Skip to content
Back to announcement

20251126_SGRO_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31987947_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review SGRO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 83

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
   PT SAMPOERNA AGRO Tbk

       TRANSAKSI HKI

      NOVEMBER 2025
Page 2
No. : 00171/2.0162-00/BS/01/0153/1/XI/2025                             24 November 2025



Kepada Yth.

PT SAMPOERNA AGRO Tbk
Jl. Basuki Rahmat No. 788, Palembang
Sumatera Selatan 30128

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI


Dengan hormat,

PT Sampoerna Agro Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”), PT Sungai Menang (selanjutnya
disebut “SM”), Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “SAR”), dan
PT Lanang Agro Bersatu (selanjutnya disebut “LAB”) telah melakukan transaksi dengan
rincian sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 02 tanggal 24 November 2025 (selanjutnya disebut
    “Akta No. 02”), yang dibuat di hadapan Ernita Meilani, S.H., LL.M., M.Kn., Notaris di
    Jakarta, SM telah menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan atas
    850.135 lembar saham atau setara dengan 80,00% saham PT Hutan Ketapang Indonesia
    (selanjutnya disebut “HKI”) kepada SAR, dengan nilai transaksi sebesar
    Rp 990,00 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi Divestasi”).

•   Pada tanggal 24 November 2025, LAB dan SAR telah menandatangani Perjanjian
    Pengalihan (selanjutnya disebut “PPP”), di mana LAB telah menyetujui untuk mengalihkan
    hak, manfaat dan kepemilikan pada dan atas semua piutang, pembayaran, atau uang
    yang terutang HKI kepada SAR, dengan nilai transaksi sebesar jumlah terutang HKI
    (selanjutnya disebut “Transaksi Pengalihan”).

•   Pada tanggal 24 November 2025, Perseroan dan SAR telah menandatangani Perjanjian
    Novasi (selanjutnya disebut “PN”), di mana Perseroan telah menyetujui untuk
    menovasikan kepada SAR semua hak, kepemilikan, kewajiban, dan kepentingan atas
    utang HKI kepada Perseroan, dengan nilai transaksi sebesar jumlah utang dan bunga
    berjalan yang tercantum dalam buku HKI (selanjutnya disebut “Transaksi Novasi”).
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi Divestasi,
Transaksi Pengalihan, dan Transaksi Novasi merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak
dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Transaksi HKI”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada SM dengan struktur kepemilikan
sebagai berikut:


                                       Perseroan


                                  99,99%             99,99%

                                 LAB
                                                     SM
                               SM 0,01%

                                                      80,00%


                                                     HKI




Sehubungan dengan Transaksi HKI tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR”
atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/250707-003 tanggal 7 Juli 2025 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor
jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”)
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi HKI.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha grup Perseroan adalah bergerak dalam bidang aktivitas perusahaan holding,
perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit,
pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di
Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola
perkebunannya sendiri, Perseroan dan entitas anak tertentu juga mengembangkan
perkebunan plasma dan membina kerja sama dengan petani plasma. Perseroan berdomisili
di Jalan Basuki Rahmat Nomor 788, Palembang, Sumatera Selatan 30128, dengan nomor
telepon: (0711) 813 388, nomor faksimile: (0711) 811 585, dan website:
www.sampoernaagro.com.




                                            2
Page 4
HKI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan industri karet remah dan bidang
kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat. Berdasarkan Keputusan Menteri
Kehutanan Republik Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021, HKI
memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri
(selanjutnya disebut “IUPHHK-HTI”) atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.

Perubahan iklim dunia dan isu kelestarian lingkungan merupakan salah satu faktor yang
memengaruhi penurunan prospek industri karet dunia. Implementasi kebijakan yang menuntut
rantai pasok bebas deforestasi semakin memperumit akses pasar jika tidak diikuti dengan
praktik yang ramah lingkungan dan berbagai keunggulan karet sintetis, serta melemahnya
permintaan global, berdampak pada penurunan permintaan karet alam yang pada akhirnya
memengaruhi penurunan harga karet.

Kekuatan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil karet alam terbesar di dunia
menghadapi berbagai tantangan antara lain penurunan daya saing ekspor dan produktivitas
karena tren alih fungsi lahan sebagai dampak harga komoditas karet yang kurang kompetitif,
permasalahan peremajaan tanaman karet serta penyakit gugur daun yang tidak kunjung
teratasi juga memengaruhi konversi lahan karet ke komoditas lainnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai dampak tersebut dan kinerja keuangan HKI yang
belum dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan serta proyeksi
kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM telah melakukan Transaksi HKI.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, sehubungan dengan
Transaksi Divestasi, pada tanggal 18 November 2025, SM dan SAR telah menandatangani
Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (selanjutnya disebut “PJBSB”).

Berdasarkan laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
Purwanto Susanti dan Surja (selanjutnya disebut “PSSU”), HKI memiliki utang lain-lain pihak
berelasi kepada LAB (selanjutnya disebut “Utang”) dan utang pihak berelasi kepada
Perseroan (selanjutnya disebut “Pinjaman”), masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun dan
Rp 0,50 triliun.

Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Transaksi Divestasi menjadi
efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi liabilitas pada perbankan dan
menurunkan beban keuangan Perseroan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan.




                                            3
Page 5
Setelah Transaksi HKI menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan menggunakan dana yang diperoleh dari
hasil Transaksi Divestasi untuk melakukan investasi yang dapat memberikan tingkat balikan
yang lebih tinggi dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.

Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha
perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi
bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang
dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
yang akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk mengalokasikan
sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis yang lebih strategis. Dengan
demikian, selain melakukan Transaksi HKI, Perseroan juga melakukan restrukturisasi
kepemilikan pada PT National Sago Prima (selanjutnya disebut “NSP”), di mana berdasarkan
Akta Jual Beli Saham No. 07 tanggal 19 November 2025 (selanjutnya disebut “Akta No. 07”)
dan Akta Jual Beli Saham No. 08 tanggal 19 November 2025 (selanjutnya disebut “Akta No.
08”), yang masing-masing dibuat di hadapan Selly Suwignyo, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
PT Sampoerna Bio Fuels (selanjutnya disebut “SBF”) dan SM telah menyetujui untuk menjual,
memindahkan, dan menyerahkan saham NSP sejumlah 2.859.900 dan 9.800 lembar saham
yang masing-masing mewakili 99,66% dan 0,34% dari modal saham yang ditempatkan dan
disetor NSP masing-masing kepada SAR dan PT Sampoerna Strategic (selanjutnya disebut
“SS”) dengan keseluruhan nilai transaksi sebesar Rp 316,01 miliar (selanjutnya disebut
“Transaksi NSP”).

Transaksi HKI dan Transaksi NSP selanjutnya secara bersama-sama disebut “Transaksi”.

Alasan dilakukannya Transaksi HKI adalah sebagai berikut:

•   Dengan mempertimbangkan berbagai dampak atas melemahnya permintaan global,
    penurunan permintaan karet alam dan harga karet, serta penurunan produktivitas karet
    alam, dan kinerja keuangan HKI yang belum dapat mendukung peningkatan kinerja
    keuangan konsolidasi Perseroan serta proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban
    keuangan HKI, SM telah menyetujui untuk melakukan Transaksi Divestasi.

•   Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Transaksi Divestasi menjadi
    efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi liabilitas pada perbankan dan
    menurunkan beban keuangan Perseroan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan menggunakan dana yang diperoleh
    dari hasil Transaksi Divestasi untuk melakukan investasi yang dapat memberikan tingkat
    balikan yang lebih tinggi dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai
    tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                            4
Page 6
•   Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha
    perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi
    bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis kelapa sawit
    yang dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
    pada masa yang akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk
    mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis yang lebih
    strategis.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi HKI bukan
merupakan transaksi afiliasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”.

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Mirawati Sensi Idris (selanjutnya disebut “MSI”), jumlah ekuitas,
jumlah aset, penjualan, dan laba periode berjalan Perseroan masing-masing adalah sebesar
Rp 6,11 triliun, Rp 10,31 triliun, Rp 3,29 triliun, dan Rp 0,51 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP Purwanto, Susanti dan Surja (selanjutnya disebut
“PSSU”), jumlah aset, penjualan, dan rugi periode berjalan HKI masing-masing adalah
sebesar Rp 3,01 triliun, Rp 0,05 triliun, dan Rp 0,10 triliun. Selanjutnya, berdasarkan APS,
PPP, dan PN keseluruhan nilai transaksi atas Transaksi HKI tersebut adalah sebesar
Rp 1,52 triliun.

Dengan demikian, nilai transaksi atas Transaksi HKI tersebut mencerminkan lebih dari
20,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2025 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi HKI merupakan transaksi material,
sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April
2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
“POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi HKI tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi
HKI.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi
HKI dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Transaksi HKI atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi HKI.




                                             5
Page 7
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI adalah sebagai berikut:

•   Transaksi di mana SM telah menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan
    atas 850.135 lembar saham atau setara dengan 80,00% saham HKI kepada SAR, dengan
    nilai transaksi sebesar Rp 990,00 miliar sehubungan dengan Transaksi Divestasi.

•   Transaksi di mana LAB telah menyetujui untuk mengalihkan hak, manfaat dan kepemilikan
    pada dan atas semua piutang, pembayaran, atau uang yang terutang HKI kepada SAR,
    dengan nilai transaksi sebesar jumlah terutang HKI sehubungan dengan Transaksi
    Pengalihan.

•   Transaksi di mana Perseroan telah menyetujui untuk menovasikan kepada SAR semua
    hak, kepemilikan, kewajiban, dan kepentingan atas utang HKI kepada Perseroan, dengan
    nilai transaksi sebesar jumlah utang dan bunga berjalan yang tercantum dalam buku HKI
    sehubungan dengan Transaksi Novasi.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi HKI adalah
untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi HKI
dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI ini merupakan laporan terinci.




                                            6
Page 8
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir
   pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00060/2.1090/AK/01/0155/1/X/2025 tanggal 23 Oktober 2025;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
   (selanjutnya   disebut    “PSS”)   sebagaimana      tertuang  dalam   laporannya
   No. 00254/2.1032/AU.1/01/1814-1/1/III/2025 tanggal 20 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00307/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00506/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00327/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/III/2022 tanggal 28 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

7. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00494/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/IV/2021 tanggal 15 April 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

8. Laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP PSSU sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00240/2.1505/AU.1/01/1814-2/1/X/2025 tanggal 8 Oktober 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00833/2.1032/AU.1/01/1814-1/1/IV/2025 tanggal 24 April 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;




                                           7
Page 9
10. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00942/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2024 tanggal 27 April 2024 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 01005/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/IV/2023 tanggal 19 April 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00360/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

13. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
    telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00370/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/III/2021 tanggal 31 Maret 2021 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

14. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode enam bulan yang
    berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sehubungan dengan Transaksi yang telah direviu oleh
    KAP         MSI          sebagaimana        tertuang       dalam          laporannya
    No. 00064/2.1090/AK/01/0155/1 /Xl/2025 tanggal 24 November 2025;

15. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun
    yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;

16. Laporan penilaian 80,00% saham HKI dan Utang Pihak Berelasi kepada Perseroan per
    tanggal 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP KR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00165/2.0162-00/BS/01/0153/1/XI/2025 tanggal 18 November 2025;

17. Akta No. 02;

18. PPP;

19. PN;

20. Akta No. 07;

21. Akta No. 08;




                                            8
Page 10
22. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana termuat dalam Akta Notaris
    Liestiani Wang, S.H., M.Kn. No. 2 tanggal 18 Juni 2025 mengenai perubahan anggaran
    dasar Perseroan;

23. Anggaran dasar HKI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Selly
    Suwignyo S.H., M.Kn., No. 10, tanggal 13 Juni 2025 mengenai penyesuaian pasal 3
    anggaran dasar HKI tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha HKI untuk
    disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020;

24. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
    dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi;

25. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
    mendatang;

26. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;

27. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

28. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

29. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

30. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan; dan

31. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            9
Page 11
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat
kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi HKI
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan
keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi HKI. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi HKI hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi HKI dari aspek
hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI hanya
ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI
bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan HKI
berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan HKI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi HKI tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi HKI yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi HKI.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi HKI
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.




                                             10
Page 12
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Transaksi HKI. Transaksi HKI akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi HKI yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi HKI ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi HKI. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.




                                            11
Page 13
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI, KR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan
Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250707-003 tanggal 7 Juli 2025
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI HKI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI dari hal-hal
sebagai berikut:

I. Analisis atas Transaksi HKI;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi HKI; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi HKI.




                                              12
Page 14
I.       ANALISIS TRANSAKSI

         Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI
         sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi HKI adalah sebagai berikut:

I.A.     Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.   PT Sampoerna Agro Tbk

         Dalam Transaksi HKI, Perseroan merupakan entitas induk SM dan LAB masing-
         masing dengan kepemilikan sebesar 99,99% dan 100,00% pada tanggal
         30 Juni 2025, di mana Perseroan dan SM merupakan pihak yang telah sepakat
         untuk melakukan transaksi dengan rincian sebagai berikut:

         •   SM telah menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan atas
             850.135 lembar saham atau setara dengan 80,00% saham HKI kepada SAR,
             dengan nilai transaksi sebesar Rp 990,00 miliar sehubungan dengan
             Transaksi Divestasi.

         •   LAB telah menyetujui untuk mengalihkan hak, manfaat dan kepemilikan pada
             dan atas semua piutang, pembayaran, atau uang yang terutang HKI kepada
             SAR, dengan nilai transaksi sebesar jumlah terutang HKI sehubungan
             dengan Transaksi Pengalihan.

         •   Perseroan telah menyetujui untuk menovasikan kepada SAR semua hak,
             kepemilikan, kewajiban, dan kepentingan atas utang HKI kepada Perseroan,
             dengan nilai transaksi sebesar jumlah utang dan bunga berjalan yang
             tercantum dalam buku HKI sehubungan dengan Transaksi Novasi.

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SAR
         merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan, SM, LAB, dan
         SAR.




                                        13
Page 15
           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan
           adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia
           berdasarkan Akta Notaris Tina Chandra Gerung, S.H., No. 8 tanggal 7 Juni 1993
           dengan nama PT Selapan Jaya. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
           Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-1840.HT.01.01.TH.94 tanggal
           4 Februari 1994, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
           No. 60, Tambahan No. 4842 tanggal 29 Juli 1994.

           Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, yang
           antara lain sebagaimana dimuat dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H., M.Kn.,
           No. 265 tanggal 27 Juni 2008 mengenai perubahan anggaran dasar dalam
           rangka menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
           Perseroan Terbatas. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
           Asasi    Manusia      Republik    Indonesia     dalam     Surat    Keputusan
           No. AHU-76222.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 21 Oktober 2008. Terakhir
           diubah sebagaimana termuat dalam Akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn.
           No. 2 tanggal 18 Juni 2025 mengenai perubahan anggaran dasar Perseroan.
           Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0039464.AH.01.02.Tahun
           2025 tanggal 18 Juni 2025.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Jalan Basuki Rahmat Nomor 788,
           Palembang, Sumatera Selatan 30128. Perseroan mulai beroperasi komersial
           sejak bulan November 1998.

I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 Juni 2025
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama               :        Eka Dharmajanto Kasih
           Komisaris Independen          :        R.B. Permana Agung Dradjattun
           Komisaris Independen          :        Saud Usman Nasution

           Direksi
           Direktur Utama                :        Budi Setiawan Halim
           Direktur                      :        Hero Djajakusumah
           Direktur                      :        Dwi Asmono
           Direktur                      :        Lim King Hui
           Direktur                      :        Parluhutan Sitohang
           Direktur                      :        Heri Harjanto
           Direktur                      :        Eris Ariaman




                                             14
Page 16
I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   Persentase
                       Pemegang Saham           Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                   Kepemilikan
           Twinwood Family Holdings Ltd.           1.195.217.500          65,721%                239.044
           Masyarakat                                623.326.800          34,275%                124.665
           Sub-jumlah                              1.818.544.300          99,996%                363.709
           Saham treasuri                                 77.700           0,004%                     16
           Jumlah                                  1.818.622.000         100,000%                363.724



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha grup Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           aktivitas perusahaan holding, perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa
           sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan
           bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan
           Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya
           sendiri, Perseroan dan entitas anak tertentu juga mengembangkan perkebunan
           plasma dan membina kerja sama dengan petani plasma.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha grup Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           aktivitas perusahaan holding, perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa
           sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan
           bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan
           Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya
           sendiri, Perseroan dan entitas anak tertentu juga mengembangkan perkebunan
           plasma dan membina kerja sama dengan petani plasma.

