Skip to content
Back to announcement

Laporan Keuangan Juni 2025.pdf

Financial statement Text extracted WOOD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 66

Page 1

          
Page 2
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA

Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 30 Juni 2025
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 3
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 30 Juni 2025
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                                                                                             Halaman
                         Daftar Isi



 Surat Pernyataan Direksi

 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit .............................................................       1

 Laporan Laba Rugi Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………….…………..                                                   2

 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………                                                 3

 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………………….                                                     4

 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit                   ……………………………………                          5 - 59




                                                           ***************************
Page 4

          
Page 5
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2025
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)


                                             30 Juni 2025                   31 Desember 2024
                                                                  Catatan
                                            (Tidak diaudit)                     (Diaudit)

  ASET
  ASET LANCAR
  Kas dan setara kas                           42,652,613,927       5         149,972,058,552
  Piutang usaha - bersih                                            6
    Pihak ketiga                              421,831,604,487                 456,136,885,379
    Pihak berelasi                              5,511,434,344       25          3,997,989,355
  Piutang lain-lain                                                  7
    Pihak ketiga                               41,784,879,549                   32,396,834,682
    Pihak berelasi                              2,394,685,424       25             130,206,079
  Persediaan - bersih                       3,034,373,803,023        8       3,066,675,992,197
  Biaya dibayar di muka                         2,985,870,457                    5,932,952,214
  Pajak dibayar di muka                        39,509,699,849       17          92,058,739,964
  Uang muka pembelian                         912,946,060,088        9         987,074,358,644
  Pinjaman ke pihak berelasi                  152,866,823,341       25         161,812,520,809
  Tagihan pajak                                             -                   32,724,981,497

  Jumlah Aset Lancar                        4,656,857,474,489                4,988,913,519,372

  ASET TIDAK LANCAR
  Uang muka pembelian                         230,066,020,782        9         247,373,036,647
  Penyertaan saham                              5,354,400,000       10           4,904,400,000
  Investasi pada entitas asosiasi              45,233,453,547       11          36,798,183,027
  Aset tetap - bersih                       2,177,598,577,934       12       2,165,118,541,006
  Properti investasi                          237,719,939,700       12         237,719,939,700
  Aset hak guna - bersih                       12,479,124,683       16          31,682,618,732
  Aset lain-lain - bersih                     117,902,434,552       13         114,102,730,359
  Taksiran tagihan pajak                       10,011,777,499                    2,659,320,960
  Aset pajak tangguhan                          8,956,661,294                   11,419,148,843

  Jumlah Aset Tidak Lancar                  2,845,322,389,991                2,851,777,919,274

  JUMLAH ASET                               7,502,179,864,480                7,840,691,438,646




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                              1
Page 6
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2025
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)


                                                     30 Juni 2025                31 Desember 2024
                                                                       Catatan
                                                   (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

  LIABILITAS
  LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank                         2,041,629,512,095        14      2,069,376,479,283
  Utang usaha                                                            15
    Pihak ketiga                                  116,121,631,457                  131,270,063,337
    Pihak berelasi                                    664,083,207        25                      -
  Utang lain-lain
    Pihak ketiga                                  131,141,445,732                   40,349,576,832
    Pihak berelasi                                  2,701,162,957        25          1,891,325,922
  Beban akrual                                                           19
    Pihak ketiga                                   53,625,103,269                   34,646,979,688
    Pihak berelasi                                  1,719,777,778        25          1,719,777,778
  Utang pajak                                      16,104,984,700        17         19,231,362,173
  Liabilitas kontrak                                                     18
    Pihak ketiga                                          13,513,514               168,846,518,833
    Pihak berelasi                                       405,405,405     25                      -
  Utang jangka panjang
      yang jatuh tempo dalam
      waktu satu tahun
      Utang bank dan lembaga
        keuangan bukan bank                        73,999,953,269        14         73,458,821,379
      Liabilitas sewa                               3,277,283,364                    6,914,419,158
      Utang Obligasi                                            -        19        197,326,083,357
      Sukuk Mudharabah                                          -        19         83,800,000,000

  Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               2,441,403,856,747                2,828,831,407,740



  LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang jangka panjang, setelah
      dikurangi bagian yang jatuh
      tempo dalam waktu satu tahun
  :
    Utang bank dan lembaga
       keuangan bukan bank                        224,127,302,488        14        260,992,571,548
    Liabilitas sewa                                 1,006,430,598                    1,850,084,024
    Utang obligasi                                 52,367,580,294        19         52,321,241,303
    Sukuk mudharabah                               25,230,000,000        19         25,230,000,000
  Pinjaman dari pihak berelasi                    100,000,000,000        25        100,000,000,000
  Liabilitas imbalan kerja                         37,270,057,235                   32,550,252,661
  Liabilitas pajak tangguhan                       60,277,862,829                   62,170,198,323

  Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                500,279,233,444                  535,114,347,859

  JUMLAH LIABILITAS                             2,941,683,090,191                3,363,945,755,599




 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
 Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                              1a
Page 7
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2025
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                30 Juni 2025               31 Desember 2024
                                                                 Catatan
                                              (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

  EKUITAS
  Ekuitas yang Dapat
    Didistribusikan kepada
    Pemilik Perusahaan

  Modal saham - nilai nominal
    Rp 100 per saham
    Modal dasar -
      20.000.000.000 saham
    Modal ditempatkan dan
      disetor penuh -
      6.437.500.000 saham                   643,750,000,000        20        643,750,000,000
  Tambahan modal disetor                    314,163,016,890        20        314,163,016,890
  Saham treasuri                            (89,957,290,800)       20        (89,957,290,800)
  Komponen ekuitas lainnya                  236,828,827,991                  236,828,827,991
  Penghasilan Komprehensif lain           1,168,237,626,591                1,169,656,989,277
  Saldo laba
    Belum ditentukan
      penggunaannya                       1,413,521,735,321                1,325,000,567,640
    Ditentukan penggunaannya                792,735,214,664        20        792,735,214,664
  Jumlah Ekuitas yang dapat
    Diatribusikan kepada Pemilik
    Perusahaan                            4,479,279,130,657                4,392,177,325,662
  Kepentingan non-pengendali                 81,217,643,632        21         84,568,357,385

  JUMLAH EKUITAS                          4,560,496,774,289                4,476,745,683,047

  JUMLAH LIABILITAS DAN
                                          7,502,179,864,480                7,840,691,438,646
    EKUITAS




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                            1b
Page 8
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2025
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                           30 Juni 2025                     30 Juni 2024
                                                          (Tidak diaudit)       Catatan    (Tidak diaudit)

 PENJUALAN BERSIH                                         1,451,410,931,567      22,25     1,441,494,449,981
 BEBAN POKOK PENJUALAN                                    1,126,263,039,498      23,25     1,094,270,341,864
 LABA BRUTO                                                 325,147,892,069                  347,224,108,117
 BEBAN USAHA
 Beban penjualan                                           (81,515,094,945)       24        (81,662,601,817)
 Beban umum dan administrasi                               (70,864,878,425)      24,25      (78,791,385,908)
 Total Beban Usaha                                        (152,379,973,370)                (160,453,987,725)
 LABA USAHA                                                 172,767,918,699                  186,770,120,392
 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
 Beban keuangan                                           (104,441,871,019)     14,19,25   (120,944,454,537)
 Laba (rugi) selisih kurs - bersih                            6,515,806,785                   19,929,417,821
 Penghasilan bunga                                           13,069,121,412       25           5,514,779,507
 Laba (rugi) pelepasan aset tetap                           (4,227,559,155)       12           (438,407,746)
 Lain - lain bersih                                          27,144,929,959                   19,342,175,615

 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                             110,828,346,681                  110,173,631,052
 BEBAN PAJAK PENGHASILAN - BERSIH                           (27,714,692,475)                 (31,139,313,788)
 LABA TAHUN BERJALAN                                          83,113,654,206                   79,034,317,264

 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                              -                                -

 JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
                                                             83,113,654,206                   79,034,317,264
   TAHUN BERJALAN


 Laba tahun berjalan yang
  dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik Perusahaan                                          86,598,083,416                   83,832,639,594
 Kepentingan non-pengendali                                  (3,484,429,210)                  (4,798,322,330)
 JUMLAH                                                      83,113,654,206                   79,034,317,264


 LABA PER SAHAM DASAR YANG DAPAT
   DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
   ENTITAS INDUK
   Dasar dan dilusian                                                  13.56      25                    13.12




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                             2
Page 9
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2025
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)

                                                                               Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan
                                                                                                                                                              Saldo laba
                                                    Tambahan                                   Komponen
                      Catatan   Modal saham                         Saham treasuri                                       Penghasilan          Belum ditentukan               Ditentukan        Sub-jumlah          Kepentingan       Jumlah ekuitas
                                                     modal                                      ekuitas
                                                      disetor                                   lainnya               komprehensif lain       penggunaannya                penggunaannya                          non-pengendali


  Saldo 1 Januari
 2024                           643,750,000,000   314,163,016,890   (89,957,290,800)         238,898,344,827            1,179,693,702,812     1,148,023,933,477            792,735,214,664    4,227,306,921,870    84,553,644,899    4,311,860,566,769

  Transfer surplus
 revaluasi
    ke saldo laba       12
                                              -                 -                  -                       -              (1,141,387,033)         1,141,387,033                           -                   -                  -                    -
  Setoran modal
 kepentingan
    non-
                        1d
 pengendali                                   -                 -                  -                       -                              -                      -                        -                   -       100,000,000         100,000,000
  Laba tahun
 berjalan                                     -                 -                  -                       -                              -      83,832,639,594                           -     83,832,639,594     (4,798,322,330)     79,034,317,264


  Saldo 30 Juni
                                                                                                                                                                                                                   79,855,322,569    4,390,994,884,033
 2024                           643,750,000,000   314,163,016,890   (89,957,290,800)         238,898,344,827            1,178,552,315,779     1,232,997,960,104            792,735,214,664    4,311,139,561,464




                                                                               Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan
                                                                                                                                                              Saldo laba
                                                    Tambahan                                   Komponen
                      Catatan   Modal saham                         Saham treasuri                                       Penghasilan          Belum ditentukan               Ditentukan        Sub-jumlah          Kepentingan       Jumlah ekuitas
                                                     modal                                      ekuitas
                                                      disetor                                   lainnya               komprehensif lain       penggunaannya                penggunaannya                          non-pengendali


  Saldo 1 Januari
 2025                           643,750,000,000   314,163,016,890   (89,957,290,800)         236,828,827,991            1,169,656,989,277     1,325,000,567,640            792,735,214,664    4,392,177,325,662    84,568,357,385    4,476,745,683,047

  Transfer surplus
 revaluasi
    ke saldo laba       12
                                              -                 -                  -                       -              (1,923,084,265)         1,923,084,265                           -                   -                  -                    -
  Selisih kurs atas
 penjabaran
    akun-akun
 kegiatan usaha
    luar negeri         20
                                              -                 -                  -                       -                 503,721,579                         -                        -        503,721,579        133,715,457         637,437,036
  Laba tahun
 berjalan                                     -                 -                  -                       -                              -      86,598,083,416                           -     86,598,083,416     (3,484,429,210)     83,113,654,206


  Saldo 30 Juni
                                                                                                                                                                                                                                     4,560,496,774,289
 2025                           643,750,000,000   314,163,016,890   (89,957,290,800)         236,828,827,991            1,168,237,626,591     1,413,521,735,321            792,735,214,664    4,479,279,130,657    81,217,643,632




            Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang
            tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                                                                                             3
Page 10
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2025
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
                                                           30 Juni 2025                     30 Juni 2024
                                                          (Tidak diaudit)        Catatan   (Tidak diaudit)


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
    OPERASI
  Penerimaan dari pelanggan                                1,317,395,794,551                1,200,197,841,134
  Pembayaran kas kepada
    pemasok, direksi, karyawan
    dan lain-lain                                          (963,914,654,093)                (780,532,080,103)


  Kas yang diperoleh dari
    (digunakan untuk) operasi                                353,481,140,458                  419,665,761,031
  Penerimaan pajak                                            32,724,981,497                   10,375,285,831
  Penerimaan bunga                                            13,069,121,412                    5,514,779,507
  Pembayaran bunga                                         (105,810,671,814)                (131,705,324,425)
  Pembayaran pajak                                          (36,770,586,218)                 (47,144,423,187)
  Lain-lain - bersih                                          17,695,289,761                   16,146,693,465


  Kas Bersih yang Diperoleh
    dari (Digunakan untuk)
    Aktivitas Operasi                                        274,389,275,096                  272,852,772,222


  ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
  INVESTASI
  Hasil pelepasan aset tetap                                     2,523,111,022     12             808,674,828
  Pembayaran uang muka
    pembelian aset tetap                                    (15,658,082,354)                   (1,554,583,280)
  Perolehan aset tetap                                      (11,186,465,074)       12          (2,490,368,933)
  Penyertaan saham                                               (450,000,000)                               -
  Perolehan aset lain-lain                                    (4,511,972,578)                (34,789,586,794)


  Kas Bersih yang Digunakan
    untuk Aktivitas Investasi                               (29,283,408,984)                 (38,025,864,179)


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
  PENDANAAN
  Penerimaan dari utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank jangka pendek                      2,584,056,661,530                3,065,619,947,177
  Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi                                    -                200,000,000,000
  Penambahan setoran modal oleh non-pengendali
  Penambahan utang obligasi                                                  -     19       (407,820,000,000)
  Pembayaran utang obligasi                                (197,279,744,366)       19                        -
  Pembayaran sukuk mudharabah                               (83,800,000,000)       19        (97,500,000,000)
  Pembayaran utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank jangka pendek                     (2,602,732,533,652)              (3,014,711,042,032)
  Pembayaran utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank jangka panjang                      (36,687,337,170)       14        (57,920,235,695)
  Pembayaran pokok liabilitas sewa                            (4,480,789,221)                  (7,858,678,709)
  Setoran modal oleh non-pengendali                                          -                    100,000,000


  Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan
    untuk Aktivitas Pendanaan)                             (340,923,742,879)                (320,090,009,259)



  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                             4
Page 11
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2025
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



  KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS,
   SETARA KAS DAN CERUKAN                                 (95,817,876,767)         (85,263,101,216)

  DAMPAK BERSIH PERUBAHAN NILAI
   TUKAR ATAS KAS DAN SETARA KAS                                977,253,036         (3,827,155,208)

  KAS, SETARA KAS DAN
   CERUKAN AWAL TAHUN                                      39,772,427,682          130,274,413,894

  KAS, SETARA KAS DAN
   CERUKAN AKHIR TAHUN                                    (55,068,196,049)          41,184,157,470


  Kas, setara kas dan cerukan terdiri dari:

  Kas                                                          827,248,285     5        755,166,232
  Bank                                                      33,105,134,382     5     22,315,283,400
  Deposito berjangka                                         8,720,231,260     5     72,739,346,500
  Cerukan                                                 (97,720,809,976)    14   (54,625,638,662)
  JUMLAH                                                  (55,068,196,049)           41,184,157,470




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                           4a
Page 12
                                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                         Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   1.    UMUM
         a.   Pendirian Perusahaan
              PT Integra Indocabinet, Tbk (“Perusahaan” atau “ITG”) didirikan berdasarkan akta notaris Soetjipto, S.H., No. 147
              tanggal 19 Mei 1989. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
              Keputusan No. C2-320.HT.01.01.th’90 tanggal 20 Januari 1990.
             Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris Dyah Ayu
             Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 20 Juli 2022 menyetujui perubahan pasal 3 mengenai maksud dan tujuan
             Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
             Surat Keputusan No. AHU-0055698.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 8 Agustus 2022. Sampai dengan tanggal
Approved by: penerbitan laporan keuangan konsolidasian, amandemen tersebut belum dipublikasikan dalam Berita Negara.

              Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam bidang
              industri dan perdagangan besar. Perusahaan saat ini bergerak di bidang industri mebel kayu dan produk kayu
              lainnya.
              Perusahaan berkedudukan di Jalan Raya Industri No. 678, Betro, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.
              Perusahaan mulai melakukan kegiatan operasinya pada tahun 1989.
              Entitas induk langsung dan entitas induk utama Perseroan adalah PT Integra Indo Lestari yang didirikan dan
              berdomisili di Indonesia.

         b.   Penawaran Umum Saham Perusahaan
              Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-307/D.04/2017, tanggal 14 Juni 2017, Pernyataan Pendaftaran
              Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 21 Juni 2017,
              Perusahaan mencatatkan 1.250.000.000 lembar sahamnya dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
              nominal Rp 100 per saham di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 260 per saham.

         c.   Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan

              Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-52/D.04/2021, tanggal 8 April 2021, Perusahaan memperoleh
              pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi dan
              Sukuk Mudharabah dengan total penawaran umum masing-masing sebesar Rp 700.000.000.000 dan Rp
              300.000.000.000.

              Perusahaan telah mencatatkan di Bursa EfekIndonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap I masing masing
              sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000 pada tanggal 15 April 2021.

