Skip to content
Back to announcement

LK Interim PT Integra Indocabinet Tbk Juni 2026.pdf

Financial statement Text extracted WOOD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 68

Page 1
ff
Page 2
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA

Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 30 Juni 2026
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 3
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 30 Juni 2026
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                                                                                             Halaman
                         Daftar Isi



 Surat Pernyataan Direksi

 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit .............................................................       1

 Laporan Laba Rugi Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………….…………..                                                   2

 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………                                                 3

 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………………….                                                     4

 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit                   ……………………………………                          5 - 61




                                                           ***************************
Page 4

          
Page 5
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2026
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                           30 Juni 2026                     31 Desember 2025
                                                                                  Catatan
                                                          (Tidak diaudit)                       (Diaudit)

  ASET
  ASET LANCAR
  Kas dan setara kas                                          145,660,747,658       5              78,239,274,872
  Piutang usaha - bersih                                                            6
    Pihak ketiga                                              306,261,948,334                     345,041,949,473
    Pihak berelasi                                             13,736,523,689       25             19,832,152,689
  Piutang lain-lain                                                                 7
    Pihak ketiga                                               22,477,699,131                     158,148,937,224
    Pihak berelasi                                                  361,331,233     25               572,255,495
  Persediaan - bersih                                       3,397,477,021,983       8           3,322,746,546,915
  Biaya dibayar di muka                                         2,958,405,492                       6,777,878,243
  Pajak dibayar di muka                                        83,794,689,057       17             78,327,684,906
  Uang muka pembelian                                       1,199,069,028,027       9           1,107,963,267,938
  Pinjaman ke pihak berelasi                                  154,686,028,841       25            179,177,432,841


  Jumlah Aset Lancar                                        5,326,483,423,445                   5,296,827,380,596


  ASET TIDAK LANCAR
  Uang muka pembelian                                          26,905,382,648       9             109,097,048,469
  Penyertaan saham                                                  242,336,320     10               242,336,320
  Investasi pada entitas asosiasi                              72,709,985,444       11             58,946,468,747
  Piutang lain-lain                                           146,359,581,619       7                           -
  Aset tetap - bersih                                       2,098,329,017,868       12          2,144,591,644,432
  Properti investasi                                          237,719,939,700       12            237,719,939,700
  Aset hak guna - bersih                                        3,907,900,954       16              9,293,051,296
  Aset tak berwujud - bersih                                  162,241,756,517                      71,750,528,374
  Taksiran tagihan pajak                                       19,424,400,084                      18,555,574,727
  Aset pajak tangguhan                                          8,992,258,340                       8,992,258,340
  Aset lain-lain                                               46,856,381,892                      46,638,325,861


  Jumlah Aset Tidak Lancar                                  2,823,688,941,386                   2,705,827,176,266


  JUMLAH ASET                                               8,150,172,364,831                   8,002,654,556,862




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                                1
Page 6
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2026
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                         30 Juni 2026                    31 Desember 2025
                                                                               Catatan
                                                         (Tidak diaudit)                     (Diaudit)


  LIABILITAS
  LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank                                    2,308,412,781,441     14        2,334,103,212,488
  Utang usaha                                                                    15
    Pihak ketiga                                             276,779,045,839                 149,508,107,403
    Pihak berelasi                                                         -     25              335,179,575
  Utang lain-lain
    Pihak ketiga                                             160,283,414,485                 125,082,735,886
    Pihak berelasi                                             3,670,347,390     25            2,530,888,880
  Beban akrual                                                                   19
    Pihak ketiga                                              57,617,916,484                  52,959,510,432
    Pihak berelasi                                            18,329,333,337     25           10,560,888,891
  Utang pajak                                                  7,995,274,705     17           15,624,005,037
  Liabilitas kontrak                                          57,210,888,224     18           73,553,225,133
  Utang jangka panjang
    yang jatuh tempo dalam
    waktu satu tahun
    Utang bank dan lembaga
      keuangan bukan bank                                    103,354,292,751     14          103,536,587,938
    Liabilitas sewa                                            1,006,430,598                   1,591,862,705
    Utang Obligasi                                            52,460,347,097     19                         -
    Sukuk Mudharabah                                          25,230,000,000     19                         -


  Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          3,072,350,072,351               2,869,386,204,368



  LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang jangka panjang, setelah
    dikurangi bagian yang jatuh
    tempo dalam waktu satu tahun :
    Utang bank dan lembaga
      keuangan bukan bank                                    266,493,732,948     14          318,093,273,951
    Liabilitas sewa                                                        -                     258,221,320
    Utang obligasi                                                         -     19           52,413,948,885
    Sukuk mudharabah                                                       -     19           25,230,000,000
  Pinjaman dari pihak berelasi                               100,850,000,000     25          100,000,000,000
  Liabilitas imbalan kerja                                    36,380,979,296                  33,582,892,356
  Liabilitas pajak tangguhan                                  55,141,687,249                  57,905,457,012


  Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                           458,866,399,493                 587,483,793,524


  JUMLAH LIABILITAS                                        3,531,216,471,844               3,456,869,997,892




 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
 Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                                1a
Page 7
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2026
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                          30 Juni 2026                    31 Desember 2025
                                                                                Catatan
                                                          (Tidak diaudit)                     (Diaudit)


  EKUITAS
  Ekuitas yang Dapat
    Didistribusikan kepada
    Pemilik Perusahaan

  Modal saham - nilai nominal
    Rp 100 per saham
    Modal dasar -
      20.000.000.000 saham
    Modal ditempatkan dan
      disetor penuh -
     6.437.500.000 saham                                      643,750,000,000     20         643,750,000,000
  Tambahan modal disetor                                      314,163,016,890     20         314,163,016,890
  Saham treasuri                                             (89,957,290,800)     20         (89,957,290,800)
  Komponen ekuitas lainnya                                    236,753,894,133                236,753,894,133
  Penghasilan Komprehensif lain                             1,155,782,216,838               1,154,594,162,859
  Saldo laba
    Belum ditentukan
      penggunaannya                                         1,486,530,090,424               1,419,583,676,697
    Ditentukan penggunaannya                                  792,735,214,664     20         792,735,214,664
  Jumlah Ekuitas yang dapat
    Diatribusikan kepada Pemilik
    Perusahaan                                              4,539,757,142,149               4,471,622,674,443
  Kepentingan non-pengendali                                   79,198,750,838     21          74,161,884,527


  JUMLAH EKUITAS                                            4,618,955,892,987               4,545,784,558,970


  JUMLAH LIABILITAS DAN
                                                            8,150,172,364,831               8,002,654,556,862
    EKUITAS




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                                1b
Page 8
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2026
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                          30 Juni 2026                   30 Juni 2025
                                                      (Tidak diaudit)         Catatan    (Tidak diaudit)


 PENJUALAN BERSIH                                         1,452,571,543,078    22,25     1,451,410,931,567
 BEBAN POKOK PENJUALAN                                    1,134,023,799,181    23,25     1,170,711,330,948
 LABA BRUTO                                                318,547,743,897                 280,699,600,619
 BEBAN USAHA
 Beban penjualan                                           (40,721,223,627)     24         (37,066,803,495)
 Beban umum dan administrasi                               (98,834,411,486)    24,25       (70,864,878,425)
 Total Beban Usaha                                        (139,555,635,113)               (107,931,681,920)
 LABA USAHA                                                178,992,108,784                 172,767,918,699
 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
 Beban keuangan                                           (117,249,913,778)   14,19,25    (104,441,871,019)
 Penjualan barang afalan                                    13,837,717,728                  14,262,532,871
 Laba (rugi) selisih kurs - bersih                             540,056,784                    6,515,806,785
 Penghasilan bunga                                           8,474,653,809      25          13,069,121,412
 Laba (rugi) pelepasan aset tetap                           (1,065,706,845)     12          (4,227,559,155)
 Bagian laba entitas asosiasi                                9,001,966,279                    7,829,013,204
 Lain - lain bersih                                         (1,675,906,815)                   5,053,383,884


 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                             90,854,975,946                 110,828,346,681
 BEBAN PAJAK PENGHASILAN - BERSIH                          (24,389,445,205)                (27,714,692,475)
 LABA TAHUN BERJALAN                                        66,465,530,741                  83,113,654,206


 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                            -                                -


 JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
                                                            66,465,530,741                  83,113,654,206
   TAHUN BERJALAN


 Laba tahun berjalan yang
   dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik Perusahaan                                         64,605,094,920                  86,598,083,416
 Kepentingan non-pengendali                                  1,860,435,821                  (3,484,429,210)
 JUMLAH                                                     66,465,530,741                  83,113,654,206


 LABA PER SAHAM DASAR YANG DAPAT
   DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
   ENTITAS INDUK
   Dasar dan dilusian                                                10.31      25                    13.82




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                                 2
Page 9
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2026
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                                                          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan
                                                                                                                                                                       Saldo laba
                               Catatan    Modal saham       Tambahan modal     Saham treasuri          Komponen ekuitas              Penghasilan        Belum ditentukan              Ditentukan          Sub-jumlah        Kepentingan        Jumlah ekuitas
                                                                disetor                                      lainnya               komprehensif lain    penggunaannya               penggunaannya                          non-pengendali


Saldo 1 Januari 2025                     643,750,000,000     314,163,016,890   (89,957,290,800)           236,828,827,991          1,169,656,989,277    1,325,000,567,640           792,735,214,664    4,392,177,325,662   84,568,357,385     4,476,745,683,047


Transfer surplus revaluasi
  ke saldo laba                    12                   -                  -                  -                          -            (1,923,084,265)       1,923,084,265                          -                   -                  -                     -
Selisih kurs atas penjabaran
  akun-akun kegiatan usaha         1d
  luar negeri                      1d                   -                  -                  -                          -               503,721,579                    -                          -        503,721,579       133,715,457          637,437,036
Laba tahun berjalan                                     -                  -                  -                          -                          -     86,598,083,416                           -     86,598,083,416    (3,484,429,210)      83,113,654,206


Saldo 30 Juni 2025                       643,750,000,000     314,163,016,890   (89,957,290,800)           236,828,827,991          1,168,237,626,591    1,413,521,735,321           792,735,214,664    4,479,279,130,657   81,217,643,632     4,560,496,774,289




                                                                                          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan
                                                                                                                                                                       Saldo laba
                               Catatan    Modal saham       Tambahan modal     Saham treasuri          Komponen ekuitas              Penghasilan        Belum ditentukan              Ditentukan          Sub-jumlah        Kepentingan        Jumlah ekuitas
                                                                disetor                                      lainnya               komprehensif lain    penggunaannya               penggunaannya                          non-pengendali


Saldo 1 Januari 2026                     643,750,000,000     314,163,016,890   (89,957,290,800)           236,753,894,133          1,154,594,162,859    1,419,583,676,697           792,735,214,664    4,471,622,674,443   74,161,884,527     4,545,784,558,970


Transfer surplus revaluasi
  ke saldo laba                    12                   -                  -                  -                          -            (2,341,318,807)       2,341,318,807                          -                   -                  -                     -
Setoran modal
  kepentingan non pengendali                            -                  -                  -                          -                          -                   -                          -                   -    2,500,000,000         2,500,000,000
Selisih kurs atas penjabaran
  akun-akun kegiatan usaha
  luar negeri                      20                   -                  -                  -                          -              3,529,372,786                   -                          -       3,529,372,786      765,928,458         4,295,301,244
Dividen kepada kepentingan
  non-pengendali                                        -                  -                  -                          -                          -                   -                          -                   -      (89,497,968)         (89,497,968)
Laba tahun berjalan                                     -                  -                  -                          -                          -     64,605,094,920                           -     64,605,094,920     1,860,435,821       66,465,530,741


Saldo 30 Juni 2026                       643,750,000,000     314,163,016,890   (89,957,290,800)           236,753,894,133          1,155,782,216,838    1,486,530,090,424           792,735,214,664    4,539,757,142,149   79,198,750,838     4,618,955,892,987




                Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang
                tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                                                                                                    3
Page 10
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2026
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                          30 Juni 2026                  30 Juni 2025
                                                      (Tidak diaudit)         Catatan   (Tidak diaudit)


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
    OPERASI
  Penerimaan dari pelanggan                               1,479,628,555,851              1,317,395,794,551
  Pembayaran kas kepada
    pemasok, direksi, karyawan
    dan lain-lain                                    (1,091,764,015,673)                  (963,914,654,093)


  Kas yang diperoleh dari
    (digunakan untuk) operasi                              387,864,540,178                 353,481,140,458
  Penerimaan pajak                                                        -                 32,724,981,497
  Penerimaan bunga                                           8,474,653,809                  13,069,121,412
  Pembayaran bunga                                        (105,610,276,002)               (105,810,671,814)
  Pembayaran pajak                                         (38,620,630,595)                (36,770,586,218)
  Lain-lain - bersih                                        13,638,091,372                  17,695,289,761


  Kas Bersih yang Diperoleh
    dari (Digunakan untuk)
    Aktivitas Operasi                                      265,746,378,762                 274,389,275,096


  ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
  INVESTASI
  Hasil pelepasan aset tetap                                 1,591,739,699      12            2,523,111,022
  Pembayaran uang muka
    pembelian aset tetap                                   (23,209,054,596)                (15,658,082,354)
  Perolehan aset tetap                                      (3,640,946,038)     12         (11,186,465,074)
  Penyertaan saham                                                        -                   (450,000,000)
  Perolehan aset lain-lain                                 (93,658,241,808)                 (4,511,972,578)


  Kas Bersih yang Digunakan
    untuk Aktivitas Investasi                             (118,916,502,743)                (29,283,408,984)




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                               4
Page 11
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2026
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                          30 Juni 2026                    30 Juni 2025
                                                          (Tidak diaudit)       Catatan   (Tidak diaudit)


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
  PENDANAAN
  Penerimaan dari utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank jangka pendek                     3,348,661,781,985                2,584,056,661,530
  Penambahan setoran modal oleh non-
                                                               2,500,000,000                                -
  pengendali
  Pembayaran utang obligasi                                                 -     19       (197,279,744,366)
  Pembayaran sukuk mudharabah                                               -     19         (83,800,000,000)
  Pembayaran utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank jangka pendek                 (3,379,280,411,535)                 (2,602,732,533,652)
  Pembayaran utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank jangka panjang                      (51,367,500,000)      14         (36,687,337,170)
  Pembayaran pokok liabilitas sewa                             (843,653,427)                  (4,480,789,221)
  Pembayaran dividen pada kepentingan
    non-pengendali                                              (89,497,968)                                -


  Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan
    untuk Aktivitas Pendanaan)                              (80,419,280,945)               (340,923,742,879)


  KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS,
    SETARA KAS DAN CERUKAN                                    66,410,595,074                 (95,817,876,767)


  DAMPAK BERSIH PERUBAHAN NILAI
    TUKAR ATAS KAS DAN SETARA KAS                              1,010,877,712                     977,253,036


  KAS, SETARA KAS DAN
    CERUKAN AWAL TAHUN                                        78,239,274,872                  39,772,427,682


  KAS, SETARA KAS DAN
    CERUKAN AKHIR TAHUN                                     145,660,747,658                  (55,068,196,049)


  Kas, setara kas dan cerukan terdiri dari:


  Kas                                                         10,854,372,995      5              827,248,285
  Bank                                                        74,577,190,663      5           33,105,134,382
  Deposito berjangka                                          60,229,184,000      5            8,720,231,260
  Cerukan                                                                   -     14         (97,720,809,976)
  JUMLAH                                                    145,660,747,658                  (55,068,196,049)




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                               4a
Page 12
                                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                         Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   1.    UMUM
         a.   Pendirian Perusahaan
              PT Integra Indocabinet, Tbk (“Perusahaan” atau “ITG”) didirikan berdasarkan akta notaris Soetjipto, S.H., No. 147
              tanggal 19 Mei 1989. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
              Keputusan No. C2-320.HT.01.01.th’90 tanggal 20 Januari 1990.
             Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris Dyah Ayu
             Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 20 Juli 2022 menyetujui perubahan pasal 3 mengenai maksud dan tujuan
             Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
             Surat Keputusan No. AHU-0055698.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 8 Agustus 2022. Sampai dengan tanggal
Approved by: penerbitan laporan keuangan konsolidasian, amandemen tersebut belum dipublikasikan dalam Berita Negara.

              Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam bidang
              industri dan perdagangan besar. Perusahaan saat ini bergerak di bidang industri mebel kayu dan produk kayu
              lainnya.
              Perusahaan berkedudukan di Jalan Raya Industri No. 678, Betro, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.
              Perusahaan mulai melakukan kegiatan operasinya pada tahun 1989.
              Entitas induk langsung dan entitas induk utama Perseroan adalah PT Integra Indo Lestari yang didirikan dan
              berdomisili di Indonesia.

         b.   Penawaran Umum Saham Perusahaan
              Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-307/D.04/2017, tanggal 14 Juni 2017, Pernyataan Pendaftaran
              Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 21 Juni 2017,
              Perusahaan mencatatkan 6.250.000.000 lembar sahamnya dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
              nominal Rp 100 per saham di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 260 per saham.

         c.   Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan

              Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-52/D.04/2021, tanggal 8 April 2021, Perusahaan memperoleh
              pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi dan
              Sukuk Mudharabah dengan total penawaran umum masing-masing sebesar Rp 700.000.000.000 dan
              Rp 300.000.000.000.

              Perusahaan telah mencatatkan di Bursa EfekIndonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap I masing masing
              sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000 pada tanggal 15 April 2021.