           Portofolio produk Perseroan mencakup produk kelapa sawit, yakni tandan buah
           segar (TBS), minyak sawit mentah (CPO), dan inti sawit (PK) serta kecambah
           sawit dan produk non-kelapa sawit lainnya, yakni tepung sagu, karet, jasa
           analisis, dan listrik. Selama tahun 2024, Perseroan memiliki dan
           mengoperasikan 8 pabrik kelapa sawit, sebagai fasilitas pengolahan untuk TBS
           kelapa sawit menjadi CPO dan PK sebagai produk akhirnya. Kapasitas produksi
           gabungan dari seluruh pabrik kelapa sawit Perseroan adalah 510 ton TBS per
           jam.




                                           15
Page 17
Pada tahun 2024, volume produksi untuk TBS, CPO, dan PK masing-masing
adalah sejumlah 1.726.376 ton, 341.287 ton, dan 83.827 ton, secara
keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan dengan volume produksi pada
tahun sebelumnya. Perseroan berupaya menghambat penurunan produksi di
tahun 2024 dengan terus menerapkan upaya-upaya agronomi terbaik di seluruh
perkebunannya, mencakup intensifikasi dan mekanisasi yang berkelanjutan,
disertai pemanfaatan digitalisasi yang meningkat di bawah koordinasi sistem
“SIAP SGRO”. Selain menerapkan upaya agronomi terbaik, langkah ini juga
membantu menciptakan postur biaya yang lebih efisien.

Kecambah sawit Perseroan adalah salah satu bibit kelapa sawit paling unggul di
Indonesia. Selama bertahun-tahun, Perseroan telah menguasai pangsa pasar
yang terbesar kedua sebagai pemasok kecambah sawit dalam negeri. Melalui
penjualan kecambah sawit unggulannya, Perseroan terus mendukung program
peremajaan sawit rakyat yang digagas Pemerintah Indonesia. Meskipun
produksi kecambah sawit menurun, penjualan kecambah sawit Perseroan dapat
meningkat sebesar 4% mencapai 20,0 juta butir di tahun 2024 jika dibandingkan
dari volume penjualan tahun 2023.

Sedangkan untuk segmen non-kelapa sawit, Perseroan memproduksi sagu dan
karet. Produk-produk ini seluruhnya dihasilkan dari perkebunan Perseroan di
Sumatera dan Kalimantan, dengan luas tertanam 12.781 ha untuk sagu dan
23.120 ha untuk karet. Volume produksi sagu mencapai 6.208 ton di 2024,
meningkat sebesar 131% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan sagu juga
meningkat sebesar 123%, dari 2.464 ton di tahun 2023 menjadi 5.503 ton di
tahun 2024.

Produksi minyak sawit global, yang sebelumnya terdampak kondisi cuaca kering
akibat El Nino pada paruh kedua tahun 2023, berakibat terhadap menurunnya
jumlah produksi pada tahun 2024. Namun demikian, berdasarkan proyeksi Oil
World, produksi CPO global diproyeksikan pulih pada 2025 dan akan naik
menjadi 82 juta ton di 2025, dari sekitar 80 juta ton di 2024. Pemulihan ini
terutama didukung oleh kenaikan pasokan dari Indonesia, yang akan tumbuh
menjadi 47,8 juta ton. Sebaliknya, Malaysia diproyeksikan mengalami sedikit
penurunan menjadi 19,2 juta ton, sementara produksi di Thailand juga
diperkirakan melemah.

Konsumsi CPO global diproyeksikan tumbuh lebih lambat, sebesar 0,6% secara
tahunan pada 2025, mencapai 82 juta ton. Pertumbuhan ini akan didukung oleh
peningkatan permintaan dari Indonesia, dengan perkiraan pertumbuhan
konsumsi 4,8% menjadi 22,1 juta ton, karena implementasi mandat biodiesel
B40 (dari B35 di 2024) oleh Pemerintah, dan komitmen Presiden Indonesia untuk
menjadikan sawit sebagai komoditas strategis dalam inisiatif ketahanan pangan
dan energi nasional, seperti penerapan B50 sebagai salah satu program
kemandirian energi. Akibat faktor-faktor ini, rasio stock-to-use CPO global akan
terus menurun selama 2025.




                                16
Page 18
Menghadapi berbagai kondisi menantang ini, Perseroan terus menyesuaikan
strategi bisnisnya untuk memantau volatilitas harga CPO. Perseroan
memperkirakan kenaikan produksi di 2025, setelah dampak buruk El Nino pada
paruh kedua 2023 yang menekan produksi tahun 2024 dapat teratasi. Dari sisi
harga, diperkirakan tetap solid selama kuartal pertama 2025, ditopang oleh
produksi musiman yang rendah dan permintaan tinggi selama bulan Ramadhan.
Namun, tren harga di paruh kedua tahun 2025 masih sarat ketidakpastian.

Di tahun 2025, Perseroan akan memperkuat strategi adaptif tahun-tahun
sebelumnya, dengan fokus pada tiga aspek utama. Pertama, Perseroan akan
melanjutkan program penanaman kembali sebanyak 7.000 hingga 10.000 ha
area perkebunan selama tahun 2025 dan menargetkan kenaikan produksi TBS
dari kebun inti sebesar 5 – 8% secara tahunan. Dari upaya ini, produktivitas
jangka panjang akan meningkat, seperti yang telah dicapai oleh Perseroan di
beberapa area yang telah diremajakan dan memasuki usia tanaman
menghasilkan. Kedua, Perseroan akan menerapkan mekanisasi pada semua
area yang dapat dilakukan, sekitar 25% dari jumlah luasan tanaman
menghasilkan yang dikelola paling lambat di tahun 2027. Ketiga, dari aspek
digitalisasi, tahun 2025 akan ditandai dengan implementasi sistem SAP di tiga
entitas anak yang memiliki elemen inti siklus bisnis CPO (perkebunan, pabrik,
dan fasilitaspengolahan benih) secara lengkap. Dengan sinergi bersama aplikasi
“SIAP SGRO Plantation”, peningkatan ini akan menyederhanakan proses kerja,
mengurangi beban kerja manual, serta menyempurnakan kualitas pelaporan dan
analisis data.

Lebih lanjut, Perseroan mempertahankan keunggulan dalam industri agribisnis
dengan menjalankan strategi pemasaran yang dititikberatkan pada kualitas
produk, keandalan pemasaran, dan layanan konsumen yang prima. Perseroan
mengutamakan kepuasan konsumen dan memastikan kebutuhan mereka
terpenuhi melalui produk dan layanan yang disampaikan. Penyediaan produk
berkualitas disertai layanan profesional dan dukungan purnajual yang dapat
diandalkan. Perseroan mempekerjakan staf yang siap memberi bimbingan
dalam penggunaan kecambah sawit dan tepung sagu secara optimal, sehingga
konsumen mendapatkan hasil terbaik dari produk yang mereka pilih.

Melalui berbagai langkah pemasaran tersebut, Perseroan menegaskan
posisinya dalam industri agribisnis Indonesia, dengan menghadirkan inovasi,
kualitas, dan layanan terbaik demi mewujudkan masa depan industri yang
berkelanjutan.




                               17
Page 19
I.A.2.     PT Sungai Menang

           Dalam Transaksi HKI, SM merupakan pihak yang telah menyetujui untuk
           menjual, memindahkan, dan menyerahkan atas 850.135 lembar saham atau
           setara dengan 80,00% saham HKI kepada SAR, dengan nilai transaksi sebesar
           Rp 990,00 miliar sehubungan dengan Transaksi Divestasi.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SAR
           merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SM. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SM adalah
           sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SM adalah perseroan terbatas yang didirikan di Indonesia berdasarkan Akta
           Notaris Tina Chandra Gerung, S.H., No. 9 tanggal 7 Juni 1993. Akta pendirian
           ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. C2-1834.HT.01.01.TH.94 tanggal 4 Februari 1994 serta
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 60 tanggal
           29 Juli 1994, Tambahan No. 4847.

           Anggaran dasar SM telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
           terakhir berdasarkan Akta No. 51 tanggal 24 Desember 2024, dibuat di hadapan
           Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan
           anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-
           0086084.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 30 Desember 2024 dan telah
           diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
           Perubahan      Anggaran    Dasar     No.   AHU-AH.01.03-0230093       tanggal
           30 Desember 2024 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
           0285867.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 30 Desember 2024.

           SM memiliki kantor pusat di Jalan Basuki Rahmat Nomor 788, Palembang,
           Sumatera Selatan 30128.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi SM pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
           berikut:

           Komisaris                     :        Eka Dharmajanto Kasih

           Direksi
           Direktur Utama                :        Eris Ariaman
           Direktur                      :        Arief




                                             18
Page 20
I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                Persentase
                      Pemegang Saham          Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           PT Sampoerna Agro Tbk                    3.215.798         99,9999%              3.215.798
           PT Vata Surya Nirvana                            2          0,0001%                      2
           Jumlah                                   3.215.800        100,0000%              3.215.800



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SM adalah bergerak dalam bidang konsultasi
           manajemen.

I.A.3.     Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd.

           Dalam Transaksi, SAR merupakan pihak yang telah menyetujui untuk melakukan
           transaksi dengan rincian sebagai berikut:

           •   SAR telah menyetujui untuk menerima pemindahan dan penyerahan hak
               milik atas 850.135 lembar saham atau setara dengan 80,00% saham HKI
               dari SM, dengan nilai transaksi sebesar Rp 990,00 miliar sehubungan
               dengan Transaksi Divestasi.

           •   SAR telah menyetujui untuk menerima semua hak, manfaat dan kepemilikan
               pada dan atas semua piutang, pembayaran, atau uang HKI kepada LAB,
               dengan nilai transaksi sebesar jumlah terutang HKI sehubungan dengan
               Transaksi Pengalihan.

           •   SAR telah menyetujui untuk menerima novasi dari Perseroan semua hak,
               kepemilikan, kewajiban, dan kepentingan atas utang HKI kepada Perseroan,
               nilai transaksi sebesar jumlah utang dan bunga berjalan yang tercantum
               dalam buku HKI sehubungan dengan Transaksi Novasi.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SAR
           merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan, SM, dan LAB.




                                         19
Page 21
           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SAR
           adalah sebagai berikut:

I.A.3.a.   Latar Belakang

           SAR didirikan berdasarkan Companies Act (Cap 50) tanggal 6 Juli 2006 di
           Singapura dan telah mendapatkan pengesahan dari Accounting and Corporate
           Regulatory Authority (ACRA) tanggal 07 Juli 2006.

           Anggaran dasar SAR telah mengalami perubahan tentang perubahan nama
           perusahaan yang sebelumnya bernama Venture Max Resources Pte. Ltd.
           menjadi Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. yang berlaku sejak tanggal
           5 Oktober 2007 berdasarkan certificate confirming incorporation of company
           under the new name yang dikeluarkan oleh Accounting and Corporate
           Regulatory Authority (ACRA) tanggal 8 Oktober 2007.

I.A.3.b.   Manajemen

           Susunan Direksi SAR pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

           Direktur Utama               :        Michael Sampoerna
           Direktur                     :        Chiao Teo Huat
           Direktur                     :        Chye Chia Chow (Cai Jiazhao)

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Pemegang saham SAR pada tanggal 30 Juni 2025 adalah Xian Investment
           Holdings Ltd dengan jumlah lembar saham sebanyak 19.000.002 lembar saham
           dengan nilai nominal sebesar USD 1 per lembar saham.

I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SAR adalah bergerak dalam bidang other holding
           companies.




                                            20
Page 22
I.A.4.    PT Hutan Ketapang Industri

          Dalam Transaksi HKI, HKI merupakan pihak yang sebanyak 850.135 lembar
          saham atau setara dengan 80,00% sahamnya telah disetujui untuk dilakukan
          penjualan oleh SM kepada SAR, dengan nilai transaksi sebesar Rp 990,00 miliar
          sehubungan dengan Transaksi Divestasi.

          HKI juga merupakan pihak yang semua hak, manfaat dan kepemilikan pada dan
          atas semua piutang, pembayaran, atau uang yang terutang nya kepada LAB
          akan dialihkan kepada SAR dengan nilai transaksi sebesar jumlah terutang HKI
          sehubungan dengan Transaksi Pengalihan.

          Selanjutnya, HKI juga merupakan pihak yang semua hak, kepemilikan,
          kewajiban dan kepentingan atas utangnya kepada Perseroan akan dinovasikan
          kepada SAR dengan nilai transaksi sebesar jumlah utang dan bunga berjalan
          yang tercantum dalam buku HKI sehubungan dengan Transaksi Novasi.

          Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha HKI adalah
          sebagai berikut:

I.A.4.a   Latar Belakang

          HKI adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
          Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., pengganti Notaris Sutjipto, S.H., No. 37, tanggal
          3 Maret 2011. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 April 2011 dalam Surat
          Keputusannya No. AHU 19501.AH.01.01.Tahun 2011.

          Anggaran dasar HKI telah mengalami perubahan, terakhir kali berdasarkan Akta
          Notaris Selly Suwignyo S.H., M.Kn. No. 10, tanggal 13 Juni 2025 mengenai
          perubahan anggaran dasar HKI terkait dengan penyesuaian pasal 3 anggaran
          dasar HKI tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha HKI untuk
          disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020
          yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia pada tanggal 16 Juni 2025 dalam Surat Keputusan
          No. AHU-0038996.AH.01.02.TAHUN 2025 dan didaftarkan dalam Daftar
          Perseroan No.      AHU-0132486.AH.01.11.Tahun 2025 pada tanggal
          16 Juni 2025.

          Kantor pusat HKI berlokasi di Sampoerna Strategic Square North Tower,
          Lantai 28, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi,
          Jakarta Selatan 12930.




                                           21
Page 23
I.A.4.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi HKI pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                   :        Eka Dharmajanto Kasih
           Komisaris                         :        Dwi Asmono
           Komisaris                         :        Heri Harjanto
           Komisaris                         :        Geoffrey Mathew Kin Ying Seeto
           Komisaris                         :        Paul Ralph Speed

           Direksi
           Direktur Utama                    :        Hero Djajakusumah
           Direktur                          :        Arief

I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham HKI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                        Persentase
                         Pemegang Saham               Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
           PT Sungai Menang                                  850.135            80,00%                850.135
           Aquarius Plantations Pte., Ltd.                   212.520            20,00%                212.520
           Jumlah                                           1.062.655          100,00%              1.062.655



I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan industri
           karet remah dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
           Berdasarkan     Keputusan      Menteri   Kehutanan    Republik    Indonesia
           No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
           Lingkungan       Hidup       dan      Kehutanan     Republik      Indonesia
           No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021,
           HKI memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
           100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.




                                                 22
Page 24
I.B.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi HKI

I.B.1.   Akta No. 02

         Berdasarkan Akta No. 02, SBF dan SAR telah melakukan Transaksi Divestasi.
         Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta No. 02 adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta No. 02 adalah SM dan SAR.

         •   Objek dan Nilai Transaksi Divestasi

             Objek transaksi berdasarkan Akta No. 02 adalah transaksi di mana SM telah
             menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan atas 850.135
             lembar saham atau setara dengan 80,00% saham HKI kepada SAR, dengan
             nilai transaksi sebesar Rp 990,00 miliar sehubungan dengan Transaksi
             Divestasi.

         •   Hukum yang Berlaku

             Akta No. 02 ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik
             Indonesia.

I.B.2.   PPP

         Pada tanggal 24 November 2025 LAB dan SAR telah menandatangani PPP
         sehubungan dengan Transaksi Pengalihan. Pokok-pokok kesepakatan penting
         dalam PPP adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPP adalah LAB dan SAR.

         •   Objek dan Nilai Transaksi Pengalihan

             Objek transaksi berdasarkan PPP adalah transaksi di mana LAB telah
             menyetujui untuk mengalihkan hak, manfaat dan kepemilikan pada dan atas
             semua piutang, pembayaran, atau uang yang terutang HKI kepada SAR,
             dengan nilai transaksi sebesar jumlah terutang HKI sehubungan dengan
             Transaksi Pengalihan.




                                         23
Page 25
         •    Cara Pembayaran

              Berdasarkan PPP, LAB dan SAR setuju apabila piutang dibayar
              menggunakan mata uang USD bahwa nilai tukar yang akan digunakan
              adalah nilai tukar tengah rata-rata lima belas hari yang diterbitkan oleh
              Bloomberg di situs webnya pada penutupan jam kerja di Jakarta, Indonesia
              untuk mata uang USD ke dalam Rupiah pada tiga hari kerja sebelum
              dilakukannya pembayaran

         •    Hukum yang Berlaku

              PPP ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik Indonesia.

I.B.3.   PN

         Pada tanggal 24 November 2025, Perseroan dan SAR telah menandatangani
         PN sehubungan dengan Transaksi Novasi. Pokok-pokok kesepakatan penting
         dalam PN adalah sebagai berikut:

         •    Pihak-pihak yang Bertransaksi

              Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PN adalah Perseroan dan SAR.