              Selanjutnya, pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan
              Sukuk Mudharabah Tahap II masing masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.

         d.   Entitas Anak
              Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
                                                                                                          Persentase                      Jumlah aset sebelum
                                                                                                          Kepemilikan                eliminasi (dalam jutaan rupiah)
                                                                        Aktivitas    Tahun
                                                                         Bisnis      Operasi                                   30 Juni 2025
                       Entitas Anak                    Domisili                     Komersial
                                                                                                30 Juni, 2025   31 Des, 2024         30 Juni, 2025     31 Des, 2024
                                                                                                                    ____________                      _____________    ______




               Entitas Anak Langsung
               PT Belayan River Timber (BRT)       Kalimantan Timur         a         1972           81.44%             81.44%            516,847                     534,104

               PT Intertrend Utama (ITR)              Sidoarjo              b         1993           99.79%             99.79%          2,383,086                2,409,066
               PT Interkraft (ITK)                    Sidoarjo              b         2002           99.53%             99.53%          1,317,397                1,287,110
               PT Intera Indonesia (INT)              Sidoarjo              b         2012           99.89%             99.89%          1,338,128                1,455,929
               PT Inter Kayu Mandiri (IKM)            Sidoarjo              c         2015           80.00%             80.00%             16,598                   16,598
               Carbon Resources Alliance Aps (CRA)    Denmark               d           -            60.00%             60.00%            113,635                  113,138

               Entitas Anak Tidak Langsung
               Melalui PT Intertrend Utama (ITR)
               PT Superalam Mas (SAM)                 Tulungagung       D   d             -         100.00%             100.00%           15,027                      14,969

               Melalui PT Belayan River Timber (BRT)
               PT Narkata Rimba (NKT)                Kalimantan Timur           a        1978        99.00%              99.00%            51,305                     52,979
               PT Kandelia Alam (KAN)                Kalimantan Barat           d          -         80.00%              80.00%            21,197                     20,756
               PT Borneo Forestama Lestari           Kalimantan Timur           d          -        100.00%             100.00%            12,483                      9,543
              (BFL)
               PT Borneo Wana Utama (BWU)            Kalimantan Timur           d         -         100.00%             100.00%            40,402                     40,405
               PT Ekosistem Alam Sejahtera           Kalimantan Timur           d         -          70.00%              70.00%            27,194                     27,194
              (EAS)

                                                                                     5
Page 13
                                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                             Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   1.    UMUM (Lanjutan)

         d.    Entitas Anak (Lanjutan)
               Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut: (Lanjutan)
                                                                                                            Persentase                       Jumlah aset sebelum
                                                                                                            Kepemilikan                 eliminasi (dalam jutaan rupiah)
                                                                         Aktivitas     Tahun
                                                                          Bisnis       Operasi                                    30 Juni 2025
                        Entitas Anak                    Domisili                      Komersial
                                                                                                  30 Juni, 2025   31 Des, 2024          30 Juni, 2025      31 Des, 2024
                                                                                                                      ____________                        _____________   ______



               Entitas Anak Tidak Langsung (Lanjutan)
Approved by:
               Melalui PT Belayan River Timber (BRT) (Lanjutan)
                PT Indika Ekosistem Khatulistiwa      Kalimantan Timur        d               -        70.00%             70.00%                 45,042                   45,020
                (IEK)
                PT Ananda Anugerah Agung (AAA)           Pekanbaru            d               -        90.00%                 -                   4,813                    4,813
                PT Bakau Bina Usaha (BBU)                    Aceh             d               -        95.00%                 -                     582                      562

                Melalui PT Belayan River Timber (BRT) dan PT Narkata Rimba (NKT)
                PT Nala WIjaya Amerta (NWA)              Surabaya            d                -       100.00%             100.00%                4,046                    4,046
                PT Renjana Amerta Lestari (RAL)          Surabaya            d                -       100.00%             100.00%                6,187                    6,187

                Melalui PT Borneo Forestama Lestari (BFL) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Ekosistem Alas Lestari (EAL)           Surabaya     D    d               -         100.00%             100.00%                3,235                    3,325

                Melalui PT Borneo Wana Utama (BWU) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Wana Kelola Utama (WKU)            Surabaya           d                    -       100.00%             100.00%                  724                      724

                Melalui PT Nala Wijaya Amerta (NWA) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Arya Harita Wanantara (AHW)          Surabaya            d                 -       100.00%             100.00%                 3,259                   3,258
                PT Askara Wana Utama (AWU)              Surabaya            d                 -       100.00%             100.00%                   714                     713
                PT Bhumi Nawasena Sejahtera             Surabaya            d                 -       100.00%             100.00%                   507                     506
                (BWS)

               Aktivitas Bisnis Entitas Anak
               a. Industri Hak Pengelolaan Hutan
               b. Industri Mebel
               c. Perusahaan Induk
               d. Belum beroperasi secara komersial

               Perubahan dalam entitas anak selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

               PT Intertrend Utama

               Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham ITR yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
               Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 18 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain pembagian
               dividen sebesar Rp 225.000.000.000 untuk tahun buku 2023.

               PT Intera Indonesia

               Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham INT yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
               Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 19 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain pembagian
               dividen sebesar Rp 75.000.000.000 untuk tahun buku 2023.

               PT Kandelia Alam

               Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal 24 Desember 2024, para pemegang
               saham KAN menyetujui peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh dari Rp 4.000.000.000 menjadi Rp
               35.500.000.000.

               PT Ananda Anugerah Agung

               Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 3 tanggal 11 Januari 2024, BRT memiliki penyertaan
               saham sebesar 900 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada AAA. Persentase
               kepemilikan BRT sebesar 90%.

               PT Bakau Bina Usaha

               Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 2 tanggal 5 Februari 2024, BRT memiliki penyertaan
               saham sebesar 475 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada BBU. Persentase
               kepemilikan BRT sebesar 95%.




                                                                                          6
Page 14
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   1.    UMUM (Lanjutan)
         e.    Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
               Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
               Dewan Komisaris
               Komisaris Utama (Independen)       :           Bing Hartono Poernomosidi*
               Komisaris                          :              Stephanie Kane Ilham
                                                  :                 Syany Tjandra

               Direksi
Approved by:   Direktur Utama                     :                   Halim Rusli
               Direktur                           :                   Widjaja Karli
               Direktur Independen                :                  Wang Sutrisno
                                                  :               Fernando Situmorang

               Komite Audit
               Ketua                              :           Bing Hartono Poernomosidi*
               Anggota                            :                 Benny Bachtiar
                                                                   Dian Prameswari
               *merangkap sebagai Komisaris Independen

               Perusahaan dan Entitas Anaknya (bersama-sama disebut “Grup”) memiliki 1.519 dan 1.590 orang karyawan tetap
               masing-masing pada tanggal 30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2024.

         f.    Persetujuan dan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
               Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian ini, sesuai
               dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi
               Perusahaan pada 30 Juli 2025


   2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI
         a.    Perubahan Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
               Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia, Dewan Standar Akuntansi
               Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) menyetujui perubahan nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
               Indonesia yang mengatur penomoran Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi atas Standar
               Akuntansi Keuangan (ISAK). Hal ini bertujuan untuk membedakan antara PSAK dan ISAK yang diadopsi dari
               International Financial Reporting Standards (IFRS) dan yang tidak. Perubahan nomenklatur Standar Akuntansi
               Keuangan Indonesia yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024, tidak akan mempengaruhi isi masing-masing PSAK
               dan ISAK.
         b.    Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan

               Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan
               operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan atas PSAK
               revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap
               jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.
               •    PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau
                    Jangka Panjang

                    Amendemen ini hanya mempengaruhi penyajian liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dalam
                    laporan posisi keuangan dan bukan jumlah atau waktu pengakuan aset, liabilitas, penghasilan atau beban, atau
                    informasi yang diungkapkan mengenai pos-pos tersebut.
                    Amendemen tersebut mengklarifikasi bahwa klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang
                    didasarkan pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan, menetapkan bahwa klasifikasi tersebut tidak
                    dipengaruhi oleh ekspektasi apakah entitas akan menggunakan haknya untuk menunda penyelesaian suatu
                    liabilitas, menjelaskan bahwa hak tersebut ada jika kovenan dipatuhi pada akhir periode pelaporan, dan
                    memperkenalkan definisi 'penyelesaian' untuk memperjelas bahwa penyelesaian mengacu pada pengalihan ke
                    pihak lain atas kas, instrumen ekuitas, aset dan jasa lainnya.




                                                                   7
Page 15
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)
         b.    Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (Lanjutan)
               •    PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan

                   Amendemen tersebut menetapkan bahwa hanya perjanjian yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum akhir
                   periode pelaporan yang memengaruhi hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya selama dua
                   belas bulan setelah tanggal pelaporan (dan karenanya harus dipertimbangkan dalam menilai klasifikasi liabilitas
                   sebagai lancar atau tidak lancar).

Approved by:       Perjanjian tersebut memengaruhi apakah hak tersebut ada pada akhir periode pelaporan, bahkan jika kepatuhan
                   terhadap perjanjian dinilai hanya setelah tanggal pelaporan (misalnya perjanjian berdasarkan posisi keuangan
                   entitas pada tanggal pelaporan yang dinilai kepatuhannya hanya setelah tanggal pelaporan).
                   DSAK-IAI juga menetapkan bahwa hak untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya selama dua belas
                   bulan setelah tanggal pelaporan tidak terpengaruh jika entitas hanya harus mematuhi perjanjian setelah periode
                   pelaporan. Namun, jika hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas bergantung pada kepatuhan entitas
                   terhadap perjanjian dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan, entitas mengungkapkan informasi
                   yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami risiko liabilitas yang harus dibayar kembali dalam
                   waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. Ini akan mencakup informasi tentang perjanjian (termasuk
                   sifat perjanjian dan kapan entitas diharuskan untuk mematuhinya), jumlah tercatat liabilitas terkait dan fakta serta
                   keadaan, jika ada, yang menunjukkan bahwa entitas mungkin mengalami kesulitan dalam mematuhi perjanjian.
               •   PSAK 207 (Amendemen), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (Amendemen), “Instrumen Keuangan:
                   Pengungkapan”: Pengaturan Pembiayaan Pemasok

                   Amendemen tersebut menambahkan tujuan pengungkapan pada PSAK 207 yang menyatakan bahwa suatu
                   entitas diharuskan untuk mengungkapkan informasi tentang pengaturan keuangan pemasoknya yang
                   memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk menilai dampak pengaturan tersebut terhadap liabilitas dan
                   arus kas entitas. Selain itu, PSAK 107 diamendemen untuk menambahkan pengaturan keuangan pemasok
                   sebagai contoh dalam persyaratan untuk mengungkapkan informasi tentang paparan entitas terhadap
                   konsentrasi risiko likuiditas.
                   Amendemen tersebut berisi ketentuan transisi khusus untuk periode pelaporan tahunan pertama di mana Grup
                   menerapkan amendemen tersebut. Berdasarkan ketentuan transisi, suatu entitas tidak diharuskan untuk
                   mengungkapkan:
               •   informasi komparatif untuk setiap periode pelaporan yang disajikan sebelum awal periode pelaporan tahunan
                   di mana entitas pertama kali menerapkan amendemen tersebut.
               •   informasi yang diwajibkan oleh PSAK 207:44H(b)(ii)-(iii) pada awal periode pelaporan tahunan di mana entitas
                   pertama kali menerapkan amendemen tersebut.

               •   PSAK 116 (Amendemen), “Sewa”: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik

                   Amendemen PSAK 116 menambahkan persyaratan pengukuran selanjutnya untuk transaksi jual dan sewa-balik
                   yang memenuhi persyaratan dalam PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan untuk dicatat
                   sebagai penjualan. Amendemen tersebut mengharuskan penjual-penyewa untuk menentukan 'pembayaran
                   sewa' atau 'pembayaran sewa yang direvisi' sehingga penjual-penyewa tidak mengakui keuntungan atau
                   kerugian yang terkait dengan hak penggunaan yang dimiliki oleh penjual- penyewa, setelah tanggal dimulainya.

                   Amendemen tersebut tidak memengaruhi keuntungan atau kerugian yang diakui oleh penjual-penyewa terkait
                   dengan penghentian sebagian atau seluruh sewa. Tanpa persyaratan baru ini, penjual-penyewa bisa mengakui
                   keuntungan atas hak penggunaan yang dimilikinya semata-mata karena pengukuran ulang liabilitas sewa
                   (misalnya, setelah modifikasi sewa atau perubahan jangka waktu sewa) dengan menerapkan persyaratan umum
                   dalam PSAK 116. Hal ini khususnya dapat terjadi dalam sewa-balik yang mencakup pembayaran sewa variabel
                   yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga.

                   Sebagai bagian dari amendemen, DSAK-IAI mengubah Contoh Ilustrasi dalam PSAK 116 dan menambahkan
                   contoh baru untuk mengilustrasikan pengukuran selanjutnya atas aset hak-guna dan liabilitias sewa dalam
                   transaksi jual dan sewa-balik dengan pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku
                   bunga. Contoh ilustrasi tersebut juga mengklarifikasi bahwa liabilitas yang timbul dari transaksi jual dan sewa-
                   balik yang memenuhi syarat sebagai penjualan dengan menerapkan PSAK 115 adalah liabilitas sewa.

                   Penjual-penyewa menerapkan amendemen secara retrospektif sesuai dengan PSAK 208 terhadap transaksi jual
                   dan sewa-balik yang dilakukan setelah tanggal penerapan awal, yang didefinisikan sebagai awal periode
                   pelaporan tahunan di mana entitas pertama kali menerapkan PSAK 116.

                                                                     8
Page 16
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)
         c. Standar dan Amandemen/Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
               Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen- amendemen atas PSAK yang
               relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah
               sebagai berikut:
               Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025
               •   PSAK 117, “Kontrak Asuransi”
Approved by:       PSAK 117 mengatur relaksasi beberapa ketentuan antara lain berupa penambahan pengecualian ruang lingkup,
                   penyesuaian penyajian laporan keuangan, penerapan opsi mitigasi risiko dan beberapa modifikasi pada ketentuan
                   transisi. PSAK 117 juga mensyaratkan pemisahan yang jelas antara pendapatan yang dihasilkan dari bisnis
                   asuransi dengan yang berasal dari kegiatan investasi.
               •   PSAK 117 (Amendemen), “Kontrak Asuransi”, Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109-Informasi Komparatif
                   Amendemen ini memperjelas pengaturan bagi entitas industri asuransi yang akan melakukan penerapan awal
                   PSAK 117 dan PSAK 109 dalam periode bersamaan. Amendemen ini juga mengatasi isu penerapan yang terkait
                   dengan informasi komparatif yang akan disajikan pada penerapan awal untuk aset keuangan.
               •   PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan Ketertukaran”
                   Amendemen ini mensyaratkan entitas untuk menerapkan pendekatan yang konsisten dalam menilai apakah suatu
                   mata uang dapat ditukar dengan mata uang lain dan, jika tidak, dalam menentukan nilai tukar yang akan
                   digunakan dan pengungkapan yang harus diberikan.
               Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026
               •   Amendemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi
                   dan Pengukuran Instrumen Keuangan
                   Amendemen tersebut mengklarifikasi persyaratan yang terkait dengan tanggal penghentian pengakuan aset
                   keuangan dan liabilitas keuangan, dengan pengecualian untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan yang
                   diselesaikan melalui transfer elektronik; persyaratan untuk menilai karakteristik arus kas kontraktual dari aset
                   keuangan, dengan panduan tambahan tentang penilaian fitur kontinjensi; dan karakteristik pinjaman non-course
                   dan instrumen yang terkait secara kontraktual. Amendemen tersebut juga memperkenalkan persyaratan
                   pengungkapan tambahan untuk instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                   lain dan untuk instrumen keuangan dengan fitur kontinjensi.
               •   Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109, “Instrumen
                   Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas”

                 Penyesuaian tahunan ini terbatas pada amendemen yang mengklarifikasi susunan kata (wording) atau
                 pembetulan minor atas konsekuensi yang tidak diintensikan, kekeliruan, atau persyaratan yang bertentangan
                 dalam standar.
               Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar dan
               amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
               manajemen.


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

         a.    Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
               Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
               Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
               Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
               (“DSAK-IAI”) serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan
               Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
               Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan
               kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup untuk periode yang
               berakhir pada tanggal 30 Juni 2025, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti yang telah
               diungkapkan dalam Catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif
               tanggal 1 Januari 2025.
               Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus mempertahankan
               kelangsungan usaha.
                                                                   9
Page 17
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         a.    Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
               Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar akrual
               dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran
               lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
               Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
               dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
               Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas mencakup kas, bank dan deposito yang jatuh tempo dalam waktu
               tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan setelah dikurangi cerukan.
Approved by:
               Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang
               merupakan mata uang fungsional Grup.
         b.    Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
               Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
               lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang.
               Suatu aset disajikan lancar bila:
               (i)   akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
               (ii) untuk diperdagangkan,
               (iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
                     penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
                     periode pelaporan.
               Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
               Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila:
               (i)   akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
               (ii) untuk diperdagangkan,
               (iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
               (iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan setelah periode
                    pelaporan.
               Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.

         c.    Prinsip-prinsip Konsolidasi

               Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas- entitas yang dikendalikan
               secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.

               Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
               • Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan
                  aktivitas relevan dari investee;
               • Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
               • Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

               Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
               perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
               Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Perusahaan dapat mempertimbangkan semua fakta dan
               keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
               • Pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara yang lain;
               • Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
               • Hak suara dan hak suara potensial Grup.

               Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Grup
               kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, pendapatan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi
               atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari
               tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas anak.


                                                                     10
Page 18
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                    Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         c. Prinsip-prinsip Konsolidasi (Lanjutan)
              Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
              akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh
              Grup, kecuali dinyatakan lain.
              Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup
              juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.
             Kepentingan non-pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak
             dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan
Approved by: dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi
             keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
              Kepentingan non-pengendali pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional kepentingan
              non-pengendali atas nilai wajar aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk
              masing-masing akuisisi. Kepentingan non-pengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah
              tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah bagian
              kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas.
              Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
              entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan non-pengendali, walaupun hasil di kepentingan non-pengendali
              mempunyai saldo defisit.
              Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas.
              Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan non- pengendali disesuaikan untuk mencerminkan
              perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan non-pengendali
              yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan
              diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
              Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
              a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
              b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali;
              c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
              d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
              e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
              f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai laba rugi; dan
              g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
                  penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan melepas secara
                  langsung aset atau liabilitas yang terkait.

              Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai
              nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109, “Instrumen Keuangan”,
              ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura
              bersama.

         d.   Kombinasi Bisnis

              Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur
              pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang
              dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan
              kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya
              akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.

              Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih diakui pada nilai wajar kecuali
              untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.

              Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan non-pengendali
              dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada)
              atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada
              tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill.

              Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai kembali
              apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang diambil alih dan
              menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal akuisisi. Jika penilaian
              kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas jumlah gabungan imbalan yang
              dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi.
                                                                    11
Page 19
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         d.    Kombinasi Bisnis (Lanjutan)
               Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari
               pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjensi tersebut diukur pada nilai
               wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis.
               Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode
               pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode
               pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran
               (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal
               akuisisi.
Approved by:   Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi syarat
               sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi diklasifikasikan. Imbalan
               kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan dan
               penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau
               liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar
               dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang
               tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan
               perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi.
               Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur
               kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba
               rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikan tersebut
               dilepas/dijual.
               Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup
               melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya.
               Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau liabilitas tambahan
               yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
               akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
         e.    Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
               Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338. Berdasarkan PSAK ini,
               transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi
               entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti
               substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan
               ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut.
               Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan.
               Metode penyatuan kepemilikan diterapkan seolah-olah entitas-entitas tersebut telah bergabung sejak periode dimana
               entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat aset
               neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “tambahan modal disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba rugi atau
               direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang.
         f.    Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
               Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:
               a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:
                  (i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
                  (ii) Memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
                  (iii) personil manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.

               b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
                  (i) entitas dan Grup adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak
                        berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
                  (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura
                        bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
                  (iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
                  (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
                        entitas ketiga.
                  (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas yang
                        terkait dengan Grup.
                  (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
                  (vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil
                        manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).



