Skip to content
Back to announcement

Q3. Reports WEHA September 2025 R2.pdf

Financial statement Text extracted WEHA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 48

Page 1
PT.WEHATransport
               asi
                 Indonesi
                        a,Tbk.
danEnti
      tasAnak/
             andIt
                 sSubsidi
                        aries




LaporanKeuanganKonsol
                    idasian(Unaudi
                                 ted)
UntukPer i
         ode-
            Peri
               odeYangBer akhi
                             r
30Sept ember2025dan31Desember2024
Sert
   aunt ukperi
             odeyangberakhir30Sept
                                 ember2025&2024
Page 2
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI




                                                                                       Halaman

Surat Pernyataan Direksi


Laporan Keuangan Konsolidasian (Unaudited) - Untuk Periode-periode yang berakhir
    30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk periode-periode yang berakhir
    30 September 2025 dan 2024


    Neraca Konsolidasian                                                                 1-2

    Laporan Laba Rugi Konsolidasian                                                       3

    Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                               4

    Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                        5

    Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                         6-45
Page 3

          
Page 4
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024




                                                                                                       30 September 2025             31 Desember 2024
                                                                                      Catatan                  Rp                           Rp

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas                                                                        4                 15,075,340,120                 18,555,860,448
Piutang usaha - setelah dikurangi cadangan kerugian
     penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 2.943.260.077
     pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
     Pihak berelasi                                                                      5                    5,779,353,966                 7,312,673,435
     Pihak ketiga                                                                        5                    7,743,060,834                 6,979,937,104
Piutang lain-lain                                                                        6                      979,984,320                   470,194,306
Persediaan                                                                               7                    3,531,146,490                 4,168,180,720
Pajak dibayar dimuka                                                                     8                      689,337,633                             -
Uang muka                                                                                9                      342,508,936                   420,067,913
Biaya dibayar dimuka                                                                     10                   3,012,780,974                 2,275,745,313
Piutang dari pihak berelasi-Setelah dikurangi cadangan kerugian                          11
     penurunan nilai sebesar Rp 655.842.110 pada tanggal 30 September 2025
     dan 31 Desember 2024                                                                                   13,278,509,192                 13,372,280,994

Jumlah Aset Lancar                                                                                          50,432,022,465                 53,554,940,233


ASET TIDAK LANCAR                                                                                           16,023,467,859

Piutang pihak berelasi non-usaha                                                         11                  2,744,958,667                  2,722,634,217
Investasi saham                                                                          12                 41,483,739,095                 41,484,219,375
Biaya dibayar dimuka jangka panjang                                                      10                              -                     77,278,430
Aset pajak tangguhan                                                                      3                   1,228,241,808                 1,037,130,840
Aset Tetap - setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan                               13                253,834,474,531               232,774,969,127
    sebesar Rp 225.484.957.846 pada tanggal 30 September 2025
    dan Rp 212.421.305.531 pada tanggal 31 Desember 2024
Aset Hak Guna-setelah dikurangi amortisasi sebesar                                       14                   5,030,504,232                 6,444,838,408
    Rp 9.367.349.360 dan Rp 6.996.078.947 pada tanggal
    30 September 2025 dan 31 Desember 2024
Uang muka                                                                                15                 37,565,659,822                 38,758,631,231
Deposito yang dibatasi penggunaannya                                                                            279,000,000                      100,000,000
Aset lain-lain                                                                           16                   1,061,731,107                      929,730,513

JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                                                   343,228,309,262               324,329,432,141


JUMLAH ASET                                                                                                393,660,331,727               377,884,372,374




            Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                           -1-
Page 5
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024



                                                                                       Catatan       30 September 2025           31 Desember 2024
                                                                                                             Rp                         Rp

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

    Pinjaman bank jangka pendek                                                           17               1,117,786,328                           -
    Utang usaha
         Pihak berelasi                                                                   18                 261,600,000                  261,600,000
         Pihak ketiga                                                                     18               1,304,799,402                1,824,988,159
    Utang pajak                                                                           19                 689,350,851                1,309,507,354
    Beban akrual                                                                          20               1,923,180,154                2,066,140,627
    Pendapatan diterima dimuka                                                            21               2,683,072,190                5,127,555,773
    Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
         dalam waktu satu tahun:
         Pinjaman bank                                                                    17              8,660,141,703                8,872,999,036
         Pinjaman pembelian aset tetap                                                    23             29,065,353,325               22,839,590,619
         Liabilitas sewa                                                                  22                267,090,035                  386,696,447
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                          45,972,373,988               42,689,078,015


LIABILITAS JANGKA PANJANG

     Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
         yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
         Pinjaman bank                                                                    17             33,412,272,029               35,185,094,163
         Pinjaman pembelian aset tetap                                                    23             30,065,685,522               26,735,923,588
         Liabilitas sewa                                                                  22                 93,938,815                  260,377,878
     Liabilitas pajak tangguhan                                                           35             25,317,561,026               22,851,202,366
     Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                              34              2,414,575,264                2,938,008,037

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                         91,304,032,656               87,970,606,032

JUMLAH LIABILITAS                                                                                       137,276,406,644              130,659,684,047

EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan
     Modal saham-nilai nominal Rp 100 per saham
         Modal dasar- 1.700.000.000 saham
         Modal ditempatkan dan disetor-1.460.554.819 pada
         30 September 2025 dan 31 Desember 2024                                           25            146,055,481,900              146,055,481,900

     Tambahan modal disetor - neto                                                        26             58,300,853,001               58,300,853,001
     Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
         non-pengendali                                                                                   4,885,877,402                4,885,877,402
     Cadangan umum                                                                        28              1,000,000,000                1,000,000,000
     Saldo laba                                                                                          45,817,260,718               36,665,026,860
     Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
         pemilik Perusahaan                                                                             256,059,473,021              246,907,239,163
     Kepentingan Nonpengendali                                                            27                324,452,062                  317,449,164

JUMLAH EKUITAS                                                                                          256,383,925,083              247,224,688,327

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                           393,660,331,727              377,884,372,374




             Lihat catatan atas laporann keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                            -2-
Page 6
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan 2024


                                                                                                    Sembilan Bulan

                                                                     Catatan             2025                            2024
                                                                                          Rp                              Rp

PENJUALAN BERSIH                                                        29            229,937,130,639                221,506,299,721

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                                  30           (151,316,163,201)               (139,790,613,189)

LABA BRUTO                                                                             78,620,967,438                 81,715,686,532
                                                                                                  34%                            37%
BEBAN USAHA
Beban penjualan                                                         31              (4,846,882,195)     2%         (6,057,079,801)
Beban umum dan administrasi                                             32             (50,279,269,379)    22%        (42,206,321,702)
Jumlah Beban Usaha                                                                     (55,126,151,574)    24%        (48,263,401,503)

LABA USAHA                                                                             23,494,815,864                 33,452,285,029

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan atas penjualan aset tetap dan aset tidak digunakan           13               5,413,047,743                  2,854,476,186
Pendapatan bunga                                                                           285,229,695                    669,782,858
Ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi                               12                    (480,280)                      (423,717)
Beban bunga                                                             33              (7,170,457,634)                (7,333,310,058)
Lainnya - bersih                                                                           955,577,062                    154,413,298
Beban lain-lain-bersih                                                                    (517,083,414)                (3,655,061,433)

LABA SEBELUM PAJAK                                                                     22,977,732,450                 29,797,223,596

BEBAN PAJAK                                                                             5,055,166,780                   6,555,388,831

LABA BERSIH                                                                            17,922,565,670                 23,241,834,765

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN                                                                 -                    (30,000,000)

LABA KOMPREHENSIF                                                                      17,922,565,670                 23,211,834,765

Laba Bersih Yang dapat diatribusikan kepada:
        Pemilik entitas induk                                                          17,915,562,772                 23,230,428,524
        Kepentingan nonpengendali                                       27                  7,002,898                     11,406,241


        Jumlah                                                                         17,922,565,670                 23,241,834,765

Laba Komprehensif Bersih Yang
       Dapat Diatribusikan Kepada:
       Pemilik entitas induk                                                           17,915,562,772                 23,200,428,524
       Kepentingan nonpengendali                                        27                  7,002,898                     11,406,241

        Jumlah                                                                         17,922,565,670                 23,211,834,765

LABA BERSIH PER SAHAM                                                   37                          12                            16




  Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                 -3-
Page 7
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2025 dan 2024




                                                                                                                             Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
                                                                                                                                                                                                 Selisih Nilai
                                                                                                                                                                                             Transaksi dengan
                                                                                                        Tambahan                         Saldo Laba                                             Kepentingan                           Kepentingan
                                                      Catatan                Modal saham            Modal Disetor - Bersih              Dicadangkan            Belum Dicadangkan               Nonpengendali         Total           Nonpengendali       Total Ekuitas
                                                                                 Rp                          Rp                              Rp                       Rp                              Rp              Rp                  Rp                  Rp


Saldo pada tanggal 1 Januari 2024                                             146,055,481,900              58,300,853,001                   405,000,000              18,200,743,991               4,873,155,023   227,835,233,915         305,391,444     228,140,625,359

Penambahan Modal Saham                                                                     -                           -                                                         -                           -                -            15,000,000           15,000,000

Cadangan Umum                                           28                                 -                           -                    595,000,000                (595,000,000)                         -                -                      -                   -

Laba (Rugi) komprehensif
    Laba Tahun Berjalan                                                                    -                           -                                             23,230,428,524                          -     23,230,428,524          11,406,241      23,241,834,765
    Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya                                                                                                                             (30,000,000)                                  (30,000,000)                -           (30,000,000)
Jumlah Laba Komprehensif                                                                   -                           -                              -              23,200,428,524                          -     23,200,428,524          11,406,241      23,211,834,765

Dividen                                                                                    -                           -                              -              (8,763,328,914)                               (8,763,328,914)                          (8,763,328,914)

Saldo pada tanggal 30 September 2024                                          146,055,481,900              58,300,853,001                 1,000,000,000              32,042,843,601               4,873,155,023   242,272,333,525         331,797,685     242,604,131,210


Saldo pada tanggal 1 Januari 2025                                             146,055,481,900              58,300,853,001                 1,000,000,000              36,665,026,860               4,885,877,402   246,907,239,163         317,449,164     247,224,688,327

Laba (Rugi) komprehensif
    Laba Tahun Berjalan                                                                    -                           -                              -              17,915,562,772                          -     17,915,562,772           7,002,898      17,922,565,670
    Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya                                                -                           -                              -                         -                            -                -                   -                   -
Jumlah Laba Komprehensif                                                                   -                           -                              -              17,915,562,772                          -     17,915,562,772           7,002,898      17,922,565,670

Dividen Tunai                                           36                                 -                           -                              -              (8,763,328,914)                         -     (8,763,328,914)                   -      (8,763,328,914)


Saldo pada tanggal 30 September 2025                                          146,055,481,900              58,300,853,001                 1,000,000,000              45,817,260,718               4,885,877,402   256,059,473,021         324,452,062     256,383,925,083
                                                                                          -                           -                                                         -                                             -                   -                   -




                                                                             Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                                                                                            - 4-
Page 8
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan 2024



                                                                                                             Sembilan Bulan
                                                                                                 2025                               2024
                                                                                                 (Rp)                               (Rp)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan tunai dari pelanggan                                                                228,918,684,905                 218,263,802,996
Pembayaran tunai kepada pemasok dan lainnya                                                   (143,919,501,976)               (134,765,489,066)
Pembayaran kepada karyawan                                                                     (33,096,232,396)                (30,536,625,942)
Kas bersih dihasilkan dari operasi                                                              51,902,950,533                  52,961,687,988
Pembayaran bunga                                                                                (7,171,197,044)                 (6,915,674,796)
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi                                                     44,731,753,489                  46,046,013,192


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan bunga                                                                                   285,229,695                     669,782,858
Penerimaan piutang pihak berelasi non-usaha                                                         71,447,352                  43,506,411,750
Investasi di entitas asosiasi                                                                                -                 (40,500,000,000)
Pembayaran uang muka                                                                           (11,532,813,470)                (17,762,406,675)
Perolehan aset tetap                                                                           (32,945,528,889)                (27,957,333,934)
Penjualan aset tetap dan aset tetap tidak digunakan                                             18,529,487,395                   4,705,966,635

Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi                                                 (25,592,177,917)                (37,337,579,366)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
   non-pengendali                                                                                          -                        15,000,000
Penerimaan pinjaman bank jangka pendek                                                           1,117,786,328                             -
Penerimaan pinjaman bank jangka panjang                                                          5,414,797,500                   8,355,074,169
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                                                         (6,008,230,959)                 (2,448,793,210)
Pembayaran Dividen                                                                              (8,763,328,914)                 (8,763,328,914)
Kenaikan deposito yang dibatasi penggunaannya                                                     (179,000,000)                   (100,566,667)
Pembayaran pinjaman pembelian aset tetap                                                       (13,531,229,093)                (16,685,850,786)
Pembayaran liabilitas sewa                                                                        (670,890,762)                 (2,215,015,513)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                                                 (22,620,095,900)                (21,843,480,921)

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                              (3,480,520,328)               (13,135,047,095)


KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                                                 18,555,860,448                  31,218,235,612

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                                                15,075,340,120                  18,083,188,517




        Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                       -5-
Page 9
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


 1.   Umum

      a.   Pendirian dan Informasi Umum

           PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 11
           September 2001 dari Rachmat Santoso, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
           Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-14822
           HT.01.01.TH.2001 tanggal 3 Desember 2001 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
           73 tanggal 10 September 2002, Tambahan No. 10454.

