Skip to content
Back to announcement

20250923_TIRT_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31951747_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review TIRT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 101

Page 1
                 File No. 008.1/IDR/DO.2/KFS/IX/2025
                      LAPORAN STUDI KELAYAKAN
                     PERUBAHAN KEGIATAN USAHA
  ANGKUTAN LAUT DALAM NEGERI UNTUK BARANG UMUM (KBLI 50131)
DAN ANGKUTAN LAUT DALAM NEGERI UNTUK BARANG KHUSUS (KBLI 50133)
SERTA AKTIVITAS PENUNJANG PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN LAINNYA
                              (KBLI 09900)
                 PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
                               (REVISI 1)




                    KJPP ISKANDAR DAN REKAN
                             JAKARTA
                               2025
Page 2
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT
File No. 008.1/IDR/DO.2/KFS/IX/2025                                 Jakarta, 17 September 2025

Kepada Yth,
PT Tirta Mahakam Resources Tbk
Gapura Prima Office Tower (The Belleza) Lt. 20
Jalan Letjen Soepeno No. 34
Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan


Dengan Hormat,

    Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Angkutan Laut Dalam Negeri
             Untuk Barang Umum (Kbli 50131) dan Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang
             Khusus (KBLI 50133) serta Aktivitas Penunjang Pertambangan Dan Penggalian Lainnya
             (KBLI 09900) PT Tirta Mahakam Resources Tbk (Revisi 1)
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (KJPP IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Laporan studi kelayakan ini merupakan hasil revisi laporan studi kelayakan No.
007.1/IDR/DO.2/KFS/VIII/2025 tanggal 15 Agustus 2025 dan oleh karenanya laporan studi kelayakan
tersebut dibatalkan. Alasan diterbitkannya laporan study kelayakan revisi sehubungan dengan adanya
perubahan dan/atau tambahan data/informasi berdasarkan surat OJK No. S-446/PM.023/2025
tanggal 15 September 2025, Hal. Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana Perubahan
Kegiatan Usaha serta Transaksi Material dan Transaksi Afiliasi PT Tirta Mahakam Resources Tbk.
Informasi tambahan dalam laporan studi kelayakan revisi diantaranya pengungkapan nomor dan
tanggal Laporan Auditor Independen (LAI), pengungkapan asumsi dalam penyusunan proyeksi
keuangan dan análisis singkat akun-akun dan rasio keuangan. Laporan Studi Kelayakan telah direvisi
sebagaimana yang disajikan dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Tirta Mahakam Resources Tbk (selanjutnya disebut TIRT atau Perseroan atau Perusahaan)
merupakan perusahaan terbuka yang bergerak di bidang industri dan penjualan kayu lapis dan produk-
produk kayu sejenis. Namun sejak terjadinya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 Perseroan telah
menghentikan aktivitas produksi dan penjualan kayu lapis. Perseroan menilai bahwa industri kayu
lapis sudah tidak lagi memberikan prospek usaha yang menjanjikan. Oleh sebab itu, Perseroan
berencana melakukan transformasi bisnis dari industri kayu lapis ke industri angkutan laut dan
Perseroan meyakini bahwa bisnis angkutan laut memiliki potensi yang lebih menjanjikan dan dapat
memberikan nilai tambah jangka panjang bagi Perseroan.
Perseroan berencana untuk melakukan perubahan kegiatan usaha dengan mengganti seluruh
kegiatan usaha yang sudah dijalankan yaitu di bidang industri dan penjualan kayu lapis dan produk-
produk kayu sejenis menjadi kegiatan usaha yang baru yaitu kegiatan usaha di bidang industri
Page 3
angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus
serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya yang selanjutnya disebut Kegiatan
Usaha.
Sebagai langkah investasi awal dalam menjalankan kegiatan usaha yang baru Perseroan akan
menjalankan Kegiatan Usaha dengan melakukan investasi modal tetap berupa pembelian terhadap 20
(dua puluh) unit armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge) dari pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan yaitu PT Lima Srikandi Jaya (LSJ), PT Mitra Kemakmuran Line (MKL) dan PT Antar
Sarana Rekasa (ASR). Sumber pendanaan Perseroan untuk pembelian tersebut berasal dari fasilitas
pinjaman pemegang saham yang telah dimiliki TIRT.
Perseroan akan mengoperasikan armada kapal untuk menyediakan jasa pengangkutan komoditas
terutama bauksit, batubara dan tandan buah segar (TBS) melalui jalur laut dalam negeri, baik kepada
pihak afiliasi maupun pihak ketiga. Dengan perubahan Kegiatan Usaha ini, diharapkan dapat
memberikan sumber pendapatan yang berkelanjutan serta menjamin kelangsungan usaha Perseroan
di masa mendatang.
Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha dari Penilai Independen.
Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan
Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas Kegiatan Usaha tersebut.
Berdasarkan surat proposal penawaran/perjanjian kerja antara KJPP IDR dan TIRT No.
103.6/IDR/DO.2/Pr-FS/VI/2025 tanggal 25 Juni 2025, IDR telah melaksanakan Studi Kelayakan sesuai
dengan perihal surat tersebut diatas seperti yang disajikan dalam laporan ini.
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah kegiatan usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131)
dan angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133) serta aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900) (selanjutnya disebut Kegiatan Usaha).
Maksud dan Tujuan
Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek
dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau proyek terkait
dengan perubahan kegiatan usaha Perusahaan.
Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal penilaian 30 Juni 2025 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan interim Perseroan untuk
periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025, yang telah diaudit oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah
& Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian dengan paragraf ketidakpastian material tentang
kelangsungan usaha dalam laporannya pada tanggal 8 Agustus 2025 dengan Laporan Auditor
Independen No. 00076/2.0890/AU.1/04/1495-3/1/VIII/2025 yang ditandatangani oleh Akuntan Publik
Yazid M. Aleq Bawafi yang terdaftar di OJK.
Pendekatan dan Metodologi
Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis atas:
a. Kelayakan pasar


Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            ii
Page 4
b.   Kelayakan teknis
c.   Kelayakan pola bisnis
d.   Kelayakan model manajemen
e.   Kelayakan keuangan
Kesimpulan
a. Analisis Kelayakan Pasar
     • Kondisi Pasar
        Produksi batu bara Indonesia mencapai 357,60 juta ton pada semester pertama (S1) 2025,
        setara dengan 48,3% dari target pemerintah sepanjang tahun sebesar 739,67 juta ton,
        menurut data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (DJMB) Kementerian Energi dan
        Sumber Daya Mineral (ESDM). Angka tersebut diungkapkan oleh DJMB, dalam acara
        Roadshow Edisi Kalimantan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pertambangan Batubara
        Indonesia (APBI-ICMA) di Samarinda, Rabu (9 Juli).
        Menanggapi kinerja tersebut, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengatakan
        angka produksi turun sekitar 11% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Meskipun
        produksi telah mencapai hampir 50% dari target tahun ini, kami menghadapi tantangan yang
        signifikan, terutama dengan menurunnya permintaan akibat perubahan kebijakan domestik
        di pasar-pasar utama seperti Tiongkok dan India.
        Kalimantan terus memainkan peran dominan di sektor ini, menyumbang 688 juta ton atau
        sekitar 82% dari total produksi batu bara Indonesia pada tahun 2024. "Batubara menyumbang
        40,56% terhadap bauran energi nasional tahun lalu. ESDM menambahkan bahwa sekitar 50%
        - 60% pembangkit listrik Indonesia masih bergantung pada Batubara 70% di antaranya
        bersumber dari Kalimantan.
        Ia menekankan pentingnya strategis pertambangan batubara dalam memenuhi permintaan
        listrik global, dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Indonesia dari sektor mineral
        dan batu bara mencapai Rp140,46 triliun pada tahun 2024 123,75% dari target tahunan, dan
        setara dengan 52% dari total PNBP Kementerian ESDM.
        APBI menekankan bahwa batubara bukan sekadar komoditas, melainkan instrumen
        pembangunan nasional yang membuka akses, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan
        membentuk peradaban modern.
        Indonesia tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap penambahan kapasitas
        pembangkit batubara baru secara global pada tahun 2024, dengan penambahan sebesar 1,9
        GW, menjadikannya urutan ketiga setelah China dan India. Menariknya, sekitar 80% dari
        kapasitas baru tersebut berupa pembangkit Listrik tenaga uap (PLTU), yaitu pembangkit yang
        dibangun khusus untuk melayani kebutuhan energi industri—terutama smelter logam seperti
        nikel, kobalt, dan aluminium yang mendukung era kendaraan listrik (EV) yang sedang
        berkembang pesat.
        Menurut laporan Global Energy Monitor (GEM) yang dikutip Mongabay, kapasitas pembangkit
        listrik meningkat tajam dari 5,5 GW pada 2019 menjadi 16,6 GW pada 2024—sebuah lonjakan
        besar yang mencerminkan ekspansi industri hilir yang masif. Saat ini, terdapat 130 unit
        pembangkit kapasitas minimal 30 MW, dengan 21 unit lainnya sedang dikonstruksi atau dalam
        tahap perencanaan.
        Indonesian National Shipowners Association (INSA) menilai kebijakan hilirisasi Presiden Joko
        Widodo (Jokowi) yang melarang ekspor bahan mentah hasil tambang seperti nikel membawa



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            iii
Page 5
       berkah bagi industri pelayaran di tanah air. Dengan adanya hilirisasi akan mengembangkan
       banyak angkutan laut baru yaitu dari daerah ke daerah, dimana kapal-kapal domestik akan
       mendominasi pelayanan logistik distribusi mineral tambang antar pulau di dalam negeri.
       Karena sebagian besar smelter berlokasi di kawasan pesisir atau pulau-pulau dengan
       infrastruktur terbatas, distribusi batubara untuk PLTU sangat bergantung pada angkutan laut,
       terutama kapal tunda (tugboat) dan tongkang (barge).
       Saat ini 20 (dua puluh) unit kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge) masih
       dioperasikan oleh LSJ, ASR dan MKL untuk mengangkut produk bauksit, batubara dan tandan
       buah segar (TBS), untuk menjaga kesinambungan (sustainability) TIRT agar dapat
       mempertahankan kelangsungan usahanya ke depan yaitu dengan melakukan diversifikasi
       komoditas seperti pengangkutan nikel, pasir, pupuk, semen, atau logistik barang proyek.
       Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan target kewajiban pasokan
       batubara untuk dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) pada tahun 2025 akan
       lebih besar dibandingkan tahun 2024. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),
       mengatakan target DMO tahun ini mencapai 239,7 juta ton.
       Dalam perhitungan, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan target DMO sepanjang tahun
       2024 yang berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI) adalah 181,3 juta ton.
       Sedangkan dalam realisasi mencapai 209,93 juta ton atau persentase DMO sepanjang 2024
       adalah mencapai 115,79%. Adapun, jika dibandingkan arti target DMO tahun 2025 ini
       meningkat 24,36% dibandingkan target DMO tahun lalu.
       ESDM mengatakan peningkatan target ini berdasarkan perhitungan yang dari hasil rapat
       multilateral dengan pelaku industri batubara. Target dari prognosa hasil, ESDM melakukan
       rapat multilateral dengan pelaku industri yang menggunakan batu bara. Pertimbangan lainnya
       adalah melihat dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2025.
       Adapun, sebagian dari DMO tahun ini ungkap dia masih akan digunakan untuk memenuhi
       kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sebelumnya, Asosiasi Pertambangan
       Batubara Indonesia (APBI) memprediksi kebutuhan Indonesia terhadap batu bara tahun 2025
       akan terus meningkat, terutama untuk menjaga ketahanan energi.
       Dengan penambahan volume DMO tahun ini menurutnya pemerintah juga akan menargetkan
       adanya kenaikan produksi dan juga kenaikan konsumsi batubara domestik.
       Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memperkirakan permintaan listrik
       Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan dimulainya proyek pembangkit listrik tenaga uap
       (PLTU) baru sebesar 35.000 MW. Pada tahun 2024, konsumsi listrik domestik ditargetkan
       mencapai 1.408 kWh/kapita, dari sekitar 1.285 kWh/kapita pada tahun 2023 dan 1.173
       kWh/kapita pada tahun 2022. Pada bulan Desember 2023, ESDM melelang empat blok
       tambang batu bara baru -- dua di Kalimantan dan dua di Sumatra.
       Analisis dan prakiraan International Energy Agency's (IEA) untuk tahun 2024-2026
       memperkirakan pembangkit listrik tenaga batubara Indonesia akan meningkat sekitar 5%
       selama periode ini dan mempertahankan pangsa yang stabil dalam bauran pembangkit listrik.
       Secara keseluruhan, IEA memproyeksikan permintaan domestik Indonesia mencapai 284 juta
       ton pada tahun 2026, naik dari kurang dari 200 juta ton pada tahun 2024. Oleh karena itu yang
       menjadi target pasar industri jasa pengangkutan yaitu memasok kepada perusahaan-
       perusahaan pembangkit listrik di wilayah Indonesia.
     • Pesaing Usaha
       Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.


Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            iv
Page 6
       Pada kegiatan usaha jasa pengangkutan diantaranya adalah sebagai berikut:
       1. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) merupakan perusahaan jasa logistik dan transportasi laut,
          dimana TCPI memiliki beragam jenis kapal untuk memenuhi kebutuhan logistik dan
          transportasi laut seperti mother vessel, tugboat dan barge, pusher tugs dan pusher barges,
          floating crane dan assist tug.
       2. PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) adalah perusahaan jasa logistik dan
          transportasi laut, dimana PSAT memiliki beragam jenis kapal untuk memenuhi kebutuhan
          logistik dan transportasi laut seperti, tugboat dan barge dan bulk carrier.
       3. PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) merupakan perusahaan jasa logistik yang
          mengoperasikan tugboat, barge dan floating crane.
       4. PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) adalah perusahaan layanan logistik laut yang
          mengoperasikan fasilitas muatan apung, tugboat, barge, bulk carrier, dan tongkang derek
          apung.
       Prospek industri ini ke depan akan ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha untuk
       melakukan konsolidasi, penerapan digitalisasi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi
       operasional, serta adaptasi terhadap tuntutan pasar global terkait keberlanjutan dan
       pengurangan emisi. Diversifikasi muatan, termasuk pengangkutan komoditas curah lainnya
       seperti nikel, menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap batubara
       di tengah dinamika transisi energi global. Dalam lanskap persaingan yang demikian,
       keberhasilan akan sangat ditentukan oleh kekuatan modal, efisiensi biaya, daya saing armada,
       serta ketangguhan strategi bisnis dalam menghadapi volatilitas pasar.
     • Strategi Pemasaran
       Perseroan membeli armada kapal dalam kondisi beroperasi untuk menjalankan kontrak
       antara pemilik kapal dengan penyewa. Setelah Perseroan membeli armada kapal milik LSJ,
       MKL dan ASR, Perseroan juga akan memperoleh pengalihan kontrak yang sedang berjalan dari
       LSJ dan MKL sebagai berikut:
       a. Perjanjian pengangkutan bauksit No. 032/PURCH/WHW/II/2025 tanggal 28 Februari 2025
          antara WHW dengan LSJ.
       b. Perjanjian pengangkutan bauksit No. 033/PURCH/WHW/II/2025 tanggal 28 Februari 2025
          antara WHW dengan MKL.
       c. Surat perjanjian angkutan laut No. 035/MKL-MBL/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024
          antara MKL dengan MBL.
       d. Surat perjanjian angkutan laut No. 021/LSJ-MBL/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024
          antara LSJ dengan MBL.
       e. Perjanjian sewa menyewa kapal “Time Charter” No. 001A/LSJ-GHL/I/2025 445-
          ANGKT/GHLL-TRNE/JKT/02/2025 tanggal 3 Januari 2025 antara LSJ dengan GHL.
       Strategi pemasaran Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya dengan
       mengoptimalkan kontrak eksisting dan melakukan ekspansi pasar baru.
       Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Perseroan berkomitmen untuk membangun dan
       mengembangkan bisnis pelayaran yang berkelanjutan. Tidak hanya terbatas pada
       pengoperasian 20 (dua puluh) unit armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge)
       pada tahap awal, Perseroan akan secara bertahap melakukan penambahan aset kapal sesuai
       dengan kebutuhan operasional dan peluang pertumbuhan pasar. Langkah ini akan didukung
       dengan peningkatan kapasitas pelayanan, diversifikasi rute dan jenis kargo.
    Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha dan strategi


Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            v
Page 7
    pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar Kegiatan Usaha oleh Perseroan adalah layak.
b. Analisis Kelayakan Teknis
     • Kapasitas
        Rencana pengembangan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan yaitu TIRT berencana akan
        membeli 20 (dua puluh) unit armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge) yang
        akan dioperasikan secara berpasangan menjadi 10 set tugboat (TB) dan tongkang (TK) dari
        pihak terafiliasi TIRT dengan sumber pendanaan dari fasilitas pinjaman yang telah dimiliki TIRT
        dari HJR sebagai pemegang saham TIRT. Dimana kapasitas muatan kapal bervariasi bergantung
        pada dimensi kapal yang akan digunakan, berikut informasi kapasitas muatan setiap kapal:
                                                            Jenis Penyewaan     Kapasitas
          No.                    Uraian
                                                                  Kapal        Muatan (MT)
          1     TB Bawal Mandiri I & TK Bawal Sejahtera I     Time Charter             144
          2     TB Rita 106 & TK Mariam 12                   Freight Charter         3.500
          3     TB Artha Sarana 58 & TK Goldwood IV          Freight Charter         2.500
          4     TB RYL 6 & TK Srikandi Jaya II               Freight Charter         3.500
          5     TB RYL 15 & TK Mariam 18                     Freight Charter         3.300
          6     TB Mitra Jaya VII & TK Karya 8               Freight Charter         4.500
          7     TB RYL 9 & TK KC 240555                      Freight Charter         4.500
          8     TB Rita 102 & TK Rita 203                    Freight Charter         4.700
          9     TB Rita 109 & TK Mariam 6                    Freight Charter         3.200
          10    TB RYL 7 & TK Rita 204                       Freight Charter         4.700

     • Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
        Dalam menjalankan Kegiatan Usaha, Perseroan membutuhkan sumber daya manusia yang
        berpengalaman dibidang jasa pengangkutan komoditas tambang. Perseroan membutuhkan
        personil sebanyak 11 orang, dimana 2 personil dipenuhi dari personil eksisting Perseroan dan
        9 personil dipenuhi dari pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
     • Proses Produksi
        Proses penyediaan produksi/jasa pengangkutan komoditas pertambangan adalah sebagai
        berikut:
         1. Kontrak Pengangkutan
            • TIRT dan Charterer/Penyewa menyepakati kontrak jasa pengangkutan laut.
            • Kontrak sekurangnya memuat informasi tentang :
               - Para pihak.
               - Lingkup pekerjaan yang akan dikerjakan.
               - Durasi kontrak.
               - Kegiatan pemuatan & pembongkaran.
               - Metode pembayaran & tarif yang disepakati.
               - Hak dan Kewajiban TIRT dan Charterer/Penyewa.
               - Kepatuhan terhadap Standar & Regulasi.
            • Setelah penandatanganan kontrak antara TIRT dan Charterer/Penyewa, TIRT
               mempersiapkan kegiatan transhipment ke jetty pelabuhan atau ke kapal besar/Mother
               Vessel (MV).
         2. Persiapan Armada
            • TIRT & Charterer/Penyewa melakukan Safety Check armada sebelum dilakukan
               kegiatan transhipment.


Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                              vi
Page 8
               Pengecekan armada meliputi:
               - Pengecekan Stability Booklet.
               - Plat deck Tongkang.
               - Sideboard Tongkang.
               - Rampdoor Tongkang (jika ada).
               - Drainase & pintu tongkang.
               - Angka Draught pada tongkang.
               - Jumlah fender pada tongkang.
               - Jangkar dan peralatannya Tongkang.
               - Tali Tongkang.
               - Dokumen Tongkang.
               - Kondisi permesinan Tugboat.
               - Alat-alat Navigasi.
               - Alat-alat keselamatan.
               - Draught Tugboat.
               - Tali & peralatan towing Tugboat.
               - Jangkar dan peralatannya Tugboat.
               - Dokumen Tugboat.
               - Dokumen & kondisi awak kapal (crew).
         3. Persiapan Menuju Pelabuhan/Pelabuhan Muat
            • Pertukaran Informasi
               - Nahkoda harus melakukan pertukaran informasi dengan Pelabuhan yang mencakup
                  hal-hal seperti di bawah ini, sebelum kapal tiba di pelabuhan terminal/Pelabuhan
                  muat:
               - Informasi dari Nahkoda kepada Pelabuhan meliputi:
                  a. Kesiapan kapal.
                  b. Draught dan trim kapal tiba.
                  c. Perkiraan maksimum draught/draft dan trim selama dan selesai penanganan
                     muatan serta perkiraan waktu berangkat.
                  d. Bantuan Tugboat bila dibutuhkan.
                  e. Kebutuhan pencucian ruang muat Tongkang.
                  f. Pekerjaan perbaikan hingga dapat menyebabkan keterlambatan terhadap
                     pengoperasian penanganan muatan.
                  g. Menyusulkan pengoperasian penanganan muatan atau merubah perencanaan
                     penanganan muatan.
                  h. Kondisi muatan sebelumnya - bila sebagian muatan masih ada – pelaporan dalam
                     hal jenis muatan, jumlah dan penempatannya.
                  i. Jumlah dan jenis muatan.
                  j. Menunggu ijin masuk dari pelabuhan muat / bongkar.
               - Informasi dari Pelabuhan kepada Nahkoda meliputi :
                  a. Prediksi pasang surut perairan pelabuhan dan density air laut sekitar dermaga
                     selama air surut.
                  b. Menggunakan Tugboat atau Mooring boat, apabila dibutuhkan bantuan untuk
                     olah gerak.
                  c. Menggunakan tali Tugboat.


Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                         vii
Page 9
                    d. Kebutuhan tali tambat dan lain-lain untuk kegiatan sandar.
                    e. Sisi kapal yang akan sandar di dermaga.
                    f. Kecepatan dan sudut yang diizinkan pada waktu mendekati dermaga.
                    g. Perlengkapan isyarat visual dan bunyi selama kegiatan sandar di dermaga.
                    h. Untuk sandar di dermaga, persiapan penyediaan alat penghubung dari
                        pelabuhan.
                    i. Rencana jumlah muatan dan karakteristik muatan.
                    j. Kecepatan maksimum pemuatan di darat.
                    k. Metode komunikasi antara kapal dan darat serta berkomunikasi dalam keadaan
                        darurat.
         4. A. Persiapan Kapal Tiba Di Pelabuhan
                - Nahkoda harus memiliki ijin berlayar menuju pelabuhan tujuan.
                - Nahkoda harus mengumpulkan informasi dan mengantisipasi kondisi umum dari
                    pelabuhan, sebelum kapal tiba.
                - Nahkoda harus mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan rencana
                    penyandaran termasuk hal-hal yang disebutkan di bawah ini, yang dapat ditanyakan
                    kepada Pandu.
                - Untuk sandar di dermaga, kebutuhan minimum tali tambat dan perlengkapan lain
                    dari kapal, gambar keseluruhan letak bolder untuk penanganan muatan.
                - Sebelum memasuki Pelabuhan, peralatan untuk keperluan penyandaran
                    dipersiapkan dan bila ditemukan ketidaksesuaian pada peralatan sehingga dapat
                    mempengaruhi keamanan kerja selama kegiatan penyandaran, segera dilaporkan
                    kepada Administrator Pelabuhan dan petugas yang berwenang. Jangkar dalam
                    keadaan stand by bila diperlukan, sejauh tidak ada larangan berlabuh jangkar.
                    Jumlah minimum Awak kapal yang dibutuhkan harus berada pada pos masing-
                    masing.
            B. Prosedur Pemuatan & Pembongkaran
                 • Persiapan Kapal Tiba Di MV
                   - Nahkoda harus memiliki izin berlayar menuju MV.
                   - Nahkoda harus mengumpulkan informasi dan mengantisipasi kondisi umum dari
                      MV, sebelum kapal tiba.
                   - Nahkoda harus mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan rencana
                      penyandaran termasuk hal-hal yang disebutkan di bawah ini, yang dapat
                      ditanyakan kepada Pandu.
                       - Untuk sandar di MV, kebutuhan minimum tali tambat dan perlengkapan lain
                         dari kapal, gambar keseluruhan letak bolder untuk penanganan muatan.
                   - Sebelum bersandar di MV, peralatan untuk keperluan penyandaran dipersiapkan
                      dan bila ditemukan ketidaksesuaian pada peralatan hingga dapat mempengaruhi
                      keamanan kerja selama kegiatan penyandaran, segera dilaporkan kepada Loading
                      Master dan awak kapal (crew) MV. Jangkar dalam keadaan stand by bila
                      diperlukan, sejauh tidak ada larangan berlabuh jangkar. Jumlah minimum Awak
                      kapal yang dibutuhkan harus berada pada pos masing-masing.
         5. Operasi Pemuatan
            - Nahkoda memberikan informasi kedatangan.
            - Nahkoda memastikan kondisi Pelabuhan atau dermaga pelabuhan muat dan kondisi



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                           viii
Page 10
              kapal sebelum sandar.
            - Setelah sandar harus memastikan bahwa pengikatan (mooring) kapal telah terikat
              dengan benar.
            - Sebelum kegiatan muat, Nahkoda dan tim Pelabuhan serta Independent Surveyor
              melakukan pengecekan angka Initial Draught.
            - Kapal menerima proses pemuatan dan diawasi oleh awak kapal (crew).
            - Nahkoda selalu mempertimbangkan konsekuensi persyaratan-persyaratan komersil
              dan keamanan. Apabila ada ketidaksesuaian diantara keduanya, maka persyaratan
              keamanan lebih diutamakan dibandingkan dengan persyaratan komersil.
            - Setelah kegiatan muat, Nahkoda dan tim Pelabuhan serta Independent Surveyor
              melakukan pengecekan angka Final Draught.
            - Setalah pemuatan, Nahkoda menandatangani hasil Draught Survey sebagai acuan
              jumlah muatan yang dibawa oleh kapal.
            - Kapal menerima dokumen muatan (Manifest, Bill of Lading, Draught Survey, Clearance
              Pelabuhan tujuan atau Clearance MV).
            - Sebelum kapal pergi meninggalkan Pelabuhan, Nahkoda mengecek kondisi muatan,
              kondisi kapal & kesiapan berlayar.
            - Sebelum kapal mengolong jembatan di alur sungai, pihak Nahkoda berkoordinasi
              dengan tim darat serta agen terkait pengadaan kapal tunda dan pandu yang on board
              untuk memastikan kapal dapat mengolong jembatan dengan baik.
         6. Operasi Pembongkaran
            - Nahkoda memberikan informasi kedatangan.
            - Nahkoda memastikan kondisi Pelabuhan, sisi Mother Vessel, keadaan cuaca/ombak
              dan kapal sebelum sandar.
            - Setelah sandar harus memastikan bahwa pengikatan (mooring) kapal telah terikat
              dengan benar.
            - Sebelum kegiatan bongkar, Nahkoda dan tim Pelabuhan serta Independent Surveyor
              melakukan pengecekan angka Initial Draught.
            - Kapal menerima proses pembongkaran dan diawasi oleh awak kapal (crew).
            - Nahkoda selalu mempertimbangkan konsekuensi persyaratan-persyaratan komersil
              dan keamanan. Apabila ada ketidaksesuaian diantara keduanya, maka persyaratan
              keamanan lebih diutamakan dibandingkan persyaratan komersil.
            - Setelah kegiatan bongkar Nahkoda dan tim Pelabuhan serta Independent Surveyor
              melakukan pengecekan angka Final Draught.
            - Setelah pemuatan, Nahkoda menandatangani hasil Draught Survey sebagai acuan
              jumlah muatan yang dibawa oleh kapal yang akan ditagihkan.
            - Kapal menerima dokumen muatan (Manifest, Bill of Lading, Draught Survey, Clearance
              Pelabuhan tujuan, Clearance MV).
            - Sebelum kapal pergi meninggalkan Pelabuhan atau MV, Nahkoda mengecek kapal &
              kesiapan berlayar kembali ke Pelabuhan muat.
         Bagan alur proses produksi/jasa pengangkutan dapat digambarkan sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                        ix
Page 11
     Berdasarkan analisis kelayakan teknis yang mencakup kapasitas, ketersediaan dan kualitas
     sumber daya dan proses produksi dapat disimpulkan bahwa aspek teknis Kegiatan Usaha oleh
     Perseroan adalah layak.

