Skip to content
Back to announcement

20251002_ANJT_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31954056_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review ANJT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 100

Page 1
   KJPP YANUAR BEY DAN REKAN
   Penilaian Ekuitas – PT



                               HALAMAN JUDUL




                             LAPORAN
                00951/2.0171-00/BS/01/0395/1/IX/2025

PENILAIAN 66% EKUITAS PT PUTERA MANUNGGAL PERKASA
    KEPEMILIKAN PT AUSTINDO NUSANTRA JAYA AGRI


                      Dipersiapkan untuk
              PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
                           (“ANJT”)


                                  LOKASI DI:
                          Gedung Menara SMBC Lt.40
    Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. 5.5-5.6 Kuningan Timur, Setiabudi
                           Kota Jakarta Selatan, 12950
Page 2
                               SURAT PENGANTAR

No. Laporan      : 00951/2.0171-00/BS/01/0395/1/IX/2025
Tanggal          : 22 September 2025

Kepada Yth.
Direksi
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
Gedung Menara SMBC Lt.40
Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6
Kuningan Timur, Setiabudi
Kota Jakarta Selatan, 12950

Dengan hormat,

Berdasarkan persetujuan Surat Penawaran Ekuitas No. 0905/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2025 tanggal
09 September 2025, kami telah melakukan Penilaian 66% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
(“PMP” atau “Perusahaan”) milik langsung PT Austindo Nusantara Jaya Agri (“ANJA”). Sebesar
65,99% ekuitas PMP secara tidak langsung dimiliki oleh PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
merupakan Holding ANJA, yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan, jasa, dan
perkebunan kelapa sawit terpadu dengan pengolahannya menjadi minyak mentah (crude palm oil)
dan inti sawit (kernel).Perhitungan dalam Penilaian ini adalah menghitung Nilai 66% ekuitas PMP
milik ANJA.

Maksud dan tujuan penilaian adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar dalam
rangka jual beli untuk keperluan keterbukaan informasi pada perusahaan terbuka. Penilaian ini
kami lakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

Berdasarkan tujuan penilaian yaitu dalam rangka mengetahui memberikan pendapat mengenai
Nilai Pasar dalam jual beli untuk keperluan transaksi pada perusahaan terbuka, maka standar nilai
yang akan digunakan adalah Nilai Pasar. Pendekatan penilaian yang digunakan adalah
Pendapatan (Income Based Approach) dengan menggunakan Arus Kas Terdiskonto Discounted
Cash Flow Method/ DCF) dan Pendekatan Aset (Aset Based Approach) dengan menggunakan
metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method/ EEM).

Kami menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta analisis
berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara
fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut terpenuhi.
Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai ekuitas PMP dengan menggunakan
metode DCF dan EEM, maka kami berpendapat bahwa Nilai Pasar Ekuitas 66% Ekuitas PT Putera
Manunggal Perkasa (“PMP” atau “Perusahaan”) milik langsung PT Austindo Nusantara Jaya Agri
(“ANJA”) per 31 Juli 2025 adalah sebesar:




                                               ii
Page 3
                                        Rp200.032.032,-
                  (dua ratus juta tiga puluh dua ribu tiga puluh dua rupiah)

Sesuai dengan praktik standar yang kami lakukan, kami menegaskan bahwa laporan ini disusun
untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan pasar modal yang berlaku.

Laporan ini disajikan untuk kepentingan keterbukaan informasi di Pasar Modal. Penyampaian
informasi dapat memengaruhi keputusan investasi para pemegang saham serta pihak-pihak
berkepentingan lainnya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai keterbukaan informasi oleh Emiten
atau Perusahaan Publik. Penggunaan Laporan ini secara tidak benar, seperti antara lain, bila ada,
selain pemberi tugas, menyampaikan data keuangan yang dimanipulasi, menyembunyikan fakta
material yang seharusnya diungkap, memberikan narasi yang tidak sesuai dengan kondisi
sebenarnya bukan merupakan tanggung jawab Penilai.

Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stemple Perusahaan (corporate seal) dari KJPP Tobing Panuturi dan Rekan (“TOPAZ”).


Hormat kami,
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN




Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
Klasifikasi Izin              : Penilai Bisnis (B)
Anggota Penilai MAPPI         : No. 07-S-02115
Register Kemenkeu             : RMK-2017.00354
Izin Penilai Kemenkeu         : No. B-1.14.00395
Penilai terdaftar Pasar Modal : No. STTD.PB-24/PJ-1/PM.02/2023
Penilai terdaftar IKNB        : No. 094/NB.122/STTD-P/2017




                                               iii
Page 4
                             PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda-tangan
dibawah ini menerangkan bahwa:

1. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
    Penilaian dan dilakukan secara independen.
2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
    kesimpulan nilai.
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan
    yang berlaku.
6. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
    kesimpulan Nilai.
7. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan.
9. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
    analisa, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.
10. Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan, dan hasil penilaian yang
    dilakukan.
11. Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Otoritas
    Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
    Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
    Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 serta SPI
    330 Edisi Revisi 2020.

Jakarta, 22 September 2025

Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)              Penilai Publik
Rekan
Klasifikasi Izin            : Penilai Bisnis (B)
Anggota Penilai MAPPI       : No. 07-S-02115
Register Kemenkeu           : RMK-2017.00354
Izin Penilai Kemenkeu       : No. B-1.14.00395
Penilai terdaf Pasar Modal  : No. STTD.PB-24/PJ 1/PM.02/2023
Penilai terdaftar IKNB      : No. 094/NB.122/STTD-P/2017                  ………………………
                                                                              .




                                               iv
Page 5
                                                    Penyelia
Panuturi L Tobing,S.P.,S.H.,M.Ec.Dev.,MAPPI
(Cert).,CSA.,CACP.,CRP.,C.Med.,CFIA
No. MAPPI      : 06-S-01967
No. RMK        : RMK-2017.00377

                                                  ………………………
                                                      ..

                                                    Penilai

Mery Ganis S, S.E.
No. MAPPI      : 17-T-07610
No. RMK        : RMK-2018-02577

                                                  ………………………
                                                      ..




                                              v
Page 6
                            RINGKASAN PENILAIAN

Latar Belakang

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk untuk selanjutnya disebut “Perusahaan” atau “ANJT”
merupakan perusahaan bergerak dibidang perdagangan, jasa, dan perkebunan kelapa sawit
terpadu dengan pengolahannya menjadi minyak mentah (crude palm oil) dan inti sawit (kernel).
Perusahaan berlokasi di Gedung Menara SMBC Lt.40 Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-
5.6 Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, 12950.

Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) telah ditunjuk oleh PT
Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT” atau “Perusahaan”) berdasarkan persetujuan atas
Surat Penawaran Jasa Penilaian Ekuitas No. 0905/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2025 tanggal 9
September 2025 dengan dengan maksud dan tujuan untuk memperoleh Nilai Pasar 66% Ekuitas
PT Putera Manunggal Perkasa (“PMP”) milik langsung PT Austindo Nusantara Jaya Agri (“ANJA”).
Sedangakan 65,99% Ekuitas PMP merupakan kepemilikan tidak langsung PT Austindo Nusantara
Jaya Tbk (“ANJT”). Penilaian dilaksanakan dalam rangka rencana transaksi oleh perusahaan
terbuka. Penilaian digunakan untuk kepentingan keterbukaan informasi pasar modal dan tidak
digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut. Perhitungan dalam Penilaian ini adalah
menghitung Nilai 66% ekuitas PMP milik ANJA.

Penilaian ini didasarkan pada standar Nilai Pasar. Penilaian dilakukan dengan mengacu kepada
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330
Edisi Revisi Tahun 2020.


Status Penilai

KJPP Tobing Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 387/KM.1/2020 tanggal 11 Agustus 2020
dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor: 2.20.0171.

Penilai adalah partner dari KJPP Tobing Panuturi & Rekan dengan kualifikasi sebagai berikut:

Nama Penilai                    : Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A., M.Ec.Dev., MAPPI
                                  (Cert.)
Klasifikasi Izin                : Penilai Bisnis (B)
Anggota Penilai MAPPI           : No. 07-S-02115
Register Kemenkeu               : RMK-2017.00354
Izin Penilai Kemenkeu           : No. B-1.14.00395
Penilai terdaftar Pasar Modal   : No. STTD.PB-24/PJ-1/PM.02/2023
Penilai terdaftar IKNB          : No. 094/NB.122/STTD-P/2017


                                               vi
Page 7
Dalam mempersiapkan laporan penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek penilaian ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek penilaian. TOPAZ juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.


Identitas Pemberi Tugas

Berikut adalah identitas Pemberi Tugas:

 Nama Perusahaan                          : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
 Jenis Usaha                              : Perdagangan, jasa, dan perkebunan kelapa
                                            sawit terpadu dengan pengolahannya menjadi
                                            minyak mentah (crude palm oil) dan inti sawit
                                            (kernel)
 Alamat                                   : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                            Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-
                                            5.6, Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta
                                            Selatan, 12950
 No. Telp/Fax                             : (62 21) 2965 1777
 Website                                  : www.anj-group.com
 Email                                    : corsec@anj-group.com
                                            anj.corcomm@anj-group.com


Identitas Pengguna Laporan

Berikut adalah identitas Pengguna Laporan:

 Nama Perusahaan                          : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
 Jenis Usaha                              : Perdagangan, jasa, dan perkebunan kelapa
                                            sawit terpadu dengan pengolahannya menjadi
                                            minyak mentah (crude palm oil) dan inti sawit
                                            (kernel)
 Alamat                                   : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                            Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-
                                            5.6, Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta
                                            Selatan, 12950
 No. Telp/Fax                             : (62 21) 2965 1777
 Website                                  : www.anj-group.com
 Email                                    : corsec@anj-group.com
                                            anj.corcomm@anj-group.com




                                                 vii
Page 8
Objek Penilaian dan Identitas Bentuk Kepemilikan

Sesuai dengan penugasan yang diterima oleh TOPAZ, bahwa objek penilaian adalah 65,99%
Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa yang dimiliki oleh PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.

Berikut identitas objek penilaian:
 Nama Perusahaan                       : PT Putera Manunggal Perkasa
 Jenis Usaha                           : Bidang pertanian/perkebunan, industri pengolahan
                                         dan perdagangan besar
 Alamat                                : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                         Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6,
                                         Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan,
                                         12950
 Objek                                 : 65,99% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (“PPM”
                                         atau “Perusahaan”) milik secara langsung PT
                                         Austindo Nusantara Jaya Agri (“ANJA”) dan secara
                                         tidak langsung pemegang saham PT Austindo
                                         Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”) sebesar 65,99%
                                         (99,99% X 66%)


Jenis Mata Uang yang Digunakan

Hasil Penilaian dinyatakan dalam mata uang rupiah.


Maksud dan Tujuan Penilaian

Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar Perusahaan per
31 Juli 2025 dalam rangka rencana jual beli dan keperluan keterbukaan informasi pada perusahaan
terbuka. Penilaian Bisnis ini dilaksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia
(“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi
Tahun 2020. Penilaian digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar
konteks atau tujuan penilaian tersebut.


Dasar Nilai

Nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar.

Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset
atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berniat membeli dengan penjual yang
berniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
dimana kedua belah pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya,
kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 101-3.1).

                                              viii
Page 9
Tanggal Penilaian

Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Juli 2025 sesuai dengan kesepakatan dengan Pemberi
Tugas, dan batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Analisis perhitungan nilai pasar ekuitas dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
keuangan audit per 31 Juli 2025.


Tingkat Kedalaman Investigasi

Dalam penilaian ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan wawancara via zoom dengan pihak manajemen PMP.
Dari hasil tersebut diperoleh informasi sebagai berikut:

•   PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) merupakan Perusahaan beroperasi sampai dengan
    tanggal penilaian.
•   Laporan keuangan historis yang digunakan merupakan laporan yang telah di audit untuk
    periode Laporan tahun 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024 dan laporan per 31 Juli 2025.
•   Legalitas yang disampaikan kepada kami melalui email, merupakan benar milik PT Putera
    Manunggal Perkasa (PMP).
•   Tujuan dari penilaian adalah hanya untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar dalam
    rangka rencana jual beli untuk keperluan keterbukaan informasi pada perusahaan terbuka
    dan bukan untuk kepentingan lain.
•   Kepemilikan yang akan dinilai adalah Ekuitas yang secara tidak langsung milik PT Austindo
    Nusantara Jaya Agri.
•   Asumsi yang KJPP gunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan bersumber dari
    manajemen PMP.
•   Kondisi kebun dalam tahap perbaikan, dan masih memerlukan perawatan lebih lanjut.
    Perbaikan dari sisi infrastruktur kebun, akses panen, pembersihan pasar pikul, piringan,
    sanitasi, pemupukan dan lainnya.
•   TBS di pohon masih ada dan cadangan produksinya hingga akhir tahun 2025.
•   Berikut beberapa kondisi pohon kelapa sawit, dimana PMP mengalami kendala pada hama
    penyakit (Foto diperoleh dari manajemen):




                                             ix
Page 10
•   Berikut hasil inspeksi dari tim KJPP :
                                                 Lokasi Pabrik




                                                 Kondisi akses jalan




                                             x
Page 11
                                                                       Kondisi Kebun




Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Penilai akan menggunakan sumber data dan informasi yang relevan digunakan dalam proses
penilaian tanpa verifikasi dan harus disetujui oleh pemberi tugas dan dituliskan dalam lingkup
penugasan. Data dan informasi yang digunakan adalah kredibel, dan berasal dari sumber yang
dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya adalah data dan informasi yang dipublikasi, data riset atau
data yang diperoleh dari pemerintah.

•   Laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00196/2.1005/AU.1/01/1547-3/I/IV/2021 tanggal 16
    April 2021 yang ditanda tangani oleh Beatrice Tanuwijaya,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik
    No.AP.1547 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00064/2.1005/AU.1/01/1554-1/I/III/2022 tanggal 16
    Maret 2022 yang ditanda tangani oleh Erwin Marcellino Irawan,S.E.,CPA No. Izin Akuntan
    Publik No.AP.1554 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00184/2.1005/AU.1/01/1547-2/I/IV/2023 tanggal 19
    April 2023 yang ditanda tangani oleh Erwin Marcellino Irawan,S.E.,CPA No. Izin Akuntan
    Publik No.AP.1554 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00189/2.1005/AU.1/01/0854-1/I/IV/2024 tanggal 5
    April 2024 yang ditanda tangani oleh Susanto, S.E., CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.0854
    dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan per 31 Desember 2024 yang telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik
    Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00175/2.1005/AU.1/01/0854-2/I/IV/2025 tanggal 7
    April 2025 yang ditanda tangani oleh Susanto, S.E., CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.0854
    dengan opini wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan keuangan per 31 Juli 2025 yang telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik Jojo
    Sunarjo dan Rekan dengan No. 00388/2.0946/AU.1/01/1931-1/1/IX/2025 tanggal 19
    September 2025 yang ditanda tangani oleh Wikanto Artadi, S.E., Ak., CMA., CPA No. Izin
    Akuntan Publik No. AP. 1931 dengan opini wajar tanpa modifikasian;

                                               xi
Page 12
•   Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 9120104202218 dikeluarkan tanggal 21 Februari 2019 atas
    nama PT Putera Manunggal Perkasa, yang dikeluarkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan
    Koordinasi Penanaman Modal.
•   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 02.097.807.8-018.000, atas nama PT Putera
    Manunggal Perkasa, terdaftar pada KPP Pratama Jakarta Setiabudi Dua.
•   Data legalitas perusahaan lainnya.

Dalam melakukan penilaian ini, TOPAZ juga menggunakan informasi yang beberapa sumber
informasi relevan yang tidak perlu melakukan verifikasi:

•   Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait
    seperti Bank Indonesia;
•   Data statistik dari Badan Pusat Statistik
•   Data lainnya yang diperoleh baik melalui website resmi maupun berita yang berkaitan dengan
    objek penilaian.


Asumsi dan Asumsi Khusus

Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana penilaian
diperlukan.

Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal penilaian
atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada
tanggal penilaian. Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi
yang akan mempengaruhi nilai.

Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
sebagai fakta dalam konteks penugasan penilaian tanpa penyelidikan tertentu atau verifikasi.


Konfirmasi Penilai Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2018)

Penilaian ini didasarkan pada standar Nilai Pasar. Penilaian dilakukan dengan mengacu kepada
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun
2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.


Gambaran Umum Perusahaan

PT Putera Manunggal Perkasa, didirikan di Jakarta, dengan akta No. 58 tanggal 12 Juli 1999
dihadapan Notaris Darbi, S.H. di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahaan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No.
C-18903 HT.01.01.TH.99 tertanggal 18 November 1999 dan Tambahan Berita Negara-RI No.24
pada tanggal 22 Maret 2002.

                                               xii
Page 13
Akta tersebut mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya dengan Akta No. 19, tanggal 14
April 2008, dihadapan Notaris Siti Endaryati, S.H, Notaris yang bekedudukan di Bekasi. Akta
perubahan ini memuat tentang penyesuaian UU No.40 Tahun 2007. Perubahan akta tersebut telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
dengan Surat Keputusan No. AHU-31785.AH.01.02.TAHUN 2008 pada tanggal 10 Juni 2008 dan
Tambahan Berita Negara-RI No.13 pada tanggal 13 Februari 2009.

Perubahan Akta berikutnya yaitu berdasarkan Akta No. 769 tanggal 14 November 2023 yang
dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan ini memuat
tentang Peningkatan Modal Dasar dan Modal Disetor serta perubahan susunan pengurus
perusahaan. Akta perubahan ini telah mendapatkan Pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0071447.AH.01.02.TAHUN 2023 dan dicatat di dalam
sistem administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Daftar Perseroan No. AHU-AH.01.03-0143605 untuk perubahan modal dan
AHU-AH.01.09-0186614 untuk perubahan susunan pengurus perusahaan pada tanggal 20
November 2023.

Sedangkan akta perubahan yang terakhir adalah Akta No. 410 tanggal 06 Mei 2025 yang dibuat
oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan ini memuat tentang
perubahan susunan pengurus perusahaan. Perubahan akta tersebut telah diterima dan dicatat di
dalam sistem administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Daftar Perseroan No. AHU-AH.01.09-0228085, pada tanggal 07 Mei 2025.

Selanjutnya, Modal Dasar perusahaan tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, dan
yang terakhir komposisi modal dasar perusahaan sesuai dengan Akta No. 769 tanggal 14
November 2023 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn.,. Sedangkan pengurus perusahaan
saat ini sesuai akta perubahan perusahaan terakhir nomor 410 tanggal 06 Mei 2025 yang dibuat
oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn.,.

Struktur Permodalan Perusahaan

PT PMP pada awal pendirian perusahaan, sebagaimana tertuang dalam Akta 58 tanggal 12 Juli
1999 dihadapan Notaris Darbi, S.H. Modal Dasar perusahaan adalah sebesar Rp180.000.000,-
terdiri dari 180.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per lembar. Dari Modal Dasar
perseroan tersebut telah ditempatkan dan disetor 25% atau sebesar Rp45.000.000,-.

Selanjutnya, Modal Dasar perusahaan tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, dan
yang terakhir komposisi modal dasar perusahaan sesuai dengan Akta No. 769 tanggal 14
November 2023 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., adalah sebesar
Rp2.500.000.000.000,- terdiri dari 2.500.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000,-
per lembar. Dari Modal Dasar perseroan tersebut telah ditempatkan dan disetor 78,09% atau
sebesar Rp1.952.371.000.000,-seperti terlihat pada tabel berikut:




                                              xiii
Page 14
Susunan Pemegang Saham PMP

                                         Jumlah Lembar        Persentase           Jumlah Modal
           Pemegang Saham
                                            Saham             Kepemilikan           Disetor (Rp)
 PT Austindo Nusantara Jaya Agri           1.288.565.000                    66%   1.288.565.000.000
 PT Austindo Nusantara Jaya Tbk                 663.806.000                 34%    663.806.000.000
                                             1.952.371.000              100%      1.952.371.000.000


Maka, 65,99% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa (“PMP” atau “Perusahaan”) adalah milik
langsung PT Austindo Nusantara Jaya Agri (“ANJA”) dan secara tidak langsung milik PT Austindo
Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”) sebesar 65,99% (99,99% X 66%).

Kepemilian ANJT (Holding) pada ANJA adalah 99,99%.

Susunan Pengurus Perusahaan

Susunan pengurus perusahaan saat ini sesuai akta perubahan perusahaan terakhir nomor 410
tanggal 06 Mei 2025 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., adalah sebagai berikut:

Direksi
Direktur Utama             : Isen Henry Tjong
Direktur                   : Sikin

Dewan Komisaris
Komisaris                  : Hilman Lukito


Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri

pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong di tengah prospek perekonomian global yang
melemah. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi nonbangunan
terkait kegiatan di sektor transportasi. Kinerja ekspor cukup baik ditopang oleh ekspor berbasis
sumber daya alam dan produk manufaktur. Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih perlu
ditingkatkan, tecermin pada penjualan eceran yang melambat. Secara sektoral, Lapangan Usaha
(LU) Pertanian tetap tumbuh ditopang oleh kinerja subsektor LU Perkebunan dan dukungan
program Pemerintah, sedangkan kinerja beberapa LU utama lainnya seperti LU Industri
Pengolahan serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum belum kuat. Secara spasial,
ekonomi di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) diprakirakan tumbuh di atas 5%,
sedangkan wilayah lainnya belum meningkat.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Neraca
perdagangan pada Mei 2025 masih mencatat surplus 4,3 miliar dolar AS, meningkat dari surplus
April 2025 sebesar 0,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif pada neraca perdagangan ini
didukung oleh ekspor komoditas mesin listrik serta besi dan baja. Kinerja ekspor diprakirakan akan
tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan Pemerintah AS. Sementara itu, aliran
masuk modal asing ke instrumen portofolio domestik juga terus berlanjut dipengaruhi tetap baiknya
prospek perekonomian Indonesia, tingginya imbal hasil instrumen keuangan Indonesia, dan
bergesernya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia sejalan dengan

                                                   xiv
Page 15
meningkatnya risiko ekonomi AS. Aliran masuk modal asing ke SBN pada awal triwulan III 2025
(hingga 14 Juli 2025) mencatat net inflows sebesar 0,9 miliar dolar AS, melanjutkan net inflows
pada triwulan II 2025 sebesar 1,6 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025
tetap tinggi sebesar 152,6 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2
bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Nilai tukar Rupiah menguat didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta berlanjutnya aliran
masuk modal asing. Nilai tukar Rupiah pada Juni 2025 (hingga 30 Juni 2025) menguat sebesar
0,34% (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir bulan sebelumnya. Perkembangan terkini hingga
pertengahan Juli 2025 (hingga 15 Juli 2025) menunjukkan Rupiah tetap stabil di tengah
meningkatnya ketidakpastian global. Secara umum, perkembangan Rupiah relatif stabil bila
dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia
dan terhadap kelompok mata uang negara maju di luar dolar AS, sehingga tetap mendukung daya
saing ekspor Indonesia. Perkembangan nilai tukar ini didukung oleh konsistensi kebijakan
stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen SBN,
serta konversi valas ke Rupiah oleh eksportir pascapenerapan penguatan kebijakan Pemerintah
terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tetap terjaga rendah dan mendukung
stabilitas perekonomian. Inflasi IHK Juni 2025 tercatat rendah 1,87% (yoy) ditopang inflasi inti yang
menurun, inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang
terkendali. Inflasi inti tercatat turun menjadi 2,37% (yoy), dipengaruhi konsistensi suku bunga
kebijakan moneter dalam mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta
permintaan yang lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah 0,57% (yoy) didukung
oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh
Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian
Inflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terkendali 1,34% (yoy), di tengah
kenaikan tarif air minum PAM dan cukai hasil tembakau.


Prospek Perekonomian

Dari domestik, berbagai respons kebijakan perlu terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi Indonesia di tengah prospek perekonomian global yang melemah. Pertumbuhan ekonomi
semester II 2025 diprakirakan membaik dan secara keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada
dalam kisaran 4,6–5,4%. Di samping membaiknya permintaan domestik, perbaikan ini juga
didukung oleh tetap positifnya kinerja ekspor sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
Pemerintah AS. Berbagai respons bauran kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia juga
meningkatkan keyakinan pelaku ekonomi yang pada akhirnya akan mendorong kegiatan ekonomi.
Dalam kaitan ini, stimulus fiskal ditempuh Pemerintah untuk perlindungan sosial dan implementasi
program-program unggulan dalam Asta Cita. Di samping menjaga stabilitas, kebijakan Bank
Indonesia juga diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan BI-
Rate, pelonggaran likuiditas, serta peningkatan insentif makroprudensial kepada perbankan guna
mendorong kredit/pembiayaan ke sektor-sektor prioritas. Bank Indonesia akan terus memperkuat
bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, bersinergi erat dengan
kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.


                                                 xv
Page 16
Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diprakirakan tetap baik. NPI 2025 diprakirakan akan
mencatat defisit transaksi berjalan yang lebih rendah dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan
1,3% dari PDB dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut, di tengah
ketidakpastian global yang masih tinggi.
Nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas
nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan
stabilisasi, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF dan strategi triple intervention pada
transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter juga terus
dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi
instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan
Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik
aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.


Penilaian Saham

Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan pendekatan dan metode penilaian yang
berlaku umum dalam penilaian penyertaan pada perusahaan atau ekuitas sesuai dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun
2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama ini, yaitu:

a. Pendekatan Pasar (Market Approach)
   Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan perusahaan sebanding,
   kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang dijualbelikan di pasar serta
   transaksi relevan atas saham perusahaan yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau
   penawaran atas komponen perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai.

b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
   Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai dengan mengantisipasi
   dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian dalam menghasilkan imbal balik (return)
   yang akan diterima dimasa datang.

c. Pendekatan Aset (Asset Based Approach)
   Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi dari suatu entitas, kapital yang
   diinvestasikan (invested capital), struktur permodalan (capital structure), dan/ atau Nilai Aset
   Bersih perusahaan (ekuitas).


Pemilihan Metode Penilaian

Penilaian ekuitas perusahaan didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen perusahaan, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, laporan laba/rugi dan laporan arus kas, pengkajian atas

                                                 xvi
Page 17
kondisi operasi, dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki perusahaan. Analisis eksternal
akan dilalukan berdasarkan pada data yang tersedia dipasar seperti beta, risk premium, risk free,
dan sebagainya yang sekiranya diperlukan dalam analisis.

Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu “business
interest” perlu mengacu pada laporan keuangan yang representatif. Oleh karenanya diperlukan
penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi laporan laba/rugi yang
biasanya disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis. Bagaimanapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laba/rugi adalah nilai perolehan
dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai business
interest saat penilaian tersebut.

Dalam melakukan penilaian ekuitas perusahaan, untuk memperoleh hasil penilaian yang akurat
dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar
perusahaan adalah Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dan Pendekatan Aset (Asset
Based Approach).

Pendekatan Pendapatan (Income Approach) paling sesuai apabila jumlah pendapatan yang dapat
diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan cukup meyakinkan.
Oleh karena itu, pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian terhadap nilai saham Perseroan
karena kegiatan usaha Perseroan yang masih terus berjalan. Metoda yang digunakan adalah
Discounted Cash Flow (DCF).

Pendekatan Aset (Asset Based Approach) paling sesuai untuk digunakan pada perusahaan yang
berbentuk holding company atau perusahaan yang bermasalah, sehingga sulit untuk
memperkirakan jumlah pendapatan yang dapat diperoleh perusahaan tersebut di masa yang akan
datang. Pendekatan ini juga sesuai untuk perusahaan yang komponen asetnya didominasi oleh
aset tetap, dan di mana aset tak berwujud yang dimiliki perusahaan diperkirakan signifikan. Oleh
karena itu, pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian terhadap nilai ekuitas Perseroan.
Metoda yang digunakan adalah Excess Earning Method (EEM).


Prosedur Penilaian

Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk menentukan Nilai Pasar
66% Ekuitas PMP milik ANJA kami telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

    1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi operasional
       perusahaan.
    2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis perusahaan.
    3. Melakukan penelahaan atas data-data operasional perusahaan.
    4. Melakukan diskusi dengan manajemen terkait dengan metode yang digunakan serta
       persetujuan data historis dan proyeksi berdasarkan business plan perusahaan.
    5. Melakukan penilaian saham dengan mengaplikasikan Pendekatan Pendapatan dengan
       metode Discounted Cash Flow (DCF).
    6. Melakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan, termasuk normalisasi laporan laba
       rugi serta penyesuaian nilai aset berdasarkan nilai wajar.


                                              xvii
Page 18
    7. Melakukan penilaian dengan mengaplikasikan Pendekatan Aset menggunakan metode
       Excess Earning Method (EEM), yaitu dengan mengestimasi arus kas berlebih yang berasal
       dari aset takberwujud setelah dikurangi kontribusi aset pendukung.
    8. Melakukan analisis dan sintesis hasil dari kedua pendekatan untuk menentukan indikasi
       nilai pasar yang paling mencerminkan kondisi perusahaan.
    9. Menentukan Nilai Pasar 65,99% Ekuitas perusahaan berdasarkan pertimbangan
       profesional atas hasil kedua pendekatan dan tingkat kewajaran data serta asumsi yang
       digunakan.


Pasar Saham Perusahaan dengan Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach)

Berdasarkan hasil kajian dan analisis dalam rangka menentukan indikasi nilai ekuitas PMP milik
ANJA dengan metode DCF, maka kami berpendapat bahwa Indikasi Nilai Pasar 66% Ekuitas PMP
milik ANJA per 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp350.270.588,- (tiga ratus lima puluh juta dua
ratus tujuh puluh ribu lima ratus delapan puluh delapan rupiah).


Pasar Saham Perusahaan dengan Pendekatan Aset (Asset Based Approach)

Berdasarkan hasil kajian dan analisis dalam rangka menentukan nilai ekuitas PMP milik ANJA
dengan metode EEM, maka kami berpendapat bahwa Indikasi Nilai Pasar 66% Ekuitas PMP milik
ANJA per 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp27.717.879,- (dua puluh tujuh juta tujuh ratus tujuh
belas ribu delapan ratus tujuh puluh sembilan rupiah).


Kesimpulan Penilaian

Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai ekuitas PMP dengan menggunakan
Pendekatan Pendapatan dengan Metode DCF dan Metode EEM, maka Nilai Pasar 66% Ekuitas
PMP milik ANJA per tanggal 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp200.032.032,- (dua ratus juta tiga
puluh dua ribu tiga puluh dua rupiah).

