Skip to content
Back to announcement

20251120_IBFN_Public Expose_31986802_lamp1.pdf

Other Text extracted IBFN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 29

Page 1

          
Page 2
                                          Lampiran 1
                                039/IBP/CORSEC-SK/XI/2025
                            Ringkasan Public Expose Tahunan 2025
                                    PT Intan Baru Prana Tbk
                                   Senin, 17 November 2025

Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah dilaksanakan
pada :

Hari/Tanggal   : Senin, 17 November 2025
Waktu          : 14.12 WIB – 14.50 WIB
Tempat         : INTA Building Lantai 5
                 Jl. Raya Cakung Cilincing KM 3,5
                 Jakarta 14130
                  Dan melalui Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan tautan
                  berikut :
                  https://zoom.us/j/91042650967?pwd=VFpbaYrF4JNX3VOfxiekvAp8sLrx9.1
                  Meeting ID: 910 4265 0967
                  Passcode: 681907

Agenda dalam acara Public Expose Tahunan 2025 ini, Perseroan membahas hal-hal sebagai berikut:
     1. Sekilas tentang Perseroan;
     2. Kegiatan Usaha Perseroan;
     3. Kinerja Keuangan Perseroan per 30 September 2025;
     4. Aktivitas Perseroan di tahun 2025;
     5. Peluang dan tantangan bisnis di tahun 2026; dan
     6. Sesi Tanya Jawab.

Perseroan melaksanakan Public Expose Tahunan ini melalui mekanisme online dan melalui aplikasi
zoom meeting. Dihadiri oleh 38 orang yang terdiri dari jajaran manajemen Perseroan yaitu Direktur
Utama, Direktur Keuangan dan Komisaris Independen Perseroan serta Pemegang Saham, Publik,
Media, dan Tamu Undangan lainnya.

Dipandu oleh Corporate Secretary Perseroan (Ibu Yunita Rivianti Riyadi) selaku MC dan Moderator
(Ibu Ais), kegiatan Public Expose Tahunan ini dibawakan oleh:
    - Bapak Petrus Halim               : Direktur Utama Perseroan
    - Bapak Willy Cahya Sundara        : Direktur Keuangan Perseroan
    - Bapak Alexander Reyza            : Komisaris Independen Perseroan
    - Ibu Yunita Rivianti Riyadi       : Corporate Secretary Perseroan

Dalam acara Public Expose Tahunan ini, dipaparkan:

   ✓   Sekilas tentang Perseroan yang meliputi Struktur Pemegang Saham, Susunan Pengurus,
       Sumber Daya Manusia, dan Aktivitas Perseroan khususnya yang terkait dengan kegiatan
Page 3
        Corporate Social Responsibility (CSR) di tahun 2025, disampaikan oleh Ibu Yunita Rivianti
        Riyadi selaku Corporate Secretary Perseroan.
    ✓   Terkait dengan Kegiatan Usaha Perseroan sepanjang tahun 2025 disampaikan oleh Bapak
        Alexander Reyza selaku Komisaris Independen Perseroan.
    ✓   Selanjutnya yang berhubungan dengan Kinerja Keuangan Perseroan sampai dengan
        tanggal 30 September 2025 disampaikan oleh Bapak Willy Cahya Sundara selaku Direktur
        Keuangan Perseroan.
    ✓   Sedangkan Peluang dan Tantangan Bisnis di tahun 2026 disampaikan langsung oleh Bapak
        Petrus Halim selaku Direktur Utama Perseroan.
    ✓   Sebelum acara ditutup, diberikan waktu untuk Sesi Tanya Jawab yang dipandu oleh
        moderator Ibu Ais.

Setelah paparan disampaikan oleh Direksi dan Komisaris Independen Perseroan, kemudian
diberikan kesempatan kepada para hadirin dan rekan-rekan media untuk mengajukan pertanyaan
melalui fitur Chat pada Aplikasi Zoom Meeting. Sesi Tanya Jawab ini dipandu oleh Moderator dan
kemudian acara ditutup oleh MC pada pukul 14.50 WIB.

Berikut ini adalah hasil tanya jawab yang terjadi, yaitu:

  1.    Pertanyaan dari Bapak Tjang Paoli – Investor
         Q Apakah dalam jangka waktu kurang dari satu 1 tahun IBFN ada rencana untuk
             pelunasan hutang? Agar balance sheet perusahaan lebih baik.
         A   Perseroan akan terus berupaya meningkatkan kinerja agar dapat memenuhi
             kewajiban pembayaran utang secara lebih optimal. Saat ini, pelunasan dilakukan
             melalui skema installment. Dengan perbaikan kinerja ke depan, Perseroan
             berharap dapat mempercepat penyelesaian kewajiban kepada para Kreditur.
             Selain itu, Perseroan juga melakukan upaya pelunasan melalui penjualan aset-aset
             debitur bermasalah sebagai langkah untuk mempercepat penurunan outstanding
             pokok kepada Kreditur.

  2.    Pertanyaan dari Bapak Daniel - Investor
         Q Mengingat Perseroan kini fokus pada perdagangan alat pengangkutan
             komersial (terutama Sinotruk) dan bisnis rental alat berat/pengangkutan,
             bagaimana proporsi kontribusi pendapatan dari kedua lini bisnis ini
             diproyeksikan untuk tahun 2025 dan 2026? Secara teknis, berapa margin
             kotor rata-rata yang diharapkan dari penjualan unit alat berat dibandingkan
             dengan jasa rental alat berat?
         A   Terkait dengan pendapatan di tahun 2025, Perseroan berhasil meningkatkan
             volume sewa unit rental, dimana peningkatan permintaan rental unit ini turut
             berkontribusi pada penguatan pendapatan di tengah upaya Perseroan menata
             kembali struktur keuangan.”

