Back to announcement
20260112_POLI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32019044_lamp3.pdf
Other Text extracted POLISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 22
Page 1
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
002/PHG-CS/OJK-IDX/I/2026
Jakarta, 7 Januari 2026
KepadaYth.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190
Perihal: Permintaan Penjelasan No.: S-14597/BEI.PP1/12-2025
Dengan hormat,
Merujuk permintaan penjelasan oleh PT Bursa Efek Indonesia melalui surat No.: S-14597/BEI.PP1/12-2025
tanggal 29 Desember 2025 perihal Permintaan Penjelasan Bersama ini kami sampaikan penjelasan sebagai
berikut :
1. Merujuk CALK 4 Kas dan Setara Kas per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan kas dan setara
kas sebesar Rp24,9 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 74,86% dibandingkan dengan periode
31 Desember 2024 sebesar Rp99,1 miliar. Namun demikian, jumlah kas dan setara kas Perseroan
hanya sebesar 2,14% dari total Aset Lancar dan 3,19% dari total Liabilitas Lancar. Berdasarkan
informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Agar dijelaskan penggunaan saldo pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mengingat akun tersebut
mengalami fluktuasi yang cukup signifikan pada 2 tahun buku berturut-turut.
Tanggapan : Pada akhir tahun 2024, Perseroan melakukan drawdown loan dari Bank Mandiri
Rp 79M sehingga saldo bank meningkat. Kemudian pada Januari 2025, Perseroan melakukan
pembayaran utang usaha kepada PT PP, sehingga pada September 2025 saldo kas perusahaan
mengalami penurunan yang signifikan.
b. Strategi Perseroan untuk menjaga likuiditas dalam jangka pendek mengingat total Kas dan Setara
Kas Perseroan hanya 3,19% dari total Liabilitas Lancar sebesar Rp782,1 miliar pada 30 September
2025.
Tanggapan : Penagihan piutang yang sudah Jatuh Tempo, dan Pengaturan Cashflow terhadap
pembelian dan kebutuhan.
c. Dampak penurunan signifikan tersebut terhadap kemampuan Perseroan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendek dan kelangsungan usaha, mengingat total Utang Usaha sebesar Rp82,9
miliar.
Tanggapan : Tidak ada
2. Merujuk CALK 5 Piutang Usaha Pihak Ketiga per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan piutang
usaha sebesar Rp31,7 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 16,44% dibandingkan dengan
periode 31 Desember 2024 sebesar Rp38 miliar. Namun demikian, terdapat piutang yang mengalami
peningkatan signifikan atas CV Cipta Cahaya sebesar 8713,01% dan PT Matahari Department
Store sebesar 87,14%. Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Penyebab peningkatan sangat signifikan atas piutang usaha CV Cipta Cahaya dan PT
Matahari Department Store.
Tanggapan : PT Cipta Cahaya: Terdapat outstanding invoice exhibition dan utilities periode
September 2025 yang belum ada pembayaran. PT Matahari Departemen Store : Terdapat
invoice installment.
Page 2
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
b. Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan peningkatan pada piutang usaha kepada Iuran
Pengelola Apartemen sebesar Rp8,5 miliar dibandingkan dengan periode 31 Desember
2023 sebesar Rp3,4 miliar. Agar dijelaskan latar belakang peningkatan tersebut.
Tanggapan : Peningkatan Iuran Pengelola Apartemen dari 3,4 miliar hingga 8,5 miliar pada 31
Desember 2024 karena disebabkan oleh akumulasi tagihan iuran pengelolaan apartemen atas
unit yang dikelola Perseroan yang belum tertagih hingga akhir periode, seiring dengan
peningkatan aktivitas operasional dan volume unit yang dikenakan iuran. Selain itu, terdapat
perbedaan harga dari pengelolaan karena kenaikan tarif tiap tahunnya berdasarkan ketentuan
manajemen.
c. Nature komponen lain-lain.
Tanggapan : Untuk komponen lainnya (di bawah Rp500 juta) merupakan piutang usaha kepada
berbagai pelanggan pihak ketiga dengan nilai individual relatif kecil. Karena jika dicatatkan
semuanya dengan nature yang berbeda-beda maka akan mempengaruhi pencatatan tersebut.
Piutang tersebut timbul dari transaksi operasional rutin Perseroan, antara lain penagihan atas
jasa pengelolaan, jasa tambahan, serta tagihan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan
usaha Perseroan. Seluruh saldo diklasifikasikan sebagai piutang usaha karena memiliki dasar
penagihan yang jelas dan berasal dari aktivitas operasional.
d. Rincian dan jumlah piutang komponen lain-lain, mengingat jumlahnya mencapai Rp17,2
miliar atau 54,35% dari total piutang usaha, dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan : Terlampir
e. Strategi kolektibilitas atas piutang yang dilakukan Perseroan, mengingat seluruh piutang usaha
telah jatuh tempo di mana sebanyak Rp9,8 miliar atau 30,8% dari total piutang telah lewat jatuh
tempo lebih dari 120 hari.
Tanggapan : Mengatur rincian pembayaran dan Monitoring piutang yang sudah Jatuh Tempo
dan melakukan penagihan secara berkala
f. Status terkini piutang usaha yang telah jatuh tempo.
Tanggapan : Status piutang masih berjalan dan bisa untuk ditagihkan dan masih tertagih,
walaupun sudah melewati tanggal jatuh tempo.
3. Merujuk CALK 7 Piutang Lain-Lain per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan piutang lain-lain
sebesar Rp14,8 miliar atau mengalami penurunan sebesar 16,20% dibandingkan dengan periode 31
Desember 2024 sebesar Rp17,6 miliar. Adapun Perseroan mencatatkan piutang lain-lain kepada CV
Cipta Cahaya sebesar Rp3 miliar di mana mengalami penurunan mencapai 50% jika dibandingkan
dengan periode 31 Desember 2024. Selain itu, Perseroan juga mencatatkan piutang lain-lain
komponen lainnya sebesar Rp10,8 miliar atau 73,08% dari total piutang lain-lain. Agar dijelaskan
terkait:
a. Latar belakang nilai piutang lain-lain kepada CV Cipta Cahaya menurun signifikan.
Tanggapan : Pada tanggal 31/12/2024, terdapat pengakuan Income Exhibition - Additional
Charge Pameran sedangkan di tahun 2025 tidak ada additional charge
b. Perbedaan piutang kepada CV Cipta Cahaya pada akun Piutang Usaha dengan Piutang Lain-
Lain.
Tanggapan : Piutang usaha: Pencatatan jurnal Piutang usaha terbentuk pada saat pembuatan
invoce, sedangkan Piutang Lain-Lain terbentuk pada saat pengakun accrued apabila invoice
belum dibuat
Page 3
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
c. Nature komponen lainnya.
Tanggapan : komponen piutang lain-lain pos lain-lain adalah mencatat transaksi kepada debtor
dengan nominal <500.000.000.
d. Rincian dan jumlah piutang komponen lain-lain, mengingat jumlahnya mencapai 73,08% dari
total piutang lain-lain, dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan : Terlampir
e. Agar disampaikan umur piutang lain-lain.
Tanggapan : Terlampir
f. Pertimbangan Perseroan tidak melakukan penyisihan piutang tidak tertagih pada periode 30
September 2025 dan 31 Desember 2024, mengingat penurunan piutang dari tahun-tahun
sebelumnya selalu bernilai signifikan.
Tanggapan : Berdasar kebijakan management untuk periode 30 september 2025 dan
sebelumnya memang belum pernah melakukan perhitungan CKPN. Perseroan akan mulai
menghitung penyisihan piutang tidak tertagih pada periode 31 desember 2025.
4. Merujuk CALK 8 Persediaan per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan persediaan sebesar
Rp1,03 triliun atau mengalami penurunan sebesar 10,07% dibandingkan dengan periode 31
Desember 2024 sebesar Rp1,14 miliar. Terdapat persediaan yang nilainya tidak berubah, yaitu
persediaan dalam penyelesaian apartemen dan kondotel. Namun demikian, terdapat persediaan
dalam penyelesaian apartemen dan kondotel yang nilainya tidak berubah. Selain itu, saldo
Persediaan menjadi kontributor terbesar pada Aset Lancar Perseroan hingga 88,90%. Atas hal
tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Kendala yang dihadapi Perseroan, baik terhadap penjualan maupun penyelesaian apartemen
dan kondotel.
