Skip to content
Back to announcement

20251120_SGRO_Informasi Transaksi Afiliasi_31986803_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review SGRO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 66

Page 1
PT Sampoerna Agro Tbk




Penilaian Ekuitas
PT National Sago Prima


No. Laporan   : 00376/2.0012-00/BS/01/0005/1/XI/2025
Tanggal       : 18 November 2025
Page 2
Kepada   : Direksi                                    Ref        : RHR00BC2A0725117.0
           PT Sampoerna Agro Tbk                      No. Laporan : 00376/2.0012-00/BS/01/0005/1/XI/2025
           Sampoerna Strategic Square North Tower 28/F Tanggal   : 18 November 2025
           Jalan Jenderal Sudirman No.45 - 46,
           Jakarta




Penilaian Ekuitas
PT National Sago Prima

Dengan hormat,


Menyambung instruksi dari PT Sampoerna Agro Tbk (”SGRO”) sesuai dengan kontrak No.
RHR00BC2A0725117.0 tanggal 21 Juli 2025, addendum No. RHR00BC2A0725117.1 per tanggal
26 September 2025, addendum No. RHR00BC2A0725117.2 per tanggal 29 September 2025 dan
amendemen No. RHR00BC2A0725117.3 per tanggal 23 Oktober 2025, untuk memberikan opini
Nilai Pasar atas ekuitas PT National Sago Prima (”NSP” atau ”Perseroan”), dengan ini menyatakan
bahwa kami telah melakukan analisis dan menyampaikan laporan ini untuk keperluan Pemberi
Tugas dan Pengguna Laporan.


Laporan ini merupakan revisi dari laporan penilaian No. 00362/2.0012-00/BS/01/0005/1/X/2025
tanggal 24 Oktober 2025, sehingga dengan ini kami menyatakan bahwa laporan tersebut sudah
tidak berlaku sejak laporan ini diterbitkan. Laporan ini merupakan laporan revisi atas tanggapan
yang disampaikan manajemen dengan penyesuaian yang mencakup atas perubahan asumsi dan
penambahan informasi atas kejadian penting setelah tanggal penilaian.


1. Status Penilai
    Pekerjaan penilaian ini dilaksanakan oleh penilai independen yang merupakan Penilai Publik
    dan salah satu rekan pada KJPP Rengganis, Hamid & Rekan (KJPP RHR). Penilai Publik dan KJPP
    RHR telah memiliki perizinan dan terdaftar sebagai Penilai Publik di Kementerian Keuangan
    Republik Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan – OJK.


    KJPP RHR telah menjalin kerjasama aliansi strategis dengan CBRE, yang merupakan
    perusahaan konsultan properti global terintegrasi yang terdaftar di Bursa Efek New York.
    (www.cbre.com)
Page 3
   Penilaian ini dilakukan secara objektif dan tidak memihak serta Penilai juga tidak mempunyai
   potensi benturan kepentingan dengan Objek Penilaian, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan.


   Seluruh penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
   penugasan di bawah koordinasi Penilai berizin atau penanggung jawab penilaian yang
   mempunyai kompetensi untuk melakukan penilaian.
2. Pemberi Tugas
   Pemberi Tugas adalah SGRO, dengan uraian sebagai berikut.
   Bidang Usaha :    Perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, sagu, dan karet
   Alamat        :   Sampoerna Strategic Square North Tower 28/F, Jalan Jenderal Sudirman No.45 - 46,
                     Jakarta Selatan
   Telepon       :   +6221 5771711
   Faksimili     :   n/a
   e-mail        :   corporate.finance@sampoernaagro.com
   Website       :   www.sampoernaagro.com


3. Pengguna Laporan
   Pengguna laporan adalah SGRO.


4. Objek Penilaian dan Kepemilikan
   Objek Penilaian adalah 100% ekuitas NSP yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam
   bidang perkebunan dan pabrik sagu. NSP memiliki perkebunan sagu dengan luas tertanam
   12.827,16 ha dan pabrik sagu dengan kapasitas terpasang pabrik 100 ton/hari yang berlokasi
   di Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi
   Riau.


   Objek Penilaian yang dimaksud berbadan hukum Perseroan Terbatas dimana kepemilikannya
   didasarkan kepada ketentuan yang diatur secara sah dalam Akta Pendirian Perseroan. Hak
   kepemilikan atas Objek Penilaian adalah kepemilikan atas saham biasa yang bersifat
   mayoritas dengan hak pengendalian.


5. Jenis Mata Uang yang Digunakan
   Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah (”IDR” atau ”Rp”).


6. Maksud dan Tujuan Penilaian
   Penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan opini Nilai Pasar atas 100% ekuitas NSP untuk
   tujuan divestasi saham.


7. Dasar Nilai
   Dasar Nilai adalah Nilai Pasar. Definisi Nilai Pasar sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa
   Keuangan (“POJK”) No 35/POJK.04/2020 (”POJK 35/2020”) adalah sebagai berikut.



                                                                                                 ii
                        VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 4
   Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil
   penukaran suatu aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
   membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
   pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing– masing bertindak atas
   dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan.


   Nilai Pasar tidak memperhitungkan biaya dan pajak atau biaya yang terkait dengan penjualan
   dan pengalihan Objek Penilaian kepada pihak lain.


8. Tanggal Penilaian
   Tanggal penilaian adalah 30 Juni 2025.


9. Tingkat Kedalaman Investigasi
   Penilaian ini dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut:
   a) Uji tuntas atas laporan keuangan Objek Penilaian tidak dilakukan dan penelahaan atas
      informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan penilaian;
   b) Uji tuntas atas aspek legal Objek Penilaian tidak dilakukan;
   c) Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen Perseroan bertujuan untuk
      mendapatkan dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi
      melalui wawancara langsung;
   d) Terdapat data dan informasi yang relevan, yang diambil dari sumber yang layak;
   e) Penelaahan, perhitungan dan analisa dapat dilakukan dengan baik tanpa terhalang oleh
      informasi yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan;
   f) Untuk melengkapi hasil pengumpulan data dan analisis, verifikasi juga dilakukan melalui
      inspeksi langsung yang dilakukan pada tanggal 28 Juli hingga 1 Agustus 2025 yang
      dilakukan secara sampling terhadap beberapa data yang bersifat umum termasuk
      pemeriksaan terhadap aset-aset berwujud yang dikuasai dan dimiliki oleh Perseroan oleh
      tim penilai aset / properti secara terpisah.

10. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
   Sifat dan sumber informasi yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui
   untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional
   maupun internasional. Sumber informasi tersebut antara lain.
   a) Bank Indonesia;
   b) Bursa Efek Indonesia atau bursa lain;
   c) Badan Pusat Statistik;
   d) Data riset dari lembaga independen, namun tidak terbatas pada Bloomberg, Damodaran,
      Economist Intelligence Unit (EIU), dan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI); dan
   e) Informasi dari media elektronik dan cetak.




                                                                                           iii
                        VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 5
11. Asumsi dan Asumsi Khusus
    Asumsi
    a) Objek Penilaian merupakan suatu usaha yang sedang berjalan dan diasumsikan akan
       melanjutkan kegiatan operasionalnya di masa yang akan datang;
    b) Objek Penilaian diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan perundang-
       undangan yang berlaku secara umum maupun spesifik terhadap industrinya agar dapat
       melakukan kegiatan operasional;
    c) Objek Penilaian dilengkapi dengan kepemilikan yang berlaku dan sah secara hukum dapat
       dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga;
    d) Untuk tujuan penilaian, kami telah dilengkapi data dan informasi, termasuk laporan
       keuangan yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian ini baik yang disediakan oleh
       Manajemen Perseroan dan/atau Pemberi Tugas serta data dan informasi verbal yang
       diperoleh selama investigasi, yang mana diasumsikan akurat, sesuai, dan benar serta tidak
       ada data maupun informasi yang disembunyikan atau sengaja disembunyikan;
    e) Dalam penilaian ini, seluruh area baik yang telah dikembangkan maupun yang belum
       dikembangkan, termasuk area dalam sengketa maupun area lainnya yang belum
       teridentifikasi diasumsikan telah dilengkapi dengan surat tanah yang sah secara hukum,
       dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga;
    Asumsi Khusus
    f) Kami mengerti bahwa dalam menjalankan kegiatan usaha perkebunannya, Perseroan
       memanfaatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Pada Hutan Tanaman
       Industri (IUPHHBK-HTI) sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik
       Indonesia No. SK.77/Menhut-II/2013 yang ditetapkan tanggal 4 Februari 2013 seluas
       ±21.418 hektar, yang mana hak ini akan dievaluasi setiap tahun untuk digunakan sebagai
       dasar dalam kelangsungan pemberian izin yang dimaksud. Dalam penilaian ini, IUPHHBK-
       HTI diasumsikan akan dapat terus dimanfaatkan;
    g) Kami mengerti bahwa NSP memiliki pabrik sagu dengan kapasitas 100 ton sagu kering per
       hari, atau lebih besar daripada kapasitas eksisting yang dibutuhkan untuk mengelola
       batang sagu yang dihasilkan dari perkebunan NSP dan berdasarkan historikal operasinya
       NSP melakukan pembelian batang sagu dan sagu basah dari pihak ketiga. Dalam penilaian
       ini, kami mengasumsikan bahwa Perseroan akan terus dan dapat melakukan pembelian
       batang sagu dan sagu basah dari pihak ketiga untuk dapat diproses di pabrik sagu
       Perseroan.


12. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
    Laporan penilaian terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
    dapat mempengaruhi operasional perusahaan.




                                                                                             iv
                        VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 6
13. Konfirmasi bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI dan Peraturan Terkait
   Penilaian ini dilakukan sesuai Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia
   (SPI) Edisi VII Tahun 2018, Edisi Revisi SPI 330 (Penilaian Bisnis), POJK 35/2020, dan Surat
   Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (“SEOJK 17/2020”).


14. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penerapan
   Dalam penilaian ini kami mempertimbangkan menggunakan pendekatan berikut.
       Pendekatan                                               Alasan Penggunaan
     Pasar                Tidak diterapkan dengan pertimbangan bahwa tidak terdapat pembanding yang benar-benar
                          sebanding dalam hal industri dan karakteristik yang sejenis dengan Objek Penilaian.
     Pendapatan           Diterapkan dengan pertimbangan Objek Penilaian telah dan sedang beroperasi dan
                          diasumsikan akan melanjutkan kegiatan operasionalnya di masa yang akan datang.
     Berbasis Aset*       Diterapkan dengan pertimbangan Objek Penilaian memiliki aset yang signifikan, khususnya
                          perkebunan dan pabrik sagu yang terintegrasi.
   *Berdasarkan SPI 106.6.5.a), pendekatan berbasis aset (asset based approach) adalah sama dengan pendekatan biaya.



15. Metode Penilaian yang diterapkan
   Dalam penilaian ini, kami menerapkan Metode Diskonto Arus Kas (”DCF”) untuk Pendekatan
   Pendapatan dan Adjusted Book Value Method (”ABVM”) untuk Pendekatan Aset.


16. Kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian
   Dalam penilaian ini, kami tidak mempertimbangkan dampak dari peristiwa setelah tanggal
   penilaian. Berdasarkan informasi Pemberi Tugas, per 8 Oktober 2025, terdapat penambahan
   setoran modal yang dilakukan oleh PT Sampoerna Bio Fules sebanyak 29.800 lembar saham
   atau setara dengan Rp15,1 miliar.


17. Kesimpulan Penilaian
   Dengan mempertimbangkan seluruh informasi yang relevan dan kondisi pasar yang berlaku,
   kami berpendapat bahwa Nilai Pasar atas Objek Penilaian per tanggal 30 Juni 2025 adalah
                                                 Rp303.012.000.000,-
                               (TIGA RATUS TIGA MILIAR DUA BELAS JUTA RUPIAH)


   Jakarta, 18 November 2025
   Hormat kami,
   KJPP Rengganis, Hamid & Rekan




   Hamid Yusuf, MAPPI (Cert.), FRICS.
   Wakil Pemimpin Rekan - Penilai Properti dan Bisnis
   Izin Penilai Publik No. PB-1.08.00005
   STTD BAPEPAM/OJK No. STTD.PPB-06/PJ-1/PM.02/2023
   MAPPI No. 95-S-00631


                                                                                                                       v
                              VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 7
Terkait dengan perubahan terakhir pada kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang
melibatkan pengenaan tarif impor tinggi yang diikuti dengan ketidakpastian situasi ekonomi
global (juga di Indonesia), kami menyarankan untuk menggunakan penilaian ini dengan
tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi serta memahami adanya tingkat ketidakpastian yang
lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi yang secara normal berlaku. Dikarenakan belum
diketahuinya besaran dampak dari pengenaan tarif perdagangan tersebut yang terjadi di pasar
dan ketiadaan atau kurangnya data pasar untuk menginformasikan atau mendukung estimasi
kuantitatif, sebagai langkah pencegahan/mitigasi resiko kami sangat menyarankan untuk
dilakukannya pemutakhiran secara berkala terhadap hasil penilaian ini untuk memastikan
adanya penilaian yang akurat.


Kami menekankan untuk menggunakan laporan ini dengan penuh kehati-hatian dan untuk
memastikan pemahaman atas hasil penilaian yang tergantung kepada seluruh asumsi,
batasan, kondisi, komentar dan detil keseluruhan bagian laporan yang mendasari opini nilai
dimaksud sesuai dengan tujuan penilaian.




                                                                                       vi
                   VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 8
                           DAFTAR ISI


BAB                         KETERANGAN    HALAMAN

      SURAT PENGANTAR                         i

      DAFTAR ISI                             vii

      PERNYATAAN PENILAI                    viii

      KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS            xi

      PENJELASAN ISTILAH                     xii

      RINGKASAN EKSEKUTIF                   xiii

1.0   PENDAHULUAN                          1–1

2.0   GAMBARAN PERUSAHAAN                   2 –1

3.0   GAMBARAN PASAR                       3–1

4.0   PENDEKATAN PENILAIAN                 4–1

5.0   PROSEDUR PENILAIAN                   5–1

6.0   KESIMPULAN PENILAIAN                 6–1

      LAMPIRAN

      KERTAS KERJA




                                                   vii
          VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 9
                                PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa.
1. Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
   kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat;
2. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
   perusahaan dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan
   dengan hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait;
3. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis ;
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal
   Penilaian (Cut-off Date);
5. Penilai Bisnis telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
   Penilaian Bisnis;
6. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
   kesimpulan Nilai;
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam Laporan Penilaian Bisnis;
8. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ;
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis diperoleh dari berbagai sumber
   yang diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan;
10. Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini nilai yang terdapat dalam laporan ini;
11. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan
   oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
12. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis
   industri yang dinilai;
13. Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau
   arahan analisa untuk menghasilkan nilai yang subyektif, besaran nilai, penentuan pencapaian
   nilai, atau peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan
   untuk penggunaan laporan ini;
14. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
   •   Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal
       penilaian)
   •   Pengumpulan data dan wawancara
   •   Analisis data
   •   Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian
   •   Penulisan laporan
15. Penilai telah melakukan analisis terhadap Objek Penilaian pada tanggal penilaian;
16. Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
17. Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
   pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
   dinyatakan dalam laporan penilaian ini;


                                                                                                viii
                            VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 10
18. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
    memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
    Edisi VII – 2018 dan Edisi Revisi SPI 330 serta Peraturan OJK Republik Indonesia Nomor
    35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020.


Nama                                           Kualifikasi                   Tanda Tangan


Penanggung Jawab:


Hamid Yusuf, MAPPI (Cert.), FRICS
Izin Penilai Publik No. PB-1.08.00005
MAPPI No. 95-S-00631
STTD BAPEPAM/OJK
No. STTD.PPB-06/PJ-1/PM.02/2023                Penilai Properti dan Bisnis    ………………...

Pemeriksa:


Vivien Heriyanthi, MAPPI (Cert.), MRICS
Register No. RMK-2017.00235
MAPPI No. 00-S-01256                           Penilai Properti dan Bisnis    …………………


Meidiani Dwi Sabarti, MAPPI (Cert)
Register Penilai No. RMK-2017.00126
MAPPI No. 95-S-00626                           Penilai Properti               ………………...


Penilai:


Felix Sulistio Thio
Register Penilai No. RMK-2017.00942
MAPPI No. 12-S-03860                           Penilai Bisnis                 ………………...


Edwardus Benny
Register Penilai No. RMK-2022.04204
MAPPI No. 22-T-11232                           Penilai Bisnis                 ………………...


Asep Yanuar Arifin, MAPPI (Cert.)
Register Penilai No. RMK-2017.00940
MAPPI No. 09-S-02454                           Penilai Properti               ………………...




                                                                                            ix
                        VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 11
Nama                                   Kualifikasi        Tanda Tangan
Penilai:


Moh. Agus Sardjiman
Register Penilai No. RMK-2017.00943
MAPPI No. 14-T-04743                   Penilai Properti    ………………...


