Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 29
Page 1
Page 2
Lampiran 1
039/IBP/CORSEC-SK/XI/2025
Ringkasan Public Expose Tahunan 2025
PT Intan Baru Prana Tbk
Senin, 17 November 2025
Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah dilaksanakan
pada :
Hari/Tanggal : Senin, 17 November 2025
Waktu : 14.12 WIB – 14.50 WIB
Tempat : INTA Building Lantai 5
Jl. Raya Cakung Cilincing KM 3,5
Jakarta 14130
Dan melalui Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan tautan
berikut :
https://zoom.us/j/91042650967?pwd=VFpbaYrF4JNX3VOfxiekvAp8sLrx9.1
Meeting ID: 910 4265 0967
Passcode: 681907
Agenda dalam acara Public Expose Tahunan 2025 ini, Perseroan membahas hal-hal sebagai berikut:
1. Sekilas tentang Perseroan;
2. Kegiatan Usaha Perseroan;
3. Kinerja Keuangan Perseroan per 30 September 2025;
4. Aktivitas Perseroan di tahun 2025;
5. Peluang dan tantangan bisnis di tahun 2026; dan
6. Sesi Tanya Jawab.
Perseroan melaksanakan Public Expose Tahunan ini melalui mekanisme online dan melalui aplikasi
zoom meeting. Dihadiri oleh 38 orang yang terdiri dari jajaran manajemen Perseroan yaitu Direktur
Utama, Direktur Keuangan dan Komisaris Independen Perseroan serta Pemegang Saham, Publik,
Media, dan Tamu Undangan lainnya.
Dipandu oleh Corporate Secretary Perseroan (Ibu Yunita Rivianti Riyadi) selaku MC dan Moderator
(Ibu Ais), kegiatan Public Expose Tahunan ini dibawakan oleh:
- Bapak Petrus Halim : Direktur Utama Perseroan
- Bapak Willy Cahya Sundara : Direktur Keuangan Perseroan
- Bapak Alexander Reyza : Komisaris Independen Perseroan
- Ibu Yunita Rivianti Riyadi : Corporate Secretary Perseroan
Dalam acara Public Expose Tahunan ini, dipaparkan:
✓ Sekilas tentang Perseroan yang meliputi Struktur Pemegang Saham, Susunan Pengurus,
Sumber Daya Manusia, dan Aktivitas Perseroan khususnya yang terkait dengan kegiatan
Page 3
Corporate Social Responsibility (CSR) di tahun 2025, disampaikan oleh Ibu Yunita Rivianti
Riyadi selaku Corporate Secretary Perseroan.
✓ Terkait dengan Kegiatan Usaha Perseroan sepanjang tahun 2025 disampaikan oleh Bapak
Alexander Reyza selaku Komisaris Independen Perseroan.
✓ Selanjutnya yang berhubungan dengan Kinerja Keuangan Perseroan sampai dengan
tanggal 30 September 2025 disampaikan oleh Bapak Willy Cahya Sundara selaku Direktur
Keuangan Perseroan.
✓ Sedangkan Peluang dan Tantangan Bisnis di tahun 2026 disampaikan langsung oleh Bapak
Petrus Halim selaku Direktur Utama Perseroan.
✓ Sebelum acara ditutup, diberikan waktu untuk Sesi Tanya Jawab yang dipandu oleh
moderator Ibu Ais.
Setelah paparan disampaikan oleh Direksi dan Komisaris Independen Perseroan, kemudian
diberikan kesempatan kepada para hadirin dan rekan-rekan media untuk mengajukan pertanyaan
melalui fitur Chat pada Aplikasi Zoom Meeting. Sesi Tanya Jawab ini dipandu oleh Moderator dan
kemudian acara ditutup oleh MC pada pukul 14.50 WIB.
Berikut ini adalah hasil tanya jawab yang terjadi, yaitu:
1. Pertanyaan dari Bapak Tjang Paoli – Investor
Q Apakah dalam jangka waktu kurang dari satu 1 tahun IBFN ada rencana untuk
pelunasan hutang? Agar balance sheet perusahaan lebih baik.
A Perseroan akan terus berupaya meningkatkan kinerja agar dapat memenuhi
kewajiban pembayaran utang secara lebih optimal. Saat ini, pelunasan dilakukan
melalui skema installment. Dengan perbaikan kinerja ke depan, Perseroan
berharap dapat mempercepat penyelesaian kewajiban kepada para Kreditur.
Selain itu, Perseroan juga melakukan upaya pelunasan melalui penjualan aset-aset
debitur bermasalah sebagai langkah untuk mempercepat penurunan outstanding
pokok kepada Kreditur.
