Skip to content
Back to announcement

20251002_ANJT_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31954056_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review ANJT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 98

Page 1
  KJPP YANUAR BEY DAN REKAN
  Penilaian Ekuitas – PT



                              HALAMAN JUDUL




                             LAPORAN
                00948/2.0171-00/BS/01/0395/1/IX/2025

PENILAIAN 32,00% EKUITAS PT PERMATA PUTERA MANDIRI
   KEPEMILIKAN PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK

                         Dipersiapkan untuk
                    PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
                               (“ANJT”)

                                   LOKASI DI:
                           Gedung Menara SMBC Lt.40
     Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. 5.5-5.6 Kuningan Timur, Setiabudi
                            Kota Jakarta Selatan, 12950
Page 2
                               SURAT PENGANTAR


No. Laporan      : 00948/2.0171-00/BS/01/0395/1/IX/2025
Tanggal          : 22 September 2025

Kepada Yth.
Direksi
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
Gedung Menara SMBC Lt.40
Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6
Kuningan Timur, Setiabudi
Kota Jakarta Selatan, 12950

Dengan hormat,

Berdasarkan persetujuan Surat Penawaran Ekuitas No.0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2025 tanggal
09 September 2025 kami telah melakukan Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
(“PPM” atau “Perusahaan”) milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”) yang bergerak dalam
bidang usaha perdagangan, jasa, dan perkebunan kelapa sawit terpadu dengan pengolahannya
menjadi minyak mentah (crude palm oil) dan inti sawit (kernel).

Maksud dan tujuan penilaian adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar dalam
rangka jual beli untuk keperluan keterbukaan informasi pada perusahaan terbuka. Penilaian ini
kami lakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

Berdasarkan tujuan penilaian yaitu dalam rangka mengetahui memberikan pendapat mengenai
Nilai Pasar dalam jual beli untuk keperluan transaksi pada perusahaan terbuka, maka standar nilai
yang akan digunakan adalah Nilai Pasar. Pendekatan penilaian yang digunakan adalah
Pendapatan (Income Based Approach) dengan menggunakan Arus Kas Terdiskonto Discounted
Cash Flow Method/ DCF) dan Pendekatan Aset (Aset Based Approach) dengan menggunakan
metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method/ EEM).

Kami menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta analisis
berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara
fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut terpenuhi.
Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai ekuitas PPM dengan menggunakan
metode DCF dan EEM, maka kami berpendapat bahwa Nilai Pasar Ekuitas 32,00% PPM milik
ANJT per 31 Juli 2025 adalah sebesar:




                                               ii
Page 3
                                       Rp33.062.192,-
       (tiga puluh tiga juta enam puluh dua ribu seratus sembilan puluh dua rupiah).

Sesuai dengan praktik standar yang kami lakukan, kami menegaskan bahwa laporan ini disusun
untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan pasar modal yang berlaku.

Laporan ini disajikan untuk kepentingan keterbukaan informasi di Pasar Modal. Penyampaian
informasi dapat memengaruhi keputusan investasi para pemegang saham serta pihak-pihak
berkepentingan lainnya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai keterbukaan informasi oleh Emiten
atau Perusahaan Publik. Penggunaan Laporan ini secara tidak benar, seperti antara lain, bila ada,
selain pemberi tugas, menyampaikan data keuangan yang dimanipulasi, menyembunyikan fakta
material yang seharusnya diungkap, memberikan narasi yang tidak sesuai dengan kondisi
sebenarnya bukan merupakan tanggung jawab Penilai.

Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stemple Perusahaan (corporate seal) dari KJPP Tobing Panuturi dan Rekan (“TOPAZ”).


Hormat kami,
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN




Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
Klasifikasi Izin              : Penilai Bisnis (B)
Anggota Penilai MAPPI         : No. 07-S-02115
Register Kemenkeu             : RMK-2017.00354
Izin Penilai Kemenkeu         : No. B-1.14.00395
Penilai terdaftar Pasar Modal : No. STTD.PB-24/PJ-1/PM.02/2023
Penilai terdaftar IKNB        : No. 094/NB.122/STTD-P/2017




                                               iii
Page 4
                             PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda-tangan
dibawah ini menerangkan bahwa:

1. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
    Penilaian dan dilakukan secara independen.
2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
    kesimpulan nilai.
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan
    yang berlaku.
6. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
    kesimpulan Nilai.
7. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan.
9. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
    analisa, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.
10. Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan, dan hasil penilaian yang
    dilakukan.
11. Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Otoritas
    Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
    Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
    Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 serta SPI
    330 Edisi Revisi 2020.


Jakarta, 22 September 2025

                                                                             Penilai Publik
Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Klasifikasi Izin            : Penilai Bisnis (B)
Anggota Penilai MAPPI       : No. 07-S-02115
Register Kemenkeu           : RMK-2017.00354
Izin Penilai Kemenkeu       : No. B-1.14.00395
Penilai terdaf Pasar Modal  : No. STTD.PB-24/PJ 1/PM.02/2023
Penilai terdaftar IKNB      : No. 094/NB.122/STTD-P/2017

                                                                          ……………………….




                                               iv
Page 5
                                                                   Penyelia
Panuturi L Tobing, S.P., S.H., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.), CSA,
CACP, CRP, C.Med., CFIA
No. MAPPI      : 06-S-01967
No. RMK        : RMK-2017.00377

                                                                ………………………..
                                                                   Penilai


Mery Ganis S, S.E.
No. MAPPI      : 17-T-07610
No. RMK        : RMK-2018-02577
                                                                ……………………..




                                             v
Page 6
                            RINGKASAN PENILAIAN

Latar Belakang

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk untuk selanjutnya disebut “Perusahaan” atau “PPM”
merupakan perusahaan bergerak dibidang Perkebunan kelapa sawit, pengolahan hasil
perkebunan kelapa sawit, dan perdagangan minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit
(PKO). Perusahaan berlokasi di Gedung Menara SMBC Lt.40 Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav 5.5-5.6 Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, 12950.

Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) telah ditunjuk oleh PT
Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT” atau “Perusahaan”) berdasarkan persetujuan atas
Surat Penawaran Jasa Penilaian Ekuitas No.0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2025 tanggal 09
September 2025 dengan maksud dan tujuan untuk memperoleh Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PT
Permata Putera Mandiri (“PPM”) milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”) dalam rangka
transaksi pada perusahaan terbuka. Penilaian digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak
digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut.

Penilaian ini didasarkan pada standar Nilai Pasar. Penilaian dilakukan dengan mengacu kepada
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330
Edisi Revisi Tahun 2020.


Status Penilai

KJPP Tobing Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 387/KM.1/2020 tanggal 11 Agustus 2020
dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor: 2.20.0171.

Penilai adalah partner dari KJPP Tobing Panuturi & Rekan dengan kualifikasi sebagai berikut:

Nama Penilai                    : Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A., M.Ec.Dev., MAPPI
                                  (Cert.)
Klasifikasi Izin                : Penilai Bisnis (B)
Anggota Penilai MAPPI           : No. 07-S-02115
Register Kemenkeu               : RMK-2017.00354
Izin Penilai Kemenkeu           : No. B-1.14.00395
Penilai terdaftar Pasar Modal   : No. STTD.PB-24/PJ-1/PM.02/2023
Penilai terdaftar IKNB          : No. 094/NB.122/STTD-P/2017




                                               vi
Page 7
Dalam mempersiapkan laporan penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek penilaian ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek penilaian. TOPAZ juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.


Identitas Pemberi Tugas

Berikut adalah identitas Pemberi Tugas:

Nama Perusahaan                       : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
Jenis Usaha                           : Bidang perdagangan, jasa, dan perkebunan kelapa
                                        sawit terpadu dengan pengolahannya menjadi minyak
                                        mentah (crude palm oil) dan inti sawit (kernel)
Alamat                                : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                        Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6,
                                        Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan,
                                        12950
No. Telp/Fax                          : (62 21) 2965 1777
Website                               : www.anj-group.com
Email                                 : corsec@anj-group.com
                                        anj.corcomm@anj-group.com


Identitas Pengguna Laporan

Berikut adalah identitas Pengguna Laporan:

Nama Perusahaan                       : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
Jenis Usaha                           : Bidang perdagangan, jasa, dan perkebunan kelapa
                                        sawit terpadu dengan pengolahannya menjadi minyak
                                        mentah (crude palm oil) dan inti sawit (kernel)
Alamat                                : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                        Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6,
                                        Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan,
                                        12950
No. Telp/Fax                          : (62 21) 2965 1777
Website                               : www.anj-group.com
Email                                 : corsec@anj-group.com
                                        anj.corcomm@anj-group.com




                                              vii
Page 8
Objek Penilaian dan Identitas Bentuk Kepemilikan

Sesuai dengan penugasan yang diterima oleh TOPAZ, bahwa objek penilaian adalah 32,00%
Ekuitas PT Permata Putera Mandiri kepemilikan langsung PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.

Berikut identitas objek penilaian:
 Nama Perusahaan                      : PT Permata Putera Mandiri
 Jenis Usaha                          : Bidang pertanian/perkebunan, industri pengolahan
                                        dan perdagangan besar
 Alamat                               : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                        Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6,
                                        Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan,
                                        12950
 Objek                                : 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
                                        kepemilikan langsung PT Austindo Nusantara Jaya
                                        Tbk (“ANJT”)


Jenis Mata Uang yang Digunakan

Hasil Penilaian dinyatakan dalam mata uang rupiah.


Maksud dan Tujuan Penilaian

Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar Perusahaan per
31 Juli 2025 dalam rangka rencana jual beli dan keperluan keterbukaan informasi pada perusahaan
terbuka. Penilaian Bisnis ini dilaksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia
(“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi
Tahun 2020. Penilaian digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar
konteks atau tujuan penilaian tersebut.


Dasar Nilai

Nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar.

Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset
atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berniat membeli dengan penjual yang
berniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
dimana kedua belah pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya,
kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 101-3.1).




                                              viii
Page 9
Tanggal Penilaian

Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Juli 2025 sesuai dengan kesepakatan dengan Pemberi
Tugas, dan batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Analisis perhitungan nilai pasar ekuitas dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
keuangan audit per 31 Juli 2025.


Tingkat Kedalaman Investigasi

Dalam penilaian ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan wawancara via zoom dengan pihak manajemen PPM.
Dari hasil tersebut diperoleh informasi sebagai berikut:

•   PT Permata Putera Mandiri (PPM) merupakan Perusahaan beroperasi sampai dengan
    tanggal penilaian.
•   Laporan keuangan historis yang digunakan merupakan laporan yang telah di audit untuk
    periode Laporan tahun 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024 dan dan laporan per 31 Juli 2025.
•   Legalitas yang disampaikan kepada kami melalui email, merupakan benar milik PT Permata
    Putera Mandiri (PPM).
•   Tujuan dari penilaian adalah hanya untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar dalam
    rangka rencana jual beli untuk keperluan keterbukaan informasi pada perusahaan terbuka
    dan bukan untuk kepentingan lain.
•   Kepemilikan yang akan dinilai adalah Ekuitas milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT).
•   Asumsi yang KJPP gunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan bersumber dari
    manajemen PPM.
•   Kondisi kebun dalam tahap perbaikan, dan masih memerlukan perawatan lebih lanjut.
    Perbaikan dari sisi infrastruktur kebun, akses pane, pembersihan pasar pikul, piringan,
    sanitasi, pemupukan dan lainnya.
•   TBS di pohon masih ada dan cadangan produksinya hingga akhir tahun 2025.
•   Berikut beberapa kondisi pohon kelapa sawit, dimana PPM mengalami kendala pada hama
    penyakit (Foto diperoleh dari manajemen):




                                             ix
Page 10
•   Berikut hasil inspeksi dari tim KJPP :

                                                 Kondisi kebun dengan pasar
                                                 pikul/jalan panen yang terawat




                                                 Jalan koleksi (collection road)
                                                 dengan lebar sekitar 6-7 meter




                                             x
Page 11
                                                                  Jalan akses kebun dengan lebar
                                                                  8-9 meter




Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Penilai akan menggunakan sumber data dan informasi yang relevan digunakan dalam proses
penilaian tanpa verifikasi dan harus disetujui oleh pemberi tugas dan dituliskan dalam lingkup
penugasan. Data dan informasi yang digunakan adalah kredibel, dan berasal dari sumber yang
dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya adalah data dan informasi yang dipublikasi, data riset atau
data yang diperoleh dari pemerintah.

•   Laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00195/2.1005/AU.1/01/1547-3/I/IV/2021 tanggal 16
    April 2021 yang ditanda tangani oleh Beatrice Tanuwijaya,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik
    No.AP.1547 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00063/2.1005/AU.1/01/1554-1/I/III/2022 tanggal 16
    Maret 2022 yang ditanda tangani oleh Erwin Marcellino Irawan,S.E.,CPA No. Izin Akuntan
    Publik No.AP.1554 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00183/2.1005/AU.1/01/1554-2/I/IV/2023 tanggal 19
    April 2023 yang ditanda tangani oleh Erwin Marcellino Irawan,S.E.,CPA No. Izin Akuntan
    Publik No.AP.1554 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00188/2.1005/AU.1/01/0854-1/I/IV/2024 tanggal 5
    April 2024 yang ditanda tangani oleh Susanto,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.0854
    dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan per 31 Desember 2024 yang telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00174/2.1005/AU.1/01/0854-2/I/IV/2025 tanggal 4
    April 2025 yang ditanda tangani oleh Susanto,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.0854
    dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan per 31 Juli 2025 yang telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik Jojo
    Sunarjo dan Rekan dengan No. 00389/2.0946/AU.1/01/1931-1/1/IX/2025 tanggal 19
    September 2025 yang ditanda tangani oleh Wikanto Artadi, S.E., Ak., CMA., CPA No. Izin
    Akuntan Publik No. AP. 1931 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120217012754 dikeluarkan tanggal 25 Oktober 2018 atas
    nama PT Permata Putera Mandiri, yang dikeluarkan oleh Menteri Investasi dan
    Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

                                               xi
Page 12
•   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 02.626.497.8-018.000, atas nama PT Permata Putera
    Mandiri, terdaftar pada KPP Pratama Jakarta Setiabudi Tiga.
•   Data legalitas perusahaan lainnya.

Dalam melakukan penilaian ini, TOPAZ juga menggunakan informasi yang beberapa sumber
informasi relevan yang tidak perlu melakukan verifikasi:

•   Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait
    seperti Bank Indonesia;
•   Data statistik dari Badan Pusat Statistik
•   Data lainnya yang diperoleh baik melalui website resmi maupun berita yang berkaitan dengan
    objek penilaian.


Asumsi dan Asumsi Khusus

Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana penilaian
diperlukan.

Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal penilaian
atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada
tanggal penilaian. Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi
yang akan mempengaruhi nilai.

Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
sebagai fakta dalam konteks penugasan penilaian tanpa penyelidikan tertentu atau verifikasi.


Konfirmasi Penilai Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2018)

Penilaian ini didasarkan pada standar Nilai Pasar. Penilaian dilakukan dengan mengacu kepada
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun
2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.


Gambaran Umum Perusahaan

PT Permata Putera Mandiri, didirikan di Jakarta, dengan akta No. 7 tanggal 14 Juni 2007 dihadapan
Notaris Darbi, S.H. di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahaan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No W7-07403
HT.01.01-TH.2007 tertanggal 04 Juli 2007 dan Tambahan Berita Negara-RI No.88 pada tanggal 2
November 2007.

Akta tersebut mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya dengan Akta No. 17, tanggal 14
April 2008, dihadapan Notaris Siti Endaryanti, S.H, Notaris yang bekedudukan di Bekasi. Akta

                                               xii
Page 13
perubahan ini memuat tentang penyesuaian UU No.40 Tahun 2007. Perubahan akta tersebut telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
dengan Surat Keputusan No. AHU-32101.AH.01.02.Tahun 2008 pada tanggal 11 Juni 2008 dan
Tambahan Berita Negara-RI No. 100 pada tanggal 12 Desember 2008.

Perubahan Akta berikutnya yaitu berdasarkan Akta No. 773 tanggal 14 November 2023 yang
dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan ini memuat
tentang Peningkatan Modal Disetor serta perubahan susunan pengurus perusahaan. Akta
perubahan ini telah dicatat di dalam sistem administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Daftar Perseroan No. AHU-AH.01.03-0143634
untuk Peningkatan Modal Disetor dan No. AHU-AH.01.09-0186634 untuk perubahan susunan
pengurus perusahaan pada tanggal 20 November 2023.

Sedangkan akta perubahan yang terakhir adalah Akta No. 407 tanggal 06 Mei 2025 yang dibuat
oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan ini memuat tentang
perubahan susunan pengurus perusahaan. Perubahan akta tersebut telah diterima dan dicatat di
dalam sistem administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Daftar Perseroan No. AHU-AH.01.09-0228083, pada tanggal 07 Mei 2025.


Struktur Permodalan Perusahaan

PT PPM pada awal pendirian perusahaan, sebagaimana tertuang dalam Akta No. 7 tanggal 14
Juni 2007 dihadapan Notaris Darbi, S.H. Modal Dasar perusahaan adalah sebesar
Rp100.000.000,- terdiri dari 100.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per lembar.
Dari Modal Dasar perseroan tersebut telah ditempatkan dan disetor 25% atau sebesar
Rp25.000.000,-

Selanjutnya, Modal Dasar perusahaan tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, dan
yang terakhir komposisi modal dasar perusahaan sesuai dengan Akta No. 773 tanggal 14
November 2023 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., adalah sebesar
Rp2.500.000.000.000,- terdiri dari 2.500.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000,-
per lembar. Dari Modal Dasar perseroan tersebut telah ditempatkan dan disetor 85,84% atau
sebesar Rp1.716.853.000.000,-seperti terlihat pada tabel berikut:

Susunan Pemegang Saham PPM

                                      Jumlah Lembar        Persentase            Jumlah Modal
           Pemegang Saham
                                         Saham             Kepemilikan            Disetor (Rp)
 PT Austindo Nusantara Jaya Agri        1.167.460.000                    68%   1.167.460.000.000
 PT Austindo Nusantara Jaya Tbk           549.393.000                    32%    549.393.000.000
                                         1.716.853.000               100%      1.716.853.000.000


Maka, 32% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (“PPM” atau “Perusahaan”) adalah milik langsung
PT Austindo Nusantara Jaya Agri (“ANJA”) dan secara tidak langsung milik PT Austindo Nusantara
Jaya Tbk (“ANJT”).



                                              xiii
Page 14
Susunan Pengurus Perusahaan

Susunan pengurus perusahaan saat ini sesuai akta perubahan perusahaan terakhir nomor 407
tanggal 06 Mei 2025 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., adalah sebagai berikut:

Direksi
Direktur Utama          : Isen Henry Tjong
Direktur                : Sikin

Dewan Komisaris
Komisaris               : Hilman Lukito


Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri

pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong di tengah prospek perekonomian global yang
melemah. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi nonbangunan
terkait kegiatan di sektor transportasi. Kinerja ekspor cukup baik ditopang oleh ekspor berbasis
sumber daya alam dan produk manufaktur. Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih perlu
ditingkatkan, tecermin pada penjualan eceran yang melambat. Secara sektoral, Lapangan Usaha
(LU) Pertanian/Perkebunan tetap tumbuh ditopang oleh kinerja subsektor LU Perkebunan dan
dukungan program Pemerintah, sedangkan kinerja beberapa LU utama lainnya seperti LU Industri
Pengolahan serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum belum kuat. Secara spasial,
ekonomi di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) diprakirakan tumbuh di atas 5%,
sedangkan wilayah lainnya belum meningkat.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Neraca
perdagangan pada Mei 2025 masih mencatat surplus 4,3 miliar dolar AS, meningkat dari surplus
April 2025 sebesar 0,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif pada neraca perdagangan ini
didukung oleh ekspor komoditas mesin listrik serta besi dan baja. Kinerja ekspor diprakirakan akan
tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan Pemerintah AS. Sementara itu, aliran
masuk modal asing ke instrumen portofolio domestik juga terus berlanjut dipengaruhi tetap baiknya
prospek perekonomian Indonesia, tingginya imbal hasil instrumen keuangan Indonesia, dan
bergesernya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia sejalan dengan
meningkatnya risiko ekonomi AS. Aliran masuk modal asing ke SBN pada awal triwulan III 2025
(hingga 14 Juli 2025) mencatat net inflows sebesar 0,9 miliar dolar AS, melanjutkan net inflows
pada triwulan II 2025 sebesar 1,6 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025
tetap tinggi sebesar 152,6 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2
bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Nilai tukar Rupiah menguat didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta berlanjutnya aliran
masuk modal asing. Nilai tukar Rupiah pada Juni 2025 (hingga 30 Juni 2025) menguat sebesar
0,34% (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir bulan sebelumnya. Perkembangan terkini hingga
pertengahan Juli 2025 (hingga 15 Juli 2025) menunjukkan Rupiah tetap stabil di tengah
meningkatnya ketidakpastian global. Secara umum, perkembangan Rupiah relatif stabil bila
dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia
dan terhadap kelompok mata uang negara maju di luar dolar AS, sehingga tetap mendukung daya

                                               xiv
Page 15
saing ekspor Indonesia. Perkembangan nilai tukar ini didukung oleh konsistensi kebijakan
stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen SBN,
serta konversi valas ke Rupiah oleh eksportir pascapenerapan penguatan kebijakan Pemerintah
terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tetap terjaga rendah dan mendukung
stabilitas perekonomian. Inflasi IHK Juni 2025 tercatat rendah 1,87% (yoy) ditopang inflasi inti yang
menurun, inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang
terkendali. Inflasi inti tercatat turun menjadi 2,37% (yoy), dipengaruhi konsistensi suku bunga
kebijakan moneter dalam mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta
permintaan yang lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah 0,57% (yoy) didukung
oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh
Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian
Inflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terkendali 1,34% (yoy), di tengah
kenaikan tarif air minum PAM dan cukai hasil tembakau.


Prospek Perekonomian

Dari domestik, berbagai respons kebijakan perlu terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi Indonesia di tengah prospek perekonomian global yang melemah. Pertumbuhan ekonomi
semester II 2025 diprakirakan membaik dan secara keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada
dalam kisaran 4,6–5,4%. Di samping membaiknya permintaan domestik, perbaikan ini juga
didukung oleh tetap positifnya kinerja ekspor sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
Pemerintah AS. Berbagai respons bauran kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia juga
meningkatkan keyakinan pelaku ekonomi yang pada akhirnya akan mendorong kegiatan ekonomi.
Dalam kaitan ini, stimulus fiskal ditempuh Pemerintah untuk perlindungan sosial dan implementasi
program-program unggulan dalam Asta Cita. Di samping menjaga stabilitas, kebijakan Bank
Indonesia juga diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan BI-
Rate, pelonggaran likuiditas, serta peningkatan insentif makroprudensial kepada perbankan guna
mendorong kredit/pembiayaan ke sektor-sektor prioritas. Bank Indonesia akan terus memperkuat
bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, bersinergi erat dengan
kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diprakirakan tetap baik. NPI 2025 diprakirakan akan
mencatat defisit transaksi berjalan yang lebih rendah dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan
1,3% dari PDB dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut, di tengah
ketidakpastian global yang masih tinggi.

Nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas
nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan
stabilisasi, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF dan strategi triple intervention pada
transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter juga terus
dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi
instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan
Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik
aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

                                                 xv
Page 16
Penilaian Saham

Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan pendekatan dan metode penilaian yang
berlaku umum dalam penilaian penyertaan pada perusahaan atau ekuitas sesuai dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun
2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama ini, yaitu:

a. Pendekatan Pasar (Market Approach)
   Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan perusahaan sebanding,
   kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang dijualbelikan di pasar serta
   transaksi relevan atas saham perusahaan yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau
   penawaran atas komponen perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai.

b. Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach)
   Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai dengan mengantisipasi
   dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian dalam menghasilkan imbal balik (return)
   yang akan diterima dimasa datang.

c. Pendekatan Aset (Asset Approach)
   Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi dari suatu entitas, kapital yang
   diinvestasikan (invested capital), struktur permodalan (capital structure), dan/ atau Nilai Aset
   Bersih perusahaan (ekuitas).


Pemilihan Metode Penilaian

Penilaian ekuitas perusahaan didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen perusahaan, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, laporan laba/rugi dan laporan arus kas, pengkajian atas
kondisi operasi, dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki perusahaan. Analisis eksternal
akan dilalukan berdasarkan pada data yang tersedia dipasar seperti beta, risk premium, risk free,
dan sebagainya yang sekiranya diperlukan dalam analisis.

Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu “business
interest” perlu mengacu pada laporan keuangan yang representatif. Oleh karenanya diperlukan
penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi laporan laba/rugi yang
biasanya disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis. Bagaimanapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laba/rugi adalah nilai perolehan
dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai business
interest saat penilaian tersebut.

Dalam melakukan penilaian ekuitas perusahaan, untuk memperoleh hasil penilaian yang akurat
dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar
perusahaan adalah Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) dan Pendekatan Aset
(Asset Based Approach).
                                               xvi
Page 17
Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) paling sesuai apabila jumlah pendapatan yang
dapat diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan cukup
meyakinkan. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian terhadap nilai
saham Perseroan karena kegiatan usaha Perseroan yang masih terus berjalan. Metoda yang
digunakan adalah Discounted Cash Flow (DCF).

Pendekatan Aset (Asset Based Approach) paling sesuai untuk digunakan pada perusahaan yang
berbentuk holding company atau perusahaan yang bermasalah, sehingga sulit untuk
memperkirakan jumlah pendapatan yang dapat diperoleh perusahaan tersebut di masa yang akan
datang. Pendekatan ini juga sesuai untuk perusahaan yang komponen asetnya didominasi oleh
aset tetap, dan di mana aset tak berwujud yang dimiliki perusahaan diperkirakan signifikan. Oleh
karena itu, pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian terhadap nilai ekuitas Perseroan.
Metoda yang digunakan adalah Excess Earning Method (EEM).


Prosedur Penilaian

Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk menentukan Nilai Pasar
32,00% Ekuitas PPM milik ANJT perusahaan kami telah melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:

    1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi operasional
       perusahaan.
    2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis perusahaan.
    3. Melakukan penelahaan atas data-data operasional perusahaan.
    4. Melakukan diskusi dengan manajemen terkait dengan metode yang digunakan serta
       persetujuan data historis dan proyeksi berdasarkan business plan perusahaan.
    5. Melakukan penilaian saham dengan mengaplikasikan Pendekatan Pendapatan dengan
       metode Discounted Cash Flow (DCF)
    6. Melakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan, termasuk normalisasi laporan laba
       rugi serta penyesuaian nilai aset berdasarkan nilai wajar.
    7. Melakukan penilaian dengan mengaplikasikan Pendekatan Aset menggunakan metode
       Excess Earning Method (EEM), yaitu dengan mengestimasi arus kas berlebih yang berasal
       dari aset Tak berwujud setelah dikurangi kontribusi aset pendukung.
    8. Melakukan analisis dan sintesis hasil dari kedua pendekatan untuk menentukan indikasi
       nilai pasar yang paling mencerminkan kondisi perusahaan.
    9. Menentukan Nilai Pasar 32,00% Ekuitas perusahaan berdasarkan pertimbangan
       profesional atas hasil kedua pendekatan dan tingkat kewajaran data serta asumsi yang
       digunakan.


Pasar Saham Perusahaan dengan Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach)

Berdasarkan hasil kajian dan analisis dalam rangka menentukan nilai ekuitas PPM dengan metode
DCF, maka kami berpendapat bahwa Indikasi Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM milik ANJT per 31
Juli 2025 adalah sebesar Rp67.071.266,- (enam puluh tujuh juta tujuh puluh satu ribu dua
ratus enam puluh enam rupiah).


                                              xvii
Page 18
Pasar Saham Perusahaan dengan Pendekatan Aset (Asset Based Approach)

Berdasarkan hasil kajian dan analisis dalam rangka menentukan nilai ekuitas PPM dengan metode
EEM, maka kami berpendapat bahwa Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM milik ANJT per 31 Juli 2025
adalah sebesar Rp(8.387.197.197),- (negatif miliar tiga ratus delapan puluh tujuh juta
sembulan puluh Sembilan tujuh ribu serratus Sembilan puluh tujuh rupiah).


Kesimpulan Penilaian

Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai ekuitas PPM dengan menggunakan
Pendekatan Pendapatan dengan Metode DCF dan Pendekatan Aset dengan Metode EEM, maka
Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM milik ANJT per tanggal 31 Juli 2025 adalah sebesar
Rp33.062.192,- (tiga puluh tiga juta enam puluh dua ribu seratus sembilan puluh dua rupiah).

Maka, 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (“PPM” atau “Perusahaan”) adalah milik
langsung PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJ”) dan secara tidak langsung milik PT Austindo
Nusantara Jaya Agri (“ANJA”) sebesar 32,00%.

