Back to announcement
20250814_PTMR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31932974_lamp1.pdf
Other Text extracted PTMRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 16
Page 1
Jakarta, 14 Agustus 2025
Nomor : 049/SP-MP/VIII/2025
Perihal : Jawaban Permintaan Penjelasan Bursa
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Up. Bapak Adi Pratomo Aryanto
Kepala Divisi Penilai Perusahaan 2
di tempat
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan surat dari PT Bursa Efek Indonesia dengan nomor surat
S-09196/BEI.PP2/08-2025 tertanggal 11 Agustus 2025 mengenai Permintaan Penjelasan Bursa,
dengan ini kami akan menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut :
Laporan Keuangan per 30 Juni 2025
1. Latar belakang dan detil dari akun aset lain-lain serta rencana Perseroan terkait akun ini
kedepannya.
Jawaban: Aset lain-lain ini merupakan progress dari uang muka pembelian aset tetap, dan
ini sudah terealisasi di Juli 2025 menjadi aset tetap.
2. Latar belakang atas penurunan signifikan akun perolehan aset tetap pada arus kas dari
aktivitas investasi Perseroan per 30 Juni 2025 dibandingkan 31 Desember 2024 serta rencana
Perseroan kedepannya terkait capital expenditure.
Jawaban: Perolehan aset tetap pada periode 30 Juni 2025 sebesar Rp 42.218.824,- dimana
merupakan penambahan aset peralatan inventaris kantor. Sehubungan dengan penurunan
perolehan aset tetap dibandingkan dengan periode sebelumnya, disebabkan oleh Perseroan
belum membutuhkan penambahan aset tetap untuk menunjang operasional serta menjaga
efesiensi Perseroan.
www.idx.co.id
Page 2
3. Sehubungan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan, agar dapat dijelaskan latar belakang
perbedaan jenis akun dalam arus kas tersebut dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
sebagai berikut:
Jawaban: Sehubungan dengan perbedaan akun pada arus kas tidak terdapat kesalahan
klasifikasi hanya ada ketidaksesuain terjemahan, untuk koreksinya terlampir:
4. Sehubungan dengan arus kas dari aktivitas operasi, agar dapat dijelaskan latar belakang
perbedaan jenis akun dalam arus kas tersebut dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
untuk akun pembayaran pajak penghasilan / proceeds from finance income.
Jawaban: Sehubungan dengan perbedaan akun pada arus kas tidak terdapat kesalahan
klasifikasi hanya ada ketidaksesuain terjemahan, untuk koreksinya terlampir
www.idx.co.id
Page 3
5. Sehubungan dengan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 5 Kas dan Setara Kas,
agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan signifikan 30 Juni 2025 dibandingkan 31 Desember 2024
bank Rupiah Perseroan pada:
i. PT Bank Central Asia Tbk
ii. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
iii. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Jawaban: Penurunan saldo Bank rupiah Perseroan ini disebabkan karena Perseroan ingin
melakukan pemesanan persediaan kepada supplier/Principle, hal ini dilakukan untuk menjaga
stabilitas margin karena efek USD yang semakin meningkat.
b. Latar belakang Perseroan tidak lagi memiliki akun bank Rupiah di PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk.
Jawaban: Karena PT Indonesia Farma, Tbk tidak lagi menggunakan BRI untuk mencairkan
pembayaran (melalui SKBDN) kepada Perseroan, melainkan langsung transfer ke rekening
Perseroan.
c. Strategi Perseroan untuk menjaga tingkat nilai dari Kas dan Setara Kas Perseroan.
Jawaban: Strategi Perseroan untuk menjaga tingkat nilai dari Kas dan Setara Kas
umumnya difokuskan pada prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan, optimalisasi
likuiditas, dan menjaga kestabilan operasional jangka pendek. Berikut beberapa strategi yang
umum diterapkan oleh perusahaan:
1. Manajemen Arus Kas yang Efesien
Forecasting Arus Kas: Melakukan proyeksi arus kas masuk dan keluar secara
berkala (harian, mingguan, bulanan).
