Back to announcement
LK PT AH Tbk Q2-2026 Un-Audited with Checklist.pdf
Financial statement Text extracted ARKOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 158
Page 1
PT. ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (TIDAK DIAUDIT)/ (NON AUDITED) INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026 DAN 31 Desember 2025/ FOR THE YEARS ENDED JUNE 30, 2026 AND December 31, 2025
Page 2
Page 3
PT. ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT. ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025 JUNE 30, 2026 AND DECEMBER 31, 2025
30 Juni/ 31 Desember/
Catatan/ June 30 Desember 31
Notes 2026 2025
Rp Rp
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 6 67,227,112,073 99,328,536,129 Cash and cash equivalents
Piutang usaha pihak ketiga 7 29,511,718,303 38,857,172,193 Trade accounts receivable third party
Biaya yang dibayar dimuka 8 1,808,348,506 1,932,260,777 Prepaid expenses
Pajak dibayar dimuka 26a 2,647,546,262 1,827,847,361 Prepaid taxes
Aset keuangan dari proyek konsesi - Financial assets from concession project -
jatuh tempo dalam satu tahun 10 142,471,457,682 139,641,378,222 current
Jumlah Aset Lancar 243,666,182,826 281,587,194,682 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Uang muka pembelian aset tetap - 14,734,966,276 Advances for purchase fixed assets
Aset tetap - Bersih 9 200,520,513,470 205,844,287,282 Property, plant and equipment - net
Aset hak guna sewa - bersih - 178,903,536 Right-of-use assets - net
Aset keuangan dari proyek konsesi - Financial assets from concession project -
jatuh tempo lebih dari satu tahun 10 1,186,378,226,211 1,081,106,285,383 non-current
Aset pajak tangguhan 26 14,640,553,048 14,641,972,083 Deffered tax assets
Aset tak berwujud 11 48,944,630,319 48,944,630,319 Intangible assets
Goodwill 275,000,000 275,000,000 Goodwill
Aset lain-lain 12 47,735,548,767 49,230,574,361 Other assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 1,498,494,471,815 1,414,956,619,240 Total Non-current Assets
JUMLAH ASET 1,742,160,654,641 1,696,543,813,922 TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Cerukan Bank 13 24,985,309,778 23,950,149,122 Bank overdraft
Utang usaha 14 Trade accounts payable
Pihak berelasi 29 5,707,032,876 5,966,315,254 Related parties
Pihak ketiga 8,476,321,058 16,976,412,006 Third parties
Utang pajak 26b 5,628,109,468 4,515,065,036 Taxes payable
Liabilitas jangka panjang yang Current maturities of long-term
jatuh tempo dalam satu tahun liabilities
Utang bank 17 1,614,285,720 1,614,285,719 Bank loans
Utang lain 5,078,004,000 5,078,004,000 Other payable
Utang obligasi 318,060,000,000 318,060,000,000 Bonds Payable
Pinjaman berjangka 16 21,346,163,502 16,943,704,084 Term loans
Pinjaman dari pihak berelasi 11,632,155,747 13,054,491,230 Loan from related parties
Biaya masih harus dibayar 15 6,389,800,864 11,282,919,403 Accrued expenses
Utang retensi 7,920,614,575 10,475,579,635 Retention payable
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 416,837,797,588 427,916,925,489 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo Long-term liabilities - net of
dalam satu tahun current maturities
Utang bank 17 4,304,761,896 5,111,904,756 Bank loans
Utang lain 2,538,982,000 5,077,984,000 Other payable
Utang obligasi 18 19,424,512,057 16,302,925,714 Bonds Payable
Pinjaman berjangka 16 454,008,327,484 430,723,234,813 Term loans
Pinjaman dari pihak berelasi 29 206,042,805,580 211,055,312,024 Loan from related party
Liabilitas pajak tangguhan 26 77,072,480,363 74,036,800,853 Deferred tax liabilities
Liabilitas imbalan kerja 27 9,094,038,573 10,118,422,888 Employee benefits obligations
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 772,485,907,953 752,426,585,048 Total Non-current Liabilities
JUMLAH LIABILITAS 1,189,323,705,541 1,180,343,510,537 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Rp 25 per saham Capital stock - Rp 25 par value
pada tanggal 31 Maret 2026 per share at March 31, 2026
Modal dasar - 9.278.400.000 saham Authorized - 9,278,400,000 shares
pada tanggal 31 Maret 2026 at March 31, 2026
(31 Desember 2025 : 9.278.400.000 saham) (December 31, 2025: 9,278,400,000 shares)
Modal ditempatkan dan disetor penuh - 2.928.495.000 Subscribed and paid up - 2,928,495,000 shares
pada tanggal 31 Maret 2026 at March 31, 2026
(31 Desember 2025 : 2.928.495.000 saham) 19 73,212,375,000 73,212,375,000 (December 31, 2025: 2,928,495,000 shares)
Tambahan modal disetor 20 225,900,774,933 225,900,774,933 Additional paid - in capital
Penghasilan komprehensif lain 2,443,241,589 2,443,385,889 Other comprehensive income
Saldo laba (defisit) Retained earnings (deficit)
Dicadangkan 6,000,000,000 4,000,000,000 Appropriated
Belum Dicadangkan 244,154,575,036 209,507,648,300 Unappropriated
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Equity attributable to Owners of
pemilik Entitas Induk 551,710,966,558 515,064,184,122 the Company
Kepentingan non-pengendali 1,125,982,542 1,136,119,263 Non-controlling interests
Jumlah Ekuitas 552,836,949,100 516,200,303,385 Total Equity
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1,742,160,654,641 1,696,543,813,922 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan See accompanying notes to interim consolidated financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim. which are an integral part of the interim consolidated financial statements.
Page 4
PT. ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT. ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK PERIODE TAHUN YANG BERAKHIR PADA FOR THE YEAR ENDED
30 JUNI 2026 DAN 2025 ON JUNE 30, 2026 AND 2025
30 Juni/ 30 Juni/
Catatan/ June 30 June 30
Notes 2026 2025
Rp Rp
PENDAPATAN 22 133,010,579,953 142,534,807,646 REVENUES
BEBAN POKOK PENDAPATAN 23 (82,200,211,615) (88,022,682,656) COST OF REVENUES
LABA KOTOR 50,810,368,338 54,512,124,990 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Beban umum dan administrasi 24 (28,360,563,678) (24,933,322,604) General and administrative expenses
Beban keuangan 25 (40,312,280,950) (34,255,029,917) Finance cost
Penghasilan keuangan 10 56,399,286,133 49,239,471,213 Finance income
Keuntungan (kerugian) atas selisih kurs - bersih 1,342,227,637 (25,974,220) Gain (loss) on foreign exchange - net
Keuntungan (kerugian) lain-lain - bersih 1,690,417,643 80,410,347 Other gain (losses) - net
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 41,569,455,123 44,617,679,808 PROFIT (LOSS) BEFORE TAX
MANFAAT (BEBAN) PAJAK 26c (4,932,664,690) (7,749,816,511) TAX BENEFIT (EXPENSES)
LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN 36,636,790,433 36,867,863,297 NET PROFIT (LOSS) FOR THE PERIOD
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
SETELAH PAJAK NET OF TAX
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke Items that will not reclassified
laba rugi: subsequently to profit or loss:
Keuntungan aktuarial atas Actuarial gain of
program imbalan kerja pasti 1,396,487,840 (252,707,803) defined benefit plan
Pajak dari keuntungan (kerugian) aktuarial (307,227,325) 55,595,993 Tax of actuarial gain (loss)
Jumlah laba komprehensif lain Total other comprehensive income
tahun berjalan - setelah pajak 1,089,260,515 (197,111,810) for the year - net of tax
JUMLAH PENGHASILAN (KERUGIAN) KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS)
PERIODE BERJALAN 37,726,050,948 36,670,751,487 FOR THE PERIOD
LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN YANG DAPAT NET INCOME (LOSS) FOR THE PERIOD
DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:
Pemilik entitas induk 36,646,926,735 36,877,366,294 Owners of the Company
Kepentingan non-pengendali (10,136,302) (9,502,997) Non-controlling interest
JUMLAH 36,636,790,433 36,867,863,298 TOTAL
-
JUMLAH PENGHASILAN (KERUGIAN) KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS)
PERIODE BERJALAN YANG DAPAT FOR THE PERIOD
DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:
Pemilik entitas induk 37,736,187,670 36,681,703,037 Owners of the Company
Kepentingan non-pengendali (10,136,722) (10,951,549) Non-controlling interest
JUMLAH 37,726,050,948 36,670,751,487 TOTAL
-
LABA (RUGI) PER SAHAM 28 13 13 EARNINGS (LOSS) PER SHARE
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan See accompanying notes to interim consolidated financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim. which are an integral part of the interim consolidated financial statements.
Page 5
PT. ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT. ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK PERIODE TAHUN YANG BERAKHIR FOR YEAR ENDED
30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025 JUNE 30, 2026 AND DECEMBER 31, 2025
Ekuitas entitas anak
yang berasal dari Jumlah ekuitas yang
kombinasi bisnis dapat diatribusikan
entitas sepengendali/ Penghasilan Saldo laba (defisit)/ kepada pemilik
Equity in subsidiary komprehensif Retained Earnings Entitas Induk/
resulting from lain/ (deficit) Total equity Kepentingan
Modal disetor/ business combination Other Belum attributable nonpengendali/
Paid-up under common Agio saham/ comprehensive Dicadangkan/ Dicadangkan/ to Owners Non-controlling Jumlah ekuitas/
capital stock control Agio capital income Appropriate Unappropriate of the Company interests Total equity
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2025 73,212,375,000 - 225,900,774,933 1,763,121,613 2,000,000,000 147,604,192,497 450,480,464,043 1,146,255,984 451,626,720,027 Balance as of January 1, 2025
Penambahan modal melalui Share capital issuance from
Penawaran Umum Saham Perdana - - - - - - - - - Initial Public Offiering
Laba bersih periode berjalan - - - - - 63,903,455,804 63,903,455,804 (10,136,302) 63,893,319,502 Net profit for the period
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis Difference in value of business combination
entitas sepengendali - - - - 2,000,000,000 - 2,000,000,000 - - - transaction among entities under common control
Keuntungan (Kerugian) Aktuarial atas Actuarial gains (loss) of defined
program imbalan kerja pasti - - - 680,264,276 - - 680,264,276 (419) 680,263,857 benefit obligation
Saldo per 31 Desember 2025 73,212,375,000 - 225,900,774,933 2,443,385,889 4,000,000,000 209,507,648,301 515,064,184,123 1,136,119,263 516,200,303,386 Balance as of December 31, 2025
Laba bersih periode berjalan - - - - - 36,646,926,735 36,646,926,735 (10,136,302) 36,636,790,433 Net profit for the year
Transaksi diakui langsung pada ekuitas Transaction recognized directly in equity
Cadangan umum - - - - 2,000,000,000 (2,000,000,000) - - - Appropriation for general reserve
Keuntungan (Kerugian) Aktuarial atas Actuarial gains (loss) of defined
program imbalan kerja pasti - - - (144,300) - - (144,300) (419) (144,719) benefit obligation
Saldo per 30 Juni 2026 73,212,375,000 - 225,900,774,933 2,443,241,589 6,000,000,000 244,154,575,036 551,710,966,558 1,125,982,542 552,836,949,100 Balance as of June 30,2026
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan See accompanying notes to interim consolidated financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim. which are an integral part of the interim consolidated financial statements.
Page 6
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT. ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026, DAN 2025 FOR THE YEAR ENDED JUNE 30,2026 AND 2025
30 Juni/ 30 Juni/
June 30 June 30
2026 2025
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan dari pelanggan 91,903,511,310 86,978,835,032 Cash received from customers
Pembayaran kas kepada: Cash paid to:
Pemasok (77,091,931,653) (113,628,643,073) Suppliers
Komisaris, Direksi & Karyawan (17,430,518,117) (16,681,673,140) Commissioners, directors, and employees
Kas (yang digunakan) dihasilkan dari operasi (2,618,938,460) (43,331,481,181) Cash used for operations
Penerimaan (Pembayaran) pajak penghasilan - bersih (4,932,664,690) (5,838,399,472) Income tax paid
Kas Bersih (Digunakan untuk) Diperoleh dari Aktivitas Operasional (7,551,603,150) (49,169,880,653) Net Cash Used in Operating Activities
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Perolehan aset tetap (529,892,904) - Acquisition of property and equipment
Penerimaan dari pendapatan bunga - 954,638,465 Cash received from interest income
Perolehan aset lainnya - - 27,807,431,427 Addition of other assets
Uang muka perolehan asset tetap - 1,517,098,015 Advance for purchase fixed assets
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (529,892,904) (25,335,694,947) Net Cash Used in Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan pinjaman berjangka 38,129,679,592 78,831,507,427 Proceeds from term loans
Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi - 100,000,000,000 Proceeds loan from related parties
Pembayaran bunga obligasi (16,199,600,000) (16,199,600,000) Payment of interest bonds
Pembayaran bunga pinjaman berjangka (20,280,796,216) (11,477,458,930) Payment of interests term loans
Pembayaran pinjaman berjangka (10,442,127,503) (10,346,399,028) Payment of term loans
Pembayaran bunga pinjaman dari pihak berelasi (8,010,691,706) (6,083,023,838) Payment of interest loan from related parties
Pembayaran pinjaman dari pihak berelasi (6,434,841,927) (3,037,448,221) Payment of loan from related parties
Pembayaran utang bank (807,142,859) (1,288,845,618) Payment of bank loans
Pembayaran bunga utang bank (1,009,568,039) - Payment of interest bank loans
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (25,055,088,658) 130,398,731,792 Net Cash Provided by Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH (33,136,584,712) 55,893,156,192 NET INCREASE (DECREASE)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 75,378,387,007 37,303,720,622 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING
TANPA CERUKAN BANK OF THE YEAR WITHOUT BANK OVERDRAFT
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN CASH AND CASH EQUIVALENTS AT ENDING
TANPA CERUKAN BANK 42,241,802,295 93,196,876,814 OF THE YEAR WITHOUT BANK OVERDRAFT
CERUKAN BANK 24,985,309,778 - BANK OVERDRAFT
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 67,227,112,073 93,196,876,814 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan See accompanying notes to interim consolidated financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim. which are an integral part of the interim consolidated financial statements.
Page 7
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
PADA TANGGAL TERSEBUT THEN ENDED
UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information
PT Arkora Hydro Tbk ("Perusahaan") didirikan PT Arkora Hydro Tbk (the “Company") was
berdasarkan Akta Notaris No. 15 tanggal established based on Notarial Deed No. 15
5 Agustus 2010 dari Darmawan Tjoa, S.H., S.E., dated August 5, 2010 of Darmawan Tjoa, S.H.,
Notaris di Jakarta. Akta Pendirian Perusahaan S.E., Notary in Jakarta. The Notarial Deed has
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak been approved by the Minister of Law and
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Human Rights of the Republic of
Keputusannya No. AHU-40544.A.01.01. Tahun Indonesia through his Decision Letter
2010 tanggal 18 Agustus 2010 dan telah No. AHU-40544.AH.01.01.Year 2010 dated
diumumkan pada Tambahan Berita Negara August 18, 2010 and was published in State
Republik Indonesia No. 28601 pada Berita Gazette No. 73, Supplement No. 28601 dated
Negara Republik Indonesia No. 73, tanggal September 13, 2011. The articles of association
13 September 2011. Anggaran dasar have been amended several times, most
Perusahaan telah mengalami beberapa kali recently by Notarial Deed No. 58 dated
perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 58 September 16, 2022 of Dr. Sugih Haryati, S.H.,
tanggal 16 September 2022 dari Dr. Sugih M.Kn., Notary in Jakarta relates to increase the
Haryati, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta terkait Company’s issued and fully paid capital through
peningkatan modal ditempatkan dan disetor Initial Public Offering. This change was
Perusahaan melalui Penawaran Umum. Akta approved by Minister of Law and Human Rights
perubahan ini telah memperoleh persetujuan of the Republic Indonesia through Decision
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Letter No. AHU-0184868.AH.01.11 Tahun 2022
Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya dated September 16, 2022.
No. AHU-0184868.AH.01.11 Tahun 2022
tanggal 16 September 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar In accordance with Article 3 of the Company's
Perusahaan, maksud dan tujuan kegiatan Articles of Association, the purpose and
Perusahaan bergerak dalam bidang pembangkit objective of the Company's activities are in
tenaga listrik dan melakukan penyertaan modal power plant and into capital participation in
pada entitas lain. Perusahaan mulai beroperasi other entities. The Company started its
secara komersial pada tahun 2017. commercial operations in 2017.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial The Company started its commercial operations
pada tahun 2017. in 2017.
Kantor pusat Perusahaan beralamat di Treasury The Company's head office is located at
Tower Lantai 9 Unit G-H District 8, Jalan Treasury Building 9th Floor Unit G-H District 8,
Jenderal Sudirman Kav. Senayan, Kebayoran Jalan Jenderal Sudirman Kav. Senayan,
Baru, Jakarta Selatan. Kebayoran Baru, South Jakarta.
Entitas induk terakhir dan pemegang saham Ultimate shareholder and parent company of
Perusahaan oleh PT Arkora Bakti Indonesia. the Company is PT Arkora Bakti Indonesia.
Susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai The Company’s management consists of the
berikut: following:
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025/
June 30, 2026 and December 31, 2025
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Arya Pradana Setiadharma President Commissioner
Komisaris Chinthya Theresa Am Commissioners
Komisaris Independen Drs. Indarto S.H. Independent Commissioners
Direksi Directors
Direktur Utama Aldo Henry Artoko President Director
Direktur Ismu Nugroho Directors
Ricky Hartono
Terry Tando
Komite Audit Audit Committee
Ketua Drs. Indarto S.H. Chairman
Anggota Anindita Wijaya Putri Members
Dwithya Putri Citrarhasmi
Sekertaris Perusahaan Ricky Hartono Corporate Secretary
Internal Audit Mohammad Bahruddin Internal Audit
-6-
Page 8
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Pada tanggal 30 Juni 2026, Perusahaan dan As of June 30, 2026, the Company and
entitas anak memiliki 253 karyawan (tidak subsidiaries had 253 employees (unaudited),
diaudit) (31 Desember 2025: 253 karyawan (December 31, 2025: 253 employees (audited).
(diaudit).
b. Entitas Anak b. Consolidated Subsidiaries
Rincian entitas anak pada akhir periode Details of the subsidiaries at the end of the
pelaporan adalah sebagai berikut: reporting period are as follows:
Persentase Tahun Operasi Jumlah Aset/Total Assets
Kepemilikan Efektif/ Komersial/ Sebelum eliminasi/Before elimination
Nama Entitas Anak/ Domisili/ Kegiatan Usaha/ Effective ownership Start of Commercial 30 Juni/ 31 Desember/
Name of Subsidiaries Domicile Business activities percentage Operations June 30, 2026 December 31, 2025
2026 2025 Rp Rp
Entitas anak yang dimiliki langsung/Directly owned subsidiaries
PT Arkora Sulawesi Selatan (ASS) Jakarta Pembangkit 99.98% 99.98% Maret/March 2020 291,397,672,368 296,183,212,011
tenaga listrik/
Power plant
PT Nosu Hydro (NH) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 56,908,698,762 83,269,613,839
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Sulawesi Hidro Mandiri (SHM) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 59,563,266,872 59,566,410,036
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Guna Nergi (AGN) Jakarta Pembangkit 99.94% 99.94% Dalam tahap pengembangan/ 32,170,691,042 32,159,636,414
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Hidro Pasifik (AHP) Jakarta Pembangkit 99.84% 99.84% Dalam tahap pengembangan/ 29,141,779,797 29,144,947,961
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Tenaga Matahari (ATM) Jakarta Pembangkit 100.00% 100.00% Dalam tahap pengembangan/ 20,839,457,762 20,723,504,105
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Energi Merah Putih (AEMP) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 6,903,385,345 6,903,585,345
(Sebelumnya/previously tenaga listrik/ Under development stage
PT Arkora Luwu Timur Mandiri ("ALTM")) Power plant
PT Hydra Sulawesi (HS) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 4,484,774,986 4,485,004,986
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Tomoni Hydro (ATH) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 5,067,809,221 2,919,039,221
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Hidro Tenggara (AHT) Jakarta Pembangkit 99.20% 99.20% Dalam tahap pengembangan/ 2,518,446,701 2,518,676,701
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Pembangkitan Hijau (APH) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 1,987,738,684 1,987,858,684
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arjuna Hidro (Arjuna) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 1,906,855,943 1,909,980,198
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Tirta Energi Lestari (TEL) Jakarta Pembangkit 99.60% 99.60% Dalam tahap pengembangan/ 575,393,162 575,723,162
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
Entitas anak yang dimiliki secara tidak langsung/Indirectly owned subsidiaries
PT Arkora Hydro Sulawesi (AHS) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% 2024 542,288,943,250 551,341,190,245
tenaga listrik/
Power plant
PT Arkora Energi Baru (AEB) Jakarta Pembangkit 99.93% 99.93% Dalam tahap pengembangan/ 284,116,209,259 275,924,187,452
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Hydro Malili (AHM) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 358,257,634,291 272,961,096,043
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Ekon Indonesia (AEKON) Jakarta Jasa konstruksi/ 99.83% 99.83% 2024 51,311,353,102 45,052,497,483
Construction
services
PT Global Metal Raya (GMR) Jakarta Real estate and 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 18,880,000,000 18,880,000,000
Aktivitas profesional/ Under development stage
Real estate and
service
PT Arkora Kalimantan Energi Hijau Jakarta Pembangkit 99.16% 99.16% Dalam tahap pengembangan/ 7,460,258,816 7,475,296,584
(AKEH) tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Energi Tanggamus (AET) Jakarta Pembangkit 99.93% 99.93% Dalam tahap pengembangan/ 5,546,337,798 5,546,543,766
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Hydro Kalimantan (AHK) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 5,553,191,158 5,454,394,493
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
-7-
Page 9
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Persentase Tahun Operasi Jumlah Aset/Total Assets
Kepemilikan Efektif/ Komersial/ Sebelum eliminasi/Before elimination
Nama Entitas Anak/ Domisili/ Kegiatan Usaha/ Effective ownership Start of Commercial 30 Juni/ 31 Desember/
Name of Subsidiaries Domicile Business activities percentage Operations June 30, 2026 December 31, 2025
2026 2025 Rp Rp
Entitas anak yang dimiliki secara tidak langsung/Indirectly owned subsidiaries
PT Arkora Energi Mandiri (AEM) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 2,506,657,954 2,506,893,903
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Energi Indonesia (AEI) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 2,504,235,000 2,504,375,000.00
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Hydro Pamulihan (AHPL) Jakarta Pembangkit 99.93% 99.93% Dalam tahap pengembangan/ 2,501,190,000 2,501,190,000
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Pembangunan Hydro Indonesia (PHI) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 2,504,940,000 2,500,000,000.00
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Merah Putih (AMP) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 2,500,000,000 2,500,000,000.00
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Padalembara Terbarukan Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 2,346,014,976 2,349,099,356
(APT) tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Tenggara Hidro (TH) Jakarta Pembangkit 98.01% 98.01% Dalam tahap pengembangan/ 1,901,703,327 1,901,873,327
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Sulawesi Tenggara (AST) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 1,885,339,818 1,885,479,818
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Atlantik (AA) Jakarta Pembangkit 99.00% 99.00% Dalam tahap pengembangan/ 1,857,122,391 1,857,262,391
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Arkora Hidronesia (AH) Jakarta Pembangkit 99.20% 99.20% Dalam tahap pengembangan/ 1,498,417,272 1,498,657,272
tenaga listrik/ Under development stage
Power plant
PT Granif Konsultan (GK) Jakarta Jasa konstruksi/ 99.71% 99.71% 2011 706,939,705 951,486,035
Construction
services
Pada tanggal 17 Juni 2025, PT Arkora Energi On June 17, 2025, PT Arkora Energi Merah Putih
Merah Putih dan PT Arjuna Hidro (entitas anak) and PT Arjuna Hidro (subsidiaries) has
telah mendirikan dua entitas anak baru dengan established new subsidiaries Company named
nama PT Pembangunan Hydro Indonesia PT Pembangunan Hydro Indonesia (”PHI”) dan
(”PHI”) dan PT Arkora Merah Putih (”AMP”). PT Arkora Merah Putih (”AMP”). The
Pendirian tersebut telah dituangkan ke dalam establishment of the both entities has been
Akta Pendirian masing-masing dengan No. 20 stated through the Deed of Establishment
dan 21 tanggal 17 Juni 2025 yang dibuat oleh No. 20 and 21 dated February 17, 2025 made
Darmawan Tjoa S.H., S.E., Notaris di Jakarta by Darmawan Tjoa S.H., S.E., Notary in Jakarta,
dan telah mendapatkan pengesahaan dari respectively and has been ratified by the
Menteri Hukum Republik Indonesia Minister of Law of Republic of Indonesia
No. AHU-0048808.AH.01.01.Tahun 2025 dan No. AHU-0048808.AH.01.01.Tahun 2025 and
AHU-0048809.AH.01.01. Tahun 2025 dengan AHU-0048809.AH.01.01. Tahun 2025 dated
tanggal 17 Juni 2025. Dalam anggaran dasar June 17, 2025, respectively. In Article of the
dua entitas anak ini disebutkan bahwa kegiatan both entities, it is stated that the business
usahanya adalah pembangkit tenaga listrik dan activities are power generation and power
transmisi tenaga listrik dari pembangkit ke transmission from generation to distribution
jaringan distribusi melalui jaringan tenaga network through high voltage and/or extra high
listrik yang bertegangan tinggi dan/atau voltage and/or ultra high voltage power network
bertegangan ekstra tinggi dan/atau including substations. The composition of
bertegangan ultra tinggi termasuk gardu-gardu shareholder from PHI dan AMP consists of
induknya. Susunan pemegang saham dari PHI PT Arkora Energi Merah Putih dan PT Arjuna
dan AMP terdiri dari PT Arkora Energi Merah Hidro with percentage of ownership amounted
Putih dan PT Arjuna Hidro dengan persentase to 2,499 shares (99.96%) and 1 share (0.04%),
kepemilikan masing-masing 2.499 lembar respectively with total 2,500 shares an nominal
(99,96%) dan 1 lembar (0,04%) dengan jumlah value of the shares amounting Rp 1,000,000.
saham sebanyak 2.500 lembar dan nilai
nominal per lembar saham sebesar
Rp 1.000.000.
-8-
Page 10
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Pada tanggal 18 Februari 2025, PT Hydra On February 18, 2025, PT Hydra Sulawesi dan
Sulawesi dan PT Arjuna Hidro (entitas anak) PT Arjuna Hidro (subsidiaries) has established a
telah mendirikan entitas anak baru dengan new subsidiary Company named PT Arkora
nama PT Arkora Energi Indonesia (”AEI”). Energi Indonesia (”AEI”). The establishment of
Pendirian tersebut telah dituangkan ke dalam AEI has been stated through the Deed of
Akta Pendirian No. 26 tanggal 18 Februari 2025 Establishment No. 26 dated February 18, 2025
yang dibuat oleh Darmawan Tjoa S.H., S.E., made by Darmawan Tjoa S.H., S.E., Notary
Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan in Jakarta and has been ratified by the
pengesahaan dari Menteri Hukum Republik Minister of Law of Republic of Indonesia
Indonesia No. AHU-0013295.AH.01.01.Tahun No. AHU-0013295.AH.01.01.Year2025 dated
2025 tanggal 18 Februari 2025. Dalam February 18, 2025. In Article of the AEI, it is
anggaran dasar AEI disebutkan bahwa kegiatan stated that the business activities of AEI are
usaha dari AEI adalah pembangkit tenaga listrik power generation and power transmission from
dan transmisi tenaga listrik dari pembangkit ke generation to distribution network through high
jaringan distribusi melalui jaringan tenaga voltage and/or extra high voltage and/or ultra
listrik yang bertegangan tinggi dan/atau high voltage power network including
bertegangan ekstra tinggi dan/atau substations. The composition of shareholder
bertegangan ultra tinggi termasuk gardu-gardu from AEI consists of PT Hydra Sulawesi dan
induknya. Susunan pemegang saham dari AEI PT Arjuna Hidro with percentage of ownership
terdiri dari PT Hydra Sulawesi dan PT Arjuna amounted to 2,499 shares (99.96%) and
Hidro dengan persentase kepemilikan masing- 1 share (0.04%), respectively with total 2,500
masing 2.499 lembar (99,96%) dan 1 lembar shares an nominal value of the shares
(0,04%) dengan jumlah saham sebanyak 2.500 amounting Rp 1,000,000.
lembar dan nilai nominal per lembar saham
sebesar Rp 1.000.000.
Pada tanggal 18 Februari 2025, berdasarkan On February 18, 2025, based on a circular
keputusan sirkuler para pemegang saham resolution of the shareholders of PT Arkora
PT Arkora Luwu Timur Mandiri (”ALTM”) (entitas Luwu Timur Mandiri (”ALTM”) (a subsidiary)
anak) menyetujui perubahan pasal 1 ayat approved the amendment of article 1 paragraph
1 nama ALTM dalam anggaran dasar ALTM 1 of the ALTM's name in the ALTM's articles of
semula PT Arkora Luwu Timur Mandiri menjadi association from PT Arkora Luwu Timur Mandiri
PT Arkora Energi Merah Putih. Perubahan to PT Arkora Energi Merah Putih.
tersebut telah dituangkan ke dalam Akta The amendment has been set forth in Deed
No. 27 tanggal 18 Februari 2025 oleh No. 27 dated 18 February 2025 by Darmawan
Darmawan Tjoa S.H., S.E., Notaris di Jakarta, Tjoa S.H., S.E., Notary in Jakarta, and has been
dan telah mendapatkan pengesahan dari approved by the Minister of Law of the Republic
Menteri Hukum Republik Indonesia of Indonesia No. AHU-0011155.AH.01.02.
No. AHU-0011155.AH.01.02.Tahun 2025 Tahun 2025 dated February 18, 2025.
tanggal 18 Februari 2025.
Pada tanggal 13 Februari 2024, APH dan Arjuna On February 13, 2024, APH and Arjuna
(entitas anak) telah mendirikan entitas anak (subsidiaries) has established a new subsidiary
baru dengan nama PT Arkora Energi Mandiri Company named PT Arkora Energi Mandiri
(”AEM”). Pendirian AEM tersebut telah (”AEM”). The establishment of AEM has been
dituangkan ke dalam Akta Pendirian No. 23 stated through the Deed of Establishment
tanggal 13 Februari 2024 yang dibuat oleh No. 23 dated 13 February 2024 made by
Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di Jakarta Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notary in Jakarta and
dan telah mendapatkan pengesahan dari has been ratified by the Minister of Law and
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Human Rights No. AHU-0012060.AH.01.01 year
No. AHU-0012060.AH.01.01 tahun 2024 2024 dated February 13, 2024. In Article of the
tanggal 13 Februari 2024. Dalam anggaran AEM mentioned the activities of AEM is
dasar AEM disebutkan bahwa kegiatan usaha generation of electric power through new and
dari AEM adalah pembangkitan tenaga listrik renewable energy sources originating from
melalui sumber energi baru terbarukan yang running water (Hydro power plants). The
berasal dari aliran air (PLTA). Susunan composition of shareholder from AEM consist of
pemegang saham dari AHP terdiri dari APH dan APH and Arjuna with percentage of ownership
Arjuna dengan persentase kepemilikan masing- amounted to 99.96% and 0.04%, respectively,
masing sebesar 99,96% dan 0,04% dengan with total 2,500 shares an nominal value of the
jumlah saham sebanyak 2.500 lembar dan nilai shares amounting Rp 1,000,000.
nominal per lembar saham sebesar
Rp 1.000.000.
-9-
Page 11
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Pada tanggal 27 Maret 2024, AHP dan Arjuna On March 27, 2024, AHP and Arjuna
(entitas anak) telah mendirikan entitas anak (subsidiaries) has established a new subsidiary
baru dengan nama PT Arkora Ekon Indonesia Company named PT Arkora Ekon Indonesia
(”AEKON”). Pendirian AEKON tersebut telah (”AEKON”). The establishment of AEKON has
dituangkan ke dalam akta Pendirian No. 59 been stated through the Deed of Establishment
tanggal 27 Maret 2024 yang dibuat oleh No. 59 dated March 27, 2024 made by
Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di Jakarta Darmawan Tjoa, S.H., S.E., Notary in Jakarta
dan telah mendapatkan pengesahan dari and has been ratified by the Minister of Law and
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Human Rights No. AHU-0023719.AH.01.01.
No. AHU-0023719.AH.01.01.tahun 2024 Year 2024 dated March 27, 2024. In the articles
tanggal 27 Maret 2024. Dalam anggaran dasar of association of AEKON, it is stated that the
AEKON disebutkan bahwa kegiatan usaha dari business activity of AEKON is the construction
AEKON adalah konstruksi bangunan dan of buildings and infrastructure to assist related
infrastuktur untuk membantu pihak berelasi parties in the construction of power generation
dalam pembangunan pembangkitan tenaga at customers. The composition of shareholder
listrik pada pelanggan. Susunan pemegang from AEKON consist of APH and Arjuna with
saham dari AEKON terdiri dari APH dan Arjuna percentage of ownership amounted to 99.99%
dengan persentase kepemilikan masing-masing and 0.01%, respectively, with total 10,000
sebesar 99,99% dan 0,01% dengan jumlah shares an nominal value of the shares
saham sebanyak 10.000 lembar dan nilai amounting Rp 1,000,000.
nominal per lembar saham sebesar
Rp 1.000.000.
Pada tanggal 24 Mei 2024, PT Arkora Indonesia On May 24, 2024, PT Arkora Indonesia (”AI”)
(”AI”) dan PT Arkora Ekon Indonesia (”AEKON”) and PT Arkora Ekon Indonesia (”AEKON”)
menandatangani Perjanjian Jual Beli dan entered into a Sale and Purchase and Business
Pengalihan Unit Usaha Jasa Konstruksi dimana Unit Transfer Agreement whereby AI as the
AI sebagai pemilik unit usaha yang dialihkan owner of the transferred construction service
mengadakan penjualan dan pengalihan unit business unit enter into a sale and transfer of
usaha jasa konstruksi yang dilakukan oleh AI the construction service business unit
kepada AEKON dengan nilai transaksi sebesar conducted by AI to AEKON with a transaction
Rp31.600.000.000. Tujuan dilakukan transaksi value of Rp31,600,000,000. The purpose of this
ini adalah mengalihkan unit usaha yang terdiri transaction is to transfer the business unit which
dari aktiva tetap yang dipergunakan untuk consists of fixed assets used for operational
kegiatan operasional. Transaksi ini dijelaskan activities. This transaction explanation in detail
secara mendetail pada Catatan 20. on Note 20.
c. Penawaran Umum Perdana Saham (“IPO”) c. The Company’s Initial Public Offering of
Perusahaan Shares (“IPO”)
Dalam rangka IPO Perusahaan, pada tanggal In relation to the IPO of the Company’s
30 Juni 2022, Perusahaan memperoleh shares, on June 30, 2022, the Company
pemberitahuan efektif pernyataan pendaftaran received the effective statement from
dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan the Board of Commissioners of the Financial
(“OJK”) dalam suratnya No. S-117/D.04/2022 Services Authority (“OJK”) in its Letter
untuk melakukan Penawaran Umum Saham No. S-117/D.04/2022 to conduct an Initial
Perdana sejumlah 608.895.000 saham (20,79% Public Offering of 608,895,000 shares (20.79%
dari jumlah modal ditempatkan dan disetor of total shares issued and fully paid-up after
setelah Penawaran Umum Perdana Saham) initial public offering) with exercise price of
dengan harga penawaran Rp 300 per saham. Rp 300 per share. On July 8, 2022, the
Pada tanggal 8 Juli 2022, Perusahaan Company received approval for the listing of its
mendapatkan persetujuan pencatatan efek di shares on the Indonesia Stock Exchange
PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dari Direksi BEI. (“IDX”) from the Board of Directors of the IDX.
2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS
BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) (“PSAK”) AND INTERPRETATION OF PSAK
(“ISAK”)
a. Amandemen/Penyesuaian Standar yang a. Amandments/Improvements to Standards
Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan Effective in the Current Year
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan In the current year, the Group has applied the
amendemen-amandemen PSAK berikut yang following amendments to PSAK, which are
efektif untuk periode pelaporan yang dimulai mandatorily effective for reporting period
pada atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan beginning on or after January 1, 2025. The
tersebut tidak memiliki dampak material adoptions have not had any material impact on
terhadap jumlah yang dilaporkan dalam laporan the disclosures or on the amounts reported in
keuangan konsolidasian. these consolidated financial statements.
- 10 -
Page 12
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
PSAK 221 (amendemen) Kekurangan PSAK 221 (amendment) Lack of
Ketertukaran Exchangeability
Grup telah mengadopsi amandemen The Group has adopted the amendments to
PSAK 221 untuk pertama kalinya pada tahun PSAK 221 for the first time in the current year.
berjalan. Amandemen tersebut menjelaskan The amendments specify how to assess whether
bagaimana menilai apakah mata uang dapat a currency is exchangeable, and how to
dipertukarkan, dan bagaimana menentukan determine the exchange rate when it is not.
nilai tukar jika tidak dapat dipertukarkan.
PSAK 117 (amendemen) Kontrak Asuransi PSAK 117 (amendment) Insurance Contracts
Grup telah menerapkan amandemen PSAK 117 The Group has adopted PSAK 117 and the
dan amandemen terkait untuk pertama kalinya related amendments for the first time in the
pada tahun berjalan. PSAK 117 menetapkan current year. PSAK 117 establishes the
prinsip-prinsip pengakuan, pengukuran, principles for the recognition, measurement,
penyajian dan pengungkapan kontrak asuransi presentation and disclosure of insurance
dan menggantikan PSAK 104 Kontrak Asuransi, contracts and supersedes PSAK 104 Insurance
PSAK 328 Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian, Contracts, PSAK 328 Accounting for Loss
dan PSAK 336 Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa. Insurance Contracts, and PSAK 336 Accounting
for Life Insurance Contracts.
PSAK 117 menjelaskan model umum, yang PSAK 117 outlines a general model, which is
dimodifikasi untuk kontrak asuransi dengan fitur modified for insurance contracts with direct
partisipasi langsung, yang dideskripsikan participation features, described as the variable
sebagai pendekatan biaya variabel. Model fee approach. The general model is simplified if
umum disederhanakan jika kriteria tertentu certain criteria are met by measuring the
terpenuhi dengan mengukur kewajiban untuk liability for remaining coverage using the
pertanggungan yang tersisa menggunakan premium allocation approach. The general
pendekatan alokasi premi. Model umum model uses current assumptions to estimate the
menggunakan asumsi saat ini untuk amount, timing and uncertainty of future cash
memperkirakan jumlah, waktu, dan flows and it explicitly measures the cost of that
ketidakpastian arus kas di masa depan dan uncertainty. It takes into account market
secara eksplisit mengukur biaya ketidakpastian interest rates and the impact of policy holders’
tersebut. Ini memperhitungkan suku bunga options and guarantees.
pasar dan dampak dari pendapat dan jaminan
pemegang polis.
