Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 (Tidak Diaudit) DAN 31 DESEMBER 2025 (Diaudit)
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
30 JUNI 2026 (Tidak Diaudit) DAN 30 JUNI 2025 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Keuangan
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
Laporan Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 - 55
Page 3
Page 4
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TANGGAL 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN
31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2e,2f,4 6.092.356.281 19.703.801.064
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih 2f,5 382.510.827 267.727.149
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 3.827.031 2.170.777
Persediaan 2h,6 2.449.312.222 2.335.078.540
Uang muka 8 - 1.600.000
Pajak dibayar dimuka 25a 408.917.014 49.886.038
Biaya dibayar dimuka 2i,7 39.173.333 12.833.333
Jumlah Aset Lancar 9.376.096.708 22.373.096.901
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - bersih 2j,9 55.141.518.473 45.638.799.066
Aset hak guna - bersih 2k,2i,10 54.740.745 258.444.445
Aset pajak tangguhan - bersih 2s,25c 23.263.688 23.263.688
Jaminan 30.000.000 30.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 55.249.522.906 45.950.507.199
JUMLAH ASET 64.625.619.614 68.323.604.100
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
1
Page 5
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE TANGGAL 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN
31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 2f,11 445.117.758 1.381.741.151
Utang lain-lain - pihak ketiga 2f 52.396.934 52.396.934
Akrual 2f,12 928.775.801 336.822.749
Uang muka penjualan 146.792.681 74.212.892
Utang pajak 25b 28.846.980 300.964.806
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang
Utang pembiayaan 13 - 110.238.600
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.601.930.154 2.256.377.132
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian jangka pendek
Utang pembiayaan 13 - 69.865.093
Liabilitas imbalan pasca kerja 2m,14 112.199.227 112.199.227
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 112.199.227 182.064.320
JUMLAH LIABILITAS 1.714.129.381 2.438.441.452
EKUITAS
Ekuitas neto yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk :
Modal saham - nilai nominal Rp10 per saham
Modal disetor 2.550.011.472 saham pada
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 15 25.500.114.720 25.500.114.720
Tambahan modal disetor 16 42.952.844.891 42.952.844.891
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja 2m (33.071.993) (33.071.993)
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 17a 260.000.000 260.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 17b (5.767.885.431) (2.794.237.454)
Ekuitas Neto yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 62.912.002.187 65.885.650.164
Kepentingan Non-Pengendali 18 (511.954) (487.516)
JUMLAH EKUITAS 62.911.490.233 65.885.162.648
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 64.625.619.614 68.323.604.100
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
2
Page 6
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
PENDAPATAN BERSIH 2p,19 3.647.365.418 17.809.179.118
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2p,20 (2.419.415.562) (13.677.732.365)
LABA KOTOR 1.227.949.856 4.131.446.753
Beban penjualan 21 (698.554.117) (1.321.195.734)
Beban umum dan administrasi 22 (3.746.169.874) (3.948.684.842)
RUGI USAHA (3.216.774.135) (1.138.433.823)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan bunga 171.202.944 1.960.482
Beban keuangan 23 (40.172.164) (30.063.143)
Lain-lain - neto 24 112.070.939 (2.200.668)
Penghasilan (Beban) lain-lain neto 243.101.719 (30.303.329)
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (2.973.672.416) (1.168.737.152)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak kini 2s, 25c - -
Pajak tangguhan 2s, 25c - -
Beban pajak penghasilan - neto - -
RUGI NETO PERIODE BERJALAN (2.973.672.416) (1.168.737.152)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi dalam periode berikutnya:
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasca kerja 2m,14 - -
Pajak penghasilan terkait 2s - -
TOTAL RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN (2.973.672.416) (1.168.737.152)
Rugi neto yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (2.973.647.977) (1.168.704.460)
Kepentingan non-pengendali 18 (24.439) (32.692)
(2.973.672.416) (1.168.737.152)
Penghasilan komprehensif lainnya yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk - -
Kepentingan non-pengendali 18 - -
- -
Total rugi komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (2.973.647.977) (1.168.704.460)
Kepentingan non-pengendali (24.439) (32.692)
(2.973.672.416) (1.168.737.152)
Rugi per saham yang dapat
diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 2n,26 (0,12) (0,05)
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
3
Page 7
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Saldo laba
Pengukuran
Ekuitas merging Tambahan modal Kembali Program Ditentukan Belum ditentukan Kepentingan Non-
Catatan Modal Saham entities disetor Imbalan Pasti penggunaannya penggunaannya Neto Pengendali Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2025 25.500.114.720 - 42.952.844.891 (32.027.506) 250.000.000 1.506.409.626 70.177.341.731 (426.681) 70.176.915.050
Tambahan modal disetor 16 - - - - - - -
Cadangan umum 17a - - - - 10.000.000 (10.000.000) - - -
Rugi neto periode berjalan 17b - - - - - (4.290.647.080) (4.290.647.080) (60.835) (4.290.707.915)
Penghasilan komprehensif lain - neto - - - (1.044.487) - - (1.044.487) - (1.044.487)
Saldo per 31 Desember 2025 25.500.114.720 - 42.952.844.891 (33.071.993) 260.000.000 (2.794.237.454) 65.885.650.164 (487.516) 65.885.162.648
Tambahan modal disetor 16 - - - - - - -
Cadangan umum 17a - - - - - - - - -
Rugi neto periode berjalan 17b - - - - - (2.973.647.977) (2.973.647.977) (24.438) (2.973.672.415)
Penghasilan komprehensif lain - neto - - - - - - - - -
Saldo per 30 Juni 2026 25.500.114.720 - 42.952.844.891 (33.071.993) 260.000.000 (5.767.885.431) 62.912.002.187 (511.954) 62.911.490.233
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
4
Page 8
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 3.350.767.407 21.736.754.699
Pembayaran kas kepada pemasok (4.578.743.786) (15.459.108.078)
Pembayaran kas kepada karyawan (2.603.409.253) (3.637.061.919)
Kas diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi (3.831.385.632) 2.640.584.702
Penerimaan bunga 171.202.944 1.960.482
Pembayaran pajak penghasilan (523.253.369) (880.469.135)
Pembayaran beban keuangan (34.020.369) (24.090.762)
Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi (4.217.456.426) 1.737.985.287
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (9.181.689.995) (4.735.074.751)
Penjualan aset tetap 62.000.000 9.409.318
Perolehan aset hak guna (92.538.414) -
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (9.212.228.409) (4.725.665.433)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang pembiayaan (180.103.693) (108.511.038)
Pembayaran untuk piutang lain-lain
dari pihak berelasi (1.656.255) -
Kas neto digunakan
untuk aktivitas pendanaan (181.759.948) (108.511.038)
PENURUNAN NETO
KAS DAN SETARA KAS (13.611.444.783) (3.096.191.184)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 19.703.801.064 14.218.940.596
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 6.092.356.281 11.122.749.412
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
5
Page 9
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian dan informasi umum
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (Perusahaan) didirikan tanggal 2 Oktober 2014 di Republik Indonesia
berdasarkan Akta Notaris No. 7 dari H. Syarif Siangan Tanudjaja S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
29781.40.10.204 tanggal 15 Oktober 2014 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 103
tanggal 24 Desember 2014, Tambahan Berita Negara No. 040511.
Berdasarkan Akta Notaris No. 8 tanggal 13 Oktober 2022 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai
perubahan seluruh ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam rangka menjadi perusahaan terbuka.
Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan AHU-0074551.AH.01.02 TAHUN 2022 tanggal 14 Oktober 2022.
Berdasarkan Akta Notaris Rahayu Ningsih, SH Nomor 08 tanggal 15 Februari 2023 Direksi Perseroan menyatakan
Menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dari sebanyak 2.040.000.000 (dua miliar empat
puluh juta) saham menjadi terdiri atas 2.550.000.000 (dua miliar lima ratus lima puluh juta) saham, dikarenakan
terjadinya peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan penerbitan saham baru sebanyak 510.000.000 (lima
ratus sepuluh juta) saham, sebagaimana ternyata dalam suratnya Perihal Komposisi Kepemilikan Efek PT Hassana
Boga Sejahtera dari Biro Administrasi Efek (BAE) PT Adimitra Jasa Korpora Nomor IPO-001/NAYZ/022023 pada
tanggal tiga Februari dua ribu dua puluh tiga (03-02-2023) sehingga untuk selanjutnya Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2)
Anggaran Dasar Perseroan.
Modal dasar Perseroan berjumlah Rp.80.000.000.000, (delapan puluh miliar Rupiah), terbagi atas 8.000.000.000
(delapan miliar) saham, masing-masing saham bernilai nominal Rp.10,- (sepuluh Rupiah).
Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebesar 31,88% (tiga puluh satu koma delapan delapan
persen) atau sejumlah 2.550.000.000 (dua miliar lima ratus lima puluh juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya
sebesar Rp.25.500.000.000,- (dua puluh lima miliar lima ratus juta Rupiah) oleh para pemegang saham yang telah
mengambil bagian saham dengan rincian serta nilai nominal saham.
Perubahan tersebut diatas telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Nomor Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor AHU-AH.01.03-0027620 dan Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perseroan dengan Nomor AHU-AH.01.09-0092696.
