR/VI/2018 tanggal 28 Juni 2018, dan Surat Keputusan Direksi Nomor 012-B/SK-
DIR/II/2018 tanggal 26 Februari 2018 tentang Pengangkatan Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko PT Bank
Amar Indonesia, susunan Komite Pemantau Risiko Perseroan adalah sebagai berikut:
Ketua: Ir Zainal Abidin Hasni, MA.
Warga Negara Indonesia berusia 68 tahun. Memperoleh gelar Ir dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1977
dan Master of Art dari University of Nebraska Lincoln, Nebraska (USA) pada tahun 1985. Memulai karir di Widya
Pertiwi Engineering Consultant sebagai System Engineer (1977), Indonesia Republic Motor Co. sebagai
Production Engineer (1977 – 1979), Bank Indonesia sebagai Credit Analyst Credit Department (1979 – 1983),
University of Nebraska Lincoln (USA) sebagai Researcher - Money Market Department (1985 – 1992), Foreign
Exchange Department sebagai Deputy Manager (1992 – 1998), berbagai posisi di Bank Indonesia dengan posisi
terakhir sebagai Regional Director - Palembang Regional mencakup area Sumatera Selatan, Bengkulu, Bandar
Lampung dan Bangka Belitung (1998 – 2009), Universitas Bina Darma sebagai Director of Post Graduate Program
(2009), Bank DKI sebagai Komisaris Independen (2010 – 2013). Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris
Independen Perseroan.
Anggota: Haifan Yahya
Warga Negara Indonesia, 69 tahun, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Padjajaran
Bandung tahun 1977. Mengawali karir di perbankan sejak tahun 1998 sebagai staff administrasi valas di Bank
Bumi Daya Jakarta. Pada tahun 1996 – 2003 menjabat sebagai Kepala Cabang Bank Bumi Daya Surabaya dan
Jember, kemudian melanjutkan karirnya sebagai Internal Audit Division Head (SKAI) di Perseroan sejak tahun
2000.
Anggota: Dr. Syahrir Majidi, MM
Warga Negara Indonesia, 54 tahun dengan pendidikan terakhir Doktor dalam bidang Ilmu Manajemen-Konsentrasi
Manajemen Keuangan di Universitas Brawajiaya dengan predikat Cumlaude pada tahun 2009. Berpengalaman
sebagai eksekutif di beberapa perusahaan dan instifusi. Pada tahun 1996 – 2000 menjabat sebagai Direktur
63
Page 84
Perdagangan dan Keanggotaan Bursa Efek Surabaya, kemudian menjabat sebagai Konsultan pada Biro
Perekonomian Pemprov Jatim tahun 2000-2004, selanjutnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Jatim
Investment Management tahun 2004-2010, beliau telah menjabat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko
Perseroan sejak 2009. Di samping itu beliau juga tetap aktif terlibat dalam bidang akademik dengan memegang
jabatan seperti Dosen Luar Biasa di beberapa Universitas di Indonesia.
Tugas dan tanggung jawab Komite Pemantau Risiko adalah sebagai berikut:
1. Mengevaluasi kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut.
2. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen
Risiko, guna memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris.
3. Mengevaluasi laporan Profil Risiko triwulanan Perseroan yang berkaitan dengan penerapan manajemen
risiko.
4. Memantau dan mengevaluasi kepatuhan Perseroan sehubungan dengan pelaksanaan manajemen risiko
terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Direksi kepada OJK dan pihak-pihak terkait
lainnya.
5. Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris atas kondisi risiko yang dihadapi oleh Perseroan, serta
usulan langkah-langkah untuk memitigasi risiko-risiko tersebut.
KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Guna memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi
Emiten atau Perusahaan Publik dan Peraturan OJK No. 55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi
Bank Umum, Perseroan telah membentuk Komite Remunerasi dan Nominasi berdasarkan Surat Keputusan
Direksi Perseroan No. 056-K/SK-DIR/IX/2017 tanggal 29 September 2017.
Berdasarkan Risalah Rapat Dewan Komisaris Perseroan tertanggal 28 Maret 2019 dan Surat Keputusan Dewan
Komisaris Nomor: 001/SK-DEKOM/VIII/2019 tanggal 8 Agustus 2019, susunan Komite Nominasi dan Remunerasi
Perseroan adalah sebagai berikut ini:
Ketua: Ir Zainal Abidin Hasni, MA.
Warga Negara Indonesia berusia 68 tahun. Memperoleh gelar Ir dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1977
dan Master of Art dari University of Nebraska Lincoln, Nebraska (USA) pada tahun 1985. Memulai karir di Widya
Pertiwi Engineering Consultant sebagai System Engineer (1977), Indonesia Republic Motor Co. sebagai
Production Engineer (1977 – 1979), Bank Indonesia sebagai Credit Analyst Credit Department (1979 – 1983),
University of Nebraska Lincoln (USA) sebagai Researcher - Money Market Department (1985 – 1992), Foreign
Exchange Department sebagai Deputy Manager (1992 – 1998), berbagai posisi di Bank Indonesia dengan posisi
terakhir sebagai Regional Director - Palembang Regional mencakup area Sumatera Selatan, Bengkulu, Bandar
Lampung dan Bangka Belitung (1998 – 2009), Universitas Bina Darma sebagai Director of Post Graduate Program
(2009), Bank DKI sebagai Komisaris Independen (2010 – 2013). Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris
Independen Perseroan.
Anggota: Navin Nahata
Warga Negara India, usia 43 tahun, memperoleh gelar Bachelor of Commerce (Hons) dari St. Xavier’s College,
India pada tahun 1994 dan Chartered Accountant dari The Institute of Chartered Accountant of India, India pada
tahun 1998. Memulai karir di ICICI Ltd, India sebagai Treasury (1999 – 2000), ICICI Ltd, India sebagai Relationship
Manager, Corporate Banking (2000 – 2004), Tolaram Group - Nigeria sebagai CFO (2004 – 2008), Panabiz
International – Tolaram Group sebagai COO (2007 – 2008), Tolaram Group – Singapore sebagai CFO (2009 –
2015). Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris di PT Lotus Indah Textiles Industries, CEO – Port Project
di Lekki Port Project, Executive Director di Tolaram Group Inc., dan Komisaris Utama Perseroan.
Anggota: Ratna Julia Sahlan
Warga Negara Indonesia berusia 30 tahun. Memperoleh Master's Degree dari Queen's International Belfast
jurusan International Business. Memulai karir di Wilmar International sebagai Exim Staff pada tahun 2009. Sejak
tahun 2014 bergabung dengan PT Bank Amar Indonesia sebagai Staff Human Resource, dan pada tahun 2018
menjabat sebagai Human Resource Division Head.
64
Page 85
Tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai berikut:
1. Mengevaluasi kebijakan remunerasi dan nominasi.
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris
dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS, kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai
secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi.
3. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian
anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS.
4. Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan
Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS.
5. Memberikan rekomendasi mengenai Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite Audit dan Komite
Pemantau Risiko kepada Dewan Komisaris.
6. Memastikan bahwa kebijakan remunerasi paling kurang sesuai dengan kinerja keuangan dan pemenuhan
cadangan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, prestasi kerja individu,
kewajaran dengan peer group, dan pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang Perseroan.
Manajemen Risiko Perseroan
A. RISIKO UTAMA YANG DAPAT MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN
USAHA PERSEROAN
Risiko kredit
Proses pengelolaan kredit Perseroan diawali dengan menentukan target pasar dan dilanjutkan dengan
melakukan langkah yang dinilai efektif dengan adanya screening dan sistem scoring diawal untuk menilai
kelayakan pemberian kredit kepada calon debitur serta melakukan monitoring secara berkala atas pemberian
kredit. Perseroan mengedepankan prinsip kehati-hatian, salah satunya dengan menempatkan fungsi analisis
kredit dalam prosesnya. Lebih lanjut, dalam rangka menjamin kelancaran aktivitas proses perkreditan maka
Bank telah membentuk Komite Kredit yang bertanggung jawab memberikan persetujuan pengajuan kredit.
Perseroan menetapkan batasan untuk mempertahankan eksposur risiko kredit sesuai dengan risk appetite
Perseroan. Batasan tersebut mencakup batasan otoritas pengambilan keputusan kredit yang disesuaikan
dengan kompetensi dan tingkat risiko. Selain itu, ada batas untuk menentukan nilai scoring yang akan
disesuaikan dengan risk appetite Bank, sebagai dasar untuk menentukan tingkat penerimaan dari pengajuan
kredit Tunaiku oleh debitur retail.
B. RISIKO USAHA
Risiko operasional
Dalam memitigasi risiko operasional, Perseroan terus melakukan pengkinian dan penyempurnaaan kebijakan,
pedoman serta prosedur yang ada baik pada aktivitas terkait sistem dan teknologi informasi dan sumber daya
manusia dalam meningkatkan usaha dibidang aktivitas perbankan sesuai ketentuan yang berlaku. Dimana
Kebijakan, Pedoman dan prosedur juga menjadi hal yang diperlukan untuk menjadi panduan serta acuan
dalam suatu proses dan tolak ukur pelaksanaan aktivitas didalam Perseroan dan dapat berfungsi sebagai
fungsi pengendalian.
Perseroan juga memastikan dan meminimalisasi terjadinya risiko operasional atas kegiatan/aktivitas
operasionalnya dengan adanya dual control, pendelegasian wewenang dengan adanya authorization limit,
verifikasi dan konfirmasi di dalam menyelesaikan suatu proses atau transaksi. Hal ini bertujuan untuk
menunjang perkembangan bisnis dan layanan kepada nasabah yang berkualitas dan aman dengan internal
kontrol yang memadai tanpa mengabaikan faktor risiko.
65
Page 86
Risiko likuiditas
Pemantauan risiko likuiditas yang dilakukan Perseroan memperhatikan indikator peringatan dini (early
warning system), baik internal maupun eksternal, untuk mengetahui potensi peningkatan risiko likuiditas.
Perseroan mempertahankan Rasio Cadangan Primer (GWM) minimum yang diwajibkan dalam bentuk Giro di
Bank Indonesia, dan Rasio Cadangan Sekunder (PLM) yang memadai dalam bentuk Obligasi Pemerintah.
Selain itu, Perseroan mengelola dan memantau likuiditas operasional dengan memproyeksikan arus kas,
serta simulasi eksposur tekanan likuiditas juga dilakukan untuk mengukur resistensi likuiditas Perseroan.
Berdasarkan proyeksi arus kas tersebut, Perseroan menyediakan cadangan tambahan yang umumnya
berupa Depo Facility dan Penempatan Antar Bank (Call Money) untuk memastikan aset likuid yang memadai
untuk penggunaan kebutuhan likuiditasnya ketika kondisi stress atau apabila terjadi krisis.
Risiko persaingan
Perseroan harus memiliki daya saing yang relatif baik agar dapat terus menarik minat dari nasabah, serta
memberikan pelayanan yang optimal. Salah satu contoh, melalui layanan perbankan digital, Perseroan akan
melakukan cross-selling produk tabungan kepada ratusan ribu nasabah produk Tunaiku. Hal ini ditujukan
untuk menjaga daya saing Perseroan terhadap kompetitornya di pasar.
Risiko pasar
Dalam rangka penerapan manajemen risiko yang efektif, Perseroan menyesuaikan dengan tujuan dan
kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas, serta kemampuannya. Penanggung jawab pengelolaan risiko
pasar secara umum terletak pada divisi yang memiliki aktivitas yang terekspos terhadap risiko pasar, dan
secara khusus terletak pada Departemen Treasuri sebagai pengelola risiko pasar secara keseluruhan.
Diantaranya adalah melalui penetapan dan monitoring limit transaksi serta pemantauan suku bunga di pasar
untuk menentukan margin. Adapun tugas dari Satuan Kerja Manajemen Risiko secara independen memantau
dan melakukan analisis yang objektif dalam proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengelolaan
risiko pasar.
Risiko stratejik
Sebagai langkah dalam memitigasi terjadinya potensi risiko stratejik, Perseroan telah menyusun strategi dan
rencana bisnis yang sebelumnya telah didiskusikan dengan Dewan Komisaris dan Direksi yang terangkum
dalam RBB. Bank selalu menyesuaikan setiap strategi bisnis yang dirumuskan dengan rencana bisnis bank.
Disamping itu juga dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap strategi yang diambil dan keselarasannya
dengan rencana bisnis agar dapat tercapai. Pada saat ini, Perseroan berfokus pada pengembangan bisnis
dengan mengimplementasikan produk-produk digital dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan
baik internal maupun eksternal.
Risiko reputasi
Perseroan secara terus-menerus melakukan pengendalian risiko reputasi dengan berbagai upaya seperti
peningkatan layanan serta perlindungan nasabah. Di saat yang bersamaan, Perseroan juga berupaya untuk
meminimalisir pemberitaan negatif yang muncul dengan membina hubungan yang baik dengan para
pemangku kepentingan, seperti melalui keberadaan call center serta pembaharuan informasi yang diharapkan
mampu untuk menampung kritik dan aspirasi dari nasabah dari complian diterima sampai progres
penyelesaiannya.
66
Page 87
Risiko kepatuhan
Dalam melakukan mitigasi risiko kepatuhan, Perseroan memiliki beberapa tahapan yang dimulai dengan
tahap identifikasi. Dalam tahap ini Perseroan mengidentifikasi regulasi terkait, sumber, kontrol dan action plan
yang diperlukan. Kemudian Perseroan akan melakukan analisis dampak yang ada dan menginformasikannya
ke bagian terkait, sehingga mempermudah sosialiasasi peraturan baru kepada divisi/fungsi terkait. Tahap
terakhir adalah pemantauan dimana Perseroan melalui divisi terkait memastikan pelaksanaan budaya
kepatuhan di Perseroan sudah sesuai dengan regulasi eksternal
C. RISIKO UMUM
Risiko perekonomian secara makro
Perseroan senantiasa memonitor kondisi perekonomian secara makro atau global terutama yang terkait
langsung dengan produk dan layanan nasabah, maka Bank selalu senantiasa memperbaharui setiap langkah
strateginya sehingga memiliki daya saing yang relatif baik agar dapat menarik minat para nasabah, pemangku
kepentingan, investor maupun peminjam dana. Hal ini bertujuan agar Perseroan tetap dapat memiliki daya
saing yang baik namun tetap memperhitungkan risiko secara makro yang ada, untuk mengurangi hal-hal yang
dapat berdampak negative terhadap Perseroan.
Risiko gugatan hukum
Bank memiliki departemen/ fungsi corporate legal yang bertugas untuk memitigasi risiko hukum dengan
melakukan pengkajian, advis/opini hukum atas PKS/agreement antara Perseroan dengan pihak lain untuk
memastikan terlindunginya kepentingan Hukum Perseroan dan membantu apabila terdapat gugatan-gugatan
yang timbul maka Perseroan berkoordinasi dengan divisi Corporate Legal yang akan memberikan
pendampingan hukum sesuai dengan kapasitasnya, melakukan penunjukkan jasa pengacara apabila
dibutuhkan, dan berkoordinasi dengan pihak ketiga.
Risiko perubahan atas kebijakan pemerintah
Perseroan melakukan berbagai upaya perbaikan untuk meminimalisir dampak kerugian yang ditimbulkan.
Terhadap meningkatnya beban biaya dana atau cost of fund sebagai akibat meningkatnya tingkat suku bunga
acuan atau BI Rate, maka efisiensi dan pengaturan portofolio dana pihak ketiga menjadi langkah yang
dilakukan oleh perusahaan. Efisiensi dan pengaturan portofolio tersebut diantaranya melakukan peninjauan
kembali terhadap biaya dana pada dana pihak ketiga yang telah jatuh tempo dengan mengurangi biaya yang
harus dibayarkan. Selain itu juga melakukan upaya diversifikasi dengan memperbanyak portofolio dana pihak
ketiga berbiaya rendah seperti giro dan tabungan.
Selain itu Perseroan juga melakukan upaya seperti mereviu kembali pemberian kredit pada bidang usaha
yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan komoditas yang terdampak dari perubahan
kebijakan tersebut. Upaya yang dilakukan tersebut dapat meminimalisir non performing loan yang mungkin
terjadi.
Risiko ketentuan negara lain dan peraturan internasional
Seiring dengan perkembangan kebijakan yang ada baik dalam lingkup ketentuan nasional maupun
internasional, Perseroan melakukan pengkinian terhadap peraturan negara lain yang dianggap relevan
dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal ini dilakukan dikarenakan aktivitas bisnis Perseroan yang juga
melibatkan stakeholders Internasional. Dengan ini diharapkan Perseroan dapat sejalan dengan
perkembangan kebijakan yang ada baik dalam lingkup ketentuan nasional maupun internasional. Diharapkan
pula Perseroan dapat terus menerapkan prinsip kehati-hatian serta pemantauan akan peraturan yang berlaku
sehingga meminimalisir terjadinya pelanggaran dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
67
Page 88
5. SUMBER DAYA MANUSIA
Seiring dengan perkembangan skala usaha Perseroan serta dalam rangka mengantisipasi persaingan yang
semakin kompetitif, maka Perseroan senantiasa berupaya untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)
yang berkompeten dan profesional untuk mengelola berbagai fungsi organisasi serta untuk menghadapi berbagai
tantangan. Perseroan menyadari bahwa peran SDM sangat menentukan tingkat keberhasilan suatu organisasi
dan merupakan aset penting perusahaan sehingga harus dikelola secara profesional dan berkomitmen untuk terus
mengembangkan potensi SDM secara konsisten dan berkesinambungan.
Per 30 Juni 2019 Perseroan memiliki 919 karyawan, yang terdiri dari 300 karyawan tetap dan 619 karyawan
kontrak. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2019, Perseroan mempekerjakan 2 (dua) karyawan asing sebagaimana
berikut:
1. Nama : Vishal Tulsian
Kewarganegaraan : India
Jabatan : Direktur Utama
No IMTA : 50603786 s/d 11 Agustus 2020
No KITAS : 2C21JE5058AT berlaku s/d 11 Agustus 2020
2. Nama : Navin Nahata
Kewarganegaraan : India
Jabatan : Komisaris Utama
No. IMTA : Tidak berdomisili di Indonesia sehingga tidak memerlukan IMTA
No. KITAS : Tidak berdomisili di Indonesia sehingga tidak memerlukan KITAS
Komposisi Karyawan
Berikut adalah uraian mengenai komposisi karyawan, termasuk Direksi dan Dewan Komisaris per tanggal 30 Juni
2019, serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017, dan 2016.
Komposisi Karyawan Menurut Jabatan
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
Komisaris 2* 2 2 3
Direktur 3 3 3 3
Kepala Divisi 10 10 10 6
Wakil Kepala Divisi 1 1 1 2
Kepala Bagian 23 24 18 11
Kepala Cabang 4 4 4 3
Team Leader 12 17 0 0
Staf 864 619 255 187
Jumlah 919 680 293 215
Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
SLTP 2 2 2 1
SLTA 267 172 64 51
D1-D2 0 2 0 0
68
Page 89
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
D3-D4 87 59 15 13
S1 546 430 199 135
S2 16 14 12 13
S3 1 1 1 2
Jumlah 919 680 293 215
Mayoritas jenjang pendidikan yang dimiliki oleh karyawan Perseroan adalah S1, yang kemudian disusul dengan
SLTA. Mengingat saat ini Perseroan sedang bertumbuh dengan teknologi sebagai salah satu fokusnya, maka
karyawan dengan jenjang pendidikan minimal S1 menjadi penting untuk perkembangan usaha Perseroan. Lebih
lanjut, dalam beberapa tahun terakhir produk Tunaiku bertumbuh cukup signifikan sehingga membutuhkan banyak
karyawan untuk bertugas sebagai pelaksana di lapangan, terutama bertugas dalam pengiriman dan
penandatanganan kontrak oleh debitur. Memperhatikan peran dan tanggung jawabnya, cukup banyak pelamar
kerja dengan jenjang pendidikan SLTA yang mengajukan aplikasi permohonan kerja untuk mengisi posisi tersebut.
Komposisi Karyawan Menurut Status Kerja
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
Karyawan Tetap 300 239 159 135
Karyawan Kontrak 619 441 134 80
Jumlah 919 680 293 215
Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Usia
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
20-29 510 380 134 99
30-39 272 208 92 60
40-49 104 67 46 34
50-59 26 19 15 16
60-69 7 6 6 6
Jumlah 919 680 293 215
Komposisi Karyawan Menurut Lokasi Kerja
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
Lokasi Jakarta 809 579 209 126
Lokasi Surabaya 110 101 84 89
Jumlah 919 680 293 215
Perseroan tidak mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus di bidangnya
69
Page 90
Kesejahteraan Karyawan
Perseroan memandang kesejahteraan SDM merupakan bagian penting dari langkah strategis yang harus
diperhatikan dalam upaya mencapai visi dan misi Perseroan. Dalam rangka peningkatan kesejahteraan SDM,
Perseroan telah menyediakan beberapa bentuk tunjangan dan fasilitas sehingga dapat meningkatkan kinerja dan
produktivitas karyawan Perseroan. Pemenuhan atas ketentuan pemerintah yang berkaitan dengan standar gaji
minimum, dimana seluruh karyawan Perseroan telah memenuhi standar Upah Minimum Provinsi (UMP). Selain
itu, karyawan Perseroan juga menerima kompensasi (remunerasi) lainnya, seperti Tunjangan Hari Raya (THR -
Gaji ke-13), dan bonus kinerja yang disesuaikan dengan realisasi kinerja Perseroan, serta kontribusi dan performa
dari karyawan yang bersangkutan. Di saat yang bersamaan, Perseroan juga memberikan benefit yang menarik
bagi Pegawai. Benefit yang diberikan oleh Perseroan antara lain BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan
fasilitas asuransi kesehatan. Perseroan juga telah memenuhi ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam
hal pemberian uang lembur untuk posisi tertentu, terutama pada level pelaksana, sedangkan untuk level staff
diberikan penggantian kompensasi dalam bentuk lain sesuai dengan persetujuan atasan langsung.
Pelatihan dan Pengembangan
Perseroan telah melaksanakan berbagai macam program pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan
dan mengembangkan kompetensi karyawan, baik yang diselenggarakan oleh pihak internal maupun profesional
(eksternal). Dalam menyusun dan merencanakan program pendidikan dan pelatihan, Perseroan senantiasa
menyelaraskan dengan arahan dan strategi bisnis. Selama tahun 2018, jumlah program pendidikan dan pelatihan
yang diberikan oleh Perseroan kepada karyawan adalah sebanyak 44 program, sedangkan per 30 Juni 2019,
jumlahnya sudah mencapai 27 program
Lebih lanjut, sebagai salah satu upaya dalam mendukung pengembangan karyawan secara internal, Perseroan
telah melakukan beberapa kegiatan gathering untuk menanamkan semangat kerja sama dan team bonding SDM
Perseroan. Adapun gathering yang dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah Annual Outing, Outdoor
Activities, Friday Session, Town Hall Meeting, Monthly Activities (Kartini Day Celebration, Independence Day,
Breakfasting Event, Year-end Gift Exchange, Valentine’s Day).
Serikat Pekerja
Pada saat prospektus ini diterbitkan Perseroan belum memiliki serikat pekerja.
70
Page 91
6. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan:
7. STRUKTUR HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGAWASAN DAN PENGURUSAN PERSEROAN DENGAN
PEMEGANG SAHAM
71
Page 92
*) Beneficiaries atas Tolaram Family Trust adalah 1) Sajen Aswani @ Sajen Ghanshamdas Aswani; 2) Mohan K
Vaswani; 3) Ishk Tolaram Foundation Ltd; 4) Vishamkar Tikamdas Adnani; 5) Harkishin Ghanshamdas Aswani;
dan 6) Narinder Kumar Ghanshamdas Aswani.
Pihak pengendali dan Pemegang Saham Utama (Ultimate Shareholder) dari Perseroan adalah Tolaram Family
Trust.
Hubungan kepengurusan dan pengawasan dengan Pemegang Saham Perseroan, Perseroan dan Entitas
Anak:
Pemegang Saham Berbentuk Badan Hukum
Nama Hubungan
Tolaram Group Inc.
Navin Nahata KU D
Ratna Heimawaty Zain KI -
Ir Zainal Abidin Hasni, MA KI -
Vishal Tulsian DU -
Tuk Yulianto SH, MM DO -
I.N. Mawa DK -
Keterangan: KU = Komisaris Utama, KI = Komisaris Independen, DU = Direktur Utama,
DO = Direktur Operasional, DK = Direktur Kepatuhan
KETERANGAN TENTANG PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM
Tolaram Group Inc.
Keterangan Singkat
Tolaram Group Inc. d/h Wishart Investments Inc. (Tolaram), didirikan di British Virgin Islands sebagai Perusahaan
Bisnis Internasional pada tanggal 11 September 2001 dengan Nomor Registrasi 462407. Adapun kepemilikan
dari Tolaram 100% dimiliki oleh T-Seven Limited. Tolaram memiliki 98.69% kepemilikan saham di PT Bank Amar
Indonesia. Tolaram adalah perusahaan induk dengan jaringan bisnis saat ini di lebih dari 75 negara, meliputi Asia,
Eropa, dan Afrika. Lebih lanjut, Tolaram memiliki diversifikasi portofolio yang terdiri dari Consumer Goods,
Infrastruktur, Energi, Jasa Digital dan bidang lainnya yang meliputi Distribusi, Jasa Keuangan, Produk Kertas, Real
Estate dan Tekstil. Kekuatan utama dari perusahaan ini antara lain berwawasan internasional, memiliki jaringan
yang luas, serta mempunyai pengamatan yang tajam terhadap potensi bisnis pada area bisnis yang baru. Selain
itu, Manajemen yang dinamis dan profesional, serta struktur organisasi yang ramping dan fleksibel membuat
perusahaan ini mampu memberikan respon yang cepat terhadap setiap kesempatan baru. Berikut adalah kinerja
keuangan Tolaram Group Inc. hingga Juni 2019 (dalam USD)
Ikhtisar Keuangan Penting (dalam USD)
Total Aset 1.203.721
Total Liabilitas 14.548
Total Ekuitas 1.189.173
72
Page 93
Ikhtisar Keuangan Penting (dalam USD)
Rasio Lancar 1.02%
Rasio Hutang terhadap Ekuitas 0.01%
Kantor Pusat : 1A International Business Park, #13-01, Singapore 609933
No Telp : (+65) 6387 7777
Email : info@tolaram.com
Website : https://www.tolaram.com/
Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan didirikannya Tolaram Group Inc. adalah sebagai perusahaan induk yang menyediakan layanan
manajemen, administratif, dan layanan terkait lainnya kepada anak perusahaannya.
Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan Certificate of Incumbency pada tanggal 6 Maret 2019 yang dikeluarkan oleh Portcullis (BVI) Ltd
sebagai agen terdaftar dari Tolaram Group Inc mengkonfirmasi susunan Permodalan Tolaram Group Inc. sebagai
berikut:
Modal Dasar : USD 150.000.000,- (seratus lima puluh juta Dollar Amerika Serikat);
Modal Ditempatkan : USD 200.000,- (dua ratus ribu Dollar Amerika Serikat);
Modal Disetor : USD 200.000,- (dua ratus ribu Dollar Amerika Serikat);
Saham dalam Portepel : USD 149.800.000,- (seratus empat puluh Sembilan juta delapan ratus ribu
Dollar Amerika Serikat).
Modal Dasar Tolaram Group Inc. dibagi menjadi 150.000.000 (seratus lima puluh ribu) lembar saham, masing-
masing saham dengan nilai nominal USD 1 (satu Dollar Amerika Serikat).
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Pemegang Saham Saham Modal Ditempatkan (USD) Persentase (%)
T Seven Limited 200 200.000 100,00
Total 200 200.000 100,00
Manajemen dan Pengawasan
Berdasarkan Certificate of Incumbency pada tanggal 6 Maret 2019 yang dikeluarkan oleh Portcullis (BVI) Ltd
sebagai agen terdaftar dari Tolaram Group Inc. di British Virgin Island, mengkonfirmasi susunan Direksi Tolaram
yang menjabat saat ini adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur : Sajen Aswani
Direktur : Deepak Singhal
Direktur : Navin Nahata
Direktur : Prem Kumar Chiruvolu
8. PERIZINAN
Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin usaha sebagai bank umum berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1107/KMK.013/1991 tanggal 12 November 1991 tentang Pemberian Izin
Usaha PT Anglomas International Bank.
Sehubungan dengan perubahan nama Perseroan menjadi “PT Bank Amar Indonesia”, Perseroan telah
memperoleh Keputusan Dewan Komisioner OJK No. 29/KDK.03/2014 tanggal 23 Desember 2014 tentang
73
Page 94
Penetapan Penggunaan Izin Usaha atas Nama PT Anglomas International Bank Menjadi Izin Usaha atas Nama
PT Bank Amar Indonesia.
Perseroan juga telah memperoleh persetujuan dari OJK (Pengawas Perbankan) berdasarkan Surat No. S-
13/KR.312/2015 tanggal 20 Januari 2015 perihal Produk Baru “Kredit Personal Multiguna” Bank Saudara atas
produk kredit personal multiguna Perseroan.
Perizinan dan Status Jaringan Kantor
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah memperoleh izin operasional dari Bank Indonesia atau
OJK (Pengawas Perbankan) sebagai berikut:
Izin Bank Indonesia/OJK atau
No. Nama Kantor Alamat Status
Pelaporan
Jl. Basuki Rahmad No. 109,
Kel. Embong Kaliasin, Kec.
Sebagaiman diungkapkan Sewa sampai 28 Februari
1. Kantor Pusat Genteng,
di atas 2022
Kota Surabaya
Jl. Kusuma Bangsa No. 110,
Kel. Tambaksari, Kec. Surat Bank Indonesia
KC Kusuma Bangsa Sewa sampai 30 Mei
2. Tambaksari, No. 13/136/DPIP/Prz/Sb tanggal
2021
Kota Surabaya 12 Desember 2011
Ruko Taman Pondok Indah
Blok A no. 3
Surat OJK No. S-
KC Wiyung Jl. Raya Menganti No. 215, Sewa sampai
3. 183/KR.042/019 tanggal 8 Maret
Wiyung, 13 Desember 2021
2019
Surabaya
Sewa berdasarkan 4
Ruko Thamrin Residences
perjanjian sewa yang
RA 07B dan RA08 B Surat Bank Indonesia
KC Jakarta masing-masing berakhir
4. Kel. Kebon Kacang, Kec. No. 12/32/DPIP/Prz/Sb tanggal
tanggal 1 Oktober 2019,
Tanah Abang, Jakarta Pusat 12 April 2010
20 Februari 2022 dan
5 Februari 2022
Jl. Basuki Rahmad No. 109
KCP Basuki Rahmad Surat OJK No. S-47/KR.04/2016 Sewa sampai dengan
5. Surabaya
tanggal 28 April 2016 28 Februari 2022
Jl. Sultan Iskandar Muda / Jl.
Arteri Pondok Indah No. 99C Telah dilaporkan melalui
Kantor Kas Gandaria Sewa sampai dengan
6. Kel. Kebayoran Lama Utara, Laporan Realisasi RBB Perseroan
20 Februari 2022
Kec. Kebayoran Lama, untuk periode Triwulan II 2019
Jakarta Selatan
Gedung Grha Niaga Thamrin Sewa berdasarkan 2
Lantai 5 Area B2 Surat OJK No. S- perjanjian sewa yang
KF Kredit Jakarta
7. Jl. K.H. Mas Mansyur, 75/PB.121.2016 tanggal 12 April masing-masing berakhir
Jakarta 2016 tanggal 29 Februari 2020
dan 10 April 2020
9. KETERANGAN MENGENAI ASET TETAP PERSEROAN
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki aset tetap berupa dengan rincian sebagai berikut:
Tanggal Berakhir
No. Sertifikat Tanah Lokasi Luas (m2)
Hak
Jl. Komplek Thamrin Residences Unit RA/07-B,
Sertifikat Hak Guna
Kel. Kebon Melati,
1. Bangunan No. 82 9 Oktober 2032
Kec. Tanah Abang,
1315/Kebon Melati
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Jl. Komplek Thamrin Residences Unit RA/07-B,
Sertifikat Hak Guna
Kel. Kebon Melati,
2. Bangunan No. 82 9 Oktober 2032
Kec. Tanah Abang,
1320/Kebon Melati
Kota Administrasi Jakarta Pusat
74
Page 95
Berdasarkan Perincian AYDA per 30 Juni 2019 yang disiapkan oleh Perseroan, jumlah aset yang dikuasai oleh
Perseroan adalah 14 unit berupa tanah dan bangunan yang nilai keseluruhannya mencapai Rp80,927,388,619,
terhadap mana Perseroan telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar
Rp24.520.000.000 AYDA ini timbul dari eksekusi barang jaminan debitur yang telah menerima fasilitas kredit dari
Perseroan namun gagal dalam memenuhi kewajiban pembayaran hutang debitur (baik pokok maupun bunga)
kepada Perseroan.
Jumlah Aset Tetap Bersih Perseroan adalah Rp14.207.315.000, Rp11.580.407.000, Rp9.506.305.000 dan
Rp9.830.290.000, masing-masing untuk periode 30 Juni 2019, dan 31 Desember 2018, 2017 dan 2016.
10. PERJANJIAN PENTING YANG DIMILIKI PERSEROAN
A. PERJANJIAN DENGAN PIHAK KETIGA
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa perjanjian penting yang material dengan
rincian sebagai berikut:
a. Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kerjasama Layanan Pembayaran Kolektif No. 002/MOU-
PAY/CMD SALES/ABY/I/2015 tanggal 13 Januari 2015 dengan PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC”) yang
diperpanjang secara otomatis setiap tahun. Perjanjian ini mengatur mengenai pemberian layanan
pembayaran kolektif dari OCBC kepada Perseroan.
b. Perseroan telah menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa Software Aplikasi dan Hardware
No. 003/A/BA/X/2015 tanggal 26 Oktober 2015 dengan PT Warna Bintang Kreasi (“WBK”) yang berlaku
selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal 4 Januari 2016. Berdasarkan perjanjian ini, WBK
menyewakan software aplikasi “WINCore” dan hardware berupa komputer server yang berisi software
aplikasi kepada Perseroan. Perseroan wajib membayar biaya sewa bulanan sebagaimana diatur dalam
perjanjian ini.
B. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK AFILIASI
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan mengadakan perjanjian penting dengan pihak terafiliasi, yakni
Perjanjian Pinjam Pakai Merek tertanggal 10 Juli 2019 dengan Tolaram Analytics Pte Ltd (“Tolaram Analytics”)
yang berlaku selama 5 tahun, terhitung sejak tanggal penandatanganan yaitu 10 Juli 2019 sampai dengan 10 Juli
2024. Perseroan memiliki hubungan afiliasi dengan Tolaram Analytics sebagain sebagai entitas yang dikendalikan
oleh pihak yang sama, yakni Tolaram Group Inc. Berdasarkan perjanjian ini, Tolaram Analytics menyetujui
penggunaan merek “Tunaiku” milik Tolaram Analytics dengan nomor pendaftaran IDM000534004 tanggal
penerimaan 13 Juni 2014 kepada Perseroan secara pinjam pakai dan tanpa biaya untuk digunakan dalam
memasarkan dan menjual produk-produk Perseroan.
11. PERJANJIAN ASURANSI
Sampai dengan tanggal Prospektus ini, Perseroan menggunakan asuransi untuk melindungi harta kekayaan,
sebagai berikut:
No. Asuransi Periode Obyek Pertanggungan Jumlah Pertanggungan
Kebakaran (Flexas): Rp1.050.000.000
Riot Strike: Rp1.050.000.000
Bangunan dan inventaris
Asuransi Property All Risk No.
29-04-2019 kantor yang terletak di Jl. Sultan
009.1050.201.2019.001085.00 Civil Commotio: Rp1.050.000.000
1. s/d Iskandar Muda/ Jl. Arteri Pondok
PT Asuransi Wahana Tata Cabang
29-04-2020 Indah No. 99C, Kebayoran
Surabaya Tunjungan Typhoon, Storm, Flood, Water Damage
Lama, Jakarta Selatan
Inundation: Rp1.050.000.000
Other Coverage Rp1.050.000.000
Asuransi Property All Risk (exclude 15-04-2019 Bangunan dan inventaris Bangunan:
2.
earthquake) s/d yang terletak di Ruko Taman Rp1.000.000.000
75
Page 96
No. Asuransi Periode Obyek Pertanggungan Jumlah Pertanggungan
No. 1501091900023 15-04-2020 Pondok Indah Blok A-39, Jl.
PT Asuransi Wahana Tata Raya Menganti, Wiyung, Perabot, peralatan dan perlengkapan:
Surabaya Rp400.000.000
Asuransi Property All Risk 22-02-2019 Properti yang terletak di Office Bangunan beserta prasarana termasuk
No. 1501091900007 s/d Park Apartemen Thamrin instalasi listrik: Rp5.755.000.000
PT Asuransi Rama Satria Wibawa 22-02-2020 Residences Blok RA 07/08, Jl.
3.
Thamrin Boulevard, Jakarta Inventaris kantor:
Pusat Rp1.194.790.000
Bangunan:
Rp1.400.000.000
Asuransi Property All Risk 01-06-2019
Properti yang terletak di Jl.
4. No. 1501091900028 s/d
Kusuma Bangsa 110, Surabaya Perabot, peralatan dan perlengkapan:
PT Asuransi Rama Satria Wibawa 01-06-2020
Rp230.000.000
Bangunan:
Bangunan dan inventaris kantor Rp1.300.000.000
Asuransi Property All Risk 06-10-2019
yang terletak di Jl. Basuki
5. No. 1501211900597 s/d
Rahmat CD-1 No. 109, Inventaris Kantor:
PT Asuransi Rama Satria Wibaya 06-10-2020
Surabaya Rp100.000.000
Uang kertas termasuk bank
note/foreign currency dan uang
logam, surat-surat beharga, Batas satu kali pengangkutan bolak balik:
cheque, wesel untuk rute bolak Rp. 1.000.000.000
01-05-2019 balik dari (Rp. 500.000.000 x 2)
Asuransi Cash in Transit
s/d Perseroan (Jl. Thamrin
6. No. 009.4010.801.2019.000030.00
01-05-2020 Boulevard, Jakarta) dan Estimasi pengangkutan bolak balik per tahun:
PT Asuransi Wahana Tata
Bank Indonesia Jakarta Rp. 8.000.000.000
dan/atau bank pemerintah/bank (Rp. 4.000.000.000 x 2)
swasta dan/atau pick-up service
(nasabah tetap) di wilayah
Jakarta
Uang kertas termasuk bank
note/foreign currency dan uang Batas satu kali pengiriman:
logam, surat-surat beharga, Rp. 2.000,000,000
Asuransi Cash in Transit 01-05-2019
cheque, wesel untuk rute bolak
7. No. 009.1010.801.2019.000167.00 s/d
balik dari Perseroan (Jl. Etimasi pengangkutan per Tahun:
PT Asuransi Wahana Tata 01-05-2020
Songoyudan No. 55, Surabaya) Rp. 50,000,000,000
dan Bank Indonesia Surabaya
(Jl. Pahlawan, Surabaya)
Uang kertas termasuk bank
note/foreign currency dan uang
logam, surat-surat beharga,
Asuransi Cash in Safe 01-05-2019 cheque, wesel yang berada
Limit Pertanggungan:
8. No. 009.1010.801.2019.000168.00 s/d dalam ruang khasanah (strong
Rp. 2.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata 01-05-2020 room dan/atau brankas)
Perseroan di Office Park
Apartement Thamrin Residence
Blok A-07-08
Uang kertas, bank note/foreign
currency termasuk uang logam,
surat-surat beharga, cheque, KC Kusuma Bangsa: Rp1.500.000.000
Asuransi Cash in Safe 01-05-2019
wesel yang berada dalam ruang
9. No. 009.1010.801.2019.000171.00 s/d
khasanah (strong room dan/atau KCP Basuki Rahmad:
PT Asuransi Wahana Tata 01-05-2020
brankas) Perseroan di KC Rp500.000.000
Kusuma Bangsa dan KCP
Basuki Rahmad
Uang kertas, bank note/foreign
currency termasuk uang logam,
surat-surat beharga, cheque,
Asuransi Cash in Safe 29-04-2019 wesel yang berada dalam ruang
Limit Pertanggungan:
10. No. 009.5100.801.2019.000028.00 s/d khasanah (Strong Room
Rp100.000.000
PT Asuransi Wahana Tata 29-04-2020 dan/atau brankas) di Jl. Sultan
Iskandar Muda (Arteri Pondok
Indah) No. 99C, Kebayoran
Lama, Jakarta Selatan
Perseroan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi di atas cukup untuk mengganti aset yang
diasuransikan dan cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul di kemudian hari sehubungan dengan
aset yang diasuransikan dan dipertanggungkan tersebut.
76
Page 97
Perseroan dengan tegas menyatakan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan PT Asuransi Rama Satria Wibawa
dan PT Asuransi Wahana Tata.
12. PERKARA HUKUM YANG DIHADAPI PERSEROAN BERIKUT ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN
DIREKSI PERSEROAN
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan sedang terlibat dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri
Surabaya, namun perkara tersebut tidak bersifat material dan tidak dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan
kelangsungan usaha Perseroan. Perseroan tidak sedang terlibat dalam perkara pidana, perdata, perpajakan, tata
usaha negara, hubungan industrial, kepailitan, penundaan kewajiban pembayaran utang, persaingan usaha dan
perkara arbitrase di muka badan peradilan di Indonesia yang bersifat material dan dapat mempengaruhi kegiatan
usaha dan kelangsungan usaha Perseroan.
a. Perkara Perdata Gugatan Perlawanan Eksekusi Lelang No. 1238/Pdt.BTH/2018/PN/Sby tanggal
27 Desember 2018 (“Perkara 1238/2019”).
Perseroan merupakan Terlawan I dalam Perkara 1238/2019 sehubungan dengan gugatan perlawanan dari
PT Electronik Mart Maju Bersama yang diwakili oleh Direktur Utama Welly Tanubrata (“E-Mart”), Mariani
Tanubrata dan Kuncoro Tanubrata sebagai Pelawan, yang menolak pelaksanaan eksekusi jaminan. Sebagai
latar belakang, E-mart merupakan debitur Perseroan yang menjaminkan dua bidang tanah dengan total luas
952,54m2 di Surabaya. Perkara 1238/2019 telah dinyatakan tidak dapat diterima oleh Pengadilan Negeri
Surabaya berdasarkan Putusan atas perkara No. 1238/Pdt.BTH/2018/PN/Sby tanggal 17 Juli 2019.
Selanjutnya, Perseroan telah menerima Relaas Pemberitahuan Pernyataan Banding No. 185/2019 terkait
dengan Perkara 1238/2019 pada tanggal 15 Agustus 2019 dan sampai dengan tanggal Prospektus ini
diterbitkan, Perkara 1238/2019 masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.
Berdasarkan informasi pada website Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Surabaya,
Pengadilan Tinggi Surabaya telah mengeluarkan Putusan Banding No. 668/PDT/2019/PT SBY tanggal
21 November 2019 yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya, namun sampai dengan tanggal
diterbitkannya Prospektus ini, Perseroan belum menerima salinan atas putusan tersebut.
b. Perkara Perdata gugatan Perbuatan Pelawan Hukum No. 393/Pdt.G/2019/PN.Sby tanggal 18 April 2019
(“Perkara 393/2019”)
Perseroan merupakan Tergugat I dalam Perkara 393/2019 yang diajukan oleh Welly Tanubrata, Mariani
Tanubrata, Kuncoro Tanubrata sebagai Penggugat. Perkara 393/2019 terkait dengan fasilitas kredit yang
telah diberikan oleh Perseroan kepada E-Mart yang dijamin oleh Mariani Tanubrata. Sampai dengan tanggal
Laporan Uji Tuntas, Perkara 393/2019 masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.
Pengadilan Negeri Surabaya sudah melakukan pembacaan putusan pada tanggal 26 Desember 2019 yang
menerima eksepsi Perseroan dan menyatakan bahwa gugatan Perkara 393/2019 tidak dapat diterima.
Sampai dengan tanggal Laporan Uji Tuntas, Perseroan belum menerima salinan atas putusan tersebut.
c. Perkara Perdata Gugatan Perlawanan Pihak Ketiga No. 837/Pdt.Bth/2019/PN.Sby tanggal 23 Agustus 2019
(“Perkara 837/2019”)
Sebagai Terlawan I dalam perkara 837/2019 di Pengadilan Negeri Surabaya, yang diajukan oleh Linda
Tanubrata sebagai pihak ketiga terhadap sita eksekusi pengosongan objek lelang yang dilakukan oleh Bapak
Suharsono Sujono sebagai pemegang lelang. Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perkara
837/2019 masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.
77
Page 98
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tidak sedang terlibat
dalam suatu perkara pidana, perdata, perpajakan, tata usaha negara, hubungan industrial, kepailitan, penundaan
kewajiban pembayaran utang, persaingan usaha dan perkara arbitrase di muka badan peradilan di Indonesia
dan/atau menerima somasi atau klaim yang bersifat material dan dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan
kelangsungan usaha Perseroan.
B. KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA
1. TINJAUAN UMUM
Perseroan didirikan dengan nama “PT Anglomas International Bank” berdasarkan Akta Perseroan Terbatas
No. 32 tanggal 15 Maret 1991, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 24 tanggal 12 Juni 1991,
keduanya dibuat di hadapan Eddy Widjaja, S.H., Notaris di Surabaya. Akta tersebut telah memperoleh
pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C2-2650.01.01.th.91 tanggal 1 Juli 1991,
didaftarkan dalam Kantor Panitera Pengadilan Negeri Surabaya di bawah No. 518/1991, 519/1991 dan 520/1991
pada tanggal 17 Juli 1991 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 70 tanggal
30 Agustus 1991, Tambahan No. 2808 (“Akta Pendirian”).
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 36 tanggal 10 Juli 2014, dibuat di hadapan
Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya, para pemegang saham Perseroan telah mengubah nama
Perseroan dari semula “PT Anglomas International Bank” menjadi “PT Bank Amar Indonesia”. Akta tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-06072.40.20.2014 tanggal
23 Juli 2014 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham denga No. AHU-
0076593.40.80.2014 tanggal 23 Juli 2014.
Sejak Akta Pendirian sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, anggaran dasar Perseroan telah
mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir anggaran dasar Persroan adalah berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Sirkuler Sebagai Pengganti Dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan No. 277
tanggal 26 Agustus 2019, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat
(“Akta 277/2019”), yang antara lain memuat persetujuan pemegang saham Perseroan atas:
a. rencana penawaran umum perdana atas saham-saham Perseroan dan pencatatan saham-saham Perseroan
pada BEI, kecuali pencatatan atas 1% saham Perseroan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah
No. 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum;
b. perubahan status Perseroan dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka dan pengubahan nama
Perseroan dari “PT Bank Amar Indonesia” menjadi “PT Bank Amar Indonesia Tbk”;
c. penawaran atau penjualan atas sebanyak-banyaknya 1.206.068.500 (satu miliar dua ratus enam juta enam
puluh delapan ribu lima ratus) saham Perseroan yang dimiliki oleh Tolaram Group Inc, masing-masing
bernilai nominal Rp100;
d. perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Perdana sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar modal, termasuk penyesuaian
ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tentang maksud dan tujuan Perseroan; dan
e. perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Akta 277/2019 telah memperoleh: (i) persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan
No. 0058901.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
Menkumham dengan No. AHU-150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019, (ii) penerimaan
pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Penerimaan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. AHU-
AH.01.03-0321105 tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan
No. AHU-0150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019 dan (iii) penerimaan pemberitahuan dari
78
Page 99
Menkumham berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0321106
tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-
0150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019.
Perseroan didirikan dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan keuangan nasabah dalam menjalankan
usaha dan kehidupan sehari-hari. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam sektor jasa keuangan, maka layanan
utama yang ditawarkan oleh perusahaan adalah jasa intermediasi keuangan, dimana perusahaan menghimpun
dana dari deposan dan menyalurkan dana kepada debitur. Dalam perkembangannya, Perseroan menjalankan
beberapa aktivitas terkait dengan pengembangan bisnis diantaranya mengembangkan bisnis finansial berbasis
teknologi dan aplikasi (FinTech Bank). Perseroan memfokuskan dirinya pada pemenuhan kebutuhan akan kapital
terutama pada kalangan underbanked.
Hal ini tentunya sejalan dengan visi dan misi yang dimiliki oleh Perseroan. Perseroan memiliki visi untuk
memberikan senyuman kepada 200 juta masyarakat pada tahun 2025, serta misi Perseroan adalah untuk
menyediakan fasilitas perbankan kepada yang “membutuhkan” dan bukan hanya kepada yang “menginginkan”.
Visi dan Misi tersebut diformulasikan untuk merepresentasikan target Perseroan yang ingin memiliki peranan
signifikan dalam membantu terciptanya inklusi keuangan di Indonesia, literasi keuangan, serta memberikan
dampak sosial yang positif bagi masyarakat.
Perpaduan teknologi dengan visi dan misi yang dimiliki oleh Perseroan, diharapkan dapat mewujudkan aspirasi
Perseroan untuk terus dapat melayani mereka yang membutuhkan, terutama mereka yang berada dalam kelas
ekonomi sosial yang kurang terlayani dalam memenuhi kebutuhan mereka. Perseroan berkomitmen untuk hadir
melalui teknologi dan keunggulannya dalam memberikan pelayanan, baik membantu pengaturan keuangan
maupun kebutuhan sektor produktif lainnya, sehingga dapat membawa senyuman ke tengah masyarakat.
Sesuai dengan nilai-nilai yang dipaparkan di atas, Perseroan pada tahun 2019 akan tetap berfokus pada inovasi
layanan perbankan, baik dari sisi penghimpunan dana (tabungan) maupun penyaluran dana (pinjaman). Beberapa
produk yang dikembangkan pada tahun 2019, diantaranya adalah Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK),
fasilitas ATM, dan Digital Banking. Tentunya hal ini berjalan beriringan dengan aspirasi masyarakat yang
menginginkan layanan perbankan yang lebih mudah untuk dijangkau. Beberapa pengembangan ini dapat
direalisasikan karena perusahaan memiliki struktur permodalan yang kuat, serta adanya fleksibilitas yang dimiliki
dengan menyandang status Bank BUKU II sehingga memungkinkan Perseroan untuk lebih leluasa
mengembangkan produk dan layanannya.
Sampai dengan saat ini, Perseroan memiliki jaringan fisik (physical networks) yang terdiri dari 3 Kantor Cabang, 1
Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Kas dan 1 Kantor Fungsi Kredit yang tersebar di Surabaya dan Jakarta.
No. Cabang Lokasi Alamat
1 Kantor Pusat & Suraba Jl. Basuki Rahmad
Cabang Pembantu / ya No. 109, Surabaya
Head Office 60271
& Sub-Branch Tel. (031) 99015959
2 Kantor Fungsional / Jakarta Gedung Graha Niaga Thamrin
Functional Office Jl. KH Mansyur Kebon Kacang Tanah
Abang, Jakarta Pusat 10220
Tel. (021) 40005859
3 Cabang / Branch Jakarta Office Park Thamrin Residence Blok RA. 07 – 08
Jl. Thamrin Boulevard (d/h Kebon Kacang Raya),
Jakarta Pusat 10220
Tel. (021) 23579899
4 Cabang / Branch Suraba Jl. Kusuma Bangsa
ya No. 110, Surabaya,
60136
Tel. (031) 5355339
79
Page 100
No. Cabang Lokasi Alamat
5 Cabang / Branch Suraba Ruko Taman Pondok Indah Blok A, No 29
ya Jl. Raya Menganti No. 215, Wiyung, Surabaya
60229 Tel. (031) 99425775
6 Kantor Kas / Cash Jakarta Jl. Sultan Iskandar Muda / Jl. Arteri Pondok Indah
Office No. 99C RT 005 / RW 06, Kelurahan Kebayoran
Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta
Selatan 12240
Tel. (021) 7238353
2. KEUNGGULAN KOMPETITIF
Perseroan meyakini bahwa kekuatan kompetitif sebagaimana berikut ini akan mendukung Perseroan dalam
melaksanakan strateginya, serta memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan para pesaingnya.
a. Dukungan yang Kuat dari Pemegang Saham – Tolaram Group
Tolaram Group adalah perusahaan induk dengan jaringan bisnis yang saat ini berada di puluhan negara,
meliputi Asia, Eropa dan Afrika serta memiliki diversifikasi portofolio yang terdiri dari Consumer Goods,
Infrastruktur, Energi, Jasa Digital, Jasa Keuangan, Produk Kertas, Real Estate, dan Tekstil. Tolaram Group
sebagai Pemegang Saham Utama telah menyampaikan komitmennya dan meningkatkan Perseroan ke
tingkat permodalan berikutnya dengan status sebagai Bank BUKU II dalam industri perbankan. Hal ini
tentunya merupakan langkah yang sangat strategis, dengan semakin kuatnya struktur permodalan maka
Perseroan mampu untuk mengeksplorasi lini usaha baru yang juga menguntungkan, seperti keleluasaan
dalam pengembangan produk teknologi digital, pelaksanaan foreign exchange transactions, dan
sebagainya.
b. Pionir Produk Fintech di Industri Perbankan
Tunaiku, dengan posisinya sebagai produk fintech, merupakan produk yang unik dan tidak dimiliki oleh
pemain lainnya di industri perbankan. Sebagai salah satu pionir produk fintech lending di industri
perbankan, Tunaiku menawarkan solusi pinjaman secara mudah dan cepat, dengan cicilan ringan bagi
mereka yang memiliki kebutuhan finansial. Dengan jumlah pinjaman yang ditawarkan, bunga yang
kompetitif, serta proses yang jauh lebih mudah, maka Tunaiku yang merupakan produk andalan (signature
product) Perseroan telah menjadi salah satu pilihan utama di masyarakat Indonesia dengan jumlah
pengajuan aplikasi yang masuk per bulannya mencapai ratusan ribu aplikasi (dan akan terus meningkat
di masa mendatang). Produk yang diluncurkan sejak tahun 2014 ini telah mengalami beberapa pengujian
dan pembaharuan sehingga menghasilkan sistem credit scoring yang telah teruji untuk digunakan dalam
memproses aplikasi pinjaman Tunaiku yang diterima oleh Perseroan. Dengan demikian, Tunaiku dapat
melayani kebutuhan masyarakat dan di saat yang bersamaan, Perseroan juga tetap mampu menjaga
pemberian kredit di level yang aman dan prudent.
Perseroan menggunakan teknologi yang mutakhir dalam melakukan credit scoring sehingga dapat
meminimalisir risiko kredit yang mungkin terjadi, sesuai dengan risk appetite Perseroan. Namun di sisi lain,
credit scoring yang dimiliki oleh Perseroan mampu untuk memberikan kesempatan kepada segmen yang
sebelumnya tidak terlayani dengan system penilaian yang unik dan robust.
c. Barrier to Entry yang Besar dalam Industri Perbankan di Indonesia
Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) bulan Februari 2019 Vol. 17 No. 3 yang diterbitkan
oleh Otoritas Jasa Keuangan, jumlah bank umum dan syariah di Indonesia dari tahun 2015 sampai dengan
Februari 2019 mengalami penurunan. Pada tahun 2015 terdapat 118 bank umum dan syariah yang
terdaftar, sedangkan per posisi Februari 2019 jumlah tersebut telah berkurang menjadi 114 bank. Selain
itu, regulator juga memiliki kebijakan untuk tidak mengeluarkan tambahan lisensi perbankan. Hal ini
merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi jumlah bank yang beroperasi di Indonesia hingga tahun
2021.
80
Page 101
d. Tingginya Net Interest Margin
Sampai dengan saat ini, Perseroan mampu membukukan rata-rata Net Interest Margin (NIM) di kisaran 16-
18%, dimana rasio ini cukup tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata rasio NIM perbankan pada
umumnya di kisaran 4% - 5%. Memperhatikan kondisi ini, tingginya rasio NIM menandakan bahwa
Perseroan mampu menempatkan dananya (memutar asetnya) secara efektif sehingga mampu
memberikan return yang lebih baik dibandingkan dengan pengeluaran bunga yang harus dibayarkan.
e. Indonesia Memiliki Potensi Pasar yang Besar dengan Pengguna Internet Sebesar 150 Juta
Penduduk
Indonesia mewakili demografi yang menarik dan ideal untuk pemain Fintech, dan khususnya untuk Digital
Bank. Dari total populasi sebesar 268 Juta, terdapat pengguna internet aktif sekitar 150 Juta dan jumlah
ini diperkirakan akan terus bertumbuh ke depannya. Dari total pengguna aktif tersebut, mayoritas 60%
menggunakan smartphone untuk mengakses internet dengan rata-rata waktu akses 8 jam per hari. Dengan
tingkat penetrasi internet mencapai 50% dari total penduduk, Indonesia memberikan potensi pasar yang
besar bagi penyedia jasa keuangan teknologi.
Total penduduk dewasa Indonesia (dengan umur 15+), berdasarkan data Global Findex Database 2018
dari World Bank, adalah sekitar 195 Juta penduduk. Sekitar 48% dari jumlah tersebut tidak memiliki
rekening bank, namun sebagian besar dari jumlah tersebut memiliki akses ke internet. Sebagai catatan,
pengguna internet di Indonesia tumbuh sekitar 10% setiap tahunnya. Dengan demikian, teknologi
memberikan peluang yang menjanjikan untuk pemain untuk menargetkan pangsa pasar tersebut.
Pangsa pasar Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang belum digarap oleh dunia perbankan juga masih sangat
besar, sehingga ruang bagi Perseroan untuk melakukan ekspansi dengan memberikan pinjaman kepada
sektor usaha tersebut masih sangat luas. Hampir separuh UMK di Indonesia tidak mendapatkan fasilitas
kredit untuk modal usahanya. Ini tercermin dari Laporan Potensi Usaha Mikro Kecil pada Sensus Ekonomi
2016 Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa sebanyak 46,75% UMK tidak memperoleh
dan/atau mengajukan pinjaman dari lembaga keuangan. Dua alasan terbesar mengapa para pengusaha
mikro dan kecil tidak memperoleh dan/atau mengajukan pinjaman adalah karena suku bunga yang cukup
tinggi, dan tidak adanya agunan.
f. Manajemen Operasional yang Berpengalaman dan Berkompetensi
Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Perseroan terdiri dari individu-individu yang berintegritas
dan kompeten di bidangnya masing-masing. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman
pekerjaan yang mumpuni, manajemen dan setiap komponen dalam organisasi mampu untuk menjalankan
operasional Perseroan dengan baik. SDM yang dimiliki juga menjunjung Visi dan Misi Perseroan dengan
sangat baik sehingga menciptakan pola pikir dan semangat kerja yang tidak hanya berorientasi terhadap
profit, namun juga untuk pencapaian visi dan misi.
g. Memiliki Infrastruktur Teknologi Informasi Mutakhir
Perseroan memiliki keunggulan dalam penggunaan teknologi informasi yang terkini dan mutakhir. Tidak
hanya terbatas kepada infrastruktur teknologi utama, seperti core banking system, namun Perseroan juga
memiliki infrastruktur teknologi informasi yang canggih lainnya seperti dalam memproses pengajuan kredit
‘loan origination system’ hingga produk digital banking yang diluncurkan kepada nasabah. Keberadaan
teknologi ini diharapkan dapat mempermudah nasabah, memberikan keamanan bagi nasabah, serta
merupakan salah satu keunggulan dari Perseroan karena setiap produk yang diluncurkan telah melalui
proses analisa untuk mengakomodasi kebutuhan dan permintaan end-user. Sebagai salah satu pioneer
fintech di Indonesia, Perseroan memahami setiap risiko yang mungkin dihadapi dari penggunaan
teknologi, namun di sisi lain, Perseroan selalu membekali Sumber Daya Manusia dengan pemahaman
akan manajemen risiko dan selalu mengupdate akan kemajuan teknologi untuk memastikan bahwa
penggunaan teknologi informasi dalam aktivitas Perseroan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
81
Page 102
h. Memiliki Hubungan Baik dengan Berbagai Pemangku Kepentingan
Manajemen saat ini memiliki hubungan yang baik dengan berbagai pihak dan akan berkomitmen untuk
terus membina hubungan baik, termasuk dengan Pemerintahan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank
Indonesia (BI), pemegang saham, nasabah, dan pihak ketiga lainnya.
3. STRATEGI USAHA
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah menyusun dan mempersiapkan beberapa langkah
strategis yang sejalan dengan Visi dan Misi Perseroan. Penyusunan langkah strategis ini ini juga telah
mempertimbangkan kondisi perekonomian makro serta industri perbankan, termasuk memperhatikan
pertumbuhan dalam industri fintech. Berikut ini adalah pemaparan dari strategi bisnis yang telah disusun oleh
Perseroan:
Permodalan
Pemegang saham Perseroan telah mewujudkan komitmennya dalam mengembangkan Perseroan salah satunya
melalui peningkatan modal. Tambahan modal yang dilakukan oleh Pemegang saham terutama ditujukan untuk
pengembangan credit scoring Perseroan dan dilakukan sejak tahun 2013 hingga 2016. Melalui tambahan modal
tersebut, Perseroan berhasil meningkatkan modal menjadi Rp500 miliar sehingga memberikan kecukupan modal
bagi Perseroan untuk menjalankan bisnisnya dengan baik. Pada awal tahun 2019, Perseroan telah melakukan
beberapa langkah strategis untuk mendukung terealisasinya visi dan misinya, salah satunya dari sisi permodalan.
Perseroan memperoleh tambahan modal (capital injection) dari pemegang saham, termasuk dari Pemegang
Saham Utama Tolaram Group. Peningkatan modal ini membuat status Perseroan menjadi Bank BUKU II. Hal ini
memberikan banyak ruang dan fleksibilitas bagi Perseroan untuk mengeksplorasi dan meluncurkan berbagai
produk dan layanan, salah satunya yang berkaitan dengan ranah digital. Dengan adanya ekspansi usaha dan
peluncuran berbagai inisiatif baru, diharapkan Perseroan akan mampu meningkatkan laba yang pada akhirnya
akan meningkatkan kinerja pertumbuhan modal secara organik. Dengan meningkatnya modal Perseroan yang
mencapai Rp1 triliun dianggap cukup memadai bagi Perseroan untuk meningkatkan layanan perbankannya serta
mengimbangi risiko yang mungkin muncul dari aktivitas bisnisnya.
Penghimpunan Dana
● Menambah jaringan kantor (termasuk melakukan relokasi kantor apabila diperlukan) sehingga memperluas
akses kepada nasabah dalam rangka meningkatkan market share Perseroan. Penambahan jaringan kantor
ini juga menjadi salah satu bentuk branding Perseroan kepada masyarakat.
● Dalam kaitannya untuk lebih mengenalkan Perseroan (termasuk produk dan layanannya), serta untuk
menumbuhkan tingkat kepercayaan dari masyarakat, Perseroan telah menyusun beberapa rencana
pemasaran dan branding, baik secara online maupun offline.
● Peluncuran produk pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dimana Perseroan akan
meluncurkan layanan perbankan digital (Digital Banking) untuk lebih meningkatkan minat menabung
masyarakat dan menciptakan komunitas yang inklusif terhadap jasa dan layanan keuangan. Kualitas dari
produk dan layanan yang diberikan kepada nasabah akan terus ditingkatkan secara terus-menerus untuk
menjamin kepuasan nasabah, terutama dari sisi kemudahan, kecepatan, dan ketepatan.
● Meningkatkan skala usaha Perseroan dengan mengembangkan produk dan layanan perbankan, termasuk
meluncurkan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK), yaitu Kartu ATM dan Debit untuk
meningkatkan penggalangan dana, terutama dalam bentuk Tabungan dan Giro.