              Di tahun 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang lebih
              stabil serta perbaikan profitabilitas seiring meningkatnya utilisasi dan penerapan
              strategi ekspansi yang lebih selektif. Dengan pendekatan tersebut, Perseroan
Page 4
    optimistis dapat memasuki tahun 2026 dengan kondisi yang lebih sehat dan
    berdaya saing. Saat ini, fokus Perseroan masih pada penyewaan alat berat
    sehingga belum ada kontribusi dari penjualan alat berat.

Q   Sinergi dengan PT Intraco Penta Tbk (INTA) dan customer base-nya disebut
    sebagai keunggulan. Secara konkret, apa metrik keberhasilan (KPI) utama
    sinergi ini dalam hal lead generation atau penyerapan unit/jasa IBFN? Dan,
    bagaimana strategi manajemen dalam mengoptimalkan pemanfaatan
    aset/unit rental yang sudah ada (misalnya, utilization rate target 2025) untuk
    memastikan efisiensi modal kerja?
A   Sinergi dengan INTA merupakan suatu keunggulan bisnis Perseroan karena masih
    berada dalam 1 (satu) grup usaha dan juga didukung dengan pengalaman yang
    dimiliki oleh INTA Group yang lebih dari 50 tahun di bisnis alat berat.

    Sinergi tersebut memberikan nilai tambah karena sebagian besar pelanggan dan
    proyek yang dijalankan telah memiliki rekam jejak yang jelas, sehingga
    manajemen risiko dapat dilakukan secara lebih efektif. Dengan pemahaman yang
    baik terhadap karakteristik pelanggan serta dukungan kompetensi grup dalam hal
    kualitas dan produktivitas alat berat, Perseroan mampu mengoptimalkan
    operasional unit sewa, meningkatkan nilai bagi pelanggan, serta memberikan
    manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat

Q   Bisnis alat berat dan pengangkutan sangat sensitif terhadap siklus komoditas
    (pertambangan/perkebunan). Apa strategi mitigasi risiko bisnis IBFN untuk
    menghadapi potensi volatilitas harga komoditas (misalnya, batu bara) atau
    perlambatan ekonomi global di tahun 2025/2026? Apakah ada langkah
    diversifikasi ke sektor non-komoditas lain (misalnya, infrastruktur) yang
    sedang dieksplorasi?
A   Menanggapi potensi volatilitas harga komoditas dan perlambatan ekonomi
    global, Perseroan telah menerapkan strategi mitigasi yang meliputi diversifikasi
    pelanggan di beberapa sektor pertambangan.

    Diversifikasi usaha dilakukan dengan memperluas penyewaan alat berat ke
    berbagai komoditas, seperti emas, timah, dan batu bara. Langkah ini merupakan
    bagian dari manajemen risiko Perseroan untuk mengurangi ketergantungan pada
    satu jenis komoditas tertentu serta menjaga stabilitas kinerja di tengah fluktuasi
    pasar.

Q   Perseroan telah memulai bisnis rental di Sumatera (pertambangan) dan
    pengangkutan kayu di Kalimantan. Apakah manajemen telah memiliki
    rencana Capital Expenditure (Capex) yang detail untuk tahun 2025 dan
    2026, khususnya untuk penambahan armada unit Sinotruk atau alat berat
    lainnya? Berapa total alokasi Capex yang disiapkan, dan bagaimana sumber
    pendanaannya (internal/eksternal) untuk mendukung ekspansi geografis ke
    luar wilayah yang sudah ada?
Page 5
     A    Pada bulan Juli 2025, Perseroan melakukan pembelian unit-unit alat berat
          (belanja modal), baik dari dealer maupun unit bekas dari pihak ketiga, sebanyak
          20 unit dengan total nilai sekitar Rp130 miliar, yang pembayarannya dilakukan
          melalui skema cicilan. Dari total unit tersebut, sebanyak 8 unit disewakan untuk
          pekerjaan di Site Mapur – Bangka pada area pertambangan timah, sedangkan 12
          unit lainnya disewakan untuk pekerjaan di Site Rante Bale – Sulawesi Selatan pada
          area pertambangan emas.

          Belanja modal tahun 2026 akan disesuaikan dengan proyek-proyek baru yang
          berhasil diperoleh Perseroan serta mempertimbangkan kecukupan arus kas
          perusahaan. Keterbatasan modal untuk pengadaan unit-unit baru dapat
          diantisipasi melalui penyewaan alat berat dari pihak ketiga, yang disesuaikan
          dengan kebutuhan proyek dan pendapatan rental yang diterima Perseroan. Selain
          itu, belanja modal tetap dimungkinkan untuk dilakukan apabila Perseroan
          memperoleh skema pembayaran yang lebih fleksibel, seperti term of payment
          atau cicilan bertahap dari dealer atau principal.

          Total alokasi Capex 2026 masih dalam perencanaan final menjelang akhir tahun
          dalam RKAB 2026 Perseroan.

