Back to announcement
20251029_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31980616_lamp2.pdf
Other Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 39
Page 1
Laporan Alokasi dan Dampak
Obligasi Berwawasan Sosial |
Social Bond Allocation and
Impact Report
2024 https://smf-indonesia.co.id/
info@smf-indonesia.co.id
Grha SMF
Jl. Panglima Polim I No 1 Melawai
Kebayoran Baru Jakarta 12160
Page 2
2 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 3
DAFTAR ISI | Table of Contents
Kata Pengantar | Foreword ……………………………..........……………………......….… 4
Pendahuluan | Introduction ……………………….........…………………...........………… 6
Tentang SMF | About SMF …………………….................…..........……………………... 7
Visi dan Misi | Vision and Mission
Perjalanan SMF | The Journey of SMF
Linimasa | Timeline
Ringkasan Keuangan | Financial Highlight
Ringkasan Kerangka Kerja | Summary of the Framework …………………..........…...… 11
Penggunaan Dana | Use of Proceeds
Kontribusi Langsung | Direct Contribution
Kontribusi Tidak Langsung | Indirect Contribution
Evaluasi dan Pemilihan Proyek | Project Evaluation and Selection
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum | Management of Proceeds
Ringkasan Transaksi | Transaction Highlights ………………………………..……..……. 16
Alokasi Dana | Proceed Allocation ……………………………………......………………. 18
· Profil Proyek | Project Profile
· Manfaat untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah | Benefit to Low-Income Households
· Lokasi Proyek | Project Location
Ringkasan Dampak | Impact Highlight ……………………………......…………………. 23
· Profil Penerima Manfaat | Profile of Beneficiaries
· Keterjangkauan dan Aksesibilitas | Affordability and Accessibility
3 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 4
KATA PENGANTAR | Foreword
Ananta Wiyogo
Direktur Utama |
Executive Director
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang We extend our deepest gratitude to God Almighty
Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya, for His blessings and grace, which have enabled
sehingga PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) to
dapat terus menjalankan mandatnya dalam continuously carry out its mandate in
memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan strengthening the national housing finance
nasional. ecosystem.
Sebagai Special Mission Vehicle di bawah As a Special Mission Vehicle under the Ministry
Kementerian Keuangan, SMF memegang teguh visi of Finance, SMF remains steadfast in its vision to
untuk menjadi institusi yang mendukung terciptanya become an institution that promotes access to
akses kepemilikan hunian yang layak, terjangkau, dan decent, affordable, and sustainable housing for all
berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Misi segments of society. We realize this mission
tersebut kami wujudkan melalui berbagai upaya through various strategic efforts, including the
strategis, termasuk penerbitan obligasi dan sukuk issuance of social bonds and sukuk as key
sosial yang menjadi instrumen penting dalam instruments to mobilize long-term funding for
menggalang pendanaan jangka panjang guna housing finance targeting low-income
mendanai pembiayaan perumahan bagi masyarakat communities.
berpenghasilan rendah (MBR).
Penerbitan obligasi ini bukan semata-mata langkah This bond issuance is not merely a financial step—
finansial, namun juga menjadi bukti nyata kontribusi it serves as concrete evidence of SMF’s
SMF dalam menjawab tantangan backlog perumahan contribution in addressing housing backlog and
dan kelayakan hunian, pengentasan kemiskinan, serta decent living conditions, alleviating poverty, and
pemerataan pembangunan sosial-ekonomi di promoting equitable socio-economic development
Indonesia. Pendanaan yang dihimpun turut disalurkan across Indonesia. The funds raised are directed to
untuk mendukung kepemilikan rumah yang inklusif, support inclusive homeownership, reaching diverse
dengan menjangkau beragam segmen masyarakat, dari community segments from urban areas to remote
perkotaan hingga pelosok negeri. regions.
4 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 5
Komitmen kami terhadap keberlanjutan dan Our commitment to sustainability and equity is
kesetaraan juga tercermin dalam pencapaian penting. also reflected in one significant achievement: over
Lebih dari sepertiga (32,1%) rumah yang didanai one-third (32.1%) of homes financed by SMF are
melalui pembiayaan SMF tercatat atas nama registered under women’s names. This is a tangible
perempuan. Sebuah langkah nyata dalam memperkuat step toward strengthening financial inclusion and
inklusi keuangan dan kepemilikan aset oleh kelompok asset ownership among groups often marginalized
yang kerap terpinggirkan dalam sistem pembiayaan by conventional financing systems. It also directly
konvensional. Ini sekaligus menjadi kontribusi contributes to the achievement of the Sustainable
langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Development Goals (SDGs), particularly SDG 5:
Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5 tentang Gender Equality.
kesetaraan gender.
Laporan obligasi ini kami terbitkan sebagai bentuk This bond report is published as a form of
transparansi dan akuntabilitas kepada para pemangku transparency and accountability to all
kepentingan, sekaligus penegasan bahwa keberlanjutan stakeholders, as well as a reaffirmation that
bukan sekadar komitmen, melainkan prinsip kerja sustainability is not merely a commitment, but a
yang kami terapkan dalam setiap kebijakan dan core principle embedded in every policy and
program. program we implement.
Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya We express our sincere appreciation to all
kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan stakeholders for their ongoing support and
dan kolaborasinya. Semoga laporan ini memberikan collaboration. We hope this report provides a clear
gambaran yang jelas atas peran strategis SMF dalam picture of SMF’s strategic role in supporting
mendukung pembiayaan perumahan nasional dan national housing finance and building a better
mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh future for the people of Indonesia.
masyarakat Indonesia.
Jakarta, Oktober 2025
Jakarta, October 2025
Ananta Wiyogo
Direktur Utama | Executive Director
5 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 6
PENDAHULUAN | Introduction Tingginya harga properti di Indonesia menjadikan The high cost of property in Indonesia makes long- pinjaman hipotek dengan tenor panjang sebagai term mortgage financing an essential requirement sebuah keniscayaan bagi masyarakat yang ingin for prospective homeowners. The concept of memiliki rumah. Gagasan untuk membentuk sebuah establishing a secondary mortgage institution has lembaga pembiayaan sekunder telah menjadi subjek been the subject of in-depth deliberations among pembahasan intensif oleh para pemangku kepentingan key stakeholders, with discussions dating back to terkait yang bermula sejak tahun 1983. 1983. Setelah melalui serangkaian kajian kelayakan dan Following a period of comprehensive feasibility dialog ekstensif di bawah arahan Kementerian studies and dialogues spearheaded by the Ministry Keuangan, komitmen kuat Pemerintah Indonesia of Finance, the government's firm resolve resulted membuahkan hasil dengan terbitnya sejumlah in the issuance of fundamental regulations. This peraturan fundamental. Langkah ini menjadi landasan laid the groundwork for the formal incorporation bagi pembentukan PT Sarana Multigriya Finansial of PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Persero) atau SMF, yang secara resmi berdiri pada 22 (SMF) on July 22, 2005, pursuant to Government Juli 2005 sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. Regulation No. 5/2005. 5/2005. SMF memegang peranan krusial sebagai lembaga SMF holds a strategic mandate to resolve the pembiayaan sekunder yang dirancang untuk menjadi challenge of maturity mismatch in the housing solusi atas tantangan ketidaksesuaian jangka waktu finance sector. By functioning as a liquidity (maturity mismatch) dalam sektor pembiayaan provider to primary mortgage lenders, SMF perumahan. Dengan menyalurkan likuiditas kepada effectively bridges the disparity between short- lembaga-lembaga pembiayaan perumahan, SMF term funding sources and the demand for long- secara efektif menjembatani celah antara ketersediaan term housing loans. This critical function is dana jangka pendek dan permintaan akan pembiayaan designed to facilitate equitable access for every hipotek jangka panjang. Peran strategis ini bertujuan family in Indonesia to secure affordable financing untuk membuka akses yang merata bagi setiap for adequate housing. keluarga di Indonesia agar dapat memperoleh pembiayaan terjangkau untuk memiliki hunian yang layak. 6 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 7
TENTANG SMF | About SMF
VISI | Vision
Pemegang Saham |
Shareholder
Menjadi salah satu entitas utama
dalam ekosistem pembiayaan
perumahan yang mendukung
penyediaan, kepemilikan dan
keterhunian rumah yang layak dan
terjangkau bagi seluruh keluarga
Indonesia. Pemerintahan Kementerian
Republik Indonesia Keuangan
To become an independent entity that Government of Ministry of
support decent and affordable housing Indonesia Finance
ownership for every Indonesian family.
MISI | Mission
1.Melaksanakan peran sebagai Special Mission Vehicle
Pemerintah dan Agent of Development dalam
pembiayaan perumahan. To promote and develop the
secondary mortgage market.
2.Membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan
Sekunder Perumahan secara berkelanjutan. To enable
affordable home ownership for every family in Indonesia.
3.Menyediakan sumber pendanaan dalam pembiayaan
penyediaan dan kepemilikan rumah. To increase the
availability of long-term funding for housing sector
4.Mendukung Program SDGs Pemerintah. To support the
Government's SDGs Program.
5.Mengembangkan sinergi dengan stakeholder pembiayaan
perumahan dan memberikan pelayanan yang unggul
dengan tata kelola yang baik. To develop synergies with
housing finance stakeholders and provide superior services
with good governance.