Berdasarkan Akta Notaris Rini Yulianti, SH Notaris di Jakarta tanggal 22 Mei 2023 No. 57 Perusahaan secara
musyawarah dan mufakat telah memutuskan untuk melakukan perubahan direksi Perusahaan. Perubahan tersebut
telah diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor AHU-AH.01.09-
0119609 tanggal 22 Mei 2023.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dari Notaris Rini Yulianti, SH Notaris di
Jakarta tanggal 30 Juni 2023 No. 73 Pemegang saham utama utama Perseroan mengusulkan untuk melakukan
perubahan susunan anggota direksi Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima oleh Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0144505 tanggal 26 Juli 2023.
6
Page 10
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (Lanjutan)
a. Pendirian dan informasi umum (Lanjutan)
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Notaris Rini Yulianti, SH Notaris di Jakarta
tanggal 8 September 2023 No. 9, tentang persetujuan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan serta persetujuan perubahan pasal 12 anggaran dasar Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima
oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor Penerimaan masing-masing
AHU-AH.01.09-0164395 dan AHU-AH.01.03-0119259 tanggal 19 September 2023.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 8
tanggal 11 Oktober 2024 dari Notaris Rini Yulianti, SH, Notaris di Jakarta.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, aktifitas bisnis Perusahaan adalah bidang industri makanan
bayi. Pada saat ini Perusahaan menjalankan 1 pabrik makanan bayi yang berlokasi di Tangerang.
Perusahaan memperoleh izin usaha industri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam Surat Keputusannya
No. 530/09-BP2T/2016 tanggal 16 September 2016 yang berlaku sampai 16 September 2021. Izin operasi ini telah
diperpanjang, terakhir melalui Keputusan Pemerintah Republik Indonesia tentang Perizinan Berusaha Berbasis
Risiko No. 0247011121306008 tertanggal 19 Agustus 2022. Perusahaan mulai melakukan kegiatan operasional
pada tahun 2014.
Perusahaan berkedudukan di Jalan Tekno Widya, Taman Tekno, Tangerang.
PT Asia Intrainvesta adalah entitas induk Perusahaan.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 30 Januari 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dalam rangka penawaran umum
perdana saham Perusahaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Pemberitahuan Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran No. S-27/D.04/2023. Perusahaan menawarkan 510.000.000 lembar saham dengan
nominal per saham sebesar Rp 10,- dengan harga penawaran kepada masyarakat sebesar Rp 100,- per saham.
Kemudian efektif per tanggal 6 Februari 2023, Perusahaan resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia ("BEI").
c. Susunan pengurus dan karyawan
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Komisaris
Komisaris Utama : Tn. Teuku Chairul Wisal Tn. Dody Arifianto
Komisaris Independen : Tn. Bambang Wijananto Tn. Bambang Wijananto
Direksi
Direktur Utama : Tn. Dody Arifianto Tn. Arief Banang Trinovan
Direktur : Tn. Eko Safrudin Tn. Bambang Setiadji
Personel manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota dewan komisaris dan direksi. Manajemen kunci
tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas
Perusahaan.
7
Page 11
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (Lanjutan)
c. Susunan pengurus dan karyawan (lanjutan)
Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing
adalah 71 pegawai (tidak diaudit).
d. Struktur grup
Presentase Kepemilikan Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
Tahun Operasi
Entitas Anak Lokasi Jenis Usaha Komersial 30 Juni 2026 31 Desember 2025 30 Juni 2026 31 Desember 2025
Makanan,
PT Mitra Kerja Nayz minuman dan alat
(MKN) Tangerang usaha 2021 99,99% 99,99% 1.597.569.409 1.683.109.322
PT Nutrisi Juara Asia Makanan dan
(NJA) Tangerang minuman 2018 99,98% 99,98% 438.080.938 421.875.039
Perusahaan dan entitas enak secara kolektif disebut sebagai “Grup”.
MKN
MKN didirikan tanggal 21 April 2021 di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 139 dari Poltak
Pardomuan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0027588.AH.01.01. Tahun 2021 pada tanggal 22 April 2021
serta telah diumumkan dalam berita Negara Republik Indonesia No. 098 Tambahan No. 038185 tanggal 7
Desember 2021. Anggaran dasar MKN telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta No.
55 tanggal 28 Desember 2023 dari Notaris Panji Kresna S.H., M.Kn., notaris di Bekasi mengenai pengalihan saham
Perusahaan. Perubahan tersebut telah di setujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan nomor penerimaan AHU-AH.01.09-0200947 tanggal 28 Desember 2023.
NJA
NJA didirikan tanggal 30 Mei 2018 di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 39 dari Panji Kresna,
S.H.,M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0028128.AH.01.01 Tahun 2018 tanggal 4 Juni 2018.
Anggaran dasar NJA telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris No.
21 tanggal 13 November 2023 dari Panji Kresna , S.H., M.Kn., notaris di Bekasi tentang pergantian Direktur dan
pengalihan saham. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0184254 tanggal 13 November 2023.
e. Persetujuan dan pengesahan untuk penerbitan laporan keuangan konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian
ini sesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan di Indonesia yang disetujui dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh
Direksi pada tanggal 30 Juli 2026.
8
Page 12
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK),
yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan regulator
pasar modal untuk entitas yang berada dibawah pengawasannya.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah direvisi. Seperti
diungkapkan dalam catatan - catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi
dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2026.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar akrual
dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran
lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang
merupakan mata uang fungsional Grup.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat dan jumlahnya yang
signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara terpisah.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan penggunaan
estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses
penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi
atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian
diungkapkan di Catatan 3.
b. Standar Akutansi Baru
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025
- Amandemen PSAK 117, "Kontrak Asuransi" tentang penerapan awal PSAK 117 dan
PSAK 109 - informasi komparatif.
- Amandemen PSAK 221, "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing" tentang kekurangan ketertukaran.
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026
- Penyesuaian tahunan PSAK 107, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", PSAK 109, "Instrumen Keuangan,
'PSAK 110, "Laporan Keuangan", dan PSAK 207, "Laporan Arus Kas"
- Amandemen PSAK 109, "Instrumen Keuangan" dan PSAK 107, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan" tentang
klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan.
9
Page 13
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
b. Standar Akutansi Baru (Lanjutan)
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar, amendemen
dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
manajemen.
c. Klasifikasi lancar dan tidak lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila :
i) Akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii) Untuk diperdagangkan,
iii) Akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila :
i) Akan dilunasi dalam siklus operasi normal
ii) Untuk diperdagangkan,
iii) Akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv) Tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.
d. Prinsip-prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas-entitas yang
dikendalikan secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.
10
Page 14
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Prinsip-prinsip konsolidasi (Lanjutan)
Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh
Grup, kecuali dinyatakan lain.
Pengendalian dianggap ada ketika perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas -
entitas anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas.
Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
a. Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberikan kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas
relevan investee ).
b. Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee.
c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil
investor.
Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan
yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee tersebut:
a. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara yang lain.
b. Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain.
c. Hak suara dan hak suara potensial Grup.
Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Grup
kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi
atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
dari tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas
anak.
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain (OCI) diatribusikan pada pemegang
saham entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan non pengendali (“KNP”), walaupun hasil di KNP
mempunyai saldo defisit.
Transaksi antar perusahaan, saldo dan keuntungan serta kerugian yang belum direalisasi dari transaksi antar grup
dieliminasi. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar
anggota Grup juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan
pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup.
11
Page 15
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Prinsip-prinsip konsolidasi (Lanjutan)
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian merupakan transaksi ekuitas. Selisih
antara nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat
pada ekuitas. Keuntungan atau kerugian pelepasan KNP juga dicatat pada ekuitas.
Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika
Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup :
a. Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
b. Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
c. Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
d. Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
e. Mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
f. Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai laba rugi; dan
g. Mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan
komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan melepas secara langsung
aset atau liabilitas yang terkait.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan,
secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
e. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas termasuk kas dan deposit di bank yang tidak dibatasi atau jaminkan.
f. Instrumen keuangan
Klasifikasi
Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan. Instrumen keuangan
adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen
ekuitas pada entitas lain.
12
Page 16
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen keuangan (Lanjutan)
Klasifikasi (Lanjutan)
i. Aset keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya (“FVTOCI”), dan nilai wajar melalui laba rugi
(“FVTPL”).
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset
keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola aset
keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari
memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
● Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
mendapatkan arus kas kontraktual; dan
● Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan Grup terdiri dari Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain diklasifikasikan sebagai
aset yang diukur dengan biaya diamortisasi sesuai dengan rencana grup untuk mempertahankan aset
keuangan tersebut dengan tujuan mendapatkan arus kas kontraktual dan aset tersebut telat memenuhi
persyaratan SPPI test . Grup tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
13
Page 17
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen keuangan (Lanjutan)
Klasifikasi (Lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada FVTPL atau (ii)
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Grup untuk menyerahkan kas atau aset keuangan
lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran
kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, akrual, utang
pembiayaan dan liabilitas sewa diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Pengakuan dan pengukuran
i. Aset keuangan
Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Grup
menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya
ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak
memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur sesuai
harga transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 115.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan metode
suku bunga efektif (“SBE”) dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba
rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
14
Page 18
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen keuangan (Lanjutan)
Pengakuan dan pengukuran
ii. Liabilitas dan pengukuran
Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan
metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya
konsolidasian hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE.