 Pendekatan           Metode                      Nilai             Bobot   Nilai Setelah Bobot

 Pendapatan    Discounted Cash Flow                   67.473.862    100%              67.473.862
 Aset          Excess earnings                    (8.387.197.197)     0%                          -
 Indikasi Nilai 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                              67.473.862
 DLOC                                                                30%            (20.242.159)
 Indikasi Nilai setelah DLOC                                                          47.231.703
 DLOM                                                                30%            (14.169.511)
 Nilai 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                                       33.062.192




                                                     xviii
Page 19
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                                           DAFTAR ISI
                                                                                                                                     Halaman

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................ 1
1.1.    Latar Belakang Penugasan ............................................................................................... 1
1.2.    Identitas Penilai ................................................................................................................. 2
1.3.    Identitas Pemberi Tugas ................................................................................................... 2
1.4.    Identitas Pengguna Laporan ............................................................................................. 3
1.5.    Maksud dan Tujuan Penilaian ........................................................................................... 3
1.6.    Definisi dan Istilah yang Digunakan Dalam Penilaian ....................................................... 3
1.7.    Tanggal Penilaian ............................................................................................................. 5
1.8.    Tanggal Laporan Penilaian Bisnis ..................................................................................... 5
1.9.    Objek Penilaian dan Identitas Bentuk Kepemilikan ........................................................... 5
1.10. Jenis Mata Uang yang Digunakan .................................................................................... 6
1.11. Dasar Nilai ........................................................................................................................ 6
1.12. Tingkat Kedalaman Investigasi ......................................................................................... 6
1.13. Pelaksana Investigasi ....................................................................................................... 7
1.14. Sumber dan Data Informasi yang Dapat Dihandalkan ...................................................... 9
1.15. Premis Nilai yang Digunakan .......................................................................................... 10
1.16. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas serta Skenario Hipotesis yang Secara Langsung
        Mempengaruhi Penilaian ................................................................................................ 11
1.17. Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian (Controlling) ................... 13
1.18. Tingkat Likuiditas Objek Penilaian .................................................................................. 13
1.19. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ................................................................ 13
1.20. Uraian Penilai Properti dan Hasil Penilaian oleh Penilai Properti yang Digunakan ......... 13
1.21. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)14
1.22. Uraian Mengenai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang Terkait dengan Objek
        Penilaian ......................................................................................................................... 14
1.23. Hasil Identifikasi atas Aset Non Operasional, Kewajiban Non Operasional, dan Kelebihan
        atau Kekurangan Aset Operasional (Excess or deficient) yang Terkait dan Pengaruhnya
        terhadap Penilaian .......................................................................................................... 14
1.24. Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan .................................... 15
BAB II DATA DAN INFORMASI ................................................................................................... 1
2.1.    Gambaran Umum Perusahaan ......................................................................................... 1
2.2.    Aktivitas Usaha ................................................................................................................. 2
2.3.    Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian (Controlling) ..................... 2
2.4.    Susunan Kepengurusan.................................................................................................... 2
2.5.    Kinerja Keuangan Historis Perusahaan ............................................................................ 3
2.6.    Informasi Perpajakan ........................................................................................................ 9
2.7.    Kompensasi bagi Pemegang Saham ................................................................................ 9
2.8.    Informasi mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan untuk Karyawan Kunci 9
2.9.    Perjanjian–Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga ......................................................... 9
2.10. Informasi Non-Keuangan yang Relevan Mengenai Objek Penilaian ................................. 9
2.11. Analisis SWOT ................................................................................................................ 12
2.12. Analisis Risiko ................................................................................................................. 13
BAB III TINJAUAN EKONOMI MAKRO DAN INDUSTRI ............................................................. 1
3.1.    Tinjauan Ekonomi Makro .................................................................................................. 1

                                                                       xix
Page 20
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


3.1.1. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) ............................................................................... 3
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah............................................................................................................. 3
3.1.3. Perkembangan Inflasi ....................................................................................................... 4
3.1.4. Perkembangan Suku Bunga ............................................................................................. 5
3.2.   Tinjauan Industri................................................................................................................ 6
BAB IV PENDEKATAN PENILAIAN ............................................................................................. 1
4.1.   Pendekatan Penilaian ....................................................................................................... 1
4.2.   Pemilihan Metode Penilaian .............................................................................................. 3
BAB V PENILAIAN 32,00% EKUITAS PT PERMATA PUTERA MANDIRI ................................. 1
5.1.   Penilaian Ekuitas............................................................................................................... 1
5.2.   Pendekatan Pendapatan dengan Metode Discounted Cash Flow (“DCF) ........................ 2
5.2.1. Penyesuaian Laporan Keuangan ...................................................................................... 2
5.2.2. Asumsi-asumsi dalam Proses Penilaian ........................................................................... 2
5.2.3. Pemilihan Arus Kas ........................................................................................................... 3
5.2.4. Penentuan Tingkat Diskonto ............................................................................................. 4
5.2.5. Control Premium (“CP”) atau Discount for Lack of Control (“DLOC”) ................................ 7
5.2.6. Discount for Lack of Marketability (“DLOM”) ..................................................................... 8
5.2.7. Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM dengan Metode DCF .................................................. 10
5.3.   Pendekatan Aset dengan Metode Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method) ...... 11
5.3.1. Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earnings Method) ......................... 11
5.3.2. Indikasi Nilai Ekuitas Perseroan Berdasarkan Pendekatan Aset .................................... 13
5.4.   Rekonsiliasi Nilai ............................................................................................................. 14
5.5.   Kesimpulan Nilai ............................................................................................................. 16




                                                                     xx
Page 21
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                                          DAFTAR FIGUR
                                                                                                                                              Halaman

Figur 1. Susunan Pemegang Saham .................................................................................................. 6
Figur 2. Susunan Pemegang Saham PT Permata Putera Mandiri .................................................... 13
Figur 3. Susunan Pemegang Saham PPM ......................................................................................... 2
Figur 4. Ikhtisar Laba Rugi (dalam ribuan rupiah) ............................................................................... 3
Figur 5. Posisi Keuangan (dalam ribuan rupiah) ................................................................................. 4
Figur 6. Rasio Keuangan .................................................................................................................... 6
Figur 7. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............................. 2
Figur 8. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha....................... 2
Figur 9. Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................................. 3
Figur 10. Peta Inflasi Daerah Tahun 2024 .......................................................................................... 5
Figur 11. Kontribusi PDB Harga Berlaku pada Sektor Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa
Pertanian/Perkebunan, 2023 .............................................................................................................. 7
Figur 12. Perkembangan PDB Atas Dasar Harga Konstan Sub Sektor Perkebunan, 2021-2023 ....... 7
Figur 13. Pertumbuhan Year on Year PDB Menurut Sub Sektor, 2021-2023 ..................................... 8
Figur 14. Pertumbuhan Year on Year PDB Triwulanan Sub Sektor Perkebunan, 2021 – 2023 .......... 8
Figur 15. Nilai Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Menurut Sub Sektor, 2021-2023 ................. 9
Figur 16. Kontribusi Rata-Rata Produksi Minyak Sawit Menurut Status Pengusahaan, Rata-rata 2015–
2024 .................................................................................................................................................. 11
Figur 17. Peta Sebaran Produksi Minyak Sawit di Indonesia, Rata-rata 2020-2024 ........................ 11
Figur 18. Proporsi Produksi Minyak Kelapa Sawit dan Minyak Inti Sawit Indonesia, Rata-rata 2020 -
2024 .................................................................................................................................................. 12
Figur 19. Perkembangan Produksi Minyak Inti Sawit Indonesia Menurut Status Pengusahaan, 1982 –
2024 .................................................................................................................................................. 13
Figur 20. Perkembangan Luas Tanaman Mengasilkan dan Produktivitas Kelapa Sawit di Indonesia,
1995–2024 ........................................................................................................................................ 14
Figur 21. Perkembangan Harga TBS di Pasar Domestik dan Harga CPO di Pasar Dunia, 2021–2023
.......................................................................................................................................................... 15
Figur 22. Beta Perusahaan Pembanding per tanggal 31 Juli 2025 ..................................................... 5
Figur 23. Biaya Modal untuk Ekuitas PPM .......................................................................................... 6
Figur 24. WACC .................................................................................................................................. 7
Figur 25. Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM dengan Metode DCF ..................................................... 10
Figur 26, Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan 31 Juli 2025 ........................................................ 11
Figur 27. Penentuan Tingkat Imbal Balik Aset Berwujud Bersih ....................................................... 13
Figur 28. Hasil Penilaian Berdasarkan Pendekatan Aset .................................................................. 14
Figur 29. Rekonsiliasi Nilai ................................................................................................................ 14




                                                                            xxi
Page 22
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                           BAB I
                                        PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang Penugasan

         PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, untuk selanjutnya disebut “Perusahaan” atau “ANJT”,
         merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Bidang perdagangan, jasa, dan
         perkebunan kelapa sawit terpadu dengan pengolahannya menjadi minyak mentah (crude
         palm oil) dan inti sawit (kernel). Perusahaan berkantor pusat di Gedung Menara SMBC
         Lt.40 Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6 Kuningan Timur, Setiabudi, Kota
         Jakarta Selatan, 12950.

         Indonesia sebagai negara tropis dengan lahan subur yang luas memiliki potensi besar
         dalam pengembangan industri perkebunan kelapa sawit. Industri ini menjadi salah satu
         penyumbang devisa terbesar bagi perekonomian nasional dan memiliki peran strategis
         dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional melalui produksi minyak sawit yang
         berkelanjutan dan berdaya saing global. Seiring meningkatnya permintaan pasar domestik
         dan internasional, sektor ini terus berkembang dengan menerapkan praktik agrikultur
         modern, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pemberdayaan
         masyarakat sekitar. Dengan demikian, industri perkebunan kelapa sawit tidak hanya
         memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka
         lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil di
         Indonesia.

         Sejalan dengan potensi pertumbuhan ekonomi tersebut, ANJ berencana untuk melakukan
         penilaian atas 32,00% ekuitas PPM yang dimiliki oleh ANJ. Oleh karena itu, ANJ menunjuk
         pihak independen untuk melaksanakan penilaian ekuitas PT Permata Putera Mandiri.

         Dalam rangka pelaksanaan penilaian tersebut, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Tobing
         Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) telah ditunjuk oleh PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
         (“ANJ/Perusahaan”) berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran Jasa Penilaian
         Ekuitas No. 0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2025 tanggal 09 September 2025. Maksud dan
         tujuan penilaian ini adalah untuk memperoleh Nilai Pasar 32,00% ekuitas PT Permata
         Putera Mandiri (“PPM”) dalam rangka rencana transaksi jual beli, dan hasil penilaian ini
         tidak dimaksudkan untuk digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut.

         Penilaian ini didasarkan pada standar Nilai Pasar. Penilaian dilakukan dengan mengacu
         kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
         No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
         Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
         Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.




                                                                                                Halaman - 1
Page 23
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


1.2.     Identitas Penilai

         KJPP Tobing Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang
         terdaftar di Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar
         modal di Otoritas Jasa Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian
         ini.

         Penilai adalah partner dari KJPP Tobing Panuturi & Rekan dengan kualifikasi sebagai
         berikut:

         Nama Penilai                                  : Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A.,
                                                         M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
         Klasifikasi Izin                              : Penilai Bisnis (B)
         Anggota Penilai MAPPI                         : No. 07-S-02115
         Register Kemenkeu                             : RMK-2017.00354
         Izin Penilai Kemenkeu                         : No. B-1.14.00395
         Penilai terdaftar Pasar Modal                 : No. STTD.PB-24/PJ-1/PM.02/2023
         Penilai terdaftar IKNB                        : No. 094/NB.122/STTD-P/2017

         Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertidak dalam kapasitasnya sebagai
         Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan. Dalam
         mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
         benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Penilaian
         ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Penilaian. TOPAZ
         juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

         Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
         manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
         dihasilkan.


1.3.     Identitas Pemberi Tugas

          Nama Perusahaan                             : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
          Jenis Usaha                                 : Bidang perdagangan, jasa, dan perkebunan
                                                        kelapa sawit terpadu dengan pengolahannya
                                                        menjadi minyak mentah (crude palm oil) dan
                                                        inti sawit (kernel)
          Alamat                                      : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                                        Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-
                                                        5.6, Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta
                                                        Selatan, 12950
          No. Telp/Fax                                : (62 21) 2965 1777
          Website                                     : www.anj-group.com




                                                                                                Halaman - 2
Page 24
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


1.4.     Identitas Pengguna Laporan

          Nama Perusahaan                            : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
          Jenis Usaha                                : Bidang perdagangan, jasa, dan perkebunan
                                                       kelapa sawit terpadu dengan pengolahannya
                                                       menjadi minyak mentah (crude palm oil) dan
                                                       inti sawit (kernel)
          Alamat                                     : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                                       Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-
                                                       5.6, Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta
                                                       Selatan, 12950
          No. Telp/Fax                               : (62 21) 2965 1777
          Website                                    : www.anj-group.com


1.5.     Maksud dan Tujuan Penilaian

         Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar
         Perusahaan per 31 Juli 2025, dengan tujuan untuk keperluan transaksi rencana jual beli.
         Penilaian Bisnis ini dilaksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
         Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
         Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
         Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI
         330 Edisi Revisi Tahun 2020. Penilaian digunakan untuk kepentingan pasar modal dan
         tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut.


1.6.     Definisi dan Istilah yang Digunakan Dalam Penilaian

           1. Arus kas bersih adalah Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan
              kas untuk kegiatan operasional; merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia
              modal (utang dan ekuitas); dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan
              operasi saat ini (current operation) dan untuk mengantisipasi pertumbuhan
              Perusahaan (SPI point 3.1, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018)
           2. Asumsi adalah Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau
              keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi Objek Penilaian atau pendekatan
              penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari
              proses penilaian. (POJK No.35/POJK.04/2020 bab 1 point a.13)
           3. Dasar Penilaian adalah Suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis nilai
              yang sedang diteliti berdasarkan kriteria tertentu. (POJK Number 35/POJK.04/2020
              bab 1 point a.7, OJK).
           4. Discount for Lack of Control (DLOC) adalah Suatu jumlah atau persentase
              tertentu yang merupakan pengurangan dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan
              dari kurangnya tingkat pengendalian atas Objek Penilaian. (SPI 330 point 3.6, KEPI
              & SPI Edisi 7 tahun 2018).
           5. Discount for Lack of Marketability (DLOM) adalah Suatu jumlah atau persentase
              tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
              kurangnya likuiditas dari Objek Penilaian. (SPI 330 point 3.7, KEPI & SPI edisi 7
              tahun 2018).

                                                                                                Halaman - 3
Page 25
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


           6. Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) adalah Kumpulan etik yang melandasi
               pelaksanaan SPI yang harus ditaati oleh Penilai, agar penugasan yang dilakukan
               Penilai dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dengan cara yang jujur,
               objektif dan kompeten secara profesional, bebas dari kecurigaan adanya
               kepentingan pribadi, untuk menghasilkan laporan yang jelas, dan mengungkapkan
               semua hal yang penting untuk pemahaman penugasan secara tepat. (KEPI 1.0,
               KEPI &SPI Edisi 7 tahun 2018).
           7. MAPPI adalah Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
           8. Metode Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method) adalah Metode
               Pendapatan Berlebih digunakan untuk mengestimasikan nilai Aset Tak berwujud
               dengan menentukan nilai kini dari arus kas yang akan diterima di masa yang akan
               datang yang terkait dengan Aset Tak berwujud dengan menggunakan tingkat
               diskonto atau tingkat kapitalisasi sesuai risiko Aset Tak berwujud. Dalam
               penyusunan Proyeksi, arus kas Aset Tak berwujud yang menjadi objek penilaian
               merupakan hasil pengurangan dari arus kas dengan arus kas yang berasal dari
               kontribusi aset lain (contributory asset charges) baik berupa aset berwujud, Aset Tak
               berwujud, dan aset finansial. Hal ini dilakukan dengan menghitung suatu jumlah
               beban atau sewa ekonomis untuk aset pendukung dan mengurangkan jumlah
               tersebut dari arus kas. Untuk mencapai suatu penilaian yang dapat diandalkan
               terhadap subjek aset, mungkin diperlukan tambahan pengurangan yang
               merefleksikan adanya nilai tambah dengan pertimbangan bahwa seluruh aset
               digunakan sebagai pertimbangan bahwa seluruh aset digunakan sebagai suatu
               kesatuan dalam suatu bisnis yang sedang berjalan (going concern). Hal ini
               merefleksikan keuntungan dari ars kas terkait aset tenaga kerja terlatih yang tidak
               tersedia pada pembeli aset secara individual. (SPI 320 point 5.10, KEPI&SPI edisi 7
               tahun 2018)
           9. Kelangsungan Usaha adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang
               sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses konstruksi atau suatu
               premis dalam penilaian, di mana Penilai menganggap suatu Perusahaan akan terus
               melanjutkan operasinya secara keberlanjutan. (SPI 330 point 3.10, KEPI&SPI edisi
               7 tahun 2018).
           10. Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan asset, atau harga
               yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu asset dalam pertukaran, sehingga nilai
               bukan merupakan fakta. (KPUP poin 4.4, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018).
           11. Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
               penukaran suatu aset atau liabilitias pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
               berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi
               bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak
               masing- masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian
               dan tanpa paksaan. (SPI 101 poin 3.1, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018).
           12. Objek Penilaian adalah setiap objek kegiatan penilaian bisnis sebagaimana
               dimaksud dalam POJK No.35/POJK.04/2020.
           13. Premis Nilai adalah sumsi nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi
               yang dapat digunakan pada Objek Penilaian. (POJK No.35/POJK.04/2020 bab 1
               poin a.8, OJK).
           14. Control Premium (CP) adalah Suatu jumlah atau persentase tertentu yang
               merupakan penambah dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat



                                                                                                Halaman - 4
Page 26
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


               pengendalian atas Objek Penilaian. (SPI 330 point 3.23, KEPI & SPI edisi 7 tahun
               2018).
           15. Standar Penilaian Indonesia (SPI) adalah Standar Profesi Penilai untuk
               melakukan kegiatan penilaian di Indonesia. Penilai harus mematuhi SPI yang
               merupakan acuan praktek penilaian di Indonesia. Standar Penilaian Indonesia
               adalah pedoman dasar yang harus dipatuhi oleh Penilai dalam melakukan penilaian.
               (KEPI 3.0 point 3.5, KEPI & SPI edisi 7 tahun 2018).
           16. Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat nilai, hasil penilaian, atau perhitungan
               manfaat ekonomi dinyatakan. (POJK Number 35/POJK.04/2020 bab 1 point a.6,
               OJK).
           17. Tingkat Diskonto adalah Suatu Tingkat Imbal balik untuk mengkonversikan nilai di
               masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang (time value
               of money) dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi. (POJK
               No.35/POJK.04/2020 bab 1 point a.38, OJK).
           18. Kantor Jasa Penilai Publik adalah badan usaha sebagai wadah bagi Penilai Publik
               dalam menjalankan usaha di bidang penilaian dan jasa-jasa lainnya yang telah
               mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan serta terdaftar sebagai profesi
               penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan.


1.7.     Tanggal Penilaian

         Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Juli 2025 sesuai dengan kesepakatan dengan
         Pemberi Tugas, dan batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan
         tujuan penilaian. Analisis perhitungan nilai pasar ekuitas dilaksanakan menggunakan
         parameter dan laporan keuangan audit per 31 Juli 2025.


1.8.     Tanggal Laporan Penilaian Bisnis

         TOPAZ telah menerbitkan laporan Penilaian Bisnis dengan objek penilaian sebagai
         berikut :

         Objek Penilaian          : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
                                     kepemilikan langsung PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
         Cut Off Date             : 31 Juli 2025
         No. Laporan              : 00948/2.0171-00/BS/01/0395/1/IX/2025
         Tanggal                  : 22 September 2025


1.9.     Objek Penilaian dan Identitas Bentuk Kepemilikan

         Sesuai dengan penugasan yang diterima oleh TOPAZ, bahwa objek penilaian adalah
         32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri kepemilikan langsung PT Austindo Nusantara
         Jaya Tbk (“ANJT”) dengan susunan pemegang saham sebagai berikut.




                                                                                                Halaman - 5
Page 27
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Figur 1. Susunan Pemegang Saham

                                                                       Persentase          Jumlah Modal
                 Pemegang Saham              Jumlah Lembar Saham
                                                                       Kepemilikan          Disetor (Rp)
          PT Austindo Nusantara Jaya Agri             1.167.460.000             68%       1.167.460.000.000
          PT Austindo Nusantara Jaya Tbk               549.393.000               32%        549.393.000.000
                                                      1.716.853.000             100%      1.716.853.000.000


         Total jumlah saham yaitu 1.716.853.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp.1000,- per lembar saham.

         Berikut identitas objek penilaian:

          Nama Perusahaan           :      PT Permata Putera Mandiri
          Jenis Usaha               :      Bidang pertanian/perkebunan, industri pengolahan dan
                                           perdagangan besar
          Alamat                    :      Gedung Menara SMBC Lt.40
                                           Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6, Kuningan
                                           Timur, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, 12950
          Objek                     :      32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri kepemilikan
                                           langsung PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


1.10.    Jenis Mata Uang yang Digunakan

         Hasil penilaian dinyatakan dalam mata uang Rupiah.


1.11.    Dasar Nilai

         Nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar.

         Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
         penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
         berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas
         ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing
         bertindak atas dasar pemahaman uang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan.
         (SPI 101-3.1).


1.12.    Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam penilaian ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
        memadai diantaranya dengan melakukan wawancara via zoom dengan pihak manajemen
        PT Permata Putera Mandiri (PPM). Dari hasil tersebut diperoleh informasi sebagai berikut :

         •    PT Permata Putera Mandiri (PPM) merupakan Perusahaan beroperasi sampai
              dengan tanggal penilaian.


                                                                                                Halaman - 6
Page 28
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         •       Laporan keuangan historis yang digunakan merupakan laporan yang telah di audit
                 untuk periode Laporan tahun 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024 dan laporan per 31
                 Juli 2025.
         •       Legalitas yang disampaikan kepada kami melalui email, merupakan benar milik PT
                 Permata Putera Mandiri (PPM).
         •       Tujuan dari penilaian adalah hanya untuk memberikan pendapat mengenai Nilai
                 Pasar dalam rangka rencana jual beli untuk keperluan keterbukaan informasi pada
                 perusahaan terbuka dan bukan untuk kepentingan lain.
         •       Kepemilikan yang akan dinilai adalah Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM).
         •       Asumsi yang KJPP gunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan bersumber dari
                 manajemen PPM.


1.13.    Pelaksana Investigasi

         No. Surat Tugas             : 0986/ST/KJPP-TOPAZ/IX/2025
         Tanggal                     : 11 September
         Pelaksana Inspeksi          : Mery Ganis Siam melalui Penilai Aset.

         Dalam penilaian ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
         memadai di antaranya dengan melakukan wawancara, baik dengan manajemen ataupun
         pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang terkait. Berikut adalah pihak yang
         diwawancarai dalam hubungannya dengan Objek Penilaian, yaitu :

             •    Kondisi kebun dalam tahap perbaikan, dan masih memerlukan perawatan lebih
                  lanjut. Perbaikan dari sisi infrastruktur kebun, akses panen, pembersihan pasar
                  pikul, piringan, sanitasi, pemupukan dan lainnya.
             •    TBS di pohon masih ada dan cadangan produksinya hingga akhir tahun 2025.
             •    Pada tahun sebelumnya, tanaman mengalami penyakit, berikut beberapa kondisi
                  pohon kelapa sawit, dimana PPM mengalami kendala pada hama penyakit (Foto
                  diperoleh dari manajemen) :




                                                                                                Halaman - 7
Page 29
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk




           •    Berikut hasil survei dari tim KJPP :

                                                                                      Kondisi kebun
                                                                                      dengan pasar
                                                                                      pikul/jalan panen
                                                                                      yang terawat




                                                                                      Jalan koleksi
                                                                                      (collection road)
                                                                                      dengan lebar
                                                                                      sekitar 6-7 meter




                                                                                                Halaman - 8
Page 30
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                                                                      Jalan akses kebun
                                                                                      dengan lebar 8-9
                                                                                      meter




1.14.    Sumber dan Data Informasi yang Dapat Dihandalkan

        Penilai akan menggunakan sumber data dan informasi yang relevan digunakan dalam
        proses penilaian tanpa verifikasi dan harus disetujui oleh pemberi tugas dan dituliskan
        dalam lingkup penugasan. Data dan informasi yang digunakan adalah kredibel, dan
        berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya adalah data dan
        informasi yang dipublikasi, data riset atau data yang diperoleh dari pemerintah.

         •    Laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan
              Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00195/2.1005/AU.1/01/1547-
              3/I/IV/2021 tanggal 16 April 2021 yang ditanda tangani oleh Beatrice
              Tanuwijaya,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.1547 dengan opini wajar tanpa
              modifikasian;
         •    Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan
              Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00063/2.1005/AU.1/01/1554-
              1/I/III/2022 tanggal 16 Maret 2022 yang ditanda tangani oleh Erwin Marcellino
              Irawan,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.1554 dengan opini wajar tanpa
              modifikasian;
         •    Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan
              Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00183/2.1005/AU.1/01/1547-
              2/I/IV/2023 tanggal 19 April 2023 yang ditanda tangani oleh Erwin Marcellino
              Irawan,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.1554 dengan opini wajar tanpa
              modifikasian;
         •    Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan
              Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00188/2.1005/AU.1/01/0854-
              1/I/IV/2024 tanggal 5 April 2024 yang ditanda tangani oleh Susanto,S.E.,CPA No. Izin
              Akuntan Publik No.AP.0854 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
         •    Laporan keuangan per 31 Desember 2024 yang telah di audit oleh Kantor Akuntan
              Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00174/2.1005/AU.1/01/0854-
              2/I/IV/2025 tanggal 4 April 2025 yang ditanda tangani oleh Susanto,S.E.,CPA No. Izin
              Akuntan Publik No.AP.0854 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
         •    Laporan keuangan per Laporan keuangan per 31 Juli 2025 yang telah di audit oleh
              Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo dan Rekan dengan No.
              00389/2.0946/AU.1/01/1931-1/1/IX/2025 tanggal 19 September 2025 yang ditanda



                                                                                                Halaman - 9
Page 31
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


              tangani oleh Wikanto Artadi, S.E., Ak., CMA., CPA No. Izin Akuntan Publik No. AP.
              1931 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
         •    Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120217012754 dikeluarkan tanggal 25 Oktober
              2018 atas nama PT Permata Putera Mandiri, yang dikeluarkan oleh Menteri Investasi
              dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
         •    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 02.626.497.8-018.000, atas nama PT
              Permata Putera Mandiri, terdaftar pada KPP Pratama Jakarta Setiabudi Tiga.
         •    Data legalitas perusahaan lainnya.

        Dalam melakukan penilaian ini, TOPAZ juga menggunakan informasi yang beberapa
        sumber informasi relevan yang tidak perlu melakukan verifikasi :

         •    Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
              terkait seperti Bank Indonesia;
         •    Data statistik dari Badan Pusat Statistik;
         •    Data Lainnya yang diperoleh baik melalui website resmi maupun berita yanh berkaitan
              dengan objek penilaian.


1.15.    Premis Nilai yang Digunakan

         Premis yang dapat digunakan dalam Penilaian Ekuitas PT Permata Putera Mandiri adalah
         sebagai berikut :

             1. Going Concern
                Nilai dalam penggunaan, sebagai bagian dari usaha yang berjalan. Pada premis ini
                diasumsikan bahwa aset yang akan dinilai dan dijual adalah aset yang sudah terakit
                dan terpasang sebagai bagian dari perusahaan yang beroperasi dalam
                menghasilkan pendapatan (income producing business enterprise). Premis ini
                mempertimbangkan atau merefleksikan adanya hubungan yang bersifat sinerjik
                dalam peningkatan nilai (value enhancement) aset secara keseluruhan antara aset
                berwujud dan semua aset tak berwujud.
             2. Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (HBU)
                Dalam premis ini, penggunaan dari perspektif pelaku pasar akan menghasilkan nilai
                tertinggi dari aset. Meskipun konsep ini terutama diterapkan pada aset non-
                keuangan karena umumnya aset keuangan tidak memiliki penggunaan alternatif,
                terdapat situasi dimana HBU dari aset keuangan perlu dipertimbangkan.
             3. Penggunaan Saat Ini
                Premis Nilai Penggunaan Saat Ini adalah cara saat ini dimana aset, kewajiban, atau
                sekelompok aset dan/atau kewajiban digunakan. Penggunaan saat ini mungkin, tapi
                tidak selalu, merupakan penggunaan tertinggi dan terbaik.
             4. Likuidasi Teratur
                Menjelaskan nilai dari sekelompok aset yang dapat direalisasikan dalam penjualan
                likuidasi, dalam periode waktu yang wajar untuk mendapatkan pembeli (atau
                beberapa pembeli), dimana penjual terpaksa untuk menjual secara apa adanya (as-

                                                                                                Halaman - 10
Page 32
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                is, where-is basis). Periode waktu yang wajar untuk mendapatkan pembeli dapat
                bervariasi tergantung kepada jenis aset dan kondisi pasar.
            5. Jual Paksa
                Istilah jual paksa sering digunakan dalam situasi dimana penjual terpaksa untuk
                menjual dan sebagai konsekuensinya, periode pemasaran yang layak tidak
                dimungkinkan dan pembeli tidak dapat melaksanakan uji tuntas yang seharusnya.

         Berdasarkan beberapa premis di atas dan berdasarkan informasi terkait keberadaan PT
         Permata Putera Mandiri yang didukung oleh pernyataan dan keyakinan manajemen PT
         Permata Putera Mandiri tentang kelangsungan usahanya, Penilaian Ekuitas PT Permata
         Putera Mandiri dilakukan atas dasar premis “value in use, as part of a going concern”.


1.16.    Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas serta Skenario Hipotesis yang Secara
         Langsung Mempengaruhi Penilaian

           1. Laporan Penilaian Bisnis bersifat non-disclaimer opinion.
           2. Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
               informasi yang disediakan oleh manajemen dan/atau data yang diperoleh dari
               informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami
               anggap relevan. TOPAZ telah melakukan penelaahan atas dokumen yang
               digunakan dalam proses penilaian, dengan menggunakan data dan informasi yang
               diperoleh dari sumber data yang dapat dipercaya.
           3. Penilai TOPAZ menggunakan proyeksi keuangan, dikarenakan Perusahaan
               beroperasi.
           4. Laporan ditujukan untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar dalam
               rencana transaksi jual beli per tanggal 31 Juli 2025 dan digunakan untuk
               kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan
               penilaian tersebut.
           5. Laporan ini disusun dengan mempertimbangkan pembatasan penilaian yang
               berlaku dan tidak digunakan untuk tujuan lainnya.
           6. TOPAZ tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan
               TOPAZ memberikan pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang
               dibahas dalam laporan ini.
           7. Pemberi Tugas telah membebaskan TOPAZ dari setiap klaim yang dapat dan akan
               timbul dari kesalahan ataupun kekurangan data dan atau informasi yang disediakan
               oleh Pemberi Tugas, manajemen PT Permata Putera Mandiri, konsultan atau pihak
               ketiga, kepada TOPAZ dalam penyusunan laporan ini.
           8. Manajemen menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
               penilaian ekuitas PT Permata Putera Mandiri telah diungkapkan seluruhnya kepada
               TOPAZ dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
           9. TOPAZ tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
               berkenaan dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
               dalamnya.
           10. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai
               dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
               No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di


                                                                                                Halaman - 11
Page 33
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


               Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
               Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
           11. TOPAZ menghasilkan laporan penilaian bisnis ini bersifat terbuka untuk publik.
           12. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan penilaian ini sebagaimana yang disebutkan
               dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi
               rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini.
               Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
               Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari TOPAZ serta
               Pemberi Tugas.
           13. Penilai TOPAZ bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
               analisa keuangan yang telah disesuaikan kondisi perusahaan saat ini, dimana PPM
               dalam keadaan beroperasi. Sehingga kami menggunakan pendekatan pendapatan
               dengan metode Discounted Cash Flow.
           14. TOPAZ bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir yang
               dihasilkan.
           15. TOPAZ telah memperoleh informasi atas status Objek Penilaian dari Pemberi
               Tugas, namun tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen
               yang terkait.
           16. TOPAZ tidak bertanggung jawab atas hal-hal yang menyangkut masalah hukum dari
               Objek Penilaian, selain itu kami tidak mengemukakan pendapat mengenai
               kepemilikan dari Objek Penilaian.
           17. Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh PT Permata Putera
               Mandiri atau wakilnya dalam rangka penugasan ini, telah diterima tanpa dilakukan
               verifikasi lebih lanjut dan dianggap lengkap dan benar dalam mencerminkan kondisi
               kegiatan usaha dan operasi PT Permata Putera Mandiri untuk masing-masing
               periode yang disajikan.
           18. TOPAZ tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
               PT Permata Putera Mandiri. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas
               berkenaan dengan aset-aset PT Permata Putera Mandiri, baik saat ini maupun di
               masa yang akan datang.
           19. TOPAZ berasumsi bahwa PT Permata Putera Mandiri telah dan akan memenuhi
               kewajiban berkenaan dengan perpajakan, retribusi, dan pungutan-pungutan lainnya
               sesuai dengan peraturan yang berlaku.
           20. TOPAZ tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan
               opini atau kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari PT
               Permata Putera Mandiri yang relevan dan signifikan pengaruhnya terhadap opini
               atau kesimpulan kami, yang tidak benar dan atau belum kami terima dari PT
               Permata Putera Mandiri;
           21. TOPAZ tidak bertanggung jawab atas setiap kerugian, biaya, atau pengeluaran
               apapun yang terjadi terkait penilaian ini. Kami bertanggung jawab hanya sebatas
               sesuai biaya jasa yang kami berikan;
           22. Tanda tangan Partner dan cap KJPP TOPAZ serta Barcode dari Kementerian
               Keuangan merupakan syarat mutlak sahnya Certificate of Appraisal ini dan laporan
               penilaian yang terlampir.




                                                                                                Halaman - 12
Page 34
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


1.17.    Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian (Controlling)

         Susunan dan komposisi kepemilikan saham PT Permata Putera Mandiri (“PPM”),
         berdasarkan Akta No. 773 tanggal 14 November 2023 yang dibuat oleh Notaris Kartika,
         S.H., M.Kn., adalah sebesar Rp2.500.000.000.000,- terdiri dari 2.500.000.000 lembar
         saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per lembar. Dari Modal Dasar perseroan tersebut
         telah ditempatkan dan disetor 85,84% atau sebesar Rp1.716.853.000.000,-seperti terlihat
         pada tabel berikut:

         Figur 2. Susunan Pemegang Saham PT Permata Putera Mandiri

                                                     Jumlah Lembar          Persentase            Jumlah Modal
                     Pemegang Saham
                                                        Saham               Kepemilikan            Disetor (Rp)
          PT Austindo Nusantara Jaya Agri              1.167.460.000                      68%   1.167.460.000.000
          PT Austindo Nusantara Jaya Tbk                  549.393.000                     32%     549.393.000.000
                                                        1.716.853.000                   100%    1.716.853.000.000


         Berdasarkan data pemegang saham diatas dimana PT Austindo Nusantara Jaya Agri
         merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sejumlah 68% .


1.18.    Tingkat Likuiditas Objek Penilaian

         PPM merupakan perusahaan tertutup dan tidak diperdagangkan di pasar modal, hal ini
         menunjukkan bahwa sahamnya tidak likuid.


1.19.    Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

         Dalam melakukan penilaian ekuitas PPM, TOPAZ tidak menggunakan hasil lainnya dari
         tenaga ahli karena bidang usaha yang dijalani PPM tidak memerlukan pendapat dari
         tenaga ahli lainnya.


