Skip to content
Back to announcement

20251120_SGRO_Informasi Transaksi Afiliasi_31986803_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review SGRO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 79

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
   PT SAMPOERNA AGRO Tbk

        TRANSAKSI

      NOVEMBER 2025
Page 2
No. : 00167/2.0162-00/BS/01/0153/1/XI/2025                               19 November 2025



Kepada Yth.

PT SAMPOERNA AGRO Tbk
Jl. Basuki Rahmat No. 788, Palembang
Sumatera Selatan 30128

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

PT Sampoerna Bio Fuels (selanjutnya disebut “SBF”), PT Sungai Menang (selanjutnya
disebut “SM”), Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “SAR”), dan
PT Sampoerna Strategic (selanjutnya disebut “SS”) telah melakukan transaksi dengan rincian
sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 7 tanggal 19 November 2025 (selanjutnya disebut
    “Akta No. 7”), yang dibuat di hadapan Selly Suwignyo, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
    SBF telah menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan saham
    PT National Sago Prima (selanjutnya disebut “NSP”) sejumlah 2.859.900 lembar saham
    yang mewakili 99,66% dari modal saham yang ditempatkan dan disetor NSP kepada SAR
    dengan nilai transaksi sebesar Rp 314,93 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi
    Pengalihan”).

•   Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 8 tanggal 19 November 2025 (selanjutnya disebut
    “Akta No. 8”), yang dibuat di hadapan Selly Suwignyo, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, SM
    telah menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan saham NSP kepada
    SS sejumlah 9.800 lembar saham yang mewakili 0,34% dari keseluruhan saham yang
    ditempatkan dan disetor dalam NSP dengan nilai transaksi sebesar
    Rp 1,08 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi Pemindahan”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi Pengalihan
dan Transaksi Pemindahan merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan
satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut “Transaksi”.
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen PT Sampoerna Agro Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”), pada tanggal 30 Juni 2025, Perseroan merupakan
pemegang saham SBF dan SM, dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:


                                            Perseroan


                                    99,9999%             99,9993%


                                  SM                    SBF


                                    0,35%                99,65%


                                               NSP




Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa
Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau
“kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi
sesuai dengan surat penugasan No. KR/250707-003 tanggal 7 Juli 2025 yang telah disetujui
oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”)
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion)
(selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha grup Perseroan adalah bergerak dalam bidang aktivitas perusahaan holding,
perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit,
pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di
Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola
perkebunannya sendiri, Perseroan dan entitas anak tertentu juga mengembangkan
perkebunan plasma dan membina kerja sama dengan petani plasma. Perseroan berdomisili
di Jalan Basuki Rahmat Nomor 788, Palembang, Sumatera Selatan 30128, dengan nomor
telepon: (0711) 813 388, nomor faksimile: (0711) 811 585, dan website:
www.sampoernaagro.com.




                                               2
Page 4
NSP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha NSP adalah bergerak dalam bidang usaha pemanfaatan hasil hutan bukan
kayu (sagu), bidang usaha industri berbagai macam pati palma serta bidang usaha
perdagangan besar hasil kehutanan dan perburuan yang berlokasi di Selat Panjang, Riau.

Potensi pengembangan komoditas sagu di Indonesia dengan potensi permintaan pasar atas
sagu sebagai kebutuhan pokok, masih menghadapi tantangan besar, antara lain keterbatasan
teknologi pengolahan dan tingginya biaya logistik alur rantai pasok bahan baku sagu.
Pengembangan industri sagu memerlukan dukungan penguatan infrastruktur untuk menekan
biaya logistik sehingga produk sagu lebih kompetitif. Dengan kendala industri sagu tersebut,
NSP dinilai belum dapat menunjukkan kinerja keuangan yang positif yang pada akhirnya
dapat berdampak pada kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan
datang. Hal inilah menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi SBF dan SM melakukan
Transaksi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, sehubungan dengan
Transaksi, pada tanggal 18 November 2025, SBF dan SM telah menandatangani Perjanjian
Jual Beli Saham Bersyarat (selanjutnya disebut “PJBSB”).

Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha
perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk melakukan restrukturisasi
bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang
dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
yang akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk mengalokasikan
sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis yang lebih strategis.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan
meningkatkan likuiditas Perseroan dan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain
dengan menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Transaksi untuk melakukan investasi
yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan NSP yang pada
akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                             3
Page 5
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Potensi pengembangan komoditas sagu di Indonesia dengan potensi permintaan pasar
    atas sagu sebagai kebutuhan pokok, masih menghadapi tantangan besar, antara lain
    keterbatasan teknologi pengolahan dan tingginya biaya logistik alur rantai pasok bahan
    baku sagu. Pengembangan industri sagu memerlukan dukungan penguatan infrastruktur
    untuk menekan biaya logistik sehingga produk sagu lebih kompetitif. Dengan kendala
    industri sagu tersebut, NSP dinilai belum dapat menunjukkan kinerja keuangan yang
    positif yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang. Hal inilah menjadi salah satu faktor yang
    melatarbelakangi SBF dan SM melakukan Transaksi.

•   Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang usaha
    aktivitas Perusahaan holding, perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu
    untuk melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi dan
    fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung peningkatan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang dan memberikan
    kesempatan kepada Perseroan untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal
    untuk mendukung bisnis yang lebih strategis.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan
    meningkatkan likuiditas Perseroan dan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara
    lain dengan menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Transaksi untuk melakukan
    investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan NSP yang
    pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat Perseroan,
SBF, SM, SAR, dan SS dikendalikan secara langsung maupun tidak langsung oleh pengendali
akhir (Ultimate Beneficial Owner (UBO)) yang sama, yaitu Bapak Putera Sampoerna, maka
Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Mirawati Sensi Idris (selanjutnya disebut “MSI”), jumlah ekuitas,
jumlah aset, penjualan, dan laba periode berjalan Perseroan masing-masing adalah sebesar
Rp 6,11 triliun, Rp 10,31 triliun, Rp 3,29 triliun, dan Rp 0,51 triliun.

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan NSP untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP Purwanto, Susanti dan Surja
(selanjutnya disebut “PSSU”), jumlah aset, penjualan, dan rugi periode berjalan NSP masing-
masing adalah sebesar Rp 520,03 miliar, Rp 33,54 miliar, dan Rp 17,64 miliar. Selanjutnya,
berdasarkan PJBSB, nilai transaksi atas Transaksi Pengalihan dan Transaksi Pemindahan
masing-masing adalah sebesar Rp 314,93 miliar dan Rp 1,08 miliar atau dengan keseluruhan
nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 316,01 miliar.




                                             4
Page 6
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2025, sehingga berdasarkan keterangan yang
diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi material
sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material, POJK
42/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan menunjuk
penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi
dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi di mana SBF telah menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan
    saham NSP sejumlah 2.859.900 lembar saham yang mewakili 99,66% dari modal saham
    yang ditempatkan dan disetor NSP kepada SAR dengan nilai transaksi sebesar
    Rp 314,93 miliar sehubungan dengan Transaksi Pengalihan.

•   Transaksi di mana SM telah menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan
    saham NSP kepada SS sejumlah 9.800 lembar saham yang mewakili 0,34% dari
    keseluruhan saham yang ditempatkan dan disetor dalam NSP dengan nilai transaksi
    sebesar Rp 1,08 miliar sehubungan dengan Transaksi Pemindahan.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari aspek
keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).




                                             5
Page 7
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir
   pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00060/2.1090/AK/01/0155/1/X/2025 tanggal 23 Oktober 2025;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
   (selanjutnya   disebut    “PSS”)   sebagaimana      tertuang  dalam   laporannya
   No. 00254/2.1032/AU.1/01/1814-1/1/III/2025 tanggal 20 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00307/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00506/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00327/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/III/2022 tanggal 28 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                           6
Page 8
7. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00494/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/IV/2021 tanggal 15 April 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

8. Laporan keuangan NSP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP PSSU sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00235/2.1505/AU.1/01/1814-2/1/X/2025 tanggal 3 Oktober 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00815/2.1032/AU.1/01/1814-1/1/IV/2025 tanggal 24 April 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00713/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2024 tanggal 23 April 2024 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 01000/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/IV/2023 tanggal 19 April 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00723/2.1032/AU.1/01/1562-1/1/IV/2022 tanggal 22 April 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

13. Laporan keuangan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
    telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00765/2.1032/AU.1/01/0701-3/1/IV/2021 tanggal 27 April 2021 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

14. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode enam bulan yang
    berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sehubungan dengan Transaksi yang telah direviu oleh
    KAP         MSI          sebagaimana        tertuang       dalam          laporannya
    No. 00061/2.1090/AK/01/0155/1/XI/2025 tanggal 19 November 2025;

15. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun
    yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;

16. Laporan penilaian 100,00% saham NSP per tanggal 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP
    Rengganis, Hamid & Rekan (selanjutnya disebut “RHR”) sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00376/2.0012-00/BS/01/0005/1/XI/2025 tanggal 18 November 2025;




                                            7
Page 9
17. PJBSB;

18. Akta No. 7;

19. Akta No. 8;

20. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana termuat dalam Akta Notaris
    Liestiani Wang, S.H., M.Kn. No. 2 tanggal 18 Juni 2025 mengenai perubahan anggaran
    dasar Perseroan;

21. Anggaran dasar NSP yang terakhir berdasarkan Akta Notaris Selly Suwignyo, S.H., M.Kn.,
    No. 10 tanggal 06 Oktober 2025, mengenai peningkatan modal ditempatkan dan modal
    disetor penuh NSP;

22. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
    dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi;

23. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
    mendatang;

24. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;

25. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

26. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

27. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

28. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan; dan

29. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            8
Page 10
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan kami
tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala perubahan atas
data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami
menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data
dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi disusun
oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan
keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan
keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan NSP berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan NSP.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi pada
tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.




                                             9
Page 11
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggung
jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara eksternal, yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka Pendapat
Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.




                                            10
Page 12
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan
yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penugasan No. KR/250707-003 tanggal 7 Juli 2025 yang telah disetujui
oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadi penting berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang
dibuat di hadapan Notaris Selly Suwignyo, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal 6 Oktober 2025, NSP
telah melakukan peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh NSP
sebanyak 30.200 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 yang diambil
seluruhnya oleh SBF, sehingga susunan pemegang saham NSP berikut dengan
kepemilikannya adalah sebagai berikut:

                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                            Persentase
            Pemegang Saham             Jumlah Saham                            Jumlah Modal
                                                            Kepemilikan
PT Sampoerna Bio Fuels                          2.859.900           99,66%             1.429.950
PT Sungai Menang                                    9.800            0,34%                 4.900
Jumlah                                          2.869.700          100,00%             1.434.850



Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh NSP tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menkum dalam Surat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
Terbatas No. AHU-0068175.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 8 Oktober 2025 serta telah
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menkum dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0241537
tanggal 8 Oktober 2025.




                                           11
Page 13
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               12
Page 14
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Sampoerna Agro Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan entitas induk SM dan SBF dengan
           kepemilikan masing-masing sebesar 99,99% pada tanggal 30 Juni 2025, di
           mana SBF dan SM merupakan pihak yang telah melakukan transaksi dengan
           rincian sebagai berikut:

           •   Transaksi di mana SBF telah menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan
               menyerahkan saham NSP sejumlah 2.859.900 lembar saham yang mewakili
               99,66% dari modal saham yang ditempatkan dan disetor NSP kepada SAR
               dengan nilai transaksi sebesar Rp 314,93 miliar sehubungan dengan
               Transaksi Pengalihan.

           •   Transaksi di mana SM telah menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan
               menyerahkan saham NSP kepada SS sejumlah 9.800 lembar saham yang
               mewakili 0,34% dari keseluruhan saham yang ditempatkan dan disetor
               dalam NSP dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,08 miliar sehubungan
               dengan Transaksi Pemindahan.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
           Perseroan, SBF, SM, SAR, dan SS di bawah pengendalian yang sama. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha grup Perseroan
           adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan adalah perseroan terbatas yang didirikan di Republik Indonesia
           berdasarkan Akta Notaris Tina Chandra Gerung, S.H., No. 8 tanggal 7 Juni 1993
           dengan nama PT Selapan Jaya. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
           Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-1840.HT.01.01.TH.94 tanggal
           4 Februari 1994, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
           No. 60, Tambahan No. 4842 tanggal 29 Juli 1994.




                                          13
Page 15
           Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, yang
           antara lain sebagaimana dimuat dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H., M.Kn.,
           No. 265 tanggal 27 Juni 2008 mengenai perubahan anggaran dasar dalam
           rangka menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
           Perseroan Terbatas. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
           Asasi    Manusia      Republik    Indonesia     dalam     Surat    Keputusan
           No. AHU-76222.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 21 Oktober 2008. Terakhir
           diubah sebagaimana termuat dalam Akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn.
           No. 2 tanggal 18 Juni 2025 mengenai perubahan anggaran dasar Perseroan.
           Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0039464.AH.01.02.Tahun
           2025 tanggal 18 Juni 2025.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Jalan Basuki Rahmat Nomor 788,
           Palembang, Sumatera Selatan 30128. Perseroan mulai beroperasi komersial
           sejak bulan November 1998.

I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 Juni 2025
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                 :        Eka Dharmajanto Kasih
           Komisaris Independen            :        R.B. Permana Agung Dradjattun
           Komisaris Independen            :        Saud Usman Nasution

           Direksi
           Direktur Utama                  :        Budi Setiawan Halim
           Direktur                        :        Hero Djajakusumah
           Direktur                        :        Dwi Asmono
           Direktur                        :        Lim King Hui
           Direktur                        :        Parluhutan Sitohang
           Direktur                        :        Heri Harjanto
           Direktur                        :        Eris Ariaman

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       Persentase
                       Pemegang Saham               Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                       Kepemilikan
           Twinwood Family Holdings Ltd.               1.195.217.500          65,721%                239.044
           Masyarakat                                    623.326.800          34,275%                124.665
           Sub-jumlah                                  1.818.544.300          99,996%                363.709
           Saham treasuri                                     77.700           0,004%                     16
           Jumlah                                      1.818.622.000         100,000%                363.724




                                               14
Page 16
I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha grup Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           usaha aktivitas perusahaan holding perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak
           kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet)
           dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan,
           Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola
           perkebunannya sendiri, Perseroan dan entitas anak tertentu juga
           mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerja sama dengan petani
           plasma.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha grup Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           usaha aktivitas perusahaan holding, perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak
           kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet)
           dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan,
           Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola
           perkebunannya sendiri, Perseroan dan entitas anak tertentu juga
           mengembangkan perkebunan plasma dan membina kerja sama dengan petani
           plasma.

           Portofolio produk Perseroan mencakup produk kelapa sawit, yakni tandan buah
           segar (TBS), minyak sawit mentah (CPO), dan inti sawit (PK) serta kecambah
           sawit dan produk non-kelapa sawit lainnya, yakni tepung sagu, karet, jasa
           analisis, dan listrik. Selama tahun 2024, Perseroan memiliki dan
           mengoperasikan 8 pabrik kelapa sawit, sebagai fasilitas pengolahan untuk TBS
           kelapa sawit menjadi CPO dan PK sebagai produk akhirnya. Kapasitas produksi
           gabungan dari seluruh pabrik kelapa sawit Perseroan adalah 510 ton TBS per
           jam.

           Pada tahun 2024, volume produksi untuk TBS, CPO, dan PK masing-masing
           adalah sejumlah 1.726.376 ton, 341.287 ton, dan 83.827 ton, secara
           keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan dengan volume produksi pada
           tahun sebelumnya. Perseroan berupaya menghambat penurunan produksi di
           tahun 2024 dengan terus menerapkan upaya-upaya agronomi terbaik di seluruh
           perkebunannya, mencakup intensifikasi dan mekanisasi yang berkelanjutan,
           disertai pemanfaatan digitalisasi yang meningkat di bawah koordinasi sistem
           “SIAP SGRO”. Selain menerapkan upaya agronomi terbaik, langkah ini juga
           membantu menciptakan postur biaya yang lebih efisien.

           Kecambah sawit Perseroan adalah salah satu bibit kelapa sawit paling unggul di
           Indonesia. Selama bertahun-tahun, Perseroan telah menguasai pangsa pasar
           yang terbesar kedua sebagai pemasok kecambah sawit dalam negeri. Melalui
           penjualan kecambah sawit unggulannya, Perseroan terus mendukung program
           peremajaan sawit rakyat yang digagas Pemerintah Indonesia. Meskipun
           produksi kecambah sawit menurun, penjualan kecambah sawit Perseroan dapat
           meningkat sebesar 4% mencapai 20,0 juta butir di tahun 2024 jika dibandingkan
           dari volume penjualan tahun 2023.


