Back to announcement
20260105_NAIK_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32016920_lamp5.pdf
Other Needs review NAIKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Jawaban Atas Lampiran Surat
Nomor : S-14646/BEI.PP3/12-2025
C. Aktivitas Operasional dan Kondisi Terkini Perseroan
Perseroan diminta untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut sehubungan dengan aktivitas
operasional dan kondisi terkini Perseroan:
1. Merujuk pada hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang disampaikan
melalui surat Perseroan nomor 140/LGL-A3/SPem/XII/25 tanggal 10 Desember 2025,
Perseroan diminta untuk menjelaskan status terkini dari perubahan kegiatan usaha Perseroan.
Jawaban :
Pada tanggal 8 Desember 2025, Perseroan telah memperoleh persetujuan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atas rencana penambahan kegiatan usaha di bidang
konstruksi sipil sebagaimana disampaikan melalui surat Perseroan Nomor 140/LGL-
A3/SPem/XII/25 tanggal 10 Desember 2025.
Saat ini, Perseroan berada pada tahap implementasi awal atas rencana penambahan kegiatan
usaha, yang meliputi penyesuaian internal dan persiapan operasional. Kegiatan usaha utama
Perseroan di bidang instalasi mekanikal, elektrikal, dan sistem proteksi kebakaran tetap
dijalankan sebagaimana biasa dan tidak mengalami perubahan secara material.
Penambahan kegiatan usaha dilakukan secara bertahap dan dimaksudkan untuk memperluas
cakupan kegiatan usaha Perseroan, khususnya dalam rangka mendukung pengembangan
layanan sistem proteksi kebakaran yang lebih terintegrasi.
2. Dampak dari perubahan kegiatan usaha Perseroan terhadap struktur organisasi, proses bisnis,
model bisnis, dan kondisi keuangan Perseroan.
Jawaban :
a. Dampak terhadap Struktur Organisasi
Penambahan kegiatan usaha di bidang konstruksi sipil tidak mengubah struktur
organisasi Perseroan secara material. Struktur organisasi yang ada tetap
dipertahankan dan dinilai adaptif untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha
baru.
Penyesuaian yang dilakukan bersifat penguatan fungsi operasional, khususnya
melalui rencana pembentukan divisi atau fungsi terkait pekerjaan sipil di bawah
direktorat operasional, serta penambahan tenaga teknis secara bertahap sesuai
kebutuhan proyek.
b. Dampak terhadap Proses Bisnis
Perubahan kegiatan usaha berdampak pada perluasan proses bisnis, bukan
perubahan mendasar. Proses bisnis Perseroan berkembang dari sebelumnya
berfokus pada pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan sistem proteksi kebakaran
menjadi mencakup pekerjaan sipil secara terintegrasi.
Integrasi tersebut dilakukan dengan tetap mengacu pada sistem pengendalian
mutu, keselamatan kerja (K3), dan manajemen proyek yang telah diterapkan oleh
Perseroan. Penyesuaian proses bisnis dilakukan secara bertahap, termasuk
penguatan SOP, koordinasi lintas fungsi, serta pengelolaan proyek terpadu (Sipil–
ME), sebagaimana telah dianalisis dalam aspek pola bisnis dan manajemen risiko.
c. Dampak terhadap Model Bisnis
Penambahan kegiatan usaha memperluas model bisnis Perseroan dari penyedia jasa
instalasi menjadi penyedia layanan konstruksi yang lebih terintegrasi, tanpa
mengubah fokus utama usaha.
www.idx.co.id
Page 2
Model bisnis Perseroan tetap bertumpu pada kompetensi inti di bidang sistem
proteksi kebakaran dan instalasi ME, dengan tambahan kemampuan untuk
menangani pekerjaan sipil sebagai bagian dari satu kesatuan proyek.
Dengan model ini, Perseroan berpotensi meningkatkan peran dalam pelaksanaan
proyek, termasuk sebagai kontraktor utama (main contractor) pada proyek tertentu,
sesuai dengan kapasitas, pengalaman, dan kebutuhan klien.
d. Dampak terhadap Kondisi Keuangan
Berdasarkan kajian kelayakan dan analisis KJPP, penambahan kegiatan usaha tidak
menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan.
Kegiatan usaha baru direncanakan dan dilaksanakan secara bertahap dengan
memperhatikan kapasitas permodalan, kebutuhan modal kerja, serta pengelolaan
arus kas yang prudent.
