Skip to content
Back to announcement

20251029_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31980616_lamp2.pdf

Other Text extracted SMFP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 39

Page 1
Laporan Alokasi dan Dampak
Obligasi Berwawasan Sosial |
Social Bond Allocation and
Impact Report




 2024          https://smf-indonesia.co.id/
               info@smf-indonesia.co.id
               Grha SMF
               Jl. Panglima Polim I No 1 Melawai
               Kebayoran Baru Jakarta 12160
Page 2
2 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 3
DAFTAR ISI | Table of Contents

Kata Pengantar | Foreword ……………………………..........……………………......….… 4

Pendahuluan | Introduction ……………………….........…………………...........………… 6

Tentang SMF | About SMF …………………….................…..........……………………... 7
    Visi dan Misi | Vision and Mission
    Perjalanan SMF | The Journey of SMF
    Linimasa | Timeline
    Ringkasan Keuangan | Financial Highlight

Ringkasan Kerangka Kerja | Summary of the Framework …………………..........…...… 11
    Penggunaan Dana | Use of Proceeds
    Kontribusi Langsung | Direct Contribution
    Kontribusi Tidak Langsung | Indirect Contribution
    Evaluasi dan Pemilihan Proyek | Project Evaluation and Selection
    Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum | Management of Proceeds

Ringkasan Transaksi | Transaction Highlights ………………………………..……..……. 16

Alokasi Dana | Proceed Allocation ……………………………………......………………. 18
· Profil Proyek | Project Profile
· Manfaat untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah | Benefit to Low-Income Households
· Lokasi Proyek | Project Location

Ringkasan Dampak | Impact Highlight ……………………………......…………………. 23
· Profil Penerima Manfaat | Profile of Beneficiaries
· Keterjangkauan dan Aksesibilitas | Affordability and Accessibility




3 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 4
KATA PENGANTAR | Foreword




                                                            Ananta Wiyogo
                                                            Direktur Utama |
                                                            Executive Director




Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang              We extend our deepest gratitude to God Almighty
Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya,                 for His blessings and grace, which have enabled
sehingga PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)             PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) to
dapat     terus menjalankan   mandatnya    dalam              continuously carry out its mandate in
memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan                     strengthening the national housing finance
nasional.                                                     ecosystem.
Sebagai Special Mission Vehicle di bawah                      As a Special Mission Vehicle under the Ministry
Kementerian Keuangan, SMF memegang teguh visi                 of Finance, SMF remains steadfast in its vision to
untuk menjadi institusi yang mendukung terciptanya            become an institution that promotes access to
akses kepemilikan hunian yang layak, terjangkau, dan          decent, affordable, and sustainable housing for all
berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Misi           segments of society. We realize this mission
tersebut kami wujudkan melalui berbagai upaya                 through various strategic efforts, including the
strategis, termasuk penerbitan obligasi dan sukuk             issuance of social bonds and sukuk as key
sosial yang menjadi instrumen penting dalam                   instruments to mobilize long-term funding for
menggalang pendanaan jangka panjang guna                      housing      finance     targeting     low-income
mendanai pembiayaan perumahan bagi masyarakat                 communities.
berpenghasilan rendah (MBR).

Penerbitan obligasi ini bukan semata-mata langkah             This bond issuance is not merely a financial step—
finansial, namun juga menjadi bukti nyata kontribusi          it serves as concrete evidence of SMF’s
SMF dalam menjawab tantangan backlog perumahan                contribution in addressing housing backlog and
dan kelayakan hunian, pengentasan kemiskinan, serta           decent living conditions, alleviating poverty, and
pemerataan     pembangunan       sosial-ekonomi   di          promoting equitable socio-economic development
Indonesia. Pendanaan yang dihimpun turut disalurkan           across Indonesia. The funds raised are directed to
untuk mendukung kepemilikan rumah yang inklusif,              support inclusive homeownership, reaching diverse
dengan menjangkau beragam segmen masyarakat, dari             community segments from urban areas to remote
perkotaan hingga pelosok negeri.                              regions.




4 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 5
Komitmen kami terhadap keberlanjutan dan                      Our commitment to sustainability and equity is
kesetaraan juga tercermin dalam pencapaian penting.           also reflected in one significant achievement: over
Lebih dari sepertiga (32,1%) rumah yang didanai               one-third (32.1%) of homes financed by SMF are
melalui pembiayaan SMF tercatat atas nama                     registered under women’s names. This is a tangible
perempuan. Sebuah langkah nyata dalam memperkuat              step toward strengthening financial inclusion and
inklusi keuangan dan kepemilikan aset oleh kelompok           asset ownership among groups often marginalized
yang kerap terpinggirkan dalam sistem pembiayaan              by conventional financing systems. It also directly
konvensional. Ini sekaligus menjadi kontribusi                contributes to the achievement of the Sustainable
langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan               Development Goals (SDGs), particularly SDG 5:
Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5 tentang                 Gender Equality.
kesetaraan gender.
Laporan obligasi ini kami terbitkan sebagai bentuk             This bond report is published as a form of
transparansi dan akuntabilitas kepada para pemangku            transparency      and   accountability  to    all
kepentingan, sekaligus penegasan bahwa keberlanjutan           stakeholders, as well as a reaffirmation that
bukan sekadar komitmen, melainkan prinsip kerja                sustainability is not merely a commitment, but a
yang kami terapkan dalam setiap kebijakan dan                  core principle embedded in every policy and
program.                                                       program we implement.

Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya             We express our sincere appreciation to all
kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan             stakeholders for their ongoing support and
dan kolaborasinya. Semoga laporan ini memberikan              collaboration. We hope this report provides a clear
gambaran yang jelas atas peran strategis SMF dalam            picture of SMF’s strategic role in supporting
mendukung pembiayaan perumahan nasional dan                   national housing finance and building a better
mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh            future for the people of Indonesia.
masyarakat Indonesia.




                                            Jakarta, Oktober 2025
                                            Jakarta, October 2025




                                             Ananta Wiyogo
                                    Direktur Utama | Executive Director




5 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 6
PENDAHULUAN | Introduction
Tingginya harga properti di Indonesia menjadikan              The high cost of property in Indonesia makes long-
pinjaman hipotek dengan tenor panjang sebagai                 term mortgage financing an essential requirement
sebuah keniscayaan bagi masyarakat yang ingin                 for prospective homeowners. The concept of
memiliki rumah. Gagasan untuk membentuk sebuah                establishing a secondary mortgage institution has
lembaga pembiayaan sekunder telah menjadi subjek              been the subject of in-depth deliberations among
pembahasan intensif oleh para pemangku kepentingan            key stakeholders, with discussions dating back to
terkait yang bermula sejak tahun 1983.                        1983.

Setelah melalui serangkaian kajian kelayakan dan              Following a period of comprehensive feasibility
dialog ekstensif di bawah arahan Kementerian                  studies and dialogues spearheaded by the Ministry
Keuangan, komitmen kuat Pemerintah Indonesia                  of Finance, the government's firm resolve resulted
membuahkan hasil dengan terbitnya sejumlah                    in the issuance of fundamental regulations. This
peraturan fundamental. Langkah ini menjadi landasan           laid the groundwork for the formal incorporation
bagi pembentukan PT Sarana Multigriya Finansial               of PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
(Persero) atau SMF, yang secara resmi berdiri pada 22         (SMF) on July 22, 2005, pursuant to Government
Juli 2005 sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.              Regulation No. 5/2005.
5/2005.

SMF memegang peranan krusial sebagai lembaga                   SMF holds a strategic mandate to resolve the
pembiayaan sekunder yang dirancang untuk menjadi               challenge of maturity mismatch in the housing
solusi atas tantangan ketidaksesuaian jangka waktu             finance sector. By functioning as a liquidity
(maturity mismatch) dalam sektor pembiayaan                    provider to primary mortgage lenders, SMF
perumahan. Dengan menyalurkan likuiditas kepada                effectively bridges the disparity between short-
lembaga-lembaga pembiayaan perumahan, SMF                      term funding sources and the demand for long-
secara efektif menjembatani celah antara ketersediaan          term housing loans. This critical function is
dana jangka pendek dan permintaan akan pembiayaan              designed to facilitate equitable access for every
hipotek jangka panjang. Peran strategis ini bertujuan          family in Indonesia to secure affordable financing
untuk membuka akses yang merata bagi setiap                    for adequate housing.
keluarga di Indonesia agar dapat memperoleh
pembiayaan terjangkau untuk memiliki hunian yang
layak.




6 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 7
TENTANG SMF | About SMF

VISI | Vision
                                                                                      Pemegang Saham |
                                                                                         Shareholder

  Menjadi salah satu entitas utama
  dalam      ekosistem     pembiayaan
  perumahan       yang     mendukung
  penyediaan,      kepemilikan    dan
  keterhunian rumah yang layak dan
  terjangkau bagi seluruh keluarga
  Indonesia.                                              Pemerintahan                      Kementerian
                                                        Republik Indonesia                   Keuangan
  To become an independent entity that                    Government of                      Ministry of
  support decent and affordable housing                     Indonesia                         Finance
  ownership for every Indonesian family.

                                                      MISI | Mission

                                                    1.Melaksanakan peran sebagai Special Mission Vehicle
                                                      Pemerintah     dan    Agent     of   Development       dalam
                                                      pembiayaan perumahan. To promote and develop the
                                                      secondary mortgage market.
                                                    2.Membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan
                                                      Sekunder Perumahan secara berkelanjutan. To enable
                                                      affordable home ownership for every family in Indonesia.
                                                    3.Menyediakan sumber pendanaan dalam pembiayaan
                                                      penyediaan dan kepemilikan rumah. To increase the
                                                      availability of long-term funding for housing sector
                                                    4.Mendukung Program SDGs Pemerintah. To support the
                                                      Government's SDGs Program.
                                                    5.Mengembangkan sinergi dengan stakeholder pembiayaan
                                                      perumahan dan memberikan pelayanan yang unggul
                                                      dengan tata kelola yang baik. To develop synergies with
                                                      housing finance stakeholders and provide superior services
                                                      with good governance.