Ayip Ridwan Akbar
Register Penilai No. RMK-2017-00946
MAPPI No. 14-T-05349                   Penilai Properti    ………………...

Budi Apriyanto
Register Penilai No. RMK-2019-02776
MAPPI No. 17-T-07399                   Penilai Properti    ………………...


Hendito Ridho Utomo
Register Penilai No. RMK-2020.03593
MAPPI No. 19-T-09883                   Penilai Properti    ………………...


Asisten:


Bryan




                                                                         x
                       VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 12
                      KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS

1. Kami mengasumsikan bahwa Perseroan merupakan suatu usaha yang sedang berjalan dan
   akan melanjutkan kegiatan operasionalnya di masa yang akan datang;
2. Perusahaan dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten;
3. Penilaian ini dibuat atas dasar semua data dan kenyataan yang ada serta dilaksanakan sesuai
   tata cara penilaian yang berlaku;
4. Kami mengasumsikan bahwa semua data pendukung, informasi dalam laporan keuangan dan
   informasi lainnya yang diberikan oleh Perseroan telah mengungkapkan sepenuhnya dan
   sejujurnya informasi yang perlu dan relevan; dan kami mengasumsikan bahwa informasi
   tersebut benar dan akurat. Dalam analisa ini kami tidak melakukan verifikasi atas laporan
   keuangan baik yang telah diaudit maupun belum audit.
5. Semua tuntutan hukum dan ikatan, jika ada telah diabaikan karena aset yang dinilai dianggap
   dilindungi oleh hak kepemilikan yang sah.
6. KJPP Rengganis, Hamid & Rekan merupakan penilai independen dan kami tidak mempunyai
   kepentingan apapun atas objek penilaian yang kami nilai, baik sekarang maupun dikemudian
   hari, dan tugas kami untuk melaksanakan penilaian ini tidak tergantung dari nilai yang
   dilaporkan.
7. KJPP Rengganis, Hamid & Rekan tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir
   didepan pengadilan atau pejabat pemerintah mengenai penilaian ini, terkecuali jika telah
   diadakan persetujuan sebelumnya.
8. Terkait dengan kondisi geopolitik yang diikuti dengan ketidakpastian situasi ekonomi global,
   kami menyarankan untuk menggunakan penilaian ini dengan tingkat kehati-hatian yang lebih
   tinggi serta memahami adanya tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi dibandingkan dengan
   kondisi yang secara normal berlaku. Disebabkan belum diketahuinya besaran dampak dari
   kondisi geopolitik yang terjadi di pasar dan ketiadaan atau kurangnya data pasar untuk
   menginformasikan     atau   mendukung    estimasi   kuantitatif,   kami   menyarankan   untuk
   dilakukannya review/kaji ulang secara berkala terhadap hasil penilaian ini sebagai tindakan
   berjaga-jaga.
9. Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan waktu penggunaan
   hasil penilaian, dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap kebutuhan pengguna hasil
   penilaian, dikarenakan adanya perbedaan akses data dan informasi serta asumsi dan analisis
   penilaian. Apabila pengguna hasil penilaian menemukan kondisi tersebut, disarankan untuk
   menugaskan Penilai melakukan reviu terhadap penugasan yang telah dilaksanakan dan
   apabila dimungkinkan dan dibutuhkan, Penilai dapat melakukan penilaian ulang dengan
   mengulang kembali prosedur penilaian yang sebelumnya dilakukan, secara lebih lengkap.
   Proses dan prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan yang berdiri sendiri dan
   berbeda dengan penugasan penilaian sebelumnya.




                                                                                            xi
                       VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 13
                     GLOSARIUM

SGRO          PT Sampoerna Agro Tbk


NSP           PT National Sago Prima


OJK           Otoritas Jasa Keuangan


EBITDA        Earning Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization

EBT           Earning Before Tax

DCF           Arus kas terdiskonto atau Discounted Cash Flow


FCFE          Arus Kas Bersih untuk Ekuitas (Free Cash Flow to Equity or Equity Net Cash
              Flow); Laba bersih setelah pajak, ditambah dengan depresiasi dan
              kompenen bukan kas lainnya, dikurangi atau ditambah perubahan
              modal kerja, dikurangi pengeluaran barang modal (capital expenditure),
              dikurangi/ditambah perubahan pokok pinjaman.


ABVM          Adjusted Book Value Method

DLOM          Diskon likuiditas pasar (Discount for Lack of Marketability) adalah suatu
              jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai
              suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas dari Objek
              Penilaian.




                                                                                   xii
         VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 14
                                        RINGKASAN EKSEKUTIF
Pemberi Tugas                     :   SGRO
Alamat                            :   Sampoerna Strategic Square North Tower 28/F, Jalan Jenderal Sudirman No.
                                      45 - 46, Jakarta Selatan
Pengguna Laporan                  :   SGRO
Objek Penilaian                   :   NSP
Bidang Usaha                      :   Perkebunan dan pabrik sagu
Profil Objek Penilaian            :   NSP merupakan anak usaha dari PT Sampoerna Agro Tbk (”SGRO”) yang
                                      bergerak dibidang perkebunan sagu dengan luas tertanam 12.827,16 ha dan
                                      pabrik sagu dengan kapasitas terpasang pabrik 100 ton/hari yang berlokasi
                                      di Selat Panjang, Riau. NSP didirikan di Indonesia.
Kinerja Keuangan :
                                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                       2020          2021         2022          2023        2024         2025*
 LABA RUGI
 Pendapatan                              26.801       20.141        26.114        26.800     49.380        33.543
 Biaya Pokok Pendapatan                  51.888       41.037        48.776        55.371     59.657        42.743
 Laba Kotor                             -25.087       -20.897      -22.662       -28.571    -10.276        -9.200
 Beban Penjualan                            3.281      2.655         3.399         3.623      5.021         3.512
 Beban umum dan administrasi                1.651        706         1.105         1.401      3.852         1.917
 Lain-lain                                  -918         106             16        1.885       -877          -192
 Depresiasi dan amortisasi               20.452       14.520        14.118        13.560      7.788         3.763
 EBITDA                                  -8.648        -9.844      -13.064       -21.921    -10.484       -10.673
 Laba Operasi                           -29.100       -24.364      -27.182       -35.480    -18.272       -14.436
 Pendapatan keuangan                          10             8           7             7           13               8
 Beban keuangan
 Lain-lain                             -319.168                                                              -308
 Laba sebelum pajak                    -348.258       -24.356      -27.175       -35.474    -18.259       -14.736
 Pajak                                   14.882
 Laba tahun berjalan                   -363.141       -24.356      -27.175       -35.474    -18.259       -14.736
 Pendapatan (Beban)
                                            -273         707           272          138        -305
 komprehensif lainnya
 Laba komprehensif tahun
                                       -363.414       -23.649      -26.903       -35.336    -18.563       -14.736
 berjalan
 POSISI KEUANGAN
 Aset
 Aset Lancar                             13.003        9.407        14.992        18.847     31.132        26.948
   Kas dan setara kas                        398       1.898         2.977         2.918      4.936         3.456
   Piutang usaha - pihak ketiga             1.299        875         1.496         1.051      4.203         8.114
   Piutang lain-lain                         189            30         154             85       265           163
   Persediaan, neto                      10.243        5.279         9.636        11.745     17.480        10.426
   Aset biologis                             640         539           476         2.228      3.097         3.288
   Aset lancar lainnya                       234         786           252          820       1.151         1.501
 Aset Tidak Lancar                     519.887       514.905       510.807       504.325    497.359       493.091
   Tanaman produktif                   428.067       437.438       446.137       445.276    445.030       442.093
   Aset tetap, neto                      83.287       68.820        56.122        50.502     43.781        42.452
   Aset tidak lancar lainnya                8.534      8.647         8.547         8.547      8.547         8.547
 Total Aset                            532.890       524.312       525.799       523.172    528.491       520.039
 Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas jangka pendek                   4.023      3.371         5.030        12.363     10.794         9.938




                                                                                                             xiii
                                  VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 15
                                        2020            2021            2022            2023            2024           2025*
   Utang usaha - pihak ketiga              2.907           2.039            3.828          7.682           5.950         5.645
   Total Utang lain-lain - pihak
                                             167             414             210           3.434           3.412         3.036
 ketiga
   Utang pajak                                 34              89              84            230               61              77
   Beban akrual                              915             829             907           1.018           1.372         1.180
 Liabilitas jangka panjang              322.893         322.116         322.196         322.772            4.323         4.412
    Liabilitas imbalan kerja               3.725           2.948            3.028          3.603           4.323         4.412
    Liabilitas jangka panjang
                                        319.168         319.168         319.168         319.168
 lainnya
 Total Liabilitas                       326.916         325.487         327.226         335.135           15.118        14.350
 Total Ekuitas                          205.974         198.825         198.572         188.037         513.373        505.690
*per 30 Juni 2025
Sumber: Laporan keuangan audit NSP tahun 2020-2024 dan kertas kerja posisi keuangan dan laba rugi per 30 Juni 2025

Hak Kepemilikan                    :   Mayoritas

Tujuan Penilaian                   :   Divestasi saham

Dasar Penilaian                    :   Nilai Pasar

Asumsi Khusus                      :   1. Kami       mengerti       bahwa      dalam     menjalankan        kegiatan     usaha
                                          perkebunannya, Perseroan memanfaatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil
                                          Hutan Bukan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHBK-HTI) sesuai
                                          dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No.
                                          SK.77/Menhut-II/2013 yang ditetapkan tanggal 4 Februari 2013 seluas
                                          ±21.418 hektar, yang mana hak ini akan dievaluasi setiap tahun untuk
                                          digunakan sebagai dasar dalam kelangsungan pemberian izin yang
                                          dimaksud. Dalam penilaian ini, IUPHHBK-HTI diasumsikan akan dapat
                                          terus dimanfaatkan;
                                       2. Kami mengerti bahwa NSP memiliki pabrik sagu dengan kapasitas 100
                                          ton sagu kering per hari, atau lebih besar daripada kapasitas eksisting
                                          yang dibutuhkan untuk mengelola batang sagu yang dihasilkan dari
                                          perkebunan NSP dan berdasarkan historikal operasinya NSP melakukan
                                          pembelian batang sagu dan sagu basah dari pihak ketiga. Dalam
                                          penilaian ini, kami mengasumsikan bahwa Perseroan akan terus dan
                                          dapat melakukan pembelian batang sagu dan sagu basah dari pihak
                                          ketiga untuk dapat diproses di pabrik sagu Perseroan

Tanggal Penilaian                  :   30 Juni 2025

Pendekatan Penilaian               :   Pendekatan Pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas (”DCF”) dan
                                       untuk Pendekatan Aset dengan Adjusted Book Value Method (”ABVM”)

Kesimpulan Penilaian               :   Rp303.012.000.000,-
                                       (TIGA RATUS TIGA MILIAR DUA BELAS JUTA RUPIAH )
Ringkasan eksekutif ini hanya digunakan bersama dengan laporan penilaian dengan segala asumsi, batasan dan dasar
penilaian yang dinyatakan di dalam laporan ini dan tidak seharusnya dibaca secara terpisah.




                                                                                                                          xiv
                                   VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 16
1.0   PENDAHULUAN

1.1   Ruang Lingkup
      Lingkup pekerjaan mengacu kepada prosedur penilaian yang berlaku secara umum.
      Secara garis besar lingkup pekerjaan dapat dijelaskan sebagai berikut :

            Identifikasi Masalah                        Batasan
                                                        Tujuan
                                                        Objek Penilaian
                                                        Dasar Nilai dan Definisi
          Pengumpulan data dan                          Tanggal Penilaian
          wawancara manajemen




        Analisis data dan penilaian




                Estimasi Nilai                          Menggunakan asumsi dan
                                                        pendekatan penilaian yang
                                                        sesuai

             Penulisan Laporan



1.2   Dasar Informasi
      Kami telah mendapatkan informasi dan data dari Perseroan dan beberapa institusi publik.
      Kami telah melakukan verifikasi sesuai lingkup pekerjaan kami dan mengasumsikan bahwa
      data tersebut akurat dan benar.
      • Laporan keuangan NSP sebagai berikut.
           Periode
                     Tanggal Laporan             No Laporan                 Auditor               Opini
             per
                                          00762/2.1032/AU.1/01/070   KAP Purwantono,
           2020      27 April 2021
                                          1-3/1/IV/2021              Sungkoro & Surja
                                          00723/2.1032/AU.1/01/156   KAP Purwantono,
           2021      22 April 2022
                                          2-1/1/IV/2022              Sungkoro & Surja
                                          01000/2.1032/AU.1/01/156   KAP Purwantono,          Wajar tanpa
           2022      19 April 2023
                                          2-2/1/IV/2023              Sungkoro & Surja         modifikasian
                                          00713/2.1032/AU.1/01/156   KAP Purwantono,
           2023      23 April 2024
                                          2-3/1/IV/2024              Sungkoro & Surja
                                          00815/2.1032/AU.1/01/181   KAP Purwantono,
           2024      24 April 2025
                                          4-1/1/IV/2025              Sungkoro & Surja
      • Kertas kerja posisi keuangan dan laba rugi NSP per 30 Juni 2025.
      • Rincian data legalitas sebagai berikut:
                              Deskripsi                           No. Dokumen           Tanggal Penerbitan
          Salinan akta pendirian NSP                                  04                   7 April 2009
                                                              117/1/IU/1/PMA/KEHUT
          Izin usaha kehutanan                                                            24 Mar 2010
                                                                  ANAN/2010




                                                                                                          1-1
                         VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 17
                           Deskripsi                        No. Dokumen           Tanggal Penerbitan
                                                        75/1/IU/II/PMA/INDUST
    Izin usaha industri                                                             20 April 2012
                                                               RI/2012
    Penetapan lokasi terminal khusus industri tepung
                                                          KP 162 Tahun 2013       15 Februari 2013
    sagu
    Izin pembangunan terminal khusus industri tepung
                                                            BX-532/PP.008          15 Agustus 2013
    sagu
    Izin operasi terminal khusus industri tepung sagu     KP 575 Tahun 2014          4 Juni 2014
    Izin pengelolaan limbah bahan berbahaya dan
                                                                 06               5 November 2015
    beracun
    Izin pengelolaan limbah bahan berbahaya dan
                                                                 07               5 November 2015
    beracun
                                                            503/BPMPPT-
    Izin undang-undang gangguan (HO)                                               15 Maret 2016
                                                           HO/III/2016/090
    Izin kelayakan lingkungan hidup kegiatan izin
    usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu pada       271/HK/KPTS/VIII/2016      12 Agustus 2016
    hutan tanaman industri dalam hutan tanaman sagu
    Izin lingkungan kegiatan pabrik tepung sagu
                                                        272/HK/KPTS/VIII/2016      12 Agustus 2016
    beserta fasilitas pendukungnya
    Izin kelayakan lingkungan hidup kegiatan pabrik
                                                        273/HK/KPTS/VIII/2016      12 Agustus 2016
    tepung sagu beserta fasilitas pendukungnya
    Pernyataan keputusan pemegang saham NSP                      09             17 September 2024
    Persetujuan perubahan anggaran dasar NSP            AHU-0059229.AH.01.02    19 September 2024
    Penerimaan pemberitauan perubahan data NSP          AHU-AH.01.09-0253453    19 September 2024
    NIB                                                    2410240223085          24 Oktober 2024

• Berbagai data pasar dan industri yang dikumpulkan dan diolah oleh KJPP RHR.
• Data ekonomi makro yang diambil dari berbagai laporan yang dikeluarkan oleh Bank
  Indonesia dan Biro Pusat Statistik.
• Laporan Penilaian Aset NSP yang diterbitkan oleh KJPP Rengganis, Hamid & Rekan No.
  00361/2.0012-00/PI/01/0005/1/X/2025 tanggal 24 Oktober 2025.
• Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan yang diwakili oleh:
   o Kebun NSP  : • Bapak Setyo budi Utomo sebagai estate manager
                            • Bapak M. Chairun Nur Huda sebagai koordinator operasional
                            • Bapak Hendri Yasman sebagai KTU kebun NSP
                            • Bapak Hendra Edisa, Fadhiilah SQ dan Vincentius Eko Cahyanto sebagai
                              asisten divisi
   o Pabrik NSP           : • Bapak M Firdaus R sebagai mill manager
                            • Bapak Pradityo H. Sulaksono sebagai asisten maintenance
                            • Bapak Miftahroyan Maftuhin sebagai KTU pabrik NSP
   o Manajemen            : • Ibu Imelda S Siahaan sebagai Assistant Manager Corporate Finance
      SGRO                  • Ibu Josephine Chandra sebagai Head of Financial Consol. & Treasury
                              Ops.