Pengendalian Pengeluaran: Menjaga efisiensi belanja operasional dan investasi,
serta menunda pengeluaran yang tidak mendesak.
2. Menjaga Cadangan Kas Minimum
Menetapkan batas minimum kas (buffer) yang harus tersedia untuk kebutuhan darurat
dan menjaga kelangsungan usaha.
3. Optimalisasi Pendanaan
Menjaga struktur modal yang sehat: kombinasi utang dan ekuitas yang optimal.
Menggunakan fasilitas kredit jangka pendek sebagai penyangga kas jika
diperlukan.
6. Sehubungan dengan CALK nomor 6 Piutang Usaha, agar dapat dijelaskan:
a. Pada tabel analisis umur piutang usaha, agar dapat dilengkapi tabel realisasi pelunasan
piutang usaha berikut ini:
Keterangan Jumlah Realisasi Outstanding % Realisasi
per 30 Juni 2025
Belum jatuh tempo
Lewat jatuh tempo
www.idx.co.id
Page 4
Keterangan Jumlah per Realisasi Outstanding % Realisasi
30 Juni
2025
1-30 hari
31-60 hari
61-90 hari
Lebih dari
90 hari
Total
Jawaban: Terlampir tabel analisis umur piutang usaha Perseroan
b. Langkah step-by-step yang akan dilakukan Perseroan terhadap pelanggan dengan
piutang macet dan yang jatuh tempo.
Jawaban: Berikut adalah langkah-langkah step-by-step yang umumnya dilakukan
Perseroan dalam menangani pelanggan dengan piutang macet maupun piutang yang
telah jatuh tempo, sebagai bagian dari manajemen kredit dan mitigasi risiko keuangan:
1. Identifikasi dan Klasifikasi Piutang
Review berkala terhadap seluruh piutang pelanggan.
Klasifikasikan piutang berdasarkan:
o Umur piutang (misal: 0–30 hari, 31–60 hari, 61–90 hari, >90 hari)
o Status pelanggan (aktif/tidak aktif)
o Riwayat pembayaran pelanggan
2. Pengiriman Notifikasi dan Pengingat
Mengirim pengingat otomatis (via email/SMS) beberapa hari sebelum jatuh tempo.
Setelah jatuh tempo, kirim:
o Surat Peringatan I (1–7 hari setelah jatuh tempo)
o Surat Peringatan II (7–14 hari)
o Surat Peringatan III (14–30 hari)
3. Komunikasi Langsung dengan Pelanggan
Tim keuangan/penagihan menghubungi pelanggan via telepon atau kunjungan
langsung.
Klarifikasi alasan keterlambatan.
Diskusikan solusi, seperti:
o Restrukturisasi pembayaran
o Cicilan
o Pengurangan penalti jika membayar sebagian
www.idx.co.id
Page 5
4. Penawaran Skema Penyelesaian
Jika pelanggan menunjukkan itikad baik, tawarkan:
o Rencana pembayaran bertahap
o Diskon untuk pelunasan cepat (cash discount)
o Jaminan pembayaran (misal: cek mundur, giro mundur)
5. Pembekuan Layanan atau Penahanan Pengiriman
Jika pelanggan menunjukkan itikad baik, tawarkan:
o Libatkan agen penagihan (debt collector resmi)
o Kantor hukum untuk memberikan somasi secara hukum
6. Penyisihan Kerugian Piutang (Cadangan Kerugian)
Jika upaya penagihan gagal, maka Perseroan akan:
o Membentuk penyisihan piutang tak tertagih sesuai PSAK.
o Menghapis piutang dari pembukuan (write-off) jika benar-benar macet.
c. Latar belakang umur piutang Perseroan lebih dari 90 hari meningkat signifikan 30 Juni
2025 dibandingkan 31 Desember 2024 dan alasan Perseroan tidak menambah cadangan
kerugian atas penurunan nilai piutang usaha.
Jawaban: Sehubungan dengan penambahan cadangan piutang ini Perseroan
menggunakan perhitungan dari auditor, dan nilai tersebut akan direview kembali pada saat
periode audit per 31 Desember 2025.
