Skip to content
Back to announcement

20251126_SGRO_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31987947_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review SGRO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 115

Page 1
              LAPORAN PENILAIAN 80,00% SAHAM
       PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI DAN UTANG LAIN-LAIN
     PIHAK BERELASI PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI KEPADA
    PT LANANG AGRO BERSATU SERTA UTANG PIHAK BERELASI
PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI KEPADA PT SAMPOERNA AGRO Tbk

                PT SAMPOERNA AGRO Tbk

                   TANGGAL PENILAIAN
                      30 JUNI 2025
Page 2
No. : 00165/2.0162-00/BS/01/0153/1/XI/2025                              18 November 2025



Kepada Yth.

PT SAMPOERNA AGRO Tbk
Jl. Basuki Rahmat No. 788, Palembang
Sumatera Selatan 30128

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 80,00% Saham PT Hutan Ketapang Industri dan Utang
      Lain-Lain Pihak Berelasi PT Hutan Ketapang Industri kepada PT Lanang Agro
      Bersatu serta Utang Pihak Berelasi PT Hutan Ketapang Industri kepada
      PT Sampoerna Agro Tbk


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Sampoerna Agro Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar 80,00% saham PT Hutan Ketapang Industri (selanjutnya disebut “HKI”) dan
utang lain-lain pihak berelasi HKI kepada PT Lanang Agro Bersatu (selanjutnya disebut
“LAB”) serta utang pihak berelasi HKI kepada Perseroan. Penugasan kami tersebut sesuai
dengan surat penugasan No. KR/250707-003 tanggal 7 Juli 2025 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 80,00% saham HKI dan utang
lain-lain pihak berelasi HKI kepada LAB serta utang pihak berelasi HKI kepada Perseroan
(selanjutnya secara bersama-sama disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk
mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
30 Juni 2025.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit,
pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet)
dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Perseroan dan
entitas anak tertentu juga mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerja sama
dengan petani plasma. Perseroan berdomisili di Jalan Basuki Rahmat No. 788, Palembang,
Sumatera Selatan 30128, dengan nomor telepon: (0711) 813 388, nomor faksimile:
(0711) 811 585, dan website: www.sampoernaagro.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada PT Sungai Menang (selanjutnya
disebut “SM”) dan HKI dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:


                             Perseroan


                                  99,99%
                                                        Aquarius
                                 SM               Plantations Pte. Ltd.
                                                          (AP)
                                  80,00%                    20,00%


                                HKI




HKI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan industri karet remah dan bidang
kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat. Berdasarkan Keputusan Menteri
Kehutanan Republik Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri
(selanjutnya disebut “IUPHHK-HTI”) atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.

Perubahan iklim dunia dan isu kelestarian lingkungan merupakan salah satu faktor yang
memengaruhi penurunan prospek industri karet dunia. Implementasi kebijakan yang menuntut
rantai pasok bebas deforestasi semakin memperumit akses pasar jika tidak diikuti dengan
praktik yang ramah lingkungan dan berbagai keunggulan karet sintetis, serta melemahnya
permintaan global, berdampak pada penurunan permintaan karet alam yang pada akhirnya
memengaruhi penurunan harga karet.



                                             ii
Page 4
Kekuatan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil karet alam terbesar di dunia
menghadapi berbagai tantangan antara lain penurunan daya saing ekspor dan produktivitas
karena tren alih fungsi lahan sebagai dampak harga komoditas karet yang kurang kompetitif,
permasalahan peremajaan tanaman karet serta penyakit gugur daun yang tidak kunjung
teratasi juga memengaruhi konversi lahan karet ke komoditas lainnya.

Berdasarkan laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
Purwanto Susanti dan Surja (selanjutnya disebut “PSSU”), HKI memiliki utang lain-lain pihak
berelasi kepada LAB (selanjutnya disebut “Utang”) dan utang pihak berelasi kepada
Perseroan (selanjutnya disebut “Pinjaman”), masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan
Rp 0,50 triliun.

Dengan mempertimbangkan berbagai dampak tersebut dan kinerja keuangan HKI yang
belum dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan serta proyeksi
kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM merencanakan untuk melakukan
divestasi atas 80,00% saham HKI kepada Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. (selanjutnya
disebut “SAR”), pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SM (selanjutnya disebut
“Rencana Divestasi”), dan pengalihan Utang kepada SAR (selanjutnya disebut “Rencana
Pengalihan”) serta Novasi Pinjaman kepada SAR (selanjutnya disebut “Rencana Novasi”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Divestasi,
Rencana Pengalihan, dan Rencana Novasi merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak
dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Perseroan melakukan Rencana Transaksi juga dengan pertimbangan kegiatan usaha utama
Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit, Perseroan
memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk meningkatkan
efisiensi dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang dan memberikan
kesempatan kepada Perseroan untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal
untuk mendukung bisnis yang lebih strategis.

Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Rencana Transaksi menjadi
efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi liabilitas pada perbankan dan
menurunkan beban keuangan Perseroan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan menggunakan dana yang
diperoleh dari hasil Rencana Transaksi untuk melakukan investasi yang dapat memberikan
tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai
tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                             iii
Page 5
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Dengan mempertimbangkan berbagai dampak atas melemahnya permintaan global,
    penurunan permintaan karet alam dan harga karet, serta penurunan produktivitas karet
    alam, dan kinerja keuangan HKI yang belum dapat mendukung peningkatan kinerja
    keuangan konsolidasi Perseroan serta proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban
    keuangan HKI, SM merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Perseroan melakukan Rencana Transaksi juga dengan pertimbangan kegiatan usaha
    utama Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit,
    Perseroan memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk
    meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung
    peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang dan
    memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk mengalokasikan sumber daya dengan
    lebih optimal untuk mendukung bisnis yang lebih strategis.

•   Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Rencana Transaksi menjadi
    efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi liabilitas pada perbankan dan
    menurunkan beban keuangan Perseroan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan menggunakan
    dana yang diperoleh dari hasil Rencana Transaksi untuk melakukan investasi yang dapat
    memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat
    memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan bukan transaksi afiliasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat HKI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham HKI bersifat tidak likuid.




                                            iv
Page 6
PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa HKI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan HKI ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan HKI. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250707-003 tanggal 7 Juli 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                             v
Page 7
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan HKI yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan HKI untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian
ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 80,00% saham PT Hutan Ketapang Indonesia dan utang lain-lain
pihak berelasi PT Hutan Ketapang Indonesia kepada PT Lanang Agro Bersatu serta utang
pihak berelasi PT Hutan Ketapang Indonesia kepada PT Sampoerna Agro Tbk ini merupakan
laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 80,00%
saham PT Hutan Ketapang Indonesia dan utang lain-lain pihak berelasi PT Hutan Ketapang
Indonesia kepada PT Lanang Agro Bersatu serta utang pihak berelasi PT Hutan Ketapang
Indonesia kepada PT Sampoerna Agro Tbk tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP PSSU sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00240/2.1505/AU.1/01/1814-2/1/X/2025 tanggal 8 Oktober 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

2. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP Purwanto, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00833/2.1032/AU.1/01/1814-1/1/IV/2025
   tanggal 24 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                             vi
Page 8
3. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00942/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2024 tanggal 27 April 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 01005/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/IV/2023 tanggal 19 April 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00360/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00370/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/III/2021 tanggal 31 Maret 2021 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

7. Proyeksi laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2058 yang disusun oleh manajemen HKI;

8. Laporan penilaian properti HKI per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron
   &        Rekan         sebagaimana           tertuang       dalam        laporannya
   No. 00151/2.0047-05/PI/01/0500/1/IX/2025 tanggal 18 September 2025;

9. Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 tentang
   Pemberian IUPHHK-HTI Dalam Hutan Tanaman Kepada PT Kertas Basuki Rachmat Atas
   Areal Hutan Produksi seluas kurang lebih 100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat;

10. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
    No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021 tentang
    perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia
    No. SK.59/Menhut-II/2007 Tentang Pemberian IUPHHK-HTI Dalam Hutan Tanaman
    Kepada HKI (d/h PT Basuki Rachmat) Atas Areal Hutan Produksi seluas kurang lebih
    100.150 Hektar di Provinsi Kalimantan Barat;

11. Anggaran dasar HKI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Selly
    Suwignyo S.H., M.Kn., No. 10, tanggal 13 Juni 2025 mengenai penyesuaian pasal 3
    anggaran dasar HKI tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha HKI untuk
    disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020;




                                          vii
Page 9
12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang,
    dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

13. Tarif pajak yang diberlakukan atas HKI adalah berdasarkan laba kena pajak dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum, yaitu
    sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2058;

14. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan HKI serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

15. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

16. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

17. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

18. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

19. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari HKI. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan jasa-
jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan
atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba
mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.




                                            viii
Page 10
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan HKI yang disusun oleh manajemen HKI. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja HKI pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja HKI yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis HKI dan informasi manajemen HKI terhadap
proyeksi laporan keuangan HKI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
HKI dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan HKI bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                            ix
Page 11
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan HKI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum HKI berdasarkan anggaran dasar HKI.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif HKI, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki HKI. Prospek HKI di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan
oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan
sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri
yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                              x
Page 12
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset bersih (adjusted
net asset method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha HKI. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi HKI diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.




                                            xi
Page 13
RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 80,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas dan
       Utang serta Pinjaman

       Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
       100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 1,54 triliun.
       Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,00% saham HKI
       adalah sebesar Rp 1,08 triliun. Dengan demikian, nilai pasar 80,00% saham HKI
       berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar Rp 0,86 triliun. Selanjutnya,
       pada tanggal 30 Juni 2025, HKI memiliki Utang dan Pinjaman masing-masing sebesar
       Rp 0,03 triliun dan Rp 0,50 triliun. Dengan demikian, nilai pasar 80,00% saham HKI
       berdasarkan metode diskonto arus kas dan Utang serta Pinjaman adalah sebesar
       Rp 1,39 triliun.

II.    Nilai Pasar 80,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih
       dan Utang serta Pinjaman

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 2,27 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 1,59 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
       80,00% saham HKI berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar
       Rp 1,27 triliun. Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, HKI memiliki Utang dan
       Pinjaman masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan Rp 0,50 triliun. Dengan
       demikian, nilai pasar 80,00% saham HKI berdasarkan metode penyesuaian aset
       bersih dan Utang dan Pinjaman adalah sebesar Rp 1,80 triliun.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan 30,00% untuk metode
       penyesuaian aset bersih.




                                           xii
Page 14
       Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan 30,00%
       untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi yang
       digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan untuk menentukan nilai
       pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat
       kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
       digunakan pada metode penyesuaian aset bersih.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 1,52 triliun.

Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
penjualan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen HKI melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen HKI
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami
melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-
asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-
asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan asumsi-asumsi
tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang
diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
Rp 1,52 triliun.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan HKI serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas HKI. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian HKI tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xiii
Page 15
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiv
Page 16
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap HKI untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xv
Page 17
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:


Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                         .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Mochammad Salman Alfarisi                                       .....................................
No. MAPPI   : 23-A-12179




                                           xvi
Page 18
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-
   ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
   “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar Penilaian
   Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat
   dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xvii
Page 19
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari HKI.


Tim Penilai:


Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                        .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Mochammad Salman Alfarisi                                      .....................................
No. MAPPI   : 23-A-12179




                                          xviii
Page 20
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                xvii

DAFTAR ISI                                                                      xix

DAFTAR TABEL                                                                    xxii

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxv

LAMPIRAN                                                                       xxvi

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               4
        C. Premis Penilaian                                                      5
        D. Independensi Penilai                                                  5
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             5
        F. Profil PT Hutan Ketapang Industri                                     5
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         7
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   7
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       8
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                             9
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          14
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        14
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            14
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    15
        F. Informasi Non-Keuangan                                               17
        G. Jenis Ekuitas                                                        18
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        20
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         20
        K. Jenis Laporan                                                        21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       21




                                           xix
Page 21
                                                                  HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Hutan Ketapang Industri                  22
        B. Kegiatan Usaha                                             22
        C. Manajemen                                                  23
        D. Kepemilikan Saham                                          23
        E. Data Keuangan Historis                                     24

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                     26
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                 29
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                 29
        D. Tingkat Suku Bunga                                         30
        E. Inflasi                                                    31
        F. Nilai Tukar Rupiah                                         32

V.      TINJAUAN INDUSTRI KARET

        A. Tinjauan Industri Karet di Dunia                           34
        B. Tinjauan Industri Karet di Indonesia                       37

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Hutan Ketapang Industri                                 40
        B. Analisis atas Common Size PT Hutan Ketapang Industri       50
        C. Analisis atas Common Size Industri Karet                   52

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Karet                                               57
        B. Risiko Fluktuasi Harga                                     57
        C. Risiko Terkait Suku Bunga                                  57
        D. Risiko Persaingan Usaha                                    57
        E. Risiko Bencana Alam                                        57
        F. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah                      58

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                    59
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                            60
        C. Premis Penilaian                                           61
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                  62
        E. Prosedur Penilaian                                         62
        F. Independensi Penilai                                       62




                                             xx
Page 22
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   63
      B. Metode Diskonto Arus Kas                                                   64
      C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan                                     75
      D. Penentuan Arus Kas Bersih                                                  75
      E. Tingkat Diskonto                                                           77
      F. Perhitungan Nilai pasar HKI                                                80
      G. Nilai Pasar 80,00% Saham HKI dan Utang Pihak Berelasi
         Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas                                       82
      H. Nilai Pasar 80,00% Saham HKI dan Utang Pihak Berelasi
         Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih                                 80
      I. Rekonsiliasi Nilai                                                         85
      J. Kesimpulan Penilaian                                                       85




                                           xxi
Page 23
                                   DAFTAR TABEL

                                                                     HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Hutan Ketapang Industri                                     6

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Hutan Ketapang Industri                                    23

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                  24

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       25

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                       26

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                           27

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                           28

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi             32

Tabel 9    Harga Bulanan Karet di Dunia
           Januari 2025 – Juni 2025                                      36

Tabel 10   Laporan Posisi Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                  40

Tabel 11   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       44

Tabel 12   Laporan Arus Kas
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       45




                                          xxii
Page 24
                                                                        HALAMAN

Tabel 13   Rasio-rasio Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     49

Tabel 14   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     50

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          51

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Astra Agro Lestari Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     52

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Astra Agro Lestari Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          53

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     54

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          55

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Salim Ivomas Pratama Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     55

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Salim Ivomas Pratama Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          56


                                        xxiii
Page 25
                                                                         HALAMAN

Tabel 22   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2058                           67

Tabel 23   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2026 – 2058                                       69

Tabel 24   Proyeksi Arus Kas Bersih
           PT Hutan Ketapang Industri
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2058                           76

Tabel 25   Indikasi Nilai Kini Operasi
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 31 Desember 2021 – 2030                                       80

Tabel 26   Nilai Pasar 80,00% Saham dan Utang Pihak Berelasi
           PT Hutan Ketapang Industri
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 30 Juni 2025                                                  82

Tabel 27   Nilai Pasar 80,00% Saham dan Utang Pihak Berelasi
           PT Hutan Ketapang Industri
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                                  84

Tabel 28   Rekonsiliasi Nilai
           PT Hutan Ketapang Industri
           Per 30 Juni 2025                                                  85




                                         xxiv
Page 26
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                      HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                         30

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                   31

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing       33

Grafik 4   Jumlah Konsumsi Karet Alam dan Karet Sintetis di Dunia
           Tahun 2022 – Maret 2024                                        35

Grafik 5   Proyeksi Ukuran Pasar Karet di Dunia
           Tahun 2025 – 2034                                              36

Grafik 6   Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia
           Periode Januari 2025                                           38

Grafik 7   Proyeksi Penjualan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Tahun 2025 – 2058                                              65

Grafik 8   Proyeksi Beban Pokok Penjualan
           PT Hutan Ketapang Industri
           Tahun 2025 – 2058                                              66




                                         xxv
Page 27
                                    LAMPIRAN

                                                                            HALAMAN
Lampiran A   Nilai Pasar 80,00% Saham dan Utang Lain-Utang Pihak Berelasi
             PT Hutan Ketapang Industri
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 30 Juni 2025                                                   86

Lampiran B   Nilai Pasar 80,00% Saham dan Utang Pihak Berelasi
             PT Hutan Ketapang Industri
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                                                   87

Lampiran B   Rekonsiliasi Nilai
             PT Hutan Ketapang Industri
             Per 30 Juni 2025                                                   88




                                          xxvi
Page 28
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Sampoerna Agro Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha perkebunan
       kelapa sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit,
       pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang
       berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau.
       Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Perseroan dan entitas anak
       tertentu juga mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerja sama
       dengan petani plasma. Perseroan berdomisili di Jalan Basuki Rahmat No. 788,
       Palembang, Sumatera Selatan 30128, dengan nomor telepon: (0711) 813 388,
       nomor faksimile: (0711) 811 585, dan website: www.sampoernaagro.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada PT Sungai Menang
       (selanjutnya disebut “SM”) dan PT Hutan Ketapang Industri (selanjutnya disebut
       “HKI”) dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:


                                Perseroan


                                     99,99%
                                                      Aquarius
                                   SM           Plantations Pte. Ltd.
                                                        (AP)
                                     80,00%               20,00%


                                   HKI




       HKI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
       held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
       lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan industri karet
       remah dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
       Berdasarkan       Keputusan     Menteri     Kehutanan     Republik   Indonesia
       No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
       Lingkungan         Hidup      dan       Kehutanan       Republik     Indonesia
       No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
       memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman
       Industri (selanjutnya disebut “IUPHHK-HTI”) atas areal hutan produksi seluas
       kurang lebih 100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.




                                         1
Page 29
Perubahan iklim dunia dan isu kelestarian lingkungan merupakan salah satu faktor
yang memengaruhi penurunan prospek industri karet dunia. Implementasi
kebijakan yang menuntut rantai pasok bebas deforestasi semakin memperumit
akses pasar jika tidak diikuti dengan praktik yang ramah lingkungan dan berbagai
keunggulan karet sintetis, serta melemahnya permintaan global, berdampak pada
penurunan permintaan karet alam yang pada akhirnya memengaruhi penurunan
harga karet.

Kekuatan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil karet alam terbesar di
dunia menghadapi berbagai tantangan antara lain penurunan daya saing ekspor
dan produktivitas karena tren alih fungsi lahan sebagai dampak harga komoditas
karet yang kurang kompetitif, permasalahan peremajaan tanaman karet serta
penyakit gugur daun yang tidak kunjung teratasi juga memengaruhi konversi lahan
karet ke komoditas lainnya.

Berdasarkan laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
disebut “KAP”) Purwanto Susanti dan Surja (selanjutnya disebut “PSSU”), HKI
memiliki utang lain-lain pihak berelasi kepada LAB (selanjutnya disebut “Utang”)
dan utang pihak berelasi kepada Perseroan (selanjutnya disebut “Pinjaman”),
masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan Rp 0,50 triliun.

Dengan mempertimbangkan berbagai dampak tersebut dan kinerja keuangan HKI
yang belum dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi
Perseroan serta proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM
merencanakan untuk melakukan divestasi atas 80,00% saham HKI kepada
Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “SAR”), pihak yang
terafiliasi dengan Perseroan dan SM (selanjutnya disebut “Rencana Divestasi”),
dan pengalihan Utang kepada SAR (selanjutnya disebut “Rencana Pengalihan”)
serta Novasi Pinjaman kepada SAR (selanjutnya disebut “Rencana Novasi”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Divestasi, Rencana Pengalihan, dan Rencana Novasi merupakan satu kesatuan
transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Perseroan melakukan Rencana Transaksi juga dengan pertimbangan kegiatan
usaha utama Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa
sawit, Perseroan memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi bisnis yang
strategis untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang
dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan
untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis
yang lebih strategis.




                                 2
Page 30
Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Rencana Transaksi
menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi liabilitas pada
perbankan dan menurunkan beban keuangan Perseroan yang diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan
menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Rencana Transaksi untuk melakukan
investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan
HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang
saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Dengan mempertimbangkan berbagai dampak atas melemahnya permintaan
    global, penurunan permintaan karet alam dan harga karet, serta penurunan
    produktivitas karet alam, dan kinerja keuangan HKI yang belum dapat
    mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan serta
    proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM merencanakan
    untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Rencana Transaksi dilakukan Perseroan dengan pertimbangan kegiatan
    usaha utama Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan
    kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi
    bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis
    kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang dan memberikan
    kesempatan kepada Perseroan untuk mengalokasikan sumber daya dengan
    lebih optimal untuk mendukung bisnis yang lebih strategis.

•   Perseroan melakukan Rencana Transaksi juga dengan pertimbangan kegiatan
    usaha utama Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan
    kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi
    bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis
    kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang dan memberikan
    kesempatan kepada Perseroan untuk mengalokasikan sumber daya dengan
    lebih optimal untuk mendukung bisnis yang lebih strategis.

•   Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Rencana Transaksi
    menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi liabilitas pada
    perbankan dan menurunkan beban keuangan Perseroan yang diharapkan
    dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                 3
Page 31
       •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan
           menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Rencana Transaksi untuk
           melakukan investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi
           dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
           seluruh pemegang saham Perseroan.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
       Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi, sebagaimana diatur dalam
       Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
       Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK
       42/2020”).

       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
       harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
       tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
       “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
       mensyaratkan adanya laporan penilaian atas transaksi tersebut, yang disiapkan
       oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
       Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
       disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
       melakukan penilaian atas nilai pasar 80,00% saham HKI dan Utang serta
       Pinjaman.