7 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 8
PERJALANAN SMF | The Journey of SMF

Perkembangan SMF mencerminkan komitmen yang                   The development of SMF reflects its enduring
berkelanjutan untuk meningkatkan aksesibilitas                commitment to improving housing finance
pembiayaan perumahan di Indonesia. Mulai dari                 accessibility in Indonesia. From initial discussions
diskusi awal pada tahun 1983 hingga pembentukan               in 1983 to its formal establishment in 2005, SMF
resminya pada tahun 2005, SMF telah berhasil                  has addressed the challenges of maturity
mengatasi tantangan ketidaksesuaian jangka waktu di           mismatches in the mortgage market. Through
pasar hipotek. Melalui peningkatan mandat dan                 continuous enhancements to its mandate and
kolaborasi strategis yang berkesinambungan, SMF               strategic collaborations, SMF has effectively
secara efektif mendukung inisiatif perumahan                  supported the government’s housing initiatives while
pemerintah     sekaligus    mempromosikan    solusi           promoting sustainable financing solutions aligned
pembiayaan yang berkelanjutan sesuai dengan tujuan            with national socio-economic objectives.
sosial dan ekonomi nasional


LINIMASA | Timeline

                Diskusi intensif para pemangku kepentingan mengenai pendirian lembaga pembiayaan
    1983        sekunder perumahan. | Intensive discussions by stakeholders concerning establishment of a
                secondary mortgage institution.




    1993        Kajian kelayakan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan | Feasibility studies conducted
     -          by the Ministry of Finance.
    1998



                PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) didirikan pada 22 Juli 2005, dan transaksi
    2005
      -         pertamanya dilakukan dengan Bank BTN pada tahun 2006 | Establishment of SMF on July
    2009        22, 2005, and first transaction with Bank BTN in 2006.




    2010        Peluncuran efek beragun aset berbasis KPR, kerja sama dengan Indonesia Bond Pricing
      -         Agency, serta penghargaan dari berbagai media dan pemerintah | Launch of mortgage-backed
    2014        securities, collaboration with Indonesia Bond




8 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 9
  2015         Dukungan untuk Program Sejuta Rumah, peluncuran program pembiayaan syariah, serta
    -
  2019         kemitraan dengan lembaga internasional | Support for the One Million Houses Program,
  2019         launch of Sharia financing programs, and partnerships with international agencies.


               Mandat diperluas oleh Pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2020 untuk
  2020         pembiayaan perumahan berkelanjutan.
  2020         Expanded mandate from the Government through Presidential Regulation No. 100/2020 for
               sustainable housing finance.


               Realisasi penyaluran pembiayaan untuk mendukung program perumahan subsidi (FLPP)
   2021        selama pandemi COVID-19 | Realization of financing distribution to support the subsidized
   2021        housing (FLPP) program during the COVID-19 pandemic.




               SMF memperkuat perannya sebagai Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan| SMF
  2022         strengthened its role as the Secretariat for the Housing Finance Ecosystem.



               Penerbitan sukuk sosial pertama di Indonesia bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia,
  2023         yang diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin | Issuance of Indonesia's first social-focused
               sukuk in collaboration with Bank Syariah Indonesia, officiated by Vice President Ma’ruf Amin.

               Diterbitkan pada 18 Desember 2023, terdiri atas Obligasi Sosial Rp 500 miliar dan Sukuk
               Sosial Rp 200 miliar | Issued on 18 December 2023, comprising a Social Bond of IDR 500
               billion and a Social Sukuk of IDR 200 billion.

               Tenor 5 tahun, kupon 6,90 persen, rating idAAA (PEFINDO) | Five-year tenor, 6.90 percent
               coupon, rated idAAA (PEFINDO).


               Penerbitan obligasi sosial berkelanjutan dalam tiga tahap, sebagai kelanjutan dari penerbitan
  2024         obligasi sosial di tahun 2023 | The issuance of sustainable social bonds in three phases, as a
               continuation of the social bond issuance in 2023.
  2024
               Tahap II–IV diterbitkan Maret, Juni, dan November 2024 dengan total Rp 4,7 triliun | Phases
               II–IV issued in March, June, and November 2024 totaling IDR 4.7 trillion.

               Tenor 5 tahun, kupon 6,75–7,15 persen, rating idAAA (PEFINDO) | Five-year tenor, 6.75–
               7.15 percent coupon, rated idAAA (PEFINDO).




9 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 10
RINGKASAN KEUANGAN | Financial Highlight

                                        Penyaluran
                                       Pinjaman dan      Efek-efek yang
                                       Pembiayaan |       diterbitkan |         Ekuitas |         Pendapatan |       Laba bersih |
                   Aset | Assets     Loan disbursement   Securities issued       Equity             Income           Net Income
                                       and financing



 Desember 2023    Rp 45,7 triliun     Rp 36,0 triliun     Rp 19,0 triliun     Rp 18,2 triliun     Rp 2,1 triliun     Rp 466 miliar
 December 2023   IDR 45.7 trillion   IDR 36.0 trillion   IDR 19.0 trillion   IDR 18.2 trillion   IDR 2.1 trillion   IDR 466 billion


 Desember 2024    Rp 58,1 triliun     Rp 41,8 triliun     Rp 26.4 triliun     Rp 20.6 triliun     Rp 2,9 triliun     Rp 540 miliar
 December 2024   IDR 58.1 trilion    IDR 41.8 trillion   IDR 26.4 trillion   IDR 20,6 trillion   IDR 2.9 trillion   IDR 540 billion


Sumber: Laporan Tahunan 2024 | Source: Annual Report 2024



Laporan Tahunan mencatat kemajuan yang kuat pada                         The Annual Report highlights strong progress
berbagai indikator utama. Nilai total aset meningkat                     across key performance indicators. Total assets
signifikan menjadi Rp 58,1 triliun pada akhir 2024,                      rose significantly to IDR 58.1 trillion by the end of
yang mencerminkan penguatan struktur keuangan                            2024, reflecting the strengthening of SMF’s
SMF. Penyaluran pinjaman dan pembiayaan juga                             financial structure. Loan disbursement and
tumbuh menjadi Rp 41,8 triliun, menandakan                               financing also increased to IDR 41.8 trillion,
kontribusi SMF yang semakin besar dalam                                  indicating SMF’s growing contribution in
mendukung akses pembiayaan perumahan. Penerbitan                         expanding access to housing finance. Securities
efek naik tajam menjadi Rp 26,4 triliun,                                 issuance surged to IDR 26.4 trillion,
mencerminkan kepercayaan pasar yang terus                                demonstrating the market’s continued confidence
meningkat terhadap perusahaan. Sementara itu,                            in the company. Meanwhile, income rose to IDR
pendapatan naik menjadi Rp 2,9 triliun, serta laba                       2.9 trillion, and net income increased to IDR 540
bersih naik menjadi Rp 540 miliar. Secara keseluruhan,                   billion. Overall, these achievements underscore
capaian ini menunjukkan konsistensi SMF dalam                            SMF’s consistent role in driving strategic progress
menjalankan peran strategis di sektor pembiayaan                         in the housing finance sector.
perumahan.




10 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 11
RINGKASAN KERANGKA KERJA |
Summary of Framework




Penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan            The issuance of Sustainable Social Bond (Social
(Obligasi Sosial) SMF disesuaikan dengan standar dan           Bond) by SMF was aligned with recognized
prinsip internasional yang diakui, yang ditetapkan oleh        international standards and principles that was
(1) International Capital Market Association (ICMA),           established by (1) the International Capital
(2) ASEAN’s Social Bond Standard - ASEAN Capital               Market Association (ICMA)’s Social Bond
Market Forum (ACMF), (3) Peraturan Otoritas Jasa               Principles, (2) the ASEAN’s Social Bond
Keuangan Nomor 18 Tahun 2023 Tentang Penerbitan                Standard - ASEAN Capital Market Forum
dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk                  (ACMF), (3) the Financial Services Authority
Berlandaskan Keberlanjutan, dan (4) Social Loan                Regulation Number 18 of 2023 concerning the
Principles yang telah dipublikasikan oleh Loan Market          Issuance and Requirements of Debt Securities and
Association, Loan Syndications and Trading                     Sustainable Sukuk, and (4) Social Loan
Association, and Asia Pacific Loan Market                      Principles that was published by the Loan Market
Association.                                                   Association, Loan Syndications and Trading
                                                               Association, and Asia Pacific Loan Market
                                                               Association.




11 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 12
PENGGUNAAN DANA | Use of Proceeds

Seluruh dana yang diperoleh dari Obligasi SMF                       All proceeds from SMF's Social Bond are
dialokasikan untuk pembiayaan perumahan sosial                      allocated to fund affordable social housing, aiming
yang terjangkau guna meningkatkan kepemilikan                       to increase homeownership for low-income
rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).                  households (MBR). The financed projects focus
Proyek yang didanai ini berfokus pada skema KPR                     on the KPR Sejahtera scheme, supported by the
Sejahtera dengan dukungan Fasilitas Likuiditas                      Housing Financing Liquidity Facility (FLPP),
Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang telah memenuhi                    and meet the eligibility criteria outlined in the
kriteria kelayakan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan               Ministerial Regulation of Public Works and Public
Umum dan Perumahan Rakyat No. 21/PRT/M/2016                         Housing No. 21/PRT/M/2016 and its amendments.
beserta perubahannya.

Sesuai kerangka kerja yang ditetapkan, proyek ini                   As indicated in the framework, this initiative
secara    langsung   berkontribusi   pada    Tujuan                 directly contributes to Sustainable Development
Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 10 (Mengurangi                      Goal (SDG) 10 (Reduced Inequality) and SDG
Ketimpangan) dan 11 (Kota dan Komunitas                             11 (Sustainable Cities and Communities). The
Berkelanjutan). Di samping itu, proyek ini juga                     project also provides indirect support for SDG 1
memberikan dampak tidak langsung terhadap                           (No Poverty), SDG 3 (Good Health and Well-
pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 3                          being), SDG 5 (Gender Equality), SDG 6 (Clean
(Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan                  Water and Sanitation), SDG 8 (Decent Work and
Gender), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG                 Economic Growth), and SDG 16 (Peace, Justice,
8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta                  and Strong Institutions).
SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan
yang Tangguh).