     Q    Dengan pertumbuhan pendapatan yang ditargetkan, bagaimana manajemen
          memastikan kualitas laba yang berkelanjutan (misalnya, rasio biaya
          operasional terhadap pendapatan) dan kesehatan neraca Perseroan?
          Mengingat latar belakang sebagai perusahaan pembiayaan, bagaimana
          Perseroan mengelola risiko terkait piutang dan modal kerja di bisnis
          perdagangan/rental alat berat saat ini, serta apa rasio utang terhadap ekuitas
          (DER) yang sehat ditargetkan di akhir tahun 2025?
     A    Untuk menjaga kualitas laba yang berkelanjutan, Perseroan fokus pada
          pengendalian biaya operasional, peningkatan utilisasi armada, serta penguatan
          arus kas agar struktur neraca tetap sehat. Dengan pengalaman sebagai
          perusahaan pembiayaan, Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam
          pengelolaan piutang dan modal kerja melalui seleksi pelanggan yang ketat dan
          pemantauan aging piutang. Perseroan juga menargetkan perbaikan rasio utang
          terhadap ekuitas (DER) secara bertahap hingga mencapai tingkat yang lebih
          konservatif pada akhir tahun 2025.

3.   Pertanyaan dari Bapak Paul Young - Investor
      Q Beban bunga terhadap pendapatan demikian besar, Apakah ada rencana
          Perusahaan untuk melunasi / dengan cara menambah Modal tambahan ke
          perseron?
          Atau ada menambah saham baru dengan mengconvert hutangnya menjadi
          saham tambahan ?
      A   Pertanyaan ini terkait dengan corporate action, Perseroan saat ini belum ada
          rencana untuk corporate action dan nanti akan diinformasikan jika ke depannya
          ada rencana tersebut.
Page 6
     Q    Bagaimana pandangan soal dealer dealer LIUGONG lain yang bisa menjual
          produk LIUGONG? Apakah ada kemungkinan untuk persero menguasai
          penjualan Merk Liugong di domestik?
     A    Terkait dengan produk LiuGong tidak terlalu relevan dengan IBP karena Perseroan
          bukan dealer dari LiuGong.

4.   Pertanyaan dari Bapak Welly - Investor
      Q Terkait induk perusahaan, Intraco Penta tbk mendapatkan persetujuan rups
          untuk pindah alamat kantornya, apakah sudah mendapatkan lokasi yang
          baru? Dan apakah untuk IBFN juga ikut pindah alamat?
      A   Ya, hal tersebut masih dalam tahap perencanaan. Adapun mengenai rencana
          pemindahan kantor INTA, isu tersebut tidak relevan untuk dijawab pada
          kesempatan ini dan akan ditindaklanjuti pada saat Public Expose INTA.”

5.   Pertanyaan dari Ibu Sivana - Media Investortrust.id
      Q Adakah rencana aksi korporasi dalam waktu dekat?
      A   Belum ada untuk rencana aksi korporasi dalam waktu dekat.

     Q    Bagaimana proyeksi pendapatan dan laba untuk tahun depan 2026
     A    Perseroan saat ini masih dalam tahapan finalisasi RKAB sehingga belum dapat
          diinformasikan secara rinci.

     Q    Apa tantangan utama yang memengaruhi kinerja tahun ini?
     A    Tantangan utama/pemberat kinerja tahun ini terutama berasal dari masih
          terbatasnya kapasitas keuangan Perseroan, biaya pemeliharaan armada yang
          meningkat, serta penghentian kegiatan hauling kayu yang memberi dampak
          terhadap pendapatan non-rental. Faktor-faktor tersebut menjadi catatan penting
          bagi Perseroan untuk dikelola secara lebih optimal pada tahun mendatang.

6.   Pertanyaan dari Dhika - Media IDN
      Q Rencana capex di sepanjang 2025 ini berapa? kemudian sumber dananya
          dari mana dan akan digunakan untuk apa?
      A   Pada bulan Juli 2025, Perseroan melakukan pembelian unit-unit alat berat, baik
          dari dealer maupun unit bekas dari pihak ketiga, sebanyak 20 unit dengan total
          nilai sekitar Rp130 miliar, yang pembayarannya dilakukan melalui skema cicilan.
          Dari total unit tersebut, sebanyak 8 unit disewakan untuk pekerjaan di Site Mapur
          – Bangka pada area pertambangan timah, sedangkan 12 unit lainnya disewakan
          untuk pekerjaan di Site Rante Bale – Sulawesi Selatan pada area pertambangan
          emas.

          Sumber pendanaan berasal dari pendapatan rental yang diperoleh Perseroan,
          sehingga kapasitas belanja modal (Capex) Perseroan pada tahun 2025 akan
          sejalan dengan tingkat pendapatan dari kegiatan rental tersebut.
Page 7
     Q    Di tahun 2026, ada aksi korporasi apa yang akan dilakukan perseroan?
     A    Sejauh ini Perseroan belum ada rencana atas hal tersebut.

7.   Pertanyaan dari Puti - Media Inews.id
      Q Bagaimana Perseroan menilai iklim industri pada tahun ini dan tahun
          mendatang dengan sejumlah kebijakan2 pemerintah yg ada?
      A   Pemerintah berencana menurunkan produksi komoditas tambang melalui
          pengurangan RKAB seluruh IUP pada tahun 2026 untuk menjaga stabilitas harga
          melalui pengendalian suplai. Tekanan harga komoditas mendorong pelaku IUP
          melakukan efisiensi, antara lain melalui optimalisasi biaya sewa alat, adopsi
          kendaraan listrik (EV), serta perbaikan desain tambang. Dalam kondisi tersebut,
          IBP berada pada posisi yang diuntungkan apabila permintaan terhadap jasa sewa
          maupun penggunaan EV meningkat.

