Back to announcement
1. PT PUDP Tbk Konsol Juni 2025.xlsx update.pdf
Financial statement Text extracted PUDPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 42
Page 1
PT. PUDJIADI PRESTIGE "Tbk"
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2025 (Tidak diaudit) dan
31 Desember 2024 (Diaudit)
dan yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
Page 2
Page 3
DAFTAR ISI
Halaman
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PUDJIADI PRESTIGE, Tbk.
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Tanggal 30 Juni 2025 ( Tidak Diaudit), 30 Juni
1-3
2024 ( Diaudit)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain untuk Periode yang Berakhir Pada 4
Tanggal-Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 ( Tidak Diaudit )
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian untuk Periode yang berakhir pada 30 Juni 2025 5
dan 2024 (Tidak Diaudit)
Laporan Arus Kas Konsolidasian untuk Periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni
2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) 6
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 7 - 39
Page 4
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 30 Juni 2025 31 Desember 2024
Tidak Diaudit Diaudit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2i,4 6.190.968.302 5.657.035.899
Surat Berharga 5 63.437.641.220 64.332.371.258
Piutang Usaha-pihak ketiga
(Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai pada
tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 sebesar
Rp 745.934.478) 6 363.370.473 1.065.520.244
Piutang Lain - lain 7 16.365.972.478 12.304.153.112
Persediaan 8 168.827.470.647 168.361.254.568
Uang Muka dan Biaya
Dibayar Dimuka 9 1.734.129.199 1.724.173.452
Pajak Dibayar Dimuka 16a 245.784.457 495.577.979
Jumlah Aset Lancar 257.165.336.776 253.940.086.512
7 - 41
ASET TIDAK LANCAR
Tanah Yang Belum Dikembangkan 10 30.617.592.899 30.617.592.899
Investasi pada entitas asosiasi 11 95.272.375.075 96.223.940.484
Aset Tetap
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan pada
tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, masing-
masing sebesar Rp 137.119.351.007 dan Rp 135.891.119.548) 12 90.624.741.386 88.550.895.775
Properti Investasi 13 14.684.202.474 14.587.600.740
Piutang Pihak Berelasi 14 28.530.985.938 34.279.723.016
Aset Pajak Tangguhan 6.865.073.456 6.865.073.456
Aset Lain-lain 15 4.181.956.092 4.181.956.092
Jumlah Aset Tidak Lancar 270.776.927.320 275.306.782.462
JUMLAH ASET 527.942.264.096 529.246.868.974
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 telah
diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua Hal Yang
Material sesuai dengan laporan No. 00126/3.0266/AU.1/03/0945-2/1/III/2025 tanggal 26 Maret 2025. Sedangkan Laporan
Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 5
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 30 Juni 2025 31 Desember 2024
Tidak Diaudit Diaudit
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Pajak 16b 1.238.002.755 1.831.264.543
Utang Usaha-pihak ketiga 17 1.896.051.435 1.363.538.160
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 18 2.713.117.425 2.706.234.513
Uang Muka Penjualan 19 814.656.740 97.376.000
Penyisihan Penggantian Perabotan -
dan Peralatan Hotel 20 162.331.742 160.092.249
Pendapatan Diterima Dimuka 21 3.324.244.080 3.028.998.770
Uang Jaminan 22 1.393.078.461 1.277.567.551
Utang Lain - lain 23 821.002.267 502.441.753
Utang Bank
Bagian Jangka Pendek Atas Jangka Panjang 24 2.814.826.029 3.271.148.622
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 15.177.310.934 14.238.662.161
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Bank
Setelah Dikurangi Bagian Liabilitas Jangka Pendek 24 1.253.204.127 1.253.204.127
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 25 2.783.784.141 4.188.624.668
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.036.988.268 5.441.828.795
JUMLAH LIABILITAS 19.214.299.202 19.680.490.956
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 telah
diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua Hal Yang
Material sesuai dengan laporan No. 00126/3.0266/AU.1/03/0945-2/1/III/2025 tanggal 26 Maret 2025. Sedangkan Laporan
Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 6
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 30 Juni 2025 31 Desember 2024
Tidak Diaudit Diaudit
EKUITAS
Modal Saham
Modal dasar sebesar 1.120.000.000 saham dengan
nilai nominal Rp 250 per saham; Modal ditempatkan dan
Disetor penuh 659.912.000 saham
pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 26 164.780.000.000 164.780.000.000
Tambahan Modal Disetor 27 (37.593.011.275) (37.593.011.275)
Komponen Ekuitas Lain 352.173.814 352.173.814
Saldo Laba :
Telah Ditentukan Penggunaannya 14.655.238.596 14.655.238.596
Belum Ditentukan Penggunaannya 366.422.930.576 367.261.343.700
Jumlah yang dapat di atribusikan
kepada pemilik entitas induk 508.617.331.711 509.455.744.835
Kepentingan non pengendali 37 110.633.183 110.633.183
JUMLAH EKUITAS 508.727.964.894 509.566.378.018
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS 527.942.264.096 529.246.868.974
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 telah
diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua Hal Yang
Material sesuai dengan laporan No. 00126/3.0266/AU.1/03/0945-2/1/III/2025 tanggal 26 Maret 2025. Sedangkan Laporan
Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 30 Juni 2025 30 Juni 2024
Tidak Diaudit Tidak Diaudit
Penjualan dan Pendapatan 28 17.764.700.006 19.223.629.728
Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung 29 (7.062.499.909) (7.022.624.116)
LABA KOTOR 10.702.200.097 12.201.005.612
Beban Usaha:
Beban Penjualan 30 (716.761.070) (1.004.194.213)
Beban Umum dan Administrasi 31 (17.659.952.816) (16.045.578.327)
Beban Penyusutan 31 (1.228.231.459) (1.613.000.685)
Jumlah (19.604.945.345) (18.662.773.225)
LABA ( RUGI ) OPERASI (8.902.745.248) (6.461.767.613)
Beban Keuangan 32 (247.925.558) (204.892.527)
Bagian Laba ( Rugi ) Entitas Asosiasi 33 3.479.683.904 1.095.004.843
Pendapatan (Beban) Lain - bersih 34 5.349.796.506 4.113.438.614
LABA ( RUGI ) BERSIH SEBELUM PAJAK (321.190.396) (1.458.216.683)
Pajak Penghasilan (517.222.728) (544.961.900)
LABA ( RUGI ) BERSIH TAHUN BERJALAN (838.413.124) -
(2.003.178.583)
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain - -
LABA ( RUGI ) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (838.413.124) (2.003.178.583)
Laba ( Rugi ) bersih tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (838.413.124) (2.003.178.583)
Kepentingan non pengendali - -
Jumlah (838.413.124) (2.003.178.583)
Laba ( Rugi ) komprehensif tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (838.413.124) (2.003.178.583)
Kepentingan non pengendali - -
Jumlah (838.413.124) (2.003.178.583)
Laba ( Rugi ) per saham dasar
Jumlah lembar saham 659.120.000 329.560.000
Laba ( Rugi ) Bersih 35 (1,2720) (6,0783)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 8
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Kepada pemilik entitas induk
Keuntungan Saldo laba
Tambahan (kerugian) Telah ditentukan Belum ditentukan Kepentingan
Modal saham modal disetor aktuaria penggunaannya penggunaannya Jumlah non pengendali Jumlah ekuitas
Saldo 1 Januari 2024 164.780.000.000 (37.593.011.275) 665.384.013 14.650.238.596 374.012.982.382 516.515.593.716 109.783.621 516.625.377.337
Penambahan / penyisihan
dana cadangan - - - 5.000.000 (5.000.000) - -
Dividen - - - (3.295.600.000) (3.295.600.000) - (3.295.600.000)
Laba bersih tahun berjalan - - - - (2.003.178.583) (2.003.178.583) (2.003.178.583)
Saldo 30 Juni 2024 164.780.000.000 (37.593.011.275) 665.384.013 14.655.238.596 368.709.203.799 511.216.815.133 109.783.621 511.326.598.754
Saldo 31 Desember 2024 164.780.000.000 (37.593.011.275) 352.173.814 14.655.238.596 367.261.343.700 509.455.744.835 110.633.183 509.566.378.018
Laba bersih tahun berjalan - - - - (838.413.124) (838.413.124) - (838.413.124)
Saldo 30 Juni 2025 164.780.000.000 (37.593.011.275) 352.173.814 14.655.238.596 366.422.930.576 508.617.331.711 110.633.183 508.727.964.894
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Tidak Diaudit Tidak Diaudit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 17.949.375.827 20.056.562.146
Pembayaran Kepada Pemasok dan Pihak Ketiga (12.805.741.644) (13.857.694.670)
Pembayaran Kepada Karyawan (11.309.903.399) (11.206.032.786)
Penerimaan Bunga 495.846.425 3.647.310.598
Pembayaran Beban Bunga (247.925.558) (204.892.527)
Pembayaran Pajak (2.768.213.127) (2.983.449.685)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Operasi (8.686.561.476) (4.548.196.924)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap (2.971.901.511) (971.492.631)
Penerimaan Dividen 319.999.313 -
Penjualan atas ORI FR 0089 1.957.000.000 1.201.330.800
Bunga Obiligasi 2.000.951.532 2.088.396.678
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Investasi 1.306.049.334 2.318.234.847
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Pinjaman Bank 2.622.030.060 8.854.395.348
Pembayaran Pinjaman Bank (456.322.593) (120.000.000)
Penerimaan Dari Pihak Berelasi 7.823.886.012 482.754.249
Pembayaran Ke Pihak Berelasi (2.075.148.934) (2.077.230.560)
Pembayaran Dividen - (3.274.493.630)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Pendanaan 7.914.444.545 3.865.425.407
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS 533.932.403 1.635.463.330
Kas dan Setara Kas
Awal Tahun 5.657.035.899 6.760.215.783
KAS DAN SETARA KAS 30 Juni 2025 dan 2024 6.190.968.302 8.395.679.113
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
Page 10
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Pudjiadi Prestige Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Miryam Magdalena Indriani Wiardi. SH. No. 21
tanggal 11 September 1980 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.Y.A.5/156/12
tanggal 26 Februari 1981. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami sebelas kali perubahan, dan telah diumumkan
diantaranya : Berita Negara Republik Indonesia No. 18538 tanggal 23 September 2008, Berita Negara Republik Indonesia No. 26,
tambahan nomor 8145/L tanggal 01 April 2014. Akta berita acara rapat umum pemegang saham no. 40 tanggal 31 Mei 2023 oleh
Notaris Christina Susanto, SH., M.Kn. Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No.AHU 01.09-0129982 tanggal 21 Juni 2023. Perubahan terakhir
dengan Akta salinan pernyataan keputusan rapat perubahan anggaran dasar No. 6 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat dihadapan
Notaris Christina Susanto, SH., M.Kn. Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Kemeterian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No.AHU- AH.01.03-0145835 tanggal 14 Juni 2024, .
Sesuai dengan Pasal 2 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang pembangunan
perumahan, perkantoran dan apartemen. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1981. Pada saat ini,
Perusahaan bergerak dalam bidang real estate, jasa konstruksi dan penyewaan ruangan/apartemen.
Perusahaan menyewakan Apartemen Jayakarta Plaza, Apartement Kemang, Apartement Prapanca di Jakarta dan Azalea Suites
di Cikarang.
Perusahaan melalui entitas anak, memiliki Hotel Marbella yang berlokasi di Anyer, Banten. Melalui entitas anak, Perusahaan juga
memiliki proyek real estat di Highland Park di Serang, Banten.
Perusahaan beralamat di Hotel Jayakarta Jakarta lantai 21, Jl. Hayam Wuruk No. 126, Jakarta. Website: pudjiadiprestige.co.id,
dan alamat e-mail: info@pudjiadiprestige.co.id.
PT Istana Kuta Ratu Prestige adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 40 tanggal 31 Mei 2023 yang dibuat
dihadapan Christina Susanto, SH.,M.Kn, mengenai susunan Komisaris dan direksi pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember
2024 sebagai berikut:
30-Jun-25 31-Des-24
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama : Kosmian Pudjiadi, BSISE. MBA Kosmian Pudjiadi, BSISE. MBA
Komisaris : Ariyo Tejo Ariyo Tejo
Komisaris Independen : Octavianus Halim, MBA Octavianus Halim, MBA
Dewan Direksi :
Direktur Utama : Damian Pudjiadi, MBA Damian Pudjiadi, MBA
Direktur Independen : Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto
Komite Audit :
Ketua : Octavianus Halim, MBA Octavianus Halim, MBA
Anggota : Ardika May Fendra Ardika May Fendra
: Afika Nur Fadilah Fikri Yudistira Imansyah Warganegara
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 , Perusahaan dan entitas anak memiliki masing-masing sebanyak 208 orang
(tidak diaudit).