7 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 8
PERJALANAN SMF | The Journey of SMF
Perkembangan SMF mencerminkan komitmen yang The development of SMF reflects its enduring
berkelanjutan untuk meningkatkan aksesibilitas commitment to improving housing finance
pembiayaan perumahan di Indonesia. Mulai dari accessibility in Indonesia. From initial discussions
diskusi awal pada tahun 1983 hingga pembentukan in 1983 to its formal establishment in 2005, SMF
resminya pada tahun 2005, SMF telah berhasil has addressed the challenges of maturity
mengatasi tantangan ketidaksesuaian jangka waktu di mismatches in the mortgage market. Through
pasar hipotek. Melalui peningkatan mandat dan continuous enhancements to its mandate and
kolaborasi strategis yang berkesinambungan, SMF strategic collaborations, SMF has effectively
secara efektif mendukung inisiatif perumahan supported the government’s housing initiatives while
pemerintah sekaligus mempromosikan solusi promoting sustainable financing solutions aligned
pembiayaan yang berkelanjutan sesuai dengan tujuan with national socio-economic objectives.
sosial dan ekonomi nasional
LINIMASA | Timeline
Diskusi intensif para pemangku kepentingan mengenai pendirian lembaga pembiayaan
1983 sekunder perumahan. | Intensive discussions by stakeholders concerning establishment of a
secondary mortgage institution.
1993 Kajian kelayakan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan | Feasibility studies conducted
- by the Ministry of Finance.
1998
PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) didirikan pada 22 Juli 2005, dan transaksi
2005
- pertamanya dilakukan dengan Bank BTN pada tahun 2006 | Establishment of SMF on July
2009 22, 2005, and first transaction with Bank BTN in 2006.
2010 Peluncuran efek beragun aset berbasis KPR, kerja sama dengan Indonesia Bond Pricing
- Agency, serta penghargaan dari berbagai media dan pemerintah | Launch of mortgage-backed
2014 securities, collaboration with Indonesia Bond
8 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 9
2015 Dukungan untuk Program Sejuta Rumah, peluncuran program pembiayaan syariah, serta
-
2019 kemitraan dengan lembaga internasional | Support for the One Million Houses Program,
2019 launch of Sharia financing programs, and partnerships with international agencies.
Mandat diperluas oleh Pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2020 untuk
2020 pembiayaan perumahan berkelanjutan.
2020 Expanded mandate from the Government through Presidential Regulation No. 100/2020 for
sustainable housing finance.
Realisasi penyaluran pembiayaan untuk mendukung program perumahan subsidi (FLPP)
2021 selama pandemi COVID-19 | Realization of financing distribution to support the subsidized
2021 housing (FLPP) program during the COVID-19 pandemic.
SMF memperkuat perannya sebagai Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan| SMF
2022 strengthened its role as the Secretariat for the Housing Finance Ecosystem.
Penerbitan sukuk sosial pertama di Indonesia bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia,
2023 yang diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin | Issuance of Indonesia's first social-focused
sukuk in collaboration with Bank Syariah Indonesia, officiated by Vice President Ma’ruf Amin.
Diterbitkan pada 18 Desember 2023, terdiri atas Obligasi Sosial Rp 500 miliar dan Sukuk
Sosial Rp 200 miliar | Issued on 18 December 2023, comprising a Social Bond of IDR 500
billion and a Social Sukuk of IDR 200 billion.
Tenor 5 tahun, kupon 6,90 persen, rating idAAA (PEFINDO) | Five-year tenor, 6.90 percent
coupon, rated idAAA (PEFINDO).
Penerbitan obligasi sosial berkelanjutan dalam tiga tahap, sebagai kelanjutan dari penerbitan
2024 obligasi sosial di tahun 2023 | The issuance of sustainable social bonds in three phases, as a
continuation of the social bond issuance in 2023.
2024
Tahap II–IV diterbitkan Maret, Juni, dan November 2024 dengan total Rp 4,7 triliun | Phases
II–IV issued in March, June, and November 2024 totaling IDR 4.7 trillion.
Tenor 5 tahun, kupon 6,75–7,15 persen, rating idAAA (PEFINDO) | Five-year tenor, 6.75–
7.15 percent coupon, rated idAAA (PEFINDO).
9 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 10
RINGKASAN KEUANGAN | Financial Highlight
Penyaluran
Pinjaman dan Efek-efek yang
Pembiayaan | diterbitkan | Ekuitas | Pendapatan | Laba bersih |
Aset | Assets Loan disbursement Securities issued Equity Income Net Income
and financing
Desember 2023 Rp 45,7 triliun Rp 36,0 triliun Rp 19,0 triliun Rp 18,2 triliun Rp 2,1 triliun Rp 466 miliar
December 2023 IDR 45.7 trillion IDR 36.0 trillion IDR 19.0 trillion IDR 18.2 trillion IDR 2.1 trillion IDR 466 billion
Desember 2024 Rp 58,1 triliun Rp 41,8 triliun Rp 26.4 triliun Rp 20.6 triliun Rp 2,9 triliun Rp 540 miliar
December 2024 IDR 58.1 trilion IDR 41.8 trillion IDR 26.4 trillion IDR 20,6 trillion IDR 2.9 trillion IDR 540 billion
Sumber: Laporan Tahunan 2024 | Source: Annual Report 2024
Laporan Tahunan mencatat kemajuan yang kuat pada The Annual Report highlights strong progress
berbagai indikator utama. Nilai total aset meningkat across key performance indicators. Total assets
signifikan menjadi Rp 58,1 triliun pada akhir 2024, rose significantly to IDR 58.1 trillion by the end of
yang mencerminkan penguatan struktur keuangan 2024, reflecting the strengthening of SMF’s
SMF. Penyaluran pinjaman dan pembiayaan juga financial structure. Loan disbursement and
tumbuh menjadi Rp 41,8 triliun, menandakan financing also increased to IDR 41.8 trillion,
kontribusi SMF yang semakin besar dalam indicating SMF’s growing contribution in
mendukung akses pembiayaan perumahan. Penerbitan expanding access to housing finance. Securities
efek naik tajam menjadi Rp 26,4 triliun, issuance surged to IDR 26.4 trillion,
mencerminkan kepercayaan pasar yang terus demonstrating the market’s continued confidence
meningkat terhadap perusahaan. Sementara itu, in the company. Meanwhile, income rose to IDR
pendapatan naik menjadi Rp 2,9 triliun, serta laba 2.9 trillion, and net income increased to IDR 540
bersih naik menjadi Rp 540 miliar. Secara keseluruhan, billion. Overall, these achievements underscore
capaian ini menunjukkan konsistensi SMF dalam SMF’s consistent role in driving strategic progress
menjalankan peran strategis di sektor pembiayaan in the housing finance sector.
perumahan.
10 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 11
RINGKASAN KERANGKA KERJA |
Summary of Framework
Penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan The issuance of Sustainable Social Bond (Social
(Obligasi Sosial) SMF disesuaikan dengan standar dan Bond) by SMF was aligned with recognized
prinsip internasional yang diakui, yang ditetapkan oleh international standards and principles that was
(1) International Capital Market Association (ICMA), established by (1) the International Capital
(2) ASEAN’s Social Bond Standard - ASEAN Capital Market Association (ICMA)’s Social Bond
Market Forum (ACMF), (3) Peraturan Otoritas Jasa Principles, (2) the ASEAN’s Social Bond
Keuangan Nomor 18 Tahun 2023 Tentang Penerbitan Standard - ASEAN Capital Market Forum
dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (ACMF), (3) the Financial Services Authority
Berlandaskan Keberlanjutan, dan (4) Social Loan Regulation Number 18 of 2023 concerning the
Principles yang telah dipublikasikan oleh Loan Market Issuance and Requirements of Debt Securities and
Association, Loan Syndications and Trading Sustainable Sukuk, and (4) Social Loan
Association, and Asia Pacific Loan Market Principles that was published by the Loan Market
Association. Association, Loan Syndications and Trading
Association, and Asia Pacific Loan Market
Association.
