Skip to content
Back to announcement

Q2. Reports WEHA Juni 2026 (R4).pdf

Financial statement Text extracted WEHA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 44

Page 1
PT.WEHATransport
               asi
                 Indonesi
                        a,Tbk.
danEnti
      tasAnak/
             andIt
                 sSubsidi
                        aries




LaporanKeuanganKonsol
                    idasian(Unaudi
                                 ted)
UntukPer i
         ode-
            Peri
               odeYangBer akhi
                             r
30Juni 2026dan31Desember2025
Sert
   aunt ukperi
             odeyangberakhir30Juni2026&2025
Page 2
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI




                                                                                   Halaman

Surat Pernyataan Direksi


Laporan Keuangan Konsolidasian (Unaudited) - Untuk Periode-periode yang berakhir
    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk periode-periode yang berakhir
    30 Juni 2026 dan 2025


    Neraca Konsolidasian                                                             1-2

    Laporan Laba Rugi Konsolidasian                                                   3

    Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                           4

    Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                    5

    Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                     6-41
Page 3

          
Page 4
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025




                                                                                                                         30 Juni 2026                     31 Desember 2025
                                                                                               Catatan                        Rp                                 Rp

ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                                                4                       17,442,788,581                    32,020,109,611
Piutang usaha - setelah dikurangi cadangan kerugian
            penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 2.429.785.811
            pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
            Pihak berelasi                                                                        5                        5,257,489,663                     4,193,320,763
            Pihak ketiga                                                                          5                        6,186,741,701                     6,398,965,494
Piutang lain-lain                                                                                 6                          713,745,751                     1,119,723,829
Persediaan                                                                                        7                        3,793,222,843                     3,507,291,603
Uang muka                                                                                         9                        7,904,465,936                     6,911,203,961
Biaya dibayar dimuka                                                                              10                       2,730,113,676                     1,747,388,713


Jumlah Aset Lancar                                                                                                        44,028,568,151                    55,898,003,974



ASET TIDAK LANCAR

Piutang pihak berelasi non-usaha                                                                  11                       1,694,399,667                     2,758,833,667
Investasi saham                                                                                   12                      41,472,990,309                    41,473,749,699
Biaya dibayar dimuka jangka panjang                                                               10                         220,234,556                       569,101,264
Aset pajak tangguhan                                                                               3                         671,868,587                       538,998,351
Aset Tetap - setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan                                        13
             sebesar Rp 250.412.009.163 pada tanggal 30 Juni 2026
             dan Rp 234.413.814.177 pada tanggal 31 Desember 2025                                                        281,801,736,145                   283,485,264,096
Aset Hak Guna - setelah dikurangi amortisasi sebesar                                              14
             Rp 11.762.046.276 dan Rp 10.426.729.114 pada tanggal
             30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025                                                                             4,779,361,027                     5,535,322,671
Aset Tak Berwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar                                15
             Rp 748.471.711 dan nihil pada tanggal
             30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025                                                                            16,092,141,789                    16,840,613,500
Uang muka                                                                                         16                      16,814,851,933                     5,788,735,669
Deposito yang dibatasi penggunaannya                                                              17                         650,500,000                       451,000,000
Aset lain-lain                                                                                    18                       1,061,876,367                     1,140,635,188


JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                                                                 365,259,960,380                   358,582,254,105

JUMLAH ASET                                                                                                              409,288,528,531                   414,480,258,079




                     Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                                    -1-
Page 5
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025




                                                                                                         30 Juni 2026                 31 Desember 2025
                                                                                 Catatan                      Rp                             Rp

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

             Pinjaman bank jangka pendek                                           19                     2,343,001,279                    1,131,796,520
             Utang usaha
                   Pihak berelasi                                                  20                       444,000,000                      444,000,000
                   Pihak ketiga                                                    20                     1,026,445,812                    1,169,764,993
             Utang lain-lain                                                                                 23,771,802                      112,560,422
             Utang pajak                                                           21                     1,137,543,067                    1,476,134,350
             Beban akrual                                                          22                     1,191,977,308                    2,601,769,648
             Pendapatan diterima dimuka                                            23                     2,249,122,827                    3,554,536,699
             Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
                   dalam waktu satu tahun:
                   Pinjaman bank                                                   19                    14,306,807,155                   12,331,754,809
                   Pinjaman pembelian aset tetap                                   25                    32,678,572,646                   32,837,752,458
                  Liabilitas sewa                                                  24                       128,353,139                      190,536,205
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                          55,529,595,035                   55,850,606,104



LIABILITAS JANGKA PANJANG

             Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
                   yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
                   Pinjaman bank                                                   19                    36,390,753,090                   38,656,536,308
                   Pinjaman pembelian aset tetap                                   25                    25,849,081,558                   31,662,612,845
                   Liabilitas sewa                                                 24                               -                         33,732,663
             Liabilitas pajak tangguhan                                            37                    24,927,841,327                   24,403,828,146
             Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                               36                     3,621,069,378                    3,846,224,748

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                         90,788,745,353                   98,602,934,710


JUMLAH LIABILITAS                                                                                       146,318,340,388                  154,453,540,814



EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan
           Modal saham-nilai nominal Rp 100 per saham
                Modal dasar- 1.700.000.000 saham
                Modal ditempatkan dan disetor-1.460.554.819 pada
                30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025                                  27                   146,055,481,900                  146,055,481,900
             Tambahan modal disetor - neto                                         28                    58,300,853,001                   58,300,853,001
             Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
                  non-pengendali                                                                          4,885,877,402                    4,885,877,402
             Cadangan umum                                                         30                     1,000,000,000                    1,000,000,000
             Saldo laba                                                                                  52,398,030,371                   49,464,527,453
             Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
                  pemilik Perusahaan                                                                    262,640,242,674                  259,706,739,756
             Kepentingan Nonpengendali                                             29                       329,945,469                      319,977,509

JUMLAH EKUITAS                                                                                          262,970,188,143                  260,026,717,265

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                           409,288,528,531                  414,480,258,079




               Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                              -2-
Page 6
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 2025



                                                                                            Enam Bulan

                                                    Catatan                     2026                            2025
                                                                                 Rp                              Rp

PENJUALAN BERSIH                                      31                      168,689,919,175                  152,520,002,708

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                32                     (108,134,085,058)                 (99,333,900,272)

LABA BRUTO                                                                     60,555,834,117                   53,186,102,436
                                                                                          36%                              35%
BEBAN USAHA
Beban penjualan                                       33                        (3,580,045,951)                 (3,111,546,580)
Beban umum dan administrasi                           34                       (38,827,423,081)                (32,559,671,990)
Jumlah Beban Usaha                                                             (42,407,469,032)                (35,671,218,570)

LABA USAHA                                                                     18,148,365,085                   17,514,883,866

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan atas penjualan aset tetap                  13                         1,679,202,151                    4,866,748,789
Pendapatan bunga                                                                   354,285,078                      249,251,839
Ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi             12                              (759,390)                        (447,979)
Beban bunga                                           35                        (5,019,725,276)                  (4,966,365,843)
Lainnya - bersih                                                                  (212,822,768)                    (175,210,139)
Beban lain-lain-bersih                                                          (3,199,820,205)                     (26,023,333)

LABA SEBELUM PAJAK                                                             14,948,544,880                   17,488,860,533

BEBAN PAJAK                                                                     3,223,745,088                    3,847,614,958

LABA BERSIH                                                                    11,724,799,792                   13,641,245,575
                                                                                           7%                               9%
RUGI KOMPREHENSIF LAIN                                                            (18,000,000)                     (25,000,000)

LABA KOMPREHENSIF                                                              11,706,799,792                   13,616,245,575


Laba Bersih Yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                               11,714,831,832                   13,635,067,992
           Kepentingan nonpengendali                  29                            9,967,960                        6,177,583

           Jumlah                                                              11,724,799,792                   13,641,245,575


Laba Komprehensif Bersih Yang
         Dapat Diatribusikan Kepada:
         Pemilik entitas induk                                                 11,696,831,832                   13,610,067,992
         Kepentingan nonpengendali                    29                            9,967,960                        6,177,583

           Jumlah                                                              11,706,799,792                   13,616,245,575


LABA BERSIH PER SAHAM                                 39                                     8                                9




  Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                 -3-
Page 7
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada 30 Juni 2026 dan 2025




                                                                                                                                Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
                                                                                                                                                                                Selisih Nilai
                                                                                                                                                                            Transaksi dengan
                                                                                       Tambahan                   Saldo Laba                                                    Kepentingan                                Kepentingan
                                                              Modal saham          Modal Disetor - Bersih        Dicadangkan               Belum Dicadangkan                   Nonpengendali               Total          Nonpengendali    Total Ekuitas
                                                                  Rp                        Rp                        Rp                           Rp                                Rp                     Rp                 Rp               Rp



Saldo pada tanggal 1 Januari 2025                           146,055,481,900               58,300,853,001        1,000,000,000                  36,665,026,860                   4,885,877,402       246,907,239,163         317,449,164   247,224,688,327

          Laba Tahun Berjalan                                           -                             -                   -                    13,635,067,992                             -          13,635,067,992           6,177,583    13,641,245,575

          Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya                       -                             -                   -                       (25,000,000)                            -                (25,000,000)             -         (25,000,000)

Jumlah Laba Komprehensif                                                -                             -                   -                    13,610,067,992                             -          13,610,067,992           6,177,583    13,616,245,575

Dividen                                                                 -                             -                   -                    (8,763,328,914)                            -           (8,763,328,914)               -      (8,763,328,914)

Saldo pada tanggal 30 Juni 2025                             146,055,481,900               58,300,853,001        1,000,000,000                  41,511,765,938                   4,885,877,402       251,753,978,241         323,626,747   252,077,604,988



Saldo pada tanggal 1 Januari 2026                           146,055,481,900               58,300,853,001        1,000,000,000                  49,464,527,453                   4,885,877,402       259,706,739,756         319,977,509   260,026,717,265

          Laba Tahun Berjalan                                           -                             -                   -                    11,714,831,832                             -          11,714,831,832           9,967,960    11,724,799,792

          Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya                       -                             -                   -                       (18,000,000)                            -                (18,000,000)             -         (18,000,000)

Jumlah Laba Komprehensif                                                -                             -                   -                    11,696,831,832                             -          11,696,831,832           9,967,960    11,706,799,792

Dividen Tunai                                                           -                             -                   -                    (8,763,328,914)                            -           (8,763,328,914)               -      (8,763,328,914)

Saldo pada tanggal 30 Juni 2026                             146,055,481,900               58,300,853,001        1,000,000,000                  52,398,030,371                   4,885,877,402       262,640,242,674         329,945,469   262,970,188,143




                                                                      Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                                                                                     -4-
Page 8
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 2025




                                                                                                         Enam Bulan
                                                                                           2026                          2025
                                                                                           (Rp)                          (Rp)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan tunai dari pelanggan                                                       166,532,560,196              151,984,610,140
Pembayaran tunai kepada pemasok dan lainnya                                          (104,651,954,426)             (97,441,815,033)
Pembayaran kepada karyawan                                                            (24,543,385,081)             (21,706,248,585)
Kas bersih dihasilkan dari operasi                                                     37,337,220,689               32,836,546,522
Pembayaran bunga                                                                       (5,022,611,601)              (4,967,105,253)
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi                                            32,314,609,088               27,869,441,269



ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan bunga                                                                          354,285,078                  249,251,839
Penerimaan piutang pihak berelasi non-usaha                                             1,064,434,000                   10,735,592
Pembayaran uang muka                                                                  (12,941,032,764)              (5,576,923,575)
Perolehan aset tetap                                                                  (15,327,747,589)             (19,082,271,864)
Penjualan aset tetap                                                                    5,511,937,799               11,533,344,926
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi                                        (21,338,123,476)             (12,865,863,082)



ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank jangka pendek                                                  1,211,204,759                  867,640,198
Penerimaan pinjaman bank jangka panjang                                                 7,500,451,800                5,414,797,500
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                                                (7,949,120,336)              (3,824,470,607)
Pembayaran Dividen                                                                     (8,763,328,914)              (8,763,328,914)
Kenaikan deposito yang dibatasi penggunaannya                                            (199,500,000)                 (75,000,000)
Pembayaran pinjaman pembelian aset tetap                                              (17,257,598,222)             (13,879,100,617)
Pembayaran liabilitas sewa                                                                (95,915,729)              (1,007,833,892)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                                        (25,553,806,642)             (21,267,296,332)

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                   (14,577,321,030)                (6,263,718,145)

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                                        32,020,109,611                 18,555,860,448

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                                       17,442,788,581                 12,292,142,303




 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                -5-
Page 9
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


 1.   Umum

      a. Pendirian dan Informasi Umum

        PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 11 September
        2001 dari Rachmat Santoso, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-14822 HT.01.01.TH.2001 tanggal 3
        Desember 2001 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 10 September 2002,
        Tambahan No. 10454.