● Melakukan pengkajian ulang secara periodik terhadap produk-produk yang telah ada agar lebih sesuai dengan
kebutuhan nasabah, seperti fitur yang ditawarkan, evaluasi terhadap suku bunga sehingga menyesuaikan
kondisi pasar, dll.
Penyaluran Dana
● Dalam ekspansi kredit, Perseroan akan berfokus untuk menyalurkan kepada Sektor Produktif dengan proporsi
minimal sebesar 60% dari total kredit, dimana minimal 20% dari total kredit tersebut akan disalurkan
ke Segmen UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
● Perseroan akan berfokus pada utilisasi Kredit Personal Multiguna Tunaiku dalam menyalurkan kredit kepada
Sektor Usaha Mikro. Tunaiku dianggap sangat sesuai dengan segmen tersebut mempertimbangkan beberapa
82
Page 103
faktor. Pertama, potensi permintaan yang masih besar, dimana masih banyak pemain pada segmen pasar
tersebut yang belum dilayani oleh institusi keuangan (untapped market). Kedua, terlalu rumitnya persyaratan
dan sulitnya pemenuhan dokumentasi yang diminta oleh institusi keuangan. Seperti yang sudah diketahui,
banyak dari penggelut usaha mikro yang kesulitan dalam memenuhi berkas-berkas yang dipersyaratkan oleh
institusi keuangan untuk memperoleh fasilitas pinjaman. Berbeda dengan Tunaiku, yang memiliki preposisi
produk yang tepat, penggelut usaha mikro akan menjadi lebih nyaman karena tidak akan dipusingkan dengan
berbagai dokumen dipersyaratkan. Hal ini sejalan dengan sifat Tunaiku yang cepat, simpel, dan memberikan
kenyamanan kepada pengguna. Ketiga, Tunaiku menawarkan jumlah pinjaman yang cukup besar hingga 20
Juta Rupiah dengan tenor yang panjang (sampai dengan 20 bulan), sehingga dianggap sesuai untuk
membantu dalam pengembangan usaha mikro yang ada di Indonesia. Memperhatikan hal-hal tersebut,
Perseroan mempercayai bahwa produk Tunaiku mampu untuk melayani segmen pasar tersebut.
● Perseroan akan terus meningkatkan optimalisasi dari kelonggaran tarik fasilitas kredit yang diberikan kepada
debitur.
● Take-over kredit juga menjadi salah satu strategi dalam pertumbuhan kredit Perseroan dengan tetap menjaga
portofolio kredit dalam kualitas yang baik. Relasi yang baik antara lending officer dengan calon debitur yang
potensial membuat proses ini menjadi lebih mudah, serta Perseroan dapat lebih memahami karakter debitur
sehingga kualitas portofolio kredit Bank akan terjaga dengan baik. Pada proses take- over ini, Perseroan akan
memberikan penawaran yang menarik kepada debitur, seperti bunga kredit yang bersaing dan biaya
administrasi yang kompetitif.
● Meningkatkan fungsi Treasury secara optimal, meliputi manajemen likuiditas (asset liability management) dan
penempatan dana (asset allocation) yang efektif sehingga Perseroan dapat memperoleh return yang baik dan
meningkatkan rentabilitas.
● Meningkatkan pengawasan atas seluruh aset produktif sehingga kualitas aset terjaga sesuai dengan risk-
appetite Perseroan. Beberapa usaha yang dilakukan oleh Perseroan antara lain meningkatkan kualitas SDM
di bidang perkreditan dan treasury melalui pendidikan dan pelatihan; meningkatkan kualitas analisis kredit
melalui standarisasi analis kredit yang lebih prudent; melakukan diversifikasi kredit untuk mengurangi
konsentrasi kredit, dll.
Teknologi Sistem Informasi
Meningkatkan kualitas dan keandalan teknologi sistem informasi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan
Perseroan kepada nasabah, serta mengoptimalkan fungsi teknologi informasi dalam proses internal. Beberapa
langkah yang dilakukan Perseroan, antara lain:
● Untuk mendukung kegiatan operasional, Perseroan akan meningkatkan infrastruktur dan pengembangan
aplikasi Teknologi Informasi sesuai dengan arah pengembangan bisnis, kebutuhan internal, serta sesuai
dengan regulasi yang berlaku. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung peningkatan produk dan
jasa pelayanan yang lebih inovatif dan memenuhi kebutuhan nasabah;
● Peningkatan pada sektor keamanan serta keandalan dalam sistem informasi dan perangkat infrastruktur;
● Mengoptimalkan peran dan fungsi dari Teknologi Informasi dalam pengendalian internal Perseroan; dan
● Pengembangan Teknologi Informasi, antara lain: Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), Layanan
Perbankan Digital (Digital Banking), dll.
Sumber Daya Manusia
Perseroan akan melakukan upaya peningkatan pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam seluruh
aspek, meliputi aspek pengadaan (recruitment), pelatihan (training), dan pemeliharaan (retention) karyawan,
antara lain:
● Meningkatkan kecukupan kebijakan terkait dengan rekrutmen SDM;
● Menyusun dan menerapkan kebijakan remunerasi berbasis merit system yang didasarkan pada prinsip-
prinsip Fairness, Competitive, Acceptable, dan Reliable;
● Merealisasikan dana Pendidikan dan Pelatihan SDM minimal sebesar 5% dari total biaya tenaga kerja;
● Mengadakan beberapa acara internal, seperti gathering dalam rangka untuk menanamkan semangat,
kerjasama, serta team-bonding; dan
● Penambahan fitur dalam HRIS (Human Resource Internal System) sehingga meningkatkan kemudahan
dalam proses internal, monitoring, dan pelaporan kepada Manajemen.
83
Page 104
4. KEGIATAN USAHA
PENEMPATAN DANA
Sebagai salah satu pelaku jasa intermediasi keuangan, maka terdapat dua fungsi utama yang dijalankan oleh
Perseroan, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian melakukan penyaluran dana kepada debitur
dalam bentuk kredit. Selain itu, dalam kaitannya dengan manajemen likuiditas, Perseroan melakukan
diversifikasi penempatan pada Bank Indonesia, surat-surat berharga, serta beberapa jenis penempatan lainnya
yang dianalisa memiliki tingkat keamanan dan tingkat pengembalian yang baik.
Berikut ini adalah tabel penempatan dana yang dilakukan oleh Perseroan, termasuk pertumbuhan jumlah kredit
yang disalurkan oleh Perseroan kepada debitur selama beberapa tahun terakhir.
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Deskripsi
2019 2018 2017 2016
Giro pada Bank Indonesia 90.707 67.111 21.299 5.423
Giro pada Bank Lain 26.498 30.634 9.012 4.733
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain 807.147 244.945 259.892 123.818
Efek-efek 86.440 88.655 104.859 64.623
Kredit (neto) 1.552.390 1.286.157 324.817 304.584
Berikut ini adalah tabel penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi:
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Deskripsi
2019 2018 2017 2016
Real estate, usaha persewaan, dan Rumah tangga 496.791 527.283 141.071 94.029
Konstruksi 43.025 36.460 71.561 47.471
Perdagangan besar dan eceran 529.700 272.523 51.349 102.674
Industri pengolahan 31.019 28.722 39.140 62.323
Lembaga keuangan 364.501 337.892 27.653 -
Jasa perusahaan 158.476 159.149 10.882 10.926
Jasa kemasyarakatan, sosial budaya,
hiburan dan perorangan lainnya 1.338
- 790 2.474
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum -
- - 76
Jumlah Kredit 1.624.850 1.362.029 342.446 319.973
CKPN 72.460 75.872 17.630 15.389
Jumlah kredit- Bersih 1.552.390 1.286.157 324.817 304.584
Penyaluran kredit (fasilitas kredit) yang diberikan oleh Perseroan kepada nasabah terdiri dari berbagai macam
produk, seperti pinjaman modal kerja, investasi, maupun pinjaman personal multiguna. Berdasarkan tabel
di atas, dapat dilihat bahwa penyaluran kredit kepada sektor rumah tangga dalam beberapa tahun terakhir
mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menandakan bahwa masih kuatnya permintaan dari
84
Page 105
masyarakat serta banyaknya kebutuhan atas kredit di masyarakat, terutama perorangan (retail) dalam middle-
to-low segment. Saat ini Perseroan memiliki beberapa produk kredit dalam menjalankan fungsinya untuk
menyalurkan dana kepada masyarakat, antara lain:
Kredit Personal Multiguna “Tunaiku“
Tunaiku merupakan fintech pertama di Indonesia yang menyediakan pinjaman tanpa agunan berbasis teknologi
(online) dengan cara yang mudah dan cepat. Tunaiku menyediakan pinjaman mulai dari 2 sampai 20 Juta Rupiah
dengan bunga yang bersaing. Tunaiku pun memberikan fleksibilitas bagi peminjamnya dengan menawarkan
tenor pinjaman mulai dari 6-20 bulan, yang diharapkan mampu meringankan beban peminjamnya untuk
melakukan cicilan pembayaran. Tunaiku menerima pengajuan aplikasi pinjaman melalui aplikasi handphone
(mobile application) dan/atau website resmi. Dalam prosesnya Tunaiku didukung dengan teknologi dan analisis
data yang canggih dan berbasis teknologi, oleh karenanya Tunaiku mampu melayani nasabah dalam waktu
paling lambat 24 jam dari pengajuan pinjaman dengan persyaratan yang mudah. Tunaiku turut berkontribusi
terhadap inklusi keuangan melalui pinjaman mikro yang diberikan oleh Perseroan.
Pinjaman Tetap
Pinjaman dengan tujuan pemenuhan modal kerja dan/atau investasi yang memiliki jangka waktu pinjaman
maksimal 12 bulan. Pada produk ini, debitur hanya membayar bunga setiap bulannya, sedangkan pokok
pinjaman akan dilunasi pada saat jatuh tempo.
Pinjaman Angsuran Tetap
Pinjaman dengan tujuan investasi dan/atau pemenuhan modal kerja. Pembayaran pinjaman untuk produk ini
dilakukan setiap bulannya dengan membayar pokok dan bunga selama jangka waktu peminjaman, dimana
jangka waktu pinjaman maksimal 10 tahun.
Pinjaman Rekening Koran
Pinjaman untuk tujuan pemenuhan modal kerja dengan jangka waktu pinjaman maksimal 12 bulan. Selama
periode peminjaman, debitur dapat mencairkan pinjaman sewaktu-waktu tanpa persyaratan apapun dalam limit
yang telah disetujui oleh Perseroan. Di sisi lain, debitur juga dapat melakukan pelunasan pinjaman sewaktu-
waktu kepada Perseroan selama periode peminjaman. Pada saat jatuh tempo, debitur harus melunasi seluruh
pinjaman yang tersisa atau dapat mengajukan perpanjangan waktu peminjaman (roll-over).
Stand-by Loan
Pinjaman untuk tujuan investasi dan/atau pemenuhan modal kerja dengan jangka waktu pinjaman maksimal 12
bulan. Pada saat akan melakukan penarikan pinjaman, debitur harus menginformasikan kepada Perseroan
terlebih dahulu dan menyertakan dokumen pendukung yang dipersyaratkan. Penarikan dan pelunasan pinjaman
dapat dilakukan secara terus-menerus selama masa perjanjian peminjaman, sepanjang memenuhi ketentuan
yang dipersyaratkan. Setelah 12 bulan, debitur dapat melunasi seluruh pinjaman atau mengajukan perpanjangan
waktu peminjaman.
PENGHIMPUNAN DANA
Perseroan melakukan aktivitas penghimpunan dana dari nasabah melalui pembangunan akses distribusi berupa
jaringan kantor (brick and mortar). Selain itu, Perseroan juga bergerak di ranah digital yang tidak hanya
mengandalkan kehadiran fisik dari Perseroan, namun juga kehadiran secara digital seperti melalui aplikasi Digital
Banking yang dimiliki oleh Perseroan. Pengembangan produk dalam bentuk APMK dan fasilitas ATM juga
membantu dan memudahkan nasabah dalam melakukan penarikan tunai, penyimpanan (setor tunai), dan
pengiriman uang. Saat ini, Perseroan memiliki beberapa produk guna menghimpun dana dari masyarakat, antara
lain:
85
Page 106
Giro
● Rekening Amar Giro Perorangan
Jenis rekening Giro atas nama perorangan yang dibuka oleh perorangan, termasuk individu yang memiliki
usaha seperti toko, restoran, bengkel, warung, dll.
● Rekening Amar Giro Perusahaan
Jenis rekening Giro atas nama instansi pemerintah/lembaga negara, organisasi masyarakat dan sejenisnya,
badan usaha dan/atau badan hukum termasuk di dalamnya bank dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
● Rekening Amar Giro Gabungan
Jenis rekening Giro yang dimiliki oleh lebih dari satu pemilik rekening, yang dapat terdiri dari gabungan badan
usaha, orang pribadi, dan/atau campuran dari keduanya.
Tabungan
● Tabungan Aster
Produk tabungan yang ditujukan untuk nasabah perorangan dengan setoran awal dan saldo minimum yang
ringan, bebas biaya administrasi bulanan, serta suku bunga yang menarik.
● Tabungan Amar Dana
Produk tabungan yang ditujukan sebagai tabungan bisnis. Tabungan ini memiliki biaya setoran awal, saldo
minimum, dan biaya administrasi yang kompetitif. Produk ini memiliki bunga yang relatif lebih tinggi
dibandingkan dengan produk tabungan lainnya.
● Tabungan Amar Cemerlang
Produk ini memiliki 2 tipe tabungan, yaitu tabungan harian dan tabungan investasi. Tabungan ini
menawarkan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa dengan mengharuskan nasabah
untuk melakukan pemblokiran saldo selama periode waktu tertentu. Berdasarkan jumlah pemblokiran saldo,
Perseroan akan memberikan hadiah kepada nasabah.
● Tabungan Amar Berjangka
Produk tabungan dengan jangka waktu minimal 1 tahun dan memberikan nasabah kemudahan untuk
menabung dengan sistem auto-debet setiap bulannya sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta
memberikan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan produk tabungan lainnya.
● Tabungan Pegawai
Jenis tabungan internal yang ditujukan untuk karyawan Perseroan. Produk tabungan ini dikhususkan untuk
pembayaran insentif karyawan Perseroan dan mempermudah dalam melakukan pengecekan jumlah insentif
yang diterima oleh karyawan. Produk ini terbatas hanya pada karyawan Perseroan.
Deposito Berjangka
● Deposito Berjangka
Deposito dengan jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.
● Deposito On Call
Deposito dengan jangka waktu yang lebih pendek, yaitu 7 hari sampai dengan 14 hari, dan nominal
penempatan dana minimal Rp 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah).
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Perseroan, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah penghimpunan
dana, namun juga untuk mendiversifikasi pendanaan yang masuk. Upaya yang dilakukan meliputi pembaharuan
produk, merekrut tambahan karyawan funding officer, serta usaha promosi lainnya untuk dapat meningkatkan daya
tarik masyarakat. Berikut ini adalah perincian dari Simpanan Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun oleh
Perseroan
86
Page 107
30 31
Jenis Juni Desember
2019 2018 2017 2016
Simpanan
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Giro 12.662 0,86% 13,301 1,21% 14,450 4,04% 10,037 14,64%
Tabungan 20.205 1,38% 20.810 1,90% 26,006 7,26% 13,187 19,24%
Deposito 1.436.145 97,76% 1.062.212 96,89% 317,580 88,70% 45,325 66,12%
Berjangka
Jumlah 1.469.012 100% 1.096.323 100% 358,036 100,00% 68,549 100,00%
Berdasarkan tabel di atas, DPK terus bertumbuh dari tahun 2016 sampai dengan Juni 2019, dimana
pertumbuhan tersebut lebih dari Rp 1 Triliun. Selain itu, terlihat juga bahwa setiap tahunnya proporsi simpanan
dengan jenis Deposito Berjangka semakin meningkat. Hal ini menandakan bahwa nasabah masih banyak yang
tertarik akan return tinggi yang ditawarkan oleh Deposito Berjangka serta, tingkat keamanan yang dimiliki oleh
Deposito Berjangka. Meskipun demikian, Perseroan akan tetap berusaha untuk mendiversifikasi pendanaan
(funding mix) untuk mendapatkan pendanaan yang beragam, kombinasi antara berjangka pendek dan panjang,
serta meminimalisir maturity mismatch.
LAYANAN LAINNYA
Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Kartu Debit
Perseroan saat ini sudah bekerjasama dengan lembaga switching jaringan ATM bersama Prima dan Alto.
Jaringan ini tersebar lebih dari 150,000 terminal di seluruh Indonesia. Hal ini akan memudahkan dan memberikan
fleksibilitas kepada nasabah untuk kegiatan transaksi, seperti tarik tunai, transfer (pemindahan dana), cek saldo,
dan lain sebagainya. Berkaitan dengan kerjasama ini, nasabah Perseroan akan dilengkapi dengan kartu
ATM/Debit yang dapat digunakan di seluruh jaringan ATM bersama. Selain itu, kartu tersebut juga dapat
digunakan nasabah untuk melakukan transaksi pembayaran melalui terminal Electronic Data Capture (EDC).
Manfaat lain yang diperoleh Perseroan dengan bekerjasama dengan lembaga switching adalah sebagai salah
satu fondasi dalam pengembangan produk Digital Banking. Adapun fasilitas ini diperkirakan akan release pada
semester kedua 2019.
Digital Banking
Pada tahun ini, Perseroan akan meluncurkan produk Layanan Perbankan Digital (Digital Banking) untuk
melengkapi fitur pinjaman berbasis teknologi “Tunaiku”. Produk ini dapat membantu Perseroan untuk
menjangkau lebih banyak calon nasabah karena layanan ini akan mempermudah nasabah dalam melakukan
transaksi keuangan, seperti melakukan pembayaran kepada biller, tanpa harus melakukan interaksi fisik. Selain
itu, dengan adanya fitur ini, Tunaiku berpotensi melakukan jual silang (cross-selling) ratusan ribu pelamar
pinjaman untuk menjadi deposan Perseroan. Dengan kemudahan yang ditawarkan produk ini, diharapkan minat
masyarakat untuk menyimpan dana (menabung) di Perseroan dapat meningkatkan, serta dapat memperluas
pangsa pasar pada pasar potensial yang baru. Untuk pengembangan produk tersebut sendiri telah berjalan dan
diharapkan dapat diluncurkan pada semester kedua 2019.
5. PEMASARAN
Cakupan pemasaran yang dilakukan oleh Perseroan secara offline masih terpusat di wilayah layanan Perseroan,
dimana terwakili dengan kehadiran kantor fisik Perseroan di wilayah Jakarta, Surabaya dan sekitarnya. Meskipun
demikian, layanan perbankan Perseroan terutama produk Tunaiku telah melebarkan sayapnya ke beberapa kota
lainnya, seperti Bandung, Semarang, Makassar, dll. Hal ini dapat terjadi karena Perseroan semakin kreatif dan
mengimplementasikan beberapa inisiatif baru dalam melakukan pemasaran secara online. Menjadi sebagai
salah satu metode pemasaran yang paling efektif, pemasaran melalui platform online (secara digital) dipandang
sesuai dengan pertumbuhan ekonomi digital saat ini, dimana masyarakat Indonesia sekarang dapat memiliki
akses yang baik terhadap internet dan akan terus berkembang sampai ke daerah-daerah di pelosok. Sebagai
catatan, meskipun Perseroan telah melakukan beberapa pemasaran secara offline dan online, saat ini sebagian
87
Page 108
besar (lebih dari 75%) aplikasi pengajuan Tunaiku yang diterima oleh Perseroan datang secara direct organic.
Hal ini menandakan bahwa, Pertama, masih besarnya pangsa pasar yang dapat terlihat dari tingginya jumlah
aplikasi pengajuan yang diterima oleh Perseroan (mencapai ratusan ribu aplikasi per bulan). Kedua, inisiatif
pemasaran terutama secara online bergerak sebagai katalis dari permintaan yang tinggi tersebut, atau dengan
kata lain, pemasaran tersebut juga berfungsi sebagai brand awareness yang kemudian meningkatkan word of
mouth di masyarakat akan Perseroan dan produk Tunaiku itu sendiri. Memperhatikan beberapa hal ini dan sesuai
dengan rencana Perseroan untuk terus mengembangkan skala bisnis usahanya, ruang bagi Perseroan untuk
memaksimalkan potensi dari pemasaran masih sangat terbuka. Dengan memaksimalkan platform pemasaran
secara offline dan online, diharapkan Perseroan semakin dapat melayani lebih banyak pasar, terutama unbanked
population, sehingga memperbesar pangsa pasar.
30 Juni 31 Desember (Unit)
Deskripsi (Unit)
2019 2018 2017 2016
Pengajuan kredit Tunaiku yang diterima 1.303.946 1.730.915 466.471 202.354
Perseroan
6. PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK
Perseroan dalam melakukan penilaian Tingkat Kesehatan Bank, berlandaskan pada Peraturan Bank Indonesia
No.13/1/PBI/2011 tentang tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Perseroan melakukan penilaian
tingkat kesehatannya secara semesteran untuk mencerminkan bahwa Perseroan secara umum sehat, sehingga
dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal
lainnya. Berikut adalah Faktor-faktor yang menjadi bahan penilaian Peringkat Komposit Penilaian Tingkat
Kesehatan Bank (RBBR):
Jenis Risiko Des-17 Jun-18 Des-18* Jun-19*
Profil Risiko 3 3 2 2
Good Corporate Governance 3 3 3 2
Rentabilitas 3 2 2 1
Permodalan 2 2 2 1
Peringkat Komposit 3 3 2 2
*merupakan hasil self assessment Perseroan
Catatan: Tidak terdapat perbedaan penilaian antara pengawas dan Bank terkait Profil Risiko per posisi triwulan
III/2019
Risk Based Bank Rating untuk posisi Semester I/2018 dinilai pada Peringkat 3, atau sama dengan penilaian
Semester II/ 2017. Kondisi ini mencerminkan bahwa Perseroan secara umum Cukup Sehat sehingga dinilai
mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya,
tercermin dari peringkat faktor-faktor penilaian antara lain Profil Risiko, Penerapan Tata Kelola, Rentabilitas dan
Permodalan yang secara umum baik. Dalam hal terdapat kelemahan, secara umum kelemahan tersebut kurang
signifikan
Dapat dilihat bahwa Peringkat Komposit Penilaian Tingkat Kesehatan Bank (RBBR) yang diperoleh oleh
Perseroan cenderung stabil dan terus membaik.
Peringkat Komposit yang diperoleh pada Desember 2018 masih sama dengan Peringkat Komposit yang
diperoleh pada Desember 2017, meskipun demikian telah terdapat perbaikan penilaian jenis risiko seperti
rentabilitas yang membaik dari peringkat 3 menjadi 2. Begitupun pada semester II tahun 2018 dan semester I
tahun 2019 dimana hasil self assessment Perseroan mengindikasikan Peringkat Komposit Perseroan berada
pada Peringkat 2 yang menunjukkan perbaikan terus-menerus.
88
Page 109
Profil Risiko
Merupakan penilaian terhadap risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko dalam aktivitas
operasional Perseroan. Jenis risiko yang masuk ke dalam penilaian adalah risiko kredit, pasar, likuiditas,
operasional, hukum, stratejik, kepatuhan, dan reputasi. Tingkat materialitas profil risiko Perseroan didominasi
oleh hasil penilaian Risiko Kredit, Pasar, Likuiditas, Operasional, Hukum, Stratejik, Kepatuhan, dan Reputasi.
Good Corporate Governance (GCG)
Dalam melaksanakan kegiatannya Perseroan menyadari bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal
perbankan telah mengalami perkembangan yang semakin banyak dan kompleks. Dalam hal ini tentunya
dibutuhkan peningkatan kualitas pelaksanaan GCG. Prinsip-prinsip GCG selama ini sudah diterapkan dan
merupakan bagian dari operasional Perseroan. Peningkatan kualitas pelaksanaan GCG merupakan salah satu
upaya untuk meningkatkan kinerja Perseroan, melindungi kepentingan pemangku kepentingan, dan
meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta nilai-nilai etika (code of conduct) yang
berlaku secara umum pada industri perbankan.
Sebagai kerangka kerja yang dapat memberikan panduan bagi setiap unit organisasi Perseroan agar dalam
bertindak tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip GCG, maka Perseroan telah menyusun Kebijakan dan
Pedoman Umum Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan, dan telah mendapat pengesahan dari Dewan Komisaris
dan Direksi.
Implementasi GCG di Perseroan sejalan dengan peraturan dan Undang-Undang yang berlaku, yaitu PBI
No.8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum
sebagaimana diubah dengan PBI 8/14/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Perubahan atas PBI
No.8/4/PBI/2006 dan SEBI No.15/15/DPNP tanggal 29 April 2013 perihal Pelaksanaan Good Corporate
Governance Bagi Bank Umum.
Ada beberapa pertimbangan seperti Governance Structure, Governance Process, dan Governance Outcome
untuk melakukan penilaian akan kualitas manajemen Perseroan atas pelaksanaan prinsip - prinsip GCG:
Dari sisi governance structure, Perseroan telah memenuhi persyaratan dimana komposisi jumlah Dewan
Komisaris berjumlah 3 orang. Integritas dan kompetensi Dewan Komisaris telah sesuai dibandingkan dengan
ukuran dan kompleksitas usaha Perseroan. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris
memenuhi prinsip Tata Kelola Perusahaan. Aspek transparansi dari para anggota Dewan Komisaris berjalan
dengan baik, serta tidak pernah melanggar ketentuan dan/atau perundangan-undangan yang berlaku.
Disamping itu, Perseroan dikelola oleh Direksi (di bawah pengawasan Dewan Komisaris) yang telah menjalani
fit and proper test dari regulator. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.13/2/PBI/2011 tanggal 12 Januari
2011 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum, Perseroan telah menempatkan seorang Direktur
Kepatuhan dalam jajaran Direksi yang mempunyai tugas menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk
memastikan bank telah memenuhi seluruh ketentuan Bank Indonesia dan perundang-undangan lainnya yang
berlaku.
Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Dewan
Komisaris memiliki 3 (tiga) komite yang membantu Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya, komite-komite tersebut adalah Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Remunerasi dan
Nominasi. Kompetensi dari setiap anggota Komite sudah sesuai dan mencukupi dibandingkan dengan ukuran
dan kompleksitas usaha Perseroan. Selain itu, pelaksanaan tugas setiap Komite saat ini telah berjalan dengan
efektif dalam mendukung kinerja pengawasan dari Dewan Komisaris. Rekomendasi Komite-Komite bermanfaat
dan dapat dipergunakan sebagai bahan acuan keputusan Dewan Komisaris.
Dari sisi governance process, Perseroan telah menindaklanjuti sebagian besar komitmen kepada OJK dengan
telah menyelesaikan sebagian besar temuan audit OJK. Selain itu, Perseroan juga telah melakukan perbaikan
89
Page 110
pada Standard Operational Procedure (SOP), serta terus melakukan peningkatan kualitas credit scoring untuk
Kredit Personal Multiguna Tunaiku untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik.
Terakhir, dari sisi governance outcome, dengan telah terpenuhinya sebagian besar governance structure dan
adanya perbaikan dalam governance process, maka kinerja tata kelola Perseroan telah menunjukkan perbaikan
yang signifikan dimana telah direpresentasikan dengan hasil positif kinerja Perseroan. Hal ini diharapkan dapat
berpengaruh positif terhadap governance outcome, terutama perbaikan pada aspek transparansi dan
terpenuhinya harapan seluruh stakeholders, sehingga pelaksanaan tata kelola Perseroan secara keseluruhan
menjadi lebih baik.
Rentabilitas
Merupakan faktor penilaian yang meliputi evaluasi terhadap kondisi earnings Perseroan, sumber-sumber
rentabilitas, kesinambungan (sustainability) dari rentabilitas, dan manajemen rentabilitas. Kondisi earnings
(profitabilitas) dalam periode penilaian menunjukkan hasil yang baik, dimana hal ini ditunjukkan dengan kinerja
Perseroan yang positif dan hampir seluruh indikator utama kinerja keuangan Perseroan tercapai sesuai dengan
target. Realisasi profit Perseroan melebihi target yang telah ditetapkan, dimana Perseroan berhasil membukukan
laba sebesar Rp 16.291 juta per 31 Desember 2018 sedangkan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
30 Juni 2019 adalah sebesar Rp 26.105 juta. Komponen terbesar berasal dari pendapatan bunga produk Kredit
Personal Multiguna Tunaiku.
Permodalan
Merupakan faktor penilaian yang mengukur kecukupan dan kemampuan Perseroan dalam mengelola
permodalan. Perseroan memiliki kecukupan permodalan yang baik dalam mengelola profil risiko serta mampu
mengcover potensi risiko yang akan muncul. Hal ini dapat dilihat dari rasio Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum (KPMM) Perseroan per 31 Desember 2018 yang berada pada level 42,43% sedangkan per 30 Juni
2019 adalah sebesar 66,20%, dimana rasio tersebut telah memenuhi ketentuan minimum regulasi. Sebagai
catatan, Perseroan yang memiliki profil risiko pada peringkat 2 diwajibkan memenuhi rasio KPMM paling rendah
antara 9% - 10%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Perseroan memiliki kemampuan permodalan yang
memadai untuk mendukung ekspansi usaha ke depannya.
7. PENGHARGAAN
Berikut ini adalah daftar penghargaan yang diterima oleh Perseroan:
1. Perseroan, melalui produk Tunaiku, menerima penghargaan “Digital Marketing Award” untuk kategori website
oleh Majalah Marketing pada bulan November 2017.
2. Perseroan menerima penghargaan “Best Banking Award” pada bulan November 2018, untuk kategori Bank
Berpredikat Sehat dalam kelompok BUKU I dengan Total Aset di bawah 2 Triliun Rupiah.
3. Perseroan meraih penghargaan Top Bank Awards 2019, Top CEO 2019, dan Top Deposito 2019 pada
Agustus 2019 lalu.
4. Perseroan memperoleh rating dengan Predikat Sangat Bagus melalui Infobank Awards 2019
5. Perseroan mendapatkan penghargaan “Indonesia Best Brand Awards 2019” dari CMO Asia yang bekerja
sama dengan riset World CSR Day dan World Federation of Marketing Professionals
8. HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Sampai dengan saat ini, Perseroan belum memiliki aset berupa hak kekayaan intelektual yang teregistrasi
berdasarkan Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
9. KETERANGAN TENTANG INDUSTRI DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
Perseroan akan terus mengembangkan lini usaha pinjaman berbasis teknologi “Tunaiku”, terutama untuk sektor
produktif, mengingat prospeknya yang menjanjikan dimana terlihat dari tingginya permintaan akan produk fintech
ini meskipun Perseroan belum melakukan aktivitas branding dan pemasaran secara intensif. Beberapa upaya
akan dilakukan untuk meningkatkan performa dari Tunaiku, baik dari sisi kecepatan, kualitas, dan ketepatan,
90
Page 111
namun Perseroan juga akan tetap berhati-hati dalam melakukan pemberian kredit dengan terus
mengembangkan credit scoring Tunaiku serta meningkatkan proses collection sehingga dapat menjaga Non-
Performing Loan (NPL) pada level yang rendah. Dengan dilakukannya hal-hal tersebut, diharapkan semakin
banyak masyarakat yang dapat dilayani oleh Tunaiku dan pada akhirnya terjadi inklusi keuangan seperti yang
dicita-citakan oleh Perseroan.
Di samping hal tersebut, aspirasi Perseroan untuk berpartisipasi dalam inklusi keuangan tidak hanya terbatas
pada pemberian kredit, namun lebih luas cakupannya, seperti masyarakat dapat memiliki rekening tabungan
di bank dan kemudian membudayakan sifat rajin menabung. Melalui peluncuran Layanan Perbankan Digital
(Digital Banking), diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang level literasi keuangannya meningkat,
dan pada akhirnya menggunakan layanan keuangan yang ditawarkan oleh Perseroan. Perseroan akan terus
berusaha untuk memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat (financial solutions) di era digital ini, dan mengingat
masih minimnya jumlah provider yang serupa maka pangsa pasar yang dapat dimasuki oleh Perseroan juga
masih cukup besar. Inisiatif ini juga akan memiliki dampak yang positif pada pendapatan yang dapat diterima,
dimana Perseroan akan mencoba untuk mengeksplor fee based income dari layanan yang diberikan, ataupun
melalui kerjasama dengan pihak ketiga lainnya yang dianggap prospektif.
Pengembangan teknologi pada produk dan layanan yang ditawarkan kepada nasabah juga akan diiringi dengan
pembaharuan di sisi internal. Perseroan akan terus meningkatkan proses kerja internal, serta di saat yang sama
akan mengembangkan dan mengimplementasikan proses digitalisasi infrastruktur secara internal. Selain itu,
Perseroan akan melakukan upaya peningkatan pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam seluruh
aspek, meliputi aspek rekrutmen, pelatihan, dan employee retention. Keseluruhan pengembangan ini ditujukan
untuk meningkatkan kualitas dan mempercepat proses internal Perseroan, sehingga pada akhirnya diharapkan
mampu memberikan layanan yang terbaik bagi nasabah.
10. PERSAINGAN USAHA
Perseroan memiliki posisi yang unik sebagai Fintech Bank, dimana Perseroan memanfaatkan teknologi di bidang
keuangan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Perseroan berhasil menyediakan kemudahan
dan keamanan bagi nasabah layaknya sebuah perusahaan fintech, serta pada saat yang bersamaan juga
memberikan keamanan dan kepercayaan layaknya bank pada umumnya.
Dalam kaitannya dengan penyaluran kredit, Perseroan memiliki produk berbasis teknologi “Tunaiku”. Tunaiku
merupakan produk pinjaman online dengan keseluruhan proses dilakukan menggunakan teknologi, mulai dari
tahapan pengajuan aplikasi, hingga pencairan kredit dan pembayaran kembali oleh debitur. Tunaiku memiliki
posisi yang unik dimana dapat disejajarkan dengan kartu kredit atau multifinance dari sisi harga (pricing), namun
secara persyaratan dan kenyamanan, Tunaiku menawarkan kemudahan seperti tidak diperlukan banyak dokumen
dalam proses pengajuan kredit (hanya diperlukan kartu identitas KTP). Lebih lanjut, Tunaiku memiliki spesifikasi
produk yang berbeda dengan produk fintech lending lainnya. Apabila pemain fintech menawarkan pinjaman
dengan nominal Rp 1 Juta - Rp 3 Juta dan tenor maksimal 30 - 45 hari, Tunaiku menyediakan plafon pinjaman
hingga nominal Rp 20 Juta dengan maksimal tenor 20 bulan. Spesifikasi produk seperti ini merupakan bentuk
pinjaman yang dicari oleh masyarakat, terutama pada segmen mid-to-low, dimana nasabah dapat meminjam
dalam jumlah yang lebih besar dan melakukan pembayaran kembali secara cicilan.
Dibandingkan dengan Perbankan konvensional lainnya, Perseroan berfokus untuk melayani sector bisnis berskala
mikro, kecil, dan individu yang mana merupakan sector yang masih sedikit dijangkau oleh Perbankan
Konvensional. Hal ini menjadikan pasar yang digarap Perseroan sangatlah besar dan memiliki potensi permintaan
yang tinggi. Tercermin dari angka pencairan pinjaman yang telah dilakukan oleh Perseroan terhadap sektor
tersebut yang sudah lebih dari 200,000 pencairan.
Pada tahun 2018, Perseroan memperoleh Penghargaan “Best Banking Awards” untuk kategori Bank Berpredikat
Sehat pada BUKU 1 dengan aset dibawah 2 Triliun Rupiah. Begitupun pada tahun 2019 dimana Perseroan berhasil
meraih penghargaan “Top Finance Award” untuk kategori Top Bank dan Top Deposito 2019 dengan produknya
Amar Deposito Berjangka. Pada perhelatan tersebut pula, Direktur Utama Perseroan, Vishal Tulsian berhasil
memperoleh penghargaan sebagai Top CEO Bank 2019. Reputasi perseroan juga semakin bersinar pada tahun
91
Page 112
2019 dengan berhasil diperolehnya predikat Sangat Bagus pada rating yang dikeluarkan oleh Infobank Awards
2019 serta penghargaan sebagai Indonesia Best Brand Awards 2019 dari CMO Asia. Keberhasilan Perseroan
dalam meraih penghargaan-penghargaan tersebut tentunya menambah citra baik Perseroan di masyarakat yang
diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Perseroan.
Dari sisi layanan perbankan lainnya yang ditawarkan oleh Perseroan, saat ini banyak bank yang berlomba untuk
masuk dalam ranah digital untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah seiring dengan meningkatnya ekonomi
digital Indonesia. Layanan Digital Banking yang akan diluncurkan oleh Perseroan, tidak hanya memberikan fitur-
fitur yang dibutuhkan oleh nasabah, namun juga memberikan pengalaman yang menarik kepada pengguna (user
experience). Layanan dan produk ini juga menawarkan kemudahan bagi nasabahnya dalam mengoperasikannya,
mulai dari cara pendaftaran hingga bertransaksi, serta dilengkapi dengan pemberian benefit yang menarik.
Sebagai pionir Fintech Bank, Perseroan memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan kompetitor lainnya,
dimana Perseroan dapat melakukan cross-selling produk Digital Banking kepada jutaan nasabah Tunaiku.
Ke depannya, Perseroan akan terus mengembangkan produk dan layanannya agar tetap sesuai dengan
kebutuhan dari nasabah, seperti penambahan beberapa fitur yang dapat mendukung optimalisasi produk yang
telah ada.
11. KECENDERUNGAN USAHA PERSEROAN
Tidak terdapat kecenderungan yang signifikan dalam operasi usaha sejak tutup buku terakhir maupun
ketidakpastian, permintaan, komitmen, atau peristiwa yang dapat diketahui yang dapat mempengaruhi secara
signifikan penjualan bersih atau pendapatan usaha, pendapatan dari operasi berjalan, profitabilitas, likuiditas atau
sumber modal, atau peristiwa yang akan menyebabkan informasi keuangan yang dilaporkan tidak dapat dijadikan
indikasi atas hasil operasi atau kondisi keuangan masa datang yang mempengaruhi kegiatan usaha dan prospek
keuangan Perseroan.
92
Page 113
IX. EKUITAS
Tabel di bawah ini menyajikan perkembangan posisi ekuitas Perseroan yang bersumber dari Laporan keuangan
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dan tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016. Laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir
pada 30 Juni 2019 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan dan ditandatangani oleh Elisabeth
Imelda sebagai Akuntan Publik dengan opini tanpa modifikasian dan tambahan paragraf hal lain mengenai (a)
laporan laba rugi, penghasilan komprehensif lain dan laporan arus kas Perseroan untuk periode enam bulan yang
berkahir pada tanggal 30 Juni 2018 tidak diaudit, (b) laporan keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016 diaudit oleh auditor independen lain, (c) laporan keuangan yang
diterbitkan kembali untuk menyesuaikan dengan peraturan pasar modal yang berlaku, (d) laporan keuangan
diterbitkan dengan tujuan untuk dicantumkan dalam prospektus sehubungan dengan rencana penawaran umum
saham perdana Perseroan di Bursa Efek Indonesia, serta tidak ditujukan, dan tidak diperkenankan untuk
digunakan untuk tujuan lain. Laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018,
2017 dan 2016, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Satrio Bing Eny & Rekan, auditor independen,
dengan opini tanpa modifikasian.
(dalam jutaan Rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2019 2018 2017 2016
EKUITAS
Modal saham 803.510 500.000 500.000 500.000
Tambahan modal disetor 225.758 - - -
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain (5.443) (7.067) 2.022 (471)
Saldo laba (defisit):
Ditentukan
penggunaannya 822 822 822 822
Belum ditentukan
penggunannya 18.251 (7.853) (24.144) (27.876)
JUMLAH EKUITAS 1.042.908 485.902 478.700 472.475
Selain yang telah disebutkan di atas, setelah tanggal laporan keuangan hingga Prospektus ini diterbitkan, tidak
terdapat perubahan struktur permodalan Perseroan.
Rencana Penawaran Umum Pemegang Saham
Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak 1.206.068.500 (satu juta dua ratus
enam ribu enam puluh ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama milik Tolaram Group Inc dengan nilai nominal
Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham yang mewakili sebanyak 15,01% (lima belas koma nol satu persen) dari
modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham. Keseluruhan saham tersebut
ditawarkan kepada masyarakat dengan Harga Penawaran Rp174,- (seratus tujuh puluh empat Rupiah) setiap
saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (”FPPS”). Nilai
saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum secara keseluruhan adalah sebanyak Rp209.855.919.000,-
(dua ratus sembilan milyar delapan ratus lima puluh lima juta sembilan ratus sembilan belas ribu Rupiah).
Tidak terdapat penerbitan saham baru dalam rencana Penawaran Umum ini, sehinga tidak terdapat perubahan
jumlah saham Perseroan.
Berikut ini adalah perkembangan permodalan dan kepemilikan saham Perseroan selama 3 (tiga) tahun terakhir:
93
Page 114
Tahun 2016
a. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 16 tanggal 1 April 2016,
dibuat di hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya (“Akta 16/2016”), para pemegang saham
Perseroan telah menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan dari
Rp400.000.000.000 menjadi sebesar Rp500.000.000.000, sehingga struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan adalah menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham
Keterangan %
Jumlah Lembar Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Modal Dasar 1.000.000 1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Wishart Investments Inc 495.000 495.000.000.000 99
Ghansham Jivatram 5.000 5.000.000.000 1
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 500.000 500.000.000.000 100
Jumlah Saham Portepel 500.000 500.000.000.000 -
Akta 16/2016 telah memperoleh penerimaan pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0040770 tanggal 18 April
2016 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-
0047938.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 18 April 2016. Peningkatan modal berdasarkan Akta 16/2016 juga
telah dicatat dalam administrasi pengawas OJK (Perbankan) berdasarkan Surat OJK No. S-
271/KR.041/2016 tanggal 18 Mei 2016.
b. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 506 tanggal 23 Juni
2016, dibuat di hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya (“Akta 506/2016”), para pemegang
saham Perseroan telah menyetujui adanya perubahan nama pemegang saham pengendali Perseroan dari
semula “Wishart Investments Inc” menjadi “Tolaram Group Inc.”, sehingga susunan pemegang saham
Perseroan menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham
Keterangan %
Jumlah Lembar Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Modal Dasar 1.000.000 1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Tolaram Group Inc. 495.000 495.000.000.000 99
Ghansham Jivatram 5.000 5.000.000.000 1
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 500.000 500.000.000.000 100
Jumlah Saham Portepel 500.000 500.000.000.000
Perubahan nama pemegang saham tersebut tidak mengubah menyebabkan perubahan struktur
permodalan dan susunan kepemilikan saham dalam Perseroan.
Akta 16/2016 telah memperoleh penerimaan pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-AH.01.03-0063364 tanggal 30 Juni 2016 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-0082041.AH.01.11.Tahun 2016
tanggal 30 Juni 2016. Perubahan nama pemegang saham pengendali Perseroan dari “Wishart Investments
Inc” menjadi “Tolaram Group Inc.” tersebut juga telah dilaporkan kepada OJK (Perbankan) melalui Surat
No. 297/DIR/VI/2016 tanggal 20 Juni 2016 perihal Laporan Perubahan Nama Pemegang Saham yang telah
diterima oleh OJK (Perbankan) berdasarkan Tanda Terima Surat/Laporan/Dokumen Lain Kepada Otoritas
Jasa Keuangan No. 021289, diterima tanggal 21 Juni 2016.
Tahun 2017
Tidak ada perubahan struktur permodalan atau susunan pemegang saham.
Tahun 2018
Tidak ada perubahan struktur permodalan atau susunan pemegang saham.
94
Page 115
Tahun 2019
a. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 88 tanggal 29 Mei 2019,
dibuat di hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., Notaris di Surabaya (“Akta 88/2019”), para pemegang saham
Perseroan telah menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan dari semula Rp1.000.000.000.000 menjadi
Rp2.000.000.000.000 dan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan dari
Rp500.000.000.000 menjadi sebesar Rp803.510.000.000, sehingga struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham
Keterangan %
Jumlah Lembar Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Modal Dasar 2.000.000 2.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Tolaram Group Inc. 793.000 793.000.000.000 98,692
Ghansham Jivatram 5.000 5.000.000.000 0,622
Krishna Kumar Agrawal 3.010 3.010.000.000 0,375
A Henry Mixson Lumban Batu 2.500 2.500.000.000 0,311
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 803.510 803.510.000.000 100,000
Jumlah Saham Portepel 1.196.490 1.196.490.000.000 -
Akta 88/2019 telah memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0031420.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 18 Juni 2019 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
Menkumham dengan No. AHU-0093870.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 18 Juni 2019. Peningkatan modal
berdasarkan Akta 88/2019 juga telah memperoleh persetujuan dari OJK (Perbankan) dan dicatat dalam
administrasi pengawas OJK (Perbankan) berdasarkan Surat OJK No. S-60/KR.041/2019 tanggal 20 Juni
2019.
Sehubungan dengan peningkatan modal tersebut di atas, Tolaram dan Krishna Kumar Agrawal melakukan
penyetoran modal pada harga Rp1.750.000 per saham, sementara A Henry Mixson Lumban Batu
melakukan penyetoran modal pada harga nominal per saham, yakni Rp1.000.000, dengan rincian sebagai
berikut:
a. Tolaram sebanyak 298.000 dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp298.000.000.000 yang
disetorkan dengan cara sebagai berikut:
i. Penyetoran tunai sebesar Rp307.071.428.572 pada tanggal 4 April 2019 sebagaimana tercermin
dalam Rekening Koran Perseroan pada Bank Jatim untuk periode April 2019; dan
ii. Konversi atas pinjaman Perseroan kepada Tolaram dengan jumlah pokok sebesar
Rp214.428.571.428 berdasarkan: (a) Perjanjian Pinjaman tertanggal 10 Desember 2018 antara
Tolaram dan Perseroan dan (b) Perjanjian Pinjaman tertanggal 4 September 2018 antara
Perseroan dengan Tolaram Africa Pte. Ltd., yang kemudian pinjaman tersebut dialihkan kepada
Tolaram berdasarkan Perjanjian Pengalihan tertanggal 26 Februari 2019. Konversi tersebut juga
telah disetujui oleh pemegang saham Perseroan berdasarkan Akta 88/2019.
Dengan demikian, total penyetoran modal yang dilakukan oleh Tolaram untuk 298.000 saham baru
dalam Perseroan adalah sebesar Rp521.500.000.000, atau Rp1.750.000 per saham.
b. Krishna Kumar Agrawal sebanyak 3.010 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp3.010.000.000 yang dilakukan dengan penyetoran tunai sejumlah Rp5.267.500.000 sebagaimana
tercermin dalam Informasi Mutasi Rekening Perseroan pada Bank BCA pada tanggal 3 Mei 2019.
Dengan demikian, total penyetoran modal yang dilakukan oleh Krishna Kumar Agrawal untuk 3.010
saham baru dalam Perseroan adalah sebesar Rp5.267.500.000 atau Rp1.750.000 per saham.
95
Page 116
c. A Henry Mixson Lumban Batu sebanyak 2.500 saham yang dilakukan dengan penyetoran tunai
sejumlah Rp2.500.000.000 berdasarkan Pemindah Bukuan Transaksi Internal Perseroan No. Ref.
00010 tanggal 11 April 2019.
Sehubungan dengan penyetoran oleh Tolaram dan Krishna Kumar Agrawal yang dilakukan di atas nilai
nominal per saham, Akta 88/2019 juga menyetujui pencatatan agio sebesar Rp225.757.500.000
dikarenakan adanya selisih nilai setiap lembar saham terhadap nilai nominal sebesar Rp750.000 untuk
301.010 saham baru.
Penyetoran yang dilakukan oleh Tolaram, Krishna Kumar Agrawal, dan A Henry Mixson Lumban Batu
dilakukan pada nilai nominal yang berbeda. Tolaram dan Krishna Kumar Agrawal melakukan penyetoran
modal dengan harga lebih tinggi berdasarkan harga penyetoran yang disepakati antar pemegang saham
dalam rangka mendukung kegiatan operasional Perseroan.
b. Berdasarkan Akta 277/2019, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui perubahan nilai nominal
saham Perseroan dari semula Rp1.000.000 menjadi Rp100, sehingga struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100,- per saham
Keterangan %
Jumlah Lembar Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Tolaram Group Inc. 7.930.000.000 793.000.000.000 98,692
Ghansham Jivatram 50.000.000 5.000.000.000 0,622
Krishna Kumar Agrawal 30.100.000 3.010.000.000 0,375
A Henry Mixson Lumban Batu 25.000.000 2.500.000.000 0,311
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 8.035.100.000 803.510.000.000 100,000
Jumlah Saham Portepel 11.964.900.000 1.196.490.000.000 -
96
Page 117
X. KEBIJAKAN DIVIDEN
Para pemegang saham lama yang berasal Penawaran Umum Perdana ini akan memperoleh hak-hak yang sama
dan sederajat dengan pemegang saham lama Perseroan, termasuk hak untuk menerima dividen.
Berdasarkan Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pembagian dividen dilakukan
berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan). Sebelum berakhirnya tahun
keuangan, dividen interim dapat dibagikan sepanjang hal itu diperbolehkan oleh Anggaran Dasar Perseroan dan
pembagian dividen interim tidak menyebabkan aset bersih Perseroan menjadi kurang dari modal ditempatkan dan
disetor penuh dan cadangan wajib Perseroan. Pembagian dividen interim tersebut ditetapkan oleh Direksi setelah
mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris. Jika setelah berakhirnya tahun keuangan dimana terjadi pembagian
dividen interim Perseroan mengalami kerugian, maka dividen interim yang telah dibagikan tersebut harus
dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan. Dewan Komisaris serta Direksi akan bertanggung jawab
secara tanggung renteng untuk pengembalian dimaksud jika dividen interim tidak dikembalikan oleh pemegang
saham.
Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, Manajemen Perseroan memiliki kebijakan untuk membayarkan
dividen dengan rasio sebanyak-banyaknya 50% (lima puluh persen) dari laba tahun berjalan Perseroan tahun
buku 2019, dalam bentuk uang tunai kepada seluruh pemegang saham Perseroan sekurang-kurangnya sekali
dalam setahun, namun dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Dividen kas akan dibayarkan dalam Rupiah. Pemegang saham pada recording date akan memperoleh hak atas
dividen dalam jumlah penuh dan dikenakan pajak penghasilan yang berlaku dalam ketentuan perpajakan
di Indonesia. Dividen kas yang diterima oleh pemegang saham dari luar Indonesia akan dikenakan pajak
penghasilan sesuai dengan ketentuan perpajakan di Indonesia.
Tidak ada negative covenant yang dapat menghambat Perseroan untuk melakukan pembagian dividen kepada
pemegang saham.
Perseroan tidak membagikan dividen pada tahun buku 2016, 2017, dan 2018.
97
Page 118
XI. PERPAJAKAN
Pajak Penghasilan atas dividen dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Berdasarkan
Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan
Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 (berlaku efektif 1 Januari 2009) pasal 4 ayat (1) menyebutkan bahwa yang
menjadi Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau
diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk
konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangktutan, dengan nama dan dalam bentuk
apapun termasuk antara lain dividen.
Selanjutnya, pasal 4 ayat (3) huruf f menyebutkan bahwa dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh
Perseroan Terbatas sebagai Wajib Pajak Dalam Negeri, koperasi, Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha
Milik Daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia
tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan sepanjang seluruh syarat-syarat di bawah ini terpenuhi:
● Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan; dan
● Bagi Perseroan Terbatas, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima dividen,
kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor.
Lebih lanjut dalam penjelasan pasal 4 ayat (3) huruf di atas juga ditegaskan bahwa dalam hal penerima dividen
atau bagian laba adalah Wajib Pajak selain badan-badan tersebut di atas, seperti firma, Perseroan komanditer,
yayasan dan organisasi sejenis dan sebagainya, maka penghasilan berupa dividen atau bagian laba tersebut
tetap merupakan Objek Pajak Pasal 23 ayat (1) huruf a Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 menyebutkan
bahwa atas dividen yang dibayarkan atau terutang oleh badan Pemerintah, Subjek Pajak badan dalam negeri,
penyelenggara kegiatan, Bentuk Usaha Tetap, atau perwakilan Perseoran luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak
Dalam Negeri atau Bentuk Usaha Tetap, dipotong pajak sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto oleh
pihak yang wajib membayarkan.
Besarnya tarif yang dikenakan atas penghasilan berupa dividen yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang
pribadi dalam negeri berdasarkan ketentuan Pasal 17 ayat (2c) Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak
Penghasilan, tarif yang dikenakan atas penghasilan berupa dividen yang dibagikan kepada Wajib Pajak orang
pribadi dalam negeri adalah paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dan bersifat final. Penetapan mengenai
besarnya tariff tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 17 ayat (2d) diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 19
Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan atas Dividen yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi
Dalam Negeri dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 111/PMK.03/2010.
Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 234/PMK.03/2009 tanggal 29 Desember
2009 tentang “Bidang-bidang Penanaman Modal Tertentu yang memberikan Penghasilan Kepada Dana Pensiun
yang Disetujui Menteri Keuangan Republik Indonesia Tidak Termasuk sebagai Obyek Pajak Penghasilan”, maka
penghasilan yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun yang pendiriannya telah mendapat pengesahan dari
Menteri Keuangan Republik Indonesia berupa dividen dari saham pada Perseroan Terbatas yang tercatat di Bursa
Efek di Indonesia, tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan.
Dividen yang dibayarkan kepada Wajib Pajak Luar Negeri akan dikenakan tarif sebesar 20% (dua puluh persen)
atau tarif yang lebih rendah dalam hal pembayaran dilakukan kepada mereka yang merupakan penduduk dari
suatu negara yang telah menandatangani suatu perjanjian penghindaran pajak berganda dengan Indonesia,
dengan memenuhi Peraturan Dirjen Pajak No. PER-61/PJ/2009 tanggal 5 November 2009, juncto Peraturan
Dirjen Pajak No. PER-24/PJ/2010 tanggal 30 April 2010 tentang Penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak
Berganda (P3B).
98
Page 119
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari
Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek, juncto Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.14 tahun 1997
tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham Di Bursa Efek dan Surat Edaran
Direktorat Jenderal Pajak No. SE-07/PJ.42/1995 tanggal 21 Februari 1995, perihal pengenaan Pajak Penghasilan
atas Penghasilan Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek (seri PPh Umum No. 3 juncto SE-06/PJ.4/1997
tanggal 20 Juni 1997 perihal: Pelaksanaan pemungutan PPh atas penghasilan dari transaksi penjualan saham
di Bursa Efek), telah ditetapkan sebagai berikut:
1) Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi dan badan dari transaksi penjualan saham
di Bursa Efek dipungut Pajak Penghasilan sebesar 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi dan bersifat final.
Pembayaran dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara Bursa Efek melalui perantara
pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan saham;
2) Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan Pajak Penghasilan sebesar 0,5% (nol koma lima persen) dari
nilai saham Perseroan yang dimilikinya pada saat Penawaran Umum Perdana Saham. Besarnya nilai saham
tersebut adalah nilai saham pada saat Penawaran Umum Perdana. Penyetoran tambahan pajak penghasilan
dilakukan oleh Perseroan atas nama pemilik saham pendiri sebelum penjualan saham pendiri, selambat-
lambatnya 1 (satu) bulan setelah saham tersebut diperdagangkan di Bursa Efek; dan
3) Namun apabila pemilik saham pendiri tidak memilih ketentuan sebagaimana dimaksud dalam butir 2 di atas,
maka atas penghasilan berupa capital gain dari transaksi penjualan saham pendiri dikenakan Pajak
Penghasilan sesuai dengan tarif umum Pasal 17 Undang-Undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 tahun 2008. Oleh karena
itu, pemilik saham pendiri tersebut wajib melaporkan pilihannya itu kepada DIrektur Jenderal Pajak dan
penyelenggara Bursa Efek.
PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN OLEH PERSEROAN
Sebagai Wajib Pajak, secara umum Perseroan memiliki kewajiban perpajakan untuk Pajak Penghasilan (PPh),
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Perseroan telah memenuhi kewajiban
perpajakannya sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan perpajakan yang berlaku. Pada tanggal
Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki tunggakan pajak.
CALON PEMBELI SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI
DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG MUNGKIN
TIMBUL DARI PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN SAHAM YANG DIBELI MELALUI
PENAWARAN UMUM INI.
99
Page 120
XII. PENJAMINAN EMISI EFEK
1. KETERANGAN TENTANG PENJAMINAN EMISI EFEK
Sesuai dengan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi
Efek No. 78 pada tanggal 12 September 2019 sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Atas Perjanjian
Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Perseroan No. 233 tanggal 20 Desember 2019 yang dibuat di hadapan
Christina Dwi Utami, Sarjana Hukum, Magister Humaniora, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Barat, Penjamin Pelaksana Emisi Efek menyetujui sepenuhnya untuk menawarkan dan menjual Saham
Yang Ditawarkan kepada Masyarakat dengan kesanggupan penuh (full commitment) dan mengikatkan diri untuk
membeli saham yang akan ditawarkan yang tidak habis terjual pada tanggal penutupan Masa Penawaran.
Perjanjian Emisi Efek ini menghapuskan perikatan sejenis baik tertulis maupun tidak tertulis yang telah ada
sebelumnya dan yang akan ada di kemudian hari antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
Selanjutnya Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang ikut dalam penjaminan emisi saham Perseroan telah sepakat
untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7. tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek
dalam Penawaran Umum.
2. SUSUNAN PENJAMIN EMISI EFEK
Adapun susunan dan jumlah porsi penjaminan serta persentase dari Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam
Penawaran Umum Perseroan adalah sebagai berikut:
Porsi Penjaminan Jumlah Penjaminan
No Nama Penjamin Emisi Efek %
(jumlah saham) (Rp)
Penjamin Pelaksana Emisi Efek
1. PT UOB Kay Hian Sekuritas 1.206.068.500 209.855.919.000 100,00
Total 1.206.068.500 209.855.919.000 100,00
3. PENENTUAN HARGA PENAWARAN SAHAM PADA PASAR PERDANA
Harga Penawaran untuk saham ini ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan dan negosiasi antara Pemegang
Saham, Perseroan, dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan mempertimbangkan hasil penawaran awal
(bookbuilding) yang dilaksanakan pada tanggal 16 – 20 Desember 2019. Berdasarkan hasil bookbuilding, jumlah
permintaan terbanyak yang diterima oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek, berada pada kisaran harga Rp174
(seratus tujuh puluh empat Rupiah) setiap saham. Dengan mempertimbangkan hasil bookbuilding yang telah
dilakukan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan melakukan kegiatan penjajakan kepada para investor,
ditetapkan Harga Penawaran sebesar Rp174 (seratus tujuh puluh empat Rupiah) per saham, dan dengan
mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
● Kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan;
● Permintaan dari calon investor yang berkualitas;
● Kinerja keuangan Perseroan;
● Data dan informasi mengenai Perseroan, kinerja Perseroan, sejarah singkat, prospek usaha, dan keterangan
mengenai industri yang terkait dengan Perseroan;
● Status dari perkembangan terakhir Perseroan;
● Faktor-faktor di atas dengan kaitannya dengan penentuan nilai pasar dan berbagai metode penilaian untuk
beberapa Perseroan yang bergerak di bidang yang sejenis dengan Perseroan;
Tidak dapat dijamin atau dipastikan, bahwa setelah Penawaran Umum ini, harga saham Perseroan akan terus
berada di atas Harga Penawaran atau perdagangan saham Perseroan akan terus berkembang secara aktif di BEI
dimana saham tersebut dicatatkan.
100
Page 121
XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang membantu dan berperan dalam Penawaran Umum ini
adalah sebagai berikut:
1. AKUNTAN PUBLIK
Akuntan Publik : Imelda & Rekan
The Plaza Office Tower, 32nd Floor, Jl. M.H. Thamrin
Kav 28-30, RT.9/RW.5, Gondangdia, Menteng,
RT.9/RW.5, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta
Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350
Telp. : (021) 50818000
Fax. : (021) 29928300
STTD : STTD.AP-58/PM.22/2018
tertanggal 5 Februari 2018 a.n. Elisabeth Imelda.
Asosiasi : Institut Akuntan Pubik Indonesia
Pedoman Kerja : Standar Audit
Surat Penunjukkan : No. 034/OPD/VI/2019 tertanggal 10 Juli 2019
Fungsi utama Akuntan Publik dalam Penawaran Umum ini adalah untuk melaksanakan audit berdasarkan
standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan Akuntan
Publik merencakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan
keuangan bebas dari salah saji material dan bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan terhadap
laporan keuangan yang di audit. Audit yang dilakukan oleh Akuntan Publik meliputi pemeriksaan atas dasar
pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Juga
meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen
serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Akuntan Publik bertanggung jawab
atas pendapat mengenai kewajaran dari laporan keuangan Perseroan.
2. KONSULTAN HUKUM
Konsultan Hukum : Hiswara, Bunjamin & Tandjung
Sudirman 7.8, Tower 1 Lantai 18
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 7-8
Jakarta 10220
STTD : STTD.KH-289/PM.223/2019 tanggal 7 Februari 2019 atas nama
Viska Kharisma Fajarwati.
Asosiasi : Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No.200924
Pedoman Kerja : Standar Pendapat Hukum yang dikeluarkan oleh HKHPM
sebagaimana dimaksud dalam Keputusan HKHPM Nomor
KEP.02/HKHPM/VIII/2018 tanggal 8 Agustus 2018 tentang Standar
Profesi Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal
Surat Penunjukkan : No. 030/OPD/IV/2019 tertanggal 18 Juni 2019.
Ruang lingkup tugas Konsultan Hukum adalah melakukan pemeriksaan dari segi hukum atas fakta mengenai
Perseroan yang disampaikan oleh Perseroan kepada Konsultan Hukum secara independen sesuai dengan
norma atau standar profesi dan kode etik konsultan hukum. Hasil pemeriksaan Konsultan Hukum tersebut
telah dimuat dalam Laporan Pemeriksaan dari Segi Hukum yang merupakan penjelasan atas Perseroan dari
segi hukum dan menjadi dasar dan bagian yang tidak terpisahkan dari Pendapat Dari Segi Hukum yang
diberikan secara obyektif dan mandiri.
101
Page 122
3. NOTARIS
Notaris : Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., MKn.
Jl. KH. Zainul Arifin No. 2
Komp. Ketapang Indah Blok B-2 No. 4-5
Jakarta 11140
Telp.: (021) 634 5668.
Fax.: (021) 634 5666.
No. STTD : STTD.N-29/PM.22/2018 tertanggal 19 Maret 2018 atas
nama Christina Dwi Utami.
Keanggotaan Asosiasi : Ikatan Notaris Indonesia (INI) No. 0639319800705.
Pedoman Kerja : UU RI No. 2 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU
No. 30
tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris.
Surat Penunjukkan : No. 033/ODP/V/2019 tertanggal 13 Juni 2019.
Ruang lingkup tugas Notaris dalam Penawaran Umum ini adalah menyiapkan dan membuat akta-akta dalam
rangka Penawaran Umum, antara lain mebuat Perubahan Seluruh Anggaran Dasar Perseroan, Perjanjian
Penjaminan Emisi Efek antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek,
dan Perjanjian Pengelolaan Administrasi Efek, dengan berpedoman pada Peraturan Jabatan Notaris dan
Kode etik Notaris.
4. BIRO ADMINISTRASI EFEK
Biro Administrasi Efek : PT Datindo Entrycom
Jl. Hayam Wuruk No. 28
Jakarta 10120
Nomor STTD : Kep 16/PM/1991
Tanggal STTD : 19 April 1991
Asosiasi : Asosiasi Biro Administrasi Efek Indonesia (ABI)
Pedoman Kerja : UUPM dan peraturan pasar modal yang berlaku.