       Mengingat HKI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham HKI bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 80,00% saham HKI dan
       Utang serta Pinjaman (selanjutnya secara bersama-sama disebut “Objek
       Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 17/2020.




                                        4
Page 32
       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
       SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa HKI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan HKI
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan HKI. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250707-003
       tanggal 7 Juli 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan HKI yang kami terima. Data keuangan tersebut
       berupa laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
       tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil PT Hutan Ketapang Industri

       HKI adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
       Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., pengganti Notaris Sutjipto, S.H., No. 37, tanggal
       3 Maret 2011. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
       Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 April 2011 dalam Surat
       Keputusannya No. AHU 19501.AH.01.01.Tahun 2011.

       Anggaran dasar HKI telah mengalami perubahan, terakhir kali berdasarkan Akta
       Notaris Selly Suwignyo S.H., M.Kn. No. 10, tanggal 13 Juni 2025 mengenai
       perubahan anggaran dasar HKI terkait dengan penyesuaian pasal 3 anggaran
       dasar HKI tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha HKI untuk disesuaikan
       dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020 yang telah
       disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada
       tanggal       16      Juni      2025        dalam       Surat       Keputusan
       No. AHU-0038996.AH.01.02.TAHUN 2025 dan didaftarkan dalam Daftar
       Perseroan No. AHU-0132486.AH.01.11.Tahun 2025 pada tanggal 16 Juni 2025.




                                          5
Page 33
         Kantor pusat HKI berlokasi di Sampoerna Strategic Square North Tower Lantai 28,
         Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi, Jakarta
         Selatan 12930.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham HKI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Hutan Ketapang Industri
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                             (Dalam Rupiah)
                                                                         Persentase
                       Pemegang Saham                  Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                         Kepemilikan
         PT Sungai Menang                                     850.135            80,00%    850.135.000.000
         Aquarius Plantations Pte., Ltd.                      212.520            20,00%    212.520.000.000
         Jumlah                                              1.062.655          100,00%   1.062.655.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi HKI pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                               :   Eka Dharmajanto Kasih
         Komisaris                                     :   Dwi Asmono
         Komisaris                                     :   Heri Harjanto
         Komisaris                                     :   Geoffrey Mathew Kin Ying Seeto
         Komisaris                                     :   Paul Ralph Speed

         Direksi
         Direktur Utama                                :   Hero Djajakusumah
         Direktur                                      :   Arief

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan industri
         karet remah dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
         Berdasarkan     Keputusan       Menteri    Kehutanan  Republik    Indonesia
         No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
         Lingkungan        Hidup       dan       Kehutanan    Republik     Indonesia
         No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
         memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
         100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.




                                                   6
Page 34
I.G.   Definisi Nilai yang Digunakan

       Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
       terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

       Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
       digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
       POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
       dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
       penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
       menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
       secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
       pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif HKI,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       HKI. Prospek HKI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
       usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang
       telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
       kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
       penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
       industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.




                                          7
Page 35
I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian
       aset bersih (adjusted net asset method).

       Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
       dilaksanakan oleh HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
       perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Dalam melaksanakan penilaian dengan
       metode ini, operasi HKI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
       perkembangan usaha HKI. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
       dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
       risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

       Metode penyesuaian aset bersih yang digunakan dalam penilaian HKI merupakan
       metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini,
       nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.

       Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
       dengan melakukan pembobotan.




                                          8
Page 36
I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 80,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas dan
         Utang serta Pinjaman

         Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
         100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 1,54 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
         100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 1,08 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
         80,00% saham HKI berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
         Rp 0,86 triliun. Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, HKI memiliki Utang dan
         Pinjaman masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan Rp 0,50 triliun. Dengan
         demikian, nilai pasar 80,00% saham HKI berdasarkan metode diskonto arus kas
         dan Utang serta Pinjaman adalah sebesar Rp 1,39 triliun.

I.J.2.   Nilai Pasar 80,00% Saham HKI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih
         dan Utang serta Pinjaman

         Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
         pasar 100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 2,27 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
         100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 1,59 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
         80,00% saham HKI berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar
         Rp 1,27 triliun. Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, HKI memiliki Utang dan
         Pinjaman masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan Rp 0,50 triliun. Dengan
         demikian, nilai pasar 80,00% saham HKI berdasarkan metode penyesuaian aset
         bersih dan Utang dan Pinjaman adalah sebesar Rp 1,80 triliun.

I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         30,00% untuk metode penyesuaian aset bersih.

         Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         30,00% untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi
         yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan untuk
         menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
         memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
         informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih.




                                          9
Page 37
       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 1,52 triliun.

       Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
       dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
       mengenai tingkat penjualan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang
       dikembangkan pihak manajemen HKI melalui analisis atas kinerja historis dan
       pernyataan manajemen HKI mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan
       datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas asumsi-
       asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan
       tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi tersebut.
       Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan nilai
       Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan asumsi-
       asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
       hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 1,52 triliun.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan HKI serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas HKI. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       HKI tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 38
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang usaha perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi
        benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu),
        dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan
        Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Perseroan dan
        entitas anak tertentu juga mengembangkan perkebunan plasma dan membina
        kerja sama dengan petani plasma. Perseroan berdomisili di Jalan Basuki Rahmat
        No. 788, Palembang, Sumatera Selatan 30128, dengan nomor telepon:
        (0711) 813 388, nomor faksimile: (0711) 811 585, dan website:
        www.sampoernaagro.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada SM dan HKI dengan
        struktur kepemilikan sebagai berikut:


                                 Perseroan


                                      99,99%


                                    SM                   AP


                                      80,00%              20,00%


                                    HKI




        HKI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
        held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
        lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan industri karet
        remah dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
        Berdasarkan     Keputusan       Menteri    Kehutanan    Republik     Indonesia
        No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
        Lingkungan        Hidup       dan       Kehutanan     Republik       Indonesia
        No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
        memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
        100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.




                                          11
Page 39
Perubahan iklim dunia dan isu kelestarian lingkungan merupakan salah satu faktor
yang memengaruhi penurunan prospek industri karet dunia. Implementasi
kebijakan yang menuntut rantai pasok bebas deforestasi semakin memperumit
akses pasar jika tidak diikuti dengan praktik yang ramah lingkungan dan berbagai
keunggulan karet sintetis, serta melemahnya permintaan global, berdampak pada
penurunan permintaan karet alam yang pada akhirnya memengaruhi penurunan
harga karet.

Kekuatan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil karet alam terbesar di
dunia menghadapi berbagai tantangan antara lain penurunan daya saing ekspor
dan produktivitas karena tren alih fungsi lahan sebagai dampak harga komoditas
karet yang kurang kompetitif, permasalahan peremajaan tanaman karet serta
penyakit gugur daun yang tidak kunjung teratasi juga memengaruhi konversi lahan
karet ke komoditas lainnya.

Berdasarkan laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP PSSU, HKI memiliki Utang dan
Pinjaman masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan Rp 0,50 triliun. Dengan
mempertimbangkan berbagai dampak tersebut dan kinerja keuangan HKI yang
belum dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan
serta proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM
merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi.

Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Rencana Transaksi
menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi liabilitas pada
perbankan dan menurunkan beban keuangan Perseroan yang diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Perseroan melakukan Rencana Transaksi juga dengan pertimbangan kegiatan
usaha utama Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa
sawit, Perseroan memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi bisnis yang
strategis untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang
dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan
untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis
yang lebih strategis.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan
menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Rencana Transaksi untuk melakukan
investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan
HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang
saham Perseroan.




                                 12
Page 40
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Dengan mempertimbangkan berbagai dampak atas melemahnya permintaan
    global, penurunan permintaan karet alam dan harga karet, serta penurunan
    produktivitas karet alam, dan kinerja keuangan HKI yang belum dapat
    mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan serta
    proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM merencanakan
    untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Rencana Transaksi
    menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi liabilitas pada
    perbankan dan menurunkan beban keuangan Perseroan yang diharapkan
    dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Perseroan melakukan Rencana Transaksi juga dengan pertimbangan kegiatan
    usaha utama Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan
    kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi
    bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis
    kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang dan memberikan
    kesempatan kepada Perseroan untuk mengalokasikan sumber daya dengan
    lebih optimal untuk mendukung bisnis yang lebih strategis.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan
    menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Rencana Transaksi untuk
    melakukan investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi
    dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
    seluruh pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi, sebagaimana diatur dalam
POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
harus memenuhi POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.

Mengingat HKI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham HKI bersifat tidak likuid.



                                 13
Page 41
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan HKI yang kami terima. Data keuangan tersebut
        berupa laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         14
Page 42
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP PSSU sebagaimana tertuang dalam
           laporannya     No.       00240/2.1505/AU.1/01/1814-2/1/X/2025    tanggal
           8 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        2. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwanto, Sungkoro & Surja
           (selanjutnya disebut “PSS”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
           No. 00833/2.1032/AU.1/01/1814-1/1/IV/2025 tanggal 24 April 2025 dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian;

        3. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00942/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2024 tanggal
           27 April 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        4. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 01005/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/IV/2023 tanggal
           19 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        5. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00360/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/III/2022 tanggal
           30 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        6. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00370/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/III/2021 tanggal
           31 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        7. Proyeksi laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2058 yang disusun oleh manajemen HKI;

        8. Laporan penilaian properti HKI per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Iwan
           Bachron & Rekan (selanjutnya disebut “IBR”) sebagaimana tertuang dalam
           laporannya      No.       00151/2.0047-05/PI/01/0500/1/IX/2025       tanggal
           18 September 2025;




                                        15
Page 43
9. Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007
   tentang Pemberian IUPHHK-HTI Dalam Hutan Tanaman Kepada PT Kertas
   Basuki Rachmat Atas Areal Hutan Produksi seluas kurang lebih 100.150 hektar
   di Provinsi Kalimantan Barat;

10. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
    No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021
    tentang perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Kehutanan Republik
    Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 Tentang Pemberian IUPHHK-HTI Dalam
    Hutan Tanaman Kepada HKI (d/h PT Basuki Rachmat) Atas Areal Hutan
    Produksi seluas kurang lebih 100.150 Hektar di Provinsi Kalimantan Barat;

11. Anggaran dasar HKI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris Selly Suwignyo S.H., M.Kn., No. 10, tanggal 13 Juni 2025 mengenai
    penyesuaian pasal 3 anggaran dasar HKI tentang maksud dan tujuan serta
    kegiatan usaha HKI untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan
    Usaha Indonesia tahun 2020;

12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar
    belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

13. Tarif pajak yang diberlakukan atas HKI adalah berdasarkan laba kena pajak
    dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
    berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2058;

14. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan HKI serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

15. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

16. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

17. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

18. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

19. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.




                                 16
Page 44
          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
          keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-
          informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau yang
          tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
          informasi-informasi tersebut.

          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari HKI. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan tanaman
          industri (karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
          Berdasarkan        Keputusan    Menteri     Kehutanan     Republik     Indonesia
          No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
          Lingkungan          Hidup     dan       Kehutanan       Republik       Indonesia
          No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
          memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
          100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, produk yang
          dihasilkan oleh HKI adalah getah karet (cup lump).

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis HKI adalah mencakup
          wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama HKI adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Hextar Fertilizer Indonesia;
          •   PT Fertilizer Inti Technology;
          •   PT Prima Karya Berjaya;
          •   CV Melati Mitra Agroindo; dan
          •   PT Claudiant Oleum Pratama




                                            17
Page 45
          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci HKI adalah
          sebagai berikut:

          •   PT Bintang Borneo Persada;
          •   PT Sumber Alam; dan
          •   PT Kirana Permata.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha HKI adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk;
          •   PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk; dan
          •   PT Perkebunan Nusantara.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan HKI
          adalah sebagai berikut:

          •   Mengedepankan efisiensi untuk menjaga peningkatan produktivitas melalui
              program mekanisasi dan intensifikasi;
          •   Memperoleh tingkat pengembangan usaha yang optimal pada tanaman karet
              untuk meminimalisasi dampak dari ketidakstabilan harga komoditas; dan
          •   Mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan motivasi
              tinggi, mulai dari karyawan hingga tenaga kerja di lapangan.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki HKI merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
          saham HKI memiliki 1 hak suara per lembar saham.




                                           18
Page 46
II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
        didasarkan pada proyeksi laporan keuangan HKI yang disusun oleh manajemen
        HKI. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
        dikembangkan berdasarkan kinerja HKI pada tahun-tahun sebelumnya dan
        berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
        melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
        menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang dinilai pada saat penilaian
        ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
        yang kami lakukan terhadap target kinerja HKI yang dinilai dan telah
        mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
        jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
        berdasarkan kinerja historis HKI dan informasi manajemen HKI terhadap proyeksi
        laporan keuangan HKI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
        penilaian HKI dan kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan HKI bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
        bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                         19
Page 47
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan HKI.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum HKI berdasarkan anggaran dasar HKI.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.




                                          20
Page 48
        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 80,00% saham PT Hutan Ketapang Indonesia dan utang
        lain-lain pihak berelasi PT Hutan Ketapang Indonesia kepada PT Lanang Agro
        Bersatu serta utang pihak berelasi PT Hutan Ketapang Indonesia kepada
        PT Sampoerna Agro Tbk ini merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 80,00% saham PT Hutan Ketapang Indonesia dan utang lain-
        lain pihak berelasi PT Hutan Ketapang Indonesia kepada PT Lanang Agro Bersatu
        serta utang pihak berelasi PT Hutan Ketapang Indonesia kepada PT Sampoerna
        Agro Tbk tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent
        events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek
        Penilaian.




                                        21
Page 49
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Hutan Ketapang Industri

         HKI adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
         Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., pengganti Notaris Sutjipto, S.H., No. 37, tanggal
         3 Maret 2011. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 April 2011 dalam Surat
         Keputusannya No. AHU 19501.AH.01.01.Tahun 2011.

         Anggaran dasar HKI telah mengalami perubahan, terakhir kali berdasarkan Akta
         Notaris Selly Suwignyo S.H., M.Kn. No. 10, tanggal 13 Juni 2025 mengenai
         perubahan anggaran dasar HKI terkait dengan penyesuaian pasal 3 anggaran
         dasar HKI tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha HKI untuk disesuaikan
         dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020 yang telah
         disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada
         tanggal       16      Juni      2025        dalam       Surat       Keputusan
         No. AHU-0038996.AH.01.02.TAHUN 2025 dan didaftarkan dalam Daftar
         Perseroan No. AHU-0132486.AH.01.11.Tahun 2025 pada tanggal 16 Juni 2025.

         Kantor pusat HKI berlokasi di Sampoerna Strategic Square North Tower Lantai 28,
         Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi, Jakarta
         Selatan.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan industri
         karet remah dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
         Berdasarkan     Keputusan       Menteri    Kehutanan  Republik    Indonesia
         No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
         Lingkungan        Hidup       dan       Kehutanan    Republik     Indonesia
         No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
         memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
         100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.




                                           22
Page 50
III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi HKI pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                               :   Eka Dharmajanto Kasih
         Komisaris                                     :   Dwi Asmono
         Komisaris                                     :   Heri Harjanto
         Komisaris                                     :   Geoffrey Mathew Kin Ying Seeto
         Komisaris                                     :   Paul Ralph Speed

         Direksi
         Direktur Utama                                :   Hero Djajakusumah
         Direktur                                      :   Arief

III.D.   Kepemilikan Saham

         Tabel 2
         PT Hutan Ketapang Industri
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                       Pemegang Saham                Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Sungai Menang                                    850.135            80,00%    850.135.000.000
         Aquarius Plantations Pte., Ltd.                     212.520            20,00%    212.520.000.000
         Jumlah                                             1.062.655          100,00%   1.062.655.000.000




                                                  23
Page 51
III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
         30 Juni 2025 telah diaudit oleh KAP PSSU dengan pendapat wajar tanpa
         modifikasian. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
         tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 telah diaudit oleh KAP
         PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

         Ikhtisar data keuangan penting HKI adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Hutan Ketapang Industri
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan             30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                   1.847       4.724       31.991        2.397        2.384          3.766
         Piutang usaha                                        2.384       2.391          959          127            -              -
         Piutang lain-lain                                    1.562       1.490        1.634        1.612        2.881          2.995
         Persediaan                                          10.357      14.252       17.964       13.067       14.517          6.314
         Aset biologis                                          671         982          325            -            -              -
         Pajak dibayar di muka                                    -       1.449        8.448        6.881          324              -
         Biaya dibayar di muka dan uang muka                  2.266       2.594        2.617        3.021        3.764          2.883
         Jumlah Aset Lancar                                  19.088      27.882       63.938       27.106       23.870         15.959
         ASET TIDAK LANCAR
         Tanaman produktif                               2.885.134     2.927.076    2.968.715    2.824.029    2.485.424     2.149.733
         Aset tetap                                        107.569       113.887      122.742      119.021      115.814       120.596
         Aset hak-guna                                         580           679          365          336          382           350
         Aset takberwujud                                      702           808          786          762          809           860
         Aset tidak lancar lainnya                              28            28          332          332          332           350
         Jumlah Aset Tidak Lancar                        2.994.012     3.042.479    3.092.940    2.944.480    2.602.761     2.271.890
         JUMLAH ASET                                     3.013.100     3.070.361    3.156.878    2.971.586    2.626.631     2.287.849
                                                                                                                                    -




                                                        24
Page 52
                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                            30/06/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                        -            -             -             1             38            12
  Pihak ketiga                                                     36.630       34.939        64.030        18.516         25.283        43.102
Utang lain-lain                                                    30.350       24.600        25.311        16.255         16.203        11.113
Utang pajak                                                         3.952        6.189         4.116         4.826          4.868         4.410
Beban akrual                                                        6.910        8.170        10.996         8.795          6.729         6.205
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                      71           68            98            89             81            79
  Utang bank jangka panjang                                        10.377        3.620             -             -              -             -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    88.290       77.586       104.551        48.481         53.202        64.920
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo
  dalam satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                      171.062       136.380        30.000             -              -             -
  Liabilitas sewa                                                    406           442             -            98            187           287
Liabilitas pajak tangguhan                                           283             -             -             -              -             -
Utang pihak berelasi                                             650.308       650.308     1.637.475     2.304.408      1.882.641     1.570.481
Liabilitas imbalan kerja                                          10.382        10.387        10.182        11.558         11.173        10.144
Liabilitas tidak lancar lainnya                                        -             -         2.202             -              -             -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 832.441       797.517     1.679.859     2.316.063      1.894.001     1.580.911
JUMLAH LIABILITAS                                                920.731       875.103     1.784.409     2.364.545      1.947.203     1.645.831
EKUITAS
Modal saham                                                    1.062.655     1.062.655       720.665       408.165       405.299        367.380
Tambahan modal disetor                                         1.691.690     1.691.690       939.312       251.812       251.812        251.812
Saldo laba (defisit)                                            (661.975)     (559.086)     (287.508)      (52.936)       19.451         19.731
Uang muka setoran modal                                                -             -             -             -         2.866          3.095
JUMLAH EKUITAS                                                 2.092.370     2.195.258     1.372.469       607.041       679.428        642.018
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  3.013.100     3.070.361     3.156.878     2.971.586      2.626.631     2.287.849



Tabel 4
PT Hutan Ketapang Industri
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               30/06/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Penjualan                                                         49.587       107.873        65.331        26.495               -              -
Beban pokok penjualan                                            142.103       276.690       199.310        77.437               -              -
Rugi bruto                                                       (92.516)     (168.817)     (133.979)      (50.942)             -             -
Perubahan nilai wajar aset biologis                                 (311)          657           325             -              -             -
Beban penjualan                                                   (2.832)       (7.506)       (5.807)            -              -             -
Beban umum dan administrasi                                         (408)       (1.129)       (3.992)       (1.305)          (716)         (675)
Beban operasional lain                                              (154)         (755)         (551)       (1.073)          (176)         (117)
Pendapatan operasional lain                                            2         1.491         1.541           696            109           384
Rugi usaha                                                       (96.219)     (176.059)     (142.464)      (52.624)          (783)         (408)
Pendapatan keuangan                                                   22           206            52            31             78            69
Beban keuangan                                                    (7.347)      (96.446)      (92.297)      (21.554)           (30)          (38)
Rugi sebelum pajak penghasilan                                  (103.544)     (272.299)     (234.709)      (74.146)          (735)         (378)
Pajak penghasilan                                                   (283)            -             -             -              -           988
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                              (103.827)     (272.299)     (234.709)      (74.146)          (735)          611
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 939           721           137         1.759            455           (76)
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan          (102.889)     (271.578)     (234.572)      (72.387)          (280)          535




                                                              25
Page 53
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat setelah isu kenaikan tarif efektif
          resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang
          diumumkan. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi di
          AS, Eropa, dan Jepang mengalami penurunan seiring berjalannya pemberlakuan
          kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara
          tersebut. Sedangkan di Tiongkok, tantangan seperti strategi diversifikasi ekspor
          berimplikasi terhadap kinerja ekonomi yang belum kuat. Sebaliknya,
          perekonomian di India diperkirakan tetap kuat didukung oleh tingginya permintaan
          domestik. Melihat kecenderungan kinerja ekonomi yang terjadi pada beberapa
          negara di dunia, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025
          yaitu tumbuh sekitar 3,00%.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                   (Dalam %)
                                                                                                        Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2021      2022       2023       2024       2025       2026      2027
          Dunia                                       6,60      3,60       3,50       3,30       2,80       2,80        3,00
          Negara Maju
           AS                                         6,10       2,50      2,90       2,80       1,50       1,70        2,00
           Hong Kong                                  6,40      (3,70)     3,20       2,50       2,20       2,20        2,10
           Inggris                                    9,50       5,00      0,40       1,10       1,10       1,20        1,50
           Jepang                                     2,70       0,90      1,40       0,20       0,80       0,70        0,80
           Kanada                                     6,10       4,20      1,50       1,60       1,40       1,30        1,90
           Kawasan Eropa                              6,30       3,50      0,60       0,90       1,00       1,10        1,50
           Singapura                                  9,90       4,10      1,80       4,30       2,00       1,80        2,40
           Taiwan                                     6,70       2,70      1,10       4,80       3,10       2,40        2,50
           Australia                                  5,50       4,20      2,10       1,10       1,70       2,30        2,50
           Korea Selatan                              4,60       2,70      1,60       2,00       1,00       1,80        1,80
          Negara Berkembang
           Argentina                                 10,40      6,00       (1,90)     (1,30)     5,00       3,30        3,00
           India                                     (5,80)     9,70        7,60       9,20       N/A       6,30        6,50
           Indonesia                                  3,70      5,30        5,10       5,00      4,80       4,90        5,00
           Kolombia                                  11,00      7,50        0,60       1,70      2,50       2,80        2,90
           Malaysia                                   3,10      8,70        3,60       5,10      4,20       4,30        4,50
           Meksiko                                    4,70      3,90        3,30       1,50      0,30       1,30        2,00
           Mesir                                      3,30      6,70        3,80       2,40      3,90       4,40        4,90
           Tiongkok                                   8,40      3,10        5,40       5,00      4,80       4,20        4,00

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2024, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,80%, 2,50%,
          4,30%, dan 4,80%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 9,20%, 5,00%, 5,10%,
          dan 5,00%.