Grup tidak memiliki kontrak yang memenuhi The Group does not have any contracts that
definisi kontrak asuransi berdasarkan meet the definition of an insurance contract
PSAK 117. under PSAK 117.
b. Standar dan Amandemen/Penyesuaian b. Standard andAmandments/Improvements
Standar Telah Diterbitkan tapi Belum to Standards Issued not yet Adopted
Diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan At the date of authorization of these
konsolidasian, standar, interpretasi dan consolidated financial statements, the following
amandemen-amandemen atas PSAK yang standard, interpretation and amendments to
relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan PSAKs relevant to the Group were issued but not
namun belum berlaku efektif, dengan effective, with early application permitted:
penerapan dini diijinkan, adalah sebagai
berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau Effective for periods beginning on or after
setelah tanggal 1 Januari 2026 January 1, 2026
Amandemen PSAK 338 Kombinasi Bisnis Amendment to PSAK 338 Business
Entitas Sepengendali Combination Under Common Control
Amandemen PSAK 109 Instrumen Amendment to PSAK 109 Financial
Keuangan dan Amandemen PSAK 107 Instruments Keuangan dan Amendment to
Instrumen Keuangan: Pengungkapan PSAK 107 Financial Instruments :
tentang Klasifikasi dan Pengukuran Disclosures on Classification and
Instrumen Keuangan Measurement of Financial Instruments
- 11 -
Page 13
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Amandemen PSAK 109 Instrumen Amendment to PSAK 109 Financial
Keuangan dan Amandemen PSAK 107 Instruments Keuangan dan Amendment to
Instrumen Keuangan: Pengungkapan PSAK 107 Financial Instruments :
tentang Kontrak yang Mengacu pada Listrik Disclosures on Contracts Referencing
Bergantung Alam Nature-dependent Electricity
Penyesuaian Tahunan 2024 SAK Indonesia Annual Improvement 2024 SAK Indonesia
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau Effective for periods beginning on or after
setelah tanggal 1 Januari 2027 January 1, 2027
PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan PSAK 118 Presentation and Disclosures in
dalam Laporan Keuangan Financial Statements
PSAK 119 Entitas Anak tanpa Akuntabilitas PSAK 119 Subsidiaries without Public
Publik: Pengungkapan Accountability: Disclosures
Manajemen tidak memperkirakan bahwa Management does not expect that the adoption
penerapan amandemen dan standar baru yang of the amendments and new standards listed
tercantum di atas akan berdampak material above will have a material impact on the
pada laporan keuangan konsolidasian Grup consolidated financial statements of the Group
pada periode mendatang, kecuali seperti yang in future periods, except if indicated below.
dijelaskan di bawah ini.
PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan PSAK 118 Presentation and Disclosures in
dalam Laporan Keuangan Financial Statements
PSAK 118 menggantikan PSAK 201, dengan PSAK 118 replaces PSAK 201, carrying forward
banyak persyaratan dalam PSAK 201 yang tidak many of the requirements in PSAK 201
berubah dan dilanjutkan serta melengkapinya unchanged and complementing them with new
dengan persyaratan-persyaratan baru. Selain requirements. In addition, some paragraphs
itu, beberapa paragraf dari PSAK 201 telah from PSAK 201 have been moved to PSAK 208
dipindahkan ke PSAK 208 dan PSAK 107. Serta, and PSAK 107. Furthermore, there are minor
terdapat perubahan minor pada PSAK 207 dan amendments to PSAK 207 and PSAK 233
PSAK 233 Laba per Saham. Earnings per Share.
PSAK 118 memperkenalkan persyaratan baru PSAK 118 introduces new requirements to:
untuk:
menyajikan kategori-kategori tertentu dan present specified categories and defined
subtotal yang ditentukan dalam laporan subtotals in the statement of profit or loss
laba rugi
memberikan pengungkapan tentang provide disclosures on management-
ukuran kinerja tetapan manajemen (UKTM) defined performance measures (MPMs) in
dalam catatan laporan keuangan the notes to the financial statements
perbaikan agregasi and disagregasi. improve aggregation and disaggregation.
Entitas diwajibkan untuk menerapkan PSAK 118 An entity is required to apply PSAK 118 for
untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai annual reporting periods beginning on or after
pada atau setelah 1 Januari 2027, dengan January 1, 2027, with earlier application
penerapan dini diizinkan. Amandemen PSAK permitted. The amendments to PSAK 207 and
207 dan PSAK 233, serta amandemen PSAK 208 PSAK 233, as well as the revised PSAK 208 and
dan PSAK 107, berlaku ketika entitas PSAK 107, become effective when an entity
menerapkan PSAK 118. PSAK 118 memerlukan applies PSAK 118. PSAK 118 requires
penerapan retrospektif dengan ketentuan retrospective application with specific transition
transisi. provisions.
Manajemen mengantisipasi bahwa penerapan Management anticipates that the application of
amandemen ini dapat berdampak pada laporan these amendments may have an impact on the
keuangan konsolidasi Grup pada periode Group's consolidated financial statements in
mendatang. future periods.
Pada saat penerbitan laporan keuangan As of the issuance date of the consolidated
konsolidasian, Manajemen masih mengevaluasi financial statements, Management still
dampak yang mungkin timbul dari penerapan evaluating the potential impact of these
standar, amandemen dan penyesuaian tahunan standards, amendments and annual
tersebut pada laporan keuangan konsolidasian improvements to the Group’s consolidated
Grup. financial statements.
- 12 -
Page 14
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL INFORMATION
a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun The consolidated financial statements of the
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Group have been prepared in accordance with
Indonesia dan peraturan pasar modal yaitu Indonesian Financial Accounting Standards and
Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan capital market regulation namely Regulation No.
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau VIII.G.7 about Presentation and Disclosure of
Perusahaan Publik. Listed or Public Company Financial Statement.
b. Dasar Penyusunan b. Basis of Preparation
Dasar penyusunan laporan keuangan The consolidated financial statements have
konsolidasian adalah biaya historis, kecuali been prepared on the historical cost basis,
instrumen keuangan tertentu yang diukur pada except for certain financial instruments that are
jumlah revaluasian atau nilai wajar pada setiap measured at revalued amounts or fair values at
akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam the end of each reporting period, as explained
kebijakan akuntansi di bawah ini. in the accounting policies below.
Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai Historical cost is generally based on the fair
wajar dari imbalan yang diberikan dalam value of the consideration given in exchange for
pertukaran barang dan jasa. goods and services.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima Fair value is the price that would be received to
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan sell an asset or paid to transfer a liability in an
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas orderly transaction between market participants
dalam suatu transaksi teratur antara pelaku at the measurement date, regardless of
pasar pada tanggal pengukuran, terlepas dari whether that price is directly observable or
apakah harga tersebut dapat diamati secara estimated using another valuation technique. In
langsung atau diestimasi menggunakan teknik estimating the fair value of an asset or a
penilaian lain. Dalam mengestimasi nilai wajar liability, the Group takes into account the
dari suatu aset atau liabilitias, Grup characteristics of the asset or liability if market
memperhitungkan karakteristik aset atau participants would take those characteristics
liabilitas jika pelaku pasar akan into account when pricing the asset or liability
memperhitungkan karakteristik tersebut ketika at the measurement date. Fair value for
menentukan harga aset atau liabilitas pada measurement and/or disclosure purposes in
tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk tujuan these consolidated financial statements is
pengukuran dan/atau pengungkapan pada determined on such a basis.
laporan keuangan konsolidasian ditentukan atas
dasar tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan The consolidated statements of cash flows are
menggunakan metode langsung dengan prepared using the direct method with
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas classifications of cash flows into operating,
operasi, investasi dan pendanaan. investing and financing activities.
Direksi memiliki, pada saat persetujuan laporan The directors have, at the time of approving the
keuangan konsolidasian, suatu ekspektasi yang consolidated financial statements, a reasonable
memadai bahwa Grup memiliki sumber daya expectation that the Group has adequate
yang cukup untuk melanjutkan keberadaan resources to continue in operational existence
operasinya untuk di masa yang akan datang. for the foreseeable future. Thus, they continue
Sehingga, mereka melanjutkan penerapan to adopt the going concern basis of accounting
dasar akuntansi kelangsungan usaha dalam in preparing the consolidated financial
penyusunan laporan keuangan konsolidasian. statements.
c. Dasar Konsolidasian c. Basis of Consolidation
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan The consolidated financial statements
laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang incorporate the financial statements of the
dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak Company and entities (including structured
(termasuk entitas terstruktur). Pengendalian entities) controlled by the Company and its
tercapai jika Perusahaan memiliki kekuasaan subsidiaries. Control is achieved where the
atas investee; eksposur atau hak atas imbal Company has the power over the investee; is
hasil variabel dari keterlibatannya dengan exposed, or has rights, to variable returns from
investee; dan kemampuan untuk menggunakan its involvement with the investee; and has the
kekuasaannya atas investee untuk ability to use its power to affect its returns.
mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.
- 13 -
Page 15
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Perusahaan menilai kembali apakah Perusahaan The Company reassesses whether or not it
mengendalikan investee jika fakta dan keadaan controls an investee if facts and circumstances
mengindikasikan adanya perubahan terhadap indicate that there are changes to one or more
satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian of the three elements of control listed above.
yang disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang When the Company has less than a majority of
dari mayoritas di-investee, ia memiliki the voting rights of an investee, it has power
kekuasaan atas investee ketika hak suara cukup over the investee when the voting rights are
untuk memberinya kemampuan praktis untuk sufficient to give it the practical ability to direct
mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. the relevant activities of the investee
Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta unilaterally. The Company considers all relevant
dan keadaan yang relevan dalam menilai facts and circumstances in assessing whether or
apakah hak suara Perusahaan cukup untuk not the Company’s voting rights in an investee
memberikan Perusahaan kekuasaan, termasuk are sufficient to give it power, including (i) the
(i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan size of the Company’s holding of voting rights
relatif terhadap ukuran dan penyebaran relative to the size and dispersion of holding of
kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak the other vote holders; (ii) potential voting
suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, rights held by the Company, other vote holders
pemegang suara lain atau pihak lain; (iii) hak or other parties; (iii) rights arising from other
yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; contractual arrangements; and (iv) any
dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan additional facts and circumstances that indicate
apapun mengindikasikan bahwa Perusahaan that the Company has, or does not have, the
memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini current ability to direct the relevant activities at
untuk mengarahkan aktivitas yang relevan pada the time that decisions need to be made,
saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola including voting patterns at previous
pemilikan suara dalam RUPS sebelumnya. stockholders’ meetings.
Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Consolidation of a subsidiary begins when the
Perusahaan memperoleh pengendalian atas Company obtains control over the subsidiary
entitas anak dan akan dihentikan ketika and ceases when the Company loses control of
Perusahaan kehilangan pengendalian pada the subsidiary. Specifically, income and expense
entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan of a subsidiary acquired or disposed of during
beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama the year are included in the consolidated
tahun berjalan termasuk dalam laporan laba statement of profit or loss and other
rugi konsolidasian dan penghasilan comprehensive income from the date the
komprehensif lain dari tanggal diperolehnya Company gains control until the date when the
pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Company ceases to control the subsidiary.
Perusahaan berhenti untuk mengendalikan
entitas anak.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan When necessary, adjustments are made to the
terhadap laporan keuangan entitas anak agar financial statements of subsidiaries to bring
kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan their accounting policies in line with the Group’s
akuntansi Grup. accounting policies.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra Grup All intragroup assets and liabilities, equity,
usaha, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas income, expenses and cash flows relating to
yang berkaitan dengan transaksi dalam transactions between members of the Group are
kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada eliminated in full on consolidation.
saat konsolidasian.
Kepentingan nonpengendali di entitas anak Non-controlling interests in subsidiaries are
diidentifikasi secara terpisah dari ekuitas Grup identified separately from the Group’s equity
yang ada. Kepentingan pemegang saham therein. Those interests of non-controlling
nonpengendali yang merupakan kepentingan stockholders that are present ownership
kepemilikan yang memberikan pemiliknya hak interests entitling their holders to a
terhadap bagian proporsional aset bersih pada proportionate share of net assets upon
saat likuidasi pada awalnya dapat diukur liquidation may initially be measured at fair
sebesar nilai wajar atau bagian proporsional value or at the non-controlling interests’
kepentingan nonpengendali atas nilai wajar aset proportionate share of the fair value of the
bersih teridentifikasi pihak yang diakuisisi. acquiree’s identifiable net assets. The choice of
Pilihan pengukuran dibuat untuk masing-masing measurement is made on an acquisition-by-
akuisisi. Kepentingan nonpengendali lain acquisition basis. Other non-controlling
awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah interests are initially measured at fair value.
akuisisi, jumlah tercatat kepentingan Subsequent to acquisition, the carrying amount
nonpengendali adalah jumlah kepentingan of non-controlling interests is the amount of
tersebut pada pengakuan awal ditambah bagian those interests at initial recognition plus the
kepentingan nonpengendali dari perubahan non-controlling interests’ share of subsequent
selanjutnya di ekuitas. changes in equity.
- 14 -
Page 16
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Laba atau rugi dan setiap komponen Profit or loss and each component of other
penghasilan komprehensif lain diatribusikan comprehensive income are attributed to the
kepada pemilik entitas induk dan kepada owners of the Company and to the non-
kepentingan nonpengendali. Jumlah controlling interests. Total comprehensive
penghasilan komprehensif entitas anak income of subsidiaries is attributed to the
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan owners of the Company and the non-controlling
kepentingan nonpengendali meskipun hal interests even if this results in the non-
tersebut mengakibatkan kepentingan controlling interests having a deficit balance.
nonpengendali memiliki saldo defisit.
Perubahan kepemilikan Grup pada entitas anak Changes in the Group’s ownership interest in
yang tidak mengakibatkan kehilangan subsidiaries that do not result in the Group
pengendalian Grup atas entitas anak dicatat losing control over the subsidiaries are
sebagai transaksi ekuitas. Jumlah tercatat dari accounted for as equity transactions. The
kepemilikan Grup dan kepentingan nonpengendali carrying amounts of the Group’s interest and
disesuaikan untuk mencerminkan perubahan the non-controlling interest are adjusted to
kepentingan relatifnya dalam entitas anak. reflect the changes in their relative interest in
Selisih antara jumlah tercatat kepentingan the subsidiaries. Any difference between the
nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar amount by which the non-controlling interest
imbalan yang dibayar atau diterima diakui are adjusted and the fair value of the
secara langsung dalam ekuitas dan consideration paid or received is recognized
diatribusikan dengan pemilik entitas induk. directly in equity and attributed to owners of the
Company.
Ketika Grup kehilangan pengendalian pada When the Group loses control of a subsidiary,
entitas anak, keuntungan atau kerugian yang the gain or loss recognized in profit or loss is
diakui dalam laba rugi dihitung sebagai calculated as the difference between (i) the
/perbedaan antara (i) agregat nilai wajar aggregate of the fair value of the consideration
pembayaran yang diterima dan nilai wajar sisa received and the fair value of any retained
kepemilikan (retained interest) dan (ii) jumlah interest and (ii) the previous carrying amount of
tercatat sebelumnya dari aset (termasuk the assets (including goodwill), less liabilities of
goodwill), dikurangi liabilitas dari entitas anak the subsidiary and any non-controlling
dan setiap kepentingan nonpengendali. Seluruh interests. All amounts previously recognized in
jumlah yang diakui sebelumnya dalam other comprehensive income in relation to that
penghasilan komprehensif lain yang terkait subsidiary are accounted for as if the Group had
dengan entitas anak dicatat seolah-olah Grup directly disposed of the related assets or
telah melepaskan secara langsung aset atau liabilities of the subsidiary (i.e. reclassified to
liabilitas terkait entitas anak (yaitu profit or loss or transferred to another category
direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke of equity as specified/ permitted by applicable
kategori lain dari ekuitas sebagaimana accounting standards). The fair value of any
ditentukan / diizinkan oleh standar akuntansi investment retained in the former subsidiary at
yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi the date when control is lost is regarded as the
pada entitas anak terdahulu pada tanggal fair value on initial recognition for subsequent
hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai accounting under PSAK 109 Financial
wajar pada saat pengakuan awal untuk Instruments (PSAK 109), when applicable, the
perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK cost on initial recognition of an investment in an
109 Instrumen Keuangan (PSAK 109), ketika associate.
berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan
awal dari investasi pada entitas asosiasi.
d. Kombinasi Bisnis d. Business Combinations
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan Acquisitions of businesses are accounted for
metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam using the acquisition method. The consideration
suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, transferred in a business combination is
yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari measured at fair value, which is calculated as
nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset the sum of the acquisition-date fair values of the
yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui assets transferred by the Group, liabilities
oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak incurred by the Group to the former owners of
yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang the acquiree, and the equity interests issued by
diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran the Group in exchange for control of the
pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya- acquiree. Acquisition-related costs are
biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi recognized in profit or loss as incurred.
pada saat terjadinya.
- 15 -
Page 17
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang At the acquisition date, the identifiable assets
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui acquired, and the liabilities assumed are
pada nilai wajar, kecuali untuk: recognized at their fair value, except that:
aset atau liabilitas pajak tangguhan yang deferred tax assets or liabilities and assets
berkaitan dengan pengaturan imbalan kerja or liabilities related to employee benefit
diakui dan diukur masing-masing arrangements are recognized and
berdasarkan PSAK 212 Pajak Penghasilan measured in accordance with PSAK 212
(PSAK 212) dan PSAK 219 Imbalan Kerja Income Taxes (PSAK 212) and PSAK 219
(PSAK 219); Employee Benefits (PSAK 219), respectively;
instrumen liabilitias atau ekuitas yang liabilities or equity instruments related to
berkaitan dengan perjanjian pembayaran share-based payment arrangements of the
berbasis saham dari pihak yang diakuisisi acquiree, or share-based payment
atau pengaturan pembayaran berbasis saham arrangements of the Group entered into to
Grup yang dibuat untuk menggantikan replace share-based payment arrangements
pengaturan pembayaran berbasis saham of the acquirer are measured in accordance
dari pihak yang mengakuisisi diukur with PSAK 102 at the acquisition date; and
berdasarkan PSAK 102 pada tanggal
akuisisi; dan
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai Goodwill is measured as the excess of the sum
gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah of the consideration transferred, the amount of
setiap kepentingan nonpengendali pada pihak any non-controlling interests in the acquiree,
diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi and the fair value of the acquirer’s previously
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki held equity interest in the acquiree (if any) over
oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi the net of the acquisition-date amounts of the
(jika ada) atas jumlah neto dari aset identifiable assets acquired and the liabilities
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang assumed. If, after the reassessment, the net of
diambilalih pada tanggal akuisisi. Jika, setelah the acquisition-date amounts of the identifiable
penilaian kembali, jumlah neto dari aset assets acquired and liabilities assumed exceeds
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang the sum of the consideration transferred, the
diambilalih pada tanggal akuisisi melebihi amount of any non-controlling interests in the
jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah dari acquiree and the fair value of the acquirer’s
setiap kepentingan non pengendali pada pihak previously held interest in the acquiree (if any),
diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi the excess is recognized immediately in profit or
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki loss as a gain from bargain purchase.
oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi
(jika ada), selisih lebih tersebut diakui segera
dalam laba rugi sebagai keuntungan pembelian
dengan diskon.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam When the consideration transferred by the
suatu kombinasi bisnis mencakup pengaturan Group in a business combination includes a
imbalan kontinjen (contingent consideration contingent consideration arrangement, the
arrangement), imbalan kontinjen tersebut contingent consideration is measured at its
diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan acquisition-date fair value and included as part
termasuk sebagai bagian dari imbalan yang of the consideration transferred in a business
dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. combination.
Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan Changes in the fair value of the contingent
kontinjen yang memenuhi syarat sebagai consideration that qualify as measurement
penyesuaian periode pengukuran disesuaikan period adjustments are adjusted retrospectively,
secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait with corresponding adjustments against
terhadap goodwill. Penyesuaian periode goodwill. Measurement period adjustments are
pengukuran adalah penyesuaian yang berasal adjustments that arise from additional
dari informasi tambahan yang diperoleh selama information obtained during the measurement
periode pengukuran (yang tidak melebihi satu period (which cannot exceed one year from the
tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta- acquisition date) about facts and circumstances
fakta dan kondisi yang ada pada tanggal that existed at the acquisition date.
akuisisi.
- 16 -
Page 18
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk
perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi
yang tidak memenuhi syarat sebagai yang tidak memenuhi syarat sebagai
penyesuaian periode pengukuran tergantung penyesuaian periode pengukuran tergantung
pada bagaimana imbalan kontinjensi pada bagaimana imbalan kontinjensi
diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang
diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur
kembali pada setiap tanggal pelaporan dan kembali pada setiap tanggal pelaporan dan
penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam
ekuitas. Imbalan kontinjensi lain diukur ulang ke ekuitas. Imbalan kontinjensi lain diukur ulang
nilai wajar pada tanggal pelaporan selanjutnya ke nilai wajar pada tanggal pelaporan
dengan perubahan nilai wajar diakui diakui di selanjutnya dengan perubahan nilai wajar
laba rugi. diakui diakui di laba rugi.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara When a business combination is achieved in
bertahap, kepemilikan terdahulu Grup stages, the Group’s previously held equity
(termasuk operasi bersama) atas pihak interests (including joint operations) in the
diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada acquired entity are remeasured to their
tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian acquisition-date fair value and the resulting gain
dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba rugi. or loss, if any, is recognized in profit or loss.
Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum Amounts arising from interests in the acquiree
tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui prior to the acquisition date that have previously
dalam penghasilan komprehensif lain been recognized in other comprehensive income
direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan are reclassified to profit or loss where such
tersebut seperti jika kepemilikan tersebut treatment would be appropriate if those
dilepas/dijual. interests were disposed of.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis If the initial accounting for a business
belum selesai pada akhir periode pelaporan saat combination is incomplete by the end of the
kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah reporting period in which the combination
sementara untuk pos-pos yang proses occurs, the Group reports provisional amounts
akuntansinya belum selesai dalam laporan for the items for which the accounting is
keuangannya. Selama periode pengukuran incomplete. Those provisional amounts are
(lihat di atas), pihak pengakuisisi adjusted during the measurement period (see
menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan above), or additional assets or liabilities are
yang diakui, untuk mencerminkan informasi recognized, to reflect new information obtained
baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan about facts and circumstances that existed as of
yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika the acquisition date that, if known, would have
diketahui, akan berdampak pada jumlah yang affected the amount recognized as of that date.
diakui pada tanggal tersebut.
e. Transaksi dan Saldo Laporan Keuangan e. Foreign Currency Transactions and
Dalam Mata Uang Asing Translation
Laporan keuangan individu masing-masing The individual financial statements of each
entitas Grup diukur dan disajikan dalam mata entity are measured and presented in the
uang dari lingkungan ekonomi utama dimana currency of the primary economic environment
entitas beroperasi (mata uang fungsional). in which the entity operates (its functional
Laporan keuangan konsolidasian dari currency). The consolidated financial
Perusahaan disajikan dalam mata uang Rupiah statements of the Company are presented in
yang merupakan mata uang fungsional Rupiah, which is the functional currency of the
Perusahaan dan mata uang penyajian untuk Company and the presentation currency for the
laporan keuangan konsolidasian. consolidated financial statements.
Dalam penyusunan laporan keuangan entitas In preparing the financial statements of Group
Grup, transaksi dalam mata uang asing selain entity, transactions in currencies other than the
mata uang fungsional entitas (mata uang asing) entity’s functional currency (foreign currencies)
diakui pada kurs yang berlaku pada tanggal are recognized at the rates of exchange
transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, prevailing at the dates of the transactions. At
pos moneter dalam valuta asing dijabarkan the end of each reporting period, monetary
kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal items denominated in foreign curren-cies are
tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur retranslated at the rates prevailing at that date.
pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan Non-monetary items carried at fair value that
kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal are denominated in foreign currencies are
ketika nilai wajar ditentukan. Pos nonmoneter retranslated at the rates prevailing at the date
yang diukur dalam biaya historis dalam valuta when the fair value was determined. Non-
asing tidak dijabarkan kembali. monetary items that are measured in terms of
historical cost in a foreign currency are not
retranslated.
- 17 -
Page 19
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode Exchange differences are recognized in profit or
saat terjadinya. loss in the period in which they arise.
f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi f. Transactions with Related Parties
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas A related party is a person or entity that is
yang terkait dengan Grup (entitas pelapor): related to the Group (the reporting entity):
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya a. A person or a close member of that person's
mempunyai relasi dengan entitas pelapor family is related to the reporting entity if
jika orang tersebut: that person:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian i. has control or joint control over the
bersama atas entitas pelapor; reporting entity;
ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas ii. has significant influence over the
pelapor; atau reporting entity; or
iii. merupakan personil manajemen kunci iii. is a member of the key management
entitas pelapor atau entitas induk dari personnel of the reporting entity or of a
entitas pelapor. parent of the reporting entity.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas b. An entity is related to the reporting entity if
pelapor jika memenuhi salah satu hal any of the following conditions applies:
berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah i. The entity and the reporting entity are
anggota dari kelompok usaha yang sama members of the same group (which
(artinya entitas induk, entitas anak, dan means that each parent, subsidiary and
entitas anak berikutnya saling berelasi fellow subsidiary is related to the
dengan entitas lainnya). others).
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ii. One entity is an associate or joint
ventura bersama dari entitas lain (atau venture of the other entity (or an
entitas asosiasi atau ventura bersama associate or joint venture of a member
yang merupakan anggota suatu of a group of which the other entity is a
kelompok usaha, yang mana entitas lain member).
tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura iii. Both entities are joint ventures of the
bersama dari pihak ketiga yang sama. same third party.
iv. Suatu entitas adalah ventura bersama iv. One entity is a joint venture of a third
dari entitas ketiga dan entitas yang lain entity and the other entity is an
adalah entitas asosiasi dari entitas associate of the third entity.
ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program v. The entity is a post-employment benefit
imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja plan for the benefit of employees of
dari salah satu entitas pelapor atau either the reporting entity, or an entity
entitas yang terkait dengan entitas related to the reporting entity. If the
pelapor. Jika entitas pelapor adalah reporting entity is itself such a plan, the
entitas yang menyelenggarakan program sponsoring employers are also related to
tersebut, maka entitas sponsor juga the reporting entity.
berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau vi. The entity is controlled or jointly
dikendalikan bersama oleh yang controlled by a person identified in (a).
diidentifikasi dalam huruf (a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf vii. A person identified in (a) (i) has
(a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas significant influence over the entity or is
entitas atau merupakan personil a member of the key management
manajemen kunci entitas (atau entitas personnel of the entity (or a parent of
induk dari entitas). the entity).
viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang viii. The entity, or any member of a group of
mana entitas merupakan bagian dari which it is a part, provides key
kelompok tersebut, menyediakan jasa management personnel services to the
personil manajemen kunci kepada entitas reporting entity or to the parent of the
pelapor atau kepada entitas induk dari reporting entity.
entitas pelapor.
- 18 -
Page 20
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan Significant transactions with related parties,
pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan whether or not made at similar terms and
kondisi dan persyaratan yang sama dengan conditions as those done with third parties, are
pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada disclosed in the consolidated financial
laporan keuangan konsolidasian. statements.
g. Perjanjian Jasa Konsesi g. Service Concession Arrangements
ISAK 112, Perjanjian Konsesi Jasa, memberikan ISAK 112, Service Concession Arrangement,
panduan atas perjanjian konsesi jasa publik ke applies to public-to-private service concession
swasta jika: (a) pemberi konsesi mengendalikan arrangements if: (a) the grantor controls or
atau meregulasi jasa apa yang harus diberikan regulates what services the operator must
oleh operator dengan infrastruktur, kepada provide with the infrastructure, to whom it must
siapa jasa harus diberikan, dan berapa harganya provide them, and at what price and (b) the
dan (b) pemberi konsesi mengendalikan melalui grantor controls through ownership, beneficial
kepemilikan, hak manfaat, atau bentuk lain atas entitlement or otherwise any significant residual
setiap kepentingan residu signifikan dalam interest in the infrastructure at the end of the
infrastruktur pada akhir masa perjanjian. term of the arrangement.
ISAK 112 mengatur prinsip umum dalam ISAK 112 determines the general principles in
pengakuan dan pengukuran hak dan kewajiban the recognition and measurement of liabilities
terkait dengan perjanjian konsesi jasa. ISAK and rights related to service concession
112 mengatur bahwa infrastruktur tidak diakui arrangement. ISAK 112 regulates that an
sebagai aset tetap operator (pihak penerima operator (concession right beneficiary) does not
konsesi jasa) karena perjanjian jasa kontraktual recognize any infrastructure assets because the
tidak memberikan hak kepada operator untuk contractual service arrangement does not
mengendalikan penggunaan infrastruktur jasa convey the right to control the use of the public
publik. Operator memiliki akses untuk service infrastructure to the operator. The
mengoperasikan infrastruktur dalam operator has access to operate the
menyediakan jasa publik untuk kepentingan infrastructure to provide the public service on
pemberi konsesi sesuai dengan persyaratan behalf of the grantor in accordance with the
yang ditentukan dalam kontrak. terms specified in the contract.
ISAK 229 memberikan panduan spesifik ISAK 229 provides specific guidance for the
mengenai pengungkapan yang diperlukan atas required disclosures regarding the service
perjanjian konsesi jasa. concession arrangement.
Grup membukukan perjanjian konsesi jasa yang The Group accounts for its service concession
memenuhi kriteria ISAK 112 sebagai model aset arrangement that fulfill the criteria ISAK 112 as
keuangan dan aset takberwujud. a financial asset and intangible asset model.
Grup mengakui aset keuangan yang timbul dari The Group recognized a financial asset arising
perjanjian konsesi jasa ketika Grup memiliki hak from a service concession arrangement when it
kontraktual tanpa syarat untuk menerima kas has unconditional contractual right to receive
dari atau atas diskresi pemberi konsesi dan hak cash from or at the direction of the grantor for
untuk menerima kas. Aset keuangan tersebut the construction and the right to receive cash.
diukur pada nilai wajar pada saat pengakuan Such financial assets are measured at fair value
awal dan diklasifikasikan sebagai aset keuangan on initial recognition and classified as financial
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. assets measured at amortized cost.
Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika The Group recognizes lifetime ECL when there
telah ada peningkatan risiko kredit yang has been a significant increase in credit risk
signifikan sejak pengakuan awal. Jika, since initial recognition. If, on the other hand,
sebaliknya, risiko kredit pada aset keuangan the credit risk on the financial asset has not
tidak meningkat secara signifikan sejak increased significantly since initial recognition,
pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan the Group measures the loss allowance for that
kerugian untuk instrumen keuangan tersebut financial asset at an amount equal to 12-month
sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL ECL. The assessment of whether lifetime ECL
sepanjang umur harus diakui didasarkan pada should be recognized is based on significant
peningkatan signifikan dalam kemungkinan increases in the likelihood or risk of a default
terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak occurring since initial recognition instead of on
pengakuan awal dan bukan didasarkan pada evidence of a financial asset being credit
bukti aset keuangan yang mengalami kerugian impaired at the reporting date or an actual
kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian default occurring.
gagal bayar sebenarnya.
- 19 -
Page 21
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Grup mengakui aset takberwujud yang timbul The Group recognized an intangible asset
dari perjanjian konsesi jasa ketika Grup arising from a service concession arrangement
memiliki hak untuk membebankan pengguna when it has right to charge for the use of the
jasa atas penggunaan infrastruktur. Aset infrastructure. An intangible asset received as
takberwujud yang diterima sebagai imbalan consideration for providing construction
untuk menyediakan jasa konstruksi dalam services in a service concesion arrangement is
perjanjian konsesi jasa diukur pada nilai wajar measured at fair value of the benefit received or
dari imbalan yang diterima atau akan diterima to be received on initial recognition. Subsequent
pada saat pengakuan awal. Selanjutnya setelah to initial recognition, the intangible assets is
pengakuan awal, aset takberwujud diukur measured at cost, which includes capital
sebesar biaya perolehan, yang meliputi biaya borrowing cost less accumulated amortization
pinjaman modal dikurangi akumulasi amortisasi and accumulated impairment losses. The
dan akumulasi kerugian penurunan nilai. estimated useful life of the intangible assets is
Estimasi masa manfaat aset takberwujud adalah the period from when the Group is able to
periode sejak Grup dapat menagih pengguna charge the user for the use of the infrastructure
atas penggunaan infrastruktur hingga akhir to the end of the concession period.
periode konsesi.
Jika Grup dibayar untuk jasa konstruksi If the Group is paid for the construction services
sebagian dengan aset keuangan dan sebagian partly by a financial asset and partly by an
dengan aset takberwujud, maka setiap intangible asset, then each component of the
komponen imbalan dicatat secara terpisah dan consideration is accounted for separately and is
pada awalnya diakui sebesar nilai wajar imbalan initially recognized at the fair value of the
yang diterima atau dapat diterima. consideration received or to be received.
h. Instrumen Keuangan h. Financial Instrument
Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui Financial assets and financial liabilities are
pada laporan posisi keuangan konsolidasian recognized on the consolidated statement of
pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam financial position when the Group becomes a
ketentuan kontraktual instrumen tersebut. party to the contractual provisions of the
instrument.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada Financial assets and financial liabilities are
awalnya diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi initially measured at fair value. Transaction
yang terkait langsung dengan perolehan atau costs that are directly attributable to the
penerbitan aset keuangan dan liabilitas acquisition or issue of financial assets and
keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari financial liabilities are added to or deducted
nilai wajar aset keuangan dan liabilitas from the fair value of the financial assets and
keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan financial liabilities, as appropriate, on initial
awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan recognition. Transaction costs directly
secara langsung dengan perolehan aset attributable to the acquisition of financial assets
keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai or financial liabilities at fair value through profit
wajar melalui laba rugi diakui langsung pada or loss are recognized immediately in profit or
laba rugi. loss.
Aset keuangan Financial assets
Klasifikasi aset keuangan Classification of financial assets
Instrumen utang yang memenuhi persyaratan Debt instruments that meet the following
berikut selanjutnya diukur pada biaya perolehan conditions are subsequently measured at
diamortisasi: amortized cost:
aset keuangan dikelola dalam model bisnis the financial asset is held within a business
yang bertujuan untuk memiliki aset model whose objective is to hold financial
keuangan dalam rangka mendapatkan arus assets in order to collect contractual cash
kas kontraktual; dan flows; and
persyaratan kontraktual dari aset keuangan The contractual terms of the financial asset
menghasilkan arus kas pada tanggal give rise on specified dates to cash flows
tertentu yang semata dari pembayaran that are solely payments of principal and
pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok interest (“SPPI”) on the principal amount
terutang. outstanding.
- 20 -
Page 22
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Biaya perolehan diamortisasi dan metode suku Amortized cost and effective interest method
bunga efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode The effective interest method is a method of
menghitung biaya perolehan diamortisasi dari calculating the amortized cost of a debt
instrumen utang dan mengalokasikan instrument and of allocating interest income
pendapatan bunga selama periode yang over the relevant period.
relevan.
Untuk instrumen keuangan selain yang dibeli For financial instruments other than purchased
atau berasal dari aset keuangan memburuk, or originated credit-impaired financial assets,
suku bunga efektif adalah tingkat suku bunga the effective interest rate is the rate that exactly
yang secara tepat mendiskontokan penerimaan discounts estimated future cash receipts
kas masa depan (termasuk semua biaya dan (including all fees and points paid or received
poin yang dibayarkan atau diterima yang that form an integral part of the effective
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari interest rate, transaction costs and other
suku bunga efektif, biaya transaksi dan premi premiums or discounts) excluding expected
atau diskon lainnya) tidak termasuk kerugian credit losses, through the expected life of the
kredit ekspektasian, melalui umur ekspektasian debt instrument, or, where appropriate, a
dari instrumen utang, atau, jika tepat, periode shorter period, to the gross carrying amount of
yang lebih pendek, ke jumlah tercatat bruto the debt instrument on initial recognition. For
instrumen utang pada saat pengakuan awal. purchased or originated credit-impaired
Untuk aset keuangan yang dibeli atau yang financial assets, a credit adjusted effective
berasal dari aset keuangan memburuk, suku interest rate is calculated by discounting the
bunga efektif yang disesuaikan dengan risiko estimated future cash flows, including expected
kredit dihitung dengan mendiskontokan credit losses, to the amortized cost of the debt
estimasi arus kas masa depan, termasuk instrument on initial recognition.
estimasi kerugian kredit, ke biaya perolehan
diamortisasi instrumen utang pada pengakuan
awal.
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan The amortized cost of a financial asset is the
adalah nilai aset keuangan yang diukur pada amount at which the financial asset is measured
saat pengakuan awal dikurangi pembayaran at initial recognition minus the principal
pokok, ditambah amortisasi kumulatif repayments, plus the cumulative amortization
menggunakan metode suku bunga efektif dari using the effective interest method of any
selisih antara nilai awal dan nilai jatuh difference between that initial amount and the
temponya, disesuaikan dengan penyisihan maturity amount, adjusted for any loss
kerugiannya. Di sisi lain, jumlah tercatat bruto allowance. On the other hand, the gross
aset keuangan adalah biaya perolehan carrying amount of a financial asset is the
diamortisasi dari aset keuangan, sebelum amortized cost of a financial asset before
disesuaikan dengan penyisihan kerugian. adjusting for any loss allowance.
Bunga diakui dengan menggunakan metode Interest is recognized using the effective
suku bunga efektif untuk instrumen utang yang interest method for debt instruments measured
diukur selanjutnya pada biaya perolehan subsequently at amortized cost, except for
diamortisasi, kecuali untuk saldo lancar ketika short-term balances when the effect of
dampak diskonto tidak material. discounting is immaterial.
Pendapatan bunga diakui dalam laba rugi dan Interest income is recognized in profit or loss
dimasukan dalam pos “Penghasilan keuangan”. and is included in the "Interest income" line
item.
Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets
Grup mengakui penyisihan kerugian untuk The Group recognizes a loss allowance for
kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas expected credit losses (“ECL”) on trade and
piutang usaha dan piutang lain-lain dan aset other accounts receivable and contract assets.
kontrak. Nilai kerugian kredit ekspektasian The amount of expected credit losses is updated
diperbarui pada tanggal pelaporan untuk at each reporting date to reflect changes in
mencerminkan perubahan risiko kredit sejak credit risk since initial recognition of the
pengakuan awal masing-masing instrumen respective financial instrument.
keuangan.
- 21 -
Page 23
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Grup selalu mengakui ECL sepanjang umurnya The Group always recognizes lifetime ECL for
untuk piutang usaha. Kerugian kredit trade accounts receivable. The expected credit
ekspektasian atas aset keuangan diestimasi losses on these financial assets are estimated
menggunakan matriks provisi berdasarkan using a provision matrix based on the Group’s
pengalaman kerugian kredit historis Grup, historical credit loss experience, adjusted for
disesuaikan untuk faktor spesifik debitur, factors that are specific to the debtors, general
kondisi ekonomi umum serta penilaian atas arah economic conditions and an assessment of both
kondisi kini dan perkiraan masa depan pada the current as well as the forecast direction of
tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas conditions at the reporting date, including time
uang jika tepat. value of money where appropriate.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup For all other financial instruments, the Group
mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada recognizes lifetime ECL when there has been a
peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak significant increase in credit risk since initial
pengakuan awal. Jika, sebaliknya, risiko kredit recognition. If, on the other hand, the credit risk
pada instrumen keuangan tidak meningkat on the financial instrument has not increased
secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup significantly since initial recognition, the Group
mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen measures the loss allowance for that financial
keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. instrument at an amount equal to 12-month
Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus ECL. The assessment of whether lifetime ECL
diakui didasarkan pada peningkatan signifikan should be recognized is based on significant
dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko increases in the likelihood or risk of a default
gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan occurring since initial recognition instead of on
didasarkan pada bukti aset keuangan yang evidence of a financial asset being credit
mengalami kerugian kredit pada tanggal impaired at the reporting date or an actual
pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. default occurring.
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur Lifetime ECL represents the expected credit
merupakan kerugian kredit ekspektasian yang losses that will result from all possible default
timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa events over the expected life of a financial
gagal bayar selama perkiraan umur instrumen instrument. In contrast, 12-month ECL
keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili represents the portion of lifetime ECL that is
porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari expected to result from default events on a
peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan financial instrument that are possible within
yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah 12 months after the reporting date.
tanggal pelaporan.
Peningkatan risiko kredit secara signifikan Significant increase in credit risk
Dalam menilai apakah risiko kredit pada In assessing whether the credit risk on a
instrumen keuangan telah meningkat secara financial instrument has increased significantly
signifikan sejak pengakuan awal, Grup since initial recognition, the Group compares
membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi the risk of a default occurring on the financial
pada instrumen keuangan pada tanggal instrument as at the reporting date with the risk
pelaporan dengan risiko gagal bayar yang of a default occurring on the financial
terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal instrument as at the date of initial recognition.
pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian, In making this assessment, the Group considers
Grup mempertimbangkan baik informasi both quantitative and qualitative information
kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan that is reasonable and supportable, including
medukung, termasuk pengalaman historis dan historical experience and forward-looking
informasi bersifat perkiraan masa depan, yang information that is available without undue cost
tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan. or effort. Forward-looking information
Informasi masa depan yang dipertimbangkan considered includes the future prospects of the
mencakup prospek masa depan industri di mana industries in which the Group’s debtors operate,
debitur Grup beroperasi, yang diperoleh dari obtained from economic expert reports,
laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan financial analysts, governmental bodies,
pemerintah, lembaga terkait, dan organisasi relevant think-tanks and other similar
serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai organizations, as well as consideration of
sumber eksternal aktual dan prakiraan informasi various external sources of actual and forecast
ekonomi yang terkait dengan operasi inti Grup. economic information that relate to the Group’s
core operations.