Keterkaitan ini didukung oleh berbagai temuan ilmiah.               This alignment is corroborated by scientific
OECD (2020), misalnya, menekankan peran krusial                     findings. For instance, the OECD (2020)
perumahan sosial dalam mengurangi kemiskinan dan                    emphasizes that social housing is critical for
ketimpangan (SDG 1, 10) serta menyediakan hunian                    reducing poverty and inequality (SDGs 1, 10) and
layak (SDG 6, 11). Senada dengan itu, World Green                   providing adequate housing (SDGs 6, 11).
Building Council (2023)1 menggarisbawahi pentingnya                 Similarly, the World Green Building Council
program perumahan terjangkau untuk mencapai SDG                     (2023)1 highlights the importance of affordable
1, 3, 8, 10, dan 11, sementara AFD (2024)2                          housing for achieving SDGs 1, 3, 8, 10, and 11,
menunjukkan kontribusi akses perumahan terhadap                     while the AFD (2024)2 notes that housing access
spektrum SDG yang lebih luas.                                       contributes to a broad spectrum of goals.




1
 World Green Building Council. (2023). Sustainable and affordable housing: Five principles for a just transition.
2
  Agence Française de Développement. (2024, April 22). Housing for SDGs: Access to housing for the achievement of sustainable
development goals.



12 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 13
Berbagai studi lain turut memperkuat temuan ini,                                  These conclusions are further reinforced by
mulai dari penelitian dampak perumahan MBR                                        numerous studies, from research on the impact of
terhadap penurunan kemiskinan oleh Freedman dan                                   low-income housing on poverty reduction by
McGavock (2015)3, analisis hubungan perumahan                                     Freedman and McGavock (2015)3, to analyses of
dengan perilaku sosial oleh Steinhoff (2024)4, hingga                             the link between housing and social behavior by
studi mengenai pentingnya kesetaraan gender di sektor                             Steinhoff (2024)4, the importance of gender
perumahan oleh European Investment Bank (2024)5                                   equality in the sector by the European Investment
dan keterkaitannya dengan ketenagakerjaan oleh                                    Bank (2024)5, and the connection to employment
Jansen-van-Vuuren et al. (2024)6.                                                 outcomes by Jansen-van-Vuuren et al. (2024)6.


KONTRIBUSI LANGSUNG | Direct Contribution




Obligasi Sosial SMF memberikan kontribusi secara langsung untuk pencapaian SDG target 10 dan 11.
Social Bond directly contributed to the achievement of SDG targets 10 and 11.


KONTRIBUSI TIDAK LANGSUNG | Indirect Contribution




Obligasi Sosial SMF memberikan kontribusi secara tidak langsung untuk pencapaian SDG target 1, 3, 5, 6, 8
dan 16.
Social Bond indirectly contributed to the achievement of SDG targets 1, 3, 5, 6, 8, and 16.




3
  Freedman, M. L., & McGavock, T. (2015). Low‑income housing development, poverty concentration, and neighborhood inequality. Journal of Policy
Analysis and Management, 34(4), 805–834. https://doi.org/10.1002/pam.21856
4
  Steinhoff, B. (2024, December 29). The impact of social and affordable housing on societal attitude – a systematic review of the literature (MPRA
Paper No. 123120). Munich Personal RePEc Archive.
5
  European Investment Bank. (2024). Promoting gender equality in public social housing. European Investment Bank.
6
  Jansen‑van Vuuren, J., Rijal, H., Bobbette, N., Lysaght, R., Krupa, T., & Aguilar, D. (2024). Exploring the connection between social housing and
employment: A scoping review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(9), Article 1217.
https://doi.org/10.3390/ijerph21091217


13 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 14
EVALUASI DAN PEMILIHAN PROYEK | Project Evaluation and Selection




SMF mengalokasikan dana dari Obligasi Sosial untuk             SMF allocates the proceeds from its Social Bond
mendukung program FLPP melalui kolaborasi dengan               to support the FLPP program, utilizing a portfolio
BP Tapera, dengan menerapkan pendekatan                        approach in collaboration with BP Tapera. In this
portofolio. Dalam kerja sama ini, BP Tapera bertugas           partnership, BP Tapera is responsible for screening
menyaring dan mengevaluasi bank pelaksana serta                and evaluating the executing banks and housing
pengembang      perumahan      untuk    memastikan             developers to ensure compliance with the eligibility
kesesuaian dengan kriteria kelayakan program KPR               criteria of the KPR Sejahtera and FLPP
Sejahtera dan FLPP. Bank yang lolos kualifikasi                programs. Banks that meet the qualifications then
kemudian akan menandatangani perjanjian tripartit              enter into a tripartite agreement with SMF and
bersama SMF dan BP Tapera untuk menyalurkan                    BP Tapera to provide housing credit to MBR.
kredit perumahan kepada MBR.

Secara lebih rinci, peran BP Tapera mencakup:                  More specifically, BP Tapera’s roles include:
  1.Melakukan penyaringan dan evaluasi kelayakan                1.Screening and evaluating banks and developers
    proyek terhadap bank dan pengembang.                          to determine project eligibility.
  2.Melakukan verifikasi dokumen serta memproses                2.Verifying documentation and processing
    permintaan pencairan dana dari bank kepada                    disbursement requests from the banks to SMF.
    SMF.                                                        3.Collaborating with SMF to monitor and
  3.Bekerja sama dengan SMF dalam memantau dan                    evaluate the distribution of FLPP funds.
    mengevaluasi distribusi dana FLPP.                          4.Reconciling data to confirm that funds are
  4.Melakukan rekonsiliasi data untuk memastikan                  received by the intended MBR beneficiaries.
    dana tersalurkan kepada penerima manfaat MBR
    yang berhak.

Dari sisi internal, SMF turut membentuk                        Internally, SMF also established a Sustainability
Sustainability Funding Working Group (SFWG) yang               Funding Working Group (SFWG) to oversee the
bertanggung jawab mengawasi pemanfaatan dana dan               use of proceeds and ensure alignment with social
memastikan keselarasan dengan tujuan sosial. Untuk             objectives. To mitigate credit risks, the company
memitigasi risiko kredit, perusahaan menerapkan                implements comprehensive risk management
praktik manajemen risiko yang komprehensif, meliputi           practices, which include (1) credit disbursement
(1)   pedoman     pencairan   kredit,  (2)   sistem            guidelines, (2) internal rating systems, and (3) an
pemeringkatan internal, dan (3) Sistem Peringatan              Early Warning System (EWS).
Dini (EWS).


14 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 15
PENGELOLAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM |
Management of Proceeds
SMF menerapkan pendekatan portofolio untuk                     SMF utilizes a portfolio approach to ensure that
memastikan dana hasil Obligasi Sosial dialokasikan             proceeds from the Social Bond is allocated strictly
secara eksklusif pada proyek-proyek yang memenuhi              to eligible projects. The management of these
syarat. Tanggung jawab atas pengelolaan dana ini               funds is handled by the Treasury and Investor
berada di tangan Divisi Treasury dan Hubungan                  Relations Division in conjunction with the Finance
Investor serta Divisi Manajemen Keuangan dan                   and Credit Management Division. In accordance
Kredit. Sesuai kebijakan internal perusahaan, dana             with internal policies, any unallocated funds are
yang belum dialokasikan akan ditempatkan dalam                 held in the form of cash or cash equivalents.
bentuk kas atau setara kas.

Proses penyaluran dana dipantau melalui sistem                 The disbursement of proceeds is tracked using an
terintegrasi di bawah pengawasan SFWG, yang juga               integrated system, with the SFWG overseeing the
berwenang merekomendasikan realokasi dana jika                 allocation process and recommending reallocations
diperlukan untuk proyek perumahan sosial. Untuk                for social housing projects as needed. In line with
menjamin transparansi dan akuntabilitas, SMF                   the Financial Services Authority Regulation
memelihara rekening khusus di bank yang telah                  (POJK) No. 18 of 2023, SMF maintains
ditunjuk untuk mengelola dana hasil penerbitan,                dedicated accounts with designated banks
sejalan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa               specifically to manage these proceeds, ensuring
Keuangan (POJK) No. 18 Tahun 2023.                             transparency and proper governance.




15 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 16
RINGKASAN TRANSAKSI | Transaction Highlights

                                                                            Obligasi Sosial | Social Bond

                                                         Tahap II |                      Tahap III |           Tahap IV |
                                                         Phase II                        Phase III              Phase IV

                    Tanggal penerbitan /               8 Maret 2024                        Juni 2024         November 2024
                       Issuance date                   8 March 2024                        June 2024         November 2024


                     Jumlah penerbitan /             Rp 1.500.000.000.000         Rp 2.000.000.000.000     Rp 1.200.000.000.000
                      Issuance amount               IDR 1,500,000,000,000        IDR 2,000,000,000,000    IDR 1,200,000,000,000

                   Jangka waktu | Tenor                                               5 tahun | 5 years

                   Tanggal jatuh tempo /               27 Maret 2029                    26 Juni 2029        26 November 2029
                        Due date                       27 March 2029                    26 June 2029        26 November 2029

                      Tingkat kupon |                       6,75%                           7,15%                7,00%
                        Coupon rate                         6.75%                           7.15%                7.00%

                     Peringkat | Rating                                          id   AAA (PEFINDO)


   INFORMASI INVESTOR | Investor Information

                               Lain-lain | Others

             Dana Pensiun |             1,9%                                    Berdasarkan data, sektor perbankan merupakan
             Pension Fund 11,9%                                                 investor terbesar dengan proporsi 30,9%, diikuti
                                                      Pemerintah Indonesia      oleh Pemerintah Indonesia sebesar 26,6% dan
      Reksadana |                                     Government of Indonesia
      Mutual Fund                                               26,6%           asuransi sebesar 14,3%. Dana pensiun
        6,8%                                                                    menyumbang 11,9%, sedangkan investor dari
                                                                                perusahaan atau institusi lain mencakup 7,6%.
    Asuransi | Insurance
                                                                                Proporsi investor dari reksa dana dan kategori
     14,3%
                                                                                lain-lain relatif kecil, masing-masing sebesar
                                                                                6,8% dan 1,9%. Komposisi ini menunjukkan
                                                                                keberagaman investor yang membeli Obligasi
                                                      Perbankan | Banking
                                                                                Sosial.
                                                      30,9%

   Based on the data, the banking sector is the largest investor with a share of 30.9%, followed by the
   Government of Indonesia at 26.6% and insurance companies at 14.3%. Pension funds contribute 11.9%,
   while investors from other companies or institutions account for 7.6%. Investors from mutual funds and the
   "others" category make up relatively smaller portions, at 6.8% and 1.9% respectively. This composition
   reflects the diversity of investors purchasing Social Bonds.