c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
     • Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
       Keunggulan operasional yang akan dimiliki TIRT yaitu:
       1. Standar HSE (Health, Safety, and Environment)
          Perusahaan menerapkan standar keselamatan kerja, kesehatan, dan perlindungan
          lingkungan yang memenuhi ketentuan nasional maupun internasional.
       2. Pengalaman Manajemen
          Pengalaman manajemen di industri angkutan laut mendukung efisiensi operasional melalui
          pengelolaan sumber daya yang optimal, pengendalian risiko yang efektif, dan hubungan
          strategis dengan mitra bisnis, sehingga memastikan kelancaran operasi, operasional yang
          efektif dan efisien, dan keberlanjutan usaha.
       3. Komitmen terhadap Service Level Agreement (SLA)
          Perusahaan secara konsisten akan memenuhi target SLA yang telah disepakati dalam
          kontrak angkutan laut dengan pelanggan. Hal ini mencerminkan komitmen terhadap
          keandalan layanan, ketepatan waktu, dan kualitas hasil yang diharapkan.
       4. Sistem Pemeliharaan Preventif (Pre-Maintenance System)
          Diterapkannya sistem perawatan preventif yang terjadwal sesuai dengan standar Klas
          Indonesia untuk memastikan kelayakan kapal (sea worthy), mengurangi potensi kerusakan
          kapal serta memperpanjang umur aset. Strategi ini menurunkan biaya perbaikan darurat,
          meminimalisir off-hire (downtime), dan memastikan keberlangsungan operasional.
       Selain itu, keunggulan kompetitif TIRT terletak pada keunikan pola bisnis yang terintegrasi
       secara vertikal dalam grup usaha terafiliasi, di mana TIRT direncanakan akan berperan dalam
       mendukung kegiatan operasional entitas terafiliasi yang bergerak di sektor pertambangan
       maupun smelter. Melalui keterlibatan ini, TIRT memperoleh kepastian usaha dan



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                          x
Page 12
        keberlanjutan pendapatan, karena menyediakan jasa pengangkutan komoditas tambang
        kepada entitas terafiliasi.
        TIRT merupakan bagian dari grup HJR yang beberapa entitas afiliasinya beroperasi di sektor
        pertambangan. Struktur hubungan antara entitas-entitas tersebut dapat digambarkan melalui
        diagram berikut:




        Sumber: Manajemen TIRT

     • Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
       Kegiatan Usaha yang akan dilakukan TIRT memiliki beberapa pesaing dengan produk dan jasa
       yang sama, adapun beberapa pesaing tersebut yaitu TCPI, PSAT, TPMA dan PSSI.
       Sebagai anak perusahaan dari HJR yang merupakan holding di industri pertambangan, TIRT
       memiliki keunggulan kompetitif dimana para pesaing tidak memiliki akses kepada grup usaha
       pada industri pertambangan. Melakukan transaksi dengan pihak berelasi juga memungkinkan
       proses negosiasi dilakukan secara lebih efisien, dengan tetap memperhatikan prinsip
       kewajaran dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan yang berlaku.
     • Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
       Dengan adanya perubahan Kegiatan Usaha, TIRT menunjukkan kemampuan untuk
       menciptakan nilai melalui strategi integrasi secara vertikal dalam rantai pasok industri
       pertambangan di lingkungan grup usaha HJR. Perubahan Kegiatan Usaha ini membuka
       peluang bagi TIRT untuk menjadi bagian dan mengelola jasa pengangkutan komoditas
       tambang yang sebelumnya dijalankan oleh entitas terafiliasi, yaitu LSJ, ASR, dan MKL.
     Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena
     keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk
     menciptakan nilai dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis Kegiatan Usaha oleh Perseroan
     adalah layak.
d. Analisis Kelayakan Model Manajemen
     • Ketersediaan Tenaga Kerja
       TIRT akan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut dalam negeri untuk
       barang umum dan angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus serta aktivitas penunjang
       pertambangan dan penggalian lainnya, dimana TIRT akan mengoperasikan armada kapal
       untuk menyediakan jasa pengangkutan komoditas terutama bauksit, batubara dan TBS
       melalui jalur laut dalam negeri, baik kepada pihak afiliasi maupun pihak ketiga.
       Tenaga kerja untuk Kegiatan Usaha akan disediakan sebanyak 11 orang yang telah
       berpengalaman dalam berbagai bidang yang diperlukan untuk menjalankan Kegiatan Usaha.
     • Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
       Dalam menjalankan angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan angkutan laut dalam


Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                          xi
Page 13
       negeri untuk barang khusus serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya,
       TIRT tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
     • Manajemen Risiko
       Risiko atas Kondisi Cuaca
       Kegiatan usaha Perseroan dapat dijalankan dengan lancar dalam kondisi cuaca yang
       menunjang. Apabila terjadi hujan deras ataupun angin kencang yang menyebabkan gejolak
       pada perairan tempat kapal Perseroan beroperasi, maka kegiatan operasional Perseroan
       dapat tertunda atau terhambat. Hal ini berdampak negatif terhadap ketepatan waktu
       pengiriman bauksit maupun batubara dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar dan
       sebaliknya. Perseroan akan melakukan mitigasi dengan cara:
       a. Selalu memonitor laporan cuaca dari BMKG (team HO remind ke lapangan)
       b. Dalam perjanjian angkutan laut dengan pelanggan, mencantumkan clausul force major.
       c. Menerapkan SOP bahwa saat cuaca ekstrim, kapal wajib menunggu / sandar di lokasi
           aman.
       d. Memastikan seluruh peralatan kapal (terutama emergency) dapat berfungsi dengan baik
       e. Selalu koordinasi dengan jetty, agen pelabuhan, Mother vessel, serta pemilik kargo untuk
           penyesuaian jadwal maupun meminimalisir biaya penalty/demmurage (jika ada MV
           demurrage)
       Risiko Pihak Ketiga (Kecelakaan Kapal)
       Wilayah atau lokasi tempat Perseroan memberikan jasa kepada pelanggannya juga
       berpengaruh dalam pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan. Di mana potensi terjadinya
       kecelakaan, baik itu karena senggolan, ditabrak ataupun kandasnya kapal yang disebabkan
       perairan sempit juga selalu menjadi pertimbangan dalam pemberian jasa, serta dapat
       menyebabkan kapal tidak beroperasi optimal. Kecelakaan dapat saja terjadi karena kesalahan
       pihak ketiga yang juga berlayar di wilayah atau lokasi perairan tersebut. Untuk menghindari
       kecelakaan tersebut, Perseroan akan melakukan mitigasi dengan cara:
       a. Mengasuransikan kapal Marine Hull dan Public Indemnity dengan nilai yang mencukupi
       b. Saat di perairan sempit, ataupun akan melewati pengolongan jembatan, menggunakan
           jasa pandu / assist,
       c. Saat sandar / berthing menggunakan jasa assist
       d. Saat berada di perairan yang padat, menjaga jarak dengan kapal lain serta menjaga batas
           kecepatan di RPM rendah
       e. Memastikan peta laut update, alat navigasi bekerja dengan baik, maintenance rutin atas
           system kemudi utk mencegah hilangnya kendali kapal,
       Risiko Kenaikan Harga Bahan Bakar
       Risiko yang dimiliki oleh Perseroan adalah fluktuasi harga bahan bakar, namun Perseroan akan
       melakukan mitigasi dengan membuat kesepakatan Rise and Fall untuk menyesuaikan kembali
       harga sewa sesuai dengan fluktuasi harga bahan bakar.
     • Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
       Dalam memenuhi kapasitas dan kemampuan manajemen untuk melakukan Kegiatan Usaha,
       Perseroan akan menggunakan tenaga ahli dalam bidang jasa angkutan laut yang
       berpengalaman dalam bidang keahlian meliputi corporate secretary, operation & designated
       person ashore, logistik, external relation & marketing, technical, health, safety, &
       environment, HRGA & crewing dan legal.
     • Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                          xii
Page 14
           Struktur organisasi sudah sesuai dan mendukung alur proses produksi/jasa pengangkutan
           yang dibutuhkan. Hubungan antara fungsi-fungsi di dalamnya jelas, selaras dengan kebutuhan
           operasional, dan mampu mendukung efektivitas manajemen.
     Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
     manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas dan
     kemampuan manajemen dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen dapat disimpulkan
     bahwa aspek model manajemen Kegiatan Usaha oleh Perseroan adalah layak.
e.   Analisis Kelayakan Keuangan
     Investasi modal tetap meliputi 20 (dua puluh) unit kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang
     (barge) dengan rincian sebagai berikut:
                                 Jenis Kapal (Unit)       Jumlah          Jumlah
      No.     Pemilik Kapal
                                                       Satuan (Unit)     (Rp.000)
                                Tugboat       Barge
       1   LSJ                           6           5           11      86.308.000
       2   MKL                           3           -            3      39.761.000
       3   ASR                           1           5            6      36.029.000
              Jumlah                   10          10            20 162.098.000
     Keterangan:
     - Berdasarkan informasi Perseroan, pada tanggal penilaian biaya investasi tersebut belum ada, sehingga biaya investasi tersebut
       diperlukan pada awal tahun proyeksi sebelum Kegiatan Usaha beroperasi
     - Saat ini 20 (dua puluh) unit kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge) masih dioperasikan oleh LSJ, MKL dan ASR untuk
       mengangkut produk bauksit, batubara dan TBS
     - Investasi pembelian kapal sebesar Rp 162.098.000 ribu (belum termasuk PPN) berdasarkan PPJB antara LSJ, MKL dan ASR dengan
       TIRT.
     Sumber: Manajemen TIRT
     Kebutuhan modal kerja selama 1-2 bulan pertama operasi merupakan perkiraan kebutuhan
     modal kerja berdasarkan historikal perusahaan dari industri usaha yang sejenis.
     Perkiraan Investasi modal kerja, perinciannya adalah sebagai berikut:
      Tabel 7.2
      Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
        Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
         dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
      Perkiraan Kebutuhan Modal Kerja
      (Rp.000)
                           Turnover
             Uraian                      Jumlah
                            (Bulan)
      Piutang usaha                2   19.472.716
      Persediaan                   1     4.916.861
      Utang usaha                  2    (9.833.722)
                Jumlah                 14.555.855
     Keterangan:
     • Piutang usaha diasumsikan dengan turnover 2 bulan dari pendapatan.
     • Persediaan diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari beban pokok pendapatan.
     • Utang usaha diasumsikan dengan turnover 2 bulan dari beban pokok pendapatan.
     Kebutuhan biaya investasi Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut:
     Biaya investasi               (Rp.000)
       Modal Tetap               162.098.000
       Modal Kerja                14.555.855
     Jumlah Investasi            176.653.855

     Sumber pembiayaan Kegiatan Usaha untuk modal tetap dan modal kerja seluruhnya dari kredit
     yang berasal dari pinjaman pemegang saham, dengan rincian sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                          xiii
Page 15
      Tabel 7.3
      Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
        Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
         dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
      Sumber Pembiayaan
      (Rp.000)
                                       Sumber Pembiayaan
                 Uraian                                             Total
                                   Modal Sendiri      Kredit
      A. Modal Tetap                         -     162.098.000 162.098.000
      B. Modal Kerja                         -      14.555.855    14.555.855
          Jumlah                             -     176.653.855 176.653.855
          Struktur Pembiayaan              0,00%        100,00%       100,00%
      Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan
     Dengan demikian perbandingan kredit terhadap modal sendiri (Debt/Equity) Kegiatan Usaha
     tersebut adalah 0 : 100, atau seluruhnya dibiayai oleh pinjaman pemegang saham.
     Sumber pembiayaan atas biaya modal tetap sebesar Rp 162.098.000 ribu (belum termasuk PPN)
     dan biaya modal kerja sebesar Rp 14.555.855 ribu yang seluruhnya berasal dari kredit pinjaman
     pemegang saham. Berdasarkan laporan keuangan TIRT per 30 Juni 2025 (audit), TIRT memiliki
     fasilitas pinjaman pemegang saham sebesar Rp 1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah) yang
     telah digunakan sebesar Rp 791.579.774 ribu,- (tujuh ratus sembilan puluh satu miliar lima ratus
     tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus tujuh puluh empat ribu rupiah), sehingga Perseroan
     memiliki fasilitas pendanaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi dan modal kerja.
     Rata-rata BEP pendapatan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 17.145.912
     ribu.
     Analisis atas proyeksi laba-rugi adalah sebagai berikut:
     a. Pendapatan TIRT selama jangka waktu proyeksi diasumsikan stabil karena tidak terdapat
        kenaikan kapasitas muatan, kenaikan jumlah trip dan kenaikan tarif sewa.
     b. Rasio margin laba kotor, EBITDA, EBIT, EBT dan EAT cenderung menurun dengan rata-rata
        masing-masing sebesar 48,62%, 40,02%, 29,99%, 29,99% dan 28,79% utamanya dikarenakan
        kenaikan salaries & allowances dan kenaikan beban beban umum dan administrasi.
     Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 16,96%.
     Berdasarkan proyeksi posisi keuangan, Likuiditas dan solvabilitas Kegiatan Usaha cukup tinggi
     selama umur proyeksi. Rata-rata Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio
     selama umur proyeksi masing-masing sebesar 909,48%, 69,24% dan 25,33%.
     Berdasarkan perhitungan kelayakan, IRR dan NPV Kegiatan Usaha selama umur proyeksi
     menghasilkan IRR sebesar 22,31% lebih besar dari tingkat diskonto WACC sebesar 10,80% dan
     NPV sebesar Rp 122.343.012 ribu lebih besar dari nol.
     Berdasarkan analisis sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
     penurunan pendapatan dibandingkan dengan kenaikan BPP.
     Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, yang mencakup biaya pendirian (start up costs), modal
     kerja, sumber pembiayaan, biaya operasional, biaya bahan baku mentah, proyeksi laporan
     keuangan, analisis titik impas, analisis profitabilitas dan tingkat imbal balik investasi dapat
     disimpulkan bahwa aspek keuangan Kegiatan Usaha oleh Perseroan adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            xiv
Page 16
Pendapat Atas Kelayakan Usaha
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen dan keuangan, kami
berpendapat bahwa Perubahan Kegiatan Usaha Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Umum
(KBLI 50131), dan Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Khusus (KBLI 50133) serta Aktivitas
Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya (KBLI 09900) PT Tirta Mahakam Resources Tbk
adalah layak.

Pendapat kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan rencana yang akan dilakukan
Perseroan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat kelayakan ini juga tidak
dimaksudkan memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana tersebut.




Adhitya Anindito, S.I.Korn., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
Pemirnpin Rekan
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No. : 11-5-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
STTO OJK No : STTO.PPB-43/ PJ-1/ PM.02/2 023




Laparan Stud; Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                        xv
Page 17
                                         PERNYATAAN PENILAI

1.   Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
     tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham Perseroan
     ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
     kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan
     Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
     manapun.
2.   Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan pada tanggal penilaian.
3.   Bahwa analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
     Kelayakan.
4.   Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
     undangan yang berlaku.
5.   Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
     kesimpulan.
6.   Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
7.   Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8.   Bahwa penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan.
9.   Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumberyang diyakini
     penilai dapat dipertanggungjawabkan .

      Penilai Publik,
      Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
      MAPPI No.: 11-5-03079
      RMK-2017.00547
      NIPP Menkeu No . P -1.16.00463
      NIPP Menkeu No . B -1 .21 .00596
      STTD OJK No : STTD. PPB-43/ PJ-1 / PM. 02/ 2023


      Reviuer,
      Radithe Pramudito, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
      MAPPI No.: 10-5-02670
      RMK-2017.00316




      Sigit E. Purnomo, S.E.
      MAPPI No. : 19-T-09657
      RMK-2020.03575


      Penilai,
                                                                  !Lw.-
      Ryan Suradireja, S.Ak.
      MAPPI No.: 19-P-09941
      RMK-2021.03692




      Syafika Firdausha, S.Ak.
      MAPPI No.: 21-T-11013
      RMK- 2022.04256




Laporon Studi Ke/ayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                         xvii
Page 18
                                                                       DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT ...........................................................I
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................................. XVI
DAFTAR ISI .................................................................................................................................................. XVII
DEFINISI DAN ISTILAH .......................................................................................................................................I
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................. I-1
  1.1.    LATAR BELAKANG ..................................................................................................................................... I-1
   1.2.         IDENTITAS PEMBERI TUGAS ........................................................................................................................ I-2
   1.3.         DASAR PENUGASAN.................................................................................................................................. I-2
   1.4.         OBJEK PENILAIAN ..................................................................................................................................... I-2
   1.5.         MAKSUD DAN TUJUAN ............................................................................................................................. I-2
   1.6.         TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) ......................................................................................................... I-2
   1.7.         RUANG LINGKUP PENILAIAN ....................................................................................................................... I-2
   1.8.         PENDEKATAN DAN METODOLOGI ................................................................................................................ I-2
   1.9.         PERNYATAAN INDEPENDENSI ...................................................................................................................... I-3
   1.10.        URAIAN MENGENAI PENILAI BISNIS DAN/ATAU PENILAI PROPERTI SERTA HASIL PENILAIAN OLEH PENILAI BISNIS
                DAN/ATAU PENILAI PROPERTI YANG MENJADI DASAR DALAM STUDI KELAYAKAN. .............................................. I-3
   1.11.        SUMBER DATA......................................................................................................................................... I-3
   1.12.        INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH DIWAWANCARAI DAN HUBUNGANNYA
                DENGAN OBJEK PENILAIAN ........................................................................................................................ I-4
   1.13.        ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ................................................................................................. I-4
BAB II DATA DAN INFORMASI KEGIATAN USAHA ........................................................................................ II-1
  2.1.   PERSEROAN ........................................................................................................................................... II-1
   2.2.         PROFIL KEGIATAN USAHA ......................................................................................................................... II-2
   2.3.         PRODUK/JASA ........................................................................................................................................ II-2
   2.4.         KINERJA KEUANGAN KEGIATAN USAHA........................................................................................................ II-2
   2.5.         TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN .................................................................................................................. II-2
   2.6.         LATAR BELAKANG EKONOMI...................................................................................................................... II-2
   2.7.         KEBUTUHAN PRODUKSI ATAU OPERASI ........................................................................................................ II-5
   2.8.         HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ............................................................................................................ II-6
   2.9.         PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TERKAIT ............................................................................. II-6
   2.10.        ASPEK LINGKUNGAN ................................................................................................................................ II-7
   2.11.        PERSYARATAN MODAL DAN STRATEGI FINANSIAL .......................................................................................... II-7
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................................................... III-1
  3.1.    KONDISI PASAR ...................................................................................................................................... III-1
   3.2.         PESAING USAHA .................................................................................................................................... III-3
   3.3.         STRATEGI PEMASARAN ............................................................................................................................ III-4
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS .......................................................................................................... IV-1
  4.1.   KAPASITAS ............................................................................................................................................IV-1
   4.2.         KETERSEDIAAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA .............................................................................................IV-1



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                                             xvii
Page 19
   4.3.       PROSES PRODUKSI/JASA ..........................................................................................................................IV-1
BAB V ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................................................... V-1
  5.1.   KEUNGGULAN KOMPETITIF KARENA KEUNIKAN DARI POLA BISNIS ....................................................................V-1
   5.2.       KEMAMPUAN PESAING UNTUK MENIRU PRODUK..........................................................................................V-2
   5.3.       KEMAMPUAN UNTUK MENCIPTAKAN NILAI..................................................................................................V-2
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .................................................................................. VI-1
  6.1.   KETERSEDIAAN TENAGA KERJA ..................................................................................................................VI-1
   6.2.       MANAJEMEN KEKAYAAN INTELEKTUAL (INTELLECTUAL PROPERTY) ...................................................................VI-1
   6.3.       MANAJEMEN RISIKO ...............................................................................................................................VI-1
   6.4.       KAPASITAS DAN KEMAMPUAN MANAJEMEN................................................................................................VI-2
   6.5.       KESESUAIAN STRUKTUR ORGANISASI DAN MANAJEMEN ................................................................................VI-2
BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................ VII-1
  7.1.   BIAYA PENDIRIAN (START UP COSTS) .........................................................................................................VII-1
   7.2.       MODAL KERJA .....................................................................................................................................VII-1
   7.3.       SUMBER PEMBIAYAAN ...........................................................................................................................VII-1
   7.4.       PERSYARATAN KREDIT ............................................................................................................................VII-2
   7.5.       BIAYA OPERASIONAL..............................................................................................................................VII-3
   7.6.       BIAYA BAHAN BAKU MENTAH .................................................................................................................VII-4
   7.7.       ASUMSI – ASUMSI DALAM PROYEKSI KEUANGAN ........................................................................................VII-4
   7.8.       ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN POINT ANALYSIS) ................................................................................VII-14
   7.9.       ANALISIS PROFITABILITAS ......................................................................................................................VII-15
   7.10.      ANALISIS RETURN ON INVESTMENT (ROI) ................................................................................................VII-15
   7.11.      ANALISIS LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS ..................................................................................................VII-16
   7.12.      ANALISIS INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) DAN NET PRESENT VALUE (NPV) ................................................VII-16
   7.13.      ANALISIS SENSITIVITAS .........................................................................................................................VII-19
LAMPIRAN




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                                       xviii
Page 20
                                     DEFINISI DAN ISTILAH


Arus Kas Bersih            : Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan
                             operasional; merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri
                             dari utang dan ekuitas; dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan
                             operasi saat ini dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan
Asumsi                     : Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
                             mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan
                             kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses
                             Penilaian
BEI                        : Bursa Efek Indonesia

Business Interest          : Kepemilikan dalam perusahaan yang meliputi penyertaan dalam perusahaan,
                             surat berharga, aset keuangan lainnya, dan aset tak berwujud
Dasar Penilaian            : Suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
                             berdasarkan kriteria tertentu
Faktor Kapitalisasi        : Semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi suatu
                             Nilai
KAP                        : Kantor Akuntan Publik
KJPP IDR                   : Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
Kapitalisasi               : Pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat
                             aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan Nilai
                             aset pada suatu tanggal tertentu atau pengakuan atas suatu pengeluaran modal
Kelangsungan Usaha         : Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau dalam
                             konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai Bisnis menganggap
                             suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan
KEPI                       : Kode Etik Penilai Indonesia

Laporan Penilaian Bisnis   : laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat Penilai
                             Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
                             Penilaian
Metode Kapitalisasi        : Metode Penilaian yang mendasarkan pada suatu pendapatan yang dianggap
Pendapatan                   mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau Business
                             Interest yang dinilai, dibagi dengan suatu tingkat kapitalisasi atau dikali dengan
Page 21
                                 Faktor Kapitalisasi, sehingga menjadi suatu indikasi Nilai dari perusahaan atau
                                 Business Interest

Metode Penilaian              : Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Penilaian
Modal Investasi               : Jumlah utang jangka panjang dan ekuitas pada suatu perusahaan
Nilai                         : Perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang
                                 atau jasa dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang
                                 akan diperoleh dari objek Penilaian pada tanggal Penilaian
Nilai Aset Bersih             : Total nilai pasar aset dikurangi total nilai pasar liabilitas
Nilai Buku                    : Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi,
                                 deplesi, amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan
                                 keuangan atau selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari
                                 perusahaan sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan
Nilai Pasar (OJK)             : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
                                 liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
                                 penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
                                 pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing
                                 bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa
                                 paksaan
Nilai Pasar (SPI)             : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu
                                 aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
                                 dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
                                 pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing
                                 bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
                                 paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka 3.1).
Nilai Terminal                : Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu tetap, dimana arus
                                 kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas atau Modal Investasi
OJK                           : Otoritas Jasa Keuangan

Penilai                       : Orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di
                                 pasar modal
Penilai Bisnis                : Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
                                 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
                                 pasar modal
Penilai Properti              : Penilai yang melakukan kegiatan Penilaian properti sebagaimana dimaksud dalam
                                 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                ii
Page 22
                                 pasar modal

Penilaian                     : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
                                 penilaian
Penilaian Bisnis              : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
                                 sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai
                                 yang melakukan kegiatan di pasar modal
Penugasan Penilaian           : Penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi penugasan untuk melakukan
Profesional                      Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
                                 mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian
Pihak                         : Orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang
                                 terorganisasi
Premi Pengendalian            : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari Nilai suatu
                                 ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek Penilaian
Premis Nilai                  : Asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang dapat
                                 digunakan pada objek Penilaian
RUPS                          : Rapat Umum Pemegang Saham
SPI                           : Standar Penilaian Indonesia
Studi Kelayakan Bisnis        : Suatu Penugasan Penilaian Profesional yang diberikan oleh Penilai Bisnis berupa
                                 pendapat untuk menyatakan kelayakan suatu usaha atau proyek
Tanggal Laporan               : Tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh Penilai Bisnis
Penilaian Bisnis
Tanggal Penilaian             : Tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
                                 dinyatakan
Tenaga Ahli                   : Orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang tertentu di luar
                                 ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai publik
Tingkat Diskonto              : Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
                                 sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas
                                 terealisasinya pendapatan ekonomi
Tingkat Imbal Balik           : Jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan atau
                                 diharapkan dari suatu investasi yang dinyatakan dalam persentase
Tingkat Kapitalisasi          : Jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi Nilai
Time Charter                  : Penyewa kapal (charterer) menyewa kapal selama periode waktu tertentu (bisa
                                 berupa bulan atau tahun). Selama masa sewa, kapal tetap dikelola, dioperasikan,
                                 dan dirawat oleh pemilik kapal, tetapi penyewa diberikan kontrol komersial -



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                 iii
Page 23
                                 seperti menentukan rute, kecepatan, dan muatan kapal. Penyewa juga
                                 menanggung biaya operasional seperti bahan bakar, pelabuhan, dan komisi,
                                 sementara pemilik kapal menanggung kru dan perawatan teknis.
Freight Charter               : Penyewa kapal menyewa kapal untuk satu perjalanan spesifik (misalnya dari
                                 pelabuhan A ke pelabuhan B). Dalam model ini, pemilik kapal bertanggung jawab
                                 penuh atas operasional kapal — termasuk kru, bahan bakar, dan biaya teknis. Biaya
                                 sewa dibayar berdasarkan jumlah kargo (per ton) atau dengan tarif lump sum per
                                 freight.
HJR                           : PT Harita Jayaraya
LSJ                           : PT Lima Srikandi Jaya
MKL                           : PT Mitra Kemakmuran Line
ASR                           : PT Antar Sarana Rekasa
TIRT                          : PT Tirta Mahakam Resources Tbk
WHW                           : PT Well Harvest Winning Alumina Refinery
MBL                           : PT Marina Bara Lestari
GHL                           : PT Gunajaya Harapan Lestari