Surat Penunjukkan : No. 031/ODP/IV/2019 tertanggal 24 Juni 2019
Tugas dan kewajiban pokok Biro Administrasi Efek (”BAE”) dalam Penawaran Umum ini, sesuai dengan
Standar Profesi Dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku meliputi penerimaan pemesanan saham berupa
Daftar Pemesanan Pembelian Saham (“DPPS”) dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (“FPPS”) yang
telah dilengkapi dengan dokumen sebagaimana disyaratkan dalam pemesanan pembelian saham dan telah
mendapat persetujuan dari Penjamin Pelaksana Emisi sebagai pemesanan yang diajukan untuk diberikan
penjatahan saham serta melakukan administrasi pemesanan pembelian saham sesuai dengan aplikasi yang
tersedia pada BAE. Bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi, BAE mempunyai hak untuk menolak
pemesanan pembelian saham yang tidak memenuhi persyaratan pemesanan dengan memperhatikan
peraturan yang berlaku. Dalam hal terjadinya pemesanan yang melebihi jumlah Saham Yang Ditawarkan,
BAE melakukan proses penjatahan saham berdasarkan rumus penjatahan yang ditetapkan oleh Manajer
Penjatahan, mencetak FKPS dan menyiapkan laporan penjatahan. BAE juga bertanggung jawab untuk
menerbitkan Surat Kolektif Saham (“SKS”), apabila diperlukan, dan menyusun laporan Penawaran Umum
sesuai dengan peraturan perundang-undangan pasar modal yang berlaku.
Seluruh Profesi Penunjang Pasar Modal dengan ini menyatakan bahwa tidak mempunyai hubungan afiliasi
dengan Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana ditentukan dalam Undang-
Undang Pasar Modal.
102
Page 123
XIV. KETENTUAN PENTING DALAM ANGGARAN DASAR DAN KETENTUAN
PENTING LAINNYA TERKAIT PEMEGANG SAHAM
Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan adalah berdasarkan Akta No. 277 tanggal 26 Agustus 2019 yang
dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat yang telah memperoleh:
(i) persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. 0058901.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal
27 Agustus 2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-
150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus 2019, (ii) penerimaan pemberitahuan dari Menkumham
berdasarkan Penerimaan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. AHU-AH.01.03-0321105 tanggal 27 Agustus
2019 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-0150663.AH.01.11.Tahun
2019 tanggal 27 Agustus 2019 dan (iii) penerimaan pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0321106 tanggal 27 Agustus 2019 dan didaftarkan
dalam Daftar Perseroan pada Menkumham dengan No. AHU-0150663.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 27 Agustus
2019. Ketentuan-ketentuan penting dalam Anggaran Dasar Perseroan tersebut adalah sebagai berikut:
A. Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
1. Maksud dan tujuan perseroan ialah berusaha dalam bidang bank umum swasta non devisa;
2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
utama sebagai berikut :
a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat
deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu;
b. Memberikan pinjaman baik jangka panjang, jangka menengah atau pinjaman dalam bentuk yang
pada umumnya diberikan dalam usaha perbankan;
c. Menerbitkan surat pengakuan hutang;
d. Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah
nasabah, meliputi:
i. surat-surat wesel, termasuk wesel yang diakseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak
lebih lama dari pada kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud;
ii. surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama
dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud;
iii. kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah;
iv. Sertifikat Bank Indonesia (SBI);
v. obligasi;
vi. surat dagang berjangka waktu, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
vii. instrumen surat berharga lainnya yang berjangka waktu, sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
e. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah;
f. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik
dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel atas unjuk, cek atau
sarana lainnya;
g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau
antar pihak ketiga;
h. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang-barang dan surat berharga;
i. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak;
j. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga
yang tidak tercatat di bursa efek;
k. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat;
l. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disingkat ”OJK“) atau instansi yang berwenang
lainnya;
m. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan, seperti
perusahaan sewa guna usaha, perusahaan modal ventura, perusahaan efek, perusahaan asuransi,
serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan
oleh Bank Indonesia atau OJK atau instansi yang berwenang lainnya;
103
Page 124
n. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit, dengan
syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh
Bank Indonesia atau OJK atau instansi yang berwenang lainnya;
o. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun, sesuai dengan ketentuan dalam
peraturan perundang-undangan dana pensiun yang berlaku; dan
p. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan
perundang-undangan dan peraturan yang berlaku, termasuk antara lain tindakan dalam rangka
restrukturisasi atau penyelamatan kredit antara lain membeli, melalui pelelangan atau dengan cara
lain, agunan, baik semua maupun sebagian, dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada
bank, dengan ketentuan agunan yang dibeli wajib dicairkan secepatnya.
3. Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Perseroan dapat melakukan
kegiatan usaha penunjang sebagai berikut :
• meminjam dana dari pihak ketiga untuk disalurkan sebagai pinjaman yang pada umumnya diberikan
dalam usaha perbankan; dan
• melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya di bidang perbankan.
B. Ketentuan Mengenai Perubahan Permodalan
1. Modal dasar Perseroan berjumlah Rp.2.000.000.000.000,00 (dua triliun Rupiah), terbagi atas
20.000.000.000 (dua puluh miliar) saham, masing-masing saham bernilai nominal Rp.100,00 (seratus
Rupiah).
2. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar 40,18 % (empat puluh koma satu
delapan persen), atau sejumlah 8.035.100.000 (delapan miliar tiga puluh lima juta seratus ribu) saham
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp.803.510.000.000,00 (delapan ratus tiga miliar lima ratus
sepuluh juta Rupiah), oleh para pemegang saham Perseroan.
3. Penyetoran modal dapat dilakukan dalam bentuk lain selain uang, baik berupa benda berwujud maupun
tidak berwujud, yang wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. benda yang dijadikan setoran modal dimaksud wajib diumumkan kepada publik pada saat
pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan (selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini
cukup disebut dengan “Rapat Umum Pemegang Saham” atau “RUPS”), mengenai penyetoran
tersebut;
b. benda yang dijadikan sebagai setoran modal wajib dinilai oleh penilai yang terdaftar di Otoritas Jasa
Keuangan atau instansi yang berwenang dan/atau pelaksananya (selanjutnya dalam Anggaran
Dasar ini cukup disebut dengan “OJK”), dan tidak dijaminkan dengan cara apapun juga;
c. memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS, dengan memperhatikan ketentuan kuorum
sebagaimana diatur ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, dan peraturan perundang-undangan
serta peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
d. dalam hal benda yang dijadikan sebagai setoran modal dilakukan dalam bentuk saham perseroan
yang tercatat di Bursa Efek, maka harganya harus ditetapkan berdasarkan nilai pasar wajar; dan
dalam hal penyetoran tersebut berasal dari laba ditahan, agio saham, laba bersih Perseroan
dan/atau unsur modal sendiri, maka laba ditahan, agio saham, laba bersih Perseroan dan/atau unsur
modal sendiri lainnya tersebut sudah dimuat dalam laporan keuangan tahunan Perseroan terakhir
yang telah diaudit oleh akuntan yang terdaftar di OJK, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
Penyetoran atas saham dari kompensasi/konversi tagihan dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.
4. Saham-saham yang masih dalam simpanan akan dikeluarkan perseroan menurut keperluan modal
Perseroan, pada waktu dan dengan cara, harga serta persyaratan yang ditetapkan oleh Direksi dengan
persetujuan RUPS melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu atau atau tanpa penerbitan hak
memesan efek terlebih dahulu (private placement) dengan mengindahkan peraturan-peraturan yang
termuat dalam Anggaran Dasar ini, peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang
pasar modal, antara lain peraturan yang mengatur tentang penambahan modal dengan memberikan hak
memesan efek terlebih dahulu serta peraturan Bursa Efek di tempat, di mana saham-saham Perseroan
dicatatkan, asal saja pengeluaran saham Perseroan tidak dilakukan dengan harga di bawah nilai nominal
per saham.
104
Page 125
Setiap saham Perseroan dalam simpanan yang dikeluarkan lebih lanjut harus disetor penuh.
5. a. Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas (Efek Bersifat Ekuitas adalah
Saham atau Efek yang dapat ditukar dengan saham atau Efek yang mengandung hak untuk
memperoleh saham antara lain Obligasi Konversi atau Waran) yang dilakukan dengan pemesanan,
maka hal tersebut wajib dilakukan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada
pemegang saham yang namanya terdaftar dalam daftar pemegang saham Perseroan pada tanggal
yang ditentukan RUPS yang menyetujui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dalam jumlah yang
sebanding dengan jumlah saham yang telah terdaftar dalam daftar pemegang saham Perseroan
atas nama pemegang saham masing-masing pada tanggal tersebut;
b. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu wajib dapat dialihkan dan diperdagangkan dalam jangka waktu
sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku
di bidang Pasar Modal;
c. Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut di atas harus mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari RUPS, dengan syarat-syarat dan jangka waktu sesuai dengan
ketentuan dalam Anggaran Dasar ini, peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku
di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat di mana saham-saham Perseroan
dicatatkan;
d. Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan dan tidak diambil oleh pemegang Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu harus dialokasikan kepada semua pemegang saham yang
memesan tambahan Efek Bersifat Ekuitas, dengan ketentuan apabila jumlah Efek Bersifat Ekuitas
yang dipesan melebihi jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan, Efek Bersifat Ekuitas
yang tidak diambil tersebut wajib dialokasikan sebanding dengan jumlah Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu yang dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang memesan
tambahan Efek Bersifat Ekuitas, satu dan lain hal dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
e. Dalam hal masih terdapat sisa Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil bagian oleh pemegang
saham sebagaimana dimaksud huruf (d) di atas, maka dalam hal terdapat pembeli siaga, Efek
Bersifat Ekuitas tersebut wajib dialokasikan kepada pihak tertentu yang bertindak sebagai pembeli
siaga dengan harga dan syarat-syarat yang sama, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
f. Penambahan modal disetor menjadi efektif setelah terjadinya penyetoran, dan saham yang
diterbitkan mempunyai hak-hak yang sama dengan saham yang mempunyai klasifikasi yang sama
yang diterbitkan oleh Perseroan, dengan tidak mengurangi kewajiban Perseroan untuk mengurus
pemberitahuan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
g. Perseroan dapat menambah modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada
pemegang saham sebagaimana diatur dalam peraturan di sektor Pasar Modal yang mengatur
mengenai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, baik untuk memperbaiki posisi keuangan Perseroan
maupun selain untuk memperbaiki posisi keuangan Perseroan, yang terlebih dahulu memperoleh
persetujuan RUPS, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang
berlaku di bidang Pasar Modal yang mengatur tentang penambahan modal tanpa memberikan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu;
h. Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dapat menyimpang dari
ketentuan seperti tersebut dalam B.5.a sampai dengan B.5.g di atas apabila ketentuan peraturan
perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek
di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan mengizinkannya.
6. Pelaksanaan pengeluaran saham dalam portepel untuk pemegang Efek yang dapat ditukar dengan
saham atau Efek yang mengandung hak untuk memperoleh saham, dapat dilakukan oleh Direksi
berdasarkan keputusan RUPS terdahulu yang telah menyetujui pengeluaran Efek tersebut, dengan
memperhatikan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan, peraturan perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat di mana saham-
saham Perseroan dicatatkan.
7. Penambahan modal dasar Perseroan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan RUPS. Perubahan
anggaran dasar dalam rangka perubahan modal dasar harus disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia.
105
Page 126
8. Penambahan modal dasar yang mengakibatkan modal ditempatkan dan disetor menjadi kurang dari 25%
(dua puluh lima persen) dari modal dasar, dapat dilakukan sepanjang:
a. telah memperoleh persetujuan RUPS untuk menambah modal dasar;
b. telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
c. penambahan modal ditempatkan dan disetor, sehingga menjadi paling sedikit 25 % (dua puluh lima
persen) dari modal dasar, wajib dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dimaksud
dalam huruf b di atas;
d. dalam hal penambahan modal disetor sebagaimana dimaksud dalam angka 8 huruf c di atas tidak
terpenuhi sepenuhnya, maka Perseroan harus mengubah kembali anggaran dasarnya, sehingga
modal ditempatkan dan disetor paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar dengan
memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam jangka waktu 2
(dua) bulan setelah jangka waktu dalam B.8 huruf c di atas ini tidak terpenuhi;
e. persetujuan RUPS sebagaimana dimaksud dalam B.8 huruf a diatas ini, termasuk juga persetujuan
untuk mengubah Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud dalam angka B.8 huruf d di atas.
9. Perubahan Anggaran Dasar dalam rangka penambahan modal dasar menjadi efektif setelah terjadinya
penyetoran modal yang mengakibatkan besarnya modal disetor menjadi paling kurang 25% (dua puluh
lima persen) dari modal dasar dan mempunyai hak-hak yang sama dengan saham lainnya yang
diterbitkan oleh Perseroan, dengan tidak mengurangi kewajiban Perseroan untuk mengurus persetujuan
perubahan Anggaran Dasar kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas
pelaksanaan penambahan modal disetor tersebut.
10. Perseroan dapat membeli kembali saham-saham yang telah dibayar penuh sampai dengan 10%
(sepuluh persen) dari jumlah saham yang telah ditempatkan atau dalam jumlah lain apabila peraturan
perundang-undangan menentukan lain. Pembelian kembali saham tersebut dilaksanakan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
C. Ketentuan yang Mengatur Tentang Pelaksanaan RUPS Tahunan dan RUPSLB
1. Rapat umum pemegang Saham yang selanjutnya disebut “RUPS” adalah:
a. RUPS Tahunan; dan
b. RUPS lainya, yang dalam Anggaran Dasar disebut juga RUPS luar biasa “RUPSLB”.
2. Satu orang atau lebih pemegang saham yang bersama-sama mewakili 1/10 (satu per sepuluh) bagian
dari jumlah seluruh saham dengan hak suara, dapat meminta agar diselenggarakan RUPS. Permintaan
tersebut diajukan kepada Direksi dengan surat tercatat disertai alasannya.
3. Permintaan penyelenggaraan RUPS sebagaimana dimaksud pada C.2 harus:
i. dilakukan dengan itikad baik;
ii. mempertimbangkan kepentingan Perseroan;
iii. merupakan permintaan yang membutuhkan keputusan RUPS;
iv. disertai dengan alasan dan bahan terkait hal yang harus diputuskan dalam RUPS; dan
v. tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.
4. Direksi wajib melakukan pengumuman RUPS kepada pemegang dalam jangka waktu paling lambat 15
(lima belas) hari terhitung sejak tanggal permintaan penyelenggaraan RUPS sebagaimana dimaksud
pada bagian C.2 diterima Direksi.
5. Dalam hal Direksi tidak melakukan pengumuman RUPS sebagaimana dimaksud pada C.4, pemegang
sahamn dapat mengajukan kembali permintaan penyelenggaraan RUPS kepada Dewan Komisaris.
6. Dewan Komisaris wajib melakukan pengumuman RUPS kepada pemegang saham dalam jangka waktu
paling lambat 15 (lima belas) hari terhitung sejak tanggal permintaan penyelenggaraan RUPS
sebagaimana dimaksud pada ayat C.5 ini diterima Dewan Komisaris.
7. Dalam hal Direksi atau Dewan Komisaris tidak melakukan RUPS dalam jangka waktu sebagaimana
dimaksud C.4 dan C.6, Direksi atau Dewan Komisaris wajib mengumumkan:
i. terdapat permintaan penyelenggaraan RUPS dari pemegang saham sebagaimana dimaksud dalam
C.3; dan
ii. alasan tidak diselenggarakannya RUPS;
dalam jangka waktu paling lambat 15 (lima belas) hari sejak diterimanya permintaan penyelenggaraan
RUPS dari pemegang saham sebagaimana dimaksud dalam C.4 dan C.6. Pengumuman tersebut paling
kurang melalui media:
106
Page 127
a. 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional;
b. situs web Bursa Efek; dan
c. situs web Perseroan dalam Bahasa Indonesia dan bahasa asing, dengan ketentuan bahasa asing
yang digunakan paling kurang bahasa Inggris, yang keduanya memuat informasi yang sama.
8. Dalam hal Dewan Komisaris tidak melakukan pengumuman RUPS sebagaimana dimaksud dalam ayat
C.6, pemegang saham yang meminta diselenggarakannya RUPS dapat mengajukan permintaan
diselenggarakannya RUPS kepada ketua pengadilan negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat
kedudukan Perseroan untuk menetapkan pemberian izin diselenggarakannya RUPS.
9. Pemegang saham yang telah memperoleh penetapan pengadilan untuk menyelenggarakan RUPS wajib:
a. melakukan pengumuman, pemanggilan akan diselenggarakan RUPS, pengumuman ringkasan
risalah RUPS, atas RUPS yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
b. melakukan pemberitahuan akan diselenggarakan RUPS dan menyampaikan bukti pengumuman,
bukti pemanggilan, risalah RUPS, dan bukti pengumuman ringkasan risalah RUPS kepada OJK, atas
RUPS yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan yang berlaku
di bidang Pasar Modal;
c. melampirkan dokumen yang memuat nama pemegang saham serta jumlah kepemilikan sahamnya
pada Perseroan yang telah memperoleh penetapan pengadilan untuk menyelenggarakan RUPS dan
penetapan pengadilan dalam pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada huruf b di atas, kepada
OJK terkait akan diselenggarakan RUPS tersebut.
10. Pemegang saham sebagaimana dimaksud dalam C.2, wajib tidak mengalihkan kepemilikan sahamnya
dalam jangka waktu paling sedikit 6 (enam) bulan sejak RUPS, jika permintaan penyelenggaraan RUPS
yang dimohonkannya dipenuhi oleh Direksi atau Dewan Komisaris atau ditetapkan oleh pengadilan.
D. Hak, Preferensi dan Pembatasan yang Terdapat pada Saham
1. Hak Suara
Dalam RUPS, tiap saham memberikan hak kepada pemiliknya untuk mengeluarkan 1 (satu) suara.
2. Hak atas Dividen
a. Laba bersih Perseroan dalam suatu tahun buku seperti tercantum dalam Neraca dan Perhitungan
Laba Rugi yang telah disahkan oleh RUPS Tahunan dan merupakan saldo laba yang positif, dibagi
menurut cara penggunaannya yang ditentukan oleh RUPS tersebut.
b. Dividen hanya dapat dibayarkan sesuai dengan kemampuan keuangan Perseroan berdasarkan
keputusan yang diambil dalam RUPS, dalam keputusan mana juga akan ditentukan waktu
pembayaran dan bentuk dividen. Dividen untuk 1 (satu) saham harus dibayarkan kepada orang atau
badan hukum atas nama siapa saham itu terdaftar dalam daftar pemegang saham pada hari kerja
yang akan ditentukan oleh atau atas wewenang dari RUPS dalam mana keputusan untuk pembagian
dividen diambil. Pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham yang berhak, wajib
dilaksanakan paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah pengumuman ringkasan risalah RUPS yang
memutuskan pembagian dividen tunai. Pengumuman pelaksanaan pembagian dividen dilakukan
sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku di Pasar Modal.
c. Direksi berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris berhak
untuk membagi dividen sementara (dividen interim) apabila keadaan keuangan Perseroan
memungkinkan, dengan ketentuan bahwa dividen sementara (dividen interim) tersebut akan
diperhitungkan berdasarkan keputusan RUPS Tahunan berikutnya yang diambil sesuai dengan
ketentuan dalam Anggaran Dasar, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal serta ketentuan Bursa Efek di Indonesia di tempat
di mana saham-saham Perseroan dicatatkan.
d. Laba yang dibagikan sebagai dividen yang tidak diambil dalam waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal
yang ditetapkan untuk pembayaran dividen lampau, dimasukkan ke dalam cadangan khusus.
Dividen dalam cadangan khusus tersebut, dapat diambil oleh pemegang saham yang berhak dengan
menyampaikan bukti haknya atas dividen tersebut yang dapat diterima oleh Direksi Perseroan.
Dividen yag telah dimasukkan dalam cadangan khusus tersebut dan tidak diambil dalam jangka
waktu 10 (sepuluh) tahun akan menjadi hak Perseroan.
107
Page 128
3. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
Ketentuan mengenai Hak Memesan Efek Terlebih dahulu adalah sebagaimana dijabarkan dalam B.5
di atas.
E. Direksi
1. Perseroan diurus dan dipimpin oleh Direksi yang terdiri dari sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang anggota
Direksi, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku, dengan
susunan sebagai berikut:
a. seorang Direktur Utama;
b. seorang atau lebih Wakil Direktur Utama, apabila diperlukan; dan
c. seorang atau lebih Direktur.
2. Yang dapat menjadi anggota Direksi adalah orang perseorangan yang memenuhi persyaratan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal dan
Perbankan, peraturan mana yang lebih ketat.
3. Selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam E.2, pengangkatan anggota Direksi
dilakukan dengan memperhatikan keahlian, pengalaman serta persyaratan lain berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
4. Satu periode masa jabatan anggota Direksi adalah 5 (lima) tahun atau sejak tanggal penutupan RUPS
atau tanggal yang ditentukan pada RUPS yang mengangkatnya sampai dengan penutupan RUPS
tahunan pada akhir 1 (satu) periode masa jabatan dimaksud. RUPS berhak untuk memberhentikan
anggota Direksi sewaktu-waktu sebelum masa jabatannya berakhir, dengan menyebutkan alasannya,
setelah anggota Direksi yang bersangkutan diberi kesempatan untuk hadir dalam RUPS guna membela
diri dalam RUPS tersebut. Pemberhentian anggota Direksi oleh RUPS tersebut berlaku sejak penutupan
RUPS yang memutuskan pemberhentiannya, kecuali tanggal lain ditentukan oleh RUPS.
5. Setelah masa jabatan berakhir anggota Direksi tersebut dapat diangkat kembali oleh RUPS.
6. Para anggota Direksi dapat diberi gaji tiap-tiap bulan dan tunjangan lainnya yang besarnya ditentukan
oleh RUPS, dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan berlaku. Kewenangan RUPS untuk
menentukan gaji dan tunjangan anggota Direksi dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris.
7. Apabila oleh suatu sebab apapun jabatan anggota Direksi lowong dan menyebabkan jumlah anggota
Direksi menjadi kurang dari jumlah yang ditetapkan dalam E.1, maka dalam jangka waktu 90 (sembilan
puluh) hari sejak terjadinya lowongan tersebut, wajib diselenggarakan RUPS untuk mengisi lowongan itu.
Masa jabatan seorang yang diangkat untuk mengisi lowongan tersebut adalah sisa masa jabatan dari
anggota Direksi yang jabatannya telah menjadi lowong tersebut.
8. Apabila oleh suatu sebab apapun semua jabatan anggota Direksi lowong, maka dalam jangka waktu 90
(sembilan puluh) hari sejak terjadinya lowongan tersebut, wajib diselenggarakan RUPS untuk
mengangkat Direksi baru, dan untuk sementara Perseroan diurus oleh Dewan Komisaris.
9. Anggota Direksi dapat mengundurkan diri dari jabatannya sebelum masa jabatannya berakhir, dan wajib
menyampaikan permohonan pengunduran diri tersebut kepada Perseroan.
10. Perseroan wajib menyelenggarakan RUPS untuk memutuskan permohonan pengunduran diri anggota
Direksi paling lambat 90 (sembilan puluh) hari setelah diterimanya permohonan pengunduran diri
tersebut. Kepada anggota Direksi yang mengundurkan diri sebagaimana tersebut di atas tetap dapat
dimintakan pertanggungjawabannya sejak pengangkatan yang bersangkutan sampai dengan tanggal
pengunduran dirinya dalam RUPS tersebut.
11. Perseroan wajib melakukan keterbukaan informasi kepada masyarakat dan menyampaikan kepada OJK
terkait dengan pengunduran diri Direksi dan RUPS yang menyetujui pengunduran diri tersebut, sesuai
dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
12. Dalam hal anggota Direksi mengundurkan diri sehingga mengakibatkan jumlah anggota Direksi menjadi
kurang dari 3 (tiga) orang, maka pengunduran diri tersebut sah apabila telah ditetapkan oleh RUPS dan
telah diangkat anggota Direksi yang baru sehingga memenuhi persyaratan minimal jumlah anggota
Direksi tersebut.
13. Jabatan anggota Direksi berakhir apabila :
a. Meninggal dunia;
b. Masa jabatannya berakhir;
c. Diberhentikan berdasarkan keputusan RUPS;
d. Dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan Pengadilan;
108
Page 129
e. Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota Direksi berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar
dapat peraturan perundang-undangan yang berlaku.
F. Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Direksi
1. Direksi bertugas menjalankan dan bertanggung jawab atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan
Perseroan sesuai dan dalam mencapai maksud dan tujuan Perseroan yang ditetapkan dalam Anggaran
Dasar.
2. Setiap anggota Direksi wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan itikad baik, penuh
tanggung jawab, dan kehati-hatian, dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
dan Anggaran Dasar.
3. Tugas pokok Direksi adalah:
a. Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta senantiasa
berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas Perseroan;
b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan untuk kepentingan Perseroan
c. Menyusun rencana kerja tahunan yang memuat anggaran tahunan Perseroan dan wajib
disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris,
sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang
Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi dapat
membentuk komite dan berkewajiban melakukan evaluasi terhadap kinerja komite tersebut setiap akhir
tahun buku Perseroan, serta untuk mendukung pelaksanaan prinsip tata kelola perusahaan yang baik
oleh Perseroan, Direksi berkewajiban membentuk, serta berwenang untuk mengangkat dan
memberhentikan sekretaris perusahaan atau susunan unit kerja sekretaris perusahaan berikut
penanggung jawabnya.
4. Setiap anggota Direksi bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan yang
disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian anggota Direksi dalam menjalankan tugasnya. Anggota
Direksi tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian Perseroan apabila dapat membuktikan:
a. kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya;
b. telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk
kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan;
c. tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan
pengurusan yang mengakibatkan kerugian; dan
d. telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.
5. Direksi berhak mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala
kejadian, mengikat Perseroan dengan pihak lain dan pihak lain dengan Perseroan, serta menjalankan
segala tindakan, baik yang mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, dengan pembatasan-
pembatasan yang ditetapkan dalam angka 6 di bawah ini, dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal di Indonesia.
6. Perbuatan-perbuatan Direksi sebagai berikut harus dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
Dewan Komisaris Perseroan, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal, yaitu untuk:
a. membeli, atau dengan cara lain memperoleh barang tidak bergerak, kecuali dalam rangka
melaksanakan kegiatan usaha utama tertentu sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar yang
melebihi jumlah tertentu yang dari waktu ke waktu akan ditetapkan oleh Dewan Komisaris;
b. mendirikan perseroan baru, melakukan atau melepaskan atau mengurangi penyertaan modal atau
menambah penyertaan modal, kecuali:
i. penambahan penyertaan modal yang berasal dari dividen saham Perseroan, atau;
ii. penyertaan modal dalam rangka penyelamatan kredit; dengan tetap memperhatikan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
7. Untuk menjalankan salah satu perbuatan hukum sebagai berikut:
a. mengalihkan, melepaskan hak yang jumlahnya lebih dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah
kekayaan bersih Perseroan atau merupakan seluruh harta kekayaan Perseroan, baik dalam 1 (satu)
transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain dalam
jangka waktu 1 (satu) tahun buku; atau
b. menjadikan jaminan utang kekayaan Perseroan yang jumlahnya lebih dari 50% (lima puluh persen)
dari jumlah kekayaan bersih Perseroan atau merupakan seluruh harta kekayaan Perseroan, baik
109
Page 130
dalam 1 (satu) transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu
sama lain;
Direksi harus mendapat persetujuan dari RUPS sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dengan
memperhatikan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
8. Untuk menjalankan perbuatan hukum berupa transaksi yang memuat benturan kepentingan antara
kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Dewan Komisaris atau pemegang saham, dengan
kepentingan ekonomis Perseroan, Direksi memerlukan persetujuan RUPS sebagaimana diatur dalam
Anggaran Dasar Perseroan.
9. a. Seorang anggota Direksi tidak berwenang mewakili Perseroan apabila:
i. terdapat perkara di pengadilan antara Perseroan dengan banggota Direksi yang bersangkutan;
ii. anggota Direksi yang bersangkutan mempunyai kepentingan yang berbenturan dengan
kepentingan Perseroan.
iii. anggota Direksi yang bersangkutan diberhentikan untuk sementara sebagaimana dimaksud
dalam Anggaran Dasar, terhitung sejak keputusan pemberhentian sementara oleh Dewan
Komisaris sampai dengan:
1) terdapat keputusan RUPS yang menguatkan atau membatalkan pemberhentian sementara
tersebut; atau
2) lampaunya jangka waktu tertentu sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan.
b. Dalam hal tersebut dalam ayat huruf a di atas, yang berhak mewakili Perseroan (dengan tidak
mengurangi ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan) adalah:
i. anggota Direksi lainnya yang tidak mempunyai benturan kepentingan dengan Perseroan;
ii. Dewan Komisaris dalam hal seluruh anggota Direksi mempunyai benturan kepentingan dengan
Perseroan; atau
iii. pihak lain yang ditunjuk oleh RUPS dalam hal seluruh anggota Direksi atau Dewan Komisaris
mempunyai benturan kepentingan dengan Perseroan.
10. a. Direktur Utama, berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili
Perseroan;
b. Dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana tidak
perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka seorang anggota Direksi lainnya, berhak dan berwenang
bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.
11. Tanpa mengurangi tanggung jawabnya, Direksi untuk perbuatan tertentu berhak pula mengangkat
seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan memberikan kepadanya kekuasaan atas
tindakan tertentu yang diatur dalam suatu surat kuasa, wewenang yang demikian harus dilaksanakan
sesuai dengan Anggaran Dasar.
12. Segala tindakan dari para anggota Direksi yang bertentangan dengan Anggaran Dasar adalah tidak sah.
13. Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi ditetapkan oleh RUPS dan wewenang tersebut
oleh RUPS dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris, dalam hal RUPS tidak menetapkan maka
pembagian tugas dan wewenang anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi.
14. Direksi dalam mengurus dan/atau mengelola Perseroan wajib bertindak sesuai dengan keputusan yang
ditetapkan oleh RUPS.
G. Rapat Direksi
1. Direksi wajib mengadakan Rapat Direksi secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam setiap bulan,
dan mengadakan Rapat Direksi bersama Dewan Komisaris secara berkala paling kurang 1 (satu) kali
dalam 4 (empat) bulan, kecuali bilamana dipandang perlu atas: (i) permintaan seorang atau lebih anggota
Direksi, (ii) permintaan tertulis dari Dewan Komisaris atau (iii) permintaan tertulis dari 1 (satu) pemegang
saham atau lebih yang bersama-sama mewakili sedikitnya 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah
seluruh saham dengan hak suara yang sah; dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan.
2. Pemanggilan Rapat Direksi dilakukan oleh anggota Direksi yang berhak bertindak untuk dan atas nama
Direksi menurut ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
3. Pemanggilan Rapat Direksi harus disampaikan dengan surat tercatat, atau dengan surat yang
disampaikan langsung kepada setiap anggota Direksi dengan mendapat tanda terima atau dengan jasa
kurir, telegram, telex, faksimili dan surat elektronik selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum
rapat diadakan, dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal rapat, dengan
110
Page 131
ketentuan bahwa seluruh anggota Direksi (atau penggantinya, tergantung kasusnya) dapat, dengan
tertulis, mengabaikan persyaratan ini atau setuju dengan pemanggilan yang lebih pendek.
4. Pemanggilan Rapat Direksi harus mencantumkan antara lain tanggal, waktu, tempat dan agenda rapat
yang berisikan hal-hal yang akan dibicarakan dalam rapat tersebut, dan disertai dengan dokumen-
dokumen yang berhubungan dengan diskusi dalam rapat.
5. Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat kegiatan usaha utama Perseroan
di dalam wilayah Republik Indonesia. Apabila semua anggota Direksi hadir atau diwakili, pemanggilan
terlebih dahulu sebagaimana dimaksud dalam angka 3 di atas ini tidak disyaratkan dan Rapat Direksi
dapat diadakan di manapun di dalam wilayah Republik Indonesia sebagaimana yang ditentukan oleh
Direksi dan Rapat Direksi tersebut berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat.
6. Rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama, dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan
karena sebab apapun juga, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Rapat Direksi
akan dipimpin oleh salah seorang anggota Direksi yang dipilih oleh dan dari antara para anggota Direksi
yang hadir dan/atau diwakili dalam Rapat Direksi yang bersangkutan.
7. Seorang anggota Direksi dapat diwakili dalam Rapat Direksi hanya oleh anggota Direksi lainnya
berdasarkan surat kuasa yang diberikan khusus untuk keperluan tersebut.
8. Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila lebih dari ½
(satu per dua) bagian dari jumlah anggota Direksi hadir atau diwakili secara sah dalam rapat tersebut.
9. Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan
berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan pemungutan
suara berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang
dikeluarkan secara sah dalam rapat.
10. Apabila suara yang setuju dan yang tidak setuju berimbang, maka ketua Rapat Direksi yang akan
menentukan.
11. a. Setiap anggota Direksi yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara
untuk setiap anggota Direksi lain yang diwakilinya;
b. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan,
sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan kecuali Ketua Rapat
Direksi menentukan lain tanpa ada keberatan berdasarkan suara terbanyak dari yang hadir.
c. Suara abstain (blanko) dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan dengan suara mayoritas
yang mengeluarkan suara dalam rapat.
12. Dari segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Direksi harus dibuat Risalah Rapat
Direksi. Risalah Rapat Direksi disiapkan oleh seorang notulis yang hadir dalam rapat dan ditunjuk oleh
Ketua Rapat Direksi. Risalah Rapat Direksi wajib ditandatangani oleh seluruh anggota Direksi yang hadir
dalam Rapat Direksi dan disampaikan kepada seluruh anggota Direksi, dalam hal terdapat anggota
Direksi yang tidak menandatangani Risalah Rapat Direksi, yang bersangkutan wajib menyebutkan
alasannya secara tertulis dalam surat tersendiri yang dilekatkan pada Risalah Rapat Direksi. Risalah ini
merupakan bukti yang sah untuk para anggota Direksi dan untuk pihak ketiga mengenai keputusan yang
diambil dalam rapat yang bersangkutan. Apabila Risalah dibuat oleh Notaris, penandatanganan demikian
tidak disyaratkan.
13. Direksi dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Direksi, dengan ketentuan
semua anggota Direksi telah diberitahu secara tertulis mengenai usul keputusan yang dimaksud dan
semua anggota Direksi memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis tersebut
dengan menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian
mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi.
14. Para anggota Direksi dapat berpartisipasi dalam Rapat Direksi dengan menggunakan media
telekonferensi, video konferensi atau dengan sarana media elektronik lainnya di mana semua peserta
dalam Rapat Direksi dapat saling mendengar satu sama lain, tanpa seorang atau lebih anggota Direksi
hadir di hadapan anggota Direksi atau para anggota Direksi lainnya, dan partisipasi dalam rapat
semacam ini dianggap sebagai kehadiran anggota Direksi tersebut dalam Rapat Direks. Rapat Direksi
yang dilakukan dengan menggunakan media telekonferensi, video konferensi atau dengan sarana media
elektronik lainnya dianggap diadakan pada tempat sebagaimana disetujui oleh para anggota Direksi yang
menghadiri rapat, sepanjang sedikitnya 1 (satu) Direktur yang hadir dalam rapat berada pada tempat
tersebut selama rapat berlangsung. Risalah Rapat Direksi yang diadakan dengan menggunakan media
111
Page 132
telekonferensi, video konferensi atau sarana media elektronik lainnya tersebut harus dibuat secara tertulis
dan diedarkan kepada semua Direktur yang ikut serta untuk diperiksa dan ditandatangani.
15. Ketentuan mengenai Rapat Direksi yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini mengacu pada
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan yang berlaku di Pasar Modal
H. Dewan Komisaris
1. Dewan Komisaris terdiri dari sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang anggota Dewan Komisaris, seorang
di antaranya diangkat sebagai Komisaris Utama, bilamana diperlukan dapat diangkat seorang atau lebih
Wakil Komisaris Utama, dan yang lainnya diangkat sebagai Komisaris. Perseroan wajib memiliki
Komisaris Independen sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku
di bidang Pasar Modal.
2. Yang dapat menjadi anggota Dewan Komisaris adalah orang perseorangan yang memenuhi persyaratan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal dan
Perbankan.
3. Selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam ayat angka 2 di atas, pengangkatan
anggota Dewan Komisaris dilakukan dengan memperhatikan persyaratan lain berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
4. Satu periode masa jabatan anggota Dewan Komisaris adalah 5 (lima) tahun atau sejak tanggal penutupan
RUPS atau tanggal yang ditentukan pada RUPS yang mengangkatnya sampai dengan penutupan RUPS
tahunan pada akhir 1 (satu) periode masa jabatan dimaksud RUPS berhak untuk memberhentikan
anggota Dewan Komisaris sewaktu-waktu sebelum masa jabatannya berakhir. Pemberhentian anggota
Dewan Komisaris oleh RUPS tersebut berlaku sejak penutupan RUPS yang memutuskan pemberhentian
tersebut, kecuali tanggal lain ditentukan oleh RUPS.
5. Setelah masa jabatan berakhir anggota Dewan Komisaris tersebut dapat diangkat kembali oleh RUPS.
6. Para anggota Dewan Komisaris dapat diberi gaji atau honorarium dan tunjangan yang besarnya
ditentukan oleh RUPS, dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan berlaku.
7. Apabila oleh suatu sebab apapun jabatan anggota Dewan Komisaris Lowong dan menyebabkan jumlah
anggota Dewan Komisaris kurang dari 3 (tiga) orang, maka dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari
setelah terjadinya lowongan tersebut, wajib diselenggarakan RUPS untuk mengisi lowongan itu. Masa
jabatan seorang yang diangkat untuk mengisi lowongan tersebut adalah sisa masa jabatan dari anggota
Dewan Komisaris yang jabatannya telah menjadi lowong tersebut.
8. Anggota Dewan Komisaris dapat mengundurkan diri dari jabatannya sebelum masa jabatannya
berakhir, dan wajib menyampaikan permohonan pengunduran diri tersebut kepada Perseroan.
9. Perseroan wajib menyelenggarakan RUPS untuk memutuskan permohonan pengunduran diri anggota
Dewan Komisaris paling lambat 90 (sembilan puluh) hari setelah diterimanya permohonan pengunduran
diri tersebut. Kepada anggota Dewan Komisaris yang mengundurkan diri sebagaimana tersebut di atas
tetap dapat dimintakan pertanggungjawabannya sejak pengangkatan yang bersangkutan sampai dengan
tanggal pengunduran dirinya dalam RUPS tersebut.
10. Perseroan wajib melakukan keterbukaan informasi kepada masyarakat dan menyampaikan kepada OJK
terkait pengunduran diri Komisaris dan RUPS yang menyetujui pengunduran diri tersebut, sesuai dengan
peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
11. Dalam hal anggota Dewan Komisaris mengundurkan diri sehingga mengakibatkan jumlah anggota
Dewan Komisaris menjadi kurang dari 3 (tiga) orang, maka pengunduran diri tersebut sah apabila telah
ditetapkan oleh RUPS dan telah diangkat anggota Dewan Komisaris yang baru sehingga memenuhi
persyaratan minimal jumlah anggota Dewan Komisaris tersebut.
12. Jabatan anggota Dewan Komisaris berakhir apabila:
a. Meninggal dunia;
b. Masa jabatanya berakhir;
c. Diberhentikan berdasarkan RUPS;
d. Dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan pengadilan;
e. Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota Dewan Komisaris berdasarkan ketentuan
Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan lainnya.
112
Page 133
I. Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Dewan Komisaris
1. Dewan Komisaris bertugas:
a. melakukan pengawasan dan bertanggungjawab atas pengawasan terhadap kebijakan pengurusan,
jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, dan
memberi nasihat kepada Direksi;
b. memberikan persetujuan atas rencana kerja tahunan Perseroan, selambat-lambatnya sebelum
dimulainya tahun buku yang akan datang;
c. melakukan tugas yang secara khusus diberikan kepadanya menurut Anggaran Dasar, peraturan
perundang undangan yang berlaku dan/atau berdasarkan keputusan RUPS;
d. melakukan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar
Perseroan dan keputusan RUPS;
e. meneliti dan menelaah laporan tahunan yang dipersiapkan oleh Direksi serta menandatangani
laporan tahunan tersebut;
f. mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan, serta wajib melaksanakan prinsip-
prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban,
serta kewajaran.
g. melaksanakan fungsi nominasi dan remunerasi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung
jawabnya dalam pengawasan tersebut, Dewan Komisaris wajib membentuk maupun menentukan
susunan komite audit maupun komite lainnya sebagaimana ditentukan oleh peraturan perundang-
undangan dan peraturan yang berlaku di Pasar Modal, serta berkewajiban melakukan evaluasi
terhadap kinerja komite-komite tersebut setiap akhir tahun buku Perseroan.
2. Sehubungan tugas Dewan Komisaris tersebut di atas, maka Dewan Komisaris berkewajiban:
a. Mengawasi pelaksanaan rencana kerja tahunan Perseroan.
b. Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan, dan dalam hal Perseroan menunjukkan gejala
kemunduran yang mencolok, segera melaporkan kepada RUPS dengan disertai saran mengenai
langkah perbaikan yang harus ditempuh.
c. Memberikan pendapat dan saran kepada RUPS mengenai setiap persoalan lainnya yang dianggap
penting bagi pengelolaan Perseroan.
d. Melakukan tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh RUPS.
e. Memberikan tanggapan atas laporan berkala Direksi dan pada setiap waktu yang diperlukan
mengenai perkembangan Perseroan.
3. Dewan Komisaris setiap waktu dalam jam kerja kantor Perseroan berhak memasuki bangunan dan
halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa
semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya, persediaan barang, memeriksa dan mencocokkan
keadaan uang kas (untuk keperluan verifikasi) dan lain-lain surat berharga serta berhak untuk mengetahui
segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi, dalam hal demikian Direksi dan setiap anggota Direksi
wajib untuk memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan oleh anggota Dewan Komisaris
atau tenaga ahli yang membantunya.
4. Dewan Komisaris setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih
anggota Direksi dari jabatannya, apabila anggota Direksi tersebut dianggap bertindak bertentangan
dengan Anggaran Dasar ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau melalaikan
kewajibannya atau terdapat alasan yang mendesak bagi Perseroan.
5. Pemberhentian sementara itu wajib diberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan dengan
disertai alasan dari tindakan tersebut.
6. Dalam jangka waktu paling lambat 90 (sembilan puluh) hari setelah tanggal pemberhentian sementara
itu, Dewan Komisaris wajib untuk menyelenggarakan RUPS untuk mencabut atau menguatkan
pemberhentian sementara tersebut, sedangkan kepada anggota Direksi yang diberhentikan sementara
itu diberi kesempatan untuk hadir dalam RUPS guna membela diri dalam RUPS tersebut. RUPS tersebut
dipimpin oleh Komisaris Utama dan dalam hal Komisaris Utama tidak hadir atau berhalangan karena
sebab apapun juga, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka RUPS akan dipimpin oleh
salah seorang anggota Dewan Komisaris lainnya, dan dalam hal seluruh anggota Dewan Komisaris tidak
hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga,
maka RUPS dipimpin oleh seorang yang dipilih oleh dan dari antara pemegang saham dan/atau kuasa
pemegang saham yang hadir dalam RUPS yang bersangkutan. Apabila RUPS tidak diadakan dalam
113
Page 134
jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah tanggal pemberhentian sementara itu, maka
pemberhentian sementara tersebut menjadi batal demi hukum dan yang bersangkutan berhak menduduki
kembali jabatannya.
7. Apabila seluruh anggota Direksi diberhentikan untuk sementara dan Perseroan tidak mempunyai
seorangpun anggota Direksi, maka untuk sementara Dewan Komisaris diwajibkan untuk mengurus
Perseroan, dalam hal demikian kekuasaan sementara kepada seorang atau lebih di antara mereka atas
tanggungan mereka bersama.
8. Dalam kondisi tertentu, Dewan Komisaris wajib menyelenggarakan RUPS tahunan dan RUPS lainnya
sesuai dengan kewenangannya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar ini dan peraturan
perundang-undangan;
9. Dewan Komisaris dapat melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk
jangka waktu tertentu, sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar ini atau keputusan RUPS.
J. Rapat Dewan Komisaris
1. Dewan Komisaris wajib mengadakan Rapat Dewan Komisaris secara berkala paling kurang 1 (satu) kali
dalam 2 (dua) bulan, dan mengadakan Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi secara berkala paling
kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal, kecuali bilamana dipandang perlu: (i) oleh Komisaris
Utama atau oleh 1/3 (satu per tiga) bagian dari jumlah anggota Dewan Komisaris atau (ii) atas permintaan
tertulis dari Rapat Direksi atau (iii) atas permintaan dari 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang
bersama-sama memiliki sedikitnya 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak
suara yang sah; dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan. Dalam rapat tersebut, Dewan
Komisaris dapat mengundang Direksi.
2. Pemanggilan Rapat Dewan Komisaris dilakukan oleh Komisaris Utama, dalam hal Komisaris Utama
berhalangan oleh anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Komisaris Utama.
3. Pemanggilan Rapat Dewan Komisaris, baik untuk anggota Dewan Komisaris maupun untuk anggota
Direksi disampaikan dengan surat tercatat atau disampaikan secara langsung dengan mendapat tanda
terima yang layak, atau dengan jasa kurir, telegram, telex, faksimile dan surat elektronik selambat-
lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum rapat diadakan, dengan tidak memperhitungkan tanggal
pemanggilan dan tanggal rapat, dengan ketentuan bahwa seluruh anggota Dewan Komisaris dapat,
dengan tertulis, mengabaikan persyaratan ini atau setuju dengan pemanggilan yang lebih pendek.
4. Pemanggilan Rapat Dewan Komisaris harus mencantumkan antara lain tanggal, waktu, tempat dan
agenda rapat yang berisikan hal-hal yang akan dibicarakan dalam rapat tersebut, dan disertai dengan
dokumen-dokumen yang berhubungan dengan diskusi dalam rapat.
5. Rapat Dewan Komisaris diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau tempat kegiatan usaha utama
Perseroan di dalam wilayah Republik Indonesia. Apabila semua anggota Dewan Komisaris hadir atau
diwakili, pemanggilan terlebih dahulu sebagaimana dimaksud dalam angka 3 di atas tidak disyaratkan
dan Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan di manapun di dalam wilayah Republik Indonesia
sebagaimana yang ditentukan oleh Dewan Komisaris dan Rapat Dewan Komisaris tersebut berhak
mengambil keputusan yang sah dan mengikat.
6. Rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris Utama, dalam hal Komisaris Utama tidak hadir atau
berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka
Rapat Dewan Komisaris akan dipimpin oleh salah seorang anggota Dewan Komisaris yang dipilih oleh
dan dari antara para anggota Dewan Komisaris yang hadir dan/atau diwakili dalam Rapat Dewan
Komisaris yang bersangkutan.
7. Seorang anggota Dewan Komisaris dapat diwakili dalam Rapat Dewan Komisaris hanya oleh anggota
Dewan Komisaris lainnya berdasarkan surat kuasa yang diberikan khusus untuk keperluan tersebut.
8. Rapat Dewan Komisaris adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakili secara sah
dalam rapat tersebut.
9. Keputusan Rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal
keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan
pemungutan suara berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang
sah yang dikeluarkan dalam rapat.
114
Page 135
10. Apabila suara yang setuju dan tidak setuju berimbang, maka Ketua Rapat Dewan Komisaris yang akan
menentukan.
11. a. Setiap anggota Dewan Komisaris yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1
(satu) suara untuk setiap anggota Dewan Komisaris lain yang diwakilinya.
b. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan,
sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan dengan lisan kecuali Ketua Rapat
Dewan Komisaris menentukan lain tanpa ada keberatan berdasarkan suara terbanyak dari yang
hadir.
c. Suara abstain (blanko) dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan dengan suara mayoritas
yang mengeluarkan suara dalam rapat.
12. Dari segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Dewan Komisaris harus dibuat
Risalah Rapat Dewan Komisaris oleh seorang notulis yang hadir dalam rapat dan ditunjuk oleh Ketua
Rapat Dewan Komisaris. Risalah Rapat Dewan Komisaris wajib ditandatangani oleh seluruh anggota
Dewan Komisaris yang hadir dalam Rapat Dewan Komisaris dan disampaikan kepada seluruh anggota
Dewan Komisaris, dalam hal terdapat anggota Dewan Komisaris yang tidak menandatangani Risalah
Rapat Dewan Komisaris, yang bersangkutan wajib menyebutkan alasannya secara tertulis dalam surat
tersendiri yang dilekatkan pada Risalah Rapat Dewan Komisaris. Risalah ini merupakan bukti yang sah
untuk para anggota Dewan Komisaris dan untuk pihak ketiga mengenai keputusan yang diambil dalam
rapat yang bersangkutan. Apabila Risalah dibuat oleh Notaris, penandatanganan tersebut tidak
disyaratkan.
13. Dewan Komisaris dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Dewan
Komisaris, dengan ketentuan semua anggota Dewan Komisaris telah diberitahu secara tertulis mengenai
usul keputusan yang dimaksud dan semua anggota Dewan Komisaris memberikan persetujuan
mengenai usul yang diajukan secara tertulis tersebut dengan menandatangani persetujuan tersebut.
Keputusan yang diambil dengan cara demikian, mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan
yang diambil dengan sah dalam Rapat Dewan Komisaris.
14. Para anggota Dewan Komisaris dapat berpartisipasi dalam Rapat Dewan Komisaris dengan
menggunakan media telekonferensi, video konferensi atau dengan sarana media elektronik lainnya
di mana semua peserta dalam Rapat dapat saling mendengar satu sama lain, tanpa seorang atau lebih
anggota Dewan Komisaris tersebut hadir di hadapan anggota Dewan Komisaris lainnya dan partisipasi
dalam rapat dengan cara demikian dianggap sebagai kehadiran anggota Dewan Komisaris tersebut
dalam Rapat Dewan Komisaris. Rapat Dewan Komisaris yang dilakukan dengan menggunakan media
telekonferensi, video konferensi atau dengan sarana media elektronik yang memiliki fungsi yang sama
dapat dianggap telah diadakan di tempat yang telah disetujui oleh para anggota Dewan Komisaris yang
hadir dalam rapat, sepanjang sedikitnya 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris yang hadir dalam rapat
berada pada tempat tersebut selama rapat berlangsung. Risalah Rapat Dewan Komisaris yang diadakan
dengan menggunakan media telekonferensi, video konferensi atau sarana media elektronik lainnya
tersebut harus dibuat secara tertulis dan diedarkan kepada semua anggota Dewan Komisaris yang ikut
serta untuk diperiksa dan ditandatangani.
15. Ketentuan mengenai Rapat Dewan Komisaris yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini mengacu
pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan yang berlaku di Pasar Modal.
115
Page 136
XV. TATA CARA PEMESANAN SAHAM
1. PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM
Pemesanan pembelian saham harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam
Prospektus ini dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (selanjutnya disebut “FPPS”). Pemesanan pembelian
saham dilakukan dengan menggunakan FPPS asli yang dikeluarkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek. FPPS
asli yang dikeluarkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek dapat diperoleh dari Penjamin Pelaksana Emisi Efek
yang namanya tercantum pada Bab Penyebarluasan Prospektus dan FPPS dalam Prospektus ini. FPPS dibuat
dalam 5 (lima) rangkap. Pemesanan pembelian saham yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan
tersebut di atas tidak akan dilayani. Setiap pemesan saham harus telah memiliki rekening efek pada perusahaan
efek/bank kustodian yang telah menjadi Pemegang Rekening pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
2. PEMESAN YANG BERHAK
Pemesan yang berhak melakukan pemesanan pembelian saham adalah perorangan dan/atau Lembaga/Badan
Usaha sebagaimana diatur dalam UUPM dan Peraturan No. IX.A.7.
3. JUMLAH PESANAN
Pemesanan pembelian saham harus diajukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu satuan perdagangan yakni
100 (seratus) saham dan selanjutnya dalam jumlah kelipatan 100 (seratus) saham.
4. PENDAFTARAN EFEK KE DALAM PENITIPAN KOLEKTIF
Saham-Saham Yang Ditawarkan ini telah didaftarkan pada KSEI berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Efek yang
ditandatangani antara Perseroan dengan KSEI.
A. Dengan didaftarkannya saham tersebut di KSEI maka atas saham-saham yang ditawarkan berlaku ketentuan
sebagai berikut:
1) Perseroan tidak menerbitkan saham hasil Penawaran Umum Perdana Saham dalam bentuk Surat
Kolektif Saham, tetapi saham tersebut akan didistribusikan secara elektronik yang diadministrasikan
dalam Penitipan Kolektif KSEI. Saham - saham hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam
Rekening Efek atas nama pemegang rekening selambat-lambatnya pada tanggal distribusi saham yaitu
pada tanggal 8 Januari 2020 setelah menerima konfirmasi registrasi saham tersebut atas nama KSEI dari
Perseroan atau BAE;
2) Sebelum saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini dicatatkan di BEI,
pemesan akan memperoleh bukti kepemilikan saham dalam bentuk FKPS yang sekaligus merupakan
sebagai tanda bukti pencatatan dalam buku Daftar Pemegang Saham Perseroan atas saham – saham
dalam penitipan kolektif;
3) KSEI, Perusahaan Efek, atau Bank Kustodian akan menerbitkan konfirmasi tertulis kepada pemegang
rekening sebagai surat konfirmasi mengenai kepemilikan Saham. Konfirmasi Tertulis merupakan surat
konfirmasi yang sah atas Saham yang tercatat dalam Rekening Efek;
4) Pengalihan kepemilikan Saham dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI;
5) Pemegang saham yang tercatat dalam Rekening Efek berhak atas dividen, bonus, hak memesan efek
terlebih dahulu, dan memberikan suara dalam RUPS, serta hak-hak lainnya yang melekat pada saham;
6) Pembayaran dividen, bonus, dan perolehan atas hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang
saham dilaksanakan oleh Perseroan, atau BAE yang ditunjuk oleh Perseroan, melalui Rekening Efek di
KSEI untuk selanjutnya diteruskan kepada pemilik manfaat (beneficial owner) yang menjadi pemegang
rekening efek di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian;
7) Setelah Penawaran Umum dan setelah saham Perseroan dicatatkan, pemegang saham yang
menghendaki sertifikat saham dapat melakukan penarikan saham keluar dari Penitipan Kolektif di KSEI
116
Page 137
setelah saham hasil Penawaran Umum didistribusikan ke dalam Rekening Efek Perusahaan Efek/Bank
Kustodian yang telah ditunjuk;
8) Penarikan tersebut dilakukan dengan mengajukan permohonan penarikan saham kepada KSEI melalui
Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang mengelola sahamnya dengan mengisi Formulir Penarikan Efek;
9) Saham-saham yang ditarik dari Penitipan Kolektif akan diterbitkan dalam bentuk Surat Kolektif Saham
selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja setelah permohonan diterima oleh KSEI dan diterbitkan atas nama
pemegang saham sesuai permintaan Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang mengelola saham;
10) Pihak-pihak yang hendak melakukan penyelesaian transaksi bursa atas Saham Perseroan wajib
menunjuk Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi Pemegang Rekening di KSEI untuk
mengadministrasikan Saham tersebut.
B. Saham-saham yang telah ditarik keluar dari Penitipan Kolektif KSEI dan diterbitkan Surat Kolektif Sahamnya
tidak dapat dipergunakan untuk penyelesaian transaksi bursa. Informasi lebih lanjut mengenai prosedur
penarikan saham dapat diperoleh pada para Penjamin Emisi Efek di tempat dimana FPPS yang bersangkutan
diajukan.
5. PENGAJUAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM
Selama Masa Penawaran, para pemesan yang berhak dapat melakukan pemesanan pembelian saham selama
jam kerja yang berlaku pada kantor Penjamin Pelaksana Emisi Efek dimana FPPS diperoleh.
Setiap pihak hanya berhak mengajukan 1 (satu) FPPS dan wajib diajukan oleh pemesan yang
bersangkutandengan melampirkan fotokopi tanda jati diri (KTP/Paspor bagi perorangan dan Anggaran Dasar bagi
badan hukum) serta melakukan pembayaran sesuai dengan jumlah pemesanan. Bagi pemesan asing, di samping
melampirkan fotokopi paspor, pada FPPS wajib mencantumkan nama dan alamat di luar negeri/ domisili hukum
yang sah dari pemesan secara lengkap dan jelas serta melakukan pembayaran sebesar jumlah pesanan. Dalam
hal terjadi kelebihan pemesanan Efek dan terbutki bahwa pemesan yang sama mengajukan pemesanan Efek
melalui lebih dari 1 (satu) FPPS, baik secara langsung maupun tidak langsung, maka manajer penjatahan hanya
dapat mengikutsertakan 1 (satu) FPPS yang pertama kali diajukan oleh pemesan yang bersangkutan.
Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Perseroan berhak untuk menolak pemesanan pembelian saham apabila
FPPS tidak diisi dengan lengkap atau bila persyaratan pemesanan pembelian saham tidak terpenuhi. Sedangkan
pemesan tidak dapat membatakalkan pembelian sahamnya apabila telah memenuhi persyaratan pemesanan
pembelian.
6. MASA PENAWARAN UMUM
Masa Penawaran Umum Perdana akan berlangsung selama 3 (tiga) hari kerja, yaitu pada tanggal 2 – 6 Januari
2020. Pengajuan pemesanan dapat disampaikan kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada pukul 09.00 WIB
sampai dengan pukul 16.00 WIB. Adapun jam operasional kantor Penjamin Pelaksana Emisi Efek adalah dari
pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.
7. SYARAT-SYARAT PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan dengan uang tunai, cek, pemindahbukuan atau wesel bank dalam mata uang Rupiah
serta dibayarkan kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada waktu FPPS diajukan. Semua setoran harus
dimasukkan ke dalam rekening Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada:
PT Bank UOB Indonesia
Cabang: UOB Plaza, Jl. M.H. Thamrin No. 10, Jakarta 10230
Atas nama: UOB KAY HIAN SEKURITAS, PT QQ IPO BANK AMAR INDONESIA
No. Rekening: 327 – 305 – 746 – 1
Apabila pembayaran dilakukan dengan menggunakan cek, cek tersebut harus merupakan cek atas nama/milik
pihak yang mengajukan (menandatangani) FPPS dan harus sudah “in good funds” pada tanggal 6 Januari 2020.
117
Page 138
Apabila pembayaran tidak diterima pada tanggal tersebut di atas, maka FPPS yang diajukan dianggap batal dan
tidak berhak atas penjatahan.
Semua biaya bank dan biaya transfer sehubungan dengan pembayaran tersebut menjadi tanggung jawab
pemesan. Semua cek dan bilyet giro bank akan segera dicairkan pada saat diterima. Bilamana pada saat
pencairan, cek atau bilyet giro ditolak oleh bank, maka pemesanan pembelian saham yang bersangkutan otomatis
dianggap batal. Untuk pembayaran yang dilakukan melalui transfer account dari bank lain, pemesan harus
melampirkan fotocopy Lalu Lintas Giro (LLG) dari bank yang bersangkutan dan menyebutkan No. FPPS-nya.
8. BUKTI TANDA TERIMA
Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang menerima pengajuan FPPS, akan menyerahkankembali kepada pemesan,
tembusan atau fotokopi lembar ke-5 (lima) dari FPPS yang telah ditandatangani (tandatangan asli) sebagai Bukti
Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham.
Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham ini bukan merupakan jaminan dipenuhinya pemesanan. Bukti
Tanda Terima tersebut harus disimpan dengan baik agar kelak dapat diserahkan kembali pada saat pengembalian
uang pemesanan dan/atau penerimaan Formulir Konfirmasi Penjatahan atas pemesanan pembelian saham.
9. PENJATAHAN SAHAM
Pelaksanaan penjatahan akan dilakukan oleh PT UOB Kay Hian Sekuritas selaku Manajer Penjatahan dengan
sistem kombinasi yaitu Penjatahan Terpusat (Pooling) dan Penjatahan Pasti (Fixed Allotment) sesuai dengan
Peraturan No. IX.A.7 serta peraturan perundangan lain termasuk peraturan di bidang Pasar Modal yang berlaku.
Adapun sistem porsi penjatahan yang akan dilakukan adalah sistem kombinasi yaitu penjatahan pasti (fixed
allotment) dibatasai sampai dengan jumlah maksimum 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah saham
yang ditawarkan yang akan dialokasikan namun tidak terbatas pada dana pensiun, asuransi, reksadana, korporasi,
dan perorangan. Sisanya sebesar 1% (satu persen) akan dilakukan penjatahan terpusat (pooling).
Tanggal Penjatahan di mana Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Perseroan menetapkan penjatahan saham
untuk setiap pemesanan dan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku adalah tanggal 7 Januari 2020.
A. Penjatahan Pasti (Fixed Allotment)
Penjatahan Pasti dalam Penawaran Umum Perdana Saham hanya dapat dilakukan dengan memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
a. Manajer Penjatahan menentukan besarnya persentase dan Pihak yang akan mendapatkan Penjatahan Pasti
dalam Penawaran Umum. Penentuan besarnya persentase Penjatahan Pasti wajib memperhatikan
kepentingan pemesan perorangan;
b. Penjatahan Pasti dilarang diberikan kepada pemesan:
1. Direktur, komisaris, pegawai, atau Pihak yang memiliki 20% (dua puluh persen) atau lebih saham dari
suatu Perusahaan Efek yang bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran
Umum;
2. Direktur, komisaris, dan/atau pemegang saham utama Perseroan; atau
3. Afiliasi dari Pihak sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dan angka (2), yang bukan merupakan Pihak
yang melakukan pemesanan untuk kepentingan pihak ketiga.
B. Penjatahan Terpusat (Pooling Allotment)
Jika jumlah saham yang dipesan melebihi jumlah saham yang ditawarkan, maka Manajer Penjatahan harus
melaksanakan prosedur penjatahan sisa efek setelah alokasi untuk Penjatahan Pasti sebagai berikut:
118
Page 139
a. Dalam hal setelah mengecualikan pemesanan saham sebagaimana dimaksud di poin 9.A.c di atas dan
terdapat sisa efek yang jumlahnya sama atau lebih besar dari jumlah yang dipesan, maka:
1) pemesan yang tidak dikecualikan itu akan menerima seluruh jumlah saham yang dipesan.
2) Dalam hal para pemesan yang tidak dikecualikan telah menerima penjatahan sepenuhnya dan masih
terdapat sisa efek, maka sisa efek tersebut dibagikan secara proporsional kepada para pemesan (i)
Direktur, Komisaris, pegawai, atau pihak yang memiliki 20% (dua puluh persen) atau lebih saham dari
suatu perusahaan efek yang bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek sehubungan dengan penawaran
umum, (ii) direktur, komisaris, dan/atau pemegang saham utama Perseroan, atau (iii) afiliasi dari pihak
sebagaimana dimaksud dalam butir (i) dan (ii), yang bukan merupakan pihak yang melakukan
pemesanan untuk kepentingan pihak ketiga.
b. Jika setelah mengecualikan pemesanan saham sebagaimana dimaksud di poin 9.A.c di atas dan terdapat
sisa saham yang jumlahnya lebih kecil dari jumlah yang dipesan, maka penjatahan bagi pemesan yang tidak
dikecualikan itu akan dialokasi dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Dalam hal akan dicatatkan di BEI, maka saham tersebut dialokasikan dengan memenuhi persyaratan
berikut:
a) Para pemesan yang tidak dikecualikan akan memperoleh satu satuan perdagangan di BEI, jika
terdapat cukup satuan perdagangan yang tersedia. Dalam hal jumlahnya tidak mencukupi, maka
satuan perdagangan yang tersedia akan dibagikan dengan diundu. Jumlah efek yang termasuk
dalam satuan perdagangan dimaksud adalah satuan perdagangan terbesar yang ditetapkan oleh
BEI dimana efek tersebut akan tercatat.
b) Apabila terdapat saham yang tersisa, maka setelah satu satuan perdagangan dibagikan kepada
pemesan yang tidak dikecualikan, pengalokasian dilakukan secara proporsional dalam satuan
perdagangan menurut jumlah yang dipesan oleh para pemesan.