                                                                    12
Page 20
                                                       FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                      Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
        f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan)
            b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut: (Lanjutan)
               (viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
                      menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
               (ix) entitas yang merupakan entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup.
            Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan
            yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
        g. Instrumen Keuangan
             Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
Approved by: keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan posisi
             keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut.
            Klasifikasi
            i. Aset keuangan
                Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya perolehan
                diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
                (“FVTOCI”).
                Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                •    Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
                     mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                •    Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari
                     pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
                Grup mengklasifikasikan instrumen utang pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                •  Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas
                   kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                •  Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata
                   dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
                Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
                memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
                dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
                Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola aset keuangan
                untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus
                kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
                Pada saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan instrumen
                ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
                Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur
                pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan sebagai
                diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
                Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur aset yang
                memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan
                komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau secara
                signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting
                mismatch”).
                Aset keuangan yang diukur pada FVTPL mencakup aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
                keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang
                disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya.
                Aset keuangan tersedia untuk diperdagangkan jika:
                •    diperoleh untuk tujuan dijual dalam waktu dekat; atau
                •    pada pengakuan awal, merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang diidentifikasi dimana
                     dikelola bersama oleh Grup dan memiliki bukti pola pengambilan actual laba jangka pendek; atau
                •    merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau lindung nilai
                     yang ditunjuk dan efektif)
                Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain- lain diklasifikasikan sebagai
                aset yang diukur dengan biaya diamortisasi dan penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                diukur pada FVTOCI.
                Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL.


                                                                   13
Page 21
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Klasifikasi (Lanjutan)
               ii. Liabilitas keuangan
                  Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada
                  FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
                  Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas
                  keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
                  Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan
Approved by:
                  untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga instrumen yang tidak ditetapkan
                  sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
                  kecuali instrumen sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang
                  timbul diakui pada laba rugi.
                  Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada FVTPL ditentukan pada saat pengakuan awal,
                  dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 109 terpenuhi.
                  Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan bukan bank, utang usaha, utang lain-
                  lain, beban akrual, liabilitas sewa, utang obligasi dan sukuk mudharabah diklasifikasikan sebagai liabilitas
                  keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
                  FVTPL.
               Pengakuan dan Pengukuran
               Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada awalnya
               diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan
               aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
               keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
               perolehan aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi diakui langsung pada laba rugi.
               i. Aset keuangan
                  Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
                  ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
                  perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
                  Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan yang diamortisasi
                  atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut sebagai berikut:
                  •   Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
                      Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan
                      metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba
                      rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
                  •   Instrumen ekuitas ditetapkan pada FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat
                      penghentian pengakuan
                      Selanjutnya, nilai wajar tersebut diukur pada nilai wajar dengan mengakui keuntungan dan kerugian yang
                      timbul dari perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan aset
                      keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian
                      kumulatif tidak direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan investasi ekuitas, melainkan dialihkan ke saldo laba.
                      Dividen diakui sebagai penghasilan investasi lainnya pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran
                      dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi, di mana
                      keuntungan tersebut dicatat dalam penghasilan komprehensif lain. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada
                      FVTOCI tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai.
               ii. Liabilitas keuangan
                  •   Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
                      Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi
                      bisnis, 2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya
                      perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.




                                                                    14
Page 22
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
             Metode Suku Bunga Efektif
             Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan dalam menghitung biaya perolehan diamortisasi dari
             aset keuangan atau liabilitas keuangan dan dalam pengalokasian dan pengkuan pendapatan bunga atau beban
             bunga pada laporan laba rugi selama periode relevan.
             Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan
             kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat bruto aset
             keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif,
             entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dari
Approved by: instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli dan opsi- opsi serupa),
             tetapi tidak mempertimbangkan keruagian kredit ekspektasian. Perhitungan mencakup seluruh fee (imbalan) dan
             komisi yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak yang merupakan bagian yang
             tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lainnya.
             Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
             Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
             konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
             yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
             dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
             bersamaan.
             Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan
             dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar,
             peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.
             Penurunan Nilai Aset Keuangan
             Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI.
             Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu
             besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default dan
             loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan. Adapun eksposur atas
             gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan; untuk kontrak jaminan
             keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang
             diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis,
             pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan informasi
             perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
             ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang
             diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan
             akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan perbaikan risiko-kredit
             lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
             ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara
             signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar
             yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang
             mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa
             umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).
             Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang
             disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit,
             namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan.
             Grup membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan
             perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
             Peningkatan risiko kredit secara signifikan
             Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
             awal, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pelaporan
             dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam melakukan
             penilaian, Grup mempertimbangkan baik informasi kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan mendukung, termasuk
             pengalaman historis dan informasi bersifat perkiraan masa depan, yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
             Informasi masa depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri di mana debitur Grup
             beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan pemerintah, lembaga terkait, dan
             organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai sumber eksternal aktual dan prakiraan informasi ekonomi
             yang terkait dengan operasi inti Grup.

                                                                  15
Page 23
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
             Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan)
             Peningkatan risiko kredit secara signifikan (Lanjutan)
             Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan
             sejak pengakuan awal: (a) indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan
             signifikan, (b) wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, (c) kemungkinan bahwa mereka akan
             dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan (d) di mana data yang dapat diobservasi
             mengindikasikan bahwa ada terukur penurunan arus kas estimasi masa mendatang, seperti perubahan tunggakan
Approved by: atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.

             Definisi gagal bayar
             Grup menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal
             karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut umumnya
             tidak dapat dipulihkan:
             •   ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
             •   informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa debitur
                 kemungkinan tidak akan membayar kreditornya, termasuk Grup, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan
                 yang dimiliki oleh Grup).
             Terlepas dari analisis di atas, Grup menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan tertunggak
             lebih dari 90 hari kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa kriteria
             yang lebih panjang lebih tepat.
             Aset keuangan memburuk
             Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk
             pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan mengalami
             penurunan nilai termasuk data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut:
             •   kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam;
             •   pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau tunggakan;
             •   pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan yang
                 dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika
                 pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
             • terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan
                lainnya;
             •   hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat kesulitan keuangan; atau
             •   pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian kredit yang
                 terjadi.
             Kebijakan penghapusan
             Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam
             kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan dalam
             proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan, atau untuk hal piutang usaha, ketika jumlahnya sudah
             lebih dari 120 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan yang dihapuskan dapat menjadi subjek
             aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan nasihat hukum yang sesuai. Setiap
             pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
             Grup mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen keuangan dengan
             penyesuaian terkait ke jumlah tercatat melalui akun cadangan kerugian, kecuali untuk investasi pada instrumen
             utang yang diukur pada FVTOCI, dimana penyisihan kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
             diakumulasi dalam “cadangan aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain”,
             dan tidak mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
             Penghentian Pengakuan
             i. Aset keuangan
                 Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                 keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

                                                                  16
Page 24
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Penghentian Pengakuan (Lanjutan)
               i. Aset keuangan (Lanjutan)
                  Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                  keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat: (Lanjutan)
                  a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
                  b. Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
                     menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang material kepada pihak
Approved by:
                     ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan
                     manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan tidak
                     mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah
                     mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

                  Ketika Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani
                  kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak mengalihkan dan tidak
                  mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun tidak mengalihkan pengendalian atas
                  aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset keuangan tersebut.
                  Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah
                  terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus
                  dibayar kembali.
                  Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan dasar
                  yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Grup.
                  Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara
                  nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Sebaliknya, pada
                  penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Grup pada pengakuan awal untuk
                  diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi
                  investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba.
               ii. Liabilitas keuangan
                  Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
                  dibatalkan atau kedaluwarsa.
                  Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
                  persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
                  keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas
                  keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.
                  Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan
                  dan utang diakui dalam laba rugi.
         h. Pengukuran Nilai Wajar
               Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk
               mentransfer suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
               Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
               terjadi di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
               menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
               Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
               harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
               terbaiknya.
               Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
               mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir
               penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
               Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
               diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
               keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:




                                                                    17
Page 25
                                                       FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                    Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
       h. Pengukuran Nilai Wajar (Lanjutan)
          Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
          diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
          keseluruhan pengukuran, sebagai berikut: (Lanjutan)
          •    Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
          •    Tingkat 2: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
               diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
           •
Approved by:   Tingkat 3: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat
               diobservasi.
          Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan apakah
          terjadi transfer antara tingkat di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input tingkat terendah
          yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
          Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik,
          dan risiko aset atau liabilitas dan tingkat hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
       i. Kas dan Setara Kas
          Dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas (yaitu kas di tangan dan rekening
          giro) dan setara kas. Setara kas adalah investasi jangka pendek (umumnya dengan jatuh tempo awal tiga bulan atau
          kurang), sangat likuid yang dengan cepat dapat segera dikonversi ke jumlah kas yang diketahui dan memiliki risiko
          perubahan nilai yang tidak signifikan. Setara kas dimiliki untuk tujuan pemenuhan komitmen kas jangka pendek bukan
          untuk investasi atau tujuan lainnya.
          Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas dan setara kas sebagaimana
          dijelaskan di atas, setelah dikurangi saldo cerukan bank yang harus dibayar kembali sesuai permintaan dan merupakan
          bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup. Cerukan tersebut disajikan sebagai pinjaman jangka pendek
          pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
       j. Persediaan
          Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
          Biaya perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan biaya-
          biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut, serta membawanya ke lokasi dan kondisinya yang
          sekarang. Barang jadi dan barang dalam proses meliputi alokasi beban pabrikasi tetap dan variabel, sebagai tambahan
          atas bahan baku dan tenaga kerja langsung.
          Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran biaya
          untuk menyelesaikan dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
          Grup menetapkan penyisihan untuk nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi
          fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
       k. Biaya Dibayar di Muka
          Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
       l. Investasi pada Entitas Asosiasi
          Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan. Pengaruh signifikan adalah
          kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee tetapi tidak
          mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
          Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian dengan
          menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan
          PSAK 105, “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”.
          Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya
          perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain dari entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan. Ketika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi
          melebihi kepentingan Grup pada entitas asosiasi (yang mencakup semua kepentingan jangka panjang, yang secara
          substansi, membentuk bagian dari investasi neto Grup dalam entitas asosiasi), Grup menghentikan pengakuan
          bagiannya atas kerugian selanjutnya. Kerugian selanjutnya diakui hanya apabila Grup mempunyai kewajiban bersifat
          hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.



                                                                  18
Page 26
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
       l. Investasi pada Entitas Asosiasi (Lanjutan)
          Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sejak tanggal saat investee menjadi
          entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar neto dari aset yang
          teridentifikasi dan liabilitas dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi diakui sebagai goodwill. Goodwill
          termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilainya sebagai bagian dari investasi. Setiap kelebihan
          kepemilikan Grup dari nilai wajar neto aset yang teridentifikasi dan liabilitas atas biaya perolehan investasi, sesudah
          pengujian kembali, segera diakui di dalam laba rugi pada periode diperolehnya investasinya.
          Persyaratan dalam PSAK 236, “Penurunan Nilai”, diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk mengakui setiap
           penurunan nilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi. Bila diperlukan, jumlah tercatat investasi (termasuk
Approved by:
          goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236 sebagai suatu aset tunggal dengan membandingkan antara
          jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan) dengan jumlah
          tercatatnya. Rugi penurunan nilai diakui langsung pada nilai tercatat investasi. Setiap pembalikan dari penurunan nilai
          diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut kemudian meningkat.
          Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal saat investasinya berhenti menjadi investasi pada
          entitas asosiasi atau ketika investasi diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Ketika Grup mempertahankan kepemilikan
          dalam entitas yang sebelumnya merupakan entitas asosiasi dan sisa investasi tersebut merupakan aset keuangan,
          Grup mengukur setiap sisa investasi pada nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai wajar tersebut dianggap sebagai
          nilai wajar pada saat pengakuan awal sesuai dengan PSAK 109. Selisih antara jumlah tercatat pada asosiasi pada
          tanggal metode ekuitas dihentikan.
          Nilai wajar dari setiap bunga yang ditahan dan hasilkan dari pelepasan sebagian kepentingan dalam asosiasi termasuk
          dalam penentuan keuntungan atau kerugian pada pelepasan asosiasi. Selanjutnya, Grup mencatat seluruh jumlah yang
          sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi tersebut dengan
          menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika entitas asosiasi telah melepaskan secara
          langsung aset dan liabilitas yang terkait. Seluruh jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait
          dengan entitas asosiasi direklasifikasi ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi) pada saat penghentian metode
          ekuitas.
          Grup melanjutkan penerapan metode ekuitas jika investasi pada entitas asosiasi menjadi investasi pada ventura
          bersama atau investasi pada ventura bersama menjadi investasi pada entitas asosiasi. Tidak terdapat pengukuran
          kembali ke nilai wajar pada saat perubahan kepentingan.
          Jika Grup mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi tetapi Grup tetap menerapkan metode ekuitas, Grup
          mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan
          komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan (jika keuntungan atau kerugian tersebut akan
          direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait.)
          Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi
          dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sebesar kepemilikan dalam entitas
          asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
          Grup menerapkan PSAK 109, termasuk persyaratan penurunan nilai, untuk kepentingan jangka panjang dalam entitas
          asosiasi ketika metode ekuitas tidak diterapkan dan yang merupakan bagian dari investasi neto pada investee.
          Selanjutnya, dalam menerapkan PSAK 109 untuk kepentingan jangka panjang, Grup tidak memperhitungkan
          penyesuaian nilai tercatat yang disyaratkan oleh PSAK 228 (misalnya, penyesuaian nilai tercatat kepentingan jangka
          panjang yang timbul dari alokasi kerugian investee atau penilaian penurunan nilai berdasarkan PSAK 228).
       m. Aset Tetap
          Tanah dan bangunan dinyatakan sebesar nilai revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi akumulasi
          penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan.
          Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa nilai wajar aset yang direvaluasi
          tidak berbeda secara material dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.
          Setiap kenaikan revaluasi yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan dikreditkan ke akun ‟keuntungan dari
          revaluasi aset tetap” pada penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pembalikan penurunan revaluasi, atas aset
          yang sama yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan tersebut dikreditkan ke laba rugi
          sebesar penurunan yang dibebankan sebelumnya. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dan
          bangunan dibebankan dalam laporan laba rugi hingga melebihi nilainya, jika ada, yang dicatat dalam keuntungan dari
          revaluasi aset tetap terkait dengan revaluasi tanah dan bangunan sebelumnya.
          Cadangan revaluasi yang dipindahkan secara periodik ke saldo laba adalah sebesar perbedaan antara jumlah
          penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan biaya perolehan aset
          tersebut.



                                                                  19
Page 27
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
      m. Aset Tetap (Lanjutan)
          Selain itu, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasian dieliminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai aset
          neto disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut. Pada saat pelepasan, cadangan revaluasi atas
          aset yang dijual dipindahkan ke saldo laba.
           Aset tetap lainnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya
           perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap pada saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria
           pengakuan. Demikian pula, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah
           tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan
           pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Approved by:

          Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
          tetap, sebagai berikut:
                                                              Tahun

            Bangunan                                           10-30
            Sarana dan prasarana                                 10
            Instalasi listrik                                   8-20
            Mesin dan peralatan                                 4-16
            Alat-alat berat                                       8
            Kendaraan dan inventaris                            4-8
          Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan
          aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud
          dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
          Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk
          masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi
          ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar
          kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi
          atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai
          pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, “Aset Tetap”.
          Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa
          depan yang diharapkan dari penggunaannya. Ketika aset tetap dijual atau dihentikan, biaya perolehan, beban akumulasi
          penyusutan dan kerugian penurunan nilai dieliminasi dari akun. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian
          pengakuan aset diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
          Aset dalam penyelesaian dicatat sebesar harga perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai yang diakui. Biaya
          perolehan termasuk biaya profesional dan untuk aset kualifikasian, biaya pinjaman yang dikapitalisasi sesuai dengan
          kebijakan akuntansi Grup. Penyusutan aset dimulai saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya,
          yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan
          keinginan dan maksud manajemen.
          Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direviu dan disesuaikan, setiap akhir tahun, bila diperlukan.
       n. Properti Investasi
          Properti investasi Grup merupakan tanah yang dikuasai Grup untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai
          atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk
          tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
          Properti investasi – tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi penurunan nilai, jika
          ada, dan tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada
          saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi.
          Penambahan selanjutnya dikapitalisasi ke nilai tercatat aset hanya ketika ada keuntungan ekonomi di masa yang akan
          datang dapat dinikmati oleh Grup dari penambahan tersebut dan hal tersebut dapat diukur secara andal.
          Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak
          digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada
          saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui
          dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam tahun terjadinya penghentian atau
          pelepasan tersebut.




                                                                 20
Page 28
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         n. Properti Investasi (Lanjutan)
              Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
              dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan
              atau pengembangan.
              Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
              dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.
             Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Grup menggunakan metode biaya pada
             tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan Grup menjadi properti investasi, Grup mencatat properti
Approved by:
             investasi   tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan
             penggunaannya.

         o. Biaya Ditangguhkan atas Hak Pengusahaan Hutan
              Biaya/iuran yang terjadi untuk memperoleh “Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (“IUPHHK”)”; seperti biaya
              Hak Pengusahaan Hutan (“HPH”), analisis mengenai dampak lingkungan, foto udara dan rencana karya pengusahaan
              hutan, ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat masing- masing IUPHHK tersebut dengan
              menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu IUPHHK.

         p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
              Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai.
              Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat
              estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
              Jumlah terpulihkan suatu aset adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas dikurangi
              biaya untuk menjual dan nilai pakainya, dan ditentukan untuk aset individual, kecuali aset tersebut tidak
              menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat
              aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset atau unit penghasil kas tersebut mengalami penurunan nilai
              dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam
              laba rugi, kecuali aset tersebut disajikan pada jumlah revaluasian, di mana kerugian penurunan nilai diperlakukan
              sebagai penurunan revaluasi.
              Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan
              tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko
              spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
              terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
              menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar
              yang tersedia.
              Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
              nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
              telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau unit
              penghasil kas tersebut.
              Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika
              terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
              penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan
              tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto
              setelah penyusutan atau amortisasi, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
              pada tahun- tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
              komprehensif lain konsolidasian, kecuali aset yang bersangkutan disajikan pada jumlah revaluasian, dalam hal ini
              pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi. Setelah pembalikan tersebut,
              penyusutan atau amortisasi aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat
              aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
         q.   Sewa
              Sebagai Penyewa
              Grup menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup mengakui aset hak-
              guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Grup merupakan penyewa,
              kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang)
              dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Grup mengakui pembayaran sewa
              sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya lebih
              merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.