           Perusahaan telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan
           Otoritas Jasa Keuangan dan Peraturan Bursa Efek Indonesia. Perubahan ini didokumentasikan dalam Akta
           No. 62 tanggal 8 Juli 2015, dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta dan telah
           dicatatkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan
           Pemberitahuan No. AHU-0939519.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 23 Juli 2015.

           Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 87
           tanggal 30 April 2025 dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta. Perubahan
           tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. AHU-0109333.AH.01.11 Tahun 2025 tanggal 20 Mei 2025 dan berdasarkan Akta No. 44
           tanggal 22 September 2021 dari Recky Francky Limpele, S.H., notaris di Jakarta, tentang perubahan pasal
           3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha untuk disesuaikan dengan
           redaksional Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 dan penyesuaian terhadap ketentuan
           Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Rencana dan
           Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Perubahan tersebut telah
           disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
           AHU-0052303.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 24 September 2021.

           Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi
           bidang angkutan bus pariwisata. Saat ini Grup bergerak dalam usaha jasa angkutan penumpang, angkutan
           kota dan sewa kendaraan.

           Perusahaan memperoleh izin usaha angkutan wisata dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta
           berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Angkutan Kendaraan Pariwisata No. 3415/-1.811.32 tanggal 14
           November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No.
           128/BUA/I/2004 tanggal 21 Agustus 2004. Perusahaan juga memperoleh izin usaha angkutan sewa dari
           Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Pengusahaan Angkutan
           Sewa No. 3453/-1.811.32 tanggal 19 November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah
           Khusus Ibukota Jakarta No. 3453/IU/WST/Dishub/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. Perusahaan juga
           memperoleh izin usaha penyelenggaraan angkutan pariwisata dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat
           Kementerian Perhubungan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 91203018727910004
           tanggal 5 Desember 2022 yang berlaku sampai dengan tanggal 5 Desember 2027.

           Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut Grup) tergabung dalam kelompok usaha Panorama
           Leisure. Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun 2001. Perusahaan berkantor pusat
           di Jalan Tanjung Selor No 17, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, sedangkan kantor operasional Perusahaan
           di Jl. Husein Sastranegara No. 111, Rawa Bokor - Tangerang.

      b.   Penawaran Umum Efek Perusahaan

           Pada 22 Mei 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
           dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dengan surat No. S.2406/BL/2007 untuk melakukan penawaran
           umum kepada masyarakat atas 128.000.000 saham Perusahaan seharga Rp 245 per saham dengan
           25.600.000 waran pada harga pelaksanaan sebesar Rp 300 per saham yang dapat dikonversi sampai
           dengan 30 Mei 2012. Pemegang waran dapat menggunakan hak untuk membeli satu saham dalam periode
           5 (lima) tahun sampai dengan 30 Mei 2012. Jika konversi waran tidak dilaksanakan oleh pemegang waran,
           maka waran menjadi kadaluwarsa dan tidak mempunyai nilai. Pada tanggal 31 Mei 2007, seluruh saham
           telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.




                                                         -6-
Page 10
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


            Pada tanggal 27 Juni 2013, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
            No.S-196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
            kepada Pemegang Saham sebanyak 428.270.270 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada
            harga penawaran Rp 175 per saham melekat sebanyak 128.481.081 Waran seri II dimana sebanyak
            98.610.327 waran tidak dikonversi menjadi saham dan telah berakhir pada bulan Juli 2016.

            Pada tanggal 28 Juli 2022, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dengan
            surat No. S-143/D.04/2022 untuk Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) kepada pemegang saham
            sebanyak 574.143.554 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada harga penawaran Rp
            125 per saham.

            Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh saham Perusahaan atau masing-masing
            sejumlah 1.460.554.819 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

     c.     Entitas Anak yang Dikonsolidasikan

            Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk
            persentase kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:

                                                                                 Tahun                                         Jumlah Aset
                                                                                 Operasi     Persentase Pemilikan           (Sebelum Eliminasi)

                    Anak Perusahaan         Domisili         Jenis Usaha         Komersial    2025        2024      September 2025      Desember 2024
                                                                                                                         Rp                  Rp

          PT Kencana Transport (KT)        Yogyakarta     Jasa transportasi        2002      100.000      100.000    10,793,735,983        9,890,516,140

          PT Panorama Primakencana            Bali        Jasa transportasi        1996       99.889       99.889     5,368,539,345        1,594,893,315
           Transindo (PPT)

             PT Rhadana Primakencana          Bali        Jasa transportasi        2005       98.900       98.900                   -                 -
               Transindo (RPT)
               dimiliki PPT dengan
               kepemilikan 99%

          PT Panorama Mitra Sarana (PMS)    Jakarta       Jasa transportasi        2007       98.000       98.000    12,265,889,501       12,280,132,448

          PT Day Trans (DTS)                Jakarta       Jasa transportasi        2008       99.926       99.926   150,122,197,395      135,391,302,629

             PT Day Trans Express           Jakarta        Jasa pengiriman         2024       98.927       98.927       610,460,789        1,063,843,227

          PT Canary Transport (CT)          Jakarta       Jasa transportasi        2012       99.800       99.800               -                 300,000

          PT Weha Jalan Jalan               Jakarta     Jasa perjalanan wisata     2018       99.996       99.996     5,947,252,996        5,915,220,939


          Kepentingan nonpengendali di entitas anak dianggap tidak material, sehingga Grup tidak menyajikan
          mengenai pengungkapan yang disyaratkan untuk kepentingan nonpengendali yang material dalam laporan
          keuangan konsolidasian sesuai PSAK No. 67, “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain”.




      d. Karyawan, Komisaris dan Direktur

                                                                           -7-
Page 11
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024



          Pada tanggal 30 September 2025, berdasarkan Akta No. 87 tanggal 30 April 2025 dari Buntario Tigris
          Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama                                      : Angreta Chandra
          Komisaris Independen                                 : Olip Susanto

          Direksi
          Direktur Utama                                       : Andrianto Putera Tirtawisata
          Direktur                                             : Tiodora Amran Bonardy
                                                               : Romy Firmangustri
                                                               : Edgar Surjadi

          Pada tanggal 31 Desember 2024, berdasarkan Akta No. 62 tanggal 26 Agustus 2021 dari Racky Francky
          Limpele , S.H., notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama                                      : Angreta Chandra
          Komisaris Independen                                 : Daniel Martinus

          Direksi
          Direktur Utama                                       : Andrianto Putera Tirtawisata
          Direktur                                             : Tiodora Amran Bonardy
                                                               : Romy Firmangustri
                                                               : Edgar Surjadi

         Sebagai perusahaan publik, Perusahaan telah memiliki Komisaris Independen dan Komite Audit yang
         diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Komite Audit Perusahaan terdiri dari 3 orang anggota, dimana
         Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit.

          Pada tanggal 30 September 2025, susunan komite audit adalah sebagai berikut:

          Ketua                                                : Olip Susanto
          Anggota                                              : Darmawan Nataatmadja
                                                               : Tommy Tan

          Pada tanggal 31 Desember 2024, susunan komite audit adalah sebagai berikut:

          Ketua                                                : Daniel Martinus
          Anggota                                              : Darmawan Nataatmadja
                                                               : Tommy Tan


         Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Corporate Secretary Perusahaan adalah Edgar
         Surjadi. Perusahaan telah membentuk unit internal audit sejak tanggal 29 Desember 2009. Kepala internal audit
         pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah Yuly.

         Personal manajemen kunci grup terdiri dari Komisaris dan Direksi.

         Jumlah karyawan Perusahaan (tidak diaudit) pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
         masing adalah 378 karyawan dan 382 karyawan. Jumlah karyawan Grup (tidak diaudit) pada tanggal 30
         September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah 1018 karyawan dan 980 karyawan.


2   Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting

    a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian

       Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di
       Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
       Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7
       tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.


                                                         -8-
Page 12
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


        Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun
        tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
        masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus
        kas konsolidasian.

        Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
        arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.


        Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
        berakhir 30 September 2025 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan
        laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024.

        Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata
        uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

    b. Prinsip Konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
        oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:

        • kekuasaan atas investee
        • eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
        • kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup.

        Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
        berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban
        entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan
        tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.

        Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan
        transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.

        Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan
        kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.

        KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas
        pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
        entitas induk.

        Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
        Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset bersih entitas anak
        yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di ekuitas.


   c.   Penjabaran Mata Uang Asing

        Mata Uang Fungsional dan Pelaporan

        Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan mata uang
        dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan
        konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian
        Perusahaan.

        Transaksi dan Saldo

        Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal
        transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran
        pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.


        Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia,
        yang digunakan oleh Grup adalah Rp 16.680 dan Rp 15.416 per US$ 1.

                                                            -9-
Page 13
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024



    d. Transaksi Pihak Berelasi

       Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
       berdasarkan PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

       Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

    e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

        Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar dan
        tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
        1. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal.
        2. untuk diperdagangkan.
        3. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
             penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
             tanggal pelaporan.

        Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
        1.   akan dilunasi dalam siklus operasi normal.
        2.   untuk diperdagangkan.
        3.   akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
        4.   tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
             pelaporan.

       Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

    f. Kas dan Setara Kas

       Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid
       yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak
       tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.

    g. Instrumen Keuangan

       Grup menerapkan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait
       klasifikasi dan pengukuran dan penurunan nilai atas instrumen keuangan.

       Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori
       aset keuangan pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
       penghasilan komprehensif lain dan liabiltas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Oleh
       karena itu, kebijakan akuntansi terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan dan liabilitas
       keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi yang tidak diungkapkan.

       Aset Keuangan

       Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga setelah
       pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
       komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:

            •    Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
            •    Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.

       Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan Grup terdiri dari aset keuangan pada
       biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
       lain.

            1.   Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.

                 Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
                  a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
                      rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                                                              -10-
Page 14
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024



                b)   Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
                     semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
                awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
                métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan
                dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
                Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mengklasifikasikan kas dan setara
                kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi dan aset lain-lain (setoran jaminan) dalam
                kategori ini.

           2.   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

                Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi berikut
                terpenuhi:

                (a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan
                    arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                (b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
                    semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
                komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang belum
                direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat aset keuangan tersebut dihentikan
                pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke saldo laba.

       Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas

       Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual
       serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen
       keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.


       Instrumen Ekuitas

       Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi
       dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah dikurangkan
       dengan biaya penerbitan langsung.

       Liabilitas Keuangan

       Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang
       diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau
       melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan
       awal.

       Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang,
       termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
       perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
       disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.

       Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

       Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
       dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku
       bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.

       Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mengklasifikasikan pinjaman bank jangka
       pendek dan panjang, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, pinjaman pembelian aset tetap dan utang pihak
       berelasi dalam kategori ini.

       Saling Hapus Instrumen Keuangan


                                                         -11-
Page 15
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


       Aset keuangan dan Liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
       keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
       melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
       atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

       Penurunan Nilai Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi

       Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara
       individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang
       jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai
       penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau
       tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik
       risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan
       nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk
       dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

       Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang diberikan
       dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih
       antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa
       depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut (yang
       merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut langsung
       dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun penyisihan dan jumlah kerugian yang
       terjadi diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

       Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa
       yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan kerugian
       penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi
       konsolidasi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya
       perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut.

       Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

         (1)   Aset Keuangan
               Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika:

               a.   Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
               b.   Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
                    menanggung Liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang
                    diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu
                    kesepakatan; atau
               c.   Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah
                    mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara
                    substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
                    namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.