Biaya perolehan dimortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal
dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi metode SBE diakui sebagai biaya
pendanaan pada laba rugi.
Saling hapus dari instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara bersamaan.
Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan
penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut
mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
Grup mengakui cadangan untuk ECL untuk seluruh instrumen utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada
FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh
arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit
lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah ECL 12 bulan. Untuk
risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal,
penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur
ECL).
15
Page 19
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen keuangan (Lanjutan)
Penurunan nilai aset keuangan
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung ECL. Oleh karena itu,
Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah ECL
sepanjang umur. Grup telah membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit,
disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking ) khusus terkait pelanggan dan lingkungan
ekonomi.
Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih dari 90 hari.
Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset keuangan dalam keadaan default ketika
informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara
penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan
untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya
dilakukan penyisihan.
Penghentian pengakuan
i. Aset keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
(a) Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
(b) Grup mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada
pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mentransfer seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan
tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah
mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Grup telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani kesepakatan
pelepasan (pass through arrangement), dan secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh
risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun mentransfer pengendalian atas aset, aset tersebut diakui
sejauh keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah
terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus
dibayar kembali.
Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait diukur dengan
dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Grup.
16
Page 20
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen keuangan (Lanjutan)
Penghentian pengakuan (Lanjutan)
i. Aset keuangan (Lanjutan)
Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat
dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap
liabilitas baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang diakui pada
pendapatan komprehensif lain harus diakui pada laporan laba rugi.
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan
tersebut diakui sebagai laba rugi.
g. Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur di antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi :
1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau
2. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan
menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggidan
terbaiknya.
17
Page 21
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
g. Pengukuran nilai wajar (Lanjutan)
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan level input terendah yang signifikan terhadap
keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
3. Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian, maka
Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara tingkat hirarki nilai wajar dengan cara menilai kembali
pengkategorian tingkat nilai wajar (berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan
pengukuran) pada setiap akhir periode pelaporan.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana
yang paling rendah.
Biaya untuk memproses sampai dengan persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap digunakan atau
dijual, dicatat sebagai berikut:
Bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi: Biaya pembelian dengan metode masuk pertama keluar
pertama (FIFO). Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan
estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Nilai realisasi neto persediaan adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Grup menetapkan penyisihan untuk kerugian penurunan nilai pasar persediaan berdasarkan perubahan berkala
atas kondisi fisik dan realisasi neto persediaan.
i. Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
lurus.
18
Page 22
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
j. Aset tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, kecuali tanah, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) selama umur manfaat
aset. Taksiran masa manfaat ekonomis sebagai berikut:
2026 2025
Kendaraan 4-8 4-8
Mesin 4 4
Peralatan pabrik 4 4
Peralatan kantor 4 4
Renovasi pra-sarana 3 3
Pada setiap akhir tahun buku, manajemen mengkaji ulang nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan, dan
jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan, kecuali dapat dibuktikan bahwa tanah tersebut
mempunyai umur manfaat tertentu. Beban-beban tertentu sehubungan dengan perolehan tanah pada saat
perolehan pertama kali diakui sebagai bagian perolehan tanah.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian pada saat terjadinya; Biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat
terjadinya, dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan berkenaan dengan aset tersebut akan
mengalir ke Grup, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset)
dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
Aset dalam pembangunan disajikan dalam “Aset Tetap” dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya
perolehan untuk aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya.
k. Sewa
Sebagai lessee
Grup menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup mengakui aset hak
guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Grup merupakan penyewa,
kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau
kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Grup mengakui
pembayaran sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya
lebih merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
19
Page 23
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
k. Sewa (Lanjutan)
Sebagai lessee (lanjutan)
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal
permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat
ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
● pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangi insentif sewa;
● pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
● jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
● harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
● pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi
untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas
sewa (menggunakan metode SBE) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah
dibayar.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba
rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas
untuk setiap periode.
Grup mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak guna) jika:
● terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi pembelian, di mana
liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto
revisian.
● terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau perubahan perkiraan
pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas sewa diukur Kembali dengan mendiskontokan
pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena
perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan); atau
● kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di mana liabilitas sewa
diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian.
20
Page 24
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
k. Sewa (Lanjutan)
Sebagai lessee (lanjutan)
Aset hak guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau
sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di
mana aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa,
provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 57. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hak guna terkait, kecuali jika
biaya tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.
Aset hak guna selanjutnya diukur dengan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai.
Aset hak guna disusutkan secara garis lurus selama jangka waktu sewa yang lebih pendek dan estimasi masa
manfaat aset, sebagai berikut :
Tahun
Bangunan 2
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak guna merefleksikan Grup
akan mengeksekusi opsi beli, aset hak guna disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dmulai
pada tanggal permulaan sewa.
Aset hak guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.
l. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai.
Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan penurunan nilai aset diperlukan, maka
Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi
biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat
harus diturunkan menjadi sebesar terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Rugi penurunan nilai akan dipulihkan jika terdapat perubahan dalam taksiran yang digunakan untuk menentukan
nilai aset non-keuangan yang dapat dipulihkan (recovererable amount). Rugi penurunan nilai hanya akan dipulihkan
sampai sebatas nilai tercatat aset non-keuangan tidak boleh melebihi nilai terpulihkannya maupun nilai tercatat
yang seharusnya diakui, setelah dikurangi depresiasi atau amortisasi, jika tidak ada pengakuan rugi penurunan nilai
aset non-keuangan. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi.
21
Page 25
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
m. Imbalan kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika
karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada
laba rugi.
Manfaat imbalan pasti
Grup menerapkan program imbalan pasti yang tidak didanai dan mencatat imbalan kerja untuk menutupi manfaat
yang memadai berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja No. 6 Tahun 2023 dan PSAK 219 dengan pendekatan
IFRIC.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto,
hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset (jika
ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada
periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan
konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui dalam
penghasilan komprehensif lain tercermin segera dalam ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika
biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
● Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
penyelesaian)
● Beban atau pendapatan bunga neto
● Pengukuran kembali
n. Laba (rugi) per saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih konsolidasi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
yang beredar pada tahun yang bersangkutan dengan mempertimbangkan dampak pemecahan saham setelah
tanggal neraca.
22
Page 26
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
o. Kombinasi bisnis entitas sepengendali
Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338. Berdasarkan PSAK 338,
transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka
reorganisasi entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan
dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara
keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut.
Karena transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali tidak menyebabkan perubahan substansi ekonomi
kepemilikan atas bisnis yang dipertukarkan, maka transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan
metode penyatuan kepemilikan.
Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung,
untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode komparatif sajian, disajikan
sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung
berada dalam sepengendalian. Jumlah tercatat dari unsur unsur laporan keuangan tersebut merupakan jumlah
tercatat dari entitas yang bergabung dalam kombinasi bisnis antitas sepengendali. Selisih antara imbalan yang
dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali disajikan di ekuitas dalam
pos tambahan modal disetor.
p. Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan
dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga.
Pendapatan diakui ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan menyerahkan barang, yaitu ketika
pelanggan telah memiliki kendali atas barang tersebut. Suatu kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada suatu
titik waktu atau sepanjang waktu kontrak.
Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel,
Perusahaan memperkirakan jumlah tersebut menggunakan metode nilai yang diharapkan atau nilai kemungkinan
besar.
Nilai pendapatan yang diakui merupakan besarnya harga transaksi yang dialokasikan kepada kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi dimana ditentukan oleh Perusahaan berdasarkan harga jual tersendiri yang dapat
diamati.
Penjualan barang
Pendapatan dari penjualan barang dan/atau jasa diakui pada suatu titik waktu ketika pengendalian atas aset
tersebut diserahkan kepada pelanggan, umumnya pada saat penyerahan barang karena kewajiban pelaksanaan
dinilai telah terpenuhi sehingga pendapatan dapat diakui. Pendapatan diukur atas pertimbangan yang dijanjikan
dalam kontrak dengan pelanggan, dikurangi diskon dan rabat atau pengembalian serta neto dari Pajak
Pertambahan Nilai (“PPN”).
23
Page 27
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
p. Pengakuan pendapatan dan beban (Lanjutan)
Pendapatan dan beban bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau beban bunga
dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih
tepat, digunakan periode yang lebih singkat, sebesar nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau liabilitas
keuangan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
q. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup seperti yang dijelaskan dalam PSAK 224, “
Pengungkapan Pihak Berelasi”.
Pihak-pihak berelasi menurut PSAK 224 adalah sebagai berikut:
a. Orang atau anggota keluarga terdekat sebagai berikut:
1. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas kelompok usaha dan entitas anaknya;
2. memiliki pengaruh signifikan atas kelompok usaha dan entitas anaknya;
3. Merupakan personil manajemen kunci kelompok usaha dan entitas anak atau entitas induk dari kelompok
usaha dan entitas anaknya.
b. Entitas yang memenuhi salah satu hal berikut:
1. Merupakan anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas
anaknya berikutnya terkait dengan entitas lain);
2. Merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dari kelompok usaha (atau entitas asosiasi atau ventura
bersama yang merupakan anggota suatu grup dimana kelompok usaha adalah anggotanya);
3. Entitas tersebut bersama-sama kelompok usaha adalah ventura bersama dari suatu pihak ketiga yang
sama;
4. Ventura bersama dari entitas ketiga dan kelompok usaha adalah asosiasi dari entitas ketiga;
5. Merupakan suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari suatu karyawan yang ditujukan bagi
karyawan dari kelompok usaha atau entitas yang terkait dengan kelompok usaha;
6. Dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf-huruf di atas; dan
7. Orang yang diidentifikasi dalam huruf a(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen
kunci kelompok usaha (atau entitas induk perusahaan).