         •    Objek dan Nilai Transaksi Novasi

              Objek transaksi berdasarkan PN adalah transaksi di mana Perseroan telah
              menyetujui untuk menovasikan kepada SAR semua hak, kepemilikan,
              kewajiban, dan kepentingan atas utang HKI kepada Perseroan, dengan nilai
              transaksi sebesar jumlah utang dan bunga berjalan yang tercantum dalam
              buku HKI sehubungan dengan Transaksi Novasi.

         •    Cara Pembayaran

              Berdasarkan PN, LAB dan SAR setuju apabila piutang dibayar menggunakan
              mata uang USD bahwa nilai tukar yang akan digunakan adalah nilai tukar
              tengah rata-rata lima belas hari yang diterbitkan oleh Bloomberg di situs
              webnya pada penutupan jam kerja di Jakarta, Indonesia untuk mata uang
              USD ke dalam Rupiah pada tiga hari kerja sebelum dilakukannya
              pembayaran

         •    Hukum yang Berlaku

              PN ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik Indonesia.




                                         24
Page 26
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Dengan mempertimbangkan berbagai dampak atas melemahnya permintaan
           global, penurunan permintaan karet alam dan harga karet, serta penurunan
           produktivitas karet alam, dan kinerja keuangan HKI yang belum dapat
           mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan serta
           proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM telah
           menyetujui untuk melakukan Transaksi Divestasi.

       •   Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Transaksi
           Divestasi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi
           liabilitas pada perbankan dan menurunkan beban keuangan Perseroan yang
           diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan
           menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Transaksi Divestasi untuk
           melakukan investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi
           dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
           seluruh pemegang saham Perseroan.

       •   Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang
           usaha perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk
           melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi
           dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung
           peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
           akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk
           mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis
           yang lebih strategis.

       Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Bilamana pada masa yang akan datang, HKI berpotensi dapat meningkatkan
           kinerja keuangannya, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan
           untuk membukukan potensi pendapatan yang akan dihasilkan HKI pada
           masa yang akan datang.

       •   Penggunaan dana dari Transaksi mungkin akan menghasilkan tingkat
           balikan yang lebih rendah dibandingkan investasi pada HKI pada masa yang
           akan datang.

       •   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perkebunan kelapa
           sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan
           hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, Perseroan tidak
           terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
           kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
           kelangsungan usaha Perseroan.


                                       25
Page 27
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI HKI

II.A.     PT Hutan Ketapang Indonesia

II.A.1.   Latar Belakang

          HKI adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
          Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., pengganti Notaris Sutjipto, S.H., No. 37, tanggal
          3 Maret 2011. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 April 2011 dalam Surat
          Keputusannya No. AHU 19501.AH.01.01.Tahun 2011.

          Anggaran dasar HKI telah mengalami perubahan, terakhir kali berdasarkan Akta
          Notaris Selly Suwignyo S.H., M.Kn. No. 10, tanggal 13 Juni 2025 mengenai
          perubahan anggaran dasar HKI terkait dengan penyesuaian pasal 3 anggaran
          dasar HKI tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha HKI untuk
          disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020
          yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia pada tanggal 16 Juni 2025 dalam Surat Keputusan
          No. AHU-0038996.AH.01.02.TAHUN 2025 dan didaftarkan dalam Daftar
          Perseroan No. AHU-0132486.AH.01.11.Tahun 2025 pada tanggal 16 Juni 2025.

          Kantor pusat HKI berlokasi di Sampoerna Strategic Square North Tower,
          Lantai 28, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi,
          Jakarta Selatan 12930.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan industri
          karet remah dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di Kalimantan Barat.
          Berdasarkan     Keputusan      Menteri   Kehutanan   Republik     Indonesia
          No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan Keputusan Menteri
          Lingkungan       Hidup       dan      Kehutanan     Republik      Indonesia
          No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021,
          HKI memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
          100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat.




                                           26
Page 28
II.B.     Tinjauan Industri Karet

II.B.1.   Tinjauan Industri Karet di Dunia

          Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran
          penting di berbagai sektor. Bahan karet yang terutama berasal dari lateks pohon
          karet, memiliki elastisitas, daya tahan, dan sifat kedap air yang sangat baik
          sehingga menjadikan karet sebagai bahan dasar yang digunakan dalam
          berbagai kegiatan produksi suatu produk seperti suku cadang otomotif, barang
          industri, alas kaki, ban, peralatan medis, dan beberapa produk lainnya.

          Karet sebagai komoditi yang berperan vital dalam berbagai sektor industri
          modern, secara luas terbagi menjadi dua jenis, yaitu karet alam dan karet
          sintetis. Karet alam sendiri terdiri dari senyawa organik dan dikategorikan
          sebagai elastomer yang diekstraksi dari getah pohon karet. Sedangkan, karet
          sintetis diproduksi melalui proses polimerisasi dengan bahan baku seperti
          minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Proses produksinya melibatkan
          polimerisasi emulsi atau larutan, yang memungkinkan pembuatan berbagai jenis
          karet dengan sifat yang beragam sesuai kebutuhan spesifik. Transformasi pasar
          karet global dalam beberapa dekade terakhir telah dipengaruhi oleh berbagai
          faktor ekonomi, teknologi, lingkungan, dan geopolitik, terlebih sebagian besar
          90,00% pohon karet berada di Asia antara India dan Vietnam, serta Tiongkok
          bagian selatan dan Indonesia dengan kesesuaian iklim dan tanah.

          Berdasarkan data yang diperoleh dari Chem Analyst, pasar karet alam global
          mencapai sekitar 15,00 juta ton pada tahun 2024. Salah satu negara dengan
          pertumbuhan nilai ekspor yang signifikan adalah Vietnam dengan peningkatan
          nilai ekspor sebesar USD 3,40 miliar atau setara dengan 18,00% dibandingkan
          nilai ekspor tahun sebelumnya. Kenaikan nilai ekspor tersebut terutama
          disebabkan oleh kenaikan harga dengan jumlah rata-rata mencapai
          USD 1,70 ribu per ton pada tahun 2024. Pertumbuhan nilai ekspor karet Vietnam
          sejalan dengan dinamika penawaran dan permintaan global.

          Lebih lanjut, Asosiasi Negara Produsen Karet Alam (ANRPC) melaporkan bahwa
          pada tahun 2024, produksi karet alam global mencapai 11,20 juta ton,
          sedangkan jumlah permintaan mencapai 12,10 juta ton. Statistik ini menunjukkan
          bahwa jumlah produksi karet alam global belum dapat memenuhi tingkat
          permintaan pada tahun 2024 sehingga mendorong kenaikan harga karet.
          Permintaan karet global, terutama dari negara Tiongkok yang merupakan
          importir karet terbesar di dunia. Kebijakan moneter dan fiskal Tiongkok yang
          ekspansif berkontribusi pada ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat, yang
          selanjutnya mendorong permintaan karet di sektor manufaktur seperti ban
          otomotif dan peralatan industri. Meskipun produksi karet alam menurun di
          negara-negara produsen utama, permintaan dari Tiongkok dan pasar Asia
          Tenggara lainnya turut menopang harga yang tinggi sepanjang tahun 2024.




                                             27
Page 29
Jumlah Konsumsi Karet Alam dan Karet Sintetis di Dunia
Tahun 2022 – Maret 2024
(Dalam jutaan ton)

            35,00

            30,00

            25,00

            20,00

            15,00

            10,00

             5,00

                    -
                         2022                 2023                 Mar-24
            Sintetis     15,40                14,90                 3,70
            Alam         14,30                13,90                 3,30


Sumber : Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada periode Maret 2024, jumlah
konsumsi karet sintetis dan karet alam di dunia masing-masing mencapai
sebesar 3,70 juta ton dan 3,30 juta ton, sedangkan jumlah konsumsi karet sintetis
dan karet alam di dunia pada tahun 2023 mencapai sebesar 14,90 juta ton dan
13,90 juta ton. Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan permintaan
konsumsi seperti kondisi ekonomi global yang diliputi ketidakpastian akibat
berbagai peristiwa geopolitik dan tantangan terkait pandemi yang sedang
berlangsung. Perlambatan kegiatan ekonomi, terutama di industri yang sangat
bergantung pada karet, seperti otomotif dan manufaktur berimplikasi terhadap
permintaan produk berbasis karet.

Di sisi lain, menurut Statista, nilai pasar karet sintetis global mencapai jumlah
sebesar USD 33,48 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan meningkat
menjadi lebih dari USD 41,15 miliar pada tahun 2029. Kawasan Asia Pasifik
merupakan kawasan dengan pangsa pasar karet sintetis terbesar di dunia
karena beberapa negara di kawasan ini merupakan produsen utama ban
kendaraan.




                                 28
Page 30
  Harga Bulanan Karet di Dunia
  Januari 2025 - Juni 2025

                                      (Dalam USD per Kilogram)

            Keterangan               TSR20           SGP/MYS

  Januari 2025                              1,93          2,37
  Februari 2025                             2,01          2,41
  Maret 2025                                1,98          2,36
  April 2025                                1,71          2,13
  Mei 2025                                  1,70          2,19
  Juni 2025                                 1,61          2,16

Sumber: Statista


 Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, harga bulanan komoditas karet di
 dunia berdasarkan jenis karet alam yang diperdagangkan dalam bentuk blok
 (Technically Specified Rubber 20/TSR20) pada periode Januari 2025 hingga
 Juni 2025 yaitu masing-masing sebesar USD 1,93 per kilogram (kg),
 USD 2,01 per kg, USD 1,98 per kg, USD 1,71 per kg, USD 1,70 per kg, dan
 USD 1,61 per kg. Sedangkan harga karet dalam perdagangan
 Singapura/Malaysia (SGP/MYS) pada periode Januari 2025 hingga Juni 2025
 masing-masing sebesar USD 2,37 per kg, USD 2,41 per kg, USD 2,36 per kg,
 USD 2,13 per kg, USD 2,19 per kg, dan USD 2,16 per kg.

 Proyeksi Ukuran Pasar Karet di Dunia
 Tahun 2025 – 2034
 (Dalam miliar USD)

   80,00                                                                                        75,53
                                                                                        71,86
                                                                                68,38
   70,00                                                                65,06
                                                               61,90
                                                      58,90
   60,00                                     56,04
                                    53,32
                            50,73
                   48,27
   50,00

   40,00

   30,00

   20,00

   10,00

    0,00
                    2025    2026    2027     2028     2029       2030   2031    2032    2033    2034

 Sumber: Precedence Research




                                            29
Page 31
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Precedence Research, ukuran pasar karet
          dunia terus mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan ukuran
          pasar karet pada tahun 2024 yaitu sebesar USD 48,27 miliar. Terhitung sejak
          tahun 2025 hingga 2034, ukuran pasar karet masing-masing mencapai sebesar
          USD 48,27 miliar, USD 50,73 miliar, USD 53,32 miliar, USD 56,04 miliar,
          USD 58,90 miliar, USD 61,90 miliar, USD 65,06 miliar, USD 68,38 miliar,
          USD 71,86 miliar, dan USD 75,53 miliar atau mengalami kenaikan setara dengan
          5,10%, 5,11%, 5,10%, 5,10%, 5,09%, 5,11%, 5,10%, 5,09%, dan 5,11% pada
          tahun 2026 hingga 2034.

          Sektor otomotif dan manufaktur yang berkembang pesat di kawasan Asia Pasifik
          mendominasi pasar karet karena pertumbuhan ekonomi yang kuat, terutama di
          negara-negara seperti Tiongkok dan India. Hal ini mendorong permintaan yang
          signifikan untuk produk karet, terutama di bidang manufaktur ban. Selain itu,
          kehadiran negara-negara penghasil karet alam utama di Asia Tenggara,
          ditambah dengan populasi konsumen yang luas, semakin memperkuat posisi
          kawasan Asia Pasifik di pasar karet global. Kepentingan strategis kawasan
          dalam rantai pasokan, ditambah dengan industrialisasi dan pembangunan
          infrastruktur, juga berkontribusi pada pertumbuhan dalam industri karet secara
          keseluruhan.

          Dengan memperhatikan kebutuhan akan produk-produk olahan dari karet, upaya
          untuk meningkatkan ketersediaan karet menjadi fokus industri dalam menopang
          kebutuhan masyarakat, serta pasar produk karet yang terus berkembang seiring
          dengan meningkatnya permintaan dari sektor pengguna akhir seperti otomotif,
          konstruksi, dan kedirgantaraan diharapkan dapat terus mendorong rantai
          pasokan permintaan dan penawaran pada industri karet sehingga dapat
          mendukung pertumbuhan industri karet secara keseluruhan.

II.B.2.   Tinjauan Industri Karet di Indonesia

          Karet alam merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan unggulan yang
          berperan dalam memajukan perekonomian Indonesia. Sebagai produsen karet
          terbesar kedua di dunia setelah Thailand, Indonesia memiliki potensi besar untuk
          menjadikan karet sebagai komoditas andalan di berbagai sektor khususnya di
          sektor industri. Berawal dari getah pohon hingga menjadi bahan baku aplikasi
          medis dan otomotif, karet dapat digunakan sebagai bahan baku beragam
          produk. Pada tahun 2024, luas perkebunan karet di seluruh wilayah Indonesia
          adalah 3,15 juta hektare (ha) yang didominasi daerah Sumatera Selatan dengan
          area perkebunan karet terluas di Indonesia yaitu sebesar 772,10 ribu ha, disusul
          Jambi dengan luas 375,70 ribu ha. Posisi ketiga perkebunan karet terluas berada
          di Sumatera Utara seluas 340,00 ribu ha. Pada urutan selanjutnya, Kalimantan
          Barat dan Kalimantan Tengah masing-masing dengan luas kebun sebesar
          302,70 ribu ha dan 274,00 ribu ha.




                                          30
Page 32
Industri karet Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus
berkembang terutama di tengah meningkatnya permintaan global. Indonesia
juga memiliki pasar yang luas dengan lima negara tujuan utama ekspor karet
Indonesia, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, dan Korea Selatan.
Industri karet juga banyak digunakan untuk menopang industri lain, seperti
industri otomotif dalam produksi ban, konstruksi untuk isolasi getaran bangunan,
hingga sektor medis dalam pembuatan sarung tangan medis hingga kateter dan
tabung.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Pertanian Republik
Indonesia, pada tahun 2024, jumlah produksi karet di Indonesia mencapai
sebesar 2,26 juta ton dengan volume ekspor sebesar 1,66 juta ton. Menurut
Dewan Karet Indonesia, kinerja komoditas karet Indonesia pada awal tahun 2025
menunjukkan peningkatan. Pada semester I tahun 2025, volume ekspor karet
meningkat lebih dari 12,00% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya

Grafik 6
Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia
Periode Januari 2025
(Dalam persentase)

                     40,00%
                                36,18%
                     35,00%

                     30,00%

                     25,00%
                                         19,33%
                     20,00%

                     15,00%
                                                   9,96%
                     10,00%
                                                             6,30%     5,88%
                      5,00%

                      0,00%
                                         Amerika
                                Jepang             Brasil   Tiongkok   Kanada
                                         Serikat
     Persentase Jumlah Eskpor   36,18%   19,33%    9,96%     6,30%     5,88%

Sumber: Media Perkebunan




                                    31
Page 33
Sepanjang periode Januari 2025, tujuan ekspor karet alam tersebar ke 25 negara
dengan lima negara utama yaitu Jepang sebesar 36,18%, Amerika Serikat
19,33%, Brasil 9,96%, Tiongkok 6,30%, dan Kanada 5,88%. Sementara itu,
ekspor ke negara-negara Eropa juga mengalami kenaikan. Pangsa ekspor ke 10
negara Eropa mencapai 6,74% dari jumlah ekspor, mengalami kenaikan sebesar
6,31% pada Desember 2024. Beberapa negara tujuan ekspor di Eropa
mencakup Spanyol, Belgia, Luksemburg, Italia, Prancis masing-masing sebesar
0,88%, 0,81%, 0,26%, 0,26%, dan 0,21%, serta beberapa negara lainnya seperti
Slovenia, Serbia, Belanda, Rumania, Polandia, Bulgaria, dan Finlandia.

Berdasarkan laporan yang diperoleh dari Agricom, harga karet pada bursa SGX
Sicom, bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis
karet alam, harga karea pada tanggal 28 Juli 2025 berada pada Rp 28.555 per
kg atau setara dengan USD 0,18 ribu, dengan rincian masing-masing pada kadar
karet kering (KKK) 100%, KKK 70,00%, KKK 60,00%, KKK 50,00%, KKK
40,00%, dan KKK 30,00% masing-masing pada harga Rp 27.689 per kg,
Rp 19.382 per kg, Rp 16.613 per kg, Rp 13.845 per kg, Rp 11.076 per kg, dan
Rp 8.307 per kg. Harga karet cenderung mengalami fluktuasi yang dipengaruhi
oleh berbagai faktor seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar, permintaan pasar
global, kondisi cuaca, hingga perubahan kebijakan di negara-negara konsumen
utama seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.