                                                                                        Nilai Setelah
    Pendekatan                     Metode                          Nilai        Bobot
                                                                                           Bobot
 Pendapatan          Discounted Cash Flow                      350.270.588        80%      280.216.470
 Aset                Asset Based Value - Excess earnings           27.717.879     20%        5.543.576
 Indikasi Nilai 66% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri milik ANJA                           285.760.046
 DLOM                                                                           30%       (85.728.014)
 Nilai 66% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri milik ANJA                                    200.032.032




                                                  xviii
Page 19
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Kepentingan Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri



                                                           DAFTAR ISI
                                                                                                                                     Halaman

BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................................................1
1.1.    Latar Belakang Penugasan ....................................................................................................1
1.2.    Identitas Penilai ......................................................................................................................2
1.3.    Identitas Pemberi Tugas ........................................................................................................2
1.4.    Identitas Pengguna Laporan ..................................................................................................2
1.5.    Maksud dan Tujuan Penilaian ................................................................................................3
1.6.    Definisi dan Istilah yang Digunakan Dalam Penilaian ............................................................3
1.7.    Tanggal Penilaian ..................................................................................................................5
1.8.    Tanggal Laporan Penilaian Bisnis ..........................................................................................5
1.9.    Objek Penilaian dan Identitas Bentuk Kepemilikan ................................................................5
1.10. Jenis Mata Uang yang Digunakan .........................................................................................6
1.11. Dasar Nilai .............................................................................................................................6
1.12. Tingkat Kedalaman Investigasi ..............................................................................................6
1.13. Pelaksana Investigasi ............................................................................................................7
1.14. Sumber dan Data Informasi yang Dapat Dihandalkan ...........................................................9
1.15. Premis Nilai yang Digunakan ...............................................................................................12
1.16. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas serta Skenario Hipotesis yang Secara Langsung
        Mempengaruhi Penilaian .....................................................................................................13
1.17. Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian (Controlling) ........................15
1.18. Tingkat Likuiditas Objek Penilaian .......................................................................................15
1.19. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli .....................................................................15
1.20. Uraian Penilai Properti dan Hasil Penilaian oleh Penilai Properti yang Digunakan ..............15
1.21. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)....16
1.22. Uraian Mengenai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang Terkait dengan Objek
        Penilaian ..............................................................................................................................16
1.23. Hasil Identifikasi atas Aset Non Operasional, Kewajiban Non Operasional, dan Kelebihan
        atau Kekurangan Aset Operasional (Excess or deficient) yang Terkait dan Pengaruhnya
        terhadap Penilaian ...............................................................................................................16
1.24. Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan .........................................17
BAB II DATA DAN INFORMASI ........................................................................................................1
2.1.    Gambaran Umum Perusahaan ..............................................................................................1
2.2.    Aktivitas Usaha ......................................................................................................................2
2.3.    Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian (Controlling) ..........................2
2.4.    Susunan Kepengurusan.........................................................................................................2
2.5.    Kinerja Keuangan Historis Perusahaan .................................................................................3
2.6.    Informasi Perpajakan .............................................................................................................9
2.7.    Kompensasi bagi Pemegang Saham .....................................................................................9
2.8.    Informasi mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan untuk Karyawan Kunci ....9
2.9.    Perjanjian–Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga ..............................................................9
2.10. Informasi Non-Keuangan yang Relevan Mengenai Objek Penilaian ......................................9
2.11. Analisis SWOT .....................................................................................................................13
2.12. Analisis Risiko ......................................................................................................................14
BAB III TINJAUAN EKONOMI MAKRO DAN INDUSTRI ..................................................................1
3.1.    Tinjauan Ekonomi Makro .......................................................................................................1
                                                                       xix
Page 20
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Kepentingan Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


3.1.1. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) ....................................................................................3
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah..................................................................................................................3
3.1.3. Perkembangan Inflasi ............................................................................................................4
3.1.4. Perkembangan Suku Bunga ..................................................................................................5
3.2.   Tinjauan Industri.....................................................................................................................6
BAB IV PENDEKATAN PENILAIAN ..................................................................................................1
4.1.   Pendekatan Penilaian ............................................................................................................1
4.2.   Pemilihan Metode Penilaian ...................................................................................................3
BAB V PENILAIAN 65,99% EKUITAS PT PUTERA MANUNGGAL PERKASA...............................1
5.1.   Penilaian Ekuitas....................................................................................................................1
5.2.   Pendekatan Pendapatan dengan Metode Discounted Cash Flow (DCF) ..............................2
5.2.1. Penyesuaian Laporan Keuangan ...........................................................................................2
5.2.2. Asumsi-asumsi dalam Proses Penilaian ................................................................................2
5.2.3. Pemilihan Arus Kas ................................................................................................................3
5.2.4. Penentuan Tingkat Diskonto ..................................................................................................4
5.2.5. Control Premium (“CP”) atau Discount for Lack of Control (“DLOC”) .....................................7
5.2.6. Discount for Lack of Marketability (“DLOM”) ..........................................................................8
5.2.7. Nilai Pasar 65,99% Ekuitas PMP dengan Metode DCF .......................................................10
5.3.   Pendekatan Aset dengan Metode Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method) ...........12
5.3.1. Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earnings Method) ..............................12
5.3.2. Indikasi Nilai Ekuitas Perseroan Berdasarkan Pendekatan Aset .........................................14
5.4.   Rekonsiliasi Nilai ..................................................................................................................15
5.5.   Kesimpulan Nilai ..................................................................................................................15




                                                                     xx
Page 21
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Kepentingan Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri



                                                         DAFTAR FIGUR
                                                                                                                                            Halaman

Figur 1. Susunan Pemegang Saham .................................................................................................. 6
Figur 2. Susunan Pemegang Saham PT Putera Manunggal Perkasa .............................................. 15
Figur 3. Susunan Pemegang Saham PMP ......................................................................................... 2
Figur 4. Ikhtisar Laba Rugi (dalam ribuan Rupiah).............................................................................. 3
Figur 5. Posisi Keuangan (dalam Rupiah) .......................................................................................... 4
Figur 6. Rasio Keuangan .................................................................................................................... 6
Figur 7. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............................. 2
Figur 8. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha....................... 2
Figur 9. Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................................. 3
Figur 10. Peta Inflasi Daerah Tahun 2024 .......................................................................................... 5
Figur 11. Kontribusi PDB Harga Berlaku pada Sektor Pertanian/Perkebunan, Peternakan, Perburuan
    dan Jasa Pertanian, 2023 ............................................................................................................ 7
Figur 12. Perkembangan PDB Atas Dasar Harga Konstan Sub Sektor Perkebunan, 2021-2023 ....... 7
Figur 13. Pertumbuhan Year on Year PDB Menurut Sub Sektor, 2021-2023 ..................................... 8
Figur 14. Pertumbuhan Year on Year PDB Triwulanan Sub Sektor Perkebunan, 2021 – 2023 .......... 8
Figur 15. Nilai Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Menurut Sub Sektor, 2021-2023 ................. 9
Figur 16. Kontribusi Rata-Rata Produksi Minyak Sawit Menurut Status Pengusahaan, Rata-rata 2015–
    2024........................................................................................................................................... 11
Figur 17. Peta Sebaran Produksi Minyak Sawit di Indonesia, Rata-rata 2020-2024 ......................... 11
Figur 18. Proporsi Produksi Minyak Kelapa Sawit dan Minyak Inti Sawit Indonesia, Rata-rata 2020 -
    2024........................................................................................................................................... 12
Figur 19. Perkembangan Produksi Minyak Inti Sawit Indonesia Menurut Status Pengusahaan, 1982 –
    2024........................................................................................................................................... 13
Figur 20. Perkembangan Luas Tanaman Mengasilkan dan Produktivitas Kelapa Sawit di Indonesia,
    1995–2024................................................................................................................................. 14
Figur 21. Perkembangan Harga TBS di Pasar Domestik dan Harga CPO di Pasar Dunia, 2021–2023
     .................................................................................................................................................. 15
Figur 22. Beta Perusahaan Pembanding per tanggal 31 Juli 2025 ..................................................... 5
Figur 23. Biaya Modal untuk Ekuitas PMP .......................................................................................... 6
Figur 24. WACC .................................................................................................................................. 7
Figur 25. Nilai Pasar 65,99% Ekuitas PMP dengan Metode DCF ..................................................... 10
Figur 26, Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan 31 Juli 2025 ........................................................ 12
Figur 27. Penentuan Tingkat Imbal Balik Aset Berwujud Bersih ....................................................... 14
Figur 28. Hasil Penilaian Berdasarkan Pendekatan Aset .................................................................. 14
Figur 29. Rekonsiliasi Nilai ................................................................................................................ 15




                                                                          xxi
Page 22
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                                              BAB I
                                           PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang Penugasan

         PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, untuk selanjutnya disebut “Perusahaan” atau “ANJT”,
         merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, jasa, dan perkebunan
         kelapa sawit terpadu dengan pengolahannya menjadi minyak mentah (crude palm oil) dan
         inti sawit (kernel). Perusahaan berkantor pusat di Gedung Menara SMBC Lantai 40, Jalan
         Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta 12950.

         Indonesia sebagai negara tropis dengan lahan subur yang luas memiliki potensi besar
         dalam pengembangan industri perkebunan kelapa sawit. Industri ini menjadi salah satu
         penyumbang devisa terbesar bagi perekonomian nasional dan memiliki peran strategis
         dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional melalui produksi minyak sawit yang
         berkelanjutan dan berdaya saing global. Seiring meningkatnya permintaan pasar domestik
         dan internasional, sektor ini terus berkembang dengan menerapkan praktik agrikultur
         modern, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pemberdayaan
         masyarakat sekitar. Dengan demikian, industri perkebunan kelapa sawit tidak hanya
         memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka
         lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil di
         Indonesia.

         Sejalan dengan potensi pertumbuhan ekonomi tersebut, ANJ berencana untuk melakukan
         penilaian atas 65,99% ekuitas PMP yang dimiliki oleh PT Austindo Nusantara Jaya Agri
         (“ANJA”) dan secara tidak langsung pemegang saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
         (“ANJT”) sebesar 65,99%. Oleh karena itu, ANJ menunjuk pihak independen untuk
         melaksanakan penilaian ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa.

         Dalam rangka pelaksanaan penilaian tersebut, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Tobing
         Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) telah ditunjuk oleh PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
         (“ANJT/Perusahaan”) berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran Jasa Penilaian
         Ekuitas No. 0905/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2025 tanggal 09 September 2025. Maksud dan
         tujuan penilaian ini adalah untuk memperoleh Nilai Pasar 65,99% ekuitas PT Putera
         Manunggal Perkasa (“PMP”) dalam rangka rencana transaksi jual beli, dan hasil penilaian
         ini tidak dimaksudkan untuk digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut.

         Penilaian ini didasarkan pada standar Nilai Pasar. Penilaian dilakukan dengan mengacu
         kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
         No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
         Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
         Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.




                                                                                             Halaman - 1
Page 23
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


1.2.     Identitas Penilai

         KJPP Tobing Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang
         terdaftar di Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar
         modal di Otoritas Jasa Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian
         ini.

         Penilai adalah partner dari KJPP Tobing Panuturi & Rekan dengan kualifikasi sebagai
         berikut:

         Nama Penilai                                  : Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A.,
                                                         M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
         Klasifikasi Izin                              : Penilai Bisnis (B)
         Anggota Penilai MAPPI                         : No. 07-S-02115
         Register Kemenkeu                             : RMK-2017.00354
         Izin Penilai Kemenkeu                         : No. B-1.14.00395
         Penilai terdaftar Pasar Modal                 : No. STTD.PB-24/PJ-1/PM.02/2023
         Penilai terdaftar IKNB                        : No. 094/NB.122/STTD-P/2017

         Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertidak dalam kapasitasnya sebagai
         Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan. Dalam
         mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
         benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Penilaian
         ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Penilaian. TOPAZ
         juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

         Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
         manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
         dihasilkan.


1.3.     Identitas Pemberi Tugas

         Nama Perusahaan                             : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
         Jenis Usaha                                 : Bidang      pertanian/perkebunan,     industri
                                                       pengolahan dan perdagangan besar
         Alamat                                      : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                                       Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-
                                                       5.6, Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta
                                                       Selatan, 12950
         No. Telp/Fax                                : (62 21) 2965 1777
         Website                                     : www.anj-group.com


1.4.     Identitas Pengguna Laporan

         Nama Perusahaan                             : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
         Jenis Usaha                                 : Bidang     pertanian/perkebunan, industri
                                                       pengolahan dan perdagangan besar

                                                                                             Halaman - 2
Page 24
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Alamat                                      : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                                       Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-
                                                       5.6, Kuningan Timur, Setiabudi, Kota Jakarta
                                                       Selatan, 12950
         No. Telp/Fax                                : (62 21) 2965 1777
         Website                                     : www.anj-group.com


1.5.     Maksud dan Tujuan Penilaian

         Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar
         Perusahaan per 31 Juli 2025, dengan tujuan untuk keperluan transaksi rencana jual beli.
         Penilaian Bisnis ini dilaksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
         Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
         Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
         Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI
         330 Edisi Revisi Tahun 2020. Penilaian digunakan untuk kepentingan pasar modal dan
         tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut.


1.6.     Definisi dan Istilah yang Digunakan Dalam Penilaian

           1. Arus kas bersih adalah Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan
              kas untuk kegiatan operasional; merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia
              modal (utang dan ekuitas); dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan
              operasi saat ini (current operation) dan untuk mengantisipasi pertumbuhan
              Perusahaan (SPI point 3.1, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018)
           2. Asumsi adalah Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau
              keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi Objek Penilaian atau pendekatan
              penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari
              proses penilaian. (POJK No.35/POJK.04/2020 bab 1 point a.13)
           3. Dasar Penilaian adalah Suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis nilai
              yang sedang diteliti berdasarkan kriteria tertentu. (POJK Number 35/POJK.04/2020
              bab 1 point a.7, OJK).
           4. Discount for Lack of Control (DLOC) adalah Suatu jumlah atau persentase
              tertentu yang merupakan pengurangan dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan
              dari kurangnya tingkat pengendalian atas Objek Penilaian. (SPI 330 point 3.6, KEPI
              & SPI Edisi 7 tahun 2018).
           5. Discount for Lack of Marketability (DLOM) adalah Suatu jumlah atau persentase
              tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
              kurangnya likuiditas dari Objek Penilaian. (SPI 330 point 3.7, KEPI & SPI edisi 7
              tahun 2018).
           6. Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) adalah Kumpulan etik yang melandasi
              pelaksanaan SPI yang harus ditaati oleh Penilai, agar penugasan yang dilakukan
              Penilai dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dengan cara yang jujur,
              objektif dan kompeten secara profesional, bebas dari kecurigaan adanya
              kepentingan pribadi, untuk menghasilkan laporan yang jelas, dan mengungkapkan
              semua hal yang penting untuk pemahaman penugasan secara tepat. (KEPI 1.0,
              KEPI &SPI Edisi 7 tahun 2018).

                                                                                             Halaman - 3
Page 25
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


           7. MAPPI adalah Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
           8. Metode Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method) adalah Metode
               Pendapatan Berlebih digunakan untuk mengestimasikan nilai Aset Takberwujud
               dengan menentukan nilai kini dari arus kas yang akan diterima di masa yang akan
               datang yang terkait dengan Aset Takberwujud dengan menggunakan tingkat
               diskonto atau tingkat kapitalisasi sesuai risiko Aset Takberwujud. Dalam
               penyusunan Proyeksi, arus kas Aset Takberwujud yang menjadi objek penilaian
               merupakan hasil pengurangan dari arus kas dengan arus kas yang berasal dari
               kontribusi aset lain (contributory asset charges) baik berupa aset berwujud, Aset
               Takberwujud, dan aset finansial. Hal ini dilakukan dengan menghitung suatu jumlah
               beban atau sewa ekonomis untuk aset pendukung dan mengurangkan jumlah
               tersebut dari arus kas. Untuk mencapai suatu penilaian yang dapat diandalkan
               terhadap subjek aset, mungkin diperlukan tambahan pengurangan yang
               merefleksikan adanya nilai tambah dengan pertimbangan bahwa seluruh aset
               digunakan sebagai pertimbangan bahwa seluruh aset digunakan sebagai suatu
               kesatuan dalam suatu bisnis yang sedang berjalan (going concern). Hal ini
               merefleksikan keuntungan dari ars kas terkait aset tenaga kerja terlatih yang tidak
               tersedia pada pembeli aset secara individual. (SPI 320 point 5.10, KEPI&SPI edisi 7
               tahun 2018)
           9. Kelangsungan Usaha adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang
               sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses konstruksi atau suatu
               premis dalam penilaian, di mana Penilai menganggap suatu Perusahaan akan terus
               melanjutkan operasinya secara keberlanjutan. (SPI 330 point 3.10, KEPI&SPI edisi
               7 tahun 2018).
           10. Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan asset, atau harga
               yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu asset dalam pertukaran, sehingga nilai
               bukan merupakan fakta. (KPUP poin 4.4, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018).
           11. Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
               penukaran suatu aset atau liabilitias pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
               berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi
               bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak
               masing- masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian
               dan tanpa paksaan. (SPI 101 poin 3.1, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018).
           12. Objek Penilaian adalah setiap objek kegiatan penilaian bisnis sebagaimana
               dimaksud dalam POJK No.35/POJK.04/2020.
           13. Premis Nilai adalah sumsi nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi
               yang dapat digunakan pada Objek Penilaian. (POJK No.35/POJK.04/2020 bab 1
               poin a.8, OJK).
           14. Control Premium (CP) adalah Suatu jumlah atau persentase tertentu yang
               merupakan penambah dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat
               pengendalian atas Objek Penilaian. (SPI 330 point 3.23, KEPI & SPI edisi 7 tahun
               2018).
           15. Standar Penilaian Indonesia (SPI) adalah Standar Profesi Penilai untuk
               melakukan kegiatan penilaian di Indonesia. Penilai harus mematuhi SPI yang
               merupakan acuan praktek penilaian di Indonesia. Standar Penilaian Indonesia
               adalah pedoman dasar yang harus dipatuhi oleh Penilai dalam melakukan penilaian.
               (KEPI 3.0 point 3.5, KEPI & SPI edisi 7 tahun 2018).



                                                                                             Halaman - 4
Page 26
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


           16. Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat nilai, hasil penilaian, atau perhitungan
               manfaat ekonomi dinyatakan. (POJK Number 35/POJK.04/2020 bab 1 point a.6,
               OJK).
           17. Tingkat Diskonto adalah Suatu Tingkat Imbal balik untuk mengkonversikan nilai di
               masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang (time value
               of money) dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi. (POJK
               No.35/POJK.04/2020 bab 1 point a.38, OJK).
           18. Kantor Jasa Penilai Publik adalah badan usaha sebagai wadah bagi Penilai Publik
               dalam menjalankan usaha di bidang penilaian dan jasa-jasa lainnya yang telah
               mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan serta terdaftar sebagai profesi
               penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan.
           19. ANJA adalah PT Austindo Nusantara Jaya Agri
           20. ANJT adalah PT Austindo Nusantara Jaya Tbk


1.7.     Tanggal Penilaian

         Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Juli 2025 sesuai dengan kesepakatan dengan
         Pemberi Tugas, dan batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan
         tujuan penilaian. Analisis perhitungan nilai pasar ekuitas dilaksanakan menggunakan
         parameter dan laporan keuangan audit per 31 Juli 2025.


1.8.     Tanggal Laporan Penilaian Bisnis

         TOPAZ telah menerbitkan laporan Penilaian Bisnis dengan objek penilaian sebagai
         berikut:

         Objek Penilaian          : 65,99% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa (“PMP”) milik PT
                                    Austindo Nusantara Jaya Agri (“ANJA”) dan secara tidak
                                    langsung pemegang saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
                                    (“ANJT”).
         Cut Off Date             : 31 Juli 2025
         No. Laporan              : 00951/2.0171-00/BS/01/0395/1/IX/2025
         Tanggal                  : 22 September 2025


1.9.     Objek Penilaian dan Identitas Bentuk Kepemilikan

Sesuai dengan penugasan yang diterima oleh TOPAZ, bahwa objek penilaian adalah 65,99%
Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (“PPM” atau “Perusahaan”) milik secara langsung PT Austindo
Nusantara Jaya Agri (“ANJA”) dan secara tidak langsung pemegang saham PT Austindo
Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”) sebesar 65,99% (99,99% X 66%). Keseluruhan ekuitas PT Putera
Manunggal Perkasa dimiliki oleh :




                                                                                             Halaman - 5
Page 27
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Figur 1. Susunan Pemegang Saham

                                                                        Persentase           Jumlah Modal
                 Pemegang Saham             Jumlah Lembar Saham
                                                                        Kepemilikan            Disetor (Rp)
          PT Austindo Nusantara Jaya Agri             1.288.565.000              66%         1.288.565.000.000
          PT Austindo Nusantara Jaya Tbk                663.806.000              34%          663.806.000.000
                                                      1.952.371.000             100%         1.952.371.000.000


         Total jumlah saham yaitu 1.952.371.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp.1000,- per lembar saham.

         Berikut identitas objek penilaian:
         Nama Perusahaan          : PT Putera Manunggal Perkasa
         Jenis Usaha              : Bidang pertanian/perkebunan,
                                      industri pengolahan dan perdagangan besar
         Alamat                   : Gedung Menara SMBC Lt.40
                                      Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6, Kuningan
                                      Timur, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, 12950
         Objek                    : 66% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri (“PPM” atau
                                      “Perusahaan”) milik secara langsung PT Austindo Nusantara
                                      Jaya Agri (“ANJA”).


1.10.    Jenis Mata Uang yang Digunakan

         Hasil penilaian dinyatakan dalam mata uang Rupiah.


1.11.    Dasar Nilai

         Nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar.

         Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
         penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
         berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas
         ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing
         bertindak atas dasar pemahaman uang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan.
         (SPI 101-3.1).


1.12.    Tingkat Kedalaman Investigasi

         Dalam penilaian ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan
         yang memadai diantaranya dengan melakukan wawancara via zoom dengan pihak
         manajemen PT Putera Manunggal Perkasa (PMP). Dari hasil tersebut diperoleh
         informasi sebagai berikut:




                                                                                                  Halaman - 6
Page 28
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


           •    PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) merupakan Perusahaan beroperasi sampai
                dengan tanggal penilaian.
           •    Laporan keuangan historis yang digunakan merupakan laporan yang telah di audit
                untuk periode Laporan tahun 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024 dan laporan per 31
                Juli 2025.
           •    Legalitas yang disampaikan kepada kami melalui email, merupakan benar milik PT
                Putera Manunggal Perkasa (PMP).
           •    Tujuan dari penilaian adalah hanya untuk memberikan pendapat mengenai Nilai
                Pasar dalam rangka rencana jual beli untuk keperluan keterbukaan informasi pada
                perusahaan terbuka dan bukan untuk kepentingan lain.
           •    Kepemilikan yang akan dinilai adalah Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa (PMP).
           •    Asumsi yang KJPP gunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan bersumber dari
                manajemen PMP.


1.13.    Pelaksana Investigasi

         No. Surat Tugas             : 0989/ST/KJPP-TOPAZ/IX/2025
         Tanggal                     : 11 September 2025
         Pelaksana Investigasi       : Mery Ganis Siam

         Dalam penilaian ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
         memadai di antaranya dengan melakukan wawancara, baik dengan manajemen ataupun
         pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang terkait. Berikut adalah pihak yang
         diwawancarai dalam hubungannya dengan Objek Penilaian, yaitu :

           •    Kondisi kebun dalam tahap perbaikan, dan masih memerlukan perawatan lebih
                lanjut. Perbaikan dari sisi infrastruktur kebun, akses pane, pembersihan pasar pikul,
                piringan, sanitasi, pemupukan dan lainnya.
           •    TBS di pohon masih ada dan cadangan produksinya hingga akhir tahun 2025.
           •    Pada tahun sebelumnya, tanaman mengalami penyakit, berikut beberapa kondisi
                pohon kelapa sawit, dimana PMP mengalami kendala pada hama penyakit (Foto
                diperoleh dari manajemen) :




                                                                                             Halaman - 7
Page 29
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri




         •   Berikut hasil inspeksi dari tim KJPP :

                                                                                         Lokasi Pabrik




                                                                                         Kondisi akses
                                                                                         jalan




                                                                                               Halaman - 8
Page 30
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                                                                                         Kondisi Kebun




1.14.    Sumber dan Data Informasi yang Dapat Dihandalkan

         Penilai akan menggunakan sumber data dan informasi yang relevan digunakan dalam
         proses penilaian tanpa verifikasi dan harus disetujui oleh pemberi tugas dan dituliskan
         dalam lingkup penugasan. Data dan informasi yang digunakan adalah kredibel, dan
         berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya adalah data dan
         informasi yang dipublikasi, data riset atau data yang diperoleh dari pemerintah.

           •    Laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan
                Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00196/2.1005/AU.1/01/1547-
                3/I/IV/2021 tanggal 16 April 2021 yang ditanda tangani oleh Beatrice
                Tanuwijaya,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.1547 dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
           •    Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan
                Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00064/2.1005/AU.1/01/1554-
                1/I/III/2022 tanggal 16 Maret 2022 yang ditanda tangani oleh Erwin Marcellino
                Irawan,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.1554 dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
           •    Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan
                Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00184/2.1005/AU.1/01/1547-
                2/I/IV/2023 tanggal 19 April 2023 yang ditanda tangani oleh Erwin Marcellino
                Irawan,S.E.,CPA No. Izin Akuntan Publik No.AP.1554 dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
           •    Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan
                Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00189/2.1005/AU.1/01/0854-
                1/I/IV/2024 tanggal 5 April 2024 yang ditanda tangani oleh Susanto, S.E., CPA No.
                Izin Akuntan Publik No.AP.0854 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
           •    Laporan keuangan per 31 Desember 2024 yang telah di audit oleh Kantor Akuntan
                Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan No. 00175/2.1005/AU.1/01/0854-
                2/I/IV/2025 tanggal 7 April 2025 yang ditanda tangani oleh Susanto, S.E., CPA No.
                Izin Akuntan Publik No.AP.0854 dengan opini wajar tanpa modifikasian;



                                                                                              Halaman - 9
Page 31
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


           •    Laporan keuangan per 31 Juli 2025 yang telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik
                Jojo Sunarjo dan Rekan dengan No. 00389/2.0946/AU.1/01/1931-1/1/IX/2025
                tanggal 19 September 2025 yang ditanda tangani oleh Wikanto Artadi, S.E., Ak.,
                CMA., CPA No. Izin Akuntan Publik No. AP. 1931 dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
           •    Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 9120104202218 dikeluarkan tanggal 21 Februari
                2019atas nama PT Putera Manunggal Perkasa, yang dikeluarkan oleh Menteri
                Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
           •    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 02.097.807.8-018.000, atas nama PT Putera
                Manunggal Perkasa, terdaftar pada KPP Pratama Jakarta Setiabudi Dua.
           •    Surat Keputusan Gubernur Papua Barat Nomor : 660.1/58/2012 TAHUN 2012
                Tanggal 10 Mei 2021 Perihal Kelayakan Lingkungan Hidup Kegiatan Usaha
                Pembangunan Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit PT Putera
                Manunggal Perkasa di Distrik Kais Kabupaten Sorong Selatan serta Distrik Aifat
                Timur Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat.
           •    Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu
                Pintu Provinsi Papua Barat Nomor : 570/337/PTSP-I/V/2021 Tanggal 10 Mei 2021
                Perihal Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Pengembangan Fasilitas
                Perkebunan Dan Pengolahan Kelapa Sawit PT Putera Manunggal Perkasa yang
                berlokasi di Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat Provinsi Papua
                Barat.
           •    Surat Keputusan Pemerintah Republik Indonesia Tanggal 02 Oktober 2019 Perihal
                Izin Lingkungan Rencana Kegiatan Industri Minyak Makan Kelapa Sawit (crude palm
                oil) seluas 49,5900 ha atas nama PT Putera Manunggal Perkasa yang berlokasi di
                Desa Kisor, Kecamatan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.
           •    Surat Keputusan Gubernur Papua Barat Nomor : KBLI 01262 Tanggal 10 Mei 2021
                Perihal Izin Lingkungan seluas 25.159 Ha atas nama PT Putera Manunggal Perkasa
                yang berlokasi di Desa Kisor, Kecamatan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat,
                Provinsi Papua Barat.
           •    Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), AMDAL Pengembangan
                Fasilitas Perkebunan dan Pengolahan Kelapa Sawit PT Putera Manunggal Perkasa
                di Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, yang
                diterbitkan pada tanggal 20 Januari 2021.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 1 seluas 8.736,58 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak PT. Putera Manunggal Perkasa yang terletak di Desa Sumano,
                Kecamatan Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat, diterbitkan
                tanggal 24 November 2014 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong
                Selatan, berlaku sampai dengan tanggal 07 Oktober 2049, Surat Ukur No. 1/2014
                tanggal 24 Nopember 2014.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 55 seluas 6.411,21 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak PT. Putera Manunggal Perkasa yang terletak di Kelurahan Ikana,
                Kecamatan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, diterbitkan
                tanggal 27 November 2014 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong,
                berlaku sampai dengan tanggal 07 Oktober 2049, Surat Ukur No. 66/IKANA/2014
                tanggal 11 September 2014.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 56 seluas 141,47 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak PT. Putera Manunggal Perkasa yang terletak di Kelurahan Womba,


                                                                                             Halaman - 10
Page 32
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                Kecamatan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, diterbitkan
                tanggal 27 November 2014 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong,
                berlaku sampai dengan tanggal 07 Oktober 2049, Surat Ukur No. 67/WOMBA/2014
                tanggal 11 September 2014.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 57 seluas 3.571,03 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak PT. Putera Manunggal Perkasa yang terletak di Kelurahan Womba,
                Kecamatan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, diterbitkan
                tanggal 27 November 2014 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong,
                berlaku sampai dengan tanggal 07 Oktober 2049, Surat Ukur No. 68/WOMBA/2014
                tanggal 11 September 2014.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 103 seluas 30.515,75 Ha, tercatat atas
                Nama Pemegang Hak PT Austindo Nusantara Jaya Tbk yang terletak di Desa
                Womba, Kecamatan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat,
                diterbitkan tanggal 15 Juni 2015 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong,
                berlaku sampai dengan tanggal 15 Juni 2050, Surat Ukur No. 117/WOMBA/2015
                tanggal 12 Juni 2015.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 2 seluas 800,59 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak Koperasi Produsen Mekar Sumano yang terletak di Desa Sumano,
                Kecamatan Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat, diterbitkan
                tanggal 24 November 2014 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong,
                berlaku sampai dengan tanggal 24 November 2049, Surat Ukur No. 2/2014 tanggal
                24 November 2014.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 1 seluas 981,66 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak Koperasi Produsen Mekar Karirif yang terletak di Desa Karirif,
                Kecamatan Kokoda Utara, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat,
                diterbitkan tanggal 24 November 2014 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten
                Sorong, berlaku sampai dengan tanggal 24 November 2049, Surat Ukur No. 1/2014
                tanggal 24 November 2014.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 53 seluas 1.479,01 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak Koperasi Produsen Mekar Ikana yang terletak di Kelurahan Ikana,
                Kecamatan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, diterbitkan
                tanggal 27 November 2014 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong,
                berlaku sampai dengan tanggal 06 Oktober 2049, Surat Ukur No. 69/IKANA/2014
                tanggal 11 September 2024.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 54 seluas 556,85 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak Koperasi Produsen Mekar Womba yang terletak di Kelurahan
                Womba, Kecamatan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat,
                diterbitkan tanggal 27 November 2014 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten
                Sorong, berlaku sampai dengan tanggal 06 Oktober 2049, Surat Ukur No.
                70/WOMBA/2014 tanggal 11 September 2024.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 101 seluas 3.071,77 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak KSU Wesoor Mandiri yang terletak di Kelurahan Ikana, Kecamatan
                Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, diterbitkan tanggal 15 Juni
                2015 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong, berlaku sampai dengan
                tanggal 15 Juni 2050, Surat Ukur No. 116/IKANA/2015 tanggal 12 Juni 2015.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 102 seluas 2.154,50 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak KSU Womba Lestari yang terletak di Kelurahan Womba, Kecamatan
                Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, diterbitkan tanggal 15 Juni

                                                                                             Halaman - 11
Page 33
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                2015 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong, berlaku sampai dengan
                tanggal 15 Juni 2050, Surat Ukur No. 115/WOMBA/2015 tanggal 12 Juni 2015.
           •    Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 104 seluas 763,91 Ha, tercatat atas Nama
                Pemegang Hak KSU Bina Awe'e Mareno yang terletak di Kelurahan Womba,
                Kecamatan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, diterbitkan
                tanggal 15 Juni 2015 oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong, berlaku
                sampai dengan tanggal 15 Juni 2050, Surat Ukur No. 118/WOMBA/2015 tanggal 12
                Juni 2015.

         Dalam melakukan penilaian ini, TOPAZ juga menggunakan informasi yang beberapa
         sumber informasi relevan yang tidak perlu melakukan verifikasi :

           •    Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
                terkait seperti Bank Indonesia;
           •    Data statistik dari Badan Pusat Statistik;
           •    Data Lainnya yang diperoleh baik melalui website resmi maupun berita yanh
                berkaitan dengan objek penilaian.


1.15.    Premis Nilai yang Digunakan

         Premis yang dapat digunakan dalam Penilaian Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
         adalah sebagai berikut:

           1. Going Concern
                Nilai dalam penggunaan, sebagai bagian dari usaha yang berjalan. Pada premis ini
                diasumsikan bahwa aset yang akan dinilai dan dijual adalah aset yang sudah terakit
                dan terpasang sebagai bagian dari perusahaan yang beroperasi dalam
                menghasilkan pendapatan (income producing business enterprise). Premis ini
                mempertimbangkan atau merefleksikan adanya hubungan yang bersifat sinerjik
                dalam peningkatan nilai (value enhancement) aset secara keseluruhan antara aset
                berwujud dan semua aset tak berwujud.
            2. Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (HBU)
                Dalam premis ini, penggunaan dari perspektif pelaku pasar akan menghasilkan nilai
                tertinggi dari aset. Meskipun konsep ini terutama diterapkan pada aset non-
                keuangan karena umumnya aset keuangan tidak memiliki penggunaan alternatif,
                terdapat situasi dimana HBU dari aset keuangan perlu dipertimbangkan.
            3. Penggunaan Saat Ini
                Premis Nilai Penggunaan Saat Ini adalah cara saat ini dimana aset, kewajiban, atau
                sekelompok aset dan/atau kewajiban digunakan. Penggunaan saat ini mungkin, tapi
                tidak selalu, merupakan penggunaan tertinggi dan terbaik.
            4. Likuidasi Teratur
                Menjelaskan nilai dari sekelompok aset yang dapat direalisasikan dalam penjualan
                likuidasi, dalam periode waktu yang wajar untuk mendapatkan pembeli (atau
                beberapa pembeli), dimana penjual terpaksa untuk menjual secara apa adanya (as-

                                                                                             Halaman - 12
Page 34
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                is, where-is basis). Periode waktu yang wajar untuk mendapatkan pembeli dapat
                bervariasi tergantung kepada jenis aset dan kondisi pasar.
            5. Jual Paksa
                Istilah jual paksa sering digunakan dalam situasi dimana penjual terpaksa untuk
                menjual dan sebagai konsekuensinya, periode pemasaran yang layak tidak
                dimungkinkan dan pembeli tidak dapat melaksanakan uji tuntas yang seharusnya.
         Berdasarkan beberapa premis di atas dan berdasarkan informasi terkait keberadaan PT
         Putera Manunggal Perkasa yang didukung oleh pernyataan dan keyakinan manajemen
         PT Putera Manunggal Perkasa tentang kelangsungan usahanya, Penilaian Ekuitas PT
         Putera Manunggal Perkasa dilakukan atas dasar premis “value in use, as part of a going
         concern”.


1.16.    Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas serta Skenario Hipotesis yang Secara
         Langsung Mempengaruhi Penilaian

           1. Laporan Penilaian Bisnis bersifat non-disclaimer opinion.
           2. Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
               informasi yang disediakan oleh manajemen dan/atau data yang diperoleh dari
               informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami
               anggap relevan. TOPAZ telah melakukan penelaahan atas dokumen yang
               digunakan dalam proses penilaian, dengan menggunakan data dan informasi yang
               diperoleh dari sumber data yang dapat dipercaya.
           3. Penilai TOPAZ menggunakan proyeksi keuangan, dikarenakan Perusahaan
               beroperasi.
           4. Laporan ditujukan untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar dalam
               rencana transaksi jual beli per tanggal 31 Juli 2025 dan digunakan untuk
               kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan
               penilaian tersebut.
           5. Laporan ini disusun dengan mempertimbangkan pembatasan penilaian yang
               berlaku dan tidak digunakan untuk tujuan lainnya.
           6. TOPAZ tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan
               TOPAZ memberikan pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang
               dibahas dalam laporan ini.
           7. Pemberi Tugas telah membebaskan TOPAZ dari setiap klaim yang dapat dan akan
               timbul dari kesalahan ataupun kekurangan data dan atau informasi yang disediakan
               oleh Pemberi Tugas, manajemen PT Putera Manunggal Perkasa, konsultan atau
               pihak ketiga, kepada TOPAZ dalam penyusunan laporan ini.
           8. Manajemen menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
               penilaian ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa telah diungkapkan seluruhnya
               kepada TOPAZ dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
           9. TOPAZ tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
               berkenaan dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
               dalamnya.
           10. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai
               dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
               No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di

                                                                                             Halaman - 13
Page 35
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


               Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
               Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
           11. TOPAZ menghasilkan laporan penilaian bisnis ini bersifat tidak terbuka untuk publik.
           12. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan penilaian ini sebagaimana yang disebutkan
               dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi
               rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini.
               Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
               Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari TOPAZ serta
               Pemberi Tugas.
           13. Penilai TOPAZ bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
               analisa keuangan yang telah disesuaikan kondisi perusahaan saat ini, dimana PMP
               dalam keadaan beroperasi. Sehingga kami menggunakan pendekatan pendapatan
               dengan metode Discounted Cash Flow.
           14. TOPAZ bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir yang
               dihasilkan.
           15. TOPAZ telah memperoleh informasi atas status Objek Penilaian dari Pemberi
               Tugas, namun tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen
               yang terkait.
           16. TOPAZ tidak bertanggung jawab atas hal-hal yang menyangkut masalah hukum dari
               Objek Penilaian, selain itu kami tidak mengemukakan pendapat mengenai
               kepemilikan dari Objek Penilaian.
           17. Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh PT Putera
               Manunggal Perkasa atau wakilnya dalam rangka penugasan ini, telah diterima tanpa
               dilakukan verifikasi lebih lanjut dan dianggap lengkap dan benar dalam
               mencerminkan kondisi kegiatan usaha dan operasi PT Putera Manunggal Perkasa
               untuk masing-masing periode yang disajikan.
           18. TOPAZ tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
               PT Putera Manunggal Perkasa. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas
               berkenaan dengan aset-aset PT Putera Manunggal Perkasa, baik saat ini maupun
               di masa yang akan datang.
           19. TOPAZ berasumsi bahwa PT Putera Manunggal Perkasa telah dan akan memenuhi
               kewajiban berkenaan dengan perpajakan, retribusi, dan pungutan-pungutan lainnya
               sesuai dengan peraturan yang berlaku.
           20. TOPAZ tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan
               opini atau kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari PT Putera
               Manunggal Perkasa yang relevan dan signifikan pengaruhnya terhadap opini atau
               kesimpulan kami, yang tidak benar dan atau belum kami terima dari PT Putera
               Manunggal Perkasa;
           21. TOPAZ tidak bertanggung jawab atas setiap kerugian, biaya, atau pengeluaran
               apapun yang terjadi terkait penilaian ini. Kami bertanggung jawab hanya sebatas
               sesuai biaya jasa yang kami berikan;
           22. Tanda tangan Partner dan cap KJPP TOPAZ serta Barcode dari Kementerian
               Keuangan merupakan syarat mutlak sahnya Certificate of Appraisal ini dan laporan
               penilaian yang terlampir.