24
Page 28
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (Lanjutan)
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan
yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
r. Informasi segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular
direview oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja
segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penillaian
kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung
kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Grup dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
s. Pajak penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif
lain atau langsung pada ekuitas.
Pajak kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi
yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang
berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan
akan dibayar kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak kini
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
25
Page 29
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
s. Pajak penghasilan (Lanjutan)
Pajak kini (lanjutan)
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut
dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.
Pajak final
Pajak atas penghasilan yang telah dikenakan pajak final disajikan sebagai bagian beban pajak.
Beban pajak atas pendapatan makanan dan minuman yang dikenakan pajak final diakui proporsional berdasarkan
dengan jumlah pendapatan yang diakui pada tahun berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang
dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak dalam laba rugi diakui sebagai pajak dibayar dimuka
atau utang pajak. Pajak penghasilan final dibayar dimuka disajikan terpisah dari utang pajak penghasilan final.
Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau
liabilitas pajak tangguhan apabila pendapatan tersebut berhubungan dengan pajak penghasilan final.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan
pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan
diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui
untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa
jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan
rugi fiskal.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah tercatat
jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi
sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap
akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan
aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku
secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau
pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak,
dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
26
Page 30
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
s. Pajak penghasilan (Lanjutan)
Pajak tangguhan (Lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum
ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan aset dan
liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
t. Peristiwa setelah periode pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada tanggal
pelaporan (peristiwa penyesuaian) disajikan dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah periode pelaporan yang
bukan merupakan peristiwa penyesuaian, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila
material.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang terkait, pada
akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat keputusan berikut, yang memiliki
pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas asset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 109. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan
diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang diungkapkan pada Catatan 2f.
Penentuan mata uang fungsional
Mata uang fungsional entitas didalam Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang
diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.
27
Page 31
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
Estimasi dan asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya
diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
Provisi ekspektasi kerugian kredit piutang usaha
Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha yang di nilai secara kolektif. Tingkat provisi
didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola
kerugian yang serupa (yaitu, menurut geografi, jenis produk, jenis dan peringkat pelanggan, dan pertanggungan
berdasarkan surat kredit dan bentuk asuransi kredit lainnya).
Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat default yang diamati secara historis Grup. Grup akan mengkalibrasi
matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya,
jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto) diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang
dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di sektor industri makanan dan minuman, maka tingkat default historis
disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan
dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisa.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi dan ECL adalah
estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman
kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili default aktual pelanggan di masa
depan Informasi mengenai ECL pada piutang usaha Grup diungkapkan dalam Catatan 5.
Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap
Biaya perolehan atas aset tersebut disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tersebut antara 4 sampai dengan 8
tahun. Masa manfaat setiap aset tersebut ditentukan berdasarkan periode kegunaan yang diharapkan dari aset
tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat
setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena
keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat
kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah
serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa aset tersebut dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan yang diakui dan penurunan nilai
tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat aset tersebut diungkapkan dalam Catatan 9.
28
Page 32
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Imbalan pasca kerja
Penentuan utang dan liabilitas imbalan pasca kerja bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris
independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat
kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera pada laporan posisi keuangan
konsolidasian dengan debit atau kredit ke ekuitas melalui penghasilan komprehensif lainnya dalam periode terjadinya.
Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil
aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas
diestimasi atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat dan asumsi yang digunakan dalam
perhitungan liabilitas imbalan kerja diungkapkan dalam Catatan 14.
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup mengakui
liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
badan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 25.
Aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa
penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh
manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat
penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 25.
4. KAS DAN BANK
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Kas 1.800.726 1.248.753
Bank
PT Bank Central Asia Tbk 519.539.797 2.685.277.563
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 28.079.991 12.569.688
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 2.877.326 2.383.594
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 39.929.064 1.717.089
PT Bank Ganesha Tbk 129.377 604.377
Sub-jumlah 590.555.555 2.702.552.311
29
Page 33
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK (Lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Deposito
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5.500.000.000 17.000.000.000
Sub-jumlah 5.500.000.000 17.000.000.000
Jumlah 6.092.356.281 19.703.801.064
Seluruh kas dan bank dalam mata uang rupiah.
Deposito memiliki jangka waktu selama 3 bulan dengan tingkat bunga 4% per tahun.
5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA - BERSIH
a. Berdasarkan pelanggan
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Anggota Kemitraan 122.437.060 -
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp50 Juta) 316.806.327 324.459.709
Sub-jumlah 439.243.387 324.459.709
Dikurangi penyisihan atas penurunan nilai (56.732.560) (56.732.560)
Jumlah piutang - bersih 382.510.827 267.727.149
b. Berdasarkan umur
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Belum jatuh tempo 150.054.950 166.038.684
Sudah jatuh tempo
1 s/d 30 hari 174.954.273 58.764.357
31 s/d 60 hari 22.754.027 22.533.200
61 s/d 90 hari - 20.390.909
>90 hari 91.480.137 56.732.559
Sub-jumlah 439.243.387 324.459.709
Dikurangi penyisihan atas penurunan nilai (56.732.560) (56.732.560)
Jumlah piutang - bersih 382.510.827 267.727.149
Seluruh piutang usaha dalam mata uang Rupiah.
30
Page 34
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA - BERSIH (Lanjutan)
Mutasi penyisihan kerugian atas penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 56.732.560 82.989.730
Penambahan (Catatan 24) - 15.066.777
Pemulihan (Catatan 24) - (41.323.947)
Saldo akhir tahun 56.732.560 56.732.560
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
6. PERSEDIAAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Barang jadi (Catatan 20) 1.052.808.653 972.120.281
Bahan baku dan pembantu 1.297.454.748 1.305.628.013
Alat usaha (Catatan 20) 99.048.821 57.330.246
Jumlah 2.449.312.222 2.335.078.540
Pada tanggal 30 Juni 2026 persediaan diasuransikan pada PT Asuransi Chubb Syariah Indonesia dengan nilai
pertanggungan Rp2.250.236.363.
Berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan di atas pada akhir periode
pelaporan, manajemen berpendapat bahwa nilai neto persediaan tersebut di atas dapat di realisasi sepenuhya,
sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai persediaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
7. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Sewa jangka pendek 5.833.333 12.833.333
Lain-lain 33.340.000 -
Jumlah 39.173.333 12.833.333
8. UANG MUKA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Lainnya - 1.600.000
Jumlah - 1.600.000
31
Page 35
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP - BERSIH
30 Juni 2026
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya perolehan
Tanah 16.462.987.499 - - - 16.462.987.499
Bangunan 28.377.361.092 314.595.668 - - 28.691.956.760
Kendaraan 1.207.455.000 - 120.000.000 - 1.087.455.000
Mesin 573.206.930 9.400.369.535 - - 9.973.576.465
Peralatan pabrik 325.886.150 - - - 325.886.150
Peralatan kantor 684.068.579 3.333.335 - - 687.401.914
Renovasi pra-sarana 2.338.370.143 - - - 2.338.370.143
Jumlah 49.969.335.393 9.718.298.538 120.000.000 - 59.567.633.931
Akumulasi penyusutan
Kendaraan 606.703.314 69.138.604 70.000.000 - 605.841.918
Mesin 527.675.867 32.129.457 - 559.805.324
Peralatan pabrik 303.132.087 7.446.708 - - 310.578.795
Peralatan kantor 561.500.628 50.018.649 - - 611.519.277
Renovasi pra-sarana 2.331.524.431 6.845.713 - - 2.338.370.144
Jumlah 4.330.536.327 165.579.131 70.000.000 - 4.426.115.458
Nilai buku neto 45.638.799.066 55.141.518.473
31 Desember 2025
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya perolehan
Tanah 16.462.987.499 - - - 16.462.987.499
Bangunan - 19.177.307.392 - 9.200.053.700 28.377.361.092
Kendaraan 1.328.445.000 - 120.990.000 - 1.207.455.000
Mesin 639.206.930 - - (66.000.000) 573.206.930
Peralatan pabrik 160.844.177 2.500.000 3.958.027 166.500.000 325.886.150
Peralatan kantor 771.143.879 21.235.650 7.810.950 (100.500.000) 684.068.579
Renovasi pra-sarana 2.283.384.143 54.986.000 - - 2.338.370.143
Jumlah 21.646.011.628 19.256.029.042 132.758.977 9.200.053.700 49.969.335.393
Aset dalam pembangunan
Bangunan pabrik 9.200.053.700 - - (9.200.053.700) -
Jumlah 30.846.065.328 29.738.947.233 29.738.947.233 29.738.947.233 49.969.335.393
32
Page 36
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP - BERSIH (Lanjutan)
31 Desember 2025
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Akumulasi penyusutan
Kendaraan 470.686.938 191.550.125 55.533.749 - 606.703.314
Mesin 471.227.980 89.447.887 - (33.000.000) 527.675.867
Peralatan pabrik 245.643.229 26.015.658 1.526.800 33.000.000 303.132.087
Peralatan kantor 413.912.781 153.770.364 6.182.517 - 561.500.628
Renovasi pra-sarana 881.606.238 1.449.918.193 - - 2.331.524.431
Jumlah 2.483.077.166 1.910.702.227 63.243.066 - 4.330.536.327
Nilai buku neto 28.362.988.162 45.638.799.066
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Beban pokok penjualan (Catatan 20) 87.150.592 115.463.545
Beban umum dan administrasi
(Catatan 22) 78.428.539 1.795.238.682
Jumlah 165.579.131 1.910.702.227
Laba (rugi) penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Harga jual 112.000.000 -
Nilai buku bersih 50.000.000 -
Laba penjualan aset tetap 62.000.000 -
Pada 30 Juni 2026 Grup melakukan penjualan berupa kendaraan dengan sisa nilai buku sebesar Rp50.000.000 dan
laba sebesar Rp62.000.000 dicatatkan sebagai keuntungan penjualan aset (Catatan 24).