2. Pertanyaan dari Bapak Daniel - Investor
Q Mengingat Perseroan kini fokus pada perdagangan alat pengangkutan
komersial (terutama Sinotruk) dan bisnis rental alat berat/pengangkutan,
bagaimana proporsi kontribusi pendapatan dari kedua lini bisnis ini
diproyeksikan untuk tahun 2025 dan 2026? Secara teknis, berapa margin
kotor rata-rata yang diharapkan dari penjualan unit alat berat dibandingkan
dengan jasa rental alat berat?
A Terkait dengan pendapatan di tahun 2025, Perseroan berhasil meningkatkan
volume sewa unit rental, dimana peningkatan permintaan rental unit ini turut
berkontribusi pada penguatan pendapatan di tengah upaya Perseroan menata
kembali struktur keuangan.”
Di tahun 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang lebih
stabil serta perbaikan profitabilitas seiring meningkatnya utilisasi dan penerapan
strategi ekspansi yang lebih selektif. Dengan pendekatan tersebut, Perseroan
Page 4
optimistis dapat memasuki tahun 2026 dengan kondisi yang lebih sehat dan
berdaya saing. Saat ini, fokus Perseroan masih pada penyewaan alat berat
sehingga belum ada kontribusi dari penjualan alat berat.
Q Sinergi dengan PT Intraco Penta Tbk (INTA) dan customer base-nya disebut
sebagai keunggulan. Secara konkret, apa metrik keberhasilan (KPI) utama
sinergi ini dalam hal lead generation atau penyerapan unit/jasa IBFN? Dan,
bagaimana strategi manajemen dalam mengoptimalkan pemanfaatan
aset/unit rental yang sudah ada (misalnya, utilization rate target 2025) untuk
memastikan efisiensi modal kerja?
A Sinergi dengan INTA merupakan suatu keunggulan bisnis Perseroan karena masih
berada dalam 1 (satu) grup usaha dan juga didukung dengan pengalaman yang
dimiliki oleh INTA Group yang lebih dari 50 tahun di bisnis alat berat.
Sinergi tersebut memberikan nilai tambah karena sebagian besar pelanggan dan
proyek yang dijalankan telah memiliki rekam jejak yang jelas, sehingga
manajemen risiko dapat dilakukan secara lebih efektif. Dengan pemahaman yang
baik terhadap karakteristik pelanggan serta dukungan kompetensi grup dalam hal
kualitas dan produktivitas alat berat, Perseroan mampu mengoptimalkan
operasional unit sewa, meningkatkan nilai bagi pelanggan, serta memberikan
manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat
Q Bisnis alat berat dan pengangkutan sangat sensitif terhadap siklus komoditas
(pertambangan/perkebunan). Apa strategi mitigasi risiko bisnis IBFN untuk
menghadapi potensi volatilitas harga komoditas (misalnya, batu bara) atau
perlambatan ekonomi global di tahun 2025/2026? Apakah ada langkah
diversifikasi ke sektor non-komoditas lain (misalnya, infrastruktur) yang
sedang dieksplorasi?
A Menanggapi potensi volatilitas harga komoditas dan perlambatan ekonomi
global, Perseroan telah menerapkan strategi mitigasi yang meliputi diversifikasi
pelanggan di beberapa sektor pertambangan.
Diversifikasi usaha dilakukan dengan memperluas penyewaan alat berat ke
berbagai komoditas, seperti emas, timah, dan batu bara. Langkah ini merupakan
bagian dari manajemen risiko Perseroan untuk mengurangi ketergantungan pada
satu jenis komoditas tertentu serta menjaga stabilitas kinerja di tengah fluktuasi
pasar.
Q Perseroan telah memulai bisnis rental di Sumatera (pertambangan) dan
pengangkutan kayu di Kalimantan. Apakah manajemen telah memiliki
rencana Capital Expenditure (Capex) yang detail untuk tahun 2025 dan
2026, khususnya untuk penambahan armada unit Sinotruk atau alat berat
lainnya? Berapa total alokasi Capex yang disiapkan, dan bagaimana sumber
pendanaannya (internal/eksternal) untuk mendukung ekspansi geografis ke
luar wilayah yang sudah ada?
Page 5
A Pada bulan Juli 2025, Perseroan melakukan pembelian unit-unit alat berat
(belanja modal), baik dari dealer maupun unit bekas dari pihak ketiga, sebanyak
20 unit dengan total nilai sekitar Rp130 miliar, yang pembayarannya dilakukan
melalui skema cicilan. Dari total unit tersebut, sebanyak 8 unit disewakan untuk
pekerjaan di Site Mapur – Bangka pada area pertambangan timah, sedangkan 12
unit lainnya disewakan untuk pekerjaan di Site Rante Bale – Sulawesi Selatan pada
area pertambangan emas.