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Perusahaan telah melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat dan telah dinyatakan efektif melalui Surat Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) Nomor: S- 168/PM/1994 tanggal 28 September 1994. Saham yang ditawarkan
sejumlah 26.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Penjatahan saham dilakukan tanggal 7
Nopember 1994. Sampai saat ini, saham- saham Perusahaan masih tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
7
Page 11
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM - (lanjutan)
d. Struktur Grup
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, struktur Grup adalah sebagai berikut:
Persentase
kepemilikan
langsung dan Tahun
Jenis usaha tidak langsung Tahun operasi Jumlah aset
Entitas anak /Domisili 30 Juni'25 31 Des'24 penyertaan Komersial 30 Juni 2025 31 Desember 2024
PT Hotel Marbella Perhotelan / 99,14 99,14 1996 1997 79.705.730.460 76.686.320.226
Pengembang Banten
Internasional
PT Graha Puji Real Estat / 99,99 99,99 1998 2013 167.563.181.872 167.664.133.924
Propertindo Jakarta
PT Kotaserang Real Estat / 90,00 90,00 1995 1996 7.146.110.141 6.314.431.071
Baru Permai Jakarta
PT Ubud Bali Asri Real Estat / 99,99 99,99 2008 - 10.532.211.633 10.532.211.633
Jakarta
PT Graha Puji Bahana Real Estat / 99,96 99,96 1994 - 6.585.211.904 6.407.663.390
Jakarta
PT Jakarta Internasional Pengelolaan 99,90 99,90 2000 2001 30.072.851.450 28.523.995.848
Property Gedung /
PT Marbella Property1 Real Estat / 99,90 99,90 2004 - 254.488.900 254.488.900
Jakarta
PT Pudjiadi Gapura Real Estat / 64,70 64,70 1997 - 399.643.950 399.643.950
Vila Marbella2 Banten
1. PT Marbella Property dimiliki Perusahaan melalui PT Hotel Marbella Pengembang Internasional.
2. PT Pudjiadi Gapura Vila Marbella dimiliki Perusahaan melalui PT Graha Pudji Bahana.
e. Investasi pada Entitas Asosiasi
Persentase Kepemilikan
Langsung dan Tidak Langsung
Entitas Asosiasi Kegiatan Usaha Utama 30 Juni 2025 31 Des 2024
PT Konrat Marbella Pengembang 45,00 45,00
PT Pudjipapan Kreasindo Real Estat 37,89 37,89
PT Konrat Marbella Balikpapan Pengembang 30,00 30,00
PT Juwara Warga Hotel Corporation Perhotelan 27,50 27,50
Yayasan REI Sosial 3,00 3,00
PT Spinindo Mitra Daya Pengembang Kawasan 2,00 2,00
Pada tahun 2013, Perusahaan membeli 24.990 saham PT Graha Puji Propertindo dari PT Graha Pudji Bahana dengan harga beli
sebesar Rp 12.490.000 atas mendapatkan kepemilikan langsung sebesar 99,99% di PT Graha Puji Propertindo.
Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 27 Mei 2013 Notaris Weliana Salim, SH modal saham Perusahaan mengalami perubahan
menjadi 2.000 saham dengan nilai nominal Rp 5.000/saham sehingga kepemilikan PT Pudjiadi Prestige Tbk atas PT Graha Puji
Propertindo menjadi 1.999.990 lembar saham atau sebesar 99,9995% dengan nilai nominal Rp.999.995.000.
Berdasarkan akta No.5 yang dibuat dihadapan Notaris Santy Triana, SE, SH, Mkn pada tanggal 23 November 2022, modal saham
perusahaan pada PT Jakarta Internasional Properti mengalami perubahan menjadi Rp 30.000.000.000 atau 100% dengan
kepemilikan langsung dan tidak langsung.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFKAN
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, meliputi
pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan
Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten
atau Perusahaan Publik”.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun
berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan
keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
8
Page 12
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2025
dan 31 Desember 2024 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rupiah)
yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
Penerapan dari standar baru/revisi, yang relevan dengan operasi Perusahaan, yang telah diterbitkan dan efektif sejak tanggal 1
Januari 2024, Penerapan standar baru berikut ini tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup untuk
tahun keuangan saat ini atau sebelumnya, berikut ini perubahan yang tidak terdampak signifikan terhadap laporan keuangan
konsolidasian :
- Amendemen PSAK 201 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas diklasifikasikan sebagai jangka pendek atau
jangka panjang;
- Amendemen PSAK 201 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang pengungkapan kebijakan akuntansi;
- Amendemen PSAK 216 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
- Amendemen PSAK 208 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan” tentang definisi estimasi
akuntansi;
- Amendemen PSAK 212 “Pajak Penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang timbul dari transaksi
tunggal.
Efektif pada tanggal 1 Januari 2025 dan penerapan dini diperkenankan :
- Amendemen PSAK 201 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan;
- Amendemen PSAK 116 “Sewa” tentang sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan interim, Perseroan sedang mempertimbangkan implikasi dari penerapan standar
tersebut, terhadap laporan keuangan interim Perseroan.
c. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, adalah dasar akrual. Mata
uang pelaporan (penyajian) yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp)
yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis,
kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
d. Instrumen Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 239, Instrumen Keuangan, sehingga setelah pengakuan awal
aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui
laba rugi, dengan menggunakan dua dasar.
Grup menerapkan PSAK No. 239 (Amandemen 2020) “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 239 (Amandemen 2024)
“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK no. 239 (Amandemen 2024) “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan”.
PSAK 239 berisi persyaratan penyajian dari instrumen keuangan dan mengidentifikasikan informasi yang harus diungkapkan.
Persyaratan pengungkapan berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan,
liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan;
dan keadaan dimana aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus.
PSAK 239 mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat
kepastian arus kas masa datang suatu entitas yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan
untuk instrumen tersebut.
Aset Keuangan
PSAK 239 mengatur prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitias keuangan dan beberapa kontrak
pembelian atau penjualan item nonkeuangan. PSAK ini, antara lain, menyediakan definisi dan karakteristik derivatif, kategori
instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai.
PSAK 239 mensyaratkan pengungkapan signifikansi instrumen keuangan untuk posisi keuangan dan kinerja; beserta sifat dan
tingkat yang timbul dari resiko keuangan Perusahaan yang terekspos selama periode berjalan dan pada akhir periode pelaporan,
dan bagaimana entitas mengelola risiko mereka.
Pengakuan awal
Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 239 diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba
atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk
dijual. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan
dievaluasi kembali setiap akhir periode keuangan.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar. Dalam hal investasi tidak diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
9
Page 13
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh
peraturan dan kebiasan yang berlaku di pasar (pembelian secara reguler) diakui pada tanggal perdagangan, seperti tanggal
Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan Perusahaan mencakup kas dan setara kas, investasi jangka
pendek, piutang usaha, piutang lain- lain, aset lancar lain-lain dan aset tidak lancar lain-lain - uang jaminan.
Pengukuran Setelah Pengakuan awal
Perusahaan telah menetapkan bahwa seluruh aset keuangan dikategorikan sebagai pinjaman dan piutang. Pada tanggal 30 Juni
2025 dan 31 Desember 2024 , Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi,
aset keuangan tersedia untuk dijual dan investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan
tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan
metode tingkat bunga efektif. Laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman dan
piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.
Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 239 diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba atau rugi, utang dan pinjaman atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal utang dan pinjaman, termasuk biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitas keuangan Perusahaan mencakup utang jangka pendek, utang usaha
kepada pihak ketiga, utang lain- lain, biaya masih harus dibayar dan utang jangka panjang.
Perusahaan telah menetapkan bahwa seluruh liabilitas keuangan dikategorikan sebagai utang dan pinjaman. Pada tanggal 30 Juni
2025 dan 31 Desember 2024 , Perusahaan tidak mempunyai liabilitas keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau
rugi, atau derivatif yang dibentuk sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
Laba atau rugi harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya
serta melalui proses amortisasinya.
Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika,
dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset
keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi
harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak
diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi
penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar, referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara
substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya.
Penyesuaian Risiko Kredit
Perusahaan menyesuaikan harga di pasar yang lebih menguntungkan untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit pihak
yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset
keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi liabilitas keuangan, risiko kredit Perusahaan terkait dengan instrumen keuangan
tersebut ikut diperhitungkan.
Biaya Perolehan yang Diamortisasi Dari Instrumen Keuangan
Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai
dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan
mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif
bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan terlebih dahulu
menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara
individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
10
Page 14
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara
individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset
keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset
yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk
dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, total kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai
tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum
terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan
tersebut. Jika pinjaman atau piutang yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk
mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku.
Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan total kerugian yang terjadi
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang
diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan total kerugian yang terjadi
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang
diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan terlebih dahulu
menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara
individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis
atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Perusahaan. Jika, pada tahun
berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan
pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui
pada laba atau rugi.
Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan
Aset keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian
dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
berakhir; atau (2) Perusahaan memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau
menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga
melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a) Perusahaan secara substansial memindahkan seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Perusahaan secara substansial tidak memindahkan dan tidak
memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset
tersebut.
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau
kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan
yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran
atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih
antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi.
e. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas (termasuk entitas terstruktur) yang
dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
- kekuasaan atas investee;
- eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
- kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata
uang fungsional Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Grup
kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan
selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup
memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
11
Page 15
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar
entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.
Suatu pengendalian atas entitas anak dianggap ada bilamana Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel
dari keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui
kekuasaannya atas entitas anak. Perusahaan akan menilai kembali apakah memiliki kendali jika ada perubahan atas satu atau
lebih unsur pengendalian. Ini termasuk situasi dimana hak protektif yang dimiliki (seperti yang dihasilkan dari hubungan pinjaman)
menjadi substantif dan mengakibatkan Perusahaan memiliki kekuasaan atas entitas anak.
Laporan keuangan dari entitas anak dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai
sampai dengan tanggal pengendalian berakhir.
Ketika Perusahaan kehilangan kendali atas entitas anak, Perusahaan menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak,
dan kepentingan nonpengendali terkait dan komponen ekuitas lainnya. Laba atau rugi yang timbul diakui dalam laba rugi.
Kepentingan yang dipertahankan di entitas anak sebelumnya diukur sebesar nilai wajar ketika pengendalian hilang.
Seluruh transaksi dan saldo antar Perusahaan dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian, sehingga laporan keuangan
konsolidasian hanya mencakup transaksi dan saldo dengan pihak lain.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai
transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan entitas induk dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan
perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan
nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada entitas induk dalam
kapasitasnya sebagai pemilik.
Akuisisi entitas anak oleh Perusahaan dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan akuisisi diukur pada nilai
wajar aset yang diberikan, instrumen ekuitas yang diterbitkan, liabilitas yang terjadi atau diambil dan penyesuaian harga beli
kontinjensi, jika ada, pada tanggal transaksi. Goodwill yang timbul dari akuisisi entitas anak diuji penurunan nilainya minimal
secara tahunan. Keuntungan yang dihasilkan atas pembelian dengan diskon diakui langsung pada laba rugi. Biaya-biaya transaksi
yang timbul dari akuisisi entitas anak dibebankan langsung pada laba rugi tahun berjalan.
Kepentingan nonpengendali diakui pada tanggal kombinasi bisnis dan selanjutnya disesuaikan dengan proporsi atas perubahan
aset bersih teridentifikasi entitas anak.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
diperlakukan sebagai transaksi antara pemegang ekuitas dan dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan dinyatakan sebesar proporsi
pemegang saham nonpengendali atas laba tahun berjalan dan ekuitas entitas anak tersebut berdasarkan persentase kepemilikan
pemegang saham nonpengendali pada entitas anak tersebut.
Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai
wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari
pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang
diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
f. Kombinasi Bisnis
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset
dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali
pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi
pada pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal
akuisisi. Jika, setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada
tanggal akuisisi melebihi jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah dari setiap kepentingan non pengendali pada pihak diakuisisi dan
nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika
ada), selisih lebih diakui segera dalam laba rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Kepentingan non-pengendali yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan mereka hak atas bagian proposional dari aset
neto entitas dalam hal terjadi likuidasi pada awalnya diukur baik pada nilai wajar ataupun pada bagian proporsional kepemilikan
kepentingan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan dasar pengukuran dilakukan atas dasar
transaksi. Kepentingan nonpengendali jenis lain diukur pada nilai wajar atau, jika berlaku, pada dasar pengukuran lain yang
ditentukan oleh standar akuntansi lain.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan
imbalan kontinjen, imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari
imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat
sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill.
Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode
pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
12
Page 16
PT PUDJIADI
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup PRESTIGE
dalam suatu Tbkbisnis
kombinasi DAN ENTITAS
termasuk ANAKaset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan
CATATAN
imbalan kontinjen, imbalan kontinjen ATAS diukur
tersebut LAPORANpadaKEUANGAN KONSOLIDASIAN
nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari
imbalan yang dialihkan dalam suatu
Tanggal 30kombinasi
Juni 2025 bisnis. Perubahan
(Tidak Diaudit) dandalam nilai wajar
31 Desember atas(Diaudit)
2024 imbalan kontinjen yang memenuhi syarat
sebagai penyesuaian periode pengukuran dan Yang Berakhir Pada
disesuaikan secaraTanggal - tanggal
retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill.