        Perusahaan telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas
        Jasa Keuangan dan Peraturan Bursa Efek Indonesia. Perubahan ini didokumentasikan dalam Akta No. 62
        tanggal 8 Juli 2015, dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta dan telah dicatatkan
        ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No.
        AHU-0939519.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 23 Juli 2015.

        Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 87
        tanggal 30 April 2025 dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta tentang perubahan
        pasal 3 Anggaran Dasar mengenai penyesuaian kegiatan usaha penunjang Perusahaan sesuai dengan
        Peraturan Badan Pusat Statistik No. 2 tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
        Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
        Surat Keputusan No. AHU-0109333.AH.01.01 Tahun 2025 tanggal 20 Mei 2025.

        Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi
        bidang angkutan bus pariwisata. Saat ini Grup bergerak dalam usaha jasa angkutan penumpang, angkutan kota
        dan sewa kendaraan.

        Perusahaan memperoleh izin usaha angkutan wisata dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta
        berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Angkutan Kendaraan Pariwisata No. 3415/-1.811.32 tanggal 14
        November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 128/BUA/I/2004
        tanggal 21 Agustus 2004. Perusahaan juga memperoleh izin usaha angkutan sewa dari Gubernur Daerah
        Khusus Ibukota Jakarta berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Pengusahaan Angkutan Sewa No. 3453/-
        1.811.32 tanggal 19 November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
        No. 3453/IU/WST/Dishub/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. Perusahaan juga memperoleh izin usaha
        penyelenggaraan angkutan pariwisata dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan
        Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 91203018727910004 tanggal 5 Desember 2022 yang
        berlaku sampai dengan tanggal 5 Desember 2027.

        Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut Grup) tergabung dalam kelompok usaha Panorama Leisure.
        Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun 2001. Perusahaan berkantor pusat di Jalan
        Tanjung Selor No 17, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, sedangkan kantor operasional Perusahaan di Jl. Husein
        Sastranegara No. 111, Rawa Bokor - Tangerang.


      b. Penawaran Umum Efek Perusahaan                                                                                   a.

        Pada tanggal 22 Mei 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
        Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dengan surat No. S.2406/BL/2007 untuk melakukan
        penawaran umum kepada masyarakat atas 128.000.000 saham Perusahaan seharga Rp 245 per saham
        dengan 25.600.000 waran pada harga pelaksanaan sebesar Rp 300 per saham yang dapat dikonversi sampai
        dengan 30 Mei 2012. Pemegang waran dapat menggunakan hak untuk membeli satu saham dalam periode
        5(lima) tahun sampai dengan 30 Mei 2012. Jika konversi waran tidak dilaksanakan oleh pemegang waran, maka
        waran menjadi kadaluwarsa dan tidak mempunyai nilai. Pada tanggal 31 Mei 2007, seluruh saham telah
        dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

        Pada tanggal 27 Juni 2013, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
        No.S-196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada
        Pemegang Saham sebanyak 428.270.270 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada harga
        penawaran Rp 175 per saham melekat sebanyak 128.481.081 Waran seri II dimana sebanyak 98.610.327 waran
        tidak dikonversi menjadi saham dan telah berakhir pada bulan Juli 2016.




                                                          -6-
Page 10
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


        Pada tanggal 28 Juli 2022, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dengan
        surat No. S.196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas II kepada Pemegang Saham dalam rangka
        penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 574.143.554 saham dengan nilai nominal Rp 100 per
        saham pada harga penawaran Rp 125 per saham.

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh saham Perusahaan atau masing-masing sejumlah
        1.460.554.819 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

     c. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk persentase
        kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:
                                                             Tahun                               Jumlah Aset
                                                             Operasi Persentase Pemilikan    (Sebelum Eliminasi)

                      Anak Perusahaan      Domisili         Jenis Usaha            Komersial   2026      2025      Juni 2026          Desember 2025
                                                                                                                      Rp                   Rp

         PT Kencana Transport (KT)        Yogyakarta     Jasa transportasi           2002      100.000   100.000     11,380,036,795     12,160,497,405

         PT Panorama Primakencana            Bali        Jasa transportasi           1996       99.889    99.889      4,907,588,281      4,874,456,207
          Transindo (PPT)

            PT Rhadana Primakencana          Bali        Jasa transportasi           2005       98.900    98.900                -                  -
               Transindo (RPT)
               dimiliki PPT dengan
               kepemilikan 99%

         PT Panorama Mitra Sarana (PMS)    Jakarta       Jasa transportasi           2007       98.000    98.000     12,128,477,997     12,151,071,897

         PT Day Trans (DTS)                Jakarta       Jasa transportasi           2008       99.926    99.926    164,535,330,916    160,226,659,249

            PT Day Trans Express           Jakarta        Jasa pengiriman            2024       98.927    98.927        436,640,181        375,058,923

         PT Canary Transport (CT)          Jakarta       Jasa transportasi           2012       99.800    99.800                -             300,000

         PT Weha Jalan Jalan               Jakarta     Jasa perjalanan wisata        2018       99.996    99.996      5,493,171,091      5,301,679,656


        Kepentingan nonpengendali di entitas anak dianggap tidak material, sehingga Grup tidak menyajikan mengenai
        pengungkapan yang disyaratkan untuk kepentingan nonpengendali yang material dalam laporan keuangan
        konsolidasian sesuai PSAK No. 112, “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain”.

     d. Karyawan, Komisaris dan Direktur

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, berdasarkan Akta No. 87 tanggal 30 April 2025 dari Buntario
        Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                                                         : Angreta Chandra
        Komisaris Independen                                                    : Olip Susanto

        Direksi
        Direktur Utama                                                          : Andrianto Putera Tirtawisata
        Direktur                                                                : Tiodora Amran Bonardy
                                                                                : Romy Firmangustri
                                                                                : Edgar Surjadi

        Sebagai Perusahaan publik, Perusahaan telah memiliki Komisaris Independen dan Komite Audit yang
        diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Komite Audit Perusahaan terdiri dari 3 orang anggota, dimana
        Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit.



                                                                          -7-
Page 11
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, susunan komite audit adalah sebagai berikut:

        Ketua                                                 : Olip Susanto
        Anggota                                               : Darmawan Nataatmadja
                                                              : Tommy Tan

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Corporate Secretary Perusahaan adalah Edgar Surjadi.
        Perusahaan telah membentuk unit internal audit sejak tanggal 29 Desember 2009. Kepala internal audit pada
        tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah Yuly Gunawan.

        Personal manajemen kunci grup terdiri dari Komisaris dan Direksi.

        Jumlah karyawan Perusahaan (tidak diaudit) pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing
        adalah 409 karyawan dan 392 karyawan. Jumlah karyawan Grup (tidak diaudit) pada tanggal 30 Juni 2026 dan
        31 Desember 2025 masing-masing adalah 1101 karyawan dan 1086 karyawan.

 2.   Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting

      a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian

         Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di
         Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
         Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7
         tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.

         Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun
         tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
         masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus
         kas konsolidasian.

         Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
         arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

         Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
         berakhir 30 Juni 2026 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan
         keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025.

         Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata
         uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

      b. Prinsip Konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
        oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut
        ini:

        •   kekuasaan atas investee
        •   eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
        •   kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil
            Grup.

        Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
        berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban
        entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan
        tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.

        Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait
        dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.

        Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan
        kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.




                                                        -8-
Page 12
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


         KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas
         pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
         entitas induk.

         Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
         Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset bersih entitas
         anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di
         ekuitas.

     c. Penjabaran Mata Uang Asing

         Mata Uang Fungsional dan Pelaporan

         Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan mata uang
         dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan
         konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian
         Perusahaan.

         Transaksi dan Saldo

         Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal
         transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran
         pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.

         Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia, yang
         digunakan oleh Grup adalah Rp 17.856 dan Rp 16.782 per US$ 1.

     d. Transaksi Pihak Berelasi

         Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
         berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

         Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

      e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

         Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar dan
         tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

         1. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal.
         2. untuk diperdagangkan
         3. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
            penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
            tanggal pelaporan.

         Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

         Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:

         1. akan dilunasi dalam siklus operasi normal.
         2. untuk diperdagangkan
         3. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
         4. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
            pelaporan.

         Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

     f. Kas dan Setara Kas

         Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat
         likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang
         sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.




                                                              -9-
Page 13
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


     g. Instrumen Keuangan

        Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait
        klasifikasi dan pengukuran dan penurunan nilai atas instrumen keuangan.

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori aset
        keuangan pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
        penghasilan komprehensif lain dan liabiltas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Oleh
        karena itu, kebijakan akuntansi terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan dan liabilitas
        keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi tidak diungkapkan.

        Aset Keuangan

        Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, sehingga setelah
        pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
        komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:

        •    Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
        •    Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, aset keuangan Grup terdiri dari aset keuangan pada biaya
        perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.

        Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.

        Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

        a)    Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
              mendapatkan arus kas kontraktual; dan
        b)    Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata
              dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

        Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
        dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan métode
        suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan
        cadangan kerugian penurunan nilai.

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengklasifikasikan kas dan setara kas, piutang
        usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi dan aset lain-lain (setoran jaminan) dalam kategori ini.

        Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas

        Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual
        serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen
        keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.

        Instrumen Ekuitas

        Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah
        dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah
        dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.

        Liabilitas Keuangan

        Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang
        diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau
        melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan
        awal.

        Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang,
        termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
        perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
        disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.



                                                         -10-
Page 14
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


        Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

        Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
        dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan métode
        suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengklasifikasikan pinjaman bank jangka pendek
        dan panjang, utang usaha, utang lain lain, beban akrual, pinjaman pembelian aset tetap dan utang pihak
        berelasi dalam kategori ini.

        Saling Hapus Instrumen Keuangan

        Aset keuangan dan Liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
        keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
        melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
        atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

        Reklasifikasi Aset Keuangan

        Sesuai dengan ketentuan PSAK No.109, Grup mengklasifikasi seluruh asset keuangan dalam kategori yang
        terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut.
        Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.

        Penurunan Nilai Aset Keuangan

        Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara
        individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang
        jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif
        mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut
        signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang
        memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif.
        Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap
        diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

        Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang
        diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai
        selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit
        di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut
        (yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut
        langsung dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun penyisihan dan jumlah
        kerugian yang terjadi diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

        Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa
        yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan kerugian
        penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi
        konsolidasi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya
        perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut.

        Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

        (1) Aset Keuangan
            Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika:
            a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
            b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
               menanggung Liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima
               tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau
            c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer
               secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak
               mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah
               mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.

        (2) Liabilitas Keuangan
            Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika Liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau
            telah kadaluarsa.



                                                          -11-
Page 15
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


     h. Pengukuran Nilai Wajar

        Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
        akan terjadi:

        •   di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
        •   jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

        Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran.

        Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
        menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
        kepentingan ekonomi terbaiknya.

        Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
        manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan
        menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan
        terbaiknya.

        Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
        diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

        Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
        dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:

        •   Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
        •   Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
            diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
        •   Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
            dapat diobservasi.

        Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian,
        maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai kembali
        pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.

     i. Persediaan

        Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost
        and net realizable value). Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.

     j. Investasi Pada Entitas Asosiasi

        Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian
        menggunakan metode ekuitas.

        Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi keuangan
        konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian Grup atas laba
        rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi adalah
        sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuannya
        atas rugi lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki kewajiban konstruktif atau hukum
        atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.

        Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui atas
        investasi Grup pada entitas asosiasi atau ventura bersama.

     k. Biaya Dibayar Dimuka

        Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
        lurus.




                                                          -12-
Page 16
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


     l. Aset Tetap

        Pemilikan Langsung

        Aset tetap pemilikan langsung, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk
        biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
        Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai,
        jika ada.

        Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak
        boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
        dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.

        Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
        dibebankan ke laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut
        menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat
        melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset
        tetap.

        Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap
        sebagai berikut:

                                                                Tahun

        Bangunan dan prasarana                                  15 - 20
        Peralatan dan perlengkapan                               2-8
        Kendaraan bermotor operasional (armada)                  2-8
        Kendaraan bermotor non-operasional (dinas)               4–8

        Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
        perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.

        Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
        penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut
        diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.

        Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada
        manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual
        atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan
        nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap
        ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset
        tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun terjadinya
        penghentian pengakuan.

        Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian
        apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

        Aset dalam Pembangunan

        Aset dalam pembangunan merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi yang dinyatakan pada biaya
        perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang
        bersangkutan dan akan disusutkan pada saat konstruksi selesai dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai
        dengan tujuannya.

        Aset Tetap dalam Rangka Bangun, Kelola, dan Alih (Build, Operate, and Transfer atau BOT)

        Aset tetap dalam rangka bangun, kelola, dan alih dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
        akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset, jika ada. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
        garis lurus selama periode perjanjian BOT, yaitu 9 - 20 tahun.




                                                         -13-
Page 17
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


     m. Sewa

        Grup menerapkan PSAK No. 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa
        yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.

        Sebagai penyewa

        Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
        kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
        penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan

        Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup
        harus menilai apakah:

        •   Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
            identifikasian; dan
        •   Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup
            memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset
            digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:

            1.   Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
            2.   Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa
                 aset akan digunakan selama periode penggunaan.

        Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang mengandung
        sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
        berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.

        Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
        biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan
        pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.

        Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal
        yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

        Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
        didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat
        ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku
        bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

        Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:

        •   pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
        •   pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur
            dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
        •   jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
        •   harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
        •   penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.

        Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada
        laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
        liabilitas untuk setiap periode.

        Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
        perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset hak-
        guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup menyusutkan
        aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-
        guna atau akhir masa sewa.




                                                        -14-
Page 18
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


        Sewa jangka-pendek

        Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang
        memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai
        beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

        Sebagai pesewa

        Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi atau
        sewa pembiayaan.

        Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa
        mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar.
        Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak
        maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa
        indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.

     n. Aset Takberwujud

        Aset takberwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai,
        jika ada. Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi manfaat 10 tahun.

     o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika
        terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan nilai aset perlu dilakukan, maka grup membuat estimasi
        jumlah terpulihkan aset tersebut.

        Jika nilai tercatat aset lebih besar dari pada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
        penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
        kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
        mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

        Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi
        bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau
        mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset
        tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat
        aset tidak melebihi jumlah terpulihkannnya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak
        ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah
        pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai
        tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

     p. Pengakuan Pendapatan dan Beban

        Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah
        analisa sebagai berikut:

        1. Identifikasi kontrak pelanggan
        2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
           kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
        3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
           entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.Jika
           imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka grup membuat
           estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya
           barang dan jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan jasa yang akan
           dibayarkan selama periode kontrak.
        4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
           sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
           secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
        5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
           jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau jasa
           tersebut).




                                                         -15-
Page 19
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


        Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:

        a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
        b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan
           yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan
           jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
        Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
        pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika
        jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.

        Pendapatan sewa diakui sejalan dengan berlalunya waktu atau selama periode sewa atau penggunaan aset
        yang bersangkutan.

        Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
        menggunakan metode suku bunga efektif.

        Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

     q. Imbalan Kerja

        Imbalan kerja jangka pendek

        Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi
        keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba
        rugi.

        Liabilitas Imbalan kerja jangka panjang

        Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa
        pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun
        yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti
        langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada periode
        terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas
        imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.

     r. Pajak Penghasilan

        Pajak Kini

        Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
        berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

        Pajak Tangguhan

        Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
        perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
        pelaporan.

        Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Aset pajak tangguhan
        diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan
        besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
        yang dapat dikompensasikan.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika
        aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku
        atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

        Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
        dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak
        tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
        sama.




                                                         -16-
Page 20
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


      s. Laba per Saham

         Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
         Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

      t. Segmen Operasi

         Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala
         dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen
         dan penilaian kinerja Grup.


 3.   Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen

      Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan
      konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan
      liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman
      historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.

      Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
      asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta
      pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.

      Pertimbangan

      Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup
      yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
      konsolidasian:

      a. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

         Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
         menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 109. Aset
         keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti yang
         diungkapkan dalam Catatan 2.

      b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan

         Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan Grup menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan telah
         meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian tersebut, Grup
         mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam
         melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan
         dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk informasi
         masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking), yang wajar dan
         terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.

         Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut
         telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur cadangan kerugian
         untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang
         bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan
         secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian
         ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi
         yang tersedia atau berlaku pada saat itu.

         Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang Grup tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
         sebagai berikut:




                                                         -17-
Page 21
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


                                                                              30 Juni 2026           31 Desember 2025
                                                                                  Rp.                        Rp.
         Pinjaman yang diberikan dan piutang
            Kas dan setara kas                                                 17,442,788,581             32,020,109,611
            Piutang usaha                                                      11,444,231,364             10,592,286,257
            Piutang lain-lain                                                     713,745,751              1,119,723,829
            Piutang pihak berelasi non-usaha                                     1,694,399,667             2,758,833,667
            Dana yang dibatasi penggunaannya                                      650,500,000                451,000,000
            Aset lain-lain (setoran jaminan)                                      792,651,367                981,410,188

         Jumlah                                                                32,738,316,730             47,923,363,552

     c. Sewa

        Grup Sebagai Penyewa

        Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan serta perjanjian sewa tanah. Grup menentukan
        bahwa sewa tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa. Grup
        juga menentukan sejumlah sewa, termasuk sewa jangka pendek dan menerapkan ketentuan PSAK No. 116,
        Sewa, mengenai pengecualian sewa jangka pendek.

        Grup Sebagai Pesewa

        Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa
        operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset
        tersebut.

     d. Pajak Penghasilan

        Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah
        transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena
        interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang
        sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan
        tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.

     Estimasi dan Asumsi

     Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
     pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
     aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi
     pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi
     mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali
     Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.

     a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

        Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan
        tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran
        nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar,
        suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan
        metode penilaian yang berbeda.

        Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 26.




                                                            -18-
Page 22
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


     b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

        Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi sepanjang masa aset tersebut tersedia untuk
        digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi
        teknis internal, dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala
        dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, using
        secara teknis atau komersial, serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaan aset.
        Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh
        perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang
        disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan
        beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.

        Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 diungkapkan pada Catatan 13.

     c. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

        Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan
        nilai wajar aset memerlukan estimasi arus kas yang diharapkan pemakai berkelanjutan dan pelepasan akhir aset
        tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
        berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin
        berdampak material pada hasil operasi Grup.

        Nilai tercatat aset non keuangan tersebut pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 telah diungkapkan
        pada Catatan 13, Catatan 14 dan Catatan 15.

     d. Imbalan Kerja Jangka Panjang

        Penentuan liabilitas dan imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
        aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 34 dan
        mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi
        Grup diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena itu, secara umum berdampak pada beban
        yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa
        asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil
        aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah
        liabilitas imbalan kerja jangka panjang.

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-masing
        sebesar Rp 3.621.069.378 dan Rp 3.846.224.748.

     e. Aset Pajak Tangguhan

        Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada
        laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena pajak akan
        memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan
        untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya
        dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.




                                                         -19-
Page 23
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


 4.   Kas dan Setara Kas
                                                               30 Juni 2026         31 Desember 2025
                                                                    Rp                     Rp
      Kas-Rupiah                                                   177,536,194             100,310,077
      Bank
        Rupiah
            PT Bank Central Asia Tbk                              7,536,740,444           9,152,426,813
            PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                           818,733,528           1,311,364,631
            PT Bank Pan Indonesia Tbk                               793,854,428             760,637,856
            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                  780,568,131             295,073,286
            PT Bank Rakyat Indonesia Tbk                            704,941,480             762,851,919
            PT Bank CIMB Niaga Tbk                                  106,396,799              14,885,946
            PT Bank Danamon Indonesia Tbk                            83,996,958             174,152,940
            PT Bank Ina Perdana Tbk                                  32,153,839             142,539,363
         Jumlah Bank - Rupiah                                   10,857,385,607           12,613,932,754
         Dolar Amerika Serikat
            PT Bank Central Asia Tbk                               104,866,780                4,866,780
         Jumlah Bank - Dolar Amerika Serikat                       104,866,780                4,866,780
        Jumlah Bank                                             10,962,252,387           12,618,799,534
      Deposito berjangka - Rupiah
        PT Bank Capital Indonesia Tbk                             6,303,000,000          19,301,000,000
      Jumlah Deposito Berjangka                                   6,303,000,000          19,301,000,000
      Jumlah                                                    17,442,788,581          32,020,109,611
      Suku bunga per tahun deposito berjangka rupiah           6,00% - 7,75%          6,00% - 7,75%

5.    Piutang Usaha
                                                                   30 Juni 2026      31 Desember 2025
                                                                        Rp                  Rp
      a. Berdasarkan Pelanggan

         Pihak yang berelasi (Catatan 39)                          6,050,850,500         4,986,681,600
         Cadangan kerugian penurunan nilai                          (793,360,837)         (793,360,837)
         Pihak berelasi - bersih                                   5,257,489,663         4,193,320,763
         Pihak ketiga - Pelanggan dalam negeri                     7,823,166,675         8,035,390,468
         Cadangan kerugian penurunan nilai                        (1,636,424,974)       (1,636,424,974)
         Jumlah - Bersih                                           6,186,741,701         6,398,965,494
         Jumlah                                                   11,444,231,364        10,592,286,257
      b. Berdasarkan Umur
         Pihak yang berelasi (Catatan 39)
            Belum jatuh tempo                                        318,719,500            39,056,500
            Jatuh tempo
               penurunan nilai
                1 - 30 hari                                          685,771,300           621,848,500
               31 - 60 hari                                          606,893,500           567,625,000
               61 - 90 hari                                          785,249,500           694,442,500
               91 - 120 hari                                         860,930,000           540,315,500
               Lebih dari 120 hari                                 2,793,286,700         2,523,393,600
            Jumlah                                                 6,050,850,500         4,986,681,600
            Cadangan kerugian penurunan nilai                       (793,360,837)         (793,360,837)
            Pihak berelasi - bersih                                5,257,489,663         4,193,320,763
         Pihak ketiga
            Belum jatuh tempo                                      1,568,948,795         1,565,418,282
            Jatuh tempo
                1 - 30 hari                                        3,150,173,191         3,102,209,592
               31 - 60 hari                                        1,328,240,351         1,475,610,250
               61 - 90 hari                                          210,017,351           289,433,250
               91 - 120 hari                                         192,460,000           110,600,000
               Lebih dari 120 hari                                 1,373,326,987         1,492,119,094
            Jumlah                                                 7,823,166,675         8,035,390,468
            Cadangan kerugian penurunan nilai                     (1,636,424,974)       (1,636,424,974)
            Pihak ketiga - bersih                                  6,186,741,701         6,398,965,494
         Jumlah                                                   11,444,231,364        10,592,286,257




                                                       -20-
Page 24
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


     Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:

                                                                      30 Juni 2026          31 Desember 2025
                                                                           Rp                      Rp
      Saldo awal tahun                                                2,429,785,811               2,943,260,077
      Penambahan                                                                -                    21,575,624
      Pemulihan                                                                 -                   (41,898,336)
      Penghapusan                                                               -                  (493,151,554)

      Saldo akhir tahun                                               2,429,785,811               2,429,785,811

     Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 30 Juni 2026
     dan 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang dari
     pihak ketiga memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang tersebut, sedangkan
     terhadap piutang dari pihak berelasi tidak dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai karena manajemen
     berpendapat bahwa dapat ditagih piutang tersebut.

     Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak ketiga.

6.   Piutang Lain-lain
                                                                       30 Juni 2026          31 Desember 2025
                                                                           Rp                       Rp
      Pihak ketiga
         Piutang dari karyawan                                            336,048,776              303,797,650
         Lain-lain                                                        377,696,975              815,926,179
      Jumlah - neto                                                       713,745,751            1,119,723,829

      Piutang dari karyawan merupakan piutang tanpa bunga dan dibayar melalui pengurangan gaji bulanan.

      Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang tersebut pada tanggal
      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas
      piutang memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang tersebut.

7.   Persediaan

     Persediaan merupakan persediaan suku cadang kendaraan.

     Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 tidak
     melampaui nilai realisasi bersihnya.