Belanja modal tahun 2026 akan disesuaikan dengan proyek-proyek baru yang
berhasil diperoleh Perseroan serta mempertimbangkan kecukupan arus kas
perusahaan. Keterbatasan modal untuk pengadaan unit-unit baru dapat
diantisipasi melalui penyewaan alat berat dari pihak ketiga, yang disesuaikan
dengan kebutuhan proyek dan pendapatan rental yang diterima Perseroan. Selain
itu, belanja modal tetap dimungkinkan untuk dilakukan apabila Perseroan
memperoleh skema pembayaran yang lebih fleksibel, seperti term of payment
atau cicilan bertahap dari dealer atau principal.
Total alokasi Capex 2026 masih dalam perencanaan final menjelang akhir tahun
dalam RKAB 2026 Perseroan.
Q Dengan pertumbuhan pendapatan yang ditargetkan, bagaimana manajemen
memastikan kualitas laba yang berkelanjutan (misalnya, rasio biaya
operasional terhadap pendapatan) dan kesehatan neraca Perseroan?
Mengingat latar belakang sebagai perusahaan pembiayaan, bagaimana
Perseroan mengelola risiko terkait piutang dan modal kerja di bisnis
perdagangan/rental alat berat saat ini, serta apa rasio utang terhadap ekuitas
(DER) yang sehat ditargetkan di akhir tahun 2025?
A Untuk menjaga kualitas laba yang berkelanjutan, Perseroan fokus pada
pengendalian biaya operasional, peningkatan utilisasi armada, serta penguatan
arus kas agar struktur neraca tetap sehat. Dengan pengalaman sebagai
perusahaan pembiayaan, Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam
pengelolaan piutang dan modal kerja melalui seleksi pelanggan yang ketat dan
pemantauan aging piutang. Perseroan juga menargetkan perbaikan rasio utang
terhadap ekuitas (DER) secara bertahap hingga mencapai tingkat yang lebih
konservatif pada akhir tahun 2025.
3. Pertanyaan dari Bapak Paul Young - Investor
Q Beban bunga terhadap pendapatan demikian besar, Apakah ada rencana
Perusahaan untuk melunasi / dengan cara menambah Modal tambahan ke
perseron?
Atau ada menambah saham baru dengan mengconvert hutangnya menjadi
saham tambahan ?
A Pertanyaan ini terkait dengan corporate action, Perseroan saat ini belum ada
rencana untuk corporate action dan nanti akan diinformasikan jika ke depannya
ada rencana tersebut.
Page 6
Q Bagaimana pandangan soal dealer dealer LIUGONG lain yang bisa menjual
produk LIUGONG? Apakah ada kemungkinan untuk persero menguasai
penjualan Merk Liugong di domestik?
A Terkait dengan produk LiuGong tidak terlalu relevan dengan IBP karena Perseroan
bukan dealer dari LiuGong.
4. Pertanyaan dari Bapak Welly - Investor
Q Terkait induk perusahaan, Intraco Penta tbk mendapatkan persetujuan rups
untuk pindah alamat kantornya, apakah sudah mendapatkan lokasi yang
baru? Dan apakah untuk IBFN juga ikut pindah alamat?
A Ya, hal tersebut masih dalam tahap perencanaan. Adapun mengenai rencana
pemindahan kantor INTA, isu tersebut tidak relevan untuk dijawab pada
kesempatan ini dan akan ditindaklanjuti pada saat Public Expose INTA.”
5. Pertanyaan dari Ibu Sivana - Media Investortrust.id
Q Adakah rencana aksi korporasi dalam waktu dekat?
A Belum ada untuk rencana aksi korporasi dalam waktu dekat.
Q Bagaimana proyeksi pendapatan dan laba untuk tahun depan 2026
A Perseroan saat ini masih dalam tahapan finalisasi RKAB sehingga belum dapat
diinformasikan secara rinci.
Q Apa tantangan utama yang memengaruhi kinerja tahun ini?
A Tantangan utama/pemberat kinerja tahun ini terutama berasal dari masih
terbatasnya kapasitas keuangan Perseroan, biaya pemeliharaan armada yang
meningkat, serta penghentian kegiatan hauling kayu yang memberi dampak
terhadap pendapatan non-rental. Faktor-faktor tersebut menjadi catatan penting
bagi Perseroan untuk dikelola secara lebih optimal pada tahun mendatang.
6. Pertanyaan dari Dhika - Media IDN
Q Rencana capex di sepanjang 2025 ini berapa? kemudian sumber dananya
dari mana dan akan digunakan untuk apa?