Perseroan telah mengidentifikasi potensi risiko keuangan, termasuk kebutuhan
modal kerja dan fluktuasi harga material, serta menyusun strategi mitigasi yang
memadai sebagaimana dijabarkan dalam analisis risiko dan manajemen risiko.
Dengan pendekatan tersebut, perubahan kegiatan usaha diharapkan dapat dikelola
secara terkendali dan berkelanjutan, tanpa mengganggu stabilitas keuangan
maupun kelangsungan usaha Perseroan.
3. Rencana akuisisi proyek berdasarkan industri, jenis entitas pemilik proyek, lokasi, dan jenis
properti.
Jawaban :
Sesuai dengan kajian KJPP atas rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan merencanakan
akuisisi proyek secara bertahap dengan memanfaatkan sinergi antara kegiatan usaha eksisting
di bidang instalasi mekanikal, elektrikal, dan sistem proteksi kebakaran dengan penambahan
pekerjaan konstruksi sipil. Akuisisi proyek difokuskan pada sektor industri, fasilitas publik,
dan infrastruktur yang membutuhkan layanan konstruksi terintegrasi (Sipil–Mechanical–
Electrical).
Berdasarkan jenis entitas pemilik proyek, Perseroan menargetkan proyek yang dimiliki oleh
pihak swasta nasional, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta instansi pemerintah, baik
secara langsung maupun melalui kemitraan dengan kontraktor utama atau BUMN Karya,
sebagaimana diuraikan dalam strategi kemitraan dan analisis SWOT KJPP.
Seluruh rencana akuisisi proyek akan dilaksanakan dengan memperhatikan kapasitas
operasional Perseroan, kesiapan sumber daya manusia, serta penerapan manajemen risiko
sebagaimana dianalisis dalam laporan KJPP, sehingga tetap sejalan dengan prinsip kehati-
hatian dan keberlanjutan usaha Perseroan.
4. Ringkasan proyek yang sedang berjalan berdasarkan jenis pekerjaan yang diberikan, jenis
entitas pemilik proyek, industri, jenis properti, tingkat penyelesaian, nilai proyek, waktu
akuisisi proyek, dan estimasi waktu penyelesaian.
Jawaban :
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, proyek yang sedang berjalan pada Perseroan
masih berasal dari kegiatan usaha utama Perseroan.
Belum terdapat proyek konstruksi sipil yang berjalan sehubungan dengan penambahan
kegiatan usaha sebagaimana disetujui dalam RUPSLB, mengingat Perseroan saat ini masih
dalam tahap persiapan dan implementasi awal atas penambahan kegiatan usaha tersebut.
Berikut terlampir ringkasan tabel proyek yang sedang berjalan:
www.idx.co.id
Page 3
Tingkat Estimasi Waktu
NO Jenis Entitas Pemilik Proyek Industri Jenis Properti Nilai Proyek
Penyelesaian Penyelesaian
PT. INDAH KIAT PULP & PAPER
1 Pulp & Paper Supply & Project 5,00% 70.000.000.000 24 BULAN
TBK
PT INDOKEPPEL DATACENTRE
2 Data Center Maintenance 75,00% 3.143.799.500 19 BULAN
JKT
3 WASKITA NINDYA LRS KSO Konstruksi & Infrastruktur Project 31,64% 9.700.000.000 21 BULAN
4 WASKITA NINDYA LRS KSO Konstruksi & Infrastruktur Project 62,23% 14.550.000.000 21 BULAN
5 PT JAYA KENCANA Properti & Konstruksi Project 62,02% 744.068.000 4 BULAN
6 PT NIPSEA PAINT & CHEMICALS Manufaktur Kimia Project 51,58% 21.700.000.000 14 BULAN
7 PT GRIYACERIA NUSAMEKAR Properti & Real Estat Maintenance 66,67% 14.000.000 3 BULAN
8 PT. BANK CENTRAL ASIA Perbankan & Jasa Keuangan Supply 50,00% 20.000.000 12 BULAN
PT PLN NUSANTARA POWER
9 Ketenagalistrikan Project 34,98% 16.930.000.000 6 BULAN
CONSTRUCTION
10 PT BANK RAKYAT INDONESIA Perbankan & Jasa Keuangan Maintenance 24,40% 373.873.874 34 BULAN