Penyesuaian periode pengukuran30 Juni 2025penyesuaian
adalah (tidak diaudit)yang
dan 30 Juni 2024
berasal dari (Tidak Diaudit)
informasi tambahan yang diperoleh selama periode
pengukuran (yang tidak melebihi satu(Disajikan
tahun sejakdalam Rupiah,
tanggal kecuali
akuisisi) dinyatakan
tentang lain) dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
fakta-fakta
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode
pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan
sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas.
Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai dengan standar
akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam laba rugi atau dalam penghasilan komprehensif
lain.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak terakuisisi diukur kembali ke nilai
wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian nya, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari
kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba
rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup melaporkan
jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode
pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru
yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang
diakui pada tanggal tersebut.
g. Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan jika dan hanya jika:
- saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
- berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
h. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas, bank (rekening giro), dan deposito berjangka di bank yang sewaktu-waktu bisa dicairkan,
sifatnya sangat likuid dan dapat dengan cepat dijadikan kas dengan jangka waktu tidak lebih dari tiga bulan sejak tanggal
penempatan, serta tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya.
Deposito berjangka yang dijaminkan tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan, disajikan sebagai bagian dari aset lancar. Namun, jika
dibatasi lebih dari 12 (dua belas) bulan, maka disajikan sebagai bagian dari aset tidak lancar.
i. Cadangan Penurunan Nilai Piutang
Cadangan penurunan nilai ditentukan berdasarkan kebijakan yang disajikan pada catatan Piutang.
j. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah entitas di mana Grup mempunyai pengaruh signifikan. Pengaruh signfikan adalah kekuasaan untuk
berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan
bersama atas kebijakan tersebut. Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan atas pengendalian bersama
adalah serupa dengan yang diperlukan untuk menentukan pengendalian atas entitas anak.
Investasi Grup pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Sesuai dengan metode ekuitas, nilai
perolehan investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Grup atas laba rugi neto, dan penerimaan dividen dari investee sejak
tanggal perolehan.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain mencerminkan bagian Grup atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Apabila
terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan tersebut
dan mengungkapkan hal ini, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai
hasil dari transaksi - transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepentingan Grup dalam entitas
asosiasi.
Grup menentukan apakah diperlukan untuk mengakui rugi penurunan nilai atas Investasi Grup dalam investasi pada entitas
asosiasi. Grup menentukan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan pada investasi dalam entitas asosiasi
mengalami penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. Dalam hal ini, Grup menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan
selisih antara nilai terpulihkan atas investasi pada entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup.
13
Page 17
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
k. Persediaan
Perusahaan dan entitas anak yang bergerak dalam bidang real estate:
Persediaan yang terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan aktivitas pengembangan real estat dan biaya proyek tidak
langsung yang berhubungan dengan beberapa proyek real estat dialokasi dan dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat
dan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan
dengan metode rata - rata.
Harga perolehan persediaan real estat meliputi biaya perizinan, pembebasan (ganti rugi) tanah, pengurusan surat-surat tanah,
pematangan tanah, prasarana, pengembangan dan pembangunan proyek, termasuk kapitalisasi bunga selama masa
pembangunan dan pengembangan.
Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perhotelan:
Persediaan makanan, minuman, perlengkapan dan barang dagangan hotel dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya
perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Nilai realisasi bersih
ditentukan berdasarkan taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi taksiran biaya yang diperlukan untuk menjual persediaan
tersebut. Penyisihan penurunan nilai persediaan dilakukan untuk mengurangi nilai tercatat menjadi nilai realisasi bersih.
Penyisihan persediaan usang atau persediaan yang perputarannya lambat ditentukan, jika ada, berdasarkan penelaahan atas
kondisi masing-masing persediaan pada akhir tahun.
l. Tanah Yang Belum Dikembangkan
Tanah yang belum dikembangkan dinilai berdasarkan harga perolehan. yang meliputi antara lain biaya pembebasan (ganti rugi),
pengurusan surat-surat tanah dan pematangan tanah. Pada saat dimulainya pengembangan prasarana, nilai tanah tersebut akan
direklasifikasi ke akun persediaan sebagai persediaan dalam pembangunan atau aset tetap sebagai proyek dalam penyelesaian.
m. Aset Tetap
Aset Tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut :
Jenis Aset Masa Manfaat Keekonomian
Bangunan dan Prasarana 20 - 30 Tahun
Mesin dan Peralatan Listrik 2-10 Tahun
Kendaraan 3-5 Tahun
Perabot dan Peralatan Kantor 2-8 Tahun
Hak atas Tanah (HGB) 20 Tahun
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung
sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada operasi
tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, perbaikan atau renovasi yang
menambah nilai guna aset dikapitalisasi. Bahan keramik, linen, sendok-garpu dan pecah belah yang diperoleh pada saat hotel
mulai beroperasi dan pada saat hotel direnovasi dikapitalisasi sebagai bagian dari aset tetap dan setiap penggantian yang terjadi
selama beroperasinya hotel, dibebankan pada "Penyisihan atas Penggantian Peralatan Hotel".
n. Aset Dalam Penyelesaian
Aset dalam penyelesaian disajikan sebagai bagian dalam aset tetap dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Semua beban,
termasuk biaya pinjaman dalam masa pembangunan, yang terjadi sehubungan dengan penyelesaian pembangunan tersebut
dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset dalam penyelesaian. Aset dalam penyelesaian akan disusutkan pada saat
manfaat atas aset tersebut telah digunakan oleh Perusahaan.
o. Uang Muka Penjualan
Angsuran penjualan yang diterima dari pembeli dicatat dengan 'deposit method'. Selisih lebih jumlah yang diterima atas jumlah
yang diakui sebagai pendapatan disajikan dalam laporan posisi keuangan dalam kelompok liabilitas. Selisih lebih jumlah yang
diakui sebagai pendapatan atas angsuran yang diterima disajikan dalam laporan posisi keuangan pada akun piutang usaha.
p Penyisihan Penggantian Peralatan Hotel
Penyisihan penggantian peralatan hotel ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan dan jasa pelayanan yang
belum didistribusikan. Biaya penggantian barang keramik, linen, sendok garpu dan pecah belah yang rusak atau hilang
dibebankan pada penyisihan ini.
14
Page 18
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
q. Biaya Pinjaman
Bunga dan beban keuangan lainnya atas pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembelian, pengembangan dan
pembangunan tanah dan bangunan diklasifikasi sebagai bagian dan biaya perolehan persediaan atau aset dalam tahap
pengembangan. Beban keuangan ini mencakup beban bunga, selisih kurs, amortisasi premi swap dan biaya pinjaman lainnya.
Kapitalisasi biaya pinjaman ini dihentikan pada saat pembangunan persediaan dan aset tetap telah selesai dan siap digunakan.
r. Pajak Penghasilan
Pajak Penghasilan Final
Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final, beban pajaknya diakui proporsional dengan jumlah pendapatan
menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang terutang dengan jumlah
yang dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi komprehensif konsolidasian, diakui sebagai pajak dibayar dimuka
atau utang pajak. Perbedaan nilai tercatat aset dan liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final dengan dasar
pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat
aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas kecuali perbedaan
yang berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak
dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika
liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pajak Penghasilan Tidak Final
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan dan
entitas anak ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan
liabilitas.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika
kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau
seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan dan entitas
anak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan
yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun
secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.
s. Selisih Nilai Transaksi Entitas Sepengendali (SNTRES)
Selisih antara harga pengalihan yang timbul dari pengalihan aset, utang, saham atau bentuk instrumen kepemilikan lainnya
dengan nilai buku transaksi dalam rangka restrukturisasi antara entitas sepengendali diakui sebagai “Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai unsur ekuitas.
Berlakunya PSAK 338, Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali efektif 1 Januari 2024, pengakuan SNTRES direklasifikasi sebagai
bagian dari tambahan modal disetor.
t. Pengakuan Pendapatan Beban
Penjualan
Efektif pada tanggal 1 Januari 2024, Kelompok Usaha mengakui pendapatan dari penjualan real estat sesuai dengan PSAK
115, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang adopsi dari IFRS 15.
Berdasarkan standar baru ini, pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara bertahap sepanjang umur kontrak (over the time)
atau pada titik tertentu (at a point of time). Jika suatu kontrak tidak memenuhi syarat - syarat tersebut, pendapatan kontrak itu
baru bisa diakui saat terjadi penyerahan aset (at a point of time).
15
Page 19
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. Kriteria pendapatan diakui secara over the time adalah sebagai berikut:
• Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang disediakan oleh kinerja Entitas saat Entitas
melaksanakan kewajiban pelaksanaan tersebut.
• Kinerja Entitas menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan sebagai aset yang diciptakan atau
ditingkatkan;
• Kinerja Entitas tidak menciptakan suatu aset dengan penggunaan alternatif terhadap Entitas dan Entitas memiliki hak
yang dapat dipaksakan untuk untuk pembayaran kinerja yang diselesaikan sampai suatu tanggal tertentu.
2. Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
3. Menentukan harga transaksi;
4. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan;
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau sepanjang waktu).
t. Pengakuan Pendapatan Beban - (lanjutan)
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung
awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui
dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan akan diakui sebagai
pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diserahkan.
Pendapatan bunga
Pendapatan bunga diakru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terhutang dan tingkat bunga yang berlaku.
Beban
Biaya yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian diakui sesuai dengan tingkat
persentase penyelesaian dari unit bangunan pada setiap akhir periode.
Beban, kecuali yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian, diakui sesuai
dengan masa manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (basis akrual).
u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Perusahaan menerapkan PSAK 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing”, yang menggambarkan
bagaimana memasukkan transaksi mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri dalam laporan keuangan entitas dan
menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian. Perusahaan mempertimbangkan indikator utama dan indikator
lainnya dalam menentukan mata uang fungsionalnya, jika ada indikator yang tercampur dan mata uang fungsional tidak jelas,
manajemen menggunakan penilaian untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat menggambarkan pengaruh
ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasarinya. Penerapan PSAK revisi ini tidak memberikan pengaruh
signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang rupiah
menggunakan kurs terakhir yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada
operasi tahun berjalan.
Kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal laporan posisi keuangan sebagai berikut :
30 Juni 2025 30 Juni 2024
1 Dolar Amerika serikat 16.233 16.421
Laba atau rugi kurs dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
v. Laba per saham
Laba usaha dan laba bersih per saham masing-masing dihitung dengan membagi laba usaha dan laba bersih dengan jumlah rata-
rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
w. Program Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Perusahaan dan entitas anak menghitung dan mencatat imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang No.
6/2023.
16
Page 20
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - (lanjutan)
w. Program Liabilitas Imbalan Pasca Kerja (Lanjutan )
Efektif tanggal 30 Juni 2023, Grup menerapkan Amandemen PSAK 219, "Imbalan Kerja tentang Amendemen, Kurtailmen, atau
Penyelesaian Program".
Amandemen ini mengklarifikasi bahwa biaya jasa lalu (keuntungan atau kerugian atas penyelesaian) dihitung dengan mengukur
liabilitas (aset) imbalan pasti menggunakan asumsi aktuarial kini dan membandingkan imbalan yang ditawarkan dalam program
dan aset program sebelum dan setelah amendemen, (atau kurtailmen atau penyelesaian program) tetapi tidak
mempertimbangkan dampak batas atas aset (yang mungkin timbul ketika program imbalan pasti dalam keadaan surplus) PSAK
24 secara jelas mengatur bahwa dampak perubahan dari batas atas aset yang timbul dari perubahan program (atau kurtailmen
atau penyelesaian) ditentukan dalam tahap kedua dan diakui secara normal di penghasilan komprehensif lain.
Paragraf yang berkaitan dengan pengukuran biaya jasa kini dan bunga neto atas liabilitas (aset) manfaat pasti juga telah
diamandemen.
Grup sekarang disyaratkan untuk menggunakan asumsi yang diperbarui dari pengukuran kembali tersebut untuk menentukan
biaya jasa kini dan bunga neto untuk sisa periode pelaporan setelah perubahan program.
Dalam hal bunga neto, amandemen telah menjelaskan bahwa untuk periode setelah amandemen program, bunga neto dihitung
dengan mengalikan liabilitas (aset) manfaat pasti neto sebagaimana telah diukur kembali berdasarkan PSAK 219 dengan tingkat
diskonto yang digunakan dalam pengukuran kembali (juga memperhitungkan dampak kontribusi dan pembayaran manfaat
terhadap liabilitas (aset) manfaat pasti).
Penerapan dari amandemen PSAK 219 tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik
dengan menggunakan metode projected unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan tingkat kenaikan manfaat
pasti pensiun tahunan.
Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial dan hasil atas aset program (tidak termasuk bunga
neto) diakui langsung melalui penghasilan komprehensif lainnya dengan tujuan agar aset atau kewajiban pensiun neto diakui
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari definisi dan surplus program.
Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba atau rugi konsolidasi pada periode berikutnya. Seluruh biaya jasa lalu diakui pada
saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja
diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya jasa terdiri dari
biaya jasa kini dan biaya jasa lalu, keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian tidak rutin, jika ada.
Beban atau pendapatan bunga neto, dan biaya jasa diakui dalam laba atau rugi.
x. Informasi segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasi.
PSAK 105 mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan dan
entitas anak yang secara regular direview oleh “pengambil keputusan operasional ”dalam rangka mengalokasikan sumber daya
dan menilai kinerja segmen operasi. Sedangkan standar sebelumnya mengharuskan Perusahaan dan entitas anak
mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan geografis) menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan
beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
b. Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber
daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka menghasilkan sumber daya dan menilai kinerja
segmen operasi terfokus pada kategori dari setiap produk dimana hampir sama dengan informasi segmen bisnis yang dilaporkan
di tahun sebelumnya.
17
Page 21
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
y. Transaksi dengan pihak berelasi
Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010). “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan
pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan keuangan konsolidasian
dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang
direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.
1. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas.
2. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk. entitas anak dan entitas
anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama
yang merupakan anggota suatu Perusahaan. yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.
f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifkasi dalam huruf (a).
g. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci
entitas (atau entitas induk dari entitas).
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan
pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
z. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan
Terkait dengan penerapan PSAK No. 71 (Amandemen 2020), pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Manajemen
mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat bukti tersebut, maka:
Manajemen pertama kali akan menentukan bukti objektif penurunan nilai individual atas aset keuangan yang signifikan secara
indivudual. Jika tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai aset keuangan individual. maka aset tersebut dimasukkan
ke dalam kelompok aset keuangan dengan risiko yang serupa dan menentukan penurunan nilai secara kolektif.
1. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi, kerugian diukur sebagai selisih antara nilai tercatat
aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut.
Nilai tercatat aset keuangan tersebut disajikan setelah dikurangi baik secara langsung maupun menggunakan pos penyisihan.
Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi komprehensif.
2. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan. kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai
tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan dengan tingkat pengembalian
yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan tersebut tidak dapat dipulihkan.
3. Untuk aset keuangan yang tersedia untuk dijual. kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas
harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi komprehensif meskipun aset keuangan tersebut belum
dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif tersebut adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi
pelunasan pokok dan amortisasi) dengan nilai wajar kini. dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya
telah diakui pada laporan keuangan laba rugi konsolidasi.
aa. Sewa
PSAK 116 menetapkan model komprehensif untuk mengidentifikasi perjanjian sewa dan perlakuannya dalam laporan keuangan
Penyewa dan Pesewa. PSAK 73 memperkenalkan model pengendalian untuk identifikasi sewa, membedakan antara sewa dan
kontrak layanan berdasarkan apakah ada aset identifikasi yang dikendalikan oleh pelanggan.
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 116 menggunakan pendekatan retrospektif modifikasi dengan mengakaui dampak
kumulatif penerapan awal PSAK 73 sebagai penyesuaian terhadap saldo awal ekuitas pada 1 Januari 2020. Dengan demikian
data komparasi tahun 2019 tidak disajikan kembali dan disajikan sesuai standar sebelumnya dan interprestasi terkait.
Kelompok Usaha menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika kontrak
memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan
pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-masing kontrak, kecuali dalam kasus dimana Kelompok
Usaha cukup yakin untuk melaksanakan opsi perpanjangan kontrak.
18
Page 22
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kelompok Usaha memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman transisi dalam PSAK 224, yang antara lain:
1. Penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
2. Akuntansi sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan pada tanggal 1 Januari 2020 sebagai sewa jangka
pendek.
3. Pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna pada tanggal penerapan awal .
4. Penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa dimana kontrak berisi opsi untuk perpanjangan atau
pemutusan masa sewa.
5. Menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya diidentifikasi berdasarkan PSAK 30 dan ISAK 8, dan tidak
menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya tidak diidentifikasi berdasarkan standar ini;
6. Tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Kelompok Usaha
menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
7. Untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa dimana aset dasar adalah aset bernilai rendah (yaitu
aset dasar dengan nilai maksimum USD 5.000 atau Rp 50 Juta dalam kondisi baru).
Efektif 1 Januari 2024
PSAK 224 juga mengizinkan Kelompok Usaha untuk melanjutkan penilaian sewa historis yang memungkinkan Kelompok Usaha
untuk tidak menilai kembali hasil peniliaian Kelompok Usaha sebelumnya tentang identifikasi sewa, klasifikasi sewa dan biaya
langsung awal. Kelompok Usaha menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 224 untuk semua
kontrak sewa kontrak sewa yang dibuat atau dimodifikasi pada atau setelah 1 Januari 2024.
Kelompok Usaha sebagai lessee
Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk sewa jangka
pendek dan sewa aset bernilai rendah. Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset
hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset yang mendasarinya.
Kelompok Usaha mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi
akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak
guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa
yang dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.
Aset hak guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa yang lebih pendek dan estimasi masa
manfaat dari aset.
Jika kepemilikan aset sewaan dialihkan ke Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau biaya mencerminkan pelaksanaan opsi
pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan
nilai sesuai dengan PSAK 48 Penurunan Nilai Aset.
Pada tanggal dimulainya sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa
yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara
substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi
pembelian yang wajar dipastikan akan dilakukan oleh Kelompok Usaha dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika
jangka waktu sewa mencerminkan Kelompok Usaha yang melaksanakan opsi untuk mengakhiri.
Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 239, penyisihan kerugian kredit yang diharapkan telah diakui pada piutang sewa
pembiayaan.
Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan dimasukkan dalam
pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk menegosiasikan dan
mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa dengan dasar yang
sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.
Kelompok Usaha sebagai lessor
Pada tanggal dimulainya sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang
akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara
substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi
pembelian yang wajar dipastikan akan dilakukan oleh Kelompok Usaha dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika
jangka waktu sewa mencerminkan Kelompok Usaha yang melaksanakan opsi untuk mengakhiri.
19
Page 23
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa
atau kondisi yang memicu pembayaran terjadi. Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Kelompok Usaha
menggunakan tingkat pinjaman tambahan pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga yang tersirat dalam sewa
tidak dapat ditentukan dengan mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah tercatat liabilitas sewa diukur
kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi
untuk membeli aset yang mendasarinya.
Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan, berakhir dalam 12 bulan setelah 1 Januari 2024 dan sewa
bernilai rendah, serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pengakuan
yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi. Kelompok Usaha akan mengakui pembayaran
sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain
konsolidasian.
Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dan
memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa dimana Kelompok Usaha mentransfer secara substansial
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka
akan diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal awal dan dinilai kembali hanya jika ada
modifikasi sewa.
ab. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 228 (Revisi 2024), “Investasi pada Entitas Asosiasi”, yang menggantikan
PSAK No. 15 (Revisi 1994), "Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi".
PSAK revisi ini diterapkan secara retrospektif dan mengatur akuntansi investasi dalam entitas asosiasi dalam hal penentuan
pengaruh signifikan, metode akuntansi yang harus diterapkan, penurunan nilai investasi dan laporan keuangan tersendiri.
Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Investasi dimana Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kepemilikan paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan
metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas di mana Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai pengaruh signifikan.
Sesuai dengan metode ekuitas, nilai perolehan investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Perusahaan dan Entitas Anak
atas laba atau rugi neto, dan penerimaan dividen dari investee sejak tanggal perolehan.
Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat
perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Perusahaan mengakui bagiannya atas perubahan tersebut
dan mengungkapkan hal ini, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau rugi yang belum terealisasi
sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Perusahaan dan Entitas Anak dengan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan
jumlah kepentingan Perusahaan dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi
Perusahaan dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan pada setiap akhir periode
pelaporan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami
penurunan nilai. Dalam hal ini, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung total penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah
terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya sebagai laba rugi.
Jika bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas rugi entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas
asosiasi, maka Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut. Kepentingan pada
entitas asosiasi adalah jumlah tercatat investasi pada entitas asosiasi dengan metode ekuitas ditambah dengan setiap
kepentingan jangka panjang yang secara substansi, membentuk bagian investasi neto investor pada entitas asosiasi.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh
paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 239 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan
diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan.
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya.
Dalam hal tersebut, Perusahaan menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia termasuk namun tidak
terbatas pada jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status piutang dari pelanggan berdasarkan catatan piutang dari pihak
ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui. Untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah
terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali
dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini.
20
Page 24
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali
Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Estimasi dan Asumsi
Jumlah pemulihan atas aset tetap dan aset tidak berwujud
Jumlah pemulihan atas aset tidak berwujud dan aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar
dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai biaya masa depan untuk
menghasilkan cadangan terbukti dan terestimasi harga komoditas masa depan dan tingkat diskonto. Setiap perubahan dalam asumsi
asumsi ini mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian
penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan.
Penyusutan aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.
Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum
diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi
dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia termasuk namun
tidak terbatas kepada kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang
timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang
diestimasi.
Pensiun dan imbalan kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan pasti
ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Perusahaan berkeyakinan
bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan
kerja bersih.
Instrumen Keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi.
Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi jumlah
perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset
dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langung laba atau rugi Perusahaan.
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan
tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas
pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
21
Page 25
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Saldo kas dan setara kas Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Kas
Rupiah 140.607.500 138.607.500
Sub jumlah 140.607.500 138.607.500
Bank
Bank - Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 704.196.600 383.397.975
PT Bank Negara Indonesia Tbk 370.516.749 411.682.855
PT Bank Mandiri Tbk 1.047.375.416 906.884.479
PT Bank Central Asia Tbk 3.194.232.935 2.110.012.904
PT Maybank Indonesia Tbk 1.373.088 1.373.088
PT Bank Permata Tbk 40.428.646 40.563.623
PT Bank Syariah Indonesia 985.000 1.185.000
PT Bank UOB Indonesia 28.447.719 28.526.337
PT Bank Tabungan Negara Tbk 11.058.036 11.206.803
PT Bank Jawa Barat 1.704.613 23.595.335
PT Bank Banten 650.042.000
Sub jumlah 6.050.360.802 3.918.428.399
Deposito Berjangka
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 1.600.000.000
Sub jumlah - 1.600.000.000
Jumlah Kas dan Setara Kas 6.190.968.302 5.657.035.899
Persyaratan penting deposito:
Deposito 4,5 % - 5,75% 2,5% - 5,75%
Obligasi 6,875 % 6,875 %
5. SURAT - SURAT BERHARGA
Berikut ini adalah daftar rincian portofolio saham yang diperdagangkan dan dimiliki oleh Perusahaan per 30 Juni 2025 dan 31 Desember
2024.
30 Juni 2025
r Keuntungan
Harga Harga Nilai Pasar (Kerugian) belum
Lembar rata-rata Perolehan Direalisasi
SAHAM
PT Bakrieland Development Tbk 750.000 128 96.240.000 7.500.000 (58.740.000)
PT Sierad Produce Tbk 50 584 29.190 35.000 38.310
Obligasi
Obligasi - - 65.621.842.950 63.430.106.220 (2.191.736.730)
Jumlah/Total 750.050 712 65.718.112.140 63.437.641.220 (2.250.438.420)
31 Desember 2024
Keuntungan
Harga Harga Nilai Pasar (Kerugian) belum
Lembar rata-rata perolehan Direalisasi
SAHAM
PT Bakrieland Development Tbk 750.000 128 96.240.000 37.500.000 (58.740.000)
PT Sierad Produce Tbk 50 584 29.190 67.500 38.310
Obligasi
Obligasi - - 67.536.877.720 64.294.803.758 (3.242.073.962)
Jumlah/Total 750.050 - 67.633.146.910 64.332.371.258 (3.300.775.652)
Pada tanggal 25 Juni 2025 telah dilakukan penjualan Obligasi dengan nominal sebesar Rp2.000.000.000
Obligasi milik pemerintah yang ditempatkan oleh PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA PIK) memiliki
rate kupon 6,875% per tahun dan jatuh tempo 15 Agustus 2051.
Pada tanggal 20 Juni 2024 telah dilakukan penjualan Obligasi dengan nominal sebesar Rp1.200.000.000
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 00024/PK/PID/2025 tanggal 26 Maret 2025, ORI FR0089 PT Bank Central Asia Tbk (BCA PIK)
menjadi agunan Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) PT Pudjiadi Prestige Tbk dengan nilai agunan sebesar Rp10.000.000.000,- (lihat
Catatan 24).