          Perseroan menangkap peluang tersebut melalui kerja sama dengan mitra
          pabrikan asal China serta memenuhi kebutuhan pelanggan yang mencari solusi
          alat berat dengan biaya lebih ekonomis. Penggunaan EV sendiri berpotensi
          menurunkan konsumsi bahan bakar hingga sekitar 40%.

          Kebijakan pemerintah tersebut membuka peluang bisnis yang signifikan bagi
          Perseroan, khususnya dalam menyediakan solusi sewa alat berat dan unit berbasis
          EV. Peluang ini diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan
          Perseroan pada tahun 2026.”

     Q    Apakah ada rencana ekspansi IBFN dalam mengembangkan lini bisnis
          pembiayaan ini?
     A    Perseroan tidak lagi menjalankan kegiatan usaha pembiayaan sehubungan
          dengan pencabutan izin usaha pembiayaan oleh OJK.

8.   Pertanyaan dari Ghafur – Media Investor Daily
      Q Bagaimana target pendapatan dan laba tahun ini serta akan seperti apa
          proses 2026 mendatang?
      A   Target pendapatan dan laba Perseroan pada tahun ini maupun tahun depan
          disusun secara realistis namun tetap berorientasi pada pertumbuhan. Perseroan
          berfokus menjaga kenaikan pendapatan secara konsisten melalui optimalisasi
          produktivitas armada dan penguatan margin lewat efisiensi operasional.

          Di tahun 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang lebih
          stabil serta perbaikan profitabilitas seiring meningkatnya utilisasi dan penerapan
          strategi ekspansi yang lebih selektif. Dengan pendekatan tersebut, Perseroan
          optimistis dapat memasuki tahun 2026 dengan kondisi yang lebih sehat dan
          berdaya saing.
Page 8
       Q    Elaborasi untuk strategi 2026 dan belanja modal 2026?
       A    Ke depan, fokus kami adalah membangun IBP sebagai perusahaan rental alat
            berat yang lebih tangguh dan siap tumbuh. Kami akan memperkuat utilisasi
            armada, meningkatkan akurasi pengelolaan operasional, dan memperluas
            peluang kerja sama pada proyek-proyek yang memiliki prospek jangka panjang.
            Dengan disiplin biaya dan pengelolaan aset yang lebih cerdas, kami menargetkan
            kinerja yang jauh lebih solid pada tahun 2026.

            Belanja modal 2026 akan disesuaikan dengan perolehan kerjasama project baru
            yang akan diperoleh pada tahun 2026. Saat ini Perseroan masih dalam proses
            penyusunan RKAB tahun 2026.




Demikian ringkasan jalannya kegiatan Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk yang dapat
kami laporkan. Terima kasih.
Page 9
                          Lampiran 2.
                  039/IBP/CORSEC-SK/XI/2025
                        DAFTAR HADIR

No             Nama                             Instansi
 1   Agustinus                   Publik
 2   Aldyth                      Investortrust
 3   Alexander Reyza             Komisaris Independen - IBP
 4   Anca Ardiansyah             Publik
 5   Annisa                      Bisnis Indonesia
 6   Bani                        Harian Ekonomi Neraca
 7   Bernadetta Rooswitha Dewi   Publik
 8   Calvin P.                   INTA
 9   Desty Luthfiani             KabarBursa.com
10   Dhera                       IDXChannel.com
11   Dhika Putra                 Idnfinancials.com
12   Dian Sulinda                Publik
13   Emon                        INTA
14   Fajar Prasetio              Publik
15   Feri Naomi                  INTA
16   Fifi Maila                  INTA
17   Ghafur                      Investor Daily
18   Handung                     Publik
19   Hendra Gusman               PT Bank Syariah Indonesia Tbk
20   Hendra Wahyu                INTA
21   Hermawan                    Indonesia ShangBao
22   Hermawan                    Harian Indonesia
23   Ita Herawati                Publik
24   Ivan Agustinus L.           INTA
25   Komarudin Muchtar           emitennews.com
26   Moeha                       Shangbao Indonesia
27   Nana Aghitsna               Warta Ekonomi
28   Nofika                      Publik
29   Paul Young                  GIAT.edu
30   Petrus Halim                Direktur Utama - IBP
31   Puti Aini                   inews.id
32   Rika                        IBP
33   SBI Holdings                Pemegang Saham
34   Selly Febrina               Publik
35   Sivana Zahla                investortrust.id
36   Sofwan Bayan                Publik
37   Willianto Febriansa         INTA
38   Yunita R. Riyadi            Corsec - IBP
Page 10
                                        Lampiran 3.
                               039/IBP/CORSEC-SK/XI/2025
                               Kliping – Pemberitaan Media

Media Online

   1. IBFN: Lini perdagangan alat pengangkutan komersial tingkatkan kinerja
      Antaranews.com
      Oleh: Muhammad Heriyanto
      Selasa, 17 Desember 2024
      https://m.antaranews.com/berita/4534018/ibfn-lini-perdagangan-alat-pengangkutan-
      komersial-
      tingkatkankinerja?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_
      category




      Jakarta (ANTARA) - Direktur PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) Petrus Halim meyakini lini usaha
      baru yaitu perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis
      perseroan secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha ke depan.