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                iv
Page 24
                                                BAB I
                                            PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
       PT Tirta Mahakam Resources Tbk (selanjutnya disebut TIRT atau Perseroan atau Perusahaan)
       merupakan perusahaan terbuka yang bergerak di bidang industri dan penjualan kayu lapis dan
       produk-produk kayu sejenis. Namun sejak terjadinya pandemi Covid-19 pada tahun 2020
       Perseroan telah menghentikan aktivitas produksi dan penjualan kayu lapis. Perseroan menilai
       bahwa industri kayu lapis sudah tidak lagi memberikan prospek usaha yang menjanjikan. Oleh
       sebab itu, Perseroan berencana melakukan transformasi bisnis dari industri kayu lapis ke
       industri angkutan laut dan Perseroan meyakini bahwa bisnis angkutan laut memiliki potensi
       yang lebih menjanjikan dan dapat memberikan nilai tambah jangka panjang bagi Perseroan.
       Perseroan berencana untuk melakukan perubahan kegiatan usaha dengan mengganti seluruh
       kegiatan usaha yang sudah dijalankan yaitu di bidang industri dan penjualan kayu lapis dan
       produk-produk kayu sejenis menjadi kegiatan usaha yang baru yaitu kegiatan usaha di bidang
       industri angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan angkutan laut dalam negeri untuk
       barang khusus serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya yang
       selanjutnya disebut Kegiatan Usaha.
       Sebagai langkah investasi awal dalam menjalankan kegiatan usaha yang baru Perseroan akan
       menjalankan Kegiatan Usaha dengan melakukan investasi modal tetap berupa pembelian
       terhadap 20 (dua puluh) unit armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge) dari
       pihak yang terafiliasi dengan Perseroan yaitu PT Lima Srikandi Jaya (LSJ), PT Mitra Kemakmuran
       Line (MKL) dan PT Antar Sarana Rekasa (ASR). Sumber pendanaan Perseroan untuk pembelian
       tersebut berasal dari fasilitas pinjaman pemegang saham yang telah dimiliki TIRT.
       Perseroan akan mengoperasikan armada kapal untuk menyediakan jasa pengangkutan
       komoditas terutama bauksit, batubara dan tandan buah segar (TBS) melalui jalur laut dalam
       negeri, baik kepada pihak afiliasi maupun pihak ketiga. Dengan perubahan Kegiatan Usaha ini,
       diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan yang berkelanjutan serta menjamin
       kelangsungan usaha Perseroan di masa mendatang.
       Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi
       Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha dari Penilai
       Independen.
       Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
       dan Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas Kegiatan Usaha
       tersebut.
       KJPP IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya
       No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
       (OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda
       Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No.
       STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
       Pasar Modal.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            I-1
Page 25
1.2.   Identitas Pemberi Tugas
        Nama                  :       PT Tirta Mahakam Resources Tbk
        Alamat                :       Gapura Prima Office Tower (The Belleza) Lt. 20
                                      Jalan Letjen Soepeno No. 34, Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan
        Bidang Usaha              :   Penjualan kayu lapis dan produk-produk kayu sejenis
        No. Telepon/Fax           :   021-25675717/021-30485593
        Email                     :   corpsecretary@tirtamahakam.com
        Website                   :   www.tirtamahakam.com
1.3.   Dasar Penugasan
       Proposal/surat perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP Iskandar dan Rekan (Penerima
       Tugas) dan PT Tirta Mahakam Resources Tbk (Pemberi Tugas) No. 103.6/IDR/DO.2/Pr-
       FS/VI/2025 tanggal 25 Juni 2025.
1.4.   Objek Penilaian
       Objek penilaian adalah kegiatan usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI
       50131) dan angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133) serta aktivitas
       penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900) (selanjutnya disebut Kegiatan
       Usaha).
1.5.   Maksud Dan Tujuan
       Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek
       dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau proyek terkait
       dengan perubahan kegiatan usaha Perusahaan.
       Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
1.6.   Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
       Tanggal penilaian 30 Juni 2025 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan interim Perseroan
       untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025, yang telah diaudit oleh KAP S. Mannan,
       Ardiansyah & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian dengan paragraf ketidakpastian
       material tentang kelangsungan usaha dalam laporannya pada tanggal 8 Agustus 2025 dengan
       Laporan Auditor Independen No. 00076/2.0890/AU.1/04/1495-3/1/VIII/2025 yang
       ditandatangani oleh Akuntan Publik Yazid M. Aleq Bawafi yang terdaftar di OJK.
1.7.   Ruang Lingkup Penilaian
       Ruang lingkup penilaian adalah:
       a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian dan tanggal
          penilaian),
       b. Pengumpulan data,
       c. Analisis data,
       d. Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian,
       e. Penulisan laporan.
1.8.   Pendekatan dan Metodologi
       Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
       kelayakan suatu usaha atau proyek.
       Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis
       atas:



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                               I-2
Page 26
       a.   Kelayakan pasar
       b.   Kelayakan teknis
       c.   Kelayakan pola bisnis
       d.   Kelayakan model manajemen
       e.   Kelayakan keuangan
1.9.   Pernyataan Independensi
       a. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami tidak ada benturan kepentingan
          dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
          dilakukan Perseroan.
       b. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
          tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
          Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
          mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          kerugian pada pihak manapun.
       c. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
          bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara independen
          terhadap kelayakan Kegiatan Usaha. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantung
          kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai akibat dari
          laporan kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
      Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Studi Kelayakan.
      Dalam studi kelayakan ini kami tidak menggunakan hasil penilaian dari Penilai Bisnis dan/atau
      Penilai Properti dengan demikian uraian mengenai Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti serta
      hasil penilaian oleh Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti yang menjadi dasar dalam studi
      kelayakan atas proyek tidak ada.
1.11. Sumber Data
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu,
      atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
      a. Copy legalitas dan perizinan Perseroan.
      b. Rencana anggaran biaya Kegiatan Usaha yang mencakup kebutuhan biaya investasi dan
         operasional kegiatan usaha.
      c. Perjanjian pengangkutan bauksit No. 032/PURCH/WHW/II/2025 tanggal 28 Februari 2025
         antara WHW dengan LSJ.
      d. Perjanjian pengangkutan bauksit No. 033/PURCH/WHW/II/2025 tanggal 28 Februari 2025
         antara WHW dengan MKL.
      e. Surat perjanjian angkutan laut No. 021/LSJ-MBL/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024 antara
         LSJ dengan MBL.
      f. Surat perjanjian angkutan laut No. 035/MKL-MBL/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024 antara
         MKL dengan MBL.
      g. Perjanjian sewa menyewa kapal “Time Charter” No. 001A/LSJ-GHL/I/2025 445-ANGKT/GHLL-
         TRNE/JKT/02/2025 tanggal 3 Januari 2025 antara LSJ dengan GHL.
      h. Perjanjian pinjam meminjam tanggal 19 Maret 2009 antara TIRT dengan HJR dan
         adendumnya.



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            I-3
Page 27
      i. Pengikatan jual beli kapal sebanyak 11 unit (6 tugboat dan 5 barge) antara LSJ dengan TIRT.
      j. Pengikatan jual beli kapal sebanyak 3 unit (3 tugboat) antara MKL dengan TIRT.
      k. Pengikatan jual beli kapal sebanyak 6 unit (1 tugboat dan 5 barge) antara ASR dengan TIRT.
      l. Proyeksi keuangan kegiatan usaha dari manajemen Perseroan.
      m. Laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh
         Akuntan Publik Yazid M. Aleq Bawafi dari Kantor Akuntan Publik (KAP) S. Mannan, Ardiansyah
         & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian.
      n. Hasil wawancara dengan pihak manajemen mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain
         yang terkait dengan rencana Kegiatan Usaha.
      o. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis
         lain yang kami anggap relevan.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
      Hubungannya Dengan Objek Penilaian
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 7 Juli
      – 8 Agustus 2025. Identitas yang kami wawancarai adalah Bapak Pohan Wijaya Po sebagai
      Direksi TIRT.
1.13. Asumsi – Asumsi Dan Kondisi Pembatas
      a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Penilai melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
         penilaian.
      c. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
      d. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
      e. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian.
      f. Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas/status hukum dokumen-dokumen yang
         digunakan dalam proses penilaian. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas
         (due diligence) dari aspek hukum atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
      g. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
         kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
         pencapaiannya (Fiduaciary Duty).
      h. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
      i. Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
         yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      j. Jika penilaian diperuntukan untuk kepentingan Pasar Modal, data dan informasi dalam
         penilaian bersumber dari atau divalidasi oleh Asosiasi Profesi Penilai (MAPPI).
      k. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan
         laporan yang tidak sesuai dengan tujuan/kepentingan dari laporan penilaian.
      l. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
         dipertanggung jawabkan, antara lain termasuk penunjukkan letak lokasi tempat, spesifikasi
         jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
         maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
         tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
      m. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
         dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak bertanggung
         jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                           I-4
Page 28
          sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut
          sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas.
       n. Setiap informasi yang berasal dari Data Pribadi yang diperoleh dan/atau digunakan Penilai
          dalam penugasan ini hanya digunakan untuk kepentingan sesuai tujuan penilaian, dan
          selanjutnya data dan informasi yang dimaksud dikecualikan sebagai Data Pribadi
          sebagaimana diatur dalam ketentuan dan perundang-undangan yang terkait Perlindungan
          Data Pribadi.
       o. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan Pemimpin Rekan/Rekan dan
          stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat dipertanggung
          jawabkan bilamana pemberi tugas tidak melunasi imbalan jasa atas pekerjaan penilaian ini.
       p. Pemberi Tugas adalah orang atau badan yang memberi instruksi kepada Penilai termasuk di
          dalamnya direksi perusahaan atau pejabatnya, atau penasihat profesionalnya, contact
          person ataupun yang ditugaskan mewakilinya.
       q. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan atau tidak melakukan suatu
          transaksi sesuai dengan tujuan dalam laporan ini, dan laporan ini tidak terikat dengan
          transaksi yang dilakukan dan transaksi yang dilakukan adalah mutlak keputusan dari pihak-
          pihak yang bertransaksi.
       r. Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan waktu
          penggunaan hasil penilaian dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap kebutuhan
          pengguna hasil penilaian, dikarenakan adanya perbedaan akses data dan informasi serta
          asumsi dan analisis penilaian. Apabila pengguna hasil penilaian menemukan kondisi
          tersebut, disarankan untuk menugaskan Penilai melakukan reviu terhadap penugasan yang
          telah dilaksanakan dan apabila dimungkinkan dan dibutuhkan, Penilai dapat melakukan
          penilaian ulang dengan mengulang kembali prosedur penilaian yang sebelumnya dilakukan,
          secara lebih lengkap. Proses dan prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan
          yang berdiri sendiri dan berbeda dengan penugasan penilaian sebelumnya.
       s. Jika kontrak dan/atau laporan penilaian ditulis dalam versi Bahasa Indonesia dan Bahasa
          Inggris, Pemberi Tugas dan Penerima Tugas sepakat bahwa dalam hal terjadi inkonsistensi
          antara versi Bahasa Indonesia dan versi Bahasa Inggris, maka versi Bahasa Indonesia yang
          akan berlaku dan versi Bahasa Inggris akan dianggap telah diubah untuk menyesuaikan
          dengan versi Bahasa Indonesia.
       t. Legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian adalah benar dan
          tidak menyesatkan.
       u. Data dan informasi yang relevan yang diperoleh dari sumber yang layak adalah benar dan
          tidak menyesatkan.
       v. Pemberi Tugas telah memberikan informasi yang lengkap mengenai objek penilaian dan
          tidak ada hal-hal yang disembunyikan yang dapat berpengaruh secara signifikan terhadap
          kesimpulan nilai.
       w. Penilai beranggapan bahwa bagian-bagian properti yang tidak diinspeksi tidak memiliki
          kerusakan yang berarti dan tidak menyebabkan perubahan nilai.
       x. Objek penilaian diasumsikan tidak dibangun dengan material ataupun mengandung
          material yang bersifat merusak dan berbahaya yang dapat menyebabkan pencemaran
          lingkungan yang berpengaruh terhadap kesimpulan nilai.
       y. Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dengan fakta yang sebenarnya pada tanggal
          penilaian. Jika terdapat asumsi khusus akan diungkapkan dalam laporan penilaian.



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                          I-5
Page 29
       z. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
          (integral) dari laporan penilaian.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                               I-6
Page 30
                                      BAB II
                        DATA DAN INFORMASI KEGIATAN USAHA

2.1.   Perseroan
       Perseroan adalah TIRT, didirikan berdasarkan akta No. 245 tanggal 22 April 1981 jo. Akta
       perubahan No. 14 tanggal 11 Januari 1982, keduanya dibuat dihadapan Notaris Kartini Muljadi,
       SH. Akta pendirian Perusahaan dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
       Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A 5/48/2 tanggal 8 Mei 1982.
       Anggaran Dasar TIRT telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
       Pernyataan Keputusan Rapat No. 68 tanggal 23 September 2021 tentang perubahan Anggaran
       Dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan POJK Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana
       dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka jo. POJK Nomor
       16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka
       secara Elektronik. Perubahan ini telah diaktakan dengan akta Notaris Leolin Jayayanti, SH.,M.Kn
       No. 68 tanggal 23 September 2021 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
       Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.03-0454306 tanggal 29 September
       2021.
       TIRT memulai produksi komersialnya dibulan November 1983. TIRT berkedudukan di Jakarta
       dengan lokasi pabrik di Desa Bukuan, Samarinda, Kalimantan Timur.
       Kegiatan Usaha
       Perusahaan bergerak dalam bidang industri dan penjualan kayu lapis dan produk-produk kayu
       sejenis.
       Susunan Pemegang Saham
       Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 2025
       (audit) adalah sebagai berikut:

        No.       Pemegang Saham             Jumlah Saham         (%)      Jumlah (Rp)
         1    PT Harita Jayaraya                  744.029.910     73,54%   93.003.738.750
              Koperasi Karyawan PT Tirta
         2                                           1.364.012     0,13%     170.501.500
              Mahakam Plywood Industry
         3    KUD Budi Rahayu                         909.332      0,09%     113.666.500
         4    Masyarakat                          265.471.496     26,24%  33.183.937.000
                      Jumlah                    1.011.774.750    100,00% 126.471.843.750
       Sumber: Laporan Keuangan periode 30 Juni 2025 (audit)

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 2025
       (audit) adalah sebagai berikut:
       Dewan Komisaris
       Presiden Komisaris   : Lim Gunardi Hariyanto
       Komisaris Independen : Hendra Surya
       Direksi
       Presiden Direktur    : Djohan Surja Putra
       Direktur             : Pohan Wijaya Po




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            II-1
Page 31
       Perizinan
       Perizinan yang dimiliki adalah:
          - Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120109861456.
          - Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.001.792.9-054.000.
2.2.   Profil Kegiatan Usaha
       Rencana Kegiatan Usaha adalah angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan angkutan
       laut dalam negeri untuk barang khusus serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
       lainnya, dimana TIRT akan menjalankan jasa pengangkutan komoditas terutama bauksit,
       batubara dan TBS melalui jalur laut dalam negeri.
2.3.   Produk/Jasa
       Produk Kegiatan Usaha adalah jasa pengangkutan komoditas terutama bauksit, batubara dan
       TBS melalui jalur laut dalam negeri.
2.4.   Kinerja Keuangan Kegiatan Usaha
       Produk Kegiatan Usaha adalah jasa pengangkutan komoditas terutama bauksit, batubara dan
       TBS melalui jalur laut dalam negeri yang merupakan bidang usaha baru yang akan
       dikembangkan, sehingga kinerja keuangan historis Kegiatan Usaha tidak ada.
2.5.   Teknologi yang Digunakan
       Dalam memberikan jasa pengangkutan, TIRT akan mengoperasikan armada kapal tunda dan
       kapal tongkang untuk mendukung logistik komoditas terutama bauksit, batubara dan TBS
       melalui jalur laut dalam negeri. Dalam pelaksanaannya, pengoperasian armada kapal tidak
       memerlukan penerapan teknologi yang kompleks, karena kegiatan operasional utamanya akan
       dijalankan berdasarkan penjadwalan dan pengaturan rute yang dilakukan secara manual.
2.6.   Latar Belakang Ekonomi
       PDB Menurut Lapangan Usaha
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2025 Terhadap Triwulan I-2025 (Q-to-Q)
       Ekonomi Indonesia triwulan II-2025 dibanding triwulan I-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 4,04%.
       Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pengadaan Listrik dan Gas
       yang terkontraksi sebesar 2,61%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,53%; diikuti oleh Transportasi dan Pergudangan sebesar
       6,58%; serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 6,43%. Sementara itu, Industri
       Pengolahan serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang
       memiliki peran dominan tumbuh masing-masing sebesar 1,38% dan 3,12%.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                        II-2
Page 32
                            Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
                                  Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
                                               Sumber: Badan Pusat Statistik

       Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan II-2025 tidak
       menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
       Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
       sebesar 13,83%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
       13,02%; Konstruksi sebesar 9,48%; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,59%. Peranan
       kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,59%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2025 Terhadap Triwulan II-2024 (Y-on-Y)
       Ekonomi Indonesia triwulan II-2025 terhadap triwulan II-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,12%.
       Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
       adalah Jasa Lainnya sebesar 11,31%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,31%; Transportasi
       dan Pergudangan sebesar 8,52%; serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
       8,04%.




                            Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (%),
                                 Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
                                              Sumber: Badan Pusat Statistik

       Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2025 Terhadap Semester I-2024 (C-to-C)
       Ekonomi Indonesia semester I-2025 terhadap semester I-2024 (c-to-c) tumbuh sebesar 4,99%.
       Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
       adalah Jasa Lainnya sebesar 10,59%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,29%; serta



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                          II-3
Page 33
       Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,75%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
       memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,12%.




                            Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (%),
                                 Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
                                              Sumber: Badan Pusat Statistik

       PDB Menurut Pengeluaran
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2025 Terhadap Triwulan I-2025 (Q-to-Q)
       Ekonomi Indonesia triwulan II-2025 dibanding triwulan I-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 4,04%.
       Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
       Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 21,05%; diikuti oleh Komponen
       Ekspor Barang dan Jasa sebesar 4,85%; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
       sebesar 4,10%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 3,14%; dan
       Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-
       LNPRT) sebesar 0,51%. Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang juga
       tumbuh sebesar 9,89%.




                         Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Q-to-Q) (%),
                                   Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
                                                Sumber: Badan Pusat Statistik

       Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2025
       tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
       Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 54,25%; diikuti
       oleh Komponen PMTB sebesar 27,83%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,28%;
       Komponen PK-P sebesar 6,93%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,60%; dan Komponen
       PK-LNPRT sebesar 1,35%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
       pengurang dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 20,66%.



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                           II-4
Page 34
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2025 Terhadap Triwulan II-2024 (Y-on-Y)
       Ekonomi Indonesia triwulan II-2025 terhadap triwulan II-2024 tumbuh sebesar 5,12% (y-on-y).
       Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang
       terkontraksi sebesar 0,33%. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan
       Jasa sebesar 10,67%; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 7,82%; Komponen PMTB sebesar
       6,99%; dan Komponen PK-RT sebesar 4,97%. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
       merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 11,65%.




                         Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-on-Y) (%),
                                   Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
                                                Sumber: Badan Pusat Statistik

       Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2025 Terhadap Semester I-2024 (C-to-C)
       Ekonomi Indonesia semester I-2025 terhadap semester I-2024 tumbuh sebesar 4,99% (c-to-c).
       Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang
       terkontraksi sebesar 0,80%. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan
       Jasa sebesar 8,57%; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 5,40%; Komponen PK-RT sebesar
       4,96%; dan Komponen PMTB sebesar 4,55%. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
       merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 7,96%.




                         Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (%),
                                   Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
                                                Sumber: Badan Pusat Statistik

2.7.   Kebutuhan Produksi atau Operasi
       Jasa pengangkutan komoditas terutama bauksit, batubara dan TBS melalui jalur laut dalam
       negeri memerlukan investasi modal tetap dan modal kerja serta tenaga ahli dalam bidang jasa
       pengangkutan.
       Perseroan akan menjalankan Kegiatan Usaha yang baru dengan melakukan investasi modal
       tetap berupa pembelian terhadap 20 (dua puluh) unit armada kapal tunda (tugboat, TB) dan



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                           II-5
Page 35
       kapal tongkang (barge, TK) yang akan dioperasikan secara berpasangan menjadi 10 set tugboat
       (TB) dan tongkang (TK) dari pihak yang terafiliasi dengan Perseroan yaitu LSJ, MKL dan ASR
       dengan detail sebagai berikut:
                                                                  Kapasitas
                                              Tipe      Tahun
       No.       Nama Kapal       Pemilik                          Muatan Feet/Set
                                             Kapal    Pembuatan
                                                                  (MT)/Set
         1 TB Bawal Mandiri I      LSJ      Tugboat      2024
                                                                    144      110
           TK Bawal Sejahtera I    LSJ      Barge        2024
         2 TB Rita 106             LSJ      Tugboat      1994
                                                                   3500      230
           TK Mariam 12            ASR      Barge        2008
         3 TB Artha Sarana 58      MKL      Tugboat      1987
                                                                   2500      210
           TK Goldwood IV          LSJ      Barge        1994
         4 TB RYL 6                MKL      Tugboat      2024
                                                                   3500      250
           TK Srikandi Jaya II     ASR      Barge        2007
         5 TB RYL 15               MKL      Tugboat      2024
                                                                   3300      230
           TK Mariam 18            ASR      Barge        2008
         6 TB Mitra Jaya VII       ASR      Tugboat      1988
                                                                   4500      240
           TK Karya 8              ASR      Barge        2003
         7 TB RYL 9                LSJ      Tugboat      2024
                                                                   4500      240
           TK KC 240555            LSJ      Barge        2003
         8 TB Rita 102             LSJ      Tugboat      1992
                                                                   4700      250
           TK Rita 203             LSJ      Barge        2009
         9 TB Rita 109             LSJ      Tugboat      1988
                                                                   3200      230
           TK Mariam 6             ASR      Barge        2007
        10 TB RYL 7                LSJ      Tugboat      2024
                                                                   4700      250
           TK Rita 204             LSJ      Barge        2009

       Fungsi dari kapal tunda dan kapal tongkang adalah sebagai berikut:
       a. Kapal tunda (tugboat) merupakan kapal kecil yang memiliki mesin yang sangat kuat, fungsi
          dari kapal tunda ini yaitu menarik atau mendorong kapal tongkang.
       b. Kapal tongkang (barge) yaitu kapal datar, besar dan tidak memiliki mesin, fungsi dari kapal
          tongkang ini digunakan untuk mengangkut muatan, dimana kapal tongkang ini didorong
          atau ditarik oleh kapal tunda.
       Perseroan memerlukan modal kerja untuk membiayai operasional harian seperti biaya bahan
       bakar, gaji dan tunjangan, biaya agen, asuransi kapal dan perbaikan.
       Sumber pendanaan untuk pemenuhan investasi modal tetap dan modal kerja berasal dari
       fasilitas pinjaman pemegang saham yang telah dimiliki Perseroan.
       Perseroan membutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman di bidang angkutan laut dalam
       negeri untuk barang umum dan angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus serta aktivitas
       penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Kebutuhan tenaga ahli tersebut akan
       diperoleh dari pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2.8.   Hak Atas Kekayaan Intelektual
       Perseroan maupun Kegiatan Usaha tidak memiliki hak atas kekayaan intelektual atas Kegiatan
       Usaha.
2.9.   Peraturan dan Perundang-Undangan yang Terkait
       Peraturan dan perundangan-undangan yang terkait adalah sebagai berikut:
       1. Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara
           Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                           II-6
Page 36
            Indonesia Nomor 4756);
       2.   Undang-Undang Nomor 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti
            Undang-Undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang;
       3.   Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian;
       4.   Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran juncto Undang-Undang Nomor
            66 Tahun 2024 adalah Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang
            Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;
       5.   Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan juncto
            Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan
            Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Angkutan Di Perairan;
       6.   Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
            Usaha Angkutan Laut;
2.10. Aspek Lingkungan
      Berikut adalah daftar kegiatan uji kualitas lingkungan yang akan dilakukan:
      1. Limbah kapal: melakukan pengelolaan limbah kapal seperti penyimpanan minyak pelumas,
           oli bekas dan peralatan operasional bekas pakai.
      2. Emisi udara: Perseroan akan memperhatikan efisiensi bahan bakar dan pemeliharaan
           mesin, agar memperoleh standar operasional yang ramah lingkungan.
2.11. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
      Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Akuntan
      Publik Yazid M. Aleq Bawafi dari KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan dengan opini wajar tanpa
      modifikasian, jumlah modal disetor Perseroan sebesar Rp 126.471.843.750,-.
       Persyaratan modal diperlukan untuk memenuhi biaya investasi tetap dan modal kerja. TIRT
       berencana akan membeli 20 (dua puluh) unit armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang
       (barge) dari pihak terafiliasi TIRT dengan sumber pendanaan dari fasilitas pinjaman yang telah
       dimiliki TIRT dari HJR sebagai pemegang saham TIRT.
       Strategi finansial yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
       1. Memastikan modal kerja yang dimiliki Perseroan mencukupi untuk kebutuhan operasional
          kapal.
       2. Membuat kesepakatan Rise and Fall untuk menyesuaikan kembali harga sewa saat harga
          bahan bakar mengalami fluktuasi.
       3. Menggunakan fasilitas pinjaman pemegang saham yang telah dimiliki Perseroan untuk
          investasi modal tetap dan modal kerja agar menghasilkan pendapatan dan laba yang
          optimal.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                           II-7
Page 37
                                            BAB III
                                  ANALISIS KELAYAKAN PASAR
3.1.   Kondisi Pasar
       Produksi batu bara Indonesia mencapai 357,60 juta ton pada semester pertama (S1) 2025,
       setara dengan 48,3% dari target pemerintah sepanjang tahun sebesar 739,67 juta ton, menurut
       data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (DJMB) Kementerian Energi dan Sumber Daya
       Mineral (ESDM). Angka tersebut diungkapkan oleh DJMB, dalam acara Roadshow Edisi
       Kalimantan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA)
       di Samarinda, Rabu (9 Juli).
       Menanggapi kinerja tersebut, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengatakan
       angka produksi turun sekitar 11% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Meskipun
       produksi telah mencapai hampir 50% dari target tahun ini, kami menghadapi tantangan yang
       signifikan, terutama dengan menurunnya permintaan akibat perubahan kebijakan domestik di
       pasar-pasar utama seperti Tiongkok dan India.
       Kalimantan terus memainkan peran dominan di sektor ini, menyumbang 688 juta ton atau
       sekitar 82% dari total produksi batu bara Indonesia pada tahun 2024. "Batubara menyumbang
       40,56% terhadap bauran energi nasional tahun lalu. ESDM menambahkan bahwa sekitar 50–60
       % pembangkit listrik Indonesia masih bergantung pada Batubara 70% di antaranya bersumber
       dari Kalimantan.
       Ia menekankan pentingnya strategis pertambangan batubara dalam memenuhi permintaan
       listrik global, dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Indonesia dari sektor mineral dan
       batu bara mencapai Rp140,46 triliun pada tahun 2024 123,75% dari target tahunan, dan setara
       dengan 52% dari total PNBP Kementerian ESDM.
       APBI menekankan bahwa batubara bukan sekadar komoditas, melainkan instrumen
       pembangunan nasional yang membuka akses, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan
       membentuk peradaban modern.
3.1.1. Pangsa Pasar
       Indonesia tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap penambahan kapasitas
       pembangkit batubara baru secara global pada tahun 2024, dengan penambahan sebesar 1,9
       GW, menjadikannya urutan ketiga setelah China dan India. Menariknya, sekitar 80% dari
       kapasitas baru tersebut berupa pembangkit Listrik tenaga uap (PLTU), yaitu pembangkit yang
       dibangun khusus untuk melayani kebutuhan energi industri—terutama smelter logam seperti
       nikel, kobalt, dan aluminium yang mendukung era kendaraan listrik (EV) yang sedang
       berkembang pesat.
       Menurut laporan Global Energy Monitor (GEM) yang dikutip Mongabay, kapasitas pembangkit
       listrik meningkat tajam dari 5,5 GW pada 2019 menjadi 16,6 GW pada 2024—sebuah lonjakan
       besar yang mencerminkan ekspansi industri hilir yang masif. Saat ini, terdapat 130 unit
       pembangkit kapasitas minimal 30 MW, dengan 21 unit lainnya sedang dikonstruksi atau dalam
       tahap perencanaan.
       Indonesian National Shipowners Association (INSA) menilai kebijakan hilirisasi Presiden Joko
       Widodo (Jokowi) yang melarang ekspor bahan mentah hasil tambang seperti nikel membawa