                                                                                                     1-2
                     VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 18
1.3 Kondisi Pembatas
   • KJPP RHR menggunakan proyeksi laporan keuangan yang telah disesuaikan yang
      mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang telah dibuat manajemen;
   • KJPP RHR bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian, kewajaran proyeksi
      keuangan, laporan penilaian usaha, dan kesimpulan nilai akhir;
   • Hasil Laporan Penilai Usaha bersifat publik kecuali adanya informasi yang bersifat
      rahasia dan yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
   • Hasil Laporan Penilaian Bisnis ini mempunyai sifat non-disclaimer opinion.


1.4 Peraturan Perundang-undangan Terkait
   Laporan Penilaian ini merujuk kepada peraturan berikut.
   • Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal;
   • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 68/POJK.04/2017 tentang Penilai yang
      Melakukan Kegiatan di Pasar Modal;
   • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal;
   • Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Edoman
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




                                                                                    1-3
                       VALUATION & ADVISORY SERVICES
Page 19
2.0   GAMBARAN PERUSAHAAN

2.1   Informasi Ringkas
      NSP merupakan perseroan terbatas yang didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris
      Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn No. 04 tanggal 10 Maret 2009. Akta pendirian ini telah
      disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No.AHU-
      11540.AJ.01.01. tahun 2009 tanggal 7 April 2009.


      Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa perubahan, antara lain Akta
      Nomor 9 tanggal 17 September 2024 dibuat di hadapan Notaris Selly Suwignyo, S.H.,
      M.Kn., mengenai penyesuaian maksud dan tujuan Perusahaan sesuai dengan KBLI.


2.2   Kegiatan Usaha
      NSP merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan pabrik sagu.
      NSP memiliki perkebunan sagu dengan luas area tertanam 12.827,16 ha dan sebuah
      pabrik pemrosesan sagu dengan kapasitas pabrik 100 ton/hari yang berlokasi di Desa
      Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.


2.3   Entitas Anak dan Asosiasi
      Per tanggal 30 Juni 2025, NSP tidak memiliki entitas anak dan asosiasi.


2.4   Struktur Kepemilikan dan Pemegang Saham
      Per tanggal 30 Juni 2025, susunan pemegang saham dan persentase kepemilikan NSP
      adalah sebagai berikut.
                                                Jumlah Saham      Jumlah Setoran Modal     Prosentase
                  Pemegang Saham
                                                (dalam lembar)    (dalam ribuan Rupiah)   Kepemilikan
       PT Sampoerna Bio Fuels                        2.829.700          1.414.850.000         99,65%
       PT Sungai Menang                                   9.800             4.900.000          0,35%
       Jumlah                                        2.839.500          1.419.750.000       100,00%
      Sumber: NSP, Laporan Keuangan 2024



2.5   Dewan Komisaris dan Direksi
      Per tanggal 30 Juni 2025, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi NSP adalah
      sebagai berikut.
      Dewan Komisaris
      Komisaris                     :   Arief

      Direksi
      Direktur Utama                :   Bona Ranto Pasaribu
      Direktur                      :   Setyo Budi Utomo




                     VALUATION & ADVISORY SERVICES                                             2-1
Page 20
2.6    Struktur Organisasi
       Struktur organisasi NSP adalah sebagai berikut.


                                                                                                    Head of Sago




                                                                                                   Estate Manager



                                                                                                                                                                            For estr y Suppor t
                                                                                                 Koor d. Oper asional                                                                                                   R&D
                                                                                                                                                                               Coor dinator




                                                                                                                               Asst. Div.
        Asst. Div. III-V -V II   Asst. Div. I-II   Asst. Div. IV -V I-V III   Asst. Div. IX-XI   Asst. Div. XII-XIII-XIV                        Asisten T .S         KT U                         Kor d. Secur ity   Asisten R&D
                                                                                                                           P emulihan G ambut


       Sumber : NSP



2.7    Kompensasi kepada Pemegang Saham
       Berdasarkan keterangan manajemen, NSP belum pernah memberikan kompensasi kepada pemegang saham.


2.8    Jumlah Karyawan
       Pada tanggal 30 Juni 2025, NSP memiliki karyawan tetap sebanyak 82 orang.


2.9    Asuransi Karyawan Kunci
       NSP memberikan asuransi kepada karyawan secara swakelola oleh Grup Perusahaan (Sampoerna Agro) melalui kerjasama dengan rumah
       sakit dan sistem reimbursment.

2.10   Informasi Perpajakan
       Sebagai entitas yang berbadan hukum, NSP dikenakan pajak penghasilan (PPh) untuk badan yang berlaku secara umum yaitu sebesar 22%
       dari pendapatan kena pajak. Per 30 Juni 2025, NSP memiliki taxloss carry forward sebesar Rp142 milliar.




                                 VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                                                                 2-2
Page 21
2.11   Gambaran Aset dan Produk
       Gambaran Umum
       NSP merupakan entitas bergerak di industri sagu yang memiliki perkebunan dan pabrik
       sagu berlokasi di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi
       Riau. Areal perkebunan sagu NSP pada awalnya merupakan areal PT National Timber and
       Forest Product (NTFP), yang bergerak di bidang pengusahaan HPH (Pengelolaan Hutan
       Produksi) yang kemudian menjadi HTI (Hutan Tanaman Industri). Penanaman sagu mulai
       dikerjakan setelah memperoleh Izin Penebangan Kayu (IPK) pada tahun 1996, yang
       mensyaratkan penanaman kembali dengan tanaman industri seperti sagu. Berdasarkan
       penetapan batas areal kerja Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHHBK)
       No. SK.77/Menhut-II/2013 NSP memiliki luas konsesi ±21.418 hektar. Berikut rincian
       areal perkebunan sagu NSP.

         No                             Deskripsi                        Luas Area (Hektar)

          1     Tanaman Sagu                                                        12.827,16
          2     Areal Kawasan Lindung                                                3.432,85
          3     Sarana Prasarana                                                         917,88
          4     Areal di Klaim Masyarakat                                            4.240,11
                Jumlah                                                              21.418,00
       Sumber: NSP, 30 Juni 2025


       NSP memiliki 1 (satu) pabrik pengolahan sagu dengan kapasitas 100 ton tepung kering/
       hari. Pabrik NSP mulai dibangun tahun 2010 dan mulai beroperasi di tahun 2012.


       Secara geografis, lokasi perkebunan sagu NSP terletak pada:
       ▪ 00°53'11,97" - 00°43'2.49" Lintang Utara
       ▪ 102°41'36.17" - 103°02'9.87" Bujur Timur


       Secara administratif, lokasi perkebunan sagu NSP terletak di
        Desa           :   Tanjung Bandul, Kepau Baru, Teluk Buntal, dan Tanjung Gadai
        Kecamatan      :   Tebing Tinggi Timur
        Kabupaten      :   Kepulauan Meranti
        Provinsi       :   Riau




                    VALUATION & ADVISORY SERVICES                                             2-3
Page 22
       Peta Orientasi Lokasi Perkebunan Sagu NSP




                         Foto




  Tanaman Sagu                            Tanaman Sagu




      Tual                                  Bibit Sagu




VALUATION & ADVISORY SERVICES                            2-4
Page 23
   Kantor Estate            Perumahan Karyawan Estate




   Generator Set                     Sepeda Motor




   Pabrik Sagu              Perumahan Karyawan Pabrik




   Generator Set                Thermal Oil Heater (TOH)




VALUATION & ADVISORY SERVICES                              2-5
Page 24
Secara umum, perjalanan menuju lokasi perkebunan sagu NSP dapat ditempuh
menggunakan transportasi laut, dengan rute:
• Kota Pekanbaru (Ibu kota provinsi) melalui jalur darat ±130 km ke timur menuju
        Pelabuhan Tanjung Buton dengan waktu tempuh selama 3-4 jam, kemudian dilanjutkan
        perjalanan laut menggunakan ferry menuju Pelabuhan Tanjung Samak dengan waktu
        tempuh 3 jam, lalu menggunakan speedboat menuju NSP dengan waktu tempuh 1 jam.
• International Ferry Terminal (Batam) melalui jalur laut ±135 km ke barat menggunakan
        kapal ferry menuju Pelabuhan Tanjung Samak dengan waktu tempuh 3 jam, kemudian
        dilanjutkan menggunakan speedboat menuju NSP dengan waktu tempuh 1 jam.


Analisa Lingkungan
Lokasi perkebunan sagu NSP terletak di wilayah rawa dan perkampungan yang dihuni oleh
berbagai kalangan dari masyarakat setempat.


Secara umum batas-batas area perkebunan sagu NSP sebagai berikut:
•        Utara   : Hutan desa dan PT Lestari Unggul Makmur (perusahaan HTI)
•        Selatan : Perkebunan sagu masyarakat
•        Timur   : Desa Tanjung Sari dan perkebunan sagu masyarakat
•        Barat   : Eks PT Uni Sraya (perusahaan HPH)


Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan area perkebunan sebagai berikut.
    No                             Deskripsi                       Luas Area (Hektar)

    A      Tanaman Menghasilkan (TM)
             TT 1996                                                              249,81
             TT 1997                                                            1.613,01
             TT 1998                                                            1.793,35
             TT 1999                                                              283,89
             TT 2000                                                                21,40
             TT 2011                                                            1.794,47
             TT 2012                                                            2.070,80
           Sub Jumlah A                                                         7.826,73
    B      Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
             TT 2013                                                            2.751,31
             TT 2014                                                              842,57
             TT 2015                                                            1.406,55
           Sub Jumlah B                                                         5.000,43
           Jumlah Tanaman (A+B)                                                12.827,16
    C      Area Tanaman Lainnya
           Areal Kawasan Lindung                                                3.432,85
           Sarana Prasarana                                                       917,88
           Areal di Klaim Masyarakat                                            4.240,11




                 VALUATION & ADVISORY SERVICES                                          2-6
Page 25
 No                                      Deskripsi                                 Luas Area (Hektar)

        Sub Jumlah C                                                                             8.590,84
        Jumlah (A+B+C)                                                                         21.418,00
Sumber: NSP, 30 Juni 2025


Kondisi Lahan
a. Topografi
      Secara umum lahan perkebunan sagu NSP memiliki ketinggian 5-38 meter di atas
      permukaan laut. Berdasarkan informasi dari manajemen dan pengamatan di
      lapangan topografi di area perkebunan 100% datar.


b. Iklim
      Faktor iklim yang sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman sagu adalah curah
      hujan, temperatur, kelembaban udara dan penyinaran matahari. Tanaman sagu
      membutuhkan curah hujan yang merata sepanjang tahun dengan curah hujan 2.500
      – 3.000 mm per tahun, bulan kering kurang dari 2 bulan, dan suhu 24 – 29 C.


      Dilihat dari jumlah dan hari curah hujan selama 5 tahun terakhir, perkebunan milik
      NSP memiliki jumlah curah hujan rata-rata 1.939 mm dengan bulan kering masih
      pada batas normal setiap tahunnya (<3 bulan). Kondisi curah hujan ini dianggap
      relatif baik untuk pertumbuhan tanaman sagu.


      Rata-rata curah hujan dan hari hujan tahun 2021 s/d 30 Juni 2025 sebagai berikut:
                                                                  Tahun
            Bulan               2021                2022           2023            2024           2025*
                            mm          Hari     mm      Hari    mm     Hari    mm      Hari   mm       Hari
       Januari                255          8      113       4     243    10      140       7    204        9
       Februari                 -          -      216       7     155     8       71       7     49        3
       Maret                  115          7      195       9     178     6       94       6    227       12
       April                  213         13      132       6     142    10      150     10     283       12
       Mei                    230          9      152       8     213     9      146       7     93        8
       Juni                    66          7      211       8     112     6      142       8     71        6
       Juli                    75          3      147       4      55     6       66       3       -         -
       Agustus                122         10       99       7     180    10      125       6       -         -
       September              125          6      116       4     242     6      168       7       -         -
       Oktober                143          8      283     12      137     6      157       7       -         -
       November               185         10      191     10      383    13      280     13        -         -
       Desember               118          7      236       8     358    11       84       4       -         -
       Total                1.646         87    2.090     84    2.397    98    1.622     84     925       49
       Rata-rata              137          7      174       7     200     8      135       7    128        7
       Bulan Kering                 3                 1              1               4               3
       Bulan Basah                  9                11             11               8               3
       Rata-rata Curah Hujan                                                                           1.939
       Rata-rata Hari Hujan                                                                              162
       Rata-rata Bulan Kering                                                                              2
       Rata-rata Bulan Basah                                                                              10
       Sumber : NSP, 30 Juni 2025
      *Data s/d Juni 2025




                VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                            2-7
Page 26
            Curah Hujan dan Hari Hujan NSP 2021 - 2025 (Juni)
            5.000
                                                                                       210
            4.500
                                                                                       190
            4.000
                                                                                       170
            3.500
                                                                                       150
            3.000
                                                                                       130




                                                                                             (hari)
            2.500
     (mm)




            2.000                                                                      110

            1.500                                                                      90

            1.000                                                                      70

              500                                                                      50

                0                                                                      30
                         2021              2022         2023   2024        Juni-2025

                                           Curah Hujan (mm)    Hari Hujan (Hari)

              Sumber : NSP, 30 Juni 2025


c.   Tanah dan Kesesuaian Lahan
     Tanaman sagu tidak memiliki persyaratan khusus terhadap jenis tanah. Sagu dapat
     tumbuh di daerah dataran tinggi dengan tanah vulkanik, latosol, andosol, podsolik
     merah-kuning, dan grumusol atau di dataran rendah dengan tanah alluvial,
     hidromorfik kelabu, dan tanah lempung yang kaya bahan organik di rawa-rawa yang
     berbatasan dengan hutan mangrove atau nipah (tanah berlumpur payau) (Manan et
     al., 1984). Sagu dapat tumbuh di tanah gambut dengan kadar bahan organik tinggi
     (karbon organik >18%). Berdasarkan laporan Analisis Dampak Lingkungan Hidup
     (ANDAL) PT National Sago Prima tahun 2016 jenis tanah NSP masuk dalam jenis
     Alluvium. Susunan batuan terdiri atas jenis batuan endapan Alluvium muda berumur
     holosen dan litologi lempung, lanau, kerikil kecil dan sisa tumbuhan rawa gambut.
     Ketebalan gambut diareal NSP bervariasi dan tergolong gambut oligotropik, yaitu
     gambut dengan sedikit kandungan mineral.


     Tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik seperti
     sisa-sisa jaringan tumbuhan yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.
     Tanah gambut umumnya selalu jenuh air atau terendam sepanjang tahun kecuali
     didrainase. Secara alami, tanah gambut terdapat pada lapisan tanah paling atas, di
     bawahnya terdapat lapisan tanah aluvial pada kedalaman yang bervariasi.


     Karakteristik utama tanaman sagu adalah kemampuannya beradaptasi pada kondisi
     lahan yang tergenang maupun lembab secara permanen, sehingga tanaman ini dapat
     tumbuh pada areal gambut yang umumnya kurang sesuai untuk komoditas pertanian
     lain. Dengan demikian, jenis tanah gambut di NSP tergolong sesuai untuk perkebunan
     sagu.




                 VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                    2-8
Page 27
Tanaman Sagu
a. Bahan Tanaman dan Pembibitan
     Bahan tanaman yang digunakan sebagian besar berasal dari anakan (vegetatif).
     Jenis sagu yang digunakan ada 2 (dua) yaitu Molat dan Tuni, namun sebagian
     besar jenis bibit yang digunakan yaitu jenis Tuni. Saat ini stok bibit tersedia di
     pembibitan dan umumnya dalam kondisi baik, dengan rincian sebagai berikut.
       No         Umur (bulan)            Jenis                     Pokok
        1             1                   Tuni                                     5.474
           2              2               Tuni                                     8.000
           3              3               Tuni                                     4.500
                 Jumlah                                                          17.974
     Sumber : NSP, 30 Juni 2025



b. Persiapan Lahan
     Jarak tanaman sagu yang digunakan pada penanaman ini adalah 8 X 8 m
     dengan jumlah populasi standar 156 pokok/hektar. Berdasarkan data yang
     diperoleh di lapangan, populasi rata-rata tanaman saat ini yaitu 70
     pokok/hektar, lebih rendah dengan standar karena persentasi tumbuh yang
     rendah dan kegiatan penyulaman yang belum optimal.


c.   Hama dan Penyakit
     Hama dan penyakit tanaman pada umumnya tidak terlihat di area perkebunan.


d. Kondisi Tanaman
     Luas area tanaman sagu NSP berdasarkan data areal statement seluas
     ±12.827,16 hektar. Komposisi umur tanaman sagu perkebunan NSP sebagai
     berikut.
                                                   Umur
      No         Komposisi Umur Tanaman                     Area (Ha)       Persentase
                                                  (Tahun)
       1       Tanaman Belum Menghasilkan           1-11        7.826,73         61,02%
       2       Tanaman Menghasilkan                >12          5.000,43         38,98%
               Jumlah                                          12.827,16        100,00%
     Sumber : NSP, 30 Juni 2025




         VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                   2-9
Page 28
       Berdasarkan informasi manajemen, secara umum kondisi tanaman sagu adalah sebagai
       berikut
           •     Pertumbuhan tanaman cukup baik namun dapat terlihat adanya persaingan
                 pertumbuhan tanaman terutama yang sudah memiliki anakan;
           •     Perawatan tanaman meliputi pengendalian gulma, pemberantasan hama dan
                 penyakit telah dilakukan secara berkala sesuai dengan rotasi perawatannya.


