Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
PT.WEHATransport
asi
Indonesi
a,Tbk.
danEnti
tasAnak/
andIt
sSubsidi
aries
LaporanKeuanganKonsol
idasian(Unaudi
ted)
UntukPer i
ode-
Peri
odeYangBer akhi
r
30Sept ember2025dan31Desember2024
Sert
aunt ukperi
odeyangberakhir30Sept
ember2025&2024
Page 2
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Keuangan Konsolidasian (Unaudited) - Untuk Periode-periode yang berakhir
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk periode-periode yang berakhir
30 September 2025 dan 2024
Neraca Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-45
Page 3
Page 4
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024
30 September 2025 31 Desember 2024
Catatan Rp Rp
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 15,075,340,120 18,555,860,448
Piutang usaha - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 2.943.260.077
pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
Pihak berelasi 5 5,779,353,966 7,312,673,435
Pihak ketiga 5 7,743,060,834 6,979,937,104
Piutang lain-lain 6 979,984,320 470,194,306
Persediaan 7 3,531,146,490 4,168,180,720
Pajak dibayar dimuka 8 689,337,633 -
Uang muka 9 342,508,936 420,067,913
Biaya dibayar dimuka 10 3,012,780,974 2,275,745,313
Piutang dari pihak berelasi-Setelah dikurangi cadangan kerugian 11
penurunan nilai sebesar Rp 655.842.110 pada tanggal 30 September 2025
dan 31 Desember 2024 13,278,509,192 13,372,280,994
Jumlah Aset Lancar 50,432,022,465 53,554,940,233
ASET TIDAK LANCAR 16,023,467,859
Piutang pihak berelasi non-usaha 11 2,744,958,667 2,722,634,217
Investasi saham 12 41,483,739,095 41,484,219,375
Biaya dibayar dimuka jangka panjang 10 - 77,278,430
Aset pajak tangguhan 3 1,228,241,808 1,037,130,840
Aset Tetap - setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan 13 253,834,474,531 232,774,969,127
sebesar Rp 225.484.957.846 pada tanggal 30 September 2025
dan Rp 212.421.305.531 pada tanggal 31 Desember 2024
Aset Hak Guna-setelah dikurangi amortisasi sebesar 14 5,030,504,232 6,444,838,408
Rp 9.367.349.360 dan Rp 6.996.078.947 pada tanggal
30 September 2025 dan 31 Desember 2024
Uang muka 15 37,565,659,822 38,758,631,231
Deposito yang dibatasi penggunaannya 279,000,000 100,000,000
Aset lain-lain 16 1,061,731,107 929,730,513
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 343,228,309,262 324,329,432,141
JUMLAH ASET 393,660,331,727 377,884,372,374
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-1-
Page 5
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 17 1,117,786,328 -
Utang usaha
Pihak berelasi 18 261,600,000 261,600,000
Pihak ketiga 18 1,304,799,402 1,824,988,159
Utang pajak 19 689,350,851 1,309,507,354
Beban akrual 20 1,923,180,154 2,066,140,627
Pendapatan diterima dimuka 21 2,683,072,190 5,127,555,773
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Pinjaman bank 17 8,660,141,703 8,872,999,036
Pinjaman pembelian aset tetap 23 29,065,353,325 22,839,590,619
Liabilitas sewa 22 267,090,035 386,696,447
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 45,972,373,988 42,689,078,015
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman bank 17 33,412,272,029 35,185,094,163
Pinjaman pembelian aset tetap 23 30,065,685,522 26,735,923,588
Liabilitas sewa 22 93,938,815 260,377,878
Liabilitas pajak tangguhan 35 25,317,561,026 22,851,202,366
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 34 2,414,575,264 2,938,008,037
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 91,304,032,656 87,970,606,032
JUMLAH LIABILITAS 137,276,406,644 130,659,684,047
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan
Modal saham-nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar- 1.700.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor-1.460.554.819 pada
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 25 146,055,481,900 146,055,481,900
Tambahan modal disetor - neto 26 58,300,853,001 58,300,853,001
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
non-pengendali 4,885,877,402 4,885,877,402
Cadangan umum 28 1,000,000,000 1,000,000,000
Saldo laba 45,817,260,718 36,665,026,860
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik Perusahaan 256,059,473,021 246,907,239,163
Kepentingan Nonpengendali 27 324,452,062 317,449,164
JUMLAH EKUITAS 256,383,925,083 247,224,688,327
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 393,660,331,727 377,884,372,374
Lihat catatan atas laporann keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-2-
Page 6
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan 2024
Sembilan Bulan
Catatan 2025 2024
Rp Rp
PENJUALAN BERSIH 29 229,937,130,639 221,506,299,721
BEBAN POKOK PENDAPATAN 30 (151,316,163,201) (139,790,613,189)
LABA BRUTO 78,620,967,438 81,715,686,532
34% 37%
BEBAN USAHA
Beban penjualan 31 (4,846,882,195) 2% (6,057,079,801)
Beban umum dan administrasi 32 (50,279,269,379) 22% (42,206,321,702)
Jumlah Beban Usaha (55,126,151,574) 24% (48,263,401,503)
LABA USAHA 23,494,815,864 33,452,285,029
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan atas penjualan aset tetap dan aset tidak digunakan 13 5,413,047,743 2,854,476,186
Pendapatan bunga 285,229,695 669,782,858
Ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi 12 (480,280) (423,717)
Beban bunga 33 (7,170,457,634) (7,333,310,058)
Lainnya - bersih 955,577,062 154,413,298
Beban lain-lain-bersih (517,083,414) (3,655,061,433)
LABA SEBELUM PAJAK 22,977,732,450 29,797,223,596
BEBAN PAJAK 5,055,166,780 6,555,388,831
LABA BERSIH 17,922,565,670 23,241,834,765
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN - (30,000,000)
LABA KOMPREHENSIF 17,922,565,670 23,211,834,765
Laba Bersih Yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 17,915,562,772 23,230,428,524
Kepentingan nonpengendali 27 7,002,898 11,406,241
Jumlah 17,922,565,670 23,241,834,765
Laba Komprehensif Bersih Yang
Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik entitas induk 17,915,562,772 23,200,428,524
Kepentingan nonpengendali 27 7,002,898 11,406,241
Jumlah 17,922,565,670 23,211,834,765
LABA BERSIH PER SAHAM 37 12 16
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-3-
Page 7
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2025 dan 2024
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Selisih Nilai
Transaksi dengan
Tambahan Saldo Laba Kepentingan Kepentingan
Catatan Modal saham Modal Disetor - Bersih Dicadangkan Belum Dicadangkan Nonpengendali Total Nonpengendali Total Ekuitas
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo pada tanggal 1 Januari 2024 146,055,481,900 58,300,853,001 405,000,000 18,200,743,991 4,873,155,023 227,835,233,915 305,391,444 228,140,625,359
Penambahan Modal Saham - - - - - 15,000,000 15,000,000
Cadangan Umum 28 - - 595,000,000 (595,000,000) - - - -
Laba (Rugi) komprehensif
Laba Tahun Berjalan - - 23,230,428,524 - 23,230,428,524 11,406,241 23,241,834,765
Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya (30,000,000) (30,000,000) - (30,000,000)
Jumlah Laba Komprehensif - - - 23,200,428,524 - 23,200,428,524 11,406,241 23,211,834,765
Dividen - - - (8,763,328,914) (8,763,328,914) (8,763,328,914)
Saldo pada tanggal 30 September 2024 146,055,481,900 58,300,853,001 1,000,000,000 32,042,843,601 4,873,155,023 242,272,333,525 331,797,685 242,604,131,210
Saldo pada tanggal 1 Januari 2025 146,055,481,900 58,300,853,001 1,000,000,000 36,665,026,860 4,885,877,402 246,907,239,163 317,449,164 247,224,688,327
Laba (Rugi) komprehensif
Laba Tahun Berjalan - - - 17,915,562,772 - 17,915,562,772 7,002,898 17,922,565,670
Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya - - - - - - - -
Jumlah Laba Komprehensif - - - 17,915,562,772 - 17,915,562,772 7,002,898 17,922,565,670
Dividen Tunai 36 - - - (8,763,328,914) - (8,763,328,914) - (8,763,328,914)
Saldo pada tanggal 30 September 2025 146,055,481,900 58,300,853,001 1,000,000,000 45,817,260,718 4,885,877,402 256,059,473,021 324,452,062 256,383,925,083
- - - - - -
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
- 4-
Page 8
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan 2024
Sembilan Bulan
2025 2024
(Rp) (Rp)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan tunai dari pelanggan 228,918,684,905 218,263,802,996
Pembayaran tunai kepada pemasok dan lainnya (143,919,501,976) (134,765,489,066)
Pembayaran kepada karyawan (33,096,232,396) (30,536,625,942)
Kas bersih dihasilkan dari operasi 51,902,950,533 52,961,687,988
Pembayaran bunga (7,171,197,044) (6,915,674,796)
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 44,731,753,489 46,046,013,192
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 285,229,695 669,782,858
Penerimaan piutang pihak berelasi non-usaha 71,447,352 43,506,411,750
Investasi di entitas asosiasi - (40,500,000,000)
Pembayaran uang muka (11,532,813,470) (17,762,406,675)
Perolehan aset tetap (32,945,528,889) (27,957,333,934)
Penjualan aset tetap dan aset tetap tidak digunakan 18,529,487,395 4,705,966,635
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (25,592,177,917) (37,337,579,366)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
non-pengendali - 15,000,000
Penerimaan pinjaman bank jangka pendek 1,117,786,328 -
Penerimaan pinjaman bank jangka panjang 5,414,797,500 8,355,074,169
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang (6,008,230,959) (2,448,793,210)
Pembayaran Dividen (8,763,328,914) (8,763,328,914)
Kenaikan deposito yang dibatasi penggunaannya (179,000,000) (100,566,667)
Pembayaran pinjaman pembelian aset tetap (13,531,229,093) (16,685,850,786)
Pembayaran liabilitas sewa (670,890,762) (2,215,015,513)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (22,620,095,900) (21,843,480,921)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (3,480,520,328) (13,135,047,095)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 18,555,860,448 31,218,235,612
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 15,075,340,120 18,083,188,517
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-5-
Page 9
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 11
September 2001 dari Rachmat Santoso, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-14822
HT.01.01.TH.2001 tanggal 3 Desember 2001 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
73 tanggal 10 September 2002, Tambahan No. 10454.