Bank Indonesia memproyeksikan permintaan terhadap komoditas karet asal
Sumatera Selatan relatif aman di tengah kebijakan tarif impor sebesar 19,00%
dari Amerika Serikat untuk Indonesia. Hal ini dikarenakan produksi karet asal
Sumatera Selatan mendominasi jumlah ekspor ke Amerika Serikat, dengan
jumlah hingga 92,54%. Selain itu, karet Sumatera Selatan juga diekspor ke
sejumlah wilayah di antaranya Tiongkok 29,81%, Eropa 12,05%, Jepang 9,87%,
India 8,21%, wilayah ASEAN 1,02%, dan lainnya sebesar 17,39%.

Industri karet Indonesia memiliki prospek yang potensial, didorong oleh luas
perkebunan karet yang diharapkan semakin produktif serta permintaan global
yang terus meningkat, terutama dari negara-negara seperti Jepang, Amerika
Serikat, Tiongkok, dan Eropa. Ekspor karet Indonesia menunjukkan peningkatan
signifikan, dengan volume ekspor tumbuh lebih dari 12% pada semester pertama
2025. Harga karet yang diperdagangkan di bursa juga mencatatkan tren positif
meskipun masih fluktuatif. Selain itu, sektor-sektor industri yang terus
mengandalkan karet alami seperti sektor otomotif, konstruksi, dan medis,
diharapkan dapat mendorong dari sisi kuantitas permintaan. Walaupun
menghadapi tantangan fluktuasi harga dan perubahan iklim, potensi Indonesia
untuk memperkuat posisinya sebagai eksportir utama karet dunia tetap besar
yang tentunya didukung oleh keberlanjutan produksi.




                                32
Page 34
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha grup Perseroan adalah bergerak dalam bidang
        aktivitas perusahaan holding, perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa
        sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan
        bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan
        Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya
        sendiri, Perseroan dan entitas anak tertentu juga mengembangkan perkebunan
        plasma dan membina kerja sama dengan petani plasma.

        Portofolio produk Perseroan mencakup produk kelapa sawit, yakni tandan buah
        segar (TBS), minyak sawit mentah (CPO), dan inti sawit (PK) serta kecambah
        sawit dan produk non-kelapa sawit lainnya, yakni tepung sagu, karet, jasa
        analisis, dan listrik. Selama tahun 2024, Perseroan memiliki dan
        mengoperasikan 8 pabrik kelapa sawit, sebagai fasilitas pengolahan untuk TBS
        kelapa sawit menjadi CPO dan PK sebagai produk akhirnya. Kapasitas produksi
        gabungan dari seluruh pabrik kelapa sawit Perseroan adalah 510 ton TBS per
        jam.

        Pada tahun 2024, volume produksi untuk TBS, CPO, dan PK masing-masing
        adalah sejumlah 1.726.376 ton, 341.287 ton, dan 83.827 ton, secara
        keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan dengan volume produksi pada
        tahun sebelumnya. Perseroan berupaya menghambat penurunan produksi di
        tahun 2024 dengan terus menerapkan upaya-upaya agronomi terbaik di seluruh
        perkebunannya, mencakup intensifikasi dan mekanisasi yang berkelanjutan,
        disertai pemanfaatan digitalisasi yang meningkat di bawah koordinasi sistem
        “SIAP SGRO”. Selain menerapkan upaya agronomi terbaik, langkah ini juga
        membantu menciptakan postur biaya yang lebih efisien.

        Kecambah sawit Perseroan adalah salah satu bibit kelapa sawit paling unggul di
        Indonesia. Selama bertahun-tahun, Perseroan telah menguasai pangsa pasar
        yang terbesar kedua sebagai pemasok kecambah sawit dalam negeri. Melalui
        penjualan kecambah sawit unggulannya, Perseroan terus mendukung program
        peremajaan sawit rakyat yang digagas Pemerintah Indonesia. Meskipun
        produksi kecambah sawit menurun, penjualan kecambah sawit Perseroan dapat
        meningkat sebesar 4% mencapai 20,0 juta butir di tahun 2024 jika dibandingkan
        dari volume penjualan tahun 2023.

        Sedangkan untuk segmen non-kelapa sawit, Perseroan memproduksi sagu dan
        karet. Produk-produk ini seluruhnya dihasilkan dari perkebunan Perseroan di
        Sumatera dan Kalimantan, dengan luas tertanam 12.781 ha untuk sagu dan
        23.120 ha untuk karet. Volume produksi sagu mencapai 6.208 ton di 2024,
        meningkat sebesar 131% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan sagu juga
        meningkat sebesar 123%, dari 2.464 ton di tahun 2023 menjadi 5.503 ton di
        tahun 2024.




                                       33
Page 35
Produksi minyak sawit global, yang sebelumnya terdampak kondisi cuaca kering
akibat El Nino pada paruh kedua tahun 2023, berakibat terhadap menurunnya
jumlah produksi pada tahun 2024. Namun demikian, berdasarkan proyeksi Oil
World, produksi CPO global diproyeksikan pulih pada 2025 dan akan naik
menjadi 82 juta ton di 2025, dari sekitar 80 juta ton di 2024. Pemulihan ini
terutama didukung oleh kenaikan pasokan dari Indonesia, yang akan tumbuh
menjadi 47,8 juta ton. Sebaliknya, Malaysia diproyeksikan mengalami sedikit
penurunan menjadi 19,2 juta ton, sementara produksi di Thailand juga
diperkirakan melemah.

Konsumsi CPO global diproyeksikan tumbuh lebih lambat, sebesar 0,6% secara
tahunan pada 2025, mencapai 82 juta ton. Pertumbuhan ini akan didukung oleh
peningkatan permintaan dari Indonesia, dengan perkiraan pertumbuhan
konsumsi 4,8% menjadi 22,1 juta ton, karena implementasi mandat biodiesel
B40 (dari B35 di 2024) oleh Pemerintah, dan komitmen Presiden Indonesia untuk
menjadikan sawit sebagai komoditas strategis dalam inisiatif ketahanan pangan
dan energi nasional, seperti penerapan B50 sebagai salah satu program
kemandirian energi. Akibat faktor-faktor ini, rasio stock-to-use CPO global akan
terus menurun selama 2025.

Menghadapi berbagai kondisi menantang ini, Perseroan terus menyesuaikan
strategi bisnisnya untuk memantau volatilitas harga CPO. Perseroan
memperkirakan kenaikan produksi di 2025, setelah dampak buruk El Nino pada
paruh kedua 2023 yang menekan produksi tahun 2024 dapat teratasi. Dari sisi
harga, diperkirakan tetap solid selama kuartal pertama 2025, ditopang oleh
produksi musiman yang rendah dan permintaan tinggi selama bulan Ramadhan.
Namun, tren harga di paruh kedua tahun 2025 masih sarat ketidakpastian.

Di tahun 2025, Perseroan akan memperkuat strategi adaptif tahun-tahun
sebelumnya, dengan fokus pada tiga aspek utama. Pertama, Perseroan akan
melanjutkan program penanaman kembali sebanyak 7.000 hingga 10.000 ha
area perkebunan selama tahun 2025 dan menargetkan kenaikan produksi TBS
dari kebun inti sebesar 5 – 8% secara tahunan. Dari upaya ini, produktivitas
jangka panjang akan meningkat, seperti yang telah dicapai oleh Perseroan di
beberapa area yang telah diremajakan dan memasuki usia tanaman
menghasilkan. Kedua, Perseroan akan menerapkan mekanisasi pada semua
area yang dapat dilakukan, sekitar 25% dari jumlah luasan tanaman
menghasilkan yang dikelola paling lambat di tahun 2027. Ketiga, dari aspek
digitalisasi, tahun 2025 akan ditandai dengan implementasi sistem SAP di tiga
entitas anak yang memiliki elemen inti siklus bisnis CPO (perkebunan, pabrik,
dan fasilitaspengolahan benih) secara lengkap. Dengan sinergi bersama aplikasi
“SIAP SGRO Plantation”, peningkatan ini akan menyederhanakan proses kerja,
mengurangi beban kerja manual, serta menyempurnakan kualitas pelaporan dan
analisis data.




                                34
Page 36
        Lebih lanjut, Perseroan mempertahankan keunggulan dalam industri agribisnis
        dengan menjalankan strategi pemasaran yang dititikberatkan pada kualitas
        produk, keandalan pemasaran, dan layanan konsumen yang prima. Perseroan
        mengutamakan kepuasan konsumen dan memastikan kebutuhan mereka
        terpenuhi melalui produk dan layanan yang disampaikan. Penyediaan produk
        berkualitas disertai layanan profesional dan dukungan purnajual yang dapat
        diandalkan. Perseroan mempekerjakan staf yang siap memberi bimbingan
        dalam penggunaan kecambah sawit dan tepung sagu secara optimal, sehingga
        konsumen mendapatkan hasil terbaik dari produk yang mereka pilih.

        Melalui berbagai langkah pemasaran tersebut, Perseroan menegaskan
        posisinya dalam industri agribisnis Indonesia, dengan menghadirkan inovasi,
        kualitas, dan layanan terbaik demi mewujudkan masa depan industri yang
        berkelanjutan

II.E.   Alasan Dilakukan Transaksi HKI

        Alasan dilakukannya Transaksi HKI adalah sebagai berikut:

        •   Dengan mempertimbangkan berbagai dampak atas melemahnya permintaan
            global, penurunan permintaan karet alam dan harga karet, serta penurunan
            produktivitas karet alam, dan kinerja keuangan HKI yang belum dapat
            mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan serta
            proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM telah
            menyetujui untuk melakukan Transaksi Divestasi.

        •   Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Transaksi
            Divestasi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi
            liabilitas pada perbankan dan menurunkan beban keuangan Perseroan yang
            diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

        •   Setelah Transaksi HKI menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
            meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan
            menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Transaksi Divestasi untuk
            melakukan investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi
            dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
            seluruh pemegang saham Perseroan.

        •   Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang
            usaha perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk
            melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi
            dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung
            peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
            akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk
            mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis
            yang lebih strategis.




                                        35
Page 37
II.F.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi HKI

        Keuntungan Transaksi HKI adalah sebagai berikut:

        •   Dengan mempertimbangkan berbagai dampak atas melemahnya permintaan
            global, penurunan permintaan karet alam dan harga karet, serta penurunan
            produktivitas karet alam, dan kinerja keuangan HKI yang belum dapat
            mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan serta
            proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM telah
            menyetujui untuk melakukan Transaksi Divestasi.

        •   Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Transaksi
            Divestasi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi
            liabilitas pada perbankan dan menurunkan beban keuangan Perseroan yang
            diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

        •   Setelah Transaksi HKI menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
            meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan
            menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Transaksi Divestasi untuk
            melakukan investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi
            dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
            seluruh pemegang saham Perseroan.

        •   Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang
            usaha perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk
            melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi
            dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung
            peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
            akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk
            mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis
            yang lebih strategis.

        Kerugian Transaksi HKI adalah sebagai berikut:

        •   Bilamana pada masa yang akan datang, HKI berpotensi dapat meningkatkan
            kinerja keuangannya, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan
            untuk membukukan potensi pendapatan yang akan dihasilkan HKI pada
            masa yang akan datang.

        •   Penggunaan dana dari Transaksi HKI mungkin akan menghasilkan tingkat
            balikan yang lebih rendah dibandingkan investasi pada HKI pada masa yang
            akan datang.

        •   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perkebunan kelapa
            sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan
            hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, Perseroan tidak
            terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
            kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
            kelangsungan usaha Perseroan.


                                        36
Page 38
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI HKI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang
           berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 telah direviu oleh KAP MSI. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 telah diaudit oleh KAP
           PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan   30/06/25       31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas
             Pihak berelasi                              510       1.415      100.437      258.602      132.808            641
             Pihak ketiga                            701.792     839.187      435.527      276.842      363.505        249.006
           Piutang usaha                             172.542     177.436      155.768      229.318       74.838        333.216
           Piutang lain-lain                         129.316     154.604      199.909       87.702      122.964         97.710
           Persediaan                                568.817     607.142      419.597      689.547      456.434        419.284
           Aset biologis                             276.531     317.965      189.336      172.620      191.431        200.956
           Pajak dibayar di muka                      56.434     104.526       98.192       70.482       42.611         67.000
           Biaya dibayar di muka                       1.485       4.156        5.615        1.578        2.495          2.692
           Uang muka                                  18.267      18.227       11.365       13.457       10.450          7.209
           Jumlah Aset Lancar                     1.925.694     2.224.658    1.615.746    1.800.148    1.397.536     1.377.714
           ASET TIDAK LANCAR
           Tagihan restitusi pajak                   27.916        43.389       21.414            -            -             -
           Piutang plasma                           371.651       365.631      253.854      358.166      328.757       316.357
           Tanaman produktif                      5.594.003     5.661.311    5.745.046    5.735.551    5.669.016     5.480.544
           Aset tetap                             2.035.070     2.064.429    2.021.960    1.918.765    1.893.959     2.007.528
           Aset takberwujud                          94.192        85.757       87.727       88.714       89.052        90.248
           Aset pajak tangguhan                     187.537       182.490      260.209      275.353      264.687       369.597
           Aset hak-guna                             40.909        43.359       19.062       32.749       74.128        75.026
           Aset tidak lancar lainnya                 28.082        31.327       42.515       33.792       34.230        27.666
           Jumlah Aset Tidak Lancar               8.379.360     8.477.693    8.451.787    8.443.090    8.353.829     8.366.966
           JUMLAH ASET                           10.305.054    10.702.351   10.067.533   10.243.238    9.751.365     9.744.680




                                                37
Page 39
                                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                           300.000           -             -             -        28.538        532.049
           Utang usaha                                                        481.738     661.520       423.445       417.723       516.886        480.402
           Utang lain-lain                                                     45.317      79.979        44.620        34.271        52.382         59.534
           Liabilitas kontrak                                                 156.652     137.564       107.586       125.041       111.822        173.460
           Utang pajak                                                        192.367      86.101        87.271       198.386       189.889        106.264
           Beban akrual                                                        86.682     122.500        38.083        30.542        19.036         26.253
           Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              71.890      75.751        70.025        63.389        55.596         55.440
           Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
             satu tahun:
             Utang obligasi                                                    46.743     166.405       127.377       208.381             -              -
             Sukuk ijarah                                                     158.250     199.904       236.635       174.854             -              -
             Utang bank jangka panjang                                        224.759     208.170       137.629        93.937       279.527        427.716
             Liabilitas sewa                                                    4.546       4.762        13.110        11.343        26.065         25.942
             Liabilitas keuangan lainnya                                        9.255      17.732        23.992         2.942             -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 1.778.199     1.760.388     1.309.773     1.360.809     1.279.741     1.887.060
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo
             dalam satu tahun:
             Utang obligasi                                                  448.813       495.018       659.999      784.993        469.955       297.924
             Sukuk ijarah                                                    229.689       387.817       586.970      822.855        692.677       296.541
             Utang bank jangka panjang                                     1.351.335     1.424.807     1.088.842      997.452      1.684.581     2.391.113
             Liabilitas sewa                                                  34.014        35.522           219       13.330         23.686        37.385
             Liabilitas keuangan lainnya                                      13.611         3.682        21.414        4.270              -             -
           Liabilitas imbalan kerja                                          176.134       209.861       194.086      181.782        194.136       268.814
           Liabilitas pajak tangguhan                                         19.944        16.959        17.165       17.371         16.875        15.781
           Liabilitas jangka panjang lainnya                                 145.926       158.277       676.658      830.265        793.015       754.006
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                2.419.466     2.731.943     3.245.353     3.652.318     3.874.925     4.061.564
           JUMLAH LIABILITAS                                               4.197.665     4.492.331     4.555.126     5.013.127     5.154.666     5.948.624
           EKUITAS
           Modal saham                                                       363.724       363.724       363.724       363.724       378.000       378.000
           Tambahan modal disetor                                            583.775       583.775       583.775       583.775       681.231       681.231
           Saham treasuri                                                       (179)            -             -             -      (111.732)     (111.732)
           Komponen ekuitas lain                                              (4.777)       (4.887)       (4.801)       (4.792)         (836)         (675)
           Selisih transaksi dengan kepentingan non-pengendali               196.460       208.657       208.657       208.657       207.799       190.030
           Saldo laba                                                      4.551.399     4.613.143     4.079.088     3.949.531     3.298.307     2.485.425
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                         5.690.402     5.764.412     5.230.443     5.100.895     4.452.769     3.622.279
           Kepentingan non-pengendali                                        416.987       445.608       281.964       129.216       143.930       173.777
           JUMLAH EKUITAS                                                  6.107.389     6.210.020     5.512.407     5.230.111     4.596.699     3.796.056
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  10.305.054    10.702.351    10.067.533    10.243.238     9.751.365     9.744.680




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 10.305,05 miliar,
           Rp 10.702,35 miliar, Rp 10.067,53 miliar, Rp 10.243,24 miliar,
           Rp 9.751,37 miliar, dan Rp 9.744,68 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 397,30 miliar atau setara dengan 3,71% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas – pihak ketiga, aset biologis,
           pajak dibayar di muka, serta tanaman produktif masing-masing sebesar
           Rp 137,40 miliar, Rp 41,43 miliar, Rp 48,09 miliar, dan Rp 67,31 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 634,82 miliar atau setara dengan 6,31% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan kas dan setara kas – pihak ketiga sebesar Rp 403,66 miliar.