Pada 31 Desember 2025 Grup melakukan penghapusan berupa kendaraan, peralatan pabrik dan Peralatan kantor
dengan sisa nilai buku sebesar Rp22.815.910 dicatatkan sebagai kerugian penghapusan aset tetap (Catatan 24).
Grup memiliki beberapa bidang tanah berlokasi di Bogor seluas 5.027 m2 dengan hak legal berupa Hak Guna
Bangunan (HGB) yang mempunyai masa manfaat 30 tahun dan akan berakhir sampai dengan tahun 2052.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah tersebut karena tanah
diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai. Tanah tersebut digunakan untuk
pembuatan pabrik dan gedung kantor Perusahaan.
33
Page 37
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP - BERSIH (Lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap kendaraan diasuransikan pada PT Asuransi Tokio
Marine Indonesia, PT Asuransi Chubb Syariah Indonesia dan PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Tugu Pratama
Indonesia Tbk dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 488.650.000 dan Rp 577.700.000.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai aset tetap sehingga tidak terdapat penyisihan
penurunan nilai.
10. ASET HAK GUNA - BERSIH
Dibawah ini adalah jumlah tercatat aset hak guna yang diakui dan mutasi selama periode berjalan:
30 Juni 2026
1 Januari 2026 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2026
Harga perolehan
Bangunan 344.444.445 - - 344.444.445
Akumulasi penyusutan
Bangunan 86.000.000 203.703.700 - 289.703.700
Nilai buku neto 258.444.445 54.740.745
31 Desember 2025
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Harga perolehan
Bangunan 1.486.982.859 344.444.445 1.486.982.859 344.444.445
Akumulasi penyusutan
Bangunan 796.348.723 776.634.136 1.486.982.859 86.000.000
Nilai buku neto 690.634.136 258.444.445
Di bawah ini adalah jumlah tercatat liabilitas sewa dan mutasinya selama periode berjalan:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal - 68.852.941
Penyesuaian - (68.852.941)
Jumlah - -
Dikurangi jatuh tempo kurang dari satu tahun - -
Bagian jangka panjang - -
34
Page 38
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET HAK GUNA - BERSIH (Lanjutan)
Jumlah yang diakui dalam laba rugi terkait sewa adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Beban umum dan administrasi
Penyusutan (Catatan 22) 203.703.700 776.634.136
Sewa jangka pendek (Catatan 22) 7.000.002 31.166.667
Bunga liabilitas sewa (Catatan 23) - 14.000.000
11. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
CV Kemas Cipta Sinergi 152.647.154 292.606.281
PT Agri Wira Mandiri Sejahtera 128.850.000 276.955.000
PT Gupon Sekarlangit - 70.000.000
CV Segara Jaya 113.309.716 13.183.040
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 100 Juta) 50.310.888 728.996.830
Jumlah 445.117.758 1.381.741.151
12. AKRUAL
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Jasa profesional 145.875.000 183.196.000
BPJS - 119.671.057
Lainnya 782.900.801 33.955.692
Jumlah 928.775.801 336.822.749
35
Page 39
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG PEMBIAYAAN
Grup membeli beberapa kendaraan melalui pembiayaan dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
PT Dipo Star Finance - 141.139.731
PT Mitsui Leasing Capital Indonesia - 22.348.853
PT Toyota Astra Financial Services - 16.615.109
Jumlah - 180.103.693
Dikurangi jatuh tempo kurang dari satu tahun - (110.238.600)
Bagian jangka panjang - 69.865.093
Tingkat bunga per tahun 3,7% 9,62% - 16,75%
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025, beban bunga yang dibebankan pada
laporan laba rugi masing-masing sebesar Rp34.020.369 dan Rp24.090.762 (Catatan 23).
14. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Grup membukukan liabilitas imbalan kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Cipta No. 6 Tahun 2023,
pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Terdapat 19 karyawan yang berhak atas imbalan masing-masing
pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani untuk
tanggal 31 Desember 2025 dengan Nomor laporan No. 1474/PSAK/KKABR/ III/2026 tertanggal 27 Maret 2026,
dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit ".
Beban (manfaat) imbalan pasca kerja yang diakui di laba rugi adalah sebagai:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Biaya jasa kini - 30.387.460
Biaya bunga - 5.437.770
Pengakuan segera dari biaya jasa lalu yang vested - 31.001.671
Jumlah - 66.826.901
36
Page 40
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
14. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
Beban imbalan kerja dialokasikan sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Beban umum dan administrasi (Catatan 22) - 66.826.901
Jumlah - 66.826.901
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasca kerja yang diakui di penghasilan komprehensif lain sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Kerugian aktuaria kewajiban - 1.339.087
Jumlah kerugian aktuaria - 1.339.087
Mutasi liabilitas imbalan pasca kerja yang diakui adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 112.199.227 76.195.767
Beban imbalan kerja - 66.826.901
Pembayaran manfaat - (32.162.528)
Pengukuran kembali:
Dampak perubahan asumsi keuangan - 1.339.087
Saldo Akhir 112.199.227 112.199.227
Asumsi-asumsi aktuaria yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Tingkat diskonto - 6,86%
Tingkat kenaikan gaji - 2.00 %
Tingkat cacat - 10% dari TMI IV
Usia pensiun normal - 57 tahun
Tingkat mortalita - TMI 2019
Tingkat pengunduran diri - < 16 = 0,00%
- 17 - 29 = 10,00%
- 30 - 39 = 5,00%
- 40 - 44 = 3,00%
- 45 - 49 = 2,00%
- 50 - 56 = 1,00%
- > 57 = 0,00%
37
Page 41
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
14. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
Analisa sensitivitas untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Tingkat diskonto Kenaikan gaji di masa depan
Persentase Pengaruh nilai kini Persentase Pengaruh nilai kini
atas kewajiban atas kewajiban
imbalan imbalan
30 Juni 2026
Kenaikan 0% - 0% -
Penurunan 0% - 0% -
31 Desember 2025
Kenaikan 1% 70.063.701 1% 83.352.024
Penurunan -1% 83.225.695 -1% 69.860.713
15. MODAL SAHAM
Jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor serta susunan pemegang saham pada 30 Juni 2026 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2026
Persentase
Kepemilikan Nilai
Nama Pemegang Saham Total Saham (%) nominal Modal ditempatkan Modal disetor
PT Asia Intrainvesta 1.456.000.000 57,10% 10 14.560.000.000 14.560.000.000
Irman 330.563.000 12,96% 10 3.305.630.000 3.305.630.000
Masyarakat (dibawah 5%) 763.448.472 29,94% 10 7.634.484.720 7.634.484.720
Jumlah 2.550.011.472 100,00% 25.500.114.720 25.500.114.720
Jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor serta susunan pemegang saham pada 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Persentase
Kepemilikan Nilai
Nama Pemegang Saham Total Saham (%) nominal Modal ditempatkan Modal disetor
PT Asia Intrainvesta 1.706.000.000 66,90% 10 17.060.000.000 17.060.000.000
Irman 330.563.000 12,96% 10 3.305.630.000 3.305.630.000
Masyarakat (dibawah 5%) 513.448.472 20,14% 10 5.134.484.720 5.134.484.720
Jumlah 2.550.011.472 100,00% 25.500.114.720 25.500.114.720
38
Page 42
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
16. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Rincian tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Penawaran umum perdana saham 51.000.000.000 51.000.000.000
Biaya emisi saham, bersih (2.881.557.082) (2.881.557.082)
Kapitalisasi ke modal saham (5.100.000.000) (5.100.000.000)
Agio saham 1.319.280 1.319.280
Selisih perubahan ekuitas entitas anak (53.587.716) (53.587.716)
Selisih transaksi entitas sepengendali (13.329.591) (13.329.591)
Jumlah 42.952.844.891 42.952.844.891
Pada tahun 2022, Lutfiel Hakim dan Nadia Juwita Ayu mengalihkan 90% kepemilikan saham di MKN ke Perusahaan.
Transaksi pengalihan ini dibukukan menggunakan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK 338 karena
Perusahaan dan MKN entitas sepengendali dibawah Lutfiel Hakim.