11 PT TOTAL BANGUN PERSADA Konstruksi & Properti Project 70,69% 103.479.000 4 BULAN
12 PT TOTAL BANGUN PERSADA Konstruksi & Properti Maintenance 70,69% 42.000.000 4 BULAN
13 PT. CIPTA MORTAR UTAMA Manufaktur Bahan Bangunan Maintenance 33,33% 99.561.996 3 BULAN
14 PT TRUBAINDO COAL MINING Pertambangan Maintenance 50,00% 80.000.000 8 BULAN
15 PT EVYAP SABUN INDONESIA Manufaktur Maintenance 66,67% 1.548.600.000 6 BULAN
16 PP - WIKA - KMK KSO Konstruksi & Infrastruktur Project 62,87% 14.800.000.000 9 BULAN
KSO PP SAVEN GATES
17 Konstruksi & Properti Project 31,38% 950.000.000 4 BULAN
INDONESIA
PT. PEMBANGUNAN
18 Konstruksi & Infrastruktur Project 45,12% 3.400.000.000 12 BULAN
PERUMAHAN (PERSERO) TBK
19 PT ODG INDONESIA Manufaktur & Engineering Supply 40,00% 1.275.000.000 9 BULAN
PT. PERUSAHAAN PERSEROAN
20 Konstruksi & Infrastruktur Supply 70,00% 316.833.000 4 BULAN
(PERSERO) PT. HUTAMA KARYA
PT. PERUSAHAAN PERSEROAN
21 Konstruksi & Infrastruktur Project 70,00% 181.167.000 4 BULAN
(PERSERO) PT. HUTAMA KARYA
22 PT. OKI PULP & PAPER MILLS Pulp & Paper Supply 46,47% 3.246.476.000 18 BULAN
23 PT EVYAP SABUN INDONESIA Manufaktur Project 73,01% 20.874.478.000 6 BULAN
24 PT. AMARO SUKSES BERSAMA Kesehatan & Farmasi Project 70,00% 675.000.000 3 BULAN
25 PT AINUL HAYAT SEJAHTERA Kesehatan Project 12,96% 1.535.000.000 4 BULAN
26 KSO ADHI – WIKA GEDUNG Konstruksi & Infrastruktur Project 5,63% 3.200.000.000 12 BULAN
27 PT. LUNTO PRIMA MEGAH Properti & Konstruksi Project 25,53% 2.390.000.000 8 BULAN
28 PT FABS INDONESIA Manufaktur Supply 36,00% 78.958.000 3 BULAN
PT. RIAU ANDALAN
29 Pulp & Paper Supply 20,00% 203.731.000 3 BULAN
PAPERBOARD INTERNATIONAL
30 WASKITA CITRA KSO Konstruksi & Infrastruktur Project 25,95% 2.180.000.000 9 BULAN
194.356.025.370
www.idx.co.id
Page 4
5. Rencana penambahan produk/jasa yang ditawarkan.
Jawaban :
Sejalan dengan penambahan kegiatan usaha sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar
Perseroan dan hasil kajian KJPP, Perseroan merencanakan penambahan produk/jasa berupa
jasa konstruksi sipil yang dilaksanakan secara bertahap dan terintegrasi dengan kegiatan usaha
eksisting.
Perseroan menegaskan bahwa penambahan produk/jasa ini tidak menghilangkan atau
menggantikan kegiatan usaha utama yang telah berjalan, melainkan merupakan strategi
pengembangan usaha untuk memperkuat kinerja dan daya saing Perseroan di bidang sistem
proteksi kebakaran dan konstruksi terkait secara lebih luas, dengan tetap memperhatikan
kesiapan internal, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian sebagaimana dianalisis dalam
laporan KJPP.
6. Pengelolaan risiko bisnis yang dapat timbul dari kegiatan usaha Perseroan dan bagaimana
Perseroan mempertimbangkan risiko tersebut dalam menyesuaikan/mengubah rencana
bisnis.
Jawaban :
Perseroan menyadari bahwa penambahan kegiatan usaha di bidang konstruksi sipil
mengandung berbagai risiko usaha yang telah diidentifikasi dan dianalisis dalam Laporan
Studi Kelayakan yang disusun oleh Penilai Independen.
Dalam rangka mengelola risiko tersebut, Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian serta
secara berkelanjutan menyesuaikan rencana bisnis dengan mempertimbangkan kondisi
persaingan industri, potensi keterlambatan pelaksanaan proyek, fluktuasi harga material,
kebutuhan pembiayaan dan pengelolaan arus kas, ketersediaan serta kompetensi sumber daya
manusia, serta perubahan regulasi pemerintah di sektor konstruksi.