                                          15
Page 17
Sedangkan untuk segmen non-kelapa sawit, Perseroan memproduksi sagu dan
karet. Produk-produk ini seluruhnya dihasilkan dari perkebunan Perseroan di
Sumatera dan Kalimantan, dengan luas tertanam 12.781 ha untuk sagu dan
23.120 ha untuk karet. Volume produksi sagu mencapai 6.208 ton di 2024,
meningkat sebesar 131% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan sagu juga
meningkat sebesar 123%, dari 2.464 ton di tahun 2023 menjadi 5.503 ton di
tahun 2024.

Produksi minyak sawit global, yang sebelumnya terdampak kondisi cuaca kering
akibat El Nino pada paruh kedua tahun 2023, berakibat terhadap menurunnya
jumlah produksi pada tahun 2024. Namun demikian, berdasarkan proyeksi Oil
World, produksi CPO global diproyeksikan pulih pada 2025 dan akan naik
menjadi 82 juta ton di 2025, dari sekitar 80 juta ton di 2024. Pemulihan ini
terutama didukung oleh kenaikan pasokan dari Indonesia, yang akan tumbuh
menjadi 47,8 juta ton. Sebaliknya, Malaysia diproyeksikan mengalami sedikit
penurunan menjadi 19,2 juta ton, sementara produksi di Thailand juga
diperkirakan melemah.

Konsumsi CPO global diproyeksikan tumbuh lebih lambat, sebesar 0,6% secara
tahunan pada 2025, mencapai 82 juta ton. Pertumbuhan ini akan didukung oleh
peningkatan permintaan dari Indonesia, dengan perkiraan pertumbuhan
konsumsi 4,8% menjadi 22,1 juta ton, karena implementasi mandat biodiesel
B40 (dari B35 di 2024) oleh Pemerintah, dan komitmen Presiden Indonesia untuk
menjadikan sawit sebagai komoditas strategis dalam inisiatif ketahanan pangan
dan energi nasional, seperti penerapan B50 sebagai salah satu program
kemandirian energi. Akibat faktor-faktor ini, rasio stock-to-use CPO global akan
terus menurun selama 2025.

Menghadapi berbagai kondisi menantang ini, Perseroan terus menyesuaikan
strategi bisnisnya untuk memantau volatilitas harga CPO. Perseroan
memperkirakan kenaikan produksi di 2025, setelah dampak buruk El Nino pada
paruh kedua 2023 yang menekan produksi tahun 2024 dapat teratasi. Dari sisi
harga, diperkirakan tetap solid selama kuartal pertama 2025, ditopang oleh
produksi musiman yang rendah dan permintaan tinggi selama bulan Ramadhan.
Namun, tren harga di paruh kedua tahun 2025 masih sarat ketidakpastian.




                                16
Page 18
         Di tahun 2025, Perseroan akan memperkuat strategi adaptif tahun-tahun
         sebelumnya, dengan fokus pada tiga aspek utama. Pertama, Perseroan akan
         melanjutkan program penanaman kembali sebanyak 7.000 hingga 10.000 ha
         area perkebunan selama tahun 2025 dan menargetkan kenaikan produksi TBS
         dari kebun inti sebesar 5 – 8% secara tahunan. Dari upaya ini, produktivitas
         jangka panjang akan meningkat, seperti yang telah dicapai oleh Perseroan di
         beberapa area yang telah diremajakan dan memasuki usia tanaman
         menghasilkan. Kedua, Perseroan akan menerapkan mekanisasi pada semua
         area yang dapat dilakukan, sekitar 25% dari jumlah luasan tanaman
         menghasilkan yang dikelola paling lambat di tahun 2027. Ketiga, dari aspek
         digitalisasi, tahun 2025 akan ditandai dengan implementasi sistem SAP di tiga
         entitas anak yang memiliki elemen inti siklus bisnis CPO (perkebunan, pabrik,
         dan fasilitaspengolahan benih) secara lengkap. Dengan sinergi bersama aplikasi
         “SIAP SGRO Plantation”, peningkatan ini akan menyederhanakan proses kerja,
         mengurangi beban kerja manual, serta menyempurnakan kualitas pelaporan dan
         analisis data.

         Lebih lanjut, Perseroan mempertahankan keunggulan dalam industri agribisnis
         dengan menjalankan strategi pemasaran yang dititikberatkan pada kualitas
         produk, keandalan pemasaran, dan layanan konsumen yang prima. Perseroan
         mengutamakan kepuasan konsumen dan memastikan kebutuhan mereka
         terpenuhi melalui produk dan layanan yang disampaikan. Penyediaan produk
         berkualitas disertai layanan profesional dan dukungan purnajual yang dapat
         diandalkan. Perseroan mempekerjakan staf yang siap memberi bimbingan
         dalam penggunaan kecambah sawit dan tepung sagu secara optimal, sehingga
         konsumen mendapatkan hasil terbaik dari produk yang mereka pilih.

         Melalui berbagai langkah pemasaran tersebut, Perseroan menegaskan
         posisinya dalam industri agribisnis Indonesia, dengan menghadirkan inovasi,
         kualitas, dan layanan terbaik demi mewujudkan masa depan industri yang
         berkelanjutan.

I.A.2.   PT Sampoerna Bio Fuels

         Dalam Transaksi, SBF merupakan pihak yang telah menyetujui untuk menjual,
         memindahkan, dan menyerahkan saham NSP sejumlah 2.859.900 lembar
         saham yang mewakili 99,66% dari modal saham yang ditempatkan dan disetor
         NSP kepada SAR dengan nilai transaksi sebesar Rp 314,93 miliar sehubungan
         dengan Transaksi Pengalihan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
         manajemen Perseroan, SBF dan SAR dikendalikan secara langsung maupun
         tidak langsung oleh pengendali akhir (Ultimate Beneficial Owner (UBO)) yang
         sama, yaitu Bapak Putera Sampoerna.




                                        17
Page 19
           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SBF
           adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SBF didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 12 tanggal 12 Januari 2009 oleh
           Mala Mukti, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan
           pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dalam Surat Keputusan No. AHU-05086.AH.01.01 Tahun 2009 tanggal
           23 Februari 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
           No. AHU-0006016.AH.01.09 Tahun 2009 tanggal 23 Februari 2009.

           Anggaran dasar SBF telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
           terakhir berdasarkan Akta No. 50 tanggal 24 Desember 2024, dibuat di hadapan
           Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan
           anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
           No. AHU-0086085.AH.01.02.Tahun 2024 tertanggal 30 Desember 2024 dan
           telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
           Perubahan      Anggaran    Dasar     No.    AHU-AH.01.03-0230094      tanggal
           30    Desember     2024     dan    didaftarkan  dalam    Daftar    Perseroan
           No. AHU-0285868.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 30 Desember 2024.

           SBF memiliki kantor pusat di Sampoerna Strategic Square, North Tower,
           Lantai 28, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi,
           Jakarta Selatan 12930.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SBF pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                :        Eka Dharmajanto Kasih
           Komisaris                      :        Dwi Asmono

           Direksi
           Direktur Utama                 :        Eris Ariaman
           Direktur                       :        Arief




                                              18
Page 20
I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SBF berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                 Persentase
                      Pemegang Saham           Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                 Kepemilikan
           PT Sampoerna Agro Tbk                   136.545.640         99,9993%              1.495.175
           PT Vata Surya Nirvana                         1.000          0,0007%                     11
           Jumlah                                  136.546.640        100,0000%              1.495.186



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SBF adalah bergerak dalam bidang konsultasi
           manajemen, perdagangan besar makanan dan minuman lainnya, dan
           perdagangan besar bahan makanan dan minuman hasil pertanian lainnya.

I.A.3.     PT Sungai Menang

           Dalam Transaksi, SM merupakan pihak yang telah menyetujui untuk menjual,
           memindahkan, dan menyerahkan saham NSP kepada SS sejumlah 9.800
           lembar saham yang mewakili 0,34% dari keseluruhan saham yang ditempatkan
           dan disetor dalam NSP dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,08 miliar
           sehubungan dengan Transaksi Pemindahan. Berdasarkan keterangan yang
           diperoleh dari manajemen Perseroan, SM dan SS dikendalikan secara langsung
           maupun tidak langsung oleh pengendali akhir (Ultimate Beneficial Owner (UBO))
           yang sama, yaitu Bapak Putera Sampoerna. Latar belakang, manajemen,
           kepemilikan saham dan kegiatan usaha SM adalah sebagai berikut:

I.A.3.a.   Latar Belakang

           SM adalah perseroan terbatas yang didirikan di Indonesia berdasarkan Akta
           Notaris Tina Chandra Gerung, S.H., No. 9 tanggal 7 Juni 1993. Akta pendirian
           ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. C2-1834.HT.01.01.TH.94 tanggal 4 Februari 1994 serta
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 60 tanggal
           29 Juli 1994, Tambahan No. 4847.




                                          19
Page 21
           Anggaran dasar SM telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
           terakhir berdasarkan Akta No. 51 tanggal 24 Desember 2024, dibuat di hadapan
           Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan
           anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-
           0086084.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 30 Desember 2024 dan telah
           diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
           Perubahan      Anggaran    Dasar     No.   AHU-AH.01.03-0230093       tanggal
           30 Desember 2024 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
           0285867.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 30 Desember 2024.

           SM memiliki kantor pusat di Jalan Basuki Rahmat Nomor 788, Palembang,
           Sumatera Selatan 30128.

I.A.3.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi SM pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
           berikut:

           Komisaris                     :        Eka Dharmajanto Kasih

           Direksi
           Direktur Utama                :        Eris Ariaman
           Direktur                      :        Arief

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    Persentase
                      Pemegang Saham              Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT Sampoerna Agro Tbk                        3.215.798         99,9999%              3.215.798
           PT Vata Surya Nirvana                                2          0,0001%                      2
           Jumlah                                       3.215.800        100,0000%              3.215.800



I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SM adalah bergerak dalam bidang konsultasi
           manajemen.




                                             20
Page 22
I.A.4.     Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd.

           Dalam Transaksi, SAR merupakan pihak yang telah menyetujui untuk membeli
           dan menerima pemindahan saham NSP sejumlah 2.859.900 lembar saham yang
           mewakili 99,66% dari modal saham yang ditempatkan dan disetor NSP dari SBF
           dengan nilai transaksi sebesar Rp 314,93 miliar sehubungan dengan Transaksi
           Pengalihan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, SBF dan SAR dikendalikan secara langsung maupun tidak langsung
           oleh pengendali akhir (Ultimate Beneficial Owner (UBO)) yang sama, yaitu
           Bapak Putera Sampoerna.

           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SAR
           adalah sebagai berikut:

I.A.4.a.   Latar Belakang

           SAR didirikan berdasarkan Companies Act (Cap 50) tanggal 6 Juli 2006 di
           Singapura dan telah mendapatkan pengesahan dari Accounting and Corporate
           Regulatory Authority (ACRA) tanggal 07 Juli 2006.

           Anggaran dasar SAR telah mengalami perubahan tentang perubahan nama
           perusahaan yang sebelumnya bernama Venture Max Resources Pte. Ltd.
           menjadi Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. yang berlaku sejak tanggal
           5 Oktober 2007 berdasarkan certificate confirming incorporation of company
           under the new name yang dikeluarkan oleh Accounting and Corporate
           Regulatory Authority (ACRA) tanggal 8 Oktober 2007.

I.A.4.b.   Manajemen

           Susunan Direksi SAR pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

           Direktur Utama               :        Michael Sampoerna
           Direktur                     :        Chiao Teo Huat
           Direktur                     :        Chye Chia Chow (Cai Jiazhao)

I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Pemegang saham SAR pada tanggal 30 Juni 2025 adalah Xian Investment
           Holdings Ltd dengan jumlah lembar saham sebanyak 19.000.002 lembar saham
           dengan nilai nominal sebesar USD 1 per lembar saham.

I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SAR adalah bergerak dalam bidang other holding
           companies.




                                            21
Page 23
I.A.5.     PT Sampoerna Strategic

           Dalam Transaksi, SS merupakan pihak yang telah menyetujui untuk menerima
           pemindahan dan penyerahan hak milik NSP dari SM sejumlah 9.800 lembar
           saham yang mewakili 0,34% dari keseluruhan saham yang ditempatkan dan
           disetor dalam NSP dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,08 miliar sehubungan
           dengan Transaksi Pemindahan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
           manajemen Perseroan, SM dan SS dikendalikan secara langsung maupun tidak
           langsung oleh pengendali akhir (Ultimate Beneficial Owner (UBO)) yang sama,
           yaitu Bapak Putera Sampoerna.

           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SS adalah
           sebagai berikut:

I.A.5.a.   Latar Belakang

           SS didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 96 tanggal 22 Januari 1996 oleh
           Siti Pertiwi Henny Singgih S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
           mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia No. C2-5400.HT.01.01.TH’96 tanggal 6 Maret 1996.

           Anggaran dasar SS telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
           terakhir berdasarkan Akta No. 33 tanggal 19 April 2024, dibuat dihadapan
           Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan
           anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
           No. AHU-0024387.AH.01.02.Tahun 2024 tertanggal 25 April 2024, telah
           didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0080092.AH.01.11.Tahun 2024
           tertanggal 25 April 2024.

I.A.5.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direktur SS pada tanggal 30 Juni 2025 masing-masing
           adalah Eka Dharmajanto Kasih dan Bambang Sulistyo Pik.

I.A.5.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                Persentase
                      Pemegang Saham           Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           Michael Joseph Sampoerna                   327.290          99,997%                327.290
           Eka Dharmajanto Kasih                           10           0,003%                     10
           Jumlah                                     327.300         100,000%                327.300




                                          22
Page 24
I.A.5.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SS adalah bergerak dalam bidang aktivitas
           konsultasi manajemen lainnya, dan real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.

I.A.6.     PT National Sago Prima

           Dalam Transaksi, NSP merupakan pihak yang 2.859.900 dan 9.800 lembar
           saham atau masing-masing setara dengan 99,66% dan 0,34% sahamnya
           masing-masing telah disetujui untuk dijual, dipindahkan, dan diserahkan SBF
           dan SM kepada SAR dan SS, masing-masing dengan nilai transaksi masing-
           masing sebesar Rp 314,93 miliar dan Rp 1,08 miliar sehubungan dengan
           Transaksi Pengalihan dan Transaksi Pemindahan.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, NSP
           merupakan entitas anak SBF dan SM dengan kepemilikan masing-masing
           sebesar 99,66% dan 0,34%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham
           dan kegiatan usaha NSP adalah sebagai berikut:

I.A.6.a    Latar Belakang

           NSP adalah perseroan terbatas yang didirikan di Indonesia berdasarkan Akta
           Notaris Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn., No. 4 tanggal 10 Maret 2009. Akta
           pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat
           Keputusan No. AHU-11540.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 7 April 2009.

           Anggaran dasar NSP telah mengalami beberapa perubahan, terakhir kali
           berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang dibuat di
           hadapan Notaris Selly Suwignyo, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal 6 Oktober 2025,
           mengenai peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor
           penuh NSP, yang mana perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari
           Menkum dalam Surat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
           Terbatas No. AHU-0068175.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 8 Oktober 2025
           serta telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh
           Menkum dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
           No. AHU-AH.01.03-0241537 tanggal 8 Oktober 2025.

           Kantor pusat NSP berada di Sampoerna Strategic Square, North Tower,
           Lantai 28, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi,
           Jakarta Selatan 12930.




                                          23
Page 25
I.A.6.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi NSP pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
           berikut:

           Komisaris                    :        Arief

           Direksi
           Direktur Utama               :        Bona Ranto Pasaribu
           Direktur                     :        Setyo Budi Utomo

I.A.6.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham NSP berikut dengan kepemilikannya adalah sebagai
           berikut:

                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
           PT Sampoerna Bio Fuels                        2.859.900           99,66%             1.429.950
           PT Sungai Menang                                  9.800            0,34%                 4.900
           Jumlah                                        2.869.700          100,00%             1.434.850



I.A.6.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha NSP adalah bergerak dalam bidang usaha
           pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (sagu), bidang usaha industri berbagai
           macam pati palma serta bidang usaha perdagangan besar hasil kehutanan dan
           perburuan yang berlokasi di Selat Panjang, Riau. NSP beroperasi secara
           komersial sejak tahun 2010.