7. Sehubungan dengan CALK nomor 7 Piutang Lain-lain, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang tidak terdapat perubahan terkait piutang lain-lain pihak berelasi.
Jawaban: Latar belakang tidak terdapat perubahan dikarenakan tidak adanya
penerimaan atas pembayaran piutang dan penambahan pemberian piutang
b. Sehubungan dengan piutang lain-lain dengan pihak berelasi yang akan berakhir
pada 30 Juni 2025, agar dapat dijelaskan statusnya saat ini.
Jawaban: Untuk status piutang lain-lain per 30 Juni 2025, sebagian sudah dilakukan
pembayaran dan sudah dilakukan perpanjangan perjanjian utang/piutang sampai dengan
Juni 2026.
8. Sehubungan dengan CALK nomor 8 Persediaan, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan akun Plastik 30 Juni 2025 dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban: Penurunan ini disebabkan karena meningkatnya penjualan untuk produk
plastik periode 30 Juni 2025.
b. Latar belakang dan detil terkait akun lain-lain 30 Juni 2025 dibandingkan 31 Desember
2024 serta kriteria Perseroan dalam mengelompokkan akun ini sebagai akun lain-lain.
Jawaban: Definisi lain-lain dalam persediaan ini merupakan produk di luar mesin,
consumable dan suku cadang, sepeti untuk produk cartridge, jiffylite dan maxima pads.
c. Latar belakang tidak terdapat perubahan cadangan Persediaan Perseroan.
Jawaban: Perseroan tidak melakukan perubahan terhadap cadangan penurunan nilai
persediaan selama periode berjalan karena berdasarkan hasil evaluasi manajemen dan
analisis terhadap kondisi persediaan yang ada, tidak terdapat indikasi yang signifikan
mengenai penurunan nilai atau kerusakan atas barang-barang dalam persediaan.
www.idx.co.id
Page 6
d. Latar belakang asuransi Persediaan Perseroan tidak mencakup seluruh nilai Persediaan
per 30 Juni 2025.
Jawaban: Per 30 Juni 2025, nilai pertanggungan asuransi atas persediaan Perseroan
belum mencakup seluruh nilai persediaan yang tercatat dalam laporan keuangan.
Hal ini disebabkan oleh beberapa pertimbangan operasional dan strategis sebagai
berikut:
1. Pertimbangan Biaya Premi
o Biaya premi untuk pertanggungan penuh dianggap tidak sebanding dengan
tingkat risiko kerugian.
o Manajemen memutuskan untuk menerapkan pendekatan partial coverage
(perlindungan sebagian) dengan memprioritaskan lokasi dan jenis
persediaanyang memiliki risiko tertinggi.
2. Penyesuaian Berkala Sesuai Kebijakan Internal
o Sesuai kebijakan internal, evaluasi cakupan ansuransi dilakukan secara
tahunan sehingga pertambahan nilai persediaan secara tiba-tiba dalam jangka
pendek belum langsung tercermin dalam pertanggungan ansuransi.
9. Sehubungan dengan CALK nomor 9 Biaya Dibayar Di Muka, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan signifikan biaya keamanan dan kebersihan per 30 Juni
2025 dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban: Sehubungan akun tersebut tidak terdapat penurunan signifikan, hanya saja
terdapat salah satu akun di report untuk periode 31 Desember 2024, dimana seharusnya
akun tersebut lain-lain, dimana definisi lain-lain ini merupakan biaya dibayar dimuka
untuk sewa mesin dan sewa gedung.
b. Latar belakang peningkatan sewa gedung per 30 Juni 2025 dibandingkan 31 Desember
2024 yang sebelumnya tidak ada.