Hasil analisis risiko tersebut menjadi dasar bagi Perseroan dalam menyusun strategi usaha,
penyesuaian proyeksi keuangan, penguatan struktur organisasi dan sumber daya manusia, serta
penerapan sistem pengendalian operasional dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-
undangan yang berlaku, sehingga penambahan kegiatan usaha dapat dilaksanakan secara
terukur, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
7. Strategi Perseroan untuk menjaga kesetiaan pelanggan/pemberi pekerjaan.
Jawaban :
Perseroan menjaga kesetiaan pelanggan melalui penyediaan layanan konstruksi yang
terintegrasi antara pekerjaan sipil, mekanikal, elektrikal, dan sistem proteksi kebakaran,
sehingga memberikan efisiensi biaya, kepastian mutu, serta kemudahan koordinasi bagi pemberi
pekerjaan. Penambahan kegiatan usaha sipil memperkuat posisi Perseroan dalam mengikuti
tender proyek dan meningkatkan kredibilitas Perseroan di mata pelanggan, baik di sektor
pemerintah maupun swasta.
Selain itu, Perseroan menerapkan sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja (K3) yang
terstandarisasi melalui sertifikasi ISO, menjaga kepatuhan terhadap regulasi, serta membangun
kemitraan jangka panjang dengan pelanggan dan mitra usaha. Pendekatan ini bertujuan untuk
memastikan kualitas hasil pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian proyek, serta keberlanjutan
hubungan usaha.
www.idx.co.id
Page 5
8. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam merealisasikan strategi Perseroan yang telah
direncanakan sebelumnya.
Jawaban :
Dalam pelaksanaan strategi pengembangan usaha, Perseroan menghadapi tantangan berupa
tingginya tingkat persaingan di industri konstruksi, kebutuhan penyesuaian organisasi dan
proses bisnis seiring dengan penambahan kegiatan usaha, serta kebutuhan pemenuhan sumber
daya manusia dan kesiapan teknis untuk menangani proyek dengan skala dan kompleksitas
yang lebih luas.
Selain itu, Perseroan juga mempertimbangkan dinamika kondisi pasar, proses pengadaan
proyek, serta perubahan regulasi di sektor konstruksi yang dapat mempengaruhi waktu dan
biaya pelaksanaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perseroan menerapkan strategi
pengembangan usaha secara bertahap dan terukur, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-
hatian, kesiapan internal, serta keberlanjutan usaha jangka Panjang.
www.idx.co.id
Page 6
D. Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum dan Kondisi Keuangan Terkini
1. Merujuk kepada surat Perseroan nomor 001/LRPD/ACC-A3/VII/2025 perihal Laporan
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk per 30 Juni
2025, masih terdapat sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp3,62 miliar. Perseroan
diminta untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
a. Identifikasi Perseroan terhadap manfaat yang dihasilkan dari penggunaan dana hasil
penawaran umum terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan kinerja keuangan
Perseroan.
Jawaban :
Identifikasi Perseroan terhadap manfaat yang dihasilkan dari penggunaan dana hasil
penawaran umum terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan kinerja keuangan
Perseroan.
Terhadap kegiatan operasional: Dengan tambahan modal kerja, perusahaan mampu
memperlancar arus kas untuk pembelian material utama, material pembantu,
consumables, pembayaran gaji tenaga kerja, akomodasi dan mobilisasi operasional
proyek.
Terhadap kondisi keuangan : Menambah struktur permodalan dan likuiditas
meningkat.
Terhadap kinerja kuangan : Efisiensi operasional dan berkurangnya beban bunga,
pelaporan realisasi penggunaan dana sesuai POJK meningkatkan kredibilitas dan
akses modal di masa depan.
b. Latar belakang dan penyebab masih terdapat penggunaan dana untuk modal kerja yang
belum terealisasi.
Jawaban :
Perseroan mengklarifikasi bahwa per 31 Desember 2025 penggunaan dana hasil
penawaran umum untuk modal kerja telah optimal.
Berikut perincian pemakaian dana hasil penawaran umum per 31 Desember 2025 :
www.idx.co.id
Page 7
c. Informasi mengenai rincian nama pihak yang menerima pembayaran menggunakan dana
hasil penawaran umum tersebut dengan mengisi tabel berikut:
Jawaban :
Informasi mengenai rincian nama pihak yang menerima pembayaran menggunakan dana
hasil penawaran umum tersebut kami lampirkan bersama jawaban ini (nama file:
Pemasok)
d. Informasi mengenai akun dalam laporan keuangan periode 31 Desember 2024, 31 Maret
2025, 30 Juni 2025, dan 30 September 2025 yang merefleksikan penggunaan dana hasil
penawaran umum.