      Ia menjelaskan, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis
      di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan pada tahun
      lalu.

      "Produk yang dipasarkan perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat
      dipakai di area perkebunan, pertambangan dan konstruksi, dengan harga yang bersaing
      pada kelasnya, serta sudah diterima dengan baik di Indonesia," ujar Petrus dalam public
      expose di Jakarta, Selasa.

      Sejak Desember 2023, ia menjelaskan perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk
      pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dengan
      menginvestasikan sebanyak 10 unit sinotruk untuk mengangkut kayu.
Page 11
   "Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah
   dapat dilakukan di site lainnya di luar wilayah Kalimantan," ujar Petrus.

   Pada Oktober 2024, lanjutnya, perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis,
   dengan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk pekerjaan
   tambang di wilayah Sumatera.
   "Di site ini, perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang," ujar Petrus.

   Petrus menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih
   terbuka luas, ditambah adanya akses customer base dan fasilitas INTA Grup yang bisa
   dimanfaatkan.

   Namun demikian, Ia menyebut ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi perseroan pada
   2025, diantaranya persaingan dengan beberapa penyedia produk sejenis dan perusahaan
   pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan.

   "Target market yang terbatas untuk existing produk, sehingga perseroan memerlukan
   dukungan yang kuat dari principal dan pemegang saham, untuk melakukan diversifikasi
   usaha guna menjaga kelangsungan usaha perseroan," ujar Petrus.

   Per September 2024, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp15,85 miliar, atau
   meningkat dibandingkan senilai Rp2,89 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

   Petrus mengatakan konsistensi pertumbuhan tidak terlepas dari dukungan jaringan INTA
   yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir seluruh
   wilayah di Indonesia.

   "Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh perseroan
   dan INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami
   pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-
   peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,"
   kata Petrus.



2. Intan Baru (IBFN) Optimistis Tingkatkan Kinerja melalui Diversifikasi Usaha
   kontan.co.id
   Oleh: Rashif Usman
   Selasa, 17 Desember 2024
   https://amp.kontan.co.id/news/intan-baru-ibfn-optimistis-tingkatkan-kinerja-melalui-
   diversifikasi-usaha
Page 12
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis prospek lini usaha
baru di sektor perdagangan alat pengangkutan komersial akan tumbuh positif di tahun-
tahun mendatang.

Sejak tahun lalu, IBFN mulai melakukan diversifikasi usaha dengan merambah bisnis rental
alat berat dan jasa pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan
dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan di sektor perkebunan, pertambangan, dan
konstruksi.

Dengan harga kompetitif di kelasnya, produk ini diklaim telah mendapatkan penerimaan
yang baik di pasar domestik.

Direktur IBFN, Petrus Halim menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja IBFN tidak terlepas
dari dukungan induk usaha yakni PT Intraco Penta Tbk (INTA). Menurutnya, INTA memiliki
pengalaman lebih dari lima dekade di industri alat berat serta jaringan yang tersebar luas di
seluruh Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan eksisting produk yang ditangani oleh IBFN dan
juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami
pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-
peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis perseroan serta grup usaha INTA,”
kata Petrus saat publix expose, Selasa (17/12).

Pada Desember 2023, IBFN mulai mengembangkan usaha pengangkutan kayu di Site
Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. IBFN menginvestasikan 10 unit SINOTRUK untuk
mendukung operasional di proyek ini. IBFN juga tengah menganalisis potensi
pengembangan bisnis serupa di lokasi lain di luar Kalimantan.

Tidak hanya itu, pada Oktober 2024, IBFN merambah bisnis rental alat berat untuk proyek
tambang di Sumatra. Dalam proyek ini, perusahaan mempekerjakan 12 karyawan di lokasi
tambang.
Page 13
   Selain itu, Petrus menyadari sejumlah tantangan yang akan dihadapi pada 2025, seperti
   persaingan ketat dengan penyedia produk sejenis, kebutuhan untuk menjaga kualitas dan
   harga produk, serta meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

   Berdasarkan laporan kinerja keuangannya per kuartal III-2024, IBFN mencatatkan rugi bersih
   tahun berjalan mencapai Rp 77,89 miliar, naik 38,91% bila dibandingkan dengan periode
   yang sama tahun lalu sebesar Rp 56,07 miliar.

   Sementara itu, pendapatan bersih perusahaan tercatat mencapai Rp 2,95 miliar, naik tipis
   2,23% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,89 miliar.



3. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis Potensi Bisnis Kian Terbuka Luas di 2025
   Idxchannel.com
   Oleh: Dhera Arizona
   Selasa, 17 Desember 2024
   https://www.idxchannel.com/amp/market-news/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-potensi-
   bisnis-kian-terbuka-luas-di-2025




   IDXChannel – Emiten yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan komersial,
   PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis lini usaha baru yakni perdagangan alat
   pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan
   menjaga kelangsungan usaha perseroan ke depan.

   Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental
   alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan sejak Desember 2023. Produk
   yang dipasarkan oleh perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai
   di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada
   kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia.

   Direktur Intan Baru Prana Petrus Halim mengatakan, konsistensi pertumbuhan perseroan
   juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman
   lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir di seluruh wilayah-wilayah besar
   Indonesia.
Page 14
“Kami mengandalkan beberapa keunggulan eksisting produk yang diageni oleh perseroan
dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis perseroan serta grup usaha
INTA,” katanya dalam Paparan Publik secara virtual, Selasa (17/12/2024).

Sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan
pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan
menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang
disampaikan dalam materi Paparan Publik.

Selanjutnya, kata dia, perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan
bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan.

Pada Oktober 2024, lanjutnya, perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis.
Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan
tambang di wilayah Sumatera.

"Di site ini, perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang," kata Petrus.

Dia menambahkan, perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan
diversifikasi usaha masih terbuka luas, apalagi perseroan memiliki akses customer base serta
fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.

Meski demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi pada 2025 juga masih dipetakan
oleh perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan
perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang
diberikan.

"Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk eksisting produk sehingga perseroan
memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan
diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha perseroan," kata Petrus.

Sebagai informasi, IBFN mengantongi pendapatan Rp15,85 miliar per September 2024.
Jumlah ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

Meski pendapatan naik, namun perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar
Rp77,89 miliar per September 2024. Angka ini naik jika dibandingkan periode sama tahun
sebelumnya Rp56,07 miliar.

Menurut perseroan, ini disebabkan oleh naiknya beban usaha yakni dari Rp2,82 miliar di
September 2023 menjadi Rp15,04 miliar pada September 2024.
Page 15
4. Intan Baru Prana (IBFN) Bicara soal Dampak PPN 12 Persen terhadap Kinerja Bisnis
   Idxchannel.com
   Oleh: Dhera Arizona
   Selasa, 17 Desember 2024
   https://www.idxchannel.com/amp/market-news/intan-baru-prana-ibfn-bicara-soal-dampak-
   ppn-12-persen-terhadap-kinerja-bisnis

   IDXChannel - Emiten perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk
   (IBFN) menyatakan, kebijakan pemerintah untuk menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
   menjadi 12 persen di awal 2025 akan memberikan dampak terhadap kinerja bisnis
   perseroan. Namun, itu juga dipastikan akan berdampak terhadap ke semua industri.

   "PPN (naik) sudah pasti akan berdampak semua bisnis. Enggak hanya kita," ujar Direktur Intan
   Baru Prana Petrus Halim dalam Paparan Publik secara virtual, Selasa (17/12/2024).

   Namun, dia berharap kenaikan PPN menjadi 12 persen tersebut tidak berdampak terlalu
   besar bagi industri alat pengangkutan komersial dan kinerja bisnis perseroan.

   "Semoga (dampaknya) tidak terlalu besar untuk industri kami," kata Petrus.
   IBFN mengantongi pendapatan Rp15,85 miliar per September 2024. Jumlah ini naik dari
   periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

   Meski pendapatan naik, namun perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar
   Rp77,89 miliar per September 2024. Angka ini naik jika dibandingkan periode sama tahun
   sebelumnya Rp56,07 miliar.

   Menurut perseroan, ini disebabkan oleh naiknya beban usaha yakni dari Rp2,82 miliar di
   September 2023 menjadi Rp15,04 miliar pada September 2024.

   Sebagai informasi, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai
   (PPN) menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025. Hal itu sejalan dengan Undang-Undang
   Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).



5. Intan Baruprana Finance Cetak Pendapatan Rp 15,85 Miliar hingga September 2024
   Viva.co.id
   Oleh: Raden Jihad Akbar
   Selasa, 17 Desember 2024
   https://www.viva.co.id/bisnis/1782084-intan-baruprana-finance-cetak-pendapatan-rp-15-
   85-miliar-hingga-september-
   2024?utm_source=viva_android_app&utm_medium=share_button&utm_campaign=share_
   content
Page 16
Jakarta, VIVA – PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) atau IBFN
mencatat, per September 2024 perseroan telah mengantongi pendapatan sebesar Rp 15,85
miliar. Angka itu naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar.

Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim mengatakan potensi penjualan alat
pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan
memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.
"Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp 15,85 miliar naik dari periode
yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar," ujar Petrus di Jakarta Selasa, 17
Desember 2024.

Petrus juga optimistis di lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan
komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan
usaha Perseroan ke depan.

Sejak tahun lalu, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis
dibidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang
dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di
area perkebunan, pertambangan & kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya
serta sudah diterima dengan baik di Indonesia.            Petrus menuturkan, konsistensi
pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA)
yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh
wilayah-wilayah besar di Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
INTA,” katanya.
Page 17
   Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan
   pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan
   menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang
   disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa
   lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya di luar
   wilayah Kalimantan.

   Lalu pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis.
   Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan
   tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak
   12 orang. Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga
   masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk
   yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat
   pelayanan yang diberikan.

   Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan
   memerlukan dukungan yang kuat dari principal, dan pemegang saham untuk melakukan
   diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan.



6. Andalkan Strategi Diversifikasi, Bagaimana Prospek Intan Baru Prana pada 2025?
   Liputan6.com
   Oleh: pipit
   Rabu, 18 Desember 2024
   https://www.liputan6.com/amp/5839741/andalkan-strategi-diversifikasi-bagaimana-
   prospek-intan-baru-prana-pada-2025

   PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis strategi diversifikasi akan mendongkrak kinerja
   perseroan pada 2025. Perseroan meyakini, lini usaha yang baru yakni perdagangan alat
   pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan
   menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan.

   Liputan6.com, Jakarta PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis strategi diversifikasi akan
   mendongkrak kinerja perseroan pada 2025. Perseroan meyakini, lini usaha yang baru yakni
   perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara
   keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan.

   Sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis
   di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang
   dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di
   area perkebunan, pertambangan & konstruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya
   serta sudah diterima dengan baik di Indonesia.

   Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim mengatakan konsistensi pertumbuhan
   Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang
Page 18
   berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh
   wilayah-wilayah besar di Indonesia.

   “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
   dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
   Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
   peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
   INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024).

   Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan
   pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan
   menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang
   disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa
   lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar
   wilayah Kalimantan.

   Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis.
   Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan
   tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak
   12 orang. Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp 15,85 miliar naik
   dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar.

   Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha
   masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA
   Grup yang bisa dimanfaatkan. Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di
   tahun 2025 ini juga masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa
   penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk,
   serta tingkat pelayanan yang diberikan.

   "Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan
   memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan
   diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan," pungkas Petrus.



7. PT Intan Baru Prana Siapkan Lini Usaha Baru Buat Jaga Kelangsungan Bisnis
   Marketnews.com
   Oleh: abdul
   Rabu, 18 Desember 2024
   https://marketnews.id/market-update/2024/12/pt-intan-baru-prana-siapkan-lini-usaha-
   baru-buat-jaga-kelangsungan-bisnis/
Page 19
MarketNews.id-Intan Baru Prana (IBFN) yakin, lini usaha baru yakni perdagangan alat
pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan
menjaga kelangsungan usaha ke depan.

Direktur Intan Baru Prana, Petrus Halim mengatakan produk yang dipasarkan memiliki
produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan
kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di
Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa 17 Desember 2024.

Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan
diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda,
Kalimantan Timur.

“Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang
disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan analisa lebih
lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah
Kalimantan,” papar dia.

Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha ke bisnis
penyewaan.

“Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk pekerjaan
tambang di wilayah Sumatera,” kata dia.
“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
Page 20
   peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
   INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa 17 Desember 2024.

   Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan
   diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda,
   Kalimantan Timur.

   “Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang
   disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan analisa lebih
   lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah
   Kalimantan,” papar dia.

   Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha ke bisnis
   penyewaan.

   “Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk pekerjaan
   tambang di wilayah Sumatera,” kata dia.



8. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis Bisnis Cerah pada 2025
   Investor.id
   Oleh: Indah
   Rabu, 18 Desember 2024
   https://investor.id/market/383853/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-bisnis-cerah-pada-2025




   JAKARTA, investor.id - PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis bisnis cerah pada 2025.
   Seiring dengan lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat
   meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha
   Perseroan ke depan.
Page 21
Direktur Intan Baru Prana (IBFN) Petrus Halim menjelaskan, sejak tahun lalu, Perseroan mulai
melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat-alat berat dan
pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki
produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan &
konstruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di
Indonesia.

Petrus menambahkan, konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan
jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat
berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024).

Menurut Petrus, sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha
untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan
menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu. Selanjutnya, Perseroan akan
melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site
lainnya diluar wilayah Kalimantan.

“Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis.
Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan
tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak
12 orang,” papar Petrus.

Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari periode
yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha
masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA
Grup yang bisa dimanfaatkan.

Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di 2025 juga masih dipetakan
oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan
perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang
diberikan.

“Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan
memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan
diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,” tutupnya.
Page 22
9. Intan Baru Prana Ungkap Langkah Jaga Kelangsungan Usaha
   Bisnis.id
   Oleh: Abdul Aziz
   Rabu, 18 Desember 2024
   https://bisnis.hallo.id/korporasi/7314167070/intan-baru-prana-ungkap-langkah-jaga-
   kelangsungan-usaha




   Hallo Bisnis- Intan Baru Prana (IBFN) yakin lini usaha baru yakni perdagangan alat
   pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan
   menjaga kelangsungan usaha ke depan.

   Direktur Intan Baru Prana, Petrus Halim mengatakan produk yang dipasarkan oleh memiliki
   produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan
   kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di
   Indonesia.

    “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
   dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
   Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
   peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
   INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024).

   Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan
   diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda,
   Kalimantan Timur.

   “Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang
   disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan analisa lebih
   lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah
   Kalimantan,” papar dia.
Page 23
   Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha ke bisnis
   penyewaan.

   “Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan
   tambang di wilayah Sumatera,” kata dia.

   Sementara ini IBFN mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari
   periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

   Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha
   masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA
   Grup yang bisa dimanfaatkan.

   Kendati demikian, dia mengungkapkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun
   2025 seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan
   pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan.

   Selain itu, target pasar yang terbatas untuk produk sehingga Perseroan memerlukan
   dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan diversifikasi
   usaha guna menjaga kelangsungan usaha.



10. Intan Baru Prana (IBFN) Ubah Bisnis, Kinerja Keuangan Diprediksi Bangkit
    Investortrust.id
    Oleh: Yuswialdyth Ardelia Almira
    Rabu, 18 Desember 2024
    https://investortrust.id/market/50832/intan-baru-prana-ibfn-ubah-bisnis-kinerja-keuangan-
    diprediksi-bangkit




   JAKARTA, investortrust.id - Emiten perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan
   Baru Prana Tbk (IBFN), optimistis lini usaha baru perdagangan alat pengangkutan komersial
   dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan ke depan.
Page 24
Direktur Intan Baru (IBFN) Petrus Halim mengatakan, diversifikasi usaha dengan menjalankan
bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di di Site Sebulu, Samarinda,
Kalimantan Timur sudah dimulai sejak akhir Desember 2023. Perseroan menginvestasikan
10unit Sinotruk untuk mengangkut kayu.