1.20.    Uraian Penilai Properti dan Hasil Penilaian oleh Penilai Properti yang Digunakan

         Dalam melakukan penilaian 32,00% ekuitas PPM, TOPAZ menggunakan hasil dari
         penilaian aset yang dilakukan oleh penilai properti berizin KJPP Ruddy Barus Yenny dan
         Rekan dengan Penilai Publik Robintang Tua Simarmata, S.T., M.T., MAPPI (Cert.) dengan
         Nomor Ijin Penilaian Penilai Publik P-1.21.00593 dan nomor MAPPI 13-S-04431 atas nilai
         aset tetap yang berlokasi di Desa Atori, Desa Puragi, Desa Benawa, Kecamatan Kokoda
         Utara, Kecamatan Metamani, Kecamatan Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi
         Papua Barat Daya dengan nomor Laporan No. 00417/2.0144-02/PI/01/0593/1/IX/2025,
         tanggal 19 September 2025 dihasilkan nilai Pasar atas aset tersebut adalah sebesar
         Rp409.855.000.000,-.




                                                                                                Halaman - 13
Page 35
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


1.21.    Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
         Event)

         Sampai dengan tanggal penyelesaian Laporan penilaian ini, kami tidak mengetahui dan
         memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material
         terhadap hasil analisis penilaian.


1.22.    Uraian Mengenai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang Terkait dengan
         Objek Penilaian

         Peraturan perundang-undangan di Indonesia terkait Industri dan Perkebunan kelapa sawit
         mencakup sejumlah regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah
         Daerah. Beberapa peraturan yang relevan sebagai berikut:

           1) UU No. 39 Tahun 2014, tentang Perkebunan berisi Landasan hukum pengelolaan
               usaha perkebunan, termasuk sawit, dari hulu ke hilir.
           2) UU No. 3 Tahun 2014, tentang Perindustrian Mengatur kegiatan industri, termasuk
               industri pengolahan kelapa sawit (CPO, oleokimia, biodiesel).
           3) PP No. 26 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian Peraturan
               pelaksana sektor pertanian/perkebunan dari UU Cipta Kerja.
           4) Perpres No. 44 Tahun 2020 tentang Sertifikasi ISPO, berisi Wajib sertifikasi ISPO
               bagi semua pelaku usaha kelapa sawit.
           5) Permen Pertanian No. 38 Tahun 2020 tentang Fasilitasi Peremajaan Sawit Rakyat
               (PSR), Mendukung peremajaan tanaman sawit milik petani.
           6) UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,
               terkait kewajiban AMDAL/UKL-UPL untuk kegiatan industri dan perkebunan.
           7) Permen LHK No. P.38 Tahun 2019, terkait rencana usaha perkebunan dan industri
               sawit wajib AMDAL jika melewati batas tertentu.
           8) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (jo. UU Cipta Kerja), terkait
               mengatur hak-hak pekerja di perkebunan/industri sawit.
           9) UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, terkait aturan
               pajak untuk industri sawit dan hasil turunannya.
           10) Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Menetapkan harga acuan sawit
               (CPO dan minyak goreng).
           11) Permendag No. 22 Tahun 2022, terkait Tata cara ekspor minyak sawit dan produk
               turunannya (DMO & DPO).


1.23.    Hasil Identifikasi atas Aset Non Operasional, Kewajiban Non Operasional, dan
         Kelebihan atau Kekurangan Aset Operasional (Excess or deficient) yang Terkait dan
         Pengaruhnya terhadap Penilaian

         Berdasarkan hasil identifikasi atas aset non operasional, kewajiban non operasional, dan
         kelebihan atau kekurangan aset operasional tidak mempengaruhi terhadap penilaian.




                                                                                                Halaman - 14
Page 36
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


1.24.    Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan

         Manajemen PPM yang menjadi Objek Penilaian menyatakan bahwa seluruh informasi
         material yang menyangkut penilaian ekuitas ini telah diungkapkan seluruhnya kepada
         TOPAZ dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. Manajemen PPM
         menyatakan bahwa telah mempelajari, mengetahui, dan memahami semua asumsi
         dan data-data serta informasi yang digunakan dalam analisis dan penyusunan
         laporan ini.




                                                                                                Halaman - 15
Page 37
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                       BAB II
                                 DATA DAN INFORMASI

2.1.     Gambaran Umum Perusahaan

         PT Permata Putera Mandiri, didirikan di Jakarta, dengan akta No. 7 tanggal 14 Juni 2007
         dihadapan Notaris Darbi, S.H. di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahaan
         dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat
         Keputusan No W7-07403 HT.01.01-TH.2007 tertanggal 04 Juli 2007 dan Tambahan Berita
         Negara-RI No.88 pada tanggal 2 November 2007.

         Akta tersebut mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya dengan Akta No. 17,
         tanggal 14 April 2008, dihadapan Notaris Siti Endaryanti, S.H, Notaris yang bekedudukan
         di Bekasi. Akta perubahan ini memuat tentang penyesuaian UU No.40 Tahun 2007.
         Perubahan akta tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
         Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-
         32101.AH.01.02.Tahun 2008 pada tanggal 11 Juni 2008 dan Tambahan Berita Negara-RI
         No. 100 pada tanggal 12 Desember 2008.

         Perubahan Akta berikutnya yaitu berdasarkan Akta No. 432 tanggal 6 Desember 2021
         yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan
         ini memuat tentang Peningkatan Modal Dasar dan Modal Disetor. Akta perubahan ini telah
         mendapatkan Pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia No. AHU-0071047.AH.01.02.TAHUN 2021 dan dicatat di dalam sistem
         administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dengan Daftar Perseroan No. AHU-AH.01.03-0483903 pada tanggal 10
         Desember 2021.

         Perubahan Akta berikutnya yaitu berdasarkan Akta No. 773 tanggal 14 November 2023
         yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan
         ini memuat tentang Peningkatan Modal Disetor serta perubahan susunan pengurus
         perusahaan. Akta perubahan ini telah dicatat di dalam sistem administrasi Badan Hukum
         Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Daftar Perseroan
         No. AHU-AH.01.03-0143634 untuk Peningkatan Modal Disetor dan No. AHU-AH.01.09-
         0186634 untuk perubahan susunan pengurus perusahaan pada tanggal 20 November
         2023.
         Sedangkan akta perubahan yang terakhir adalah Akta No. 407 tanggal 06 Mei 2025 yang
         dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan ini
         memuat tentang perubahan susunan pengurus perusahaan. Perubahan akta tersebut
         telah diterima dan dicatat di dalam sistem administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Daftar Perseroan No. AHU-AH.01.09-
         0228083, pada tanggal 07 Mei 2025.

         PPM memiliki Kantor Pusat yang berdomisili di Gedung Menara SMBC Lt.40 Jl. DR. Ide
         Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6 Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan,
         12950.


                                                                                                Halaman - 1
Page 38
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


2.2.     Aktivitas Usaha

         Sesuai dengan Pasal 3 dalam Akta pendirian Perseroan Terbatas PT Permata Putera
         Mandiri ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang pertanian/perkebunan,
         industri pengolahan dan perdagangan besar.


2.3.     Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian (Controlling)

         PT PPM pada awal pendirian perusahaan, sebagaimana tertuang dalam Akta No. 7
         tanggal 14 Juni 2007 dihadapan Notaris Darbi, S.H. Modal Dasar perusahaan adalah
         sebesar Rp100.000.000,- terdiri dari 100.000 lembar saham dengan nilai nominal
         Rp1.000,- per lembar. Dari Modal Dasar perseroan tersebut telah ditempatkan dan disetor
         25% atau sebesar Rp25.000.000,-.

         Selanjutnya, Modal Dasar perusahaan tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan,
         dan yang terakhir komposisi modal dasar perusahaan sesuai dengan Akta No. 773 tanggal
         14 November 2023 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., adalah sebesar
         Rp2.500.000.000.000,- terdiri dari 2.500.000.000 lembar saham dengan nilai nominal
         Rp1.000,- per lembar. Dari Modal Dasar perseroan tersebut telah ditempatkan dan disetor
         85,84% atau sebesar Rp1.716.853.000.000,-seperti terlihat pada tabel berikut:

         Figur 3. Susunan Pemegang Saham PPM

                                                     Jumlah Lembar          Persentase            Jumlah Modal
                       Pemegang Saham
                                                        Saham               Kepemilikan            Disetor (Rp)
          PT Austindo Nusantara Jaya Agri              1.167.460.000                      68%   1.167.460.000.000
          PT Austindo Nusantara Jaya Tbk                  549.393.000                     32%    549.393.000.000
                                                        1.716.853.000                   100%    1.716.853.000.000

         Total jumlah saham yaitu 1.716.853.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp.1000,- per lembar saham.


2.4.     Susunan Kepengurusan

         Susunan pengurus perusahaan saat ini sesuai akta perubahan perusahaan terakhir nomor
         407 tanggal 06 Mei 2025 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., adalah sebagai
         berikut:

         Direksi
         Direktur Utama              : Isen Henry Tjong
         Direktur                    : Sikin

         Dewan Komisaris
         Komisaris                   : Hilman Lukito




                                                                                                Halaman - 2
Page 39
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


2.5.     Kinerja Keuangan Historis Perusahaan

         Untuk melihat kinerja keuangan, laba rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama
         beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis kinerja keuangan historis PPM didasarkan
         atas laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024, serta
         laporan keuangan audit per 31 Juli 2025. Berikut profil keuangan PPM:

         Tinjauan Laba Rugi

         Figur 4. Ikhtisar Laba Rugi (dalam ribuan rupiah)

                          31Des20         31Des21         31Des22         31Des23         31Des24         31Jul25
                           (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)        (Audit)

          Pendapatan       21.009.061      72.030.795     109.589.997     121.957.084      69.753.629      65.082.105
          Beban pokok
                          (68.740.291)   (136.524.794)   (183.591.285)   (239.623.596)   (195.658.526)   (101.804.238)
          pendapatan
          Laba Bruto      (47.731.230)    (64.493.999)    (74.001.288)   (117.666.512)   (125.904.897)    (36.722.133)
          Laba
          Sebelum         (62.569.428)    (78.144.110)    (89.663.159)   (164.732.238)   (178.115.115)    (63.607.132)
          Pajak
          Beban pajak
                            (544.034)        (211.707)        (21.695)      1.788.914         163.689         409.141
          penghasilan
          Laba Bersih
          Tahun           (63.113.462)    (78.355.817)    (89.684.854)   (162.943.324)   (177.951.426)    (63.197.991)
          Berjalan
         Sumber: Laporan Keuangan PPM

         Pendapatan
         Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp21.009.061 ribu pada 31 Desember 2020.
         Pada tahun berikutnya, pendapatan meningkat menjadi Rp72.030.795 ribu dan terus
         bertambah menjadi Rp109.589.997 ribu pada 31 Desember 2022. Pada 31 Desember
         2023, pendapatan tercatat sebesar Rp121.957.084 ribu, kemudian menurun menjadi
         Rp69.753.629 ribu pada 31 Desember 2024, dan menjadi Rp65.082.105 ribu pada 31 Juli
         2025.

         Beban Pokok Pendapatan
         Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp68.740.291 ribu pada 31 Desember 2020.
         Nilai ini meningkat menjadi Rp136.524.794 ribu pada 2021, lalu menjadi Rp183.591.285
         ribu pada 2022. Pada 31 Desember 2023, beban pokok pendapatan sebesar
         Rp239.623.596 ribu, kemudian tercatat sebesar Rp195.658.526 ribu pada 31 Desember
         2024, dan Rp101.804.238 ribu pada 31 Juli 2025.

         Laba Bruto
         Laba bruto menunjukkan nilai negatif sepanjang periode. Pada 31 Desember 2020, tercatat
         sebesar Rp(47.731.230) ribu, kemudian Rp(64.493.999) ribu pada 2021, dan
         Rp(74.001.288) ribu pada 2022. Selanjutnya, laba bruto tercatat sebesar Rp(117.666.512)
         ribu pada 31 Desember 2023, Rp(125.904.897) ribu pada 31 Desember 2024, dan
         Rp(36.722.133) ribu pada 31 Juli 2025.




                                                                                                         Halaman - 3
Page 40
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Laba Sebelum Pajak
         Laba sebelum pajak juga mencatat nilai negatif sepanjang periode. Tercatat sebesar
         Rp(62.569.428) ribu pada 2021, Rp(78.144.110) ribu pada 2022, dan Rp(89.663.159) ribu
         pada 31 Desember 2023. Pada 31 Desember 2024, laba sebelum pajak sebesar
         Rp(164.732.238) ribu, dan Rp(178.115.115) ribu pada 31 Juli 2025. Pada periode terakhir,
         tercatat sebesar Rp(63.607.132) ribu.

         Beban Pajak Penghasilan
         Beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp544.034 ribu pada 2021, Rp211.707 ribu pada
         2022, dan Rp21.695 ribu pada 31 Desember 2023. Selanjutnya, tercatat sebesar
         Rp1.788.914 ribu pada 31 Desember 2024, Rp163.689 ribu pada 31 Juli 2025, dan
         Rp409.141 ribu pada periode yang sama.

         Laba Bersih Tahun Berjalan
         Laba bersih tahun berjalan juga menunjukkan angka negatif di seluruh periode. Pada 2021,
         tercatat sebesar Rp(63.113.462) ribu, lalu Rp(78.355.817) ribu pada 2022, dan
         Rp(89.684.854) ribu pada 31 Desember 2023. Kemudian, tercatat sebesar
         Rp(162.943.324) ribu pada 31 Desember 2024, Rp(177.951.426) ribu pada 31 Juli 2025,
         dan Rp(63.197.991) ribu pada periode terakhir.

         Tinjauan Posisi Keuangan

         Figur 5. Posisi Keuangan (dalam ribuan rupiah)

                             31Des20         31Des21         31Des22         31Des23        31Des24        31Jul25
                              (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)        (Audit)       (Audit)

           Aset
           Aset Lancar
          Kas dan setara
                             13.710.954      118.092.019      23.906.352       5.242.645      2.683.784     24.760.442
          kas
          Piutang usaha
          dan piutang         9.324.679        6.933.396      11.620.001      15.939.647      8.782.727     50.218.802
          lain-lain
          Persediaan         11.157.578       21.890.919      19.032.540      12.676.461      8.589.409     14.561.176
          Pajak              71.716.773       74.336.666      73.248.685      69.019.057     51.471.573     51.677.978
          Biaya dibayar
          dimuka
                              2.750.020          790.449         586.798         477.425       397.217        238.900
          dengan uang
          muka


          Jumlah Aset
                            108.660.004      222.043.449     128.394.376     103.355.235     71.924.710    141.457.298
          Lancar


          Aset Tidak
          Lancar
          Tanaman
                           1.187.798.584    1.219.090.769   1.234.066.731        974.508    958.181.861    924.431.943
          Produktif
          Aset tetap        192.010.241      214.979.877     233.822.235    1.016.038.861   255.701.327    252.891.588
          Aset hak-guna         614.505          363.862         128.325     256.372.342        19.949        294.187
          Aset tak
                                209.922                 -        162.367         149.745        80.089         56.092
          berwujud
          Piutang lain-
                                        -               -               -        136.116
          lain




                                                                                                          Halaman - 4
Page 41
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                               31Des20         31Des21         31Des22         31Des23         31Des24          31Jul25
                                (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)

          Uang muka            15.096.470        9.124.389       5.865.100       3.652.584
          Piutang
                                                                                               183.532.887     177.238.841
          Plasma
          Aset pajak
                                          -               -               -    164.313.745       1.059.686       1.026.057
          tangguhan
          Uang muka
          proyek
                                2.339.676        2.362.681       2.387.254
          perkebunan
          plasma
          Jumlah Aset
                             1.398.069.398    1.445.921.578   1.476.432.012   1.441.637.901   1.398.575.799   1.355.938.708
          Tidak Lancar
          Jumlah Aset        1.506.729.402    1.667.965.027   1.604.826.388   1.544.993.136   1.470.500.509   1.497.396.006


          Liabilitas dan
          Ekuitas
          Liabilitas
          Liabilitas
          Jangka
          Pendek
          Utang pajak             537.828          470.365         387.395         485.735         445.581         242.384
          Utang usaha
          dan utang lain-      25.476.083       17.087.919      11.433.483      33.585.227      31.214.265      34.421.251
          lain
          Biaya masih
                                8.043.036       10.358.720       9.228.026       9.705.489       9.362.569       7.865.439
          harus dibayar
          Liabilitas sewa
          yang jatuh
                                  244.365      114.870.422      43.641.294          67.427                -         64.584
          tempo dalam
          satu
          Utang dan
                               46.424.793          159.710          61.491      51.600.000     126.600.000     583.446.047
          pinjaman


          Jumlah
          Liabilitas
                               80.726.105      142.947.136      64.751.689      95.443.878     167.622.415     626.039.705
          Jangka
          Pendek


          Liabilitas
          Jangka
          Panjang
          Utang dan
                              520.872.978      473.087.561     359.347.033     381.831.386     403.347.495                -
          pinjaman
          Liabilitas sewa         184.293          128.917          67.427                -                        106.731
          Liabilitas pajak
                                  251.144          444.739         763.840                -
          tangguhan
          Kewajiban
          imbalan pasca         5.482.620        4.897.037       5.541.477       6.764.744       6.250.541       6.097.682
          kerja


          Jumlah
          Liabilitas
                              526.791.035      478.558.254     365.719.777     388.596.130     409.598.036       6.204.413
          Jangka
          panjang
          Jumlah
                              607.517.140      621.505.390     430.471.466     484.040.008     577.220.451     632.244.118
          Liabilitas


          Ekuitas
          Modal saham        1.034.740.000    1.373.482.000   1.569.694.000   1.716.853.000   1.716.853.000   1.716.853.000
          Tambahan
                                  970.172          970.172         970.172         970.172         970.172         970.172
          modal disetor



                                                                                                              Halaman - 5
Page 42
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                             31Des20           31Des21          31Des22          31Des23            31Des24              31Jul25
                              (Audit)           (Audit)          (Audit)          (Audit)            (Audit)             (Audit)
          Uang muka
                            192.234.609        104.004.158      124.317.858       26.521.110         36.521.110          70.021.110
          setoran modal
          Akumulasi
                           (328.732.519)      (431.996.693)   (520.627.108)     (683.391.154)     (861.064.224)        (922.692.394)
          defisit


          Jumlah
                            899.212.262      1.046.459.637    1.174.354.922    1.060.953.128        893.280.058         865.151.888
          Ekuitas
          Jumlah
          Liabilitas dan   1.506.729.402     1.667.965.027    1.604.826.388    1.544.993.136      1.470.500.509    1.497.396.006
          Ekuitas
         Sumber: Laporan Keuangan PPM

         Total aset perusahaan menunjukkan tren yang berfluktuasi sepanjang periode 2020 hingga
         Juli 2025. Pada tahun 2020, total aset tercatat sebesar Rp1.506.729.402 ribu, naik cukup
         signifikan menjadi Rp1.667.965.027 ribu di tahun 2021. Setelah itu, aset perusahaan
         mengalami penurunan bertahap yaitu Rp1.604.826.388 ribu di 2022, Rp1.544.993.136 ribu
         di 2023, dan Rp1.470.500.509 ribu di 2024. Per Juli 2025, total aset sedikit membaik
         menjadi Rp1.497.396.006 ribu, meskipun masih lebih rendah dibandingkan posisi tertinggi
         di tahun 2021.

         Dari sisi liabilitas, total kewajiban perusahaan pada 2020 mencapai Rp607.517.140 ribu,
         meningkat tipis menjadi Rp621.505.390 ribu di 2021, lalu turun tajam ke Rp430.471.466
         ribu pada 2022. Namun, kewajiban kembali naik di 2023 sebesar Rp484.040.008 ribu,
         meningkat lagi menjadi Rp577.220.451 ribu di 2024, dan melonjak tajam hingga
         Rp632.244.118 ribu per Juli 2025. Kenaikan besar pada 2025 terutama berasal dari liabilitas
         jangka pendek, yang menunjukkan adanya tambahan utang atau kebutuhan pendanaan
         baru.

         Ekuitas perusahaan pada periode yang sama sempat memperlihatkan tren meningkat. Dari
         posisi Rp899.212.262 ribu di 2020, ekuitas naik menjadi Rp1.046.459.637 ribu di 2021, dan
         mencapai puncaknya Rp1.174.354.922 ribu di 2022. Namun setelah itu, ekuitas mulai
         menurun yaitu Rp1.060.953.128 ribu di 2023, Rp893.280.058 ribu di 2024, hingga turun lagi
         menjadi Rp865.151.888 ribu per Juli 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh akumulasi defisit
         yang terus bertambah meskipun terdapat tambahan modal dari pemegang saham.

         Rasio Keuangan

         Figur 6. Rasio Keuangan

                                           31Des20        31Des21      31Des22          31Des23         31Des24            31Jul25
                                            (Audit)        (Audit)      (Audit)          (Audit)         (Audit)           (Audit)
          RASIO LIKUIDITAS (x)
          Rasio Lancar                          1,35           1,55            1,98              1,08           0,43               0,23
          Rasio Kas                             0,17           0,83            0,37              0,05           0,02               0,04


          RASIO AKTIVITAS (x)
          Rasio Perputaran
                                              59,24           58,53           37,84             19,31          16,02           52,21
          Persediaan (hari)



                                                                                                                   Halaman - 6
Page 43
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                    31Des20      31Des21      31Des22      31Des23      31Des24       31Jul25
                                     (Audit)      (Audit)      (Audit)      (Audit)      (Audit)      (Audit)
          Rasio Perputaran
                                       162,00        35,13        38,70        47,71       45,96        281,64
          Piutang Usaha (hari)
          Rasio Perputaran Utang
                                       135,27        45,68        22,73        51,16       58,23        123,41
          Usaha (hari)

          RASIO
          SOLVABILITAS
          Rasio Liabilitas
                                      40,32%       37,26%       26,82%       31,33%       39,25%       42,22%
          terhadap Aset
          Rasio Liabilitas
                                      67,56%       59,39%       36,66%       45,62%       64,62%       73,08%
          terhadap Ekuitas

          RASIO
          PROFITABILITAS
          Marjin Laba Kotor          -227,19%     -89,54%      -67,53%       -96,48%    -180,50%       -56,42%
          Marjin Laba Usaha          -297,82%    -108,49%      -81,82%      -135,07%    -255,35%       -97,73%
          Marjin Laba Bersih      -300,41% -108,78%            -81,84%      -133,61%    -255,11%       -97,11%
          Rasio Pengembalian
                                    -4,19%       -4,70%          -5,59%      -10,55%     -12,10%        -3,46%
          Aset
          Rasio Pengembalian
                                    -7,02%       -7,49%          -7,64%      -15,36%     -19,92%        -5,84%
          Ekuitas
         Sumber: Laporan Keuangan PPM, Diolah oleh TOPAZ

           1. Rasio Likuiditas
              Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
              memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang
              dapat digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Berikut
              jenis-jenis Rasio Likuiditas PPM:

               •    Rasio Lancar, menunjukkan kemampuan perusahaan menggunakan aset
                    lancar untuk menutup kewajiban lancar. Pada 2020, rasio lancar sebesar 1,35
                    kali, menandakan posisi likuiditas yang sehat. Rasio ini meningkat hingga
                    mencapai puncak 1,98 kali pada 2022, namun kemudian turun drastis ke 0,43
                    kali pada 2024, mengindikasikan aset lancar tidak cukup untuk menutup
                    kewajiban lancar. Pada Juli 2025, rasio ini semakin menurun ke 0,23 kali,
                    menandakan likuiditas semakin ketat..
               •    Rasio Kas mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban lancar
                    hanya dengan kas dan setara kas. Rasio ini meningkat tajam dari 0,17 kali pada
                    2020 ke 0,83 kali pada 2021, lalu menurun drastis hingga 0,02 kali pada 2024,
                    dan sedikit naik ke 0,04 kali pada Juli 2025. Hal ini mencerminkan posisi kas
                    yang sangat terbatas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.

           2. Rasio Aktivitas
              Rasio Aktivitas adalah rasio yang megukur seberapa efektif suatu perusahaan dalam
              mengelola aset, dalam rangka untuk meraih manfaat ekonomis. Berikut jenis-jenis
              Rasio Aktivitas PPM:



                                                                                                   Halaman - 7
Page 44
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


              •   Perputaran Persediaan Rasio ini menunjukkan rata-rata hari yang dibutuhkan
                  perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi penjualan. Menurun dari 59 hari
                  pada 2020 menjadi 16 hari pada 2024, menandakan peningkatan efisiensi
                  pengelolaan persediaan. Namun, pada Juli 2025, perputaran persediaan naik
                  tajam ke 52 hari, yang menunjukkan kemungkinan penumpukan persediaan atau
                  penurunan penjualan.
              •   Perputaran Piutang Usaha Rasio ini mengukur rata-rata waktu yang dibutuhkan
                  perusahaan untuk menagih piutang. Sangat berfluktuasi, dari 162 hari pada 2020
                  turun drastis ke kisaran 35-48 hari pada 2021-2024, mencerminkan perbaikan
                  penagihan. Namun, pada Juli 2025 rasio ini meningkat tajam menjadi 282 hari,
                  menandakan masalah serius dalam pengumpulan piutang.
              •   Perputaran Utang Usaha Rasio ini menunjukkan rata-rata hari yang dibutuhkan
                  perusahaan untuk membayar kewajiban kepada pemasok. Menurun dari 135 hari
                  pada 2020 menjadi 23 hari pada 2022, artinya pembayaran ke pemasok menjadi
                  lebih cepat. Namun, sejak 2023 meningkat kembali hingga mencapai 123 hari
                  pada Juli 2025, mengindikasikan perusahaan menunda pembayaran sebagai
                  upaya menjaga likuiditas.

           3. Rasio Solvabilitas
              Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana
              aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang
              yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Berikut jenis-jenis
              Rasio Solvabilitas PPM:

              •   Rasio Utang terhadap Aset Rasio ini menggambarkan proporsi aset perusahaan
                  yang didanai dengan utang. Menurun dari 40,32% pada 2020 ke titik terendah
                  26,82% pada 2022, menunjukkan pengurangan beban utang relatif terhadap aset.
                  Namun, rasio ini kembali meningkat menjadi 39,25% pada 2024 dan mencapai
                  42,22% pada Juli 2025, menandakan ketergantungan perusahaan terhadap utang
                  mulai meningkat.
              •   Rasio Utang terhadap Ekuitas Rasio ini membandingkan total utang dengan
                  modal sendiri. Turun dari 67,56% pada 2020 ke 36,66% pada 2022 akibat
                  peningkatan ekuitas dan pengurangan utang. Namun, rasio ini naik lagi menjadi
                  64,62% pada 2024 dan 73,08% pada Juli 2025, menunjukkan risiko keuangan
                  yang semakin meningkat karena penggunaan utang yang lebih tinggi dibanding
                  modal sendiri.

           4. Rasio Profitabilitas
              Rasio Profitabilitas merupakan merupakan rasio untuk menilai kemampuan
              perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu.
              Berikut jenis-jenis Rasio Profitabilitas PPM:

              •   Marjin Laba Kotor, mengukur efisiensi pengelolaan biaya pokok penjualan.
                  Negatif besar pada 2020 sebesar -227,19%, membaik menjadi -67,53% pada
                  2022, namun memburuk lagi pada 2024 menjadi -180,50%. Pada Juli 2025, marjin
                  ini kembali membaik menjadi -56,42%, menunjukkan efisiensi produksi mulai
                  meningkat meski masih rugi.



                                                                                                Halaman - 8
Page 45
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


              •   Marjin Laba Usaha dan Laba Bersih, menunjukkan pola serupa, dari negatif
                  ekstrim pada 2020 (-297,82% dan -300,41%), membaik pada 2022 (sekitar -
                  81,8%), lalu memburuk lagi pada 2024, dan sedikit membaik pada Juli 2025
                  menjadi sekitar -97%.
              •   ROA dan ROE, ROA dan ROE menunjukkan nilai negatif sepanjang periode,
                  dengan kerugian terdalam pada 2024 (ROA -12,10%, ROE -19,92%). Pada Juli
                  2025, keduanya membaik menjadi masing-masing -3,46% dan -5,84%,
                  menandakan perbaikan efisiensi penggunaan aset dan modal, meskipun masih
                  belum mencapai profitabilitas positif.


2.6.     Informasi Perpajakan

         Berdasarkan Laporan Keuangan audit PPM per 31 Juli 2025, utang pajak sebesar
         Rp242.384 ribu.

2.7.     Kompensasi bagi Pemegang Saham

         Sampai per 31 Juli 2025, PPM belum membagikan dividen.


2.8.     Informasi mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan untuk Karyawan
         Kunci

         Saat ini, PPM menyediakan fasilitas asuransi dari BPJS.


2.9.     Perjanjian–Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga

         Berdasarkan informasi dari manajemen, PPM tidak memiliki perjanjian penting dengan
         pihak ketiga.


2.10.    Informasi Non-Keuangan yang Relevan Mengenai Objek Penilaian

         Sejarah Pendirian PPM

         PT Permata Putra Mandiri (PPM) adalah anak perusahaan dari PT Austindo Nusantara
         Jaya Tbk (ANJT). PPM bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan memiliki
         perkebunan seluas 3.530 hektar di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Selain
         itu, PPM juga memiliki area plasma seluas 716 hektar. PPM juga terlibat dalam kegiatan
         rehabilitasi lingkungan, seperti rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

         Lokasi

         Lokasi Kantor Pusat :
          ▪ Nama Perusahaan                    : PT Permata Putera Mandiri (PT PPM)



                                                                                                Halaman - 9
Page 46
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


          ▪ Alamat Kantor Pusat                : Gedung Menara SMBC Lt.40 Jl. DR. Ide Anak
            (Head Office)                        Agung Gde Agung Kav.5.5-5.6 Kuningan Timur,
                                                 Setiabudi Kota Jakarta Selatan, 12950
         Lokasi perkebunan kelapa sawit PT Permata Putera Mandiri (PT PPM) secara administratif
         terletak di Desa Atori, Puragi, Benawa Distrik Kokoda Utara, Distrik Metamani Kabuparen
         Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya, dengan total lahan yang sudah dikuasai saat
         ini berdasarkan Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) adalah seluas 32.025,14 Ha. Secara
         Geografis terletak pada kordinat 1°52'30.6"S 132°21'37.8"E.
         Adapun batas wilayah perkebunan PT Permata Putera Mandiri, adalah sebagai berikut:
         •        Sebelah Utara               : PT Permata Putera Mandiri
         •        Sebelah Timur               : Areal Hutan Produksi
         •        Sebelah Selatan             : Areal Hutan Produksi
         •        Sebelah Barat               : Areal Hutan Produksi




         Produk/Jasa

         Produksi utama PT Permata Putera Mandiri (“PPM”) berasal dari kebun kelapa sawit yang
         menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS). Kebun PPM dikembangkan dengan
         memperhatikan kesesuaian lahan yang tergolong kelas S3 (cukup sesuai) dan
         menggunakan bibit unggul varietas Marihat, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dan
         ketahanan yang baik terhadap kondisi iklim tropis.

         Kebun PPM dirancang dengan tata kelola perkebunan berkelanjutan, mencakup
         pemeliharaan tanaman, pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, dan sistem
         panen yang terjadwal sehingga dapat mencapai potensi produksi optimal. Proyeksi
         produksi kebun pada periode tahun 2025–2030 difokuskan untuk menghasilkan TBS yang
         seluruhnya akan dijual kepada PT Putera Manunggal Perkasa (PMP). Selanjutnya, mulai
         tahun 2031, TBS yang dihasilkan akan diolah secara mandiri oleh PPM untuk



                                                                                                Halaman - 10
Page 47
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         menghasilkan Crude Palm Oil (CPO), Palm Kernel (PK), dan Crude Palm Kernel Oil
         (CPKO), sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar.

         Produk hasil olahan tersebut direncanakan dipasarkan kepada mitra strategis seperti PT
         Multi Nabati Suwalesi, PT Agro Makmur Raya, dan PT Bitung Manado Oil Ltd. (pabrik
         refinery di Bitung), serta PT Batara Elek Semesta Terpadu, PT Wilmar Nabati Indonesia,
         PT Energi Baharu Lestari, PT Eterindo Nusa Graha, dan PT Eco Prima Energi (pabrik
         refinery di Surabaya). Dengan model bisnis ini, kebun PPM berperan tidak hanya sebagai
         sumber bahan baku (TBS) tetapi juga sebagai basis produksi jangka panjang yang
         mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku untuk industri hilir minyak kelapa sawit.

         Pesaing

           Beberapa perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Papua antara lain :
          1. PT Tunas Sawa Erma: Memiliki perkebunan kelapa sawit yang luas di Papua,
             termasuk PT Papua Agro Lestari sebagai unit usahanya.
          2. PT Sinar Mas: Juga memiliki kegiatan perkebunan kelapa sawit di Papua.
          3. PT Merauke Sawit Jaya: Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa
             sawit di Merauke.
          4. PT Bumi Irian Perkasa: Perusahaan lain yang memiliki perkebunan kelapa sawit di
             Papua.
          5. PT Dongin Prabhawa: Memiliki pabrik kelapa sawit di Kabupaten Boven Digoel,
             Merauke.
          6. TSE Group: Memiliki beberapa anak perusahaan yang beroperasi di Papua, termasuk
             BCA, DP, dan GMM, yang semuanya bergerak di bidang kelapa sawit.
          7. PT IKS dan PT IKSJ: Anak usaha dari PT Ciliandry Anky Abadi, yang juga beroperasi
             di Papua Barat.