                                                                         38
Page 40
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 175,71 miliar atau setara dengan 1,72% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan persediaan serta kas dan setara kas – pihak berelasi
           masing-masing sebesar Rp 269,95 miliar dan Rp 158,17 miliar yang disertai
           dengan kenaikan kas dan setara kas – pihak ketiga dan piutang lain-lain masing-
           masing sebesar Rp 158,69 miliar dan Rp 112,21 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 491,87 miliar atau setara dengan 5,04% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan piutang usaha dan persediaan masing-masing sebesar
           Rp 154,48 miliar dan Rp 233,11 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 6,69 miliar atau setara dengan 0,07% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas – pihak berelasi, kas dan setara kas – pihak ketiga,
           persediaan, tanaman produktif masing-masing sebesar Rp 132,17 miliar,
           Rp 114,50 miliar, Rp 37,15 miliar, dan Rp 188,47 miliar yang disertai dengan
           penurunan piutang usaha, aset tetap, dan aset pajak tangguhan masing-masing
           sebesar Rp 258,38 miliar, Rp 113,57 miliar, dan Rp 104,91 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 4.197,67 miliar, Rp 4.492,33 miliar, Rp 4.555,13 miliar, Rp 5.013,13 miliar,
           Rp 5.154,67 miliar, dan Rp 5.948,62 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 294,67 miliar atau setara dengan 6,56% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang usaha, utang obligasi, dan sukuk ijarah
           masing-masing sebesar Rp 179,78 miliar, Rp 165,87 miliar, dan Rp 199,78 yang
           disertai dengan kenaikan utang bank jangka pendek sebesar Rp 300,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 62,80 miliar atau setara dengan 1,38% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan sukuk ijarah dan liabilitas jangka panjang
           lainnya masing-masing sebesar Rp 235,88 miliar dan Rp 518,38 miliar yang
           disertai dengan utang bank jangka panjang sebesar Rp 406,51 miliar.




                                           39
Page 41
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 458,00 miliar atau setara dengan 9,14% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang obligasi, sukuk ijarah, dan liabilitas
           jangka panjang lainnya masing-masing sebesar Rp 206,00 miliar,
           Rp 174,10 miliar, dan Rp 153,61 miliar yang disertai dengan kenaikan utang
           bank jangka panjang sebesar Rp 135,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 141,54 miliar atau setara dengan 2,75% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha dan utang bank jangka
           panjang masing-masing sebesar Rp 99,16 miliar dan Rp 872,72 miliar yang
           disertai dengan kenaikan utang obligasi dan sukuk ijarah masing-masing
           sebesar Rp 523,42 miliar dan Rp 305,03 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 793,96 miliar atau setara dengan 13,35% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek dan utang bank
           jangka panjang masing-masing sebesar Rp 503,51 dan Rp 854,72 miliar yang
           disertai dengan kenaikan utang obligasi dan sukuk ijarah masing-masing
           sebesar Rp 172,03 miliar dan Rp 396,14 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 6.107,39 miliar, Rp 6.210,02 miliar, Rp 5.512,41 miliar, Rp 5.230,11 miliar,
           Rp 4.596,70 miliar, dan Rp 3.796,06 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 102,63 miliar atau setara dengan 1,65% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh adanya pembagian dividen tunai sebesar Rp 600,12 miliar yang
           disertai dengan laba periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 516,32 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 697,61 miliar atau setara dengan 12,66% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 697,48 miliar.




                                          40
Page 42
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 282,30 miliar atau setara dengan 5,40% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 440,78 miliar yang disertai dengan adanya pembagian dividen tunai sebesar
           Rp 360,09 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 633,41 miliar atau setara dengan 13,78% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 1.039,44 miliar yang disertai dengan adanya pembagian dividen tunai
           sebesar Rp 409,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 800,64 miliar atau setara dengan 21,09% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 814,72 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          30/06/25         31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                      Keterangan
                                                                         (6 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Penjualan                                                      3.294.163        5.694.228     5.620.503     5.671.723      5.222.298     3.502.227
           Beban pokok penjualan                                          2.230.075        4.093.606     4.293.635     3.688.052      3.553.116     2.618.314
           Laba kotor                                                     1.064.088        1.600.622     1.326.868     1.983.671      1.669.182       883.913
           Perubahaan nilai wajar aset biologis                             (41.434)         128.629        16.716       (18.811)        (9.525)       71.993
           Beban penjualan dan pemasaran                                    (60.894)        (146.690)     (159.113)     (139.051)      (108.398)     (102.179)
           Beban umum dan administrasi                                     (158.868)        (265.291)     (239.287)     (240.794)      (203.702)     (220.780)
           Pendapatan operasi lain                                           47.085          126.584       124.122       161.437        154.489       121.762
           Beban operasi lain                                               (72.973)        (180.250)     (132.738)     (127.385)       (88.361)      (68.618)
           Laba usaha                                                         777.004      1.263.604       936.568     1.619.067      1.413.685       686.091
           Pendapatan keuangan                                                 16.992         40.249        41.990        28.028         46.021        26.969
           Biaya keuangan                                                     (93.113)      (235.648)     (234.253)     (243.056)      (259.838)     (293.437)
           Provisi liabilitas kontijensi                                            -              -             -             -              -      (319.168)
           Laba sebelum pajak penghasilan                                      700.883     1.068.205       744.305     1.404.039      1.199.868       100.455
           Beban pajak pengahasilan - neto                                    (184.566)     (370.721)     (303.526)     (364.596)      (385.153)     (292.202)
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                 516.317        697.484       440.779     1.039.443       814.715       (191.747)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 3.353          5.745         5.943         6.978        11.115        (17.355)
           Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan             519.670        703.229       446.722     1.046.421       825.830       (209.102)
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
             kepada:
             Pemilik entitas induk                                            535.205        748.560       483.712     1.049.826       802.085       (201.421)
             Kepentingan non-pengendali                                       (18.888)       (51.076)      (42.933)      (10.383)       12.630          9.674




                                                                         41
Page 43
III.B.6    Penjualan

           Penjualan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 3.294,16 miliar, Rp 5.694,23 miliar, Rp 5.620,50 miliar, Rp 5.671,72 miliar,
           Rp 5.222,30 miliar, dan Rp 3.502,23 miliar.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 73,73 miliar atau setara
           dengan 1,31% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2023.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 51,22 miliar atau setara
           dengan 0,90% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 449,43 miliar atau setara
           dengan 8,61% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2021.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.720,07 miliar atau setara
           dengan 49,11% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2020.

III.B.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Laba periode berjalan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 516,32 miliar, Rp 697,48 miliar, Rp 440,78 miliar, Rp 1.039,44 miliar, dan
           Rp 814,72 miliar. Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 191,75 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 256,71 miliar atau setara
           dengan 58,24% dibandingan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 598,66 miliar atau setara
           dengan 57,59% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                          42
Page 44
           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 224,73 miliar atau setara
           dengan 27,58% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.006,46 miliar atau setara
           dengan 524,89% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/25         31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21      31/12/20
                                 Keterangan
                                                                    (6 Bulan)        (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                              3.318.145        5.702.538      5.676.597      5.530.462      5.419.038      3.353.248
           Pembayaran kepada pemasok                                 (1.372.889)      (2.160.664)    (2.230.316)    (2.513.175)    (2.288.222)    (1.469.274)
           Pembayaran kas kepada karyawan, beban operasi,
            dan lain-lain                                                (914.722)    (1.957.075)    (1.597.946)    (1.397.032)    (1.175.372)    (1.164.536)
           Pembayaran pajak penghasilan badan                            (113.585)      (329.027)      (425.436)      (366.300)      (181.327)       (35.897)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                   916.949      1.255.772      1.422.899      1.253.955       1.774.117       683.541
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang
            plasma                                                       (100.868)     (271.155)      (229.188)       (51.913)        (81.314)       (3.221)
           Penambahan tanaman produktif                                   (79.864)     (200.245)      (240.484)      (211.922)       (239.454)     (297.389)
           Perolehan aset tetap                                           (74.638)     (236.818)      (313.155)      (192.310)        (83.790)      (89.545)
           Penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
            plasma                                                         68.468       187.779        220.624         37.595          42.505              -
           Perolehan aset takberwujud                                     (22.935)      (19.526)        (2.614)        (2.924)         (1.813)        (2.281)
           Penambahan investasi pada entitas anak                         (22.002)            -              -              -               -              -
           Penerimaan pendapatan bunga                                     17.006        22.637         11.263         10.004          12.319          6.796
           Penerimaan dari penjualan aset tetap                               622         3.103         14.171          4.115           3.615          2.639
           Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                  (214.211)     (514.225)      (539.383)      (407.355)       (347.932)     (383.001)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham                (600.120)     (220.053)      (360.087)       (409.190)             -              -
           Perolehan (pembayaran) utang obligasi dan sukuk ijarah        (366.500)     (364.300)      (383.500)        830.500        569.500        600.000
           Perolehan utang bank                                           342.500     1.000.000        730.000         594.390        632.205      3.882.890
           Pembayaran beban keuangan                                     (114.957)     (241.101)      (249.449)       (283.797)      (345.422)      (363.258)
           Pembayaran utang bank                                         (100.061)     (593.250)      (595.000)     (1.498.261)    (1.997.509)    (4.291.016)
           Pembayaran liabilitas sewa                                      (1.725)      (14.001)       (11.344)        (29.051)       (26.913)       (23.017)
           Pembayaran untuk saham treasuri                                   (179)            -              -               -              -              -
           Pembayaran dividen tunai oleh entitas anak kepada
            pemegang saham non-pengendali                                       -         (4.307)        (4.339)        (3.819)        (4.021)      (15.627)
           Pembayaran simpanan jaminan                                          -              -         (9.233)        (2.152)        (3.246)       (1.312)
           Pembayaran biaya emisi utang obligasi dan sukuk ijarah               -              -              -         (6.200)        (4.123)       (7.141)
           Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                  (841.042)     (437.012)      (882.952)      (807.580)     (1.179.529)     (218.481)
           KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN
            SETARA KAS                                                   (138.304)      304.535            564         39.020        246.656         82.059
           Dampak neto perubahan nilai tukar atas kas dan
            setara kas                                                          4           103             (44)          111              10            11
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            840.602        535.964        535.444        496.313        249.647        167.577
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           702.302        840.602        535.964        535.444        496.313        249.647




                                                                    43
Page 45
Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 916,95 miliar, Rp 1.255,77 miliar,
Rp 1.422,90 miliar, Rp 1.253,96 miliar, Rp 1.774,12 miliar, dan Rp 683,54 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 916,95 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 3.318,15 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas
kepada karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 1.372,89 miliar dan Rp 914,72 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.255,77 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.702,54 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2.160,66 miliar dan Rp 1.957,08 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1.422,90 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.676,60 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2.230,32 miliar dan Rp 1.597,95 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1.253,96 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.530,46 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2.513,18 miliar dan Rp 1.397,03 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1.774,12 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.419,04 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar Rp 2.288,22
miliar dan Rp 1.175,37 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 683,54 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 3.353,25 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 1.469,27 miliar dan Rp 1.164,54 miliar.


                                44
Page 46
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
2020 masing-masing adalah sebesar Rp 214,21 miliar, Rp 514,23 miliar,
Rp 539,38 miliar, Rp 407,36 miliar, Rp 347,93 miliar, dan Rp 383,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 214,21 miliar terutama berasal dari pembiayaan pengembangan kebun
plasma dan piutang plasma, penambahan tanaman produktif, serta perolehan
aset tetap masing-masing sebesar Rp 100,87 miliar, Rp 79,86 miliar, dan
Rp 74,64 miliar yang disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan
pengembangan kebun plasma sebesar Rp 68,47 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 514,23 miliar
terutama berasal dari pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang
plasma, penambahan tanaman produktif, serta perolehan aset tetap masing-
masing sebesar Rp 271,16 miliar, Rp 200,25 miliar, dan Rp 236,82 miliar yang
disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
plasma sebesar Rp 187,78 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 539,38 miliar
terutama berasal dari pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang
plasma, penambahan tanaman produktif, serta perolehan aset tetap masing-
masing sebesar Rp 229,19 miliar, Rp 240,48 miliar, dan Rp 313,16 miliar yang
disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
plasma sebesar Rp 220,62 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 407,36 miliar
terutama berasal dari penambahan tanaman produktif dan perolehan aset tetap
masing-masing sebesar Rp 211,92 miliar dan Rp 192,31 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 347,93 miliar
terutama berasal dari pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang
plasma, penambahan tanaman produktif, serta perolehan aset tetap masing-
masing sebesar Rp 81,31 miliar, Rp 239,45 miliar, dan Rp 83,79 miliar yang
disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
plasma sebesar Rp 42,51 miliar.




                               45
Page 47
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 383,00 miliar
terutama berasal dari penambahan tanaman produktif dan perolehan aset tetap
masing-masing sebesar Rp 297,39 miliar dan Rp 89,55 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
2020 masing-masing adalah sebesar Rp 841,04 miliar, Rp 437,01 miliar,
Rp 882,95 miliar, Rp 807,58 miliar, Rp 1.179,53 miliar, dan Rp 218,48 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 841,04 miliar terutama berasal dari pembayaran dividen tunai kepada
pemegang saham sebesar Rp 600,12 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 437,01 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham,
pembayaran utang obligasi dan sukuk ijarah, pembayaran beban keuangan,
serta pembayaran utang bank masing-masing sebesar Rp 220,05 miliar,
Rp 364,30 miliar, Rp 241,10 miliar, dan Rp 593,25 miliar yang disertai dengan
perolehan utang bank sebesar Rp 1.000,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 882,95 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham,
pembayaran utang obligasi dan sukuk ijarah, pembayaran beban keuangan,
serta pembayaran utang bank masing-masing sebesar Rp 360,09 miliar,
Rp 383,50 miliar, Rp 249,45 miliar, dan Rp 595,00 miliar yang disertai dengan
perolehan utang bank sebesar Rp 730,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 807,58 miliar
terutama berasal dari pembayaran pembayaran dividen tunai kepada pemegang
saham, pembayaran beban keuangan, dan pembayaran utang bank masing-
masing sebesar Rp 409,19, Rp 283,80 miliar, dan Rp 1.498,26 miliar yang
disertai dengan perolehan utang obligasi dan sukuk ijarah serta perolehan utang
bank masing-masing sebesar Rp 830,50 miliar dan Rp 594,39 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1.179,53 miliar
terutama berasal dari pembayaran beban keuangan dan pembayaran utang
bank masing-masing sebesar Rp 345,42 miliar dan Rp 1.997,51 miliar yang
disertai dengan perolehan utang obligasi dan sukuk ijarah serta perolehan utang
bank masing-masing sebesar Rp 569,50 miliar dan Rp 632,21 miliar.




                               46
Page 48
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 218,48 miliar
            terutama berasal dari pembayaran beban keuangan dan pembayaran utang
            bank masing-masing sebesar Rp 363,26 miliar dan Rp 4.291,02 miliar yang
            disertai dengan perolehan utang obligasi dan sukuk ijarah serta perolehan utang
            bank masing-masing sebesar Rp 600,00 miliar dan Rp 3.882,89 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                         1,08         1,26        1,23        1,32        1,09        0,73
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                         0,64         0,53        0,56        0,55        0,54        0,36
            Ekuitas terhadap jumlah aset                   0,59         0,58        0,55        0,51        0,47        0,39
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset         0,41         0,42        0,45        0,49        0,53        0,61
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             0,69         0,72        0,83        0,96        1,12        1,57
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                             32,30%      28,11%      23,61%      34,97%      31,96%      25,24%
            Marjin laba usaha                             23,59%      22,19%      16,66%      28,55%      27,07%      19,59%
            Marjin laba (rugi) tahun berjalan             15,67%      12,25%       7,84%      18,33%      15,60%      -5,48%
            Laba usaha terhadap aset                      15,08%      11,81%       9,30%      15,81%      14,50%       7,04%
            Imbal hasil aset                              10,02%       6,52%       4,38%      10,15%       8,35%      -1,97%
            Laba usaha terhadap ekuitas                   25,44%      20,35%      16,99%      30,96%      30,75%      18,07%
            Imbal hasil ekuitas                           16,91%      11,23%       8,00%      19,87%      17,72%      -5,05%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan      penjualan   dari jumlah    investasi    Perseroan.      Pada
            tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020,
            rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,64; 0,53; 0,56; 0,55; 0,54;
            dan 0,36

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,59; 0,58; 0,55; 0,51; 0,47; dan 0,39.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
            2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,41;
            0,42; 0,45; 0,49; 0,53; dan 0,61, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 0,69; 0,72; 0,83; 0,96; 1,12; dan 1,57.




