Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 55
Page 1
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT) (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
Page 2
PT. YANAPRIMA HASTA PERSADA TbK.
,LErr xDr r Drr,6r-rrrv.
l ,rr rl r'-D{Do[r
rE .E)!mz+sr..rrrE)ss
:,Lr^E w r+ l,uoorcrrlrrc
eo rrosltl^r -DrDoxre
rE .6nlHFteln).*:a
..^r.d-'.{d..'
LJ.'..'fr.
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
PT YANAPRII',IA HASTAPERSADA TBK C'Perseroanl
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
UNTUK PERIODE 3 (TIGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
Kami, yang bertanda-tangan di bawah ini
1 Nama JAP IRWAN SIJSANTO
Alarnat Kantor fuung Graha [rdma, Lantai 2-E
Jl. H.R. Rasuna Said Elok X-1. Kav. 1-2
Jakarta Selatan 12950
Elintanq Graha Family V, Blok 0-135
RT.003 RW.0r1, Babatan, Wiyung, Surabaya
labatan Direktur t tafila
2 Nama RINAWATI
Alamat Kantor Gedunq Graha lrama, Lantai 2-E
Jl. H.R. Rasuna Said Blok x-1, Kav. l-2
lakarta Sehtan 12950
Alamat Rumah Babatan Prdtama 28/W-80
RT. @5 RW. 008, Bababn, Wiyung, Surabaya
Jabatan Direktur Keuangan
Menyatakan bahwa:
1. Kami bertarEgung Fwab atas penyusumn dan penyajian laporan keuangan PeEercan.
2 Laporan keuangan Perseroan tehh disusun dan disajikan sesuai dengEn Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.
3 a. Semua informasi dalam hporan keuangEn ttrceroan telah dimuat secard lerEkap dan benar.
b. Laporan keuangEn Perseroan tidak nrerEErdung informasi atau fakta material yang tlrak
benar dan tidak menghilangkan anfonnasi atau fakta material.
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam Perseroan.
Demik6n Pernyataan ini dibuat derEEn sebenamfd.
28 Oktober 2025
Jakarta,
#nl
-^Errrdltwt -
-DI'lgtY,
JAP IRWAN SUSANTO
DiEktur Keuangan Arekur UtanE
Page 3
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
DAFTAR ISI
Halaman
Laporan Posisi Keuangan ……………………………………………………………………. 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ………………………………… 3
Laporan Perubahan Ekuitas ………………………………………………………………….. 4
Laporan Arus Kas ……………………………………………………………………………… 5
Catatan atas Laporan Keuangan …………………………………………………………….. 6 - 51
**************************
Page 4
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
DAFTAR ISI
Halaman
Laporan Posisi Keuangan ……………………………………………………………………. 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ………………………………… 3
Laporan Perubahan Ekuitas ………………………………………………………………….. 4
Laporan Arus Kas ……………………………………………………………………………… 5
Catatan atas Laporan Keuangan …………………………………………………………….. 6 - 51
**************************
Page 5
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2d, 4 11.465.802.473 6.289.218.331
Piutang usaha
Pihak berelasi - bersih 2e, 2f,
5, 6, 12 2.332.082.118 594.370.342
Pihak ketiga - bersih 2e, 5, 12 75.943.421.007 105.350.951.531
Piutang lain-lain - pihak ketiga 170.993.377 446.420.939
Persediaan - bersih 2g, 7, 12 61.247.815.349 64.780.814.559
Pajak dibayar di muka 2q, 14 469.186.595 557.166.619
Biaya dibayar di muka 2h 351.131.653 8.515.096
Uang muka pembelian 8 8.007.465.512 6.907.466.542
Jumlah Aset Lancar 159.987.898.084 184.934.923.959
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap 9 917.127.800 1.545.585.348
Aset pajak tangguhan - bersih 2q, 14 2.021.268.413 2.104.825.976
2i, 2j, 2k,
Aset tetap - bersih 9, 12 96.926.996.282 101.377.212.232
Taksiran klaim pajak penghasilan 2q, 14 5.284.255.631 6.062.589.199
Aset hak-guna - bersih 2u, 10 92.106.066 147.369.707
Aset tidak lancar lain-lain 11 600.000.000 600.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 105.841.754.192 111.837.582.462
JUMLAH ASET 265.829.652.276 296.772.506.421
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 6
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 12 65.600.000.000 91.046.236.271
Utang usaha
pihak ketiga 13 8.906.165.811 15.282.183.576
pihak berelasi 2f, 6, 13 1.398.762.999 1.198.658.109
Utang pajak 2q, 14 42.543.057 28.492.608
Beban harus dibayar 15 2.736.934.896 3.381.262.993
Uang muka dari pelanggan 2n, 19 1.379.751.392 904.147.333
Liabilitas sewa jangka pendek 2u, 10 78.317.493 73.589.720
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 2p, 15 7.730.490.271 6.508.361.969
Utang pembelian aset tetap 9 113.975.000 47.175.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 87.986.940.919 118.470.107.579
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa jangka panjang 2u, 10 - 78.317.493
Utang pihak berelasi 2f, 6 50.000.000.000 50.000.000.000
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja
karyawan 2p, 23 4.390.089.308 4.075.753.297
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 54.390.089.308 54.154.070.790
Jumlah Liabilitas 142.377.030.227 172.624.178.369
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 2.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
668.000.089 saham 16 66.800.008.900 66.800.008.900
Tambahan modal disetor - bersih 2s, 17 28.054.021.637 28.054.021.637
Penghasilan komprehensif lain 2.357.421.869 2.305.576.805
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya
untuk dana cadangan umum 14.000.000.000 14.000.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 12.241.169.643 12.988.720.710
Jumlah Ekuitas 123.452.622.049 124.148.328.052
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 265.829.652.276 296.772.506.421
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 7
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2025 2024
Catatan (Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
PENJUALAN BERSIH 2f, 2n, 6, 19 262.997.986.552 253.827.489.385
BEBAN POKOK PENJUALAN 2f, 2n, 6, 20 (244.224.271.282 ) (234.754.420.469)
LABA BRUTO 18.773.715.270 19.073.068.916
BEBAN USAHA
Beban penjualan 2n, 21 (6.863.965.327 ) (7.429.017.298)
Beban umum dan administrasi 2n, 21 (12.385.800.911 ) (12.598.184.305)
Jumlah beban usaha (19.249.766.238 ) (20.027.201.603)
RUGI USAHA (476.050.968 ) (954.132.687)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Beban keuangan 2n, 22 (1.994.489.788 ) (1.616.635.395)
Pemulihan piutang tak tertagih 5 1.355.142.321 480.604.888
Laba penjualan aset tetap 9 84.375.000 254.189.189
Selisih kurs - bersih 2o 296.859.616 78.727.192
Pendapatan bunga 2n 10.521.235 5.968.082
Lain-lain - bersih 2n 45.026.114 346.909.188
Beban lain-lain - bersih (202.565.502 ) (450.236.856)
RUGI SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN (678.616.470 ) (1.404.369.543)
MANFAAT (BEBAN )PAJAK PENGHASILAN 2q, 14
Pajak tangguhan (68.934.597 ) 185.086.068
Manfaat (beban) Pajak Penghasilan (68.934.597 ) 185.086.068
RUGI PERIODE BERJALAN (747.551.067 ) (1.219.283.475)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak akan Direklasifikasi
ke Laba Rugi
Keuntungan (kerugian) aktuarial
atas program imbalan pasti 66.468.030 (440.444.160)
Pajak penghasilan atas keuntungan (kerugian)
aktuarial atas program imbalan pasti (14.622.966 ) 96.897.715
Laba (Rugi) Komprehensif Lain - Setelah Pajak 51.845.064 (343.546.445)
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN (695.706.003 ) (1.562.829.920)
RUGI PER SAHAM 2r, 27 (1,12 ) (1,83)
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 8
q
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Saldo Laba
Tambahan Penghasilan
Modal Disetor - Komprehensif Belum Ditentukan Telah Ditentukan
Modal Saham Bersih Lain Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo 31 Desember 2023 66.800.008.900 28.054.021.637 2.236.450.054 17.320.912.184 14.000.000.000 128.411.392.775
Rugi periode berjalan - - - (1.219.283.475) - (1.219.283.475)
Penghasilan komprehensif lain
periode berjalan:
Pengukuran kembali liabilitas - - (440.444.160 ) - - (440.444.160)
imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait 96.897.715 - - 96.897.715
Total rugi komprehensif - - (343.546.445 ) - - (343.546.445)
Saldo 30 September 2024 66.800.008.900 28.054.021.637 1.892.903.609 16.101.628.709 14.000.000.000 126.848.562.855
Saldo 31 Desember 2024 66.800.008.900 28.054.021.637 2.305.576.805 12.988.720.710 14.000.000.000 124.148.328.052
Rugi periode berjalan - - - (747.551.067) - (747.551.067)
Penghasilan komprehensif lain
periode berjalan:
Pengukuran kembali liabilitas - - 66.468.030 - - 66.468.030
imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait - - (14.622.966 ) - - (14.622.966)
Total laba komprehensif - - 51.845.064 - - 51.845.064
Saldo 30 September 2025 66.800.008.900 28.054.021.637 2.357.421.869 12.241.169.643 14.000.000.000 123.452.622.049
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 9
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN ARUS KAS
SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2025 2024
Catatan (Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Penerimaan kas dari pelanggan 291.143.409.359 237.387.059.540
Pembayaran kas kepada pemasok (196.588.479.573 ) (199.193.521.628)
Pembayaran kas kepada karyawan (45.725.569.499 ) (44.744.452.570)
Pembayaran beban usaha (11.939.361.803 ) (13.894.312.510)
Kas yang diperoleh dari
(digunakan untuk) operasi 36.889.998.484 (20.445.227.168)
Pembayaran beban keuangan (2.051.099.586 ) (1.449.263.790)
Penerimaan pajak penghasilan dan
pajak pertambahan nilai 880.364.041 1.646.798.075
Pendapatan bunga 10.521.235 5.968.082
Lain-lain - bersih 750.634.108 245.616.838
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 36.480.418.282 (19.996.107.963)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 9 (4.743.318.883 ) (9.129.232.071)
Hasil penjualan aset tetap 9 84.375.000 254.189.189
Uang muka pembelian aset tetap 9 (911.583.450 ) (10.000.000)
Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (5.570.527.333 ) (8.885.042.882)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman bank jangka pendek 12 70.661.326.129 73.391.803.406
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek 12 (96.107.562.400 ) (45.827.564.605)
Pembayaran liabilitas sewa 10 (73.589.720 ) (69.147.350)
Pembayaran utang pembelian aset tetap 9 (80.160.000 ) (106.690.234)
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (25.599.985.991 ) 27.388.401.217
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN BANK 5.309.904.958 (1.492.749.628)
DAMPAK BERSIH PERUBAHAN
NILAI TUKAR ATAS
KAS DAN BANK (133.320.816 ) 6.585.029
KAS DAN BANK AWAL PERIODE 6.289.218.331 1.985.478.914
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 11.465.802.473 499.314.315
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 10
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Yanaprima Hastapersada Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal
14 Desember 1995 berdasarkan akta Notaris Emmy Hartati Yunizar, S.H., No. 38. Akta pendirian
tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. C2-3253.HT.01.01.TH.1996 tanggal 1 MARET 1996 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 17 Maret 1996, Tambahan No. 4599. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Rusnaldy,
S.H., No. 8 tanggal 15 Maret 2015, sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan,
untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2014. Akta perubahan
tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-0939930 tanggal 11 Juni 2015.
Sesuai anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
bergerak dalam bidang industri karung plastik dan yang sejenisnya.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat berlokasi di Gedung Graha Irama
Lantai 15G, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, sedangkan pabriknya,
saat ini berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya
pada bulan Juli 1997.
PT Hastagraha Bumipersada adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan.
b. Penawaran Umum Efek Saham Perusahaan
Pada tanggal 22 Februari 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK) (sekarang Otoritas Jasa
Keuangan/OJK) dengan suratnya No. S-1109/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum atas
68.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 545 per
saham serta penerbitan 68.000.000 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 680 setiap waran