Perbedaan antara jumlah imbalan yang dialihkan dan nilai buku aset bersih entitas anak yang dialihkan dicatat
sebagai “tambahan modal disetor” dalam ekuitas Grup. Ekuitas dari entitas anak pada tanggal 31 Desember 2021
disajikan sebagai “ekutitas merging entities” dalam ekuitas Grup. Perhitungan selisih transaksi entitas sepengendali
pada tanggal peralihan adalah sebagai berikut:
Tanggal akuisisi 30 Juni 2022
Persentase kepemilikan 90%
Nilai buku aset bersih yang dialihkan 985.189.343
Nilai investasi (90% dari nilai buku saat dialihkan) 886.670.409
Imbalan pembelian yang dialihkan (900.000.000)
Selisih transaksi entitas sepengendali (13.329.591)
Pada tahun 2022, kepentingan non pengendali (“KNP”) mengalihkan 14,98% kepemilikannya ke Perusahaan,
sehingga kepemilikan Perusahaan di NJA berubah dari sebelumnya 85% menjadi 99,98%. Atas pengalihan tersebut
penyerapan investasi milik KNP sebelumnya diakui oleh Perusahaan saat perubahan dan dicatat sebagai tambahan
modal disetor. Perhitungan selisih perubahan kepemilikan entitas anak adalah sebagai berikut:
Saldo Defisit NJA Persentase Penyerapan investasi atas
Kepemilikan (%) defisit entitas anak
(357.728.410) 85,00% (304.069.149)
(357.728.410) 99,98% (357.656.864)
Selisih perubahan ekuitas entitas anak (53.587.716)
39
Page 43
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
17. SALDO LABA
a. Cadangan umum
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal tahun 260.000.000 250.000.000
Penambahan cadangan tahun berjalan - 10.000.000
Saldo akhir tahun 260.000.000 260.000.000
Berdasarkan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas, perusahaan di Indonesia
diharuskan untuk membentuk cadangan umum sekurang-kurangnya sebesar 20% dari jumlah modal yang
ditempatkan dan disetor penuh. Undang-Undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan
cadangan umum tersebut.
- Berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan yang diselenggarakan pada Jumat, tanggal 5
Juni 2026. Rapat tersebut memutuskan menyetujui laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun buku
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 digunakan sebagai berikut:
1. Menyetujui penyisihan untuk dana cadangan Perseroan sesuai dengan Pasal 70 ayat 1 Undang-undang
Perseroan Terbatas sebesar Rp50.000.000,-
2 . Seluruh sisa laba bersih tahun berjalan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 dicatat
sebagai laba yang ditahan oleh Perseroan atau retained earnings.
- Berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan yang diselenggarakan pada Senin, tanggal 3
Juni 2025. Rapat tersebut memutuskan menyetujui laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun buku
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 digunakan sebagai berikut:
1. Menetapkan penyisihan untuk dana Cadangan Perseroan sesuai dengan Pasal 70 ayat 1 Undang
Perseroan Terbatas sebesar Rp10.000.000;
2. Menetapkan tidak membagikan dividen.
3. Seluruh sisa laba bersih tahun berjalan untuk tahun buku yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
dicatat sebagai laba yang ditahan oleh Perseroan atau Retained Earnings .
40
Page 44
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
17. SALDO LABA (Lanjutan)
b. Belum ditentukan penggunaannya
Saldo Laba
Saldo per 1 Januari 2023 4.043.224.090
Pembagian dividen (2.550.000.000)
Cadangan umum (100.000.000)
Selisih perubahan ekuitas entitas anak 27.321.744
Koreksi laba ditahan (56.836)
Laba neto tahun berjalan 307.550.007
Saldo per 31 Desember 2023 1.728.039.005
Pembagian dividen (306.001.377)
Cadangan umum (50.000.000)
Laba neto tahun berjalan 134.371.998
Saldo per 31 Desember 2024 1.506.409.626
Cadangan umum (10.000.000)
Laba neto tahun berjalan (4.290.647.080)
Saldo per 31 Desember 2025 (2.794.237.454)
Laba neto tahun berjalan (2.973.647.977)
Saldo per 30 Juni 2026 (5.767.885.431)
Pada tahun 2023, kepentingan non pengendali (“KNP”) mengalihkan 9,99% kepemilikannya ke Perusahaan,
sehingga kepemilikan Perusahaan di MKN berubah dari sebelumnya 90% menjadi 99,99%. Atas pengalihan
tersebut penyerapan investasi milik KNP sebelumnya diakui oleh Perusahaan saat perubahan dan dicatat
sebagai tambahan modal disetor. Perhitungan selisih perubahan kepemilikan entitas anak adalah sebagai
berikut:
Persentase Penyerapan investasi atas
Saldo Laba MKN Kepemilikan (%) defisit entitas anak
273.490.931 99,99% 273.463.582
273.490.931 90,00% 246.141.838
Selisih perubahan ekuitas entitas anak 27.321.744
41
Page 45
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
18. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Akun ini merupakan bagian kepentingan non-pengendali atas aset bersih, laba (rugi) bersih, dan pendapatan (rugi)
komprehensif lainnya entitas anak dengan rincian sebagai berikut:
Saldo Bagian atas laba Penghasilan Saldo
1 Januari 2026 (rugi) neto komprehensif lain Penyesuaian 30 Juni 2026
NJA (612.692) 7.261 - 1 (605.430)
MKN 125.176 (31.700) - - 93.476
Jumlah (487.516) (24.439) - 1 (511.954)
Saldo Bagian atas laba Penghasilan Saldo
1 Januari 2025 (rugi) neto komprehensif lain Penyesuaian 31 Desember 2025
NJA (591.383) (21.310) - 1 (612.692)
MKN 164.702 (39.525) (1) - 125.176
Jumlah (426.681) (60.835) (1) 1 (487.516)
19. PENDAPATAN BERSIH
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Makanan bayi dan beras organik
Mitra 3.274.308.478 7.248.080.540
Ritel 506.482.460 793.016.695
Distributor - 9.580.512.712
Jumlah makanan bayi dan beras organik 3.780.790.938 17.621.609.947
Alat usaha - 520.024.450
Sub-jumlah 3.780.790.938 18.141.634.397
Diskon (133.425.520) (54.104.769)
Retur - (278.350.510)
Jumlah pendapatan bersih 3.647.365.418 17.809.179.118
42
Page 46
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
20. BEBAN POKOK PENDAPATAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Makanan bayi dan beras organik
Pemakaian bahan baku 1.838.341.690 12.679.871.242
Biaya produksi
Gaji, upah dan tunjangan 322.387.581 386.404.242
Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 87.150.592 62.244.687
Utilitas 77.504.489 98.601.377
Persediaan pembantu 39.153.300 21.944.044
Analisis dan perijinan 31.705.000 41.620.750
Riset dan pengembangan 23.172.910 13.110.976
Jumlah biaya produksi 581.073.872 623.926.076
Harga pokok produksi 2.419.415.562 13.303.797.318
Persediaan barang jadi
Persediaan awal 1.027.425.781 1.162.831.345
Persediaan akhir (Catatan 6) (1.052.808.653) (1.027.425.781)
Beban pokok penjualan
makanan bayi dan beras organik 2.394.032.690 13.439.202.882
Alat usaha
Persediaan awal 53.250.759 105.370.365
Pembelian 71.180.934 186.409.877
Persediaan akhir (Catatan 6) (99.048.821) (53.250.759)
Beban pokok penjualan alat usaha 25.382.872 238.529.483
Jumlah beban pokok penjualan 2.419.415.562 13.677.732.365
21. BEBAN PENJUALAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Promosi dan iklan 172.816.219 451.839.321
Gaji, upah dan tunjangan 338.804.761 556.026.255
Pengiriman 70.104.036 149.743.616
Transportasi 94.072.708 112.866.295
Lainnya 22.756.393 50.720.247
Jumlah 698.554.117 1.321.195.734
43
Page 47
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Gaji dan tunjangan 1.941.728.172 2.694.271.440
Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 78.428.539 487.671.385
Penyusutan aset hak guna (Catatan 10) 203.703.700 199.380.482
Jasa profesional 795.395.961 138.616.433
Keperluan kantor 327.743.750 174.505.457
Beban pajak 251.135.543 102.585.130
Utilitas 68.047.540 61.049.541
Perizinan 45.750.000 25.450.000
Sumbangan dan sukacita 3.250.000 9.686.300
Pemeliharaan 16.794.875 18.043.923
Sewa jangka pendek (Catatan 10) 7.000.002 7.000.002
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 50 Juta) 7.191.792 30.424.748
Jumlah 3.746.169.874 3.948.684.842
23. BEBAN KEUANGAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Bunga utang pembiayaan (Catatan 13) 34.020.369 24.090.762
Biaya administrasi bank 6.151.795 5.972.381
Jumlah 40.172.164 30.063.143
24. LAIN-LAIN - NETO
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Laba penjualan aset tetap (Catatan 9) 62.000.000 (2.359.659)
Lain-lain 50.070.939 158.991
Jumlah 112.070.939 (2.200.668)
44
Page 48
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 358.586.865 -