                                                                                             Halaman - 14
Page 36
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri



1.17.    Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian (Controlling)

         Susunan dan komposisi kepemilikan saham PT Putera Manunggal Perkasa (“PMP”),
         berdasarkan Akta No. 769 tanggal 14 November 2023 yang dibuat oleh Notaris Kartika,
         S.H., M.Kn., seperti terlihat pada tabel berikut:

         Figur 2. Susunan Pemegang Saham PT Putera Manunggal Perkasa
                                                                        Persentase        Jumlah Modal
                 Pemegang Saham             Jumlah Lembar Saham
                                                                        Kepemilikan        Disetor (Rp)
          PT Austindo Nusantara Jaya Agri             1.288.565.000              66%     1.288.565.000.000
          PT Austindo Nusantara Jaya Tbk                663.806.000              34%         663.806.000.000
                                                      1.952.371.000             100%     1.952.371.000.000


         Berdasarkan data pemegang saham diatas dimana PT Austindo Nusantara Jaya Agri
         merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sejumlah 66% .

         Sedangkan Kepemilikan Saham ANJT pada ANJA adalah 99,99%.


1.18.    Tingkat Likuiditas Objek Penilaian

         PMP merupakan perusahaan tertutup dan tidak diperdagangkan di pasar modal, hal ini
         menunjukkan bahwa sahamnya tidak likuid.


1.19.    Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

         Dalam melakukan penilaian ekuitas PMP, TOPAZ tidak menggunakan hasil lainnya dari
         tenaga ahli karena bidang usaha yang dijalani PMP tidak memerlukan pendapat dari
         tenaga ahli lainnya.


1.20.    Uraian Penilai Properti dan Hasil Penilaian oleh Penilai Properti yang Digunakan

         Dalam melakukan penilaian 65,99% ekuitas PMP, TOPAZ menggunakan hasil dari
         penilaian aset yang dilakukan oleh penilai properti berizin KJPP Ruddy Barus Yenny dan
         Rekan dengan Penilai Publik Robintang Tua Simarmata, S.T., M.T., MAPPI (Cert.) dengan
         Nomor Ijin Penilaian Penilai Publik P-1.21.00593 dan nomor MAPPI 13-S-04431 atas nilai
         aset tetap yang berlokasi di Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat, Provinsi
         Papua Barat Daya dengan nomor Laporan No. 00418/2.0144-02/PI/01/0593/1/IX/2025,
         tanggal 19 September 2025 dihasilkan nilai Pasar atas aset tersebut adalah sebesar
         Rp640.881.000.000,-.




                                                                                                Halaman - 15
Page 37
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri



1.21.    Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
         Event)

         Sampai dengan tanggal penyelesaian Laporan penilaian ini, kami tidak mengetahui dan
         memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material
         terhadap hasil analisis penilaian.


1.22.    Uraian Mengenai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang Terkait dengan
         Objek Penilaian

         Peraturan perundang-undangan di Indonesia terkait Industri dan Perkebunan kelapa sawit
         mencakup sejumlah regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah
         Daerah. Beberapa peraturan yang relevan sebagai berikut:

           1) UU No. 39 Tahun 2014, tentang Perkebunan berisi Landasan hukum pengelolaan
               usaha perkebunan, termasuk sawit, dari hulu ke hilir.
           2) UU No. 3 Tahun 2014, tentang Perindustrian Mengatur kegiatan industri, termasuk
               industri pengolahan kelapa sawit (CPO, oleokimia, biodiesel).
           3) PP No. 26 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian Peraturan
               pelaksana sektor pertanian/perkebunan dari UU Cipta Kerja.
           4) Perpres No. 44 Tahun 2020 tentang Sertifikasi ISPO, berisi Wajib sertifikasi ISPO
               bagi semua pelaku usaha kelapa sawit.
           5) Permen Pertanian No. 38 Tahun 2020 tentang Fasilitasi Peremajaan Sawit Rakyat
               (PSR), Mendukung peremajaan tanaman sawit milik petani.
           6) UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,
               terkait kewajiban AMDAL/UKL-UPL untuk kegiatan industri dan perkebunan.
           7) Permen LHK No. P.38 Tahun 2019, terkait rencana usaha perkebunan dan industri
               sawit wajib AMDAL jika melewati batas tertentu.
           8) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (jo. UU Cipta Kerja), terkait
               mengatur hak-hak pekerja di perkebunan/industri sawit.
           9) UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, terkait aturan
               pajak untuk industri sawit dan hasil turunannya.
           10) Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Menetapkan harga acuan sawit
               (CPO dan minyak goreng).
           11) Permendag No. 22 Tahun 2022, terkait Tata cara ekspor minyak sawit dan produk
               turunannya (DMO & DPO).

1.23.    Hasil Identifikasi atas Aset Non Operasional, Kewajiban Non Operasional, dan
         Kelebihan atau Kekurangan Aset Operasional (Excess or deficient) yang Terkait dan
         Pengaruhnya terhadap Penilaian

         Berdasarkan hasil identifikasi atas aset non operasional, kewajiban non operasional, dan
         kelebihan atau kekurangan aset operasional tidak mempengaruhi terhadap penilaian.




                                                                                             Halaman - 16
Page 38
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri



1.24.    Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan

         Manajemen PMP yang menjadi Objek Penilaian menyatakan bahwa seluruh informasi
         material yang menyangkut penilaian ekuitas ini telah diungkapkan seluruhnya kepada
         TOPAZ dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. Manajemen PMP
         menyatakan bahwa telah mempelajari, mengetahui, dan memahami semua asumsi
         dan data-data serta informasi yang digunakan dalam analisis dan penyusunan
         laporan ini.




                                                                                             Halaman - 17
Page 39
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                                           BAB II
                                     DATA DAN INFORMASI

2.1.     Gambaran Umum Perusahaan

         PT Putera Manunggal Perkasa, didirikan di Jakarta, dengan akta No. 58 tanggal 12 Juli
         1999 dihadapan Notaris Darbi, S.H. di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat
         pengesahaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
         dengan Surat Keputusan No. C-18903 HT.01.01.TH.99 tertanggal 18 November 1999 dan
         Tambahan Berita Negara-RI No.24 pada tanggal 22 Maret 2002.

         Akta tersebut mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya dengan Akta No. 19,
         tanggal 14 April 2008, dihadapan Notaris Siti Endaryati, S.H, Notaris yang bekedudukan
         di Bekasi. Akta perubahan ini memuat tentang penyesuaian UU No.40 Tahun 2007.
         Perubahan akta tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
         Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-
         31785.AH.01.02.TAHUN 2008 pada tanggal 10 Juni 2008 dan Tambahan Berita Negara-
         RI No.13 pada tanggal 13 Februari 2009.

         Perubahan Akta berikutnya yaitu berdasarkan Akta No. 769 tanggal 14 November 2023
         yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan
         ini memuat tentang Peningkatan Modal Dasar dan Modal Disetor serta perubahan susunan
         pengurus perusahaan. Akta perubahan ini telah mendapatkan Pengesahan dari Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0071447.AH.01.02.TAHUN
         2023 dan dicatat di dalam sistem administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak
         Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Daftar Perseroan No. AHU-AH.01.03-0143605
         untuk perubahan modal dan AHU-AH.01.09-0186614 untuk perubahan susunan pengurus
         perusahaan pada tanggal 20 November 2023.

         Sedangkan akta perubahan yang terakhir adalah Akta No. 410 tanggal 06 Mei 2025 yang
         dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan ini
         memuat tentang perubahan susunan pengurus perusahaan. Perubahan akta tersebut
         telah diterima dan dicatat di dalam sistem administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Daftar Perseroan No. AHU-AH.01.09-
         0228085, pada tanggal 07 Mei 2025.

         Selanjutnya, Modal Dasar perusahaan tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan,
         dan yang terakhir komposisi modal dasar perusahaan sesuai dengan Akta No. 769 tanggal
         14 November 2023 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn.,. Sedangkan pengurus
         perusahaan saat ini sesuai akta perubahan perusahaan terakhir nomor 410 tanggal 06 Mei
         2025 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn.,.

         PMP memiliki Kantor Pusat yang berdomisili di Gedung Menara SMBC Lantai 40, Jalan
         Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta 12950.




                                                                                             Halaman - 1
Page 40
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


2.2.     Aktivitas Usaha

         Sesuai dengan Pasal 3 dalam Akta pendirian Perseroan Terbatas PT Putera Manunggal
         Perkasa ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang pertanian/perkebunan,
         industri pengolahan dan perdagangan besar.


2.3.     Tingkat Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian (Controlling)

         PT PMP pada awal pendirian perusahaan, sebagaimana tertuang dalam Akta 58 tanggal
         12 Juli 1999 dihadapan Notaris Darbi, S.H. Modal Dasar perusahaan adalah sebesar
         Rp180.000.000,- terdiri dari 180.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per
         lembar. Dari Modal Dasar perseroan tersebut telah ditempatkan dan disetor 25% atau
         sebesar Rp45.000.000,-.

         Selanjutnya, Modal Dasar perusahaan tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan,
         dan yang terakhir komposisi modal dasar perusahaan sesuai dengan Akta No. 769 tanggal
         14 November 2023 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., adalah sebesar
         Rp2.500.000.000.000,- terdiri dari 2.500.000.000 lembar saham dengan nilai nominal
         Rp1.000,- per lembar. Dari Modal Dasar perseroan tersebut telah ditempatkan dan disetor
         78,09% atau sebesar Rp1.952.371.000.000,-seperti terlihat pada tabel berikut:

         Figur 3. Susunan Pemegang Saham PMP

                                                                        Persentase        Jumlah Modal
                 Pemegang Saham             Jumlah Lembar Saham
                                                                        Kepemilikan        Disetor (Rp)
          PT Austindo Nusantara Jaya Agri              1.288.565.000             66%     1.288.565.000.000
          PT Austindo Nusantara Jaya Tbk                663.806.000              34%         663.806.000.000
                                                       1.952.371.000            100%     1.952.371.000.000

         Total jumlah saham yaitu 1.952.371.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp.1000,- per lembar saham.


2.4.     Susunan Kepengurusan

         Susunan pengurus perusahaan saat ini sesuai akta perubahan perusahaan terakhir nomor
         410 tanggal 06 Mei 2025 yang dibuat oleh Notaris Kartika, S.H., M.Kn., adalah sebagai
         berikut:

         Direksi
         Direktur Utama              : Isen Henry Tjong
         Direktur                    : Sikin

         Dewan Komisaris
         Komisaris                   : Hilman Lukito




                                                                                                  Halaman - 2
Page 41
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


2.5.     Kinerja Keuangan Historis Perusahaan

         Untuk melihat kinerja keuangan, laba rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama
         beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis kinerja keuangan historis PMP didasarkan
         atas laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024, serta
         laporan keuangan audit per 31 Juli 2025. Berikut profil keuangan PMP:

         Tinjauan Laba Rugi

         Figur 4. Ikhtisar Laba Rugi (dalam ribuan rupiah)
                                 31Des20         31Des21         31Des22         31Des23         31Des24         31Juli25
                                  (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)

          Pendapatan             79.317.177     253.764.663     322.322.756     366.806.921     261.136.009     105.913.632
          Beban pokok
                               (126.752.210)   (282.620.382)   (392.048.046)   (454.443.379)   (354.882.555)   (151.746.120)
          pendapatan
          Laba Bruto            (47.435.033)    (28.855.719)    (69.725.290)    (87.636.458)    (93.746.546)    (45.832.488)
          Laba Sebelum Pajak    (68.593.248)    (76.667.484)   (111.711.096)   (142.007.717)   (196.546.991)    (75.504.375)
          Beban pajak
                                 (2.620.608)     (2.947.581)       (396.352)     22.063.490      13.533.188      17.473.324
          penghasilan
          Laba Bersih Tahun
                                (71.213.856)    (79.615.065)   (112.107.448)   (119.944.227)   (183.013.803)    (58.031.051)
          Berjalan
         Sumber: Laporan Keuangan PMP

         Pendapatan
         Pendapatan perusahaan mengalami pertumbuhan signifikan dari tahun 2020 hingga 2023.
         Pada 2020 pendapatan tercatat sebesar Rp79.317.177 ribu, meningkat menjadi
         Rp253.764.663 ribu di 2021, lalu Rp322.322.756 ribu di 2022, dan mencapai puncaknya di
         Rp366.806.921 ribu pada 2023. Namun demikian, pada 2024 pendapatan turun cukup
         tajam menjadi Rp261.136.009 ribu, dan per Juli 2025 baru mencapai Rp105.913.632 ribu,
         yang jika disetahunkan berpotensi masih lebih rendah dibanding capaian puncak tahun
         2023.

         Beban Pokok Pendapatan
         Beban pokok pendapatan selalu berada di atas pendapatan, sehingga perusahaan terus
         mencatat rugi kotor. Pada 2020 beban pokok sebesar Rp126.752.210 ribu, meningkat
         seiring kenaikan pendapatan menjadi Rp282.620.382 ribu di 2021, Rp392.048.046 ribu di
         2022, dan mencapai puncaknya Rp454.443.379 ribu pada 2023. Di 2024, beban pokok
         masih tinggi yaitu Rp354.882.555 ribu, sementara per Juli 2025 sebesar Rp151.746.120
         ribu.

         Laba Bruto
         Akibat beban pokok yang lebih besar dari pendapatan, perusahaan mencatat rugi bruto
         sepanjang periode. Pada 2020 rugi bruto sebesar Rp47.435.033 ribu, menurun menjadi
         Rp28.855.719 ribu di 2021, namun kembali melebar menjadi Rp69.725.290 ribu di 2022
         dan Rp87.636.458 ribu di 2023. Pada 2024 kerugian kotor bertambah menjadi
         Rp93.746.546 ribu, sementara per Juli 2025 tercatat Rp45.832.488 ribu.

         Laba Sebelum Pajak
         Kerugian sebelum pajak juga konsisten terjadi setiap tahun. Pada 2020 tercatat sebesar
         Rp68.593.248 ribu, meningkat menjadi Rp76.667.484 ribu di 2021, kemudian

                                                                                                               Halaman - 3
Page 42
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Rp111.711.096 ribu di 2022, dan terus melebar hingga Rp142.007.717 ribu pada 2023.
         Pada 2024 kerugian semakin dalam menjadi Rp196.546.991 ribu, meskipun per Juli 2025
         kerugian turun menjadi Rp75.504.375 ribu.

         Beban Pajak Penghasilan
         Menariknya, beban pajak penghasilan juga berfluktuasi. Pada 2020 tercatat Rp2.620.608
         ribu dan meningkat sedikit menjadi Rp2.947.581 ribu di 2021. Tahun 2022 menunjukkan
         beban pajak relatif kecil yaitu Rp396.352 ribu, lalu pada 2023 justru perusahaan mencatat
         manfaat pajak sebesar Rp22.063.490 ribu. Pada 2024 manfaat pajak masih ada yaitu
         Rp13.533.188 ribu, dan per Juli 2025 sebesar Rp17.473.324 ribu. Hal ini menunjukkan
         adanya pengakuan manfaat pajak tangguhan akibat akumulasi kerugian.

         Laba Bersih Tahun Berjalan
         Secara keseluruhan, laba bersih tahun berjalan selalu negatif. Pada 2020 rugi bersih
         tercatat Rp71.213.856 ribu, meningkat menjadi Rp79.615.065 ribu di 2021, dan semakin
         besar di 2022 sebesar Rp112.107.448 ribu. Pada 2023 kerugian masih tinggi yaitu
         Rp119.944.227 ribu, lalu melebar drastis menjadi Rp183.013.803 ribu di 2024. Per Juli 2025
         kerugian tercatat Rp58.031.051 ribu, lebih kecil dibanding tahun penuh sebelumnya, namun
         tetap menunjukkan pola kerugian yang berkelanjutan.

         Tinjauan Posisi Keuangan
         Figur 5. Posisi Keuangan (dalam ribuan rupiah)
                             31Des20          31Des21           31Des22         31Des23        31Des24          31Jul25
                              (Audit)          (Audit)           (Audit)         (Audit)        (Audit)         (Audit)

           Aset
           Aset Lancar
          Kas dan setara
                           29.159.470       113.835.116       34.685.498      3.367.384          5.249.780      27.073.273
          kas
          Piutang usaha
          dan piutang          8.992.564        4.844.991         3.455.713       4.971.869      3.703.550     102.241.797
          lain-lain
          Persediaan          31.827.131       51.779.098        48.602.826      42.427.685     60.518.369     131.816.039
          Pajak              106.533.964       94.904.458        93.561.745      99.612.701     65.002.450      28.739.521
          Biaya dibayar
          dimuka
                               3.662.945        1.586.305         1.261.588       2.378.871      2.294.999       3.003.914
          dengan uang
          muka
          Jumlah Aset
                             180.176.074      266.949.968       181.567.370    152.758.510     136.769.148     292.874.544
          Lancar


          Aset Tidak
          Lancar
          Tanamanan
                           1.246.432.552    1.254.915.037     1.216.228.057   1.149.601.109   1.082.974.160   1.044.267.129
          Produktif
          Aset tetap         473.479.747      468.208.807       459.573.369    469.695.524     450.340.370     557.028.096
          Aset hak-guna        3.969.977       16.192.748         7.681.049        149.745          19.949         294.187
          Aset tak
                                 199.212                  -         210.242        176.167          93.375          64.814
          berwujud
          Piutang lain-
                                        -         581.669           651.230
          lain
          Uang muka            6.687.055      166.914.790       171.884.428       5.205.067     22.174.670
          Aset pajak
                                        -                 -                      16.046.722     29.181.116      46.474.981
          tangguhan




                                                                                                              Halaman - 4
Page 43
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                               31Des20        31Des21         31Des22         31Des23         31Des24          31Jul25
                                (Audit)        (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)
          Uang muka
          proyek
                              151.994.477                -                                                     27.930.116
          perkebunan
          plasma
          Piutang
                                                                              167.315.174     167.115.369     162.693.506
          plasma
          Jumlah Aset
                             1.882.763.020   1.906.813.051   1.856.228.375   1.808.189.508   1.751.899.009   1.838.752.829
          Tidak Lancar
          Jumlah Aset        2.062.939.094   2.173.763.019   2.037.795.745   1.960.948.018   1.888.668.157   2.131.627.373


          Liabilitas dan
          Ekuitas
          Liabilitas
          Liabilitas
          Jangka
          Pendek
          Utang pajak             412.988         659.234         474.783         726.799         366.626         181.473
          Utang usaha
          dan utang lain-      31.569.656      27.878.852      36.448.515      60.007.824      36.566.040      92.185.145
          lain
          Biaya masih
                               17.497.013      15.097.051      13.488.676      11.659.083       6.837.214       5.601.962
          harus dibayar
          Liabilitas sewa
          yang jatuh
                                4.131.847       8.896.044       9.457.219          67.427                          64.584
          tempo dalam
          satu tahun
          Liabilitas
                                                               28.547.500      38.000.000     116.495.971
          kontrak
          Utang dan
                               63.817.441      90.203.337                -                                    780.605.584
          pinjaman
          Jumlah
          Liabilitas
                              117.428.945     142.734.518      88.416.693     110.461.133     160.265.851     878.638.748
          Jangka
          Pendek


          Liabilitas
          Jangka
          Panjang
          Utang dan
                              741.889.064     667.090.325     483.767.055     484.094.088     519.540.494
          pinjaman
          Liabilitas sewa         923.538       8.019.424          67.427                                         106.731
          Liabilitas pajak
                                2.514.794
          tangguhan                             5.501.932       5.869.692
          Kewajiban
          imbalan pasca         4.739.470       4.523.906       6.844.321       7.985.014       7.053.928       8.468.796
          kerja
          Jumlah
          Liabilitas
                              750.066.866     685.135.587     496.548.495     492.079.102     526.594.422       8.575.527
          Jangka
          panjang
          Jumlah
                              867.495.811     827.870.105     584.965.188     602.540.235     686.860.273     887.214.275
          Liabilitas


          Ekuitas
          Modal saham        1.197.680.000   1.659.515.000   1.896.589.000   1.952.371.000   1.952.371.000   1.952.371.000
          Tambahan
                                  923.178         923.178         923.178         923.178         923.178         923.178
          modal disetor
          Uang muka
                              267.642.686      35.732.136      35.732.436       4.950.436      29.950.436     129.950.436
          setoran modal
          Akumulasi
                             (270.802.581)   (350.277.400)   (480.414.057)   (599.836.831)   (781.436.730)   (838.831.516)
          defisit




                                                                                                             Halaman - 5
Page 44
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                             31Des20           31Des21         31Des22           31Des23           31Des24            31Jul25
                              (Audit)           (Audit)         (Audit)           (Audit)           (Audit)           (Audit)
          Jumlah
                           1.195.443.283     1.345.892.914    1.452.830.557    1.358.407.783     1.201.807.884    1.244.413.098
          Ekuitas
          Jumlah
          Liabilitas dan   2.062.939.094     2.173.763.019    2.037.795.745    1.960.948.018     1.888.668.157    2.131.627.373
          Ekuitas
         Sumber: Laporan Keuangan PMP

         Posisi total aset perusahaan relatif berfluktuasi sepanjang periode 2020–2025. Pada 2020
         total aset tercatat sebesar Rp2.062.939.094 ribu, meningkat menjadi Rp2.173.763.019 ribu
         di 2021, namun kemudian menurun menjadi Rp2.037.795.745 ribu di 2022 dan
         Rp1.960.948.018 ribu di 2023. Tren penurunan berlanjut di 2024 dengan total aset hanya
         Rp1.888.668.157 ribu. Per 31 Juli 2025, total aset meningkat kembali menjadi
         Rp2.131.627.373 ribu, terutama didorong oleh kenaikan aset lancar berupa piutang usaha
         dan persediaan.

         Total liabilitas perusahaan mengalami penurunan signifikan dalam periode 2020–2022. Dari
         Rp867.495.811 ribu pada 2020, turun menjadi Rp827.870.105 ribu di 2021, dan mencapai
         titik terendah Rp584.965.188 ribu pada 2022. Namun sejak 2023 terjadi kenaikan kembali
         menjadi Rp602.540.235 ribu, meningkat lebih lanjut menjadi Rp686.860.273 ribu pada
         2024. Per Juli 2025 liabilitas melonjak tajam menjadi Rp887.214.275 ribu, sejalan dengan
         peningkatan utang dan pinjaman jangka pendek yang signifikan.

         Ekuitas perusahaan masih mencatat tren yang relatif menurun akibat akumulasi defisit yang
         terus bertambah setiap tahunnya. Pada 2020, total ekuitas tercatat Rp1.195.443.283 ribu
         dan meningkat ke Rp1.345.892.914 ribu pada 2021, bahkan mencapai puncak
         Rp1.452.830.557 ribu di 2022. Namun setelah itu ekuitas mulai menurun menjadi
         Rp1.358.407.783 ribu di 2023 dan turun lebih dalam ke Rp1.201.807.884 ribu pada 2024.
         Per Juli 2025 ekuitas sedikit membaik ke Rp1.244.413.098 ribu, meskipun akumulasi defisit
         terus menekan.

         Rasio Keuangan
         Figur 6. Rasio Keuangan
                                           31Des20        31Des21      31Des22         31Des23         31Des24          31Jul25
                                            (Audit)        (Audit)      (Audit)         (Audit)         (Audit)         (Audit)
          RASIO LIKUIDITAS (x)
          Rasio Lancar                         1,53           1,87             2,05             1,38           0,85             0,33
          Rasio Kas                            0,25           0,80             0,39             0,03           0,03             0,03


          RASIO AKTIVITAS (x)
          Rasio Perputaran
                                              91,65          66,87            45,25            34,08          62,24       317,06
          Persediaan (hari)
          Rasio Perputaran
                                              41,38           6,97             3,91             4,95           5,18       352,35
          Piutang Usaha (hari)
          Rasio Perputaran Utang
                                              90,91          36,01            33,93            48,20          37,61       221,74
          Usaha (hari)

          RASIO
          SOLVABILITAS



                                                                                                                  Halaman - 6
Page 45
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                                      31Des20    31Des21      31Des22      31Des23      31Des24       31Jul25
                                       (Audit)    (Audit)      (Audit)      (Audit)      (Audit)      (Audit)
          Rasio Liabilitas
                                        42,05%     38,08%       28,71%       30,73%          36,37%    41,62%
          terhadap Aset
          Rasio Liabilitas
                                        72,57%     61,51%       40,26%       44,36%          57,15%    71,30%
          terhadap Ekuitas

          RASIO
          PROFITABILITAS
          Marjin Laba Kotor            -59,80%     -11,37%     -21,63%       -23,89%     -35,90%       -43,27%
          Marjin Laba Usaha            -86,48%     -30,21%     -34,66%       -38,71%     -75,27%       -71,29%
          Marjin Laba Bersih       -89,78%      -31,37%        -34,78%       -32,70%     -70,08%       -54,79%
          Rasio Pengembalian
                                    -3,45%       -3,66%          -5,50%       -6,12%         -9,69%     -2,72%
          Aset
          Rasio Pengembalian
                                    -5,96%       -5,92%          -7,72%       -8,83%     -15,23%        -4,66%
          Ekuitas
         Sumber: Laporan Keuangan PMP, Diolah oleh TOPAZ

         1. Rasio Likuiditas
            Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
            memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat
            digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Berikut jenis-jenis
            Rasio Likuiditas PMP:

                  •    Rasio Lancar, menunjukkan kemampuan perusahaan menggunakan aset
                       lancar untuk menutup kewajiban lancar. Pada 2020, rasio ini tercatat sebesar
                       1,53 kali, menandakan posisi likuiditas yang relatif sehat. Rasio ini meningkat
                       hingga 2,05 kali pada 2022, namun mulai menurun tajam ke 1,38 kali di 2023,
                       kemudian 0,85 kali pada 2024, dan turun lebih jauh menjadi 0,33 kali per Juli
                       2025. Penurunan ini mengindikasikan bahwa aset lancar perusahaan semakin
                       tidak mencukupi untuk menutupi kewajiban lancarnya.
                  •    Rasio Kas mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka
                       pendek hanya dengan kas dan setara kas. Rasio ini berada pada 0,25 kali di
                       2020, melonjak ke 0,80 kali pada 2021, lalu turun ke 0,39 kali di 2022, dan anjlok
                       menjadi hanya 0,03 kali pada 2023 hingga Juli 2025. Hal ini mencerminkan
                       posisi kas yang sangat terbatas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek di
                       tahun-tahun terakhir.

         2. Rasio Aktivitas
            Rasio Aktivitas adalah rasio yang megukur seberapa efektif suatu perusahaan dalam
            mengelola aset, dalam rangka untuk meraih manfaat ekonomis. Berikut jenis-jenis
            Rasio Aktivitas PMP:

              •       Perputaran Persediaan Rasio ini menunjukkan rata-rata hari yang dibutuhkan
                      perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi penjualan. Rasio ini
                      menunjukkan penurunan dari 91,65 hari pada 2020 menjadi 34,08 hari di 2023,
                      menandakan efisiensi pengelolaan persediaan meningkat. Namun, per Juli 2025,
                      terjadi lonjakan signifikan ke 317,06 hari, mengindikasikan kemungkinan
                      penumpukan persediaan atau penurunan penjualan yang signifikan.

                                                                                                   Halaman - 7
Page 46
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


              •   Perputaran Piutang Usaha Rasio ini mengukur rata-rata waktu yang dibutuhkan
                  perusahaan untuk menagih piutang. Mengalami fluktuasi dari 41,38 hari di 2020,
                  membaik menjadi hanya 3,91 hari pada 2022, menunjukkan efektivitas penagihan
                  piutang. Namun, pada Juli 2025, rasio ini melonjak drastis menjadi 352,35 hari,
                  menunjukkan potensi masalah serius dalam pengumpulan piutang usaha.
              •   Perputaran Utang Usaha Rasio ini menunjukkan rata-rata hari yang dibutuhkan
                  perusahaan untuk membayar kewajiban kepada pemasok. Dari 90,91 hari pada
                  2020, menurun ke 33,93 hari pada 2022, lalu meningkat kembali menjadi 221,74
                  hari pada Juli 2025, menandakan perusahaan mulai menunda pembayaran
                  kepada pemasok sebagai strategi menjaga likuiditas.

         3. Rasio Solvabilitas
            Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana
            aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang
            yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Berikut jenis-jenis Rasio
            Solvabilitas PMP:

              •   Rasio Utang terhadap Aset Rasio ini menggambarkan proporsi aset perusahaan
                  yang didanai dengan utang. Menurun dari 42,05% pada 2020 ke titik terendah
                  28,71% pada 2022, menunjukkan beban utang yang berkurang relatif terhadap
                  aset. Namun, rasio ini meningkat lagi menjadi 36,37% di 2024 dan 41,62% pada
                  Juli 2025, mengindikasikan meningkatnya ketergantungan pada pembiayaan
                  berbasis utang.
              •   Rasio Utang terhadap Ekuitas Rasio ini membandingkan total utang dengan
                  modal sendiri. Dari 72,57% pada 2020, menurun menjadi 40,26% di 2022, lalu
                  kembali naik ke 57,15% di 2024 dan 71,30% pada Juli 2025, menunjukkan
                  peningkatan risiko keuangan akibat beban utang yang lebih tinggi dibandingkan
                  dengan ekuitas.

         4. Rasio Profitabilitas
            Rasio Profitabilitas merupakan merupakan rasio untuk menilai kemampuan
            perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Berikut
            jenis-jenis Rasio Profitabilitas PMP:

              •   Marjin Laba Kotor, mengukur efisiensi pengelolaan biaya pokok penjualan.
                  menunjukkan angka negatif sepanjang periode, dari -59,80% pada 2020,
                  membaik menjadi -21,63% di 2022, namun kembali memburuk menjadi -35,90%
                  pada 2024, dan -43,27% pada Juli 2025, menandakan bahwa meskipun ada
                  perbaikan sementara, efisiensi biaya pokok penjualan masih menjadi tantangan.
              •   Marjin Laba Usaha dan Laba Bersih, menunjukkan pola serupa. Marjin laba
                  usaha meningkat dari -86,48% (2020) ke -34,66% (2022), tetapi turun lagi ke -
                  75,27% (2024) dan sedikit membaik ke -71,29% (Juli 2025). Marjin laba bersih
                  juga mengikuti pola serupa: dari -89,78% (2020) ke -34,78% (2022), dan -70,08%
                  (2024) menjadi -54,79% (Juli 2025). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
                  masih belum dapat mengubah kinerjanya menjadi laba positif.
              •   ROA dan ROE, ROA dan ROE mencatat nilai negatif sepanjang periode. ROA
                  memburuk dari -3,45% pada 2020 ke -9,69% pada 2024, sebelum sedikit
                  membaik menjadi -2,72% pada Juli 2025. ROE pun menunjukkan tren serupa, dari

                                                                                             Halaman - 8
Page 47
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                  -5,96% pada 2020 ke -15,23% pada 2024, dan membaik menjadi -4,66% di Juli
                  2025. Ini menunjukkan adanya perbaikan efisiensi pengelolaan aset dan modal,
                  meskipun perusahaan masih belum meraih profitabilitas positif.


2.6.     Informasi Perpajakan

         Berdasarkan Laporan Keuangan inhouse PMP per 31 Juli 2025, utang pajak sebesar
         Rp181.473 ribu.


2.7.     Kompensasi bagi Pemegang Saham

         Sampai per 31 Juli 2025, PMP belum membagikan dividen.


2.8.     Informasi mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan untuk Karyawan
         Kunci

         Saat ini, PMP menyediakan fasilitas asuransi dari BPJS.

2.9.     Perjanjian–Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga

         Berdasarkan informasi dari manajemen, PMP tidak memiliki perjanjian penting dengan
         pihak ketiga.


2.10.    Informasi Non-Keuangan yang Relevan Mengenai Objek Penilaian

         Sejarah Pendirian PMP

         PT Permata Putra Mandiri (PMP) adalah anak perusahaan dari PT Austindo Nusantara
         Jaya Tbk (ANJ). PT Putera Manunggal Perkasa adalah perusahaan swasta nasional
         berkedudukan di Jakarta, bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. PT PMP saat ini
         telah memiliki areal sesuai Izin Usaha Perkebunan (IUP) dengan Pola Kemitraaan seluas
         22.678 Hektar dan Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit kapasitas 2x60 Ton TBS/Jam yang
         didasarkan pada dokumen Persetujuan dari Keputusan Gubernur Provinsi Papua Barat
         No. 570/172/PMPPTSP/X/2022 pada Tanggal 27 Oktober 2022. Selain itu, berdasarkan
         Dokumen Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) yang sudah dimiliki, total luas lahan areal
         perkebunan PT PMP juga terhitung seluas 49.376,04 Hektar dan Mitra Plasma seluas
         9.808,29 Hektar.

         Lokasi
         Lokasi Kantor Pusat :

          ▪ Nama Perusahaan                    : PT Putera Manunggal Perkasa (PT PMP)



                                                                                             Halaman - 9
Page 48
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


          ▪ Alamat Kantor Pusat                : Menara SMBC Lantai 40, Jalan Dr. Ide Anak
            (Head Office)                        Agung Gde Agung Kav 5.5-5.6, Kawasan Mega
                                                 Kuningan, Jakarta 12950
         Lokasi perkebunan kelapa sawit PT Putera Manunggal Perkasa (PT PMP) secara
         administratif terbagi dalam 2 lokasi yaitu sebagai berikut :

         Lokasi 1 (PMP-1) : Terletak di Desa Sumano, Ikana, Womba Distrik Kokoda Utara, Distrik
         Kais Kabuparen Sorong Selatan dan Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat Provinsi
         Papua Barat, dengan total lahan yang sudah dikuasai saat ini berdasarkan Sertifikat Hak
         Guna Usaha (HGU) adalah seluas 18.860,29 Ha.