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                          III-1
Page 38
       berkah bagi industri pelayaran di tanah air. Dengan adanya hilirisasi akan mengembangkan
       banyak angkutan laut baru yaitu dari daerah ke daerah, dimana kapal-kapal domestik akan
       mendominasi pelayanan logistik distribusi mineral tambang antar pulau di dalam negeri.
       Karena sebagian besar smelter berlokasi di kawasan pesisir atau pulau-pulau dengan
       infrastruktur terbatas, distribusi batubara untuk PLTU sangat bergantung pada angkutan laut,
       terutama kapal tunda (tugboat) dan tongkang (barge).
3.1.2. Kesinambungan (Sustainability)
       Saat ini 20 (dua puluh) unit armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge) masih
       dioperasikan oleh LSJ, ASR dan MKL untuk mengangkut produk bauksit, batubara dan tandan
       buah segar (TBS), untuk menjaga kesinambungan (sustainability) TIRT agar dapat
       mempertahankan kelangsungan usahanya ke depan yaitu dengan melakukan diversifikasi
       komoditas seperti pengangkutan nikel, pasir, pupuk, semen, atau logistik barang proyek.
3.1.3. Potensi Pasar
       Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan target kewajiban pasokan
       batubara untuk dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) pada tahun 2025 akan
       lebih besar dibandingkan tahun 2024. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),
       mengatakan target DMO tahun ini mencapai 239,7 juta ton.
       Dalam perhitungan, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan target DMO sepanjang tahun
       2024 yang berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI) adalah 181,3 juta ton.
       Sedangkan dalam realisasi mencapai 209,93 juta ton atau persentase DMO sepanjang 2024
       adalah mencapai 115,79%. Adapun, jika dibandingkan arti target DMO tahun 2025 ini meningkat
       24,36% dibandingkan target DMO tahun lalu.
       ESDM mengatakan peningkatan target ini berdasarkan perhitungan yang dari hasil rapat
       multilateral dengan pelaku industri batubara. Target dari prognosa hasil, ESDM melakukan
       rapat multilateral dengan pelaku industri yang menggunakan batu bara. Pertimbangan lainnya
       adalah melihat dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2025.
       Adapun, sebagian dari DMO tahun ini ungkap dia masih akan digunakan untuk memenuhi
       kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sebelumnya, Asosiasi Pertambangan
       Batubara Indonesia (APBI) memprediksi kebutuhan Indonesia terhadap batu bara tahun 2025
       akan terus meningkat, terutama untuk menjaga ketahanan energi.
       Dengan penambahan volume DMO tahun ini menurutnya pemerintah juga akan menargetkan
       adanya kenaikan produksi dan juga kenaikan konsumsi batubara domestik.
3.1.4. Sasaran
       Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memperkirakan permintaan listrik
       Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan dimulainya proyek pembangkit listrik tenaga uap
       (PLTU) baru sebesar 35.000 MW. Pada tahun 2024, konsumsi listrik domestik ditargetkan
       mencapai 1.408 kWh/kapita, dari sekitar 1.285 kWh/kapita pada tahun 2023 dan 1.173
       kWh/kapita pada tahun 2022. Pada bulan Desember 2023, ESDM melelang empat blok tambang
       batu bara baru -- dua di Kalimantan dan dua di Sumatra.
       Analisis dan prakiraan International Energy Agency's (IEA) untuk tahun 2024-2026
       memperkirakan pembangkit listrik tenaga batubara Indonesia akan meningkat sekitar 5%
       selama periode ini dan mempertahankan pangsa yang stabil dalam bauran pembangkit listrik.
       Secara keseluruhan, IEA memproyeksikan permintaan domestik Indonesia mencapai 284 juta



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                         III-2
Page 39
       ton pada tahun 2026, naik dari kurang dari 200 juta ton pada tahun 2024. Oleh karena itu yang
       menjadi target pasar industri jasa pengangkutan yaitu memasok kepada perusahaan-
       perusahaan pembangkit listrik di wilayah Indonesia.
3.1.5. Potensi Nilai Pasar
       Pasar Batubara Indonesia bernilai USD 211,41 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan
       mencapai USD 369,19 miliar pada tahun 2032, dengan pertumbuhan CAGR sebesar 7,2% dari
       tahun 2026 hingga 2032.




       Pendorong pasar utama permintaan Ekspor yang Kuat dari Negara-negara Asia: Permintaan
       ekspor, terutama dari Tiongkok, India, dan negara-negara Asia lainnya, telah menjadi
       pendorong signifikan bagi batubara Indonesia. Sebagai eksportir batubara termal terbesar di
       dunia, Indonesia telah diuntungkan oleh kebutuhan energi negara-negara berkembang pesat di
       kawasan ini, terutama selama periode pemulihan ekonomi pascapandemi.
3.2.    Pesaing Usaha
        Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
        Pada kegiatan usaha jasa pengangkutan diantaranya adalah sebagai berikut:
       1. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) merupakan perusahaan jasa logistik dan transportasi laut,
           dimana TCPI memiliki beragam jenis kapal untuk memenuhi kebutuhan logistik dan
           transportasi laut seperti mother vessel, tugboat dan barge, pusher tugs dan pusher barges,
           floating crane dan assist tug.
        2. PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) adalah perusahaan jasa logistik dan
           transportasi laut, dimana PSAT memiliki beragam jenis kapal untuk memenuhi kebutuhan
           logistik dan transportasi laut seperti, tugboat dan barge dan bulk carrier.
        3. PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) merupakan perusahaan jasa logistik yang
           mengoperasikan tugboat, barge dan floating crane.
        4. PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) adalah perusahaan layanan logistik laut yang
           mengoperasikan fasilitas muatan apung, tugboat, barge, bulk carrier, dan tongkang derek
           apung.
        Industri transportasi laut komoditas pertambangan di Indonesia saat ini berada dalam kondisi
        persaingan yang ketat. Sebagian besar kontrak jangka panjang dengan perusahaan tambang
        utama dikuasai oleh sejumlah pelaku usaha besar yang memiliki keunggulan pada kepemilikan
        armada modern dengan kapasitas angkut besar, efisiensi operasional, serta hubungan strategis
        dengan pemilik tambang yang memungkinkan stabilitas pendapatan meskipun terjadi fluktuasi
        pasar.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                           III-3
Page 40
       Sebaliknya, pelaku usaha menengah dan kecil umumnya bergantung pada pasar spot yang
       sangat sensitif terhadap perubahan harga batubara global dan volume permintaan. Kondisi ini
       menimbulkan risiko volatilitas pendapatan yang tinggi, terlebih dengan adanya potensi
       kelebihan kapasitas pada periode penurunan permintaan atau gangguan musim hujan yang
       memengaruhi jalur distribusi. Di sisi regulasi, penerapan asas cabotage, kewajiban penggunaan
       kapal berbendera Indonesia, serta standar keselamatan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)
       memberikan proteksi terhadap pelaku domestik, namun secara bersamaan menuntut
       pemenuhan persyaratan yang dapat meningkatkan beban biaya operasional.
       Prospek industri ini ke depan akan ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha untuk melakukan
       konsolidasi, penerapan digitalisasi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi operasional,
       serta adaptasi terhadap tuntutan pasar global terkait keberlanjutan dan pengurangan emisi.
       Diversifikasi muatan, termasuk pengangkutan komoditas curah lainnya seperti nikel, menjadi
       strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap batubara di tengah dinamika
       transisi energi global. Dalam lanskap persaingan yang demikian, keberhasilan akan sangat
       ditentukan oleh kekuatan modal, efisiensi biaya, daya saing armada, serta ketangguhan strategi
       bisnis dalam menghadapi volatilitas pasar.
3.3.   Strategi Pemasaran
       Perseroan membeli armada kapal dalam kondisi beroperasi untuk menjalankan kontrak antara
       pemilik kapal dengan penyewa. Setelah Perseroan membeli armada kapal milik LSJ, MKL dan
       ASR, Perseroan juga akan memperoleh pengalihan kontrak yang sedang berjalan dari LSJ dan
       MKL sebagai berikut:
       a. Perjanjian pengangkutan bauksit No. 032/PURCH/WHW/II/2025 tanggal 28 Februari 2025
          antara WHW dengan LSJ.
       b. Perjanjian pengangkutan bauksit No. 033/PURCH/WHW/II/2025 tanggal 28 Februari 2025
          antara WHW dengan MKL.
       c. Surat perjanjian angkutan laut No. 035/MKL-MBL/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024 antara
          MKL dengan MBL.
       d. Surat perjanjian angkutan laut No. 021/LSJ-MBL/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024 antara
          LSJ dengan MBL.
       e. Perjanjian sewa menyewa kapal “Time Charter” No. 001A/LSJ-GHL/I/2025 445-ANGKT/GHLL-
          TRNE/JKT/02/2025 tanggal 3 Januari 2025 antara LSJ dengan GHL.
       Strategi pemasaran Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya dengan mengoptimalkan
       kontrak eksisting dan melakukan ekspansi pasar baru.
       Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Perseroan berkomitmen untuk membangun dan
       mengembangkan bisnis pelayaran yang berkelanjutan. Tidak hanya terbatas pada
       pengoperasian 20 (dua puluh) unit armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge)
       pada tahap awal, Perseroan akan secara bertahap melakukan penambahan aset kapal sesuai
       dengan kebutuhan operasional dan peluang pertumbuhan pasar. Langkah ini akan didukung
       dengan peningkatan kapasitas pelayanan, diversifikasi rute dan jenis kargo.
Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha dan strategi
pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar Kegiatan Usaha oleh Perseroan adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                           III-4
Page 41
                                            BAB IV
                                  ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS
 4.1. Kapasitas
      Rencana pengembangan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan yaitu TIRT berencana akan
      membeli 20 (dua puluh) unit armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge) yang
      akan dioperasikan secara berpasangan menjadi 10 set tugboat (TB) dan tongkang (TK) dari pihak
      terafiliasi TIRT dengan sumber pendanaan dari fasilitas pinjaman yang telah dimiliki TIRT dari HJR
      sebagai pemegang saham TIRT. Dimana kapasitas muatan kapal bervariasi bergantung pada
      dimensi kapal yang akan digunakan, berikut informasi kapasitas muatan setiap kapal:
                                                          Jenis Penyewaan     Kapasitas
        No.                    Uraian
                                                                Kapal        Muatan (MT)
        1     TB Bawal Mandiri I & TK Bawal Sejahtera I     Time Charter             144
        2     TB Rita 106 & TK Mariam 12                   Freight Charter         3.500
        3     TB Artha Sarana 58 & TK Goldwood IV          Freight Charter         2.500
        4     TB RYL 6 & TK Srikandi Jaya II               Freight Charter         3.500
        5     TB RYL 15 & TK Mariam 18                     Freight Charter         3.300
        6     TB Mitra Jaya VII & TK Karya 8               Freight Charter         4.500
        7     TB RYL 9 & TK KC 240555                      Freight Charter         4.500
        8     TB Rita 102 & TK Rita 203                    Freight Charter         4.700
        9     TB Rita 109 & TK Mariam 6                    Freight Charter         3.200
        10    TB RYL 7 & TK Rita 204                       Freight Charter         4.700

      Dokumentasi visual setiap armada kapal dapat dilihat pada Lampiran 3.
4.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
     Dalam menjalankan Kegiatan Usaha, Perseroan membutuhkan sumber daya manusia yang
     berpengalaman dibidang jasa pengangkutan komoditas tambang. Perseroan membutuhkan
     personil sebanyak 11 orang, dimana 2 personil dipenuhi dari personil eksisting Perseroan dan 9
     personil dipenuhi dari pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
4.3. Proses Produksi/Jasa
       Proses penyediaan produksi/jasa pengangkutan komoditas pertambangan adalah sebagai
       berikut:
4.3.1. Kontrak Pengangkutan
       • TIRT dan Charterer/Penyewa menyepakati kontrak jasa pengangkutan laut.
       • Kontrak sekurangnya memuat informasi tentang :
          - Para pihak.
          - Lingkup pekerjaan yang akan dikerjakan.
          - Durasi kontrak.
          - Kegiatan pemuatan & pembongkaran.
          - Metode pembayaran & tarif yang disepakati.
          - Hak dan Kewajiban TIRT dan Charterer/Penyewa.
          - Kepatuhan terhadap Standar & Regulasi.
       • Setelah penandatanganan kontrak antara TIRT dan Charterer/Penyewa, TIRT
          mempersiapkan kegiatan transhipment ke jetty pelabuhan atau ke kapal besar/Mother
          Vessel (MV).



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            IV- 1
Page 42
4.3.2. Persiapan Armada
       • TIRT & Charterer/Penyewa melakukan Safety Check armada sebelum dilakukan kegiatan
          transhipment.
          Pengecekan armada meliputi:
          - Pengecekan Stability Booklet.
          - Plat deck Tongkang.
          - Sideboard Tongkang.
          - Rampdoor Tongkang (jika ada).
          - Drainase & pintu tongkang.
          - Angka Draught pada tongkang.
          - Jumlah fender pada tongkang.
          - Jangkar dan peralatannya Tongkang.
          - Tali Tongkang.
          - Dokumen Tongkang.
          - Kondisi permesinan Tugboat.
          - Alat-alat Navigasi.
          - Alat-alat keselamatan.
          - Draught Tugboat.
          - Tali & peralatan towing Tugboat.
          - Jangkar dan peralatannya Tugboat.
          - Dokumen Tugboat.
          - Dokumen & kondisi awak kapal (crew).
4.3.3. Persiapan Menuju Pelabuhan/Pelabuhan Muat
       • Pertukaran Informasi
          - Nahkoda harus melakukan pertukaran informasi dengan Pelabuhan yang mencakup hal-
            hal seperti di bawah ini, sebelum kapal tiba di pelabuhan terminal/Pelabuhan muat:
         - Informasi dari Nahkoda kepada Pelabuhan meliputi:
            a. Kesiapan kapal.
            b. Draught dan trim kapal tiba.
            c. Perkiraan maksimum draught/draft dan trim selama dan selesai penanganan muatan
               serta perkiraan waktu berangkat.
            d. Bantuan Tugboat bila dibutuhkan.
            e. Kebutuhan pencucian ruang muat Tongkang.
            f. Pekerjaan perbaikan hingga dapat menyebabkan keterlambatan terhadap
               pengoperasian penanganan muatan.
            g. Menyusulkan pengoperasian penanganan muatan atau merubah perencanaan
               penanganan muatan.
            h. Kondisi muatan sebelumnya - bila sebagian muatan masih ada – pelaporan dalam hal
               jenis muatan, jumlah dan penempatannya.
            i. Jumlah dan jenis muatan.
            j. Menunggu ijin masuk dari pelabuhan muat / bongkar.
         - Informasi dari Pelabuhan kepada Nahkoda meliputi :
            b. Prediksi pasang surut perairan pelabuhan dan density air laut sekitar dermaga selama
               air surut.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                        IV- 2
Page 43
            c. Menggunakan Tugboat atau Mooring boat, apabila dibutuhkan bantuan untuk olah
                gerak.
            d. Menggunakan tali Tugboat.
            e. Kebutuhan tali tambat dan lain-lain untuk kegiatan sandar.
            f. Sisi kapal yang akan sandar di dermaga.
            g. Kecepatan dan sudut yang diizinkan pada waktu mendekati dermaga.
            h. Perlengkapan isyarat visual dan bunyi selama kegiatan sandar di dermaga.
            i. Untuk sandar di dermaga, persiapan penyediaan alat penghubung dari pelabuhan.
            j. Rencana jumlah muatan dan karakteristik muatan.
            k. Kecepatan maksimum pemuatan di darat.
            l. Metode komunikasi antara kapal dan darat serta berkomunikasi dalam keadaan
                darurat.
4.3.4. A. Persiapan Kapal Tiba Di Pelabuhan
          - Nahkoda harus memiliki ijin berlayar menuju pelabuhan tujuan.
          - Nahkoda harus mengumpulkan informasi dan mengantisipasi kondisi umum dari
            pelabuhan, sebelum kapal tiba.
          - Nahkoda harus mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan rencana penyandaran
            termasuk hal-hal yang disebutkan di bawah ini, yang dapat ditanyakan kepada Pandu.
              - Untuk sandar di dermaga, kebutuhan minimum tali tambat dan perlengkapan lain dari
                kapal, gambar keseluruhan letak bolder untuk penanganan muatan.
          - Sebelum memasuki Pelabuhan, peralatan untuk keperluan penyandaran dipersiapkan dan
            bila ditemukan ketidaksesuaian pada peralatan sehingga dapat mempengaruhi keamanan
            kerja selama kegiatan penyandaran, segera dilaporkan kepada Administrator Pelabuhan
            dan petugas yang berwenang. Jangkar dalam keadaan stand by bila diperlukan, sejauh
            tidak ada larangan berlabuh jangkar. Jumlah minimum Awak kapal yang dibutuhkan harus
            berada pada pos masing-masing.
4.3.4.B. Prosedur Pemuatan & Pembongkaran
         • Persiapan Kapal Tiba Di MV
           - Nahkoda harus memiliki izin berlayar menuju MV.
           - Nahkoda harus mengumpulkan informasi dan mengantisipasi kondisi umum dari MV,
             sebelum kapal tiba.
           - Nahkoda harus mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan rencana penyandaran
             termasuk hal-hal yang disebutkan di bawah ini, yang dapat ditanyakan kepada Pandu.
             - Untuk sandar di MV, kebutuhan minimum tali tambat dan perlengkapan lain dari kapal,
               gambar keseluruhan letak bolder untuk penanganan muatan.
           - Sebelum bersandar di MV, peralatan untuk keperluan penyandaran dipersiapkan dan
             bila ditemukan ketidaksesuaian pada peralatan hingga dapat mempengaruhi keamanan
             kerja selama kegiatan penyandaran, segera dilaporkan kepada Loading Master dan awak
             kapal (crew) MV. Jangkar dalam keadaan stand by bila diperlukan, sejauh tidak ada
             larangan berlabuh jangkar. Jumlah minimum Awak kapal yang dibutuhkan harus berada
             pada pos masing-masing.
4.3.5. Operasi Pemuatan
        - Nahkoda memberikan informasi kedatangan.
        - Nahkoda memastikan kondisi Pelabuhan atau dermaga pelabuhan muat dan kondisi kapal




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                       IV- 3
Page 44
          sebelum sandar.
        - Setelah sandar harus memastikan bahwa pengikatan (mooring) kapal telah terikat dengan
          benar.
        - Sebelum kegiatan muat, Nahkoda dan tim Pelabuhan serta Independent Surveyor
          melakukan pengecekan angka Initial Draught.
        - Kapal menerima proses pemuatan dan diawasi oleh awak kapal (crew).
        - Nahkoda selalu mempertimbangkan konsekuensi persyaratan-persyaratan komersil dan
          keamanan. Apabila ada ketidaksesuaian diantara keduanya, maka persyaratan keamanan
          lebih diutamakan dibandingkan dengan persyaratan komersil.
        - Setelah kegiatan muat, Nahkoda dan tim Pelabuhan serta Independent Surveyor melakukan
          pengecekan angka Final Draught.
        - Setalah pemuatan, Nahkoda menandatangani hasil Draught Survey sebagai acuan jumlah
          muatan yang dibawa oleh kapal.
        - Kapal menerima dokumen muatan (Manifest, Bill of Lading, Draught Survey, Clearance
          Pelabuhan tujuan atau Clearance MV).
        - Sebelum kapal pergi meninggalkan Pelabuhan, Nahkoda mengecek kondisi muatan, kondisi
          kapal & kesiapan berlayar.
        - Sebelum kapal mengolong jembatan di alur sungai, pihak Nahkoda berkoordinasi dengan tim
          darat serta agen terkait pengadaan kapal tunda dan pandu yang on board untuk memastikan
          kapal dapat mengolong jembatan dengan baik.
4.3.6. Operasi Pembongkaran
        - Nahkoda memberikan informasi kedatangan.
        - Nahkoda memastikan kondisi Pelabuhan, sisi Mother Vessel, keadaan cuaca/ombak dan
          kapal sebelum sandar.
        - Setelah sandar harus memastikan bahwa pengikatan (mooring) kapal telah terikat dengan
          benar.
        - Sebelum kegiatan bongkar, Nahkoda dan tim Pelabuhan serta Independent Surveyor
          melakukan pengecekan angka Initial Draught.
        - Kapal menerima proses pembongkaran dan diawasi oleh awak kapal (crew).
        - Nahkoda selalu mempertimbangkan konsekuensi persyaratan-persyaratan komersil dan
          keamanan. Apabila ada ketidaksesuaian diantara keduanya, maka persyaratan keamanan
          lebih diutamakan dibandingkan persyaratan komersil.
        - Setelah kegiatan bongkar Nahkoda dan tim Pelabuhan serta Independent Surveyor
          melakukan pengecekan angka Final Draught.
        - Setelah pemuatan, Nahkoda menandatangani hasil Draught Survey sebagai acuan jumlah
          muatan yang dibawa oleh kapal yang akan ditagihkan.
        - Kapal menerima dokumen muatan (Manifest, Bill of Lading, Draught Survey, Clearance
          Pelabuhan tujuan, Clearance MV).
        - Sebelum kapal pergi meninggalkan Pelabuhan atau MV, Nahkoda mengecek kapal &
          kesiapan berlayar kembali ke Pelabuhan muat.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                      IV- 4
Page 45
       Bagan alur proses produksi/jasa pengangkutan dapat digambarkan sebagai berikut:




Berdasarkan analisis kelayakan teknis yang mencakup kapasitas, ketersediaan dan kualitas sumber
daya dan proses produksi dapat disimpulkan bahwa aspek teknis Kegiatan Usaha oleh Perseroan
adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                    IV- 5
Page 46
                                          BAB V
                             ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS

5.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
     Keunggulan operasional yang akan dimiliki TIRT yaitu:
      1. Standar HSE (Health, Safety, and Environment)
         Perusahaan menerapkan standar keselamatan kerja, kesehatan, dan perlindungan
         lingkungan yang memenuhi ketentuan nasional maupun internasional.
      2. Pengalaman Manajemen
         Pengalaman manajemen di industri angkutan laut mendukung efisiensi operasional melalui
         pengelolaan sumber daya yang optimal, pengendalian risiko yang efektif, dan hubungan
         strategis dengan mitra bisnis, sehingga memastikan kelancaran operasi, operasional yang
         efektif dan efisien, dan keberlanjutan usaha.
      3. Komitmen terhadap Service Level Agreement (SLA)
         Perusahaan secara konsisten akan memenuhi target SLA yang telah disepakati dalam kontrak
         angkutan laut dengan pelanggan. Hal ini mencerminkan komitmen terhadap keandalan
         layanan, ketepatan waktu, dan kualitas hasil yang diharapkan.
      4. Sistem Pemeliharaan Preventif (Pre-Maintenance System)
         Diterapkannya sistem perawatan preventif yang terjadwal sesuai dengan standar Klas
         Indonesia untuk memastikan kelayakan kapal (sea worthy), mengurangi potensi kerusakan
         kapal serta memperpanjang umur aset. Strategi ini menurunkan biaya perbaikan darurat,
         meminimalisir off-hire (downtime), dan memastikan keberlangsungan operasional.
      Selain itu, keunggulan kompetitif TIRT terletak pada keunikan pola bisnis yang terintegrasi
      secara vertikal dalam grup usaha terafiliasi, di mana TIRT direncanakan akan berperan dalam
      mendukung kegiatan operasional entitas terafiliasi yang bergerak di sektor pertambangan
      maupun smelter. Melalui keterlibatan ini, TIRT memperoleh kepastian usaha dan keberlanjutan
      pendapatan, karena menyediakan jasa pengangkutan komoditas tambang kepada entitas
      terafiliasi.
      TIRT merupakan bagian dari grup HJR yang beberapa entitas afiliasinya beroperasi di sektor
      pertambangan. Struktur hubungan antara entitas-entitas tersebut dapat digambarkan melalui
      diagram berikut:




      Sumber: Manajemen TIRT



Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                       V-1
Page 47
5.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
     Kegiatan Usaha yang akan dilakukan TIRT memiliki beberapa pesaing dengan produk dan jasa
     yang sama, adapun beberapa pesaing tersebut yaitu TCPI, PSAT, TPMA dan PSSI.
      Sebagai anak perusahaan dari HJR yang merupakan holding di industri pertambangan, TIRT
      memiliki keunggulan kompetitif dimana para pesaing tidak memiliki akses kepada grup usaha
      pada industri pertambangan. Melakukan transaksi dengan pihak berelasi juga memungkinkan
      proses negosiasi dilakukan secara lebih efisien, dengan tetap memperhatikan prinsip kewajaran
      dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan yang berlaku.
5.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
     Dengan adanya perubahan Kegiatan Usaha, TIRT menunjukkan kemampuan untuk menciptakan
     nilai melalui strategi integrasi secara vertikal dalam rantai pasok industri pertambangan di
     lingkungan grup usaha HJR. Perubahan Kegiatan Usaha ini membuka peluang bagi TIRT untuk
     menjadi bagian dan mengelola jasa pengangkutan komoditas tambang yang sebelumnya
     dijalankan oleh entitas terafiliasi, yaitu LSJ, ASR, dan MKL.
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan
dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk menciptakan nilai
dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis Kegiatan Usaha oleh Perseroan adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                         V-2
Page 48
                                      BAB VI
                      ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
     TIRT akan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut dalam negeri untuk
     barang umum dan angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus serta aktivitas penunjang
     pertambangan dan penggalian lainnya, dimana TIRT akan mengoperasikan armada kapal untuk
     menyediakan jasa pengangkutan komoditas terutama bauksit, batubara dan TBS melalui jalur
     laut dalam negeri, baik kepada pihak afiliasi maupun pihak ketiga.
      Tenaga kerja untuk Kegiatan Usaha akan disediakan sebanyak 11 orang yang telah
      berpengalaman dalam berbagai bidang yang diperlukan untuk menjalankan Kegiatan Usaha.
6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual (intellectual property)
     Dalam menjalankan angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan angkutan laut dalam
     negeri untuk barang khusus serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya,
     TIRT tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
6.3. Manajemen Risiko
     Risiko atas Kondisi Cuaca
     Kegiatan usaha Perseroan dapat dijalankan dengan lancar dalam kondisi cuaca yang
     menunjang. Apabila terjadi hujan deras ataupun angin kencang yang menyebabkan gejolak
     pada perairan tempat kapal Perseroan beroperasi, maka kegiatan operasional Perseroan dapat
     tertunda atau terhambat. Hal ini berdampak negatif terhadap ketepatan waktu pengiriman
     bauksit maupun batubara dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar dan sebaliknya.
     Perseroan akan melakukan mitigasi dengan cara:
     a. Selalu memonitor laporan cuaca dari BMKG (team HO remind ke lapangan)
     b. Dalam perjanjian angkutan laut dengan pelanggan, mencantumkan clausul force major.
     c. Menerapkan SOP bahwa saat cuaca ekstrim, kapal wajib menunggu / sandar di lokasi aman.
     d. Memastikan seluruh peralatan kapal (terutama emergency) dapat berfungsi dengan baik
     e. Selalu koordinasi dengan jetty, agen pelabuhan, Mother vessel, serta pemilik kargo untuk
        penyesuaian jadwal maupun meminimalisir biaya penalty/demmurage (jika ada MV
        demurrage)
      Risiko Pihak Ketiga (Kecelakaan Kapal)
      Wilayah atau lokasi tempat Perseroan memberikan jasa kepada pelanggannya juga
      berpengaruh dalam pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan. Di mana potensi terjadinya
      kecelakaan, baik itu karena senggolan, ditabrak ataupun kandasnya kapal yang disebabkan
      perairan sempit juga selalu menjadi pertimbangan dalam pemberian jasa, serta dapat
      menyebabkan kapal tidak beroperasi optimal. Kecelakaan dapat saja terjadi karena kesalahan
      pihak ketiga yang juga berlayar di wilayah atau lokasi perairan tersebut. Untuk menghindari
      kecelakaan tersebut, Perseroan akan melakukan mitigasi dengan cara:
      a. Mengasuransikan kapal Marine Hull dan Public Indemnity dengan nilai yang mencukupi
      b. Saat di perairan sempit, ataupun akan melewati pengolongan jembatan, menggunakan jasa
         pandu / assist,
      c. Saat sandar / berthing menggunakan jasa assist