8.   Pajak Dibayar Dimuka

     Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat saldo Pajak Dibayar di Muka. Seluruh
     pembayaran pajak di muka (kredit pajak) telah diperhitungkan sebagai pengurang Utang Pajak Penghasilan Badan
     (PPh) Pasal 29, sehingga tidak terdapat saldo pajak dibayar di muka yang disajikan dalam laporan posisi keuangan.


9.   Uang Muka

     Akun ini merupakan pembayaran uang muka yang terdiri dari :
                                                                      30 Juni 2026          31 Desember 2025
                                                                           Rp                      Rp
      Sewa                                                             7,465,336,936             6,483,000,000
      Lain-lain                                                          439,129,000               428,203,961
      Jumlah                                                           7,904,465,936             6,911,203,961



                                                         -21-
Page 25
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


10.    Biaya Dibayar Dimuka
                                                                     30 Juni 2026            31 Desember 2025
                                                                          Rp                        Rp
       Asuransi                                                        897,140,007               846,089,025
       Perizinan                                                       583,798,894               520,803,386
       Sewa                                                            494,643,112               308,377,049
       Lain-lain                                                       754,531,663               641,220,517
       Jumlah                                                        2,730,113,676              2,316,489,977
       Dikurangi biaya dibayar dimuka
          jangka pendek                                              2,509,879,120              1,747,388,713
       Biaya dibayar dimuka jangka panjang                             220,234,556               569,101,264

       Biaya dibayar dimuka - perizinan merupakan biaya perolehan izin-izin yang terkait dengan operasi armada di
       Jakarta, Yogyakarta dan Bali yang dibayarkan dimuka untuk periode manfaat ke depan.

11.    Piutang Pihak Berelasi
                                                                    30 Juni 2026          31 Desember 2025
                                                                         Rp                      Rp
       Aset Tidak Lancar - Rupiah
          PT Panorama Media                                          1,575,000,000             1,575,000,000
          PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk                                       -             1,081,484,000
          PT Andalan Selaras Abadi                                     108,365,917                91,315,917
          PT Panorama Aplikasi Nusantara                                11,033,750                11,033,750
       Jumlah                                                        1,694,399,667             2,758,833,667

       Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:

                                                                   30 Juni 2026           31 Desember 2025
                                                                        Rp                       Rp
       Saldo awal tahun                                                            -            655,842,110
       Penghapusan                                                                 -           (655,842,110)
       Saldo akhir tahun                                                           -                    -
       Piutang pihak berelasi non-usaha terutama timbul dari beban-beban pihak berelasi yang dibayarkan terlebih
       dahulu oleh Grup dan/atau sebaliknya. Akun ini tidak dikenakan beban bunga dan tanpa jadwal pengembalian
       yang pasti.

       Manajemen melakukan transaksi tersebut antara lain untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan agar
       mendapatkan manfaat dari ketersediaan produk vendor tersebut dan sebagai bagian dari rencana strategis
       Perusahaan untuk menjadikan Perusahaan sebagai grup yang terintegrasi.

 12.   Investasi Saham
                                                                           30 Juni 2026         31 Desember 2025
       PT Andalan Selaras Abadi                                             41,472,990,309         41,473,749,699
       Jumlah                                                               41,472,990,309         41,473,749,699
       Investasi pada Entitas Asosiasi – Metode Ekuitas

       PT Andalan Selaras Abadi

       Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 51 tanggal 27 Maret 2024 dari Notaris
       Hendra Justin Fu, S.H., M.Kn. Perusahaan memperoleh saham sebanyak 27.000 lembar saham atau sebesar
       Rp 40.500.000.000 melalui penerbitan seluruh saham baru PT Andalan Selaras Abadi sehingga kepemilikan
       Perusahaan di PT Andalan Selaras Abadi berubah dari 1,94% menjadi 35,89%. Perubahan tersebut telah disahkan



                                                          -22-
Page 26
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


       oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0078881 tanggal 1 April
       2024.

       Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 bagian atas rugi bersih entitas asosiasi yang diakui oleh Perusahaan
       masing-masing sebesar Rp 759.390 dan Rp 447.979.

       Ikhtisar informasi keuangan entitas asosiasi tanpa disesuaikan dengan proporsi kepemilikan grup adalah sebagai
       berikut:
                                                                            PT Andalan Selaras Abadi
                                                                       30 Juni 2026          31 Desember 2025
        Aset
             Aset lancar                                                     3,047,220                 2,088,100
             Aset tidak lancar                                        200,647,000,000           198,693,000,000
        Jumlah                                                        200,650,047,220           198,695,088,100
       Liabilitas
           Jangka pendek                                                                     -                        13,975,000
           Jangka panjang                                                       38,173,565,918                    38,156,515,918
       Jumlah                                                                   38,173,565,918                    38,170,490,918
       Pendapatan                                                                                 -                            -
       Beban - neto                                                                      (2,115,881)                 (29,179,700)

       Rugi bersih                                                                       (2,115,881)                 (29,179,700)

 13.   Aset Tetap

                                                                              Perubahan selama 2026
                                            1 Januari 2026          Penambahan                Pengurangan             30 Juni 2026
                                                 Rp                     Rp                        Rp                      Rp
       Biaya perolehan:
       Pemilikan langsung
          Kendaraan bermotor
              operasional (armada)           351,041,369,251            27,929,077,892         (14,212,884,177)       364,757,562,966
          Bangunan dan prasarana              77,255,284,013                         -                       -         77,255,284,013
          Peralatan dan perlengkapan          46,501,579,907               591,696,820                       -         47,093,276,727
          Kendaraan bermotor                                                         -                       -
              non-operasional (dinas)          7,980,803,758                         -                       -          7,980,803,758
          Sewa pembiayaan kendaraan bermotor
              operasional (armada)                         -                                                                         -
          Aset tetap dalam perjanjian
                Bangunan dan Prasarana        35,120,041,344                 6,776,500                       -         35,126,817,844
          Aset dalam pembangunan                             -                       -                       -                       -
       Jumlah                                517,899,078,273            28,527,551,212         (14,212,884,177)       532,213,745,308

       Akumulasi penyusutan:

       Pemilikan langsung
         Kendaraan bermotor
              operasional (armada)          158,351,696,243             19,673,575,136         (10,380,148,529)       167,645,122,850
         Bangunan dan prasarana              20,605,222,308              3,343,503,924                       -         23,948,726,232
         Peralatan dan perlengkapan          37,951,455,614              2,557,609,078                       -         40,509,064,692
         Kendaraan bermotor
              non-operasional (dinas)         3,972,768,302               245,028,493                        -          4,217,796,795
         Sewa pembiayaan kendaraan bermotor
              operasional (armada)                        -                                                                          -
          Aset tetap dalam perjanjian
             Bangunan dan Prasarana           13,532,671,710              558,626,884                        -         14,091,298,594
       Jumlah                                234,413,814,177            26,378,343,515         (10,380,148,529)       250,412,009,163
       Nilai Tercatat                        283,485,264,096                                                          281,801,736,145




                                                                 -23-
Page 27
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


                                                                    Perubahan selama 2025
                                        1 Januari 2025     Penambahan              Pengurangan          Reklasifikasi          31 Desember 2025
                                             Rp                Rp                       Rp                   Rp                      Rp

      Biaya perolehan:
      Pemilikan langsung
         Kendaraan bermotor
             operasional (armada)        298,623,644,825     92,038,862,221          (39,621,137,795)                  -         351,041,369,251
         Bangunan dan prasarana           54,369,120,654     19,667,440,456                        -    3,218,722,903.00          77,255,284,013
         Peralatan dan perlengkapan       47,166,297,516        992,170,371           (1,656,887,980)                  -          46,501,579,907
         Kendaraan bermotor
             non-operasional (dinas)       7,499,411,119      2,502,082,600           (2,020,689,961)                   -          7,980,803,758
         Aset tetap dalam perjanjian
               Bangunan dan Prasarana     34,399,863,544       720,177,800                                              -         35,120,041,344
         Aset dalam pembangunan            3,137,937,000         80,785,903                               (3,218,722,903)                         -

      Jumlah                             445,196,274,658    116,001,519,351          (43,298,715,736)                   -        517,899,078,273

      Akumulasi penyusutan:

      Pemilikan langsung
        Kendaraan bermotor
             operasional (armada)        145,476,528,993     35,340,672,395          (22,465,505,145)                   -        158,351,696,243
        Bangunan dan prasarana            17,781,078,439      2,824,143,869                        -                    -         20,605,222,308
        Peralatan dan perlengkapan        34,341,303,584      5,267,127,563           (1,656,975,533)                   -         37,951,455,614
        Kendaraan bermotor
             non-operasional (dinas)       5,628,248,128       365,210,135            (2,020,689,961)                   -          3,972,768,302
        Aset tetap dalam perjanjian
             Bangunan dan Prasarana        9,194,146,387      4,338,525,323                        -                    -         13,532,671,710
      Jumlah                             212,421,305,531     48,135,679,285          (26,143,170,639)                   -        234,413,814,177
      Nilai Tercatat                     232,774,969,127                                                                         283,485,264,096


     Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
                                                                                      30 Juni 2026                      30 Juni 2025
                                                                                           Rp                                Rp

      Beban langsung (Catatan 32)                                                      19,673,575,136                       15,512,732,153
      Beban usaha (Catatan 34)                                                          6,704,768,379                        6,285,851,398
      Jumlah                                                                           26,378,343,515                       21,798,583,551

     Pengurangan pada 30 Juni 2026 dan 2025 yang merupakan penjualan aset tertentu dengan rincian sebagai
     berikut:
                                                                                       30 Juni 2026                     30 Juni 2025
                                                                                            Rp                               Rp

      Harga Jual                                                                            5,511,937,799                   11,533,344,926
      Nilai Tercatat                                                                        3,832,735,648                    6,666,596,137
      Keuntungan Penjualan                                                                  1,679,202,151                    4,866,748,789

     Bangunan dan prasarana dalam rangka BOT merupakan bangunan dan prasarana pool kendaraan operasional
     dan kantor Perusahaan yang didirikan di atas tanah yang disewa di daerah Jakarta, Bandung, Semarang, dan
     Yogyakarta. Dengan jangka waktu antara 2 sampai dengan 20 tahun, dimulai sejak tahun 2006. Bangunan



                                                                    -24-
Page 28
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


       tersebut akan diserahkan pada pemilik tanah pada saat berakhirnya masa sewa. Perjanjian sewa menyewa ini
       dapat diperpanjang dan diperbaharui kembali atas persetujuan kedua belah pihak (Catatan 41).

       Aset tetap milik Grup dengan nilai tercatat sebesar Rp 165.043.556.067 dan Rp 162.262.566.738 masing-masing
       pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 digunakan sebagai jaminan atas utang bank, pinjaman
       pembelian aset tetap dan liabilitas sewa pembiayaan.

       Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, estimasi nilai wajar aset tetap kendaraan bermotor operasional
       adalah sebesar Rp 272.926.285.000 dan Rp 272.584.900.000 (tidak diaudit).

       Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh kendaraan bermotor telah diasuransikan kepada pihak
       ketiga dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 260.641.258.632 dan Rp 238.563.363.935. Manajemen
       berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
       dipertanggungkan.

       Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2026 dan
       31 Desember 2025.


 14.   Aset Hak Guna
                                                                         2026
                                 01 Januari 2026        Penambahan              Pengurangan         30 Juni 2026
                                       Rp                   Rp                      Rp                   Rp

       Biaya Perolehan
       Sewa Pool dan Counter      15,962,051,785           579,355,518                   -         16,541,407,303
          Jumlah                  15,962,051,785           579,355,518                   -         16,541,407,303

       Akumulasi Penyusutan
       Sewa Pool dan Counter      10,426,729,114         1,335,317,162                   -         11,762,046,276
         Jumlah                   10,426,729,114         1,335,317,162                   -         11,762,046,276
       Jumlah                      5,535,322,671                                                     4,779,361,027

                                                                         2025
                                  01 Januari 2025        Penambahan             Pengurangan      31 Desember 2025
                                        Rp                   Rp                     Rp                  Rp

        Biaya Perolehan
        Sewa Pool dan Counter      13,440,917,355        2,521,134,430                   -         15,962,051,785
           Jumlah                  13,440,917,355        2,521,134,430                   -         15,962,051,785

        Akumulasi Penyusutan
        Sewa Pool dan Counter       6,996,078,947        3,430,650,167                   -         10,426,729,114
          Jumlah                    6,996,078,947        3,430,650,167                   -         10,426,729,114
        Jumlah                      6,444,838,408                                                    5,535,322,671

       Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 beban amortisasi masing-masing sebesar Rp 1.335.317.162 dan
       Rp 1.633.046.445 (Catatan 34).