Jawaban :
Informasi mengenai akun dalam laporan keuangan periode 31 Desember 2024, 31 Maret
2025, 30 Juni 2025, dan 30 September 2025 yang merefleksikan penggunaan dana hasil
penawaran umum kami lampirkan bersama jawaban ini (nama file : Akun).
e. Rincian pembayaran yang menggunakan dana hasil penawaran umum yang masih diakui
sebagai uang muka di laporan posisi keuangan 30 September 2025 dengan mengisi tabel
berikut:
Jawaban :
Rincian pembayaran yang menggunakan dana hasil penawaran umum yang masih diakui
sebagai uang muka di laporan posisi keuangan 30 September 2025 kami lampirkan
bersama jawaban ini (nama file : Uang Muka)
www.idx.co.id
Page 8
2. Sehubungan dengan penggunaan dana hasil konversi Waran Seri I,
Perseroan diminta untuk menjelaskan:
a. Informasi terkini mengenai jumlah dana yang diterima Perseroan dari hasil konversi
Waran Seri I.
Jawaban :
Informasi terkini mengenai jumlah dana yang diterima Perseroan dari hasil konversi
Waran Seri I.
b. Informasi mengenai penggunaan dana yang diterima dari hasil konversi Waran Seri I.
Jawaban :
c. Latar belakang dan penyebab rendahnya jumlah konversi Waran Seri I Perseroan.
Jawaban :
Perseroan mengkonfirmasikan bahwa Perseroan tidak mengetahui Latar belakang dan
penyebab rendahnya jumlah konversi Waran Seri I Perseroan
Page 9
d. Dampak rendahnya jumlah konversi waran seri I tersebut tersebut terhadap
kegiatan operasi, rencana bisnis, dan kondisi keuangan Perseroan.
Jawaban :
Terhadap Kegiatan Operasi: Perseroan tidak memperoleh tambahan
modal sesuai proyeksi dari hasil pelaksanaan waran seri I, kegiatan
operasional tetap bergantung pada sumber pendanaan yang ada (kas
internal).
Terhadap Rencana Bisnis : Perseroan perlu menyesuaikan strategi
bisnis, misalnya dengan lebih fokus pada efisiensi biaya dan
optimalisasi aset yang ada.
Terhadap kondisi keuangan : Peningkatan ekuitas dari hasil
konversi waran belum optimal.
E. Lainnya
1. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).
Jawaban :
Perseroan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam periode 12 (dua
belas) bulan ke depan. Apabila di kemudian hari Perseroan memiliki rencana
tindakan korporasi, Perseroan akan mematuhi ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan menyampaikan keterbukaan
informasi kepada publik sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa
Efek Indonesia.
2. Penjelasan mengenai informasi/kejadian penting lainnya yang material yang
akan dilakukan Perseroan pada masa yang datang dan dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup Perseroan.
Jawaban :
Perseroan belum memiliki informasi/kejadian penting lainnya yang material
yang akan dilakukan Perseroan pada masa yang datang dan dapat
mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan. Apabila di kemudian hari
terdapat informasi atau kejadian material dimaksud, Perseroan akan
menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku
Names mentioned 27 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Milik Negara
p.2
unresolved
org
PT. INDAH KIAT PULP
p.3
unresolved
org
BULAN TBK
p.3
unresolved
org
PT INDOKEPPEL DATACENTRE
p.3
unresolved
org
PT JAYA KENCANA
p.3
unresolved
org
PT NIPSEA PAINT
p.3
unresolved
org
PT GRIYACERIA NUSAMEKAR
p.3
unresolved
org
PT PLN NUSANTARA POWER
p.3
unresolved
org
PT. CIPTA MORTAR UTAMA
p.3
unresolved
org
PT TRUBAINDO COAL MINING
p.3
unresolved
org
PT EVYAP SABUN INDONESIA
p.3 ×2
unresolved
org
BULAN PERUMAHAN (PERSERO) TBK
p.3
unresolved
org
PT ODG INDONESIA
p.3
unresolved
org
PT. OKI PULP
p.3
unresolved
org
PT. AMARO SUKSES BERSAMA
p.3
unresolved
org
PT AINUL HAYAT SEJAHTERA
p.3
unresolved
org
PT. LUNTO PRIMA MEGAH
p.3
unresolved
org
PT FABS INDONESIA
p.3
unresolved
org
PT. RIAU ANDALAN
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.111
531 ms
12 Sep 2026 19:44
Raw output
{'agenda': [], 'is_electronic': False, 'meeting_type': 'EGM'}