11 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 12
PENGGUNAAN DANA | Use of Proceeds Seluruh dana yang diperoleh dari Obligasi SMF All proceeds from SMF's Social Bond are dialokasikan untuk pembiayaan perumahan sosial allocated to fund affordable social housing, aiming yang terjangkau guna meningkatkan kepemilikan to increase homeownership for low-income rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). households (MBR). The financed projects focus Proyek yang didanai ini berfokus pada skema KPR on the KPR Sejahtera scheme, supported by the Sejahtera dengan dukungan Fasilitas Likuiditas Housing Financing Liquidity Facility (FLPP), Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang telah memenuhi and meet the eligibility criteria outlined in the kriteria kelayakan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Ministerial Regulation of Public Works and Public Umum dan Perumahan Rakyat No. 21/PRT/M/2016 Housing No. 21/PRT/M/2016 and its amendments. beserta perubahannya. Sesuai kerangka kerja yang ditetapkan, proyek ini As indicated in the framework, this initiative secara langsung berkontribusi pada Tujuan directly contributes to Sustainable Development Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 10 (Mengurangi Goal (SDG) 10 (Reduced Inequality) and SDG Ketimpangan) dan 11 (Kota dan Komunitas 11 (Sustainable Cities and Communities). The Berkelanjutan). Di samping itu, proyek ini juga project also provides indirect support for SDG 1 memberikan dampak tidak langsung terhadap (No Poverty), SDG 3 (Good Health and Well- pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 3 being), SDG 5 (Gender Equality), SDG 6 (Clean (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Water and Sanitation), SDG 8 (Decent Work and Gender), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG Economic Growth), and SDG 16 (Peace, Justice, 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta and Strong Institutions). SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Keterkaitan ini didukung oleh berbagai temuan ilmiah. This alignment is corroborated by scientific OECD (2020), misalnya, menekankan peran krusial findings. For instance, the OECD (2020) perumahan sosial dalam mengurangi kemiskinan dan emphasizes that social housing is critical for ketimpangan (SDG 1, 10) serta menyediakan hunian reducing poverty and inequality (SDGs 1, 10) and layak (SDG 6, 11). Senada dengan itu, World Green providing adequate housing (SDGs 6, 11). Building Council (2023)1 menggarisbawahi pentingnya Similarly, the World Green Building Council program perumahan terjangkau untuk mencapai SDG (2023)1 highlights the importance of affordable 1, 3, 8, 10, dan 11, sementara AFD (2024)2 housing for achieving SDGs 1, 3, 8, 10, and 11, menunjukkan kontribusi akses perumahan terhadap while the AFD (2024)2 notes that housing access spektrum SDG yang lebih luas. contributes to a broad spectrum of goals. 1 World Green Building Council. (2023). Sustainable and affordable housing: Five principles for a just transition. 2 Agence Française de Développement. (2024, April 22). Housing for SDGs: Access to housing for the achievement of sustainable development goals. 12 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 13
Berbagai studi lain turut memperkuat temuan ini, These conclusions are further reinforced by mulai dari penelitian dampak perumahan MBR numerous studies, from research on the impact of terhadap penurunan kemiskinan oleh Freedman dan low-income housing on poverty reduction by McGavock (2015)3, analisis hubungan perumahan Freedman and McGavock (2015)3, to analyses of dengan perilaku sosial oleh Steinhoff (2024)4, hingga the link between housing and social behavior by studi mengenai pentingnya kesetaraan gender di sektor Steinhoff (2024)4, the importance of gender perumahan oleh European Investment Bank (2024)5 equality in the sector by the European Investment dan keterkaitannya dengan ketenagakerjaan oleh Bank (2024)5, and the connection to employment Jansen-van-Vuuren et al. (2024)6. outcomes by Jansen-van-Vuuren et al. (2024)6. KONTRIBUSI LANGSUNG | Direct Contribution Obligasi Sosial SMF memberikan kontribusi secara langsung untuk pencapaian SDG target 10 dan 11. Social Bond directly contributed to the achievement of SDG targets 10 and 11. KONTRIBUSI TIDAK LANGSUNG | Indirect Contribution Obligasi Sosial SMF memberikan kontribusi secara tidak langsung untuk pencapaian SDG target 1, 3, 5, 6, 8 dan 16. Social Bond indirectly contributed to the achievement of SDG targets 1, 3, 5, 6, 8, and 16. 3 Freedman, M. L., & McGavock, T. (2015). Low‑income housing development, poverty concentration, and neighborhood inequality. Journal of Policy Analysis and Management, 34(4), 805–834. https://doi.org/10.1002/pam.21856 4 Steinhoff, B. (2024, December 29). The impact of social and affordable housing on societal attitude – a systematic review of the literature (MPRA Paper No. 123120). Munich Personal RePEc Archive. 5 European Investment Bank. (2024). Promoting gender equality in public social housing. European Investment Bank. 6 Jansen‑van Vuuren, J., Rijal, H., Bobbette, N., Lysaght, R., Krupa, T., & Aguilar, D. (2024). Exploring the connection between social housing and employment: A scoping review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(9), Article 1217. https://doi.org/10.3390/ijerph21091217 13 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 14
EVALUASI DAN PEMILIHAN PROYEK | Project Evaluation and Selection
SMF mengalokasikan dana dari Obligasi Sosial untuk SMF allocates the proceeds from its Social Bond
mendukung program FLPP melalui kolaborasi dengan to support the FLPP program, utilizing a portfolio
BP Tapera, dengan menerapkan pendekatan approach in collaboration with BP Tapera. In this
portofolio. Dalam kerja sama ini, BP Tapera bertugas partnership, BP Tapera is responsible for screening
menyaring dan mengevaluasi bank pelaksana serta and evaluating the executing banks and housing
pengembang perumahan untuk memastikan developers to ensure compliance with the eligibility
kesesuaian dengan kriteria kelayakan program KPR criteria of the KPR Sejahtera and FLPP
Sejahtera dan FLPP. Bank yang lolos kualifikasi programs. Banks that meet the qualifications then
kemudian akan menandatangani perjanjian tripartit enter into a tripartite agreement with SMF and
bersama SMF dan BP Tapera untuk menyalurkan BP Tapera to provide housing credit to MBR.
kredit perumahan kepada MBR.
Secara lebih rinci, peran BP Tapera mencakup: More specifically, BP Tapera’s roles include:
1.Melakukan penyaringan dan evaluasi kelayakan 1.Screening and evaluating banks and developers
proyek terhadap bank dan pengembang. to determine project eligibility.
2.Melakukan verifikasi dokumen serta memproses 2.Verifying documentation and processing
permintaan pencairan dana dari bank kepada disbursement requests from the banks to SMF.
SMF. 3.Collaborating with SMF to monitor and
3.Bekerja sama dengan SMF dalam memantau dan evaluate the distribution of FLPP funds.
mengevaluasi distribusi dana FLPP. 4.Reconciling data to confirm that funds are
4.Melakukan rekonsiliasi data untuk memastikan received by the intended MBR beneficiaries.
dana tersalurkan kepada penerima manfaat MBR
yang berhak.
Dari sisi internal, SMF turut membentuk Internally, SMF also established a Sustainability
Sustainability Funding Working Group (SFWG) yang Funding Working Group (SFWG) to oversee the
bertanggung jawab mengawasi pemanfaatan dana dan use of proceeds and ensure alignment with social
memastikan keselarasan dengan tujuan sosial. Untuk objectives. To mitigate credit risks, the company
memitigasi risiko kredit, perusahaan menerapkan implements comprehensive risk management
praktik manajemen risiko yang komprehensif, meliputi practices, which include (1) credit disbursement
(1) pedoman pencairan kredit, (2) sistem guidelines, (2) internal rating systems, and (3) an
pemeringkatan internal, dan (3) Sistem Peringatan Early Warning System (EWS).
Dini (EWS).
14 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 15
PENGELOLAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM | Management of Proceeds SMF menerapkan pendekatan portofolio untuk SMF utilizes a portfolio approach to ensure that memastikan dana hasil Obligasi Sosial dialokasikan proceeds from the Social Bond is allocated strictly secara eksklusif pada proyek-proyek yang memenuhi to eligible projects. The management of these syarat. Tanggung jawab atas pengelolaan dana ini funds is handled by the Treasury and Investor berada di tangan Divisi Treasury dan Hubungan Relations Division in conjunction with the Finance Investor serta Divisi Manajemen Keuangan dan and Credit Management Division. In accordance Kredit. Sesuai kebijakan internal perusahaan, dana with internal policies, any unallocated funds are yang belum dialokasikan akan ditempatkan dalam held in the form of cash or cash equivalents. bentuk kas atau setara kas. Proses penyaluran dana dipantau melalui sistem The disbursement of proceeds is tracked using an terintegrasi di bawah pengawasan SFWG, yang juga integrated system, with the SFWG overseeing the berwenang merekomendasikan realokasi dana jika allocation process and recommending reallocations diperlukan untuk proyek perumahan sosial. Untuk for social housing projects as needed. In line with menjamin transparansi dan akuntabilitas, SMF the Financial Services Authority Regulation memelihara rekening khusus di bank yang telah (POJK) No. 18 of 2023, SMF maintains ditunjuk untuk mengelola dana hasil penerbitan, dedicated accounts with designated banks sejalan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa specifically to manage these proceeds, ensuring Keuangan (POJK) No. 18 Tahun 2023. transparency and proper governance. 15 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 16
RINGKASAN TRANSAKSI | Transaction Highlights
Obligasi Sosial | Social Bond
Tahap II | Tahap III | Tahap IV |
Phase II Phase III Phase IV
Tanggal penerbitan / 8 Maret 2024 Juni 2024 November 2024
Issuance date 8 March 2024 June 2024 November 2024
Jumlah penerbitan / Rp 1.500.000.000.000 Rp 2.000.000.000.000 Rp 1.200.000.000.000
Issuance amount IDR 1,500,000,000,000 IDR 2,000,000,000,000 IDR 1,200,000,000,000
Jangka waktu | Tenor 5 tahun | 5 years
Tanggal jatuh tempo / 27 Maret 2029 26 Juni 2029 26 November 2029
Due date 27 March 2029 26 June 2029 26 November 2029
Tingkat kupon | 6,75% 7,15% 7,00%
Coupon rate 6.75% 7.15% 7.00%
Peringkat | Rating id AAA (PEFINDO)
INFORMASI INVESTOR | Investor Information
Lain-lain | Others
Dana Pensiun | 1,9% Berdasarkan data, sektor perbankan merupakan
Pension Fund 11,9% investor terbesar dengan proporsi 30,9%, diikuti
Pemerintah Indonesia oleh Pemerintah Indonesia sebesar 26,6% dan
Reksadana | Government of Indonesia
Mutual Fund 26,6% asuransi sebesar 14,3%. Dana pensiun
6,8% menyumbang 11,9%, sedangkan investor dari
perusahaan atau institusi lain mencakup 7,6%.