                                            24
Page 26
I.B.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

I.B.1.   Akta No. 7

         Berdasarkan Akta No. 7, SBF dan SAR telah melakukan Transaksi Pengalihan.
         Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta No. 7 adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta No. 7 adalah SBF dan SAR.

         •   Objek dan Nilai Transaksi Pengalihan

             Objek transaksi berdasarkan Akta No. 7 adalah transaksi di mana SBF telah
             menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan saham NSP
             sejumlah 2.859.900 lembar saham yang mewakili 99,66% dari modal saham
             yang ditempatkan dan disetor NSP kepada SAR dengan nilai transaksi
             sebesar Rp 314,93 miliar sehubungan dengan Transaksi Pengalihan.

         •   Hukum yang Berlaku

             Akta No. 7 ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik Indonesia.

I.B.2.   Akta No. 8

         Berdasarkan Akta No. 8, SM dan SS telah melakukan Transaksi Pemindahan.
         Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta No. 8 adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta No. 8 adalah SM dan SS.

         •   Objek dan Nilai Transaksi Pemindahan

             Objek transaksi berdasarkan Akta No. 8 adalah transaksi di mana SM telah
             menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan saham NSP
             kepada SS sejumlah 9.800 lembar saham yang mewakili 0,34% dari
             keseluruhan saham yang ditempatkan dan disetor dalam NSP dengan nilai
             transaksi sebesar Rp 1,08 miliar sehubungan dengan Transaksi
             Pemindahan.

         •   Hukum yang Berlaku

             Akta No. 8 ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik Indonesia.




                                         25
Page 27
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Potensi pengembangan komoditas sagu di Indonesia dengan potensi
           permintaan pasar atas sagu sebagai kebutuhan pokok, masih menghadapi
           tantangan besar, antara lain keterbatasan teknologi pengolahan dan
           tingginya biaya logistik alur rantai pasok bahan baku sagu. Pengembangan
           industri sagu memerlukan dukungan penguatan infrastruktur untuk menekan
           biaya logistik sehingga produk sagu lebih kompetitif. Dengan kendala industri
           sagu tersebut, NSP dinilai belum dapat menunjukkan kinerja keuangan yang
           positif yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja keuangan
           konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang. Hal inilah menjadi
           salah satu faktor yang melatarbelakangi SBF dan SM melakukan Transaksi.

       •   Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang
           usaha perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk
           melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi
           dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung
           peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
           akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk
           mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis
           yang lebih strategis.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
           meningkatkan meningkatkan likuiditas Perseroan dan kinerja keuangan
           konsolidasi Perseroan antara lain dengan menggunakan dana yang
           diperoleh dari hasil Transaksi untuk melakukan investasi yang dapat
           memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan NSP yang pada
           akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
           Perseroan.

       Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Bilamana pada masa yang akan datang, NSP berpotensi dapat
           meningkatkan kinerja keuangannya, Perseroan mungkin akan kehilangan
           kesempatan untuk membukukan potensi pendapatan yang akan dihasilkan
           NSP pada masa yang akan datang.

       •   Penggunaan dana dari Transaksi mungkin akan menghasilkan tingkat
           balikan yang lebih rendah dibandingkan investasi pada NSP pada masa yang
           akan datang.

       •   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perkebunan kelapa
           sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit, dan lainnya,
           Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
           kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
           kelangsungan usaha Perseroan.



                                        26
Page 28
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT National Sago Prima

II.A.1.   Latar Belakang

          NSP adalah perseroan terbatas yang didirikan di Indonesia berdasarkan Akta
          Notaris Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn., No. 4 tanggal 10 Maret 2009. Akta
          pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat
          Keputusan No. AHU-11540.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 7 April 2009.

          Anggaran dasar NSP telah mengalami beberapa perubahan, terakhir kali
          berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang dibuat di
          hadapan Notaris Selly Suwignyo, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal 6 Oktober 2025,
          mengenai peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor
          penuh NSP, yang mana perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari
          Menkum dalam Surat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
          Terbatas No. AHU-0068175.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 8 Oktober 2025
          serta telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh
          Menkum dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
          No. AHU-AH.01.03-0241537 tanggal 8 Oktober 2025.

          Kantor pusat NSP berada di Sampoerna Strategic Square, North Tower,
          Lantai 28, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 45 – 46, Karet, Semanggi, Setiabudi,
          Jakarta Selatan 12930.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha NSP adalah bergerak dalam bidang usaha
          pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (sagu), bidang usaha industri berbagai
          macam pati palma serta bidang usaha perdagangan besar hasil kehutanan dan
          perburuan yang berlokasi di Selat Panjang, Riau.




                                         27
Page 29
II.B.     Tinjauan Industri Sagu

II.B.1.   Tinjauan Industri Sagu di Dunia

          Kesadaran global terhadap pola konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan,
          sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap ketahanan pangan dan
          diversifikasi sumber karbohidrat, mendorong meningkatnya minat terhadap sagu
          sebagai sumber pangan alternatif. Komoditas ini mengandung karbohidrat
          kompleks yang mudah dicerna dengan indeks glikemik rendah, sehingga ideal
          bagi konsumen yang menerapkan gaya hidup sehat maupun penderita diabetes.
          Selain itu, sagu merupakan sumber karbohidrat bebas gluten yang memiliki
          potensi besar untuk berkembang di pasar global. Dengan karakteristik tersebut,
          sagu berpeluang bersaing dengan berbagai komoditas pangan sehat seperti
          quinoa, chia seed, dan oat. Berbagai produk turunan sagu juga mulai
          menunjukkan prospek ekspor yang menjanjikan, antara lain pati sagu instan, mi
          dan pasta bebas gluten, cookies, keripik, serta aneka makanan ringan berbasis
          sagu.

          Sejalan dengan meningkatnya minat terhadap sumber makanan sehat tersebut,
          industri sagu di tingkat global juga menunjukkan perkembangan yang positif.
          Secara global, industri pati sagu menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring
          meningkatnya permintaan terhadap produk bebas gluten dan bahan pangan
          alami. Menurut data dari Market Reports World, nilai pasar sagu di dunia pada
          tahun 2024 adalah sebesar USD 399 juta dan diproyeksikan tumbuh dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan sekitar 4,9% hingga tahun 2033. Pertumbuhan
          ini didorong oleh beragam aplikasi sagu di berbagai sektor industri, terutama
          makanan dan minuman, farmasi, tekstil, serta bahan perekat ramah lingkungan.
          Secara geografis, produksi sagu terkonsentrasi di kawasan Asia Tenggara,
          dengan Indonesia dan Malaysia sebagai produsen utama yang berkontribusi
          besar terhadap pasokan global berkat kondisi iklim dan lahan yang sesuai untuk
          budidaya pohon sagu.

          Di luar sektor makanan, adopsi pati sagu juga meningkat pada berbagai industri
          non-makanan. Dalam industri farmasi, sagu dimanfaatkan sebagai bahan
          pengikat dalam formulasi tablet untuk menjaga stabilitas dan pengendalian
          pelepasan zat aktif. Sementara itu, sifatnya yang dapat terurai secara alami
          menjadikan sagu pilihan menarik dalam pengembangan kemasan ramah
          lingkungan sebagai alternatif terhadap plastik konvensional.

          Ekspansi industri pengolahan makanan di pasar negara berkembang juga
          memberikan dorongan tambahan terhadap permintaan sagu. Negara-negara di
          kawasan Asia Pasifik, khususnya Tiongkok dan India, menunjukkan peningkatan
          konsumsi produk olahan dan makanan praktis akibat urbanisasi dan perubahan
          pola konsumsi masyarakat. Kondisi ini membuka peluang bagi sagu untuk
          semakin banyak digunakan sebagai bahan fungsional dalam makanan siap saji
          dan produk olahan modern.




                                            28
Page 30
          Pengakuan terhadap potensi sagu juga datang dari lembaga internasional. Food
          and Agriculture Organization (FAO) menempatkan sagu sebagai salah satu
          bahan pangan pokok yang berperan penting dalam memperkuat ketahanan
          pangan global, terutama di kawasan tropis. Sejalan dengan hal tersebut,
          pemerintah Malaysia melalui Food Industry, Commodity and Regional
          Development Ministry berkomitmen untuk mengoptimalkan pengembangan
          industri sagu dan nipah melalui pembentukan Sago and Nipah Development
          Board (SNDB). Di negara bagian Sarawak, yang merupakan salah satu sentra
          produksi sagu terbesar di dunia, luas area sagu pada tahun 2024 tercatat sekitar
          28.121 hektare, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski
          demikian, kinerja ekspor tetap menunjukkan tren positif dengan peningkatan
          volume ekspor pati sagu sebesar 10% menjadi 38.500 metrik ton pada tahun
          2024, menegaskan daya saing dan ketahanan industri sagu di pasar
          internasional.

          Dengan semakin tingginya perhatian global terhadap keberlanjutan, inovasi
          pangan, dan ketahanan pasokan karbohidrat, industri sagu memiliki posisi
          strategis untuk tumbuh sebagai komoditas masa depan. Dukungan teknologi
          pengolahan yang semakin efisien, perluasan pasar produk bebas gluten, serta
          inisiatif pemerintah dan lembaga internasional dalam memperkuat rantai pasok
          menjadikan prospek industri ini kian menjanjikan. Dalam konteks global yang
          terus beradaptasi terhadap tren pangan sehat dan ramah lingkungan, sagu tidak
          hanya berperan sebagai bahan pangan tradisional dari kawasan tropis, tetapi
          juga sebagai simbol transformasi menuju sistem pangan dunia yang lebih
          inklusif, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi.

II.B.2.   Tinjauan Industri Sagu di Indonesia

          Sagu menempati posisi penting sebagai salah satu komoditas pangan lokal yang
          memiliki potensi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan
          pembangunan berkelanjutan. Tanaman ini dikenal tangguh terhadap perubahan
          iklim karena mampu tumbuh di lahan marginal dengan kebutuhan input kimia
          yang rendah, menjadikannya sumber daya hayati yang adaptif terhadap
          tantangan lingkungan. Dari sisi nutrisi, sagu mengandung karbohidrat tinggi,
          bebas gluten, serta memiliki indeks glikemik rendah dan kadar serat yang baik,
          sehingga sejalan dengan tren konsumsi pangan sehat.

          Selain berfungsi sebagai bahan pangan pokok di sejumlah wilayah Indonesia
          Timur, sagu juga memiliki potensi ekonomi yang besar melalui pengembangan
          produk turunannya seperti tepung sagu, mi, roti, biskuit, hingga bioetanol yang
          bernilai tambah tinggi. Namun demikian, pengembangan industri sagu di
          Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain rendahnya
          popularitas sagu dibandingkan dengan beras dan gandum, keterbatasan
          teknologi pengolahan, serta belum optimalnya distribusi dan perluasan pasar
          nasional akibat tingginya biaya logistik antarwilayah.




                                          29
Page 31
Meskipun memiliki potensi besar sebagai sumber karbohidrat alternatif, tingkat
konsumsi sagu di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data Badan
Pangan Nasional tahun 2024, tingkat partisipasi konsumsi sagu hanya mencapai
2,07%, yang berarti hanya sekitar dua dari setiap seratus penduduk Indonesia
yang menjadikan sagu sebagai bagian dari pola makannya. Angka ini jauh
tertinggal dibandingkan bahan pangan padi-padian seperti beras, terigu, dan
jagung, serta lebih rendah dibandingkan kelompok umbi-umbian seperti
singkong, ubi, kentang, dan talas. Rendahnya partisipasi ini menunjukkan bahwa
sagu belum sepenuhnya terintegrasi dalam pola konsumsi nasional dan masih
dipandang sebagai pangan khas regional, khususnya di wilayah Indonesia
Timur. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menjadikan
sagu sebagai salah satu komoditas strategis untuk diversifikasi pangan nasional.

Kinerja ekspor sagu Indonesia menunjukkan tren positif pada pertengahan tahun
2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor sagu pada
Juni 2025 tercatat sebesar USD 550,94 ribu, meningkat 28,41% dibandingkan
Mei 2025, serta naik 87,51% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, jumlah ekspor sagu Indonesia sepanjang Januari hingga
Juni 2025 mencapai USD 2,37 juta, mencerminkan optimisme terhadap daya
saing produk sagu di pasar global.

Negara Tujuan Ekspor Sagu Indonesia
Periode Juni 2025
(Dalam Ribuan USD)

          350,00

          300,00

          250,00

          200,00

          150,00

          100,00

              50,00

                  -
                       Malaysia             Jepang              Tiongkok
     Jumlah Eskpor      324,03              205,20                20,80

Sumber: BPS




                                  30
Page 32
        Menurut data dari BPS, Malaysia menjadi negara tujuan utama dengan nilai
        ekspor mencapai USD 324,03 ribu atau sekitar 58,81% dari jumlah ekspor sagu
        nasional. Disusul oleh Jepang sebesar USD 205,20 ribu dan Tiongkok sebesar
        USD 20,80 ribu. Produk sagu yang paling banyak diekspor meliputi tepung kasar
        sagu dengan jumlah sebesar USD 289,82 ribu, pati sagu dengan jumlah
        USD 226,05 ribu, dan sari sagu non-beku dengan jumlah USD 35,07 ribu.
        Capaian ini menunjukkan bahwa meskipun pasarnya masih relatif terbatas,
        permintaan internasional terhadap produk turunan sagu dari Indonesia terus
        tumbuh, terutama di negara-negara Asia yang telah mengenal sagu sebagai
        bahan pangan tradisional maupun bahan baku industri pangan modern.

        Secara keseluruhan, tren positif ekspor sagu Indonesia pada paruh pertama
        tahun 2025 mencerminkan semakin kuatnya posisi komoditas ini di pasar
        internasional. Kenaikan permintaan dari berbagai negara, terutama di kawasan
        Asia, menunjukkan bahwa sagu mulai diakui sebagai bahan pangan dan industri
        yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan dukungan kebijakan Pemerintah,
        peningkatan kapasitas pengolahan, serta promosi yang lebih intensif terhadap
        produk turunan sagu, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas
        pangsa pasarnya dan menjadikan sagu sebagai salah satu komoditas unggulan
        ekspor berkelanjutan di masa mendatang.

II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha grup Perseroan adalah bergerak dalam bidang
        aktivitas perusahaan holding, perkebunan kelapa sawit, pabrik minyak kelapa
        sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan kayu (karet) dan
        bukan kayu (sagu), dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan
        Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya
        sendiri, Perseroan dan entitas anak tertentu juga mengembangkan perkebunan
        plasma dan membina kerja sama dengan petani plasma.

        Portofolio produk Perseroan mencakup produk kelapa sawit, yakni tandan buah
        segar (TBS), minyak sawit mentah (CPO), dan inti sawit (PK) serta kecambah
        sawit dan produk non-kelapa sawit lainnya, yakni tepung sagu, karet, jasa
        analisis, dan listrik. Selama tahun 2024, Perseroan memiliki dan
        mengoperasikan 8 pabrik kelapa sawit, sebagai fasilitas pengolahan untuk TBS
        kelapa sawit menjadi CPO dan PK sebagai produk akhirnya. Kapasitas produksi
        gabungan dari seluruh pabrik kelapa sawit Perseroan adalah 510 ton TBS per
        jam.




                                       31
Page 33
Pada tahun 2024, volume produksi untuk TBS, CPO, dan PK masing-masing
adalah sejumlah 1.726.376 ton, 341.287 ton, dan 83.827 ton, secara
keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan dengan volume produksi pada
tahun sebelumnya. Perseroan berupaya menghambat penurunan produksi di
tahun 2024 dengan terus menerapkan upaya-upaya agronomi terbaik di seluruh
perkebunannya, mencakup intensifikasi dan mekanisasi yang berkelanjutan,
disertai pemanfaatan digitalisasi yang meningkat di bawah koordinasi sistem
“SIAP SGRO”. Selain menerapkan upaya agronomi terbaik, langkah ini juga
membantu menciptakan postur biaya yang lebih efisien.

Kecambah sawit Perseroan adalah salah satu bibit kelapa sawit paling unggul di
Indonesia. Selama bertahun-tahun, Perseroan telah menguasai pangsa pasar
yang terbesar kedua sebagai pemasok kecambah sawit dalam negeri. Melalui
penjualan kecambah sawit unggulannya, Perseroan terus mendukung program
peremajaan sawit rakyat yang digagas Pemerintah Indonesia. Meskipun
produksi kecambah sawit menurun, penjualan kecambah sawit Perseroan dapat
meningkat sebesar 4% mencapai 20,0 juta butir di tahun 2024 jika dibandingkan
dari volume penjualan tahun 2023.