Perusahaan telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan dan Peraturan Bursa Efek Indonesia. Perubahan ini didokumentasikan dalam Akta
No. 62 tanggal 8 Juli 2015, dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta dan telah
dicatatkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan
Pemberitahuan No. AHU-0939519.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 23 Juli 2015.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 87
tanggal 30 April 2025 dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta. Perubahan
tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0109333.AH.01.11 Tahun 2025 tanggal 20 Mei 2025 dan berdasarkan Akta No. 44
tanggal 22 September 2021 dari Recky Francky Limpele, S.H., notaris di Jakarta, tentang perubahan pasal
3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha untuk disesuaikan dengan
redaksional Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 dan penyesuaian terhadap ketentuan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Rencana dan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Perubahan tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
AHU-0052303.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 24 September 2021.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi
bidang angkutan bus pariwisata. Saat ini Grup bergerak dalam usaha jasa angkutan penumpang, angkutan
kota dan sewa kendaraan.
Perusahaan memperoleh izin usaha angkutan wisata dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta
berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Angkutan Kendaraan Pariwisata No. 3415/-1.811.32 tanggal 14
November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No.
128/BUA/I/2004 tanggal 21 Agustus 2004. Perusahaan juga memperoleh izin usaha angkutan sewa dari
Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Pengusahaan Angkutan
Sewa No. 3453/-1.811.32 tanggal 19 November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta No. 3453/IU/WST/Dishub/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. Perusahaan juga
memperoleh izin usaha penyelenggaraan angkutan pariwisata dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 91203018727910004
tanggal 5 Desember 2022 yang berlaku sampai dengan tanggal 5 Desember 2027.
Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut Grup) tergabung dalam kelompok usaha Panorama
Leisure. Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun 2001. Perusahaan berkantor pusat
di Jalan Tanjung Selor No 17, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, sedangkan kantor operasional Perusahaan
di Jl. Husein Sastranegara No. 111, Rawa Bokor - Tangerang.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada 22 Mei 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dengan surat No. S.2406/BL/2007 untuk melakukan penawaran
umum kepada masyarakat atas 128.000.000 saham Perusahaan seharga Rp 245 per saham dengan
25.600.000 waran pada harga pelaksanaan sebesar Rp 300 per saham yang dapat dikonversi sampai
dengan 30 Mei 2012. Pemegang waran dapat menggunakan hak untuk membeli satu saham dalam periode
5 (lima) tahun sampai dengan 30 Mei 2012. Jika konversi waran tidak dilaksanakan oleh pemegang waran,
maka waran menjadi kadaluwarsa dan tidak mempunyai nilai. Pada tanggal 31 Mei 2007, seluruh saham
telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
-6-
Page 10
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Pada tanggal 27 Juni 2013, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
No.S-196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
kepada Pemegang Saham sebanyak 428.270.270 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada
harga penawaran Rp 175 per saham melekat sebanyak 128.481.081 Waran seri II dimana sebanyak
98.610.327 waran tidak dikonversi menjadi saham dan telah berakhir pada bulan Juli 2016.
Pada tanggal 28 Juli 2022, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dengan
surat No. S-143/D.04/2022 untuk Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) kepada pemegang saham
sebanyak 574.143.554 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada harga penawaran Rp
125 per saham.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh saham Perusahaan atau masing-masing
sejumlah 1.460.554.819 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.
c. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk
persentase kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:
Tahun Jumlah Aset
Operasi Persentase Pemilikan (Sebelum Eliminasi)
Anak Perusahaan Domisili Jenis Usaha Komersial 2025 2024 September 2025 Desember 2024
Rp Rp
PT Kencana Transport (KT) Yogyakarta Jasa transportasi 2002 100.000 100.000 10,793,735,983 9,890,516,140
PT Panorama Primakencana Bali Jasa transportasi 1996 99.889 99.889 5,368,539,345 1,594,893,315
Transindo (PPT)
PT Rhadana Primakencana Bali Jasa transportasi 2005 98.900 98.900 - -
Transindo (RPT)
dimiliki PPT dengan
kepemilikan 99%
PT Panorama Mitra Sarana (PMS) Jakarta Jasa transportasi 2007 98.000 98.000 12,265,889,501 12,280,132,448
PT Day Trans (DTS) Jakarta Jasa transportasi 2008 99.926 99.926 150,122,197,395 135,391,302,629
PT Day Trans Express Jakarta Jasa pengiriman 2024 98.927 98.927 610,460,789 1,063,843,227
PT Canary Transport (CT) Jakarta Jasa transportasi 2012 99.800 99.800 - 300,000
PT Weha Jalan Jalan Jakarta Jasa perjalanan wisata 2018 99.996 99.996 5,947,252,996 5,915,220,939
Kepentingan nonpengendali di entitas anak dianggap tidak material, sehingga Grup tidak menyajikan
mengenai pengungkapan yang disyaratkan untuk kepentingan nonpengendali yang material dalam laporan
keuangan konsolidasian sesuai PSAK No. 67, “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain”.
d. Karyawan, Komisaris dan Direktur
-7-
Page 11
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Pada tanggal 30 September 2025, berdasarkan Akta No. 87 tanggal 30 April 2025 dari Buntario Tigris
Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Angreta Chandra
Komisaris Independen : Olip Susanto
Direksi
Direktur Utama : Andrianto Putera Tirtawisata
Direktur : Tiodora Amran Bonardy
: Romy Firmangustri
: Edgar Surjadi
Pada tanggal 31 Desember 2024, berdasarkan Akta No. 62 tanggal 26 Agustus 2021 dari Racky Francky
Limpele , S.H., notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Angreta Chandra
Komisaris Independen : Daniel Martinus
Direksi
Direktur Utama : Andrianto Putera Tirtawisata
Direktur : Tiodora Amran Bonardy
: Romy Firmangustri
: Edgar Surjadi
Sebagai perusahaan publik, Perusahaan telah memiliki Komisaris Independen dan Komite Audit yang
diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Komite Audit Perusahaan terdiri dari 3 orang anggota, dimana
Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit.
Pada tanggal 30 September 2025, susunan komite audit adalah sebagai berikut:
Ketua : Olip Susanto
Anggota : Darmawan Nataatmadja
: Tommy Tan
Pada tanggal 31 Desember 2024, susunan komite audit adalah sebagai berikut:
Ketua : Daniel Martinus
Anggota : Darmawan Nataatmadja
: Tommy Tan
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Corporate Secretary Perusahaan adalah Edgar
Surjadi. Perusahaan telah membentuk unit internal audit sejak tanggal 29 Desember 2009. Kepala internal audit
pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah Yuly.
Personal manajemen kunci grup terdiri dari Komisaris dan Direksi.
Jumlah karyawan Perusahaan (tidak diaudit) pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
masing adalah 378 karyawan dan 382 karyawan. Jumlah karyawan Grup (tidak diaudit) pada tanggal 30
September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah 1018 karyawan dan 980 karyawan.
2 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7
tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
-8-
Page 12
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun
tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus
kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
berakhir 30 September 2025 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata
uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
• kekuasaan atas investee
• eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
• kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban
entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan
tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan
transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan
kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas
pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset bersih entitas anak
yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di ekuitas.
c. Penjabaran Mata Uang Asing
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan mata uang
dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan
konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian
Perusahaan.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal
transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran
pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia,
yang digunakan oleh Grup adalah Rp 16.680 dan Rp 15.416 per US$ 1.
-9-
Page 13
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
d. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar dan
tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
1. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal.
2. untuk diperdagangkan.
3. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
1. akan dilunasi dalam siklus operasi normal.
2. untuk diperdagangkan.
3. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
4. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
f. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid
yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak
tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.
g. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran dan penurunan nilai atas instrumen keuangan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori
aset keuangan pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dan liabiltas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Oleh
karena itu, kebijakan akuntansi terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi yang tidak diungkapkan.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga setelah
pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
• Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
• Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan Grup terdiri dari aset keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain.
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
-10-
Page 14
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan
dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mengklasifikasikan kas dan setara
kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi dan aset lain-lain (setoran jaminan) dalam
kategori ini.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan
arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat aset keuangan tersebut dihentikan
pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke saldo laba.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual
serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen
keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi
dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah dikurangkan
dengan biaya penerbitan langsung.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau
melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan
awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku
bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mengklasifikasikan pinjaman bank jangka
pendek dan panjang, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, pinjaman pembelian aset tetap dan utang pihak
berelasi dalam kategori ini.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
-11-
Page 15
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Aset keuangan dan Liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara
individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang
jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai
penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau
tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik
risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan
nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk
dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang diberikan
dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih
antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa
depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut (yang
merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut langsung
dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun penyisihan dan jumlah kerugian yang
terjadi diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa
yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya
perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
(1) Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
menanggung Liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang
diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu
kesepakatan; atau
c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah
mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara
substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
(2) Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika Liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau
telah kadaluarsa.
h. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
akan terjadi:
• di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
• jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan
-12-
Page 16
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
• Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
• Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
• Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian,
maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai kembali
pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost
and net realizable value). Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.
j. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian menggunakan
metode ekuitas.
Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi keuangan
konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian Grup atas laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi adalah sama
dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuannya atas rugi
lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki kewajiban konstruktif atau hukum atau
melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui atas
investasi Grup pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
k. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
lurus.
l. Aset Tetap
Pemilikan Langsung
Aset tetap pemilikan langsung, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk
biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai,
jika ada.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak
boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan
ke laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan
peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja
normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap
sebagai berikut:
-13-
Page 17
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Tahun
Bangunan dan prasarana 15 - 20
Peralatan dan perlengkapan 2-8
Kendaraan bermotor operasional (armada) 2-8
Kendaraan bermotor non-operasional (dinas) 4–8
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut
diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual
atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan
nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap
ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset
tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun terjadinya
penghentian pengakuan.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian
apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
Aset dalam Pembangunan
Aset dalam pembangunan merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi yang dinyatakan pada biaya perolehan
dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang bersangkutan dan
akan disusutkan pada saat konstruksi selesai dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai dengan tujuannya.
Aset Tetap dalam Rangka Bangun, Kelola, dan Alih (Build, Operate, and Transfer atau BOT)
Aset tetap dalam rangka bangun, kelola, dan alih dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset, jika ada. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus selama periode perjanjian BOT, yaitu 20 tahun.
m. Sewa
Grup menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang
sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau
yang telah berubah.
Sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup
harus menilai apakah:
• Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
identifikasian; dan
• Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup
memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset
digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa
aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang mengandung
sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
-14-
Page 18
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran
sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal
yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat
ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku
bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
• Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
• Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur
dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
• Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
• Harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
• Penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada
laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset hak-
guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup menyusutkan
aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna
atau akhir masa sewa.
Sewa jangka-pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban
dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Sebagai pesewa
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi atau
sewa pembiayaan.
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa
mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar.
Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak
maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa indikator
seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.
n. Biaya ditangguhkan
Biaya yang dibayarkan atas perolehan lisensi untuk mengoperasikan jaringan waralaba sewa kendaraan
ditangguhkan dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama periode perjanjian.
o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan nilai aset perlu dilakukan, maka grup membuat estimasi
jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar dari pada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi
-15-
Page 19
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau
mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat
aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada
rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemulihan
tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset
yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
p. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup menerapkan PSAK 72 yang mensyaratkan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai
berikut:
1. Identifikasi kontrak pelanggan
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka grup membuat
estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya
barang dan jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan jasa yang akan
dibayarkan selama periode kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau jasa
tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika
jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Pendapatan sewa diakui sejalan dengan berlalunya waktu atau selama periode sewa atau penggunaan aset
yang bersangkutan.
Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
menggunakan metode suku bunga efektif.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
q. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi
keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba
rugi.
Liabilitas Imbalan kerja jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa
pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun yang
dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung
diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya
dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti
-16-
Page 20
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 2 Februari 2021, pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor
35 tahun 2021 (PP35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No.11/2020
mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun
2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022, yang merupakan
pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya perppu ini, UU No. 11/2020
tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
PP35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja,
yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus diberikan kepada karyawan.
r. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Aset pajak tangguhan
diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan
besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset
dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku atau
secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak
tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
sama.
s. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
t. Segmen Operasi
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala
dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan
penilaian kinerja Grup.
u. Provisi
Provisi diakui jika Grup mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa
lalu, yang memungkinkan Grup harus menyelesaikan kewajiban tersebut dan estimasi yang andal mengenai
jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian
terkait kewajiban tersebut.
3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan, dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan
konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas
-17-
Page 21
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan
faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta
pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup
yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
a. Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana
masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling menentukan harga jual barang dan
jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan
harga barang dan jasa entitas dan merupakan mata uang yang mana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.
b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 71. Aset
keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti yang
diungkapkan dalam Catatan 2.
c. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan Grup menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian tersebut, Grup
mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam
melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan
dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk
informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking), yang
wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur cadangan
kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi
yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk,
dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan
kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas
informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang Grup tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
-18-
Page 22
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 Septem ber 2025 31 Des em ber 2024
Rp. Rp.
Pinjam an yang diberikan dan piutang
Kas dan s etara kas 15,075,340,120 18,555,860,448
Piutang us aha 13,522,414,800 14,292,610,539
Piutang lain-lain 979,984,320 470,194,306
Piutang pihak berelas i non-us aha 16,023,467,859 16,094,915,211
Dana yang dibatas i penggunaannya 279,000,000 100,000,000
As et lain-lain (s etoran jam inan) 902,506,107 770,505,513
Jum lah 46,782,713,206 50,284,086,017
d. Aset keuangan yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif.
Grup mengukur seluruh aset keuangan berupa investasi dalam instrumen ekuitas pada nilai wajarnya. Akan
tetapi, pada keadaan terbatas, biaya perolehan dapat merupakan estimasi nilai wajar yang tepat. Hal
tersebut dapat terjadi jika informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajar, atau terdapat
rentang kemungkinan yang cukup besar atas nilai wajar, dimana biaya perolehan yang merupakan estimasi
terbaik nilai wajar dalam rentang tersebut.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen Grup memutuskan untuk mengukur
investasi aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang diungkapkan dalam
Catatan 12 pada biaya perolehan, karena informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajarnya
dan dampaknya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
e. Komitmen Sewa
Komitmen Sewa - Grup Sebagai Penyewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan serta perjanjian sewa tanah. Grup
menentukan bahwa sewa tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan
liabilitas sewa. Grup juga menentukan sejumlah sewa, termasuk sewa jangka pendek dan menerapkan
ketentuan PSAK No. 73. Sewa, mengenai pengecualian sewa jangka pendek.
Komitmen Sewa - Grup Sebagai Pesewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa
operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset
tersebut.
f. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah
transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena
interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang
sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini
dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada
parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai
perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup.
Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan
-19-
Page 23
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran
nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar,
suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan
metode penilaian yang berbeda.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 24.
b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi sepanjang masa aset tersebut tersedia untuk
digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama,
evaluasi teknis internal, dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah
secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena
pemakaian, using secara teknis atau komersial, serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap
penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara
signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh
faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan
menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 diungkapkan pada Catatan
13.
c. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan
nilai wajar aset memerlukan estimasi arus kas yang diharapkan pemakai berkelanjutan dan pelepasan akhir
aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin
berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat aset non keuangan tersebut pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut :
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Aset tetap 253,834,474,531 232,774,969,127
Jumlah 253,834,474,531 232,774,969,127
d. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas dan imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 34 dan
mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi
Grup diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena itu, secara umum berdampak pada beban
yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa
asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil
aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah
liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-
masing sebesar Rp 2.414.575.264 dan Rp 2.938.008.037.
e. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena pajak akan
memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan
untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya
dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.
4. Kas dan setara kas
-20-
Page 24
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Kas-Rupiah 143,575,639 106,420,831
Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 8,559,038,841 6,435,846,618
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,269,157,980 85,575,432
PT Bank Pan Indonesia Tbk 940,637,432 1,242,239,193
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 580,120,380 175,149,303
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 307,405,184 2,022,500
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 142,369,991 76,269,050
PT Bank Ina Perdana Tbk 106,012,361 235,919,093
PT Bank CIMB Niaga Tbk 14,135,059 37,193,424
PT Bank KEB Hana Indonesia - 9,507,751
Jumlah Bank - Rupiah 11,918,877,228 8,299,722,364
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk 6,627,527 6,457,527
Jumlah Bank - Dolar Amerika Serikat 6,627,527 6,457,527
Jumlah Bank 11,925,504,755 8,306,179,891
Deposito berjangka - Rupiah
PT Bank Capital Indonesia Tbk 3,000,000,000 7,500,000,000
PT Bank Victoria International Tbk 6,259,726 2,643,259,726
Jumlah Deposito Berjangka 3,006,259,726 10,143,259,726
Jumlah 15,075,340,120 18,555,860,448
Suku bunga per tahun deposito berjangka rupiah 5,75% - 8,00% 5,75% - 8,00%
5. Piutang Usaha
-21-
Page 25
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
a. Berdasarkan Pelanggan
Pihak yang berelasi (Catatan 38) 6,727,739,556 8,261,059,025
Cadangan kerugian penurunan nilai (948,385,590) (948,385,590)
Pihak berelasi - bersih 5,779,353,966 7,312,673,435
Pihak ketiga - Pelanggan dalam negeri 9,737,935,321 8,974,811,591
Cadangan kerugian penurunan nilai (1,994,874,487) (1,994,874,487)
Jumlah - Bersih 7,743,060,834 6,979,937,104
Jumlah 13,522,414,800 14,292,610,539
b. Berdasarkan Umur
Pihak yang berelasi (Catatan 38)
Belum jatuh tempo 494,784,600 1,563,726,740
Jatuh tempo
penurunan nilai
1 - 30 hari 1,332,810,500 245,660,260
31 - 60 hari 574,121,000 589,052,000
61 - 90 hari 654,193,700 722,319,000
91 - 120 hari 633,715,800 798,923,276
Lebih dari 120 hari 3,038,113,956 4,341,377,749
Jumlah 6,727,739,556 8,261,059,025
Cadangan kerugian penurunan nilai (948,385,590) (948,385,590)
Pihak berelasi - bersih 5,779,353,966 7,312,673,435
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 2,497,244,621 2,572,869,453
Jatuh tempo
1 - 30 hari 2,792,987,362 2,578,328,000
31 - 60 hari 1,792,412,300 1,403,497,990
61 - 90 hari 509,184,210 344,461,000
91 - 120 hari 437,596,163 206,535,000
Lebih dari 120 hari 1,708,510,665 1,869,120,148
Jumlah 9,737,935,321 8,974,811,591
Cadangan kerugian penurunan nilai (1,994,874,487) (1,994,874,487)
Pihak ketiga - bersih 7,743,060,834 6,979,937,104
Jumlah 13,522,414,800 14,292,610,539
Perubahan cadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Saldo awal tahun 2,943,260,077 2,780,105,304
Penambahan - 163,154,773
Saldo akhir tahun 2,943,260,077 2,943,260,077
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 30
September 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai
atas piutang usaha pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 dari pihak ketiga memadai untuk
menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak
ketiga.