- 22 -
Page 24
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Secara khusus, informasi berikut In particular, the following information is taken
diperhitungkan ketika menilai apakah risiko into account when assessing whether credit risk
kredit telah meningkat secara signifikan sejak has increased significantly since initial
pengakuan awal: recognition:
penurunan yang signifikan pada peringkat significant deterioration in the financial
kredit eksternal instrumen keuangan (jika instrument’s external (if available) or
ada) atau peringkat kredit internal, baik internal credit rating;
secara aktual maupun yang diperkirakan;
memburuknya kondisi usaha, keuangan existing or forecast adverse changes in
atau ekonomi yang terjadi saat ini atau business, financial or economic conditions
prakiraan yang akan menyebabkan that are expected to cause a significant
penurunan signifikan atas kemampuan decrease in the debtor’s ability to meet its
peminjam untuk menyelesaikan kewajiban debt obligations;
utangnya;
terdapat penurunan yang signifikan an actual or expected significant
terhadap hasil operasi peminjam, baik deterioration in the operating results of the
secara aktual atau yang diperkirakan akan debtor;
terjadi;
peningkatan risiko kredit secara signifikan significant increases in credit risk on other
pada instrumen keuangan lainnya dari financial instruments of the same debtor;
peminjam yang sama;
perubahan signifikan yang tidak an actual or expected significant adverse
menguntungkan baik secara aktual atau change in the regulatory, economic, or
yang diperkirakan dalam lingkungan technological environment of the debtor
peraturan, ekonomik, atau lingkungan that results in a significant decrease in the
teknologi peminjam yang mengakibatkan debtor’s ability to meet its debt
perubahan signifikan atas kemampuan obligations.
peminjam dalam memenuhi kewajiban
utangnya.
Terlepas dari hasil penilaian di atas, Grup Irrespective of the outcome of the above
membuat praduga risiko kredit aset keuangan assessment, the Group presumes that the credit
telah meningkat signifikan sejak pengakuan risk on a financial asset has increased
awal ketika pembayaran kontraktual tertunggak significantly since initial recognition when
lebih dari 60 hari, kecuali jika Grup memiliki contractual payments are more than 60 days
informasi yang wajar dan terdukung yang past due, unless the Group has reasonable and
menunjukkan hal sebaliknya. supportable information that demonstrates
otherwise.
Grup mengasumsikan bahwa risiko kredit pada The Group assumes that the credit risk on a
instrumen keuangan tidak meningkat secara financial instrument has not increased
signifikan sejak pengakuan awal jika instrumen significantly since initial recognition if the
keuangan tersebut ditetapkan memiliki risiko financial instrument is determined to have low
kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. credit risk at the reporting date. A financial
Instrumen keuangan memiliki risiko kredit yang instrument is determined to have low credit risk
rendah jika i) instrumen keuangan memiliki if i) the financial instrument has a low risk of
risiko gagal bayar yang rendah, ii) debitur default, ii) the borrower has a strong capacity
memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi to meet its contractual cash flow obligations in
kewajiban arus kas kontraktualnya dalam waktu the near term and iii) adverse changes in
dekat dan iii) memburuknya kondisi ekonomi economic and business conditions in the longer
dan bisnis dalam jangka panjang dapat, tetapi term may, but will not necessarily, reduce the
tidak selalu, menurunkan kemampuan ability of the borrower to fulfil its contractual
peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas cash flow obligations.
kontraktualnya.
- 23 -
Page 25
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Grup menganggap aset keuangan memiliki The Group considers a financial asset to have
risiko kredit rendah ketika aset memiliki low credit risk when the asset has external
peringkat kredit eksternal 'investment grade' credit rating of ‘investment grade’ in accordance
sesuai dengan definisi yang dipahami secara with the globally understood definition or if an
global atau jika peringkat eksternal tidak external rating is not available, the asset has an
tersedia, aset tersebut memiliki peringkat internal rating of ‘performing’. Performing
internal 'performing'. Performing berarti bahwa means that the counterparty has a strong
rekanan memiliki posisi keuangan yang kuat financial position and there is no past due
dan tidak ada jumlah yang tertunggak. amounts.
Grup secara teratur memantau efektivitas The Group regularly monitors the effectiveness
kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi of the criteria used to identify whether there has
apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit been a significant increase in credit risk and
yang signifikan dan merevisinya jika perlu untuk revises them as appropriate to ensure that the
memastikan bahwa kriteria tersebut mampu criteria are capable of identifying significant
mengidentifikasi peningkatan risiko kredit yang increase in credit risk before the amount
signifikan sebelum jumlahnya jatuh tempo. becomes past due.
Definisi gagal bayar Definition of default
Grup menganggap bahwa gagal bayar telah The Group considers that default has occurred
terjadi ketika aset keuangan tertunggak lebih when a financial asset is more than 90 days past
dari 90 hari kecuali jika Grup memiliki informasi due unless the Group has reasonable and
yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan supportable information to demonstrate that a
bahwa kriteria yang lebih panjang lebih tepat. more lagging default criterion is more
appropriate.
Aset keuangan memburuk Credit-impaired financial assets
Aset keuangan mengalami penurunan nilai A financial asset is credit-impaired when one or
kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang more events that have a detrimental impact on
memiliki dampak merugikan atas estimasi arus the estimated future cash flows of that financial
kas masa depan dari aset keuangan telah asset have occurred. Evidence that a financial
terjadi. Bukti bahwa aset keuangan mengalami asset is credit-impaired includes observable
penurunan nilai termasuk data yang dapat data about the following events:
diobservasi tentang peristiwa berikut:
kesulitan keuangan yang signifikan dari significant financial difficulty of the issuer
penerbit atau peminjam or the borrower
pelanggaran kontrak, seperti kejadian a breach of contract, such as a default or
gagal bayar atau tunggakan past due event
pihak pemberi pinjaman, untuk alasan the lender(s) of the borrower, for economic
ekonomik atau kontraktual sehubungan or contractual reasons relating to the
dengan kesulitan keuangan yang dialami borrower’s financial difficulty, having
pihak peminjam, telah memberikan granted to the borrower a concession(s)
konsesi pada pihak peminjam yang tidak that the lender(s) would not otherwise
mungkin diberikan jika pihak peminjam consider;
tidak mengalami kesulitan tersebut;
telah memberikan kepada peminjam suatu having granted to the borrower a
konsesi yang tidak akan dipertimbangkan concession(s) that the lender(s) would not
oleh pemberi pinjaman otherwise consider
terjadi kemungkinan bahwa pihak it is becoming probable that the borrower
peminjam akan dinyatakan pailit atau will enter bankruptcy or other financial
melakukan reorganisasi keuangan lainnya; reorganisation
hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan the disappearance of an active market for
itu karena kesulitan keuangan atau that financial asset because of financial
difficulties ;or
pembelian atau penerbitan aset keuangan the purchase or origination of a financial
dengan diskon sangat besar yang asset at a deep discount that reflects the
mencerminkan kerugian kredit yang incurred credit losses.
terjadi.
- 24 -
Page 26
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Kebijakan penghapusan Write-off policy
Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada The Group writes off a financial asset when
informasi yang menunjukkan bahwa pihak there is information indicating that the
lawan berada dalam kesulitan keuangan yang counterparty is in severe financial difficulty and
buruk dan tidak ada prospek pemulihanyang there is no realistic prospect of recovery, e.g.
realistis, contoh ketika pihak lawan dalam when the counterparty has been placed under
proses likuidasi atau telah memasuki proses liquidation or has entered into bankruptcy
kebangkrutan. Aset keuangan yang dihapuskan proceedings. Financial assets written off may
dapat menjadi subjek aktivitas paksaan dalam still be subject to enforcement activities under
prosedur pemulihan Grup, dengan the Company’s recovery procedures, taking into
mempertimbangkan nasihat hukum yang account legal advice where appropriate. Any
sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui recoveries made are recognized in profit or loss.
dalam laba rugi.
Pengukuran dan pengakuan atas kerugian kredit Measurement and recognition of expected credit
ekspektasian losses
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian The measurement of expected credit losses is a
merupakan fungsi dari probability of default, function of the probability of default, loss given
loss given default (yaitu besarnya kerugian jika default (i.e. the magnitude of the loss if there is
terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal a default) and the exposure at default. The
bayar. Penilaian probability of default dan loss assessment of the probability of default and loss
given default berdasarkan data historis yang given default is based on historical data
disesuaikan dengan informasi masa depan adjusted by forward-looking information as
seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas described above. As for the exposure at default,
gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh for financial assets, this is represented by the
nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan; assets’ gross carrying amount at the reporting
untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur date; for financial guarantee contracts, the
mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal exposure includes the amount drawn down as
pelaporan, ditambah dengan jumlah yang at the reporting date, together with any
diperkirakan akan ditarik di masa depan additional amounts expected to be drawn down
sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan in the future by default date determined based
berdasarkan tren historis, pemahaman Grup on historical trend, the Group’s understanding
mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan of the specific future financing needs of the
yang spesifik dari debiturnya, dan informasi debtors, and other relevant forward-looking
perkiraan masa depan lainnya yang relevan. information.
Untuk aset keuangan, kerugian kredit For financial assets, the expected credit loss is
ekspektasian diestimasi sebagai selisih antara estimated as the difference between all
seluruh arus kas kontraktual yang jatuh tempo contractual cash flows that are due to the Group
kepada Grup sesuai dengan kontrak dan seluruh in accordance with the contract and all the cash
arus kas yang diekspektasi akan diterima oleh flows that the Group expects to receive,
Grup, didiskontokan pada suku bunga efektif discounted at the original effective interest rate.
awal. Untuk piutang sewa, arus kas yang For a lease receivable, the cash flows used for
digunakan untuk menentukan kerugian kredit determining the expected credit losses is
ekspektasian konsisten dengan arus kas yang consistent with the cash flows used in
digunakan dalam mengukur piutang sewa measuring the lease receivable in accordance
berdasarkan PSAK 116. with PSAK 116.
Apabila kerugian kredit ekspektasian sepanjang Where lifetime ECL is measured on a collective
umur diukur secara kolektif untuk kasus dimana basis to cater for cases where evidence of
bukti kenaikan signifikan risiko kredit pada level significant increases in credit risk at the
instrumen invidual tidak tersedia, instrumen individual instrument level may not yet be
keuangan dikelompokkan dengan dasar sebagai available, the financial instruments are grouped
berikut: on the following basis:
Sifat instrumen keuangan (yaitu piutang Nature of financial instruments (i.e. The
usaha, piutang lain-lain, piutang sewa Group’s trade and other receivables, finance
pembiayaan dan jumlah tagihan kepada lease receivables and amounts due from
pelanggan masing-masing dinilai sebagai customers are each assessed as a separate
grup terpisah. Piutang pihak berelasi yang group. Loans to related parties are assessed
dinilai untuk kerugian kredit ekspektasian for expected credit losses on an individual
atas dasar individual); basis);
Status jatuh tempo; Past-due status;
Sifat, besaran dan jenis industri debitur; Nature, size and industry of debtors;
Sifat jaminan untuk piutang sewa Nature of collaterals for finance lease
pembiayaan; dan receivables; and
Peringkat risiko kredit jika tersedia. External credit ratings where available.
- 25 -
Page 27
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Pengelompokan ditelaah secara teratur oleh The grouping is regularly reviewed by
manajemen untuk memastikan setiap kelompok management to ensure the constituents of each
mempunyai karakteristik risiko yang sama. group continue to share similar credit risk
characteristics.
Jika Grup telah mengukur cadangan kerugian If the Group has measured the loss allowance
untuk instrumen keuangan pada jumlah yang for a financial instrument at an amount equal to
sama dengan ECL sepanjang umur pada periode lifetime ECL in the previous reporting period,
pelaporan sebelumnya, tetapi menentukan pada but determines at the current reporting date
tanggal pelaporan kini bahwa kondisi untuk ECL that the conditions for lifetime ECL are no longer
sepanjang umur tidak lagi terpenuhi, Grup met, the Group measures the loss allowance at
mengukur cadangan kerugian sejumlah ECL 12 an amount equal to 12-month ECL at the
bulan pada tanggal pelaporan kini. current reporting date.
Grup mengakui keuntungan atau kerugian The Group recognise an impairment gain or loss
penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua in profit or loss for all financial instruments with
instrumen keuangan dengan menyesuaikan a corresponding adjustment to their carrying
jumlah tercatat melalui akun penyisihan amount through a loss allowance.
kerugian.
Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan The Group derecognizes a financial asset only
jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus when the contractual rights to the cash flows
kas yang berasal dari aset keuangan berakhir, from the asset expire, or it transfers the
atau Grup mentransfer aset keuangan dan financial asset and substantially all the risks and
secara substansial mentransfer seluruh risiko rewards of ownership of the asset to another
dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entity. If the Group neither transfers nor retains
entitas lain. Jika Grup tidak mentransfer serta substantially all the risks and rewards of
tidak memiliki secara substansial seluruh risiko ownership and continues to control the
dan manfaat kepemilikan serta masih transferred asset, the Group recognizes its
mengendalikan aset yang ditransfer, maka Grup retained interest in the asset and an associated
mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset liability for amounts it may have to pay. If the
yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar Group retains substantially all the risks and
jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Grup rewards of ownership of a transferred financial
memiliki secara substansial seluruh risiko dan asset, the Group continues to recognize the
manfaat kepemilikan aset keuangan yang financial asset and also recognizes a
ditransfer, Grup masih mengakui asset collateralized borrowing for the proceeds
keuangan dan juga mengakui pinjaman yang received.
dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas Financial Liabilities and Equity Instruments
Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas Classification as debt or equity
Instrumen utang dan ekuitas yang diterbitkan Debt and equity instruments issued by the
oleh Grup diklasifikasikan sebagai liabilitas Group are classified as either financial liabilities
keuangan atau ekuitas sesuai dengan substansi or as equity in accordance with the substance of
perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas the contractual arrangements entered into and
keuangan dan instrumen ekuitas. the definitions of a financial liability and an
equity instrument.
Instrumen ekuitas Equity instruments
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang An equity instrument is any contract that
memberikan hak residual atas aset Grup setelah evidences a residual interest in the assets of the
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Group after deducting all of its liabilities. Equity
Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Grup instruments issued by the Group are recorded
dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah at the proceeds received, net of direct issue
dikurangi biaya penerbitan langsung. costs.
Pembelian kembali instrumen ekuitas Repurchase of the Company’s own equity
Perusahaan (saham treasuri) diakui dan instruments (treasury shares) is recognized and
dikurangkan secara langsung dari ekuitas. deducted directly in equity. No gain or loss is
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari recognized in profit or loss on the purchase,
pembelian, penjualan, penerbitan atau sale, issue or cancellation of the Company’s own
pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan equity instruments.
tersebut tidak diakui dalam laba rugi.
- 26 -
Page 28
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan Financial liabilities at amortized cost
diamortisasi
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan Financial liabilities that are not 1) contingent
1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi consideration of an acquirer in a business
dalam kombinasi bisnis, 2) dimiliki untuk combination, 2) held-for-trading, or 3) designated
diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai as at FVTPL, are subsequently measured at
FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan amortized cost using the effective interest
diamortisasi dkengan menggunakan metode method.
suku bunga efektif.
Metode suku bunga efektif Effective interest method
Metode suku bunga efektif adalah metode yang The effective interest method is a method of
digunakan untuk menghitung biaya perolehan calculating the amortized cost of a financial
diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode liability and of allocating interest expense over
untuk mengalokasikan biaya bunga selama the relevant period. The effective interest rate
periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah is the rate that exactly discounts estimated
suku bunga yang secara tepat mendiskontokan future cash payments (including all fees and
estimasi pembayaran kas masa depan points paid or received that form an integral
(mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang part of the effective interest rate, transaction
dibayarkan dan diterima yang merupakan costs and other premiums or discounts) through
bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga the expected life of the financial liability, or
efektif, biaya transaksi dan premium dan (where appropriate) a shorter period to the net
diskonto lainnya) selama perkiraan umur carrying amount on initial recognition.
liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat)
digunakan periode yang lebih singkat untuk
memperoleh nilai tercatat bersih pada saat
pengakuan awal.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Derecognition of financial liabilities
Grup menghentikan pengakuan liabilitas The Group derecognizes financial liabilities
keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup when, and only when, the Group’s obligations
telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. are discharged, cancelled or have expired. The
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas difference between the carrying amount of the
keuangan yang dihentikan pengakuannya financial liability derecognized and the
dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui consideration paid and payable is recognized in
dalam laba rugi. profit or loss.
Ketika Grup bertukar dengan pemberi pinjaman, When the Group exchanges with the existing
satu instrumen utang menjadi instrumen lain lender one debt instrument into another one
dengan persyaratan yang berbeda secara with the substantially different terms, such
substansial, pertukaran tersebut dicatat sebagai exchange is accounted for as an extinguishment
penghapusan liabilitas keuangan orisinal dan of the original financial liability and the
pengakuan liabilitas keuangan baru. Demikian recognition of a new financial liability. Similarly,
pula, Grup memperhitungkan modifikasi the Group accounts for substantial modification
substansial dari ketentuan liabilitas yang ada of terms of an existing liability or part of it as an
atau bagian dari liabilitas tersebut sebagai extinguishment of the original financial liability
pelepasan liabilitas keuangan orisinal dan and the recognition of a new liability. It is
pengakuan liabilitas baru. Diasumsikan bahwa assumed that the terms are substantially
persyaratannya berbeda secara substansial jika different if the discounted present value of the
nilai kini arus kas yang didiskonto berdasarkan cash flows under the new terms, including any
persyaratan yang baru, termasuk setiap fee fees paid net of any fees received and
(imbalan) yang dibayarkan setelah dikurangi discounted using the original effective rate is at
setiap fee (imbalan) yang diterima dan least 10% different from the discounted present
didiskonto menggunakan suku bunga efektif value of the remaining cash flows of the original
orisinal, berbeda sedikitnya 10% dari nilai kini financial liability. If the modification is not
sisa arus kas yang didiskonto yang berasal dari substantial, the difference between: (1) the
liabilitas keuangan orisinal. Jika modifikasi tidak carrying amount of the liability before the
substansial, maka perbedaan antara: (1) jumlah modification; and (2) the present value of the
tercatat liabilitas sebelum modifikasi; dan (2) cash flows after modification is recognized in
nilai kini dari arus kas setelah modifikasi, diakui profit or loss as the modification gain or loss
dalam laba rugi sebagai keuntungan atau within other gains and losses.
kerugian modifikasi dalam keuntungan dan
kerugian lainnya.
- 27 -
Page 29
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
i. Kas dan Setara Kas i. Cash and cash equivalents
Untuk penyajian laporan arus kas, kas dan For cash flow presentation purposes, cash and
setara kas terdiri dari kas, bank dan semua cash equivalents consist of cash on hand and in
investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga banks and all unrestricted investments with
bulan atau kurang dari tanggal perolehannya maturities of three months or less from the date
dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi of placement.
penggunaannya.
Untuk keperluan laporan arus kas, kas dan For the purposes of the statement of cash flows,
setara kas terdiri dari kas dan setara kas cash and cash equivalents consist of cash and
sebagaimana didefinisikan di atas, dikurangi cash equivalents as defined above, net of
cerukan bank yang terutang yang dapat ditagih outstanding bank overdrafts which are repayable
sesuai permintaan (repayable on demand) dan on demand and form an integral part of the
merupakan bagian integral dari manajemen kas Group’s cash management. Such overdrafts are
grup. Cerukan tersebut disajikan sebagai presented as bank overdraft in the statement of
cerukan bank dalam laporan posisi keuangan. financial position.
j. Aset Tetap j. Property, Plant and Equipment
Aset tetap dicatat berdasarkan biaya perolehan Property, plant and equipment are stated at
setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan costs, less accumulated depreciation and any
akumulasi kerugian penurunan nilai. accumulated impairment losses.
Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya Depreciation is recognized so as to write-off the
perolehan aset dengan menggunakan metode cost of assets using the straight-line method
garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat based on the estimated useful lives of the assets
ekonomis aset tetap sebagai berikut: as follows:
Tahun/ Persentase/
Years Percentage
Kendaraan 4-8 12,5%-25% Vehicles
Peralatan 2-8 12,5%-50% Equipment
Renovasi bangunan 3-30 3,33%-33,33% Building improvement
Jaringan tegangan menengah 4-15 6,67%-25% Medium voltage transmission
Bangunan proyek 20-30 3,33%-5% Project building
Turbin 4-15 6,67%-25% Turbine
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan The estimated useful lives, residual value and
metode penyusutan direview setiap akhir tahun depreciation method is reviewed at each year-
dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi end, with the effect of any changes in estimate
tersebut berlaku prospektif. accounted for on a prospective basis.
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan Land is stated at cost and is not depreciated.
dan tidak disusutkan.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan The cost of maintenance and repairs is charged
pada laba rugi komprehensif pada saat to operations as incurred. Other costs incurred
terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi subsequently to add to, replace part of, or
selanjutnya yang timbul untuk menambah, service an item of property, plant and
mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat equipment, are recognized as asset if, and only
sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika if it is probable that future economic benefits
besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa associated with the item will flow to the entity
depan berkenaan dengan aset tersebut akan and the cost of the item can be measured
mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset reliably. When assets are retired or otherwise
dapat diukur secara andal. Aset tetap yang disposed of, their carrying values are removed
dihentikan pengakuannya atau yang dijual nilai from the accounts and any resulting gain or loss
tercatatnya dikeluarkan dari kelompok aset is reflected in profit or loss.
tetap. Keuntungan atau kerugian dari penjualan
aset tetap tersebut dibukukan dalam laba rugi.
- 28 -
Page 30
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat An item of property, plant and equipment is
pelepasan atau ketika tidak ada manfaat derecognized upon disposal or when no future
ekonomik masa depan yang diharapkan timbul economic benefits are expected to arise from
dari penggunaan aset secara berkelanjutan. the continued use of the asset. Any gain or loss
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari arising on the disposal or retirement of an item
pelepasan atau penghentian pengakuan suatu of property, plant and equipment is determined
aset tetap ditentukan sebagai selisih antara as the difference between the sales proceeds
hasil penjualan dan nilai tercatat aset dan diakui and the carrying amount of the asset and is
dalam laba rugi. recognised in profit or loss.
Aset yang telah disusutkan sepenuhnya yang Fully depreciated assets still in use are retained
masih digunakan tetap termasuk dalam laporan in the consolidated financial statements.
keuangan konsolidasian.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar Construction in-progress is stated at cost and
biaya perolehan dipindahkan ke masing-masing transferred to the respective property, plant
aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai and equipment account when completed and
dan siap digunakan. ready for use.
k. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan – k. Impairment of Non-Financial Asset –
kecuali Goodwill except for Goodwill
Pada akhir setiap periode pelaporan At the end of each consolidated reporting
konsolidasian, Grup menelaah nilai tercatat aset period, the Group reviews the carrying amount
non-keuangan untuk menentukan apakah of non-financial assets to determine whether
terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah there is any indication that those assets have
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat suffered an impairment loss. If any such
indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset indication exists, the recoverable amount of the
diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian asset is estimated in order to determine the
penurunan nilai (jika ada). Bila tidak extent of the impairment loss (if any). When it
memungkinkan untuk mengestimasi jumlah is not possible to estimate the recoverable
terpulihkan atas suatu aset individual, Grup amount of an individual asset, the Group
mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit estimates the recoverable amount of the cash
penghasil kas atas aset. generating unit to which the asset belongs.
Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara The recoverable amount is the higher of fair
nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai value less cost to sell and value in use. In
pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi assessing value in use, the estimated future
arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini cash flows are discounted to their present value
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak using a pre-tax discount rate that reflects
yang menggambarkan penilaian pasar kini dari current market assessments of the time value
nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset of money and the risks specific to the asset for
dengan estimasi arus kas masa depan belum which the estimates of future cash flows have
disesuaikan. not been adjusted.
Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan If the recoverable amount of the non-financial
(unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai asset (cash generating unit) is less than its
tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil carrying amount, the carrying amount of the
kas) diturunkan menjadi sebesar jumlah asset (cash generating unit) is reduced to its
terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera recoverable amount and an impairment loss is
diakui dalam laba rugi. recognized immediately in profit or loss.
Ketika penurunan nilai selanjutnya dibalik, When an impairment loss subsequently
jumlah tercatat aset (atau unit penghasil kas) reverses, the carrying amount of the asset (or
ditingkatkan ke estimasi yang direvisi dari a cash generating unit) is increased to the
jumlah terpulihkannya, namun kenaikan jumlah revised estimate of its recoverable amount, but
tercatat tidak boleh melebihi jumlah tercatat so that the increased carrying amount does not
ketika kerugian penurunan nilai tidak diakui exceed the carrying amount that would have
untuk aset (atau unit penghasil kas) pada been determined had no impairment loss been
tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi recognized for the asset (or cash generating
penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi. unit) in prior years. A reversal of an impairment
loss is recognized immediately in profit or loss.
- 29 -
Page 31
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
l. Goodwill l. Goodwill
Goodwill timbul atas akuisisi dari suatu bisnis Goodwill arising on an acquisition of a business
dicatat pada biaya perolehan yang ditetapkan is carried at cost as established at the date of
pada tanggal akuisisi bisnis tersebut dikurangi acquisition of the business less accumulated
akumulasi penurunan nilai, jika ada. impairment losses, if any.
Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, For the purpose of impairment testing, goodwill
goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis, from business combination is allocated to each
dialokasikan sejak tanggal akuisisi ke masing- of the Group’s cash-generating unit expected to
masing unit penghasil kas milik Grup yang benefit from the synergies of the combination,
diharapkan dapat memperoleh manfaat dari excluded if the other assets or liabilities from
sinergi kombinasi bisnis, terlepas dari apakah acquiree placed in those units.
aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi
ditempatkan ke unit-unit tersebut.
Unit penghasil kas yang goodwill-nya telah A cash generating unit to which goodwill has
dialokasikan diuji untuk penurunan nilai setiap been allocated is tested for impairment annually
tahun dan bila ada indikasi bahwa unit penghasil and if there is an indication that the unit may be
kas mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai impaired. Impairment determined for goodwill
ditentukan untuk goodwill dengan menilai by assessing recoverable amounts from each of
jumlah yang dapat dipulihkan dari masing- cash generating unit where the goodwill is
masing unit penghasil kas dimana goodwill pledged. If the recoverable amount of the cash-
dilekatkan. Apabila jumlah yang dapat generating unit is less than its carrying amount,
dipulihkan dari unit penghasil kas kurang dari the impairment loss is recognized in profit and
nilai tercatat, kerugian penurunan nilai diakui loss. An impairment loss recognized for goodwill
pada laba rugi. Kerugian penurunan nilai yang is not reversed in subsequent periods.
diakui untuk goodwill tidak dibalik pada periode
berikutnya.
Apabila goodwill merupakan bagian dari unit If the goodwill is part of cash generating unit
penghasil kas dan bagian dari operasi di dalam and part of discontinued operation inside those
unit penghasil kas tersebut dihentikan, goodwill cash generating unit, the goodwill with
dengan operasi yang dihentikan dimasukkan discontinued operation recorded under
dalam jumlah tercatat operasi saat menentukan operation book value when determine gain or
keuntungan atau kerugian dari penghentian loss from discontinued operation. Disposal
operasi. Goodwill yang dihentikan dalam goodwill in this situation measured at fair value
keadaan ini diukur berdasarkan nilai wajar from discontinued operation and operating cash
relatif dari operasi yang dihentikan dan porsi generating unit portion.
unit penghasil kas yang dipertahankan.
m. Biaya Pinjaman m. Borrowing Costs
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara Borrowing costs directly attributable to the
langsung dengan perolehan, konstruksi atau acquisition, construction or production of
pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset qualifying assets, which are assets that
yang membutuhkan waktu yang cukup lama necessarily take a substantial period of time to
agar siap untuk digunakan atau dijual, get ready for their intended use or sale, are
ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, added to the cost of those assets, until such
sampai dengan saat selesainya aset secara time as the assets are substantially ready for
substansial siap untuk digunakan atau dijual. their intended use or sale.
Ketika pinjaman dengan suku bunga variabel To the extent that variable rate borrowings are
digunakan untuk membiayai aset kualifikasian used to finance a qualifying asset and are
dan dilindung nilai dengan lindung nilai arus kas hedged in an effective cash flow hedge of
yang efektif dari risiko suku bunga, bagian interest rate risk, the effective portion of the
efektif dari derivatif tersebut diakui dalam derivative is recognized in other comprehensive
penghasilan komprehensif lain dan income and reclassified to profit or loss when
direklasifikasi ke laba rugi ketika aset the qualifying asset impacts profit or loss. To
kualifikasian berdampak pada laba rugi. Ketika the extent that fixednrate borrowings are used
suku bunga pinjaman tetap digunakan untuk to finance a qualifying asset and are hedged in
membiayai aset kualifikasian dan nilai wajarnya an effective fair value hedge of interest rate
dilindung nilai secara efektif dari risiko suku risk, the capitalized borrowing costs reflect the
bunga, biaya pinjaman yang dikapitalisasi hedged interest rate.
mencerminkan tingkat bunga yang dilindung
nilai.
- 30 -
Page 32
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi Borrowing costs are recognized in profit or loss
pada periode terjadinya. in the period in which they are incurred.
n. Sewa n. Leases
Grup sebagai penyewa The Group as lessee
Grup menilai apakah sebuah kontrak The Group assesses whether a contract is, or
mengandung sewa, pada tanggal insepsi contains a lease, at the inception of the
kontrak. Grup mengakui aset hak-guna dan contract. The Group recognizes a right-of-use
liabilitas sewa terkait sehubungan dengan asset and a corresponding lease liability with
seluruh kesepakatan sewa di mana Grup respect to all lease arrangements in which it is
merupakan penyewa, kecuali untuk sewa the lessee, except for short-term leases
jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai (defined as leases with a lease term of 12
sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau months or less) and leases of low value assets.
kurang) dan sewa yang aset pendasarnya For these leases, the Group recognizes the lease
bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, payments as an operating expense on a
Grup mengakui pembayaran sewa sebagai straight-line basis over the term of the lease
beban operasi secara garis lurus selama masa unless another systematic basis is more
sewa kecuali dasar sistematis lainnya lebih representative of the time pattern in which
merepresentasikan pola konsumsi manfaat economic benefits from the leased assets are
penyewa dari aset sewa. consumed.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini The lease liability is initially measured at the
pembayaran sewa masa depan yang belum present value of the lease payments that are
dibayarkan pada tanggal permulaan, yang not paid at the commencement date,
didiskontokan menggunakan suku bunga discounted by using the rate implicit in the
implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak lease. If this rate cannot be readily determined,
dapat ditentukan, Grup menggunakan suku the Group uses its incremental borrowing rate.
bunga pinjaman inkremental.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam Lease payments included in the measurement
pengukuran liabilitas sewa terdiri atas: of the lease liability comprise:
Pembayaran tetap (termasuk pembayaran fixed lease payments (including in-
tetap secara-substansi), dikurangai insentif substance fixed payments), less any lease
sewa; incentives;
Pembayaran sewa variabel yang variable lease payments that depend on an
bergantung pada indeks atau suku bunga index or rate, initially measured using the
yang pada awalnya diukur dengan index or rate at the commencement date;
menggunakan indeks atau suku bunga pada
tanggal permulaan;
jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan the amount expected to be payable by the
oleh penyewa dalam jaminan nilai residual; lessee under residual value guarantees;
harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup the exercise price of purchase options, if
pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; the lessee is reasonably certain to exercise
dan the options; and
pembayaran penalti karena penghentian payments of penalties for terminating the
sewa, jika masa sewa merefleksikan lease, if the lease term reflects the exercise
penyewa mengeksekusi opsi untuk of an option to terminate the lease.
menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah The lease liability is presented as a separate line
dalam laporan posisi keuangan. in the statement of financial position.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan The lease liability is subsequently measured by
meningkatkan jumlah tercatat untuk increasing the carrying amount to reflect the
mereflesikan bunga atas liabilitas sewa interest on the lease liability (using the effective
(menggunakan metode suku bunga efektif) dan interest method) and by reducing the carrying
dengan mengurangi jumlah tercatat untuk amount to reflect the lease payments made.
merefleksikan sewa yang telah dibayar.
- 31 -
Page 33
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Grup mengukur kembali liabilitas sewa (dan The Group remeasures the lease liability (and
melakukan penyesuaian terkait terhadap aset makes a corresponding adjustment to the
hak-guna jika: related right-of-use assets) whenever:
terdapat perubahan dalam masa sewa atau the lease term has changed or there is a
perubahan dalam penilaian atas eksekusi change in the assessment of the exercise of
opsi pembelian, di mana liabilitas sewa a purchase option, in which case the lease
diukur dengan mendiskontokan pembayaran liability is remeasured by discounting the
sewa revisian menggunakan tingkat revised lease payments using a revised
diskonto revisian. discount rate.
terdapat perubahan sewa masa depan the lease payments change due to changes
sebagai akibat dari perubahan indeks atau in an index or rate or a change in expected
perubahan perkiraan pembayaran payment under a guaranteed residual
berdasarkan nilai residual jaminan di mana value, in which cases the lease liability is
liabilitas sewa diukur kembali dengan remeasured by discounting the revised
mendiskontokan pembayaran sewa revisian lease payments using the initial discount
menggunakan tingkat diskonto awal rate (unless the lease payments change is
(kecuali jika pembayaran sewa berubah due to a change in a floating interest rate,
karena perubahan suku bunga in which case a revised discount rate is
mengambang, di mana tingkat diskonto used).
revisian digunakan).
kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi a lease contract is modified and the lease
sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di modification is not accounted for as a
mana liabilitas sewa diukur dengan separate lease, in which case the lease
mendiskontokan pembayaran sewa revisian liability is remeasured by discounting the
menggunakan tingkat diskonto revisian. revised lease payments using a revised
discount rate.
Grup tidak melakukan penyesuaian tersebut The Group did not make any such adjustments
selama periode yang disajikan. during the periods presented.
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas The right-of-use assets comprise the initial
liabilitas sewa, pembayaran sewa yang measurements of the corresponding lease
dilakukan pada saat atau sebelum permulaan liability, lease payments made at or before the
sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna commencement day and any initial direct costs.
selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi They are subsequently measured at cost less
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan accumulated depreciation and impairment
nilai. losses.
Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya Whenever the Group incurs an obligation for
membongkar dan memindahkan aset sewa, costs to dismantle and remove a leased asset,
merestorasi tempat di mana aset berada atau restore the site on which it is located or restore
merestorasi aset pendasar ke kondisi yang the underlying assets to the conditions required
disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, by the terms and conditions of the lease, a
provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 237. Biaya provision is recognized and measured under
tersebut diperhitungkan dalam aset hak-guna PSAK 237. The costs are included in the related
terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk right-of-use asset, unless those costs are
memproduksi persediaan. incurred to produce inventories.
Aset hak-guna disusutkan selama periode yang Right-of-use assets are depreciated over the
lebih singkat antara masa sewa dan masa shorter period of lease term and useful life of
manfaat aset pendasar. Jika sewa mengalihkan the underlying assets. If a lease transfers
kepemilikan aset pendasar atau jika biaya ownership of the underlying assets or the cost
perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup of the right-of-use assets reflects that of the
akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna Group expects to exercise a purchase option,
disusutkan selama masa manfaat aset the related right-of-use asset is depreciated
pendasar. Penyusutan dmulai pada tanggal over the useful life of the underlying assets. The
permulaan sewa. depreciation starts at the commencement date
of the lease.
Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di The right-of-use assets are presented as a
laporan posisi keuangan. separate line in the statement of financial
position.
- 32 -
Page 34
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Grup menerapkan PSAK 236 untuk menentukan The Group applies PSAK 236 to determine
apakah aset hak-guna mengalami penurunan whether a right-of-use asset is impaired and
nilai dan mencatat kerugian penurunan nilai accounts for any identified impairment loss as
yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan described in the impairment of assets policy.
dalam kebijakan aset penurunan nilai.
Sebagai cara praktis, PSAK 116 mengijinkan As a practical expedient, PSAK 116 permits a
penyewa untuk tidak memisahkan komponen lessee not to separate non-lease components,
nonsewa, dan mencatat masing-masing and instead account for any lease and
komponen sewa dan komponen nonsewa associated non-lease components as a single
sebagai kesepakatan sewa tunggal. Grup tidak arrangement. The Group has not used this
menggunakan cara praktis ini. practical expedient.
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban o. Revenue and Expense Recognition
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Revenue from contracts with the customers for
untuk penjualan listrik diakui pada saat sale of electricity is recognized when electricity
pengendalian barang dialihkan kepada is delivered to the customer at an amount that
pelanggan dalam jumlah yang mencerminkan reflects the consideration to which the Group
imbalan yang diharapkan akan menjadi hak expects to be entitled in exchange for those
Grup dalam pertukaran barang tersebut. Grup electricity. The Group has generally concluded
secara umum menyimpulkan bahwa hal that it is the principal in its revenue
tersebut adalah yang utama dalam pengaturan arrangements. Progress towards satisfaction of
pendapatannya. Pemenuhan kewajiban the performance obligation is measured using
pelaksanaan diukur dengan menggunakan an output method based on units produced and
metode output berdasarkan unit yang delivered within the production month.
diproduksi dan dikirim dalam bulan produksi. Quantities delivered are determined through
Kuantitas yang dikirim ditentukan melalui electrical measurement meters at the delivery
meteran pengukuran listrik di titik pengiriman. point.
Pendapatan yang berkaitan dengan jasa Revenue relating to construction services under
konstruksi berdasarkan perjanjian konsesi jasa a service concession arrangement is recognised
diakui sepanjang waktu ketika kewajiban over time when the performance obligations are
pelaksanaan terpenuhi. Grup mencatat satisfied. The Group accounted for such revenue
pendapatan tersebut dengan mengukur progres by measuring progress towards completion of
penyelesaian kewajiban pelaksanaan the performance obligations based on the
berdasarkan proporsi biaya kontrak yang proportion of contract costs incurred for work
dikeluarkan untuk pekerjaan yang dilakukan performed to date relative to the estimated total
hingga saat ini secara relatif terhadap perkiraan contract costs. The measuring progress method
jumlah biaya kontrak. Metode pengukuran involves the use of significant judgements and
penyelesaian melibatkan penggunaan estimates of total contract costs.
pertimbangan dan estimasi yang signifikan,
termasuk estimasi jumlah biaya kontrak.
Karena Grup menyediakan lebih dari satu jasa Since the Group provides more than one service
dalam suatu perjanjian konsesi jasa, imbalan in a service concession arrangement, the
yang diterima dialokasikan dengan mengacu consideration received is allocated with
pada harga jual berdiri sendiri dari jasa yang reference to the relative stand-alone selling
diserahkan. prices of the services delivered.
Terkait pendapatan dari perjanjian jasa konsesi, For revenue from service concession
Grup mengalokasikan pembayaran yang arrangement, the Group allocates the
diterima untuk setiap kWH listrik yang ditransfer consideration that it receives for each kWh of
ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) electricity delivered to PT Perusahaan Listrik
(“PLN”) menjadi pelunasan pokok dan bunga Negara (Persero) (“PLN”) into: repayment of
aset keuangan dari proyek konsesi dan operasi principal and interest of financial assets from
dan pemeliharaan pembangkit tenaga listrik concession project and operation and
yang disajikan sebagai pendapatan dalam maintenance of the power plant. The Group
laporan laba rugi konsolidasian. Grup uses the residual value method to allocate the
menggunakan metode nilai sisa untuk total consideration received from PLN between
mengalokasikan jumlah pembayaran yang revenue for the construction service and
diterima dari PLN antara pendapatan untuk operation and maintenance activities. Finance
aktivitas pembiayaan dan operasi dan income is recognized based on a pattern
pemeliharaan. Penghasilan pembiayaan diakui reflecting constant period rate of return on the
berdasarkan pola yang mencerminkan tingkat Group’s outstanding financial assets from
pengembalian periodik yang konstan atas saldo concession project.
aset keuangan dari proyek konsesi.