                                                     47
Page 49
III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
            masing-masing adalah 10,02%, 6,52%, 4,38%, 10,15%, dan 8,35%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan
            2021 masing-masing adalah 16,91%, 11,23%, 8,00%, 19,87%, dan 17,72%.

III.B.      Analisis atas Kinerja Historis HKI

            Laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
            30 Juni 2025 telah diaudit oleh KAP PSSU dengan pendapat wajar tanpa
            modifikasian. Laporan keuangan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
            tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 telah diaudit oleh KAP
            PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

            Ikhtisar data keuangan penting HKI adalah sebagai berikut:

III.B.1.    Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan    30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan setara kas                          1.847       4.724       31.991        2.397        2.384          3.766
            Piutang usaha                               2.384       2.391          959          127            -              -
            Piutang lain-lain                           1.562       1.490        1.634        1.612        2.881          2.995
            Persediaan                                 10.357      14.252       17.964       13.067       14.517          6.314
            Aset biologis                                 671         982          325            -            -              -
            Pajak dibayar di muka                           -       1.449        8.448        6.881          324              -
            Biaya dibayar di muka dan uang muka         2.266       2.594        2.617        3.021        3.764          2.883
            Jumlah Aset Lancar                         19.088      27.882       63.938       27.106       23.870         15.959
            ASET TIDAK LANCAR
            Tanaman produktif                      2.885.134     2.927.076    2.968.715    2.824.029    2.485.424     2.149.733
            Aset tetap                               107.569       113.887      122.742      119.021      115.814       120.596
            Aset hak-guna                                580           679          365          336          382           350
            Aset takberwujud                             702           808          786          762          809           860
            Aset tidak lancar lainnya                     28            28          332          332          332           350
            Jumlah Aset Tidak Lancar               2.994.012     3.042.479    3.092.940    2.944.480    2.602.761     2.271.890
            JUMLAH ASET                            3.013.100     3.070.361    3.156.878    2.971.586    2.626.631     2.287.849
                                                                                                                              -




                                                  48
Page 50
                                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha
             Pihak berelasi                                                         -           -             -             1           38             12
             Pihak ketiga                                                      36.630      34.939        64.030        18.516       25.283         43.102
           Utang lain-lain                                                     30.350      24.600        25.311        16.255       16.203         11.113
           Utang pajak                                                          3.952       6.189         4.116         4.826        4.868          4.410
           Beban akrual                                                         6.910       8.170        10.996         8.795        6.729          6.205
           Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
             satu tahun:
             Liabilitas sewa                                                       71           68           98            89           81             79
             Utang bank jangka panjang                                         10.377        3.620            -             -            -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     88.290      77.586       104.551        48.481       53.202         64.920
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo
             dalam satu tahun:
             Utang bank jangka panjang                                        171.062     136.380         30.000             -            -             -
             Liabilitas sewa                                                      406         442              -            98          187           287
           Liabilitas pajak tangguhan                                             283           -              -             -            -             -
           Utang pihak berelasi                                               650.308     650.308      1.637.475     2.304.408    1.882.641     1.570.481
           Liabilitas imbalan kerja                                            10.382      10.387         10.182        11.558       11.173        10.144
           Liabilitas tidak lancar lainnya                                          -           -          2.202             -            -             -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   832.441     797.517      1.679.859     2.316.063    1.894.001     1.580.911
           JUMLAH LIABILITAS                                                  920.731     875.103      1.784.409     2.364.545    1.947.203     1.645.831
           EKUITAS
           Modal saham                                                    1.062.655      1.062.655       720.665      408.165      405.299        367.380
           Tambahan modal disetor                                         1.691.690      1.691.690       939.312      251.812      251.812        251.812
           Saldo laba (defisit)                                            (661.975)      (559.086)     (287.508)     (52.936)      19.451         19.731
           Uang muka setoran modal                                                -              -             -            -        2.866          3.095
           JUMLAH EKUITAS                                                 2.092.370      2.195.258     1.372.469      607.041      679.428        642.018
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  3.013.100      3.070.361     3.156.878     2.971.586    2.626.631     2.287.849




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset HKI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 3.013,10 miliar,
           Rp 3.070,36 miliar, Rp 3.156,88 miliar, Rp 2.971,59 miliar, Rp 2.626,63 miliar,
           dan Rp 2.287,85 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset HKI mengalami penurunan sebesar
           Rp 55,53 miliar atau setara dengan 1,74% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan tanaman produktif sebesar Rp 38,41 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset HKI mengalami penurunan
           sebesar Rp 86,52 miliar atau setara dengan 2,74% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan kas dan setara kas serta tanaman produktif masing-masing sebesar
           Rp 27,27 miliar dan Rp 41,64 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 185,29 miliar atau setara dengan 6,24% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan tanaman produktif sebesar Rp 144,69 miliar.




                                                                         49
Page 51
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 344,96 miliar atau setara dengan 13,13% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan tanaman produktif sebesar Rp 305,38 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset HKI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 338,78 miliar atau setara dengan 14,81% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan tanaman produktif sebesar Rp 335,69 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas HKI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 920,73 miliar,
           Rp 875,10 miliar, Rp 1.784,41 miliar, Rp 2.364,55 miliar, Rp 1.947,20 miliar, dan
           Rp 1.645,83 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 74,64 miliar atau setara dengan 8,53% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
           pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan utang bank jangka panjang dan utang pihak berelasi masing-masing
           sebesar Rp 41,44 miliar dan Rp 59,84 miliar yang disertai dengan utang lain-lain
           dan utang pajak masing-masing sebesar Rp 24,60 miliar dan Rp 2,35 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas HKI mengalami penurunan
           sebesar Rp 909,31 miliar atau setara dengan 50,96% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 987,17 miliar yang
           disertai dengan kenaikan utang bank jangka panjang – neto sebesar
           Rp 106,38 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas HKI mengalami penurunan
           sebesar Rp 580,14 miliar atau setara dengan 24,53% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 666,93 miliar yang
           disertai dengan kenaikan utang usaha – pihak ketiga dan utang bank jangka
           panjang – neto masing-masing sebesar Rp 45,51 miliar dan Rp 30,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 417,34 miliar atau setara dengan 21,43% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 421,77 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 301,37 miliar atau setara dengan 18,31% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 312,16 miliar.




                                           50
Page 52
III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas HKI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023,   2022,     2021,   dan    2020 masing-masing adalah          sebesar
           Rp 2.092,37 miliar, Rp 2.195,26 miliar, Rp 1.372,47 miliar, Rp 607,04 miliar,
           Rp 679,43 miliar, dan Rp 642,02 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas HKI mengalami penurunan sebesar
           Rp 128,17 miliar atau setara dengan 5,84% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
           pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh rugi
           periode berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar Rp 128,17 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 822,79 miliar atau setara dengan 59,95% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh tambahan modal disetor sebesar Rp 752,38 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 765,43 miliar atau setara dengan 126,09% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan modal saham dan tambahan modal disetor masing-
           masing sebesar Rp 312,50 miliar dan Rp 687,50 miliar yang disertai dengan rugi
           tahun berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar Rp 234,71 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas HKI mengalami penurunan
           sebesar Rp 72,39 miliar atau setara dengan 10,65% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh HKI sebesar
           Rp 74,15 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas HKI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 37,41 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan modal saham sebesar Rp 37,92 miliar.




                                          51
Page 53
III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/25         31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                   Keterangan
                                                                    (6 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Penjualan                                                      49.587        107.873        65.331        26.495              -              -
           Beban pokok penjualan                                         142.103        276.690       199.310        77.437              -              -
           Rugi bruto                                                     (92.516)     (168.817)     (133.979)      (50.942)             -             -
           Perubahan nilai wajar aset biologis                               (311)          657           325             -              -             -
           Beban penjualan                                                 (2.832)       (7.506)       (5.807)            -              -             -
           Beban umum dan administrasi                                       (408)       (1.129)       (3.992)       (1.305)          (716)         (675)
           Beban operasional lain                                            (154)         (755)         (551)       (1.073)          (176)         (117)
           Pendapatan operasional lain                                          2         1.491         1.541           696            109           384
           Rugi usaha                                                     (96.219)     (176.059)     (142.464)      (52.624)          (783)         (408)
           Pendapatan keuangan                                                 22           206            52            31             78            69
           Beban keuangan                                                  (7.347)      (96.446)      (92.297)      (21.554)           (30)          (38)
           Rugi sebelum pajak penghasilan                                (103.544)     (272.299)     (234.709)      (74.146)          (735)         (378)
           Pajak penghasilan                                                 (283)            -             -             -              -           988
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                            (103.827)     (272.299)     (234.709)      (74.146)          (735)          611
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                               939           721           137         1.759            455           (76)
           Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        (102.889)     (271.578)     (234.572)      (72.387)          (280)          535




III.B.6    Penjualan

           Penjualan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar
           Rp 49,59 miliar, Rp 107,87 miliar, Rp 65,33 miliar dan Rp 26,50 miliar. Untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, HKI
           belum membukukan penjualan.

           Penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           mengalami kenaikan sebesar Rp 42,54 miliar atau setara dengan 65,12%
           dibandingkan dengan penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023.

           Penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           mengalami kenaikan sebesar Rp 38,84 miliar atau setara dengan 146,58%
           dibandingkan dengan penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022.

           Penjualan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           mengalami kenaikan sebesar Rp 26,50 miliar dibandingkan dengan penjualan
           HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.B.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Rugi periode/tahun berjalan HKI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 103,83 miliar, Rp 272,30 miliar, Rp 234,71 miliar, Rp 74,15 miliar, dan
           Rp 0,38 miliar. Laba tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 0,25 miliar.




                                                                    52
Page 54
           Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 37,59 miliar atau setara
           dengan 16,02% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 160,56 miliar atau setara
           dengan 216,55% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 74,40 miliar dibandingkan
           dengan laba tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan HKI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,63 miliar atau setara
           dengan 166,97% dibandingkan dengan laba tahun berjalan HKI untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                Keterangan
                                                                    (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                 49.594        106.441        64.500        26.368                -               -
           Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi
            dan lain-lain                                                (72.060)     (202.930)      (90.009)      (69.977)      (13.625)         (7.608)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                  (22.466)      (96.489)      (25.509)      (43.610)      (13.625)         (7.608)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penambahan tanaman produktif belum menghasilkan               (13.188)      (43.418)     (116.600)     (173.200)     (162.237)       (170.258)
           Perolehan aset tetap                                           (1.314)       (7.134)      (19.460)      (19.789)      (11.289)         (9.458)
           Perolehan aset hak-guna usaha                                       -             -          (225)         (117)            -               -
           Perolehan aset tak berwujud                                         -          (234)         (202)         (191)         (204)           (198)
           Penerimaan pendapatan bunga                                        22           206            45            31            78              69
           Penerimaan penjualan aset tetap                                     -             -             -             -             -              59
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                (14.480)      (50.580)     (136.442)     (193.264)     (173.652)       (179.786)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Perolehan utang bank                                          42.500        110.000        30.000             -             -               -
           Pembayaran beban keuangan                                     (7.337)             -           (16)          (23)          (30)              -
           Pembayaran utang bank                                         (1.061)             -             -             -             -               -
           Pembayaran liabilitas sewa                                       (33)          (104)          (89)          (81)          (74)           (110)
           Penambahan modal saham                                             -        875.494       112.500             -        34.824          36.190
           Pembayaran utang pihak berelasi                                    -       (875.483)     (800.000)            -             -               -
           Penerimaan utang dari pihak berelasi                               -          9.894       161.650       236.990       148.309         150.896
           Penerimaan tambahan modal disetor                                  -              -       687.500             -         2.866           3.095
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                 34.068        119.801       191.545       236.886       185.895         190.071
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                    (2.877)      (27.267)       29.595            12        (1.382)          2.677
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                             4.724         31.991         2.397         2.384         3.766           1.089
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                            1.847          4.724        31.991         2.397         2.384           3.766




                                                                    53
Page 55
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-
masing adalah sebesar Rp 22,47 miliar, Rp 96,49 miliar, Rp 25,51 miliar,
Rp 43,61 miliar, Rp 13,63 miliar, dan Rp 7,61 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 22,47 miliar
seluruhnya berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban
operasi dan lain-lain sebesar Rp 72,06 miliar yang disertai dengan penerimaan
kas dari pelanggan sebesar Rp 49,59 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 96,49 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban operasi dan
lain-lain sebesar Rp 106,44 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 202,93 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 25,51 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan serta pembayaran kas kepada
pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-lain sebesar Rp 64,50 miliar dan
Rp 90,01 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 43,61 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan serta pembayaran kas kepada
pemasok, karyawan, beban operasi dan lain-lain sebesar Rp 26,37 miliar dan
Rp 69,98 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 13,63 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban
operasi dan lain-lain.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 7,61 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, beban
operasi dan lain-lain.




                               54
Page 56
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 14,48 miliar, Rp 50,58 miliar,
Rp 136,44 miliar, Rp 193,26 miliar, Rp 173,65 miliar, dan Rp 179,79 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 14,48 miliar
terutama berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan
sebesar Rp 13,19 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 50,58 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 43,42 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 136,44 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 116,60 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 193,26 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 173,20 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 173,65 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 162,24 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HKI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 179,79 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif belum menghasilkan sebesar
Rp 170,26 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi HKI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 34,07 miliar, Rp 119,80 miliar,
Rp 191,55 miliar, Rp 236,89 miliar, Rp 185,90 miliar, dan Rp 190,07 miliar.




                               55
Page 57
           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
           Rp 34,07 miliar terutama berasal dari perolehan utang bank sebesar
           Rp 42,50 miliar yang disertai dengan pembayaran beban keuangan dan
           pembayaran utang bank masing-masing sebesar Rp 7,34 miliar dan
           Rp 1,06 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 119,80 miliar terutama
           berasal dari perolehan utang bank sebesar Rp 110,00 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 191,55 miliar terutama
           berasal dari perolehan utang pihak berelasi, pembayaran utang pihak berelasi,
           penambahan modal saham, dan penerimaan tambahan modal disetor
           masing-masing sebesar Rp 161,65 miliar, Rp 800,00 miliar, Rp 112,50 miliar,
           dan Rp 687,50 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 236,89 miliar terutama
           berasal dari perolehan utang pihak berelasi sebesar Rp 236,99 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 185,90 miliar terutama
           berasal dari perolehan utang pihak berelasi dan penambahan modal saham
           masing-masing sebesar Rp 148,31 miliar dan Rp 34,82 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan HKI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 190,07 miliar terutama
           berasal dari perolehan utang pihak berelasi dan penambahan modal saham
           masing-masing sebesar Rp 150,90 miliar dan Rp 36,19 miliar.