         (2)   Liabilitas Keuangan
               Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika Liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau
               telah kadaluarsa.

    h. Pengukuran Nilai Wajar

       Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
       akan terjadi:

         •     di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
         •     jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

       Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran.

       Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
       menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
       kepentingan ekonomi terbaiknya.
       Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
       manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan

                                                          -12-
Page 16
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


       menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan
       terbaiknya.

       Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
       diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

       Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
       dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:

         •    Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
         •    Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
              dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
         •    Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
              tidak dapat diobservasi.

       Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian,
       maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai kembali
       pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.

    i. Persediaan

       Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost
       and net realizable value). Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.

    j. Investasi Pada Entitas Asosiasi

       Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian menggunakan
       metode ekuitas.

       Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi keuangan
       konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian Grup atas laba rugi
       dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi adalah sama
       dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuannya atas rugi
       lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki kewajiban konstruktif atau hukum atau
       melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.

       Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui atas
       investasi Grup pada entitas asosiasi atau ventura bersama.

    k. Biaya Dibayar Dimuka

       Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
       lurus.

    l. Aset Tetap

       Pemilikan Langsung

       Aset tetap pemilikan langsung, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk
       biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
       Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai,
       jika ada.

       Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak
       boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
       kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.

       Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan
       ke laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan
       peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja
       normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
       Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap
       sebagai berikut:


                                                         -13-
Page 17
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


                                                               Tahun

       Bangunan dan prasarana                                  15 - 20
       Peralatan dan perlengkapan                               2-8
       Kendaraan bermotor operasional (armada)                  2-8
       Kendaraan bermotor non-operasional (dinas)               4–8

       Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
       perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.

       Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
       penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut
       diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.

       Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada
       manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual
       atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan
       nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap
       ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset
       tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun terjadinya
       penghentian pengakuan.

       Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian
       apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

       Aset dalam Pembangunan

       Aset dalam pembangunan merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi yang dinyatakan pada biaya perolehan
       dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang bersangkutan dan
       akan disusutkan pada saat konstruksi selesai dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai dengan tujuannya.

       Aset Tetap dalam Rangka Bangun, Kelola, dan Alih (Build, Operate, and Transfer atau BOT)

       Aset tetap dalam rangka bangun, kelola, dan alih dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
       akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset, jika ada. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
       garis lurus selama periode perjanjian BOT, yaitu 20 tahun.

    m. Sewa

       Grup menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang
       sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau
       yang telah berubah.

       Sebagai penyewa

       Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
       kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
       penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

       Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup
       harus menilai apakah:

         •   Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
             identifikasian; dan
         •   Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup
             memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset
             digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
              1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
              2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa
                   aset akan digunakan selama periode penggunaan.
       Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang mengandung
       sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
       berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.


                                                        -14-
Page 18
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


       Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
       biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran
       sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.

       Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal
       yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

       Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
       didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat
       ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku
       bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

       Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
        •  Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
        •  Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur
           dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
        •  Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
        •  Harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
        •  Penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.

       Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada
       laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
       liabilitas untuk setiap periode.

       Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
       perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset hak-
       guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup menyusutkan
       aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna
       atau akhir masa sewa.

       Sewa jangka-pendek

       Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang
       memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban
       dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

       Sebagai pesewa

       Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi atau
       sewa pembiayaan.

       Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa
       mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar.

       Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak
       maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa indikator
       seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.

    n. Biaya ditangguhkan

       Biaya yang dibayarkan atas perolehan lisensi untuk mengoperasikan jaringan waralaba sewa kendaraan
       ditangguhkan dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama periode perjanjian.

    o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

       Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika
       terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan nilai aset perlu dilakukan, maka grup membuat estimasi
       jumlah terpulihkan aset tersebut.
       Jika nilai tercatat aset lebih besar dari pada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
       penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
       kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
       mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

       Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi
                                                       -15-
Page 19
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


       bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau
       mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset
       tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat
       aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada
       rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemulihan
       tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset
       yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

    p. Pengakuan Pendapatan dan Beban

       Grup menerapkan PSAK 72 yang mensyaratkan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai
       berikut:
        1. Identifikasi kontrak pelanggan
        2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
             kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
        3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
             entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.Jika
             imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka grup membuat
             estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya
             barang dan jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan jasa yang akan
             dibayarkan selama periode kontrak.
        4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
             sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
             secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
        5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
             jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau jasa
             tersebut).

       Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:

         a.   Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
         b.   Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
              pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
              untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
              pelaksanaan.

       Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
       pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika
       jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.

       Pendapatan sewa diakui sejalan dengan berlalunya waktu atau selama periode sewa atau penggunaan aset
       yang bersangkutan.

       Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
       menggunakan metode suku bunga efektif.

       Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

    q. Imbalan Kerja

       Imbalan kerja jangka pendek

       Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi
       keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba
       rugi.


       Liabilitas Imbalan kerja jangka panjang

       Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa
       pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun yang
       dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung
       diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya
       dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti

                                                         -16-
Page 20
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


       lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.

       Pada tanggal 2 Februari 2021, pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor
       35 tahun 2021 (PP35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No.11/2020
       mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

       Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun
       2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022, yang merupakan
       pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya perppu ini, UU No. 11/2020
       tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

       PP35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja,
       yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus diberikan kepada karyawan.

    r. Pajak Penghasilan

       Pajak Kini

       Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
       berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

       Pajak Tangguhan

       Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
       perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.

       Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Aset pajak tangguhan
       diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan
       besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
       yang dapat dikompensasikan.

       Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset
       dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku atau
       secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

       Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
       dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak
       tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
       sama.

    s. Laba per Saham

       Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
       Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

    t. Segmen Operasi

       Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala
       dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan
       penilaian kinerja Grup.

    u. Provisi

       Provisi diakui jika Grup mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa
       lalu, yang memungkinkan Grup harus menyelesaikan kewajiban tersebut dan estimasi yang andal mengenai
       jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
       Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
       menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian
       terkait kewajiban tersebut.

3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan, dan Asumsi Manajemen

    Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan
    konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas

                                                         -17-
Page 21
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


    yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan
    faktor lain yang dipertimbangkan relevan.

    Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
    asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta
    pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.

    Pertimbangan
    Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup
    yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
    konsolidasian:
    a.     Mata Uang Fungsional

          Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana
          masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling menentukan harga jual barang dan
          jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan
          harga barang dan jasa entitas dan merupakan mata uang yang mana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.

    b.    Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

          Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
          menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 71. Aset
          keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti yang
          diungkapkan dalam Catatan 2.

    c.    Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan

          Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan Grup menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan
          telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian tersebut, Grup
          mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam
          melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan
          dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk
          informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking), yang
          wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.

          Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut
          telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur cadangan
          kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi
          yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk,
          dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan
          kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas
          informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.




          Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang Grup tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
          adalah sebagai berikut:




                                                         -18-
Page 22
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


                                                                      30 Septem ber 2025     31 Des em ber 2024
                                                                                Rp.                   Rp.
           Pinjam an yang diberikan dan piutang
               Kas dan s etara kas                                          15,075,340,120      18,555,860,448
               Piutang us aha                                               13,522,414,800      14,292,610,539
               Piutang lain-lain                                              979,984,320           470,194,306
               Piutang pihak berelas i non-us aha                           16,023,467,859      16,094,915,211
               Dana yang dibatas i penggunaannya                              279,000,000           100,000,000
               As et lain-lain (s etoran jam inan)                            902,506,107           770,505,513
           Jum lah                                                          46,782,713,206      50,284,086,017


    d.    Aset keuangan yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif.

          Grup mengukur seluruh aset keuangan berupa investasi dalam instrumen ekuitas pada nilai wajarnya. Akan
          tetapi, pada keadaan terbatas, biaya perolehan dapat merupakan estimasi nilai wajar yang tepat. Hal
          tersebut dapat terjadi jika informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajar, atau terdapat
          rentang kemungkinan yang cukup besar atas nilai wajar, dimana biaya perolehan yang merupakan estimasi
          terbaik nilai wajar dalam rentang tersebut.

          Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen Grup memutuskan untuk mengukur
          investasi aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang diungkapkan dalam
          Catatan 12 pada biaya perolehan, karena informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajarnya
          dan dampaknya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.

    e.    Komitmen Sewa

          Komitmen Sewa - Grup Sebagai Penyewa

          Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan serta perjanjian sewa tanah. Grup
          menentukan bahwa sewa tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan
          liabilitas sewa. Grup juga menentukan sejumlah sewa, termasuk sewa jangka pendek dan menerapkan
          ketentuan PSAK No. 73. Sewa, mengenai pengecualian sewa jangka pendek.

          Komitmen Sewa - Grup Sebagai Pesewa

          Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa
          operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset
          tersebut.

    f.    Pajak Penghasilan

          Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah
          transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena
          interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang
          sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini
          dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.

    Estimasi dan Asumsi

    Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
    pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
    aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada
    parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai
    perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup.
    Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.




    a.   Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

         Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan
                                                         -19-
Page 23
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


          tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran
          nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar,
          suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan
          metode penilaian yang berbeda.

          Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 24.

     b.    Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

          Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi sepanjang masa aset tersebut tersedia untuk
          digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama,
          evaluasi teknis internal, dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah
          secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena
          pemakaian, using secara teknis atau komersial, serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap
          penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara
          signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh
          faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan
          menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.

          Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 diungkapkan pada Catatan
          13.

     c.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

          Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan
          nilai wajar aset memerlukan estimasi arus kas yang diharapkan pemakai berkelanjutan dan pelepasan akhir
          aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
          berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin
          berdampak material pada hasil operasi Grup.
          Nilai tercatat aset non keuangan tersebut pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
          sebagai berikut :

                                                                    30 September 2025              31 Desember 2024
                                                                            Rp                            Rp

            Aset tetap                                                 253,834,474,531                 232,774,969,127
            Jumlah                                                     253,834,474,531                 232,774,969,127

     d.   Imbalan Kerja Jangka Panjang

          Penentuan liabilitas dan imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
          aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 34 dan
          mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi
          Grup diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena itu, secara umum berdampak pada beban
          yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa
          asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil
          aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah
          liabilitas imbalan kerja jangka panjang.

          Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-
          masing sebesar Rp 2.414.575.264 dan Rp 2.938.008.037.

     e.   Aset Pajak Tangguhan

          Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada
          laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena pajak akan
          memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan
          untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya
          dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.
4.   Kas dan setara kas




                                                             -20-
Page 24
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


                                                             30 September 2025   31 Desember 2024
                                                                    Rp                   Rp
     Kas-Rupiah                                                   143,575,639           106,420,831
     Bank
       Rupiah
          PT Bank Central Asia Tbk                               8,559,038,841        6,435,846,618
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                          1,269,157,980           85,575,432
          PT Bank Pan Indonesia Tbk                                940,637,432        1,242,239,193
          PT Bank Rakyat Indonesia Tbk                             580,120,380          175,149,303
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                   307,405,184            2,022,500
          PT Bank Danamon Indonesia Tbk                            142,369,991           76,269,050
          PT Bank Ina Perdana Tbk                                  106,012,361          235,919,093
          PT Bank CIMB Niaga Tbk                                    14,135,059           37,193,424
          PT Bank KEB Hana Indonesia                                         -            9,507,751

        Jumlah Bank - Rupiah                                    11,918,877,228        8,299,722,364

        Dolar Amerika Serikat
           PT Bank Central Asia Tbk                                  6,627,527            6,457,527
        Jumlah Bank - Dolar Amerika Serikat                          6,627,527            6,457,527

        Jumlah Bank                                             11,925,504,755        8,306,179,891

     Deposito berjangka - Rupiah
       PT Bank Capital Indonesia Tbk                             3,000,000,000        7,500,000,000
       PT Bank Victoria International Tbk                            6,259,726        2,643,259,726
     Jumlah Deposito Berjangka                                   3,006,259,726       10,143,259,726
     Jumlah                                                     15,075,340,120       18,555,860,448

     Suku bunga per tahun deposito berjangka rupiah            5,75% - 8,00%       5,75% - 8,00%




5.   Piutang Usaha


                                                      -21-
Page 25
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024

                                                                   30 September 2025      31 Desember 2024
                                                                           Rp                    Rp
     a. Berdasarkan Pelanggan