Jawaban: Sehubungan dengan akun tersebut tidak terdapat peningkatan, hanya saja
terdapat salah satu akun di report periode 31 Desember 2024, dimana seharusnya untuk
sewa gedung sudah tercatat di periode 2024 tetapi termasuk ke akun biaya keamanan dan
kebersihan, sesuai dengan penjelasan diatas.
c. Latar belakang peningkatan asuransi per 30 Juni 2025 dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban: Peningkatan ansuransi per 30 Juni 2025 disebabkan oleh adanya pembayaran
polis-polis ansuransi baru terkait ansuransi jiwa dan kesehatan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan dan polis ansuransi kendaraan operasional Perseroan.
d. Latar belakang peningkatan lain-lain per 30 Juni 2025 dibandingkan 31 Desember 2024
serta kriteria Perseroan dalam mengelompokkan akun ini sebagai akun lain-lain.
Jawaban: Sehubungan dengan akun tersebut tidak terdapat peningkatan signifikan, hanya
saja terdapat salah akun di report periode 31 Desember 2024, dimana seharusnya untuk
lain-lain sudah tercatat di periode 2024 tetapi masuk ke akun biaya keamanan dan
kebersihan, sesuai dengan penjelasan diatas (pada poin 3b).
10. Sehubungan dengan CALK nomor 10 Uang Muka, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan pembeliaan persediaan per 30 Juni 2025
dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban: Peningkatan uang muka atas pembelian persediaan disebabkan oleh Perseroan
www.idx.co.id
Page 7
melakukan pemesanan persediaan kepada supplier/Principle, hal ini dilakukan untuk
menjaga stabilitas margin karena efek kurs USD yang semakin meningkat.
b. Rincian atas Uang Muka pembelian persediaan per 30 Juni 2025 dengan mengisi tabel
berikut:
No. Tanggal Nomor Nilai Uang Jenis Status Keterangan
Pembayaran Perjanjian Muka Barang/ Realisasi (Estimasi
Uang Muka Material Pengiriman/Alasan
Belum Terealisasi)
1.
2.
..
Total
Jawaban: Terlampir rincian uang muka persediaan per 30 Juni 2025 (No Perjanjian
tidak ada karena Perseroan baru menerima Performa Invoice saja).
c. Rincian atas Uang Muka pembelian persediaan per 31 Desember 2024 dengan mengisi
tabel berikut:
No. Tanggal Nomor Nilai Uang Jenis Status Keterangan
Pembayaran Perjanjian Muka Barang/ Realisasi (Estimasi
Uang Muka Material Pengiriman/Alasan
Belum Terealisasi)
1.
2.
..
Total
www.idx.co.id
Page 8
Jawaban: Terlampir rincian uang muka persediaan per 31 Desember 2024 (No Perjanjian
tidak ada karena Perseroan baru menerima Performa Invoice saja).
11. Sehubungan dengan CALK nomor 11 Aset Tetap, agar dapat dijelaskan latar belakang
penurunan signifikan dan detil terkait penambahan kendaraan bermotor Perseroan per 30
Juni 2025 dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban: Perolehan aset tetap sebesar Rp 42.218.824,- yang dimana merupakan penambahan
aset peralatan inventaris kantor. Sehubungan dengan penurunan aset tetap dibanding periode
sebelumnya disebabkan Perseroan belum membutuhkan penambahan aset tetap untuk
menunjang operasional Perseroan dan menjaga efesiensi Perseroan.
12. Sehubungan dengan CALK nomor 12 Aset Hak Guna - Lanjutan, agar dapat dijelaskan latar
belakang penurunan signifikan dan detil terkait penambahan bangunan Perseroan per 30 Juni
2025 dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban: Sewa atas gedung tidak perlu dilakukan penambahan dikarenakan sewa masih
berlaku dan tidak ada kebutuhan operasional yang mendesak sehingga efesiensi pengeluaran
kas Perseroan tetap terjaga.
www.idx.co.id
Page 9
13. Sehubungan dengan CALK 13 Utang Bank Jangka Pendek, agar dapat dijelaskan:
a. Informasi utang bank jangka pendek Perseroan dengan melengkapi tabel berikut ini:
Jenis Saldo Plafon Suku Tenor Jatuh Jaminan
Fasilitas Terhutang Per Pinjaman Bunga Per Tempo
30 Juni 2025 Annum
1.
2.
..