16 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 17
17 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 18
ALOKASI DANA | Proceed Allocation
PROFIL PROJECT | Project Profile
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)               The FLPP is a government-backed initiative
merupakan program inisiasi pemerintah yang                     designed to enhance homeownership opportunities
bertujuan memperluas kesempatan kepemilikan rumah              for low-income households. In this capacity, SMF
bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam                   serves a key role as a special mission vehicle,
program ini, SMF memegang peran kunci sebagai                  responsible for channeling funds to support the
special mission vehicle yang bertugas menyalurkan              development of affordable housing projects
dana untuk mendukung pembangunan proyek                        throughout Indonesia.
perumahan terjangkau di seluruh Indonesia.

Objektif utama dari program FLPP adalah                        The primary objective of the FLPP program is to
memfasilitasi pembiayaan KPR yang terjangkau bagi              provide affordable mortgages to low-income
MBR, sehingga meningkatkan akses mereka terhadap               families, thereby improving their access to decent
hunian yang layak. Inisiatif ini selaras dengan agenda         housing. This initiative is aligned with the
sosial dan ekonomi pemerintah yang lebih luas, serta           government's broader socio-economic agenda and
mendukung komitmen Indonesia terhadap pencapaian               supports Indonesia's commitment to the SDGs,
SDGs, terutama dalam mewujudkan kota dan                       particularly the goal of fostering sustainable cities
permukiman yang berkelanjutan.                                 and communities.

Program ini dijalankan menggunakan model                       The program is structured on a 75:25 co-funding
pendanaan bersama 75:25, di mana 75% pendanaan                 model, wherein the government provides 75% of the
berasal dari pemerintah melalui BP Tapera dan 25%              financing via BP Tapera, and SMF contributes the
sisanya dikontribusikan oleh SMF. Pendekatan                   remaining 25%. This collaborative approach is
kolaboratif ini terbukti efektif dalam mengurangi              effective in reducing overall borrowing costs, which
biaya pinjaman secara keseluruhan, yang pada                   in turn allows participating banks to offer
akhirnya memungkinkan bank pelaksana menawarkan                mortgages with lower interest rates to eligible
KPR dengan suku bunga lebih rendah bagi para                   beneficiaries.
penerima manfaat yang memenuhi syarat.



                                                               "Kami ucapkan syukur Alhamdulillah dan terimakasih
                                                               kepada Pemerintah atas Program KPR FLPP yang
                                                               memudahkan kami untuk memiliki rumah dengan
                                                               lingkungan yang nyaman dan bersih. Semoga program ini
                                                               dapat berjalan seterusnya dan lebih banyak keluarga di
                                                               Indonesia yang dapat memiliki rumah.”

                                Hartini - Ibu Rumah Tangga     “We express our gratitude, Alhamdulillah, and thank the
                               dan Wirausaha | Housewife and   Government for the FLPP Mortgage Program, which has
                                        Entrepreneur           made it easier for us to own a home in a clean and comfortable
                                       (Kab. Bekasi |          environment. We hope this program will continue and enable
                                    Regency of Bekasi)         more families in Indonesia to own a home.”




18 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 19
MANFAAT UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN
RENDAH | Benefit to Low-Income Household
Program FLPP memberikan manfaat utama bagi                     The FLPP program provides key benefits for low-
MBR di Indonesia, antara lain:                                 income families in Indonesia, as follows:

  1.Uang      muka      terjangkau:    Program      ini          1.Affordable down payments: The program
    memberlakukan syarat uang muka minimal, mulai                  requires a minimal down payment, starting as
    dari 1% dari nilai properti, sehingga secara                   low as 1% of the property's value, which
    signifikan meringankan beban finansial di awal                 significantly reduces the initial financial
    bagi MBR.                                                      barrier for low-income families.
  2.Suku bunga rendah dan tetap: KPR FLPP memiliki               2.Lower and fixed interest rates: FLPP
    suku bunga tetap sebesar 5% per tahun, jauh di                 mortgages feature a fixed interest rate of 5%
    bawah suku bunga KPR konvensional. Sifatnya                    per annum, substantially lower than
    yang konstan sepanjang tenor pinjaman                          conventional mortgage rates. This rate remains
    memberikan kepastian angsuran bulanan yang                     constant throughout the loan term, ensuring
    lebih terprediksi dan terjangkau.                              predictable     and     manageable      monthly
  3.Tenor pinjaman panjang: Penerima manfaat dapat                 payments.
    mengajukan pinjaman dengan tenor hingga 20                   3.Extended loan tenure: Beneficiaries can apply
    tahun. Jangka waktu yang panjang ini menjadikan                for loan terms of up to 20 years. This extended
    angsuran bulanan lebih ringan dan membantu                     period results in lower monthly installments,
    mengelola beban keuangan dalam jangka panjang.                 helping to ease the long-term financial burden.
  4.Subsidi dan pembebasan biaya: Program ini                    4.Subsidies and exemptions: The program
    memberikan subsidi dari pemerintah, termasuk                   includes various government subsidies, such as
    bantuan uang muka sebesar Rp 10.000.000 untuk                  down payment assistance of IDR 10,000,000
    rumah      tapak,    serta    pembebasan     Pajak             for landed houses, as well as exemptions from
    Pertambahan Nilai (PPN) dan premi asuransi,                    Value Added Tax (VAT) and insurance
    yang secara signifikan mengurangi total biaya.                 premiums, all of which substantially reduce the
  5.Kriteria kelayakan inklusif: Program ini ditujukan             total cost.
    bagi Warga Negara Indonesia berusia minimal 20               5.Inclusive eligibility criteria: The program is
    tahun atau sudah menikah, dengan batas                         open to Indonesian citizens who are at least 20
    penghasilan maksimal Rp 8.000.000 untuk                        years old or married, with a maximum income
    pemohon menikah (Rp 10.000.000 di Papua) dan                   of IDR 8,000,000 for married applicants
    Rp 7.000.000 untuk pemohon lajang (Rp 7.500.000                (IDR 10,000,000 in the Papua region) and
    di Papua). Syarat utama dari pemohon dan                       IDR 7,000,000 for unmarried applicants (IDR
    pasangan belum memiliki rumah dan belum                        7,500,000 in the Papua region). A key
    pernah menerima subsidi perumahan dari                         condition is that applicants and their spouses
    pemerintah.                                                    must not already own a home and must not
                                                                   have previously received a government housing
                                                                   subsidy.




19 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 20
  LOKASI PROYEK | Project Location
                                                                                                                   Sulawesi Utara |
                                                    Kalimantan Tengah |   Kalimantan Utara |       Kalimantan      North Sulawesi
                                                    Central Kalimantan    North Kalimantan         Timur | East         1.967
                                                                             632                   Kalimantan           288,7
                                                              2.833
                                  Kep.Riau | Riau Islands     429,4          97,0                     1.567                                  Papua Barat Daya |
                                                                                                      241,2               Maluku Utara |
                                     4.811      715,4                                                                                        Southwest Papua
                                                                                                                          North Maluku
                                                                                                                           171    24,3         306     60,3
                    Riau | Riau
                    5.392 730,2              Kalimantan Barat |                                Gorontalo |
                                             West Kalimantan                                   Gorontalo                                       Papua Barat |
                            Jambi | Jambi        6.275                                            711                                          West Papua
                                5.011            939,5                                           103,2
                                                                                                                                                 42   8,06
                                698,5     Kep. Bangka                                                                                                           Papua | Papua
                                           Belitung |
                                                                                                                                                                   311    61,0
                                        Bangka Belitung
     Sumatera Utara |                                                                                  Sulawesi Tengah |
                                            Islands
      North Sumatra                         2.516                                 Kalimantan           Central Sulawesi
       8.674                                368,8                                  Selatan |               2.036
       1.205,5                                                                      South                  301,9
                                                                                  Kalimantan                   Sulawesi           Maluku |
                                                 Jakarta                                                      Tenggara |
Sumatera Barat |                                            Jawa Tengah |       5.662                                             Maluku
                                                | Jakarta                       862,2                         Southeast                             Papua Tengah |
 West Sumatra                                      6        Central Java                                                             18
      2.005        Bengkulu |                      0,92         12.056    Sulawesi Barat |                     Sulawesi              2,75           Central Papua
                                                                                           Sulawesi Selatan |    3.954                                 171
       277,3       Bengkulu                                      1.687,3   West Sulawesi
                                                                                            South Sulawesi       584,3                                 34,2
                     2.496                                                        526           7.864
                     321,5                                                        75,8          1.156,8
                                             Jawa Barat |                                                                                                Papua Selatan |
                                              West Java                                                                                                   South Papua
        Sumatera Selatan |                                                Bali | Bali
                                                91.967                        2.607                                                                       4     0,71
         South Sumatra                                                                                        Nusa Tenggara
                                                13.981,3                      410,3
             8.060         Lampung |                                                                         Timur | East Nusa
             1.132,4       Lampung Banten |                                         Nusa Tenggara               Tenggara              Keterangan | Informations
                                               DIY Yogyakarta |    Jawa Timur |
                             4.455   Banten Special Region                           Barat | West                  551                Jumlah Rumah | Number of Households
                                                                    East Java
                             626,7   20.444                                         Nusa Tenggara                   85,4              Nilai Transaksi KPR - Rp Miliar |
                                                of Yogyakarta         14.342
                                     3.079,3                                              2.285                                       Total Value of Mortgage - $ billion
                                                       339            2.003,9
                                                       45,3                               361,4



   Dana yang dihimpun dari Obligasi Sosial telah                                                 The funds raised from the Social Bond have been
   disalurkan untuk mendukung proyek perumahan                                                   allocated to support affordable housing projects for
   terjangkau bagi MBR di berbagai provinsi di                                                   low-income communities across 368 districts in 36
   Indonesia. Lebih dari Rp 33 triliun dana FLPP telah                                           provinces. Over IDR 33 trillion in FLPP funds
   disalurkan kepada lebih dari 223 ribu rumah tangga di                                         have been disbursed to more than 223,000
   368 kabupaten/kota di 36 provinsi. Dari total dana                                            households nationwide. Of the total mortgage
   KPR      tersebut,   SMF      berkontribusi   sebesar                                         financing,    SMF       contributed    one-quarter,
   seperempatnya, yakni Rp 8,25 triliun.                                                         amounting to IDR 8.25 trillion.