         Pasar Geografis

         Pasar geografis dari PPM adalah pabrik pengolahan hasil kelapa sawit yang berada di
         sekitar Papua.

         Strategi dan Rencana Masa Depan Perusahaan

         PPM merupakan perusahaan dari PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) sehingga visi
         misi ppm sesuai dengan ANJ yaitu :
         Visi :
          • Perusahaan pangan berbasis agribisnis berkelas dunia yang meningkatkan kualitas
                kehidupan manusia dan alam.
         Misi :
          • Berorientasi pada manusia dan alam: Manusia dan alam merupakan acuan yang
                memandu Perseroan dalam setiap aspek kegiatan bisnisnya.
          • Gigih mengupayakan keunggulan berstandar internasional: Berupaya memenuhi
                sekaligus melampaui standar lokal dan internasional dengan menerapkan tata kelola
                perusahaan yang baik.
          • Pertumbuhan berkelanjutan demi kesejahteraan: Mewujudkan kesejahteraan
                ekonomi yang luas tanpa mengorbankan sumber daya yang terbatas.


                                                                                                Halaman - 11
Page 48
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


          •   Integritas: Senantiasa bertindak tepat dalam segala situasi, terlepas dari siapapun
              yang mengawasi dan apapun akibatnya.

         Untuk mencapai visi tersebut, PPM merumuskan strategi dan rencana jangka panjang
         yang fokus pada peningkatan produktivitas kebun, optimalisasi rantai pasok,
         pengembangan industri hilir, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
          1. Peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional
              • Melaksanakan praktik agronomi terbaik dengan penerapan teknologi budidaya
                 modern dan penggunaan bibit unggul varietas Marihat yang sesuai dengan
                 karakteristik lahan kelas S3.
              • Meningkatkan efisiensi operasional, optimalisasi logistik, dan pengutan
                 kapasitan tenaga kerja.
          2. Pengembangan hilirisasi
              • Pada tahap awal (2025–2030), seluruh produksi Tandan Buah Segar (TBS)
                 dipasarkan ke PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) untuk diolah menjadi CPO,
                 Kernel, dan CPKO.
              • Mulai tahun 2031, PPM berencana membangun fasilitas pengolahan sendiri
                 sehingga dapat mengintegrasikan rantai nilai dari hulu ke hilir, meningkatkan
                 margin keuntungan, dan memperluas basis pelanggan.
          3. Ekspansi dan optimalisasi lahan
              • Memaksimalkan pemanfaatan lahan HGU (Hak Guna Usaha) yang telah dimiliki
                 dengan percepatan penanaman dan perawatan sehingga mencapai produksi
                 penuh sesuai kapasitas optimal.
              • Menjajaki potensi ekspansi berbasis kemitraan plasma bersama masyarakat
                 lokal sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan
                 ekonomi daerah.
          4. Keberlanjutan dan kepatuhan regulasi
              • Memastikan pengelolaan perkebunan sesuai dengan standar keberlanjutan
                 seperti RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian
                 Sustainable Palm Oil).
          5. Diversifikasi pasar dan produk
              • Mengkaji potensi diversifikasi produk berbasis kelapa sawit seperti oleokimia dan
                 energi terbarukan (biofuel) sebagai respons terhadap tren global.


2.11.    Analisis SWOT

         Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor internal
         yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol.
         Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan
         dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan
         (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman
         (opportunity and threat). Berikut adalah analisis SWOT untuk PPM yang bergerak dibidang
         Pertanian/Perkebunan, Pembangunan, Perdagangan Umum, Industri, Pengangkutan
         Darat dan Jasa:




                                                                                                Halaman - 12
Page 49
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         1. Analisis Kekuatan (Strength):

             a. PT PPM merupakan perusahaan swasta nasional dengan sumber permodalan
                yang cukup memadai, serta mempunyai pengalaman dalam industri perkebunan
                sehingga mampu untuk membangun dan mengelola kebun kelapa sawit beserta
                pabrik pengolahannya dengan baik.
             b. Tersedianya lahan perkebunan yang cukup luas.
             c. Kondisi tanah klimatologis mendukung untuk pengembangan tanaman
                perkebunan kelapa sawit.
             d. Tipe iklim di Papua Barat sangat cocok untuk pengembangan
                pertanian/perkebunan dan perkebunan kelapa sawit.

         2. Analisis Kelemahan (Weakness):

             a. Keterbatasan Prasarana dan infrastruktur di daerah perdesaan untuk distribusi
                tenaga kerja.
             b. Konflik lahan dengan masyarakat adat atau isu perizinan dapat memperlambat
                ekspansi dan meningkatkan risiko hukum atau reputasi.
             c. Ketersedian tenaga kerja sebagaian besar masih bergantung pada tenaga kerja
                yang berada di luar pulau Papua.

         3. Analisis Kesempatan (Opportunity):
             a. Peluang akan produk turunan sawit untuk pangan, kosmetik, dan biodiesel terus
                 meningkat, membuka peluang ekspor yang lebih luas.
             b. Adanya dukungan kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam
                 rangka meningkatkan produksi dan produktifitas perkebunan.
             c. Adanya Kebijakan Pemerintah tentang Energi Terbarukan yakni Program B35 dan
                 dukungan terhadap biodiesel menciptakan permintaan domestik yang stabil untuk
                 minyak sawit.
             d. Pemanfaatan teknologi pertanian/perkebunan berbasis data dan sensor (precision
                 agriculture) dapat meningkatkan hasil produksi dan efisiensi biaya.
             e. Dukungan pemerintah setempat dalam penyediaan lahan dan sosialisasi kepada
                 masyarakat dalam pembangunan kebun kelapa sawit.

         4. Analisis Ancaman (Threat):
            a. Ketidakstabilan pendapatan akibat fluktuasi harga CPO global.
            b. Hambatan ekspansi karena regulasi ketat dan moratorium izin baru.
            c. Ancaman reputasi akibat isu deforestasi dan tekanan NGO internasional.
            d. Tuntutan inovasi dan efisiensi karena persaingan dengan perusahaan besar
                 lainnya.


2.12.    Analisis Risiko

         Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha yang
         dilakukan oleh PPM tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang disebabkan oleh
         berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Berikut adalah beberapa
         risiko yang dapat dihadapi PPM:

                                                                                                Halaman - 13
Page 50
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk



           •    Risiko Regulasi
                Isu-isu terkait pelanggaran hak asasi manusia, ketenagakerjaan, dan lingkungan
                dapat merusak reputasi perusahaan di mata publik, investor, dan regulator.
                Tuduhan diskriminasi terhadap pekerja asli Papua dan ketidakpedulian terhadap
                kesejahteraan mereka dapat memperburuk citra perusahaan dan mempengaruhi
                hubungan dengan pemangku kepentingan.

           •    Risiko Persaingan
                Persaingan yang ketat dari perusahaan lain di sektor yang sama dapat
                mempengaruhi pangsa pasar dan profitabilitas PPM. Meliputi kompetisi domestik
                dan internasional, ancaman produk substitusi, tekanan sustainability dari pasar
                global, serta keterbatasan sumber daya dan teknologi.

           •    Risiko Ekonomi

                Perusahaan kelapa sawit menghadapi risiko ekonomi seperti fluktuasi harga CPO
                yang dipengaruhi pasar global, ketidakseimbangan kurs rupiah dan dolar AS, serta
                kenaikan biaya akibat inflasi domestik. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait
                ekspor dan agraria dapat menghambat operasional. Ketergantungan pada pasar
                ekspor menjadikan industri rentan terhadap hambatan perdagangan, sementara
                penurunan permintaan global akibat transisi energi dan krisis ekonomi juga
                berdampak negatif.

           •    Risiko Operasional
                Keterbatasan infrastruktur dan teknologi dapat memengaruhi kemampuan
                perusahaan untuk beroperasi secara efisien. Perusahaan berisiko menghadapi
                risiko operasional seperti fluktuasi harga CPO yang dapat memengaruhi
                pendapatan, meningkatnya biaya produksi, gangguan pasokan akibat bencana atau
                infrastruktur, serta dampak perubahan iklim terhadap hasil perkebunan.

           •    Risiko Sosial dan Lingkungan
                Sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, PPM beroperasi di wilayah sensitif
                secara ekologis. Kegiatan perkebunan dapat menyebabkan deforestasi, hilangnya
                keanekaragaman hayati, dan degradasi lahan. Jika tidak dikelola dengan baik,
                dampak lingkungan ini dapat menimbulkan konflik dengan masyarakat lokal dan
                organisasi lingkungan, serta berisiko terhadap reputasi perusahaan dan potensi
                sanksi hukum.

           •    Risiko Teknologi
                Keterlambatan dalam mengadopsi teknologi baru dan berkualitas serta Infrastruktur
                yang kurang memadai dapat menyebabkan gangguan operasional dan mengurangi
                efisiensi.




                                                                                                Halaman - 14
Page 51
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                           BAB III
             TINJAUAN EKONOMI MAKRO DAN INDUSTRI

3.1.     Tinjauan Ekonomi Makro

         Ketidakpastian perekonomian global makin tinggi didorong kebijakan tarif resiprokal
         Amerika Serikat (AS). Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta
         langkah retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan dari sejumlah negara lain meningkatkan
         fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia. Akibatnya,
         pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diprakirakan akan menurun dari 3,2%
         menjadi 2,9% dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan
         dampak perang tarif kedua negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi di negara maju dan
         negara berkembang lainnya juga diprakirakan akan melambat, dipengaruhi dampak
         langsung dari penurunan ekspor ke AS dan dampak tidak langsung dari penurunan volume
         perdagangan dengan negara-negara lain. Perang tarif dan dampak negatifnya terhadap
         penurunan pertumbuhan AS, Tiongkok, dan ekonomi dunia memicu peningkatan
         ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong perilaku risk aversion pemilik
         modal. Yield US Treasury menurun dan indeks mata uang dolar AS terhadap berbagai
         mata uang dunia (DXY) melemah, di tengah peningkatan ekspektasi penurunan Fed
         Funds Rate (FFR). Aliran modal dunia bergeser dari AS ke negara dan aset yang dianggap
         aman (safe haven asset), terutama ke aset keuangan di Eropa dan Jepang serta
         komoditas emas. Sementara itu, aliran keluar modal global dari negara berkembang masih
         berlanjut sehingga memberikan tekanan terhadap pelemahan mata uangnya.
         Memburuknya kondisi global tersebut memerlukan penguatan respons dan koordinasi
         kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal, mengendalikan stabilitas, dan mendorong
         pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

         Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan I 2025 masih terjaga di tengah
         peningkatan ketidakpastian global. Konsumsi rumah tangga tumbuh positif didukung
         keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang secara umum masih stabil.
         Belanja Pemerintah terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), belanja sosial, dan
         berbagai insentif lainnya, serta kenaikan permintaan musiman selama perayaan Idulfitri
         1446 H juga mendukung konsumsi rumah tangga. Investasi, khususnya nonbangunan,
         tetap menopang pertumbuhan ekonomi sebagaimana tecermin dari meningkatnya impor
         barang modal, terutama alat-alat berat. Ekspor nonmigas pada triwulan I 2025 meningkat
         terutama ditopang komoditas manufaktur, seperti mesin serta besi dan baja, ke negara-
         negara ASEAN. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi berbagai wilayah terindikasi tetap
         baik, terutama wilayah Kalimantan dan Jawa. Ke depan, kebijakan tarif resiprokal AS dan
         langkah retaliasi yang ditempuh Tiongkok dan kemungkinan dari negara lain dapat
         memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia memprakirakan
         pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7-
         5,5%, dipengaruhi dampak langsung kebijakan tarif AS yang menurunkan ekspor
         Indonesia ke AS dan dampak tidak langsung akibat penurunan permintaan ekspor dari
         mitra dagang lain Indonesia, terutama Tiongkok. Sehubungan dengan itu, berbagai
         kebijakan perlu diperkuat guna memitigasi dampak dari menurunnya prospek
         pertumbuhan ekonomi dunia, dengan mendorong permintaan domestik dan


                                                                                                Halaman - 1
Page 52
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         memanfaatkan peluang peningkatan ekspor. Bank Indonesia terus memperkuat bauran
         kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas dan turut mendorong
         pertumbuhan ekonomi, didukung dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran.
         Bank Indonesia terus mempererat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah
         Pusat dan Daerah, termasuk dukungan penuh terhadap implementasi berbagai program
         Pemerintah dalam Asta Cita.

         Figur 7. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




         Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2025

         Figur 8. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




         Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2025




                                                                                                Halaman - 2
Page 53
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


3.1.1. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

         Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mampu mendukung ketahanan
         eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Maret 2025 sebesar 4,3 miliar dolar
         AS, meningkat dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 3,1 miliar dolar
         AS. Aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dalam bentuk investasi
         portofolio sejak awal tahun 2025 hingga akhir Maret 2025 mencatat net inflows 1,6 miliar
         dolar AS. Pada April 2025 (hingga 21 April 2025), investasi portofolio mencatat net outflows
         2,8 miliar dolar AS akibat kuatnya dampak ketidakpastian global pascapengumuman tarif
         resiprokal AS. Perkembangan terkini menunjukkan tekanan outflows mulai berkurang
         terutama pada SBN, sejalan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, termasuk
         ketahanan eksternal yang terjaga baik. Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025
         tercatat tinggi sebesar 157,1 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor
         atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
         standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia memprakirakan
         NPI 2025 tetap baik ditopang defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit
         0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB dan surplus transaksi modal dan finansial yang
         berlanjut, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

         Figur 9. Neraca Pembayaran Indonesia




         Keterangan: *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
         Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2025.

3.1.2. Nilai Tukar Rupiah

         Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah
         ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret
         2025 tercatat Rp16.560 per dolar AS atau menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level
         akhir Februari 2025. Namun demikian, tekanan kuat terhadap nilai tukar Rupiah terjadi di


                                                                                                Halaman - 3
Page 54
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         pasar off-shore(Non Deliverable Forward/NDF) pada saat libur panjang pasar domestik
         dalam rangka Idulfitri 1446 H, akibat kebijakan tarif resiprokal AS. Bank Indonesia pada 7
         April 2025 melakukan intervensi di pasar off-shore NDF secara berkesinambungan di
         pasar Asia, Eropa, dan New York guna stabilisasi nilai tukar Rupiah dari tingginya tekanan
         global. Respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tecermin dari perkembangan
         Rupiah yang terkendali dan menguat menjadi Rp16.855 per dolar AS pada 22 April 2025,
         dibandingkan dengan level Rp16.865 per dolar AS pada hari pertama pembukaan pasar
         domestik pascalibur tanggal 8 April 2025. Pergerakan Rupiah masih sejalan dengan
         perkembangan mata uang regional dan berada dalam kisaran yang sesuai dengan
         fundamental ekonomi domestik dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ke depan, nilai
         tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga
         stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
         pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus memperkuat
         respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF dan
         strategi triple intervention pada transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh
         instrumen moneter juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter
         pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat
         efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan
         mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

3.1.3. Perkembangan Inflasi

         Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 tetap rendah dan mendukung
         stabilitas perekonomian. IHK pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,03% (yoy),
         dengan inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,48% (yoy), sejalan dengan konsistensi suku
         bunga kebijakan BI (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok
         volatile food (VF) tercatat sebesar 0,37% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan
         komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian
         Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
         (GNPIP). Sementara itu, kelompok administered prices tercatat deflasi sebesar 3,16%
         (yoy), tidak sedalam deflasi bulan sebelumnya sebesar 9,02% (yoy), terutama dipengaruhi
         oleh berakhirnya implementasi kebijakan diskon tarif listrik untuk rumah tangga dengan
         daya terpasang listrik < 2.200 VA. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi terkendali
         dalam sasaran 2,5±1% pada 2025 dan 2026. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring
         ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang memadai,
         imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Inflasi VF
         diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan
         Pemerintah Pusat dan Daerah.




                                                                                                Halaman - 4
Page 55
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Figur 10. Peta Inflasi Daerah Tahun 2024




         Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2025

3.1.4. Perkembangan Suku Bunga

         Penguatan respons kebijakan moneter terus dilakukan, termasuk optimalisasi strategi
         operasi moneter pro-market dalam rangka stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian
         sasaran inflasi. Sebagai upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta strategi
         mendorong aliran masuk modal asing ke pasar keuangan dalam negeri, instrumen
         moneter pro-market SRBI, SVBI, dan SUVBI terus dioptimalkan. Hingga 21 April 2025,
         total posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp881,86
         triliun, 1,40 miliar dolar AS, dan 277 juta dolar AS. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI
         per tanggal 21 April 2025 mencapai Rp209,90 triliun (23,80% dari total outstanding).
         Implementasi dealer utama (priMery dealer) sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan
         transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar,
         sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah
         dan pengendalian inflasi. Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN dari pasar
         sekunder untuk memperkuat operasi moneter yang mencerminkan sinergi erat antara
         kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah. Selama tahun 2025 (hingga 22
         April 2025), Bank Indonesia telah membeli SBN sebesar Rp80,98 trilliun, yaitu melalui
         pasar sekunder sebesar Rp54,98 trilliun dan pasar primer dalam bentuk Surat
         Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah, sebesar Rp26,00 trilliun. Ke depan,
         berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan akan dioptimalkan guna terus
         memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dan meningkatkan efektivitas
         transmisi kebijakan moneter.

         Transmisi kebijakan moneter tetap baik di tengah kenaikan risiko dari dinamika global.
         Sejalan dengan penurunan BI-Rate pada Januari 2025 dan operasi moneter yang
         ditempuh Bank Indonesia, suku bunga pasar uang (INDONIA) terus menurun menjadi
         5,77% pada 21 April 2025 dari semula sebesar 6,03% pada awal Januari 2025. Suku
         bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 16 April 2025 juga menurun, namun
         tetap menarik untuk aliran masuk modal asing, yakni dari masing-masing 7,16%; 7,20%;

                                                                                                Halaman - 5
Page 56
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         dan 7,27% pada awal Januari 2025 menjadi 6,59%; 6,61%; dan 6,64% per 16 April 2025.
         Imbal hasil SBN juga tetap menarik, meskipun untuk tenor 2 tahun menurun dari 6,96%
         menjadi 6,54%, sementara untuk tenor 10 tahun menurun dari 6,98% menjadi 6,94%.
         Adapun suku bunga perbankan tercatat rendah ditopang oleh kecukupan likuiditas
         perbankan sejalan dengan implementasi penguatan KLM serta publikasi transparansi
         SBDK. Likuiditas yang cukup tersebut mampu meningkatkan efisiensi pembentukan suku
         bunga perbankan sehingga mendukung penyaluran kredit perbankan. Pada Maret 2025,
         suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit tercatat masing-masing sebesar
         4,77% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level pada bulan sebelumnya.


3.2.     Tinjauan Industri

         Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dengan luas areal sebesar
         16,83 juta hektar dan produksi sebesar 46,82 juta ton pada tahun 2022. Sentra produksi
         kelapa sawit di Indonesia adalah di Provinsi Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat,
         Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi. Dengan kapasitas
         produksi yang cukup besar tersebut, menjadikan Indonesia juga eksportir CPO terbesar di
         dunia, yang menguasai pangsa lebih dari 55% total minyak kelapa sawit yang diekspor di
         dunia. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia terus bertumbuh setiap tahunnya hingga
         pada tahun 2023 mencapai 26,13 juta ton. Harga bulanan minyak sawit di Indonesia yang
         terlaporkan pada aplikasi SIPASBUN menunjukkan peningkatan pada tahun 2022,
         sedangkan pada tahun 2023 terpantau mengalami penurunan. Pola serupa juga terjadi
         pada harga dunia yang dipantau di pelelangan di Rotterdam. Penggunaan minyak goreng
         sawit untuk konsumsi langsung per kapita Rumah Tangga hasil survey SUSENAS-BPS
         menunjukkan pola meningkat. Apabila dikalikan dengan jumlah penduduk dan dikonversi
         menjadi wujud minyak kelapa sawit, maka konsumsi domestik dari komoditas ini mencapai
         4,39 juta ton pada tahun 2023. Proyeksi produksi minyak kelapa sawit menggunakan
         pendekatan model ARIMA menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit Indonesia akan
         meningkat sebesar 1,91% selama 5 tahun ke depan atau menjadi 51,45 juta ton pada
         tahun 2027. Dengan meningkatknya kapasitas produksi, peluang ekspor kelapa sawit
         Indonesia juga diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 0,11% menjadi 25,05 juta
         ton pada tahun 2027. Sementara, konsumsi domestik kelapa sawit Indonesia yang akan
         dialokasikan ke industri pengolahan seperti minyak goreng, margarin, kosmetik, biodiesel
         dan lain-lain juga diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 3,99% yakni dari 20,91
         juta ton pada tahun 2023 menjadi 26,40 juta ton pada tahun 2027.

         Industri Perkebunan di Indonesia

         Sub sektor perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam
         perekonomian Indonesia, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan
         rakyat, penerimaan devisa negara melalui ekspor, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam
         negeri, bahan baku industri dalam negeri, perolehan nilai tambah dan menyediakan
         lapangan kerja bagi kebanyakan masyarakat. Beberapa indikator makro mencerminkan
         keunggulan usaha tanaman perkebunan, diantaranya adalah PDB atas dasar harga
         berlaku sub sektor perkebunan tahun 2023 (Angka Sangat Sementara) yang mencapai
         Rp. 811,30 trilyun atau berkontribusi 41,98% terhadap total PDB Pertanian. Sementara
         sub sektor lainnya, yakni sub sektor tanaman pangan berkontribusi 24,41%, peternakan


                                                                                                Halaman - 6
Page 57
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         sebesar 16,84%, hortikultura sebesar 14,83%, serta jasa pertanian dan perburuhan
         sebesar 1,94%.

         Figur 11. Kontribusi PDB Harga Berlaku pada Sektor Pertanian, Peternakan, Perburuan
         dan Jasa Pertanian/Perkebunan, 2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Selama empat tahun terakhir, sumbangan PDB sub sektor perkebunan terhadap PDB
         Nasional terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data PDB harga konstan tahun 2023,
         sub sektor perkebunan memberikan nilai tambah sebesar Rp. 425.042,6,- milyar pada
         tahun 2021 dan terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 2023 (Angka Sangat
         Sementara) menjadi sebesar Rp. 439.499,0,- milyar.

         Figur 12. Perkembangan PDB Atas Dasar Harga Konstan Sub Sektor Perkebunan, 2021-
         2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024




                                                                                                Halaman - 7
Page 58
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Sub sektor perkebunan terbukti bisa menjadi andalan dalam perolehan nilai tambah. Hal
         ini tercermin dari PDB tahun 2021-2023 yang selalu tumbuh positif (year on year),
         sementara sub sektor tanaman pangan dan peternakan mengalami pertumbuhan negatif

         Figur 13. Pertumbuhan Year on Year PDB Menurut Sub Sektor, 2021-2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Pertumbuhan PDB triwulanan sub sektor perkebunan pada tahun 2021 hingga Triwulan I
         2022 cukup berfluktuatif. Pertumbuhan PDB triwulanan pada tahun 2023 cukup tinggi
         pada Triwulan I mencapai 4,68%, namun menurun di Triwulan II hingga hanya sebesar
         2,96%. Fenomena El-Nino yang terjadi pada tahun 2023, berdampak pada menurunnya
         perolehan nilai tambah komoditas perkebunan pada Triwulan III, yang ditandai dengan
         menurunnya PDB sebesar 1,09%, namun kembali meningkat pada Triwulan IV yang
         tumbuh sebesar 1,52%.

         Figur 14. Pertumbuhan Year on Year PDB Triwulanan Sub Sektor Perkebunan, 2021 –
         2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024


                                                                                                Halaman - 8
Page 59
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Ekspor – Impor Perkebunan

         Selama periode tahun 2021-2023, hanya neraca perdagangan sub sektor perkebunan
         yang selalu mengalami surplus, sementara sub sektor lainnya mengalami defisit. Devisa
         yang diperoleh negara dari sub sektor perkebunan tahun 2023 mencapai US$ 33,78
         milyar.

         Figur 15. Nilai Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Menurut Sub Sektor, 2021-2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Penyumbang utama surplusnya neraca perdagangan sub sektor perkebunan pada tahun
         2023 adalah besarnya ekspor komoditas kelapa sawit yang berkontribusi 75,80% terhadap
         total ekspor komoditas perkebunan, disusul kemudian oleh karet (7,55%), kelapa (3,89%),
         kakao (3,55%), dan kopi sebesar 2,75%.

         Perkebunan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia

         Pergerakan luas areal kelapa sawit di Indonesia pada kurun waktu 1980–2024 cenderung
         terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 1980 luas areal kelapa
         sawit Indonesia sebesar 294,56 ribu hektar, maka pada tahun 2020 mencapai 14,59 juta
         hektar. Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor (No.) 6 Tahun 2019 tentang
         Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024,
         Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) bertugas untuk melakukan pembinaan
         penyelenggaraan Informasi Geospasial Tematik (IGT) tutupan kebun kelapa sawit. BIG
         bersama dengan Kementerian Pertanian mulai melakukan pengukuran luasan sawit di
         tahun 2019 dan pemutakhiran peta tutupan kelapa sawit skala 1:50.000 di tahun 2023.
         Berdasarkan atas kegiatan tersebut, tahun 2021 areal kelapa sawit yang telah terdata
         sebesar 16,83 juta hektar. Melalui Inpres No. 18 Tahun 2018 tentang Penundaan dan
         Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Serta Peningkatan Produktivitas


                                                                                                Halaman - 9
Page 60
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Perkebunan Kelapa Sawit, maka selama 3 tahun dimulai dari Bulan September 2018
         memperintahkan kepada instansi pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi
         kembali izin pelepasan kawasan serta menunda pembukaan kebun sawit. Implementasi
         Inpres tersebut diperpanjang hingga faktanya pada tahun 2023 (Angka Sementara), areal
         kelapa sawit Indonesia stagnan, yakni sebesar 16,83 juta hektar.

         Peningkatan luas areal kelapa sawit sangat besar terjadi pada periode sebelum krisis
         moneter (tahun 1980-1998) dengan laju pertumbuhan sebesar 15.07% per tahun.
         Pertumbuhan yang signifikan terjadi pada luas areal kelapa sawit PR dan PBS masing-
         masing sebesar 44,78% per tahun dan 20,51% per tahun, sedangkan luas areal PBN
         hanya meningkat sebesar 6,18% per tahun. Setelah periode tersebut, yakni tahun 1998 –
         2017, pertumbuhan luas areal kelapa sawit cenderung melandai, atau hanya naik 6,34%
         per tahun. Demikian pula pada periode 10 tahun terakhir (2015-2024), areal kelapa sawit
         Indonesia hanya naik 4,90% per tahun. Sejak dilakukan kegiatan pendataan tematik lahan
         kelapa sawit, besaran areal kelapa sawit yang belum terdata melalui pengumpulan data
         administratif di tingkat provinsi dikatagorikan sebagai Luas Yang Akan Dikonfirmasi (LAD).
         Pada tahun 2021, areal sawit pada katagori ini sebesar 2,21 juta hektar dan pada tahun
         2024 diestimasikan hanya tinggal 1,07 juta hektar.

         Dari sisi kontribusi terhadap total luas areal Indonesia, terjadi penurunan kontribusi yang
         cukup besar pada luas areal kelapa sawit PBN sebelum dan sesudah krisis moneter tahun
         1998. Kontribusi luas areal kelapa sawit PBN tahun 1980-1998 sebesar 28,86%,
         sedangkan pada periode tahun 1999-2024 kontribusinya turun menjadi 6,44%. Penurunan
         kontribusi luas areal PBN beralih menjadi peningkatan kontribusi PR dan PBS. Kontribusi
         areal LAD rata-rata tahun 2021 – 2024 mencapai 9,17%.

         Perkembangan Produksi dan Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia

         Seiring dengan penambahan luas areal kelapa sawit serta berkembangnya industri kelapa
         sawit di berbagai wilayah di Indonesia, maka produksi kelapa sawit nasional dalam wujud
         minyak sawit (CPO) juga terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 1980 produksi CPO
         Indonesia hanya sebesar 721,17 ribu ton, dan naik menjadi 46,99 juta ton pada tahun 2023
         (Angka Sementara) dan diproyeksikan menjadi 47,69 juta ton pada tahun 2024.
         Peningkatan produksi CPO selama kurun waktu 1980 hingga terjadi krisis ekonomi di
         Indonesia terutama pada PR mencapai 95,92% per tahun, PBS sebesar 16,34%,
         sedangkan produksi dari PBN relatif lambat karena hanya naik sebesar 6,50%. Setelah
         krisis ekonomi, rata-rata pertumbuhan produksi CPO Indonesia semakin menurun, yakni
         hanya 8,73% per tahun. Demikian pula, pada sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan
         produksi CPO Indonesia semakin menurun, yakni hanya sebesar 5,11% per tahun.
         Melandainya pertumbuhan produksi CPO pada periode ini dimungkinkan makin
         banyaknya populasi tanaman yang berusia tua, atau sudah melewati masa puncak
         produksi.

         Di awal tahun 1980 hingga tahun 1993 produksi CPO lebih didominasi oleh PBN.
         Perluasan areal oleh PBS sekitar tahun 1990 mulai menunjukkan hasilnya setelah tahun
         1993 dimana peningkatan produksi CPO dari PBS mampu melampaui produksi CPO yang
         berasal dari PBN. Berdasarkan kontribusinya selama tahun 2015-2024, PBS menguasai



                                                                                                Halaman - 10
Page 61
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         60,40% total produksi minyak sawit Indonesia, diikuti oleh PR sebesar 34,44% dan PBN
         sebesar 5,15%

         Figur 16. Kontribusi Rata-Rata Produksi Minyak Sawit Menurut Status Pengusahaan,
         Rata-rata 2015–2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Kelapa sawit diusahakan di hampir semua provinsi di Indonesia, kecuali di beberapa
         provinsi di Pulau Jawa, Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara dan
         Maluku Utara. Produksi kelapa sawit dalam wujud CPO ini terkonsentrasi di Pulau
         Sumatera dan Kalimantan, sementara provinsi-provinsi di Pulau Sulawesi dan Papua tidak
         terlalu besar kontribusi produksinya.

         Figur 17. Peta Sebaran Produksi Minyak Sawit di Indonesia, Rata-rata 2020-2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024


                                                                                                Halaman - 11
Page 62
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk



         Berdasarkan data rata-rata tahun 2020 – 2024, sentra produksi minyak sawit Indonesia
         terutama berasal dari 7 (tujuh) provinsi yang memberikan kontribusi sebesar 81,67%
         terhadap total produksi minyak sawit Indonesia. Provinsi Riau dan Kalimantan Tengah
         merupakan provinsi sentra produksi CPO terbesar di Indonesia dengan kontribusi masing-
         masing sebesar 19,06% dan 17,60%. Peringkat berikutnya berturut-turut adalah Provinsi
         Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi
         dengan kontribusi masing-masing sebesar 11,56%, 11,05%, 8,63%, 8,30%, dan 5,46%.

         Selain minyak sawit, produk lain dari pohon industri kelapa sawit adalah minyak inti sawit,
         walaupun dalam proporsi yang sangat kecil. Produksi minyak inti sawit pada periode tahun
         2020-2024 sebesar 11,05% dari total produksi minyak kelapa sawit atau setara dengan
         5,77 juta ton per tahun. Sementara, pada periode yang sama, tingkat produksi minyak
         sawit mencapai 46,47 juta ton per tahun. Selain minyak sawit, produk lain dari pohon
         industri kelapa sawit adalah minyak inti sawit, walaupun dalam proporsi yang sangat kecil.
         Produksi minyak inti sawit pada periode tahun 2020-2024 sebesar 11,05% dari total
         produksi minyak kelapa sawit atau setara dengan 5,77 juta ton per tahun. Sementara, pada
         periode yang sama, tingkat produksi minyak sawit mencapai 46,47 juta ton per tahun.