                                                         -25-
Page 29
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


15.   Aset Tak Berwujud
                                                                   2026
                              01 Januari 2026      Penambahan             Pengurangan         30 Juni 2026
                                    Rp                 Rp                     Rp                   Rp

      Biaya Perolehan
      Perangkat Lunak          16,840,613,500                -                     -         16,840,613,500
         Jumlah                16,840,613,500                -                     -         16,840,613,500

      Akumulasi Penyusutan
      Perangkat Lunak                     -          748,471,711                   -            748,471,711
         Jumlah                           -          748,471,711                   -            748,471,711
      Jumlah                   16,840,613,500                                                16,092,141,789

                                                                   2025
                              01 Januari 2025      Penambahan             Pengurangan      31 Desember 2025
                                    Rp                 Rp                     Rp                  Rp

      Biaya Perolehan
      Perangkat Lunak                     -       16,840,613,500                   -         16,840,613,500
         Jumlah                           -       16,840,613,500                   -         16,840,613,500

      Akumulasi Penyusutan
      Perangkat Lunak                     -                  -                     -                    -
         Jumlah                           -                  -                     -                    -
      Jumlah                              -                                                  16,840,613,500


      Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 beban amortisasi masing-masing sebesar Rp 748.471.711 dan nihil
      (Catatan 34).


16.   Uang Muka
                                                                 30 Juni 2026           31 Desember 2025
                                                                      Rp                       Rp
      Uang Muka Pembelian Aset Tetap                             16,814,851,933            5,788,735,669
      Jumlah                                                     16,814,851,933            5,788,735,669

17.   Dana yang Dibatasi Penggunaannya
                                                                 30 Juni 2026           31 Desember 2025
                                                                      Rp                       Rp
      Deposito berjangka-pihak ketiga
      PT Bank Central Asia Tbk                                     475,500,000              276,000,000
      PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                175,000,000              175,000,000
        Jumlah                                                     650,500,000              451,000,000

18.   Aset Lain-lain
                                                                 30 Juni 2026           31 Desember 2025
                                                                      Rp                       Rp
      Setoran jaminan                                              792,651,367               981,410,188
      Lainnya                                                      269,225,000               159,225,000
      Jumlah                                                     1,061,876,367             1,140,635,188




                                                    -26-
Page 30
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


 19.   Pinjaman Bank
                                                                         30 Juni 2026        31 Desember 2025
                                                                              Rp                    Rp
       Pinjaman bank jangka pendek
             PT Bank KEB Hana Indonesia                                  2,343,001,279           1,131,796,520
       Pinjaman bank jangka panjang
          Perusahaan - Rupiah
             PT Bank Pan Indonesia Tbk                                  28,418,411,885          31,265,157,367
             PT Bank Danamon Indonesia Tbk                               3,901,309,098           4,733,179,322
             PT Bank Ina Perdana Tbk                                     2,996,765,587           3,613,138,835
             PT Bank Central Asia Tbk                                   16,605,597,745          12,759,277,327
            Jumlah                                                      51,922,084,315          52,370,752,851
            Diskonto yang belum diamortisasi                            (1,224,524,070)         (1,382,461,734)
            Jumlah - bersih                                             50,697,560,245          50,988,291,117
            Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
              dalam waktu satu tahun                                   (14,306,807,155)        (12,331,754,809)
            Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
              lebih dari satu tahun                                     36,390,753,090          38,656,536,308
       Pinjaman diterima oleh Perusahaan

       PT. Bank KEB Hana Indonesia

       Pada tanggal 24 Januari 2025, Perusahaan melakukan perpanjangan atas fasilitas pinjaman kredit modal kerja
       dari PT Bank Keb Hana Indonesia dengan batas kredit sebesar Rp 3.000.000.000, dengan suku bunga 8,50% per
       tahun dengan jangka waktu kredit selama 1 tahun.

       Pinjaman ini dijamin dengan 1 unit apartemen “The Haven”, Seminyak, Bali.
       Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 saldo pinjaman PT Bank KEB Hana Indonesia masing-masing
       adalah sebesar Rp 2.343.001.279 dan Rp 1.131.796.520, sedangkan beban bunga pada 30 Juni 2026 dan 30
       Juni 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 60.891.780 dan Rp 8.430.782.

       PT. Bank Pan Indonesia Tbk (Panin)

       Pada tanggal 23 Mei 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi dari PT Bank Pan Indonesia Tbk
       sebagai berikut:

       •   Pinjaman Jangka Panjang – PJP 1
           Batas kredit sebesar Rp 22.500.000.000, sengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022 dan
           8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 120 bulan. Pinjaman ini
           digunakan untuk pembiayaan kembali utang pihak berelasi.
       •   Pinjaman Jangka Panjang – PJP 2
           Batas kredit sebesar Rp 17.500.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022 dan
           8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan. Pinjaman ini digunakan
           untuk pembiayaan kembali pembelian unit baru serta renovasi armada Bus White Horse.
       •   Pinjaman Jangka Panjang – PJP 3
           Batas kredit sebesar Rp 10.000.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022 dan
           8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan, dengan grace period
           selama 24 bulan. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian unit bus baru.

       Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 12.049 m2 atas nama PT Andalan Selaras Abadi, pihak berelasi, di
       Kp. Poncol, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

       Pada tanggal 30 Juni 2021, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-2 dari PT Bank
       Pan Indonesia Tbk terkait kondisi pandemi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman sampai
       dengan bulan Maret 2022 dan pembayaran bunga sebesar 8,50% dengan rincian sebagai berikut:

       •   3,00% dibayar sejak bulan 1 sampai 6, sedangkan 5,00% dibayar sejak bulan 7 sampai ke 12 sejak akad
           restruktur ke-2.
       •   5,50% ditangguhkan sejak bulan ke 1 sampai 6 serta 3,50% di bulan ke 7 sampai 12 akan mulai diangsur di
           bulan ke 13 sejak akad restruktur ke-2.



                                                          -27-
Page 31
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


     Pada tanggal 31 Mei 2022, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-3 dari Panin
     terkait kondisi pandemi Covid-19, dimana diberikan grace period selama 12 bulan sejak akad restruktur (1 Mei
     2022 sampai dengan 1 Mei 2023) dan suku bunga berlaku adalah 7% per tahun, bunga yang ditangguhkan saat
     restruktur 1 dan 2 diangsur selama 24 bulan dengan rincian sebagai berikut:

     •   70% dibayar selama 23 bulan.
     •   30% dibayar pada bulan ke 24 dengan ballon payment sejak Mei 2023 sampai April 2025.

     Pinjaman dari Panin mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari
     Panin, antara lain menerima atau memberikan pinjaman selain yang berhubungan dengan usaha Perusahaan,
     menjadi penjamin atas utang pihak ketiga, dan menarik dana melebihi plafon fasilitas kredit. Perusahaan tidak
     diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan tertentu.

     Pembayaran pokok pinjaman adalah sebesar Rp 2.846.745.482 pada 30 Juni 2026 dan sebesar Rp 2.655.795.711
     pada 30 Juni 2025. Sedangkan beban bunga sebesar Rp 1.335.756.293 pada 30 Juni 2026 dan sebesar Rp
     1.146.261.850 pada 30 Juni 2025.

     PT Bank Danamon Indonesia Tbk

     Pada tanggal 6 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit angsuran berjangka dari
     PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 30.000.000.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun
     dengan suku bunga sebesar 8,5% per tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan atas pembelian unit bus.

     Pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 831.870.224 pada 30 Juni 2026 dan sebesar Rp 474.898.275 pada 30
     Juni 2025. Sedangkan beban bunga sebesar Rp 173.601.979 pada 30 Juni 2026 dan sebesar Rp 166.078.196
     pada 30 Juni 2025.

     PT Bank Ina Perdana Tbk

     Pada tanggal 28 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit investasi dari PT Bank Ina Perdana
     Tbk sebesar Rp 30.000.000.000, fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun yang mana digunakan untuk
     pembelian armada baru serta rekondisi bus dengan grace period selama 6 bulan dengan suku bunga sebesar
     8,5% per tahun.

     Pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 616.373.248 pada 30 Juni 2026 dan sebesar Rp 565.824.283 pada 30
     Juni 2025. Sedangkan beban bunga sebesar Rp 144.320.486 pada 30 Juni 2026 dan sebesar Rp 99.440.423
     pada 30 Juni 2025.

     PT Bank Central Asia Tbk

     Pada tanggal 1 September 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Investasi Kendaraan Niaga dari BCA
     dengan jumlah maksimum sebesar Rp 35.000.000.000, dengan suku bunga 7,50% per tahun dan jangka waktu
     kredit selama 4 (empat) tahun. Pinjaman ini digunakan pembeliaan kendaraan komersial.

     Pinjaman diterima oleh Entitas Anak

     PT Bank Central Asia pada tanggal 12 Maret 2025, PT Panorama Primakencana Transindo, entitas anak,
     memperoleh fasilitas dari PT Bank Central Asia Tbk sebagai berikut:

     •   Fasilitas Kredit Investasi 1 (KI 1)
         Batas kredit sebesar Rp 1.150.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit selama
         4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian kendaraan.
     •   Fasilitas Kredit Investasi 2 (KI 2)
         Batas kredit sebesar Rp 1.560.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit selama
         4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian karoseri kendaraan yang dibiayai melalui fasilitas Kredit
         Investasi 1.

     Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan kendaraan. Pembayaran pokok pinjaman oleh Grup kepada PT Bank Cetral
     Asia Tbk sebesar Rp 3.654.131.382 pada 30 Juni 2026 dan sebesar Rp 127.952.338 pada 30 Juni 2025.
     Sedangkan beban bunga sebesar Rp 612.750.630 pada 30 Juni 2026 dan Rp 48.607.884 pada 30 Juni 2025.




                                                       -28-
Page 32
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


 20.    Utang Usaha

        Merupakan hutang Grup terutama untuk biaya kendaraan dan pembelian suku cadang dan pemeliharaan
        kendaraan. Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                30 Juni 2026     31 Desember 2025
                                                                     Rp                  Rp
        Pihak yang berelasi                                               444,000,000             444,000,000
        Pihak ketiga - pemasok dalam negeri                             1,026,445,812           1,169,764,993
        Jumlah                                                          1,470,445,812           1,613,764,993

        Analisa umur utang usaha dihitung dari tanggal faktur adalah sebagai berikut:
                                                                       30 Juni 2026        31 Desember 2025
                                                                            Rp                    Rp
        Pihak Berelasi
          Belum jatuh tempo                                               444,000,000             444,000,000
        Pihak Ketiga
          Belum jatuh tempo                                               254,697,761             520,854,543
          Sudah jatuh tempo
          < 30 hari                                                       376,709,678             379,860,827
          31 - 60 hari                                                     85,069,290              29,468,940
          61 - 90 hari                                                      4,500,000               8,800,000
          91 - 360 hari                                                   182,457,998             119,319,598
          > 360 hari                                                      123,011,085             111,461,085
          Jumlah                                                        1,026,445,812           1,169,764,993
        Jumlah                                                          1,470,445,812           1,613,764,993

21.    Utang Pajak
                                                                       30 Juni 2026        31 Desember 2025
                                                                            Rp                    Rp

       Pajak penghasilan badan                                            880,550,702             883,626,046
       Pajak penghasilan
         Pasal 4 (2)                                                      28,039,499              41,785,306
         Pasal 21                                                        107,244,079             159,181,646
         Pasal 23                                                         76,972,005              87,979,680
         Pasal 25                                                                  -             290,181,484
       Pajak Pertambahan Nilai                                            44,736,782              13,380,188
       Jumlah                                                          1,137,543,067           1,476,134,350
       Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak
       (self-assesment).

22.    Beban Akrual
                                                                       30 Juni 2026        31 Desember 2025
                                                                            Rp                    Rp
       Bunga                                                              337,590,784             340,477,109
       Gaji dan tunjangan karyawan                                        239,964,632             472,229,500
       Bahan Bakar                                                        227,864,016             301,455,726
       Listrik, air dan telekomunikasi                                    102,291,291              33,946,561
       Asuransi                                                            87,259,268             345,232,048
       Jasa profesional                                                    79,460,678             460,960,678
       Perbaikan dan pemeliharaan                                          46,748,000             262,246,899
       Lain-lain                                                           70,798,639             385,221,127
       Jumlah                                                          1,191,977,308           2,601,769,648

23.    Pendapatan Diterima Dimuka

       Merupakan uang muka atas jasa transportasi yang diterima dari pelanggan.