         Lokasi 2 (PMP-2/Ex. PT Austindo Nusantara Jaya - PT ANJ) : Terletak di Desa Womba,
         Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, atas nama PT Austindo
         Nusantara Jaya, Tbk ( PT ANJ) dengan total lahan yang sudah dikuasai saat ini
         berdasarkan Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) adalah seluas 30.515,75 Ha. PT PAM telah
         di lakukan marger oleh PT ANJ berdasarkan Akta No. 270 pada tanggal 22 Juni 2015
         dihadapan notaris Dr.Irawan Soerodjo, S.H., M.Si. Penggabungan usaha tersebut berlaku
         efektif pada tanggal 23 Juni 2015 sesuai dengan Surat Keputusan Persetujuan
         Penggabungan Usaha dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
         No. AHU-AH.01.10-0105667.

         Secara Geografis terletak pada kordinat 1°49'57.8"S 132°28'26.8"E (PMP-1), dan terletak
         di antara koordinat 1°49'57.8"S 132°28'26.8"E (PMP-2/Ex-ANJ).

         Adapun batas wilayah perkebunan PT Putera Manunggal Perkasa (PMP-1), adalah
         sebagai berikut:
           •    Sebelah Utara        : Desa Ikana dan Mukamat & (PMP-2/Ex-ANJ).
           •    Sebelah Timur        : Desa Katur.
           •    Sebelah Selatan      : Desa Sumanuk.
           •    Sebelah Barat        : Desa Kais.

         Adapun batas wilayah perkebunan PT Putera Manunggal Perkasa (PMP-2/Ex-ANJ),
         adalah sebagai berikut:
           •    Sebelah Utara        : Areal Hutan Produksi
           •    Sebelah Timur        : Areal Hutan Produksi
           •    Sebelah Selatan      : PMP-1
           •    Sebelah Barat        : Areal Hutan Produksi

         Sebagian besar yang berada pada lingkungan wilayah tersebut adalah perkebunan yang
         pada umumnya budidaya tanaman kelapa sawit dan komoditas lainnya.




                                                                                             Halaman - 10
Page 49
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri




         Untuk menuju lokasi Perkebunan Kelapa Sawit tersebut dapat dilakukan dengan
         perjalanan udara dan darat serta akses air antara lain:
         Perjalanan dari Jakarta menuju Provinsi Papua Barat Daya (Sorong), dapat ditempuh
         melalui jalur penerbangan udara rute Jakarta (Bandara Soekarno Hatta) – Sorong (Bandar
         Udara Domine Eduard Osok) dengan waktu tempuh selama ± 4 jam 10 menit. Untuk
         menuju lokasi kebun kelapa sawit PT. Putera Manunggal Perkasa dapat dicapai dari Kota
         Sorong (Bandar Udara Domine Eduard Osok) melalui jalan darat menuju Pelabuhan
         Keyen dengan jarak ±165 Km dengan waktu tempuh ± 3 jam 46 menit. Dilanjutkan
         memakai perahu Longboat/Speedboat melintasi Sungai Keyen, Pesisir Laut Seram, serta
         melewati Sungai Kais menuju Dermaga Tatakera dengan jarak ± 400 Km dengan waktu
         tempuh ± 5 jam. Akses jalan dari menuju lokasi kebun dengan kondisi jalan tanah dan
         perkerasan batu.
         Secara Fisik di lapangan untuk menuju lokasi perkebunan kelapa sawit PMP-1 diperlukan
         total waktu ± 8 Jam 46 menit dengan jarak 565 km dari kota Sorong. Dari 165 Km jalan
         yang dilalui merupakan jalan aspal sedangkan jalan dari dermaga menuju lokasi kebun
         dengan kondisi jalan tanah dan perkerasan batu. Dari gambar berikut ini dapat dilihat
         aksesibilitas menuju lokasi:
          PETA AKSESIBILITAS
          PT PUTERA MANUNGGAL PERKASA
          Distrik Kais dan Aifat Selatan
          Kabupaten Sorong Selatan dan Maybrat
          Provinsi Papua Barat Daya




                                                                                       1°29'14.5"S 132°04'45.5"E




                                                                                                 Halaman - 11
Page 50
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Sedangkan untuk menuju lokasi perkebunan kelapa sawit PMP-2/Ex-ANJ, sama seperti
         PT PMP melalui jalur penerbangan udara rute Jakarta (Bandara Soekarno Hatta) – Sorong
         (Bandar Udara Domine Eduard Osok) dengan waktu tempuh selama ± 4 jam 10 menit.
         Untuk menuju lokasi kebun kelapa sawit PMP-2/Ex-ANJ dapat dicapai dari Kota Sorong
         (Bandar Udara Domine Eduard Osok) melalui jalan darat menuju Pelabuhan Keyen
         dengan jarak ±165 Km dengan waktu tempuh ± 3 jam 46 menit. Dilanjutkan memakai
         perahu Longboat/Speedboat melintasi Sungai Keyen, Pesisir Laut Seram, serta melewati
         Sungai Kais menuju Dermaga Tatakera, dilanjutkan dengan melalui jalur darat melewati
         jalan kebun PT PMP menuju utara sekitar ± 10 km dengan waktu tempuh ± 30 menit.
         (untuk saat ini akses menuju ke PMP-2/Ex-ANJ belum bisa dilalui karena terkendala akses
         yang terbentang hutan dan semak belukar sehingga tidak dapat dicapai akses darat untuk
         sementara). Dari gambar berikut ini dapat dilihat aksesibilitas menuju lokasi:




         Produk/Jasa

         PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) mengelola perkebunan kelapa sawit inti seluas
         18.860 hektare serta perkebunan kelapa sawit plasma seluas 3.818 hektare yang berlokasi
         di Sorong Selatan dan Maybrat, Papua Barat Daya. Perusahaan mulai melakukan
         penanaman kelapa sawit pada tahun 2014 dan hingga kini telah menanam sekitar 3.876
         hektare area inti, dengan sebagian besar yakni 3.291 hektare telah menghasilkan tandan
         buah segar (TBS). Selain itu, PMP juga telah menanam sekitar 902 hektare lahan plasma
         sebagai bagian dari program kemitraan dengan petani plasma.

         Produk utama PMP adalah TBS kelapa sawit yang berasal dari kebun inti, kebun plasma,
         serta mitra usaha (PMP). TBS tersebut kemudian diolah di pabrik milik PMP dengan
         kapasitas 45 ton per jam, menghasilkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk
         turunan lainnya yang menjadi komoditas unggulan di pasar nasional dan internasional.
         Selain produksi dan pengolahan, PMP juga memberikan jasa pengelolaan perkebunan
         yang profesional serta mendukung pengembangan kemitraan plasma untuk
         memberdayakan petani lokal dan memastikan keberlanjutan usaha perkebunan. Dengan



                                                                                             Halaman - 12
Page 51
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         pendekatan terpadu ini, PMP berkomitmen untuk menghasilkan produk berkualitas
         sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi di Papua Barat Daya.

         Pesaing

         Beberapa perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Papua antara lain :
          1. PT Tunas Sawa Erma: Memiliki perkebunan kelapa sawit yang luas di Papua,
              termasuk PT Papua Agro Lestari sebagai unit usahanya.
          2. PT Sinar Mas: Juga memiliki kegiatan perkebunan kelapa sawit di Papua.
          3. PT Merauke Sawit Jaya: Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa
              sawit di Merauke.
          4. PT Bumi Irian Perkasa: Perusahaan lain yang memiliki perkebunan kelapa sawit di
              Papua.
          5. PT Dongin Prabhawa: Memiliki pabrik kelapa sawit di Kabupaten Boven Digoel,
              Merauke.
          6. TSE Group: Memiliki beberapa anak perusahaan yang beroperasi di Papua,
              termasuk BCA, DP, dan GMM, yang semuanya bergerak di bidang kelapa sawit.
          7. PT IKS dan PT IKSJ: Anak usaha dari PT Ciliandry Anky Abadi, yang juga
              beroperasi di Papua Barat.

         Pasar Geografis

         Pasar geografis dari PMP adalah pabrik pengolahan hasil kelapa sawit yang berada di
         sekitar Papua.

         Strategi dan Rencana Masa Depan Perusahaan

         PT Putera Manunggal Perkasa berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis
         perkebunan kelapa sawitnya secara berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan
         pasar serta lingkungan. Strategi utama perusahaan adalah meningkatkan produktivitas
         dan efisiensi operasional di kebun inti maupun plasma dengan penerapan teknologi
         agrikultur modern serta praktik pengelolaan yang ramah lingkungan.

2.11.    Analisis SWOT

         Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor internal
         yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol.
         Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan
         dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan
         (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman
         (opportunity and threat). Berikut adalah analisis SWOT untuk PMP yang bergerak dibidang
         Pertanian/Perkebunan, Pembangunan, Perdagangan Umum, Industri, Pengangkutan
         Darat dan Jasa:

         1. Analisis Kekuatan (Strength):
            a. PT PMP merupakan perusahaan swasta nasional dengan sumber permodalan
                 yang cukup memadai, serta mempunyai pengalaman dalam industri perkebunan



                                                                                             Halaman - 13
Page 52
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                sehingga mampu untuk membangun dan mengelola kebun kelapa sawit beserta
                pabrik pengolahannya dengan baik.
             b. Tersedianya lahan perkebunan yang cukup luas.
             c. Kondisi tanah klimatologis mendukung untuk pengembangan tanaman
                perkebunan kelapa sawit.
             d. Tipe iklim di Papua Barat sangat cocok untuk pengembangan
                pertanian/perkebunan dan perkebunan kelapa sawit.

         2. Analisis Kelemahan (Weakness):

             a. Memerlukan biaya yang cukup besar untuk melakukan investasi dalam bidang
                usaha ini.
             b. Sangat tergantung kondisi harga jual TBS, CPO dan Kernel karena jika terjadi
                penurunan kembali harga jual, maka akan sangat mempengaruhi kinerja
                keuangan perusahaan.
             c. Ketersedian tenaga kerja sebagaian besar masih bergantung pada tenaga kerja
                yang berada di luar pulau Papua.

         3. Analisis Kesempatan (Opportunity):
            a. Peluang pasar CPO di dalam negeri cukup besar. Jumlah penduduk Indonesia
                 yang besar, dan meningkatnya industri pengolahan CPO merupakan potensi yang
                 besar bagi konsumsi CPO di dalam negeri.
            b. Permintaan (impor) CPO dunia cenderung naik setiap tahun, begitu juga konsumsi
                 CPO di dalam negeri tahun 2020 – 2024 mengalami peningkatan tiap tahunnya.
            c. Diversifikasi produk CPO selain untuk kebutuhan refinery (minyak goreng).
                 Diversifikasi produk CPO menjadi bahan bakar biodiesel dan oleochemikal
                 menjadi prospek yang baik.
            d. Dukungan pemerintah setempat dalam penyediaan lahan dan sosialisasi kepada
                 masyarakat dalam pembangunan kebun kelapa sawit.
            e. Dukungan pemerintah dalam bidang pertanahan dengan penyediaan sertifikat
                 HGU/SHM, kemudahan perizinan di bidang usaha perkebunan, penyediaan
                 fasilitas kredit perbankan dan kondisi iklim usaha yang yang kondusif.
            f. Berkembangnya industri pengolahan minyak kelapa sawit berbahan baku TBS di
                 beberapa negara luar, memunculkan peluang pasar ekspor baru.

         4. Analisis Ancaman (Threat):
            a. Ketidakstabilan pendapatan akibat fluktuasi harga CPO global.
            b. Hambatan ekspansi karena regulasi ketat dan moratorium izin baru.
            c. Ancaman reputasi akibat isu deforestasi dan tekanan NGO internasional.
            d. Tuntutan inovasi dan efisiensi karena persaingan dengan perusahaan besar
                 lainnya.


2.12.    Analisis Risiko

         Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha yang
         dilakukan oleh PMP tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang disebabkan oleh



                                                                                             Halaman - 14
Page 53
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Berikut adalah beberapa
         risiko yang dapat dihadapi PMP:

           •    Risiko Regulasi
                Isu-isu terkait pelanggaran hak asasi manusia, ketenagakerjaan, dan lingkungan
                dapat merusak reputasi perusahaan di mata publik, investor, dan regulator.
                Tuduhan diskriminasi terhadap pekerja asli Papua dan ketidakpedulian terhadap
                kesejahteraan mereka dapat memperburuk citra perusahaan dan mempengaruhi
                hubungan dengan pemangku kepentingan.

           •    Risiko Persaingan
                Persaingan yang ketat dari perusahaan lain di sektor yang sama dapat
                mempengaruhi pangsa pasar dan profitabilitas PMP. Meliputi kompetisi domestik
                dan internasional, ancaman produk substitusi, tekanan sustainability dari pasar
                global, serta keterbatasan sumber daya dan teknologi.

           •    Risiko Ekonomi

                Perusahaan kelapa sawit menghadapi risiko ekonomi seperti fluktuasi harga CPO
                yang dipengaruhi pasar global, ketidakseimbangan kurs rupiah dan dolar AS, serta
                kenaikan biaya akibat inflasi domestik. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait
                ekspor dan agraria dapat menghambat operasional. Ketergantungan pada pasar
                ekspor menjadikan industri rentan terhadap hambatan perdagangan, sementara
                penurunan permintaan global akibat transisi energi dan krisis ekonomi juga
                berdampak negatif.

           •    Risiko Operasional
                Keterbatasan infrastruktur dan teknologi dapat memengaruhi kemampuan
                perusahaan untuk beroperasi secara efisien. Perusahaan berisiko menghadapi
                risiko operasional seperti fluktuasi harga CPO yang dapat memengaruhi
                pendapatan, meningkatnya biaya produksi, gangguan pasokan akibat bencana atau
                infrastruktur, serta dampak perubahan iklim terhadap hasil perkebunan.

           •    Risiko Sosial dan Lingkungan
                Sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, PMP beroperasi di wilayah sensitif
                secara ekologis. Kegiatan perkebunan dapat menyebabkan deforestasi, hilangnya
                keanekaragaman hayati, dan degradasi lahan. Jika tidak dikelola dengan baik,
                dampak lingkungan ini dapat menimbulkan konflik dengan masyarakat lokal dan
                organisasi lingkungan, serta berisiko terhadap reputasi perusahaan dan potensi
                sanksi hukum.

           •    Risiko Teknologi
                Keterlambatan dalam mengadopsi teknologi baru dan berkualitas serta Infrastruktur
                yang kurang memadai dapat menyebabkan gangguan operasional dan mengurangi
                efisiensi.




                                                                                             Halaman - 15
Page 54
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                           BAB III
             TINJAUAN EKONOMI MAKRO DAN INDUSTRI

3.1.     Tinjauan Ekonomi Makro

         Ketidakpastian perekonomian global makin tinggi didorong kebijakan tarif resiprokal
         Amerika Serikat (AS). Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta
         langkah retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan dari sejumlah negara lain meningkatkan
         fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia. Akibatnya,
         pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diprakirakan akan menurun dari 3,2%
         menjadi 2,9% dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan
         dampak perang tarif kedua negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi di negara maju dan
         negara berkembang lainnya juga diprakirakan akan melambat, dipengaruhi dampak
         langsung dari penurunan ekspor ke AS dan dampak tidak langsung dari penurunan volume
         perdagangan dengan negara-negara lain. Perang tarif dan dampak negatifnya terhadap
         penurunan pertumbuhan AS, Tiongkok, dan ekonomi dunia memicu peningkatan
         ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong perilaku risk aversion pemilik
         modal. Yield US Treasury menurun dan indeks mata uang dolar AS terhadap berbagai
         mata uang dunia (DXY) melemah, di tengah peningkatan ekspektasi penurunan Fed
         Funds Rate (FFR). Aliran modal dunia bergeser dari AS ke negara dan aset yang dianggap
         aman (safe haven asset), terutama ke aset keuangan di Eropa dan Jepang serta
         komoditas emas. Sementara itu, aliran keluar modal global dari negara berkembang masih
         berlanjut sehingga memberikan tekanan terhadap pelemahan mata uangnya.
         Memburuknya kondisi global tersebut memerlukan penguatan respons dan koordinasi
         kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal, mengendalikan stabilitas, dan mendorong
         pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

         Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan I 2025 masih terjaga di tengah
         peningkatan ketidakpastian global. Konsumsi rumah tangga tumbuh positif didukung
         keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang secara umum masih stabil.
         Belanja Pemerintah terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), belanja sosial, dan
         berbagai insentif lainnya, serta kenaikan permintaan musiman selama perayaan Idulfitri
         1446 H juga mendukung konsumsi rumah tangga. Investasi, khususnya nonbangunan,
         tetap menopang pertumbuhan ekonomi sebagaimana tecermin dari meningkatnya impor
         barang modal, terutama alat-alat berat. Ekspor nonmigas pada triwulan I 2025 meningkat
         terutama ditopang komoditas manufaktur, seperti mesin serta besi dan baja, ke negara-
         negara ASEAN. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi berbagai wilayah terindikasi tetap
         baik, terutama wilayah Kalimantan dan Jawa. Ke depan, kebijakan tarif resiprokal AS dan
         langkah retaliasi yang ditempuh Tiongkok dan kemungkinan dari negara lain dapat
         memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia memprakirakan
         pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7-
         5,5%, dipengaruhi dampak langsung kebijakan tarif AS yang menurunkan ekspor
         Indonesia ke AS dan dampak tidak langsung akibat penurunan permintaan ekspor dari
         mitra dagang lain Indonesia, terutama Tiongkok. Sehubungan dengan itu, berbagai
         kebijakan perlu diperkuat guna memitigasi dampak dari menurunnya prospek
         pertumbuhan ekonomi dunia, dengan mendorong permintaan domestik dan


                                                                                             Halaman - 1
Page 55
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         memanfaatkan peluang peningkatan ekspor. Bank Indonesia terus memperkuat bauran
         kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas dan turut mendorong
         pertumbuhan ekonomi, didukung dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran.
         Bank Indonesia terus mempererat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah
         Pusat dan Daerah, termasuk dukungan penuh terhadap implementasi berbagai program
         Pemerintah dalam Asta Cita.

         Figur 7. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




         Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2025

         Figur 8. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




         Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2025




                                                                                             Halaman - 2
Page 56
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


3.1.1. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

         Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mampu mendukung ketahanan
         eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Maret 2025 sebesar 4,3 miliar dolar
         AS, meningkat dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 3,1 miliar dolar
         AS. Aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dalam bentuk investasi
         portofolio sejak awal tahun 2025 hingga akhir Maret 2025 mencatat net inflows 1,6 miliar
         dolar AS. Pada April 2025 (hingga 21 April 2025), investasi portofolio mencatat net outflows
         2,8 miliar dolar AS akibat kuatnya dampak ketidakpastian global pascapengumuman tarif
         resiprokal AS. Perkembangan terkini menunjukkan tekanan outflows mulai berkurang
         terutama pada SBN, sejalan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, termasuk
         ketahanan eksternal yang terjaga baik. Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025
         tercatat tinggi sebesar 157,1 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor
         atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
         standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia memprakirakan
         NPI 2025 tetap baik ditopang defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit
         0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB dan surplus transaksi modal dan finansial yang
         berlanjut, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

         Figur 9. Neraca Pembayaran Indonesia




         Keterangan: *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
         Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2025.

3.1.2. Nilai Tukar Rupiah

         Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah
         ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret
         2025 tercatat Rp16.560 per dolar AS atau menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level
         akhir Februari 2025. Namun demikian, tekanan kuat terhadap nilai tukar Rupiah terjadi di
         pasar off-shore(Non Deliverable Forward/NDF) pada saat libur panjang pasar domestik


                                                                                             Halaman - 3
Page 57
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         dalam rangka Idulfitri 1446 H, akibat kebijakan tarif resiprokal AS. Bank Indonesia pada 7
         April 2025 melakukan intervensi di pasar off-shore NDF secara berkesinambungan di
         pasar Asia, Eropa, dan New York guna stabilisasi nilai tukar Rupiah dari tingginya tekanan
         global. Respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tecermin dari perkembangan
         Rupiah yang terkendali dan menguat menjadi Rp16.855 per dolar AS pada 22 April 2025,
         dibandingkan dengan level Rp16.865 per dolar AS pada hari pertama pembukaan pasar
         domestik pascalibur tanggal 8 April 2025. Pergerakan Rupiah masih sejalan dengan
         perkembangan mata uang regional dan berada dalam kisaran yang sesuai dengan
         fundamental ekonomi domestik dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ke depan, nilai
         tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga
         stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
         pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus memperkuat
         respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF dan
         strategi triple intervention pada transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh
         instrumen moneter juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter
         pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat
         efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan
         mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

3.1.3. Perkembangan Inflasi

         Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 tetap rendah dan mendukung
         stabilitas perekonomian. IHK pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,03% (yoy),
         dengan inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,48% (yoy), sejalan dengan konsistensi suku
         bunga kebijakan BI (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok
         volatile food (VF) tercatat sebesar 0,37% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan
         komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian
         Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
         (GNPIP). Sementara itu, kelompok administered prices tercatat deflasi sebesar 3,16%
         (yoy), tidak sedalam deflasi bulan sebelumnya sebesar 9,02% (yoy), terutama dipengaruhi
         oleh berakhirnya implementasi kebijakan diskon tarif listrik untuk rumah tangga dengan
         daya terpasang listrik < 2.200 VA. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi terkendali
         dalam sasaran 2,5±1% pada 2025 dan 2026. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring
         ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang memadai,
         imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Inflasi VF
         diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan
         Pemerintah Pusat dan Daerah.




                                                                                             Halaman - 4
Page 58
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Figur 10. Peta Inflasi Daerah Tahun 2024




         Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2025

3.1.4. Perkembangan Suku Bunga

         Penguatan respons kebijakan moneter terus dilakukan, termasuk optimalisasi strategi
         operasi moneter pro-market dalam rangka stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian
         sasaran inflasi. Sebagai upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta strategi
         mendorong aliran masuk modal asing ke pasar keuangan dalam negeri, instrumen
         moneter pro-market SRBI, SVBI, dan SUVBI terus dioptimalkan. Hingga 21 April 2025,
         total posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp881,86
         triliun, 1,40 miliar dolar AS, dan 277 juta dolar AS. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI
         per tanggal 21 April 2025 mencapai Rp209,90 triliun (23,80% dari total outstanding).
         Implementasi dealer utama (primary dealer) sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan
         transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar,
         sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah
         dan pengendalian inflasi. Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN dari pasar
         sekunder untuk memperkuat operasi moneter yang mencerminkan sinergi erat antara
         kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah. Selama tahun 2025 (hingga 22
         April 2025), Bank Indonesia telah membeli SBN sebesar Rp80,98 trilliun, yaitu melalui
         pasar sekunder sebesar Rp54,98 trilliun dan pasar primer dalam bentuk Surat
         Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah, sebesar Rp26,00 trilliun. Ke depan,
         berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan akan dioptimalkan guna terus
         memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dan meningkatkan efektivitas
         transmisi kebijakan moneter.

         Transmisi kebijakan moneter tetap baik di tengah kenaikan risiko dari dinamika global.
         Sejalan dengan penurunan BI-Rate pada Januari 2025 dan operasi moneter yang
         ditempuh Bank Indonesia, suku bunga pasar uang (INDONIA) terus menurun menjadi
         5,77% pada 21 April 2025 dari semula sebesar 6,03% pada awal Januari 2025. Suku
         bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 16 April 2025 juga menurun, namun
         tetap menarik untuk aliran masuk modal asing, yakni dari masing-masing 7,16%; 7,20%;

                                                                                             Halaman - 5
Page 59
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         dan 7,27% pada awal Januari 2025 menjadi 6,59%; 6,61%; dan 6,64% per 16 April 2025.
         Imbal hasil SBN juga tetap menarik, meskipun untuk tenor 2 tahun menurun dari 6,96%
         menjadi 6,54%, sementara untuk tenor 10 tahun menurun dari 6,98% menjadi 6,94%.
         Adapun suku bunga perbankan tercatat rendah ditopang oleh kecukupan likuiditas
         perbankan sejalan dengan implementasi penguatan KLM serta publikasi transparansi
         SBDK. Likuiditas yang cukup tersebut mampu meningkatkan efisiensi pembentukan suku
         bunga perbankan sehingga mendukung penyaluran kredit perbankan. Pada Maret 2025,
         suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit tercatat masing-masing sebesar
         4,77% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level pada bulan sebelumnya.


3.2.     Tinjauan Industri

         Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dengan luas areal sebesar
         16,83 juta hektar dan produksi sebesar 46,82 juta ton pada tahun 2022. Sentra produksi
         kelapa sawit di Indonesia adalah di Provinsi Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat,
         Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi. Dengan kapasitas
         produksi yang cukup besar tersebut, menjadikan Indonesia juga eksportir CPO terbesar di
         dunia, yang menguasai pangsa lebih dari 55% total minyak kelapa sawit yang diekspor di
         dunia. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia terus bertumbuh setiap tahunnya hingga
         pada tahun 2023 mencapai 26,13 juta ton. Harga bulanan minyak sawit di Indonesia yang
         terlaporkan pada aplikasi SIPASBUN menunjukkan peningkatan pada tahun 2022,
         sedangkan pada tahun 2023 terpantau mengalami penurunan. Pola serupa juga terjadi
         pada harga dunia yang dipantau di pelelangan di Rotterdam. Penggunaan minyak goreng
         sawit untuk konsumsi langsung per kapita Rumah Tangga hasil survey SUSENAS-BPS
         menunjukkan pola meningkat. Apabila dikalikan dengan jumlah penduduk dan dikonversi
         menjadi wujud minyak kelapa sawit, maka konsumsi domestik dari komoditas ini mencapai
         4,39 juta ton pada tahun 2023. Proyeksi produksi minyak kelapa sawit menggunakan
         pendekatan model ARIMA menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit Indonesia akan
         meningkat sebesar 1,91% selama 5 tahun ke depan atau menjadi 51,45 juta ton pada
         tahun 2027. Dengan meningkatknya kapasitas produksi, peluang ekspor kelapa sawit
         Indonesia juga diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 0,11% menjadi 25,05 juta
         ton pada tahun 2027. Sementara, konsumsi domestik kelapa sawit Indonesia yang akan
         dialokasikan ke industri pengolahan seperti minyak goreng, margarin, kosmetik, biodiesel
         dan lain-lain juga diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 3,99% yakni dari 20,91
         juta ton pada tahun 2023 menjadi 26,40 juta ton pada tahun 2027.

         Industri Perkebunan di Indonesia

         Sub sektor perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam
         perekonomian Indonesia, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan
         rakyat, penerimaan devisa negara melalui ekspor, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam
         negeri, bahan baku industri dalam negeri, perolehan nilai tambah dan menyediakan
         lapangan kerja bagi kebanyakan masyarakat. Beberapa indikator makro mencerminkan
         keunggulan usaha tanaman perkebunan, diantaranya adalah PDB atas dasar harga
         berlaku sub sektor perkebunan tahun 2023 (Angka Sangat Sementara) yang mencapai
         Rp. 811,30 trilyun atau berkontribusi 41,98% terhadap total PDB Pertanian. Sementara
         sub sektor lainnya, yakni sub sektor tanaman pangan berkontribusi 24,41%, peternakan


                                                                                             Halaman - 6
Page 60
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         sebesar 16,84%, hortikultura sebesar 14,83%, serta jasa pertanian/perkebunan dan
         perburuhan sebesar 1,94%

         Figur 11. Kontribusi PDB Harga Berlaku pada Sektor Pertanian/Perkebunan, Peternakan,
         Perburuan dan Jasa Pertanian, 2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Selama empat tahun terakhir, sumbangan PDB sub sektor perkebunan terhadap PDB
         Nasional terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data PDB harga konstan tahun 2023,
         sub sektor perkebunan memberikan nilai tambah sebesar Rp. 425.042,6,- milyar pada
         tahun 2021 dan terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 2023 (Angka Sangat
         Sementara) menjadi sebesar Rp. 439.499,0,- milyar.

         Figur 12. Perkembangan PDB Atas Dasar Harga Konstan Sub Sektor Perkebunan, 2021-
         2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Sub sektor perkebunan terbukti bisa menjadi andalan dalam perolehan nilai tambah. Hal
         ini tercermin dari PDB tahun 2021-2023 yang selalu tumbuh positif (year on year),
         sementara sub sektor tanaman pangan dan peternakan mengalami pertumbuhan negatif



                                                                                             Halaman - 7
Page 61
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Figur 13. Pertumbuhan Year on Year PDB Menurut Sub Sektor, 2021-2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Pertumbuhan PDB triwulanan sub sektor perkebunan pada tahun 2021 hingga Triwulan I
         2022 cukup berfluktuatif. Pertumbuhan PDB triwulanan pada tahun 2023 cukup tinggi pada
         Triwulan I mencapai 4,68%, namun menurun di Triwulan II hingga hanya sebesar 2,96%.
         Fenomena El-Nino yang terjadi pada tahun 2023, berdampak pada menurunnya perolehan
         nilai tambah komoditas perkebunan pada Triwulan III, yang ditandai dengan menurunnya
         PDB sebesar 1,09%, namun kembali meningkat pada Triwulan IV yang tumbuh sebesar
         1,52%

         Figur 14. Pertumbuhan Year on Year PDB Triwulanan Sub Sektor Perkebunan, 2021 –
         2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024




                                                                                             Halaman - 8
Page 62
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Ekspor – Impor Perkebunan

         Selama periode tahun 2021-2023, hanya neraca perdagangan sub sektor perkebunan
         yang selalu mengalami surplus, sementara sub sektor lainnya mengalami defisit. Devisa
         yang diperoleh negara dari sub sektor perkebunan tahun 2023 mencapai US$ 33,78
         milyar.

         Figur 15. Nilai Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Menurut Sub Sektor, 2021-2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Penyumbang utama surplusnya neraca perdagangan sub sektor perkebunan pada tahun
         2023 adalah besarnya ekspor komoditas kelapa sawit yang berkontribusi 75,80% terhadap
         total ekspor komoditas perkebunan, disusul kemudian oleh karet (7,55%), kelapa (3,89%),
         kakao (3,55%), dan kopi sebesar 2,75%.

         Perkebunan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia

         Pergerakan luas areal kelapa sawit di Indonesia pada kurun waktu 1980–2024 cenderung
         terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 1980 luas areal kelapa
         sawit Indonesia sebesar 294,56 ribu hektar, maka pada tahun 2020 mencapai 14,59 juta
         hektar. Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor (No.) 6 Tahun 2019 tentang
         Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024,
         Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) bertugas untuk melakukan pembinaan
         penyelenggaraan Informasi Geospasial Tematik (IGT) tutupan kebun kelapa sawit. BIG
         bersama dengan Kementerian Pertanian mulai melakukan pengukuran luasan sawit di
         tahun 2019 dan pemutakhiran peta tutupan kelapa sawit skala 1:50.000 di tahun 2023.
         Berdasarkan atas kegiatan tersebut, tahun 2021 areal kelapa sawit yang telah terdata
         sebesar 16,83 juta hektar. Melalui Inpres No. 18 Tahun 2018 tentang Penundaan dan
         Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Serta Peningkatan Produktivitas
         Perkebunan Kelapa Sawit, maka selama 3 tahun dimulai dari Bulan September 2018


                                                                                             Halaman - 9
Page 63
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         memperintahkan kepada instansi pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi
         kembali izin pelepasan kawasan serta menunda pembukaan kebun sawit. Implementasi
         Inpres tersebut diperpanjang hingga faktanya pada tahun 2023 (Angka Sementara), areal
         kelapa sawit Indonesia stagnan, yakni sebesar 16,83 juta hektar.

         Peningkatan luas areal kelapa sawit sangat besar terjadi pada periode sebelum krisis
         moneter (tahun 1980-1998) dengan laju pertumbuhan sebesar 15.07% per tahun.
         Pertumbuhan yang signifikan terjadi pada luas areal kelapa sawit PR dan PBS masing-
         masing sebesar 44,78% per tahun dan 20,51% per tahun, sedangkan luas areal PBN
         hanya meningkat sebesar 6,18% per tahun. Setelah periode tersebut, yakni tahun 1998 –
         2017, pertumbuhan luas areal kelapa sawit cenderung melandai, atau hanya naik 6,34%
         per tahun. Demikian pula pada periode 10 tahun terakhir (2015-2024), areal kelapa sawit
         Indonesia hanya naik 4,90% per tahun. Sejak dilakukan kegiatan pendataan tematik lahan
         kelapa sawit, besaran areal kelapa sawit yang belum terdata melalui pengumpulan data
         administratif di tingkat provinsi dikatagorikan sebagai Luas Yang Akan Dikonfirmasi (LAD).
         Pada tahun 2021, areal sawit pada katagori ini sebesar 2,21 juta hektar dan pada tahun
         2024 diestimasikan hanya tinggal 1,07 juta hektar.

         Dari sisi kontribusi terhadap total luas areal Indonesia, terjadi penurunan kontribusi yang
         cukup besar pada luas areal kelapa sawit PBN sebelum dan sesudah krisis moneter tahun
         1998. Kontribusi luas areal kelapa sawit PBN tahun 1980-1998 sebesar 28,86%,
         sedangkan pada periode tahun 1999-2024 kontribusinya turun menjadi 6,44%. Penurunan
         kontribusi luas areal PBN beralih menjadi peningkatan kontribusi PR dan PBS. Kontribusi
         areal LAD rata-rata tahun 2021 – 2024 mencapai 9,17%.

         Perkembangan Produksi dan Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia

         Seiring dengan penambahan luas areal kelapa sawit serta berkembangnya industri kelapa
         sawit di berbagai wilayah di Indonesia, maka produksi kelapa sawit nasional dalam wujud
         minyak sawit (CPO) juga terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 1980 produksi CPO
         Indonesia hanya sebesar 721,17 ribu ton, dan naik menjadi 46,99 juta ton pada tahun 2023
         (Angka Sementara) dan diproyeksikan menjadi 47,69 juta ton pada tahun 2024.
         Peningkatan produksi CPO selama kurun waktu 1980 hingga terjadi krisis ekonomi di
         Indonesia terutama pada PR mencapai 95,92% per tahun, PBS sebesar 16,34%,
         sedangkan produksi dari PBN relatif lambat karena hanya naik sebesar 6,50%. Setelah
         krisis ekonomi, rata-rata pertumbuhan produksi CPO Indonesia semakin menurun, yakni
         hanya 8,73% per tahun. Demikian pula, pada sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan
         produksi CPO Indonesia semakin menurun, yakni hanya sebesar 5,11% per tahun.
         Melandainya pertumbuhan produksi CPO pada periode ini dimungkinkan makin
         banyaknya populasi tanaman yang berusia tua, atau sudah melewati masa puncak
         produksi.