                                                       26
Page 54
          Pada tahun 2025, PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar
          2,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan
          Australia masing-masing sebesar 1,50%, 2,20%, 2,00%, 3,10%, dan 1,70%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu Argentina,
          Indonesia, Malaysia, Mesir, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,80%,
          4,20%, 3,90%, dan 4,80%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                  (Dalam %)
                                                                                       Proyeksi
                         Keterangan
                                        2021       2022     2023     2024     2025       2026      2027
          Dunia                            4,70      8,60     6,60     5,60     3,80       3,50        3,50
          Negara Maju
           AS                              4,70      8,00     4,10     3,00     2,80       2,70        2,30
           Hong Kong                       1,60      1,90     2,10     1,80     1,70       1,90        2,00
           Inggris                         2,60      9,10     7,40     2,50     3,20       2,40        2,00
           Jepang                         (0,30)     2,50     3,30     2,70     2,90       1,80        2,00
           Kanada                          3,40      6,80     3,90     2,40     2,10       2,10        2,00
           Kawasan Eropa                   2,60      8,40     5,50     2,40     2,00       1,90        2,00
           Singapura                       2,30      6,10     4,90     2,40     1,10       1,60        1,70
           Taiwan                          2,00      3,00     2,50     2,20     1,80       1,70        1,80
           Australia                       2,90      6,60     5,60     3,20     2,50       2,70        2,50
           Korea Selatan                   2,50      5,10     3,60     2,30     1,90       1,80        1,90
          Negara Berkembang
           Argentina                      48,10     70,70   127,90   236,80    42,20      22,60       15,80
           India                           5,10      6,70     5,70     5,00      N/A       3,30        4,50
           Indonesia                       1,60      4,20     3,80     2,30     1,80       2,60        2,60
           Kolombia                        3,50     10,20    11,80     6,60     5,00       3,80        3,20
           Malaysia                        2,50      3,40     2,50     1,80     1,90       2,20        2,10
           Meksiko                         5,70      7,90     5,60     4,70     3,90       3,80        3,50
           Mesir                           4,50      8,50    24,40    33,30    15,80      11,70        9,00
           Tiongkok                        0,90      2,00     0,20     0,20     0,10       1,00        1,40

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 5,60%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 3,00%, 2,50%, 2,70%, dan 3,20%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu Argentina dan Mesir masing-masing sebesar
          236,80% dan 33,30%.




                                            27
Page 55
          Selanjutnya, pada tahun 2025, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan,
          dan Australia masing-masing sebesar 1,5%, 2,20%, 2,00%, 3,10%, dan 1,70%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Argentina, Indonesia,
          Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,80%, 4,20%, dan
          4,80%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 7
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                     (Dalam %)
                                                                                          Proyeksi
                        Keterangan
                                       2021       2022       2023       2024     2025       2026      2027
          Negara Maju
           AS                             0,25       4,50       5,50      4,50     4,10       3,45        3,25
           Hong Kong                      0,50       4,75       5,75      4,75      N/A        N/A         N/A
           Inggris                        0,25       3,50       5,25      4,75     3,75       3,35        3,25
           Jepang                        (0,10)     (0,10)     (0,10)     0,25     0,70       0,90        1,10
           Kawasan Eropa                     -       2,50       4,50      3,15     1,90       2,00        2,15
           Taiwan                         1,13       1,75       1,88      2,00     1,90       1,70         N/A
           Australia                      0,10       3,10       4,35      4,35     3,35       3,15        3,30
           Korea Selatan                  1,00       3,25       3,50      3,00     2,15       1,95        1,95
          Negara Berkembang
           Argentina                       N/A       N/A        N/A        N/A    26,00      22,50       10,00
           India                          4,00      6,25       6,50       6,50     5,30       5,30        5,30
           Indonesia                      3,50      5,50       6,00       6,00     4,95       4,70        4,75
           Kolombia                       3,00     12,00      13,00       9,50     8,45       7,35        6,65
           Malaysia                       1,75      2,75       3,00       3,00     2,60       2,55         N/A
           Meksiko                        5,50     10,50      11,25      10,00     7,50       6,75         N/A
           Mesir                          8,25     16,25      19,25      27,25      N/A        N/A         N/A
           Tiongkok                       3,80      3,65       3,45       3,10     2,80       2,60        2,70

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024,
          negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
          dan Australia masing-masing sebesar 4,50%, 4,75%, 4,75%, dan 4,35%.
          Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu
          Kolombia, Meksiko, dan Mesir masing-masing sebesar 9,50%, 10,00%, dan
          27,25%.




                                           28
Page 56
        Selanjutnya, suku bunga bank sentral pada tahun 2025 diperkirakan mengalami
        tren penurunan dibandingkan dengan suku bunga pada tahun 2024.
        Negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi pada 2025 yaitu AS, Inggris,
        dan Australia masing-masing sebesar 4,10%, 3,75%, dan 3,35%. Sedangkan
        untuk kelompok negara-negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu
        Argentina, Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 26,00%, 8,45%, dan
        7,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh investasi
        non-bangunan terkait kegiatan di sektor transportasi dan kinerja ekspor berbasis
        sumber daya alam serta produk manufaktur. Namun demikian, pertumbuhan
        ekonomi Indonesia dihadapkan dengan tantangan prospek perekonomian global
        yang melemah. Salah satu kebijakan yang dapat dilakukan antara lain
        meningkatkan konsumsi rumah tangga seiring dengan penjualan eceran yang
        melambat. Secara spasial, perekonomian di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua
        diperkirakan mengalami pertumbuhan di atas 5,00%, sedangkan wilayah lainnya
        belum meningkat.

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap dalam kondisi yang baik dan berperan
        dalam menjaga ketahanan eksternal. Pada Mei 2025, NPI mencatat surplus
        sebesar USD 4,30 miliar, meningkat sebesar USD 0,20 miliar dibandingkan
        dengan surplus NPI pada April 2025. Peningkatan neraca perdagangan ini
        didorong oleh ekspor komoditas mesin listrik, besi, dan baja. Kinerja ekspor
        diperkirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
        pemerintah AS. Sementara itu, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap
        tinggi sebesar USD 152,60 miliar, berada di atas standar kecukupan internasional
        sekitar tiga bulan impor.

IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 diperkirakan berada dalam kisaran
        4,60% – 5,40% yang disebabkan oleh adanya perkiraan meningkatnya permintaan
        domestik dan kinerja ekspor. Namun demikian, berbagai respon kebijakan perlu
        terus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah
        prospek perekonomian dunia yang melemah sehingga perekonomian domestik
        dapat mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu,
        ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diperkirakan tetap baik dan nilai tukar
        Rupiah tetap stabil. Selanjutnya, pada tahun 2025, NPI diperkirakan akan
        mencatat defisit transaksi berjalan yang lebih rendah di mana berada dalam
        kisaran defisit 0,50% hingga 1,30% dari PDB dengan surplus transaksi modal dan
        finansial yang berlanjut di tengah ketidakpastian perekonomian global yang masih
        tinggi. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke dalam instrumen portofolio
        domestik juga terus berlanjut terutama disebabkan oleh prospek perekonomian
        Indonesia yang tetap positif, tingginya imbal hasil instrumen keuangan Indonesia,
        serta bergesernya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia
        sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS.




                                         29
Page 57
IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
        di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
        ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
        perekonomian nasional. Per Juni 2025, suku bunga deposito satu bulan adalah
        sebesar 4,85%, mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode Mei 2025
        yaitu sebesar 4,81%. Hal ini berkaitan dengan persaingan antar bank guna
        memperoleh pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga tercatat masih tinggi,
        yaitu sebesar 9,16% pada Juni 2025.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                          6,00%
         6,00%
                                                             4,95%
                                                   6,00%               4,70%
         5,00%                 5,50%

         4,00%                                                                  4,75%

         3,00%       3,50%
         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2021    2022      2023       2024     2025*     2026*     2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2024
        adalah sebesar 6,00%, menunjukkan jumlah yang stabil seperti tahun
        sebelumnya. Pada tahun 2025, 2026, dan 2027, suku bunga BI diperkirakan
        masing-masing sebesar 4,95%, 4,70%, dan 4,75%.




                                         30
Page 58
IV.E.   Inflasi

        Kebijakan Pemerintah melalui BI untuk mengendalikan inflasi berpengaruh
        terhadap stabilitas tingkat inflasi secara tahunan. Pada Juni 2025, Indeks Harga
        Konsumen (IHK) tetap berada di posisi yang rendah dengan tingkat inflasi tercatat
        sebesar 1,87% secara tahunan yang disebabkan oleh inflasi inti yang menurun,
        inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang
        terkendali. Inflasi inti mengalami penurunan menjadi sebesar 2,37% secara
        tahunan yang dipengaruhi oleh konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam
        mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta permintaan yang
        lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah sebesar 0,57% secara
        tahunan didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya
        sinergi pengendalian inflasi. Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terjaga
        sebesar 1,34% secara tahunan di tengah meningkatnya tarif air minum dan cukai
        hasil tembakau.

        BI memperkirakan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,50% ± 1,00%
        di mana inflasi inti diperkirakan lebih rendah dari perkiraan seiring ekspektasi
        inflasi yang terjaga dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang memadai, imported
        inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Selain itu, inflasi VF
        diperkirakan tetap terjaga didukung oleh sinergi pengendalian inflasi BI dengan
        Pemerintah Pusat dan Daerah.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia

         4,50%
                                            3,80%
         4,00%
         3,50%                      4,20%

         3,00%                                                             2,60%
                                                    2,30%
         2,50%                                                 1,80%
                                                                                      2,60%
         2,00%              1,60%
         1,50%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2021           2022    2023    2024      2025*      2026*      2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
        2025, 2026, dan 2027 diperkirakan masing-masing sebesar 1,80%, 2,60%, dan
        2,60%.




                                              31
Page 59
        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                                (Dalam %)

         No.         Keterangan                 Inflasi

          1    Papua Selatan                          3,00
          2    Bali                                   2,94
          3    Sulawesi Barat                         2,57
          4    Sulawesi Tenggara                      2,52
          5    DI Yogyakarta                          2,52
          6    Nusa Tenggara Barat                    2,51
          7    Sulawesi Tengah                        2,47
          8    Sumatera Selatan                       2,44
          9    Papua Tengah                           2,33
         10    Lampung                                2,70

        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Triwulan II 2025


        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
        yaitu Papua Selatan, Bali, dan Sulawesi Barat masing-masing sebesar 3,00%,
        2,94%, dan 2,57%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, nilai tukar Rupiah menunjukan kestabilan di tengah
        meningkatnya ketidakpastian global dan menunjukan penguatan yang didukung
        oleh kebijakan stabilisasi BI serta berlanjutnya aliran masuk modal asing. Pada
        Juni 2025, nilai tukar Rupiah menguat sebesar 0,34% point to point dibandingkan
        dengan periode bulan sebelumnya. Nilai tukar Rupiah diperkirakan akan tetap
        stabil dan terjaga didukung oleh komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar
        Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan
        ekonomi domestik yang tetap baik di mana BI terus memperkuat respon kebijakan
        stabilisasi.




                                                       32
Page 60
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

    22.000

    20.000

    18.000

    16.000

    14.000

    12.000

    10.000

     8.000
                    Q4/2025   Q1/2026        Q2/2026        2026
        EUR         19.092    19.159         19.224         19.440
        SGD         12.740    12.677         12.664         12.698
        USD         16.180    16.100         16.020         16.000



Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 19.092, Rp 19.159, Rp 19.224, dan
Rp 19.440.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.740, Rp 12.677, Rp 12.664, dan
Rp 12.698.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.180, Rp 16.100, Rp 16.020, dan
Rp 16.000.




                              33
Page 61
V.     TINJAUAN INDUSTRI KARET

V.A.   Tinjauan Industri Karet di Dunia

       Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran penting
       di berbagai sektor. Bahan karet yang terutama berasal dari lateks pohon karet,
       memiliki elastisitas, daya tahan, dan sifat kedap air yang sangat baik sehingga
       menjadikan karet sebagai bahan dasar yang digunakan dalam berbagai kegiatan
       produksi suatu produk seperti suku cadang otomotif, barang industri, alas kaki,
       ban, peralatan medis, dan beberapa produk lainnya.

       Karet sebagai komoditi yang berperan vital dalam berbagai sektor industri modern,
       secara luas terbagi menjadi dua jenis, yaitu karet alam dan karet sintetis. Karet
       alam sendiri terdiri dari senyawa organik dan dikategorikan sebagai elastomer
       yang diekstraksi dari getah pohon karet. Sedangkan, karet sintetis diproduksi
       melalui proses polimerisasi dengan bahan baku seperti minyak bumi, batu bara,
       dan gas alam. Proses produksinya melibatkan polimerisasi emulsi atau larutan,
       yang memungkinkan pembuatan berbagai jenis karet dengan sifat yang beragam
       sesuai kebutuhan spesifik. Transformasi pasar karet global dalam beberapa
       dekade terakhir telah dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, teknologi,
       lingkungan, dan geopolitik, terlebih sebagian besar 90,00% pohon karet berada di
       Asia antara India dan Vietnam, serta Tiongkok bagian selatan dan Indonesia
       dengan kesesuaian iklim dan tanah.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Chem Analyst, pasar karet alam global
       mencapai sekitar 15,00 juta ton pada tahun 2024. Salah satu negara dengan
       pertumbuhan nilai ekspor yang signifikan adalah Vietnam dengan peningkatan
       nilai ekspor sebesar USD 3,40 miliar atau setara dengan 18,00% dibandingkan
       nilai ekspor tahun sebelumnya. Kenaikan nilai ekspor tersebut terutama
       disebabkan oleh kenaikan harga dengan jumlah rata-rata mencapai USD 1,70 ribu
       per ton pada tahun 2024. Pertumbuhan nilai ekspor karet Vietnam sejalan dengan
       dinamika penawaran dan permintaan global.

       Lebih lanjut, Asosiasi Negara Produsen Karet Alam (ANRPC) melaporkan bahwa
       pada tahun 2024, produksi karet alam global mencapai 11,20 juta ton, sedangkan
       jumlah permintaan mencapai 12,10 juta ton. Statistik ini menunjukkan bahwa
       jumlah produksi karet alam global belum dapat memenuhi tingkat permintaan pada
       tahun 2024 sehingga mendorong kenaikan harga karet. Permintaan karet global,
       terutama dari negara Tiongkok yang merupakan importir karet terbesar di dunia.
       Kebijakan moneter dan fiskal Tiongkok yang ekspansif berkontribusi pada
       ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat, yang selanjutnya mendorong
       permintaan karet di sektor manufaktur seperti ban otomotif dan peralatan industri.
       Meskipun produksi karet alam menurun di negara-negara produsen utama,
       permintaan dari Tiongkok dan pasar Asia Tenggara lainnya turut menopang harga
       yang tinggi sepanjang tahun 2024.




                                         34
Page 62
Grafik 4
Jumlah Konsumsi Karet Alam dan Karet Sintetis di Dunia
Tahun 2022 – Maret 2024
(Dalam jutaan ton)

             35,00

             30,00

             25,00

             20,00

             15,00

             10,00

              5,00

                    -
                         2022                  2023                  Mar-24
            Sintetis     15,40                 14,90                  3,70
            Alam         14,30                 13,90                  3,30


Sumber : Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada periode Maret 2024, jumlah
konsumsi karet sintetis dan karet alam di dunia masing-masing mencapai sebesar
3,70 juta ton dan 3,30 juta ton, sedangkan jumlah konsumsi karet sintetis dan karet
alam di dunia pada tahun 2023 mencapai sebesar 14,90 juta ton dan 13,90 juta
ton. Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan permintaan konsumsi seperti
kondisi ekonomi global yang diliputi ketidakpastian akibat berbagai peristiwa
geopolitik dan tantangan terkait pandemi yang sedang berlangsung. Perlambatan
kegiatan ekonomi, terutama di industri yang sangat bergantung pada karet, seperti
otomotif dan manufaktur berimplikasi terhadap permintaan produk berbasis karet.

Di sisi lain, menurut Statista, nilai pasar karet sintetis global mencapai jumlah
sebesar USD 33,48 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi
lebih dari USD 41,15 miliar pada tahun 2029. Kawasan Asia Pasifik merupakan
kawasan dengan pangsa pasar karet sintetis terbesar di dunia karena beberapa
negara di kawasan ini merupakan produsen utama ban kendaraan.




                                  35
Page 63
Tabel 9
Harga Bulanan Karet di Dunia
Januari 2025 - Juni 2025

                                     (Dalam USD per Kilogram)

          Keterangan                TSR20           SGP/MYS

Januari 2025                               1,93          2,37
Februari 2025                              2,01          2,41
Maret 2025                                 1,98          2,36
April 2025                                 1,71          2,13
Mei 2025                                   1,70          2,19
Juni 2025                                  1,61          2,16

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, harga bulanan komoditas karet di
dunia berdasarkan jenis karet alam yang diperdagangkan dalam bentuk blok
(Technically Specified Rubber 20/TSR20) pada periode Januari 2025 hingga
Juni 2025 yaitu masing-masing sebesar USD 1,93 per kilogram (kg),
USD 2,01 per kg, USD 1,98 per kg, USD 1,71 per kg, USD 1,70 per kg, dan
USD 1,61 per kg. Sedangkan harga karet dalam perdagangan Singapura/Malaysia
(SGP/MYS) pada periode Januari 2025 hingga Juni 2025 masing-masing sebesar
USD 2,37 per kg, USD 2,41 per kg, USD 2,36 per kg, USD 2,13 per kg,
USD 2,19 per kg, dan USD 2,16 per kg.

Grafik 5
Proyeksi Ukuran Pasar Karet di Dunia
Tahun 2025 – 2034
(Dalam miliar USD)

 80,00                                                                                         75,53
                                                                                       71,86
                                                                               68,38
 70,00                                                                 65,06
                                                              61,90
                                                     58,90
 60,00                                      56,04
                                   53,32
                           50,73
                   48,27
 50,00

 40,00

 30,00

 20,00

 10,00

  0,00
                   2025    2026    2027     2028     2029       2030   2031    2032    2033    2034

Sumber: Precedence Research




                                           36
Page 64
       Berdasarkan data yang diperoleh dari Precedence Research, ukuran pasar karet
       dunia terus mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan ukuran
       pasar karet pada tahun 2024 yaitu sebesar USD 48,27 miliar. Terhitung sejak
       tahun 2025 hingga 2034, ukuran pasar karet masing-masing mencapai sebesar
       USD 48,27 miliar, USD 50,73 miliar, USD 53,32 miliar, USD 56,04 miliar,
       USD 58,90 miliar, USD 61,90 miliar, USD 65,06 miliar, USD 68,38 miliar,
       USD 71,86 miliar, dan USD 75,53 miliar atau mengalami kenaikan setara dengan
       5,10%, 5,11%, 5,10%, 5,10%, 5,09%, 5,11%, 5,10%, 5,09%, dan 5,11% pada
       tahun 2026 hingga 2034.

       Sektor otomotif dan manufaktur yang berkembang pesat di kawasan Asia Pasifik
       mendominasi pasar karet karena pertumbuhan ekonomi yang kuat, terutama di
       negara-negara seperti Tiongkok dan India. Hal ini mendorong permintaan yang
       signifikan untuk produk karet, terutama di bidang manufaktur ban. Selain itu,
       kehadiran negara-negara penghasil karet alam utama di Asia Tenggara, ditambah
       dengan populasi konsumen yang luas, semakin memperkuat posisi kawasan Asia
       Pasifik di pasar karet global. Kepentingan strategis kawasan dalam rantai pasokan,
       ditambah dengan industrialisasi dan pembangunan infrastruktur, juga
       berkontribusi pada pertumbuhan dalam industri karet secara keseluruhan.

       Dengan memperhatikan kebutuhan akan produk-produk olahan dari karet, upaya
       untuk meningkatkan ketersediaan karet menjadi fokus industri dalam menopang
       kebutuhan masyarakat, serta pasar produk karet yang terus berkembang seiring
       dengan meningkatnya permintaan dari sektor pengguna akhir seperti otomotif,
       konstruksi, dan kedirgantaraan diharapkan dapat terus mendorong rantai pasokan
       permintaan dan penawaran pada industri karet sehingga dapat mendukung
       pertumbuhan industri karet secara keseluruhan.