Tanggapan : Perseroan menghadapi sejumlah tantangan sepanjang tahun berjalan, antara lain
perlambatan permintaan pada segmen properti tertentu akibat kondisi makro ekonomi yang
masih selektif, perubahan preferensi konsumen yang cenderung menunda pembelian properti,
serta kenaikan biaya konstruksi yang memerlukan penyesuaian terhadap perencanaan biaya
dan waktu pelaksanaan proyek. Selain itu, terdapat proses administratif dan perizinan yang
membutuhkan waktu penyelesaian lebih panjang dibandingkan periode sebelumnya. Kendala-
kendala tersebut bersifat sementara dan masih dapat dikelola dalam koridor rencana usaha
Perseroan.
b. Rincian persediaan berdasarkan kategori dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan :
Progress Penjualan /
Kategori Persediaan Nama Properti
penyelesaian
Apartemen Siap Dijual Meisterstadt Batam 64%
Marquis de Lafayette Apartment 48%
The Pinnacle Apartment 45%
Kondotel Siap Dijual Louis Kienne Resort Senggigi 5%
Marquis de Lafayette Apartment 26%
Page 4
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
The Pinnacle Apartment 27%
Apartemen Dalam Penyelesaian Meisterstadt Batam 36%
Kondotel Dalam Penyelesaian Louis Kienne Resort Senggigi 95%
c. Strategi Perseroan dalam menjual properti.
Tanggapan : Strategi Perseroan difokuskan pada penguatan segmentasi pasar, optimalisasi
saluran distribusi penjualan, pemberian fleksibilitas skema pembayaran, serta penguatan
proposisi nilai produk melalui penekanan pada kualitas, lokasi, dan konsep pengembangan
properti. Perseroan juga memperluas kerja sama dengan mitra pemasaran dan lembaga
pembiayaan untuk mendukung aksesibilitas konsumen, dengan tetap menjaga disiplin harga
guna melindungi nilai aset Perseroan.
d. Inventory turnover Perseroan per kategori.
Tanggapan :
INVENTORY RATA- INVENTORY
UNIT BISNIS HPP RATA TURNOVER
MALL 83.685.827.872 2.333.913.074 35,86
DEV 116.718.756.222 1.083.864.169.741 0,11
HOTEL 37.047.674.687 4.537.686.749 8,16
BP 16.082.193.235 228.006.489 70,53
e. Dasar pertimbangan Perseroan berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai terhadap
persediaan. Agar disampaikan laporan penilai independen terkait perhitungan tersebut.
Tanggapan : Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas persediaan
karena nilai realisasi bersih persediaan masih berada di atas atau setara dengan biaya
perolehan, berdasarkan evaluasi terhadap harga pasar terkini dan prospek penjualan.
Persediaan tidak mengalami kerusakan fisik, keusangan, maupun perubahan regulasi yang
berdampak material terhadap nilai ekonomisnya. Oleh karena itu, pada tanggal pelaporan tidak
terdapat indikasi objektif yang memerlukan pembentukan cadangan penurunan nilai
persediaan.
f. Penyebab penurunan persediaan barang jadi apartemen, perlengkapan hotel, makanan dan
minuman, serta badan pengelola.
Tanggapan : Penurunan persediaan barang jadi apartemen terutama disebabkan oleh
terjadinya penjualan unit kepada pelanggan. Penurunan persediaan perlengkapan hotel serta
makanan dan minuman terjadi sehubungan dengan penggunaan dalam kegiatan operasional
normal Perseroan. Selain itu, Perseroan melakukan penyesuaian tingkat persediaan untuk
Page 5
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
menjaga efisiensi operasional serta melakukan reklasifikasi atas barang yang telah digunakan
atau tidak lagi memenuhi kriteria pengakuan sebagai persediaan.
g. Alasan tidak terdapat penurunan pada persediaan dalam penyelesaiaan apartemen dan
kondotel? Apakah terdapat penundaan penyelesaian? Agar dijelaskan.
Tanggapan : Persediaan dalam penyelesaian apartemen dan kondotel tidak mengalami
penurunan nilai karena proyek masih berjalan sesuai rencana yang telah disetujui manajemen
dan tidak terdapat indikasi bahwa biaya penyelesaian akan melebihi nilai realisasi bersih yang
dapat diperoleh. Tidak terdapat pembatalan proyek, perubahan peruntukan, maupun kendala
teknis yang berdampak material terhadap nilai ekonomis proyek. Terdapat penyesuaian jadwal
yang bersifat administratif dan teknis, namun tidak dikategorikan sebagai penundaan signifikan
dan tidak berdampak material terhadap nilai proyek maupun komitmen Perseroan kepada
pembeli.
5. Merujuk CALK 9 Biaya Dibayar di Muka dan Uang Muka per 30 September 2025, Perseroan
mencatatkan saldo sebesar Rp29,7 miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar 20% jika
dibandingkan dengan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp24,8 miliar. Selain itu, terdapat
peningkatan pada biaya dibayar di muka lain-lain, uang muka perolehan aset tetap, dan uang muka
pembelian kepada pemasok. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Penyebab utama peningkatan biaya dibayar di muka dan uang muka tersebut.
Tanggapan : Biaya dibayar dimuka ini terjadi peningkatan dikarenakan untuk biaya perbaikkan
dan perawatan Bulding, Mechanical dan Electrical.
b. Nature dari setiap komponen biaya dibayar di muka.
Tanggapan : Biaya yang telah dibayarkan di muka oleh perseroan, akan diakui sebagai aset
kemudian di depresiasi sesuai umur ekonomisnya, atau dibebankan secara bertahap
(diamortisasi) seiring waktu sesuai manfaatnya
c. Alasan Perseroan tidak mengungkapkan secara detail biaya dibayar di muka lain-lain, mengingat
komponen lain-lain mencapai 86,7% dari total biaya dibayar di muka.
Tanggapan : Alasan Perseroan tidak mengungkapan secara detail dikarenakan sifat transaksi
yang beragam dan untuk efisiensi dan keringkasan laporan.
d. Rincian komponen biaya dibayar di muka lain-lain dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan : Terlampir
e. Rincian uang muka perolehan aset tetap sebesar Rp19 miliar dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan : Terlampir
f. Apakah terdapat pembelian kontrak jangka panjang yang baru dicatat pada kuartal III? Jelaskan.
Tanggapan : Tidak ada
g. Dengan meningkatnya pendapatan pada 30 September 2025, agar dijelaskan alasan biaya
dibayar di muka meningkat dan apakah belum diamortisasi ke dalam beban?
Tanggapan : Alasan biaya dibayar dimuka belum diamortisasi ke beban karena sebagian masih
merupana uang muka pembelian
6. Merujuk CALK 10 Goodwill per 30 September 2025, Perseroan membukukan saldo sebesar Rp120,5
Page 6
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
miliar di mana tidak terdapat perubahan jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember
2023, namun mengalami peningkatan sebesar Rp29,2 miliar atau 32,09% jika dibandingkan dengan
periode 31 Desember 2023. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Profil singkat PT Adil Berkat Sentosa dan PT Cemerlang Sentosa Mulia, mencakup investasi yang
dilakukan pada perusahaan dalam bidang apa saja dan sudah berapa perusahaan yang berada
di bawah manajemen kedua perusahaan tersebut.
Tanggapan : PT Adil Berkat Sentosa (ABS), berkedudukan di Jakarta dan didirikan berdasarkan
akta No. 01 tanggal 01 September 2020 oleh Notaris Sandi Guntara Trisna, S. Kom, SH., MM.,
MKn. Akta tersebut telah disahkan oleh Kemenkumham dengan nomor SK No. AHU-
0043298.AH.01.01 tanggal 01 September 2020. PT ABS berstatus non-aktif, dengan memiliki
saham langsung sebesar 99,99% pada PT Pollux Kemang Superblok (PKS) yang bergerak di
bidang pembangunan dan jasa. Pada periode 31 Desember 2024, Dewan Komisaris PT ABS
adalah Po Sun Kok, dengan Dewan Direksi Lie Jemmy.