III.B.9.   Rasio-rasio Keuangan

                                   Keterangan       30/06/25        31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                           0,22         0,36         0,61         0,56         0,45        0,25
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                           0,03         0,04         0,02         0,01          N/A         N/A
           Ekuitas terhadap jumlah aset                     0,69         0,71         0,43         0,20         0,26        0,28
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset           0,31         0,29         0,57         0,80         0,74        0,72
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas               0,44         0,40         1,30         3,90         2,87        2,56
           Rasio Profitabilitas
           Marjin rugi bruto                             -186,57%     -156,50%     -205,08%     -192,27%         N/A         N/A
           Marjin rugi usaha                             -194,04%     -163,21%     -218,06%     -198,62%         N/A         N/A
           Marjin rugi bersih                            -209,38%     -252,43%     -359,26%     -279,85%         N/A         N/A
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                 -6,39%       -5,73%       -4,51%       -1,77%         N/A         N/A
           Imbal hasil aset                                -6,89%       -8,87%       -7,43%       -2,50%         N/A         N/A
           Rugi usaha terhadap ekuitas                     -9,20%       -8,02%      -10,38%       -8,67%         N/A         N/A
           Imbal hasil ekuitas                             -9,92%      -12,40%      -17,10%      -12,21%         N/A         N/A




                                                    56
Page 58
III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan HKI dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi HKI. Pada tanggal-tanggal
            30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023 dan 2022, rasio perputaran jumlah aset
            HKI adalah 0,03; 0,04; 0,02; dan 0,01.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas HKI
            terhadap jumlah aset HKI. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,69; 0,71; 0,43; 0,20; 0,26; dan 0,28.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan HKI untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
            2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,31;
            0,29; 0,57; 0,80; 0,74; dan 0,72, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 0,46; 0,40; 1,30; 3,90; 2,87; dan 2,56.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan HKI dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan HKI dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                           57
Page 59
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang telah
         direviu oleh KAP MSI.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 30 Juni 2025:

                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Setelah
                                 Keterangan        30/06/25       Penyesuaian
                                                                                  Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                            702.302         1.832.043        2.534.345
         Piutang usaha                                 172.542           (10.498)         162.044
         Piutang lain-lain                             129.316             1.734          131.050
         Persediaan                                    568.817           (20.837)         547.980
         Aset biologis                                 276.531            (3.959)         272.572
         Pajak dibayar di muka                          56.434                 -           56.434
         Biaya dibayar di muka                           1.485               (71)           1.414
         Uang muka                                      18.267            (3.696)          14.571
         Jumlah Aset Lancar                           1.925.694        1.794.716        3.720.410
         ASET TIDAK LANCAR
         Tagihan restitusi pajak                         27.916                -           27.916
         Piutang plasma                                 371.651                -          371.651
         Tanaman produktif                            5.594.003       (2.957.078)       2.636.925
         Aset tetap                                   2.035.070         (149.152)       1.885.918
         Aset takberwujud                                94.192          (83.167)          11.025
         Aset pajak tangguhan                           187.537                -          187.537
         Aset hak-guna                                   40.909             (580)          40.329
         Aset tidak lancar lainnya                       28.082           (8.575)          19.507
         Jumlah Aset Tidak Lancar                     8.379.360       (3.198.552)       5.180.808
         JUMLAH ASET                                 10.305.054       (1.403.836)       8.901.218




                                              58
Page 60
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            Setelah
                       Keterangan                         30/06/25       Penyesuaian
                                                                                         Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                      300.000                 -          300.000
Utang usaha                                                   481.738           (41.044)         440.694
Utang lain-lain                                                45.317            (3.030)          42.287
Liabilitas kontrak                                            156.652                 -          156.652
Utang pajak                                                   192.367            (5.202)         187.165
Beban akrual                                                   86.682            (1.779)          84.903
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                         71.890            (6.312)          65.578
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo
  dalam satu tahun:
  Utang obligasi - neto                                        46.743                 -           46.743
  Sukuk ijarah - neto                                         158.250                 -          158.250
  Utang bank jangka panjang - neto                            224.759           (10.377)         214.382
  Liabilitas sewa                                               4.546               (71)           4.475
  Liabilitas keuangan lainnya                                   9.255                 -            9.255
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             1.778.199           (67.815)       1.710.384
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang obligasi - neto                                       448.813                 -          448.813
  Sukuk ijarah - neto                                         229.689                 -          229.689
  Utang bank jangka panjang - neto                          1.351.335          (171.062)       1.180.273
  Liabilitas sewa                                              34.014              (406)          33.608
  Liabilitas keuangan lainnya                                  13.611                 -           13.611
Liabilitas imbalan kerja                                      176.134           (15.018)         161.116
Liabilitas pajak tangguhan, neto                               19.944           (19.944)               -
Liabilitas jangka panjang lainnya                             145.926          (145.926)               -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            2.419.466          (352.356)       2.067.110
JUMLAH LIABILITAS                                           4.197.665          (420.171)       3.777.494
EKUITAS
Modal saham                                                   363.724                 -          363.724
Tambahan modal disetor                                        583.775          (370.456)         213.319
Saham treasuri                                                   (179)                -             (179)
Komponen ekuitas lain                                          (4.777)                -           (4.777)
Selisih transaksi dengan kepentingan non-pengendali           196.460          (196.234)             226
Saldo laba                                                  4.551.399                 -        4.551.399
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                     5.690.402          (566.690)       5.123.712
Kepentingan non-pengendali                                    416.987          (416.975)              12
JUMLAH EKUITAS                                              6.107.389          (983.665)       5.123.724
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              10.305.054        (1.403.836)       8.901.218




                                                  59
Page 61
                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                       30/06/25                           Setelah
                        Keterangan                                     Penyesuaian
                                                       (6 bulan)                       Transaksi
Penjualan                                                 3.294.163                 -        3.294.163
Beban pokok penjualan                                     2.230.075                 -        2.230.075
Laba bruto                                                1.064.088                 -        1.064.088
Beban usaha                                                (287.084)                -         (287.084)
Laba usaha                                                 777.004                  -          777.004
Beban lain-lain                                            (76.121)                 -          (76.121)
Laba sebelum pajak penghasilan                              700.883                 -          700.883
Beban pajak penghasilan - neto                             (184.566)                -         (184.566)
Laba periode berjalan                                      516.317                  -          516.317
Penghasilan komprehensif lain                                3.353                  -            3.353
Jumlah laba komprehensif periode berjalan                  519.670                  -          519.670
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                    535.205                  -          535.205
  Kepentingan non-pengendali                               (18.888)                 -          (18.888)



Asumsi dan estimasi yang digunakan manajemen dalam penyusunan informasi
keuangan konsolidasian proforma adalah sebagai berikut:

1. Transaksi Divestasi dan Transaksi NSP

    Harga pengalihan seluruh saham HKI kepada SAR sebesar
    Rp 990,00 miliar dan seluruh saham NSP kepada SAR dan SS sebesar
    Rp 316,01 miliar.

    Setelah Transaksi Divestasi dan Transaksi NSP, laporan keuangan HKI dan
    NSP tidak dikonsolidasikan lagi kedalam Perseroan. Perseroan mencatat
    transaksi kehilangan pengendalian terhadap HKI dan NSP sesuai dengan
    PSAK 338 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali paragraf 15 tentang
    entitas yang melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali
    mengakui selisih antara imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis
    yang dilepas di ekuitas dan menyajikannya dalam pos tambahan modal
    disetor. Selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali yang merupakan
    perbedaan antara nilai tercatat investasi pada tanggal hilangnya
    pengendalian sebesar Rp 1,68 triliun dengan harga pengalihan saham HKI
    dan NSP sebesar Rp 1,31 triliun yaitu sebesar Rp 370,46 miliar dicatat
    sebagai bagian dari akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas
    dalam laporan posisi keuangan.




                                               60
Page 62
  Berikut rekonsiliasi arus kas sehubungan dengan pelepasan HKI dan NSP
  adalah sebagai berikut:

                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan                  HKI          NSP           Jumlah

   Imbalan yang diterima dari pelepasan HKI dan NSP       990.000      316.011         1.306.011
   Total aset yang dialihkan                             2.127.641     582.206         2.709.847
   Dikurangi total liabilitas yang diambil alih           (402.855)    (17.316)         (420.171)
   Aset bersih yang dialihkan                            1.724.786     564.890         2.289.676
   Penyesuaian konsolidasi:
    Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
      nonpengendali                                       (206.685)     10.451          (196.234)
    Kepentingan nonpengendali                             (416.975)          -          (416.975)
   Jumlah tercatat investasi pada HKI dan NSP            1.101.126     575.341         1.676.467
   Selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali    (111.126)    (259.330)        (370.456)



2. PN dan PPP

  Berdasarkan PN, SAR bermaksud untuk membayar secara penuh seluruh
  utang HKI sebesar Rp 542,80 miliar (termasuk bunga akrual sampai dengan
  tanggal 31 Oktober 2025) kepada Perseroan.

  Pada tanggal 30 Juni 2025, saldo piutang Perseroan pada HKI adalah
  sebesar Rp 504,38 miliar.

  Berdasarkan PPP, SAR selaku pihak penerima pengalihan, setuju untuk
  membayar seluruh jumlah yang masih terutang oleh HKI kepada LAB
  sebesar Rp 32,34 miliar atau yang setara dalam USD.

  Pada tanggal 30 Juni 2025, saldo piutang LAB pada HKI adalah sebesar
  Rp 26,95 miliar.

  Berikut adalah rekonsiliasi penerimaan kas Perseroan setelah Transaksi HKI
  dan penerimaan pembayaran atas Transaksi Novasi, dengan asumsi seluruh
  transaksi tersebut terjadi pada tanggal 30 Juni 2025:

                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan                  HKI          NSP           Jumlah


   Imbalan yang diterima dari pelepasan HKI dan NSP       990.000      316.011         1.306.011
   Penerimaan pembayaran piutang Perseroan
     Transaksi Novasi                                     504.381             -          504.381
     Transaksi Pengalihan                                  26.954             -           26.954
   Jumlah saldo kas yang diterima                        1.521.335     316.011         1.837.346




                                                  61
Page 63
         3. Seluruh transaksi dalam konsolidasian perusahaan, baik transaksi antar
            entitas anak dengan entitas induk, maupun entitas anak dengan entitas anak
            telah di eliminasi.

         4. Penyesuaian proforma belum memperhitungkan dampak perpajakan dan
            biaya lain-lain yang timbul sehubungan dengan Transaksi yang diuraikan di
            atas.

III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian 80,00% Saham HKI dan Utang serta Pinjaman

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PM.22/2018 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/250707-003 tanggal 7 Juli 2025 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
         atas nilai pasar 80,00% saham HKI dan Utang serta Pinjaman. Hasil penilaian
         atas 80,00% saham HKI dan Utang serta Pinjaman tersebut tertuang dalam
         laporan penilaian 80,00% saham HKI dan Utang serta Pinjaman dengan
         No. 00165/2.0162-00/BS/01/0153/1/XI/2025 tanggal 18 November 2025 dengan
         ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi Divestasi adalah SM dan
            dan SAR.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 80,00% saham HKI dan Utang serta
            Pinjaman.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.




                                        62
Page 64
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
HKI. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
dikembangkan berdasarkan kinerja HKI pada tahun-tahun sebelumnya dan
berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar
dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang dinilai pada saat
penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian
yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja HKI yang dinilai.
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis HKI dan informasi
manajemen HKI terhadap proyeksi laporan keuangan HKI tersebut. Kami
juga bertanggung jawab atas laporan penilaian HKI dan kesimpulan nilai
akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan
HKI atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar,
lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan HKI
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara
material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas
penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.




                            63
Page 65
   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
   asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
   sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu,
   kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat
   berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi
   dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
   dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
   tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
   perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
   diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
   transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
   dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
   opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
   informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional HKI.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
   mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
   penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum HKI
   berdasarkan anggaran dasar HKI.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
   dilaksanakan oleh HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
   perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Dalam melaksanakan penilaian
   dengan metode ini, operasi HKI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha HKI. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
   laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang
   sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas
   tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.




                                 64
Page 66
                 Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
                 sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
                 pihak manajemen HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya
                 pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang
                 berbeda.

                 Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
                 direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

           6. Kesimpulan Penilaian

                 Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
                 terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
                 memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
                 Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 1,52 triliun.

III.E.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI ini, kami juga
           melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
           sebagai berikut:

           •     Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                 yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                 Perseroan;
           •     Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •     Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •     Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                 rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/25          31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                                   Keterangan
                                                (6 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
           Penjualan                             3.212.845        6.874.524     7.341.538     8.294.876     8.870.238      8.918.904
           Beban pokok penjualan                 2.298.428        4.677.928     4.890.894     5.433.288     5.863.440      5.882.636
           Laba bruto                                914.417      2.196.597     2.450.644     2.861.588     3.006.798      3.036.268
           Beban usaha                                52.695        482.980       493.415       509.321       515.590        420.428
           Laba usaha                                861.722      1.713.616     1.957.229     2.352.266     2.491.207      2.615.839
           Beban lain-lain                           (96.828)      (220.953)     (149.835)     (107.569)      (79.366)       (48.237)
           Laba sebelum pajak penghasilan             764.893     1.492.663     1.807.394     2.244.697     2.411.841      2.567.602
           Beban pajak penghasilan - neto            (225.127)     (445.311)     (473.549)     (539.359)     (556.780)      (563.628)
           Laba periode/tahun berjalan               539.766      1.047.352     1.333.846     1.705.339     1.855.061      2.003.974




                                                65
Page 67
             Setelah Transaksi
                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                  31/12/25          31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                                     Keterangan
                                                  (6 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
             Penjualan                             3.036.998        6.420.738     6.791.771     7.576.598     8.080.051      8.080.051
             Beban pokok penjualan                 2.008.224        4.143.079     4.314.526     4.812.870     5.223.526      5.225.101
             Laba bruto                            1.028.773        2.277.659     2.477.245     2.763.727     2.856.525      2.854.950
             Beban usaha                             (24.890)         393.931       400.570       412.857       420.428        420.428
             Laba usaha                            1.053.663        1.883.729     2.076.675     2.350.871     2.436.097      2.434.522
             Beban lain-lain                         (77.491)        (130.094)      (30.656)      (15.582)      (14.798)        (7.399)
             Laba sebelum pajak penghasilan             976.173     1.753.635     2.046.019     2.335.289     2.421.299      2.427.123
             Beban pajak penghasilan - neto            (225.127)     (385.800)     (450.124)     (513.764)     (532.686)      (533.967)
             Laba periode/tahun berjalan               751.046      1.367.835     1.595.895     1.821.525     1.888.613      1.893.156




             Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
             periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
             sebesar Rp 43,51 triliun dan Rp 8,49 triliun.

             Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba periode/tahun berjalan
             Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 39,99 triliun dan
             Rp 9,32 triliun.

             Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
             di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
             tambahan laba periode/tahun berjalan untuk periode enam bulan yang berakhir
             pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
             tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga diharapkan dapat meningkatkan
             kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.

III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha HKI adalah bergerak dalam bidang hutan
             tanaman industri (karet) dan bidang kehutanan lainnya yang berlokasi di
             Kalimantan Barat. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Republik
             Indonesia No. SK.59/Menhut-II/2007 yang telah diamandemen dengan
             Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
             No. SK.1519/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021 tanggal 31 Desember 2021,
             HKI memperoleh IUPHHK-HTI atas areal hutan produksi seluas kurang lebih
             100.150 hektar di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, produk yang
             dihasilkan oleh HKI adalah getah karet (cup lump).




                                                  66
Page 68
III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis HKI adalah mencakup
             wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha HKI adalah sebagai
             berikut:

             •   PT PP London Sumatra Indonesia Tbk;
             •   PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk; dan
             •   PT Perkebunan Nusantara.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan HKI
             adalah sebagai berikut:

             •   Mengedepankan efisiensi untuk menjaga peningkatan produktivitas melalui
                 program mekanisasi dan intensifikasi;
             •   Memperoleh tingkat pengembangan usaha yang optimal pada tanaman karet
                 untuk meminimalisasi dampak dari ketidakstabilan harga komoditas; dan
             •   Mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan
                 motivasi tinggi, mulai dari karyawan hingga tenaga kerja di lapangan.

III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi HKI

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi HKI telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi HKI, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi HKI, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal,
             sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian,
             manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan
             dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif
             lain.




                                           67
Page 69
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan Akta No. 02, SM telah menyetujui untuk menjual,
         memindahkan, dan menyerahkan atas 850.135 lembar saham atau setara
         dengan 80,00% saham HKI kepada SAR, dengan nilai transaksi sebesar
         Rp 990,00 miliar sehubungan dengan Transaksi Divestasi. Selanjutnya,
         berdasarkan PPP, LAB telah menyetujui untuk mengalihkan hak, manfaat
         dan kepemilikan pada dan atas semua piutang, pembayaran, atau uang yang
         terutang HKI kepada SAR, dengan nilai transaksi sebesar jumlah terutang
         HKI sehubungan dengan Transaksi Pengalihan.

         Berdasarkan PN, Perseroan telah menyetujui untuk menovasikan kepada
         SAR semua hak, kepemilikan, kewajiban, dan kepentingan atas utang HKI
         kepada Perseroan, dengan nilai transaksi sebesar jumlah utang dan bunga
         berjalan yang tercantum dalam buku HKI sehubungan dengan Transaksi
         Novasi.

         Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan HKI untuk periode enam bulan
         yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP PSSU,
         HKI memiliki Utang dan Pinjaman, masing-masing sebesar Rp 0,03 triliun
         dan Rp 0,50 triliun. Dengan demikian, keseluruhan nilai transaksi atas
         Transaksi HKI adalah sebesar Rp 1,52 triliun.

         Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 80,00%
         saham HKI dan Utang serta Pinjaman sebagaimana termuat dalam
         laporannya     No.     00165/2.0162-00/BS/01/0153/1/XI/2025      tanggal
         18 November 2025, nilai pasar 80,00% saham HKI dan Utang serta Pinjaman
         adalah sebesar Rp 1,52 triliun.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1,52 triliun adalah lebih tinggi
         dari nilai pasar 80,00% saham HKI dan Utang serta Pinjaman sebesar
         Rp 1,52 triliun, sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan.
         Selisih nilai transaksi sebesar 0,35% tersebut telah sesuai dengan POJK
         35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 80,00%
         saham HKI dan Utang serta Pinjaman sebesar Rp 1,52 triliun.