         Figur 18. Proporsi Produksi Minyak Kelapa Sawit dan Minyak Inti Sawit Indonesia, Rata-
         rata 2020 - 2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024




                                                                                                Halaman - 12
Page 63
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Figur 19. Perkembangan Produksi Minyak Inti Sawit Indonesia Menurut Status
         Pengusahaan, 1982 – 2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Perkembangan Produktivitas Kelapa Sawit Indonesia

         Perkembangan produktivitas kelapa sawit di Indonesia selama tahun 19952024
         menunjukkan pola yang berfluktuasi. Selama periode tersebut pertumbuhan produktivitas
         kelapa sawit Indonesia relatif stagnan atau hanya naik sebesar 0,44% per tahun.
         Penurunan produktivitas kelapa sawit umumnya terjadi pada saat krisis moneter hingga
         masa pemulihan krisis. Produktivitas tertinggi dicapai pada tahun 2019 sebesar 3,97
         ton/ha dan terendah tahun 2004 sebesar 2,83 ton/ha. Produksi CPO sangat dipengaruhi
         oleh besarnya areal Tanaman Menghasilkan (TM). Apabila disandingkan pergerakan luas
         areal TM dengan produktivitas, maka terlihat bahwa pertumbuhan luas TM yang tinggi
         tidak diiringi dengan naiknya produktivitas tanaman. Pada periode tahun 1995 hingga
         2024, luas TM naik 8,61% namun produktivitas tanaman hanya naik 0,44%. Demikian pula
         pada 10 (sepuluh) tahun terakhir, dimana luas areal TM naik 4,83%, namun produktvitas
         tanaman hanya naik 0,93%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan areal TM tidak
         sepenuhnya mendukung kenaikan produksi CPO Indonesia. Perkembangan luas TM,
         produksi dan produktivitas kelapa sawit di Indonesia tahun 1995-2024




                                                                                                Halaman - 13
Page 64
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Figur 20. Perkembangan Luas Tanaman Mengasilkan dan Produktivitas Kelapa Sawit di
         Indonesia, 1995–2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Perkembangan Harga Tbs Di Pasar Domestik Dan Harga Cpo Di Pasar Dunia

         Harga Tandan Buah Segar (TBS) di pasar domestik diunduh dari hasil pengumpulan data
         pada website Sistem Informasi Pasar Produk Perkebunan Unggulan (SIPASBUN), pada
         tautan https://12ap.pertanian.go.id/sipasbun2020/.

         Sementara itu, data harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO) dunia
         diperoleh dari situs World Bank melalui laman Commodity Markets
         https://www.worldbank.org/en/research/commodity-markets.

         Minyak sawit merupakan komoditas yang dibutuhkan hampir oleh seluruh negara di dunia.
         Indonesia adalah produsen sekaligus eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Namun,
         hingga kini Indonesia masih belum memiliki kendali penuh dalam penetapan harga CPO
         global. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain ketidakpastian di pasar bursa,
         mekanisme supply and demand, kebijakan pemerintah, serta tingginya permintaan ekspor
         dibandingkan konsumsi domestik.

         Sementara, Formulasi harga TBS petani sawit mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian
         Nomor 01/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar
         Kelapa Sawit Produksi Pekebun. Penetapan harga referensi di tingkat pabrik kelapa sawit
         (PKS) dilakukan oleh Tim Penetapan Harga TBS di Tingkat Provinsi yang terdiri dari
         Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Dinas Terkait, Perusahaan Perkebunan,
         Perwakilan Petani, dan instansi terkait lainnya yang diterbitkan melalui Peraturan
         Gubernur sehingga harga di tiap provinsi akan berbeda-beda. Enam faktor yang
         mempengaruhi pergerakan harga TBS yaitu harga CPO dunia, kebijakan perdagangan
         yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, rendemen minyak yang direfleksikan umur
         tanaman, biaya transportasi dari kebun ke PKS, rantai pasok (direct/indirect), dan


                                                                                                Halaman - 14
Page 65
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         mutu/kualitas TBS. Fakta tersebut diatas tercermin pada Gambar 4.10, dimana pergerakan
         harga TBS di pasar domestik selama tahun 2021-2023 sangat dipengaruhi oleh
         pergerakan harga CPO dunia. Pada tahun 2022, harga TBS domestik bulanan naik
         dengan rata-rata 14,83% per bulan dan harga CPO dunia naik 12,86% per bulan.
         Kemudian, pada tahun 2023, harga TBS domestik mengalami penurunan 14,34%
         dikarenakan harga CPO di pasar global turun 30,53% per bulan

         Figur 21. Perkembangan Harga TBS di Pasar Domestik dan Harga CPO di Pasar Dunia,
         2021–2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Perkembangan Konsumsi Per Kapita Minyak Sawit Indonesia

         Konsumsi langsung rumah tangga per kapita minyak sawit/crude palm oil (CPO) di
         Indonesia dilakukan pendekatan dari data konsumsi minyak goreng sawit (kg/kapita/tahun)
         yang bersumber dari hasil SUSENAS – BPS. Konsumsi CPO dihitung menggunakan
         angka konversi nasional dari minyak goreng ke wujud CPO yang digunakan pada
         perhitungan Neraca Bahan Makanan (NBM) sebesar 68,28%. Secara umum total
         konsumsi langsung CPO di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat. Konsumsi
         CPO pada tahun 2002 hanya sebesar 1,69 juta ton, dan meningkat cukup tajam menjadi
         4,39 juta ton pada tahun 2023 dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 5,43% per tahun.
         Kenaikan total konsumsi CPO Indonesia disebabkan baik oleh meningkatnya konsumsi
         per kapita maupun jumlah penduduk. Kenaikan konsumsi CPO tertinggi terjadi pada tahun
         2007 sebesar 25,08% yang menyebabkan konsumsi CPO pada tahun tersebut naik
         menjadi 2,44 juta ton.

         Perkembangan Ekspor - Impor Kelapa Sawit Indonesia

         Ekspor- impor kelapa sawit Indonesia dilakukan dalam wujud minyak sawit, minyak sawit
         lainnya, minyak inti sawit dan minyak inti lainnya. Proposi terbesar (94,35%) ekspor
         Indonesia dalam wujud minyak kelapa sawit atau CPO dengan kode HS 1511, dengan
         rata-rata ekspor pada tahun 2019 – 2023 sebesar 26,19 juta ton, sedangkan ekspor inti
         sawit hanya sebesar 1,57 juta ton.


                                                                                                Halaman - 15
Page 66
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk



         Perkembangan volume ekspor minyak sawit (CPO) pada tahun 1981–2023 cenderung
         terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 20,11% per tahun. Jika pada
         tahun 1981 volume ekspor kelapa sawit Indonesia hanya sebesar 196,36 ribu ton dengan
         nilai ekspor sebesar US$ 106,94 juta, maka tahun 2023 meningkat menjadi 26,13 juta ton
         senilai US$ 22,69 milyar. Sementara, ekspor minyak inti sawit pada periode tahun 1981 –
         2023 tumbuh dengan rata-rata 26,51% per tahun. Pada tahun 1981, ekspor minyak inti
         sawit sebesar 4,89 ribu ton dan menjadi sebesar 1,41 juta ton pada tahun 2023. Volume
         ekspor minyak inti sawit melonjak tinggi pada periode tahun 2008 hongga 2011.

         Sebagai negara eksportir utama kelapa sawit di dunia, Indonesia masih melakukan impor
         minyak kelapa sawit maupun minyak inti sawit namun dalam volume yang sangat kecil
         dibandingkan ekspornya. Realisasi volume impor kelapa sawit dari tahun 1981-2023
         sangat berfluktuasi namun terjadi cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 1981,
         volume impor minyak kelapa sawit sebesar 33,29 ribu ton dan menjadi 757 ton pada tahun
         2023. Sementara, impor minyak inti sawit pada tahun 1981 sebesar 37 ton dan menjadi 7
         ton pada tahun 2023.




                                                                                                Halaman - 16
Page 67
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                    BAB IV
                              PENDEKATAN PENILAIAN

4.1.     Pendekatan Penilaian

         Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan pendekatan dan metode
         penilaian yang berlaku umum dalam penilaian penyertaan pada perusahaan atau ekuitas
         sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
         No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
         Modal serta Peraturan SPI Edisi VII tahun 2018.

         Beberapa pendekatan yang lazim dalam penilaian ekuitas dapat dikategorikan ke dalam
         pendekatan aset (asset based approach), pendekatan pasar (market based approach) dan
         pendekatan pendapatan (income based approach). Dalam aplikasinya terkadang masing-
         masing pendekatan tersebut digunakan secara kombinasi untuk mendapatkan nilai yang
         merupakan rekonsiliasi atau sintesa dari nilai masing-masing hasil pendekatan.

           • Pendekatan Pasar (Market Based Approach)

                Pendekatan Pasar (Market Based Approach) adalah pendekatan penilaian dengan
                cara membandingkan Objek Penilaian dengan perusahaan sebanding, kepentingan
                kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang diperjualbelikan di pasar serta
                transaksi relevan atas saham perusahaan yang sebanding.

                Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan perusahaan
                sebanding, kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang
                diperjualbelikan di pasar serta transaksi relevan atas saham perusahaan yang
                sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran atas komponen perusahaan
                juga dapat merupakan indikasi nilai.

                Melalui pendekatan pasar, terlebih dahulu harus dilakukan perbandingan terhadap
                perusahaan yang sepadan dan sebanding baik yang ada di pasar modal maupun di
                luar pasar modal, lalu dilakukan perhitungan banding antara nilai pasar saham
                perusahaan yang dinilai dengan variabel perusahaan pembanding. Variabel yang
                jadi kesebandingan yaitu:

                1) Industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha merupakan yang sejenis;
                2) Karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan struktur
                   permodalan (capital structure) merupakan yang sebanding;
                3) Kinerja keuangan historis selama 5 (lima) tahun terakhir merupakan yang
                   sebanding;
                4) Ukuran perusahan (total assets) merupakan yang sebanding; dan
                5) Pangsa pasar (market) merupakan yang sebanding.

                Dalam hal seluruh kriteria sebagaimana dimaksud diatas terpenuhi maka jumlah
                perusahaan pembanding yang digunakan paling sedikit 5 (lima) perusahaan dan


                                                                                                Halaman - 1
Page 68
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                dalam hal seluruh kriteria sebagaimana dimaksud diatas hanya terpenuhi paling
                banyak 3 (tiga) atau 4 (empat) kriteria maka jumlah perusahaan pembanding yang
                digunakan paling sedikit 8 (delapan) perusahaan.

                Metode yang digunakan dalam Pendekatan Pasar adalah sebagai berikut:
                1) Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
                   traded company method);
                2) Metode pembanding perusahaan merger dan akuisisi (guideline merged and
                   acquired company method);
                3) Metode transaksi sebelumnya (prior transactions method).

           • Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach)

                Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) adalah pendekatan penilaian
                dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan
                akan dihasilkan dan anak perusahaanan oleh Objek Penilaian dengan tingkat
                diskonto tertentu.

                Pendekatan pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai dengan
                mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Objek Penilaian dalam
                menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa yang akan datang.

                Dalam penilai melakukan pendekatan pendapatan maka seluruh pendapatan yang
                dihasilkan oleh bisnis tersebut akan dikuantifikasi. Semua pendapatan tersebut
                dikonversi menjadi indikasi nilai berdasarkan pada suatu tingkat diskonto yaitu
                tingkat balikan (rate of return) yang sesuai dengan tingkat risiko atas pendapatan
                tertentu.

                Metode yang umum digunakan dalam Pendekatan Pendapatan adalah sebagai
                berikut:
                1) Metode Arus Kas Terdiskonto (Discounted Cash Flow Method / DCF);
                2) Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method).

           • Pendekatan Aset (Asset Based Approach)

                Pendekatan Aset (Asset Based Approach) adalah pendekatan penilaian
                berdasarkan laporan keuangan historis Objek Penilaian yang telah diaudit, dengan
                cara menyesuaikan seluruh aset dan kewajiban menjadi Nilai Pasar sesuai dengan
                premis nilai yang digunakan dalam penilaian usaha.

                Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari suatu
                entitas, kapital yang diinvestasikan (invested capital), struktur permodalan (capital
                structure), dan/ atau Nilai Aset Bersih perusahaan (ekuitas).

                Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan aset adalah
                1) Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) atau Adjusted Net Asset Method
                    (ANAM), Adjusted Book Value Method (ABVM), atau Net Asset Valuation
                    Method (NAVM) dan Asset Accumulation Method (AAM).


                                                                                                Halaman - 2
Page 69
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                 2) Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (KKP) atau Excess Earning Method
                    (EEM).

         Dalam aplikasinya terkadang masing-masing pendekatan tersebut digunakan secara
         kombinasi untuk mendapatkan nilai yang merupakan rekonsiliasi atau sintesa dari nilai
         masing-masing hasil pendekatan. Pemilihan dan kepercayaan atas ketepan metode dan
         prosedur tergantung pada pertimbangan penilai dan bukan didasarkan pada suatu formula
         yang baku.

         Pemilihan dan kepercayaan atas ketepatan metode dan prosedur bergantung pada
         pertimbangan penilai dan bukan didasarkan pada suatu formula yang baku.


4.2.     Pemilihan Metode Penilaian

         Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur yang sesuai
         adalah tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus diungkapkan dalam laporan.

         Penilaian ekuitas perusahaan didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
         internal akan dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen
         perusahaan, analisis historis atas laporan posisi keuangan, laporan laba/rugi dan laporan
         arus kas, pengkajian atas kondisi operasi, dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
         perusahaan. Analisis eksternal akan dilalukan berdasarkan pada data yang tersedia
         dipasar seperti beta, risk premium, risk free, dan sebagainya yang sekiranya diperlukan
         dalam analisis.

         Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu
         “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan yang representatif. Oleh
         karenanya diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
         normalisasi laporan laba/rugi yang biasanya disusun oleh akuntan berdasarkan nilai
         historis. Bagaimanapun nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan
         posisi keuangan dan laba/rugi adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai
         ekonomis yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai business interest saat
         penilaian tersebut.

         Dalam melakukan penilaian ekuitas perusahaan, untuk memperoleh hasil penilaian yang
         akurat dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai
         Pasar perusahaan adalah Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dan Pendekatan
         Aset (Asset Based Approach).

         Pendekatan Pendapatan (Income Approach) paling sesuai apabila jumlah pendapatan
         yang dapat diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan
         cukup meyakinkan. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian
         terhadap nilai saham Perseroan karena kegiatan usaha Perseroan yang masih terus
         berjalan. Metoda yang digunakan adalah Discounted Cash Flow (DCF).

         Pendekatan Aset (Asset Based Approach) paling sesuai untuk digunakan pada
         perusahaan yang berbentuk holding company atau perusahaan yang bermasalah,


                                                                                                Halaman - 3
Page 70
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         sehingga sulit untuk memperkirakan jumlah pendapatan yang dapat diperoleh perusahaan
         tersebut di masa yang akan datang. Pendekatan ini juga sesuai untuk perusahaan yang
         komponen asetnya didominasi oleh aset tetap, dan di mana aset tak berwujud yang dimiliki
         perusahaan diperkirakan signifikan. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat digunakan
         dalam penilaian terhadap nilai ekuitas Perseroan. Metoda yang digunakan adalah Excess
         Earning Method (EEM).




                                                                                                Halaman - 4
Page 71
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                   BAB V
                          PENILAIAN 32,00% EKUITAS
                         PT PERMATA PUTERA MANDIRI

5.1.     Penilaian Ekuitas

         PPM merupakan perusahaan yang sampai dengan tanggal penilaian dalam keadaan
         beroperasi. Dalam hal memilih pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini, kami
         menggunakan 2 (dua) pendekatan.

             1) Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian dengan cara
                mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan
                dihasilkan oleh objek Penilaian dengan tingkat diskonto tertentu. (Peraturan OJK
                No. 35/POJK.04/2020 Pasal 1 Angka 19)

                  Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai dengan
                  mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Objek Penilaian dalam
                  menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa datang. (SPI 330
                  point 5.25, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018)

                  Dalam hal ini metode yang digunakan adalah Discounted Cash Flow (DCF).
                  Dalam hal Penilai menggunakan Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash
                  Flow Method), maka Penilai melakukan penelaahan atau penyesuaian atas
                  asumsi, keakuratan perhitungan dan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
                  menyusun proyeksi laporan keuangan. (SPI 330 point 5.26, KEPI&SPI edisi 7
                  tahun 2018)

             2) Pendekatan Aset adalah Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan
                historis objek Penilaian yang telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh
                aset dan liabilitas menjadi Nilai Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan
                dalam Penilaian Bisnis. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 1 Angka 17)

                  Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari suatu
                  entitas, kapital yang diinvestasikan (Invested Capital), struktur permodalan
                  (capital structure), dan/atau Nilai Aset Bersih perusahaan (ekuitas). (SPI 330 point
                  5.32, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018)

                  Metoda yang digunakan adalah Excess Earning Method (EEM). Metode
                  Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method) adalah Metode Pendapatan
                  Berlebih digunakan untuk mengestimasikan nilai Aset Tak berwujud dengan
                  menentukan nilai kini dari arus kas yang akan diterima di masa yang akan datang
                  yang terkait dengan Aset Tak berwujud dengan menggunakan tingkat diskonto
                  atau tingkat kapitalisasi sesuai risiko Aset Tak berwujud. Dalam penyusunan
                  Proyeksi, arus kas Aset Tak berwujud yang menjadi objek penilaian merupakan
                  hasil pengurangan dari arus kas dengan arus kas yang berasal dari kontribusi aset
                  lain (contributory asset charges) baik berupa aset berwujud, Aset Tak berwujud,


                                                                                                Halaman - 1
Page 72
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                  dan aset finansial. Hal ini dilakukan dengan menghitung suatu jumlah beban atau
                  sewa ekonomis untuk aset pendukung dan mengurangkan jumlah tersebut dari
                  arus kas. Untuk mencapai suatu penilaian yang dapat diandalkan terhadap subjek
                  aset, mungkin diperlukan tambahan pengurangan yang merefleksikan adanya
                  nilai tambah dengan pertimbangan bahwa seluruh aset digunakan sebagai
                  pertimbangan bahwa seluruh aset digunakan sebagai suatu kesatuan dalam suatu
                  bisnis yang sedang berjalan (going concern). Hal ini merefleksikan keuntungan
                  dari ars kas terkait aset tenaga kerja terlatih yang tidak tersedia pada pembeli aset
                  secara individual. (SPI 320 point 5.10, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018)


5.2.     Pendekatan Pendapatan dengan Metode Discounted Cash Flow (“DCF)

5.2.1. Penyesuaian Laporan Keuangan

         Penyesuaian laporan keuangan meliputi normalizing adjustment atau penyesuaian
         pencatatan akuntansi dan eliminasi akun-akun yang bersifat non-recurring, control
         adjustment, serta pemisahan akun-akun operating dan non-operating. Berdasarkan review
         yang telah kami lakukan terhadap laporan keuangan PPM, tidak diperlukan adanya
         penyesuaian pencatatan akuntansi pada laporan keuangan PPM. Penyesuaian terhadap
         akun-akun non-recurring, control adjustment, dan non-operating juga tidak diperlukan.

5.2.2. Asumsi-asumsi dalam Proses Penilaian

         Kami telah melakukan review business plan dengan memperhatikan kondisi yang ada saat
         ini serta perkiraan perkembangan kondisi di masa yang akan datang yang dapat
         berpengaruh terhadap kinerja PPM untuk melihat kewajaran pencapaiannya. Manajemen
         PPM telah memberikan keyakinan memadai bahwa semua asumsi yang digunakan telah
         disusun secara wajar dan telah merefleksikan kompleksitas bisnis yang sesungguhnya.

         Business plan yang digunakan dalam penilaian ini, merujuk kepada business plan yang
         disediakan oleh manajemen. Berikut adalah asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam
         penyusunan proyeksi keuangan PPM:

         1. Asumsi jumlah hari dalam setahun adalah 360 hari;
         2. Asumsi kenaikan gaji sebesar 6,5% untuk daerah Papua;
         3. Asumsi kenaikan biaya lain menggunakan inflasi daerah Provinsi Papua Barat Daya
            sebesar 0,83%;
         4. Pajak sebesar 22%;
         5. Proyeksi menyesuaikan dengan sisa usia manfaat tanaman, dimana :
            a. Tahun tanam 2015 : 15 tahun
            b. Tahun tanam 2016 : 16 tahun
            c. Tahun tanam 2017 : 17 tahun
            d. Tahun tanam 2018 : 18 tahun
         6. Luas areal panen secara keseluruhan seluas 4.246 hektar dengan rincian sebagai
            berikut :
            a. Tahun tanam 2015 : 1.306
            b. Tahun tanam 2016 : 904
            c. Tahun tanam 2017 : 628

                                                                                                Halaman - 2
Page 73
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


             d. Tahun tanam 2018 : 1.408
         7. Produksi Tandan Buah segar sebagai berikut :
             a. Tahun tanam 2015 : 24.814.356 kg per tahun
             b. Tahun tanam 2016 : 15.733.048 kg per tahun
             c. Tahun tanam 2017 : 10.238.460 kg per tahun
             d. Tahun tanam 2018 : 24.150.970 kg per tahun
         8. Harga TBS sebesar Rp2.645 per kg
         9. Asumsi Biaya :
             a. Biaya panen dan transportasi TBS Rp717,- per kg di tahun 2025 hektar dan
                mengalami penurunan sampai tahun ke-5 dikarenakan manajemen melakukan
                upaya penghematan.
             b. Biaya perawatan tanaman menghasilkan Rp11.000.000,- per hektar dan
                mengalami penurunan sampai tahun ke-5 dikarenakan manajemen melakukan
                upaya penghematan.
             c. Pembelian plasma Rp2.645,- per kg dan mengalami kenaikan sampai akhir masa
                periode proyeksi.
             d. Biaya tidak langsung kebun sebesar Rp3.781.895,- per hektar dan mengalami
                penurunan sampai tahun ke-5 dikarenakan manajemen melakukan upaya
                penghematan.
         10. Asumsi jumlah hari perputaran modal kerja :
             a. Persediaan : 30 hari
             b. Piutang : 14 hari
             c. Utang usaha : 63 hari

5.2.3. Pemilihan Arus Kas

         Untuk penilaian dengan menggunakan metode DCF, terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas
         untuk didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih untuk ekuitas, dan arus kas bersih untuk
         perusahaan.

         Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
         penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
         operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian (reserve
         for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan
         pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:

         Laba Bersih
            + Depresiasi
            +/- Working Capital
            + Beban Bunga * (1-Tax)
            -   Capital Expenditure
            = Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Firm)

         Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto
         yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of
         return), setelah memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi
         pendapatan pada masa mendatang untuk menghasilkan nilai ekuitas.



                                                                                                Halaman - 3
Page 74
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


5.2.4. Penentuan Tingkat Diskonto

         Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

         Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
         Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas
         risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas, dengan formula
         sebagai berikut:

         Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
         Ke = Rf + ß Rp

         Di mana:
         Rf     = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
         ß      = risiko sistimatis
         Rm     = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
         Rp     = selisih antara Rm dengan Rf

         Rf (Risk free rate) adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
         tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko
         yang dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

         Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Juli 2025, maka instrumen
         bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang
         dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 30 tahun,
         yield tertimbang sebesar 7,02%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
         kembalian bebas risiko (Rf).

         Rp (Equity Risk Premium - ERP) adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
         risiko dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
         market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk
         premium) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
         premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
         mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
         negara berkembang (emerging market).

         Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran
         per Juli 2025 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia
         adalah sekitar 7,03%, dengan Country Default Spread sebesar 1,87%.

         ß (Beta) merupakan pengukur tingkat sensitifitas pengembalian saham terhadap
         pengembalian pasar saham secara keseluruhan. Untuk Beta kami menggunakan Beta dari
         industri sejenis berdasarkan dari data Damodaran.

         Dalam perhitungan digunakan beta dari industri tersebut sebagai beta untuk menghitung
         cost of equity PPM, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini
         dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di industri terhadap beta.
         Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang


                                                                                                Halaman - 4
Page 75
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu
         dinetralkan dengan cara menghitung unlevered beta.

         Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

                                                            𝛽𝐿
                                           𝛽𝑢 =
                                                    1 + (1 − 𝑇) × 𝐷𝐸𝑅

         Di mana:

            T        = Tarif Pajak Penghasilan Badan
            DER      = Debt to equity ratio
            βL       = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                       secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                       pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                       portofolio pasar dengan pengaruh utang
            βu       = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                       secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                       pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                       portofolio pasar tanpa pengaruh utang

         Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan
         beta untuk PPM adalah:

         Figur 22. Beta Perusahaan Pembanding per tanggal 31 Juli 2025

                                Levered     Adj       Tax                                          Unlevered
            Company Name                                        Market Cap          Total Debt
                                 Beta       Beta     Rate                                            Beta
           PT Perusahaan           1,20      1,03    22,0%       8.934.152.794           903.000     1,03
          Perkebunan London
          Sumatra Indonesia
          Tbk
           PT Astra Agro            1,06     0,97    22,0%      15.397.506.664     3.189.879.000      0,83
          Lestari Tbk
           PT Eagle High            1,21     0,97    22,0%       4.823.967.071     4.253.525.000      0,58
          Plantations Tbk
           Bumitama Agri Ltd.       0,68     0,74    17,0%      25.069.036.366     3.292.270.000      0,66
          PT Dharma Satya           0,57     0,69    22,0%      16.429.755.720     4.946.456.000      0,56
          Nusantara Tbk
          Sarawak Oil Palms         1,07     0,92    22,0%      11.748.509.109     2.027.275.261      0,81
          Berhad
          Golden Agri-              0,63     0,71    22,0%      49.105.739.575    54.626.447.484      0,38
          Resources Ltd
          SD Guthrie Berhad         1,19     1,00    22,0%    142.825.582.268     22.597.643.149      0,89
                                                 Rata-rata                                            0,72
         Sumber: S&P 500

         Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dan ekuitas dihitung berdasarkan
         komposisi struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding pertanggal penilaian
         yang digunakan sebagai syarat menghitung Nilai Pasar. Berdasarkan data yang diperoleh

                                                                                                 Halaman - 5
Page 76
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         dari S&P 500, Debt Equity Ratio atau DER untuk perusahaan sepadan adalah sebesar
         34,61%. Dengan demikian beta levered perusahaan pembanding harus di unlevered
         dengan DER tersebut, kemudian di-relevered lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak
         yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian perhitungan beta releverage dengan tarif
         pajak effective rate Indonesia, sebagai berikut:

         βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
         βL = 0,72 x (1 + (1-22,00%) x 34,61%) = 0,91

         Dengan demikian nilai dari beta re-levered adalah sebesar 0,91. Berdasarkan uraian di
         atas, maka biaya modal ekuitas adalah:

         Figur 23. Biaya Modal untuk Ekuitas PPM

                      Keterangan                       Persentase
          Tingkat Bunga Bebas Risiko                       7,08%
          Risk Premium                                     7,03%
          Levered Beta                                       1,02
          Country Default Spread                           1,87%
          Spesific Risk                                    0,00%
          Biaya Modal untuk Ekuitas                       12,40%


         Penentuan Biaya Modal untuk Utang

         Karena perhitungan nilai pasar saham Perusahaan dilakukan dengan mendiskonto tingkat
         kembalian terhadap keseluruhan arus kas bersih untuk kapital (free cash flow to firm),
         maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata
         tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun yang
         berasal dari ekuitas.

         Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
         penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan
         biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan
         keseluruhan utang.

         Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga utang digunakan tingkat bunga pinjaman Kredit
         Investasi (KI) pasar dalam mata uang Rupiah pada tanggal penilaian yang berlaku yaitu
         8,92% dan Effective Rate . Berdasarkan biaya bunga dan tarif pajak tersebut maka
         diperoleh Biaya Hutang dalam perhitungan sebagai berikut:

         Wd = i x ((1-T))
         Wd = 8,92% x (1-22,00%) = 6,96%

         Penentuan Tingkat Diskonto

         Sesuai dengan penjelasan di atas, komposisi struktur permodalan perusahaan dengan
         data pasar adalah struktur utang sebesar 25,71% sedangkan sisanya yaitu sebesar


                                                                                                Halaman - 6
Page 77
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         74,29% dipenuhi dengan modal sendiri. Maka kami menghitung bahwa discount rate yang
         digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih perusahaan adalah sebagai berikut:

         Figur 24. WACC

                    Uraian                2025     2026     2027     2028     2029     2030     2031     2032    2033     2034     2035     2036     2037     2038     2039     2040     2041     2042
         Unleverage Beta                    0,72     0,72    0,72      0,72     0,72     0,72     0,72    0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72
         Leverage Beta Valuation Object     0,91     0,91    0,88      0,91     0,91     0,91     0,91    0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,97     0,97     0,97

         Cost Of Debt (Kd)
         Bank Interest Rate                8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92% 8,92%      8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%   8,92%    8,92%    8,92%
         Tax                              22,00%   22,00%   34,99%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00% 22,00%    22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   0,00%    0,00%    0,00%
         Cost Of Debt (Kd)                 6,96%    6,96%    5,80%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96% 6,96%      6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%   8,92%    8,92%    8,92%

         Cost of Equity (Ke)
         Risk Free Rate (Rf)               7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08% 7,08%      7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%
         Risk Premium Market (Rpm)         7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03% 7,03%      7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%
         β (Beta)                           0,91     0,91     0,88     0,91     0,91     0,91     0,91   0,91      0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,97     0,97     0,97
         CDS                               1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87% 1,87%      1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%
         Specific Risk (SR)                0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00% 0,00%      0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%
         Cost of Equity (Ke)              11,63%   11,63%   11,40%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63% 11,63%    11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   12,01%   12,01%   12,01%

         Wd                               25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71% 25,71%    25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%
         We                               74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29% 74,29%    74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%

         WACC                             10,43%   10,43%   9,96%    10,43%   10,43%   10,43%   10,43% 10,43%    10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   11,22%   11,22%   11,22%


         Sumber : Data KJPP, diolah

         Penentuan Terminal Value

         Nilai terminal (terminal value) adalah estimasi nilai suatu bisnis atau aset setelah periode
         perkiraan, dengan asumsi bisnis tersebut terus beroperasi tanpa batas waktu. Konsep ini
         sangat penting dalam analisis arus kas yang didiskon (DCF) karena sering kali nilai
         terminal merupakan bagian terbesar dari total valuasi perusahaan.

         Salah satu cara menghitung nilai terminal adalah dengan Metode Pertumbuhan Perpetual
         (Gordon Growth Model) – Mengasumsikan bisnis akan tumbuh dengan laju konstan
         selamanya.

         Rumusnya:
                                                                                                𝐹𝐶𝐹 𝑛 × (1 + 𝑔)
                                                                              𝑇𝑉 =
                                                                                                  𝑊𝐴𝐶𝐶 − 𝑔
         di mana:

         𝐹𝐶𝐹 𝑛 = Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) pada tahun terakhir perkiraan
         𝑔     = Tingkat pertumbuhan jangka panjang
         𝑊𝐴𝐶𝐶 = Biaya rata-rata tertimbang modal (Weighted Average Cost of Capital)

         PPM memproyeksikan Laporan Keuangan PPM dari 2025 s/d 2042 sesuai dengan siklus
         tanam Kelapa Sawit miliknya yang dituangkan dalam Business Plan PPM. Kemudian
         pertumbuhan periode kekal PPM kami tempatkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia
         yang di rilis oleh OECD dari tahun 2025 s/d 2060 dengan CAGR sebesar 3,78%, yang
         artinya siklus dan bisnis diasumsikan berulang dalam jangka Panjang mengikuti perkiraan
         pertumbuhan ekonomi yang di rilis oleh OECD.


5.2.5. Control Premium (“CP”) atau Discount for Lack of Control (“DLOC”)

         CP merupakan nilai tambah yang melekat dalam kepemilikan mayoritas yang
         mencerminkan adanya kekuatan kendali dalam saham mayoritas tersebut.

                                                                                                                                                                                  Halaman - 7
Page 78
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk



         DLOC merupakan diskon yang diaplikasikan kepada suatu indikasi nilai ekuitas yang
         diperoleh dari aplikasi metode penilaian usaha yang menghasilkan nilai saham mayoritas,
         bila objek ekuitas yang dinilai bersifat minoritas.

         CP dan DLOC mencerminkan perubahan terhadap nilai dari penyertaan mayoritas atau
         pengurangan terhadap nilai dari penyertaan minoritas sebagai pengaruh dari ketiadaan
         pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau dibatasi
         pengendaliannya.