PT Cemerlang Sentosa Mulia (CSM), berkedudukan di Jakarta dan didirikan berdasarkan akta
No. 09 tanggal 11 Juni 2024 oleh Notaris Sandi Guntara Trisna, S. Kom, SH., MM., MKn. Akta
tersebut telah disahkan oleh Kemenkumham dengan nomor SK No. AHU-0042426.AH.01.01
tanggal 11 Juni 2024. PT CSM berstatus non-aktif, dengan memiliki saham langsung sebesar
99,99% pada PT Pollux Barelang Megasuperblok (PBM) yang bergerak di bidang pembangunan,
jasa dan perdagangan. Pada periode 31 Desember 2024, Dewan Komisaris PT CSM adalah Brian
Praneda, dengan Dewan Direksi Teny Siti Febryani.
b. Pertimbangan Perseroan dalam mengakuisisi kedua entitas tersebut.
Tanggapan : Berdasarkan analisa strategis, Perseroan melakukan akuisisi untuk ekspansi pasar
karena PT ABS dan CSM memiliki lokasi strategis yang sebelumnya Perseroan belum membuka
market di lokasi tersebut. Selain itu Perseroan melakukan penguatan posisi kompetitif melalui
akuisisi PT ABS dan CSM untuk memperkuat daya saing. Sementara itu dari aspek finansial,
adanya akuisisi diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas dan margin keuntungan Perseroan.
c. Status operasional kedua entitas tersebut, mencakup tahun operasional serta alasan
pengungkapan pada CALK masih dikosongkan “-“.
Tanggapan : status PT Adil Berkat Sentosa dan PT Cemerlang Sentosa Mulia adalah non-aktif,
karena PT tersebut tidak memiliki kegiatan usaha, hanya sebagai pemilik saham langsung
kepada entitas anak PT Pollux Kemang Superblok dan PT Pollux Barelang Megasuperblok.
d. Agar disampaikan rencana operasional jika belum beroperasi, mengingat akuisisi telah
dilakukan pada tahun 2022 dan 2024.
Tanggapan : PT Cemerlang Sentosa Mulia, melalui entitas anaknya PT Pollux Barelang
Megasuperblok telah beroperasi sejak 2024. Sedangkan PT Adil Berkat Sentosa melalui entitas
anak PT Pollux Kemang Superblok masih dalam proses.
e. Berapa nilai kapitalisasi pasar dari kedua entitas tersebut pada saat akuisisi, dan apakah telah
mengalami perubahan setelah diakuisisi? Agar disampaikan laporan penilaian independen pada
saat akuisisi dan kondisi terkini.
Tanggapan : Nilai kapitalisasi pasar tidak berubah sejak dilakukan akuisisi dan Perseroan tidak
melakukan penilaian independen, baik saat akuisisi maupun kondisi terkini.
Entitas Periode Nilai Kapitalisasi Pasar
PT Adil Berkat Sentosa 31 Des 2022 (akuisisi) Rp 10.000 x 34.649.999 lembar saham =
Rp 346.499.990.000
Page 7
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
PT Adil Berkat Sentosa 30 Sep 2025 Rp 10.000 x 35.699.999 lembar saham =
Rp 356.999.990.000
PT Cemerlang Sentosa 31 Des 2024 (akuisisi) Rp 100 x 100.000.000 lembar saham =
Mulia Rp 10.000.000.000
PT Cemerlang Sentosa 30 Sep 2025 Rp 100 x 100.000.000 lembar saham =
Mulia Rp 10.000.000.000
f. Saat diakuisisi, apakah Perseroan telah melakukan identifikasi aset pada PT Adil Berkat Sentosa
sehingga tidak terdapat aset tidak berwujud lain yang berpotensi untuk dipisahkan selain
goodwill?
Tanggapan : Perseroan telah melakukan identifikasi aset pada PT ABS dan hanya
mengidentifikasi adanya goodwill atas proses akuisisi tersebut.
g. Bagaimana Perseroan melakukan uji penurunan nilai secara berkala, mengingat besarnya nilai
goodwill yang dicatat? Agar dijelaskan.
Tanggapan : Perseroan berkeyakinan tidak terdapat penurunan nilai goodwill dikarenakan
Impairment test dilakukan setiap akhir tahun dengan ringkasan sebagai berikut : Berdasarkan
hasil uji penurunan nilai (impairment test) PT Adil Berkat Sentosa atas goodwill yang
dialokasikan ke unit penghasil kas (CGU) pada akhir periode pelaporan, diperoleh bahwa nilai
terpulihkan CGU lebih tinggi dibandingkan dengan nilai tercatatnya. Dengan demikian, tidak
terdapat indikasi penurunan nilai atas goodwill, dan tidak ada rugi penurunan nilai yang perlu
diakui pada tahun berjalan. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa nilai tercatat aset CGU
masih sepenuhnya dapat dipulihkan (headroom masih memadai)
7. Merujuk CALK 11 Uang Muka per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan saldo sebesar Rp297
miliar atau mengalami penurunan sebesar 0,02% jika dibandingkan dengan periode 31 Desember
2024 sebesar Rp297,07 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan uang muka
apartemen. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan:
a. Nature akun uang muka ini.
Tanggapan : Uang muka pembelian tanah merupakan uang muka atas pembelian tanah di
daerah Kandri, Gunungpati, Kota Semarang, sedangkan uang muka pembelian apartemen
merupakan uang muka atas pembelian apartemen di daerah Cikarang di Jawa Barat.
b. Alasan tidak terdapatnya perubahan signifikan pada uang muka apartemen tersebut. Agar
disampaikan kendala dalam penjualan apartemen.
Tanggapan : peruntukan pembelian apartemen adalah untuk menambah nilai asset dan
investasi Perusahaan, sepanjang tahun 2025 belum ada penambahan atau pembelian
apartemen.
c. Jumlah unit apartemen yang masih belum terjual atau dilakukan serah terima kepada
pembeli.
Tanggapan : Terlampir
d. Strategi dalam menjual atau memasarkan apartemen, mengingat jumlah uang muka cukup
tinggi.
Page 8
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
Tanggapan : Dikarenakan masih menunggu proses legalitas selesai ( proses balik nama, dll )
masih dicatat sebagai uang muka pembelian apartemen. Strategi dalam menjual dan
memasarkan apartemen dengan tentunya dilakukan berbagai kegiatan promosi, iklan, dan
bekerjasama dengan agen properti dan influencer untuk membantu memasarkan apartemen
ini, tidak lupa memperhatikan tren dan daya beli masyarakat
e. Latar belakang tidak adanya perubahan atas uang muka pembelian tanah.
Tanggapan : Sepanjang tahun 2025 belum ada penambahan atau pembelian tanah, sehingga
angka uang muka pembelian tanah tidak berubah.
f. Timeline pengembangan tanah atas tanah di Kota Semarang tersebut.
Tanggapan : Pengembangan tanah di Kota Semarang saat ini masih berada pada tahap
perencanaan dan pengurusan perizinan dan persiapan pengembangan serta pemasaran.
Pembangunan fisik direncanakan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan
perizinan, kondisi pasar, dan pendanaan Perseroan.
8. Merujuk CALK 12 Investasi pada Entitas Asosiasi, Perseroan membukukan saldo sebesar Rp507,2
miliar atau mengalami peningkatan sebesar 0,6% jika dibandingkan dengan periode 31 Desember
2024 sebesar Rp504,2 miliar. Agar dijelaskan terkait:
a. Faktor utama peningkatan nilai investasi tersebut, termasuk kontribusi bagian laba rugi entitas
asosiasi.
Tanggapan : Kenaikan nilai investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp 3.001.411.270 karena
Perseroan mengabsorb laba atas investasinya pada PT Rockfields Properti Indonesia.
b. Apakah terdapat transaksi tambahan yang dapat mempengaruhi nilai tercatat investasi tersebut?
Agar dijelaskan.
Tanggapan : Terdapat transaksi tambahan investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp
3.001.411.270 karena Perseroan mengabsorb laba atas investasinya pada PT Rockfields Properti
Indonesia.
c. Rencana Perseroan atas investasi tersebut, mengingat investasi tersebut diperoleh melalui
konversi piutang obligasi konversi. Apakah akan tetap dipertahankan atau diperlakukan sebagai
investasi untuk dijual? Agar dijelaskan secara rinci.