                                                          -29-
Page 33
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


24.   Liabilitas Sewa

      Mutasi dari liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
                                                                      30 Juni 2026         31 Desember 2025
                                                                           Rp                     Rp
      Saldo Awal tahun                                                   224,268,868            647,074,325
      Penambahan (Pengurangan) bersih selama tahun berjalan              (95,915,729)           (422,805,457)
      Utang neto                                                         128,353,139            224,268,868
      Berikut adalah pembayaran sewa minimum masa yang akan datang (future minimum lease payment) berdasarkan
      perjanjian sewa:
                                                                        30 Juni 2026        31 Desember 2025
                                                                             Rp                     Rp
      Jatuh tempo:
      2026                                                                101,546,352            200,669,129
      2027                                                                  33,848,781            33,848,781
      Jumlah pembayaran sewa pembiayaan minimum                           135,395,133            234,517,910
      Dikurangi bunga                                                       (7,041,994)           (10,249,042)
      Nilai sekarang pembiayaan sewa minimum                              128,353,139            224,268,868
      Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                     (128,353,139)          (190,536,205)
      Bagian jangka panjang                                                            -          33,732,663

      Beban bunga liabilitas sewa yang dibebankan pada laba rugi tahun 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing sebesar
      Rp 7.041.994 dan Rp 21.793.068 (Catatan 35).

25.   Pinjaman Pembelian Aset Tetap
                                                                    30 Juni 2026           31 Desember 2025
                                                                         Rp                       Rp
      Pihak Ketiga
         PT Toyota Astra Finance                                    26,599,602,690            31,521,704,096
         PT Sunindo Kookmin Best Finance                            10,730,998,806            15,559,959,400
         PT BCA Finance                                             14,877,003,965             9,589,411,399
         PT Astra Sedaya Finance                                     5,619,454,558             6,866,601,616
         PT Clipan Finance Indonesia Tbk                               683,446,554               895,001,160
         PT Maybank Indonesia Finance                                   17,147,631                67,687,632
      Jumlah                                                        58,527,654,204            64,500,365,303
      Dikurangi bagian hutang yang akan jatuh
         tempo dalam waktu satu tahun
         PT Toyota Astra Finance                                    15,226,109,218            15,180,444,173
         PT Sunindo Kookmin Best Finance                             9,169,135,539             9,872,443,658
         PT BCA Finance                                              5,933,187,451             4,779,269,433
         PT Astra Sedaya Finance                                     1,885,795,083             2,506,867,940
         PT Clipan Finance Indonesia Tbk                               447,197,724               431,039,622
         PT Maybank Indonesia Finance                                   17,147,631                67,687,632
      Jumlah                                                        32,678,572,646            32,837,752,458
      Hutang pembelian aset tetap yang akan
         jatuh tempo dalam waktu lebih dari
         satu tahun
         PT Toyota Astra Finance                                    11,373,493,472              5,687,515,742
         PT Sunindo Kookmin Best Finance                              1,561,863,267            16,341,259,923
         PT BCA Finance                                               8,943,816,514             4,810,141,966
         PT Astra Sedaya Finance                                      3,733,659,475             4,359,733,676
         PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                236,248,830               463,961,538
         PT Maybank Indonesia Finance                                           -                         -
      Jumlah                                                        25,849,081,558             31,662,612,845
      Tingkat bunga per tahun                                      3,75% - 13,46%           3,75% - 13,46%




                                                            -30-
Page 34
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


      Utang pembelian aset tetap berjangka waktu 3 - 4 tahun dan dijamin dengan aset tetap yang dibeli melalui hutang
      tersebut.

      Pembayaran pokok pinjaman pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 adalah masing-masing sebesar
      Rp 17.257.598.222 dan Rp 13.879.100.617. Pembayaran bunga masing-masing adalah sebesar
      Rp 2.685.362.114 dan Rp 3.475.753.640 pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025.


26.   Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

      Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan
      berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan
      atau likuidasi yang dipaksakan. Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto.

      Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset tertentu dan liabilitas keuangan Grup pada tanggal
      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025:
                                                                                                    30 Juni 2026
                                                                                                     Pengukuran nilai wajar menggunakan
                                                                                                                                             Input signifikan yang
                                                                            Harga kuotasian dalam            Input signifikan yang dapat    tidak dapat di observasi
                                                        Nilai Tercatat          pasar aktif/ (Level 1)         di observasi (Level 2)              (Level 3)
      Aset yang nilai wajarnya disajikan
          Aset tetap - kendaraan bermotor operasional   197,112,440,116                                  -                              -         272,926,285,000


      Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
          Utang bank jangka panjang (bagian jangka
          pendek dan bagian jangka panjang)              50,697,560,245                                  -            51,922,084,315                                 -


          Pinjaman pembelian aset tetap                  58,527,654,204                                  -            58,527,654,204                                 -

                                                                                                 31 Desember 2025
                                                                                                     Pengukuran nilai wajar menggunakan
                                                                                                                                             Input signifikan yang
                                                                            Harga kuotasian dalam            Input signifikan yang dapat    tidak dapat di observasi
                                                        Nilai Tercatat          pasar aktif/ (Level 1)         di observasi (Level 2)              (Level 3)
      Aset yang nilai wajarnya disajikan
          Aset tetap - kendaraan bermotor operasional   192,689,673,008                                  -                              -         272,584,900,000


      Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
          Utang bank jangka panjang (bagian jangka
          pendek dan bagian jangka panjang)              50,988,291,117                                  -            52,370,752,851                                 -


          Pinjaman pembelian aset tetap                  64,500,365,303                                  -            64,500,365,303                                 -


      Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik
      penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia dan
      sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan yang
      dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hirarki Level
      2. Instrumen yang termasuk dalam hirarki Level 2. Nilai wajar liabilitas Grup dalam hirarki Level 2 diestimasi
      berdasarkan analisa arus kas diskonto menggunakan suku bunga pasar.

      Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen tersebut
      termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar aset tetap diestimasi menggunakan metode pasar pembanding dengan
      faktor penyesuaian yang relevan.




                                                                         -31-
Page 35
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


27.   Modal Saham

      Susunan kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Raya Saham Registra, Biro
      Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
                                                           30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                                              Jumlah           Persentase           Jumlah Modal
               Nama Pemegang Saham                            Saham            Kepemilikan             Disetor
                                                                                   %                     Rp

      PT Panorama Sentrawisata Tbk                          766,517,000           52.48%             76,651,700,000
      PT Weha Investama                                     211,805,686           14.50%             21,180,568,600
      Masyarakat (masing-masing
        kurang dari 5%)                                     482,232,133           33.02%             48,223,213,300

      Jumlah                                              1,460,554,819            100%            146,055,481,900

      Manajemen Permodalan

      Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio modal
      yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak diwajibkan
      untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.

      Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan
      perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearingratio (rasio utang
      terhadap modal), yakni membagi utang neto terhadap jumlah modal. Kebijakan Grup adalah menjaga gearing ratio
      Grup pada kisaran gearing ratio perusahaan lain dalam industri sejenis di Indonesia. Utang bersih adalah jumlah
      utang (termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang di laporan posisi keuangan konsolidasian) dikurangi
      kas dan setara kas. Modal adalah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan, yang disajikan
      dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

      Ratio Utang Neto terhadap modal pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2026             31 Desember 2025
                                                                              Rp                         Rp
      Jumlah pinjaman dan utang                                         111,696,568,867              116,844,721,808
      Dikurangi : kas                                                     18,093,288,581              32,471,109,611
      Utang neto                                                          93,603,280,286              84,373,612,197

      Jumlah ekuitas                                                    262,970,188,143              260,026,717,265
      Rasio utang neto terhadap modal                                              35.59%                    32.45%

28.   Tambahan Modal Disetor - Bersih

      Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan penjualan saham Perusahaan melalui
      penawaran umum perdana kepada masyarakat dan penerbitan saham sehubungan dengan konversi Waran Seri
      I dan Seri II, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali serta penambahan modal dengan
      memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II sebagai berikut:

      Rincian atas selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali adalah sebagai berikut:




                                                            -32-
Page 36
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


                                                                                                                        Jumlah
       Emisi saham perdana (Rp 245 per saham)                                                                      31,360,000,000
       Dikurangi biaya emisi saham                                                                                 (2,070,852,386)
       Hasi penawaran umum perdana                                                                                 29,289,147,614
       Konversi Waran Seri I (Rp 300 per saham)                                                                        81,054,000
       Dikurangi nilai nominal (Rp 100 per saham)                                                                 (12,827,000,000)
       Reklasifikasi selisih nilai transaksi dari restrukturisasi
           transaksi entitas sepengendali                                                                          (1,846,153,568)
       Penawaran Umum Terbatas I tahun 2013                                                                        32,120,270,250
       Biaya emisi tahun 2013                                                                                      (2,136,025,804)
       Kepentingan nonpengendali pada
          entitas anak yang dilepaskan                                                                                601,896,425
       Pelaksanaan konversi Warran seri II                                                                            365,296,200
       Saldo pada tanggal 31 Desember 2014                                                                         45,648,485,117
       Pelaksanaan konversi waran seri II                                                                           1,875,000,000
       Saldo pada tanggal 31 Desember 2015                                                                         47,523,485,117
       Pelaksanaan konversi waran seri II                                                                                   8,175
       Saldo pada tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021                                                       47,523,493,292
       Penawaran Umum Terbatas II tahun 2022                                                                       14,353,588,850
       Biaya emisi tahun 2022                                                                                      (3,576,229,141)
       Saldo pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025                                                        58,300,853,001


29.   Kepentingan Non Pengendali

      Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset neto entitas anak dengan rincian sebagai
      berikut:
                                                                 30 Juni 2026
                                                                               Selisih nilai transaksi
                                                                               dengan kepentingan
                                             Modal saham      Saldo Laba         non pengendali           Laba (rugi)            Jumlah
                                                 Rp               Rp                    Rp                   Rp                    Rp

      PT Panorama Mitra Sarana                 310,000,000     (313,857,122)            246,434,560              (7,878)         242,569,560
      PT Day Tans (DTS)                         43,600,000       41,468,869              (5,962,006)          7,367,530           86,474,393
      PT. Daytrans Express                      15,000,000      (11,779,464)                    -             1,592,416            4,812,952
      PT Panorama Prima Kencana Transindo        5,000,000      (23,198,385)             19,801,393             999,879            2,602,887
      PT Canary Transport                        5,000,000       (8,592,201)                    -                  (600)          (3,592,801)
      PT Rhadana Prima Kencana Transindo         3,000,000      (82,908,475)             79,908,475                 -                    -
      PT Weha Jalan Jalan                          300,000          (91,045)             (3,147,090)             16,613           (2,921,522)

      Jumlah                                   381,900,000     (398,957,823)            337,035,332           9,967,960          329,945,469

                                                                               31 Desember 2025
                                                                               Selisih nilai transaksi
                                                                               dengan kepentingan         Penghasilan
                                            Modal saham      Saldo Laba          non pengendali          komprehensif            Jumlah
                                                Rp               Rp                     Rp                   Rp                    Rp

      PT Panorama Mitra Sarana                310,000,000     (310,883,411)             246,434,560          (2,973,711)         242,577,438
      PT Day Tans (DTS)                        43,600,000       31,756,957               (5,962,006)          9,711,912           79,106,863
      PT. Daytrans Express                     15,000,000       (5,971,871)                     -            (5,807,593)           3,220,536
      PT Panorama Prima Kencana Transindo       5,000,000      (24,887,167)              19,801,393           1,688,782            1,603,008
      PT Canary Transport                       5,000,000       (8,592,201)                     -                   -             (3,592,201)
      PT Rhadana Prima Kencana Transindo        3,000,000      (82,908,475)              79,908,475                 -                    -
      PT Weha Jalan Jalan                         300,000              -                 (3,147,090)            (91,045)          (2,938,135)

      Jumlah                                  381,900,000     (401,486,168)             337,035,332           2,528,345          319,977,509




                                                                 -33-
Page 37
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


30.   Cadangan Umum

      Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No. 1/1995 yang diterbitkan di bulan Maret 1995, dan
      telah diubah dengan Undang-Undang No. 40/2007 yang diterbitkan di bulan Agustus 2007, mewajibkan
      pembentukan cadangan umum dari laba bersih sejumlah minimal 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan
      disetor penuh. Tidak ada batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut.