22
Page 26
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA
Piutang usaha merupakan piutang atas penjualan, sewa kontrak dan pemeliharaan properti kepada pihak ketiga pada tanggal 30 Juni
2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Properti 396.097.576 320.410.936
Perhotelan 228.474.025 1.006.310.436
Sub jumlah 624.571.601 1.326.721.372
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (261.201.128) (261.201.128)
Jumlah 363.370.473 1.065.520.244
Berdasarkan penelaahan atas status akun piutang usaha pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun-tahun tersebut cukup untuk menutup kemungkinan adanya
kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Mutasi penyisihan piutang tak tertagih selama tahun berjalan sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Saldo Awal 261.201.128 745.934.478
Penambahan tahun berjalan - 168.735.255
Penghapusan tahun berjalan - (650.584.907)
Pemulihan tahun berjalan - (2.883.698)
Saldo akhir 261.201.128 261.201.128
Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Lancar 37.090.925 337.090.925
1 bulan - 6 bulan 25.111.804 277.261.575
6 bulan - 12 bulan 280.656.215 430.656.215
Diatas 12 bulan 281.712.657 281.712.657
Jumlah 624.571.601 1.326.721.372
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini merupakan piutang lain-lain kepada pihak ketiga sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pemilik Kondominium 8.556.191.656 8.671.197.256
Iuran Pemeliharaan 837.807.562 931.046.954
Operasional 189.166.383 148.050.789
Uang Muka Properti 179.987.601 123.861.888
Bunga Obligasi 1.491.728.906 1.447.178.906
Piutang Dividen 4.111.250.000
Lain-lain 2.366.884.533 2.349.861.482
Jumlah 17.733.016.641 13.671.197.275
Dikurangi :
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.367.044.163) (1.367.044.163)
Jumlah 16.365.972.478 12.304.153.112
Mutasi penyisihan piutang tak tertagih selama tahun berjalan sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Saldo Awal 1.367.044.163 1.008.084.587
Penambahan tahun berjalan - 1.504.445.538
Penghapusan tahun berjalan - (1.145.485.962)
Saldo akhir 1.367.044.163 1.367.044.163
23
Page 27
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Lancar 1.304.908.588 1.553.304.322
1 bulan - 6 bulan 5.625.663.169 1.345.448.069
6 bulan - 12 bulan 2.176.156.620 2.146.156.620
Diatas 12 bulan 8.626.288.264 8.626.288.264
Jumlah 17.733.016.641 13.671.197.275
Pemilik kondominium merupakan piutang atas pemeliharaan dan jasa administrasi seperti listrik, asuransi, dan air bersih (PAM)
kepada pemilik kondominium yang belum dibayarkan kepada pihak pengelola.
Piutang lain-lain - lainnya merupakan piutang dividen piutang non operasinal . sehubungan dengan rencana pembayaran yang akan
dilakukan berdasarkan penelaahan atas status akun piutang lain lain pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun-tahun tersebut cukup untuk menutup kemungkinan adanya
kerugian atas tidak tertagihnya piutang lain lain.
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Properti 162.948.735.461 162.596.967.988
Real Estat 5.624.488.466 5.469.214.568
Perhotelan 254.246.720 295.072.012
Jumlah 168.827.470.647 168.361.254.568
Adapun rincian persediaan sebagai berikut :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Properti :
Bangunan selesai dan Tanah untuk Dijual :
Jayakarta Plaza 1.000.534.424 1.000.534.424
Sunter Pratama III 896.900.715 863.060.346
Ubud Bali 10.531.211.633 10.531.211.633
Prapanca 6.542.051.772 6.249.124.665
Sudirman Mansion 7.535.911.671 7.510.911.671
Green Palace Residence 136.442.125.246 136.442.125.249
Sub jumlah 162.948.735.461 162.596.967.988
Real Estat :
PT Jakarta Internasional Property 1.757.302.774 1.375.138.120
PT Kota Serang Baru Permai 3.867.185.692 4.094.076.448
Sub jumlah 5.624.488.466 5.469.214.568
Perhotelan :
Makanan dan Minuman 57.282.731 55.772.241
Perlengkapan 196.963.989 239.299.771
Sub jumlah 254.246.720 295.072.012
Jumlah 168.827.470.647 168.361.254.568
- Persediaan di Jayakarta Plaza berupa kios sejumlah 133 unit masing-masing untuk tahun 2025 dan 2024.
- Persediaan di Sunter Pratama berupa tanah dengan luas 511m2, sesuai dengan SHGB No. 07683 untuk tahun 2025 dan 2024.
- Pada tanggal 16 Desember 2024, Perusahaan menyatakan bahwa Tanah Yang Belum Dikembangkan di Desa Buahan Kaja,
Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali menjadi Persediaan karena akan dijual (lihat Catatan 10).
- Persediaan di Prapanca berupa 11 dan 11 unit apartement untuk tahun 2025 dan 2024.
- Persediaan di Sudirman Mansion berupa 1 unit apartemen berdasarkan SHGB No. 504.XXVI.C Blok C dengan luas 149 m2.
Kenaikan persediaan di Sudirman Mansion karena adanya renovasi unit.
- Persediaan di Green Palace Residence berupa 344 dan 344 unit apartemen pada tahun 2025 dan 2024.
- Persediaan PT Jakarta Internasional Property berupa biaya perencanaan dan overhead pada tahun 2025 dan 2024.
- Persediaan PT Kota Serang Baru Permai berupa 29 dan 29 unit ruko dengan luas 22.694 m2 pada tahun 2025 dan 2024.
24
Page 28
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2024, persediaan Green Palace Residence telah diasuransikan dengan jumlah
pertanggungan sebesar Rp 180.000.000.000 untuk periode 31 Mei 2025 - 31 Mei 2026. Dan Kota Serang Baru Permai Rp
2.706.000.000,- untuk periode 1 Juni 2025 - 1 Juni 2026. Manajemen berpendapat bahwa pertanggungan tersebut cukup untuk
menutup kemungkinan risiko kerugian yang timbul.
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian biaya dibayar dimuka pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Asuransi 596.899.592 684.895.489
Uang Muka 12.278.654 34.726.586
Perijinanan 634.460.610 560.870.068
Sewa 321.002.356 129.356.152
Pemeliharaan 21.083.333 44.756.667
Iklan dan Promosi 148.404.654 269.568.490
-
Jumlah 1.734.129.199 1.724.173.452
10. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Proyek Bandulu, Banten 1.679.085.476 1.679.085.476
Tanah di Cipocok, Banten 2.866.000.000 2.866.000.000
Tanah di Cikarang 22.507.947.424 22.507.947.424
Tanah di Serang 3.564.559.999 3.564.559.999
Jumlah 30.617.592.899 30.617.592.899
Pada tanggal 16 Desember 2024, Perusahaan menyatakan bahwa Tanah yang Belum Dikembangkan senilai Rp10.531.211.633 seluas
±50.000 m2 yang berlokasi di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali menjadi Persediaan karena
akan dijual.
Tanah di Cikarang merupakan tanah belum dikembangkan dengan luas 11.257 m² dan 377 m².
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
30 Juni 2025 % Kepemilikan 31 Desember 2024
Metode ekuitas:
PT Pudjipapan Kreasindo 56.314.008.925 37,89 54.360.454.374
PT Juwara Warga Hotel 37.133.161.642 27,50 40.038.281.602
PT Boga Karya Lestari 125.000.000 27,50 125.000.000
PT Konrat Marbella 910.204.508 45,00 910.204.508
PT Konrat Marbella Balikpapan 75.000.000 30,00 75.000.000
Sub jumlah 94.557.375.075 95.508.940.484
Metode Nilai Wajar:
PT Marbella Dago Pakar 500.000.000 10,00 500.000.000
PT Spinindo Mitra Daya 160.000.000 2,00 160.000.000
PT Unggul Graha Persada 30.000.000 4,20 30.000.000
Yayasan REI 25.000.000 3,00 25.000.000
Sub jumlah 715.000.000 715.000.000
Jumlah 95.272.375.075 96.223.940.484
25
Page 29
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP
Rincian aset tetap, akumulasi penyusutan, dan nilai buku sebagai berikut:
30 Juni 2025
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Biaya perolehan:
Hak atas tanah 159.390.910 - - - 159.390.910
Tanah 30.640.990.929 - - 30.640.990.929
Bangunan dan
Prasarana 146.900.736.543 2.645.715.905 149.546.452.448
Mesin dan Peralatan 18.761.886.183 36.789.048 18.798.675.231
Kendaraan 6.078.171.619 335.436.745 6.413.608.364
Perabot dan
Peralatan Kantor 21.900.839.139 284.135.372 22.184.974.511
Sub jumlah 224.442.015.323 3.302.077.070 - - 227.744.092.393
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
Prasarana 91.829.520.947 897.616.833 92.727.137.780
Mesin dan Peralatan 15.057.633.173 191.803.545 15.249.436.718
Kendaraan 5.833.622.989 8.016.636 5.841.639.625
Perabot dan
Peralatan Kantor 23.170.342.439 130.794.445 23.301.136.884
pengembangan
Sub jumlah 135.891.119.548 1.228.231.459 - - 137.119.351.007
Nilai buku 88.550.895.775 90.624.741.386
31 Desember 2024
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Biaya perolehan :
Hak atas tanah 159.390.910 - - - 159.390.910
Tanah 30.640.990.929 - - - 30.640.990.929
Bangunan dan
Prasarana 150.519.946.393 1.699.858.112 - (5.319.067.962) 146.900.736.543
Mesin dan Peralatan 18.346.542.936 470.285.047 - (54.941.800) 18.761.886.183
Kendaraan 6.411.283.639 333.112.020 - 6.078.171.619
Perabot dan
Peralatan Kantor 22.164.917.315 158.865.276 - (422.943.452) 21.900.839.139
- - -
Sub jumlah 228.243.072.122 2.329.008.435 333.112.020 (5.796.953.214) 224.442.015.323
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
Prasarana 92.052.323.002 2.738.193.019 - (2.960.995.074) 91.829.520.947
Mesin dan Peralatan 14.527.475.510 585.099.463 - (54.941.800) 15.057.633.173
Kendaraan 6.166.735.009 - 333.112.020 - 5.833.622.989
Perabot dan
Peralatan Kantor 23.194.295.562 398.990.329 - (422.943.452) 23.170.342.439
Sub jumlah 135.940.829.083 3.722.282.811 333.112.020 (3.438.880.326) 135.891.119.548
Nilai buku 92.302.243.039 88.550.895.775
Hak atas tanah tercatat atas nama Perusahaan.
Beban penyusutan tahun 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp 1.228.231.459 dan Rp 3.722.282.811.
26
Page 30
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset tetap dan persediaan perusahaan secara bersama-sama telah diasuransikan untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul
dimasa yang akan datang.
Pada tanggal 30 Juni 2025 , aset tetap kecuali tanah dan persediaan Perusahaan telah diasuransikan dengan Polis Standar Asuransi
Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
Perusahaan Asuransi Nomor polis Jangka Waktu Mata uang Pertanggungan
PT MNC Asuransi Indonesia 10.03.13.24.10.0.00002 19/10/2024 - 19/10/2025 IDR 1.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 20101192500004 30/04/2025 - 30/04/2026 USD 4.660.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 20101062500151 & 20101202500046 30/04/2025 - 30/04/2026 4.660.000
USD
PT Asuransi Harta Aman Pratama 20109032500065 30/04/2025 - 30/04/2026 USD 1.360.000
PT MNC Asuransi Indonesia 015.4050.502.2024.000029.00 01/08/2024 - 01/08/2025 USD 500.000
PT MNC Asuransi Indonesia 015.4050.201.2024.000934.00 01/08/2024 - 01/08/2025 IDR 33.000.000.000
PT MNC Asuransi Indonesia 015.4050.202.2024.000226.00 01/08/2024 - 01/08/2025 IDR 33.000.000.000
PT MNC Asuransi Indonesia 015.4050.703.2024.000064.00 01/08/2024 - 01/08/2025 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Candi Utama 2010102250600002 31/05/2025 - 31/05/2026 IDR 180.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 2010104250600001 31/05/2025 - 31/05/2026 IDR 180.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 2010105250600001 31/05/2025 - 31/05/2026 IDR 180.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 2010903250600001 31/05/2025 - 31/05/2026 IDR 80.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 2011006250600001 31/05/2025 - 31/05/2026 USD 500.000
PT Lippo General Insurance Tbk 1401052300066 21/07/2024 - 21/07/2025 IDR 275.000.000.000
PT Lippo General Insurance Tbk 1409012300017 21/07/2024 - 21/07/2025 IDR 10.000.000.000
PT Lippo General Insurance Tbk 1401092300116 21/07/2024 - 21/07/2025 IDR 275.000.000.000
PT Lippo General Insurance Tbk 1408032300014 21/07/2024 - 21/07/2025 IDR 15.000.000.000
Pada tahun 31 Desember 2024, aset tetap kecuali tanah dan persediaan Perusahaan telah diasuransikan dengan Polis Standar
Asuransi Indonesia dengan rincian sebagai berikut :
Perusahaan Asuransi Nomor polis Jangka Waktu Mata uang Pertanggungan
PT MNC Asuransi Indonesia 10.03.13.24.10.0.00002 19/10/2024 - 19/10/2025 IDR 1.000.000.000
PT MNC Asuransi Indonesia 10.03.01.24.04.0.00024 30/04/2024 - 30/04/2025 USD 4.660.000
PT MNC Asuransi Indonesia 10.03.01.24.04.0.00025 30/04/2024 - 30/04/2025 USD 4.660.000
PT MNC Asuransi Indonesia 10.03.06.24.04.0.00002 30/04/2024 - 30/04/2025 USD 1.360.000
PT MNC Asuransi Indonesia 015.4050.502.2024.000029.00 01/08/2024 - 01/08/2025 USD 500.000
PT MNC Asuransi Indonesia 015.4050.201.2024.000934.00 01/08/2024 - 01/08/2025 IDR 33.000.000.000
PT MNC Asuransi Indonesia 015.4050.202.2024.000226.00 01/08/2024 - 01/08/2025 IDR 33.000.000.000
PT MNC Asuransi Indonesia 015.4050.703.2024.000064.00 01/08/2024 - 01/08/2025 IDR 33.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 20101062400180 31/05/2024 - 31/05/2025 IDR 180.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 20101192400004 31/05/2024 - 31/05/2025 IDR 180.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 20101202400062 31/05/2024 - 31/05/2025 IDR 180.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 20109032400070 31/05/2024 - 31/05/2025 IDR 180.000.000.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama 20110082400004 31/05/2024 - 31/05/2025 USD 500.000
PT Lippo General Insurance Tbk 1401052300066 21/07/2024 - 21/07/2025 IDR 275.000.000.000
PT Lippo General Insurance Tbk 1409012300017 21/07/2024 - 21/07/2025 IDR 10.000.000.000
PT Lippo General Insurance Tbk 1401092300116 21/07/2024 - 21/07/2025 IDR 275.000.000.000
PT Lippo General Insurance Tbk 1408032300014 21/07/2024 - 21/07/2025 IDR 15.000.000.000
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul atas
risiko-risiko yang dipertanggungkan tersebut.
Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset
tetap, sehingga manajemen tidak melakukan cadangan penurunan nilai aset tetap pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
13. PROPERTI INVESTASI
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Sudirman Mension 13.196.742.900 13.144.771.166
Unit Marbella 1.487.459.574 1.442.829.574
Jumlah 14.684.202.474 14.587.600.740
Pada tahun 2024, Perusahaan melakukan reklasifikasi Aset Tetap Unit Marbella sebanyak 3 unit menjadi Properti Investasi (lihat
Catatan 9 dan 32). Akta 3 Unit Marbella sebagai berikut: Akta SHGB No.00321/VII/AB Blok AB dengan luas 170 m², Akta SHGB
No.00363/VIII/AB Blok AB dengan luas 306 m², dan Akta SHGB No.00364/VIII/AB Blok AB dengan luas 306 m².
Pada tahun 2023, berdasarkan SHGB No. 554.XXXII.C (80 m²), SHGB No. 555.XXXII.C (125 m²), dan Pernyataan Direksi No. 0186/PP-
DIR/X/2023 tanggal 20 Oktober 2023, Sudirman Mansion Unit 33 JK mereklasifikasi biaya renovasi dari persediaan ke properti
investasi.
27
Page 31
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI
Piutang dari Pihak-pihak yang Berelasi
Piutang kepada Perusahaan yang memiliki relasi timbul karena pemberian pinjaman sementara tanpa bunga dan pengeluaran
dana yang dilakukan untuk kepentingan Perusahaan yang berelasi. Tidak ada transaksi jual beli dengan pihak yang berelasi.
Saldo piutang kepada Perusahaan yang berelasi terdiri dari:
Jumlah
30 Juni 2025 31 Desember 2024
PT Pudjipapan Kreasindo 19.785.970.422 27.609.856.434
PT Marbella Dago Pakar 2.060.451.750 2.060.451.750
Himpunan Penghuni Kondominium
& Hotel - "Marbella Anyer" 6.684.563.766 4.609.414.832
28.530.985.938 34.279.723.016
15. ASET LAIN-LAIN 30 Juni 2025 31 Desember 2024
Perlengkapan dan Peralatan Hotel 3.463.558.992 3.463.558.992
Escrow Account 325.108.900 325.108.900
Keanggotaan Golf 135.000.000 135.000.000
Kios 88.288.200 88.288.200
Hanamart 170.000.000 170.000.000
Jumlah 4.181.956.092 4.181.956.092
Keanggotaan golf merupakan uang jaminan atas membership golf Direksi Perusahaan.
Escrow account merupakan deposito PT Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak yang di tempatkan di Bank Permata, Bank BCA, dan
Bank CIMB Niaga, yang di escrow per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, deposito yang di escrow mempunyai batas jangka waktu,
dengan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
16. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan Final 245.784.457 495.577.979
Jumlah 245.784.457 495.577.979
b. Utang Pajak
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan Final 19.602.564 122.005.099
Pajak Hotel dan Restoran 762.175.776 527.695.787
Pajak Bumi dan Bangunan 299.627.047 299.627.047
Pajak Penghasilan Pasal 21 153.103.373 109.997.810
Pajak Penghasilan Pasal 23 3.493.995 4.573.756
Pajak Pertambahan Nilai - 767.365.044
Jumlah 1.238.002.755 1.831.264.543
17. UTANG USAHA
Rincian utang usaha menurut bidang usaha pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Properti 707.141.188 305.347.568
Perhotelan 1.188.910.247 1.058.190.592
Jumlah 1.896.051.435 1.363.538.160
28
Page 32
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian umur hutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Lancar 882.324.858 355.845.513
1 bulan - 6 bulan 491.294.696 427.212.779
6 bulan - 12 bulan 215.231.773 239.146.414
Diatas 12 bulan 307.200.109 341.333.454
Jumlah 1.896.051.435 1.363.538.160
Perusahaan tidak memberikan jaminan terhadap masing - masing supplier atas transaksi hutang usaha.
18. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Operasional Hotel 1.495.332.425 1.249.832.691
Beban Kepegawaian 523.487.729 640.928.350
Beban Utiliti 515.019.768 675.951.054
Jasa profesional 179.277.503 139.522.418
Jumlah 2.713.117.425 2.706.234.513
19. UANG MUKA PENJUALAN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Uang muka penjualan 814.656.740 97.376.000
Jumlah 814.656.740 97.376.000
20. PENYISIHAN PENGGANTIAN PERABOTAN DAN PERALATAN HOTEL
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Penyisihan penggantian perabot
dan peralatan hotel 162.331.742 160.092.249
Jumlah 162.331.742 160.092.249
Penyisihan penggantian perabotan dan peralatan hotel berasal dari pendapatan dan jasa pelayanan yang belum didistribusikan. Bentuk
penggantian berupa barang keramik, linen, sendok garpu dan pecah belah akibat rusak atau hilang.
21. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Pendapatan diterima dimuka merupakan penerimaan sewa dimuka atas sewa properti/perhotelan yang disewakan. Saldo ini diakui
sebagai pendapatan secara bulanan terdiri dari:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Sewa properti 2.424.465.338 2.341.764.278
Perhotelan 899.778.742 687.234.492
Jumlah 3.324.244.080 3.028.998.770
22. UANG JAMINAN
Uang jaminan diterima merupakan uang jaminan sewa ruangan/apartemen, telepon, dan perabotan yang akan dikembalikan apabila
hubungan sewa menyewa berakhir, jumlah nya sebagai berikut :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Properti 1.101.358.269 985.847.359
Perhotelan 291.720.192 291.720.192
Jumlah 1.393.078.461 1.277.567.551
23. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Properti 821.002.267 502.441.753
Jumlah 821.002.267 502.441.753
Adapun rincian hutang lain-lain sebagai berikut :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Dividen 444.323.983 444.323.983
Utang Leasing 330.175.559 -
Lainnya 46.502.725 58.117.770
Jumlah 821.002.267 502.441.753
29
Page 33
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. UTANG BANK
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pokok utang
PT Bank Central Asia Tbk 4.068.030.156 4.524.352.749
Jumlah pokok utang 4.068.030.156 4.524.352.749
Biaya yang belum diamortisasi - -
Nilai wajar utang bank 4.068.030.156 4.524.352.749
Bagian Liabilitas Jangka Pendek
PT Bank Central Asia Tbk 2.814.826.029 3.271.148.622
Sub Jumlah 2.814.826.029 3.271.148.622
Bagian Liabilitas Jangka Panjang
PT Bank Central Asia Tbk 1.253.204.127 1.253.204.127
Sub Jumlah 1.253.204.127 1.253.204.127
PT Bank Central Asia Tbk - Fasilitas Kredit Lokal ( Rekening Koran )
Berdasarkan Perjanjian Kredit no. 00024/PPK/PID/2025 pada bulan Maret 2025 PT Pudjiadi Prestige Tbk dengan PT Bank Central
Asia Tbk setuju memberikan kredit dengan ketentuan sebagai berikut :.
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 8.000.000.000.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran)
Penggunaan : Membiayai Piutang usaha dan Persediaan Barang Debitor (Modal Kerja)
Jangka waktu : 27 Maret 2024 - 27 Maret 2025. Pada lampiran perubahan perjanjian Kredit Maret 2025 bahwa perpanjangan
batas waktu penarikan dan/atau penggunaan fasilitas kredit melalui "sarana digital".
Tingkat bunga : 6,95% per tahun
Jaminan : Pinjaman tersebut diikat dengan angunan Fixed Rate (FR) yang diterbitkan pemerintah Indonesia seri FR
0089 yang disimpan di Kustodian BCA dengan tanggal jatuh tempo 15-08-2051 milik/atas nama PT Pudjiadi
Prestige Tbk dengan nominal sebesar Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) untuk menjamin
pelaksanaan atas pembayaran utang yang timbul dari penarikan dan/atau penggunaan fasilitas kredit lokal
(rekening Koran)
Berdasarkan Perjanjian Kredit no. 00025/PPK/PID/2025 pada bulan Maret 2025 PT Jakarta Internasional Property dengan PT Bank
Central Asia Tbk setuju memberikan kredit dengan ketentuan sebagai berikut :.
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 15.600.000.000,-.(lima belas miliar enam ratus juta rupiah)
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran)
Penggunaan : Membiayai Piutang usaha dan Persediaan Barang Debitor (Modal Kerja)
Jangka waktu : 27 Maret 2024 - 27 Maret 2025. Pada lampiran perubahan perjanjian Kredit Maret 2025 bahwa perpanjangan
batas waktu penarikan dan/atau penggunaan fasilitas kredit melalui "sarana digital".
Tingkat bunga : 6,78% per tahun
Jaminan : Pinjaman tersebut diikat dengan angunan Fixed Rate (FR) yang diterbitkan pemerintah Indonesia seri FR
0089 yang disimpan di Kustodian BCA dengan tanggal jatuh tempo 15-08-2051 milik/atas nama PT PT
Jakarta Internasional Property dengan nominal sebesar Rp 19.500.000.000,- (sembilan belas miliar lima
ratus juta rupiah) untuk menjamin pelaksanaan atas pembayaran utang yang timbul dari penarikan dan/atau
penggunaan fasilitas kredit lokal (rekening Koran)
PT Bank Central Asia Tbk - Fasilitas Kredit Investasi
Berdasarkan pada tanggal 30 April 2019 telah dibuat Akta Perjanjian Kredit No. 87 oleh dan dihadapan Suminto, Sarjana Hukum,
Spesialis Notariat, Notaris di Kabupaten Serang, yang telah diubah terakhir dengan Perubahan Perjanjian Kredit tanggal 28 April 2020
Nomor 02170/PPK/SLK/2020.
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 13.500.000.000.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Investasi
Penggunaan : Renovasi Marbella Anyer
Jangka waktu : 84 bulan yang akan berakhir pada tahun 2026.
Tingkat bunga : 10,25% per tahun
Jaminan : Pinjaman tersebut diikat dengan hak tanggungan peringkat atas 50 unit rumah susun yang terletak di
Kondominium Hotel Marbella Pantai Indah Anyer, Jalan Karang Bolong Anyer Desa Bandulu, Kecamatan
Anyer, Kabupaten Serang, Banten.
30
Page 34
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sebuah Apartemen di Marbella Pantai Indah Anyer Tower Yudistira (Tower D) Jl. Raya Karang Bolong Anyer,
Kab. Serang sesuai sertifikat Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00394/SERANG, Hak Satuan Rumah
Susun - SHMRS 00398,00399,00401/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00402,00403,00404/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00408.00409.00425/Serang, Hak Satuan
Rumah Susun - SHMRS 00426.00429.00435/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00436.00438.00439/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00443.00444.00459/Serang, Hak Satuan
Rumah Susun - SHMRS 00465.00469.00470/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00471.00472.00473/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00474.00475.00477/ Serang, Hak Satuan
Rumah Susun - SHMRS 00479.00480.495/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 499.502.503.506/
Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 509.541.547.559/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun -
SHMRS 569.571.577.590/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 592.603.622.623/ Serang, Hak
Satuan Rumah Susun - SHMRS 628.632.633/ Serang atas nama HOTEL MARBELLA PT.