                                                                   21
Page 29
                                                     FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         q. Sewa (Lanjutan)
            Sebagai Penyewa (Lanjutan)
            Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal
            permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat
            ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
             Bunga pinjaman inkremental bergantung pada jangka waktu, mata uang dan tanggal mulai sewa, dan ditentukan
             berdasarkan serangkaian input, termasuk: tingkat bebas risiko berdasarkan suku bunga obligasi pemerintah;
             penyesuaian risiko khusus negara; penyesuaian risiko kredit berdasarkan imbal hasil obligasi; dan penyesuaian khusus
Approved by:
             entitas ketika profil risiko entitas yang melakukan perjanjian sewa berbeda dengan grup dan sewa tersebut tidak
             memperoleh manfaat atas jaminan dari Grup.
            Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
             •   pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa;
             •   pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
                 menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
             •   jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
             •   harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
             •   pembayaran penalty karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi
                 untuk menghentikan sewa.

            Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
            Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas sewa
            (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang
            telah dibayar.
            Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba
            rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas
            untuk setiap periode.
            Grup mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak-guna) jika:
             •   terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi pembelian, di mana
                 liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revision menggunakan tingkat diskonto revisian;
             •   terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau perubahan perkiraan
                 pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas sewa diukur kembali dengan mendiskontokan
                 pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena
                 perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan); atau
             •   kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di mana liabilitas sewa diukur
                 dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian.
            Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau
            sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi
            akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
            Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di mana
            aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi
            diakui dan diukur sesuai PSAK 237. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hak- guna terkait, kecuali jika biaya
            tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.
            Aset hak-guna disusutkan secara garis lurus selama jangka waktu sewa yang lebih pendek dan estimasi masa
            manfaat aset, sebagai berikut:
                                                               Tahun

             Mesin dan peralatan                                 16
             Kendaraan                                            8
            Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak- guna merefleksikan Grup
            akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dmulai
            pada tanggal permulaan sewa.
            Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.



                                                                 22
Page 30
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         q. Sewa (Lanjutan)
               Grup menerapkan PSAK 236 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan mencatat
               kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan penurunan nilai aset non
               keuangan.
               Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas
               sewa dan aset hak- guna. Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi
               yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan laba
               rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Approved by:
               Sebagai cara praktis, PSAK 116 mengijinkan penyewa untuk tidak memisahkan komponen nonsewa, dan mencatat
               masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa sebagai kesepakatan sewa tunggal. Grup tidak
               menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak yang memiliki komponen sewa dan satu atau lebih sewa tambahan
               atau komponen non sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke setiap komponen sewa dengan dasar
               harga jual relatif berdiri sendiri dari komponen sewa dan jumlah agregat masing- masing dari komponen non sewa.

         r. Pajak Penghasilan
               Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
               transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif lain
               atau langsung pada ekuitas atau kombinasi bisnis.
               Pajak Kini
               Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
               ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi
               yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang
               berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan
               akan dibayar kepada otoritas pajak.
               Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak dalam
               laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
               Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan
               sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak
               penghasilan.
               Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
               keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut
               dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.
               Pajak Tangguhan
               Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan
               pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan
               diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui
               untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah
               laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari
               kombinasi bisnis atau transaksi yang tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer
               dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba
               kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari
               pengakuan awal goodwill.
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
               direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku
               secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan
               semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan atau
               dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau
               dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
               Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah tercatat
               jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi
               sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir
               periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset
               pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.



                                                                     23
Page 31
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         r. Pajak Penghasilan (Lanjutan)
            Pajak Tangguhan (Lanjutan)
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum ada
               untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
               tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan liabilitas dan
               aset pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
               setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas liabilitas atau aset pajak tangguhan diharapkan untuk
               diselesaikan atau dipulihkan.
         s.    Imbalan Kerja
Approved by:
               Imbalan Kerja Jangka Pendek
               Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
               akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika
               karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada
               laba rugi.
               Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti tahunan
               akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
               Imbalan Pascakerja Program Imbalan Pasti
               Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2023
               tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja. Beban
               pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara
               periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan
               tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
               Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset (jika
               ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi
               keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada periode
               terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian
               untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui sebagai pos terpisah
               pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
               Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup mengakui
               biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu.
               Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
               imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
               •   Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian)
               •   Beban atau pendapatan bunga neto
               •   Pengukuran kembali
               Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian kurtailmen
               dicatat sebagai biaya jasa lalu.
               Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus
               aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat
               ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan atas
               program.
         t.    Pengakuan Pendapatan dan Beban
               Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
               analisa sebagai berikut:
               •   Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
               •   Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak
                   untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
               •   Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
                   sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
                   dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah
                   imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang
                   dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama
                   periode kontrak;

                                                                    24
Page 32
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         t.    Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
               Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
               analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
               •   Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdirisendiri
                   relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
                   langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
               •   Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi denganmenyerahkan barang atau jasa
                   yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Approved by:
               Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan
               dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika mengalihkan
               pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan
               Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
               pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan yaitu saat penyerahan barang kepada pelanggan
               sesuai dengan ketentuan penjualan.
               Liabilitas Kontrak
               Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal) dari
               pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan ketika
               Grup memenuhi kontrak tersebut (yaitu, mengalihkan kendali atas barang dan jasa terkait kepada pelanggan).
               Liabilitas kontrak disajikan terpisah di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
               Beban
               Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basic)
               Penghasilan/Beban Bunga
               Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau biaya bunga
               dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
               pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur yang diharapkan dari instrumen
               keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, terhadap nilai tercatat neto dari aset keuangan
               atau liabilitas keuangan.
         u.    Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo
               Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang juga merupakan
               mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali entitas anak tertentu, yaitu CRA yang memiliki mata uang
               fungsional Krona Denmark. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang fungsionalnya masing-masing dan
               laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan mata uang fungsional tersebut.
               Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
               dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai
               dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan
               terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan
               pada operasi periode yang bersangkutan.
               Pos-pos non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku
               pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non-moneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing
               tidak dijabarkan kembali.
               Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya kecuali untuk:
               Selisih kurs atas pinjaman dalam valuta asing yang berkaitan dengan aset dalam konstruksi untuk penggunaan yang
               produktif di masa depan, termasuk dalam biaya perolehan aset tersebut ketika dianggap sebagai penyesuaian atas
               biaya bunga atas pinjaman dalam valuta asing;
               Selisih kurs atas pos moneter piutang atau utang dari kegiatan usaha luar negeri yang penyelesaiannya tidak
               direncanakan atau tidak mungkin terjadi (karenanya membentuk bagian dari investasi neto dalam kegiatan usaha
               luar negeri), yang pada awalnya diakui pada penghasilan komprehensif lain dan direklasifikasi dari ekuitas ke laba
               rugi pada pelepasan atau pelepasan sebagian dari investasi neto; dan
               Selisih nilai tukar yang muncul dari penjabaran kembali pos-pos non-moneter, di mana keuntungan atau kerugian
               diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Untuk pos-pos non-moneter tersebut, setiap keuntungan atau kerugian
               dari komponen pertukaran tersebut juga diakui dalam penghasilan komprehensif lain.



                                                                   25
Page 33
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo (Lanjutan)
                Kurs yang digunakan untuk menjabarkan ke mata uang Rupiah, mata uang penyajian Grup, pada tanggal 30 Juni
                2025 dan 2024, adalah sebagai berikut:

                                     Mata uang               30 Juni 2025          31 Desember 2024
                                US$ 1                           16,233                  16,162
                                EUR 1                           19,009                  16,851
                                RMB 1                            2,265                   2,214
Approved by:    Akun-akun dari entitas anak luar negeri dijabarkan dari mata uang pelaporannya menjadi Rupiah dengan dasar
                sebagai berikut:
                a. Aset dan liabilitas, baik moneter maupun non-moneter, dijabarkan dengan menggunakan kurs penutup.
                b. Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi atau, bila
                   memenuhi syarat, kurs rata-rata periode tersebut.
                c. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai “Penghasilan Komprehensif Lain – Selisih Kurs atas Penjabaran
                   Akun-akun Kegiatan Usaha Luar Negeri” sebagai bagian dari ekuitas sampai pelepasan investasi neto yang
                   bersangkutan.
                Pada pelepasan kegiatan usaha luar negeri (yaitu pelepasan dari seluruh kepentingan Grup pada kegiatan usaha
                luar negeri, atau pelepasan yang melibatkan hilangnya pengendalian pada entitas anak yang mencakup kegiatan
                usaha luar negeri, atau pelepasan parsial atas kepentingan dalam pengaturan bersama atau entitas asosiasi yang
                mencakup kegiatan operasi luar negeri, merupakan aset keuangan yang mencakup kegiatan usaha luar negeri),
                seluruh selisih kurs terakumulasi di ekuitas yang terkait dengan kegiatan usaha luar negeri yang telah diatribusikan
                ke pemilik Perusahaan direklasifikasi ke laba rugi.
                Selanjutnya, dalam pelepasan sebagian dari entitas anak yang mencakup kegiatan usaha luar negeri, yang tidak
                mengakibatkan hilangnya pengendalian Grup atas entitas anak, bagian proporsional dari akumulasi selisih kurs
                diatribusikan kembali kepada kepentingan non- pengendali dan tidak diakui dalam laba rugi. Untuk seluruh
                pelepasan sebagian kepentingan lainnya (yaitu pelepasan sebagian dari entitas asosiasi atau pengaturan bersama
                yang tidak mengakibatkan hilangnya pengaruh signifikan atau pengendalian bersama Grup), bagian proporsional
                dari jumlah kumulatif selisih kurs direklasifikasi ke laba rugi.
                Pada konsolidasi, selisih kurs yang berasal dari penjabaran atas investasi neto entitas luar negeri (termasuk pos-
                pos moneter yang secara substansi membentuk bagian investasi neto entitas luar negeri), diakui dalam penghasilan
                komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah di bawah judul “cadangan selisih kurs
                atas penjabaran akun- akun kegiatan usaha luar negeri”.
                Goodwill dan penyesuaian nilai wajar yang timbul dari akuisisi dari kegiatan usaha luar negeri diperlakukan sebagai
                aset dan liabilitas dari kegiatan usaha luar negeri dan dijabarkan pada kurs tutup buku. Selisih kurs yang timbul
                diakui pada penghasilan komprehensif lain.
         v.    Informasi Segmen
               Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular
               direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja
               segmen operasi.
               Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
                a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memeroleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan
                   dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
                b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
                   keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
                c. di mana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
               Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian
               kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
               Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung
               kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
               Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar grup dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
         w. Laba per Saham Dasar
               Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
               pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang
               bersangkutan.

                                                                    26
Page 34
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         x.    Biaya Emisi Saham
               Biaya-biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan dikurangkan langsung dari
               “Tambahan Modal Disetor”.

         y.    Provisi dan Kontinjensi
               Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat
               peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal
               mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Approved by:
               Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan
               kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi
               kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan
               kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika pengaruh nilai waktu uang bersifat
               material).
               Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai kini adalah tingkat sebelum pajak yang mencerminkan
               penilaian pasar saat ini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik terhadap liabilitas. Peningkatan provisi karena
               berlalunya waktu diakui sebagai beban bunga.
               Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari
               pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah
               piutang dapat diukur secara andal.
               Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi diungkapkan
               dalam laporan keuangan konsolidasian, kecuali kemungkinan arus keluar sumber daya yang mewujudkan manfaat
               ekonomi bersifat kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian di mana kemungkinan
               besar terjadi arus masuk manfaat ekonomi.
         z.    Saham Treasuri
               Saham treasuri diakui dengan menggunakan metode nilai nominal dan dikurangi dari ekuitas. Keuntungan atau
               kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan
               tidak diakui dalam laba rugi. Selisih antara jumlah tercatat dan penerimaan dari penjualan saham treasuri di masa
               yang akan datang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.

         aa. Peristiwa setelah Periode Pelaporan
               Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode
               pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode
               pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan
               konsolidasian.

   4.     PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
          Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
          dan asumsi yang memengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir
          periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
          terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
          a.   Pertimbangan
               Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, yang
               memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
               Penilaian Model Bisnis
               Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Grup
               menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama
               untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang
               relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset
               dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup memantau aset keuangan
               yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
               dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
               konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
               berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika tidak
               sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan prospektif
               terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang disajikan.

                                                                   27
Page 35
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
         a.    Pertimbangan (Lanjutan)
               Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
               Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 3g, kerugian kredit ekspektasian diukur sebagai cadangan yang setara
               dengan ECL 12 bulan untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset
               bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. PSAK 109 tidak
               menjelaskan apa yang merupakan peningkatan risiko kredit yang signifikan. Dalam menilai apakah risiko kredit
               suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup mempertimbangkan informasi masa depan yang wajar dan dapat
               didukung secara kualitatif dan kuantitatif.
Approved by:   Penentuan Mata Uang Fungsional
               Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer di mana entitas beroperasi. Mata
               uang tersebut adalah mata uang yang memengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan
               penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.
               Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan
               Grup menyimpulkan bahwa penjualan barang yang diberikan harus suatu titik waktu karena pelanggan secara
               bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan Grup. Pendapatan dari penjualan produk-produk Grup
               diakui pada saat pengendalian atas barang berpindah kepada pembeli, yang pada umumnya terjadi pada saat
               yang bersamaan dengan pengiriman dan penerimaan barang.
               Pendapatan diakui bila besar kemungkinan bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Grup dan
               jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima.
         b.    Estimasi dan Asumsi
               Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang
               memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
               berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada
               saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
               berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi
               terkait pada saat terjadinya.
               Penurunan Nilai Piutang Usaha
               Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha. Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat
               jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa.
               Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat gagal bayar yang diamati secara historis Grup. Grup akan
               mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi berwawasan ke
               depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat
               menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar, maka tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
               pelaporan, tingkat gagal bayar yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan
               ke depan dianalisis.
               Penilaian korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL
               adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi.
               Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili gagal bayar aktual
               pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL pada piutang usaha Grup.
               Penilaian Instrumen Keuangan
               Grup menggunakan teknik penilaian yang meliputi input yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat
               diobservasi untuk mengestimasi nilai wajar dari beberapa jenis instrumen keuangan.
               Direksi berpendapat bahwa teknik penilaian yang dipilih dan asumsi yang digunakan adalah tepat dalam
               menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan.
               Revaluasi Aset Tetap
               Pengukuran nilai tanah dan bangunan pada nilai revaluasi dengan perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain. Grup menggunakan spesialis penilai independen untuk menentukan nilai wajar pada tanggal 31
               Desember 2023.
               Untuk aset tetap, penilai menggunakan pendekatan perbandingan pasar untuk tanah dan pendekatan biaya untuk
               bangunan.




                                                                  28
Page 36
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
         b.    Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
               Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (selain Goodwill)
               Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar
               antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
               didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal
               atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan
               dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan.
               Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi
Approved by:
               yang belum dilakukan oleh Grup atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset
               dari unit penghasil kas yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam
               model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan
               dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
               Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan nilai aset non-keuangan pada tanggal 31
               Desember 2024 dan 2023.
               Imbalan Pasca-Kerja dan Pensiun
               Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang
               digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
               lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan,
               umur pensiun dan tingkat kematian.
               Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera pada laporan posisi keuangan
               konsolidasian dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain dalam periode terjadinya.
               Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil
               aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi secara material liabilitas
               diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
               Pajak Penghasilan
               Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
               perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup
               mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak
               penghasilan badan.
               Aset Pajak Tangguhan
               Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan seluruh rugi fiskal yang belum
               digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal
               tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak
               tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
               perencanaan pajak masa depan.
               Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
               Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi terbaik
               yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
               estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan
               disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang memengaruhi jumlah yang diestimasi.
               Estimasi IBR untuk Sewa
               Grup tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu, Grup menggunakan suku
               bunga pinjaman inkremental (“IBR”) untuk mengukur kewajiban sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus dibayar
               Grup untuk meminjam dalam jangka waktu yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan untuk
               memeroleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi yang sama. Oleh karena
               itu, IBR mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Grup, yang memerlukan perkiraan ketika tidak ada tarif yang
               tersedia sebagai acuan atau ketika perlu disesuaikan untuk mencerminkan syarat dan ketentuan sewa. Grup
               memperkirakan IBR menggunakan input yang dapat diamati (seperti suku bunga pasar) jika tersedia dan membuat
               estimasi spesifik untuk entitas tertentu jika diperlukan (seperti peringkat kredit).




                                                                    29
Page 37
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
         b.     Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
                Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna
             Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
             manfaat ekonomisnya. Masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Grup ditentukan berdasarkan periode
             kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan
             pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan
             berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan
             lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat
             dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena
Approved by:
             perubahan faktor yang disebutkan di atas.
                Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat memengaruhi jumlah beban penyusutan dan
                amortisasi yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
   5.    KAS DAN SETARA KAS
          Akun ini terdiri dari:
                                                                30 Juni 2025          31 Desember 2024
                                                                (Tidak diaudit)            (Diaudit)


          Kas                                                         827,248,285             832,078,316


          Bank - pihak ketiga
          Rupiah
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               218,507,827           8,563,296,517
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                     5,951,513,558          5,735,527,282
          PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota Jakarta              3,224,929          1,692,424,962
          PT Bank Central Asia Tbk                                   1,958,014,559          1,097,307,852
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                     4,905,313,715          1,003,166,902
          PT Bank ICBC Indonesia                                       16,026,319              16,094,051
          PT Bank Syariah Indonesia                                      4,126,261              4,366,261
          PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk                      3,415,966              3,928,157
          PT Bank Maspion Indonesia Tbk                                14,589,812                        -


          Dolar Amerika Serikat
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                     9,950,454,342         39,595,324,851
          PT Bank Central Asia Tbk                                   2,798,283,175         38,704,752,590
          Ringkobing Landbobank                                      7,199,936,121          7,168,444,994
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                22,557,052           2,067,255,722
          PT Bank ICBC Indonesia                                       16,054,112              17,009,535
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                       43,116,634                        -


          Sub-Jumlah                                                33,105,134,382        105,668,899,676


          Deposito Berjangka - pihak ketiga
          Rupiah
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                     4,468,808,560         27,868,808,560
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                                  -         5,000,000,000


          Dolar Amerika Serikat
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                     4,251,422,700         10,602,272,000


          Sub-Jumlah                                                 8,720,231,260         43,471,080,560
          Jumlah                                                    42,652,613,927        149,972,058,552

                                                               30
Page 38
                                                     FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   5.    KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan)

          Deposito berjangka memperoleh tingkat bunga sebesar 3%-3,5% dan 3%-5,9% per tahun masing-masing pada tahun
          2025 dan 2024.