A Pada bulan Juli 2025, Perseroan melakukan pembelian unit-unit alat berat, baik
dari dealer maupun unit bekas dari pihak ketiga, sebanyak 20 unit dengan total
nilai sekitar Rp130 miliar, yang pembayarannya dilakukan melalui skema cicilan.
Dari total unit tersebut, sebanyak 8 unit disewakan untuk pekerjaan di Site Mapur
– Bangka pada area pertambangan timah, sedangkan 12 unit lainnya disewakan
untuk pekerjaan di Site Rante Bale – Sulawesi Selatan pada area pertambangan
emas.
Sumber pendanaan berasal dari pendapatan rental yang diperoleh Perseroan,
sehingga kapasitas belanja modal (Capex) Perseroan pada tahun 2025 akan
sejalan dengan tingkat pendapatan dari kegiatan rental tersebut.
Page 7
Q Di tahun 2026, ada aksi korporasi apa yang akan dilakukan perseroan?
A Sejauh ini Perseroan belum ada rencana atas hal tersebut.
7. Pertanyaan dari Puti - Media Inews.id
Q Bagaimana Perseroan menilai iklim industri pada tahun ini dan tahun
mendatang dengan sejumlah kebijakan2 pemerintah yg ada?
A Pemerintah berencana menurunkan produksi komoditas tambang melalui
pengurangan RKAB seluruh IUP pada tahun 2026 untuk menjaga stabilitas harga
melalui pengendalian suplai. Tekanan harga komoditas mendorong pelaku IUP
melakukan efisiensi, antara lain melalui optimalisasi biaya sewa alat, adopsi
kendaraan listrik (EV), serta perbaikan desain tambang. Dalam kondisi tersebut,
IBP berada pada posisi yang diuntungkan apabila permintaan terhadap jasa sewa
maupun penggunaan EV meningkat.
Perseroan menangkap peluang tersebut melalui kerja sama dengan mitra
pabrikan asal China serta memenuhi kebutuhan pelanggan yang mencari solusi
alat berat dengan biaya lebih ekonomis. Penggunaan EV sendiri berpotensi
menurunkan konsumsi bahan bakar hingga sekitar 40%.
Kebijakan pemerintah tersebut membuka peluang bisnis yang signifikan bagi
Perseroan, khususnya dalam menyediakan solusi sewa alat berat dan unit berbasis
EV. Peluang ini diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan
Perseroan pada tahun 2026.”
Q Apakah ada rencana ekspansi IBFN dalam mengembangkan lini bisnis
pembiayaan ini?
A Perseroan tidak lagi menjalankan kegiatan usaha pembiayaan sehubungan
dengan pencabutan izin usaha pembiayaan oleh OJK.
8. Pertanyaan dari Ghafur – Media Investor Daily
Q Bagaimana target pendapatan dan laba tahun ini serta akan seperti apa
proses 2026 mendatang?
A Target pendapatan dan laba Perseroan pada tahun ini maupun tahun depan
disusun secara realistis namun tetap berorientasi pada pertumbuhan. Perseroan
berfokus menjaga kenaikan pendapatan secara konsisten melalui optimalisasi
produktivitas armada dan penguatan margin lewat efisiensi operasional.
Di tahun 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang lebih
stabil serta perbaikan profitabilitas seiring meningkatnya utilisasi dan penerapan
strategi ekspansi yang lebih selektif. Dengan pendekatan tersebut, Perseroan
optimistis dapat memasuki tahun 2026 dengan kondisi yang lebih sehat dan
berdaya saing.
Page 8
Q Elaborasi untuk strategi 2026 dan belanja modal 2026?
A Ke depan, fokus kami adalah membangun IBP sebagai perusahaan rental alat
berat yang lebih tangguh dan siap tumbuh. Kami akan memperkuat utilisasi
armada, meningkatkan akurasi pengelolaan operasional, dan memperluas
peluang kerja sama pada proyek-proyek yang memiliki prospek jangka panjang.
Dengan disiplin biaya dan pengelolaan aset yang lebih cerdas, kami menargetkan
kinerja yang jauh lebih solid pada tahun 2026.
Belanja modal 2026 akan disesuaikan dengan perolehan kerjasama project baru
yang akan diperoleh pada tahun 2026. Saat ini Perseroan masih dalam proses
penyusunan RKAB tahun 2026.
Demikian ringkasan jalannya kegiatan Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk yang dapat
kami laporkan. Terima kasih.
Page 9
Lampiran 2.