Total
www.idx.co.id
Page 10
Jawaban:
Saldo Suku
Jenis Fasilitas Terhutang Per 30 Plafon Pinjaman Bunga Per Tenor Jatuh Tempo Jaminan
Juni 2025 Annum
KMK Revolver 19.100.000.000 28.000.000.000 9,75% p.a 30 September 29 September Piutang usaha pada 31
2024 sampai 2025 Desember 2021 sebesar Rp
dengan 29 11.475.790.166
September
2025 Persediaan pada 30
(1tahun) September 2021 sebesar Rp
10.922.024.271
Sertifikat Hak Guna
Bangunan (SHGB) Nomor
5325/Mangga Dua Selatan
yang terletak di komplek
ruko 133-135 Blok C No. 15,
Jakarta Pusat
Sertifikat Hak Guna
Bangunan (SHGB) Nomor
5330/Mangga Dua Selatan
yang terletak di komplek
ruko 133-135 Blok C No. 15,
Jakarta Pusat
Sertifikat Hak Milik (SHM)
Nomor 02276/Kelapa Indah
yang terletak di Tangerang
Sertifikat Hak Milik (SHM)
Nomor 1754/Cipete yang
terletak di Tangerang
Sertifikat Hak Guna
Bangunan (SHGB) Nomor
3410/Jurumudi Baru yang
terletak di Tangerang
Sertifikat Hak Guna
Bangunan (SHGB) Nomor
3656/Jurumudi Baru yang
terletak di Tangerang
Sertifikat Hak Milik (SHM)
atas Satuan Rumah Susun
Nomor 404/Kramat Pela
yang terletak di Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan
Sertifikat Hak Milik (SHM)
atas Satuan Rumah Susun
Nomor 405/Kramat Pela
yang terletak di Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan
Kredit Lokal 1.424.368.361 2.050.000.000 8,75% p.a 18 Juli 2024 22 Juni 2025 -
(Rekening sampai
Koran) dengan 22
Juni 2025
www.idx.co.id
Page 11
b. Saldo terhutang Perseroan saat ini.
Jawaban: Saldo terhutang Perseroan per 30 Juni 2025 adalah Rp 20.524.368.361,-
c. Sumber pembiayaan Perseroan pelunasan utang bank jangka pendek Perseroan.
Jawaban: Untuk memenuhi kewajiban atas utang bank jangka pendek, Perseroan
mengandalkan beberapa sumber pembiayaan yang telah direncanakan dan dikelola secara
hati-hati guna menjaga kelancaran arus kas dan stabilitas keuangan. Adapun sumber
pembiayaan utama meliputi:
1. Kas dan Setara Kas yang Tersedia
Perseroan memanfaatkan saldo kas dan setara kas internal sebagai sumber utama
pelunasan, khususnya yang berasal dari:
Penerimaan hasil penjualan
Pendapatan operasional rutin
Pengembalian piutang usaha dari pelanggan
2. Arus Kas Operasional Positif
Pelunasan sebagian utang jangka pendek didanai dari arus kas masuk operasional,
yang tetap sehat dan stabil selama periode berjalan.
Efisiensi biaya dan peningkatan margin turut mendukung ketersediaan dana internal.
d. Dampak apabila Perseroan tidak dapat melunasi utang bank tersebut dan mitigasi
yang dilakukan oleh Perseroan.
Jawaban: Apabila Perseroan tidak dapat melunasi kewajiban utang bank jangka pendek
tepat waktu, maka dapat timbul sejumlah dampak negatif terhadap kondisi keuangan dan
operasional perusahaan, antara lain:
1. Peningkatan Beban Keuangan
o Timbulnya denda, bunga keterlambatan, atau penalti dari pihak bank.
o Potensi penurunan skor kredit perusahaan yang mempersulit akses pembiayaan di
masa mendatang.
2. Risiko Hukum dan Penagihan
o Bank dapat mengambil langkah hukum atau menggunakan hak jaminan (apabila
pinjaman dijamin dengan aset tertentu).
o Reputasi Perseroan dapat terdampak di mata kreditur dan mitra usaha.