   Secara keseluruhan, Pulau Jawa mendominasi                                                    Overall, the island of Java dominated fund
   penyerapan dana dengan porsi 63,0%, mencerminkan                                              absorption, accounting for 63.0% of the total,
   tingginya permintaan hunian serta kepadatan                                                   reflecting the high demand for housing and
   penduduk yang signifikan di wilayah ini, dengan lebih                                         significant population density in the region, with
   dari 139 ribu rumah tangga penerima. Jawa Barat                                               more than 139,000 beneficiary households. West
   menjadi provinsi dengan alokasi KPR tertinggi, yaitu                                          Java received the highest share of mortgage
   sebesar 42,4%, yang terdistribusi ke hampir 92 ribu                                           allocation at 42.4%, benefiting nearly 92,000
   rumah tangga, sejalan dengan besarnya populasi di                                             households, aligned with its large population.
   provinsi tersebut.
   Sementara itu, provinsi Banten, Jawa Timur, dan Jawa                                          Meanwhile, the provinces of Banten, East Java,
   Tengah masing-masing memperoleh distribusi nilai                                              and Central Java received 9.3%, 6.1%, and 5.1%
   KPR sebesar 9,3%, 6,1%, dan 5,1%. Di luar Jawa,                                               of the total mortgage value, respectively. Outside
   provinsi dengan penyaluran KPR terbesar adalah                                                Java, the provinces with the highest mortgage
   Sumatera Utara (3,7%), Sulawesi Selatan (3,5%), dan                                           distribution were North Sumatra (3.7%), South
   Sumatera Selatan (3,4%).                                                                      Sulawesi (3.5%), and South Sumatra (3.4%).



  20 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 21
Pola distribusi di berbagai provinsi tersebut                     This distribution pattern across provinces reflects a
menggambarkan strategi untuk mengurangi backlog                   strategic effort to reduce the housing backlog and
perumahan dan mempromosikan kepemilikan rumah                     promote affordable homeownership on a national
yang terjangkau dalam skala nasional.                             scale.
                                                                                        Kab.Bekasi |
                                                        Jakarta | Jakarta             Bekasi Regency
                             Kab.Tangerang |               6 (<0,01%)                  31.898 (14,3%)
                           Tangerang Regency               6(<0.01%)                   31,898 (14.3%)
                              10.356 (4,6%)
                              10,356 (4.6%)



                             Kota Tangerang |                                              Kab.Karawang |
                              Tangerang City                                              Karawang Regency
                               6 (<0,01%)                                                    15.095 (6,8%)
                               6(<0.01%)                                                     15,095 (6,8%)


                                                                                           Kota Bekasi |
                                    Kab.Bogor |                                             Bekasi City
                                  Bogor Regency                                             11 (<0,01%)
                                   15.188 (6,8%)                                            11 (<0.01%)
                                   15.188 (6.8%)
                                                   Kota Bogor |        Kota Depok |
                                                    Bogor City          Depok City
                                                    5 (<0,01%)          2 (<0,01%)
                                                    5 (<0.01%)           2 (<0.01%)



Dari seluruh rumah yang dibangun di Indonesia, lebih              Of all the houses built in Indonesia, more than
dari 32% berada di wilayah megapolitan Jadebotabek,               32% are located in the Greater Jakarta
dengan total 72.653 rumah tangga penerima manfaat.                metropolitan area (Jadebotabek), benefiting a
Hal ini mencerminkan tingginya permintaan                         total of 72,653 households. This reflects the high
perumahan di kawasan perkotaan dan daerah                         demand for housing in urban centers and
penyangga.                                                        surrounding buffer zones.

Kabupaten Bekasi tercatat sebagai wilayah dengan                  Bekasi Regency recorded the highest contribution
kontribusi terbesar di tingkat kabupaten, dengan                  at the regency level, with nearly 32,000 beneficiary
hampir 32 ribu rumah tangga penerima manfaat, atau                households, around 14.3% of the total recipients
sekitar 14,3% dari total rumah tangga penerima secara             nationwide. At the sub-district level, housing
nasional. Di tingkat kecamatan, pembangunan rumah                 development in Bekasi Regency was primarily
di Kabupaten Bekasi paling banyak tersebar di                     concentrated in Cibitung (24.1%), Serang Baru
Kecamatan Cibitung (24,1%), Serang Baru (17,9%),                  (17.9%), West Cikarang (11%), South Tambun
Cikarang Barat (11%), Tambun Selatan (11%), dan                   (11%), and Sukakarya (10.8%).
Sukakarya (10,8%).

Sementara itu, lebih dari 15 ribu rumah telah dibangun            Meanwhile, over 15,000 houses have been built in
di Kabupaten Bogor, yang sebagian besar berada di                 Bogor Regency, with the majority located in
Kecamatan Klapanunggal (34,5%) dan Cileungsi                      Klapanunggal (34.5%) and Cileungsi (16.7%).
(16,7%). Selain itu, pembangunan juga terjadi di                  Other notable areas include Jonggol (6.2%),
Kecamatan Jonggol (6,2%), Ciampea (5,8%), Ciomas                  Ciampea    (5.8%),     Ciomas     (5%),     and
(5%), dan Cibungbulang (5%).                                      Cibungbulang (5%).




21 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 22
Kabupaten Karawang menyusul dengan total 15.095                Karawang Regency follows with a total of 15,095
rumah yang telah dibangun. Dari jumlah tersebut,               houses constructed. Of this number, nearly half are
sekitar setengahnya berada di Kecamatan Klari                  located in Klari sub-district (49.4%), followed by
(49,4%), disusul oleh Kecamatan Cikampek yang                  Cikampek with 28.9%.
menyumbang 28,9%.

Di Kabupaten Tangerang, lebih dari 10 ribu rumah               In Tangerang Regency, more than 10,000 houses
telah dibangun, dengan konsentrasi tertinggi di                have been built, with the highest concentrations in
Kecamatan Cisoka (37,5%) dan Rajeg (30,7%). Selain             Cisoka (37.5%) and Rajeg (30.7%), while 11.5%
itu, 11,5% rumah dibangun di Kecamatan Balaraja.               of the houses were built in Balaraja.




22 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 23
RINGKASAN DAMPAK | Impact Highlights

PROFIL PENERIMA MANFAAT | Profile of Beneficiaries
                               Indonesia : 32,1%           Sumatera : 34,4%               Sulawesi : 36,4%
                               Indonesia : 32.1%           Sumatera : 34.4%               Sulawesi : 36.4%
                                                           Jawa : 31,0%                  Bali dan Nusa Tenggara : 34,8%
                                                                                         Bali and Nusa Tenggara : 34.8%
                                                           Java : 31.0%
                                                           Kalimantan : 30,0%             Maluku dan Papua : 31,1%
                                                           Kalimantan : 30.0%             Maluku and Papua : 31.1%


                                                           Swasta : 86,3% |         Wirausaha : 4,9% |       Lainnya : 1,7% |
        PNS : 4,7% |              TNI/POLRI: 2,3% |
                                                           Private Sector : 86.3%   Enterpreneur : 4.9%      Others : 1.7%
        Civil Servant : 4.7%      Military/Police : 2.3%




Alokasi dana dari Obligasi Sosial telah memberikan                    The allocation of proceeds from the Social Bond
dampak signifikan dalam menjawab kebutuhan                            has yielded a meaningful impact on addressing the
perumahan bagi beragam segmen masyarakat. Bukti                       housing needs of diverse societal segments. A
nyata    komitmen       terhadap  inklusivitas dan                    testament to the project's commitment to gender
pemberdayaan perempuan (SDG 5) ditunjukkan                            inclusivity and female empowerment (SDG 5) is
dengan tercatatnya lebih dari sepertiga (32,1%)                       the fact that over one-third (32.1%) of the homes
kepemilikan rumah atas nama perempuan, yang                           are owned by women beneficiaries across all
tersebar di seluruh wilayah.                                          regions

Selain itu, data mengenai status pekerjaan                           Furthermore, the data on job status indicates that
menunjukkan bahwa FLPP ini telah menjangkau                          the FLPP has reached households from a wide
rumah tangga dari berbagai latar belakang profesi,                   range of professional backgrounds, including civil
termasuk pegawai negeri sipil, personel militer dan                  servants, military and police personnel, private
kepolisian, karyawan sektor swasta, wirausahawan,                    sector employees, entrepreneurs, and others.
dan lainnya.

Keragaman ini menegaskan inklusivitas program,                       This     diversity   highlights  the    program's
memastikan bahwa proyek perumahan sosial dapat                       inclusiveness, ensuring that the social housing
diakses oleh masyarakat dari berbagai latar belakang,                project is accessible to people from various
yang pada akhirnya berkontribusi pada pembangunan                    backgrounds, ultimately contributing to broader
sosial-ekonomi yang lebih luas. Selain itu, pendekatan               socio-economic development. Furthermore, the
inklusif dalam menjangkau penerima manfaat dari                      inclusive approach of reaching beneficiaries from
berbagai latar belakang profesional turut berkontribusi              diverse professional backgrounds also contributes
pada visi SDG 16 untuk membangun masyarakat yang                     to SDG 16's vision of fostering peaceful and
damai dan inklusif.                                                  inclusive societies.