                                     68
Page 70
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                           Keterangan
                                             (6 bulan)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
   Penjualan                                  3.212.845     6.874.524     7.341.538     8.294.876     8.870.238      8.918.904
   Beban pokok penjualan                      2.298.428     4.677.928     4.890.894     5.433.288     5.863.440      5.882.636
   Laba bruto                                   914.417     2.196.597     2.450.644     2.861.588     3.006.798      3.036.268
   Beban usaha                                   52.695       482.980       493.415       509.321       515.590        420.428
   Laba usaha                                   861.722     1.713.616     1.957.229     2.352.266     2.491.207      2.615.839
   Beban lain-lain                              (96.828)     (220.953)     (149.835)     (107.569)      (79.366)       (48.237)
   Laba sebelum pajak penghasilan               764.893     1.492.663     1.807.394     2.244.697     2.411.841      2.567.602
   Beban pajak penghasilan - neto              (225.127)     (445.311)     (473.549)     (539.359)     (556.780)      (563.628)
   Laba periode/tahun berjalan                  539.766     1.047.352     1.333.846     1.705.339     1.855.061      2.003.974




   Setelah Transaksi
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                           Keterangan
                                             (6 bulan)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
   Penjualan                                  3.036.998     6.420.738     6.791.771     7.576.598     8.080.051      8.080.051
   Beban pokok penjualan                      2.008.224     4.143.079     4.314.526     4.812.870     5.223.526      5.225.101
   Laba bruto                                 1.028.773     2.277.659     2.477.245     2.763.727     2.856.525      2.854.950
   Beban usaha                                  (24.890)      393.931       400.570       412.857       420.428        420.428
   Laba usaha                                 1.053.663     1.883.729     2.076.675     2.350.871     2.436.097      2.434.522
   Beban lain-lain                              (77.491)     (130.094)      (30.656)      (15.582)      (14.798)        (7.399)
   Laba sebelum pajak penghasilan               976.173     1.753.635     2.046.019     2.335.289     2.421.299      2.427.123
   Beban pajak penghasilan - neto              (225.127)     (385.800)     (450.124)     (513.764)     (532.686)      (533.967)
   Laba periode/tahun berjalan                  751.046     1.367.835     1.595.895     1.821.525     1.888.613      1.893.156




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
   periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
   sebesar Rp 43,51 triliun dan Rp 8,49 triliun.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba periode/tahun berjalan
   Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 39,99 triliun
   dan Rp 9,32 triliun.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan untuk periode enam
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga
   diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
   yang akan datang.




                                        69
Page 71
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun/periode berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk periode enam
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 masing-masing
   adalah sebesar Rp 6,17 triliun dan Rp 6,90 triliun. Dengan demikian, jumlah
   nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan konsolidasian Perseroan
   setelah Transaksi untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2030 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi
   laba periode/tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi
   untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
   dan       untuk     tahun      yang     berakhir     pada     tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2030.

   Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 10,31%,
   yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
   menggunakan formula sebagai berikut:

   Biaya modal ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
   (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
   memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
   yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
   panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Juni
   2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi Indonesia
   berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 10 tahun
   dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,74%, yang diperoleh dari Indonesia
   Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai
   tingkat balikan bebas risiko.




                                  70
Page 72
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 7,03%,
yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2024 yang diterbitkan pada bulan Januari 2025.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2024 sebesar 0,52 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL   =   βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 64,76% untuk
memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00%.
Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 0,78 dengan
rincian perhitungan sebagai berikut:

βL   =   0,52 x (1 + (1 – 22,00%) x 64,76%) = 0,78

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,87% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =       Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =       6,74% + ( 0,78 x 7,03% ) – 1,87%
     =       10,31%




                             71
Page 73
   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
   untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
   dan     untuk    tahun      yang      berakhir    pada     tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2030 adalah sebagai berikut:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            Proyeksi
                          Keterangan        31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                            (6 bulan)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
    Laba periode/tahun berjalan                539.766    1.047.352    1.333.846    1.705.339    1.855.061      2.003.974
    Faktor diskonto                             0,9521       0,8631       0,7918       0,7264       0,6664         0,6113
    Nilai kini                                 513.911      903.970    1.056.139    1.238.758    1.236.213      1.225.029
    Jumlah nilai kini                        6.174.021




   Setelah Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            Proyeksi
                          Keterangan        31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                            (6 bulan)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
    Laba periode/tahun berjalan                751.046    1.367.835    1.595.895    1.821.525    1.888.613      1.893.156
    Faktor diskonto                             0,9521       0,8631       0,7918       0,7264       0,6664         0,6113
    Nilai kini                                 715.071    1.180.579    1.263.629    1.323.156    1.258.572      1.157.286
    Jumlah nilai kini                        6.898.293




4. Sebagaimana diatur dalam PJBSB sebagai bagian untuk mendukung
   Transaksi Divestasi, Perseroan dan LAB juga melakukan Transaksi
   Pengalihan, dan Transaksi Novasi.

5. Dengan mempertimbangkan berbagai dampak atas melemahnya permintaan
   global, penurunan permintaan karet alam dan harga karet, serta penurunan
   produktivitas karet alam, dan kinerja keuangan HKI yang belum dapat
   mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan serta
   proyeksi kebutuhan pendanaan dan beban keuangan HKI, SM telah
   menyetujui untuk melakukan Transaksi Divestasi.

6. Dengan proyeksi kebutuhan pendanaan pada HKI, setelah Transaksi
   Divestasi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengurangi
   liabilitas pada perbankan dan menurunkan beban keuangan Perseroan yang
   diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

7. Setelah Transaksi HKI menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan
   menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Transaksi Divestasi untuk
   melakukan investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi
   dibandingkan HKI yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
   seluruh pemegang saham Perseroan.




                                       72
Page 74
             8. Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang
                usaha perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk
                melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi
                dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung
                peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
                akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk
                mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis
                yang lebih strategis.

             9. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
                meningkatkan meningkatkan likuiditas Perseroan dan kinerja keuangan
                konsolidasi Perseroan antara lain dengan menggunakan dana yang
                diperoleh dari hasil Transaksi untuk melakukan investasi yang dapat
                memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan HKI yang pada
                akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
                Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi HKI sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi HKI adalah wajar.


DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.




                                            73
Page 75
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            74
Page 76
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
   Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           75
Page 77
                                                                                                                          Lampiran B
PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/25          31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                        Keterangan
                                                        (6 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
Penjualan                                                 3.212.845       6.874.524     7.341.538     8.294.876     8.870.238      8.918.904
Beban pokok penjualan                                     2.298.428       4.677.928     4.890.894     5.433.288     5.863.440      5.882.636
Laba bruto                                                 914.417        2.196.597     2.450.644     2.861.588     3.006.798      3.036.268
Beban usaha                                                 52.695          482.980       493.415       509.321       515.590        420.428
Laba usaha                                                 861.722        1.713.616     1.957.229     2.352.266     2.491.207      2.615.839
Beban lain-lain                                            (96.828)        (220.953)     (149.835)     (107.569)      (79.366)       (48.237)
Laba sebelum pajak penghasilan                              764.893       1.492.663     1.807.394     2.244.697     2.411.841      2.567.602
Beban pajak penghasilan - neto                             (225.127)       (445.311)     (473.549)     (539.359)     (556.780)      (563.628)
Laba periode/tahun berjalan                                539.766        1.047.352     1.333.846     1.705.339     1.855.061      2.003.974



PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/25          31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                        Keterangan
                                                        (6 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
Penjualan                                                 3.036.998       6.420.738     6.791.771     7.576.598     8.080.051      8.080.051
Beban pokok penjualan                                     2.008.224       4.143.079     4.314.526     4.812.870     5.223.526      5.225.101
Laba bruto                                                1.028.773       2.277.659     2.477.245     2.763.727     2.856.525      2.854.950
Beban usaha                                                 (24.890)        393.931       400.570       412.857       420.428        420.428
Laba usaha                                                1.053.663       1.883.729     2.076.675     2.350.871     2.436.097      2.434.522
Beban lain-lain                                             (77.491)       (130.094)      (30.656)      (15.582)      (14.798)        (7.399)
Laba sebelum pajak penghasilan                              976.173       1.753.635     2.046.019     2.335.289     2.421.299      2.427.123
Beban pajak penghasilan - neto                             (225.127)       (385.800)     (450.124)     (513.764)     (532.686)      (533.967)
Laba periode/tahun berjalan                                751.046        1.367.835     1.595.895     1.821.525     1.888.613      1.893.156




                                                                    76
Page 78
                                                                                                                       Lampiran C
PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Proyeksi
                      Keterangan                         31/12/25          31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                                         (6 bulan)        (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
Laba periode/tahun berjalan                                 539.766        1.047.352    1.333.846    1.705.339    1.855.061      2.003.974
Faktor diskonto                                              0,9521           0,8631       0,7918       0,7264       0,6664         0,6113
Nilai kini                                                  513.911          903.970    1.056.139    1.238.758    1.236.213      1.225.029
Jumlah nilai kini                                          6.174.021



PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Proyeksi
                      Keterangan                         31/12/25          31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                                         (6 bulan)        (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
Laba periode/tahun berjalan                                 751.046        1.367.835    1.595.895    1.821.525    1.888.613      1.893.156
Faktor diskonto                                              0,9521           0,8631       0,7918       0,7264       0,6664         0,6113
Nilai kini                                                  715.071        1.180.579    1.263.629    1.323.156    1.258.572      1.157.286
Jumlah nilai kini                                          6.898.293




                                                                     77
Page 79
                                                                                Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi HKI

Akta No. 02

Berdasarkan Akta No. 02, SBF dan SAR telah melakukan Transaksi Divestasi. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam Akta No. 02 adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta No. 02 adalah SM dan SAR.

•   Objek dan Nilai Transaksi Divestasi

    Objek transaksi berdasarkan Akta No. 02 adalah transaksi di mana SM telah menyetujui
    untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan atas 850.135 lembar saham atau setara
    dengan 80,00% saham HKI kepada SAR, dengan nilai transaksi sebesar Rp 990,00 miliar
    sehubungan dengan Transaksi Divestasi.

•   Hukum yang Berlaku

    Akta No. 02 ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik Indonesia.

PPP

Pada tanggal 24 November 2025, LAB dan SAR telah menandatangani PPP sehubungan
dengan Transaksi Pengalihan. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPP adalah sebagai
berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPP adalah LAB dan SAR.

•   Objek dan Nilai Transaksi Pengalihan

    Objek transaksi berdasarkan PPP adalah transaksi di mana LAB telah menyetujui untuk
    mengalihkan hak, manfaat dan kepemilikan pada dan atas semua piutang, pembayaran,
    atau uang yang terutang HKI kepada SAR, dengan nilai transaksi sebesar jumlah terutang
    HKI sehubungan dengan Transaksi Pengalihan.

•   Cara Pembayaran

    Berdasarkan PPP, LAB dan SAR setuju apabila piutang dibayar menggunakan mata uang
    USD bahwa nilai tukar yang akan digunakan adalah nilai tukar tengah rata-rata lima belas
    hari yang diterbitkan oleh Bloomberg di situs webnya pada penutupan jam kerja di Jakarta,
    Indonesia untuk mata uang USD ke dalam Rupiah pada tiga hari kerja sebelum
    dilakukannya pembayaran




                                             78
Page 80
•    Hukum yang Berlaku

     PPP ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik Indonesia.

PN

Pada tanggal 24 November 2025, Perseroan dan SAR telah menandatangani PN sehubungan
dengan Transaksi Novasi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PN adalah sebagai
berikut:

•    Pihak-pihak yang Bertransaksi

     Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PN adalah Perseroan dan SAR.

•    Objek dan Nilai Transaksi Novasi

     Objek transaksi berdasarkan PN adalah transaksi di mana Perseroan telah menyetujui
     untuk menovasikan kepada SAR semua hak, kepemilikan, kewajiban, dan kepentingan
     atas utang HKI kepada Perseroan, dengan nilai transaksi sebesar jumlah utang dan bunga
     berjalan yang tercantum dalam buku HKI sehubungan dengan Transaksi Novasi.

•    Cara Pembayaran

     Berdasarkan PN, LAB dan SAR setuju apabila piutang dibayar menggunakan mata uang
     USD bahwa nilai tukar yang akan digunakan adalah nilai tukar tengah rata-rata lima belas
     hari yang diterbitkan oleh Bloomberg di situs webnya pada penutupan jam kerja di Jakarta,
     Indonesia untuk mata uang USD ke dalam Rupiah pada tiga hari kerja sebelum
     dilakukannya pembayaran

•    Hukum yang Berlaku

     PN ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik Indonesia.




                                              79
Page 81
                                                                            Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 80,00% Saham HKI dan Utang serta Pinjaman

KJPP KR telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai
dengan surat penugasan KR/250707-003 tanggal 7 Juli 2025 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai
pasar 80,00% saham HKI dan Utang serta Pinjaman. Hasil penilaian atas 80,00% saham HKI
dan Utang serta Pinjaman tersebut tertuang dalam laporan penilaian 80,00% saham HKI dan
Utang serta Pinjaman dengan No. 00165/2.0162-00/BS/01/0153/1/XI/2025 tanggal
18 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi HKI adalah SM dan SAR.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 80,00% saham dan Utang serta Pinjaman.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan HKI yang disusun oleh manajemen HKI. Dalam
   penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
   kinerja HKI pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa
   yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja HKI yang
   dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja HKI yang dinilai
   dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
   jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan
   kinerja historis HKI dan informasi manajemen HKI terhadap proyeksi laporan keuangan
   HKI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian HKI dan kesimpulan
   nilai akhir.




                                          80
Page 82
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan HKI atau yang tersedia secara umum
yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak
bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan
HKI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi
yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang
disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai
dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan HKI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum HKI
berdasarkan anggaran dasar HKI.




                                           81
Page 83
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset
   bersih (adjusted net asset method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh HKI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha HKI. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
   HKI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha HKI. Arus kas
   yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto
   yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas
   tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
   komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
   untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
   atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan
   menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan
   nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan
   dan HKI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode
   penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
   adalah sebesar Rp 1,52 triliun.




                                             82

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.24 MB
Published26 Nov 2025
Pages83
Characters232,792
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SAMPOERNA AGRO Tbk p.1 ×26
linked org PT Sungai Menang p.2 ×4
linked org PT Sampoerna Bio Fuels p.5
linked person Eka Dharmajanto Kasih p.15 ×3
linked person Saud Usman Nasution p.15
linked person Budi Setiawan Halim p.15
linked person Hero Djajakusumah p.15 ×2
linked person Lim King Hui p.15
linked person Parluhutan Sitohang p.15
linked person Heri Harjanto p.15 ×2
linked person Eris Ariaman p.15 ×2
linked org Twinwood Family Holdings p.16
linked org Investment Holdings p.21
linked org PP London Sumatra Indonesia Tbk p.68 ×2
linked org Bakrie Sumatera Plantations Tbk p.68 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org Purwanto p.6
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.15 ×2
possible person Dwi Asmono p.15 ×2
unresolved org PT Lanang Agro Bersatu p.2
unresolved person Ernita Meilani · Notaris p.2
unresolved org PT Hutan Ketapang Indonesia p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK. p.4 ×2
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. SK. p.4 ×2
unresolved org PT National Sago Prima p.5
unresolved org PT Sampoerna Strategic p.5
unresolved org MSI p.8 ×2
unresolved org Purwantono p.8
unresolved org PSS p.8 ×11
unresolved org PSSU p.8 ×3
unresolved org KJPP KR p.9 ×3
unresolved person Akta Notaris Liestiani Wang · Notaris p.10 ×3
unresolved person Akta Notaris Selly Suwignyo S.H. · Notaris p.10 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.10 ×4
unresolved person Akta Notaris Tina Chandra Gerung p.15 ×2
unresolved org PT Selapan Jaya. Akta p.15
unresolved org Menteri Kehakiman p.15
unresolved person Akta Notaris Sutjipto p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15 ×6
unresolved org Modal Kepemilikan Twinwood Family Holdings Ltd. p.16
unresolved org PT Sungai Menang Dalam Transaksi HKI p.19
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.19
unresolved org Menteri p.19
unresolved org PT Vata Surya Nirvana p.20
unresolved org Venture Max Resources Pte. Ltd. p.21
unresolved org Xian Investment Holdings Ltd p.21
unresolved org PT Hutan Ketapang Industri Dalam Transaksi HKI p.22
unresolved person Akta Notaris Aulia Taufani p.22 ×2
unresolved person Sutjipto p.22 ×2
unresolved org Menteri Lingkungan p.23 ×2
unresolved org PT Hutan Ketapang Indonesia II. p.27
unresolved org Kementerian Pertanian Republik Indonesia p.32
unresolved org MSI. Ikhtisar p.59
unresolved — Pembat · Penilai p.63 ×2
unresolved org PT Perkebunan Nusantara. III. p.68
unresolved org KJPP Kusnanto p.75 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.75
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.75

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 13409 ms 12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI '
                            'adalah sebagai berikut:'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi HKI adalah sebagai '
                'berikut:',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result