PPh Pasal 21 - 866.035
Sub-jumlah 358.586.865 866.035
Entitas Anak
PPh Pasal 21 488.739 2.115.312
Pajak Pertambahan Nilai 49.841.410 46.904.691
Sub-jumlah 50.330.149 49.020.003
Jumlah 408.917.014 49.886.038
b. Utang pajak
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
PPh Pasal 21 3.033.085 -
PPh Pasal 23 11.650.550 430.700
PPh Pasal 4 Ayat 2 - 34.444.445
Pajak Pertambahan Nilai - 238.601.846
Sub-jumlah 14.683.635 273.476.991
Entitas Anak
PPh Pasal 21 2.496.234 -
PPh Pasal 23 23.436 51.864
Pajak Pertambahan Nilai 11.643.675 27.435.951
Sub-jumlah 14.163.345 27.487.815
Jumlah 28.846.980 300.964.806
45
Page 49
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Pajak tangguhan
30 Juni 2026
Penyesuaian
tahun lalu
Dikreditkan Penyesuaian Dibebankan ke
pendapatan
(dibebankan) ke tahun lalu ke penghasilan
komprehensif
1 Januari 2026 laba (rugi) laba (rugi) komprehensif lain 30 Juni 2026
lain
Perusahaan
Imbalan pasca kerja 24.308.664 - - - - 24.308.664
Penyusutan aset
hak guna (9.460.000) - - - (9.460.000)
Sub-jumlah 14.848.664 - - - - 14.848.664
Entitas anak
Imbalan pasca kerja 375.165 - - - - 375.165
Cadangan kerugian
penurunan nilai 8.039.859 - - - - 8.039.859
Sub-jumlah 8.415.024 - - - - 8.415.024
Jumlah 23.263.688 - - - - 23.263.688
Aset pajak tangguhan 8.415.024
Liabilitas pajak tangguhan 14.848.664
Neto 23.263.688
31 Desember 2025
Penyesuaian
tahun lalu
Dikreditkan Penyesuaian Dibebankan ke
pendapatan
(dibebankan) ke tahun lalu ke penghasilan
komprehensif
1 Januari 2025 laba (rugi) laba (rugi) komprehensif lain 31 Desember 2025
lain
Perusahaan
Imbalan pasca kerja 16.689.348 14.401.910 (7.075.756) 293.162 - 24.308.664
Penyusutan
aset tetap - - - - - -
Penyusutan aset
hak guna (99.328.237) 73.484.259 16.383.978 - - (9.460.000)
Sub-jumlah (82.638.889) 87.886.169 9.308.222 293.162 - 14.848.664
Entitas anak
Imbalan pasca kerja 73.720 300.008 - 1.437 - 375.165
Cadangan kerugian
penurunan nilai 18.257.596 (10.217.737) - - - 8.039.859
Penyusutan aset
hak guna - - - - - -
Sub-jumlah 18.331.316 (9.917.729) - 1.437 - 8.415.024
Jumlah (64.307.573) 77.968.440 9.308.222 294.599 - 23.263.688
46
Page 50
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Pajak tangguhan (Lanjutan)
Aset pajak tangguhan 8.415.024
Liabilitas pajak tangguhan 14.848.664
Neto 23.263.688
d. Perubahan tarif pajak
Pada bulan Oktober 2021, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 (“UU
No.7/2021”) tentang harmonisasi peraturan perpajakan. Beberapa tujuan UU No.7/2021 adalah untuk
meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan dan mendukung percepatan pemulihan
ekonomi, mewujudkan sistem perpajakan yang lebih berkeadilan dan berkepastian hukum, melaksanakan
reformasi administrasi, kebijakan perpajakan yang konsolidatif, dan perluasan basis pajak, serta meningkatkan
kepatuhan sukarela Wajib Pajak.
Sejumlah perubahan peraturan perpajakan yang terjadi dengan penerapan UU No. 7/2021 antara lain adalah
sebagai berikut:
1) Pemberlakuan tarif pajak penghasilan badan menjadi 22% mulai Tahun Pajak 2022, dan Perusahaan
Terbuka dalam negeri yang memenuhi kriteria tertentu dapat memperoleh tarif pajak sebesar 3% lebih
rendah dari tarif pajak yang disebutkan di atas;
2) Kenaikan tarif PPN dari 10% menjadi 11% yang mulai berlaku 1 April 2022, kemudian menjadi 12% yang
mulai berlaku paling lambat pada tanggal 1 Januari 2025, kenaikan tarif PPN menjadi 12% pada 1
Januari 2025 telah dibatalkan;
3) Penyederhanaan PPN dengan tarif final untuk barang atau jasa kena pajak tertentu yang juga berlaku
mulai 1 April 2022;
4) Program pengungkapan sukarela bagi Wajib Pajak badan selama periode 1 Januari - 30 Juni 2022,
dengan basis asset atau harta yang diperoleh selama 1 Januari 1985 - 31 Desember 2015 yang belum
diungkap pada saat mengikuti program amnesti pajak sebelumnya.
e. Tagihan Pajak
Pada tahun 2025 Grup menerima surat tagihan dari pajak atas PPh 21 tahun 2021 Rp 7.569.272, PPh 23 tahun
2021 Rp4.546.898, PPh 25 tahun 2021 Rp 18.748.294, PPN tahun 2022 Rp 500.000, Pajak pengasilan tahun
2022 Rp 358.542, PPh 23 tahun 2023 Rp1.754.453, PPN tahun 2023 Rp5.526.961, Pajak Penghasilan tahun
2023 Rp775.587, PPH 23 tahun 2024 Rp82.800, PPN tahun 2024 Rp18.569.606, Pajak Penghasilan
Rp966.456 dan PPN tahun 2025 Rp7.550.483. Tagihan atas seluruh hutang pajak tersebut telah dibayar di
tahun 2025.
47
Page 51
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
26. LABA PER SAHAM
Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Laba (rugi) neto yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk (2.973.647.977) (1.168.704.460)
Rata-rata tertimbang jumlah saham
beredar sepanjang tahun 25.500.114.720 25.500.114.720
Jumlah (0,12) (0,05)
27. SEGMEN OPERASI
Untuk tujuan pelaporan manajemen, Grup dibagi dalam dua kelempok utama kegiatan usaha: yaitu makanan bayi
dan beras organik dan alat usaha. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar pelaporan segmen operasi primer Grup,
sebagai berikut:
30 Juni 2026
Makanan bayi dan
beras organik Alat usaha Konsolidasian
Penjualan bersih 3.647.365.418 - 3.647.365.418
Beban langsung (2.394.032.690) (25.382.872) (2.419.415.562)
Laba bruto 1.253.332.728 (25.382.872) 1.227.949.856
Beban penjualan (698.554.117)
Beban umum dan administrasi (3.746.169.874)
Lain-lain - neto 243.101.719
Laba sebelum pajak penghasilan (2.973.672.416)
Beban pajak penghasilan, neto -
Laba neto periode berjalan (2.973.672.416)
Laba neto periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (2.973.647.977)
Kepentingan non pengendali (24.439)
Jumlah (2.973.672.416)
ASET
Total aset konsolidasian 64.625.619.614
LIABILITAS
Total liabilitas konsolidasian 1.714.129.381
48
Page 52
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
27. SEGMEN OPERASI (Lanjutan)
30 Juni 2025
Makanan bayi dan
beras organik Alat usaha Konsolidasian
Penjualan neto 17.289.154.668 520.024.450 17.809.179.118
Beban langsung (13.439.202.882) (238.529.483) (13.677.732.365)
Laba bruto 3.849.951.786 281.494.967 4.131.446.753
Beban penjualan (1.321.195.734)
Beban umum dan administrasi (3.948.684.842)
Lain-lain - neto (30.303.329)
Laba sebelum pajak penghasilan (1.168.737.152)
Beban pajak penghasilan, neto -
Laba neto periode berjalan (1.168.737.152)
Laba neto periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (1.168.704.460)
Kepentingan non pengendali (24.439)
Jumlah (1.168.728.899)
ASET
Total aset konsolidasian 72.641.491.959
LIABILITAS
Total liabilitas konsolidasian 3.633.314.061
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
Risiko utama dari instrumen keuangan Grup adalah risiko pasar termasuk risiko tingkat bunga, risiko kredit serta
risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Grup dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat
bunga serta meminimalisir potensi kerugian yang dapat berdampak pada risiko keuangan Grup.
Faktor-faktor risiko keuangan
a. Risiko pasar
Risiko tingkat bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena
perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan tingkat bunga tetap menimbulkan
risiko suku bunga atas nilai wajar.
Grup melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan senantiasa menjaga komposisi
pendanaan dengan sesuai kebutuhan untuk mengola risiko suku bunga. Berdasarkan analisis tersebut, Grup
menghitung dampak terhadap laba rugi dari pergeseran tingkat bunga yang ditetapkan.
49
Page 53
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan)
Faktor-faktor risiko keuangan (Lanjutan)
a. Risiko pasar (Lanjutan)
Tabel di bawah ini merangkum eksposur risiko suku bunga pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
30 Juni 2026
Rata-rata suku bunga Bunga mengambang Bunga tetap
Liabilitas keuangan
Utang pembiayaan 3,7% - -
31 Desember 2025
Rata-rata suku bunga Bunga mengambang Bunga tetap
Liabilitas keuangan
Utang pembiayaan 3,7% - 16,75% - 180.103.693
b. Risiko kredit
Grup tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Grup memiliki kebijakan untuk memastikan
keseluruhan penjualan jasa kesehatan dilakukan kepada pelanggan dengan reputasi dan riwayat kredit yang
baik. Selain itu, Grup senantiasa melakukan penelaahan berkala atas kredit pelanggan yang ada.