23 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 24
                         IDR 1M - 3M         >IDR 3M - 4M           >IDR 4M - 5M         >IDR 5M - 6M

                                  >IDR 6M- 7M           >IDR 7M - 8M         >IDR 8M - 10M


                                  73239
                                               69994




                                                            40856




                    13656                                                15569
                                                                                       9744
                                                                                                     79


Distribusi gaji penerima manfaat mencerminkan                  The income distribution of beneficiaries reflects
inklusivitas program, yang mampu menjangkau rumah              the inclusiveness of the program, which
tangga dengan rentang pendapatan yang beragam,                 successfully reaches households across a wide
mulai dari Rp 1.000.000 hingga Rp 10.000.000 per               income range, from IDR 1,000,000 to IDR
bulan. Batas penghasilan maksimal ditetapkan sebesar           10,000,000 per month. The maximum income
Rp 8.000.000 untuk rumah tangga yang sudah                     threshold is set at IDR 8,000,000 for married
menikah, dengan ketentuan khusus sebesar Rp                    households, with a special provision of up to IDR
10.000.000 untuk wilayah Papua.                                10,000,000 for households in Papua.

Sebagian besar penerima manfaat memiliki gaji antara           The majority of beneficiaries earn between IDR 3
Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan (64,2%).                  million and IDR 5 million per month (64.2%).
Selanjutnya, 18,3% nasabah berada pada rentang gaji            Additionally, 18.3% fall within the IDR 5 million
Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Bahkan, terdapat sebagian          to IDR 6 million income bracket. Notably, there
nasabah dengan gaji di bawah Rp 3 juta per bulan yang          are also beneficiaries earning less than IDR 3
tetap mendapatkan manfaat dari program FLPP.                   million per month who still qualify for FLPP
                                                               support.

Fokus ini menegaskan komitmen SMF dalam                        This focus underscores SMF’s commitment to
mendukung keluarga berpenghasilan terbatas, yang               supporting low-income families, ultimately not only
pada akhirnya tidak hanya meningkatkan kualitas                improving their quality of life but also contributing
hidup mereka, tetapi juga mendorong pembangunan                to sustainable economic development across
ekonomi yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.               Indonesia.




24 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 25
                                                      Jangka Waktu / Tenor




                                 Hingga 9 tahun : 0,2%           10 tahun : 3,8%      11-14 tahun : 2,4%
                                 Up to 9 years : 0.2%            10 years : 3,8%      11- 14 years : 2.4%




                                   15 tahun : 48,5%            16 -19 tahun : 5,7%     20 tahun : 39,3%
                                   15 years : 48.5%            16 - 19 years : 5.7%    20 years : 39.3%


                                            Kondisi KPR / Mortgage Condition

          Rentang Gaji              Rata-rata Nilai Angsuran Bulanan (Rp Ribu)         Ratio Angsuran Bulanan ke Gaji
          Salary Range             Average of Monthly Payment (IDR Thousand)           Monthly Payment to Salary Ratio


         Hingga Rp 2 juta                                893                                        49,4%
          Up to IDR 2 m                                  893                                        49.4%

      > Rp 2 juta – Rp 3 juta                            946                                        33,1%
      > IDR 2 m – IDR 3 m                                946                                        33.1%

      > Rp 3 juta – Rp 4 juta                            1.058                                      29,1%
      > IDR 3 m – IDR 4 m                                1,058                                      29.1%

      > Rp 4 juta – Rp 5 juta                            1.156                                      25,4%
      > IDR 4 m – IDR 5 m                                1,156                                      25.4%

      > Rp 5 juta – Rp 6 juta                            1.198                                      21,6%
      > IDR 5 m – IDR 6 m                                1,198                                      21.6%

      > Rp 6 juta – Rp 7 juta                            1.123                                      18,5%
      > IDR 6 m – IDR 7 m                                1,123                                      18.5%


      > Rp 7 juta – Rp 8 juta                            1.229                                      16,4%
      > IDR 7 m – IDR 8 m                                1,229                                      16.4%

      > Rp 8 juta – Rp 10 juta                           1.608                                      17,9%
      > IDR 8 m – IDR 10 m                               1,608                                      17.9%

                                                         1.126                                      25,5%
          Jumlah | Total
                                                         1,126                                      25.5%



25 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 26
Kondisi KPR yang ditawarkan melalui Obligasi Sosial           The mortgage terms offered through the Social
merefleksikan fleksibilitas dan inklusivitas untuk            Bond reflect both flexibility and inclusiveness,
mengakomodasi keterjangkauan finansial para                   aiming to accommodate the financial affordability
penerima manfaat. Mayoritas pinjaman diberikan                of the beneficiaries. The majority of loans were
dengan tenor 15 tahun (mencakup 48,5% dari total),            issued with a 15-year tenor (accounting for 48.5%
diikuti oleh tenor 20 tahun (39,3%).                          of the total), followed by 20-year tenors (39.3%).

Rentang pembayaran bulanan menunjukkan bahwa                  The range of monthly payments shows that, on
secara rata-rata, MBR membayar Rp 1,13 juta per               average, low-income households pay IDR 1.13
bulan. Nilai ini setara dengan seperempat gaji                million per month, equivalent to 25.5% of their
penerima manfaat (25,5%). Meskipun rata-rata rasio            income. While the average installment-to-income
cicilan terhadap pendapatan tergolong terjangkau,             ratio remains relatively affordable, disparities exist
terdapat ketimpangan pada kelompok berpendapatan              among lower-income groups. Beneficiaries earning
rendah. Penerima dengan gaji di bawah Rp 3 juta               below IDR 3 million per month allocate around
harus mengalokasikan sekitar sepertiga pendapatan             one-third of their income to mortgage payments
untuk cicilan (33,1%), bahkan mencapai 49,4% bagi             (33.1%), and those earning below IDR 2 million
yang berpenghasilan di bawah Rp 2 juta. Hal ini               spend nearly half (49.4%). This indicates that the
menunjukkan bahwa FLPP tetap berperan dalam                   FLPP program continues to play a vital role in
mendorong daya beli penerima manfaat.                         supporting beneficiaries’ purchasing power.

Kombinasi tenor panjang dan cicilan bulanan yang               These longer payment tenors and low monthly
ringan ini menciptakan ruang fleksibilitas finansial           installments grant households greater financial
bagi rumah tangga. Hal ini memungkinkan mereka                 flexibility. This enables them to manage their
untuk mengelola pengeluaran secara lebih efektif dan           expenses more effectively and allocate resources
mengalokasikan dana untuk kebutuhan esensial                   toward other essential needs, such as education,
lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan tabungan.           healthcare, or savings. Consequently, the program
Dengan demikian, program ini berpotensi mendukung              can contribute to SDG 1 (no poverty) and support
pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 10                 SDG 10 (reduced inequality), by ensuring low-
(Mengurangi Ketimpangan) dengan memastikan akses               income families can access affordable housing and
terhadap hunian layak dan peningkatan kualitas hidup           improve their overall quality of life.
bagi keluarga berpenghasilan rendah.




26 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 27
KETERJANGKAUAN DAN AKSESIBILITAS |
Affordability and Accessibility




Distribusi harga rumah menunjukkan fokus program                                 The distribution of house prices highlights the
pada aspek keterjangkauan, di mana setengah dari                                 program’s focus on affordability, with half of the
rumah yang didukung melalui Obligasi Sosial memiliki                             homes supported through the Social Bond priced at
harga hingga sekitar Rp 150 juta. Harga rumah                                    around IDR 150 million or less. Prices gradually
kemudian meningkat secara bertahap dari persentil ke-                            increase between the 65th and 75th percentiles.
65 hingga ke-75. Di atas persentil ke-75, harga rumah                            Above the 75th percentile, house prices tend to
cenderung mendekati Rp 179 juta, dengan porsi sekitar                            approach IDR 179 million, representing around
20% dari total rumah yang didukung.                                              20% of all supported homes.

Distribusi ini mencerminkan komitmen program dalam                               This    distribution    reflects   the     program’s
menyediakan perumahan yang terjangkau dan sesuai                                 commitment to providing affordable housing that
dengan beragam kebutuhan penerima manfaat.                                       meets the diverse needs of its beneficiaries.

                     Luas bangunan (m2)                Jumlah Rumah                                    Persentase
                     Building area (m2)               Number of Housing                                Percentage

                          Hingga 24                           6.235                                       2,8%
                          Up to 24                            6,235                                       2.8%

                                                              22.946                                     10,3%
                           25 – 27
                                                              22,946                                     10.3%

                                                              92.103                                     41,3%
                           28-307
                                                              92,103                                     41.3%

                                                              6.071                                       2,7%
                            31-33
                                                              6,071                                       2.7%

                                                              95.782                                     42,9%
                           34-368
                                                              95,782                                     42.9%


7
  Dari 41,3%, 34,5% memiliki luas bangunan 30, sedangkan sisanya (6,8%) memiliki luas 28 dan 29. | Out of the 41.3%, 34.5% have a building size of
30 square meters, while the remaining 6.8% have sizes of 28 and 29 square meters.
8
  Dari 42,9%, 42,4% memiliki luas bangunan 36, sedangkan sisanya (0,5%) memiliki luas 34 dan 35. | Out of the 42.9%, 42.4% have a building size of
36 square meters, while the remaining 0.5% have sizes of 34 and 35 square meters.


27 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 28
Sebagian besar rumah yang dibangun berukuran 36 m²             The majority of houses built are sized at 36 m² and
dan 30 m², masing-masing mencakup 42,4% dan                    30 m², accounting for 42.4% and 34.6% of all
34,6% dari total rumah. Hal ini menunjukkan upaya              units, respectively. This reflects efforts to meet the
untuk memenuhi standar minimum kelayakan luas                  minimum standards for adequate living space while
hunian, dengan tetap mempertimbangkan daya beli                considering the limited purchasing power of low-
MBR.                                                           income households.

Dengan menyediakan rumah yang terjangkau dan                   By providing affordable housing equipped with
dilengkapi fasilitas dasar, inisiatif ini secara langsung      basic facilities, this initiative directly supports the
mendukung tujuan SDG 11 untuk menciptakan                      objectives of SDG 11 to create sustainable and
lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dan inklusif.          inclusive urban environments. Additionally,
Selain itu, peningkatan fasilitas kondisi hunian               improved housing conditions contribute to better
membantu mendorong sektor kesehatan yang lebih                 public health, aligning with SDG 3, and enhance
baik, sejalan dengan SDG 3, serta meningkatkan akses           access to clean water and sanitation, supporting
terhadap air bersih dan sanitasi yang mendukung                the achievement of SDG 6.
pencapaian SDG 6.