        Pihak yang berelasi (Catatan 38)                              6,727,739,556           8,261,059,025
        Cadangan kerugian penurunan nilai                              (948,385,590)           (948,385,590)
        Pihak berelasi - bersih                                       5,779,353,966           7,312,673,435

        Pihak ketiga - Pelanggan dalam negeri                          9,737,935,321          8,974,811,591
        Cadangan kerugian penurunan nilai                             (1,994,874,487)        (1,994,874,487)
        Jumlah - Bersih                                                7,743,060,834          6,979,937,104
        Jumlah                                                       13,522,414,800          14,292,610,539

     b. Berdasarkan Umur

        Pihak yang berelasi (Catatan 38)
           Belum jatuh tempo                                            494,784,600           1,563,726,740
           Jatuh tempo
              penurunan nilai
               1 - 30 hari                                            1,332,810,500             245,660,260
              31 - 60 hari                                              574,121,000             589,052,000
              61 - 90 hari                                              654,193,700             722,319,000
              91 - 120 hari                                             633,715,800             798,923,276
              Lebih dari 120 hari                                     3,038,113,956           4,341,377,749
           Jumlah                                                     6,727,739,556           8,261,059,025
           Cadangan kerugian penurunan nilai                           (948,385,590)           (948,385,590)
           Pihak berelasi - bersih                                    5,779,353,966           7,312,673,435


        Pihak ketiga
           Belum jatuh tempo                                          2,497,244,621           2,572,869,453
           Jatuh tempo
               1 - 30 hari                                             2,792,987,362          2,578,328,000
              31 - 60 hari                                             1,792,412,300          1,403,497,990
              61 - 90 hari                                               509,184,210            344,461,000
              91 - 120 hari                                              437,596,163            206,535,000
              Lebih dari 120 hari                                      1,708,510,665          1,869,120,148
           Jumlah                                                      9,737,935,321          8,974,811,591
           Cadangan kerugian penurunan nilai                          (1,994,874,487)        (1,994,874,487)
           Pihak ketiga - bersih                                       7,743,060,834          6,979,937,104

        Jumlah                                                       13,522,414,800          14,292,610,539



     Perubahan cadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut:

                                                               30 September 2025        31 Desember 2024
                                                                       Rp                      Rp

     Saldo awal tahun                                             2,943,260,077            2,780,105,304
     Penambahan                                                             -                163,154,773
     Saldo akhir tahun                                            2,943,260,077            2,943,260,077


     Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal     30
     September 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai
     atas piutang usaha pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 dari pihak ketiga memadai untuk
     menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.

     Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak
     ketiga.




6.   Piutang Lain-lain

                                                        -22-
Page 26
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024



                                                                     30 September 2025 31 Desember 2024
                                                                            Rp                Rp
        Pihak ketiga
           Piutang dari karyawan                                          330.407.953           270.317.939
           Lain-lain                                                      649.576.367           199.876.367
        Jumlah - neto                                                     979.984.320           470.194.306


      Piutang dari karyawan merupakan piutang tanpa bunga dan dibayar melalui pengurangan gaji bulanan.

      Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang tersebut pada tanggal
      30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai
      atas piutang memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang tersebut.

7.     Persediaan
      Persediaan merupakan persediaan suku cadang kendaraan.

      Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
      tidak melampaui nilai realisasi bersihnya


8.     Pajak Dibayar Dimuka

                                                                 30 September 2025        31 Desember 2024
                                                                        Rp                       Rp
       Pajak Penghasilan
         PPh pasal 23                                                  689.337.633                            -
       Jumlah - neto                                                   689.337.633                            -




9.     Uang Muka

       Akun ini merupakan pembayaran uang muka yang terdiri dari :

                                                            30 September 2025             31 Desember 2024
                                                                    Rp                           Rp

       Perbaikan dan pemeliharaan                                    317,561,936                325,981,936
       Lain-lain                                                      24,947,000                 94,085,977
       Jumlah                                                        342,508,936                420,067,913




10.    Biaya Dibayar Dimuka

                                                         -23-
Page 27
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024



                                                               30 September 2025       31 Desember 2024
                                                                       Rp                     Rp

      Sewa                                                          693,109,170               570,751,010
      Asuransi                                                      681,731,916               582,495,445
      Perizinan                                                     558,704,323               424,752,496
      Lain-lain                                                   1,079,235,565               775,024,792
      Jumlah                                                      3,012,780,974             2,353,023,743
      Dikurangi biaya dibayar dimuka
        jangka pendek                                             3,012,780,974             2,275,745,313

      Biaya dibayar dimuka jangka panjang                                     -                 77,278,430

      Biaya dibayar dimuka - perizinan merupakan biaya perolehan izin-izin yang terkait dengan operasi armada di
      Jakarta, Yogyakarta, Medan, dan Bali yang dibayarkan dimuka untuk periode manfaat ke depan.


11.   Piutang Pihak Berelasi

                                                              30 September 2025       31 Desember 2024
                                                                      Rp                     Rp
         Aset Lancar - Rupiah
            PT Panorama Investama                              13,934,351,302             14,028,123,104
         Jumlah                                                13,934,351,302             14,028,123,104
         Cadangan kerugian penurunan nilai                        655,842,110                655,842,110
         Jumlah - Bersih                                       13,278,509,192             13,372,280,994

         Aset Tidak Lancar - Rupiah
            PT Panorama Media                                   1,575,000,000              1,575,000,000
            PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk                    1,081,484,000              1,081,484,000
            PT Andalan Selaras Abadi                               77,440,917                 66,150,217
            PT Panorama Aplikasi Nusantara                         11,033,750                        -
         Jumlah                                                 2,744,958,667              2,722,634,217


       Piutang dan utang pihak berelasi non usaha terutama timbul dari beban-beban pihak berelasi yang dibayarkan
       terlebih dahulu oleh Grup dan/atau sebaliknya. Akun ini tidak dikenakan beban bunga dan tanpa jadwal
       pengembalian yang pasti.

       Manajemen melakukan transaksi tersebut antara lain untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan agar
       mendapatkan manfaat dari ketersediaan produk vendor tersebut dan sebagai bagian dari rencana strategis
       Perusahaan untuk menjadikan Perusahaan sebagai grup yang terintegrasi.




12. Investasi Saham
                                                       -24-
Page 28
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


                                                                   30 September 2025           31 Desember 2024
      PT Andalan Selaras Abadi                                        41,483,739,095               41,484,219,375
      Jumlah                                                          41,483,739,095               41,484,219,375

      Investasi pada Entitas Asosiasi – Metode Ekuitas

      PT Andalan Selaras Abadi

      Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 51 tanggal 27 Maret 2024 dari Notaris
      Hendra Justin Fu, S.H., M.Kn. Perusahaan memperoleh saham sebanyak 27.000 lembar saham atau sebesar
      Rp 40.500.000.000 melalui penerbitan seluruh saham baru PT Andalan Selaras Abadi sehingga kepemilikan
      Perusahaan di PT Andalan Selaras Abadi berubah dari 1,94% menjadi 35,89%. Perubahan tersebut telah
      disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0078881
      tanggal 1 April 2024.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 30 September 2024 bagian atas rugi bersih entitas asosiasi yang diakui
      oleh Perusahaan sebesar Rp 480.280 dan Rp 423.717.

      Ikhtisar informasi keuangan entitas asosiasi tanpa disesuaikan dengan proporsi kepemilikan grup adalah sebagai
      berikut:

                                                                   PT Andalan Selaras Abadi
                                                          30 September 2025         31 Desember 2024

        Aset
            Aset lancar                                            2,079,600                         602,100
            Aset tidak lancar                                198,693,000,000                 198,693,000,000
        Jumlah                                               198,695,079,600                 198,693,602,100

        Liabilitas
              Jangka pendek                                                   -                     8,475,000
              Jangka panjang                                     38,142,640,918                38,131,350,218
        Jumlah                                                   38,142,640,918                38,139,825,218

        Pendapatan                                                            -                              -
        Beban - neto                                                 (1,338,200)                   (21,481,326)
        Rugi bersih                                                  (1,338,200)                   (21,481,326)




13.   Aset Tetap



                                                          -25-
Page 29
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


                                                                       Perubahan selama 2025
                                     1 Januari 2025         Penambahan                Pengurangan         30 September 2025
                                          Rp                    Rp                        Rp                     Rp

   Biaya perolehan:
   Pemilikan langsung
      Tanah                                           -                       -                      -                        -
      Kendaraan bermotor
         operasional (armada)         298,623,644,825            59,292,066,716        (32,625,422,289)      325,290,289,252
      Bangunan dan prasarana           54,369,120,654             5,956,394,486                      -        60,325,515,140
      Peralatan dan perlengkapan       47,166,297,516             1,458,495,899         (1,656,887,980)       46,967,905,435
      Kendaraan bermotor
         non-operasional (dinas)        7,499,411,119             1,330,932,600           (433,385,416)        8,396,958,303
      Aset tetap dalam perjanjian
         Bangunan dan Prasarana        34,399,863,544              720,177,800                       -        35,120,041,344
      Aset dalam pembangunan            3,137,937,000               80,785,903                                 3,218,722,903
   Jumlah                             445,196,274,658            68,838,853,404        (34,715,695,685)      479,319,432,377

   Akumulasi penyusutan:

   Pemilikan langsung
     Kendaraan bermotor
         operasional (armada)         145,476,528,993            26,392,971,959        (20,418,595,883)      151,450,905,069
     Bangunan dan prasarana            17,781,078,439             4,551,119,918                      -        22,332,198,357
     Peralatan dan perlengkapan        34,341,303,584             3,852,711,360         (1,656,887,980)       36,537,126,964
     Kendaraan bermotor
         non-operasional (dinas)        5,628,248,128               47,818,750            (433,385,416)        5,242,681,462
     Aset tetap dalam perjanjian
         Bangunan dan Prasarana         9,194,146,387               727,899,607                      -         9,922,045,994
   Jumlah                             212,421,305,531            35,572,521,594        (22,508,869,279)      225,484,957,846

   Nilai Tercatat                     232,774,969,127                                                        253,834,474,531




                                                                      Perubahan selama 2024
                                    1 Januari 2024          Penambahan               Pengurangan          31 Desember 2024
                                         Rp                     Rp                       Rp                      Rp

   Biaya perolehan:
   Pemilikan langsung
      Tanah                                           -                       -                      -                       -
      Kendaraan bermotor
         operasional (armada)         262,659,715,967        52,290,789,096           (16,326,860,238)      298,623,644,825
      Bangunan dan prasarana           53,372,121,753         1,374,192,451              (377,193,550)       54,369,120,654
      Peralatan dan perlengkapan       46,150,453,989         1,058,583,527               (42,740,000)       47,166,297,516
      Kendaraan bermotor
         non-operasional (dinas)        8,735,936,119                                  (1,236,525,000)        7,499,411,119
     Aset tetap dalam perjanjian
         Bangunan dan Prasarana        24,652,613,544            9,747,250,000                               34,399,863,544
     Aset dalam pembangunan                           -          3,137,937,000                                3,137,937,000
   Jumlah                             395,570,841,372        67,608,752,074           (17,983,318,788)      445,196,274,658

   Akumulasi penyusutan:

   Pemilikan langsung
     Kendaraan bermotor
         operasional (armada)         124,970,786,656        31,090,191,533           (10,584,449,196)      145,476,528,993
     Bangunan dan prasarana            15,527,658,222         2,630,613,767              (377,193,550)       17,781,078,439
     Peralatan dan perlengkapan        29,254,676,526         5,124,186,746               (37,559,688)       34,341,303,584
     Kendaraan bermotor
         non-operasional (dinas)        6,581,513,167              283,259,961         (1,236,525,000)        5,628,248,128
     Aset tetap dalam perjanjian
         Bangunan dan Prasarana         6,540,324,421         2,653,821,966                                   9,194,146,387
   Jumlah                             182,874,958,992        41,782,073,973           (12,235,727,434)      212,421,305,531

   Nilai Tercatat                     212,695,882,380                                                       232,774,969,127




    Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:



                                                          -26-
Page 30
 PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
 30 September 2024


                                                             30 September 2025            30 September 2024
                                                                     Rp                           Rp

     Beban langsung                                              25.948.827.815              22.774.877.583
     Beban usaha                                                  9.623.693.779               7.033.462.996

     Jumlah                                                      35.572.521.594              29.808.340.579


    Pengurangan pada 30 September 2025 dan 2024 yang merupakan penjualan asset tertentu dengan rincian
    sebagai berikut:
                                                       30 September 2025        30 September 2024
                                                               Rp                        Rp

     Harga Jual                                                  18,529,487,395               4,705,966,635
     Nilai Tercatat                                              13,116,439,652               1,851,490,449

     Keuntungan Penjualan                                         5,413,047,743               2,854,476,186


    Bangunan dan prasarana dalam rangka BOT merupakan bangunan dan prasarana pool kendaraan operasional
    dan kantor Perusahaan yang didirikan di atas tanah yang disewa di daerah Jakarta, Bandung, Semarang, dan
    Yogyakarta. Dengan jangka waktu antara 2 sampai dengan 20 tahun, dimulai sejak tahun 2006. Bangunan
    tersebut akan diserahkan pada pemilik tanah pada saat berakhirnya masa sewa. Perjanjian sewa menyewa ini
    dapat diperpanjang dan diperbaharui kembali atas persetujuan kedua belah pihak (Catatan 39).