       Kami tidak meneliti dan/atau melakukan sensus secara khusus atas keberadaan tanaman
       dilihat dari luasan per tahun tanam, jumlah tegakan pohon dan kondisi tanaman secara
       detail. Untuk keperluan penilaian ini kami beranggapan bahwa data dan informasi yang
       diberikan pihak perusahaan adalah benar dan bila terjadi perubahan satu sama lainnya,
       maka kami tidak pada posisi untuk menyarankan menggunakan laporan ini dan sebaiknya
       untuk melakukan analisa ulang terhadap perubahan data tersebut.


2.11.1 Kinerja Produksi
       Produksi Tual
       Produksi yang dihasilkan tanaman sagu adalah tual. Tual adalah potongan batang sagu
       yang sudah ditebang dan dipotong dengan ukuran 42 inci. Umumnya satu batang sagu
       dapat dipotong 10-12 tual. Pemotongan batang menjadi tual bertujuan untuk
       mempermudah proses pengangkutan dari lahan ke pabrik karena ukuran batang sagu
       yang panjang dan berat. Hasil panen selanjutnya diolah Pabrik NSP dengan kapasitas 100
       ton tepung kering/hari. Berikut grafik perkembangan produksi dan produktivitas tual
       selama tahun 2021 – 30 Juni 2025.




                     VALUATION & ADVISORY SERVICES                                            2 - 10
Page 29
           Produksi dan Produktivitas Tahun 2021 - 30 Juni 2025
           Perkebunan Sagu NSP
           410.000                                                                                      31,00

           360.000
                                                                                                        26,00
           310.000
                                                                                                        21,00
           260.000




                                                                                                                Tual/Ha
    Tual




           210.000                                                                                      16,00

           160.000
                                                                                                        11,00
           110.000
                                                                                                        6,00
            60.000

            10.000                                                                                      1,00
                        2021             2022              2023            2024         Juni-2025*
                                    Produksi Tual (Tual)            Produktivitas (Tual/Ha)


Sumber : NSP, 30 Juni 2025


Perkembangan area panen, produksi dan produktivitas tual selama tahun 2021 – 30 Juni
2025 untuk perkebunan sagu NSP sebagai berikut.
                                                                                Tahun
 Deskripsi              Satuan
                                                2021               2022              2023              2024                2025*

 Area Panen             (hektar)             12.702               12.702           12.702             12.702               12.702

 Produksi Tual           (tual)            135.499            106.324             150.462            374.164              182.992

 Produktivitas          (tual/ha)              10,67                8,37            11,85              29,46                14,41

Sumber: NSP, 2025
*Per 30 Juni 2025


Pabrik
Secara umum proses pengolahan sagu di pabrik dimulai dari penerimaan tual. Tual
kemudian dikupas kulit kayunya dengan cara mekanis atau manual menggunakan kapak.
Tual yang sudah dikupas kemudian dihancurkan menggunakan mesin chopper untuk
menghasilkan serbuk halus. Serbuk ini dicampur dengan air dalam bak ekstraksi,
kemudian dialirkan melalui saringan untuk memisahkan serat dari larutan pati. Larutan
pati yang diperoleh selanjutnya diendapkan agar pati terpisah dari air. Endapan pati
kemudian dikeringkan menggunakan dryer hingga menghasilkan pati sagu kering yang
siap dikemas.




                 VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                                              2 - 11
Page 30
Berikut ini diagram alur porses pengolahan sagu:




 Sumber : NSP, 30 Juni 2025




               VALUATION & ADVISORY SERVICES       2 - 12
Page 31
       Pabrik sagu NSP menghasilkan tepung sagu kering. Produksi tepung sagu NSP dapat dilihat
       pada tabel berikut.
        No                     Deskripsi        2021        2022          2023       2024      2025*
         1       Tual diolah (Ton)               14.546     17.687        15.027     31.223     16.319
         2       Sagu Basah diolah (Ton)           136         857          870       2.466      1.116
         3       Tepung Sagu (Ton)                2.249      3.030         2.686      6.208      2.981
         4       Ekstraksi Tual (%)               14,98      14,60         14,86      15,77      14,66
         5       Ekstraksi Sagu Basah (%)         52,08      52,35         52,07      52,04      52,75
       Sumber : NSP, 30 Juni 2025
       * Per 30 Juni 2025



      Produksi Tepung Sagu NSP Tahun 2021 - 30 Juni 2025

      35.000                                                                                    60

      30.000                                                                                    50
      25.000
                                                                                                40
      20.000




                                                                                                      %
Ton




                                                                                                30
      15.000
                                                                                                20
      10.000

       5.000                                                                                    10

             0                                                                                  0
                       2021             2022      2023            2024            Juni 2025*
                     Tual diolah (Ton)         Sagu Basah diolah (Ton)           Tepung Sagu (Ton)
                     Ekstraksi Tual (%)        Ekstraksi Sagu Basah (%)
       Sumber : NSP, 30 Juni 2025


       Kapasitas produksi terpasang pabrik NSP adalah 100 ton tepung sagu kering/hari,
       sedangkan kapasitas aktual olah dalam kisaran antara 12 – 23 ton/hari dalam 5 (lima)
       tahun terhakhir. Kemampuan olah aktual tual perhari NSP rata-rata 1.000 tual/hari,
       dimana seharusnya dengan kapasitas produksi terpasang NSP mampu mengolah 6.000-
       8.000 tual/hari. Hal ini menunjukkan bahwa pabrik NSP belum maksimal dalam
       memanfaatkan kapasitas mesin yang ada. Hal ini dikarenakan kurangnya bahan baku tual
       yang dikirim dari perkebunan NSP. Selain dari tual yang di peroleh dari perkebunan NSP,
       pabrik NSP juga menerima bahan baku sagu basah dari masyarakat untuk diolah menjadi
       tepung sagu kering.




                        VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                2 - 13
Page 32
2.12   Kinerja Keuangan
                                                                                                                                                                            (dalam jutaan Rupiah)
                                     2020       %      2021       %       ∆        2022       %      ∆        2023         %       ∆        2024      %       ∆        2025**       %       ∆

        LABA RUGI
        Pendapatan                    26.801   100%     20.141   100%     -25%      26.114   100%    30%       26.800     100%         3%    49.380   100%    84%       33.543     100%     36%*

        Biaya Pokok Pendapatan        51.888   194%     41.037   204%     -21%      48.776   187%    19%       55.371     207%      14%      59.657   121%        8%    42.743     127%     43%*

        Laba Kotor                   -25.087    -94%   -20.897   -104%    -17%     -22.662    -87%       8%   -28.571     -107%     26%     -10.276   -21%    -64%      -9.200     -27%     79%*

        Beban Penjualan                3.281    12%      2.655    13%     -19%       3.399    13%    28%        3.623      14%         7%     5.021   10%     39%        3.512      10%     40%*

        Beban umum dan
                                      1.651      6%       706      4%     -57%       1.105     4%    56%        1.401       5%      27%       3.852    8%    175%        1.917       6%     0%*
        administrasi
        Lain-lain                       -918     -3%       106     1%    -112%          16     0%    -85%       1.885       7%    11659%       -877    -2%   -147%        -192      -1%    -56%*

        Depresiasi dan amortisasi     20.452    76%     14.520    72%     -29%      14.118    54%     -3%      13.560      51%      -4%       7.788   16%     -43%       3.763      11%     -3%*

        EBITDA                        -8.648    -32%    -9.844    -49%    14%      -13.064    -50%   33%      -21.921      -82%     68%     -10.484   -21%    -52%     -10.673     -32%    104%*

        Laba Operasi                 -29.100   -109%   -24.364   -121%    -16%     -27.182   -104%   12%      -35.480     -132%     31%     -18.272   -37%    -49%     -14.436     -43%     58%*

        Pendapatan keuangan               10     0%          8     0%     -24%           7     0%    -10%           7       0%      -4%          13    0%     94%            8       0%     31%*

        Beban keuangan                           0%                0%      n/a                 0%     n/a                   0%      n/a                0%      n/a                   0%      n/a
                                                   -
        Lain-lain                   -319.168   1191%
                                                                   0%    -100%                 0%     n/a                   0%      n/a                0%      n/a        -308      -1%      n/a
                                                   -
        Laba sebelum pajak          -348.258   1299%   -24.356   -121%    -93%     -27.175   -104%   12%      -35.474     -132%     31%     -18.259   -37%    -49%     -14.736     -44%     61%*

        Pajak                        14.882     56%                0%    -100%                 0%     n/a                   0%      n/a                0%      n/a                   0%      n/a
                                                   -
        Laba tahun berjalan         -363.141   1355%   -24.356   -121%    -93%     -27.175   -104%   12%      -35.474     -132%     31%     -18.259   -37%    -49%     -14.736     -44%     61%*

        Pendapatan (Beban)
                                       -273      -1%      707      4%    -359%        272      1%    -61%        138        1%     -49%        -305    -1%   -321%                   0%   -100%*
        komprehensif lainnya
        Laba komprehensif tahun                    -
                                    -363.414   1356%   -23.649   -117%    -93%     -26.903   -103%   14%      -35.336     -132%     31%     -18.563   -38%    -47%     -14.736     -44%     59%*
        berjalan
        POSISI KEUANGAN
        Aset
        Aset Lancar                  13.003      2%      9.407     2%     -28%      14.992     3%    59%       18.847       4%      26%      31.132    6%     65%       26.948       5%     -13%

        Kas dan setara kas              398      0%      1.898     0%    376%        2.977     1%    57%        2.918       1%      -2%       4.936    1%     69%        3.456       1%     -30%
        Piutang usaha - pihak
                                      1.299      0%       875      0%     -33%       1.496     0%    71%        1.051       0%     -30%       4.203    1%    300%        8.114       2%     93%
        ketiga
        Piutang lain-lain               189      0%         30     0%     -84%         154     0%    406%          85       0%     -45%         265    0%    210%          163       0%     -39%

        Persediaan, neto             10.243      2%      5.279     1%     -48%       9.636     2%    83%       11.745       2%      22%      17.480    3%     49%       10.426       2%     -40%

        Aset biologis                   640      0%        539     0%     -16%         476     0%    -12%       2.228       0%    368%        3.097    1%     39%        3.288       1%         6%

        Aset lancar lainnya             234      0%        786     0%    237%          252     0%    -68%         820       0%    225%        1.151    0%     40%        1.501       0%     30%

        Aset Tidak Lancar           519.887     98%    514.905    98%      -1%     510.807    97%     -1%     504.325      96%      -1%     497.359   94%      -1%     493.091      95%      -1%

        Tanaman produktif           428.067     80%    437.438    83%         2%   446.137    85%        2%   445.276      85%         0%   445.030   84%         0%   442.093      85%      -1%

        Aset tetap, neto             83.287     16%     68.820    13%     -17%      56.122    11%    -18%      50.502      10%     -10%      43.781    8%     -13%      42.452       8%      -3%

        Aset tidak lancar lainnya     8.534      2%      8.647     2%         1%     8.547     2%     -1%       8.547       2%         0%     8.547    2%         0%     8.547       2%         0%

        Total Aset                  532.890    100%    524.312   100%      -2%     525.799   100%        0%   523.172     100%         0%   528.491   100%        1%   520.039     100%      -2%

        Liabilitas dan Ekuitas
        Liabilitas jangka pendek      4.023      1%      3.371     1%     -16%       5.030     1%    49%       12.363       2%    146%       10.794    2%     -13%       9.938       2%      -8%




                         VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                           2 - 14
Page 33
                                2020        %        2021         %       ∆        2022        %       ∆        2023        %      ∆         2024      %      ∆      2025**    %      ∆

 Utang usaha - pihak
                                 2.907       1%        2.039       0%    -30%        3.828      1%     88%        7.682     1%    101%        5.950    1%     -23%     5.645   1%      -5%
 ketiga
 Total Utang lain-lain -
                                   167       0%          414       0%    148%         210       0%     -49%       3.434     1%    1531%       3.412    1%      -1%     3.036   1%     -11%
 pihak ketiga
 Utang pajak                        34       0%          89        0%    159%           84      0%      -5%         230     0%    173%           61    0%     -74%        77   0%     26%

 Beban akrual                      915       0%         829        0%     -9%          907      0%         9%     1.018     0%     12%        1.372    0%     35%      1.180   0%     -14%

 Liabilitas jangka panjang     322.893      61%     322.116       61%         0%   322.196     61%         0%   322.772     62%        0%     4.323    1%     -99%     4.412   1%         2%

 Liabilitas imbalan kerja        3.725       1%       2.948        1%    -21%        3.028      1%         3%     3.603     1%     19%        4.323    1%     20%      4.412   1%         2%

 Liabilitas jangka panjang
                               319.168      60%     319.168       61%         0%   319.168     61%         0%   319.168     61%        0%              0%    -100%             0%      n/a
 lainnya
 Total Liabilitas              326.916      61%     325.487       62%         0%   327.226     62%         1%   335.135     64%        2%    15.118    3%     -95%    14.350   3%      -5%

 Total Ekuitas                 205.974      39%     198.825       38%     -3%      198.572     38%         0%   188.037     36%     -5%     513.373    97%   173%    505.690   97%     -1%

  Arus kas
  Arus kas dari aktivitas
                                 -2.076      n/a      -4.164      n/a    101%      -14.061      n/a    238%      -9.468     n/a    -33%     -332.978   n/a   3417%             n/a   -100%
  Operasi
  Arus kas dari aktivitas
                               -10.163       n/a     -10.837      n/a         7%   -11.515      n/a        6%   -15.351     n/a    33%        -8.983   n/a    -41%             n/a   -100%
  Investasi
  Arus kas dari aktivitas
                                11.500       n/a     16.500       n/a     43%       26.650      n/a    62%       24.800     n/a     -7%     343.900    n/a   1287%             n/a   -100%
  Pendanaan
*disetahunkan
**per 30 Juni 2025
Sumber: Laporan keuangan audit NSP tahun 2020-2024 dan kertas kerja posisi keuangan dan laba rugi NSP per 30 Juni 2025



Laporan Laba Rugi
Pendapatan Perseroan sempat mengalami penurunan di tahun 2021 seiring dengan penurunan produksi batang sagu yang dihasilkan oleh
perkebunan serta penurunan jumlah bahan baku berupa sagu basah maupun batang sagu yang dibeli dari pihak eksternal. Pendapatan Perseoan
kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2022 seiring dengan peningkatan kembali batang sagu yang dihasilkan di perkebunan Perseroan
serta peningkatan kembali jumlah bahan baku batang sagu dan sagu basah yang dibeli dari pihak eksternal. Pada tahun 2023 pendapatan sedikit
meningkat meskipun produksi tepung sagu menurun akibat kenaikan harga yang cukup signifikan di tahun 2023. Pada tahun 2024 pendapatan
Perseroan meningkat signifikan seiring dengan peningkatan produksi jumlah batang sagu yang cukup signifikan serta kenaikan harga jual produk
tepung sagu. Per 30 Juni 2025, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp33,5 miliar.


Perseroan mencatatkan rugi kotor dan rugi operasi akibat tingginya biaya pokok pendapatan Perseroan yang tidak sebanding dengan pendapatan
yang diterimanya. Namun rugi kotor dan rugi operasi semakin menurun seiring dengan peningkatan pendapatan Perseroan




                     VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                                 2 - 15
Page 34
Laporan Posisi Keuangan
Total aset tetap Perseroan cenderung stabil dalam 5 tahun terakhir, dimana 80% hingga
85% total aset Perseroan berasal dari tanaman produktif berupa perkebunan sagu. Per 30
Juni 2025, Perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp520 miliar.


Perseroan mencatatkan penurunan total liabilitas yang signifikan pada tahun 2024 seiring
dengan pembayaran ganti rugi lingkungan hidup akibat terjadinya kebakaran kepada kas
negara sebesar Rp319 miliar. Per 30 Juni 2025, Perseroan mencatatkan total liabilitas
sebesar Rp14 miliar.


Perseroan mencatatkan peningkatan total ekuitas pada tahun 2024 seiring dengan
penambahan setoran modal dari PT Sampoerna Bio Fuels selaku pemegang saham. Per
30 Juni 2025 total ekuitas perseroan tercatat menurun menjadi Rp505,69 miliar seiring
dengan tercatatnya rugi tahun berjalan.