      Pada tanggal 27 Juni 2024 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diaktakan dalam Akta
      No.183 dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., notaris di Jakarta. Pemegang saham setuju membentuk Cadangan
      umum atas saldo laba sebesar Rp 595.000.000 yang diambil dari saldo laba.

      Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah membentuk cadangan umum sebesar
      Rp 1.000.000.000.

31.   Penjualan Bersih

      Rincian pendapatan bersih Grup, seluruhnya dalam mata uang Rupiah, adalah sebagai berikut:

      a. Berdasarkan jenis produk

                                                                    30 Juni 2026            30 Juni 2025
                                                                         Rp                      Rp
         Jasa angkutan antar kota                                  106,926,512,777          91,663,240,964
         Jasa angkutan penumpang                                    57,611,161,213          55,968,363,115
         Lain-lain                                                   4,152,245,185           4,888,398,629
         Jumlah                                                    168,689,919,175        152,520,002,708
      b. Berdasarkan sumber pendapatan
                                                                     30 Juni 2026           30 Juni 2025
                                                                          Rp                     Rp
         Pihak Berelasi
         PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN)                       2,299,248,500          3,325,662,000
         PT Panorama JTB Tours Indonesia                                333,230,800            538,785,000
         PT Panorama Media                                               25,026,500            325,485,000
         PT Panorama Evenindo                                         1,850,330,000                    -
         PT Misi Pelayanan Mandiri                                      579,708,000                    -
         Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 100.000.000)                27,965,000             42,720,000
         Jumlah                                                       5,115,508,800          4,232,652,000
         Pihak ketiga                                               163,574,410,375        148,287,350,708
         Jumlah                                                     168,689,919,175        152,520,002,708

      Harga dan syarat transaksi yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sama
      dengan yang diberikan kepada pihak ketiga.

32.   Beban Pokok Pendapatan
                                                                    30 Juni 2026            30 Juni 2025
                                                                         Rp                      Rp

      Beban kendaraan                                              46,746,763,255           42,718,241,437
      Bahan bakar                                                  24,759,322,269           24,214,376,435
      Penyusutan (Catatan 13)                                      19,673,575,136           15,512,732,153
      Perbaikan dan pemeliharaan                                   12,599,404,343           12,647,829,873
      Gaji dan tunjangan karyawan                                   2,975,662,259            2,694,473,275
      Asuransi                                                        521,957,681              514,928,136
      Lain-lain                                                       857,400,115            1,031,318,963
      Jumlah                                                      108,134,085,058           99,333,900,272




                                                       -34-
Page 38
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


      Selama triwulan kedua tahun 2026 dan 2025, beban langsung yang merupakan pembelian dari pihak yang
      mempunyai hubungan istimewa, yaitu dari PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN), masing-masing sebesar nihil.

      Pada triwulan kedua tahun 2026 dan 2025, tidak terdapat pembelian dari pemasok tunggal yang jumlahnya
      melebihi 10% dari jumlah pembelian pada tahun-tahun tersebut.

33.   Beban Penjualan
                                                                   30 Juni 2026              30 Juni 2025
                                                                        Rp                        Rp

      Gaji dan tunjangan karyawan                                   2,101,499,174             1,873,081,939
      Pemasaran dan promosi                                         1,478,546,777             1,238,464,641
      Jumlah                                                        3,580,045,951             3,111,546,580

34.   Beban Umum dan Administrasi
                                                                    30 Juni 2026              30 Juni 2025
                                                                         Rp                        Rp
      Gaji dan tunjangan karyawan                                  19,233,958,780             16,862,624,451
      Penyusutan Aset tetap (Catatan 13, 14 dan 15)                 8,788,557,252              7,918,897,843
      Sewa                                                          2,784,514,284                910,291,972
      Administrasi kantor                                           2,249,989,582              1,996,441,208
      Perbaikan dan pemeliharaan                                    2,154,197,431              2,473,289,268
      Pos dan telekomunikasi                                        1,749,460,830              1,071,689,175
      Pajak                                                           864,478,369                488,417,995
      Imbalan kerja jangka panjang - bersih                           291,917,740                232,500,000
      Jasa profesional dan Legal                                      256,929,930                191,909,835
      Lain-lain                                                       453,418,883                413,610,243
      Jumlah                                                       38,827,423,081             32,559,671,990

35.   Beban Bunga

      Terdiri dari beban bunga atas:
                                                                    30 Juni 2026              30 Juni 2025
                                                                         Rp                        Rp

      Pinjaman bank jangka pendek                                       60,891,780                  8,430,782
      Liabilitas jangka panjang:
         Pinjaman bank                                               2,266,429,388             1,460,388,353
         Pinjaman pembelian aset tetap                               2,685,362,114             3,475,753,640
          Liabilitas sewa pembiayaan                                      7,041,994               21,793,068
      Jumlah                                                         5,019,725,276             4,966,365,843

36.   Imbalan Kerja Jangka Panjang

      Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13 tahun
      2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan imbalan
      pasca-kerja tersebut.

      Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria
      Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 12 Februari 2026.

      Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut adalah sebanyak 235 karyawan pada
      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.




                                                        -35-
Page 39
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


      Rekonsiliasi jumlah cadangan imbalan pasti pasca-kerja pada neraca konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                      30 Juni 2026         31 Desember 2025
                                                                           Rp                     Rp
      Saldo awal tahun                                                 3,846,224,748            2,938,008,037
      Nilai jasa kini                                                    193,717,484              383,598,978
      Biaya bunga-bersih                                                  98,200,256              208,598,570
      Keuntungan (Kerugian) aktuarial yang timbul dari
         perubahan asumsi aktuarial                                       73,276,662              807,672,664
      Pembayaran imbalan                                                (590,349,772)            (491,653,501)
      Cadangan imbalan pasti pasca-kerja                               3,621,069,378            3,846,224,748

      Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan pasti pasca-kerja:

                                                                      30 Juni 2026            31 Maret 2026

      Tingkat diskonto                                                  7.10%               7.10%
      Tingkat kenaikan gaji                                             5.00%               5.00%
      Tingkat kematian                                            Indonesia IV (2019) Indonesia IV (2019)

37.   Pajak Penghasilan

      Grup untuk periode berjalan tidak melakukan rekonsiliasi antara laba fiskal dengan laba akuntansi. Perhitungan
      taksiran pajak penghasilan didasarkan atas laba akuntansi yang dikenakan tarif pajak penghasilan sesuai dengan
      undang-undang yang berlaku.

38.   Dividen Tunai

      Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang di dokumentasikan dalam akta No. 19 tanggal 8 Mei
      2026 dari notaris Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., para pemegang saham menyetujui untuk
      membagikan dividen sebesar Rp 6 (enam rupiah) per lembar saham atau sebesar Rp 8.763.328.914.

      Pelaksanaan pembagian Dividen Tunai atas saham PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) telah di
      distribusikan pada tanggal 11 Juni 2026 berdasarkan kepemilikan saham dan tingkat pajak yang terdapat pada
      masing-masing rekening yang tercatat pada Tanggal Pencatatan (Recording Date) 22 Mei 2026.

39.   Laba bersih per saham

      Perhitungan laba per saham berdasarkan informasi berikut:
                                                                     30 Juni 2026             30 Juni 2025
                                                                          Rp                       Rp
      Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada
        pemilik perusahaan (dalam Rp)                               11,714,831,832            13,635,067,992
      Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
        untuk perhitungan laba neto per saham dasar                   1,460,554,819            1,460,554,819
      Laba per saham                                                                 8                        9




                                                        -36-
Page 40
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


40.   Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi

      Sifat Pihak Berelasi

      a. PT Panorama Sentrawisata Tbk dan PT Weha Investama merupakan pemegang saham mayoritas
         Perusahaan.
      b. PT Andalan Selaras Abadi merupakan entitas asosiasi.
      c. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan:
         -   PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk
         -   PT Panorama Evenindo
         -   PT Panorama JTB Tours Indonesia
         -   PT Andalan Selaras Abadi
         -   PT Misi Pelayanan Mandiri
      d. Perusahaan yang segabai pengurus atau manajemennya sama dengan pengurus atau manajemen
         Perusahaan dan Grup :
         -   PT Panorama World
         -   PT Panorama Investama
         -   PT The 101 Jakarta Airport CBC
         -   PT Panorama Media
         -   PT Panorama Aplikasi Nusantara

      Transaksi dengan Pihak Berelasi

      Rincian saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut :

                                                                                      Persentase terhadap jumlah
                                                                                             Aset/Liabilitas
                                                30 Juni          31 Desember          30 Juni          31 Desember
                                                 2026                  2025            2026                2025
                                                  Rp                    Rp               %                     %
      Aset lancar
        Piutang usaha
         PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk     2,348,755,400          2,182,789,000            0.57                 0.53
         Grayline                               723,926,000           960,258,800             0.18                 0.23
         PT Panorama Media                      869,170,300           959,803,800             0.21                 0.23
         PT Panorama Evenindo                 1,442,582,000           883,830,000             0.35                 0.21
         PT Panorama JTB Tours Indonesia        113,949,800                      -            0.03                     -
         Lain-lain (masing-masing
           di bawah Rp 20.000.000)              552,467,000                      -            0.13                     -
        Jumlah                                6,050,850,500          4,986,681,600            1.48                 1.20
        Cadangan Kerugian Penurunan Nilai      (793,360,837)          (793,360,837)          (0.19)                (0.19)
        Jumlah - Bersih                       5,257,489,663          4,193,320,763            1.28                 1.01
                                                                                              0.00
      Aset tidak lancar
        Piutang pihak berelasi
         PT Panorama Media                    1,575,000,000          1,575,000,000            0.38                 0.38
         PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk                  -         1,081,484,000               -                 0.26
         PT Andalan Selaras Abadi               108,365,917            91,315,917             0.03                 0.02
         PT Panorama Aplikasi Nusantara          11,033,750            11,033,750             0.00                 0.00
         Jumlah                               1,694,399,667          2,758,833,667            0.41                 0.67
                                                                                              1.08
      Liabilitas                                                                              0.00
        Utang usaha
         PT Panorama Sentrawisata Tbk           444,000,000           444,000,000             0.30                 0.29
         Jumlah                                 444,000,000           444,000,000             0.30                 0.29




                                                          -37-
Page 41
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


41.   Perjanjian Sewa

      Grup telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dengan pihak ketiga dengan pendirian bangunan di
      atas tanah sewaan tersebut untuk kemudian dialihkan kepada pemilik tanah pada akhir masa sewa (Catatan 12)
      dan Grup juga telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dan bangunan dengan pihak ketiga dengan
      rincian sebagai berikut:


                                   Lokasi tanah dan
        Entitas anak/
                                bangunan/ Location of                                 Periode perjanjian/Period of agreement
        Subsidiaries
                                  land and buildings

       WEHA                     Medan *)                    1 Februari 2024 - 1 Februari 2027 (February 1, 2024 - February 1, 2027)
       WEHA                     Semarang *)                 3 Januari 2025 - 2 Februari 2028 (January 3, 2025 - February 2, 2028)
       KT                       Yogyakarta *)               1 Februari 2026 - 1 Februari 2028 (February 1, 2026 - February 1, 2028)
       DTS                      Yogyakarta *)               1 Februari 2019 - 31 Januari 2029 (February 1, 2019 - January 31, 2029)
       DTS                      Bandung *)                  30 November 2025 - 29 November 2028 (November 30, 2025 - November 29, 2028)
       DTS                      Jakarta *)                  1 Agustus 2025 - 31 Juli 2028 (August 1, 2025 - July 31, 2028)
       DTS                      Bandung *)                  16 September 2020 - 16 September 2028 (September 16, 2020 - September 16,
                                                            2028)
       DTS                      Semarang *)                 9 Juni 2026 - 9 Juni 2031 (June 9, 2026 - June 9, 2031)
       DTS                      Jakarta                     1 Juli 2024- 30 Juni 2027 (July 1, 2024 - June 30, 2027)
       DTS                      Yogyakarta *)               1 September 2021 - 31 Agustus 2028 (September 1, 2021 - August 31, 2028)
       DTS                      Bandung *)                  16 Oktober 2021 - 16 Oktober 2026 (October 16, 2021 - October 16, 2026)
       DTS                      Jakarta                     24 Mei 2025 - 23 Mei 2027 (May 24, 2025 - May 23, 2027)
       DTS                      Semarang *)                 1 Januari 2025 - 2 Februari 2028 (January 1, 2025 - February 2, 2028)
       DTS                      Semarang                    1 Januari 2026 - 31 Desember 2028 (January 1, 2026 - December 31, 2028)
       DTS                      Bandung                     1 Maret 2026 - 1 Agustus 2026 (March 1, 2026 - August 1, 2026)
       DTS                      Jakarta                     30 April 2026 - 30 April 2029 (April 30, 2026 - April 30, 2029)
       DTS                      Bekasi                      1 Mei 2026 - 31 Agustus 2026 (May 1, 2026 - August 31, 2026)
       DTS                      Solo                        1 Juni 2026 - 31 Agustus 2026 (June 1, 2026 - August 31, 2026)
       DTS                      Bogor                       1 Juni 2026 - 31 Desember 2026 (June 1, 2026 - December 31, 2026)
       DTS                      Bandung                     1 Juni 2026 - 1 Juni 2029 (June 1, 2026 - June 1, 2029)
       DTS                      Semarang                    9 Juni 2026 - 9 Juni 2031 (June 9, 2026 - June 9, 2031)

       *) : Perjanjian sewa dengan bangun, kelola dan alih/Lease agreements with build, operat and transfer

      Nilai tercatat aset hak-guna dan liabilitas sewa masing-masing diungkapkan pada Catatan 14 dan 24.