     Aset tetap milik Grup dengan nilai tercatat sebesar Rp Rp 145.446.394.742 dan Rp 101.987.956.148 masing-
     masing pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 digunakan sebagai jaminan atas utang bank,       D
     pinjaman pembelian aset tetap dan liabilitas sewa pembiayaan.                                               S
                                                                                                                 e
     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, estimasi nilai wajar aset tetap kendaraan bermotor     s
     operasional adalah sebesar Rp 250.491.580.844 dan Rp 230.318.300.000 (tidak diaudit).                       e
                                                                                                                 m
     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh kendaraan bermotor telah diasuransikan
     kepada pihak ketiga dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 226.858.291.388 dan Rp 196.895.565.431.
     Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas
     aset dipertanggungkan.

     Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2025 dan
     31 Desember 2024.


14. Aset Hak Guna


                                                                       2025
                                 01 Januari 2025       Penambahan             Pengurangan        30 Juni 2025
                                       Rp                  Rp                     Rp                  Rp

      Biaya Perolehan
      Sewa Pool dan Counter       13.440.917.355        956.936.237                   -         14.397.853.592
         Jumlah                   13.440.917.355        956.936.237                   -         14.397.853.592

      Akumulasi Penyusutan
      Sewa Pool dan Counter        6.996.078.947       2.371.270.413                  -          9.367.349.360
        Jumlah                     6.996.078.947       2.371.270.413                  -          9.367.349.360

      Jumlah                       6.444.838.408                                                 5.030.504.232




                                                      -27-
Page 31
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024



                                                                    2024

                                01 Januari 2024        Penambahan          Pengurangan        31 Desember 2024
                                      Rp                   Rp                  Rp                    Rp

     Biaya Perolehan
     Sewa Pool dan Counter       10.952.019.588    3.331.257.600            (842.359.833)       13.440.917.355
        Jumlah                   10.952.019.588    3.331.257.600            (842.359.833)       13.440.917.355

     Akumulasi Penyusutan
     Sewa Pool dan Counter        4.777.109.806    3.061.328.974            (842.359.833)        6.996.078.947
       Jumlah                     4.777.109.806    3.061.328.974            (842.359.833)        6.996.078.947
     Jumlah                       6.174.909.782                                                  6.444.838.408



    Pada tanggal 30 September 2025 dan 30 September 2024 beban amortisasi masing-masing sebesar           Rp
    2.371.270.413 dan Rp 2.167.975.745 (Catatan 32).


15. Uang Muka

                                                                    30 September 2025          31 Desember 2024
                                                                            Rp                        Rp

     Uang Muka Pembelian Aset Tetap                                    37,565,659,822            38,758,631,231
     Jumlah                                                            37,565,659,822            38,758,631,231

16. Aset Lain-lain

                                                               30 September 2025            31 Desember 2024
                                                                       Rp                          Rp

        Setoran jaminan                                               902.506.107                770.505.513
        Lainnya                                                       159.225.000                159.225.000
      Jumlah                                                        1.061.731.107                929.730.513


17. Pinjaman Bank
                                                                    30 September 2025         31 Desember 2024
                                                                            Rp                       Rp
         Pinjaman bank jangka panjang
            Perusahaan - Rupiah
               PT Bank Pan Indonesia Tbk                               32.237.183.166           36.287.655.908
               PT Bank Danamon Indonesia Tbk                            5.122.407.682            2.948.997.780
               PT Bank Ina Perdana Tbk                                  3.911.568.642            4.768.574.883
               PT Bank Central Asia Tbk                                 2.140.635.622                   -

              Jumlah                                                   43.411.795.112           44.005.228.571
              Diskonto yang belum diamortisasi                         (1.339.381.380)              52.864.628
              Jumlah - bersih                                          42.072.413.732           44.058.093.199
              Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
                dalam waktu satu tahun                                 (8.660.141.703)           (8.872.999.036)
              Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
                lebih dari satu tahun                                  33.412.272.029           35.185.094.163




    Pinjaman diterima oleh Perusahaan


                                                       -28-
Page 32
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


    PT Bank Panin Tbk
    Pada tanggal 23 Mei 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi dari PT Bank Pan Indonesia
    Tbk sebagai berikut:

        •   Pinjaman Jangka Panjang – PJP 1
            Batas kredit sebesar Rp 22.500.000.000, sengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun
            2022 dan 8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 120 bulan.
            Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan kembali utang pihak berelasi.
        •   Pinjaman Jangka Panjang – PJP 2
            Batas kredit sebesar Rp 17.500.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun
            2022 dan 8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan.
            Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan kembali pembelian unit baru serta renovasi armada Bus
            White Horse.
        •   Pinjaman Jangka Panjang – PJP 3
            Batas kredit sebesar Rp 10.000.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun
            2022 dan 8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan,
            dengan grace period selama 24 bulan. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian unit bus baru.

    Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 12.049 m2 atas nama PT Andalan Selaras Abadi, pihak berelasi, di
    Kp. Poncol, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

    Pada tanggal 30 Juni 2021, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-2 dari
    PT Bank Pan Indonesia Tbk terkait kondisi pandemi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman
    sampai dengan bulan Maret 2022 dan pembayaran bunga sebesar 8,50% dengan rincian sebagai berikut:

        •   3,00% dibayar sejak bulan 1 sampai 6, sedangkan 5,00% dibayar sejak bulan 7 sampai ke 12 sejak
            akad restruktur ke-2.
        •   5,50% ditangguhkan sejak bulan ke 1 sampai 6 serta 3,50% di bulan ke 7 sampai 12 akan mulai
            diangsur di bulan ke 13 sejak akad restruktur ke-2.

    Pada tanggal 31 Mei 2022, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-3 dari Panin
    terkait kondisi pandemi Covid-19, dimana diberikan grace period selama 12 bulan sejak akad restruktur (1 Mei
    2022 sampai dengan 1 Mei 2023) dan suku bunga berlaku adalah 7% per tahun, bunga yang ditangguhkan saat
    restruktur 1 dan 2 diangsur selama 24 bulan dengan rincian sebagai berikut:

        •   70% dibayar selama 23 bulan.
        •   30% dibayar pada bulan ke 24 dengan ballon payment sejak Mei 2023 sampai April 2025 dimana telah
            dilakukan penyelesaian.

    Pinjaman dari Panin mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari
    Panin, antara lain menerima atau memberikan pinjaman selain yang berhubungan dengan usaha Perusahaan,
    menjadi penjamin atas utang pihak ketiga, dan menarik dana melebihi plafon fasilitas kredit. Perusahaan tidak
    diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan tertentu.

    Pembayaran pokok pinjaman 30 September 2025 dan 30 September 2024 masing-masing sebesar                   Rp
    4.050.472.742 dan 2.290.991.144. Sedangkan beban bunga pada 30 September 2025 adalah                      Rp
    2.561.570.030 dan Rp 3.143.371.251 pada 30 September 2024.

    PT Bank Keb Hana Indonesia

    Pada tanggal 24 Januari 2025, Perusahaan melakukan perpanjangan atas fasilitas pinjaman kredit modal kerja
    dari PT Bank Keb Hana Indonesia dengan batas kredit sebesar Rp 3.000.000.000, dengan suku bunga 8,50%
    per tahun dengan jangka waktu kredit selama 1 tahun.

    Pinjaman ini dijamin dengan 1 unit apartemen “The Haven”, Seminyak, Bali.
    Pada tanggal 30 September 2025 saldo pinjaman PT Bank KEB Hana Indonesia adalah Rp 1.117.786.328,
    sedangkan beban bunga pada 30 September 2025 dan 30 September 2024 adalah sebesar Rp 8.430.782 dan
    Rp 815.869.



    PT Bank Danamon Indonesia Tbk

    Pada tanggal 6 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit angsuran berjangka dari
                                                        -29-
Page 33
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


    PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 30.000.000.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun
    dengan suku bunga sebesar 8,5% per tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan atas pembelian unit
    bus.

    Pembayaran pokok pinjaman pada 30 September 2025 dan 30 September 2024 masing-masing sebesar  Rp
    842.190.098 dan Rp 68.581.344 sedangkan beban bunga pada 30 September 2025 dan 30 September 2024
    adalah Rp 279.829.311 dan Rp 42.263.253.


    PT Bank Ina Perdana Tbk

    Pada tanggal 28 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit investasi dari
    PT Bank Ina Perdana Tbk sebesar Rp 30.000.000.000, fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun yang mana
    digunakan untuk pembelian armada baru serta rekondisi bus dengan grace period selama 6 bulan dengan suku
    bunga sebesar 8,5% per tahun.

    Pembayaran pokok pinjaman 30 September 2025 dan 30 September 2024 masing-masing sebesar      Rp
    857.006.241 dan Rp 89.220.722 sedangkan beban bunga pada pada 30 September 2025 dan 30 September
    2024 adalah Rp 284.034.359 dan Rp 37.561.566.


    Pinjaman diperoleh Entitas Anak

    PT Bank Central Asia Tbk

    Pada tanggal 12 Maret 2025, PT Panorama Primakencana Transindo, entitas anak, memperoleh fasilitas dari
    PT Bank Central Asia Tbk sebagai berikut:

        •   Fasilitas Kredit Investasi 1 (KI 1)
            Batas kredit sebesar Rp 1.150.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit
            selama 4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian kendaraan.

        •   Fasilitas Kredit Investasi 2 (KI 2)
            Batas kredit sebesar Rp 1.560.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit
            selama 4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian karoseri kendaraan yang dibiayai melalui
            fasilitas Kredit Investasi 1.

    Pembayaran pokok pinjaman pada 30 September 2025 adalah Rp 258.561.878 sedangkan beban bunga pada
    30 September 2025 sebesar Rp 94.558.566.


18. Utang Usaha

    Merupakan hutang Grup terutama untuk biaya kendaraan dan pembelian suku cadang dan pemeliharaan
    kendaraan. Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                     30 September 2025    31 Desember 2024
                                                                             Rp                  Rp

     Pihak yang berelasi                                                    261,600,000        261,600,000
     Pihak ketiga - pemasok dalam negeri                                  1,304,799,402      1,824,988,159
     Jumlah                                                               1,566,399,402      2,086,588,159




    Analisa umur utang usaha dihitung dari tanggal faktur adalah sebagai berikut :



                                                         -30-
Page 34
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


                                                                         30 September 2025       31 Desember 2024
                                                                                 Rp                     Rp

      Belum jatuh tempo                                                      1,341,049,803          1,762,059,814
      Sudah jatuh tempo
        < 30 hari                                                               53,896,914            184,042,260
        31 - 60 hari                                                                     -              5,280,000
        > 60 hari                                                              171,452,685            135,206,085
      Jumlah                                                                 1,566,399,402          2,086,588,159


19.   Utang Pajak

                                                                        30 September 2025        31 Desember 2024           .
                                                                                Rp                      Rp

      Pajak penghasilan badan                                                  483,884,496             737,633,709
      Pajak penghasilan
        Pasal 4 (2)                                                             21,079,971              39,922,129
        Pasal 21                                                               111,938,495             157,579,662
        Pasal 23                                                                66,118,930              79,946,710
        Pasal 25                                                                         -             282,409,344
      Pajak Pertambahan Nilai                                                    6,328,959              12,015,800
      Jumlah                                                                   689,350,851           1,309,507,354


      Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak
      (self-assessment).