 Ratios                                    2020          2021          2022          2023          2024        2025**
 Rasio Likuiditas
 Rasio Lancar (x)                           3,23          2,79         2,98          1,52          2,88          2,71
 Rasio Kas (x)                              0,10          0,56         0,59          0,24          0,46          0,35
 Rasio Cepat (x)                            0,42          0,82         0,89          0,32          0,85          1,16
 Rasio Profitabilitas
 Tingkat Pengembalian Aset (ROA)         -68,15%       -4,65%        -5,17%        -6,78%        -3,45%              n/a
 Tingkat Pengembalian Ekuitas (ROE)     -176,30%      -12,25%       -13,69%       -18,87%        -3,56%              n/a
 Rasio Laba Kotor                        -93,60%     -103,75%       -86,78%      -106,61%       -20,81%       -27,43%
 Marjin EBITDA                           -32,27%      -48,87%       -50,03%       -81,79%       -21,23%       -31,82%
 Marjin Laba Operasi                    -108,58%     -120,97%      -104,09%      -132,39%       -37,00%       -43,04%
 Marjin Laba Bersih                    -1354,95%     -120,93%      -104,06%      -132,36%       -36,98%       -43,93%
 Rasio Aktivitas
 Perputaran Aset (x)                        0,05          0,04         0,05          0,05          0,09         0,13*
 Perputaran Persediaan (days)              72,25        46,96         72,11         77,42        107,24         44,15
 Perputaran Piutang Usaha (days)           17,74        15,85         20,92         14,31         31,15         43,78
 Perputaran Utang Usaha (days)             20,50        18,13         28,64         50,64         36,50         23,90
 Rasio Solvabilitas
 Rasio Hutang terhadap Aset (DAR)            n/a           n/a           n/a          n/a           n/a              n/a
 Rasio Hutang terhadap Ekuitas (DER)         n/a           n/a           n/a          n/a           n/a              n/a
*disetahunkan
**per 30 Juni 2025
Sumber: Laporan keuangan audit NSP tahun 2020-2024 dan kertas kerja posisi keuangan dan laba rugi per 30 Juni 2025



Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk menganalisis kemampuan NSP
dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset lancarnya. Rasio
lancar dan rasio cepat NSP tercatat di atas 1x per 30 Juni 2025, namun rasio kas tercatat
di bawah 1x. Hal ini menunjukkan bahwa NSP mampu memenuhi liabilitas jangka pendek
dengan aset lancarnya maupun dengan piutang usahanya, namun NSP akan mengalami
kesulitan dalam memenuhi liabilitas lancarnya dengan hanya menggunakan kas.




                    VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                               2 - 16
Page 35
       Rasio Profitabilitas
       Rasio profitabilitas digunakan untuk melihat kemampuan NSP dalam menjalankan
       kegiatan usahanya untuk menghasilkan keuntungan. ROA, ROE dan rasio margin laba
       NSP tercatat negatif dalam 5 tahun terakhir yang mengindikasikan pendapatan dari
       penjualan Perseroan tidak cukup untuk menutupi biaya pokok produksi dan operasinya.


       Rasio Aktivitas
       Rasio aktivitas mencerminkan kemampuan Perseroan untuk menghasilkan pendapatan
       dengan aset, persediaan, piutang usaha, dan utang usahanya. Perputaran aset mengalami
       kenaikan pada tahun 2024 dan per 30 Juni 2025 seiring dengan kenaikan pendapatan
       Perseroan.


       Perputaran persediaan mengalami kenaikan pada tahun 2024 seiring dengan peningkatan
       persediaan, kemudian mengalami penurunan per 30 Juni 2025 akibat meningkatnya biaya
       pokok pendapatan dan menurunnya persediaan Perseroan. Perputaran piutang usaha
       Perseroan mencatatkan kenaikan yang signifikan pada tahun 2024 dan per 30 Juni 2025
       seiring dengan kenaikan piutang usaha dan pendapatan Perseroan. Perputaran utang
       usaha Perseroan mencatatkan penurunan pada tahun 2024 dan per 30 Juni 2025 seiring
       dengan kenaikan beban pokok pendapatan Perseroan.


       Rasio Solvabilitas
       Rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam melunasi
       kewajiban yang dimilikinya dengan sumber daya internal dan eksternal perusahaan. Rasio
       solvabilitas tidak dapat dihitung karena Perseroan tidak memiliki utang berbunga.


2.13   Risiko Usaha
       Berikut ini merupakan gambaran risiko yang terkait dengan bisnis NSP.


       Risiko yang terkait dengan kondisi makro
       • Risiko kondisi ekonomi
         Indikator kondisi perekonomian seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi,
         tingkat suku bunga, dan nilai tukar terhadap mata uang asing. Laju inflasi yang tinggi
         dapat menurunkan daya beli dan permintaan pasar serta meningkatkan biaya operasi
         Perseroan.
       • Risiko Stabilitas Politik dan Sosial
         Secara umum, tidak ada jaminan mutlak bagi stabilitas politik dan sosial di Indonesia.
         Stabilitas politik dan sosial juga merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi
         bisnis Perusahaan. Ketidakstabilan politik secara tidak langsung akan mempengaruhi
         kondisi ekonomi yang akan berdampak pada permintaan pasar.




                    VALUATION & ADVISORY SERVICES                                          2 - 17
Page 36
       Risiko yang terkait dengan bisnis
       • Risiko Operasional
         Risiko operasional timbul disebabkan ketidakmampuan atau kegagalan yang terjadi dari
         proses internal, manusia, dan faktor sistematik lain atau faktor eksternal. Risiko ini
         melekat pada proses bisnis, operasional, sistem, dan produksi Perseroan.
       • Risiko Harga Komoditas
         Perusahaan terkena dampak risiko harga komoditas yang dipengaruhi oleh beberapa
         factor, antara lain cuaca, kebijakan pemerintah, tingkat permintaan dan penawaran
         pasar dan lingkungan ekonomi global, yang mengakibatkan harga sagu berfluktuasi.
       • Risiko Iklim dan Cuaca
         Perubahan pola hujan, musim kering yang lama, curah hujan yang tinggi, dan fenomena
         iklim ekstrem dapat menghasilkan kondisi yang tidak mendukung dapat mengurangi
         produktivitas dan volume produksi.
       • Risiko Persaingan
         Risiko persaingan dengan perusahaan dari Malaysia yang mengambil bahan baku lokal
         untuk dikelola diluar yang dapat menekan daya saing ekspor dan menyebabkan
         kelangkaan bahan baku tual/sagu basah.
       • Risiko Operasi Pabrik
         Risiko tingkat utilisasi pabrik yang rendah dapat menurunkan margin Perseroan serta
         ketergantungan pada pasokan bahan baku sagu basah dan batang sagu dari pihak
         ketiga.


2.14   Rencana Bisnis
       Perseroan berencana untuk terus meneruskan aktivitas operasional perkebunan dan pabrik
       sagu.


2.15   Analisis SWOT
       Berikut ini merupakan analisis SWOT NSP.
        Strength - Kekuatan                                                                          Weakness - Kelemahan
         • Merupakan perkebunan sagu terintegrasi dengan              • Lokasi perkebunan yang jauh mengakibatkan biaya
           pabrik penglokahan sagu, sehingga dapat memiliki             logistik cukup besar;
           kontrol penuh atas kualitas & kontinuitas produksi sagu;   • Luas area tertanam yang tidak sebanding dengan
         • Produk yang dihasilkan merupakan tepung sagu yang            kapasitas    pengolahan    pabrik    sagu,     termasuk
           dapat bertahan lama dalam bentuk tepung kering,              keterbasan     tenaga     kerja     terampil      dalam
           sehingga mudah disimpan dan dikirim;                         pengolahan pabrik sagu;
         • Termasuk dalam struktur anak usaha SGRO.                   • Risiko produksi jika terjadi gagal panen atau
                                                                        serangan hama.
                                                                      • ketergantungan pada pasokan bahan baku sagu
                                                                        basah dan tual dari pihak ketiga




                      VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                                    2 - 18
Page 37
Opportunity – Peluang                                                                        Threat - Ancaman
 • Meningkatnya permintaan pangan sehat di pasar        • Persaingan dari tepung gandum, singkong, dan
   domestik & ekspor khususnya untuk produk alami dan     beras yang lebih populer dan memiliki rantai
   bebas gluten;                                          distribusi matang;
 • Potensi substitusi impor gandum dan mendukung        • Perubahan    iklim   dan   cuaca      ekstrem   yang
   program ketahanan pangan nasional;                     mengganggu pertumbuhan sagu;
 • Produk turunan bernilai tambah tinggi: makanan       • Fluktuasi harga komoditas di pasar.
   olahan, minuman, biodegradable plastics, biofuel;
 • Dukungan pemerintah untuk diversifikasi pangan dan
   pengembangan industri sagu;
 • Potensi kerjasama dengan UMKM, restoran, dan
   industri makanan besar.




             VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                           2 - 19
Page 38
3.0   GAMBARAN PASAR

3.1   Gambaran Makro Ekonomi Indonesia
      Produk Domestik Bruto (PDB)
      Ekonomi Indonesia pada triwulan kedua tahun 2025 (TW2 2025) tumbuh sekitar 5,12%
      (y-o-y) dengan total PDB mencapai Rp3.396 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh semua
      sektor dengan pertumbuhan berkisar 0,82% - 11,31% secara tahunan. Konsumsi Rumah
      Tangga (Konsumsi RT) naik sekitar 4,97% (y-o-y), sedikit lebih tinggi jika dibandingkan
      dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sekitar 4,95% (y-o-y) dan melanjutkan perannya
      sebagai kontributor terbesar kepada ekonomi.




      Secara triwulanan, ekonomi tumbuh kurang lebih 4,04% (q-o-q), lebih tinggi secara
      signifikan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0.98%
      (q-o-q). Pertumbuhan secara triwulanan ini didukung oleh semua sektor kecuali sektor
      Pengadaan Listrik dan Gas yang terkontraksi sebesar 2,61% (q-o-q).
                                       Deskripsi              TW1 25         TW2 25
                                    PDB (Rp triliun)           3.265           3.396
                                  Pertumbuhan (q-o-q)         -0,98%          4,04%
                                  Pertumbuhan (y-o-y)         4,87%           5,12%


      Pertumbuhan ekonomi tahunan didukung terutama oleh sektor Industri Pengolahan yang
      secara konsisten memberikan konstribusi terbesar kepada PDB dan tumbuh sebesar 5,68%
      (y-o-y). Bank Indonesia menyatakan bahwa Prompt Manufacturing Index (PMI-BI) pada
      TW2 2025 tercatat sebesar 50,89 yang berarti lebih rendah jika dibandingkan dengan
      PMI-BI pada TW1 2025 yaitu 51,67 namun tetap melanjutkan untuk tetap berada pada
      level ekspansi sejak TW4 2021. Indeks untuk beberapa jenis industri pengolahan tetap
      berada dibawah level 50 yang merupakan batas level ekspansi, sementara dua jenis
      industri pengolahan yaitu Industri Kayu dan Industri Furnitur telah keluar dari level ekspansi.




                           VALUATION & ADVISORY SERVICES                                         3- 1
Page 39
Sektor-sektor yang menjadi konributor utama yaitu sektor Industri Pengolahan, sektor
Perdagangan dan sektor Agrikultur, melanjutkan tren pertumbuhan positifnya. Ketiga
sektor tersebut berkontribusi sekitar 45,01% kepada total PDB.


                               Sector            TW1 25            TW2 25
                                                 Industri          Industri
                          Nilai Tertinggi
                                               Pengolahan        Pengolahan
                          Nilai (Rp triliun)      667,7             676,9
                       Pertumbuhan Tertinggi   Agrikultur        Jasa Lainnya
                        Pertumbuhan (y-o-y)     10,52%             11,31%


Semua sektor mencatatkan pertumbuhan tahunan yang positif dengan sektor Jasa Lainnya
sebagai sektor yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sekitar 11,31% (y-o-y),
sementara sektor Industri Pengolahan merupakan sektor dengan kontribusi tertinggi yaitu
sebesar 19,93% dari total PDB.


Secara geografis, provinsi di pulau Sulawesi mencatatkan pertumbuhan PDB tertinggi jika
dibandingkan dengan provinsi di pulau lainnya pada TW2 2025 dengan pertumbuhan
kurang lebih sekitar 5,83% (y-o-y). Pulau Jawa, sebagai kontributor terbesar kepada PDB
yaitu sebesar 56,94%, tumbuh sekitar 5,24% (y-o-y).


IHSG dan Nilai Tukar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir TW2 2025 tutup di level 6.927,68.
IHSG pada TW2 2025 turun sekitar 1,92% (y-o-y) jika dibandingkan dengan TW2 2024
namun naik sekitar 6,41% (q-o-q) secara triwulanan.




                    VALUATION & ADVISORY SERVICES                                  3- 2
Page 40
                        Deskripsi          TW1 25         TW2 25
                          IHSG             6.510,62      6.927,68
                   Pertumbuhan (q-o-q)      -8,04%         6,41%
                   Pertumbuhan (y-o-y)     -10,68%        -1,92%


Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada TW2 2025
terapresiasi secara triwulanan maupun tahunan yaitu masing-masing sekitar 2,02% (q-o-
q) dan 0,99% (y-o-y). Nilai tukar Rupiah terdepresiasi pada bulan April sebelum membaik
dan terapresiasi pada bulan Mei dan Juni 2025 serta tutup di level Rp16.231 per Dolar AS
pada akhir TW2 2025.


Apresiasi Rupiah salah satunya didorong oleh masuknya modal asing melalui SBN (Surat
Berharga Negara) yang masih menawarkan timbal hasil yang menarik yaitu sekitar 6% per
tahun ditengah ketidakpastian global.




Tingkat Inflasi dan Suku Bunga BI
Tingkat inflasi pada akhir TW2 2025 tercatat sekitar 1,87% (y-o-y), lebih tinggi jika
dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Tingkat inflasi belum mampu mencapai level
2% sejak TW3 2024.




                    VALUATION & ADVISORY SERVICES                                   3- 3
Page 41
Pada TW2 2025, Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga BI 7 Day (Reverse)
Repo menjadi 5,50% pada bulan Mei 2025. Kebijakan ini dianggap tepat dan efektif
karena tingkat inflasi yang diprediksi masih akan rendah di tahun 2025 dan 2026, untuk
mengelola tingkat inflasi agar berada pada kisaran 1,5% - 3,5% in 2025, upaya untuk
memperkuat dan menstabilkan nilai tukar Rupiah pada masa ketidakpastian global dan
untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

PMDN dan PMA
Pada TW2 2025, total investasi di Indonesia naik sekitar 11,51% (y-o-y). Total investasi
mencapai Rp477,7 triliun dimana sekitar 42,3% berasal dan Penanaman Modal Asing
(PMA).




Secara sektoral, sektor Industri Logam mencatatkan investasi tertinggi pada TW2 2025
yang mencapai Rp67,1 triliun dan berkontribusi sekitar 14,1% dari total investasi di
Indonesia, diikuti oleh sektor Pertambangan dengan kontribusi sekitar 11,2%. Secara
spasial, Provinsi Jawa Barat menerima investasi tertinggi pada TW2 2025 yaitu sebesar
Rp72,5 triliun atau sekitar 15,2% dari total investasi di Indonesia.




                     VALUATION & ADVISORY SERVICES                                  3- 4
Page 42
Outlook
Ekonomi Indonesia akan menghadapi tantangan yang lebih banyak dengan akan mulai
berlakunya kebijakan resiprokal Pemerintah AS terkait pajak impor pada bulan Agustus
2025 yang diprediksi akan mengkoreksi nilai ekspor Indonesia ke negara AS di TW3 2025.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada TW3 2025 diprediksi akan lebih rendah jika
dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada TW2 2025.


Pemerintah Indonesia menetapkan target tingkat inflasi untuk tahun 2025 sebesar 1,5% -
3,5%. Tingkat inflasi pada TW3 2025 diprediksi akan sedikit lebih tinggi dan kemungkinan
mencapai diatas 2% (y-o-y). Bank Indonesia memprediksi nilai tukar Rupiah pada tahun
2025 akan berada pada kisaran Rp16.100 – Rp16.500 per Dolar AS.

Pemerintah Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 akan
berada dikisaran 4,7% - 5,0% yang akan didukung terutama oleh pertumbuhan sektor
Industri Pengolahan. Beberapa institusi dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada tahun 2025 akan berada pada kisaran 4,7% - 5,0%.

Prediksi Ekonomi Indonesia 2025 (%, y-o-y)
                           Institusi                                2025
 Pemerintah Indonesia                                            4,7% - 5,0%
 OECD                                                               4,7%
 Asian Development Bank                                             5,0%
 Bank Dunia                                                         4,7%
 International Monetary Fund                                        4,8%




                        VALUATION & ADVISORY SERVICES                               3- 5
Page 43
3.2   Gambaran Industri Pati Alami




      Pasar global pati alami diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil dan
      berkelanjutan, meningkat dari USD24,71 miliar pada tahun 2025 menjadi USD31,70
      miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini didorong oleh
      meningkatnya permintaan dari sektor makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, hingga
      industri kertas dan bioplastik.