yang menyertai saham biasa atas nama Perusahaan kepada masyarakat. Perusahaan telah
mencatatkan seluruh sahamnya beserta waran terkait pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
tanggal 5 Maret 2008 (lihat Catatan 17).
c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama : Alexander Tanzil
Komisaris : Santoso Wijaya
Komisaris Independen : Sri Wahjuningsih
Direksi
Direktur Utama : Jap Irwan Susanto
Direktur Keuangan
(Direktur Independen) : Rinawati
6
Page 11
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. U M U M (lanjutan)
c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)
Susunan anggota komite audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut:
Ketua : Sri Wahjuningsih
Anggota : Rinna Yohana
Anggota : Patricia Sulistya Riani
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah karyawan tetap Perusahaan,
masing-masing sejumlah 18 orang dan 19 orang (tidak diaudit).
d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada
tanggal 28 Oktober 2025.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK),
yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras
dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahan
pada tanggal 31 Desember 2024 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2025, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti
diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi
yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2025.
Perusahan telah menyusun laporan keuangan dengan dasar bahwa Perusahan akan terus
mempertahankan kelangsungan usaha.
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan
mata uang fungsional Perusahaan.
7
Page 12
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
b. Perubahan Kebijakan Akuntansi
Perusahaan telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang
relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2025 sebagai berikut:
• PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan
Ketertukaran”
Amandemen standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
dilaporkan di periode berjalan atau periode sebelumnya.
c. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
paling lambat 12 bulan setelah periode pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau.
iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan
setelah periode pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset lancar dan liabilitas pajak tangguhan
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
d. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan penempatan di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan
tanpa terjadi perubahan nilai yang signifikan, dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman
dan perjanjian fasilitas kredit lainnya.
e. Piutang Usaha
Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam
Catatan 2l.
8
Page 13
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Perusahaan menerapkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan.
g. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan
penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
pada akhir periode, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan
estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
h. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan
dengan menggunakan metode garis lurus.
i. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap
ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
maksud penggunaannya dan dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 20
Mesin dan peralatan 4 - 20
Perlengkapan pabrik 4-8
Peralatan kantor 4-8
Kendaraan 4-8
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang
pada saat jatuh tempo.
9
Page 14
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Aset Tetap (lanjutan)
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara
biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU,
HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih
pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang
memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat aset atau yang
memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak
dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan
laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
periode yang bersangkutan.
j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi
untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual,
maka Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasilan Kas (UPK) yang mana aset
tercakup (aset dari UPK).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih
tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat
aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi
penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai
pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko
spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini di dikuatkan
oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang
konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
10
Page 15
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui
untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan
di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai
sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
k. Aset Dalam Penyelesaian
Aset dalam penyelesaian (disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Tetap” pada laporan posisi
keuangan) dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat aset tersebut telah diselesaikan dan siap untuk
digunakan.
l. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.
1. Aset Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset
tidak lancar lain-lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
11
Page 16
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Pengujian SPPI (lanjutan)
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan
pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus
seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss
(“FVTPL”).
Penilaian model bisnis
Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
bisnisnya.
Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang
dapat diamati seperti:
• Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
• Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam
model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
• Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
• Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
dari penilaian Perusahaan.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah
pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan,
Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model
bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari
jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan
Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang
dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian
penurunan nilai”.
12
Page 17
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen
utang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, piutang sewa, aset
kontrak maupun kontrak jaminan keuangan.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss
given default (yaitu besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal
bayar. Penilaian probability of default dan loss given default berdasarkan data historis yang
disesuaikan dengan informasi masa depan seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas
gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal
pelaporan; untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada
tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan
sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis, pemahaman
Perusahaan mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan
informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak
dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan
menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut
mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan perbaikan risiko-kredit
lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak
mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk
kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12
bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami
peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan
sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang
umurnya).
Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan,
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh
karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal
pelaporan. Perusahaan membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang
spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
13
Page 18
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b. Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima
tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Perusahaan telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial
tidak mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
maupun tidak mengalihkan pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan
berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas
terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan
Perusahaan.
Pada penghentian pengkuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui
dalam laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang
yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya
diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada
penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Perusahaan
pada pengakuan awal untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi,
tetapi dipindahkan ke saldo laba.
2. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan
menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
14
Page 19
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
2. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan)
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, beban
harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, liabilitas sewa dan utang pihak berelasi,
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Pengukuran selanjutnya
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi
SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium
atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama
periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk
lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku
bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur
liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk
memperoleh nilai tercatat neto pada saat pengakuan awal.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan
dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
15
Page 20
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan
tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak
eksternal.
Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.
4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara simultan.
Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu
peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis
normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
m. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non- keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
(observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
(unobservable).
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
16
Page 21
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara
langsung atau tidak langsung.
iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan menerapkan PSAK 115 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan“ yang
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
ke pelanggan.
3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui,
pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi
kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari ”Uang Muka dari Pelanggan” dalam
laporan posisi keuangan.
Pengakuan beban
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).
o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada
tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi
periode berjalan.