2) Manajer Penjatahan akan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan akuntan kepada OJK mengenai
kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dan berpedoman pada Peraturan Bapepam No. VIII.G.12,
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-17/PM/2004 Tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh
Akuntan Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan No. IX.A.7
paling lambat 30 hari setelah berakhirnya Masa Penawaran Umum.
3) Penjamin Pelaksana Emisi Efek wajib menyerahkan laporan hasil Penawaran Umum kepada OJK paling
lambat 5 (lima) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan dalam bentuk dan isi sesuai dengan Peraturan
No. IX.A.2.
10. PENUNDAAN MASA PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM ATAU PEMBATALAN PENAWARAN
UMUM PERDANA SAHAM
Dalam jangka waktu sejak Efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan berakhirnya Masa Penawaran
Umum Perdana, Perseroan dapat menunda Masa Penawaran Umum Perdana untuk masa paling lama 3 (tiga)
bulan sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum Perdana, dengan ketentuan:
1). Terjadi suatu keadaan di luar kemampuan dan kekuasaan Perseroan yang meliputi:
a. lndeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% (sepuluh persen) selama 3 (tiga) Hari
b. Bursa berturut-turut;
c. Bencana alam, perang, huru-hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara signifikan terhadap
kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau
d. Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan yang
ditetapkan oleh OJK berdasarkan Formulir No. IX.A.2-11 Lampiran 11 dari Peraturan No.lX.A.2.
2). Perseroan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Mengumumkan penundaan Masa Penawaran Umum Perdana atau pembatalan Penawaran Umum
Perdana dalam paling kurang satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran
nasional paling lambat satu Hari Kerja setelah penundaan atau pembatalan tersebut. Disamping
kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga mengumumkan informasi tersebut
dalam media massa lainnya;
b. Menyampaikan informasi penundaan masa Penawaran Umum Perdana atau pembatalan Penawaran
Umum Perdana tersebut kepada OJK pada hari yang sama dengan pengumuman sebagaimana
dimaksud dalam poin a);
119
Page 140
c. Menyampaikan bukti pengurnuman sebagalmana dimaksud dalam pont a kepada OJK paling lambat s-
atu hari Kerja setelah pengumuman dimaksud; dan
d. Perseroan yang menunda Masa Penawaran Umum Perdana atau membatalkan Penawaran Umum
Perdana yang sedang dilakukan, dalam hal pesanan Saham telah dibayar maka
e. Perseroan wajib mengembalikan uang pemesanan Saham kepada pemesan paling lambat 2 (dua) Hari
Kerja sejak keputusan penundaan atau pembatalan tersebut.
Jika Perseroan melakukan penundaan sebagaimana dimaksud di atas, dan akan memulai kembali masa
Penawaran Umum maka:
1). dalam hal penundaan masa Penawaran Umum disebabkan oleh kondisi sebagaimana dimaksud dalam butir
1) poin a) di atas, maka Perseroan akan memulai kembali masa Penawaran Umum paling lambat 8 (delapan)
hari kerja setelah indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami peningkatan paling sedikit 50%
(lima puluh persen) dari total penurunan indeks harga saham gabungan yang menjadi dasar penundaan;
2). dalam hal indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami penurunan kembali sebagaimana
dimaksud dalam butir 1) poin a) di atas, maka Perseroan dapat melakukan kembali penundaan masa
Penawaran Umum;
3). Perseroan akan menyampaikan kepada OJK informasi mengenai jadwal Penawaran Umum dan informasi
tambahan lainnya, termasuk informasi peristiwa material yang terjadi setelah penundaan masa Penawaran
Umum Uika ada) dan mengumumkannya dalam paling kurang satu surat kabar harian berbahasa Indonesia
yang mempunyai peredaran nasional paling lambat satu hari kerja sebelum dimulainya lagi masa Penawaran
Umum. Disamping kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga mengumumkan dalam
media massa lainnya; dan
Perseroan akan menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 3) kepada OJK paling
lambat satu hari kerja setelah pengumuman dimaksud.
11. PENGEMBALIAN UANG PEMESANAN
Dengan memperhatikan ketentuan mengenai penjatahan tersebut di atas, apabila terjadi kelebihan pemesanan,
maka Penjamin Pelaksana Emisi Efek bertanggung jawab dan wajib mengembalikan uang pemesanan kepada
para pemesan yang telah diterimanya sehubungan dengan pembelian sesegera mungkin namun bagaimanapun
juga tidak boleh lebih lambat dari 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau setelah tanggal
diumumkannya pembatalan Penawaran Umum.
Sedangkan untuk penundaan atau pembatalan atas Penawaran Umum yang terjadi setelah Tanggal Pembayaran
dan uang hasil Penawaran Umum telah diterima oleh Perseroan, maka pengembalian atas uang pemesanan
merupakan tanggung jawab dari Perseroan dan pengembalian atas uang pemesanan tersebut juga tidak boleh
lebih lambat dari 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau tanggal diumumkannya pembatalan
Penawaran Umum.
Pengembalian uang tersebut dapat dilakukan dalam bentuk uang tunai, cek atau bilyet giro atau instruksi surat
pembayaran atas nama pemesan atau disetor ke rekening atas nama pemesan melalui instrumen pembayaran
lainnya; Pengembalian uang dapat diambil langsung oleh pemesan yang bersangkutan dengan menunjukkan atau
menyerahkan bukti tanda terima pemesanan Saham pada Penjamin Emisi Efek dimana Formulir Pemesanan
Pembelian Saham semula diajukan, dan untuk hal tersebut para pemesan tidak dikenakan biaya bank ataupun
biaya pemindahan dana.
Jika terjadi keterlambatan dalam pengembalian uang pemesanan tersebut, maka Penjamin Pelaksana Emisi Efek
tersebut wajib membayar denda kepada para pemesan yang bersangkutan pro rata untuk setiap hari
keterlambatan, sebesar tarif suku bunga yang pada saat itu berlaku pada PT Bank UOB Indonesia yang dihitung
secara harian sejak hari keterlambatan sampai dengan dibayar lunas pengembalian uang pemesanan tersebut.
Dengan demikian Penjamin Pelaksana Emisi Efek membebaskan Perseroan dari segala tuntutan dan/atau
tanggung jawab sehubungan dengan hal tersebut.
120
Page 141
Apabila Perseroan menunda masa Penawaran Umum atau membatalkan Penawaran Umum dan karenanya
mengakhiri Perjanjian Penjaminan Emisi Efek ini sesuai ketentuan yang terdapat pada Perjanjian Penjaminan
Emisi Efek ini, maka pengembalian uang pemesanan Saham Yang Ditawarkan harus dilakukan paling lambat 2
(dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau setelah tanggal diumumkannya pembatalan Penawaran Umum.
Pengembalian uang pemesanan (termasuk setiap denda atas keterlambatan pengembalian) sehubungan dengan
penundaan atau pembatalan Penawaran Umum, menjadi tanggung jawab Penjamin Pelaksana Emisi Efek;
Dengan demikian Penjamin Pelaksana Emisi Efek membebaskan Perseroan dari segala tuntutan dan/atau
tanggung jawab sehubungan dengan hal tersebut.
Apabila uang pemesanan yang akan dikembalikan telah tersedia, akan tetapi pemesan tidak datang untuk
mengambil dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal pengakhiran Perjanjian, maka Perseroan dan/atau
Penjamin Pelaksana Emisi Efek tidak memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran denda kepada para
pemesan sehubungan dengan adanya keterlambatan pengambilan uang pemesanan oleh para pemesan yang
bersangkutan.
12. PENYERAHAN FORMULIR KONFIRMASI PENJATAHAN ATAS PEMESANAN SAHAM
Distribusi Formulir Konfirmasi Penjatahan Saham kepada masing-masing rekening efek pemesan saham pada
Penjamin Pelaksana Emisi Efek di mana FPPS yang bersangkutan diajukan akan dilaksanakan selambat-
lambatnya dalam waktu 2 (dua) hari kerja setelah Tanggal Penjatahan. Formulir Konfirmasi Penjatahan atas
distribusi saham tersebut dapat diambil dengan menyerahkan Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham.
121
Page 142
XVI. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN
PEMBELIAN EFEK BERSIFAT EKUITAS
Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (“FPPS”) dapat diperoleh pada kantor BAE, Perseroan,
dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang ditunjuk yaitu Perantara Pedagang Efek yang terdaftar sebagai anggota
Bursa Efek. Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang dimaksud adalah sebagai berikut:
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK
PT UOB Kay Hian Sekuritas
UOB Plaza, Thamrin Nine, Lt.36
Jl. M.H. Thamrin Kav.8-10
Jakarta 10230
Telepon: (021) 2993 3888
Faksimili: (021) 230 0238
GERAI PENAWARAN UMUM
PT Datindo Entrycom
Jl. Hayam Wuruk No. 28
Jakarta 10120
122
Page 143
XVII. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM
123
Page 144
Halaman ini sengaja dikosongkan
124
Page 145
125
Page 146
126
Page 147
127
Page 148
128
Page 149
129
Page 150
130
Page 151
131
Page 152
132
Page 153
133
Page 154
134
Page 155
135
Page 156
136
Page 157
137
Page 158
138
Page 159
139
Page 160
140
Page 161
XVIII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN
PERSEROAN
141
Page 162
Halaman ini sengaja dikosongkan
142
Page 163
Page 164
Page 165
Page 166
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
30 JUNI 2019, 31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 JUNE 30, 2019, DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
Catatan/ June 30, December 31, December 31, December 31,
Notes 2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
ASET ASSETS
Kas 3i,5 4.520.877 3.293.592 3.101.494 3.085.406 Cash
Giro pada Bank Indonesia 3i,3j,6 90.706.608 67.111.096 21.298.807 5.423.203 Demand deposits with Bank Indonesia
Giro pada bank lain 3i,3j,7 26.497.684 30.633.507 9.011.649 4.732.815 Demand deposits with other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia and
dan bank lain 3i,3j,3k,8 807.146.700 244.944.510 259.891.717 123.818.383 other banks
Efek-efek 3e,3g,3i,3l,9 86.440.347 88.654.865 104.859.341 64.623.008 Securities
Kredit 3e,3i,3m,3n,10 Loans
Pihak berelasi 3d,31 160.394.134 167.777.957 8.514.186 402.371 Related parties
Pihak ketiga 1.464.455.633 1.194.251.477 333.932.116 319.570.746 Third parties
Cadangan kerugian penurunan nilai -
bersih (72.459.711) (75.872.495) (17.629.737) (15.388.668) Allowance for impairment losses - net
1.552.390.056 1.286.156.939 324.816.565 304.584.449
Aset tetap - bersih 3o,3r,11 14.207.315 11.580.407 9.506.305 9.830.290 Premises and equipment - net
Aset takberwujud - bersih 3p,3r,12 354.844 403.348 584.821 752.487 Intangible assets - net
Aset pajak tangguhan - bersih 3z,30 15.643.022 16.289.207 7.942.174 10.331.377 Deferred tax assets - net
Aset lain-lain - bersih 3q,3r,13 130.033.714 107.454.653 105.134.382 20.880.812 Other assets - net
JUMLAH ASET 2.727.941.167 1.856.522.124 846.147.255 548.062.230 TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
Simpanan 3f,3t,14 Deposits
Pihak berelasi 3d,31 141.331.872 144.229.533 2.614.217 132.621 Related parties
Pihak ketiga 1.327.680.485 952.094.420 355.421.545 68.416.284 Third parties
Jumlah 1.469.012.357 1.096.323.953 358.035.762 68.548.905 Total
Simpanan dari bank lain 3f,3u,15 160.910.000 17.100.000 - - Deposits from other banks
Pinjaman yang diterima 3f,3v,16 Borrowings
Pihak berelasi 3d,31 - 214.428.571 - - Related parties
Pihak ketiga 13.094.000 - - - Third parties
Jumlah 13.094.000 214.428.571 - - Total
Utang pajak 3z,17 7.302.834 13.447.924 582.782 293.932 Taxes payable
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain 18 27.984.526 24.453.722 5.694.267 4.537.677 Accruals and other liabilities
Liabilitas imbalan pasca kerja 3y,29 6.729.712 4.865.841 3.134.134 2.206.485 Post-employment benefits obligation
JUMLAH LIABILITAS 1.685.033.429 1.370.620.011 367.446.945 75.586.999 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Rp 1.000.000 Capital stock - par value of Rp 1,000,000
per saham per share
Modal dasar - 2.000.000 saham pada Authorized - 2,000,000 shares as of
30 Juni 2019 dan 1.000.000 saham pada June 30, 2019 and 1,000,000 shares as of
31 Desember 2018, 2017, dan 2016 December 31, 2018, 2017 and 2016
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
803.510 saham pada 30 Juni 2019 dan Subscribed and paid-up - 803,510 shares
500.000 saham pada 31 Desember 2018, as of June 30, 2019 and 500,000 shares as of
2017, dan 2016 19 803.510.000 500.000.000 500.000.000 500.000.000 December 31, 2018, 2017 and 2016
Tambahan modal disetor 20 225.757.500 - - - Additional paid-in capital
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 21 (5.433.193) (7.066.779) 2.022.030 (471.091) Other comprehensive income (loss)
Saldo laba (defisit) Retained earnings (deficit)
Ditentukan penggunaannya 822.000 822.000 822.000 822.000 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 18.251.431 (7.853.108) (24.143.720) (27.875.678) Unappropriated
JUMLAH EKUITAS 1.042.907.738 485.902.113 478.700.310 472.475.231 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.727.941.167 1.856.522.124 846.147.255 548.062.230 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements which
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. are an integral part of the financial statements.
-1-
Page 167
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 AND FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
Catatan/ (Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Notes Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL OPERATING REVENUES AND EXPENSES
Pendapatan bunga 3w,23,31 242.900.621 104.866.863 306.949.126 85.270.998 80.566.991 Interest revenues
Beban bunga 3w,24,31 (61.375.349) (23.816.722) (72.057.619) (12.578.977) (4.704.761) Interest expenses
Pendapatan Bunga - Bersih 181.525.272 81.050.141 234.891.507 72.692.021 75.862.230 Total Interest Revenues - Net
Pendapatan Operasional Lainnya 25 50.003.764 15.675.049 49.347.437 21.926.651 10.290.829 Other Operating Revenues
Beban Kerugian Penurunan Nilai Provision for Impairment Losses
Aset keuangan 3e,10 (111.417.429) (35.320.181) (139.284.474) (24.815.566) (71.894.914) Financial assets
Aset non-keuangan 3r,13 (2.183.434) (11.530.000) (19.203.275) (6.100.000) (3.456.000) Non-financial assets
Jumlah Beban Kerugian Penurunan Nilai (113.600.863) (46.850.181) (158.487.749) (30.915.566) (75.350.914) Total Provision for Impairment Losses
Beban Operasional Lainnya Other Operating Expenses
Beban tenaga kerja 26 (44.505.905) (25.359.325) (58.773.479) (27.252.446) (20.641.998) Personnel expenses
Beban umum dan administrasi 27 (37.148.661) (18.182.782) (42.819.228) (26.583.045) (25.761.503) General and administrative expenses
Jumlah Beban Operasional Lainnya (81.654.566) (43.542.107) (101.592.707) (53.835.491) (46.403.501) Total Other Operating Expenses
Beban Operasional Lainnya - Bersih (145.251.665) (74.717.239) (210.733.019) (62.824.406) (111.463.586) Other Operating Expenses - Net
LABA (RUGI) OPERASIONAL 36.273.607 6.332.902 24.158.488 9.867.615 (35.601.356) INCOME (LOSS) FROM OPERATIONS
PENDAPATAN (BEBAN) NON-OPERASIONAL NON-OPERATING INCOME (EXPENSES)
Laba atas penjualan aset tetap 3o,11 80.000 - 110.000 - 510.207 Gain on sale of premises and equipment
Lain-lain - bersih (1.319.191) (612.222) (2.008.225) (4.577.494) (1.298.324) Others - net
BEBAN NON-OPERASIONAL - BERSIH (1.239.191) (612.222) (1.898.225) (4.577.494) (788.117) NON-OPERATING EXPENSES - NET
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK 35.034.416 5.720.680 22.260.263 5.290.121 (36.389.473) NET PROFIT (LOSS) BEFORE TAX
(BEBAN) MANFAAT PAJAK - BERSIH 3z,30 (8.929.877) (1.642.189) (5.969.651) (1.558.163) 8.728.517 TAX (EXPENSE) BENEFIT - NET
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 26.104.539 4.078.491 16.290.612 3.731.958 (27.660.956) PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS)
Item that will not be reclassified
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi: subsequently to profit or loss:
Pengukuran kembali atas kewajiban imbalan Remeasurement of defined benefits
pasti 29 (707.132) 256.491 607.349 (341.400) (60.910) obligation
Pajak penghasilan terkait pos yang tidak akan Income tax relating to item that will not be
direklasifikasi ke laba rugi 30 176.783 (64.123) (151.837) 85.350 15.228 reclassified subsequently to profit or loss
Subjumlah (530.349) 192.368 455.512 (256.050) (45.682) Subtotal
Item that will be reclassified
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi: subsequently to profit or loss:
Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual 3e,9 2.885.247 (6.907.073) (12.725.761) 3.665.561 (323.185) Changes in fair value of Available for Sale securities
Income tax relating to item that will be
Pajak penghasilan terkait pos yang akan reclassified subsequently to profit or loss
direklasifikasi ke laba rugi tahun ini 30 (721.312) 1.726.768 3.181.440 (916.390) 80.796 this year
Subjumlah 2.163.935 (5.180.305) (9.544.321) 2.749.171 (242.389) Subtotal
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain Total other comprehensive income (loss) for
tahun berjalan setelah pajak 1.633.586 (4.987.937) (9.088.809) 2.493.121 (288.071) the current year net of tax
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS)
BERJALAN 27.738.125 (909.446) 7.201.803 6.225.079 (27.949.027) FOR THE YEAR
LABA (RUGI) PER SAHAM EARNINGS (LOSS) PER SHARE
(dalam Rupiah penuh) (in full Rupiah amount)
Dasar/Dilusian 22 5,02 0,82 3,26 0,75 (5,53) Basic/Diluted
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements which
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. are an integral part of the financial statements.
-2-
Page 168
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 AND FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016
Penghasilan komprehensif lain/
Other comprehensive income
Perubahan nilai
Pengukuran kembali wajar efek
atas program tersedia untuk Saldo laba (defisit)/
Dana setoran imbalan pasti/ dijual/ Retained earnings (deficit)
Tambahan Modal Disetor/ modal/ Remeasurement Changes in fair Ditentukan Belum ditentukan
Catatan/ Modal saham/ Additional paid-in Capital deposits of defined benefits value of available- penggunaannya/ penggunaannya/ Jumlah ekuitas/
Notes Capital stock capital fund obligation for-sale securities Appropriated Unappropriated Total equity
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Saldo per 1 Januari 2016 360.000.000 - 40.000.000 21.780 (204.800) 822.000 (214.722) 400.424.258 Balance as of January 1, 2016
Penambahan modal saham 19 140.000.000 - (40.000.000) - - - - 100.000.000 Additional share capital
Rugi bersih tahun berjalan - - - - - - (27.660.956) (27.660.956) Net loss for the year
Rugi komprehensif lain - Other comprehensive loss -
setelah pajak 9,29,30 - - - (45.682) (242.389) - - (288.071) net of tax
Saldo per 31 Desember 2016 500.000.000 - - (23.902) (447.189) 822.000 (27.875.678) 472.475.231 Balance as of December 31, 2016
Laba bersih tahun berjalan - - - - - - 3.731.958 3.731.958 Net profit for the year
Penghasilan komprehensif lain - Other comprehensive income -
setelah pajak 9,29,30 - - - (256.050) 2.749.171 - - 2.493.121 net of tax
Saldo per 31 Desember 2017 500.000.000 - - (279.952) 2.301.982 822.000 (24.143.720) 478.700.310 Balance as of December 31, 2017
Laba bersih tahun berjalan - - - - - - 16.290.612 16.290.612 Net profit for the year
Rugi komprehensif lain - Other comprehensive loss -
setelah pajak 9,29,30 - - - 455.512 (9.544.321) - - (9.088.809) net of tax
Saldo per 31 Desember 2018 500.000.000 - - 175.560 (7.242.339) 822.000 (7.853.108) 485.902.113 Balance as of December 31, 2018
Penambahan modal saham 19,20 303.510.000 225.757.500 - - - - - 529.267.500 Additional share capital
Laba bersih tahun berjalan - - - - - - 26.104.539 26.104.539 Net profit for the year
Penghasilan komprehensif lain - Other comprehensive income -
setelah pajak 9,29,30 - - - (530.349) 2.163.935 - - 1.633.586 net of tax
Saldo per 30 Juni 2019 803.510.000 225.757.500 - (354.789) (5.078.404) 822.000 18.251.431 1.042.907.738 Balance as of June 30, 2019
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements.
-3-
Page 169
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS STATEMENT OF CASH FLOWS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 AND FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
Catatan/ (Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Notes Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan bunga, provisi dan komisi 3w,3x 235.659.918 94.242.445 281.939.418 82.520.728 78.054.926 Interest, fees and commissions received
Pembayaran bunga 3w (60.600.059) (22.512.328) (67.710.937) (11.739.017) (4.727.886) Payment of interest expenses
Pembayaran beban tenaga kerja (41.867.858) (23.535.817) (51.668.305) (26.720.386) (20.071.361) Payment of personnel expenses
Pembayaran beban umum dan administrasi (37.034.507) (15.524.977) (44.626.120) (21.466.546) (30.728.295) Payment of general and administrative expenses
Penerimaan pendapatan operasional lainnya 50.003.764 15.675.049 49.347.437 21.926.651 10.132.575 Other operating revenues received
Pembayaran beban non-operasional (1.344.506) (612.222) (4.683.168) (4.646.739) (1.298.324) Non-operating expenses paid
Pembayaran pajak penghasilan 3z (15.922.179) (1.642.189) - - (1.305.560) Payment of income taxes
Arus Kas Operasi sebelum Perubahan Operating Cash Flows before Changes in
Aktivitas Operasi 128.894.573 46.089.961 162.598.325 39.874.691 30.056.075 Operating Activities
Penurunan (kenaikan) aset operasi Decrease (increase) in operating assets
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 3k,8 (5.000.000) 144.000.000 164.000.000 (164.000.000) 108.000.000 Placements with Bank Indonesia and other banks
Kredit yang diberikan 3m,10 (377.650.546) (546.372.055) (1.084.820.745) (135.703.838) (123.456.876) Loans
Aset lain-lain 13 (18.027.502) (3.074.697) (3.478.281) 556.349 (6.926.009) Other assets
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi Increase (decrease) in operating liabilities
Simpanan 3t,14 372.688.404 386.339.576 738.288.191 289.486.857 (17.138.023) Deposits
Simpanan dari bank lain 3u,15 143.810.000 19.600.000 17.100.000 - - Deposits from other banks
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain 18 4.719.033 8.313.626 9.425.890 (116.936) (812.757) Accruals and other liabilities
Arus Kas Bersih Diperoleh dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 249.433.962 54.896.411 3.113.380 30.097.123 (10.277.590) Net Cash Provided by (Used in) Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Pembelian aset tetap 3o,11 (4.496.593) (863.525) (4.116.444) (1.041.610) (1.608.303) Acquisitions of premises and equipment
Pembelian aset takberwujud 3p,12 (86.449) (34.412) (89.653) (82.287) (145.313) Acquisitions of intangible assets
Penempatan efek tersedia untuk dijual 3l,9 - (9.720.457) (35.778.450) (63.958.005) (52.467.658) Placements in available-for-sale securities
Penempatan efek dimiliki hingga jatuh tempo 3l,9 - - - (3.771.361) (2.907.399) Placements in held-to-maturity securities
Pencairan efek tersedia untuk dijual 3l 5.000.000 25.000.000 35.000.000 18.000.000 20.623.408 Proceeds from settlement of available-for-sale securities
Pencairan efek dimiliki hingga jatuh tempo 3l - 4.000.000 4.000.000 13.000.000 9.500.000 Proceeds from settlement of held-to-maturity securities
Hasil penjualan aset tetap 3o,11 80.000 - 110.000 - 519.285 Proceeds from sale of premises and equipment
Hasil realisasi aset takberwujud 3p,12 - - 11.634 - - Proceeds from realization of intangible assets
Arus Kas Bersih Diperoleh dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 496.958 18.381.606 (862.913) (37.853.263) (26.485.980) Net Cash Provided by (Used in) Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Setoran modal 19,20,35 314.838.929 - - - 99.865.360 Additional paid in capital
Pinjaman yang diterima 3v,16 13.119.315 - 214.428.571 - - Borrowings
Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 327.958.244 - 214.428.571 - 99.865.360 Net Cash Provided by Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND
DAN SETARA KAS 577.889.164 73.278.017 216.679.038 (7.756.140) 63.101.790 CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 345.982.705 129.303.667 129.303.667 137.059.807 73.958.017 BEGINNING OF YEAR
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 923.871.869 202.581.684 345.982.705 129.303.667 137.059.807 END OF YEAR
CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI: CONSIST OF:
Kas 5 4.520.877 3.857.994 3.293.592 3.101.494 3.085.406 Cash
Giro pada Bank Indonesia 3j,6 90.706.608 50.583.925 67.111.096 21.298.807 5.423.203 Demand deposits with Bank Indonesia
Giro pada bank lain 3j,7 26.497.684 14.866.442 30.633.507 9.011.649 4.732.815 Demand deposits with other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other banks
jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau maturing within three months or less from
kurang sejak tanggal perolehan 3k,8 802.146.700 133.273.323 244.944.510 95.891.717 123.818.383 the acquisition date
Jumlah 923.871.869 202.581.684 345.982.705 129.303.667 137.059.807 Total
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements which
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. are an integral part of the financial statements.
-4-
Page 170
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016
1. UMUM 1. GENERAL
Pendirian dan Informasi Umum Bank Establishment and General Information
PT Bank Amar Indonesia (selanjutnya disebut “Bank"), PT Bank Amar Indonesia (the "Bank"), formerly
dahulu PT Anglomas International Bank, didirikan PT Anglomas International Bank, was established in
pada tahun 1991 berdasarkan Akta No. 32 tanggal 1991 based on Deed No. 32 dated March 15, 1991 of
15 Maret 1991 dari Eddy Widjaja, S.H., notaris di Eddy Widjaja, S.H., notary in Surabaya. The Deed of
Surabaya. Akta pendirian ini telah mendapat Establishment was approved by the Minister of Justice
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik of the Republic of Indonesia in his Decision Letter
Indonesia melalui Surat Keputusannya No. C2-2650.HT.01.01 Tahun 1991 dated July 1, 1991
No. C2-2650.HT.01.01 Tahun 1991 tanggal 1 Juli and was published in the State Gazette of the Republic
1991 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik of Indonesia No. 70 dated August 30, 1991,
Indonesia No. 70 tanggal 30 Agustus 1991, Tambahan Supplement No. 2808/1991.
No. 2808/1991.
Berdasarkan Akta Pemegang Saham No. 36 tanggal Based on the Deed of Shareholders No. 36 dated July
10 Juli 2014 di hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., 10, 2014 of Anita Anggawidjaja, S.H., notary in
notaris di Surabaya, nama Bank diubah menjadi Surabaya, the name of the Bank was changed to
PT Bank Amar Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Amar Indonesia. The change was approved
ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi by the Minister of Law and Human Rights of the
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Republic of Indonesia in his Decision Letter
No. AHU-06072.40.20.2014 tanggal 23 Juli 2014. No. AHU-06072.40.20.2014 dated July 23, 2014.
Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa The decision of Board of Commissioners of Indonesia
Keuangan No. 29/KDK.03.2014 tanggal Financial Services Authority No. 29/KDK.03.2014
24 Desember 2014, menyetujui penetapan dated December 24, 2014 approved the use of
penggunaan izin usaha atas nama PT Bank Amar operating license of PT Bank Amar Indonesia.
Indonesia.
Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali The Bank's Articles of Association have been
perubahan, dan yang terakhir dengan Akta amended several times, most recently by Deed
No. 91 tanggal 29 Mei 2019 di hadapan Anita No. 91 dated May 29, 2019 of Anita Anggawidjaja,
Anggawidjaja, S.H., notaris di Surabaya, mengenai S.H., notary in Surabaya, concerning the increase of
peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan authorized, issued and paid-up capital, the change in
disetor, perubahan pemegang saham serta shareholders and the change in composition of Board
perubahan susunan Dewan Komisaris. Akta of Commissioners. The change was approved by the
perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Minister of Law and Human Rights of the Republic of
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia in Decision Letter No. AHU-AH.01.03-
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- 0291001 dated June 27, 2019.
AH.01.03-0291001 tanggal 27 Juni 2019.
Bank mulai beroperasi secara komersial pada tanggal The Bank commenced commercial operations on
2 Januari 1992, sesuai dengan izin usaha sebagai January 2, 1992, in accordance with its business
Bank Umum oleh Menteri Keuangan Republik license as Commercial Bank granted by the Minister
Indonesia dalam Surat Keputusannya of Finance of the Republic of Indonesia in his
No. 1107/KMK/013/1991 tanggal 12 November 1991. Decision Letter No. 1107/KMK/013/1991 dated
November 12, 1991.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Bank, ruang Based on article 3 of the Bank's Articles of
lingkup kegiatan Bank terutama menjalankan kegiatan Association, the scope of its business is to engaged
umum perbankan sesuai dengan undang-undang dan in banking activities in accordance with the prevailing
peraturan yang berlaku. laws and regulations.
Bank berkantor pusat di Jalan Basuki Rahmad The Bank's head office is located at Jalan Basuki
No. 109, Surabaya. Bank memiliki tiga kantor cabang Rahmad No. 109, Surabaya. The Bank has three
yang terletak di Kusuma Bangsa, Wiyung, dan branches located in Kusuma Bangsa, Wiyung and
Jakarta; satu kantor cabang pembantu di Basuki Jakarta; one sub-branch located in Basuki Rahmad,
Rahmad, Surabaya; dan satu kantor kas di Gandaria, Surabaya; and one cash office in Gandaria, Jakarta.
Jakarta. Jumlah rata-rata karyawan Bank masing- The Bank has an average total number of employees
masing 800, 446, 231 dan 215 karyawan pada 30 Juni of 800, 446, 231 and 215 in June 30, 2019, December
2019, 31 Desember 2018, 2017 and 2016. 31, 2018, 2017 and 2016.
-5-
Page 171
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Bank tergabung dalam kelompok Tolaram Group The Bank is part of Tolaram Group with ultimate parent
dengan entitas induk terakhir adalah Tolaram Family is Tolaram Family Trust.
Trust.
Susunan pengurus dan komite audit Bank pada The structure of Bank's management and audit
tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan committee at June 30, 2019, December 31, 2018,
2016 adalah sebagai berikut: 2017 and 2016 is as follows:
30 Juni/June 30, 31 Desember/December 31, 31 Desember/December 31, 31 Desember/December 31,
2019 2018 2017 2016
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Presiden Komisaris Nav in Nahata - - Tan Kok Kiang Bernard Richard President Commissioners
Komisaris Independen Zainal Abidin Hasni Gindo Tampubolon Gindo Tampubolon Gindo Tampubolon Independent Commissioners
- Zainal Abidin Hasni Zainal Abidin Hasni -
Dewan Direksi*) Board of Directors*)
Presiden Direktur Tuk Yulianto Tuk Yulianto Tuk Yulianto Tuk Yulianto President Director
Direktur Bidang Vishal Tulsian Vishal Tulsian Vishal Tulsian - Managing Director
Direktur Bisnis - - - Vishal Tulsian Business Director
Direktur Kepatuhan I Ny oman Mawa I Ny oman Mawa I Ny oman Mawa I Ny oman Mawa Compliance Director
Komite Audit Audit Committee
Ketua - Gindo Tampubolon Gindo Tampubolon (PJS) Gindo Tampubolon (PJS) Chairman
Anggota Simon Hary anto - Sy ahril Majidi Sy ahril Majidi Member
Anggota Haif an Yahy a - Justin Malau Justin Malau Member
Komite Pemantau Risiko Risk Monitoring Committee
Ketua Zainal Abidin Hasni Zainal Abidin Hasni Gindo Tampubolon Gindo Tampubolon Chairman
Anggota Sy ahrir Majidi Sy ahrir Majidi Sy ahrir Majidi Sy ahrir Majidi Member
Anggota Haif an Yahy a Haif an Yahy a - - Member
Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee
Ketua Zainal Abidin Hasni - - - Chairman
Anggota Nav in Nahata Gindo Tampubolon Gindo Tampubolon Gindo Tampubolon Member
Anggota Ratna Julia Sahlan Toto Warsoko Pikir Toto Warsoko Pikir Toto Warsoko Pikir Member
Kepala Satuan Audit Intern Toto Warsoko Pikir Toto Warsoko Pikir Haif an Yahy a Haif an Yahy a Internal Audit Task Force Head
*) Terdapat perubahan susunan Dew an Direksi pada tanggal 29 Juli 2019 (Catatan 39)/There was change in composition of Board of Directors on July 29, 2019 (Note 39).
2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS
BARU (PSAK) DAN REVISI DAN INTERPRETASI OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) (“PSAK”) AND INTERPRETATIONS OF PSAK
(“ISAK”)
a. Standar dan amendemen/penyesuaian a. Standards and amendments/improvements to
standar yang berlaku efektif pada tahun standards effective in the current year
berjalan
Dalam tahun berjalan, Bank telah menerapkan In the current year, the Bank has applied
standar dan sejumlah amandemen/penyesuaian standards and a number of amendments/
PSAK yang relevan dengan operasinya dan improvements to PSAK that are relevant to its
efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada operations and effective for accounting period
atau setelah 1 Januari 2019. beginning on or after January 1, 2019.
PSAK 24 (amandemen), Imbalan Kerja PSAK 24 (amendment), Plan, Amendment,
tentang Amandemen, Kurtailmen atau Curtailment or Settlement
Penyelesaian Program
PSAK 46 (penyesuaian), Pajak Penghasilan PSAK 46 (improvement), Income Taxes
ISAK 33, Transaksi Valuta Asing dan Imbalan ISAK 33, Foreign Currency Transaction and
di muka Advances Consideration
ISAK 34, Ketidakpastian dalam Perlakuan ISAK 34, Uncertainty Over Income Tax
Pajak Penghasilan Treatments
-6-
Page 172
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Penerapan amandemen/penyesuaian PSAK The application of the following amendments and
berikut tidak menimbulkan dampak material improvements to PSAK have not resulted in
terhadap pengungkapan atau jumlah yang diakui material impact to disclosures or amounts
dalam laporan keuangan interim tahun berjalan recognized in the current and prior year financial
dan sebelumnya, tetapi dapat mempengaruhi statements but may affect future transactions:
transaksi di masa depan:
PSAK 15 (penyesuaian), Investasi pada PSAK 15 (improvement), Investment in
Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama Associates and Joint Venture
PSAK 46 (amandemen), Pajak Penghasilan PSAK 46 (amendment), Recognition of
tentang Pengakuan Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets for Unrealized Losses
untuk Rugi yang Belum Direalisasi
PSAK 66 (penyesuaian), Pengaturan Bersama PSAK 66 (improvement), Joint Arrangement
PSAK 67 (penyesuaian), Pengungkapan PSAK 67 (improvement), Disclosures of
Kepentingan dalam Entitas Lain Interest in Other Entities.
b. Standar dan amandemen 2018 standar telah b. Standards and 2018 amendments to
diterbitkan tapi belum diterapkan standards issued not yet adopted
Amandemen/penyesuaian dan interpretasi Amendments/improvements and interpretations
standar berikut berlaku efektif untuk periode yang to standards effective for periods beginning on or
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2020, after January 1, 2020, with early application
dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: permitted are:
PSAK 15 (amandemen), Investasi pada PSAK 15 (amendment), Investments in
Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Associates and Joint Ventures: Long Term
Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Interest in Associate and Joint Ventures
Asosiasi dan Ventura Bersama
PSAK 62 (amandemen), Kontrak Asuransi- PSAK 62 (amendment), Insurance Contract-
Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan Applying PSAK 71: Financial Instruments with
dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi PSAK 62: Insurance Contracts
PSAK 71, Instrument Keuangan PSAK 71, Financial Instruments
PSAK 71 (amandemen), Instrumen Keuangan PSAK 71 (amendment), Financial Instruments:
tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Prepayment Features with Negative
Kompensasi Negatif Compensation
PSAK 72, Pendapatan dari Kontrak dengan PSAK 72, Revenue from Contracts with
Pelanggan Customers
PSAK 73, Sewa PSAK 73, Leases
Standar berikut berlaku efektif untuk periode yang Standards effective for periods beginning on or
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2021, after January 1, 2021, with early application
dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: permitted are:
PSAK 112, Akuntansi Wakaf PSAK 112, Wakaf Accounting
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan As of the issuance date of the financial
keuangan, dampak dari standar dan interpretasi statements, the effect of adoption of these
tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh standards, amendments and interpretations is not
manajemen. known nor reasonably estimated by
management.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
PENTING POLICIES
a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance
Laporan keuangan Bank disusun dan disajikan The Bank’s financial statements have been
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di prepared and presented in accordance with the
Indonesia, yaitu Pernyataan dan Interpretasi yang Indonesian Financial Accounting Standards, which
diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi are the Statements and Interpretations issued by
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Dewan the Financial Accounting Standards Board of the
Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesian Institute of Accountants, the Sharia
Indonesia, Pedoman Akuntansi Perbankan Accounting Standard Board of the Indonesian
Indonesia (”PAPI”) serta Peraturan Bapepam-LK Institute of Accountants, Accounting Guidelines for
No. KEP 347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 No. Indonesian Banking (“PAPI”) and the Bapepam-LK
VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian dan No. KEP 347/BL/2012 dated June 25, 2012
Pengungkapan Laporan Emiten atau Perusahaan Regulation No. VIII.G.7 regarding the Guideline for
Publik. Financial Statement Presentation and Disclosure
of Issuers or Public Entities.
-7-
Page 173
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
b. Dasar Penyusunan b. Basis of Preparation
Dasar penyusunan laporan keuangan adalah The financial statements have been prepared on
biaya historis, kecuali instrumen keuangan tertentu the historical cost basis, except for certain financial
yang diukur pada nilai wajar pada setiap akhir instruments that are measured at fair values at the
periode pelaporan, yang dijelaskan dalam end of each reporting period, as explained in the
kebijakan akuntansi di bawah ini. accounting policies below.
Seluruh angka dalam laporan keuangan disajikan All amounts in the financial statement are
dalam nilai penuh kecuali dinyatakan dalam ribuan presented in full amount except those are stated in
(‘000). thousands (‘000).
Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai Historical cost is generally based on the fair value
wajar dari imbalan yang diberikan dalam of the consideration given in exchange for goods
pertukaran barang dan jasa. and services.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan The statements of cash flows are prepared using
metode langsung dengan mengelompokkan arus the direct method with classifications of cash flows
kas dalam aktivitas operasi, investasi dan into operating, investing and financing activities.
pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, Cash and cash equivalents consist of cash on
giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, hand, demand deposits with Bank Indonesia,
penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, demand deposits with other banks, placements
dan Sertifikat Deposito Bank Indonesia yang jatuh with Bank Indonesia and other banks and Bank
tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari Indonesia Certificates of Deposits (SDBI) with
tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan maturities of three months or less from the date of
serta tidak dibatasi penggunaannya. placement and not pledged nor restricted.
c. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan c. Foreign Currency Transactions and
Dalam Mata Uang Asing Translation
Laporan keuangan Bank diukur dan disajikan The individual financial statements of Bank are
dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama measured and presented in the currency of the
dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). primary economic environment in which the entity
operates (its functional currency).
Laporan keuangan Bank disajikan dalam mata The financial statements of the Bank are presented
uang Rupiah (Rp) yang merupakan mata uang in Indonesian Rupiah (Rp), which is the functional
fungsional Bank. currency of the Bank.
Dalam penyusunan laporan keuangan Bank, In preparing the financial statements of the Bank,
transaksi dalam mata uang asing selain mata uang transactions in currencies other than the entity’s
fungsional entitas (mata uang asing) diakui pada functional currency (foreign currencies) are
kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada recognized at the rates of exchange prevailing at
setiap akhir periode pelaporan, pos moneter dalam the dates of the transactions. At the end of each
valuta asing dijabarkan kembali dengan reporting period, monetary items denominated in
menggunakan kurs laporan (penutupan) yang foreign currencies are retranslated using reporting
ditetapkan oleh Bank Indonesia, yaitu kurs spot (closing) exchange rate set by Bank Indonesia,
Reuters pada pukul 16.00 WIB untuk which is Reuters’ spot rate at 4.00 P.M. Western
mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal Indonesia Time to reflect the rate of exchange
tersebut. Pos-pos non-moneter yang diukur pada prevailing at that date. Non-monetary items carried
nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali at fair value that are denominated in foreign
pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai currencies are retranslated at the rates prevailing
wajar ditentukan. Pos non-moneter yang diukur at the date when the fair value was determined.
dalam biaya historis dalam valuta asing tidak Non-monetary items that are measured in terms of
dijabarkan kembali. historical cost in a foreign currency are not
retranslated.
-8-
Page 174
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
d. Transaksi Pihak-pihak Berelasi d. Transactions with Related Parties
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas A related party is a person or entity that is related
yang terkait dengan Bank (entitas pelapor): to the Bank (the reporting entity):
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang a. A person or a close member of that person's
mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika family is related to the reporting entity if that
orang tersebut: person:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian i. has control or joint control over the
bersama entitas pelapor; reporting entity;
ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas ii. has significant influence over the
pelapor; atau reporting entity; or
iii. merupakan personil manajemen kunci iii. is a member of the key management
entitas pelapor atau entitas induk dari personnel of the reporting entity or of a
entitas pelapor. parent of the reporting entity.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor b. An entity is related to the reporting entity if any
jika memenuhi salah satu hal berikut: of the following conditions applies:
i. entitas dan entitas pelapor adalah i. the entity and the reporting entity are
anggota dari kelompok usaha yang sama members of the same group (which
(artinya entitas induk, entitas anak, dan means that each parent, subsidiary and
entitas anak berikutnya saling berelasi fellow subsidiary is related to the others).
dengan entitas lain).
ii. satu entitas adalah entitas asosiasi atau ii. one entity is an associate or joint venture
ventura bersama dari entitas lain (atau of the other entity (or an associate or joint
entitas asosiasi atau ventura bersama venture of a group of which the other
yang merupakan anggota suatu entity is a member).
kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
iii. kedua entitas tersebut adalah ventura iii. both entities are joint ventures of the
bersama dari pihak ketiga yang sama. same third party.
iv. satu entitas adalah ventura bersama dari iv. one entity is a joint venture of a third entity
entitas ketiga dan entitas yang lain and the other entity is an associate of the
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. third entity.
v. entitas tersebut adalah suatu program v. the entity is a post-employment defined
imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja benefit plan for the benefit of employees
dari salah satu entitas pelapor atau of either the reporting entity, or an entity
entitas yang terkait dengan entitas related to the reporting entity. If the
pelapor. Jika entitas pelapor adalah reporting entity is itself such a plan, the
entitas yang menyelenggarakan program sponsoring employers are also related to
tersebut, maka entitas sponsor juga the reporting entity.
berelasi dengan entitas pelapor.
vi. entitas yang dikendalikan atau vi. the entity is controlled or jointly controlled
dikendalikan bersama oleh orang yang by a person identified in (a).
diidentifikasi dalam huruf (a).
vii. orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) vii. a person identified in (a) (i) has significant
(i) memiliki pengaruh signifikan atas influence over the entity or is a member
entitas atau merupakan personil of the key management personnel of the
manajemen kunci entitas (atau entitas entity (or of a parent of the entity).
induk dari entitas).
-9-
Page 175
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang viii. The entity, or any member of a group of
mana entitas merupakan bagian dari which it is a part, provides key
kelompok tersebut, menyediakan jasa management personnel services to the
personil manajemen kunci kepada entitas reporting entity or to the parent of the
pelapor atau kepada entitas induk dari reporting entity.
entitas pelapor.
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan Significant transactions with related parties,
pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan whether or not made at similar terms and
kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak conditions as those done with third parties, are
ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan disclosed in the financial statements.
keuangan.
e. Aset Keuangan e. Financial Assets
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan All financial assets are recognized and
pengakuannya pada tanggal diperdagangkan derecognized on trade date where the purchase or
dimana pembelian dan penjualan aset keuangan sale of a financial asset is under a contract whose
berdasarkan kontrak yang mensyaratkan terms require delivery of the financial asset within
penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu the time frame established by the market
yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang concerned, and are initially measured at fair value
berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar plus transaction costs.
ditambah biaya transaksi.
Aset keuangan Bank diklasifikasikan sebagai The Bank’s financial assets are classified as
berikut: follows:
Investasi dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity investments
Aset keuangan tersedia untuk dijual Available-for-sale (AFS) financial assets
Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables
Metode bunga efektif Effective interest method
Metode bunga efektif adalah metode yang The effective interest method is a method of
digunakan untuk menghitung biaya perolehan calculating the amortized cost of a financial
diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode instrument and of allocating interest income and
untuk mengalokasikan pendapatan bunga dan interest expense over the relevant period. The
beban bunga selama periode yang relevan. Suku effective interest rate is the rate that exactly
bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat discounts estimated future cash receipts or
mendiskontokan estimasi penerimaan atau payments (including all fees and points paid or
pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh received that form an integral part of the effective
komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan interest rate, transaction costs and other premiums
diterima yang merupakan bagian yang tak or discounts) through the expected life of the
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya financial instrument, or where appropriate, a
transaksi dan premium dan diskonto lainnya) shorter period to the net carrying amount on initial
selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau recognition.
jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih
singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif Income is recognized on an effective interest basis
untuk instrumen keuangan selain dari instrumen for financial instruments other than those financial
keuangan FVTPL. instruments classified at FVTPL.
- 10 -
Page 176
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Investasi dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity investments
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai investasi Financial assets are classified as held-to-maturity
dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika investasi investment only if these investments have fixed or
tersebut memiliki pembayaran yang tetap atau determined payments and their maturity date has
telah ditentukan dan jatuh temponya telah been determined and the Bank has the positive
ditetapkan serta Bank mempunyai intensi positif intention and ability to hold such financial assets to
dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan maturity. Held-to-maturity investments are initially
tersebut hingga jatuh tempo. Pada saat pengakuan measured at fair value plus transaction costs which
awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur are attributable directly to the acquisition of the
pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi financial assets. Subsequent to initial recognition,
yang dapat diatribusikan secara langsung dengan held-to-maturity investments are measured at
perolehan aset keuangan. Setelah pengakuan amortized cost, using effective interest method less
awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur impairment.
dengan biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode bunga efektif dikurangi
kerugian penurunan nilai.
Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS) Available-for-sale (AFS) financial assets
Aset keuangan AFS adalah aset keuangan AFS financial assets are non-derivative financial
nonderivatif yang ditetapkan baik sebagai AFS assets that are either designated as AFS or are not
atau yang tidak diklasifikasikan sebagai classified as (a) loans and receivables, (b) held-to-
(a) pinjaman yang diberikan dan piutang, maturity investments or (c) financial assets at fair
(b) dimiliki hingga jatuh tempo atau (c) aset value through profit or loss (FVTPL). AFS financial
keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi assets are initially measured at fair value plus any
(FVTPL). Pada saat pengakuan awal, aset directly attributable transaction costs.
keuangan yang tersedia untuk dijual diukur pada Subsequently, they are measured at fair value.
nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung. Setelah itu,
aset keuangan tersedia untuk dijual diukur dan
dicatat pada nilai wajar.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari Gains and losses arising from changes in fair value
perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan are recognized in other comprehensive income
komprehensif lain dan diakumulasi di ekuitas and in equity as accumulated in AFS investment
sebagai revaluasi investasi AFS kecuali untuk revaluation, with the exception of impairment
kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga yang losses, interest income calculated using the
dihitung dengan metode bunga efektif dan laba effective interest method, and foreign exchange
rugi selisih kurs atas aset moneter yang diakui gains and losses on monetary assets, which are
pada laba rugi. Jika investasi dilepas atau recognized in profit or loss. Where the investment
mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau is disposed of or is determined to be impaired, the
rugi yang sebelumnya diakumulasi pada revaluasi cumulative gain or loss previously accumulated in
investasi AFS, direklasifikasi ke laba rugi. AFS investment revaluation is reclassified to profit
or loss.
Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables
Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau Financial assets that have fixed or determinable
telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di payments and that are not quoted in an active
pasar aktif diklasifikasikan sebagai pinjaman yang market are classified as loan and receivables, that
diberikan dan piutang, yang diukur pada biaya are measured at amortized cost using the effective
perolehan diamortisasi dengan menggunakan interest method less impairment. Interest is
metode bunga efektif dikurangi penurunan nilai. recognized by applying the effective interest
Bunga diakui dengan menggunakan metode method, except for short-term receivables when
bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek the recognition of interest would be immaterial.
dimana pengakuan bunga tidak material.
- 11 -
Page 177
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets
Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator Financial assets are assessed for indicators of
penurunan nilai pada setiap akhir periode impairment at the end of each reporting date.
pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila Financial assets are considered to be impaired
terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu when there is objective evidence that, as a result of
atau lebih peristiwa yang terjadi setelah one or more events that occurred after the initial
pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa recognition of the financial asset, the estimated
yang merugikan tersebut berdampak pada future cash flows of the financial assets have been
estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan affected.
yang dapat diestimasi secara andal.
Bukti objektif penurunan nilai termasuk sebagai For all other financial assets, objective evidence of
berikut: impairment could include:
kesulitan keuangan signifikan yang dialami significant financial difficulty of the issuer or
penerbit atau pihak peminjam; atau counterparty; or
pelanggaran kontrak, seperti terjadinya breach of contract, such as default or
wanprestasi atau tunggakan pembayaran delinquency in interest or principal payments;
pokok atau bunga; atau or
terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam it becoming probable that the borrower will
akan dinyatakan pailit atau melakukan enter bankruptcy or financial reorganization; or
reorganisasi keuangan; atau
hilangnya pasar aktif dari aset keuangan the disappearance of an active market for that
akibat kesulitan keuangan. financial asset because of financial difficulties.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya For financial assets carried at amortized cost, the
perolehan diamortisasi, jumlah kerugian amount of the impairment loss is measured at the
penurunan nilai merupakan selisih antara nilai difference between the asset’s carrying amount
tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari and the present value of estimated future cash
estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan flows, discounted at the financial asset’s original
menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari effective interest rate.
aset keuangan.
Kerugian penurunan nilai dihitung secara individual Impairment loss is calculated individually for
untuk aset keuangan yang signifikan secara financial assets that are individually significant and
individual serta kolektif untuk aset yang secara collectively for assets that are individually not
individual tidak signifikan dan secara individual significant, or individually significant but there is no
signifikan namun tidak terdapat bukti obyektif objective evidence of impairment. The Bank
penurunan nilai. Bank menerapkan penurunan nilai applies collective impairment for its loan and
secara kolektif untuk kelompok pinjaman yang receivables wherein financial assets are classified
diberikan dan piutang berdasarkan karakteristik based on similarity of credit risk characteristics.
risiko kredit yang serupa. Arus kas masa depan Future cash flow from a group of financial assets is
dari kelompok aset keuangan ini diestimasi estimated based on contractual cash flows and
berdasarkan arus kas kontraktual dan pengalaman historical loss experience for assets that have
kerugian historis untuk aset yang memiliki similar credit risk characteristics. Historical loss
karakteristik risiko kredit yang serupa. Pengalaman experience is adjusted based on data observations
historis kerugian disesuaikan berdasarkan hasil in the present to reflect the effects of current
pengamatan data pada masa kini untuk conditions that do not affect the period of historical
merefleksikan efek dari kondisi masa kini yang experience.
tidak mempengaruhi periode dari pengalaman
historis.
- 12 -
Page 178
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Dalam melakukan penilaian secara kolektif, Bank In conducting collective assessment, the Bank
harus menghitung: must calculate:
Probability of default (”PD”) – model ini menilai Probability of default (“PD”) – these models
probabilitas debitur gagal melakukan assess the probability of debtors failing to
pembayaran kembali secara penuh dan tepat repay fully and on time.
waktu.
Recoverable amount – didasarkan pada Recoverable amount – based on identification
identifikasi arus kas masa depan dan estimasi of future cash flows and estimation of the
nilai kini dari arus kas tersebut (discounted present value of those cash flows (discounted
cash flow). cash flow).
Loss given default (”LGD”) – Bank Loss given default (“LGD”) – the Bank
mengestimasi kerugian ekonomis yang estimates economic losses that may be
mungkin akan diderita Bank apabila terjadi suffered by the Bank if there are arrears in loan
tunggakan fasilitas kredit. LGD facility. LGD describes the amount of debt that
menggambarkan jumlah utang yang tidak may not be recovered and is generally
dapat diperoleh kembali dan umumnya expressed as a percentage of the exposure at
ditunjukkan dalam persentase dari exposure at default (EAD). The LGD calculation model
default (EAD). Model perhitungan LGD considers the type of borrower, facility and any
mempertimbangkan jenis peminjam, fasilitas risk mitigation such as availability of collateral.
dan mitigasi risiko, misalnya ketersediaan
agunan.
Exposure at default (”EAD”) – Bank Exposure at default (“EAD”) – The Bank
mengestimasi tingkat utilisasi yang diharapkan estimates the expected utilization level of loan
dari fasilitas kredit pada saat terjadi facilities in the event of arrears.
tunggakan.
PD dan LGD diperoleh dari observasi data fasilitas PD and LGD are derived from observations of loan
kredit selama minimal tiga tahun. facility data for at least three years.
Cadangan kerugian penurunan nilai yang dinilai Allowance for impairment losses collectively
secara kolektif dilakukan dengan mengalikan assessed is performed by multiplying the
nilai baki debet fasilitas kredit pada posisi laporan outstanding loan facility at report date by the
dengan probability of default (PD) dan loss given probability of default (PD) and loss given default
default (LGD). (LGD).
Kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan The impairment loss is recognized in profit or loss
nilai tercatat dari aset keuangan atau kelompok and the carrying amount of the financial asset or
aset keuangan dikurangi dengan cadangan group of financial assets are presented net of
kerugian penurunan nilai yang terbentuk. Pada allowance for impairment losses. When impairment
saat penurunan nilai diakui dalam aset keuangan losses are recognized in the financial asset or
atau kelompok aset keuangan, pendapatan bunga group of financial assets, interest income is
diakui berdasarkan nilai tercatat setelah penurunan recognized based on the carrying amount after
nilai menggunakan tarif bunga yang digunakan impairment using the interest rate used for
untuk mendiskontokan estimasi arus kas masa discounting the estimated future cash flow when
depan pada saat menghitung penurunan nilai. calculating impairment.
Jika aset keuangan AFS dianggap menurun When an AFS financial asset is considered to be
nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang impaired, cumulative gains or losses previously
sebelumnya telah diakui dalam ekuitas recognized in equity are reclassified to profit or
direklasifikasi ke laba rugi. loss.
Jika, pada periode berikutnya, jumlah penurunan If in a subsequent period, the amount of the
nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat impairment loss decreases and its decrease can
dikaitkan secara objektif dengan peristiwa yang be related objectively to an event occurring after
terjadi setelah penurunan nilai diakui, kerugian the impairment was recognized, the previously
penurunan nilai yang diakui sebelumnya dipulihkan recognized impairment loss is reversed through
melalui laba rugi hingga nilai tercatat investasi pada profit or loss to the extent that the carrying amount
tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi of the investment at the date the impairment is
biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan reversed does not exceed what the amortized cost
kerugian penurunan nilai dilakukan. would have been had the impairment not been
recognized.
- 13 -
Page 179
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets
Bank menghentikan pengakuan aset keuangan The Bank derecognizes a financial asset only
jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas when the contractual rights to the cash flows from
yang berasal dari aset keuangan berakhir, atau the asset expire, or when it transfers the financial
Bank mentransfer aset keuangan dan secara asset and substantially all the risks and rewards of
substansial mentransfer seluruh risiko dan ownership of the asset to another entity. If the
manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Bank neither transfers nor retains substantially all
Jika Bank tidak mentransfer serta tidak memiliki the risks and rewards of ownership and continues
secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat to control the transferred asset, the Bank
kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang recognizes its retained interest in the asset and an
ditransfer, maka Bank mengakui keterlibatan associated liability for amounts it may have to pay.
berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan If the Bank retains substantially all the risks and
liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin rewards of ownership of a transferred financial
harus dibayar. Jika Bank memiliki secara asset, the Bank continues to recognize the
substansial seluruh risiko dan manfaat financial asset and also recognizes a
kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Bank collateralised borrowing for the proceeds received.
masih mengakui aset keuangan dan juga
mengakui pinjaman yang dijamin sebesar
pinjaman yang diterima.
Pada saat penghentian pengakuan aset keuangan On derecognition of financial asset in its entirety,
secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat the difference between the asset’s carrying
aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang amount and the sum of the consideration received
diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif and receivable and the cumulative gain or loss that
yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif had been recognized in other comprehensive
lain dan terakumulasi dalam ekuitas diakui dalam income and accumulated in equity is recognized in
laba rugi. profit or loss.
Pada saat penghentian pengakuan aset keuangan On derecognition of financial asset other than its
terhadap satu bagian saja (misalnya ketika Bank entirety (e.g., when the Bank retains an option to
masih memiliki hak untuk membeli kembali bagian repurchase part of a transferred asset), the Bank
aset yang ditransfer), Bank mengalokasikan jumlah allocates the previous carrying amount of the
tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut financial asset between the part it continues to
pada bagian yang tetap diakui berdasarkan recognize under continuing involvement, and the
keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang tidak part it no longer recognizes on the basis of the
lagi diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua relative fair values of those parts on the date of the
bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih transfer. The difference between the carrying
antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada amount allocated to the part that is no longer
bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari recognized and the sum of the consideration
pembayaran yang diterima untuk bagian yang received for the part no longer recognized and any
yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau cumulative gain or loss allocated to it that had been
kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian recognized in other comprehensive income is
yang tidak lagi diakui tersebut yang sebelumnya recognized in profit or loss. A cumulative gain or
telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain loss that had been recognized in other
diakui pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian comprehensive income is allocated between the
kumulatif yang sebelumnya diakui dalam part that continues to be recognized and the part
penghasilan komprehensif lain dialokasikan pada that is no longer recognized on the basis of the
bagian yang tetap diakui dan bagian yang relative fair values of those parts.
dihentikan pengakuannya, berdasarkan nilai wajar
relatif kedua bagian tersebut.
Aset dihapusbukukan dari cadangan kerugian Assets written off are charged to the allowance for
penurunan nilai pada saat manajemen impairment losses when management believes
berpendapat bahwa aset tersebut harus that they are definitely uncollectible. Recovery of
dihapuskan karena secara operasional debitur assets previously written off in the current year and
sudah tidak mampu membayar dan/atau sulit previous years are recorded as other operating
untuk ditagih. Penerimaan kembali aset yang telah revenues during the year.
dihapuskan pada tahun berjalan dan pada tahun-
tahun sebelumnya dicatat sebagai pendapatan
operasional lainnya selama tahun berjalan.
- 14 -
Page 180
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
f. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas f. Financial Liabilities and Equity Instruments
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai Financial liabilities are initially measured at fair
wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan value. Transaction costs that are directly
secara langsung dengan perolehan atau attributable to the acquisition or issue of financial
penerbitan liabilitas keuangan (selain liabilitas liabilities (other than financial liabilities at fair value
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui through profit or loss) are added to or deducted
laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai from the fair value of the financial liabilities on
wajar liabilitas keuangan pada pengakuan awal. initial recognition. Transaction costs directly
Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara attributable to the acquisition of financial liabilities
langsung dengan perolehan liabilitas keuangan at fair value through profit or loss are recognized
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi immediately in profit or loss.
langsung diakui dalam laba rugi.
Klasifikasi sebagai liabilitias atau ekuitas Classification as debt or equity
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang Debt and equity instruments issued by the Bank
diterbitkan oleh Bank diklasifikasikan sebagai are classified as either financial liabilities or as
liabilitas keuangan atau ekuitas sesuai dengan equity in accordance with the substance of the
substansi perjanjian kontraktual dan definisi contractual arrangements entered into and the
liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. definitions of a financial liability and an equity
instrument.
Instrumen ekuitas Equity instruments
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang An equity instrument is any contract that evidences
memberikan hak residual atas aset Bank setelah a residual interest in the assets of the Bank after
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen deducting all of its liabilities. Equity instruments
ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih issued by the Bank are recorded at the proceeds
setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. received, net of direct issue costs.
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Liabilitas keuangan Bank diklasifikasikan sebagai The Bank’s financial liabilities are classified as
liabiltas keuangan pada biaya perolehan financial liabilities at amortized cost.
diamortisasi.
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan Financial liabilities at amortized cost
diamortisasi
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan At initial recognition, financial liabilities at
pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada amortized cost are recognized at fair value. The fair
nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut dikurangi biaya value is reduced by transaction costs which are
transaksi yang dapat diatribusikan secara directly attributable to the issuance of such
langsung dengan penerbitan liabilitas keuangan financial liabilities. Subsequently, these financial
tersebut. Pengukuran selanjutnya diukur pada liabilities are measured at amortized cost using the
biaya perolehan diamortisasi dengan effective interest method (Note 3e), where interest
menggunakan metode bunga efektif (Catatan 3e), expense is recognized based on effective interest
dimana beban bunga diakui berdasarkan tingkat method, except for short-term liabilities when the
pengembalian yang efektif, kecuali untuk liabilitas recognition of interest would be immaterial.
jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak
material.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Derecognition of financial liabilities
Bank menghentikan pengakuan liabilitas The Bank derecognizes financial liabilities when,
keuangan, jika dan hanya jika, kewajiban Bank and only when, the Bank’s obligations are
telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. discharged, cancelled or expires.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan The difference between the carrying amount of the
yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang financial liability derecognized and the
dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi. consideration paid and payable is recognized in
profit or loss.