6. Piutang Lain-lain
-22-
Page 26
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Pihak ketiga
Piutang dari karyawan 330.407.953 270.317.939
Lain-lain 649.576.367 199.876.367
Jumlah - neto 979.984.320 470.194.306
Piutang dari karyawan merupakan piutang tanpa bunga dan dibayar melalui pengurangan gaji bulanan.
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang tersebut pada tanggal
30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai
atas piutang memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang tersebut.
7. Persediaan
Persediaan merupakan persediaan suku cadang kendaraan.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
tidak melampaui nilai realisasi bersihnya
8. Pajak Dibayar Dimuka
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Pajak Penghasilan
PPh pasal 23 689.337.633 -
Jumlah - neto 689.337.633 -
9. Uang Muka
Akun ini merupakan pembayaran uang muka yang terdiri dari :
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Perbaikan dan pemeliharaan 317,561,936 325,981,936
Lain-lain 24,947,000 94,085,977
Jumlah 342,508,936 420,067,913
10. Biaya Dibayar Dimuka
-23-
Page 27
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Sewa 693,109,170 570,751,010
Asuransi 681,731,916 582,495,445
Perizinan 558,704,323 424,752,496
Lain-lain 1,079,235,565 775,024,792
Jumlah 3,012,780,974 2,353,023,743
Dikurangi biaya dibayar dimuka
jangka pendek 3,012,780,974 2,275,745,313
Biaya dibayar dimuka jangka panjang - 77,278,430
Biaya dibayar dimuka - perizinan merupakan biaya perolehan izin-izin yang terkait dengan operasi armada di
Jakarta, Yogyakarta, Medan, dan Bali yang dibayarkan dimuka untuk periode manfaat ke depan.
11. Piutang Pihak Berelasi
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Aset Lancar - Rupiah
PT Panorama Investama 13,934,351,302 14,028,123,104
Jumlah 13,934,351,302 14,028,123,104
Cadangan kerugian penurunan nilai 655,842,110 655,842,110
Jumlah - Bersih 13,278,509,192 13,372,280,994
Aset Tidak Lancar - Rupiah
PT Panorama Media 1,575,000,000 1,575,000,000
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk 1,081,484,000 1,081,484,000
PT Andalan Selaras Abadi 77,440,917 66,150,217
PT Panorama Aplikasi Nusantara 11,033,750 -
Jumlah 2,744,958,667 2,722,634,217
Piutang dan utang pihak berelasi non usaha terutama timbul dari beban-beban pihak berelasi yang dibayarkan
terlebih dahulu oleh Grup dan/atau sebaliknya. Akun ini tidak dikenakan beban bunga dan tanpa jadwal
pengembalian yang pasti.
Manajemen melakukan transaksi tersebut antara lain untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan agar
mendapatkan manfaat dari ketersediaan produk vendor tersebut dan sebagai bagian dari rencana strategis
Perusahaan untuk menjadikan Perusahaan sebagai grup yang terintegrasi.
12. Investasi Saham
-24-
Page 28
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2025 31 Desember 2024
PT Andalan Selaras Abadi 41,483,739,095 41,484,219,375
Jumlah 41,483,739,095 41,484,219,375
Investasi pada Entitas Asosiasi – Metode Ekuitas
PT Andalan Selaras Abadi
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 51 tanggal 27 Maret 2024 dari Notaris
Hendra Justin Fu, S.H., M.Kn. Perusahaan memperoleh saham sebanyak 27.000 lembar saham atau sebesar
Rp 40.500.000.000 melalui penerbitan seluruh saham baru PT Andalan Selaras Abadi sehingga kepemilikan
Perusahaan di PT Andalan Selaras Abadi berubah dari 1,94% menjadi 35,89%. Perubahan tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0078881
tanggal 1 April 2024.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 30 September 2024 bagian atas rugi bersih entitas asosiasi yang diakui
oleh Perusahaan sebesar Rp 480.280 dan Rp 423.717.
Ikhtisar informasi keuangan entitas asosiasi tanpa disesuaikan dengan proporsi kepemilikan grup adalah sebagai
berikut:
PT Andalan Selaras Abadi
30 September 2025 31 Desember 2024
Aset
Aset lancar 2,079,600 602,100
Aset tidak lancar 198,693,000,000 198,693,000,000
Jumlah 198,695,079,600 198,693,602,100
Liabilitas
Jangka pendek - 8,475,000
Jangka panjang 38,142,640,918 38,131,350,218
Jumlah 38,142,640,918 38,139,825,218
Pendapatan - -
Beban - neto (1,338,200) (21,481,326)
Rugi bersih (1,338,200) (21,481,326)
13. Aset Tetap
-25-
Page 29
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Perubahan selama 2025
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 30 September 2025
Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah - - - -
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 298,623,644,825 59,292,066,716 (32,625,422,289) 325,290,289,252
Bangunan dan prasarana 54,369,120,654 5,956,394,486 - 60,325,515,140
Peralatan dan perlengkapan 47,166,297,516 1,458,495,899 (1,656,887,980) 46,967,905,435
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 7,499,411,119 1,330,932,600 (433,385,416) 8,396,958,303
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 34,399,863,544 720,177,800 - 35,120,041,344
Aset dalam pembangunan 3,137,937,000 80,785,903 3,218,722,903
Jumlah 445,196,274,658 68,838,853,404 (34,715,695,685) 479,319,432,377
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 145,476,528,993 26,392,971,959 (20,418,595,883) 151,450,905,069
Bangunan dan prasarana 17,781,078,439 4,551,119,918 - 22,332,198,357
Peralatan dan perlengkapan 34,341,303,584 3,852,711,360 (1,656,887,980) 36,537,126,964
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 5,628,248,128 47,818,750 (433,385,416) 5,242,681,462
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 9,194,146,387 727,899,607 - 9,922,045,994
Jumlah 212,421,305,531 35,572,521,594 (22,508,869,279) 225,484,957,846
Nilai Tercatat 232,774,969,127 253,834,474,531
Perubahan selama 2024
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2024
Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah - - - -
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 262,659,715,967 52,290,789,096 (16,326,860,238) 298,623,644,825
Bangunan dan prasarana 53,372,121,753 1,374,192,451 (377,193,550) 54,369,120,654
Peralatan dan perlengkapan 46,150,453,989 1,058,583,527 (42,740,000) 47,166,297,516
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 8,735,936,119 (1,236,525,000) 7,499,411,119
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 24,652,613,544 9,747,250,000 34,399,863,544
Aset dalam pembangunan - 3,137,937,000 3,137,937,000
Jumlah 395,570,841,372 67,608,752,074 (17,983,318,788) 445,196,274,658
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 124,970,786,656 31,090,191,533 (10,584,449,196) 145,476,528,993
Bangunan dan prasarana 15,527,658,222 2,630,613,767 (377,193,550) 17,781,078,439
Peralatan dan perlengkapan 29,254,676,526 5,124,186,746 (37,559,688) 34,341,303,584
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 6,581,513,167 283,259,961 (1,236,525,000) 5,628,248,128
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 6,540,324,421 2,653,821,966 9,194,146,387
Jumlah 182,874,958,992 41,782,073,973 (12,235,727,434) 212,421,305,531
Nilai Tercatat 212,695,882,380 232,774,969,127
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
-26-
Page 30
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Beban langsung 25.948.827.815 22.774.877.583
Beban usaha 9.623.693.779 7.033.462.996
Jumlah 35.572.521.594 29.808.340.579
Pengurangan pada 30 September 2025 dan 2024 yang merupakan penjualan asset tertentu dengan rincian
sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Harga Jual 18,529,487,395 4,705,966,635
Nilai Tercatat 13,116,439,652 1,851,490,449
Keuntungan Penjualan 5,413,047,743 2,854,476,186
Bangunan dan prasarana dalam rangka BOT merupakan bangunan dan prasarana pool kendaraan operasional
dan kantor Perusahaan yang didirikan di atas tanah yang disewa di daerah Jakarta, Bandung, Semarang, dan
Yogyakarta. Dengan jangka waktu antara 2 sampai dengan 20 tahun, dimulai sejak tahun 2006. Bangunan
tersebut akan diserahkan pada pemilik tanah pada saat berakhirnya masa sewa. Perjanjian sewa menyewa ini
dapat diperpanjang dan diperbaharui kembali atas persetujuan kedua belah pihak (Catatan 39).
Aset tetap milik Grup dengan nilai tercatat sebesar Rp Rp 145.446.394.742 dan Rp 101.987.956.148 masing-
masing pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 digunakan sebagai jaminan atas utang bank, D
pinjaman pembelian aset tetap dan liabilitas sewa pembiayaan. S
e
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, estimasi nilai wajar aset tetap kendaraan bermotor s
operasional adalah sebesar Rp 250.491.580.844 dan Rp 230.318.300.000 (tidak diaudit). e
m
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh kendaraan bermotor telah diasuransikan
kepada pihak ketiga dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 226.858.291.388 dan Rp 196.895.565.431.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas
aset dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2025 dan
31 Desember 2024.
14. Aset Hak Guna
2025
01 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2025
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Sewa Pool dan Counter 13.440.917.355 956.936.237 - 14.397.853.592
Jumlah 13.440.917.355 956.936.237 - 14.397.853.592
Akumulasi Penyusutan
Sewa Pool dan Counter 6.996.078.947 2.371.270.413 - 9.367.349.360
Jumlah 6.996.078.947 2.371.270.413 - 9.367.349.360
Jumlah 6.444.838.408 5.030.504.232
-27-
Page 31
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
2024
01 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2024
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Sewa Pool dan Counter 10.952.019.588 3.331.257.600 (842.359.833) 13.440.917.355
Jumlah 10.952.019.588 3.331.257.600 (842.359.833) 13.440.917.355
Akumulasi Penyusutan
Sewa Pool dan Counter 4.777.109.806 3.061.328.974 (842.359.833) 6.996.078.947
Jumlah 4.777.109.806 3.061.328.974 (842.359.833) 6.996.078.947
Jumlah 6.174.909.782 6.444.838.408
Pada tanggal 30 September 2025 dan 30 September 2024 beban amortisasi masing-masing sebesar Rp
2.371.270.413 dan Rp 2.167.975.745 (Catatan 32).