   6.    PIUTANG USAHA – BERSIH
         Akun ini terdiri dari:
         a. Berdasarkan pelanggan

                                             30 Juni 2025               31 Desember 2024
Approved by:                                (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

          Pihak ketiga
          Ekspor                              424,706,624,998               461,137,918,215
          Lokal                                 2,039,206,754                   673,148,775

          Sub-jumlah                          426,745,831,752               461,811,066,990
          Penyisihan atas ECL                  (4,914,227,265)               (5,674,181,611)
          Pihak ketiga - bersih               421,831,604,487               456,136,885,379

          Pihak berelasi
          PT Integriya Dekorindo                3,147,211,718                 3,800,070,303
          PT Alam Mentari Sejahtera               372,646,120                   211,563,194
          PT Mindo Integra Indonesia            2,026,086,849                             -

          Sub Jumlah                            5,545,944,687                 4,011,633,497
          Penyisihan atas ECL                     (34,510,343)                  (13,644,142)
          Pihak berelasi - bersih               5,511,434,344                 3,997,989,355
          Piutang usaha - bersih              427,343,038,831               460,134,874,734

          Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 90 hari.
          Penyisihan atas ECL untuk piutang usaha telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha
          diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis
          posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum
          industri di mana debitur beroperasi.
          Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan.


          b. Berdasarkan mata uang

                                           30 Juni 2025               31 Desember 2024
                                          (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

          Dolar Amerika Serikat             419,820,551,089              455,483,184,347
          Rupiah                              7,522,487,742                4,651,690,387

          Sub Jumlah                        427,343,038,831              460,134,874,734




                                                                 31
Page 39
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   6.    PIUTANG USAHA – BERSIH (Lanjutan)
         c. Berdasarkan umur

                                                 30 Juni 2025           31 Desember 2024
                                               (Tidak diaudit)              (Diaudit)

          1 - 30 hari                        381,184,377,099              390,130,254,277
          31 - 60 hari                         9,810,293,390               19,718,091,625
          61 – 90 hari                         6,431,124,436                7,137,081,138
          > 90 hari                           29,917,243,906               43,149,447,694
Approved by:

          Sub Jumlah                         427,343,038,831              460,134,874,734



          d. Mutasi penyisihan atas ECL piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                             30 Juni 2025              31 Desember 2024
                                            (Tidak diaudit)                (Diaudit)

          Saldo awal                            5,687,825,753                4,584,570,978
          Penyisihan tahun berjalan               653,160,608                3,100,684,979
          Pemulihan tahun berjalan            (1,392,248,753)              (1,997,430,204)

          Saldo akhir                           4,948,737,608               5,687,825,753


         Pada tanggal 31 Desember 2024, piutang usaha sebesar Rp 848.674.716.392 dijadikan jaminan utang bank dan lembaga
         keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
         Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas ECL tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak
         tertagihnya piutang usaha.

   7.    PIUTANG LAIN-LAIN

          Piutang lain-lain terdiri dari:

                                              30 Juni 2025               31 Desember 2024
                                             (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

          Pihak ketiga                           41,784,879,549               32,396,834,682
          Pihak berelasi
          PT Integriya Dekorindo                    108,378,431                  129,196,079
          PT Alam Mentari Sejahtera                   1,010,000                    1,010,000
          PT Mindo Integra Indonesia              2,285,296,993                            -
          Sub-jumlah                              2,394,685,424                  130,206,079

          Jumlah                                 44,179,564,973               32,527,040,761


         Manajemen menilai risiko gagal bayar piutang lain- lain adalah rendah atau kecil, sehingga tidak ada penyisihan atas
         ECL yang diakui.




                                                                  32
Page 40
                                                    FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                    Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 30 Juni 2025
        dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   8.    PERSEDIAAN – BERSIH

          Akun ini terdiri dari:

                                                 30 Juni 2025                31 Desember 2024
                                                (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

         Manufaktur
         Bahan baku dan pembantu                    1,603,879,589,346           1,553,303,578,804
Approved Barang
         by:    dalam proses                          691,982,183,482             662,592,842,391
         Barang jadi                                  739,580,912,065             854,762,621,281

          Kehutanan
          Persediaan kayu bulat                           9,404,916,168             6,490,747,759

          Sub-Jumlah                                3,044,847,601,061           3,077,149,790,235
          Penyisihan penurunan nilai pasar
            dan keusangan persediaan                 (10,473,798,038)            (10,473,798,038)

          Jumlah                                    3,034,373,803,023           3,066,675,992,197


          Mutasi penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan adalah sebagai berikut:

                                                 30 Juni 2025                31 Desember 2024
                                                (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

          Saldo awal                                     10,473,798,038             8,941,907,326
          Penyisihan tahun berjalan                                   -             1,531,890,712

          Saldo akhir                                    10,473,798,038            10,473,798,038


         Pada tanggal 31 Desember 2024, persediaan sebesar Rp 2.086.468.959.221 digunakan sebagai jaminan atas utang
         bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.

         Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan pada akhir tahun, manajemen
         berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
         atas nilai persediaan tersebut.

   9. UANG MUKA PEMBELIAN
       Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas:

                                                     30 Juni 2025              31 Desember 2024
                                                    (Tidak diaudit)                (Diaudit)

          Pihak ketiga
          Persediaan                                     912,909,270,930           987,074,358,644
          Aset tetap                                      11,545,926,785            29,297,889,917
          Lain-lain                                      218,556,883,155           218,075,146,730

          Jumlah                                      1,143,012,080,870          1,234,447,395,291




                                                                33
Page 41
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   9. UANG MUKA PEMBELIAN (Lanjutan)

       Uang muka pembelian disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai:

       Aset lancar                                    912,946,060,088                 987,074,358,644
       Aset tidak lancar                              230,066,020,782                 247,373,036,647

       Jumlah                                       1,143,012,080,870               1,234,447,395,291

ApprovedPada
        by:  tanggal 30 Juni 2025 dan 2024, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap – tanah yang berlokasi di
       Lingkar Timur, Sidoarjo seluas ± 3.045 m2 dengan nilai sebesar Rp 7.808.551.562.

   10. PENYERTAAN SAHAM

                                          Persentase                                    Penurunan atas
                                                             Biaya perolehan                                      Nilai wajar
                                          kepemilikan                                 perubahan nilai wajar

       30 Juni 2025
       PT Integriya Dekorindo (ITD)         18.49%            15,990,782,486                (15,990,782,486)                    -
       PT Teknologi Optimal Prima (TOP)     8.92%               3,004,400,000                                 -   3,004,400,000
       PT Interkreasi Kerja Aji (IKA)        19%                1,900,000,000                                 -   1,900,000,000
       PT Mindo Integra Indonesia (MII)     37.5%                  450,000,000                                -    450,000,000


       Jumlah                                                 21,345,182,486                (15,990,782,486)      5,354,400,000




                                          Persentase                                    Penurunan atas
                                                             Biaya perolehan                                      Nilai wajar
                                          kepemilikan                                 perubahan nilai wajar


       31 Desember 2024
       PT Integriya Dekorindo (ITD)         18.49%            15,990,782,486                (15,990,782,486)                    -
       PT Teknologi Optimal Prima (TOP)     8.92%               3,004,400,000                                 -   3,004,400,000
       PT Interkreasi Kerja Aji (IKA)        19%                1,900,000,000                                 -   1,900,000,000


       Jumlah                                                 20,895,182,486                (15,990,782,486)      4,904,400,000


   11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI

                                            30 Juni 2025                31 Desember 2024
                                           (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

       Saldo awal                             36,798,183,027                                 -
       Reklasifikasi investasi pada
         entitas asosiasi                                   -                21,368,470,988
       Bagian laba                             7,829,013,204                 13,536,335,505
       Bagian pada penghasilan
         komprehensif lain                       606,257,316                     1,893,376,534

       Saldo akhir                            45,233,453,547                 36,798,183,027




                                                               34
Page 42
                                                           FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                           Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI (Lanjutan)

         Pada tanggal 30 Juni 2025, entitas asosiasi yang dimiliki oleh Grup adalah sebagai berikut:

                                                                                                        Persentase kepemilikan
               Nama entitas asosiasi                 Aktivitas utama            Tempat kedudukan          dan hak suara yang
                                                                                                             dimiliki Grup

         PT WoodOne Intega Indonesia            Manufaktur pintu kayu               Indonesia                           25%
Approved by:
   12. ASET TETAP – BERSIH
        Akun ini terdiri dari:
                                                                 30 Juni 2025
                                        Saldo Awal            Penambahan          Pengurangan       Reklasifikasi             Saldo Akhir
         Biaya perolehan atau
         jumlah revaluasian
         Tanah                         1,225,979,335,867                    -                   -                   -     1,225,979,335,867
         Bangunan                       604,394,407,001                     -                   -     3,957,020,567           608,351,427,568
         Sarana prasarana               170,922,449,849                     -                   -                   -         170,922,449,849
         Instalasi listrik               52,743,593,086                     -                   -     1,771,600,630            54,515,193,716
         Mesin dan peralatan            485,957,611,387        56,899,688,457      12,471,792,157     1,191,125,899           531,576,633,586
         Alat-alat berat                  3,192,500,000                     -                   -                   -           3,192,500,000
         Kendaraan                       79,418,083,040         5,663,237,733       2,075,004,275                   -          83,006,316,498
         Inventaris                      31,556,081,483          968,443,996         528,252,776       448,789,355             32,445,062,058
         Sub-jumlah                    2,654,164,061,713       63,531,370,186      15,075,049,208     7,368,536,451       2,709,988,919,142
         Aset dalam penyelesaian          3,002,090,996         4,541,034,173                   -   (7,368,536,451)              174,588,718
         Jumlah                        2,657,166,152,709       68,072,404,359      15,075,049,208                   -     2,710,163,507,860


         Akumulasi penyusutan
         Bangunan                        49,965,065,565        20,629,007,898                   -                   -          70,594,073,463
         Sarana prasarana                72,481,814,435         3,878,992,797                   -                   -          76,360,807,232
         Instalasi listrik               37,545,741,748          886,978,423                    -                   -          38,432,720,171
         Mesin dan peralatan            237,530,354,445        18,721,087,380       6,739,979,128                   -         249,511,462,697
         Alat-alat berat                  3,192,500,000                     -                   -                   -           3,192,500,000
         Kendaraan                       64,018,188,622         3,752,292,482       1,123,108,150                   -          66,647,372,954
         Inventaris                      27,313,946,888          973,338,274         461,291,753                    -          27,825,993,409
         Jumlah                         492,047,611,703        48,841,697,254       8,324,379,031                   -         532,564,929,926
         Nilai Buku                    2,165,118,541,006                                                                  2,177,598,577,934




                                                                       35
Page 43
                                                           FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                            Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
      Akun ini terdiri dari: (Lanjutan)
                                                                    31 Desember 2024
                                 Saldo Awal                Penambahan              Pengurangan            Reklasifikasi        Saldo Akhir
       Biaya perolehan atau
       jumlah revaluasian
       Tanah                     1,225,979,335,867                       -                          -                     -   1,225,979,335,867
       Bangunan                   598,978,096,678             160,000,000                           -        5,256,310,323     604,394,407,001
       Sarana prasarana           170,922,449,849                        -                          -                     -    170,922,449,849
       Instalasi listrik           52,715,665,158              27,927,928                           -                     -     52,743,593,086
Approved by:
       Mesin dan peralatan        461,314,012,099           27,386,284,940              6,503,421,441        3,760,735,789     485,957,611,387
       Alat-alat berat              3,192,500,000                        -                          -                     -      3,192,500,000
       Kendaraan                   75,980,860,828            5,812,423,161              2,375,200,949                     -     79,418,083,040
       Inventaris                  30,385,641,863            1,760,471,282               590,031,662                      -     31,556,081,483
       Sub-jumlah                2,619,468,562,342          35,147,107,311              9,468,654,052        9,017,046,112    2,654,164,061,713
       Aset dalam penyelesaian      8,396,404,884            4,274,369,057               651,636,833        (9,017,046,112)      3,002,090,996
       Jumlah                    2,627,864,967,226          39,421,476,368             10,120,290,885                     -   2,657,166,152,709


       Akumulasi penyusutan
       Bangunan                     8,841,055,430           41,124,010,135                          -                     -     49,965,065,565
       Sarana prasarana            64,090,117,345            8,391,697,090                          -                     -     72,481,814,435
       Instalasi listrik           34,896,860,151            2,648,881,597                          -                     -     37,545,741,748
       Mesin dan peralatan        210,551,835,497           31,567,319,325              4,588,800,377                     -    237,530,354,445
       Alat-alat berat              3,192,500,000                        -                          -                     -      3,192,500,000
       Kendaraan                   59,229,840,554            6,853,279,973              2,064,931,905                     -     64,018,188,622
       Inventaris                  25,910,254,890            1,990,692,789               587,000,791                      -     27,313,946,888
       Jumlah                     406,712,463,867           92,575,880,909              7,240,733,073                     -    492,047,611,703
       Nilai Buku                2,221,152,503,359                                                                            2,165,118,541,006



       Pada periode Juni 2025 dan 2024, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset hak-guna dengan biaya
       perolehan masing-masing sebesar Rp 24.131.213.784 dan Rp 29.684.131.648 dan akumulasi penyusutan masing-masing
       sebesar Rp 5.730.477.356 dan Rp 7.293.151.002.
       Pada periode Juni 2025 dan 2024, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian masing-
       masing sebesar Rp 21.273.554.355 dan tahun 2024 Rp 4.151.351.
       Beban penyusutan dibebankan dan dialokasikan sebagai berikut:
                                                     30 Juni 2025               31 Desember 2024
                                                 (Tidak diaudit)                        (Diaudit)


         Beban pokok penjualan                           36,090,953,100                  66,890,944,550
         Beban umum dan administrasi                      7,020,266,798                  18,391,785,357


         Jumlah                                          43,111,219,898                  85,282,729,907

       Jika tanah dan bangunan diukur menggunakan model biaya, nilai tercatatnya akan menjadi sebesar Rp 652.062.696.407
       pada tanggal 31 Desember 2024. Keuntungan revaluasi aset tetap yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
       terakumulasi dalam ekuitas sebesar Rp 992.937.671.636 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.




                                                                         36
Page 44
                                                        FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                    Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
       Nilai wajar tanah dan bangunan ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan pasar dan biaya dengan nilai
       sebesar Rp 1.792.924.490.467. Hal ini berarti penilaian yang dilakukan oleh penilai didasarkan pada harga pasar aktif,
       yang disesuaikan secara signifikan untuk perbedaan pada sifat, lokasi dan kondisi dari tanah dan bangunan yang dinilai.
       Nilai wajar tanah dan bangunan didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh:

                                      Penilai Independen          Tanggal             Nama Penilai Independen          Nomor Ijin
                                                                  Laporan                                               Penilai
         PT Integra Indocabinet    KJPP Pung’s Zulkarnain &      18 Januari       Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
                                                                                                                      P-1.13.00378
         Tbk                               Rekan                   2024                      (Cert.)
         PT Intertrend Utama      KJPP Sarwono, Indriassari &    15 Januari
Approved by:                                                                      Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert)     P-1.12.00326
                                           Rekan                   2024
         PT Interkraft            KJPP Ruddy Barus Yenny &                       Dr. Ruddy Tri Santoso, M.M., MAPPI
                                                                30 Maret 2023                                         P-1.17.00472
                                           Rekan                                                (Cert)
                                  KJPP Sarwono, Indriassari &    15 Januari
                                                                                  Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert)     P-1.12.00326
                                           Rekan                   2024
                                   KJPP Pung’s Zulkarnain &
         PT Intera Indonesia                                    8 Maret 2024
                                           Rekan                                  Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
                                                                                                                      P-1.13.00378
                                   KJPP Pung’s Zulkarnain &      18 Januari                  (Cert.)
                                           Rekan                   2024

       Hirarki nilai wajar atas tanah dan bangunan adalah tingkat 2.
       Tidak terdapat perpindahan antar atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
       Pada tahun 2024 saldo surplus revaluasi aset tetap yang direklasifikasi ke saldo laba sebesar Rp 15.866.390.255.
       Grup memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) dengan jangka waktu 20-30 tahun. Pada tanggal
       30 Juni 2025, HGB Grup masih memiliki sisa jangka waktu 2-30 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu
       HGB tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.


         Aset dalam penyelesaian terdiri dari:
                                                                               30 Juni 2025
                                                 Perkiraan %                       Nilai                Tahun perkiraan
                                                 penyelesaian                    tercatat                 penyelesaian

         Bangunan, Sarana dan
          Prasarana                                  40%                            36,500,001           September 2025
         Mesin dan Peralatan                         96%                           138,088,717              Juli 2025

         Jumlah                                                                    174,588,718


                                                                         31 Desember 2024
                                                 Perkiraan %                       Nilai                Tahun perkiraan
                                                 penyelesaian                    tercatat                 penyelesaian

         Bangunan, Sarana dan
          Prasarana                                  49%                         1,972,142,224        Februari - Maret 2025
         Mesin dan Peralatan                         90%                         1,029,948,772           Februari 2025

         Jumlah                                                                  3,002,090,996



       Pada tahun 2024, terdapat pembebanan aset dalam penyelesaian sebesar Rp 651.636.833.
       Pada tanggal 31 Desember 2024, aset tetap berupa tanah, bangunan dan mesin dan peralatan sebesar
       Rp 1.931.378.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi
       dan sukuk mudharabah.
       Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
       yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024.