              Selanjutnya, pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan
              Sukuk Mudharabah Tahap II masing masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.

         d.   Entitas Anak
              Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
                                                                                                          Persentase                      Jumlah aset sebelum
                                                                                                          Kepemilikan                eliminasi (dalam jutaan rupiah)
                                                                        Aktivitas    Tahun
                                                                         Bisnis      Operasi                                   30 Juni 2026
                       Entitas Anak                    Domisili                     Komersial
                                                                                                30 Juni, 2026    31 Des, 2025        30 Juni, 2026     31 Des, 2025
                                                                                                                    ____________                      _____________    ______




               Entitas Anak Langsung
               PT Belayan River Timber (BRT)       Kalimantan Timur         a         1972           81.44%             81.44%            543,516                     525,754

               PT Intertrend Utama (ITR)              Sidoarjo              b         1993           99.79%             99.79%          2,692,022                2,670,667
               PT Interkraft (ITK)                    Sidoarjo              b         2002           99.53%             99.53%          1,647,229                1,469,480
               PT Intera Indonesia (INT)              Sidoarjo              b         2012           99.89%             99.89%          1,429,926                1,423,903
               PT Inter Kayu Mandiri (IKM)            Sidoarjo              c         2015           80.00%             80.00%             67,940                   54,086
               Carbon Resources Alliance Aps (CRA)    Denmark               d           -            60.00%             60.00%            123,335                  115,916

               Entitas Anak Tidak Langsung
               Melalui PT Intertrend Utama (ITR)
               PT Superalam Mas (SAM)                 Tulungagung       D   d             -        100.00%              100.00%           15,059                      15,027

               Melalui PT Belayan River Timber (BRT)
               PT Narkata Rimba (NKT)                Kalimantan Timur       a            1978        99.00%             99.00%             51,473                     47,352
               PT Kandelia Alam (KAN)                Kalimantan Barat       d              -         80.00%             80.00%             24,826                     23,058
               PT Ekosistem Alam Sejahtera                Jakarta           d              -         70.00%             70.00%             14,325                     27,325
              (EAS)




                                                                                     5
Page 13
                                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                     Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   1.    UMUM (Lanjutan)

         d.    Entitas Anak (Lanjutan)
               Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut: (Lanjutan)
                                                                                                          Persentase                      Jumlah aset sebelum
                                                                                                          Kepemilikan                eliminasi (dalam jutaan rupiah)
                                                                        Aktivitas      Tahun
                                                                         Bisnis        Operasi                                 30 Juni 2026
                        Entitas Anak                    Domisili                      Komersial
                                                                                                  30 Juni, 2026   31 Des, 2025         30 Juni, 2026       31 Des, 2025
                                                                                                                    ____________                             _________________



               Entitas Anak Tidak Langsung (Lanjutan)
Approved by:
               Melalui PT Belayan River Timber (BRT) (Lanjutan)
                PT Indika Ekosistem Khatulistiwa           Jakarta          d                 -      70.00%             70.00%                45,309           45,238
                (IEK)
                PT Ananda Anugerah Agung (AAA)           Pekanbaru           d                -      90.00%             90.00%                 4,856             4,813

                Melalui PT Belayan River Timber (BRT) dan PT Narkata Rimba (NKT)
                PT Nala WIjaya Amerta (NWA)               Surabaya           d                -      100.00%            100.00%                4,046            4,046
                PT Renjana Amerta Lestari (RAL)           Surabaya           d                -      100.00%            100.00%                6,262            6,187
                PT Borneo Forestama Lestari (BFL)     Kalimantan Timur       d                -      100.00%            100.00%               21,699           12,483
                PT Borneo Wana Utama (BWU)            Kalimantan Timur       d                -      100.00%            100.00%               42,209           42,114
                PT Bakau Bina Usaha (BBU)                  Aceh              d                -      100.00%            100.00%                1,407            1,393
                PT Nusantara Climate Initiative
                Indonesia (NCII)                          Jakarta            d                -      100.00%            100.00%               5,141              5,597

                Melalui PT Borneo Forestama Lestari (BFL) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Ekosistem Alas Lestari (EAL)           Surabaya     D    d               -       100.00%             100.00%               3,235              3,235

                Melalui PT Borneo Wana Utama (BWU) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Wana Kelola Utama (WKU)            Surabaya           d                    -      100.00%            100.00%                724                 724

                Melalui PT Nala Wijaya Amerta (NWA) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Arya Harita Wanantara (AHW)          Surabaya            d                 -     100.00%             100.00%               4,176              3,259
                PT Askara Wana Utama (AWU)              Surabaya            d                 -     100.00%             100.00%                 714                714
                PT Bhumi Nawasena Sejahtera             Surabaya            d                 -     100.00%             100.00%                 543                507
                (BNS)

               Aktivitas Bisnis Entitas Anak
               a. Industri Hak Pengelolaan Hutan
               b. Industri Mebel
               c. Perusahaan Induk
               d. Belum beroperasi secara komersial

               Perubahan dalam entitas anak selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

               PT Intertrend Utama

               Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham ITR yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
               Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 18 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain pembagian
               dividen sebesar Rp 225.000.000.000 untuk tahun buku 2023.

               PT Intera Indonesia

               Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham INT yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
               Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 19 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain pembagian
               dividen sebesar Rp 75.000.000.000 untuk tahun buku 2023.

               PT Kandelia Alam

               Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal 24 Desember 2024, para pemegang
               saham KAN menyetujui peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh dari Rp 4.000.000.000 menjadi
               Rp 35.500.000.000.

               PT Ananda Anugerah Agung

               Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 3 tanggal 11 Januari 2024, BRT memiliki penyertaan
               saham sebesar 900 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada AAA. Persentase
               kepemilikan BRT sebesar 90%.

               PT Bakau Bina Usaha

               Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 2 tanggal 5 Februari 2024, BRT memiliki penyertaan
               saham sebesar 475 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada BBU. Persentase
               kepemilikan BRT sebesar 95%.

                                                                                          6
Page 14
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   1.    UMUM (Lanjutan)

         d.    Entitas Anak (Lanjutan)

               Perubahan dalam entitas anak selama periode berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

               PT Nusantara Climate Initiative Indonesia

               Berdasarkan Akta Notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 3 tanggal 6 Oktober 2025, Entitas Anak (BRT dan
               NR) mengakuisisi 2.850 lembar dan 150 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100.000 per lembar saham pada
               NCII. Persentase kepemilikan BRT dan NR masing-masing sebesar 95% dan 5%.
Approved by:
         e.    Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
               Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
               Dewan Komisaris
               Komisaris Utama (Independen)       :           Bing Hartono Poernomosidi*
               Komisaris                          :              Stephanie Kane Ilham
                                                  :                 Syany Tjandra

               Direksi
               Direktur Utama                     :                   Halim Rusli
               Direktur                           :                   Widjaja Karli
               Direktur Independen                :                  Wang Sutrisno
                                                  :               Fernando Situmorang

               Komite Audit
               Ketua                              :           Bing Hartono Poernomosidi*
               Anggota                            :                Agus Hari Santoso
                                                                 Windhi Yuananta Sari
               *merangkap sebagai Komisaris Independen
               Perusahaan dan Entitas Anaknya (bersama-sama disebut “Grup”) memiliki 1.415 dan 1.334 orang karyawan tetap
               masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2025.

         f.    Persetujuan dan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
               Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian ini, sesuai
               dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi
               Perusahaan pada 31 Juli 2026.


   2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI
         a.    Perubahan Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
               Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia, Dewan Standar Akuntansi
               Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) menyetujui perubahan nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
               Indonesia yang mengatur penomoran Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi atas Standar
               Akuntansi Keuangan (ISAK). Hal ini bertujuan untuk membedakan antara PSAK dan ISAK yang diadopsi dari
               International Financial Reporting Standards (IFRS) dan yang tidak. Perubahan nomenklatur Standar Akuntansi
               Keuangan Indonesia yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024, tidak akan mempengaruhi isi masing-masing PSAK
               dan ISAK.
         b.    Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan

               Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan
               operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan atas PSAK
               revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap
               jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.
               •    PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau
                    Jangka Panjang

                    Amendemen ini hanya mempengaruhi penyajian liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dalam
                    laporan posisi keuangan dan bukan jumlah atau waktu pengakuan aset, liabilitas, penghasilan atau beban, atau
                    informasi yang diungkapkan mengenai pos-pos tersebut.


                                                                   7
Page 15
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)
         b.    Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (Lanjutan)
               •   PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau
                   Jangka Panjang (lanjutan)

                   Amendemen tersebut mengklarifikasi bahwa klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang
                   didasarkan pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan, menetapkan bahwa klasifikasi tersebut tidak
                   dipengaruhi oleh ekspektasi apakah entitas akan menggunakan haknya untuk menunda penyelesaian suatu
                   liabilitas, menjelaskan bahwa hak tersebut ada jika kovenan dipatuhi pada akhir periode pelaporan, dan
                   memperkenalkan definisi 'penyelesaian' untuk memperjelas bahwa penyelesaian mengacu pada pengalihan ke
Approved by:       pihak lain atas kas, instrumen ekuitas, aset dan jasa lainnya.
               •   PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan

                   Amendemen tersebut menetapkan bahwa hanya perjanjian yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum akhir
                   periode pelaporan yang memengaruhi hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya selama dua
                   belas bulan setelah tanggal pelaporan (dan karenanya harus dipertimbangkan dalam menilai klasifikasi liabilitas
                   sebagai lancar atau tidak lancar).
                   Perjanjian tersebut memengaruhi apakah hak tersebut ada pada akhir periode pelaporan, bahkan jika kepatuhan
                   terhadap perjanjian dinilai hanya setelah tanggal pelaporan (misalnya perjanjian berdasarkan posisi keuangan
                   entitas pada tanggal pelaporan yang dinilai kepatuhannya hanya setelah tanggal pelaporan).
                   DSAK-IAI juga menetapkan bahwa hak untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya selama dua belas
                   bulan setelah tanggal pelaporan tidak terpengaruh jika entitas hanya harus mematuhi perjanjian setelah periode
                   pelaporan. Namun, jika hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas bergantung pada kepatuhan entitas
                   terhadap perjanjian dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan, entitas mengungkapkan informasi
                   yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami risiko liabilitas yang harus dibayar kembali dalam
                   waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. Ini akan mencakup informasi tentang perjanjian (termasuk
                   sifat perjanjian dan kapan entitas diharuskan untuk mematuhinya), jumlah tercatat liabilitas terkait dan fakta serta
                   keadaan, jika ada, yang menunjukkan bahwa entitas mungkin mengalami kesulitan dalam mematuhi perjanjian.
               •   PSAK 207 (Amendemen), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (Amendemen), “Instrumen Keuangan:
                   Pengungkapan”: Pengaturan Pembiayaan Pemasok

                   Amendemen tersebut menambahkan tujuan pengungkapan pada PSAK 207 yang menyatakan bahwa suatu
                   entitas diharuskan untuk mengungkapkan informasi tentang pengaturan keuangan pemasoknya yang
                   memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk menilai dampak pengaturan tersebut terhadap liabilitas dan
                   arus kas entitas. Selain itu, PSAK 107 diamendemen untuk menambahkan pengaturan keuangan pemasok
                   sebagai contoh dalam persyaratan untuk mengungkapkan informasi tentang paparan entitas terhadap
                   konsentrasi risiko likuiditas.
                   Amendemen tersebut berisi ketentuan transisi khusus untuk periode pelaporan tahunan pertama di mana Grup
                   menerapkan amendemen tersebut. Berdasarkan ketentuan transisi, suatu entitas tidak diharuskan untuk
                   mengungkapkan:
               •   informasi komparatif untuk setiap periode pelaporan yang disajikan sebelum awal periode pelaporan tahunan
                   di mana entitas pertama kali menerapkan amendemen tersebut.
               •   informasi yang diwajibkan oleh PSAK 207:44H(b)(ii)-(iii) pada awal periode pelaporan tahunan di mana entitas
                   pertama kali menerapkan amendemen tersebut.

               •   PSAK 116 (Amendemen), “Sewa”: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik

                   Amendemen PSAK 116 menambahkan persyaratan pengukuran selanjutnya untuk transaksi jual dan sewa-balik
                   yang memenuhi persyaratan dalam PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan untuk dicatat
                   sebagai penjualan. Amendemen tersebut mengharuskan penjual-penyewa untuk menentukan 'pembayaran
                   sewa' atau 'pembayaran sewa yang direvisi' sehingga penjual-penyewa tidak mengakui keuntungan atau
                   kerugian yang terkait dengan hak penggunaan yang dimiliki oleh penjual- penyewa, setelah tanggal dimulainya.

                   Amendemen tersebut tidak memengaruhi keuntungan atau kerugian yang diakui oleh penjual-penyewa terkait
                   dengan penghentian sebagian atau seluruh sewa. Tanpa persyaratan baru ini, penjual-penyewa bisa mengakui
                   keuntungan atas hak penggunaan yang dimilikinya semata-mata karena pengukuran ulang liabilitas sewa
                   (misalnya, setelah modifikasi sewa atau perubahan jangka waktu sewa) dengan menerapkan persyaratan umum
                   dalam PSAK 116. Hal ini khususnya dapat terjadi dalam sewa-balik yang mencakup pembayaran sewa variabel
                   yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga.


                                                                     8
Page 16
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)
         b.    Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (Lanjutan)

               •    PSAK 116 (Amendemen), “Sewa”: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik (lanjutan)

                    Sebagai bagian dari amendemen, DSAK-IAI mengubah Contoh Ilustrasi dalam PSAK 116 dan menambahkan
                    contoh baru untuk mengilustrasikan pengukuran selanjutnya atas aset hak-guna dan liabilitias sewa dalam
                    transaksi jual dan sewa-balik dengan pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku
                    bunga. Contoh ilustrasi tersebut juga mengklarifikasi bahwa liabilitas yang timbul dari transaksi jual dan sewa-
                    balik yang memenuhi syarat sebagai penjualan dengan menerapkan PSAK 115 adalah liabilitas sewa.
Approved by:
                    Penjual-penyewa menerapkan amendemen secara retrospektif sesuai dengan PSAK 208 terhadap transaksi jual
                    dan sewa-balik yang dilakukan setelah tanggal penerapan awal, yang didefinisikan sebagai awal periode
                    pelaporan tahunan di mana entitas pertama kali menerapkan PSAK 116.

         c. Standar dan Amandemen/Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
               Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen- amendemen atas PSAK yang
               relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah
               sebagai berikut:
               Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025
               •   PSAK 117, “Kontrak Asuransi”
                   PSAK 117 mengatur relaksasi beberapa ketentuan antara lain berupa penambahan pengecualian ruang lingkup,
                   penyesuaian penyajian laporan keuangan, penerapan opsi mitigasi risiko dan beberapa modifikasi pada ketentuan
                   transisi. PSAK 117 juga mensyaratkan pemisahan yang jelas antara pendapatan yang dihasilkan dari bisnis
                   asuransi dengan yang berasal dari kegiatan investasi.
               •   PSAK 117 (Amendemen), “Kontrak Asuransi”, Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109-Informasi Komparatif
                   Amendemen ini memperjelas pengaturan bagi entitas industri asuransi yang akan melakukan penerapan awal
                   PSAK 117 dan PSAK 109 dalam periode bersamaan. Amendemen ini juga mengatasi isu penerapan yang terkait
                   dengan informasi komparatif yang akan disajikan pada penerapan awal untuk aset keuangan.
               •   PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan Ketertukaran”
                   Amendemen ini mensyaratkan entitas untuk menerapkan pendekatan yang konsisten dalam menilai apakah suatu
                   mata uang dapat ditukar dengan mata uang lain dan, jika tidak, dalam menentukan nilai tukar yang akan
                   digunakan dan pengungkapan yang harus diberikan.
               Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026
               •   Amendemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi
                   dan Pengukuran Instrumen Keuangan
                   Amendemen tersebut mengklarifikasi persyaratan yang terkait dengan tanggal penghentian pengakuan aset
                   keuangan dan liabilitas keuangan, dengan pengecualian untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan yang
                   diselesaikan melalui transfer elektronik; persyaratan untuk menilai karakteristik arus kas kontraktual dari aset
                   keuangan, dengan panduan tambahan tentang penilaian fitur kontinjensi; dan karakteristik pinjaman non-course
                   dan instrumen yang terkait secara kontraktual. Amendemen tersebut juga memperkenalkan persyaratan
                   pengungkapan tambahan untuk instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                   lain dan untuk instrumen keuangan dengan fitur kontinjensi.
               •   Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109, “Instrumen
                   Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas”

                 Penyesuaian tahunan ini terbatas pada amendemen yang mengklarifikasi susunan kata (wording) atau
                 pembetulan minor atas konsekuensi yang tidak diintensikan, kekeliruan, atau persyaratan yang bertentangan
                 dalam standar.
               Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar dan
               amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
               manajemen.




                                                                    9
Page 17
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

         a.    Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
               Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
               Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
               Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
               (“DSAK-IAI”) serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan
               Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
               Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan
Approved by:   kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup untuk periode yang
               berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti yang telah
               diungkapkan dalam Catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif
               tanggal 1 Januari 2026.
               Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus mempertahankan
               kelangsungan usaha.
               Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar akrual
               dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran
               lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
               Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
               dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
               Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas mencakup kas, bank dan deposito yang jatuh tempo dalam waktu
               tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan setelah dikurangi cerukan.
               Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang
               merupakan mata uang fungsional Grup.
         b.    Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
               Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
               lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang.
               Suatu aset disajikan lancar bila:
               (i)   akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
               (ii) untuk diperdagangkan,
               (iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
                     penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
                     periode pelaporan.
               Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
               Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila:
               (i)   akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
               (ii) untuk diperdagangkan,
               (iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
               (iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan setelah periode
                    pelaporan.
               Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.




                                                                     10
Page 18
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         c.   Prinsip-prinsip Konsolidasi

              Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas- entitas yang dikendalikan
              secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.

             Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
             • Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan
                aktivitas relevan dari investee;
Approved by: • Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
             • Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

              Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
              perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
              Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Perusahaan dapat mempertimbangkan semua fakta dan
              keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
              • Pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara yang lain;
              • Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
              • Hak suara dan hak suara potensial Grup.

              Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Grup
              kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, pendapatan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi
              atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari
              tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas anak.
              Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
              akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh
              Grup, kecuali dinyatakan lain.
              Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup
              juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.
              Kepentingan non-pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak
              dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan
              dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi
              keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
              Kepentingan non-pengendali pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional kepentingan
              non-pengendali atas nilai wajar aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk
              masing-masing akuisisi. Kepentingan non-pengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah
              tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah bagian
              kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas.
              Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
              entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan non-pengendali, walaupun hasil di kepentingan non-pengendali
              mempunyai saldo defisit.
              Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas.
              Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan non- pengendali disesuaikan untuk mencerminkan
              perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan non-pengendali
              yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan
              diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
              Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
              a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
              b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali;
              c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
              d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
              e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
              f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai laba rugi; dan
              g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
                  penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan melepas secara
                  langsung aset atau liabilitas yang terkait.




                                                                  11
Page 19
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                     Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         c.    Prinsip-prinsip Konsolidasi (Lanjutan)

               Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai
               nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109, “Instrumen Keuangan”,
               ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura
               bersama.

         d.    Kombinasi Bisnis
Approved by:
               Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur
               pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang
               dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan
               kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya
               akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.

               Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih diakui pada nilai wajar kecuali
               untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.

               Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan non-pengendali
               dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada)
               atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada
               tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill.

               Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai kembali
               apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang diambil alih dan
               menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal akuisisi. Jika penilaian
               kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas jumlah gabungan imbalan yang
               dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi.
               Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari
               pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjensi tersebut diukur pada nilai
               wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis.
               Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode
               pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode
               pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran
               (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal
               akuisisi.
               Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi syarat
               sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi diklasifikasikan. Imbalan
               kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan dan
               penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau
               liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar
               dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang
               tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan
               perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi.
               Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur
               kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba
               rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikan tersebut
               dilepas/dijual.
               Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup
               melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya.
               Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau liabilitas tambahan
               yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
               akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.