15. Uang Muka
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Uang Muka Pembelian Aset Tetap 37,565,659,822 38,758,631,231
Jumlah 37,565,659,822 38,758,631,231
16. Aset Lain-lain
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Setoran jaminan 902.506.107 770.505.513
Lainnya 159.225.000 159.225.000
Jumlah 1.061.731.107 929.730.513
17. Pinjaman Bank
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Pinjaman bank jangka panjang
Perusahaan - Rupiah
PT Bank Pan Indonesia Tbk 32.237.183.166 36.287.655.908
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 5.122.407.682 2.948.997.780
PT Bank Ina Perdana Tbk 3.911.568.642 4.768.574.883
PT Bank Central Asia Tbk 2.140.635.622 -
Jumlah 43.411.795.112 44.005.228.571
Diskonto yang belum diamortisasi (1.339.381.380) 52.864.628
Jumlah - bersih 42.072.413.732 44.058.093.199
Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun (8.660.141.703) (8.872.999.036)
Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
lebih dari satu tahun 33.412.272.029 35.185.094.163
Pinjaman diterima oleh Perusahaan
-28-
Page 32
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
PT Bank Panin Tbk
Pada tanggal 23 Mei 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi dari PT Bank Pan Indonesia
Tbk sebagai berikut:
• Pinjaman Jangka Panjang – PJP 1
Batas kredit sebesar Rp 22.500.000.000, sengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun
2022 dan 8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 120 bulan.
Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan kembali utang pihak berelasi.
• Pinjaman Jangka Panjang – PJP 2
Batas kredit sebesar Rp 17.500.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun
2022 dan 8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan.
Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan kembali pembelian unit baru serta renovasi armada Bus
White Horse.
• Pinjaman Jangka Panjang – PJP 3
Batas kredit sebesar Rp 10.000.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun
2022 dan 8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan,
dengan grace period selama 24 bulan. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian unit bus baru.
Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 12.049 m2 atas nama PT Andalan Selaras Abadi, pihak berelasi, di
Kp. Poncol, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Pada tanggal 30 Juni 2021, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-2 dari
PT Bank Pan Indonesia Tbk terkait kondisi pandemi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman
sampai dengan bulan Maret 2022 dan pembayaran bunga sebesar 8,50% dengan rincian sebagai berikut:
• 3,00% dibayar sejak bulan 1 sampai 6, sedangkan 5,00% dibayar sejak bulan 7 sampai ke 12 sejak
akad restruktur ke-2.
• 5,50% ditangguhkan sejak bulan ke 1 sampai 6 serta 3,50% di bulan ke 7 sampai 12 akan mulai
diangsur di bulan ke 13 sejak akad restruktur ke-2.
Pada tanggal 31 Mei 2022, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-3 dari Panin
terkait kondisi pandemi Covid-19, dimana diberikan grace period selama 12 bulan sejak akad restruktur (1 Mei
2022 sampai dengan 1 Mei 2023) dan suku bunga berlaku adalah 7% per tahun, bunga yang ditangguhkan saat
restruktur 1 dan 2 diangsur selama 24 bulan dengan rincian sebagai berikut:
• 70% dibayar selama 23 bulan.
• 30% dibayar pada bulan ke 24 dengan ballon payment sejak Mei 2023 sampai April 2025 dimana telah
dilakukan penyelesaian.
Pinjaman dari Panin mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari
Panin, antara lain menerima atau memberikan pinjaman selain yang berhubungan dengan usaha Perusahaan,
menjadi penjamin atas utang pihak ketiga, dan menarik dana melebihi plafon fasilitas kredit. Perusahaan tidak
diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan tertentu.
Pembayaran pokok pinjaman 30 September 2025 dan 30 September 2024 masing-masing sebesar Rp
4.050.472.742 dan 2.290.991.144. Sedangkan beban bunga pada 30 September 2025 adalah Rp
2.561.570.030 dan Rp 3.143.371.251 pada 30 September 2024.
PT Bank Keb Hana Indonesia
Pada tanggal 24 Januari 2025, Perusahaan melakukan perpanjangan atas fasilitas pinjaman kredit modal kerja
dari PT Bank Keb Hana Indonesia dengan batas kredit sebesar Rp 3.000.000.000, dengan suku bunga 8,50%
per tahun dengan jangka waktu kredit selama 1 tahun.
Pinjaman ini dijamin dengan 1 unit apartemen “The Haven”, Seminyak, Bali.
Pada tanggal 30 September 2025 saldo pinjaman PT Bank KEB Hana Indonesia adalah Rp 1.117.786.328,
sedangkan beban bunga pada 30 September 2025 dan 30 September 2024 adalah sebesar Rp 8.430.782 dan
Rp 815.869.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 6 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit angsuran berjangka dari
-29-
Page 33
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 30.000.000.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun
dengan suku bunga sebesar 8,5% per tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan atas pembelian unit
bus.
Pembayaran pokok pinjaman pada 30 September 2025 dan 30 September 2024 masing-masing sebesar Rp
842.190.098 dan Rp 68.581.344 sedangkan beban bunga pada 30 September 2025 dan 30 September 2024
adalah Rp 279.829.311 dan Rp 42.263.253.
PT Bank Ina Perdana Tbk
Pada tanggal 28 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit investasi dari
PT Bank Ina Perdana Tbk sebesar Rp 30.000.000.000, fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun yang mana
digunakan untuk pembelian armada baru serta rekondisi bus dengan grace period selama 6 bulan dengan suku
bunga sebesar 8,5% per tahun.
Pembayaran pokok pinjaman 30 September 2025 dan 30 September 2024 masing-masing sebesar Rp
857.006.241 dan Rp 89.220.722 sedangkan beban bunga pada pada 30 September 2025 dan 30 September
2024 adalah Rp 284.034.359 dan Rp 37.561.566.
Pinjaman diperoleh Entitas Anak
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 12 Maret 2025, PT Panorama Primakencana Transindo, entitas anak, memperoleh fasilitas dari
PT Bank Central Asia Tbk sebagai berikut:
• Fasilitas Kredit Investasi 1 (KI 1)
Batas kredit sebesar Rp 1.150.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit
selama 4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian kendaraan.
• Fasilitas Kredit Investasi 2 (KI 2)
Batas kredit sebesar Rp 1.560.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit
selama 4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian karoseri kendaraan yang dibiayai melalui
fasilitas Kredit Investasi 1.
Pembayaran pokok pinjaman pada 30 September 2025 adalah Rp 258.561.878 sedangkan beban bunga pada
30 September 2025 sebesar Rp 94.558.566.
18. Utang Usaha
Merupakan hutang Grup terutama untuk biaya kendaraan dan pembelian suku cadang dan pemeliharaan
kendaraan. Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Pihak yang berelasi 261,600,000 261,600,000
Pihak ketiga - pemasok dalam negeri 1,304,799,402 1,824,988,159
Jumlah 1,566,399,402 2,086,588,159
Analisa umur utang usaha dihitung dari tanggal faktur adalah sebagai berikut :
-30-
Page 34
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Belum jatuh tempo 1,341,049,803 1,762,059,814
Sudah jatuh tempo
< 30 hari 53,896,914 184,042,260
31 - 60 hari - 5,280,000
> 60 hari 171,452,685 135,206,085
Jumlah 1,566,399,402 2,086,588,159
19. Utang Pajak
30 September 2025 31 Desember 2024 .
Rp Rp
Pajak penghasilan badan 483,884,496 737,633,709
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 21,079,971 39,922,129
Pasal 21 111,938,495 157,579,662
Pasal 23 66,118,930 79,946,710
Pasal 25 - 282,409,344
Pajak Pertambahan Nilai 6,328,959 12,015,800
Jumlah 689,350,851 1,309,507,354
Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak
(self-assessment).
20. Beban Akrual
31 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Asuransi 471,393,336 202,736,299
Bahan Bakar 303,227,302 320,359,889
Listrik, air dan telekomunikasi 207,785,821 33,531,908
Bunga 185,239,611 185,979,021
Gaji dan tunjangan karyawan 136,685,981 426,739,615
Jasa profesional 121,426,978 480,135,677
Komisi 8,064,300 -
Perbaikan dan pemeliharaan 4,689,997 177,360,902
Lain-lain 484,666,828 239,297,316
Jumlah 1,923,180,154 2,066,140,627
21. Pendapatan Diterima Dimuka
Merupakan uang muka atas jasa transportasi yang diterima dari pelanggan.
22. Liabilitas Sewa
Mutasi dari liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Awal tahun 647.074.325 1.759.908.424
Penambahan (Pengurangan) bersih selama tahun berjalan (286.045.475) (1.112.834.099)
Utang neto 361.028.850 647.074.325
Berikut adalah pembayaran sewa minimum masa yang akan datang (future minimum lease payment)
-31-
Page 35
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
berdasarkan perjanjian sewa:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Jatuh tempo:
2025 100,160,882 417,999,425
2026 240,360,141 240,360,141
2027 33,848,780 33,848,780
Jumlah pembayaran sewa pembiayaan minimum 374,369,803 692,208,346
Dikurangi bunga (13,340,953) (45,134,021)
Nilai sekarang pembiayaan sewa minimum 361,028,850 647,074,325
Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun (267,090,035) (386,696,447)
Bagian jangka panjang 93,938,815 260,377,878
Liabilitas sewa diakui apabila transaksi sewa memenuhi kriteria sewa pembiayaan sesuai dengan ketentuan
PSAK No. 73.