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                       VI-1
Page 49
      d. Saat berada di perairan yang padat, menjaga jarak dengan kapal lain serta menjaga batas
         kecepatan di RPM rendah
      e. Memastikan peta laut update, alat navigasi bekerja dengan baik, maintenance rutin atas
         system kemudi untuk mencegah hilangnya kendali kapal,
      Risiko Kenaikan Harga Bahan Bakar
      Risiko yang dimiliki oleh Perseroan adalah fluktuasi harga bahan bakar, namun Perseroan akan
      melakukan mitigasi dengan membuat kesepakatan Rise and Fall untuk menyesuaikan kembali
      harga sewa sesuai dengan fluktuasi harga bahan bakar.
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
     Dalam memenuhi kapasitas dan kemampuan manajemen untuk melakukan Kegiatan Usaha,
     Perseroan akan menggunakan tenaga ahli dalam bidang jasa angkutan laut yang
     berpengalaman dalam bidang keahlian meliputi corporate secretary, operation & designated
     person ashore, logistik, external relation & marketing, technical, health, safety, & environment,
     HRGA & crewing dan legal.
6.5. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
     Struktur organisasi TIRT setelah melakukan perubahan kegiatan usaha menjadi sebagai berikut:




      sumber: manajemen TIRT




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            VI-2
Page 50
      a) Berikut tugas dan tanggung jawab dari setiap personil setelah perubahan Kegiatan Usaha
         adalah sebagai berikut:

              No.     Nama          Jabatan                         Tugas dan Tanggung Jawab

               1    Tham          Presiden        • Menetapkan visi, misi, strategi bisnis, dan rencana jangka
                    Arvin         Direktur          panjang.
                    Setyanto                      • Mengarahkan dan mengawasi implementasi strategi oleh
                                                    seluruh departemen. Mengambil keputusan strategis terkait
                                                    ekspansi armada, investasi, dan Corporate Action.
                                                  • Memastikan penerapan GCG (transparansi, akuntabilitas,
                                                    tanggung jawab, independensi, kewajaran).
                                                  • Memastikan kepatuhan terhadap peraturan Otoritas Jasa
                                                    Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan regulasi pasar
                                                    modal lainnya.
                                                  • Menyampaikan laporan berkala & keterbukaan informasi
                                                    kepada publik sesuai ketentuan.
                                                  • Menjadi juru bicara utama kepada investor, analis, dan
                                                    pemegang saham.
                                                  • Memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan rapat
                                                    dengan dewan komisaris.
                                                  • Memastikan kinerja keuangan, operasional, dan keselamatan
                                                    pelayaran sesuai target.
                                                  • Menyetujui laporan       keuangan     untuk    diaudit      dan
                                                    dipublikasikan.
                                                  • Mewakili perusahaan di regulator maritim (Kemenhub, BKI,
                                                    IMO) dan asosiasi pelayaran.

               2    Pohan         Direktur        • Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran setiap
                    Wijaya Po                       departemen.
                                                  • Mengimplementasikan strategi perusahaan.
                                                  • Memastikan operasional di setiap departemen sesuai SOP,
                                                    standar keselamatan, dan regulasi.
                                                  • Memastikan segala pelaporan memenuhi ketentuan
                                                    keterbukaan informasi (jika berdampak material pada
                                                    perusahaan).
                                                  • Menyusun strategi pengembangan organisasi dan kompetensi
                                                    karyawan sesuai kebutuhan bisnis.
                                                  • Menjaga integritas dan budaya kerja sesuai prinsip GCG.
                                                  • Memberikan masukan strategis untuk keputusan manajemen.

               3    Jackson       Corporate       • Mengikuti perkembangan regulasi dari OJK, BEI, dan instansi
                    Indrawan      Secretary         pemerintah lainnya yang terkait dengan kegiatan perusahaan
                                                    terbuka.
                                                  • Menyiapkan laporan berkala kepada           regulator sesuai
                                                    kewajiban sebagai perusahaan publik.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                       VI-3
Page 51
                                                  • Mengembangkan dan mensosialisasikan pedoman GCG, kode
                                                    etik perusahaan, serta kebijakan perusahaan kepada seluruh
                                                    pemangku kepentingan internal.
                                                  • Menjaga pelaksanaan GCG di seluruh lini organisasi agar
                                                    selaras dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung
                                                    jawab, independensi, dan kewajaran.
                                                  • Menyiapkan dan mendistribusikan undangan RUPS, menyusun
                                                    risalah rapat, dan mendokumentasikan hasilnya.
                                                  • Menangani permintaan informasi dari pemegang saham
                                                    dengan prinsip keterbukaan informasi yang wajar.
                                                  • Menyampaikan informasi kinerja keuangan, strategi bisnis, dan
                                                    prospek perusahaan secara tepat dan akurat kepada calon
                                                    investor dan analis pasar modal.
                                                  • Menyusun dan mengarsipkan dokumen penting perusahaan
                                                    seperti akta pendirian, anggaran dasar, keputusan RUPS, izin
                                                    usaha, perjanjian-perjanjian penting, dan dokumen legal
                                                    lainnya.
                                                  • Menjaga agar seluruh dokumen legal perusahaan selalu
                                                    diperbarui dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
                                                  • Berkoordinasi dengan tim internal, penasihat hukum, dan
                                                    underwriter dalam penyusunan dokumen prospektus,
                                                    company profile, dan keterbukaan informasi apabila terdapat
                                                    corporate action.
                                                  • Memastikan seluruh informasi yang dipublikasikan telah
                                                    melewati proses verifikasi dan sesuai prinsip keterbukaan.
                                                  • Menyusun jadwal rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris
                                                    serta menyiapkan notulensi rapat yang terdokumentasi
                                                    dengan baik.
                                                  • Menjadi penghubung administratif antara Direksi dan Dewan
                                                    Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan dan
                                                    manajemen.
                                                  • Menjamin bahwa semua informasi atau kejadian material yang
                                                    dapat mempengaruhi nilai perusahaan atau keputusan
                                                    investor disampaikan secara tepat waktu kepada publik dan
                                                    regulator.

               4    Albert        Finance,        • Melakukan analisis keuangan secara berkala untuk memastikan
                    Adiwijaya     Accounting        keberlanjutan usaha.
                                  & Tax           • Menyusun laporan cash flow untuk memantau dan
                                                    mengendalikan pengeluaran dan penerimaan dana
                                                    perusahaan.
                                                  • Merancang kebutuhan pembiayaan untuk operasional
                                                    pelayaran dan pengembangan armada kapal (termasuk
                                                    docking dan perawatan).
                                                  • Mengelola budgeting dan forecasting secara berkala.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                    VI-4
Page 52
                                                  • Mengidentifikasi dan mengakses sumber pendanaan eksternal
                                                    (perbankan, leasing, investor strategis) termasuk penyusunan
                                                    proposal pembiayaan dan analisis kelayakan.
                                                  • Memastikan ketersediaan dana untuk kebutuhan operasional
                                                    kapal dan proyek pelayaran berjalan tanpa hambatan.
                                                  • Mengelola penempatan dana jangka pendek dan strategi
                                                    pengelolaan utang-piutang.
                                                  • Menyusun laporan keuangan bulanan, triwulan, dan tahunan
                                                    sesuai dengan standar PSAK, untuk kebutuhan internal dan
                                                    eksternal (auditor, regulator, investor).
                                                  • Memastikan keterlacakan biaya kapal per unit atau per rute
                                                    (cost center) untuk analisis profitabilitas dan pengambilan
                                                    keputusan manajerial.
                                                  • Melakukan analisa varians biaya operasional kapal dan proyek
                                                    untuk mendukung efisiensi biaya.
                                                  • Menyajikan laporan keuangan manajerial untuk evaluasi
                                                    kinerja.
                                                  • Menyediakan dokumen pendukung untuk kebutuhan audit
                                                    eksternal dan mematuhi peraturan yang berlaku.
                                                  • Menjaga kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan
                                                    sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
                                                  • Memastikan seluruh kewajiban perpajakan (PPN, PPh, PBBKB,
                                                    pajak daerah) dilaksanakan tepat waktu dan sesuai ketentuan
                                                    perundang-undangan.
                                                  • Melakukan tax planning untuk mengoptimalkan beban pajak
                                                    perusahaan secara legal dan efisien.

               5    Zulfikar      Operation &     • Memastikan kegiatan operasional kapal (berangkat, sandar,
                    Ramadhan      Designated        muat, bongkar, lay-up) berjalan sesuai jadwal, efisien, dan
                                  Person            aman.
                                  Ashore          • Berkoordinasi dengan pihak pelabuhan, agen kapal, dan
                                                    logistik darat untuk menjamin kelancaran operasional harian
                                                    kapal.
                                                  • Melakukan analisa kinerja kapal (fuel consumption,
                                                    turnaround time, voyage performance) dan menyusun strategi
                                                    peningkatan efisiensi operasional.
                                                  • Menyusun dan memantau Key Performance Indicators (KPI)
                                                    operasional armada.
                                                  • Menyusun laporan operasional kapal secara periodik dan
                                                    memberikan rekomendasi perbaikan kepada manajemen dan
                                                    pemangku kepentingan internal.
                                                  • Memastikan data operasional terdokumentasi dengan baik
                                                    untuk keperluan audit, pelaporan publik, dan evaluasi
                                                    manajemen.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                   VI-5
Page 53
                                                  • Bertindak sebagai penghubung utama antara pihak
                                                    manajemen darat dan kapal untuk penerapan International
                                                    Safety Management (ISM) Code.
                                                  • Memastikan seluruh kapal perusahaan mematuhi prosedur
                                                    keselamatan, perlindungan lingkungan, dan persyaratan
                                                    hukum maritim nasional maupun internasional.
                                                  • Melaksanakan audit rutin terhadap penerapan sistem
                                                    keselamatan di kapal, serta menindaklanjuti temuan audit
                                                    (baik internal maupun eksternal).
                                                  • Mendorong budaya keselamatan dan kepatuhan di seluruh
                                                    tingkatan operasional armada.
                                                  • Menyusun dan menguji prosedur tanggap darurat (emergency
                                                    response) untuk berbagai skenario (kebakaran, tabrakan,
                                                    tumpahan bahan bakar, dll).
                                                  • Menjadi person-in-charge dalam penanganan insiden
                                                    keselamatan atau lingkungan, termasuk pelaporan ke otoritas
                                                    berwenang (misalnya: Kemenhub, BKI).
                                                  • Menyusun dan menyediakan data kinerja operasional dan
                                                    keselamatan kapal untuk keperluan due diligence apabila
                                                    diperlukan saat corporate action.
                                                  • Berperan aktif dalam membangun citra profesional
                                                    perusahaan dalam hal keselamatan dan kepatuhan, sebagai
                                                    bagian dari nilai jual perusahaan kepada calon investor.
                                                  • Berkoordinasi erat dengan divisi Maintenance, HSE,
                                                    Compliance, dan Finance untuk memastikan keseluruhan
                                                    proses operasional berjalan selaras dan terdokumentasi
                                                    dengan baik.
                                                  • Terlibat dalam pengambilan keputusan strategis terkait
                                                    pengadaan kapal, docking, dan pemetaan rute pelayaran.

               6    Dwi           Logistik        • Merencanakan, melaksanakan, dan memonitor proses
                    Mustofa                         pengadaan kebutuhan operasional kapal (spare part, alat
                                                    keselamatan, bahan habis pakai, perbekalan kapal) dan
                                                    kebutuhan kantor darat sesuai prosedur dan anggaran yang
                                                    disetujui.
                                                  • Memastikan seluruh proses pengadaan sesuai dengan prinsip
                                                    transparansi, efisiensi, dan kepatuhan terhadap kebijakan
                                                    perusahaan.
                                                  • Melakukan seleksi vendor secara objektif dan membina
                                                    hubungan yang baik dengan pemasok strategis untuk
                                                    mendapatkan harga, kualitas, dan waktu pengiriman terbaik.
                                                  • Memastikan tersedianya kontrak kerja sama dan kesepakatan
                                                    pengadaan yang terdokumentasi sesuai dengan regulasi.
                                                  • Mengelola inventaris dan gudang perusahaan (baik di kantor
                                                    pusat maupun di kapal secara efektif menggunakan sistem
                                                    manajemen stok (Warehouse Management System / ERP).




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                  VI-6
Page 54
                                                  • Melakukan stock opname secara berkala dan memastikan
                                                    tidak terjadi penyimpangan, kerusakan, atau keusangan
                                                    barang.
                                                  • Merencanakan dan mengatur pengiriman barang ke kapal atau
                                                    site galangan secara tepat waktu dan efisien, termasuk
                                                    dukungan untuk kegiatan docking, maintenance, dan
                                                    emergency supply.
                                                  • Memastikan pengemasan dan dokumentasi pengiriman sesuai
                                                    dengan standar keamanan dan regulasi pelayaran.
                                                  • Menganalisis biaya logistik dan melakukan continuous
                                                    improvement untuk menekan cost-to-serve tanpa mengurangi
                                                    kualitas dan kecepatan pelayanan.
                                                  • Berkoordinasi dengan divisi Finance dan Operation untuk
                                                    menyelaraskan perencanaan pengadaan dengan cash flow dan
                                                    jadwal operasional kapal.
                                                  • Menjamin kelengkapan dokumentasi logistik untuk kebutuhan
                                                    audit internal, eksternal, dan regulator.
                                                  • Bekerja sama erat dengan Operation, Technical, Procurement,
                                                    dan Marine Department untuk sinkronisasi kebutuhan barang
                                                    dan jasa berdasarkan rencana pelayaran dan pemeliharaan
                                                    kapal.
                                                  • Memberikan dukungan logistik untuk proyek-proyek strategis
                                                    seperti pengadaan kapal baru, docking tahunan.

               7    Doddie        External   • Membangun dan menjaga hubungan baik dengan instansi
                    Pradhono      Relation &   pemerintah, seperti Kemenhub, BKI, Syahbandar, dan otoritas
                                  Marketing    pelabuhan.
                                                 • Menjalin komunikasi dengan asosiasi industri (INSA, IMO, dll).
                                                 • Mengurus perizinan, sertifikasi, dan korespondensi resmi antar
                                                   lembaga.
                                                 • Mendukung penyelesaian isu eksternal yang berpotensi
                                                   menghambat operasional kapal.
                                                 • Menjadi representasi perusahaan dalam forum, pertemuan
                                                   industri, atau event pelayaran.
                                                 • Mempromosikan layanan pelayaran perusahaan kepada calon
                                                   pelanggan (cargo owner, freight forwarder, dll).
                                                 • Menyusun strategi pemasaran rute, layanan charter, atau
                                                   logistik terpadu.
                                                 • Menjaga hubungan dengan customer melalui pendekatan
                                                   personal dan layanan prima.
                                                 • Menganalisis tren pasar pelayaran untuk pengembangan rute
                                                   atau jasa baru.
                                                 • Menyiapkan materi promosi seperti brosur, presentasi,
                                                   website, atau media sosial.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                     VI-7
Page 55
               8    Sewfa         Technical       • Memastikan kapal dalam kondisi layak laut (seaworthy) secara
                    Adianto                         teknis dan mekanis.
                                                  • Mengawasi perawatan dan perbaikan kapal, baik rutin (planned
                                                    maintenance) maupun darurat.
                                                  • Mengelola docking schedule, termasuk         anggaran   dan
                                                    pelaksanaan pekerjaan galangan.
                                                  • Memastikan kepatuhan kapal terhadap standar teknis dan
                                                    keselamatan, baik dari regulator nasional (Kemenhub, BKI)
                                                    maupun internasional (IMO, ISM, dll).
                                                  • Mengevaluasi performa teknis kapal (fuel consumption, engine
                                                    performance, dll) untuk efisiensi operasional.
                                                  • Mengarahkan tim teknis, termasuk chief engineer kapal dan
                                                    teknisi darat, dalam pelaksanaan tugas teknikal.
                                                  • Mendukung proses pengadaan spare part dan peralatan teknis
                                                    bersama tim warehouse dan procurement.

               9    Tedy          Health,     • Menjaga keselamatan kerja bagi seluruh kru kapal dan staf
                    Kurniawan     Safety,   &   darat.
                                  Environment • Mengawasi kepatuhan terhadap standar keselamatan dan
                                                lingkungan, seperti ISM Code, MARPOL, SOLAS, dan aturan
                                                nasional.
                                                  • Menyusun SOP dan pelatihan keselamatan, termasuk drill
                                                    kebakaran, evakuasi, dan penanganan bahan berbahaya.
                                                  • Melakukan inspeksi rutin di kapal dan fasilitas kerja untuk
                                                    mengidentifikasi potensi bahaya.
                                                  • Menangani dan melaporkan insiden (accident/near-miss) serta
                                                    memastikan tindakan korektif dilakukan.
                                                  • Mendukung pelestarian lingkungan, seperti pengelolaan
                                                    limbah kapal, emisi, dan penggunaan bahan ramah lingkungan.
                                                  • Berkoordinasi dengan regulator, audit eksternal, dan tim
                                                    internal terkait isu HSE.

              10    Padinring     HRGA        & • Menyusun strategi dan kebijakan SDM untuk mendukung
                    B. Palisuri   Crewing         kebutuhan bisnis, termasuk struktur organisasi, manajemen
                    S.IP                          talenta, dan pengembangan kompetensi.
                                                  • Mengawasi seluruh fungsi HR dan GA, mulai dari rekrutmen,
                                                    payroll, hubungan industrial, hingga layanan umum kantor.
                                                  • Mendukung budaya kerja yang positif dan memastikan
                                                    penerapan nilai-nilai perusahaan.
                                                  • Memastikan kepatuhan pada regulasi ketenagakerjaan dan
                                                    audit internal/eksternal.
                                                  • Mengelola anggaran HRGA dan mengontrol efektivitas biaya
                                                    layanan pendukung perusahaan.
                                                  • Menjadi partner strategis manajemen dalam pengambilan
                                                    keputusan yang terkait dengan SDM dan organisasi.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                   VI-8
Page 56
                                                  • Menyusun strategi manajemen awak kapal, termasuk
                                                    perencanaan kru, rotasi, dan talent pool pelaut.
                                                  • Memastikan ketersediaan dan kualitas kru kapal sesuai dengan
                                                    regulasi dan standar operasional.
                                                  • Mengawasi proses rekrutmen, sertifikasi, kontrak, dan
                                                    pelatihan awak kapal.
                                                  • Membangun sistem monitoring kinerja dan kesejahteraan
                                                    pelaut untuk meningkatkan retensi dan performa.
                                                  • Menjaga hubungan baik dengan instansi terkait pelaut
                                                    (Syahbandar, sekolah pelayaran, dll).
                                                  • Mengelola anggaran crewing secara efisien                tanpa
                                                    mengorbankan keselamatan dan kualitas kru.

              11    Intan         Legal           • Mengawasi seluruh aspek hukum perusahaan, termasuk
                    Audiasari                       kontrak, perizinan, aset, dan risiko hukum.
                                                  • Memberikan nasihat hukum kepada manajemen dalam
                                                    pengambilan keputusan bisnis (terutama terkait operasional
                                                    kapal, pengadaan, kerja sama, dan litigasi).
                                                  • Meninjau dan menyusun kontrak bisnis, seperti perjanjian
                                                    charter, jasa pelabuhan, pembelian kapal, asuransi, atau
                                                    vendor.
                                                  • Memastikan kepatuhan terhadap hukum nasional dan
                                                    internasional di sektor pelayaran (UU Pelayaran, Peraturan
                                                    Kemenhub, IMO, MARPOL, dll).
                                                  • Mewakili perusahaan dalam penyelesaian sengketa hukum,
                                                    baik di luar pengadilan (negosiasi, mediasi) maupun dalam
                                                    proses hukum.
                                                  • Berkoordinasi dengan instansi pemerintah, notaris, konsultan
                                                    hukum, dan pihak eksternal lainnya.
                                                  • Mengelola dokumentasi legal perusahaan, termasuk akta, izin
                                                    usaha, dan dokumen aset kapal.

      b) Pekerjaan, uraian pengalaman kerja, sertifikasi yang dimiliki dan seminar yang pernah diikuti
         dari setiap personil adalah sebagai berikut:

              No.            Nama                                             Uraian

               1    Tham Arvin Setyanto        Pengalaman Kerja : 2005 - sekarang
                                               Masa Kerja : 20 tahun
                                               Riwayat Pendidikan: Bachelor of Economics, STIE Jayakusuma (2006)
                                               Sertifikasi yang dimiliki : Certified Public Accountant (CPA). (2011)
                                               dan The Professional Program in Accounting (PPAK) of Trisakti
                                               University, Jakarta. (2009)

               2    Pohan Wijaya Po            Pengalaman Kerja : 1997 - sekarang
                                               Masa Kerja : 28 tahun
                                               Riwayat Pendidikan: Diploma of Accounting, STIE Trisakti




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                      VI-9
Page 57
                                               Sertifikasi yang dimiliki : n/a

               3    Jackson Indrawan           Pengalaman Kerja : 2009 - sekarang
                                               Masa Kerja : 16 tahun
                                               Riwayat Pendidikan: Bachelor of Economics, Tarumanagara
                                               University, Jakarta (2009)
                                               Sertifikasi yang dimiliki : Certified Public Accountant (CPA). (2019)

               4    Albert Adiwijaya           Pengalaman Kerja : 2004 - sekarang
                                               Masa Kerja : 21 tahun
                                               Riwayat Pendidikan: Bachelor of Economics of Tarumanagara
                                               University, Jakarta. (2003)
                                               Sertifikasi yang dimiliki : The Professional Program in Accounting
                                               (PPAK) of Trisakti University, Jakarta. (2009)

               5    Zulfikar Ramadhan          Pengalaman Kerja : 2018 - sekarang
                                               Masa Kerja : 7 tahun
                                               Riwayat Pendidikan: Bachelor of Naval architecture - University
                                               Darma persada. (2018)
                                               Sertifikasi yang dimiliki : Maritime Labour Convention / International
                                               Naval Surveys Bureau – INSB. (2022), Company Security Officer /
                                               International Naval Surveys Bureau – INSB. (2020), Designated
                                               Person Ashore / International Naval Surveys Bureau – INSB. (2019)
                                               dan Marine Surveyor & Superintend / International Naval Surveys
                                               Bureau – INSB. (2018)

               6    Dwi Mustofa                Pengalaman Kerja : 2017 - sekarang
                                               Masa Kerja : 8 tahun
                                               Riwayat Pendidikan: Sarjana Pendidikan Geografi - Universitas
                                               Lampung. (2018)
                                               Sertifikasi yang dimiliki : Excel Intermediate Training – INTERNUSA
                                               CLC. (2023), Basic Training Operational Marine – Harita Shipping.
                                               (2023), Ahli K3 Umum – Gadjah Mada Yogyakarta. (2021),
                                               Management Unit Alat Berat Training – PT Trakindo Utama. (2021),
                                               IC WATER Enviromental Relisience – Universitas Gajah Mada. (2017)

               7    Doddie Pradhono            Pengalaman Kerja : 1997 - sekarang
                                               Masa Kerja : 28 tahun
                                               Riwayat Pendidikan: MSc. International Business (IB) - University of
                                               Stirling, Stirling U.K. (2000 - 2001), MM. Master of Management
                                               Program - Gadjah Mada University, Yogyakarta Indonesia. (1999 -
                                               2000), Bachelor of Technical (First Degree) - Architecture Petra
                                               Christian University, Surabaya Indonesia. (1992 - 1997)
                                               Sertifikasi yang dimiliki : Marketing Audit Made Easy - MarkPlus
                                               Consulting. (2013), Pelatihan Pemahaman CoC FSC New Standar -
                                               FSC STD 40 004 V3 0 EN 2016 - MK Training Consultation. (2017),
                                               Practical Problem Solving Course - PPM Management. (2024)

               8    Sewfa Adianto              Pengalaman Kerja : 2004 - sekarang




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                      VI-10
Page 58
                                                 Masa Kerja : 21 tahun
                                                 Riwayat Pendidikan: Sarjana Teknik Perkapalan – Universitas
                                                 Muhammadiyah Surabaya (2010)
                                                 Sertifikasi yang dimiliki : Hull Construction & Electrial - Badan
                                                 Klasifikasi RINA. (2010), English Languange - UPT Bahasa ITS
                                                 Surabaya. (2005)

               9    Tedy Kurniawan               Pengalaman Kerja : 2013 - sekarang
                                                 Masa Kerja : 12 tahun
                                                 Riwayat Pendidikan: Bachelor Degree Of Occupational Health and
                                                 Safety – University of Binawan. (2018)
                                                 Sertifikasi yang dimiliki : Certified Occupational Safety & Health
                                                 Expert Candidate. (2018), Certified of Competence Junior Expert
                                                 Occupational health and Safety Associate. (2016), Certified Internal
                                                 Auditor ISM Code. (2024), Certified Quality Management
                                                 Representative. (2025), Certified Training Basic Fire, Basic First Aid,
                                                 and Evacuation (2015)

              10    Padinring B. Palisuri S.IP   Pengalaman Kerja : 2014 - sekarang
                                                 Masa Kerja : 21 tahun
                                                 Riwayat Pendidikan: Bachelor’s Degree of Political Science - 45
                                                 Makassar University. (2014)
                                                 Sertifikasi yang dimiliki : Sistem Manajemen Keselamatan – WNS
                                                 Training Center. (2017)

              11    Intan Audiasari              Pengalaman Kerja : 2016 - sekarang
                                                 Masa Kerja : 9 tahun
                                                 Riwayat Pendidikan: Sarjana Hukum, Universitas Esa Unggul. (2015)
                                                 Sertifikasi yang dimiliki : Konsultan Hukum Pasar Modal. (2023)

      Struktur organisasi sudah sesuai dan mendukung alur proses produksi/jasa pengangkutan yang
      dibutuhkan. Hubungan antara fungsi-fungsi di dalamnya jelas, selaras dengan kebutuhan
      operasional, dan mampu mendukung efektivitas manajemen.
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas dan
kemampuan manajemen dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen dapat disimpulkan
bahwa aspek model manajemen Kegiatan Usaha oleh Perseroan adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                        VI-11
Page 59
                                               BAB VII
                                   ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN

 Kegiatan Usaha diasumsikan sebagai entitas operasional yang lengkap tersendiri sebagai pengganti
 kegiatan usaha Perusahaan yang sudah dijalankan sebelumnya.
7.1. Biaya Pendirian (start up costs)
7.1.1. Modal Tetap
       Investasi modal tetap meliputi 20 (dua puluh) unit kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang
       (barge) dengan rincian sebagai berikut:
                                   Jenis Kapal (Unit)       Jumlah          Jumlah
        No.    Pemilik Kapal
                                                         Satuan (Unit)     (Rp.000)
                                  Tugboat       Barge
         1   LSJ                          6            5            11     86.308.000
         2   MKL                          3            -             3     39.761.000
         3   ASR                          1            5             6     36.029.000
                Jumlah                   10           10            20 162.098.000
       Keterangan:
        - Berdasarkan informasi Perseroan, pada tanggal penilaian biaya investasi tersebut belum ada, sehingga biaya investasi tersebut
           diperlukan pada awal tahun proyeksi sebelum Kegiatan Usaha beroperasi
        - Saat ini 20 (dua puluh) unit kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge) masih dioperasikan oleh LSJ, MKL dan ASR untuk
           mengangkut produk bauksit, batubara dan TBS
        - Investasi pembelian kapal sebesar Rp 162.098.000 ribu (belum termasuk PPN) berdasarkan PPJB antara LSJ, MKL dan ASR
           dengan TIRT.
       Sumber: Manajemen TIRT

7.2.   Modal Kerja
       Kebutuhan modal kerja selama 1-2 bulan pertama operasi merupakan perkiraan kebutuhan
       modal kerja berdasarkan historikal perusahaan dari industri usaha yang sejenis.
       Perkiraan Investasi modal kerja, perinciannya adalah sebagai berikut:
        Tabel 7.2
        Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
          Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
        Perkiraan Kebutuhan Modal Kerja
        (Rp.000)
                             Turnover
               Uraian                      Jumlah
                              (Bulan)
        Piutang usaha                2   19.472.716
        Persediaan                   1     4.916.861
        Utang usaha                  2    (9.833.722)
                  Jumlah                 14.555.855
       Keterangan:
       • Piutang usaha diasumsikan dengan turnover 2 bulan dari pendapatan.
       • Persediaan diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari beban pokok pendapatan.
       • Utang usaha diasumsikan dengan turnover 2 bulan dari beban pokok pendapatan.