 20. Beban Akrual
                                                                        31 September 2025        31 Desember 2024
                                                                                Rp                      Rp

        Asuransi                                                              471,393,336             202,736,299
        Bahan Bakar                                                           303,227,302             320,359,889
        Listrik, air dan telekomunikasi                                       207,785,821              33,531,908
        Bunga                                                                 185,239,611             185,979,021
        Gaji dan tunjangan karyawan                                           136,685,981             426,739,615
        Jasa profesional                                                      121,426,978             480,135,677
        Komisi                                                                  8,064,300                       -
        Perbaikan dan pemeliharaan                                              4,689,997             177,360,902
        Lain-lain                                                             484,666,828             239,297,316
        Jumlah                                                              1,923,180,154           2,066,140,627


 21. Pendapatan Diterima Dimuka

       Merupakan uang muka atas jasa transportasi yang diterima dari pelanggan.


 22. Liabilitas Sewa

       Mutasi dari liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
                                                                         30 September 2025          31 Desember 2024
                                                                                Rp                        Rp
         Awal tahun                                                              647.074.325              1.759.908.424
         Penambahan (Pengurangan) bersih selama tahun berjalan                   (286.045.475)            (1.112.834.099)

         Utang neto                                                              361.028.850                647.074.325



         Berikut adalah pembayaran sewa minimum masa yang akan datang (future minimum lease payment)

                                                                 -31-
Page 35
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


        berdasarkan perjanjian sewa:
                                                                 30 Juni 2025            31 Desember 2024
                                                                     Rp                        Rp
       Jatuh tempo:
       2025                                                           100,160,882               417,999,425
       2026                                                           240,360,141               240,360,141
       2027                                                            33,848,780                33,848,780
       Jumlah pembayaran sewa pembiayaan minimum                      374,369,803               692,208,346
       Dikurangi bunga                                                 (13,340,953)              (45,134,021)
       Nilai sekarang pembiayaan sewa minimum                         361,028,850               647,074,325
       Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                 (267,090,035)             (386,696,447)

       Bagian jangka panjang                                           93,938,815               260,377,878



       Liabilitas sewa diakui apabila transaksi sewa memenuhi kriteria sewa pembiayaan sesuai dengan ketentuan
       PSAK No. 73.

       Beban bunga liabilitas sewa yang dibebankan pada laba rugi tahun 30 September 2025 dan 30 September 2024
       masing-masing sebesar .Rp 27.608.440 dan Rp 39.410.604. (Catatan 33).




 23.   Pinjaman Pembelian Aset Tetap




                                                        -32-
Page 36
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024

                                                                      30 September 2025        31 Desember 2024
                                                                              Rp                      Rp
       Pihak Ketiga
          PT Toyota Astra Finance                                        26.292.083.886             13.734.610.195
          PT Sunindo Kookmin Best Finance                                17.875.589.569             24.443.296.704
          PT BCA Finance                                                  6.845.473.127              7.836.653.087
          PT Astra Credit Companies                                       6.619.649.301              3.396.127.359
          PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                 1.405.785.021                        -
          PT Maybank Indonesia Finance                                       92.457.943                164.826.862
       Jumlah                                                            59.131.038.847             49.575.514.207

       Dikurangi bagian hutang yang akan jatuh
          tempo dalam waktu satu tahun
          PT Toyota Astra Finance                                        12.188.730.567              6.232.317.325
          PT Sunindo Kookmin Best Finance                                 9.661.660.112              8.888.484.642
          PT BCA Finance                                                  4.000.095.745              4.468.689.255
          PT Astra Credit Companies                                       2.293.925.229              3.152.964.503
          PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                   828.483.729                        -
          PT Maybank Indonesia Finance                                       92.457.943                 97.134.894
       Jumlah                                                            29.065.353.325             22.839.590.619

       Hutang pembelian aset tetap yang akan
         jatuh tempo dalam waktu lebih dari
         satu tahun
         PT Toyota Astra Finance                                         14.103.353.319              7.502.292.870
         PT Sunindo Kookmin Best Finance                                  8.213.929.457             15.554.812.062
         PT Astra Credit Companies                                        4.325.724.072                243.162.856
         PT BCA Finance                                                   2.845.377.382              3.367.963.832
         PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                    577.301.292                        -
         PT Maybank Indonesia Finance                                               -                   67.691.968
       Jumlah                                                            30.065.685.522             26.735.923.588
       Tingkat bunga per tahun                                          2,45% - 13,30%           2,45% - 13,30%


      Utang pembelian aset tetap berjangka waktu 3 - 4 tahun dan dijamin dengan aset tetap yang dibeli melalui hutang
      tersebut.

      Pembayaran pokok pinjaman pada 30 September 2025 dan 30 September 2024 adalah masing-masing sebesar                 1
      Rp 13.531.229.093 dan Rp 16.685.850.786. Pembayaran bunga masing-masing adalah sebesar          Rp
      3.914.426.146 dan Rp 4.069.887.515 pada 30 September 2025 dan 30 September 2024.


24. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

    Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan
    berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan
    atau likuidasi yang dipaksakan.Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto.

    Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset tertentu dan liabilitas keuangan Grup pada tanggal
    30 September 2025 dan 31 Desember 2024:




                                                          -33-
Page 37
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024



                                                                                                     30 September 2025
                                                                                                         Pengukuran nilai wajar menggunakan
                                                                                                                                              Input signifikan yang
                                                                           Harga kuotasian dalam           Input signifikan yang dapat       tidak dapat di observasi
                                                        Nilai Tercatat      pasar aktif/ (Level 1)           di observasi (Level 2)                 (Level 3)
     Aset yang nilai wajarnya disajikan
        Aset tetap - kendaraan bermotor operasional   173,839,384,183                                -                                -           250,491,580,844

     Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
        Utang bank jangka panjang (bagian jangka
        pendek dan bagian jangka panjang)              42,072,413,732                                -             43,411,795,112                                       -

        Pinjaman pembelian aset tetap                  59,131,038,847                                -             59,131,038,847                                       -



                                                                                                     31 Desember 2024
                                                                                                         Pengukuran nilai wajar menggunakan
                                                                                                                                              Input signifikan yang
                                                                           Harga kuotasian dalam           Input signifikan yang dapat       tidak dapat di observasi
                                                        Nilai Tercatat      pasar aktif/ (Level 1)           di observasi (Level 2)                 (Level 3)
     Aset yang nilai wajarnya disajikan
        Aset tetap - kendaraan bermotor operasional   153,147,115,832                                -                                -           208,949,600,000

     Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
        Utang bank jangka panjang (bagian jangka
        pendek dan bagian jangka panjang)              44,058,093,199                                -             44,005,228,571                                       -

        Pinjaman pembelian aset tetap                  49,575,514,207                                -             49,575,514,207                                       -



    Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik
    penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia dan
    sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan yang
    dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hirarki
    Level 2. Instrumen yang termasuk dalam hirarki Level 2. Nilai wajar liabilitas Grup dalam hirarki Level 2 diestimasi
    berdasarkan analisa arus kas diskonto menggunakan suku bunga pasar.

    Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen tersebut
    termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar aset tetap diestimasi menggunakan metode pasar pembanding dengan
    faktor penyesuaian yang relevan.


 25. Modal Saham

      Susunan kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Raya Saham Registra dan
      Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
                                                                             30 September 2025 dan 31 Desember 2024
                                                                           Jumlah                        Persentase                      Jumlah Modal
                  Nama Pemegang Saham                                      Saham                         Kepemilikan                        Disetor
                                                                                                             %                                Rp

       PT Panorama Sentrawisata Tbk                                       796.517.000                       54,54%                        79.651.700.000
       PT Weha Investama                                                  211.805.686                       14,50%                        21.180.568.600
       Masyarakat (masing-masing
         kurang dari 5%)                                                  452.232.133                       30,96%                        45.223.213.300

       Jumlah                                                            1.460.554.819                       100%                     146.055.481.900




                                                                          -34-
Page 38
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


      Manajemen Permodalan

      Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio modal
      yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak diwajibkan
      untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.

      Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan
      perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearing ratio (rasio utang
      terhadap modal), yakni membagi utang neto terhadap jumlah modal. Kebijakan Grup adalah menjaga gearing
      ratio Grup pada kisaran gearing ratio perusahaan lain dalam industri sejenis di Indonesia. Utang bersih adalah
      jumlah utang (termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang di laporan posisi keuangan konsolidasian)
      dikurangi kas dan setara kas. Modal adalah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan, yang
      disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

      Ratio Utang Neto terhadap modal pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
      berikut:

                                                                 30 September 2025              31 Desember 2024
                                                                        Rp                                Rp
      Jumlah pinjaman dan utang                                       102,682,267,757                 94,280,681,731
      Dikurangi : kas                                                  15,075,340,120                 18,655,860,448
      Utang neto                                                       87,606,927,637                 75,624,821,283


      Jumlah ekuitas                                                  256,383,925,083                247,224,688,327
      Rasio utang neto terhadap modal                                          34.17%                          30.59%


  26. Tambahan Modal Disetor - Bersih

      Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan penjualan saham Perusahaan melalui
      penawaran umum perdana kepada masyarakat dan penerbitan saham sehubungan dengan konversi Waran Seri
      I dan Seri II, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali serta penambahan modal dengan
      memberikan hak memesan efek terlebih dPahulu II sebagai berikut:

      Rincian atas selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali adalah sebagai berikut:

                                                                                                     Jumlah
        Emisi saham perdana (Rp 245 per saham)                                                    31.360.000.000
        Dikurangi biaya emisi saham                                                               (2.070.852.386)
        Hasi penawaran umum perdana                                                                29.289.147.614
        Konversi Waran Seri I (Rp 300 per saham)                                                       81.054.000
        Dikurangi nilai nominal (Rp 100 per saham)                                                (12.827.000.000)
        Reklasifikasi selisih nilai transaksi dari restrukturisasi
            transaksi entitas sepengendali                                                        (1.846.153.568)
        Penawaran Umum Terbatas I tahun 2013                                                      32.120.270.250
        Biaya emisi tahun 2013                                                                    (2.136.025.804)
        Kepentingan nonpengendali pada
           entitas anak yang dilepaskan                                                              601.896.425
        Pelaksanaan konversi Warran seri II                                                          365.296.200
        Saldo pada tanggal 31 Desember 2014                                                       45.648.485.117
        Pelaksanaan konversi waran seri II                                                         1.875.000.000
        Saldo pada tanggal 31 Desember 2015                                                       47.523.485.117
        Pelaksanaan konversi waran seri II                                                                 8.175
        Saldo pada tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021                                     47.523.493.292
        Penawaran Umum Terbatas II tahun 2022                                                     14.353.588.850
        Biaya emisi tahun 2022                                                                    (3.576.229.141)
        Saldo pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024                                 58.300.853.001




                                                          -35-
Page 39
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


  27. Kepentingan Non Pengendali

      Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset neto entitas anak dengan rincian sebagai
      berikut:

                                                                                 30 September 2025


                                                                                 Selisih nilai transaksi
                                                                                 dengan kepentingan
                                              Modal saham      Saldo Laba          non pengendali            Laba (rugi)         Jumlah
                                                  Rp               Rp                      Rp                   Rp                 Rp

        PT Panorama Mitra Sarana                 310,000,000    (310,883,411)             246,434,560             (669,359)      244,881,790
        PT Day Tans (DTS)                         43,600,000      31,756,957               (5,962,006)          10,108,862        79,503,813
        PT. Daytrans Express                      15,000,000      (5,971,871)                     -             (4,075,395)        4,952,734
        PT Panorama Prima Kencana Transindo        5,000,000     (24,887,167)              19,801,393            1,616,657         1,530,883
        PT Canary Transport                        5,000,000      (8,592,201)                     -                   (600)       (3,592,801)
        PT Rhadana Prima Kencana Transindo         3,000,000     (82,908,475)              79,908,475                  -                 -
        PT Weha Jalan Jalan                          300,000             -                 (3,147,090)              22,733        (2,824,357)

        Jumlah                                   381,900,000    (401,486,168)             337,035,332            7,002,898       324,452,062


                                                                                    31 Desember 2024

                                                                                   Selisih nilai transaksi
                                                                                   dengan kepentingan          Penghasilan
                                              Modal saham       Saldo Laba           non pengendali           komprehensif          Jumlah
                                                  Rp                Rp                       Rp                   Rp                  Rp

       PT Panorama Mitra Sarana                  310.000.000     (311.557.918)              246.434.560               674.507       245.551.149
       PT Day Tans (DTS)                          43.600.000       18.010.039                (5.962.006)           13.746.918        69.394.951
       PT. Daytrans Express                       15.000.000              -                         -              (5.971.871)        9.028.129
       PT Panorama Prima Kencana Transindo         5.000.000      (25.917.712)               19.801.393             1.030.545           (85.774)
       PT Canary Transport                         5.000.000       (8.592.201)                      -                     -          (3.592.201)
       PT Rhadana Prima Kencana Transindo          3.000.000      (82.908.475)               79.908.475                   -                 -
       PT Weha Jalan Jalan                           300.000              -                  (3.147.090)                  -          (2.847.090)

       Jumlah                                    381.900.000     (410.966.267)              337.035.332             9.480.099       317.449.164



   28. Cadangan Umum

       Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No. 1/1995 yang diterbitkan di bulan Maret 1995, dan
       telah diubah dengan Undang-Undang No. 40/2007 yang diterbitkan di bulan Agustus 2007, mewajibkan
       pembentukan cadangan umum dari laba bersih sejumlah minimal 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan
       disetor penuh. Tidak ada batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut.

       Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diaktakan dalam Akta No.183 tanggal 27 Juni
       2024 dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., notaris di Jakarta. Pemegang saham setuju membentuk Cadangan
       umum atas saldo laba sebesar Rp 595.000.000 yang diambil dari saldo laba.

       Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah membentuk cadangan umum
       sebesar Rp 1.000.000.000.




                                                                    -36-
Page 40
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


   29. Penjualan Bersih

       Rincian dari pendapatan Grup, seluruhnya dalam mata uang Rupiah, adalah sebagai berikut:

       a.       Berdasarkan jenis produk

                                                                     30 September 2025       30 September 2024
                                                                             Rp                      Rp

               Jasa angkutan antar kota                                 136,094,817,047         121,222,935,235
               Jasa angkutan penumpang                                   87,549,077,242          92,090,276,179
               Lain-lain                                                  6,293,236,350           8,193,088,307
               Jumlah                                                   229,937,130,639         221,506,299,721

       b.       Berdasarkan sumber pendapatan
                                                                      30 September 2025       30 September 2024
                                                                              Rp                      Rp
                 Pihak Berelasi
                 PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN)                    6,524,263,100           4,076,100,497
                 PT Panorama JTB Tours Indonesia                             797,440,000             761,421,900
                 PT Panorama Media                                           491,256,000              87,647,500
                 Lain-lain (dibawah Rp 100.000.000)                           68,480,000             206,398,902

                 Jumlah                                                    7,881,439,100           5,131,568,799
                 Pihak ketiga                                           222,055,691,539         216,374,730,922
                 Jumlah                                                 229,937,130,639         221,506,299,721

       Harga dan syarat transaksi yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sama
       dengan yang diberikan kepada pihak ketiga.


   30. Beban Pokok Penjualan

                                                                   30 September 2025        30 September 2024
                                                                           Rp                       Rp

            Beban kendaraan                                             63,896,369,529          55,999,478,506
            Bahan bakar                                                 36,194,350,493          35,652,624,032
            Penyusutan (catatan 13)                                     25,948,827,815          22,774,877,583
            Perbaikan dan pemeliharaan                                  18,802,091,026          17,793,456,585
            Gaji dan tunjangan karyawan                                  4,103,452,684           4,581,029,763
            Asuransi                                                       762,233,221             758,024,014
            Lain-lain                                                    1,608,838,433           2,231,122,706
            Jumlah                                                     151,316,163,201         139,790,613,189


            Selama triwulan ketiga tahun 2025 dan 2024, tidak terdapat beban langsung yang merupakan pembelian dari
            pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

            Pada triwulan ketiga tahun 2025 dan 2024, tidak terdapat pembelian dari pemasok tunggal yang jumlahnya
            melebihi 10% dari jumlah pembelian pada tahun-tahun tersebut.




                                                          -37-
Page 41
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


   31. Beban Penjualan

                                                                   30 September 2025     30 September 2024
                                                                           Rp                    Rp
          Penjualan

          Gaji dan tunjangan karyawan                                   2.868.159.226         3.615.368.010
          Pemasaran dan promosi                                         1.978.722.969         2.441.711.791
          Jumlah                                                        4.846.882.195         6.057.079.801

   32.   Beban Umum dan Administrasi

                                                                 30 September 2025 30 September 2024
                                                                         Rp                Rp
          Umum dan Administrasi

          Gaji dan tunjangan karyawan                              25,849,332,334         22,232,178,206
          Penyusutan (catatan 13 dan 14)                           11,994,964,192          9,201,438,741
          Perbaikan dan pemeliharaan                                4,010,549,916          3,478,909,498
          Administrasi kantor                                       3,048,030,335          2,867,161,882
          Sewa                                                      1,882,994,552          1,188,001,773
          Pos dan telekomunikasi                                    1,448,829,014          1,114,068,458
          Pajak                                                       666,857,910            609,037,330
          Jasa profesional dan Legal                                  335,945,532            480,682,163
          Imbalan Jangka Panjang - Bersih                             384,500,000            420,382,000
          Lain-lain                                                   657,265,594            614,461,651
          Jumlah                                                   50,279,269,379         42,206,321,702


   33.   Beban Bunga

         Terdiri dari beban bunga atas:

                                                                    30 September 2025        30 September 2024
                                                                            Rp                       Rp

          Pinjaman bank jangka pendek                                        8,430,782                 815,869
          Liabilitas jangka panjang:
             Pinjaman pembelian aset tetap                              3,914,426,146            4,069,887,515
             Pinjaman bank                                              3,219,992,266            3,223,196,070
             Liabilitas hak sewa                                           27,608,440               39,410,604
          Jumlah                                                        7,170,457,634            7,333,310,058


    34. Imbalan Kerja Jangka Panjang

         Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13
         tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan
         imbalan pasca-kerja tersebut.

         Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan oleh Kantor Konsultan
         Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 12 Februari 2025.

         Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut masing-masing sebanyak 202
         karyawan pada 30 September 2025 dan 227 karyawan pada 31 Desember 2024.




                                                      -38-
Page 42
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


         Rekonsiliasi jumlah cadangan imbalan pasti pasca-kerja pada neraca konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                         30 September 2025         31 Desember 2024
                                                                                 Rp                       Rp

              Saldo awal tahun                                                2,938,008,037            2,630,219,716
              Nilai jasa kini                                                   191,995,868              295,354,661
              Biaya bunga-bersih                                                 50,104,698              173,954,593
              Keuntungan (Kerugian) aktuarial yang timbul dari
                 perubahan asumsi aktuarial                                      30,400,000              558,959,952
              Pembayaran imbalan                                               (795,933,339)            (720,480,885)
              Cadangan imbalan pasti pasca-kerja                              2,414,575,264            2,938,008,037


         Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan pasti pasca-kerja:

                                                                        30 September 2025       30 September 2024

            Tingkat diskonto                                                  7.1%                  6,6%-6,7%
            Tingkat kenaikan gaji                                             5.0%                     5.0%
            Tingkat kematian                                            Indonesia IV (2019)     Indonesia IV (2019)


   35.   Pajak Penghasilan

         Grup untuk periode berjalan tidak melakukan rekonsiliasi antara laba fiskal dengan laba akuntansi. Perhitungan
         taksiran pajak penghasilan didasarkan atas laba akuntansi yang dikenakan tarif pajak penghasilan sesuai
         dengan undang-undang yang berlaku.


   36.   Dividen Tunai

         Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang di dokumentasikan dalam akta No. 86 tanggal 30
         April 2025 dari notaris Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., para pemegang saham menyetujui untuk
         membagikan dividen sebesar Rp 6 (enam rupiah) per lembar saham atau sebesar Rp 8.763.328.914.

         Pelaksanaan pembagian Dividen Tunai atas saham PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) telah di
         distribusikan pada tanggal 4 Juni 2025 berdasarkan kepemilikan saham dan tingkat pajak yang terdapat pada
         masing-masing rekening yang tercatat pada Tanggal Pencatatan (Recording Date) 15 Mei 2025.


   37. Laba bersih per saham

         Perhitungan laba per saham berdasarkan informasi berikut:

                                                                       30 September 2025         30 September 2024
                                                                               Rp                        Rp
          Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada
            pemilik perusahaan (dalam Rp)                                 17,915,562,772            23,230,428,524

          Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
            untuk perhitungan laba neto per saham dasar                     1,460,554,819            1,460,554,819

          Laba per saham                                                                12                        16




                                                         -39-
Page 43
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


    38. Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi

        Sifat Pihak Berelasi

        a. PT Panorama Sentrawisata Tbk dan PT Weha Investama merupakan pemegang saham Perusahaan

        b. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan:
           - PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk
           - PT Panorama Evenindo
           - PT Panorama JTB Tours Indonesia
           - PT Andalan Selaras Abadi
           - PT Panorama Media

        c. Perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan pengurus atau manajemen
           Perusahan dan Grup :
           - PT Panorama Investama
           - PT The 1O1 Jakarta Airport CBC
           - PT Panorama Aplikasi Nusantara




                                                  -40-
Page 44
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


        Transaksi dengan Pihak Berelasi

        Rincian saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut :

                                                                                          Persentase terhadap jumlah
                                                                                                  Aset/Liabilitas
                                               30 September        31 Desember          30 September        31 Desember
                                                   2025                  2024              2025                     2024
                                                    Rp                    Rp                 %                       %
         Aset lancar
           Piutang usaha
            PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk    3,919,214,600          5,855,952,719              1.00                     1.55
            Grayline                            1,021,050,656           964,940,656               0.26                     0.26
            PT Panorama Media                     965,704,300           624,448,300               0.25                     0.17
            PT Panorama Evenindo                  634,012,000           586,617,000               0.16                     0.16
            PT Panorama JTB Tours Indonesia       187,758,000           218,066,600               0.05                     0.06
            Lain-lain (masing-masing
              di bawah Rp 20.000.000)                         -          11,033,750                   -                    0.00
           Jumlah                               6,727,739,556          8,261,059,025              1.71                     2.19
           Cadangan Kerugian Penurunan Nilai     (948,385,590)          (948,385,590)            (0.24)                  (0.25)

           Jumlah - Bersih                      5,779,353,966          7,312,673,435              1.47                     1.94


           Piutang dari pihak berelasi
            PT Panorama Investama              13,934,351,302      14,028,123,104                 3.54                     3.71
           Jumlah                              13,934,351,302      14,028,123,104                 3.54                     3.71
           Cadangan kerugian penurunan nilai     (655,842,110)          (655,842,110)            (0.17)                  (0.17)
           Jumlah - bersih                     13,278,509,192      13,372,280,994                 3.37                     3.54
                                                                                                  4.40
         Aset tidak lancar
           Piutang pihak berelasi
            PT Panorama Media                   1,575,000,000          1,575,000,000              0.40                     0.42
            PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk    1,081,484,000          1,081,484,000              0.27                     0.29
            PT Andalan Selaras Abadi               77,440,917            66,150,217               0.02                     0.02
            PT Panorama Aplikasi Nusantara         11,033,750                      -              0.00                        -
            Jumlah                              2,744,958,667          2,722,634,217              0.70                     0.72
                                                                                                  1.75
         Liabilitas                                                                               0.00
           Utang usaha
            PT Panorama Sentrawisata Tbk          261,600,000           261,600,000               0.19                     0.20
            Jumlah                                261,600,000           261,600,000               0.19                     0.20




                                                          -41-
Page 45
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


   39. Perjanjian Sewa

       Grup telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dengan pihak ketiga dengan pendirian bangunan
       di atas tanah sewaan tersebut untuk kemudian dialihkan kepada pemilik tanah pada akhir masa sewa (Catatan
       14) dan Grup juga telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dan bangunan dengan pihak ketiga
       dengan rincian sebagai berikut:
                            Lokasi tanah dan
        Entitas anak/
                         bangunan/ Location of                          Periode perjanjian/Period of agreement
        Subsidiaries
                           land and buildings

       WEHA              Medan *)                1 Februari 2024 - 1 Februari 2027 (February 1, 2024 - February 1, 2027)
       KT                Yogyakarta *)           1 Februari 2006 - 1 Februari 2026 (February 1, 2006 - February 1, 2026)
       DTS               Jakarta *)              8 Juni 2020 - 31 Januari 2026 (June 8, 2020 - January 31, 2026)
       DTS               Yogyakarta *)           1 Februari 2019 - 31 Januari 2029 (February 1, 2019 - January 31, 2029)
       DTS               Bandung *)
                                                 30 November 2022 - 29 November 2025 (November 30, 2022 - November 29, 2025)
       DTS               Jakarta *)              24 Maret 2020 - 24 Maret 2025 (March 24, 2020 - March 24, 2025)
       DTS               Jakarta *)              1 Agustus 2022 - 31 Juli 2025 (August 1, 2022 - July 31, 2025)
       DTS               Bandung *)              16 September 2020 - 16 September 2028 (September 16, 2020 - September 16,
                                                 2028)
       DTS               Semarang                15 Oktober 2022 - 14 Oktober 2025 (October 15, 2022 - October 14, 2025)
       DTS               Semarang *)             9 Juni 2021 - 9 Juni 2026 (June 9, 2021 - June 9, 2026)
       DTS               Jakarta                 1 Juli 2024- 30 Juni 2027 (July 1, 2024 - June 30, 2027)
       DTS               Yogyakarta *)           1 September 2021 - 31 Agustus 2028 (September 1, 2021 - August 31, 2028)
       DTS               Bandung *)              16 Oktober 2021 - 16 Oktober 2026 (October 16, 2021 - October 16, 2026)
       DTS               Jakarta                 1 Desember 2024 - 30 April 2025 (December 1, 2024- April 30, 2025)



     Nilai tercatat aset hak-guna dan liabilitas sewa masing-masing diungkapkan pada Catatan 14 dan 22.