Asuransi | Insurance
Proporsi investor dari reksa dana dan kategori
14,3%
lain-lain relatif kecil, masing-masing sebesar
6,8% dan 1,9%. Komposisi ini menunjukkan
keberagaman investor yang membeli Obligasi
Perbankan | Banking
Sosial.
30,9%
Based on the data, the banking sector is the largest investor with a share of 30.9%, followed by the
Government of Indonesia at 26.6% and insurance companies at 14.3%. Pension funds contribute 11.9%,
while investors from other companies or institutions account for 7.6%. Investors from mutual funds and the
"others" category make up relatively smaller portions, at 6.8% and 1.9% respectively. This composition
reflects the diversity of investors purchasing Social Bonds.
16 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 17
17 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 18
ALOKASI DANA | Proceed Allocation
PROFIL PROJECT | Project Profile
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) The FLPP is a government-backed initiative
merupakan program inisiasi pemerintah yang designed to enhance homeownership opportunities
bertujuan memperluas kesempatan kepemilikan rumah for low-income households. In this capacity, SMF
bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam serves a key role as a special mission vehicle,
program ini, SMF memegang peran kunci sebagai responsible for channeling funds to support the
special mission vehicle yang bertugas menyalurkan development of affordable housing projects
dana untuk mendukung pembangunan proyek throughout Indonesia.
perumahan terjangkau di seluruh Indonesia.
Objektif utama dari program FLPP adalah The primary objective of the FLPP program is to
memfasilitasi pembiayaan KPR yang terjangkau bagi provide affordable mortgages to low-income
MBR, sehingga meningkatkan akses mereka terhadap families, thereby improving their access to decent
hunian yang layak. Inisiatif ini selaras dengan agenda housing. This initiative is aligned with the
sosial dan ekonomi pemerintah yang lebih luas, serta government's broader socio-economic agenda and
mendukung komitmen Indonesia terhadap pencapaian supports Indonesia's commitment to the SDGs,
SDGs, terutama dalam mewujudkan kota dan particularly the goal of fostering sustainable cities
permukiman yang berkelanjutan. and communities.
Program ini dijalankan menggunakan model The program is structured on a 75:25 co-funding
pendanaan bersama 75:25, di mana 75% pendanaan model, wherein the government provides 75% of the
berasal dari pemerintah melalui BP Tapera dan 25% financing via BP Tapera, and SMF contributes the
sisanya dikontribusikan oleh SMF. Pendekatan remaining 25%. This collaborative approach is
kolaboratif ini terbukti efektif dalam mengurangi effective in reducing overall borrowing costs, which
biaya pinjaman secara keseluruhan, yang pada in turn allows participating banks to offer
akhirnya memungkinkan bank pelaksana menawarkan mortgages with lower interest rates to eligible
KPR dengan suku bunga lebih rendah bagi para beneficiaries.
penerima manfaat yang memenuhi syarat.
"Kami ucapkan syukur Alhamdulillah dan terimakasih
kepada Pemerintah atas Program KPR FLPP yang
memudahkan kami untuk memiliki rumah dengan
lingkungan yang nyaman dan bersih. Semoga program ini
dapat berjalan seterusnya dan lebih banyak keluarga di
Indonesia yang dapat memiliki rumah.”
Hartini - Ibu Rumah Tangga “We express our gratitude, Alhamdulillah, and thank the
dan Wirausaha | Housewife and Government for the FLPP Mortgage Program, which has
Entrepreneur made it easier for us to own a home in a clean and comfortable
(Kab. Bekasi | environment. We hope this program will continue and enable
Regency of Bekasi) more families in Indonesia to own a home.”
18 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 19
MANFAAT UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN
RENDAH | Benefit to Low-Income Household
Program FLPP memberikan manfaat utama bagi The FLPP program provides key benefits for low-
MBR di Indonesia, antara lain: income families in Indonesia, as follows:
1.Uang muka terjangkau: Program ini 1.Affordable down payments: The program
memberlakukan syarat uang muka minimal, mulai requires a minimal down payment, starting as
dari 1% dari nilai properti, sehingga secara low as 1% of the property's value, which
signifikan meringankan beban finansial di awal significantly reduces the initial financial
bagi MBR. barrier for low-income families.
2.Suku bunga rendah dan tetap: KPR FLPP memiliki 2.Lower and fixed interest rates: FLPP
suku bunga tetap sebesar 5% per tahun, jauh di mortgages feature a fixed interest rate of 5%
bawah suku bunga KPR konvensional. Sifatnya per annum, substantially lower than
yang konstan sepanjang tenor pinjaman conventional mortgage rates. This rate remains
memberikan kepastian angsuran bulanan yang constant throughout the loan term, ensuring
lebih terprediksi dan terjangkau. predictable and manageable monthly
3.Tenor pinjaman panjang: Penerima manfaat dapat payments.
mengajukan pinjaman dengan tenor hingga 20 3.Extended loan tenure: Beneficiaries can apply
tahun. Jangka waktu yang panjang ini menjadikan for loan terms of up to 20 years. This extended
angsuran bulanan lebih ringan dan membantu period results in lower monthly installments,
mengelola beban keuangan dalam jangka panjang. helping to ease the long-term financial burden.
4.Subsidi dan pembebasan biaya: Program ini 4.Subsidies and exemptions: The program
memberikan subsidi dari pemerintah, termasuk includes various government subsidies, such as
bantuan uang muka sebesar Rp 10.000.000 untuk down payment assistance of IDR 10,000,000
rumah tapak, serta pembebasan Pajak for landed houses, as well as exemptions from
Pertambahan Nilai (PPN) dan premi asuransi, Value Added Tax (VAT) and insurance
yang secara signifikan mengurangi total biaya. premiums, all of which substantially reduce the
5.Kriteria kelayakan inklusif: Program ini ditujukan total cost.
bagi Warga Negara Indonesia berusia minimal 20 5.Inclusive eligibility criteria: The program is
tahun atau sudah menikah, dengan batas open to Indonesian citizens who are at least 20
penghasilan maksimal Rp 8.000.000 untuk years old or married, with a maximum income
pemohon menikah (Rp 10.000.000 di Papua) dan of IDR 8,000,000 for married applicants
Rp 7.000.000 untuk pemohon lajang (Rp 7.500.000 (IDR 10,000,000 in the Papua region) and
di Papua). Syarat utama dari pemohon dan IDR 7,000,000 for unmarried applicants (IDR
pasangan belum memiliki rumah dan belum 7,500,000 in the Papua region). A key
pernah menerima subsidi perumahan dari condition is that applicants and their spouses
pemerintah. must not already own a home and must not
have previously received a government housing
subsidy.
19 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 20
LOKASI PROYEK | Project Location
Sulawesi Utara |
Kalimantan Tengah | Kalimantan Utara | Kalimantan North Sulawesi
Central Kalimantan North Kalimantan Timur | East 1.967
632 Kalimantan 288,7
2.833
Kep.Riau | Riau Islands 429,4 97,0 1.567 Papua Barat Daya |
241,2 Maluku Utara |
4.811 715,4 Southwest Papua
North Maluku
171 24,3 306 60,3
Riau | Riau
5.392 730,2 Kalimantan Barat | Gorontalo |
West Kalimantan Gorontalo Papua Barat |
Jambi | Jambi 6.275 711 West Papua
5.011 939,5 103,2
42 8,06
698,5 Kep. Bangka Papua | Papua
Belitung |
311 61,0
Bangka Belitung
Sumatera Utara | Sulawesi Tengah |
Islands
North Sumatra 2.516 Kalimantan Central Sulawesi
8.674 368,8 Selatan | 2.036
1.205,5 South 301,9
Kalimantan Sulawesi Maluku |
Jakarta Tenggara |
Sumatera Barat | Jawa Tengah | 5.662 Maluku
| Jakarta 862,2 Southeast Papua Tengah |
West Sumatra 6 Central Java 18
2.005 Bengkulu | 0,92 12.056 Sulawesi Barat | Sulawesi 2,75 Central Papua
Sulawesi Selatan | 3.954 171
277,3 Bengkulu 1.687,3 West Sulawesi
South Sulawesi 584,3 34,2
2.496 526 7.864
321,5 75,8 1.156,8
Jawa Barat | Papua Selatan |
West Java South Papua
Sumatera Selatan | Bali | Bali
91.967 2.607 4 0,71
South Sumatra Nusa Tenggara
13.981,3 410,3
8.060 Lampung | Timur | East Nusa
1.132,4 Lampung Banten | Nusa Tenggara Tenggara Keterangan | Informations
DIY Yogyakarta | Jawa Timur |
4.455 Banten Special Region Barat | West 551 Jumlah Rumah | Number of Households
East Java
626,7 20.444 Nusa Tenggara 85,4 Nilai Transaksi KPR - Rp Miliar |
of Yogyakarta 14.342
3.079,3 2.285 Total Value of Mortgage - $ billion
339 2.003,9
45,3 361,4
Dana yang dihimpun dari Obligasi Sosial telah The funds raised from the Social Bond have been
disalurkan untuk mendukung proyek perumahan allocated to support affordable housing projects for
terjangkau bagi MBR di berbagai provinsi di low-income communities across 368 districts in 36
Indonesia. Lebih dari Rp 33 triliun dana FLPP telah provinces. Over IDR 33 trillion in FLPP funds
disalurkan kepada lebih dari 223 ribu rumah tangga di have been disbursed to more than 223,000
368 kabupaten/kota di 36 provinsi. Dari total dana households nationwide. Of the total mortgage
KPR tersebut, SMF berkontribusi sebesar financing, SMF contributed one-quarter,
seperempatnya, yakni Rp 8,25 triliun. amounting to IDR 8.25 trillion.