- 15 -
Page 181
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
g. Reklasifikasi Instrumen Keuangan g. Reclassifications of Financial Instruments
Reklasifikasi aset keuangan Reclassifications of financial assets
Bank tidak diperkenankan untuk melakukan The Bank shall not reclassify any financial assets
reklasifikasi aset keuangan ke kelompok aset into the FVTPL after initial recognition. The Bank
keuangan FVTPL. Bank hanya dapat melakukan only reclassifies financial assets classified as
reklasifikasi aset keuangan ke kelompok pinjaman FVTPL or available for sale into loans and
yang diberikan dan piutang jika aset keuangan receivables if the financial assets meet the
tersebut memenuhi definisi pinjaman yang definition of loans and receivables and reclassifies
diberikan dan piutang dan reklasifikasi ke dimiliki into held-to-maturity if the Bank has the intention
hingga jatuh tempo jika Bank memiliki intensi dan and ability to hold the financial assets for the
kemampuan memiliki aset keuangan untuk masa foreseeable future or until maturity. The financial
mendatang yang dapat diperkirakan atau hingga assets are reclassified at fair value, on the date of
jatuh tempo dari kelompok aset keuangan FVTPL reclassification which become its new amortized
atau dari kelompok tersedia untuk dijual. Aset cost. Any gains or losses already recognized in
keuangan tersebut direklasifikasi pada nilai wajar profit or loss are not reversed. Any gains or losses
pada tanggal reklasifikasi yang menjadi biaya that have been recognized in other comprehensive
perolehan diamortisasi yang baru. Setiap income are amortized through profit or loss over
keuntungan dan kerugian yang sudah diakui the remaining life of the financial assets (for
dalam laba rugi tidak boleh dipulihkan. Setiap financial assets that have fixed maturities) or
keuntungan dan kerugian yang sudah diakui continue to be recognized in other comprehensive
dalam penghasilan komprehensif lain diamortisasi income until the financial assets are sold or
ke laba rugi selama sisa umur aset keuangan (jika otherwise disposed (for financial assets that do not
aset keuangan memiliki jatuh tempo tetap) atau have fixed maturities).
tetap diakui dalam penghasilan komprehensif lain
sampai aset keuangan tersebut dilepas atau dijual
(jika aset keuangan tidak memiliki jatuh tempo
tetap).
Reklasifikasi liabilitas keuangan Reclassification of financial liabilities
Bank tidak diperkenankan untuk mereklasifikasi The Bank is not allowed to reclassify any financial
liabilitas keuangan dari atau ke kelompok liabilitas liabilities from or to a group of FVTPL financial
keuangan FVTPL. liabilities.
h. Saling Hapus Antara Aset Keuangan dan h. Netting of Financial Assets and Financial
Liabilitas Keuangan Liabilities
Aset keuangan dan liabilitas keuangan Financial assets and financial liabilities are offset
disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan and the net amount presented in the statement of
dalam laporan poisisi keuangan jika grup tersebut financial position when the group has a legally
memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum enforceable right to set off the recognized
untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang amounts; and intends either to settle on a net
telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan basis, or to realize the asset and settle the liability
secara neto atau untuk merealisasikan aset dan simultaneously. A right to set-off must be available
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak today rather than being contingent on a future
saling hapus dapat ada pada saat ini dari pada event and must be exercisable by any of the
bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di counterparties, both in the normal course of
masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak business and in the event of default, insolvency or
lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam bankruptcy.
peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan atau
kebangkrutan.
i. Nilai Wajar i. Fair Value
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk Fair value is the price that would be received to sell
menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar an asset or paid to transfer a liability in an orderly
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi transaction between market participants at the
teratur antara pelaku pasar pada tanggal measurement date, regardless of whether that
pengukuran tanpa memperhatikan apakah harga price is directly observable or estimated using
tersebut dapat diobservasi secara langsung atau another valuation technique. In estimating the fair
diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. value of an asset or a liability, the Bank takes into
Dalam mengukur nilai wajar atas suatu aset atau account the characteristics of the asset or liability
liabilitas pada tanggal pengukuran, Bank if market participants would take those
memperhitungkan karakteristik suatu aset atau characteristics into account when pricing the asset
liabilitas jika pelaku pasar akan memperhitungkan or liability at the measurement date.
karakteristik tersebut ketika menentukan harga
aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran.
- 16 -
Page 182
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Dalam rangka konsistensi dan perbandingan In order to increase consistency and comparability
dalam pengukuran nilai wajar dan pengungkapan in fair value measurements and related
terkait, Bank melakukan pengukuran nilai wajar disclosures, the Bank measures the fair value of
atas instrumen keuangan yang dimiliki dengan the financial instruments held based on the
hirarki berikut yang dikategorikan menjadi tiga following hierarchy that categorized into three
tingkat teknik pengukuran atas input: levels the inputs to valuation techniques:
Pengukuran nilai wajar level 1 adalah yang Level 1 fair value measurements are those
berasal dari harga kuotasian tanpa derived from quoted prices (unadjusted) in
penyesuaian di pasar aktif untuk aset atau active markets for identical assets or liabilities
liabilitas yang identik yang dapat diakses that the entity can access at the measurement
entitas pada tanggal pengukuran; date;
Pengukuran nilai wajar level 2 adalah yang Level 2 fair value measurements are those
berasal dari input selain harga kuotasian yang derived from inputs other than quoted prices
termasuk dalam level 1 yang dapat included within level 1 that are observable for
diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik the assets or liabilities, either directly (i.e. as
secara langsung (misalnya harga) atau secara prices) or indirectly (i.e. deviation from prices);
tidak langsung (misalnya deviasi dari harga); and
dan
Pengukuran nilai wajar level 3 adalah Level 3 fair value measurements are those
pengukuran nilai wajar adalah yang berasal derived from valuation techniques that include
dari teknik penilaian yang mencakup input inputs for the assets or liabilities that are not
untuk aset atau liabilitas yang bukan based on observable market data
berdasarkan data pasar yang dapat (unobservable inputs).
diobservasi (input yang tidak dapat
diobservasi).
j. Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain j. Demand Deposits with Bank Indonesia and
Other Banks
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain Demand deposits with Bank Indonesia and other
diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang banks are classified as loans and receivables.
diberikan dan piutang.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran Recognition, initial measurement, subsequent
setelah pengukuran awal, reklasifikasi, penentuan measurement, reclassification, fair value
nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian measurement, impairment and derecognition of
pengakuan giro pada Bank Indonesia dan bank demand deposits with Bank Indonesia and other
lain dibahas pada Catatan 3e, 3g dan 3i terkait banks are discussed in Notes 3e, 3g and 3i related
aset keuangan. to financial assets.
k. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank k. Placements with Bank Indonesia and Other
Lain Banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other banks
diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang are classified as loans and receivables.
diberikan dan piutang.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran Recognition, initial measurement, subsequent
setelah pengukuran awal, reklasifikasi, penentuan measurement, reclassification, fair value
nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian measurement, impairment and derecognition of
pengakuan penempatan pada Bank Indonesia dan placements with Bank Indonesia and other banks
bank lain dibahas pada Catatan 3e, 3g dan 3i are discussed in Notes 3e, 3g and 3i related to
terkait aset keuangan. financial assets.
l. Efek-efek l. Securities
Efek-efek diklasifikasikan dalam kategori tersedia Securities are classified as available-for-sale and
untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo. held-to-maturity.
- 17 -
Page 183
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran Recognition, initial measurement, subsequent
setelah pengukuran awal, reklasifikasi, penentuan measurement, reclassification, fair value
nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian measurement, impairment and derecognition of
pengakuan efek-efek dibahas pada Catatan 3e, 3g securities are discussed in Notes 3e, 3g and 3i
dan 3i terkait aset keuangan. related to financial assets.
m. Kredit m. Loans
Kredit diklasifikasikan dalam kategori pinjaman Loans are classified as loans and receivables.
yang diberikan dan piutang.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran Recognition, initial measurement, subsequent
setelah pengukuran awal, reklasifikasi, penentuan measurement, reclassification, fair value
nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian measurement, impairment and derecognition of
pengakuan kredit dibahas pada Catatan 3e, 3g loans are discussed in Notes 3e, 3g and 3i related
dan 3i terkait aset keuangan. to financial assets.
n. Restrukturisasi Kredit Bermasalah n. Troubled Debt Restructuring
Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit Losses resulting from loan restructuring related to
yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan modification of credit terms are recognized if the
kredit diakui bila nilai sekarang dari jumlah present value of future cash receipts which have
penerimaan kas yang akan datang yang telah been determined in new loan terms, including
ditentukan dalam persyaratan kredit yang baru, receipts designated as interest or principal, is less
termasuk penerimaan yang diperuntukkan than the amount of the outstanding loan before the
sebagai bunga maupun pokok, adalah lebih kecil restructuring as discussed in Note 3m.
dari nilai kredit yang diberikan yang tercatat
sebelum restrukturisasi seperti yang dibahas pada
Catatan 3m.
o. Aset Tetap o. Premises and Equipment
Aset tetap dicatat berdasarkan biaya perolehan Premises and equipment are stated at cost, less
setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan accumulated depreciation and any accumulated
akumulasi kerugian penurunan nilai. impairment losses.
Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya Depreciation is recognized so as to write-off the
perolehan aset dengan menggunakan metode cost of assets using the double-declining-balance
saldo-menurun-ganda (double-declining balance method, except for buildings and infrastructure,
method), kecuali untuk bangunan dan prasarana whose depreciation is computed using the straight-
kantor dihitung dengan menggunakan metode line method. The depreciation rates are as follows:
garis lurus (straight-line method) masing-masing
dengan tarif sebagai berikut:
Tahun/Years
Bangunan dan prasarana 20 Building and infrastructure
Peralatan kantor 4 Office equipment
Perabotan kantor 8 – 20 Office furniture and fixtures
Kendaraan 4–8 Vehicles
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode The estimated useful lives, residual values and
penyusutan dikaji ulang setiap akhir tahun dan depreciation method are reviewed at each year
pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut end, with the effect of any changes in estimate
berlaku prospektif. accounted for on a prospective basis.
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan Land is stated at cost and is not depreciated.
dan tidak disusutkan.
- 18 -
Page 184
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan The cost of maintenance and repairs is charged to
pada laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya operations as incurred. Other costs incurred
lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk subsequently to add to, replace part of, or service
menambah, mengganti atau memperbaiki aset an item of premises and equipment, are
tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan recognized as asset if, and only if it is probable that
hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis future economic benefits associated with the item
di masa depan berkenaan dengan aset tersebut will flow to the entity and the cost of the item can
akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset be measured reliably.
dapat diukur secara andal.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat An item of premises and equipment is
pelepasan atau ketika tidak ada manfaat derecognized upon disposal or when no future
ekonomik masa depan yang diharapkan timbul economic benefits are expected to arise from the
dari penggunaan aset secara berkelanjutan. continued use of the asset. Any gain or loss arising
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari on the disposal or retirement of an item of premises
pelepasan atau penghentian pengakuan suatu and equipment is determined as the difference
aset tetap ditentukan sebagai selisih antara hasil between the sales proceeds and the carrying
penjualan dan nilai tercatat aset dan diakui dalam amount of the asset and is recognized in profit or
laba rugi. loss.
p. Aset Takberwujud p. Intangible Assets
Aset takberwujud terdiri dari perangkat lunak yang Intangible assets consist of software acquired by
dibeli oleh Bank. Perangkat lunak yang dibeli oleh the Bank. Software acquired by the Bank is stated
Bank dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi at cost less accumulated amortization.
akumulasi amortisasi.
Amortisasi diakui dalam laba rugi dengan Amortization is recognized in profit or loss using
menggunakan metode garis lurus (straight-line the straight-line method based on its estimated
method) berdasarkan taksiran masa manfaat useful lives of 4 years.
ekonomis selama 4 tahun.
q. Agunan yang Diambil Alih q. Foreclosed Collateral
Tanah dan aset lainnya (jaminan kredit yang telah Land and other assets (collateral foreclosed by the
diambil alih oleh Bank) disajikan dalam akun Bank) are presented as Foreclosed Collateral
Agunan yang Diambil Alih dalam kelompok “Aset account under “Other assets”.
lain-lain”.
Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai Foreclosed properties are stated at net realizable
realisasi bersih. Selisih lebih kredit di atas nilai value. The excess of loan receivable over the net
realisasi bersih dari agunan yang diambil alih, realizable value of the foreclosed properties is
dibebankan ke dalam akun cadangan kerugian charged against allowance for impairment losses.
penurunan nilai.
Selisih antara nilai agunan yang telah diambil alih The difference between the carrying amount of
dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan foreclosed properties and the proceeds from the
atau kerugian pada saat penjualan agunan. sale of such properties is recorded as gain or loss
at the time of sale.
Manajemen mengevaluasi nilai agunan yang Management evaluates the value of foreclosed
diambil alih secara berkala. Cadangan kerugian properties periodically. Allowance for impairment
penurunan nilai agunan yang diambil alih dibentuk losses on foreclosed properties is reserved on
atas penurunan nilai agunan yang diambil alih. reduction of foreclosed properties value.
Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat The carrying amount of foreclosed properties is
permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk written down to recognize a permanent decline in
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya the value of the foreclosed properties, which is
dibebankan pada laba rugi. charged to current operations.
Beban perbaikan yang timbul setelah pengambil- Reconditioning cost which occurs for foreclosed
alihan agunan dicatat sebagai beban umum dan properties is recorded as general and
administrasi. administrative expenses.
- 19 -
Page 185
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
r. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan r. Impairment of Non-Financial Asset
Pada akhir setiap periode pelaporan, Bank At the end of each reporting period, the Bank
menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk reviews the carrying amounts of non-financial
menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset assets to determine whether there is any indication
tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika that those assets have suffered an impairment
terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari loss. If any such indication exists, the recoverable
aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian amount of the asset is estimated in order to
penurunan nilai (jika ada). Bila tidak determine the extent of the impairment loss (if
memungkinkan untuk mengestimasi jumlah any). Where it is not possible to estimate the
terpulihkan atas suatu aset individual, Bank recoverable amount of an individual asset, the
mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit Bank estimates the recoverable amount of the
penghasil kas atas aset. cash generating unit to which the asset belongs.
Estimasi jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi Estimated recoverable amount is the higher of fair
antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan value less cost to sell and value in use. In
nilai pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi assessing value in use, the estimated future cash
arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini flows are discounted to their present value using a
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak pre-tax discount rate that reflects current market
yang menggambarkan penilaian pasar kini dari assessments of the time value of money and the
nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang risks specific to the asset for which the estimates
mana estimasi arus kas masa depan belum of future cash flows have not been adjusted.
disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan If the recoverable amount of the non-financial
(unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai asset (cash generating unit) is less than its carrying
tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) amount, the carrying amount of the asset (cash
diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan generating unit) is reduced to its recoverable
dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba amount and an impairment loss is recognized
rugi. immediately in profit or loss.
Ketika penurunan nilai selanjutnya dibalik, jumlah When an impairment loss subsequently reverses,
tercatat aset (atau unit penghasil kas) ditingkatkan the carrying amount of the asset (or a cash-
ke estimasi yang direvisi dari jumlah generating unit) is increased to the revised
terpulihkannya, namun kenaikan jumlah tercatat estimate of its recoverable amount, but so that the
tidak boleh melebihi jumlah tercatat ketika increased carrying amount does not exceed the
kerugian penurunan nilai tidak diakui untuk aset carrying amount that would have been determined
(unit penghasil kas) pada tahun-tahun had no impairment loss been recognized for the
sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai asset (or a cash generating unit) in prior years. A
diakui segera dalam laba rugi. reversal of an impairment loss is recognized
immediately in profit or loss.
Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset Accounting policy for impairment of financial
keuangan dijelaskan dalam Catatan 3e. assets is discussed in Note 3e.
s. Sewa s. Leases
Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan Leases are classified as finance leases whenever
jika sewa tersebut mengalihkan secara substantial the terms of the lease transfer substantially all the
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan risks and rewards of ownership to the lessee. All
kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak other leases are classified as operating leases.
memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan
sebagai sewa operasi.
- 20 -
Page 186
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Sebagai lessee As lessee
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban Operating lease payments are recognized as an
dengan dasar garis lurus (straight-line basis) expense on a straight-line basis over the lease
selama masa sewa, kecuali terdapat dasar term, except where another systematic basis is
sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan more representative of the time pattern in which
pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati economic benefits from the leased asset are
pengguna. Rental kontinjen yang timbul dari sewa consumed. Contingent rentals arising under
operasi diakui sebagai beban di dalam periode operating leases are recognized as an expense in
terjadinya. the period in which they are incurred.
t. Simpanan t. Deposits
Simpanan diklasifikasikan dalam kategori liabilitas Deposits are classified as financial liabilities at
keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. amortized costs.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran Recognition, initial measurement, subsequent
setelah pengukuran awal, reklasifikasi, penentuan measurement, reclassification, fair value and
nilai wajar dan penghentian pengakuan simpanan derecognition of deposits are discussed in
dibahas pada Catatan 3f, 3g dan 3i terkait liabilitas Notes 3f, 3g and 3i related to financial liabilities.
keuangan.
u. Simpanan dari Bank Lain u. Deposits from Other Banks
Simpanan dari bank lain diklasifikasikan dalam Deposits from other banks are classified as
kategori liabilitas keuangan pada biaya perolehan financial liabilities at amortized costs.
diamortisasi.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran Recognition, initial measurement, subsequent
setelah pengukuran awal, reklasifikasi, penentuan measurement, reclassification, fair value and
nilai wajar dan penghentian pengakuan simpanan derecognition of deposits from other banks are
dari bank lain dibahas pada Catatan 3f, 3g dan 3i discussed in Notes 3f, 3g and 3i related to financial
terkait liabilitas keuangan. liabilities.
v. Pinjaman yang Diterima v. Borrowings
Pinjaman yang diterima diklasifikasikan dalam Borrowings are classified as financial liabilities at
kategori liabilitas keuangan pada biaya perolehan amortized costs.
diamortisasi.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran Recognition, initial measurement, subsequent
setelah pengukuran awal, reklasifikasi, penentuan measurement, reclassification, fair value and
nilai wajar dan penghentian pengakuan pinjaman derecognition of borrowings are discussed in
yang diterima dibahas pada Catatan 3f, 3g dan 3i Notes 3f, 3g and 3i related to financial liabilities.
terkait liabilitas keuangan.
w. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga w. Recognition of Interest Revenues and
Expenses
Pendapatan dan beban bunga diakui secara Interest revenues and expenses are recognized on
akrual menggunakan metode bunga efektif an accrual basis using the effective interest
(Catatan 3e). method (Note 3e).
x. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan x. Recognition of Revenues and Expenses on
Komisi Commissions and Fees
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan Commissions and fees income related to loan
langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka activities or specific terms and with significant
waktu tertentu yang jumlahnya signifikan amounts are treated as deferred transaction cost
ditangguhkan dan diamortisasi sesuai dengan which are directly attributable to the financial
jangka waktunya dengan menggunakan metode instruments and amortized over the periods of the
suku bunga efektif. related financial instruments using the effective
interest method.
- 21 -
Page 187
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan Commissions and fees, which are not related to
kegiatan perkreditan atau pinjaman dan jangka loan activities and terms of the loan or whose
waktu tertentu atau nilainya tidak material menurut amount is not material according to the Bank are
Bank diakui sebagai pendapatan atau beban pada recognized as revenues or expenses at the time
saat terjadinya transaksi. the transactions are made.
y. Imbalan Pasca Kerja y. Post-employment Benefits
Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat Short-term employee benefits are recognized
terutang kepada karyawan berdasarkan metode when they accrue to the employees based on
akrual. accrual method.
Liabilitas imbalan pasca kerja Post-employment benefits obligation
Bank menghitung imbalan pasca kerja imbalan The Bank establishes defined benefit pension plan
pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang- covering all the local permanent employees as
undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Bank required under Labor Law No. 13/2003. For normal
menghitung selisih antara imbalan yang diterima pension scheme, the Bank calculates and
karyawan berdasarkan undang-undang yang recognizes the higher of the benefits under the
berlaku dengan manfaat yang diterima dari Labor Law and those under such pension plan.
program pensiun untuk pensiun normal.
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan The cost of providing benefits is determined using
menggunakan metode projected unit credit dengan the projected unit credit method, with actuarial
penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap valuations being carried out at the end of each
akhir periode pelaporan tahunan. Pengukuran annual reporting period. Remeasurement,
kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian comprising actuarial gains and losses, the effect of
aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika the changes to the asset ceiling (if applicable) and
ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak the return on plan assets (excluding interest), is
termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam reflected immediately in the statement of financial
laporan posisi keuangan yang dibebankan atau position with a charge or credit recognized in other
dikreditkan dalam penghasilan komprehensif lain comprehensive income in the period in which they
periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui occur. Remeasurement recognized in other
dalam penghasilan komprehensif lain tercermin comprehensive income is reflected immediately as
segera sebagai pos terpisah pada penghasilan a separate item under other comprehensive
komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan income in equity and will not be reclassified to profit
direklas ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam or loss. Past service cost is recognized in profit or
laba rugi pada periode amandemen program. loss in the period of a plan amendment. Net interest
Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat is calculated by applying the discount rate at the
diskonto pada awal periode imbalan pasti dengan beginning of the period to the net defined benefit
liabilitas atau aset imbalan pasti neto. liability or asset.
Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut: Defined benefit costs are categorised as follows:
Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa Service cost (including current service cost,
lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen past service cost, as well as gains and losses
dan penyelesaian) on curtailments and settlements).
Beban atau pendapatan bunga neto Net interest expense or income.
Pengukuran kembali Remeasurement.
Bank menyajikan dua komponen pertama dari The Bank presents the first two components of
biaya imbalan pasti di laba rugi. Keuntungan dan defined benefit costs in profit or loss. Curtailment
kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu. gains and losses are accounted for as past service
costs.
- 22 -
Page 188
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
z. Pajak Penghasilan z. Income Tax
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah pajak Income tax expense represents the sum of the tax
yang terutang dan pajak tangguhan. currently payable and deferred tax.
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak The tax currently payable is based on taxable profit
untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari for the year. Taxable profit differs from profit before
laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam tax as reported in the statement of profit or loss and
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif other comprehensive income because of items of
lain karena pos pendapatan atau beban yang income or expense that are taxable or deductible
dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun in other years and items that are never taxable or
berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan deductible.
pajak atau tidak dapat dikurangkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba Current tax expense is determined based on the
kena pajak dalam periode yang bersangkutan taxable income for the year computed using
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang prevailing tax rates.
berlaku.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer Deferred tax is recognized on temporary
antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam differences between the carrying amounts of
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak assets and liabilities in the financial statements and
yang digunakan dalam perhitungan laba kena the corresponding tax bases used in the
pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui computation of taxable profit. Deferred tax
untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak. liabilities are generally recognized for all taxable
Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk temporary differences. Deferred tax assets are
seluruh perbedaan temporer yang dapat generally recognized for all deductible temporary
dikurangkan sepanjang kemungkinan besar differences to the extent that is probable that
bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga taxable profits will be available against which those
perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset deductible temporary differences can be utilized.
dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika Such deferred tax assets and liabilities are not
perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal recognized if the temporary differences arises from
(selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan the initial recognition (other than in a business
liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi combination) of assets and liabilities in a
laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, transaction that affects neither the taxable profit
liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika nor the accounting profit. In addition, deferred tax
perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal liabilities are not recognized if the temporary
goodwill. differences arises from the initial recognition of
goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan Deferred tax assets and liabilities are measured at
menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku the tax rates that are expected to apply in the
dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau period in which the liability is settled or the asset
aset dipulihkan berdasarkan tarif pajak (dan realized, based on the tax rates (and tax laws) that
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara have been enacted, or substantively enacted, by
substantif telah berlaku pada akhir periode the end of the reporting period.
pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan The measurement of deferred tax assets and
mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai liabilities reflects the consequences that would
dengan cara Bank memperkirakan, pada akhir follow from the manner in which the Bank expects,
periode pelaporan, untuk memulihkan atau at the end of the reporting period, to recover or
menyelesaikan jumlah tercatat aset dan settle the carrying amount of their assets and
liabilitasnya. liabilities.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah The carrying amount of deferred tax asset is
ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi reviewed at the end of each reporting period and
jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba reduced to the extent that it is no longer probable
kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang that sufficient taxable profits will be available to
memadai untuk mengkompensasikan sebagian allow all or part of the asset to be recovered.
atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
- 23 -
Page 189
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai Current and deferred tax are recognized as an
beban atau penghasilan dalam laba rugi periode expense or income in profit or loss, except when
berjalan, kecuali sepanjang pajak penghasilan they relate to items that are recognized outside of
yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang profit or loss (whether in other comprehensive
diakui, diluar laba rugi (baik dalam penghasilan income or directly in equity), in which case the tax
komprehensif lain maupun secara langsung di is also recognized outside of profit or loss.
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di
luar laba rugi.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus Deferred tax assets and liabilities are offset when
ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan there is legally enforceable right to set off current
secara hukum untuk melakukan saling hapus aset tax assets against current tax liabilities and when
pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika they relate to income taxes levied by the same
aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak taxation authority on either the same taxable entity
tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang or different taxable entities when there is an
dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama intention to settle its current tax assets and current
atas entitas kena pajak yang sama atau entitas tax liabilities on a net basis, or to realize the assets
kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi and settle the liabilities simultaneously, in each
untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini future period in which significant amounts of
dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan deferred tax liabilities or assets are expected to be
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada settled or recovered.
setiap periode masa depan dimana jumlah
signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
aa. Laba per Saham aa. Earnings per Share
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi Basic earnings per share is computed by dividing
laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik net income attributable to the owners of the entity
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang by the weighted average number of shares
saham yang beredar pada tahun yang outstanding during the year.
bersangkutan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan Diluted earnings per share is computed by dividing
membagi laba bersih yang diatribusikan kepada net income attributable to the owners of the entity
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata by the weighted average number of shares
tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan outstanding as adjusted for the effects of all dilutive
dengan dampak dari semua efek berpotensi potentially ordinary shares.
saham biasa yang dilutif.
ab. Informasi Segmen ab. Segment Information
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan Operating segments are identified on the basis of
internal mengenai komponen dari Bank yang internal reports about components of the Bank that
secara regular diperiksa oleh “pengambil are regularly reviewed by the chief operating
keputusan operasional” dalam rangka decision maker in order to allocate resources to the
mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segments and to assess their performances.
segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari An operating segment is a component of an entity:
entitas:
a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana a) that engages in business activities from which
memperoleh pendapatan dan menimbulkan it may earn revenues and incurred expenses
beban (termasuk pendapatan dan beban (including revenues and expenses relating to
terkait dengan transaksi dengan komponen the transactions with other components of the
lain dari entitas yang sama); same entity);
b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara b) whose operating results are reviewed
regular oleh pengambil keputusan operasional regularly by the entity’s chief operating
untuk membuat keputusan tentang sumber decision maker to make decision about
daya yang dialokasikan pada segmen resurces to be allocated to the segments and
tersebut dan menilai kinerjanya; dan assess its performance; and
- 24 -
Page 190
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
c) dimana tersedia informasi keuangan yang c) for which discrete financial information is
dapat dipisahkan. available.
Informasi yang digunakan oleh pengambil Information reported to the chief operating decision
keputusan operasional dalam rangka alokasi maker for the purpose of resources allocation and
sumber daya dan penilaian kinerja mereka assessment of performance is more specifically
terfokus pada kategori dari setiap produk. focused on the category of each product.
4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY
SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Bank, yang In the application of the Bank accounting policies,
dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen diwajibkan which are described in Note 3, the management is
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi required to make judgements, estimates and
tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak assumptions about the carrying amounts of assets and
tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang liabilities that are not readily apparent from other
terkait didasarkan pada pengalaman historis dan sources. The estimates and associated assumptions
faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil are based on historical experience and other factors
aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut. that are considered to be relevant. Actual results may
differ from these estimates.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara The estimates and underlying assumptions are
berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam reviewed on an ongoing basis. Revisions to accounting
periode yang estimasi tersebut direvisi jika revisi estimates are recognized in the period which the
hanya mempengaruhi periode tersebut, atau pada estimates is revised if the revision affects only that
periode revisi dan periode masa depan jika revisi period, or in the period of the revision and future
mempengaruhi periode saat ini dan masa depan. periods if the revision affects both current and future
periods.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Critical Judgement in Applying Accounting
Akuntansi Policies
Di bawah ini adalah pertimbangan kritis, selain dari Below are the critical judgments, apart from those
estimasi yang telah diatur, dimana manajemen telah involving estimations, that the management has made
membuat suatu proses penerapan kebijakan in the process of applying the Bank’s accounting
akuntansi Bank dan memiliki pengaruh paling policies and that have the most significant effect on the
signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan amounts recognized in the financial statements.
keuangan.
Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity financial assets
Manajemen telah menelaah aset keuangan Bank The management has reviewed the Bank’s held-to-
yang dimiliki hingga jatuh tempo karena persyaratan maturity financial assets in the light of its capital
pemeliharaan modal dan likuiditas dan telah maintenance and liquidity requirements and have
dikonfirmasi intensi positif Bank dan kemampuan confirmed the Bank’s positive intention and ability to
untuk memiliki aset tersebut hingga jatuh tempo. hold those assets to maturity. The details and its
Rincian dan jumlah tercatat aset keuangan yang carrying amounts of the held-to-maturity financial
dimiliki hingga jatuh tempo dijelaskan dalam assets are described in Note 9.
Catatan 9.
Sumber Utama Ketidakpastian Estimasi Key Sources of Estimation Uncertainty
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber The key assumptions concerning future and other key
estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir sources of estimation uncertainty at the end of the
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan reporting period, that have a significant risk of causing
yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap a material adjustment to the carrying amounts of
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode assets and liabilities within the next reporting period
pelaporan berikutnya dijelaskan di bawah ini: are discussed below:
- 25 -
Page 191
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Rugi Penurunan Nilai Aset Keuangan Impairment Loss on Financial Assets
Bank menilai penurunan nilai aset keuangan pada The Bank assesses its financial assets at each
setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah reporting date. In determining whether the impairment
rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, loss should be recorded in profit or loss, management
manajemen membuat penilaian, apakah terdapat makes judgement as to whether there is objective
bukti objektif bahwa kerugian telah terjadi. Suatu aset evidence that loss event has occurred. Financial
keuangan dinyatakan mengalami penurunan nilai bila assets are considered to be impaired when there is
ada bukti objektif terjadinya peristiwa yang berdampak objective evidence that, as a result of one or more
pada estimasi arus kas atas aset keuangan. Bukti events that occurred after the initial recognition of the
tersebut meliputi data yang dapat diobservasi yang financial asset, the estimated future cash flows of the
menunjukkan bahwa telah terjadi peristiwa yang financial assets have been affected. The evidence
merugikan dalam status pembayaran debitur atau includes observable data which indicates that an
kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi adverse event has occurred in the payment status of
dengan kelalaian pembayaran piutang. borrowers or in the national or local economic
conditions that correlate with the omission of payment
of receivables.
Cadangan kerugian penurunan nilai akan dibentuk Provision for loss on impairment will be set up to
untuk mengakui kerugian penurunan nilai yang terjadi recognize the impairment loss that occurs in a portfolio
dalam portofolio aset keuangan. Manajemen of financial assets. Management uses estimates based
menggunakan perkiraan berdasarkan pengalaman on historical loss experience for assets with credit risk
kerugian historis untuk aset dengan karakteristik risiko characteristics and objective evidence of impairment
kredit dan bukti objektif adanya penurunan nilai yang similar to those in the portfolio when scheduling the
serupa dengan yang ada dalam portofolio pada saat future cash flows.
penjadwalan arus kas masa depan.
Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi Management also makes judgement as to the
dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu methodology and assumptions for estimating the
arus kas masa depan yang ditelaah secara berkala amount and timing of future cash flows which are
untuk mengurangi perbedaan antara estimasi reviewed regularly to reduce any difference between
kerugian dan kerugian aktualnya. loss estimate and actual loss.
Bank melakukan penilaian terhadap penurunan nilai The Bank performs assessment of the impairment
dalam dua cara, yaitu: amounts in two ways, namely:
a. Individual, dilakukan untuk jumlah aset a. Individually, made to the amount of financial
keuangan yang melebihi ambang batas assets that exceed certain threshold and to certain
(threshold) tertentu dan aset keuangan yang financial assets that have objective evidence that
memiliki bukti objektif penurunan nilai yang telah impairment has been identified separately on the
teridentifikasi secara terpisah pada tanggal date of statement of financial position. Impairment
laporan posisi keuangan. Kerugian penurunan loss is the difference between the carrying amount
nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai and the present value of the best estimated future
kini dari estimasi terbaik atas arus kas masa cash flows and realization of collateral at the initial
depan dan realisasi agunan pada tingkat suku effective interest rates of financial assets. The
bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. estimates are made by considering the debt
Estimasi ini dilakukan dengan capacity and financial flexibility of the debtor,
mempertimbangkan kapasitas utang dan debtor's earnings quality, quantity and source of
fleksibilitas keuangan debitur, kualitas cash flows, industry in which the debtor operates
pendapatan debitur, jumlah dan sumber arus and realizable value of collateral. Estimating the
kas, industri di mana debitur beroperasi dan nilai amount and timing of future recovery will require a
realisasi agunan. Estimasi jumlah dan waktu lot of considerations. The amount of revenue
pemulihan masa depan akan membutuhkan depends on the performance of the debtor in the
banyak pertimbangan. Jumlah penerimaan future and the value of collateral, both of which will
tergantung pada kinerja debitur pada masa be affected by future economic conditions, in
mendatang dan nilai agunan, keduanya akan addition to the fact that the collateral may not be
dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di masa easily sold. The actual value and date of receipt of
depan, di samping itu agunan mungkin tidak future cash flows may differ from the
mudah dijual. Nilai aktual arus kas masa depan estimates and as a result, actual loss which occurs
dan tanggal penerimaan mungkin berbeda dari may be different from the amount recognized in
estimasi tersebut dan akibatnya kerugian aktual the financial statements.
yang terjadi mungkin berbeda dengan yang
diakui dalam laporan keuangan.
- 26 -
Page 192
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
b. Kolektif, dilakukan untuk jumlah aset keuangan b. Collectively, made to the amount of financial
yang tidak melebihi ambang batas (threshold) assets that do not exceed certain threshold and do
tertentu, tidak memiliki bukti obyektif penurunan not have objective evidence of impairment when
nilai dan aset keuangan yang memiliki bukti assessed individually, and to the financial assets
obyektif penurunan nilai, namun belum that have objective evidence of impairment but
diidentifikasi secara terpisah pada tanggal has not been identified separately on the date of
laporan posisi keuangan. Pembentukan kerugian statement of financial position. Establishment of
penurunan nilai dilakukan secara kolektif dengan collective impairment loss is made by, among
antara lain memperhitungkan jumlah dan others, taking into account the number and
lamanya tunggakan, agunan dan pengalaman duration of arrears, collateral and past loss
kerugian masa lalu. Faktor paling penting dalam experience. The most important factors in
pembentukan cadangan adalah probability of establishing reserves are the probability of default
default dan loss given default. Kualitas aset and the loss given default. The quality of financial
keuangan pada masa mendatang dipengaruhi assets in the future is affected by uncertainties that
oleh ketidakpastian yang dapat menyebabkan could cause actual loss on financial assets, which
kerugian aktual aset keuangan dapat berbeda may differ materially from the impairment loss
secara material dari cadangan kerugian reserves that have been established. These
penurunan nilai yang telah dibentuk. uncertainties include the economic environment,
Ketidakpastian ini termasuk lingkungan ekonomi, interest rates and the effect on spending of the
suku bunga dan pengaruhnya terhadap debtor, unemployment rate and payment
pembelanjaan debitur, tingkat pengangguran behavior.
dan perilaku pembayaran.
Penilaian Instrumen Keuangan Valuation of financial instruments
Seperti yang dideskripsikan di Catatan 35, Bank As described in Note 35, the Bank uses valuation
menggunakan teknik penilaian yang meliputi informasi techniques that include inputs that are not based on
yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat observable market data to estimate the fair value of
diobservasi untuk mengestimasi nilai wajar dari certain types of financial instruments.
instrumen keuangan tertentu.
Manajemen yakin bahwa teknik penilaian yang The management believes that the chosen valuation
digunakan telah sesuai dalam menentukan nilai wajar techniques are appropriate in determining the fair value
instrumen keuangan. of financial instruments.
Manfaat Karyawan Employee Benefits
Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada Determination of liability for employee benefits
pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh depends on the selection of certain assumptions used
aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. by actuaries in calculating the amount of such liability.
Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto These assumptions include, among others, the
dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari discount rate and the rate of increase in salaries.
asumsi Bank diakumulasi dan diamortisasi selama Different realization of the Bank’s assumptions is
periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh accumulated and amortized over future periods and
terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di consequently will affect the amount of costs and
masa mendatang. Walaupun asumsi Bank dianggap liabilities recognized in the future periods. Although the
tepat dan wajar, perubahan signifikan pada assumptions used by the Bank are assessed to be
kenyataannya atau perubahan signifikan dalam appropriate and fair, significant changes in actual
asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara events or significant changes in the assumptions used
signifikan terhadap liabilitas imbalan pasca kerja can significantly affect the Bank's post-employment
Bank. benefits obligation.
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja diungkapkan The present value of the post-employment benefits
dalam Catatan 29. obligation of the Bank is disclosed in Note 29.
Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets
Bank mengakui aset pajak tangguhan sepanjang The Bank recognizes deferred tax assets to the extent
kemungkinan besar bahwa laba kena pajak tersedia it is probable that sufficient taxable income will be
dalam jumlah yang memadai untuk available to allow all or part of the deferred tax assets
mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset to be utilized. The Bank’s assessment on the
pajak tangguhan yang dapat dimanfaatkan. Penilaian recognition of deferred tax assets on deductible
Bank atas pengakuan aset pajak tangguhan dari temporary differences is based on the level and timing
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan of forecasted taxable income of the subsequent
didasarkan pada tingkatan dan waktu dari proyeksi reporting periods.
laba kena pajak periode pelaporan berikutnya.
- 27 -
Page 193
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Proyeksi didasarkan pada historis dan ekspektasi The forecast is based on the Bank’s past results and
Bank atas pendapatan dan beban serta strategi future expectations on revenues and expenses as well
perencanaan pajak di masa depan. as future tax planning strategies.
5. KAS 5. CASH
Kas yang dimiliki seluruhnya dalam mata uang Cash on hand were all denominated in Rupiah. As at
Rupiah. Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016,
2018, 2017 dan 2016, Bank memiliki kas masing- the Bank has cash amounting to Rp 4,520,876,600,
masing sebesar Rp 4.520.876.600, Rp 3.293.592.450, Rp 3,293,592,450, Rp 3,101,494,000 and
Rp 3.101.494.000 dan Rp 3.085.405.950. Rp 3,085,405,950, respectively.
6. GIRO PADA BANK INDONESIA 6. DEMAND DEPOSITS WITH BANK INDONESIA
Seluruh giro pada Bank Indonesia dalam mata uang All demand deposits with Bank Indonesia are in
Rupiah. Rupiah.
Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) In accordance with Bank Indonesia Regulation (PBI)
No. 15/15/PBI/2013 tanggal 24 Desember 2013 No. 15/15/PBI/2013 dated December 24, 2013
tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum dalam regarding Minimum Statutory Reserves (GWM) in
Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Rupiah and Foreign Currencies for Commercial Banks
Konvensional sebagaimana telah diubah beberapa which has been amended several times, the latest
kali dengan perubahan terakhir melalui PBI amendment through PBI No. 20/3/PBI/2018 dated
No. 20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 dan March 29, 2018 and Board of Governors Regulation
Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 20/30/PADG/2018 dated November 30, 2018, the
No. 20/30/PADG/2018 tanggal 30 November 2018, Bank’s minimum statutory reserves and required
berikut adalah persentase minimum giro wajib minimum percentage are as follows:
minimum dan yang telah Bank penuhi:
2019 2018 2017 2016
30 Juni/ Minimal/ 31 Desember/ Minimal/ 31 Desember/ Minimal/ 31 Desember/ Minimal/
June 30, Minimum December 31, Minimum December 31, Minimum December 31, Minimum
% % % % % % % %
Rupiah Rupiah
GWM Primer 6,51 6,50 6,51 6,50 6,82 6,50 - - Primary GWM
GWM Harian 6,51 3,50 6,51 3,50 6,82 5,00 7,56 6,50 Daily GWM
GWM Rata-rata 6,51 3,00 6,52 3,00 6,59 1,50 - - Average GWM
GWM Sekunder/Penyangga Secondary GWM/Macroprudential
Likuiditas Makroprudensial 6,71 4,00 8,10 4,00 22,18 4,00 4,18 4,00 Intermediation Ratio
Berdasarkan PBI No. 20/4/PBI/2018 tanggal Based on PBI No. 20/4/PBI/2018 dated
29 Maret 2018, istilah GWM Sekunder berubah March 29, 2018, the Secondary GWM changed into
menjadi Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) Macroprudential Liquidity Buffer (PLM) and GWM
dan GWM Loan to Funding Ratio (LFR) berubah Loan to Funding Ratio (LFR) changed into
menjadi Rasio Intermediasi Makro Prudensial (RIM). Macroprudential Intermediation Ratio (RIM). GWM
GWM LFR atau RIM ditetapkan sebesar perhitungan LFR or RIM are determined based on parameters
antara parameter disinsentif bawah atau parameter under disincentive and over disincentive for the
disinsetif atas dengan selisih antara LFR, RIM bank difference between the Bank's LFR, RIM and target
dan RIM target, dengan memperhatikan selisih antara RIM by taking into account the difference between the
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bank bank's Capital Adequacy Ratio (CAR) and CAR
dan KPMM insentif. incentive.
Giro wajib minimum (GWM) sekunder/PLM Bank The secondary statutory reserve (GWM)/PLM
terdiri dari Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) consists of Bank Indonesia Certificates of Deposits
dan Surat Berharga Negara (SBN). (SDBI) and Government Bonds (SBN).
Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
dan 2016, Bank telah memenuhi giro wajib minimum 2016, the Bank has complied with the required
yang harus disediakan sesuai dengan ketentuan Bank minimum deposit balance under the Bank Indonesia
Indonesia. regulation.
- 28 -
Page 194
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
7. GIRO PADA BANK LAIN 7. DEMAND DEPOSITS WITH OTHER BANKS
Bank tidak memiliki giro pada bank lain dengan pihak The Bank has no demand deposits with related
berelasi. Seluruh giro pada bank lain dalam mata uang parties. All demand deposits with other banks are in
Rupiah. Rupiah.
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
PT Bank OCBC NISP Tbk 20.935.152 26.627.833 6.104.189 3.725.147 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 3.178.503 716.554 - - (Persero) Tbk
PT Bank Jatim Tbk 1.071.056 1.584.402 1.279.797 223.281 PT Bank Jatim Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 946.388 1.313.771 1.057.490 163.198 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Raky at Indonesia PT Bank Raky at Indonesia
(Persero) Tbk 357.338 356.917 535.043 593.820 (Persero) Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk 5.718 6.034 6.456 5.993 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 3.529 3.712 3.984 4.103 Jawa Barat dan Banten Tbk
PT Bank Capital Indonesia Tbk - 24.284 24.690 17.273 PT Bank Capital Indonesia Tbk
Jumlah 26.497.684 30.633.507 9.011.649 4.732.815 Total
Tingkat suku bunga efektif rata-rata per tahun giro The average annual effective interest rates of demand
pada bank lain masing-masing sebesar 1,59%, 1,23%, deposits with other banks are 1.59%, 1.23%, 2.00%,
2,00%, dan 1,95% pada periode yang berakhir tanggal and 1.95% as of June 30, 2019, December 31, 2018,
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan 2016. 2017 and 2016, respectively.
Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
dan 2016, seluruh giro pada bank lain diklasifikasikan 2016, all demand deposits with other banks are
lancar berdasarkan kolektibilitas Bank Indonesia (BI). classified as current based on Bank Indonesia (BI)
Oleh karena itu, manajemen berpendapat bahwa collectibility. Therefore, management believes that no
cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan. allowance for impairment losses is necessary.
Pada 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
2016, tidak terdapat giro pada bank lain yang dijadikan 2016, there are no demand deposits with other banks
agunan. that are pledge as collateral.
8. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN 8. PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND
BANK LAIN OTHER BANKS
Seluruh penempatan pada Bank Indonesia dan bank All placements with Bank Indonesia and other banks
lain dilakukan pada pihak ketiga dan dalam mata uang are with third parties and denominated in Rupiah.
Rupiah.
30 Juni/June 30, 2019
Tingkat bunga
efektif rata-rata
per tahun/
Jangka w aktu/ Average annual Jumlah/
Period effetive interest rate Total
Rp '000
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia 3 hari/days 5,25% 118.646.700 Bank Indonesia Deposit Facility
Interbank call money 3-17 hari/days 6,13% 260.000.000 Interbank call money
Deposito berjangka - bank lain 1-12 bulan/months 7,16% 428.500.000 Time deposits - other banks
Jumlah 807.146.700 Total
- 29 -
Page 195
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2018
Tingkat bunga
efektif rata-rata
per tahun/
Jangka waktu/ Average annual Jumlah/
Period effetive interest rate Total
Rp '000
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia 2 hari/days 5,25% 72.456.070 Bank Indonesia Deposit Facility
Interbank call money 2-7 hari/days 6,16% 70.000.000 Interbank call money
Deposito berjangka Time deposits
Bank Indonesia 5 hari/days 5,95% 69.988.440 Bank Indonesia
Bank lain 1 bulan/month 7,85% 32.500.000 Other banks
Jumlah 244.944.510 Total
31 Desember/December 31, 2017
Tingkat bunga
efektif rata-rata
per tahun/
Jangka waktu/ Average annual Jumlah/
Period effetive interest rate Total
Rp '000
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia 3 hari/days 3,50% 45.891.717 Bank Indonesia Deposit Facility
Deposito berjangka Time deposits
Bank Indonesia 5 hari/days 4,13% 10.000.000 Bank Indonesia
Bank lain 1-6 bulan/months 7,17% 204.000.000 Other banks
Jumlah 259.891.717 Total
31 Desember/December 31, 2016
Tingkat bunga
efektif rata-rata
per tahun/
Jangka waktu/ Average annual Jumlah/
Period effetive interest rate Total
Rp '000
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia 3 hari/days 4,00% 14.818.383 Bank Indonesia Deposit Facility
Deposito berjangka - bank lain 1-3 bulan/months 7,31% 109.000.000 Time deposits - other banks
Jumlah 123.818.383 Total
- 30 -
Page 196
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Rincian penempatan pada Bank Indonesia dan bank Placements with Bank Indonesia and other banks by
lain berdasarkan pihak dimana Bank menempatkan counterparty are as follows:
dananya adalah sebagai berikut:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Interbank call money Interbank call money
PT Bank Jtrust Indonesia Tbk 40.000.000 - - - PT Bank Jtrust Indonesia Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk 35.000.000 - - - PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Kesejahteraan Ekonomi 30.000.000 30.000.000 - - PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
PT Bank Nationalnobu Tbk 30.000.000 10.000.000 - - PT Bank Nationalnobu Tbk
PT Bank Sulselbar 30.000.000 - - - PT Bank Sulselbar
PT Bank Bukopin Tbk 20.000.000 30.000.000 - - PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Victoria International Tbk 20.000.000 - - - PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank Maspion Indonesia Tbk 20.000.000 - - - PT Bank Maspion Indonesia Tbk
PT Bank Ina Perdana Tbk 20.000.000 - - - PT Bank Ina Perdana Tbk
PT Bank Mega Sy ariah 15.000.000 - - - PT Bank Mega Sy ariah
Sub jumlah 260.000.000 70.000.000 - - Subtotal
Deposito berjangka Time deposits
Bank Indonesia - 69.988.440 10.000.000 - Bank Indonesia
Bank lain Other banks
PT Bank Jatim Tbk 95.000.000 - - - PT Bank Jatim Tbk
PT Bank ICBC Indonesia 90.000.000 - - 37.000.000 PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Woori Saudara PT Bank Woori Saudara
Indonesia Tbk 85.000.000 - 90.000.000 65.000.000 Indonesia Tbk
PT Bank Maspion Indonesia Tbk 77.500.000 12.500.000 - - PT Bank Maspion Indonesia Tbk
PT Bank Oke Indonesia 56.000.000 10.000.000 - - PT Bank Oke Indonesia
PT Bank Harda Internasional Tbk 25.000.000 10.000.000 - - PT Bank Harda Internasional Tbk
PT Bank Pembangunan Nusa PT Bank Pembangunan Nusa
Tenggara Timur - - 84.000.000 - Tenggara Timur
PT Bank of India Indonesia Tbk - - 30.000.000 7.000.000 PT Bank of India Indonesia Tbk
Sub jumlah 428.500.000 102.488.440 214.000.000 109.000.000 Subtotal
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia 118.646.700 72.456.070 45.891.717 14.818.383 Bank Indonesia Deposit Facility
Jumlah 807.146.700 244.944.510 259.891.717 123.818.383 Total
Nilai tercatat biaya perolehan diamortisasi dari The carrying amount of placements with Bank
penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Indonesia and other banks at amortized cost are as
sebagai berikut: follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia
dan bank lain 807.146.700 244.944.510 259.891.717 123.818.383 and other banks
Pendapatan bunga y ang masih akan Accrued interest receiv ables
diterima (Catatan 13) 2.098.186 148.000 668.066 399.621 (Note 13)
Jumlah 809.244.886 245.092.510 260.559.783 124.218.004 Total
Seluruh penempatan pada Bank Indonesia dan bank All placements with Bank Indonesia and other banks as
lain pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, at June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016
2017, dan 2016 digolongkan sebagai lancar were classified as current based on Bank Indonesia (BI)
berdasarkan kolektibilitas Bank Indonesia (BI). Oleh collectibility. Therefore, management believes that no
karena itu, manajemen berpendapat bahwa cadangan allowance for impairment losses is necessary.
kerugian penurunan nilai tidak diperlukan.
- 31 -
Page 197
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
dan 2016, tidak terdapat penempatan pada Bank 2016, there are no placements with Bank Indonesia and
Indonesia dan bank lain yang dijadikan agunan. other banks that are pledged as collateral.
9. EFEK-EFEK 9. SECURITIES
Tidak terdapat efek-efek kepada pihak berelasi. There are no securities with related parties. All
Seluruh efek-efek dalam mata uang Rupiah. securities are denominated in Rupiah.
Berdasarkan jenis dan tujuan investasi efek-efek Securities classified according to type and purpose are
adalah sebagai berikut: as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Bank Indonesia Bank Indonesia
Sertif ikat Deposito Bank Bank Indonesia Certif icates
Indonesia - - 3.982.825 2.983.201 of Deposits
Obligasi Bonds
Pemerintah Republik Indonesia 90.211.000 - - - Gov ernment of Republic of Indonesia
PT Bank Pan Indonesia Tbk - - - 10.000.000 PT Bank Pan Indonesia Tbk
Premium (diskonto) y ang belum
diamortisasi (3.892.306) - - 6.575 Unamortized premium (discount)
Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo 86.318.694 - 3.982.825 12.989.776 Total held-to-maturity
Tersedia untuk dijual Av ailable-f or-sale
Obligasi Bonds
Biay a perolehan: Acquisition cost:
Pemerintah Republik Indonesia - 90.211.000 60.211.000 40.000.000 Gov ernment of Republic of Indonesia
PT Agung Podomoro Land Tbk - - 15.000.000 - PT Agung Podomoro Land Tbk
PT Modernland Realty Tbk - - 10.000.000 - PT Modernland Realty Tbk
PT Bumi Serpong Damai Tbk - - 10.000.000 10.000.000 PT Bumi Serpong Damai Tbk
Premium y ang belum diamortisasi - 3.000.316 2.496.207 2.129.483 Unamortized premium
Keuntungan (kerugian) y ang belum
direalisasi - (9.717.756) 3.055.123 (606.483) Unrealized gain (loss)
Reksadana Mutual f unds
Biay a perolehan: Acquisition cost:
Dana Reksa Seruni Pasar Uang III 100.000 100.000 100.000 100.000 Dana Reksa Seruni Pasar Uang III
Reksadana Recapital Money Reksadana Recapital Money
Market Fund - 5.000.000 - - Market Fund
Keuntungan y ang belum direalisasi 21.653 61.305 14.186 10.232 Unrealized gain
Jumlah tersedia untuk dijual 121.653 88.654.865 100.876.516 51.633.232 Total av ailable-f or-sale
Jumlah Ef ek-ef ek - Bersih 86.440.347 88.654.865 104.859.341 64.623.008 Total Securities - Net
Tingkat bunga rata-rata per tahun untuk efek-efek The average annual effective interest rates of the
adalah sebagai berikut: above securities are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Obligasi 7,89% 7,89% 8,63% 8,60% Bonds
Sertif ikat Deposito Bank Indonesia - - 6,00% 6,30% Bank Indonesia Certif icates of Deposit
- 32 -
Page 198
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Jangka waktu efek-efek sejak tanggal pembelian The terms of the above securities from acquisition
hingga tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: dates to maturity dates are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
≤ 3 bulan 121.653 5.161.305 114.186 110.232 ≤ 3 months
> 3 - 12 bulan - - 3.982.825 2.983.201 > 3 - 12 months
> 1 tahun 86.318.694 83.493.560 100.762.330 61.529.575 > 1 y ear
Jumlah 86.440.347 88.654.865 104.859.341 64.623.008 Total
Nilai tercatat biaya perolehan diamortisasi dari efek- The carrying amount of held-to-maturities securities at
efek dimiliki hingga jatuh tempo adalah sebagai amortized cost is as follows:
berikut:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30 December 31 December 31 December 31
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Ef ek-ef ek 86.318.694 - 3.982.825 12.989.776 Securities
Pendapatan bunga y ang masih akan Accrued interest receiv ables
diterima (Catatan 13) 1.411.398 - - 152.466 (Note 13)
Jumlah 87.730.092 - 3.982.825 13.142.242 Total
Rincian efek-efek berdasarkan peringkat obligasi pada Securities as of June 30, 2019, December 31, 2018,
tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan 2017 and 2016 by rating are as follows:
2016 adalah sebagai berikut:
Peringkat/Rating
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
Pemeringkat/ June 30, December 31, December 31, December 31,
Penerbit Agencies 2019 2018 2017 2016 Issuers
Pemerintah Republik Indonesia R&I idBBB idBBB idBBB- idBBB- Gov ernment of Republic of Indonesia
PT Agung Podomoro Land Tbk Pef indo - - idA- - PT Agung Podomoro Land Tbk
PT Modernland Realty Tbk Pef indo - - idA - PT Modernland Realty Tbk
PT Bumi Serpong Damai Tbk Pef indo - - idAA- idAA- PT Bumi Serpong Damai Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk Pef indo - - - idAA- PT Bank Pan Indonesia Tbk
Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, The collectibility of securities as of June 30, 2019,
dan 2016, seluruh efek-efek digolongkan sebagai December 31, 2018, 2017 and 2016 is current based
lancar berdasarkan kolektibilitas Bank Indonesia (BI). on Bank Indonesia (BI) collectibility.
Manajemen Bank berpendapat bahwa tidak ada The Bank's management believes that no allowance
penyisihan kerugian penurunan nilai efek-efek yang for impairment losses is necessary for securities as of
perlu diakui pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016.
2018, 2017, dan 2016.
- 33 -
Page 199
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Perubahan laba (rugi) yang belum direalisasi dari The movements in unrealized gains (losses) from
perubahan nilai wajar efek-efek tersedia untuk dijual changes in fair value of available-for-sale securities
adalah sebagai berikut: were as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Saldo awal (9.656.452) 3.069.309 (596.252) (273.067) Beginning balance
Realisasi selama tahun berjalan - (257.527) (37.512) 276.979 Realized during the y ear
Penambahan (pengurangan) selama
tahun berjalan 2.885.247 (12.468.234) 3.703.073 (600.164) Addition (deduction) during the y ear
Jumlah sebelum pajak tangguhan (6.771.205) (9.656.452) 3.069.309 (596.252) Total bef ore def erred tax
Pajak tangguhan (Catatan 30) 1.692.801 2.414.113 (767.327) 149.063 Def erred tax (Note 30)
Saldo akhir - bersih (5.078.404) (7.242.339) 2.301.982 (447.189) Ending balance - net
Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
dan 2016, pendapatan bunga yang masih akan 2016 accrued interest receivables related to available-
diterima terkait dengan efek-efek tersedia untuk dijual for-sale securities amounting to nil, Rp 1,417,648,103,
masing-masing sebesar nihil, Rp 1.417.648.103, Rp 972,960,603 and Rp 858,159,245, respectively
Rp 972.960.603 dan Rp 858.159.245 (Catatan 13). (Note 13).
Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
dan 2016, tidak terdapat efek-efek yang dijadikan 2016 there are no securities that are pledged as
agunan. collateral.
Pada tanggal 31 Januari 2019, Bank melakukan As of January 31, 2019, the Bank reclassified
reklasifikasi efek-efek berupa obligasi pemerintah dari government bonds securities from available-for-sale
tersedia untuk dijual dengan nilai wajar pada saat with fair value as of reclassification date amounting to
reklasifikasi sebesar Rp 86.351.712.500 menjadi efek- Rp 86,351,712,500 to held-to-maturity securities with
efek dimiliki hingga jatuh tempo dengan nilai nominal nominal value amounting to Rp 90,211,000,000.
sebesar Rp 90.211.000.000.
Bank mereklasifikasi efek-efek tersedia untuk dijual Bank reclassified available-for-sale securities to held-
tersebut menjadi efek-efek dimiliki hingga jatuh tempo to-maturity for the fulfillment of banking ratios
untuk pemenuhan atas kepatuhan rasio-rasio compliance in the future with the consideration that all
perbankan di masa yang akan datang dengan deposits are expected to increase from year to year.
pertimbangan bahwa seluruh simpanan
diekspektasikan akan selalu meningkat dari tahun ke
tahun.
10. KREDIT YANG DIBERIKAN 10. LOANS
Kredit memiliki suku bunga tetap maupun Loans are arranged at both fixed and floating interest
mengambang, sehingga Bank terpapar risiko suku rates, thus exposing the Bank to fair value interest rate
bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risk and cash flow interest rate risk. All loans are
risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate denominated in Rupiah.
risk). Seluruh kredit yang diberikan dalam mata uang
Rupiah.
- 34 -
Page 200
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
a. Jenis Pinjaman a. By Type of Loan
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Pihak berelasi Related parties
Modal kerja 159.352.134 167.777.957 8.203.435 - Working capital
Konsumsi 1.042.000 - 310.751 402.371 Consumer
Sub jumlah 160.394.134 167.777.957 8.514.186 402.371 Subtotal
Pihak ketiga Third parties
Modal kerja 967.087.908 666.626.218 192.288.755 223.968.562 Working capital
Konsumsi 495.748.965 527.282.662 140.759.940 93.626.384 Consumer
Inv estasi 1.618.760 342.597 883.421 1.975.800 Inv estment
Sub jumlah 1.464.455.633 1.194.251.477 333.932.116 319.570.746 Subtotal
Jumlah 1.624.849.767 1.362.029.434 342.446.302 319.973.117 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (72.459.711) (75.872.495) (17.629.737) (15.388.668) Allowance f or impairment losses
Jumlah Kredit - Bersih 1.552.390.056 1.286.156.939 324.816.565 304.584.449 Total Loans - Net
b. Sektor Ekonomi b. By Economic Sector
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Perdagangan besar dan eceran 529.699.613 272.523.376 51.348.899 102.674.388 Wholesale and retail
Rumah tangga 496.790.963 527.282.662 141.070.691 94.028.755 Households
Lembaga keuangan 364.500.887 337.892.471 27.652.903 - Financial institutions and
Real estate, usaha persewaan, Real estate, leasing serv ices, and
dan jasa perusahaan 158.476.404 159.148.670 10.882.350 10.925.908 serv icing companies
Konstruksi 43.024.623 36.460.064 71.561.066 47.470.981 Construction
Industri pengolahan 31.019.209 28.722.191 39.140.118 62.322.550 Manuf acturing
Pertanian, perkebunan dan
kehutanan 1.338.068 - - - Agriculture, hunt and f orestry
Jasa kemasy arakatan, Social serv ices, social cultural,
sosial buday a, hiburan dan entertainment and other
perorangan lainny a - - - 2.474.101 indiv iduals
Peny ediaan akomodasi dan Accommodation and
peny ediaan makan minum - - 790.275 76.434 f ood and bev erage
Jumlah 1.624.849.767 1.362.029.434 342.446.302 319.973.117 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (72.459.711) (75.872.495) (17.629.737) (15.388.668) Allowance f or impairment losses
Jumlah Kredit - Bersih 1.552.390.056 1.286.156.939 324.816.565 304.584.449 Total Loans - Net
c. Kolektibilitas Bank Indonesia (BI) c. Bank Indonesia (BI) Collectibility
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Lancar 1.439.393.733 1.142.141.362 294.723.729 226.378.359 Current
Dalam perhatian khusus 113.836.555 152.284.976 19.335.293 72.607.618 Special mention
Kurang lancar 22.291.789 32.991.422 24.887.268 3.215.499 Substandard
Diragukan 46.872.125 11.720.036 3.424.727 766.066 Doubtf ul
Macet 2.455.565 22.891.638 75.285 17.005.575 Loss
Jumlah 1.624.849.767 1.362.029.434 342.446.302 319.973.117 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (72.459.711) (75.872.495) (17.629.737) (15.388.668) Allowance f or impairment losses
Jumlah Kredit - Bersih 1.552.390.056 1.286.156.939 324.816.565 304.584.449 Total Loans - Net
- 35 -
Page 201
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
d. Penilaian Penurunan Nilai d. Impairment Losses Assessment
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Kredit y ang dinilai secara indiv idual Loans assessed indiv idually
Baki debet - 22.891.638 22.063.622 63.069.074 Outstanding
Cadangan kerugian penurunan
nilai - (11.500.000) (7.500.000) (11.448.384) Allowance f or impairment losses
Jumlah - 11.391.638 14.563.622 51.620.690 Total
Kredit y ang dinilai secara kolektif Loans assessed collectiv ely
Baki debet 1.624.849.767 1.339.137.796 320.382.680 256.904.043 Outstanding
Cadangan kerugian penurunan
nilai (72.459.711) (64.372.495) (10.129.737) (3.940.284) Allowance f or impairment losses
Jumlah 1.552.390.056 1.274.765.301 310.252.943 252.963.759 Total
Jumlah Kredit - Bersih 1.552.390.056 1.286.156.939 324.816.565 304.584.449 Total Loans - Net
e. Jangka Waktu e. By Period
Jangka waktu pinjaman diklasifikasikan Loans classified based on the term of the loan
berdasarkan periode pinjaman dalam perjanjian agreements are as follows:
kredit adalah sebagai berikut:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
≤ 1 tahun 748.272.200 679.389.985 162.045.238 149.801.114 ≤ 1 y ear
> 1 - 2 tahun 620.047.490 446.707.379 141.802.985 103.663.589 > 1 - 2 y ears
> 2 - 5 tahun 159.336.893 210.154.536 18.550.561 20.025.101 > 2 - 5 y ears
> 5 tahun 97.193.184 25.777.534 20.047.518 46.483.313 > 5 y ears
Jumlah 1.624.849.767 1.362.029.434 342.446.302 319.973.117 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (72.459.711) (75.872.495) (17.629.737) (15.388.668) Allowance f or impairment losses
Jumlah Kredit - Bersih 1.552.390.056 1.286.156.939 324.816.565 304.584.449 Total Loans - Net
Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan Other significant information on loans are as follows:
dengan kredit:
1) Dalam jumlah kredit termasuk pinjaman tanpa 1) Total loans include non-collateral loans, called
agunan, yaitu Tunaiku. Tunaiku merupakan Tunaiku. Tunaiku is a financial technology product
produk teknologi finansial untuk mempermudah that facilitates and accelerates the non-collateral
dan mempercepat proses pengajuan pinjaman loan application process. Tunaiku loans as at
tanpa agunan. Pinjaman tunaiku pada tanggal June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan 2016 are amounted to Rp 873,784,539,710,
2016 adalah masing-masing sebesar Rp 698,937,363,522, Rp 146,205,945,803 and
Rp 873.784.539.710, Rp 698.937.363.522, Rp 73,269,220,124, respectively.