Tanggapan : Perseroan tetap mempertahankan investasi tersebut diperoleh melalui konversi
piutang obligasi konversi
9. Merujuk CALK 13 Deposito yang Dibatasi Penggunaannya per 30 September 2025, Perseroan
mencatatkan saldo sebesar Rp12,3 miliar atau telah mengalami peningkatan cukup signifikan
sebesar 68,22% jika dibandingkan dengan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp7,3 miliar. Atas
informasi tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Latar belakang peningkatan tersebut.
Tanggapan : Perseroan melalui entitas anak PT Bumi Wardana melakukan penjualan aset
berupa tanah, kemudian dana yang diterima dari penjualan aset tersebut ditempatkan pada
deposito.
b. Tujuan dan dasar perjanjian penempatan deposito pada Bank Nationalnobu sebesar Rp5
miliar, mengingat pada periode sebelumnya bernilai nihil.
Tanggapan : Tujuan penempatan deposito adalah supaya dana tersebut dapat menghasilkan
pendapatan berupa bunga deposito, sebelum Perseroan menentukan pemakaian dana
tersebut.
Page 9
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
c. Jangka waktu penempatan deposito pada setiap bank.
Tanggapan : 25 Sep 2025 – 27 Oct 2025
d. Dampak penempatan deposito berikut dapat mempengaruhi manajemen arus kas Perseroan.
Tanggapan : Dampak penempatan deposito tersebut adalah, Perseroan menerima pendapatan
bunga, yang diakui sebagai arus kas masuk dari aktivitas invetasi.
10. Merujuk CALK 14 Aset Tetap per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan saldo sebesar Rp461,9
miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,53% karena adanya pengurangan kendaraan sebesar
Rp318 juta. Namun demikian, terdapat penambahan aset tetap berupa mesin dan instalasi listrik
sebesar Rp916,4 juta, perabotan sebesar Rp85,9 juta, dan peralatan dan perlengkapan sebesar Rp2,2
miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Pertimbangan Perseroan menambah aset tetap, mengingat penurunan signifikan pada saldo kas
dan setara kas serta tingginya jumlah persediaan yang dimiliki oleh Perseroan.
Tanggapan : penambahan aset tetap diperlukan untuk mendukung operasional perusahaan
yang lebih efisien dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam mengembangkan perusahaan.
b. Rincian penambahan aset tetap dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan : Error! Not a valid link.
c. Pada 31 Desember 2024, terdapat aset tetap Perseroan yang dilakukan penghapusan aset. Agar
dijelaskan secara rinci terkait penghapusan aset tersebut.
Tanggapan : Penghapusan aset dilakukan karena telah habis masa manfaat ekonomisnya.
d. Alasan Perseroan melakukan reklasifikasi unit Condotel ke Apartemen pada 31 Desember 2024.
Tanggapan : Perusahaan melakukan reklasifikasi unit condotel ke apartmen karena untuk
melakukan strategi pemasaran, permintaan dari konsumen.
e. Agar dijelaskan apakah pengurangan kendaraan sebesar Rp318 juta berasal dari impairment?
Mengingat pada CALK 14 tidak terdapat pengurangan akumulasi depresiasi pada kendaraan.
Tanggapan : Pengurangan kendaraan terjadi karena kendaraan sudah tidak dapat digunakan
untuk kegiatan operasional perusahaaan
11. Merujuk CALK 15 Properti Investasi per 30 September 2025, Perseroan membukukan saldo sebesar
Rp1,66 triliun atau mengalami penurunan sebesar 1,26% jika dibandingkan dengan saldo per 31
Desember 2024 sebesar Rp1,68 triliun. Selain itu, Perseroan juga mencatatkan penambahan properti
investasi sebesar Rp9,9 miliar, pengurangan sebesar Rp724,2 juta, dan reklasifikasi atas tanah ke
bangunan. Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Rincian penambahan properti investasi dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan :
Kategori Properti Investasi Nama Entitas anak Nilai Penambahan
Bangunan PT BAWEN INVESTAMA PERDANA 230.907.500
Bangunan PT BUMI PASIFIK KENCANA 210.788.206
Bangunan PT BUMI PASIFIK KENCANA 35.000.000
Bangunan PT CAKRAWALA SAKTI KENCANA 35.655.700
Page 10
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
Mesin dan instalasi listrik PT BUMI PASIFIK KENCANA 1.469.282.117
Mesin dan instalasi listrik PT CAKRAWALA SAKTI KENCANA 1.127.058.267
Peralatan dan perlengkapan PT BUMI PASIFIK KENCANA 3.190.600
Peralatan dan perlengkapan PT BUMI PASIFIK KENCANA 2.027.027
Peralatan dan perlengkapan PT BUMI PASIFIK KENCANA 353.317.497
Peralatan dan perlengkapan PT BUMI PASIFIK KENCANA 3.888.939
Peralatan dan perlengkapan PT PAHALA AGUNG 975.198.884
Peralatan dan perlengkapan PT CAKRAWALA SAKTI KENCANA 21.300.001
Konstruksi dalam Pengerjaan PT BESEN CITRA PERMATA 1.902.587.020
Konstruksi dalam Pengerjaan PT BUMI WARDHANA 2.812.127.230
Konstruksi dalam Pengerjaan PT DUTA MEGAH LAKSANA 729.756.675
9.912.085.665
b. Properti yang direklasifikasi dari tanah menjadi bangunan.
Tanggapan : Properti tanah direklasifikasi bangunan karena tanah tersebut telah selesai proses
pembangunan dan reklasifikasi tersebut tidak mengubah total nilai Properti Investasi hanya
melakukan perubahan klasifikasinya saja.
c. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa properti investasi yang dicatatkan diakui pada nilai
wajar dan depresiasi serta amortisasi dihitung sesuai dengan PSAK 240 – Properti Investasi?
Tanggapan : Properti Investasi diakui bedasarkan manfaat ekonomi dan penilaian dilakukan
secara berkala bedasarkan PSAK
d. Strategi Perseroan dalam melakukan penjualan dan pemasaran atas properti investasi yang
dimiliki sehingga dapat diakui sebagai pendapatan Perseroan.
Tanggapan : Perseroan melakukan pemasaran properti investasi melalui kombinasi saluran
internal, agen properti eksternal, kerja sama strategis, serta kanal digital. Pengakuan
pendapatan dilakukan sesuai dengan ketentuan standar akuntansi yang berlaku setelah
terpenuhinya seluruh kriteria pengakuan, termasuk berpindahnya pengendalian atas properti
kepada pelanggan atau penyewa serta terpenuhinya persyaratan kontraktual. Dengan
demikian, pendapatan yang diakui mencerminkan realisasi ekonomi yang sesungguhnya.
12. Merujuk CALK 18 Utang Usaha – Pihak Ketiga per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan utang
usaha sebesar Rp82,9 miliar atau mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 46,83% jika
dibandingkan dengan 31 Desember 2024 sebesar Rp156 miliar. Selain itu, Perseroan juga tidak
mengungkapkan umur utang usaha. Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Alasan penurunan utang usaha kepada PT Pembangunan Perumahan (Persero).
Tanggapan : Adanya pembayaran terhadap PT Pembangunan Perumahan (Persero)
b. Latar belakang adanya utang baru kepada PT Niro Ceramic Sales Indonesia, PT Matahari
Department Store Tbk, PT Berca Schimdler, PT Buildershop Indonesia, PT Elevindo Solusi Pratama,
Page 11
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
CV Cipta Karsa Dewata, PT IBS Insurance Broking Service, Maryo, dan PT Kenari Djaja Prima.
Tanggapan : Adanya utang usaha baru karena terdapat transaksi pengadaan barang dan jasa
yang dilakukan Perseroan dalam rangka kegiatan operasional selama periode berjalan.
c. Nature utang usaha lain-lain, mengingat nilainya sangat besar mencapai 49% dari total utang
usaha.