039/IBP/CORSEC-SK/XI/2025
DAFTAR HADIR
No Nama Instansi
1 Agustinus Publik
2 Aldyth Investortrust
3 Alexander Reyza Komisaris Independen - IBP
4 Anca Ardiansyah Publik
5 Annisa Bisnis Indonesia
6 Bani Harian Ekonomi Neraca
7 Bernadetta Rooswitha Dewi Publik
8 Calvin P. INTA
9 Desty Luthfiani KabarBursa.com
10 Dhera IDXChannel.com
11 Dhika Putra Idnfinancials.com
12 Dian Sulinda Publik
13 Emon INTA
14 Fajar Prasetio Publik
15 Feri Naomi INTA
16 Fifi Maila INTA
17 Ghafur Investor Daily
18 Handung Publik
19 Hendra Gusman PT Bank Syariah Indonesia Tbk
20 Hendra Wahyu INTA
21 Hermawan Indonesia ShangBao
22 Hermawan Harian Indonesia
23 Ita Herawati Publik
24 Ivan Agustinus L. INTA
25 Komarudin Muchtar emitennews.com
26 Moeha Shangbao Indonesia
27 Nana Aghitsna Warta Ekonomi
28 Nofika Publik
29 Paul Young GIAT.edu
30 Petrus Halim Direktur Utama - IBP
31 Puti Aini inews.id
32 Rika IBP
33 SBI Holdings Pemegang Saham
34 Selly Febrina Publik
35 Sivana Zahla investortrust.id
36 Sofwan Bayan Publik
37 Willianto Febriansa INTA
38 Yunita R. Riyadi Corsec - IBP
Page 10
Lampiran 3.
039/IBP/CORSEC-SK/XI/2025
Kliping – Pemberitaan Media
Media Online
1. IBFN: Lini perdagangan alat pengangkutan komersial tingkatkan kinerja
Antaranews.com
Oleh: Muhammad Heriyanto
Selasa, 17 Desember 2024
https://m.antaranews.com/berita/4534018/ibfn-lini-perdagangan-alat-pengangkutan-
komersial-
tingkatkankinerja?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_
category
Jakarta (ANTARA) - Direktur PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) Petrus Halim meyakini lini usaha
baru yaitu perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis
perseroan secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha ke depan.
Ia menjelaskan, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis
di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan pada tahun
lalu.
"Produk yang dipasarkan perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat
dipakai di area perkebunan, pertambangan dan konstruksi, dengan harga yang bersaing
pada kelasnya, serta sudah diterima dengan baik di Indonesia," ujar Petrus dalam public
expose di Jakarta, Selasa.
Sejak Desember 2023, ia menjelaskan perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk
pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dengan
menginvestasikan sebanyak 10 unit sinotruk untuk mengangkut kayu.
Page 11
"Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya di luar wilayah Kalimantan," ujar Petrus. Pada Oktober 2024, lanjutnya, perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis, dengan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. "Di site ini, perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang," ujar Petrus. Petrus menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas, ditambah adanya akses customer base dan fasilitas INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. Namun demikian, Ia menyebut ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi perseroan pada 2025, diantaranya persaingan dengan beberapa penyedia produk sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. "Target market yang terbatas untuk existing produk, sehingga perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari principal dan pemegang saham, untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha perseroan," ujar Petrus. Per September 2024, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp15,85 miliar, atau meningkat dibandingkan senilai Rp2,89 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Petrus mengatakan konsistensi pertumbuhan tidak terlepas dari dukungan jaringan INTA yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir seluruh wilayah di Indonesia. "Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh perseroan dan INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang- peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA," kata Petrus. 2. Intan Baru (IBFN) Optimistis Tingkatkan Kinerja melalui Diversifikasi Usaha kontan.co.id Oleh: Rashif Usman Selasa, 17 Desember 2024 https://amp.kontan.co.id/news/intan-baru-ibfn-optimistis-tingkatkan-kinerja-melalui- diversifikasi-usaha
Page 12
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis prospek lini usaha baru di sektor perdagangan alat pengangkutan komersial akan tumbuh positif di tahun- tahun mendatang. Sejak tahun lalu, IBFN mulai melakukan diversifikasi usaha dengan merambah bisnis rental alat berat dan jasa pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan di sektor perkebunan, pertambangan, dan konstruksi. Dengan harga kompetitif di kelasnya, produk ini diklaim telah mendapatkan penerimaan yang baik di pasar domestik. Direktur IBFN, Petrus Halim menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja IBFN tidak terlepas dari dukungan induk usaha yakni PT Intraco Penta Tbk (INTA). Menurutnya, INTA memiliki pengalaman lebih dari lima dekade di industri alat berat serta jaringan yang tersebar luas di seluruh Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan eksisting produk yang ditangani oleh IBFN dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang- peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis perseroan serta grup usaha INTA,” kata Petrus saat publix expose, Selasa (17/12). Pada Desember 2023, IBFN mulai mengembangkan usaha pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. IBFN menginvestasikan 10 unit SINOTRUK untuk mendukung operasional di proyek ini. IBFN juga tengah menganalisis potensi pengembangan bisnis serupa di lokasi lain di luar Kalimantan. Tidak hanya itu, pada Oktober 2024, IBFN merambah bisnis rental alat berat untuk proyek tambang di Sumatra. Dalam proyek ini, perusahaan mempekerjakan 12 karyawan di lokasi tambang.