Pada tanggal 10 Februari 2022 Perusahaan mendapatkan persetujuan restrukturisasi ke- 3 Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi
sehingga ketentuan Fasilitas Pinjaman Transaksi Kredit Investasi menjadi berikut:
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 2.345.733.541.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Investasi
Penggunaan : Renovasi Marbella Anyer
Tingkat bunga : 8,50% per tahun
Jaminan : Jaminan nya sama dengan Perubahan Perjanjian Kredit tanggal 28 April 2020 Nomor 02170/PPK/SLK/2020.
Persyaratan :
1. Pra Realisasi
- Restrukturisasi dapat dilakukan setelah cabang memastikan seluruh fasilitas di BCA tidak ada tunggakan.
2. Syarat Agunan:
- Admin memastikan bahwa seluruh agunan telah diasuransikan dengan banker's clause dan debitur telah
menyerahkan asli polis asuransi serta bukti bayar ke BCA.
- Penilaian ulang dan peninjauan fisik agunan agar dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BCA.
3. Syarat Keuangan:
- Aktivitas keuangan tetap dipusatkan di BCA.
- Tidak diperkenankan untuk menambah fasilitas di bank/ lembaga lainnya selama fasilitas kredit di BCA
belum lunas.
- Tidak diperkenankan untuk pembagian deviden.
- Hutang pemegang saham yang ada dan yang akan di masa mendatang wajib disubordinasikan terhadapt
pinjaman di BCA, namun diperkenankan menjadi tambahan modal disetor.
- Dimintakan SP pengurus/ pemegang sahan yang menyatakan bahwa bila terdapat deficiency cashflow
dalam pembayaran kewajiban debitur di BCA maka pengurus/ pemegang saham bersedia menanggungnya
dengan dana pribadi.
- Dimintakan SP pengurus/ pemegang sahan yang menyatakan bahwa bila terdapat deficiency cashflow
dalam pembayaran kewajiban debitur di BCA maka pengurus/ pemegang saham bersedia menanggungnya
dengan dana pribadi.
3. Syarat Keuangan:
- AO/ Cabang agar memonitor usaha debitur dengan membuat BCR yang berisikan RK, tunggakan, posisi
AR, Inventory dan AP, Management Report, dan hasil monitoring tersebut diserahkan ke GARK setiap 6
bulan sekali.
- BCA memiliki opsi untuk mempercepat pembayaran bunga serta mereview penurunan suku bunga yang
dikenakan ke debitur apabila cashflow debitur membaik.
- Kolektibilitas sesuai ketentuan yang berlaku di BCA.
- Lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BCA..
Pada tanggal 14 September 2022 sesuai dengan Surat Permohonan nomor 035/HMPI-DIR/IX/2022, PT Hotel Marbella Pengembang
International mengajukan permohonan untuk melunasi sebagian pokok Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi kepada bank sebesar Rp
10.000.000.000. Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi PT Hotel Marbella Pengembang International dibayarkan oleh PT Pudjiadi Prestige
Tbk, lalu pembayaran ini menjadi Utang Pihak Berelasi kepada PT Pudjiadi Prestige Tbk.
31
Page 35
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Biaya jasa kini diakui sebagai beban periode berjalan. Biaya jasa lalu, koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta
pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama estimasi sisa masa kerja rata-rata karyawan
sebagaimana ditentukan oleh aktuaris.
Metode penilaian aktuaria yang dipakai oleh aktuaris independen Agus Susanto adalah metode Projected Unit Credit dengan laporan
dan pada tahun 2024 dengan No.424/PSAK/KKA-AS/III/2025 dan No. 426/PSAK/KKA-AS/III/2025 tanggal 4 Maret 2025.
r
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Saldo awal Tahun 4.188.624.668 3.608.798.767
Jumlah yang dibebankan ke laba (rugi) - (207.092.000)
Pembayaran ke Karyawan (1.404.840.527) -
Penyesuaian beban manfaat karyawan 436.755.102
Penghasilan komprehensif lain - 350.162.799
Saldo akhir tahun 2.783.784.141 4.188.624.668
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Tingkat diskonto 0,00% 6,65%
Tingkat penarikan
Umur 18 - 30 tahun 0,00% 0,00%
Umur 31 - 40 tahun 0,00% 3,00%
Umur 41 - 44 tahun 0,00% 2,00%
Umur 45 - 52 tahun 0,00% 1,00%
Umur 53 - 54 tahun 0,00% 0,00%
Tingkat kenaikan gaji 0,00% 8,00%
Tingkat kematian Indonesia III
Tingkat cacat 0,00% 0,02%
Metode Projected Unit Credit
26. MODAL SAHAM
Berdasarkan hasil RUPSLB dengan Akta No. 25 tanggal 23 Mei 2014, yang dibuat dihadapan Yatty Sriyati Suhadiwiraatmaja, SH, MM,
MHum Notaris di Jakarta, Perseroan mengadakan penghapusan Saham Seri B dari modal Perusahaan sebanyak 412.500.000 saham
dengan nilai nominal Rp 200 (dua ratus rupiah) per saham.
Modal saham dan susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 sebagai berikut:
Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 1.120.000.000 280.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor penuh 659.120.000 164.780.000.000
Modal saham dan susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 sebagai berikut:
Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 1.120.000.000 280.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor penuh 659.120.000 164.780.000.000
Adapun pemegang saham dan termasuk pendiri (founder) 30 Juni 2025 sebagai berikut :
30 Juni 2025
Saham % Nominal (Rp)
Pemegang saham
PT Istana Kuta Ratu Prestige 293.545.682 44,54 73.386.420.500
Lenawati Setiadi 150.093.228 22,77 37.523.307.000
Marianti Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kosmian Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kristian Pudjiadi 27.025.256 4,10 6.756.314.000
Gabriel Lukman Pudjiadi 20.984.300 3,18 5.246.075.000
Damian Pudjiadi 18.642.778 2,83 4.660.694.500
Ariyo Tejo 8.800.806 1,34 2.200.201.500
Masyarakat Lainnya:
Lainnya < 5% 85.875.042 13,02 21.468.760.500
Jumlah 659.120.000 100,00 164.780.000.000
32
Page 36
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Adapun pemegang saham dan termasuk pendiri (founder) per 31 Desember 2024 sebagai berikut :
31 Desember 2024
Saham % Nominal (Rp)
Pemegang saham
PT Istana Kuta Ratu Prestige 293.545.682 44,53 73.386.420.500
Lenawati Setiadi 150.093.228 22,77 37.523.307.000
Marianti Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kosmian Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kristian Pudjiadi 27.025.256 4,10 6.756.314.000
Gabriel Lukman Pudjiadi 20.984.300 3,18 5.246.075.000
Damian Pudjiadi 18.642.778 2,83 4.660.694.500
Ariyo Tejo 8.800.806 1,34 2.200.201.500
Masyarakat Lainnya: -
Lainnya < 5% 85.875.042 13,03 21.468.760.500
Jumlah 659.120.000 100,00 164.780.000.000
Sebagaimana dijelaskan pada catatan 1, Perusahaan telah mengajukan Surat Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham kepada Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal untuk melaksanakan emisi saham melalui Bursa Efek Jakarta dan telah dinyatakan menjadi efektif
tanggal 28 September 1994. Penawaran umum perdana saham-saham Perusahaan sejumlah 26.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp 1.000 per saham dilakukan dengan harga perdana Rp 2.500 per lembar atau Rp 1.500 di atas nilai nominal atau dengan agio
saham sebesar Rp 39.000.000.000.
Pada tanggal 31 Mei 1996 Perusahaan mengadakan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Luar Biasa
Pemegang Saham (RULBPS) yang disahkan oleh Notaris Imas Fatimah, SH dengan Akta nomor 103 tanggal yang sama. RULBPS
antara lain memutuskan:
1) Pembagian Saham Bonus
Rasio pembagian deviden saham adalah setiap pemegang 10 (sepuluh) saham seri A perseroan yang tercatat pada daftar
pemegang saham, berhak atas 1 (satu) deviden saham yang merupakan saham baru yang dikeluarkan dari saham-saham yang
masih dalam simpanan dengan nilai nominal Rp 500 (lima ratus rupiah) per saham.
Saldo laba yang di kapitalisasi sebesar Rp 20.720.000.000 yang terbagi atas saham bonus sebesar Rp 14.000.000.000 dan agio
saham sebesar Rp 6.720.000.000.
Ketentuannya adalah setiap pemilik 100 saham lama yang telah ditempatkan akan mendapat 40 Saham Bonus yang terdiri dari 39
Saham Bonus berasal dari Agio Saham dan satu Saham Bonus berasal dari laba ditahan.
2) Pemecahan Saham
Dan melakukan pemecahan saham yang semula bernilai nominal Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham . Total saham dicatat
menjadi 280.000.000 lembar saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 22 Mei 2012 perusahaan melakukan pembagian saham bonus yang
merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Saldo laba yang di kapitalisasi sebesar Rp 20,72 milyar
yang tebagi atas saham bonus sebesar Rp 14 milyar dan agio saham sebesar Rp 6,7 milyar, sehingga total saham di catatkan adalah
308.000.000 lembar saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 27 Mei 2013 perusahaan melakukan pembagian saham bonus yang
merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Dengan rasio pembagian dividen 1 : 20 . Perusahaan
juga melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham. sehingga total saham di catatkan adalah 329.560.000 lembar
saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 6 Juni 2024 perusahaan melakukan pembagian saham bonus yang
merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Dengan rasio pembagian dividen 1 : 2. Perusahaan juga
melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham. sehingga total saham di catatkan adalah 659.120.000 lembar
saham. Nominal per Saham dari Rp 500 menjadi Rp 250,-
27. TAMBAHAN MODAL DISETOR
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Biaya emisi efek ekuitas (4.316.562.730) (4.316.562.730)
Agio saham 5.776.000.000 5.776.000.000
Selisih nilai transaksi entitas sepengendali (41.388.644.545) (41.388.644.545)
Aset pengampunan pajak 2.336.196.000 2.336.196.000
Jumlah (37.593.011.275) (37.593.011.275)
Akun selisih nilai transaksi entitas sepengendali atas penjualan saham dan persediaan PT Kota serang Baru Permai dan PT Hotel
Marbella Pengembang Internasional yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan Perusahaan.
Pada tahun 2016, Perusahaan dan entitas anak telah memanfaatkan Kebijakan Pengampunan Pajak sesuai dengan Undang-undang
Nomor11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Berdasarkan Surat Keterangan Pengampuna Pajak Nomor KET-
219/PP/WPJ.07/2016 tanggal 23 September 2016, Jumlah aset tambahan yang dimasukkan dalam Program Pengampunan Pajak
adalah sejumlah Rp 2.336.196.000. 33
Page 37
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENJUALAN DAN PENDAPATAN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Penjualan dan Sewa:
Penjualan Properti 378.151.260 2.500.000.000
Pendapatan sewa dan pemeliharaan apartemen 11.114.143.760 11.244.929.585
Sub jumlah 11.492.295.020 13.744.929.585
Pendapatan Hotel
Kamar 3.489.073.209 3.209.651.441
Makanan dan Minuman 2.625.943.861 2.243.798.704
Departemen Lainnya 157.387.916 25.249.998
Sub jumlah 6.272.404.986 5.478.700.143
Jumlah 17.764.700.006 19.223.629.728
Seluruh pendapatan Perusahaan dan Entitas Anak diperoleh dari pihak ketiga.
Pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 tidak terdapat pembeli yang memiliki nilai penjualan yang melebihi 10% dari pendapatan
usaha.
29. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Beban pokok penjualan properti 226.890.756 572.813.381
Beban Pokok Sewa dan Pemeliharaan Apartemen 3.690.290.696 3.357.409.171
Beban pokok hotel :
Gaji, upah dan tunjangan lainnya 1.322.931.025 1.303.339.248
Makanan, minuman dan lainnya 1.145.390.055 1.089.921.191
Operasional dan pemeliharaan 676.997.377 699.141.125
Jumlah 7.062.499.909 7.022.624.116
30. BEBAN PENJUALAN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Properti
Iklan dan promosi 24.720.891 66.346.823
Beban Kepegawaian 356.827.621 358.185.328
Komisi 235.065.352 103.808.946
Beban kantor 17.734.560 19.745.126
Sub jumlah 634.348.424 548.086.223
Hotel
Pemasaran 82.412.646 456.107.990
Sub jumlah 82.412.646 456.107.990
Jumlah 716.761.070 1.004.194.213
34
Page 38
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Properti, sewa dan pemeliharaan
Beban kepegawaian 7.661.080.480 6.702.881.153
Pajak dan perijinan 898.382.032 672.253.820
Pemeliharaan dan Perbaikan 889.237.064 819.191.552
Kebersihan 855.104.695 778.171.729
Beban kantor 107.697.814 260.598.615
Jasa profesional dan Konsultan 152.866.667 162.460.000
Asuransi 756.335.265 674.792.796
Administrasi saham 209.580.800 130.847.364
Sewa 152.989.055 145.703.502
Listrik, air dan telepon 55.212.825 67.567.007
Bahan bakar dan pelumas 46.960.144 44.555.580
CSR 15.500.000
Lainnya 148.264.697 184.861.551
Sub jumlah 11.949.211.538 10.643.884.669
Beban Penyusutan dan Amortisasi 557.772.411 758.931.360
Sub jumlah 12.506.983.949 11.402.816.029
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Hotel
Biaya Kepegawaian 2.492.552.002 2.091.627.057
Peralatan, Pemeliharaan dan Energi 1.496.129.002 1.569.001.002
Telepon dan Teleks 8.157.805 17.279.598
Jasa Prosefional dan Konsultan 301.181.545 312.690.384
Perlengkapan kantor 33.334.471 52.904.000
Asuransi 259.468.579 222.401.638
Pajak dan Perijinan 312.958.272 304.053.801
Blanko Cetak dan alat tulis 65.620.650 85.512.092
Izin, dokumentasi dan pemeliharaan 62.740.424 66.416.540
Penyisihan pergantian peralatan - 27.393.500
Biaya Operasional Untuk Tamu Hotel 191.715.179 163.018.546
Transportasi 35.203.349 37.715.500
Sinking Fund 451.680.000 451.680.000
Sub jumlah 5.710.741.278 5.401.693.658
Beban Penyusutan dan Amortisasi 670.459.048 854.069.325
Sub jumlah 6.381.200.326 6.255.762.983
Jumlah 18.888.184.275 17.658.579.012
32. BEBAN KEUANGAN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Beban Bunga Pinjaman 247.925.558 204.892.527
Jumlah 247.925.558 204.892.527
35
Page 39
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. BAGIAN LABA (RUGI) ENTITAS ASOSIASI
30 Juni 2025 30 Juni 2024
PT Juwara Warga Hotel 1.206.130.040 1.205.600.853
PT Pujipapan Kreasindo 2.273.553.864 (110.596.010)
Jumlah 3.479.683.904 1.095.004.843
34. PENDAPATAN (BEBAN) DILUAR USAHA
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Properti, sewa dan pemeliharaan
Pendapatan Diluar Usaha
Pendapatan bunga dan jasa giro 2.496.797.957 2.271.886.092
Kenaikan nilai obligasi 1.050.337.232
Laba penjualan obligasi 13.438.980
Lain - lain 430.382.739
Sub jumlah 3.990.956.908 2.271.886.092
Beban Diluar Usaha
Rugi penjualan obligasi 51.000.000
Lain - lain 28.999.017 275.909.554
Sub jumlah 28.999.017 326.909.554
Hotel
Pendapatan Diluar Usaha
Penggantian Biaya pemeliharaan kondominium 1.276.671.795 413.199.858
Lain - lain 111.166.820 1.755.262.218
Sub jumlah 1.387.838.615 2.168.462.076
Jumlah 5.349.796.506 4.113.438.614
35. LABA PER SAHAM DASAR
Laba ( Rugi ) per saham dasar dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar.
Laba ( Rugi ) bersih merupakan laba bersih yang di attribusikan ke induk.
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Laba ( Rugi ) bersih (838.413.124) (2.003.178.583)
Rata-rata saham beredar 659.120.000 329.560.000
Laba ( Rugi ) bersih per saham (1,2720) (6,0783)
36. DIVIDEN
Berdasarkan hasil RUPS tanggal 5 Juni 2025 perusahaan tidak membagikan dividen di tahun 2025.
Beradasarkan hasil RUPS tanggal 06 Juni 2024, Perusahaan membagikan dividen di tahun 2024, sebesar Rp 10 per lembar saham
yang berjumlah Rp 3.295.600.000 ( tiga milyar dua ratus sembilan puluh lima juta enam ratus ribu rupiah). Dan cadangan sebesar Rp
5.000.000.,- ( lima juta rupiah).
37. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Rincian hak kepentingan nonpengendali aset bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Damian Pudjiadi 500.000 500.000
PT Abadimukti Guna Lestari 109.283.621 109.283.621
Jumlah 109.783.621 109.783.621
36
Page 40
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. INFORMASI SEGMEN
Segmen Primer
Segmen primer Perusahaan dan Entitas Anak dikelompokkan berdasarkan kegiatan usaha sebagai berikut : pengembangan real estat,
hotel dan lainnya.
Segmen usaha yang dilaporkan memenuhi tes baik tes 10% maupun tes 75% seperti yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi
Keuangan.
Informasi bentuk segmen primer yang berupa segmen usaha Perusahaan dan Entitas Anak sebagai berikut :
30 Juni 2025
Sewa apartemen
dan real estate Perhotelan Eliminasi Konsolidasi
Penjualan dan Pendapatan 11.492.295.020 6.272.404.986 - 17.764.700.006
Beban pokok penjualan
dan Beban langsung 3.917.181.452 3.145.318.457 - 7.062.499.909
Laba Kotor 7.575.113.568 3.127.086.529 - 10.702.200.097
Beban usaha (13.141.332.373) (6.463.612.972) - (19.604.945.345)
Pendapatan (beban)
Luar usaha 3.961.957.891 1.387.838.615 - 5.349.796.506
Bagian laba bersih
Entitas asosiasi 2.273.553.864 1.206.130.040 - 3.479.683.904
Beban Keuangan (153.418.518) (94.507.040) - (247.925.558)
Laba sebelum pajak 515.874.432 (837.064.828) - (321.190.396)
30 Juni 2024
Sewa apartemen
dan real estate Perhotelan Eliminasi Konsolidasi
Penjualan dan Pendapatan 13.744.929.585 5.478.700.143 - 19.223.629.728
Beban pokok penjualan
dan Beban langsung 3.930.222.552 3.092.401.564 - 7.022.624.116
Laba Kotor 9.814.707.033 2.386.298.579 - 12.201.005.612
Beban usaha (11.950.902.252) (6.711.870.973) - (18.662.773.225)
Pendapatan (beban)
Luar usaha 1.944.976.538 2.168.462.076 - 4.113.438.614
Bagian laba bersih
Entitas asosiasi (110.596.010) 1.205.600.853 - 1.095.004.843
Beban Keuangan - (204.892.527) - (204.892.527)
Laba sebelum pajak (301.814.691) (1.156.401.992) - (1.458.216.683)
37
Page 41
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO
Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja dan investasi. Pinjaman pada berbagai
tingkat suku bunga variabel menunjukkan Perusahaan kepada nilai wajar risiko tingkat suku bunga.
Untuk modal kerja dan pinjaman investasi, Perusahaan berusaha mengurangi risiko tingkat suku bunganya dengan cara selalu
melakukan pengawasan terhadap tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.
Risiko Mata Uang Asing
Mata uang pelaporan Perusahaan adalah rupiah. Perusahaan dapat menghadapi risiko mata uang asing karena biaya beberapa
pembelian utamanya dalam mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat, euro Eropa, dolar Singapura dan yen Jepang. Apabila
pembelian Perusahaan di dalam mata uang selain rupiah, dan tidak seimbang dalam hal kuantitas/jumlah dan/atau pemilihan waktu,
Perusahaan harus menghadapi risiko mata uang asing.
Perusahaan tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing.
Risiko Kredit
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan dan penempatan deposito di bank.
Untuk meringankan risiko ini, Perusahaan ada kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dibuat kepada pelanggan yang
dapat dipercaya dan terbukti mempunyai sejarah kredit yang baik. Ini merupakan kebijakan Perusahaan dimana semua pelanggan
yang akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau
secara terus menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan akan menghubungi
pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo
dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan akan menindaklanjuti melalui jalur hukum. Tergantung pada penilaian
Perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika utang dianggap tidak tertagih. Untuk meringankan risiko kredit, Perusahaan akan
menghentikan penyaluran semua produk kepada pelanggan jika terjadi keterlambatan dan/atau gagal bayar.
Untuk mengurangi risiko gagal bayar bank atas penempatan deposito Perusahaan, Perusahaan memiliki kebijakan hanya akan
menempatkan deposito pada bank-bank yang memiliki reputasi yang baik.
Risiko Likuiditas
Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan membayar utang yang jatuh tempo
dengan menjaga kecukupan kas dan setara kas, dan ketersediaan pendanaan melalui total fasilitas kredit berkomitmen yang cukup.
Perusahaan secara regular mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual dan terus menerus menjaga kestabilan hari utang dan
hari piutangnya.
Risiko Pasar
Perusahaan dan Entitas Anak terekspos dengan risiko pasar sehubungan dengan usaha Perusahaan dalam bidang properti dimana
pasar properti mengalami kelesuan, serta usaha Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perhotelan resort yang berada di pinggir
pantai sehubungan dengan banyaknya risiko bencana tsunami yang dapat mengakibatkan penurunan pendapatan.
40. MANAJEMEN MODAL
Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk menjaga kelangsungan usaha sehingga dapat memberikan hasil
kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan lainnya, mempertahankan rasio modal yang sehat, dan
memelihara struktur permodalan yang optimum.
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan
kepada pemegang saham, imbal hasil modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru untuk mengurangi pinjaman.
Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang
optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja
modal, serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang.
38
Page 42
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. TRANSAKSI NON KAS
Informasi pendukung laporan arus kas sehubungan dengan aktivitas arus kas adalah penambahan aset tetap melalui :
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Utang Lain lain - Leasing 330.175.559 -
Jumlah 330.175.559 -
42. KETIDAKPASTIAN KONDISI EKONOMI
Perlambatan perekonomian global dan dampak negatif yang terjadi pada pasar finansial utama di dunia yang diakibatkan oleh perang
ukraina dan rusia serta kebangkrutan silicon valley bank telah menimbulkan volatilitas yang tinggi pada nilai wajar instrumen keuangan,
terhentinya perdagangan, gangguan operasional perusahaan, pasar saham yang tidak stabil dan likuiditas yang ketat pada sektor-
sektor ekomomi tertentu di Indonesia, termasuk industri properti, yang dapat berkelanjutan dan berdampak terhadap keuangan dan
operasional. Kemampuan pemerintah Indonesia untuk meminimalkan dampak perlambatan ancaman perang ukraina dan rusia serta
kebangkrutan silicon valley bank tersebut, selain kebijakan fiskal dan kebijakan lainya yang diterapkan pemerintah. Kebijakan tersebut,
termasuk pelaksanaannya dan kebijakan yang timbul, berada di luar kontrol perusahaan.
43. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk
diterbitkan pada tanggal 28 Juli 2025.
39
Names mentioned 74 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Christina Susanto
· Notaris
p.10 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.10 ×2
unresolved
org
BAPEPAM
p.10
unresolved
org
PT Hotel Marbella
p.11
unresolved
org
PT Graha Puji
p.11
unresolved
org
PT Kotaserang
p.11
unresolved
org
PT Ubud Bali Asri
p.11
unresolved
org
PT Jakarta Internasional
p.11
unresolved
org
PT Marbella Property
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjiadi Gapura
p.11
unresolved
org
PT Hotel Marbella Pengembang Internasional.
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjiadi Gapura Vila Marbella
p.11
unresolved
org
PT Konrat Marbella
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjipapan Kreasindo
p.11 ×4
unresolved
org
PT Konrat Marbella Balikpapan
p.11 ×2
unresolved
org
PT Juwara Warga Hotel Corporation
p.11
unresolved
org
Yayasan REI
p.11 ×2
unresolved
org
PT Spinindo Mitra Daya
p.11 ×2
unresolved
org
PT Graha Puji Propertindo
p.11 ×2
unresolved
org
PT Graha Puji Propertindo. Berdasarkan Akta
p.11
unresolved
person
Weliana Salim
p.11
unresolved
person
Santy Triana
p.11
unresolved
org
PT Jakarta Internasional Properti
p.11
unresolved
org
PT PUDJIADI Bila
p.16
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19
unresolved
org
Maybank Indonesia Tbk
p.25 ×2
unresolved
org
PT Bank Jawa Barat
p.25
unresolved
org
PT Bank Banten
p.25
unresolved
org
Sierad Produce Tbk
p.25 ×4
unresolved
org
PT Jakarta Internasional Property
p.27 ×4
unresolved
org
PT Kota Serang Baru Permai
p.27 ×2
unresolved
org
PT Juwara Warga Hotel
p.28 ×2
unresolved
org
PT Boga Karya Lestari
p.28
unresolved
org
PT Marbella Dago Pakar
p.28 ×2
unresolved
org
PT Unggul Graha Persada
p.28
unresolved
org
PT MNC Asuransi Indonesia
p.30 ×13
unresolved
org
PT Asuransi Candi Utama
p.30
unresolved
org
Bank BCA
p.31
unresolved
org
PT Hotel Marbella Pengembang International
p.34 ×2
unresolved
person
Yatty Sriyati Suhadiwiraatmaja
· Notaris
p.35
unresolved
—
RULBPS
· Pemegang Saham
p.36
unresolved
person
Imas Fatimah
p.36
unresolved
org
Departemen
p.37
unresolved
org
PT Abadimukti Guna Lestari
p.39
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.