- 33 -
Page 35
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Pendapatan yang berkaitan dengan jasa operasi Revenue relating to the operation and
dan pemeliharaan diakui sepanjang waktu maintenance services is recognized over time
sesuai dengan penyerahan jasa operasi dan based on the delivery of the operation and
pemeliharaan. maintenance services.
Beban Expenses
Beban diakui berdasarkan saat terjadi. Beban Expense are recognized when incurred.
yang terjadi dalam pelaksanaan kontrak Expenses incurred in the execution of the
meliputi beban langsung dan tidak langsung contract include direct and indirect expenses
yang berhubungan dengan pelaksanaan associated with contract performance. Expenses
kontrak. Beban diakui pada tahun yang are recognised in the relevant year (accrual
bersangkutan (accrual basis). basis).
p. Pajak Penghasilan p. Income Tax
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah Income tax expense represents the sum of the
pajak kini terutang dan pajak tangguhan. tax currently payable and deferred tax.
Pajak kini Current tax
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak The tax currently payable is based on taxable
untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda profit for the year. Taxable profit differs from
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan net profit as reported in profit or loss because it
di laba rugi karena tidak memperhitungkan excludes items of income or expense that are
penghasilan atau beban yang dikenakan pajak taxable or deductible in other years and it
atau dikurangkan pada tahun berbeda dan tidak further excludes items that are never taxable or
memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah deductible. The Group’s liability for current tax
dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan. is calculated using tax rates that have been
Liabilitas Grup untuk pajak kini dihitung enacted or substantively enacted by the end of
berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada the reporting period.
akhir periode pelaporan.
Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak A provision is recognized for those matters for
pasti, tetapi kemungkinan besar akan which the tax determination is uncertain but it
mengangkibatkan arus keluar dana kepada is considered probable that there will be a future
otoritas pajak. Provisi diukur sebesar estimasi outflow of funds to a tax authority. The
terbaik atas jumlah ekspektasian yang provisions are measured at the best estimate of
terhutang. Penilaian berdasarkan pada the amount expected to become payable. The
pertimbangan professional pajak dalam Grup assessment is based on the judgement of tax
yang didukung dengan pengalaman lalu atas professionals within the Group supported by
aktivitas tersebut. previous experience in respect of such
activities.
Pajak tangguhan Deferred tax
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan Deferred tax is recognized on temporary
temporer antara jumlah tercatat aset dan differences between the carrying amounts of
liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian assets and liabilities in the consolidated financial
dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan statements and the corresponding tax bases
dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas used in the computation of taxable profit.
pajak tangguhan umumnya diakui untuk Deferred tax liabilities are generally recognized
seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset for all taxable temporary differences. Deferred
pajak tangguhan umumnya diakui untuk tax assets are generally recognized for all
seluruh perbedaan temporer yang dapat deductible temporary differences to the extent
dikurangkan sepanjang kemungkinan besar that is probable that taxable profits will be
bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga available against which those deductible
perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset temporary differences can be utilized. Such
dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika deferred tax assets and liabilities are not
perbedaan temporer timbul dari pengakuan recognized if the temporary differences arise
awal (selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan from the initial recognition (other than in a
liabilitas suatu transaksi yang tidak business combination) of assets and liabilities in
mempengaruhi laba kena pajak atau laba a transaction that affects neither the taxable
akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan profit nor the accounting profit. In addition,
tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari deferred tax liabilities are not recognized if the
pengakuan awal goodwill. temporary differences arises from the initial
recognition of goodwill.
- 34 -
Page 36
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur Deferred tax assets and liabilities are measured
dengan menggunakan tarif pajak yang at the tax rates that are expected to apply in
diharapkan berlaku dalam periode ketika the period in which the liability is settled or the
liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan asset realized, based on the tax rates (and tax
berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) laws) that have been enacted, or substantively
yang telah berlaku atau secara substantif telah enacted, by the end of the reporting period.
berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan The measurement of deferred tax assets and
mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai liabilities reflects the tax consequences that
dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir would follow from the manner in which the
periode pelaporan, untuk memulihkan atau Group expects, at the end of the reporting
menyelesaikan jumlah tercatat aset dan period, to recover or settle the carrying amount
liabilitasnya. of their assets and liabilities.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah The carrying amount of deferred tax asset is
ulang pada akhir periode pelaporan dan reviewed at the end of each reporting period
dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan and reduced to the extent that it is no longer
besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam probable that sufficient taxable profits will be
jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan available to allow all or part of the asset to be
sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan recovered.
tersebut.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai Current and deferred tax are recognized as an
beban atau penghasilan dalam laba rugi periode expense or income in profit or loss, except when
berjalan, kecuali untuk pajak penghasilan yang they relate to items that are recognized outside
timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui of profit or loss (whether in other comprehensive
di luar laba rugi (baik dalam penghasilan income or directly in equity), in which case the
komprehensif lain maupun secara langsung di tax is also recognized outside of profit or loss,
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di or where they arise from the initial accounting
luar laba rugi, atau yang timbul dari akuntansi for a business combination. In the case of a
awal kombinasi bisnis. Dalam hal kombinasi business combination, the tax effect is included
bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam in the accounting for the business combination.
akuntansi kombinasi bisnis.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus Deferred tax assets and liabilities are offset
ketika entitas memiliki hak yang dapat when there is legally enforceable right to set off
dipaksakan secara hukum untuk melakukan current tax assets against current tax liabilities
saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas and when they relate to income taxes levied by
pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan the same taxation authority on either the same
liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak taxable entity or different taxable entities when
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas there is an intention to settle its current tax
perpajakan yang sama atas entitas kena pajak assets and current tax liabilities on a net basis,
yang sama atau entitas kena pajak yang or to realize the assets and settle the liabilities
berbeda yang memiliki intensi untuk simultaneously, in each future period in which
memulihkan aset dan liabilitas pajak kini significant amounts of deferred tax liabilities or
dengan dasar neto, atau merealisasikan aset assets are expected to be settled or recovered.
dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan,
pada setiap periode masa depan dimana jumlah
signifikan atas aset atau liabilitas pajak
tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau
dipulihkan.
q. Liabilitas Imbalan Kerja q. Employee Benefits Obligation
Grup memberikan imbalan kerja imbalan pasti The Group provides post-employment benefits
untuk karyawan sesuai dengan Undang- Undang as required under Law No. 6/2023 and
No. 6/2023 dan Peraturan Pemerintah Goveenment Regulation No. 35/2021.
No. 35/2021. Tidak terdapat pendanaan yang No funding has been made by the Group to the
disisihkan oleh Grup sehubungan dengan defined benefit plans.
imbalan paska kerja ini.
- 35 -
Page 37
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan The cost of providing benefits is determined
menggunakan metode projected unit credit using the projected unit credit method,
dengan penilaian yang dilakukan pada setiap valuations being carried out at the end of each
akhir periode pelaporan tahunan. Pengukuran annual reporting period. Remeasurement
kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian comprising actuarial gains and losses is
aktuarial, tercermin langsung dalam laporan reflected immediately in the consolidated
posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan statement of financial position with a charge or
atau dikreditkan dalam penghasilan credit recognised in other comprehensive
komprehensif lain periode terjadinya. income in the period in which they occur.
Pengukuran kembali diakui dalam sebagai pos Remeasurement recognised in other
terpisah pada penghasilan komprehensif lain di comprehensive income as a separate item
ekuitas tidak direklasifikasi ke laba rugi. Biaya under other comprehensive income in equity
jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode and will not be reclassified to profit or loss. Past
amandemen program. Bunga neto dihitung service cost is recognised in profit or loss in the
dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal period of a plan amendment. Net interest is
periode imbalan pasti dengan liabilitas atau aset calculated by applying the discount rate at the
imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti beginning of the period to the net defined
dikategorikan sebagai berikut: benefit liability or asset. Defined benefit costs
are categorised as follows:
Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya Service cost (including current service cost,
jasa lalu serta keuntungan dan kerugian past service cost, as well as gains and
kurtailmen dan penyelesaian) losses on curtailments and settlements)
Beban atau pendapatan bunga neto Net interest expense or income
Pengukuran kembali Remeasurement
Grup menyajikan dua komponen pertama dari The Group presents the first two components of
biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan defined benefit costs in profit or loss.
dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya Curtailment gains and losses are accounted for
jasa lalu. as past service costs.
Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada The retirement benefit obligation recognised in
laporan posisi keuangan konsolidasian the consolidated statement of financial position
merupakan defisit atau surplus aktual dalam represents the actual deficit or surplus in the
program imbalan pasti Grup. Group’s defined benefit plans.
Imbalan kerja jangka panjang lain Other long-term employee benefits
Liabilitas yang diakui sehubungan dengan Liabilities recognized in respect of other long-
imbalan kerja jangka panjang lain diukur pada term employee benefits are measured at the
nilai kini estimasi arus kas keluar masa depan present value of the estimated future cash
yang diharapkan akan dilakukan oleh Grup outflows expected to be made by the Group in
sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh respect of services provided by employees up to
karyawan hingga tanggal pelaporan. the reporting date.
r. Informasi Segmen r. Segment Information
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan Operating segments are identified on the basis
laporan internal mengenai komponen dari Grup of internal reports about components of the
yang secara regular direview oleh “pengambil Group that are regularly reviewed by “the chief
keputusan operasional” dalam rangka operating decision maker” in order to allocate
mengalokasikan sumber daya dan menilai resources to the segments and to assess their
kinerja segmen operasi. performances.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari An operating segment is a component of an
entitas: entity:
a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang a) that engages in business activities from
mana memperoleh pendapatan dan which it may earn revenue and incur
menimbulkan beban (termasuk pendapatan expenses (including revenue and expenses
dan beban terkait dengan transaksi dengan relating to the transaction with other
komponen lain dari entitas yang sama); components of the same entity);
- 36 -
Page 38
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara b) whose operating results are reviewed
regular oleh pengambil keputusan regularly by the entity’s chief operating
operasional untuk membuat keputusan decision maker to make decision about
tentang sumber daya yang dialokasikan resources to be allocated to the segments
pada segmen tersebut dan menilai and assess its performance; and
kinerjanya; dan
c) dimana tersedia informasi keuangan yang c) for which discrete financial information is
dapat dipisahkan. available.
Informasi yang digunakan oleh pengambil Information reported to the chief operating
keputusan operasional dalam rangka alokasi decision maker for the purpose of resource
sumber daya dan penilaian kinerja mereka allocation and assessment of their performance
terfokus pada kategori dari setiap proyek. is more specifically focused on the category of
each project.
s. Laba per Saham s. Earnings per Share
Laba per saham dasar dihitung dengan Basic earnings per share is computed by
membagi laba bersih yang diatribusikan kepada dividing net income attributable to the owners
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata of the Company by the weighted average
tertimbang saham yang beredar pada tahun number of shares outstanding during the year.
yang bersangkutan.
4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND
ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN ESTIMATES
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang In the application of the Group’s accounting policies,
dijelaskan dalam Catatan 3 manajemen Grup which are described in Note 3, the Group’s
diwajibkan untuk membuat penilaian, estimasi dan management are required to make judgments,
asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas estimates and assumptions about the carrying
yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan amounts of assets and liabilities that are not readily
asumsi yang terkait didasarkan pada pengalaman apparent from other sources. The estimates and
historis dan faktor-faktor lain yang dianggap associated assumptions are based on historical
relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari experience and other factors that are considered to
estimasi tersebut. be relevant. Actual results may differ from these
estimates.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara The estimates and underlying assumptions are
berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui reviewed on an ongoing basis. Revisions to
dalam periode yang perkiraan tersebut direvisi jika accounting estimates are recognised in the period
revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada which the estimate is revised if the revision affects
periode revisi dan periode masa depan jika revisi only that period, or in the period of the revision and
mempengaruhi kedua periode saat ini dan masa future periods if the revision affects both current and
depan. future periods.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Critical Judgments in Applying Accounting Policies
Akuntansi
Di bawah ini adalah pertimbangan kritis, selain dari Below are the critical judgments, apart from those
yang melibatkan estimasi yang telah dibuat direksi involving estimations that the directors have made
dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup in the process of applying the Group’s accounting
dan memiliki pengaruh paling signifikan terhadap policies and that have the most significant effect on
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan the amounts recognized in the consolidated financial
konsolidasian. statements.
Penentuan perjanjian kontraktual terhadap ruang Determining whether the contractual arrangements
lingkup ISAK 112, Perjanjian Konsesi Jasa is within the scope of ISAK 112, Service Concession
Arrangement
Perusahaan dan entitas anak, PT Arkora Sulawesi The Company and its subsidiaries, PT Arkora
Selatan (ASS), PT Arkora Hydro Sulawesi (AHS), Sulawesi Selatan (ASS), PT Arkora Hydro Sulawesi
PT Arkora Energi Baru (AEB) dan PT Arkora Hydro (AHS), PT Arkora Energi Baru (AEB) dan
Malili (AHM) telah menandatangani Perjanjian PT Arkora Hydro Malili (AHM), have signed a Power
Pembelian Tenaga Listrik (PPA) dengan Purchase Agreement (PPA) with PT Perusahaan
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dimana Listrik Negara (PLN), whereby the Company, ASS,
Perusahaan, ASS, AHS, AEB dan AHM akan AHS, AEB and AHM shall construct a mini hydro
membangun pembangkit listrik tenaga mini hydro, power plant as specified in the contract. The
seperti yang ditentukan dalam kontrak. Perjanjian agreement is valid for 15 years from Commercial
ini berlaku selama 15 tahun dari Commercial Operating Date (COD) for the Company and ASS and
Operating Date (COD) untuk Perusahaan dan ASS 25 years from COD for AHS, AEB and AHM.
dan 25 tahun dari COD untuk AHS, AEB dan AHM.
- 37 -
Page 39
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Dalam melakukan evaluasi apakah PPA dengan PLN In their assessment to determine whether the PPA
termasuk dalam ruang lingkup ISAK 112, Perjanjian with PLN is within the scope of ISAK 112, Service
Konsesi jasa, manajemen mempertimbangkan hal-hal Concession Arrangement, management considered
sebagai berikut: the following:
1. Kepemilikan atas infrastruktur pada saat akhir 1. The ownership of the infrastructure at the end of
masa PPA; PPA;
2. Masa berlakunya PPA dibandingkan dengan 2. PPA period compared to the infrastructure’s
umur ekonomik infrastruktur; dan useful life; and
3. Pengendalian atas kepentingan residu atas 3. Control over the residual interest of the
infrastruktur setelah masa PPA berakhir. infrastructure after the PPA.
Manajemen telah mengevaluasi bahwa PPA antara Management has assessed that the PPA between the
Perusahaan dan PLN tidak termasuk dalam ruang Company and PLN did not qualify within the scope of
lingkup ISAK 112 “Perjanjian Konsesi Jasa” dan PPA ISAK 112 “Service Concession Arrangements” while
antara ASS, AHS, AEB dan AHM dengan PLN the PPA between ASS, AHS, AEB and AHM with PLN
termasuk dalam ruang lingkup ISAK 112 “Perjanjian qualified within the scope of ISAK 112 “Service
Konsesi Jasa”. Concession Arrangements”.
Penilaian manajemen berdasarkan fakta dan kondisi Management’s assessments are based on facts and
sesuai tanggal perjanjian dan pelaporan; penilaian conditions available to management as of the date
kembali dapat dilakuan jika ada informasi baru yang of agreement and at reporting date; reassessment
tersedia. may be made in the future when additional
information is available.
Sumber utama ketidakpastian estimasi Key Sources of Estimation Uncertainty
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber The key assumptions concerning future and other
estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir key sources of estimation at the end of the reporting
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan period that may have a significant risk of causing a
yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap material adjustment to the carrying amounts of
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam keuangan assets and liabilities within the next financial period
tahun depan dijelaskan dibawah ini: are discussed below:
Pengakuan pendapatan terkait dengan jasa Revenue recognition related to construction services
konstruksi berdasarkan perjanjian konsesi jasa under a service concession arrangement
Grup mengakui pendapatan dari jasa konstruksi The Group recognises revenue from construction
sepanjang waktu sesuai dengan PSAK 115 service over time in accordance with PSAK 115
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan dengan Revenue from Contracts with Customers by
mengacu pada persentase kemajuan konstruksi reference to the Group’s percentage of construction
Grup. Persentase kemajuan konstruksi diukur progress. The percentage of construction progress is
dengan mengacu pada proporsi biaya kontrak yang measured by reference to the proportion of contract
dikeluarkan untuk pekerjaan yang dilakukan sampai costs incurred for the work performed to date
saat ini secara relatif terhadap perkiraan jumlah relative to the estimated total contract costs.
biaya kontrak. Estimasi pendapatan jasa konstruksi Estimated construction service revenue is
ditentukan dengan mengacu pada jumlah biaya determined with reference to the estimate total
kontrak pada saat penyelesaian yang membutuhkan contract costs on completion which requires
pertimbangan yang signifikan. Biaya kontrak, yang significant judgement. Contract costs, which mainly
terutama terdiri dari biaya subkontrak dan biaya comprise subcontracting charges and costs of
material, diestimasi oleh manajemen berdasarkan materials, are estimated by the management on the
penawaran sepanjang waktu yang diberikan oleh basis of quotations from time to time provided by
subkontraktor atau pemasok utama yang terlibat the major subcontractors or suppliers involved
dan berdasarkan pengalaman manajemen. and the experience of the management.
Sekalipun manajemen mereviu dan merevisi Notwithstanding that management reviews and
estimasi biaya kontrak untuk kontrak konstruksi revises the estimates of contract costs for the
selama kontrak berlangsung, hasil aktual dari construction contract as the contract progresses, the
kontrak dalam hal jumlah biaya mungkin lebih tinggi actual outcome of the contract in terms of its total
atau lebih rendah dari estimasi dan hal ini akan costs may be higher or lower than the estimates and
mempengaruhi pendapatan dan laba yang diakui this will affect the revenue and profit recognised
selama periode konstruksi. Manajemen yakin bahwa during the course of construction. Management is
estimasi tersebut adalah wajar pada akhir periode satisfied that the estimates are reasonable as at the
pelaporan. end of the reporting period.
- 38 -
Page 40
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, As at March 31 2026 and December 31, 2025, the
nilai tercatat aset kontrak dan pendapatan jasa carrying amounts of contract assets and
konstruksi yang timbul dari perjanjian konsesi jasa construction service revenue arising from service
diungkapkan masing-masing pada Catatan 10 dan concession arrangement are disclosed in Notes 10
22 pada laporan keuangan konsolidasian. and 22 to the consolidated financial statements
respectively.
Manfaat karyawan Employee Benefits
Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada The determination of provision for employment
pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh benefits is dependent on selection of certain
aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas assumptions used by actuaries in calculating such
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain amounts. Those assumptions include among others,
tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi discount rate and rate of salary increase. Actual
yang berbeda dari asumsi Grup akan diakui sebagai results that differ from the Group’s assumptions
penghasilan komprehensif lain dan akan recognized as other comprehensive income and
berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas. affect the recognized expense and recorded
Walaupun asumsi Grup dianggap tepat dan wajar, provision. While it is believed that the Group’s
namun perubahan signifikan pada kenyataannya assumptions are reasonable and appropriate,
atau perubahan signifikan dalam asumsi yang significant differences in actual results or significant
digunakan dapat berpengaruh secara signifikan changes in assumptions may materially affect the
terhadap liabilitas imbalan kerja Grup. Group’s provision for employment benefit.
5. PERJANJIAN KONSESI JASA 5. SERVICE CONCESSION ARRANGEMENTS
ASS, AHS, AEB dan AHM, entitas anak telah ASS, AHS, AEB and AHM, subsidiaries, have signed
menandatangani Perjanjian Pembelian Tenaga a Power Purchase Agreement (PPA) with
Listrik (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), whereby ASS,
(PLN), dimana ASS, AHS, AEB dan AHM akan AHS, AEB and AHM shall construct a mini hydro
membangun pembangkit listrik tenaga minihidro, power plant as specified in the contract.
seperti yang ditentukan dalam kontrak.
Pekerjaan konstruksi ASS dimulai pada tahun 2017 Construction works of ASS were started in 2017 and
dan pada tanggal 10 Maret 2020, ASS mendapatkan on March 10, 2020, ASS obtained Commercial
Commercial Operation Date (COD) dari PLN dan Operation Date (COD) from PLN and started its
memulai kegiatan komersialnya sejak saat itu. commercial operation since then. Under the PPA, the
Berdasarkan PPA, periode konsesi yang berlaku valid concession period is 15 years from COD.
adalah 15 tahun sejak COD.
Pekerjaan konstruksi AHS dimulai pada bulan Construction works of AHS were started in February
Februari 2021 dan tanggal 16 Oktober 2024 AHS 2021 and on October 16, 2024, AHS obtained COD
mendapatkan COD dari PLN dan memulai kegiatan from PLN and started its commercial operation since
komersialnya sejak saat itu. Berdasarkan PPA, then. Under the PPA, the valid concession period is
periode konsesi yang berlaku adalah 25 tahun sejak 25 years from COD.
COD.
Pekerjaan konstruksi AEB dimulai pada bulan Construction works of AEB were started in
September 2023 dan tanggal COD direncanakan September 2023 and the COD is planned to be
akan tercapai pada Februari 2026. Berdasarkan PPA, achieved in February 2026. Under the PPA, the valid
periode konsesi yang berlaku adalah 25 tahun sejak concession period is 25 years from COD.
COD.
Pekerjaan konstruksi AHM dimulai pada bulan Mei Construction works of AHM were started in May 2024
2024 dan tanggal COD direncanakan akan tercapai and the COD is planned to be achieved in July 2026.
pada Juli 2026. Berdasarkan PPA, periode konsesi Under the PPA, the valid concession period is
yang berlaku adalah 25 tahun sejak COD. 25 years from COD.
Terkait dengan perjanjian jasa konsesi, Grup Related to service concession arrangement,
mencatat pendapatan jasa konstruksi (Catatan 22) the Group recorded construction service revenue
dan beban konstruksi (Catatan 23). (Note 22) and construction cost (Note 23).
- 39 -
Page 41
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
6. KAS DAN SETARA KAS 6. CASH AND CASH EQUIVALENTS
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Rp Rp
Kas - Rupiah 2,984,622,661 3,115,804,124 Cash on Hand - Rupiah
Bank - Pihak Ketiga Cash in banks - Third Parties
Rupiah Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 26,673,911,985 9,631,438,374 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2,645,649,976 1,773,027,625 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 48,746,767 48,746,767 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 126,681,673 89,451,267 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Permata Tbk 19,656,591,555 64,375,781,169 PT Bank Permata Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 82,531,307 83,617,861 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Bukopin Tbk 17,059,124 17,239,124 PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 65,626,799 16,705,455 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Dollar Amerika Serikat U.S. Dollar
PT Bank Permata Tbk 4,573,458 172,151,131 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Central Asia Tbk - 4,449,448 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 23,297,456 102,308,030 PT Bank OCBC NISP Tbk
Euro Euro
PT Bank OCBC NISP Tbk 119,311 115,754 PT Bank OCBC NISP Tbk
Deposito berjangka - Pihak Ketiga Time Deposit - Third Parties
Rupiah dengan tingkat bunga rata- Rupiah, average interest rates
rata per tahun 4,00% - 4,50% per annum at 4.00% - 4.50%
(2024: 3,75% -4,75%) (2024: 3,75% -4,75%)
PT Bank Central Asia Tbk 14,897,700,000 14,897,700,000 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Permata Tbk - 5,000,000,000 PT Bank Permata Tbk
Jumlah 67,227,112,073 99,328,536,129 Total
Cerukan Bank (Catatan 13) (24,985,309,778) (23,950,149,122) Bank Overdraft (Notes 13)
Kas dan setara kas dikurangi Cash and cash equivalents less
cerukan bank 42,241,802,295 75,378,387,007 bank overdraft
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, As of June 30, 2026 and December, 31 2025, there
tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang tidak were no cash and cash equivalents that are not
dapat digunakan oleh Grup maupun kas dan setara available for use by the Group nor pledged as
kas yang dijaminkan. Grup menentukan bahwa kas collateral. The Group determines whether the cash
dan setara kas memiliki kerugian kredit yang and cash equivalents are subject to minimal or
minimal atau tidak material. immaterial credit loss.
7. PIUTANG USAHA DAN LAIN-LAIN 7. TRADE AND OTHER ACCOUNTS RECEIVABLE
Piutang usaha merupakan piutang usaha pihak Trade accounts receivable represents trade
ketiga dalam mata uang Rupiah dari PLN. Tidak ada receivable from third party in Rupiah from PLN.
bunga yang dibebankan pada piutang usaha. No interest is charged on trade receivables.
Cadangan kerugian kredit untuk piutang usaha telah Allowance for credit losses for trade accounts
diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada receivable has been measured at an amount equal
piutang usaha diestimasi dengan mengacu pada to lifetime ECL. The ECL on trade accounts
pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan receivable is estimated by reference to past default
analisis posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan experience of the debtor and an analysis of the
dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur, debtor’s current financial position, adjusted for
kondisi ekonomi umum industri di mana debitur factors that are specific to the debtors, general
beroperasi. Tidak ada perubahan dalam teknik economic conditions of the industry in which the
estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama debtors operate. There has been no change in the
periode pelaporan berjalan. estimation techniques or significant assumptions
made during the current reporting period.
- 40 -
Page 42
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Seluruh nilai piutang usaha pada tanggal All balance of trade accounts receivable as of
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 belum jatuh June 30, 2026 and December 31, 2025 are not yet
tempo dan oleh karena itu, Grup menentukan bahwa due and thus, the Group determines the trade
piutang usaha memiliki kerugian kredit yang minimal accounts receivable are subject to minimal or
atau tidak material. immaterial credit loss.
Piutang usaha dijadikan sebagai jaminan atas Trade accounts receivable are pledged as collateral
pinjaman berjangka untuk AHS dan AEB for term loan for AHS and AEB (Note 16).
(Catatan 16).
Piutang lain-lain pihak ketiga merupakan piutang Other accounts receivable third parties represent
dari karyawan di AH Grup. receivable from employees in AH Group.
8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA 8. ADVANCES AND PREPAID EXPENSES
30 Juni/ 31 Dec ember/
June 30, Dec ember 31,
2026 2025
Rp Rp
Biaya dibayar dimuka - asuransi 1,504,858,461 1,932,260,777 Prepaid expense - insuranc e
Lainnya 303,490,045 - Others
Jumlah 1,808,348,506 1,932,260,777 Total
9. ASET TETAP 9. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT
1 Januari/ 30 Juni/
January 1, Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ June 30,
2026 Additions Deduc tion Rec lassification 2026
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan At c ost
Pemilikan langsung Direc t ac quisitions
Tanah 5,168,126,760 - - - 5,168,126,760 Land
Peralatan 16,482,442,197 - - - 16,482,442,197 Equipment
Renovasi bangunan 51,819,653,740 - - 51,819,653,740 Building improvement
Kendaraan 5,943,202,002 79,542,028 - - 6,022,744,030 Vehic les
Jaringan tegangan menengah 15,632,374,311 - - - 15,632,374,311 Medium voltage transmission
Bangunan proyek 143,224,195,245 - - - 143,224,195,245 Projec t building
Turbin 51,398,907,285 450,350,876 - - 51,849,258,161 Turbine
Aset dalam penyelesaian Construc tion in progress
Perlengkapan 2,047,950,000 - - - 2,047,950,000 Equipment
Jumlah 291,716,851,540 529,892,904 - - 292,246,744,444 Total
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung Direc t ac quisitions
Peralatan (5,736,985,926) (916,382,680) - - (6,653,368,606) Equipment
Renovasi bangunan (3,343,062,179) (700,473,352) - - (4,043,535,531) Building improvement
Kendaraan (2,553,091,870) (72,765,572) - - (2,625,857,442) Vehic les
Jaringan tengah menengah (8,342,235,164) - 418,381,751 - (7,923,853,413) Medium voltage transmission
Bangunan proyek (35,670,176,021) (2,612,407,182) - - (38,282,583,203) Projec t building
Turbin (30,227,013,098) (1,970,019,681) - - (32,197,032,779) Turbine
Jumlah (85,872,564,258) (6,272,048,467) 418,381,751 - (91,726,230,974) Total
Jumlah Tercatat 205,844,287,282 200,520,513,470 Net Carrying Value
1 Januari/ 31 Desember/
January 1, Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Dec ember 31,
2025 Additions Deduc tion Rec lassific ation 2025
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan At c ost
Pemilikan langsung Direc t ac quisitions
Tanah 5,168,126,760 - - - 5,168,126,760 Land
Peralatan 9,400,887,808 7,081,554,389 - - 16,482,442,197 Equipment
Renovasi bangunan 51,819,653,740 - - 51,819,653,740 Building improvement
Kendaraan 3,754,744,267 2,188,457,735 - - 5,943,202,002 Vehic les
Jaringan tegangan menengah 15,632,374,311 - - - 15,632,374,311 Medium voltage transmission
Bangunan proyek 143,224,195,245 - - - 143,224,195,245 Projec t building
Turbin 51,398,907,285 - - - 51,398,907,285 Turbine
Aset dalam penyelesaian Construc tion in progress
Perlengkapan 2,047,950,000 - - 2,047,950,000 Equipment
Jumlah 280,398,889,416 11,317,962,124 - - 291,716,851,540 Total
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung Direc t ac quisitions
Peralatan (4,050,744,404) (1,686,241,522) - - (5,736,985,926) Equipment
Renovasi bangunan (2,147,339,798) (1,195,722,381) - - (3,343,062,179) Building improvement
Kendaraan (2,003,630,531) (549,461,339) - - (2,553,091,870) Vehic les
Jaringan tengah menengah (7,135,099,781) (1,207,135,383) - - (8,342,235,164) Medium voltage transmission
Bangunan proyek (30,344,619,992) (5,325,556,029) - - (35,670,176,021) Projec t building
Turbin (26,286,973,781) (3,940,039,317) - - (30,227,013,098) Turbine
Jumlah (71,968,408,287) (13,904,155,971) - - (85,872,564,258) Total
Jumlah Terc atat 208,430,481,129 205,844,287,282 Net Carrying Value
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expense was allocated to the
following:
- 41 -
Page 43
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Beban pokok pendapatan (Catatan 23) 5,033,366,224 4,692,670,521 Cost of revenues (Note 23)
Beban umum dan administrasi (Catatan 24) 2,309,285,632 1,658,748,211 General and administrative expenses (Note 24)
Jumlah 7,342,651,857 6,351,418,732 Total
Pada tanggal 30 Juni 2026, aset tetap, kecuali tanah, On March 31, 2025, property, plant and equipment
telah diasuransikan kepada PT Asuransi FPG except land are insured with PT Asuransi FPG
Indonesia dengan jumlah pertanggungan sebesar Indonesia with total sum insured amounting to
Rp 868.780.341.816 (31 Desember 2025: Rp 868,780,341,816 (December 31, 2025:
Rp 622.469.874.816) terhadap risiko kebakaran, Rp 622,469,874,816) against fire, theft and other
pencurian dan risiko lainnya. Manajemen possible risks. Management believes that the
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut insurance coverages are adequate to cover possible
cukup untuk menutupi kemungkinan timbulnya losses on related assets insured.
kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 30 Juni 2026, aset tetap tertentu On June 30, 2026, certain property, plant
dengan nilai buku bersih sebesar and equipment with net book value of
Rp 173.622.904.925 (31 Desember 2025: Rp 173,622,904,925 (December 31, 2025:
Rp 180.379.409.989) dijadikan sebagai jaminan Rp 180,379,409,989) is pledged as collateral for
atas pinjaman berjangka (Catatan 16). term loan (Note 16).
Jumlah biaya perolehan aset tetap yang telah Total acquisition costs of property, plant and
disusutkan penuh dan masih digunakan Grup pada equipment which were fully depreciated and still
tanggal 30 Juni 2026 sebesar used by the Group at June 30, 2026 amounted to Rp
Rp 2.520.758.217 (31 Desember 2025: 2,520,758,217 (December 31, 2025:
Rp 2.520.758.217). Rp 2,520,758,217).
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, At June 30, 2026 and December 31, 2025, there is
tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai no temporary idle property, plant and equipment
sementara dan aset tetap yang dihentikan dari and retired from active use and not classified as held
penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai for sale.
tersedia untuk dijual.
Manajemen berpendapat bahwa pada tanggal Management believes that as at June 30, 2026 and
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 tidak terdapat December 31, 2025, there were no circumstances
keadaan yang menunjukan indikasi terjadinya indicating impairment of property, plant and
penurunan nilai aset tetap. equipment.
10. ASET KEUANGAN DARI PROYEK KONSESI 10. FINANCIAL ASSETS FROM CONCESSION
PROJECT
30 Juni/ 31 December/
June 30, December 31,
2026 2025
Rp Rp
Penerimaan kapasitas minimum masa Future minimum capacity
depan: receipts:
Kurang dari satu tahun 142,471,457,683 139,641,378,221 Not later than one year
Lebih dari satu tahun tapi kurang Later than one year but not
dari lima tahun 1,079,760,006,702 860,525,938,295 Later than five years
Lebih dari lima tahun 3,074,997,508,911 1,893,330,817,760 Later than five years
Jumlah 4,297,228,973,296 2,893,498,134,276 Total
Dikurangi: Less:
Pendapatan keuangan yang belum
diterima (2,806,196,205,643) (1,510,567,386,911) Unearned financial revenue
Jumlah yang belum ditagihkan (162,183,083,760) (162,183,083,760) Amounts not yet due
Nilai kini penerimaan kapasitas masa Present value of future capacity
depan 1,328,849,683,893 1,220,747,663,605 receipts
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (142,471,457,682) (139,641,378,222) Less current maturity
Bagian yang jatuh tempo lebih dari
satu tahun 1,186,378,226,211 1,081,106,285,383 Long-term portion
- 42 -
Page 44
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Grup mencatat aset kontrak sebagai bagian dari aset The Group recorded contract assets as part of
keuangan dari proyek konsesi untuk setiap financial assets from concession project for any work
pekerjaan konstruksi yang dilakukan. Pada tanggal performed. As of June 30, 2026, contract assets
30 Juni 2026, jumlah aset kontrak yang berkaitan balance related to construction contracts amounted
dengan kontrak konstruksi adalah sebesar to Rp 426,867,509,027 (March 31, 2025: Rp
Rp 426.867.509.027 (31 Desember 2025: 491,748,781,698).
Rp 491.748.781.698).
Manajemen mengharapkan harga transaksi yang Management expects the transaction price allocated
dialokasikan untuk kontrak yang belum selesai pada to the unsatisfied contracts as of June 30, 2026 will
tanggal 30 Juni 2026 akan diakui sebagai be recognized as revenue during the next reporting
pendapatan pada periode pelaporan berikutnya period amounting to Rp 269,572,138,005
sebesar Rp 269.572.138.005 (31 Desember 2025: (December 31, 2025: Rp 162,183,083,760).
Rp 162.183.083.760).
Grup mencatat penghasilan keuangan dari aset The Group recorded financial income from the
keuangan sebagai berikut: financial assets as follows:
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Pendapatan bunga 56,399,286,133 49,239,471,213 Finance income
Manajemen mengestimasi cadangan kerugian aset Management estimates the loss allowance on
keuangan dari proyek konsesi sejumlah ECL financial assets from concession project at an
sepanjang umur, dengan mempertimbangkan amount equal to lifetime ECL, taking into account
pengalaman gagal bayar historis dan prospek masa the historical default experience and the future
depan industri pelanggan. Manajemen berpendapat prospects of the customer’s industry. Management
bahwa aset keuangan dari proyek konsesi memiliki assessed that financial assets from concession
kerugian kredit yang minimal atau tidak material project are subject to minimal or immaterial credit
pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. loss as of June 30, 2026 and December 31 2025.
11. ASET TAK BERWUJUD 11. INTANGIBLE ASSET
1 Januari/ 30 Juni/
January 1, Penambahan/ Penyesuaian/ June 30,
2026 Additions (Adjustment) 2026
Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan 48.944.630.319 - - 48.944.630.319 Cost
Akumulasi amortisasi - - - Accumulated Amortization
Bersih 48.944.630.319 - - 48.944.630.319 Net
1 Januari/ 31 Desember/
January 1, Penambahan/ Penyesuaian/ December 31,
2025 Additions (Adjustment) 2025
Rp Rp Rp
Biaya perolehan 41.871.661.923 7.072.968.396 - 48.944.630.319 Cost
Akumulasi amortisasi - - - - Accumulated amortization
Bersih 41.871.661.923 7.072.968.396 - 48.944.630.319 Net
Aset tak berwujud merupakan hak konsesi yang Intangible asset represents concession right arising
timbul dari Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik from Power Purchase Agreement between AHS and
antara AHS dan AEB, entitas anak dengan PLN yang AEB, subsidiaries with PLN that meets the criteria of
memenuhi kriteria dari perjanjian konsesi jasa a service concession arrangement (Note 5).
(Catatan 5).
Aset tak berwujud akan diamortisasi pada periode Intangible asset will be amortized at phase 2 as
tahap 2 sesuai Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik stated in Power Purchase Agreement between AHS
antara AHS dan AEB dengan PLN (Catatan 30) yang and AEB with PLN (Note 30) which is started from
dimulai dari tahun ke-21 sejak tanggal operasi year 21st from commercial operation date until the
komersial sampai dengan akhir periode konsesi. end of the concession period.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat Management believes that there is no impairment on
penurunan nilai aset tak berwujud pada tanggal intangible assets as of June 30, 2026 and December
30 Juni 2026 dan December 31, 2025. 31, 2025.
- 43 -
Page 45
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
12. ASET LAIN-LAIN 12. OTHER ASSETS
30 Juni/ 31 Dec ember/
June 30, Dec ember 31,
2026 2025
Rp Rp
Beban ditangguhkan 40,218,946,395 41,713,971,989 Deffered Charges
Bank Garansi 7,513,502,372 7,513,502,372 Bank Guarantee
Lain-lain 3,100,000 3,100,000 Others
Jumlah 47,735,548,767 49,230,574,361 Total
Beban ditangguhkan sebagian besar merupakan Deferred charges mostly represent costs incurred for
beban terkait dengan proyek pembangunan the Mini Hydro Power Plant (MHPP).
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH).
13. CERUKAN BANK 13. BANK OVERDRAFT
30 Juni/ 31 December/
June 30, December 31,
2026 2025
Rp Rp
Fasilitas Cerukan : Overdraft Facility :
PT Bank Central Asia Tbk 24.985.309.778 23.950.149.122 PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 18 Desember 2024, terdapat On December 18, 2024, there was an amendment
perubahan dan pernyataan kembali atas Perjanjian and restatement of the Initial Credit Agreement as
Kredit Awal yang disajikan pada Catatan 17. presented in Note 17. The Company obtained an
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit tambahan additional credit facility in the form of a overdraft
berupa fasilitas cerukan dengan jumlah maksimal Rp facility with a maximum amount of Rp
25.000.000.000, dengan jangka waktu terhitung 25,000,000,000, with a period commencing from
sejak tanggal penandatanganan perubahan dan the date of signing of the amendment and
pernyataan kembali dan berakhir pada tanggal yang restatement and ending on the same date 12
sama 12 bulan kemudian dan dikenakan bunga 8,5% months later and charged with interest rate 8.5%
per tahun. Fasilitas kredit ini digunakan untuk annually. This credit facility is used as a bridging
bridging loan untuk membiayai operasional dan loan to finance the operation and maintenance of
pemeliharaan pembangkit listrik tenaga mini-hydro mini hydro power plant (MHPP) that are already in
(PLTMH) yang sudah beroperasi maupun untuk biaya operation as well as for pre-operational costs and
pra operasional dan belanja modal PLTMH anak capital expenditures of MHPP of subsidiaries that are
usaha yang masih dalam proses pengembangan dan still in the process of development and consolidated
terkonsolidasi dengan Grup namun belum with Group but have not received financing from
mendapatkan pembiayaan dari bank/lembaga banks/financial institutions as well as for overdraft
keuangan maupun untuk fasilitas cerukan. facilities.