Sedangkan untuk segmen non-kelapa sawit, Perseroan memproduksi sagu dan
karet. Produk-produk ini seluruhnya dihasilkan dari perkebunan Perseroan di
Sumatera dan Kalimantan, dengan luas tertanam 12.781 ha untuk sagu dan
23.120 ha untuk karet. Volume produksi sagu mencapai 6.208 ton di 2024,
meningkat sebesar 131% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan sagu juga
meningkat sebesar 123%, dari 2.464 ton di tahun 2023 menjadi 5.503 ton di
tahun 2024.

Produksi minyak sawit global, yang sebelumnya terdampak kondisi cuaca kering
akibat El Nino pada paruh kedua tahun 2023, berakibat terhadap menurunnya
jumlah produksi pada tahun 2024. Namun demikian, berdasarkan proyeksi Oil
World, produksi CPO global diproyeksikan pulih pada 2025 dan akan naik
menjadi 82 juta ton di 2025, dari sekitar 80 juta ton di 2024. Pemulihan ini
terutama didukung oleh kenaikan pasokan dari Indonesia, yang akan tumbuh
menjadi 47,8 juta ton. Sebaliknya, Malaysia diproyeksikan mengalami sedikit
penurunan menjadi 19,2 juta ton, sementara produksi di Thailand juga
diperkirakan melemah.

Konsumsi CPO global diproyeksikan tumbuh lebih lambat, sebesar 0,6% secara
tahunan pada 2025, mencapai 82 juta ton. Pertumbuhan ini akan didukung oleh
peningkatan permintaan dari Indonesia, dengan perkiraan pertumbuhan
konsumsi 4,8% menjadi 22,1 juta ton, karena implementasi mandat biodiesel
B40 (dari B35 di 2024) oleh Pemerintah, dan komitmen Presiden Indonesia untuk
menjadikan sawit sebagai komoditas strategis dalam inisiatif ketahanan pangan
dan energi nasional, seperti penerapan B50 sebagai salah satu program
kemandirian energi. Akibat faktor-faktor ini, rasio stock-to-use CPO global akan
terus menurun selama 2025.




                                32
Page 34
Menghadapi berbagai kondisi menantang ini, Perseroan terus menyesuaikan
strategi bisnisnya untuk memantau volatilitas harga CPO. Perseroan
memperkirakan kenaikan produksi di 2025, setelah dampak buruk El Nino pada
paruh kedua 2023 yang menekan produksi tahun 2024 dapat teratasi. Dari sisi
harga, diperkirakan tetap solid selama kuartal pertama 2025, ditopang oleh
produksi musiman yang rendah dan permintaan tinggi selama bulan Ramadhan.
Namun, tren harga di paruh kedua tahun 2025 masih sarat ketidakpastian.

Di tahun 2025, Perseroan akan memperkuat strategi adaptif tahun-tahun
sebelumnya, dengan fokus pada tiga aspek utama. Pertama, Perseroan akan
melanjutkan program penanaman kembali sebanyak 7.000 hingga 10.000 ha
area perkebunan selama tahun 2025 dan menargetkan kenaikan produksi TBS
dari kebun inti sebesar 5 – 8% secara tahunan. Dari upaya ini, produktivitas
jangka panjang akan meningkat, seperti yang telah dicapai oleh Perseroan di
beberapa area yang telah diremajakan dan memasuki usia tanaman
menghasilkan. Kedua, Perseroan akan menerapkan mekanisasi pada semua
area yang dapat dilakukan, sekitar 25% dari jumlah luasan tanaman
menghasilkan yang dikelola paling lambat di tahun 2027. Ketiga, dari aspek
digitalisasi, tahun 2025 akan ditandai dengan implementasi sistem SAP di tiga
entitas anak yang memiliki elemen inti siklus bisnis CPO (perkebunan, pabrik,
dan fasilitaspengolahan benih) secara lengkap. Dengan sinergi bersama aplikasi
“SIAP SGRO Plantation”, peningkatan ini akan menyederhanakan proses kerja,
mengurangi beban kerja manual, serta menyempurnakan kualitas pelaporan dan
analisis data.

Lebih lanjut, Perseroan mempertahankan keunggulan dalam industri agribisnis
dengan menjalankan strategi pemasaran yang dititikberatkan pada kualitas
produk, keandalan pemasaran, dan layanan konsumen yang prima. Perseroan
mengutamakan kepuasan konsumen dan memastikan kebutuhan mereka
terpenuhi melalui produk dan layanan yang disampaikan. Penyediaan produk
berkualitas disertai layanan profesional dan dukungan purnajual yang dapat
diandalkan. Perseroan mempekerjakan staf yang siap memberi bimbingan
dalam penggunaan kecambah sawit dan tepung sagu secara optimal, sehingga
konsumen mendapatkan hasil terbaik dari produk yang mereka pilih.

Melalui berbagai langkah pemasaran tersebut, Perseroan menegaskan
posisinya dalam industri agribisnis Indonesia, dengan menghadirkan inovasi,
kualitas, dan layanan terbaik demi mewujudkan masa depan industri yang
berkelanjutan




                               33
Page 35
II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Potensi pengembangan komoditas sagu di Indonesia dengan potensi
            permintaan pasar atas sagu sebagai kebutuhan pokok, masih menghadapi
            tantangan besar, antara lain keterbatasan teknologi pengolahan dan
            tingginya biaya logistik alur rantai pasok bahan baku sagu. Pengembangan
            industri sagu memerlukan dukungan penguatan infrastruktur untuk menekan
            biaya logistik sehingga produk sagu lebih kompetitif. Dengan kendala industri
            sagu tersebut, NSP dinilai belum dapat menunjukkan kinerja keuangan yang
            positif yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja keuangan
            konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang. Hal inilah menjadi
            salah satu faktor yang melatarbelakangi SBF dan SM melakukan Transaksi.

        •   Dengan kegiatan usaha utama grup Perseroan yang bergerak dalam bidang
            usaha perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk
            melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi
            dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung
            peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
            akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk
            mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis
            yang lebih strategis.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
            meningkatkan meningkatkan likuiditas Perseroan dan kinerja keuangan
            konsolidasi Perseroan antara lain dengan menggunakan dana yang
            diperoleh dari hasil Transaksi untuk melakukan investasi yang dapat
            memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan NSP yang pada
            akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
            Perseroan.

II.F.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Potensi pengembangan komoditas sagu di Indonesia dengan potensi
            permintaan pasar atas sagu sebagai kebutuhan pokok, masih menghadapi
            tantangan besar, antara lain keterbatasan teknologi pengolahan dan
            tingginya biaya logistik alur rantai pasok bahan baku sagu. Pengembangan
            industri sagu memerlukan dukungan penguatan infrastruktur untuk menekan
            biaya logistik sehingga produk sagu lebih kompetitif. Dengan kendala industri
            sagu tersebut, NSP dinilai belum dapat menunjukkan kinerja keuangan yang
            positif yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja keuangan
            konsolidasian Perseroan. Hal inilah menjadi salah satu faktor yang
            melatarbelakangi SBF dan SM melakukan Transaksi.




                                        34
Page 36
•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi Perseroan antara lain dengan
    menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Transaksi untuk melakukan
    investasi yang dapat memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi
    dibandingkan NSP yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
    seluruh pemegang saham Perseroan.

Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Bilamana pada masa yang akan datang, NSP berpotensi dapat
    meningkatkan kinerja keuangannya, Perseroan mungkin akan kehilangan
    kesempatan untuk membukukan potensi pendapatan yang akan dihasilkan
    NSP pada masa yang akan datang.

•   Penggunaan dana dari Transaksi mungkin akan menghasilkan tingkat
    balikan yang lebih rendah dibandingkan investasi pada NSP pada masa yang
    akan datang.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perkebunan kelapa
    sawit, pabrik minyak kelapa sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan
    hasil hutan kayu (karet) dan bukan kayu (sagu), dan lainnya, Perseroan tidak
    terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha Perseroan.




                                35
Page 37
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang
           berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 telah direviu oleh KAP MSI. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 telah diaudit oleh KAP
           PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan   30/06/25       31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas
             Pihak berelasi                              510       1.415      100.437      258.602      132.808            641
             Pihak ketiga                            701.792     839.187      435.527      276.842      363.505        249.006
           Piutang usaha                             172.542     177.436      155.768      229.318       74.838        333.216
           Piutang lain-lain                         129.316     154.604      199.909       87.702      122.964         97.710
           Persediaan                                568.817     607.142      419.597      689.547      456.434        419.284
           Aset biologis                             276.531     317.965      189.336      172.620      191.431        200.956
           Pajak dibayar di muka                      56.434     104.526       98.192       70.482       42.611         67.000
           Biaya dibayar di muka                       1.485       4.156        5.615        1.578        2.495          2.692
           Uang muka                                  18.267      18.227       11.365       13.457       10.450          7.209
           Jumlah Aset Lancar                     1.925.694     2.224.658    1.615.746    1.800.148    1.397.536     1.377.714
           ASET TIDAK LANCAR
           Tagihan restitusi pajak                   27.916        43.389       21.414            -            -             -
           Piutang plasma                           371.651       365.631      253.854      358.166      328.757       316.357
           Tanaman produktif                      5.594.003     5.661.311    5.745.046    5.735.551    5.669.016     5.480.544
           Aset tetap                             2.035.070     2.064.429    2.021.960    1.918.765    1.893.959     2.007.528
           Aset takberwujud                          94.192        85.757       87.727       88.714       89.052        90.248
           Aset pajak tangguhan                     187.537       182.490      260.209      275.353      264.687       369.597
           Aset hak-guna                             40.909        43.359       19.062       32.749       74.128        75.026
           Aset tidak lancar lainnya                 28.082        31.327       42.515       33.792       34.230        27.666
           Jumlah Aset Tidak Lancar               8.379.360     8.477.693    8.451.787    8.443.090    8.353.829     8.366.966
           JUMLAH ASET                           10.305.054    10.702.351   10.067.533   10.243.238    9.751.365     9.744.680




                                                36
Page 38
                                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                           300.000           -             -             -        28.538        532.049
           Utang usaha                                                        481.738     661.520       423.445       417.723       516.886        480.402
           Utang lain-lain                                                     45.317      79.979        44.620        34.271        52.382         59.534
           Liabilitas kontrak                                                 156.652     137.564       107.586       125.041       111.822        173.460
           Utang pajak                                                        192.367      86.101        87.271       198.386       189.889        106.264
           Beban akrual                                                        86.682     122.500        38.083        30.542        19.036         26.253
           Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              71.890      75.751        70.025        63.389        55.596         55.440
           Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
             satu tahun:
             Utang obligasi                                                    46.743     166.405       127.377       208.381             -              -
             Sukuk ijarah                                                     158.250     199.904       236.635       174.854             -              -
             Utang bank jangka panjang                                        224.759     208.170       137.629        93.937       279.527        427.716
             Liabilitas sewa                                                    4.546       4.762        13.110        11.343        26.065         25.942
             Liabilitas keuangan lainnya                                        9.255      17.732        23.992         2.942             -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 1.778.199     1.760.388     1.309.773     1.360.809     1.279.741     1.887.060
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo
             dalam satu tahun:
             Utang obligasi                                                  448.813       495.018       659.999      784.993        469.955       297.924
             Sukuk ijarah                                                    229.689       387.817       586.970      822.855        692.677       296.541
             Utang bank jangka panjang                                     1.351.335     1.424.807     1.088.842      997.452      1.684.581     2.391.113
             Liabilitas sewa                                                  34.014        35.522           219       13.330         23.686        37.385
             Liabilitas keuangan lainnya                                      13.611         3.682        21.414        4.270              -             -
           Liabilitas imbalan kerja                                          176.134       209.861       194.086      181.782        194.136       268.814
           Liabilitas pajak tangguhan                                         19.944        16.959        17.165       17.371         16.875        15.781
           Liabilitas jangka panjang lainnya                                 145.926       158.277       676.658      830.265        793.015       754.006
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                2.419.466     2.731.943     3.245.353     3.652.318     3.874.925     4.061.564
           JUMLAH LIABILITAS                                               4.197.665     4.492.331     4.555.126     5.013.127     5.154.666     5.948.624
           EKUITAS
           Modal saham                                                       363.724       363.724       363.724       363.724       378.000       378.000
           Tambahan modal disetor                                            583.775       583.775       583.775       583.775       681.231       681.231
           Saham treasuri                                                       (179)            -             -             -      (111.732)     (111.732)
           Komponen ekuitas lain                                              (4.777)       (4.887)       (4.801)       (4.792)         (836)         (675)
           Selisih transaksi dengan kepentingan non-pengendali               196.460       208.657       208.657       208.657       207.799       190.030
           Saldo laba                                                      4.551.399     4.613.143     4.079.088     3.949.531     3.298.307     2.485.425
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                         5.690.402     5.764.412     5.230.443     5.100.895     4.452.769     3.622.279
           Kepentingan non-pengendali                                        416.987       445.608       281.964       129.216       143.930       173.777
           JUMLAH EKUITAS                                                  6.107.389     6.210.020     5.512.407     5.230.111     4.596.699     3.796.056
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  10.305.054    10.702.351    10.067.533    10.243.238     9.751.365     9.744.680




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 10.305,05 miliar,
           Rp 10.702,35 miliar, Rp 10.067,53 miliar, Rp 10.243,24 miliar,
           Rp 9.751,37 miliar, dan Rp 9.744,68 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 397,30 miliar atau setara dengan 3,71% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas – pihak ketiga, aset biologis,
           pajak dibayar di muka, serta tanaman produktif masing-masing sebesar
           Rp 137,40 miliar, Rp 41,43 miliar, Rp 48,09 miliar, dan Rp 67,31 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 634,82 miliar atau setara dengan 6,31% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan kas dan setara kas – pihak ketiga sebesar Rp 403,66 miliar.




                                                                         37
Page 39
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 175,71 miliar atau setara dengan 1,72% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan persediaan serta kas dan setara kas – pihak berelasi
           masing-masing sebesar Rp 269,95 miliar dan Rp 158,17 miliar yang disertai
           dengan kenaikan kas dan setara kas – pihak ketiga dan piutang lain-lain masing-
           masing sebesar Rp 158,69 miliar dan Rp 112,21 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 491,87 miliar atau setara dengan 5,04% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan piutang usaha dan persediaan masing-masing sebesar
           Rp 154,48 miliar dan Rp 233,11 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 6,69 miliar atau setara dengan 0,07% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas – pihak berelasi, kas dan setara kas – pihak ketiga,
           persediaan, tanaman produktif masing-masing sebesar Rp 132,17 miliar,
           Rp 114,50 miliar, Rp 37,15 miliar, dan Rp 188,47 miliar yang disertai dengan
           penurunan piutang usaha, aset tetap, dan aset pajak tangguhan masing-masing
           sebesar Rp 258,38 miliar, Rp 113,57 miliar, dan Rp 104,91 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 4.197,67 miliar, Rp 4.492,33 miliar, Rp 4.555,13 miliar, Rp 5.013,13 miliar,
           Rp 5.154,67 miliar, dan Rp 5.948,62 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 294,67 miliar atau setara dengan 6,56% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang usaha, utang obligasi, dan sukuk ijarah
           masing-masing sebesar Rp 179,78 miliar, Rp 165,87 miliar, dan Rp 199,78 yang
           disertai dengan kenaikan utang bank jangka pendek sebesar Rp 300,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 62,80 miliar atau setara dengan 1,38% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan sukuk ijarah dan liabilitas jangka panjang
           lainnya masing-masing sebesar Rp 235,88 miliar dan Rp 518,38 miliar yang
           disertai dengan utang bank jangka panjang sebesar Rp 406,51 miliar.