Beban bunga liabilitas sewa yang dibebankan pada laba rugi tahun 30 September 2025 dan 30 September 2024
masing-masing sebesar .Rp 27.608.440 dan Rp 39.410.604. (Catatan 33).
23. Pinjaman Pembelian Aset Tetap
-32-
Page 36
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Pihak Ketiga
PT Toyota Astra Finance 26.292.083.886 13.734.610.195
PT Sunindo Kookmin Best Finance 17.875.589.569 24.443.296.704
PT BCA Finance 6.845.473.127 7.836.653.087
PT Astra Credit Companies 6.619.649.301 3.396.127.359
PT Clipan Finance Indonesia Tbk 1.405.785.021 -
PT Maybank Indonesia Finance 92.457.943 164.826.862
Jumlah 59.131.038.847 49.575.514.207
Dikurangi bagian hutang yang akan jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
PT Toyota Astra Finance 12.188.730.567 6.232.317.325
PT Sunindo Kookmin Best Finance 9.661.660.112 8.888.484.642
PT BCA Finance 4.000.095.745 4.468.689.255
PT Astra Credit Companies 2.293.925.229 3.152.964.503
PT Clipan Finance Indonesia Tbk 828.483.729 -
PT Maybank Indonesia Finance 92.457.943 97.134.894
Jumlah 29.065.353.325 22.839.590.619
Hutang pembelian aset tetap yang akan
jatuh tempo dalam waktu lebih dari
satu tahun
PT Toyota Astra Finance 14.103.353.319 7.502.292.870
PT Sunindo Kookmin Best Finance 8.213.929.457 15.554.812.062
PT Astra Credit Companies 4.325.724.072 243.162.856
PT BCA Finance 2.845.377.382 3.367.963.832
PT Clipan Finance Indonesia Tbk 577.301.292 -
PT Maybank Indonesia Finance - 67.691.968
Jumlah 30.065.685.522 26.735.923.588
Tingkat bunga per tahun 2,45% - 13,30% 2,45% - 13,30%
Utang pembelian aset tetap berjangka waktu 3 - 4 tahun dan dijamin dengan aset tetap yang dibeli melalui hutang
tersebut.
Pembayaran pokok pinjaman pada 30 September 2025 dan 30 September 2024 adalah masing-masing sebesar 1
Rp 13.531.229.093 dan Rp 16.685.850.786. Pembayaran bunga masing-masing adalah sebesar Rp
3.914.426.146 dan Rp 4.069.887.515 pada 30 September 2025 dan 30 September 2024.
24. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan
berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan
atau likuidasi yang dipaksakan.Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto.
Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset tertentu dan liabilitas keuangan Grup pada tanggal
30 September 2025 dan 31 Desember 2024:
-33-
Page 37
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2025
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Input signifikan yang
Harga kuotasian dalam Input signifikan yang dapat tidak dapat di observasi
Nilai Tercatat pasar aktif/ (Level 1) di observasi (Level 2) (Level 3)
Aset yang nilai wajarnya disajikan
Aset tetap - kendaraan bermotor operasional 173,839,384,183 - - 250,491,580,844
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
Utang bank jangka panjang (bagian jangka
pendek dan bagian jangka panjang) 42,072,413,732 - 43,411,795,112 -
Pinjaman pembelian aset tetap 59,131,038,847 - 59,131,038,847 -
31 Desember 2024
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Input signifikan yang
Harga kuotasian dalam Input signifikan yang dapat tidak dapat di observasi
Nilai Tercatat pasar aktif/ (Level 1) di observasi (Level 2) (Level 3)
Aset yang nilai wajarnya disajikan
Aset tetap - kendaraan bermotor operasional 153,147,115,832 - - 208,949,600,000
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
Utang bank jangka panjang (bagian jangka
pendek dan bagian jangka panjang) 44,058,093,199 - 44,005,228,571 -
Pinjaman pembelian aset tetap 49,575,514,207 - 49,575,514,207 -
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik
penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia dan
sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan yang
dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hirarki
Level 2. Instrumen yang termasuk dalam hirarki Level 2. Nilai wajar liabilitas Grup dalam hirarki Level 2 diestimasi
berdasarkan analisa arus kas diskonto menggunakan suku bunga pasar.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen tersebut
termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar aset tetap diestimasi menggunakan metode pasar pembanding dengan
faktor penyesuaian yang relevan.
25. Modal Saham
Susunan kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Raya Saham Registra dan
Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
30 September 2025 dan 31 Desember 2024
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Panorama Sentrawisata Tbk 796.517.000 54,54% 79.651.700.000
PT Weha Investama 211.805.686 14,50% 21.180.568.600
Masyarakat (masing-masing
kurang dari 5%) 452.232.133 30,96% 45.223.213.300
Jumlah 1.460.554.819 100% 146.055.481.900
-34-
Page 38
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio modal
yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak diwajibkan
untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.
Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan
perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearing ratio (rasio utang
terhadap modal), yakni membagi utang neto terhadap jumlah modal. Kebijakan Grup adalah menjaga gearing
ratio Grup pada kisaran gearing ratio perusahaan lain dalam industri sejenis di Indonesia. Utang bersih adalah
jumlah utang (termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang di laporan posisi keuangan konsolidasian)
dikurangi kas dan setara kas. Modal adalah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan, yang
disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Ratio Utang Neto terhadap modal pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Jumlah pinjaman dan utang 102,682,267,757 94,280,681,731
Dikurangi : kas 15,075,340,120 18,655,860,448
Utang neto 87,606,927,637 75,624,821,283
Jumlah ekuitas 256,383,925,083 247,224,688,327
Rasio utang neto terhadap modal 34.17% 30.59%
26. Tambahan Modal Disetor - Bersih
Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan penjualan saham Perusahaan melalui
penawaran umum perdana kepada masyarakat dan penerbitan saham sehubungan dengan konversi Waran Seri
I dan Seri II, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali serta penambahan modal dengan
memberikan hak memesan efek terlebih dPahulu II sebagai berikut:
Rincian atas selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali adalah sebagai berikut:
Jumlah
Emisi saham perdana (Rp 245 per saham) 31.360.000.000
Dikurangi biaya emisi saham (2.070.852.386)
Hasi penawaran umum perdana 29.289.147.614
Konversi Waran Seri I (Rp 300 per saham) 81.054.000
Dikurangi nilai nominal (Rp 100 per saham) (12.827.000.000)
Reklasifikasi selisih nilai transaksi dari restrukturisasi
transaksi entitas sepengendali (1.846.153.568)
Penawaran Umum Terbatas I tahun 2013 32.120.270.250
Biaya emisi tahun 2013 (2.136.025.804)
Kepentingan nonpengendali pada
entitas anak yang dilepaskan 601.896.425
Pelaksanaan konversi Warran seri II 365.296.200
Saldo pada tanggal 31 Desember 2014 45.648.485.117
Pelaksanaan konversi waran seri II 1.875.000.000
Saldo pada tanggal 31 Desember 2015 47.523.485.117
Pelaksanaan konversi waran seri II 8.175
Saldo pada tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021 47.523.493.292
Penawaran Umum Terbatas II tahun 2022 14.353.588.850
Biaya emisi tahun 2022 (3.576.229.141)
Saldo pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 58.300.853.001
-35-
Page 39
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
27. Kepentingan Non Pengendali
Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset neto entitas anak dengan rincian sebagai
berikut:
30 September 2025
Selisih nilai transaksi
dengan kepentingan
Modal saham Saldo Laba non pengendali Laba (rugi) Jumlah
Rp Rp Rp Rp Rp
PT Panorama Mitra Sarana 310,000,000 (310,883,411) 246,434,560 (669,359) 244,881,790
PT Day Tans (DTS) 43,600,000 31,756,957 (5,962,006) 10,108,862 79,503,813
PT. Daytrans Express 15,000,000 (5,971,871) - (4,075,395) 4,952,734
PT Panorama Prima Kencana Transindo 5,000,000 (24,887,167) 19,801,393 1,616,657 1,530,883
PT Canary Transport 5,000,000 (8,592,201) - (600) (3,592,801)
PT Rhadana Prima Kencana Transindo 3,000,000 (82,908,475) 79,908,475 - -
PT Weha Jalan Jalan 300,000 - (3,147,090) 22,733 (2,824,357)
Jumlah 381,900,000 (401,486,168) 337,035,332 7,002,898 324,452,062
31 Desember 2024
Selisih nilai transaksi
dengan kepentingan Penghasilan
Modal saham Saldo Laba non pengendali komprehensif Jumlah
Rp Rp Rp Rp Rp
PT Panorama Mitra Sarana 310.000.000 (311.557.918) 246.434.560 674.507 245.551.149
PT Day Tans (DTS) 43.600.000 18.010.039 (5.962.006) 13.746.918 69.394.951
PT. Daytrans Express 15.000.000 - - (5.971.871) 9.028.129
PT Panorama Prima Kencana Transindo 5.000.000 (25.917.712) 19.801.393 1.030.545 (85.774)
PT Canary Transport 5.000.000 (8.592.201) - - (3.592.201)
PT Rhadana Prima Kencana Transindo 3.000.000 (82.908.475) 79.908.475 - -
PT Weha Jalan Jalan 300.000 - (3.147.090) - (2.847.090)
Jumlah 381.900.000 (410.966.267) 337.035.332 9.480.099 317.449.164
28. Cadangan Umum
Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No. 1/1995 yang diterbitkan di bulan Maret 1995, dan
telah diubah dengan Undang-Undang No. 40/2007 yang diterbitkan di bulan Agustus 2007, mewajibkan
pembentukan cadangan umum dari laba bersih sejumlah minimal 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan
disetor penuh. Tidak ada batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diaktakan dalam Akta No.183 tanggal 27 Juni
2024 dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., notaris di Jakarta. Pemegang saham setuju membentuk Cadangan
umum atas saldo laba sebesar Rp 595.000.000 yang diambil dari saldo laba.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah membentuk cadangan umum
sebesar Rp 1.000.000.000.