                                                                     12
Page 20
                                                          FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                      Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         e.    Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
               Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338. Berdasarkan PSAK ini,
               transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi
               entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti
               substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan
               ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut.
               Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan.
               Metode penyatuan kepemilikan diterapkan seolah-olah entitas-entitas tersebut telah bergabung sejak periode dimana
Approved by:
               entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat aset
               neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “tambahan modal disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba rugi atau
               direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang.
         f.    Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
               Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:
               a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:
                  (i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
                  (ii) Memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
                  (iii) personil manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.

               b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
                  (i) entitas dan Grup adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak
                         berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
                  (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura
                         bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
                  (iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
                  (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
                         entitas ketiga.
                  (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas yang
                         terkait dengan Grup.
                  (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
                  (vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil
                         manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
                  (viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
                         menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
                  (ix) entitas yang merupakan entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup.
               Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan
               yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
         g. Instrumen Keuangan
             Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
             keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan posisi
             keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut.
               Klasifikasi
               i. Aset keuangan
                   Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya perolehan
                   diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
                   (“FVTOCI”).
                   Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                   •    Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
                        mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                   •    Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari
                        pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
                  Grup mengklasifikasikan instrumen utang pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                  •  Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas
                     kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                  •  Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata
                     dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.



                                                                      13
Page 21
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
             Klasifikasi (Lanjutan)
             i. Aset keuangan (Lanjutan)
                 Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
                 memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
                 dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
                 Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola aset keuangan
Approved by:     untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus
                 kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
                 Pada saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan instrumen
                 ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
                 Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur
                 pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan sebagai
                 diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
                 Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur aset yang
                 memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan
                 komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau secara
                 signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting
                 mismatch”).
                 Aset keuangan yang diukur pada FVTPL mencakup aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
                 keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang
                 disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya.
                 Aset keuangan tersedia untuk diperdagangkan jika:
                 •    diperoleh untuk tujuan dijual dalam waktu dekat; atau
                 •    pada pengakuan awal, merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang diidentifikasi dimana
                      dikelola bersama oleh Grup dan memiliki bukti pola pengambilan actual laba jangka pendek; atau
                 •    merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau lindung nilai
                      yang ditunjuk dan efektif)
                Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain- lain diklasifikasikan sebagai
                aset yang diukur dengan biaya diamortisasi dan penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                diukur pada FVTOCI.
                Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL.
             ii. Liabilitas keuangan
                Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada
                FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
                Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas
                keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
                Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan
                untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga instrumen yang tidak ditetapkan
                sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
                kecuali instrumen sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang
                timbul diakui pada laba rugi.
                Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada FVTPL ditentukan pada saat pengakuan awal,
                dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 109 terpenuhi.
                Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan bukan bank, utang usaha, utang lain-
                lain, beban akrual, liabilitas sewa, utang obligasi dan sukuk mudharabah diklasifikasikan sebagai liabilitas
                keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
                FVTPL.
             Pengakuan dan Pengukuran
             Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada awalnya
             diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan
             aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
             keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
             perolehan aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi diakui langsung pada laba rugi.

                                                                 14
Page 22
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Pengakuan dan Pengukuran (Lanjutan)
               i. Aset keuangan
                  Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
                  ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
                  perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Approved by:      Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan yang diamortisasi
                  atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut sebagai berikut:
                  •   Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
                      Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan
                      metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba
                      rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
                  •   Instrumen ekuitas ditetapkan pada FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat
                      penghentian pengakuan
                      Selanjutnya, nilai wajar tersebut diukur pada nilai wajar dengan mengakui keuntungan dan kerugian yang
                      timbul dari perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan aset
                      keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian
                      kumulatif tidak direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan investasi ekuitas, melainkan dialihkan ke saldo laba.
                      Dividen diakui sebagai penghasilan investasi lainnya pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran
                      dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi, di mana
                      keuntungan tersebut dicatat dalam penghasilan komprehensif lain. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada
                      FVTOCI tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai.
               ii. Liabilitas keuangan
                  •   Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
                      Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi
                      bisnis, 2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya
                      perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.


               Metode Suku Bunga Efektif
               Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan dalam menghitung biaya perolehan diamortisasi dari
               aset keuangan atau liabilitas keuangan dan dalam pengalokasian dan pengkuan pendapatan bunga atau beban
               bunga pada laporan laba rugi selama periode relevan.
               Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan
               kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat bruto aset
               keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif,
               entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dari
               instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli dan opsi- opsi serupa),
               tetapi tidak mempertimbangkan keruagian kredit ekspektasian. Perhitungan mencakup seluruh fee (imbalan) dan
               komisi yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lainnya.
               Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
               Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
               konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
               yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
               dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
               bersamaan.
               Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan
               dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar,
               peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.




                                                                    15
Page 23
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
             Penurunan Nilai Aset Keuangan
             Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI.
             Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu
             besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default dan
             loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan. Adapun eksposur atas
Approved by: gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan; untuk kontrak jaminan
             keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang
             diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis,
             pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan informasi
             perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
             ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang
             diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan
             akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan perbaikan risiko-kredit
             lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
             ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara
             signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar
             yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang
             mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa
             umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).
             Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang
             disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit,
             namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan.
             Grup membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan
             perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
             Peningkatan risiko kredit secara signifikan
             Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
             awal, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pelaporan
             dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam melakukan
             penilaian, Grup mempertimbangkan baik informasi kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan mendukung, termasuk
             pengalaman historis dan informasi bersifat perkiraan masa depan, yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
             Informasi masa depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri di mana debitur Grup
             beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan pemerintah, lembaga terkait, dan
             organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai sumber eksternal aktual dan prakiraan informasi ekonomi
             yang terkait dengan operasi inti Grup.
             Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan
             sejak pengakuan awal: (a) indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan
             signifikan, (b) wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, (c) kemungkinan bahwa mereka akan
             dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan (d) di mana data yang dapat diobservasi
             mengindikasikan bahwa ada terukur penurunan arus kas estimasi masa mendatang, seperti perubahan tunggakan
             atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.
             Definisi gagal bayar
             Grup menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal
             karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut umumnya
             tidak dapat dipulihkan:
             •   ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
             •   informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa debitur
                 kemungkinan tidak akan membayar kreditornya, termasuk Grup, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan
                 yang dimiliki oleh Grup).
             Terlepas dari analisis di atas, Grup menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan tertunggak
             lebih dari 90 hari kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa kriteria
             yang lebih panjang lebih tepat.


                                                                  16
Page 24
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Aset keuangan memburuk
               Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk
               pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan mengalami
               penurunan nilai termasuk data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut:
               •   kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam;
Approved by:   •   pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau tunggakan;
               •   pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan yang
                   dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika
                   pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
               • terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan
                  lainnya;
               •   hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat kesulitan keuangan; atau
               •   pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian kredit yang
                   terjadi.
               Kebijakan penghapusan
               Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam
               kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan dalam
               proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan, atau untuk hal piutang usaha, ketika jumlahnya sudah
               lebih dari 120 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan yang dihapuskan dapat menjadi subjek
               aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan nasihat hukum yang sesuai. Setiap
               pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
               Grup mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen keuangan dengan
               penyesuaian terkait ke jumlah tercatat melalui akun cadangan kerugian, kecuali untuk investasi pada instrumen
               utang yang diukur pada FVTOCI, dimana penyisihan kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
               diakumulasi dalam “cadangan aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain”,
               dan tidak mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
               Penghentian Pengakuan
               i. Aset keuangan
                   Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                   keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
                   Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                   keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat: (Lanjutan)
                   a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
                   b. Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
                      menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang material kepada
                      pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko
                      dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
                      tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah
                      mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

                   Ketika Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani
                   kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak mengalihkan dan tidak
                   mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun tidak mengalihkan pengendalian atas
                   aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset keuangan tersebut.
                   Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah
                   terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus
                   dibayar kembali.
                   Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan dasar
                   yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Grup.



                                                                     17
Page 25
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Penghentian Pengakuan (Lanjutan)
               i. Aset keuangan (Lanjutan)
                  Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara
                  nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Sebaliknya, pada
                  penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Grup pada pengakuan awal untuk
                  diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi
Approved by:
                  investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba.
               ii. Liabilitas keuangan
                  Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
                  dibatalkan atau kedaluwarsa.
                  Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
                  persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
                  keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas
                  keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.
                  Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan
                  dan utang diakui dalam laba rugi.
         h. Pengukuran Nilai Wajar
               Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk
               mentransfer suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
               Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
               terjadi di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
               menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
               Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
               harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
               terbaiknya.
               Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
               mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir
               penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
               Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
               diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
               keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
                 • Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
                 • Tingkat 2: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
                   diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
                 • Tingkat 3: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
                   dapat diobservasi.
               Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan
               apakah terjadi transfer antara tingkat di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input tingkat
               terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
               Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat,
               karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas dan tingkat hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.




                                                                   18
Page 26
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
          i. Kas dan Setara Kas
             Dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas (yaitu kas di tangan dan rekening
             giro) dan setara kas. Setara kas adalah investasi jangka pendek (umumnya dengan jatuh tempo awal tiga bulan atau
             kurang), sangat likuid yang dengan cepat dapat segera dikonversi ke jumlah kas yang diketahui dan memiliki risiko
             perubahan nilai yang tidak signifikan. Setara kas dimiliki untuk tujuan pemenuhan komitmen kas jangka pendek bukan
             untuk investasi atau tujuan lainnya.
             Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas dan setara kas sebagaimana
Approved by: dijelaskan di atas, setelah dikurangi saldo cerukan bank yang harus dibayar kembali sesuai permintaan dan
             merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup. Cerukan tersebut disajikan sebagai pinjaman
             jangka pendek pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
          j. Persediaan
             Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
             Biaya perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan biaya-
             biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut, serta membawanya ke lokasi dan kondisinya yang
             sekarang. Barang jadi dan barang dalam proses meliputi alokasi beban pabrikasi tetap dan variabel, sebagai
             tambahan atas bahan baku dan tenaga kerja langsung.
             Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran biaya
             untuk menyelesaikan dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
             Grup menetapkan penyisihan untuk nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi
             fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
          k. Biaya Dibayar di Muka
             Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
          l. Investasi pada Entitas Asosiasi
             Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan. Pengaruh signifikan
             adalah kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee tetapi tidak
             mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
             Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian dengan
             menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan
             PSAK 105, “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”.
             Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar
             biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas laba rugi dan
             penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan. Ketika bagian Grup atas kerugian
             entitas asosiasi melebihi kepentingan Grup pada entitas asosiasi (yang mencakup semua kepentingan jangka
             panjang, yang secara substansi, membentuk bagian dari investasi neto Grup dalam entitas asosiasi), Grup
             menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Kerugian selanjutnya diakui hanya apabila Grup
             mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
             Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sejak tanggal saat investee menjadi
             entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar neto dari aset yang
             teridentifikasi dan liabilitas dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi diakui sebagai goodwill. Goodwill
             termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilainya sebagai bagian dari investasi. Setiap
             kelebihan kepemilikan Grup dari nilai wajar neto aset yang teridentifikasi dan liabilitas atas biaya perolehan investasi,
             sesudah pengujian kembali, segera diakui di dalam laba rugi pada periode diperolehnya investasinya.
             Persyaratan dalam PSAK 236, “Penurunan Nilai”, diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk mengakui setiap
             penurunan nilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi. Bila diperlukan, jumlah tercatat investasi
             (termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236 sebagai suatu aset tunggal dengan
             membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya
             pelepasan) dengan jumlah tercatatnya. Rugi penurunan nilai diakui langsung pada nilai tercatat investasi. Setiap
             pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut
             kemudian meningkat.




                                                                   19
Page 27
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
          l. Investasi pada Entitas Asosiasi (Lanjutan)
               Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal saat investasinya berhenti menjadi investasi pada
               entitas asosiasi atau ketika investasi diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Ketika Grup mempertahankan
               kepemilikan dalam entitas yang sebelumnya merupakan entitas asosiasi dan sisa investasi tersebut merupakan aset
               keuangan, Grup mengukur setiap sisa investasi pada nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai wajar tersebut
               dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal sesuai dengan PSAK 109. Selisih antara jumlah tercatat
               pada asosiasi pada tanggal metode ekuitas dihentikan.
Approved by:   Nilai wajar dari setiap bunga yang ditahan dan hasilkan dari pelepasan sebagian kepentingan dalam asosiasi
               termasuk dalam penentuan keuntungan atau kerugian pada pelepasan asosiasi. Selanjutnya, Grup mencatat seluruh
               jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi
               tersebut dengan menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika entitas asosiasi telah
               melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang terkait. Seluruh jumlah yang diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi direklasifikasi ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi)
               pada saat penghentian metode ekuitas.
               Grup melanjutkan penerapan metode ekuitas jika investasi pada entitas asosiasi menjadi investasi pada ventura
               bersama atau investasi pada ventura bersama menjadi investasi pada entitas asosiasi. Tidak terdapat pengukuran
               kembali ke nilai wajar pada saat perubahan kepentingan.
               Jika Grup mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi tetapi Grup tetap menerapkan metode ekuitas, Grup
               mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan
               komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan (jika keuntungan atau kerugian tersebut
               akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait.)
               Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi
               dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sebesar kepemilikan dalam
               entitas asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
               Grup menerapkan PSAK 109, termasuk persyaratan penurunan nilai, untuk kepentingan jangka panjang dalam
               entitas asosiasi ketika metode ekuitas tidak diterapkan dan yang merupakan bagian dari investasi neto pada
               investee. Selanjutnya, dalam menerapkan PSAK 109 untuk kepentingan jangka panjang, Grup tidak
               memperhitungkan penyesuaian nilai tercatat yang disyaratkan oleh PSAK 228 (misalnya, penyesuaian nilai tercatat
               kepentingan jangka panjang yang timbul dari alokasi kerugian investee atau penilaian penurunan nilai berdasarkan
               PSAK 228).
         m. Aset Tetap
               Tanah dan bangunan dinyatakan sebesar nilai revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi
               akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi, kecuali untuk tanah yang tidak
               disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa nilai wajar aset
               yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.
               Setiap kenaikan revaluasi yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan dikreditkan ke akun ‟keuntungan dari
               revaluasi aset tetap” pada penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pembalikan penurunan revaluasi, atas aset
               yang sama yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan tersebut dikreditkan ke laba rugi
               sebesar penurunan yang dibebankan sebelumnya. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dan
               bangunan dibebankan dalam laporan laba rugi hingga melebihi nilainya, jika ada, yang dicatat dalam keuntungan
               dari revaluasi aset tetap terkait dengan revaluasi tanah dan bangunan sebelumnya.
               Cadangan revaluasi yang dipindahkan secara periodik ke saldo laba adalah sebesar perbedaan antara jumlah
               penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan biaya perolehan aset
               tersebut.
               Selain itu, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasian dieliminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai
               aset neto disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut. Pada saat pelepasan, cadangan revaluasi
               atas aset yang dijual dipindahkan ke saldo laba.
               Aset tetap lainnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.
               Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap pada saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi
               kriteria pengakuan. Demikian pula, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam
               jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan
               pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.




                                                                    20
Page 28
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
          m. Aset Tetap (Lanjutan)

               Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
               tetap, sebagai berikut:

                                                                Tahun

                Bangunan                                        10-30
Approved by:    Sarana dan prasarana                              10
                Instalasi listrik                                8-20
                Mesin dan peralatan                              4-16
                Alat-alat berat                                    8
                Kendaraan dan inventaris                          4-8
               Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
               perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai aset
               takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
               Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi
               untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau
               transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset
               pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan
               perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah
               secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, “Aset Tetap”.
               Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
               masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Ketika aset tetap dijual atau dihentikan, biaya perolehan, beban
               akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai dieliminasi dari akun. Keuntungan atau kerugian yang timbul
               dari penghentian pengakuan aset diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
               Aset dalam penyelesaian dicatat sebesar harga perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai yang diakui. Biaya
               perolehan termasuk biaya profesional dan untuk aset kualifikasian, biaya pinjaman yang dikapitalisasi sesuai dengan
               kebijakan akuntansi Grup. Penyusutan aset dimulai saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
               tujuannya, yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan
               sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.
               Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direviu dan disesuaikan, setiap akhir tahun, bila
               diperlukan.
         n. Properti Investasi
               Properti investasi Grup merupakan tanah yang dikuasai Grup untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai
               atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk
               tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
               Properti investasi – tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi penurunan nilai,
               jika ada, dan tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada
               pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti
               investasi. Penambahan selanjutnya dikapitalisasi ke nilai tercatat aset hanya ketika ada keuntungan ekonomi di
               masa yang akan datang dapat dinikmati oleh Grup dari penambahan tersebut dan hal tersebut dapat diukur secara
               andal.
               Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak
               digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada
               saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui
               dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam tahun terjadinya penghentian atau
               pelepasan tersebut.
               Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
               dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan
               atau pengembangan.
               Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
               dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.



                                                                  21
Page 29
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         n. Properti Investasi (Lanjutan)
               Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Grup menggunakan metode biaya pada
               tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan Grup menjadi properti investasi, Grup mencatat
               properti investasi tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan
               penggunaannya.

         o. Biaya Ditangguhkan atas Hak Pengusahaan Hutan
Approved by:
               Biaya/iuran yang terjadi untuk memperoleh “Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (“IUPHHK”)”; seperti biaya
               Hak Pengusahaan Hutan (“HPH”), analisis mengenai dampak lingkungan, foto udara dan rencana karya
               pengusahaan hutan, ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat masing- masing IUPHHK tersebut
               dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu IUPHHK.

         p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
               Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai.
               Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat
               estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
               Jumlah terpulihkan suatu aset adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas dikurangi
               biaya untuk menjual dan nilai pakainya, dan ditentukan untuk aset individual, kecuali aset tersebut tidak
               menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai
               tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset atau unit penghasil kas tersebut mengalami
               penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan rugi penurunan nilai
               segera diakui dalam laba rugi, kecuali aset tersebut disajikan pada jumlah revaluasian, di mana kerugian penurunan
               nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.
               Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan
               tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko
               spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
               terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
               menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar
               yang tersedia.
               Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
               nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
               telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau unit
               penghasil kas tersebut.
               Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika
               terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
               penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan
               tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto
               setelah penyusutan atau amortisasi, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
               pada tahun- tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
               komprehensif lain konsolidasian, kecuali aset yang bersangkutan disajikan pada jumlah revaluasian, dalam hal ini
               pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi. Setelah pembalikan tersebut,
               penyusutan atau amortisasi aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat
               aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
         q. Sewa
               Sebagai Penyewa
               Grup menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup mengakui aset hak-
               guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Grup merupakan penyewa,
               kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau
               kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Grup mengakui pembayaran
               sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya lebih
               merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
               Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal
               permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat
               ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.