                                           38
Page 40
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 458,00 miliar atau setara dengan 9,14% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang obligasi, sukuk ijarah, dan liabilitas
           jangka panjang lainnya masing-masing sebesar Rp 206,00 miliar,
           Rp 174,10 miliar, dan Rp 153,61 miliar yang disertai dengan kenaikan utang
           bank jangka panjang sebesar Rp 135,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 141,54 miliar atau setara dengan 2,75% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha dan utang bank jangka
           panjang masing-masing sebesar Rp 99,16 miliar dan Rp 872,72 miliar yang
           disertai dengan kenaikan utang obligasi dan sukuk ijarah masing-masing
           sebesar Rp 523,42 miliar dan Rp 305,03 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 793,96 miliar atau setara dengan 13,35% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek dan utang bank
           jangka panjang masing-masing sebesar Rp 503,51 dan Rp 854,72 miliar yang
           disertai dengan kenaikan utang obligasi dan sukuk ijarah masing-masing
           sebesar Rp 172,03 miliar dan Rp 396,14 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 6.107,39 miliar, Rp 6.210,02 miliar, Rp 5.512,41 miliar, Rp 5.230,11 miliar,
           Rp 4.596,70 miliar, dan Rp 3.796,06 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 102,63 miliar atau setara dengan 1,65% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh adanya pembagian dividen tunai sebesar Rp 600,12 miliar yang
           disertai dengan laba periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 516,32 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 697,61 miliar atau setara dengan 12,66% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 697,48 miliar.




                                          39
Page 41
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 282,30 miliar atau setara dengan 5,40% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 440,78 miliar yang disertai dengan adanya pembagian dividen tunai sebesar
           Rp 360,09 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 633,41 miliar atau setara dengan 13,78% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 1.039,44 miliar yang disertai dengan adanya pembagian dividen tunai
           sebesar Rp 409,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 800,64 miliar atau setara dengan 21,09% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 814,72 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          30/06/25         31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                      Keterangan
                                                                         (6 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Penjualan                                                      3.294.163        5.694.228     5.620.503     5.671.723      5.222.298     3.502.227
           Beban pokok penjualan                                          2.230.075        4.093.606     4.293.635     3.688.052      3.553.116     2.618.314
           Laba kotor                                                     1.064.088        1.600.622     1.326.868     1.983.671      1.669.182       883.913
           Perubahaan nilai wajar aset biologis                             (41.434)         128.629        16.716       (18.811)        (9.525)       71.993
           Beban penjualan dan pemasaran                                    (60.894)        (146.690)     (159.113)     (139.051)      (108.398)     (102.179)
           Beban umum dan administrasi                                     (158.868)        (265.291)     (239.287)     (240.794)      (203.702)     (220.780)
           Pendapatan operasi lain                                           47.085          126.584       124.122       161.437        154.489       121.762
           Beban operasi lain                                               (72.973)        (180.250)     (132.738)     (127.385)       (88.361)      (68.618)
           Laba usaha                                                         777.004      1.263.604       936.568     1.619.067      1.413.685       686.091
           Pendapatan keuangan                                                 16.992         40.249        41.990        28.028         46.021        26.969
           Biaya keuangan                                                     (93.113)      (235.648)     (234.253)     (243.056)      (259.838)     (293.437)
           Provisi liabilitas kontijensi                                            -              -             -             -              -      (319.168)
           Laba sebelum pajak penghasilan                                      700.883     1.068.205       744.305     1.404.039      1.199.868       100.455
           Beban pajak pengahasilan - neto                                    (184.566)     (370.721)     (303.526)     (364.596)      (385.153)     (292.202)
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                 516.317        697.484       440.779     1.039.443       814.715       (191.747)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 3.353          5.745         5.943         6.978        11.115        (17.355)
           Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan             519.670        703.229       446.722     1.046.421       825.830       (209.102)
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
             kepada:
             Pemilik entitas induk                                            535.205        748.560       483.712     1.049.826       802.085       (201.421)
             Kepentingan non-pengendali                                       (18.888)       (51.076)      (42.933)      (10.383)       12.630          9.674




                                                                         40
Page 42
III.B.6    Penjualan

           Penjualan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 3.294,16 miliar, Rp 5.694,23 miliar, Rp 5.620,50 miliar, Rp 5.671,72 miliar,
           Rp 5.222,30 miliar, dan Rp 3.502,23 miliar.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 73,73 miliar atau setara
           dengan 1,31% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2023.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 51,22 miliar atau setara
           dengan 0,90% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 449,43 miliar atau setara
           dengan 8,61% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2021.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.720,07 miliar atau setara
           dengan 49,11% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2020.

III.B.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Laba periode berjalan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 516,32 miliar, Rp 697,48 miliar, Rp 440,78 miliar, Rp 1.039,44 miliar, dan
           Rp 814,72 miliar. Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 191,75 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 256,71 miliar atau setara
           dengan 58,24% dibandingan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 598,66 miliar atau setara
           dengan 57,59% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                          41
Page 43
           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 224,73 miliar atau setara
           dengan 27,58% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.006,46 miliar atau setara
           dengan 524,89% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/25         31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21      31/12/20
                                 Keterangan
                                                                    (6 Bulan)        (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                              3.318.145        5.702.538      5.676.597      5.530.462      5.419.038      3.353.248
           Pembayaran kepada pemasok                                 (1.372.889)      (2.160.664)    (2.230.316)    (2.513.175)    (2.288.222)    (1.469.274)
           Pembayaran kas kepada karyawan, beban operasi,
            dan lain-lain                                                (914.722)    (1.957.075)    (1.597.946)    (1.397.032)    (1.175.372)    (1.164.536)
           Pembayaran pajak penghasilan badan                            (113.585)      (329.027)      (425.436)      (366.300)      (181.327)       (35.897)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                   916.949      1.255.772      1.422.899      1.253.955       1.774.117       683.541
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang
            plasma                                                       (100.868)     (271.155)      (229.188)       (51.913)        (81.314)       (3.221)
           Penambahan tanaman produktif                                   (79.864)     (200.245)      (240.484)      (211.922)       (239.454)     (297.389)
           Perolehan aset tetap                                           (74.638)     (236.818)      (313.155)      (192.310)        (83.790)      (89.545)
           Penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
            plasma                                                         68.468       187.779        220.624         37.595          42.505              -
           Perolehan aset takberwujud                                     (22.935)      (19.526)        (2.614)        (2.924)         (1.813)        (2.281)
           Penambahan investasi pada entitas anak                         (22.002)            -              -              -               -              -
           Penerimaan pendapatan bunga                                     17.006        22.637         11.263         10.004          12.319          6.796
           Penerimaan dari penjualan aset tetap                               622         3.103         14.171          4.115           3.615          2.639
           Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                  (214.211)     (514.225)      (539.383)      (407.355)       (347.932)     (383.001)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham                (600.120)     (220.053)      (360.087)       (409.190)             -              -
           Perolehan (pembayaran) utang obligasi dan sukuk ijarah        (366.500)     (364.300)      (383.500)        830.500        569.500        600.000
           Perolehan utang bank                                           342.500     1.000.000        730.000         594.390        632.205      3.882.890
           Pembayaran beban keuangan                                     (114.957)     (241.101)      (249.449)       (283.797)      (345.422)      (363.258)
           Pembayaran utang bank                                         (100.061)     (593.250)      (595.000)     (1.498.261)    (1.997.509)    (4.291.016)
           Pembayaran liabilitas sewa                                      (1.725)      (14.001)       (11.344)        (29.051)       (26.913)       (23.017)
           Pembayaran untuk saham treasuri                                   (179)            -              -               -              -              -
           Pembayaran dividen tunai oleh entitas anak kepada
            pemegang saham non-pengendali                                       -         (4.307)        (4.339)        (3.819)        (4.021)      (15.627)
           Pembayaran simpanan jaminan                                          -              -         (9.233)        (2.152)        (3.246)       (1.312)
           Pembayaran biaya emisi utang obligasi dan sukuk ijarah               -              -              -         (6.200)        (4.123)       (7.141)
           Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                  (841.042)     (437.012)      (882.952)      (807.580)     (1.179.529)     (218.481)
           KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN
            SETARA KAS                                                   (138.304)      304.535            564         39.020        246.656         82.059
           Dampak neto perubahan nilai tukar atas kas dan
            setara kas                                                          4           103             (44)          111              10            11
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            840.602        535.964        535.444        496.313        249.647        167.577
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           702.302        840.602        535.964        535.444        496.313        249.647




                                                                    42
Page 44
Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 916,95 miliar, Rp 1.255,77 miliar,
Rp 1.422,90 miliar, Rp 1.253,96 miliar, Rp 1.774,12 miliar, dan Rp 683,54 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 916,95 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 3.318,15 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas
kepada karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 1.372,89 miliar dan Rp 914,72 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.255,77 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.702,54 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2.160,66 miliar dan Rp 1.957,08 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1.422,90 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.676,60 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2.230,32 miliar dan Rp 1.597,95 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1.253,96 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.530,46 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2.513,18 miliar dan Rp 1.397,03 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1.774,12 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5.419,04 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2.288,22 miliar dan Rp 1.175,37 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 683,54 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 3.353,25 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kas kepada
karyawan, beban operasi, dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 1.469,27 miliar dan Rp 1.164,54 miliar.


                                43
Page 45
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
2020 masing-masing adalah sebesar Rp 214,21 miliar, Rp 514,23 miliar,
Rp 539,38 miliar, Rp 407,36 miliar, Rp 347,93 miliar, dan Rp 383,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 214,21 miliar terutama berasal dari pembiayaan pengembangan kebun
plasma dan piutang plasma, penambahan tanaman produktif, serta perolehan
aset tetap masing-masing sebesar Rp 100,87 miliar, Rp 79,86 miliar, dan
Rp 74,64 miliar yang disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan
pengembangan kebun plasma sebesar Rp 68,47 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 514,23 miliar
terutama berasal dari pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang
plasma, penambahan tanaman produktif, serta perolehan aset tetap masing-
masing sebesar Rp 271,16 miliar, Rp 200,25 miliar, dan Rp 236,82 miliar yang
disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
plasma sebesar Rp 187,78 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 539,38 miliar
terutama berasal dari pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang
plasma, penambahan tanaman produktif, serta perolehan aset tetap masing-
masing sebesar Rp 229,19 miliar, Rp 240,48 miliar, dan Rp 313,16 miliar yang
disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
plasma sebesar Rp 220,62 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 407,36 miliar
terutama berasal dari penambahan tanaman produktif dan perolehan aset tetap
masing-masing sebesar Rp 211,92 miliar dan Rp 192,31 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 347,93 miliar
terutama berasal dari pembiayaan pengembangan kebun plasma dan piutang
plasma, penambahan tanaman produktif, serta perolehan aset tetap masing-
masing sebesar Rp 81,31 miliar, Rp 239,45 miliar, dan Rp 83,79 miliar yang
disertai dengan penerimaan dana atas pembiayaan pengembangan kebun
plasma sebesar Rp 42,51 miliar.




                               44
Page 46
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 383,00 miliar
terutama berasal dari penambahan tanaman produktif dan perolehan aset tetap
masing-masing sebesar Rp 297,39 miliar dan Rp 89,55 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
2020 masing-masing adalah sebesar Rp 841,04 miliar, Rp 437,01 miliar,
Rp 882,95 miliar, Rp 807,58 miliar, Rp 1.179,53 miliar, dan Rp 218,48 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 841,04 miliar terutama berasal dari pembayaran dividen tunai kepada
pemegang saham sebesar Rp 600,12 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 437,01 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham,
pembayaran utang obligasi dan sukuk ijarah, pembayaran beban keuangan,
serta pembayaran utang bank masing-masing sebesar Rp 220,05 miliar,
Rp 364,30 miliar, Rp 241,10 miliar, dan Rp 593,25 miliar yang disertai dengan
perolehan utang bank sebesar Rp 1.000,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 882,95 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham,
pembayaran utang obligasi dan sukuk ijarah, pembayaran beban keuangan,
serta pembayaran utang bank masing-masing sebesar Rp 360,09 miliar,
Rp 383,50 miliar, Rp 249,45 miliar, dan Rp 595,00 miliar yang disertai dengan
perolehan utang bank sebesar Rp 730,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 807,58 miliar
terutama berasal dari pembayaran pembayaran dividen tunai kepada pemegang
saham, pembayaran beban keuangan, dan pembayaran utang bank masing-
masing sebesar Rp 409,19, Rp 283,80 miliar, dan Rp 1.498,26 miliar yang
disertai dengan perolehan utang obligasi dan sukuk ijarah serta perolehan utang
bank masing-masing sebesar Rp 830,50 miliar dan Rp 594,39 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1.179,53 miliar
terutama berasal dari pembayaran beban keuangan dan pembayaran utang
bank masing-masing sebesar Rp 345,42 miliar dan Rp 1.997,51 miliar yang
disertai dengan perolehan utang obligasi dan sukuk ijarah serta perolehan utang
bank masing-masing sebesar Rp 569,50 miliar dan Rp 632,21 miliar.




                               45
Page 47
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 218,48 miliar
            terutama berasal dari pembayaran beban keuangan dan pembayaran utang
            bank masing-masing sebesar Rp 363,26 miliar dan Rp 4.291,02 miliar yang
            disertai dengan perolehan utang obligasi dan sukuk ijarah serta perolehan utang
            bank masing-masing sebesar Rp 600,00 miliar dan Rp 3.882,89 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                         1,08         1,26        1,23        1,32        1,09        0,73
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                         0,64         0,53        0,56        0,55        0,54        0,36
            Ekuitas terhadap jumlah aset                   0,59         0,58        0,55        0,51        0,47        0,39
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset         0,41         0,42        0,45        0,49        0,53        0,61
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             0,69         0,72        0,83        0,96        1,12        1,57
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                             32,30%      28,11%      23,61%      34,97%      31,96%      25,24%
            Marjin laba usaha                             23,59%      22,19%      16,66%      28,55%      27,07%      19,59%
            Marjin laba (rugi) tahun berjalan             15,67%      12,25%       7,84%      18,33%      15,60%      -5,48%
            Laba usaha terhadap aset                      15,08%      11,81%       9,30%      15,81%      14,50%       7,04%
            Imbal hasil aset                              10,02%       6,52%       4,38%      10,15%       8,35%      -1,97%
            Laba usaha terhadap ekuitas                   25,44%      20,35%      16,99%      30,96%      30,75%      18,07%
            Imbal hasil ekuitas                           16,91%      11,23%       8,00%      19,87%      17,72%      -5,05%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan      penjualan   dari jumlah    investasi    Perseroan.      Pada
            tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020,
            rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,64; 0,53; 0,56; 0,55; 0,54;
            dan 0,36

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,59; 0,58; 0,55; 0,51; 0,47; dan 0,39.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
            2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,41;
            0,42; 0,45; 0,49; 0,53; dan 0,61, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 0,69; 0,72; 0,83; 0,96; 1,12; dan 1,57.




                                                     46
Page 48
III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
            masing-masing adalah 10,02%, 6,52%, 4,38%, 10,15%, dan 8,35%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan
            2021 masing-masing adalah 16,91%, 11,23%, 8,00%, 19,87%, dan 17,72%.