7.3.   Sumber Pembiayaan
       Kebutuhan biaya investasi Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut:
        Biaya investasi               (Rp.000)
          Modal Tetap               162.098.000
          Modal Kerja                14.555.855
        Jumlah Investasi            176.653.855




 Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                         VII-1
Page 60
       Sumber pembiayaan Kegiatan Usaha untuk modal tetap dan modal kerja seluruhnya dari kredit
       yang berasal dari pinjaman pemegang saham, dengan rincian sebagai berikut:
        Tabel 7.3
        Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
          Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
        Sumber Pembiayaan
        (Rp.000)
                                         Sumber Pembiayaan
                   Uraian                                             Total
                                     Modal Sendiri      Kredit
        A. Modal Tetap                         -     162.098.000 162.098.000
        B. Modal Kerja                         -      14.555.855    14.555.855
            Jumlah                             -     176.653.855 176.653.855
            Struktur Pembiayaan              0,00%        100,00%       100,00%
       Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan

       Dengan demikian perbandingan kredit terhadap modal sendiri (Debt/Equity) Kegiatan Usaha
       tersebut adalah 0 : 100, atau seluruhnya dibiayai oleh pinjaman pemegang saham.
       Sumber pembiayaan atas biaya modal tetap sebesar Rp 162.098.000 ribu (belum termasuk PPN)
       dan biaya modal kerja sebesar Rp 14.555.855 ribu yang seluruhnya berasal dari kredit pinjaman
       pemegang saham. Berdasarkan laporan keuangan TIRT per 30 Juni 2025 (audit), TIRT memiliki
       fasilitas pinjaman pemegang saham sebesar Rp 1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah) yang
       telah digunakan sebesar Rp 791.579.774 ribu,- (tujuh ratus sembilan puluh satu miliar lima ratus
       tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus tujuh puluh empat ribu rupiah), sehingga Perseroan
       memiliki fasilitas pendanaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi dan modal kerja.
7.4.   Persyaratan Kredit
       Kredit yang dimohonkan terdiri dari kredit investasi dan kredit modal kerja sebagai berikut:
       Persyaratan kredit investasi dan kredit modal kerja sebagai berikut:
       Jenis fasilitas kredit                                  : Kredit investasi dan kredit modal kerja
       Tujuan penggunaan                                       : Modal tetap dan modal kerja
       Jumlah kredit                                           : Rp 176.653.855 ribu
       Sifat kredit                                            : Revolving
       Jangka waktu fasilitas kredit                           : Menyesuaikan dengan kondisi kas Perusahaan
       Bunga                                                   : Tidak dikenakan bunga.

       Skedul pembayaran bunga dan angsuran adalah sebagai berikut:
        Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
          Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
        Proyeksi Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Pemegang Saham (Rp.000)
                                                                                Tahun Proyeksi
                  Uraian                  0              1             2               3           4             5               6
                                      Jun 2025       Des 2025         2026           2027        2028          2029            2030
        Penarikan kredit                      -     176.653.855               -             -            -             -               -
        Jumlah utang                            - 176.653.855 176.653.855 146.653.855 116.653.855            86.653.855      56.653.855
        Bunga               0,00%               -               -             -             -            -             -               -
        Angsuran pokok                          -               -  30.000.000      30.000.000  30.000.000    30.000.000      30.000.000
        Saldo                                 -     176.653.855 146.653.855 116.653.855        86.653.855    56.653.855      26.653.855
        Catatan:
        Berdasarkan perjanjian pinjam meminjam antara TIRT dengan HJR tanggal 19 Maret 2009 dan telah diubah beberapa kali, pinjaman TIRT tidak dikenakan biaya bunga oleh HJR




 Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                                        VII-2
Page 61
        Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
          Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
        Proyeksi Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Pemegang Saham (Rp.000)
                                                                 Tahun Proyeksi
                  Uraian                  7             8              9             10          11
                                        2031          2032            2033          2034        2035
        Penarikan kredit                        -              -             -           -               -
        Jumlah utang                  26.653.855               -             -           -               -
        Bunga                0,00%              -              -             -           -               -
        Angsuran pokok                26.653.855               -             -           -               -
        Saldo                                   -              -             -           -               -
        Catatan:
        Berdasarkan perjanjian pinjam meminjam antara TIRT dengan HJR tanggal 19 Maret 2009 dan telah diubah beberapa kali, pinjaman TIRT tidak dikenakan biaya bunga oleh HJR


7.5.   Biaya Operasional
       Biaya operasional terdiri dari Beban Pokok Pendapatan dan Beban Umum dan Administrasi.
       Beban Pokok Pendapatan, dan Beban Umum dan Administrasi selama periode proyeksi adalah
       sebagai berikut:
        Tabel 7.4
        Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
          Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
        Perkiraan Biaya Operasional Selama Periode Proyeksi
        (Rp.000)
                                                                                                                                               Tahun Proyeksi
                                               Uraian
                                                                                                   0                  1              2                3             4             5             6
        Beban Pokok Pendapatan                                                                30 Jun 2025       Jul-Des 2025       2026             2027          2028          2029          2030
        Kenaikan salaries & allowances                            3,00%                                                                0,00%            3,00%         3,00%         3,00%         3,00%
        Salaries & allowances                                     6,00% Terhadap pendapatan                       1.752.544       6.242.006        6.429.266     6.622.144     6.820.809     7.025.433
        Fuel cost                                                25,00% Terhadap pendapatan                       7.302.269      26.008.359       26.008.359    26.008.359    26.008.359    26.008.359
        Other cost (incl. biaya agen, asuransi kapal, perbaikan) 19,50% Terhadap pendapatan                       5.695.769      20.286.520       20.286.520    20.286.520    20.286.520    20.286.520
        Jumlah Beban Pokok Pendapatan                                                                            14.750.582      52.536.886      52.724.146     52.917.024    53.115.688    53.320.312
        Beban umum dan administrasi
        Kenaikan beban umum dan administrasi                      3,00%                                                               0,00%           3,00%          3,00%         3,00%         3,00%
        Proporsi beban beban umum dan administrasi                7,50% Terhadap pendapatan                       2.190.681       7.802.508       8.036.583      8.277.680     8.526.011     8.781.791
        Jumlah Beban Umum dan Administrasi                                                                        2.190.681       7.802.508       8.036.583      8.277.680     8.526.011     8.781.791
        Jumlah Biaya Operasional                                                                            -    16.941.263      60.339.393      60.760.729     61.194.704    61.641.699    62.102.104

        Tabel 7.4
        Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
          Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
        Perkiraan Biaya Operasional Selama Periode Proyeksi
        (Rp.000)
                                                                                                                               Tahun Proyeksi
                                               Uraian
                                                                                                  7                 8                9               10             11
        Beban Pokok Pendapatan                                                                  2031              2032             2033            2034           2035
        Kenaikan salaries & allowances                            3,00%                             3,00%             3,00%            3,00%           3,00%          3,00%
        Salaries & allowances                                     6,00% Terhadap pendapatan    7.236.196         7.453.282        7.676.880       7.907.187      8.144.402
        Fuel cost                                                25,00% Terhadap pendapatan   26.008.359        26.008.359       26.008.359      26.008.359     26.008.359
        Other cost (incl. biaya agen, asuransi kapal, perbaikan) 19,50% Terhadap pendapatan   20.286.520        20.286.520       20.286.520      20.286.520     20.286.520
        Jumlah Beban Pokok Pendapatan                                                         53.531.075        53.748.161       53.971.760      54.202.066     54.439.282
        Beban umum dan administrasi
        Kenaikan beban umum dan administrasi                      3,00%                            3,00%             3,00%            3,00%           3,00%          3,00%
        Proporsi beban beban umum dan administrasi                7,50% Terhadap pendapatan    9.045.245         9.316.602        9.596.100       9.883.983     10.180.503
        Jumlah Beban Umum dan Administrasi                                                     9.045.245         9.316.602        9.596.100       9.883.983     10.180.503
        Jumlah Biaya Operasional                                                              62.576.320        63.064.764       63.567.860      64.086.049     64.619.785
       Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan
       Biaya operasional yang dibutuhkan selama periode proyeksi adalah sebagai berikut:
       a. Beban pokok pendapatan terdiri dari:
           - Salaries & allowances merupakan biaya gaji dan berbagai tunjangan bagi awak kapal dan
             posisi teknis lain di atas kapal yang diasumsikan sebesar 6,00% dari pendapatan tahun
             pertama dan tahun kedua operasi, selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap
             tahun.
           - Fuel cost yaitu biaya bahan bakar selama kapal beroperasi yang diasumsikan sebesar
             25,00% dari pendapatan setiap tahun.
           - Other Cost (termasuk biaya agen, asuransi kapal, dan perbaikan) merupakan bagian dari
             biaya operasional langsung yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan operasional
             kapal. Biaya agen timbul ketika kapal bersandar di pelabuhan untuk keperluan
             pengurusan dokumen dan koordinasi pelabuhan. Biaya asuransi mencakup perlindungan
             atas kerusakan fisik kapal serta tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga. Sementara



 Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                                                             VII-3
Page 62
             itu, biaya perbaikan mencakup perawatan rutin guna memastikan kapal tetap dalam
             kondisi optimal dan laik operasi di berbagai kondisi pelayaran yang diasumsikan sebesar
             19,50% dari pendapatan setiap tahun.
       b. Beban umum dan administrasi merupakan biaya-biaya yang tidak secara langsung terkait
          dengan operasional kapal atau pengangkutan, tetapi diperlukan untuk mendukung kegiatan
          usaha secara keseluruhan seperti gaji dan tunjangan staf kantor pusat, biaya kantor dan
          pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang diasumsikan sebesar 7,50% di
          tahun pertama dan kedua operasi, tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap
          tahun.
7.6.   Biaya Bahan Baku Mentah
       Kegiatan Usaha adalah jasa pengangkutan komoditas terutama bauksit, batubara dan TBS
       melalui jalur laut dalam negeri, dimana merupakan bidang usaha jasa pengangkutan dan tidak
       memerlukan bahan baku karena bukan proses yang menghasilkan produk.
7.7. Asumsi – Asumsi dalam Proyeksi Keuangan
7.7.1. Proyeksi Laba Rugi (Tabel 7.10)
       Periode disajikan selama 10 tahun 6 bulan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
        - Proyeksi pendapatan diasumsikan sebagai berikut:
           Proyeksi keuangan disusun selama 10 tahun 6 bulan berdasarkan pertimbangan Perseroan
           dapat melunasi pinjaman dari HJR yang digunakan untuk melakukan pembelian 20 unit kapal
           dan Perseroan telah menghasilkan arus kas yang stabil untuk memperoleh terminal value
           pada metode discounted cash flow.
           Perseroan berencana untuk mengubah kegiatan usahanya menjadi angkutan laut dengan
           pendanaan dari HJR untuk membeli 20 unit kapal. Per tanggal penilaian Perseroan berada
           dalam kondisi tidak beroperasi.
           Sumber pendanaan yang berasal dari pinjaman pemegang saham pengendali untuk membeli
           20 unit kapal akan meningkatkan akun utang pemegang saham dan aset tetap.
           Dengan dilakukannya transaksi Perseroan akan kembali beroperasi komersial sehingga
           meningkatkan akun pendapatan dan laba yang berasal dari aktivitas operasi kegiatan usaha
           baru Perseroan.
           Laba yang dihasilkan dari kegiatan operasi akan meningkatkan akun kas dan setara kas, saldo
           laba dan ekuitas Perseroan.
           Peningkatan pendapatan dan laba akan memperbaiki rasio profitabilitas Perseroan.
           Peningkatan kas dan setara kas pada aset lancar akan meningkatkan rasio likuiditas
           Perseroan. Peningkatan kas dan setara kas, aset tetap, saldo laba dan ekuitas Perseroan akan
           meningkatkan rasio solvabilitas Perseroan.
          o    Proyeksi keuangan dilakukan dengan asumsi setiap armada kapal tunda (tugboat) telah
               berpasangan dengan kapal tongkang (barge).
          o    Informasi kapasitas muatan setiap kapal adalah sebagai berikut:




 Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                           VII-4
Page 63
                                                                 Jenis Penyewaan     Kapasitas
               No.                    Uraian
                                                                       Kapal        Muatan (MT)
                1    TB Bawal Mandiri I & TK Bawal Sejahtera I     Time Charter             144
                2    TB Rita 106 & TK Mariam 12                   Freight Charter         3.500
                3    TB Artha Sarana 58 & TK Goldwood IV          Freight Charter         2.500
                4    TB RYL 6 & TK Srikandi Jaya II               Freight Charter         3.500
                5    TB RYL 15 & TK Mariam 18                     Freight Charter         3.300
                6    TB Mitra Jaya VII & TK Karya 8               Freight Charter         4.500
                7    TB RYL 9 & TK KC 240555                      Freight Charter         4.500
                8    TB Rita 102 & TK Rita 203                    Freight Charter         4.700
                9    TB Rita 109 & TK Mariam 6                    Freight Charter         3.200
                10   TB RYL 7 & TK Rita 204                       Freight Charter         4.700
         o    Tingkat okupansi jenis penyewaan kapal Time Charter di tahun ke-1 proyeksi diasumsikan
              selama 3 bulan dari total 6 bulan atau sebesar 50,00% dan tahun selanjutnya jumlah
              bulan operasi diasumsikan selama 11 bulan dari total 12 bulan atau sebesar 91,67%.
         o    Tingkat okupansi muatan jenis penyewaan kapal Freight Charter diasumsikan sebesar
              100% dari setiap trip yang dilakukan.
         o    Proyeksi tarif sewa disajikan berdasarkan dokumen perjanjian pengangkutan dan sewa
              menyewa kapal LSJ dan MKL dengan WHW, MBL dan GHL yang direncanakan akan
              dialihkan dari LSJ dan MKL kepada TIRT.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                            VII-5
Page 64
         Proyeksi pendapatan disajikan sebagai berikut :
          Tabel 7.5
          PT Tirta Mahakam Resources Tbk
          Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
           Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
             dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
          Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
                                                                                                              Tahun Proyeksi
          No.                       Uraian                        Satuan             1          2            3              4          5            6
                                                                               Jul-Des 2025    2026         2027          2028        2029         2030
            1   TB Bawal Mandiri I & TK Bawal Sejahtera I
                 Time Charter
                   Jumlah pasangan kapal                            Unit                   1            1            1            1            1            1
                   Jumlah bulan                                    Bulan                   6           12           12           12           12           12
                   Jumlah bulan operasi                            Bulan                   3           11           11           11           11           11
                   Tingkat okupansi                                 (%)              50,00%       91,67%       91,67%       91,67%       91,67%       91,67%
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
                   Tarif sewa                                  Rp.000/Bulan         250.000      250.000      250.000      250.000      250.000      250.000
                   Pendapatan                                     Rp.000            750.000    2.750.000    2.750.000    2.750.000    2.750.000    2.750.000
            2   TB Rita 106 & TK Mariam 12
                 Freight Charter
                   Jumlah pasangan kapal                           Unit                   1            1            1            1            1            1
                   Kapasitas muatan                                 MT                3.500        3.500        3.500        3.500        3.500        3.500
                   Tingkat okupansi muatan                          (%)             100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
                   Jumlah trip                                     Trip               10,00        27,00        27,00        27,00        27,00        27,00
                   Muatan                                           MT               35.000       94.500       94.500       94.500       94.500       94.500
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
                   Tarif sewa                                   Rp.000/MT             56,82        56,82        56,82        56,82        56,82        56,82
                   Pendapatan                                     Rp.000          1.988.543    5.369.065    5.369.065    5.369.065    5.369.065    5.369.065
            3   TB Artha Sarana 58 & TK Goldwood IV
                 Freight Charter
                   Jumlah pasangan kapal                           Unit                   1            1            1            1            1            1
                   Kapasitas muatan                                 MT                2.500        2.500        2.500        2.500        2.500        2.500
                   Tingkat okupansi muatan                          (%)             100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
                   Jumlah trip                                     Trip               10,00        27,00        27,00        27,00        27,00        27,00
                   Muatan                                           MT               25.000       67.500       67.500       67.500       67.500       67.500
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
                   Tarif sewa                                   Rp.000/MT             56,82        56,82        56,82        56,82        56,82        56,82
                   Pendapatan                                     Rp.000          1.420.388    3.835.046    3.835.046    3.835.046    3.835.046    3.835.046
            4   TB RYL 6 & TK Srikandi Jaya II
                 Freight Charter
                   Jumlah pasangan kapal                           Unit                   1            1            1            1            1            1
                   Kapasitas muatan                                 MT                3.500        3.500        3.500        3.500        3.500        3.500
                   Tingkat okupansi muatan                          (%)             100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
                   Jumlah trip                                     Trip                9,00        27,00        27,00        27,00        27,00        27,00
                   Muatan                                           MT               31.500       94.500       94.500       94.500       94.500       94.500
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
                   Tarif sewa                                   Rp.000/MT             56,82        56,82        56,82        56,82        56,82        56,82
                   Pendapatan                                     Rp.000          1.789.688    5.369.065    5.369.065    5.369.065    5.369.065    5.369.065
            5   TB RYL 15 & TK Mariam 18
                 Freight Charter
                   Jumlah pasangan kapal                           Unit                   1            1            1            1            1            1
                   Kapasitas muatan                                 MT                3.300        3.300        3.300        3.300        3.300        3.300
                   Tingkat okupansi muatan                          (%)             100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
                   Jumlah trip                                     Trip                5,00        27,00        27,00        27,00        27,00        27,00
                   Muatan                                           MT               16.500       89.100       89.100       89.100       89.100       89.100
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
                   Tarif sewa                                   Rp.000/MT             56,82        56,82        56,82        56,82        56,82        56,82
                   Pendapatan                                     Rp.000            937.456    5.062.261    5.062.261    5.062.261    5.062.261    5.062.261




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                    VII-6
Page 65
          Tabel 7.5
          PT Tirta Mahakam Resources Tbk
          Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
           Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
             dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
          Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
                                                                                                            Tahun Proyeksi
          No.                       Uraian                        Satuan            7           8                 9           10             11
                                                                                   2031        2032             2033         2034           2035
            1   TB Bawal Mandiri I & TK Bawal Sejahtera I
                 Time Charter
                   Jumlah pasangan kapal                            Unit                   1            1                1            1              1
                   Jumlah bulan                                    Bulan                  12           12               12           12             12
                   Jumlah bulan operasi                            Bulan                  11           11               11           11             11
                   Tingkat okupansi                                 (%)              91,67%       91,67%           91,67%       91,67%         91,67%
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%            0,00%        0,00%          0,00%
                   Tarif sewa                                  Rp.000/Bulan         250.000      250.000          250.000      250.000        250.000
                   Pendapatan                                     Rp.000          2.750.000    2.750.000        2.750.000    2.750.000      2.750.000
            2   TB Rita 106 & TK Mariam 12
                 Freight Charter
                   Jumlah pasangan kapal                           Unit                   1            1                1            1              1
                   Kapasitas muatan                                 MT                3.500        3.500            3.500        3.500          3.500
                   Tingkat okupansi muatan                          (%)             100,00%      100,00%          100,00%      100,00%        100,00%
                   Jumlah trip                                     Trip               27,00        27,00            27,00        27,00          27,00
                   Muatan                                           MT               94.500       94.500           94.500       94.500         94.500
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%            0,00%        0,00%          0,00%
                   Tarif sewa                                   Rp.000/MT             56,82        56,82            56,82        56,82          56,82
                   Pendapatan                                     Rp.000          5.369.065    5.369.065        5.369.065    5.369.065      5.369.065
            3   TB Artha Sarana 58 & TK Goldwood IV
                 Freight Charter
                   Jumlah pasangan kapal                           Unit                   1            1                1            1              1
                   Kapasitas muatan                                 MT                2.500        2.500            2.500        2.500          2.500
                   Tingkat okupansi muatan                          (%)             100,00%      100,00%          100,00%      100,00%        100,00%
                   Jumlah trip                                     Trip               27,00        27,00            27,00        27,00          27,00
                   Muatan                                           MT               67.500       67.500           67.500       67.500         67.500
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%            0,00%        0,00%          0,00%
                   Tarif sewa                                   Rp.000/MT             56,82        56,82            56,82        56,82          56,82
                   Pendapatan                                     Rp.000          3.835.046    3.835.046        3.835.046    3.835.046      3.835.046
            4   TB RYL 6 & TK Srikandi Jaya II
                 Freight Charter
                   Jumlah pasangan kapal                           Unit                   1            1                1            1              1
                   Kapasitas muatan                                 MT                3.500        3.500            3.500        3.500          3.500
                   Tingkat okupansi muatan                          (%)             100,00%      100,00%          100,00%      100,00%        100,00%
                   Jumlah trip                                     Trip               27,00        27,00            27,00        27,00          27,00
                   Muatan                                           MT               94.500       94.500           94.500       94.500         94.500
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%            0,00%        0,00%          0,00%
                   Tarif sewa                                   Rp.000/MT             56,82        56,82            56,82        56,82          56,82
                   Pendapatan                                     Rp.000          5.369.065    5.369.065        5.369.065    5.369.065      5.369.065
            5   TB RYL 15 & TK Mariam 18
                 Freight Charter
                   Jumlah pasangan kapal                           Unit                   1            1                1            1              1
                   Kapasitas muatan                                 MT                3.300        3.300            3.300        3.300          3.300
                   Tingkat okupansi muatan                          (%)             100,00%      100,00%          100,00%      100,00%        100,00%
                   Jumlah trip                                     Trip               27,00        27,00            27,00        27,00          27,00
                   Muatan                                           MT               89.100       89.100           89.100       89.100         89.100
                   Kenaikan tarif sewa                              (%)               0,00%        0,00%            0,00%        0,00%          0,00%
                   Tarif sewa                                   Rp.000/MT             56,82        56,82            56,82        56,82          56,82
                   Pendapatan                                     Rp.000          5.062.261    5.062.261        5.062.261    5.062.261      5.062.261




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                              VII-7
Page 66
          Tabel 7.5
          PT Tirta Mahakam Resources Tbk
          Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
           Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
             dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
          Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
                                                                                                                Tahun Proyeksi
          No.                      Uraian                         Satuan             1           2             3              4            5             6
                                                                               Jul-Des 2025     2026          2027          2028          2029          2030
            6 TB Mitra Jaya VII & TK Karya 8
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1             1             1             1             1
                 Kapasitas muatan                                   MT                4.500         4.500         4.500         4.500         4.500         4.500
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip               12,00         36,00         36,00         36,00         36,00         36,00
                 Muatan                                             MT               54.000       162.000       162.000       162.000       162.000       162.000
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00        105,00        105,00        105,00        105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000          5.670.000    17.010.000    17.010.000    17.010.000    17.010.000    17.010.000
            7 TB RYL 9 & TK KC 240555
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1             1             1             1             1
                 Kapasitas muatan                                   MT                4.500         4.500         4.500         4.500         4.500         4.500
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip                8,00         36,00         36,00         36,00         36,00         36,00
                 Muatan                                             MT               36.000       162.000       162.000       162.000       162.000       162.000
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00        105,00        105,00        105,00        105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000          3.780.000    17.010.000    17.010.000    17.010.000    17.010.000    17.010.000
            8 TB Rita 102 & TK Rita 203
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1             1             1             1             1
                 Kapasitas muatan                                   MT                4.700         4.700         4.700         4.700         4.700         4.700
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip               11,00         36,00         36,00         36,00         36,00         36,00
                 Muatan                                             MT               51.700       169.200       169.200       169.200       169.200       169.200
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00        105,00        105,00        105,00        105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000          5.428.500    17.766.000    17.766.000    17.766.000    17.766.000    17.766.000
            9 TB Rita 109 & TK Mariam 6
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1             1             1             1             1
                 Kapasitas muatan                                   MT                3.200         3.200         3.200         3.200         3.200         3.200
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip                6,00         36,00         36,00         36,00         36,00         36,00
                 Muatan                                             MT               19.200       115.200       115.200       115.200       115.200       115.200
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00        105,00        105,00        105,00        105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000          2.016.000    12.096.000    12.096.000    12.096.000    12.096.000    12.096.000
           10 TB RYL 7 & TK Rita 204
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1             1             1             1             1
                 Kapasitas muatan                                   MT                4.700         4.700         4.700         4.700         4.700         4.700
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip               11,00         36,00         36,00         36,00         36,00         36,00
                 Muatan                                             MT               51.700       169.200       169.200       169.200       169.200       169.200
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00        105,00        105,00        105,00        105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000          5.428.500    17.766.000    17.766.000    17.766.000    17.766.000    17.766.000
              TOTAL PENDAPATAN                                    Rp.000         29.209.074   104.033.437   104.033.437   104.033.437   104.033.437   104.033.437