                                                                   37
Page 45
                                                   FINAL DRAFT
    PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
    Tanggal 30 Juni 2025
    dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
    (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
       Properti Investasi
       Properti investasi merupakan tanah yang belum digunakan oleh Grup yang berlokasi di Wedoroklurak, Sidoarjo.
       Hirarki nilai wajar atas properti investasi – tanah adalah tingkat 2.
       Tidak terdapat perpindahan antar tingkat atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
       Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
       yang mengindikasikan penurunan nilai properti investasi pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024.
       Pada tanggal 31 Desember 2024 properti investasi sebesar Rp 91.400.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang
       bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah .
   13. ASET
Approved by: LAIN-LAIN – BERSIH
       Akun ini terdiri dari:

                                               30 Juni 2025             31 Desember 2024
                                              (Tidak diaudit)               (Diaudit)

       Biaya ditangguhkan atas hak
         pengusahaan hutan dan
         proyek kredit karbon, bersih          102,436,721,638              98,251,268,242
       Aset tidak berwujud - bersih              2,785,124,000               3,171,078,500
       Biaya emisi ditangguhkan
         atas utang sukuk, bersih                   75,372,716                 139,708,919
       Lain-lain                                12,605,216,198              12,540,674,698

       Jumlah                                  117,902,434,552             114,102,730,359

       Beban amortisasi aset tidak berwujud pada periode Juni 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 385.954.500 dan
       Rp 737.220.000 dibebankan pada “Beban umum dan administrasi – lain-lain”
       Grup memiliki hak pengelolaan hutan (“HPH”) dengan jangka waktu 45-55 tahun. Pada tanggal 30 Juni 2025, HPH Grup
       masih memiliki sisa jangka waktu 26-29 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HPH tersebut dapat
       diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.


   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
       a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari:

                                                          30 Juni 2025               31 Desember 2024
                                                         (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

       Pihak ketiga
       Perusahaan

       PT Bank Negara
         Indonesia (Persero) Tbk
         Kredit modal kerja
           plafon tranche B                                 380,000,000,000              380,000,000,000
         RC terbatas tranche B                              225,454,383,117              225,349,378,500
         Kredit modal kerja plafon                           90,000,000,000               90,000,000,000
         Kredit modal kerja RC terbatas                      19,989,825,167               19,950,000,000
       PT Bank Maspion Indonesia Tbk
         Demand loan                                            27,000,000,000               27,000,000,000
         Rekening koran                                                      -               14,622,747,697
       PT Bank Central Asia Tbk
         Rekening koran                                         29,999,455,379               28,525,229,737
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
         Kredit modal kerja revolving                           500,000,000                            -
       Sub-jumlah                                           772,943,663,663              785,447,355,934




                                                                 38
Page 46
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                         Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

         a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
                                                         30 Juni 2025               31 Desember 2024
                                                        (Tidak diaudit)                   (Diaudit)
         Pihak ketiga
         Entitas Anak
         PT Bank Maspion Indonesia Tbk
            Demand loan                                   260,000,000,000                310,000,000,000
            Fixed loan                                     85,000,000,000                 85,000,000,000
Approved by:
            Rekening koran                                 42,726,821,647                 42,748,334,239
         PT Bank Negara
            Indonesia (Persero) Tbk
            Kredit modal kerja
            plafon tranche B                              170,000,000,000                170,000,000,000
            Kredit modal kerja plafon                      75,000,000,000                 75,000,000,000
            RC terbatas tranche B                          80,207,620,301                 83,270,571,271
            Letter of credit
              (US$ 705.560 pada Juni 2025
              dan US$ 3.236.686 pada 2024)                 11,453,350,123                 52,311,321,880
            RC terbatas                                    14,996,032,431                 14,990,044,811
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
            Pre export financing
              (Rp 199.900.000.009 pada Juni 2025
              dan US$ 6.560.250 dan
              Rp 15.000.000.006 pada 2024)                199,900,000,009                123,927,839,506
            Kredit modal kerja revolving                   49,500,000,000                 49,900,000,000
            Letter of credit
              US$ 754.650 pada 2024)                                    -                 12,196,663,320
         PT Bank Rakyat Indonesia
            (Persero) Tbk
            Kredit modal kerja CO. tetap                   99,907,490,972                 99,512,513,399
            Kredit modal withdrawal approval
              pre financing                               100,000,000,000                 77,500,000,000
         PT Bank Central Asia Tbk
            Fasilitas kredit ekspor                        30,000,000,000                 30,000,000,000
            Rekening koran                                 24,994,532,949                 24,303,319,197
            Time loan                                      15,000,000,000                 15,000,000,000
            Kredit multi                                   10,000,000,000                 10,000,000,000
            Letter of credit usance
              US$ 511.602 pada 2024)                                    -                   8,268,515,726
         Sub-jumlah                                    1,268,685,848,432              1,283,929,123,349

        Jumlah                                           2,041,629,512,095            2,069,376,479,283




                                                              39
Page 47
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

       a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

       Perusahaan
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

        Perusahaan memeroleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas, kredit modal kerja plafon, RC terbatas tranche
        B, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan treasury line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT)
        dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 20 miliar, Rp 90 miliar, Rp 230 miliar, Rp 380 miliar, US$ 6 juta dan
        US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,25% per tahun untuk fasilitas selain letter of credit/SKBDN dan
        5,5% per tahun untuk fasilitas letter of credit/SKBDN masing-masing pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan jatuh
Approved by:
        tempo pada tanggal 16 September 2025 dan diperpanjang setiap tahun serta dijamin dengan aset tetap tertentu milik
        Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR.

       Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
       •   Rasio lancar minimum 1x.
       •   Rasio debt service coverage minimum 100%.
       •   Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

       PT Bank Maspion Indonesia Tbk

       Pada tanggal 12 Maret 2021, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan demand loan
       dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar dan Rp 25 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023,
       Perusahaan merubah batas maksimum fasilitas rekening koran dan demand loan masing-masing menjadi sebesar
       Rp 15 miliar dan Rp 35 miliar.

       Fasilitas ini dibebani bunga dan 8,5% per tahun masing-masing pada tahun 2025 dan 2024 dan akan jatuh tempo pada
       tanggal 13 November 2025 dan diperpanjang setiap tahunnya. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR dan
       ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM serta corporate guarantee dari Perusahaan.

       Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
       •   Rasio lancar minimum 1x.
       •   Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
       •   Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

       PT Bank Central Asia Tbk

       Pada tanggal 8 Januari 2021, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas
       maksimum sebesar Rp 30 miliar. Pada tanggal 27 Desember 2022, Perusahaan memeroleh tambahan fasilitas kredit
       berupa fasilitas time loan revolving dengan batas maksimum sebesar Rp 40 miliar. Pada tanggal 11 April 2023,
       Perusahaan memeroleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas maksimum sebesar
       Rp 300 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 0,6% per tahun untuk fasilitas kredit time loan revolving pada tahun
       2023 dan 8,5% per tahun untuk fasilitas rekening koran masing-masing pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan
       jatuh tempo masing-masing pada tanggal 13 Oktober 2025 dan 12 April 2024. Fasilitas time loan revolving dan rekening
       koran dengan batas maksimum Rp 300 miliar telah dilunasi masing-masing pada bulan Januari 2023 dan September
       2023.

       Fasilitas ini dijamin dengan rekening giro milik Perusahaan dan IIL, persediaan dan aset tetap tertentu milik Perusahaan,
       ITR, INT, IIL dan sebagian dari direksi Perusahaan.

       Perusahaan terikat dengan beberapa batasan, antara lain:
       •   Rasio lancar minimum 1x.
       •   Rasio debt service coverage minimum 1x.
       •   Rasio debt to equity maksimum 1x.
       •   Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.

       Entitas anak
       PT Bank Maspion Indonesia Tbk

       Pada tanggal 5 November 2020, INT, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed loan
       dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 30 miliar. Pada
       tanggal 25 Januari 2023, INT merubah batas maksimum fasilitas fixed loan dan demand loan masing-masing menjadi
       sebesar Rp 50 miliar dan Rp 110 miliar.


                                                                40
Page 48
                                                         FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

        Entitas anak (Lanjutan)
        PT Bank Maspion Indonesia Tbk (Lanjutan)
        Pada tanggal 12 November 2021, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed loan
        dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 25 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 120 miliar. Pada
        tanggal 25 Januari 2023, ITR merubah batas maksimum fasilitas demand loan menjadi sebesar Rp 170 miliar.
        Pada tanggal 3 Februari 2021, ITK, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan fixed loan
Approved by:
        dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, ITK memeroleh tambahan
        fasilitas kredit berupa fasilitas demand loan dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.
        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada
        tanggal 13 November 2025.
        Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM, properti investasi
        tertentu milik ITG, ITD dan ITR serta corporate guarantee dari Perusahaan.
        Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •   Rasio lancar minimum 1x.
        •   Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
        •   Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
        Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas, RC
        terbatas tranche B, kredit modal kerja plafon, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan treasury line
        (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT) dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 85 miliar,
        Rp 75 miliar, Rp 170 miliar, US$ 6 juta dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,25% per tahun untuk
        fasilitas selain letter of credit/SKBDN dan 5,5%-5,85% per tahun untuk fasilitas letter of credit/SKBDN masing-masing
        pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2025.
        Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh
        Perusahaan.

        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
        Pada tanggal 22 November 2022, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas kredit modal kerja
        revolving, pre export financing, non-cash loan (LC/SKBDN) dan treasury line dengan batas maksimum masing-masing
        sebesar Rp 100 miliar, US$ 10 juta, US$ 3 juta dan US$ 5 juta. Pada tanggal 24 Desember 2024 Perusahaan dan ITR,
        entitas anak memeroleh fasilitas kredit modal kerja pre export financing dengan batas maksimum sebesar Rp 200 miliar.
        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,5% per tahun masing-masing pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas ini akan
        jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2025.
        Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik direksi Perusahaan, piutang dan persediaan milik Perusahaan, ITR
        dan INT serta corporate guarantee dari NKT, BRT, ITK, INT dan ITR.
        Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •      Rasio lancar minimum 1x.
        •      Debt/EBITDA maksimum 4,5x.
        •      EBITDA to interest ratio minimum 1,25x.

        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
        Pada tahun 2024, INT, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit modal kerja WA pre financing dan kredit modal kerja Co.
        Tetap dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 100.000.000.000. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,75%
        per tahun masing-masing pada tahun 2025 dan 2024 dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 November 2025. Fasilitas
        ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan dan aset tetap tertentu milik ITK.
        INT wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •      EBITDA selalu positif.
        •      Laba bersih selalu positif.
        •      Rasio Debt to Equity Rasio (DER) maksimal sebesar 300%.
        •      Rasio Interest Coverage Ratio (ICR) maksimal sebesar 150%.




                                                                  41
Page 49
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
        Entitas anak (Lanjutan)
        PT Bank Central Asia Tbk
        Pada tanggal 12 April 2019, INT, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, time loan
        revolving dan kredit ekspor dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 15 miliar dan Rp 30 miliar.
        Pada tanggal 8 Januari 2021, INT memeroleh tambahan batas maksimum fasilitas rekening koran menjadi Rp 25 miliar
        dan fasilitas time loan revolving dialihkan menjadi fasilitas kredit multi sebesar Rp 25 miliar.
Approved by:
        Pada bulan Agustus 2020, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas letter of credit usance dengan batas maksimum sebesar
        US$ 1.000.000. Pada tanggal 12 Juli 2021, ITR memeroleh tambahan batas maksimum menjadi US$ 3.500.000.
        Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 13 Oktober 2025 dan dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun masing-masing
        pada tahun 2024 dan 2023. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh
        Perusahaan kecuali jaminan rekening giro.
        Entitas anak terikat dengan beberapa batasan, antara lain:
        •      Rasio lancar minimum 1x.
        •      Rasio debt service coverage minimum 1x.
        •      Rasio debt to equity maksimum 1x.
        •      Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.

         b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari:

                                                 30 Juni 2025                   31 Desember 2024
                                                (Tidak diaudit)                     (Diaudit)

         Pihak ketiga
         Perusahaan

         PT Bank Negara
           Indonesia (Persero) Tbk
           Kredit investasi refinancing              167,343,750,000                    187,031,250,000
         PT BCA Finance                                  353,676,590                        485,086,763

         Sub-jumlah                                  167,697,426,590                    187,516,336,763

         Pihak ketiga
         Entitas Anak

         PT Bank Negara
           Indonesia (Persero) Tbk
           Kredit investasi refinancing              100,900,000,000                    112,780,000,000
         PT Bank Maspion Indonesia Tbk
           Fixed loan anuitas                          29,022,059,214                    33,879,214,325
         PT BCA Finance                                   507,769,953                       275,841,839

         Sub-jumlah                                  130,429,829,167                    146,935,056,164
         Jumlah                                      298,127,255,757                    334,451,392,927

         Bagian jatuh tempo dalam
            waktu satu tahun                         (73,999,953,269)                   (73,458,821,379)

         Bagian Jangka Panjang                       224,127,302,488                    260,992,571,548


                                                                  42
Page 50
                                                   FINAL DRAFT
    PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
    Tanggal 30 Juni 2025
    dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
    (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

       b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)

       Perusahaan
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
       Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memeroleh fasilitas kredit investasi refinancing dan kredit skema PEN
       dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 315 miliar dan Rp 100 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar
       8% per tahun pada tahun 2025 dan 2024.
ApprovedFasilitas
        by:       ini terutang dalam angsuran bulanan masing-masing sampai dengan September 2029 dan November 2024.
       Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
       Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 19.687.500.000 dan
       Rp 76.375.000.000. Fasilitas kredit skema PEN telah dlunasi pada bulan November 2024.

       PT BCA Finance
       Pada tahun 2020-2021 dan 2024, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan yang terutang dalam
       angsuran bulanan sampai dengan 2023-2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 3,75%-4,49% per tahun pada tahun
       2025 dan 2024.
       Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 131.410.173 dan Rp 515.380.327.

       Entitas anak
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
       Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memeroleh fasilitas kredit investasi refinancing dengan batas
       maksimum sebesar Rp 190 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8% per tahun pada tahun 2025 dan 2024. Fasilitas
       ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan September 2029. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau
       rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
       Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 11.880.000.000 dan
       Rp 23.760.000.000.

       PT Bank Maspion Indonesia Tbk
       Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR memeroleh fasilitas kredit berupa fasilitas fixed loan anuitas dengan batas maksimum
       sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025 dan 2024 dan terutang dalam
       angsuran bulanan sampai dengan Februari 2028. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas jangka
       pendek.
       Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 4.857.155.111 dan
       Rp 9.094.291.215.
       ITR wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
       •   Rasio lancar minimum 1x.
       •   Rasio debt service coverage minimum 100%.
       •   Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

       PT BCA Finance

       Pada tahun 2021-2023, ITR, ITK dan INT, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan dengan
       angsuran bulanan hingga tahun 2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,99%-5,72% per tahun pada tahun 2025 dan
       2024.
       Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 131.271.886 dan Rp 726.399.142.

       Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman

       Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024, Grup telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman tersebut di atas
       seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait.




                                                              43
Page 51
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                             Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   15. UTANG USAHA
        a. Akun ini terdiri dari utang kepada pemasok sebagai berikut:

                                                30 Juni 2025             31 Desember 2024
                                               (Tidak diaudit)               (Diaudit)

        Pihak ketiga


Approved Lokal
         by:                                       82,893,955,344             123,850,274,550
        Impor                                      33,227,676,113               7,419,788,787
        Sub-jumlah                                116,121,631,457             131,270,063,337

        Pihak berelasi
        PT Integriya Dekorindo                          64,083,207                          -
        PT Integra Indo Lestari                        600,000,000                          -
        Sub-jumlah                                     664,083,207                          -

        Jumlah                                    116,785,714,664             131,270,063,337


        b. Berdasarkan mata uang

                                                30 Juni 2025             31 Desember 2024
                                               (Tidak diaudit)               (Diaudit)

        Rupiah                                     83,558,038,551             123,850,274,550
        Dolar Amerika Serikat                      26,208,985,829               6,844,635,468
        Ren Min Bi                                  6,890,358,116                 395,294,347
        Euro                                          128,332,168                 179,858,972

        Jumlah                                    116,785,714,664             131,270,063,337


        c. Berdasarkan umur

                                                30 Juni 2025             31 Desember 2024
                                               (Tidak diaudit)               (Diaudit)

        1 - 30 hari                                97,480,464,594             126,912,693,885
        31 - 60 hari                               14,226,209,958               4,098,551,962
        61 – 90 hari                                4,404,558,165                 253,895,044
        > 90 hari                                     674,481,947                   4,922,446

        Jumlah                                    116,785,714,664             131,270,063,337




       Utang usaha merupakan utang tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga.




                                                                 44
Page 52
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                       Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   16. ASET HAK GUNA – BERSIH
                                                        30 Juni 2025
                                Saldo Awal        Penambahan           Pengurangan     Reklasifikasi      Saldo Akhir


       Biaya Perolehan
       Mesin dan peralatan    35,060,129,747                  -                  -    (21,042,713,784)   14,017,415,963
       Kendaraan               4,035,924,054                  -                  -     (3,088,500,000)     947,424,054
       Jumlah                 39,096,053,801                  -                  -    (24,131,213,784)   14,964,840,017

Approved by:
       Akumulasi Penyusutan
       Mesin dan peralatan     6,048,060,792        716,366,535                  -     (4,586,219,012)    2,178,208,315
       Kendaraan               1,365,374,277         86,391,086                  -     (1,144,258,344)     307,507,019
       Jumlah                  7,413,435,069        802,757,621                  -     (5,730,477,356)    2,485,715,334
       Nilai Buku             31,682,618,732                                                             12,479,124,683


                                                      31 Desember 2024
                                Saldo Awal        Penambahan           Pengurangan     Reklasifikasi      Saldo Akhir


       Biaya Perolehan
       Mesin dan peralatan    60,024,423,234                  -                  -    (24,964,293,487)   35,060,129,747
       Kendaraan               8,755,762,215                  -                  -     (4,719,838,161)    4,035,924,054
       Jumlah                 68,780,185,449                  -                  -    (29,684,131,648)   39,096,053,801


       Akumulasi Penyusutan
       Mesin dan peralatan     9,224,367,142      2,326,769,330                  -     (5,503,075,680)    6,048,060,792
       Kendaraan               2,488,438,425        667,011,174                  -     (1,790,075,322)    1,365,374,277
       Jumlah                 11,712,805,567      2,993,780,504                  -     (7,293,151,002)    7,413,435,069
       Nilai Buku             57,067,379,882                                                             31,682,618,732




      Rincian berdasarkan nilai tercatat untuk setiap kelompok aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                        30 Juni 2025                   31 Desember 2024
                                       (Tidak diaudit)                     (Diaudit)

      Mesin dan peralatan                    11,839,207,648                  29,012,068,955
      Kendaraan                                 639,917,035                   2,670,549,777

      Jumlah                                 12,479,124,683                  31,682,618,732

       Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
       yang mengindikasikan penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024.