Eksposur maksimum Grup atas risiko kredit setara dengan jumlah bruto dari aset keuangannya.
Kualitas kredit aset keuangan Grup adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo tapi belum mengalami penurunan nilai
atau tidak
Jumlah
mengalami
Cadangan
penurunan nilai < 30 hari 30-90 hari Lebih dari 90 hari
penurunan nilai
Kas dan bank 6.092.356.281 - - - - 6.092.356.281
Piutang usaha -
pihak ketiga 150.054.950 174.954.273 22.754.027 91.480.137 (56.732.560) 382.510.827
Jumlah 6.242.411.231 174.954.273 22.754.027 91.480.137 (56.732.560) 6.474.867.108
50
Page 54
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan)
Faktor-faktor risiko keuangan (Lanjutan)
b. Risiko kredit (Lanjutan)
31 Desember 2025
Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo tapi belum mengalami penurunan nilai
atau tidak
Jumlah
mengalami
Cadangan
penurunan nilai < 30 hari 30-90 hari Lebih dari 90 hari
penurunan nilai
Kas dan bank 19.703.801.064 - - - - 19.703.801.064
Piutang usaha -
pihak ketiga 166.038.684 58.764.357 42.924.109 56.732.559 (56.732.560) 267.727.149
Jumlah 19.869.839.748 58.764.357 42.924.109 56.732.559 (56.732.560) 19.971.528.213
c. Risiko likuiditas
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya Kas dan setara kas yang memadai untuk
memenuhi kebutuhan modal operasional.
Grup dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan setara kas
yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai. Manajemen mengelola risiko
likuiditas dengan senantiasa memantau pekiraan cadangan likuiditas Grup berdasarkan arus kas yang
diharapkan serta menelaah kebutuhan pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur
dan pada saat yang dianggap perlu.
30 Juni 2026
Tidak ada periode
Nilai tercatat Nilai jatuh tempo
jatuh tempo 1-3 3-6 6-12 Lebih dari
Cadangan
bulan bulan bulan 12 bulan
Aset keuangan
yang diukur
pada biaya
perolehan
diamortisasi:
Kas dan bank 6.092.356.281 6.092.356.281 - - - - - 6.092.356.281
Piutang usaha
- pihak ketiga 382.510.827 150.054.950 174.954.273 22.754.027 - 91.480.137 (56.732.560) 382.510.827
Jumlah aset
keuangan 6.474.867.108 6.242.411.231 174.954.273 22.754.027 - 91.480.137 (56.732.560) 6.474.867.108
51
Page 55
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan)
Faktor-faktor risiko keuangan (Lanjutan)
c. Risiko likuiditas (Lanjutan)
30 Juni 2026
Tidak ada periode
Nilai tercatat Nilai jatuh tempo
jatuh tempo 1-3 3-6 6-12 Lebih dari
Cadangan
bulan bulan bulan 12 bulan
Liabilitas keuangan
yang diukur
pada biaya
perolehan
diamortisasi:
Utang usaha
- pihak ketiga 445.117.758 445.117.758 - - - - - 445.117.758
Utang lain-lain
- pihak ketiga 52.396.934 52.396.934 - - - - - 52.396.934
Akrual 928.775.801 928.775.801 - - - - - 928.775.801
Jumlah liabilitas
keuangan 1.426.290.493 1.426.290.493 - - - - - 1.426.290.493
- - -
Gap likuiditas 5.048.576.615 4.816.120.738 174.954.273 22.754.027 - - - 5.048.576.615
31 Desember 2025
Periode Jatuh Tempo
Tidak ada periode
Nilai tercatat Nilai jatuh tempo
jatuh tempo 1-3 3-6 6-12 Lebih dari
Cadangan
bulan bulan bulan 12 bulan
Aset keuangan
yang diukur
pada biaya
perolehan
diamortisasi:
Kas dan bank 19.703.801.064 19.703.801.064 - - - - - 19.703.801.064
Piutang usaha
- pihak ketiga 267.727.149 166.038.684 101.688.466 56.732.559 - - (56.732.560) 267.727.149
Jumlah aset
keuangan 19.971.528.213 19.869.839.748 101.688.466 56.732.559 - - (56.732.560) 19.971.528.213
52
Page 56
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan)
Faktor-faktor risiko keuangan (Lanjutan)
c. Risiko likuiditas (Lanjutan)
31 Desember 2025
Periode Jatuh Tempo
Tidak ada periode
Nilai tercatat Nilai jatuh tempo
jatuh tempo 1-3 3-6 6-12 Lebih dari
Cadangan
bulan bulan bulan 12 bulan
Liabilitas keuangan
yang diukur
pada biaya
perolehan
diamortisasi:
Utang usaha
- pihak ketiga 1.381.741.151 1.381.741.151 - - - - - 1.381.741.151
Utang lain-lain
- pihak ketiga 52.396.934 52.396.934 - - - - - 52.396.934
Akrual 336.822.749 336.822.749 - - - - - 336.822.749
Utang pembiayaan 180.103.693 180.103.693 - - - - - 180.103.693
Jumlah liabilitas
keuangan 1.951.064.527 1.951.064.527 - - - - - 1.951.064.527
- -
Gap likuiditas 18.020.463.686 17.918.775.221 101.688.466 56.732.559 - - (56.732.560) 18.020.463.686
29. NILAI WAJAR ATAS ASET DAN LIABILITAS
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar instrumen keuangan Grup yang dinyatakan
dalam posisi keuangan 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Aset Keuangan
yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi:
Kas dan setara kas 6.092.356.281 6.092.356.281 19.703.801.064 19.703.801.064
Piutang usaha -
pihak ketiga 382.510.827 382.510.827 267.727.149 267.727.149
Jumlah 6.474.867.108 6.474.867.108 19.971.528.213 19.971.528.213
53
Page 57
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR ATAS ASET DAN LIABILITAS (Lanjutan)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar instrumen keuangan Grup yang dinyatakan
dalam posisi keuangan 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. (lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Liabilitas Keuangan
Liabilitas Keuangan
yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi:
Utang usaha -
pihak ketiga 445.117.758 445.117.758 1.381.741.151 1.381.741.151
Utang lain-lain -
pihak ketiga 52.396.934 52.396.934 52.396.934 52.396.934
Akrual 928.775.801 928.775.801 336.822.749 336.822.749
Utang pembiayaan - - 180.103.693 180.103.693
Jumlah 1.426.290.493 1.426.290.493 1.951.064.527 1.951.064.527
Nilai wajar atas aset keuangan jangka pendek (umumnya kurang dari satu tahun) seperti kas dan bank, piutang
usaha dan piutang lain-lain adalah sebesar nilai tercatat karena telah mendekati estimasi nilai wajarnya.
Nilai tercatat liabilitas keuangan seperti utang bank jangka pendek, utang usaha - pihak ketiga, utang lain-lain - pihak
ketiga, dan akrual adalah mendekati estimasi nilai wajarnya.
Nilai wajar utang pembiayaan dan liabilitas sewa diperkirakan mendekati nilai tercatatnya karena tingkat suku bunga
berdasarkan nilai pasar.
30. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Perubahan aset dan liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan sebagai berikut:
1 Januari 2026 Arus kas Non kas 30 Juni 2026
Penambahan modal 25.500.042.080 - - 25.500.042.080
Tambahan modal disetor 967.840 - - 967.840
Pembagian dividen (2.856.001.363) - - (2.856.001.363)
Utang pembiayaan 62.212.131 - - 62.212.131
Jumlah 22.707.220.688 - - 22.707.220.688
54
Page 58
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (AUDIT)
DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
30. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS (Lanjutan)
Perubahan aset dan liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan sebagai berikut: (lanjutan)
1 Januari 2025 Arus kas Non kas 31 Desember 2025
Penambahan modal 25.500.042.080 - - 25.500.042.080
Tambahan modal disetor 967.840 - - 967.840
Pembagian dividen (2.856.001.363) - - (2.856.001.363)
Utang pembiayaan 62.212.131 - - 62.212.131
Liabilitas sewa 68.852.941 - (68.852.941) -
Jumlah 22.776.073.629 - (68.852.941) 22.707.220.688
55
Names mentioned 41 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. Syarif Siangan Tanudjaja S.H.
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×4
unresolved
person
Akta Notaris Rahayu Ningsih
p.9 ×2
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora Nomor IPO-
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.9
unresolved
person
Akta Notaris Rini Yulianti
p.9 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×4
unresolved
org
Kementerian
p.9
unresolved
person
Bambang Wijananto
p.10 ×2
unresolved
person
Arief Banang Trinovan
p.10
unresolved
person
Eko Safrudin
p.10
unresolved
person
Bambang Setiadji Personel
p.10
unresolved
org
PT Mitra Kerja Nayz
p.11
unresolved
org
PT Nutrisi Juara Asia
p.11
unresolved
person
Poltak Pardomuan
p.11
unresolved
person
Panji Kresna S.H.
p.11 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Chubb Syariah Indonesia
p.34 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Tokio Marine Indonesia
p.37
unresolved
org
PT Asuransi Astra Buana
p.37
unresolved
org
PT Agri Wira Mandiri Sejahtera
p.38
unresolved
org
PT Gupon Sekarlangit
p.38
unresolved
org
PT Dipo Star Finance
p.39
unresolved
org
PT Mitsui Leasing Capital Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Toyota Astra Financial Services
p.39
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.