Secara keseluruhan, Pulau Jawa mendominasi Overall, the island of Java dominated fund
penyerapan dana dengan porsi 63,0%, mencerminkan absorption, accounting for 63.0% of the total,
tingginya permintaan hunian serta kepadatan reflecting the high demand for housing and
penduduk yang signifikan di wilayah ini, dengan lebih significant population density in the region, with
dari 139 ribu rumah tangga penerima. Jawa Barat more than 139,000 beneficiary households. West
menjadi provinsi dengan alokasi KPR tertinggi, yaitu Java received the highest share of mortgage
sebesar 42,4%, yang terdistribusi ke hampir 92 ribu allocation at 42.4%, benefiting nearly 92,000
rumah tangga, sejalan dengan besarnya populasi di households, aligned with its large population.
provinsi tersebut.
Sementara itu, provinsi Banten, Jawa Timur, dan Jawa Meanwhile, the provinces of Banten, East Java,
Tengah masing-masing memperoleh distribusi nilai and Central Java received 9.3%, 6.1%, and 5.1%
KPR sebesar 9,3%, 6,1%, dan 5,1%. Di luar Jawa, of the total mortgage value, respectively. Outside
provinsi dengan penyaluran KPR terbesar adalah Java, the provinces with the highest mortgage
Sumatera Utara (3,7%), Sulawesi Selatan (3,5%), dan distribution were North Sumatra (3.7%), South
Sumatera Selatan (3,4%). Sulawesi (3.5%), and South Sumatra (3.4%).
20 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 21
Pola distribusi di berbagai provinsi tersebut This distribution pattern across provinces reflects a
menggambarkan strategi untuk mengurangi backlog strategic effort to reduce the housing backlog and
perumahan dan mempromosikan kepemilikan rumah promote affordable homeownership on a national
yang terjangkau dalam skala nasional. scale.
Kab.Bekasi |
Jakarta | Jakarta Bekasi Regency
Kab.Tangerang | 6 (<0,01%) 31.898 (14,3%)
Tangerang Regency 6(<0.01%) 31,898 (14.3%)
10.356 (4,6%)
10,356 (4.6%)
Kota Tangerang | Kab.Karawang |
Tangerang City Karawang Regency
6 (<0,01%) 15.095 (6,8%)
6(<0.01%) 15,095 (6,8%)
Kota Bekasi |
Kab.Bogor | Bekasi City
Bogor Regency 11 (<0,01%)
15.188 (6,8%) 11 (<0.01%)
15.188 (6.8%)
Kota Bogor | Kota Depok |
Bogor City Depok City
5 (<0,01%) 2 (<0,01%)
5 (<0.01%) 2 (<0.01%)
Dari seluruh rumah yang dibangun di Indonesia, lebih Of all the houses built in Indonesia, more than
dari 32% berada di wilayah megapolitan Jadebotabek, 32% are located in the Greater Jakarta
dengan total 72.653 rumah tangga penerima manfaat. metropolitan area (Jadebotabek), benefiting a
Hal ini mencerminkan tingginya permintaan total of 72,653 households. This reflects the high
perumahan di kawasan perkotaan dan daerah demand for housing in urban centers and
penyangga. surrounding buffer zones.
Kabupaten Bekasi tercatat sebagai wilayah dengan Bekasi Regency recorded the highest contribution
kontribusi terbesar di tingkat kabupaten, dengan at the regency level, with nearly 32,000 beneficiary
hampir 32 ribu rumah tangga penerima manfaat, atau households, around 14.3% of the total recipients
sekitar 14,3% dari total rumah tangga penerima secara nationwide. At the sub-district level, housing
nasional. Di tingkat kecamatan, pembangunan rumah development in Bekasi Regency was primarily
di Kabupaten Bekasi paling banyak tersebar di concentrated in Cibitung (24.1%), Serang Baru
Kecamatan Cibitung (24,1%), Serang Baru (17,9%), (17.9%), West Cikarang (11%), South Tambun
Cikarang Barat (11%), Tambun Selatan (11%), dan (11%), and Sukakarya (10.8%).
Sukakarya (10,8%).
Sementara itu, lebih dari 15 ribu rumah telah dibangun Meanwhile, over 15,000 houses have been built in
di Kabupaten Bogor, yang sebagian besar berada di Bogor Regency, with the majority located in
Kecamatan Klapanunggal (34,5%) dan Cileungsi Klapanunggal (34.5%) and Cileungsi (16.7%).
(16,7%). Selain itu, pembangunan juga terjadi di Other notable areas include Jonggol (6.2%),
Kecamatan Jonggol (6,2%), Ciampea (5,8%), Ciomas Ciampea (5.8%), Ciomas (5%), and
(5%), dan Cibungbulang (5%). Cibungbulang (5%).
21 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 22
Kabupaten Karawang menyusul dengan total 15.095 Karawang Regency follows with a total of 15,095 rumah yang telah dibangun. Dari jumlah tersebut, houses constructed. Of this number, nearly half are sekitar setengahnya berada di Kecamatan Klari located in Klari sub-district (49.4%), followed by (49,4%), disusul oleh Kecamatan Cikampek yang Cikampek with 28.9%. menyumbang 28,9%. Di Kabupaten Tangerang, lebih dari 10 ribu rumah In Tangerang Regency, more than 10,000 houses telah dibangun, dengan konsentrasi tertinggi di have been built, with the highest concentrations in Kecamatan Cisoka (37,5%) dan Rajeg (30,7%). Selain Cisoka (37.5%) and Rajeg (30.7%), while 11.5% itu, 11,5% rumah dibangun di Kecamatan Balaraja. of the houses were built in Balaraja. 22 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 23
RINGKASAN DAMPAK | Impact Highlights
PROFIL PENERIMA MANFAAT | Profile of Beneficiaries
Indonesia : 32,1% Sumatera : 34,4% Sulawesi : 36,4%
Indonesia : 32.1% Sumatera : 34.4% Sulawesi : 36.4%
Jawa : 31,0% Bali dan Nusa Tenggara : 34,8%
Bali and Nusa Tenggara : 34.8%
Java : 31.0%
Kalimantan : 30,0% Maluku dan Papua : 31,1%
Kalimantan : 30.0% Maluku and Papua : 31.1%
Swasta : 86,3% | Wirausaha : 4,9% | Lainnya : 1,7% |
PNS : 4,7% | TNI/POLRI: 2,3% |
Private Sector : 86.3% Enterpreneur : 4.9% Others : 1.7%
Civil Servant : 4.7% Military/Police : 2.3%
Alokasi dana dari Obligasi Sosial telah memberikan The allocation of proceeds from the Social Bond
dampak signifikan dalam menjawab kebutuhan has yielded a meaningful impact on addressing the
perumahan bagi beragam segmen masyarakat. Bukti housing needs of diverse societal segments. A
nyata komitmen terhadap inklusivitas dan testament to the project's commitment to gender
pemberdayaan perempuan (SDG 5) ditunjukkan inclusivity and female empowerment (SDG 5) is
dengan tercatatnya lebih dari sepertiga (32,1%) the fact that over one-third (32.1%) of the homes
kepemilikan rumah atas nama perempuan, yang are owned by women beneficiaries across all
tersebar di seluruh wilayah. regions
Selain itu, data mengenai status pekerjaan Furthermore, the data on job status indicates that
menunjukkan bahwa FLPP ini telah menjangkau the FLPP has reached households from a wide
rumah tangga dari berbagai latar belakang profesi, range of professional backgrounds, including civil
termasuk pegawai negeri sipil, personel militer dan servants, military and police personnel, private
kepolisian, karyawan sektor swasta, wirausahawan, sector employees, entrepreneurs, and others.
dan lainnya.
Keragaman ini menegaskan inklusivitas program, This diversity highlights the program's
memastikan bahwa proyek perumahan sosial dapat inclusiveness, ensuring that the social housing
diakses oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, project is accessible to people from various
yang pada akhirnya berkontribusi pada pembangunan backgrounds, ultimately contributing to broader
sosial-ekonomi yang lebih luas. Selain itu, pendekatan socio-economic development. Furthermore, the
inklusif dalam menjangkau penerima manfaat dari inclusive approach of reaching beneficiaries from
berbagai latar belakang profesional turut berkontribusi diverse professional backgrounds also contributes
pada visi SDG 16 untuk membangun masyarakat yang to SDG 16's vision of fostering peaceful and
damai dan inklusif. inclusive societies.