         Di awal tahun 1980 hingga tahun 1993 produksi CPO lebih didominasi oleh PBN.
         Perluasan areal oleh PBS sekitar tahun 1990 mulai menunjukkan hasilnya setelah tahun
         1993 dimana peningkatan produksi CPO dari PBS mampu melampaui produksi CPO yang
         berasal dari PBN. Berdasarkan kontribusinya selama tahun 2015-2024, PBS menguasai
         60,40% total produksi minyak sawit Indonesia, diikuti oleh PR sebesar 34,44% dan PBN
         sebesar 5,15%


                                                                                             Halaman - 10
Page 64
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Figur 16. Kontribusi Rata-Rata Produksi Minyak Sawit Menurut Status Pengusahaan,
         Rata-rata 2015–2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Kelapa sawit diusahakan di hampir semua provinsi di Indonesia, kecuali di beberapa
         provinsi di Pulau Jawa, Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara dan
         Maluku Utara. Produksi kelapa sawit dalam wujud CPO ini terkonsentrasi di Pulau
         Sumatera dan Kalimantan, sementara provinsi-provinsi di Pulau Sulawesi dan Papua tidak
         terlalu besar kontribusi produksinya.

         Figur 17. Peta Sebaran Produksi Minyak Sawit di Indonesia, Rata-rata 2020-2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Berdasarkan data rata-rata tahun 2020 – 2024, sentra produksi minyak sawit Indonesia
         terutama berasal dari 7 (tujuh) provinsi yang memberikan kontribusi sebesar 81,67%

                                                                                             Halaman - 11
Page 65
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         terhadap total produksi minyak sawit Indonesia. Provinsi Riau dan Kalimantan Tengah
         merupakan provinsi sentra produksi CPO terbesar di Indonesia dengan kontribusi masing-
         masing sebesar 19,06% dan 17,60%. Peringkat berikutnya berturut-turut adalah Provinsi
         Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi
         dengan kontribusi masing-masing sebesar 11,56%, 11,05%, 8,63%, 8,30%, dan 5,46%.

         Selain minyak sawit, produk lain dari pohon industri kelapa sawit adalah minyak inti sawit,
         walaupun dalam proporsi yang sangat kecil. Produksi minyak inti sawit pada periode tahun
         2020-2024 sebesar 11,05% dari total produksi minyak kelapa sawit atau setara dengan
         5,77 juta ton per tahun. Sementara, pada periode yang sama, tingkat produksi minyak
         sawit mencapai 46,47 juta ton per tahun. Selain minyak sawit, produk lain dari pohon
         industri kelapa sawit adalah minyak inti sawit, walaupun dalam proporsi yang sangat kecil.
         Produksi minyak inti sawit pada periode tahun 2020-2024 sebesar 11,05% dari total
         produksi minyak kelapa sawit atau setara dengan 5,77 juta ton per tahun. Sementara, pada
         periode yang sama, tingkat produksi minyak sawit mencapai 46,47 juta ton per tahun.

         Figur 18. Proporsi Produksi Minyak Kelapa Sawit dan Minyak Inti Sawit Indonesia, Rata-
         rata 2020 - 2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024




                                                                                             Halaman - 12
Page 66
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Figur 19. Perkembangan Produksi Minyak Inti Sawit Indonesia Menurut Status
         Pengusahaan, 1982 – 2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Perkembangan Produktivitas Kelapa Sawit Indonesia

         Perkembangan produktivitas kelapa sawit di Indonesia selama tahun 19952024
         menunjukkan pola yang berfluktuasi. Selama periode tersebut pertumbuhan produktivitas
         kelapa sawit Indonesia relatif stagnan atau hanya naik sebesar 0,44% per tahun.
         Penurunan produktivitas kelapa sawit umumnya terjadi pada saat krisis moneter hingga
         masa pemulihan krisis. Produktivitas tertinggi dicapai pada tahun 2019 sebesar 3,97
         ton/ha dan terendah tahun 2004 sebesar 2,83 ton/ha (Gambar 4.9). Produksi CPO sangat
         dipengaruhi oleh besarnya areal Tanaman Menghasilkan (TM). Apabila disandingkan
         pergerakan luas areal TM dengan produktivitas, maka terlihat bahwa pertumbuhan luas
         TM yang tinggi tidak diiringi dengan naiknya produktivitas tanaman. Pada periode tahun
         1995 hingga 2024, luas TM naik 8,61% namun produktivitas tanaman hanya naik 0,44%.
         Demikian pula pada 10 (sepuluh) tahun terakhir, dimana luas areal TM naik 4,83%, namun
         produktvitas tanaman hanya naik 0,93%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan areal
         TM tidak sepenuhnya mendukung kenaikan produksi CPO Indonesia. Perkembangan luas
         TM, produksi dan produktivitas kelapa sawit di Indonesia tahun 1995-2024




                                                                                             Halaman - 13
Page 67
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Figur 20. Perkembangan Luas Tanaman Mengasilkan dan Produktivitas Kelapa Sawit di
         Indonesia, 1995–2024




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Perkembangan Harga Tbs Di Pasar Domestik Dan Harga Cpo Di Pasar Dunia

         Harga Tandan Buah Segar (TBS) di pasar domestik diunduh dari hasil pengumpulan data
         pada website Sistem Informasi Pasar Produk Perkebunan Unggulan (SIPASBUN), pada
         tautan https://12ap.pertanian.go.id/sipasbun2020/.

         Sementara itu, data harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO) dunia
         diperoleh dari situs World Bank melalui laman Commodity Markets
         https://www.worldbank.org/en/research/commodity-markets.

         Minyak sawit merupakan komoditas yang dibutuhkan hampir oleh seluruh negara di dunia.
         Indonesia adalah produsen sekaligus eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Namun,
         hingga kini Indonesia masih belum memiliki kendali penuh dalam penetapan harga CPO
         global. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain ketidakpastian di pasar bursa,
         mekanisme supply and demand, kebijakan pemerintah, serta tingginya permintaan ekspor
         dibandingkan konsumsi domestik.

         Sementara, Formulasi harga TBS petani sawit mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian
         Nomor 01/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar
         Kelapa Sawit Produksi Pekebun. Penetapan harga referensi di tingkat pabrik kelapa sawit
         (PKS) dilakukan oleh Tim Penetapan Harga TBS di Tingkat Provinsi yang terdiri dari
         Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Dinas Terkait, Perusahaan Perkebunan,
         Perwakilan Petani, dan instansi terkait lainnya yang diterbitkan melalui Peraturan
         Gubernur sehingga harga di tiap provinsi akan berbeda-beda. Enam faktor yang
         mempengaruhi pergerakan harga TBS yaitu harga CPO dunia, kebijakan perdagangan
         yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, rendemen minyak yang direfleksikan umur
         tanaman, biaya transportasi dari kebun ke PKS, rantai pasok (direct/indirect), dan
         mutu/kualitas TBS. Fakta tersebut diatas tercermin pada Gambar 4.10, dimana pergerakan


                                                                                             Halaman - 14
Page 68
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         harga TBS di pasar domestik selama tahun 2021-2023 sangat dipengaruhi oleh
         pergerakan harga CPO dunia. Pada tahun 2022, harga TBS domestik bulanan naik
         dengan rata-rata 14,83% per bulan dan harga CPO dunia naik 12,86% per bulan.
         Kemudian, pada tahun 2023, harga TBS domestik mengalami penurunan 14,34%
         dikarenakan harga CPO di pasar global turun 30,53% per bulan

         Figur 21. Perkembangan Harga TBS di Pasar Domestik dan Harga CPO di Pasar Dunia,
         2021–2023




         Sumber : Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit, 2024

         Perkembangan Konsumsi Per Kapita Minyak Sawit Indonesia

         Konsumsi langsung rumah tangga per kapita minyak sawit/crude palm oil (CPO) di
         Indonesia dilakukan pendekatan dari data konsumsi minyak goreng sawit (kg/kapita/tahun)
         yang bersumber dari hasil SUSENAS – BPS. Konsumsi CPO dihitung menggunakan
         angka konversi nasional dari minyak goreng ke wujud CPO yang digunakan pada
         perhitungan Neraca Bahan Makanan (NBM) sebesar 68,28%. Secara umum total
         konsumsi langsung CPO di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat. Konsumsi
         CPO pada tahun 2002 hanya sebesar 1,69 juta ton, dan meningkat cukup tajam menjadi
         4,39 juta ton pada tahun 2023 dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 5,43% per tahun.
         Kenaikan total konsumsi CPO Indonesia disebabkan baik oleh meningkatnya konsumsi
         per kapita maupun jumlah penduduk. Kenaikan konsumsi CPO tertinggi terjadi pada tahun
         2007 sebesar 25,08% yang menyebabkan konsumsi CPO pada tahun tersebut naik
         menjadi 2,44 juta ton.

         Perkembangan Ekspor - Impor Kelapa Sawit Indonesia

         Ekspor- impor kelapa sawit Indonesia dilakukan dalam wujud minyak sawit, minyak sawit
         lainnya, minyak inti sawit dan minyak inti lainnya. Proposi terbesar (94,35%) ekspor
         Indonesia dalam wujud minyak kelapa sawit atau CPO dengan kode HS 1511, dengan
         rata-rata ekspor pada tahun 2019 – 2023 sebesar 26,19 juta ton, sedangkan ekspor inti
         sawit hanya sebesar 1,57 juta ton.



                                                                                             Halaman - 15
Page 69
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Perkembangan volume ekspor minyak sawit (CPO) pada tahun 1981–2023 cenderung
         terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 20,11% per tahun. Jika pada
         tahun 1981 volume ekspor kelapa sawit Indonesia hanya sebesar 196,36 ribu ton dengan
         nilai ekspor sebesar US$ 106,94 juta, maka tahun 2023 meningkat menjadi 26,13 juta ton
         senilai US$ 22,69 milyar. Sementara, ekspor minyak inti sawit pada periode tahun 1981 –
         2023 tumbuh dengan rata-rata 26,51% per tahun. Pada tahun 1981, ekspor minyak inti
         sawit sebesar 4,89 ribu ton dan menjadi sebesar 1,41 juta ton pada tahun 2023. Volume
         ekspor minyak inti sawit melonjak tinggi pada periode tahun 2008 hongga 2011.

         Sebagai negara eksportir utama kelapa sawit di dunia, Indonesia masih melakukan impor
         minyak kelapa sawit maupun minyak inti sawit namun dalam volume yang sangat kecil
         dibandingkan ekspornya. Realisasi volume impor kelapa sawit dari tahun 1981-2023
         sangat berfluktuasi namun terjadi cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 1981,
         volume impor minyak kelapa sawit sebesar 33,29 ribu ton dan menjadi 757 ton pada tahun
         2023. Sementara, impor minyak inti sawit pada tahun 1981 sebesar 37 ton dan menjadi 7
         ton pada tahun 2023.




                                                                                             Halaman - 16
Page 70
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                                    BAB IV
                              PENDEKATAN PENILAIAN

4.1.     Pendekatan Penilaian

         Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan pendekatan dan metode
         penilaian yang berlaku umum dalam penilaian penyertaan pada perusahaan atau ekuitas
         sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
         No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
         Modal serta Peraturan SPI Edisi VII tahun 2018.

         Beberapa pendekatan yang lazim dalam penilaian ekuitas dapat dikategorikan ke dalam
         pendekatan aset (asset based approach), pendekatan pasar (market based approach) dan
         pendekatan pendapatan (income based approach). Dalam aplikasinya terkadang masing-
         masing pendekatan tersebut digunakan secara kombinasi untuk mendapatkan nilai yang
         merupakan rekonsiliasi atau sintesa dari nilai masing-masing hasil pendekatan.

             •    Pendekatan Pasar (Market Based Approach)

                  Pendekatan Pasar (Market Based Approach) adalah pendekatan penilaian
                  dengan cara membandingkan Objek Penilaian dengan perusahaan sebanding,
                  kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang diperjualbelikan di
                  pasar serta transaksi relevan atas saham perusahaan yang sebanding.

                  Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan perusahaan
                  sebanding, kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang
                  diperjualbelikan di pasar serta transaksi relevan atas saham perusahaan yang
                  sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran atas komponen perusahaan
                  juga dapat merupakan indikasi nilai.

                  Melalui pendekatan pasar, terlebih dahulu harus dilakukan perbandingan
                  terhadap perusahaan yang sepadan dan sebanding baik yang ada di pasar modal
                  maupun di luar pasar modal, lalu dilakukan perhitungan banding antara nilai pasar
                  saham perusahaan yang dinilai dengan variabel perusahaan pembanding.
                  Variabel yang jadi kesebandingan yaitu:

                  1) Industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha merupakan yang sejenis;
                  2) Karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan struktur
                     permodalan (capital structure) merupakan yang sebanding;
                  3) Kinerja keuangan historis selama 5 (lima) tahun terakhir merupakan yang
                     sebanding;
                  4) Ukuran perusahan (total assets) merupakan yang sebanding; dan
                  5) Pangsa pasar (market) merupakan yang sebanding.




                                                                                             Halaman - 1
Page 71
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                  Dalam hal seluruh kriteria sebagaimana dimaksud diatas terpenuhi maka jumlah
                  perusahaan pembanding yang digunakan paling sedikit 5 (lima) perusahaan dan
                  dalam hal seluruh kriteria sebagaimana dimaksud diatas hanya terpenuhi paling
                  banyak 3 (tiga) atau 4 (empat) kriteria maka jumlah perusahaan pembanding yang
                  digunakan paling sedikit 8 (delapan) perusahaan.

                  Metode yang digunakan dalam Pendekatan Pasar adalah sebagai berikut:

                  1) Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
                     traded company method);
                  2) Metode pembanding perusahaan merger dan akuisisi (guideline merged and
                     acquired company method);
                  3) Metode transaksi sebelumnya (prior transactions method).

             •    Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach)

                  Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) adalah pendekatan penilaian
                  dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang
                  diperkirakan akan dihasilkan dan anak perusahaanan oleh Objek Penilaian
                  dengan tingkat diskonto tertentu.

                  Pendekatan pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai dengan
                  mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Objek Penilaian dalam
                  menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa yang akan datang.

                  Dalam penilai melakukan pendekatan pendapatan maka seluruh pendapatan
                  yang dihasilkan oleh bisnis tersebut akan dikuantifikasi. Semua pendapatan
                  tersebut dikonversi menjadi indikasi nilai berdasarkan pada suatu tingkat diskonto
                  yaitu tingkat balikan (rate of return) yang sesuai dengan tingkat risiko atas
                  pendapatan tertentu.

                  Metode yang umum digunakan dalam Pendekatan Pendapatan adalah sebagai
                  berikut:

                  1) Metode Arus Kas Terdiskonto (Discounted Cash Flow Method / DCF);
                  2) Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method).

             •    Pendekatan Aset (Asset Based Approach)

                  Pendekatan Aset (Asset Based Approach) adalah pendekatan penilaian
                  berdasarkan laporan keuangan historis Objek Penilaian yang telah diaudit,
                  dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan kewajiban menjadi Nilai Pasar
                  sesuai dengan premis nilai yang digunakan dalam penilaian usaha.

                  Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari suatu
                  entitas, kapital yang diinvestasikan (invested capital), struktur permodalan (capital
                  structure), dan/ atau Nilai Aset Bersih perusahaan (ekuitas).



                                                                                             Halaman - 2
Page 72
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri




                  Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan aset adalah sebagai berikut.

                   1) Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) atau Adjusted Net Asset Method
                      (ANAM), Adjusted Book Value Method (ABVM), atau Net Asset Valuation
                      Method (NAVM) dan Asset Accumulation Method (AAM).
                   2) Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (KKP) atau Excess Earning
                      Method (EEM).

         Dalam aplikasinya terkadang masing-masing pendekatan tersebut digunakan secara
         kombinasi untuk mendapatkan nilai yang merupakan rekonsiliasi atau sintesa dari nilai
         masing-masing hasil pendekatan. Pemilihan dan kepercayaan atas ketepan metode dan
         prosedur tergantung pada pertimbangan penilai dan bukan didasarkan pada suatu formula
         yang baku.

         Pemilihan dan kepercayaan atas ketepatan metode dan prosedur bergantung pada
         pertimbangan penilai dan bukan didasarkan pada suatu formula yang baku.


4.2.     Pemilihan Metode Penilaian

         Penilaian ekuitas perusahaan didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
         internal akan dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen
         perusahaan, analisis historis atas laporan posisi keuangan, laporan laba/rugi dan laporan
         arus kas, pengkajian atas kondisi operasi, dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
         perusahaan. Analisis eksternal akan dilalukan berdasarkan pada data yang tersedia
         dipasar seperti beta, risk premium, risk free, dan sebagainya yang sekiranya diperlukan
         dalam analisis.

         Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu
         “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan yang representatif. Oleh
         karenanya diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
         normalisasi laporan laba/rugi yang biasanya disusun oleh akuntan berdasarkan nilai
         historis. Bagaimanapun nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan
         posisi keuangan dan laba/rugi adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai
         ekonomis yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai business interest saat
         penilaian tersebut.

         Dalam melakukan penilaian ekuitas perusahaan, untuk memperoleh hasil penilaian yang
         akurat dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai
         Pasar perusahaan adalah Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dan Pendekatan
         Aset (Asset Based Approach).

         Pendekatan Pendapatan (Income Approach) paling sesuai apabila jumlah pendapatan
         yang dapat diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan
         cukup meyakinkan. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian



                                                                                             Halaman - 3
Page 73
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         terhadap nilai saham Perseroan karena kegiatan usaha Perseroan yang masih terus
         berjalan. Metoda yang digunakan adalah Discounted Cash Flow (DCF).

         Pendekatan Aset (Asset Based Approach) paling sesuai untuk digunakan pada
         perusahaan yang berbentuk holding company atau perusahaan yang bermasalah,
         sehingga sulit untuk memperkirakan jumlah pendapatan yang dapat diperoleh perusahaan
         tersebut di masa yang akan datang. Pendekatan ini juga sesuai untuk perusahaan yang
         komponen asetnya didominasi oleh aset tetap, dan di mana aset tak berwujud yang dimiliki
         perusahaan diperkirakan signifikan. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat digunakan
         dalam penilaian terhadap nilai ekuitas Perseroan. Metoda yang digunakan adalah Excess
         Earning Method (EEM).




                                                                                             Halaman - 4
Page 74
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                          BAB V
                  PENILAIAN 66% EKUITAS
         PT PUTERA MANUNGGAL PERKASA MILIK ANJA

5.1.     Penilaian Ekuitas

         PMP merupakan perusahaan yang sampai dengan tanggal penilaian dalam keadaan
         beroperasi. Dalam hal memilih pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini, kami
         menggunakan 2 (dua) pendekatan.

             1) Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian dengan cara
                mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan
                dihasilkan oleh objek Penilaian dengan tingkat diskonto tertentu. (Peraturan OJK
                No. 35/POJK.04/2020 Pasal 1 Angka 19)

                  Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai dengan
                  mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Objek Penilaian dalam
                  menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa datang. (SPI 330
                  point 5.25, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018)

                  Dalam hal ini metode yang digunakan adalah Discounted Cash Flow (DCF).
                  Dalam hal Penilai menggunakan Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash
                  Flow Method), maka Penilai melakukan penelaahan atau penyesuaian atas
                  asumsi, keakuratan perhitungan dan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
                  menyusun proyeksi laporan keuangan. (SPI 330 point 5.26, KEPI&SPI edisi 7
                  tahun 2018)

             2) Pendekatan Aset adalah Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan
                historis objek Penilaian yang telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh
                aset dan liabilitas menjadi Nilai Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan
                dalam Penilaian Bisnis. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 1 Angka 17)

                  Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari suatu
                  entitas, kapital yang diinvestasikan (Invested Capital), struktur permodalan
                  (capital structure), dan/atau Nilai Aset Bersih perusahaan (ekuitas). (SPI 330 point
                  5.32, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018)

                  Metoda yang digunakan adalah Excess Earning Method (EEM). Metode
                  Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method) adalah Metode Pendapatan
                  Berlebih digunakan untuk mengestimasikan nilai Aset Takberwujud dengan
                  menentukan nilai kini dari arus kas yang akan diterima di masa yang akan datang
                  yang terkait dengan Aset Takberwujud dengan menggunakan tingkat diskonto
                  atau tingkat kapitalisasi sesuai risiko Aset Takberwujud. Dalam penyusunan
                  Proyeksi, arus kas Aset Takberwujud yang menjadi objek penilaian merupakan
                  hasil pengurangan dari arus kas dengan arus kas yang berasal dari kontribusi aset
                  lain (contributory asset charges) baik berupa aset berwujud, Aset Takberwujud,


                                                                                             Halaman - 1
Page 75
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                  dan aset finansial. Hal ini dilakukan dengan menghitung suatu jumlah beban atau
                  sewa ekonomis untuk aset pendukung dan mengurangkan jumlah tersebut dari
                  arus kas. Untuk mencapai suatu penilaian yang dapat diandalkan terhadap subjek
                  aset, mungkin diperlukan tambahan pengurangan yang merefleksikan adanya
                  nilai tambah dengan pertimbangan bahwa seluruh aset digunakan sebagai
                  pertimbangan bahwa seluruh aset digunakan sebagai suatu kesatuan dalam suatu
                  bisnis yang sedang berjalan (going concern). Hal ini merefleksikan keuntungan
                  dari ars kas terkait aset tenaga kerja terlatih yang tidak tersedia pada pembeli aset
                  secara individual. (SPI 320 point 5.10, KEPI&SPI edisi 7 tahun 2018)


5.2.     Pendekatan Pendapatan dengan Metode Discounted Cash Flow (DCF)

5.2.1. Penyesuaian Laporan Keuangan

         Penyesuaian laporan keuangan meliputi normalizing adjustment atau penyesuaian
         pencatatan akuntansi dan eliminasi akun-akun yang bersifat non-recurring, control
         adjustment, serta pemisahan akun-akun operating dan non-operating. Berdasarkan review
         yang telah kami lakukan terhadap laporan keuangan PMP, tidak diperlukan adanya
         penyesuaian pencatatan akuntansi pada laporan keuangan PMP. Penyesuaian terhadap
         akun-akun non-recurring, control adjustment, dan non-operating juga tidak diperlukan.


5.2.2. Asumsi-asumsi dalam Proses Penilaian

         Kami telah melakukan review business plan dengan memperhatikan kondisi yang ada saat
         ini serta perkiraan perkembangan kondisi di masa yang akan datang yang dapat
         berpengaruh terhadap kinerja PMP untuk melihat kewajaran pencapaiannya. Manajemen
         PMP telah memberikan keyakinan memadai bahwa semua asumsi yang digunakan telah
         disusun secara wajar dan telah merefleksikan kompleksitas bisnis yang sesungguhnya.

         Business plan yang digunakan dalam penilaian ini, merujuk kepada business plan yang
         disediakan oleh manajemen. Berikut adalah asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam
         penyusunan proyeksi keuangan PMP:

         1. Asumsi jumlah hari dalam setahun adalah 360 hari;
         2. Asumsi kenaikan gaji sebesar 6,5%;
         3. Asumsi kenaikan biaya lain menggunakan inflasi sebesar 0,83%;
         4. Pajak sebesar 22%;
         5. Proyeksi menyesuaikan dengan sisa usia manfaat tanaman, dimana :
            a. Tahun tanam 2015 : 15 tahun
            b. Tahun tanam 2016 : 16 tahun
            c. Tahun tanam 2017 : 17 tahun
            d. Tahun tanam 2018 : 18 tahun
         6. Luas areal panen secara keseluruhan seluas 4.779 hektar dengan rincian sebagai
            berikut:
            a. Tahun tanam 2015 : 1.334
            b. Tahun tanam 2016 : 1.871


                                                                                             Halaman - 2
Page 76
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


            c. Tahun tanam 2017 : 879
            d. Tahun tanam 2018 : 694
         7. Harga TBS sebesar Rp2.210 per kg
         8. Asumsi Biaya :
            a. Biaya panen dan transportasi TBS Rp657,- per kg.
            b. Biaya perawatan tanaman menghasilkan Rp2.824.487,- tahun 2025 (selama 5
               bulan) dan Rp6.778.768,- di tahun 2026 dan seterusnya biaya tersebut mengalami
               penurunan seiring dengan penghematan yang dilakukan oleh manajemen.
            c. Biaya Transportasi – CPO dan PK Rp705,- per Kg CPO
            d. Biaya Pengolahan Pabrik Rp386,- per Kg TBS
            e. Biaya tidak langsung kebun sebesar Rp.4.499.158,- per hektar (biaya untuk 5
               bulan) dan Rp10.623.136,- di tahun 2026 dan seterusnya biaya tersebut
               mengalami penurunan seiring dengan penghematan yang dilakukan oleh
               manajemen.
         9. Asumsi jumlah hari perputaran modal kerja :
            a. Persediaan : 34 hari
            b. Piutang : 4 hari
            c. Utang usaha : 60 hari


5.2.3. Pemilihan Arus Kas

         Untuk penilaian dengan menggunakan metode DCF, terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas
         untuk didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih untuk ekuitas, dan arus kas bersih untuk
         perusahaan.

         Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
         penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
         operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian (reserve
         for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan
         pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:

         Laba Bersih
            + Depresiasi
            +/- Working Capital
            + Beban Bunga * (1-Tax)
            -   Capital Expenditure
            = Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Firm)

         Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto
         yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of
         return), setelah memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi
         pendapatan pada masa mendatang untuk menghasilkan nilai ekuitas.




                                                                                             Halaman - 3
Page 77
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


5.2.4. Penentuan Tingkat Diskonto

         Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

         Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
         Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas
         risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas, dengan formula
         sebagai berikut:

         Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
         Ke = Rf + ß Rp

         Di mana:
         Rf     = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
         ß      = risiko sistimatis
         Rm     = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
         Rp     = selisih antara Rm dengan Rf

         Rf (Risk free rate) adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
         tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko
         yang dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

         Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Juli 2025, maka instrumen
         bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang
         dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 25 tahun,
         yield tertimbang sebesar 7,08%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
         kembalian bebas risiko (Rf).

         Rp (Equity Risk Premium - ERP) adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
         risiko dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
         market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk
         premium) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
         premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
         mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
         negara berkembang (emerging market).

         Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran
         per Juli 2025 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia
         adalah sekitar 7,03%, dengan Country Default Spread sebesar 1,87%.

         ß (Beta) merupakan pengukur tingkat sensitifitas pengembalian saham terhadap
         pengembalian pasar saham secara keseluruhan. Untuk Beta kami menggunakan Beta dari
         industri sejenis berdasarkan dari data Damodaran.

         Dalam perhitungan digunakan beta dari industri tersebut sebagai beta untuk menghitung
         cost of equity PMP, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini
         dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di industri terhadap beta.
         Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang


                                                                                             Halaman - 4
Page 78
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu
         dinetralkan dengan cara menghitung unlevered beta.

         Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

                                                            𝛽𝐿
                                           𝛽𝑢 =
                                                    1 + (1 − 𝑇) × 𝐷𝐸𝑅

         Di mana:

            T        = Tarif Pajak Penghasilan Badan
            DER      = Debt to equity ratio
            βL       = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                       secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                       pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                       portofolio pasar dengan pengaruh utang
            βu       = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                       secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                       pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                       portofolio pasar tanpa pengaruh utang

         Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan
         beta untuk PMP adalah:

         Figur 22. Beta Perusahaan Pembanding per tanggal 31 Juli 2025
                               Levered      Adj      Tax                                           Unlevered
           Company Name                                         Market Cap         Total Debt
                                Beta        Beta     Rate                                            Beta
           PT Perusahaan
          Perkebunan
                                    1,20     1,03    22,0%       8.934.152.794          903.000          1,03
          London Sumatra
          Indonesia Tbk
           PT Astra Agro
                                    1,06     0,97    22,0%     15.397.506.664     3.189.879.000          0,83
          Lestari Tbk
           PT Eagle High
                                    1,21     0,97    22,0%       4.823.967.071    4.253.525.000          0,58
          Plantations Tbk
           Bumitama Agri
                                    0,68     0,74    17,0%     25.069.036.366     3.292.270.000          0,66
          Ltd.
           PT Dharma Satya
                                    0,57     0,69    22,0%     16.429.755.720     4.946.456.000          0,56
          Nusantara Tbk
           Sarawak Oil
                                    1,07     0,92    22,0%     11.748.509.109     2.027.275.261          0,81
          Palms Berhad
           Golden Agri-
                                    0,63     0,71    22,0%     49.105.739.575    54.626.447.484          0,38
          Resources Ltd
           SD Guthrie
                                    1,19     1,00    22,0%    142.825.582.268    22.597.643.149          0,89
          Berhad
                                                Rata-rata                                             0,72
         Sumber: S&P 500

         Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dan ekuitas dihitung berdasarkan
         komposisi struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding pertanggal penilaian
         yang digunakan sebagai syarat menghitung Nilai Pasar. Berdasarkan data yang diperoleh

                                                                                                  Halaman - 5
Page 79
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         dari S&P 500, Debt Equity Ratio atau DER untuk perusahaan sepadan adalah sebesar
         34,61%. Dengan demikian beta levered perusahaan pembanding harus di unlevered
         dengan DER tersebut, kemudian di-relevered lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak
         yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian perhitungan beta releverage dengan tarif
         pajak effective rate Indonesia, sebagai berikut:

         βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
         βL = 0,72 x (1 + (1-0,00%) x 34,61%) = 0,97

         Dengan demikian nilai dari beta re-levered adalah sebesar 0,97. Berdasarkan uraian di
         atas, maka biaya modal ekuitas adalah:

         Figur 23. Biaya Modal untuk Ekuitas PMP

                      Keterangan                      Persentase
          Tingkat Bunga Bebas Risiko                             7,08%
          Risk Premium                                           7,03%
          Levered Beta                                             0,97
          Country Default Spread                                 1,87%
          Spesific Risk                                          2,00%
          Biaya Modal untuk Ekuitas                             14,01%


         Penentuan Biaya Modal untuk Utang

         Karena perhitungan nilai pasar saham Perusahaan dilakukan dengan mendiskonto tingkat
         kembalian terhadap keseluruhan arus kas bersih untuk kapital (free cash flow to firm),
         maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata
         tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun yang
         berasal dari ekuitas.

         Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
         penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan
         biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan
         keseluruhan utang.

         Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga utang digunakan tingkat bunga pinjaman Kredit
         Investasi (KI) pasar dalam mata uang Rupiah pada tanggal penilaian yang berlaku yaitu
         8,92% dan Effective Rate . Berdasarkan biaya bunga dan tarif pajak tersebut maka
         diperoleh Biaya Hutang dalam perhitungan sebagai berikut:

         Wd = i x ((1-T))
         Wd = 8,92% x (1-0,00%) = 8,92%

         Penentuan Tingkat Diskonto

         Sesuai dengan penjelasan di atas, komposisi struktur permodalan perusahaan dengan
         data pasar adalah struktur utang sebesar 25,71% sedangkan sisanya yaitu sebesar


                                                                                             Halaman - 6
Page 80
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         74,29% dipenuhi dengan modal sendiri. Maka kami menghitung bahwa discount rate yang
         digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih perusahaan adalah sebagai berikut:

         Figur 24. WACC
                    Uraian                2025     2026     2027     2028     2029     2030     2031     2032     2033     2034     2035     2036     2037     2038     2039     2040     2041     2042
         Unleverage Beta                    0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72
         Leverage Beta Valuation Object     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97

         Cost Of Debt (Kd)
         Bank Interest Rate               8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%
         Tax                              0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%
         Cost Of Debt (Kd)                8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%

         Cost of Equity (Ke)
         Risk Free Rate (Rf)               7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%
         Risk Premium Market (Rpm)         7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%
         β (Beta)                           0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97
         CDS                               1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%
         Spesific Risk (SR)                2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%
         Cost of Equity (Ke)              14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%

         Wd                               25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%
         We                               74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%

         WACC                             12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%




         Penentuan Terminal Value

         Nilai terminal (terminal value) adalah estimasi nilai suatu bisnis atau aset setelah periode
         perkiraan, dengan asumsi bisnis tersebut terus beroperasi tanpa batas waktu. Konsep ini
         sangat penting dalam analisis arus kas yang didiskon (DCF) karena sering kali nilai
         terminal merupakan bagian terbesar dari total valuasi perusahaan.

         Salah satu cara menghitung nilai terminal adalah dengan Metode Pertumbuhan Perpetual
         (Gordon Growth Model) – Mengasumsikan bisnis akan tumbuh dengan laju konstan
         selamanya.

         Rumusnya:
                                                                                       𝐹𝐶𝐹 𝑛 × (1 + 𝑔)
                                                                       𝑇𝑉 =
                                                                                         𝑊𝐴𝐶𝐶 − 𝑔

         di mana:

         𝐹𝐶𝐹 𝑛 = Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) pada tahun terakhir perkiraan
         𝑔     = Tingkat pertumbuhan jangka panjang
         𝑊𝐴𝐶𝐶 = Biaya rata-rata tertimbang modal (Weighted Average Cost of Capital)

         PMP memproyeksikan Laporan Keuangan PMP dari 2025 s/d 2043 sesuai dengan siklus
         tanam Kelapa Sawit miliknya yang dituangkan dalam Business Plan PMP. Kemudian
         pertumbuhan periode kekal PMP kami tempatkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia
         yang di rilis oleh OECD dari tahun 2025 s/d 2060 dengan CAGR sebesar 3,78%, yang
         artinya siklus dan bisnis diasumsikan berulang dalam jangka Panjang mengikuti perkiraan
         pertumbuhan ekonomi yang di rilis oleh OECD.


5.2.5. Control Premium (“CP”) atau Discount for Lack of Control (“DLOC”)

         CP merupakan nilai tambah yang melekat dalam kepemilikan mayoritas yang
         mencerminkan adanya kekuatan kendali dalam saham mayoritas tersebut.

                                                                                                                                                                      Halaman - 7
Page 81
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri



         DLOC merupakan diskon yang diaplikasikan kepada suatu indikasi nilai ekuitas yang
         diperoleh dari aplikasi metode penilaian usaha yang menghasilkan nilai saham mayoritas,
         bila objek ekuitas yang dinilai bersifat minoritas.

         CP dan DLOC mencerminkan perubahan terhadap nilai dari penyertaan mayoritas atau
         pengurangan terhadap nilai dari penyertaan minoritas sebagai pengaruh dari ketiadaan
         pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau dibatasi
         pengendaliannya.

         Pengurangan ini diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
         kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari pemilik
         yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya keleluasaan dari pemilik
         yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat dengan:

          •     Menentukan arah perkembangan jangka panjang Objek Penilaian;
          •     Memilih pengurus inti Objek Penilaian;
          •     Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti;
          •     Menentukan kebijakan investasi;
          •     Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan;
          •     Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan;
          •     Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

         Berdasarkan POJK Nomor 35/POJK.04/2020:

         •    Dalam hal objek Penilaian adalah perusahaan terbuka, Premi Pengendalian
              (Premium for Control) atau Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control)
              yang dapat digunakan dalam Penilaian adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai
              dengan 35% (tiga puluh lima persen) dari indikasi Nilai; dan

         •    Dalam hal objek Penilaian adalah perusahaan tertutup, Premi Pengendalian
              (Premium for Control) atau Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control)
              yang dapat digunakan dalam Penilaian adalah antara 30% (tiga puluh persen) sampai
              dengan 70% (tujuh puluh persen) dari indikasi Nilai

         Penilai tidak memberikan DLOC pada Rekonsiliasi Nilai karena obyek penilaian adalah
         menilai saham mayoritas yang mempunyai kendali.