3. Gangguan Arus Kas dan Operasional
o Likuiditas terganggu karena dana teralokasi untuk membayar utang atau
menanggulangi konsekuensi gagal bayar.
o Potensi tertundanya kegiatan operasional dan investasi strategis.
4. Risiko Going Concern
o Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu kekhawatiran atas
kemampuan Perseroan untuk melanjutkan kelangsungan usaha (going concern
risk).
www.idx.co.id
Page 12
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Perseroan telah dan akan terus mengambil langkah-
langkah mitigasi sebagai berikut:
1. Penyusunan dan Monitoring Proyeksi Arus Kas
o Menyusun proyeksi arus kas secara konservatif untuk memastikan ketersediaan
dana pada saat jatuh tempo.
o Melakukan monitoring ketat terhadap penerimaan dan pengeluaran kas secara
berkala.
2. Negosiasi Ulang dengan Pihak Bank
o Melakukan komunikasi aktif dengan pihak bank untuk:
Perpanjangan tenor (rollover)
Restrukturisasi pembayaran
Konversi utang jangka pendek menjadi jangka panjang jika diperlukan
3. Refinancing dan Diversifikasi Sumber Dana
o Mencari alternatif pendanaan baru baik dari lembaga keuangan lain, pasar modal,
maupun entitas afiliasi.
o Menjaga hubungan baik dengan beberapa bank agar tidak bergantung pada satu
sumber pinjaman.
4. Optimalisasi Piutang dan Persediaan
o Mempercepat penagihan piutang usaha dan pengelolaan persediaan yang efisien
untuk meningkatkan kas masuk.
5. Penundaan atau Rasionalisasi Belanja Modal (Capex)
o Menunda sementara investasi yang tidak mendesak demi menjaga likuiditas.
6. Dukungan dari Pemegang Saham (Jika Dibutuhkan)
o Menyiapkan rencana kontinjensi berupa suntikan modal kerja atau pinjaman dari
pemegang saham/afiliasi.
14. Sehubungan dengan CALK nomor 14, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan utang usaha Perseroan terhadap:
i. PT Mitra Pack Tbk
ii. CV Caleji Machinery
iii. CV Multipack Plastindo
iv. PT Welgro Utama
v. PT Sahabat Jaya Bersama
vi. PT Sentra Aneka Tama
Jawaban: Latar belakang peningkatan usaha Perseroan terhadap pihak diatas untuk sewa
mesin, pembelian consumable dan sparepart serta material lain untuk membuat bracket mesin.
i. PT Mitra Pack Tbk : sewa mesin dan pembelian consumable & sparepart.
ii. CV Caleji Machinery : pembelian material bracket mesin.
iii. CV Multipack Plastindo : pembelian consumable (plastik Optima).
iv. PT Welgro Utama : pembelian kardus untuk kemasan produk plastik yang dibagging
oleh entitas anak Perseroan (PT Global Putra Kusuma).
v. PT Sahabat Jaya Bersama: pembelian sparepart untuk mesin encorder.
vi. PT Sentra Aneka Tama : pembelian belt conveyor.
www.idx.co.id
Page 13
b. Agar dapat dijelaskan hubungan afiliasi Perseroan terhadap pihak-pihak dalam akun
pihak ketiga ini.
Jawaban: Semua hutang usaha ini termasuk hutang usaha kepada pihak ketiga, termasuk
PT Mitra Pack, Tbk.
c. Agar dapat dijelaskan latar belakang PT Mitra Pack dianggap sebagai pihak ketiga.
Jawaban: Untuk akun Utang usaha pada report terdapat kesalahan klasifikasi yang dimana
utang usaha ke PT Mitra Pack Tbk merupakan utang pihak berelasi.
d. Pada tabel analisa umur piutang usaha, agar dapat dilengkapi tabel realisasi pelunasan
utang usaha berikut ini:
Jawaban:
Keterangan Jumlah Realisasi Outstanding % Realisasi
per 30 Juni 2025
Belum jatuh tempo
Lewat jatuh tempo
1-30 hari
Keterangan Jumlah Realisasi Outstanding % Realisasi
per 30 Juni 2025
31-60 hari
61-90 hari
Lebih dari 90 hari
Total
Jawaban: Terlampir tabel realisasi pelunasan utang usaha
www.idx.co.id
Page 14
15. Sehubungan dengan CALK nomor 15 Uang Muka Penjualan, agar dapat dijelaskan latar
belakang penurunan signifikan dan detil akun lain-lain per 30 Juni 2025 dibandingkan 31
Desember 2024.