23 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 24
IDR 1M - 3M >IDR 3M - 4M >IDR 4M - 5M >IDR 5M - 6M
>IDR 6M- 7M >IDR 7M - 8M >IDR 8M - 10M
73239
69994
40856
13656 15569
9744
79
Distribusi gaji penerima manfaat mencerminkan The income distribution of beneficiaries reflects
inklusivitas program, yang mampu menjangkau rumah the inclusiveness of the program, which
tangga dengan rentang pendapatan yang beragam, successfully reaches households across a wide
mulai dari Rp 1.000.000 hingga Rp 10.000.000 per income range, from IDR 1,000,000 to IDR
bulan. Batas penghasilan maksimal ditetapkan sebesar 10,000,000 per month. The maximum income
Rp 8.000.000 untuk rumah tangga yang sudah threshold is set at IDR 8,000,000 for married
menikah, dengan ketentuan khusus sebesar Rp households, with a special provision of up to IDR
10.000.000 untuk wilayah Papua. 10,000,000 for households in Papua.
Sebagian besar penerima manfaat memiliki gaji antara The majority of beneficiaries earn between IDR 3
Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan (64,2%). million and IDR 5 million per month (64.2%).
Selanjutnya, 18,3% nasabah berada pada rentang gaji Additionally, 18.3% fall within the IDR 5 million
Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Bahkan, terdapat sebagian to IDR 6 million income bracket. Notably, there
nasabah dengan gaji di bawah Rp 3 juta per bulan yang are also beneficiaries earning less than IDR 3
tetap mendapatkan manfaat dari program FLPP. million per month who still qualify for FLPP
support.
Fokus ini menegaskan komitmen SMF dalam This focus underscores SMF’s commitment to
mendukung keluarga berpenghasilan terbatas, yang supporting low-income families, ultimately not only
pada akhirnya tidak hanya meningkatkan kualitas improving their quality of life but also contributing
hidup mereka, tetapi juga mendorong pembangunan to sustainable economic development across
ekonomi yang berkelanjutan di seluruh Indonesia. Indonesia.
24 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 25
Jangka Waktu / Tenor
Hingga 9 tahun : 0,2% 10 tahun : 3,8% 11-14 tahun : 2,4%
Up to 9 years : 0.2% 10 years : 3,8% 11- 14 years : 2.4%
15 tahun : 48,5% 16 -19 tahun : 5,7% 20 tahun : 39,3%
15 years : 48.5% 16 - 19 years : 5.7% 20 years : 39.3%
Kondisi KPR / Mortgage Condition
Rentang Gaji Rata-rata Nilai Angsuran Bulanan (Rp Ribu) Ratio Angsuran Bulanan ke Gaji
Salary Range Average of Monthly Payment (IDR Thousand) Monthly Payment to Salary Ratio
Hingga Rp 2 juta 893 49,4%
Up to IDR 2 m 893 49.4%
> Rp 2 juta – Rp 3 juta 946 33,1%
> IDR 2 m – IDR 3 m 946 33.1%
> Rp 3 juta – Rp 4 juta 1.058 29,1%
> IDR 3 m – IDR 4 m 1,058 29.1%
> Rp 4 juta – Rp 5 juta 1.156 25,4%
> IDR 4 m – IDR 5 m 1,156 25.4%
> Rp 5 juta – Rp 6 juta 1.198 21,6%
> IDR 5 m – IDR 6 m 1,198 21.6%
> Rp 6 juta – Rp 7 juta 1.123 18,5%
> IDR 6 m – IDR 7 m 1,123 18.5%
> Rp 7 juta – Rp 8 juta 1.229 16,4%
> IDR 7 m – IDR 8 m 1,229 16.4%
> Rp 8 juta – Rp 10 juta 1.608 17,9%
> IDR 8 m – IDR 10 m 1,608 17.9%
1.126 25,5%
Jumlah | Total
1,126 25.5%
25 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 26
Kondisi KPR yang ditawarkan melalui Obligasi Sosial The mortgage terms offered through the Social merefleksikan fleksibilitas dan inklusivitas untuk Bond reflect both flexibility and inclusiveness, mengakomodasi keterjangkauan finansial para aiming to accommodate the financial affordability penerima manfaat. Mayoritas pinjaman diberikan of the beneficiaries. The majority of loans were dengan tenor 15 tahun (mencakup 48,5% dari total), issued with a 15-year tenor (accounting for 48.5% diikuti oleh tenor 20 tahun (39,3%). of the total), followed by 20-year tenors (39.3%). Rentang pembayaran bulanan menunjukkan bahwa The range of monthly payments shows that, on secara rata-rata, MBR membayar Rp 1,13 juta per average, low-income households pay IDR 1.13 bulan. Nilai ini setara dengan seperempat gaji million per month, equivalent to 25.5% of their penerima manfaat (25,5%). Meskipun rata-rata rasio income. While the average installment-to-income cicilan terhadap pendapatan tergolong terjangkau, ratio remains relatively affordable, disparities exist terdapat ketimpangan pada kelompok berpendapatan among lower-income groups. Beneficiaries earning rendah. Penerima dengan gaji di bawah Rp 3 juta below IDR 3 million per month allocate around harus mengalokasikan sekitar sepertiga pendapatan one-third of their income to mortgage payments untuk cicilan (33,1%), bahkan mencapai 49,4% bagi (33.1%), and those earning below IDR 2 million yang berpenghasilan di bawah Rp 2 juta. Hal ini spend nearly half (49.4%). This indicates that the menunjukkan bahwa FLPP tetap berperan dalam FLPP program continues to play a vital role in mendorong daya beli penerima manfaat. supporting beneficiaries’ purchasing power. Kombinasi tenor panjang dan cicilan bulanan yang These longer payment tenors and low monthly ringan ini menciptakan ruang fleksibilitas finansial installments grant households greater financial bagi rumah tangga. Hal ini memungkinkan mereka flexibility. This enables them to manage their untuk mengelola pengeluaran secara lebih efektif dan expenses more effectively and allocate resources mengalokasikan dana untuk kebutuhan esensial toward other essential needs, such as education, lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan tabungan. healthcare, or savings. Consequently, the program Dengan demikian, program ini berpotensi mendukung can contribute to SDG 1 (no poverty) and support pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 10 SDG 10 (reduced inequality), by ensuring low- (Mengurangi Ketimpangan) dengan memastikan akses income families can access affordable housing and terhadap hunian layak dan peningkatan kualitas hidup improve their overall quality of life. bagi keluarga berpenghasilan rendah. 26 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 27
KETERJANGKAUAN DAN AKSESIBILITAS |
Affordability and Accessibility
Distribusi harga rumah menunjukkan fokus program The distribution of house prices highlights the
pada aspek keterjangkauan, di mana setengah dari program’s focus on affordability, with half of the
rumah yang didukung melalui Obligasi Sosial memiliki homes supported through the Social Bond priced at
harga hingga sekitar Rp 150 juta. Harga rumah around IDR 150 million or less. Prices gradually
kemudian meningkat secara bertahap dari persentil ke- increase between the 65th and 75th percentiles.
65 hingga ke-75. Di atas persentil ke-75, harga rumah Above the 75th percentile, house prices tend to
cenderung mendekati Rp 179 juta, dengan porsi sekitar approach IDR 179 million, representing around
20% dari total rumah yang didukung. 20% of all supported homes.
Distribusi ini mencerminkan komitmen program dalam This distribution reflects the program’s
menyediakan perumahan yang terjangkau dan sesuai commitment to providing affordable housing that
dengan beragam kebutuhan penerima manfaat. meets the diverse needs of its beneficiaries.
Luas bangunan (m2) Jumlah Rumah Persentase
Building area (m2) Number of Housing Percentage
Hingga 24 6.235 2,8%
Up to 24 6,235 2.8%
22.946 10,3%
25 – 27
22,946 10.3%
92.103 41,3%
28-307
92,103 41.3%
6.071 2,7%
31-33
6,071 2.7%
95.782 42,9%
34-368
95,782 42.9%
7
Dari 41,3%, 34,5% memiliki luas bangunan 30, sedangkan sisanya (6,8%) memiliki luas 28 dan 29. | Out of the 41.3%, 34.5% have a building size of
30 square meters, while the remaining 6.8% have sizes of 28 and 29 square meters.
8
Dari 42,9%, 42,4% memiliki luas bangunan 36, sedangkan sisanya (0,5%) memiliki luas 34 dan 35. | Out of the 42.9%, 42.4% have a building size of
36 square meters, while the remaining 0.5% have sizes of 34 and 35 square meters.