Menurut dia, produk yang dipasarkan oleh perseroan dirancang khusus agar dapat
digunakan di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing
pada kelasnya.

“Selanjutnya, perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini
apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan,” ujarnya dalam paparan
publik IBFN secara daring, Selasa (17/12/2024).

Tak hanya itu, pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis.
Perseroan berhasil menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah
Sumatera, dan mampu mempekerjakan 12 orang karyawannya di wilayah tersebut.

Menurut Petrus, konsistensi pertumbuhan perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan
induk usahanya, PT Intraco Penta Tbk (INTA), yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di
industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
INTA,” imbuhnya.

Sebagai catatan, perseroan mencatatkan pendapatan per September 2024 senilai Rp15,85
miliar atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

Perseroan menilai, terdapat sejumlah tantangan dinilai masih akan dihadapi oleh Perseroan
tahun 2025 seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan
perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang
diberikan.

Kendati demikian, perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan
diversifikasi usaha masih terbuka luas. Terlebih lagi, Perseroan memiliki akses customer base
serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.

“Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal dan Pemegang Saham untuk
melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,” tutupnya.
Page 25
11. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis 2025 Konsistensi Tumbuh
    Emitennews.com
    Oleh: -
    Rabu, 18 Desember 2024
    https://www.emitennews.com/news/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-2025-konsistensi-
    tumbuh




   EmitenNews.com – Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan
   komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) selanjutnya disebut
   “IBFN”, optimistis di lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial
   dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha
   Perseroan ke depan.

   Sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis
   dibidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang
   dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di
   area perkebunan, pertambangan & kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya
   serta sudah diterima dengan baik di Indonesia.

   Direktur PT Intan Baru Prana Tbk Petrus Halim mengatakan konsistensi pertumbuhan
   Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (“INTA”) yang
   berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh
   wilayah-wilayah besar di Indonesia.

   “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
   dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
   Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
   peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
   INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024).

   Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan
   pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur.
Page 26
      Perseroan menginvestasikan 10 unit Sinotruk untuk mengangkut kayu sebagaimana yang
      disampaikan dalam materi Paparan Publik.

      Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini
      apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan.

      Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis.
      Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan
      tambang di wilayah Sumatera.

      Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang. Perseroan
      mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari periode yang sama
      tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

      Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha
      masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA
      Grup yang bisa dimanfaatkan.

      Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga masih
      dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang
      sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan
      yang diberikan.

      Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan
      memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan
      diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan.




Media Cetak

   1. Intan Baru Prana Optimis Bisnis di 2025
      Harian Neraca, 18 Desember 2023
      Bursa & Finansial
      Berita/Tone Positif
      Hal 4
Page 27
2. Intan Baru Prana, 2025 Untuk Pertumbuhan Yang Berkelanjutan
   Harian Indonesia, 18 Desember 2023
   Berita/Tone Positif
   Hal B8
Page 28
3. IBFN Optimis Tentang Pertumbuhan Kinerja Tahun Depan
   Harian Indonesia, 20 Desember 2024
   Berita/Tone Positif
   Hal 5
Page 29

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.86 MB
Published20 Nov 2025
Pages29
Characters53,494
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Intan Baru Prana Tbk p.2 ×63
linked person Petrus Halim · Direktur Utama p.2 ×16
linked person Willy Cahya Sundara · Direktur p.2 ×3
linked person Alexander Reyza · Komisaris Independen p.2 ×5
linked org Intraco Penta Tbk p.4 ×24
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk p.9 ×2
linked org SBI Holdings p.9
possible person Welly p.6
possible — Hermawan p.9 ×2
possible person Willianto Febriansa p.9
unresolved person Yunita Rivianti Riyadi · Corporate Secretary p.2 ×3
unresolved person Ais p.2
unresolved person Ais. Setelah p.3
unresolved person Tjang Paoli p.3
unresolved person Daniel p.3
unresolved person Paul Young p.5
unresolved person Sivana p.6
unresolved — Agustinus p.9
unresolved — Aldyth p.9
unresolved — Anca Ardiansyah p.9
unresolved — Annisa p.9
unresolved — Bani p.9
unresolved — Bernadetta Rooswitha Dewi p.9
unresolved — Calvin P. p.9
unresolved — Desty Luthfiani p.9
unresolved — Dhera p.9
unresolved — Dhika Putra p.9
unresolved — Dian Sulinda p.9
unresolved — Emon p.9
unresolved — Fajar Prasetio p.9
unresolved — Feri Naomi p.9
unresolved — Fifi Maila p.9
unresolved — Ghafur p.9
unresolved — Handung p.9
unresolved — Hendra Gusman p.9
unresolved — Hendra Wahyu p.9
unresolved — Ita Herawati p.9
unresolved — Ivan Agustinus L. p.9
unresolved — Komarudin Muchtar p.9
unresolved — Moeha p.9
unresolved — Nana Aghitsna p.9
unresolved — Nofika p.9
unresolved — Puti Aini p.9
unresolved — Rika p.9
unresolved — investortrust.id p.9
unresolved — INTA p.9
unresolved — Corsec - IBP p.9
unresolved org Intan Baruprana Finance Tbk p.16 ×4
unresolved org PT Intan Baru Prana Siapkan Lini Usaha Baru p.18

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result