5.2.6. Discount for Lack of Marketability (“DLOM”)

         DLOM merupakan potongan yang diaplikasikan kepada suatu indikasi nilai ekuitas
         (business ownership interest) karena keterbatasan yang melekat pada ekuitas tersebut
         untuk diperjualbelikan di pasar. Sebagai referensi, berdasarkan POJK Nomor
         35/POJK.04/2020 menyatakan diskon likuiditas pasar (discount for lack of marketabilities)
         adalah suatu jumlah atau persentasi tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
         ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas Objek Penilaian.


                                                                                             Halaman - 8
Page 82
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


         Besaran DLOM yang dijelaskan dalam POJK Nomor 35/POJK.04/2020, Objek Penilaian
         bukan merupakan perusahaan terbuka adalah:

           a.   Diskon likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
                mayoritas adalah antara 20% sampai dengan 40% dari nilai indikasi.
           b. Diskon likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
                minoritas adalah antara 30% sampai dengan 50% dari nilai indikasi.
         Berdasarkan buku dari Shannon P. Prat yang berjudul “Business Valuation Discounts and
         Premiums” bab 5 mengenai “Discounts for Lack of Marketability for Minority Interests:
         Concept and Evidence”, dijelaskan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi sejauh
         mana marketability dari kepentingan kepemilikan bisnis tertentu yang tidak
         diperdagangkan secara aktif mungkin berbeda dari daya jual yang ditemukan di pasar
         sekuritas yang aktif diperdagangkan secara bebas. Berikut beberapa faktor yang
         dipertimbangkan:

         a) Put rights
         b) Dividends or distributions
         c) Size of potential market of buyers
         d) Prospects for going public or being acquired
         e) Restrictive transfer strenght of company
         f) Size of interest in qestion relative to total shares outstanding.

         Selanjutnya diklasifikasi menjadi sebagai berikut:

           a) Size of distribution: Semakin tinggi (dan yang lebih pasti) penerimannya, maka
              semakin rendah DLOM yang diaplikasikan.
           b) Prospect for liquidity (probable length of holding period): sebagai perusahaan tertutup
              maka saham Perseroan kurang memiliki prospek untuk dicairkan dalam suatu
              kerangka waktu tertentu. Semakin pendek periode holding yang diharapkan, dan lebih
              pasti transaksi prospektif, maka semakin rendah DLOM.
           c) Pool of Potential Buyers: Semakin besar lingkup pembeli yang potensial, maka
              semakin rendah DLOM-nya, begitupun sebaliknya.
           d) Strength of the Ultimate Trading Market: Semakin likuid restricted stock yang
              diperdagangkan di pasar, maka semakin rendah DLOM, begitupun sebaliknya.
           e) Risk Factors
              • Level and Volatility of Issuer’s Earning: Tingginya tingkat pendapatan dan
                 stabilitas pendapatan adalah faktor yang terkait dengan DLOM yang lebih rendah,
                 sementara kerugian dan/atau volatilitas pendapatan tinggi terkait dengan diskon
                 yang lebih tinggi.
              • Growth prospects (affecting the eventual potential sales price, that is, terminal
                 value).

         Berikut pertimbangan Penilai dalam mementukan DLOM berdasarkan faktor-faktor di atas:

          a) Size of distribution: PMP merupakan perusahaan yang pasarnya tidak bersifat captive
             market, melainkan bersaing secara terbuka di pasar umum. Secara historis, PMP
             memasarkan produk-produknya kepada berbagai pihak di dalam negeri maupun luar



                                                                                             Halaman - 9
Page 83
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


               negeri, sehingga jangkauan distribusinya bersifat luas dan tergantung pada
               permintaan pasar, bukan kontrak eksklusif jangka panjang.
          b)   Prospect for liquidity (probable length of holding period): PMP merupakan perusahaan
               tertutup, sehingga likuiditas sahamnya jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan
               terbuka. Saham PMP tidak diperdagangkan di bursa efek, yang menyebabkan proses
               peralihan kepemilikan saham memerlukan waktu yang relatif lama serta proses yang
               kompleks, seperti negosiasi antar pihak, pelaksanaan due diligence, dan persetujuan
               dari pemegang saham lainnya. Akibatnya, investor harus mempertimbangkan jangka
               waktu kepemilikan yang lebih panjang karena keterbatasan dalam menjual kembali
               saham dalam waktu singkat.
          c)   Pool of Potential Buyers: PMP bergerak di bidang pertanian/perkebunan kelapa sawit,
               yang termasuk dalam sektor perkebunan dan agribisnis. Calon pembeli potensial
               untuk saham PMP biasanya berasal dari investor strategis yang memiliki minat dalam
               industri kelapa sawit, perusahaan sejenis yang ingin melakukan ekspansi, private
               equity, maupun investor institusi yang fokus pada sektor komoditas atau agrikultur.
               Karena sifat bisnisnya yang spesifik, pool of potential buyers untuk saham PMP
               tergolong terbatas dibandingkan perusahaan dari sektor umum lainnya.
          d)   Strength of the Ultimate Trading Market: Karena PMP merupakan perusahaan
               tertutup dan tidak terdaftar di bursa efek, maka sahamnya tidak memiliki akses
               terhadap pasar perdagangan sekunder yang aktif. Tidak adanya platform publik untuk
               memperdagangkan saham membuat pasar transaksional saham PMP bersifat
               bilateral dan terbatas. Kekuatan pasar akhirnya untuk saham PMP tergolong lemah
               karena terbatasnya transparansi, likuiditas, dan partisipasi investor publik.
          e)   Risk Factors: Sebagai perusahaan yang telah beroperasi dan membukukan
               pendapatan, PMP memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan perusahaan
               baru atau belum beroperasi. Namun demikian, sebagai perusahaan di sektor
               perkebunan kelapa sawit, PMP tetap menghadapi sejumlah risiko yang perlu
               diperhatikan, antara lain: risiko harga komoditas (CPO), risiko lingkungan dan
               keberlanjutan (terkait regulasi dan tekanan ESG), risiko tenaga kerja dan konflik
               lahan, serta risiko operasional seperti gangguan cuaca dan logistik. Risiko-risiko
               tersebut harus menjadi perhatian dalam menilai kelayakan investasi di PMP.

         Dikarenakan PMP sudah mengkonfirmasi calon pembeli yang hendak membeli sebanyak
         66% ekuitas PMP milik ANJA, maka dengan mempertimbangkan kondisi di atas, maka
         kewajaran penggunaan DLOM oleh Penilai saat Penilaian ini adalah sebesar 30%.

5.2.7. Nilai Pasar 65,99% Ekuitas PMP milik ANJT dengan Metode DCF

         Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan metode DCF, berikut adalah Nilai Pasar
         65,99% Ekuitas PMP:

         Figur 25. Nilai Pasar 65,99% Ekuitas PMP dengan Metode DCF
                                         Keterangan                                           Nilai
          Indikasi Nilai Eksplisit                                                       760.359.708.759
          Indikasi Nilai Perpetuity                                                        2.172.111.253
          Indikasi Nilai (100,00%) Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa                   762.531.820.012
          (+) Kas                                                             Rp          27.073.273.000
          Utang Struktur Modal :
          (-) Utang dan Pinjaman                                             Rp        (780.605.584.000)


                                                                                               Halaman - 10
Page 84
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                                          Keterangan                                              Nilai
          (-) Kewajiban imbalan pasca kerja                                  Rp              (8.468.796.000)
          Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas PT Putera Manunggal                                  530.713.012
                                                                              Rp
          Perkasa
          Indikasi Nilai Pasar 66% Ekuitas PT Putera Manunggal                                  350.270.588
                                                                              Rp
          Perkasa milik ANJA

         Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai ekuitas PMP dengan metode
         DCF, maka kami berpendapat bahwa Indikasi Nilai Pasar 66% Ekuitas PMP milik ANJA
         per 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp350.270.588,- (tiga ratus lima puluh juta dua ratus
         tujuh puluh ribu lima ratus delapan puluh delapan rupiah).




                                                                                                  Halaman - 11
Page 85
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri



5.3.     Pendekatan Aset dengan Metode Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method)

5.3.1. Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earnings Method)

         Pendapatan dalam metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah hasil dari
         produktivitas aktiva berwujud maupun tidak berwujud yang digunakan oleh perusahaan.
         Setiap kelebihan pengembalian yang diperoleh di atas pengembalian normal atas aset
         berwujud, dihitung sebagai pengembalian dari aset tak berwujud secara kolektif.

         Pendapatan yang digunakan oleh perusahaan tersebut merupakan hasil dari produktivitas
         aktiva berwujud maupun tidak berwujud. Setiap kelebihan pengembalian (excess return
         atau earning) yang diperoleh di atas pengembalian normal (normal return) atas aset
         berwujud, dihitung sebagai pengembalian dari aset tak berwujud secara kolektif.

         Sebelum melakukan perhitungan tingkat imbal hasil nilai aset berwujud bersih, terlebih
         dahulu dilakukan penyesuaian nilai aset berupa bangunan, mesin, dan peralatan kantor
         dilakukan menjadi nilai pasar. Nilai pasar yang dijadikan acuan dalam penyesuaian ini
         adalah nilai pasar yang dihasilkan dari penilaian properti yang dilakukan oleh KJPP Ruddy
         Barus Yenny dan Rekan dengan Penilai Publik Robintang Tua Simarmata, S.T., M.T.,
         MAPPI (Cert.) dengan Nomor Ijin Penilaian Penilai Publik P-1.21.00593 dan nomor MAPPI
         13-S-04431 atas nilai aset tetap yang berlokasi di Kabupaten Sorong Selatan dan
         Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya dengan nomor Laporan No.
         00418/2.0144-02/PI/01/0593/1/IX/2025, tanggal 19 September 2025 dihasilkan nilai Pasar
         atas aset tersebut adalah sebesar Rp640.881.000.000,-.

         Figur 26, Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan 31 Juli 2025

                                                          2025                                        2025
                          Uraian                        31Juli25            Penyesuaian              31Juli25
                                                         Before                                       After
          Aset
          Aset Lancar
          Kas dan setara kas                           27.073.273.000                               27.073.273.000
          Piutang usaha dan piutang lain-lain         102.241.797.000                              102.241.797.000
          Persediaan                                  131.816.039.000                              131.816.039.000
          Pajak                                        28.739.521.000                               28.739.521.000
          Biaya dibayar dimuka dengan uang
                                                        3.003.914.000                                3.003.914.000
          muka
          Jumlah Aset Lancar                          292.874.544.000                        -     292.874.544.000
          Aset Tidak Lancar
          Tanamanan Produktif                       1.044.267.129.000     (748.600.399.000)        295.666.730.000
          Aset tetap                                  557.028.096.000     (211.813.636.000)        345.214.460.000
          Aset hak-guna                                   294.187.000                                  294.187.000
          Aset tak berwujud                                64.814.000                                   64.814.000
          Piutang lain-lain                                         -                                            -
          Uang muka                                                 -                                            -


                                                                                                 Halaman - 12
Page 86
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


                                                          2025                                        2025
                         Uraian                         31Juli25            Penyesuaian              31Juli25
                                                         Before                                       After
          Aset pajak tangguhan                         46.474.981.000                               46.474.981.000
          Uang muka proyek perkebunan plasma           27.930.116.000                               27.930.116.000
          Piutang plasma                              162.693.506.000                              162.693.506.000
          Jumlah Aset Tidak Lancar                  1.838.752.829.000     (960.414.035.000)        878.338.794.000
          Jumlah Aset                               2.131.627.373.000     (960.414.035.000)      1.171.213.338.000
          Liabilitas dan Ekuitas
          Liabilitas
          Liabilitas Jangka Pendek
          Utang pajak                                     181.473.000                                  181.473.000
          Utang usaha dan utang lain-lain              92.185.145.000                               92.185.145.000
          Biaya masih harus dibayar                     5.601.962.000                                5.601.962.000
          Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam
                                                           64.584.000                                  64.584.000
          satu
          Liabilitas kontrak                                        -                                            -
          Utang dan pinjaman                          780.605.584.000                              780.605.584.000
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             878.638.748.000                        -     878.638.748.000
          Liabilitas Jangka Panjang
          Utang dan pinjaman                                        -                                            -
          Liabilitas sewa                                 106.731.000                                  106.731.000
          Liabilitas pajak tangguhan                                -                                            -
          Kewajiban imbalan pasca kerja                 8.468.796.000                                8.468.796.000
          Jumlah Liabilitas Jangka panjang              8.575.527.000                        -       8.575.527.000
          Jumlah Liabilitas                           887.214.275.000                        -     887.214.275.000
          Ekuitas
          Modal saham                               1.952.371.000.000                            1.952.371.000.000
          Tambahan modal disetor                          923.178.000                                  923.178.000
          Uang muka setoran modal                     129.950.436.000                              129.950.436.000
          Akumulasi defisit                         (838.831.516.000)                            (838.831.516.000)
          Penyesuaian                                                     (960.414.035.000)      (960.414.035.000)
          Jumlah Ekuitas                            1.244.413.098.000     (960.414.035.000)        283.999.063.000
          Jumlah Liabilitas dan Ekuitas             2.131.627.373.000     (960.414.035.000)      1.171.213.338.000


         Penentuan Tingkat Imbal Balik untuk Nilai Aset Berwujud Bersih (NABB). Tingkat imbal
         balik wajar atas Nilai Aset Berwujud Bersih (NABB) harus ditentukan berdasarkan risiko
         yang melekat pada aset tersebut. Penentuan ini merefleksikan tingkat pengembalian rata-
         rata tertimbang (weighted average return) antara biaya ekuitas dan biaya utang, yang
         relevan dengan kemampuan entitas dalam memperoleh pembiayaan.




                                                                                                 Halaman - 13
Page 87
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri



         Figur 27. Penentuan Tingkat Imbal Balik Aset Berwujud Bersih
                 Uraian                  Nilai Pasar        Bobot Leverage               Tertimbang
          Piutang Usaha                  106.569.766.000                38%                   38.851.882.860
          Persediaan                     133.395.155.000                  50%                    65.908.019.500
          Aset Tetap                     640.881.190.000                  60%                   384.528.714.000
          Jumlah                         880.846.111.000                                        489.288.616.360


          Ke                                     14,01%                44,08%                              6,18%
          Kd                                      8,92%                55,92%                              4,99%
                                                                                                      11,16%
          Nilai Aset                                                                         283.999.063.000
          Berwujud Bersih
          (Ekuitas)
          WACC                                                                                            11,16%
          Balikan Aset                                                                        31.705.642.962
          Berwujud Bersih

         Maka diketahui Nilai Aset Berwujud Bersih sebesar Rp. 283.999.063.000,-- .Kemudian
         Arus Kas untuk memperoleh aktiva tak berwujud mengacu pada proyeksi Arus Kas tiap
         periode dikurangi Tingkat balikan aset berwujud bersih tiap periode kemudian di present
         value kan.

5.3.2. Nilai Ekuitas Perseroan Berdasarkan Pendekatan Aset

         Perhitungan nilai saham Perseroan dilakukan menggunakan metode Pendekatan
         Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method / EEM). Metode ini mempertimbangkan
         nilai aset berwujud bersih dimana nilai asetnya sudah disesuaikan dengan Nilai Pasar,
         arus kas bersih atas aktiva tak berwujud dihitung, serta tingkat diskonto yang sesuai.

         Figur 28. Hasil Penilaian Berdasarkan Pendekatan Aset
                                   Uraian                                            Nilai
          Indikasi Nilai Aset Takberwujud                                           505.117.313.787
          Indikasi Nilai Aset Berwujud                                               283.999.063.000

          Nilai Kapital                                                             789.116.376.787
          Utang dalam Struktur Kapital per 31/05/2025                              (789.074.380.000)
          Indikasi Nilai 100,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa                         41.996.787
          Indikasi Nilai 66% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
                                                                                             27.717.879
          milik ANJA

         Hasil dari perhitungan tersebut menunjukkan nilai ekuitas Perseroan yang diperoleh
         melalui pendekatan aset menggunakan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah
         sebesar Rp27.717.879,- (dua puluh tujuh juta tujuh ratus tujuh belas ribu delapan
         ratus tujuh puluh sembilan rupiah).



                                                                                                  Halaman - 14
Page 88
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa Milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri


5.4.     Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan kesimpulan nilai yang mewakili kedua pendekatan penilaian yang
         digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan memberikan bobot sebesar 80,00% pada
         Pendekatan Pendapatan dengan metode DCF - Free Cash Flow to Firm (FCFF) dan bobot
         sebesar 20,00% pada Pendekatan Aset dengan metode EEM -Excess Earning Method.
         Pembobotan dilakukan berdasarkan analisis dan tingkat keyakinan atas kesesuaian data
         dan informasi yang dijadikan sebagai masukan pada masing-masing pendekatan yang
         digunakan. Bobot 80,00% pada Metode DCF karena kami mempunyai keyakinan yang
         jauh lebih kuat daripada metode EEM untuk Penilaian ini. DCF sangat relevan bagi
         investor yang berfokus pada potensi jangka panjang suatu aset daripada pergerakan
         harga saham atau tren pasar sementara. Berbeda dengan metode lain yang mungkin lebih
         bergantung pada harga pasar atau transaksi sebelumnya, DCF lebih independen karena
         menilai bisnis berdasarkan kinerja keuangan dan proyeksi arus kasnya sendiri. Meskipun
         begitu, DCF memiliki tantangan tersendiri, seperti kepekaan terhadap asumsi
         pertumbuhan dan tingkat diskonto yang digunakan.

         Figur 29. Rekonsiliasi Nilai
                                                                                             Nilai Setelah
             Pendekatan                  Metode                    Nilai         Bobot
                                                                                                Bobot
          Pendapatan           Discounted Cash Flow             350.270.588        80%          280.216.470
                               Asset Based Value - Excess
          Aset                                                   27.717.879        20%            5.543.576
                               earnings
          Indikasi Nilai 66% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri milik ANJA                       285.760.046
          DLOM                                                                   30%           (85.728.014)
          Nilai 66% Ekuitas PT Permata Putera Mandiri milik ANJA                                200.032.032


         Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai ekuitas PMP dengan
         menggunakan Pendekatan Pendapatan dengan Metode DCF dan Pendekatan Aset
         dengan Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan, maka Nilai Pasar 65,99% Ekuitas
         PMP milik ANJT per tanggal 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp200.032.032,- (dua ratus juta
         tiga puluh dua ribu tiga puluh dua rupiah).


5.5.     Kesimpulan Nilai

         Berdasarkan hasil kajian dalam rangka menentukan nilai ekuitas PMP dengan
         menggunakan Pendekatan Pendapatan metode DCF dan Pendekatan Aset Metode EEM,
         maka kami berpendapat bahwa Nilai Pasar Ekuitas 66% Ekuitas PT Putera Manunggal
         Perkasa (“PMP” atau “Perusahaan”) milik langsung PT Austindo Nusantara Jaya Agri
         (“ANJA”) per 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp200.032.032,- (dua ratus juta tiga puluh
         dua ribu tiga puluh dua rupiah).




                                                                                                Halaman - 15
Page 89
APPENDIX                                          : Lampiran 01
PROJECT                                           : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                                             : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                                          : Asumsi

                                                                         2024               2025                   2025               2026              2027               2028               2029               2030               2031               2032               2033               2034               2035               2036               2037               2038               2039               2040               2041              2042
                                Uraian                                 31Des24             31Ju25                31Des25            31Des26           31Des27            31Des28            31Des29            31Des30            31Des31            31Des32            31Des33            31Des34            31Des35            31Des36            31Des37            31Des38            31Des39            31Des40            31Des41           31Des42
                                                                        Actual             Actual                Forecast           Forecast          Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast          Forecast

Asumsi Umum
Jumlah Hari dalam setahun                                                                            210                 150                360                360               360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360                360
Kenaikan gaji                                                                                       6,5%                6,5%               6,5%               6,5%              6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%               6,5%
Kenaikan biaya Lain (Inflasi)                                                                       0,8%               0,83%              0,83%              0,83%             0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%
Pajak                                                                                                22%                 22%                22%                22%               22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%                22%

Asumsi Produksi TBS

Luas Area Panen
     Tahun Tanam 2015                                                                                                  1.334              1.334              1.334             1.334              1.334              1.334              1.334              1.334              1.334               1.334             1.334              1.334              1.334              1.334              1.334                -                  -                    -
     Tahun Tanam 2016                                                                                                  1.871              1.871              1.871             1.871              1.871              1.871              1.871              1.871              1.871               1.871             1.871              1.871              1.871              1.871              1.871              1.871                -                    -
     Tahun Tanam 2017                                                                                                    879                879                879               879                879                879                879                879                879                 879               879                879                879                879                879                879                879                  -
     Tahun Tanam 2018                                                                                                    694                694                694               694                694                694                694                694                694                 694               694                694                694                694                694                694                694                  694
Jumlah                                                                                                                 4.779              4.779              4.779             4.779              4.779              4.779              4.779              4.779              4.779               4.779             4.779              4.779              4.779              4.779              4.779              3.445              1.574                  694

Produksi TBS PMP
     Tahun Tanam 2015                         Kg/Tahun                                                            11.504.063         28.561.813         28.561.813        28.085.782         27.133.722         25.705.631         24.753.571         23.801.510         22.849.450          21.897.390        20.945.329         19.993.269         19.041.208         18.565.178         18.565.178                -                  -                   -
     Tahun Tanam 2016                         Kg/Tahun                                                            15.724.462         39.086.519         40.434.331        40.434.331         39.760.425         38.412.614         36.390.897         35.043.086         33.695.275          32.347.464        30.999.653         29.651.842         28.304.031         26.956.220         26.282.315         26.282.315                -                   -
     Tahun Tanam 2017                         Kg/Tahun                                                             6.391.598         15.907.978         16.476.120        17.044.262         17.044.262         16.760.191         16.192.049         15.339.835         14.771.693          14.203.551        13.635.409         13.067.267         12.499.125         11.930.983         11.362.841         11.078.770         11.078.770                 -
     Tahun Tanam 2018                         Kg/Tahun                                                             4.659.722         11.613.462         12.043.590        12.473.719         12.903.847         12.903.847         12.688.783         12.258.655         11.613.462          11.183.334        10.753.206         10.323.077          9.892.949          9.462.821          9.032.693          8.602.565          8.387.500           8.387.500
Jumlah (inti & Plasma)                                                                               -            38.279.846         95.169.772         97.515.853        98.038.093         96.842.255         93.782.283         90.025.300         86.443.087         82.929.881          79.631.739        76.333.598         73.035.456         69.737.314         66.915.203         65.243.027         45.963.649         19.466.271           8.387.500

Inti                                                     80,34%                                                   30.752.509         76.463.907         78.390.509        78.968.160         78.147.997         75.797.503         72.849.350         69.921.205         67.061.932          64.404.046        61.746.160         59.088.274         56.430.388         54.138.144         52.703.197         37.770.133         18.394.209           7.854.115
Plasma                                                   19,66%                                                    7.527.337         18.705.865         19.125.344        19.069.933         18.694.258         17.984.779         17.175.949         16.521.881         15.867.949          15.227.693        14.587.437         13.947.182         13.306.926         12.777.058         12.539.830          8.193.517          1.072.062             533.385


Produksi TBS PPM
Tahun Tanam 2015                              Kg/Tahun                                                            10.339.315         25.670.024         25.670.024        25.242.190         24.386.522         23.103.021         22.247.354         21.391.686         20.536.019          19.680.351        18.824.684         17.969.017         17.113.349         16.685.515         16.685.515                -                  -                  -
Tahun Tanam 2016                              Kg/Tahun                                                             6.555.437         16.294.942         16.856.837        16.856.837         16.575.889         16.013.995         15.171.153         14.609.258         14.047.364          13.485.469        12.923.575         12.361.680         11.799.786         11.237.891         10.956.944         10.956.944                -                  -
Tahun Tanam 2017                              Kg/Tahun                                                             4.266.025         10.617.662         10.996.864        11.376.066         11.376.066         11.186.465         10.807.263         10.238.460          9.859.257           9.480.055         9.100.853          8.721.651          8.342.449          7.963.246          7.584.044          7.394.443          7.394.443                -
Tahun Tanam 2018                              Kg/Tahun                                                            10.062.904         25.079.853         26.008.737        26.937.620         27.866.504         27.866.504         27.402.062         26.473.179         25.079.853          24.150.970        23.222.087         22.293.203         21.364.320         20.435.436         19.506.553         18.577.669         18.113.228         18.113.228
Jumlah (inti & Plasma)                        Kg/Tahun                                                            31.223.681         77.662.481         79.532.461        80.412.713         80.204.982         78.169.985         75.627.832         72.712.583         69.522.494          66.796.846        64.071.198         61.345.551         58.619.903         56.322.089         54.733.056         36.929.056         25.507.671         18.113.228

Harga
Kenaikan harga                                %/Tahun
Harga Plasma                                  Rp.Kg                                                                    2.210              2.259              2.295             2.339              2.374              2.374              2.374              2.374              2.374               2.374             2.374              2.374              2.374              2.374              2.374              2.374              2.374              2.374

Asumsi Pabrik Kelapa Sawit

TBS dari PMP                                  Kg/Tahun                                                            38.279.846         95.169.772         97.515.853        98.038.093         96.842.255         93.782.283         90.025.300         86.443.087         82.929.881         79.631.739         76.333.598         73.035.456         69.737.314         66.915.203         65.243.027         45.963.649         19.466.271          8.387.500
TBS dari PPM                                  Kg/Tahun                                                            31.223.681         77.662.481         79.532.461        80.412.713         80.204.982         78.169.985         75.627.832         72.712.583         69.522.494         66.796.846         64.071.198         61.345.551         58.619.903         56.322.089         54.733.056         36.929.056         25.507.671         18.113.228
Total TBS                                     Kg/Tahun                                      56.903.000            69.503.526        172.832.253        177.048.314       178.450.806        177.047.237        171.952.268        165.653.132        159.155.670        152.452.375        146.428.585        140.404.796        134.381.007        128.357.217        123.237.292        119.976.083         82.892.706         44.973.941         26.500.728

Rendemen CPO (Minyak Sawit)                                                                        20%                   20%                20%                20%               20%                20%                20%                20%                20%                20%                 20%               20%                20%                20%                20%                20%                20%                 20%                20%
Minyak Sawit (CPO)                            Kg/Tahun                                      11.380.600            13.900.705         34.566.451         35.409.663        35.690.161         35.409.447         34.390.454         33.130.626         31.831.134         30.490.475          29.285.717        28.080.959         26.876.201         25.671.443         24.647.458         23.995.217         16.578.541           8.994.788          5.300.146

Rendemen PK (Minyak Inti Sawit)                                                                     3%                     3%                 3%                 3%                3%                 3%                 3%                 3%                 3%                 3%                 3%                 3%                 3%                 3%                 3%                 3%                 3%                 3%                3%
Minyak Inti Sawit (PK)                        Kg/Tahun                                       1.678.639              2.050.354          5.098.551          5.222.925         5.264.299          5.222.894          5.072.592          4.886.767          4.695.092          4.497.345          4.319.643          4.141.941          3.964.240          3.786.538          3.635.500          3.539.294          2.445.335          1.326.731           781.771

Rendemen CPKO (Minyak Inti Sawit)                                                                  31%                   31%                 31%                31%               31%                31%                31%                31%                31%                31%                31%                31%                31%                31%                31%                31%               31%                31%                31%
Minyak Inti Sawit (CPKO)                      Kg/Tahun                                      17.559.033               632.695           1.573.303          1.611.682         1.624.449          1.611.672          1.565.292          1.507.951          1.448.804          1.387.783          1.332.948          1.278.113          1.223.278          1.168.444          1.121.837          1.092.150           754.577            409.401            241.238

Pabrik PKS (45 ton/H, 18H/Day, 360/year)
Kapasitas                                     Kg/Tahun                                                           121.500.000        291.600.000        291.600.000       291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000        291.600.000
Utilitas                                                                                                               57,2%              59,3%              60,7%             61,2%              60,7%              59,0%              56,8%              54,6%              52,3%              50,2%              48,1%              46,1%              44,0%              42,3%              41,1%              28,4%              15,4%               9,1%

Harga
Kenaikan harga                                %/Tahun
     Minyak Sawit (CPO)                       Rp/Kg                                                                   13.435             13.435             13.435            13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435             13.435
     Minyak Inti Sawit (PK)                   Rp/Kg                                                                   17.466             17.466             17.466            17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466             17.466

Asumsi Biaya Langsung
Kenaikan harga                                                                                                          0,83%              0,83%              0,83%             0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%              0,83%
Biaya panen dan transportasi TBS                                     27.020.989.000     15.455.841.000         18.183.859.604     41.821.897.760     38.588.086.793    34.013.383.358     29.452.605.344     28.566.745.597     27.455.638.546     26.352.072.312     25.274.462.439     24.272.751.997     23.271.041.555     22.269.331.113     21.267.620.671     20.403.714.188     19.862.907.702     14.234.898.680      6.932.453.685      2.960.077.804
Biaya perawatan tanaman menghasilkan                                 27.982.087.000     18.895.533.000         13.496.809.286     32.392.342.286     31.906.457.151    31.427.860.294     30.956.442.390     30.956.442.390     30.956.442.390     30.956.442.390     30.956.442.390     30.956.442.390     30.956.442.390     30.956.442.390     30.956.442.390     30.956.442.390     30.956.442.390     22.314.875.539     10.194.798.331      4.497.607.972
Biaya tansportasi - CPO dan PK                                                                                 10.246.047.082     25.478.525.921     26.100.047.837    26.306.799.925     26.099.889.075     25.348.800.602     24.420.196.676     23.462.356.115     22.474.172.029     21.586.159.104     20.698.146.179     19.810.133.254     18.922.120.329     18.167.352.909     17.686.593.155     12.219.848.521      6.629.953.061      3.906.675.253
Biaya pengolahan                                                     12.936.516.852     13.720.455.454         26.813.912.460     63.343.454.339     61.644.218.895    59.025.908.151     58.561.651.729     56.876.396.231     54.792.840.260     52.643.684.561     50.426.445.549     48.433.965.677     46.441.485.805     44.449.005.933     42.456.526.061     40.763.015.921     39.684.310.750     27.418.297.113     14.875.963.687      8.765.606.432
Biaya tak langsung                                                   27.591.418.148     29.263.427.546         21.499.226.276     50.762.653.822     44.417.322.094    39.975.589.885     35.978.030.896     35.978.030.896     35.978.030.896     35.978.030.896     35.978.030.896     35.978.030.896     35.978.030.896     35.978.030.896     35.978.030.896     35.978.030.896     35.978.030.896     25.934.675.292     11.848.543.987      5.227.185.881
Penyusutan tanaman menghasilkan                                      52.174.653.000     38.865.720.000         38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000    38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000     38.865.720.000
Penyusutan aset tetap                                                 5.197.003.000     19.221.198.000         19.221.199.324     19.154.531.310     18.949.988.467    18.926.357.005     18.926.357.005     18.926.357.005     18.926.357.005     18.926.357.005     17.976.765.815     17.418.550.743     17.418.550.743     17.418.550.743     17.418.550.743     17.418.550.743     17.418.550.743     17.418.550.743     17.418.550.743      9.985.240.198
Pembelian tandan buah segar                                          72.842.298.000     91.647.275.000         69.017.324.356    175.440.789.831    182.528.924.048   188.101.902.917    190.397.703.784    185.566.847.688    179.532.058.757    172.611.582.488    165.038.665.144    158.568.280.799    152.097.896.453    145.627.512.107    139.157.127.761    133.702.373.085    129.930.185.660     87.665.470.636     60.552.371.938     42.998.786.898
Rugi penurunan nilai persediaan                                      (2.100.141.000)    (6.206.794.000)
                                                                    223.644.824.000    220.862.656.000        217.344.098.387    447.259.915.270    443.000.765.285   436.643.521.535    429.238.400.222    421.085.340.408    410.927.284.530    399.796.245.766    386.990.704.263    376.079.901.606    365.727.314.021    355.374.726.437    345.022.138.852    336.255.200.131    330.382.741.295    246.072.336.523    167.318.355.431    117.206.900.437

Asumsi Tidak Biaya Langsung

Beban Umum dan Administrasi
     Biaya dan denda pajak                                               50.902.000         10.313.000             10.313.000         10.313.000         10.313.000        10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000         10.313.000
     Jasa Profesional                                                 1.402.962.000      1.204.836.000          1.686.770.400      2.915.693.481      2.939.981.208     2.964.471.251      2.989.165.297      3.014.065.044      3.039.172.206      3.064.488.510      3.090.015.700      3.115.755.530      3.141.709.774      3.167.880.216      3.194.268.658      3.220.876.916      3.247.706.821      3.274.760.219      3.302.038.972      3.329.544.956
     Gaji, tunjangan dan imbalan kerja lainnya                        2.875.195.000      1.513.676.000          2.119.146.400      3.261.118.049      3.473.090.722     3.698.841.619      3.939.266.324      4.195.318.635      4.468.014.347      4.758.435.279      5.067.733.572      5.397.136.254      5.747.950.111      6.121.566.868      6.519.468.715      6.943.234.181      7.394.544.403      7.875.189.789      8.387.077.125      8.932.237.138
     Amortisasi aset hak guna                                            75.714.000         80.160.000             80.160.000         80.160.000         80.160.000        53.707.000                -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
     Pelatihan, pendidikan, dan pertemuan                                44.779.000         32.500.000             45.500.000         78.649.740         79.304.892        79.965.502         80.631.615         81.303.276         81.980.532         82.663.430         83.352.017         84.046.339         84.746.445         85.452.383         86.164.201         86.881.949         87.605.676         88.335.431         89.071.265         89.813.229
     Asuransi                                                           301.588.000        302.657.000            423.719.800        732.427.519        738.528.640       744.680.584        750.883.773        757.138.635        763.445.599        769.805.101        776.217.578        782.683.470        789.203.224        795.777.286        802.406.111        809.090.154        815.829.875        822.625.738        829.478.210        836.387.764
     Perjalanan dan akomodasi                                         1.585.160.000        702.547.000            983.565.800      1.688.952.750      1.703.021.726     1.717.207.897      1.731.512.239      1.745.935.736      1.760.479.381      1.775.144.174      1.789.931.125      1.804.841.251      1.819.875.579      1.835.035.142      1.850.320.985      1.865.734.159      1.881.275.725      1.896.946.751      1.912.748.318      1.928.681.511
     Persediaan kantor, komunikasi dan utilitas                       1.113.401.000      1.316.466.000          1.843.052.400      3.185.837.188      3.212.375.212     3.239.134.298      3.266.116.286      3.293.323.035      3.320.756.416      3.348.418.317      3.376.310.641      3.404.435.309      3.432.794.255      3.461.389.431      3.490.222.805      3.519.296.361      3.548.612.100      3.578.172.039      3.607.978.212      3.638.032.670
     Penyusutan aset tetap                                               14.771.000          8.594.000              8.594.001          8.594.001          8.594.001         8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001          8.594.001
     Beban sosial                                                                                                         -                  -                  -                 -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
     Perbaikan dan pemeliharaan                                          61.315.000          6.083.000              8.516.200        115.957.950        116.923.880       117.897.856        118.879.945        119.870.215        120.868.734        121.875.570        122.890.794        123.914.474        124.946.682        125.987.487        127.036.963        128.095.181        129.162.214        130.238.135        131.323.019        132.416.940
     Sewa                                                               138.210.000        137.969.000            193.156.600        333.883.876        336.665.129       339.469.549        342.297.331        345.148.668        348.023.756        350.922.794        353.845.981        356.793.518        359.765.608        362.762.455        365.784.267        368.831.249        371.903.614        375.001.571        378.125.334        381.275.118
     Lain-lain                                                           24.526.000         31.204.000             43.685.600        252.082.500        254.182.347       256.299.686        258.434.663        260.587.423        262.758.117        264.946.892        267.153.899        269.379.291        271.623.221        273.885.842        276.167.311        278.467.785        280.787.422        283.126.381        285.484.824        287.862.912
                                                                      7.688.523.000      5.347.005.000          7.446.180.201     12.663.670.054     12.953.140.757    13.230.582.243     13.496.094.473     13.831.597.667     14.184.406.087     14.555.607.068     14.946.358.307     15.357.892.438     15.791.521.898     16.248.644.113     16.730.747.017     17.239.414.937     17.776.334.849     18.343.303.054     18.942.232.279     19.575.159.239