Jawaban: Dikarenakan adanya pengakuan pendapatan atas uang muka penjualan 2024 di
2025 sebesar Rp2.348.495.091,-
16. Sehubungan dengan CALK nomor 16 Biaya yang Masih Harus Dibayar, agar dapat
dijelaskan:
a. Latar belakang tidak terdapat perubahan jasa profesional per 30 Juni 2025
dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban: Tidak adanya perubahan saldo akun jasa profesional per 30 Juni 2025
mencerminkan bahwa:
Tidak terdapat transaksi baru yang menambah nilai akrual,
Pembayaran belum dilakukan, dan
Estimasi biaya tetap, sesuai kontrak atau pelaksanaan jasa yang masih berlangsung.
Penyajian saldo tersebut telah sesuai dengan prinsip akuntansi akrual, di mana beban diakui
saat terjadinya jasa, meskipun belum dibayarkan, dan akan disesuaikan kembali pada saat
faktur diterima atau pembayaran dilakukan.
b. Latar belakang tidak terdapat perubahan dan detil lain-lain per 30 Juni 2025
dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban: Saldo akun “lain-lain” dalam biaya yang masih harus dibayar tidak mengalami
perubahan per 30 Juni 2025 karena:
Tidak terdapat penambahan aktivitas yang relevan,
Saldo berasal dari estimasi periode sebelumnya yang belum direalisasi,
Nilainya tidak signifikan serta belum terdapat dokumen penagihan yang memicu koreksi
atau penyesuaian.
17. Sehubungan dengan CALK nomor 23 Pendapatan, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan tidak memiliki persediaan consumabel namun memiliki
segmen pendapatan tersebut serta latar belakang peningkatan akun tersebut per 30 Juni
2025 dibandingkan 30 Juni 2024.
Jawaban: Perseroan memiliki persediaan plastik sebesar Rp 16,52 miliar per 30 Juni 2025
dimana plastik tersebut terdiri atas plastik Sealed Air, food packaging, blister, serta tinta (ink)
yang dijual melalui entitas anak Perseroan (PT Global Putra Kusuma), sehingga Perseroan
menggunakan mapping “consumble” di akun Pendapatan dan mapping “plastik” pada akun
Persediaan.
b. Latar belakang penurunan dan detil lain-lain per 30 Juni 2025 dibandingkan 30 Juni 2024
serta kriteria Perseroan dalam mengelompokkan akun ini sebagai akun lain-lain.
Jawaban: Latar belakang penurunan dan detail lain-lain per 30 Juni 2025 dibandingkan
dengan 30 Juni 2024 adalah berkurangnya pesanan dari pelanggan. Kriteria dalam
mengelompokkan akun ini adalah jenis barang yang dijual adalah non plastik dan non tinta
(ink) seperti absorbent pad, Maxima pad (dry lock), amplop dan lainnya.
www.idx.co.id
Page 15
18. Sehubungan dengan CALK nomor 25 Beban Usaha, agar dapat dijelaskan latar belakang
penurunan dan detil lain-lain per 30 Juni 2025 dibandingkan 30 Juni 2024 dan kriteria
Perseroan dalam mengelompokkan akun ini sebagai akun lain-lain.
Jawaban: Penurunan beban usaha per 30 Juni 2025 dibandingkan 30 Juni 2024 terutama
disebabkan oleh turunnya beberapa pos biaya seperti beban promosi dan iklan, beban
transportasi, serta beban lainnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh efisiensi biaya dan
berkurangnya aktivitas promosi/marketing dibandingkan periode sebelumnya.