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                        VII-8
Page 67
          Tabel 7.5
          PT Tirta Mahakam Resources Tbk
          Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
           Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
             dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
          Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
                                                                                                            Tahun Proyeksi
          No.                      Uraian                         Satuan            7            8                9             10              11
                                                                                   2031         2032            2033           2034            2035
             6TB Mitra Jaya VII & TK Karya 8
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1               1              1               1
                 Kapasitas muatan                                   MT                4.500         4.500           4.500          4.500           4.500
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%         100,00%        100,00%         100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip               36,00         36,00           36,00          36,00           36,00
                 Muatan                                             MT              162.000       162.000         162.000        162.000         162.000
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%           0,00%          0,00%           0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00          105,00         105,00          105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000         17.010.000    17.010.000      17.010.000     17.010.000      17.010.000
            7 TB RYL 9 & TK KC 240555
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1               1              1               1
                 Kapasitas muatan                                   MT                4.500         4.500           4.500          4.500           4.500
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%         100,00%        100,00%         100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip               36,00         36,00           36,00          36,00           36,00
                 Muatan                                             MT              162.000       162.000         162.000        162.000         162.000
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%           0,00%          0,00%           0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00          105,00         105,00          105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000         17.010.000    17.010.000      17.010.000     17.010.000      17.010.000
            8 TB Rita 102 & TK Rita 203
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1               1              1               1
                 Kapasitas muatan                                   MT                4.700         4.700           4.700          4.700           4.700
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%         100,00%        100,00%         100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip               36,00         36,00           36,00          36,00           36,00
                 Muatan                                             MT              169.200       169.200         169.200        169.200         169.200
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%           0,00%          0,00%           0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00          105,00         105,00          105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000         17.766.000    17.766.000      17.766.000     17.766.000      17.766.000
            9 TB Rita 109 & TK Mariam 6
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1               1              1               1
                 Kapasitas muatan                                   MT                3.200         3.200           3.200          3.200           3.200
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%         100,00%        100,00%         100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip               36,00         36,00           36,00          36,00           36,00
                 Muatan                                             MT              115.200       115.200         115.200        115.200         115.200
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%           0,00%          0,00%           0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00          105,00         105,00          105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000         12.096.000    12.096.000      12.096.000     12.096.000      12.096.000
           10 TB RYL 7 & TK Rita 204
               Freight Charter
                 Jumlah pasangan kapal                             Unit                   1             1               1              1             1
                 Kapasitas muatan                                   MT                4.700         4.700           4.700          4.700         4.700
                 Tingkat okupansi muatan                            (%)             100,00%       100,00%         100,00%        100,00%       100,00%
                 Jumlah trip                                       Trip               36,00         36,00           36,00          36,00         36,00
                 Muatan                                             MT              169.200       169.200         169.200        169.200       169.200
                 Kenaikan tarif sewa                                (%)               0,00%         0,00%           0,00%          0,00%         0,00%
                 Tarif sewa                                     Rp.000/MT            105,00        105,00          105,00         105,00        105,00
                 Pendapatan                                       Rp.000         17.766.000    17.766.000      17.766.000     17.766.000    17.766.000
              TOTAL PENDAPATAN                                    Rp.000        104.033.437   104.033.437     104.033.437    104.033.437   104.033.437

       - Proyeksi beban pokok pendapatan diasumsikan sebagai berikut:
         o       Salaries & allowances tahun ke-1 sampai tahun ke-2 diasumsikan 6,00% dari pendapatan
                 tahun ke-1 dan tahun ke-2 dan tahun selanjutnya salaries & allowances diasumsikan
                 meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
         o       Fuel cost diasumsikan sebesar 25,00% dari total pendapatan setiap tahun.
         o       Other cost (incl. biaya agen, asuransi kapal, perbaikan) diasumsikan sebesar 19,50% dari
                 pendapatan setiap tahun.
       - Proyeksi beban pokok pendapatan disajikan sebagai berikut :




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                VII-9
Page 68
          Tabel 7.6
          Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
            Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
             dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
          Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
          (Rp.000)
                                                                                                                                           Tahun Proyeksi
                                                 Uraian                                              0               1             2              3                4             5             6
                                                                                                30 Jun 2025    Jul-Des 2025       2026          2027             2028          2029          2030
          Kenaikan salaries & allowances                                                                                                            3,00%            3,00%         3,00%         3,00%
          Salaries & allowances                                     6,00% Terhadap pendapatan                    1.752.544       6.242.006     6.429.266        6.622.144     6.820.809     7.025.433
          Fuel cost                                                25,00% Terhadap pendapatan                    7.302.269      26.008.359    26.008.359       26.008.359    26.008.359    26.008.359
          Other cost (incl. biaya agen, asuransi kapal, perbaikan) 19,50% Terhadap pendapatan                    5.695.769      20.286.520    20.286.520       20.286.520    20.286.520    20.286.520
          Beban Pokok Pendapatan                                                                                14.750.582      52.536.886   52.724.146        52.917.024    53.115.688    53.320.312

          Tabel 7.6
          Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
            Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
             dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
          Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
          (Rp.000)
                                                                                                                              Tahun Proyeksi
                                                 Uraian                                              7              8               9               10             11
                                                                                                   2031           2032            2033            2034           2035
          Kenaikan salaries & allowances                                                               3,00%          3,00%           3,00%           3,00%          3,00%
          Salaries & allowances                                     6,00% Terhadap pendapatan     7.236.196      7.453.282       7.676.880       7.907.187      8.144.402
          Fuel cost                                                25,00% Terhadap pendapatan    26.008.359     26.008.359      26.008.359      26.008.359     26.008.359
          Other cost (incl. biaya agen, asuransi kapal, perbaikan) 19,50% Terhadap pendapatan    20.286.520     20.286.520      20.286.520      20.286.520     20.286.520
          Beban Pokok Pendapatan                                                                 53.531.075     53.748.161      53.971.760      54.202.066     54.439.282


       - Proyeksi beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 7,50% dari total pendapatan di
         tahun ke-1 dan tahun selanjutnya beban umum dan administrasi diasumsikan meningkat
         3,00% dari tahun sebelumnya disajikan sebagai berikut:
          Tabel 7.8
          Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
            Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
             dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
          Proyeksi Beban Umum dan Administrasi
          (Rp.000)
                                                                                                                                              Tahun Proyeksi
                                                 Uraian                                              0               1              2                3             4             5             6
                                                                                                30 Jun 2025    Jul-Des 2025       2026             2027          2028          2029          2030
          Kenaikan beban umum dan administrasi                  3,00%                                                                 0,00%            3,00%         3,00%         3,00%         3,00%
          Proporsi beban beban umum dan administrasi            7,50% terhadap pendapatan                        2.190.681       7.802.508        8.036.583     8.277.680     8.526.011     8.781.791
          Beban umum dan administrasi                                                                            2.190.681       7.802.508       8.036.583      8.277.680     8.526.011     8.781.791

          Tabel 7.8
          Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
            Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
             dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
          Proyeksi Beban Umum dan Administrasi
          (Rp.000)
                                                                                                                              Tahun Proyeksi
                                                 Uraian                                              7              8               9                10            11
                                                                                                   2031           2032            2033             2034          2035
          Kenaikan beban umum dan administrasi                  3,00%                                  3,00%          3,00%           3,00%            3,00%         3,00%
          Proporsi beban beban umum dan administrasi            7,50% terhadap pendapatan         9.045.245      9.316.602       9.596.100        9.883.983    10.180.503
          Beban umum dan administrasi                                                             9.045.245      9.316.602       9.596.100        9.883.983    10.180.503


       - Penyusutan
          Perhitungan beban penyusutan disajikan pada lampiran 1.
       - Bunga
          Kegiatan Usaha menggunakan fasilitas kredit yang disajikan pada lampiran 2.
       - Pajak
          Tarif pajak diasumsikan sebesar 1,20% pendapatan setiap tahun.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                                                       VII-10
Page 69
      Proyeksi Laba Rugi disajikan pada Tabel 7.10.
       Tabel 7.10
       Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
         Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
          dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
       Proyeksi Laba Rugi
       (Rp.000)
                                                                                              Tahun Proyeksi
                         Uraian                           0              1            2              3            4            5             6
                                                     30 Jun 2025 Jul-Des 2025       2026           2027         2028         2029          2030
       PENDAPATAN                   ####                      -     29.209.074 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437
       BEBAN POKOK PENDAPATAN                                 -    (14.750.582) (52.536.886) (52.724.146) (52.917.024) (53.115.688) (53.320.312)
       LABA KOTOR                                             -     14.458.492   51.496.551     51.309.291   51.116.413   50.917.749    50.713.124
       Beban Usaha                                            -     (2.190.681) (7.802.508) (8.036.583) (8.277.680) (8.526.011) (8.781.791)
           Beban umum dan administrasi                        -      (2.190.681)  (7.802.508)    (8.036.583)  (8.277.680)  (8.526.011)   (8.781.791)
       EBITDA                                                 -     12.267.811   43.694.043     43.272.708   42.838.733   42.391.738    41.931.333
       Penyusutan                                             -      (2.051.553)  (8.611.456)    (9.016.701)  (9.421.946)  (9.827.191) (10.232.436)
       EBIT                                                   -     10.216.258   35.082.587     34.256.007   33.416.786   32.564.547    31.698.897
       Beban bunga                                            -              -            -              -            -            -             -
       EBT                                                    -     10.216.258   35.082.587     34.256.007   33.416.786   32.564.547    31.698.897
       Tarif Pajak       Final terhadap pendapatan          1,20%          1,20%        1,20%          1,20%        1,20%        1,20%         1,20%
       Pajak                                                  -        (350.509) (1.248.401) (1.248.401) (1.248.401) (1.248.401) (1.248.401)
       EAT                                                    -       9.865.749  33.834.186     33.007.606   32.168.385   31.316.145    30.450.496
       Rasio Profitabilitas                Rata-rata          -
       Margin Laba Kotor                      48,62%           n/a       49,50%       49,50%         49,32%       49,13%       48,94%        48,75%
       Margin EBITDA                          40,02%           n/a       42,00%       42,00%         41,60%       41,18%       40,75%        40,31%
       Margin EBIT                            29,99%           n/a       34,98%       33,72%         32,93%       32,12%       31,30%        30,47%
       Margin EBT                             29,99%           n/a       34,98%       33,72%         32,93%       32,12%       31,30%        30,47%
       Margin EAT                             28,79%           n/a       33,78%       32,52%         31,73%       30,92%       30,10%        29,27%
       Return of Investment                   16,96%           n/a         5,58%      19,15%         18,68%       18,21%       17,73%        17,24%
       Keterangan :
       - Perhitungan penyusutan disajikan pada Lampiran 1
       Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan

       Tabel 7.10
       Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
         Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
       Proyeksi Laba Rugi
       (Rp.000)
                                                                                 Tahun Proyeksi
                            Uraian                          7            8              9           10            11
                                                          2031         2032           2033         2034         2035
       PENDAPATAN                   ####             104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437
       BEBAN POKOK PENDAPATAN                        (53.531.075) (53.748.161) (53.971.760) (54.202.066) (54.439.282)
       LABA KOTOR                                      50.502.361   50.285.276     50.061.677   49.831.371    49.594.155
       Beban Usaha                                     (9.045.245) (9.316.602) (9.596.100) (9.883.983) (10.180.503)
           Beban umum dan administrasi                  (9.045.245)  (9.316.602)    (9.596.100)  (9.883.983) (10.180.503)
       EBITDA                                          41.457.116   40.968.673     40.465.577   39.947.387    39.413.652
       Penyusutan                                     (10.637.681) (11.042.926) (11.448.171) (11.853.416) (12.258.661)
       EBIT                                            30.819.435   29.925.747     29.017.405   28.093.971    27.154.991
       Beban bunga                                              -            -              -           -             -
       EBT                                             30.819.435   29.925.747     29.017.405   28.093.971    27.154.991
       Tarif Pajak       Final terhadap pendapatan            1,20%        1,20%          1,20%       1,20%         1,20%
       Pajak                                           (1.248.401) (1.248.401) (1.248.401) (1.248.401) (1.248.401)
       EAT                                             29.571.034   28.677.346     27.769.004   26.845.570    25.906.590
       Rasio Profitabilitas                Rata-rata
       Margin Laba Kotor                      48,62%        48,54%       48,34%         48,12%       47,90%        47,67%
       Margin EBITDA                          40,02%        39,85%       39,38%         38,90%       38,40%        37,89%
       Margin EBIT                            29,99%        29,62%       28,77%         27,89%       27,00%        26,10%
       Margin EBT                             29,99%        29,62%       28,77%         27,89%       27,00%        26,10%
       Margin EAT                             28,79%        28,42%       27,57%         26,69%       25,80%        24,90%
       Return of Investment                   16,96%        16,74%       16,23%         15,72%       15,20%        14,67%
       Keterangan :
       - Perhitungan penyusutan disajikan pada Lampiran 1
       Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan

7.7.2. Proyeksi Posisi Keuangan (Tabel 7.11)
       - Piutang Usaha
          Piutang usaha diasumsikan dengan turnover 2 bulan dari pendapatan.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                              VII-11
Page 70
       - Persediaan
          Persediaan diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari beban pokok pendapatan.
       - Aset Tetap
          Perhitungan nilai perolehan, akumulasi penyusutan dan nilai buku aset tetap disajikan pada
          lampiran 1.
       - Utang Usaha
          Utang usaha diasumsikan dengan turnover 2 bulan dari beban pokok pendapatan.
       - Utang Pemegang Saham
          Kegiatan Usaha menggunakan fasilitas kredit dari pemegang saham yang disajikan pada
          lampiran 2.
       - Modal sendiri
          Kegiatan Usaha tidak menggunakan modal sendiri, sehingga modal sendiri tidak ada.
       - Saldo laba (rugi)
          Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan saldo
          (rugi) laba periode sebelumnya.
      Proyeksi Posisi Keuangan disajikan pada Tabel 7.11.
       Tabel 7.11
       Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
         Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
          dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
       Proyeksi Posisi Keuangan
       (Rp.000)
                                                                                            Tahun Proyeksi
                         Uraian                          0              1             2            3          4        5            6
                                                     Jun 2025       Des 2025         2026        2027        2028     2029         2030
       ASET
       Aset Lancar                                             -      34.280.654  37.543.822  41.494.439  45.012.017  48.083.564  50.695.700
       Kas dan Setara Kas                                              9.891.077  15.826.842  19.761.854  23.263.359  26.318.351  28.913.435
       Piutang Usaha                   2 bulan                 -      19.472.716  17.338.906  17.338.906  17.338.906  17.338.906  17.338.906
       Persediaan                      1 bulan                 -       4.916.861   4.378.074   4.393.679   4.409.752   4.426.307   4.443.359
       Aset Tidak Lancar                                       -     162.072.672 161.566.116 160.654.315 159.337.268 157.614.977 155.487.441
       Aset Tetap
           Nilai Perolehan                                     -     164.124.225 172.229.125 180.334.025 188.438.925 196.543.825 204.648.725
           Akumulasi Penyusutan                                -       2.051.553  10.663.009  19.679.710  29.101.657  38.928.848  49.161.284
           Nilai Buku                                          -     162.072.672 161.566.116 160.654.315 159.337.268 157.614.977 155.487.441
       JUMLAH ASET                                             -     196.353.326 199.109.938 202.148.754 204.349.285 205.698.541 206.183.141
       LIABILITAS                                              -     186.487.577 155.410.003 125.441.213  95.473.359  65.506.470  35.540.574
       Liabilitas Jangka Pendek                                -       9.833.722   8.756.148   8.787.358   8.819.504   8.852.615   8.886.719
       Utang Usaha                     2 bulan                 -       9.833.722   8.756.148   8.787.358   8.819.504   8.852.615   8.886.719
       Liabilitas Jangka Panjang                               -     176.653.855 146.653.855 116.653.855  86.653.855  56.653.855  26.653.855
       Utang pemegang saham                                    -     176.653.855 146.653.855 116.653.855  86.653.855  56.653.855  26.653.855
       EKUITAS                                                 -       9.865.749  43.699.935  76.707.541 108.875.926 140.192.071 170.642.567
       Modal Sendiri                                           -             -           -           -           -           -           -
       Saldo Laba                                              -       9.865.749  43.699.935  76.707.541 108.875.926 140.192.071 170.642.567
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                           -     196.353.326 199.109.938 202.148.754 204.349.285 205.698.541 206.183.141
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas  Rata-rata
       Current Ratio                        909,48%             n/a      348,60%     428,77%     472,21%     510,37%     543,16%     570,47%
       Debt to Equity Ratio                  69,24%             n/a     1890,25%     355,63%     163,53%      87,69%      46,73%      20,83%
       Debt to Assets Ratio                  25,33%             n/a       94,98%      78,05%      62,05%      46,72%      31,85%      17,24%
       Keterangan : Perhitungan Aset Tetap penyusutan disajikan pada Lampiran 1
       Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                       VII-12
Page 71
       Tabel 7.11
       Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
         Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
       Proyeksi Posisi Keuangan
       (Rp.000)
                                                                                  Tahun Proyeksi
                           Uraian                         7               8             9            10          11
                                                        2031            2032          2033         2034        2035
       ASET
       Aset Lancar                                   56.180.787      87.832.340 118.981.882 149.614.353 179.714.240
       Kas dan Setara Kas                             34.380.958     66.014.421     97.145.329 127.758.608 157.838.727
       Piutang Usaha                   2 bulan        17.338.906     17.338.906     17.338.906   17.338.906  17.338.906
       Persediaan                      1 bulan         4.460.923       4.479.013     4.497.647    4.516.839   4.536.607
       Aset Tidak Lancar                            152.954.660 150.016.633 146.673.362 142.924.846 138.771.085
       Aset Tetap
           Nilai Perolehan                          212.753.625 220.858.525 228.963.425 237.068.325 245.173.225
           Akumulasi Penyusutan                       59.798.965     70.841.892     82.290.063   94.143.479 106.402.140
           Nilai Buku                               152.954.660 150.016.633 146.673.362 142.924.846 138.771.085
       JUMLAH ASET                                  209.135.447 237.848.974 265.655.244 292.539.199 318.485.324
       LIABILITAS                                      8.921.846      8.958.027      8.995.293    9.033.678   9.073.214
       Liabilitas Jangka Pendek                        8.921.846      8.958.027      8.995.293    9.033.678   9.073.214
       Utang Usaha                     2 bulan         8.921.846       8.958.027     8.995.293    9.033.678   9.073.214
       Liabilitas Jangka Panjang                               -              -             -            -           -
       Utang pemegang saham                                    -              -             -            -           -
       EKUITAS                                      200.213.601 228.890.947 256.659.951 283.505.521 309.412.111
       Modal Sendiri                                           -              -             -            -           -
       Saldo Laba                                   200.213.601 228.890.947 256.659.951 283.505.521 309.412.111
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                209.135.447 237.848.974 265.655.244 292.539.199 318.485.324
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas  Rata-rata
       Current Ratio                        909,48%      629,70%         980,49%      1322,71%     1656,18%    1980,71%
       Debt to Equity Ratio                  69,24%          4,46%          3,91%         3,50%        3,19%       2,93%
       Debt to Assets Ratio                  25,33%          4,27%          3,77%         3,39%        3,09%       2,85%
       Keterangan : Perhitungan Aset Tetap penyusutan disajikan pada Lampiran 1
       Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan

7.7.3. Proyeksi Arus Kas (Tabel 7.12)
       Proyeksi Arus Kas disajikan pada Tabel 7.12.
       Berdasarkan proyeksi arus kas tersebut, terlihat akumulasi kas selalu positif setiap tahun dan
       saldo kas bersih kumulatif pada akhir tahun ke-11 adalah Rp 157.838.727 ribu.
       Tabel 7.12                                                                                                   900              30              30
       Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
         Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
          dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
       Proyeksi Arus Kas
       (Rp.000)
                                                                                                                          Tahun Proyeksi
                                      Uraian                                       0           1              2                  3             4              5              6
                                                                               Jun 2025    Des 2025          2026              2027           2028           2029           2030
       ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
       Laba Bersih                                                                    -      9.865.749     33.834.186        33.007.606     32.168.385     31.316.145     30.450.496
       Penyusutan                                                                     -      2.051.553      8.611.456         9.016.701      9.421.946      9.827.191     10.232.436
       Perubahan Modal Kerja :
       (Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha                                             -    (19.472.716)      2.133.810               -              -              -              -
       (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                                -      (4.916.861)       538.787           (15.605)       (16.073)       (16.555)       (17.052)
       Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha                                               -       9.833.722     (1.077.574)           31.210         32.146         33.111         34.104
       Jumlah Perubahan Modal Kerja                                                   -    (14.555.855)      1.595.023            15.605         16.073         16.555         17.052
       Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi               -     (2.638.553)    44.040.665        42.039.912     41.606.404     41.159.892     40.699.984
       ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
       (Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan)                              -   (164.124.225)     (8.104.900)      (8.104.900)    (8.104.900)    (8.104.900)    (8.104.900)
       Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi             -   (164.124.225)     (8.104.900)      (8.104.900)    (8.104.900)    (8.104.900)    (8.104.900)
       ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
       Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri                                             -           -                -            -            -            -            -
       Kenaikan (Penurunan) Utang Pemegang Saham                                      -   176.653.855      (30.000.000) (30.000.000) (30.000.000) (30.000.000) (30.000.000)
       Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan             -   176.653.855      (30.000.000) (30.000.000) (30.000.000) (30.000.000) (30.000.000)
       KAS TAHUN BERJALAN                                                             -     9.891.077        5.935.765    3.935.012    3.501.504    3.054.992    2.595.084
       KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                  -           -          9.891.077   15.826.842   19.761.854   23.263.359   26.318.351
       KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                                 -     9.891.077       15.826.842   19.761.854   23.263.359   26.318.351   28.913.435
       Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                                           VII-13
Page 72
        Tabel 7.12
        Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
          Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
        Proyeksi Arus Kas
        (Rp.000)
                                                                                                             Tahun Proyeksi
                                        Uraian                                    7              8                 9              10              11
                                                                                 2031           2032             2033            2034            2035
        ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
        Laba Bersih                                                            29.571.034     28.677.346       27.769.004      26.845.570      25.906.590
        Penyusutan                                                             10.637.681     11.042.926       11.448.171      11.853.416      12.258.661
        Perubahan Modal Kerja :
        (Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha                                             -              -                -               -               -
        (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                            (17.564)       (18.090)         (18.633)        (19.192)        (19.768)
        Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha                                            35.127         36.181           37.266          38.384          39.536
        Jumlah Perubahan Modal Kerja                                                17.564         18.090           18.633          19.192          19.768
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi       40.226.279     39.738.363       39.235.809      38.718.178      38.185.019
        ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
        (Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan)                      (8.104.900)    (8.104.900)      (8.104.900)     (8.104.900)     (8.104.900)
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi     (8.104.900)    (8.104.900)      (8.104.900)     (8.104.900)     (8.104.900)
        ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
        Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri                                            -              -                -               -               -
        Kenaikan (Penurunan) Utang Pemegang Saham                             (26.653.855)           -                -               -               -
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan    (26.653.855)           -                -               -               -
        KAS TAHUN BERJALAN                                                      5.467.524     31.633.463       31.130.909      30.613.278      30.080.119
        KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                          28.913.435     34.380.958       66.014.421      97.145.329     127.758.608
        KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                         34.380.958     66.014.421       97.145.329     127.758.608     157.838.727
        Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan


7.8.   Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)
       Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
       laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
       pendapatan sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan
       untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:

                                                                                           𝐹𝐶
                                                                      𝐵𝐸𝑃 =
                                                                                            𝑉𝐶
                                                                                      1 − 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
       Dimana :
          FC                            : Biaya tetap
          VC                            : Biaya variabel
          𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒                       : Penjualan

       Dalam perhitungan Break Even Point (BEP), beban maintenance dan beban overhead
       digolongkan sebagai biaya tetap (fixed cost) dan beban pokok penjualan dan beban penjualan
       sebagai biaya variabel (variable cost). Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP
       dalam Rupiah untuk masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
       mencerminkan penjualan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk
       pendapatan adalah sebagai berikut:
        Tabel 7.13
        Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
          Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
        Analisis Break Even Point (BEP)
        (Rp.000)
                                                                                                                            Tahun Proyeksi
                               Uraian                            Rata-rata             1                2                   3              4                       5             6
                                                                                 Jul-Des 2025         2026                2027          2028                     2029          2030
            Pendapatan                                                             29.209.074      104.033.437         104.033.437 104.033.437                104.033.437   104.033.437
            Beban pokok pendapatan (Variable Cost )                                14.750.582       52.536.886          52.724.146    52.917.024               53.115.688    53.320.312
            Beban umum dan administrasi (Fixed Cost )                                2.190.681       7.802.508           8.036.583     8.277.680                8.526.011     8.781.791
            BEP Pendapatan (Rp.000)                              17.145.912          4.425.617      15.762.642          16.294.775    16.846.948               17.420.060    18.015.059




 Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                                                VII-14
Page 73
        Tabel 7.13
        Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
          Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
           dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
        Analisis Break Even Point (BEP)
        (Rp.000)
                                                                                  Tahun Proyeksi
                             Uraian                          7             8            9            10            11
                                                           2031          2032         2033         2034          2035
            Pendapatan                                 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437        104.033.437
            Beban pokok pendapatan (Variable Cost )     53.531.075    53.748.161    53.971.760   54.202.066    54.439.282
            Beban umum dan administrasi (Fixed Cost )     9.045.245     9.316.602    9.596.100    9.883.983    10.180.503
            BEP Pendapatan (Rp.000)                     18.632.949    19.274.791    19.941.707   20.634.888    21.355.595


       Rata-rata BEP pendapatan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 17.145.912
       ribu.
7.9.   Analisis Profitabilitas
       Analisis Profitabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba Rugi dalam Tabel
       7.10.
       Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi adalah sebagai berikut:
                                                                                       Tahun Proyeksi
                 Rasio Profitabilitas                  1              2               3               4               5          6
                                                 Jul-Des 2025        2026            2027            2028            2029       2030
        Pendapatan (a)                  Rp.000    29.209.074 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437
        Laba kotor (b)                  Rp.000    14.458.492  51.496.551  51.309.291  51.116.413  50.917.749  50.713.124
        EBITDA (c)                      Rp.000    12.267.811  43.694.043  43.272.708  42.838.733  42.391.738  41.931.333
        EBIT (d)                        Rp.000    10.216.258  35.082.587  34.256.007  33.416.786  32.564.547  31.698.897
        EBT (e)                         Rp.000    10.216.258  35.082.587  34.256.007  33.416.786  32.564.547  31.698.897
        EAT (f)                         Rp.000     9.865.749  33.834.186  33.007.606  32.168.385  31.316.145  30.450.496
        Margin Laba Kotor (b/a)                       49,50%      49,50%      49,32%      49,13%      48,94%      48,75%
        Margin EBITDA (c/a)                           42,00%      42,00%      41,60%      41,18%      40,75%      40,31%
        Margin EBIT (d/a)                             34,98%      33,72%      32,93%      32,12%      31,30%      30,47%
        Margin EBT (e/a)                              34,98%      33,72%      32,93%      32,12%      31,30%      30,47%
        Margin EAT (f/a)                              33,78%      32,52%      31,73%      30,92%      30,10%      29,27%
                                                                               Tahun Proyeksi
                 Rasio Profitabilitas                 7               8               9               10              11    Rata-rata
                                                     2031            2032            2033            2034            2035
        Pendapatan (a)                  Rp.000   104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437
        Laba kotor (b)                  Rp.000    50.502.361  50.285.276  50.061.677  49.831.371  49.594.155
        EBITDA (c)                      Rp.000    41.457.116  40.968.673  40.465.577  39.947.387  39.413.652
        EBIT (d)                        Rp.000    30.819.435  29.925.747  29.017.405  28.093.971  27.154.991
        EBT (e)                         Rp.000    30.819.435  29.925.747  29.017.405  28.093.971  27.154.991
        EAT (f)                         Rp.000    29.571.034  28.677.346  27.769.004  26.845.570  25.906.590
        Margin Laba Kotor (b/a)                       48,54%      48,34%      48,12%      47,90%      47,67%                  48,62%
        Margin EBITDA (c/a)                           39,85%      39,38%      38,90%      38,40%      37,89%                  40,02%
        Margin EBIT (d/a)                             29,62%      28,77%      27,89%      27,00%      26,10%                  29,99%
        Margin EBT (e/a)                              29,62%      28,77%      27,89%      27,00%      26,10%                  29,99%
        Margin EAT (f/a)                              28,42%      27,57%      26,69%      25,80%      24,90%                  28,79%
       Analisis atas proyeksi laba-rugi adalah sebagai berikut:
       a. Pendapatan TIRT selama jangka waktu proyeksi diasumsikan stabil karena tidak terdapat
          kenaikan kapasitas muatan, kenaikan jumlah trip dan kenaikan tarif sewa.
       b. Rasio margin laba kotor, EBITDA, EBIT, EBT dan EAT cenderung menurun dengan rata-rata
          masing-masing sebesar 48,62%, 40,02%, 29,99%, 29,99% dan 28,79% utamanya dikarenakan
          kenaikan salaries & allowances dan kenaikan beban beban umum dan administrasi.
7.10. Analisis Return on Investment (ROI)
      Analisis Return on Invetment (ROI) selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba Rugi
      dalam Tabel 7.10.




 Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                 VII-15
Page 74
                                                                            Tahun Proyeksi
               Return on Invesment                   1         2           3             4          5             6
                                               Jul-Des 2025   2026        2027          2028       2029          2030
       Laba bersih/EAT (a)            Rp.000     9.865.749  33.834.186  33.007.606  32.168.385  31.316.145  30.450.496
       Jumlah investasi (b)           Rp.000   176.653.855 176.653.855 176.653.855 176.653.855 176.653.855 176.653.855
       ROI (a/b)                                     5,58%      19,15%      18,68%      18,21%      17,73%      17,24%
                                                                      Tahun Proyeksi
               Return on Invesment                  7          8           9             10         11       Rata-rata
                                                   2031       2032        2033          2034       2035
       Laba bersih/EAT (a)            Rp.000    29.571.034  28.677.346  27.769.004  26.845.570  25.906.590
       Jumlah investasi (b)           Rp.000   176.653.855 176.653.855 176.653.855 176.653.855 176.653.855
       ROI (a/b)                                    16,74%      16,23%      15,72%      15,20%      14,67%     16,96%

      Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 16,96%.
7.11. Analisis Likuiditas dan Solvabilitas
      Analisis Likuiditas dan Solvabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Posisi
      Keuangan dalam Tabel 7.11.
      Likuiditas dan solvabilitas Kegiatan Usaha cukup tinggi selama umur proyeksi. Rata-rata nilai
      indikator current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio selama umur proyeksi, adalah
      sebagai berikut:
                                                                            Tahun Proyeksi
         Rasio Likuiditas dan Solvabilitas           1         2           3            4          5             6
                                               Jul-Des 2025   2026        2027         2028       2029          2030
       Aset lancar (a)                Rp.000    34.280.654  37.543.822  41.494.439  45.012.017  48.083.564  50.695.700
       Total aset (b)                 Rp.000   196.353.326 199.109.938 202.148.754 204.349.285 205.698.541 206.183.141
       Liabilitas jangka pendek (c)   Rp.000     9.833.722   8.756.148   8.787.358   8.819.504   8.852.615   8.886.719
       Total liabilitas (d)           Rp.000   186.487.577 155.410.003 125.441.213  95.473.359  65.506.470  35.540.574
       Ekuitas (e)                    Rp.000     9.865.749  43.699.935  76.707.541 108.875.926 140.192.071 170.642.567
       Current Ratio (a/c)                         348,60%     428,77%     472,21%     510,37%     543,16%     570,47%
       Debt to Equity Ratio (d/e)                 1890,25%     355,63%     163,53%      87,69%      46,73%      20,83%
       Debt to Asset Ratio (d/b)                    94,98%      78,05%      62,05%      46,72%      31,85%      17,24%

                                                                      Tahun Proyeksi
         Rasio Likuiditas dan Solvabilitas          7          8           9             10         11       Rata-rata
                                                   2031       2032        2033          2034       2035
       Aset lancar (a)                Rp.000    56.180.787  87.832.340 118.981.882 149.614.353 179.714.240
       Total aset (b)                 Rp.000   209.135.447 237.848.974 265.655.244 292.539.199 318.485.324
       Liabilitas jangka pendek (c)   Rp.000     8.921.846   8.958.027   8.995.293   9.033.678   9.073.214
       Total liabilitas (d)           Rp.000     8.921.846   8.958.027   8.995.293   9.033.678   9.073.214
       Ekuitas (e)                    Rp.000   200.213.601 228.890.947 256.659.951 283.505.521 309.412.111
       Current Ratio (a/c)                         629,70%     980,49%    1322,71%    1656,18%    1980,71%    909,48%
       Debt to Equity Ratio (d/e)                    4,46%       3,91%       3,50%       3,19%       2,93%     69,24%
       Debt to Asset Ratio (d/b)                     4,27%       3,77%       3,39%       3,09%       2,85%     25,33%

      Rata-rata Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio selama umur proyeksi
      masing-masing sebesar 909,48%, 69,24% dan 25,33%.
7.12. Analisis Internal Rate of Return (IRR) dan Net Present Value (NPV)
      Penentuan Tingkat Diskonto
      Feasibilitas kelayakan usaha ditentukan dengan tingkat diskonto berdasarkan biaya modal rata-
      rata tertimbang (Weight Average Cost of Capital, WACC), yang dihitung dengan formula sebagai
      berikut :
                   WACC = Ke. We. + Kd (1-t). Wd
      dimana :
                   WACC = Tingkat diskonto kelayakan




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                            VII-16
Page 75
                 Ke           = Biaya ekuitas
                 We           = Proporsi ekuitas dalam struktur modal
                 Kd           = Tingkat bunga pinjaman
                 t            = Tarif Pajak, 0,00%
                 Wd           = Proporsi utang dalam struktur modal
      Biaya ekuitas dihitung dengan formula :
                 Ke           = Rf + ß.Rpm + Rs
      Dimana :
                 Ke           = Biaya Ekuitas
                 Rf           = Tingkat pendapatan bebas risiko
                 ß            = Beta, yaitu faktor yang meliput risiko sistimatis dari suatu ekuitas
                 Rpm = Premi Risiko Ekuitas
                 Rs           = Risiko Spesifik
      Dari hasil perhitungan parameter-parameter tersebut diatas, maka tingkat diskonto untuk
      industri sejenis yaitu Shipbuilding & Marine adalah sebagai berikut :
                     Uraian                Nilai             Sumber                       Keterangan
                                                                              Harga dan Yield Obligasi Pemerintah
                                                       Penilai Harga Efek
       Rf =                                 7,03%                             Republik Indonesia Tenor 30 Tahun
                                                           Indonesia
                                                                                       per 30 Juni 2025
       RPm =                                7,03%         Damodaran                    Publikasi Juli 2025
       Credit Default Spread (CDS) =        1,87%         Damodaran                    Publikasi Juli 2025
       Rs =                                 0,00%      Judgement Penilai
                                                                                 Shipbuilding & Marine Publikasi
       Unleverage Beta =                        0,64       Damodaran
                                                                                           Januari 2025
       Tax                                  0,00%                             PPh Badan
                                                                                 Shipbuilding & Marine Publikasi
       DER Industri =                      41,71%          Damodaran
                                                                                           Januari 2025
       Beta Releverage =                    0,912       Hasil Perhitungan            Bu x (1+((1-Tax)*DER))
       Cost of Equity (Ke) =               11,56%       Hasil Perhitungan            (Rf+(Beta * RPm) - CDS
       We =                                70,57%                  Struktur Modal Rata-rata Industri
       Wd =                                29,43%                  Struktur Modal Rata-rata Industri
                                                       Suku bunga rata-rata pinjaman investasi Bank Pemerintah
       Kd =                                 8,96%
                                                                     dalam Rupiah Bulan Juni 2025
       Tingkat Diskonto =                  10,80%       Hasil Perhitungan          (Kd (1-T) x Wd) + (Ke x We)

      Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas dan Terminal Value
      Nilai terminal (terminal value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
      dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini, asumsi yang
      digunakan terhadap subjek penilaian adalah perusahaan yang bersifat going concern, dimana
      perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen
      perusahaan.
      Dalam hal terdapat terminal value sebagai salah satu unsur pembentuk indikasi nilai, maka
      terminal value diperoleh dengan formula:




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                              VII-17
Page 76
      TV = Terminal Value
      FCFn = Arus kas tahun ke-n
      g   = Pertumbuhan perpetuitas
      r    = Tingkat diskonto
      Dalam hal umur ekonomis objek penilaian terbatas, maka Terminal Value diganti dengan Nilai
      Sisa (Residual Value) pada akhir umur ekonomis objek penilaian. Nilai sisa diperoleh dari aset
      tetap ditambah dengan estimasi jumlah yang dapat direalisasikan dari modal kerja bersih
      dikurangi dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada akhir periode spesifik.
      Dalam perhitungan ini kami menggunakan terminal value dengan tingkat pertumbuhan sebesar
      0,00% sehingga capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 10,80% - 0,00% = 10,80%.
      Internal Rate of Return (IRR) dan Net Present Value (NPV)
      Perhitungan IRR dan NPV Kegiatan Usaha selama umur proyeksi menghasilkan IRR sebesar
      22,31% lebih besar dari tingkat diskonto WACC sebesar 10,80% dan NPV sebesar
      Rp 122.343.012 ribu lebih besar dari nol.
      Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
      Kegiatan Usaha layak.
      Perhitungan IRR dan NPV adalah sebagai berikut:
       Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
         Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
          dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
       Perhitungan Kelayakan
       (Rp.000)
                                                                                                      Tahun Proyeksi
                          Uraian                           0               1            2             3              4            5             6
                                                                     Jul-Des 2025      2026          2027         2028           2029          2030
       Free Cash Flow to Firm
           EAT                                                 -        9.865.749    33.834.186    33.007.606    32.168.385    31.316.145    30.450.496
           (+) Penyusutan                                      -        2.051.553     8.611.456     9.016.701     9.421.946     9.827.191    10.232.436
           (+) Bunga (1-T)                                     -              -             -             -             -             -             -
           (+/-) Perubahan Modal Kerja                         -      (14.555.855)    1.595.023        15.605        16.073        16.555        17.052
           (-) Capex                                           -     (164.124.225)   (8.104.900)   (8.104.900)   (8.104.900)   (8.104.900)   (8.104.900)
           Jumlah Arus Kas Bersih                              -     (166.762.778)   35.935.765    33.935.012    33.501.504    33.054.992    32.595.084
       Terminal Value
           Discount Rate                   10,80%
           Growth                            0,00%
           Terminal Caprate                10,80%
           Terminal Value
       Jumlah                                                 -   (166.762.778)      35.935.765    33.935.012    33.501.504    33.054.992    32.595.084
       Discount Rate                                       10,80%       10,80%           10,80%        10,80%        10,80%        10,80%        10,80%
       Discount Factor                                      1,000        0,950            0,857         0,774         0,698         0,630         0,569
       Present Value                                          -   (158.428.826)      30.812.870    26.261.736    23.399.679    20.837.845    18.545.478
       NPV                                            122.343.012
       IRR                        WACC10,80%               22,31%




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                  VII-18
Page 77
       Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
         Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
          dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
       Perhitungan Kelayakan
       (Rp.000)
                                                                                  Tahun Proyeksi
                            Uraian                          7             8              9            10            11
                                                          2031          2032           2033          2034          2035
       Free Cash Flow to Firm
           EAT                                         29.571.034    28.677.346     27.769.004     26.845.570    25.906.590
           (+) Penyusutan                              10.637.681    11.042.926     11.448.171     11.853.416    12.258.661
           (+) Bunga (1-T)                                      -             -              -            -             -
           (+/-) Perubahan Modal Kerja                      17.564        18.090         18.633        19.192        19.768
           (-) Capex                                    (8.104.900)   (8.104.900)    (8.104.900)   (8.104.900)   (8.104.900)
           Jumlah Arus Kas Bersih                      32.121.379    31.633.463     31.130.909     30.613.278    30.080.119
       Terminal Value
           Discount Rate                     10,80%
           Growth                              0,00%
           Terminal Caprate                  10,80%
           Terminal Value                                                                                     278.584.957
       Jumlah                                          32.121.379    31.633.463     31.130.909     30.613.278 308.665.076
       Discount Rate                                        10,80%        10,80%         10,80%        10,80%      10,80%
       Discount Factor                                        0,514         0,463          0,418        0,378       0,341
       Present Value                                   16.494.922    14.661.317     13.022.316     11.557.834 105.177.842


7.13. Analisis Sensitivitas
      Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan dan kenaikan beban
      pokok pendapatan (BPP) yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi yang digambarkan
      dengan matriks sensitivitas sebagai berikut:
       Analisis Sensitivitas
            IRR (%)                             Pendapatan Menurun
       BPP Meningkat         0,00%    3,35%       6,70%   10,05% 13,37%     13,38%
             0,00%           22,31%   19,71%      16,96% 14,00% 10,80%       10,79%
             6,35%           19,71%   16,96%      14,01% 10,77%    7,15%
            12,70%           16,96%   14,01%      10,78%
            19,05%           14,01%   10,78%
            25,38%           10,80%     7,15%
            25,39%           10,79%

      Kelayakan investasi dilihat dari indikator nilai biaya modal (WACC) sebesar 10,80%, apabila IRR
      > biaya modal maka investasi layak.
      Berdasarkan tabel diatas, analisis sensitivitas adalah sebagai berikut:
      1. Jika terjadi perubahan terhadap penurunan pendapatan dengan BPP (tetap) maka investasi
         layak dengan penurunan pendapatan sampai 13,37% (IRR = 10,80%),
      2. Jika pendapatan tidak berubah (tetap) maka investasi layak dengan kenaikan BPP hingga
         25,38% (IRR = 10,80%),
      3. Jika terjadi penurunan pendapatan dan kenaikan BPP, maka investasi layak dengan
         penurunan pendapatan hingga 6,70% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 6,35% (IRR
         = 14,01%),
      4. Jika terjadi penurunan pendapatan dan kenaikan BPP, maka investasi layak dengan
         penurunan pendapatan hingga 3,35% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 12,70%
         (IRR = 14,01%).
      Berdasarkan analisis sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
      penurunan pendapatan dibandingkan dengan kenaikan BPP.
Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, yang mencakup biaya pendirian (start up costs), modal
kerja, sumber pembiayaan, biaya operasional, biaya bahan baku mentah, proyeksi laporan keuangan,
analisis titik impas, analisis profitabilitas dan tingkat imbal balik investasi dapat disimpulkan bahwa
aspek keuangan Kegiatan Usaha oleh Perseroan adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                         VII-19
Page 78
                                                     LAMPIRAN




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk
Page 79
LAMPIRAN 1
Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
  Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
   dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
Proyeksi Nilai Perolehan, Penyusutan, Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
                                                                                       Tahun Proyeksi
                 Uraian                        0               1             2               3           4             5              6
                                                        Jul-Des 2025       2026            2027        2028          2029           2030
Nilai Perolehan                                         -
                                                        164.124.225     172.229.125     180.334.025 188.438.925   196.543.825    204.648.725
  Aset kapal                                            -162.098.000    162.098.000     162.098.000 162.098.000   162.098.000    162.098.000
Capex tahun Ke-1                                            2.026.225     8.104.900       8.104.900   8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-2                                                          2.026.225       8.104.900   8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-3                                                                          2.026.225   8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-4                                                                                      2.026.225     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-5                                                                                                    2.026.225      8.104.900
Capex tahun Ke-6                                                                                                                   2.026.225
Capex tahun Ke-7
Capex tahun Ke-8
Capex tahun Ke-9
Capex tahun Ke-10
Capex tahun Ke-11
Penyusutan                                           -      2.051.553      8.611.456     9.016.701     9.421.946     9.827.191    10.232.436
  Aset kapal                   20 tahun                     2.026.225      8.104.900     8.104.900     8.104.900     8.104.900     8.104.900
Capex tahun Ke-1               20 tahun                         25.328       405.245       405.245       405.245       405.245       405.245
Capex tahun Ke-2               20 tahun                             -        101.311       405.245       405.245       405.245       405.245
Capex tahun Ke-3               20 tahun                             -             -        101.311       405.245       405.245       405.245
Capex tahun Ke-4               20 tahun                             -             -             -        101.311       405.245       405.245
Capex tahun Ke-5               20 tahun                             -             -             -             -        101.311       405.245
Capex tahun Ke-6               20 tahun                             -             -             -             -            -         101.311
Capex tahun Ke-7               20 tahun                             -             -             -             -            -             -
Capex tahun Ke-8               20 tahun                             -             -             -             -            -             -
Capex tahun Ke-9               20 tahun                             -             -             -             -            -             -
Capex tahun Ke-10              20 tahun                             -             -             -             -            -             -
Capex  tahun
Kegiatan      Ke-11
          Usaha   angkutan laut20  tahunegeri untuk barang umum (KBLI 50131),
                                dalam
Akumulasi
  AngkutanPenyusutan
             laut dalam negeri untuk barang khusus- (KBLI 50133)
                                                            2.051.553     10.663.009    19.679.710    29.101.657   38.928.848     49.161.284
Nilaidan
      Buku
         Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian- 162.072.672
                                                            lainnya (KBLI161.566.116
                                                                          09900)       160.654.315 159.337.268 157.614.977       155.487.441
Sumber
Proyeksi: Manajemen   Perseroan,
          Nilai Perolehan,        disesuaikan
                           Penyusutan,   Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
                                                                          Tahun Proyeksi
                   Uraian                          7              8              9             10             11
                                                 2031           2032           2033          2034           2035
Nilai Perolehan                               212.753.625 220.858.525 228.963.425 237.068.325 245.173.225
  Aset kapal                                  162.098.000 162.098.000 162.098.000 162.098.000 162.098.000
Capex tahun Ke-1                                8.104.900     8.104.900       8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-2                                8.104.900     8.104.900       8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-3                                8.104.900     8.104.900       8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-4                                8.104.900     8.104.900       8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-5                                8.104.900     8.104.900       8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-6                                8.104.900     8.104.900       8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-7                                2.026.225     8.104.900       8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-8                                              2.026.225       8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-9                                                              2.026.225     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-10                                                                           2.026.225      8.104.900
Capex tahun Ke-11                                                                                          2.026.225
Penyusutan                                     10.637.681    11.042.926     11.448.171     11.853.416     12.258.661
  Aset kapal                    20 tahun        8.104.900     8.104.900       8.104.900     8.104.900      8.104.900
Capex tahun Ke-1                20 tahun          405.245        405.245        405.245       405.245        405.245
Capex tahun Ke-2                20 tahun          405.245        405.245        405.245       405.245        405.245
Capex tahun Ke-3                20 tahun          405.245        405.245        405.245       405.245        405.245
Capex tahun Ke-4                20 tahun          405.245        405.245        405.245       405.245        405.245
Capex tahun Ke-5                20 tahun          405.245        405.245        405.245       405.245        405.245
Capex tahun Ke-6                20 tahun          405.245        405.245        405.245       405.245        405.245
Capex tahun Ke-7                20 tahun          101.311        405.245        405.245       405.245        405.245
Capex tahun Ke-8                20 tahun               -         101.311        405.245       405.245        405.245
Capex tahun Ke-9                20 tahun               -              -         101.311       405.245        405.245
Capex tahun Ke-10               20 tahun               -              -             -         101.311        405.245
Capex tahun Ke-11               20 tahun                                                                     101.311
Akumulasi Penyusutan                           59.798.965    70.841.892     82.290.063     94.143.479 106.402.140
Nilai Buku                                    152.954.660 150.016.633 146.673.362 142.924.846 138.771.085
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                         VII- 2
Page 80
Lampiran 2
Kegiatan Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (KBLI 50131),
  Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
   dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
Proyeksi Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Pemegang Saham (Rp.000)
                                                                                   Tahun Proyeksi
                  Uraian                        0             1             2             3             4             5          6
                                            Jun 2025      Des 2025        2026          2027          2028          2029       2030
Penarikan kredit                                   -     176.653.855             -             -              -            -            -
Jumlah utang
Kegiatan                                             - 176.653.855
         Usaha angkutan laut dalam negeri untuk barang                 176.653.855 146.653.855 116.653.855
                                                         umum (KBLI 50131),                                       86.653.855 56.653.855
Bunga                              0,00%             -             -             -             -              -            -            -
  Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (KBLI 50133)
Angsuran pokok                                       -             -    30.000.000    30.000.000    30.000.000    30.000.000 30.000.000
    dan Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya (KBLI 09900)
Saldo                                              -     176.653.855 146.653.855 116.653.855        86.653.855    56.653.855 26.653.855
Proyeksi Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Pemegang Saham (Rp.000)
                                                                       Tahun Proyeksi
                  Uraian                         7              8             9             10            11
                                               2031           2032          2033          2034           2035
Penarikan kredit                                       -             -             -              -             -
Jumlah utang                                26.653.855               -             -              -             -
Bunga                              0,00%               -             -             -              -             -
Angsuran pokok                              26.653.855               -             -              -             -
Saldo                                                  -             -             -              -             -
Catatan:
Berdasarkan perjanjian pinjam meminjam antara TIRT dengan HJR tanggal 19 Maret 2009 dan telah diubah beberapa kali, pinjaman TIRT tidak dikenakan biaya bunga oleh HJR




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk                                                                                                        VII- 3
Page 81
Lampiran 3




                    Foto Dokumentasi Visual Setiap Armada Kapal




Laporan Studi Kelayakan PT Tirta Mahakam Resources Tbk            VII- 4
Page 82
Lampiran 3 (lanjutan)
TB Bawal Mandiri I




              Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal              Tanda Selar




                    Anjungan                 Buritan
Page 83
Lampiran 3 (lanjutan)
TK Bawal Sejahtera I




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 84
Lampiran 3 (lanjutan)
TK MARIAM 12




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 85
Lampiran 3 (lanjutan)
TB RITA 106




             Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                    Anjungan                Buritan
Page 86
Lampiran 3 (lanjutan)
TK GOLDWOOD IV




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 87
Lampiran 3 (lanjutan)
TB Artha Sarana 58




              Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal              Tanda Selar




                    Anjungan                 Buritan
Page 88
Lampiran 3 (lanjutan)
TK SRIKANDI JAYA II




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 89
Lampiran 3 (lanjutan)
TB RYL 6




              Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal          IMO & Tanda Selar




                    Anjungan                 Buritan
Page 90
Lampiran 3 (lanjutan)
TK MARIAM 18




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 91
Lampiran 3 (lanjutan)
TB RYL 15




              Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal          IMO & Tanda Selar




                        Haluan               Buritan
Page 92
Lampiran 3 (lanjutan)
TK KARYA 8




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 93
Lampiran 3 (lanjutan)
TB MITRA JAYA VII




             Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 94
Lampiran 3 (lanjutan)
TK KC 240555




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 95
Lampiran 3 (lanjutan)
TB RYL 9




              Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal          IMO & Tanda Selar




                        Haluan             Anjungan
Page 96
Lampiran 3 (lanjutan)
TB RITA 102




             Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 97
Lampiran 3 (lanjutan)
TK RITA 203




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 98
Lampiran 3 (lanjutan)
TK MARIAM 6




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 99
Lampiran 3 (lanjutan)
TB RITA 109




             Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan              Buritan
Page 100
Lampiran 3 (lanjutan)
TK RITA 204




             Tampak Kapal Tongkang   Tampak Kapal Tongkang




                   Nama Kapal             Tanda Selar




                        Haluan            Side Board
Page 101
Lampiran 3 (lanjutan)
TB RYL 7




              Tampak Kapal Tug Boat   Tampak Kapal Tug Boat




                   Nama Kapal              Tanda Selar




                        Haluan               Buritan

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.54 MB
Published23 Sep 2025
Pages101
Characters301,294
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK p.1 ×275
linked org Transcoal Pacific Tbk p.6 ×5
linked org Pancaran Samudera Transport Tbk p.6 ×5
linked org Trans Power Marine Tbk p.6 ×5
linked org IMC Pelita Logistik Tbk p.6 ×5
linked org Harita Jayaraya p.23 ×2
linked person Pohan Wijaya Po p.27 ×3
linked person Lim Gunardi Hariyanto p.30
linked person Hendra Surya · Komisaris Independen p.30
linked person Djohan Surja Putra p.30
linked person Tham Arvin Setyanto p.56
linked person Jackson Indrawan p.57
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible org Bursa Efek Indonesia p.20 ×2
possible org KJPP Iskandar p.25 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.35
unresolved org KJPP ISKANDAR DAN REKAN p.1 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan p.2 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar p.2 ×4
unresolved org KJPP IDR p.2 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org PT Lima Srikandi Jaya p.3 ×2
unresolved org PT Mitra Kemakmuran Line p.3 ×2
unresolved org PT Antar Sarana Rekasa p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3 ×2
unresolved org S. Mannan p.3 ×3
unresolved org Ardiansyah & Rekan p.3 ×4
unresolved org Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara p.4 ×2
unresolved org Kementerian Energi p.4
unresolved org Kementerian ESDM. APBI p.4 ×2
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.5 ×7
unresolved person Radithe Pramudito p.17
unresolved person Sigit E. Purnomo p.17
unresolved org Kantor Akuntan Publik KJPP IDR p.20
unresolved org PT Harita Jayaraya LSJ p.23
unresolved org PT Lima Srikandi Jaya MKL p.23
unresolved org PT Mitra Kemakmuran Line ASR p.23
unresolved org PT Antar Sarana Rekasa TIRT p.23
unresolved org PT Well Harvest Winning Alumina Refinery MBL p.23
unresolved org PT Marina Bara Lestari GHL p.23
unresolved org PT Gunajaya Harapan Lestari p.23
unresolved — Telepon/Fax p.25
unresolved — MAPPI · Penilai p.27
unresolved person Kartini Muljadi p.30
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.30
unresolved person Leolin Jayayanti p.30
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.30
unresolved org PT Tirta p.30
unresolved — KUD Budi Rahayu p.30 ×2
unresolved org Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia p.32 ×2
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Semester I- p.32 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.34
unresolved org Menteri Perhubungan Nomor PM p.36
unresolved — Tham · Presiden p.50
unresolved person Arvin · Direktur p.50
unresolved person Pohan · Direktur p.50
unresolved — Jackson · Corporate p.50
unresolved org PT Trakindo Utama. p.57
unresolved org Klasifikasi RINA. p.58
unresolved org Shipbuilding & Marine Publikasi DER Industri p.75
unresolved org Bank Pemerintah Kd p.75

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 17881 ms 12 Sep 2026 22:35
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result