Tanggapan : Komponen lain-lain (di bawah Rp500 juta) merupakan utang usaha kepada
berbagai pemasok dan penyedia jasa pihak ketiga dengan nilai individual relatif kecil. Utang
tersebut timbul dari transaksi operasional rutin Perseroan.
d. Rincian utang usaha lain-lain dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan : Terlampir
e. Umur utang usaha dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan : Terlampir
13. Merujuk CALK 15 Utang Lain-Lain per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan utang lain-lain
lancar sebesar Rp11,3 miliar dan tidak lancar sebesar Rp70,3 miliar atau mengalami peningkatan
masing-masing sebesar Rp2,19 miliar dan sebesar Rp23,4 miliar jika dibandingkan dengan periode 31
Desember 2024. Selain itu, Perseroan juga mencatatkan peningkatan utang lain-lain kepada PT
Pohon Berkat Gemilang dari Rp17,8 miliar menjadi Rp40,3 miliar. Berdasarkan informasi tersebut,
Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Detail utang lancar kepada pihak ketiga yang mengalami peningkatan. Agar disertakan juga alasan
peningkatan tersebut.
Tanggapan : Terlampir
b. Alasan tidak berkurangnya utang kepada PT Gardasteel Maxima Indonesia, namun semakin
bertambahnya utang kepada PT Pohon Berkat Gemilang dan utang lainnya.
Tanggapan : Alasan tidak berkurangnya hutang PT Gradasteel Maxima Indonesia karena saldo
ini mencatat saldo bawaan ketika perusahaan mengakuisisi PT Cemerlang Sentosa Mulia,
sementara PT Pohon Berkat Gemilang mengalami peningkatan utang karena adanya
penambahan transaksi dan proyek masih berjalan.
c. Hubungan afiliasi dengan PT Gardasteel Maxima Indonesia dan PT Pohon Berkat
Gemilang.
Tanggapan : Tidak ada hubungan diantara keduanya
d. Nature utang lainnya.
Tanggapan : Akun ini mencatat hutang pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan secara
langsung ke perusahaan ( contoh : jasa profesional)
e. Alasan utama peningkatan pada utang lainnya.
Tanggapan : Alasan utama peningkatan pada utang lainnya : peningkatan aktivitas operasional
proyek perusahaan
f. Rincian dan jumlah utang lainnya, dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan : Terlampir
14. Merujuk CALK 20 Biaya yang Masih Harus Dibayar per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan
saldo sebesar Rp42,3 miliar atau mengalami penurunan sebesar 16,61% dibandingkan dengan
Page 12
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
periode 31 Desember 2024 sebesar Rp50,7 miliar. Selain itu, Perseroan mencatatkan penurunan
signifikan pada komponen proyek dari Rp12,2 miliar menjadi Rp1,7 miliar. Namun demikian, pada
komponen lain-lain, Perseroan mencatatkan peningkatan dari Rp7,2 miliar menjadi Rp11,4 miliar.
Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Penyebab penurunan signifikan pada komponen proyek.
Tanggapan : Penyebab penurunan pada komponen proyek adalah adanya pencatatan accrued
yg terlalu over sementara pekerjaan proyek sudah selesai sehingga pencatatan tsb dihapuskan
oleh managemen perusahaan.
b. Nature biaya yang masih harus dibayar lain-lain.
Tanggapan : Nature biaya yang masih harus dibayar lain-lain adalah biaya profesional dan
konsultan,utilities, dan pengelolaan gedung
c. Penyebab peningkatan pada komponen lain-lain.
Tanggapan : Peningkatan pada komponen lain-lain adalah adanya pencatatan accrued utilities
dan biaya operasional sehingga menyebabkan akrual biaya yang lebih tinggi pada akhir
pelaporan keuangan.
d. Pertimbangan Perseroan mencadangkan penggantian peralatan operasional sebesar
Rp20,6 miliar atau mencapai 48,67% dari total biaya yang masih harus dibayar.
Tanggapan : Pencadangan penggantian peralatan operasional dilakukan untuk melihat dari
akhir masa manfaat ekonomis peralatan operasional habis sehingga diperlukan pencadangan
tsb untuk menjaga kelangsungan
15. Merujuk CALK 22 Pendapatan Diterima di Muka per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan
saldo sebesar Rp508,7 miliar atau mengalami penurunan sebesar 26,77% jika dibandingkan dengan
periode 31 Desember 2024 sebesar Rp694,6 miliar. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
penurunan uang muka penjualan dari Rp655,9 miliar menjadi Rp459,3 miliar. Atas hal tersebut, agar
dijelaskan terkait:
a. Nature setiap komponen pendapatan diterima di muka.
Tanggapan : Nature Pendapatan diterima dimuka merupakan penerimaan kas / bank dari
pelanggan tetapi belum bisa dikategorikan sebagai pendapatan. Pencatatan perusahaan terkait
Pendapatan diterima dimuka berasal dari uang muka penjualan apartmen, sewa tanah.
b. Alasan penurunan uang muka penjualan.
Tanggapan : Alasan Penurunan uang muka penjualan adalah adanya reklasifikasi pendapatan
diterima dimuka yang diakui menjadi pendapatan selama periode berjalan.
c. Strategi yang dilakukan Perseroan untuk mempercepat proses pengakuan pendapatan diterima
di muka menjadi pendapatan.
Tanggapan : Strategi yang dilakukan Perusahaan untuk mempercepat proses pengakuan
pendapatan adalah mempercepat progress pembangunan proyek, sesuai dengan pembayaran
dan perjanjian dari pelanggan / konsumen
d. Proyek atau pendapatan spesifik yang telah diakui selama periode tahun berjalan.
Tanggapan : Selama periode tahun berjalan perusahaan mengakui pendapatan dari sewa tenant,
pengelolaan apartement, sewa tanah, penjualan tanah.
16. Merujuk CALK 23 Utang Bank per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan saldo sebesar Rp1,3
triliun atau mengalami penurunan sebesar 2,66% jika dibandingkan dengan periode 31 Desember
2024 sebesar Rp1,4 triliun. Selain itu, Perseroan memiliki utang bank yang jatuh tempo dalam waktu
Page 13
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
satu tahun sebesar Rp85,6 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Pengelolaan utang bank Perseroan, mengingat utang bank merupakan kontributor terbesar pada
liabilitas Perseroan.
Tanggapan : Perseroan memiliki utang bank dengan tujuan diantaranya adalah untuk akuisisi
anak perusahaan dan ekspansi bisnis. Akuisisi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak
positif terhadap pendapatan Perseroan dengan menggunakan utang secara produktif dan
optimal.
b. Strategi pembayaran utang bank yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun, mengingat saldo
kas Perseroan hanya sebesar Rp24,9 miliar.
Tanggapan : pada Desember 2025, Perseroan telah menerbitkan obligasi berkelanjutan dengan
tujuan untuk melakukan pelunasan sebagian atas utang bank. Selain itu Perseroan memiliki aset
yang dapat dikembangkan untuk menambah pendapatan perseroan, seperti land bank dan
penjualan apartemen.
c. Dampak utang bank terhadap struktur permodalan dan kelangsungan usaha Perseroan,
khususnya kondisi Perseroan yang membukukan arus kas operasi yang negatif.
Tanggapan : Utang bank digunakan sebagai bagian dari strategi pendanaan untuk mendukung
pengembangan dan operasional Perseroan. Manajemen secara aktif memantau struktur
permodalan, rasio leverage, serta kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman. Meskipun
Perseroan membukukan arus kas operasi negatif pada periode tertentu, manajemen menilai
kondisi tersebut bersifat sementara dan dapat dikelola melalui kombinasi pengelolaan kas yang
lebih ketat, optimalisasi pendapatan, serta penyesuaian jadwal pembayaran pinjaman.
Berdasarkan proyeksi arus kas dan rencana usaha ke depan, manajemen berkeyakinan bahwa
Perseroan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan
mempertahankan kelangsungan usahanya.
d. Rencana restrukturisasi utang (jika ada).
Tanggapan : Tidak ada
17. Merujuk CALK 24 Utang Pembiayaan Konsumen per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan
saldo sebesar Rp194,3 miliar atau mengalami penurunan sebesar 46,74% jika dibandingkan dengan
periode 31 Desember 2024 sebesar Rp380,6 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Penyebab penurunan atas utang kepada PT Mandiri Tunas Finance.