Asumsi Lainnya

Rasio Perputaran Persediaan (hari)                                                                       34                 34                 34                34                 34                 34                 34                 34                 34                 34                 34                 34                 34                 34                 34                 34                 34                 34                34
Rasio Perputaran Piutang Usaha (hari)                                                                     4                  4                  4                 4                  4                  4                  4                  4                  4                  4                  4                  4                  4                  4                  4                  4                  4                  4                 4
Rasio Perputaran Utang Usaha (hari)                                                                      34                 60                 60                60                 60                 60                 60                 60                 60                 60                 60                 60                 60                 60                 60                 60                 60                 60                60
Page 90
APPENDIX                                          : Lampiran 02
PROJECT                                           : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                                             : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                                          : Asumsi Perhitungan Proyeksi

                                                        2025                 2025                2026                 2027                2028                2029                2030                2031                2032                2033                2034                2035                2036                2037                2038                2039                2040                2041                2042
                                                       31Ju25              31Des25             31Des26              31Des27             31Des28             31Des29             31Des30             31Des31             31Des32             31Des33             31Des34             31Des35             31Des36             31Des37             31Des38             31Des39             31Des40             31Des41             31Des42
                                                       Actual              Forecast            Forecast             Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast

Pendapatan

Pendapatan
CPO                                                 105.913.632.000      186.761.952.762    464.415.126.788      475.744.046.690     479.512.663.352     475.741.152.829     462.050.531.582     445.124.210.511     427.664.972.602     409.652.641.798     393.466.201.639     377.279.761.480     361.093.321.321     344.906.881.162     331.149.201.132     322.386.052.785     222.739.828.743     120.848.847.411      71.209.735.146
CPKO                                                            -         11.050.685.299     27.479.394.697       28.149.725.708      28.372.714.364      28.149.554.479      27.339.481.845      26.337.953.190      25.304.891.901      24.239.104.162      23.281.354.183      22.323.604.205      21.365.854.226      20.408.104.247      19.594.063.752      19.075.549.177      13.179.492.475       7.150.613.719       4.213.472.614
                               Total pendapatan     105.913.632.000      197.812.638.061    491.894.521.485      503.893.772.399     507.885.377.716     503.890.707.308     489.390.013.427     471.462.163.701     452.969.864.503     433.891.745.961     416.747.555.823     399.603.365.685     382.459.175.547     365.314.985.409     350.743.264.883     341.461.601.962     235.919.321.218     127.999.461.129      75.423.207.760

 Jumlah hari perputaran                                                                4                    4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4                   4
Jumlah hari dalam setahun                                                             150                  360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360

Piutang usaha
      Saldo awal                                                        (102.241.797.000)     5.160.625.442        5.346.986.016       5.477.420.131       5.520.809.632       5.477.386.813       5.319.761.542       5.124.882.441       4.923.867.669       4.716.484.930       4.530.124.357       4.343.763.784       4.157.403.211       3.971.042.638       3.812.645.294       3.711.751.871       2.564.487.418       1.391.378.230
      Saldo akhir                                   (102.241.797.000)     (5.160.625.442)    (5.346.986.016)      (5.477.420.131)     (5.520.809.632)     (5.477.386.813)     (5.319.761.542)     (5.124.882.441)     (4.923.867.669)     (4.716.484.930)     (4.530.124.357)     (4.343.763.784)     (4.157.403.211)     (3.971.042.638)     (3.812.645.294)     (3.711.751.871)     (2.564.487.418)     (1.391.378.230)       (819.864.462)
Total Penerimaan                                                          90.410.215.619    491.708.160.912      503.763.338.283     507.841.988.215     503.934.130.127     489.547.638.698     471.657.042.802     453.170.879.275     434.099.128.699     416.933.916.396     399.789.726.258     382.645.536.120     365.501.345.982     350.901.662.228     341.562.495.384     237.066.585.671     129.172.570.317      75.994.721.528

Asumsi Beban Pokok Pendapatan

Biaya panen dan transportasi TBS                     15.455.841.000       18.183.859.604     41.821.897.760       38.588.086.793      34.013.383.358      29.452.605.344      28.566.745.597      27.455.638.546      26.352.072.312      25.274.462.439      24.272.751.997      23.271.041.555      22.269.331.113      21.267.620.671      20.403.714.188      19.862.907.702      14.234.898.680       6.932.453.685       2.960.077.804
Biaya perawatan tanaman menghasilkan                 18.895.533.000       13.496.809.286     32.392.342.286       31.906.457.151      31.427.860.294      30.956.442.390      30.956.442.390      30.956.442.390      30.956.442.390      30.956.442.390      30.956.442.390      30.956.442.390      30.956.442.390      30.956.442.390      30.956.442.390      30.956.442.390      22.314.875.539      10.194.798.331       4.497.607.972
Biaya tansportasi - CPO dan PK                                  -         10.246.047.082     25.478.525.921       26.100.047.837      26.306.799.925      26.099.889.075      25.348.800.602      24.420.196.676      23.462.356.115      22.474.172.029      21.586.159.104      20.698.146.179      19.810.133.254      18.922.120.329      18.167.352.909      17.686.593.155      12.219.848.521       6.629.953.061       3.906.675.253
Biaya pengolahan                                     13.720.455.454       26.813.912.460     63.343.454.339       61.644.218.895      59.025.908.151      58.561.651.729      56.876.396.231      54.792.840.260      52.643.684.561      50.426.445.549      48.433.965.677      46.441.485.805      44.449.005.933      42.456.526.061      40.763.015.921      39.684.310.750      27.418.297.113      14.875.963.687       8.765.606.432
Biaya tak langsung                                   29.263.427.546       21.499.226.276     50.762.653.822       44.417.322.094      39.975.589.885      35.978.030.896      35.978.030.896      35.978.030.896      35.978.030.896      35.978.030.896      35.978.030.896      35.978.030.896      35.978.030.896      35.978.030.896      35.978.030.896      35.978.030.896      25.934.675.292      11.848.543.987       5.227.185.881
Penyusutan tanaman menghasilkan                      38.865.720.000       38.865.720.000     38.865.720.000       38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000
Penyusutan aset tetap                                19.221.198.000       19.221.199.324     19.154.531.310       18.949.988.467      18.926.357.005      18.926.357.005      18.926.357.005      18.926.357.005      18.926.357.005      17.976.765.815      17.418.550.743      17.418.550.743      17.418.550.743      17.418.550.743      17.418.550.743      17.418.550.743      17.418.550.743      17.418.550.743       9.985.240.198
Pembelian tandan buah segar                          91.647.275.000       69.017.324.356    175.440.789.831      182.528.924.048     188.101.902.917     190.397.703.784     185.566.847.688     179.532.058.757     172.611.582.488     165.038.665.144     158.568.280.799     152.097.896.453     145.627.512.107     139.157.127.761     133.702.373.085     129.930.185.660      87.665.470.636      60.552.371.938      42.998.786.898
Rugi penurunan nilai persediaan                      (6.206.794.000)                 -                   -                    -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                  -                   -                   -
Total Biaya Langsung                                227.069.450.000      217.344.098.387    447.259.915.270      443.000.765.285     436.643.521.535     429.238.400.222     421.085.340.408     410.927.284.530     399.796.245.766     386.990.704.263     376.079.901.606     365.727.314.021     355.374.726.437     345.022.138.852     336.255.200.131     330.382.741.295     246.072.336.523     167.318.355.431     117.206.900.437
                                                           214,39%              109,87%              90,93%               87,92%              85,97%              85,18%              86,04%              87,16%              88,26%              89,19%              90,24%              91,52%              92,92%              94,45%              95,87%              96,76%            104,30%             130,72%             155,40%


Jumlah hari perputaran utang usaha                                                    60                   60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60                  60
Jumlah hari dalam setahun                                                             150                  360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360

Utang Usaha
     Saldo Awal                                                           92.185.145.000     86.937.639.355       74.543.319.212      73.833.460.881      72.773.920.256      71.539.733.370      70.180.890.068      68.487.880.755      66.632.707.628      64.498.450.711      62.679.983.601      60.954.552.337      59.229.121.073      57.503.689.809      56.042.533.355      55.063.790.216      41.012.056.087      27.886.392.572
     Pembelian                                                           217.344.098.387    447.259.915.270      443.000.765.285     436.643.521.535     429.238.400.222     421.085.340.408     410.927.284.530     399.796.245.766     386.990.704.263     376.079.901.606     365.727.314.021     355.374.726.437     345.022.138.852     336.255.200.131     330.382.741.295     246.072.336.523     167.318.355.431     117.206.900.437
     Saldo Akhir                                     (92.185.145.000)    (86.937.639.355)   (74.543.319.212)     (73.833.460.881)    (72.773.920.256)    (71.539.733.370)    (70.180.890.068)    (68.487.880.755)    (66.632.707.628)    (64.498.450.711)    (62.679.983.601)    (60.954.552.337)    (59.229.121.073)    (57.503.689.809)    (56.042.533.355)    (55.063.790.216)    (41.012.056.087)    (27.886.392.572)    (19.534.483.406)
Pembayaran Utang Usaha                                                   222.591.604.032    459.654.235.413      443.710.623.616     437.703.062.160     430.472.587.107     422.444.183.711     412.620.293.843     401.651.418.893     389.124.961.180     377.898.368.716     367.452.745.286     357.100.157.701     346.747.570.116     337.716.356.584     331.361.484.434     260.124.070.652     180.444.018.947     125.558.809.603

Jumlah hari perputaran utang usaha                                                    34                   34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34                  34
Jumlah hari dalam setahun                                                             150                  360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360                 360

Persediaan
     Saldo Awal                                                          131.816.039.000     49.264.662.301       46.456.704.807      47.589.967.393      47.966.952.340      47.589.677.912      46.220.167.935      44.526.982.127      42.780.487.203      40.978.664.896      39.359.491.383      37.740.317.870      36.121.144.357      34.501.970.844      33.125.752.795      32.249.151.296      22.281.269.226      12.088.837.996
     Produksi                                                    -       217.344.098.387    491.894.521.485      503.893.772.399     507.885.377.716     503.890.707.308     489.390.013.427     471.462.163.701     452.969.864.503     433.891.745.961     416.747.555.823     399.603.365.685     382.459.175.547     365.314.985.409     350.743.264.883     341.461.601.962     235.919.321.218     127.999.461.129      75.423.207.760
     Pembelian                                                           134.792.721.688    489.086.563.991      505.027.034.985     508.262.362.663     503.513.432.881     488.020.503.449     469.768.977.894     451.223.369.578     432.089.923.654     415.128.382.310     397.984.192.172     380.840.002.034     363.695.811.896     349.367.046.834     340.585.000.464     225.951.439.147     117.807.029.899      70.457.672.720
Saldo Akhir                                         (131.816.039.000)    (49.264.662.301)   (46.456.704.807)     (47.589.967.393)    (47.966.952.340)    (47.589.677.912)    (46.220.167.935)    (44.526.982.127)    (42.780.487.203)    (40.978.664.896)    (39.359.491.383)    (37.740.317.870)    (36.121.144.357)    (34.501.970.844)    (33.125.752.795)    (32.249.151.296)    (22.281.269.226)    (12.088.837.996)     (7.123.302.955)

Asumsi Tidak Langsung

Beban Umum dan Administrasi
Biaya dan denda pajak                                                         10.313.000         10.313.000           10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000          10.313.000
Jasa Profesional                                                           1.686.770.400      2.915.693.481        2.939.981.208       2.964.471.251       2.989.165.297       3.014.065.044       3.039.172.206       3.064.488.510       3.090.015.700       3.115.755.530       3.141.709.774       3.167.880.216       3.194.268.658       3.220.876.916       3.247.706.821       3.274.760.219       3.302.038.972       3.329.544.956
Gaji, tunjangan dan imbalan kerja lainnya                                  2.119.146.400      3.261.118.049        3.473.090.722       3.698.841.619       3.939.266.324       4.195.318.635       4.468.014.347       4.758.435.279       5.067.733.572       5.397.136.254       5.747.950.111       6.121.566.868       6.519.468.715       6.943.234.181       7.394.544.403       7.875.189.789       8.387.077.125       8.932.237.138
Amortisasi aset hak guna                                                      80.160.000         80.160.000           80.160.000          53.707.000                 -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Pelatihan, pendidikan, dan pertemuan                                          45.500.000         78.649.740           79.304.892          79.965.502          80.631.615          81.303.276          81.980.532          82.663.430          83.352.017          84.046.339          84.746.445          85.452.383          86.164.201          86.881.949          87.605.676          88.335.431          89.071.265          89.813.229
Asuransi                                                                     423.719.800        732.427.519          738.528.640         744.680.584         750.883.773         757.138.635         763.445.599         769.805.101         776.217.578         782.683.470         789.203.224         795.777.286         802.406.111         809.090.154         815.829.875         822.625.738         829.478.210         836.387.764
Perjalanan dan akomodasi                                                     983.565.800      1.688.952.750        1.703.021.726       1.717.207.897       1.731.512.239       1.745.935.736       1.760.479.381       1.775.144.174       1.789.931.125       1.804.841.251       1.819.875.579       1.835.035.142       1.850.320.985       1.865.734.159       1.881.275.725       1.896.946.751       1.912.748.318       1.928.681.511
Persediaan kantor, komunikasi dan utilitas                                 1.843.052.400      3.185.837.188        3.212.375.212       3.239.134.298       3.266.116.286       3.293.323.035       3.320.756.416       3.348.418.317       3.376.310.641       3.404.435.309       3.432.794.255       3.461.389.431       3.490.222.805       3.519.296.361       3.548.612.100       3.578.172.039       3.607.978.212       3.638.032.670
Penyusutan aset tetap                                                          8.594.001          8.594.001            8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001           8.594.001
Beban sosial                                                                         -                  -                    -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Perbaikan dan pemeliharaan                                                     8.516.200        115.957.950          116.923.880         117.897.856         118.879.945         119.870.215         120.868.734         121.875.570         122.890.794         123.914.474         124.946.682         125.987.487         127.036.963         128.095.181         129.162.214         130.238.135         131.323.019         132.416.940
Sewa                                                                         193.156.600        333.883.876          336.665.129         339.469.549         342.297.331         345.148.668         348.023.756         350.922.794         353.845.981         356.793.518         359.765.608         362.762.455         365.784.267         368.831.249         371.903.614         375.001.571         378.125.334         381.275.118
Lain-lain                                                                     43.685.600        252.082.500          254.182.347         256.299.686         258.434.663         260.587.423         262.758.117         264.946.892         267.153.899         269.379.291         271.623.221         273.885.842         276.167.311         278.467.785         280.787.422         283.126.381         285.484.824         287.862.912
Total Beban Umum dan Administrasi                                -         7.446.180.201     12.663.670.054       12.953.140.757      13.230.582.243      13.496.094.473      13.831.597.667      14.184.406.087      14.555.607.068      14.946.358.307      15.357.892.438      15.791.521.898      16.248.644.113      16.730.747.017      17.239.414.937      17.776.334.849      18.343.303.054      18.942.232.279      19.575.159.239

Asumsi Lainnya

Utang Pinjaman
Saldo Awal                                                               780.605.584.000    780.605.584.000      780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000
     Pencairan
     Pembayaran pinjaman                                                                                                                                                                                                                                                                                                             -                   -                   -                   -                   -                   -
Saldo Akhir                                                              780.605.584.000    780.605.584.000      780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000     780.605.584.000

Bunga                                                                              7,80%              7,80%                7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%               7,80%
Pembayaran bunga                                                          60.887.235.552     60.887.235.552       60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552      60.887.235.552
Page 91
APPENDIX                                  : Lampiran 03
PROJECT                                   : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                                     : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                                  : Asumsi Depresiasi Non Tanaman

                                                  2023                  2024               2025             2025               2026              2027              2028              2029              2030              2031              2032              2033              2034              2035              2036              2037              2038              2039              2040              2041              2042
                                                31Des23               31Des24             31Ju25          31Des25            31Des26           31Des27           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28           31Des28
                                                 Actual                Actual             Actual          Forecast           Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast          Forecast
Kenaikan                                                                                                   0,83%              0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%             0,83%

Penambahan
Tanah                                                        -                 -      112.256.000.000
Bangunan                                                               103.448.000         14.386.000
Prasarana, jalan dan jembatan
Mesin dan peralatan                                2.940.326.000      2.013.815.000     2.758.530.000                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       2.758.530.000
Peralatan komputer dan komunikasi                     91.950.000        139.798.000                                                            139.798.000                                                             139.798.000                                                             139.798.000                                                             139.798.000
Peralatan dan perabotan kantor                       530.523.000         82.259.000        59.260.000                          59.260.000                                                                               59.260.000                                                                                 59.260.000                                                                                59.260.000
Kendaraan                                            451.443.000        165.025.000     5.143.212.000                                                                                                                                                      165.025.000                -                                            165.025.000
Aset dalam penyelesaian                           39.234.148.000     11.648.122.000     5.686.130.000
Jumlah                                            43.248.390.000     14.152.467.000   125.917.518.000                -         59.260.000      139.798.000                -                 -                 -        199.058.000                -        165.025.000                -        139.798.000         59.260.000      165.025.000                -        139.798.000                -          59.260.000     2.758.530.000
Depresiasi
Tanah                                                                           -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -
Bangunan                                                             13.310.865.367     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633     7.449.056.633
Prasarana, jalan dan jembatan        7%                               2.535.653.265     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735     1.531.783.735
Mesin dan peralatan                 13%                              14.206.484.108     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892     8.365.691.892       929.057.836
Peralatan komputer dan komunikasi   25%                                 100.354.264        67.067.736        67.067.736        67.067.736        58.591.528        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500        34.949.500
Peralatan dan perabotan kantor      20%                                 743.451.089       274.707.911       274.707.911       208.010.089        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000        11.852.000
Kendaraan                           20%                                 314.636.582     1.541.485.418     1.541.485.418     1.541.485.418     1.541.485.418     1.541.485.418     1.541.485.418     1.541.485.418     1.541.485.418     1.541.485.418       591.469.656        33.005.000        33.005.000        33.005.000        33.005.000        33.005.000        33.005.000        33.005.000        33.005.000        33.005.000
Aset dalam penyelesaian                                                         -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -
Jumlah                                            31.141.683.000     31.211.444.675    19.229.793.325    19.229.793.325    19.163.095.503    18.958.461.206    18.934.819.178    18.934.819.178    18.934.819.178    18.934.819.178    18.934.819.178    17.984.803.416    17.426.338.760    17.426.338.760    17.426.338.760    17.426.338.760    17.426.338.760    17.426.338.760    17.426.338.760    17.426.338.760     9.989.704.704

Nilai Buku
Tanah                                             48.371.235.000     48.371.235.628   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000   160.627.235.000
Bangunan                                         158.346.025.000    150.721.347.948   147.235.175.000   139.786.118.367   132.337.061.734   124.888.005.101   117.438.948.468   109.989.891.835   102.540.835.202    95.091.778.569    87.642.721.936    80.193.665.303    72.744.608.670    65.295.552.037    57.846.495.404    50.397.438.771    42.948.382.138    35.499.325.505    28.050.268.872    20.601.212.239    13.152.155.606
Prasarana, jalan dan jembatan                     15.260.782.000     46.898.531.416    45.366.747.000    43.834.963.265    42.303.179.530    40.771.395.795    39.239.612.060    37.707.828.325    36.176.044.590    34.644.260.855    33.112.477.120    31.580.693.385    30.048.909.650    28.517.125.915    26.985.342.180    25.453.558.445    23.921.774.710    22.389.990.975    20.858.207.240    19.326.423.505    17.794.639.770
Mesin dan peralatan                              160.945.651.000    148.752.982.494   143.145.820.000   134.780.128.108   126.414.436.216   118.048.744.324   109.683.052.432   101.317.360.540    92.951.668.648    84.585.976.756    76.220.284.864    67.854.592.972    59.488.901.080    51.123.209.188    42.757.517.296    34.391.825.404    26.026.133.512    17.660.441.620     9.294.749.728       929.057.836     2.758.530.000
Peralatan komputer dan komunikasi                    203.608.000        259.792.083       192.727.000       125.659.264        58.591.528       139.798.000       104.848.500        69.899.000        34.949.500       139.798.000       104.848.500        69.899.000        34.949.500       139.798.000       104.848.500        69.899.000        34.949.500       139.798.000       104.848.500        69.899.000        34.949.500
Peralatan dan perabotan kantor                     1.359.358.000        698.167.524       482.718.000       208.010.089        59.260.000        47.408.000        35.556.000        23.704.000        11.852.000        59.260.000        47.408.000        35.556.000        23.704.000        11.852.000        59.260.000        47.408.000        35.556.000        23.704.000        11.852.000        59.260.000        47.408.000
Kendaraan                                         10.648.388.000      9.321.626.761    12.923.353.000    11.381.867.582     9.840.382.164     8.298.896.746     6.757.411.328     5.215.925.910     3.674.440.492     2.132.955.074       591.469.656       165.025.000       132.020.000        99.015.000        66.010.000       198.030.000       165.025.000       132.020.000        99.015.000        66.010.000        33.005.000
Aset dalam penyelesaian                           74.560.477.000     45.316.685.675    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000    47.054.321.000
Jumlah                                           469.695.524.000    450.340.369.529   557.028.096.000   537.798.302.675   518.694.467.172   499.875.803.966   480.940.984.788   462.006.165.610   443.071.346.432   424.335.585.254   405.400.766.076   387.580.987.660   370.154.648.900   352.868.108.140   335.501.029.380   318.239.715.620   300.813.376.860   283.526.836.100   266.100.497.340   248.733.418.580   241.502.243.876
Page 92
APPENDIX                     : Lampiran 04
PROJECT                      : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                        : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                     : Asumsi Depresiasi Tanaman dan Hak Guna Usaha

                                     2023                   2024                 2025                2025                2026                2027                2028                2029                2030                2031                2032                2033                2034                2035                2036                2037                2038                2039                2040                2041                2042
                                   31Des23                31Des24              31Juli25            31Des25             31Des26             31Des27             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28
                                    Actual                 Actual               Actual             Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast

Penambahan
Tanaman Menghasilkan                            -                    -
Tanaman Belum Menghasilkan
Jumlah                                          -                    -                    -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -

Reklasifikasi
Tanaman Menghasilkan                204.570.000.000                  -                    -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Tanaman Belum Menghasilkan         (204.570.000.000)
Jumlah                                          -                    -                    -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -

Biaya Perolehan
Tanaman Menghasilkan              1.332.619.115.000    1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000   1.332.619.115.000
Tanaman Belum Menghasilkan            8.611.905.000        8.611.905.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000
Jumlah                            1.341.231.020.000    1.341.231.020.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000   1.341.389.709.000

Depresiasi
Tanaman Menghasilkan                                     66.626.949.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000
Tanaman Belum Menghasilkan                                          -
Jumlah                                          -        66.626.949.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000      38.865.720.000

Akumulasi Depresiai
Tanaman Menghasilkan                191.629.911.000     258.256.860.000     297.122.580.000     335.988.300.000     374.854.020.000     413.719.740.000     452.585.460.000     491.451.180.000     530.316.900.000     569.182.620.000     608.048.340.000     646.914.060.000     685.779.780.000     724.645.500.000     763.511.220.000     802.376.940.000     841.242.660.000     880.108.380.000     918.974.100.000     957.839.820.000     996.705.540.000
Tanaman Belum Menghasilkan
Jumlah                              191.629.911.000     258.256.860.000     297.122.580.000     335.988.300.000     374.854.020.000     413.719.740.000     452.585.460.000     491.451.180.000     530.316.900.000     569.182.620.000     608.048.340.000     646.914.060.000     685.779.780.000     724.645.500.000     763.511.220.000     802.376.940.000     841.242.660.000     880.108.380.000     918.974.100.000     957.839.820.000     996.705.540.000

Nilai Buku
Tanaman Menghasilkan              1.140.989.204.000    1.074.362.255.000   1.035.496.535.000     996.630.815.000    957.765.095.000     918.899.375.000     880.033.655.000     841.167.935.000     802.302.215.000     763.436.495.000     724.570.775.000     685.705.055.000     646.839.335.000     607.973.615.000     569.107.895.000     530.242.175.000     491.376.455.000     452.510.735.000     413.645.015.000     374.779.295.000     335.913.575.000
Tanaman Belum Menghasilkan            8.611.905.000        8.611.905.000       8.770.594.000       8.770.594.000      8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000       8.770.594.000
Jumlah                            1.149.601.109.000    1.082.974.160.000   1.044.267.129.000   1.005.401.409.000    966.535.689.000     927.669.969.000     888.804.249.000     849.938.529.000     811.072.809.000     772.207.089.000     733.341.369.000     694.475.649.000     655.609.929.000     616.744.209.000     577.878.489.000     539.012.769.000     500.147.049.000     461.281.329.000     422.415.609.000     383.549.889.000     344.684.169.000


                                     2023                   2024                 2025                2025                2026                2027                2028                2029                2030                2031                2032                2033                2034                2035                2036                2037                2038                2039                2040                2041                2042
                                   31Des23                31Des24              31Juli25            31Des25             31Des26             31Des27             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28
                                    Actual                 Actual               Actual             Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast

Penambahan
Hak Guna Usaha                                  -                    -          354.398.000
Jumlah                                          -                    -          354.398.000                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -

Reklasifikasi
Hak Guna Usaha                                                       -                    -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Jumlah                                          -                    -                    -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -

Biaya Perolehan
Hak Guna Usaha                         294.187.000           19.949.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000
Jumlah                                 294.187.000           19.949.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000

Depresiasi
Hak Guna Usaha                                                                   80.160.000          80.160.000          80.160.000          80.160.000          53.707.000                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Jumlah                                          -                    -           80.160.000          80.160.000          80.160.000          80.160.000          53.707.000                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -

Akumulasi Depresiai
Hak Guna Usaha                                                                   80.160.000         160.320.000         240.480.000         320.640.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000
Jumlah                                          -                    -           80.160.000         160.320.000         240.480.000         320.640.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000         374.347.000

Nilai Buku
Hak Guna Usaha                         294.187.000           19.949.000         294.187.000         214.027.000         133.867.000          53.707.000                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Jumlah                                 294.187.000           19.949.000         294.187.000         214.027.000         133.867.000          53.707.000                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Page 93
APPENDIX                                          : Lampiran 05
PROJECT                                           : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                                             : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                                          : Asumsi Laporan Laba Rugi

                                                           2023                  2024                 2025                2025                2026                2027                2028                2029                2030                2031                2032                2033                2034                2035                2036                2037                2038                2039                2040                2041                2042
                                  URAIAN                 31Des23               31Des24              31Juli25            31Des25             31Des26             31Des27             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28             31Des28
                                                          Actual                Actual               Actual             Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast

Penjualan Bersih                                        366.806.921.000      261.136.009.000      105.913.632.000      197.812.638.061     491.894.521.485     503.893.772.399     507.885.377.716     503.890.707.308     489.390.013.427     471.462.163.701     452.969.864.503     433.891.745.961     416.747.555.823     399.603.365.685     382.459.175.547     365.314.985.409     350.743.264.883     341.461.601.962     235.919.321.218     127.999.461.129      75.423.207.760
Beban Pokok Penjualan                                  (454.443.379.000)    (354.882.555.000)    (151.746.120.000)    (217.344.098.387)   (447.259.915.270)   (443.000.765.285)   (436.643.521.535)   (429.238.400.222)   (421.085.340.408)   (410.927.284.530)   (399.796.245.766)   (386.990.704.263)   (376.079.901.606)   (365.727.314.021)   (355.374.726.437)   (345.022.138.852)   (336.255.200.131)   (330.382.741.295)   (246.072.336.523)   (167.318.355.431)   (117.206.900.437)
Laba Bruto                                              (87.636.458.000)     (93.746.546.000)     (45.832.488.000)     (19.531.460.326)     44.634.606.215      60.893.007.113      71.241.856.181      74.652.307.086      68.304.673.019      60.534.879.172      53.173.618.737      46.901.041.697      40.667.654.216      33.876.051.663      27.084.449.110      20.292.846.557      14.488.064.753      11.078.860.667     (10.153.015.305)    (39.318.894.302)    (41.783.692.677)
                                                                -23,89%              -35,90%              -43,27%               -9,87%               9,07%              12,08%              14,03%              14,82%              13,96%              12,84%              11,74%              10,81%               9,76%               8,48%               7,08%               5,55%               4,13%               3,24%              -4,30%             -30,72%             -55,40%

Beban umum dan administrasi                             (14.070.755.000)     (54.417.743.000)      (5.346.968.000)     (12.663.670.054)    (12.953.140.757)    (13.230.582.243)    (13.496.094.473)    (13.831.597.667)    (14.184.406.087)    (14.555.607.068)    (14.946.358.307)    (15.357.892.438)    (15.791.521.898)    (16.248.644.113)    (16.730.747.017)    (17.239.414.937)    (17.776.334.849)    (18.343.303.054)    (18.942.232.279)    (19.575.159.239)                -
Pendapatan keuangan                                         327.382.000          256.739.000        3.930.142.000
Beban keuangan                                          (43.844.323.000)     (49.210.284.000)         (28.377.234)     (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)    (60.887.235.552)
Laba selisih kurs mata uang asing, bersih                    74.679.000          319.704.000               (10.653)
Penghasilan lain-lain, bersih                             4.127.297.000          274.304.000              132.826
Beban lain-lain                                            (985.539.000)         (23.165.000)                  -
Total Beban Operasional                                 (54.371.259.000)    (102.800.445.000)      (1.445.081.061)     (73.550.905.606)    (73.840.376.309)    (74.117.817.795)    (74.383.330.025)    (74.718.833.219)    (75.071.641.639)    (75.442.842.620)    (75.833.593.859)    (76.245.127.990)    (76.678.757.450)    (77.135.879.665)    (77.617.982.569)    (78.126.650.489)    (78.663.570.401)    (79.230.538.606)    (79.829.467.831)    (80.462.394.791)    (60.887.235.552)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak                              (142.007.717.000)    (196.546.991.000)     (47.277.569.061)     (93.082.365.932)    (29.205.770.094)    (13.224.810.682)     (3.141.473.844)        (66.526.133)     (6.766.968.621)    (14.907.963.448)    (22.659.975.122)    (29.344.086.292)    (36.011.103.233)    (43.259.828.001)    (50.533.533.459)    (57.833.803.931)    (64.175.505.648)    (68.151.677.939)    (89.982.483.136)   (119.781.289.093)   (102.670.928.229)
                                                                -38,71%              -75,27%              -44,64%              -47,06%              -5,94%              -2,62%              -0,62%              -0,01%              -1,38%              -3,16%              -5,00%              -6,76%              -8,64%             -10,83%             -13,21%             -15,83%             -18,30%             -19,96%             -38,14%             -93,58%           -136,13%

Beban manfaat pajak penghasilan             22%          22.063.490.000       13.533.188.000           17.473.324                                                                                                                                                                                                      -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -                   -
Laba (Rugi) Tahun Berjalan                             (119.944.227.000)    (183.013.803.000)     (47.260.095.737)     (93.082.365.932)    (29.205.770.094)    (13.224.810.682)     (3.141.473.844)        (66.526.133)     (6.766.968.621)    (14.907.963.448)    (22.659.975.122)    (29.344.086.292)    (36.011.103.233)    (43.259.828.001)    (50.533.533.459)    (57.833.803.931)    (64.175.505.648)    (68.151.677.939)    (89.982.483.136)   (119.781.289.093)   (102.670.928.229)
Page 94
APPENDIX                                            : Lampiran 06
PROJECT                                             : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                                               : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                                            : Asumsi Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

                                                             2023                  2024                 2025                2025                 2026                 2027                 2028                 2029                 2030                 2031                  2032                  2033                  2034                  2035                  2036                  2037                  2038                  2039                  2040                  2041                  2042
                                  URAIAN                   31Des23               31Des24              31Mei25             31Des25              31Des26              31Des27              31Des28              31Des29              31Des30              31Des31               31Des32               31Des33               31Des34               31Des35               31Des36               31Des37               31Des38               31Des39               31Des40               31Des41               31Des42
                                                            Actual                Actual               Actual             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                         3.367.384.000         5.249.780.000       27.073.273.000     166.551.623.004      185.622.845.191      228.189.022.683      281.421.879.945      338.342.403.351      389.544.265.854      432.432.839.179       467.665.739.804       494.882.100.056       515.150.122.560       528.122.658.140       533.902.026.263       532.275.358.914       524.465.370.966       512.464.705.568       475.837.693.587       410.529.080.157       351.140.186.275
Piutang usaha dan piutang lain-lain                        4.971.869.000         3.703.550.000      102.241.797.000       5.160.625.442        5.346.986.016        5.477.420.131        5.520.809.632        5.477.386.813        5.319.761.542        5.124.882.441         4.923.867.669         4.716.484.930         4.530.124.357         4.343.763.784         4.157.403.211         3.971.042.638         3.812.645.294         3.711.751.871         2.564.487.418         1.391.378.230           819.864.462
Persediaan                                                42.427.685.000        60.518.369.000      131.816.039.000      49.264.662.301       46.456.704.807       47.589.967.393       47.966.952.340       47.589.677.912       46.220.167.935       44.526.982.127        42.780.487.203        40.978.664.896        39.359.491.383        37.740.317.870        36.121.144.357        34.501.970.844        33.125.752.795        32.249.151.296        22.281.269.226        12.088.837.996         7.123.302.955
Pajak                                                     99.612.701.000        65.002.450.000       28.739.521.000      28.739.521.000       28.739.521.000       28.739.521.000       28.739.521.000       28.739.521.000       28.739.521.000       28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000        28.739.521.000
Biaya dibayar dimuka dengan uang muka                      2.378.871.000         2.294.999.000        3.003.914.000       3.003.914.000        3.003.914.000        3.003.914.000        3.003.914.000        3.003.914.000        3.003.914.000        3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000         3.003.914.000
Jumlah Aset Lancar                                       152.758.510.000       136.769.148.000      292.874.544.000     252.720.345.748      269.169.971.013      312.999.845.207      366.653.076.916      423.152.903.076      472.827.630.331      513.828.138.747       547.113.529.676       572.320.684.883       590.783.173.300       601.950.174.795       605.924.008.832       602.491.807.396       593.147.204.054       580.169.043.736       532.426.885.231       455.752.731.383       390.826.788.692