                                                                    22
Page 30
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

          q. Sewa (Lanjutan)
               Sebagai Penyewa (Lanjutan)
               Bunga pinjaman inkremental bergantung pada jangka waktu, mata uang dan tanggal mulai sewa, dan ditentukan
               berdasarkan serangkaian input, termasuk: tingkat bebas risiko berdasarkan suku bunga obligasi pemerintah;
               penyesuaian risiko khusus negara; penyesuaian risiko kredit berdasarkan imbal hasil obligasi; dan penyesuaian
               khusus entitas ketika profil risiko entitas yang melakukan perjanjian sewa berbeda dengan grup dan sewa tersebut
               tidak memperoleh manfaat atas jaminan dari Grup.
Approved by:
               Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
                • pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa;
                • pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
                  menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
                • jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
                • harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
                • pembayaran penalty karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi
                  untuk menghentikan sewa.

               Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
               Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas
               sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa
               yang telah dibayar.
               Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba
               rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas
               untuk setiap periode.
               Grup mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak-guna) jika:
                • terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi pembelian, di mana
                  liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revision menggunakan tingkat diskonto revisian;
                • terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau perubahan perkiraan
                  pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas sewa diukur kembali dengan mendiskontokan
                  pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena
                  perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan); atau
                • kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di mana liabilitas sewa diukur
                  dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian.

               Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau
               sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi
               akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
               Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di mana
               aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi
               diakui dan diukur sesuai PSAK 237. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hak- guna terkait, kecuali jika biaya
               tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.
               Aset hak-guna disusutkan secara garis lurus selama jangka waktu sewa yang lebih pendek dan estimasi masa
               manfaat aset, sebagai berikut:
                                                               Tahun

                Mesin dan peralatan                               16
                Kendaraan                                          8
               Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak- guna merefleksikan Grup
               akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dmulai
               pada tanggal permulaan sewa.
               Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                                  23
Page 31
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         q. Sewa (Lanjutan)
               Grup menerapkan PSAK 236 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan mencatat
               kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan penurunan nilai aset non
               keuangan.
               Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas
               sewa dan aset hak- guna. Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi
               yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan
               laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Approved by:
               Sebagai cara praktis, PSAK 116 mengijinkan penyewa untuk tidak memisahkan komponen nonsewa, dan mencatat
               masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa sebagai kesepakatan sewa tunggal. Grup tidak
               menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak yang memiliki komponen sewa dan satu atau lebih sewa tambahan
               atau komponen non sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke setiap komponen sewa dengan dasar
               harga jual relatif berdiri sendiri dari komponen sewa dan jumlah agregat masing- masing dari komponen non sewa.

         r. Pajak Penghasilan
               Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
               transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif lain
               atau langsung pada ekuitas atau kombinasi bisnis.
               Pajak Kini
               Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
               ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi
               yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang
               berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan
               akan dibayar kepada otoritas pajak.
               Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak dalam
               laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
               Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan
               sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak
               penghasilan.
               Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
               keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut
               dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.
               Pajak Tangguhan
               Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan
               pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan
               diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui
               untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa
               jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi
               fiskal. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain
               dari kombinasi bisnis atau transaksi yang tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan
               temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak
               memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan
               temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
               direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku
               secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau
               pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan
               atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau
               dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
               Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah
               tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
               mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai
               kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang
               akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.



                                                                  24
Page 32
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         r.   Pajak Penghasilan (Lanjutan)
               Pajak Tangguhan (Lanjutan)
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum
               ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
               tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan liabilitas
               dan aset pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan,
               pada setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas liabilitas atau aset pajak tangguhan diharapkan
               untuk diselesaikan atau dipulihkan.
Approveds.
        by: Imbalan Kerja

               Imbalan Kerja Jangka Pendek
               Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
               akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika
               karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada
               laba rugi.
               Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti tahunan
               akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
               Imbalan Pascakerja Program Imbalan Pasti
               Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2023
               tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja. Beban
               pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara
               periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan
               tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
               Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset (jika
               ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi
               keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada periode
               terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian
               untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui sebagai pos terpisah
               pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
               Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup mengakui
               biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu.
               Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
               imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
                • Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian)
                • Beban atau pendapatan bunga neto
                • Pengukuran kembali
               Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian kurtailmen
               dicatat sebagai biaya jasa lalu.
               Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus
               aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini
               manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan
               atas program.
         t.   Pengakuan Pendapatan dan Beban
               Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
               analisa sebagai berikut:
                • Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
                • Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak
                  untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
                • Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
                  sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
                  dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah
                  imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang
                  dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama
                  periode kontrak;
                                                                25
Page 33
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         t.    Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
                Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
                analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
                 • Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdirisendiri
                   relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
                   langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
                 • Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi denganmenyerahkan barang atau jasa
Approved by:       yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
                Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan
                dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika mengalihkan
                pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan
                Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
                pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan yaitu saat penyerahan barang kepada pelanggan
                sesuai dengan ketentuan penjualan.
                Liabilitas Kontrak
                Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal) dari
                pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan ketika
                Grup memenuhi kontrak tersebut (yaitu, mengalihkan kendali atas barang dan jasa terkait kepada pelanggan).
                Liabilitas kontrak disajikan terpisah di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
                Beban
                Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basic)
                Penghasilan/Beban Bunga
                Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau biaya bunga
                dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
                pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur yang diharapkan dari instrumen
                keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, terhadap nilai tercatat neto dari aset keuangan
                atau liabilitas keuangan.
         u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo
                Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang juga merupakan
                mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali entitas anak tertentu, yaitu CRA yang memiliki mata uang
                fungsional Krona Denmark. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang fungsionalnya masing-masing dan
                laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan mata uang fungsional tersebut.
                Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
                dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
                sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi
                perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau
                dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan.
                Pos-pos non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku
                pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non-moneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta
                asing tidak dijabarkan kembali.
                Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya kecuali untuk:
                Selisih kurs atas pinjaman dalam valuta asing yang berkaitan dengan aset dalam konstruksi untuk penggunaan
                yang produktif di masa depan, termasuk dalam biaya perolehan aset tersebut ketika dianggap sebagai penyesuaian
                atas biaya bunga atas pinjaman dalam valuta asing;
                Selisih kurs atas pos moneter piutang atau utang dari kegiatan usaha luar negeri yang penyelesaiannya tidak
                direncanakan atau tidak mungkin terjadi (karenanya membentuk bagian dari investasi neto dalam kegiatan usaha
                luar negeri), yang pada awalnya diakui pada penghasilan komprehensif lain dan direklasifikasi dari ekuitas ke laba
                rugi pada pelepasan atau pelepasan sebagian dari investasi neto; dan
                Selisih nilai tukar yang muncul dari penjabaran kembali pos-pos non-moneter, di mana keuntungan atau kerugian
                diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Untuk pos-pos non-moneter tersebut, setiap keuntungan atau
                kerugian dari komponen pertukaran tersebut juga diakui dalam penghasilan komprehensif lain.


                                                                    26
Page 34
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo (Lanjutan)
               Kurs yang digunakan untuk menjabarkan ke mata uang Rupiah, mata uang penyajian Grup, pada tanggal
               30 Juni 2026 dan 2025, adalah sebagai berikut:

                                   Mata uang               30 Juni 2026           31 Desember 2025
                              US$ 1                           17,856                   16,782
                              EUR 1                           20,360                   19,753
                              RMB 1                            2,629                    2,401
Approved by:   Akun-akun dari entitas anak luar negeri dijabarkan dari mata uang pelaporannya menjadi Rupiah dengan dasar
               sebagai berikut:
                  a.    Aset dan liabilitas, baik moneter maupun non-moneter, dijabarkan dengan menggunakan kurs penutup.
                  b.    Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi atau,
                        bila memenuhi syarat, kurs rata-rata periode tersebut.
                  c.    Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai “Penghasilan Komprehensif Lain – Selisih Kurs atas
                        Penjabaran Akun-akun Kegiatan Usaha Luar Negeri” sebagai bagian dari ekuitas sampai pelepasan
                        investasi neto yang bersangkutan.
               Pada pelepasan kegiatan usaha luar negeri (yaitu pelepasan dari seluruh kepentingan Grup pada kegiatan usaha
               luar negeri, atau pelepasan yang melibatkan hilangnya pengendalian pada entitas anak yang mencakup kegiatan
               usaha luar negeri, atau pelepasan parsial atas kepentingan dalam pengaturan bersama atau entitas asosiasi yang
               mencakup kegiatan operasi luar negeri, merupakan aset keuangan yang mencakup kegiatan usaha luar negeri),
               seluruh selisih kurs terakumulasi di ekuitas yang terkait dengan kegiatan usaha luar negeri yang telah diatribusikan
               ke pemilik Perusahaan direklasifikasi ke laba rugi.
               Selanjutnya, dalam pelepasan sebagian dari entitas anak yang mencakup kegiatan usaha luar negeri, yang tidak
               mengakibatkan hilangnya pengendalian Grup atas entitas anak, bagian proporsional dari akumulasi selisih kurs
               diatribusikan kembali kepada kepentingan non- pengendali dan tidak diakui dalam laba rugi. Untuk seluruh
               pelepasan sebagian kepentingan lainnya (yaitu pelepasan sebagian dari entitas asosiasi atau pengaturan bersama
               yang tidak mengakibatkan hilangnya pengaruh signifikan atau pengendalian bersama Grup), bagian proporsional
               dari jumlah kumulatif selisih kurs direklasifikasi ke laba rugi.
               Pada konsolidasi, selisih kurs yang berasal dari penjabaran atas investasi neto entitas luar negeri (termasuk pos-
               pos moneter yang secara substansi membentuk bagian investasi neto entitas luar negeri), diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah di bawah judul “cadangan selisih
               kurs atas penjabaran akun- akun kegiatan usaha luar negeri”.
               Goodwill dan penyesuaian nilai wajar yang timbul dari akuisisi dari kegiatan usaha luar negeri diperlakukan sebagai
               aset dan liabilitas dari kegiatan usaha luar negeri dan dijabarkan pada kurs tutup buku. Selisih kurs yang timbul
               diakui pada penghasilan komprehensif lain.
         v. Informasi Segmen
               Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular
               direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja
               segmen operasi.
               Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
                   a.   yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memeroleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
                        pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
                   b.   yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
                        keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
                   c.   di mana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
               Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian
               kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
               Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung
               kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
               Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar grup dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
         w. Laba per Saham Dasar
               Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
               pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang
               bersangkutan.

                                                                  27
Page 35
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         x. Biaya Emisi Saham
               Biaya-biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan dikurangkan langsung dari
               “Tambahan Modal Disetor”.

         y. Provisi dan Kontinjensi
               Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat
               peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal
               mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Approved by:
               Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan
               kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi
               kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan
               kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika pengaruh nilai waktu uang bersifat
               material).
               Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai kini adalah tingkat sebelum pajak yang mencerminkan
               penilaian pasar saat ini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik terhadap liabilitas. Peningkatan provisi karena
               berlalunya waktu diakui sebagai beban bunga.
               Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari
               pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah
               piutang dapat diukur secara andal.
               Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi diungkapkan
               dalam laporan keuangan konsolidasian, kecuali kemungkinan arus keluar sumber daya yang mewujudkan manfaat
               ekonomi bersifat kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian di mana kemungkinan
               besar terjadi arus masuk manfaat ekonomi.
         z.    Saham Treasuri
               Saham treasuri diakui dengan menggunakan metode nilai nominal dan dikurangi dari ekuitas. Keuntungan atau
               kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan
               tidak diakui dalam laba rugi. Selisih antara jumlah tercatat dan penerimaan dari penjualan saham treasuri di masa
               yang akan datang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.

         aa. Peristiwa setelah Periode Pelaporan
               Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode
               pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode
               pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan
               konsolidasian.

   4.     PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
          Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
          dan asumsi yang memengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir
          periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
          terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
         a.    Pertimbangan
                Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, yang
                memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
               Penilaian Model Bisnis
               Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Grup
               menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama
               untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang
               relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset
               dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup memantau aset keuangan
               yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
               dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
               konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
               berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika
               tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan
               prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang
               disajikan.
                                                                   28
Page 36
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
         a. Pertimbangan (Lanjutan)
               Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
               Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 3g, kerugian kredit ekspektasian diukur sebagai cadangan yang setara
               dengan ECL 12 bulan untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset
               bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. PSAK 109
               tidak menjelaskan apa yang merupakan peningkatan risiko kredit yang signifikan. Dalam menilai apakah risiko
               kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup mempertimbangkan informasi masa depan yang wajar
               dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.
Approved by:   Penentuan Mata Uang Fungsional
               Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer di mana entitas beroperasi. Mata
               uang tersebut adalah mata uang yang memengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan
               penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.
               Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan
               Grup menyimpulkan bahwa penjualan barang yang diberikan harus suatu titik waktu karena pelanggan secara
               bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan Grup. Pendapatan dari penjualan produk-produk Grup
               diakui pada saat pengendalian atas barang berpindah kepada pembeli, yang pada umumnya terjadi pada saat
               yang bersamaan dengan pengiriman dan penerimaan barang.
               Pendapatan diakui bila besar kemungkinan bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Grup dan
               jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima.
         b. Estimasi dan Asumsi
               Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang
               memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
               berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada
               saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
               berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi
               terkait pada saat terjadinya.
               Penurunan Nilai Piutang Usaha
               Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha. Tingkat provisi didasarkan pada hari
               lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa.
               Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat gagal bayar yang diamati secara historis Grup. Grup akan
               mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi berwawasan
               ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat
               menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar, maka tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
               pelaporan, tingkat gagal bayar yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan
               ke depan dianalisis.
               Penilaian korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL
               adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi.
               Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili gagal bayar aktual
               pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL pada piutang usaha Grup.
               Penilaian Instrumen Keuangan
               Grup menggunakan teknik penilaian yang meliputi input yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat
               diobservasi untuk mengestimasi nilai wajar dari beberapa jenis instrumen keuangan.
               Direksi berpendapat bahwa teknik penilaian yang dipilih dan asumsi yang digunakan adalah tepat dalam
               menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan.
               Revaluasi Aset Tetap
               Pengukuran nilai tanah dan bangunan pada nilai revaluasi dengan perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain. Grup menggunakan spesialis penilai independen untuk menentukan nilai wajar pada tanggal
               31 Desember 2023.
               Untuk aset tetap, penilai menggunakan pendekatan perbandingan pasar untuk tanah dan pendekatan biaya untuk
               bangunan.




                                                                 29
Page 37
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
         b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
               Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (selain Goodwill)
               Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih
               besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
               didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal
               atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan
               dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan.
               Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi
Approved by:
               yang belum dilakukan oleh Grup atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset
               dari unit penghasil kas yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam
               model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan
               dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
               Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan nilai aset non-keuangan pada tanggal
               30 Juni 2026 dan 2025.
               Imbalan Pasca-Kerja dan Pensiun
               Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang
               digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
               lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan,
               umur pensiun dan tingkat kematian.
               Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera pada laporan posisi keuangan
               konsolidasian dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain dalam periode
               terjadinya. Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
               pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi secara
               material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
               Pajak Penghasilan
               Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
               dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup
               mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak
               penghasilan badan.
               Aset Pajak Tangguhan
               Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan seluruh rugi fiskal yang belum
               digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal
               tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak
               tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
               perencanaan pajak masa depan.
               Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
               Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi terbaik
               yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
               estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan
               disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang memengaruhi jumlah yang diestimasi.
               Estimasi IBR untuk Sewa
               Grup tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu, Grup menggunakan
               suku bunga pinjaman inkremental (“IBR”) untuk mengukur kewajiban sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus
               dibayar Grup untuk meminjam dalam jangka waktu yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan
               untuk memeroleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi yang sama. Oleh
               karena itu, IBR mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Grup, yang memerlukan perkiraan ketika tidak ada
               tarif yang tersedia sebagai acuan atau ketika perlu disesuaikan untuk mencerminkan syarat dan ketentuan sewa.
               Grup memperkirakan IBR menggunakan input yang dapat diamati (seperti suku bunga pasar) jika tersedia dan
               membuat estimasi spesifik untuk entitas tertentu jika diperlukan (seperti peringkat kredit).