Tanggapan : Turunnya utang pembiayaan kepada PT Mandiri Tunas Finance karena Perseroan
telah melakukan pembayaran utang sesuai dengan jadwal
b. Sumber dana yang akan digunakan untuk utang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun.
Tanggapan : Sumber dana yang digunakan untuk pelunasan utang pembiayaan jangka pendek
adalah dari kas internal perusahaan
c. Apakah terdapat perubahan atas perjanjian kredit di bawah ini? Agar dijelaskan, mengingat
jangka waktunya hingga 30 Desember 2024.
Page 14
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
Tanggapan : Tidak terdapat perubahan perjanjian kredit tersebut diatas. Perseroan akan
melakukan pembaruan CALK terkait utang pembiayan tersebut, yang telah lunas akan
dihapuskan dari CALK.
18. Merujuk CALK 26 Perpajakan per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan saldo utang pajak
sebesar Rp5,4 miliar atau mengalami penurunan sebesar 11,96% atau Rp742,6 juta jika dibandingkan
dengan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp6,2 miliar. Selain itu, berdasarkan laporan arus kas,
Perseroan melakukan pembayaran atas pajak penghasilan sebesar Rp17,6 miliar atau mengalami
peningkatan sebesar Rp3,8 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Latar belakang adanya perbedaan antara jumlah penurunan utang pajak dengan pembayaran
utang pajak berdasarkan laporan arus kas.
Tanggapan : Laporan arus Perseoran berdasarkan uang kas keluar yang digunakan untuk
pembayaran pajak, sedangkan laporan neraca berdasarkan pengakuan adanya utang pajak
b. Alasan penurunan signifikan utang pajak PPh Pasal 29 dari Rp1,1 miliar menjadi Rp1 juta.
Tanggapan : Perseroan telah menyelesaikan kewajiban PPh 29 atas tahun 2024, sehingga nilai
utang pajak PPh 29 menurun di tahun 2025
c. Penyebab tingginya utang pajak PPN Keluaran sebesar Rp2,2 miliar dan Pajak Pembangunan 1
sebesar Rp3 miliar
Tanggapan : Utang PPN Keluaran dan PB1 tinggi karena Perseroan belum melakukan
pembayaran atas utang pajak tersebut. Perseroan akan melakukan pembayaran pada bulan
berikutnya. Selain itu, Perseroan memiliki properti berupa 6 hotel, sehingga utang PB1 tinggi.
19. Merujuk CALK 31 Pendapatan per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan saldo sebesar
Rp479,3 miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar 73,38% jika dibandingkan dengan periode
30 September 2024 sebesar Rp276,4 miliar. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan signifikan
dari penjualan apartemen sebesar Rp200,8 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Latar belakang peningkatan penjualan apartemen tersebut, agar dijelaskan properti
apartemen yang dijual
Tanggapan : Perseroan mengalami kenaikan pendapatan atas pengakuan pendapatan dari
properti apartemen melalui entitas anak PT Cemerlang Sentosa Mulia
b. Alasan mengapa penurunan persediaan apartemen tidak sebesar dengan nilai penjualan
apartemen yang dijual.
Tanggapan : Perbedaan tersebut disebabkan oleh metode pengakuan dan pengukuran
akuntansi, dimana nilai penjualan mencerminkan harga jual kepada pelanggan, sedangkan
penurunan persediaan dicatat sebesar biaya perolehan unit yang dijual. Selain itu, terdapat unit
yang masih dalam proses penyelesaian atau belum memenuhi kriteria pengakuan sebagai
persediaan barang jadi, sehingga belum direklasifikasi atau dikeluarkan dari persediaan pada
saat pelaporan.
c. Faktor utama penurunan pendapatan pada hotel dari Rp98,8 miliar menjadi Rp85,3 miliar,
Page 15
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
mengingat hotel merupakan properti utama pada usaha Perseroan
Tanggapan : Hotel mengalami penurunan sesuai dengan occupancy rate. Terlebih adanya
efisiensi dari sektor Pemerintahan, sehingga mengurangi pendapatan dari sewa kamar dan
banquet/makanan-minuman. Selain itu, ketatnya persaingan di industri perhotelan terutama di
Kota Semarang membuat pendapatan Perseroan menurun.
d. Penyebab terdapat peningkatan iuran pengelolaan sebesar Rp5 miliar.
Tanggapan : Pendapatan iuran pengelolaan mengalami kenaikan dari periode Q3 2024
dibandingkan dengan Q3 2025 karena adanya akuisisi PT Cemerlang Sentosa Mulia (CSM) pada
November 2024. PT CSM memiliki unit bisnis pengelolaan apartemen, sehingga pendapatan
Perseroan juga meningkat pada Q3 2025.
20. Merujuk CALK 32 Beban Pokok Pendapatan per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan saldo
sebesar Rp256,2 miliar atau telah mengalami peningkatan signifikan sebesar 90% jika dibandingkan
dengan periode 30 September 2024 sebesar Rp134,8 miliar. Peningkatan ini utamanya didorong oleh
kenaikan beban badan pengelola sebesar Rp7,1 miliar dan penjualan apartemen sebesar Rp116,7
miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Faktor utama peningkatan beban pokok penjualan pada badan pengelola
Tanggapan : Beban pokok badan pengelola mengalami kenaikan dari periode Q3 2024
dibandingkan dengan Q3 2025 karena adanya akuisisi PT Cemerlang Sentosa Mulia (CSM) pada
November 2024. PT CSM memiliki unit bisnis pengelolaan apartemen, sehingga beban pokok
Perseroan juga meningkat pada Q3 2025.
b. Latar belakang penurunan gaji dan tunjangan hingga mencapai Rp2 miliar.
Tanggapan : Beban gaji dan tunjangan mengalami penurunan sebesar Rp 2M dari unit bisnis
hotel. Hal ini terjadi karena hotel memiliki komponen gaji selain gaji pokok, yaitu service charge.
Service charge ini akan diberikan kepada karyawan sesuai dengan occupancy hotel. Jika
occupancy hotel turun maka service charge yang dibayarkan juga menurun.
c. Rincian beban pokok pendapatan lain-lain pada kategori mall sebesar Rp4,2 miliar dan badan
pengelola sebesar Rp2,3 miliar.
Tanggapan :
No Komponen beban Nilai Beban Tujuan Penggunaan
Pembayaran Beban PBB Tanah &
1 Mall-Beban Pokok-Lain lain 3,897,789,611 Bangunan
2 Mall-Beban Pokok-Lain lain 151,424,600 Beban tagihan air
3 Mall-Beban Pokok-Lain lain 121,760,886 Jasa pengelolaan sampah
4 Mall-Beban Pokok-Lain lain 35,944,500 Layanan pemelihaan wastafel
5 Mall-Beban Pokok-Lain lain 7,871,293 Tagihan telepone
Page 16
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
6 Mall-Beban Pokok-Lain lain 6,207,980 Entertaintment client
Total Beban Pokok Lain Mall 4,220,998,870
No Komponen beban Nilai Beban Tujuan Penggunaan
Kontrak jasa pemeliharaan
1 BP-Beban Pokok-Lain lain 1,066,985,536 kebersihan
2 BP-Beban Pokok-Lain lain 1,197,106,587 Kontrak jasa keamanan
3 BP-Beban Pokok-Lain lain 122,957,043 Jasa laundry
Total Beban Pokok Lain BP 2,387,049,166
d. Strategi pengelolaan yang dilakukan Perseroan atas beban ini.
Tanggapan : Perseroan menerapkan sejumlah strategi pengelolaan untuk mengendalikan dan
mengoptimalkan Beban Pokok Pendapatan, khususnya yang berasal dari beban badan
pengelola dan beban terkait penjualan apartemen dengan pengendalian dan evaluasi biaya,
meningkatakan penjualan apartment dan pemantauan pelaporan dari manajemen.
21. Merujuk CALK 34 Beban Umum dan Administrasi per 30 September 2025, Perseroan membukukan
saldo sebesar Rp64,8 miliar atau mengalami penurunan sebesar 19,60% atau Rp15,6 miliar.
Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh menurunnya beban pada mall dari Rp28,3 miliar
menjadi Rp17,8 miliar dan developer dari Rp18,6 miliar menjadi Rp10,6 miliar. Namun demikian,
Perseroan mencatatkan kenaikan pada beban badan pengelola dari Rp5,7 miliar menjadi Rp9,9 miliar.
Berdasarkan informasi tersebut, agar dijelaskan terkait:
a. Alasan penurunan beban umum dan administrasi pada mall, developer, dan hotel.
Tanggapan : Penurunan beban umum dan administrasi pada segmen mall, developer, dan
hotel disebabkan oleh penerapan efisiensi biaya serta pengendalian beban operasional yang
dilakukan oleh Perseroan, termasuk optimalisasi biaya tenaga kerja dan biaya administrasi,
dibandingkan dengan periode sebelumnya.
b. Alasan peningkatan beban umum dan administrasi pada badan pengelola.
Tanggapan : Peningkatan beban umum dan administrasi terutama disebabkan oleh
peningkatan aktivitas operasional badan pengelola, termasuk penambahan sumber daya
manusia, peningkatan biaya pemeliharaan, utilitas, jasa profesional, serta biaya pemasaran dan
promosi. Peningkatan tersebut dilakukan untuk mendukung kualitas layanan, menjaga standar
operasional, serta meningkatkan daya tarik properti yang dikelola, dan dinilai sejalan dengan
strategi jangka menengah Perseroan
c. Latar belakang penurunan signifikan pada perijinan dari Rp10,6 miliar menjadi Rp1,5
miliar.
Page 17
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
Tanggapan : Penurunan nilai biaya perizinan terutama disebabkan oleh perbedaan karakteristik
kegiatan perizinan antara periode berjalan dan periode sebelumnya. Pada periode sebelumnya
terdapat kegiatan perizinan yang lebih signifikan.
d. Rincian beban komponen lain-lain pada developer sebesar Rp2 miliar dengan mengisi tabel
berikut:
Tanggapan :
NO KOMPONEN BEBAN NILAI BEBAN TUJUAN PENGGUNAAN
1 Lain-lain 10.717.500,00 Repair & Maintenance
2 Lain-lain 12.969.082,00 Taxes Expense
3 Lain-lain 500.000,00 Traveling Expense
4 Lain-lain 55.000,00 Office Expense
5 Lain-lain 143.661.861,00 Land & Property Tax (PBB)
6 Lain-lain 50.339.566,00 Tax Expense
7 Lain-lain 665.586,00 Tax Expense PPH 21
8 Lain-lain 403.686.249,66 Office Expense - Security Expense
9 Lain-lain 900.000.000,00 Taxes Expense - Others
10 Fee Makan 267.000,00 Personnel Expense - Meal Allowance
11 Lain-lain 511.297.500,00 Others
2.034.159.344,66
e. Latar belakang tidak adanya iuran pengelolaan lingkungan pada developer di mana pada
periode sebelumnya sebesar Rp4,5 miliar.
Tanggapan : Tidak adanya iuran pengelolaan lingkungan pada segmen developer pada periode
berjalan disebabkan oleh belum timbulnya kewajiban iuran pengelolaan lingkungan, sejalan
dengan tahapan pengembangan dan aktivitas proyek yang berlangsung, sehingga tidak terdapat
iuran yang harus dipenuhi pada periode tersebut, berbeda dengan periode sebelumnya.
Page 18
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
f. Rincian beban komponen lain-lain pada hotel sebesar Rp2,4 miliar dengan mengisi tabel
berikut:
Tanggapan : Terlampir
g. Latar belakang peningkatan beban umum dan administrasi pada badan pengelola dari Rp20,7
juta menjadi Rp1,5 miliar.
Tanggapan : Kenaikan biaya pada badan pengelola akibat akusisi PT Cemerlang Sentosa Mulia
pada November 2024
h. Rincian beban komponen lain-lain pada hotel sebesar Rp1,5 miliar dengan mengisi tabel
berikut:
Tanggapan :
NO KOMPONEN BEBAN NILAI BEBAN TUJUAN PENGGUNAAN
1 Lain-lain 341,000.00 Others
2 Lain-lain 4,500,000.00 Donation
3 Lain-lain 21,331,131.00 Office Expense - Others
4 Lain-lain 3,500,000.00 Donation
5 Lain-lain 2,965,000.00 Office Expense - Others
6 Lain-lain 4,500,000.00 Donation
7 Lain-lain 4,314,876.00 Uniform & Shoes
8 Lain-lain 27,852,638.00 Training
9 Lain-lain 5,000,000.00 Consumption
10 Lain-lain 71,369,724.00 Entertainment
11 Lain-lain 1,361,505,114.00 Others
12 Lain-lain 9,344,800.00 Decoration
13 Lain-lain 2,000,000.00 Media Promo dan Informasi
1,518,524,283.00
22. Merujuk CALK 35 Beban Operasi Lainnya per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan nilai beban
operasional lain-lain sebesar Rp12 miliar atau mengalami peningkatan signifikan sebesar 143,05%
jika dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar Rp4,9 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan
terkait:
a. Penyebab peningkatan signifikan tersebut.
Page 19
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
Tanggapan : Adanya peningkatan aktivitas operasional dan reklasifikasi akun dari hasil
pemeriksaan pajak
b. Pertimbangan Perseroan mengklasifikasikan beban yang cukup tinggi sebesar Rp12 miliar ke
dalam komponen lain-lain.
Tanggapan : Karena beban tersebut tidak bersifat rutin dan bukan merupakan kegiatan
operasional secara langsung.
c. Nature komponen lain-lain.
Tanggapan : Beban yang tidak masuk kedalam kategori beban umum dan administrasi
d. Rincian beban operasi lainnya komponen lain-lain dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan :
No Komponen Beban Nilai Beban Tujuan Penggunaan
1 Beban Operasi Lainnya 3,098,790 Other Expense - Others
2 Beban Operasi Lainnya 3,800,253 Other Expense - Others
3 Beban Operasi Lainnya 2,811,956,893 Other Expense
4 Beban Operasi Lainnya 501,347,661 Owner Expense
5 Beban Operasi Lainnya 36,082,046 Other Expenses
6 Beban Operasi Lainnya 652,151,914 NON - OWNER EXPENSES
Other expense ( Koreksi Pajak
7 Beban Operasi Lainnya 3,390,738,438 Masukan )
8 Beban Operasi Lainnya 1,176,922,184 Other Expense
9 Beban Operasi Lainnya 250,387 Other Expense - Others
Corporate Socail responsibilty (CSR)
10 Beban Operasi Lainnya 895,400 Mall
11 Beban Operasi Lainnya 3,430,599,566 Other Expenses
12,007,843,532
Page 20
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
23. Merujuk CALK 36 Pendapatan Operasi Lainnya per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan
saldo sebesar Rp9,7 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar 32,49% jika dibandingkan
dengan periode 30 September 2024 sebesar Rp14,4 miliar. Agar dijelaskan terkait:
a. Penyebab penurunan laba penjualan aset tetap.
Tanggapan : Karena adanya penurunan volume transaksi penjualan aset tetap.
b. Alasan laba penjualan aset tetap tidak diungkapkan pada laporan arus kas.
Tanggapan : Karena bukan merupakan kas yang masuk secara langsung dari operasional harian
perusahaan
c. Nature komponen lain-lain dan penyebab penurunan pendapatan lain-lain menjadi Rp802 juta.
Tanggapan : Penurunan pendapatan lain-lain yang tidak secara rutin.
d. Rincian pendapatan operasi lainnya komponen lain-lain dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan : Terlampir
24. Bursa meminta occupancy rate setiap properti yang dimiliki oleh Perseroan per bulannya untuk
periode Januari 2025 sampai dengan Desember 2025.
Tanggapan : Terlampir
25. Berdasarkan kondisi Perseroan yang sejak 30 Agustus 2024 hingga saat ini masih berada di Papan
Pemantauan Khusus dengan notasi ‘X’ sesuai dengan Kriteria 7 yang ditetapkan oleh Bursa, yaitu
memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari
Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000
(sepuluh ribu) saham selama 3 (tiga) bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic
Call Auction. Mohon dapat menjelaskan secara komprehensif terkait:
a. Langkah strategi yang akan diambil Perseroan dalam upaya keluar dari Papan Pemantauan
Khusus.