                                                                -42-
Page 46
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


   40. Segmen Operasi

       Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
       bertanggung jawab atas lokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
       masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki tiga (3) segmen yang dilaporkan meliputi jasa angkutan
       penumpang, jasa angkutan antar kota, dan lain-lain.


                                                                                                  30 September 2025
                                                     Jasa Angkutan          Jasa Angkutan
                                                      Penumpang               Antar Kota                Lain-lain           Eliminasi           Konsolidasian
                                                           Rp                    Rp                        Rp                  Rp                   Rp

         Pendapatan Usaha                              100,826,874,130        136,094,817,047           6,293,236,350       (13,277,796,888)     229,937,130,639

         Beban pokok penjualan                          69,918,241,380         88,897,614,721           5,778,103,988       (13,277,796,888)     151,316,163,201

         Hasil segmen - laba Kotor Segmen               30,908,632,750         47,197,202,326            515,132,362                        -     78,620,967,438

         Laba Usaha                                      7,392,755,439         16,944,479,240            (842,418,815)                      -     23,494,815,864

         Keuntungan atas penjualan
            aset tetap                                    3,013,047,743          2,400,000,000                    -                         -       5,413,047,743
         Beban bunga dan keuangan lain                   (5,154,970,437)        (2,015,487,197)                   -                         -      (7,170,457,634)
         Pendapatan Bunga                                   269,074,782             16,084,937                 69,976                       -         285,229,695
         Ekuitas pada rugi bersih
            entitas asosiasi                                   (480,280)                    -                       -                       -           (480,280)
         Pendapatan (beban) lain-lain - bersih              666,725,338           276,594,902              12,256,822                       -        955,577,062
         Laba Sebelum Pajak                               6,186,152,585        17,621,671,882            (830,092,017)                      -     22,977,732,450
         Beban Pajak                                     (1,369,509,935)       (3,876,767,814)            191,110,969                       -     (5,055,166,780)

         Laba (Rugi) Bersih                              4,816,642,650         13,744,904,068            (638,981,048)                      -     17,922,565,670

         Pendapatan komprehensif lain                                 -                      -                          -                   -                   -

         Laba (rugi) komprehensif                        4,816,642,650         13,744,904,068            (638,981,048)                      -     17,922,565,670


         Aset Segmen *)                                223,018,927,999        151,607,197,395         17,116,626,892                        -    391,742,752,286



         Liabilitas Segmen *)                           71,714,727,858         37,098,705,457           2,456,061,452                       -    111,269,494,767


         Pengungkapan Tambahan

           Perolehan barang modal                       28,712,746,856         40,126,106,548                       -                   -         68,838,853,404

           Penyusutan & amortisasi                      23,488,257,343         14,373,638,807              81,895,857                   -         37,943,792,007

           Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
                   Jawa                                 96,441,885,525        136,094,817,047           6,293,236,350       (13,277,796,888)     225,552,142,034
                   Luar Jawa                             4,384,988,605                    -                       -                       -        4,384,988,605

                    Jumlah                             100,826,874,130        136,094,817,047           6,293,236,350       (13,277,796,888)     229,937,130,639


            Aset segmen
                     Jawa                              217,793,560,877        151,607,197,395         17,116,626,892                        -    386,517,385,164
                     Luar Jawa                           5,225,367,122                    -                      -                          -      5,225,367,122

                       Jumlah                          223,018,927,999        151,607,197,395         17,116,626,892                        -    391,742,752,286


        *)Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas pajak
          tangguhan.




                                                                                   -43-
Page 47
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024



                                                                                                  30 September 2024
                                                     Jasa Angkutan          Jasa Angkutan
                                                      Penumpang               Antar Kota                Lain-lain           Eliminasi           Konsolidasian
                                                           Rp                    Rp                        Rp                  Rp                   Rp

         Pendapatan Usaha                              108,446,617,817        121,222,935,235           8,193,088,307       (16,356,341,638)     221,506,299,721

         Beban pokok penjualan                          71,485,028,559         77,245,996,235           7,415,930,033       (16,356,341,638)     139,790,613,189

         Hasil segmen - laba Kotor Segmen               36,961,589,258         43,976,939,000            777,158,274                        -     81,715,686,532

         Laba Usaha                                     15,753,857,923         18,301,976,133            (603,549,027)                      -     33,452,285,029

         Keuntungan atas penjualan
            aset tetap                                      374,313,550          2,480,162,636                    -                         -       2,854,476,186
         Beban bunga dan keuangan lain                   (5,666,391,606)        (1,666,918,452)                   -                         -      (7,333,310,058)
         Pendapatan Bunga                                   646,771,002             22,973,599                 38,257                       -         669,782,858
         Ekuitas pada rugi bersih
            entitas asosiasi                                  (423,717)                     -                       -                       -           (423,717)
         Pendapatan (beban) lain-lain - bersih             664,925,980           (499,042,680)            (11,470,002)                      -        154,413,298
         Laba Sebelum Pajak                             11,773,053,132         18,639,151,236            (614,980,772)                      -     29,797,223,596
         Beban Pajak                                    (2,590,071,329)        (4,100,613,272)            135,295,770                       -     (6,555,388,831)

         Laba (Rugi) Bersih                              9,182,981,803         14,538,537,964            (479,685,002)                      -     23,241,834,765

         Pendapatan komprehensif lain                      (30,000,000)                      -                          -                   -         (30,000,000)

         Laba (rugi) komprehensif                        9,152,981,803         14,538,537,964            (479,685,002)                      -     23,211,834,765


         Aset Segmen *)                                219,581,765,401        130,045,963,770         17,165,708,792                        -    366,793,437,963



         Liabilitas Segmen *)                           73,895,873,565         28,789,246,283           1,082,408,915                       -    103,767,528,763


         Pengungkapan Tambahan

           Perolehan barang modal                       24,316,814,407         19,421,408,781                       -                   -         43,738,223,188

           Penyusutan & amortisasi                      20,512,666,030         11,380,320,602              83,329,692                   -         31,976,316,324

           Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
                   Jawa                                104,492,400,787        121,222,935,235           8,193,088,307       (16,356,341,638)     217,552,082,691
                   Luar Jawa                             3,954,217,030                    -                       -                       -        3,954,217,030

                    Jumlah                             108,446,617,817        121,222,935,235           8,193,088,307       (16,356,341,638)     221,506,299,721


            Aset segmen
                     Jawa                              218,110,021,631        130,045,963,770         17,165,708,792                        -    365,321,694,193
                     Luar Jawa                           1,471,743,770                    -                      -                          -      1,471,743,770

                       Jumlah                          219,581,765,401        130,045,963,770         17,165,708,792                        -    366,793,437,963


        *)Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas pajak
          tangguhan.




                                                                              -44-
Page 48
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024


  41. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian

      Aktivitas Investasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:


                                                                            30 September 2025   30 September 2024
                                                                                   Rp                  Rp
      Perolehan aset tetap melalui:
             Pinjaman pembelian aset tetap                                     23,086,753,733      14,764,646,942
             Uang muka pembelian aset tetap                                    12,725,784,879       1,016,242,312
             Transaksi Sewa Guna Usaha                                           956,936,237        2,953,749,139



  42. Standar Akuntansi Keuangan Baru

       Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

       Diterapkan pada tahun 2023

       Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2023, relevan bagi Grup
       namun tidak menyebabkan perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan
       konsilidasian:

        -    Amandemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
             yang Mengubah Istilah “Signifikan” menjadi “Material” dan Memberi Penjelasan mengenai Kebijakan
             Akuntansi Material.
        -    Amendemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan.
        -    Amandemen PSAK No. 25, Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi
             Estimasi Akutansi.
        -    Amandemen PSAK No. 46, Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
             timbul dari Transaksi Tunggal.

      Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

      Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat wajar untuk tahun buku yang diimulai
      pada atau setelah:

      1 Januari 2024

        -    Amandemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan
             Kovenan
        -    Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
             Pendek atau Jangka Panjang
        -    Amandemen PSAK No. 73, “Sewa” terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik

      1 Januari 2025

        -    PSAK 74 : “Kontrak Asuransi”
        -    Amendemen PSAK No. 74: “Kontrak Asuransi” terkait Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No. 71 –
             Informasi Komparatif

      Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang
      mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK
      tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.

       Mulai tanggal 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan ISAK akan diubah sebagaimana
       diumumkan oleh DSAK-IAI.
       .


                                                               **********


                                                        -45-

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.4 MB
Published31 Oct 2025
Pages48
Characters187,120
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. p.2 ×142
linked person Angreta Chandra p.11 ×2
linked person Olip Susanto p.11 ×2
linked person Andrianto Putera Tirtawisata p.11 ×2
linked person Tiodora Amran Bonardy p.11 ×2
linked person Romy Firmangustri p.11 ×2
linked person Edgar Surjadi p.11 ×3
linked person Daniel Martinus p.11 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.24 ×14
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.24 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.24 ×8
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.24 ×11
linked org Bank Ina Perdana Tbk p.24 ×11
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.24 ×2
linked org PT Bank KEB Hana Indonesia p.24 ×7
linked org Bank Capital Indonesia Tbk p.24 ×2
linked org Bank Victoria International Tbk p.24 ×2
linked org Destinasi Tirta Nusantara Tbk p.27 ×14
linked org Clipan Finance Indonesia Tbk p.36 ×8
linked org Panorama Sentrawisata Tbk p.37 ×8
linked org PT Weha Investama p.37 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
possible org Bank Rakyat Indonesia Tbk p.24 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.24 ×2
possible org Bank Panin Tbk p.32 ×2
possible person Agus Susanto p.41
unresolved org Transportasi Indonesia Tbk p.9
unresolved person Rachmat Santoso p.9
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved person Buntario Tigris Darmawa Ng p.9 ×5
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×3
unresolved person Recky Francky Limpele p.9
unresolved org Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia p.9
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org Bapepam p.9 ×2
unresolved org PT Kencana Transport p.10
unresolved org PT Panorama Primakencana p.10
unresolved org PT Rhadana Primakencana p.10
unresolved org PT Panorama Mitra Sarana p.10 ×3
unresolved org PT Day Trans p.10
unresolved org PT Day Trans Express p.10
unresolved org PT Canary Transport p.10 ×3
unresolved org PT Weha p.10 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.12
unresolved org PT Panorama Investama p.27 ×3
unresolved org PT Panorama Media p.27 ×5
unresolved org PT Andalan Selaras Abadi p.27 ×9
unresolved org PT Panorama Aplikasi Nusantara p.27 ×3
unresolved person Hendra Justin Fu p.28
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.28
unresolved org PT Panorama Primakencana Transindo p.33
unresolved org PT Toyota Astra Finance p.36 ×3
unresolved org PT Sunindo Kookmin Best Finance p.36 ×3
unresolved org PT BCA Finance p.36 ×3
unresolved org PT Astra Credit Companies p.36 ×3
unresolved org PT Raya Saham Registra p.37
unresolved org PT Day Tans p.39 ×2
unresolved org PT. Daytrans Express p.39 ×2
unresolved org PT Panorama Prima Kencana Transindo p.39 ×2
unresolved org PT Rhadana Prima Kencana Transindo p.39 ×2
unresolved org PT Panorama JTB Tours Indonesia p.40 ×3
unresolved org PT Panorama Evenindo p.43 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-III-WEHA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result