                                                                  30
Page 38
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)

         b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
                Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna
                Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
                manfaat ekonomisnya. Masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Grup ditentukan berdasarkan periode
                kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan
                pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan
                berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan
                lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat
Approved by:    dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena
                perubahan faktor yang disebutkan di atas.
                Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat memengaruhi jumlah beban penyusutan dan
                amortisasi yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
   5.    KAS DAN SETARA KAS

          Akun ini terdiri dari:
                                                                           30 Juni 2026                 31 Desember 2025
                                                                          (Tidak diaudit)                    (Diaudit)

          Kas                                                                 10,854,372,995                       724,521,287

          Bank - pihak ketiga
          Rupiah
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                        1,917,631,002                       458,564,762
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                              19,664,671,758                     4,821,015,324
          PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota Jakarta                        1,544,929                         2,167,429
          PT Bank Central Asia Tbk                                             1,915,271,297                     1,828,481,719
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                              40,148,801,111                    25,670,532,040
          PT Bank ICBC Indonesia                                                  15,900,050                        15,958,729
          PT Bank Syariah Indonesia                                                3,946,261                         4,036,261
          PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk                                2,610,669                         3,885,092
          PT Bank Maspion Indonesia Tbk                                           26,508,684                        26,488,434
          PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                    1,305,221                                 -

          Dolar Amerika Serikat
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                2,040,515,470                    9,883,018,813
          PT Bank Central Asia Tbk                                                 46,083,658                       65,766,141
          Ringkobing Landbobank                                                 6,258,385,152                    5,881,956,744
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                         2,442,784,545                    2,390,930,030
          PT Bank ICBC Indonesia                                                   15,406,514                       15,532,915
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                                   32,333,109                       19,480,378

          Euro
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                   40,186,356                       24,178,774

          Ren Min Bi
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                                    3,304,877                                 -

          Sub-Jumlah                                                          74,577,190,663                    51,111,993,585

          Deposito Berjangka - pihak ketiga
          Rupiah
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                              14,000,000,000                     6,600,000,000

          Dolar Amerika Serikat
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                              46,229,184,000                    19,802,760,000

          Sub-Jumlah                                                          60,229,184,000                    26,402,760,000
          Jumlah                                                             145,660,747,658                    78,239,274,872

         Deposito berjangka memperoleh tingkat bunga sebesar 2,5%-3% dan 2,5%-4% per tahun masing-masing pada tahun
         2026 dan 2025.
                                                             31
Page 39
                                                     FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   6.    PIUTANG USAHA – BERSIH

          Akun ini terdiri dari:
          a. Berdasarkan pelanggan

                                                                        30 Juni 2026                    31 Desember 2025
                                                                       (Tidak diaudit)                      (Diaudit)

         Pihak ketiga
         Ekspor
Approved by:
                                                                            307,091,140,345                  342,388,979,278
         Lokal                                                                1,033,821,191                    3,013,501,481
         Sub-jumlah                                                         308,124,961,536                  345,402,480,759
         Penyisihan atas kerugian
                    kredit ekspektasian                                      (1,863,013,202)                   (360,531,286)
         Pihak ketiga - bersih                                              306,261,948,334                  345,041,949,473

          Pihak berelasi
          PT Integriya Dekorindo                                             12,672,590,945                     7,982,126,965
          PT Alam Mentari Sejahtera                                                       -                       383,070,505
          PT Mindo Integra Indonesia                                          1,086,822,589                    11,516,046,525
          Sub Jumlah                                                         13,759,413,534                    19,881,243,995
          Penyisihan atas kerugian
                     kredit ekspektasian                                        (22,889,845)                     (49,091,306)
          Pihak berelasi - bersih                                            13,736,523,689                   19,832,152,689
          Piutang usaha - bersih                                            319,998,472,023                  364,874,102,162

          Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 90 hari.
          Penyisihan atas ECL untuk piutang usaha telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha
          diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis
          posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum
          industri di mana debitur beroperasi.
          Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan.


          b. Berdasarkan mata uang

                                                                        30 Juni 2026                    31 Desember 2025
                                                                       (Tidak diaudit)                      (Diaudit)

          Dolar Amerika Serikat                                             302,024,460,893                  340,547,390,107
          Rupiah                                                             14,793,234,725                   22,894,745,476
          Euro                                                                5,066,679,452                    1,841,589,171
          Jumlah                                                            321,884,375,070                  365,283,724,754
          Penyisihan atas kerugian
                    kredit ekspektasian                                      (1,885,903,047)                   (409,622,592)
          Piutang usaha - neto                                              319,998,472,023                  364,874,102,162




                                                                 32
Page 40
                                                     FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                       Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   6.    PIUTANG USAHA – BERSIH (Lanjutan)
          c. Berdasarkan umur

                                                                       30 Juni 2026                31 Desember 2025
                                                                      (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

         Belum jatuh tempo                                                 235,506,880,543              180,341,145,963
         1 - 30 hari                                                         3,599,652,153               40,441,421,623
         31 - 60 hari                                                       14,063,958,865               15,817,555,756
Approved by:
         61 – 90 hari                                                        7,836,435,259               22,771,362,550
         > 90 hari                                                          60,877,448,250              105,912,238,862
         Jumlah                                                            321,884,375,070              365,283,724,754
         Penyisihan atas kerugian
                     kredit ekspektasian                                    (1,885,903,047)               (409,622,592)
         Sub Jumlah                                                        319,998,472,023              364,874,102,162



          d. Mutasi penyisihan atas ECL piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                      30 Juni 2026               31 Desember 2025
                                                                     (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

          Saldo awal                                                              409,622,592              5,687,825,753
          Penyisihan tahun berjalan                                             2,345,369,282                          -
          Pemulihan tahun berjalan                                              (869,088,827)            (5,278,203,161)

          Saldo akhir                                                           1,885,903,047               409,622,592


         Pada tanggal 31 Desember 2025, piutang usaha sebesar Rp 708.063.000.000 dijadikan jaminan utang bank dan lembaga
         keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
         Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas ECL tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak
         tertagihnya piutang usaha.

   7.    PIUTANG LAIN-LAIN

          Piutang lain-lain terdiri dari:

                                                                      30 Juni 2026                31 Desember 2025
                                                                     (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

          Pihak ketiga                                                     168,837,280,750              158,148,937,224
          Pihak berelasi
          PT Integriya Dekorindo                                                 126,181,373                117,300,000
          PT Alam Mentari Sejahtera                                                1,010,000                  1,010,000
          PT Mindo Integra Indonesia                                             234,139,860                453,945,495
          Sub-jumlah                                                             361,331,233                572,255,495

          Jumlah                                                           169,198,611,983              158,721,192,719




                                                                33
Page 41
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2026
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   7.    PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)

          Piutang lain-lain disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai:
                                                                       30 Juni 2026                  31 Desember 2025
                                                                      (Tidak diaudit)                    (Diaudit)

          Aset lancar                                                        22,839,030,364                158,721,192,719
          Aset tidak lancar                                                 146,359,581,619                              -

Approved Jumlah
         by:                                                                169,198,611,983                158,721,192,719



         Manajemen menilai risiko gagal bayar piutang lain- lain adalah rendah atau kecil, sehingga tidak ada penyisihan atas
         ECL yang diakui.

   8.    PERSEDIAAN – BERSIH

          Akun ini terdiri dari:

                                                                       30 Juni 2026                  31 Desember 2025
                                                                      (Tidak diaudit)                    (Diaudit)

          Manufaktur
          Bahan baku dan pembantu                                         1,814,593,044,352              1,723,932,548,104
          Barang dalam proses                                               846,090,631,741                832,179,638,565
          Barang jadi                                                       740,454,821,169                770,295,835,525

          Kehutanan
          Persediaan kayu bulat                                                6,490,747,759                  6,490,747,759

          Sub-Jumlah                                                      3,407,629,245,021              3,332,898,769,953
          Penyisihan penurunan nilai pasar
            dan keusangan persediaan                                        (10,152,223,038)               (10,152,223,038)

          Jumlah                                                          3,397,477,021,983              3,322,746,546,915


          Mutasi penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan adalah sebagai berikut:

                                                                       30 Juni 2026                  31 Desember 2025
                                                                      (Tidak diaudit)                    (Diaudit)

          Saldo awal                                                          10,152,223,038                10,473,798,038
          Penyisihan (pemulihan) tahun berjalan                                        -                     (321,575,000)
          Saldo akhir                                                         10,152,223,038                10,152,223,038


         Pada tanggal 31 Desember 2025, persediaan sebesar Rp 2.505.857.580.000 digunakan sebagai jaminan atas utang
         bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.

         Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan pada akhir tahun, manajemen
         berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
         atas nilai persediaan tersebut.




                                                                 34
Page 42
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   9. UANG MUKA PEMBELIAN

        Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas:

                                                                   30 Juni 2026                   31 Desember 2025
                                                                  (Tidak diaudit)                     (Diaudit)

         Pihak ketiga
         Persediaan                                                     1,198,952,764,274                1,107,865,531,256
         Aset tetap
Approved by:
                                                                            9,754,028,915                    7,977,844,485
         Lain-lain                                                         17,267,617,486                  101,216,940,666

        Jumlah                                                          1,225,974,410,675                1,217,060,316,407



        Uang muka pembelian disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai:

        Aset lancar                                                     1,199,069,028,027                1,107,963,267,938
        Aset tidak lancar                                                  26,905,382,648                  109,097,048,469

        Jumlah                                                          1,225,974,410,675                1,217,060,316,407


        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap – tanah yang berlokasi di
        Lingkar Timur, Sidoarjo seluas ± 3.120 m2        dengan nilai masing-masing sebesar Rp 7.887.651.562 dan
        Rp 7.808.551.562.

   10. PENYERTAAN SAHAM




                                        Persentase            Biaya               Penurunan atas
                                                                                                                Nilai wajar
                                        kepemilikan         perolehan           perubahan nilai wajar
      30 Juni 2026
      PT Integriya Dekorindo (ITD)         18.49%         15,990,782,486              (15,990,782,486)                        -
      PT Teknologi Optimal Prima
                                            8.92%          3,004,400,000               (3,004,400,000)                        -
      (TOP)
      PT Interkreasi Kerja Aji (IKA)        19%            1,900,000,000               (1,657,663,680)           242,336,320

      Jumlah                                              20,895,182,486              (20,652,846,166)           242,336,320


                                        Persentase            Biaya               Penurunan atas
                                                                                                                Nilai wajar
                                        kepemilikan         perolehan           perubahan nilai wajar
      31 Desember 2025
      PT Integriya Dekorindo (ITD)         18.49%         15,990,782,486              (15,990,782,486)                        -
      PT Teknologi Optimal Prima
                                            8.92%          3,004,400,000               (3,004,400,000)                        -
      (TOP)
      PT Interkreasi Kerja Aji (IKA)        19%            1,900,000,000               (1,657,663,680)           242,336,320

      Jumlah                                              20,895,182,486              (20,652,846,166)           242,336,320




                                                             35
Page 43
                                                          FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI


                                                                                 30 Juni 2026                          31 Desember 2025
                                                                                (Tidak diaudit)                            (Diaudit)

         Saldo awal                                                                       58,946,468,747                        36,798,183,027
         Penambahan                                                                                    -                           450,000,000
         Bagian laba                                                                       9,001,966,279                        19,663,238,048
         Bagian pada penghasilan
Approved by:                                                                                4,761,550,418                        2,035,047,672
           komprehensif lain

        Saldo akhir                                                                       72,709,985,444                        58,946,468,747



        Pada tanggal 30 Juni 2026, entitas asosiasi yang dimiliki oleh Grup adalah sebagai berikut:

                                                                                                                      Persentase kepemilikan
                Nama entitas asosiasi                 Aktivitas utama                   Tempat kedudukan                dan hak suara yang
                                                                                                                           dimiliki Grup

        PT WoodOne Intega Indonesia                 Manufaktur pintu kayu                     Indonesia                          25%
        PT Mindo Integra Indonesia                   Manufaktur furniture                     Indonesia                         37.5%



   12. ASET TETAP – BERSIH

       Akun ini terdiri dari:

                                                                       30 Juni 2026
                                Saldo Awal               Penambahan                   Pengurangan           Reklasifikasi            Saldo Akhir
       Biaya perolehan
      atau
       jumlah revaluasian
      Tanah                     1,225,979,335,867                      -                             -                      -        1,225,979,335,867
      Bangunan                    607,902,058,923                      -                             -                      -           607,902,058,923
      Sarana prasarana            170,922,449,849                      -                             -                      -           170,922,449,849
      Instalasi listrik            54,515,193,716                      -                             -                      -              54,515,193,716
      Mesin dan peralatan         534,951,371,772          8,371,354,077                 7,173,073,048           146,448,280            536,296,101,081
      Alat-alat berat               2,100,000,000                      -                             -                      -               2,100,000,000
      Kendaraan                    82,693,753,647           986,515,032                  2,003,774,990                      -              81,676,493,689
      Inventaris                   32,480,677,216           485,334,156                   261,102,168                       -              32,704,909,204
      Sub-jumlah                2,711,544,840,990          9,843,203,265                 9,437,950,206           146,448,280         2,712,096,542,329
       Aset dalam
                                    1,189,503,372           342,045,906                              -          (146,448,280)               1,385,100,998
      penyelesaian
      Jumlah                    2,712,734,344,362         10,185,249,171                 9,437,950,206                      -        2,713,481,643,327


      Akumulasi penyusutan
      Bangunan                     91,240,398,357         20,666,038,130                             -                      -           111,906,436,487
      Sarana prasarana             80,239,800,028         12,987,914,124                             -                      -              93,227,714,152
      Instalasi listrik            39,343,326,022           904,236,462                              -                      -              40,247,562,484
      Mesin dan peralatan         260,261,048,197         16,011,858,510                 5,065,560,489                      -           271,207,346,218
      Alat-alat berat               2,100,000,000                      -                             -                      -               2,100,000,000
      Kendaraan                    66,242,562,374          2,324,437,510                 1,446,711,223                      -              67,120,288,661
      Inventaris                   28,715,564,952           896,609,604                   268,897,099                       -              29,343,277,457
      Jumlah                      568,142,699,930         53,791,094,340                 6,781,168,811                      -           615,152,625,459
      Nilai Buku                2,144,591,644,432                                                                                    2,098,329,017,868




                                                                           36
Page 44
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                           Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)


                                                              31 Desember 2025
                                Saldo Awal          Penambahan              Pengurangan            Reklasifikasi                   Saldo Akhir
        Biaya perolehan
       atau
       jumlah revaluasian
       Tanah                    1,225,979,335,867                 -                           -                    -               1,225,979,335,867
       Bangunan                  604,394,407,001      1,770,509,699                           -       1,737,142,223                 607,902,058,923
       Sarana prasarana          170,922,449,849                  -                           -                    -                170,922,449,849
Approved by:
       Instalasi listrik          52,743,593,086      1,701,600,630                           -          70,000,000                   54,515,193,716
       Mesin dan peralatan       485,957,611,387     66,089,377,426              18,391,076,838       1,295,459,797                 534,951,371,772
       Alat-alat berat             3,192,500,000                  -               1,092,500,000                    -                   2,100,000,000
       Kendaraan                  79,418,083,040      9,369,627,153               6,093,956,546                    -                  82,693,753,647
       Inventaris                 31,556,081,483      1,529,909,584                605,313,851                     -                  32,480,677,216
        Sub-jumlah              2,654,164,061,713    80,461,024,492              26,182,847,235       3,102,602,020                2,711,544,840,990
        Aset dalam
                                   3,002,090,996      1,290,014,396                           -     (3,102,602,020)                    1,189,503,372
       penyelesaian
       Jumlah                   2,657,166,152,709    81,751,038,888              26,182,847,235                    -               2,712,734,344,362


       Akumulasi penyusutan
       Bangunan                   49,965,065,565     41,275,332,792                           -                    -                  91,240,398,357
       Sarana prasarana           72,481,814,435      7,757,985,593                           -                    -                  80,239,800,028
       Instalasi listrik          37,545,741,748      1,797,584,274                           -                    -                  39,343,326,022
       Mesin dan peralatan       237,530,354,445     33,501,956,082              10,771,262,330                    -                260,261,048,197
       Alat-alat berat             3,192,500,000                  -               1,092,500,000                    -                   2,100,000,000
       Kendaraan                  64,018,188,622      6,300,205,978               4,075,832,226                    -                  66,242,562,374
       Inventaris                 27,313,946,888      1,894,731,320                493,113,256                     -                  28,715,564,952
       Jumlah                    492,047,611,703     92,527,796,039              16,432,707,812                    -                568,142,699,930
       Nilai Buku               2,165,118,541,006                                                                                  2,144,591,644,432




       Pada periode Juni 2026 dan 2025, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset hak-guna dengan biaya
       perolehan masing-masing sebesar Rp 6.392.878.363 dan Rp 27.593.863.165 dan akumulasi penyusutan masing-masing
       sebesar Rp 1.209.719.235 dan Rp 7.243.144.332.
       Pada periode Juni 2026 dan 2025, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian masing-
       masing sebesar Rp 151.424.770 dan Rp 20.209.272.002.


       Beban penyusutan dibebankan dan dialokasikan sebagai berikut:
                                                                        30 Juni 2026                         31 Desember 2025
                                                                       (Tidak diaudit)                                 (Diaudit)


       Beban pokok penjualan                                                      35,419,195,617                         69,075,464,666
       Beban umum dan administrasi                                                17,162,179,488                         16,209,187,041


       Jumlah                                                                     52,581,375,105                         85,284,651,707



       Jika tanah dan bangunan diukur menggunakan model biaya, nilai tercatatnya akan menjadi sebesar Rp 576.665.500.079
       pada tanggal 31 Desember 2025. Keuntungan revaluasi aset tetap yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
       terakumulasi dalam ekuitas sebesar Rp 976.034.601.816 tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
       Nilai wajar tanah dan bangunan ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan pasar dan biaya dengan nilai
       sebesar Rp 1.792.924.490.467. Hal ini berarti penilaian yang dilakukan oleh penilai didasarkan pada harga pasar aktif,
       yang disesuaikan secara signifikan untuk perbedaan pada sifat, lokasi dan kondisi dari tanah dan bangunan yang dinilai.




                                                                  37
Page 45
                                                        FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                          Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)

        Nilai wajar tanah dan bangunan didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh:

                                      Penilai Independen           Tanggal              Nama Penilai Independen             Nomor Ijin
                                                                   Laporan                                                   Penilai
         PT Integra Indocabinet    KJPP Pung’s Zulkarnain &       18 Januari        Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
                                                                                                                           P-1.13.00378
         Tbk                               Rekan                    2024                       (Cert.)
         PT Intertrend Utama      KJPP Sarwono, Indriassari &     15 Januari
                                                                                   Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert)         P-1.12.00326
                                           Rekan                    2024
         PT Interkraft            KJPP Ruddy Barus Yenny &                         Dr. Ruddy Tri Santoso, M.M., MAPPI
                                                                 30 Maret 2023                                             P-1.17.00472
                                           Rekan                                                  (Cert)
Approved by:                      KJPP Sarwono, Indriassari &     15 Januari
                                                                                   Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert)         P-1.12.00326
                                           Rekan                    2024
                                   KJPP Pung’s Zulkarnain &
         PT Intera Indonesia                                     8 Maret 2024
                                           Rekan                                    Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
                                                                                                                           P-1.13.00378
                                   KJPP Pung’s Zulkarnain &       18 Januari                   (Cert.)
                                           Rekan                    2024

       Hirarki nilai wajar atas tanah dan bangunan adalah tingkat 2.
       Tidak terdapat perpindahan antar atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
       Pada tahun 2025 saldo surplus revaluasi aset tetap yang direklasifikasi ke saldo laba sebesar Rp 16.903.069.820.
       Grup memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) dengan jangka waktu 20-30 tahun. Pada tanggal
       30 Juni 2026, HGB Grup masih memiliki sisa jangka waktu 1-30 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu
       HGB tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.


         Aset dalam penyelesaian terdiri dari:
                                                                                     30 Juni 2026
                                                           Perkiraan %                       Nilai                Tahun perkiraan
                                                           penyelesaian                    tercatat                penyelesaian

         Bangunan, Sarana dan
          Prasarana                                             78%                       1,072,265,644                 Oktober 2026
         Mesin dan Peralatan                                    75%                         312,835,354                 Agustus 2026

         Jumlah                                                                           1,385,100,998



                                                                                  31 Desember 2025
                                                           Perkiraan %                       Nilai                Tahun perkiraan
                                                           penyelesaian                    tercatat                penyelesaian

         Bangunan, Sarana dan
          Prasarana                                             66%                       1,044,080,644                    Juli 2026
         Mesin dan Peralatan                                    95%                         145,422,728                 Januari 2026

         Jumlah                                                                           1,189,503,372


         Rincian pelepasan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                                                 30 Juni 2026                 31 Desember 2025
                                                                                (Tidak diaudit)                   (Diaudit)

         Harga jual                                                                  1,591,739,699                         5,289,912,065
         Nilai tercatat neto                                                       (2,657,446,544)                       (9,742,391,676)

         Jumlah                                                                    (1,065,706,845)                       (4,452,479,611)



                                                                      38
Page 46
                                                       FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)

        Pada tahun 2025, terdapat pembebanan aset dalam penyelesaian sebesar Rp 7.747.747.
        Pada tanggal 31 Desember 2025, aset tetap berupa tanah, bangunan dan mesin dan peralatan sebesar
        Rp 2.211.327.150.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang
        obligasi dan sukuk mudharabah.
        Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
        yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025.
        Properti Investasi
         Properti investasi merupakan tanah yang belum digunakan oleh Grup yang berlokasi di Wedoroklurak, Sidoarjo.
Approved by:

        Hirarki nilai wajar atas properti investasi – tanah adalah tingkat 2.
        Tidak terdapat perpindahan antar tingkat atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
        Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
        yang mengindikasikan penurunan nilai properti investasi pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025.