42.   Segmen Operasi

      Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
      bertanggung jawab atas lokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
      masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki tiga (3) segmen yang dilaporkan meliputi jasa angkutan
      penumpang, jasa angkutan antar kota, dan jasa lainnya.




                                                                           -38-
Page 42
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


                                                                                                  30 Juni 2026
                                                   Jasa Angkutan           Jasa Angkutan
                                                    Penumpang                Antar Kota               Lain-lain              Eliminasi           Konsolidasian
                                                         Rp                     Rp                       Rp                     Rp                   Rp

       Pendapatan Usaha                               70,909,023,165          106,926,512,777          4,152,245,185        (13,297,861,952)       168,689,919,175

       Beban pokok pendapatan                         49,261,456,856           68,356,061,549          3,814,428,605        (13,297,861,952)       108,134,085,058

       Hasil segmen - laba Kotor Segmen               21,647,566,309           38,570,451,228            337,816,580                     -          60,555,834,117

       Laba Usaha                                      3,793,563,872           14,941,174,268            (586,373,055)                   -          18,148,365,085

       Keuntungan atas penjualan
          aset tetap                                    1,550,960,284              128,241,867                    -                      -           1,679,202,151
       Beban bunga dan keuangan lain                   (3,441,791,292)          (1,577,933,984)                   -                      -          (5,019,725,276)
       Pendapatan Bunga                                   339,226,025               15,059,053                    -                      -             354,285,078
       Ekuitas pada rugi bersih
          entitas asosiasi                                  (759,390)                     -                       -                      -                (759,390)
       Pendapatan (beban) lain-lain - bersih             305,243,103             (500,483,309)            (17,582,562)                   -            (212,822,768)
       Laba Sebelum Pajak                              2,546,442,602           13,006,057,895            (603,955,617)                   -          14,948,544,880
       Beban Pajak                                      (530,315,730)          (2,826,299,594)            132,870,236                    -          (3,223,745,088)

       Laba Bersih                                     2,016,126,872           10,179,758,301            (471,085,381)                   -          11,724,799,792

       Pendapatan komprehensif lain                       (18,000,000)                     -                      -                      -             (18,000,000)

       Laba komprehensif                               1,998,126,872           10,179,758,301            (471,085,381)                   -          11,706,799,792


       Aset Segmen *)                                227,131,548,527          164,535,330,916         16,949,780,501                     -         408,616,659,944



       Liabilitas Segmen *)                           74,568,966,708           42,312,903,634          3,371,085,652                     -         120,252,955,994


       Pengungkapan Tambahan

         Perolehan barang modal                       10,866,391,812           17,661,159,400                     -                      -          28,527,551,212

         Penyusutan & amortisasi                      18,116,633,375           10,291,555,388             53,943,625                     -          28,462,132,388

         Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
                 Jawa                                 68,188,747,059          106,926,512,777          4,152,245,185        (13,297,861,952)       165,969,643,069
                 Luar Jawa                             2,720,276,106                      -                      -                      -            2,720,276,106

                  Jumlah                              70,909,023,165          106,926,512,777          4,152,245,185        (13,297,861,952)       168,689,919,175


          Aset segmen
                   Jawa                              222,235,180,246          164,535,330,916         16,949,780,501                     -         403,720,291,663
                   Luar Jawa                           4,896,368,281                      -                      -                       -           4,896,368,281

                     Jumlah                          227,131,548,527          164,535,330,916         16,949,780,501                     -         408,616,659,944


     *) Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas
        pajak tangguhan.




                                                                                -39-
Page 43
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


                                                                                                   30 Juni 2025
                                                     Jasa Angkutan          Jasa Angkutan
                                                      Penumpang               Antar Kota               Lain-lain                Eliminasi          Konsolidasian
                                                           Rp                    Rp                       Rp                       Rp                  Rp

        Pendapatan Usaha                                66,019,635,903           91,878,420,170         4,673,219,423           (10,051,272,788)    152,520,002,708

        Beban pokok pendapatan                          45,737,012,239           59,389,303,433         4,258,857,388           (10,051,272,788)     99,333,900,272

        Hasil segmen - laba Kotor Segmen                20,282,623,664           32,489,116,737           414,362,035                       -        53,186,102,436

        Laba Usaha                                       4,739,222,046           13,238,795,494          (463,133,674)                      -        17,514,883,866
        Keuntungan atas penjualan
           aset tetap                                     2,097,074,473           2,769,674,316                       -                     -          4,866,748,789
        Beban bunga dan keuangan lain                    (3,612,355,968)         (1,354,009,875)                      -                     -         (4,966,365,843)
        Pendapatan Bunga                                    240,979,874               8,226,948                    45,017                   -            249,251,839
        Ekuitas pada rugi bersih
           entitas asosiasi                                   (447,979)                     -                     -                         -              (447,979)
        Pendapatan (beban) lain-lain - bersih              500,480,841             (680,153,383)            4,462,403                       -          (175,210,139)
        Laba Sebelum Pajak                               3,964,953,287           13,982,533,500          (458,626,254)                      -        17,488,860,533
        Beban Pajak                                       (878,775,863)          (3,076,157,370)          107,318,275                       -        (3,847,614,958)

        Laba Bersih                                      3,086,177,424           10,906,376,130          (351,307,979)                      -        13,641,245,575

        Pendapatan komprehensif lain                        (25,000,000)                    -                         -                     -             (25,000,000)

        Laba komprehensif                                3,061,177,424           10,906,376,130          (351,307,979)                      -        13,616,245,575

        Aset Segmen *)                                 219,482,156,723          151,474,845,184        17,003,002,697                       -       387,960,004,604

        Liabilitas Segmen *)                            70,224,994,972           39,765,565,086         1,956,811,702                       -       111,947,371,760
        Pengungkapan Tambahan

           Perolehan barang modal                       23,011,244,806           31,964,351,573                       -                     -        54,975,596,379

           Penyusutan & amortisasi                      14,975,154,350            8,401,551,601            54,924,045                       -        23,431,629,996
           Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
                   Jawa                                 63,532,728,850           91,878,420,170         4,673,219,423           (10,051,272,788)    150,033,095,655
                   Luar Jawa                             2,486,907,053                      -                     -                         -         2,486,907,053

                   Jumlah                               66,019,635,903           91,878,420,170         4,673,219,423           (10,051,272,788)    152,520,002,708

           Aset segmen
                    Jawa                               214,345,209,254          151,474,845,184        17,003,002,697                       -       382,823,057,135
                    Luar Jawa                            5,136,947,469                      -                         -                     -           5,136,947,469

                      Jumlah                           219,482,156,723          151,474,845,184        17,003,002,697                       -       387,960,004,604

      *) Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas
         pajak tangguhan.



43.    Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian

       Aktivitas Investasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:
                                                                                                   30 Juni 2026                             30 Juni 2025
                                                                                                            Rp                                     Rp
       Perolehan aset tetap melalui:
               Pinjaman pembelian aset tetap                                                       11,284,887,123                           17,000,063,433
               Pinjaman Bank                                                                                                -                6,086,690,300
       Reklasifikasi Uang muka pembelian aset tetap                                                  1,914,916,500                          12,725,784,879
       Transaksi Sewa Guna Usaha                                                                                            -                1,210,725,620




                                                                                 -40-
Page 44
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025


44.   Standar Akuntansi Keuangan Baru

      Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

      Diterapkan pada tahun 2025

      Penerapan amandemen PSAK No. 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” terkait kondisi ketika suatu mata
      uang tidak tertukarkan, yang berlaku efektif 1 Januari 2025, relevan bagi Grup namun tidak menyebabkan
      perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsilidasian.

      Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

      Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat wajib untuk tahun buku yang diimulai
      pada atau setelah:

      1 Januari 2026

      -   Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No.107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
          tentang klasifikasi dan pengukuran instrument keuangan.
      -   Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No.107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
          tentang klontrak yang mengacu pada listrik bergantungg alam: dan
      -   Amandemen PSAK No. 338, “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” terkait perubahan rujukan pengukuran
          bisnis alihan dan penyajian informasi prakombinasi bisnis dalam kondisi tidak praktis.

      1 Januari 2027

      -   PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.

      Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang
      mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK
      tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.



                                                       **********




                                                        -41-

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.22 MB
Published30 Jul 2026
Pages44
Characters182,303
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. p.2 ×130
linked person Angreta Chandra p.10
linked person Olip Susanto p.10 ×2
linked person Andrianto Putera Tirtawisata p.10
linked person Tiodora Amran Bonardy p.10
linked person Romy Firmangustri p.10
linked person Edgar Surjadi p.10 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.23 ×19
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.23 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.23 ×10
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.23 ×2
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.23 ×14
linked org Bank Ina Perdana Tbk p.23 ×11
linked org Bank Capital Indonesia Tbk p.23 ×2
linked org Destinasi Tirta Nusantara Tbk p.25 ×17
linked org PT Bank KEB Hana Indonesia p.30 ×7
linked org PT Astra Sedaya Finance p.33 ×5
linked org Clipan Finance Indonesia Tbk p.33 ×8
linked org Panorama Sentrawisata Tbk p.35 ×8
linked org PT Weha Investama p.35 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.23 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia Tbk p.23 ×2
possible person Agus Susanto p.38
unresolved org Transportasi Indonesia Tbk p.9
unresolved person Rachmat Santoso p.9
unresolved org Menteri Kehakiman p.9
unresolved person Buntario Tigris Darmawa Ng p.9 ×5
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.9
unresolved org Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia p.9
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org Bapepam p.9 ×2
unresolved org PT Kencana Transport p.10
unresolved org PT Panorama Primakencana p.10
unresolved org PT Rhadana Primakencana p.10
unresolved org PT Panorama Mitra Sarana p.10 ×3
unresolved org PT Day Trans p.10
unresolved org PT Day Trans Express p.10
unresolved org PT Canary Transport p.10 ×3
unresolved org PT Weha p.10 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.12
unresolved org PT Panorama Media p.25 ×5
unresolved org PT Andalan Selaras Abadi p.25 ×10
unresolved org PT Panorama Aplikasi Nusantara p.25 ×2
unresolved person Hendra Justin Fu p.25
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.26
unresolved org PT Panorama Primakencana Transindo p.31
unresolved org Bank Cetral Asia Tbk p.31 ×2
unresolved org PT Toyota Astra Finance p.33 ×3
unresolved org PT Sunindo Kookmin Best Finance p.33 ×3
unresolved org PT BCA Finance p.33 ×3
unresolved org PT Raya Saham Registra p.35
unresolved org PT Day Tans p.36 ×2
unresolved org PT. Daytrans Express p.36 ×2
unresolved org PT Panorama Prima Kencana Transindo p.36 ×2
unresolved org PT Rhadana Prima Kencana Transindo p.36 ×2
unresolved org PT Panorama JTB Tours Indonesia p.37 ×3
unresolved org PT Panorama Evenindo p.37 ×3
unresolved org PT Misi Pelayanan Mandiri p.37 ×2
unresolved org PT Panorama World p.40
unresolved org PT Panorama Investama p.40
unresolved org PT Panorama Aplikasi Nusantara Transaksi p.40

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2026-II-WEHA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result