27 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 28
Sebagian besar rumah yang dibangun berukuran 36 m² The majority of houses built are sized at 36 m² and dan 30 m², masing-masing mencakup 42,4% dan 30 m², accounting for 42.4% and 34.6% of all 34,6% dari total rumah. Hal ini menunjukkan upaya units, respectively. This reflects efforts to meet the untuk memenuhi standar minimum kelayakan luas minimum standards for adequate living space while hunian, dengan tetap mempertimbangkan daya beli considering the limited purchasing power of low- MBR. income households. Dengan menyediakan rumah yang terjangkau dan By providing affordable housing equipped with dilengkapi fasilitas dasar, inisiatif ini secara langsung basic facilities, this initiative directly supports the mendukung tujuan SDG 11 untuk menciptakan objectives of SDG 11 to create sustainable and lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dan inklusif. inclusive urban environments. Additionally, Selain itu, peningkatan fasilitas kondisi hunian improved housing conditions contribute to better membantu mendorong sektor kesehatan yang lebih public health, aligning with SDG 3, and enhance baik, sejalan dengan SDG 3, serta meningkatkan akses access to clean water and sanitation, supporting terhadap air bersih dan sanitasi yang mendukung the achievement of SDG 6. pencapaian SDG 6. Terakhir, pembangunan lebih dari 223 ribu rumah di Lastly, the construction of over 223,000 houses berbagai provinsi telah melibatkan banyak pekerja across various provinces has involved a large konstruksi dan pekerjaan terkait lainnya, menciptakan number of construction workers and related peluang kerja serta merangsang aktivitas ekonomi. Hal occupations, creating job opportunities and ini secara langsung berkontribusi pada SDG 8 dengan stimulating economic activity. This directly mendorong pertumbuhan ekonomi yang contributes to SDG 8 by promoting sustainable berkelanjutan, menyediakan peluang kerja, dan economic growth, generating employment, and mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif. supporting inclusive economic development. 28 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 29
GLOSARIUM | GLOSSARY
EWS Early Warning System
FLPP Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
Facilities of Liquidity for Housing Financing
KPR Kredit Kepemilikan Rumah
Household Loan Credit
MBR Masyarakat Berpengasilan Rendah
Low Income Household
PPN Pajak Pertambahan Nilai
Value Added Tax
POJK Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Financial Services Authority Regulation
SDG Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Sustainable Development Goals
SFWG Sustainability Funding Working Group
SMF Sarana Multigriya Finansial
29 | Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Berwawasan Sosial 2024 | 2024 Social Bond Allocation and Impact Report
Page 30
LAPORAN REVIEW AHLI SOSIAL
SOCIAL EXPERT REVIEW REPORT
PT Dipa Consultan Utama selaku Ahli PT Dipa Consultan Utama, as the
Sosial yang ditunjuk telah melakukan appointed Social Expert, has
penelaahan terhadap Social Bond conducted a review of the Social
Allocation and Impact Report yang disusun Bond Allocation and Impact Report
oleh PT Sarana Multigriya Finansial prepared by PT Sarana Multigriya
(Persero), termasuk data pendukung Finansial (Persero), including
terkait penerbitan laporan tahun 2024. supporting data related to the 2024
Sebagai Ahli Sosial, kami memiliki issuance. As Social Experts, we
kompetensi, pengalaman, serta sertifikasi possess relevant competencies,
yang relevan di bidang kegiatan experience, and certifications in
berwawasan sosial sebagaimana socially-oriented activities, as detailed
tercantum pada Lampiran 1. in Appendix 1.
Management’s Responsibility
Tanggungjawab Manajemen The management is responsible
Manajemen bertanggung jawab for the preparation and presentation
atas penyusunan dan penyajian Social of PT Sarana Multigriya Finansial
Bond Allocation and Impact Report 2024 (Persero)’s 2024 Social Bond
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Allocation and Impact Report, in
secara wajar, sesuai dengan ketentuan accordance with POJK No. 18 of
POJK No. 18 Tahun 2023 tentang 2023 concerning the Issuance and
Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Requirements for Debt Securities
Utang dan/atau Sukuk Berlandaskan and/or Sukuk Based on
Keberlanjutan. Selain itu, laporan ini juga Sustainability. Furthermore, this
mengacu pada sejumlah standar report also refers to several
internasional terkait penerbitan Social international standards related to
Bond Report, antara lain ICMA Social Social Bond issuance, including the
Bond Principles (ICMA SBP), ICMA ICMA Social Bond Principles (ICMA
Harmonised Impact Reporting Framework SBP), the ICMA Harmonised Impact
(ICMA Impact Reporting), ASEAN Social Reporting Framework (ICMA Impact
1
Page 31
Bond Standards (ACMF), serta Social Reporting), the ASEAN Social Bond
Loan Principles yang diterbitkan oleh Loan Standards (ACMF), and the Social
Market Association, Loan Syndications and Loan Principles published by the
Trading Association, dan Asia Pacific Loan Loan Market Association, the Loan
Market Association. Syndications and Trading
Association, and the Asia Pacific
Loan Market Association.
Tanggungjawab Ahli Sosial Social Expert’s Responsibility
Ahli Sosial bertanggung jawab untuk The Social Expert is responsible
melakukan penelaahan atas Social Bond for reviewing PT Sarana Multigriya
Allocation and Impact Report 2024 PT Finansial (Persero)’s 2024 Social
Sarana Multigriya Finansial (Persero) Bond Allocation and Impact Report
beserta dokumen pendukung lainnya, and its supporting documents, in
sesuai dengan ketentuan POJK No. 18 accordance with POJK No. 18 of
Tahun 2023. Lingkup review meliputi 2023. The scope of this review
kesesuaian proses pemilihan proyek includes assessing the alignment of
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial the project selection process for
(KUBS), penyaluran dana hasil penerbitan Socially Oriented Business Activities
Social Bond ke proyek KUBS terpilih, serta (KUBS), the allocation of proceeds
ketersediaan estimasi dampak sosial dari from the Social Bond issuance to the
proyek-proyek yang dibiayai. Dana hasil selected KUBS projects, and the
penerbitan telah dialokasikan dan availability of estimated social
dilaporkan dalam Social Bond Allocation impacts from the financed projects.
and Impact Report 2024 tanpa terdapat The proceeds have been allocated
perubahan proyek pembiayaan. and reported in the 2024 report, with
Penelaahan difokuskan pada dampak no changes to the financed projects.
sosial yang tercantum dalam laporan The review focuses specifically on the
tersebut, berdasarkan data yang social impacts presented in the
disediakan oleh penerima dana penerbitan report, based on data provided by the
Social Bond Allocation and Impact Report recipients of funds from the 2024
2024 PT Sarana Multigriya Finansial issuance.
(Persero).
2
Page 32
Analisis Penilaian
Proses penilaian dalam
Social Assessment Analysis
Bond Allocation and Impact Report 2024 The assessment process in the
dilaksanakan melalui tahapan identifikasi 2024 Social Bond Allocation and
aspek-aspek evaluasi yang secara Impact Report was carried out by
substansial merujuk pada Peraturan identifying evaluation aspects
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18 substantially referring to POJK No. 18
Tahun 2023 tentang Penerbitan dan of 2023. The methodological
Persyaratan Efek Bersifat Utang dan/atau framework also draws on
Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Selain international standards and
itu, acuan metodologis juga diperoleh dari guidelines, including the ICMA Social
standar dan pedoman internasional, antara Bond Principles (ICMA SBP), the
lain ICMA Social Bond Principles (ICMA ICMA Harmonised Impact Reporting
SBP), ICMA Harmonised Impact Reporting Framework (ICMA Impact Reporting),
Framework (ICMA Impact
Reporting), the ASEAN Social Bond Standards
ASEAN Social Bond Standards (ACMF), (ACMF), and the Social Loan
serta Social Loan Principles
yang Principles published by the Loan
diterbitkan oleh Loan Market Association, Market Association, the Loan
Loan Syndications and Trading Syndications and Trading
Association, dan Asia Pacific Loan Market Association, and the Asia Pacific
Association. Berdasarkan kerangka Loan Market Association. Based on
tersebut, laporan kemudian
dianalisis this framework, the report was then
dengan memperhatikan sejumlah dimensi analyzed across several important
penting, meliputi Use of
Proceeds, dimensions, including Use of
Evaluation and Selection, Management of Proceeds, Evaluation and Selection,
Proceeds, Reporting, External Review, Management of Proceeds, Reporting,
Tracking Proceeds, Target Population External Review, Tracking Proceeds,
Identification, serta Expected Social Target Population Identification, and
Impact. Expected Social Impact.
Untuk memberikan penilaian yang To provide a measurable and
terukur dan objektif, digunakan sistem objective assessment, a scoring
skoring dengan rentang nilai antara 1 system with a range of 1 to 4 was
3
Page 33
hingga 4 yang disusun berdasarkan applied, based on a combination of
kombinasi kriteria kuantitatif dan kualitatif. quantitative and qualitative criteria.
Selanjutnya, skor yang diperoleh dari Subsequently, the scores obtained
masing-masing aspek dihitung melalui from each aspect were calculated
mekanisme pembobotan persentase guna using a percentage weighting
menghasilkan nilai akhir yang lebih mechanism to generate a more
proporsional. Berdasarkan hasil proportional final score. Based on
perhitungan, tingkat pencapaian kinerja these calculations, the level of
kemudian dikategorikan ke dalam empat performance achievement was then
klasifikasi, yaitu: sangat tidak baik, tidak classified into four categories: very
baik, baik, dan sangat baik. Dengan poor, poor, good, and excellent.
pendekatan ini, proses penilaian tidak Through this approach, the
hanya menekankan pada kepatuhan assessment process not only
administratif terhadap regulasi dan standar emphasizes administrative
yang berlaku, tetapi juga memastikan compliance with applicable
adanya integrasi antara akuntabilitas, regulations and standards but also
transparansi, serta proyeksi dampak sosial ensures the integration of
yang diharapkan dari implementasi Social accountability, transparency, and the
Bond Allocation and Impact Report 2024. projection of expected social impacts
from the implementation of the 2024
Social Bond Allocation and Impact
Report.