14. UTANG USAHA DAN LAINNYA 14. TRADE AND OTHERS ACCOUNTS PAYABLE
30 Juni/ 31 December/
June 30, December 31,
2026 2025
Rp Rp
Utang usaha Trade ac counts payable
Pihak berelasi (Catatan 29) 5,707,032,876 5,966,315,254 Related parties (Note 29)
Pihak ketiga 8,476,321,058 16,976,412,006 Third parties
Jumlah 14,183,353,935 22,942,727,260 Total
Semua utang usaha dan lainnya dalam mata uang All trade and other accounts payable in Rupiah and
Rupiah dan dari pemasok dalam negeri. from local suppliers.
Periode kredit pembelian adalah 30 hari. Bunga tidak The average credit period on purchases is 30 days.
dibebankan atas utang usaha dan lainnya. No interest charge on the trade and other accounts
payable.
- 44 -
Page 46
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
15. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR 15. ACCRUED EXPENSES
30 Juni/ 31 December/
June 30, Dec ember 31,
2026 2025
Rp Rp
Bunga pinjaman 5,388,973,533 5,460,550,838 Interest from loan
Biaya konstruksi 913,496,986 2,484,654,302 Construc tion fees
Jasa profesional - 566,750,000 Professional fees
Lain-lain 87,330,345 2,770,964,262 Others
Jumlah 6,389,800,864 11,282,919,402 Total
16. PINJAMAN BERJANGKA 16. TERM LOANS
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, Dec ember 31,
2026 2025
Rp Rp
PT Indonesia Infrastruc ture PT Indonesia Infrastruc ture
Financ e 307,979,209,591 318,421,337,094 Financ e
PT Sarana Manufac ture PT Sarana Manufac ture
Indonesia 171,195,136,815 133,065,457,223 Indonesia
Biaya transaksi yang Biaya transaksi yang
belum diamortisasi (3,819,855,421) (3,819,855,421) belum diamortisasi
Jumlah 475,354,490,986 447,666,938,897 Jumlah
Dikurangi bagian yang jatuh tempo Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (21,346,163,502) (16,943,704,084) dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang setelah Pinjaman jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun 454,008,327,484 430,723,234,813 dalam satu tahun
AHS AHS
Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka Based on the Senior Note Credit Facility dated
Senior tanggal 28 Desember 2021, AHS memperoleh December 28, 2021, AHS obtained long-term credit
fasilitas pinjaman jangka panjang dari PT Indonesia facility from PT Indonesia Infrastructure Finance
Infrastructure Finance (“IIF”) dengan jumlah (“IIF”) with maximum loan facility amounting to
maksimal Rp 194.500.000.000 termasuk Non-Cash Rp 194,500,000,000 including Non-Cash Loan
Loan dengan jumlah maksimal Rp 28.500.000.000, with maximum amount Rp 28,500,000,000 with
dengan jangka waktu maksimal selama 17 tahun period maximum of 17 years after COD. This loan
setelah COD. Pinjaman ini digunakan untuk facility is used to finance the construction of PLTM
pembangunan PLTM Koro Yaentu 2x5 MW di Koro Yaentu 2x5 MW in Central Sulawesi province.
Sulawesi tengah.
Tingkat bunga per tahun sebesar JIBOR ditambah Annual interest rate is JIBOR plus margin 5.5%. On
margin sebesar 5,5%. Pada tanggal 24 September September 24, 2025, AHS submitted a request to
2025, AHS mengajukan permohonan penurunan reduce the interest rate under the facility agreement
suku bunga atas perjanjian fasilitas kepada IIF. Pada to IIF. On October 3, 2025, IIF approved the request
tanggal 3 Oktober 2025, IIF menyetujui permohonan to reduce the interest rate under the facility
penurunan suku bunga atas perjanjian fasilitas dari agreement from JIBOR plus margin 5.5% per year
IndONIA ditambah margin sebesar 5,5% per tahun to:
menjadi:
Suku bunga tetap 8% per tahun sejak Fixed interest rate of 8% per annum effective
27 Oktober 2025 hingga 26 Desember 2030; since 27 October 2025 until 26 December
2030;
Suku bunga mengambang IndONIA 90 hari Floating interest rate of 90-day IndONIA plus
ditambah 3% per tahun sejak 27 Desember 3% per annum effective since 27 December
2030 hingga 28 Desember 2040. 2030 until 28 December 2040.
- 45 -
Page 47
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Jumlah saldo fasilitas pembiayaan pada tanggal Total financing facility balances as of Maret 31, 2026
30 Juni 2026 sebesar Rp 151.766.615.345 amounted to Rp 151,766,615,345
(31 Desember 2025: Rp 156.470.016.536) dan (December 31, 2025: Rp 156,470,016,536) and
fasilitas Non-Cash Loan sebesar Rp 16.233.586.186 Non-Cash Loan facility amounted to
(31 Desember 2025: Rp 16.233.586.186). Rp 16,233,586,186 (December 31, 2025:
Rp 16,233,586,186).
Pada tanggal 27 April 2022, IIF selaku pemberi On April 27, 2022, IFF as lender of term loan has
pinjaman berjangka telah memberikan persetujuan approved to release the collateral for the pledge of
pelepasan jaminan atas gadai saham Perusahaan the Company’s share without any condition.
tanpa syarat apapun.
Pada tanggal 25 Mei 2022, IIF selaku pemberi On May 25, 2022, IIF as lender of term loan has
pinjaman berjangka telah memberikan persetujuan approved the removal of restriction on the ASS and
penghapusan pembatasan pembayaran dividen ASS AHS’ dividend payment.
dan AHS.
Pinjaman Perusahaan dan AHS tersebut dijamin These loan facilities of the Company and AHS are
dengan: secured by:
Hak tanggungan atas tanah dan bangunan terkait Mortgage of land and building related to the
dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Company and AHS’ Mini Hydro Power Plant
Hydro Perusahaan dan AHS (“Proyek”). projects (“Projects”).
Jaminan fidusia atas peralatan dan aset bergerak Fiduciary security over equipment and moveable
terkait dengan proyek Perusahaan dan AHS. assets related to the Company and AHS’
Projects.
Jaminan fidusia atas hasil pembayaran asuransi Fiduciary security over insurance proceeds
yang berkaitan dengan proyek Perusahaan dan related to the Company and AHS’ Projects.
AHS proyek.
Jaminan gadai atas rekening bank Perusahaan Fiduciary security over bank statements related
dan AHS terkait Proyek. to the Company and AHS’ Projects.
Jaminan fidusia atas Piutang sehubungan dengan Fiduciary security over receivables related to the
proyek Perusahaan dan AHS. Company and AHS’ Projects.
Jaminan perusahaan dari PT Arkora Bakti Corporate guarantee from PT Arkora Bakti
Indonesia, ACEI Singapore Holding Private Ltd., Indonesia, ACEI Singapore Holding Private Ltd.,
dan untuk fasilitas pinjaman kepada AHS, and for loan facility to AHS, including corporate
termasuk jaminan perusahaan dari Perusahaan. guarantee from the Company.
Dokumen Pengalihan Perjanjian Pokok Proyek All material contracts related to the Projects.
untuk Tujuan Penjaminan.
Jaminan gadai atas saham setiap pemegang Collateral of the shares for each shareholder of
saham penerima pinjaman. the recipient of the loans.
Surat kesanggupan dari PT Arkora Bakti Letter of Understanding (LoU) from PT Arkora
Indonesia dan ACEI Singapore Holding Private Bakti Indonesia and ACEI Singapore Holding
Ltd. untuk menanggung seluruh cash deficiency Private Ltd. to fund and finance cash deficiency
dan cost overrun sehubungan dengan Proyek and cost overrun related to the Projects by giving
dengan cara memberikan pinjaman dan/atau additional loan and/or capital injection.
meningkatkan modal.
Berdasarkan fasilitas pinjaman ini, Perusahaan dan Based on these credit facilities, the Company and
AHS harus mendapatkan persetujuan tertulis AHS must obtain written approval from IIF for
terlebih dahulu dari IIF untuk beberapa hal, several matters, including changes in capital
termasuk di antaranya perubahan struktur structure and ownership, changes in business
permodalan dan kepemilikan. activities and dividend payment.
Perusahaan dan AHS juga harus memenuhi The credit facilities above require the Company and
ketetentuan rasio keuangan sebagai berikut: AHS to maintain certain financial ratios as follows:
rasio Debt to Equity maksimal 3,0 di mana Debt to Equity ratio maximum 3.0 times, which
perhitungan Debt tidak termasuk pinjaman the debt is not included loan from ACEI;
kepada ACEI;
rasio Debt Service Coverage minimal 1,20. Debt Service Coverage Ratio minimum 1.20.
- 46 -
Page 48
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, As of June 30, 2026 and December 31, 2025,
Perusahaan dan AHS telah memenuhi rasio Company and AHS meet the financial ratio as
keuangan yang dipersyaratkan oleh perjanjian required by the loan facilities.
fasilitas pinjaman ini.
AEB AEB
Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka Based on the Senior Note Credit Facility dated
Senior tanggal 25 Mei 2023, AEB memperoleh May 25, 2023, AHS obtained long-term credit
fasilitas pinjaman jangka panjang dari IIF dengan facility from IIF with maximum loan facility
jumlah maksimal Rp 145.713.502.372 termasuk amounting to Rp 145,713,502,372 including Non-
Non-Cash Loan dengan jumlah maksimal Cash Loan with maximum amount
Rp 7.513.502.372, dengan jangka waktu maksimal Rp 7,513,502,372 with period maximum of
selama 36 bulan atau sampai dengan tanggal COD. 36 months or until the COD date. This loan facility
Pinjaman ini digunakan untuk pembangunan PLTM is used to finance the construction of PLTM Kukusan
Kukusan 2x2,7 MW di Provinsi Lampung. 2x2.7 MW in Lampung Province.
Tingkat bunga per tahun sampai dengan tahun The interest rate per year up to the third year after
ketiga setelah tanggal perjanjian ini sebesar 11%, the date of this agreement is 11%, for the period
untuk periode sejak berakhirnya periode suku bunga from the end of the first-interest rate period until
pertama hingga proyek telah mencapai faktor the project has reached a capacity factor of 65%
kapasitas mencapai 65% selama 12 periode bulan for the last 12 months of IndONIA plus a margin of
terakhir sebesar IndONIA ditambah margin sebesar 5.75%. For the period since the project has reached
5,75%. Untuk periode sejak proyek telah mencapai the stable operating stage, the project is subject for
tahap operasional stabil proyek dikenakan bunga interest of JIBOR plus a margin of 5.00%.
sebesar JIBOR ditambah dengan marjin 5,00%.
Jumlah saldo fasilitas pembiayaan termasuk Non- Total financing facility balance includes Non-Cash
Cash Loan pada tanggal 30 Juni 2026 sebesar Loan as of June 30, 2026 amounted to
Rp 145.717.734.372 (31 Desember 2025: Rp 145,717,734,372 (December 31, 2025:
Rp 145.717.734.372). Rp 145,717,734,372).
Pinjaman AEB tersebut dijamin dengan: These loan facilities of the AEB are secured by:
Hak tanggungan atas tanah dan bangunan terkait Mortgage of land and building related to AEB’
dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Mini Hydro Power Plant projects (“Projects”).
Hydro AEB (“Proyek”).
Jaminan fidusia atas peralatan dan aset bergerak Fiduciary security over equipment and
terkait dengan proyek AEB. moveable assets related to AEB’ Projects.
Jaminan fidusia atas hasil pembayaran asuransi Fiduciary security over insurance proceeds
yang berkaitan dengan proyek AEB. related to AEB’ Projects.
Jaminan gadai atas rekening bank AEB terkait Fiduciary security over bank statements related
Proyek. to AEB’ Projects.
Jaminan fidusia atas Piutang sehubungan dengan Fiduciary security over receivables related to
proyek AEB proyek. AEB’ Projects.
Jaminan perusahaan dari PT Arkora Bakti Corporate guarantee from PT Arkora Bakti
Indonesia, ACEI Singapore Holding Private Ltd., Indonesia, ACEI Singapore Holding Private Ltd.,
PT Arkora Hydro Tbk, PT Arkora Sulawesi Selatan, PT Arkora Hydro Tbk, PT Arkora Sulawesi
PT Arkora Hydro Sulawesi untuk fasilitas Selatan, PT Arkora Hydro Sulawesi for loan
pinjaman kepada AEB, termasuk jaminan facility to AEB, including corporate guarantee
perusahaan dari Perusahaan. from the Company.
Dokumen Pengalihan Perjanjian Pokok Proyek All material contracts related to the Projects.
untuk Tujuan Penjaminan.
Jaminan gadai atas saham setiap pemegang Collateral of the shares for each shareholder of
saham penerima pinjaman. the recipient of the loans.
Surat kesanggupan dari PT Arkora Bakti Letter of Understanding (LoU) from PT Arkora
Indonesia, ACEI Singapore Holding Private Ltd., Bakti Indonesia, ACEI Singapore Holding Private
PT Arkora Hydro Tbk, PT Arkora Sulawesi Selatan, Ltd., PT Arkora Hydro Tbk, PT Arkora Sulawesi
PT Arkora Hydro Sulawesi untuk menanggung Selatan, PT Arkora Hydro Sulawesi to fund and
- 47 -
Page 49
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
seluruh cash deficiency dan cost overrun finance cash deficiency and cost overrun related
sehubungan dengan Proyek dengan cara to the Projects by giving additional loan and/or
memberikan pinjaman dan/atau meningkatkan capital injection.
modal.
Berdasarkan fasilitas pinjaman ini, AEB harus Based on these credit facilities, AEB must obtain
mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu written approval from IIF for several matters,
dari IIF untuk beberapa hal, termasuk di antaranya including changes in capital structure and
perubahan struktur permodalan dan kepemilikan. ownership, changes in business activities and
dividend payment.
AEB juga harus memenuhi ketetentuan rasio The credit facilities above require AEB to maintain
keuangan sebagai berikut: certain financial ratios as follows:
rasio Debt to Equity maksimal 3,0; Debt to Equity ratio maximum 3.0 times;
rasio Debt Service Coverage minimal 1,20. Debt Service Coverage Ratio minimum 1.20.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, As of June 30, 2026 and December 31, 2025, the
persyaratan financial covenant belum berlaku bagi financial covenant requirements were not yet
AEB, karena AEB belum mencapai tanggal COD. effective for AEB, as AEB had not reached the COD.
Persyaratan financial covenant tersebut akan mulai The financial covenant requirements will become
berlaku satu tahun setelah COD. effective one year after COD.
AHM AHM
Berdasarkan Perjajian Pembiayaan tanggal Based on the Financing Agreement dated August 15,
15 Agustus 2024, AHM memperoleh fasilitas 2024, AHM obtained a long-term loan facility from
pinjaman jangka Panjang dari PT Sarana Multi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“SMI”) with
Infrastruktur (Persero) (“SMI”) dengan jumlah maximum amount Rp 223,000,000,000 with details
maksimal Rp 223.000.000.000 dengan rincian as follows:
sebagai berikut:
Fasilitas Kredit Investasi dengan jumlah Investment Credit Facility with a maximum
maksimal Rp 198.000.000.000 dari biaya amount of Rp 198,000,000,000 of the project
proyek yang diterima oleh Kreditur, mana lebih cost received by the Creditor, whichever is
kecil. smaller.
Fasilitas Interest During Construction (IDC) Interest During Construction (IDC) facility with
dengan jumlah maksimal Rp 25.000.000.000 a maximum amount of Rp 25,000,000,000 or
atau 75% dari kebutuhan IDC yang diterima 75% of the IDC requirement received by the
Kreditur, mana lebih kecil. Creditor, whichever is less.
Jumlah saldo fasilitas kredit investasi termasuk Total investment credit facility balance includes IDC
fasilitas IDC pada tanggal 30 Juni 2026 sebesar facility as of June 30, 2026 amounted to
Rp 146.835.740.511 (31 Desember 2025: Rp Rp 146,835,740,511 (December 31, 2025:
133.065.457.223). Rp 133,065,457,223).
Pinjaman ini digunakan untuk membiayai proyek This loan is used to finance the Tomoni mini hydro
pembangkit listrik tenaga air mini hidro (PLTM) power plant (PLTM) which has a capacity of 2x5 MW
Tomoni dengan kapasitas sebesar 2x5 MW di in South Sulawesi Province. The term of the
Provinsi Sulawesi Selatan. Jangka waktu fasilitas financing facility is 180 months starting from the
pembiayaan adalah 180 bulan terhitung dari signing of the Financing Agreement including the
penandatangan Perjanjian Pembiayaan termasuk grace period.
Masa Tenggang.
Pinjaman AHM tersebut dijamin dengan: These loan facilities of AHM are secured by:
Hak tanggungan atas tanah dan bangunan Mortgage of project land and building;
proyek;
Jaminan fidusia atas mesin dan peralatan Fiduciary security over project machinery and
proyek; equipment;
Jaminan fidusia atas tagihan pihak ketiga dan Fiduciary security over third party bills and
pendapatan proyek termasuk kompensasi hasil project revenues including compensation for
pangakhiran; termination proceeds;
Jaminan fidusia atas klaim asuransi proyek; Fiduciary security over project insurance
claims;
- 48 -
Page 50
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Gadai saham; Pledge of shares;
Gadai rekening; Pledge of accounts;
Perjanjian pengalihan hak bersyarat atas PPA; Conditional title transfer agreement on PPA;
Letter of undertaking; yang menyatakan bahwa: Letter of undertaking; which states that
Perusahaan sepakat dan setuju untuk the Company agrees to ensure the continuity of
memastikan kelangsungan penyelesaian proyek project completion by depositing money in the
dengan melakukan setoran uang dalam hal event of cost overrun and/or cash deficiency to
terjadi cost overrun dan/atau cash deficiency finance operational expenses and fulfilment of
untuk membiayai beban operasional dan due obligations on AHM's loan to SMI including
pemenuhan kewajiban jatuh tempo atas the obligation to fulfil financial covenants and
pinjaman AHM kepada SMI termasuk the obligation to fulfil funds in the Debt Service
diantaranya kewajiban pemenuhan financial Reserve Account can be fulfilled until the
covenant dan kewajiban pemenuhan dana financing facility is paid off.
dalam Debt Service Reserve Account dapat
dipenuhi sampai dengan fasilitas pembiayan
lunas.
AHM juga harus memenuhi ketetentuan rasio The credit facilities above require AHM to maintain
keuangan sebagai berikut: certain financial ratios as follows:
rasio Debt to Equity maksimal 3,0; Debt to Equity ratio maximum 3.0 times;
rasio Debt Service Coverage minimal 1,20. Debt Service Coverage Ratio minimum 1.20.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, As of June 30, 2026 and December 31, 2025, the
persyaratan financial covenant belum berlaku bagi financial covenant requirements were not yet
AHM, karena AHM belum mencapai tanggal COD. effective for AHM, as AHM had not reached the COD.
Persyaratan financial covenant tersebut akan mulai The financial covenant requirements will become
berlaku satu tahun setelah COD. effective one year after COD.
17. UTANG BANK 17. BANK LOAN
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Rp Rp
PT Bank Central Asia Tbk 5,919,047,616 6,726,190,475 PT Bank Central Asia Tbk
Bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun (1,614,285,720) (1,614,285,719) Current Maturities
Long-term maturities of long-term
Bagian utang bank jangka panjang 4,304,761,896 5,111,904,756 bank loans
Pada tanggal 28 Februari 2023, Perusahaan On February 28, 2023, the Company obtained long
memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari term credit facility from PT Bank Central Asia (BCA)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan jumlah with maximum amount Rp 11,300,000,000, and
maksimal Rp 11.300.000.000, dengan jangka waktu maximum period in February 2025. The interest
maksimal yang akan jatuh tempo pada Februari payment within the same month with withdrawal,
2025. Bunga dibayarkan pada setiap bulan yang based on an interest rate per annum of 7.7% for the
sesuai dengan penarikan pinjaman. Suku bunga per first 2 years and floating interest rate applicable
tahun sebesar 7,7% selama 2 tahun pertama dan where BCA will review with following the monetary
suku bunga floating yang berlaku di BCA yang akan changes. This loan is used to purchase of 1 (one)
ditinjau sewaktu-waktu mengikuti perkembangan office space unit which recorded as building
moneter. Pinjaman ini digunakan untuk membiayai improvement and represent as colateral for bank
pembelian 1 (satu) unit office space yang dibukukan loan.
sebagai renovasi bangunan dan merupakan jaminan
dari utang bank.
- 49 -
Page 51
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Fasilitas pinjaman dengan BCA mencakup The above loan facilities with BCA contain certain
persyaratan tertentu yaitu membatasi hak Grup covenants such as, restrict the Group to amend its
untuk mengubah anggaran dasar dan susunan articles of association, change the composition of
direksi dan komisaris, serta menyerahkan laporan the boards of commissioners and directors, including
keuangan konsolidasi tahunan yang telah di audit submission of annual audited consolidated financial
setiap satu tahun sekali selambat-lambatnya 6 bulan statements at least 6 months after year end. The
setelah akhir tahun buku. Perjanjian pinjaman juga agreements also include financial covenants if there
mencakup persyaratan keuangan apabila terdapat is top up request for facilities as follow:
permohonan tambahan fasilitas seperti:
mempertahankan perbandingan antara laba maintain a ratio between earnings before
usaha sebelum bunga, pajak, penyusutan dan interest, taxes, depreciation and amortization
amortisasi (EBITDA) dengan kewajiban pokok + (EBITDA) and principal liability plus interest
kewajiban bunga pada periode laporan liability at least 1 time or more and;
keuangan minimal 1 kali atau lebih dan;
Debt to equity rasio tidak melebihi 3 kali yang Debt to equity ratio not exceeding 3 times
dihitung berdasarkan laporan keuangan calculated based on consolidated financial
konsolidasian. statements.
Grup telah memenuhi syarat dan kondisi pinjaman The Group is in compliance with the terms and
yang ditetapkan bank. conditions of the loans.
18. UTANG OBLIGASI 18. BONDS PAYABLE
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, Dec ember 31,
2026 2025
Rp Rp
Pokok pinjaman 339,895,000,000 339,895,000,000 Loan princ ipal
Bunga yang masih harus dibayar - - Interest ac c rued
Biaya transaksi
yang belum diamortisasi (2,410,487,943) (5,532,074,286) Unamortised transaction c osts
337,484,512,058 334,362,925,715
Bagian jangka pendek (318,060,000,000) (318,060,000,001) Current portion
Jumlah 337,484,512,058 334,362,925,714 Total
Tanggal penerbitan/ Obligasi/ Peringkat/ Jumlah/ Suku bunga/ Wali amanat/ Jadwal pembayaran/
Issuance date Bonds Rating Total Interest rate Trustee Repayment schedule
Obligasi berwawasan lingkungan I/Greenbond I Arkora Hydro
8 Agustus/August 2023 Seri/Series A idA 318.060 9,5% PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 8 Agustus/August 2026
8 Agustus/August 2023 Seri/Series B idA 21.835 10% PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 8 Agustus/August 2028
Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perusahaan On August 8, 2023, the Company issued bonds
menerbitkan obligasi sebesar Rp 339.895.000.000 amounted to Rp 339,895,000,000 with interest
dengan bunga yang dibayar setiap tiga bulan. payment every three months. Series A and B bonds
Obligasi seri A dan B berjangka waktu masing- have a term of three and five years until August
masing tiga dan lima tahun dan akan jatuh tempo 2026 and August 2028, respectively. Interest rate
pada Agustus 2026 dan Agustus 2028. Tingkat for series A and B are 9.5% and 10% per annum,
bunga obligasi seri A dan B masing-masing adalah respectively, until the end of maturity date. All of the
9,5% dan 10% per tahun hingga tanggal jatuh bonds were sold at nominal value and are listed on
tempo. Seluruh obligasi dijual pada nilai nominal dan the IDX, with PT Bank Negara Indonesia as trustee.
tercatat di BEI dengan PT Bank Negara Indonesia
bertindak sebagai wali amanat.
Berdasarkan pemeringkatan yang diterbitkan oleh Based on the rating issued by Pefindo dated
Pefindo tanggal 4 Maret 2025, peringkat obligasi March 4, 2025, the bonds are rated as A (Single A;
adalah A (Single A; Partial Guarantee). Partial Guarantee).
Utang obligasi tersebut ditujukan untuk pembiayaan
kembali pinjaman berjangka dan modal kerja dalam The bonds are intended for refinancing of term loan
rangka pembiayaan operasional. and working capital for operational funding.
- 50 -
Page 52
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Perusahaan diharuskan untuk memenuhi beberapa The Company is required to comply with certain
persyaratan, antara lain untuk memperoleh covenants, such as to obtain approval before
persetujuan sebelum melakukan transaksi tertentu entering into certain transactions such as mergers,
seperti mengadakan penggabungan usaha, takeovers and collateralizing assets or revenues
pengambilalihan, dan menjaminkan aset atau with certain exceptions and restrictions on change in
pendapatannya dengan pengecualian secara khusus core business activities.
dan pembatasan dalam mengubah aktivitas utama.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, As at June 30, 2026 and December 31, 2025, the
Perusahaan telah memenuhi persyaratan- Company is in compliance with the covenants
persyaratan yang diwajibkan dalam perjanjian required in all of these bonds.
penerbitan obligasi tertentu.
Obligasi ini akan dijamin dengan jaminan This obligation will collateralize with Company
Perusahaan dari PT Indonesia Infrastructure Finance guarantee from PT Indonesia Infrastructure Finance
(IIF) dengan jumlah 75% dari seluruh kewajiban (IIF) with a maximum underwriting amount of 75%
pembayaran bunga obligasi terutang, pokok obligasi of all obligations to pay outstanding bond interest,
serta denda (jika ada) berdasarkan perjanjian bond principal and fines (if any) based on the
pemberian fasilitas penanggungan yang telah agreement providing underwriting facilities which
ditandatangani oleh Perusahaan dan IIF pada was signed by the Company and IIF on July 20,
tanggal 20 Juli 2023. 2023.
19. MODAL SAHAM 19. CAPITAL STOCK
30 Juni 2026/
June 30, 2026
Jumlah Persentase
saham/ kepemilikan/
Nama pemegang saham/ Number of Percentage of Jumlah/
Name of shareholders shares ownership Total
Rp
PT Arkora Bakti Indonesia 1.138.837.925 38,89% 28.470.948.125
PT Energia Prima Nusantara 777.487.893 26,55% 19.437.197.325
ACEI Singapore Holdings Private Ltd. 31.473.432 1,07% 786.835.800
Aldo Henry Artoko (Direktur Utama/President Director) 4.820.600 0,16% 120.515.000
Arya Pradana Setiadharma (Komisaris Utama/President Commissioner ) 1.725.000 0,06% 43.125.000
Masyarakat/Public (masing-masing dengan kepemilikan di
bawah 5%/ less than 5% ownership for each stockholder ) 974.150.150 33,26% 24.353.753.750
Jumlah/Total 2.928.495.000 100,00% 73.212.375.000
31 Desember 2025/
December 31, 2025
Jumlah Persentase
saham/ kepemilikan/
Nama pemegang saham/ Number of Percentage of Jumlah/
Name of shareholders shares ownership Total
Rp
PT Arkora Bakti Indonesia 1.226.692.775 41,89% 30.667.319.375
PT Energia Prima Nusantara 777.487.893 26,55% 19.437.197.325
ACEI Singapore Holdings Private Ltd. 133.970.882 4,58% 3.349.272.050
Aldo Henry Artoko (Direktur Utama/President Director) 4.820.600 0,16% 120.515.000
Arya Pradana Setiadharma (Komisaris Utama/President Commissioner ) 1.725.000 0,06% 43.125.000
Masyarakat/Public (masing-masing dengan kepemilikan di
bawah 5%/ less than 5% ownership for each stockholder ) 783.797.850 26,76% 19.594.946.250
Jumlah/Total 2.928.495.000 100,00% 73.212.375.000
Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham The shares issued and fully paid are ordinary shares
biasa yang memberikan hak kepada pemilik untuk which entitle the holder to carry one vote per share.
satu suara per saham.
- 51 -
Page 53
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
20. TAMBAHAN MODAL DISETOR 20. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 /June 30, 2026 and December 31, 2025
Selisih nilai
kombinasi bisnis
entitas pengendali/
Biaya emisi Difference in value
Agio saham/ of business
saham/ Share combination
Premium on issuance of entities under Jumlah/
capital stock cost common control Total
Rp Rp Rp Rp
The difference between paid-up capital
Selisih antara modal disetor dengan modal and the authorized share capital
dasar saham pada saat pendirian 92.685.000.000 - - 92.685.000.000 at the time of establishment
Penerbitan 608.895.000 lembar saham Issuance of 608,895,000 shares
melalui penawaran umum saham perdana through initial public offering
pada 8 Juli 2022 167.446.125.000 (6.422.918.641) - 161.023.206.359 on July 8, 2022
Difference in value of business
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis combination transaction among
entitas sepengendali - - (27.807.431.426) (27.807.431.426) entities under common control
Saldo akhir tahun 260.131.125.000 -6.422.918.641 -27.807.431.426 225.900.774.933 Balance at the year end
Dalam rangka penawaran umum perdana saham In relation to the initial public offering of shares in
yang telah mendapat persetujuan pencatatan efek di which the approval for listing of its shares on the
PT Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Juli 2022, Indonesian Stock Exchange on July 8, 2022, the
Perusahaan menerbitkan 608.895.000 saham Company issued 608,895,000 shares with par value
dengan nilai nominal Rp 25 per saham dan harga of Rp 25 per share and offer price of Rp 300 per
penawaran Rp 300 per saham. share.
Pada tahun 2024, Perusahaan membeli segmen In 2024, the Company acquired business segment
usaha PT Arkora Indonesia. Akusisi yang dilakukan owned by PT Arkora Indonesia. The acquisition was
adalah kombinasi bisnis entitas sepengendali yang a business combination transaction between
dicatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan. entities under common control which was
accounted for under the polling of interest method.
Selisih antara harga pengalihan dan nilai buku aset The difference between the transfer price and the
bersih yang diperoleh sebesar Rp 27.807.431.426 book value of net assets acquired amounting to
disajikan sebagai “tambahan modal disetor”. Rp 27,807,431,426 was presented as an item of
“additional paid-in capital”.
21. SALDO LABA 21. RETAINED EARNINGS
Saldo laba yang ditentukan penggunaannya Appropriated retained earnings
Pemegang saham menyepakati untuk The stockholders agreed to appropriate from
mencadangkan dari saldo laba sebesar retained earnings amounting to Rp 2,000,000,000
Rp 2.000.000.000 sebagai Cadangan modal as additional capital reserve based on the Annual
berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham General Stockholders’ Meeting Deed No. 24 dated
Tahunan dengan Akta No. 24 tanggal 15 April 2025 April 15, 2025 of Darmawan Tjoa, S.H., S.E., Notary
dari Darmawan Tjoa, S.H., S.E, Notaris di Jakarta. in Jakarta.
22. PENDAPATAN 22. REVENUES
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Jasa konstruksi 101,886,787,121 108,248,712,986 Construction Service
Penjualan listrik 22,313,547,200 25,693,526,399 Sales of Elec tric ity
Jasa lainnya 8,810,245,632 8,592,568,261 Other Servic es
Jumlah 133,010,579,953 142,534,807,646 Total
- 52 -
Page 54
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Seluruh pendapatan Grup dilakukan dengan PLN di All of the Group’s revenue are conducted
wilayah Indonesia. Pendapatan jasa konstruksi dan with PLN in Indonesia. Construction services
jasa lainnya diakui sepanjang waktu sedangkan revenue and other services are recognized overtime
penjualan listrik diakui pada waktu tertentu. while sale of electricity are recognized at point in
time.
Rincian pelanggan pihak ketiga dengan transaksi Revenue to the following third party customer
lebih dari 10% dari jumlah pendapatan konsolidasian represented more than 10% of the total
pada periode yang bersangkutan adalah sebagai consolidated revenues of the respective period:
berikut:
2026 2025
Rp Rp
PT Perusahaan Listrik Negara 124,200,334,321 133,942,239,385 PT Perusahaan Listrik Negara
23. BEBAN POKOK PENDAPATAN 23. COST OF REVENUES
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Biaya konstruksi (Catatan 5) 62,209,300,288 72,507,623,508 Construction cost (Note 5)
Biaya operasi dan pemeliharaan 10,702,952,511 7,605,169,011 Operation and maintenance expenses
Biaya proyek 3,642,303,380 2,624,541,240 Project site expense
Penyusutan (Catatan 9) 5,033,366,224 4,692,670,521 Depreciation (Note 9)
Asuransi 299,469,013 305,592,926 Insurance
Lain-lain 312,820,200 287,085,450 Others
82,200,211,616 88,022,682,656
24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 24. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Gaji, tunjangan dan Salaries, allowances and
imbalan kerja 13,074,306,025 12,943,158,856 employee benefits
Jasa profesional 2,743,871,175 2,729,293,658 Professional fee
Penyusutan (Catatan 9) 2,309,285,632 1,658,748,211 Depreciation (Note 9)
Perbaikan dan pemeliharaan 367,149,908 428,633,260 Repair and maintenance
Biaya pajak 1,728,625,382 1,588,646,795 Tax expense
Perjalanan dinas 1,169,207,516 596,805,255 Business trip
Utilitas 939,255,838 646,534,386 Utilities
Sewa jangka pendek dan aset nilai rendah 367,638,185 118,354,000 Short-term lease and low value assets
Administrasi proyek 543,099,974 - Project administration
Penc arian dan survey lokasi 647,069,742 541,488,993 Search dan survey location
Penyusutan aset hak guna sewa 178,903,560 178,903,560 Depreciation right-of-use assets
Perlengkapan kantor 117,129,880 - Offic e supplies
Sumbangan 48,350,000 - Donation
Lain-lain 4,126,670,861 3,502,755,630 Others
Jumlah 28,360,563,678 24,933,322,604 Total
- 53 -
Page 55
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
25. BEBAN KEUANGAN 25. FINANCE COSTS
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Bunga at as pinjaman Int erest loan from
dari pihak- pihak berelasi 8,010,691,706 6,083,023,838 relat ed parties
Bunga at as pinjaman Int erest on t erm loan
berjangka 15,813,984,871 11,959,161,690 from t erm loans
Bunga at as pinjaman Int erest on t erm loan
dari ut ang obligasi 16,199,600,000 16,212,844,389 from bonds payable
Bunga at as pinjaman Int erest loan
dari Bank 288,004,373 - from bank
Jumlah 40,312,280,950 34,255,029,917 T ot al
26. PAJAK PENGHASILAN 26. INCOME TAXES
a. Pajak dibayar di muka a. Prepaid taxes
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, Dec ember 31,
2026 2025
Rp Rp
Lebih bayar pajak Overpayment of
penghasilan badan corporate inc ome tax
Perusahaan 78,989,744 14,600,000 The Company
Entitas anak 1,402,106,153 499,075,543 Subsidiaries
Pajak pertambahan nilai 1,166,450,364 1,314,171,818 Value added tax
Jumlah 2,647,546,261 1,827,847,361 Total
b. Utang pajak b. Taxes payable
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, Dec ember 31,
2026 2025
Rp Rp
Pajak penghasilan Inc ome tax
Pajak kini 1,896,985,180 1,601,898,009 Current tax
Pasal 4(2) 1,391,772,437 676,558,983 Artic le 4(2)
Pasal 21 256,411 128,205 Artic le 21
Pasal 23 1,661,051,151 1,207,580,423 Artic le 23
Pajak pertambahan nilai 678,044,288 1,028,899,416 Value added tax
Jumlah 5,628,109,467 4,515,065,036 Total
c. Pajak penghasilan c. Income tax
Beban pajak Grup terdiri yang diakui di laba rugi Income tax expenses of the Group recognized
terdiri dari: in the profit or loss consists of the following:
- 54 -
Page 56
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Pajak Kini Current tax
Perusahaan - - The Company
Entitas anak 11,237,009,671 3,919,276,354 Subsidiaries
Jumlah 11,237,009,671 3,919,276,354 Total
Penyesuaian tahun lalu - - Prior year adjustment
Pajak tangguhan Deferred tax
Perusahaan (15,492,839,326) 70,271,438 The Company
Entitas anak 9,188,494,345 3,760,268,719 Subsidiaries
Jumlah (6,304,344,981) 3,830,540,157 Subtotal deferred tax
Jumlah 4,932,664,690 7,749,816,511 Total
Pajak kini Current tax
Rekonsiliasi antara laba sebelum laporan laba The reconciliation between profit before tax per
rugi dan penghasilan komprehensif lain consolidated statement of profit or loss and
konsolidasian dengan laba fiskal sebagai other comprehensive income and taxable profit
berikut: is as follows:
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Laba (rugi) sebelum pajak menurut Profit before tax per
laporan laba rugi dan penghasilan statement of profit or loss and
komprehensif lain konsolidasian 41,569,455,123 44,617,679,808 other c omprehensive inc ome
Rugi (laba) sebelum pajak entitas Profit before tax of subsidiaries
anak (63,958,451,585) (30,440,536,531)
Penyesuaian eliminasi konsolidasi - - Elimination adjustments
Rugi sebelum pajak Perusahaan (22,388,996,462) 14,177,143,277 Loss before tax of the Company
Perbedaan temporer: Temporary differenc es:
Beban imbalan kerja 551,020,333 496,622,084 Employee benefits
Perbedaan penyusutan Differenc e between c ommerc ial
komersial dan fiskal (4,071,541,192) (1,354,412,593) and fisc al deprec iation
Subjumlah (3,520,520,859) (857,790,509) Subtotal
Perbedaan yang tidak dapat Non-deduc tible expenses
diperhitungkan menurut fiskal: (non-taxable inc ome):
Beban bunga - - Financ e c ost
Pendapatan bunga yang Interest inc ome
dikenakan pajak final (627,549,090) (937,924,936) subjec t to final tax
Lain-lain - - Others
Subjumlah (627,549,090) (937,924,936) Subtotal
(Rugi) laba kena pajak (26,537,066,411) 12,381,427,833 Taxable (loss) inc ome
Akumulasi rugi fiskal yang telah Ac c umulated fisc al losses adjusted
disesuaikan dengan Surat Ketetapan based on Tax Assessment
Pajak letters
2019 - (8,013,965,038) 2019
2020 - (7,464,212,410) 2020
2021 (11,187,870,582) (11,187,870,582) 2021
2022 (53,768,859,290) (53,768,859,290) 2022
2023 (46,785,205,921) (46,785,205,921) 2023
2024 (25,822,783,791) - 2024
Rugi fiskal (164,101,785,995) (114,838,685,408) Total fisc al losses
yang tidak dapat di utilisasi 11,187,870,582 - Unutilized fisc al losses
Akumulasi rugi fiskal - bersih (152,913,915,413) (114,838,685,408) Ac c umulated fisc al losses - net
- 55 -
Page 57
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Sesuai peraturan perpajakan, kerugian fiskal According to tax regulation, such losses may be
tersebut dapat ditangguhkan ke tahun carried forward and applied against taxable
berikutnya dan dikompensasikan kepada income in any of the five years following the
penghasilan kena pajak yang terjadi selama year in which the fiscal loss was incurred.
lima tahun sesudah kerugian fiskal tersebut.
Perhitungan pajak penghasilan (”PPh”) badan The Company’s corporate income tax (”CIT”)
Perusahaan adalah suatu perhitungan calculation is a preliminary estimate made for
sementara yang dibuat untuk tujuan akuntansi accounting purposes and is subject to revision
dan dapat berubah pada waktu Perusahaan when the Company files it annual corporate
menyampaikan surat pemberitahuan tahunan income tax return.
pajak.