Perseroan memahami bahwa status Perseroan pada Papan Pemantauan Khusus dengan notasi
‘X’ disebabkan oleh rendahnya likuiditas perdagangan saham, sebagaimana kriteria yang
ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia, dan bukan disebabkan oleh permasalahan fundamental
usaha maupun kepatuhan terhadap peraturan pasar modal.
Sehubungan dengan hal tersebut, langkah strategis yang akan dilakukan Perseroan antara lain:
1. Peningkatan kualitas dan konsistensi keterbukaan informasi, baik melalui laporan berkala,
keterbukaan informasi material, maupun komunikasi yang lebih aktif kepada publik dan
investor, guna meningkatkan kepercayaan pasar;
2. Penguatan kinerja operasional dan keuangan, termasuk optimalisasi penjualan properti,
peningkatan pendapatan berulang (recurring income), serta pengelolaan beban dan arus kas
secara lebih efisien;
3. Pelaksanaan aksi korporasi di bidang pendanaan, termasuk penerbitan obligasi, yang
diharapkan dapat memperbaiki struktur keuangan Perseroan dan meningkatkan persepsi positif
investor terhadap keberlanjutan usaha Perseroan;
4. Evaluasi strategi hubungan investor (investor relations) guna meningkatkan eksposur
Perseroan kepada pelaku pasar, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Perseroan meyakini bahwa kombinasi langkah-langkah tersebut secara bertahap dapat
mendukung peningkatan minat dan aktivitas perdagangan saham Perseroan, sehingga
Perseroan dapat memenuhi kembali kriteria likuiditas yang ditetapkan oleh Bursa.
b. Identifikasi dan pengelolaan risiko dalam mempertahankan kinerja dan reputasi Perseroan.
Page 21
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
Perseroan telah mengidentifikasi beberapa risiko utama yang dapat mempengaruhi kinerja dan
reputasi Perseroan, serta langkah pengelolaannya, antara lain:
1. Risiko likuiditas, yang dikelola melalui pengaturan arus kas secara ketat, optimalisasi
penagihan piutang, serta pengelolaan kewajiban keuangan secara terencana;
2. Risiko operasional dan pasar, khususnya pada sektor properti dan perhotelan, yang dikelola
melalui diversifikasi sumber pendapatan, penyesuaian strategi pemasaran, serta
pengendalian biaya operasional;
3. Risiko reputasi dan kepatuhan, yang dikelola dengan memastikan seluruh kegiatan usaha
dan pelaporan Perseroan dilakukan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, Bursa
Efek Indonesia, serta standar tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate
Governance);
4. Risiko persepsi pasar, yang dikelola melalui penyampaian informasi yang transparan, akurat,
dan tepat waktu kepada publik.
Manajemen secara berkala melakukan evaluasi atas risiko-risiko tersebut untuk memastikan
kelangsungan usaha Perseroan tetap terjaga.
c. Rencana untuk melibatkan pemegang saham dalam strategi keluar dari Papan Pemantauan
Khusus.
Perseroan memandang pemegang saham sebagai pemangku kepentingan utama dalam upaya
peningkatan kinerja dan likuiditas saham Perseroan. Oleh karena itu, langkah-langkah yang akan
dilakukan antara lain:
1. Penyampaian informasi secara transparan kepada pemegang saham melalui Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS), keterbukaan informasi, serta laporan berkala;
2. Peningkatan komunikasi dengan pemegang saham dan investor, termasuk melalui forum
paparan publik (public expose) dan media komunikasi resmi Perseroan;
3. Penyelarasan strategi jangka menengah dan panjang Perseroan dengan kepentingan
pemegang saham, khususnya dalam upaya peningkatan nilai perusahaan (shareholder
value).
Perseroan meyakini bahwa keterlibatan aktif pemegang saham, disertai dengan perbaikan
kinerja dan transparansi, akan mendukung terciptanya kepercayaan pasar dan
peningkatan likuiditas saham Perseroan secara berkelanjutan.
26. Mohon penjelasan rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam jangka waktu
12 bulan ke depan (jika ada). Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi harga efek serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada
publik.
Perseroan melakukan aksi korporasi berupa penerbitan obligasi, sebagai bagian dari strategi
pendanaan Perseroan guna:
- memperkuat struktur permodalan,
- menjaga likuiditas,
- serta mendukung kewajiban keuangan dan kegiatan operasional Perseroan.
Penerbitan obligasi tersebut merupakan aksi korporasi di bidang pendanaan dan tidak berdampak
pada perubahan struktur kepemilikan maupun pengendalian Perseroan. Adapun pelaksanaan, nilai,
jadwal, dan ketentuan obligasi akan disesuaikan dengan kondisi pasar serta memperoleh seluruh
persetujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang
pasar modal.
Selain rencana penerbitan obligasi tersebut, sampai dengan tanggal penyampaian penjelasan ini,
Perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi material lainnya, seperti merger, akuisisi material,
konsolidasi, pemisahan usaha, right issue, private placement, maupun aksi korporasi lain yang
berpotensi menimbulkan dilusi atau perubahan pengendalian.
Page 22
PT. POLLUX HOTELS GROUP TBK
Noble House #36-01
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
Kav. E4.2 No.2, Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Tel: +62 (21) 2918 3111
info@polluxhotels.com
www.polluxhotels.com
tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang bersifat material yang dapat
mempengaruhi harga Efek Perseroan maupun kelangsungan usaha Perseroan, selain yang telah
diungkapkan kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Demikian yang dapat kami sampaikan, Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Pollux Hotels Group Tbk
Handojo Koentoro Setyadi, S.H
Direktur Utama
***
Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Ide AnakAgungGdeAgung
p.1 ×22
unresolved
org
Bank Mandiri Rp
p.1
unresolved
org
PT Matahari Department Store
p.1 ×3
unresolved
org
PT Matahari Department Store. Tanggapan
p.1
unresolved
org
PT Cipta Cahaya
p.1
unresolved
org
PT Matahari Departemen Store
p.1
unresolved
org
Departemen Store
p.1
unresolved
org
PT Adil Berkat Sentosa
p.6 ×8
unresolved
org
PT Cemerlang Sentosa Mulia
p.6 ×9
unresolved
person
Sandi Guntara Trisna
p.6 ×2
unresolved
person
S. Kom
p.6 ×2
unresolved
org
PT ABS
p.6 ×5
unresolved
org
PT Pollux Kemang Superblok
p.6 ×3
unresolved
org
PT CSM
p.6 ×4
unresolved
org
PT Pollux Barelang Megasuperblok
p.6 ×3
unresolved
org
PT Cemerlang Sentosa
p.7 ×2
unresolved
org
PT Bumi Wardana
p.8
unresolved
org
PT BAWEN INVESTAMA PERDANA
p.9
unresolved
org
PT BUMI PASIFIK KENCANA
p.9 ×7
unresolved
org
PT CAKRAWALA SAKTI KENCANA
p.9 ×3
unresolved
org
PT PAHALA AGUNG
p.10
unresolved
org
PT BESEN CITRA PERMATA
p.10
unresolved
org
PT BUMI WARDHANA
p.10
unresolved
org
PT DUTA MEGAH LAKSANA
p.10
unresolved
org
PT Niro Ceramic Sales Indonesia
p.10
unresolved
org
PT Berca Schimdler
p.10
unresolved
org
PT Buildershop Indonesia
p.10
unresolved
org
PT Elevindo Solusi Pratama
p.10
unresolved
org
PT IBS Insurance Broking Service
p.11
unresolved
org
PT Kenari Djaja Prima. Tanggapan
p.11
unresolved
org
PT Pohon Berkat Gemilang
p.11 ×3
unresolved
org
PT Gardasteel Maxima Indonesia
p.11 ×2
unresolved
org
PT Gradasteel Maxima Indonesia
p.11
unresolved
org
PT Pohon Berkat Gemilang. Tanggapan
p.11
unresolved
org
PT Mandiri Tunas Finance. Tanggapan
p.13
unresolved
org
Pollux Hotels Group Tbk Handojo Koentoro Setyadi
p.22
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.