Skip to content
Back to announcement

YPAS Lap Keu 30 Juni 2025.pdf

Financial statement Text extracted YPAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 54

Page 1
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
Page 2
                 PT. YANAPRIMA HASTAPERSADA TbK.
                 JAXARTA       GEDUNC GRAHA IRAMA LANIAI2 E

T   UI                         JL. H. R. R{SUNASAID BLOK X.I KAY I.2 KUNTNGANTIMUR
                               JAKARTA'12950 - INDONESIA -                                   rso
I i I
                               TELP. (021) 526'172-3, 5261374-5 FAX. (021) 526142?
                                                                                             9001:2015
                 SIDOARJO      JL. PAHL.\WAN, DESA CEMENGKALANG
                               SIDOARJO 6I25I, JATIM - INDONESIA
                               TELP, (031) E9696lt-20 FAX. (031) 8967278
                               EMAIL. trles@yrn.prima.com                              36359/A,/000UUKEn 36359/8/0001/UlCEn
                                      fin-sd.@yrnrpnmr.com



                                     SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                          TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
                            PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK. Cperseroan,)
                               TANGGAL 30 ]UNI 2025 DAN 2024
             UNTUK PERIODE 6 (ENAM) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT


    Kami, yang bertanda-tangan di bawah ini:

    1     Nama                 .]AP IRWAN SUSANIO
          Alamat Kantor        Gedung Graha Irama, Lantai 2-E
                               Jl. H.R. Rasuna Said BIok X-1, Kav. 01/02
                               lakarta Selatan
          Alamat Rumah         Bintang Graha Family V, Blok 0-135
                               RT.003 RW.011, Babatan, Wiyung, Surabaya
         Jabatan               Direktur Ubma

    2.    Nama                 RINAWATI
         Alamat Kantor         Gedung Graha Irama, Lantai 2-E
                               ll. H.R. Rasuna Said Blok X-1, Kav. 01/02
                               lakarta Selatan
         Alamat Rumah          Babatan Pratama 28lW-80
                               RT.006 RW.008, BabaEn, Wiyung, Surabaya
         Jabatan               Direktur Keuangan



    Menyatakan bahwa:
    1.    Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangEn Perser@n.

    2.    Laporan keuangan Perseroan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
          Keuangan di Indonesia.

          a. Semua intormasi dalam laporan keuangan Pers€roan telah dimuat secara lengkap dan benar;
          b. Laporan keuangan Perseroan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak
              benar dan tidak menghilangkan informasi atau fukta material.

    4,    Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam Perseroan.


    Demikian Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.


                                                       28 Juli 2025
                                             Jakarta, ........




                                                             METERAI

                                                             x395348060




                                   RINA ATI                               JAP IRWAN SUSANTO
                                Direl<tur Keuangan                          Direktur Utama
Page 3
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)




                                      DAFTAR ISI

                                                                    Halaman


Laporan Posisi Keuangan …………………………………………………………………….                    1-2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain …………………………………         3

Laporan Perubahan Ekuitas …………………………………………………………………..                     4

Laporan Arus Kas ………………………………………………………………………………                           5

Catatan atas Laporan Keuangan ……………………………………………………………..               6 - 51



                                 **************************
Page 4
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                           Catatan           30 Juni 2025        31 Desember 2024
ASET

ASET LANCAR
Kas dan bank                                                    2d, 4           4.728.041.252        6.289.218.331
Piutang usaha
    Pihak berelasi - bersih                                  2e, 2f,
                                                            5, 6, 12            2.266.789.200          594.370.342
    Pihak ketiga - bersih                                  2e, 5, 12           88.718.234.572      105.350.951.531
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                                  591.090.192          446.420.939
Persediaan - bersih                                        2g, 7, 12           70.443.631.579       64.780.814.559
Pajak dibayar di muka                                        2q, 14                 3.221.028          557.166.619
Biaya dibayar di muka                                             2h              505.972.571            8.515.096
Uang muka pembelian                                                8            3.402.660.339        6.907.466.542
Jumlah Aset Lancar                                                           170.659.640.733       184.934.923.959


ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap                                      9               5.544.350        1.545.585.348
Aset pajak tangguhan - bersih                                  2q, 14           1.997.467.733        2.104.825.976
                                                           2i, 2j, 2k,
Aset tetap - bersih                                             9, 12        100.377.825.669       101.377.212.232
Taksiran klaim pajak penghasilan                               2q, 14          4.682.110.650         6.062.589.199
Aset hak-guna - bersih                                         2u, 10            110.527.279           147.369.707
Aset tidak lancar lain-lain                                        11            600.000.000           600.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                     107.773.475.681       111.837.582.462
JUMLAH ASET                                                                  278.433.116.414       296.772.506.421