                                                                  45
Page 53
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                        Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   17. PERPAJAKAN


        a. Pajak dibayar di muka terdiri dari:
                                            30 Juni 2025             31 Desember 2024
                                           (Tidak diaudit)               (Diaudit)

         Perusahaan
         Pajak Pertambahan Nilai                4,231,364,133            10,661,326,107
Approved by:
         Pajak penghasilan:
           Pasal 23                                         -                    50,600
         Sub-jumlah                             4,231,364,133            10,661,376,707

        Entitas anak
        Pajak Pertambahan Nilai                35,278,335,716            81,302,316,665
        Pajak penghasilan:
          Pasal 21                                          -                95,046,592
        Sub-jumlah                             35,278,335,716            81,397,363,257

        Jumlah                                 39,509,699,849            92,058,739,964



        b. Utang pajak terdiri dari:

                                           30 Juni 2025              31 Desember 2024
                                          (Tidak diaudit)                (Diaudit)

        Perusahaan
        Pajak penghasilan:
          Pasal 4(2)                              59,405,941                  67,739,577
          Pasal 21                               244,949,212                   8,485,386
          Pasal 22                                 5,220,189                   4,217,420
          Pasal 23                                54,449,418                  91,698,766
          Pasal 25                               209,325,389                 313,382,534
          Pasal 26                                         -                  16,760,650
          Pasal 29                               421,828,360                 722,480,957
        Sub-jumlah                               995,178,509               1,224,765,290

        Entitas anak
        Pajak Pertambahan Nilai                  642,266,869               3,622,644,242
        Pajak Bumi Bangunan                    1,632,667,977                           -
        Pajak penghasilan:
          Pasal 4(2)                             151,627,200                160,027,108
          Pasal 21                               409,322,960                  4,677,776
          Pasal 22                                93,159,781                124,127,358
          Pasal 23                               249,550,624                289,778,482
          Pasal 25                             2,543,460,293              2,638,657,343
          Pasal 29                             9,387,750,487             11,161,432,954
          Lain-lain                                        -                  5,251,620
        Sub-jumlah                            15,109,806,191             18,006,596,883

        Jumlah                                16,104,984,700             19,231,362,173

                                                                46
Page 54
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                           Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

       c. Lain-lain

         Pada Juni 2025 dan tahun 2024, Grup memperoleh Surat Ketetapan Pajak sebagai berikut:
                                                                        2025

                            Surat Ketetapan                                                                                 Tanggal Surat
               Entitas                              Jenis Pajak                       Periode              Jumlah
                                 Pajak                                                                                     Ketetapan Pajak
                                                                               November - Desember                         Januari - Februari
          Perusahaan      Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai
                                                                                     2024                  4.033.565.590   2025
                                                                                                                           Februari - Juni
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai            Januari - Mei 2025
                                                                                                           7.860.208.667   2024
Approved by:
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Lebih Bayar                                                   2023                               Maret 2025
                                              29                                                          21.742.062.798
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Maret 2025
                                              21                                                            209.947.545
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Maret 2025
                                              22                                                             26.911.622
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Maret 2025
                                              23                                                            166.361.583
                          Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai                   2023                               Maret 2025
                                                                                                            131.577.725
          PT Intertrend                                                        November - Desember                         Januari - Februari
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai
          Utama                                                                      2024                 26.377.961.464   2025
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai            Januari - Mei 2025                        Maret - Juni 2024
                                                                                                          41.419.432.502
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Lebih Bayar                                                   2023                               Januari 2025
                                              29                                                           6.188.492.102
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Januari 2025
                                              21                                                            250.443.363
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Januari 2025
                                              22                                                             17.516.602
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Januari 2025
                                              23                                                               8.499.058
                          Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai                   2023                               Januari 2025
                                                                                                                 85.268
                                                                               November - Desember                         Januari - Februari
          PT Interkraft   Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai
                                                                                     2024                  3.852.151.571   2025
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai            Januari - Mei 2025                        Maret - Juni 2024
                                                                                                          16.484.497.858
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Lebih Bayar                                                   2023                               Januari 2025
                                              29                                                           1.945.333.573
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Januari 2025
                                              21                                                             66.106.926
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Januari 2025
                                              23                                                             22.635.876
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Januari 2025
                                              4 (2)                                                            3.548.288
          PT Intera                                                            November - Desember                         Januari - Februari
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai
          Indonesia                                                                  2024                  5.840.906.346   2025
                                                                                                                           Februari - Juni
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai            Januari - Mei 2025
                                                                                                          10.026.123.348   2024
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Lebih Bayar                                                   2023                               Januari 2025
                                              29                                                           1.819.280.748
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Januari 2025
                                              21                                                            367.673.198
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Januari 2025
                                              23                                                             39.928.191
                                              Pajak Penghasilan Pasal
                          Kurang Bayar                                                  2023                               Januari 2025
                                              4 (2)                                                            8.169.360

                                                                        2024

                            Surat Ketetapan                                                                                 Tanggal Surat
               Entitas                              Jenis Pajak                       Periode              Jumlah
                                 Pajak                                                                                     Ketetapan Pajak
                                                                               November - Desember                         Januari - Februari
          Perusahaan      Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                      6.561.103.139
                                                                                     2023                                  2024
                                                                                                                           Maret - Desember
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai          Januari - Oktober 2024     24.032.994.126
                                                                                                                           2024
          PT Intertrend                                                         Oktober - Desember                         Januari - Februari
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                     36.305.797.855
          Utama                                                                        2023                                2024
                                                                                                                           Maret - Desember
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai          Januari - Oktober 2024     67.902.156.785
                                                                                                                           2024
                                                                                Oktober - Desember                         Januari - Februari
          PT Interkraft   Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                     12.580.180.337
                                                                                        2023                               2024
                                                                               Maret - April dan Juni -                    Mei - September
                          Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                      2.890.650.728
                                                                                      Juli 2024                            2024
                                              Pajak Penghasilan pasal
                          Lebih Bayar                                                   2022               1.412.196.736   Februari 2024
                                              29
                                              Pajak Penghasilan pasal
                          Kurang Bayar                                            Desember 2022              17.831.368    Januari 2024
                                              23
                                              Pajak Penghasilan pasal
                          Kurang Bayar                                            Desember 2022              61.426.832    Januari 2024
                                              4 (2)
                          Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai             Desember 2022             103.247.953    Januari 2024




                                                                   47
Page 55
                                                             FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                      Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

       c. Lain-lain (lanjutan)
                                                                                  2024

                                  Surat Ketetapan                                                                                        Tanggal Surat
               Entitas                                      Jenis Pajak                         Periode              Jumlah
                                       Pajak                                                                                            Ketetapan Pajak
          PT Intera                                                                       Oktober - Desember                           Januari - Maret
                                 Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                        12.086.270.945
          Indonesia                                                                              2023                                  2024
                                                                                                                                       April - Desember
                                 Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai             Januari - Oktober 2024     26.694.967.956
                                                                                                                                       2024
          PT Narkata
                                 Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 29                  2022                 423.044.672      Juli 2024
          Rimba
Approved by:                                                                              Januari - Desember
                                 Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23                                           61.570.371   Desember 2024
                                                                                                  2022
                                                                                         Januari dan Desember
                                 Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23                                           61.902.263   Desember 2024
                                                                                                  2023
                                 Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai                Desember 2023             123.411.960      Desember 2024

                                 Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 21             Desember 2023                 64.969.413   Desember 2024
                                                     Pajak Penghasilan pasal 4
                                 Kurang Bayar                                               Desember 2023             251.475.211      Desember 2024
                                                     (2)
                                                     Pajak Penghasilan pasal 4
                                 Lebih Bayar                                                     2023                1.814.418.406     Desember 2024
                                                     (2)
          PT Belayan                                 Pajak Penghasilan pasal 4
                                 Kurang Bayar                                               Desember 2023            1.001.061.395     Oktober 2024
          River Timber                               (2)
                                 Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 21             Desember 2023                 11.969.692   Oktober 2024

                                 Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23             Desember 2023                  8.334.300   Oktober 2024

                                 Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 29                  2023                1.142.055.660     Oktober 2024




   18. LIABILITAS KONTRAK

         Akun ini terdiri dari uang muka yang diterima dari pelanggan yang berasal dari penjualan furniture:

                                                     30 Juni 2025                              31 Desember 2024
                                                    (Tidak diaudit)                                (Diaudit)

         Pihak ketiga
         Ekspor                                                            -                            168,826,263,333
         Lokal                                                    13,513,514                                 20,255,500
         Sub-jumlah                                               13,513,514                            168,846,518,833

         Pihak berelasi
         PT Integriya Dekorindo                                 405,405,405                                           -
         Sub-jumlah                                             405,405,405                                           -



         Jumlah                                                 418,918,919                             168,846,518,833




                                                                               48
Page 56
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH
        a. Utang obligasi terdiri dari

                                                        30 Juni 2025             31 Desember 2024
                                                       (Tidak diaudit)               (Diaudit)

         Nilai nominal                                    52,530,000,000             250,000,000,000
         Dikurangi biaya emisi obligasi
           ditangguhkan yang belum diamortisasi            (162,419,706)               (352,675,340)
Approved Utang
         by:    obligasi - bersih                         52,367,580,294             249,647,324,660
         Bagian Jatuh Tempo dalam
           waktu satu tahun                                               -          197,326,083,357

        Bagian jangka panjang                             52,367,580,294              52,321,241,303


        b. Sukuk mudharabah terdiri dari:

                                                        30 Juni 2025             31 Desember 2024
                                                       (Tidak diaudit)               (Diaudit)

        Nilai nominal                                     25,230,000,000             109,030,000,000
        Bagian jatuh tempo
          dalam waktu satu tahun                                          -           83,800,000,000

        Bagian jangka panjang                             25,230,000,000              25,230,000,000


      “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
      Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”)

      Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
      Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap
      II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.

      Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan penawaran
      masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah
      sebagai berikut:
        -   Seri A sebesar Rp 197.470.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
            bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
        -   Seri B sebesar Rp 52.530.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan per tiga
            (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.

      Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
      Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
      Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
        -   Seri A sebesar Rp 83.800.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
            per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
        -   Seri B sebesar Rp 25.230.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan
            per tiga (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.

      Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA
      (Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.

      Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
      kekayaan Perusahaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada
      di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

      Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi, sebagai
      modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Pembangunan
      Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
                                                                49
Page 57
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)

       “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”)

       Pada tanggal 15 April 2021, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I
       Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000.

       Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan penawaran
       masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah
       sebagai berikut:
Approved by:

         -     Seri A sebesar Rp 42.180.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
               bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
         -     Seri B sebesar Rp 407.820.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibagikan per
               tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.

       Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
       Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
       Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
         -     Seri A sebesar Rp 52.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
               per tiga (3) bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
         -     Seri B sebesar Rp 97.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 10,25% per tahun yang
               dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
       Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA-
       (Single A Minus) untuk Obligasi dan idA-(sy) (Single A Minus Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
       Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas dijamin dengan Hak Guna Bangunan milik ITK, piutang usaha dan persediaan
       tertentu milik Perusahaan.
       Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi, untuk
       melakukan pelunasan utang entitas anak, ITK dan INT, pada Indonesia Eximbank dan sisanya dipergunakan sebagai
       modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia
       (Persero) Tbk.
       Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan
       (negative covenants) antara lain untuk tidak melakukan hal-hal tertentu tanpa persetujuan tertulis Wali Amanat
       sebagaimana diatur dalam Perjanjian Wali Amanat, antara lain:
          -    Melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain yang akan menyebabkan bubarnya Perusahaan
               atau yang akan mempunya dampak negatif yang material.
          -    Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan.
          -    Menjaminkan dan/atau membebani dengan cara apapun asset Grup.
          -    Mengalihkan aset tetap yang jumlahnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan.
          -    Mengubah bidang usaha utama.
          -    Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang.
          -    Mengeluarkan obligasi, sukuk atau efek-efek lainnya melalui Pasar Modal yang dijamin secara khusus.
       Di samping itu, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara beberapa rasio keuangan sebagai berikut:
          -    EBITDA terhadap jumlah beban bunga minimal1,25x.
          -    Rasio debt to equity maksimum 3x.
       Pada tanggal pelaporan, Perusahaan telah memenuhi seluruhnya persyaratan rasio-rasio keuangan yang ditentukan pada
       perjanjian penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah.
       Saldo beban bunga terutang pada Juni 2025 dan 2024 sebesar Rp 126.360.000 dan Rp 639.642.500 yang dicatat sebagai
       bagian dari “Beban akrual” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                                 50
Page 58
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR
        a.   Modal Saham

             Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember
             2024 berdasarkan catatan yang dibuat PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut:
                                                                     Persentase
                                             Jumlah saham                                      Jumlah
                                                                    Kepemilikan

             PT Integra Indo Lestari               4,573,835,000            71.05%              457,383,500,000
Approved by: Komisaris
               Stephanie Kane Ilham                   10,000,000             0.15%                 1,000,000,000
             Direksi
               Halim Rusli                            25,000,000             0.39%                 2,500,000,000
               Widjaja Karli                          20,000,000             0.31%                 2,000,000,000
               Sjany Tjandra                          10,000,000             0.15%                 1,000,000,000
               Wang Sutrisno                          10,000,000             0.15%                 1,000,000,000
             Masyarakat (masing-masing
               kurang dari 5%                      1,615,121,900            25.09%              161,512,190,000

             Sub-jumlah                            6,263,956,900            97.29%              626,395,690,000
             Saham treasuri                          173,543,100             2.71%               17,354,310,000
             Jumlah                                6,437,500,000              100%              643,750,000,000



             Berdasarkan program MESOP yang tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-
             0007286 tanggal 16 Januari 2023, modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari Rp 636.250.000.000
             menjadi Rp 643.750.000.000

             Saham Treasuri
             Pada tanggal 8 Maret 2023, Perusahaan melalui surat No. 007/WOOD/03/2023 mengajukan permohonan
             persetujuan pembelian kembali saham Perusahaan (saham treasuri) kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
             sebanyak-banyaknya sebesar Rp 50.000.000.000. Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam jangka waktu 3
             bulan, dari tanggal 9 Maret 2023 hingga 9 Juni 2023 dan dilakukan dalam beberapa kali transaksi.

             Pada tahun 2023, jumlah saham yang dibeli adalah sebanyak 98.393.900 lembar (nilai nominal Rp 100 per lembar)
             dengan nilai sebesar Rp 40.313.928.800. Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah saham treasuri 173.543.100
             lembar dengan nilai Rp 89.957.290.800.

             Pembentukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya
             Dalam rangka memenuhi Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan
             perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan
             sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba
             Perusahaan sebagai cadangan dana umum sebesar Rp 494.268.062.435 pada tahun 2022 yang diputuskan dalam
             RUPS pada tanggal 15 Juli 2022.

             Cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri
             Selisih kurs yang berkaitan dengan penjabaran dari aset neto dari kegiatan usaha luar negeri Grup dari mata uang
             fungsional mereka ke mata uang penyajian Grup (yaitu Rupiah) diakui langsung dalam penghasilan komprehensif
             lain dan diakumulasikan dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri. Selisih
             kurs sebelumnya diakumulasi dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri
             direklasifikasi ke laba rugi saat dilepaskan atau pelepasan sebagian kegiatan usaha luar negeri.




                                                               51
Page 59
                                                        FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                 Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)
        b.   Tambahan modal disetor
             Rincian akun tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
                                           30 Juni 2025          31 Desember 2024
                                          (Tidak diaudit)              (Diaudit)

             Tambahan modal disetor
               di atas nilai nominal          236,412,562,853                   236,412,562,853
             Biaya emisi saham                 (6,142,500,000)                   (6,142,500,000)
Approved by: Selisih transaksi kombinasi

               bisnis antar entitas            82,846,704,551                    82,846,704,551
               sepengendali
             Pengampunan pajak                  1,046,249,486                     1,046,249,486

             Jumlah                           314,163,016,890                   314,163,016,890



             Saldo tambahan modal disetor di atas nilai nominal berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari Penawaran
             Umum Perdana Saham tahun 2017 atas 1.250.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominalnya
             dan MESOP.
        c.   Kombinasi bisnis entitas sepengendali
             Pada tahun 2012, Perusahaan melakukan transaksi penyertaan saham pada BRT, ITR dan ITK, entitas anak. Pada
             tahun 2020, ITR, entitas anak, melakukan transaksi penyertaan saham pada SAM. Pada tahun 2021, Perusahaan
             melakukan pelepasan penyertaan saham pada ITD
             Transaksi tersebut di atas dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka kombinasi bisnis sehingga
             diperlakukan dengan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012) mengenai
             “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
             Selisih neto nilai transaksi kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali yang dicatat sebagai “Tambahan modal
             disetor” sehubungan dengan transaksi penyertaan saham di entitas anak, dengan rincian sebagai berikut:
                             Tahun akuisisi                                       Aset bersih yang
                                               Harga beli (harga jual)                                             Selisih
                              (pelepasan)                                        diperoleh (dilepas)
              Entitas anak
              ITD                2021                  (123,300,000,000)               (61,702,637,678)           61,597,362,322
              SAM                2020                      6,750,000,000                 3,953,644,773            (2,796,355,227)
              BRT                2012                     13,125,600,000                27,736,469,667            14,610,869,667
              ITR                2012                      7,524,000,000                 9,096,469,925             1,572,469,925
              ITK                2012                      4,653,000,000                12,515,357,864             7,862,357,864


              Jumlah                                    (91,247,400,000)                (8,400,695,449)           82,846,704,551



   21. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
                                                           30 Juni 2025                        31 Desember 2024
                                                          (Tidak diaudit)                          (Diaudit)

        Saldo awal                                               84,568,357,385                        84,553,644,899
        Bagian rugi tahun berjalan                               (3,484,429,211)                       (6,539,639,262)
        Bagian penghasilan komprehensif
          tahun berjalan                                                           -                        266,382,026
        Dividen                                                                    -                      (557,202,862)
        Setoran modal                                                              -                      6,400,000,000
        Selisih translasi                                                121,251,464                        308,023,834
        Selisih kurs atas penjabaran
          akun-akun kegiatan usaha
          luar negeri                                                     12,463,994                       137,148,750

        Jumlah                                                   81,217,643,632                        84,568,357,385