V.B.   Tinjauan Industri Karet di Indonesia

       Karet alam merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan unggulan yang
       berperan dalam memajukan perekonomian Indonesia. Sebagai produsen karet
       terbesar kedua di dunia setelah Thailand, Indonesia memiliki potensi besar untuk
       menjadikan karet sebagai komoditas andalan di berbagai sektor khususnya di
       sektor industri. Berawal dari getah pohon hingga menjadi bahan baku aplikasi
       medis dan otomotif, karet dapat digunakan sebagai bahan baku beragam produk.
       Pada tahun 2024, luas perkebunan karet di seluruh wilayah Indonesia adalah
       3,15 juta hektare (ha) yang didominasi daerah Sumatera Selatan dengan area
       perkebunan karet terluas di Indonesia yaitu sebesar 772,10 ribu ha, disusul Jambi
       dengan luas 375,70 ribu ha. Posisi ketiga perkebunan karet terluas berada di
       Sumatera Utara seluas 340,00 ribu ha. Pada urutan selanjutnya, Kalimantan Barat
       dan Kalimantan Tengah masing-masing dengan luas kebun sebesar 302,70 ribu
       ha dan 274,00 ribu ha.




                                         37
Page 65
Industri karet Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus
berkembang terutama di tengah meningkatnya permintaan global. Indonesia juga
memiliki pasar yang luas dengan lima negara tujuan utama ekspor karet Indonesia,
yaitu Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, dan Korea Selatan. Industri karet
juga banyak digunakan untuk menopang industri lain, seperti industri otomotif
dalam produksi ban, konstruksi untuk isolasi getaran bangunan, hingga sektor
medis dalam pembuatan sarung tangan medis hingga kateter dan tabung.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia,
pada tahun 2024, jumlah produksi karet di Indonesia mencapai sebesar 2,26 juta
ton dengan volume ekspor sebesar 1,66 juta ton. Menurut Dewan Karet Indonesia,
kinerja komoditas karet Indonesia pada awal tahun 2025 menunjukkan
peningkatan. Pada semester I tahun 2025, volume ekspor karet meningkat lebih
dari 12,00% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya

Grafik 6
Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia
Periode Januari 2025
(Dalam persentase)

                     40,00%
                                36,18%
                     35,00%

                     30,00%

                     25,00%
                                              19,33%
                     20,00%

                     15,00%
                                                        9,96%
                     10,00%
                                                                  6,30%     5,88%
                      5,00%

                      0,00%
                                              Amerika
                                Jepang                  Brasil   Tiongkok   Kanada
                                              Serikat
     Persentase Jumlah Eskpor   36,18%        19,33%    9,96%     6,30%     5,88%

Sumber: Media Perkebunan


Sepanjang periode Januari 2025, tujuan ekspor karet alam tersebar ke 25 negara
dengan lima negara utama yaitu Jepang sebesar 36,18%, Amerika Serikat
19,33%, Brasil 9,96%, Tiongkok 6,30%, dan Kanada 5,88%. Sementara itu, ekspor
ke negara-negara Eropa juga mengalami kenaikan. Pangsa ekspor ke 10 negara
Eropa mencapai 6,74% dari jumlah ekspor, mengalami kenaikan sebesar 6,31%
pada Desember 2024. Beberapa negara tujuan ekspor di Eropa mencakup
Spanyol, Belgia, Luksemburg, Italia, Prancis masing-masing sebesar 0,88%,
0,81%, 0,26%, 0,26%, dan 0,21%, serta beberapa negara lainnya seperti Slovenia,
Serbia, Belanda, Rumania, Polandia, Bulgaria, dan Finlandia.




                                         38
Page 66
Berdasarkan laporan yang diperoleh dari Agricom, harga karet pada bursa SGX
Sicom, bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis
karet alam, harga karea pada tanggal 28 Juli 2025 berada pada Rp 28.555 per kg
atau setara dengan USD 0,18 ribu, dengan rincian masing-masing pada kadar
karet kering (KKK) 100%, KKK 70,00%, KKK 60,00%, KKK 50,00%, KKK 40,00%,
dan KKK 30,00% masing-masing pada harga Rp 27.689 per kg, Rp 19.382 per kg,
Rp 16.613 per kg, Rp 13.845 per kg, Rp 11.076 per kg, dan Rp 8.307 per kg. Harga
karet cenderung mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti
nilai tukar rupiah terhadap dolar, permintaan pasar global, kondisi cuaca, hingga
perubahan kebijakan di negara-negara konsumen utama seperti Tiongkok dan
Amerika Serikat.

Bank Indonesia memproyeksikan permintaan terhadap komoditas karet asal
Sumatera Selatan relatif aman di tengah kebijakan tarif impor sebesar 19,00% dari
Amerika Serikat untuk Indonesia. Hal ini dikarenakan produksi karet asal Sumatera
Selatan mendominasi jumlah ekspor ke Amerika Serikat, dengan jumlah hingga
92,54%. Selain itu, karet Sumatera Selatan juga diekspor ke sejumlah wilayah di
antaranya Tiongkok 29,81%, Eropa 12,05%, Jepang 9,87%, India 8,21%, wilayah
ASEAN 1,02%, dan lainnya sebesar 17,39%.

Industri karet Indonesia memiliki prospek yang potensial, didorong oleh luas
perkebunan karet yang diharapkan semakin produktif serta permintaan global
yang terus meningkat, terutama dari negara-negara seperti Jepang, Amerika
Serikat, Tiongkok, dan Eropa. Ekspor karet Indonesia menunjukkan peningkatan
signifikan, dengan volume ekspor tumbuh lebih dari 12% pada semester pertama
2025. Harga karet yang diperdagangkan di bursa juga mencatatkan tren positif
meskipun masih fluktuatif. Selain itu, sektor-sektor industri yang terus
mengandalkan karet alami seperti sektor otomotif, konstruksi, dan medis,
diharapkan dapat mendorong dari sisi kuantitas permintaan. Walaupun
menghadapi tantangan fluktuasi harga dan perubahan iklim, potensi Indonesia
untuk memperkuat posisinya sebagai eksportir utama karet dunia tetap besar yang
tentunya didukung oleh keberlanjutan produksi.




                                 39
Page 67
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Hutan Ketapang Industri

          Laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2025 telah diaudit oleh KAP PSSU dengan pendapat wajar tanpa
          modifikasian. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
          tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 telah diaudit oleh KAP
          PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

          Ikhtisar data keuangan penting HKI adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 10
          PT Hutan Ketapang Industri
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan             30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                   1.847       4.724       31.991        2.397        2.384          3.766
          Piutang usaha                                        2.384       2.391          959          127            -              -
          Piutang lain-lain                                    1.562       1.490        1.634        1.612        2.881          2.995
          Persediaan                                          10.357      14.252       17.964       13.067       14.517          6.314
          Aset biologis                                          671         982          325            -            -              -
          Pajak dibayar di muka                                    -       1.449        8.448        6.881          324              -
          Biaya dibayar di muka dan uang muka                  2.266       2.594        2.617        3.021        3.764          2.883
          Jumlah Aset Lancar                                  19.088      27.882       63.938       27.106       23.870         15.959
          ASET TIDAK LANCAR
          Tanaman produktif                               2.885.134     2.927.076    2.968.715    2.824.029    2.485.424     2.149.733
          Aset tetap                                        107.569       113.887      122.742      119.021      115.814       120.596
          Aset hak-guna                                         580           679          365          336          382           350
          Aset takberwujud                                      702           808          786          762          809           860
          Aset tidak lancar lainnya                              28            28          332          332          332           350
          Jumlah Aset Tidak Lancar                        2.994.012     3.042.479    3.092.940    2.944.480    2.602.761     2.271.890
          JUMLAH ASET                                     3.013.100     3.070.361    3.156.878    2.971.586    2.626.631     2.287.849
                                                                                                                                     -




                                                         40
Page 68
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                             30/06/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha
            Pihak berelasi                                                        -           -             -             1           38             12
            Pihak ketiga                                                     36.630      34.939        64.030        18.516       25.283         43.102
          Utang lain-lain                                                    30.350      24.600        25.311        16.255       16.203         11.113
          Utang pajak                                                         3.952       6.189         4.116         4.826        4.868          4.410
          Beban akrual                                                        6.910       8.170        10.996         8.795        6.729          6.205
          Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
            satu tahun:
            Liabilitas sewa                                                      71           68           98            89           81             79
            Utang bank jangka panjang                                        10.377        3.620            -             -            -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    88.290      77.586       104.551        48.481       53.202         64.920
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo
            dalam satu tahun:
            Utang bank jangka panjang                                     171.062       136.380         30.000             -            -             -
            Liabilitas sewa                                                   406           442              -            98          187           287
          Liabilitas pajak tangguhan                                          283             -              -             -            -             -
          Utang pihak berelasi                                            650.308       650.308      1.637.475     2.304.408    1.882.641     1.570.481
          Liabilitas imbalan kerja                                         10.382        10.387         10.182        11.558       11.173        10.144
          Liabilitas tidak lancar lainnya                                       -             -          2.202             -            -             -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                832.441       797.517      1.679.859     2.316.063    1.894.001     1.580.911
          JUMLAH LIABILITAS                                               920.731       875.103      1.784.409     2.364.545    1.947.203     1.645.831
          EKUITAS
          Modal saham                                                    1.062.655     1.062.655       720.665      408.165      405.299        367.380
          Tambahan modal disetor                                         1.691.690     1.691.690       939.312      251.812      251.812        251.812
          Saldo laba (defisit)                                            (661.975)     (559.086)     (287.508)     (52.936)      19.451         19.731
          Uang muka setoran modal                                                -             -             -            -        2.866          3.095
          JUMLAH EKUITAS                                                 2.092.370     2.195.258     1.372.469      607.041      679.428        642.018
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  3.013.100     3.070.361     3.156.878     2.971.586    2.626.631     2.287.849




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset HKI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 3.013,10 miliar,
          Rp 3.070,36 miliar, Rp 3.156,88 miliar, Rp 2.971,59 miliar, Rp 2.626,63 miliar, dan
          Rp 2.287,85 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset HKI mengalami penurunan sebesar
          Rp 57,26 miliar atau setara dengan 1,86% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
          tanaman produktif sebesar Rp 41,94 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset HKI mengalami penurunan sebesar
          Rp 86,52 miliar atau setara dengan 2,74% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
          kas dan setara kas serta tanaman produktif masing-masing sebesar
          Rp 27,27 miliar dan Rp 41,64 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 185,29 miliar atau setara dengan 6,24% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          tanaman produktif sebesar Rp 144,69 miliar.




                                                                        41
Page 69
          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 344,96 miliar atau setara dengan 13,13% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          tanaman produktif sebesar Rp 338,61 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 338,78 miliar atau setara dengan 14,81% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          tanaman produktif sebesar Rp 335,69 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas HKI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 920,73 miliar,
          Rp 875,10 miliar, Rp 1.784,41 miliar, Rp 2.364,55 miliar, Rp 1.947,20 miliar, dan
          Rp 1.645,83 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 45,63 miliar atau setara dengan 5,21% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          utang bank jangka panjang sebesar Rp 41,44 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas HKI mengalami penurunan
          sebesar Rp 909,31 miliar atau setara dengan 50,96% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 987,17 miliar yang disertai
          dengan kenaikan utang bank jangka panjang sebesar Rp 110,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas HKI mengalami penurunan
          sebesar Rp 580,14 miliar atau setara dengan 24,53% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 666,93 miliar yang disertai
          dengan kenaikan utang usaha – pihak ketiga dan utang bank jangka panjang
          masing-masing sebesar Rp 45,51 miliar dan Rp 30,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 417,34 miliar atau setara dengan 21,43% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 421,77 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 301,37 miliar atau setara dengan 18,31% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 312,16 miliar.




                                           42
Page 70
VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas HKI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 2.092,37 miliar,
          Rp 2.195,23 miliar, Rp 1.372,47 miliar, Rp 607,04 miliar, Rp 679,43 miliar, dan
          Rp 642,02 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas HKI mengalami penurunan sebesar
          Rp 102,89 miliar atau setara dengan 4,69% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi
          periode berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar Rp 103,83 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 822,79 miliar atau setara dengan 59,95% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan modal saham dan tambahan modal disetor masing-masing sebesar
          Rp 341,99 miliar dan Rp 752,38 miliar yang disertai dengan rugi tahun berjalan
          yang dibukukan oleh HKI sebesar Rp 272,30 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 765,43 miliar atau setara dengan 126,09% dibandingkan dengan
          jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
          disebabkan oleh kenaikan modal saham dan tambahan modal disetor masing-
          masing sebesar Rp 312,50 miliar dan Rp 687,50 miliar yang disertai dengan rugi
          tahun berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar Rp 234,71 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas HKI mengalami penurunan
          sebesar Rp 72,39 miliar atau setara dengan 10,65% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar Rp 74,15 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 37,41 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan modal saham sebesar Rp 37,92 miliar.




                                          43
Page 71
VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
          Tabel 11
          PT Hutan Ketapang Industri
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/25       31/12/24         31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                  Keterangan
                                                                   (6 Bulan)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Penjualan                                                    49.587          107.873         65.331        26.495              -              -
          Beban pokok penjualan                                       142.103          276.690        199.310        77.437              -              -
          Rugi bruto                                                   (92.516)        (168.817)     (133.979)      (50.942)             -             -
          Perubahan nilai wajar aset biologis                             (311)             657           325             -              -             -
          Beban penjualan                                               (2.832)          (7.506)       (5.807)            -              -             -
          Beban umum dan administrasi                                     (408)          (1.129)       (3.992)       (1.305)          (716)         (675)
          Beban operasional lain                                          (154)            (755)         (551)       (1.073)          (176)         (117)
          Pendapatan operasional lain                                        2            1.491         1.541           696            109           384
          Rugi usaha                                                   (96.219)        (176.059)     (142.464)      (52.624)          (783)         (408)
          Pendapatan keuangan                                               22              206            52            31             78            69
          Beban keuangan                                                (7.347)         (96.446)      (92.297)      (21.554)           (30)          (38)
          Rugi sebelum pajak penghasilan                              (103.544)        (272.299)     (234.709)      (74.146)          (735)         (378)
          Pajak penghasilan                                               (283)               -             -             -              -           988
          Laba (rugi) periode/tahun berjalan                          (103.827)        (272.299)     (234.709)      (74.146)          (735)          611
          Penghasilan (rugi) komprehensif lain                             939              721           137         1.759            455           (76)
          Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan      (102.889)        (271.578)     (234.572)      (72.387)          (280)          535




VI.A.6.   Penjualan

          Penjualan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
          dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 49,59 miliar, Rp 107,87 miliar,
          Rp 65,33 miliar, dan Rp 26,50 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
          tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, HKI belum membukukan penjualan.

          Penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
          mengalami kenaikan sebesar Rp 42,54 miliar atau setara dengan 65,12%
          dibandingkan dengan penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023.

          Penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          mengalami kenaikan sebesar Rp 38,84 miliar atau setara dengan 146,58%
          dibandingkan dengan penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022.

VI.A.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

          Rugi periode/tahun berjalan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
          Rp 103,83 miliar, Rp 272,30 miliar, Rp 234,71 miliar, Rp 74,15 miliar, dan
          Rp 0,74 miliar. Laba tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 0,61 miliar.




                                                                   44
Page 72
          Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 37,59 miliar atau setara
          dengan 16,02% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 160,56 miliar atau setara
          dengan 216,55% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 73,41 miliar dibandingkan
          dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.

          Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,35 miliar atau setara
          dengan 220,43% dibandingkan dengan laba tahun berjalan HKI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 12
          PT Hutan Ketapang Industri
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   30/06/25       31/12/24         31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                               Keterangan
                                                                   (6 Bulan)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan kas dari pelanggan                                 49.594         106.441         64.500        26.368                -               -
          Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi
           dan lain-lain                                               (72.060)        (202.930)      (90.009)      (69.977)      (13.625)         (7.608)
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                 (22.466)         (96.489)      (25.509)      (43.610)      (13.625)         (7.608)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Penambahan tanaman produktif belum menghasilkan              (13.188)         (43.418)     (116.600)     (173.200)     (162.237)       (170.258)
          Perolehan aset tetap                                          (1.314)          (7.134)      (19.460)      (19.789)      (11.289)         (9.458)
          Perolehan aset hak-guna usaha                                      -                -          (225)         (117)            -               -
          Perolehan aset tak berwujud                                        -             (234)         (202)         (191)         (204)           (198)
          Penerimaan pendapatan bunga                                       22              206            45            31            78              69
          Penerimaan penjualan aset tetap                                    -                -             -             -             -              59
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi               (14.480)         (50.580)     (136.442)     (193.264)     (173.652)       (179.786)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Perolehan utang bank                                          42.500          110.000        30.000             -             -               -
          Pembayaran beban keuangan                                     (7.337)               -           (16)          (23)          (30)              -
          Pembayaran utang bank                                         (1.061)               -             -             -             -               -
          Pembayaran liabilitas sewa                                       (33)            (104)          (89)          (81)          (74)           (110)
          Penambahan modal saham                                             -          875.494       112.500             -        34.824          36.190
          Pembayaran utang pihak berelasi                                    -         (875.483)     (800.000)            -             -               -
          Penerimaan utang dari pihak berelasi                               -            9.894       161.650       236.990       148.309         150.896
          Penerimaan tambahan modal disetor                                  -                -       687.500             -         2.866           3.095
          Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                 34.068         119.801        191.545       236.886       185.895         190.071
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                   (2.877)         (27.267)       29.595            12        (1.382)          2.677
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                             4.724          31.991          2.397         2.384         3.766           1.089
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                            1.847            4.724        31.991         2.397         2.384           3.766




                                                                   45
Page 73
Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-
masing adalah sebesar Rp 22,47 miliar, Rp 96,49 miliar, Rp 25,51 miliar,
Rp 43,61 miliar, Rp 13,63 miliar, dan Rp 7,61 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 22,47 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-
lain sebesar Rp 72,06 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 49,59 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 96,49 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-
lain sebesar Rp 202,93 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 106,44 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 25,51 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-
lain sebesar Rp 90,01 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 64,50 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 43,61 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-
lain sebesar Rp 69,98 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 26,37 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 13,63 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban
operasi dan lain-lain.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 7,61 miliar yang seluruhnya
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-
lain.




                                 46
Page 74
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 14,48 miliar, Rp 50,58 miliar, Rp 136,44 miliar,
Rp 193,26 miliar, Rp 173,65 miliar, dan Rp 179,79 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 14,48 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 13,19 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 50,58 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 43,42 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 136,44 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 116,60 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 193,26 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 173,20 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 173,65 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 162,24 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 179,79 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 170,26 miliar.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-
masing adalah sebesar Rp 34,07 miliar, Rp 119,80 miliar, Rp 191,55 miliar,
Rp 236,89 miliar, Rp 185,90 miliar, dan Rp 190,07 miliar.




                                 47
Page 75
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 34,07 miliar terutama
berasal dari perolehan utang bank sebesar Rp 42,50 miliar yang disertai dengan
pembayaran beban keuangan dan pembayaran utang bank masing-masing
sebesar Rp 7,34 miliar dan Rp 1,06 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 119,80 miliar terutama
berasal dari perolehan utang bank dan penambahan modal saham sebesar
Rp 110,00 miliar dan Rp 875,49 miliar yang disertai dengan pembayaran utang
pihak berelasi sebesar Rp 875,48 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 191,55 miliar terutama
berasal dari penambahan modal saham, penerimaan utang dari pihak berelasi,
dan penerimaan tambahan modal disetor masing-masing sebesar
Rp 112,50 miliar, Rp 161,65 miliar, dan Rp 687,50 miliar yang disertai dengan
pembayaran utang pihak berelasi sebesar Rp 800,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 236,89 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang dari pihak berelasi sebesar Rp 236,99 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 185,90 miliar terutama
berasal dari penambahan modal saham dan penerimaan utang dari pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 34,82 miliar dan Rp 148,31 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 190,07 miliar terutama
berasal dari penambahan modal saham dan penerimaan utang dari pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 36,19 miliar dan Rp 150,90 miliar.




                                48
Page 76
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 13
           PT Hutan Ketapang Industri
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan             30/06/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                              0,22         0,36         0,61         0,56         0,45        0,25
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                              0,03         0,04         0,02         0,01          N/A         N/A
           Ekuitas terhadap jumlah aset                        0,69         0,71         0,43         0,20         0,26        0,28
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset              0,31         0,29         0,57         0,80         0,74        0,72
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                  0,44         0,40         1,30         3,90         2,87        2,56
           Rasio Profitabilitas
           Marjin rugi bruto                                -186,57%     -156,50%     -205,08%     -192,27%         N/A         N/A
           Marjin rugi usaha                                -194,04%     -163,21%     -218,06%     -198,62%         N/A         N/A
           Marjin rugi bersih                               -209,38%     -252,43%     -359,26%     -279,85%         N/A         N/A
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                    -6,39%       -5,73%       -4,51%       -1,77%         N/A         N/A
           Imbal hasil aset                                   -6,89%       -8,87%       -7,43%       -2,50%         N/A         N/A
           Rugi usaha terhadap ekuitas                        -9,20%       -8,02%      -10,38%       -8,67%         N/A         N/A
           Imbal hasil ekuitas                                -9,92%      -12,40%      -17,10%      -12,21%         N/A         N/A




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan HKI dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi HKI. Pada tanggal-tanggal
           30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, dan 2022, rasio perputaran jumlah aset
           masing-masing adalah 0,03; 0,04; 0,02; dan 0,01.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas HKI
           terhadap jumlah aset HKI. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
           adalah 0,69; 0,71; 0,43; 0,20; 0,26; dan 0,28.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan HKI untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui perbandingan antara
           jumlah liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
           2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,31;
           0,29; 0,57; 0,80; 0,74; dan 0,72, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           masing-masing adalah 0,44; 0,40; 1,30; 3,90; 2,87; dan 2,56.