         Pengurangan ini diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
         kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari pemilik
         yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya keleluasaan dari pemilik
         yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat dengan:

          •     Menentukan arah perkembangan jangka panjang Objek Penilaian;
          •     Memilih pengurus inti Objek Penilaian;
          •     Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti;
          •     Menentukan kebijakan investasi;
          •     Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan;
          •     Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan;
          •     Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

         Berdasarkan POJK Nomor 35/POJK.04/2020:

         •    Dalam hal objek Penilaian adalah perusahaan terbuka, Premi Pengendalian
              (Premium for Control) atau Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control)
              yang dapat digunakan dalam Penilaian adalah antara 20% (dua puluh persen)
              sampai dengan 35% (tiga puluh lima persen) dari indikasi Nilai; dan

         •    Dalam hal objek Penilaian adalah perusahaan tertutup, Premi Pengendalian
              (Premium for Control) atau Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of
              Control) yang dapat digunakan dalam Penilaian adalah antara 30% (tiga puluh
              persen) sampai dengan 70% (tujuh puluh persen) dari indikasi Nilai

         Penilai memberikan DLOC Rekonsiliasi Nilai sebesar 30% karena obyek penilaian adalah
         menilai saham minoritas.


5.2.6. Discount for Lack of Marketability (“DLOM”)

         DLOM merupakan potongan yang diaplikasikan kepada suatu indikasi nilai ekuitas
         (business ownership interest) karena keterbatasan yang melekat pada ekuitas tersebut
         untuk diperjualbelikan di pasar. Sebagai referensi, berdasarkan POJK Nomor
         35/POJK.04/2020 menyatakan diskon likuiditas pasar (discount for lack of marketabilities)
         adalah suatu jumlah atau persentasi tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
         ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas Objek Penilaian.


                                                                                                Halaman - 8
Page 79
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Besaran DLOM yang dijelaskan dalam POJK Nomor 35/POJK.04/2020, Objek Penilaian
         bukan merupakan perusahaan terbuka adalah:

          a.   Diskon likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
               mayoritas adalah antara 20% sampai dengan 40% dari nilai indikasi.
           b. Diskon likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
               minoritas adalah antara 30% sampai dengan 50% dari nilai indikasi.
         Berdasarkan buku dari Shannon P.Prat yang berjudul “Business Valuation Discounts and
         Premiums” bab 5 mengenai “Discounts for Lack of Marketability for Minority Interests:
         Concept and Evidence”, dijelaskan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi sejauh mana
         marketability dari kepentingan kepemilikan bisnis tertentu yang tidak diperdagangkan
         secara aktif mungkin berbeda dari daya jual yang ditemukan di pasar sekuritas yang aktif
         diperdagangkan secara bebas. Berikut beberapa faktor yang dipertimbangkan:

         a) Put rights
         b) Dividends or distributions
         c) Size of potential market of buyers
         d) Prospects for going public or being acquired
         e) Restrictive transfer strenght of company
         f) Size of interest in qestion relative to total shares outstanding.

         Selanjutnya diklasifikasi menjadi sebagai berikut:

          a) Size of distribution: Semakin tinggi (dan yang lebih pasti) penerimannya, maka
             semakin rendah DLOM yang diaplikasikan.
          b) Prospect for liquidity (probable length of holding period): sebagai perusahaan tertutup
             maka saham Perseroan kurang memiliki prospek untuk dicairkan dalam suatu
             kerangka waktu tertentu. Semakin pendek periode holding yang diharapkan, dan lebih
             pasti transaksi prospektif, maka semakin rendah DLOM.
          c) Pool of Potential Buyers: Semakin besar lingkup pembeli yang potensial, maka
             semakin rendah DLOM-nya, begitupun sebaliknya.
          d) Strength of the Ultimate Trading Market: Semakin likuid restricted stock yang
             diperdagangkan di pasar, maka semakin rendah DLOM, begitupun sebaliknya.
          e) Risk Factors
             • Level and Volatility of Issuer’s Earning: Tingginya tingkat pendapatan dan stabilitas
                pendapatan adalah faktor yang terkait dengan DLOM yang lebih rendah,
                sementara kerugian dan/atau volatilitas pendapatan tinggi terkait dengan diskon
                yang lebih tinggi.
             • Growth prospects (affecting the eventual potential sales price, that is, terminal
                value).

         Berikut pertimbangan Penilai dalam mementukan DLOM berdasarkan faktor-faktor di atas:

         a) Size of distribution: PPM merupakan perusahaan yang pasarnya tidak bersifat captive
            market, melainkan bersaing secara terbuka di pasar umum. Secara historis, PPM
            memasarkan produk-produknya kepada berbagai pihak di dalam negeri maupun luar
            negeri, sehingga jangkauan distribusinya bersifat luas dan tergantung pada
            permintaan pasar, bukan kontrak eksklusif jangka panjang.


                                                                                                Halaman - 9
Page 80
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         b) Prospect for liquidity (probable length of holding period): PPM merupakan perusahaan
            tertutup, sehingga likuiditas sahamnya jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan
            terbuka. Saham PPM tidak diperdagangkan di bursa efek, yang menyebabkan proses
            peralihan kepemilikan saham memerlukan waktu yang relatif lama serta proses yang
            kompleks, seperti negosiasi antar pihak, pelaksanaan due diligence, dan persetujuan
            dari pemegang saham lainnya. Akibatnya, investor harus mempertimbangkan jangka
            waktu kepemilikan yang lebih panjang karena keterbatasan dalam menjual kembali
            saham dalam waktu singkat.
         c) Pool of Potential Buyers: PPM bergerak di bidang pertanian kelapa sawit, yang
            termasuk dalam sektor perkebunan dan agribisnis. Calon pembeli potensial untuk
            saham PPM biasanya berasal dari investor strategis yang memiliki minat dalam
            industri kelapa sawit, perusahaan sejenis yang ingin melakukan ekspansi, private
            equity, maupun investor institusi yang fokus pada sektor komoditas atau agrikultur.
            Karena sifat bisnisnya yang spesifik, pool of potential buyers untuk saham PPM
            tergolong terbatas dibandingkan perusahaan dari sektor umum lainnya.
         d) Strength of the Ultimate Trading Market: Karena PPM merupakan perusahaan
            tertutup dan tidak terdaftar di bursa efek, maka sahamnya tidak memiliki akses
            terhadap pasar perdagangan sekunder yang aktif. Tidak adanya platform publik untuk
            memperdagangkan saham membuat pasar transaksional saham PPM bersifat
            bilateral dan terbatas. Kekuatan pasar akhirnya untuk saham PPM tergolong lemah
            karena terbatasnya transparansi, likuiditas, dan partisipasi investor publik.
         e) Risk Factors: Sebagai perusahaan yang telah beroperasi dan membukukan
            pendapatan, PPM memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan perusahaan
            baru atau belum beroperasi. Namun demikian, sebagai perusahaan di sektor
            perkebunan kelapa sawit, PPM tetap menghadapi sejumlah risiko yang perlu
            diperhatikan, antara lain: risiko harga komoditas (CPO), risiko lingkungan dan
            keberlanjutan (terkait regulasi dan tekanan ESG), risiko tenaga kerja dan konflik
            lahan, serta risiko operasional seperti gangguan cuaca dan logistik. Risiko-risiko
            tersebut harus menjadi perhatian dalam menilai kelayakan investasi di PPM.

         Dikarenakan PPM sudah mengkonfirmasi calon pembeli yang hendak membeli sebanyak
         32,00% ekuitas, maka dengan mempertimbangkan kondisi di atas, maka kewajaran
         penggunaan DLOM oleh Penilai saat Penilaian ini adalah sebesar 30%.

5.2.7. Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM dengan Metode DCF

         Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan metode DCF, berikut adalah Nilai Pasar
         32,00% Ekuitas PPM:

         Figur 25. Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM dengan Metode DCF

                                              Keterangan                                         Nilai
           Indikasi Nilai Eksplisit                                                         548.176.120.089
           Indikasi Indikasi Nilai Perpetuity                                                16.816.764.616
           Indikasi Nilai (100,00%) Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                       564.992.884.705
           (+) Kas                                                           Rp              24.760.442.000
           Utang Struktur Modal :
           (-) Utang dan Pinjaman                                            Rp            (583.446.047.000)
           (-) Kewajiban imbalan pasca kerja                                                 (6.097.682.000)


                                                                                                Halaman - 10
Page 81
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                           Keterangan                                             Nilai
           Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri       Rp                  209.597.705
           Indikasi Nilai Pasar 32% Ekuitas PT Pertama Putera Mandiri                             67.071.266
                                                                             Rp
           milik ANJT

         Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai ekuitas PPM dengan metode
         DCF, maka kami berpendapat bahwa Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM per
         31 Juli 2025 adalah sebesar Rp67.071.266,- (enam puluh tujuh juta tujuh puluh satu
         ribu dua ratus enam puluh enam rupiah).


5.3.     Pendekatan Aset dengan Metode Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method)

5.3.1. Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earnings Method)

         Pendapatan dalam metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah hasil dari
         produktivitas aktiva berwujud maupun tidak berwujud yang digunakan oleh perusahaan.
         Setiap kelebihan pengembalian yang diperoleh di atas pengembalian normal atas aset
         berwujud, dihitung sebagai pengembalian dari aset tak berwujud secara kolektif.

         Pendapatan yang digunakan oleh perusahaan tersebut merupakan hasil dari produktivitas
         aktiva berwujud maupun tidak berwujud. Setiap kelebihan pengembalian (excess return
         atau earning) yang diperoleh di atas pengembalian normal (normal return) atas aset
         berwujud, dihitung sebagai pengembalian dari aset tak berwujud secara kolektif.

         Sebelum melakukan perhitungan tingkat imbal hasil nilai aset berwujud bersih, terlebih
         dahulu dilakukan penyesuaian nilai aset berupa bangunan, mesin, dan peralatan kantor
         dilakukan menjadi nilai pasar. Nilai pasar yang dijadikan acuan dalam penyesuaian ini
         adalah nilai pasar yang dihasilkan dari penilaian properti yang dilakukan oleh KJPP Ruddy
         Barus Yenny dan Rekan dengan Penilai Publik Robintang Tua
         Simarmata,S.T.,M.T.,MAPPI (Cert) dengan Nomor Ijin Penilai Publik P-1.21.00593 dan
         No.MAPPI 13-S-04431 atas nilai aset tetap yang berlokasi di Desa Atori, Desa Puragi,
         Desa Benawa, Kecamatan Kokoda Utara, Kecamatan Metamani, Kecamatan Kais,
         Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya di dengan nomor Laporan No.
         00417/2.0144-02/PI/01/0593/1/IX/2025, tanggal 19 September 2025 dihasilkan nilai Pasar
         atas aset tersebut adalah sebesar Rp. 409.855.000.000,-.

         Figur 26, Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan 31 Juli 2025

                                                         2025                                     2025
                          Uraian                       31Juli25          Penyesuaian             31Juli25
                                                        Before                                    After
          Aset
          Aset Lancar
          Kas dan setara kas                         24.760.442.000                             24.760.442.000
          Piutang usaha dan piutang lain-lain        50.218.802.000                             50.218.802.000
          Persediaan                                 14.561.176.000                             14.561.176.000



                                                                                                Halaman - 11
Page 82
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                                         2025                                      2025
                              Uraian                   31Juli25          Penyesuaian              31Juli25
                                                        Before                                     After
          Pajak                                      51.677.978.000                              51.677.978.000
          Biaya dibayar dimuka dengan uang
                                                        238.900.000                                238.900.000
          muka
                                                                   -
          Jumlah Aset Lancar                        141.457.298.000                             141.457.298.000
                                                                                       -

          Aset Tidak Lancar
          Tanaman Produktif                         924.431.943.000    (700.309.510.000)        224.122.433.000
          Aset tetap                                252.891.588.000     (67.158.796.000)        185.732.792.000
          Aset hak-guna                                 294.187.000                                294.187.000
          Aset tak berwujud                              56.092.000                                 56.092.000
          Piutang lain-lain                                        -                                            -
          Uang muka                                                -                                            -
          Piutang Plasma                            177.238.841.000                             177.238.841.000
          Aset pajak tangguhan                        1.026.057.000                               1.026.057.000
          Uang muka proyek perkebunan plasma                       -                                            -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                 1.355.938.708.000   (767.468.306.000)        588.470.402.000
          Jumlah Aset                              1.497.396.006.000   (767.468.306.000)        729.927.700.000


          Liabilitas dan Ekuitas
          Liabilitas
          Liabilitas Jangka Pendek
          Utang pajak                                   242.384.000                                242.384.000
          Utang usaha dan utang lain-lain            34.421.251.000                              34.421.251.000
          Biaya masih harus dibayar                   7.865.439.000                               7.865.439.000
          Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam
                                                         64.584.000                                 64.584.000
          satu
          Utang dan pinjaman                        583.446.047.000                             583.446.047.000
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           626.039.705.000                    -        626.039.705.000


          Liabilitas Jangka Panjang
          Utang dan pinjaman                                       -                                            -
          Liabilitas sewa                               106.731.000                                106.731.000
          Liabilitas pajak tangguhan                               -                                            -
          Kewajiban imbalan pasca kerja               6.097.682.000                               6.097.682.000
                                                                                                                -
          Jumlah Liabilitas Jangka panjang            6.204.413.000                    -          6.204.413.000
          Jumlah Liabilitas                         632.244.118.000                    -        632.244.118.000


          Ekuitas
          Modal saham                              1.716.853.000.000                        1.716.853.000.000


                                                                                                 Halaman - 12
Page 83
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


                                                            2025                                     2025
                          Uraian                           31Juli25        Penyesuaian             31Juli25
                                                           Before                                    After
          Tambahan modal disetor                           970.172.000                               970.172.000
          Uang muka setoran modal                      70.021.110.000                             70.021.110.000
          Akumulasi defisit                          (922.692.394.000)                          (922.692.394.000)
          Penyesuaian                                                    (767.468.306.000)      (767.468.306.000)
          Jumlah Ekuitas                              865.151.888.000    (767.468.306.000)        97.683.582.000
          Jumlah Liabilitas dan Ekuitas              1.497.396.006.000   (767.468.306.000)       729.927.700.000

         Penentuan Tingkat Imbal Balik untuk Nilai Aset Berwujud Bersih (NABB). Tingkat imbal
         balik wajar atas Nilai Aset Berwujud Bersih (NABB) harus ditentukan berdasarkan risiko
         yang melekat pada aset tersebut. Penentuan ini merefleksikan tingkat pengembalian rata-
         rata tertimbang (weighted average return) antara biaya ekuitas dan biaya utang, yang
         relevan dengan kemampuan entitas dalam memperoleh pembiayaan.

         Figur 27. Penentuan Tingkat Imbal Balik Aset Berwujud Bersih

                 Uraian                Nilai Pasar             Bobot Leverage                Tertimbang
          Piutang Usaha                   50.218.802.000                    40%                  20.087.520.800
          Persediaan                      14.561.176.000                    50%                    7.280.588.000
          Aset Tetap                   409.855.225.000                      60%                 245.913.135.000
          Jumlah                       474.635.203.000                                          273.281.243.800


          Ke                                     11,63%                  42,42%                             4,93%
          Kd                                      6,96%                  57,58%                             4,01%
                                                                                                       8,94%
          Nilai Aset                                                                          97.683.582.000
          Berwujud Bersih
          (Ekuitas)
          WACC                                                                                            8,94%
          Balikan Aset                                                                          8.731.178.380
          Berwujud Bersih

         Tingkat kapitalisasi yang digunakan untuk aktiva tak berwujud mengacu pada biaya modal
         ekuitas, yang dalam hal ini sebesar 8,94%.

5.3.2. Nilai Ekuitas Perseroan Berdasarkan Pendekatan Aset

         Perhitungan nilai saham Perseroan dilakukan menggunakan metode Pendekatan
         Kelebihan Penghasilan (Excess Earning Method / EEM). Metode ini mempertimbangkan
         nilai aset berwujud bersih yang telah disesuaikan, arus kas bersih atas aktiva tak berwujud,
         serta tingkat kapitalisasi yang relevan.




                                                                                                  Halaman - 13
Page 84
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


         Figur 28. Hasil Penilaian Berdasarkan Pendekatan Aset

                                            Uraian                                         Nilai
          Indikasi Nilai Aset Tak berwujud                                                 465.650.155.761
          Indikasi Nilai Aset Berwujud                                                      97.683.582.000

          Indikasi Nilai Kapital                                                           563.333.737.761
          Utang dalam Struktur Kapital per 31/07/2025                                    (589.543.729.000)
          Indikasi Nilai 100,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                        (26.209.991.239)
          Indikasi Nilai 32,00% EkuitasPT Permata Putera Mandiri                            (8.387.197.197)


         Hasil dari perhitungan tersebut menunjukkan indikasi nilai 32% ekuitas PPM milik ANJT
         Perseroan yang diperoleh melalui pendekatan aset menggunakan metode kapitalisasi
         kelebihan penghasilan adalah sebesar Rp(8.387.197.197),- (negatif delapan miliar tiga
         ratus delapan puluh tujuh juta sembulan puluh Sembilan tujuh ribu serratus
         Sembilan puluh tujuh rupiah).

5.4.     Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan kesimpulan nilai yang mewakili kedua pendekatan penilaian yang
         digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan memberikan bobot sebesar 100,00% pada
         Pendekatan Pendapatan dengan metode DCF - Free Cash Flow to Firm (FCFF) dan bobot
         sebesar 0,00% pada Pendekatan Aset dengan metode EEM – Excess Earnings.
         Pembobotan dilakukan berdasarkan analisis dan tingkat keyakinan atas kesesuaian data
         dan informasi yang dijadikan sebagai masukan pada masing-masing pendekatan yang
         digunakan. Bobot 100% pada Metode DCF karena kami mempunyai keyakinan yang jauh
         lebih kuat daripada metode EEM untuk Penilaian ini. DCF sangat relevan bagi investor
         yang berfokus pada potensi jangka panjang suatu aset daripada pergerakan harga saham
         atau tren pasar sementara. Berbeda dengan metode lain yang mungkin lebih bergantung
         pada harga pasar atau transaksi sebelumnya, DCF lebih independen karena menilai bisnis
         berdasarkan kinerja keuangan dan proyeksi arus kasnya sendiri. Meskipun begitu, DCF
         memiliki tantangan tersendiri, seperti kepekaan terhadap asumsi pertumbuhan dan tingkat
         diskonto yang digunakan.

         Figur 29. Rekonsiliasi Nilai

          Pendekatan               Metode                  Nilai             Bobot    Nilai Setelah Bobot

          Pendapatan     Discounted Cash Flow                  67.473.862    100%                  67.473.862
          Aset           Excess earnings                   (8.387.197.197)     0%                           -
          Indikasi Nilai 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                                  67.473.862
          DLOC                                                                30%               (20.242.159)
          Indikasi Nilai setelah DLOC                                                              47.231.703
          DLOM                                                                30%               (14.169.511)
          Nilai 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                                           33.062.192



                                                                                                Halaman - 14
Page 85
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk



         Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai 32% ekuitas PPM milik ANJT
         dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan dengan Metode DCF dan Pendekatan
         Aset dengan Metode EEM, maka Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM milik ANJT per tanggal
         31 Juli 2025 adalah sebesar Rp33.062.192,- (tiga puluh tiga juta enam puluh dua ribu
         seratus sembilan puluh dua rupiah).




                                                                                                Halaman - 15
Page 86
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (PPM) Milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk



5.5.     Kesimpulan Nilai

         Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai ekuitas PPM dengan
         menggunakan Pendekatan Pendapatan dengan Metode DCF dan Pendekatan Aset
         dengan Metode EEM, maka Nilai Pasar 32,00% Ekuitas PPM milik ANJT per tanggal 31
         Juli 2025 adalah sebesar Rp32.848.157,- (tiga puluh dua juta delapan ratus delapan
         puluh delapan ribu seratus lima puluh tujuh rupiah).




                                                                                                Halaman - 16
Page 87
APPENDIX                                          : Lampiran 01
PROJECT                                           : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                                             : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                                          : Asumsi

                                                                         2024                   2025               2025               2026               2027               2028               2029               2030               2031               2032               2033               2034               2035               2036               2037               2038               2039               2040               2041               2042
                                   Uraian                              31Des24                31Juli25           31Des25            31Des26            31Des27            31Des28            31Des29            31Des30            31Des31            31Des32            31Des33            31Des34            31Des35            31Des36            31Des37            31Des38            31Des39            31Des40            31Des41            31Des42
                                                                        Actual                 Actual            Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast

Asumsi Umum
Jumlah Hari dalam setahun                                                                                  210                150                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360
Kenaikan gaji                                                                                             6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%
Kenaikan biaya Lain (Inflasi)                                                                            0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%
Pajak                                                                                                      22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%

Asumsi Produksi TBS

Luas Area Panen
     Tahun Tanam 2015                                                                                                       1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306              1.306                -                  -                  -
     Tahun Tanam 2016                                                                                                         904                904                904                904                904                904                904                904                904                904                904                904                904                904                904                904                -                  -
     Tahun Tanam 2017                                                                                                         628                628                628                628                628                628                628                628                628                628                628                628                628                628                628                628                628                -
     Tahun Tanam 2018                                                                                                       1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408              1.408
Jumlah                                                                                                                      4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              4.246              2.940              2.036              1.408

Produksi TBS                                      Kg/Tahun
     Tahun Tanam 2015                             Kg/Tahun                                                           24.814.356         26.257.665         26.845.307         26.975.732         26.619.560         25.747.408         25.303.090         24.819.595         24.296.925         23.735.078         23.134.055         22.493.856         21.814.481         21.651.086         22.033.053                -                  -                  -
     Tahun Tanam 2016                             Kg/Tahun                                                           15.733.048         16.688.156         17.670.383         18.077.156         18.175.863         17.946.167         17.367.727         17.077.015         16.759.184         16.414.235         16.042.168         15.642.982         15.216.679         14.763.257         14.658.578         14.922.981                -                  -
     Tahun Tanam 2017                             Kg/Tahun                                                           10.238.460         10.881.472         11.543.328         12.224.028         12.506.682         12.576.181         12.418.391         12.019.180         11.818.992         11.599.960         11.362.085         11.105.366         10.829.804         10.535.398         10.222.148         10.150.320         10.334.045                -
     Tahun Tanam 2018                             Kg/Tahun                                                           24.150.970         25.650.179         27.191.633         28.775.334         30.401.282         31.034.976         31.140.860         30.687.247         29.642.454         29.093.787         28.502.874         27.869.715         27.194.309         26.476.657         25.716.759         24.914.614         24.703.650         25.115.552
Jumlah                                                                                                    -          74.936.833         79.477.472         83.250.651         86.052.251         87.703.387         87.304.732         86.230.067         84.603.037         82.517.554         80.843.060         79.041.182         77.111.919         75.055.273         73.426.398         72.630.538         49.987.914         35.037.695         25.115.552

Harga
Kenaikan harga                                    %/Tahun
Tahun Tanam 2015                                  Rp.Kg                                                                     2.645              2.694              2.730              2.774              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808
Tahun Tanam 2016                                  Rp.Kg                                                                     2.645              2.694              2.730              2.774              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808
Tahun Tanam 2017                                  Rp.Kg                                                                     2.645              2.694              2.730              2.774              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808
Tahun Tanam 2018                                  Rp.Kg                                                                     2.645              2.694              2.730              2.774              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808              2.808

Asumsi Biaya Langsung
Kenaikan harga                                                                                                            0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%
Biaya panen dan transportasi TBS                                                                                 39.967.215.438     53.007.123.289     51.636.973.352     49.638.462.620     47.049.542.510     46.835.678.764     46.259.162.066     45.386.321.852     44.267.539.505     43.369.236.938     42.402.597.577     41.367.621.422     40.264.308.473     39.390.478.905     38.963.530.255     26.816.621.010     18.796.395.043     13.473.541.371
Biaya perawatan tanaman menghasilkan                                                                             46.707.540.000     45.773.389.200     44.857.921.416     43.960.762.988     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     29.832.125.728     20.660.705.508     14.287.768.733
Pembelian tandan buah segar plasma                                                                               24.981.932.425     35.826.720.010     38.095.453.011     40.058.982.854     41.306.042.304     41.124.812.320     40.557.773.386     39.753.845.725     38.817.543.970     38.034.373.003     37.190.901.322     36.287.128.927     35.323.055.818     34.521.233.853     34.104.936.837     25.055.083.121     16.697.100.361      9.956.762.975
Biaya tidak langsung kebun                                                                                       16.058.454.324     15.737.285.237     15.422.539.532     15.114.088.742     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     10.256.541.629      7.103.328.407      4.912.257.883
Penyusutan tanaman menghasilkan                                                                                  24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393
Penyusutan aset tetap                                                                                            10.784.641.000     10.784.641.000     10.615.510.063     10.598.567.175     10.598.567.175     10.598.567.175     10.598.567.175      9.659.357.766      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      1.616.884.562        430.067.406

Asumsi Tidak Biaya Langsung

Beban Umum dan Administrasi
     Gaji, tunjangan dan imbalan kerja lainnya                          1.809.025.000          2.910.344.000      2.078.817.143      5.313.456.617      5.658.831.297      6.026.655.332      6.418.387.928      6.835.583.143      7.279.896.048      7.753.089.291      8.257.040.095      8.793.747.701      9.365.341.302      9.974.088.486     10.622.404.238     11.312.860.513     12.048.196.447     12.831.329.216     13.665.365.615     14.553.614.380
     Jasa professional                                                  1.178.076.000          1.233.528.000        881.091.429      2.132.234.208      2.149.995.719      2.167.905.184      2.185.963.834      2.204.172.913      2.222.533.673      2.241.047.378      2.259.715.303      2.278.538.732      2.297.518.959      2.316.657.292      2.335.955.047      2.355.413.553      2.375.034.148      2.394.818.182      2.414.767.018      2.434.882.027
     Rekrutmen                                                            865.447.000            388.441.000        277.457.857        671.445.795        677.038.938        682.678.672        688.365.386        694.099.469        699.881.318        705.711.329        711.589.905        717.517.449        723.494.369        729.521.077        735.597.988        741.725.519        747.904.093        754.134.134        760.416.071        766.750.337
     Persediaan kantor, komunikasi dan utilitas                            51.245.000             41.710.000         29.792.857         72.098.476         72.699.056         73.304.639         73.915.267         74.530.981         75.151.824         75.777.839         76.409.068         77.045.556         77.687.345         78.334.481         78.987.007         79.644.969         80.308.412         80.977.381         81.651.922         82.332.083
     Perjalanan dan akomodasi                                             637.797.000            147.174.000        105.124.286        302.499.000        305.018.817        307.559.623        310.121.595        312.704.908        315.309.740        317.936.270        320.584.679        323.255.149        325.947.865        328.663.011        331.400.773        334.161.342        336.944.906        339.751.657        342.581.788        345.435.495
     Asuransi                                                             363.456.000            347.840.000        248.457.143        366.483.588        369.536.397        372.614.635        375.718.515        378.848.250        382.004.056        385.186.150        388.394.750        391.630.079        394.892.357        398.181.811        401.498.665        404.843.149        408.215.492        411.615.927        415.044.688        418.502.010
     Amortisasi aset hak-guna                                                     -                      -           80.160.000         80.160.000         80.160.000                -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
     Pelatihan, pendidikan dan pertemuan                                    7.929.000                    -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
     Penyusutan aset tetap                                                128.586.000             20.090.000         20.090.000         20.090.000         19.774.937         19.743.375         19.743.375         19.743.375         19.743.375         17.993.784         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019          3.011.988            801.144
     Sewa                                                                 135.733.000            135.757.000         96.969.286        234.664.896        236.619.654        238.590.696        240.578.156        242.582.173        244.602.882        246.640.424        248.694.939        250.766.568        252.855.453        254.961.739        257.085.570        259.227.093        261.386.455        263.563.804        265.759.290        267.973.065
     Perbaikan dan pemeliharaan                                            58.758.000             68.301.000         48.786.429        118.062.767        119.046.230        120.037.885        121.037.800        122.046.045        123.062.689        124.087.801        125.121.452        126.163.714        127.214.658        128.274.356        129.342.881        130.420.308        131.506.709        132.602.160        133.706.736        134.820.513
     Sumbangan                                                                    -                      -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
     Amortisasi aset tak berwujud                                                 -                      -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
     Lain-lain                                                            227.045.000            223.604.000        159.717.143        386.514.208        389.733.871        392.980.354        396.253.881        399.554.676        402.882.966        406.238.981        409.622.952        413.035.111        416.475.694        419.944.936        423.443.077        426.970.358        430.527.021        434.113.311        437.729.475        441.375.762

Asumsi Lainnya

Rasio Perputaran Persediaan (hari)                                                                         38                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30
Rasio Perputaran Piutang Usaha (hari)                                                                      66                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14
Rasio Perputaran Utang Usaha (hari)                                                                        63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63
Page 88
APPENDIX                                           : Lampiran 02
PROJECT                                            : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                                              : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                                           : Asumsi Perhitungan

                                                           2025                   2025                  2026                2027                2028                2029                2030               2031               2032               2033               2034               2035               2036               2037               2038               2039               2040               2041              2042
                                                         31Juli25               31Des25               31Des26             31Des27             31Des28             31Des29             31Des30            31Des31            31Des32            31Des33            31Des34            31Des35            31Des36            31Des37            31Des38            31Des39            31Des40            31Des41           31Des42
                                                          Actual                Forecast              Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast          Forecast

Pendapatan

Pendapatan
Tahun Tanam 2015                                                                65.633.972.135      70.727.645.450      73.277.166.187      74.825.012.823      74.760.303.976      72.310.888.654      71.063.032.611     69.705.151.566     68.237.245.520     66.659.314.473     64.971.358.424     63.173.377.374     61.265.371.323     60.806.480.803     61.879.224.567                -                  -                 -
Tahun Tanam 2016                                                                41.613.910.917      44.951.216.283      48.233.219.612      50.142.231.215      51.046.412.954      50.401.316.338      48.776.785.202     47.960.326.965     47.067.708.008     46.098.928.331     45.053.987.933     43.932.886.816     42.735.624.978     41.462.202.419     41.168.214.381     41.910.781.404                -                 -
Tahun Tanam 2017                                                                27.080.725.550      29.310.332.861      31.508.762.515      33.906.885.411      35.124.673.582      35.319.857.922      34.876.709.302     33.755.536.423     33.193.313.903     32.578.169.650     31.910.103.664     31.189.115.944     30.415.206.491     29.588.375.305     28.708.622.386     28.506.893.726     29.022.880.625               -
Tahun Tanam 2018                                                                63.879.315.719      69.091.319.546      74.222.502.352      79.816.730.923      85.381.165.580      87.160.879.187      87.458.249.581     86.184.291.082     83.250.018.008     81.709.102.467     80.049.539.353     78.271.328.664     76.374.470.402     74.358.964.566     72.224.811.157     69.972.010.173     69.379.523.763    70.536.337.608
                                Total pendapatan        65.082.105.000         198.207.924.321     214.080.514.140     227.241.650.666     238.690.860.372     246.312.556.092     245.192.942.101     242.174.776.696    237.605.306.036    231.748.285.440    227.045.514.922    221.984.989.375    216.566.708.799    210.790.673.194    206.216.023.094    203.980.872.491    140.389.685.303     98.402.404.389    70.536.337.608

 Jumlah hari perputaran                                                                     14                   14                  14                  14                  14                  14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                 14                14
Jumlah hari dalam setahun                                                                   150                  360                 360                 360                 360                 360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360               360

Piutang usaha
      Saldo awal                                                               (50.218.802.000)     18.499.406.270       8.325.353.328       8.837.175.304       9.282.422.348       9.578.821.626       9.535.281.082      9.417.907.983      9.240.206.346      9.012.433.323      8.829.547.803      8.632.749.587      8.422.038.676      8.197.415.069      8.019.512.009      7.932.589.486      5.459.598.873     3.826.760.171
      Saldo akhir                                      (50.218.802.000)        (18.499.406.270)     (8.325.353.328)     (8.837.175.304)     (9.282.422.348)     (9.578.821.626)     (9.535.281.082)     (9.417.907.983)    (9.240.206.346)    (9.012.433.323)    (8.829.547.803)    (8.632.749.587)    (8.422.038.676)    (8.197.415.069)    (8.019.512.009)    (7.932.589.486)    (5.459.598.873)    (3.826.760.171)   (2.743.079.796)
Total Penerimaan                                                               129.489.716.051     224.254.567.082     226.729.828.690     238.245.613.328     246.016.156.814     245.236.482.645     242.292.149.795    237.783.007.673    231.976.058.463    227.228.400.442    222.181.787.590    216.777.419.710    211.015.296.801    206.393.926.154    204.067.795.014    142.862.675.915    100.035.243.091    71.620.017.983