   13. ASET TAK BERWUJUD – BERSIH

        Akun ini terdiri dari:

                                                                              30 Juni 2026            31 Desember 2025
                                                                             (Tidak diaudit)              (Diaudit)

        Biaya ditangguhkan atas hak
          pengusahaan hutan dan
          proyek kredit karbon, bersih                                          160,307,861,311            69,305,497,416
        Piranti lunak - bersih                                                    1,933,895,206             2,445,030,958

        Jumlah                                                                  162,241,756,517            71,750,528,374

       Beban amortisasi biaya yang ditangguhkan atas hak pengusahaan hutan dan proyek kredit karbon dan piranti lunak pada
       30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar Rp 773.113.434 dan Rp 647.932.182, dicatat sebagai bagian
       dari “Beban umum dan administrasi – lain-lain”.
       Grup memiliki hak pengelolaan hutan (“HPH”) dengan jangka waktu 45-55 tahun. Pada tanggal 30 Juni 2026, HPH Grup
       masih memiliki sisa jangka waktu 26-29 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HPH tersebut dapat
       diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.


   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK

        a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari:

                                                                                30 Juni 2026          31 Desember 2025
                                                                               (Tidak diaudit)            (Diaudit)

        Pihak ketiga
        Perusahaan
        PT Bank Negara
          Indonesia (Persero) Tbk
          Kredit modal kerja plafon                                                 332,937,000,000        482,869,000,000
          Kredit modal kerja RC terbatas                                            232,124,040,000        239,950,269,010
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
          Kredit modal kerja revolving                                                  500,000,000            500,000,000
        PT Bank Rakyat Indonesia
          (Persero) Tbk
          Kredit modal kerja Co. tetap                                               48,814,458,163         50,000,000,000
          Kredit modal W/A
            pre financing                                                            50,000,000,000         50,000,000,000

        Sub-jumlah                                                                  664,375,498,163        823,319,269,010


                                                                   39
Page 47
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)


        a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (lanjutan)

                                                                        30 Juni 2026                  31 Desember 2025
                                                                       (Tidak diaudit)                       (Diaudit)
         Pihak ketiga
         Entitas Anak
Approved PT
         by: Bank Negara

           Indonesia (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja plafon                                       652,432,000,000                 502,500,000,000
           Kredit modal kerja RC terbatas                                   80,957,377,036                  93,130,645,346
           Letter of credit
              (US$ 3.069.485 pada Juni 2026
              dan US$ 3.275.268 pada 2025)                                  54,808,717,910                   54,965,542,038
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
           Pre export financing                                            199,900,000,098                 199,900,000,010
           Kredit modal kerja revolving                                     49,500,000,000                  49,500,000,000
           Letter of credit
              (US$ 647.606 pada Juni 2026
               dan US$ 704.736 pada 2025)                                   11,563,658,094                   11,826,875,692
         PT Bank Rakyat Indonesia
           (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja Co. tetap                                    224,700,000,000                 225,050,110,796
           Kredit modal W/A
              pre financing                                                317,000,000,000                 317,000,000,000
           Letter of credit
              (US$ 10.041 dan Rp 52.996.238.937
               pada Juni 2026 dan Rp 56.910.769.596
               pada 2025)                                                   53,175,530,140                   56,910,769,596

        Sub-jumlah                                                       1,644,037,283,278               1,510,783,943,478

        Jumlah                                                           2,308,412,781,441               2,334,103,212,488


       Perusahaan
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

       Perusahaan, MII dan Entitas Anak (ITR, ITK, dan INT) memperoleh fasilitas kredit modal kerja dengan rincian fasilitas
       sebagai berikut :

                                               Suku bunga                                             Batas maksimal
                   Fasilitas                                          Mata uang
                                            2026          2025                                 2026                      2025

        Kredit modal kerja RC terbatas   8.25%-8.5%      8.25%          Rupiah             350,000,000,000          350,000,000,000
        Kredit modal kerja plafond       8.25%-8.5%      8.25%          Rupiah           1,065,000,000,000        1,065,000,000,000

        Letter of credit/SKBDN                                         Dolar AS                  6,000,000                 6,000,000

        Treasury line                                                  Dollar AS                 2,000,000                 2,000,000




                                                              40
Page 48
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        a.     Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

        Perusahaan (Lanjutan)
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)

        Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2026 dan diperpanjang setiap tahun serta dijamin dengan aset
        tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR.

        Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Approved by:
        • Rasio lancar minimum 1x.
        • Rasio debt service coverage minimum 100%.
        • Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

        PT Bank Maspion Indonesia Tbk

        Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2026 dan diperpanjang setiap tahun serta dijamin dengan aset
        tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT,
        ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM serta corporate guarantee dari Perusahaan.

        Perusahaan wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
         • Rasio lancar minimum 1x.
         • Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
         • Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

        Pada bulan Juli 2025, fasilitas pinjaman bank tersebut telah dilunasi dan diambil alih oleh PT Bank Rakyat Indonesia
        (Persero) Tbk.

        PT Bank Central Asia Tbk

        Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.
        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025.

        Fasilitas ini dijamin dengan rekening giro milik Perusahaan dan IIL, persediaan dan aset tetap tertentu milik Perusahaan,
        ITR, INT, IIL dan sebagian dari direksi Perusahaan.

        Perusahaan wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut :
         • Rasio lancar minimum 1x.
         • Rasio debt service coverage minimum 1x.
         • Rasio debt to equity maksimum 1x.
         • Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.

        Pada bulan Juli 2025, fasilitas pinjaman bank tersebut telah diambil alih oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

        Pada tanggal 8 Juli 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa kredit modal kerja Co tetap dan kredit modal
        kerja WA pre financing dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 50 miliar. Pada bulan Juli 2025, PT Bank
        Rakyat Indonesia (Persero) telah mengambil alih pinjaman dari PT Bank Maspion Indonesia Tbk dan PT Bank Central
        Asia Tbk.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun masing-masing pada tahun 2026 dan 2025. Fasilitas ini akan jatuh
        tempo pada tanggal 21 Juli 2026 dan dijamin dengan aset tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang
        usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR dan jaminan pribadi dari sebagian direksi.

        Perusahaan wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
         • Rasio cakupan bunga minimal 150%.
         • Coverage modal kerja minimal 125%.
         • Rasio debt equity maksimal 300%.
         • Rasio EBITDA, NWC dan laba bersih positif.
         • Nilai persediaan maksimal 35 kali dibanding penjualan per bulan.
                                                                41
Page 49
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        a.     Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

        Perusahaan (Lanjutan)
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

        Perusahaan dan Entitas Anak, ITR, memperoleh fasilitas kredit modal kerja dengan rincian fasilitas sebagai berikut :


Approved by:              Fasilitas                   Suku            Batas maksimal            Batas jangka waktu
                                                      bunga                                          fasilitas

         Kredit modal kerja revolving                  8.5%            Rp 50,000,000,000            21 Juni 2027
         Kredit modal kerja transaksional
                                                       8.5%           Rp 200,000,000,000            21 Juni 2027
         sublimited PEF LC dan non-LC
         Non-cash loan                                                    US$ 3,000,000          21 Desember 2026
         Treasury line                                                    US$ 5,000,000          21 Desember 2026


       Fasilitas ini dijamin dengan asset tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik
       Perusahaan dan ITR serta jaminan pribadi dari direktur

        Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •   Rasio lancar minimum 1x.
        •   Rasio debt service coverage minimum 4,5x.
        •   Rasio debt to equity maksimum 1,25x.

        Entitas anak
        PT Bank Maspion Indonesia Tbk

        INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed loan dan demand loan dengan batas
        maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 50 miliar dan Rp 110 miliar.

        ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed loan dan demand loan dengan batas
        maksimum masing-masing sebesar Rp 25 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 170 miliar.

        ITK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan fixed loan dengan batas maksimum
        masing-masing sebesar Rp 5 miliar dan fasilitas demand loan dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025. Pada Juli 2025, fasilitas pinjaman bank tersebut
        telah dilunasi dan diambil alih oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

        Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM, properti investasi
        tertentu milik ITG, ITD dan ITR serta corporate guarantee dari Perusahaan.

        Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •   Rasio lancar minimum 1x.
        •   Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
        •   Rasio debt to equity maksimum 2,5x.




                                                                 42
Page 50
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        a.     Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

        Entitas anak (lanjutan)
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
        Entitas Anak telah memperoleh fasilitas kredit dengan rincian sebagai berikut :

                                                                                           Batas maksimum
                          Fasilitas                     Entitas Anak                2026                      2025
Approved by:
         Kredit modal kerja W/A Pre Financing               ITU               Rp 97,000,000,000          Rp 97,000,000,000
                                                            ITK               Rp 30,000,000,000          Rp 30,000,000,000
                                                            INT               Rp 190,000,000,000         Rp 190,000,000,000
         Kredit modal kerja Co tetap                        ITU               Rp 90,250,000,000          Rp 90,250,000,000
                                                            ITK               Rp 20,000,000,000          Rp 20,000,000,000
                                                            INT               Rp 115,000,000,000         Rp 115,000,000,000
         Kredit Modal Kerja LC/SKBDN                        ITU               Rp 57,750,000,000          Rp 57,750,000,000

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% pada tahun 2026 dan 2025. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 21 Juli
        2026.

        Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan yang sama dengan jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh
        Perusahaan.

        Entitas Anak wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
         • Rasio cakupan bunga minimal 150%.
         • Coverage modal kerja minimal 125%.
         • Rasio debt equity maksimal 300%.
         • Rasio EBITDA, NWC dan laba bersih positif.
        • Nilai persediaan maksimal 35 kali dibanding penjualan per bulan untuk ITK.
        • Nilai persediaan maksimal 15 kali dibanding penjualan per bulan untuk ITR.
        • Nilai persediaan maksimal 12 kali dibanding penjualan per bulan untuk INT.

        PT Bank Central Asia Tbk
        INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, kredit multi dan kredit ekspor dengan batas
        maksimum masing-masing sebesar Rp 25 miliar, Rp 25 miliar dan Rp 30 miliar.

        ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas letter of credit usance dengan batas maksimum sebesar US$ 3.500.000.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025. Pada Juli 2025, fasilitas pinjaman bank tersebut
        telah dilunasi dan diambil alih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

        Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh Entitas Anak kecuali jaminan rekening
        giro.

        Entitas anak wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •      Rasio lancar minimum 1x.
        •      Rasio debt service coverage minimum 1x.
        •      Rasio debt to equity maksimum 1x.
        •      Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.




                                                                  43
Page 51
                                                 FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                         Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)


       b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari:

                                                                     30 Juni 2026               31 Desember 2025
                                                                    (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

       Pihak ketiga
Approved Perusahaan
         by:


       PT Bank Negara
         Indonesia (Persero) Tbk
         Kredit investasi refinancing                                   127,968,750,000              147,656,250,000
       PT BCA Finance                                                       597,610,185                  825,949,375

       Sub-jumlah                                                       128,566,360,185              148,482,199,375

       Pihak ketiga
       Entitas Anak

       PT Bank Negara
         Indonesia (Persero) Tbk
         Kredit investasi refinancing                                     77,140,000,000              89,020,000,000
       PT Bank Rakyat Indonesia
         (Persero) Tbk
         Kredit modal kerja Co. menurun                                 163,700,000,000              183,500,000,000
       PT BCA Finance                                                       441,665,514                  627,662,514

       Sub-jumlah                                                       241,281,665,514              273,147,662,514
       Jumlah                                                           369,848,025,699              421,629,861,889

       Bagian jatuh tempo dalam
         waktu satu tahun                                              (103,354,292,751)           (103,536,587,938)

       Bagian Jangka Panjang                                            266,493,732,948              318,093,273,951

       Perusahaan
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
       Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dan kredit skema PEN
       dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 315 miliar dan Rp 100 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar
       8,25-8,5% per tahun pada tahun 2026 dan 8,25% per tahun pada tahun 2025.

       Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan masing-masing sampai dengan September 2029 dan November 2024.
       Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
       Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 19.687.500.000 dan
       Rp 39.375.000.000. Fasilitas kredit skema PEN telah dilunasi pada bulan November 2024.




                                                            44
Page 52
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)

        Perusahaan (Lanjutan)
        PT BCA Finance
        Pada tahun 2020-2021 dan 2024-2025, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan yang terutang
        dalam angsuran bulanan sampai dengan 2024-2028. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,88%-4,49% per tahun pada
        tahun 2026 dan 2025.
Approved by:
        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 228.339.190 dan Rp 355.637.388.

        Entitas anak
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
        Pada tanggal 6 September 2021, ITR, Entitas Anak, memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dengan batas
        maksimum sebesar Rp 190 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8% per tahun pada tahun 2026 dan 2025. Fasilitas
        ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan September 2029. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau
        rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 11.880.000.000 dan
        Rp 23.760.000.000.

        PT Bank Maspion Indonesia Tbk
        Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR, Entitas Anak memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas fixed loan anuitas dengan
        batas maksimum sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025, dan
        terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan Februari 2028. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan
        fasilitas jangka pendek. Fasilitas ini telah dilunasi pada bulan Juli 2025.
        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 sebesar Rp 33.879.214.324.
        ITR wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •      Rasio lancar minimum 1x.
        •      Rasio debt service coverage minimum 100%.
        •      Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

        PT BCA Finance

        Pada tahun 2021-2025, ITR, ITK dan INT, Entitas Anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan dengan
        angsuran bulanan hingga tahun 2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,88%-5,72% per tahun pada tahun 2026 dan
        2025.
        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 185.997.000 dan Rp 321.379.326.

        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

        Pada tanggal 8 Juli 2025, Entitas Anak, ITR dan INT telah memperoleh fasilitas kredit modal kerja Co menurun masing-
        masing sebesar Rp 100 miliar.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2026. Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan
        sampai dengan Juni 2030.

        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 19.800.000.000 dan
        Rp 16.500.000.000.

        Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.


        Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, Grup telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman tersebut
        di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait.




                                                               45
Page 53
                                                FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                  Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   15. UTANG USAHA

      a. Berdasarkan pemasok

                                                                  30 Juni 2026          31 Desember 2025
                                                                 (Tidak diaudit)            (Diaudit)

       Pihak ketiga
       Lokal                                                        144,370,534,350           77,159,801,241
Approved by:
       Impor                                                        131,583,683,111           72,348,306,162
       Sub-jumlah                                                   275,954,217,461          149,508,107,403

      Pihak berelasi
      PT Integriya Dekorindo                                            642,824,582              335,179,575
      PT Mindo Integra Indonesia                                        182,003,796                        -
      Sub-jumlah                                                        824,828,378              335,179,575

      Jumlah                                                        276,779,045,839          149,843,286,978


      b. Berdasarkan mata uang

                                                                        30 Juni 2026       31 Desember 2025
                                                                      (Tidak diaudit)              (Diaudit)

      Rupiah                                                        145,195,362,728           77,494,980,816
      Dolar Amerika Serikat                                          18,403,317,531           60,569,332,132
      Ren Min Bi                                                    110,256,707,223            8,965,864,195
      Euro                                                            2,923,658,357            2,813,109,835

      Jumlah                                                        276,779,045,839          149,843,286,978


      c. Berdasarkan umur

                                                                        30 Juni 2026       31 Desember 2025
                                                                      (Tidak diaudit)              (Diaudit)

      1 - 30 hari                                                   231,778,891,454          116,916,902,484
      31 - 60 hari                                                   23,693,524,166           22,211,115,278
      61 – 90 hari                                                    6,917,786,553            5,299,955,672
      > 90 hari                                                      14,388,843,666            5,415,313,544

      Jumlah                                                        276,779,045,839          149,843,286,978


     Utang usaha merupakan utang tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga.




                                                           46
Page 54
                                                       FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                        Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   16. ASET HAK GUNA – BERSIH

                                                               30 Juni 2026

                                    Saldo Awal            Penambahan               Pengurangan       Reklasifikasi           Saldo Akhir



       Biaya Perolehan

       Mesin dan peralatan            10,844,766,582                    -                        -    (6,392,878,363)         4,451,888,219

       Kendaraan                        657,424,054                     -                        -                             657,424,054

       Jumlah                         11,502,190,636                    -                        -    (6,392,878,363)         5,109,312,273
Approved by:

       Akumulasi Penyusutan

       Mesin dan peralatan             1,976,301,654          160,902,211                        -    (1,209,719,235)          927,484,630

       Kendaraan                        232,837,686            41,089,003                        -                             273,926,689

       Jumlah                          2,209,139,340          201,991,214                        -    (1,209,719,235)         1,201,411,319

       Nilai Buku                      9,293,051,296                                                                          3,907,900,954



                                                             31 Desember 2025

                                    Saldo Awal            Penambahan               Pengurangan       Reklasifikasi           Saldo Akhir



       Biaya Perolehan

       Mesin dan peralatan            35,060,129,747                    -                        -   (24,215,363,165)        10,844,766,582

       Kendaraan                       4,035,924,054                    -                        -    (3,378,500,000)          657,424,054

       Jumlah                         39,096,053,801                    -                        -   (27,593,863,165)        11,502,190,636



       Akumulasi Penyusutan

       Mesin dan peralatan             6,048,060,792        1,689,128,930                        -    (5,760,888,068)         1,976,301,654

       Kendaraan                       1,365,374,277          349,719,673                        -    (1,482,256,264)          232,837,686

       Jumlah                          7,413,435,069        2,038,848,603                        -    (7,243,144,332)         2,209,139,340

       Nilai Buku                     31,682,618,732                                                                          9,293,051,296




       Rincian berdasarkan nilai tercatat untuk setiap kelompok aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                                               30 Juni 2026             31 Desember 2025
                                                                              (Tidak diaudit)               (Diaudit)

       Mesin dan peralatan                                                         3,524,403,589                     8,868,464,928
       Kendaraan                                                                     383,497,365                       424,586,368

       Jumlah                                                                      3,907,900,954                     9,293,051,296




       Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
       yang mengindikasikan penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025.