      Peralihan menuju formulasi produk berlabel bersih (clean label) mendorong penggunaan
      pati alami sebagai bahan fungsional yang bebas dari modifikasi kimia. Di sisi hulu,
      produsen menghadapi tantangan volatilitas harga bahan baku dengan strategi diversifikasi
      sumber, integrasi vertikal, dan penerapan teknologi ekstraksi yang lebih efisien. Di sisi hilir,
      permintaan tinggi tercatat pada produk bakeri, alternatif daging, produk susu, dan
      kemasan biodegradable. Meskipun tantangan regulasi dan fluktuasi biaya pertanian tetap
      menjadi perhatian, kombinasi antara inovasi, efisiensi, dan diversifikasi aplikasi
      menjadikan pasar pati alami sebagai sektor yang menjanjikan dan relevan dalam agenda
      keberlanjutan global.


3.3   Gambaran Industri Tepung Sagu




      Pasar tepung sagu global diestimasi mencapai USD399,44 juta pada 2024 dan
      diproyeksikan mencapai USD419,01 juta pada 2025, kemudian tumbuh menjadi
      USD614,37 juta pada 2033, dengan CAGR sebesar 4,9% selama periode proyeksi.




                           VALUATION & ADVISORY SERVICES                                          3- 6
Page 44
      Pasar tepung sagu berkembang pesat berkat pemanfaatannya di sektor makanan dan
      industri. Tepung sagu yang berasal dari pati batang berbagai spesies pohon palem banyak
      digunakan dalam beragam hidangan, mulai dari manisan/kue di Asia hingga sajian bebas
      gluten di dapur Eropa. Karakternya yang non-GMO dan bebas gluten meningkatkan daya
      tarik di kalangan konsumen yang peduli kesehatan. Selain itu, sektor industri—termasuk
      pembuatan perekat, tekstil, dan kertas—semakin mengadopsi tepung sagu, sehingga
      mendorong pertumbuhan pasar. Tren keberlanjutan dan pola diet khusus akan menjaga
      relevansi pasar ini dalam jangka panjang.


3.4   Perkebunan Sagu Indonesia
      Berdasarkan Direktori Perusahaan Pertanian (DPP) tahun 2024. Perusahaan yang bergerak
      dibidang perkebunan sagu yaitu salah satunya PT Nasional Sago Prima yang berlokasi di
      Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Selain itu beberapa perusahaan lainnya seperti PT ANJ
      Agri Papua (ANJAP) dan Perhutani yang berlokasi di Papua Barat Daya.


3.5   Gambaran Pasar Sagu Indonesia
      Luas dan Produksi Sagu Indonesia
      Selama periode tahun 2015-2024, areal perkebunan sagu di Indonesia didominasi oleh
      perkebunan rakyat dan sebagian kecil perkebunan besar swasta. Pada periode tersebut,
      luas areal tanaman sagu naik sebesar 0,99% CAGR per tahun dan produksi tebu turun
      sebesar 0,77% per tahun. Hal ini disebabkan beberapa hal seperti perubahan kondisi
      cuaca dan alih fungsi lahan, sedangkan penurunan produksi disebabkan oleh rendahnya
      keterampilan dan kapasitas petani, masalah pasar yang tidak menyerap hasil produksi,
      kurangnya minat investasi dan teknologi, serta kebijakan pemerintah yang lebih fokus
      pada beras. Pada tahun 2024 luas areal sagu Indonesia adalah 214.655 hektar dan
      pencapaian produksi sagu sebanyak 395.403 ton.




                         VALUATION & ADVISORY SERVICES                                   3- 7
Page 45
Produsen terbesar sagu Indonesia tahun 2024 adalah Provinsi Riau, Papua Tengah dan
Maluku dengan kontribusi produksi masing masing sebesar 73%, 13% dan 4%. Pada tahun
2024, produktivitas sagu Indonesia adalah sebesar 1,84 ton/ha.




Konsumsi Sagu Indonesia




Konsumsi sagu di Indonesia masih tergolong rendah secara nasional, meskipun memiliki
potensi besar sebagai sumber pangan pokok dan alternatif bebas gluten yang sehat,
terutama di daerah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku yang menjadikan sagu
sebagai makanan pokok utama dalam bentuk papeda. Namun, upaya pengembangan
dan edukasi terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan sagu secara
optimal di seluruh wilayah Indonesia. Pada periode 2020 – 2024 secara CAGR konsumsi
sagu per kapita menurun 0,46%.




                   VALUATION & ADVISORY SERVICES                                 3- 8
Page 46
Harga Sagu Indonesia




Tanaman sagu diolah sehingga menghasilkan produk berupa tepung sagu basah dan
tepung sagu kering. Perbedaan utama tepung sagu basah dan kering terletak pada kadar
air dan karakteristik fisiknya. Pada periode 2020-2024 harga tepung sagu basah secara
CAGR meningkat 7,46% per tahun dan tepung sagu kering meningkat 7,76% per tahun.




                   VALUATION & ADVISORY SERVICES                                 3- 9
Page 47
4.0   PENDEKATAN PENILAIAN

      Berikut merupakan pendekatan dan metode yang digunakan serta alasan penerapannya.
       Pendekatan          Metode                                        Alasan Penggunaan
                                           Tidak diterapkan dengan pertimbangan bahwa tidak terdapat pembanding
       Pasar                 n/a           yang benar-benar sebanding dalam hal industri dan karakteristik yang sejenis
                                           dengan Objek Penilaian.
                                           Diterapkan dengan pertimbangan Objek Penilaian telah dan sedang
       Pendapatan            DCF           beroperasi dan diasumsikan akan melanjutkan kegiatan operasionalnya di
                                           masa yang akan datang.
       Berbasis                            Diterapkan dengan pertimbangan Objek Penilaian memiliki aset yang
                            ABVM
       Aset*                               signifikan, khususnya perkebunan dan pabrik sagu yang terintegrasi.
      *Berdasarkan SPI 106.6.5.a), pendekatan berbasis aset (asset based approach) adalah sama dengan pendekatan biaya.



4.1   Pendekatan Pendapatan
      Pendekatan Pendapatan memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa
      depan menjadi satu nilai saat ini. Pada Pendekatan Pendapatan, nilai aset ditentukan
      dengan referensi kepada pendapatan, arus kas atau penghematan biaya yang dihasilkan
      aset. (SPI 106.6.3.a)


      Discounted Cash Flow Method (“DCF”)
      Dengan model DCF, nilai suatu usaha diestimasi dengan menentukan arus kas bersih yang
      diharapkan di masa depan dan mendiskontonya dengan menggunakan tingkat diskonto
      yang sesuai yang mencerminkan resiko yang terkait dengan arus kas.


      FCFE      bersih     dari     kebutuhan        untuk     pengeluaran          barang       modal,      baik     untuk
      mempertahankan operasional yang sedang berjalan maupun percadangan untuk
      penggantian, investasi modal kerja, dan penyediaan pengeluaran modal tambahan untuk
      pertumbuhan perusahaan. Perhitungan FCFE adalah sebagai berikut.


               Laba Bersih (Net Income)
         + Beban non-kas (depresiasi, amortisasi, dll)
         – Investasi aset tetap
         – Kenaikan (atau + Penurunan) utang berbunga
         – Kenaikan (atau + Penurunan) modal kerja bersih

         = Arus Kas Bersih Ekuitas (Free Cash Flow to the Equity)


      Untuk memperoleh nilai ekuitas, total dari nilai kini arus kas untuk ekuitas ditambahkan
      dengan kas dan aset non operasi.




                             VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                                4-1
Page 48
4.2   Pendekatan Biaya
      Pendekatan Aset adalah suatu cara dalam mengestimasi nilai dari Objek Penilaian yang
      ditentukan berdasarkan posisi keuangan Objek Penilaian, dimana aset dan liabilitas
      disesuaikan menjadi dasar nilai yang sesuai.


      Adjusted Book Value Method (“ABVM”)
      ABVM adalah nilai estimasi dari ekuitas perusahaan yang diperoleh dengan mengurangi
      aset dengan liabilitas, setelah biaya historis dari aset dan liabilitas disesuaikan dengan
      Nilai Pasarnya.




                         VALUATION & ADVISORY SERVICES                                       4-2
Page 49
5.0   PROSEDUR PENILAIAN

5.1   Premis Nilai yang Digunakan
      Dalam penilaian ini kami berasumsi bahwa Perseroan merupakan perusahaan yang sedang
      berjalan dan tetap akan melanjutkan kegiatan operasionalnya di masa mendatang (“ going
      concern”).

5.2   Asumsi dalam Prosedur Penilaian
      • Kami mengerti bahwa dalam menjalankan kegiatan usaha perkebunannya, Perseroan
         memanfaatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Pada Hutan Tanaman
         Industri (IUPHHBK-HTI) sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik
         Indonesia No. SK.77/Menhut-II/2013 yang ditetapkan tanggal 4 Februari 2013 seluas
         ±21.418 hektar, yang mana hak ini akan dievaluasi setiap tahun untuk digunakan sebagai
         dasar dalam kelangsungan pemberian izin yang dimaksud. Dalam penilaian ini, IUPHHBK-
         HTI diasumsikan akan dapat terus dimanfaatkan;
      • Kami mengerti bahwa NSP memiliki pabrik sagu dengan kapasitas 100 ton sagu kering per
         hari, atau lebih besar daripada kapasitas eksisting yang dibutuhkan untuk mengelola sagu
         batang sagu yang dihasilkan dari perkebunan NSP dan berdasarkan historikal operasinya
         NSP melakukan pembelian batang sagu dan sagu basah dari pihak ketiga. Dalam penilaian
         ini, kami mengasumsikan bahwa Perseroan akan terus dan dapat melakukan pembelian
         batang sagu dan sagu basah dari pihak ketiga untuk dapat diproses di pabrik sagu
         Perseroan;
      • Dalam penerapan metode DCF dan ABVM, kami mengaplikasikan diskon marketabilitas
         sebesar 30% dengan pertimbangan bahwa NSP merupakan perusahaan tertutup dengan
         kepemilikan mayoritas yang bergerak di bidang perkebunan dan pabrik sagu, yang mana
         saat ini memiliki kinerja keuangan dan operasional yang belum maksimal (kurang baik).




                      VALUATION & ADVISORY SERVICES                                      5-1
Page 50
5.3   Pendekatan Pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas
      Dalam metode ini, Nilai Pasar atas Objek Penilaian diperoleh dengan memproyeksi arus kas
      dimasa yang akan datang yang kemudian didiskontokan menjadi nilai kini.


      Periode proyeksi yang digunakan dalam penilaian ini adalah 1 Juli 2025 hingga 31 Desember
      2034 dan dalam mata uang Rupiah.


      Asumsi Pendapatan
      Volume Penjualan
      Pendapatan NSP diperoleh dari operasional 12.827,16 hektar kebun sagu serta pabrik sagu
      dengan kapasitas terpasang pabrik 100 ton sagu kering /hari. Produk akhir dari pabrik PT NSP
      adalah tepung sagu, yang diklasifikasikan menjadi 3 produk berdasarkan standar
      parameternya. Berikut spesifikasi parameter yang harus dipenuhi oleh masing-masing produk

                                                                                     Standard
       No                 Parameter                       Unit
                                                                   Jumbo/ Ekspor       Green         Blue
        1   Kadar Air                                      %          <14,00          <14,00      Maks.16,00
        2   Kadar Pati                                     %         Min. 83,00      Min. 83,00   Min. 80,00
        3   Tingkat Warna Putih                         *L Value      ≥92,00          ≥91,00      Min. 88,00
        4   Kandungan Serat Kasar                          %         Maks. 0,50      Maks. 0,50   Maks. 0,50
            Faktor Asam                                 ml NaOH
        5                                                            Maks. 4,0       Maks. 4,0    Maks. 4,0
                                                        1N/100g
            Ukuran Partikel (dapat melewati filter
        6                                                  %          ≥98,00          ≥98,00       ≥98,00
            ukuran 120 mess/ 125 micron)
        7   Spot Hitam                                   Pcs/gr       Maks. 20       Maks. 20      Maks. 20
            Derajat keasaman (pH larutan 6% pati
        8                                                                5-7            5-7          5-7
            sagu)



      Komposisi produk diasumsikan berdasarkan komposisi historikal produksi NSP dengan asumsi
      sebagai berikut.
                                            Produk                   Komposisi
                                         Lokal - Blue                 49,58%
                                        Lokal - Green                  7,39%
                                            Ekspor                    43,03%



      Rasio ekstraksi tepung sagu dari tual dan sagu basah NSP diasumsi sebagai berikut.
                                            Produk                 Rasio ekstraksi
                                             Tual                     15,33%
                                         Sagu Basah                   52,29%




                        VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                 5-2
Page 51
Dengan komposisi diatas dan deng serta rasio ekstraksi diatas didapatkan asumsi volume
produk NSP sebagai berikut.

                                                           Volume Penjualan (dalam Kg)
           Tahun
                                       Lokal - Blue                 Lokal - Green               Ekspor
            2025                          2.303                          343                    1.999
            2026                          5.822                          867                    5.053
            2027                          7.259                         1.082                   6.301
            2028                          8.882                         1.324                   7.709
            2029                          9.622                         1.434                   8.351
            2030                         10.362                         1.544                   8.994
            2031                         11.842                         1.765                   10.278
            2032                         12.582                         1.875                   10.921
            2033                         12.628                         1.882                   10.960
            2034                         12.628                         1.882                   10.960



Harga Jual
Harga jual produk diasumsikan meningkat berdasarkan kenaikan historikal tepung tepioka
yang diproyeksi sebagai berikut.
                                                                                                     (dalam Rp/Kg)
 Produk                                   2025             2026               2027       2028            2029*
 Lokal - Blue                                8.556            9.072              9.618    10.197           10.811
 Lokal - Green                              11.451           11.656             11.864    12.076           12.292
 Ekspor                                      9.738           10.254             10.796    11.368           11.969
*Asumsi harga tahun 2030 dan seterusnya diasumsikan sama dengan tahun 2029.



Beban Pokok Pendapatan
Biaya pokok pendapatan terdiri dari biaya untuk perkebunan dan pabrik sagu. Biaya
perkebunan sagu terdiri dari biaya perawatan tanaman, biaya panen, biaya transportas, biaya
umum, biaya Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) dan biaya tidak langsung. Sementara biaya
pabrik sagu terdiri atas biaya Biaya pengolahan, bahan bakar, kemasan, serta Biaya
Pemeliharaan mesin dan lain-lain.


Biaya perawatan tanaman disesuaikan dengan standar harga yang berlaku, dimana biaya
tersebut telah termasuk biaya material dan upah. Biaya perawatan tanaman disesuaikan
berdasarkan tahun tanamnya dimana tanaman belum mengasilkan tahun (TBM 0)
membutuhkan pembukaan lahan, dan tanaman yang telah menghasilkan membutuhkan
tambahan pengendalian gulma.




                   VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                         5-3
Page 52
Berikut adalah asumsi biaya pokok pendapatan untuk kebun dan pabrik sagu Perseroan.

 Keterangan                                                    Satuan                    Jumlah (Rp)
 Biaya Pemeliharaan
 TBM 0                                                         Rp/ha                                       16.759.000
 TBM 1-11                                                      Rp/ha                                            453.000
 TM (TH 12)                                                    Rp/ha                                            558.000
 Biaya Panen dan Transportasi                                  Rp/tual                                           15.000
 Biaya Umum                                                    Rp/ha                                               500
 Beban Tidak Lansung                                           Rp/ha                                               459
 Biaya Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH)                        Rp/tual                                             480
 Biaya Pengolahan, bahan bakar dan Kemasan*                    Rp/ton/sagu kering                                 3.209
 Biaya Pemeliharaan mesin dan lain-lain                                                  Meningkat berdasarkan inflasi
Biaya pada tabel di atas diasumsikan naik mengikuti inflasi tahunan
* diasumsikan terdapat penghematan biaya bahan bakar seiiring dengan meningkatnya jumlah tual yang diolah


Volume Pembelian Bahan Baku Pihak Ketiga
Volume pembelian bahan baku sagu basah tual diasumsikan sebagai berikut.
                                               Volume Pembelian Tual           Volume Pembelian Sagu Basah
                        Tahun
                                                        (batang)                             (Kg)
                        2025                           100.000                            1.210.080
                        2026                           350.000                            1.210.080
                        2027                           500.000                            1.210.080
                        2028                           750.000                            1.210.080
                        2029                           750.000                            1.210.080
                        2030                           750.000                            1.210.080
                        2031                           750.000                            1.210.080
                        2032                           750.000                            1.210.080
                        2033                           700.000                            1.210.080
                        2034                           700.000                            1.210.080



Harga Pembelian Bahan Baku Pihak Ketiga
Harga pembelian bahan baku tual dan sagu basah diasumsikan meningkat berdasarkan
historikal kenaikan harganya yang diproyeksikan sebagai berikut.