Akun "lain-lain" dalam beban usaha mencakup pos-pos biaya yang jumlahnya tidak material
atau tidak memiliki sifat yang sama dengan kategori utama. Kriteria pengelompokan oleh
Perseroan adalah ketika nilai suatu beban relatif kecil terhadap total beban usaha dan sifatnya
insidental atau tidak berulang secara signifikan, sehingga digabung sebagai "lain-lain" untuk
penyajian yang ringkas.
19. Sehubungan dengan CALK nomor 26 Beban Umum dan Administrasi, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan per 30 Juni 2025 dibandingkan 30 Juni 2024 untuk:
i. Gaji dan tunjangan mengingat penambahan karyawan Perseroan hanya sebanyak 1
orang.
ii. Biaya sharing cost
iii. Sewa
iv. Perjalanan dinas
v. Utilitas
Jawaban: Latar belakang peningkatan per 30 Juni 2025 dibandingkan dengan periode 30
Juni 2024 antara lain:
i. Gaji dan tunjangan
Meski penambahan karyawan hanya 1 orang, peningkatan disebabkan oleh
penyesuaian gaji tahunan (pada bulan Februari 2025), kenaikan tunjangan dan
insentif yang dibayarkan pada periode berjalan.
ii. Biaya sharing cost
Kenaikan berasal dari penyesuaian tarif pembebanan oleh entitas induk, yang
mencerminkan biaya bersama, dan pembebanan cost sharing ini diambil dari 4%
sales Perseroan.
iii. Sewa
Peningkatan terkait sewa mesin.
iv. Perjalanan dinas
Naik akibat peningkatan frekuensi perjalanan untuk kegiatan operasional, rapat, atau
koordinasi project yang lebih intens dibandingkan tahun sebelumnya.
v. Utilitas
Kenaikan disebabkan oleh peningkatan tarif listrik/air/telekomunikasi serta
konsumsi yang lebih tinggi karena aktivitas operasional yang meningkat.
www.idx.co.id
Page 16
b. Latar belakang peningkatan dan detil lain-lain per 30 Juni 2025 dibandingkan 30 Juni
2024.
Jawaban: Berdasarkan CALK nomor 26, akun "lain-lain" dalam Beban Umum dan
Administrasi per 30 Juni 2025 meningkat dibandingkan 30 Juni 2024 karena:
Adanya beberapa pengeluaran insidental di 2025 yang tidak terjadi pada 2024, seperti
biaya perizinan, jasa profesional, atau pengeluaran terkait kegiatan korporasi pasca-
IPO.
Kenaikan harga barang untuk pos-pos kecil seperti perlengkapan kantor,
dokumentasi, dan pemeliharaan ringan.
Tidak adanya pengelompokan ke akun utama karena sifat pengeluaran yang beragam
dan nilainya relatif kecil terhadap total beban, sehingga Perseroan
mengklasifikasikannya sebagai "lain-lain" sesuai kebijakan akuntansi yang berlaku.
Demikian tanggapan dari Kami dan atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
PT Master Print Tbk
Ardi Kusuma
Direktur Utama
Tembusan:
1. Yth. Kepala Departemen Direktorat Penilaian Emiten dan Perusahaan Publik, Otoritas Jasa Keuangan
2. Yth. Kepala Departemen Direktorat Pengawasan Transaksi Efek, Otoritas Jasa Keuangan
3. Yth. Kepala Departemen Direktorat Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan
4. Yth. Kepala Departemen Direktorat Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan
www.idx.co.id
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Up. Bapak Adi Pratomo
p.1
unresolved
person
Adi Pratomo Aryanto Kepala Divisi Penilai
p.1
unresolved
org
PT Indonesia Farma
p.3
unresolved
org
PT Welgro Utama
p.12 ×2
unresolved
org
PT Sahabat Jaya Bersama
p.12 ×2
unresolved
org
PT Sentra Aneka Tama Jawaban
p.12
unresolved
org
PT Sentra Aneka Tama
p.12
unresolved
org
Departemen Direktorat Penilaian Emiten dan Perusahaan Publik
p.16
unresolved
org
Departemen Direktorat Pengawasan Transaksi Efek
p.16
unresolved
org
Departemen Direktorat Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik
p.16 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.