Hasil Penilaian
1. Social Bond Allocation and Impact Assessment Results
Report 2024 menunjukkan bahwa 1. The 2024 Social Bond
100% dana yang diperoleh melalui Allocation and Impact Report
penerbitan Obligasi yang telah demonstrates that 100% of the
dialokasikan secara eksklusif untuk proceeds obtained from the
proyek perumahan terjangkau bagi issuance of the Bonds have
masyarakat berpenghasilan rendah been exclusively allocated to
(MBR) melalui skema FLPP, yang affordable housing projects for
sesuai dengan tujuan Social Bond low-income communities
sebagaimana diatur dalam POJK (MBR) through the FLPP
4
Page 34
No. 18 Tahun 2023, ICMA Social scheme. This is in line with the
Bond Principles (ICMA SBP), ICMA objectives of Social Bonds as
Harmonised Impact Reporting stipulated in POJK No. 18 of
Framework (ICMA Impact Rating), 2023, the ICMA Social Bond
ASEAN Social Bond Standards Principles (ICMA SBP), the
(ACMF), dan Social Loan Principles ICMA Harmonised Impact
yang telah dipublikasikan oleh Loan Reporting Framework (ICMA
Market Association, Loan Impact Rating), the ASEAN
Syndications and Trading Social Bond Standards
Association, and Asia Pacific Loan (ACMF), and the Social Loan
Market Association. Principles published by the
2. PT Sarana Multigriya Finansial Loan Market Association, the
(Persero) mengelola dana dengan Loan Syndications and Trading
pendekatan portofolio yang diawasi Association, and the Asia
oleh Sustainability Funding Working Pacific Loan Market
Group (SFWG). Hal ini menjadi Association.
tanda bahwa adanya pengelolaan 2. PT Sarana Multigriya Finansial
sistem internal yang cukup kuat. (Persero) manages the funds
3. Pelaporan dalam Social Bond using a portfolio approach
Allocation and Impact Report 2024 under the supervision of the
mencakup rincian alokasi dan, Sustainability Funding Working
demografi penerima manfaat dan Group (SFWG), indicating a
distribusi geografis proyek. Dengan relatively strong internal
tingkat transparasni yang cukup management system.
baik. 3. The reporting in the 2024
Social Bond Allocation and
Impact Report includes
detailed information on fund
allocation, beneficiary
demographics, and
geographical distribution of
projects, with a relatively good
level of transparency.
5
Page 35
Semarang, September 2025
Mewakili PT Dipa Consultant Utama,
Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D Fendy. E. Wahyudi, S.I.P., M.Hub.Int
6
Page 36
LAMPIRAN 1a : PROFIL AHLI SOSIAL 1
Appendix 1a: Profile Of Social Expert 1
Prof. Bulan Prabawani, S.Sos., M.M., Ph.D.
Pendidikan Education
1. S1 Administrasi Bisnis Universitas 1. Bachelor’s Degree in Business
Diponegoro Administration, Diponegoro
2. S2 Magister Manajemen University
Universitas Diponegoro 2. Master’s Degree in
3. S3 Doctor of Philosophy, Edith Management, Diponegoro
Cowan University, Australia University
3. Doctor of Philosophy (Ph.D.),
Edith Cowan University,
Australia
Organisasi Organization
1. Guru Besar 1. Professor
Departemen Administrasi Department of Business
Bisnis Administration
Universitas Diponegoro Diponegoro University
2. ESD and Business 2. ESG and Business Sustainability
Sustainability Expert Expert
SDGs Centre SDGs Centre
Universitas Diponegoro Diponegoro University
Pengalaman Relevan Relevant Experience
1. 2025 : Maturity Level Kepatuhan 1. 2025: Environmental
Lingkungan PT PLN Compliance Maturity Level of PT
PLN
2. 2024 : Analisis ESG PT Saka Energi 2. 2024: ESG Analyst of PT Saka
3. 2024 : Verifikasi SDGs Sido Energi
Muncul 3. 2024: SDGs Verification of Sido
4. 2024 : Analisis Tarif Carbon Tax di Muncul
Indonesia – Hibah Kompetisi FISIP 4. 2024: Analyst for Carbon Tax
UNDIP Tariff Analysis in Indonesia –
5. 2022 : Analisis investasi berbasis Competitive Grant, Faculty of
SROI: Outcome Program CSR Social and Political Sciences
Perusahaan Proper Kandidat (FISIP), Diponegoro University
Emas – DRPM DIKTI 5. 2022: SROI-based Investment
6. 2022 : Design of Agroforestry Analysis: Outcomes of CSR
Development and Industry-based Programs of Gold PROPER
Agriculture in Farmers Community Candidate Companies –DRPM,
Assisted by the Central Java Ministry of Education, Culture,
Forest Management Region VIII Research, and Technology.
7
Page 37
tahun 3 – RRPI PNBP UNDIP 6. 2022: Design of Agroforestry
7. 2022 : Analisis Inovasi Sosial Development and Industry-
Perusahaan Proper Emas 2021: based Agriculture in Farmers
PT Petrokimia Gresik dan PT Bukit Community Assisted by the
Asam Peltar, Bandar Lampung – Central Java Forest
DIPA FISIP Management Region VIII tahun
3 – RRPI PNBP UNDIP
7. 2022: Analysis of Social
Innovation in 2021 Gold
PROPER Companies: PT
Petrokimia Gresik and PT Bukit
Asam Peltar, Bandar Lampung –
DIPA, Faculty of Social and
Political Sciences (FISIP).
8
Page 38
LAMPIRAN 1b : PROFIL AHLI SOSIAL 2
Appendix 1b: Profile Of Social Expert 2
Fendy Eko Wahyudi, S.I.P., M.Hub.Int.
Pendidikan Education
1. S1 Hubungan Internasional 1. Bachelor’s Degree in
Universitas Airlangga International Relations,
2. S2 Hubungan Internasional Airlangga University
Universitas Airlangga 2. Master’s Degree in International
Relations, Airlangga University
Organisasi Organization
Asisten Ahli Expert Assistant
Departemen Hubungan Internasional Department of International
Universitas Diponegoro Relations
Diponegoro University
Pengalaman Relevan Relevant Experience
1. Pendampingan PROPER KLHK, 1. PROPER KLHK Assistance,
Pemetaan Sosial, SROI, Inovasi Social Mapping, SROI, Social
Sosial, Stakholder Engagement, Innovation, Stakeholder
Peraih PROPER Emas, PLTA PT Engagement, Gold PROPER
Inalum 2023 2024. Awardee, PT Inalum
2. Pendampingan PROPER KLHK, Hydroelectric Power Plant
Pemetaan Sosial, PT Kilang (PLTA) 2023-2024
Pertamina Internasional RU VI 2. PROPER KLHK Assistance,
Balongan 2024 Social Mapping, PT Kilang
3. Pendampingan PROPER KLHK, Pertamina Internasional RU VI
IKM, PT Semen Indonesia Balongan 2024
(Persero) Pabrik Tuban 2024 3. PROPER KLHK Assistance,
4. Pendampingan PROPER KLHK, Small and Medium Industries
Pemetaan Sosial, IKM, (IKM), PT Semen Indonesia
Stakeholder engagement PT (Persero) Tuban Plant 2024
Semen Tonasa 2024 4. PROPER KLHK Assistance,
5. Pendampingan PROPER KLHK, Social Mapping, Small and
Pemetaan Sosial, IKM, PT Medium Industries (IKM),
Pertamina Lubricants Production Stakeholder Engagement, PT
Unit Cilacap 2024 Semen Tonasa 2024
6. Kajian Kolaboratif, Housing 5. PROPER KLHK Assistance,
Finance Guarantee & Housing Social Mapping, Small and
Completion Guarantee, PT SMF Medium Industries (IKM), PT
2025. Pertamina Lubricants Production
Unit Cilacap 2024
6. Collaborative Study, Housing
Finance Guarantee & Housing
Completion Guarantee, PT SMF
2025
9
Page 39
Names mentioned 31 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.4 ×2
unresolved
person
Executive
· Direktur Utama
p.5
unresolved
org
Kementerian Republik Indonesia
p.7
unresolved
—
MISI
p.7
unresolved
org
Ministry of Finance.
p.8
unresolved
org
Financial Services Authority
p.11 ×3
unresolved
org
Menteri Pekerjaan
p.12
unresolved
org
PT Dipa Consultan Utama
p.30 ×2
unresolved
org
PT Sarana Multigriya (Persero)
p.30
unresolved
org
PT Sarana Multigriya Finansial Bond Allocation
p.30
unresolved
org
PT Sarana Multigriya Allocation
p.31
unresolved
org
PT Finansial (Persero)
p.31
unresolved
org
PT Dipa Consultant Utama
p.35
unresolved
person
Prof. Bulan Prabawani
p.35 ×4
unresolved
org
PT PLN
p.36 ×2
unresolved
org
PT Saka Energi
p.36
unresolved
org
PT Saka
p.36
unresolved
org
Ministry of Education
p.36
unresolved
org
PT Petrokimia Gresik
p.37 ×2
unresolved
org
PT Bukit
p.37
unresolved
org
PT Bukit Asam Peltar
p.37
unresolved
org
Departemen Hubungan Internasional
p.38
unresolved
org
PT Kilang
p.38 ×2
unresolved
org
PT Semen Indonesia Stakeholder
p.38
unresolved
org
PT Unit Cilacap
p.38
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.