Surat Ketetapan Pajak Tax Assessment Letter
Perusahaan The Company
Tahun pajak 2024 Fiscal year 2024
Perusahaan melaporkan Surat Pemberitahuan The Company reported its Annual Corporate Income
Tahunan (SPT) pajak penghasilan badan dengan Tax Return (SPT) with an overpayment of tax
posisi lebih bayar pajak sebesar Rp 673.573.960. amounting to Rp 673,573,960. The difference
Perbedaan antara jumlah yang dilaporkan dalam between the amount reported in the SPT of
SPT pajak penghasilan badan dan pembukuan Corporate Income Tax and the Company’s records
Perusahaan sebesar Rp 108.900.026 diakui sebagai amounting to Rp 108,900,026 was recognized as a
manfaat pajak sebagai penyesuaian tahun tax benefit as a prior year adjustment.
sebelumnya.
Pada bulan November 2025, Perusahaan menerima In November 2025, the Company received
Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Pajak (SKPLB) Overpayment Tax Assessment Letter (SKPLB) of
atas pajak penghasilan badan untuk tahun buku corporate income tax fiscal year 2024 amounted to
2024 sebesar Rp 673.573.960. Tidak terdapat Rp 673,573,960. There is no difference in
perbedaan antara jumlah yang dilaporkan overpayment of corporate income tax with the
sebelumnya dalam SPT badan, akan tetapi terdapat amount reported previously in its SPT of corporate
koreksi atas rugi fiskal dari yang dilaporkan income tax, but there is a correction on fiscal loss
sebelumnya sebagai laba kena pajak from previously reported as taxable income
Rp 9.793.786.577 menjadi rugi fiskal Rp 9,793,786,577 into fiscal loss
Rp 25.822.783.791. Perusahaan setuju dengan Rp 25,822,783,791. The Company agrees with the
hasil surat ketetapan pajak ini. Pada tanggal tax assessment result. On December 10, 2025, the
10 Desember 2025, Perusahaan menerima Company received the refund of Rp 621,016,020
pengembalian sebesar Rp 621.016.020 setelah after deducted with tax payable of Rp 52,557,940.
dikurangi dengan utang pajak sebesar
Rp 52.557.940.
Tahun Pajak 2023 Fiscal year 2023
Pada bulan Juli 2025, Perusahaan menerima In July 2025, the Company received
Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Pajak Overpayment Tax Assessment Letter (SKPLB) of
(SKPLB) atas pajak penghasilan badan untuk corporate income tax fiscal year 2023 amounted
tahun buku 2023 sebesar Rp 656.451.352. to Rp 656,451,352. The difference on
Perbedaan antara jumlah yang dilaporkan overpayment of corporate income tax with the
sebelumnya dalam surat pemberitahuan pajak amount reported previously in its annual
badan sebesar Rp 27.589.320 diakui sebagai corporate income tax return amounted to
beban pajak sebagai penyesuaian tahun lalu, Rp 27,589,320 was recognized as a tax expense
serta terdapat koreksi atas rugi fiskal dari yang as a prior year adjustment, also there is a
dilaporkan sebelumnya sebagai laba kena pajak correction on fiscal loss from previously reported
Rp 2.202.575.192 menjadi rugi fiskal as taxable income Rp 2,202,575,192 into fiscal
Rp 46.785.205.921. Perusahaan setuju dengan loss Rp 46,785,205,921. The Company agrees
hasil surat ketetapan pajak ini. Pada tanggal with the tax assessment result. On August 13,
13 Agustus 2025, Perusahaan menerima 2025, the Company received the refund of
pengembalian sebesar Rp 656.451.352. Rp 656,451,352.
Tahun pajak 2022 Fiscal year 2022
Pada bulan Maret 2024, Perusahaan menerima In March 2024, the Company received
Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Pajak Overpayment Tax Assessment Letter (SKPLB) of
(SKPLB) atas pajak penghasilan badan untuk corporate income tax fiscal year 2022 amounted to
tahun buku 2022 sebesar Rp 885.710.232. Rp 885,710,232. There is no difference on
- 56 -
Page 58
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Tidak terdapat perbedaan antara jumlah yang overpayment of corporate income tax with the
dilaporkan sebelumnya dalam surat amount reported previously in its annual corporate
pemberitahuan pajak badan, akan tetapi income tax return, but there is a correction on fiscal
terdapat koreksi atas rugi fiskal dari yang loss from Rp 57,248,259,290 as reported previously
dilaporkan sebelumnya Rp 57.248.259.290 to Rp 53,768,859,290. The Company agrees with
menjadi Rp 53.768.859.290. Perusahaan setuju the tax assessment result.
dengan hasil surat ketetapan pajak ini.
Entitas anak Subsidiary
Pada bulan Januari 2026, AHS (entitas anak) In January 2026, AHS (subsidiary) received tax
menerima SKPLB atas pajak penghasilan badan assessment confirming overpayment of
tahun buku 2024 sebesar Rp 124.308.661. corporate income tax fiscal year 2024 amounted
Terdapat perbedaan sebesar Rp 107.466.165 to Rp 124,308,661. There is difference
antara jumlah lebih bayar pajak badan dengan amounted Rp 107,466,165 on overpayment of
jumlah yang dilaporkan sebelumnya dalam surat corporate income tax with the amount reported
pemberitahuan pajak badan dan koreksi atas previously in its annual corporate income tax
rugi fiskal dari yang dilaporkan sebelumnya return and correction of fiscal loss from
Rp 6.715.138.391 menjadi Rp 20.152.722.588. Rp 6,715,138,391 as reported previously to
Perusahaan setuju dengan hasil surat ketetapan Rp 20,152,722,588. The Company agrees with
pajak ini. the tax assessment result.
Pajak tangguhan Deferred tax
Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan The details of the Group’s deferred tax assets
Grup adalah sebagai berikut: (liabilities) are as follows:
Dikreditkan Dibebankan ke Dikreditkan Dibebankan ke
(dibebankan) ke penghasilan (dibebankan) ke penghasilan
laba rugi/ komprehensif lain/ laba rugi/ komprehensif lain/
Credited Credited to Credited Credited to
1 Januari/ (charged) to other 1 Januari/ (charged) to other 30 Juni/
January 1, income for comprehensive January 1, income for comprehensive June 30,
2025 the year income 2026 the year income 2026
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
The Company
Perusahaan Property and
Aset tetap (10,108,038,363) (2,404,136,027) - (12,512,174,390) (895,739,062) - (13,407,913,452) Equipment
Liabilitas imbalan Employee benefits
pasca kerja 1,849,727,204 242,448,947 (192,490,291) 1,899,685,860 121,224,473 (96,245,146) 1,924,665,188 obligations
Rugi fiskal 16,025,613,106 9,228,847,507 - 25,254,460,613 16,267,353,914 - 41,521,814,527 Fiscal losses
Sub-jumlah 7,767,301,947 7,067,160,427 (192,490,291) 14,641,972,083 15,492,839,326 (96,245,146) 30,038,566,263 Subtotal
Entitas Anak Subsidiaries
Rugi fiskal 8,437,933,217 2,528,261,451 - 10,966,194,668 2,095,175,171 - 13,061,369,839 Fiscal losses
Penyesuaian jasa Concession service
konsesi (81,465,308,229) (3,347,239,297) - (84,812,547,526) (5,075,331,528) - (89,887,879,054) adjustment
Property and plant
Aset tetap (262,427,743) (100,407,251) - (362,834,994) (50,203,626) - (413,038,620) equipment
Liabilitas imbalan employee benefits
pasca kerja 182,405,056 (10,639,055) 620,998 172,386,999 (5,319,528) - 167,067,472 obligations
Sub-jumlah (73,107,397,699) (930,024,152) 620,998 (74,036,800,853) (3,035,679,510) - (77,072,480,363) Sub-total
Liabilitas pajak Deffered tax
tangguhan - bersih (65,340,095,752) 6,137,136,275 (191,869,293) (59,394,828,770) 12,457,159,816 (96,245,146) (47,033,914,100) liabilities
Rugi fiskal dapat dikompensasikan dengan laba The fiscal loss can be utilized against the taxable
fiskal pada masa lima tahun mendatang sejak income for a period of five years subsequent to
kerugian fiskal terjadi. Manajemen berpendapat the year the fiscal loss was incurred.
bahwa akumulasi kerugian fiskal yang dapat Management believes that probable future
dikompensasikan dengan laba fiskal masa taxable profits will be available to utilize
mendatang dan oleh karena itu, pada tanggal accumulated fiscal losses, hence, as of June 30,
30 Juni 2026 aset pajak tangguhan diakui atas 2026, deferred tax of
rugi fiskal sebesar Rp 41.521.814.527 Rp 41,521,814,527 (December 31, 2025:
(31 Desember 2025: Rp 25.254.460.613). Rp 25,254,460,613), were recognized on such
fiscal losses.
- 57 -
Page 59
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil A reconciliation between the total tax expense
perkalian rugi akuntansi sebelum pajak dengan and the amounts computed by applying the
tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: effective tax rate to loss before tax is as follows:
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Laba sebelum pajak menurut Profit before tax per c onsolidated
laporan laba rugi dan penghasilan statement of profit or loss and
komprehensif lain konsolidasian 40,738,989,520 44,617,679,808 other c omprehensive inc ome
Laba sebelum pajak entitas anak (63,127,985,982) (30,440,536,531) Profit before tax of subsidiaries
Penyesuaian eliminasi konsolidasi - -
Rugi(Laba) sebelum pajak Perusahaan (22,388,996,462) 14,177,143,277 Loss before tax of the Company
Pajak penghasilan dengan Income tax at effec tive tax rate of 22%
tarif pajak efektif 22% (4,925,579,222) 3,118,971,521
Pengaruh pajak atas (beban) manfaat Tax effect of non-deduc tible expenses
yang tidak dapat diperhitungkan (non-taxable inc ome):
menurut fiskal:
Beban bunga - - Finance cost
Pendapatan bunga yang Interest income
dikenakan pajak final (138,060,801) (206,343,486) subjec t to final tax
Rugi fiskal yang diutilisasi 5,838,154,610 (2,723,914,123) Utilized fiscal losses
Rugi fiskal yang tidak diutilisasi (16,267,353,914) (118,442,474) Unutilized fiscal losses
Manfaat pajak penghasilan - Income tax benefit -
Perusahaan (15,492,839,326) 70,271,438 Company
Beban (manfaat) pajak penghasilan - Income tax expense (benefit) -
Entitas anak 20,425,504,016 7,679,545,073 Subsidiaries
Jumlah beban pajak - bersih 4,932,664,690 7,749,816,511 Total tax benefit - net
Grup telah menerapkan pengecualian The Group has applied the temporary exception
sementara dari akuntansi untuk pajak from accounting for deferred taxes arising from
tangguhan yang timbul dari peraturan Pillar Two model rules, as provided in the
perpajakan Pilar Dua, sebagaimana diatur PSAK 212. Accordingly, the Group neither
dalam PSAK 212. Oleh karena itu, Grup tidak recognizes nor discloses information about
mengakui atau mengungkapkan informasi deferred tax assets and liabilities related to
tentang aset dan kewajiban pajak tangguhan Pillar Two income taxes.
yang terkait dengan pajak penghasilan Pilar Dua.
Pada Desember 2024, pemerintah Indonesia, In December 2024, the government of
tempat Perusahaan didirikan, mengesahkan Indonesia, where the Company is incorporated,
peraturan pajak penghasilan Pilar Dua yang enacted the Pillar Two income taxes legislation
berlaku mulai 1 Januari 2025 dengan effective from January 1, 2025 by issuing
mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Ministry of Finance (“MOF”) Regulation No. 136
No. 136 Tahun 2024 (“PMK-136”). Year 2024 (“PMK-136”).
Grup tidak berekspektasi terdapat eksposur Group does not expect a material exposure to
material terhadap pajak penghasilan Pilar Dua Pillar Two income taxes to these consolidated
atas laporan keuangan konsolidasian ini. financial statements.
27. LIABILITAS IMBALAN KERJA 27. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATIONS
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Rp Rp
Imbalan pasca kerja (PEB) 9.094.038.573 9.063.403.854 Post-employment benefits (PEB)
Imbalan kerja jangka panjang lainnya (OLTEB) - 1.055.019.034 Other long-term employee benefit (OLTEB)
Jumlah 9.094.038.573 10.118.422.888 Total
Grup menghitung dan mencatat estimasi imbalan The Group calculates and records estimated
pasca kerja sesuai dengan Undang-Undang employment benefits as required Law No. 6/2023,
No. 6/2023, Peraturan Pemerintah No. 35/2021 dan Government Regulation No. 35/2021 and the latest
Peraturan Perusahaan terbaru. Company Regulation.
- 58 -
Page 60
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Program kewajiban imbalan pasti memberikan The defined benefit plan typically expose the Group
eksposur Grup terhadap risiko aktuarial seperti to actuarial risk such as interest risk and salary risk.
tingkat bunga dan risiko gaji.
Risiko Tingkat Bunga Interest risk
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan A decrease in the bond interest rate will increase the
liabilitas program. plan liability.
Risiko Gaji Salary risk
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan The present value of the defined benefit plan liability
mengacu pada gaji masa depan peserta program. is calculated by reference to the future salaries of
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program plan participants. As such, an increase in the salary
akan meningkatkan liabilitas program itu. of the plan participants will increase the plan’s
liability.
Perhitungan imbalan pasca kerja pada tanggal The cost of providing employee benefits as at June
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 dihitung Kantor 30, 2026 and December 31, 2025 were calculated
Konsultan Aktuaria I Gde Eka Sarmaja, FSAI & by Actuarial Consulting Office I Gde Eka Sarmaja,
Rekan. Asumsi utama aktuaris yang digunakan oleh FSAI & Partner. The actuarial valuation used by the
Grup adalah sebagai berikut: Group was carried out using the following key
assumptions:
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, 2026 December 31, 2025
Tingkat diskonto PEB: 6,5% per tahun/per year PEB: 6,5% per tahun/per year Discount rate
OLTEB: 6,25% per tahun/per year OLTEB: 6,25% per tahun/per year
Tingkat kenaikan gaji 3% per tahun/per year 3% per tahun/per year Salary increment rate
Tingkat kematian 100% TMI2019/100% TMI2019 100% TMI2019/100% TMI2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10% dari TMI2019/10% of TMI2019 10% dari TMI2019/10% of TMI2019 Disability rate
Tingkat pensiun normal 57 tahun/57 years 57 tahun/57 years Normal retirement rate
Beban imbalan pasti yang diakui di laporan laba rugi Amounts recognized in the consolidated statement
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian of profit or loss and other comprehensive income in
adalah: respect of the defined benefits are as follows:
2026 2025
Rp Rp
Biaya jasa kini 214,666,466 189,280,659 Current service cost
Biaya bunga 157,437,060 119,692,794 Interest costs
Pengukuran kembali manfaat jangka Remeasurement of other long-term benefits
panjang liannya - -
Komponen beban imbalan pasca kerja Components of Post-employement benefit
yang diakui dalam laba rugi 372,103,525 308,973,453 cost recognized in profit or loss
Pengukuran kembali liabilitas imbalan Remeasurement on the net defined
pasti - neto benefit liability:
Keuntungan dan kerugian aktuarial
yang timbul dari perubahan Actuarial gains and losses arising from
asumsi keuangan - - changes in financial assumptions
Keuntungan dan kerugian aktuarial
yang timbul dari penyesuaian Actuarial gains and losses arising
atas pengalaman - - from experience adjustments
Komponen biaya imbalan pasti yang Components of defined benefit costs
diakui dalam penghasilan recognized in other comprehensive
komprehensif lain - - income
Jumlah 372,103,525 308,973,453 Total
Jumlah liabilitas imbalan kerja yang diakui di laporan The amounts included in the statement of financial
posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Grup position arising from the Group’s obligations in
sehubungan dengan imbalan kerja adalah nilai kini respect of these employee benefit obligation are as
dari liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut: follows:
- 59 -
Page 61
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Rp Rp
Saldo awal nilai kini liabilitas 10,118,422,888 9,130,696,201 Opening defined benefit obligation
Biaya jasa kini 214,666,466 1,465,903,336 Current service cost
Biaya bunga 157,437,060 478,771,177 Interest cost
Pembayaran imbalan dari pemberi kerja - (6,450,157) Benefit payments from employer
Pengukuran kembali manfaat jangka - - Remeasurement of other long-term
panjang lainnya - (78,364,519) benefits
Pengukuran kembali liabilitas (1,396,487,840) (872,133,150) Remeasurement on the net defined
Saldo akhir nilai kini liabilitas 9,094,038,573 10,118,422,888 Closing defined benefit obligation
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan Significant actuarial assumptions for the
kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan determination of the defined obligation are discount
kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis rate and expected salary increase. The sensitivity
di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing analysis below have been determined based on
perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir reasonably possbile changes of the respective
periode pelaporan, dengan semua asumsi lain assumptions occuring at the end of the reporting
konstan. period, while holding all other assumptions constant.
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, 2026 December 31, 2025
+1% -1% +1% -1%
Rp Rp Rp Rp
Tingkat diskonto (534.180.581) 615.000.064 (534.180.581) 615.000.064 Discount Rate
Tingkat kenaikan gaji 682.674.885 (595.853.796) 682.674.885 (595.853.796) Salary Increment Rate
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin The sensitivity analysis presented above may not
tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam be representative of the actual change in the
kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa defined benefit obligation as it is unlikely that the
perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu change in assumptions would occur in isolation of
sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin one another as some of the assumptions may be
berkorelasi. correlated.
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas Furthermore, in presenting the above sensitivity
di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung analysis, the present value of the defined benefit
dengan menggunakan metode projected unit credit obligation has been calculated using the projected
pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan unit credit method at the end of the reporting
yang diterapkan dalam menghitung liabilitas period, which is the same as that applied in
manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi calculating the defined benefit obligation liability
keuangan konsolidasian. recognized in the statement of consolidated
financial position.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang There was no change in the methods and
digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas assumptions used in preparing the sensitivity
dari tahun sebelumnya. analysis from prior years.
Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan sebesar The average duration of the benefit obligation is
9,12 tahun per 30 Juni 2026 (31 Desember 2025: 9.12 years at June 30, 2026 (December 31, 2025:
9,12 tahun). 9.12 years).
28. LABA PER LEMBAR SAHAM 28. EARNINGS PER SHARE
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Laba tahun berjalan Net profit for the year
yang dapat diatribusikan kepada attributable to the owners
pemilik entitas induk 36,646,926,735 36,877,366,294 of the Company
Rata-rata tertimbang jumlah saham 2,928,495,000 2,928,495,000 Weighted average number shares
Laba bersih per saham dasar 13 13 Basic earnings per shares
- 60 -
Page 62
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Jumlah rata-rata tertimbang saham yang digunakan The weighted average number of shares for the
untuk menghitung laba per saham dasar telah computation of basic earnings per share has been
disesuaikan untuk mencerminkan pengaruh dari adjusted to reflect the effect of stock split from the
pemecahan nilai saham dari sebelumnya sebesar previous amount of Rp 50 per share to Rp 25 per
Rp 50 per lembar saham menjadi sebesar Rp 25 per share and the Increase of Company’s issued and
lembar saham dan peningkatan modal ditempatkan fully paid capital in relation to the Initial Public
dan disetor sehubungan dengan Penawaran Umum Offering of Shares.
Perdana Saham Perusahaan.
Untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2026 dan 31 For the year ended June 30, 2026 and December 31,
Desember 2025, Perusahaan tidak memiliki saham 2025, the Company does not have dilutive potential
biasa yang berpotensi dilutif. ordinary shares.
29. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 29. RELATED PARTIES TRANSACTION
Sifat Pihak Berelasi Nature of Relationship
Sifat hubungan
dengan pihak berelasi/
Pihak berelasi/ Relationship with Transaksi yang signifikan
Related parties the related parties Significant transactions
PT Arkora Bakti Indonesia (ABI) Entitas induk terakhir dan pemegang saham -
Perusahaan/Ultimate shareholder and
parent of the Company
ACEI Singapore Holdings Private Ltd (ACEI) Pemegang saham Perusahaan/ -
Shareholder of the Company
PT Arkora Indonesia Pemegang saham PT Arkora Bakti Indonesia/ Kontraktor pembangkit listrik tenaga mini
Shareholder of PT Arkora Bakti Indonesia hydro di AHS dan ASS, entitas anak/
Contractor of mini hydro power plant
at AHS and ASS, subsidiaries
PT United Tractors Tbk Pemegang saham PT Energia Prima Nusantara/ Pemberi pinjaman/loan
Shareholder of PT Energia Prima Nusantara
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan/ Personil manajemen kunci Grup/ -
Board of Commissioner and Directors Group's key management personnel
Transaksi Pihak Berelasi Transaction with Related Parties
a. Grup menyediakan manfaat pada komisaris dan a. The Group provides benefits to the
direktur Grup sebagai berikut: Commissioners and Directors of the Group as
follows:
2026 2025
Rp Rp
Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits
Komisaris 139,342,428 426,751,906 Commissioners
Direktur 2,874,156,650 2,680,000,000 Directors
Jumlah 3,013,499,078 3,106,751,906 Total
Persentase terhadap beban pokok pendapatan Perc entage to total cost of revenue
dan beban umum dan administrasi 2.73% 2.62% and general administrative expenses
- 61 -
Page 63
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
b. Pinjaman dari pihak berelasi b. Loan from related parties
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, Dec ember 31,
2026 2025
Rp Rp
Pokok pinjaman Princ ipal loan
UT 216,502,282,389 222,687,467,772 UT
Akrual bunga Ac crued interest
UT 1,172,678,938 1,422,335,482 UT
Jumlah 217,674,961,327 224,109,803,254 T otal
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (11,632,155,747) (13,054,491,230) Less c urrent maturity
Bagian yang jatuh tempo lebih dari Long term loan net
satu tahun 206,042,805,580 211,055,312,024 of c urrent maturities
Persentase terhadap total Perc entage to total
liabilitas konsolidasian 18.99% 18.99% c onsolidated liabilites
PT United Tractors Tbk PT United Tractors Tbk
Pada tanggal 27 Maret 2023, Perusahaan dan On March 27, 2023, the Company and
PT United Tractors Tbk (UT) telah PT United Tractors Tbk (UT) signed shareholder
menandatangani perjanjian pinjaman pemegang loan agreement amounted to
saham sebesar Rp 125.000.000.000 dengan Rp 125,000,000,000 with interest rate
tingkat suku bunga IndONIA tiga bulan ditambah IndONIA 3 months rate plus 2.28% per annum
2,28% per tahun dan jatuh tempo pinjaman and maturity of loan is 7 years from the date
adalah 7 tahun sejak tanggal penarikan dengan of withdrawal with payment method agreed by
metode pembayaran yang disepakati oleh kedua both parties. This loan will be utilized for the
belah pihak. Pinjaman ini digunakan untuk refinancing of loans from the debtor’s
pembiayaan kembali (refinancing) atas shareholder is ACEI Singapore Holdings Private
pinjaman dari pemegang saham debitur yaitu Ltd and for investment and working capital
ACEI Singapore Holdings Private Ltd dan purposes, particularly for the development of
keperluan investasi serta modal kerja (working business activities in connection with the
capital) khususnya pengembangan kegiatan implementation of the acquisition project to
usaha dalam pelaksanaan proyek be undertaken by the Company. As of June 30,
pengambilalihan/akuisisi yang akan dilakukan 2026, the loan balance to UT for this facility
oleh Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2026, amounted to Rp 74,424,961,322 with interest
saldo pinjaman kepada UT untuk fasilitas ini expense amounted to Rp 5,120,437,339 and
sebesar Rp 74.424.961.322 dengan beban accrual interest amounted Rp 116,375,049
bunga sebesar Rp 5.120.437.339 dan beban (December 31, 2025: Rp 76,223,182,057 with
bunga yang masih harus dibayar sebesar interest expense amounted to Rp
Rp 116.375.049 (31 Desember 2025: 5,722,786,109 with accrual interest amounted
Rp 76.223.182.057 dengan beban bunga Rp 184,668,005).
sebesar Rp 5.722.786.109 dan beban bunga yang
masih harus dibayar sebesar Rp 184.668.005).
Pada tanggal 28 Juni 2024, Perusahaan dan On June 28, 2024, the Company and
PT United Tractors Tbk (UT) telah PT United Tractors Tbk (UT) signed shareholder
menandatangani perjanjian pinjaman pemegang loan agreement amounted to
saham sebesar Rp 150.000.000.000 dengan Rp 150,000,000,000 with interest rate IndONIA
tingkat suku bunga IndONIA tiga bulan ditambah 3 months rate plus 2.26% per annum and
2,26% per tahun dan jatuh tempo pinjaman maturity of loan is 7 years from the date of
adalah 7 tahun sejak tanggal penarikan dengan withdrawal with payment method agreed by
metode pembayaran yang disepakati oleh kedua both parties. This loan will be used to finance
belah pihak. Pinjaman ini digunakan untuk the implementation of the mini hydro power
pendanaan pelaksanaan proyek pembangkit plant project in Pongbembe, South Sulawesi. As
listrik tenaga air di Pongbembe di Sulawesi of June 30, 2026, the loan balance to UT for this
Selatan. Pada tanggal 30 Juni 2026, saldo facility amounted to Rp 143,250,000,000 with
pinjaman kepada UT untuk fasilitas ini sebesar interest expense amounted to Rp 9,826,950,000
Rp 143.250.000.000 dengan beban bunga and with accrual interest amounted to Rp
sebesar Rp 9.826.950.000 dan beban bunga 1,056,303,889 (December 31, 2025: Rp
yang masih harus dibayar sebesar 146,464,285,715 with interest expense
Rp 1.056.303.889 (31 Desember 2025: amounted to Rp 9,094,110,930 with accrual
Rp 146.464.285.715 dengan beban bunga interest amounted Rp 1,237,667,477).
sebesar Rp 9.094.110.930 dan beban bunga yang
masih harus dibayar sebesar Rp
1.237.667.477).
- 62 -
Page 64
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
30. IKATAN 30. COMMITMENTS
a. Pada tanggal 19 Juli 2012, Perusahaan dan a. On July 19, 2012, the Company and
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) have signed
menandatangani Perjanjian Pembelian Tenaga a Power Purchase Agreement (PPA) with
Listrik (PPA) dengan ketersediaan tenaga listrik average availability for electric power of
rata-rata sebesar 39.492.278 kWh/tahun atau 39,492,278 kWh/ year or equal with capacity
setara dengan capacity factor sebesar 70% di factor amounted to 70% at Garut, West Java.
Garut, Jawa Barat. Perjanjian ini berlaku The agreement is valid for 15 years
selama 15 tahun dari Commercial Operating from Commercial Operating Date (COD).
Date (COD). Pada tanggal 23 Oktober 2014, On October 23, 2014, the agreement was
perjanjian ini diadendum dengan mengubah amended by changing the average availability
ketersediaan tenaga listrik rata-rata menjadi for electric power to 47,400,992 kWh/year or
sebesar 47.400.992 kWh/tahun atau setara equal with capacity factor amounted to 74.02%.
dengan capacity factor sebesar 74,02%.
Pada tanggal 28 September 2016, perjanjian ini On September 28, 2016, the agreement was
diadendum dengan mengubah harga beli tenaga amended by changing the power purchase price
listrik menjadi Rp 1.100 per kWh untuk tahun to Rp 1,100 per kWh for the year 1 to year 8
ke 1 sampai dengan tahun ke 8 dari COD, dan from COD, and Rp 850 per kWh for the year 9
Rp 850 per kWh untuk tahun ke 9 sampai to year 15.
dengan tahun ke 15.
b. Pada tanggal 30 September 2014, PT Arkora b. On September 30, 2014, PT Arkora Sulawesi
Sulawesi Selatan (ASS), entitas anak dan Selatan (ASS), a subsidiary and PT Perusahaan
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah Listrik Negara (PLN) have signed a Power
menandatangani Perjanjian Pembelian Tenaga Purchase Agreement (PPA) with average
Listrik (PPA) dengan ketersediaan tenaga listrik availability for electric power of 61,424 GWh/
rata-rata sebesar 61.424 GWh/tahun atau year or equal with capacity factor amounted to
setara dengan capacity factor sebesar 70,2% di 70.2% at Central Sulawesi. The agreement is
Sulawesi Tengah. Perjanjian ini berlaku selama valid for 15 years from Commercial Operating
15 tahun dari Commercial Operating Date Date (COD).
(COD).
c. Pada tanggal 21 Oktober 2020, PT Arkora Hydro c. On October 21, 2020, PT Arkora Hydro Sulawesi
Sulawesi (AHS), entitas anak dan (AHS), a subsidiary and PT Perusahaan Listrik
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah Negara (PLN) have signed a Power Purchase
menandatangani Perjanjian Pembelian Tenaga Agreement (PPA) with capacity of 10MW. The
Listrik (PPA) dengan kapasitas 10MW. agreement is valid for 25 years from
Perjanjian ini berlaku selama 25 tahun dari Commercial Operating Date (COD).
Commercial Operating Date (COD).
d. Pada tanggal 24 Maret 2022, PT Arkora Energi d. On March 24, 2022, PT Arkora Energi Baru
Baru (AEB), entitas anak, dan PT Perusahaan (AEB), a subsidiary, and PT Perusahaan Listrik
Listrik Negara (PLN) telah menandatangani Negara (PLN) have signed a Power Purchase
Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) Agreement (PPA) with with capacity of 2 x 2.7
dengan kapasitas 2 x 2,7 MW. Perjanjian ini MW. The agreement is valid for 25 years from
berlaku selama 25 tahun sejak Commercial Commercial Operating Date (COD).
Operating Date (COD).
e. Pada tanggal 20 Januari 2023, Perusahaan dan e. On January 20, 2023, Company and
PT Sumbercipta Griyautama menandatangani PT Sumbercipta Griyautama entered into
perjanjian kontrak pembelian office space purchase contract agreement for office space,
di Jakarta Selatan dengan nilai pembelian located on South Jakarta with total purchase
sebesar Rp 25.440.000.000. Pembayaran atas amounted Rp 25,440,000,000. The payment is
pembelian ini dilakukan secara bertahap selama made with installment basis in 60 months or
60 bulan atau sampai dengan 20 Desember until December 20, 2027.
2027.
Jumlah utang lainnya kepada PT Sumbercipta Total other payable to PT Sumbercipta
Griyautama pada tanggal 30 Juni 2026 sebesar Griyautama as of December 31, 2026
Rp 9.654.223.221 (31 Desember 2026: Rp amounting to Rp 9,654,223,221 (December 31,
10.155.988.000). 2025: Rp 10,155,988,000).
f. Pada tanggal 18 Desember 2023, AEB dan Voith f. On December 18, 2023, AEB entered into
Hydro Private Limited, India menandatangani contract agreement with Voith Hydro Private
- 63 -
Page 65
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
perjanjian kontrak onshore untuk penyediaan, Limited, India for onshore supply, inland
transportasi dan layanan pemasangan dan transportation and service for erection and
komisioning peralatan elektro-mekanikal untuk commissioning of electro-mechanical equipment
proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro of Yaentu Hydro Power Plant project with total
Kukusan dengan nilai kontrak sebesar contract amounting to US$ 1,840,000.
US$ 1.840.000.
g. Pada tanggal 21 Desember 2023, PT Arkora g. On December 22, 2023, PT Arkora Hydro Malili,
Hydro Malili, entitas anak, dan PT Perusahaan a subsidiary, and PT Perusahaan Listrik Negara
Listrik Negara (PLN) telah menandatangani (PLN) have signed a Power Purchase Agreement
Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) (PPA) with with capacity of 2 x 5 MW. The
dengan kapasitas 2 x 5 MW. Perjanjian ini agreement is valid for 25 years from
berlaku selama 25 tahun sejak Commercial Commercial Operating Date (COD).
Operating Date (COD).
h. Pada tanggal 19 Maret 2024, PT Arkora Hydro h. On March 19, 2024, PT Arkora Hydro Malili, a
Malili, entitas anak, dan Flovel Energy Private subsidiary, and Flovel Energy Private Limited
Limited telah menandatangani perjanjian executed an agreement concerning the supply
Penyediaan dan layanan peralatan and services of electro-mechanical equipment.
elektromekanis dengan nilai kontrak sebesar The contract carries a total value of
US$ 2.250.000. US$ 2,250,000.
i. Pada tanggal 12 September 2024, PT Arkora i. On September 12, 2024, PT Arkora Hydro Malili,
Hydro Malili, entitas anak, dan PT Sulindo Putra a subsidiary, and PT Sulindo Putra Mandiri
Mandiri telah menandatangani perjanjian entered into an agreement for the construction
pembangunan terowongan dengan nilai kontrak of tunnels, with a contract value of
sebesar Rp 58.033.372.630. Rp 58,033,372,630.
j. Pada tanggal 30 Agustus 2024, PT Arkora Hydro j. On August 30, 2024, PT Arkora Hydro Malili, a
Malili, entitas anak, dan PT Indokoei subsidiary, and PT Indokoei International
International telah menandatangani perjanjian entered into an agreement for independent
layanan jasa konsultan penasihat teknik technical advisory consulting services, with a
independen dengan nilai kontrak sebesar contract value of Rp 3,663,636,000. This
Rp 3.663.636.000. Perjanjian ini berlaku agreement is valid for 23 months from the date
23 bulan dari tanggal kontrak. of the contract.
k. Pada tanggal 10 September 2025, PT Nosu k. On September 10, 2025, PT Nosu Hydro (NH),
Hydro (NH), entitas anak, dan PT Perusahaan a subsidiary, and PT Perusahaan Listrik Negara
Listrik Negara (PLN) telah menandatangani (PLN) have signed a Power Purchase Agreement
Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) (PPA) with with capacity of 20 MW. The
dengan kapasitas 20 MW. Perjanjian ini berlaku agreement is valid for 30 years from
selama 30 tahun sejak Commercial Operating Commercial Operating Date (COD).
Date (COD).
31. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA 31. MONETARY ASSET AND LIABILITY
UANG ASING DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCY
Grup memiliki aset moneter dalam mata uang asing The Group had monetary assets in foreign
sebagai berikut: currencies, as follows:
30 Juni/June 30 , 2026 31 Desember/December 31 , 2025
Mata uang Mata uang
asing/ asing/
Foreign Ekuivalen/ Foreign Ekuivalen/
Currencies Equivalent in Currencies Equivalent in
Rp Rp
Aset Assets
Kas dan setara kas EUR 7 119.311 6 115.754 Cash in banks and
US$ 1.369 27.870.914 48.934 278.908.609 cash equivalent
Jumlah Aset 27.990.225 279.024.363 Total Assets
Liabilitas Liability
Pinjaman dari Loan from a related
pihak berelasi US$ - - - - party
Liabilitas bersih 27.990.225 279.024.363 Net liabilities
Kurs konversi yang digunakan Grup adalah sebagai The conversion rates used by the Group are as
berikut: follows:
- 64 -
Page 66
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
30 Juni/ 30 Juni/
June 30, June 30,
2026 2025
Rp Rp
Mata uang Foreign currencies
1 US$ 17.856 16.782 US$ 1
1 EURO 20.360 19.753 EUR 1
32. PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS 32. SUPPLEMENTAL DISCLOSURES ON NON-CASH
INVESTASI DAN PENDANAAN NONKAS INVESTING AND FINANCING ACTIVITIES
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, Dec ember 31,
2026 2025
Rp Rp
Penambahan pinjaman berjangka Additional in term loans
melalui penambahan akrual bunga 5,509,334,562 16,290,429,371 through additional ac c rued interest
Penambahan pinjaman dari pihak Inc rease in loan from related
berelasi melalui penambahan party through additional
akrual bunga 1,785,044,271 1,422,335,483 ac c rued interest
Penambahan aset tetap melalui Additional in property, plant and equipment
utang lainnya - 2,047,950,000 through other ac c ounts payable
33. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI 33. RECONCILIATION OF LIABILITIES ARISING
AKTIVITAS PENDANAAN FROM FINANCING ACTIVITIES
Tabel berikut ini menjelaskan perubahan dalam The following table explains changes in the Group’s
liabilitas Grup yang timbul dari aktivitas pendanaan, liabilities arising from financing activities, including
termasuk perubahan yang timbul dari arus kas dan both cash and non-cash changes. Liabilities arising
perubahan nonkas. Liabilitas yang timbul dari from financing activities are those for which cash
aktivitas pendanaan adalah liabilitas yang arus kas, flows were, or future cash flows will be, classified in
atau arus kas masa depannya, diklasifikasikan dalam the Group’s statement of cash flows as cash flows
laporan arus kas Grup sebagai arus kas dari aktivitas from financing activities.
pendanaan.
Arus kas
dari aktivitas
1 Januari/ pendanaan/ Perubahan 30 Juni/
January 1, financ ing transaksi non- kas/ June 30,
2026 cash flow non-c ash change 2026
Rp Rp Rp Rp
Cerukan Bank 23,950,149,122 1,035,160,656 - 24,985,309,778 Bank overdraft
Pinjaman berjangka 447,666,938,897 27,687,552,089 - 475,354,490,986 Term loans
Utang bank 6,726,190,475 (807,142,859) - 5,919,047,616 Bank loans
Utang obligasi 334,362,925,715 3,121,586,342 - 337,484,512,057 Bonds payable
Pinjaman dari pihak berelasi 224,109,803,254 (6,434,841,927) - 217,674,961,327 Loan from related parties
Jumlah 1,036,816,007,463 24,602,314,301 - 1,061,418,321,764 Total
Arus kas
dari aktivitas
1 Januari/ pendanaan/ Perubahan 31 Desember/
January 1, financing transaksi non kas/ December 31,
2025 cash flow non-cash change 2025
Rp Rp Rp Rp
Cerukan bank 15.492.118.620 8.458.030.502 - 23.950.149.122 Bank overdraft
Pinjaman berjangka 288.389.881.117 142.986.628.409 16.290.429.371 447.666.938.897 Term loans
Utang bank 8.340.476.183 (1.614.285.708) - 6.726.190.475 Bank loans
Utang obligasi 332.502.209.993 - 1.860.715.722 334.362.925.715 Bonds payable
Pinjaman dari pihak berelasi 79.987.422.437 142.700.045.334 1.422.335.483 224.109.803.254 Loan from related parties
Jumlah 724.712.108.350 292.530.418.537 19.573.480.576 1.036.816.007.463 Total
34. KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN 34. CATEGORIES AND CLASSES OF FINANCIAL
KEUANGAN INSTRUMENTS
- 65 -
Page 67
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Aset keuangan pada Liabilitas keuangan pada
biaya perolehan yang biaya perolehan
diamortisasi/ diamortisasi/
Financ ial assest at Financ ial liabilities
amortized c ost at amortized
Rp Rp
30 Juni 2026 June 30, 2026
Aset keuangan Financ ial assets
Bank dan setara kas 64,111,307,949 - Cash in banks and c ash equivalent
Piutang usaha - pihak ketiga 29,511,718,303 - Trade ac c ounts rec eivable - third party
Piutang lain- lain Other ac c ounts rec eivable
Pihak berelasi Related parties
Pihak ketiga - - T hird parties
Aset keuangan dari proyek konsesi 1,328,849,683,893 - Financ ial assets from conc ession projec t
Aset lain- lain 7,516,602,372 - Other assets
Jumlah 1,429,989,312,517 - Total
Liabilitas keuangan Financ ial liabilities
Cerukan bank - 24,985,309,778
Utang usaha dan lainnya Trade and other ac c ounts payable
Pihak berelasi - 5,707,032,876 Related parties
Pihak ketiga - 8,476,321,058 Third parties
Utang bank - 5,919,047,616 Bank loan
Utang lainnya - 7,616,986,000 Other payable
Utang obligasi - 337,484,512,058 Bonds payable
Pinjaman berjangka - 475,354,490,986 Term loans
Pinjaman dari pihak berelasi - 217,674,961,327 Loan from related parties
Biaya masih harus dibayar - 6,389,800,864 Ac c rued expenses
Utang retensi - 7,920,614,574 Retention payable
Jumlah - 1,097,529,077,137 T otal
Liabilitas keuangan
Aset keuangan pada biaya
pada biaya perolehan perolehan
yang diamortisasi/ diamortisasi/
Financial assest at Financial liabilities
amortized cost at amortized
Rp Rp
31 Desember 2025 December 31, 2025
Aset keuangan Financial assets
Kas di bank dan setara kas 96.212.732.005 - Cash in banks and cash equivalent
Piutang usaha - pihak ketiga 17.665.607.887 - Trade accounts receivable - third party
Piutang lain-lain Other accounts receivable
Pihak ketiga 21.191.564.306 - Third parties
Aset keuangan dari proyek konsesi 1.220.747.663.605 - Financial assets from concession project
Aset lain-lain 7.516.602.372 - Other assets
Jumlah 1.363.334.170.175 - Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Cerukan bank - 23.950.149.122 Bank overdraft
Utang usaha dan lainnya Trade and other accounts payable
Pihak berelasi - 5.966.315.254 Related parties
Pihak ketiga - 16.976.412.006 Third parties
Utang bank - 6.726.190.475 Bank loan
Utang lainnya - 10.155.988.000 Other payable
Utang obligasi - 334.362.925.715 Bonds payable
Pinjaman berjangka - 447.666.938.897 Term loans
Pinjaman dari pihak berelasi - 224.109.803.254 Loan from related parties
Biaya masih harus dibayar - 11.282.919.402 Accrued expenses
Utang retensi - 10.475.579.634 Retention payable
Jumlah - 1.091.673.221.759 Total
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO 35. FINANCIAL RISK AND CAPITAL MANAGEMENT
MODAL
a. Manajemen risiko mata uang asing a. Interest rate risk management
Grup terekspos pengaruh fluktuasi nilai tukar The Group is exposed to the effect of foreign
mata uang asing terutama karena transaksi yang currency exchange rate fluctuation mainly
didenominasi dalam mata uang asing atas because of foreign currency denominated
pinjaman yang didenominasi dalam mata uang transactions from term loans denominated in
asing. foreign currencies.