Rp 146.205.945.803 and Rp 73.269.220.124.
2) Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun untuk 2) The average annual effective interest rates for
kredit adalah 29,48%, 31,26%, 22,78%, dan loans in Rupiah are 29.48%, 31.26%, 22.78% and
19,54% masing-masing untuk 30 Juni 2019, 19.54% in June 30, 2019, December 31, 2018,
31 Desember 2018, 2017, dan 2016. 2017 and 2016, respectively.
- 36 -
Page 202
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
3) Kredit untuk modal kerja dan investasi terdiri dari 3) Loans for working capital and investment include
pinjaman angsuran, tetap, rekening koran, dan installment, fixed, demand and stand-by loans,
stand-by loan, sedangkan kredit konsumsi terdiri while consumer loans include multipurpose loans.
dari kredit multiguna.
4) Kredit karyawan adalah kredit yang diberikan 4) Loans to employees are loans for purchasing
kepada karyawan untuk membeli rumah (KPR) houses (Housing Loan) or other items (multi
atau keperluan lainnya (kredit multi guna) purpose loans) with a loan term up to
dengan jangka waktu pinjaman sampai dengan 10 years. The loan and interest payments are
10 tahun. Pinjaman dan bunganya dilunasi collected based on installment schedule.
sesuai dengan jadwal angsuran.
5) Seluruh kredit selain kredit Tunaiku dan kredit 5) All loans except for Tunaiku loans and employee
karyawan dijamin dengan agunan yang diikat loans are secured by collateral, which are
dengan hak tanggungan atau surat kuasa untuk legalized by deed of encumbrance, power of
menjual dan jaminan lain yang umumnya attorney to sell and other collaterals that are
diterima oleh perbankan. Kredit juga dijamin generally accepted in the banking industry. Loans
dengan jaminan tunai berupa deposito berjangka are also secured by cash collateral, in the form of
(Catatan 14). Manajemen berkeyakinan agunan time deposits (Note 14). Management believes
yang diterima tersebut cukup untuk menutup that collaterals received from debtors are
kerugian yang mungkin timbul akibat tidak adequate to cover possible losses on uncollectible
tertagihnya kredit yang diberikan. loans.
6) Rasio kredit usaha kecil terhadap kredit yang 6) The ratio of small business loans to total loans as
diberikan adalah sebesar 0,03%, 0,04%, 0,24%, of as of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017
dan 0,18% masing-masing pada tanggal and 2016 are 0.03%, 0.04%, 0.24% and 0.18%,
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan respectively.
2016.
7) Pada tanggal 30 Juni 2019, terdapat kredit 7) As of June 30, 2019, there are Tunaiku loans
Tunaiku yang dijadikan agunan oleh Bank pledged as collateral by the Bank amounting to
sebesar Rp 16.200.000.000 (Catatan 16). Pada Rp 16,200,000,000 (Note 16). As of
tanggal 31 Desember 2018, 2017, dan 2016, December 31, 2018, 2017 and 2016, there are no
tidak terdapat kredit yang dijadikan agunan oleh loans pledged as collateral by the Bank.
Bank.
8) Kredit yang direstrukturisasi sebelum cadangan 8) Restructured loans, gross of allowance of
penurunan nilai adalah sebagai berikut: impairment losses are as follows:
a. Jenis Pinjaman a. By Type of Loan
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Modal kerja 71.080.529 32.702.625 33.386.625 - Working capital
b. Kolektibilitas b. Collectibility
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Lancar 71.080.529 9.810.987 10.494.987 - Current
Dalam perhatian khusus - - - - Special mention
Kurang Lancar - - 22.891.638 - Sub-standard
Diragukan - - - - Doubtf ul
Macet - 22.891.638 - - Loss
Jumlah Kredit 71.080.529 32.702.625 33.386.625 - Total Loans
- 37 -
Page 203
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
9) Rasio non-performing loan (NPL) bruto pada 8) 9) Gross non-performing loan (NPL) ratio as of June
tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016,
dan 2016, yang dihitung dengan cara which is calculated by comparing total gross NPL
membandingkan jumlah NPL bruto terhadap to total gross loans, are 4.41%, 4.96%, 8.28% and
jumlah kredit bruto, adalah sebesar 4,41%, 6.56%, respectively.
4,96%, 8,28%, dan 6,56%.
Rasio NPL neto pada tanggal 30 Juni 2019, 9) Net NPL ratio as of June 30, 2019, December 31,
31 Desember 2018, 2017, dan 2016, yang 2018, 2017 and 2016, which is calculated by
dihitung dengan membandingkan jumlah NPL comparing total NPL less allowance for
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai impairment losses of NPL to total gross loans, in
NPL terhadap jumlah kredit bruto, sesuai dengan accordance with calculation method for net NPL
cara perhitungan rasio NPL neto dalam ratio in OJK Regulation No. 15/POJK.03/2017
Peraturan OJK No. 15/POJK.03/2017 tanggal dated April 4, 2017, are 1.14%, 1.42%, 4.49%
4 April 2017, adalah sebesar 1,14%, 1,42%, and 4.05%, respectively.
4,49%, dan 4,05%.
10)
Bank juga menghitung rasio NPL neto pada 11) The Bank also calculated net NPL ratio as of June
tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016
dan 2016 dengan cara membandingkan jumlah by comparing total NPL less allowance
NPL dikurangi jumlah cadangan kerugian for impairment losses of the total loans to
penurunan nilai keseluruhan kredit terhadap total gross loans, which refers to OJK
jumlah kredit bruto, mengacu pada Surat Edaran Circular Letter No. 43/SEOJK.03/2016 dated
OJK No. 43/SEOJK.03/2016 tanggal September 28, 2016. Ratio based on the
28 September 2016. Rasio berdasarkan calculation are -0.05%, -0.61%, 3.14% and
perhitungan tersebut adalah sebesar -0,05%, 1.75%, respectively.
-0,61%, 3,14%, dan 1,75%.
10) Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 10) As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017
2017, dan 2016, Bank telah memenuhi Batas and 2016, the Bank has complied with the Legal
Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Lending Limit (LLL) requirements of Bank
Indonesia.
11) Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 11) As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017
2017, dan 2016, rincian kredit bermasalah and 2016, the details of non-performing loans
menurut sektor ekonomi adalah sebagai berikut: based on economic sector are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Kredit Cadangan kerugian Kredit Cadangan kerugian Kredit Cadangan kerugian Kredit Cadangan kerugian
bermasalah/ penurunan nilai/ bermasalah/ penurunan nilai/ bermasalah/ penurunan nilai/ bermasalah/ penurunan nilai/
Non-performing Allowance for Non-performing Allowance for Non-performing Allowance for Non-performing Allowance for
loans impairment losses loans impairment losses loans impairment losses loans impairment losses
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Rumah tangga 51.223.036 38.132.273 38.291.508 31.604.321 5.291.228 5.296.186 3.981.564 2.183.491 Households
Perdagangan besar dan eceran 20.396.443 14.964.841 29.311.588 16.637.580 23.096.052 7.704.477 - - Wholesale and retail
Industri pengolahan - - - - - - 17.005.576 5.851.987 Manuf acturing
Jumlah 71.619.479 53.097.114 67.603.096 48.241.901 28.387.280 13.000.663 20.987.140 8.035.478 Total
12) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai kredit 12) The movements in allowance for impairment
yang diberikan adalah sebagai berikut: losses on loans are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Saldo awal tahun 75.872.495 17.629.737 15.388.668 4.869.547 Beginning balance
Peny isihan selama tahun
berjalan 111.417.429 139.284.474 24.815.566 71.894.914 Prov ision during the y ear
Penghapusan (114.830.213) (81.041.716) (22.574.497) (61.375.793) Write-of f
Saldo akhir tahun 72.459.711 75.872.495 17.629.737 15.388.668 Ending balance
- 38 -
Page 204
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Manajemen berpendapat bahwa jumlah Management believes that the allowance for
cadangan kerugian penurunan nilai yang impairment losses on loans is adequate to cover
dibentuk cukup untuk menutup kerugian yang possible losses arising from uncollectible loans.
mungkin timbul akibat tidak tertagihnya kredit
yang diberikan.
13) Mutasi kredit yang dihapus buku adalah sebagai 13) The movements in the written off loans are as
berikut: follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Saldo awal tahun 148.321.109 73.516.122 61.207.397 346.575 Beginning balance
Penambahan dalam tahun
berjalan 114.830.213 81.041.716 22.574.497 61.375.793 Additions during the y ear
Penghapusan dalam tahun
berjalan - - (4.907.308) - Write-of f during the y ear
Penerimaan kembali (6.704.143) (6.236.729) (5.358.464) (514.970) Recov ery
Saldo akhir tahun 256.447.179 148.321.109 73.516.122 61.207.398 Ending balance
14) Nilai tercatat biaya perolehan diamortisasi dari 14) The carrying amount of loans at amortized cost is
kredit yang diberikan adalah sebagai berikut: as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Kredit 1.624.849.767 1.362.029.434 342.446.302 319.973.117 Loans
Pendapatan bunga y ang masih Accrued interest receiv ables
akan diterima (Catatan 13) 36.342.051 31.550.996 6.108.413 3.361.085 (Note 13)
Cadangan kerugian penurunan Allowance f or impairment
nilai (72.459.711) (75.872.495) (17.629.737) (15.388.668) losses
Jumlah 1.588.732.107 1.317.707.935 330.924.978 307.945.534 Total
11. ASET TETAP 11. PREMISES AND EQUIPMENT
1 Januari/ 30 Juni/
January 1, Penambahan/ Pengurangan/ June 30,
2019 Additions Deductions 2019
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Biay a perolehan: At cost:
Tanah 5.026.513 - - 5.026.513 Land
Bangunan dan prasarana 3.070.956 - - 3.070.956 Building and inf rastructure
Peralatan kantor 8.942.373 3.546.343 - 12.488.716 Of f ice equipment
Perabotan kantor 3.102.185 950.250 - 4.052.435 Of f ice f urniture and f ixtures
Kendaraan 1.970.018 - 214.900 1.755.118 Vehicles
Jumlah 22.112.045 4.496.593 214.900 26.393.738 Total
Akumulasi peny usutan: Accumulated depreciation:
Bangunan dan prasarana 1.330.748 76.774 - 1.407.522 Building and inf rastructure
Peralatan kantor 5.218.110 1.532.858 - 6.750.968 Of f ice equipment
Perabotan kantor 2.480.089 198.396 - 2.678.485 Of f ice f urniture and f ixtures
Kendaraan 1.502.691 61.657 214.900 1.349.448 Vehicles
Jumlah 10.531.638 1.869.685 214.900 12.186.423 Total
Jumlah tercatat 11.580.407 14.207.315 Net carry ing v alue
- 39 -
Page 205
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
1 Januari/ 31 Desember/
January 1, Penambahan/ Pengurangan/ December 31,
2018 Additions Deductions 2018
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Biay a perolehan: At cost:
Tanah 5.026.513 - - 5.026.513 Land
Bangunan dan prasarana 3.070.956 - - 3.070.956 Building and inf rastructure
Peralatan kantor 5.173.471 3.768.902 - 8.942.373 Of f ice equipment
Perabotan kantor 2.754.643 347.542 - 3.102.185 Of f ice f urniture and f ixtures
Kendaraan 2.316.018 - 346.000 1.970.018 Vehicles
Jumlah 18.341.601 4.116.444 346.000 22.112.045 Total
Akumulasi peny usutan: Accumulated depreciation:
Bangunan dan prasarana 1.177.200 153.548 - 1.330.748 Building and inf rastructure
Peralatan kantor 3.730.996 1.487.114 - 5.218.110 Of f ice equipment
Perabotan kantor 2.238.249 241.840 - 2.480.089 Of f ice f urniture and f ixtures
Kendaraan 1.688.851 159.840 346.000 1.502.691 Vehicles
Jumlah 8.835.296 2.042.342 346.000 10.531.638 Total
Jumlah tercatat 9.506.305 11.580.407 Net carry ing v alue
1 Januari/ 31 Desember/
January 1, Penambahan/ Pengurangan/ December 31,
2017 Additions Deductions 2017
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Biay a perolehan: At cost:
Tanah 5.026.513 - - 5.026.513 Land
Bangunan dan prasarana 3.070.956 - - 3.070.956 Building and inf rastructure
Peralatan kantor 4.370.806 802.665 - 5.173.471 Of f ice equipment
Perabotan kantor 2.641.147 113.496 - 2.754.643 Of f ice f urniture and f ixtures
Kendaraan 1.979.618 336.400 - 2.316.018 Vehicles
Jumlah 17.089.040 1.252.561 - 18.341.601 Total
Akumulasi peny usutan: Accumulated depreciation:
Bangunan dan prasarana 1.023.652 153.548 - 1.177.200 Building and inf rastructure
Peralatan kantor 2.768.898 962.098 - 3.730.996 Of f ice equipment
Perabotan kantor 2.029.596 208.653 - 2.238.249 Of f ice f urniture and f ixtures
Kendaraan 1.436.604 252.247 - 1.688.851 Vehicles
Jumlah 7.258.750 1.576.546 - 8.835.296 Total
Jumlah tercatat 9.830.290 9.506.305 Net carry ing v alue
1 Januari/ 31 Desember/
January 1, Penambahan/ Pengurangan/ December 31,
2016 Additions Deductions 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Biay a perolehan: At cost:
Tanah 5.026.513 - - 5.026.513 Land
Bangunan dan prasarana 3.070.956 - - 3.070.956 Building and inf rastructure
Peralatan kantor 4.514.864 822.166 966.224 4.370.806 Of f ice equipment
Perabotan kantor 2.575.065 294.131 228.049 2.641.147 Of f ice f urniture and f ixtures
Kendaraan 2.410.960 492.006 923.348 1.979.618 Vehicles
Jumlah 17.598.358 1.608.303 2.117.621 17.089.040 Total
Akumulasi peny usutan: Accumulated depreciation:
Bangunan dan prasarana 870.104 153.548 - 1.023.652 Building and inf rastructure
Peralatan kantor 2.524.230 1.201.814 957.146 2.768.898 Of f ice equipment
Perabotan kantor 1.998.056 259.589 228.049 2.029.596 Of f ice f urniture and f ixtures
Kendaraan 2.238.096 121.856 923.348 1.436.604 Vehicles
Jumlah 7.630.486 1.736.807 2.108.543 7.258.750 Total
Jumlah tercatat 9.967.872 9.830.290 Carry ing amount
- 40 -
Page 206
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Pengurangan aset tetap merupakan penjualan Deductions of premises and equipment represent the
dengan rincian sebagai berikut: sale of premises and equipment with details as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31,
2019 2018 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Nilai tercatat - - 9.078 Carry ing amount
Harga jual 80.000 110.000 519.285 Selling price
Laba penjualan aset tetap 80.000 110.000 510.207 Gain on sale of premises and equipment
Tidak terdapat penjualan aset pada tanggal There are no sale of assets as at December 31, 2017.
31 Desember 2017.
Bank memiliki 1 bidang tanah dengan sertifikat Hak The Bank owns a piece of land with Building Use Right
Guna Bangunan (HGB). Sertifikat tersebut (HGB) for 20 years. The HGB will expire on
mempunyai masa manfaat 20 tahun. Masa berlaku October 9, 2032. Management believes that there will
HGB berakhir tahun 9 Oktober 2032. Manajemen be no difficulty in obtaining the extension of the land
berpendapat tidak terdapat masalah dengan rights as the land was acquired legally and are
perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah supported by sufficient evidence of ownership.
diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
kepemilikan yang memadai.
Bank telah mengasuransikan aset tetap untuk The Bank has insured its premises and equipment to
menutupi kemungkinan kerugian terhadap risiko cover possible losses due to fire for a total sum insured
kebakaran dengan nilai pertanggungan asuransi pada as of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan 2016 amounting to Rp 8,896,190,000,
2016 masing-masing sebesar Rp 8.896.190.000, Rp 8,741,190,000, Rp 7,479,790,000, and
Rp 8.741.190.000, Rp 7.479.790.000, dan Rp 10,114,790,000, respectively, with PT Asuransi
Rp 10.114.790.000 pada PT Asuransi Wahana Tata, Wahana Tata, PT Asuransi Rama Satria Wibawa,
PT Asuransi Rama Satria Wibawa, PT Asuransi PT Asuransi Central Asia and PT Asuransi Bina Dana
Central Asia, dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Arta Tbk. All of the insurance companies are third
Seluruh Perusahaan asuransi tersebut merupakan parties.
pihak ketiga.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah Management believes that the insurance coverage is
pertanggungan asuransi tersebut telah memadai sufficient to cover possible losses on these insured
untuk menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi premises and equipment.
atas aset tetap yang dipertanggungkan.
Tidak terdapat aset tetap yang dijaminkan oleh Bank There were no premises and equipment pledged by
pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, the Bank as collateral as of June 30, 2019, December
dan 2016. 31, 2018, 2017 and 2016.
Jumlah biaya perolehan aset tetap yang sudah The total cost of fully depreciated, premises and
didepresiasi penuh dan masih digunakan adalah equipment that are still in use amounted
sebesar Rp 4.522.668.746, Rp 3.763.795.030, to Rp 4,522,668,746, Rp 3,763,795,030,
Rp 3.303.130.230, dan Rp 1.863.342.581 masing- Rp 3,303,130,230 and Rp 1,863,342,581 as of June
masing pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016
2018, 2017, dan 2016. respectively.
Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi Management believes that there is no indication of
penurunan nilai atas aset tetap yang dimiliki Bank impairment on premises and equipment owned by the
pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, Bank as of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017
dan 2016. and 2016.
- 41 -
Page 207
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
12. ASET TAKBERWUJUD 12. INTANGIBLE ASSETS
1 Januari/ 30 Juni/
January 1, Penambahan/ June 30,
2019 Additions 2019
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Biaya perolehan 1.793.815 86.449 1.880.264 Cost
Akumulasi amortisasi 1.390.467 134.953 1.525.420 Accumulated amortization
Jumlah Tercatat 403.348 354.844 Net Book Value
1 Januari/ 31 Desember/
January 1, Penambahan/ Pengurangan/ December 31,
2018 Additions Deductions 2018
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Biaya perolehan 1.716.044 89.653 11.882 1.793.815 Cost
Akumulasi amortisasi 1.131.223 259.492 248 1.390.467 Accumulated amortization
Jumlah Tercatat 584.821 403.348 Net Book Value
1 Januari/ 31 Desember/
January 1, Penambahan/ December 31,
2017 Additions 2017
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Biaya perolehan 1.633.757 82.287 1.716.044 Cost
Akumulasi amortisasi 881.270 249.953 1.131.223 Accumulated amortization
Jumlah Tercatat 752.487 584.821 Net Book Value
1 Januari/ 31 Desember/
January 1, Penambahan/ December 31,
2016 Additions 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Biaya perolehan 1.488.444 145.313 1.633.757 Cost
Akumulasi amortisasi 650.035 231.235 881.270 Accumulated amortization
Jumlah Tercatat 838.409 752.487 Net Book Value
Aset takberwujud terdiri dari perangkat lunak yang Intangible assets consist of software acquired by the
dibeli oleh Bank. Bank.
Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi Management believes that there is no indication of
penurunan nilai atas aset takberwujud yang dimiliki impairment on intangible assets owned by the Bank as
Bank pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016.
2017, dan 2016.
- 42 -
Page 208
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
13. ASET LAIN-LAIN 13. OTHER ASSETS
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Agunan y ang diambil alih - setelah Foreclosed assets - net of
dikurangi cadangan penurunan allowance f or impairment losses
nilai realisasi bersih sebesar of Rp 24,520,000,000,
Rp 24.520.000.000, Rp 22.502.000.000, Rp 22,502,000,000,
Rp 6.100.000.000, dan nihil pada Rp 6,100,000,000, and nil as of
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, June 30, 2019, December 31, 2018,
2017, dan 2016 56.407.389 59.095.271 91.301.374 6.745.217 2017 and 2016
Pendapatan bunga y ang masih Accrued interests receiv ables
akan diterima (Catatan 8, 9, dan 10) 39.851.635 33.116.644 7.749.439 4.771.331 (Notes 8, 9 and 10)
Biay a dibay ar dimuka 29.612.404 10.684.313 5.003.425 7.727.773 Prepaid expense
Beban ditangguhkan 2.616.200 2.095.799 726.015 1.303.724 Def erred expense
Setoran deposit 1.076.423 2.132.119 83.050 68.050 Guarantee deposit
Barang cetakan 464.256 324.207 264.563 258.201 Printed goods
Alat tulis kantor 3.606 3.046 4.716 4.716 Of f ice supplies and stationery
Lainny a 1.801 3.254 1.800 1.800 Others
Jumlah 130.033.714 107.454.653 105.134.382 20.880.812 Total
Agunan yang Diambil Alih Foreclosed Collaterals
Agunan yang diambil alih merupakan jaminan kredit Foreclosed collaterals represent collaterals on loans in
dalam bentuk tanah dan bangunan yang telah diambil the form of land and buildings that have been
alih oleh Bank. foreclosed by the Bank.
Untuk memenuhi Peraturan Bank Indonesia The Bank has taken actions for the resolution of
No. 14/15/PBI/2012 tanggal 24 Oktober 2012, Bank foreclosed collaterals as required by Bank Indonesia
telah melakukan upaya penyelesaian atas agunan under regulation No. 14/15/PBI/2012 dated
yang diambil alih. October 24, 2012.
Mutasi cadangan penurunan nilai agunan yang The movements in allowance for impairment losses
diambil alih adalah sebagai berikut: on foreclosed assets are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Saldo awal tahun 22.502.000 6.100.000 - 1.507.249 Beginning balance
Peny isihan selama tahun berjalan 2.183.434 19.203.275 6.100.000 3.456.000 Prov ision during the y ear
Realisasi atau pemulihan (165.434) (2.801.275) - (4.963.249) Realized or recov ery
Saldo akhir tahun 24.520.000 22.502.000 6.100.000 - Ending balance
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian Management believes that the allowance for
penurunan nilai yang dibentuk atas agunan yang impairment losses on foreclosed assets is adequate.
diambil alih telah memadai.
Pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2019 For the six-month period ended June 30, 2019 and for
dan tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2018, the years ended December 31, 2018, 2017 and 2016
2017 dan 2016 dilakukan penjualan agunan yang the Bank sold foreclosed collaterals with net realizable
diambil alih dengan nilai realisasi bersih masing- value amounting to Rp 481,400,000,
masing sebesar Rp 481.400.000, Rp 13.039.285.677, Rp 13,039,285,677, Rp 735,790,000 and nil,
Rp 735.790.000 dan nihil. Piutang tidak tertagih terkait respectively. The non collectible loans related to the
penjualan tersebut masing-masing sebesar sales of foreclosed collaterals amounting to
Rp 627.400.000, Rp 15.793.459.989, Rp 745.217.370 Rp 627,400,000, Rp 15,793,459,989, Rp 745,217,370
dan nihil. and nil, respectively.
Beban administrasi agunan yang diambil alih untuk Administrative expenses of foreclosed collateral for
periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2019 dan the six-month period ended June 30, 2019 and 2018
2018 (tidak diaudit) dan tahun-tahun yang berakhir (unaudited) and for the years ended December 31,
31 Desember 2018, 2017 dan 2016 masing-masing 2018, 2017 and 2016 amounting to Rp 17,213,374,
sebesar Rp 17.213.374, Rp 316.761.296, Rp 316,761,296, Rp 422,826,804, nil and nil,
Rp 422.826.804, nihil dan nihil, yang dibebankan respectively, which are charged to profit or loss.
dalam laba rugi.
- 43 -
Page 209
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Pendapatan Bunga yang Masih Akan Diterima Accrued Interest Receivables
Merupakan bunga yang masih akan diterima atas These account represents interest receivables on
penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek- placements with Bank Indonesia and other banks,
efek dan kredit (Catatan 8, 9 dan 10). securities and loans (Note 8, 9 and 10).
Biaya Dibayar Dimuka Prepaid Expense
Merupakan biaya dibayar dimuka yang berkaitan This account represents prepaid expense related to
dengan kegiatan promosi dan pemasaran kredit promotion and marketing of Tunaiku loan, insurance
Tunaiku, premi asuransi, biaya sewa, dan lainnya. premium, rental fee and others.
Beban Ditangguhkan Deferred Expense
Merupakan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh This account represents cost incurred by the Bank for
Bank untuk melakukan renovasi atas bangunan yang the renovation of the leased buildings and amortized
disewa dan diamortisasi dengan metode garis lurus using the straight-line method for 2 years.
selama 2 tahun.
14. SIMPANAN 14. DEPOSITS
Simpanan memiliki suku bunga tetap maupun Deposits are arranged at both fixed and floating
mengambang, sehingga Bank terpapar risiko suku interest rates, thus exposing the Bank to fair value
bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan interest rate risk and cash flow interest rate risk.
risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate
risk).
Seluruh simpanan dalam mata uang Rupiah. All deposits denominated in Rupiah.
30 Juni/June 30, 2019
Pihak berelasi/ Pihak ketiga/ Jumlah/
Related parties Third parties Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro 231.536 12.430.218 12.661.754 Demand deposits
Tabungan 170.113 20.035.219 20.205.332 Savings deposits
Deposito berjangka 140.930.223 1.295.215.048 1.436.145.271 Time deposits
Jumlah 141.331.872 1.327.680.485 1.469.012.357 Total
31 Desember/December 31, 2018
Pihak berelasi/ Pihak ketiga/ Jumlah/
Related parties Third parties Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro 3.648.215 9.653.515 13.301.730 Demand deposits
Tabungan 42.375 20.767.433 20.809.808 Savings deposits
Deposito berjangka 140.538.943 921.673.472 1.062.212.415 Time deposits
Jumlah 144.229.533 952.094.420 1.096.323.953 Total
31 Desember/December 31, 2017
Pihak berelasi/ Pihak ketiga/ Jumlah/
Related parties Third parties Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro 2.517.020 11.932.674 14.449.694 Demand deposits
Tabungan 97.197 25.909.001 26.006.198 Savings deposits
Deposito berjangka - 317.579.870 317.579.870 Time deposits
Jumlah 2.614.217 355.421.545 358.035.762 Total
- 44 -
Page 210
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2016
Pihak berelasi/ Pihak ketiga/ Jumlah/
Related parties Third parties Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro 4.136 10.032.804 10.036.940 Demand deposits
Tabungan 123.485 13.063.690 13.187.175 Savings deposits
Deposito berjangka 5.000 45.319.790 45.324.790 Time deposits
Jumlah 132.621 68.416.284 68.548.905 Total
Nilai tercatat biaya perolehan diamortisasi dari The carrying amount of deposits at amortized cost are
simpanan adalah sebagai berikut: as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp Rp '000 Rp '000
Simpanan Deposits
Giro 12.661.754 13.301.730 14.449.694 10.036.940 Demand deposits
Tabungan 20.205.332 20.809.808 26.006.198 13.187.175 Sav ings deposits
Deposito berjangka 1.436.145.271 1.062.212.415 317.579.870 45.324.790 Time deposits
Sub jumlah 1.469.012.357 1.096.323.953 358.035.762 68.548.905 Subtotal
Beban bunga y ang masih harus dibay ar Accrued interest pay ables
(Catatan 18) (Note 18)
Tabungan 248 233 202 172 Sav ings deposits
Deposito berjangka 5.736.647 2.981.622 1.021.244 181.313 Time deposits
Sub jumlah 5.736.895 2.981.855 1.021.446 181.485 Subtotal
Jumlah 1.474.749.252 1.099.305.808 359.057.208 68.730.390 Total
a. Giro a. Demand deposits
Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun pada In June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
tahun 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, 2016, average annual effective interest rate are
dan 2016 masing-masing sebesar 2,19%, 2.19%, 2.42%, 1.95% and 1.65%, respectively.
2,42%, 1,95%, dan 1,65%.
Tidak terdapat giro yang diblokir dan dijadikan Demand deposits are not restricted nor pledged
jaminan kredit pada tanggal 30 Juni 2019, as collateral for the loan facilities granted by the
31 Desember 2018, 2017, dan 2016. Bank as of June 30, 2019, December 31, 2018,
2017 and 2016.
b. Tabungan terdiri atas: b. Savings deposits consist of:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp Rp '000 Rp '000
Tabungan Aster 18.112.891 18.668.709 24.891.219 11.324.410 Tabungan Aster
Tabungan Amin Dana 1.195.232 1.906.327 676.558 859.862 Tabungan Amin Dana
Tabungan Staf f 269.692 136.568 201.077 864.328 Tabungan Staf f
Tabungan Amar Berjangka 509.032 54.182 - - Tabungan Amar Berjangka
Tabungan Amin Cemerlang 118.485 44.022 237.344 138.575 Tabungan Amin Cemerlang
Jumlah 20.205.332 20.809.808 26.006.198 13.187.175 Total
Tingkat bunga ef ektif rata-rata Av erage annual ef f ectiv e
per tahun interest rates
Tabungan Aster 3,44% 3,49% 3,50% 4,00% Tabungan Aster
Tabungan Amin Dana 4,44% 4,43% 4,25% 4,51% Tabungan Amin Dana
Tabungan Staf f 4,27% 4,04% 4,00% 4,43% Tabungan Staf f
Tabungan Amar Berjangka 5,48% 5,48% - - Tabungan Amar Berjangka
Tabungan Amin Cemerlang 3,99% 3,73% 4,00% 4,50% Tabungan Amin Cemerlang
- 45 -
Page 211
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Jumlah tabungan yang diblokir dan dijadikan As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017
jaminan kredit pada tanggal 30 Juni 2019, and 2016, saving deposits which are earmarked
31 Desember 2018, 2017, dan 2016 and pledged as loan collateral amounting to
masing-masing sebesar nihil, nihil, nil, nil, Rp 8,063,228,043 and nil, respectively.
Rp 8.063.228.043, dan nihil.
c. Deposito berjangka c. Time deposits
Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan Time deposits classified according to term are as
periode adalah sebagai berikut: follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp Rp '000 Rp '000
≤ 1 bulan 652.894.121 525.965.463 81.029.735 12.273.281 ≤ 1 month
> 1 - 3 bulan 573.418.550 400.328.583 146.855.672 19.062.720 > 1 - 3 months
> 3 - 6 bulan 192.996.106 125.296.705 63.645.771 1.341.789 > 3 - 6 months
> 6 - 12 bulan 16.836.494 10.621.664 26.048.692 12.647.000 > 6 - 12 months
Jumlah 1.436.145.271 1.062.212.415 317.579.870 45.324.790 Total
Tingkat bunga ef ektif rata-rata Av erage annual ef f ectiv e
per tahun 8,40% 8,14% 8,09% 7,35% interest rate
Jumlah deposito berjangka yang diblokir dan As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017
dijadikan jaminan kredit pada tanggal and 2016, time deposits which are earmarked and
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, pledged as loan collateral amounted to
dan 2016 masing-masing sebesar Rp 249,717,249,469, Rp 207,681,001,096,
Rp 249.717.249.469, Rp 207.681.001.096, Rp 46,162,643,097 and Rp 23,042,878,827,
Rp 46.162.643.097, dan Rp 23.042.878.827. respectively.
15. SIMPANAN DARI BANK LAIN 15. DEPOSITS FROM OTHER BANKS
Simpanan dari bank lain pada tanggal Deposits from other banks as of June 30, 2019 and
30 Juni 2019 dan 31 Desember 2018 berupa deposito December 31, 2018 in term of time deposits are with
berjangka, dilakukan dengan pihak ketiga dan dalam third parties and denominated in Rupiah.
mata uang Rupiah.
Simpanan dari bank lain memiliki suku bunga tetap, Deposits are arranged at fixed interest rates, thus
sehingga Bank terpapar risiko suku bunga atas nilai exposing the Bank to fair value interest rate risk.
wajar (fair value interest rate risk).
Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun deposito As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
berjangka per 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, 2016, average annual effective interest rate for time
dan 2016 masing-masing sebesar 8,41%, 7,36%, nihil, deposits are 8.41%, 7.36%, nil and nil, respectively.
dan nihil.
Jangka waktu simpanan dari bank lain sejak tanggal The term of deposits from other banks from placement
penempatan hingga tanggal jatuh tempo adalah date to maturity date are 1 to 3 months.
1 sampai 3 bulan.
- 46 -
Page 212
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Nilai tercatat biaya perolehan diamortisasi dari The carrying amount of deposits from other banks at
simpanan dari bank lain adalah sebagai berikut: amortized cost are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Deposito berjangka 160.910.000 17.100.000 - - Time deposits
Beban bunga y ang masih harus dibay ar Accrued interest pay ables
(Catatan 18) 402.211 95.001 - - (Note 18)
Jumlah 161.312.211 17.195.001 - - Total
Tidak terdapat simpanan di bank lain yang diblokir per There are no restricted deposits from other banks as
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan 2016. of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016.
16. PINJAMAN YANG DITERIMA 16. BORROWINGS
30 Juni/June 30, 2019
Tingkat bunga efektif per tahun/ Jangka w aktu/
Pemberi pinjaman/Lender Annual effective interest rate Period Jumlah/Total
Rp '000
Pihak ketiga/Third party
Mata uang asing/Foreign Currency
Maneo Inc. 12,00% 25 Juni 2019 - 30 September 2019/ 13.094.000
June 25, 2019 - September 30, 2019
31 Desember/December 31, 2018
Tingkat bunga efektif per tahun/ Jangka w aktu/
Pemberi pinjaman/Lender Annual effective interest rate Period Jumlah/Total
Rp '000
Pihak berelasi/Related parties
Rupiah
Tolaram Africa Pte. Ltd. 15,00% 5 September 2018 - 5 September 2019/ 143.000.000
September 5, 2018 - September 5, 2019
Tolaram Group Inc. 16,50% 12 Desember 2018 - 12 Desember 2019/ 71.428.571
December 12, 2018 - December 12, 2019
214.428.571
Pada tanggal 20 Juni 2019, Bank menerima pinjaman On June 20, 2019, Bank received a loan amounting to
sebesar JPY 100.000.000 dari Maneo Inc. untuk JPY 100,000,000 from Maneo Inc. to increase the
meningkatkan pertumbuhan dan ekspansi Tunaiku, growth and expansion of Tunaiku, the Bank’s
produk kredit tanpa agunan Bank. unsecured loan product.
Bank menjaminkan sebagian dari kredit tanpa agunan Bank pledged some of its unsecured loans (Tunaiku)
(Tunaiku) sebagai agunan atas pinjaman yang as collaterals for the borrowing received from Maneo
diterima dari Maneo Inc. (Catatan 10). Tidak terdapat Inc. (Note 10). There is no collateral for the borrowings
jaminan yang diberikan untuk fasilitas pinjaman yang received from related parties.
diterima dari pihak berelasi.
Bank harus memenuhi covenant terkait pinjaman yang Bank is required to fulfill the following covenants with
diterima dari Maneo Inc. diantaranya yaitu: respect to loan received from Maneo Inc.:
Analisis kredit dilakukan oleh Bank Credit analysis must be performed by the Bank
Dokumen pendukung aset jaminan disimpan Supporting documents of collateral must be kept
oleh Bank by the Bank
Jika terjadi perubahan kondisi kredit yang If there is a change in the condition of pledged
dijaminkan, Bank harus menyesuaikan data credit, the Bank must adjust the pledged credit
kredit yang dijaminkan data
Pemberi pinjaman atau badan independen Lender or other independent bodies that have
lainnya yang telah diberi wewenang dapat been authorized can carry out audits at certain
melakukan audit pada waktu tertentu mengenai time regarding lending activities, data, or
aktivitas peminjaman, data, atau informasi yang information relating to pledged credit from
berkaitan dengan piutang Tunaiku yang Tunaiku
dijaminkan
- 47 -
Page 213
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Bank harus menyerahkan daftar piutang yang Bank has to submit list of pledged credit, monthly
dijaminkan, laporan keuangan bulanan dan financial statements and audited financial
laporan keuangan audit statements
Bank tidak dapat mengalihkan hak dan Bank is not allowed to transfer its rights and
kewajiban debitur dalam perjanjian obligations in the agreement
Jika selama periode kredit ditemukan indikasi If during the credit period, there is an indication of
gagal bayar, maka Bank tidak dapat mengikat default found, the Bank is not allowed to bind itself
dirinya sendiri sebagai penjamin hutang atau as the debt guarantor or pledge its assets to
menjaminkan asetnya kepada pihak lain tanpa another party without written approval from
persetujuan tertulis dari Pemberi Pinjaman. Lender.
Pada tanggal 30 Juni 2019, tidak terdapat As of June 30, 2019, there is no violation of the
pelanggaran atas covenant yang disebutkan dalam covenants mentioned in the loan agreement.
perjanjian pinjaman.
Pada tanggal 30 September 2019, Bank telah As of September 30, 2019, the Bank has fully repaid
melunasi seluruh pinjaman yang diterima dari Maneo the borrowing that was received from Maneo Inc.
Inc.
Berdasarkan Perjanjian Pengalihan Pinjaman tanggal Based on Loan Assignment Agreement dated
26 Februari 2019, Tolaram Africa Pte. Ltd. menyetujui February 26, 2019, Tolaram Africa Pte. Ltd. has
pengalihan pinjaman yang diberikan kepada Bank agreed the loan transfer amounting to
sebesar Rp 143.000.000.000 ke Tolaram Group Inc. Rp 143,000,000,000 to Tolaram Group Inc. Therefore,
Oleh karena itu, seluruh hak kontraktual Tolaram all contractual rights of Tolaram Africa Pte. Ltd. as the
Africa Pte. Ltd. sebagai pemberi pinjaman yang sesuai lender that is in accordance with loan agreement dated
dengan perjanjian pinjaman pada tanggal September 4, 2018 were transferred to Tolaram Group
4 September 2018 dialihkan kepada Tolaram Group Inc., and the Bank performed all of its contractual
Inc., dan Bank akan memenuhi seluruh kewajiban agreement as the borrower to Tolaram Group Inc. All
kontraktualnya sebagai peminjam kepada Tolaram the terms and condition of the initial loan agreement
Group Inc. Seluruh syarat dan ketentuan atas dated September 4, 2018 remained applicable with
perjanjian pinjaman awal pada tanggal respect to this loan assignment agreement.
4 September 2018 tetap berlaku sehubungan dengan
perjanjian pengalihan pinjaman.
Pada tanggal 29 Mei 2019, seluruh pinjaman yang On May 29, 2019, all borrowings received from
diterima dari Tolaram Group Inc. dikonversi menjadi Tolaram Group Inc. were converted to issued and
modal ditempatkan dan disetor (Catatan 19). paid-up capital (Note 19).
Nilai tercatat biaya perolehan diamortisasi dari The carrying amount of borrowings at amortized cost
pinjaman yang diterima adalah sebagai berikut: is as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Pinjaman y ang diterima 13.094.000 214.428.571 - - Borrowings
Beban bunga y ang masih harus dibay ar Accrued interest pay ables
(Catatan 18) 4.312 2.291.272 - - (Note 18)
Jumlah 13.098.312 216.719.843 - - Total
17. UTANG PAJAK 17. TAXES PAYABLE
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Pajak penghasilan badan Corporate income tax
(Catatan 30) 1.650.575 11.287.081 - - (Note 30)
Pajak penghasilan Income tax
Pasal 4 ay at 2 1.699.315 1.534.410 396.215 75.283 Article 4 (2)
Pasal 21 1.177.468 403.292 137.173 191.361 Article 21
Pasal 25 2.644.203 - - - Article 25
Lainny a 131.273 223.141 49.394 27.288 Others
Jumlah 7.302.834 13.447.924 582.782 293.932 Total
- 48 -
Page 214
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
18. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN 18. ACCRUALS AND OTHER LIABILITIES
LIABILITAS LAIN-LAIN
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Titipan pihak ketiga 16.340.336 11.959.209 2.270.481 1.990.982 Third party f unds
Bunga y ang masih harus dibay ar Accrued interest pay ables
(Catatan 14, 15, dan 16) 6.143.418 5.368.128 1.021.446 181.485 (Notes 14, 15 and 16)
Beban y ang masih harus dibay ar 4.211.036 6.174.553 1.255.642 1.033.026 Accrued expenses
Utang pembelian kendaraan 122.646 152.081 210.951 - Vehicle loan
Titipan pemegang saham - - - 1.193.405 Shareholder f und
Lainny a 1.167.090 799.751 935.747 138.779 Others
Jumlah 27.984.526 24.453.722 5.694.267 4.537.677 Total
Titipan Pihak Ketiga Third Party Funds
Merupakan penerimaan dari debitur untuk pembayaran This account represents funds received from debtors
angsuran kredit yang belum jatuh tempo. for their installment which are not yet due.
Beban yang Masih Harus Dibayar Accrued Expense
Merupakan penyisihan biaya bonus, jasa profesional, This account represents accrual for bonus,
biaya outsourcing, dan lain-lain. professional fees, outsourcing fee, and other
accruals.
Titipan Pemegang Saham Shareholder Fund
Pada tanggal 31 Desember 2016, Bank memiliki saldo As of December 31, 2016, Bank has the balance of
titipan pemegang saham sebesar Rp 1.193.404.764 shareholder fund amounting to Rp 1,193,404,764
yang merupakan kelebihan atas setoran modal which represents the excess of paid-up capital of
Tolaram Group Inc. pada tahun sebelumnya. Kelebihan Tolaram Group Inc. in the previous year. The excess
setoran modal tersebut dikembalikan kepada Tolaram of paid-up capital was refunded to Tolaram Group Inc.
Group Inc. pada tahun 2017. in 2017.
Lainnya Others
Merupakan penyisihan biaya jamsostek, cadangan This account represents accrual for social security,
uang pisah, dan lain-lain. provision for severance pay and other accruals.
19. MODAL SAHAM 19. CAPITAL STOCK
Susunan pemegang saham pada tanggal 30 Juni 2019, The shareholders’ composition as of June 30, 2019,
31 Desember 2018, 2017, dan 2016 adalah sebagai December 31, 2018, 2017 and 2016 were as follows:
berikut:
30 Juni/June 30, 2019
Jumlah saham
yang ditempatkan
dan disetor penuh/
Number of shares
issued and % Kepemilikan/ Jumlah/
Pemegang saham fully paid % of ownership Amount Shareholders
Rp '000
Tolaram Group Inc. 793.000 98,692 793.000.000 Tolaram Group Inc.
Ghansham Jivatram 5.000 0,622 5.000.000 Ghansham Jivatram
Khrisna Kumar Agraw al 3.010 0,375 3.010.000 Khrisna Kumar Agraw al
A Henry Mixson Lumban Batu 2.500 0,311 2.500.000 A Henry Mixson Lumban Batu
Jumlah 803.510 100,000 803.510.000 Total
- 49 -
Page 215
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2018, 2017 dan/and 2016
Jumlah saham
yang ditempatkan
dan disetor penuh/
Number of shares
issued and % Kepemilikan/ Jumlah/
Pemegang saham fully paid % of ownership Amount Shareholders
Rp '000
Tolaram Group Inc. 495.000 99,000 495.000.000 Tolaram Group Inc.
Ghansham Jivatram 5.000 1,000 5.000.000 Ghansham Jivatram
Jumlah 500.000 100,000 500.000.000 Total
Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham The shares issued and fully paid are ordinary shares
biasa yang memberikan hak kepada pemilik untuk satu which entitle the holder to carry one vote per share and
suara per saham dan berpartisipasi dalam dividen. to participate in dividends.
Pada tanggal 19 Januari 2016, OJK menyetujui On January 19, 2016, OJK approved the additional
penambahan modal disetor dari Tolaram Group Inc. capital contribution from Tolaram Group Inc. and
dan Ghansham Jivatram masing-masing sebesar Ghansham Jivatram amounting to Rp 39,600,000,000
Rp 39.600.000.000 dan Rp 400.000.000 yang telah and Rp 400,000,000, respectively, which has been
dicatat dalam sistem administrasi Badan Hukum recorded in the administration system of the
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Minister of Law and Human Rights of the
Indonesia No. AHU-AH-01.03.0002001.Tahun 2016 Republic of Indonesia in his Decision Letter
tanggal 12 Januari 2016. No. AHU-AH-01.03.0002001.Tahun 2016 dated
January 12, 2016.
Berdasarkan Akta No. 16 tanggal 1 April 2016 yang Based on Deed No. 16 dated April 1, 2016 by Notary
dibuat oleh Notaris Anita Anggawidjaja, S.H., para Anita Anggawidjaja, S.H., the shareholders agreed to
pemegang saham sepakat untuk melaksanakan increase the paid-up capital of the Bank from
peningkatan modal disetor Bank dari Rp 400,000,000,000 to Rp 500,000,000,000 which
Rp 400.000.000.000 menjadi Rp 500.000.000.000 has been recorded in the administration system of the
yang telah dicatat dalam sistem administrasi Badan Minister of Law and Human Rights of the Republic
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia of Indonesia in his Decision Letter
Republik Indonesia No. AHU-AH-01.03-040770.Tahun No. AHU-AH-01.03-040770.Tahun 2016 dated
2016 pada tanggal 18 April 2016. April 18, 2016.
Peningkatan modal disetor pada tahun 2016 sebesar Increase in paid-up capital in 2016 amounting to
Rp 100.000.000.000 yang terdiri dari setoran modal Rp 100,000,000,000 consists of additional capital
Tolaram Group Inc dan Ghansham Jivatram masing- contribution from Tolaram Group Inc and Ghansham
masing sebesar Rp 99.000.000.000 dan Jivatram amounting to Rp 99,000,000,000 and
Rp 1.000.000.000. Penambahan modal disetor dari Rp 1,000,000,000, respectively. Additional capital
Tolaram Group Inc. termasuk titipan pemegang saham contribution from Tolaram Group Inc. include
sebesar Rp 134.640.000 (Catatan 18). shareholder fund amounting to Rp 134,640,000
(Note 18).
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Based on the Deed of Resolutions of Shareholders
Pemegang Saham No. 88 tanggal 29 Mei 2019 di No. 88 dated May 29, 2019 of Anita Anggawidjaja,
hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., notaris di S.H., notary in Surabaya, the shareholders agreed to
Surabaya, pemegang saham menyetujui untuk increase the authorized capital from
meningkatkan modal dasar dari Rp 1,000,000,000,000 to Rp 2,000,000,000,000,
Rp 1.000.000.000.000 menjadi Rp 2.000.000.000.000, increase issued and paid-up capital from
meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 500,000,000,000 to Rp 803,510,000,000 with par
Rp 500.000.000.000 menjadi Rp 803.510.000.000 value Rp 1,000,000 per share and additional paid in
dengan nilai nominal Rp 1.000.000 setiap lembar capital amounting to Rp 225,757,500,000 (Note 20).
saham dan tambahan modal disetor (agio saham) The increase in issued and paid-up capital amounting
sebesar Rp 225.757.500.000 (Catatan 20). to Rp 214,428,571,428 was from borrowings
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar conversion which was received from Tolaram Group
Rp 214.428.571.428 berasal dari konversi pinjaman Inc (Note 16).
yang diterima dari Tolaram Group Inc (Catatan 16).
- 50 -
Page 216
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Akta tersebut telah memperoleh persetujuan dari The deed was approved by the Minister of Law and
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Human Rights of the Republic of Indonesia in Decision
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- Letter No. AHU-AH.01.03-0287523 dated
AH.01.03-0287523 tanggal 18 Juni 2019. June 18, 2019.
Terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor, In accordance with increase in issued and paid-up
terdapat perubahan susunan pemegang saham capital, there was change in ownership where there
dimana ada tambahan 2 pemegang saham baru, yaitu were 2 additional shareholders which are Khrisna
Khrisna Kumar Agrawal dan A. Henry Mixson Lumban Kumar Agrawal and A. Henry Mixson Lumban Batu.
Batu.
20. TAMBAHAN MODAL DISETOR 20. ADDITIONAL PAID IN CAPITAL
Tambahan modal disetor (agio saham) merupakan The additional paid in capital represents the excess of
selisih lebih setoran modal yang diterima oleh bank paid-up capital received by the bank from the nominal
dari nilai nominal saham pada saat penerbitan saham value of shares at the time of such shares issuance.
tersebut.
21. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 21. OTHER COMPREHENSIVE INCOME
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Rev aluasi inv estasi ef ek tersedia Changes in f air v alue of av ailable-
untuk dijual (Catatan 9) (5.078.404) (7.242.339) 2.301.982 (447.189) f or-sale securities (Note 9)
Pengukuran kembali atas kewajiban Remeasurement of def ined
imbalan pasti (354.789) 175.560 (279.952) (23.902) benef its obligation
Jumlah (5.433.193) (7.066.779) 2.022.030 (471.091) Total
22. LABA PER SAHAM 22. EARNINGS PER SHARE
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk The computation of basic/diluted earnings per share
perhitungan laba per saham dasar/dilusian yang attributable to the owners of the Bank is based on the
diatribusikan kepada pemilik entitas induk: following data:
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Laba bersih Net income
Laba untuk perhitungan per saham Earnings f or computation of basic/
dasar/dilusian: diluted earnings per share
Laba bersih 26.104.539 4.078.491 16.290.612 3.731.958 (27.660.956) Net income
Lembar/ Lembar/ Lembar/ Lembar/ Lembar/
Shares Shares Shares Shares Shares
Jumlah saham Number of shares
Jumlah rata-rata tertimbang saham Weighted av erage number of ordinary
biasa untuk perhitungan laba shares f or computation of basic/
per saham dasar/dilusian 5.200.234.000 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000 diluted earnings per share
- 51 -
Page 217
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
23. PENDAPATAN BUNGA 23. INTEREST REVENUES
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Kredit y ang diberikan 222.484.375 93.527.318 288.192.007 66.154.145 67.316.703 Loans
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia
dan bank lain 16.740.353 7.368.571 11.200.272 12.392.319 9.035.659 and other banks
Ef ek-ef ek 3.539.097 3.872.758 7.365.136 6.568.771 4.035.136 Securities
Lainny a 136.796 98.216 191.711 155.763 179.493 Others
Jumlah 242.900.621 104.866.863 306.949.126 85.270.998 80.566.991 Total
Jumlah pendapatan bunga dari pihak berelasi untuk Total interest revenues from related parties for the six-
periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2019 dan month period ended June 30, 2019 and 2018, and the
2018, dan tahun-tahun yang berakhir 31 Desember years ended December 31, 2018, 2017 and 2016
2018, 2017, dan 2016 masing-masing sebesar amounted to Rp 4,731,527,962, Rp 1,061,319,470,
Rp 4.731.527.962, Rp 1.061.319.470, Rp 7.219.248.822, Rp 7,219,248,822, Rp 1,725,064,672 and
Rp 1.725.064.672, dan Rp 54.578.155 (Catatan 31). Rp 54,578,155, respectively (Note 31).
24. BEBAN BUNGA 24. INTEREST EXPENSES
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Deposito berjangka 52.428.343 21.896.552 59.521.771 11.412.054 3.894.293 Time deposits
Pinjaman y ang diterima - pihak berelasi Borrowings - related party
(Catatan 31) 5.152.877 - 7.643.329 - - (Note 31)
Simpanan dari bank lain 1.814.886 503.362 1.842.553 19.347 - Deposits f rom other banks
Premi penjaminan pemerintah Gov ernment guarantee premium
(Catatan 34) 1.374.509 809.009 1.824.090 360.872 134.513 (Note 34)
Tabungan 359.949 358.457 697.136 530.329 551.578 Sav ings deposits
Giro 213.117 243.520 517.097 251.525 124.377 Demand deposits
Pinjaman y ang diterima - pihak ketiga 25.848 - - - - Borrowings - third party
Lainny a 5.820 5.822 11.643 4.850 - Others
Jumlah 61.375.349 23.816.722 72.057.619 12.578.977 4.704.761 Total
Jumlah beban bunga kepada pihak-pihak berelasi Total interest expense to related parties for the six-
untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2019 month period ended June 30, 2019 and 2018, and the
dan 2018, dan tahun-tahun yang berakhir years ended December 31, 2018, 2017 and 2016
31 Desember 2018, 2017, dan 2016 masing-masing amounting to Rp 9,175,816,185, Rp 1,006,397,332,
sebesar Rp 9.175.816.185, Rp 1.006.397.332, Rp 12,198,664,545, Rp 20,027,368 and
Rp 12.198.664.545, Rp 20.027.368, dan Rp 73,438,609, respectively (Note 31).
Rp 73.438.609 (Catatan 31).
- 52 -
Page 218
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
25. PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA 25. OTHER OPERATING REVENUES
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Administrasi 39.999.223 12.178.946 39.466.238 13.649.349 8.753.922 Administration
Penerimaan kembali kredit Income f rom recov ery of written-of f
hapus buku 9.590.122 3.163.323 8.693.680 7.343.774 743.259 loans
Transf er/inkaso 38.758 23.310 67.540 26.393 26.148 Transf er/collection
Penggantian biay a cetakan 9.200 27.600 55.200 41.400 46.000 Printing cost replacement
Komisi asuransi dan notaris 1.724 7.648 17.068 21.479 67.881 Insurance and notary commissions
Tolakan kliring 910 2.470 3.510 3.510 28.860 Bank clearance rejection
Laba penjualan surat berharga 156.863 - - - 151.932 Gain on sale of securities
Lainny a 206.964 271.752 1.044.201 840.746 472.827 Others
Jumlah 50.003.764 15.675.049 49.347.437 21.926.651 10.290.829 Total
26. BEBAN TENAGA KERJA 26. PERSONNEL EXPENSES
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Gaji dan tunjangan 38.982.025 21.563.751 46.321.880 23.636.818 17.581.945 Salaries and wages
Jaminan sosial tenaga kerja
(Jamsostek) 2.139.491 1.017.004 2.529.065 1.369.892 1.004.302 Labour social security (Jamsostek)
Post-employ ment benef its expense
Imbalan pasca kerja (Catatan 29) 1.163.282 1.707.654 2.599.858 774.140 554.130 (Note 29)
Pendidikan dan latihan 911.598 206.342 544.057 193.017 469.794 Education and training
Biay a lembur 838.678 375.429 1.119.068 243.131 259.776 Ov ertime
Honorarium komisaris 239.476 312.210 568.872 518.297 447.282 Commissioner honorarium
Pakaian dinas 67.780 - - - 7.950 Unif orm
Bonus - - 4.500.000 - - Bonus
Lainny a 163.575 176.935 590.679 517.151 316.819 Others
Jumlah 44.505.905 25.359.325 58.773.479 27.252.446 20.641.998 Total
Rincian gaji dan tunjangan atas kelompok direksi, Details of salaries and benefits of directors, commissioners,
dewan komisaris, komite audit dan pejabat eksekutif audit committee and excecutive officers are as follows:
adalah sebagai berikut:
2019
(Enam bulan/Six months )
Gaji dan Beban manf aat
Tunjangan/ kary awan/
Salaries and Post-employment Jumlah/
Benefits benefit Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Dewan Komisaris 228.271 - 228.271 Board of Commissioner
Dewan Direksi 841.710 - 841.710 Board of Director
Anggota Komite Audit 8.871 - 8.871 Audit Committee Members
Pejabat Eksekutif 4.740.806 1.601.165 6.341.971 Executiv e Of f icers
Jumlah 5.819.658 1.601.165 7.420.823 Total
- 53 -
Page 219
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
2018
(Enam bulan/Six months ) (Tidak diaudit/Unaudited )
Gaji dan Beban manf aat
Tunjangan/ kary awan/
Salaries and Post-employment Jumlah/
Benefits benefit Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Dewan Komisaris 256.479 - 256.479 Board of Commissioner
Dewan Direksi 752.216 - 752.216 Board of Director
Anggota Komite Audit 36.000 - 36.000 Audit Committee Members
Pejabat Eksekutif 3.127.015 1.296.575 4.423.590 Executiv e Of f icers
Jumlah 4.171.710 1.296.575 5.468.285 Total
2018
(Satu tahun/One year )
Gaji dan Beban manf aat
Tunjangan/ kary awan/
Salaries and Post-employment Jumlah/
Benefits benefit Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Dewan Komisaris 513.140 - 513.140 Board of Commissioner
Dewan Direksi 1.512.988 - 1.512.988 Board of Director
Anggota Komite Audit 66.433 - 66.433 Audit Committee Members
Pejabat Eksekutif 7.600.519 1.174.306 8.774.825 Executiv e Of f icers
Jumlah 9.693.080 1.174.306 10.867.386 Total
2017
(Satu tahun/One year )
Gaji dan Beban manf aat
Tunjangan/ kary awan/
Salaries and Post-employment Jumlah/
Benefits benefit Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Dewan Komisaris 479.323 - 479.323 Board of Commissioner
Dewan Direksi 1.423.161 - 1.423.161 Board of Director
Anggota Komite Audit 96.000 - 96.000 Audit Committee Members
Pejabat Eksekutif 3.809.960 604.196 4.414.156 Executiv e Of f icers
Jumlah 5.808.444 604.196 6.412.640 Total
2016
(Satu tahun/One year )
Gaji dan Beban manf aat
Tunjangan/ kary awan/
Salaries and Post-employment Jumlah/
Benefits benefit Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Dewan Komisaris 408.856 - 408.856 Board of Commissioner
Dewan Direksi 1.437.891 - 1.437.891 Board of Director
Anggota Komite Audit 72.000 - 72.000 Audit Committee Members
Pejabat Eksekutif 3.010.583 325.645 3.336.228 Executiv e Of f icers
Jumlah 4.929.330 325.645 5.254.975 Total
- 54 -
Page 220
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 27. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Barang dan jasa 20.609.987 10.185.685 24.231.243 11.531.160 9.664.117 Goods and serv ices
Promosi 8.386.526 3.505.676 8.352.655 7.357.547 9.364.656 Promotion
Sewa 3.828.548 2.766.141 5.637.104 4.367.511 3.511.374 Rental
Perbaikan dan pemeliharaan 2.241.694 719.829 2.107.057 1.295.220 1.081.035 Maintenance and repairs
Peny usutan (Catatan 11) 1.869.685 771.513 2.042.342 1.576.546 1.736.807 Depreciation (Note 11)
Amortisasi (Catatan 12) 134.953 129.686 259.492 249.953 231.235 Amortization (Note 12)
Pajak 55.209 81.376 141.215 158.161 109.988 Tax
Asuransi 22.059 22.876 48.120 46.947 62.291 Insurance
Jumlah 37.148.661 18.182.782 42.819.228 26.583.045 25.761.503 Total
28. KOMITMEN DAN KONTINJENSI 28. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Komitmen Commitments
Liabilitas komitmen Commitment pay ables
Fasilitas kredit kepada nasabah Unused loan f acilities
y ang belum digunakan 67.245.957 70.178.819 53.549.811 16.777.916 granted to customers
Kontinjensi Contingencies
Tagihan kontinjensi Contingent receiv ables
Pendapatan bunga dalam Interest receiv able on
peny elesaian 14.343.652 12.544.209 1.684.809 4.112.255 non-perf orming assets
Lainnya Others
Kredit hapus buku (Catatan 10) 256.447.179 148.321.109 73.516.122 61.207.398 Loans written of f (Note 10)
29. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA 29. POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION
Bank menyelenggarakan program imbalan pasti The Bank established defined benefit plan based on
berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003. The
No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Jumlah karyawan number of employees entitled to the benefits are 302,
yang berhak memperoleh manfaat tersebut sebanyak 242, 155 and 126 as of June 30, 2019, December 31,
302, 242, 155, dan 126 karyawan masing-masing 2018, 2017 and 2016, respectively.
untuk 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan
2016.
Program imbalan pasti memberikan eksposur Bank The defined benefit plan typically exposes the Bank to
terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat bunga actuarial risks such as: interest rate risk and salary
dan risiko gaji. risk.
Risiko tingkat bunga Interest risk
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan A decrease in the bond interest rate will increase the
liabilitas program. plan liability.
Risiko gaji Salary risk
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan The present value of the defined benefit plan liability is
mengacu pada gaji masa depan peserta program. calculated by reference to the future salaries of plan
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program participants. As such, an increase in the salary of the
akan meningkatkan liabilitas program itu. plan participants will increase the plan’s liability.
- 55 -
Page 221
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Risiko harapan hidup Longevity risk
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan The present value of the defined benefit plan liability is
mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas peserta calculated by reference to the best estimate of the
program baik selama dan setelah kontrak kerja. mortality of plan participants both during and after their
Peningkatan harapan hidup peserta program akan employment. An increase in the life expectancy of the
meningkatkan liabilitas program. plan participants will increase the plan’s liability.
Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan laba The amounts recognized in the statements profit or
rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah: loss and other comprehensive income in respect of
these post-employment benefits are as follows:
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Diakui pada laba rugi Recognized in prof it or loss
Biay a jasa: Serv ice cost:
Biay a jasa kini 968.444 668.280 1.479.145 585.627 395.763 Current serv ice cost
Biay a bunga 194.838 115.025 225.040 188.513 153.178 Net interest expense
Liability assumed due to recognition
Liabilitas atas masa kerja lalu - 920.389 891.363 - - of past serv ices
Kelebihan pembay aran imbalan
pasca kerja - 3.960 4.310 - 5.189 Excess of benef its paid
Jumlah 1.163.282 1.707.654 2.599.858 774.140 554.130 Total
Diakui pada penghasilan komprehensif Recognized in other comprehensiv e
lain income
Pengukuran kembali kewajiban Remeasurement of the net def ined
imbalan pasti neto benef its obligation
Kerugian (keuntungan) aktuarial
y ang timbul dari perubahan Actuarial losses (gains) arising f rom
asumsi keuangan 306.569 (414.252) (631.018) 344.817 136.362 changes in f inancial assumptions
Kerugian (keuntungan) aktuarial Actuarial losses (gains) arising f rom
y ang timbul dari pengalaman 400.563 157.761 23.669 (3.417) (75.452) experience adjustments
Jumlah 707.132 (256.491) (607.349) 341.400 60.910 Total
Total recognized in statements of prof it
Jumlah y ang diakui di laporan laba rugi or loss and other comprehensiv e
dan penghasilan komprehensif lain 1.870.414 1.451.163 1.992.509 1.115.540 615.040 income
Mutasi dari nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah Movements in present value of defined benefits
sebagai berikut: obligation are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Saldo awal 4.865.841 3.134.134 2.206.485 1.727.612 Beginning balance
Biay a jasa kini 968.444 1.479.145 585.627 395.763 Current serv ice cost
Biay a bunga 194.838 225.040 188.513 153.178 Net interest expense
(Keuntungan)/Kerugian aktuarial y ang
timbul dari perubahan asumsi Actuarial (gains)/losses arising f rom
keuangan 306.569 (631.018) 344.817 136.362 changes in f inancial assumptions
(Keuntungan)/Kerugian aktuarial y ang
timbul dari peny esuaian atas Actuarial (gains)/losses arising f rom
pengalaman 400.563 23.669 (3.417) (75.452) experience adjustments
Liability assumed due to recognition
Liabilitas atas masa kerja lalu - 891.363 - - of past serv ices
Prov isi untuk imbalan terminasi - 4.310 - - Prov ision f or excess benef it pay ment
Pembay aran manf aat (6.543) (260.802) (187.891) (130.978) Benef its paid
Saldo akhir 6.729.712 4.865.841 3.134.134 2.206.485 Ending balance
- 56 -
Page 222
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan Significant actuarial assumptions for the determination
kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan of the defined benefit obligation are discount rate and
kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis di expected salary increase. The sensitivity analysis
bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing below have been determined based on reasonably
perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir possible changes of the respective assumptions
periode pelaporan, dengan semua asumsi lain occurring at the end of the reporting period, while
konstan. holding all other assumptions constant.
Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017 As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
dan 2016 dampak pergerakan 1% dalam asumsi 2016 the effect of 1% movement in assumed discount
tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji terhadap rates and salary incremental rate on present value of
nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai defined benefits obligation is as follows:
berikut:
30 Juni/June 30, 2019 31 Desember/December 31, 2018 31 Desember/December 31, 2017 31 Desember/December 31, 2016
Kenaikan/ Penurunan/ Kenaikan/ Penurunan/ Kenaikan/ Penurunan/ Kenaikan/ Penurunan/
Increase Decrease Increase Decrease Increase Decrease Increase Decrease
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Tingkat diskonto (546.096) 639.257 (351.595) 415.347 (278.015) 324.941 (180.902) 209.097 Discount rate
Tingkat kenaikan gaji 681.016 (588.554) 422.140 (362.677) 336.078 (291.634) 218.181 (191.281) Salary incremental rate
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin The sensitivity analysis presented above may not be
tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam representative of the actual change in the defined
kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan benefits obligation as it is unlikely that the change in
asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain assumptions would occur in isolation of one another
karena beberapa asumsi tersebut mungkin as some of the assumptions may be correlated.
berkorelasi.
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di Furthermore, in presenting the above sensitivity
atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung analysis, the present value of the defined benefits
dengan menggunakan metode projected unit credit obligation has been calculated using the projected unit
pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan credit method at the end of the reporting period, which
yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat is the same as that applied in calculating the defined
pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan. benefits obligation liability recognized in the
statements of financial position.
Perhitungan penyisihan imbalan kerja jangka panjang The provision for post-employment benefits as of
dan imbalan pasca kerja lainnya 30 Juni 2019, June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016
31 Desember 2018, 2017, dan 2016 dilakukan oleh are calculated by PT Dayamandiri Dharmakonsolindo,
PT Dayamandiri Dharmakonsolindo, aktuaris independent actuaries. The actuarial valuation was
independen. Asumsi utama yang digunakan dalam carried out using the following key assumptions:
menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai
berikut:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Usia pensiun normal 55 tahun / years 55 tahun / years 55 tahun / years 55 tahun / years Normal retirement age
Tingkat diskonto 8,30% 8,45% 7,50% 8,60% Discount rate
Projected salary
Tingkat proyeksi kenaikan gaji 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% increment rate
Tingkat mortalitas Tabel Mortalita Indonesia/ Tabel Mortalita Indonesia/ Tabel Mortalita Indonesia/ Tabel Mortalita Indonesia/ Mortality rate
Indonesian Mortality Table Indonesian Mortality Table Indonesian Mortality Table Indonesian Mortality Table
2011 (TMI3) 2011 (TMI3) 2011 (TMI3) 2011 (TMI3)
Tingkat pengunduran diri 10% per tahun dari 10% per tahun dari 10% per tahun dari 10% per tahun dari Resignation rate
usia 29 tahun dan usia 29 tahun dan usia 29 tahun dan usia 29 tahun dan
menurun secara linier menurun secara linier menurun secara linier menurun secara linier
hingga 0% per tahun hingga 0% per tahun hingga 0% per tahun hingga 0% per tahun
pada usia 54 tahun/ pada usia 54 tahun/ pada usia 54 tahun/ pada usia 54 tahun/
10% p.a. from age 29 10% p.a. from age 29 10% p.a. from age 29 10% p.a. from age 29
reducing linearly reducing linearly reducing linearly reducing linearly
to 0% at age 54 to 0% at age 54 to 0% at age 54 to 0% at age 54
Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan pada tanggal The average duration of the benefits obligation as of
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017 dan 2016 as of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
masing-masing adalah 16,14 tahun, 14,69 tahun, 2016 are 16.14 years, 14.69 years, 16.67 years, and
16,67 tahun dan 16,41 tahun. 16.41 years, respectively.
- 57 -
Page 223
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
30. PAJAK PENGHASILAN 30. INCOME TAX
Beban (manfaat) pajak terdiri atas pajak: Tax expense (benefit) consists of:
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Pajak kini 8.828.221 - 11.287.081 - - Current tax
Pajak tangguhan 101.656 1.642.189 (5.317.430) 1.558.163 (8.728.517) Def erred tax
Jumlah beban (manf aat) pajak - bersih 8.929.877 1.642.189 5.969.651 1.558.163 (8.728.517) Total tax expense (benef it) - net
Pajak Kini Current Tax
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut Reconciliation between profit (loss) before tax
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain expense per statements of profit or loss and other
dengan laba (rugi) kena pajak adalah sebagai berikut: comprehensive income and taxable income (fiscal
loss) is as follows:
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Laba (rugi) sebelum pajak 35.034.416 5.720.680 22.260.263 5.290.121 (36.389.473) Prof it (loss) bef ore tax
Perbedaan temporer: Temporary dif f erences:
Depreciation of premises and
Peny usutan aset tetap (202.544) 146.422 189.470 (146.339) (3.654) equipment
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance f or impairment losses on
aset non keuangan 2.018.000 11.530.000 16.402.000 6.100.000 (1.098.400) non-f inancial assets
Cadangan (penghapusan) kerugian Allowance f or impairment losses on
penurunan nilai kredit 6.527 (8.762.358) 14.933.607 3.012.415 3.730.771 loans
Penghargaan kary awan (53.584) - - - - Employ ees reward
Bonus (3.375.241) - 4.500.000 - (1.000.000) Bonus
Beban imbalan pasca kerja 1.156.739 1.458.883 2.339.056 586.249 417.963 Post-employ ment benef its
Amortisasi aset takberwujud 43.480 62.567 125.260 17.991 (155.251) Amortization of intangible assets
Jumlah (406.623) 4.435.514 38.489.393 9.570.316 1.891.429 Total
Perbedaan permanen: Permanent dif f erences:
Sewa 294.826 313.007 609.980 608.916 253.715 Rent
Pajak 4.952 5.394 14.915 25.081 12.918 Tax
Keuntungan dari penjualan
reksadana (156.863) - - - - Gain on sale of mutual f unds
Depreciation of premises and
Peny usutan aset tetap 64.828 59.352 104.688 64.828 53.201 equipment
Lain-lain 477.347 470.322 888.758 243.706 1.155.570 Others
Jumlah 685.090 848.075 1.618.341 942.531 1.475.404 Total
Laba kena pajak sebelum rugi f iskal Taxable income bef ore f iscal loss
(rugi f iskal) 35.312.883 11.004.269 62.367.997 15.802.968 (33.022.640) carry f orward (f iscal loss)
Akumulasi rugi f iskal tahun lalu - (17.219.671) (17.219.671) (33.022.639) - Fiscal loss carry f orward
Laba kena pajak (akumulasi Taxable income (accumulated
rugi f iskal) 35.312.883 (6.215.402) 45.148.326 (17.219.671) (33.022.640) f iscal losses)
Perhitungan beban dan utang pajak kini adalah The computations of current tax expense and current
sebagai berikut: tax payable are as follows:
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Pajak kini Current tax
Penghasilan kena pajak 35.312.883 - 45.148.326 - - Taxable income
Taksiran beban pajak penghasilan Estimated current income
tahun berjalan 8.828.221 - 11.287.081 - - tax expense
Pajak dibay ar dimuka PPh 25 7.177.646 - - - - Prepaid tax PPh 25
Utang pajak penghasilan badan Corporate income tax pay able
(Catatan 17) 1.650.575 - 11.287.081 - - (Note 17)
- 58 -
Page 224
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Rekonsiliasi laba kena pajak menjadi dasar dalam Taxable income reconciliation serves the basis for
pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak preparation of annual corporate income tax.
Penghasilan Badan.
Pajak Tangguhan Deferred Tax
Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan Bank The details of the Bank’s deferred tax assets
adalah sebagai berikut: (liabilities) are as follows:
Dikreditkan Dikreditkan Dikreditkan Dikreditkan
Dikreditkan (dibebankan) Dikreditkan (dibebankan) Dikreditkan (dibebankan) Dikreditkan (dibebankan)
(dibebankan) ke penghasilan (dibebankan) ke penghasilan (dibebankan) ke penghasilan (dibebankan) ke penghasilan
ke laporan komprehensif ke laporan komprehensif ke laporan komprehensif ke laporan komprehensif
laba rugi lain/ laba rugi lain/ laba rugi lain/ laba rugi lain/
komprehensif/ Credited komprehensif/ Credited komprehensif/ Credited komprehensif/ Credited
Credited (charged) to Credited (charged) to Credited (charged) to Credited (charged) to
1 Januari/ (charged) to other 1 Januari/ (charged) to other 31 Desember/ (charged) to other 31 Desember/ (charged) to other 30 Juni/
January 1, profit for comprehensive January 1, profit for comprehensive December 31, Loss for comprehensive December 31, Loss for comprehensive June 30,
2016 the year income 2017 the year income 2017 the year income 2018 the year income 2019
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Beban penyisihan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai non keuangan 274.600 (274.600) - - 1.525.000 - 1.525.000 4.100.500 - 5.625.500 504.500 - 6.130.000 losses - non financial assets
Beban penyisihan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai kredit 362.199 932.693 - 1.294.892 753.104 - 2.047.996 3.733.402 - 5.781.398 1.631 - 5.783.029 losses on loans
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi atas perubahan Unrealized losses (gains) from
nilai wajar efek-efek changes in fair value of
tersedia untuk dijual 68.267 - 80.796 149.063 - (916.390) (767.327) - 3.181.440 2.414.113 - (721.312) 1.692.801 available-for-sale securities
Beban imbalan pasca kerja 431.902 104.491 15.228 551.621 146.562 85.350 783.533 584.764 (151.837) 1.216.460 289.185 176.783 1.682.428 Post-employment benefits expense
Bonus 250.000 (250.000) - - - - - 1.125.000 - 1.125.000 (843.810) - 281.190 Bonus
Penyusutan aset tetap 125.660 (914) - 124.746 (36.585) - 88.161 47.368 - 135.529 (50.636) - 84.893 Depreciation of premises and equipment
Penghargaan karyawan 13.395 - - 13.395 - - 13.395 - - 13.395 (13.395) - - Employees reward
Rugi fiskal - 8.255.660 - 8.255.660 (3.950.742) - 4.304.918 (4.304.918) - - - - - Fiscal loss
Amortisasi aset tak berwujud (19.187) (38.813) - (58.000) 4.498 - (53.502) 31.314 - (22.188) 10.869 - (11.319) Amortization of intangible assets
Aset pajak tangguhan - bersih 1.506.836 8.728.517 96.024 10.331.377 (1.558.163) (831.040) 7.942.174 5.317.430 3.029.603 16.289.207 (101.656) (544.529) 15.643.022 Deferred tax assets - net
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian A reconciliation between the total tax expense and the
laba (rugi) akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak amounts computed by applying the effective tax rates
efektif yang berlaku adalah sebagai berikut: to income (loss) before tax expense is as follows:
2018
(Enam bulan/
2019 Six months) 2018 2017 2016
(Enam bulan/ (Tidak diaudit/ (Satu tahun/ (Satu tahun/ (Satu tahun/
Six months) Unaudited) One year) One year) One year)
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Prof it (loss) bef ore tax expense per
Laba (rugi) sebelum pajak menurut statements of prof it or loss of
laporan laba rugi komprehensif 35.034.416 5.720.680 22.260.263 5.290.121 (36.389.473) comprehensiv e income
Tarif pajak y ang berlaku 8.758.604 1.430.170 5.565.066 1.322.530 (9.097.368) Tax expense at ef f ectiv e tax rates
Pengaruh pajak atas beban y ang tidak Tax ef f ect of non-deductible
dapat dikurangkan menurut f iskal 171.273 212.019 404.585 235.633 368.851 expenses
Jumlah beban (manf aat) pajak - bersih 8.929.877 1.642.189 5.969.651 1.558.163 (8.728.517) Total tax expense (benef it) - net
31. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 31. NATURE OF RELATIONSHIP AND
BERELASI TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
Sifat Berelasi Nature of Relationship
1. Tolaram Group Inc. merupakan pemegang 1. Tolaram Group Inc. is a shareholder of the Bank.
saham Bank.
2. Tolaram Africa Pte. Ltd. merupakan perusahaan 2. Tolaram Africa Pte. Ltd. is a company with the
yang pemegang saham utamanya sama dengan same majority stockholder as the Bank.
Bank.
3. Manajemen terdiri dari komisaris, direktur dan 3. Key management personnel consist of
pejabat eksekutif. commissioners, directors and executive officers.
Transaksi-transaksi Pihak Berelasi Transactions with Related Parties
Transaksi dengan pihak yang berelasi diperlakukan Balances and transactions with related parties are in
sama dengan transaksi dengan pihak lainnya. treated the same manner as transactions with other
parties.
- 59 -
Page 225
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Dalam kegiatan usahanya, Bank juga mengadakan In the normal course of business, the Bank entered
transaksi tertentu dengan pihak-pihak berelasi. into certain transactions with related parties. These
Transaksi-transaksi tersebut meliputi antara lain: transactions included, among others, the following:
a. Persentase pemberian kredit kepada pihak a. The percentage of loans granted to related
berelasi sebesar 5,87%, 9,04, 1,01% dan 0,07% parties to total assets are 5.87%, 9.04%, 1.01%
dari jumlah aset masing-masing pada tanggal and 0.07% as of June 30, 2019, December 31,
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017 dan 2016. 2018, 2017 and 2016, respectively. The
Persentase pendapatan bunga dari pihak percentage of interest revenues from related
berelasi sebesar 1,95%, 1,01%, 2,35%, 2,02%, parties to total interest revenue are 1.95%,
dan 0,07% dari jumlah pendapatan bunga 1.01%, 2.35%, 2.02% and 0,07% as of June 30,
masing-masing pada 30 Juni 2019 dan 2018, 2019 and 2018, December 31, 2018, 2017 and
31 Desember 2018, 2017 dan 2016 (Catatan 10 2016, respectively (Notes 10 and 23).
dan 23).
b. Persentase penempatan dana dari pihak-pihak b. The percentage of placements of funds by
yang berelasi dalam bentuk simpanan sebesar related parties in the form of deposits to total
8,39%, 10,52%, 0,71%, dan 0,18% dari jumlah liabilities are 8.39%, 10.52%, 0.71% and 0.18%
liabilitas masing-masing pada 30 Juni 2019, as of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017
31 Desember 2018, 2017, dan 2016. Persentase and 2016, respectively. The percentage of interest
beban bunga dari pihak berelasi sebesar 6,55%, expense from related parties to total interest
4,23%, 6,32%, 0,16%, dan 1,56% dari jumlah expense are 6.55%, 4.23%, 6.32%, 0.16% and
beban bunga masing-masing pada 30 Juni 2019 1,56% as of June 30, 2019 and 2018,
dan 2018, 31 Desember 2018, 2017, dan 2016 December 31, 2018, 2017 and 2016, respectively
(Catatan 14 dan 24). (Notes 14 and 24).
c. Pada tahun 2018, terdapat pinjaman yang c. In 2018, there is a loan received from related
diterima dari pihak berelasi sebesar 15,64% dari parties which is 15.64% of total liabilities as of
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. December 31, 2018. The percentage of interest
Persentase beban bunga pada tahun 2018 atas expense in 2018 related to the loan from related
pinjaman dari pihak berelasi sebesar 10,61% dari parties is 10.61% of total interest expense in 2018
jumlah beban bunga pada tahun 2018 (Notes 16 and 24).
(Catatan 16 dan 24).
d. Pada tahun 2019, tidak terdapat pinjaman yang d. In 2019, there is no outstanding loan received
diterima dari pihak berelasi per 30 Juni 2019 from related parties as of June 30, 2019 due to
karena adanya konversi seluruh pinjaman menjadi conversion of all of the loans to issued and paid-
modal ditempatkan dan disetor (Catatan 19). up capital (Note 19). The percentage of interest
Persentase beban bunga pada tahun 2019 atas expense in 2019 related to loan from related
pinjaman dari pihak berelasi sebesar 8,40% dan parties is 8.40% of total interest expense in 2019
jumlah beban bunga pada tahun 2019 (Catatan 16 (Notes 16 and 24).
dan 24).
32. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA 32. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES
UANG ASING DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
Pada tanggal 30 Juni 2019 Bank memiliki liabilitas As of June 30, 2019, the Bank has monetary liabiliity
moneter dalam mata uang asing berupa pinjaman denominated in foreign currency in the form of
yang diterima dari pihak ketiga sebesar borrowings from third party amounted to
JPY 100.000.000 dan setara dengan JPY 100,000,000 and equivalent to Rp 13,094,000,000.
Rp 13.094.000.000.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan liabilitas The foreign exchange rates used for monetary liability
moneter dalam mata uang asing adalah kurs Reuters of the Bank denominated in foreign currencies are
jam 16.00 WIB dengan rincian sebagai berikut: Reuters’ spot rate at 4.00 P.M. Western Indonesian
Time as follows:
20 November/ 30 Juni/ 31 Desember/
November 20, June 30, December 31,
Valuta asing 2019 2019 2018 Foreign currencies
Rp Rp Rp
1 Yen Jepang 129,81 130,94 130,62 1 Japanese Yen
- 60 -
Page 226
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
33. INFORMASI SEGMEN 33. SEGMENT INFORMATION
Bank melaporkan segmen operasi berdasarkan The Bank’s reported operating segment in accordance
PSAK 5 (Revisi 2009) berdasarkan produk dan jasa with PSAK 5 (Revised 2009) based on products and
yang dikelompokkan dalam kategori sebagai berikut: services, with details as follows:
Online Online
Segmen ini terdiri dari aktivitas yang berkaitan This segment comprises activities related to
dengan produk dan jasa digital. Sebagian besar digital products and services. Most of the activities
aktivitas tidak melibatkan interaksi secara fisik. do not involve physical presence.
Brick and mortar Brick and mortar
Segmen ini terdiri dari aktivitas yang berkaitan This segment comprises activities related to
dengan produk dan jasa bank konvensional. conventional banking product and services. Most
Sebagian besar aktivitas melibatkan bank secara of the activities involve physical presence and
fisik dan infrastruktur seperti cabang-cabang. infrastructures such as branches.
Kantor pusat Head office
Segmen ini terdiri dari aktivitas treasuri dan This segment comprises treasury and other
lainnya yang tidak termasuk dalam kategori activities that are not included in the categories
di atas. above.
Segmen Operasi Operating Segments
Informasi segmen operasi adalah sebagai berikut: The operating segment information is as follows:
30 Juni/June 30, 2019
Brick and Kantor pusat/ Eliminasi/ Jumlah/
Online mortar Head office Elimination Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
PENDAPATAN REVENUES
Pendapatan bunga 184.864.642 99.113.465 54.148.905 (95.226.391) 242.900.621 Interest revenues
Pendapatan operasional lainnya 49.133.100 575.267 295.397 - 50.003.764 Other operating revenues
Jumlah 233.997.742 99.688.732 54.444.302 (95.226.391) 292.904.385 Total
BEBAN EXPENSES
Beban bunga (34.147.972) (89.859.083) (32.594.685) 95.226.391 (61.375.349) Interest expenses
Beban kerugian penurunan nilai (111.470.848) (2.130.015) - - (113.600.863) Provision for impairment losses
Beban operasional lainnya (41.270.202) (6.583.285) (33.801.079) - (81.654.566) Other operating expenses
Jumlah (186.889.022) (98.572.383) (66.395.764) 95.226.391 (256.630.778) Total
Beban non-operasional - bersih (1.049.360) (4.000) (185.831) - (1.239.191) Non-operating expenses - net
Beban pajak (8.929.877) Tax expenses
Laba bersih tahun berjalan 26.104.539 Net income for the year
Penghasilan komprehensif lain 1.633.586 Other comprehensive income
Jumlah laba komprehensif 27.738.125 Total comprehensive income
INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION
ASET 854.142.422 830.826.661 1.042.972.084 - 2.727.941.167 ASSETS
LIABILITAS 15.515.102 1.641.488.376 28.029.951 - 1.685.033.429 LIABILITIES
31 Desember/December 31, 2018
Brick and Kantor pusat/ Eliminasi/ Jumlah/
Online mortar Head office Elimination Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
PENDAPATAN REVENUES
Pendapatan bunga 241.368.847 161.192.849 68.045.947 (163.658.517) 306.949.126 Interest revenues
Pendapatan operasional lainnya 48.357.693 787.997 201.747 - 49.347.437 Other operating revenues
Jumlah 289.726.540 161.980.846 68.247.694 (163.658.517) 356.296.563 Total
BEBAN EXPENSES
Beban bunga (43.717.583) (112.861.357) (79.137.196) 163.658.517 (72.057.619) Interest expenses
Beban kerugian penurunan nilai (135.269.508) (23.218.241) - - (158.487.749) Provision for impairment losses
Beban operasional lainnya (42.692.585) (10.059.218) (48.840.904) - (101.592.707) Other operating expenses
Jumlah (221.679.676) (146.138.816) (127.978.100) 163.658.517 (332.138.075) Total
Pendapatan (beban) non-operasional -
bersih (1.700.695) 41.101 (238.631) - (1.898.225) Non-operating income (expenses) - net
Beban pajak (5.969.651) Tax expenses
Laba bersih tahun berjalan 16.290.612 Net income for the year
Penghasilan komprehensif lain (9.088.809) Other comprehensive income
Jumlah laba komprehensif 7.201.803 Total comprehensive income
INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION
ASET 675.389.544 721.327.032 459.805.548 - 1.856.522.124 ASSETS
LIABILITAS 12.236.665 1.118.237.163 240.146.183 - 1.370.620.011 LIABILITIES
- 61 -
Page 227
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2017
Brick and Kantor pusat/ Eliminasi/ Jumlah/
Online mortar Head office Elimination Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
PENDAPATAN REVENUES
Pendapatan bunga 42.971.919 37.923.074 32.339.058 (27.963.053) 85.270.998 Interest revenues
Pendapatan operasional lainnya 20.700.504 942.076 284.071 - 21.926.651 Other operating revenues
Jumlah 63.672.423 38.865.150 32.623.129 (27.963.053) 107.197.649 Total
BEBAN EXPENSES
Beban bunga (9.858.317) (25.781.802) (4.901.911) 27.963.053 (12.578.977) Interest expenses
Beban kerugian penurunan nilai (23.972.311) (6.943.255) - - (30.915.566) Provision for impairment losses
Beban operasional lainnya (19.223.515) (8.693.823) (25.918.153) - (53.835.491) Other operating expenses
Jumlah (53.054.143) (41.418.880) (30.820.064) 27.963.053 (97.330.034) Total
Beban non-operasional - bersih (1.052.644) (2.912.607) (612.243) - (4.577.494) Non-operating expenses - net
Beban pajak (1.558.163) Tax expenses
Laba bersih tahun berjalan 3.731.958 Net income for the year
Penghasilan komprehensif lain 2.493.121 Other comprehensive income
Jumlah laba komprehensif 6.225.079 Total comprehensive income
INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION
ASET 144.520.274 286.563.516 415.063.465 - 846.147.255 ASSETS
LIABILITAS 2.721.092 360.184.316 4.541.537 - 367.446.945 LIABILITIES
31 Desember/December 31, 2016
Brick and Kantor pusat/ Eliminasi/ Jumlah/
Online mortar Head office Elimination Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
PENDAPATAN REVENUES
Pendapatan bunga 32.684.424 39.650.650 37.988.779 (29.756.862) 80.566.991 Interest revenues
Pendapatan operasional lainnya 9.073.476 609.250 608.103 - 10.290.829 Other operating revenues
Jumlah 41.757.900 40.259.900 38.596.882 (29.756.862) 90.857.820 Total
BEBAN EXPENSES
Beban bunga (5.008.093) (29.453.530) - 29.756.862 (4.704.761) Interest expenses
Beban kerugian penurunan nilai (60.235.085) (15.115.829) - - (75.350.914) Provision for impairment losses
Beban operasional lainnya (17.176.409) (9.191.495) (20.035.597) - (46.403.501) Other operating expenses
Jumlah (82.419.587) (53.760.854) (20.035.597) 29.756.862 (126.459.176) Total
Beban non-operasional - bersih - (5.384) (782.733) - (788.117) Non-operating expenses - net
Beban pajak 8.728.517 Tax expenses
Laba bersih tahun berjalan (27.660.956) Net income for the year
Penghasilan komprehensif lain (288.071) Other comprehensive income
Jumlah laba komprehensif (27.949.027) Total comprehensive income
INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION
ASET 78.231.283 246.779.547 223.051.400 - 548.062.230 ASSETS
LIABILITAS 2.578.517 68.908.242 4.100.240 - 75.586.999 LIABILITIES
34. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN 34. GOVERNMENT GUARANTEE ON OBLIGATIONS
PEMBAYARAN BANK UMUM OF COMMERCIAL BANKS
Berdasarkan Salinan Peraturan Lembaga Penjamin Based on Indonesia Deposit Insurance Agency (LPS)
Simpanan (LPS) No. 1/PLPS/2005 pada tanggal Regulation No. 1/PLPS/2005 dated September 26,
26 September 2005 tentang Program Penjaminan 2005 regarding Deposit Guarantee Program, since
Simpanan yang menyatakan bahwa sejak tanggal September 22, 2005, LPS will guarantee bank
22 September 2005, LPS menjamin simpanan yang deposits consisting of demand deposits, time deposits,
meliputi giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, certificate of deposits, savings deposits, and other
tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan forms of deposits, including deposits from other banks.
dengan itu yang merupakan simpanan yang berasal
dari masyarakat termasuk yang berasal dari bank lain.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66/2008 Based on Government Regulation No. 66/2008 dated
tanggal 13 Oktober 2008 tentang Besaran Nilai October 13, 2008 regarding Deposits Balance
Simpanan yang Dijamin LPS, saldo yang dijamin Guaranteed by LPS, the guaranted bank balance of
untuk setiap nasabah pada satu bank adalah each customer is Rp 2,000 million.
maksimal Rp 2.000 juta.
- 62 -
Page 228
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Beban premi penjaminan Pemerintah yang dibayar The Government guarantee premium paid as of
untuk 30 Juni 2019 dan 2018, 31 Desember 2018, June 30, 2019 and 2018, December 31, 2018, 2017
2017, dan 2016 masing-masing sebesar and 2016 amounting to Rp 1,374,509,313,
Rp 1.374.509.313, Rp 809.008.976, Rp 1.824.090.307 Rp 809,008,976, Rp 1,824,090,307, Rp 360,872,070,
dan Rp 360.872.070, dan Rp 134.513.207 dicatat dan and Rp 134,513,207 respectively, are included under
diakui pada akun beban bunga (Catatan 24). the interest expense (Note 24).
35. NILAI WAJAR ATAS ASET DAN LIABILITAS 35. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND
KEUANGAN LIABILITIES
Selain daripada yang disebutkan dalam tabel di bawah Except as detailed in the following table, the
ini, manajemen menilai bahwa nilai tercatat dari aset management considers that the carrying amount of
dan liabilitas keuangan adalah hampir sama dengan financial assets and liabilities approximate their fair
nilai wajarnya. values.
30 Juni/June 30, 2019 31 Desember/December 31, 2018 31 Desember/December 31, 2017 31 Desember/December 31, 2016 1
Nilai tercatat/ Nilai tercatat/ Nilai tercatat/ Nilai tercatat/
Catatan/ Carrying Nilai wajar/ Carrying Nilai wajar/ Carrying Nilai wajar/ Carrying Nilai wajar/
Note amount Fair value amount Fair value amount Fair value amount Fair value
Aset keuangan Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Financial assets
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Efek-efek 9 86.318.694 91.674.731 - - 3.982.825 3.771.361 12.989.776 12.835.682 Securities
Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables
Kredit 10 1.552.390.056 1.624.849.767 1.286.156.939 1.362.029.434 324.816.565 342.446.302 304.584.449 319.973.117 Loans
Jumlah aset keuangan 1.638.708.750 1.716.524.498 1.286.156.939 1.362.029.434 328.799.390 346.217.663 317.574.225 332.808.799 Total financial assets
Teknik penilaian dan asumsi yang diterapkan untuk Valuation techniques and assumptions applied for the
tujuan pengukuran nilai wajar purposes of measuring fair value
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan The fair values of financial assets and liabilities are
sebagai berikut: determined as follows:
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat Management believes that carrying amount of
giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, demand deposits with Bank Indonesia, demand
penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, deposits with other banks, placements with Bank
aset lain-lain, simpanan, simpanan dari bank lain, Indonesia and other banks, others assets,
pinjaman yang diterima, beban yang masih harus deposits, deposits from other banks, borrowings,
dibayar dan liabilitas lain-lain yang diakui dalam accruals and other liabilities that are recognized
laporan keuangan mendekati nilai wajarnya in the financial statements approximate their
karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau fair values either because of their short-term
yang memiliki tingkat suku bunga pasar. maturities or they carry market rates of interest.
Aset keuangan tersebut diklasifikasikan sebagai The financial assets are classified as loans and
pinjaman yang diberikan dan piutang, sedangkan receivables, where the financial liabilities are
liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai biaya classified as amortized cost.
perolehan diamortisasi.
Nilai wajar efek-efek dengan syarat dan kondisi Fair value of securities with standard terms and
standar dan diperdagangkan di pasar aktif conditions and traded in active market is
ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga determined by reference to the quoted market
pasar. prices.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan lainnya The fair values of other financial assets and
(tidak termasuk yang dijelaskan di atas) financial liabilities (excluding those described
ditentukan sesuai dengan model penentuan above) are determined in accordance with
harga yang berlaku umum berdasarkan analisis generally accepted pricing models based on
discounted cash flow menggunakan harga dari discounted cash flow analysis using prices from
transaksi pasar yang dapat diamati saat ini dan observable current market transactions and
kutipan dealer untuk instrumen sejenis. dealer quotes for similar instruments.
- 63 -
Page 229
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Tabel berikut ini memberikan analisis dari instrumen The following table provides an analysis of financial
keuangan yang diukur setelah pengakuan awal instruments that are subsequently measured at fair
sebesar nilai wajar, dikelompokkan ke level 1 value, grouped into levels 1 to 3 based on the degree
sampai 3 didasarkan pada sejauh mana nilai wajar to which the fair value is observable.
diamati.
30 Juni/June 30, 2019
Jumlah/
Lev el 1 Lev el 2 Lev el 3 Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Aset keuangan diukur pada nilai wajar Financial assets measured at f air v alue
Tersedia untuk dijual Av ailable-f or-sale
Ef ek- ef ek - 121.653 - 121.653 Securities
Aset keuangan y ang nilai wajarny a Financial assets f or which f air v alues are
diungkapkan disclosed
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Ef ek-ef ek 91.674.731 - - 91.674.731 Securities
Pinjaman y ang diberikan dan piutang Loans and receiv ables
Kredit - - 1.624.849.767 1.624.849.767 Loans
Jumlah 91.674.731 121.653 1.624.849.767 1.716.646.151 Total
31 Desember/December 31, 2018
Jumlah/
Lev el 1 Lev el 2 Lev el 3 Total
Rp Rp Rp Rp
Aset keuangan diukur pada nilai wajar Financial assets measured at f air v alue
Tersedia untuk dijual Av ailable-f or-sale
Ef ek- ef ek 83.493.560 5.161.305 - 88.654.865 Securities
Aset keuangan y ang nilai wajarny a Financial assets f or which f air v alues are
diungkapkan disclosed
Pinjaman y ang diberikan dan piutang Loans and receiv ables
Kredit - - 1.362.029.434 1.362.029.434 Loans
Jumlah 83.493.560 5.161.305 1.362.029.434 1.450.684.299 Total
31 Desember/December 31, 2017
Jumlah/
Lev el 1 Lev el 2 Lev el 3 Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Aset keuangan diukur pada nilai wajar Financial assets measured at f air v alue
Tersedia untuk dijual Av ailable-f or-sale
Ef ek- ef ek 100.762.330 114.186 - 100.876.516 Securities
Aset keuangan y ang nilai wajarny a Financial assets f or which f air v alues are
diungkapkan disclosed
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Ef ek- ef ek 3.771.361 - - 3.771.361 Securities
Pinjaman y ang diberikan dan piutang Loans and receiv ables
Kredit - - 342.446.302 342.446.302 Loans
Jumlah 104.533.691 114.186 342.446.302 447.094.179 Total
- 64 -
Page 230
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2016
Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Jumlah/
Level 1 Level 2 Level 3 Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Aset keuangan diukur pada nilai wajar Financial assets measured at fair value
Tersedia untuk dijual Available-for-sale
Efek- efek 51.523.000 110.232 - 51.633.232 Securities
Aset keuangan yang nilai wajarnya Financial assets for which fair values are
diungkapkan disclosed
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Efek- efek 12.835.682 - - 12.835.682 Securities
Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables
Kredit - - 319.973.117 319.973.117 Loans
Jumlah 64.358.682 110.232 319.973.117 384.442.031 Total
Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017 At June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016,
dan 2016, tidak terdapat perpindahan dari level 1 there were no transfers between level 1 to level 2
menjadi level 2 selama periode berjalan. during the period.
36. INFORMASI LAINNYA 36. OTHER INFORMATION
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Capital Adequacy Ratio
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum pada tanggal Capital Adequacy Ratio (CAR) on
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan 2016 June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016
dihitung berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa is calculated based on Financial Services Authority
Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2016 tanggal Regulation (POJK) No. 11/POJK.03/2016 dated
26 Januari 2016 dan perubahannya POJK January 26, 2016 and its amendment
No. 34/OJK.03/2016 tanggal 22 September 2016, No. 34/POJK.03/2016 dated September 22, 2016
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank regarding Capital Adequacy Ratio for General Banks
Umum dimana bank wajib membentuk tambahan whereas banks should establish additional minimum
modal minimum sesuai profil risiko yang berfungsi capital based on risk profile which serves as a buffer,
sebagai penyangga (buffer) yaitu Capital namely, Capital Conservation Buffer, Countercyclical
Conservation Buffer, Countercyclical Buffer dan Buffer and Capital Surcharge for Domestic Systemically
Capital Surcharge untuk Domestic Systematically Important Bank.
Important Bank.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan secara internal Based on the Bank’s internal assessment (self
(self assessment), profil risiko Bank per 30 Juni 2019 assessment), the Bank’s risk profile as of June 30, 2019
adalah peringkat 2 (dua). Atas dasar ini, KPMM is level 2 (two). Based on the assessment, the minimum
minimum ditetapkan sebesar 9% sampai dengan CAR is set at 9% to less than 10% as of June 30, 2019.
kurang dari 10% per 30 Juni 2019.
Berdasarkan profil risiko Bank per tanggal Based on the Bank’s risk profile, which is level
31 Desember 2018, 2017 and 2016, yaitu peringkat 3 3 (three) respectively as of December 31, 2018, 2017
(tiga), KPMM minimum ditetapkan sebesar 10% and 2016, the minimum CAR is set at 10% to less
sampai dengan kurang dari 11% per 31 Desember than 11% as of December 31, 2018, 2017 and 2016.
2018, 2017 dan 2016.
- 65 -
Page 231
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Rasio kewajiban penyediaan modal Bank dengan The Bank’s capital adequacy ratio with consideration for
memperhatikan risiko kredit, risiko operasional dan credit, operational and market risks as of June 30, 2019,
risiko pasar pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember December 31, 2018, 2017 and 2016, are as follows:
2018, 2017, dan 2016 masing-masing dihitung
sebagai berikut:
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/
Rp Million Rp Million Rp Million Rp Million
Modal inti (Tier 1) Core capital (Tier 1)
Modal Inti Utama (CET 1) 1.027.265 469.034 470.453 462.319 Primary Core Capital (CET 1)
Modal Inti Tambahan (AT-1) - - - - Additional Core Capital (AT-1)
Jumlah Modal Inti 1.027.265 469.034 470.453 462.319 Total Core Capital
Modal Pelengkap (Tier 2) 11.566 9.293 2.505 2.045 Supplementary Capital (Tier 2)
Jumlah Modal 1.038.831 478.327 472.958 464.364 Total Capital
Aset tertimbang menurut risiko: Risk weighted assets:
ATMR untuk risiko kredit *) 1.234.934 937.348 418.517 306.466 f or credit risk *)
ATMR untuk risiko pasar **) 48.579 59.166 52.869 23.116 f or market risk **)
ATMR untuk risiko operasional ***) 285.804 130.873 85.931 39.264 f or operational risk ***)
Jumlah ATMR 1.569.317 1.127.387 557.317 368.846 Total risk weighted assets:
Rasio CAR CAR Ratio
Rasio CET 1 65,46% 41,60% 84,41% 125,34% Ratio Cet 1
Rasio Tier 1 65,46% 41,60% 84,41% 125,34% Ratio Tier 1
Rasio Tier 2 0,74% 0,82% 0,45% 0,55% Ratio Tier 2
Rasio Total 66,20% 42,43% 84,86% 125,90% Total Ratio
Rasio Minimum Tier 1 6,00% 6,00% 6,00% 6,00% Minimum Ratio Tier 1
Rasio Minimum CET 1 8,26% 9,18% 9,55% 8,45% Minimum Ratio CET 1
CAR minimum berdasarkan prof il risiko 9,00%-10,00% 10,00%-11,00% 10,00%-11,00% 10,00%-11,00% Minimum CAR based on risk prof ile
Pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, As of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and
dan 2016, Bank telah memenuhi rasio sesuai yang 2016, the Bank has complied with the required ratio set
disyaratkan oleh Bank Indonesia untuk rasio by Bank Indonesia for capital adequacy ratio.
kecukupan modal.
*) Rasio ATMR untuk risiko kredit dihitung *) Risk weighted assets ratio for credit risk
berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa is calculated based on Otoritas Jasa Keuangan
Keuangan No. 11/SEOJK.03/2018 tanggal Circular Letter No. 11/SEOJK.03/2018 dated
15 Agustus 2018. August 15, 2018.
**) Rasio ATMR untuk risiko pasar dihitung **) Risk weighted assets ratio for market risk is
berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa calculated based on Otoritas Jasa Keuangan
Keuangan No. 38/SEOJK.03/2016 tanggal Circular Letter No. 38/SEOJK.03/2016 dated
8 September 2016. September 8, 2016.
***) Rasio ATMR untuk risiko operasional dihitung ***) Risk weighted assets ratio for operational risk is
berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa calculated based on Otoritas Jasa Keuangan
Keuangan No. 24/SEOJK.03/2016 tanggal Circular Letter No. 24/SEOJK.03/2016 dated
14 Juli 2016. July 14, 2016.
- 66 -
Page 232
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
37. MANAJEMEN RISIKO 37. RISK MANAGEMENT
Kerangka Manajemen Risiko Risk Management Framework
Penerapan manajemen risiko di Bank mengacu pada The implementation of risk management in the Bank is
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) in accordance with Financial Service Authority
No.18/POJK.03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang Regulation (POJK) No. 18/POJK.03/2016 dated
“Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum” dan March 16, 2016 regarding “Application of Risk
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Management for Commercial Banks” and Financial
No. 34/SEOJK.03/2016 tanggal 1 September 2016 Service Authority Circular Letter
tentang “Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank No. 34/SEOJK.03/2016 dated September 1, 2016
Umum”. regarding “Implementation of Risk Management for
Commercial Banks”.
Pengelolaan risiko tidak hanya terbatas pada Risk management is not merely related to monitoring,
pemantauan, pelaporan dan evaluasi terhadap reporting, and evaluating the existing risks, but also
risiko-risiko yang terjadi, namun juga mendeteksi detecting and anticipating the possible risks.
dan mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin Management's commitment to enhance the quality of
terjadi. Komitmen manajemen untuk meningkatkan risk management is implemented by formulating the
kualitas pengelolaan risiko diwujudkan melalui manual of Guidelines for Application of Risk
penyusunan buku Pedoman Penerapan Manajemen Management which shall cover the policies and
Risiko yang mencakup kebijakan dan prosedur procedures as follows:
mengenai:
Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, Active supervision by the Board of Commissioners
and Directors,
Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan Adequacy of policies, procedures, and
limit, establishment of threshold,
Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, Adequacy of processes for identification,
pemantauan dan pengendalian risiko serta measurement, monitoring, and control of risks and
sistem informasi manajemen risiko, dan the risk management information system, and
Sistem pengendalian internal yang menyeluruh Comprehensive internal control system.
Pengelolaan risiko Bank meliputi 8 (delapan) jenis The Bank manages 8 (eight) risks, consisting of credit
risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko risk, market risk, operational risk, liquidity risk, legal
operasional, risiko likuiditas, risiko hukum, risiko risk, strategic risk, reputational risk and compliance
stratejik, risiko reputasi dan risiko kepatuhan risk.
Bank telah membentuk struktur organisasi The Bank has created an organizational structure
manajemen risiko yang terpusat dan independen, of a centralized and independent risk management, by
yaitu dengan dibentuknya Komite Pemantau establishing Risk Monitoring Committee, Risk
Risiko, Komite Manajemen Risiko dan Divisi Management Committee, and Compliance and
Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang membawahi Risk Management Division that supervise the Risk
Satuan Kerja Manajemen Risiko. Management Working Unit.
Komite Manajemen Risiko yang diketuai oleh Direktur The Risk Management Committee, which is led by the
Utama dan beranggotakan Direksi serta pejabat- President Director, with the members consisting of
pejabat eksekutif atau Kepala Divisi mempunyai Directors and executive staff or Division Heads, gives
fungsi memberikan rekomendasi kepada Direktur recommendations to the President Director in
Utama dalam pengelolaan dan penerapan manajemen management and implementation of risk management,
risiko, khususnya dalam penyusunan, perbaikan atau especially formulating, revising or consummating the
penyempurnaan kebijakan strategi dan pedoman risk management implementation guidance and policy
penerapan manajemen risiko dan penetapan atas hal- and justifying matters pertaining to business decisions
hal yang terkait dengan keputusan-keputusan bisnis made in departure from normal procedures.
yang menyimpang dari prosedur normal.
- 67 -
Page 233
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Satuan Kerja Manajemen Risiko merupakan satuan Risk Management Working Unit represents the
kerja yang bertanggung jawab dalam melakukan working unit which has the responsibility in monitoring
pemantauan implementasi strategi manajemen risiko the implementation of the risk management strategy
dan eksposur risiko, memberikan rekomendasi and risk exposure, providing recommendations with
mengenai maksimum eksposur risiko yang wajib respect to maximum risk exposure which must be
dipelihara kepada Unit Operasional dan Komite maintained by the Operational Unit and Risk
Manajemen Risiko, memberikan evaluasi terhadap Management Committee, evaluating the accuracy and
akurasi dan validitas data yang digunakan Bank untuk validity of data used by the Bank to measure the risk,
mengukur risiko Bank, penyusunan dan penyampaian formulating and submitting the risk profile report to the
laporan profil risiko kepada Direktur Utama, Komite President Director, Risk Management Committee and
Manajemen Risiko dan Bank Indonesia, pengkajian Bank Indonesia, providing assessment of new
terhadap produk atau aktivitas baru yang akan activities or products which will be developed by the
dikembangkan Bank, mengkaji ulang secara berkala Bank, periodically review risk management process
terhadap proses manajemen risiko berdasarkan based on audit findings and or growth of prevailing risk
temuan audit dan atau perkembangan aspek-aspek management aspects, and arranging obligation in
manajemen risiko yang berlaku dan mengatur operational working unit to inform periodically the
kewajiban setiap satuan kerja operasional untuk inherent risks exposure in their process or transaction.
menginformasikan secara berkala seluruh eksposur
risiko yang melekat pada satuan kerja atau transaksi
tersebut.
Untuk menjamin pelaksanaan proses manajemen To ensure that the implementation of the risk
risiko dapat terlaksana secara baik, maka Bank telah management process operates well, the Bank has
berupaya meningkatkan kemampuan dan integritas committed to develop the competency and integrity of
pejabat atau staf Divisi Kepatuhan dan Manajemen the officers or staff of the Compliance and Risk
Risiko melalui seminar/workshop Manajemen Risiko Management Division through seminars or workshops
yang diselenggarakan oleh pihak eksternal. on Risk Management which were conducted by
external parties.
Bank telah memiliki serangkaian prosedur dan The Bank has a series of procedures and
metodologi untuk digunakan dalam melakukan methodology to be used in the identification,
identifikasi, pengukuran, pemantauan dan measurement, monitoring and control of the 8 (eight)
pengendalian risiko untuk 8 (delapan) jenis risiko yang types of inherent risks in the Bank’s functional
melekat pada aktivitas fungsional bank. Namun activities. Nevertheless the Bank will regularly
demikian Bank akan tetap melakukan evaluasi evaluate its procedures and methodology and
terhadap prosedur dan metodologi yang telah dimiliki continue to improve it.
dan terus berupaya menyempurnakannya.
Manajemen Risiko Kredit Credit Risk Management
Risiko kredit adalah potensi kerugian yang timbul dari Credit risk is the potential for loss arising from the
kegagalan debitur (counterparties) untuk memenuhi failure of the debtors (counterparties) to meet their
kewajiban sesuai dengan perjanjian. Risiko kredit contractual obligations. Credit risk arises primarily
dapat bersumber dari penyaluran dana kredit dan from lending activities and other activities such as
kegiatan lain seperti treasury dan investasi dan treasury and investment activities and trade finance
pembiayaan perdagangan yang tercatat dalam which is recorded in the banking book and trading
banking book dan trading book. book.
Bank memiliki kebijakan dan pedoman tertulis The Bank has written credit policies and guidelines
mengenai pemberian kredit yang mencakup Kebijakan on loan administration which includes the Bank Loan
Perkreditan Bank dan surat-surat edaran yang Policies and various circular letters that constitute a
merupakan petunjuk pelaksanaan yang lebih rinci. more detailed administration manual. The purpose of
Kedua acuan kerja dimaksud memberikan petunjuk these two guidelines is to provide a complete formal
pengelolaan kredit secara lengkap, mulai dari loan management manual, from application, analysis,
permohonan, proses analisa, persetujuan, approval, recording, monitoring until the restructuring
pencatatan, pengawasan hingga proses process, including analysis and risks calculation.
restrukturisasi disertai dengan analisa dan
perhitungan risiko.
- 68 -
Page 234
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Dengan demikian diharapkan Bank dapat Therefore, it is expected that the Bank can optimise
mengoptimalkan kualitas pengelolaan kredit melalui the quality of loan management through appropriate
proses yang memadai, penetapan harga yang processes, competitive risk-based pricing, portfolio
kompetitif berdasarkan risiko, diversifikasi portofolio, diversification, collateral adequacy and risk based
kecukupan jaminan dan penetapan ukuran performance measurement.
performance dengan memperhitungkan risiko.
Bank telah memiliki Pedoman Umum Penerapan The Bank has Guidelines for Implementation of Risk
Manajemen Risiko. Bank telah melakukan identifikasi, Management. The Bank has performed identification,
pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko measurement, monitoring, and controlling of inherent
kredit yang melekat pada aktivitas perkreditan dan credit risks on loan activities, treasury and investment
aktivitas treasury dan investasi, sesuai dengan tujuan, activities, in accordance with the purpose, business
kebijakan usaha, ukuran, dan kompleksitas usaha policies, size and complexity and Bank's ability.
serta kemampuan Bank.
Sistem manajemen risiko kredit Bank telah dibakukan Bank's credit risk management system has been
dalam suatu Pedoman Perusahaan (PP) dan ditelaah standardised in a Company's Guideline (PP) and
secara periodik. reviewed periodically.
i. Ekposur maksimum terhadap risiko kredit (setelah i. Maximum exposure to credit risk (net of allowance
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai) for impairment losses)
Untuk aset keuangan yang diakui di laporan posisi For financial assets recognized on the statements
keuangan, eksposur maksimum terhadap risiko of financial position, the maximum exposure to
kredit sama dengan nilai tercatatnya. Untuk credit risk equals their carrying amount, except
liabilitas kontinjensi, eksposur maksimum loans. For contingent liabilities, the maximum
terhadap risiko kredit adalah nilai maksimum yang exposure to credit risk is the maximum amount that
harus Bank bayarkan dalam hal timbul kewajiban the Bank would have to pay if the obligations of the
atas instrumen yang diterbitkan. Untuk komitmen instruments issued are called upon. For credit
kredit, eksposur maksimum terhadap risiko kredit commitments, the maximum exposure to credit risk
adalah sebesar jumlah fasilitas yang belum ditarik is the full amount of the un-drawn committed loan
dari nilai penuh fasilitas kredit yang telah facilities granted to customers.
disepakati (committed) kepada nasabah.
Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum The following table presents the Bank’s maximum
terhadap risiko kredit Bank atas instrumen exposure to credit risk on financial instruments in
keuangan pada laporan posisi keuangan dan its statements of financial position and
komitmen dan kontinjensi (rekening administratif), commitments and contingencies (administrative
tanpa memperhitungkan agunan yang dimiliki atau accounts), without taking into account any
jaminan kredit lainnya. collateral held or other credit enhancement.
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
Giro pada Bank Indonesia 90.706.608 67.111.096 21.298.807 5.423.203 Demand deposits with Bank Indonesia
Giro pada bank lain 26.497.684 30.633.507 9.011.649 4.732.815 Demand deposits with other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia
dan bank lain 807.146.700 244.944.510 259.891.717 123.818.383 and other banks
Ef ek-ef ek Securities
Tersedia untuk dijual 121.653 88.654.865 100.876.516 51.633.232 Av ailable-f or-sale
Dimiliki hingga jatuh tempo 86.318.694 - 3.982.825 12.989.776 Held-to-maturity
Kredit y ang diberikan - bersih 1.552.390.056 1.286.156.939 324.816.565 304.584.449 Loans - net
Aset lain - lain 40.928.058 35.248.763 7.832.489 4.839.381 Other assets
Sub jumlah 2.604.109.453 1.752.749.680 727.710.568 508.021.239 Sub total
Komitmen Commitments
Fasilitas kredit kepada nasabah
y ang belum digunakan 67.245.957 70.178.819 53.549.811 16.777.916 Unused loan f acilities
Jumlah 2.671.355.410 1.822.928.499 781.260.379 524.799.155 Total
- 69 -
Page 235
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
ii. Risiko konsentrasi kredit ii. Concentration of credit risk
Sektor Industri Industry Sectors
Tabel berikut ini menyajikan rincian eksposur kredit The following tables show the Bank’s credit
Bank pada nilai tercatat (tanpa memperhitungkan exposure at carrying amounts (without taking into
agunan atau pendukung kredit lainnya), yang account any collateral held or other credit
dikategorikan berdasarkan sektor industri. enhancement), as categorized by the industry
sectors.
30 Juni/June 30, 2019
Pemerintah Lembaga
(termasuk Bank keuangan
Indonesia)/ bukan bank/ Perusahaan
Government Non-bank lainnya/
(including Bank Bank/ financial Other Perseorangan/ Jumlah/
Indonesia) Bank institutions companies individual Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro pada Bank Indonesia 90.706.608 - - - - 90.706.608 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain - 26.497.684 - - - 26.497.684 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements w ith Bank Indonesia
dan bank lain 118.646.700 688.500.000 - - - 807.146.700 and other banks
Efek-efek 86.318.694 - 121.653 - - 86.440.347 Securities
Kredit - - - 704.890.080 919.959.687 1.624.849.767 Loans
Aset lain-lain 1.411.398 2.098.186 - 4.892.474 32.526.000 40.928.058 Other assets
Jumlah - kotor 297.083.400 717.095.870 121.653 709.782.554 952.485.687 2.676.569.164 Total - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai (72.459.711) Allow ance for impairment losses
Jumlah - bersih 2.604.109.453 Total - net
Komitmen dan kontinjensi - - - 61.879.427 5.366.530 67.245.957 Commitments and contingencies
31 Desember/December 31, 2018
Pemerintah Lembaga
(termasuk Bank keuangan
Indonesia)/ bukan bank/ Perusahaan
Government Non-bank lainnya/
(including Bank Bank/ financial Other Perseorangan/ Jumlah/
Indonesia) Bank institutions companies individual Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro pada Bank Indonesia 67.111.096 - - - - 67.111.096 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain - 30.633.507 - - - 30.633.507 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements w ith Bank Indonesia
dan bank lain 142.444.510 102.500.000 - - - 244.944.510 and other banks
Efek-efek 83.493.560 - 5.161.305 - - 88.654.865 Securities
Kredit - - - 624.636.115 737.393.319 1.362.029.434 Loans
Aset lain-lain 1.417.648 148.000 - 4.344.424 29.338.691 35.248.763 Other assets
Jumlah - kotor 294.466.814 133.281.507 5.161.305 628.980.539 766.732.010 1.828.622.175 Total - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai (75.872.495) Allow ance for impairment losses
Jumlah - bersih 1.752.749.680 Total - net
Komitmen dan kontinjensi - - - 64.878.621 5.300.198 70.178.819 Commitments and contingencies
31 Desember/December 31, 2017
Pemerintah Lembaga
(termasuk Bank keuangan
Indonesia)/ bukan bank/ Perusahaan
Government Non-bank lainnya/
(including Bank Bank/ financial Other Perseorangan/ Jumlah/
Indonesia) Bank institutions companies individual Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro pada Bank Indonesia 21.298.807 - - - - 21.298.807 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain - 9.011.649 - - - 9.011.649 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements w ith Bank Indonesia
dan bank lain 55.891.717 204.000.000 - - - 259.891.717 and other banks
Efek-efek 69.250.155 - 114.186 35.495.000 - 104.859.341 Securities
Kredit - - 27.652.903 138.291.214 176.502.185 342.446.302 Loans
Aset lain-lain 610.632 668.066 - 917.557 5.636.234 7.832.489 Other assets
Jumlah - kotor 147.051.311 213.679.715 27.767.089 174.703.771 182.138.419 745.340.305 Total - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai (17.629.737) Allow ance for impairment losses
Jumlah - bersih 727.710.568 Total - net
Komitmen dan kontinjensi - - 27.279.705 7.314.797 18.955.309 53.549.811 Commitments and contingencies
- 70 -
Page 236
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/ December 31, 2016
Pemerintah Lembaga
(termasuk Bank keuangan
Indonesia)/ bukan bank/ Perusahaan
Government Non-bank lainnya/
(including Bank Bank/ financial Other Perseorangan/ Jumlah/
Indonesia) Bank institutions companies individual Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro pada Bank Indonesia 5.423.203 - - - - 5.423.203 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain - 4.732.815 - - - 4.732.815 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements w ith Bank Indonesia
dan bank lain 14.818.383 109.000.000 - - - 123.818.383 and other banks
Efek-efek 44.576.201 10.006.575 110.232 9.930.000 - 64.623.008 Securities
Kredit - - - 203.168.800 116.804.317 319.973.117 Loans
Aset lain-lain 798.472 551.287 - 334.476 3.155.146 4.839.381 Other assets
Jumlah - kotor 65.616.259 124.290.677 110.232 213.433.276 119.959.463 523.409.907 Total - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai (15.388.668) Allow ance for impairment losses
Jumlah - bersih 508.021.239 Total - net
Komitment dan kontinjensi - - - 7.616.428 9.161.488 16.777.916 Commitments and contingencies
Sektor Geografis Geographic Sector
Tabel berikut menyajikan rincian eksposur kredit The following tables show the Bank’s credit
Bank pada nilai tercatat (tanpa memperhitungan exposure at their carrying amounts (without taking
agunan atau pendukung kredit lainnya), yang into account any collateral held or other credit
dikategorikan berdasarkan area geografis. Untuk support), as categorized by geographic region.
tabel ini, Bank telah mengalokasikan eksposur For these tables, the Bank has allocated
area berdasarkan wilayah geografis tempat exposures to regions based on the geographic
mereka beroperasi. areas where activities are undertaken.
30 Juni/June 30, 2019
Jaw a Timur/ Lain -lain/ Jumlah/
DKI Jakarta East Java Others Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro pada Bank Indonesia 90.706.608 - - 90.706.608 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain 4.608.571 953.961 20.935.152 26.497.684 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements w ith Bank Indonesia
dan bank lain 328.646.700 448.500.000 30.000.000 807.146.700 and other banks
Efek-efek 86.440.347 - - 86.440.347 Securities
Kredit 977.952.025 135.008.101 511.889.641 1.624.849.767 Loans
Aset lain-lain 19.589.126 6.071.585 15.267.347 40.928.058 Other assets
Jumlah - kotor 1.507.943.377 590.533.647 578.092.140 2.676.569.164 Total - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai (72.459.711) Allow ance for impairment losses
Jumlah - bersih 2.604.109.453 Total - net
Komitmen dan kontinjensi 45.705.711 2.910.793 18.629.453 67.245.957 Commitments and contingencies
31 Desember/December 31, 2018
Jaw a Timur/ Lain -lain/ Jumlah/
DKI Jakarta East Java Others Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro pada Bank Indonesia 67.111.096 - - 67.111.096 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain 1.518.722 2.486.952 26.627.833 30.633.507 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements w ith Bank Indonesia
dan bank lain 212.444.510 32.500.000 - 244.944.510 and other banks
Efek-efek 88.654.865 - - 88.654.865 Securities
Kredit 796.678.382 142.438.540 422.912.512 1.362.029.434 Loans
Aset lain-lain 17.886.557 3.246.294 14.115.912 35.248.763 Other assets
Jumlah - kotor 1.184.294.132 180.671.786 463.656.257 1.828.622.175 Total - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai (75.872.495) Allow ance for impairment losses
Jumlah - bersih 1.752.749.680 Total - net
Komitmen dan kontinjensi 42.642.731 2.842.614 24.693.474 70.178.819 Commitments and contingencies
- 71 -
Page 237
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2017
Jaw a Timur/ Lain -lain/ Jumlah/
DKI Jakarta East Java Others Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro pada Bank Indonesia 21.298.807 - - 21.298.807 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain 1.994.861 912.599 6.104.189 9.011.649 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements w ith Bank Indonesia
dan bank lain 55.891.717 204.000.000 - 259.891.717 and other banks
Efek-efek 104.859.341 - - 104.859.341 Securities
Kredit 198.503.461 94.711.210 49.231.631 342.446.302 Loans
Aset lain-lain 6.584.637 1.013.309 234.543 7.832.489 Other assets
Jumlah - kotor 389.132.824 300.637.118 55.570.363 745.340.305 Total - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai (17.629.737) Allow ance for impairment losses
Jumlah - bersih 727.710.568 Total - net
Komitmen dan kontinjensi 3.453.243 48.623.642 1.472.926 53.549.811 Commitments and contingencies
31 Desember/ December 31, 2016
Jaw a Timur/ Lain -lain/ Jumlah/
DKI Jakarta East Java Others Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Giro pada Bank Indonesia 5.423.203 - - 5.423.203 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain 717.091 290.578 3.725.146 4.732.815 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements w ith Bank Indonesia
dan bank lain 14.818.383 109.000.000 - 123.818.383 and other banks
Efek-efek 64.623.008 - - 64.623.008 Securities
Kredit 52.862.483 219.562.821 47.547.813 319.973.117 Loans
Aset lain-lain 4.050.472 689.812 99.097 4.839.381 Other assets
Jumlah - kotor 142.494.640 329.543.211 51.372.056 523.409.907 Total - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai (15.388.668) Allow ance for impairment losses
Jumlah - bersih 508.021.239 Total - net
Komitmen dan kontinjensi 4.029.655 10.552.965 2.195.296 16.777.916 Commitments and contingencies
iii. Konsentrasi kredit berdasarkan jenis debitur iii. Credit concentration by type of debtors (gross of
(sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan allowance for impairment losses)
nilai).
30 Juni/June 30, 2019
Giro pada bank lain Penempatan pada Komitmen dan
dan BI/ Demand bank lain dan BI/ kontinjensi/
deposits with other Placements with other Ef ek-ef ek/ Aset lain-lain/ Commitments and
banks and BI banks and BI Securities Kredit/ Loans Other assets*) contingencies Jumlah/ Total %
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Bank Indonesia / Pemerintah 90.706.608 118.646.700 86.318.694 - - - 295.672.002 10,78% Bank Indonesia / Gov ernment
Bank-bank 26.497.684 688.500.000 - - 2.098.186 - 717.095.870 26,13% Banks
Korporasi - - - 647.918.394 4.892.474 27.514.298 680.325.166 24,79% Corporate
Retail - - - 969.305.312 32.526.000 39.731.659 1.041.562.971 37,96% Retail
Kredit beragun rumah tinggal Collateral with residential
tinggal - - - 1.000.000 - - 1.000.000 0,04% credit
Lainny a - - 121.653 6.626.061 1.411.398 - 8.159.112 0,30% Others
Jumlah 117.204.292 807.146.700 86.440.347 1.624.849.767 40.928.058 67.245.957 2.743.815.121 100% Total
31 Desember/December 31, 2018
Giro pada bank lain Penempatan pada Komitmen dan
dan BI/ Demand bank lain dan BI/ kontinjensi/
deposits with other Placements with other Ef ek-ef ek/ Aset lain-lain/ Commitments and
banks and BI banks and BI Securities Kredit/ Loans Other assets*) contingencies Jumlah/ Total %
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Bank Indonesia / Pemerintah 67.111.096 142.444.510 83.493.560 - - - 293.049.166 15,43% Bank Indonesia / Gov ernment
Bank-bank 30.633.507 102.500.000 - - 148.000 - 133.281.507 7,02% Banks
Korporasi - - - 560.827.867 4.344.424 53.099.454 618.271.745 32,56% Corporate
Retail - - - 794.281.037 29.338.691 17.079.365 840.699.093 44,28% Retail
Lainny a - - 5.161.305 6.920.530 1.417.648 - 13.499.483 0,71% Others
Jumlah 97.744.603 244.944.510 88.654.865 1.362.029.434 35.248.763 70.178.819 1.898.800.994 100% Total
- 72 -
Page 238
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2017
Giro pada bank lain Penempatan pada Komitmen dan
dan BI/ Demand bank lain dan BI/ kontinjensi/
deposits with other Placements with other Ef ek-ef ek/ Aset lain-lain/ Commitments and
banks and BI banks and BI Securities Kredit/ Loans Other assets*) contingencies Jumlah/ Total %
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Bank Indonesia / Pemerintah 21.298.807 55.891.717 69.250.155 - - - 146.440.679 18,33% Bank Indonesia / Gov ernment
Bank-bank 9.011.649 204.000.000 - - 668.066 - 213.679.715 26,75% Banks
Korporasi - - 35.495.000 160.751.937 917.557 34.594.502 231.758.996 29,01% Corporate
Retail - - - 178.086.799 5.636.235 - 183.723.034 23,00% Retail
Kredit beragun rumah tinggal Collateral with residential
tinggal - - - 2.670.864 - - 2.670.864 0,33% credit
Lainny a - - 114.186 936.702 610.631 18.955.309 20.616.828 2,58% Others
Jumlah 30.310.456 259.891.717 104.859.341 342.446.302 7.832.489 53.549.811 798.890.116 100% Total
31 Desember/December 31, 2016
Giro pada bank lain Penempatan pada Komitmen dan
dan BI/ Demand bank lain dan BI/ kontinjensi/
deposits with other Placements with other Ef ek-ef ek/ Aset lain-lain/ Commitments and
banks and BI banks and BI Securities Kredit/ Loans Other assets *) contingencies Jumlah/ Total %
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Bank Indonesia / Pemerintah 5.423.203 14.818.383 44.576.201 - - - 64.817.787 12,00% Bank Indonesia / Gov ernment
Bank-bank 4.732.815 109.000.000 10.006.575 - 551.287 - 124.290.677 23,01% Banks
Korporasi - - 9.930.000 203.168.800 334.476 7.616.428 221.049.704 40,92% Corporate
Retail - - - 96.044.782 3.155.145 - 99.199.927 18,36% Retail
Kredit beragun rumah tinggal Collateral with residential
tinggal - - - 20.616.589 - - 20.616.589 3,82% credit
Lainny a - - 110.232 142.946 798.473 9.161.488 10.213.139 1,89% Others
Jumlah 10.156.018 123.818.383 64.623.008 319.973.117 4.839.381 16.777.916 540.187.823 100% Total
*) Akun ini terdiri dari tagihan kepada pihak ketiga, *) This account consist of receivables from third
pendapatan bunga yang akan diterima dan party, accrued interest receivables and
setoran jaminan. guarantee deposit.
iv. Kualitas kredit berdasarkan kelas aset keuangan iv. Credit quality by class of financial asset
Kualitas kredit didefinisikan sebagai berikut: Credit quality is defined as follows:
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami Neither past due nor impaired
penurunan nilai
Giro pada Bank Indonesia, giro pada bank Demand deposits with Bank Indonesia,
lain, penempatan pada Bank Indonesia, dan demand deposits with other banks,
penempatan pada bank lain, yaitu giro atau placements with Bank Indonesia and
penempatan pada institusi Pemerintah dan placements with other banks which are
bank yang memiliki reputasi baik dengan demand deposits or placements with the
tingkat kemungkinan gagal bayar atas Government and reputable banks with low
kewajiban yang rendah. probability of insolvency.