 Produk                                       2025              2026              2027              2028            2029*
 Tual (per batang)                              79.875                82.724        85.675             88.731         91.896
 Sagu basah (per kg)                              3.810                3.946         4.086              4.232             4.383
*Asumsi harga tahun 2030 dan seterusnya diasumsikan sama dengan tahun 2029.




                   VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                                    5-4
Page 53
Beban Umum dan Administrasi dan Penjualan
Beban umum dan administrasi serta penjualan diasumsikan sebagai berikut.
 Deskripsi                                                                                  Asumsi
 Biaya Penjualan
 Beban pengangkutan (pengiriman sagu kering)                                         8,00% dari penjualan
 Lain-lain                                                                           2,31% dari penjualan
 Beban Umum dan Administrasi                                                    meningkat berdasarkan inflasi


Inflasi
                                            2025              2026              2027                2028        2029*
 Inflasi 1)                                    3,87%             2,91%              2,92%             2,78%       2,98%
 Kenaikan PDB Indonesia1)                      4,66%             4,58%              4,66%             4,77%       4,93%
 Kenaikan Upah Minimum2)                      6,50%3)            5,27%              4,28%             4,32%       4,21%
Sumber:
1) Economist Intelligence Unit
2) Berdasarkan kenaikan PDB tahun sebelumnya dikalikan α (0,3) dan ditambah inflasi (inflasi + GDP × α)
3) Asumsi kenaikan upah mínimum untuk tahun 2025 didasarkan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2024
  tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2025
* Asumsi harga tahun 2030 dan seterusnya diasumsikan sama dengan tahun 2029.


Depresiasi
Aset tetap dan tanaman didepresiasikan dan diamortisasikan dengan metode garis lurus
dengan tingkat depresiasi/amortisasi sebagai berikut.
 Akun                                                                                       (tahun)
 Bangunan                                                                                   10-20
 Prasarana                                                                                    10
 Mesin dan peralatan                                                                           8
 Kendaraan dan alat-alat berat                                                                 8
 Perlatan kantor                                                                              4-8
 Tanaman menghasilkan                                                                         25


Pajak Penghasilan
Pajak penghasilan badan sebesar 22% dari penghasilan kena pajak. Per 31 Desember 2024,
Perseroan mencatatkan akumulasi rugi fiskal yang dapat dimanfaatkan pada tahun fiskal
berikutnya adalah sebesar Rp142,01 juta. Mempertimbangkan hal tersebut dalam proyeksi
yang disusun, maka Perseroan diasumsikan akan mulai membayar pajak pada tahun 2031.


Belanja Modal
Biaya cadangan penggantian untuk aset tetap diperoleh mengalikan biaya penggantian baru
aset tetap dengan faktor pencadangan (sinking fund factor) dengan rincian sebagai berikut.
                                          Tahun                 Belanja Modal (ribuan Rupiah)
                                          2025                              1.156.071
                                          2026                              2.349.472




                    VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                               5-5
Page 54
                                          Tahun                Belanja Modal (ribuan Rupiah)
                                           2027                            2.415.182
                                           2028                            2.415.182
                                           2029                            2.415.182
                                           2030                            2.415.182
                                           2031                          13.124.182 *)
                                           2032                            2.415.182
                                           2033                            2.519.934
                                           2034                            2.598.770
                               *) termasuk biaya perpanjangan IUPHHBK



Tingkat Diskonto
Biaya ekuitas dihitung dengan menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
menggunakan rumus sebagai berikut.
                                                  ke = Rf + (β × Rpm)
dimana:
ke          =     Ekspektasi tingkat pengembalian sekuritas individu
Rf          =     Tingkat pengembalian sekuritas bebas resiko
β           =     Beta
Rpm         =     Premi risiko ekuitas


Asumsi yang digunakan dalam perhitungan tingkat diskonto adalah sebagai berikut.
                             Dengan       Tanpa
    Tingkat Diskonto                                                     Keterangan                     Sumber
                              Pajak       Pajak
     Biaya Ekuitas
    Bunga Bebas                                      Tingkat pengembalian obligasi pemerintah
                             7,03%        7,03%                                                      PHEI
    Resiko (Rf)                                      Indonesia (30 tahun) - dalam mata uang Rupiah
    Beta                      0,72         0,75      Rata-rata beta industri sejenis                 Bloomberg
    Premi Resiko             7,03%        7,03%      Premi Risiko Indonesia                          Damodaran
    RBDS                     1,87%        1,87%      Rating Based Default Spread                     Damodaran
    Biaya Ekuitas            10,19%      10,44%
Biaya ekuitas diperhitungkan dengan menggunakan rumus yang telah disesuaikan menjadi berikut.
Adjusted Ke = Rf + (β x Rpm) – RBDS
RBDS = Rating Based Default Spread, merupakan risiko tambahan yang timbul karena adanya perbedaan peringkat
             utang suatu negara terhadap negara dengan peringkat utang tertinggi yaitu AAA. Dalam hal ini, RBDS
             Indonesia yang dimaksudkan dalam perhitungan tingkat diskonto merupakan risiko tambahan yang timbul
             karena peringkat utang Indonesia yang lebih rendah. Bunga bebas risiko dan premi risiko secara bersama-
             sama sudah mengandung risiko dari suatu negara, sehingga untuk mencegah adanya perhitungan ganda
             terhadap risiko negara, maka kami mengurangkan RBDS dari Rf.




                     VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                          5-6
Page 55
Beta diperoleh dari rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding di bawah ini:
                  Nama Perusahaan                        Levered Beta                 DER               Unlevered Beta
    PT Budi Starch & Sweetener Tbk                            0,49                   0,18%                  0,49
    PT Sampoerna Agro Tbk                                     0,48                   0,05%                  0,48
    Hong Ha Food Investment                                   0,94                   2,87%                  0,91
    Lotus KFM Bhd                                             0,79                   1,97%                  0,78
    Premier Quality Strach PCL                                1,03                  46,74%                  0,75
    Thai Wah PCL                                              0,66                  88,65%                  0,39
    PT Austindo Nusantara Jaya Tbk                            0,50                   0,00%                  0,50
    China Starch Holdings Limited                             0,79                 130,56%                  0,40
    Rata-Rata                                                 0,71                  27,97%*                 0,59
*) diperoleh dengan membagikan seluruh total utang dari perusahaan pembanding dengan total ekuitasnya
Sumber : Bloomberg, diolah



Levered beta untuk perusahaan dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini
Untuk levered beta dengan asumsi tanpa pajak
      L =  U  1 + (DER  (1 − T ))
     βLwithout tax= 0,59 (1+(27,97% X (1-0)) =0,75
     βLwith tax= 0,59 (1+(27,97% X (1-22,00%)) =0,72
dimana:
βL              = Beta levered
βU              = Beta unlevered
DER             = Rasio Hutang terhadap Ekuitas
T               = Pajak


Nilai Akhir dan Tingkat Pertumbuhan
Periode proyeksi dimulai dari 1 Juli 2025 hingga 31 Desember 2034. Dalam menentukan nilai
akhir, kami mengasumsikan tahun 2035 sebagai permulaan periode nilai kekal.

Nilai kekal diperoleh dengan mengkapitalisasi arus kas bersih di tahun 2034 menggunakan
tingkat kapitalisasi yang diasumsikan sebesar tingkat diskonto karena diasumsikan tidak terjadi
kenaikan harga dan mendiskontokan angka yang dihasilkan pada tahun 2034 ke nilai kini.


Perhitungan Nilai Ekuitas
Jumlah nilai kini arus kas bersih merupakan indikasi nilai perusahaan dari operasinya. Nilai
Pasar Ekuitas Perseroan diperoleh dari kegiatan operasi serta ditambahkan nilai saldo kas dan
aset non operasional kemudian dikurangi dengan utang dalam struktur kapital Perseroan.




                    VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                               5-7
Page 56
      Rincian aset non-operasi per tanggal penilaian adalah sebagai berikut.
                                                                                               (dalam ribuan Rupiah)
                                           Deskripsi
       Kas dan setara kas                                                                                3.456.221
                                             Total                                                       3.456.221




      Indikasi Nilai Pasar Ekuitas Perseroan adalah sebagai berikut.
                                                                                               (dalam ribuan Rupiah)


       Indikasi Nilai Pasar dari Operasi                                                              368.645.455
       Aset Non-operasi                                                                                  3.456.221
       Indikasi Nilai Pasar Ekuitas                                                                   372.101.675
       Indikasi Nilai Pasar Ekuitas (100%)                                                            372.101.675
       Indikasi Nilai Pasar Ekuitas (Setelah Diskon Likuiditas Pasar 30%)                             260.471.173
       Indikasi Nilai Pasar Ekuitas                                                                   260.471.173
       Indikasi Nilai Pasar Ekuitas (dibulatkan)                                                      260.471.000


      Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan pendekatan pendapatan, maka kami
      berpendapat bahwa Nilai Pasar dari Objek Penilaian per 30 Juni 2025 adalah
      Rp260.471.000.000,-


5.4   Pendekatan Aset dengan metode ABVM

      Dalam metode ini, Nilai Pasar diperoleh dengan menyesuaikan nilai buku aset dalam posisi
      keuangan menjadi Nilai Pasar aset tersebut. Berikut adalah penyesuaian terhadap nilai buku
      dalam posisi keuangan Perseroan.

                                                                                                  (dalam ribuan Rupiah)
                                                            Sebelum
                                                                             Penyesuaian          Setelah Penyesuaian
                                                          Penyesuaian
       ASET
       Aset Lancar
         Kas dan setara kas                                      3.456.221                                 3.456.221
         Piutang usaha - pihak ketiga                            8.113.533                                 8.113.533
         Piutang lain-lain                                         162.974                                   162.974
         Persediaan, neto                                      10.425.658                                 10.425.658
         Aset biologis                                           3.288.294                                 3.288.294
         Aset lancar lainnya                                     1.501.230                                 1.501.230
       Total Aset Lancar                                       26.947.910                  -              26.947.910




                         VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                     5-8
Page 57
                                                           Sebelum
                                                                                    Penyesuaian             Setelah Penyesuaian
                                                         Penyesuaian
 Aset Tidak Lancar
    Tanaman produktif                                        442.092.658                     850.342                442.943.000
    Aset tetap, neto                                          42.451.540                 17.492.318                  59.943.858
    Aset tidak lancar lainnya                                   8.547.271                                             8.547.271
 Total Aset Tidak Lancar                                     493.091.469                 18.342.660                 511.434.129
 TOTAL ASET                                                  520.039.378                 18.342.660                 538.382.038
 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas
 Liabilitas Jangka Pendek
    Utang usaha - pihak ketiga                                  5.645.019                                             5.645.019
    Total Utang lain-lain - pihak ketiga                        3.036.112                                             3.036.112
    Utang pajak                                                     76.637                                                76.637
    Beban akrual                                                1.180.441                                             1.180.441
 Total Liabilitas Jangka Pendek                                 9.938.209                             -               9.938.209
 Liabilitas Jangka Panjang
    Liabilitas imbalan kerja                                    4.411.639                                             4.411.639
 Total Liabilitas Jangka Panjang                                4.411.639                             -               4.411.639
 Total Liabilitas                                             14.349.849                              -              14.349.849
 Ekuitas
 Total Ekuitas                                               505.689.530                 18.342.660                 524.032.190
 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                520.039.378                 18.342.660                 538.382.038
 Indikasi Nilai Pasar Ekuitas                                                                                       524.032.190
 Indikasi Nilai Pasar Ekuitas (Diskon Likuiditas Pasar 30,00%)                                                      366.822.533
 Indikasi Nilai Pasar Ekuitas (rounded)                                                                             366.823.000


Penyesuaian
Penyesuaian dilakukan terhadap nilai buku aset tetap dan tanaman produktif menjadi Nilai
Pasar-nya. Adapun detail penyesuaian adalah sebagai berikut.
                                                                                                          (dalam ribuan Rupiah)
 Deskripsi                                                    Nilai Buku                              Nilai Pasar
 Tanaman produktif                                                     442.092.658                              442.943.000
 Aset tetap, neto
 Perkebunan                                                                                                       13.088.000
                                                                         42.309.682
 Pabrik                                                                                                           46.714.000
 CIP                                                                         141.858                                 141.858
 Total Aset tetap, neto                                                  42.451.540                               59.943.858
* Detail penjelasan mengenai Nilai Pasar atas aset tetap dapat dilihat pada Laporan Penilaian Aset NSP yang diterbitkan oleh KJPP
Rengganis, Hamid & Rekan No. 00361/2.0012-00/PI/01/0005/1/X/2025 tanggal 24 Oktober 2025


Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan pendekatan aset, maka kami berpendapat
bahwa Nilai Pasar dari Objek Penilaian per 30 Juni 2025 adalah Rp366.823.000.000,-




                    VALUATION & ADVISORY SERVICES                                                                     5-9
Page 58
5.5   Rekonsiliasi Nilai
      Dalam menentukan Nilai Pasar Objek Penilaian kami telah melakukan rekonsiliasi terhadap
      dua pendekatan. Rata-rata tertimbang dari masing-masing pendekatan dan metode telah
      mempertimbangkan relevansi masing-masing pendekatan, keandalan kuantitas dan kualitas
      data yang tersedia serta analisis dari metode yang digunakan. Dalam penilaian ini, kami telah
      mengasumsikan rata-rata tertimbang dari masing-masing pendekatan sebagai berikut.

                                                                                    (dalam ribuan Rupiah)
                Pendekatan dan Metode           Indikasi Nilai      Bobot          Nilai Pasar
       Pendekatan Pendapatan - DCF                    260.471.173     60%               156.282.704
       Pendekatan Aset - ABVM                         366.822.533     40%               146.729.013
       Indikasi Nilai Pasar Ekuitas                                                     303.011.717
       Indikasi Nilai Pasar Ekuitas (rounded)                                           303.012.000


      Pada rekonsiliasi indikasi nilai, Pendekatan Pendapatan kami beri bobot lebih besar dengan
      pertimbangan bahwa Objek Penilaian merupakan perusahaan yang sedang berjalan dan
      tetap akan melanjutkan kegiatan operasionalnya di masa mendatang.


      Berdasarkan hasil rekonsiliasi nilai, Nilai Pasar dari Objek Penilaian per 30 Juni 2025 adalah
      Rp303.012.000.000,-.




                       VALUATION & ADVISORY SERVICES                                         5 - 10
Page 59
6.0   KESIMPULAN PENILAIAN

      Dengan mempertimbangkan seluruh informasi yang relevan dan kondisi pasar yang
      berlaku, kami berpendapat Nilai Pasar atas Objek Penilaian per tanggal 30 Juni 2025
      adalah


                                           Rp303.012.000.000,-
                           (TIGA RATUS TIGA MILIAR DUA BELAS JUTA RUPIAH)


      Jakarta, 18 November 2025
      Hormat kami,
      KJPP Rengganis, Hamid & Rekan




      Hamid Yusuf, MAPPI (Cert.), FRICS.
      Wakil Pemimpin Rekan - Penilai Properti dan Bisnis
      Izin Penilai Publik No. PB-1.08.00005
      STTD BAPEPAM/OJK No. STTD.PPB-06/PJ-1/PM.02/2023
      MAPPI No. 95-S-00631


      Terkait dengan perubahan terakhir pada kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang
      melibatkan pengenaan tarif impor tinggi yang diikuti dengan ketidakpastian situasi
      ekonomi global (juga di Indonesia), kami menyarankan untuk menggunakan penilaian ini
      dengan tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi serta memahami adanya tingkat
      ketidakpastian yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi yang secara normal
      berlaku. Dikarenakan belum diketahuinya besaran dampak dari pengenaan tarif
      perdagangan tersebut yang terjadi di pasar dan ketiadaan atau kurangnya data pasar
      untuk menginformasikan atau mendukung estimasi kuantitatif, sebagai langkah
      pencegahan/mitigasi resiko kami sangat menyarankan untuk dilakukannya pemutakhiran
      secara berkala terhadap hasil penilaian ini untuk memastikan adanya penilaian yang
      akurat.

      Kami menekankan untuk menggunakan laporan ini dengan penuh kehati-hatian dan
      memahami seluruh asumsi, batasan, kondisi, komentar dan detail keseluruhan bagian
      laporan yang mendasari opini nilai dimaksud.