                                                                 47
Page 55
                                               FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                          Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   17. PERPAJAKAN

      a. Pajak dibayar di muka terdiri dari:
                                                              30 Juni 2026        31 Desember 2025
                                                             (Tidak diaudit)          (Diaudit)

       Perusahaan
       Pajak Pertambahan Nilai                                    6,372,167,056        6,948,855,743
       Pajak penghasilan:
Approved by:
         Pasal 21                                                             -              888,260
         Pasal 23                                                             -              173,606
       Sub-jumlah                                                 6,372,167,056        6,949,917,609

      Entitas anak
      Pajak Pertambahan Nilai                                    77,159,718,138       70,954,429,323
      Pajak penghasilan:
        Pasal 21                                                    262,803,863          423,337,974
      Sub-jumlah                                                 77,422,522,001       71,377,767,297

      Jumlah                                                     83,794,689,057       78,327,684,906


      b. Utang pajak terdiri dari:

                                                              30 Juni 2026        31 Desember 2025
                                                             (Tidak diaudit)          (Diaudit)

      Perusahaan
      Pajak penghasilan:
        Pasal 4(2)                                                    8,925,195             204,342
        Pasal 21                                                    239,322,955          91,224,607
        Pasal 22                                                      3,604,683           3,024,695
        Pasal 23                                                     52,345,120          45,430,539
        Pasal 25                                                     20,297,700         209,325,389
        Pasal 29                                                     51,627,551                   -
      Sub-jumlah                                                    376,123,204         349,209,572

      Entitas anak
      Pajak Pertambahan Nilai                                     1,028,347,587        4,031,648,622
      Pajak penghasilan:
        Pasal 4(2)                                                   64,594,447           45,435,104
        Pasal 21                                                    381,129,485          425,318,293
        Pasal 22                                                    148,052,255           94,656,867
        Pasal 23                                                    290,427,291          263,364,698
        Pasal 25                                                  2,312,408,477          490,761,097
        Pasal 26                                                      1,347,600           25,107,000
        Pasal 29                                                  3,392,844,359        9,898,503,784
      Sub-jumlah                                                  7,619,151,501       15,274,795,465

      Jumlah                                                      7,995,274,705       15,624,005,037




                                                        48
Page 56
                                                                 FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                          Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

       c. Lain-lain

         Pada Juni 2026 dan tahun 2025, Grup memperoleh Surat Ketetapan Pajak sebagai berikut:


                                                                                 2026

                          Surat Ketetapan                                                                                          Tanggal Surat Ketetapan
               Entitas                             Jenis Pajak                     Periode                 Jumlah
                               Pajak                                                                                                        Pajak
                                                                            November - Desember
          Perusahaan      Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                       1,809,569,372       Januari - Maret 2026
                                                                                  2025
Approved by:
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           Januari 2026                1,280,481,814       Maret 2026

                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai          Februari 2026                1,059,340,426       April 2026
          PT Intertrend                                                     November - Desember
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                      17,141,537,116       Januari - Maret 2026
          Utama                                                                   2025
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           Januari 2026                6,759,756,949       Maret 2026

                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai          Februari 2026                7,358,446,466       April 2026
                                                                            November - Desember
          PT Interkraft   Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                       5,697,026,647       Januari - Maret 2026
                                                                                  2025
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           Januari 2026                3,038,258,633       Maret 2026

                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai          Februari 2026                2,542,092,467       April 2026
          PT Intera                                                         November - Desember
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                       3,145,505,752       Januari - Maret 2026
          Indonesia                                                               2025
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           Januari 2026                1,305,307,245       Maret 2026

                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai          Februari 2026                  633,224,631       April 2026

                          Lebih Bayar         Pajak Penghasilan Pasal 29           2024                     1,356,693,874       Maret 2026

                          Kurang Bayar        Pajak Penghasilan Pasal 21           2024                       322,230,159       Maret 2026

                          Kurang Bayar        Pajak Penghasilan Pasal 23           2024                        16,995,738       Maret 2026




                                                                                 2025
                            Surat Ketetapan                                                                                       Tanggal Surat Ketetapan
               Entitas                                  Jenis pajak                     Periode             Jumlah
                                 Pajak                                                                                                     Pajak

          Perusahaan       Kurang bayar        Pajak Penghasilan pasal 29                2022                 1,778,792,998      Oktober 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 22          Desember 2022                 32,039,377      Oktober 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23          Desember 2022                 45,450,132      Oktober 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai        Mei-Juli, Desember 2022               3,293,290    Oktober 2025
                                                                                                                                 Februari, April, Juni-
                           Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai        Januari-Juli, Oktober 2025     16,172,578,430
                                                                                                                                 Oktober, Desember 2025
                           Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai        November-Desember 2024          4,033,565,590      Januari-Februari 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 21                2023                  209,947,545       Maret 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 22          Desember 2023                 26,911,622      Maret 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23          Desember 2023               166,361,583       Maret 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai             Desember 2023               131,577,725       Maret 2025

                           Lebih Bayar         Pajak Penghasilan pasal 29                2023                21,742,062,798      Maret 2025
          PT Intertrend
                           Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai        November-Desember 2024         26,377,961,464      January-Februari 2025
          Utama
                           Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai          Januari-Oktober 2025         86,624,089,914      April-Desember 2025

                           Lebih Bayar         Pajak Penghasilan pasal 29                2023                 6,188,492,102      Februari 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai              Januari 2023                      85,268     Januari 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 21          Desember 2023               250,443,363       Januari 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 22          Desember 2023                 17,516,602      Januari 2025

                           Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23          Desember 2023                    8,499,058    Januari 2025




                                                                              49
Page 57
                                                              FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                               Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

       c. Lain-lain (lanjutan)

         Pada Juni 2026 dan tahun 2025, Grup memperoleh Surat Ketetapan Pajak sebagai berikut: (lanjutan)
                                                                               2025
                           Surat Ketetapan                                                                                              Tanggal Surat Ketetapan
               Entitas          Pajak                Jenis pajak                      Periode                     Jumlah                         Pajak
          PT Interkraft    Lebih Bayar       Pajak Pertambahan Nilai         November-Desember 2024                  3,852,151,571       Januari 2025

                           Lebih Bayar       Pajak Pertambahan Nilai              Januari-Juli 2025                 26,253,923,645       Maret-Oktober 2025
Approved by:               Lebih Bayar       Pajak Pertambahan Nilai         September-Oktober 2025                 10,363,308,876       November-Desember 2025

                           Lebih Bayar       Pajak Pertambahan Nilai          Agustus-Oktober 2024                   6,025,785,422       Januari 2025

                           Lebih Bayar       Pajak Penghasilan pasal 4 (2)    Februari dan April 2025                      3,968,304     April dan Oktober 2025
                                                                             Agustus 2024 dan Januari,
                           Lebih Bayar       Pajak Penghasilan pasal 23                                                    4,637,518     April dan Oktober 2025
                                                                                 Maret, Juni 2025
                           Lebih Bayar       Pajak Penghasilan pasal 29                 2023                         1,945,333,573       Januari 2025

                           Kurang Bayar      Pajak Penghasilan pasal 4 (2)        Desember 2023                            3,548,288     Januari 2025

                           Kurang Bayar      Pajak Penghasilan pasal 23           Desember 2023                        22,635,876        Januari 2025

                           Kurang Bayar      Pajak Penghasilan pasal 21           Desember 2023                        66,106,926        Januari 2025
          PT Intera
                           Lebih Bayar       Pajak Pertambahan Nilai         November-Desember 2024                  5,840,906,346       Januari-Februari 2025
          Indonesia
                           Lebih Bayar       Pajak Pertambahan Nilai           Januari-Oktober 2025                 21,845,455,274       Februari-Desember 2025

                           Lebih Bayar       Pajak Penghasilan pasal 29                 2023                         1,819,280,748       Januari 2025
                                                                              Januari dan September
                           Lebih Bayar       Pajak Penghasilan pasal 23                                                      70,971      Mei, Juni dan December 2025
                                                                                       2025
                                                                               November 2024 dan
                           Lebih Bayar       Pajak Penghasilan pasal 22                                                     309,838      April dan October 2025
                                                                                  Agustus 2025
                           Kurang Bayar      Pajak Penghasilan pasal 21           Desember 2023                       367,673,198        Januari 2025
                                                                              Februari dan Desember
                           Kurang Bayar      Pajak Penghasilan pasal 23                                                39,928,191        Januari 2025
                                                                                       2023
                           Kurang Bayar      Pajak Penghasilan pasal 4 (2)        Desember 2023                            8,169,360     Januari 2025




   18. LIABILITAS KONTRAK

         Akun ini terdiri dari uang muka yang diterima dari pelanggan yang berasal dari penjualan furniture:

                                                                                            30 Juni 2026                       31 Desember 2025
                                                                                           (Tidak diaudit)                         (Diaudit)

         Pihak ketiga
         Ekspor                                                                                 57,197,374,710                         73,539,711,619
         Lokal                                                                                      13,513,514                             13,513,514
         Sub-jumlah                                                                             57,210,888,224                         73,553,225,133

         Jumlah                                                                                 57,210,888,224                         73,553,225,133


   19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH
         a. Utang obligasi terdiri dari

                                                                                             30 Juni 2026                       31 Desember 2025
                                                                                            (Tidak diaudit)                         (Diaudit)

         Nilai nominal                                                                          52,530,000,000                         52,530,000,000
         Dikurangi biaya emisi obligasi
           ditangguhkan yang belum diamortisasi                                                    (69,652,903)                         (116,051,115)
         Utang obligasi - bersih                                                                52,460,347,097                         52,413,948,885
         Bagian Jatuh Tempo dalam
           waktu satu tahun                                                                     52,460,347,097                                                -

         Bagian jangka panjang                                                                                -                        52,413,948,885

                                                                             50
Page 58
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)
         b. Sukuk mudharabah terdiri dari:

                                                                           30 Juni 2026               31 Desember 2025
                                                                          (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

         Nilai nominal                                                       25,230,000,000                25,230,000,000
         Bagian jatuh tempo
           dalam waktu satu tahun                                            25,230,000,000                                 -
Approved by:

         Bagian jangka panjang                                                              -              25,230,000,000




       “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”)

       Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap
       II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.

       Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan penawaran
       masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah
       sebagai berikut:
         -   Seri A sebesar Rp 197.470.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
             bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
         -   Seri B sebesar Rp 52.530.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan per tiga
             (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.

       Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
       Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
       Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
         -   Seri A sebesar Rp 83.800.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
             per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
         -   Seri B sebesar Rp 25.230.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan
             per tiga (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.

       Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap II Seri A telah dilunasi pada 24 Maret 2025.

       Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA
       (Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.

       Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
       kekayaan Perusahaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada
       di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

       Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi, sebagai
       modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Pembangunan
       Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.




                                                                 51
Page 59
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)
       “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”)

       Pada tanggal 15 April 2021, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I
       Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000.

       Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan penawaran
       masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah
       sebagai berikut:
Approved by:
         -    Seri A sebesar Rp 42.180.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
              bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
         -    Seri B sebesar Rp 407.820.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibagikan per
              tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.

       Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
       Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
       Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
         -   Seri A sebesar Rp 52.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
             per tiga (3) bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
         -   Seri B sebesar Rp 97.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 10,25% per tahun yang
             dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
       Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA-
       (Single A Minus) untuk Obligasi dan idA-(sy) (Single A Minus Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
       Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas dijamin dengan Hak Guna Bangunan milik ITK, piutang usaha dan persediaan
       tertentu milik Perusahaan.
       Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi, untuk
       melakukan pelunasan utang entitas anak, ITK dan INT, pada Indonesia Eximbank dan sisanya dipergunakan sebagai
       modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia
       (Persero) Tbk.
       Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan
       (negative covenants) antara lain untuk tidak melakukan hal-hal tertentu tanpa persetujuan tertulis Wali Amanat
       sebagaimana diatur dalam Perjanjian Wali Amanat, antara lain:
         -   Melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain yang akan menyebabkan bubarnya Perusahaan
             atau yang akan mempunya dampak negatif yang material.
         -   Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan.
         -   Menjaminkan dan/atau membebani dengan cara apapun asset Grup.
         -   Mengalihkan aset tetap yang jumlahnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan.
         -   Mengubah bidang usaha utama.
         -   Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang.
         -   Mengeluarkan obligasi, sukuk atau efek-efek lainnya melalui Pasar Modal yang dijamin secara khusus.
       Di samping itu, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara beberapa rasio keuangan sebagai berikut:
         -   EBITDA terhadap jumlah beban bunga minimal1,25x.
         -   Rasio debt to equity maksimum 3x.
       Pada tanggal pelaporan, Perusahaan telah memenuhi seluruhnya persyaratan rasio-rasio keuangan yang ditentukan pada
       perjanjian penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah.
       Saldo beban bunga terutang pada Juni 2026 dan 2025 sebesar Rp 126,360,000 dan Rp 126.360.000 yang dicatat sebagai
       bagian dari “Beban akrual” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                                 52
Page 60
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR

        a.     Modal Saham

               Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2026 dan
               31 Desember 2025 berdasarkan catatan yang dibuat PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai
               berikut:


                                                                                     Persentase
                                                           Jumlah saham                                         Jumlah
Approved by:
                                                                                     Kepemilikan

                PT Integra Indo Lestari                        4,573,835,000                  71.05%          457,383,500,000
                Komisaris
                  Stephanie Kane Ilham                            10,000,000                   0.15%            1,000,000,000
                  Syany Tjandra                                   10,000,000                   0.15%            1,000,000,000
                Direksi
                  Halim Rusli                                     25,000,000                   0.39%            2,500,000,000
                  Widjaja Karli                                   20,000,000                   0.31%            2,000,000,000
                  Wang Sutrisno                                   10,000,000                   0.15%            1,000,000,000
                Masyarakat (masing-masing
                  kurang dari 5%                               1,615,121,900                  25.09%          161,512,190,000

                Sub-jumlah                                     6,263,956,900                  97.29%          626,395,690,000
                Saham treasuri                                   173,543,100                   2.71%           17,354,310,000
                Jumlah                                         6,437,500,000                    100%          643,750,000,000

               Berdasarkan program MESOP yang tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
               No. AHU-AH.01.03-0007286 tanggal 16 Januari 2023, modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari Rp
               636.250.000.000 menjadi Rp 643.750.000.000.

               Saham Treasuri
               Pada tanggal 8 Maret 2023, Perusahaan melalui surat No. 007/WOOD/03/2023 mengajukan permohonan
               persetujuan pembelian kembali saham Perusahaan (saham treasuri) kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
               sebanyak-banyaknya sebesar Rp 50.000.000.000. Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam jangka waktu 3
               bulan, dari tanggal 9 Maret 2023 hingga 9 Juni 2023 dan dilakukan dalam beberapa kali transaksi.

               Pada tahun 2023, jumlah saham yang dibeli adalah sebanyak 98.393.900 lembar (nilai nominal Rp 100 per lembar)
               dengan nilai sebesar Rp 40.313.928.800. Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah saham treasuri 173.543.100
               lembar dengan nilai Rp 89.957.290.800.

               Pembentukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya
               Dalam rangka memenuhi Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan
               perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan
               sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba
               Perusahaan sebagai cadangan dana umum sebesar Rp 494.268.062.435 pada tahun 2022 yang diputuskan dalam
               RUPS pada tanggal 15 Juli 2022.

               Cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri
               Selisih kurs yang berkaitan dengan penjabaran dari aset neto dari kegiatan usaha luar negeri Grup dari mata uang
               fungsional mereka ke mata uang penyajian Grup (yaitu Rupiah) diakui langsung dalam penghasilan komprehensif
               lain dan diakumulasikan dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri. Selisih
               kurs sebelumnya diakumulasi dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri
               direklasifikasi ke laba rugi saat dilepaskan atau pelepasan sebagian kegiatan usaha luar negeri.




                                                                 53
Page 61
                                                        FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)

        b.     Tambahan modal disetor
               Rincian akun tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:




                                                                          30 Juni 2026                  31 Desember 2025
                                                                         (Tidak diaudit)                    (Diaudit)
Approved by:
                Tambahan modal disetor
                  di atas nilai nominal                                      236,412,562,853                236,412,562,853
                Biaya emisi saham                                             (6,142,500,000)                (6,142,500,000)
                Selisih transaksi kombinasi
                  bisnis antar entitas                                        82,846,704,551                 82,846,704,551
                  sepengendali
                Pengampunan pajak                                               1,046,249,486                 1,046,249,486

                Jumlah                                                       314,163,016,890                314,163,016,890



               Saldo tambahan modal disetor di atas nilai nominal berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari Penawaran
               Umum Perdana Saham tahun 2017 atas 1.250.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominalnya
               dan MESOP.
        c.     Kombinasi bisnis entitas sepengendali
               Pada tahun 2012, Perusahaan melakukan transaksi penyertaan saham pada BRT, ITR dan ITK, entitas anak. Pada
               tahun 2020, ITR, entitas anak, melakukan transaksi penyertaan saham pada SAM. Pada tahun 2021, Perusahaan
               melakukan pelepasan penyertaan saham pada ITD
               Transaksi tersebut di atas dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka kombinasi bisnis sehingga
               diperlakukan dengan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012) mengenai
               “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.