Page 13
Selain itu, Petrus menyadari sejumlah tantangan yang akan dihadapi pada 2025, seperti persaingan ketat dengan penyedia produk sejenis, kebutuhan untuk menjaga kualitas dan harga produk, serta meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Berdasarkan laporan kinerja keuangannya per kuartal III-2024, IBFN mencatatkan rugi bersih tahun berjalan mencapai Rp 77,89 miliar, naik 38,91% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 56,07 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih perusahaan tercatat mencapai Rp 2,95 miliar, naik tipis 2,23% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,89 miliar. 3. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis Potensi Bisnis Kian Terbuka Luas di 2025 Idxchannel.com Oleh: Dhera Arizona Selasa, 17 Desember 2024 https://www.idxchannel.com/amp/market-news/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-potensi- bisnis-kian-terbuka-luas-di-2025 IDXChannel – Emiten yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis lini usaha baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha perseroan ke depan. Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan sejak Desember 2023. Produk yang dipasarkan oleh perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Direktur Intan Baru Prana Petrus Halim mengatakan, konsistensi pertumbuhan perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir di seluruh wilayah-wilayah besar Indonesia.
Page 14
“Kami mengandalkan beberapa keunggulan eksisting produk yang diageni oleh perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik secara virtual, Selasa (17/12/2024). Sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kata dia, perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan. Pada Oktober 2024, lanjutnya, perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. "Di site ini, perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang," kata Petrus. Dia menambahkan, perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas, apalagi perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. Meski demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi pada 2025 juga masih dipetakan oleh perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. "Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk eksisting produk sehingga perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha perseroan," kata Petrus. Sebagai informasi, IBFN mengantongi pendapatan Rp15,85 miliar per September 2024. Jumlah ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar. Meski pendapatan naik, namun perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp77,89 miliar per September 2024. Angka ini naik jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp56,07 miliar. Menurut perseroan, ini disebabkan oleh naiknya beban usaha yakni dari Rp2,82 miliar di September 2023 menjadi Rp15,04 miliar pada September 2024.
Page 15
4. Intan Baru Prana (IBFN) Bicara soal Dampak PPN 12 Persen terhadap Kinerja Bisnis Idxchannel.com Oleh: Dhera Arizona Selasa, 17 Desember 2024 https://www.idxchannel.com/amp/market-news/intan-baru-prana-ibfn-bicara-soal-dampak- ppn-12-persen-terhadap-kinerja-bisnis IDXChannel - Emiten perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) menyatakan, kebijakan pemerintah untuk menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen di awal 2025 akan memberikan dampak terhadap kinerja bisnis perseroan. Namun, itu juga dipastikan akan berdampak terhadap ke semua industri. "PPN (naik) sudah pasti akan berdampak semua bisnis. Enggak hanya kita," ujar Direktur Intan Baru Prana Petrus Halim dalam Paparan Publik secara virtual, Selasa (17/12/2024). Namun, dia berharap kenaikan PPN menjadi 12 persen tersebut tidak berdampak terlalu besar bagi industri alat pengangkutan komersial dan kinerja bisnis perseroan. "Semoga (dampaknya) tidak terlalu besar untuk industri kami," kata Petrus. IBFN mengantongi pendapatan Rp15,85 miliar per September 2024. Jumlah ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar. Meski pendapatan naik, namun perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp77,89 miliar per September 2024. Angka ini naik jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp56,07 miliar. Menurut perseroan, ini disebabkan oleh naiknya beban usaha yakni dari Rp2,82 miliar di September 2023 menjadi Rp15,04 miliar pada September 2024. Sebagai informasi, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025. Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). 5. Intan Baruprana Finance Cetak Pendapatan Rp 15,85 Miliar hingga September 2024 Viva.co.id Oleh: Raden Jihad Akbar Selasa, 17 Desember 2024 https://www.viva.co.id/bisnis/1782084-intan-baruprana-finance-cetak-pendapatan-rp-15- 85-miliar-hingga-september- 2024?utm_source=viva_android_app&utm_medium=share_button&utm_campaign=share_ content
Page 16
Jakarta, VIVA – PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) atau IBFN mencatat, per September 2024 perseroan telah mengantongi pendapatan sebesar Rp 15,85 miliar. Angka itu naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar. Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim mengatakan potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. "Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp 15,85 miliar naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar," ujar Petrus di Jakarta Selasa, 17 Desember 2024. Petrus juga optimistis di lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan. Sejak tahun lalu, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis dibidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan & kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Petrus menuturkan, konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya.