17
Page 22
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan)
Pada tanggal laporan posisi keuangan, kurs rata-rata dari mata uang asing yang digunakan
adalah sebagai berikut:
Mata Uang Asing 30 September 2025 31 Desember 2024
Dolar Amerika Serikat (US$) 1 16.680,00 16.162,00
Euro Eropa (EUR) 1 19.560,66 16.851,32
p. Imbalan Kerja Karyawan
Imbalan kerja jangka pendek
Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan
dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa
tersebut diberikan.
Imbalan pascakerja
Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 219 “Imbalan Kerja”. Penyisihan tersebut diestimasi
dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode "Project Unit Credit”.
Perusahan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Peraturan
Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan pengaturan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang
kemudian disahkan menjadi Undang-Undang No. 6 tahun 2023. Beban pensiun berdasarkan
program dana pensiun manfaat pasti Perusahan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara
periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian akturial, segera diakui pada laporan
posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
ke laba rugi periode berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau
ii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas
imbalan kerja. Perusahaan mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas
penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
ii) Beban atau penghasilan bunga neto.
18
Page 23
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Pajak Penghasilan
Pajak kini
Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif
telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan beroperasi dan menghasilkan
pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku
membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang
diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari
beban pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak
lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap
sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
Perusahan mengajukan keberatan, Perusahan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
perpajakan Perusahan.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir
periode pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak.
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi
fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan
tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
belum dikompensasi dapat dimanfaatkan.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak
diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
19
Page 24
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“)
kecuali:
• PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor
pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
• Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai
bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.
r. Rugi per Saham
Pada periode 2025 dan 2024, Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham yang bersifat
dilutif, oleh karena itu, rugi per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
rugi per saham dihitung dengan membagi rugi periode berjalan dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam periode yang bersangkutan yaitu sejumlah
668.000.089 saham.
s. Biaya Emisi Efek Ekuitas
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada
masyarakat dicatat dan disajikan sebagai pengurang terhadap akun “Tambahan Modal Disetor -
Bersih” (agio saham) yang berasal dari penawaran umum saham tersebut (Catatan 1b dan 17).
t. Informasi Segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan
jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
kepada segmen dan menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
kepada segmen tersebut.
u. Sewa
Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya,
jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset terindentifikasi untuk suatu
periode waktu sebagai imbalan untuk dipertukarkan.
20
Page 25
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
u. Sewa (lanjutan)
Sebagai Penyewa
Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa,
kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas
sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang memberikan hak untuk
menggunakan aset pendasarnya.
Aset hak-guna
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak
guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang
disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan
dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset
pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang
diterima.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan
hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa,
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan
akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan
dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran
denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan Perusahaan melaksanakan opsi
untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui
sebagai beban (kecuai terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa
atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga implisit dalam sewa tidak
dapat segera ditentukan. Setelah tanggal pemulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
mencerminkan penambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain
itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa
(misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang
digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan peniliaian opsi untuk membeli aset yang
mendasarinya.
21
Page 26
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
u. Sewa (lanjutan)
Sebagai Penyewa (lanjutan)
Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai - Rendah
Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai, rendah.
Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar
garis lurus selama masa sewa.
v. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumberdaya yang mengandung
manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat
dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda
dengan jumlah estimasi yang dibuat.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan:
Penentuan mata uang fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana
Perusahaan beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan
beban dari penjualan barang dan jasa yang diberikan.
Perpajakan
Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks dan perubahan peraturan
perpajakan, jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan dapat menyebabkan
penyesuaian di masa depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat.
Estimasi juga diperlukan dalam menentukan cadangan untuk pajak penghasilan badan. Transaksi dan
perhitungan tertentu yang selama kegiatan usaha normal selalu dikenakan pajak.
Perusahaan mengakui liabilitas untuk masalah pajak penghasilan badan berdasarkan perkiraan
apakah tambahan pajak penghasilan badan akan jatuh tempo.
22
Page 27
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Menentukan Masa Sewa Kontrak dengan Opsi Pembaruan dan Penghentian - Perusahaan sebagai
Lessee
Perusahaan menentukan bahwa masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan,
bersamaan dengan periode yang tercakup dalam opsi perpanjangan sewa, jika dieksekusi secara
wajar dan pasti, atau periode yang tercakup dalam opsi penghentian sewa, jika tidak dieksekusi
secara wajar dan pasti.
Perusahaan menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah wajar dan pasti untuk
mengeksekusi opsi untuk pembaruan atau penghentian sewa atau tidak. Untuk kontrak sewa dengan
opsi perpanjangan dan penghentian, manajemen perlu mengestimasi masa sewa yang memerlukan
pertimbangan semua fakta dan keadaan yang menimbulkan insentif ekonomi untuk mengeksekusi
opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk setiap perubahan yang
diharapkan dalam fakta dan keadaan dari tanggal permulaan hingga tanggal pengekesekusian opsi
tersebut. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya dimasukkan dalam
persyaratan sewa jika Perusahaan cukup yakin untuk mengeksekusi opsi perpanjangan dan tidak
mengeksekusi opsi penghentian. Jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang
signifikan yang mempengaruhi penilaian ini dan masih dalam kendali penyewa, maka penilaian diatas
akan ditelaah kembali.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
Cadangan atas penurunan nilai piutang usaha
Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi
didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang
memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah
default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke
depan dianalisa kembali.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi
dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.
23
Page 28
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana
Perusahaan menjalankan bisnisnya.
Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat
ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Nilai tercatat bersih aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024,
masing-masing adalah sebesar Rp 96.926.996.282 dan Rp 101.377.212.232 Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 9.
Penyusutan aset hak-guna
Biaya perolehan aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak-guna 3 (tiga)
tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa
depan mungkin direvisi.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan,
tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi
tersebut adalah wajar dan sesuai. Nilai tercatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan
Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, masing-masing adalah
sebesar Rp 4.390.089.308 dan Rp 4.075.753.297. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 23.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
4. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Kas 345.163.660 135.738.934
Bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 3.169.788.524 45.721.165
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 1.031.488.861 3.030.228.325
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 55.805.306 32.195.037
24
Page 29
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
4. KAS DAN BANK (lanjutan)
30 September 2025 31 Desember 2024
Bank (lanjutan)
Pihak ketiga (lanjutan)
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk
(US$ 411.484 pada tanggal 30 September 2025 dan
US$ 188.426 pada tanggal 31 Desember 2024) 6.863.556.122 3.045.334.870
Jumlah Kas dan Bank 11.465.802.473 6.289.218.331
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan
yang dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi.
5. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak Berelasi (Catatan 6)
Rupiah 2.334.256.352 594.634.631
Penyisihan atas kerugian kredit
ekspektasian (2.174.234 ) (264.289)
Jumlah pihak berelasi - bersih 2.332.082.118 594.370.342
Pihak Ketiga
Rupiah 69.963.252.999 107.033.706.255
Dolar Amerika Serikat
(US$ 475.274 pada tanggal 30 September 2025 dan
US$ 98.186 pada tanggal 31 Desember 2024) 7.388.350.998 1.082.480.532
Jumlah 77.351.603.997 108.116.186.787
Penyisihan atas kerugian kredit
ekspektasian (1.408.182.990 ) (2.765.235.256)
Jumlah pihak ketiga - bersih 75.943.421.007 105.350.951.531
Piutang Usaha - Bersih 78.275.503.125 105.945.321.873
Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
Mata Uang Asing
Ekuivalen Jumlah
30 September 2025 Rupiah Jumlah (US$) dalam Rupiah dalam Rupiah
Belum jatuh tempo 52.369.646.888 408.068 6.806.579.247 59.176.226.135
Lewat jatuh tempo:
1 - 30 hari 8.543.883.832 - - 8.543.883.832
31 - 60 hari 4.487.045.517 - - 4.487.045.517
61 - 90 hari 2.944.146.729 - - 2.944.146.729
>90 hari 3.952.786.385 67.206 581.771.751 4.534.558.136
Jumlah 72.297.509.351 475.274 7.388.350.998 79.685.860.349
25
Page 30
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Mata Uang Asing
Ekuivalen Jumlah
31 Desember 2024 Rupiah Jumlah (US$) dalam Rupiah dalam Rupiah
Belum jatuh tempo 56.825.772.963 30.980 500.708.781 57.326.481.744
Lewat jatuh tempo:
1 - 30 hari 17.948.032.790 - - 17.948.032.790
31 - 60 hari 7.359.035.127 - - 7.359.035.127
61 - 90 hari 5.676.281.090 - - 5.676.281.090
>90 hari 19.819.218.916 67.206 581.771.751 20.400.990.667
Jumlah 107.628.340.886 98.186 1.082.480.532 108.710.821.418
Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Saldo awal periode 2.765.499.545 1.493.604.470
Perubahan selama periode berjalan (1.355.142.321) (480.604.888)
Saldo akhir periode 1.410.357.224 1.012.999.582
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.
Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 30 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan
pada piutang usaha.
Pada tanggal 30 September 2025, piutang usaha Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan
penyerahan hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana
yang dijelaskan dalam Catatan 12.
6. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Rincian
saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap
Jumlah Jumlah Aset (%)
30 September 2025 31 Desember 2024 30 September 2025 31 Desember 2024
Piutang Usaha
PT Yanasurya Bhaktipersada 1.523.805.225 1.237.650 0,5732 0,0004
PT Forindoprima Perkasa 810.451.127 593.396.981 0,3049 0,2000
Jumlah 2.334.256.352 594.634.631 0,8781 0,2004
Persentase Terhadap
Jumlah Jumlah Liabilitas (%)
30 September 2025 31 Desember 2024 30 September 2025 31 Desember 2024
Utang Usaha
PT Forindoprima Perkasa 1.398.762.999 1.198.658.109 0,98 0,69
26
Page 31
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
6. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Persentase Terhadap
Jumlah Jumlah Liabilitas (%)
30 September 2025 31 Desember 2024 30 September 2025 31 Desember 2024
Utang Pihak Berelasi
(lihat Catatan 25)
PT Hastagraha Bumipersada 50.000.000.000 50.000.000.000 35,12 28,96
Persentase Terhadap
Jumlah Akun yang
Jumlah Bersangkutan (%)
2025 2024 2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Penjualan Bersih
PT Forindoprima Perkasa 3.764.725.477 6.722.583.131 1,43 2,65
PT Yanasurya Bhaktipersada 2.032.613.240 2.805.708.081 0,77 1,11
Jumlah 5.797.338.717 9.528.291.212 2,20 3,76
Pembelian
PT Forindoprima Perkasa 10.675.421.790 2.966.559.015 4,06 1,17
Beban Umum dan Administrasi -
Beban Sewa (Catatan 25)
Alexander Tanzil 3.750.000 3.750.000 50,00 50,00
Santoso Wijaya 3.750.000 3.750.000 50,00 50,00
Jumlah 7.500.000 7.500.000 100,00 100,00
Rincian transaksi dan saldo berdasarkan sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai
berikut:
No. Pihak-pihak Berelasi Sifat Relasi Jenis Transaksi
1. PT Hastagraha Bumipersada Pemegang saham Perusahaan Transaksi keuangan
2. PT Yanasurya Bhakti Persada Entitas dengan pengendalian bersama Transaksi usaha
3. PT Forindoprima Perkasa Entitas dengan pengendalian bersama Transaksi usaha
4. Alexander Tanzil Pemegang saham Perusahaan Transaksi sewa
5. Santoso Wijaya Pemegang saham Perusahaan Transaksi sewa
Jumlah kompensasi personil manajemen kunci (komisaris dan direksi) dalam Perusahaan:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Imbalan kerja jangka pendek (dalam jutaan Rupiah) 1.046 1.030
Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan
sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.
Manajemen kunci Perusahaan meliputi semua anggota komisaris dan direksi.
27
Page 32
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
7. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Barang jadi 15.484.965.197 14.899.576.814
Barang dalam proses 21.708.898.112 23.882.301.367
Bahan baku dan bahan pembantu 24.247.324.217 26.192.308.555
Jumlah 61.441.187.526 64.974.186.736
Dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan (193.372.177 ) (193.372.177)
Bersih 61.247.815.349 64.780.814.559
Mutasi penyisihan atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Saldo awal periode 193.372.177 788.956.741
Perubahan selama periode berjalan:
Penyisihan periode berjalan - -
Saldo akhir periode 193.372.177 788.956.741
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.
Pada tanggal 30 September 2025, persediaan Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan
penyerahan hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana
yang dijelaskan dalam Catatan 12.
Pada tanggal 30 September 2025, persediaan tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar
US$ 5.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
8. UANG MUKA PEMBELIAN
Akun ini merupakan uang muka pembelian kepada pihak ketiga atas pembelian bahan baku dan
bahan pembantu, dengan rincian sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak Ketiga
Rupiah 7.120.475.881 3.498.555.400
Dolar Amerika Serikat
(US$ 49.166 pada tanggal 30 September 2025 dan
US$ 101.962 pada tanggal 31 Desember 2024) 809.390.921 1.584.899.229
Euro Eropa
(EUR 4.075 pada tanggal 30 September 2025 dan
(EUR 109.419 pada tanggal 31 Desember 2024) 77.598.710 1.824.011.913
Jumlah 8.007.465.512 6.907.466.542
28
Page 33
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
9. ASET TETAP
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
30 September 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai Tercatat
Pemilikan Langsung
Tanah 35.817.601.419 - - - 35.817.601.419
Bangunan dan prasarana 65.872.621.865 - - - 65.872.621.865
Mesin dan peralatan 180.460.956.308 568.800.531 1.713.355.009 4.967.679.733 184.284.081.563
Perlengkapan pabrik 3.275.383.552 11.530.184 - - 3.286.913.736
Peralatan kantor 2.048.546.029 66.311.016 - - 2.114.857.045
Kendaraan 3.038.655.339 882.889.892 131.841.637 - 3.789.703.594
Jumlah Nilai Tercatat 290.513.764.512 1.529.531.623 1.845.196.646 4.967.679.733 295.165.779.222
Aset dalam Penyelesaian
Mesin dan peralatan 146.303.800 4.900.788.258 - (4.967.679.733 ) 79.412.325
Jumlah Nilai Tercatat 290.660.068.312 6.430.319.881 1.845.196.646 - 295.245.191.547
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan prasarana 44.613.604.200 2.165.114.734 - - 46.778.718.934
Mesin dan peralatan 136.937.984.827 8.457.441.527 1.713.355.009 - 143.682.071.345
Perlengkapan pabrik 3.197.200.569 80.445.177 - - 3.277.645.746
Peralatan kantor 1.878.406.372 63.340.553 - - 1.941.746.925
Kendaraan 2.655.660.112 114.193.840 131.841.637 - 2.638.012.315
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 189.282.856.080 10.880.535.831 1.845.196.646 - 198.318.195.265
Nilai Buku 101.377.212.232 96.926.996.282
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai Tercatat
Pemilikan Langsung
Tanah 35.817.601.419 - - - 35.817.601.419
Bangunan dan prasarana 64.989.029.865 855.510.000 - 28.082.000 65.872.621.865
Mesin dan peralatan 173.736.800.427 9.148.317.597 2.425.303.617 1.141.901 180.460.956.308
Perlengkapan pabrik 3.230.080.254 45.303.298 - - 3.275.383.552
Peralatan kantor 1.972.479.872 76.066.157 - - 2.048.546.029
Kendaraan 2.640.038.148 437.708.828 39.091.637 - 3.038.655.339
Jumlah 282.386.029.985 10.562.905.880 2.464.395.254 29.223.901 290.513.764.512
Aset dalam Penyelesaian
Bangunan dan prasarana 18.341.901 - - (18.341.901 ) -
Mesin dan peralatan 10.882.000 146.303.800 - (10.882.000 ) 146.303.800
Jumlah 29.223.901 146.303.800 - (29.223.901 ) 146.303.800
Jumlah Nilai Tercatat 282.415.253.886 10.709.209.680 2.464.395.254 - 290.660.068.312
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan prasarana 41.733.818.887 2.879.785.313 - - 44.613.604.200
Mesin dan peralatan 128.364.851.319 10.942.440.953 2.369.307.445 - 136.937.984.827
Perlengkapan pabrik 3.176.198.892 21.001.677 - - 3.197.200.569
Peralatan kantor 1.788.990.042 89.416.330 - - 1.878.406.372
Kendaraan 2.640.038.145 54.713.604 39.091.637 - 2.655.660.112
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 177.703.897.285 13.987.357.877 2.408.399.082 - 189.282.856.080
Nilai Buku 104.711.356.601 101.377.212.232
29
Page 34
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
9. ASET TETAP (lanjutan)
Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
sebesar Rp 10.880.535.831 dan Rp 10.345.326.250, masing-masing untuk periode 2025 dan 2024
yang dibebankan sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Beban pabrikasi (Catatan 20) 10.361.021.735 9.917.457.913
Beban umum dan administrasi (Catatan 21) 519.514.096 427.868.337
Jumlah 10.880.535.831 10.345.326.250
Rincian penjualan aset tetap pada periode 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Nilai tercatat 1.845.196.646 1.952.430.254
Akumulasi penyusutan 1.845.196.646 1.952.430.254
Nilai buku - -
Harga jual 84.375.000 254.189.189
Laba penjualan aset tetap 84.375.000 254.189.189
Pada periode 2025 dan 2024, laba penjualan aset tetap disajikan sebagai akun “Laba Penjualan Aset
Tetap” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Pada tanggal 30 September 2025, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp 81 milyar dan US$ 11.000.000.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas risiko tersebut.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan tersebut dapat dipulihkan,
sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas aset tersebut.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki uang muka
pembelian aset tetap kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 917.127.800 dan
Rp 1.545.585.348.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki utang pembelian aset
tetap kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 113.975.000 dan Rp 47.175.000 yang
merupakan utang pembelian kendaraan dan utang retensi atas pembangunan bangunan dan
prasarana.