Analisis sensitivitas mata uang asing Foreign currency sensitivity analysis
- 66 -
Page 68
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Grup terutama terekspos terhadap Dollar The Group is mainly exposed to the U.S. Dollar
Amerika Serikat (”USD”). (“USD”).
Tingkat sensitivitas yang digunakan ketika The sensitivity rate used when reporting
melaporkan riskio mata yang asing kepada foreign currency risk to key management
personel manajemen kunci adalah 1% (2025: personnel is 1% (2025: 1%), which is the
1%), yang merupakan perubahan dalam nilai change in foreign exchange rate that
tukar mata uang asing yang menurut management deems reasonably possible which
manajemen cukup mungkin akan memengaruhi will affect outstanding foreign currency
item-item moneter dalam uang asing pada akhir denominated monetary items at period end.
periode.
Berdasarkan analisis dalam kaitannya dengan Based on analysis in relation to USD, impact on
USD, dampak laba atau rugi tidak material. profit or loss is not material.
b. Manajemen risiko tingkat bunga b. Interest rate risk management
Grup terpapar risiko suku bunga karena entitas The Group is exposed to interest rate risk
dalam Grup meminjam dana dengan tingkat because entities in the Group borrow funds at
bunga tetap dan mengambang. Risiko ini dikelola both fixed and floating interest rates. The risk
oleh Grup dengan mempertahankan gabungan is managed by the Group by maintaining an
yang tepat antara pinjaman suku bunga tetap appropriate mix between fixed and floating rate
dan mengambang. borrowings.
Grup terekspos pada acuan suku Bunga IDR The Group is exposed to the IDR IndONIA
IndONIA dalam transaksi dana pinjaman, yang interest rate benchmark in transaction loan
terdampak reformasi acuan suku bunga. which is subject to interest rate benchmark
reform.
Grup telah memantau pasar dan output dari The Group has closely monitored the market
kelompok kerja berbagai industri yang and the output from the various industry
mengelola transisi ke suku bunga acuan yang working groups managing the transition to new
baru. Sampai dengan laporan keuangan ini benchmark interest rates, the Group use
terbit, Grup menggunakan IndONIA yang IndONIA was issued by Bank Indonesia after
dikeluarkan oleh Bank Indonesia setelah proses the replacement process is fully completed.
pergantian tersebut selesai secara penuh.
Eksposur Grup terhadap suku bunga dalam aset The Group’s exposures to interest rates on
keuangan dan liabilitas keuangan dirinci dalam financial assets and financial liabilities are
bagian manajemen risiko likuiditas pada catatan detailed in the liquidity risk management
ini. section of this note.
Untuk utang dengan suku bunga mengambang, For the Group’s floating rate debt, the Group
Grup akan memulai diskusi dengan debitur will start discussions with debitor for the new
terkait dengan perubahan atas suku bunga benchmark interest rate for AEB and AHM.
acuan yang baru untuk AEB dan AHM.
Analisis sensitivity suku bunga Interest rate sensitivity analysis
Analisis sensitivitas di bawah ini telah The sensitivity analyses below have been
ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga determined based on the exposure to interest
baik untuk instrumen non- derivatif pada akhir rates for non-derivative instruments at the end
periode pelaporan. Untuk liabilitas tingkat of the reporting period. For floating rate
bunga mengambang, analisis tersebut disusun liabilities, the analysis is prepared assuming
dengan asumsi jumlah liabilitas terutang pada the amount of the liability outstanding at the
akhir periode pelaporan itu terutang sepanjang end of the reporting period was outstanding for
tahun. Kenaikan atau penurunan 50 basis poin the whole year. A 50 asis point increase or
digunakan ketika melaporkan risiko suku bunga decrease is used when porting interest rate
secara internal kepada karyawan kunci dan risk internally to key management personnel
merupakan penilaian manajemen terhadap and represents management's assessment of
perubahan yang mungkin terjadi pada suku the reasonably possible change in interest
bunga. rates.
Jika suku bunga lebih tinggi/rendah 50 basis If interest rates had been 50 basis points
poin dan semua variable lainnya tetap konstan: higher/lower and all variables were held
constant, Group’s:
Laba akan turun/naik sebesar Profit for the year would
Rp 1.383.635.055 untuk tahun 2026 decrease/increase Rp 1,383,635,055 in
(2025: Rp 1.383.635.055). Hal ini terutama 2026 (2025: Rp 1,383,635,055). This is
disebababkan oleh eksposure Grup mainly attributable to the Group’s
terhadap suku bunga pinjaman dengan exposure to interest rates on its variable
suku bunga variabel. rate borrowings.
- 67 -
Page 69
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
c. Manajemen risiko likuiditas c. Liquidity risk management
Tanggung jawab utama untuk manajemen risiko Ultimate responsibility for liquidity risk
likuiditas terletak pada Direksi, yang telah management rests with the Directors, which
membentuk kerangka kerja manajemen risiko has established an appropriate liquidity risk
likuiditas yang sesuai untuk manajemen Grup management framework for the management
dan pendanaan jangka pendek, menengah dan of the Group’s short-, medium- and long-term
panjang dan persyaratan manajemen likuiditas. funding and liquidity management
Grup mengelola risiko likuiditas dengan requirements. The Group manages liquidity risk
memelihara cadangan yang memadai, fasilitas by maintaining adequate reserves, banking
perbankan dan fasilitas pinjaman cadangan, facilities and reserve borrowing facilities, by
dengan terus memantau arus kas prakiraan dan continuously monitoring forecast and actual
aktual, dan dengan cara mencocokkan profil cash flows, and by matching the maturity
jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. profiles of financial assets and liabilities.
Tabel risiko likuiditas dan suku bunga Liquidity and interest risk tables
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak The following tables detail the Group’s
untuk liabilitas keuangan dengan periode remaining contractual maturity for its non-
pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah derivative financial liabilities with agreed
disusun berdasarkan arus kas yang tak repayment periods. The tables have been
terdiskonto dari liabilitas keuangan berdasarkan drawn up based on the undiscounted cash flows
tanggal terawal di mana Grup dapat diminta of financial liabilities based on the earliest date
untuk membayar. Tabel mencakup arus kas on which the Group can be required to pay. The
bunga dan pokok. Jatuh tempo kontrak tables include both interest and principal cash
didasarkan pada tanggal terawal di mana Grup flows. The contractual maturity is based on the
mungkin akan diminta untuk membayar. earliest date on which the Group may be
required to pay.
Tingkat bunga
efektif rata-rata
tertimbang/ Kurang dari Lebih dari
Weighted average 1 tahun/ 1 sampai 5 tahun/
effective Less than 5 tahun/ More than
interest rate 1 year 1 to 5 years 5 years Jumlah/Total
% Rp Rp US$ Rp
30 Juni 2026 June 30, 2026
Tanpa bunga Non-interest bearing
Utang usaha dan lainnya Trade and other accounts payable
Pihak berelasi 5,707,032,876 - - 5,707,032,876 Related parties
Pihak ketiga 8,476,321,058 - - 8,476,321,058 Third parties
Utang retensi 7,920,614,575 - - 7,920,614,575 Retention payable
Utang lain 5,078,004,000 2,538,982,000 - 7,616,986,000 Other payable
Biaya masih harus dibayar 6,389,800,864 - - 6,389,800,864 Accrued expenses
Instrumen tingkat Variable interest
bunga variable rate instruments
Pinjaman berjangka INDONIA 3 Months plus 5% - 5,5% 47,852,761,399 328,682,995,864 361,113,370,372 737,649,127,635 Term loans
Instrumen tingkat Fixed interest
bunga tetap rate instruments
Cerukan bank 8.5% 24,985,309,778 - - 24,985,309,778 Bank Overdraft
Pinjaman dari Loan from
pihak berelasi 7,76% - 9,5% 11,632,155,747 203,650,841,293 2,391,964,287 217,674,961,327 related parties
Utang obligasi 9.5% - 10% 318,060,000,000 19,424,512,058 - 337,484,512,058 Bonds payable
Utang bank 7.7% 1,614,285,720 4,304,761,896 - 5,919,047,616 Bank loan
356,291,751,245 227,380,115,247 2,391,964,287 586,063,830,779
- 68 -
Page 70
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Tingkat bunga
efektif rata-rata
tertimbang/ Kurang dari Lebih dari
Weighted average 1 tahun/ 1 sampai 5 tahun/
effective Less than 5 tahun/ More than
interest rate 1 year 1 to 5 years 5 years Jumlah/Total
% Rp Rp Rp Rp
31 Desember 2025 December 31, 2025
Tanpa bunga Non-interest bearing
Utang usaha dan lainnya Trade and other accounts payable
Pihak berelasi 5.966.315.254 - - 5.966.315.254 Related parties
Pihak ketiga 16.976.412.006 - - 16.976.412.006 Third parties
Utang retensi 10.475.579.634 - - 10.475.579.634 Retention payable
Utang lainnya 5.078.004.000 5.077.984.000 - 10.155.988.000 Other payable
Biaya masih harus dibayar 11.282.169.402 - - 11.282.169.402 Accrued expenses
Instrumen tingkat Variable interest
bunga variable rate instruments
Pinjaman berjangka JIBOR 3 Months plus 5% - 5,5% 47.852.761.399 328.682.995.864 361.113.370.372 737.649.127.635 Term loans
Instrumen tingkat Fixed interest
bunga tetap rate instruments
Cerukan bank 8,5% 25.985.911.797 - - 25.985.911.797 Bank overdraft
Pinjaman dari Loan from
pihak berelasi 7,76% - 9,5% 30.650.644.028 253.827.584.522 7.177.477.483 291.655.706.033 related parties
Utang obligasi 9,5% - 10% 335.288.067.459 25.201.656.079 - 360.489.723.538 Bonds payable
Utang bank 7,7% 2.120.581.018 5.828.372.967 - 7.948.953.985 Bank loan
394.045.204.302 284.857.613.568 7.177.477.483 686.080.295.353
d. Manajemen risiko kredit d. Credit risk management
Tinjauan eksposur Grup terhadap risiko kredit Overview of the Group’s exposure to credit risk
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan The carrying amount of financial assets
keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan recorded in the consolidated financial
cadangan kerugian, mencerminkan eksposur statements, net of any allowance for losses,
Grup terhadap risiko kredit. represents the Group’s exposure to credit risk.
Selain itu, Grup terekspos terhadap risiko kredit In addition, the Group is exposed to credit risk
dalam kaitannya dengan jaminan keuangan yang in relation to financial guarantees given to
diberikan kepada bank oleh Grup. Eksposur banks provided by the Group. The Group's
maksimum Grup dalam hal ini adalah jumlah maximum exposure in this respect is the
maksimum yang harus dibayar Grup jika jaminan maximum amount the Group could have to pay
tersebut ditarik. if the guarantee is called upon.
Kerangka peringkat risiko kredit kini Grup terdiri The Group’s current credit risk grading
dari kategori berikut: framework comprises the following categories:
Kategori/ Dasar pengakuan ECL/
Category Deskripsi/Description Basis for recognizing ECL
Lancar/ Pihak lawan memiliki risiko gagal bayar yang ECL 12 bulan/
Performing rendah dan tidak memiliki tunggakan./ 12-month ECL
The counterparty has a low risk of default and
does not have any past-due amounts.
Dicadangkan/ Jumlah yang tertunggak > 60 hari atau telah ECL sepanjang umur –kredit
Doubtful ada peningkatan risiko kredit yang signifikan tidak memburuk/
sejak pengakuan awal./ Lifetime ECL – not credit-
Amount is >60 days past due or there has been impaired
a significant increase in credit risk since initial
recognition.
Gagal bayar/ Jumlah yang tertunggak > 90 hari atau ada ECL sepanjang umur – kredit
In default bukti yang mengindikasikan aset mengalami memburuk/
penurunan nilai kredit./ Lifetime ECL – credit-impaired
Amount is >90 days past due or there is
evidence indicating the asset is credit-impaired.
Penghapusan/ Ada bukti yang mengindikasikan bahwa debitur Saldo dihapuskan/
Write-off dalam kesulitan keuangan yang buruk dan Grup Amount is written off
tidak memiliki prospek pemulihan yang
realistis./
There is evidence indicating that the debtor is in
severe financial difficulty and the Group has no
realistic prospect of recovery.
- 69 -
Page 71
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
Tabel di bawah merinci kualitas kredit aset The table below details the credit quality of the
keuangan Grup serta eksposur maksimum risiko Group’s financial assets as well as maximum
kredit menurut peringkat risiko kredit: exposure to credit risk by credit risk rating
grades:
30 Juni/June 30, 2026 31 Desember/December 31, 2025
Peringkat Jumlah Jumlah
Kredit tercatat Jumlah tercatat Jumlah
Internal/ bruto/ Cadangan tercatat bruto/ Cadangan tercatat
Internal ECL 12 bulan atau sepanjang Gross kerugian/ bersih/ Gross kerugian/ bersih/
Akun deskripsi/ Credit umur/ carrying Loss Net carrying carrying Loss Net carrying
Accounts description Rating 12-month or lifetime ECL amount allowance amount amount allowance amount
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Kas dan setara kas/ Lancar/
Cash and cash equivalents Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 67,227,112,073 - 67,227,112,073 96,212,732,005 - 96,212,732,005
Piutang usaha pihak ketiga/ ECL sepanjang umur (pendekatan
Trade accounts receivable third party (i) sederhana)/
Lifetime ECL (simplified approach) 29,511,718,303 - 29,511,718,303 17,665,607,887 - 17,665,607,887
Piutang lain-lain pihak ketiga/ ECL sepanjang umur (pendekatan
Other account receivable third parties (i) sederhana)/
Lifetime ECL (simplified approach) - - - 21,191,564,306 - 21,191,564,306
Aset lain-lain/ Lancar/
Other assets Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 7,516,602,372 - 7,516,602,372 7,516,602,372 - 7,516,602,372
Aset keuangan dari proyek konsesi/ ECL sepanjang umur (pendekatan
Financial assets from concession project (i) sederhana)/
Lifetime ECL (simplified approach) 1,328,849,683,893 - 1,328,849,683,893 1,220,747,663,605 - 1,220,747,663,605
- -
i. Perusahaan menentukan ECL pada pos-pos i. The Company determines the ECL on these
tersebut menggunakan matriks provisi, yang items by using a provision matrix, estimated
diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian based on historical credit loss experience
kredit historis berdasarkan status utang based on the past due status of the debtors,
debitur masa lalu, yang disesuaikan dengan adjusted as appropriate to reflect current
kondisi saat ini dan perkiraan kondisi ekonomi conditions and estimates of future economic
di masa depan. conditions.
e. Pengukuran Nilai Wajar e. Fair value Measurements
Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat Fair value of financial instruments carried at
pada biaya perolehan diamortisasi amortized cost
Kecuali aset finansial dari proyek konsesi Except for the financial asset from concession
(Catatan 10), utang obligasi (Catatan 18), dan project (Note 10), bonds payable (Note 18),
pinjaman dari pihak berelasi (Catatan 29), and loan from related parties (Note 29),
manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat management consider that the carrying
aset dan liabilitas keuangan yang dicatat dalam amounts of the Company’s financial assets and
laporan keuangan dengan jatuh tempo lebih dari financial liabilities recognized in the financial
1 tahun mendekati nilai wajarnya karena statements with maturities of more than
terpengaruh tingkat bunga pasar atau dampak 1 year approximates their fair value because it
pendiskontoan tidak signifikan. carries the market interest or the impact of
discounting is not significant.
Pengukuran nilai wajar diakui dalam laporan Fair value measurement hierarchy of the
posisi keuangan Company’s financial statement
Tingkatan nilai wajar adalah sebagai berikut: The fair value hierarchy are as follows:
Pengukuran nilai wajar Level 1 adalah yang Level 1 fair value measurements are
berasal dari harga kuotasian (tanpa those derived from quoted prices
penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau (unadjusted) in active markets for
liabilitas yang identik; identical assets or liabilities;
Pengukuran nilai wajar Level 2 adalah yang Level 2 fair value measurements are
berasal dari input selain harga kuotasian yang those derived from inputs other than
termasuk dalam Level 1 yang dapat quoted prices included within Level 1 that
diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik are observable for the asset or liability,
- 70 -
Page 72
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
secara langsung (misalnya harga) atau secara either directly (i.e. as prices) or indirectly
tidak langsung (misalnya deviasi dari harga); (i.e. derived from prices); and
dan
Pengukuran nilai wajar Level 3 adalah yang Level 3 fair value measurements are
berasal dari teknik penilaian yang mencakup those derived from valuation techniques
input untuk aset atau liabilitas yang bukan that include inputs for the asset or liability
berdasarkan data pasar yang dapat that are not based on observable market
diobservasi (input yang tidak dapat data (unobservable inputs).
diobservasi).
Nilai wajar aset finansial dari proyek konsesi The fair value of financial asset from
termasuk dalam Level 3. concession project falls into Level 3.
f. Manajemen modal f. Capital management
Grup mengelola modalnya untuk memastikan The Group manages its capital to ensure that
mereka dapat mempertahankan kelangsungan it will be able to continue as a going concern
usaha disamping memaksimalkan pengembalian while maximizing the return to stakeholders
kepada pemegang saham melalui optimalisasi through the optimization of debt and equity
saldo liabilitas dan ekuitas. balance.
Struktur modal Grup terdiri dari utang pihak The capital structure of the Group consists of
ketiga dan pinjaman dari pihak berelasi yang third party loan and loan from related party,
saling hapus dengan kas dan setara kas dan offset by cash and cash equivalents and
ekuitas pemegang saham yang terdiri dari modal equity shareholder consist of capital stock,
saham, agio saham dan laba. agio capital and retained earnings.
Direksi Grup secara berkala melakukan struktur The Directors of the Group periodically review
permodalan Grup. Sebagai bagian dari reviu ini, the Group's capital structure. As part of this
Direksi mempertimbangkan biaya permodalan review, the Directors consider the cost of
dan risiko yang berhubungan. capital and related risk.
Tidak terdapat perubahan terhadap eksposur There has been no change to the Group’s
risiko modal Grup dimana risiko ini telah dikelola exposure to capital risk or the manner in
dan diukur. which these risks are managed and
measured.
36. SEGMEN OPERASI 36. OPERATING SEGMENTS
Pengambil keputusan dalam operasional utama The chief operating decision-maker has been
adalah Direksi. Direksi memeriksa kinerja Grup dari identified as the members of Board of Directors. The
sudut pandang geografis yang terdiri dari 6 segmen Board of Directors examine the Group’s
yang dapat dilaporkan: pembangkit listrik tenaga performance from a geographic perspective which
minihidro 7,4 MW di Cikopo (Jawa Barat), pembangkit consists of 6 reportable segments: 7.4 MW
listrik tenaga minihidro 10 MW di Tomasa (Sulawesi minihydro electric power plant in Cikopo (West
Tengah), pembangkit listrik tenaga minihidro 10 MW Java), the 10 MW minihydro electric power plant in
di Yaentu (Sulawesi Tengah), pembangkit listrik Tomasa (Sulawesi Tengah), the 10 MW minihydro
tenaga mini hydro 5,4 MW di Kukusan (Lampung) dan electric power plant in Yaentu (Central Sulawesi),
pembangkit listrik tenaga minihidro 10 MW di Tomoni the 5.4 MW minihydro electric power plant in
(Sulawesi Selatan) serta jasa konstruksi. Kukusan (Lampung) and the 10 MW minihydro
electric power plant in Tomoni (Sulawesi Selatan)
and construction service.
- 71 -
Page 73
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
30 Juni / June 30, 2026
Lainnya/ Eliminasi/ Jumlah/
Cikopo Tomasa Yaentu Kukusan Tomoni Pongbembe Others Elimination Total
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
PENDAPATAN 22,313,547,200 4,846,117,607 3,368,470,025 6,680,695,338 69,690,071,045 26,111,678,738 43,595,705,335 (43,595,705,335) 133,010,579,953 REVENUE
BEBAN POKOK PENDAPATAN 8,538,749,233 4,741,473,064 3,159,914,105 5,884,603,428 56,854,148,454 23,162,563,252 23,454,465,414 43,595,705,335 82,200,211,616 COST OF REVENUES
LABA KOTOR 13,774,797,967 104,644,543 208,555,920 796,091,910 12,835,922,591 2,949,115,486 20,141,239,921 - 50,810,368,338 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA 10,636,980,981 1,137,234,574 3,285,832,312 1,559,635,463 2,578,288,306 1,213,845,223 9,162,592,042 - 28,360,563,678 OPERATING EXPENSES
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan 4,544,579 9,036,455,710 22,475,183,384 9,276,573,562 14,511,603,701 846,352,843 1,094,925,198 - 56,399,286,133 Finance income
Beban keuangan (26,170,160,684) - (6,494,617,781) (7,647,502,485) - - - - (40,312,280,950) Finance cost
Keuntungan (kerugian) atas selisih kurs 10,420,775 (3,035,511) 29,589,914 - 1,912 1,305,250,547 - - 1,342,227,637 Gain (loss) on foreign exchanges
Keuntungan (kerugian) lain-lain - bersih 628,381,882 621,829,740 - 136,580 - - 440,069,441 - 1,690,417,643 Other gain (losses) - net
TOTAL PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN (25,526,813,448) 9,655,249,938 16,010,155,517 1,629,207,658 14,511,605,612 2,151,603,390 1,534,994,639 - 19,119,650,464 TOTAL OTHER INCOME (EXPENSES)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (22,388,996,462) 8,622,659,907 12,932,879,125 865,664,105 24,769,239,897 3,886,873,653 12,513,642,519 - 41,569,455,123 PROFIT (LOSS) BEFORE TAX
(BEBAN) MANFAAT PAJAK - (1,896,985,180) (2,845,233,407) (190,446,103) - - - - (4,932,664,690) TAX (EXPENSES) BENEFIT
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN (22,388,996,462) 6,725,674,727 10,087,645,718 675,218,002 24,769,239,897 3,886,873,653 12,513,642,519 - 36,636,790,433 NET PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE (LOSS) PROFIT
SETELAH PAJAK NET OF TAX
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke Items that will not reclassified
laba rugi: subsequently to profit or loss:
(Kerugian) keuntungan aktuarial atas
program imbalan kerja pasti 1,399,310,559 (2,822,719) - - - - - 1,396,487,840
Pajak dari keuntungan (kerugian) aktuarial (307,848,323) 620,998 - - - - - (307,227,325)
Jumlah laba komprehensif lain Total other comprehensive (loss) profit
tahun berjalan - setelah pajak 1,091,462,236 (2,201,721) - - - - - 1,089,260,515 for the year - net of tax
JUMLAH PENGHASILAN (KERUGIAN) KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS)
TAHUN BERJALAN (21,297,534,226) 6,723,473,006 10,087,645,718 675,218,002 24,769,239,897 12,513,642,519 - 37,726,050,949 FOR THE YEAR
LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT NET PROFIT FOR THE YEAR
DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:
Pemilik entitas induk 36,646,926,735 Owners of the Company
Kepentingan non-pengendali (10,136,302) Non-controlling interest
JUMLAH 36,636,790,433 TOTAL
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN TOTAL COMPREHENSIVE PROFIT
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO:
Pemilik entitas induk 37,736,187,670 Owners of the Company
Kepentingan non-pengendali (10,136,722) Non-controlling interest
JUMLAH 37,726,050,948 TOTAL
INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION
Aset segmen 655,595,808,509 291,397,672,368 542,288,943,250 285,945,390,105 355,226,958,360 333,991,065,516 (722,285,183,466) 1,742,160,654,641 Segment assets
Liabilitas segmen 672,230,340,221 83,171,964,609 336,229,757,032 205,020,349,044 259,387,338,372 116,560,520,690 (483,276,564,427) 1,189,323,705,541 Segment liabilities
31 December / December 31, 2025
Jasa konstruksi/ Lainnya/ Eliminasi/ Jumlah/
Cikopo Tomasa Yaentu Kukusan Tomoni Service construction Others Elimination Total
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
PENDAPATAN 44.045.012.799 10.223.837.783 4.274.208.684 116.365.953.518 168.272.369.197 98.136.086.829 1.561.032.570 (99.557.119.399) 343.321.381.981 REVENUE
BEBAN POKOK PENDAPATAN (16.052.268.329) (10.532.657.666) (1.961.859.408) (124.564.581.348) (125.623.819.714) (68.835.724.462) (352.850.000) 94.315.140.010 (253.608.620.917) COST OF REVENUES
LABA KOTOR 27.992.744.470 (308.819.883) 2.312.349.276 (8.198.627.830) 42.648.549.483 29.300.362.367 1.208.182.570 (5.241.979.389) 89.712.761.064 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA (21.347.865.868) (9.264.345.620) (13.029.533.347) (10.876.810.182) (7.512.940.811) (13.121.378.660) (3.093.322.926) 6.000.000.000 (72.246.197.414) OPERATING EXPENSES
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSE)
Penghasilan keuangan 845.508.996 18.556.676.398 44.123.832.661 18.925.825.584 14.442.909.206 351.226.922 990.274.779 - 98.236.254.546 Finance income
Beban keuangan (54.701.162.807) (7.641.582.697) (32.472.146.771) - (173.819.381) - - 16.462.913.563 (78.525.798.093) Finance cost
Keuntungan (kerugian) atas selisih kurs 17.919.300 (7.964.346) (1.888.760) - 5.616 - - - 8.071.810 Gain (loss) on foreign exchanges
Keuntungan (kerugian) lain-lain - bersih 23.354.316.969 776.669.989 13.847.871.568 3.464.334.800 - (61.812.174) 9.999.358.464 (28.603.729.856) 22.777.009.760 Other gain (losses) - net
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (23.838.538.940) 2.110.633.841 14.780.484.627 3.314.722.372 49.404.704.113 16.468.398.455 9.104.492.887 (11.382.795.682) 59.962.101.673 PROFIT (LOSS) BEFORE TAX
MANFAAT PAJAK 7.147.052.099 (668.365.215) (4.270.665.635) - - - - 1.723.196.579 3.931.217.828 TAX BENEFIT
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN (16.691.486.841) 1.442.268.626 10.509.818.992 3.314.722.372 49.404.704.113 16.468.398.455 9.104.492.887 (9.659.599.103) 63.893.319.501 NET PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
PENGHASILAN (KERUGIAN) KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
SETELAH PAJAK (LOSS) NET OF TAX
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke Items that will not reclassified
laba rugi: subsequently to profit or loss:
Keuntungan (kerugian) aktuarial atas Actuarial gain (loss) of
program imbalan kerja pasti 874.955.869 (2.822.719) - - - - - - 872.133.150 defined benefit plan
Pajak dari keuntungan (kerugian) aktuarial (192.490.291) 620.998 - - - - - - (191.869.293) Tax of actuarial gain (loss)
Jumlah penghasilan (kerugian) komprehensif lain Total other comprehensive income
tahun berjalan - setelah pajak 682.465.578 (2.201.721) - - - - - - 680.263.857 (loss) profit for the year - net of tax
JUMLAH (KERUGIAN) PENGHASILAN TOTAL COMPREHENSIVE (LOSS)
KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (16.009.021.263) 1.440.066.905 10.509.818.992 3.314.722.372 49.404.704.113 16.468.398.455 9.104.492.887 - 64.573.583.358 INCOME FOR THE YEAR
LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT NET PROFIT FOR THE YEAR
DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:
Pemilik entitas induk 63.439.255.804 Owners of the Company
Kepentingan non-pengendali (10.136.303) Non-controlling interest
JUMLAH 63.429.119.501 TOTAL
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE PROFIT
TAHUN BERJALAN YANG DAPAT FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE
DIATRIBUSIKAN KEPADA: TO:
Pemilik entitas induk 64.119.520.080 Owners of the Company
Kepentingan non-pengendali (10.136.722) Non-controlling interest
JUMLAH 64.109.383.358 TOTAL
INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION
Aset segmen 661.197.671.768 296.183.212.011 551.341.190.245 275.924.187.452 272.961.096.043 45.052.497.483 306.476.532.598 (712.592.573.678) 1.696.543.813.922 Segment assets
Liabilitas segmen 654.760.597.140 94.685.380.700 355.369.649.745 195.674.364.393 201.890.715.952 21.020.515.637 129.844.728.046 (472.902.441.077) 1.180.343.510.536 Segment liabilities
- 72 -
Page 74
PT ARKORA HYDRO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ARKORA HYDRO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG JUNE 30, 2026 AND 2025 FOR THE YEAR
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THEN ENDED (Continued)
37. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN 37. MANAGEMENT RESPONSIBILITY AND
PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN APPROVAL CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan The preparation and fair presentation of the
konsolidasian dari halaman 1 sampai 73 merupakan consolidated financial statements on pages 1 to 73
tanggung jawab manajemen, dan telah disetujui oleh were the responsibilities of the management, and
Direktur Utama dan Direktur untuk diterbitkan pada were approved by the President Director and
tanggal 29 Juli 2026. Director to authorize for issuance on July 29, 2026.