Aset Tidak Lancar
Tanamanan Produktif                                     1.149.601.109.000    1.082.974.160.000    1.044.267.129.000    1.005.401.409.000      966.535.689.000      927.669.969.000      888.804.249.000      849.938.529.000      811.072.809.000      772.207.089.000      733.341.369.000       694.475.649.000       655.609.929.000       616.744.209.000       577.878.489.000       539.012.769.000       500.147.049.000       461.281.329.000       422.415.609.000       383.549.889.000       344.684.169.000
Aset tetap                                                469.695.524.000      450.340.370.000      557.028.096.000      537.798.302.675      518.694.467.172      499.875.803.966      480.940.984.788      462.006.165.610      443.071.346.432      424.335.585.254      405.400.766.076       387.580.987.660       370.154.648.900       352.868.108.140       335.501.029.380       318.239.715.620       300.813.376.860       283.526.836.100       266.100.497.340       248.733.418.580       241.502.243.876
Aset hak-guna                                                 149.745.000           19.949.000          294.187.000          214.027.000          133.867.000           53.707.000                  -                    -                    -                    -                    -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
Aset tak berwujud                                             176.167.000           93.375.000           64.814.000           64.814.000           64.814.000           64.814.000           64.814.000           64.814.000           64.814.000           64.814.000           64.814.000            64.814.000            64.814.000            64.814.000            64.814.000            64.814.000            64.814.000            64.814.000            64.814.000            64.814.000            64.814.000
Piutang lain-lain                                                     -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
Uang muka                                                   5.205.067.000       22.174.670.000                  -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
Aset pajak tangguhan                                       16.046.722.000       29.181.116.000       46.474.981.000       46.474.981.000       46.474.981.000       46.474.981.000       46.474.981.000       46.474.981.000       46.474.981.000       46.474.981.000       46.474.981.000        46.474.981.000        46.474.981.000        46.474.981.000        46.474.981.000        46.474.981.000        46.474.981.000        46.474.981.000        46.474.981.000        46.474.981.000        46.474.981.000
Uang muka proyek perkebunan plasma                                    -                    -         27.930.116.000       27.930.116.000       27.930.116.000       27.930.116.000       27.930.116.000       27.930.116.000       27.930.116.000       27.930.116.000       27.930.116.000        27.930.116.000        27.930.116.000        27.930.116.000        27.930.116.000        27.930.116.000        27.930.116.000        27.930.116.000        27.930.116.000        27.930.116.000        27.930.116.000
Piutang plasma                                            167.315.174.000      167.115.369.000      162.693.506.000      162.693.506.000      162.693.506.000      162.693.506.000      162.693.506.000      162.693.506.000      162.693.506.000      162.693.506.000      162.693.506.000       162.693.506.000       162.693.506.000       162.693.506.000       162.693.506.000       162.693.506.000       162.693.506.000       162.693.506.000       162.693.506.000       162.693.506.000       162.693.506.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                                1.808.189.508.000    1.751.899.009.000    1.838.752.829.000    1.780.577.155.675    1.722.527.440.172    1.664.762.896.966    1.606.908.650.788    1.549.108.111.610    1.491.307.572.432    1.433.706.091.254    1.375.905.552.076     1.319.220.053.660     1.262.927.994.900     1.206.775.734.140     1.150.542.935.380     1.094.415.901.620     1.038.123.842.860       981.971.582.100       925.679.523.340       869.446.724.580       823.349.829.876
Jumlah Aset                                             1.960.948.018.000    1.888.668.157.000    2.131.627.373.000    2.033.297.501.423    1.991.697.411.185    1.977.762.742.173    1.973.561.727.704    1.972.261.014.686    1.964.135.202.763    1.947.534.230.001    1.923.019.081.752     1.891.540.738.543     1.853.711.168.200     1.808.725.908.935     1.756.466.944.212     1.696.907.709.016     1.631.271.046.914     1.562.140.625.836     1.458.106.408.571     1.325.199.455.963     1.214.176.618.568

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang pajak                                                  726.799.000           366.626.000          181.473.000         181.473.000          181.473.000          181.473.000          181.473.000          181.473.000          181.473.000          181.473.000           181.473.000           181.473.000           181.473.000           181.473.000           181.473.000           181.473.000           181.473.000           181.473.000           181.473.000           181.473.000           181.473.000
Utang usaha dan utang lain-lain                           60.007.824.000        36.566.040.000       92.185.145.000      86.937.639.355       74.543.319.212       73.833.460.881       72.773.920.256       71.539.733.370       70.180.890.068       68.487.880.755        66.632.707.628        64.498.450.711        62.679.983.601        60.954.552.337        59.229.121.073        57.503.689.809        56.042.533.355        55.063.790.216        41.012.056.087        27.886.392.572        19.534.483.406
Biaya masih harus dibayar                                 11.659.083.000         6.837.214.000        5.601.962.000       5.601.962.000        5.601.962.000        5.601.962.000        5.601.962.000        5.601.962.000        5.601.962.000        5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000         5.601.962.000
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun             67.427.000                   -             64.584.000          64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000           64.584.000            64.584.000            64.584.000            64.584.000            64.584.000            64.584.000            64.584.000            64.584.000            64.584.000            64.584.000            64.584.000            64.584.000
Liabilitas kontrak                                        38.000.000.000       116.495.971.000                  -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
Utang dan pinjaman                                                   -                     -        780.605.584.000     780.605.584.000      780.605.584.000      780.605.584.000      780.605.584.000      780.605.584.000      780.605.584.000      780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000       780.605.584.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          110.461.133.000       160.265.851.000      878.638.748.000     873.391.242.355      860.996.922.212      860.287.063.881      859.227.523.256      857.993.336.370      856.634.493.068      854.941.483.755       853.086.310.628       850.952.053.711       849.133.586.601       847.408.155.337       845.682.724.073       843.957.292.809       842.496.136.355       841.517.393.216       827.465.659.087       814.339.995.572       805.988.086.406

Liabilitas Jangka Panjang
Utang dan pinjaman                                       484.094.088.000       519.540.494.000                  -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
Liabilitas sewa                                                      -                     -            106.731.000         106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000          106.731.000           106.731.000           106.731.000           106.731.000           106.731.000           106.731.000           106.731.000           106.731.000           106.731.000           106.731.000           106.731.000           106.731.000
Liabilitas pajak tangguhan                                           -                     -                    -                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
Kewajiban imbalan pasca kerja                              7.985.014.000         7.053.928.000        8.468.796.000       8.468.796.000        8.468.796.000        8.468.796.000        8.468.796.000        8.468.796.000        8.468.796.000        8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000         8.468.796.000
Jumlah Liabilitas Jangka panjang                         492.079.102.000       526.594.422.000        8.575.527.000       8.575.527.000        8.575.527.000        8.575.527.000        8.575.527.000        8.575.527.000        8.575.527.000        8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000         8.575.527.000
Jumlah Liabilitas                                        602.540.235.000       686.860.273.000      887.214.275.000     881.966.769.355      869.572.449.212      868.862.590.881      867.803.050.256      866.568.863.370      865.210.020.068      863.517.010.755       861.661.837.628       859.527.580.711       857.709.113.601       855.983.682.337       854.258.251.073       852.532.819.809       851.071.663.355       850.092.920.216       836.041.186.087       822.915.522.572       814.563.613.406

Ekuitas
Modal saham                                             1.952.371.000.000    1.952.371.000.000    1.952.371.000.000    1.952.371.000.000    1.952.371.000.000    1.952.371.000.000    1.952.371.000.000    1.952.371.000.000    1.952.371.000.000    1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000     1.952.371.000.000
Tambahan modal disetor                                        923.178.000          923.178.000          923.178.000          923.178.000          923.178.000          923.178.000          923.178.000          923.178.000          923.178.000          923.178.000           923.178.000           923.178.000           923.178.000           923.178.000           923.178.000           923.178.000           923.178.000           923.178.000           923.178.000           923.178.000           923.178.000
Uang muka setoran modal                                     4.950.436.000       29.950.436.000      129.950.436.000      129.950.436.000      129.950.436.000      129.950.436.000      129.950.436.000      129.950.436.000      129.950.436.000      129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000       129.950.436.000
Akumulasi defisit                                        (599.836.831.000)    (781.436.730.000)    (838.831.516.000)    (931.913.881.932)    (961.119.652.026)    (974.344.462.708)    (977.485.936.551)    (977.552.462.684)    (984.319.431.305)    (999.227.394.753)   (1.021.887.369.875)   (1.051.231.456.167)   (1.087.242.559.401)   (1.130.502.387.402)   (1.181.035.920.861)   (1.238.869.724.793)   (1.303.045.230.441)   (1.371.196.908.380)   (1.461.179.391.516)   (1.580.960.680.609)   (1.683.631.608.838)
Jumlah Ekuitas                                          1.358.407.783.000    1.201.807.884.000    1.244.413.098.000    1.151.330.732.068    1.122.124.961.974    1.108.900.151.292    1.105.758.677.449    1.105.692.151.316    1.098.925.182.695    1.084.017.219.247     1.061.357.244.125     1.032.013.157.833       996.002.054.599       952.742.226.598       902.208.693.139       844.374.889.207       780.199.383.559       712.047.705.620       622.065.222.484       502.283.933.391       399.613.005.162
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                           1.960.948.018.000    1.888.668.157.000    2.131.627.373.000    2.033.297.501.423    1.991.697.411.185    1.977.762.742.173    1.973.561.727.704    1.972.261.014.686    1.964.135.202.763    1.947.534.230.001     1.923.019.081.752     1.891.540.738.543     1.853.711.168.200     1.808.725.908.935     1.756.466.944.212     1.696.907.709.016     1.631.271.046.914     1.562.140.625.836     1.458.106.408.571     1.325.199.455.963     1.214.176.618.568
Page 95
APPENDIX                                            : Lampiran 07
PROJECT                                             : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                                               : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                                            : Asumsi Proyeksi Arus Kas

                                                             2023                  2024                 2025             2025               2026               2027               2028               2029               2030               2031               2032               2033               2034               2035               2036               2037               2038               2039               2040                2041                2042
                                  URAIAN                   31Des23               31Des24              31Juli25         31Des25            31Des26            31Des27            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28            31Des28             31Des28             31Des28
                                                            Actual                Actual               Actual          Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast            Forecast            Forecast
Arus Kas dari Aktivitas Operasional
Laba bersih                                                                                                           (93.082.365.932)   (29.205.770.094)   (13.224.810.682)    (3.141.473.844)       (66.526.133)    (6.766.968.621)   (14.907.963.448)   (22.659.975.122)   (29.344.086.292)   (36.011.103.233)   (43.259.828.001)   (50.533.533.459)   (57.833.803.931)   (64.175.505.648)   (68.151.677.939)   (89.982.483.136)   (119.781.289.093)   (102.670.928.229)
Depresiasi dan amortisasi                                                                                              58.175.673.325     58.108.975.503     57.904.341.206     57.854.246.178     57.800.539.178     57.800.539.178     57.800.539.178     57.800.539.178     56.850.523.416     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760      56.292.058.760      48.855.424.704

Piutang usaha dan piutang lain-lain                                                                                    97.081.171.558       (186.360.573)      (130.434.116)       (43.389.501)        43.422.819        157.625.271        194.879.100        201.014.772        207.382.739        186.360.573        186.360.573        186.360.573        186.360.573        158.397.344        100.893.423      1.147.264.453       1.173.109.188         571.513.768
Persediaan                                                                                                             82.551.376.699      2.807.957.494     (1.133.262.586)      (376.984.947)       377.274.427      1.369.509.978      1.693.185.807      1.746.494.924      1.801.822.307      1.619.173.513      1.619.173.513      1.619.173.513      1.619.173.513      1.376.218.050        876.601.498      9.967.882.070      10.192.431.231       4.965.535.040
Pajak                                                                                                                             -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                   -
Biaya dibayar dimuka dengan uang muka                                                                                             -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                   -
Utang pajak                                                                                                                       -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                   -
Utang usaha dan utang lain-lain                                                                                        (5.247.505.645)   (12.394.320.143)      (709.858.331)    (1.059.540.625)    (1.234.186.885)    (1.358.843.302)    (1.693.009.313)    (1.855.173.127)    (2.134.256.917)    (1.818.467.109)    (1.725.431.264)    (1.725.431.264)    (1.725.431.264)    (1.461.156.454)      (978.743.139)   (14.051.734.129)    (13.125.663.515)     (8.351.909.166)
Biaya masih harus dibayar                                                                                                         -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                   -
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun                                                                                 -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                   -
Liabilitas kontrak                                                                                                                -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                   -
Utang dan pinjaman                                                                                                                -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                   -
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasional                                                                       -    139.478.350.004     19.130.482.187     42.705.975.492     53.232.857.262     56.920.523.406     51.201.862.504     43.087.631.324     35.232.900.625     27.381.385.252     20.268.022.503     13.112.333.581      5.838.628.123     (1.461.642.350)    (7.809.987.948)   (11.860.867.398)   (36.627.011.981)    (65.249.353.430)    (56.630.363.882)

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehana aset tetap                                                                                                             -          (59.260.000)      (139.798.000)               -                  -                  -         (199.058.000)               -         (165.025.000)               -         (139.798.000)       (59.260.000)      (165.025.000)               -         (139.798.000)               -           (59.260.000)     (2.758.530.000)
Perolehan aset tidak berwujud
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Uang muka pembelian aset tetap
Penambahan piutang plasma
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi                                                                         -                -          (59.260.000)      (139.798.000)               -                  -                  -         (199.058.000)               -         (165.025.000)               -         (139.798.000)       (59.260.000)      (165.025.000)               -         (139.798.000)               -           (59.260.000)     (2.758.530.000)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus Kas dan Aktivitas Pendanaan                                                                                 -
Penerimaan utang bank
Pembayaran utang bank                                                                                                             -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                   -
Penerimaan dari uang muka setoran modal
Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
Pembayaran pinjaman dari pihak berelasi
Pembayaran liabilitas sewa
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                                                                         -                -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                   -                   -

Jumlah Kenaikan dan Penurunan                                                                        21.823.493.000   139.478.350.004     19.071.222.187     42.566.177.492     53.232.857.262     56.920.523.406     51.201.862.504     42.888.573.324     35.232.900.625     27.216.360.252     20.268.022.503     12.972.535.581      5.779.368.123     (1.626.667.350)    (7.809.987.948)   (12.000.665.398)   (36.627.011.981)   (65.308.613.430)    (59.388.893.882)
Saldo awal                                                                                            5.249.780.000    27.073.273.000    166.551.623.004    185.622.845.191    228.189.022.683    281.421.879.945    338.342.403.351    389.544.265.854    432.432.839.179    467.665.739.804    494.882.100.056    515.150.122.560    528.122.658.140    533.902.026.263    532.275.358.914    524.465.370.966    512.464.705.568    475.837.693.587     410.529.080.157
Saldo akhir                                                                      5.249.780.000       27.073.273.000   166.551.623.004    185.622.845.191    228.189.022.683    281.421.879.945    338.342.403.351    389.544.265.854    432.432.839.179    467.665.739.804    494.882.100.056    515.150.122.560    528.122.658.140    533.902.026.263    532.275.358.914    524.465.370.966    512.464.705.568    475.837.693.587    410.529.080.157     351.140.186.275
Page 96
APPENDIX                                              : Lampiran 08
PROJECT                                               : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                                                 : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                                              : Free Cash Flow to Firm

Analisis Arus Kas
                                                                                       2025                        2026               2027               2028               2029                2030               2031               2032               2033               2034               2035               2036               2037               2038               2039               2040                2041              2042
                                          URAIAN                                     31Des25                     31Des26            31Des27            31Des28            31Des29             31Des30            31Des31            31Des32            31Des33            31Des34            31Des35            31Des36            31Des37            31Des38            31Des39            31Des40             31Des41           31Des42         Terminal Value
                                                                                     Forecast                    Forecast           Forecast           Forecast           Forecast            Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast            Forecast          Forecast
Eat                                                                                    (93.082.365.932)        (29.205.770.094)   (13.224.810.682)    (3.141.473.844)       (66.526.133)    (6.766.968.621)   (14.907.963.448)   (22.659.975.122)   (29.344.086.292)   (36.011.103.233)   (43.259.828.001)   (50.533.533.459)   (57.833.803.931)   (64.175.505.648)   (68.151.677.939)   (89.982.483.136)   (119.781.289.093) (102.670.928.229)                    -
Depresiasi                                                                              58.175.673.325          58.108.975.503     57.904.341.206     57.854.246.178     57.800.539.178     57.800.539.178     57.800.539.178     57.800.539.178     56.850.523.416     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760     56.292.058.760      56.292.058.760    48.855.424.704                     -
CNWC                                                                                   174.385.042.611          (9.772.723.222)    (1.973.555.033)    (1.479.915.073)      (813.489.639)       168.291.947        195.055.595         92.336.569       (125.051.872)       (12.933.023)        80.102.822         80.102.822         80.102.822         73.458.940         (1.248.219)    (2.936.587.605)     (1.760.123.097)   (2.814.860.357)                    -
Interest * (1-Tax)                                                                      60.887.235.552          60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552     60.887.235.552      60.887.235.552    60.887.235.552                     -
Capex                                                                                                -             (59.260.000)      (139.798.000)                 -                  -                  -       (199.058.000)                 -       (165.025.000)                 -       (139.798.000)       (59.260.000)      (165.025.000)                 -       (139.798.000)                 -         (59.260.000)   (2.758.530.000)                    -
Free Cash Flow To Firm                                                                 200.365.585.556          79.958.457.739    103.453.413.044    114.120.092.814    117.807.758.958    112.089.098.056    103.775.808.876     96.120.136.177     88.103.595.804     81.155.258.055     73.859.771.133     66.666.603.675     59.260.568.202     53.077.247.604     48.886.570.154     24.260.223.571      (4.421.377.878)    1.498.341.670                     -


                                                                                       2025                       2026                2027               2028               2029                2030               2031              2032               2033               2034               2035               2036               2037               2038               2039               2040                2041               2042
                                           Uraian                                    31Des25                    31Des26             31Des27            31Des28            31Des29             31Des30            31Des31           31Des32            31Des33            31Des34            31Des35            31Des36            31Des37            31Des38            31Des39            31Des40             31Des41            31Des42         Terminal Value
                                                                                     Forecast                   Forecast            Forecast           Forecast           Forecast            Forecast           Forecast          Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast            Forecast           Forecast
Dr                                                                                              12,70%                 12,70%              12,70%             12,70%             12,70%             12,70%             12,70%            12,70%             12,70%             12,70%             12,70%             12,70%             12,70%             12,70%             12,70%             12,70%              12,70%            12,70%                  3,78%
Growth
Free Cash Flow To Firm                                                                 200.365.585.556         79.958.457.739     103.453.413.044    114.120.092.814    117.807.758.958    112.089.098.056    103.775.808.876    96.120.136.177     88.103.595.804     81.155.258.055     73.859.771.133     66.666.603.675     59.260.568.202     53.077.247.604     48.886.570.154     24.260.223.571       (4.421.377.878)    1.498.341.670        17.434.421.253
Terminal Value                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         2.172.111.253
Tahun                                                                                             0,42                   1,42                2,42               3,42               4,42               5,42               6,42              7,42               8,42               9,42              10,42              11,42              12,42              13,42              14,42              15,42               16,42              17,42                 17,42
Faktor Diskonto                                                                                   0,95                   0,84                0,75               0,66               0,59               0,52               0,46              0,41               0,37               0,32               0,29               0,26               0,23               0,20               0,18               0,16                0,14               0,12                  0,12
                                                                                       190.626.715.322         67.497.947.475      77.488.366.237     75.843.666.644     69.469.891.777     58.647.786.512     48.178.125.819    39.594.391.685     32.201.674.417     26.318.855.956     21.253.175.329     17.021.182.227     13.424.951.494     10.668.929.148      8.719.017.092      3.839.178.303        (620.821.346)       186.674.668
Nilai Eksplisit                                                                        760.359.708.759
Nilai Perpetuity                                                                         2.172.111.253
Nilai (100,00%) Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa                                    762.531.820.012     (762.530.214.423)            1.605.589
Saldo Kas                                                                               27.073.273.000
Utang Struktur Kapital :
       Utang dan Pinjaman                                                             (780.605.584.000)
       Kewajiban imbalan pasca kerja                                                    (8.468.796.000)
Nilai (100,00%) Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa                                        530.713.012
Nilai (66,00%) Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa                 66,00%                  350.270.588                                180.442.424
Page 97
APPENDIX                                      : Lampiran 09
PROJECT                                       : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                                         : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                                      : Asset Based Valuation
Mata Uang

                                                    31Juli25                                31Juli25
                                                                     Penyesuaian
                                                     Before                                  After
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                 27.073.273.000                          27.073.273.000
Piutang usaha dan piutang lain-lain               102.241.797.000                         102.241.797.000
Persediaan                                        131.816.039.000                         131.816.039.000
Pajak                                              28.739.521.000                          28.739.521.000
Biaya dibayar dimuka dengan uang muka               3.003.914.000                           3.003.914.000

Jumlah Aset Lancar                                292.874.544.000                 -       292.874.544.000

Aset Tidak Lancar
Tanamanan Produktif                             1.044.267.129.000    (748.600.399.000)     295.666.730.000
Aset tetap                                        557.028.096.000    (211.813.636.000)     345.214.460.000
Aset hak-guna                                         294.187.000                              294.187.000
Aset tak berwujud                                      64.814.000                               64.814.000
Piutang lain-lain                                             -                                        -
Uang muka                                                     -                                        -
Aset pajak tangguhan                               46.474.981.000                           46.474.981.000
Uang muka proyek perkebunan plasma                 27.930.116.000                           27.930.116.000
Piutang plasma                                    162.693.506.000                          162.693.506.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                        1.838.752.829.000    (960.414.035.000)     878.338.794.000
Jumlah Aset                                     2.131.627.373.000    (960.414.035.000)   1.171.213.338.000

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang pajak                                           181.473.000                             181.473.000
Utang usaha dan utang lain-lain                    92.185.145.000                          92.185.145.000
Biaya masih harus dibayar                           5.601.962.000                           5.601.962.000
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu            64.584.000                              64.584.000
Liabilitas kontrak                                            -                                       -
Utang dan pinjaman                                780.605.584.000                         780.605.584.000

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   878.638.748.000                 -       878.638.748.000

Liabilitas Jangka Panjang
Utang dan pinjaman                                            -                                        -
Liabilitas sewa                                       106.731.000                              106.731.000
Liabilitas pajak tangguhan                                    -                                        -
Kewajiban imbalan pasca kerja                       8.468.796.000                            8.468.796.000

Jumlah Liabilitas Jangka panjang                    8.575.527.000                 -         8.575.527.000
Jumlah Liabilitas                                 887.214.275.000                 -       887.214.275.000

Ekuitas
Modal saham                                     1.952.371.000.000                        1.952.371.000.000
Tambahan modal disetor                                923.178.000                              923.178.000
Uang muka setoran modal                           129.950.436.000                          129.950.436.000
Akumulasi defisit                                (838.831.516.000)                        (838.831.516.000)
Penyesuaian                                                   -      (960.414.035.000)    (960.414.035.000)

Jumlah Ekuitas                                  1.244.413.098.000    (960.414.035.000)     283.999.063.000
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                   2.131.627.373.000    (960.414.035.000)   1.171.213.338.000
Page 98
APPENDIX                                                            : Lampiran 10
PROJECT                                                             : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER                                                               : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS                                                            : Excess Earning


Uraian                                                                                       Nilai Pasar          Bobot Leverage        Tertimbang                              27.717.879
Piutang Usaha                                                                                 102.241.797.000                  38%      38.851.882.860
Persediaan                                                                                    131.816.039.000                  50%      65.908.019.500
Aset Tetap                                                                                    640.881.190.000                  60%     384.528.714.000
Jumlah                                                                                        874.939.026.000                          489.288.616.360

Ke                                                                                                      14,01%               44,08%             6,18%
Kd                                                                                                       8,92%               55,92%             4,99%
                                                                                                                                               11,16%


Nilai Aset Berwujud Bersih (Ekuitas)                                  (a)                                                              283.999.063.000
                                                                      (b)                                                                       11,16%
Balikan Aset Berwujud Bersih                                          (c)    =axb                                                       31.705.642.962

Arus Kas Bersih
                                          Uraian                                              31Des25                 31Des26            31Des27           31Des28           31Des29           31Des30           31Des31          31Des32          31Des33          31Des34          31Des35          31Des36          31Des37          31Des38          31Des39          31Des40           31Des41          31Des42                     TV

Arus Kas Bersih                                                      (d)                       200.365.585.556       79.958.457.739    103.453.413.044   114.120.092.814   117.807.758.958   112.089.098.056   103.775.808.876   96.120.136.177   88.103.595.804   81.155.258.055   73.859.771.133   66.666.603.675   59.260.568.202   53.077.247.604   48.886.570.154   24.260.223.571   -4.421.377.878     1.498.341.670

Kelebihan Pendapatan                                                  (e)    =d-c              168.659.942.594        48.252.814.776    71.747.770.081    82.414.449.851    86.102.115.995    80.383.455.093    72.070.165.914   64.414.493.215   56.397.952.842   49.449.615.093   42.154.128.170   34.960.960.712   27.554.925.240   21.371.604.642   17.180.927.192   -7.445.419.392   -36.127.020.840   -30.207.301.292
                                                                                                         0,42                  1,42              2,42              3,42              4,42              5,42              6,42             7,42             8,42             9,42            10,42            11,42            12,42            13,42            14,42            15,42             16,42             17,42
Tingkat Diskonto                                                                                       14,01%                14,01%            14,01%            14,01%            14,01%            14,01%            14,01%           14,01%           14,01%           14,01%           14,01%           14,01%           14,01%           14,01%           14,01%           14,01%            14,01%            14,01%

Faktor Diskonto                                                       (f)                               0,9468               0,8305            0,7284            0,6389            0,5604            0,4915            0,4311           0,3781           0,3316           0,2909           0,2551           0,2238           0,1963           0,1722           0,1510           0,1324           0,1162            0,1019

Nilai Kini dari Kelebihan Pendapatan                                  (g)    =exf             159.691.745.780        40.072.129.514     52.260.965.256   52.652.819.516    48.248.225.162    39.507.853.649    31.068.589.582    24.355.601.510   18.703.714.077   14.383.900.810   10.754.819.477   7.823.401.536    5.408.299.688    3.679.153.373    2.594.218.833     (986.048.838)   (4.196.533.155)   (3.077.653.236)   2.172.111.253

Nilai Aset Takberwujud                                               (h)    Ʃ (g)              505.117.313.787
Nilai Kapital                                                         (i)   =a+h               789.116.376.787
Utang dalam Struktur Kapital per 31/05/2025                           (j)                     -789.074.380.000
Nilai Ekuitas                                                        (k)     =i+j                   41.996.787

Nilai 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa per 31 Juli 2025   #####                           27.717.879
Page 99
APPENDIX         : Lampiran 11
PROJECT          : Penilaian 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa
OWNER            : PT Putera Manunggal Perkasa
ANALYSIS         : Rekonsiliasi


                                                                                      Indikasi Nilai Setelah
  Pendekatan                    Metode                      Indikasi Nilai      Bobot
                                                                                             Bobot
Pendapatan        Discounted Cash Flow                            350.270.588     80%           280.216.470
Aset              Asset Based Value - Excess earnings              27.717.879     20%             5.543.576
Nilai 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa per 31 Juli 2025                               285.760.046
DLOM                                                                              30%           (85.728.014)
Nilai 66,00% Ekuitas PT Putera Manunggal Perkasa per 31 Juli 2025                               200.032.032
Page 100
          Uraian            2025     2026     2027     2028     2029     2030     2031     2032     2033     2034     2035     2036     2037     2038     2039     2040     2041     2042     Keterangan
Unleverage Beta               0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72     0,72
Leverage Beta Valuation Object0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97

Cost Of Debt (Kd)
Bank Interest Rate          8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%
Tax                         0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00%    0,00% effective rate
Cost Of Debt (Kd)           8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%    8,92%

Cost of Equity (Ke)
Risk Free Rate (Rf)          7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%    7,08%
Risk Premium Market (Rpm)    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%    7,03%
β (Beta)                      0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97     0,97
CDS                          1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%    1,87%
Spesific Risk (SR)           2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%    2,00%
Cost of Equity (Ke)         14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%   14,01%

Wd                          25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%   25,71%
We                          74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%   74,29%

WACC                        12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%   12,70%

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.24 MB
Published2 Oct 2025
Pages100
Characters394,719
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 108 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PUTERA MANUNGGAL PERKASA · Nama Perusahaan p.1 ×234
linked org AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×168
linked org PT Permata Putera Mandiri p.8 ×13
linked person Isen Henry Tjong p.14 ×2
linked person Hilman Lukito p.14 ×2
linked person Irawan Soerodjo p.48
linked org PT Sinar Mas p.51
linked org Pemerintah Provinsi p.67
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×15
possible person Susanto p.11 ×4
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.31
possible org Nusantara Tbk p.78
unresolved org KJPP YANUAR BEY DAN REKAN Penilaian Ekuitas p.1
unresolved org PT PUTERA MANUNGGAL PERKASA KEPEMILIKAN p.1
unresolved org PT AUSTINDO NUSANTRA JAYA AGRI Dipersiapkan p.1
unresolved person DR. Ide Anak Agung Gde Agung p.1 ×12
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri p.2 ×63
unresolved org KJPP Tobing Panuturi dan Rekan p.3 ×71
unresolved org KJPP Tobing Panuturi p.3 ×75
unresolved org TOBING PANUTURI DAN REKAN Prasetyo Djoko Sasongko p.3
unresolved person M.B.A. p.3 ×4
unresolved person Prasetyo Djoko Sasongko p.4 ×3
unresolved person Penilai Mery Ganis S p.5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi & Rekan p.6
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi p.6 ×2
unresolved org Penilai KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.6
unresolved org Kementerian Keuangan p.6 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.6 ×2
unresolved org KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.6 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan p.11 ×10
unresolved org Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja p.11 ×5
unresolved person Beatrice Tanuwijaya p.11 ×2
unresolved person Erwin Marcellino Irawan p.11 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo dan Rekan p.11 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo p.11 ×2
unresolved person Wikanto Artadi p.11 ×2
unresolved person CMA. p.11 ×2
unresolved org Menteri Investasi p.12 ×2
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal. p.12 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.12 ×29
unresolved org Pusat Statistik p.12 ×2
unresolved person Darbi p.12 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×4
unresolved person Siti Endaryati · Notaris p.13 ×3
unresolved person Kartika · Notaris p.13 ×16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.13 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved org PT PMP p.13 ×9
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri DAFTAR ISI Halaman p.19
unresolved — Identit · Penilai p.19 ×2
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri DAFTAR FIGUR Halaman p.21
unresolved org PT Putera Manunggal Perkasa Milik p.22 ×67
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri BAB I PENDAHULUAN p.22
unresolved org Identitas Penilai KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.23
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan p.23
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Figur p.27 ×7
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Kondisi Kebun p.30
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Kecamatan Aifat Selatan p.32
unresolved org Koperasi Produsen Mekar Sumano p.32
unresolved org Koperasi Produsen Mekar Karirif p.32
unresolved org Koperasi Produsen Mekar Ikana p.32
unresolved org Koperasi Produsen Mekar Womba p.32
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Pasar Modal p.35
unresolved org KJPP TOPAZ p.35
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny dan Rekan p.36 ×2
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny p.36 ×2
unresolved person Penilai Publik Robintang Tua Simarmata p.36 ×2
unresolved org Pangan Nasional p.37
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri BAB II DATA p.39
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Rp p.42
unresolved org PT Permata Putra Mandiri p.47
unresolved org PT ANJ p.48 ×3
unresolved org PT PAM p.48
unresolved person Soerodjo p.48
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH. p.48
unresolved org PT PUTERA MANUNGGAL PERKASA Distrik Kais p.49
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Sedangkan p.50
unresolved org PT Tunas Sawa Erma p.51
unresolved org PT Papua Agro Lestari p.51
unresolved org PT Merauke Sawit Jaya p.51
unresolved org PT Bumi Irian Perkasa p.51
unresolved org PT Dongin Prabhawa p.51
unresolved org PT IKS p.51
unresolved org PT IKSJ p.51
unresolved org PT Ciliandry Anky Abadi p.51
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri BAB III TINJAUAN p.54
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Ekspor p.62
unresolved org Informasi Geospasial p.62
unresolved org Kementerian Pertanian p.62
unresolved org Menteri Pertanian p.67
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Perkembangan p.69
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri BAB IV PENDEKATAN p.70
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Metode p.72
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri BAB V PENILAIAN p.74
unresolved org PT PUTERA MANUNGGAL PERKASA MILIK ANJA p.74
unresolved org DER p.78
unresolved org Market Cap · Company Name p.78
unresolved org London Sumatra Indonesia Tbk p.78
unresolved org PT Astra Agro p.78
unresolved org Lestari Tbk p.78
unresolved org PT Eagle High p.78
unresolved org Plantations Tbk p.78
unresolved org PT Dharma Satya p.78
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri DLOC p.81
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Besaran DLOM p.82
unresolved org PT Putera Manunggal p.84 ×2
unresolved org PT Putera Manunggal Perkasa OWNER p.89 ×11
unresolved org PT Putera Manunggal Perkasa ANALYSIS p.89 ×11

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 29544 ms 12 Sep 2026 22:35
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Prasetyo Djoko Sasongko, S.E., M.B.A., M.Ec.Dev., MAPPI',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result