Pada tanggal 30 September 2025, aset tetap berupa tanah dan bangunan pabrik dijadikan sebagai
jaminan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang dijelaskan dalam
Catatan 12.
Hak atas tanah diperoleh berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang dapat diperbaharui
dengan masa yang akan berakhir antara tahun 2028 sampai 2047. Perusahaan berkeyakinan bahwa
hak atas tanah tersebut dapat diperbarui berdasarkan praktik historis.
30
Page 35
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA
Rincian aset hak-guna adalah sebagai berikut:
30 September 2025
Saldo Awal Penambahan Penghapusan Saldo Akhir
Harga perolehan
Sewa ruangan kantor 221.054.563 - - 221.054.563
Akumulasi penyusutan
Sewa ruangan kantor 73.684.856 55.263.641 - 128.948.497
Nilai tercatat - bersih 147.369.707 92.106.066
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Penghapusan Saldo Akhir
Harga perolehan
Sewa ruangan kantor 221.054.563 - - 221.054.563
Akumulasi penyusutan
Sewa ruangan kantor - 73.684.856 - 73.684.856
Nilai tercatat - bersih 221.054.563 147.369.707
Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Liabilitas sewa
Bagian jangka pendek 78.317.493 73.589.720
Bagian jangka panjang - 78.317.493
Jumlah 78.317.493 151.907.213
Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Jumlah kas keluar untuk
Pembayaran liabilitas sewa 73.589.720 69.147.350
Pembayaran bunga 9.759.280 14.201.650
Jumlah 83.349.000 83.349.000
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Bunga liabilitas sewa 9.759.280 14.201.650
Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 21) 55.263.641 55.263.642
31
Page 36
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)
Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 151.907.213 221.054.563
Perubahan non-kas - penambahan - -
Arus kas (73.589.720 ) (69.147.350)
Saldo akhir 78.317.493 151.907.213
11. ASET TIDAK LANCAR LAIN-LAIN
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset tidak lancar lain-lain merupakan uang
jaminan untuk proyek tender masing-masing sebesar Rp 600.000.000.
12. UTANG BANK JANGKA PENDEK
Utang bank terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Utang bank jangka pendek
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Kredit Modal Kerja 61.000.000.000 85.000.000.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Kredit Agunan Surat Berharga 4.600.000.000 5.000.000.000
PT Bank Central Asia Tbk
Kredit Lokal - 1.046.236.271
Jumlah 65.600.000.000 91.046.236.271
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI)
Pada tanggal 4 Oktober 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja - cash collateral
dari Bank BRI dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 85.000.000.000, yang ditujukan untuk
modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 6 (enam) bulan, terakhir telah
diperpanjang sampai dengan tanggal 4 April 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per
tahun sebesar 2,90%.
Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
(pemegang saham Perusahaan).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)
Pada tanggal 7 Februari 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Agunan Surat Berharga dari
Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 43.600.000.000, yang ditujukan untuk
modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 11 (sebelas) bulan, terakhir telah
diperpanjang sampai dengan tanggal 6 Januari 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per
tahun sebesar 0,50% di atas tingkat suku bunga counter tertinggi deposito rupiah di Bank Mandiri.
Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
(pemegang saham Perusahaan).
32
Page 37
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
12. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
Pada tanggal 7 September 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit lokal dan time loan revolving
dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 75.000.000.000 dan
Rp 100.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu
selama 12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 April 2024.
Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.
Pada tanggal 14 Desember 2022, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit dari bank BCA
berupa fasilitas kredit investasi I dan fasilitas kredit investasi II dengan jumlah fasilitas maksimum,
masing-masing sebesar Rp 8.500.000.000 dan Rp 16.500.000.000, yang ditujukan untuk membiayai
pembelian mesin produksi dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki
jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan sampai dengan tanggal 7 April 2024. Fasilitas tersebut
dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.
Pada tanggal 19 Maret 2024, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit lokal, time loan
revolving, kredit investasi I, kredit investasi II dan bank garansi dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas
maksimum sebesar Rp 75.000.000.000, Rp 100.000.000.000, Rp 8.500.000.000, Rp 16.500.000.000
dan Rp 5.000.000.000 yang ditujukan untuk modal kerja dan membiayai pembelian mesin produksi
dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 12 (dua
belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 Juni 2026. Fasilitas tersebut
dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,5%.
Fasilitas tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan Perusahaan, piutang usaha, persediaan dan
jaminan perusahaan dari PT Hastagraha Bumipersada (pemegang saham Perusahaan).
Sehubungan dengan fasilitas di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu
seperti menjaga rasio keuangan tertentu (rasio EBITDA per (interest ditambah installment) lebih dari 1
kali, current ratio lebih dari 1 kali dan Debt per Equity kurang dari 3 kali. Pada tanggal
30 September 2025, Perusahaan telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di
atas.
Pada tanggal 30 September 2025, Perusahaan belum menggunakan fasilitas kredit investasi I dan
fasilitas kredit investasi II tersebut.
Beban bunga atas seluruh pinjaman di atas sebesar Rp 1.905.655.471 dan Rp 1.538.871.546,
masing-masing untuk periode 2025 dan 2024, dan disajikan sebagai bagian dari “Beban Keuangan”
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
13. UTANG USAHA
Akun ini merupakan liabilitas yang timbul dari pembelian bahan baku dan bahan pembantu, dengan
rincian sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (lihat Catatan 6)
PT Forindoprima Perkasa 1.398.762.999 1.198.658.109
33
Page 38
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
13. UTANG USAHA (lanjutan)
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga - lokal
Rupiah 8.585.372.548 10.165.060.835
Dolar Amerika Serikat
(US$ 19.232 pada tanggal 30 September 2025 dan
US$ 316.614 pada tanggal 31 Desember 2024) 320.793.263 5.117.122.741
Jumlah pihak ketiga 8.906.165.811 15.282.183.576
Jumlah 10.304.928.810 16.480.841.685
Pemasok utama Perusahaan antara lain adalah PT Puranusa Persada dan PT Bukit Mega Masabadi.
14. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka dan utang pajak
Pajak dibayar di muka
Pajak dibayar di muka terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - masukan 469.186.595 557.166.619
Utang pajak
Utang pajak terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 27.071.421 2.674.627
Pasal 23 15.471.636 25.817.981
Jumlah 42.543.057 28.492.608
b. Manfaat (beban) pajak penghasilan
Rekonsiliasi antara rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran rugi fiskal untuk periode yang berakhir pada
tanggal-tanggal 30 September 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
34
Page 39
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Rugi sebelum manfaat (beban)
pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain (678.616.470 ) (1.404.369.543)
Beda temporer:
Penyusutan aset tetap 241.273.096 447.716.417
Transaksi sewa 2.331.171 6.953.542
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 380.804.041 310.708.659
Pemulihan atas penurunan nilai piutang usaha (1.355.142.321 ) (480.604.888)
Kompensasi PKWT 417.394.933 556.526.577
Beda tetap:
Kesejahteraan karyawan 61.626.150 55.045.303
Sumbangan dan representasi 37.973.515 52.672.806
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (10.521.235 ) (5.968.082)
Lain-lain - bersih 36.175.536 115.175.735
Taksiran rugi fiskal - periode berjalan (866.701.584 ) (346.143.474)
Akumulasi taksiran rugi fiskal pada tahun:
2024 (2.290.945.802 ) -
2021 (5.480.006.867 ) (3.419.689.935)
Penyesuaian taksiran rugi fiskal atas:
2021 2.652.537.445 2.652.537.445
2022 24.117.500 -
2023 34.220.000 -
Akumulasi taksiran rugi
fiskal akhir periode (5.926.779.308 ) (1.113.295.964)
Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan secara tahunan.
Laporan keuangan tanggal 30 September 2025 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal tersebut tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan badan tahunan.
Dalam laporan keuangan ini, jumlah taksiran penghasilan kena pajak untuk periode sembilan
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 didasarkan atas perhitungan sementara.
Jumlah tersebut mungkin berbeda dari penghasilan kena pajak yang dilaporkan dalam Surat
Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) pajak penghasilan badan.
Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran klaim pajak penghasilan
adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Taksiran rugi fiskal (dibulatkan) (5.926.779.000 ) (1.113.295.000)
Beban pajak penghasilan - periode berjalan - -
Pajak penghasilan dibayar di muka:
(Pasal 22) 2.102.063.711 2.499.567.914
Taksiran klaim pajak penghasilan 2.102.063.711 2.499.567.914
35
Page 40
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)
Taksiran klaim pajak penghasilan pada tanggal laporan posisi keuangan terdiri dari klaim untuk
tahun pajak sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Taksiran klaim pajak penghasilan:
Periode 2025 2.102.063.711 -
Tahun 2024 3.182.191.920 3.182.191.920
Tahun 2023 - 2.880.397.279
Jumlah 5.284.255.631 6.062.589.199
Pada tahun 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak
penghasilan No. 00022/406/23/054/24 tertanggal 19 Desember 2024 atas pajak penghasilan
badan tahun pajak 2023 yang menetapkan klaim atas pajak penghasilan Perusahaan sebesar
Rp 2.880.397.282. Pada tanggal 16 Januari 2025, Perusahaan telah menerima pembayaran atas
pajak yang dinyatakan lebih bayar tersebut.
Pada tahun 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak
penghasilan No. 0031/406/22/054/24 tertanggal 1 April 2024 atas pajak penghasilan badan tahun
pajak 2022 yang menetapkan klaim atas pajak penghasilan Perusahaan sebesar
Rp 4.454.200.161. Pada tanggal 3 Mei 2024, Perusahaan telah menerima pembayaran atas pajak
yang dinyatakan lebih bayar tersebut.
Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif
pajak yang berlaku dari rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan dengan manfaat pajak
penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Rugi sebelum manfaat (beban) pajak
penghasilan menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain (678.616.470 ) (1.404.369.543)
Beban (manfaat) pajak penghasilan dengan
tarif pajak yang berlaku (149.295.624 ) (308.961.300)
Pengaruh pajak atas beda tetap:
Kesejahteraan karyawan 13.557.753 12.109.967
Sumbangan dan representasi 8.354.173 11.588.017
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (2.314.672 ) (1.312.978)
Lain-lain - bersih 7.958.618 25.338.662
Pemanfaatan rugi pajak yang pajak
tangguhannya belum diakui 190.674.349 76.151.564
Beban (manfaat) pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain 68.934.597 (185.086.068)
36
Page 41
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Aset pajak tangguhan - bersih
Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan
komersial dan pajak adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 965.819.648 896.665.725
Penyisihan atas penurunan nilai persediaan 42.541.879 42.541.879
Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha 310.278.589 608.409.899
Penyisihan atas penurunan nilai piutang lain-lain 115.133.326 115.133.326
Penyusutan aset tetap (92.667.356 ) (145.747.437)
Kompensasi PKWT 678.651.218 586.824.333
Transaksi sewa 1.511.109 998.251
Aset pajak tangguhan - bersih 2.021.268.413 2.104.825.976
d. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan
membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak
(DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
saat terutangnya pajak.
15. BEBAN AKRUAL
Akun ini terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 7.730.490.271 6.508.361.969
Beban harus dibayar
Listrik, air dan telepon 1.615.435.551 1.442.176.460
Pengangkutan 1.004.299.895 1.378.102.296
Bunga 35.291.286 91.901.084
Lain-lain 81.908.164 469.083.153
Jumlah 2.736.934.896 3.381.262.993
37
Page 42
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
16. MODAL SAHAM
Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan Jumlah
PT Hastagraha Bumipersada 597.650.500 89,469% 59.765.050.000
Alexander Tanzil (Komisaris Utama) 1.174.750 0,176% 117.475.000
Santoso Wijaya (Komisaris) 1.174.750 0,176% 117.475.000
Lain-lain (masing-masing dengan
pemilikan di bawah 5%) 68.000.089 10,179% 6.800.008.900
Jumlah 668.000.089 100,00% 66.800.008.900
Anggota Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham
Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut:
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan Jumlah
Komisaris
Alexander Tanzil 1.174.750 0,176% 117.475.000
Santoso Wijaya 1.174.750 0,176% 117.475.000
Jumlah 2.349.500 0,352% 234.950.000
Pengelolaan Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai
dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (“RUPS”) tahunan berikutnya.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan
maupun proses dalam manajemen modal untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 September 2025 dan 31 Desember 2024.
Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan
akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan
menggunakan rasio debt to equity dan rasio gearing.
38
Page 43
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
17. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
Rincian tambahan modal disetor pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
Agio saham sehubungan penawaran umum saham (Catatan 1b) 30.260.000.000
Biaya emisi efek ekuitas (Catatan 1b dan 2s) (2.206.029.983)
Agio saham sehubungan - pelaksanaan Waran Seri I 51.620
Bersih 28.054.021.637
18. DIVIDEN TUNAI
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal
26 Juni 2025, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para
pemegang saham.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal
21 Juni 2024, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para
pemegang saham.
19. PENJUALAN BERSIH
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Pihak berelasi (Catatan 6)
Lokal 5.797.338.717 9.528.291.212
Pihak ketiga
Lokal 221.586.076.462 232.316.247.781
Ekspor 35.614.571.373 11.982.950.392
Jumlah 262.997.986.552 253.827.489.385
Sebagian penjualan, yaitu sekitar 2,20% dan 3,76%, masing-masing pada periode 2025 dan 2024,
dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 6).
Pada periode 2025 dan 2024, penjualan kepada pihak ketiga dengan jumlah penjualan melebihi 10%
dari jumlah penjualan bersih adalah sebagai berikut:
Persentase
Terhadap Jumlah
Jumlah Penjualan Bersih (%)
2025 2024 2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Penjualan Bersih
PT Conch International Trade Indonesia 31.696.814.019 54.378.227.252 12,05 21,42
PT Semen Baturaja Tbk 26.394.260.040 17.965.100.000 10,04 7,08
Jumlah 58.091.074.059 72.343.327.252 22,09 28,50
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki uang muka dari
pelanggan (pihak ketiga) sebesar Rp 1.379.751.392 dan Rp 907.147.333.
39
Page 44
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
20. BEBAN POKOK PENJUALAN
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Bahan baku yang digunakan 129.189.853.777 120.700.938.934
Upah buruh langsung 25.338.556.503 24.024.145.620
Beban pabrikasi
Pemakaian bahan pembantu 43.805.652.413 43.277.759.883
Upah buruh tidak langsung 15.679.126.106 15.572.015.113
Listrik 13.821.470.967 13.365.204.284
Penyusutan (Catatan 9) 10.361.021.735 9.917.457.913
Perawatan dan pemeliharaan 5.163.444.335 5.817.808.918
Lain-lain 285.358.634 280.031.780
Jumlah Beban Produksi 243.644.484.470 232.955.362.445
Persediaan barang dalam proses
Awal periode 23.882.301.367 26.060.206.606
Akhir periode (21.708.898.112) (27.821.300.049)
Beban Pokok Produksi 245.817.887.725 231.194.269.002
Persediaan barang jadi
Awal periode 14.899.576.814 13.097.005.292
Pembelian 501.621.622 8.662.366.839
Pemakaian sendiri (1.509.849.682) (1.110.198.232)
Akhir periode (15.484.965.197) (17.089.022.432)
Beban Pokok Penjualan 244.224.271.282 234.754.420.469
Sebagian pembelian, yaitu sekitar 4,06% dan 1,17% pada periode 2025 dan 2024, dilakukan dengan
pihak berelasi (Catatan 6).
Pada periode 2025 dan 2024, tidak ada pembelian dari pemasok pihak ketiga dengan jumlah
pembelian melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih.
40
Page 45
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
21. BEBAN USAHA
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Beban Penjualan
Pengangkutan dan transportasi 6.073.635.979 6.799.304.289
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 524.562.500 430.500.000
Lain-lain 265.766.848 199.213.009
Jumlah 6.863.965.327 7.429.017.298
Beban Umum dan Administrasi
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 5.786.256.733 5.592.363.712
Beban kantor 3.872.455.585 3.780.503.063
Asuransi 635.166.897 524.711.672
Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 519.514.096 427.868.337
Perjalanan dinas 289.291.214 458.340.805
Penyusutan aset hak-guna (Catatan 10) 55.263.641 55.263.642
Lain-lain 1.227.852.745 1.759.133.074
Jumlah 12.385.800.911 12.598.184.305
Jumlah Beban Usaha 19.249.766.238 20.027.201.603
22. BEBAN KEUANGAN
Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Bunga pinjaman bank 1.905.655.471 1.538.871.546
Provisi dan administrasi bank 88.834.317 77.763.849
Jumlah 1.994.489.788 1.616.635.395
23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 September
2025 dan 31 Desember 2024. Pada laporan keuangan tahun 2024, berdasarkan perhitungan aktuaria
yang dilakukan oleh KKA Tumpal Marbun, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal
6 Maret 2025, yang menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto : 7,00% per tahun
Tingkat kenaikan gaji : 10%
Referensi tingkat mortalitas : TMI-2019
Tingkat cacat tahunan : 5% dari tingkat mortalitas
Umur pensiun : 55 tahun
41
Page 46
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas
atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 30 September 2025 dan
31 Desember 2024, masing-masing adalah sebesar Rp 4.390.089.308 dan Rp 4.075.753.297.
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
yang berlaku.
24. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:
30 September 2025
Ekuivalen
Mata Uang Asing Dalam Rupiah
Aset
Kas dan bank US$ 411.484 6.863.556.122
Piutang usaha US$ 475.274 7.388.350.998
Jumlah 14.251.907.120
Liabilitas
Utang usaha US$ 19.232 320.793.263
Aset - Bersih 13.931.113.857
31 Desember 2024
Ekuivalen
Mata Uang Asing Dalam Rupiah
Aset
Kas dan bank US$ 188.426 3.045.334.870
Piutang usaha US$ 98.186 1.082.480.532
Jumlah 4.127.815.402
Liabilitas
Utang usaha US$ 316.614 5.117.122.741
Liabilitas - Bersih 989.307.339
42
Page 47
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
25. PERJANJIAN PENTING DAN KONTINJENSI
a. Pada tanggal 17 Desember 2018, Perusahaan memiliki perjanjian sewa ruangan kantor dengan
Yuandala Kolopaking untuk kantor pusat Perusahaan yang berlokasi di Gedung Graha Irama
Lantai 2E, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, yang berlaku untuk
periode 2 (dua) tahun, dari tanggal 21 Januari 2021 sampai dengan tanggal 20 Januari 2022
dengan nilai sewa Rp 185.220.000, terakhir telah diperpanjang kembali untuk 3 (tiga) tahun
sampai dengan tanggal 20 Januari 2027 dengan nilai sewa sebesar Rp 277.830.000 atau
Rp 92.610.000 per tahun.
b. Pada tanggal 3 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Hastagaha
Bumipersada (pemegang saham Perusahaan) dengan jumlah pinjaman maksimum
Rp 50.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Pinjaman ini memiliki jangka waktu selama
12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 3 Agustus 2026
dan tidak dikenakan bunga (Catatan 6). Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah
melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 06/11/CS/18 tanggal
22 November 2018 ke OJK.
c. Pada tanggal 21 Maret 2022, Perusahaan memiliki perjanjian sewa atas sebagian ruangan kantor
di Rukan Golden Palace Blok A No. 21-23, Surabaya dengan Alexander Tanzil dan Santoso
Wijaya (pemegang saham Perusahaan) untuk kantor pemasaran Perusahaan, yang berlaku untuk
periode 21 Maret 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, dengan nilai sewa sebesar
Rp 10.000.000. Perjanjian sewa tersebut, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan
tanggal 31 Desember 2025. Jumlah beban sewa pada periode 2025 dan 2024 adalah sebesar
Rp 7.500.000 (Catatan 6).
26. INFORMASI SEGMEN
Segmen Usaha
Kegiatan usaha Perusahaan dikelompokkan dalam 4 (empat) segmen usaha utama, yaitu Karung
Plastik, Kantong Semen, Roll Sheet dan Sandwich Sheet dan Lain-lain. Segmen ini digunakan
sebagai dasar pelaporan informasi segmen usaha. Pembebanan harga antar segmen, jika ada,
didasarkan pada harga pokok segmen (at cost).
Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
Karung Kantong Roll Sheet dan
30 September 2025 Plastik Semen Sandwich Sheet Lain-lain Jumlah
PENJUALAN BERSIH 102.559.760.567 106.627.963.183 52.734.048.182 1.076.214.620 262.997.986.552
BEBAN POKOK PENJUALAN (93.866.289.206) (98.566.917.554) (50.953.607.431) (837.457.091) (244.224.271.282 )
HASIL
Hasil segmen (laba bruto) 8.693.471.361 8.061.045.629 1.780.440.751 238.757.529 18.773.715.270
Beban penjualan dan
beban umum dan administrasi
tidak dapat dialokasikan (19.249.766.238)
Rugi usaha (476.050.968)
Beban keuangan (1.994.489.788)
Lain-lain - bersih 1.791.924.286
Rugi sebelum beban pajak
penghasilan (678.616.470 )
Beban pajak penghasilan (68.934.597 )
Rugi periode berjalan (747.551.067 )
43
Page 48
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
Segmen Usaha (lanjutan)
Karung Kantong Roll Sheet dan
30 September 2025 Plastik Semen Sandwich Sheet Lain-lain Jumlah
Laba komprehensif lain -
- setelah pajak 51.845.064
Jumlah rugi komprehensif
periode berjalan (695.706.003 )
Aset segmen
Persediaan-bersih 32.319.999.532 15.340.923.627 13.586.892.190 - 61.247.815.349
Aset tidak dapat dialokasi 204.581.836.927
Jumlah aset 265.829.652.276
Liabilitas tidak dapat dialokasi 142.377.030.227
Jumlah liabilitas 142.377.030.227
Penambahan aset tetap 6.430.319.881
Penyusutan 10.880.535.831
Karung Kantong Roll Sheet dan
30 September 2024 Plastik Semen Sandwich Sheet Lain-lain Jumlah
PENJUALAN BERSIH 91.590.111.361 123.489.451.381 15.089.024.167 23.658.902.476 253.827.489.385
BEBAN POKOK PENJUALAN (88.605.108.383) (118.562.533.005) (12.327.398.967) (15.259.380.114) (234.754.420.469 )
HASIL
Hasil segmen (laba bruto) 2.985.002.978 4.926.918.376 2.761.625.200 8.399.522.362 19.073.068.916
Beban penjualan dan
beban umum dan administrasi
tidak dapat dialokasikan (20.027.201.603 )
Rugi usaha (954.132.687 )
Beban keuangan (1.616.635.395 )
Lain-lain - bersih 1.166.398.539
Rugi sebelum manfaat pajak
penghasilan (1.404.369.543 )
Manfaat pajak penghasilan 185.086.068
Rugi periode berjalan (1.219.283.475 )
Rugi komprehensif lain -
- setelah pajak (343.546.445 )
Jumlah rugi komprehensif
periode berjalan (1.562.829.920 )
Karung Kantong Roll Sheet dan
31 Desember 2024 Plastik Semen Sandwich Sheet Lain-lain Jumlah
Aset segmen
Persediaan-bersih 23.212.093.195 28.840.559.425 12.728.161.939 - 64.780.814.559
Aset tidak dapat dialokasi 231.991.691.862
Jumlah aset 296.772.506.421
Liabilitas tidak dapat dialokasi 172.624.178.369
Jumlah liabilitas 172.624.178.369
Penambahan aset tetap 10.709.209.680
Penyusutan 13.987.357.877
44
Page 49
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
Segmen Geografis
Aset utama Perusahaan berlokasi di Sidoarjo, Surabaya. Analisis penjualan bersih berdasarkan
wilayah pemasaran adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Lokal 227.383.415.179 241.844.538.993
Ekspor
Asia 34.008.194.310 10.425.277.482
Amerika Selatan 1.606.377.063 1.557.672.910
Jumlah 262.997.986.552 253.827.489.385
27. RUGI PER SAHAM
Rugi per saham dihitung dengan membagi rugi periode berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah
saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Rugi periode berjalan (747.551.067 ) (1.219.283.475)
Jumlah rata-rata tertimbang saham
yang beredar 668.000.089 668.000.089
Rugi per saham (1,12 ) (1,83)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN
Risiko utama dari instrumen keuangan adalah risiko pasar (termasuk risiko fluktuasi harga bahan
baku, risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga), risiko kredit serta risiko
likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari
fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta meminimalisir potensi kerugian yang
dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.
Faktor-faktor Risiko Keuangan
a. Risiko Pasar
Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku
Risiko usaha utama yang dihadapi oleh Perusahaan adalah fluktuasi harga bahan baku biji plastik
Polypropylene (PP). PP merupakan produk komoditas yang mana harga pasarnya ditentukan oleh
permintaan dan penawaran di dunia. Harga PP dapat diklasifikasikan menjadi 2 area yaitu harga
PP nasional dan regional. Secara regional, PP di Indonesia diimpor dari Asia Tenggara, Asia
Selatan, Asia Timur dan Negara Timur Tengah. Harga pasar yang terbentuk di Indonesia
merupakan ekuilibrium dari harga PP nasional, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur dan
Negara Timur Tengah.
45
Page 50
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)
a. Risiko Pasar (lanjutan)
Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku (lanjutan)
Walaupun secara umum, harga PP dipengaruhi oleh harga minyak karena PP merupakan produk
turunan dari minyak, namun korelasi antara harga PP dan harga minyak ini cukup kecil dan faktor
yang paling dominan adalah permintaan dan penawaran.
Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing
Pembelian bahan baku adalah dalam mata uang asing (Dolar Amerika Serikat). Seiring dengan
meningkatnya harga minyak dunia, nilai kurs mata uang dunia selalu berubah. Untuk mengatasi
hal ini, Perusahaan mengadakan pembelian bahan baku yang terjadwal dengan memperhatikan
fluktuasi kurs dolar setiap saat dan juga dengan memperkuat pasar ekspor, dimana harga jual
juga dalam valuta asing (Dolar Amerika Serikat) sehingga gejolak nilai tukar dapat diminimalisasi.
Risiko Tingkat Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan
berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan
tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.
Risiko tingkat bunga Perusahaan terutama terkait dengan pinjaman yang diperoleh Perusahaan.
Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga untuk mengelola
risiko suku bunga.
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan yang
terpengaruh oleh risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:
30 September 2025
Kurang Lebih
dari 1 tahun dari 1 tahun Nilai tercatat
Suku bunga mengambang
Kas di bank 11.120.638.813 - 11.120.638.813
Suku bunga tetap
Utang bank jangka pendek (65.600.000.000) - (65.600.000.000 )
Liabilitas sewa
bagian jangka pendek (78.317.493) - (78.317.493 )
Bersih (54.557.678.680) - (54.557.678.680 )
46
Page 51
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)
a. Risiko Pasar (lanjutan)
Risiko Tingkat Bunga (lanjutan)
31 Desember 2024
Kurang Lebih
dari 1 tahun dari 1 tahun Nilai tercatat
Suku bunga mengambang
Kas di bank 6.153.479.397 - 6.153.479.397
Suku bunga tetap
Utang bank jangka pendek (91.046.236.271) - (91.046.236.271)
Liabilitas sewa
bagian jangka pendek (73.589.720) - (73.589.720)
Liabilitas sewa
bagian jangka panjang - (78.317.493) (78.317.493)
Bersih (84.966.346.594) (78.317.493) (85.044.664.087)
Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki Perusahaan yang tidak dimasukkan pada tabel di atas
adalah yang tidak dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat
bunga.
Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman.
Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat suku
bunga mengambang sebagai berikut:
Kenaikan / Penurunan Dampak Terhadap
Dalam Satuan Poin Rugi Sebelum Pajak
30 September 2025
Rupiah +50 (328.391.587)
Rupiah -50 328.391.587
31 Desember 2024
Rupiah +50 (455.990.717)
Rupiah -50 455.990.717
b. Risiko Kredit
Perusahaan tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan memiliki
kebijakan untuk memastikan keseluruhan penjualan produk dilakukan kepada pelanggan dengan
reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan senantiasa melakukan penelaahan
berkala atas kredit pelanggan yang ada.
c. Risiko Likuiditas
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan bank yang memadai
untuk memenuhi kebutuhan modal operasional. Perusahaan dalam menjalankan kegiatan
usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan bank yang memadai dan
ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.
47
Page 52
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)
c. Risiko Likuiditas (lanjutan)
Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan
likuiditas Perusahaan berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan
pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang
dianggap perlu.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan
posisi keuangan tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 2025
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset Keuangan Lancar
Kas dan bank 11.465.802.473 11.465.802.473
Piutang usaha
Pihak berelasi 2.332.082.118 2.332.082.118
Pihak ketiga - bersih 75.943.421.007 75.943.421.007
Piutang lain-lain - pihak ketiga 170.993.376 170.993.376
Jumlah aset keuangan lancar 89.912.298.974 89.912.298.974
Aset Keuangan Tidak Lancar
Aset tidak lancar lain-lain 600.000.000 600.000.000
Jumlah Aset Keuangan 90.512.298.974 90.512.298.974
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 65.600.000.000 65.600.000.000
Utang usaha
pihak ketiga 8.906.165.811 8.906.165.811
pihak berelasi 1.398.762.999 1.398.762.999
Beban harus dibayar 2.736.934.896 2.736.934.896
Liabilitas sewa jangka pendek 78.317.493 78.317.493
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 7.730.490.271 7.730.490.271
Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek 86.450.671.470 86.450.671.470
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 50.000.000.000 50.000.000.000
Jumlah Liabilitas Keuangan 136.450.671.470 136.450.671.470
48
Page 53
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)
31 Desember 2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset Keuangan Lancar
Kas dan bank 6.289.218.331 6.289.218.331
Piutang usaha
Pihak ketiga - bersih 105.350.951.531 105.350.951.531
Pihak berelasi - bersih 594.370.342 594.370.342
Piutang lain-lain - pihak ketiga 446.420.939 446.420.939
Jumlah aset keuangan lancar 112.680.961.143 112.680.961.143
Aset Keuangan Tidak Lancar
Aset tidak lancar lain-lain 600.000.000 600.000.000
Jumlah Aset Keuangan 118.680.961.143 118.680.961.143
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 91.046.236.271 91.046.236.271
Utang usaha
pihak ketiga 15.282.183.576 15.282.183.576
pihak berelasi 1.198.658.109 1.198.658.109
Beban harus dibayar 3.381.262.993 3.381.262.993
Liabilitas sewa jangka pendek 73.589.720 73.589.720
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 6.508.361.969 6.508.361.969
Jumlah liabilitas keuangan
jangka pendek 117.490.292.638 117.490.292.638
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Liabilitas sewa bagian jangka panjang 78.317.493 78.317.493
Utang pihak berelasi 50.000.000.000 50.000.000.000
Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang 50.078.317.493 50.078.317.493
Jumlah Liabilitas Keuangan 167.568.610.131 167.568.610.131
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut
dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan
bukan merupakan penjualan yang dipaksakan atau likuidasi.
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
49
Page 54
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang terdiri dari kas dan
bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang bank jangka pendek, utang usaha, beban harus dibayar
dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek.
Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas jangka pendek diasumsikan sama
dengan nilai tercatatnya karena akan jatuh tempo dalam waktu singkat.
Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang
Utang pihak berelasi dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku
bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.
Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang yang tidak
memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan/atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal (aset
tidak lancar lain-lain) adalah kurang lebih sebesar nilai tercatatnya.
29. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS
Aktivitas non-kas
2025 2024
(Sembilan Bulan) (Sembilan Bulan)
Penambahan aset tetap melalui
utang pembelian aset tetap 146.960.000 715.324.207
Penambahan aset tetap dari reklasifikasi
uang muka pembelian aset tetap 1.540.040.998 266.267.850
Rekonsiliasi utang neto
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas adalah sebagai
berikut:
Transaksi
1 Januari 2025 Arus Kas Non Kas 30 September 2025
Utang bank jangka pendek 91.046.236.271 (25.446.236.271 ) - 65.600.000.000
Liabilitas sewa 151.907.213 (73.589.720 ) - 78.317.493
Utang pembelian aset tetap 47.175.000 (80.160.000 ) 146.960.000 113.975.000
Transaksi
1 Januari 2024 Arus Kas Non Kas 30 September 2024
Utang bank jangka pendek 70.000.000.000 27.564.238.801 - 97.564.238.801
Liabilitas sewa 221.054.563 (69.147.350 ) - 151.907.213
Utang pembelian aset tetap - (106.690.234 ) 715.324.207 608.633.973
50
Page 55
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
30. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan Perusahaan
namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan
standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan pada saat efektif.
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2026
- Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
- Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK
109, “Instrumen Keuangan”, PSAK 207, “Laporan Arus Kas”
Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar akuntansi yang baru
dan diamandemen ini terhadap laporan keuangan.
51
Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT. YANAPRIMA HASTA PERSADA TbK.
p.2
unresolved
org
PT YANAPRII'
p.2
unresolved
org
IA HASTAPERSADA TBK
p.2
unresolved
person
Emmy Hartati Yunizar
p.10
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Rusnaldy
p.10
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
PT Hastagraha Bumipersada
p.10 ×5
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.10
unresolved
org
BAPEPAM
p.10
unresolved
org
Bank Indonesia
p.21
unresolved
org
PT Yanasurya Bhaktipersada
p.30 ×2
unresolved
org
PT Forindoprima Perkasa
p.30 ×6
unresolved
org
PT Yanasurya Bhakti Persada
p.31
unresolved
org
Bank BRI
p.36 ×2
unresolved
org
Bank Mandiri. Fasilitas
p.36
unresolved
org
Bank BCA
p.37 ×3
unresolved
org
PT Puranusa Persada
p.38
unresolved
org
PT Bukit Mega Masabadi.
p.38
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.41
unresolved
—
pemilikan di bawah 5%)
p.42
unresolved
org
PT Conch International Trade Indonesia
p.43
unresolved
org
PT Hastagaha Bumipersada
p.47
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.