Terakhir, pembangunan lebih dari 223 ribu rumah di           Lastly, the construction of over 223,000 houses
berbagai provinsi telah melibatkan banyak pekerja            across various provinces has involved a large
konstruksi dan pekerjaan terkait lainnya, menciptakan        number of construction workers and related
peluang kerja serta merangsang aktivitas ekonomi. Hal        occupations, creating job opportunities and
ini secara langsung berkontribusi pada SDG 8 dengan          stimulating economic activity. This directly
mendorong        pertumbuhan        ekonomi      yang        contributes to SDG 8 by promoting sustainable
berkelanjutan, menyediakan peluang kerja, dan                economic growth, generating employment, and
mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.                 supporting inclusive economic development.




28 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 29
GLOSARIUM | GLOSSARY

                                           EWS            Early Warning System
                                           FLPP           Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
                                                          Facilities of Liquidity for Housing Financing
                                           KPR            Kredit Kepemilikan Rumah
                                                          Household Loan Credit
                                           MBR            Masyarakat Berpengasilan Rendah
                                                          Low Income Household
                                           PPN            Pajak Pertambahan Nilai
                                                          Value Added Tax
                                           POJK           Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
                                                          Financial Services Authority Regulation
                                           SDG            Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
                                                          Sustainable Development Goals
                                           SFWG           Sustainability Funding Working Group
                                           SMF            Sarana Multigriya Finansial




29 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 30
                    LAPORAN REVIEW AHLI SOSIAL
                               SOCIAL EXPERT REVIEW REPORT


PT Dipa Consultan Utama selaku Ahli PT Dipa Consultan Utama, as the
Sosial yang ditunjuk telah melakukan appointed                          Social     Expert,        has
penelaahan          terhadap        Social      Bond conducted a review of the Social
Allocation and Impact Report yang disusun Bond Allocation and Impact Report
oleh    PT      Sarana        Multigriya    Finansial prepared by PT Sarana Multigriya
(Persero),      termasuk        data       pendukung Finansial          (Persero),         including
terkait penerbitan laporan tahun 2024. supporting data related to the 2024
Sebagai      Ahli     Sosial,      kami      memiliki issuance. As Social Experts, we
kompetensi, pengalaman, serta sertifikasi possess                   relevant       competencies,
yang      relevan       di      bidang       kegiatan experience,       and      certifications     in
berwawasan             sosial          sebagaimana socially-oriented activities, as detailed
tercantum pada Lampiran 1.                            in Appendix 1.


                                                      Management’s Responsibility
Tanggungjawab Manajemen                                     The management is responsible
        Manajemen             bertanggung      jawab for the preparation and presentation
atas penyusunan dan penyajian Social of PT Sarana Multigriya Finansial
Bond Allocation and Impact Report 2024 (Persero)’s                      2024       Social     Bond
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Allocation and Impact Report, in
secara wajar, sesuai dengan ketentuan accordance with POJK No. 18 of
POJK      No.    18     Tahun       2023      tentang 2023 concerning the Issuance and
Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Requirements for Debt Securities
Utang     dan/atau       Sukuk         Berlandaskan and/or          Sukuk          Based           on
Keberlanjutan. Selain itu, laporan ini juga Sustainability.                Furthermore,           this
mengacu         pada          sejumlah        standar report     also     refers      to     several
internasional       terkait    penerbitan      Social international     standards      related     to
Bond Report, antara lain ICMA Social Social Bond issuance, including the
Bond    Principles       (ICMA       SBP),     ICMA ICMA Social Bond Principles (ICMA
Harmonised Impact Reporting Framework SBP), the ICMA Harmonised Impact
(ICMA Impact Reporting), ASEAN Social Reporting Framework (ICMA Impact



1
Page 31
Bond Standards (ACMF), serta Social Reporting), the ASEAN Social Bond
Loan Principles yang diterbitkan oleh Loan Standards (ACMF), and the Social
Market Association, Loan Syndications and Loan Principles published by the
Trading Association, dan Asia Pacific Loan Loan Market Association, the Loan
Market Association.                              Syndications         and        Trading
                                                 Association, and the Asia Pacific
                                                 Loan Market Association.


Tanggungjawab Ahli Sosial                        Social Expert’s Responsibility
       Ahli Sosial bertanggung jawab untuk            The Social Expert is responsible
melakukan penelaahan atas Social Bond for reviewing PT Sarana Multigriya
Allocation and Impact Report 2024 PT Finansial (Persero)’s 2024 Social
Sarana      Multigriya   Finansial     (Persero) Bond Allocation and Impact Report
beserta     dokumen      pendukung      lainnya, and its supporting documents, in
sesuai dengan ketentuan POJK No. 18 accordance with POJK No. 18 of
Tahun 2023.       Lingkup    review meliputi 2023. The scope of this review
kesesuaian      proses     pemilihan     proyek includes assessing the alignment of
Kegiatan      Usaha      Berwawasan      Sosial the project selection process for
(KUBS), penyaluran dana hasil penerbitan Socially Oriented Business Activities
Social Bond ke proyek KUBS terpilih, serta (KUBS), the allocation of proceeds
ketersediaan estimasi dampak sosial dari from the Social Bond issuance to the
proyek-proyek yang dibiayai. Dana hasil selected KUBS projects, and the
penerbitan      telah     dialokasikan     dan availability     of   estimated    social
dilaporkan dalam Social Bond Allocation impacts from the financed projects.
and Impact Report 2024 tanpa terdapat The proceeds have been allocated
perubahan          proyek        pembiayaan. and reported in the 2024 report, with
Penelaahan      difokuskan    pada      dampak no changes to the financed projects.
sosial yang tercantum dalam laporan The review focuses specifically on the
tersebut,      berdasarkan      data      yang social   impacts      presented   in   the
disediakan oleh penerima dana penerbitan report, based on data provided by the
Social Bond Allocation and Impact Report recipients of funds from the 2024
2024     PT   Sarana     Multigriya    Finansial issuance.
(Persero).



                                                                                            2
Page 32
Analisis Penilaian
       Proses penilaian           dalam
                                 Social Assessment Analysis
Bond Allocation and Impact Report 2024      The assessment process in the
dilaksanakan melalui tahapan identifikasi 2024 Social Bond Allocation and
aspek-aspek   evaluasi   yang    secara Impact Report was carried out by
substansial merujuk pada Peraturan identifying        evaluation   aspects
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18 substantially referring to POJK No. 18
Tahun 2023 tentang Penerbitan dan of        2023.      The      methodological
Persyaratan Efek Bersifat Utang dan/atau framework                also       draws    on
Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Selain international               standards       and
itu, acuan metodologis juga diperoleh dari guidelines, including the ICMA Social
standar dan pedoman internasional, antara Bond Principles (ICMA SBP), the
lain ICMA Social Bond Principles (ICMA ICMA Harmonised Impact Reporting
SBP), ICMA Harmonised Impact Reporting Framework (ICMA Impact Reporting),
Framework         (ICMA     Impact
                          Reporting), the ASEAN Social Bond Standards
ASEAN Social Bond Standards (ACMF), (ACMF), and the Social Loan
serta      Social   Loan       Principles
                                    yang Principles published by the Loan
diterbitkan oleh Loan Market Association, Market   Association, the   Loan
Loan      Syndications   and     Trading Syndications       and     Trading
Association, dan Asia Pacific Loan Market Association, and the Asia Pacific
Association.    Berdasarkan      kerangka Loan Market Association. Based on
tersebut,     laporan       kemudian
                             dianalisis this framework, the report was then
dengan memperhatikan sejumlah dimensi analyzed across several important
penting,     meliputi       Use   of
                              Proceeds, dimensions,   including  Use     of
Evaluation and Selection, Management of Proceeds, Evaluation and Selection,
Proceeds, Reporting, External Review, Management of Proceeds, Reporting,
Tracking Proceeds, Target Population External Review, Tracking Proceeds,
Identification,     serta     Expected      Social Target Population Identification, and
Impact.                                            Expected Social Impact.
          Untuk memberikan penilaian yang                To provide a measurable and
terukur dan objektif, digunakan sistem objective assessment, a scoring
skoring dengan rentang nilai antara 1 system with a range of 1 to 4 was




3
Page 33
hingga     4   yang     disusun      berdasarkan applied, based on a combination of
kombinasi kriteria kuantitatif dan kualitatif. quantitative and qualitative criteria.
Selanjutnya, skor yang diperoleh dari Subsequently, the scores obtained
masing-masing         aspek    dihitung     melalui from each aspect were calculated
mekanisme pembobotan persentase guna using                     a    percentage          weighting
menghasilkan       nilai     akhir   yang    lebih mechanism        to    generate        a   more
proporsional.           Berdasarkan           hasil proportional final score. Based on
perhitungan, tingkat pencapaian kinerja these                  calculations,     the     level     of
kemudian dikategorikan ke dalam empat performance achievement was then
klasifikasi, yaitu: sangat tidak baik, tidak classified into four categories: very
baik, baik, dan sangat baik. Dengan poor, poor, good, and excellent.
pendekatan ini, proses penilaian tidak Through                     this      approach,           the
hanya      menekankan         pada     kepatuhan assessment           process          not       only
administratif terhadap regulasi dan standar emphasizes                             administrative
yang berlaku, tetapi juga memastikan compliance                           with          applicable
adanya      integrasi      antara    akuntabilitas, regulations and standards but also
transparansi, serta proyeksi dampak sosial ensures                 the         integration         of
yang diharapkan dari implementasi Social accountability, transparency, and the
Bond Allocation and Impact Report 2024.              projection of expected social impacts
                                                     from the implementation of the 2024
                                                     Social Bond Allocation and Impact
                                                     Report.