Page 17
Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya di luar wilayah Kalimantan. Lalu pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang. Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari principal, dan pemegang saham untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan. 6. Andalkan Strategi Diversifikasi, Bagaimana Prospek Intan Baru Prana pada 2025? Liputan6.com Oleh: pipit Rabu, 18 Desember 2024 https://www.liputan6.com/amp/5839741/andalkan-strategi-diversifikasi-bagaimana- prospek-intan-baru-prana-pada-2025 PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis strategi diversifikasi akan mendongkrak kinerja perseroan pada 2025. Perseroan meyakini, lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan. Liputan6.com, Jakarta PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis strategi diversifikasi akan mendongkrak kinerja perseroan pada 2025. Perseroan meyakini, lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan. Sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan & konstruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim mengatakan konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang
Page 18
berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024). Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan. Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang. Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp 15,85 miliar naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar. Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. "Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan," pungkas Petrus. 7. PT Intan Baru Prana Siapkan Lini Usaha Baru Buat Jaga Kelangsungan Bisnis Marketnews.com Oleh: abdul Rabu, 18 Desember 2024 https://marketnews.id/market-update/2024/12/pt-intan-baru-prana-siapkan-lini-usaha- baru-buat-jaga-kelangsungan-bisnis/
Page 19
MarketNews.id-Intan Baru Prana (IBFN) yakin, lini usaha baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha ke depan. Direktur Intan Baru Prana, Petrus Halim mengatakan produk yang dipasarkan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa 17 Desember 2024. Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. “Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan,” papar dia. Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha ke bisnis penyewaan. “Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera,” kata dia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
Page 20
peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa 17 Desember 2024. Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. “Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan,” papar dia. Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha ke bisnis penyewaan. “Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera,” kata dia. 8. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis Bisnis Cerah pada 2025 Investor.id Oleh: Indah Rabu, 18 Desember 2024 https://investor.id/market/383853/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-bisnis-cerah-pada-2025 JAKARTA, investor.id - PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis bisnis cerah pada 2025. Seiring dengan lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan.
Page 21
Direktur Intan Baru Prana (IBFN) Petrus Halim menjelaskan, sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan & konstruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Petrus menambahkan, konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024). Menurut Petrus, sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan. “Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang,” papar Petrus. Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar. Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di 2025 juga masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. “Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,” tutupnya.
Page 22
9. Intan Baru Prana Ungkap Langkah Jaga Kelangsungan Usaha
Bisnis.id
Oleh: Abdul Aziz
Rabu, 18 Desember 2024
https://bisnis.hallo.id/korporasi/7314167070/intan-baru-prana-ungkap-langkah-jaga-
kelangsungan-usaha
Hallo Bisnis- Intan Baru Prana (IBFN) yakin lini usaha baru yakni perdagangan alat
pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan
menjaga kelangsungan usaha ke depan.
Direktur Intan Baru Prana, Petrus Halim mengatakan produk yang dipasarkan oleh memiliki
produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan
kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di
Indonesia.
“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024).
Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan
diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda,
Kalimantan Timur.
“Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang
disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan analisa lebih
lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah
Kalimantan,” papar dia.
Page 23
Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha ke bisnis
penyewaan.
“Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan
tambang di wilayah Sumatera,” kata dia.
Sementara ini IBFN mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari
periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.
Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha
masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA
Grup yang bisa dimanfaatkan.
Kendati demikian, dia mengungkapkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun
2025 seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan
pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan.
Selain itu, target pasar yang terbatas untuk produk sehingga Perseroan memerlukan
dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan diversifikasi
usaha guna menjaga kelangsungan usaha.
10. Intan Baru Prana (IBFN) Ubah Bisnis, Kinerja Keuangan Diprediksi Bangkit
Investortrust.id
Oleh: Yuswialdyth Ardelia Almira
Rabu, 18 Desember 2024
https://investortrust.id/market/50832/intan-baru-prana-ibfn-ubah-bisnis-kinerja-keuangan-
diprediksi-bangkit
JAKARTA, investortrust.id - Emiten perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan
Baru Prana Tbk (IBFN), optimistis lini usaha baru perdagangan alat pengangkutan komersial
dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan ke depan.