III.B.      Analisis atas Kinerja Historis NSP

            Laporan keuangan NSP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
            30 Juni 2025 telah diaudit oleh KAP PSSU dengan pendapat wajar tanpa
            modifikasian. Laporan keuangan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
            tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 telah diaudit oleh KAP
            PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

            Ikhtisar data keuangan penting NSP adalah sebagai berikut:

III.B.1.    Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan       30/06/25       31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21     31/12/20

            ASET
            ASET LANCAR
            Kas                                          3.456       4.936       2.918       2.977       1.898            398
            Piutang usaha - pihak ketiga                 8.114       4.203       1.051       1.496         875          1.299
            Piutang lain-lain
              Pihak berelasi                                 -           -           -           6           -              -
              Pihak ketiga                                 163         265          85         148          30            189
            Persediaan                                  10.480      17.480      11.745       9.636       5.279         10.243
            Aset biologis                                3.288       3.097       2.228         476         539            640
            Pajak dibayar di muka                            -          48           -           -           -              -
            Biaya dibayar di muka dan uang muka          1.501       1.103         820         252         786            234
            Jumlah Aset Lancar                          27.002      31.132      18.847      14.992       9.407         13.003
            ASET TIDAK LANCAR
            Tanaman produktif
              Tanaman menghasilkan                     225.182     163.437     171.329      13.601      14.868         16.136
              Tanaman belum menghasilkan               216.842     281.593     273.946     432.537     422.570        411.931
            Aset tetap                                  42.452      43.781      50.502      56.122      68.820         83.287
            Aset tidak lancar lainnya                    8.547       8.547       8.547       8.547       8.647          8.534
            Jumlah Aset Tidak Lancar                   493.023     497.359     504.325     510.807     514.905        519.887
            JUMLAH ASET                                520.025     528.491     523.172     525.799     524.312        532.890




                                                  47
Page 49
                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan   30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha - pihak ketiga                 4.414        5.950         7.682         3.828         2.039         2.907
           Utang lain-lain
             Pihak berelasi                              63            -             -            -             -              -
             Pihak ketiga                             3.030        3.412         3.434          210           414            167
           Utang pajak                                1.250           61           230           84            89             34
           Beban akrual                               1.180        1.372         1.018          907           829            915
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            9.938      10.794        12.363          5.030         3.371         4.023
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas imbalan kerja                   4.636        4.323        3.603         3.028         2.948          3.725
           Liabilitas pajak tangguhan                 2.805            -            -             -             -              -
           Liabilitas jangka panjang lainnya              -            -      319.168       319.168       319.168        319.168
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           7.441        4.323      322.772       322.196       322.116        322.893
           JUMLAH LIABILITAS                         17.379      15.118       335.135       327.226       325.487        326.916
           EKUITAS
           Modal saham                          1.419.750      1.419.750       365.000       365.000       365.000       365.000
           Uang muka setoran modal                  6.900              -       710.850       686.050       659.400       642.900
           Saldo defisit                         (924.004)      (906.377)     (887.813)     (852.478)     (825.575)     (801.926)
           JUMLAH EKUITAS                           502.646     513.373       188.037       198.572       198.825        205.974
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            520.025     528.491       523.172       525.799       524.312        532.890




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset NSP pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
           2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 520,03 miliar,
           Rp 528,49 miliar, Rp 523,17 miliar, Rp 525,80 miliar, Rp 524,31 miliar, dan
           Rp 532,89 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset NSP mengalami penurunan sebesar
           Rp 8,47 miliar atau setara dengan 1,60% dibandingkan dengan jumlah aset pada
           tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
           persediaan dan tanaman produktif – tanaman belum menghasilkan masing-
           masing sebesar Rp 7,00 miliar dan Rp 64,75 miliar yang disertai dengan
           kenaikan tanaman produktif – tanaman menghasilkan sebesar Rp 61,75 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset NSP mengalami kenaikan sebesar
           Rp 5,32 miliar atau setara dengan 1,02% dibandingkan dengan jumlah aset pada
           tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
           kas, piutang usaha – pihak ketiga, persediaan, dan tanaman produktif – tanaman
           belum menghasilkan masing-masing sebesar Rp 2,02 miliar, Rp 3,15 miliar,
           Rp 5,74 miliar, dan Rp 7,65 miliar yang disertai dengan penurunan tanaman
           produktif – tanaman menghasilkan dan aset tetap masing-masing sebesar
           Rp 7,89 miliar dan Rp 6,72 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset NSP mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,63 miliar atau setara dengan 0,50% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan tanaman produktif – tanaman belum menghasilkan dan aset tetap
           masing-masing sebesar Rp 158,59 miliar dan Rp 5,62 miliar yang disertai
           dengan kenaikan persediaan, aset biologis, dan tanaman produktif – tanaman
           menghasilkan masing-masing sebesar Rp 2,11 miliar, Rp 1,75 miliar, dan
           Rp 157,73 miliar.



                                               48
Page 50
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset NSP mengalami kenaikan sebesar
           Rp 1,49 miliar atau setara dengan 0,28% dibandingkan dengan jumlah aset pada
           tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
           persediaan dan tanaman produktif – tanaman belum menghasilkan masing-
           masing sebesar Rp 4,36 miliar dan Rp 9,97 miliar yang disertai dengan
           penurunan aset tetap sebesar Rp 12,70 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset NSP mengalami penurunan
           sebesar Rp 8,58 miliar atau setara dengan 1,61% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan persediaan dan aset tetap masing-masing sebesar Rp 4,96 miliar dan
           Rp 14,47 miliar yang disertai dengan kenaikan tanaman produktif – tanaman
           belum menghasilkan sebesar Rp 10,64 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas NSP pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 17,38 miliar,
           Rp 15,12 miliar, Rp 335,14 miliar, Rp 327,23 miliar, Rp 325,49 miliar, dan
           Rp 326,92 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas NSP mengalami kenaikan sebesar
           Rp 2,26 miliar atau setara dengan 14,96% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
           pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan utang pajak dan liabilitas pajak tangguhan masing-masing sebesar
           Rp 1,19 miliar dan Rp 2,81 miliar yang disertai dengan penurunan utang usaha
           – pihak ketiga sebesar Rp 1,54 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas NSP mengalami penurunan
           sebesar Rp 320,02 miliar atau setara dengan 95,49% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka panjang lainnya sebesar
           Rp 319,17 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas NSP mengalami kenaikan
           sebesar Rp 7,91 miliar atau setara dengan 2,42% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan utang usaha – pihak ketiga dan utang lain-lain – pihak ketiga
           masing-masing sebesar Rp 3,85 miliar dan Rp 3,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas NSP mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1,74 miliar atau setara dengan 0,53% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan utang usaha – pihak ketiga sebesar Rp 1,79 miliar.




                                          49
Page 51
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas NSP mengalami penurunan
           sebesar Rp 1,43 miliar atau setara dengan 0,44% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan utang usaha – pihak ketiga dan liabilitas imbalan kerja masing-
           masing sebesar Rp 0,87 miliar dan Rp 0,78 miliar.

III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas NSP pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 502,65 miliar,
           Rp 513,37 miliar, Rp 188,04 miliar, Rp 198,57 miliar, Rp 198,83 miliar, dan
           Rp 205,97 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas NSP mengalami penurunan sebesar
           Rp 10,73 miliar atau setara dengan 2,09% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
           pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi
           periode berjalan yang dibukukan oleh NSP sebesar Rp 17,64 miliar yang disertai
           dengan kenaikan uang muka setoran modal sebesar Rp 6,90 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas NSP mengalami kenaikan
           sebesar Rp 325,34 miliar atau setara dengan 173,02% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan modal saham sebesar Rp 1.054,75 miliar yang
           disertai dengan penurunan uang muka setoran modal sebesar Rp 710,85 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas NSP mengalami penurunan
           sebesar Rp 10,54 miliar atau setara dengan 5,31% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh NSP sebesar Rp 35,47 miliar yang
           disertai dengan kenaikan uang muka setoran modal sebesar Rp 24,80 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas NSP mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,25 miliar atau setara dengan 0,13% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh NSP sebesar Rp 27,18 miliar yang
           disertai dengan kenaikan uang muka setoran modal sebesar Rp 26,65 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas NSP mengalami penurunan
           sebesar Rp 7,15 miliar atau setara dengan 3,47% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh NSP sebesar Rp 24,36 miliar yang
           disertai dengan kenaikan uang muka setoran modal sebesar Rp 16,50 miliar.




                                          50
Page 52
III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                     Keterangan
                                                                    (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Penjualan                                                     33.543         49.380        26.800        26.114         20.141        26.801
           Beban pokok penjualan                                         42.757         59.657        55.371        48.776         41.037        51.888
           Rugi bruto                                                     (9.214)      (10.276)      (28.571)      (22.662)       (20.897)      (25.087)
           Perubahaan nilai wajar aset biologis                              192           869         1.752           (63)          (102)          306
           Beban penjualan dan pemasaran                                  (3.896)       (5.021)       (3.623)       (3.399)        (2.655)       (3.281)
           Beban umum dan administrasi                                    (1.615)       (3.852)       (1.401)       (1.105)          (706)       (1.651)
           Pendapatan operasi lain                                            22            18            51           253             52           612
           Beban operasi lain                                               (330)           (9)       (3.688)         (206)           (56)            -
           Rugi usaha                                                    (14.842)      (18.272)      (35.480)      (27.182)       (24.364)      (29.100)
           Provisi liabilitas kontingensi                                      -             -             -             -              -      (319.168)
           Pendapatan keuangan                                                 8            13             7             7              8            10
           Laba sebelum pajak penghasilan                                (14.834)      (18.259)      (35.474)      (27.175)       (24.356)     (348.258)
           Beban pajak pengahasilan                                       (2.805)            -             -             -              -       (14.882)
           Rugi periode/tahun berjalan                                   (17.639)      (18.259)      (35.474)      (27.175)      (24.356)      (363.141)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                           11.044      (304.506)      137.752       272.290       707.238       (273.452)
           Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan         (6.595)     (322.765)      102.278       245.115       682.882       (636.593)




III.B.6    Penjualan

           Penjualan NSP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 33,54 miliar, Rp 49,38 miliar, Rp 26,80 miliar, Rp 26,11 miliar, Rp 20,14 miliar,
           dan 26,80 miliar.

           Penjualan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           mengalami kenaikan sebesar Rp 22,58 miliar atau setara dengan 84,25%
           dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023.

           Penjualan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           mengalami kenaikan sebesar Rp 0,69 miliar atau setara dengan 2,63%
           dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022.

           Penjualan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           mengalami kenaikan sebesar Rp 5,97 miliar atau setara dengan 29,66%
           dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.

           Penjualan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
           mengalami penurunan sebesar Rp 6,66 miliar atau setara dengan 24,85%
           dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020.




                                                                    51
Page 53
III.B.7.   Rugi Periode/Tahun Berjalan

           Rugi periode/tahun berjalan NSP untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 17,64 miliar, Rp 18,26 miliar, Rp 35,47 miliar, Rp 27,18 miliar, Rp 24,36 miliar,
           dan 363,14 miliar.

           Rugi tahun berjalan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 17,22 miliar atau setara
           dengan 48,53% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi tahun berjalan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 8,30 miliar atau setara
           dengan 30,54% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 2,82 miliar atau setara
           dengan 11,57% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi tahun berjalan NSP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 338,79 miliar atau setara
           dengan 93,29% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                30/06/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                 Keterangan
                                                               (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                            29.633         46.228        27.246        25.492         20.565        28.880
           Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, beban
            operasi, dan lain-lain                                  (33.654)     (379.206)      (36.714)      (39.553)       (24.728)      (30.956)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi              (4.021)     (332.978)       (9.468)      (14.061)        (4.164)        (2.076)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                      (2.190)       (1.808)       (8.865)       (2.502)        (1.313)        (1.131)
           Penambahan tanaman produktif                              (2.177)       (7.188)       (6.492)       (9.020)        (9.532)        (9.043)
           Penerimaan pendapatan bunga                                    8            13             7             7              8             10
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi            (4.359)       (8.983)      (15.351)      (11.515)       (10.837)      (10.163)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan uang muka setoran modal                        6.900        343.900        24.800        26.650         16.500        11.500
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan             6.900        343.900        24.800        26.650         16.500        11.500
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS                           (1.480)        1.939           (19)        1.074          1.499          (740)
           Dampak neto perubahan nilai tukar atas kas                     0           79            (40)            5              0              0
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                        4.936          2.918         2.977         1.898            398         1.138
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                       3.456          4.936         2.918         2.977          1.898           398




                                                               52
Page 54
Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi NSP untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-
masing adalah sebesar Rp 4,02 miliar, Rp 332,98 miliar, Rp 9,47 miliar,
Rp 14,06 miliar, Rp 4,16 miliar, dan Rp 2,08 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi NSP untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 4,02 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, beban operasi,
dan lain-lain sebesar Rp 33,65 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 29,63 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 332,98 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, beban operasi,
dan lain-lain sebesar Rp 379,21 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 9,47 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, beban operasi,
dan lain-lain sebesar Rp 36,71 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 27,25 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 14,06 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, beban operasi,
dan lain-lain sebesar Rp 39,55 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 25,49 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 4,16 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, beban operasi,
dan lain-lain sebesar Rp 24,73 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 20,57 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,08 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, beban operasi,
dan lain-lain sebesar Rp 30,96 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 28,88 miliar.




                               53
Page 55
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi NSP untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 4,36 miliar, Rp 8,98 miliar, Rp 15,35 miliar,
Rp 11,52 miliar, Rp 10,84 miliar, dan Rp 10,16 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi NSP untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 4,36 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan tanaman produktif
masing-masing sebesar Rp 2,19 miliar dan Rp 2,18 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 8,98 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif sebesar Rp 7,19 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 15,35 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan tanaman produktif masing-
masing sebesar Rp 8,87 miliar dan Rp 6,49 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 11,52 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif sebesar Rp 9,02 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 10,84 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif sebesar Rp 9,53 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi NSP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 10,16 miliar terutama
berasal dari penambahan tanaman produktif sebesar Rp 9,04 miliar.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan NSP untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 6,90 miliar, Rp 343,90 miliar, Rp 24,80 miliar,
Rp 26,65 miliar, Rp 16,50 miliar, dan Rp 11,50 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan NSP untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 6,90 miliar
yang seluruhnya berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan NSP untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 343,90 miliar yang
seluruhnya berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.


                               54
Page 56
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan NSP untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 24,80 miliar yang
            seluruhnya berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan NSP untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 26,65 miliar yang
            seluruhnya berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan NSP untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 16,50 miliar yang
            seluruhnya berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan NSP untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 11,50 miliar yang
            seluruhnya berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       30/06/25       31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                          2,72         2,88         1,52         2,98         2,79         3,23
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                          0,13         0,09         0,05         0,05         0,04         0,05
            Ekuitas terhadap jumlah aset                    0,97         0,97         0,36         0,38         0,38         0,39
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset          0,03         0,03         0,64         0,62         0,62         0,61
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas              0,03         0,03         1,78         1,65         1,64         1,59
            Rasio Profitabilitas
            Marjin rugi bruto                             -27,47%      -20,81%     -106,61%      -86,78%     -103,75%      -93,60%
            Marjin rugi usaha                             -44,25%      -37,00%     -132,39%     -104,09%     -120,97%     -108,58%
            Marjin rugi bersih                            -52,58%      -36,98%     -132,36%     -104,06%     -120,93%    -1354,95%
            Rugi usaha terhadap jumlah aset                -5,71%       -3,46%       -6,78%       -5,17%       -4,65%       -5,46%
            Imbal hasil aset                               -6,78%       -3,45%       -6,78%       -5,17%       -4,65%      -68,15%
            Rugi usaha terhadap ekuitas                    -5,91%       -3,56%      -18,87%      -13,69%      -12,25%      -14,13%
            Imbal hasil ekuitas                            -7,02%       -3,56%      -18,87%      -13,69%      -12,25%     -176,30%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan NSP dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi NSP. Pada tanggal-tanggal
            30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio perputaran
            jumlah aset masing-masing adalah 0,13; 0,09; 0,05; 0,05; 0,04; dan 0,05.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset NSP. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,97; 0,97; 0,36; 0,38; 0,38; dan 0,39.