Hasil Penilaian
  1. Social Bond Allocation and Impact Assessment Results
         Report 2024 menunjukkan bahwa                  1. The       2024        Social       Bond
         100% dana yang diperoleh melalui                  Allocation and Impact Report
         penerbitan     Obligasi     yang    telah         demonstrates that 100% of the
         dialokasikan secara eksklusif untuk               proceeds obtained from the
         proyek perumahan terjangkau bagi                  issuance of the Bonds have
         masyarakat berpenghasilan rendah                  been exclusively allocated to
         (MBR) melalui skema FLPP, yang                    affordable housing projects for
         sesuai dengan tujuan Social Bond                  low-income               communities
         sebagaimana diatur dalam POJK                     (MBR)         through       the    FLPP



                                                                                                        4
Page 34
      No. 18 Tahun 2023, ICMA Social                   scheme. This is in line with the
      Bond Principles (ICMA SBP), ICMA                 objectives of Social Bonds as
      Harmonised          Impact      Reporting        stipulated in POJK No. 18 of
      Framework (ICMA Impact Rating),                  2023, the ICMA Social Bond
      ASEAN      Social     Bond      Standards        Principles (ICMA SBP), the
      (ACMF), dan Social Loan Principles               ICMA         Harmonised          Impact
      yang telah dipublikasikan oleh Loan              Reporting Framework (ICMA
      Market           Association,         Loan       Impact Rating), the ASEAN
      Syndications           and          Trading      Social        Bond         Standards
      Association, and Asia Pacific Loan               (ACMF), and the Social Loan
      Market Association.                              Principles published by the
    2. PT     Sarana     Multigriya    Finansial       Loan Market Association, the
      (Persero) mengelola dana dengan                  Loan Syndications and Trading
      pendekatan portofolio yang diawasi               Association,      and      the     Asia
      oleh Sustainability Funding Working              Pacific         Loan             Market
      Group (SFWG). Hal ini menjadi                    Association.
      tanda bahwa adanya pengelolaan                2. PT Sarana Multigriya Finansial
      sistem internal yang cukup kuat.                 (Persero) manages the funds
    3. Pelaporan       dalam     Social     Bond       using     a    portfolio    approach
      Allocation and Impact Report 2024                under the supervision of the
      mencakup         rincian   alokasi    dan,       Sustainability Funding Working
      demografi penerima manfaat dan                   Group (SFWG), indicating a
      distribusi geografis proyek. Dengan              relatively       strong       internal
      tingkat transparasni yang cukup                  management system.
      baik.                                         3. The reporting in the 2024
                                                       Social Bond Allocation and
                                                       Impact         Report        includes
                                                       detailed information on fund
                                                       allocation,                beneficiary
                                                       demographics,                      and
                                                       geographical       distribution      of
                                                       projects, with a relatively good
                                                       level of transparency.



5
Page 35
                            Semarang, September 2025

                       Mewakili PT Dipa Consultant Utama,




Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D    Fendy. E. Wahyudi, S.I.P., M.Hub.Int




                                                                             6
Page 36
LAMPIRAN 1a : PROFIL AHLI SOSIAL 1
Appendix 1a: Profile Of Social Expert 1




Prof. Bulan Prabawani, S.Sos., M.M., Ph.D.


Pendidikan                                Education
 1. S1 Administrasi Bisnis Universitas    1. Bachelor’s Degree in Business
    Diponegoro                               Administration,     Diponegoro
 2. S2       Magister      Manajemen         University
    Universitas Diponegoro                2. Master’s        Degree        in
 3. S3 Doctor of Philosophy, Edith           Management,         Diponegoro
    Cowan University, Australia              University
                                          3. Doctor of Philosophy (Ph.D.),
                                             Edith      Cowan     University,
                                             Australia

Organisasi                                 Organization
   1. Guru Besar                          1. Professor
      Departemen         Administrasi        Department     of     Business
      Bisnis                                 Administration
      Universitas Diponegoro                 Diponegoro University
   2. ESD          and      Business      2. ESG and Business Sustainability
      Sustainability Expert                  Expert
      SDGs Centre                            SDGs Centre
      Universitas Diponegoro                 Diponegoro University


Pengalaman Relevan                        Relevant Experience
 1. 2025 : Maturity Level Kepatuhan       1. 2025:             Environmental
    Lingkungan PT PLN                        Compliance Maturity Level of PT
                                             PLN
 2. 2024 : Analisis ESG PT Saka Energi    2. 2024: ESG Analyst of PT Saka
 3. 2024 : Verifikasi SDGs Sido              Energi
    Muncul                                3. 2024: SDGs Verification of Sido
 4. 2024 : Analisis Tarif Carbon Tax di      Muncul
    Indonesia – Hibah Kompetisi FISIP     4. 2024: Analyst for Carbon Tax
    UNDIP                                    Tariff Analysis in Indonesia –
 5. 2022 : Analisis investasi berbasis       Competitive Grant, Faculty of
    SROI: Outcome Program CSR                Social and Political Sciences
    Perusahaan      Proper     Kandidat      (FISIP), Diponegoro University
    Emas – DRPM DIKTI                     5. 2022: SROI-based Investment
 6. 2022 : Design of Agroforestry            Analysis: Outcomes of CSR
    Development and Industry-based           Programs of Gold PROPER
    Agriculture in Farmers Community         Candidate Companies –DRPM,
    Assisted by the Central Java             Ministry of Education, Culture,
    Forest Management Region VIII            Research, and Technology.


7
Page 37
   tahun 3 – RRPI PNBP UNDIP           6. 2022: Design of Agroforestry
7. 2022 : Analisis Inovasi Sosial         Development       and    Industry-
   Perusahaan Proper Emas 2021:           based Agriculture in Farmers
   PT Petrokimia Gresik dan PT Bukit      Community Assisted by the
   Asam Peltar, Bandar Lampung –          Central         Java        Forest
   DIPA FISIP                             Management Region VIII tahun
                                          3 – RRPI PNBP UNDIP
                                       7. 2022:      Analysis   of    Social
                                          Innovation     in    2021    Gold
                                          PROPER         Companies:      PT
                                          Petrokimia Gresik and PT Bukit
                                          Asam Peltar, Bandar Lampung –
                                          DIPA, Faculty of Social and
                                          Political Sciences (FISIP).




                                                                          8
Page 38
LAMPIRAN 1b : PROFIL AHLI SOSIAL 2
Appendix 1b: Profile Of Social Expert 2


Fendy Eko Wahyudi, S.I.P., M.Hub.Int.


Pendidikan                                Education
 1. S1     Hubungan       Internasional   1. Bachelor’s        Degree        in
    Universitas Airlangga                    International          Relations,
 2. S2     Hubungan       Internasional      Airlangga University
    Universitas Airlangga                 2. Master’s Degree in International
                                             Relations, Airlangga University

Organisasi                                Organization
Asisten Ahli                              Expert Assistant
Departemen Hubungan Internasional         Department of International
Universitas Diponegoro                    Relations
                                          Diponegoro University


Pengalaman Relevan                        Relevant Experience
 1. Pendampingan PROPER KLHK,             1. PROPER KLHK Assistance,
    Pemetaan Sosial, SROI, Inovasi           Social Mapping, SROI, Social
    Sosial, Stakholder Engagement,           Innovation,           Stakeholder
    Peraih PROPER Emas, PLTA PT              Engagement, Gold PROPER
    Inalum 2023 2024.                        Awardee,         PT        Inalum
 2. Pendampingan PROPER KLHK,                Hydroelectric     Power      Plant
    Pemetaan Sosial, PT Kilang               (PLTA) 2023-2024
    Pertamina Internasional RU VI         2. PROPER KLHK Assistance,
    Balongan 2024                            Social Mapping, PT Kilang
 3. Pendampingan PROPER KLHK,                Pertamina Internasional RU VI
    IKM,     PT    Semen      Indonesia      Balongan 2024
    (Persero) Pabrik Tuban 2024           3. PROPER KLHK Assistance,
 4. Pendampingan PROPER KLHK,                Small and Medium Industries
    Pemetaan         Sosial,       IKM,      (IKM), PT Semen Indonesia
    Stakeholder     engagement       PT      (Persero) Tuban Plant 2024
    Semen Tonasa 2024                     4. PROPER KLHK Assistance,
 5. Pendampingan PROPER KLHK,                Social Mapping, Small and
    Pemetaan      Sosial,    IKM,    PT      Medium       Industries     (IKM),
    Pertamina Lubricants Production          Stakeholder Engagement, PT
    Unit Cilacap 2024                        Semen Tonasa 2024
 6. Kajian     Kolaboratif,     Housing   5. PROPER KLHK Assistance,
    Finance Guarantee & Housing              Social Mapping, Small and
    Completion Guarantee, PT SMF             Medium Industries (IKM), PT
    2025.                                    Pertamina Lubricants Production
                                             Unit Cilacap 2024
                                          6. Collaborative Study, Housing
                                             Finance Guarantee & Housing
                                             Completion Guarantee, PT SMF
                                             2025

9
Page 39

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size13.18 MB
Published30 Oct 2025
Pages39
Characters102,811
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 31 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Syariah Indonesia p.9 ×3
linked org Dana Pensiun p.16
linked org Bukit Asam p.37
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.29 ×2
possible org Semen | Indonesia p.38 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan p.4 ×2
unresolved person Executive · Direktur Utama p.5
unresolved org Kementerian Republik Indonesia p.7
unresolved — MISI p.7
unresolved org Ministry of Finance. p.8
unresolved org Financial Services Authority p.11 ×3
unresolved org Menteri Pekerjaan p.12
unresolved org PT Dipa Consultan Utama p.30 ×2
unresolved org PT Sarana Multigriya (Persero) p.30
unresolved org PT Sarana Multigriya Finansial Bond Allocation p.30
unresolved org PT Sarana Multigriya Allocation p.31
unresolved org PT Finansial (Persero) p.31
unresolved org PT Dipa Consultant Utama p.35
unresolved person Prof. Bulan Prabawani p.35 ×4
unresolved org PT PLN p.36 ×2
unresolved org PT Saka Energi p.36
unresolved org PT Saka p.36
unresolved org Ministry of Education p.36
unresolved org PT Petrokimia Gresik p.37 ×2
unresolved org PT Bukit p.37
unresolved org PT Bukit Asam Peltar p.37
unresolved org Departemen Hubungan Internasional p.38
unresolved org PT Kilang p.38 ×2
unresolved org PT Semen Indonesia Stakeholder p.38
unresolved org PT Unit Cilacap p.38

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result