Asumsi Beban Pokok Pendapatan

Biaya panen dan transportasi TBS                        13.666.706.000          39.967.215.438      53.007.123.289      51.636.973.352      49.638.462.620      47.049.542.510      46.835.678.764      46.259.162.066     45.386.321.852     44.267.539.505     43.369.236.938     42.402.597.577     41.367.621.422     40.264.308.473     39.390.478.905     38.963.530.255     26.816.621.010     18.796.395.043    13.473.541.371
Biaya perawatan tanaman menghasilkan                               -            46.707.540.000      45.773.389.200      44.857.921.416      43.960.762.988      43.081.547.728      43.081.547.728      43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     43.081.547.728     29.832.125.728     20.660.705.508    14.287.768.733
Pembelian tandan buah segar plasma                      33.749.918.000          24.981.932.425      35.826.720.010      38.095.453.011      40.058.982.854      41.306.042.304      41.124.812.320      40.557.773.386     39.753.845.725     38.817.543.970     38.034.373.003     37.190.901.322     36.287.128.927     35.323.055.818     34.521.233.853     34.104.936.837     25.055.083.121     16.697.100.361     9.956.762.975
Biaya tidak langsung kebun                              10.784.641.000          16.058.454.324      15.737.285.237      15.422.539.532      15.114.088.742      14.811.806.967      14.811.806.967      14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     14.811.806.967     10.256.541.629      7.103.328.407     4.912.257.883
Penyusutan tanaman menghasilkan                                                 24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393     24.107.083.393    24.107.083.393
Penyusutan aset tetap                                                           10.784.641.000      10.784.641.000      10.615.510.063      10.598.567.175      10.598.567.175      10.598.567.175      10.598.567.175      9.659.357.766      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      9.415.769.531      1.616.884.562       430.067.406
Total Biaya Langsung                                    58.201.265.000         162.606.866.580     185.236.242.129     184.735.480.768     183.477.947.772     180.954.590.077     180.559.496.347     179.415.940.714    176.799.963.431    174.501.291.094    172.819.817.560    171.009.706.518    169.070.957.968    167.003.571.909    165.327.920.377    164.484.674.711    125.483.224.411     88.981.497.273    67.167.481.761
                                                                89,43%                  82,04%              86,53%              81,29%              76,87%              73,47%              73,64%              74,09%             74,41%             75,30%             76,12%             77,04%             78,07%             79,23%             80,17%             80,64%             89,38%             90,43%            95,22%


Jumlah hari perputaran utang usaha                                                          63                   63                  63                  63                  63                  63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                 63                63
Jumlah hari dalam setahun                                                                   150                  360                 360                 360                 360                 360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360               360

Utang Usaha
     Saldo Awal                                                                 34.421.251.000      75.838.166.836      29.426.463.907      32.321.406.364      32.090.301.837      31.630.254.297      31.592.150.077     31.381.112.772     30.901.843.932     30.504.203.637     30.218.946.584     29.900.301.188     29.559.144.228     29.195.475.704     28.907.949.481     28.772.520.742     21.390.793.122     15.039.445.169
     Pembelian                                                                 180.567.063.896     168.151.222.324     184.693.750.654     183.373.153.355     180.744.310.269     180.526.571.869     179.320.644.412    176.581.965.324    174.309.735.066    172.679.694.766    170.858.863.931    168.909.395.589    166.831.289.738    165.188.282.749    164.414.404.238    122.233.103.552     85.939.686.678     65.349.647.135
     Saldo Akhir                                       (34.421.251.000)        (75.838.166.836)    (29.426.463.907)    (32.321.406.364)    (32.090.301.837)    (31.630.254.297)    (31.592.150.077)    (31.381.112.772)   (30.901.843.932)   (30.504.203.637)   (30.218.946.584)   (29.900.301.188)   (29.559.144.228)   (29.195.475.704)   (28.907.949.481)   (28.772.520.742)   (21.390.793.122)   (15.039.445.169)   (11.436.188.249)
Pembayaran Utang Usaha                                                         139.150.148.060     214.562.925.254     181.798.808.196     183.604.257.883     181.204.357.809     180.564.676.089     179.531.681.717    177.061.234.164    174.707.375.361    172.964.951.818    171.177.509.327    169.250.552.548    167.194.958.262    165.475.808.972    164.549.832.978    129.614.831.172     92.291.034.631     68.952.904.055

Jumlah hari perputaran utang usaha                                                          30                   30                  30                  30                  30                  30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                 30                30
Jumlah hari dalam setahun                                                                   150                  360                 360                 360                 360                 360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360               360

Persediaan
      Saldo awal                                                                14.561.176.000      32.521.373.316      15.436.353.511      15.394.623.397      15.289.828.981      15.079.549.173      15.046.624.696     14.951.328.393     14.733.330.286     14.541.774.258     14.401.651.463     14.250.808.877     14.089.246.497     13.916.964.326     13.777.326.698     13.707.056.226     10.456.935.368     7.415.124.773
      Pemakaian                                         58.201.265.000         162.606.866.580     185.236.242.129     184.735.480.768     183.477.947.772     180.954.590.077     180.559.496.347     179.415.940.714    176.799.963.431    174.501.291.094    172.819.817.560    171.009.706.518    169.070.957.968    167.003.571.909    165.327.920.377    164.484.674.711    125.483.224.411     88.981.497.273    67.167.481.761
      Pembelian                                                                180.567.063.896     168.151.222.324     184.693.750.654     183.373.153.355     180.744.310.269     180.526.571.869     179.320.644.412    176.581.965.324    174.309.735.066    172.679.694.766    170.858.863.931    168.909.395.589    166.831.289.738    165.188.282.749    164.414.404.238    122.233.103.552     85.939.686.678    65.349.647.135
Saldo akhir                                            (14.561.176.000)        (32.521.373.316)    (15.436.353.511)    (15.394.623.397)    (15.289.828.981)    (15.079.549.173)    (15.046.624.696)    (14.951.328.393)   (14.733.330.286)   (14.541.774.258)   (14.401.651.463)   (14.250.808.877)   (14.089.246.497)   (13.916.964.326)   (13.777.326.698)   (13.707.056.226)   (10.456.935.368)    (7.415.124.773)   (5.597.290.147)

Asumsi Tidak Langsung

Beban Umum dan Administrasi
Gaji, tunjangan dan imbalan kerja lainnya                                         2.078.817.143      5.313.456.617       5.658.831.297       6.026.655.332       6.418.387.928       6.835.583.143       7.279.896.048      7.753.089.291      8.257.040.095      8.793.747.701      9.365.341.302      9.974.088.486     10.622.404.238     11.312.860.513     12.048.196.447     12.831.329.216     13.665.365.615    14.553.614.380
Jasa professional                                                                   881.091.429      2.132.234.208       2.149.995.719       2.167.905.184       2.185.963.834       2.204.172.913       2.222.533.673      2.241.047.378      2.259.715.303      2.278.538.732      2.297.518.959      2.316.657.292      2.335.955.047      2.355.413.553      2.375.034.148      2.394.818.182      2.414.767.018     2.434.882.027
Rekrutmen                                                                           277.457.857        671.445.795         677.038.938         682.678.672         688.365.386         694.099.469         699.881.318        705.711.329        711.589.905        717.517.449        723.494.369        729.521.077        735.597.988        741.725.519        747.904.093        754.134.134        760.416.071       766.750.337
Persediaan kantor, komunikasi dan utilitas                                           29.792.857         72.098.476          72.699.056          73.304.639          73.915.267          74.530.981          75.151.824         75.777.839         76.409.068         77.045.556         77.687.345         78.334.481         78.987.007         79.644.969         80.308.412         80.977.381         81.651.922        82.332.083
Perjalanan dan akomodasi                                                            105.124.286        302.499.000         305.018.817         307.559.623         310.121.595         312.704.908         315.309.740        317.936.270        320.584.679        323.255.149        325.947.865        328.663.011        331.400.773        334.161.342        336.944.906        339.751.657        342.581.788       345.435.495
Asuransi                                                                            248.457.143        366.483.588         369.536.397         372.614.635         375.718.515         378.848.250         382.004.056        385.186.150        388.394.750        391.630.079        394.892.357        398.181.811        401.498.665        404.843.149        408.215.492        411.615.927        415.044.688       418.502.010
Amortisasi aset hak-guna                                                             80.160.000         80.160.000          80.160.000                 -                   -                   -                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                 -
Pelatihan, pendidikan dan pertemuan                                                         -                  -                   -                   -                   -                   -                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                 -
Penyusutan aset tetap                                                                20.090.000         20.090.000          19.774.937          19.743.375          19.743.375          19.743.375          19.743.375         17.993.784         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019         17.540.019          3.011.988           801.144
Sewa                                                                                 96.969.286        234.664.896         236.619.654         238.590.696         240.578.156         242.582.173         244.602.882        246.640.424        248.694.939        250.766.568        252.855.453        254.961.739        257.085.570        259.227.093        261.386.455        263.563.804        265.759.290       267.973.065
Perbaikan dan pemeliharaan                                                           48.786.429        118.062.767         119.046.230         120.037.885         121.037.800         122.046.045         123.062.689        124.087.801        125.121.452        126.163.714        127.214.658        128.274.356        129.342.881        130.420.308        131.506.709        132.602.160        133.706.736       134.820.513
Sumbangan                                                                                   -                  -                   -                   -                   -                   -                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                 -
Amortisasi aset tak berwujud                                                                -                  -                   -                   -                   -                   -                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                 -
Lain-lain                                                                           159.717.143        386.514.208         389.733.871         392.980.354         396.253.881         399.554.676         402.882.966        406.238.981        409.622.952        413.035.111        416.475.694        419.944.936        423.443.077        426.970.358        430.527.021        434.113.311        437.729.475       441.375.762
Total Beban Umum dan Administrasi                                   -             4.026.463.571      9.697.709.555      10.078.454.917      10.402.070.396      10.830.085.738      11.283.865.934      11.765.068.571     12.273.709.247     12.814.713.163     13.389.240.077     13.998.968.021     14.646.167.208     15.333.255.267     16.062.806.823     16.837.563.701     17.660.445.791     18.520.034.591    19.446.486.815
Page 89
APPENDIX                                        : Lampiran 03
PROJECT                                         : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                                           : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                                        : Asumsi Depresiasi Non Tanaman

                                                         2023                 2024                2025              2025               2026              2027              2028              2029              2030
                                                       31Des23              31Des24             31Juli25          31Des25            31Des26           31Des27           31Des28           31Des29           31Des30
                                                        Actual               Actual              Actual           Forecast           Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast
Penambahan
Tanah
Bangunan, prasarana, jalan dan jembatan
Mesin dan alat berat                                                                             12.200.000
Peralatan komunikasi dan IT                                                                                                                             42.631.000                                                    -
Perabot kantor                                                                                                                                          85.804.000
Kendaraan                                                                                      7.726.667.000
Aset dalam penyelesaian                                                                          256.125.000
Jumlah                                                             -                  -        7.994.992.000                 -                -        128.435.000                -                 -                 -

Pengurangan
Tanah
Bangunan, prasarana, jalan dan jembatan
Mesin dan alat berat
Peralatan komunikasi dan IT
Perabot kantor
Kendaraan
Aset dalam penyelesaian
Jumlah                                                             -                                                         -                -                 -                 -                 -                 -

Reklasifikasi
Tanah
Bangunan, prasarana, jalan dan jembatan                                                       13.050.169.000
Mesin dan alat berat
Peralatan komunikasi dan IT
Perabot kantor
Kendaraan
Aset dalam penyelesaian                                                                      (13.050.169.000)
Jumlah                                                             -                  -                  -                   -                -                 -                 -                 -                 -

Biaya Perolehan
Tanah                                                   82.690.046.000     82.690.046.000     82.690.046.000     82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000
Bangunan, prasarana, jalan dan jembatan                125.012.981.000    200.989.726.000    214.039.895.000    214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000
Mesin dan alat berat                                    27.090.514.000     24.988.150.000     25.000.350.000     25.000.350.000    25.000.350.000    25.000.350.000    25.000.350.000    25.000.350.000    25.000.350.000
Peralatan komunikasi dan IT                              2.905.363.000      2.980.746.000      2.980.746.000      2.980.746.000     2.980.746.000     3.023.377.000     3.023.377.000     3.023.377.000     3.023.377.000
Perabot kantor                                           4.857.236.000      4.925.735.000      4.925.735.000      4.925.735.000     4.925.735.000     5.011.539.000     5.011.539.000     5.011.539.000     5.011.539.000
Kendaraan                                               16.443.993.000     14.412.044.000     22.138.711.000     22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000
Aset dalam penyelesaian                                 80.175.009.000     21.918.582.000      9.124.538.000      9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000
Jumlah                                                 339.175.142.000    352.905.029.000    360.900.021.000    360.900.021.000   360.900.021.000   361.028.456.000   361.028.456.000   361.028.456.000   361.028.456.000

Depresiasi
Tanah                                                                                                                       -                 -                 -                 -                 -                 -
Bangunan, prasarana, jalan dan jembatan    7%                              14.455.103.000      8.788.281.000      8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000
Mesin dan alat berat                      13%                                 527.715.000      1.186.526.000      1.186.526.000     1.186.526.000     1.186.526.000     1.186.526.000     1.186.526.000     1.186.526.000
Peralatan komunikasi dan IT               25%                                  75.117.000         42.631.000         42.631.000        42.631.000        26.461.000        10.657.750        10.657.750        10.657.750
Perabot kantor                            20%                                 337.926.000        171.608.000        171.608.000       171.608.000        18.332.000        17.160.800        17.160.800        17.160.800
Kendaraan                                 20%                                (994.959.000)       615.685.000        615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000
Aset dalam penyelesaian                                                               -                  -                  -                 -                 -                 -                 -                 -
Jumlah                                                             -       14.400.902.000     10.804.731.000     10.804.731.000    10.804.731.000    10.635.285.000    10.618.310.550    10.618.310.550    10.618.310.550

Akumulasi Depresiai
Tanah                                                              -                                                        -                 -                 -                 -                 -                 -
Bangunan, prasarana, jalan dan jembatan                 48.743.662.000     63.198.765.000     71.987.046.000     80.775.327.000    89.563.608.000    98.351.889.000   107.140.170.000   115.928.451.000   124.716.732.000
Mesin dan alat berat                                    14.734.860.000     15.262.575.000     16.449.101.000     17.635.627.000    18.822.153.000    20.008.679.000    21.195.205.000    22.381.731.000    23.568.257.000
Peralatan komunikasi dan IT                              2.751.275.000      2.826.392.000      2.869.023.000      2.911.654.000     2.954.285.000     2.980.746.000     2.991.403.750     3.002.061.500     3.012.719.250
Perabot kantor                                           4.054.653.000      4.392.579.000      4.564.187.000      4.735.795.000     4.907.403.000     4.925.735.000     4.942.895.800     4.960.056.600     4.977.217.400
Kendaraan                                               12.518.350.000     11.523.391.000     12.139.076.000     12.754.761.000    13.370.446.000    13.986.131.000    14.601.816.000    15.217.501.000    15.833.186.000
Aset dalam penyelesaian                                                                                  -                  -                 -                 -                 -                 -                 -
Jumlah                                                  82.802.800.000     97.203.702.000    108.008.433.000    118.813.164.000   129.617.895.000   140.253.180.000   150.871.490.550   161.489.801.100   172.108.111.650

Nilai Buku
Tanah                                                   82.690.046.000     82.690.046.000     82.690.046.000     82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000
Bangunan, prasarana, jalan dan jembatan                 76.269.319.000    137.790.961.000    142.052.849.000    133.264.568.000   124.476.287.000   115.688.006.000   106.899.725.000    98.111.444.000    89.323.163.000
Mesin dan alat berat                                    12.355.654.000      9.725.575.000      8.551.249.000      7.364.723.000     6.178.197.000     4.991.671.000     3.805.145.000     2.618.619.000     1.432.093.000
Peralatan komunikasi dan IT                                154.088.000        154.354.000        111.723.000         69.092.000        26.461.000        42.631.000        31.973.250        21.315.500        10.657.750
Perabot kantor                                             802.583.000        533.156.000        361.548.000        189.940.000        18.332.000        85.804.000        68.643.200        51.482.400        34.321.600
Kendaraan                                                3.925.643.000      2.888.653.000      9.999.635.000      9.383.950.000     8.768.265.000     8.152.580.000     7.536.895.000     6.921.210.000     6.305.525.000
Aset dalam penyelesaian                                 80.175.009.000     21.918.582.000      9.124.538.000      9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000
Jumlah                                                 256.372.342.000    255.701.327.000    252.891.588.000    242.086.857.000   231.282.126.000   220.775.276.000   210.156.965.450   199.538.654.900   188.920.344.350
Page 90
     2031              2032              2033              2034              2035              2036              2037              2038              2039              2040              2041              2042
   31Des31           31Des32           31Des33           31Des34           31Des35           31Des36           31Des37           31Des38           31Des39           31Des40           31Des41           31Des42
   Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast




                      12.200.000                                                                                                                                      12.200.000
    42.631.000                                                              42.631.000                                                              42.631.000
                      85.804.000                                                                                85.804.000                                                                                85.804.000
                                                                                                                                                                                      2.000.000.000

    42.631.000        98.004.000                -                 -         42.631.000                -         85.804.000                -         42.631.000        12.200.000      2.000.000.000       85.804.000




            -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -




            -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -



 82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000
214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000   214.039.895.000
 25.000.350.000    25.012.550.000    25.012.550.000    25.012.550.000    25.012.550.000    25.012.550.000    25.012.550.000    25.012.550.000    25.012.550.000    25.024.750.000    25.024.750.000    25.024.750.000
  3.066.008.000     3.066.008.000     3.066.008.000     3.066.008.000     3.108.639.000     3.108.639.000     3.108.639.000     3.108.639.000     3.151.270.000     3.151.270.000     3.151.270.000     3.151.270.000
  5.011.539.000     5.097.343.000     5.097.343.000     5.097.343.000     5.097.343.000     5.097.343.000     5.183.147.000     5.183.147.000     5.183.147.000     5.183.147.000     5.183.147.000     5.268.951.000
 22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    22.138.711.000    24.138.711.000    24.138.711.000
  9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000
361.071.087.000   361.169.091.000   361.169.091.000   361.169.091.000   361.211.722.000   361.211.722.000   361.297.526.000   361.297.526.000   361.340.157.000   361.352.357.000   363.352.357.000   363.438.161.000



            -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                -
  8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     8.788.281.000     1.440.353.000              -
  1.186.526.000       245.567.000         1.525.000         1.525.000         1.525.000         1.525.000         1.525.000         1.525.000         1.525.000         1.525.000         3.050.000        3.050.000
     10.657.750        10.657.750        10.657.750        10.657.750        10.657.750        10.657.750        10.657.750        10.657.750        10.657.750        10.657.750        10.657.750       10.657.750
     17.160.800        17.160.800        17.160.800        17.160.800        17.160.800        17.160.800        17.160.800        17.160.800        17.160.800        17.160.800        17.160.800       17.160.800
    615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000       615.685.000       148.675.000      400.000.000
            -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                -
 10.618.310.550     9.677.351.550     9.433.309.550     9.433.309.550     9.433.309.550     9.433.309.550     9.433.309.550     9.433.309.550     9.433.309.550     9.433.309.550     1.619.896.550      430.868.550



            -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -
133.505.013.000   142.293.294.000   151.081.575.000   159.869.856.000   168.658.137.000   177.446.418.000   186.234.699.000   195.022.980.000   203.811.261.000   212.599.542.000   214.039.895.000   214.039.895.000
 24.754.783.000    25.000.350.000    25.001.875.000    25.003.400.000    25.004.925.000    25.006.450.000    25.007.975.000    25.009.500.000    25.011.025.000    25.012.550.000    25.015.600.000    25.018.650.000
  3.023.377.000     3.034.034.750     3.044.692.500     3.055.350.250     3.066.008.000     3.076.665.750     3.087.323.500     3.097.981.250     3.108.639.000     3.119.296.750     3.129.954.500     3.140.612.250
  4.994.378.200     5.011.539.000     5.028.699.800     5.045.860.600     5.063.021.400     5.080.182.200     5.097.343.000     5.114.503.800     5.131.664.600     5.148.825.400     5.165.986.200     5.183.147.000
 16.448.871.000    17.064.556.000    17.680.241.000    18.295.926.000    18.911.611.000    19.527.296.000    20.142.981.000    20.758.666.000    21.374.351.000    21.990.036.000    22.138.711.000    22.538.711.000
            -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -
182.726.422.200   192.403.773.750   201.837.083.300   211.270.392.850   220.703.702.400   230.137.011.950   239.570.321.500   249.003.631.050   258.436.940.600   267.870.250.150   269.490.146.700   269.921.015.250



 82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000    82.690.046.000
 80.534.882.000    71.746.601.000    62.958.320.000    54.170.039.000    45.381.758.000    36.593.477.000    27.805.196.000    19.016.915.000    10.228.634.000     1.440.353.000               -                 -
    245.567.000        12.200.000        10.675.000         9.150.000         7.625.000         6.100.000         4.575.000         3.050.000         1.525.000        12.200.000         9.150.000         6.100.000
     42.631.000        31.973.250        21.315.500        10.657.750        42.631.000        31.973.250        21.315.500        10.657.750        42.631.000        31.973.250        21.315.500        10.657.750
     17.160.800        85.804.000        68.643.200        51.482.400        34.321.600        17.160.800        85.804.000        68.643.200        51.482.400        34.321.600        17.160.800        85.804.000
  5.689.840.000     5.074.155.000     4.458.470.000     3.842.785.000     3.227.100.000     2.611.415.000     1.995.730.000     1.380.045.000       764.360.000       148.675.000     2.000.000.000     1.600.000.000
  9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000     9.124.538.000
178.344.664.800   168.765.317.250   159.332.007.700   149.898.698.150   140.508.019.600   131.074.710.050   121.727.204.500   112.293.894.950   102.903.216.400    93.482.106.850    93.862.210.300    93.517.145.750
Page 91
APPENDIX                     : Lampiran 04
PROJECT                      : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                        : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                     : Asumsi Depresiasi Tanaman

                                      2023                    2024                   2025                  2025                2026                2027                2028                2029                2030                2031                2032                2033                2034                2035                2036                2037                2038                2039                2040                2041                2042
                                    31Des23                 31Des24                31Juli25              31Des25             31Des26             31Des27             31Des28             31Des29             31Des30             31Des31             31Des32             31Des33             31Des34             31Des35             31Des36             31Des37             31Des38             31Des39             31Des40             31Des41             31Des42
                                     Actual                  Actual                 Actual               Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast

Penambahan
Tanaman Menghasilkan                             -                     -                      -
Tanaman Belum Menghasilkan
Jumlah                                           -                     -                      -                     -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -

Reklasifikasi
Tanaman Menghasilkan                                                   -                      -                     -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Tanaman Belum Menghasilkan
Jumlah                                           -                     -                      -                     -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -

Biaya Perolehan
Tanaman Menghasilkan               1.171.167.195.000     1.171.167.195.000     1.171.167.195.000      1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000   1.171.167.195.000
Tanaman Belum Menghasilkan             7.906.386.000         7.906.386.000         7.906.386.000          7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000
Jumlah                             1.179.073.581.000     1.179.073.581.000     1.179.073.581.000      1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000   1.179.073.581.000

Depresiasi
Tanaman Menghasilkan                                       57.857.000.183        24.107.083.393         24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393
Tanaman Belum Menghasilkan                                            -
Jumlah                                           -         57.857.000.183        24.107.083.393         24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393      24.107.083.393

Akumulasi Depresiai
Tanaman Menghasilkan                163.034.720.000       220.891.720.000       254.641.638.000        278.748.721.393     302.855.804.786     326.962.888.179     351.069.971.572     375.177.054.965     399.284.138.358     423.391.221.751     447.498.305.144     471.605.388.537     495.712.471.930     519.819.555.323     543.926.638.716     568.033.722.109     592.140.805.502     616.247.888.895     640.354.972.288     664.462.055.681     688.569.139.074
Tanaman Belum Menghasilkan
Jumlah                              163.034.720.000       220.891.720.000       254.641.638.000        278.748.721.393     302.855.804.786     326.962.888.179     351.069.971.572     375.177.054.965     399.284.138.358     423.391.221.751     447.498.305.144     471.605.388.537     495.712.471.930     519.819.555.323     543.926.638.716     568.033.722.109     592.140.805.502     616.247.888.895     640.354.972.288     664.462.055.681     688.569.139.074

Nilai Buku
Tanaman Menghasilkan               1.008.132.475.000      950.275.475.000       916.525.557.000        892.418.473.607     868.311.390.214     844.204.306.821     820.097.223.428     795.990.140.035     771.883.056.642     747.775.973.249     723.668.889.856     699.561.806.463     675.454.723.070     651.347.639.677     627.240.556.284     603.133.472.891     579.026.389.498     554.919.306.105     530.812.222.712     506.705.139.319     482.598.055.926
Tanaman Belum Menghasilkan             7.906.386.000        7.906.386.000         7.906.386.000          7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000       7.906.386.000
Jumlah                             1.016.038.861.000      958.181.861.000       924.431.943.000        900.324.859.607     876.217.776.214     852.110.692.821     828.003.609.428     803.896.526.035     779.789.442.642     755.682.359.249     731.575.275.856     707.468.192.463     683.361.109.070     659.254.025.677     635.146.942.284     611.039.858.891     586.932.775.498     562.825.692.105     538.718.608.712     514.611.525.319     490.504.441.926
                                                     -                     -                      -

                                      2023                    2024                   2025                  2025                2026                2027                2028                2029                2030                2031                2032                2033                2034                2035                2036                2037                2038                2039                2040                2041                2042
                                    31Des23                 31Des24                31Juli25              31Des25             31Des26             31Des27             31Des28             31Des29             31Des30             31Des31             31Des32             31Des33             31Des34             31Des35             31Des36             31Des37             31Des38             31Des39             31Des40             31Des41             31Des42
                                     Actual                  Actual                 Actual               Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast

Biaya Perolehan
Hak Guna                                278.325.000           149.745.000           374.347.000            294.187.000         214.027.000         133.867.000                  -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Jumlah                                  278.325.000           149.745.000           374.347.000            294.187.000         214.027.000         133.867.000                  -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -

Amortisasi
Hak Guna                                128.580.000           129.796.000            80.160.000             80.160.000          80.160.000          80.160.000                  -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Jumlah                                  128.580.000           129.796.000            80.160.000             80.160.000          80.160.000          80.160.000                  -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -

Nilai Buku
Hak Guna                                149.745.000            19.949.000           294.187.000            214.027.000         133.867.000          53.707.000                  -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Jumlah                                  149.745.000            19.949.000           294.187.000            214.027.000         133.867.000          53.707.000                  -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Page 92
APPENDIX                                            : Lampiran 05
PROJECT                                             : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                                               : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                                            : Asumsi Laporan Laba Rugi

                                                             2023                  2024                      2025                  2025                2026                 2027                 2028                 2029                 2030                 2031                 2032                 2033                 2034                 2035                 2036                 2037                 2038                 2039                 2040                 2041                 2042
                                URAIAN                     31Des23               31Des24                   31Juli25              31Des25             31Des26              31Des27              31Des28              31Des29              31Des30              31Des31              31Des32              31Des33              31Des34              31Des35              31Des36              31Des37              31Des38              31Des39              31Des40              31Des41              31Des42
                                                            Actual                Actual                    Actual               Forecast            Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast

Penjualan Bersih                                          121.957.084.000       69.753.629.000           65.082.105.000         198.207.924.321      214.080.514.140      227.241.650.666      238.690.860.372      246.312.556.092      245.192.942.101      242.174.776.696      237.605.306.036      231.748.285.440      227.045.514.922      221.984.989.375      216.566.708.799      210.790.673.194      206.216.023.094      203.980.872.491      140.389.685.303       98.402.404.389       70.536.337.608
Beban Pokok Penjualan                                    (239.623.596.000)    (195.658.526.000)        (101.804.238.000)       (162.606.866.580)    (185.236.242.129)    (184.735.480.768)    (183.477.947.772)    (180.954.590.077)    (180.559.496.347)    (179.415.940.714)    (176.799.963.431)    (174.501.291.094)    (172.819.817.560)    (171.009.706.518)    (169.070.957.968)    (167.003.571.909)    (165.327.920.377)    (164.484.674.711)    (125.483.224.411)     (88.981.497.273)     (67.167.481.761)
Laba Bruto                                               (117.666.512.000)    (125.904.897.000)         (36.722.133.000)         35.601.057.741       28.844.272.011       42.506.169.898       55.212.912.600       65.357.966.015       64.633.445.755       62.758.835.982       60.805.342.605       57.246.994.346       54.225.697.361       50.975.282.856       47.495.750.831       43.787.101.285       40.888.102.717       39.496.197.780       14.906.460.892        9.420.907.116        3.368.855.847
                                                                  -96,48%            -180,50%                   -56,42%                 17,96%               13,47%               18,71%               23,13%               26,53%               26,36%               25,91%               25,59%               24,70%               23,88%               22,96%               21,93%               20,77%               19,83%               19,36%               10,62%                 9,57%                4,78%
Beban umum dan administrasi                               (11.914.233.000)      (9.199.775.000)          (5.516.789.000)         (4.026.463.571)      (9.697.709.555)     (10.078.454.917)     (10.402.070.396)     (10.830.085.738)     (11.283.865.934)     (11.765.068.571)     (12.273.709.247)     (12.814.713.163)     (13.389.240.077)     (13.998.968.021)     (14.646.167.208)     (15.333.255.267)     (16.062.806.823)     (16.837.563.701)     (17.660.445.791)     (18.520.034.591)     (19.446.486.815)
Pendapatan keuangan                                           156.341.000           62.588.000            3.372.317.000                     -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                    -                    -
Beban keuangan                                            (34.972.484.000)     (41.969.253.000)         (24.468.073.000)                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                    -                    -
Laba selisih kurs mata uang asing, bersih                     553.743.000           40.513.000               16.124.000                     -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                    -                    -
Penghasilan lain-lain, bersih                                          -           172.151.000                       -                      -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                    -                    -
Beban lain-lain                                              (889.093.000)      (1.316.442.000)            (288.578.000)                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                    -                    -
Total Beban Operasional                                   (47.065.726.000)     (52.210.218.000)         (26.884.999.000)         (4.026.463.571)      (9.697.709.555)     (10.078.454.917)     (10.402.070.396)     (10.830.085.738)     (11.283.865.934)     (11.765.068.571)     (12.273.709.247)     (12.814.713.163)     (13.389.240.077)     (13.998.968.021)     (14.646.167.208)     (15.333.255.267)     (16.062.806.823)     (16.837.563.701)     (17.660.445.791)     (18.520.034.591)     (19.446.486.815)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak                                (164.732.238.000)    (178.115.115.000)         (63.607.132.000)         31.574.594.169       19.146.562.456       32.427.714.981       44.810.842.204       54.527.880.278       53.349.579.821       50.993.767.411       48.531.633.357       44.432.281.183       40.836.457.284       36.976.314.835       32.849.583.623       28.453.846.018       24.825.295.894       22.658.634.079       (2.753.984.899)      (9.099.127.476)     (16.077.630.969)
                                                                -135,07%             -255,35%                   -97,73%                 15,93%                8,94%               14,27%               18,77%               22,14%               21,76%               21,06%               20,43%               19,17%               17,99%               16,66%               15,17%               13,50%               12,04%               11,11%                -1,96%               -9,25%              -22,79%

Beban manfaat pajak penghasilan               22%           1.788.914.000          163.689.000                 409.141.000      (6.946.410.717)      (4.212.243.740)      (11.346.341.036)     (9.858.385.285)      (11.996.133.661)     (11.736.907.561)     (11.218.628.830)     (10.676.959.339)     (9.775.101.860)      (8.984.020.602)      (8.134.789.264)      (7.226.908.397)      (6.259.846.124)      (5.461.565.097)      (4.984.899.497)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan                               (162.943.324.000)    (177.951.426.000)            (63.197.991.000)     24.628.183.452       14.934.318.716        21.081.373.945      34.952.456.919        42.531.746.617       41.612.672.260       39.775.138.580       37.854.674.019      34.657.179.322       31.852.436.681       28.841.525.572       25.622.675.226       22.193.999.894       19.363.730.798       17.673.734.582        (2.753.984.899)      (9.099.127.476)     (16.077.630.969)


APPENDIX                                            : Lampiran 06
PROJECT                                             : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                                               : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                                            : Asumsi Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