                                                     55
Page 57
III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan NSP untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
            2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,03;
            0,03; 0,64; 0,62; 0,62; dan 0,61, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 0,03; 0,03; 1,78; 1,65; 1,64; dan 1,59.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan NSP dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan NSP dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                           56
Page 58
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang telah
         direviu oleh KAP MSI.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 30 Juni 2025:

                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Setelah
                                 Keterangan        30/06/25       Penyesuaian
                                                                                  Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                            702.302          312.555         1.014.857
         Piutang usaha                                 172.542           (8.114)          164.428
         Piutang lain-lain                             129.316             (101)          129.215
         Persediaan                                    568.817          (10.480)          558.337
         Aset biologis                                 276.531           (3.288)          273.243
         Pajak dibayar di muka                          56.434                -            56.434
         Biaya dibayar di muka                           1.485              (71)            1.414
         Uang muka                                      18.267           (1.429)           16.838
         Jumlah Aset Lancar                           1.925.694         289.072         2.214.766
         ASET TIDAK LANCAR
         Tagihan restitusi pajak                         27.916                -           27.916
         Piutang plasma                                 371.651                -          371.651
         Tanaman produktif                            5.594.003         (504.161)       5.089.842
         Aset tetap                                   2.035.070          (41.583)       1.993.487
         Aset takberwujud                                94.192             (976)          93.216
         Aset pajak tangguhan                           187.537                -          187.537
         Aset hak-guna                                   40.909                -           40.909
         Aset tidak lancar lainnya                       28.082           (8.547)          19.535
         Jumlah Aset Tidak Lancar                     8.379.360         (555.267)       7.824.093
         JUMLAH ASET                                 10.305.054         (266.195)      10.038.859




                                              57
Page 59
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            Setelah
                       Keterangan                         30/06/25       Penyesuaian
                                                                                         Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                      300.000                 -          300.000
Utang usaha                                                   481.738            (4.414)         477.324
Utang lain-lain                                                45.317            (3.030)          42.287
Liabilitas kontrak                                            156.652                 -          156.652
Utang pajak                                                   192.367            (1.250)         191.117
Beban akrual                                                   86.682              (439)          86.243
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                         71.890              (742)          71.148
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo
  dalam satu tahun:
  Utang obligasi - neto                                        46.743                 -           46.743
  Sukuk ijarah - neto                                         158.250                 -          158.250
  Utang bank jangka panjang - neto                            224.759                 -          224.759
  Liabilitas sewa                                               4.546                 -            4.546
  Liabilitas keuangan lainnya                                   9.255                 -            9.255
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             1.778.199            (9.875)       1.768.324
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang obligasi - neto                                       448.813                 -          448.813
  Sukuk ijarah - neto                                         229.689                 -          229.689
  Utang bank jangka panjang - neto                          1.351.335                 -        1.351.335
  Liabilitas sewa                                              34.014                 -           34.014
  Liabilitas keuangan lainnya                                  13.611                 -           13.611
Liabilitas imbalan kerja                                      176.134            (4.636)         171.498
Liabilitas pajak tangguhan, neto                               19.944            (2.805)          17.139
Liabilitas jangka panjang lainnya                             145.926                 -          145.926
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            2.419.466            (7.441)       2.412.025
JUMLAH LIABILITAS                                           4.197.665           (17.316)       4.180.349
EKUITAS
Modal saham                                                   363.724                 -          363.724
Tambahan modal disetor                                        583.775          (259.330)         324.445
Saham treasuri                                                   (179)                -             (179)
Komponen ekuitas lain                                          (4.777)                -           (4.777)
Selisih transaksi dengan kepentingan non-pengendali           196.460            10.451          206.911
Saldo laba                                                  4.551.399                 -        4.551.399
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                     5.690.402          (248.879)       5.441.523
Kepentingan non-pengendali                                    416.987                 -          416.987
JUMLAH EKUITAS                                              6.107.389          (248.879)       5.858.510
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              10.305.054          (266.195)      10.038.859




                                                  58
Page 60
                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                       30/06/25                           Setelah
                        Keterangan                                     Penyesuaian
                                                       (6 bulan)                       Transaksi
Penjualan                                                 3.294.163                 -        3.294.163
Beban pokok penjualan                                     2.230.075                 -        2.230.075
Laba bruto                                                1.064.088                 -        1.064.088
Beban usaha                                                (287.084)                -         (287.084)
Laba usaha                                                 777.004                  -          777.004
Beban lain-lain                                            (76.121)                 -          (76.121)
Laba sebelum pajak penghasilan                              700.883                 -          700.883
Beban pajak penghasilan - neto                             (184.566)                -         (184.566)
Laba periode berjalan                                      516.317                  -          516.317
Penghasilan komprehensif lain                                3.353                  -            3.353
Jumlah laba komprehensif periode berjalan                  519.670                  -          519.670
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                    535.205                  -          535.205
  Kepentingan non-pengendali                               (18.888)                 -          (18.888)


Asumsi dan estimasi yang digunakan manajemen dalam penyusunan informasi
keuangan konsolidasian proforma adalah sebagai berikut:

1. Rencana pengalihan Saham NSP

    Harga pengalihan saham NSP milik SBF kepada SAPRL dan milik SM
    kepada SS secara keseluruhan sebesar Rp 316,01 miliar.

    Setelah pengalihan saham NSP, laporan keuangan NSP tidak
    dikonsolidasikan lagi kedalam SGRO Grup. SGRO Grup mencatat transaksi
    kehilangan pengendalian terhadap NSP sesuai dengan PSAK 338
    Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali paragraf 15 tentang entitas yang
    melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali mengakui
    selisih antara imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas
    di ekuitas dan menyajikannya dalam pos tambahan modal disetor. Selisih
    nilai transaksi dengan entitas sepengendali yang merupakan perbedaan
    antara nilai tercatat investasi pada tanggal hilangnya pengendalian sebesar
    Rp 575,34 miliar dengan harga pengalihan saham NSP sebesar
    Rp 316,01 miliar yaitu sebesar Rp 259,33 miliar dicatat sebagai bagian dari
    akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas dalam laporan posisi
    keuangan.




                                               59
Page 61
            Berikut rekonsiliasi arus kas sehubungan dengan pelepasan NSP adalah
            sebagai berikut:

                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan                             30/06/25

             Imbalan yang diterima dari pelepasan NSP                              316.011
             Total aset yang dialihkan:                                            582.206
             Dikurangi total liabilitas yang diambil alih                          (17.316)
             Aset bersih yang dialihkan                                            564.890
             Penyesuaian konsolidasi:
              Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non pengendali             10.451
             Jumlah tercatat investasi pada NSP                                    575.341
             Selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali                  (259.330)



         2. Seluruh transaksi dalam konsolidasian perusahaan, baik transaksi antar
            entitas anak dengan entitas induk, maupun entitas anak dengan entitas anak
            telah di eliminasi.

         3. Penyesuaian proforma belum memperhitungkan dampak perpajakan dan
            biaya lain-lain yang timbul sehubungan dengan Transaksi yang diuraikan di
            atas.

III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham NSP

         RHR, KJPP resmi terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal
         di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
         No. STTD.PPB-06/PJ-1/PM.02/2023, telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan
         sebagai      penilai   independen    sesuai   dengan     surat   penugasan
         No. RHR00BC2A0725117.0 tanggal 21 Juli 2025 dan adendum
         No. RHR00BC2A0725117.1 per tanggal 26 September 2025 serta adendum
         No. RHR00BC2A0725117.2 per tanggal 29 September 2025 yang seluruhnya
         telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
         penilai independen atas nilai pasar 100,00% saham NSP. Hasil penilaian atas
         100,00% saham NSP tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
         saham NSP dengan No. 00376/2.0012-00/BS/01/0005/1/XI/2025 tanggal
         18 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah SBF, SM, SAR, dan
            SS.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham NSP.




                                                            60
Page 62
3. Maksud dan Tujuan Penilaian

   Penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan opini nilai pasar atas 100,00%
   ekuitas NSP untuk tujuan divestasi saham.

4. Asumsi dan Asumsi Khusus

   Asumsi

   •   Objek Penilaian merupakan suatu usaha yang sedang berjalan dan
       diasumsikan akan melanjutkan kegiatan operasionalnya di masa yang
       akan datang;

   •   Objek Penilaian diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan
       perundangundangan yang berlaku secara umum maupun spesifik
       terhadap industrinya agar dapat melakukan kegiatan operasional;

   •   Objek Penilaian dilengkapi dengan kepemilikan yang berlaku dan sah
       secara hukum dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau
       halangan apapun juga;

   •   Untuk tujuan penilaian, RHR telah dilengkapi data dan informasi,
       termasuk laporan keuangan yang digunakan sebagai dasar dalam
       penilaian ini baik yang disediakan oleh Manajemen Perseroan dan/atau
       Pemberi Tugas serta data dan informasi verbal yang diperoleh selama
       investigasi, yang mana diasumsikan akurat, sesuai, dan benar serta tidak
       ada data maupun informasi yang disembunyikan atau sengaja
       disembunyikan;

   •   Dalam penilaian ini, seluruh area baik yang telah dikembangkan maupun
       yang belum dikembangkan, termasuk area dalam sengketa maupun area
       lainnya yang belum teridentifikasi diasumsikan telah dilengkapi dengan
       surat tanah yang sah secara hukum, dapat dialihkan dan bebas dari
       ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga;

   Asumsi Khusus

   •   RHR mengerti bahwa dalam menjalankan kegiatan usaha
       perkebunannya, Perseroan memanfaatkan Izin Usaha Pemanfaatan
       Hasil Hutan Bukan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHBK-HTI)
       sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia
       No. SK.77/Menhut-II/2013 yang ditetapkan tanggal 4 Februari 2013
       seluas ±21.418 hektar, yang mana hak ini akan dievaluasi setiap tahun
       untuk digunakan sebagai dasar dalam kelangsungan pemberian izin
       yang dimaksud. Dalam penilaian ini, IUPHHBKHTI diasumsikan akan
       dapat terus dimanfaatkan;




                               61
Page 63
             •   RHR mengerti bahwa NSP memiliki pabrik sagu dengan kapasitas
                 100 ton sagu kering per hari, atau lebih besar daripada kapasitas
                 eksisting yang dibutuhkan untuk mengelola batang sagu yang dihasilkan
                 dari perkebunan NSP dan berdasarkan historikal operasinya NSP
                 melakukan pembelian batang sagu dan sagu basah dari pihak ketiga.
                 Dalam penilaian ini, RHR mengasumsikan bahwa NSP akan terus dan
                 dapat melakukan pembelian batang sagu dan sagu basah dari pihak
                 ketiga untuk dapat diproses di pabrik sagu NSP.

         5. Metode Penilaian yang Digunakan

             Dalam penilaian ini, RHR menerapkan metode diskonto arus kas (“DCF”)
             untuk pendekatan pendapatan dan adjusted book value method (“ABVM”)
             untuk pendekatan aset.

         6. Kesimpulan Penilaian

             Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah RHR
             terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
             memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat RHR, nilai pasar Objek
             Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 303,01 miliar.

III.E.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
         analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
         berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan;
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan;
         •   Informasi non-keuangan yang relevan; dan
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                        62
Page 64
III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/25          31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                                   Keterangan
                                                (6 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
           Penjualan                             3.212.845        6.874.524     7.341.538     8.294.876     8.870.238      8.918.904
           Beban pokok penjualan                 2.298.428        4.677.928     4.890.894     5.433.288     5.863.440      5.882.636
           Laba bruto                                914.417      2.196.597     2.450.644     2.861.588     3.006.798      3.036.268
           Beban usaha                                52.695        482.980       493.415       509.321       515.590        519.404
           Laba usaha                                861.722      1.713.616     1.957.229     2.352.266     2.491.207      2.516.863
           Beban lain-lain                           (96.828)      (220.953)     (149.835)     (107.569)      (79.366)       (48.237)
           Laba sebelum pajak penghasilan             764.893     1.492.663     1.807.394     2.244.697     2.411.841      2.468.627
           Beban pajak penghasilan - neto            (225.127)     (445.311)     (473.549)     (539.359)     (556.780)      (563.628)
           Laba periode/tahun berjalan               539.766      1.047.352     1.333.846     1.705.339     1.855.061      1.904.998




           Setelah Transaksi
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/25          31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                                   Keterangan
                                                (6 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
           Penjualan                             3.169.749        6.759.792     7.190.859     8.100.688     8.648.628      8.680.249
           Beban pokok penjualan                 2.242.018        4.403.194     4.584.877     5.091.445     5.513.139      5.526.367
           Laba bruto                                927.732      2.356.598     2.605.982     3.009.244     3.135.490      3.153.882
           Beban usaha                                47.571        469.754       476.439       487.816       491.212        493.267
           Laba usaha                                880.161      1.886.844     2.129.543     2.521.427     2.644.277      2.660.615
           Beban lain-lain                           (96.828)      (198.711)     (136.272)     (102.958)      (79.366)       (48.237)
           Laba sebelum pajak penghasilan             783.333     1.688.133     1.993.271     2.418.470     2.564.912      2.612.378
           Beban pajak penghasilan - neto            (225.127)     (371.389)     (438.520)     (532.063)     (564.281)      (574.723)
           Laba periode/tahun berjalan               558.206      1.316.744     1.554.751     1.886.406     2.000.631      2.037.655




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
           periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
           sebesar Rp 43,51 triliun dan Rp 8,39 triliun.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba periode/tahun berjalan
           Perseroan       setelah    Transaksi  masing-masing  adalah   sebesar
           Rp 42,55 triliun dan Rp 9,35 triliun.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
           di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
           tambahan laba periode/tahun berjalan untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga diharapkan dapat meningkatkan
           kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.




                                                63
Page 65
III.E.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.

III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha NSP adalah bergerak dalam bidang usaha
             pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (sagu), bidang usaha industri berbagai
             macam pati palma serta bidang usaha perdagangan besar hasil kehutanan dan
             perburuan yang berlokasi di Selat Panjang, Riau. Dengan demikian, produk yang
             dihasilkan oleh NSP adalah tepung sagu.

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis NSP adalah meliputi
             wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan
             Bekasi.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha NSP adalah sebagai
             berikut:

             •   PT Austindo Nusantara Jaya Tbk;
             •   PT Eco Sago; dan
             •   PT Bangka Asindo Agri.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan NSP
             adalah sebagai berikut:

             •   Mengejar kapasitas produksi sesuai dengan target bulanan dengan
                 memastikan ketersediaan bahan baku dan menjaga ritme produksi secara
                 konsisten;
             •   Mempertahankan buyer existing dengan selalu memenuhi setiap order
                 pembelian tepat waktu dan sesuai spesifikasi yang disepakati; dan
             •   Menaikkan harga jual produk sagu PRIMA baik untuk pasar lokal maupun
                 ekspor secara bertahap dan strategis.




                                            64
Page 66
III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            65
Page 67
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan Akta No. 7 dan Akta No. 8, SBF dan SM masing-masing telah
         menyetujui untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan saham NSP
         kepada SAR dan SS masing-masing sejumlah 2.859.900 dan 9.800 lembar
         saham yang mewakili 99,66% dan 0,34% dari jumlah modal ditempatkan dan
         disetor penuh NSP dengan nilai transaksi masing-masing sebesar
         Rp 314,93 miliar dan Rp 1,08 miliar masing-masing sehubungan dengan
         Transaksi Pengalihan dan Transaksi Pemindahan atau dengan keseluruhan
         nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 316,01 miliar.

         Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP RHR terhadap
         100,00% saham NSP sebagaimana termuat dalam laporannya
         No. 00376/2.0012-00/BS/01/0005/1/XI/2025 tanggal 18 November 2025,
         nilai pasar 100,00% saham NSP adalah sebesar Rp 303,01 miliar.

         Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang dibuat di
         hadapan Notaris Selly Suwignyo, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal
         6 Oktober 2025, NSP telah melakukan peningkatan modal ditempatkan dan
         modal disetor penuh NSP sebanyak 30.200 lembar saham dengan nilai
         nominal sebesar Rp 500.000, di mana sebesar Rp 6,90 miliar telah
         ditempatkan dan disetor penuh yang dicatat sebagai “Uang Muka Setoran
         Modal” pada tanggal 30 Juni 2025 dan sebesar Rp 8,20 miliar ditempatkan
         dan disetor penuh pada bulan September 2025. Dengan demikian, nilai pasar
         100,00% saham NSP setelah peningkatan modal ditempatkan dan modal
         disetor penuh NSP sebesar Rp 8,20 miliar adalah sebesar Rp 311,21 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 316,01 miliar adalah lebih tinggi
         dari nilai pasar 100,00% saham NSP setelah peningkatan modal
         ditempatkan dan modal disetor penuh NSP sebesar Rp 8,20 miliar adalah
         sebesar Rp 311,21 miliar, sehingga Perseroan berpotensi membukukan
         keuntungan. Selisih nilai transaksi sebesar 1,54% tersebut telah sesuai
         dengan POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai
         pasar 100,00% saham NSP setelah peningkatan modal ditempatkan dan
         modal disetor penuh NSP sebesar Rp 8,20 miliar adalah sebesar
         Rp 311,21 miliar.




                                     66
Page 68
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                           Keterangan
                                             (6 bulan)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
   Penjualan                                  3.212.845     6.874.524     7.341.538     8.294.876     8.870.238      8.918.904
   Beban pokok penjualan                      2.298.428     4.677.928     4.890.894     5.433.288     5.863.440      5.882.636
   Laba bruto                                   914.417     2.196.597     2.450.644     2.861.588     3.006.798      3.036.268
   Beban usaha                                   52.695       482.980       493.415       509.321       515.590        519.404
   Laba usaha                                   861.722     1.713.616     1.957.229     2.352.266     2.491.207      2.516.863
   Beban lain-lain                              (96.828)     (220.953)     (149.835)     (107.569)      (79.366)       (48.237)
   Laba sebelum pajak penghasilan               764.893     1.492.663     1.807.394     2.244.697     2.411.841      2.468.627
   Beban pajak penghasilan - neto              (225.127)     (445.311)     (473.549)     (539.359)     (556.780)      (563.628)
   Laba periode/tahun berjalan                  539.766     1.047.352     1.333.846     1.705.339     1.855.061      1.904.998




   Setelah Transaksi
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                           Keterangan
                                             (6 bulan)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
   Penjualan                                  3.169.749     6.759.792     7.190.859     8.100.688     8.648.628      8.680.249
   Beban pokok penjualan                      2.242.018     4.403.194     4.584.877     5.091.445     5.513.139      5.526.367
   Laba bruto                                   927.732     2.356.598     2.605.982     3.009.244     3.135.490      3.153.882
   Beban usaha                                   47.571       469.754       476.439       487.816       491.212        493.267
   Laba usaha                                   880.161     1.886.844     2.129.543     2.521.427     2.644.277      2.660.615
   Beban lain-lain                              (96.828)     (198.711)     (136.272)     (102.958)      (79.366)       (48.237)
   Laba sebelum pajak penghasilan               783.333     1.688.133     1.993.271     2.418.470     2.564.912      2.612.378
   Beban pajak penghasilan - neto              (225.127)     (371.389)     (438.520)     (532.063)     (564.281)      (574.723)
   Laba periode/tahun berjalan                  558.206     1.316.744     1.554.751     1.886.406     2.000.631      2.037.655




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
   periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
   sebesar Rp 43,51 triliun dan Rp 8,39 triliun.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba periode/tahun berjalan
   Perseroan      setelah   Transaksi    masing-masing  adalah   sebesar
   Rp 42,55 triliun dan Rp 9,35 triliun.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan untuk periode enam
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga
   diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
   yang akan datang.