                                                          49
Page 77
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan HKI dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan HKI dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Hutan Ketapang Industri

           Berikut adalah analisis common size HKI untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

           Ikhtisar common size HKI adalah sebagai berikut:
           Tabel 14
           PT Hutan Ketapang Industri
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan             30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                  0,06%        0,15%       1,01%       0,08%       0,09%       0,16%
           Piutang usaha                                       0,08%        0,08%       0,03%       0,00%       0,00%       0,00%
           Piutang lain-lain                                   0,05%        0,05%       0,05%       0,05%       0,11%       0,13%
           Persediaan                                          0,34%        0,46%       0,57%       0,44%       0,55%       0,28%
           Aset biologis                                       0,02%        0,03%       0,01%       0,00%       0,00%       0,00%
           Pajak dibayar di muka                               0,00%        0,05%       0,27%       0,23%       0,01%       0,00%
           Biaya dibayar di muka dan uang muka                 0,08%        0,08%       0,08%       0,10%       0,14%       0,13%
           Jumlah Aset Lancar                                  0,63%        0,91%       2,03%       0,91%       0,91%       0,70%
           ASET TIDAK LANCAR
           Tanaman produktif                                   95,75%      95,33%      94,04%      95,03%      94,62%      93,96%
           Aset tetap                                           3,57%       3,71%       3,89%       4,01%       4,41%       5,27%
           Aset hak-guna                                        0,02%       0,02%       0,01%       0,01%       0,01%       0,02%
           Aset takberwujud                                     0,02%       0,03%       0,02%       0,03%       0,03%       0,04%
           Aset tidak lancar lainnya                            0,00%       0,00%       0,01%       0,01%       0,01%       0,02%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                            99,37%      99,09%      97,97%      99,09%      99,09%      99,30%
           JUMLAH ASET                                      100,00%       100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                          50
Page 78
                        Keterangan                            30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                   0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Pihak ketiga                                                     1,22%         1,14%        2,03%        0,62%        0,96%        1,88%
Utang lain-lain                                                    1,01%         0,80%        0,80%        0,55%        0,62%        0,49%
Utang pajak                                                        0,13%         0,20%        0,13%        0,16%        0,19%        0,19%
Beban akrual                                                       0,23%         0,27%        0,35%        0,30%        0,26%        0,27%
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                  0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Utang bank jangka panjang                                        0,34%         0,12%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    2,93%         2,53%        3,31%        1,63%        2,03%        2,84%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo
  dalam satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         5,68%        4,44%        0,95%        0,00%        0,00%        0,00%
  Liabilitas sewa                                                   0,01%        0,01%        0,00%        0,00%        0,01%        0,01%
Liabilitas pajak tangguhan                                          0,01%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Utang pihak berelasi                                               21,58%       21,18%       51,87%       77,55%       71,68%       68,64%
Liabilitas imbalan kerja                                            0,34%        0,34%        0,32%        0,39%        0,43%        0,44%
Liabilitas tidak lancar lainnya                                     0,00%        0,00%        0,07%        0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   27,63%       25,97%       53,21%       77,94%       72,11%       69,10%
JUMLAH LIABILITAS                                                  30,56%       28,50%       56,52%       79,57%       74,13%       71,94%
EKUITAS
Modal saham                                                       35,27%        34,61%       22,83%       13,74%       15,43%       16,06%
Tambahan modal disetor                                            56,14%        55,10%       29,75%        8,47%        9,59%       11,01%
Saldo laba (defisit)                                             -21,97%       -18,21%       -9,11%       -1,78%        0,74%        0,86%
Uang muka setoran modal                                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,11%        0,14%
JUMLAH EKUITAS                                                     69,44%       71,50%       43,48%       20,43%       25,87%       28,06%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 15
PT Hutan Ketapang Industri
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024


                                                               30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Penjualan                                                        100,00%       100,00%      100,00%      100,00%         N/A          N/A
Beban pokok penjualan                                            286,57%       256,50%      305,08%      292,27%         N/A          N/A
Rugi bruto                                                      -186,57%      -156,50%     -205,08%     -192,27%         N/A          N/A
Perubahan nilai wajar aset biologis                               -0,63%         0,61%        0,50%        0,00%         N/A          N/A
Beban penjualan                                                   -5,71%        -6,96%       -8,89%        0,00%         N/A          N/A
Beban umum dan administrasi                                       -0,82%        -1,05%       -6,11%       -4,93%         N/A          N/A
Beban operasional lain                                            -0,31%        -0,70%       -0,84%       -4,05%         N/A          N/A
Pendapatan operasional lain                                        0,00%         1,38%        2,36%        2,63%         N/A          N/A
Rugi usaha                                                      -194,04%      -163,21%     -218,06%     -198,62%         N/A          N/A
Pendapatan keuangan                                                0,04%         0,19%        0,08%        0,12%         N/A          N/A
Beban keuangan                                                   -14,82%       -89,41%     -141,28%      -81,35%         N/A          N/A
Rugi sebelum pajak penghasilan                                  -208,81%      -252,43%     -359,26%     -279,85%         N/A          N/A
Pajak penghasilan                                                 -0,57%         0,00%        0,00%        0,00%         N/A          N/A
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                              -209,38%      -252,43%     -359,26%     -279,85%         N/A          N/A
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                               1,89%         0,67%        0,21%        6,64%         N/A          N/A
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan          -207,49%      -251,76%     -359,05%     -273,21%         N/A          N/A




                                                              51
Page 79
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Karet

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan HKI, yaitu
          PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra
          Indonesia Tbk, dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk masing-masing untuk periode
          enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

          Ikhtisar common size untuk PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Perusahaan
          Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk, dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk
          masing-masing adalah sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Astra Agro Lestari Tbk
          Tabel 16
          PT Astra Agro Lestari Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                 Keterangan                      30/06/25*       31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           20,73%       11,24%       7,24%       5,54%      12,82%       3,52%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga                                                0,89%        0,71%       0,49%       1,66%       0,78%       1,41%
            Pihak berelasi                                              1,74%        0,58%       1,85%       1,24%       0,73%       1,35%
          Piutang lain-lain                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
            Pihak ketiga                                                0,15%        0,14%       0,71%       0,14%       0,41%       2,23%
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,03%       0,00%       0,01%
          Persediaan                                                   10,59%       12,85%       9,97%      11,19%       9,95%       7,80%
          Aset biologis                                                 0,56%        0,91%       0,50%       0,42%       0,96%       0,93%
          Uang muka                                                     0,74%        0,25%       0,41%       0,23%       0,27%       0,44%
          Pajak dibayar dimuka                                          2,02%        2,62%       3,50%       4,82%       5,06%       3,68%
          Jumlah Aset Lancar                                           37,41%       29,29%      24,68%      25,27%      30,97%      21,37%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada ventura bersama                                1,19%        1,43%       1,81%       1,87%       1,09%       0,92%
          Piutang jangka panjang - pihak berelasi                       0,00%        0,00%       0,00%       0,75%       1,38%       1,64%
          Aset pajak tangguhan - bersih                                 1,55%        1,72%       1,67%       1,88%       2,06%       2,60%
          Tanaman produktif
            Tanaman menghasilkan - bersih                              20,08%       20,95%      20,49%      19,40%      18,09%      19,66%
            Tanaman belum menghasilkan                                  4,14%        4,97%       5,20%       5,59%       5,31%       5,56%
          Aset tetap - bersih                                          26,40%       29,37%      31,14%      31,13%      30,17%      33,27%
          Goodwill                                                      0,18%        0,19%       0,19%       0,19%       0,18%       0,20%
          Perkebunan plasma                                             5,18%        5,24%       5,94%       5,41%       4,92%       5,38%
          Tagihan restitusi pajak                                       3,57%        6,53%       8,59%       7,64%       5,44%       8,95%
          Aset lain-lain                                                0,30%        0,31%       0,30%       0,87%       0,38%       0,45%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     62,59%       70,71%      75,32%      74,73%      69,03%      78,63%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                 52
Page 80
                        Keterangan                        30/06/25*     31/12/24     31/12/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Uang muka pelanggan                                            0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
  Pihak ketiga                                                 0,75%         0,51%        0,63%         0,69%        1,21%        0,29%
  Pihak berelasi                                               0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                 3,27%         2,40%        2,76%         3,97%        2,98%        2,70%
  Pihak berelasi                                               0,06%         0,08%        0,16%         0,21%        0,39%        0,07%
Liabilitas lain-lain                                           0,84%         0,84%        0,79%         0,73%        0,71%        1,67%
Akrual                                                         3,70%         0,48%        0,31%         0,33%        0,44%        0,59%
Utang pajak                                                    0,50%         0,79%        0,42%         0,77%        1,89%        0,80%
Kewajiban imbalan kerja                                        0,28%         0,29%        0,37%         0,29%        0,25%        0,33%
Bagian pinjaman bank jangka panjang yang jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun                                       5,54%         5,87%        8,03%         0,02%       11,73%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                14,94%       11,24%       13,46%         7,02%       19,61%        6,45%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman bank jangka panjang                                   4,92%         5,21%        5,86%        13,84%        7,01%       20,24%
Liabilitas pajak tangguhan - bersih                            0,73%         0,78%        0,83%         0,76%        0,69%        0,48%
Kewajiban imbalan kerja                                        2,20%         2,16%        1,63%         1,59%        1,73%        2,65%
Liabilitas lain-lain                                           0,02%         0,03%        0,00%         0,74%        1,32%        0,89%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               7,86%         8,17%        8,31%        16,93%       10,75%       24,26%
JUMLAH LIABILITAS                                              22,80%       19,42%       21,77%        23,95%       30,36%       30,72%
EKUITAS
Modal saham                                                     3,15%        3,34%        3,34%         3,29%        3,17%        3,46%
Tambahan modal disetor                                         12,72%       13,47%       13,45%        13,26%       12,76%       13,96%
Komponen ekuitas lainnya                                       -0,11%       -0,12%       -0,15%        -0,27%       -0,74%       -2,11%
Saldo laba                                                     59,60%       61,94%       59,69%        57,85%       52,64%       52,18%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                         75,36%       78,64%       76,32%        74,14%       67,83%       67,50%
Kepentingan non-pengendali                                      1,83%        1,95%        1,91%         1,91%        1,82%        1,78%
JUMLAH EKUITAS                                                 77,20%       80,58%       78,23%        76,05%       69,64%       69,28%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit


Tabel 17
PT Astra Agro Lestari Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024


                                                          30/06/25*     31/12/24     31/12/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20
                        Keterangan
                                                          (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan bersih                                            100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                        84,44%        84,69%        86,64%       82,49%       80,14%       84,25%
Laba bruto                                                     15,56%       15,31%       13,36%        17,51%       19,86%       15,75%
Beban umum dan administrasi                                    -6,57%       -5,33%       -4,38%        -4,05%       -4,02%       -3,74%
Beban penjualan                                                -1,83%       -2,38%       -2,95%        -2,65%       -1,73%       -2,22%
Biaya pendanaan                                                -0,68%       -1,21%       -1,29%        -1,68%       -1,62%       -2,22%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - bersih                    -0,08%       -0,04%       -0,08%         0,23%        0,27%        0,18%
Penghasilan bunga                                               0,96%        0,97%        0,44%         0,38%        0,26%        0,27%
Bagian atas hasil bersih ventura bersama                       -0,33%       -0,09%        0,10%         0,99%        0,47%        0,47%
Lain-lain - bersih                                             -0,18%        0,59%        2,03%         0,40%       -1,49%       -0,71%
Laba sebelum pajak penghasilan                                  6,85%        7,83%         7,22%       11,13%       11,98%        7,78%
Beban pajak penghasilan                                        -1,82%       -2,39%        -1,98%       -2,92%       -3,48%       -3,02%
Laba periode/tahun berjalan                                    5,03%         5,44%        5,25%         8,21%        8,50%        4,75%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                           0,00%        -0,20%        0,23%         0,89%        1,59%       -2,27%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan         5,03%         5,24%        5,48%         9,10%       10,09%        2,48%
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                        4,86%         5,26%        5,09%         7,91%        8,11%        4,43%
  Kepentingan non-pengendali                                   0,17%         0,18%        0,16%         0,30%        0,39%        0,32%

*) Tidak Diaudit




                                                          53
Page 81
VI.C.2.   PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
          Tabel 18
          PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24    31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                             44,59%      39,40%      36,05%       30,98%       28,42%       17,93%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                               0,24%        3,37%       0,06%        1,65%        1,26%        1,54%
            Pihak ketiga                                                 0,31%        0,32%       0,20%        0,17%        0,19%        0,42%
          Piutang lain-lain                                              1,08%        1,25%       1,47%        1,38%        1,14%        1,14%
          Persediaan                                                     5,63%        4,48%       3,45%        5,26%        3,10%        3,33%
          Pajak dibayar di muka                                          0,00%        0,00%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Uang muka pemasok                                              0,08%        0,06%       0,08%        0,04%        0,02%        0,42%
          Biaya dibayar di muka                                          0,38%        0,04%       0,05%        0,03%        0,06%        0,06%
          Aset biologis                                                  1,53%        2,21%       1,30%        1,30%        1,79%        1,49%
          Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual                   0,00%        0,28%       0,31%        0,31%        0,36%        0,40%
          Jumlah Aset Lancar                                             53,85%      51,42%      42,97%       41,13%       36,35%       26,74%
          ASET TIDAK LANCAR
          Beban tangguhan                                                 0,19%       0,20%       0,23%        0,25%        0,13%        0,19%
          Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak              0,00%       0,01%       0,01%        0,00%        0,09%        0,00%
          Aset hak guna                                                   0,01%       0,02%       0,07%        0,03%        0,07%        0,03%
          Piutang plasma                                                  0,88%       0,93%       0,74%        0,71%        0,76%        0,66%
          Investasi pada entitas asosiasi                                 8,66%       9,14%      10,06%       10,17%       10,67%       11,60%
          Aset pajak tangguhan                                            0,01%       0,01%       0,01%        0,00%        0,00%        0,01%
          Aset tetap                                                     34,56%      36,48%      43,90%       45,63%       49,17%       57,80%
          Aset tidak lancar lainnya                                       1,86%       1,79%       2,01%        2,07%        2,77%        2,97%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       46,15%      48,58%      57,03%       58,87%       63,65%       73,26%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%      100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24    31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha
            Pihak ketiga                                                 1,83%        1,29%       1,64%        2,42%        1,47%        1,40%
            Pihak berelasi                                               0,01%        0,01%       0,08%        0,24%        0,32%        0,10%
          Utang lain-lain                                                0,43%        0,47%       0,50%        0,65%        0,81%        0,87%
          Biaya masih harus dibayar                                      0,12%        0,35%       0,12%        0,20%        0,11%        0,32%
          Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                         1,27%        1,00%       1,17%        1,08%        1,36%        1,20%
          Utang pajak                                                    0,91%        1,57%       0,75%        0,71%        1,21%        1,10%
          Liabilitas kontrak                                             0,51%        0,17%       0,22%        0,39%        0,56%        0,44%
          Bagian lancar atas liabilitas sewa                             0,01%        0,03%       0,04%        0,03%        0,04%        0,03%
          Utang dividen                                                  3,04%        0,00%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                8,11%        4,90%       4,51%        5,71%        5,88%        5,47%
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas sewa                                                0,00%        0,00%       0,03%        0,00%        0,03%        0,00%
          Liabilitas pajak tangguhan                                     0,55%        0,87%       1,13%        0,94%        0,70%        1,04%
          Liabilitas imbalan kerja                                       3,47%        3,52%       3,65%        5,27%        7,40%        8,47%
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               4,02%        4,39%       4,81%        6,21%        8,13%        9,52%
          JUMLAH LIABILITAS                                              12,14%       9,28%       9,32%       11,93%       14,01%       14,98%
          EKUITAS
          Modal saham                                                    4,67%        4,93%        5,45%        5,49%        5,76%        6,25%
          Tambahan modal disetor                                         7,04%        7,42%        8,23%        8,30%        8,69%        9,43%
          Komponen lainnya dari ekuitas                                  0,10%        0,11%        0,12%        0,09%        0,09%        0,10%
          Saham treasuri                                                 0,00%        0,00%       -0,03%       -0,03%       -0,03%       -0,03%
          Selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha
            luar negeri                                                   0,00%       0,00%       0,00%        0,03%        0,03%        0,03%
          Saldo laba                                                     76,07%      78,27%      76,91%       74,18%       71,43%       69,21%
          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
           induk                                                         87,88%      90,73%      90,69%       88,07%       85,98%       85,00%
          Kepentingan non-pengendali                                     -0,02%      -0,02%      -0,01%        0,00%        0,01%        0,02%
          JUMLAH EKUITAS                                                 87,86%      90,72%      90,68%       88,07%       85,99%       85,02%
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%      100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                    54
Page 82
          Tabel 19
          PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024


                                                                        30/06/25*      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20
                                   Keterangan
                                                                        (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                         100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok penjualan                                             60,09%        56,34%       72,53%       67,47%       60,02%       69,58%
          Laba bruto                                                         39,91%       43,66%       27,47%       32,53%       39,98%       30,42%
          Laba (rugi) atas perubahan nilai wajar aset biologis               -3,54%        3,12%        0,03%       -1,10%        1,10%       -0,57%
          Beban penjualan dan distribusi                                     -1,05%       -1,06%       -1,66%       -1,98%       -0,95%       -1,50%
          Beban umum dan administrasi                                        -5,37%       -5,26%       -5,02%       -4,24%       -5,65%       -6,01%
          Penghasilan operasi lain                                            1,47%        3,12%        2,41%        4,45%        1,76%        1,05%
          Beban operasi lain                                                 -0,60%       -9,59%       -5,10%       -3,36%       -9,89%       -0,32%
          Laba usaha                                                         30,81%       33,99%       18,13%       26,30%       26,36%       23,08%
          Penghasilan keuangan                                                5,77%        4,75%        3,71%        1,75%        1,31%        1,44%
          Beban keuangan                                                     -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,02%
          Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi                           -0,06%        0,13%       -0,07%       -0,04%       -0,07%       -0,17%
          Laba sebelum pajak penghasilan                                     36,52%       38,86%       21,75%       27,99%       27,59%       24,33%
          Beban pajak penghasilan                                            -5,76%       -6,52%       -3,60%       -5,41%       -5,67%       -4,66%
          Laba periode/tahun berjalan                                        30,75%       32,34%       18,15%       22,58%       21,91%       19,66%
          Penghasilan komprehensif lain                                      -0,04%       -0,01%        0,30%        1,24%        0,64%        5,50%
          Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan                     30,71%       32,34%       18,45%       23,82%       22,56%       25,17%
          Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
            kepada:
            Pemilik entitas induk                                            30,78%       32,37%       18,19%       22,60%       21,93%       19,68%
            Kepentingan non-pengendali                                       -0,03%       -0,03%       -0,03%       -0,03%       -0,02%       -0,01%

