Back to announcement
20250730_MICE_Laporan Informasi dan Fakta Material_31928640_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted MICESource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1 OCR 0.921
"N. MULTI INDOCITRA Jakarta, 30 Juli 2025 No. 7/MIC/CORPSEC/VII/2025 Kepada Yth, Direksi PT Bursa Efek Indonesia Jakarta Stock Exchange Building Tower | Jl. Jend. Sudirman Kav. 51-53 Jakarta 12190 Up : Divisi Pencatatan Sektor Jasa Hal : Penjelasan Perubahan lebih dari 2096 pada Total Aset dan atau Total Liabilitas dalam Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak DiAudit) per 30 Juni 2025 bila dibandingkan dengan aporan Keuangan Konsolidasian Auditan per esember 2024 Dengan hormat, Sesuai dengan Lampiran Keputusan No. KEP-306/BEJ/07-2004, Peraturan Nomor I-E Bursa tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, butir III.I.4 yang berbunyi terdapat perubahan lebih »- 2046 dimana terjadi kenaikan (penurunan) yang signifikan di Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perusahaan (Aset dan Liabilitas) per 30 Juni 2025 (Non-Audited) bila dibandingkan dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perusahaan per 31 Desember 2024 (Audited) adalah sebagai berikut: Berikut dibawah ini merupakan penjelasan atas kenaikan (penurunan) yang signifikan tersebut antara lain: # Kas dan bank per 30 Juni 2025 sebesar Rp52,547 miliar mengalami penurunan sebesar Rp28,078 miliar (34,8396) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp80,625 miliar, dikarenakan lebih tingginya pembayaran kepada pemasok barang dagangan, pembayaran beban operasional dan lainnya, pembayaran beban bunga dan peningkatan penambahan aset tetap serta pembayaran utang pembiayaan konsumen pada Semester 1 (S1) tahun 2025 dibandingkan S1 tahun 2024. # Piutang lain-lain per 30 Juni 2025 sebesar Rp38,755 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp16,073 miliar bosen) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp22,682 miliar dikarenakan sampai dengan tanggal 30 Juni 2025, Perusahaan belum menerima pelunasan sebagian besar dari PT Gloria Origita Cosmetics, PT You Indonesia, PT Hasta Prima Industri, PT Mattel Trading Indonesia dan PT Unitama Sari Mas masing-masing sebesar Rp7,415 miliar, Rp0,670 miliar, Rp4,662 miliar, Rp7,264 miliar dan Rp0,149 miliar atas transaksi klaim support biaya activity promotion (pendapatan lain-lain) sampai dengan posisi 30 Juni 2025 dan juga adanya transaksi penagihan dana promotion distributor dan Gi Si luar usaha yang belum diterima oleh Perusahaan sampai dengan per 30 Juni 2025 sebesar Rp1,823 miliar. # Uang muka per 30 Juni 2025 sebesar Rp6,224 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp1,816 miliar (41,209) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp4,408 miliar dikarenakan lebih meningkatnya Peng Unal uang muka pembelian aset tetap, uang muka keperluan license dinamics system dan persediaan dari supplier untuk kebutuhan produksi di entitas anak serta uang muka keperluan operasional lainnya seperti uang muka perjalanan dinas, aktivitas program dan event marketing, uang muka promotion activity dan operasional lainnya yang dikeluarkan oleh Perusahaan di periode Kuartal 2 (A2) tahun 2025 dibandingkan dengan 04 tahun 2024. an PT MULTI INI ITRA Tbk. Green Central City, Commercial Area 6" FI. Jl. Gajah Mada No. 188, Jakarta 11120 Indonesia P. 162 (21) 2036 s808 F. 162 (21) 2936 6191/ 92/93
Page 2 OCR 0.926
"NN MULTI INDOCITRA # Pajak dibayar dimuka per 30 Juni 2025 sebesar Rp7,962 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp6,553 miliar (464,8996) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp1,409 miliar dikarenakan terdapatnya saldo Pajak Penghasilan Pasal 22 atas pembelian import, Pajak Penghasilan Pasal 23 dan Pajak perehasilan Pasal 25 yang belum waktunya dikreditkan di A2 tahun 2025 bila dibandingkan dengan saldo Pajak Penghasilan Pasal 22, Pajak Penghasilan Pasal 23 dan Pajak Penghasilan Pasal 25 selama tahun 2024 yang telah dikreditkan oleh Perusahaan untuk menghitung Pajak Badan tahun Fiskal 2024 di akhir tahun 2024 lalu. # Biaya dibayar dimuka per 30 Juni 2025 sebesar Rp3,040 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp1,627 miliar (115,1796) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp1,413 miliar dikarenakan adanya pembayaran premi untuk perpanjangan polis Arena yang dibukukan sebagai asuransi dibayar dimuka dan perpanjangan sewa yang dibukukan sebagai sewa dibayar dimuka pada Kuartal 2 (O2) tahun 2025. # Taksiran tagihan pajak per 30 Juni 2025 sebesar nihil mengalami penurunan sebesar Rp3,866 miliar (100,0096) bila dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp3,866 miliar, merupakan saldo Pajak penenasian pasal 28A tahun 2023 pada PT Sinergi Multi Distrindo (SMD / entitas anak Perusahaan), dimana SMD telah menerima restitusi lebih bayar sebesar Rp3,132 miliar tersebut pada bulan Mei 2025 dan juga mencatat biaya pajak sebesar Rp0,734 miliar atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKP KB) pada bulan April 2025. # Utang usaha (pihak berelasi « pihak ketiga) per 30 Juni 2025 sebesar Rp92,732 miliar mengalami penurunan sebesar Rp29,278 miliar (24,0096) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp122,010 miliar, sebagian besar merupakan saldo utang usaha kepada pihak berelasi per 30 Juni 2025 kepada PT Ban Indonesia sebesar Rp35,269 miliar dimana mengalami penurunan dibandingkan saldo utang usaha kepada PT Pigeon Indonesia per 31 Desember 2024 sebesar Rp37,882 miliar serta terdapat juga saldo utang usaha kepada pihak ketiga per 30 Juni 2025 terutama sebagian besar kepada PT Mattel Trading Indonesia dan PT You Indonesia masing-masing sebesar Rp26,031 miliar dan Rp1,979 miliar dimana mengalami penurunan Misa angg saldo utang usaha kepada PT Mattel Trading Indonesia dan PT You Indonesia per 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp42,649 miliar dan Rp3,348 miliar (dimana saldo utang ini akan dibayarkan/dilunasi oleh Perusahaan pada periode A3 tahun 2025 sesuai tanggal jatuh temponya). # Utang pajak per 30 Juni 2025 sebesar Bp22 200 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp14,781 miliar (1e3 ag) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp9,025 miliar terutama dikarenakan Perusahaan akan melakukan pembayaran utang pajak PPh 29 atas tahun buku 2024 di periode April 2025 dan Perusahaan dan Entitas Anak juga melakukan accrue atas pajak kini (current tax) selama periode Januari-Juni 2025 sejumlah Rp15,336 miliar serta masih terdapat saldo Pajak Pertambahan Nilai (PPN) — Keluaran yang belum dikreditkan dengan PPN — Masukan sampai dengan posisi per 30 Juni 2025 dan lebih tingginya saldo utang pajak Pajak Penghasilan Pasal 21, utang pajak Pajak Penghasilan Pasal 23/26 dan utang pajak Pajak Penghasilan Pasal 4 leh per 30 Juni 2025 dibanding 31 Desember 2024. # Utang lain-lain (pihak berelasi # pihak Kia) per 30 Juni 2025 sebesar Rp5,014 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp1,031 miliar (25,894) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp3,983 miliar, hal ini dikarenakan meningkatnya utang kepada pihak berelasi - Pigeon Corporation atas transaksi tagihan royalti per 30 Juni 2025 sebesar Rp3,063 miliar dibandingkan dengan utang per 31 Desember 2024 sebesar Rp2,324 miliar dan juga adanya peningkatan utang kepada vendor-vendor pihak ketiga atas transaksi operasional Perusahaan sampai dengan tanggal 30 Juni 2025. # Uang muka pelanggan per 30 Juni 2025 sebesar Rp1,006 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp0,272 miliar (37,084) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp0,734 miliar dikarenakan lebih tingginya penerimaan uang muka dari pelanggan per 30 Juni 2025 dibandingkan per 31 Desember 2024. # Utang bank jangka panjang (bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun # bagian setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu SN per 30 Juni 2025 sebesar Rp15,709 miliar mengalami penurunan sebesar Rp4,936 miliar (23,9196) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp20,645 miliar dikarenakan Perusahaan melakukan pembayaran angsuran pokok fasilitas kredit angsuran berjangka 2 dan angsuran pokok fasilitas kredit angsuran berjangka 3 kepada PT Bank Danamon Indonesia Tbk selama periode Januari - Juni 2025 dan juga tidak ada penambahan utang bank jangka panjang sampai dengan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025. “adi PT MULTI moo€iTaA Tbk. Green Central City, Commercial Area 6'" FI. Jl. Gajah Mada No. 188, Jakarta 11120 Indonesia P. 462 (21) 2936 8888 F. 462 (21) 2936 6191/ 92/93
Page 3 OCR 0.883
#"N MULTI INDOCITRA # Liabilitas sewa (bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 4 bagian setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu sanun) pel 30 Juni 2025 sebesar Rp0,534 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp0,534 miliar (100,0096) dibandingkan saldo per 31 Desember 2024 sebesar nihil dikarenakan Ker dapatnya pencatatan utang/liabilitas sewa atas perpanjangan masa sewa showroom pada periode A2 tahun 2025. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan dan atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. Hormat Kami, Ali Arifin Corporate Secretary PT MULTI INDOCITRA Tbk. Green Central City, Commercial Area 6" FI Jl. Gajah Mada No. 188, Jakarta 11120 Indonesia P. 162 (21) 2036 8888 F. 162 (21) 2936 6191/ 92/93
Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Jakarta Stock Exchange Building
p.1
unresolved
org
PT Gloria Origita Cosmetics
p.1
unresolved
org
PT Hasta Prima Industri
p.1
unresolved
org
PT Mattel Trading Indonesia
p.1 ×3
unresolved
org
PT Unitama Sari Mas
p.1
unresolved
org
MULTI INI ITRA Tbk.
p.1 ×2
unresolved
org
PT Sinergi Multi Distrindo
p.2
unresolved
org
PT Ban Indonesia
p.2
unresolved
org
PT Pigeon Indonesia
p.2
unresolved
org
Pigeon Corporation
p.2
unresolved
org
PT MULTI
p.2
unresolved
person
Ali Arifin
· Corporate Secretary
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.