                                        67
Page 69
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun/periode berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk periode enam
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 masing-masing
   adalah sebesar Rp 6,11 triliun dan Rp 6,85 triliun. Dengan demikian, jumlah
   nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan konsolidasian Perseroan
   setelah Transaksi untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2030 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi
   laba periode/tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi
   untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
   dan       untuk     tahun      yang     berakhir     pada     tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2030.

   Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 10,31%,
   yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
   menggunakan formula sebagai berikut:

   Biaya modal ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
   (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
   memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
   yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
   panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Juni
   2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi Indonesia
   berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 10 tahun
   dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,74%, yang diperoleh dari Indonesia
   Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai
   tingkat balikan bebas risiko.




                                  68
Page 70
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 7,03%,
yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2024 yang diterbitkan pada bulan Januari 2025.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2024 sebesar 0,52 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL   =   βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 64,76% untuk
memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00%.
Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 0,78 dengan
rincian perhitungan sebagai berikut:

βL   =   0,52 x (1 + (1 – 22,00%) x 64,76%) = 0,78

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,87% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =       Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =       6,74% + ( 0,78 x 7,03% ) – 1,87%
     =       10,31%




                             69
Page 71
   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
   Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2030 adalah sebagai berikut:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            Proyeksi
                          Keterangan        31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                            (6 bulan)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
    Laba periode/tahun berjalan                539.766    1.047.352    1.333.846    1.705.339    1.855.061      1.904.998
    Faktor diskonto                             0,9521       0,8631       0,7918       0,7264       0,6664         0,6113
    Nilai kini                                 513.911      903.970    1.056.139    1.238.758    1.236.213      1.164.526
    Jumlah nilai kini                        6.113.517




   Setelah Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            Proyeksi
                          Keterangan        31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                            (6 bulan)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
    Laba periode/tahun berjalan                558.206    1.316.744    1.554.751    1.886.406    2.000.631      2.037.655
    Faktor diskonto                             0,9521       0,8631       0,7918       0,7264       0,6664         0,6113
    Nilai kini                                 531.468    1.136.482    1.231.052    1.370.286    1.333.220      1.245.619
    Jumlah nilai kini                        6.848.126




4. Potensi pengembangan komoditas sagu di Indonesia dengan potensi
   permintaan pasar atas sagu sebagai kebutuhan pokok, masih menghadapi
   tantangan besar, antara lain keterbatasan teknologi pengolahan dan
   tingginya biaya logistik alur rantai pasok bahan baku sagu. Pengembangan
   industri sagu memerlukan dukungan penguatan infrastruktur untuk menekan
   biaya logistik sehingga produk sagu lebih kompetitif. Dengan kendala industri
   sagu tersebut, NSP dinilai belum dapat menunjukkan kinerja keuangan yang
   positif yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja keuangan
   konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang. Hal inilah menjadi
   salah satu faktor yang melatarbelakangi SBF dan SM melakukan Transaksi.

5. Dengan kegiatan usaha utama Perseroan yang bergerak dalam bidang
   usaha perkebunan kelapa sawit, Perseroan memandang perlu untuk
   melakukan restrukturisasi bisnis yang strategis untuk meningkatkan efisiensi
   dan fokus pada bisnis kelapa sawit yang dinilai dapat mendukung
   peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
   akan datang dan memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk
   mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis
   yang lebih strategis.




                                       70
Page 72
             6. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
                meningkatkan meningkatkan likuiditas Perseroan dan kinerja keuangan
                konsolidasi Perseroan antara lain dengan menggunakan dana yang
                diperoleh dari hasil Transaksi untuk melakukan investasi yang dapat
                memberikan tingkat balikan yang lebih tinggi dibandingkan NSP yang pada
                akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
                Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.


DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.




                                            71
Page 73
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            72
Page 74
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
   Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           73
Page 75
                                                                                                                          Lampiran B
PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/25          31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                        Keterangan
                                                        (6 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
Penjualan                                                 3.212.845       6.874.524     7.341.538     8.294.876     8.870.238      8.918.904
Beban pokok penjualan                                     2.298.428       4.677.928     4.890.894     5.433.288     5.863.440      5.882.636
Laba bruto                                                 914.417        2.196.597     2.450.644     2.861.588     3.006.798      3.036.268
Beban usaha                                                 52.695          482.980       493.415       509.321       515.590        519.404
Laba usaha                                                 861.722        1.713.616     1.957.229     2.352.266     2.491.207      2.516.863
Beban lain-lain                                            (96.828)        (220.953)     (149.835)     (107.569)      (79.366)       (48.237)
Laba sebelum pajak penghasilan                              764.893       1.492.663     1.807.394     2.244.697     2.411.841      2.468.627
Beban pajak penghasilan - neto                             (225.127)       (445.311)     (473.549)     (539.359)     (556.780)      (563.628)
Laba periode/tahun berjalan                                539.766        1.047.352     1.333.846     1.705.339     1.855.061      1.904.998



PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/25          31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29       31/12/30
                        Keterangan
                                                        (6 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
Penjualan                                                 3.169.749       6.759.792     7.190.859     8.100.688     8.648.628      8.680.249
Beban pokok penjualan                                     2.242.018       4.403.194     4.584.877     5.091.445     5.513.139      5.526.367
Laba bruto                                                 927.732        2.356.598     2.605.982     3.009.244     3.135.490      3.153.882
Beban usaha                                                 47.571          469.754       476.439       487.816       491.212        493.267
Laba usaha                                                 880.161        1.886.844     2.129.543     2.521.427     2.644.277      2.660.615
Beban lain-lain                                            (96.828)        (198.711)     (136.272)     (102.958)      (79.366)       (48.237)
Laba sebelum pajak penghasilan                              783.333       1.688.133     1.993.271     2.418.470     2.564.912      2.612.378
Beban pajak penghasilan - neto                             (225.127)       (371.389)     (438.520)     (532.063)     (564.281)      (574.723)
Laba periode/tahun berjalan                                558.206        1.316.744     1.554.751     1.886.406     2.000.631      2.037.655




                                                                    74
Page 76
                                                                                                                       Lampiran C
PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Proyeksi
                      Keterangan                         31/12/25          31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                                         (6 bulan)        (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
Laba periode/tahun berjalan                                 539.766        1.047.352    1.333.846    1.705.339    1.855.061      1.904.998
Faktor diskonto                                              0,9521           0,8631       0,7918       0,7264       0,6664         0,6113
Nilai kini                                                  513.911          903.970    1.056.139    1.238.758    1.236.213      1.164.526
Jumlah nilai kini                                          6.113.517



PT Sampoerna Agro Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Proyeksi
                      Keterangan                         31/12/25          31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                                         (6 bulan)        (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
Laba periode/tahun berjalan                                 558.206        1.316.744    1.554.751    1.886.406    2.000.631      2.037.655
Faktor diskonto                                              0,9521           0,8631       0,7918       0,7264       0,6664         0,6113
Nilai kini                                                  531.468        1.136.482    1.231.052    1.370.286    1.333.220      1.245.619
Jumlah nilai kini                                          6.848.126




                                                                     75
Page 77
                                                                               Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

Akta No. 7

Berdasarkan Akta No. 7, SBF dan SAR telah melakukan Transaksi Pengalihan. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam Akta No. 7 adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta No. 7 adalah SBF dan SAR.

•   Objek dan Nilai Transaksi Pengalihan

    Objek transaksi berdasarkan Akta No. 7 adalah transaksi di mana SBF telah menyetujui
    untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan saham NSP sejumlah 2.859.900 lembar
    saham yang mewakili 99,66% dari modal saham yang ditempatkan dan disetor NSP
    kepada SAR dengan nilai transaksi sebesar Rp 314,93 miliar sehubungan dengan
    Transaksi Pengalihan.

•   Hukum yang Berlaku

    Akta No. 7 ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik Indonesia.

Akta No. 8

Berdasarkan Akta No. 8, SM dan SS telah melakukan Transaksi Pemindahan. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam Akta No. 8 adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta No. 8 adalah SM dan SS.

•   Objek dan Nilai Transaksi Pemindahan

    Objek transaksi berdasarkan Akta No. 8 adalah transaksi di mana SM telah menyetujui
    untuk menjual, memindahkan, dan menyerahkan saham NSP kepada SS sejumlah 9.800
    lembar saham yang mewakili 0,34% dari keseluruhan saham yang ditempatkan dan
    disetor dalam NSP dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,08 miliar sehubungan dengan
    Transaksi Pemindahan.

•   Hukum yang Berlaku

    Akta No. 8 ini diatur oleh dan ditafsirkan menurut hukum Republik Indonesia.




                                            76
Page 78
                                                                            Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham NSP


RHR, KJPP resmi terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan
Surat      Tanda    Terdaftar   Profesi     Penunjang     Pasar     Modal      dari   OJK
No. STTD.PPB-06/PJ-1/PM.02/2023, telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai
penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. RHR00BC2A0725117.0 tanggal
21 Juli 2025 dan adendum No. RHR00BC2A0725117.1 per tanggal 26 September 2025 serta
adendum No. RHR00BC2A0725117.2 per tanggal 29 September 2025 yang seluruhnya telah
disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar 100,00% saham NSP. Hasil penilaian atas 100,00% saham NSP tersebut
tertuang      dalam    laporan     penilaian     100,00%      saham      NSP        dengan
No. 00376/2.0012-00/BS/01/0005/1/XI/2025 tanggal 18 November 2025 dengan ringkasan
sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah SBF, SM, SAR, dan SS.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham NSP.

3. Maksud dan Tujuan Penilaian

   Penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan opini nilai pasar atas 100,00% ekuitas NSP
   untuk tujuan divestasi saham.

4. Asumsi dan Asumsi Khusus

   Asumsi

   •   Objek Penilaian merupakan suatu usaha yang sedang berjalan dan diasumsikan akan
       melanjutkan kegiatan operasionalnya di masa yang akan datang;

   •   Objek Penilaian diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan
       perundangundangan yang berlaku secara umum maupun spesifik terhadap
       industrinya agar dapat melakukan kegiatan operasional;

   •   Objek Penilaian dilengkapi dengan kepemilikan yang berlaku dan sah secara hukum
       dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga;




                                           77
Page 79
   •   Untuk tujuan penilaian, RHR telah dilengkapi data dan informasi, termasuk laporan
       keuangan yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian ini baik yang disediakan
       oleh Manajemen Perseroan dan/atau Pemberi Tugas serta data dan informasi verbal
       yang diperoleh selama investigasi, yang mana diasumsikan akurat, sesuai, dan benar
       serta tidak ada data maupun informasi yang disembunyikan atau sengaja
       disembunyikan;

   •   Dalam penilaian ini, seluruh area baik yang telah dikembangkan maupun yang belum
       dikembangkan, termasuk area dalam sengketa maupun area lainnya yang belum
       teridentifikasi diasumsikan telah dilengkapi dengan surat tanah yang sah secara
       hukum, dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga;

   Asumsi Khusus

   •   RHR mengerti bahwa dalam menjalankan kegiatan usaha perkebunannya, Perseroan
       memanfaatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Pada Hutan
       Tanaman Industri (IUPHHBK-HTI) sesuai dengan Surat Keputusan Menteri
       Kehutanan Republik Indonesia No. SK.77/Menhut-II/2013 yang ditetapkan tanggal
       4 Februari 2013 seluas ±21.418 hektar, yang mana hak ini akan dievaluasi setiap
       tahun untuk digunakan sebagai dasar dalam kelangsungan pemberian izin yang
       dimaksud. Dalam penilaian ini, IUPHHBKHTI diasumsikan akan dapat terus
       dimanfaatkan;

   •   RHR mengerti bahwa NSP memiliki pabrik sagu dengan kapasitas 100 ton sagu kering
       per hari, atau lebih besar daripada kapasitas eksisting yang dibutuhkan untuk
       mengelola batang sagu yang dihasilkan dari perkebunan NSP dan berdasarkan
       historikal operasinya NSP melakukan pembelian batang sagu dan sagu basah dari
       pihak ketiga. Dalam penilaian ini, RHR mengasumsikan bahwa NSP akan terus dan
       dapat melakukan pembelian batang sagu dan sagu basah dari pihak ketiga untuk
       dapat diproses di pabrik sagu NSP.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Dalam penilaian ini, RHR menerapkan metode diskonto arus kas (“DCF”) untuk
   pendekatan pendapatan dan adjusted book value method (“ABVM”) untuk pendekatan
   aset.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah RHR terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat RHR, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
   adalah sebesar Rp 303,01 miliar.




                                           78

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.11 MB
Published20 Nov 2025
Pages79
Characters215,801
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SAMPOERNA AGRO Tbk p.1 ×29
linked org PT Sampoerna Bio Fuels p.2 ×6
linked org PT Sungai Menang p.2 ×6
linked person Eka Dharmajanto Kasih p.15 ×5
linked person Saud Usman Nasution p.15
linked person Budi Setiawan Halim p.15
linked person Hero Djajakusumah p.15
linked person Lim King Hui p.15
linked person Parluhutan Sitohang p.15
linked person Heri Harjanto p.15
linked person Eris Ariaman p.15 ×3
linked org Twinwood Family Holdings p.15
linked org Investment Holdings p.22
linked org Austindo Nusantara Jaya Tbk p.65 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org Purwanto p.5
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.14 ×2
possible person Dwi Asmono p.15 ×2
unresolved org PT Sampoerna Strategic p.2
unresolved org PT National Sago Prima p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.3
unresolved org MSI p.7 ×2
unresolved org Purwantono p.7
unresolved org PSS p.7 ×11
unresolved org PSSU p.8 ×2
unresolved org KJPP Rengganis p.8
unresolved org Hamid & Rekan p.8
unresolved person Akta Notaris Liestiani Wang · Notaris p.9 ×7
unresolved person Akta Notaris Selly Suwignyo · Notaris p.9 ×8
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×3
unresolved person Akta Notaris Tina Chandra Gerung p.14 ×2
unresolved org PT Selapan Jaya. Akta p.14
unresolved org Menteri Kehakiman p.14
unresolved person Akta Notaris Sutjipto p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15 ×4
unresolved org Modal Kepemilikan Twinwood Family Holdings Ltd. p.15
unresolved org PT Sampoerna Bio Fuels Dalam Transaksi p.18
unresolved person Mala Mukti · Notaris p.19
unresolved org Menteri p.19 ×3
unresolved org PT Vata Surya Nirvana p.20 ×2
unresolved org PT Sungai Menang Dalam Transaksi p.20
unresolved person Putera Sampoerna. Latar p.20 ×5
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.20
unresolved org Venture Max Resources Pte. Ltd. p.22
unresolved org Xian Investment Holdings Ltd p.22
unresolved org PT Sampoerna Strategic Dalam Transaksi p.23
unresolved person Siti Pertiwi Henny Singgih S.H. · Notaris p.23
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C p.23
unresolved org PT National Sago Prima Dalam Transaksi p.24
unresolved person Akta Notaris Nanda Fauz Iwan p.24 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.24 ×2
unresolved org PT National Sago Prima II. p.28
unresolved org Pangan Nasional p.31
unresolved org Pusat Statistik p.31
unresolved org MSI. Ikhtisar p.58
unresolved org Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK. p.62 ×2
unresolved org PT Eco Sago p.65
unresolved org PT Bangka Asindo Agri. III. p.65
unresolved org KJPP RHR p.67
unresolved org KJPP Kusnanto p.73 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.73
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.73

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 6772 ms 12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'sebagai berikut:'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai '
                'berikut:',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '314.93'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result