                                                             2023                  2024                      2025                  2025                2026                 2027                 2028                 2029                 2030                 2031                 2032                 2033                 2034                 2035                 2036                 2037                 2038                 2039                 2040                 2041                 2042
                                URAIAN                     31Des23               31Des24                   31Juli25              31Des25             31Des26              31Des27              31Des28              31Des29              31Des30              31Des31              31Des32              31Des33              31Des34              31Des35              31Des36              31Des37              31Des38              31Des39              31Des40              31Des41              31Des42
                                                            Actual                Actual                    Actual               Forecast            Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                         5.242.645.000         2.683.784.000              24.760.442.000     139.476.554.095      170.170.057.022      228.290.214.955      297.396.508.662      374.107.482.212      450.483.909.217      524.943.442.837      596.400.978.702      664.620.239.724      730.050.820.610      792.419.103.531      851.613.288.031      907.295.114.123       960.229.252.327    1.011.422.513.108    1.040.538.105.004    1.053.489.258.815    1.061.162.033.870
Piutang usaha dan piutang lain-lain                       15.939.647.000         8.782.727.000              50.218.802.000      18.499.406.270        8.325.353.328        8.837.175.304        9.282.422.348        9.578.821.626        9.535.281.082        9.417.907.983        9.240.206.346        9.012.433.323        8.829.547.803        8.632.749.587        8.422.038.676        8.197.415.069         8.019.512.009        7.932.589.486        5.459.598.873        3.826.760.171        2.743.079.796
Persediaan                                                12.676.461.000         8.589.409.000              14.561.176.000      32.521.373.316       15.436.353.511       15.394.623.397       15.289.828.981       15.079.549.173       15.046.624.696       14.951.328.393       14.733.330.286       14.541.774.258       14.401.651.463       14.250.808.877       14.089.246.497       13.916.964.326        13.777.326.698       13.707.056.226       10.456.935.368        7.415.124.773        5.597.290.147
Pajak                                                     69.019.057.000        51.471.573.000              51.677.978.000      51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000        51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000       51.677.978.000
Biaya dibayar dimuka dengan uang muka                        477.425.000           397.217.000                 238.900.000         238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000           238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000          238.900.000
Jumlah Aset Lancar                                       103.355.235.000        71.924.710.000             141.457.298.000     242.414.211.681      245.848.641.860      304.438.891.656      373.885.637.991      450.682.731.011      526.982.692.994      601.229.557.212      672.291.393.334      740.091.325.304      805.198.897.876      867.219.539.995      926.041.451.204      981.326.371.517     1.033.942.969.035    1.084.979.036.820    1.108.371.517.244    1.116.648.021.759    1.121.419.281.813

Aset Tidak Lancar
Tanamanan Produktif                                     1.016.038.861.000      958.181.861.000          924.431.943.000         900.324.859.607      876.217.776.214      852.110.692.821      828.003.609.428      803.896.526.035      779.789.442.642      755.682.359.249      731.575.275.856      707.468.192.463      683.361.109.070      659.254.025.677      635.146.942.284      611.039.858.891      586.932.775.498      562.825.692.105      538.718.608.712      514.611.525.319      490.504.441.926
Aset tetap                                                256.372.342.000      255.701.327.000          252.891.588.000         242.086.857.000      231.282.126.000      220.775.276.000      210.156.965.450      199.538.654.900      188.920.344.350      178.344.664.800      168.765.317.250      159.332.007.700      149.898.698.150      140.508.019.600      131.074.710.050      121.727.204.500      112.293.894.950      102.903.216.400       93.482.106.850       93.862.210.300       93.517.145.750
Aset hak-guna                                                 149.745.000           19.949.000              294.187.000             294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000          294.187.000
Aset tak berwujud                                             136.116.000           80.089.000               56.092.000              56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000           56.092.000
Piutang lain-lain                                                     -                    -                        -                       -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Uang muka                                                   3.652.584.000                  -                        -                       -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Aset pajak tangguhan                                          974.508.000      183.532.887.000          177.238.841.000         177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000      177.238.841.000
Uang muka proyek perkebunan plasma                        164.313.745.000        1.059.686.000            1.026.057.000           1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000        1.026.057.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                                1.441.637.901.000    1.398.575.799.000        1.355.938.708.000       1.321.026.893.607    1.286.115.079.214    1.251.501.145.821    1.216.775.751.878    1.182.050.357.935    1.147.324.963.992    1.112.642.201.049    1.078.955.770.106    1.045.415.377.163    1.011.874.984.220      978.377.222.277      944.836.829.334      911.382.240.391      877.841.847.448      844.344.085.505      810.815.892.562      787.088.912.619      762.636.764.676
Jumlah Aset                                             1.544.993.136.000    1.470.500.509.000        1.497.396.006.000       1.563.441.105.288    1.531.963.721.074    1.555.940.037.477    1.590.661.389.869    1.632.733.088.946    1.674.307.656.986    1.713.871.758.261    1.751.247.163.440    1.785.506.702.467    1.817.073.882.096    1.845.596.762.272    1.870.878.280.538    1.892.708.611.908    1.911.784.816.483    1.929.323.122.325    1.919.187.409.806    1.903.736.934.378    1.884.056.046.489

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang pajak                                                   485.735.000          445.581.000                 242.384.000         242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000          242.384.000
Utang usaha dan utang lain-lain                            33.585.227.000       31.214.265.000              34.421.251.000      75.838.166.836       29.426.463.907       32.321.406.364       32.090.301.837       31.630.254.297       31.592.150.077       31.381.112.772       30.901.843.932       30.504.203.637       30.218.946.584       29.900.301.188       29.559.144.228       29.195.475.704       28.907.949.481       28.772.520.742       21.390.793.122       15.039.445.169       11.436.188.249
Biaya masih harus dibayar                                   9.705.489.000        9.362.569.000               7.865.439.000       7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000        7.865.439.000
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu                    67.427.000                  -                    64.584.000          64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000
Utang dan pinjaman                                         51.600.000.000      126.600.000.000             583.446.047.000     583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000      583.446.047.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                            95.443.878.000      167.622.415.000             626.039.705.000     667.456.620.836      621.044.917.907      623.939.860.364      623.708.755.837      623.248.708.297      623.210.604.077      622.999.566.772      622.520.297.932      622.122.657.637      621.837.400.584      621.518.755.188      621.177.598.228      620.813.929.704      620.526.403.481      620.390.974.742      613.009.247.122      606.657.899.169      603.054.642.249

Liabilitas Jangka Panjang
Utang dan pinjaman                                       381.831.386.000       403.347.495.000                         -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Liabilitas sewa                                                      -                     -                   106.731.000         106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000
Liabilitas pajak tangguhan                                           -                     -                           -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Kewajiban imbalan pasca kerja                              6.764.744.000         6.250.541.000               6.097.682.000       6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000        6.097.682.000
Jumlah Liabilitas Jangka panjang                         388.596.130.000       409.598.036.000               6.204.413.000       6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000        6.204.413.000
Jumlah Liabilitas                                        484.040.008.000       577.220.451.000             632.244.118.000     673.661.033.836      627.249.330.907      630.144.273.364      629.913.168.837      629.453.121.297      629.415.017.077      629.203.979.772      628.724.710.932      628.327.070.637      628.041.813.584      627.723.168.188      627.382.011.228      627.018.342.704      626.730.816.481      626.595.387.742      619.213.660.122      612.862.312.169      609.259.055.249

Ekuitas
Modal saham                                             1.716.853.000.000    1.716.853.000.000        1.716.853.000.000       1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000    1.716.853.000.000
Tambahan modal disetor                                        970.172.000          970.172.000              970.172.000             970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000          970.172.000
Uang muka setoran modal                                    26.521.110.000       36.521.110.000           70.021.110.000          70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000       70.021.110.000
Akumulasi defisit                                        (683.391.154.000)    (861.064.224.000)        (922.692.394.000)       (898.064.210.548)    (883.129.891.832)    (862.048.517.887)    (827.096.060.968)    (784.564.314.352)    (742.951.642.091)    (703.176.503.511)    (665.321.829.492)    (630.664.650.170)    (598.812.213.488)    (569.970.687.916)    (544.348.012.690)    (522.154.012.796)    (502.790.281.998)    (485.116.547.417)    (487.870.532.315)    (496.969.659.791)    (513.047.290.760)
Jumlah Ekuitas                                          1.060.953.128.000      893.280.058.000          865.151.888.000         889.780.071.452      904.714.390.168      925.795.764.113      960.748.221.032    1.003.279.967.648    1.044.892.639.909    1.084.667.778.489    1.122.522.452.508    1.157.179.631.830    1.189.032.068.512    1.217.873.594.084    1.243.496.269.310    1.265.690.269.204    1.285.054.000.002    1.302.727.734.583    1.299.973.749.685    1.290.874.622.209    1.274.796.991.240
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                           1.544.993.136.000    1.470.500.509.000        1.497.396.006.000       1.563.441.105.288    1.531.963.721.074    1.555.940.037.477    1.590.661.389.869    1.632.733.088.946    1.674.307.656.986    1.713.871.758.261    1.751.247.163.440    1.785.506.702.467    1.817.073.882.096    1.845.596.762.272    1.870.878.280.538    1.892.708.611.908    1.911.784.816.483    1.929.323.122.325    1.919.187.409.806    1.903.736.934.378    1.884.056.046.489
Page 93
                                                                 -                    -                         -                 -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                    -                    -                    -                    -
APPENDIX                                      : Lampiran 07
PROJECT                                       : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                                         : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                                      : Asumsi Proyeksi Arus Kas

                                                       2023                  2024                      2025              2025              2026               2027               2028               2029               2030               2031               2032               2033               2034               2035               2036               2037               2038                 2039                 2040                 2041                 2042
                               URAIAN                31Des23               31Des24                   31Juli25          31Des25           31Des26            31Des27            31Des28            31Des29            31Des30            31Des31            31Des32            31Des33            31Des34            31Des35            31Des36            31Des37            31Des38              31Des39              31Des40              31Des41              31Des42
                                                      Actual                Actual                    Actual           Forecast          Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast
Arus Kas dari Aktivitas Operasional
Laba bersih                                                                                                            24.628.183.452     14.934.318.716     21.081.373.945     34.952.456.919     42.531.746.617     41.612.672.260     39.775.138.580     37.854.674.019     34.657.179.322     31.852.436.681     28.841.525.572     25.622.675.226     22.193.999.894     19.363.730.798      17.673.734.582       (2.753.984.899)      (9.099.127.476)      (16.077.630.969)
Depresiasi                                                                                                             34.911.814.393     34.911.814.393     34.742.368.393     34.725.393.943     34.725.393.943     34.725.393.943     34.725.393.943     33.784.434.943     33.540.392.943     33.540.392.943     33.540.392.943     33.540.392.943     33.540.392.943     33.540.392.943      33.540.392.943       33.540.392.943       25.726.979.943        24.537.951.943

Piutang usaha dan piutang lain-lain                                                                                    31.719.395.730     10.174.052.942       (511.821.976)      (445.247.044)      (296.399.278)        43.540.544        117.373.099        177.701.637        227.773.023        182.885.520        196.798.216        210.710.911        224.623.607        177.903.059          86.922.523        2.472.990.613        1.632.838.702         1.083.680.375
Persediaan                                                                                                            (17.960.197.316)    17.085.019.805         41.730.113        104.794.416        210.279.808         32.924.478         95.296.303        217.998.107        191.556.028        140.122.794        150.842.587        161.562.379        172.282.172        139.637.628          70.270.472        3.250.120.858        3.041.810.595         1.817.834.626
Pajak                                                                                                                             -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                    -                    -                     -
Biaya dibayar dimuka dengan uang muka                                                                                             -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                    -                    -                     -
Utang pajak                                                                                                                       -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                    -                    -                     -
Utang usaha dan utang lain-lain                                                                                        41.416.915.836    (46.411.702.930)     2.894.942.458       (231.104.527)      (460.047.540)       (38.104.220)      (211.037.305)      (479.268.840)      (397.640.295)      (285.257.053)      (318.645.396)      (341.156.960)      (363.668.524)      (287.526.223)       (135.428.739)      (7.381.727.620)      (6.351.347.953)       (3.603.256.920)
Biaya masih harus dibayar                                                                                                         -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                    -                    -                     -
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu                                                                                       -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                    -                    -                     -
Utang dan pinjaman                                                                                                                -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                    -                    -                     -
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasional                                                                      -     114.716.112.095     30.693.502.926     58.248.592.933     69.106.293.707     76.710.973.549     76.376.427.005     74.502.164.620     71.555.539.865     68.219.261.022     65.430.580.887     62.410.913.921     59.194.184.500     55.767.630.092     52.934.138.205      51.235.891.781       29.127.791.895       14.951.153.811         7.758.579.055

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
                                                                                                                -                 -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                    -                    -                    -                    -
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehana aset tetap                                                                                                             -                  -         (128.435.000)               -                  -                  -          (42.631.000)       (98.004.000)               -                  -          (42.631.000)               -          (85.804.000)               -            (42.631.000)         (12.200.000)      (2.000.000.000)         (85.804.000)
Perolehan aset tidak berwujud
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Uang muka pembelian aset tetap
Penambahan piutang plasma
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi                                                                        -                 -                  -         (128.435.000)               -                  -                  -          (42.631.000)       (98.004.000)               -                  -          (42.631.000)               -          (85.804.000)               -            (42.631.000)         (12.200.000)      (2.000.000.000)         (85.804.000)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus Kas dan Aktivitas Pendanaan
Penerimaan utang bank
Pembayaran utang bank                                                                                                             -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                    -                    -                    -                    -
Penerimaan dari uang muka setoran modal
Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
Pembayaran pinjaman dari pihak berelasi
Pembayaran liabilitas sewa
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                                                                        -                 -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                    -                    -                    -                    -

Jumlah Kenaikan dan Penurunan                                                                        22.076.658.000   114.716.112.095     30.693.502.926     58.120.157.933     69.106.293.707     76.710.973.549     76.376.427.005     74.459.533.620     71.457.535.865     68.219.261.022     65.430.580.887     62.368.282.921     59.194.184.500     55.681.826.092     52.934.138.205       51.193.260.781       29.115.591.895       12.951.153.811        7.672.775.055
Saldo awal                                                                                            2.683.784.000    24.760.442.000    139.476.554.095    170.170.057.022    228.290.214.955    297.396.508.662    374.107.482.212    450.483.909.217    524.943.442.837    596.400.978.702    664.620.239.724    730.050.820.610    792.419.103.531    851.613.288.031    907.295.114.123      960.229.252.327    1.011.422.513.108    1.040.538.105.004    1.053.489.258.815
Saldo akhir                                                                2.683.784.000             24.760.442.000   139.476.554.095    170.170.057.022    228.290.214.955    297.396.508.662    374.107.482.212    450.483.909.217    524.943.442.837    596.400.978.702    664.620.239.724    730.050.820.610    792.419.103.531    851.613.288.031    907.295.114.123    960.229.252.327    1.011.422.513.108    1.040.538.105.004    1.053.489.258.815    1.061.162.033.870
Page 94
APPENDIX                                                     : Lampiran 08
PROJECT                                                      : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                                                        : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                                                     : Free Cash Flow to Firm

Analisis Arus Kas
                                                                                     2025                   2026              2027              2028              2029               2030             2031              2032              2033             2034             2035              2036             2037              2038             2039              2040              2041               2042
                                      URAIAN                                       31Des25                31Des26           31Des27           31Des28           31Des29            31Des30          31Des31           31Des32           31Des33          31Des34          31Des35           31Des36          31Des37           31Des38          31Des39           31Des40           31Des41            31Des42
                                                                                   Forecast               Forecast          Forecast          Forecast          Forecast           Forecast         Forecast          Forecast          Forecast         Forecast         Forecast          Forecast         Forecast          Forecast         Forecast          Forecast          Forecast           Forecast
Eat                                                                               24.628.183.452         14.934.318.716    21.081.373.945    34.952.456.919    42.531.746.617    41.612.672.260   39.775.138.580    37.854.674.019    34.657.179.322   31.852.436.681   28.841.525.572    25.622.675.226   22.193.999.894    19.363.730.798   17.673.734.582    (2.753.984.899)   (9.099.127.476)   (16.077.630.969)
Depresiasi                                                                        34.911.814.393         34.911.814.393    34.742.368.393    34.725.393.943    34.725.393.943    34.725.393.943   34.725.393.943    33.784.434.943    33.540.392.943   33.540.392.943   33.540.392.943    33.540.392.943   33.540.392.943    33.540.392.943   33.540.392.943    33.540.392.943    25.726.979.943     24.537.951.943
CNWC                                                                              55.176.114.250        (19.152.630.182)    2.424.850.595      (571.557.155)     (546.167.010)       38.360.802        1.632.097       (83.569.097)       21.688.756       37.751.262       28.995.407        31.116.331       33.237.254        30.014.464       21.764.256    (1.658.616.149)   (1.676.698.656)      (701.741.919)
∆ Debt                                                                                         -                      -                 -                 -                 -                 -                -                 -                 -                -                -                 -                -                 -                -                 -                 -                  -
Capex                                                                                          -                      -      (128.435.000)                -                 -                 -      (42.631.000)      (98.004.000)                -                -      (42.631.000)                -      (85.804.000)                -      (42.631.000)      (12.200.000)   (2.000.000.000)       (85.804.000)
Free Cash Flow To Firm                                                           114.716.112.095         30.693.502.926    58.120.157.933    69.106.293.707    76.710.973.549    76.376.427.005   74.459.533.620    71.457.535.865    68.219.261.022   65.430.580.887   62.368.282.921    59.194.184.500   55.681.826.092    52.934.138.205   51.193.260.781    29.115.591.895    12.951.153.811      7.672.775.055


                                                                                     2025                  2026               2027              2028              2029              2030             2031              2032              2033             2034             2035              2036             2037              2038             2039              2040              2041                2042
                                       Uraian                                      31Des25               31Des26            31Des27           31Des28           31Des29           31Des30          31Des31           31Des32           31Des33          31Des34          31Des35           31Des36          31Des37           31Des38          31Des39           31Des40           31Des41             31Des42
                                                                                   Forecast              Forecast           Forecast          Forecast          Forecast          Forecast         Forecast          Forecast          Forecast         Forecast         Forecast          Forecast         Forecast          Forecast         Forecast          Forecast          Forecast            Forecast
Dr                                                                                        10,43%                10,43%             9,96%             10,43%            10,43%           10,43%           10,43%            10,43%            10,43%           10,43%           10,43%            10,43%           10,43%            10,43%           10,43%            11,22%            11,22%             11,22%
Growth                                                                0,00%
Free Cash Flow To Firm                                                           114.716.112.095        30.693.502.926     58.120.157.933    69.106.293.707    76.710.973.549    76.376.427.005   74.459.533.620    71.457.535.865    68.219.261.022   65.430.580.887   62.368.282.921    59.194.184.500   55.681.826.092    52.934.138.205   51.193.260.781    29.115.591.895    12.951.153.811     7.672.775.055
Terminal Value
Tahun                                                                                       0,42                  1,42               2,42              3,42              4,42              5,42             6,42              7,42              8,42             9,42            10,42             11,42            12,42             13,42            14,42             15,42             16,42             17,42
Faktor Diskonto                                                                             0,96                  0,87               0,79              0,71              0,65              0,58             0,53              0,48              0,43             0,39             0,36              0,32             0,29              0,26             0,24              0,19              0,17              0,16
                                                                                 110.072.067.178        26.670.161.518     46.203.749.668    49.243.596.771    49.501.247.807    44.631.807.678   39.403.240.400    34.244.131.009    29.605.446.260   25.714.131.730   22.196.339.725    19.077.572.155   16.251.147.042    13.990.488.682   12.252.827.457     5.653.599.777     2.261.189.977     1.204.509.444
Nilai Eksplisit                                                                  548.177.254.278
Nilai Perpetuity                                                                  16.816.888.541
Indikasi Nilai (100,00%) Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                       564.994.142.819      (564.992.537.230)         1.605.589
Saldo Kas                                                                         24.760.442.000
Utang Struktur Kapital :
      Utang dan Pinjaman                                                         (583.446.047.000)
      Kewajiban imbalan pasca kerja                                                (6.097.682.000)
Indikasi Nilai (100,00%) Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                            210.855.819
Indikasi Nilai (32,00%) Ekuitas PT Permata Putera Mandiri    32,00%                    67.473.862
Page 95
APPENDIX                                      : Lampiran 09
PROJECT                                       : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                                         : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                                      : Aset Based Value

                                                            2025                                       2025
                                     Uraian               31Juli25          Penyesuaian              31Mei25
                                                           Before                                     Before
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                        24.760.442.000                             24.760.442.000
Piutang usaha dan piutang lain-lain                       50.218.802.000                             50.218.802.000
Persediaan                                                14.561.176.000                             14.561.176.000
Pajak                                                     51.677.978.000                             51.677.978.000
Biaya dibayar dimuka dengan uang muka                        238.900.000                                238.900.000
                                                                     -
Jumlah Aset Lancar                                       141.457.298.000                  -      141.457.298.000

Aset Tidak Lancar
Tanamanan Produktif                                      924.431.943.000    (700.309.510.000)    224.122.433.000
Aset tetap                                               252.891.588.000     (67.158.796.000)    185.732.792.000
Aset hak-guna                                                294.187.000                             294.187.000
Aset tak berwujud                                             56.092.000                              56.092.000
Piutang lain-lain                                                    -                                       -
Uang muka                                                            -                                       -
Piutang Plasma                                           177.238.841.000                         177.238.841.000
Aset pajak tangguhan                                       1.026.057.000                           1.026.057.000
Uang muka proyek perkebunan plasma                                   -                                       -
Jumlah Aset Tidak Lancar                               1.355.938.708.000    (767.468.306.000)    588.470.402.000
Jumlah Aset                                            1.497.396.006.000    (767.468.306.000)    729.927.700.000

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang pajak                                                  242.384.000                             242.384.000
Utang usaha dan utang lain-lain                           34.421.251.000                          34.421.251.000
Biaya masih harus dibayar                                  7.865.439.000                           7.865.439.000
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu                   64.584.000                              64.584.000
Utang dan pinjaman                                       583.446.047.000                         583.446.047.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          626.039.705.000                  -      626.039.705.000

Liabilitas Jangka Panjang
Utang dan pinjaman                                                   -                                       -
Liabilitas sewa                                              106.731.000                             106.731.000
Liabilitas pajak tangguhan                                           -                                       -
Kewajiban imbalan pasca kerja                              6.097.682.000                           6.097.682.000
                                                                                                             -
Jumlah Liabilitas Jangka panjang                           6.204.413.000                  -        6.204.413.000
Jumlah Liabilitas                                        632.244.118.000                  -      632.244.118.000

Ekuitas
Modal saham                                            1.716.853.000.000                        1.716.853.000.000
Tambahan modal disetor                                       970.172.000                              970.172.000
Uang muka setoran modal                                   70.021.110.000                           70.021.110.000
Akumulasi defisit                                       (922.692.394.000)                        (922.692.394.000)
Penyesuaian                                                                 (767.468.306.000)    (767.468.306.000)
Jumlah Ekuitas                                           865.151.888.000    (767.468.306.000)      97.683.582.000
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                          1.497.396.006.000    (767.468.306.000)     729.927.700.000
Page 96
APPENDIX                                                       : Lampiran 09
PROJECT                                                        : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER                                                          : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS                                                       : Excess Earning

                       Uraian                                       Nilai Pasar         Bobot Leverage         Tertimbang
Piutang Usaha                                                        50.218.802.000                40%            20.087.520.800
Persediaan                                                           14.561.176.000                50%             7.280.588.000
Aset Tetap                                                          409.855.225.000                60%           245.913.135.000
Jumlah                                                              474.635.203.000                              273.281.243.800

Ke                                                                           11,63%             42,42%                    4,93%
Kd                                                                            6,96%             57,58%                    4,01%
                                                                                                                          8,94%


Nilai Aset Berwujud Bersih (Ekuitas)             (a)                                                              97.683.582.000
                                                 (b)                                                                       8,94%
Balikan Aset Berwujud Bersih                     (c)   =axb                                                        8.731.178.380

Arus Kas Bersih
                                Uraian                               31Des25              31Des26               31Des27            31Des28          31Des29          31Des30          31Des31           31Des32           31Des33           31Des34           31Des35           31Des36           31Des37           31Des38           31Des39           31Des40           31Des41           31Des42             TV
Arus Kas Bersih                                  (d)                 114.716.112.095     30.693.502.926           58.120.157.933   69.106.293.707   76.710.973.549   76.376.427.005    74.459.533.620    71.457.535.865    68.219.261.022    65.430.580.887    62.368.282.921    59.194.184.500    55.681.826.092    52.934.138.205    51.193.260.781    29.115.591.895    12.951.153.811     7.672.775.055

Kelebihan Pendapatan                             (e)   =d-c          105.984.933.715     21.962.324.546           49.388.979.553   60.375.115.327   67.979.795.169   67.645.248.625   65.728.355.240    62.726.357.485    59.488.082.641    56.699.402.506    53.637.104.541    50.463.006.119    46.950.647.711    44.202.959.824     42.462.082.401    20.384.413.515     4.219.975.431    -1.058.403.325
                                                                                0,42               1,42                     2,42             3,42             4,42             5,42             6,42              7,42              8,42              9,42             10,42             11,42             12,42             13,42              14,42             15,42             16,42             17,42
Tingkat Diskonto                                                              11,63%             11,63%                   11,63%           11,63%           11,63%           11,63%           11,63%            11,63%            11,63%            11,63%            11,63%            11,63%            11,63%            11,63%             11,63%            11,63%            11,63%            11,63%
Faktor Diskonto                                  (f)                          0,9552             0,8557                   0,7666           0,6867           0,6152           0,5511           0,4937            0,4423            0,3962            0,3549            0,3180            0,2849            0,2552            0,2286             0,2048            0,1835            0,1644            0,1472
Nilai Kini dari Kelebihan Pendapatan             (g)   =exf          101.237.155.278     18.793.342.435           37.860.443.477   41.461.359.516   41.821.089.086   37.280.583.876   32.451.000.751    27.743.121.254    23.570.301.840    20.125.356.239    17.055.338.419    14.374.675.695    11.981.093.205    10.104.995.649      8.695.929.107     3.739.752.352       693.560.686      (155.831.647)   16.816.888.541

Nilai Aset Takberwujud                           (h) Ʃ (g)           465.650.155.761
Nilai Kapital                                    (i) = a + h         563.333.737.761
Utang dalam Struktur Kapital per 31/07/2025      (j)                (589.543.729.000)
Nilai 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri   (k) = i + j         (26.209.991.239)
Nilai 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri        32%             (8.387.197.197)
Page 97
APPENDIX         : Lampiran 10
PROJECT          : Penilaian 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri
OWNER            : PT Permata Putera Mandiri
ANALYSIS         : Rekonsiliasi


                                                                                         Indikasi Nilai
  Pendekatan                     Metode                     Indikasi Nilai       Bobot
                                                                                         Setelah Bobot
Pendapatan         Discounted Cash Flow                            67.473.862     100%         67.473.862
Aset               Excess earnings                             (8.387.197.197)      0%                  -
Indikasi Nilai 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                                        67.473.862
DLOC                                                                              30%         (20.242.159)
Indikasi Nilai setelah DLOC                                                                    47.231.703
DLOM                                                                               30%        (14.169.511)
Nilai 32,00% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri                                                 33.062.192
Page 98
          Uraian             2025     2026     2027     2028     2029     2030     2031     2032     2033     2034     2035     2036     2037     2038     2039     2040     2041     2042
Unleverage Beta                0,72     0,72    0,72      0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72
Leverage Beta Valuation Object 0,91     0,91    0,88      0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,97     0,97     0,97

Cost Of Debt (Kd)
Bank Interest Rate           8,92%     8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%   8,92%    8,92%    8,92%
Tax                         22,00%    22,00%   34,99%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   22,00%   0,00%    0,00%    0,00%
Cost Of Debt (Kd)            6,96%     6,96%    5,80%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%    6,96%   8,92%    8,92%    8,92%

Cost of Equity (Ke)
Risk Free Rate (Rf)          7,08%     7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%
Risk Premium Market (Rpm)    7,03%     7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%
β (Beta)                      0,91      0,91     0,88     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,91     0,97     0,97     0,97
CDS                          1,87%     1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%
Specific Risk (SR)           0,00%     0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%
Cost of Equity (Ke)         11,63%    11,63%   11,40%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   11,63%   12,01%   12,01%   12,01%

Wd                          25,71%    25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%
We                          74,29%    74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%

WACC                        10,43%    10,43%   9,96%    10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   10,43%   11,22%   11,22%   11,22%

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.06 MB
Published2 Oct 2025
Pages98
Characters376,138
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 86 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PERMATA PUTERA MANDIRI · Nama Perusahaan p.1 ×286
linked org AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×294
linked person Isen Henry Tjong p.14 ×2
linked person Hilman Lukito p.14 ×2
linked org PT Putera Manunggal Perkasa p.46 ×3
linked org PT Sinar Mas p.47
linked org Pemerintah Provinsi p.64
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×15
possible person Susanto p.11 ×4
possible org Nusantara Tbk p.75
unresolved org KJPP YANUAR BEY DAN REKAN Penilaian Ekuitas p.1
unresolved org PT PERMATA PUTERA MANDIRI KEPEMILIKAN p.1
unresolved person DR. Ide Anak Agung Gde Agung p.1 ×12
unresolved org KJPP Tobing Panuturi dan Rekan p.3 ×69
unresolved org KJPP Tobing Panuturi p.3 ×73
unresolved org TOBING PANUTURI DAN REKAN Prasetyo Djoko Sasongko p.3
unresolved person M.B.A. p.3 ×4
unresolved person Penilai Publik Prasetyo Djoko Sasongko p.4 ×3
unresolved person Penilai Mery Ganis S p.5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi & Rekan p.6
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi p.6 ×2
unresolved org Penilai KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.6
unresolved org Kementerian Keuangan p.6 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.6 ×2
unresolved org KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.6 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan p.11 ×10
unresolved org Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja p.11 ×5
unresolved person Beatrice Tanuwijaya p.11 ×2
unresolved person Erwin Marcellino Irawan p.11 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo dan Rekan p.11 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo p.11 ×2
unresolved person Wikanto Artadi p.11 ×2
unresolved person CMA. p.11 ×2
unresolved org Menteri Investasi p.11
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal. p.11 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.12 ×29
unresolved org Pusat Statistik p.12 ×2
unresolved person Darbi p.12 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×4
unresolved person Siti Endaryanti · Notaris p.12 ×3
unresolved person Kartika · Notaris p.13 ×14
unresolved org Kementerian p.13
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved org PT PPM p.13 ×5
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri p.13 ×7
unresolved — Identit · Penilai p.19 ×2
unresolved org Identitas Penilai KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.23
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan p.23
unresolved org Menteri Investasi dan Hilirisasi p.31
unresolved org KJPP TOPAZ p.33
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny dan Rekan p.34 ×2
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny p.34 ×2
unresolved person Penilai Publik Robintang Tua Simarmata p.34 ×2
unresolved org Pangan Nasional p.35
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.37
unresolved org PT Permata Putra Mandiri p.45
unresolved org PT Multi Nabati Suwalesi p.47
unresolved org PT Agro Makmur Raya p.47
unresolved org PT Bitung Manado Oil Ltd. p.47
unresolved org PT Batara Elek Semesta Terpadu p.47
unresolved org PT Wilmar Nabati Indonesia p.47
unresolved org PT Energi Baharu Lestari p.47
unresolved org PT Eterindo Nusa Graha p.47
unresolved org PT Eco Prima Energi p.47
unresolved org PT Tunas Sawa Erma p.47
unresolved org PT Papua Agro Lestari p.47
unresolved org PT Merauke Sawit Jaya p.47
unresolved org PT Bumi Irian Perkasa p.47
unresolved org PT Dongin Prabhawa p.47
unresolved org PT IKS p.47
unresolved org PT IKSJ p.47
unresolved org PT Ciliandry Anky Abadi p.47
unresolved org Informasi Geospasial p.59
unresolved org Kementerian Pertanian p.59
unresolved org Menteri Pertanian p.64
unresolved org DER p.75
unresolved org Market Cap · Company Name p.75
unresolved org Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk p.75
unresolved org PT Astra Agro p.75
unresolved org Lestari Tbk p.75
unresolved org PT Eagle High p.75
unresolved org Plantations Tbk p.75 ×2
unresolved org PT Dharma Satya p.75
unresolved org PT Pertama Putera Mandiri p.81
unresolved org PT Permata Putera Mandiri OWNER p.87 ×11
unresolved org PT Permata Putera Mandiri ANALYSIS p.87 ×11

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 28193 ms 12 Sep 2026 22:35
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A., M.Ec.Dev., MAPPI',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result