Kredit yang diberikan dan aset lain-lain Loans and other assets (accrued interests
(pendapatan bunga yang akan diterima) yaitu receivables) for which borrowers have very
debitur dengan riwayat pembayaran yang satisfactory track record of loan repayment
sangat baik, dan tidak pernah menunggak and whose accounts did not run past due
sepanjang waktu kredit; debitur dengan tingkat during the term of the loan; borrowers with
stabilitas dan keragaman yang tinggi; memiliki high degree of stability and diversity; has
akses setiap saat untuk memperoleh access to raise substantial amounts of
pendanaan dalam jumlah besar dari pasar funds through public market at any time;
terbuka; memiliki kemampuan membayar yang very strong debt service capacity and has
kuat dan rasio-rasio neraca yang konservatif. conservative balance sheet ratios.
Jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan Past due but not impaired
nilai
Eksposur dimana pihak ketiga yaitu debitur Exposures to third-party borrowers who are in
dalam tahap awal dari keterlambatan the early stages of delinquency and has failed
pembayaran dan telah gagal untuk to make a payment, or partial payment, in
melakukan pembayaran atau pembayaran accordance with the contractual terms of the
tidak penuh, sesuai dengan persyaratan loan agreement. This is typically where a loan
kontraktual dalam perjanjian kredit. Hal ini is up to 90 days past due and there is no other
pada umumnya dimana suatu kredit telah indicators of impairment.
lewat jatuh tempo sampai dengan 90 hari
dan tidak terdapat indikasi penurunan nilai
lainnya.
- 73 -
Page 239
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Mengalami penurunan nilai Impaired
Eksposur telah mengalami penurunan nilai. Exposures have been assessed as impaired.
Bank mempertimbangkan bahwa pihak ketiga The Bank considers that either the third
yaitu debitur tidak mungkin membayar party borrowers are unlikely to pay their
kewajiban kreditnya secara menyeluruh, atau credit obligation in full, or the recovery will be
pemulihannya akan bertumpu pada realisasi relied on realising collateral if held, or
agunan apabila ada, atau debitur telah borrowers has been past due more than 90
menunggak kewajiban kredit selama lebih days and there are other indicators of
dari 90 hari dan terdapat indikasi penurunan impairment.
nilai.
Tabel di bawah ini menyajikan kualitas aset The tables show the quality of financial assets by
keuangan berdasarkan kelas dengan risiko kredit, class with credit risk, amounts presented are
jumlah yang disajikan adalah sebelum dikurangi gross of allowance for impairments loss.
cadangan kerugian penurunan nilai.
30 Juni/June 30, 2019
Telah Jatuh Tempo
Belum Jatuh Tempo Tetapi Tidak
dan Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Nilai/ Penurunan Nilai/ Mengalami
Neither Past Due Past Due But Penurunan Nilai/ Jumlah/
Nor Impaired Not Impaired Impaired Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Efek-efek 86.318.694 - - 86.318.694 Securities
Tersedia untuk dijual Available-for-sale
Efek-efek 121.653 - - 121.653 Securities
Pinjaman yang diberikan
dan piutang Loans and receivable
Giro pada Bank Indonesia 90.706.608 - - 90.706.608 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain 26.497.684 - - 26.497.684 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Placements w ith Bank
Indonesia dan bank lain 807.146.700 - 807.146.700 Indonesia and other banks
Kredit 1.439.393.733 113.836.555 71.619.479 1.624.849.767 Loans
Aset lain-lain 40.928.058 - - 40.928.058 Other assets
Jumlah 2.491.113.130 113.836.555 71.619.479 2.676.569.164 Total
31 Desember/December 31, 2018
Telah Jatuh Tempo
Belum Jatuh Tempo Tetapi Tidak
dan Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Nilai/ Penurunan Nilai/ Mengalami
Neither Past Due Past Due But Penurunan Nilai/ Jumlah/
Nor Impaired Not Impaired Impaired Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Tersedia untuk dijual Available-for-sale
Efek-efek 88.654.865 - - 88.654.865 Securities
Pinjaman yang diberikan
dan piutang Loans and receivable
Giro pada Bank Indonesia 67.111.096 - - 67.111.096 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain 30.633.507 - - 30.633.507 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Placements w ith Bank
Indonesia dan bank lain 244.944.510 - - 244.944.510 Indonesia and other banks
Kredit 1.142.141.362 152.284.976 67.603.096 1.362.029.434 Loans
Aset lain-lain 35.248.763 - - 35.248.763 Other assets
Jumlah 1.608.734.103 152.284.976 67.603.096 1.828.622.175 Total
- 74 -
Page 240
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2017
Telah Jatuh Tempo
Belum Jatuh Tempo Tetapi Tidak
dan Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Nilai/ Penurunan Nilai/ Mengalami
Neither Past Due Past Due But Penurunan Nilai/ Jumlah/
Nor Impaired Not Impaired Impaired Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Efek-efek 3.982.825 - - 3.982.825 Securities
Tersedia untuk dijual Available-for-sale
Efek-efek 100.876.516 - - 100.876.516 Securities
Pinjaman yang diberikan
dan piutang Loans and receivable
Giro pada Bank Indonesia 21.298.807 - - 21.298.807 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain 9.011.649 - - 9.011.649 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Placements w ith Bank
Indonesia dan bank lain 259.891.717 - - 259.891.717 Indonesia and other banks
Kredit 294.723.729 19.335.293 28.387.280 342.446.302 Loans
Aset lain-lain 7.832.489 - - 7.832.489 Other assets
Jumlah 697.617.732 19.335.293 28.387.280 745.340.305 Total
31 Desember/ December 31, 2016
Telah Jatuh Tempo
Belum Jatuh Tempo Tetapi Tidak
dan Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Nilai/ Penurunan Nilai/ Mengalami
Neither Past Due Past Due But Penurunan Nilai/ Jumlah/
Nor Impaired Not Impaired Impaired Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Efek-efek 12.989.776 - - 12.989.776 Securities
Tersedia untuk dijual Available-for-sale
Efek-efek 51.633.232 - - 51.633.232 Securities
Pinjaman yang diberikan
dan piutang Loans and receivable
Giro pada Bank Indonesia 5.423.203 - - 5.423.203 Demand deposits w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain 4.732.815 - - 4.732.815 Demand deposits w ith other banks
Penempatan pada Bank Placements w ith Bank
Indonesia dan bank lain 123.818.383 - - 123.818.383 Indonesia and other banks
Kredit 226.378.359 72.607.618 20.987.140 319.973.117 Loans
Aset lain-lain 4.839.381 - - 4.839.381 Other assets
Jumlah 429.815.149 72.607.618 20.987.140 523.409.907 Total
Agunan Collateral
Dalam rangka mitigasi risiko kredit, salah satu bentuk In order to mitigate credit risk, one of the efforts
upaya yang dilakukan Bank adalah dengan meminta undertaken by the Bank is requesting customers to
nasabah memberikan agunan yang akan digunakan provide collateral to be pledged as assurance for
sebagai jaminan atas pelunasan fasilitas kredit yang repayment of the loan facility which has been granted
telah diberikan oleh Bank jika nasabah mengalami by the Bank if the customer is experiencing financial
kesulitan keuangan yang menyebabkan nasabah tidak difficulties which may cause customers not to repay
dapat melunasi kewajibannya kepada Bank. their obligations to the Bank.
Bentuk-bentuk jaminan yang dapat diterima sesuai Forms of acceptable collateral in accordance with the
dengan kebijakan kredit Bank meliputi: loan policy of the Bank include:
- deposito berjangka, rekening tabungan dan - deposits, savings accounts and installment deposit
deposito angsuran
- tanah dan/atau bangunan - land and/or building
- persediaan - inventories
- garansi perusahaan maupun garansi perorangan - corporate guarantee or personal guarantee
- 75 -
Page 241
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Prosedur penilaian jaminan untuk tanah dan bangunan Collateral assessment procedures for land and building
maupun mesin dan peralatan berdasarkan penilai as well as machineries and equipment is based on an
independen dan akan dinilai kembali secara berkala independent appraiser and will be periodically re-
setiap dua tahun sekali. assessed every two years.
30 Juni/June 30, 2019
Pinjaman Kredit Tanpa
Tetap/ Agunan/
Fixed KPR/ PRK/ Multi Guna/ Unsecured Jumlah/
Loan Stand by Loan Housing Loan Overdraft Loan Multi Purpose credit Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Eksposur kredit 517.398.761 53.770.268 1.000.000 178.722.702 173.496 873.784.540 1.624.849.767 Credit exposure
Nilai jaminan 573.992.438 73.701.055 1.593.270 558.487.908 116.000 - 1.207.890.671 Collateral v alue
Eksposur jumlah kredit tanpa jaminan - - - - 57.496 873.784.540 873.842.036 Total unsecured credit exposure
Bagian tanpa jaminan dari eksposur kredit (%) - - - - 33,14% 100,00% 53,78% Unsecured portion of credit exposure (%)
Jenis agunan Ty pe of collateral
Tanah dan bangunan 69.914.850 41.262.000 1.593.270 113.549.750 116.000 - 226.435.870 Land and buldings
Persediaan - - - 31.554.000 - - 31.554.000 Inv entory
Deposito dan tabungan 212.600.000 - - 77.773.249 - - 290.373.249 Deposits
Lainny a 291.477.588 32.439.055 - 335.610.909 - - 659.527.552 Others
Jumlah 573.992.438 73.701.055 1.593.270 558.487.908 116.000 - 1.207.890.671 Total
31 Desember/December 31, 2018
Pinjaman Kredit Tanpa
Tetap/ Agunan/
Fixed KPR/ PRK/ Multi Guna/ Unsecured Jumlah/
Loan Stand by Loan Housing Loan Overdraft Loan Multi Purpose credit Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Eksposur kredit 487.536.134 68.225.278 - 107.244.316 86.342 698.937.364 1.362.029.434 Credit exposure
Nilai jaminan 503.602.406 106.235.385 - 158.497.416 116.000 - 768.451.207 Collateral v alue
Eksposur jumlah kredit tanpa jaminan - - - - - 698.937.364 698.937.364 Total unsecured credit exposure
Bagian tanpa jaminan dari eksposur kredit (%) - - - - - 100,00% 51,32% Unsecured portion of credit exposure (%)
Jenis agunan Ty pe of collateral
Tanah dan bangunan 54.986.594 90.235.385 - 91.316.410 116.000 - 236.654.389 Land and buldings
Persediaan - 15.000.000 - - - - 15.000.000 Inv entory
Deposito dan tabungan 212.100.000 1.000.000 - 1.697.620 - - 214.797.620 Deposits
Lainny a 236.515.812 - - 65.483.386 - - 301.999.198 Others
Jumlah 503.602.406 106.235.385 - 158.497.416 116.000 - 768.451.207 Total
31 Desember/December 31, 2017
Pinjaman Kredit Tanpa
Tetap/ Agunan/
Fixed KPR/ PRK/ Multi Guna/ Unsecured Jumlah/
Loan Stand by Loan Housing Loan Overdraft Loan Multi Purpose credit Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Eksposur kredit 63.079.252 52.646.674 2.670.864 77.735.834 107.732 146.205.946 342.446.302 Credit exposure
Nilai jaminan 69.722.685 70.990.024 8.539.132 138.869.797 210.364 - 288.332.002 Collateral v alue
Eksposur jumlah kredit tanpa jaminan - - - - - 146.205.946 146.205.946 Total unsecured credit exposure
Bagian tanpa jaminan dari eksposur kredit (%) - - - - - 100,00% 42,69% Unsecured portion of credit exposure (%)
Jenis agunan Ty pe of collateral
Tanah dan bangunan 61.831.471 70.990.024 8.539.132 91.073.680 210.364 - 232.644.671 Land and buldings
Persediaan - - - 25.000.000 - - 25.000.000 Inv entory
Deposito dan tabungan 6.548.567 - - 22.327.569 - - 28.876.136 Deposits
Lainny a 418.447 - - 468.548 - - 886.995 Others
Jumlah 69.722.685 70.990.024 8.539.132 138.869.797 210.364 - 288.332.002 Total
- 76 -
Page 242
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/ December 31, 2016
Pinjaman Kredit Tanpa
Tetap/ Agunan/
Fixed KPR/ PRK/ Multi Guna/ Unsecured Jumlah/
Loan Stand by Loan Housing Loan Overdraft Loan Multi Purpose credit Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Eksposur kredit 83.430.012 79.530.541 20.616.589 62.983.808 142.947 73.269.220 319.973.117 Credit exposure
Nilai jaminan 283.737.686 79.359.847 54.515.131 108.908.731 857.314 - 527.378.709 Collateral v alue
Eksposur jumlah kredit tanpa jaminan - - - - - 73.269.220 73.269.220 Total unsecured credit exposure
Bagian tanpa jaminan dari eksposur kredit (%) - - - - - 100,00% 22,90% Unsecured portion of credit exposure (%)
Jenis agunan Ty pe of collateral
Tanah dan bangunan 264.239.475 79.359.847 54.515.131 97.371.333 857.314 - 496.343.100 Land and buldings
Persediaan 5.000.000 - - - - - 5.000.000 Inv entory
Kendaraan 2.132.236 - - - - - 2.132.236 Vehicles
Deposito dan tabungan 11.500.000 - - 11.537.398 - - 23.037.398 Deposits
Lainny a 865.975 - - - - - 865.975 Others
Jumlah 283.737.686 79.359.847 54.515.131 108.908.731 857.314 - 527.378.709 Total
Manajemen Risiko Pasar Market Risk Management
Risiko pasar adalah risiko kerugian atas laporan Market risk is the risk of loss on the statement of
posisi keuangan dan rekening administratif akibat financial position and administrative accounts
dari perubahan dari kondisi pasar. Perubahan dari resulting from changes in market conditions. Changes
faktor-faktor pasar akan mempengaruhi nilai in the market factors will affect the value of financial
instrumen keuangan, terutama instrumen yang peka instruments, especially those instruments which are
terhadap risiko pasar. Risiko pasar terdiri atas sensitive to market risk. Market risk consists of
risiko suku bunga. Pemantauan atas eksposur interest rate risk. Monitoring of the Bank's exposures
Bank terhadap risiko pasar dilakukan oleh Asset and to market risk is performed by the Asset and Liability
Liability Committee (ALCO) yang melakukan Committee (ALCO) which manages the Asset and
pengelolaan Manajemen Aset dan Liabilitas Liability Management (ALMA). The objective of market
(ALMA). Tujuan pengelolaan risiko pasar adalah risk management is to avoid the excessive
untuk mencegah eksposur yang berlebihan yang exposure that may potentially impact earnings in
dapat mempengaruhi pendapatan di luar yang excess of the limits already established by the Bank,
ditetapkan Bank, selain mengelola fluktuasi nilai and to manage the market value volatility inherent in
pasar yang melekat pada instrumen keuangan. financial instruments.
Bank telah memiliki Pedoman Likuiditas dan Bank has guidelines on Liquidity and Treasury and
Treasury serta petunjuk pelaksanaannya. Bank telah also has its manual guidelines. Bank also performs
melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan dan identification, measurement, monitoring and control of
pengendalian atas risiko pasar yang melekat pada the market risk embedded in loan activities, treasury
aktivitas perkreditan, aktivitas treasury dan investasi, and investment activities and funding activities.
dan aktivitas pendanaan.
Risiko pasar dikelola dengan cara: Market risk is managed by:
Menetapkan kebijakan pengendalian risiko Determining a market risk control policy that is
pasar yang disesuaikan dengan misi, strategi suited to the Bank's mission, business strategy,
bisnis, kecukupan permodalan, sumber daya capital adequacy, human resources and Bank's
manusia dan risk appetite Bank. risk appetite.
Melaksanakan fungsi ALCO (Asset and Liability Implementing the ALCO (Asset and Liability
Committee) untuk membahas kondisi pasar dan Committee) function to discuss market condition
menetapkan tindakan yang akan diambil. and determine appropriate action.
Melakukan pemantauan terhadap semua Carrying out observations of all transactions and
transaksi dan aktivitas fungsional yang functional activities that have market risk
mempunyai eksposur risiko pasar. exposure.
Melakukan monitoring tingkat bunga. Performing interest rate monitoring.
Melakukan pengawasan terhadap pos-pos Carrying out supervision of assets and liabilities
aset dan liabilitas sesuai dengan jatuh temponya accounts in line with their maturity dates (repricing
(repricing date). dates).
Melakukan penyesuaian tingkat bunga kredit Making adjustment to loan and funding interest
dan dana setelah terjadi perubahan tingkat rates in response to the changes in market interest
bunga pasar. rates.
- 77 -
Page 243
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Sensitivitas Suku Bunga Interest Rate Sensitivity
Analisis sensitivitas untuk beberapa faktor pasar Sensitivity analysis for several market factors showing
menunjukkan bagaimana laba rugi dan ekuitas dapat how profit or loss and equity could be affected by
dipengaruhi oleh perubahan dari beberapa faktor risiko changes in the relevant risk factor are in the following
sesuai dengan tabel di bawah ini. Secara umum, tables below. In general, sensitivity is estimated by
sensitivitas diestimasi dengan membandingkan suatu comparing an initial value to the value derived after a
nilai awal ke nilai tertentu setelah perubahan tertentu specified change in the market factor, assuming all
dari faktor pasar, dengan mengasumsikan seluruh other variables are constant. The sensitivity of the
variabel lainnya tetap. Sensitivitas atas laporan laba statement of profit or loss and other comprehensive
rugi dan penghasilan komprehensif lain merupakan income is the effect of the assumed changes in interest
efek atas perubahan estimasi suku bunga atas laba rates on the profit or loss for a period, based on the
rugi untuk suatu periode, berdasarkan nilai suku bunga floating rate non-trading financial assets and liabilities
mengambang atas aset dan liabilitas yang tidak held by the Bank as of June 30, 2019 and
diperdagangkan yang dimiliki Bank pada tanggal December 31, 2018, 2017 and 2016. The sensitivity of
30 Juni 2019 dan 31 Desember 2018, 2017 dan 2016. other comprehensive income is calculated by revaluing
Analisis sensitivitas atas laba rugi komprehensif lain fixed rate available-for-sale financial assets, as of
dihitung dengan menilai kembali perubahan estimasi June 30, 2019, December 31, 2018, 2017 and 2016 for
suku bunga tetap atas aset keuangan yang tersedia the effects of the assumed changes in interests rates.
untuk dijual pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember The total sensitivity of the statement of profit or loss and
2018, 2017 dan 2016. Jumlah sensitivitas atas laporan other comprehensive income is based on the
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain assumption that there are parallel shifts in the yield
didasarkan pada asumsi bahwa terdapat perubahan curve.
paralel dalam kurva penghasilan.
Tabel di bawah ini menunjukkan sensitivitas dari The table below demonstrates the sensitivity of the
laporan laba rugi komprehensif Bank terhadap Bank's statement of profit or loss and other
kemungkinan perubahan wajar atas suku bunga comprehensive income to reasonably possible
untuk aset dan liabilitas keuangan dengan suku bunga changes in interest rates for fixed rate financial
tetap pada tanggal 30 Juni 2019, 31 Desember 2018, assets and liabilities as of June 30, 2019,
2017 dan 2016: December 31, 2018, 2017 and 2016:
Dampak ke laporan laba
rugi dan penghasilan
Perubahan komprehensif lain/
basis poin/ Impact to statement of
Change in profit or loss and other
basis point comprehensive income
31 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/
Rp Million Rp Million Rp Million Rp Million
+100 10.382 4.970 2.328 2.797
-100 (10.382) (4.970) (2.328) (2.797)
Manajemen Risiko Likuiditas Liquidity Risk Management
Risiko likuiditas timbul akibat aktivitas penghimpunan Liquidity risk arises as a result of the funding and
dana dan penyaluran dana, pembayaran kewajiban lending activities, the repayment of deposits to third
kepada pihak ketiga dan pengelolaan kebutuhan parties, and the management of working capital
modal kerja. Selain itu risiko likuiditas dapat pula requirements. Apart from that, liquidity risk could also
disebabkan oleh kenaikan biaya pendanaan be caused by unexpected increases in the cost of
yang tidak diharapkan atas portofolio aset pada funding on the assets portfolio at maturity date and the
saat jatuh tempo serta risiko ketidakmampuan untuk risk of inability to liquidate assets in a timely manner at
melikuidasi aset pada waktu yang seharusnya a reasonable price.
dengan harga yang wajar.
- 78 -
Page 244
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Manajemen risiko likuiditas merupakan salah satu Liquidity risk management is one of the important focus
perhatian yang penting bagi Bank untuk memelihara of the Bank to retain customers’ trust and
kepercayaan dan keyakinan nasabah serta untuk confidence and to maintain earnings stability. The
memelihara stabilitas laba. Tujuan dari manajemen goal of liquidity management is to maintain a liquid
likuiditas adalah memelihara posisi aset likuid secara asset position in an optimal manner and meet all of its
optimal dan Bank dapat memenuhi seluruh contractual and regulatory financial obligations,
kewajiban kontraktual dan ketentuan kewajiban including during critical conditions. The Bank’s
keuangan, termasuk saat kondisi kritis. Bank emphasis is the liquidity maintenance through cash,
menitikberatkan pada pemeliharaan likuiditas yang demand deposits with Bank Indonesia and other
cukup dalam bentuk kas, giro pada Bank Indonesia banks, placement with Bank Indonesia and other
dan bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan banks, Deposit Certificates of Bank Indonesia (SDBI)
bank lain, Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI), and available-for-sale securities to meet commitments
dan efek-efek tersedia untuk dijual untuk memenuhi to the customers and counterparties, both in terms of
komitmennya pada para nasabah dan debitur, baik loan demand, repayment of deposits and in terms of
dalam pemberian kredit, pembayaran deposito, dan satisfying operational liquidity requirements.
kebutuhan likuiditas operasional.
Bank telah memiliki Pedoman Likuiditas dan Bank has Guidelines on Liquidity and Treasury and
Treasury serta Petunjuk Pelaksanaannya. Bank juga also has its Implementation Manual. Bank also
telah melakukan identifikasi, pengukuran, performs identification, measurement, monitoring,
pemantauan dan pengendalian yang melekat pada and control of risks that is embedded in loan
aktivitas perkreditan, aktivitas treasury dan investasi activities, treasury and investment activities, and
dan aktivitas pembiayaan. funding activities.
Tabel di bawah ini menyajikan rasio dari aset likuid The tables below present the ratio of liquid assets to
terhadap liabilitas lancar. current liabilities.
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31, December 31,
2019 2018 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Kas 4.520.877 3.293.592 3.101.494 3.085.406 Cash
Giro dan penempatan Demand deposits and other
Bank Indonesia lainny a 209.353.308 209.555.606 77.190.524 20.241.586 placements with Bank Indonesia
Ef ek-ef ek 121.653 88.654.865 104.859.341 54.616.433 Securities
Giro dan penempatan pada Demand deposits and placements
bank lain 709.997.684 133.133.507 49.011.649 113.732.815 with other banks
Jumlah aset likuid bersih 923.993.522 434.637.570 234.163.008 191.676.240 Total net liquid assets
Simpanan 1.469.012.357 1.096.323.953 358.035.762 68.548.905 Deposits
Simpanan dari bank lain 160.910.000 17.100.000 - - Deposits f rom other banks
Pinjaman y ang diterima 13.094.000 214.428.571 - - Borrowings
Jumlah liabilitas lancar 1.643.016.357 1.327.852.524 358.035.762 68.548.905 Total current liabilities
Rasio lancar 56,24% 32,73% 65,40% 279,62% Liquidity ratio
Analisis Jatuh Tempo untuk Liabilitas Keuangan Maturity Analysis for Financial Liabilities
Dalam analisis ini dilakukan pengelompokan jatuh In this analysis, the maturity of financial liabilities are
tempo untuk liabilitas keuangan berdasarkan sisa jatuh grouped based on the remaining contractual maturity
tempo kontraktual dari tanggal pelaporan. Untuk from the date of reporting. For financial liabilities where
liabilitas keuangan dimana pihak lawan memiliki pilihan the counterparty has a choice of when an amount is
kapan suatu jumlah dibayarkan, maka liabilitas paid, the liability is allocated to the earliest period for
dialokasikan pada periode paling awal dimana Bank which the Bank can be implied to pay.
dapat diisyaratkan untuk membayar.
- 79 -
Page 245
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Tabel di bawah menunjukkan profil jatuh tempo liabilitas The tables below show the maturity profile of the Bank's
keuangan Bank berdasarkan arus kas tidak terdiskonto. financial liabilities based on undiscounted contractual
cash flows.
30 Juni/June 30, 2019
> 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun > 2 tahun
s/d s/d s/d s/d
Sampai dengan 3 bulan/ 12 bulan/ 2 tahun/ 5 tahun/
1 bulan/ >1- >3- >1- >2- Jumlah/
1 month or less 3 months 12 months 2 years 5 years Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Tanpa suku bunga Without interest
Beban y ang masih harus dibay ar
dan liabilitas lain-lain 3.533.733 2.748.254 21.579.893 - 122.646 27.984.526 Accruals and other liabilities
Suku bunga v ariabel Variable interest rate
Simpanan 32.951.989 - - - - 32.951.989 Deposits
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Simpanan 1.129.604.733 176.681.090 129.996.129 - - 1.436.281.952 Deposits
Simpanan dari bank lain 38.575.568 113.696.507 11.431.938 - - 163.704.013 Deposits f rom other banks
Pinjaman y ang diterima - 13.490.049 - - - 13.490.049 Borrowings
Jumlah 1.204.666.023 306.615.900 163.007.960 - 122.646 1.674.412.529 Total
31 Desember/December 31, 2018
> 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun > 2 tahun
s/d s/d s/d s/d
Sampai dengan 3 bulan/ 12 bulan/ 2 tahun/ 5 tahun/
1 bulan/ >1- >3- >1- >2- Jumlah/
1 month or less 3 months 12 months 2 years 5 years Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Tanpa suku bunga Without interest
Beban y ang masih harus dibay ar
dan liabilitas lain-lain 1.763.548 1.562.991 20.921.518 - 205.665 24.453.722 Accruals and other liabilities
Suku bunga v ariabel Variable interest rate
Simpanan 34.199.227 - - - - 34.199.227 Deposits
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Simpanan 766.253.123 215.454.032 80.632.006 - - 1.062.339.161 Deposits
Simpanan dari bank lain 13.291.609 3.957.389 - - - 17.248.998 Deposits f rom other banks
Pinjaman y ang diterima - - 240.175.029 - - 240.175.029 Borrowings
Jumlah 815.507.507 220.974.412 341.728.553 - 205.665 1.378.416.137 Total
31 Desember/December 31, 2017
> 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun > 2 tahun
s/d s/d s/d s/d
Sampai dengan 3 bulan/ 12 bulan/ 2 tahun/ 5 tahun/
1 bulan/ >1- >3- >1- >2- Jumlah/
1 month or less 3 months 12 months 2 years 5 years Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Tanpa suku bunga Without interest
Beban y ang masih harus dibay ar
dan liabilitas lain-lain 460.387 527.446 3.852.835 589.064 264.535 5.694.267 Accruals and other liabilities
Suku bunga v ariabel Variable interest rate
Simpanan 40.571.165 - - - - 40.571.165 Deposits
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Simpanan 115.957.216 156.227.579 38.913.954 11.155.236 - 322.253.985 Deposits
Jumlah 156.988.768 156.755.025 42.766.789 11.744.300 264.535 368.519.417 Total
- 80 -
Page 246
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2016
> 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun
s/d s/d s/d
Sampai dengan 3 bulan/ 12 bulan/ 2 tahun/
1 bulan/1 month >1- >3- >1- Jumlah/
or less 3 months 12 months 2 y ears Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Tanpa suku bunga Without interest
Beban y ang masih harus dibay ar
dan liabilitas lain-lain 83.003 111.916 4.289.175 53.583 4.537.677 Accruals and other liabilities
Suku bunga v ariabel Variable interest rate
Simpanan 23.224.288 - - - 23.224.288 Deposits
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Simpanan 20.328.921 11.761.453 14.217.840 - 46.308.214 Deposits
Jumlah 43.636.212 11.873.369 18.507.015 53.583 74.070.179 Total
Analisa perbedaan jatuh tempo aset dan liabilitas Maturity Mismatch Analysis
keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan analisis jatuh tempo The tables below show the maturity gap analysis of the
aset dan liabilitas keuangan Bank pada tanggal Bank as of June 30, 2019, December 31, 2018, 2017
30 Juni 2019, 31 Desember 2018, 2017, dan 2016, and 2016 arranged by remaining days until maturity
berdasarkan jangka waktu yang tersisa sampai date and behavioral assumptions:
tanggal jatuh tempo kontrak dan asumsi perilaku
(behavioral assumptions):
30 Juni/June 30, 2019
> 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun > 2 tahun
s/d s/d s/d s/d
Sampai dengan 3 bulan/ 12 bulan/ 2 tahun/ 5 tahun/
1 bulan/ >1- >3- >1- >2- > 5 tahun/ Jumlah/
1 month or less 3 months 12 months 2 years 5 years > 5 years Total
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Aset Assets
Tanpa suku bunga Non-interest bearing
Kas 4.520.877 - - - - - 4.520.877 Cash
Giro pada Bank Indonesia 90.706.608 - - - - - 90.706.608 Demand deposits with Bank Indonesia
Aset lain-lain 40.928.058 - - - - - 40.928.058 Other assets
Suku bunga variabel Variable interest rate
Giro pada bank lain 26.497.684 - - - - - 26.497.684 Demand deposits with other banks
Kredit 45.601.400 31.889.043 425.209.351 51.164.190 190.756.092 6.445.151 751.065.227 Loans
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia and
dan bank lain 802.146.700 - - 5.000.000 - - 807.146.700 other banks
Efek-efek 121.653 - - - - 86.318.694 86.440.347 Securities
Kredit 22.103.039 41.044.177 475.173.729 335.463.595 - - 873.784.540 Loans
Jumlah aset keuangan 1.032.626.019 72.933.220 900.383.080 391.627.785 190.756.092 92.763.845 2.681.090.041 Total financial assets
Liabilitas Liabilities
Tanpa suku bunga Non-interest bearing
Beban yang masih harus dibayar
liabilitas lain-lain 3.533.733 2.748.254 21.579.893 - 122.646 - 27.984.526 Accruals and other liabilities
Suku bunga variabel Variable interest rate
Simpanan 32.867.086 - - - - - 32.867.086 Deposits
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Simpanan 1.129.557.280 176.642.916 129.945.075 - - - 1.436.145.271 Deposits
Simpanan dari bank lain 38.360.000 111.550.000 11.000.000 - - - 160.910.000 Deposits from other banks
Pinjaman yang diterima - 13.094.000 - - - - 13.094.000 Borrowings
Jumlah liabilitas keuangan 1.204.318.099 304.035.170 162.524.968 - 122.646 - 1.671.000.883 Total financial liabilities
Selisih (171.692.080) (231.101.950) 737.858.112 391.627.785 190.633.446 92.763.845 1.010.089.158
- 81 -
Page 247
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2018
> 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun > 2 tahun
s/d s/d s/d s/d
Sampai dengan 3 bulan/ 12 bulan/ 2 tahun/ 5 tahun/
1 bulan/ >1- >3- >1- >2- > 5 tahun/ Jumlah/
1 month or less 3 months 12 months 2 years 5 years > 5 years Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Aset Assets
Tanpa suku bunga Non-interest bearing
Kas 3.293.592 - - - - - 3.293.592 Cash
Giro pada Bank Indonesia 67.111.096 - - - - - 67.111.096 Demand deposits with Bank Indonesia
Aset lain-lain 35.248.763 - - - - - 35.248.763 Other assets
Suku bunga variabel Variable interest rate
Giro pada bank lain 30.633.507 - - - - - 30.633.507 Demand deposits with other banks
Kredit 26.767.745 20.716.970 368.114.883 42.235.532 200.303.172 4.953.770 663.092.072 Loans
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia and
dan bank lain 244.944.510 - - - - - 244.944.510 other banks
Efek-efek 5.161.305 - - - - 83.493.560 88.654.865 Securities
Kredit 6.656.588 21.425.757 482.175.403 188.679.614 - - 698.937.362 Loans
Jumlah aset keuangan 419.817.106 42.142.727 850.290.286 230.915.146 200.303.172 88.447.330 1.831.915.767 Total financial assets
Liabilitas Liabilities
Tanpa suku bunga Non-interest bearing
Beban yang masih harus dibayar
liabilitas lain-lain 1.763.548 1.562.991 20.921.518 - 205.665 - 24.453.722 Accruals and other liabilities
Suku bunga variabel Variable interest rate
Simpanan 34.111.539 - - - - - 34.111.539 Deposits
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Simpanan 766.211.948 215.402.503 80.597.963 - - - 1.062.212.414 Deposits
Simpanan dari bank lain 13.200.000 3.900.000 - - - - 17.100.000 Deposits from other banks
Pinjaman yang diterima - - 214.428.571 - - - 214.428.571 Borrowings
Jumlah liabilitas keuangan 815.287.035 220.865.494 315.948.052 - 205.665 - 1.352.306.246 Total financial liabilities
Selisih (395.469.929) (178.722.767) 534.342.234 230.915.146 200.097.507 88.447.330 479.609.521
31 Desember/December 31, 2017
> 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun > 2 tahun
s/d s/d s/d s/d
Sampai dengan 3 bulan/ 12 bulan/ 2 tahun/ 5 tahun/
1 bulan/ >1- >3- >1- >2- > 5 tahun/ Jumlah/
1 month or less 3 months 12 months 2 years 5 years > 5 years Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Aset Assets
Tanpa suku bunga Non-interest bearing
Kas 3.101.494 - - - - - 3.101.494 Cash
Giro pada Bank Indonesia 21.298.807 - - - - - 21.298.807 Demand deposits with Bank Indonesia
Aset lain-lain 7.832.489 - - - - - 7.832.489 Other assets
Suku bunga variabel Variable interest rate
Giro pada bank lain 9.011.649 - - - - - 9.011.649 Demand deposits with other banks
Kredit 6.166.709 42.740.697 105.559.408 10.245.495 13.882.034 17.646.013 196.240.356 Loans
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia and
dan bank lain 55.891.717 - 204.000.000 - - - 259.891.717 other banks
Efek-efek 3.104.546 - 36.487.465 - - 65.267.330 104.859.341 Securities
Kredit 2.982.368 6.780.588 81.067.357 55.375.633 - - 146.205.946 Loans
Jumlah aset keuangan 109.389.779 49.521.285 427.114.230 65.621.128 13.882.034 82.913.343 748.441.799 Total financial assets
Liabilitas Liabilities
Tanpa suku bunga Non-interest bearing
Beban yang masih harus dibayar
liabilitas lain-lain 460.387 527.446 3.852.835 589.063 264.534 - 5.694.265 Accruals and other liabilities
Suku bunga variabel Variable interest rate
Simpanan 40.455.892 - - - - - 40.455.892 Deposits
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Simpanan 115.575.002 153.937.781 37.681.362 10.385.725 - - 317.579.870 Deposits
Jumlah liabilitas keuangan 156.491.281 154.465.227 41.534.197 10.974.788 264.534 - 363.730.027 Total financial liabilities
Selisih (47.101.502) (104.943.942) 385.580.033 54.646.340 13.617.500 82.913.343 384.711.772
- 82 -
Page 248
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember/December 31, 2016
> 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun > 2 tahun
s/d s/d s/d s/d
Sampai dengan 3 bulan/ 12 bulan/ 2 tahun/ 5 tahun/
1 bulan/1 month >1- >3- >1- >2- > 5 tahun/ Jumlah/
or less 3 months 12 months 2 years 5 years > 5 years Total
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Aset Assets
Tanpa suku bunga Non-interest bearing
Kas 3.085.406 - - - - - 3.085.406 Cash
Giro pada Bank Indonesia 5.423.203 - - - - - 5.423.203 Demand deposits with Bank Indonesia
Aset lain-lain 4.839.681 - - - - - 4.839.681 Other assets
Suku bunga variabel Variable interest rate
Giro pada bank lain 4.732.815 - - - - - 4.732.815 Demand deposits with other banks
Kredit 22.744.656 89.750.748 67.898.200 1.436.957 31.127.678 33.745.657 246.703.896 Loans
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia and
dan bank lain 108.818.383 15.000.000 - - - - 123.818.383 other banks
Efek-efek 3.093.433 - 20.174.575 9.930.000 - 31.425.000 64.623.008 Securities
Kredit 1.509.154 6.705.429 64.003.320 1.051.318 - - 73.269.221 Loans
Jumlah aset keuangan 154.246.731 111.456.177 152.076.095 12.418.275 31.127.678 65.170.657 526.495.613 Total financial assets
Liabilitas Liabilities
Tanpa suku bunga Non-interest bearing
Beban yang masih harus dibayar
liabilitas lain-lain 83.003 111.916 4.289.175 53.583 - - 4.537.677 Accruals and other liabilities
Suku bunga variabel Variable interest rate
Simpanan 23.224.115 - - - - - 23.224.115 Deposits
Suku bunga tetap Fixed interest rate
Simpanan 20.238.120 11.637.070 13.449.600 - - - 45.324.790 Deposits
Jumlah liabilitas keuangan 43.545.238 11.748.986 17.738.775 53.583 - - 73.086.582 Total financial liabilities
Selisih 110.701.493 99.707.191 134.337.320 12.364.692 31.127.678 65.170.657 453.409.031
Manajemen Risiko Operasional Operational Risk Management
Sebagai lembaga keuangan yang beroperasi di As a financial institution operating in Indonesia, the
Indonesia, Bank menyadari adanya empat faktor utama Bank realised that there are four primary factors of
risiko operasional, yaitu manusia, proses, sistem dan operational risks, which are human, process, system
faktor eksternal. Kegagalan dalam mengidentifikasi and external factors. Failure to properly identify the
secara baik pengelolaan sumber-sumber risiko management of those operational risk sources may
operasional tersebut, dapat mempengaruhi affect the Bank’s ability to achieve its business
kemampuan Bank untuk mencapai tujuan usahanya. objectives. Therefore, the Bank continually upgrades
Karena itu, Bank secara terus-menerus meningkatkan the operational risk management processes quality,
kualitas proses pengelolaan risiko operasional, reviews and improves its internal control practices for
menelaah dan meningkatkan praktek pengendalian operational activities at the head office as well as
internal atas aktivitas operasional pada kantor pusat at its network offices.
dan jaringan kantor.
Mekanisme kontrol dilakukan dengan memasukkan The internal control mechanism is performed by
tahapan kontrol ke dalam setiap transaksi yang dapat applying several layers of control to each transaction
dilihat pada Standar Manual Kerja Bank. Bank process, as stated in the Bank’s Standard Operating
memiliki Satuan Kerja Audit Internal yang melakukan Manual. The Bank has the Internal Audit Working Unit
pemeriksaan secara periodik untuk memeriksa to conduct periodic control assessments and to ensure
kepatuhan pegawai terhadap prosedur dan peraturan staff comply with applicable procedures and
yang telah ditetapkan. regulations.
Bank telah memiliki Pedoman Kerja Bagian Bank has the Operational Working Guidelines. Bank
Operasional. Bank juga telah melakukan identifikasi, has also performed identification, measurement,
pengukuran, pemantuan dan pengendalian risiko monitoring, and control of the operational risks to all
operasional pada semua aktivitas fungsional Bank, functional activities of the Bank, such as loans
seperti aktivitas perkreditan, treasury dan investasi, activities, treasury and investment activities,
operasional dan jasa, aktivitas pembiayaan operational and service activities, funding and trade
perdagangan dan pendanaan, aktivitas teknologi finance activities, information system technology
sistem informasi, dan sistem informasi manajemen, activities and management information system
serta aktivitas pengelolaan sumber daya manusia. activities, and human resources management
activities.
- 83 -
Page 249
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Bank telah menetapkan batasan akses pegawai The Bank has set up access limit for employee to
terhadap sistem informasi manajemen, sistem management information system, accounting
informasi akuntansi dan sistem pengelolaan risiko. information system and risk management system. In
Selain itu setiap temuan hasil audit baik yang addition, each finding from the internal and external
ditemukan oleh audit internal maupun audit audit has been followed up by the Bank with a series
eksternal telah ditindaklanjuti dengan baik oleh Bank of corrective actions.
dengan melakukan serangkaian tindakan korektif.
Manajemen Risiko Kepatuhan Compliance Risk Management
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang timbul ketika Compliance risk is the risk that the Bank does not
Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan comply or implement the laws’ requirements and
peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain other relevant regulations.
yang berlaku.
Risiko kepatuhan, jika tidak dikelola dengan baik, Compliance risk, if not managed properly, has potential
berpotensi pada pengenaan denda, hukuman, atau for imposition of the penalty, punishment, or influence
rusaknya reputasi. the Bank's reputation.
Bank melakukan identifikasi dan pengelolaan risiko Bank identifies and manages the compliance risk by
kepatuhan sejak awal dengan memberikan bantuan giving aid to business unit and operational unit in case
kepada unit bisnis dan unit operasional dalam hal of formulation of transaction structure and
proses perumusan struktur transaksi dan development of new products, and actively carry out
pengembangan produk baru dan secara aktif the assessment to policies and internal procedures of
melakukan penilaian terhadap kebijakan pedoman the Bank to ensure that the entire external
dan prosedur internal yang dimiliki oleh Bank untuk regulations have been accommodated in such a
memastikan bahwa seluruh peraturan eksternal telah manner and hereinafter to be obeyed in its
diakomodir sedemikian rupa dan selanjutnya untuk implementation.
dipatuhi pelaksanaannya.
Pengelolaan risiko kepatuhan yang baik adalah Proper compliance risk management and effective to
adanya kepastian dan efektivitas dari pelaksanaan implementation of the relevant requirements or the
terhadap ketentuan atau ketetapan yang berlaku oleh provisions by almost every line in the bank and
hampir setiap lini di Bank, serta memastikan bahwa ensuring that all obligations and commitments have
seluruh kewajiban dan komitmen telah dipenuhi. been met are both rigorous.
Sesuai PBI No.14/27/PBI/2012 tentang penerapan In accordance PBI No.14/27/PBI/2012 on application
program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan of Anti- Money Laundering and Combatting the
Pendanaan Terorisme (APU/PPT) Bagi Bank Umum, Financing of Terrorism (AML/PPT) for Commercial
Bank telah membentuk unit kerja yang Banks, Bank has established a unit responsible for the
bertanggung jawab atas penerapan APU/PPT yang implementation of AML/PPT and reporting to the
bertanggung jawab kepada Direktur Kepatuhan. Compliance Director.
Manajemen Risiko Hukum Legal Risk Management
Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh Legal risk is the risk resulting from weaknesses in
adanya kelemahan aspek yuridis dalam bisnis, yang judicial aspects of the business, which could be caused
antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, by legal claims, non existence of supporting regulation
ketiadaan peraturan perundang-undangan yang or weakness in agreement, such as unfulfilled terms
mendukung, atau kelemahan perikatan seperti tidak and conditions in contract and incomplete binding
dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan collateral.
agunan yang tidak sempurna.
Bank mengelola risiko hukum dengan memastikan Bank manages the legal risks by ensuring that all
seluruh aktivitas dan hubungan kegiatan usaha Bank activities and business relationships between the Bank
dengan pihak ketiga didasarkan pada aturan dan and third parties are based on rules and conditions
persyaratan yang dapat melindungi kepentingan that are capable of protecting the Bank's interests
Bank dari segi hukum. from a legal perspective.
- 84 -
Page 250
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
Manajemen Risiko Reputasi Reputation Risk Management
Risiko reputasi adalah risiko yang antara lain Reputational risk is the risk that is caused by
disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang terkait negative publicity related to the business activity of
dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif the Bank or negative perception of the Bank.
terhadap Bank.
Bank mengelola risiko reputasi dengan memastikan The Bank manages its reputational risk by ensuring
kesesuaian antara aktivitas kegiatan usaha Bank that its business activities are in conformity with its
bersama-sama dengan aktivitas lain sehingga reputasi other activities, so as to maintain the Bank's reputation.
Bank tetap terjaga.
Manajemen Risiko Strategis Strategic Risk Management
Risiko strategis adalah risiko yang antara lain Strategic risk is the risk that is caused by inappropriate
disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan determination and implementation of the Bank’s
strategi Bank yang tidak tepat, pengambilan strategy, inappropriate business decisions or being
keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang unresponsive to external change.
responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal.
Pemantauan evaluasi implementasi strategi bisnis Monitoring, evaluating, and implementation of
pada rencana bisnis dilakukan dengan pengumpulan business strategies ia a business plan involves data
data, analisis, pengukuran, pemantauan dan collection, analysis, measurement, monitoring and
pengendalian pencapaian target aset, aset produktif, controlling assets target achievement, asset
sumber dana, permodalan, laba sebelum pajak, productivity, source of funds, equity, income before tax,
produk/aktivitas baru, jaringan kantor, dan lainnya new product/activity, office network and others
dibandingkan dengan realisasinya yang dilakukan compared with its realization as performed periodically.
secara periodik.
38. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI 38. RECONCILIATION OF LIABILITIES ARISING FROM
AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Tabel di bawah ini menjelaskan perubahan dalam The table below details changes in the Bank’s liabilities
liabilitas Bank yang timbul dari aktivitas pendanaan, arising from financing activities, including both cash
termasuk perubahan yang timbul dari arus kas dan and non-cash changes. Liabilities arising from
perubahan nonkas. Liabilitas yang timbul dari financing activities are those for which cash flows
aktivitas pendanaan adalah liabilitas yang arus kas, were, or future cash flows will be, classified in the
atau arus kas masa depannya, diklasifikasikan dalam Bank’s statement of cash flows as cash flows financing
laporan arus kas sebagai arus kas dari aktivitas activities.
pendanaan.
Konversi pinjaman
menjadi modal
saham dan tambahan
Arus kas modal disetor/
dari aktivitas Borrowing conversion
1 Januari/ pendanaan/ to capital stock 30 Juni/
January 1, Cash flows from and additional Selisih kurs/ June 30,
2019 financing activities paid-in capital Foreign exchange 2019
Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000
Pinjaman yang diterima Borrow ings
Pihak berelasi 214.428.571 - (214.428.571) - - Related parties
Pihak ketiga - 13.119.315 - (25.315) 13.094.000 Third parties
214.428.571 13.119.315 (214.428.571) (25.315) 13.094.000
Modal saham dan Capital stock and additional
tambahan modal disetor 500.000.000 314.838.929 214.428.571 - 1.029.267.500 paid-in capital
Jumlah 714.428.571 327.958.244 - (25.315) 1.042.361.500 Total
- 85 -
Page 251
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
1 Januari/ 31 Desember/
January 1, Penerimaan kas/ December 31,
2018 Cash receipts 2018
Rp Rp Rp
Pinjaman yang diterima -
pihak berelasi - 214.428.571.428 214.428.571.428 Borrow ings - related parties
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS SUPPLEMENTAL DISCLOSURES ON NON-CASH
INVESTASI NONKAS INVESTING
30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/
June 30, December 31, December 31,
2019 2017 2016
Rp '000 Rp '000 Rp '000
Reklasifikasi efek tersedia untuk dijual Reclassification of available-for-sale securities
menjadi dimiliki hingga jatuh tempo 86.351.713 - - to held-to-maturity
Konversi pinjaman menjadi modal saham 214.428.571 - - Borrow ings conversion to capital stock
Penambahan modal disetor melalui akun: Additional to capital stock through:
Dana setoran modal - - 40.000.000 Capital deposit fund
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain - - 134.640 Accruals and other liabilities
Acquision of premises and equipment
Pembelian aset tetap melalui utang - 210.951 - through payables
39. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 39. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD
a. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para a. Based on the Deed of Resolutions of
Pemegang Saham No. 107 tanggal 29 Juli 2019 Shareholders No. 107 dated July 29, 2019 of
di hadapan Anita Anggawidjaja, S.H., notaris di Anita Anggawidjaja, S.H., notary in Surabaya, the
Surabaya, pemegang saham menyetujui untuk shareholders agreed to appoint Vishal Tulsian as
mengangkat Vishal Tulsian sebagai Presiden the Bank’s President Director, Tuk Yulianto as
Direktur, Tuk Yulianto sebagai Direktur Operations Director and I N Mawa as Compliance
Operasional, dan I N Mawa sebagai Direktur Director effective on July 29, 2019. The change
Kepatuhan Bank yang berlaku efektif tanggal was approved by the Minister of Law and Human
29 Juli 2019. Perubahan ini telah memperoleh Rights of the Republic of Indonesia in Decision
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Letter No. AHU-AH.01.03-0312594 dated
Manusia Republik Indonesia dengan Surat August 13, 2019. Therefore, the composition of
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0312594 tanggal Board of Directors is as follows:
13 Agustus 2019. Dengan demikian, komposisi
Dewan Direksi menjadi sebagai berikut:
Sebelum 29 Juli 2019/ Setelah 29 Juli 2019/
Before July 29, 2019 After July 29, 2019
Dewan Direksi Board of Directors
Presiden Direktur Tuk Yulianto Vishal Tulsian President Director
Direktur Bidang Vishal Tulsian - Managing Director
Direktur Kepatuhan I Nyoman Mawa I Nyoman Mawa Compliance Director
Direktur Operasional - Tuk Yulianto Operations Director
- 86 -
Page 252
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
b. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan b. Based on the Deed of Circular Resolutions as
Sirkuler Sebagai Pengganti Dari Rapat Umum Substitution of Shareholders’ General Meeting
Pemegang Saham No. 277 tanggal No. 277 dated August 26, 2019 of Christina Dwi
26 Agustus 2019 di hadapan Christina Dwi Utami, Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., notary in Jakarta,
S.H., M.Hum., M.Kn., notaris di Jakarta, the shareholders agreed to conduct internal
pemegang saham menyetujui untuk melakukan public offering of the Bank’s capital stock and
penawaran perdana atas saham-saham Bank record the stocks at PT Bursa Efek Indonesia,
dan mencatatkan saham-saham Bank tersebut agreed the change of the Bank’s status from a
pada PT Bursa Efek Indonesia, menyetujui private company to a listed company and change
perubahan status Bank dari Perusahaan tertutup the Bank’s name from “PT Bank Amar Indonesia”
menjadi Perusahaan terbuka dan mengubah to “PT Bank Amar Indonesia Tbk”, change the
nama Bank dari sebelumnya “PT Bank Amar nominal value of the Bank’s shares from
Indonesia” menjadi “PT Bank Amar Indonesia Rp 1,000,000 to Rp 100 and change the Bank’s
Tbk”, mengubah nilai nominal per saham dari Articles of Association, related to Public Offering
semula Rp 1.000.000 menjadi Rp 100 dan of capital stock to the public through Capital
mengubah seluruh Anggaran Dasar Bank, dalam Market. Furthermore, it was agreed to appoint
rangka Penawaran Umum saham kepada Ratna Heimawaty Zain as the Bank’s
masyarakat melalui Pasar Modal. Selain itu, Independent Commissioner effective after
disetujui pengangkatan Ratna Heimawaty Zain obtaining approval from OJK regarding Fit and
sebagai Komisaris Independen Bank yang Proper Test. The change was approved by the
berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Minister of Law and Human Rights of the Republic
dari OJK atas Penilaian Kemampuan dan of Indonesia in Decision Letter
Kepatutan (Fit and Proper Test). Perubahan ini No. AHU-AH.01.030-321105 and AHU-AH.01.03-
telah memperoleh persetujuan dari Menteri 0321106 dated August 27, 2019.
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.03-0321105 dan AHU-AH.01.03-
0321106 tanggal 27 Agustus 2019.
c. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi c. Based on Decree of Directors
No. 036/SK-DIR/SDM/VII/2019 tanggal No. 036/SK-DIR/SDM/VII/2019 dated August 26,
26 Agustus 2019 Direksi menyetujui 2019, the directors agreed to appoint Jelysia as
pengangkatan Jelysia sebagai sekretaris the Bank’s corporate secretary. This Decree shall
Perusahaan. Keputusan ini berlaku efektif sejak be effective since this date.
tanggal penandatanganan.
d. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan d. Based on the Deed of Circular Resolutions as
Sirkuler Sebagai Pengganti Dari Rapat Umum Substitution of Shareholders’ General Meeting
Pemegang Saham No. 132 tanggal No. 132 dated November 20, 2019 of Christina
20 November 2019 di hadapan Christina Dwi Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., notary in
Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., notaris di Jakarta, Jakarta, the Bank received letter from Financial
Bank telah menerima surat dari Otoritas Jasa Service Authority (“OJK”) dated November 14,
Keuangan (“OJK”) tertanggal 14 November 2019, 2019, number KEP-92/PB.1/2019 concerning the
nomor KEP-92/PB.1/2019 tentang Hasil Penilaian Result of Fit and Proper Test of Ratna Heimawati
Kemampuan dan Kepatutan Ratna Heimawati Zain as a candidate for Independent
Zain selaku calon Komisaris Independen Bank, Commissioner of the Bank, where OJK has
dimana OJK telah menyetujui pencalonan approved the nomination. The change was
tersebut. Perubahan ini telah memperoleh approved by the Minister of Law and Human
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Rights of the Republic of Indonesia in Decision
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Letter No. AHU-AH.01.03-0362445 dated
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0362445 tanggal November 20, 2019.
20 November 2019.
e. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi e. Based on Decree of Directors
No. 060/SK-DIR/XI/2019 tanggal 20 November No. 060/SK-DIR/XI/2019 dated November 20,
2019, Direksi menyetujui pengangkatan Ratna 2019, the directors agreed to appoint Ratna
Heimawati Zain sebagai Ketua Komite Audit Heimawati Zain as the Bank’s Chief Audit
Bank. Keputusan ini berlaku efektif sejak tanggal Committee. This Decree shall be effective since
penandatanganan. this date.
40. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN 40. REISSUANCE OF THE FINANCIAL STATEMENTS
Dalam rangka penawaran umum saham kepada In relation to the public offering of capital stock to the
masyarakat melalui pasar modal, Bank telah public through capital market, the Bank has reissued
menerbitkan kembali laporan keuangan untuk periode its financial statements for the six-month period ended
enam bulan yang berakhir 30 Juni 2019 dan 2018 June 30, 2019 and 2018 (unaudited) and for the years
(tidak diaudit) dan untuk tahun-tahun yang berakhir ended December 31, 2018, 2017 and 2016 to conform
- 87 -
Page 253
PT BANK AMAR INDONESIA Tbk PT BANK AMAR INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED
30 JUNI 2019 DAN 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN JUNE 30, 2019 AND 2018 (UNAUDITED)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2018, 2017 DAN 2016 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2018, 2017 AND 2016 (Continued)
31 Desember 2018, 2017 dan 2016 untuk disesuaikan with prevailing capital market regulations. Such
dengan peraturan pasar modal yang berlaku. changes are the change of the Bank’s name which
Perubahan tersebut adalah perubahan nama Bank dari previously was PT Bank Amar Indonesia to PT Bank
PT Bank Amar Indonesia menjadi PT Bank Amar Amar Indonesia Tbk, the change in description of
Indonesia Tbk, perubahan deskripsi “Arus Kas Operasi “Operating Cash Flows before Working Capital
sebelum Perubahan Modal Kerja” menjadi “Arus Kas Changes” become “Operating Cash Flows before
Operasi sebelum Perubahan Aktivitas Operasi” dan Changes in Operating Activities” and presentation
perubahan penyajian pada arus kas dari aktivitas changes in cash flows from investing activities in the
investasi pada laporan arus kas, dan penambahan statement of cash flows, and additional information in
informasi pada Catatan 3a, 3q, 10, 11, 13, 16, 32, 38, Notes 3a, 3q, 10, 11, 13, 16, 32, 38, 39 and 40.
39 dan 40.
41. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN 41. MANAGEMENT’S RESPONSIBILITY AND
PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN APPROVAL TO ISSUE THE FINANCIAL
STATEMENTS
Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan The preparation and fair presentation of the financial
dari halaman 1 sampai dengan 88 merupakan statements on pages 1 to 88 were the responsibilities
tanggung jawab manajemen, telah disetujui of the management, and were approved and
oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal authorized for issue by the Directors on
20 November 2019. November 20, 2019.
- 88 -
Page 254
Halaman ini sengaja dikosongkan
234
Names mentioned 134 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT UOB Kay Hian Sekuritas PENJAMIN PELAKSANA EMISI
p.1
unresolved
org
PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA
p.1 ×3
unresolved
org
Bapepam
p.2 ×6
unresolved
org
Indonesia
p.2
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-
p.2
unresolved
org
PT UOB Kay Hian Sekuritas
p.2 ×3
unresolved
org
PT Datindo Entrycom. Bapepam
p.5
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.5
unresolved
org
Bapepam-LK
p.5 ×24
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.5 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.5
unresolved
org
Menteri Republik Indonesia
p.5
unresolved
org
Kementerian Keuangan.
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×89
unresolved
org
Imelda & Rekan
p.6 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.7 ×6
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.7
unresolved
org
Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia
p.7
unresolved
org
Menteri
p.7
unresolved
org
PT Anglomas International Bank
p.12 ×9
unresolved
org
PT Amin Bank
p.12
unresolved
person
Eddy Widjaja
· Notaris
p.12 ×9
unresolved
org
Pengadilan Negeri Surabaya
p.12 ×12
unresolved
person
Christina Dwi Utami
· Notaris
p.12 ×11
unresolved
org
Disetor Tolaram Group Inc.
p.12 ×9
unresolved
person
Tuk Yulianto SH
· Presiden Direktur
p.13 ×5
unresolved
org
Bank BUKU II.
p.16 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
p.18 ×5
unresolved
—
Elisabeth Imelda
· Akuntan Publik
p.18 ×4
unresolved
org
Satrio Bing Eny & Rekan
p.18 ×4
unresolved
person
Anita Anggawidjaja
· Notaris
p.24 ×15
unresolved
person
A. Henry Mixson Lumban Batu
p.24
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda
p.26
unresolved
org
Bank Lain Simpanan
p.26
unresolved
org
Bank Lain. Penempatan
p.49
unresolved
org
Bank Non-Devisa
p.64
unresolved
org
Imelda
p.69
unresolved
org
Wishart Investment Inc
p.70 ×2
unresolved
org
Disetor Wishart Investments Inc
p.73
unresolved
org
Wishart Investments Inc
p.73 ×3
unresolved
org
Bank Jatim
p.75
unresolved
org
Tolaram Africa Pte. Ltd.
p.75
unresolved
org
Bank BCA
p.75
unresolved
org
ICICI Ltd
p.76 ×4
unresolved
org
PT Lotus Indah Textiles Industries
p.76 ×2
unresolved
—
Universitas Bina Darma
· Director
p.77 ×3
unresolved
org
Bank DKI
· Komisaris Independen
p.77 ×7
unresolved
org
Yayasan Dana Pensiun
p.77 ×2
unresolved
org
Bank Madya. Menjadi
p.77 ×2
unresolved
org
Institut Bankir Indonesia. Menjabat
· Direktur
p.78
unresolved
org
Bank Bumi Daya Cab. Denpasar
p.78
unresolved
org
Bank Anglomas Internasional
p.78
unresolved
org
Bank Pasar Harta Guna Malang
p.79
unresolved
org
PT Istana Tiara Surabaya
p.79
unresolved
org
PT Buana Bintang Bayu Malang
p.79
unresolved
org
PT Anglomas Internasional Bank
p.79
unresolved
—
Jelysia
· Sekretaris Perusahaan
p.81
unresolved
org
PT. MNC Investama
p.81
unresolved
org
PT Metropolis Propertindo Utama
p.81
unresolved
person
Haifan Yahya
· Anggota
p.82 ×2
unresolved
org
Bank Bumi Daya Surabaya
p.82 ×2
unresolved
person
Simon Hariyanto
· Anggota
p.82
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hadori dan Rekan
p.82
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hadori
p.82
unresolved
org
PT Boma Bisma Indra Surabaya
p.82
unresolved
org
Bank Amin Surabaya
p.82
unresolved
person
Dr. Syahrir Majidi
· Anggota
p.83 ×2
unresolved
org
PT Jatim Investment Management
p.84
unresolved
person
Ratna Julia Sahlan
· Anggota
p.84 ×2
unresolved
org
Departemen Treasuri
p.86
unresolved
org
Ishk Tolaram Foundation Ltd
p.92
unresolved
org
Nama
p.92
unresolved
org
PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM Tolaram Group Inc.
p.92
unresolved
org
Singkat Tolaram Group Inc.
p.92
unresolved
org
T-Seven Limited
p.92
unresolved
org
PT Bank Amar Indonesia. Tolaram
p.92
unresolved
org
Permodalan Tolaram Group Inc.
p.93
unresolved
org
Modal Dasar Tolaram Group Inc.
p.93
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.93
unresolved
org
PT Anglomas International Bank. Sehubungan
p.93
unresolved
org
PT Anglomas International Bank Menjadi Izin
p.94
unresolved
org
Bank Indonesia KC Kusuma Bangsa
p.94
unresolved
org
Bank Indonesia KC
p.94
unresolved
person
K.H. Mas Mansyur
p.94
unresolved
org
PT Warna Bintang Kreasi
p.95
unresolved
org
Tolaram Analytics Pte Ltd
p.95
unresolved
org
PT Asuransi Wahana Tata Cabang
p.95
unresolved
org
PT Asuransi Wahana Tata
p.96 ×6
unresolved
org
PT Asuransi Rama Satria Wibawa
p.96 ×3
unresolved
org
PT Asuransi Rama Satria Wibaya
p.96
unresolved
org
PT Asuransi Wahana Tata Bank Indonesia
p.96
unresolved
org
Bank Indonesia Surabaya
p.96
unresolved
org
PT Electronik Mart Maju Bersama
p.97
unresolved
org
PT SBY
p.97
unresolved
org
Pengadilan Negeri Surabaya. Pengadilan Negeri Surabaya
p.97
unresolved
person
Suharsono Sujono
p.97
unresolved
person
KH Mansyur Kebon Kacang Tanah Abang
p.99
unresolved
org
Tekstil. Tolaram Group
· Pemegang Saham
p.100
unresolved
org
Pusat Statistik
p.101
unresolved
org
Bank BUKU II. Hal
p.102
unresolved
org
Bank Perkreditan Rakyat
p.106
unresolved
org
Minister of Justice
p.170
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik
p.170
unresolved
org
PT Bank Amar Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar
p.170
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.170
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.170 ×2
unresolved
org
Financial Services Authority
p.170
unresolved
org
PT Bank Amar
p.170 ×2
unresolved
org
PT Bank Amar Indonesia. Indonesia. Anggaran Dasar Bank
p.170
unresolved
person
Anggawidjaja
p.170
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
p.170
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik
p.170
unresolved
person
I Ny
· Direktur Kepatuhan
p.171
unresolved
person
Simon Hary
· Anggota
p.171
unresolved
person
Haif
· Anggota
p.171 ×2
unresolved
org
Risk Management Committee
· Direktur
p.232
unresolved
org
Amar Indonesia Tbk
p.253
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.