               Selisih neto nilai transaksi kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali yang dicatat sebagai “Tambahan modal
               disetor” sehubungan dengan transaksi penyertaan saham di entitas anak, dengan rincian sebagai berikut:



                                                                                      Aset bersih
                                       Tahun akuisisi
                                                            Harga beli (harga             yang
                                                                                                                Selisih
                                                                  jual)                diperoleh
                                        (pelepasan)
                                                                                        (dilepas)
               Entitas anak
               ITD                            2021          (123,300,000,000)        (61,702,637,678)       61,597,362,322
               SAM                            2020              6,750,000,000           3,953,644,773       (2,796,355,227)
               BRT                            2012             13,125,600,000          27,736,469,667       14,610,869,667
               ITR                            2012              7,524,000,000           9,096,469,925         1,572,469,925
               ITK                            2012              4,653,000,000          12,515,357,864         7,862,357,864

               Jumlah                                        (91,247,400,000)         (8,400,695,449)       82,846,704,551




                                                                 54
Page 62
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   21. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI

                                                                      30 Juni 2026               31 Desember 2025
                                                                     (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

        Saldo awal                                                        74,161,884,527               84,568,357,385
        Bagian rugi tahun berjalan                                         1,860,435,823             (12,207,766,484)
        Bagian penghasilan komprehensif
        tahun berjalan                                                                  -                  63,383,520
        Dividen                                                              (89,497,968)                           -
ApprovedSetoran
         by:     modal                                                     2,500,000,000                1,271,000,000
        Selisih kurs atas penjabaran
        akun-akun kegiatan usaha
        luar negeri                                                         765,928,456                   466,910,106

       Jumlah                                                             79,198,750,838               74,161,884,527


   22. PENJUALAN BERSIH
       Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:


                                                                       30 Juni 2026                 30 Juni 2025
                                                                      (Tidak diaudit)              (Tidak diaudit)

        Ekspor
          Manufaktur
            Building component                                        1,265,375,445,774             1,263,449,033,415
            Set up                                                       91,029,546,364               102,679,057,324
            Knock down                                                   29,336,471,000                76,254,120,619
        Sub - jumlah                                                  1,385,741,463,138             1,442,382,211,358


        Lokal
          Manufaktur
            Building component                                            4,491,781,999                 3,800,133,235
            Set up                                                        9,206,009,803                 4,849,211,760
            Knock down                                                   10,402,961,327                   379,375,214
          Kehutanan                                                      42,729,326,811                             -
        Sub - jumlah                                                     66,830,079,940                 9,028,720,209


        Jumlah                                                        1,452,571,543,078             1,451,410,931,567

       Rincian pelanggan yang memiliki transaksi penjualan lebih dari 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian untuk
       periode 30 Juni 2026 dan 2025 adalah sebagai berikut:


                                             30 Juni 2026                                    30 Juni 2025
                                            (Tidak diaudit)                                 (Tidak diaudit)
                                                          Persentase                                      Persentase
                                      Jumlah           terhadap jumlah                Jumlah           terhadap jumlah
                                                       penjualan bersih                                penjualan bersih
       Novo Building             458,760,401,034          31.58%                 446,458,696,315            30.77%
       US Lumber                 193,643,934,244          13.33%                 190,834,060,015            13.15%
       Starbright Forever, Llc   190,548,633,848          13.12%                 330,262,614,969            22.76%




                                                              55
Page 63
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                   Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   22. PENJUALAN BERSIH (Lanjutan)

        Penjualan berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:




                                                                      30 Juni 2026         30 Juni 2025
                                                                     (Tidak diaudit)      (Tidak diaudit)

         Pihak ketiga                                                1,439,927,845,575    1,445,716,417,650
Approved by:
         Pihak
                                                                       12,643,697,503         5,694,513,917
         berelasi

         Jumlah                                                      1,452,571,543,078    1,451,410,931,567



   23. BEBAN POKOK PENJUALAN

        Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

                                                                       30 Juni 2026         30 Juni 2025
                                                                      (Tidak diaudit)      (Tidak diaudit)

         Pemakaian bahan baku
           dan pembantu                                                 639,276,255,617     566,687,815,406
         Upah buruh langsung                                            133,725,972,862     155,914,405,604
         Beban pabrikasi                                                342,876,062,575     341,170,528,511
         Jumlah beban produksi                                        1,115,878,291,054   1,063,772,749,521

         Barang dalam proses
           Awal tahun                                                   832,179,638,564     662,592,842,391
           Akhir tahun                                                (846,090,631,741)   (691,982,183,482)
         Jumlah beban pokok produksi                                  1,101,967,297,877   1,034,383,408,430

         Persediaan barang jadi
               Awal tahun                                               770,295,835,524      854,762,621,282
               Pembelian barang jadi                                      2,215,486,949        3,346,873,415
               Akhir tahun                                            (740,454,821,169)    (721,781,572,179)

         Jumlah beban pokok penjualan                                 1,134,023,799,181   1,170,711,330,948




                                                                56
Page 64
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   24. BEBAN USAHA
        Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:


                                                                         30 Juni 2026               30 Juni 2025
                                                                        (Tidak diaudit)            (Tidak diaudit)

         Beban penjualan
         Kurir dan ekspor                                                  12,741,503,460               9,745,247,928
Approved by:
         Komisi                                                            11,226,987,885              15,558,292,801
         Gaji dan tunjangan                                                 2,865,961,465               2,513,514,741
         Riset dan pengembangan                                               482,230,232                 914,427,159
         Promosi                                                            2,987,468,513               2,681,636,836
         Ongkos angkut                                                        975,764,477               1,510,476,359
         Lain-lain (masing-
             masing dibawah Rp 2 miliar)                                     9,441,307,595              4,143,207,671

         Jumlah                                                            40,721,223,627              37,066,803,495


         Beban umum dan administrasi
         Gaji dan tunjangan                                                41,314,481,841              35,964,789,335
         Jasa manajemen                                                    10,742,823,308               8,038,797,125
         Penyusutan                                                        17,845,752,280               7,406,221,298
         Jamuan dan sumbangan                                               3,697,559,979               3,521,052,697
         Pajak                                                                499,841,803               2,332,559,314
         Imbalan Kerja                                                      2,798,086,940               4,260,804,574
         Jasa profesional                                                   4,760,820,508               2,195,514,286
         Asuransi                                                           1,820,434,989               1,534,214,320
         Keperluan kantor                                                   1,462,801,156               1,079,262,160
         Transportasi                                                       1,324,043,018                 623,020,274
         Perbaikan dan pemeliharaan                                           738,976,146               1,197,259,707
         Sewa                                                               1,532,961,818                 378,953,216
         Perjalanan dinas                                                   1,566,153,178                 473,607,789
         Lain-lain (masing-
           masing dibawah Rp 2 miliar)                                       8,729,674,522              1,858,822,330

         Jumlah                                                            98,834,411,486              70,864,878,425



   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
        Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak berelasi.
        Transaksi-transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
        tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
        Saldo dan transaksi antara entitas induk dan entitas anaknya, yang merupakan pihak berelasi, telah dieliminasi pada
        saat konsolidasi dan tidak diungkapkan dalam catatan ini.
        a.   Sifat hubungan dan transaksi

                     Pihak-pihak berelasi                  Hubungan                           Jenis transaksi
              PT Integra Indo Lestari (IIL)      Induk Perusahaan                Jasa professional, beban sewa, dan beban
                                                                                 keuangan
              PT Alam Mentari Sejahtera (AMS)    Perusahaan Afiliasi             Penjualan
              PT Integriya Dekorindo (ITD)       Perusahaan Afiliasi             Penjualan, Pembelian, Penjualan aset tetap
                                                                                 penghasilan bunga, dan beban sewa
              PT Mindo Integra Indonesia (MII)   Perusahaan Afiliasi             Penjualan dan pendapatan sewa
                                                                57
Page 65
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

       b.   Transaksi

            Penjualan bersih ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah penjualan bersih):

                                                                          30 Juni 2026                   30 Juni 2025
                                                                         (Tidak diaudit)                (Tidak diaudit)

            Penjualan Bersih - ITD                                             9,379,463,989                3,865,433,100
Approved by: Penjualan Bersih - AMS                                            1,270,812,800                1,539,130,900
            Penjualan Bersih - MII                                             1,993,420,714                  289,949,917

            Jumlah                                                           12,643,697,503                 5,694,513,917

            Persentase terhadap
              penjualan bersih                                                        0.87%                         0.39%


            Pembelian dari pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):

                                                                          30 Juni 2026                   30 Juni 2025
                                                                         (Tidak diaudit)                (Tidak diaudit)

            Pembelian - ITD                                                     280,829,664                    46,918,327
            Pembelian - MII                                                     186,930,930                             -

            Jumlah                                                              467,760,594                    46,918,327

            Persentase terhadap
              beban pokok penjualan                                                   0.04%                         0.00%

            Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):

                                                                         30 Juni 2026                    30 Juni 2025
                                                                        (Tidak diaudit)                 (Tidak diaudit)

            Beban sewa - IIL                                                                -              10,122,772,278

            Jumlah                                                                          -              10,122,772,278

            Persentase terhadap
              beban pokok penjualan                                                   0.00%                         0.86%




            Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban umum dan administrasi):

                                                                         30 Juni 2026                    30 Juni 2025
                                                                        (Tidak diaudit)                 (Tidak diaudit)

            Jasa manajemen - IIL                                             10,742,823,308                 8,038,797,125

            Jumlah                                                           10,742,823,308                 8,038,797,125

            Persentase terhadap
              beban umum dan
              administrasi                                                           10.87%                       11.34%




                                                               58
Page 66
                                                         FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

        b.     Transaksi (Lanjutan)

               Jasa manajemen
               IIL memberikan jasa manajemen di bidang akuntansi, keuangan, pajak, sumber daya manusia dan dukungan jasa
               teknologi informasi kepada Perusahaan, ITR, ITK, dan INT.
               Saldo terutang pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing adalah Rp 3.670.347.390 dan
               Rp 2.530.888.880 yang dicatat sebagai bagian dari “Utang lain-lain – jangka pendek” pada laporan posisi keuangan
               konsolidasian.
Approved by:

               Pinjaman Pihak Berelasi

               Perusahaan memberikan pinjaman kepada ITD pada tahun 2025 dan 2024. Saldo piutang yang timbul dari transaksi
               tersebut pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, disajikan sebagai “Pinjaman ke pihak berelasi” di laporan posisi
               keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 14,12% per tahun dan memiliki jangka waktu
               selama 1 tahun. Jumlah penghasilan bunga dari transaksi tersebut sebesar Rp 4.149.667.059 dan Rp 4.457.383.530
               masing-masing pada 30 Juni 2026 dan 2025 dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan bunga” di laporan laba
               rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan saldo piutang bunga disajikan sebagai bagian dari
               “Piutang lain-lain” di laporan posisi keuangan konsolidasian.

               Pada bulan Oktober 2024, Perusahaan menerima pinjaman dari IIL sebesar Rp 100 miliar. Saldo utang yang timbul
               dari transaksi tersebut pada 30 Juni 2026 dan 2025, disajikan sebagai “Pinjaman dari pihak berelasi” di laporan
               posisi keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8,72% per tahun dan memiliki jangka waktu
               selama 5 tahun.
        c.     Saldo


                Aset (sebagai persentase terhadap jumlah aset):

                                                                               30 Juni 2026             31 Desember 2025
                                                                              (Tidak diaudit)               (Diaudit)

                Piutang usaha                                                      13,736,523,689          19,832,152,689
                Piutang lain-lain                                                     361,331,233             572,255,495
                Pinjaman ke pihak berelasi                                        154,686,028,841         179,177,432,841

                Jumlah                                                            168,783,883,763         199,581,841,025

                Persentase terhadap
                  aset                                                                          2.07%              2.49%


                Liabilitas (sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas):

                                                                               30 Juni 2026             31 Desember 2025
                                                                              (Tidak diaudit)               (Diaudit)

                Utang Usaha                                                           824,828,378             335,179,575
                Utang lain-lain - IIL                                               3,670,347,390           2,530,888,880
                Beban akrual - IIL                                                 18,329,333,337          10,560,888,891
                Pinjaman dari pihak berelasi                                      100,000,000,000         100,000,000,000

                Jumlah                                                            122,824,509,105         113,426,957,346

                Persentase terhadap
                  liabilitas                                                                    3.48%              3.28%

                                                                    59
Page 67
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   26. LABA PER SAHAM
       Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:


                                                                            30 Juni 2026                    30 Juni 2025
                                                                           (Tidak diaudit)                 (Tidak diaudit)

         Laba tahun berjalan yang
            dapat diatribusikan pada
Approved by:pemilik perusahaan                                                   64,605,094,920             86,598,083,416
         Jumlah rata-rata tertimbang
            saham yang beredar                                                    6,263,956,900              6,263,956,900
         Laba per saham dasar
            dan dilusi                                                                       10.31                    13.82


   27. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
       Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
       sebagai berikut:
                                        30 Juni 2026 (Tidak Diaudit)                       31 Desember 2025 (Diaudit)
                                                             Ekuivalen                                        Ekuivalen
                                   Mata Uang Asing                                    Mata Uang Asing
                                                              Rupiah                                           Rupiah
        ASET
        Kas dan setara kas        US$      3,195,828        57,064,692,448           US$       2,267,873      38,059,445,021
                                  EUR          1,974            40,186,356           EUR           1,224          24,178,774
                                  RMB          1,257             3,304,877
        Piutang usaha             US$     16,914,452       302,024,460,893           US$      20,292,420     340,547,390,107
                                  EUR        248,851         5,066,679,452           EUR          93,230       1,841,589,171
        Jumlah                                             364,199,324,026                                   380,472,603,073

        LIABILITAS
        Utang bank dan lembaga
        keuangan bukan bank       US$      3,727,132        66,551,667,207           US$       3,980,003      66,792,417,730
        Utang usaha               US$      1,030,651        18,403,317,531           US$         534,255       8,965,864,195
                                  EUR        143,596         2,923,658,357           EUR         142,412       2,813,109,835
                                  RMB     41,946,148       110,256,707,223           RMB      25,230,178      60,569,332,132
        Utang lain-lain           US$      7,000,190       124,995,392,640           EUR       7,000,190     117,477,188,580
        Jumlah                                             323,130,742,958                                   256,617,912,472

        Aset - bersih                                       41,068,581,068                                   123,854,690,601


       Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode
       30 Juni 2026 dan Tahun 2025.

   28. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING

      Berdasarkan Akta Notaris Reni Surnarsih, S.H., M.Kn., No. 11 tanggal 6 Desember 2024, Perusahaan, PT Interkraft (ITK),
      PT WoodOne Integra Indonesia (WII), PT Intertrend Utama (ITR) dan PT Integriya Dekorindo (ITD) melakukan kerja sama
      operasi dengan PT Ciputra Cipta Cemerlang (“CCC”) untuk membentuk Badan Pengelola dengan nama JO Ciputra Integra
      (JO). Kepemilikan JO sebesar 50% masing-masing untuk Perusahaan ITK, WII, ITR dan ITD dengan CCC dan dibentuk
      dalam rangka kerja sama pengembangan lahan di Jalan Lingkar Timur, Kedung Mulya, Wedoro Klurak, Kecamatan Candi,
      Kabupaten Sidoarjo, dengan luas lahan ± 403.014 m 2. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, proyek tersebut masih
      dalam tahap pengembangan.
      Informasi tambahan sehubungan dengan operasi bersama (porsi 100%) pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
      2025 adalah sebagai berikut:

                                                        2026
                                 Jumlah aset           Jumlah liabilitas          Jumlah pendapatan           Rugi neto


        JO Ciputra Integra        13,320,200,597          18,037,558,545                             -        (4,717,357,948)
                                                               60
Page 68
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2026
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   28. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (Lanjutan)
       Informasi tambahan sehubungan dengan operasi bersama (porsi 100%) pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
       2025 adalah sebagai berikut: (lanjutan)

                                                             2025
                                 Jumlah aset         Jumlah liabilitas     Jumlah pendapatan            Rugi neto


         JO Ciputra Integra       2,236,144,806          4,912,065,921                       -          (2,675,921,115)

Approved by:

   29. REKLASIFIKASI AKUN

       Pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mencatat beban pengangkutan penjualan ke beban pokok penjualan
       atas penjualan ekspor yang memenuhi persyaratan pengiriman DDP (Delivered Duty Paid) sehingga angka komparatif
       telah disesuaikan dengan penyajian tahun berjalan.

                                                                                     30 Juni 2025
                                                                                    (Tidak diaudit)
                                                                  Dilaporkan sebelumnya             Direklasifikasi
         Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
         Beban pokok penjualan -
              Beban pabrikasi                                              296,722,237,061           341,170,528,511
         Beban penjualan -
             Kurir dan eksport                                              54,193,539,378               9,745,247,928


   30. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN

       Pada Juli 2026, Kelompok Usaha memperpanjang fasilitas kredit yang diberikan oleh BRI sampai dengan Juli 2027 serta
       memperoleh penurunan suku bunga menjadi 8,3% per tahun. Sehubungan dengan perpanjangan tersebut, BRI juga
       menyetujui perubahan struktur fasilitas kredit yang diberikan kepada entitas anak, ITR, berupa pengalihan (switching)
       fasilitas Kredit Modal Kerja Buyer Sublimit LC/SKBDN Line sebesar Rp57,75 miliar ke dalam fasilitas Kredit Modal Kerja
       W/A Pre Financing, sehingga batas maksimum fasilitas Kredit Modal Kerja W/A Pre Financing menjadi sebesar Rp154,75
       miliar.




                                                               61

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.32 MB
Published31 Jul 2026
Pages68
Characters308,996
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INTEGRA INDOCABINET TBK p.2 ×209
linked person Stephanie Kane Ilham p.14 ×2
linked person Syany Tjandra p.14 ×2
linked person Halim Rusli p.14 ×2
linked person Widjaja Karli p.14 ×2
linked person Wang Sutrisno p.14 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.38 ×14
linked org Bank Central Asia Tbk p.38 ×14
linked org PT Bank Syariah Indonesia p.38
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk p.38 ×14
linked org Indonesia Eximbank p.59
possible org PT Integra Indo Lestari p.12 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.12 ×6
possible person Bing Hartono Poernomosidi p.14 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.38 ×25
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.38 ×43
unresolved person Soetjipto p.12
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12
unresolved org PT Belayan River Timber p.12 ×4
unresolved org PT Intertrend Utama p.12 ×5
unresolved org PT Interkraft p.12 ×5
unresolved org PT Intera Indonesia p.12 ×3
unresolved org PT Inter Kayu Mandiri p.12
unresolved org PT Superalam Mas p.12
unresolved org PT Narkata Rimba p.12 ×2
unresolved org PT Kandelia Alam p.12 ×2
unresolved org PT Ekosistem Alam Sejahtera p.12
unresolved org PT Indika Ekosistem Khatulistiwa p.13
unresolved org PT Ananda Anugerah Agung p.13 ×2
unresolved org PT Nala WIjaya Amerta p.13 ×2
unresolved org PT Renjana Amerta Lestari p.13 ×4
unresolved org PT Borneo Forestama Lestari p.13 ×2
unresolved org PT Borneo Wana Utama p.13 ×2
unresolved org PT Bakau Bina p.13 ×2
unresolved org PT Nusantara Climate Initiative Indonesia p.13
unresolved org PT Ekosistem Alas Lestari p.13
unresolved org PT Wana Kelola Utama p.13
unresolved org PT Arya Harita Wanantara p.13
unresolved org PT Askara Wana Utama p.13
unresolved org PT Bhumi Nawasena Sejahtera p.13
unresolved org PT Nusantara Climate Initiative Indonesia Berdasarkan Akta p.14
unresolved person Akta Notaris Dyah Ayu Ambarwati p.14 ×7
unresolved org Bank Indonesia p.33 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota p.38
unresolved org PT Bank ICBC Indonesia p.38 ×2
unresolved org Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk p.38 ×2
unresolved org PT Integriya Dekorindo p.39 ×7
unresolved org PT Alam Mentari Sejahtera p.39 ×3
unresolved org PT Mindo Integra Indonesia p.39 ×5
unresolved org PT Teknologi Optimal Prima p.42 ×2
unresolved org PT Interkreasi Kerja Aji p.42 ×2
unresolved org PT WoodOne Intega Indonesia p.43
unresolved org KJPP Pung’s Zulkarnain p.45 ×3
unresolved person Fahmi Hassan p.45 ×2
unresolved org KJPP Sarwono p.45 ×2
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny p.45
unresolved person Dr. Ruddy Tri Santoso p.45 ×2
unresolved org PT BCA Finance p.51 ×4
unresolved org PT Intertrend p.56
unresolved org PT Intera p.56
unresolved org PT Intertrend Lebih Bayar p.56
unresolved org PT Intera Lebih Bayar p.57
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.58 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.58
unresolved org Banten Tbk. p.58
unresolved org PT Datindo Entrycom p.60
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH. p.60
unresolved person IKATAN PENTING Berdasarkan Akta Notaris Reni Surnarsih p.67
unresolved org PT WoodOne Integra Indonesia p.67
unresolved org PT Ciputra Cipta Cemerlang p.67
unresolved org Pengelola p.67

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2026-II-WOOD.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result