-36-
Page 40
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
29. Penjualan Bersih
Rincian dari pendapatan Grup, seluruhnya dalam mata uang Rupiah, adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan jenis produk
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Jasa angkutan antar kota 136,094,817,047 121,222,935,235
Jasa angkutan penumpang 87,549,077,242 92,090,276,179
Lain-lain 6,293,236,350 8,193,088,307
Jumlah 229,937,130,639 221,506,299,721
b. Berdasarkan sumber pendapatan
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Pihak Berelasi
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN) 6,524,263,100 4,076,100,497
PT Panorama JTB Tours Indonesia 797,440,000 761,421,900
PT Panorama Media 491,256,000 87,647,500
Lain-lain (dibawah Rp 100.000.000) 68,480,000 206,398,902
Jumlah 7,881,439,100 5,131,568,799
Pihak ketiga 222,055,691,539 216,374,730,922
Jumlah 229,937,130,639 221,506,299,721
Harga dan syarat transaksi yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sama
dengan yang diberikan kepada pihak ketiga.
30. Beban Pokok Penjualan
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Beban kendaraan 63,896,369,529 55,999,478,506
Bahan bakar 36,194,350,493 35,652,624,032
Penyusutan (catatan 13) 25,948,827,815 22,774,877,583
Perbaikan dan pemeliharaan 18,802,091,026 17,793,456,585
Gaji dan tunjangan karyawan 4,103,452,684 4,581,029,763
Asuransi 762,233,221 758,024,014
Lain-lain 1,608,838,433 2,231,122,706
Jumlah 151,316,163,201 139,790,613,189
Selama triwulan ketiga tahun 2025 dan 2024, tidak terdapat beban langsung yang merupakan pembelian dari
pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Pada triwulan ketiga tahun 2025 dan 2024, tidak terdapat pembelian dari pemasok tunggal yang jumlahnya
melebihi 10% dari jumlah pembelian pada tahun-tahun tersebut.
-37-
Page 41
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
31. Beban Penjualan
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Penjualan
Gaji dan tunjangan karyawan 2.868.159.226 3.615.368.010
Pemasaran dan promosi 1.978.722.969 2.441.711.791
Jumlah 4.846.882.195 6.057.079.801
32. Beban Umum dan Administrasi
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Umum dan Administrasi
Gaji dan tunjangan karyawan 25,849,332,334 22,232,178,206
Penyusutan (catatan 13 dan 14) 11,994,964,192 9,201,438,741
Perbaikan dan pemeliharaan 4,010,549,916 3,478,909,498
Administrasi kantor 3,048,030,335 2,867,161,882
Sewa 1,882,994,552 1,188,001,773
Pos dan telekomunikasi 1,448,829,014 1,114,068,458
Pajak 666,857,910 609,037,330
Jasa profesional dan Legal 335,945,532 480,682,163
Imbalan Jangka Panjang - Bersih 384,500,000 420,382,000
Lain-lain 657,265,594 614,461,651
Jumlah 50,279,269,379 42,206,321,702
33. Beban Bunga
Terdiri dari beban bunga atas:
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Pinjaman bank jangka pendek 8,430,782 815,869
Liabilitas jangka panjang:
Pinjaman pembelian aset tetap 3,914,426,146 4,069,887,515
Pinjaman bank 3,219,992,266 3,223,196,070
Liabilitas hak sewa 27,608,440 39,410,604
Jumlah 7,170,457,634 7,333,310,058
34. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13
tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan
imbalan pasca-kerja tersebut.
Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan oleh Kantor Konsultan
Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 12 Februari 2025.
Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut masing-masing sebanyak 202
karyawan pada 30 September 2025 dan 227 karyawan pada 31 Desember 2024.
-38-
Page 42
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Rekonsiliasi jumlah cadangan imbalan pasti pasca-kerja pada neraca konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Saldo awal tahun 2,938,008,037 2,630,219,716
Nilai jasa kini 191,995,868 295,354,661
Biaya bunga-bersih 50,104,698 173,954,593
Keuntungan (Kerugian) aktuarial yang timbul dari
perubahan asumsi aktuarial 30,400,000 558,959,952
Pembayaran imbalan (795,933,339) (720,480,885)
Cadangan imbalan pasti pasca-kerja 2,414,575,264 2,938,008,037
Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan pasti pasca-kerja:
30 September 2025 30 September 2024
Tingkat diskonto 7.1% 6,6%-6,7%
Tingkat kenaikan gaji 5.0% 5.0%
Tingkat kematian Indonesia IV (2019) Indonesia IV (2019)
35. Pajak Penghasilan
Grup untuk periode berjalan tidak melakukan rekonsiliasi antara laba fiskal dengan laba akuntansi. Perhitungan
taksiran pajak penghasilan didasarkan atas laba akuntansi yang dikenakan tarif pajak penghasilan sesuai
dengan undang-undang yang berlaku.
36. Dividen Tunai
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang di dokumentasikan dalam akta No. 86 tanggal 30
April 2025 dari notaris Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., para pemegang saham menyetujui untuk
membagikan dividen sebesar Rp 6 (enam rupiah) per lembar saham atau sebesar Rp 8.763.328.914.
Pelaksanaan pembagian Dividen Tunai atas saham PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) telah di
distribusikan pada tanggal 4 Juni 2025 berdasarkan kepemilikan saham dan tingkat pajak yang terdapat pada
masing-masing rekening yang tercatat pada Tanggal Pencatatan (Recording Date) 15 Mei 2025.
37. Laba bersih per saham
Perhitungan laba per saham berdasarkan informasi berikut:
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemilik perusahaan (dalam Rp) 17,915,562,772 23,230,428,524
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
untuk perhitungan laba neto per saham dasar 1,460,554,819 1,460,554,819
Laba per saham 12 16
-39-
Page 43
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
38. Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi
Sifat Pihak Berelasi
a. PT Panorama Sentrawisata Tbk dan PT Weha Investama merupakan pemegang saham Perusahaan
b. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan:
- PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk
- PT Panorama Evenindo
- PT Panorama JTB Tours Indonesia
- PT Andalan Selaras Abadi
- PT Panorama Media
c. Perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan pengurus atau manajemen
Perusahan dan Grup :
- PT Panorama Investama
- PT The 1O1 Jakarta Airport CBC
- PT Panorama Aplikasi Nusantara
-40-
Page 44
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
Transaksi dengan Pihak Berelasi
Rincian saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut :
Persentase terhadap jumlah
Aset/Liabilitas
30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
2025 2024 2025 2024
Rp Rp % %
Aset lancar
Piutang usaha
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk 3,919,214,600 5,855,952,719 1.00 1.55
Grayline 1,021,050,656 964,940,656 0.26 0.26
PT Panorama Media 965,704,300 624,448,300 0.25 0.17
PT Panorama Evenindo 634,012,000 586,617,000 0.16 0.16
PT Panorama JTB Tours Indonesia 187,758,000 218,066,600 0.05 0.06
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp 20.000.000) - 11,033,750 - 0.00
Jumlah 6,727,739,556 8,261,059,025 1.71 2.19
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (948,385,590) (948,385,590) (0.24) (0.25)
Jumlah - Bersih 5,779,353,966 7,312,673,435 1.47 1.94
Piutang dari pihak berelasi
PT Panorama Investama 13,934,351,302 14,028,123,104 3.54 3.71
Jumlah 13,934,351,302 14,028,123,104 3.54 3.71
Cadangan kerugian penurunan nilai (655,842,110) (655,842,110) (0.17) (0.17)
Jumlah - bersih 13,278,509,192 13,372,280,994 3.37 3.54
4.40
Aset tidak lancar
Piutang pihak berelasi
PT Panorama Media 1,575,000,000 1,575,000,000 0.40 0.42
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk 1,081,484,000 1,081,484,000 0.27 0.29
PT Andalan Selaras Abadi 77,440,917 66,150,217 0.02 0.02
PT Panorama Aplikasi Nusantara 11,033,750 - 0.00 -
Jumlah 2,744,958,667 2,722,634,217 0.70 0.72
1.75
Liabilitas 0.00
Utang usaha
PT Panorama Sentrawisata Tbk 261,600,000 261,600,000 0.19 0.20
Jumlah 261,600,000 261,600,000 0.19 0.20
-41-
Page 45
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
39. Perjanjian Sewa
Grup telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dengan pihak ketiga dengan pendirian bangunan
di atas tanah sewaan tersebut untuk kemudian dialihkan kepada pemilik tanah pada akhir masa sewa (Catatan
14) dan Grup juga telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dan bangunan dengan pihak ketiga
dengan rincian sebagai berikut:
Lokasi tanah dan
Entitas anak/
bangunan/ Location of Periode perjanjian/Period of agreement
Subsidiaries
land and buildings
WEHA Medan *) 1 Februari 2024 - 1 Februari 2027 (February 1, 2024 - February 1, 2027)
KT Yogyakarta *) 1 Februari 2006 - 1 Februari 2026 (February 1, 2006 - February 1, 2026)
DTS Jakarta *) 8 Juni 2020 - 31 Januari 2026 (June 8, 2020 - January 31, 2026)
DTS Yogyakarta *) 1 Februari 2019 - 31 Januari 2029 (February 1, 2019 - January 31, 2029)
DTS Bandung *)
30 November 2022 - 29 November 2025 (November 30, 2022 - November 29, 2025)
DTS Jakarta *) 24 Maret 2020 - 24 Maret 2025 (March 24, 2020 - March 24, 2025)
DTS Jakarta *) 1 Agustus 2022 - 31 Juli 2025 (August 1, 2022 - July 31, 2025)
DTS Bandung *) 16 September 2020 - 16 September 2028 (September 16, 2020 - September 16,
2028)
DTS Semarang 15 Oktober 2022 - 14 Oktober 2025 (October 15, 2022 - October 14, 2025)
DTS Semarang *) 9 Juni 2021 - 9 Juni 2026 (June 9, 2021 - June 9, 2026)
DTS Jakarta 1 Juli 2024- 30 Juni 2027 (July 1, 2024 - June 30, 2027)
DTS Yogyakarta *) 1 September 2021 - 31 Agustus 2028 (September 1, 2021 - August 31, 2028)
DTS Bandung *) 16 Oktober 2021 - 16 Oktober 2026 (October 16, 2021 - October 16, 2026)
DTS Jakarta 1 Desember 2024 - 30 April 2025 (December 1, 2024- April 30, 2025)
Nilai tercatat aset hak-guna dan liabilitas sewa masing-masing diungkapkan pada Catatan 14 dan 22.