*******
- 73 -
Page 75
Page 1 of 83
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik
yang merupakan Perusahaan Efek, Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No, VIII,G,17),
2. Tanda (√) diisi pada kolom ‘Ada’ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya
pada kolom ‘Keterangan’ ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan,
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda √) diisi pada kolom ‘Tidak Ada’
dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan,
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka
tanda (√) diisi pada kolom ‘N/A’,
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited),
Data Umum
Nama Emiten/ Perusahaan Publik PT Arkora Hydro Tbk
Bidang Usaha Pembangkit Tenaga Listrik
Jenis penawaran Umum Saham
30 Juni 2026 30 Juni 2025 30 Juni 2024
Nama Kantor Akuntan Publik Tidak Diaudit Tidak Diaudit Tidak Diaudit
Nama Partner
Opini Akuntan
Catatan tentang Opini (jika ada)
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan,
Page 76
Page 2 of 83
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No,VIII,G,11 Tentang “Tanggung √
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No,VIII,A,2 tentang “Independensi √
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
Data Keuangan Penting
Periode laporan keuangan Juni Juni Juni
2026 2025 2024
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 133,010,579,953 142,534,807,646 100,330,445,850
Laba (rugi) bruto 50,810,368,338 54,512,124,990 39,022,837,570
Laba (rugi) usaha/operasional 22,449,804,660 29,578,802,386 20,397,827,216
EBITDA 89,403,291,490 85,777,404,169 61,234,619,716
Laba (rugi) Bersih periode berjalan 36,636,790,433 36,867,863,297 30,719,313,437
Laba (rugi) komprehensif 37,726,050,949 36,670,751,488 30,535,751,738
Laba Per saham (dasar) 13,00 13,00 10,00
Laba Per saham (dilusian)
Laporan Posisi keuangan
Jumlah Aset 1,742,160,654,641 1,495,178,367,032 1,319,354,658,937
Jumlah Aset Lancar 243,666,182,826 195,467,457,450 161,654,656,280
Jumlah Aset Tidak Lancar 1,498,494,471,815 1,299,710,909,582 1,157,700,002,657
Jumlah Liabilitas 1,189,323,705,541 1,006,880,895,517 867,727,938,910
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 416,837,797,588 66,000,771,519 86,905,949,090
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 772,485,907,953 940,880,123,998 780,821,989,820
Jumlah Ekuitas 552,836,949,100 488,297,471,515 451,626,720,027
Modal Disetor 73,212,375,000 73,212,375,000 73,212,375,000
Tambahan Modal Disetor 225,900,774,933 225,900,774,933 225,900,774,933
Saldo Laba 250,154,575,036 186,481,558,791 149,604,192,497
Komponen ekuitas lainnya 2,443,241,589 1,567,458,356 1,763,121,613
Kepentingan non pengendali 1,125,982,542 1,135,304,435 1,146,255,984
Page 77
Page 1 of 83
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH INDUSTRI DI
PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang
merupakan Perusahaan Efek, Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No, VIII,G,17),
2. Tanda (√) diisi pada kolom ‘Ada’ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada
kolom ‘Keterangan’ ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan,
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda √) diisi pada kolom ‘Tidak Ada’ dengan
menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan,
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (√)
diisi pada kolom ‘N/A’,
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited),
Data Umum
Nama Emiten/ Perusahaan Publik PT Arkora Hydro Tbk
Bidang Usaha Pembangkit Tenaga Listrik
Jenis penawaran Umum Saham
30 Juni 2026 30 Juni 2025 30 Juni 2024
Nama Kantor Akuntan Publik Tidak Diaudit Tidak Diaudit Tidak Diaudit
Nama Partner
Opini Akuntan
Catatan tentang Opini (jika ada)
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan,
Page 78
Page 3 of 83
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%) 58% 296% 186%
ROA 2,10% 2,47% 2,33%
ROE 6,63% 7,55% 6,80%
Ebitda thd pendapatan (%) 67,22% 60,18% 61,03%
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau
tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik, Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan
karakteristik industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik,
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No
VIII,G,17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek,
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √ Halaman 2
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode √ Halaman 3
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √ Halaman 4
4 Laporan arus kas selama periode √ Halaman 5
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan saat √ Halaman 2-5
Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau
membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan
mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya,
6 Catatan atas Laporan Keuangan √ Halaman 6-70
Ketentuan Umum
1,
Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai
berikut:
Page 79
Page 4 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a. gambaran umum Perusahaan;
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang
diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan,
laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas,
sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun
dalam laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi
informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan,
Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan
adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”,
2, Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenai Aset
yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan,
3, Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang
diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib
4, diungkapkan alasannya,
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1, Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a, Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ Catatan 1
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari instansi yang
√ Catatan 1a
berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada
√ Catatan 1a
periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha; √ Catatan 1a
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial, Dalam hal perusahaan
melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan yang
disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau
√ Catatan 1a
perampingan usaha dan kapasitas produksinya; dan
Page 80
Page 5 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate
√ Catatan 1a
parent of the group), Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan alasannya,
7) Khusus Industri Media
√
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki,
8) Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan jalan √
tol tersebut,
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
√
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang,
10) Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk √
menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada),
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan,
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
• Nama lokasi;
• Nama pemilik izin lokasi;
• Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya;
• Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin lokasi; dan
• Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi
per tanggal Laporan Posisi Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi: √
• Nama lokasi;
• Nama pemilik ijin lokasi;
• Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya;
• Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi;
• Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan
sertifikasi, dan tanggal sertifikasi;
• Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan
• Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksploitasi/pengembangan oleh
Perseroan hingga tanggal laporan posisi keuangan,
Page 81
Page 6 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan; √
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH; dan
c) sisa umur HPH,
b, Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran Efek yang
√ Catatan 1c
diterbitkan di luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √ Catatan 1c
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √ Catatan 1c
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan (corporate
√
action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode pelaporan terakhir,
c, Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung maupun tidak
√ Catatan 1b
langsung;
2) Tempat kedudukan; √ Catatan 1b
3) Jenis usaha; √ Catatan 1b
4) Tahun beroperasi secara komersial; √ Catatan 1b
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda); √ Catatan 1b
6) Total Aset; dan √ Catatan 1b
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila entitas induk tidak √
memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari 50%
(lima puluh perseratus) hak suara yang sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% (lima √
puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas investee tidak diikuti dengan
pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan keuangan
Page 82
Page 7 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau
periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan √
tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk √
mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran
kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas √
induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendalian atas ekuitas
yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk harus
mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya Pengendalian, dan
porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan
sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal
hilangnya Pengendalian;
(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan; √
(3) jumlah harga yang diterima;
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana
Pengendalian dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang diikhtisarkan berdasarkan kategori
utamanya,
d, Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, dan komite
√ Catatan 1a
audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan
tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas √ Catatan 1a
anak,
e, Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan √ Catatan 73
Page 83
Page 8 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan,
2, Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a, Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun dan disajikan √ Catatan 3a
sesuai dengan SAK,
b, Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical cost),
biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net realizable value), Nilai Wajar √ Catatan 3b
(fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku,
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas, √
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:
√
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak;
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang fungsional √ Catatan 3e
Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; dan
√
c) alasanperubahan mata uang penyajian (jika ada),
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada), √
c, Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau
bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat
manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling
signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa
depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan,
√
yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah
tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan atas
laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode
pelaporan,
Page 84
Page 9 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d, Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan
relevan untuk memahami laporan keuangan, Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi
tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos entitas induk
dan entitas anak;
√
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
entitas induk; √
Catatan 3c
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa kehilangan
Pengendalian atas entitas anak; √
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas entitas anak;
√
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian kepentingan
nonpengendali; dan √
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang dikonsolidasi
telah dieliminasi, √
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang digunakan
untuk mengukur kepentingan nonpengendali;
b) pengakuan awal untuk goodwill;
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwill; dan √
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di
Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon;
(2) akuisisi secara bertahap; dan
(3) imbalan kontinjensi,
3) Kas dan setara kas;
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan komponen kas dan √ Catatan 3i
setara kas,
Page 85
Page 10 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori, termasuk perlakuan atas
√
biaya transaksi;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori; √
Catatan 3h
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan; √
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen keuangan; √
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan nilai dari aset √
keuangan;
(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan; √
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, selain
penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), angka
(4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenai;
√
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai;
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas instrumen
keuangan derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai,
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk;
√
(2) pengakuan awal Sukuk;
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi,
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
√
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk;
(4) posisi penyajian Sukuk; dan
(5) akad syariah yang digunakan,
Page 86
Page 11 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib minimum,
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan Bank √
Lain,
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank Indonesia
dan Bank Lain,
6) Piutang Reverse Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo, metode pencatatan √
dan pengukurannya,
7) Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki; √
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan,
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan;
(2) Dasar penyajian atas kredit;
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit;
√
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada); dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit,
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasi,
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar penilaian dan penyajian;
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang diberikan dengan
Page 87
Page 12 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih; dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan agunan,
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen; dan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan konsumen dari
konsumennya,
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse);
b) Penyajian transaksi anjak piutang; √
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah bersih
piutang dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan kembali ke klien
atau ditanggung oleh perusahaan),
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
√ Catatan 3n
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa;
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi; dan
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor,
12) Persediaan:
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dan √
rumusan biaya yang digunakan,
a) Khusus Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara, pemeliharaan
√
sarana dan pra-sarana,
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi,
Page 88
Page 13 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman belum
menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan;
√
(2) Dasar penilaian dan pengukuran;
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke tanaman telah
menghasilkan;
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan; dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman,
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian;
(b) Metode amortisasi (deplesi); dan √
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada,
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi hewan
ternak telah menghasilkan,
Aset Tetap:
13)
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap; √
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap; √
c) pengelompokan Aset Tetap; √
d) metode penyusutan yang digunakan; √
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap; √ Catatan 3j
√
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan;
g) penghentian pengakuan; √
h) nilai residu; dan √
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis, √
metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan,
14) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat investasi pada
asosiasi,
Page 89
Page 14 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian √
partisipasi dalam Ventura Bersama,
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dari bentuk kerjasama; √
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul; dan
c) Sistem pembagian hasil, jika ada,
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Takberwujud; √
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud; √
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat terbatas, √
Catatan 11
diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya; √
d) sumber terjadinya Aset Takberwujud; √
e) metode amortisasi yang digunakan; √
f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud; dan √
g) riset dan pengembangan (jika ada),
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan √
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual,
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi; √
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya; dan
e) penghentian pengakuan Properti Investasi,
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
Page 90
Page 15 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto; √
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai (impairment) dan penilaian kembali aset
(revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan;
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan; dan
e) Pertanggungan Asuransi,
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya
penurunan nilai; dan √
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan pembalikannya,
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera,
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan,
Simpanan dari bank lain √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain,
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan; dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto,
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan
b) dasar penentuan nilai provisi,
Utang Repo
24)
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan √
pengukurannya,
Page 91
Page 16 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan,
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan;
√
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan;
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan; dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan,
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih berjalan
dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang
bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah menemukan
adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya baru akan
dilaksanakan pada saat dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan kapitalisasi biaya
pekerjaan konstruksi dan prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka √
waktu perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang dan dasar
perhitungan amortisasi,
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; dan
c) Metode penyusutan prasarana PLH,
Page 92
Page 17 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang
√ Catatam 3o
digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan
pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait,
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase
penyelesaian
Catatam 3o
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap √
penyelesaian suatu kontrak,
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan
pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan retroaktif; dan
(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi, √
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim dalam
proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban
penyelesaian klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi,
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat;
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek;
(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilai √
tercatat proyek;
(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat;
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi kini;
dan
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya,
Page 93
Page 18 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
28) Program Loyalitas Pelanggan
√
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan terkait program loyalitas pelanggan
29) Transaksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing; √
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan liabilitas Catatan 3e, Catatan 31
moneter; dan √
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo dalam mata
uang asing, √
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
√ Catatan 3f, Catatan 29
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi;
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan; dan √
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi tentang metode penyajian dalam √
laporan keuangan,
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak tangguhan;
√ Catatan 3p, Catatan 26
b) ketentuan mengenai saling hapus;
√
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan; dan
√
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak tangguhan,
√
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan; √
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang diselenggarakan Catatan 3q
oleh Perusahaan; √
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian aktuarial; √
dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan penyelesaian, √
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian, √
Page 94
Page 19 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
penjualan, atau pembatalan saham treasuri,
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran
√
berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan melalui
Kas, termasuk pengukurannya,
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi;
√
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas; dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas,
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013,
37) Biaya Pinjaman
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang mengharuskan biaya √ Catatan 3m
pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian,
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk √ Catatan 3r
mengidentifikasikan Segmen Operasi,
39) Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba
(rugi) per saham dilusian, √ Catatan 3s
a, Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga; √
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata uang
√ Catatan 6
asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan; dan √
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh
kelompok usaha disertai pendapat manajemen, √
Page 95
Page 20 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas
√
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis mata uang,
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang (nilai
√
dalam mata uang original); dan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM bank pada
saat periode pelaporan,
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang;
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai;
√
(2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai,
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang;
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai (impaired)
dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired);
√
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok);
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan
istimewa dan pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya;
Page 96
Page 21 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku
operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana
tersebut berdasarkan informasi dari otoritas yang berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai,
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; Catatan 7
√ Tidak ada pengklasifikasian,
b) jumlah piutang menurut debitur; Akun piutang usaha
√
c) jumlah piutang menurut mata uang; √ seluruhnya merupakan piutang
kontrak dengan pelanggan,
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai; dalam mata uang Rupiah,
√
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai
secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang; √
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan manajemen
√
atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan; √
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif; dan √
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi:
√
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan ikatan penting
lain yang diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila ada),
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur; √
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; dan
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas,
b) Piutang Koasuransi √
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan √
(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas,
Page 97
Page 22 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur; √
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan; dan
(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas,
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi;
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas,
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh: kendaraan
bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain);
(2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen;
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja
(4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang, penerusan
pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan membagi risiko tidak
tertagihnya piutang tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas;
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui;
(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang √
pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan;
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagai
jaminan atas utang,
b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta
jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang (tanpa
Page 98
Page 23 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
recourse) serta pendapatan anjak piutang tangguhan (dengan recourse); dan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang yang √
diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak piutang,
c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa
minimum pada akhir periode pelaporan, Di samping itu, lessor mengungkapkan
investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir
periode pelaporan, untuk setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
√
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang belum diterima;
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor;
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum;
(6) rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode; dan
(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material,
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi
yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap periode berikut;
(a) kurang dari satu tahun
√
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan pada periode; dan
(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor,
Page 99
Page 24 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi; dan
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi,
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap kontrak
konstruksi,
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu :
√
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang terjadi; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin),
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek;
c) Nama pihak/counterparty;
√
d) Lokasi Efek jaminan;
e) Tingkat bunga piutang reverse repo;
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada),
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih; √
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih dengan saldo piutang
yang tidak tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah pengambilalihan
agunan tersebut,
Page 100
Page 25 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga, dan
dendakepada pihak lain,
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain: √
a) Rincian jenis dan jumlah piutang;
√
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); dan
√
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan,
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat lancar
maupun tidak lancar,
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak √
ketiga dan pihak berelasi,
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan klasifikasi,
baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang
diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan;
(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif
untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum diamortisasi,
untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo;
(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada),
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan yang
diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo;
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan:
√
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan
(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah
direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual,
Page 101
Page 26 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk Liabilitas
atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan
tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya,
dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset
keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan antara
penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban
penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas investasi
yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki hingga jatuh
tempo,
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; √
√ Catatan 6
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan;
√
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; dan
√
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut,
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah;
√
b) tujuan model usaha yang digunakan;
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan,
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis;
√
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga;
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
d) Informasi penting lainnya,
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
Page 102
Page 27 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih; dan √
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan
komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak penerbit, kisaran tingkat bunga, √
jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari transaksi
usaha atau lainnya),
18) Khusus Industri Asuransi √
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan,
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
√
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang;
b) Tingkat suku bunga,
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka
waktu serta kolektibilitas;
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan penghapusan
menurut ketentuan Bank Indonesia;
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk terhadap
jumlah minimum cadangankerugian penurunan nilai Aset keuangan sesuai
ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku pimpinan,
Page 103
Page 28 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
agen, atau anggota sindikasi;
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika ada;
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian
Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;
√
l) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai,
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan √
dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai
tagihan akseptasi
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi
yang sesuai bagi Perusahaan;
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi biaya
untuk menjual;
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan
yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan;
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai √
pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode
berjalan;
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang
diturunkan;
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi,
(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan
Page 104
Page 29 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dijaminkan; dan
(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan
risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan √
asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya,
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus
diungkapkan antara lain: √
(1) Makanan dan minuman;
(2) Perlengkapan; dan
(3) Barang Dagangan,
c) Khusus Industri Real Estat √
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang;
(b) Unit Bangunan; dan
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian, √
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah
berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah utang terkait yang
akan dialihkan, bila ada,
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
√
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan;
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan; dan
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang, √
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain: √
(1) Materi program: lokal, impor (media televisi);
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak);
(3) Barang promosi dan barter (media cetak); dan √
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya,
Page 105
Page 30 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:
√
(1) Obat-obatan;
(2) Perlengkapan medis (disposable); dan
(3) Persediaan lainnya
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu, √
seperti hewan ternak menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual; dan
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan,
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi hewan ternak
telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan; √
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling
tidak 2 tahun terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan
persediaan yang mati atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan √
risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian
atau metode penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi; dan
√
(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan,
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
Catatan 26
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya; dan
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya,
Page 106
Page 31 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
24) Biaya Dibayar Dimuka
√
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah,
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan
yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai;
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu
tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang periode √
penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu tahun;
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk
dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan
penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui apabila aset
atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual; (b)
uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut; dan (c)
dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode sajian
sebelumnya,
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang;
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugianpenurunan nilai serta penjelasan
terjadinya piutang pihak berelasi tersebut;
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai √
secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai;
dan
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalam aset lancar, hal tersebut harus
dibuktikan serta diungkapkan alasannya,
Page 107
Page 32 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harusdiungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi;
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta alasannya;
c) nilaitercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi harganya
tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah agregat Aset,
Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari 20%
(dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial investee secara langsung
atau tidak langsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan
keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau
periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau
√
periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi
untuk mentransfer dana kepada Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila Perusahaan
menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik untuk periode
terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama dengan
investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor berkewajiban bersama-sama untuk
semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi; dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual atau dalam
kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk total
Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi,
28) Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
√
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan
tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan tersebut,
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang disajikan
sebagai berikut: √
a) Saldo awal;
b) Penyisihan periode berjalan;
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan; dan
d) Saldo akhir,
Page 108
Page 33 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
30) Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut:
√
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol;
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya;
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan; dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol,
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis tanaman;
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk setiap
kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam;
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanaman;
(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit 2 tahun;
dan
(6) Tanaman yang dijaminkan,
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
√
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi depresiasi
luar biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir;
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang
menjadi milik perusahaan (inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan
(perkebunan rakyat/perkebunan plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma,
Page 109
Page 34 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi – Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan
ternak telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2
tahun terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan;
e) Kondisi hewan ternak; √
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir;
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang
ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau
metode penghapusan langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada; dan
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan,
Properti Investasi
33)
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai Wajar
atau model biaya;
(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar
dari Properti Investasi;
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau
lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan
keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian terakhir;
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
√
(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi;
(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang
menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa selama
periode tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui dalam laba rugi atas
penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan
model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan; dan
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan
Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan,
Page 110
Page 35 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan pengungkapan
antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan
untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang
dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan
kembali; dan
(b) penyesuaian signifikan lain,
c) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan pengungkapan
antara lain:
(1) umur manfaat;
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasi
pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan,
dan reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban √
penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi penurunan
nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri; dan
(6) Nilai Wajar Properti Investasi,
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan,
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian;
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti Investasi
dalam proses pembangunan dan pengembangan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti investasi yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi,
Page 111
Page 36 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan √
kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pembiayaan; √
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada awal
dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban √
penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi dan √
ekuitas (jika ada);
e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap;
√
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan
nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak √
diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset Tetap
untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian;
√
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar Catatan 9
aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat dengan
model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan selama
periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para
pemegang saham,
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan antara
lain:
√
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada);
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam
pembangunan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria
aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman
Page 112
Page 37 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
yang layak dikapitalisasi,
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara;
√
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh dan √
masih digunakan;
√
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual; Catatan 9
√
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda secara
material dari jumlah tercatat; √
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap yang
dihentikan pengakuannya; √
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan jenis
Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan; √
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenis Aset
Tetap; √
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau
pemulihan penurunan nilai; √
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima jaminan dan √ Catatan 16
alasan penjaminan; dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan
risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan Catatan 9
√
asuransi, apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya,
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti; operated acreage, unoperated acreage, sumur
dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur
dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan;
√
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan;
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan; dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada
Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk tabel
analisa umur tagihan,
Page 113
Page 38 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi; √
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi
komprehensif; √
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Takberwujud pada
awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan √
reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka harus diungkapkan: √
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan
penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak √
terbatas;
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset
Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya diakui pada √
Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut;
(2) jumlah tercatatnya; dan
(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model
revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi dan √
jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas;
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud; √
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan:
√
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi;
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar
aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat
dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan selama
periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para
pemegang saham,
Page 114
Page 39 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang : √
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan pengurangan;
(3) Saldo akhir,
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of interest yang √
mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir; dan
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas
investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan,
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang,
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup,
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya
pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai
perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya; √
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa
produksi, meliputi penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi, dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada),
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi
utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut,
d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun berjalan √
dengan menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan;
(b) Saldo awal;
Page 115
Page 40 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(c) Penambahan/pengurangan;
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir,
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan yang
masih berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan pengembangan
tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana terjadi √
penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi; dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi bila ada,
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama
yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut,
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan rincian
dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-tiap Area of Interest,
b, Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; √
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; dan √
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, √
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi jangka
panjang,
√
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan;
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode bersangkutan;
(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang belum
digunakan; √
(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi
karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus
keluar sumber daya ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana dimaksud
dalam angka(6), Dalam hal diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi
Page 116
Page 41 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah
Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut,
3) Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang belum √
Catatan 15
jatuh tempo,
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
√
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban,
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain: √
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek,
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain liabilitas bruto dari setiap kontrak
konstruksi, Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel
√
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang dialami; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin),
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito;
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir atau
dijaminkan; dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro,
b) Simpanan dari Bank Lain
Page 117
Page 42 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito; dan
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya diblokir
atau dijaminkan,
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi;
√
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan;
(3) Rincian berdasarkan mata uang;
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan,
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung; √
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi; dan
(4) Jumlah utang menurut mata uang,
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi; √
(2) Jumlah menurut tertanggung;
(3) Jumlah menurut mata uang; dan
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan,
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) Jumlah menurut program asuransi;
(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan;
(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak
Page 118
Page 43 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
berelasi dan pihak ketiga;
(4) Metode perhitungan yang digunakan; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan,
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
(4) Jumlah menurut umur utang,
f) Utang Reasuransi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang;
(4) Jumlah menurut umur utang; dan
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan,
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur; √
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
(3) Jumlah menurut jenis asuransi,
h) Titipan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi,
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan
√
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham;
(2) Dasar perhitungan; dan
(3) Saldo menurut usia,
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya,
Page 119
Page 44 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 26
a) jenis dan jumlahnya; dan √
b) informasi mengenai ketetapan pajak, √
11) Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain: √
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan recourse; dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo serta ikatan
penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang,
12) Khusus Kontrak Konstruksi
Uang Muka Kontrak √
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima,
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas liabilitas jangka panjang sesuai Catatan 16, 17, 18
√
dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana
diatur dalam Checklist ini,
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan lainnya berlaku untuk liabilitas
keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara
pihak ketiga dan pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk setiap kategori;
(b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas keuangan; dan √
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default),
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian
utang;
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan
yang terkait;
Page 120
Page 45 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakui
selama periode tersebut; dan
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang telah
direstrukturisasi,
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo √
dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya,
16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang √
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya,
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual,
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang √
dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak
lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual,
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang; √ Catatan 29
b) jumlah utang menurut mata uang; dan
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan,
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan jenis mata
uang; √
√
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan;
c) tanggal jatuh tempo; √ Catatan 16,
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; √ Catatan 17
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah dan tujuan √
perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-masing fasilitas √
pinjaman;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
√
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default);
Page 121
Page 46 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan; √
i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian dividen,
pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru; dan √
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka panjang yang
akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal laporan
posisi keuangan tetapi tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara
lain adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya; dan √
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka
waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting,
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor)
pada tanggal laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal
laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya, Selain itu wajib mengungkapkan total
pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan,
dan nilai kininya, untuk setiap periode berikut:
(1) sampai dengan satu tahun;
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun; dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun, √
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang diperkirakan
akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan (non-cancellable
sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan;
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan
dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen;
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau
pembelian dan eskalasi beserta syarat-syaratnya; dan
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa,
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
√
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
Page 122
Page 47 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat;
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan;
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan
persyaratan penting lainnya (Debt Covenance);
(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenanceatas surat berharga
yang diterbitkan,
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang dijaminkan,
dan persyaratan penting lainnya(debt covenance);
√
(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance;
(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak
lain dengan tingkat imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka
manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya
terhadap laba bersih,
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi
menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode
pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi,
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain : √
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal;
(2) Penyisihan yang dibentuk;
Page 123
Page 48 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan
(4) Saldo akhir,
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan;
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas bersyarat lainnya
sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya beban √
penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos yang
terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan Pengurangan ;
(3) Saldo akhir,
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program, √
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti yang
menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan yang dapat
diatribusikan ke dalam: √
(a) biaya jasa kini; √
(b) biaya bunga; √
(c) iuran oleh peserta program; √
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata √
uang yang berbeda dengan mata uang penyajian; Catatan 27
(f) imbalan yang dibayarkan;
√
(g) biaya jasa lalu; √
(h) kombinasi bisnis;
√
(i) curtailment; dan
√
(j) penyelesaian,
(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program
√
yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari program yang
seluruhnya atau sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo awal
dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan √
SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode yang dapat
diatribusikan pada setiap:
Page 124
Page 49 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) hasil yang diharapkan dari aset program;
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata
uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(d) iuran oleh pemberi pekerja;
(e) iuran oleh peserta program;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) kombinasi bisnis; dan
(h) penyelesaian;
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir
(2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas
Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang
mengungkapkan:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui dalam laporan
posisi keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan; √
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan
dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos
dimana hal tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga;
(c) hasil yang diharapkan dari aset program;
(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset
sesuai dengan SAK; √
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode koridor
10% (sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu;
(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya; dan
(h) dampak dari batasan dalam SAK;
(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang akan diakui
segera dalam saldo laba, meliputi:
√
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
(b) dampak dari batasan dalam SAK;
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui pada √
Page 125
Page 50 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui keuntungan dan
kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesuai dengan SAK;
(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar total
aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup, √
namun tidak terbatas pada, instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan
seluruh aset lain;
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:
√
(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian
yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori √
utama dari aset program;
(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset; √
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode pelaporan
dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin
antara persentase dan variabel lainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto;
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk periode √
yang disajikan dalam laporan keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam
laporan keuangan pada setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau
variabel tertentu lainnya dalam masa program formal atau konstruktif
sebagai dasar untuk kenaikan imbalan masa depan);
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan
(f) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria;
(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren
biaya kesehatan yang diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya kesehatan √
pascakerja periodik neto; dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan,
(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi yang tinggi,
wajib diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat
tren biaya kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu
angka persentase dalam lingkungan inflasi yang rendah,
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan surplus atau
defisit pada program; dan
√
Page 126
Page 51 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) penyesuaian yang timbul pada:
(i) liabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari
liabilitas program pada akhir periode pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset
program pada akhir periode pelaporan;
(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari
iuran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama periode tahunan √
dimulai setelah periode pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas
sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk pembebanan biaya
imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu;
(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan pasti neto sesuai SAK,
maka Perusahaan mengungkapkan:
(i) informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat program imbalan pasti dan dampak keuangan atas
perubahan program selama periode tersebut;
√
(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf a)
butir (1) mencakup penjelasan praktik informal yang menimbulkan
kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan
pasti; dan
(iii) jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk periode sesuai SAK
informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan
butir (1), butir (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14),
dan butir (16) serta butir ii,
b) Iuran Pasti
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pasti harus mengungkapkan
jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti, √
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja jangka √
panjang lainnya,
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja; dan √
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada),
Page 127
Page 52 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah dan mata uang
asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat √
obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
√
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; √
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √
Catatan 18
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan √
menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi √
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default); √
dan
h) persyaratan penting lainnya, √
Sukuk
25)
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang digunakan,
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksisyariah yang digunakan;
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari;
(c) nilai nominal;
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah);
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi
hasil (untuk Sukuk mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran imbalan
atau bagi hasil;
(g) jangka waktu; √
(h) tujuan penerbitannya; dan
(i) persyaratan penting lain;
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan;
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan;
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada);
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk
dan kondisi default),
Page 128
Page 53 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga
kontraktual selama periode pelaporan
b) tujuan perolehannya; √
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi;
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default);
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
f) persyaratan penting lainnya,
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal
pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi dicatatkan, dan
tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio konversi, harga
pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan penalti;
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan
tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan
dari sudut pandang pemegang obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan;
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada); √
i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default);
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran umum,
wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi;
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan
m) persyaratan penting lainnya
Page 129
Page 54 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c, Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode; √
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, √
termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal; dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak √
penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas; √
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan
persentase kepemilikan, yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima perseratus) atau lebih; √
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham; dan
√
√
(3) Pemegang saham lainnya; Catatan 19
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut, √
seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, persetujuan
dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS);
(3) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, saldo laba,
√
penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue dan private placement), pelaksanaan
waran, serta konversi obligasi; dan
(3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi,
penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal; √
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar √
disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa
Efek,
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor; Catatan 20
√
b) Uraian sumber agio saham;
Page 130
Page 55 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas; √
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor; √
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya;
√
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi; √
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang
bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi;
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan
akibat kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan
yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai
tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya
untuk periode yang disajikan kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang
dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi; dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali,
3) Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan;
(2) Nama entitas anak; dan √
(3) Nama pihak yang bertransaksi;
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian;
dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat hilangnya
Pengendalian,
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal
disetor;
√
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang
Page 131
Page 56 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal
disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih antara
harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri,
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada); √
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait;
dan
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos cadangan,
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran;
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran; √
c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa);
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya; dan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran,
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing-masing √
komponen pendapatan komprehensif lainnya,
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas √
ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau
tidak langsung pada entitas induk,
d, Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode, Catatan 22
termasuk pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang;
Page 132
Page 57 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Penjualan jasa; √
(3) Bunga;
(4) Royalti; dan/atau
(5) Dividen;
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama;
√
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% (sepuluh √
perseratus) dari pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup
dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan terpisah √
berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
√
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam periode
berjalan;
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui
dalam periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakui sampai tanggal
pelaporan; √
(b) Jumlah uang muka yang diterima; dan
(c) Jumlah retensi;
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing sebagai
Aset dan Liabilitas;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, diungkapkan secara
terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan;
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari transaksi
keagenan dengan pendapatan lainnya; dan √
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai
prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto;
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan
(c) Total pendapatan neto,
Page 133
Page 58 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif; √
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif;
c) Masa berlaku tarif;
d) Besaran tarif; dan
e) Perjanjian lain yang terkait,
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
√
a) Pendapatan pembiayaan konsumen;
b) Pendapatan anjak piutang; dan
c) Pendapatan sewa,
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan dan
penunjang medis,
√
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi;
b) Subsidi tidak mampu; dan
c) Selisih perhitungan klaim,
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi;
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi;
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi;
√
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri, tanker
dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan armada
tersebut,
Page 134
Page 59 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa √
telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan
pihak lain,
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto, √
premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan pendapatan
untuk setiap jenis asuransi,
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain,
dan rincian pendapatan kerjasama operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka
pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan,
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada : √
a) Obligasi Pemerintah;
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui;
c) Efek-efek; dan
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain,
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang dirinci:
(1) Biaya bahan baku; √
(2) Biaya tenaga kerja; dan
Catatan 23
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan;
√
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari
pendapatan; dan
√
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual,
Page 135
Page 60 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan;
b) Beban jasa pelayanan;
√
c) Beban pegawai;
d) Beban penyusutan sarana medis;
e) Beban pemeliharaan sarana;
f) Beban asuransi;
g) Beban langganan daya dan jasa;
h) Beban depresiasi,
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
√
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok klaim
bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri untuk
setiap jenis asuransi,
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : klaim jatuh
tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian,
c) Komisi Neto √
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok
pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi,
d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis investasi,
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi; √
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya,
Page 136
Page 61 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara
lain:
Catatan 24
a) Beban penjualan; √
b) Beban distribusi; dan
c) Beban umum dan administrasi,
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan kelompok
produk/jasa utama, √
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan komisi
berdasarkan kelompok produk/jasa utama,
16) Khusus Industri Pembiayaan
BebanKerugian Penurunan Nilai
√
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai untuk masing-
masing akun Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Piutang Sewa
Pembiayaan,
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya, √
b) rincian dan jumlah Beban lainnya, √
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga √
efektif;
√
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang Catatan 25
berlaku; dan
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang √
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga;
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual; √
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar melalui laba √
rugi; dan
√
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung
nilai,
Page 137
Page 62 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura Bersama meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama √
yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan √
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan, yang
diungkapkan secara terpisah,
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset keuangan,
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-surat berharga
√
dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis,
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis,
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud; √
√
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti;
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan; √
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual; √
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka
lindung nilai arus kas; dan √
bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama,
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:
(1) beban (penghasilan) pajak kini; √
(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari periode
√ Catatan 26
lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan √
temporer dan pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif
pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru; √
Page 138
Page 63 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya √
atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk mengurangi
beban pajak kini dan beban pajak tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan
penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi dan
kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif,
dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang dibebankan √
atau dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif
lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi √
dan/atau Ventura Bersama;
d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam
satu atau kedua bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi √
dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan
tarif pajak yang berlaku; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku,
dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku;
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan
tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya; √
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat √
dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset pajak
tangguhan dalam laporan keuangan;
g) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada entitas anak,
√
cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas liabilitas
pajak tangguhan yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi;
√
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci); dan
(3) laba kena pajak;
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak sesuai √
dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian √
Page 139
Page 64 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
SPT Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum
dikompensasi:
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi √
keuangan untuk periode sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam laba rugi,
apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau liabilitas
pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
l) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian; dan √
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama periode,
bersama dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham
Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi √
untuk Terbit namun tidak diakui sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan
praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu kombinasi √
bisnis;
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan
wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi bisnis √
tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan atas
aset pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak √
mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena pajak
yang telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya yang
mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait,
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per saham dasar
dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat √
diatribusikan kepada entitas induk untuk periode tersebut, Rekonsiliasi tersebut Catatan 28
mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang mempengaruhi laba per
saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut dalam
√
penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut tersebut,
Page 140
Page 65 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang berpotensi
mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak dimasukkan dalam √
penghitungan laba per saham dilusian karena instrumen tersebut bersifat antidilutif
untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi saham biasa,
selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah periode
√
pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau instrumen
berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan; dan
√
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan,
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1,000,000,000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi dengan √
orang atau anggota keluarga terdekat; dan/atau
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk transaksi √
dengan entitas berelasi,
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi
√
nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang transaksi
dan saldo dengan pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan hubungan dengan
pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk Catatan 29
komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut
dalam laporan keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban
terkait; √
(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas,
termasuk komitmen, dan:
(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan √
sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima; √
(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian
√
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang terkait
Page 141
Page 66 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dengan jumlah saldo piutang usaha dan piutang pihak berelasi non-usaha; dan
(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika
√
dilakukan pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan b)
dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut:
(1) entitas induk;
√
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap √
entitas;
(3) entitas anak; √
(4) entitas asosiasi; √
√
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer;
√
(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya; dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya, √
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau kelompok
direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan √
manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut:
(1) imbalan kerja jangka pendek;
(2) imbalan pascakerja;
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya;
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(5) pembayaran berbasis saham,
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah :
√
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan
Perusahaan;
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual signifikan; dan
(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individual,
signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas luasnya transaksi
tersebut,
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
√
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang fungsional,
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 31
(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekuivalennya √
dalam mata uang fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing; √
Page 142
Page 67 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang fungsional; √
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk selisih kurs yang
timbul pada instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; √
dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan diakumulasikan
dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut √
pada awal dan akhir periode,
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode tertentu
untuk suatu aset individual, termasuk goodwill atau suatu unit penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi
penurunan nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode tersebut
dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup rugi
penurunan nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama
√
periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang di dalamnya
tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam pendapatan
komprehensif lain selama periode tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut,
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk setiap
kelompok aset,
25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan
Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi;
√
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan; dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang, Dalam hal jumlah
dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus
diungkapkan,
Page 143
Page 68 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yang andal
dan relevan;
√
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap periode lalu sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-periode sebelum periode yang
disajikan, Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan alasannya;
dan
(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu
periode tertentu atau untuk periode-periode sebelum periode-periode tersebut
disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi,
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari kesalahan periode lalu;
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian: √
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal; dan
(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian
kembali retrospektif tidak praktis,
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi;
√
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas,
periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-masing kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh;
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak
Page 144
Page 69 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakui;
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang dialihkan dan Nilai
Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama imbalan;
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi;
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayaran;
dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak
dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak
dapat diestimasikan, Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak
terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut;
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh berdasarkan
kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pembiayaan
langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang;
(b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktual √
yang diperkirakan tidak tertagih;
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Aset
yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar
sumber daya ekonomi terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut, Dalam hal
diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak dapat
diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4)
terkait perikatan dan kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal;
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
Page 145
Page 70 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba rugi
komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang dari 100%
(seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi pada
tanggal akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi, yang
diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya; dan
(b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan dalam penentuan
nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum tanggal
akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil dari
pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekuitas pada pihak
yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum kombinasi √
bisnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang diakuisisi sejak
tanggal akuisisi yang dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif
pada periode pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasil penggabungan untuk
periode pelaporan berjalan seolah-olah tanggal akuisisi untuk semua
kombinasi bisnis yang terjadi selama tahun berjalan telah diperhitungkan
sejak awal periode pelaporan,
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan periode
sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan
informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif
material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset,
Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis imbalan dan jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan
hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan:
Page 146
Page 71 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai;
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang akuntansi
awalnya belum selesai; dan √
(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian periode pengukuran yang diakui
selama periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset imbalan kontinjensi, atau
sampai dengan Perusahaan menyelesaikan liabilitas imbalan kontinjensi atau
liabilitas tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk setiap perbedaan
yang timbul selama penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan
perubahan tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk mengukur
imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir periode pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugianyang diakui pada
periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau liabilitas yang
diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan atau
periode pelaporan sebelumnya; dan
(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami
laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam pelaksanaan
transaksi kombinasi bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan
dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan;
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh; dan
√
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau
bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan
kategori utamanya,
Page 147
Page 72 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi √
segmen dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap segmen
dilaporkan;
√
(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban
tertentu, aset segmen, dan liabilitas segmen dari segmen dilaporkan, serta dasar √
pengukurannya;
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi segmen
dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen material lainnya
terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan; √
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau setiap
√
kelompok produk dan jasa yang serupa, Catatan 36
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada:
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh
√
pendapatan, Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara
individual jumlahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan secara
terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara
tersebut secara individual,
(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan,
aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat kontrak asuransi yang
√
berlokasi di:
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset,
Dalam hal aset dari suatu negara asing secara individual jumlahnya
material, maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah,
(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal
Page 148
Page 73 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mencapai 10% (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi,
Perusahaan harus mengungkapkan:
(a) fakta;
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan; dan √
(c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut,
28) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan
yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan liabilitas operasi
yang dihentikan; dan
(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan dari
aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku,
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi) operasi yang
dihentikan, antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi √
komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi yang
dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait; dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah
dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok lepasan
yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan
yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan dari operasi yang dihentikan; dan
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang dihentikan
yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk,
29) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat
a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan tujuannya,
yaitu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti untuk tujuan
spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam kelompok klasifikasi √
lindung nilai dan kelompok non lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk
valuta, bunga, komoditas atau lain-lain;
(2) pihak lawan transaksi (counterparties);
(3) tanggal jatuh tempo;
Page 149
Page 74 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan posisi
keuangan;
(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan;
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai; dan
(7) persyaratan penting lainnya,
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan strategi
untuk mencapai tujuan tersebut;
√
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung nilai, termasuk
penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas dan jenis transaksi yang dilindung
nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai, disebutkan
tujuannya,
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan
antara lain:
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara yang
memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan posisi
√
keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilai Wajar √
aset keuangan dan liabilitas keuangan,
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan dibayarkan
sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk:
(1) periode pelaporan, dan √
(2) periode sebelumnya;
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah
periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan dan tidak
diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode pelaporan; dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui,
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain: √
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah liabilitas kontinjensi lainnya
Page 150
Page 75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
secara terpisah;
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam
√
Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama yang signifikan dan
bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas; dan √
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama entitas, agar
ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya; dan √
(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek,
liabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama,
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan manajemen dan teknis,
royalti, dan lisensi, diungkapkan:
√
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. dasar penentuan kompensasi dan denda;
iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan; dan
v. pembatasan-pembatasan lainnya;
(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di masa yang
akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjian pembelian, ikatan
untuk investasi, diungkapkan:
√
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi; dan
iv. sanksi-sanksi;
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan
antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin; √
(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan;
Page 151
Page 76 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(c) periode berlakunya jaminan; dan
(d) nilai jaminan;
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan bank; dan √
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya, √
b) Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang terkait;
(b) jumlah yang diperkarakan; √
(c) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal opinion);
dan
(d) dampak keuangan;
(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya masalah
lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat tentang peraturan dan estimasi √
dampak keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah
pokok dan denda atau bunganya; dan √
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau
banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:
(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak keuangannya;
√
(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus
keluar sumber daya; dan
(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga,
34) Khusus Industri Perkebunan
Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain: √
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma;
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama;
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan;
Page 152
Page 77 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama;
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama; dan
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada,
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna
laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari instrumen
keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas
pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang belum jatuh
tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada
akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain:
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif yang
menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk
√
pemahaman terhadap periode arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas;
(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar dimana
entitas terdampak pada akhir periode pelaporan, yang menunjukkan dampak
perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba
rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan,
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan
kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko yang timbul dari
instrumen keuangan,
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan √
posisi keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia; dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR,
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada tanggal
laporan posisi keuangan;
Page 153
Page 78 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto,
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas dana
pihak ketiga di bank,
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-masing aktivitas fiduciaryyang
meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan investasi dan reksadana,
37) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi-reorganisasi yang
meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan dan jumlah
tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham
setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa mendatang; √
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasi-
reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan liabilitas sebelum
digunakan untuk mengeliminasi defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba dalam
laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi-
reorganisasi,
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam mengelola
permodalannya, termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal;
(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan untuk
√
memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak eksternal; dan
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal;
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya;
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak
Page 154
Page 79 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
eksternal (jika ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal, apabila
terjadi ketidakpatuhan,
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan Kas √
Catatan 32
dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas,
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa pembiayaan,
akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal,
40) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka pendek
ataupun jangka panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang ada
pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian, seperti
kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan metode
penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap kelompok
opsi saham;
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang harga saham
pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham √
yang beredar pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai
berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai Wajar
opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana Nilai
Wajar tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas tersebut pada
tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut
untuk instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain
opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam
suatu periode dan terhadap posisi keuangannya,
Page 155
Page 80 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
41) Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan;
√
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas;
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi;
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan; dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas,
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah;
b) Jenis Akad Asuransi Syariah; √
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi Syariah;
dan
d) Zakat,
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi;
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya; √
c) Rasio keuangan penting;
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; dan
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan hidup
perusahaan,
44) Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu);
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan iuran wajib
lainnya;
√
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman
kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman tanah
kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode berjalan
Page 156
Page 81 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dan akumulasinya; dan
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumulasinya,
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan tentang kondisi
yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan √
pengungkapan kondisi tersebut sesuai dengan informasi terkini; dan
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk
menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya, atau untuk mengakui
peristiwa yang sebelumnya tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode pelaporan,
maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya:
(1) tanggal terjadinya; √
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat,
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang Terkait
dengan Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait
dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang
harus diungkapkan antara lain:
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut; √
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan; dan
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laporan
keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat diketahui
atau diestimasi secara wajar,
47) Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam
laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: √
(1) sifat reklasifikasi;
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi;
Page 157
Page 82 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dan
(3) alasan reklasifikasi,
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi,
48) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai
berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan indikasi √
bentuk lain dari bantuan pemerintah; dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas bantuan
pemerintah yang telah diakui,
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan
menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan otoritas
pasar modal di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara lain,
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain;
√
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta
penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif
beserta penjelasannya,
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara lain untuk
melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara
tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan,
Page 158
Names mentioned 99 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak
p.7
unresolved
org
Minister of Law
p.7 ×4
unresolved
person
Dr. Sugih Haryati
p.7 ×2
unresolved
person
Dr. Sugih
p.7
unresolved
person
Haryati
p.7
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.7
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.7 ×3
unresolved
org
PT Arkora Bakti Indonesia. Susunan
p.7
unresolved
person
Chinthya Theresa Am
· Komisaris
p.7
unresolved
person
Ismu Nugroho
· Direktur
p.7
unresolved
org
PT Sulawesi Hidro Mandiri
p.8
unresolved
org
PT Arkora Guna Nergi
p.8
unresolved
org
PT Arkora Hidro Pasifik
p.8
unresolved
org
PT Arkora Tenaga Matahari
p.8
unresolved
org
PT Arkora Energi Merah Putih
p.8 ×3
unresolved
org
PT Arkora Luwu Timur Mandiri
p.8 ×4
unresolved
org
PT Hydra Sulawesi
p.8 ×4
unresolved
org
PT Arkora Tomoni Hydro
p.8
unresolved
org
PT Arkora Hidro Tenggara
p.8
unresolved
org
PT Arkora Pembangkitan Hijau
p.8
unresolved
org
PT Arjuna Hidro
p.8 ×7
unresolved
org
PT Tirta Energi Lestari
p.8
unresolved
org
PT Arkora Hydro Sulawesi
p.8 ×7
unresolved
org
PT Arkora Energi Baru
p.8 ×3
unresolved
org
PT Global Metal Raya
p.8
unresolved
org
PT Arkora Kalimantan Energi Hijau
p.8
unresolved
org
PT Arkora Energi Tanggamus
p.8
unresolved
org
PT Arkora Hydro Kalimantan
p.8
unresolved
org
PT Arkora Energi Mandiri
p.9 ×3
unresolved
org
PT Arkora Energi Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
PT Arkora Hydro Pamulihan
p.9
unresolved
org
PT Pembangunan Hydro Indonesia
p.9 ×3
unresolved
org
PT Arkora Merah Putih
p.9 ×2
unresolved
org
PT Arkora Padalembara Terbarukan
p.9
unresolved
org
PT Tenggara Hidro
p.9
unresolved
org
PT Arkora Sulawesi Tenggara
p.9
unresolved
org
PT Arkora Atlantik
p.9
unresolved
org
PT Arkora Hidronesia
p.9
unresolved
org
PT Granif Konsultan
p.9
unresolved
org
PT Arkora Energi
p.9
unresolved
org
PT Arkora Energi Merah Putih Merah Putih
p.9
unresolved
org
Minister of Law of Republic of Indonesia No. AHU-
p.9
unresolved
org
PT Arjuna
p.9 ×2
unresolved
org
PT Arkora Energi Merah
p.9
unresolved
org
PT Hydra
p.10
unresolved
org
PT Arkora
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum Republik
p.10
unresolved
org
Minister of Law of Republic of Indonesia Indonesia No. AHU-
p.10
unresolved
person
Darmawan Darmawan Tjoa S.H.
· Notaris
p.10 ×16
unresolved
person
Tjoa S.H.
p.10
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.11
unresolved
org
PT Arkora Sulawesi
p.38 ×3
unresolved
org
PT Arkora Selatan
p.38
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.41 ×4
unresolved
org
Bank Overdraft
p.41
unresolved
org
PT Asuransi FPG
p.43
unresolved
org
PT Asuransi FPG Indonesia
p.43
unresolved
org
Bank Garansi
p.45
unresolved
org
Bank Guarantee Lain-lain
p.45
unresolved
org
PT Indonesia Infrastruc
p.46 ×2
unresolved
org
PT Sarana Manufac
p.46 ×2
unresolved
org
ACEI Singapore Holding Private Ltd.
p.47 ×5
unresolved
org
ACEI Singapore Holding Ltd.
p.47
unresolved
org
Private Ltd.
p.47
unresolved
org
ACEI Singapore Holdings Private Ltd.
p.52 ×3
unresolved
org
PT Arkora Indonesia. Akusisi
p.53
unresolved
org
Bank Overdraft Pinjaman
p.69
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.