          *) Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Salim Ivomas Pratama Tbk
          Tabel 20
          PT Salim Ivomas Pratama Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan                           30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                 18,71%       15,44%       14,74%       11,90%       10,36%        6,86%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                                    1,08%        1,34%        0,99%        1,60%        2,16%        1,53%
            Pihak ketiga                                                      1,87%        1,73%        1,15%        1,72%        1,91%        1,85%
          Piutang lain-lain                                                   0,25%        0,21%        0,31%        0,34%        0,27%        0,29%
          Persediaan                                                         10,59%       10,72%        7,06%        9,05%        7,38%        7,55%
          Pajak dibayar di muka                                               0,80%        0,94%        0,58%        0,67%        0,53%        0,65%
          Uang muka pemasok                                                   2,21%        1,90%        1,04%        1,32%        1,23%        0,91%
          Biaya dibayar di muka                                               0,37%        0,06%        0,06%        0,04%        0,05%        0,05%
          Aset biologis                                                       2,61%        3,04%        2,18%        2,13%        2,43%        2,20%
          Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual                        0,00%        0,15%        0,16%        0,16%        0,17%        0,18%
          Jumlah Aset Lancar                                                 38,49%       35,53%       28,27%       28,92%       26,49%       22,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang pihak berelasi                                              0,00%        0,00%        0,00%        0,01%        0,01%        0,00%
          Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak                  0,08%        0,20%        0,19%        0,11%        0,19%        0,30%
          Aset hak guna                                                       1,32%        0,44%        0,50%        0,62%        0,29%        0,37%
          Piutang plasma                                                      1,39%        1,76%        2,59%        2,60%        3,66%        4,40%
          Investasi pada entitas asosiasi                                     3,52%        3,70%        3,91%        3,78%        3,62%        3,72%
          Aset pajak tangguhan                                                0,70%        0,76%        0,77%        0,74%        1,04%        1,58%
          Goodwill                                                            5,67%        5,93%        6,31%        6,14%        6,45%        6,56%
          Aset biologis                                                       0,79%        0,85%        0,92%        0,89%        0,91%        0,89%
          Aset tetap                                                         44,40%       47,34%       53,52%       53,20%       54,25%       57,26%
          Aset tidak lancar lainnya                                           3,65%        3,50%        3,03%        3,00%        3,09%        2,87%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                           61,51%       64,47%       71,73%       71,08%       73,51%       77,94%
          JUMLAH ASET                                                      100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                        55
Page 83
                        Keterangan                             30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                            14,16%       15,69%       16,13%       16,25%       16,74%       16,79%
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                      2,68%         2,19%        2,17%        2,76%        1,90%        2,01%
  Pihak berelasi                                                    0,16%         0,16%        0,20%        0,24%        0,20%        0,21%
Utang lain-lain                                                     0,80%         0,90%        0,91%        0,76%        0,75%        0,88%
Biaya masih harus dibayar                                           1,00%         1,13%        1,19%        1,52%        1,11%        1,02%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              1,13%         0,87%        1,09%        0,86%        1,02%        1,05%
Utang pajak                                                         0,71%         1,27%        0,77%        0,85%        1,10%        0,80%
Liabilitas kontrak                                                  0,97%         0,59%        0,60%        0,55%        0,94%        0,79%
Bagian lancar atas:
  Utang bank jangka panjang                                         1,44%         0,64%        3,70%        2,28%        1,63%        1,27%
  Liabilitas sewa                                                   0,45%         0,11%        0,12%        0,13%        0,09%        0,12%
Utang dividen                                                       1,26%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     24,74%       23,54%       26,88%       26,20%       25,47%       24,95%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa                                                     0,12%         0,17%        0,26%        0,34%        0,03%        0,06%
Utang bank jangka panjang                                           5,41%         4,54%        2,44%        5,09%        8,59%       11,70%
Liabilitas pajak tangguhan                                          1,31%         1,59%        1,64%        1,36%        1,23%        1,07%
Liabilitas imbalan kerja                                            3,47%         3,57%        3,58%        4,24%        5,03%        5,41%
Utang pemegang saham dan pihak berelasi lain                        1,99%         2,07%        3,06%        4,05%        4,34%        4,47%
Liabilitas jangka panjang lainnya                                   0,11%         0,11%        0,11%        0,11%        0,11%        0,11%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    12,41%       12,06%       11,08%       15,19%       19,33%       22,82%
JUMLAH LIABILITAS                                                   37,15%       35,60%       37,96%       41,39%       44,80%       47,76%
EKUITAS
Modal saham                                                          7,95%        8,32%        9,03%        8,76%        8,80%        8,94%
Tambahan modal disetor                                               5,89%        6,17%        7,13%        6,91%        6,94%        7,05%
Komponen lainnya dari ekuitas                                       -0,48%       -0,50%       -0,53%       -0,52%       -0,52%        0,17%
Saham tresuri                                                        0,00%        0,00%       -0,75%       -0,72%       -0,73%       -0,74%
Selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha
  luar negeri                                                        0,00%        0,00%        0,00%        0,01%        0,01%        0,01%
Saldo laba                                                          35,80%       36,28%       34,63%       32,18%       29,23%       26,76%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              49,16%       50,27%       49,52%       46,61%       43,72%       42,19%
Kepentingan non-pengendali                                          13,69%       14,13%       12,52%       12,00%       11,48%       10,05%
JUMLAH EKUITAS                                                      62,85%       64,40%       62,04%       58,61%       55,20%       52,24%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit


Tabel 21
PT Salim Ivomas Pratama Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024


                                                               30/06/25*      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20
                        Keterangan
                                                               (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                          100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan                                              75,79%        69,70%       79,01%       73,87%       73,80%       79,24%
Laba bruto                                                          24,21%       30,30%       20,99%       26,13%       26,20%       20,76%
Laba (rugi) atas perubahan nilai wajar aset biologis                -1,95%        1,99%        0,08%       -0,76%        0,57%        0,02%
Beban penjualan dan distribusi                                      -2,49%       -2,86%       -3,05%       -2,77%       -4,34%       -3,44%
Beban umum dan administrasi                                         -3,83%       -4,40%       -4,46%       -4,11%       -3,72%       -4,83%
Penghasilan operasi lain                                             1,00%        2,02%        1,12%        1,84%        0,72%        0,58%
Beban operasi lain                                                  -0,86%       -6,37%       -2,61%       -3,91%       -4,57%       -0,84%
Laba usaha                                                          16,08%       20,68%       12,06%       16,41%       14,86%       12,24%
Penghasilan keuangan                                                 1,53%        1,47%        1,09%        0,53%        0,35%        0,48%
Beban keuangan                                                      -3,14%       -3,51%       -3,87%       -3,48%       -3,51%       -5,60%
Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi                            -0,07%        0,05%        0,02%        0,02%       -0,08%       -0,09%
Laba sebelum pajak penghasilan                                      14,39%       18,69%        9,30%       13,47%       11,63%        7,03%
Beban pajak penghasilan                                             -3,64%       -5,02%       -3,51%       -4,99%       -4,81%       -4,68%
Laba periode/tahun berjalan                                         10,75%       13,68%        5,79%        8,48%        6,82%        2,35%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                -0,01%       -0,05%        0,04%        0,83%        0,28%        2,83%
Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan              10,75%       13,63%        5,83%        9,31%        7,10%        5,18%
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                             8,04%         9,71%        4,60%        6,73%        5,04%        1,62%
  Kepentingan non-pengendali                                        2,72%         3,97%        1,19%        1,75%        1,78%        0,73%

*) Tidak Diaudit




                                                               56
Page 84
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, HKI tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap HKI adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Produksi Karet

         HKI menghadapi berbagai macam sumber risiko yang dapat mempengaruhi hasil
         produksi karet alam yang dihasilkan. Hasil produksi karet dipengaruhi oleh
         beberapa faktor, yaitu pohon yang mati, tenaga kerja, jumlah pohon yang dapat
         menghasilkan, siklus gugur daun kedua, dan curah hujan. Apabila terjadi
         gangguan pada faktor-faktor tersebut, maka produksi karet HKI akan menurun.
         Apabila produksi karet HKI menurun, hal ini dapat menyebabkan menurunnya
         penjualan dan berdampak negatif terhadap kondisi keuangan HKI.

VII.B.   Risiko Fluktuasi Harga

         Karet yang akan dihasilkan oleh HKI merupakan komoditas yang diperdagangkan
         di bursa internasional, sehingga harga jual karet HKI akan sangat bergantung pada
         pergerakan harga di pasar internasional yang menjadi referensi harga jual bagi
         HKI. Penjualan HKI akan sangat bergantung pada volume dan harga jual yang
         diperolehnya. Perubahan pada harga komoditi internasional dapat berpengaruh
         pada harga jual, hasil operasi, kondisi keuangan, dan prospek usaha HKI.

VII.C.   Risiko Terkait Suku Bunga

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, HKI memperoleh pinjaman dari pihak
         berelasi. Apabila di masa yang akan datang terjadi perubahan suku bunga terkait
         pinjaman tersebut, maka hal ini akan mempengaruhi kinerja keuangan HKI.

VII.D.   Risiko Persaingan Usaha

         Dalam menjalankan kegiatan opersionalnya, HKI tidak terlepas dari risiko
         persaingan usaha. Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan adanya
         perusahaan pesaing yang bergerak di bidang usaha yang serupa dengan HKI dan
         memiliki jaringan yang lebih luas.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Kegiatan usaha HKI tidak terlepas dari ancaman bencana alam seperti badai
         tropis, angin topan, gempa bumi dan banjir, karena faktor alam dan berbagai
         bencana yang dapat memberikan dampak negatif secara material terhadap
         kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan hasil usaha HKI.

         Bencana yang terjadi seperti gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan (el nino)
         atau peristiwa lain yang terjadi di Indonesia dapat berdampak negatif terhadap
         keadaan ekonomi pada umumnya, juga secara langsung akan berdampak negatif
         terhadap kegiatan usaha HKI.




                                          57
Page 85
VII.F.   Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah

         Kegiatan usaha yang dilakukan HKI dan sektor karet secara keseluruhan terkait
         dengan sejumlah hukum dan peraturan. Perubahan legislatif yang signifikan dan
         kegagalan untuk mematuhi peraturan hukum dan regulasi dapat mempengaruhi
         kinerja keuangan dan operasi HKI. Namun, HKI secara berkelanjutan memonitor
         kepatuhan terhadap hukum dan peraturan.




                                         58
Page 86
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              59
Page 87
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif HKI,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            HKI. Prospek HKI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang
            telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
            kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
            penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
            industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              60
Page 88
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian
          aset bersih (adjusted net asset method).

          Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
          dilaksanakan oleh HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
          perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Dalam melaksanakan penilaian dengan
          metode ini, operasi HKI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
          perkembangan usaha HKI. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
          dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
          risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

          Metode penyesuaian aset bersih yang digunakan dalam penilaian HKI merupakan
          metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini,
          nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
          riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
          langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
          dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
          pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
          nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

          Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
          dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
          merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
          aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
          pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
          adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
          berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa HKI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             61
Page 89
VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).

VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
          langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi HKI.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari HKI.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional HKI.
          4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan HKI yang telah disiapkan
             oleh pihak manajemen HKI.
          5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
             tersebut.
          6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode penyesuaian
             aset bersih dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan HKI
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan HKI. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250707-003
          tanggal 7 Juli 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            62
Page 90
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
        penyesuaian aset bersih. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas penentuan
        nilai pasar dengan metode diskonto arus kas, baru kemudian dilanjutkan dengan
        metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.



                                         63
Page 91
            Untuk penilaian atas HKI, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
            untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
            Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
            ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025 yang didasarkan pada proyeksi laporan
            keuangan HKI yang disusun oleh manajemen HKI, maka diperkirakan telah
            dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh karena itu
            atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian
            terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon
            likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 20,00%, dengan pertimbangan
            sebagai berikut:

            •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
                bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% – 40,00%.
            •   HKI merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
                held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.

IX.B.       Metode Diskonto Arus Kas

IX.B.1.     Proyeksi Laporan Keuangan

            Penilaian HKI yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
            proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen HKI. Dalam
            penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
            berdasarkan kinerja HKI pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
            manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
            saran yang relevan diberikan oleh manajemen HKI sehubungan dengan
            perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
            ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
            penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
            menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang dinilai pada saat penilaian
            ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
            yang kami lakukan terhadap target kinerja HKI yang dinilai.

            Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
            keuangan yang digunakan dalam penilaian atas HKI.

IX.B.1.a.   Umum

            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
                hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas HKI, industri,
                atau negara di mana HKI beroperasi.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
                tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
                keuangan yang dapat memengaruhi kinerja HKI selain yang telah
                diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama HKI
                atau pada sumber utama penghasilan HKI selain yang telah diproyeksikan.




                                             64
Page 92
        •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen HKI.
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
            perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
            memengaruhi kegiatan usaha HKI.
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
            bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada HKI.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
            bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
            beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
            yang diproyeksikan.
        •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
        •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh HKI atas
            kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
            tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
        •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
            ketentuan-ketentuan yang ada.
        •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen HKI mempersiapkan proyeksi laporan
            keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2025 sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2026 – 2058.

IX.B.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
          Keuangan

        1. Proyeksi Penjualan

            Penjualan dalam penilaian ini terutama terdiri dari penjualan high yield - latex.

            Grafik berikut menunjukkan proyeksi penjualan HKI untuk tahun 2025 – 2058.

            Grafik 7
            PT Hutan Ketapang Industri
            Proyeksi Penjualan Tahun 2025 – 2058
            (Dalam miliar Rupiah)

                                                Penjualan
                1.000
                  900
                  800
                  700
                  600
                  500
                  400
                  300
                  200
                  100
                    -
                        2025
                        2026
                        2027
                        2028
                        2029
                        2030
                        2031
                        2032
                        2033
                        2034
                        2035
                        2036
                        2037
                        2038
                        2039
                        2040
                        2041
                        2042
                        2043
                        2044
                        2045
                        2046
                        2047
                        2048
                        2049
                        2050
                        2051
                        2052
                        2053
                        2054
                        2055
                        2056
                        2057
                        2058




                                           65
Page 93
2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan

   Beban pokok penjualan HKI terutama terdiri dari beban pemeliharaan, beban
   panen, biaya tanaman, dan biaya penyusutan. Beban pokok penjualan untuk
   tahun 2025 – 2058 diproyeksikan sebesar 33% – 176% dari penjualan.

   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan HKI untuk tahun
   2025 – 2058.

   Grafik 8
   PT Hutan Ketapang Industri
   Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun 2025 – 2058
   (Dalam miliar Rupiah)

                           Beban Pokok Penjualan
        450
        400
        350
        300
        250
        200
        150
        100
           50
            -
                2025
                2026
                2027
                2028
                2029
                2030
                2031
                2032
                2033
                2034
                2035
                2036
                2037
                2038
                2039
                2040
                2041
                2042
                2043
                2044
                2045
                2046
                2047
                2048
                2049
                2050
                2051
                2052
                2053
                2054
                2055
                2056
                2057
                2058



3. Beban Usaha

   Beban usaha HKI terutama terdiri dari beban gaji dan tunjangan serta beban
   umum – kebun. Beban usaha untuk tahun 2025 – 2058 diproyeksikan berkisar
   antara 11% – 82% dari penjualan.

4. Pajak

   Mengingat HKI adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
   pajak yang diberlakukan atas HKI adalah tarif pajak yang berlaku umum di
   Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2058.




                               66
Page 94
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif HKI
   untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2058
   adalah sebagai berikut:
   Tabel 22
   PT Hutan Ketapang Industri
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2058

                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/25       31/12/26         31/12/27      31/12/28      31/12/29
                           Keterangan
                                                          (6 Bulan)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Penjualan                                                  132.752         339.054        399.088       524.091        568.577
   Beban pokok penjualan                                      233.794         260.115        270.352       278.574        289.613
   Laba kotor                                                (101.042)          78.939       128.737       245.517        278.964
   Beban usaha                                                (72.461)         (75.823)      (75.869)      (74.960)       (70.784)
   Laba (rugi) usaha                                         (173.503)           3.115        52.867       170.557        208.181
   Pendapatan (beban) lain-lain                               (19.337)         (20.851)      (22.503)      (18.202)       (12.373)
   Laba sebelum pajak penghasilan                            (192.840)         (17.735)       30.365       152.355        195.808
   Manfaat (beban) pajak penghasilan                                -                -             -             -              -
   Laba (rugi) periode/tahun berjalan                        (192.840)         (17.735)       30.365       152.355        195.808



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/30      31/12/31         31/12/32      31/12/33      31/12/34
                           Keterangan
                                                          (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Penjualan                                                  600.198         629.513        648.387       655.075        662.321
   Beban pokok penjualan                                      301.266         312.915        316.871       317.279        321.547
   Laba kotor                                                 298.932         316.598        331.516       337.795        340.773
   Beban usaha                                                (72.839)        (73.853)       (74.046)      (76.939)       (82.726)
   Laba (rugi) usaha                                          226.093         242.744        257.470       260.856        258.048
   Pendapatan (beban) lain-lain                                (5.328)              -              -             -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan                             220.765         242.744        257.470       260.856        258.048
   Manfaat (beban) pajak penghasilan                                -         (49.502)       (56.643)      (57.388)       (56.771)
   Laba (rugi) periode/tahun berjalan                         220.765         193.242        200.826       203.468        201.277



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/35      31/12/36         31/12/37      31/12/38      31/12/39
                           Keterangan
                                                          (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Penjualan                                                  705.793         784.783        854.188       894.630        900.199
   Beban pokok penjualan                                      342.025         371.218        391.371       407.796        407.848
   Laba kotor                                                 363.768          413.566       462.817        486.834       492.350
   Beban usaha                                                (91.405)        (101.153)     (101.153)      (101.153)     (101.153)
   Laba (rugi) usaha                                          272.363         312.413        361.664       385.681        391.198
   Pendapatan (beban) lain-lain                                     -               -              -             -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan                             272.363         312.413        361.664       385.681        391.198
   Manfaat (beban) pajak penghasilan                          (59.920)        (68.731)       (79.566)      (84.850)       (86.063)
   Laba (rugi) periode/tahun berjalan                         212.443         243.682        282.098       300.831        305.134




                                                  67
Page 95
                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/40      31/12/41      31/12/42      31/12/43      31/12/44
                           Keterangan
                                             (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Penjualan                                    895.638       858.187       800.230       737.046        662.888
   Beban pokok penjualan                        407.806       405.708       400.397       381.339        359.354
   Laba kotor                                   487.832       452.479       399.832       355.706        303.534
   Beban usaha                                 (101.153)     (101.153)     (101.153)     (101.153)       (86.969)
   Laba (rugi) usaha                            386.679       351.326       298.679       254.553        216.565
   Pendapatan (beban) lain-lain                       -             -             -             -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan               386.679       351.326       298.679       254.553        216.565
   Manfaat (beban) pajak penghasilan            (85.069)      (77.292)      (65.709)      (56.002)       (47.644)
   Laba (rugi) periode/tahun berjalan           301.610       274.034       232.970       198.552        168.921



                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/45      31/12/46      31/12/47      31/12/48      31/12/49
                           Keterangan
                                             (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Penjualan                                    577.513       507.326       462.530       413.838        362.087
   Beban pokok penjualan                        199.815       176.253       151.955       138.833        129.590
   Laba kotor                                   377.699       331.073       310.575       275.005        232.497
   Beban usaha                                  (75.302)      (64.536)      (53.026)      (47.603)       (44.059)
   Laba (rugi) usaha                            302.396       266.537       257.548       227.401        188.438
   Pendapatan (beban) lain-lain                       -             -             -             -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan               302.396       266.537       257.548       227.401        188.438
   Manfaat (beban) pajak penghasilan            (66.527)      (58.638)      (56.661)      (50.028)       (41.456)
   Laba (rugi) periode/tahun berjalan           235.869       207.899       200.888       177.373        146.982



                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/50      31/12/51      31/12/52      31/12/53      31/12/54
                           Keterangan
                                             (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Penjualan                                    320.907       295.894       283.993       280.680        258.585
   Beban pokok penjualan                        122.206       114.463       106.476       101.744         97.376
   Laba kotor                                   198.701       181.431       177.516       178.936        161.210
   Beban usaha                                  (41.736)      (39.438)      (36.611)      (34.812)       (33.679)
   Laba (rugi) usaha                            156.966       141.993       140.905       144.124        127.531
   Pendapatan (beban) lain-lain                       -             -             -             -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan               156.966       141.993       140.905       144.124        127.531
   Manfaat (beban) pajak penghasilan            (34.532)      (31.238)      (30.999)      (31.707)       (28.057)
   Laba (rugi) periode/tahun berjalan           122.433       110.755       109.906       112.417         99.474



                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/55      31/12/56      31/12/57      31/12/58
                           Keterangan
                                             (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Penjualan                                    210.462       136.591        46.986         9.597
   Beban pokok penjualan                         88.693        69.699        44.915        16.278
   Laba kotor                                   121.768        66.891         2.071         (6.681)
   Beban usaha                                  (32.463)      (28.361)      (21.412)        (7.877)
   Laba (rugi) usaha                             89.305        38.530       (19.342)       (14.558)
   Pendapatan (beban) lain-lain                       -             -             -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan                89.305        38.530       (19.342)       (14.558)
   Manfaat (beban) pajak penghasilan            (19.647)       (8.477)            -              -
   Laba (rugi) periode/tahun berjalan            69.658        30.053       (19.342)       (14.558)




6. Kas dan Bank

  Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
  operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
  setara kas.




                                        68
Page 96
7. Piutang Usaha

   Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 30 hari selama periode
   proyeksi.

8. Utang Usaha

   Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 30 hari selama periode proyeksi.

9. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan HKI pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2058 adalah sebagai berikut:
   Tabel 23
   PT Hutan Ketapang Industri
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2026 - 2058

                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                    31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                                     1.784      107.302        2.358        1.763          3.202
   Piutang usaha                                         11.063       28.254       33.257       43.674         47.381
   Piutang lain-lain - pihak ketiga                       1.562        1.562        1.562        1.562          1.562
   Persediaan                                            10.357       10.357       10.357       10.357         10.357
   Aset biologis                                            671          671          671          671            671
   Biaya dibayar di muka dan uang muka                    2.266        2.266        2.266        2.266          2.266
   Jumlah Aset Lancar                                    27.703      150.413       50.473       60.294         65.440
   ASET TIDAK LANCAR
   Hutan tanaman industri
     Hutan tanaman industri dalam pengembangan           111.927      132.524      189.555      293.469       422.562
     Hutan tanaman industri siap panen                 2.661.071    2.546.403    2.427.102    2.300.632     2.176.213
   Aset tetap                                            115.522      128.397      147.217      175.808       194.197
   Aset hak guna                                             597          624          425          343           369
   Aset takberwujud                                          596          490          384          365           362
   Aset tidak lancar lainnya                                  28           28           28           28            28
   Jumlah Aset Tidak Lancar                            2.889.740    2.808.465    2.764.711    2.770.643     2.793.730
   JUMLAH ASET                                         2.917.444    2.958.878    2.815.184    2.830.937     2.859.170



                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                    31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                                       248       17.261      313.379      620.671        937.775
   Piutang usaha                                         50.016       52.459       54.032       54.590         55.193
   Piutang lain-lain - pihak ketiga                       1.562        1.562        1.562        1.562          1.562
   Persediaan                                            10.357       10.357       10.357       10.357         10.357
   Aset biologis                                            671          671          671          671            671
   Biaya dibayar di muka dan uang muka                    2.266        2.266        2.266        2.266          2.266
   Jumlah Aset Lancar                                    65.122       84.578      382.269      690.117      1.007.825
   ASET TIDAK LANCAR
   Hutan tanaman industri
     Hutan tanaman industri dalam pengembangan           447.290      471.438      502.640      536.857       506.056
     Hutan tanaman industri siap panen                 2.066.195    1.947.790    1.816.469    1.673.577     1.585.523
   Aset tetap                                            200.264      204.360      207.765      212.589       215.779
   Aset hak guna                                             170          597          624          425           343
   Aset takberwujud                                          360          358          355          353           351
   Aset tidak lancar lainnya                                  28           28           28           28            28
   Jumlah Aset Tidak Lancar                            2.714.306    2.624.571    2.527.881    2.423.828     2.308.079
   JUMLAH ASET                                         2.779.428    2.709.149    2.910.150    3.113.945     3.315.903




                                                 69
Page 97
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/35     31/12/36     31/12/37     31/12/38     31/12/39

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                  1.292.062    1.699.899    2.154.912    2.641.702     3.135.450
Piutang usaha                                          58.816       65.399       71.182       74.553        75.017
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.562        1.562        1.562        1.562         1.562
Persediaan                                             10.357       10.357       10.357       10.357        10.357
Aset biologis                                             671          671          671          671           671
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.266        2.266        2.266        2.266         2.266
Jumlah Aset Lancar                                  1.365.735    1.780.155    2.240.951    2.731.111     3.225.323
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan           399.250      213.045            -            -             -
  Hutan tanaman industri siap panen                 1.556.233    1.585.265    1.631.826    1.454.690     1.277.554
Aset tetap                                            207.617      195.881      184.145      172.409       160.672
Aset hak guna                                             369          170          597          624           425
Aset takberwujud                                          348          346          344          342           339
Aset tidak lancar lainnya                                  28           28           28           28            28
Jumlah Aset Tidak Lancar                            2.163.845    1.994.735    1.816.940    1.628.092     1.439.018
JUMLAH ASET                                         3.529.580    3.774.889    4.057.891    4.359.203     4.664.342



                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/40     31/12/41     31/12/42     31/12/43     31/12/44

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                  3.626.393    4.092.221    4.518.652    4.909.327     5.271.444
Piutang usaha                                          74.636       71.516       66.686       61.420        55.241
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.562        1.562        1.562        1.562         1.562
Persediaan                                             10.357       10.357       10.357       10.357        10.357
Aset biologis                                             671          671          671          671           671
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.266        2.266        2.266        2.266         2.266
Jumlah Aset Lancar                                  3.715.886    4.178.594    4.600.194    4.985.605     5.341.542
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan                 -           -            -            -              -
  Hutan tanaman industri siap panen                 1.100.419     923.283      746.147      569.011        391.875
Aset tetap                                            148.936     137.200      125.464      113.727        101.991
Aset hak guna                                             343         369          170          597            624
Aset takberwujud                                          337         335          332          330            328
Aset tidak lancar lainnya                                  28          28           28           28             28
Jumlah Aset Tidak Lancar                            1.250.062    1.061.214     872.141      683.694        494.845
JUMLAH ASET                                         4.965.948    5.239.807    5.472.335    5.669.298     5.836.387



                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/45     31/12/46     31/12/47     31/12/48     31/12/49

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                  5.564.519    5.825.583    6.075.749    6.302.413     6.497.257
Piutang usaha                                          48.126       42.277       38.544       34.487        30.174
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.562        1.562        1.562        1.562         1.562
Persediaan                                             10.357       10.357       10.357       10.357        10.357
Aset biologis                                             671          671          671          671           671
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.266        2.266        2.266        2.266         2.266
Jumlah Aset Lancar                                  5.627.502    5.882.717    6.129.151    6.351.756     6.542.288
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan                -            -            -            -              -
  Hutan tanaman industri siap panen                  351.853      314.626      278.662      243.790        209.709
Aset tetap                                            90.255       78.519       67.013       55.881         45.332
Aset hak guna                                            425          343          369          170            597
Aset takberwujud                                         326          323          321          319            316
Aset tidak lancar lainnya                                 28           28           28           28             28
Jumlah Aset Tidak Lancar                             442.885      393.838      346.392      300.188        255.982
JUMLAH ASET                                         6.070.387    6.276.555    6.475.542    6.651.944     6.798.270




                                              70
Page 98
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/50     31/12/51     31/12/52     31/12/53       31/12/54

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                  6.665.191    6.817.684    6.966.126     7.115.541      7.252.025
Piutang usaha                                          26.742       24.658       23.666        23.390         21.549
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.562        1.562        1.562         1.562          1.562
Persediaan                                             10.357       10.357       10.357        10.357         10.357
Aset biologis                                             671          671          671           671            671
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.266        2.266        2.266         2.266          2.266
Jumlah Aset Lancar                                  6.706.790    6.857.199    7.004.649     7.153.788      7.288.430
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan                -            -            -              -              -
  Hutan tanaman industri siap panen                  176.560      145.108      115.021         85.721         56.667
Aset tetap                                            35.949       27.522       19.643         11.879          5.632
Aset hak guna                                            624          425          343            369            287
Aset takberwujud                                         314          312          310            307            305
Aset tidak lancar lainnya                                 28           28           28             28             28
Jumlah Aset Tidak Lancar                             213.474      173.395      135.344         98.303         62.918
JUMLAH ASET                                         6.920.263    7.030.594    7.139.994     7.252.091      7.351.348



                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan                    31/12/55     31/12/56     31/12/57     31/12/58

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                  7.354.761    7.410.131    7.407.704     7.385.754
Piutang usaha                                          17.538       11.383        3.915             -
Piutang lain-lain - pihak ketiga                        1.562        1.562        1.562             -
Persediaan                                             10.357       10.357       10.357             -
Aset biologis                                             671          671          671             -
Biaya dibayar di muka dan uang muka                     2.266        2.266        2.266         2.266
Jumlah Aset Lancar                                  7.387.156    7.436.371    7.426.477     7.388.020
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri
  Hutan tanaman industri dalam pengembangan                -            -            -              -
  Hutan tanaman industri siap panen                   30.615       10.652            0              0
Aset tetap                                             2.057        2.057        2.057          2.057
Aset hak guna                                            597          624          541            343
Aset takberwujud                                         303          300          298            296
Aset tidak lancar lainnya                                 28           28           28             28
Jumlah Aset Tidak Lancar                              33.599       13.660        2.924          2.723
JUMLAH ASET                                         7.420.755    7.450.031    7.429.400     7.390.743




                                              71
Page 99
                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                  7.414         8.752         9.637        10.455         11.268
Utang lain-lain - pihak berelasi           120.350       120.350        35.350             -              -
Utang pajak                                  3.952         3.952         3.952         3.952          3.952
Beban akrual                                 6.910         6.910         6.910         6.910          6.910
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            138.627       139.965        55.849        21.317         22.130
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                       686.707       744.538       836.033       733.963        565.575
Liabilitas pajak tangguhan                     283           283           283           283            283
Liabilitas imbalan kerja                    10.382        10.382        10.382        10.382         10.382
Liabilitas sewa                                476           476           476           476            476
Utang bank jangka panjang                  181.439       181.439             -             -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           879.287       937.118       847.175       745.105        576.716
JUMLAH LIABILITAS                         1.017.914     1.077.083      903.024       766.422        598.847
EKUITAS
Modal saham                               1.062.655     1.062.655     1.062.655     1.062.655     1.062.655
Tambahan modal disetor                    1.691.690     1.691.690     1.691.690     1.691.690     1.691.690
Saldo laba (defisit)                       (854.815)     (872.550)     (842.185)     (689.830)     (494.022)
JUMLAH EKUITAS                            1.899.530     1.881.795     1.912.160     2.064.515     2.260.323
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             2.917.444     2.958.878     2.815.184     2.830.937     2.859.170



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan        31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                 12.065        12.814        12.989        13.317         13.998
Utang lain-lain - pihak berelasi                 -             -             -             -              -
Utang pajak                                  3.952         3.952         3.952         3.952          3.952
Beban akrual                                 6.910         6.910         6.910         6.910          6.910
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             22.927        23.676        23.851        24.179         24.860
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                       264.271             -             -             -              -
Liabilitas pajak tangguhan                     283           283           283           283            283
Liabilitas imbalan kerja                    10.382        10.382        10.382        10.382         10.382
Liabilitas sewa                                476           476           476           476            476
Utang bank jangka panjang                        -             -             -             -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           275.413        11.142        11.142        11.142         11.142
JUMLAH LIABILITAS                          298.339        34.818        34.993        35.321         36.002
EKUITAS
Modal saham                               1.062.655     1.062.655     1.062.655     1.062.655     1.062.655
Tambahan modal disetor                    1.691.690     1.691.690     1.691.690     1.691.690     1.691.690
Saldo laba (defisit)                       (273.256)      (80.014)      120.812       324.280       525.557
JUMLAH EKUITAS                            2.481.088     2.674.331     2.875.157     3.078.624     3.279.902
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             2.779.428     2.709.149     2.910.150     3.113.945     3.315.903




                                    72
Page 100
                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan        31/12/35     31/12/36     31/12/37     31/12/38     31/12/39

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                 15.232       16.859       17.762       18.243         18.248
Utang lain-lain - pihak berelasi                 -            -            -            -              -
Utang pajak                                  3.952        3.952        3.952        3.952          3.952
Beban akrual                                 6.910        6.910        6.910        6.910          6.910
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             26.094       27.721       28.624       29.106         29.110
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                             -            -            -            -              -
Liabilitas pajak tangguhan                     283          283          283          283            283
Liabilitas imbalan kerja                    10.382       10.382       10.382       10.382         10.382
Liabilitas sewa                                476          476          476          476            476
Utang bank jangka panjang                        -            -            -            -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang            11.142       11.142       11.142       11.142         11.142
JUMLAH LIABILITAS                           37.235       38.863       39.766       40.247         40.252
EKUITAS
Modal saham                               1.062.655    1.062.655    1.062.655    1.062.655     1.062.655
Tambahan modal disetor                    1.691.690    1.691.690    1.691.690    1.691.690     1.691.690
Saldo laba (defisit)                        738.000      981.682    1.263.780    1.564.611     1.869.745
JUMLAH EKUITAS                            3.492.345    3.736.027    4.018.125    4.318.956     4.624.090
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             3.529.580    3.774.889    4.057.891    4.359.203     4.664.342



                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan        31/12/40     31/12/41     31/12/42     31/12/43     31/12/44

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                 18.244       18.069       17.627       16.039         14.207
Utang lain-lain - pihak berelasi                 -            -            -            -              -
Utang pajak                                  3.952        3.952        3.952        3.952          3.952
Beban akrual                                 6.910        6.910        6.910        6.910          6.910
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             29.106       28.931       28.489       26.901         25.069
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                             -            -            -            -              -
Liabilitas pajak tangguhan                     283          283          283          283            283
Liabilitas imbalan kerja                    10.382       10.382       10.382       10.382         10.382
Liabilitas sewa                                476          476          476          476            476
Utang bank jangka panjang                        -            -            -            -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang            11.142       11.142       11.142       11.142         11.142
JUMLAH LIABILITAS                           40.248       40.073       39.631       38.043         36.211
EKUITAS
Modal saham                               1.062.655    1.062.655    1.062.655    1.062.655     1.062.655
Tambahan modal disetor                    1.691.690    1.691.690    1.691.690    1.691.690     1.691.690
Saldo laba (defisit)                      2.171.355    2.445.389    2.678.359    2.876.911     3.045.832
JUMLAH EKUITAS                            4.925.700    5.199.734    5.432.704    5.631.256     5.800.176
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             4.965.948    5.239.807    5.472.335    5.669.298     5.836.387




                                    73
Page 101
                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan        31/12/45     31/12/46     31/12/47     31/12/48     31/12/49

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                 12.338       10.607        8.707        7.736          7.080
Utang lain-lain - pihak berelasi                 -            -            -            -              -
Utang pajak                                  3.952        3.952        3.952        3.952          3.952
Beban akrual                                 6.910        6.910        6.910        6.910          6.910
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             23.200       21.469       19.569       18.598         17.942
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                             -            -            -            -              -
Liabilitas pajak tangguhan                     283          283          283          283            283
Liabilitas imbalan kerja                    10.382       10.382       10.382       10.382         10.382
Liabilitas sewa                                476          476          476          476            476
Utang bank jangka panjang                        -            -            -            -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang            11.142       11.142       11.142       11.142         11.142
JUMLAH LIABILITAS                           34.342       32.611       30.711       29.740         29.084
EKUITAS
Modal saham                               1.062.655    1.062.655    1.062.655    1.062.655     1.062.655
Tambahan modal disetor                    1.691.690    1.691.690    1.691.690    1.691.690     1.691.690
Saldo laba (defisit)                      3.281.701    3.489.599    3.690.487    3.867.860     4.014.842
JUMLAH EKUITAS                            6.036.046    6.243.944    6.444.832    6.622.205     6.769.187
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             6.070.387    6.276.555    6.475.542    6.651.944     6.798.270



                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan        31/12/50     31/12/51     31/12/52     31/12/53     31/12/54

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                  6.639        6.215        5.709        5.390          5.173
Utang lain-lain - pihak berelasi                 -            -            -            -              -
Utang pajak                                  3.952        3.952        3.952        3.952          3.952
Beban akrual                                 6.910        6.910        6.910        6.910          6.910
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             17.501       17.077       16.571       16.252         16.035
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                             -            -            -            -              -
Liabilitas pajak tangguhan                     283          283          283          283            283
Liabilitas imbalan kerja                    10.382       10.382       10.382       10.382         10.382
Liabilitas sewa                                476          476          476          476            476
Utang bank jangka panjang                        -            -            -            -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang            11.142       11.142       11.142       11.142         11.142
JUMLAH LIABILITAS                           28.643       28.219       27.713       27.394         27.177
EKUITAS
Modal saham                               1.062.655    1.062.655    1.062.655    1.062.655     1.062.655
Tambahan modal disetor                    1.691.690    1.691.690    1.691.690    1.691.690     1.691.690
Saldo laba (defisit)                      4.137.275    4.248.030    4.357.936    4.470.353     4.569.827
JUMLAH EKUITAS                            6.891.620    7.002.375    7.112.281    7.224.697     7.324.172
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             6.920.263    7.030.594    7.139.994    7.252.091     7.351.348




                                    74
Page 102
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/55     31/12/56     31/12/57     31/12/58

            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Utang usaha                                  4.922        4.145        2.855               -
            Utang lain-lain - pihak berelasi                 -            -            -               -
            Utang pajak                                  3.952        3.952        3.952               -
            Beban akrual                                 6.910        6.910        6.910               -
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             15.784       15.007       13.717               -
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Utang pihak berelasi                             -            -            -              -
            Liabilitas pajak tangguhan                     283          283          283            283
            Liabilitas imbalan kerja                    10.382       10.382       10.382              -
            Liabilitas sewa                                476          476          476            476
            Utang bank jangka panjang                        -            -            -              -
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang            11.142       11.142       11.142            760
            JUMLAH LIABILITAS                           26.926       26.148       24.859            760
            EKUITAS
            Modal saham                               1.062.655    1.062.655    1.062.655     1.062.655
            Tambahan modal disetor                    1.691.690    1.691.690    1.691.690     1.691.690
            Saldo laba (defisit)                      4.639.485    4.669.538    4.650.197     4.635.638
            JUMLAH EKUITAS                            7.393.829    7.423.883    7.404.541     7.389.983
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             7.420.755    7.450.031    7.429.400     7.390.743




IX.C.   Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

        Terminal value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih (AKB) periode kekal
        dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai dengan tingkat diskonto. Namun demikian,
        mengingat usaha yang dijalankan oleh HKI yang dinilai akan sangat tergantung
        pada siklus tanam atas tanaman perkebunan karet yang dimiliki oleh HKI, maka
        terminal value dalam penilaian ini diasumsikan nol atau tidak ada.

IX.D.   Penentuan Arus Kas Bersih

        Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
        pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
        to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
        perusahaan (free cash flow to firm).

        Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
        bisnis adalah AKB untuk kapital.

        Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
        kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
        mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
        untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
        melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
        dengan cara langsung.




                                                75
Page 103
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2058 adalah sebagai berikut:
Tabel 24
PT Hutan Ketapang Industri
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2058

                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/25      31/12/26         31/12/27      31/12/28      31/12/29
                    Keterangan
                                                       (6 Bulan)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                              124.074          321.862       394.085       513.674       564.870
Pembayaran kas kepada pemasok                             (118.187)        (103.690)     (114.758)     (124.647)     (134.407)
Pembayaran beban usaha                                     (72.478)         (75.850)      (75.670)      (74.878)      (70.810)
Pembayaran beban pajak penghasilan                               -                -             -             -             -
Pembayaran lain-lain                                             -                -             -             -             -
Penambahan aset tetap                                      (15.556)         (27.947)      (32.251)      (39.415)      (29.725)
Penambahan hutan tanaman industri                          (21.539)         (41.998)      (73.710)     (113.646)     (141.458)
Arus kas bersih                                           (103.687)         72.377         97.695       161.088       188.471



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/30      31/12/31         31/12/32      31/12/33      31/12/34
                    Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                              597.563          627.070       646.814       654.517       661.717
Pembayaran kas kepada pemasok                             (143.982)        (153.023)     (155.692)     (159.472)     (167.292)
Pembayaran beban usaha                                     (72.640)         (74.281)      (74.072)      (76.740)      (82.643)
Pembayaran beban pajak penghasilan                               -          (49.502)      (56.643)      (57.388)      (56.771)
Pembayaran lain-lain                                             -                -             -             -             -
Penambahan aset tetap                                      (18.566)         (17.552)      (17.359)      (14.466)       (8.679)
Penambahan hutan tanaman industri                          (55.328)         (51.428)      (46.930)      (39.160)      (29.227)
Arus kas bersih                                            307.047         281.284        296.118       307.291       317.104



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/35      31/12/36         31/12/37      31/12/38      31/12/39
                    Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                              702.170          778.201       848.404       891.260       899.735
Pembayaran kas kepada pemasok                             (181.544)        (200.678)     (212.245)     (218.441)     (218.969)
Pembayaran beban usaha                                     (91.431)        (100.954)     (101.580)     (101.179)     (100.954)
Pembayaran beban pajak penghasilan                         (59.920)         (68.731)      (79.566)      (84.850)      (86.063)
Pembayaran lain-lain                                             -                -             -             -             -
Penambahan aset tetap                                            -                -             -             -             -
Penambahan hutan tanaman industri                          (14.988)               -             -             -             -
Arus kas bersih                                            354.287         407.837        455.013       486.790       493.748



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/40      31/12/41         31/12/42      31/12/43      31/12/44
                    Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                              896.018          861.308       805.059       742.311       669.068
Pembayaran kas kepada pemasok                             (218.935)        (217.008)     (211.966)     (194.053)     (172.312)
Pembayaran beban usaha                                    (101.071)        (101.179)     (100.954)     (101.580)      (86.995)
Pembayaran beban pajak penghasilan                         (85.069)         (77.292)      (65.709)      (56.002)      (47.644)
Pembayaran lain-lain                                             -                -             -             -             -
Penambahan aset tetap                                            -                -             -             -             -
Penambahan hutan tanaman industri                                -                -             -             -             -
Arus kas bersih                                            490.943         465.829        426.430       390.676       362.117




                                                  76
Page 104
                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                         31/12/45      31/12/46      31/12/47      31/12/48      31/12/49
                            Keterangan
                                                         (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
        Penerimaan kas dari pelanggan                       584.628       513.175       466.263       417.896        366.400
        Pembayaran kas kepada pemasok                      (149.922)     (129.019)     (106.383)      (93.800)       (85.613)
        Pembayaran beban usaha                              (75.103)      (64.454)      (53.053)      (47.404)       (44.486)
        Pembayaran beban pajak penghasilan                  (66.527)      (58.638)      (56.661)      (50.028)       (41.456)
        Pembayaran lain-lain                                      -             -             -             -              -
        Penambahan aset tetap                                     -             -             -             -              -
        Penambahan hutan tanaman industri                         -             -             -             -              -
        Arus kas bersih                                     293.075       261.064       250.166       226.663        194.844



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                         31/12/50      31/12/51      31/12/52      31/12/53      31/12/54
                            Keterangan
                                                         (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
        Penerimaan kas dari pelanggan                       324.339       297.978       284.984       280.956        260.427
        Pembayaran kas kepada pemasok                       (80.111)      (75.007)      (69.014)      (64.995)       (62.290)
        Pembayaran beban usaha                              (41.762)      (39.239)      (36.529)      (34.838)       (33.597)
        Pembayaran beban pajak penghasilan                  (34.532)      (31.238)      (30.999)      (31.707)       (28.057)
        Pembayaran lain-lain                                      -             -             -             -              -
        Penambahan aset tetap                                     -             -             -             -              -
        Penambahan hutan tanaman industri                         -             -             -             -              -
        Arus kas bersih                                     167.933       152.494       148.442       149.415        136.483



                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                         31/12/55      31/12/56      31/12/57      31/12/58
                            Keterangan
                                                         (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
        Penerimaan kas dari pelanggan                       214.472       142.747        54.453         13.512
        Pembayaran kas kepada pemasok                       (59.315)      (50.512)      (35.550)       (19.131)
        Pembayaran beban usaha                              (32.774)      (28.387)      (21.330)        (7.679)
        Pembayaran beban pajak penghasilan                  (19.647)       (8.477)            -              -
        Pembayaran lain-lain                                      -             -             -         (8.654)
        Penambahan aset tetap                                     -             -             -              -
        Penambahan hutan tanaman industri                         -             -             -              -
        Arus kas bersih                                     102.736        55.371        (2.427)       (21.950)




IX.E.   Tingkat Diskonto

        Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
        biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
        ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

        WACC          =    (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

        Dimana:

        ke            =    Biaya modal ekuitas/saham biasa
        kd            =    Biaya modal utang
        We            =    Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
        Wd            =    Bobot utang dalam struktur kapital
        t             =    Pajak penghasilan perusahaan




                                                  77
Page 105
IX.E.1.   Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan expanded capital asset pricing model (CAPM)
          dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

          ke        =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Dimana:

          ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                        biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                        free rate)
          β         =   Beta
          RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                        premium)
          RBDS      =   Rating-based default spread

          Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
          memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
          dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
          Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Juni 2025, maka
          instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
          dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 30 tahun dengan tingkat yield rata-
          rata sebesar 7,03% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan
          angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

          RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
          balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
          memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
          seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
          premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
          yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
          pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
          tingkat premi risiko sebesar 7,03%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
          (New York University Business School) tahun 2024 yang dikeluarkan pada bulan
          Juli 2025.

          Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
          biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
          digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
          sebesar 1,87 digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

          Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
          dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.




                                             78
Page 106
          Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
          Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2024
          sebesar 0,52 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
          pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB HKI tersebut
          dengan formula sebagai berikut:

          βL            =   βU x (1 + (1-T) x DER)

          Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
          perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 64,76% untuk memperoleh beta
          HKI. Tarif pajak yang digunakan untuk HKI sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
          umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2025 – 2030, sebesar 20,39% untuk
          tahun 2031, sebesar 22,00% untuk tahun 2032 – 2056, dan sebesar 0,00% untuk
          tahun 2057 – 2058. Dengan demikian, maka diperoleh beta HKI sebesar 0,85%
          untuk tahun 2025 – 2030, sebesar 0,78 untuk tahun 2031 – 2056, dan sebesar
          0,85 untuk tahun 2057 – 2058, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

          βL2025-2030   =   0,52 x (1 + (1 – 0,00%) x 64,76%) = 0,85
          βL2031        =   0,52 x (1 + (1 – 20,39%) x 64,76%) = 0,78
          βL2032-2056   =   0,52 x (1 + (1 – 22,00%) x 64,76%) = 0,78
          βL2057-2058   =   0,52 x (1 + (1 – 0,00%) x 64,76%) = 0,85

          Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
          dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,87%, diperoleh
          biaya modal atas ekuitas HKI sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
          ini:

          Ke2025-2030   =   7,03% + 0,85 x 7,03% – 1,87% = 11,12%
          Ke2031        =   7,03% + 0,78 x 7,03% – 1,87% = 10,64%
          Ke2032-2056   =   7,03% + 0,78 x 7,03% – 1,87% = 10,60%
          Ke2057-2058   =   7,03% + 0,85 x 7,03% – 1,87% = 11,12%

IX.E.2.   Biaya Modal untuk Utang

          Karena perhitungan nilai ekuitas HKI dilakukan dengan mendiskonto tingkat
          balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
          invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
          yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
          pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
          ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

          Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
          pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
          bank Persero untuk bulan Juni 2025 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
          sebesar 8,96%.




                                               79
Page 107
IX.E.3.   Weighted Average Cost of Capital

          Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
          sebesar 60,69%, dan bobot utang sebesar 39,31%, yang diolah dari data rata-rata
          DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
          berlaku untuk HKI sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
          0,00% untuk tahun 2025 – 2030, sebesar 20,39% untuk tahun 2031, sebesar
          22,00% untuk tahun 2032 – 2056, dan sebesar 0,00% untuk tahun 2057 – 2058,
          maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai berikut:

          WACC                         = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
          WACC2025-2030                = (11,12% x 60,69%) + (8,96% x [1 – 0,00%] x 39,31%) = 10,27%
          WACC2031                     = (10,64% x 60,69%) + (8,96% x [1 – 20,39%] x 39,31%) = 9,26%
          WACC2032-2056                = (10,60% x 60,69%) + (8,96% x [1 – 22,00%] x 39,31%) = 9,18%
          WACC2057-2058                = (11,12% x 60,69%) + (8,96% x [1 – 0,00%] x 39,31%) = 10,27%

IX.F.     Perhitungan Nilai Pasar HKI

          Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi HKI
          untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2058 adalah
          sebagai berikut:
          Tabel 25
          PT Hutan Ketapang Industri
          Indikasi Nilai Kini Operasi
          Per 30 Juni 2025

                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                            31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29
                                   Keterangan
                                                            (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                                     (103.687)       72.377       97.695      161.088        188.471
          Faktor diskonto                                       0,9523        0,8636       0,7832       0,7103         0,6441
          Nilai kini arus kas bersih                           (98.741)       62.505       76.515      114.421        121.394



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
                                   Keterangan
                                                            (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                                      307.047       281.284      296.118      307.291        317.104
          Faktor diskonto                                       0,5841        0,5346       0,4896       0,4484         0,4107
          Nilai kini arus kas bersih                           179.346       150.374      144.979      137.789        130.235



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             31/12/35      31/12/36     31/12/37     31/12/38      31/12/39
                                   Keterangan
                                                            (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                                      354.287       407.837      455.013      486.790        493.748
          Faktor diskonto                                       0,3762        0,3446       0,3156       0,2891         0,2648
          Nilai kini arus kas bersih                           133.283       140.541      143.602      140.731        130.744




                                                       80
Page 108
                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/40     31/12/41     31/12/42       31/12/43      31/12/44
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                                490.943      465.829      426.430        390.676        362.117
Faktor diskonto                                 0,2425       0,2221       0,2034         0,1863         0,1706
Nilai kini arus kas bersih                     119.054      103.461        86.736         72.783        61.777



                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/45     31/12/46     31/12/47       31/12/48      31/12/49
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                                293.075      261.064      250.166        226.663        194.844
Faktor diskonto                                 0,1563       0,1432       0,1312         0,1202         0,1101
Nilai kini arus kas bersih                      45.808       37.384        32.822         27.245        21.452



                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/50     31/12/51     31/12/52       31/12/53      31/12/54
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                                167.933      152.494      148.442        149.415        136.483
Faktor diskonto                                 0,1008       0,0923       0,0845         0,0774         0,0709
Nilai kini arus kas bersih                      16.928       14.075        12.543         11.565         9.677



                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/55     31/12/56     31/12/57      31/12/58
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                                102.736       55.371        (2.427)       (17.450)
Faktor diskonto                                 0,0649       0,0594        0,0539         0,0489
Nilai kini arus kas bersih                       6.668        3.289          (131)          (853)
Indikasi nilai kini operasi                  2.390.000




Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 2,39 triliun untuk tingkat
diskonto sebesar 10,27% untuk tahun 2025 – 2030, 9,26% untuk tahun 2031,
9,18% untuk tahun 2032 – 2056, dan 10,27% untuk tahun 2057 – 2058. Nilai
tersebut merupakan indikasi nilai HKI dari hasil operasi berdasarkan metode
diskonto arus kas.

Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar HKI.

Pada tanggal 30 Juni 2025, HKI memiliki aset non-operasi berupa kas dan setara
kas sebesar Rp 1,85 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
Rp 1,85 miliar.

Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, HKI memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu utang lain-lain – pihak berelasi, utang pihak berelasi, dan utang bank jangka
panjang masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun, Rp 0,65 triliun, dan Rp 0,17 triliun.
Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada
indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar Rp 0,85 triliun.




                                       81
Page 109
        Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
        panjang tersebut pada indikasi nilai operasi HKI dari hasil operasi, maka
        berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
        100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 1,54 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 1,08 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
        80,00% saham HKI berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
        Rp 0,86 triliun. Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, HKI memiliki Utang dan
        Pinjaman masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan Rp 0,50 triliun. Dengan
        demikian, nilai pasar 80,00% saham HKI berdasarkan metode diskonto arus kas
        dan Utang serta Pinjaman adalah sebesar Rp 1,39 triliun.

        Perincian perhitungan nilai pasar 80,00% saham HKI dan Utang serta Pinjaman
        dengan menggunakan metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:

        Tabel 26
        PT Hutan Ketapang Industri
        Nilai Pasar 80,00% Saham dan Utang serta Pinjaman
        Metode Diskonto Arus Kas
        Per 30 Juni 2025

                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                         Keterangan                                    Jumlah

        Indikasi nilai kini operasi                                                     2.390.000
        Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
          Kas dan setara kas                                                                1.847
          Utang lain-lain pihak berelasi                                                  (30.350)
          Utang pihak berelasi                                                           (650.308)
          Utang bank jangka panjang                                                      (171.062)
        Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar              1.540.126
        Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                 (462.038)
        Nilai pasar 100,00% saham                                                       1.078.089
        Nilai pasar 80,00% saham                                                          862.482
        Utang                                                                              26.954
        Pinjaman                                                                          504.381
        Nilai pasar 80,00% saham dan utang serta pinjaman                               1.393.817



IX.G.   Nilai Pasar 80,00% Saham HKI dan Utang serta Pinjaman Berdasarkan
        Metode Diskonto Arus Kas

        Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
        100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 1,54 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 1,08 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
        80,00% saham HKI berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
        Rp 0,86 triliun. Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, HKI memiliki Utang dan
        Pinjaman masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan Rp 0,50 triliun. Dengan
        demikian, nilai pasar 80,00% saham HKI berdasarkan metode diskonto arus kas
        dan Utang serta Pinjaman adalah sebesar Rp 1,39 triliun.




                                                          82
Page 110
IX.H.   Nilai Pasar 80,00% Saham HKI dan Utang serta Pinjaman Berdasarkan
        Metode Penyesuaian Aset Bersih

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, salah satu metode yang digunakan
        untuk menentukan nilai pasar 80,00% saham HKI dan Utang serta Pinjaman
        adalah metode penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian
        yang didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua
        komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
        untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
        kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar aset tetap
        yang telah dinilai oleh KJPP IBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00151/2.0047-05/PI/01/0500/1/IX/2025 tanggal 18 September 2025, di mana
        nilai pasar atas aset tetap pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
        Rp 3,16 triliun.

        Apabila nilai pasar atas aset tetap tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
        keuangan, maka jumlah aset HKI adalah sebesar Rp 3,19 triliun, sedangkan
        jumlah liabilitas HKI adalah tetap, yaitu sebesar Rp 2,27 triliun.

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham HKI kemudian diperoleh dengan menghitung
        selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
        100,00% saham HKI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 2,27 triliun. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham HKI adalah sebesar Rp 1,59 triliun. Dengan demikian, nilai pasar
        80,00% saham HKI berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar
        Rp 1,27 triliun. Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, HKI memiliki Utang dan
        Pinjaman masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan Rp 0,50 triliun. Dengan
        demikian, nilai pasar 80,00% saham HKI berdasarkan metode penyesuaian aset
        bersih dan Utang dan Pinjaman adalah sebesar Rp 1,80 triliun.




                                            83
Page 111
Perincian perhitungan nilai pasar 80,00% saham HKI dan Utang serta Pinjaman
dengan menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 27
PT Hutan Ketapang Industri
Nilai Pasar 80,00% Saham dan Utang serta Pinjaman
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/25      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                         1.847                 -          1.847
Piutang usaha                                                              2.384                 -          2.384
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                           1.562                 -          1.562
Persediaan                                                                10.357                 -         10.357
Aset biologis                                                                671                 -            671
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                        2.266                 -          2.266
Jumlah Aset Lancar                                                        19.088                 -         19.088
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri                                                 2.885.134        142.880          3.028.014
Aset tetap                                                               107.569         32.170            139.739
Aset hak guna                                                                580              -                580
Aset takberwujud                                                             702              -                702
Aset tidak lancar lainnya                                                     28              -                 28
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               2.994.012        175.051          3.169.063
JUMLAH ASET                                                            3.013.100        175.051          3.188.151
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               36.630                 -         36.630
Utang lain-lain pihak berelasi                                            30.350                 -         30.350
Utang pajak                                                                3.952                 -          3.952
Beban akrual                                                               6.910                 -          6.910
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                             71                 -             71
  Utang bank jangka panjang                                               10.377                 -         10.377
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           88.290                 -         88.290
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                     650.308                 -        650.308
Liabilitas pajak tangguhan                                                   283                 -            283
Liabilitas imbalan kerja                                                  10.382                 -         10.382
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo
  dalam satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                            406                 -            406
  Utang bank jangka panjang                                              171.062                 -        171.062
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         832.441                 -        832.441
JUMLAH LIABILITAS                                                        920.731                 -        920.731
EKUITAS                                                                2.092.370        175.051          2.267.420
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          3.013.100        175.051          3.188.151

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                       2.267.420
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                          (680.226)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                1.587.194
Nilai pasar 80,00% saham                                                                                 1.269.772
Utang                                                                                                       26.954
Pinjaman                                                                                                   504.381
Nilai pasar 80,00% saham dan utang serta pinjaman                                                        1.801.107




                                                   84
Page 112
IX.I.   Rekonsiliasi Nilai

        Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
        yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
        pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
        masing-masing dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        30,00% untuk metode penyesuaian aset bersih.

        Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        30,00% untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi
        yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan untuk
        menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
        memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
        informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih.

        Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
        Penilaian adalah sebesar Rp 1,52 triliun.

        Tabel 28
        PT Hutan Ketapang Industri
        Rekonsiliasi Nilai
        Per 30 Juni 2025

                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                         Metode Penilaian                 Nilai Pasar     Bobot             Nilai

        Metode Diskonto Arus Kas                              1.393.817      70,00%            975.672
        Metode Penyesuaian Aset Bersih                        1.801.107      30,00%            540.332
        Nilai Pasar Saham dan Utang serta Pinjaman                          100,00%          1.516.004



        Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
        dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
        mengenai tingkat penjualan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang
        dikembangkan pihak manajemen HKI melalui analisis atas kinerja historis dan
        pernyataan manajemen HKI mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan
        datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
        asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
        wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
        tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
        nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
        asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan
        bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

IX.J.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 1,52 triliun.




                                                     85
Page 113
PT Hutan Ketapang Industri                                                                          Lampiran A
Nilai Pasar 80,00% Saham dan Utang serta Pinjaman
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2025

                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       Faktor               Nilai Kini
            Tahun                        Arus Kas Bersih
                                                                      Diskonto           Arus Kas Bersih
             2025                                         (103.687)             0,9523                 (98.741)
             2026                                           72.377              0,8636                  62.505
             2027                                           97.695              0,7832                  76.515
             2028                                          161.088              0,7103                 114.421
             2029                                          188.471              0,6441                 121.394
             2030                                          307.047              0,5841                 179.346
             2031                                          281.284              0,5346                 150.374
             2032                                          296.118              0,4896                 144.979
             2033                                          307.291              0,4484                 137.789
             2034                                          317.104              0,4107                 130.235
             2035                                          354.287              0,3762                 133.283
             2036                                          407.837              0,3446                 140.541
             2037                                          455.013              0,3156                 143.602
             2038                                          486.790              0,2891                 140.731
             2039                                          493.748              0,2648                 130.744
             2040                                          490.943              0,2425                 119.054
             2041                                          465.829              0,2221                 103.461
             2042                                          426.430              0,2034                  86.736
             2043                                          390.676              0,1863                  72.783
             2044                                          362.117              0,1706                  61.777
             2045                                          293.075              0,1563                  45.808
             2046                                          261.064              0,1432                  37.384
             2047                                          250.166              0,1312                  32.822
             2048                                          226.663              0,1202                  27.245
             2049                                          194.844              0,1101                  21.452
             2050                                          167.933              0,1008                  16.928
             2051                                          152.494              0,0923                  14.075
             2052                                          148.442              0,0845                  12.543
             2053                                          149.415              0,0774                  11.565
             2054                                          136.483              0,0709                   9.677
             2055                                          102.736              0,0649                   6.668
             2056                                           55.371              0,0594                   3.289
             2057                                           (2.427)             0,0539                    (131)
             2058                                          (21.950)             0,0489                  (1.073)
           Nilai sisa                                        4.500              0,0489                     220
Nilai kini arus kas bersih                                                                           2.390.000
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan setara kas                                                                                     1.847
  Utang                                                                                                (30.350)
  Pinjaman                                                                                            (650.308)
  Utang bank jangka panjang                                                                           (171.062)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                   1.540.126
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                      (462.038)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                            1.078.089
Nilai pasar 80,00% saham                                                                               862.482
Utang                                                                                                   26.954
Pinjaman                                                                                               504.381
Nilai pasar 80,00% saham dan utang serta pinjaman                                                    1.393.817




                                                             86
Page 114
PT Hutan Ketapang Industri                                                                              Lampiran B
Nilai Pasar 80,00% Saham dan Utang serta Pinjaman
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/25      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                         1.847                 -          1.847
Piutang usaha                                                              2.384                 -          2.384
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                           1.562                 -          1.562
Persediaan                                                                10.357                 -         10.357
Aset biologis                                                                671                 -            671
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                        2.266                 -          2.266
Jumlah Aset Lancar                                                        19.088                 -         19.088
ASET TIDAK LANCAR
Hutan tanaman industri                                                 2.885.134        142.880          3.028.014
Aset tetap                                                               107.569         32.170            139.739
Aset hak guna                                                                580              -                580
Aset takberwujud                                                             702              -                702
Aset tidak lancar lainnya                                                     28              -                 28
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               2.994.012        175.051          3.169.063
JUMLAH ASET                                                            3.013.100        175.051          3.188.151
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               36.630                 -         36.630
Utang lain-lain pihak berelasi                                            30.350                 -         30.350
Utang pajak                                                                3.952                 -          3.952
Beban akrual                                                               6.910                 -          6.910
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                             71                 -             71
  Utang bank jangka panjang                                               10.377                 -         10.377
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           88.290                 -         88.290
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                     650.308                 -        650.308
Liabilitas pajak tangguhan                                                   283                 -            283
Liabilitas imbalan kerja                                                  10.382                 -         10.382
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo
  dalam satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                            406                 -            406
  Utang bank jangka panjang                                              171.062                 -        171.062
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         832.441                 -        832.441
JUMLAH LIABILITAS                                                        920.731                 -        920.731
EKUITAS                                                                2.092.370        175.051          2.267.420
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          3.013.100        175.051          3.188.151

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                       2.267.420
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                          (680.226)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                1.587.194
Nilai pasar 80,00% saham                                                                                 1.269.772
Utang                                                                                                       26.954
Pinjaman                                                                                                   504.381
Nilai pasar 80,00% saham dan utang serta pinjaman                                                        1.801.107




                                                         87
Page 115
PT Hutan Ketapang Industri                                                          Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2025

                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                 Metode Penilaian                 Nilai Pasar     Bobot             Nilai

Metode Diskonto Arus Kas                              1.393.817      70,00%            975.672
Metode Penyesuaian Aset Bersih                        1.801.107      30,00%            540.332
Nilai Pasar Saham dan Utang serta Pinjaman                          100,00%          1.516.004




                                             88

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.11 MB
Published26 Nov 2025
Pages115
Characters355,999
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SAMPOERNA AGRO Tbk p.1 ×29
linked org PT Sungai Menang p.3 ×7
linked org Astra Agro Lestari Tbk p.24 ×20
linked org Salim Ivomas Pratama Tbk p.24 ×20
linked person Eka Dharmajanto Kasih p.33 ×2
linked person Heri Harjanto p.33 ×2
linked person Hero Djajakusumah p.33 ×2
linked org Bakrie Sumatera Plantations Tbk p.45 ×2
linked org Negara Maju p.53 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Purwanto p.7 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×6
possible person Dwi Asmono p.33 ×2
unresolved org PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI DAN UTANG LAIN-LAIN PIHAK p.1
unresolved org PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI p.1 ×28
unresolved org PT LANANG AGRO BERSATU SERTA UTANG PIHAK BERELASI p.1
unresolved org PT Lanang Agro Bersatu p.2 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Plantations Pte. Ltd. p.3 ×2
unresolved org Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK. p.3 ×5
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. SK. p.3 ×3
unresolved org PT Hutan Ketapang Indonesia p.7 ×12
unresolved org PSSU p.7 ×5
unresolved org PSS p.8 ×10
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.8 ×2
unresolved org PT Kertas Basuki Rachmat Atas Areal Hutan Produksi p.8 ×2
unresolved org PT Basuki Rachmat p.8 ×2
unresolved person Akta Notaris Selly Suwignyo S.H. p.8 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×11
unresolved org KJPP Kusnanto p.15 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.15
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.15
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.20
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Per p.23 ×8
unresolved org Bank Sentral p.23 ×2
unresolved org Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk p.24 ×16
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Metode Diskonto Arus Kas p.25 ×2
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Metode Penyesuaian Aset Bersih p.25 ×2
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Tahun p.26 ×2
unresolved org Menteri Lingkungan p.28 ×5
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri HKI p.32 ×2
unresolved person Akta Notaris Aulia Taufani p.32 ×2
unresolved person Sutjipto p.32 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.32 ×4
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Daftar Kepemilikan p.33 ×2
unresolved org KJPP Iwan Bachron & Rekan p.42
unresolved org PT Hextar Fertilizer Indonesia p.44
unresolved org PT Fertilizer Inti Technology p.44
unresolved org PT Prima Karya Berjaya p.44
unresolved org PT Claudiant Oleum Pratama p.44
unresolved org PT Bintang Borneo Persada p.45
unresolved org PT Kirana Permata. II. p.45
unresolved org PT Perkebunan Nusantara. II. p.45
unresolved org Kementerian Pertanian Republik Indonesia p.65
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Rasio-rasio Keuangan Per p.76
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Berikut p.77
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Analisis Common Size p.77 ×2
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Proyeksi Penjualan Tahun p.92
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Proyeksi Beban Pokok Penjualan p.93
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Proyeksi p.94 ×2
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Proyeksi Arus Kas Bersih p.103
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Indikasi Nilai Kini Operasi p.107
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Nilai Pasar p.109 ×2
unresolved org KJPP IBR p.110
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Rekonsiliasi Nilai Per p.112

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 18201 ms 12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result