-42-
Page 46
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
40. Segmen Operasi
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
bertanggung jawab atas lokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki tiga (3) segmen yang dilaporkan meliputi jasa angkutan
penumpang, jasa angkutan antar kota, dan lain-lain.
30 September 2025
Jasa Angkutan Jasa Angkutan
Penumpang Antar Kota Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp
Pendapatan Usaha 100,826,874,130 136,094,817,047 6,293,236,350 (13,277,796,888) 229,937,130,639
Beban pokok penjualan 69,918,241,380 88,897,614,721 5,778,103,988 (13,277,796,888) 151,316,163,201
Hasil segmen - laba Kotor Segmen 30,908,632,750 47,197,202,326 515,132,362 - 78,620,967,438
Laba Usaha 7,392,755,439 16,944,479,240 (842,418,815) - 23,494,815,864
Keuntungan atas penjualan
aset tetap 3,013,047,743 2,400,000,000 - - 5,413,047,743
Beban bunga dan keuangan lain (5,154,970,437) (2,015,487,197) - - (7,170,457,634)
Pendapatan Bunga 269,074,782 16,084,937 69,976 - 285,229,695
Ekuitas pada rugi bersih
entitas asosiasi (480,280) - - - (480,280)
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih 666,725,338 276,594,902 12,256,822 - 955,577,062
Laba Sebelum Pajak 6,186,152,585 17,621,671,882 (830,092,017) - 22,977,732,450
Beban Pajak (1,369,509,935) (3,876,767,814) 191,110,969 - (5,055,166,780)
Laba (Rugi) Bersih 4,816,642,650 13,744,904,068 (638,981,048) - 17,922,565,670
Pendapatan komprehensif lain - - - - -
Laba (rugi) komprehensif 4,816,642,650 13,744,904,068 (638,981,048) - 17,922,565,670
Aset Segmen *) 223,018,927,999 151,607,197,395 17,116,626,892 - 391,742,752,286
Liabilitas Segmen *) 71,714,727,858 37,098,705,457 2,456,061,452 - 111,269,494,767
Pengungkapan Tambahan
Perolehan barang modal 28,712,746,856 40,126,106,548 - - 68,838,853,404
Penyusutan & amortisasi 23,488,257,343 14,373,638,807 81,895,857 - 37,943,792,007
Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
Jawa 96,441,885,525 136,094,817,047 6,293,236,350 (13,277,796,888) 225,552,142,034
Luar Jawa 4,384,988,605 - - - 4,384,988,605
Jumlah 100,826,874,130 136,094,817,047 6,293,236,350 (13,277,796,888) 229,937,130,639
Aset segmen
Jawa 217,793,560,877 151,607,197,395 17,116,626,892 - 386,517,385,164
Luar Jawa 5,225,367,122 - - - 5,225,367,122
Jumlah 223,018,927,999 151,607,197,395 17,116,626,892 - 391,742,752,286
*)Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas pajak
tangguhan.
-43-
Page 47
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
30 September 2024
Jasa Angkutan Jasa Angkutan
Penumpang Antar Kota Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp
Pendapatan Usaha 108,446,617,817 121,222,935,235 8,193,088,307 (16,356,341,638) 221,506,299,721
Beban pokok penjualan 71,485,028,559 77,245,996,235 7,415,930,033 (16,356,341,638) 139,790,613,189
Hasil segmen - laba Kotor Segmen 36,961,589,258 43,976,939,000 777,158,274 - 81,715,686,532
Laba Usaha 15,753,857,923 18,301,976,133 (603,549,027) - 33,452,285,029
Keuntungan atas penjualan
aset tetap 374,313,550 2,480,162,636 - - 2,854,476,186
Beban bunga dan keuangan lain (5,666,391,606) (1,666,918,452) - - (7,333,310,058)
Pendapatan Bunga 646,771,002 22,973,599 38,257 - 669,782,858
Ekuitas pada rugi bersih
entitas asosiasi (423,717) - - - (423,717)
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih 664,925,980 (499,042,680) (11,470,002) - 154,413,298
Laba Sebelum Pajak 11,773,053,132 18,639,151,236 (614,980,772) - 29,797,223,596
Beban Pajak (2,590,071,329) (4,100,613,272) 135,295,770 - (6,555,388,831)
Laba (Rugi) Bersih 9,182,981,803 14,538,537,964 (479,685,002) - 23,241,834,765
Pendapatan komprehensif lain (30,000,000) - - - (30,000,000)
Laba (rugi) komprehensif 9,152,981,803 14,538,537,964 (479,685,002) - 23,211,834,765
Aset Segmen *) 219,581,765,401 130,045,963,770 17,165,708,792 - 366,793,437,963
Liabilitas Segmen *) 73,895,873,565 28,789,246,283 1,082,408,915 - 103,767,528,763
Pengungkapan Tambahan
Perolehan barang modal 24,316,814,407 19,421,408,781 - - 43,738,223,188
Penyusutan & amortisasi 20,512,666,030 11,380,320,602 83,329,692 - 31,976,316,324
Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
Jawa 104,492,400,787 121,222,935,235 8,193,088,307 (16,356,341,638) 217,552,082,691
Luar Jawa 3,954,217,030 - - - 3,954,217,030
Jumlah 108,446,617,817 121,222,935,235 8,193,088,307 (16,356,341,638) 221,506,299,721
Aset segmen
Jawa 218,110,021,631 130,045,963,770 17,165,708,792 - 365,321,694,193
Luar Jawa 1,471,743,770 - - - 1,471,743,770
Jumlah 219,581,765,401 130,045,963,770 17,165,708,792 - 366,793,437,963
*)Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas pajak
tangguhan.
-44-
Page 48
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2025 dan
30 September 2024
41. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian
Aktivitas Investasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:
30 September 2025 30 September 2024
Rp Rp
Perolehan aset tetap melalui:
Pinjaman pembelian aset tetap 23,086,753,733 14,764,646,942
Uang muka pembelian aset tetap 12,725,784,879 1,016,242,312
Transaksi Sewa Guna Usaha 956,936,237 2,953,749,139
42. Standar Akuntansi Keuangan Baru
Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Diterapkan pada tahun 2023
Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2023, relevan bagi Grup
namun tidak menyebabkan perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan
konsilidasian:
- Amandemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
yang Mengubah Istilah “Signifikan” menjadi “Material” dan Memberi Penjelasan mengenai Kebijakan
Akuntansi Material.
- Amendemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan.
- Amandemen PSAK No. 25, Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi
Estimasi Akutansi.
- Amandemen PSAK No. 46, Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
timbul dari Transaksi Tunggal.
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat wajar untuk tahun buku yang diimulai
pada atau setelah:
1 Januari 2024
- Amandemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan
- Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang
- Amandemen PSAK No. 73, “Sewa” terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik
1 Januari 2025
- PSAK 74 : “Kontrak Asuransi”
- Amendemen PSAK No. 74: “Kontrak Asuransi” terkait Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No. 71 –
Informasi Komparatif
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang
mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK
tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
Mulai tanggal 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan ISAK akan diubah sebagaimana
diumumkan oleh DSAK-IAI.
.
**********
-45-
Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Transportasi Indonesia Tbk
p.9
unresolved
person
Rachmat Santoso
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Buntario Tigris Darmawa Ng
p.9 ×5
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×3
unresolved
person
Recky Francky Limpele
p.9
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9
unresolved
org
Bapepam
p.9 ×2
unresolved
org
PT Kencana Transport
p.10
unresolved
org
PT Panorama Primakencana
p.10
unresolved
org
PT Rhadana Primakencana
p.10
unresolved
org
PT Panorama Mitra Sarana
p.10 ×3
unresolved
org
PT Day Trans
p.10
unresolved
org
PT Day Trans Express
p.10
unresolved
org
PT Canary Transport
p.10 ×3
unresolved
org
PT Weha
p.10 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.12
unresolved
org
PT Panorama Investama
p.27 ×3
unresolved
org
PT Panorama Media
p.27 ×5
unresolved
org
PT Andalan Selaras Abadi
p.27 ×9
unresolved
org
PT Panorama Aplikasi Nusantara
p.27 ×3
unresolved
person
Hendra Justin Fu
p.28
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.28
unresolved
org
PT Panorama Primakencana Transindo
p.33
unresolved
org
PT Toyota Astra Finance
p.36 ×3
unresolved
org
PT Sunindo Kookmin Best Finance
p.36 ×3
unresolved
org
PT BCA Finance
p.36 ×3
unresolved
org
PT Astra Credit Companies
p.36 ×3
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.37
unresolved
org
PT Day Tans
p.39 ×2
unresolved
org
PT. Daytrans Express
p.39 ×2
unresolved
org
PT Panorama Prima Kencana Transindo
p.39 ×2
unresolved
org
PT Rhadana Prima Kencana Transindo
p.39 ×2
unresolved
org
PT Panorama JTB Tours Indonesia
p.40 ×3
unresolved
org
PT Panorama Evenindo
p.43 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.