                       VALUATION & ADVISORY SERVICES                                   6-1
Page 60
LAMPIRAN
Page 61
KERTAS KERJA
Page 62
Lampiran 1
Proyeksi Posisi Keuangan
PT National Sago Prima
(dalam Rp 000)

                                                       2025            2026             2027             2028              2029            2030             2031             2032              2033            2034
ASET
Aset Lancar
   Kas dan setara kas                            2.286.634 -      2.379.499 -      7.403.133 -      7.095.670       14.401.778       48.487.320       85.292.484      138.811.027      196.786.226      255.603.067
   Piutang usaha - pihak ketiga                  8.573.693       11.506.541       15.111.552       19.421.830       22.225.257       23.934.741       27.353.708       28.983.785       29.168.351       29.168.351
   Piutang lain-lain                               362.909          487.051          639.645          822.092          940.756        1.013.115        1.157.834        1.226.832        1.234.645        1.234.645
   Persediaan, neto                              4.891.938        5.501.998        6.621.608        8.114.037        8.517.528        8.800.417        9.366.194        9.623.856        9.500.460        9.500.488
   Aset biologis                                 5.545.832        7.442.924        9.774.799       12.562.871       14.376.248       15.482.015       17.693.550       18.747.953       18.867.339       18.867.339
   Aset lancar lainnya                           1.819.820        2.442.335        3.207.521        4.122.404        4.717.449        5.080.298        5.805.995        6.151.989        6.191.164        6.191.164

Total Aset Lancar                               23.480.825       25.001.351       27.951.992       37.947.563       65.179.017      102.797.906      146.669.766      203.545.442      261.748.184      320.565.053

Aset Tidak Lancar
   Tanaman produktif                           433.250.805      415.567.099      397.883.392      380.199.686      362.515.980      344.832.273      327.148.567      309.464.861      291.781.154      274.097.448
   Aset tetap, neto                             40.071.420       35.944.432       32.037.727       28.402.866       24.894.652       21.483.721       28.877.427       27.516.204       28.350.688       29.370.992
   Aset tidak lancar lainnya                    12.820.073       17.205.503       22.596.003       29.041.076       33.232.986       35.789.143       40.901.457       43.338.878       43.614.857       43.614.857
   Aset tak berwujud

Total Aset Tidak Lancar                        486.142.298      468.717.033      452.517.123      437.643.629      420.643.617      402.105.137      396.927.451      380.319.943      363.746.699      347.083.297
TOTAL ASET                                     509.623.124      493.718.384      480.469.115      475.591.192      485.822.634      504.903.043      543.597.217      583.865.385      625.494.884      667.648.350

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang usaha - pihak ketiga                     9.664.350      10.869.565       13.081.429       16.029.822       16.826.946       17.385.811       18.503.542       19.012.569       18.768.792       18.768.848
   Total Utang lain-lain - pihak ketiga           5.884.477       6.618.314        7.965.085        9.760.317       10.245.674       10.585.959       11.266.528       11.576.467       11.428.035       11.428.069
   Utang pajak                                      260.434         349.523          459.028          589.957          675.114          727.041          830.896          880.411          886.017          886.017
   Beban akrual                                   2.152.080       2.420.460        2.913.003        3.569.559        3.747.064        3.871.513        4.120.412        4.233.764        4.179.479        4.179.491

Total Liabilitas Jangka Pendek                  17.961.341       20.257.862       24.418.545       29.949.655       31.494.798       32.570.325       34.721.379       35.703.211       35.262.323       35.262.425

Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas imbalan kerja                      4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639
   Liabilitas jangka panjang lainnya                     -        5.000.000        2.500.000                -                -                -                -                -                -                -

Total Liabilitas Jangka Panjang                  4.411.639        9.411.639        6.911.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639        4.411.639
Total Liabilitas                                22.372.981       29.669.501       31.330.185       34.361.295       35.906.438       36.981.964       39.133.018       40.114.851       39.673.963       39.674.065

Ekuitas
   Total Modal Saham                          1.419.750.000    1.419.750.000    1.419.750.000    1.419.750.000    1.419.750.000    1.419.750.000    1.419.750.000    1.419.750.000    1.419.750.000    1.419.750.000
   Uang muka setoran modal
   Defisit                                -    932.499.858 -    955.701.118 -    970.611.070 -    978.520.103 -    969.833.804 -    951.828.921 -    915.285.802 -    875.999.467 -    833.929.080 -    791.775.715

Total Ekuitas                                  487.250.142      464.048.882      449.138.930      441.229.897      449.916.196      467.921.079      504.464.198      543.750.533      585.820.920      627.974.285
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                   509.623.123      493.718.383      480.469.115      475.591.192      485.822.634      504.903.043      543.597.216      583.865.384      625.494.883      667.648.350
Page 63
Lampiran 2
Proyeksi Laba Rugi
PT National Sago Prima
(dalam Rp 000)

                                                     2025             2026            2027            2028          2029          2030          2031          2032          2033          2034
Pendapatan                                     43.095.836      114.732.703     150.678.568     194.187.281   221.609.929   238.655.337   272.746.155   289.791.564   290.840.112   290.840.112

   Total Beban Pokok Penjualan                 56.410.546      124.443.218     148.293.879     180.497.410   188.545.271   194.513.321   206.548.352   210.684.045   205.382.069   205.275.687

Laba (Rugi) Bruto                              (13.314.710)     (9.710.515)      2.384.690      13.689.871    33.064.658    44.142.016    66.197.803    79.107.519    85.458.043    85.564.424

   Total Biaya Penjualan                        4.446.703       11.838.319      15.547.275      20.036.579    22.866.096    24.624.870    28.142.420    29.901.195    30.009.386    30.009.386

   Total Biaya Umum dan Administrasi              677.974        1.388.066       1.428.652       1.468.439     1.512.263     1.512.263     1.512.263     1.512.263     1.512.263     1.512.263

Laba Operasi                               -   18.439.387 -     22.936.900 -    14.591.238 -     7.815.147     8.686.299    18.004.883    36.543.120    47.694.061    53.936.394    54.042.775

   Total Penghasilan (Beban) Lain-lain                   - -      264.360 -       318.715 -        93.885              -             -             -             -             -             -

Laba sebelum Pajak                         -   18.439.387 -     23.201.260 -    14.909.953 -     7.909.032     8.686.299    18.004.883    36.543.120    47.694.061    53.936.394    54.042.775

   Beban Pajak Penghasilan                               -               -               -               -             -             -             -     8.407.726    11.866.007    11.889.411

Laba Tahun Berjalan                        -   18.439.387 -     23.201.260 -    14.909.953 -     7.909.032     8.686.299    18.004.883    36.543.120    39.286.335    42.070.387    42.153.365

   Total Pendapatan Komprehensif Lainnya                 -               -               -               -             -             -             -             -             -             -

Laba Komprehensif Tahun Berjalan           -   18.439.387 -     23.201.260 -    14.909.953 -     7.909.032     8.686.299    18.004.883    36.543.120    39.286.335    42.070.387    42.153.365
Page 64
Lampiran 3
Proyeksi Arus Kas
PT National Sago Prima
(dalam Rp 000)

                                                                         2025           2026           2027          2028           2029           2030            2031            2032            2033             2034
Arus Kas dari Kegiatan Operasi
Laba Tahun Berjalan                                               (18.439.387)   (23.201.260)   (14.909.953)    (7.909.032)    8.686.299     18.004.883      36.543.120     39.286.335       42.070.387       42.153.365
Depresiasi dan amortisasi                                          12.378.044     24.160.167     24.005.593    23.733.749     23.607.103     23.509.820      23.414.183     21.460.111       19.369.157       19.262.173

Penurunan (Kenaikan) dalam Piutang usaha - pihak ketiga              (460.160)    (2.932.848)    (3.605.010)   (4.310.278)     (2.803.427)   (1.709.484)     (3.418.968)     (1.630.076)       (184.567)              -
Penurunan (Kenaikan) dalam Piutang lain-lain                         (199.935)      (124.142)      (152.594)     (182.446)       (118.664)       (72.359)      (144.719)         (68.998)          (7.812)            -
Penurunan (Kenaikan) dalam Persediaan, neto                         5.533.720       (610.060)    (1.119.610)   (1.492.429)       (403.491)     (282.889)       (565.777)       (257.661)        123.396               (28)
Penurunan (Kenaikan) dalam Aset biologis                           (2.257.538)    (1.897.092)    (2.331.875)   (2.788.072)     (1.813.377)   (1.105.767)     (2.211.535)     (1.054.403)       (119.386)              -
Penurunan (Kenaikan) dalam Aset lancar lainnya                       (318.590)      (622.515)      (765.186)     (914.883)       (595.045)     (362.849)       (725.697)       (345.994)         (39.175)             -
Penurunan (Kenaikan) dalam Aset tidak lancar lainnya               (4.272.802)    (4.385.430)    (5.390.500)   (6.445.073)     (4.191.909)   (2.556.157)     (5.112.314)     (2.437.421)       (275.979)              -
Penurunan (Kenaikan) dalam Aset tak berwujud                              -              -              -             -               -              -              -                -                -               -

Kenaikan (Penurunan) dalam Liabilitas Jangka Pendek                      -              -              -              -              -              -               -              -                 -                -
Kenaikan (Penurunan) dalam Utang usaha - pihak ketiga              4.019.331      1.205.215      2.211.864      2.948.393        797.124        558.865       1.117.731        509.027         (243.777)               55
Kenaikan (Penurunan) dalam Total Utang lain-lain - pihak ketiga    2.848.365        733.837      1.346.771      1.795.232        485.357        340.285         680.569        309.939         (148.432)               34
Kenaikan (Penurunan) dalam Utang pajak                               183.797         89.088        109.506        130.929         85.157         51.927         103.855         49.515             5.606              -
Kenaikan (Penurunan) dalam Beban akrual                              971.639        268.380        492.543        656.555        177.505        124.449         248.899        113.351           (54.285)              12
Kenaikan (Penurunan) dalam Liabilitas imbalan kerja                      -              -              -              -              -              -               -              -                 -                -


Total Arus Kas dari Kegiatan Operasi                                 (13.516)    (7.316.661)      (108.452)    5.222.645      23.912.631     36.500.724     49.929.346      55.933.725       60.495.133       61.415.611

Arus Kas dari Kegiatan Investasi
Penghapusan (Penambahan) Aset Tetap                                (1.156.071)    (2.349.472)    (2.415.182)   (2.415.182)     (2.415.182)   (2.415.182)    (13.124.182)     (2.415.182)      (2.519.934)      (2.598.770)

Total Arus Kas dari Kegiatan Investasi                            (1.156.071)    (2.349.472)    (2.415.182)    (2.415.182)    (2.415.182)    (2.415.182)    (13.124.182)    (2.415.182)      (2.519.934)      (2.598.770)

Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
Penarikan (Pembayaran) Pinjaman                                           -       5.000.000      (2.500.000)   (2.500.000)            -             -               -

Total Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan                                    -       5.000.000     (2.500.000)    (2.500.000)            -             -               -               -                -                -

Perubahan Arus Kas                                                 (1.169.587)    (4.666.133)    (5.023.634)      307.463     21.497.449     34.085.542      36.805.164     53.518.543       57.975.199       58.816.841

Kas dan Setara Kas - Awal                                          3.456.221      2.286.634      (2.379.499)    (7.403.133)    (7.095.670)   14.401.778     48.487.320      85.292.484      138.811.027      196.786.226
Kas dan Setara Kas - Akhir                                         2.286.634     (2.379.499)    (7.403.133)    (7.095.670)    14.401.778     48.487.320     85.292.484     138.811.027      196.786.226      255.603.067
Page 65
Lampiran 4
Proyeksi Arus Kas Bebas
PT National Sago Prima
(dalam Rp 000)

                                                     2025            2026            2027           2028           2029           2030            2031           2032           2033           2034 Terminal Value
Laba Tahun Berjalan                          (18.439.387)    (23.201.260)    (14.909.953)     (7.909.032)     8.686.299    18.004.883      36.543.120     39.286.335     42.070.387     42.153.365        42.153.365
Depresiasi dan amortisasi                     12.378.044      24.160.167      24.005.593     23.733.749     23.607.103     23.509.820      23.414.183     21.460.111     19.369.157     19.262.173        19.262.173
Investasi                                      (1.156.071)     (2.349.472)     (2.415.182)    (2.415.182)    (2.415.182)    (2.415.182)   (13.124.182)     (2.415.182)    (2.519.934)    (2.598.770)       (2.598.770)
Perubahan Utang                                       -         5.000.000      (2.500.000)    (2.500.000)           -              -               -              -              -              -                 -
Perubahan Modal Kerja Bersih                  10.320.630       (3.890.138)     (3.813.591)    (4.156.999)    (4.188.862)    (2.457.821)     (4.915.642)    (2.375.300)      (668.432)            74                74

Arus Kas Bebas Ekuitas                        3.103.215         (280.703)       366.867       6.752.536     25.689.358     36.641.699     41.917.478      55.955.964     58.251.178     58.816.841        58.816.841
Tingkat Diskonto                                 10,44%           10,44%         10,44%          10,44%         10,44%         10,44%         10,44%          10,19%         10,19%         10,19%
Faktor Diskonto                                    0,95             0,86           0,78            0,71           0,64           0,58           0,52            0,48           0,43           0,39
Nilai Kini Arus Kas Bebas Ekuitas             2.952.908         (241.858)       286.219       4.770.163     16.432.197     21.222.379     21.983.138      26.632.826     25.162.392     23.058.191
Total Nilai Kini Arus Kas Bebas Ekuitas     142.258.554
Nilai Terminal                              226.386.900


Indikasi Nilai Pasar dari Operasi            368.645.455
Aset Non-operasi                               3.456.221
Indikasi Nilai Pasar Ekuitas                 372.101.675
Indikasi Nilai Pasar Ekuitas (000%)          372.101.675
Diskon Likuiditas Pasar (030%)              (111.630.503)
Indikasi Nilai Pasar Ekuitas                 260.471.173
Indikasi Nilai Pasar Ekuitas (dibulatkan)   260.471.000
Page 66
Main Office:
Menara Kuningan 8th Floor
Jalan HR. Rasuna Said Blok X-7 Kav. 5, Jakarta 12940
Phone: +62-21 3001 6002 Fax: +62-21 3001 6003
Email: kjpp.rhp@rhp-valuation.com

Our Offices:
Medan (P) | Yogyakarta (P) | Surabaya (P) | Bali (P) | Makassar (P) |
Semarang (P) | Jakarta (P) | Batam (P) | Mataram (P) | Bandung (P)      www.rhr.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.03 MB
Published20 Nov 2025
Pages66
Characters153,889
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sampoerna Agro Tbk p.1 ×18
linked org PT Sampoerna Bio Fuels p.19 ×3
linked org PT Sungai Menang p.19
linked org Asian Development Bank p.42
linked org Austindo Nusantara Jaya Tbk p.55 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×7
possible org Bursa Efek Indonesia p.4
possible person Moh. Agus p.11
possible person M Firdaus R p.17
unresolved org PT National Sago Prima p.1 ×9
unresolved org KJPP Rengganis p.2 ×7
unresolved org Hamid & Rekan p.2 ×7
unresolved org KJPP RHR p.2 ×6
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan p.2
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×5
unresolved org Pusat Statistik p.4
unresolved org Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK. p.5 ×3
unresolved org PT Sampoerna Bio Fules p.6
unresolved org Rekan Hamid Yusuf p.6 ×2
unresolved person Hamid Yusuf, MAPPI (Cert.), FRICS. · Wakil Pemimpin Rekan - Penilai Properti dan Bisnis p.6 ×3
unresolved org BAPEPAM p.6 ×3
unresolved — STTD.PPB-06/PJ-1/PM.02/2023 p.10
unresolved person Vivien Heriyanthi p.10
unresolved — MAPPI No. 00-S-01256 p.10
unresolved person Meidiani Dwi Sabarti p.10
unresolved — MAPPI No. 95-S-00626 p.10
unresolved — MAPPI No. 12-S-03860 p.10
unresolved — MAPPI No. 22-T-11232 p.10
unresolved person Asep Yanuar Arifin p.10
unresolved — MAPPI No. 09-S-02454 p.10
unresolved — MAPPI No. 14-T-04743 p.11 ×2
unresolved — MAPPI No. 17-T-07399 p.11
unresolved — MAPPI No. 19-T-09883 p.11
unresolved org Purwantono p.16 ×5
unresolved person Setyo p.17
unresolved person M. Chairun Nur Huda p.17
unresolved person Hendri Yasman p.17
unresolved person Hendra Edisa p.17
unresolved person Pradityo H. Sulaksono p.17
unresolved person H. Sulaksono p.17
unresolved person Miftahroyan Maftuhin p.17
unresolved person Imelda S Siahaan p.17
unresolved person Josephine Chandra p.17
unresolved person Akta Notaris Nanda Fauz Iwan p.19
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.19
unresolved person Selly Suwignyo p.19
unresolved org PT National Timber p.21
unresolved org PT Lestari Unggul Makmur p.24
unresolved org PT Uni Sraya p.24
unresolved org PT Nasional Sago Prima p.44
unresolved org PT ANJ Agri Papua p.44
unresolved org PT NSP p.50
unresolved org Menteri Ketenagakerjaan p.53
unresolved org Levered Beta · Nama Perusahaan p.55
unresolved org PT Budi Starch p.55
unresolved org Sweetener Tbk p.55
unresolved org China Starch Holdings Limited p.55

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 4781 ms 12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result