Page 24
Direktur Intan Baru (IBFN) Petrus Halim mengatakan, diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur sudah dimulai sejak akhir Desember 2023. Perseroan menginvestasikan 10unit Sinotruk untuk mengangkut kayu. Menurut dia, produk yang dipasarkan oleh perseroan dirancang khusus agar dapat digunakan di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya. “Selanjutnya, perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan,” ujarnya dalam paparan publik IBFN secara daring, Selasa (17/12/2024). Tak hanya itu, pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan berhasil menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera, dan mampu mempekerjakan 12 orang karyawannya di wilayah tersebut. Menurut Petrus, konsistensi pertumbuhan perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan induk usahanya, PT Intraco Penta Tbk (INTA), yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” imbuhnya. Sebagai catatan, perseroan mencatatkan pendapatan per September 2024 senilai Rp15,85 miliar atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar. Perseroan menilai, terdapat sejumlah tantangan dinilai masih akan dihadapi oleh Perseroan tahun 2025 seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. Kendati demikian, perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas. Terlebih lagi, Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. “Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal dan Pemegang Saham untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,” tutupnya.
Page 25
11. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis 2025 Konsistensi Tumbuh
Emitennews.com
Oleh: -
Rabu, 18 Desember 2024
https://www.emitennews.com/news/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-2025-konsistensi-
tumbuh
EmitenNews.com – Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan
komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) selanjutnya disebut
“IBFN”, optimistis di lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial
dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha
Perseroan ke depan.
Sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis
dibidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang
dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di
area perkebunan, pertambangan & kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya
serta sudah diterima dengan baik di Indonesia.
Direktur PT Intan Baru Prana Tbk Petrus Halim mengatakan konsistensi pertumbuhan
Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (“INTA”) yang
berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh
wilayah-wilayah besar di Indonesia.
“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan
dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha
INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024).
Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan
pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur.
Page 26
Perseroan menginvestasikan 10 unit Sinotruk untuk mengangkut kayu sebagaimana yang
disampaikan dalam materi Paparan Publik.
Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini
apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan.
Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis.
Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan
tambang di wilayah Sumatera.
Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang. Perseroan
mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari periode yang sama
tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.
Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha
masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA
Grup yang bisa dimanfaatkan.
Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga masih
dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang
sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan
yang diberikan.
Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan
memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan
diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan.
Media Cetak
1. Intan Baru Prana Optimis Bisnis di 2025
Harian Neraca, 18 Desember 2023
Bursa & Finansial
Berita/Tone Positif
Hal 4
Page 27
2. Intan Baru Prana, 2025 Untuk Pertumbuhan Yang Berkelanjutan Harian Indonesia, 18 Desember 2023 Berita/Tone Positif Hal B8
Page 28
3. IBFN Optimis Tentang Pertumbuhan Kinerja Tahun Depan Harian Indonesia, 20 Desember 2024 Berita/Tone Positif Hal 5
Page 29
Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Yunita Rivianti Riyadi
· Corporate Secretary
p.2 ×3
unresolved
person
Ais
p.2
unresolved
person
Ais. Setelah
p.3
unresolved
person
Tjang Paoli
p.3
unresolved
person
Daniel
p.3
unresolved
person
Paul Young
p.5
unresolved
person
Sivana
p.6
unresolved
—
Agustinus
p.9
unresolved
—
Aldyth
p.9
unresolved
—
Anca Ardiansyah
p.9
unresolved
—
Annisa
p.9
unresolved
—
Bani
p.9
unresolved
—
Bernadetta Rooswitha Dewi
p.9
unresolved
—
Calvin P.
p.9
unresolved
—
Desty Luthfiani
p.9
unresolved
—
Dhera
p.9
unresolved
—
Dhika Putra
p.9
unresolved
—
Dian Sulinda
p.9
unresolved
—
Emon
p.9
unresolved
—
Fajar Prasetio
p.9
unresolved
—
Feri Naomi
p.9
unresolved
—
Fifi Maila
p.9
unresolved
—
Ghafur
p.9
unresolved
—
Handung
p.9
unresolved
—
Hendra Gusman
p.9
unresolved
—
Hendra Wahyu
p.9
unresolved
—
Ita Herawati
p.9
unresolved
—
Ivan Agustinus L.
p.9
unresolved
—
Komarudin Muchtar
p.9
unresolved
—
Moeha
p.9
unresolved
—
Nana Aghitsna
p.9
unresolved
—
Nofika
p.9
unresolved
—
Puti Aini
p.9
unresolved
—
Rika
p.9
unresolved
—
investortrust.id
p.9
unresolved
—
INTA
p.9
unresolved
—
Corsec - IBP
p.9
unresolved
org
Intan Baruprana Finance Tbk
p.16 ×4
unresolved
org
PT Intan Baru Prana Siapkan Lini Usaha Baru
p.18
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.