                                                                          52
Page 60
                                                          FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                         Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   22. PENJUALAN BERSIH
       Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:
                                       30 Juni 2025                         30 Juni 2024
                                      (Tidak diaudit)                      (Tidak diaudit)

         Ekspor
           Manufaktur
             Building component             1,263,449,033,415              1,025,862,917,434
             Set up                           102,679,057,324                165,906,689,147
Approved by:
             Knock down                        76,254,120,619                232,171,098,650

        Lokal
          Manufaktur
            Building component                  3,800,133,235                    4,962,906,146
            Set up                              4,849,211,760                    4,531,575,554
            Knock down                            379,375,214                    4,049,046,869
          Kehutanan                                         -                    4,010,216,181


        Jumlah                              1,451,410,931,567              1,441,494,449,981

       Rincian pelanggan yang memiliki transaksi penjualan lebih dari 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian untuk
       periode 30 Juni 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                    30 Juni 2025                                          30 Juni 2024
                                                    (Tidak diaudit)                                       (Tidak diaudit)


                                                      Persentase terhadap jumlah                            Persentase terhadap jumlah
                                      Jumlah                                                 Jumlah
                                                           penjualan bersih                                      penjualan bersih


        Novo Building             446,458,696,315                          30.77%                     -                                  -
        Starbright Forever, Llc   330,262,614,969                          22.76%       396,169,279,947                             27.48%
        The Empire Company                      -                                 -     152,309,145,298                             10.57%
        US Lumber                 190,834,060,015                          13.15%                     -                                  -

       Penjualan berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:

                                   30 Juni 2025                 30 Juni 2024
                                  (Tidak diaudit)              (Tidak diaudit)

        Pihak ketiga              1,445,703,342,650           1,435,167,841,027
        Pihak berelasi                5,707,588,917               6,326,608,954

        Jumlah                    1,451,410,931,567           1,441,494,449,981




                                                                      53
Page 61
                                                  FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                       Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   23. BEBAN POKOK PENJUALAN

       Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

                                               30 Juni 2025           30 Juni 2024
                                              (Tidak diaudit)        (Tidak diaudit)

        Pemakaian bahan baku
           dan pembantu                         566,687,815,406        552,730,015,016
         Upah buruh langsung                    155,914,405,604        163,143,913,620
Approved Beban
         by:   pabrikasi                        296,722,237,061        243,221,542,037
         Jumlah beban produksi                1,019,324,458,071        959,095,470,673

        Barang dalam proses
          Awal tahun                             662,592,842,391       654,658,569,385
          Akhir tahun                          (691,982,183,482)     (595,272,072,085)
        Jumlah beban pokok produksi              989,935,116,980     1,018,481,967,973

        Persediaan barang jadi
          Awal tahun                             854,762,621,282        649,679,368,123
          Pembelian barang jadi                    3,346,873,415         12,160,524,385
          Akhir tahun                          (721,781,572,179)      (586,051,518,617)

        Jumlah beban pokok penjualan          1,126,263,039,498      1,094,270,341,864



   24. BEBAN USAHA

       Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
                                               30 Juni 2025           30 Juni 2024
                                              (Tidak diaudit)        (Tidak diaudit)

        Beban penjualan
        Kurir dan ekspor                         54,193,539,378        56,602,390,397
        Komisi                                   15,558,292,801        13,821,944,013
        Gaji dan tunjangan                        2,513,514,741         3,067,117,017
        Riset dan pengembangan                      914,427,159         1,664,502,327
        Promosi                                   2,681,636,836           258,792,954
        Ongkos angkut                             1,510,476,359         2,922,951,424
        Lain-lain (masing-
          masing dibawah Rp 2 miliar)              4,143,207,671         3,324,903,685

        Jumlah                                   81,515,094,945        81,662,601,817




                                                                54
Page 62
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   24. BEBAN USAHA (Lanjutan)

       Rincian beban usaha adalah sebagai berikut: (Lanjutan)
                                            30 Juni 2025                   30 Juni 2024
                                           (Tidak diaudit)                (Tidak diaudit)

         Beban umum dan administrasi
         Gaji dan tunjangan                      35,964,789,335             35,738,563,396
         Jasa manajemen                           8,038,797,125              7,849,870,864
         Penyusutan                               7,406,221,298              4,304,585,763
Approved Jamuan
         by:      dan sumbangan                   3,521,052,697             10,487,903,910
         Pajak                                    2,332,559,314                727,084,376
         Imbalan Kerja                            4,260,804,574              5,909,177,543
         Jasa profesional                         2,195,514,286              4,669,079,482
         Asuransi                                 1,534,214,320              1,936,999,208
         Keperluan kantor                         1,079,262,160              1,903,970,706
         Transportasi                               623,020,274              1,015,813,202
         Perbaikan dan pemeliharaan               1,197,259,707              1,055,844,321
         Sewa                                       378,953,216                153,844,581
         Lain-lain (masing-
           masing dibawah Rp 2 miliar)            2,332,430,119                 3,038,648,556

        Jumlah                                   70,864,878,425             78,791,385,908

   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
       Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak berelasi.
       Transaksi-transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
       tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
       Saldo dan transaksi antara entitas induk dan entitas anaknya, yang merupakan pihak berelasi, telah dieliminasi pada
       saat konsolidasi dan tidak diungkapkan dalam catatan ini.
       a.   Sifat hubungan dan transaksi

                    Pihak-pihak berelasi                  Hubungan                                Jenis transaksi
             PT Integra Indo Lestari (IIL)      Induk Perusahaan                    Jasa professional, beban sewa, dan beban
                                                                                    keuangan
             PT Alam Mentari Sejahtera (AMS)    Perusahaan Afiliasi                 Penjualan
             PT Integriya Dekorindo (ITD)       Perusahaan Afiliasi                 Penjualan, Pembelian, Penjualan aset tetap
                                                                                    penghasilan bunga, dan beban sewa
             PT Mindo Integra Indonesia (MII)   Perusahaan Afiliasi                 Penjualan dan pendapatan sewa
       b.   Transaksi
             Penjualan bersih ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah penjualan bersih):

                                                    30 Juni 2025                                 30 Juni 2024
                                                   (Tidak diaudit)                              (Tidak diaudit)

             Penjualan Bersih - ITD                             3,865,433,100                            4,852,462,917
             Penjualan Bersih - AMS                             1,539,130,900                            1,328,989,200
             Penjualan Bersih - WII                                13,075,000                              145,052,317
             Penjualan Bersih - MII                               289,949,917                                        -
             Penjualan Bersih - IIL                                         -                                  104,520

             Jumlah                                             5,707,588,917                            6,326,608,954

             Persentase terhadap
               penjualan bersih                                        0.39%                                        0.44%

                                                                55
Page 63
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                           Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
        b.     Transaksi (Lanjutan)
                Pendapatan lain-lain ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah pendapatan lain-
                lain):

                                                           30 Juni 2025                   30 Juni 2024
                                                          (Tidak diaudit)                (Tidak diaudit)


Approved by:    Pendapatan sewa - AMS                                6,000,000                   6,000,000
                Pendapatan sewa - IIL                               12,000,000                           -
                Pendapatan sewa - MII                              958,062,000                           -
                Pendapatan lain-lain - ITD                             440,000                           -
                Pendapatan lain-lain - AMS                          13,981,000                  10,997,750
                Pendapatan lain-lain - MII                         673,197,533                           -

                Jumlah                                           1,663,680,533                  16,997,750

                Persentase terhadap
                  pendapatan lain-lain                                    6.13%                      0.09%


                Pendapatan bunga ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah pendapatan bunga):

                                                           30 Juni 2025                   30 Juni 2024
                                                          (Tidak diaudit)                (Tidak diaudit)

                Pendapatan bunga - ITD                           4,457,383,530               4,328,274,508

                Jumlah                                           4,457,383,530               4,328,274,508

                Persentase terhadap
                  pendapatan bunga                                       34.11%                     78.48%



                Pembelian dari pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):

                                                           30 Juni 2025                   30 Juni 2024
                                                          (Tidak diaudit)                (Tidak diaudit)

                Pembelian - ITD                                       46,918,327             1,155,581,852

                Jumlah                                                46,918,327             1,155,581,852

                Persentase terhadap
                  beban pokok penjualan                                   0.00%                      0.11%




                                                                 56
Page 64
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
        b.     Transaksi (Lanjutan)
                Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):

                                                     30 Juni 2025                    30 Juni 2024
                                                    (Tidak diaudit)                 (Tidak diaudit)

                Beban sewa - IIL                          10,122,772,278                  9,144,554,456

Approved by:
                Jumlah                                    10,122,772,278                  9,144,554,456

                Persentase terhadap
                  beban pokok penjualan                               0.90%                       0.84%



                Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban keuangan):

                                                     30 Juni 2025                    30 Juni 2024
                                                    (Tidak diaudit)                 (Tidak diaudit)

                Beban bunga - WII                             40,750,000                                -

                Jumlah                                        40,750,000                                -

                Persentase terhadap
                  beban keuangan                                      0.04%                       0.00%


                Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban umum dan administrasi):

                                                     30 Juni 2025                    30 Juni 2024
                                                    (Tidak diaudit)                 (Tidak diaudit)

                Jasa manajemen - IIL                       8,038,797,125                  7,849,870,864
                Beban sewa - ITD                              90,825,690                     90,825,690

                Jumlah                                     8,129,622,815                  7,940,696,554

                Persentase terhadap
                  beban umum dan
                  administrasi                                    11.47%                         10.08%


               Jasa manajemen
               IIL memberikan jasa manajemen di bidang akuntansi, keuangan, pajak, sumber daya manusia dan dukungan jasa
               teknologi informasi kepada Perusahaan, ITR, ITK, dan INT.
               Saldo terutang pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 masing-masing adalah Rp 1.999.162.957 dan Rp 1.444.925.922
               yang dicatat sebagai bagian dari “Utang lain-lain – jangka pendek” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                                 57
Page 65
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                           Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
       b.   Transaksi (Lanjutan)
            Pinjaman Pihak Berelasi

             Perusahaan memberikan pinjaman kepada ITD pada tahun 2025 dan 2024. Saldo piutang yang timbul dari transaksi
             tersebut pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024, disajikan sebagai “Pinjaman ke pihak berelasi” di laporan posisi
             keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 14,12% per tahun dan memiliki jangka waktu
             selama 1 tahun. Jumlah penghasilan bunga dari transaksi tersebut sebesar Rp 4.457.383.530 dan Rp 4.328.274.508
             masing-masing pada 30 Juni 2025 dan 2024 dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan bunga” di laporan laba
             rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan saldo piutang bunga disajikan sebagai bagian dari
Approved by:
             “Piutang lain-lain” di laporan posisi keuangan konsolidasian.

            Pada bulan Oktober 2024, Perusahaan menerima pinjaman dari IIL sebesar Rp 100 miliar. Saldo utang yang timbul
            dari transaksi tersebut pada 30 Juni 2025 dan 2024, disajikan sebagai “Pinjaman dari pihak berelasi” di laporan
            posisi keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8,72% per tahun dan memiliki jangka waktu
            selama 5 tahun.

       c.   Saldo

             Aset (sebagai persentase terhadap jumlah aset):

                                                   30 Juni 2025            31 Desember 2024
                                                  (Tidak diaudit)              (Diaudit)

             Piutang usaha                             5,511,434,344            3,997,989,355
             Piutang lain-lain                         2,394,685,424              130,206,079
             Pinjaman ke pihak berelasi              152,866,823,341          161,812,520,809

             Jumlah                                  160,772,943,109          165,940,716,243

             Persentase terhadap
               aset                                             2.14%                   2.12%


             Liabilitas (sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas):

                                                   30 Juni 2025            31 Desember 2024
                                                  (Tidak diaudit)              (Diaudit)

             Utang Usaha                                 664,083,207                        -
             Utang lain-lain                           2,701,162,957            1,891,325,922
             Beban akrual                              1,719,777,778            1,719,777,778
             Liabilitas kontrak                          405,405,405                        -
             Pinjaman dari pihak berelasi            100,000,000,000          100,000,000,000

             Jumlah                                  105,490,429,347          103,611,103,700

             Persentase terhadap
               liabilitas                                       3.59%                   3.08%




                                                                 58
Page 66
                                                         FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                          Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 30 Juni 2025
     dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   26. LABA PER SAHAM
        Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
                                        30 Juni 2025                            30 Juni 2024
                                       (Tidak diaudit)                         (Tidak diaudit)

         Laba tahun berjalan yang
            dapat diatribusikan pada
            pemilik perusahaan                 86,598,083,416                      83,832,639,594
         Jumlah rata-rata tertimbang
Approved by:saham yang beredar                   6,388,303,350                        6,388,303,350
         Laba per saham dasar
            dan dilusi                                     13.56                             13.12


   27. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
        Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
        sebagai berikut:
                                            30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)                              31 Desember 2024 (Diaudit)
                                   Mata Uang Asing          Ekuivalen Rupiah                 Mata Uang Asing        Ekuivalen Rupiah
        ASET
        Kas dan setara kas       US$        1,495,831                24,281,824,136        US$         6,073,200             98,155,059,692
        Piutang usaha            US$       25,862,167               419,820,551,119        US$        28,182,353            455,483,184,347

        Jumlah                                                      444,102,375,255                                         553,638,244,039

        LIABILITAS
        Utang bank dan lembaga
        keuangan bukan bank      US$          705,560                11,453,350,123        US$        11,242,688            181,704,340,426
        Utang usaha              US$        1,614,550                26,208,985,829        US$           423,502              6,844,635,468
                                 EUR            6,751                   128,332,168        RMB           178,529                395,294,347
                                 RMB        3,041,914                 6,890,358,116        EUR            10,673                179,858,972

        Jumlah                                                       44,681,026,236                                         189,124,129,213

        Aset - bersih                                               399,421,349,019                                         364,514,114,826



        Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode 30 Juni 2025 dan
        Tahun 2024.

   28. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN
        Pada tanggal 8 Juli 2025, kelompok usaha memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa KMK Co. Tetap, KMK WA Pre
        Financing, KMK Co. Menurun, dan KMK Buyer dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dengan batas maksimum
        masing-masing sebesar Rp 275,25 miliar, Rp 367 miliar, Rp 200 miliar, dan Rp 57,75 miliar.
        Pada tanggal 10 Juli 2025, kelompok usaha melunasi fasilitas rekening koran, kredit multi, kredit ekspor, dan letter of
        credit usance dari PT Bank Central Asia, Tbk masing-masing sebesar Rp 55 miliar, Rp 25 miliar, Rp 30 miliar dan
        US$ 3,5 juta.
        Pada tanggal 23 Juli 2025, Perusahaan melunasi fasilitas rekening koran dan demand loan dari PT Bank maspion, Tbk
        masing-masing sebesar Rp 15 miliar dan Rp 35 miliar.
        Pada tanggal 23 Juli 2025, ITK, entitas anak, melunasi fasilitas rekening koran, fixed loan dan demand loan dari PT Bank
        maspion, Tbk masing-masing sebesar Rp 5 miliar, Rp 5 miliar dan Rp 30 miliar.
        Pada tanggal 23 Juli 2025, INT, entitas anak, melunasi fasilitas rekening koran, fixed loan dan demand loan dari PT Bank
        maspion, Tbk masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 50 miliar dan Rp 110 miliar.




                                                                      59

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.05 MB
Published30 Jul 2025
Pages66
Characters300,423
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 68 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INTEGRA INDOCABINET TBK p.2 ×203
linked person Stephanie Kane Ilham p.14 ×2
linked person Syany Tjandra p.14 ×2
linked person Halim Rusli p.14 ×2
linked person Widjaja Karli p.14 ×2
linked person Wang Sutrisno p.14 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.37 ×14
linked org Bank Central Asia Tbk p.37 ×19
linked org PT Bank Syariah Indonesia p.37
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk p.37 ×23
linked org Indonesia Eximbank p.57
possible org PT Integra Indo Lestari p.12 ×7
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.12 ×6
possible person Bing Hartono Poernomosidi p.14 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.37 ×24
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.37 ×19
unresolved person Soetjipto p.12
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.12
unresolved person Dyah Ayu Ambarwati p.12 ×6
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12
unresolved org PT Belayan River Timber p.12 ×4
unresolved org PT Intertrend Utama p.12 ×4
unresolved org PT Interkraft p.12 ×4
unresolved org PT Intera Indonesia p.12 ×3
unresolved org PT Inter Kayu Mandiri p.12
unresolved org PT Superalam Mas p.12
unresolved org PT Narkata Rimba p.12 ×2
unresolved org PT Kandelia Alam p.12 ×2
unresolved org PT Borneo Forestama Lestari p.12 ×2
unresolved org PT Borneo Wana Utama p.12 ×2
unresolved org PT Ekosistem Alam Sejahtera p.12
unresolved org PT Indika Ekosistem Khatulistiwa p.13
unresolved org PT Ananda Anugerah Agung p.13 ×2
unresolved org PT Bakau Bina p.13 ×2
unresolved org PT Nala WIjaya Amerta p.13 ×2
unresolved org PT Renjana Amerta Lestari p.13 ×4
unresolved org PT Ekosistem Alas Lestari p.13
unresolved org PT Wana Kelola Utama p.13
unresolved org PT Arya Harita Wanantara p.13
unresolved org PT Askara Wana Utama p.13
unresolved org PT Bhumi Nawasena Sejahtera p.13
unresolved org Bank Indonesia p.32 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota p.37
unresolved org PT Bank ICBC Indonesia p.37 ×2
unresolved org Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk p.37 ×2
unresolved org PT Integriya Dekorindo p.38 ×7
unresolved org PT Alam Mentari Sejahtera p.38 ×3
unresolved org PT Mindo Integra Indonesia p.38 ×4
unresolved org PT Teknologi Optimal Prima p.41 ×2
unresolved org PT Interkreasi Kerja Aji p.41 ×2
unresolved org PT WoodOne Intega Indonesia p.42
unresolved org KJPP Pung’s Zulkarnain p.44 ×3
unresolved person Fahmi Hassan p.44 ×2
unresolved org KJPP Sarwono p.44 ×2
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny p.44
unresolved person Dr. Ruddy Tri Santoso p.44 ×2
unresolved org PT BCA Finance p.49 ×4
unresolved org PT Intertrend p.54 ×2
unresolved org PT Intera p.54 ×2
unresolved org PT Narkata Kurang Bayar p.55
unresolved org PT Belayan p.55
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.56 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.56
unresolved org Banten Tbk. p.56
unresolved org PT Datindo Entrycom p.58
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH. p.58

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2025-II-WOOD.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result