                                Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                              yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                            1
Page 5
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                         Catatan           30 Juni 2025        31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          12         78.600.000.000       91.046.236.271
Utang usaha
    pihak ketiga                                                 13          10.974.066.066       15.282.183.576
    pihak berelasi                                        2f, 6, 13           1.067.886.256        1.198.658.109
Utang pajak                                                 2q, 14               69.636.563           28.492.608
Beban harus dibayar                                              15           2.881.705.366        3.381.262.993
Uang muka dari pelanggan                                    2n, 19            2.779.356.696          904.147.333
Liabilitas sewa jangka pendek                               2u, 10               36.794.861           73.589.720
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                      2p, 15            6.934.106.045        6.508.361.969
Utang pembelian aset tetap                                        9             154.055.000           47.175.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                            103.497.606.853       118.470.107.579

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa jangka panjang                                2u, 10             78.317.493           78.317.493
Utang pihak berelasi                                            2f, 6        50.000.000.000       50.000.000.000
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja
    karyawan                                                  2p, 23          4.285.310.637        4.075.753.297
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                             54.363.628.130       54.154.070.790
Jumlah Liabilitas                                                          157.861.234.983       172.624.178.369


EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
    Modal dasar - 2.000.000.000 saham
    Modal ditempatkan dan disetor penuh -
        668.000.089 saham                                         16         66.800.008.900       66.800.008.900
Tambahan modal disetor - bersih                               2s, 17         28.054.021.637       28.054.021.637
Penghasilan komprehensif lain                                                 2.340.140.181        2.305.576.805
Saldo laba
    Telah ditentukan penggunaannya
        untuk dana cadangan umum                                             14.000.000.000       14.000.000.000
    Belum ditentukan penggunaannya                                            9.377.710.713       12.988.720.710
Jumlah Ekuitas                                                             120.571.881.431       124.148.328.052
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                              278.433.116.414       296.772.506.421




                              Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                            yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                          2
Page 6
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                              2025                    2024
                                                      Catatan             (Enam Bulan)            (Enam Bulan)
PENJUALAN BERSIH                                    2f, 2n, 6, 19         171.933.817.710         153.439.756.998

BEBAN POKOK PENJUALAN                               2f, 2n, 6, 20        (161.850.432.307 )       (144.483.306.817)
LABA BRUTO                                                                  10.083.385.403          8.956.450.181
BEBAN USAHA
Beban penjualan                                              2n, 21         (5.075.908.219 )        (4.521.973.673)
Beban umum dan administrasi                                  2n, 21         (8.368.765.660 )        (8.260.068.243)
Jumlah beban usaha                                                         (13.444.673.879 )       (12.782.041.916)
RUGI USAHA                                                                  (3.361.288.476 )        (3.825.591.735)

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Beban keuangan                                               2n, 22         (1.388.859.281 )          (964.018.213)
Pemulihan piutang tak tertagih                                    5          1.148.203.295             281.744.481
Laba penjualan aset tetap                                         9             84.375.000                       -
Selisih kurs - bersih                                            2o              8.652.779              54.406.769
Pendapatan bunga                                                 2n              5.765.325               4.673.653
Lain-lain - bersih                                               2n            (10.249.040 )           135.548.478
Beban lain-lain - bersih                                                      (152.111.922 )          (487.644.832)
RUGI SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN                                                           (3.513.400.398 )        (4.313.236.567)
MANFAAT (BEBAN )PAJAK PENGHASILAN                            2q, 14
Pajak tangguhan                                                                 (97.609.599 )         131.514.361
Manfaat (beban) Pajak Penghasilan                                               (97.609.599 )         131.514.361
RUGI PERIODE BERJALAN                                                       (3.611.009.997 )        (4.181.722.206)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak akan Direklasifikasi
    ke Laba Rugi
Keuntungan (kerugian) aktuarial
    atas program imbalan pasti                                                   44.312.020           (293.629.440)
Pajak penghasilan atas keuntungan (kerugian)
    aktuarial atas program imbalan pasti                                         (9.748.644 )          64.598.477
Laba (Rugi) Komprehensif Lain - Setelah Pajak                                    34.563.376           (229.030.963)
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN                                                            (3.576.446.621 )        (4.410.753.169)

LABA PER SAHAM                                               2r, 27                     (5,41 )              (6,26)




                             Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                           yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                         3
Page 7
 q




PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                                                                               Saldo Laba
                                                              Tambahan                  Penghasilan
                                                             Modal Disetor -           Komprehensif          Belum Ditentukan          Telah Ditentukan
                                       Modal Saham              Bersih                     Lain               Penggunaannya            Penggunaannya          Jumlah Ekuitas


Saldo 31 Desember 2023                   66.800.008.900         28.054.021.637            2.236.450.054              17.320.912.184         14.000.000.000      128.411.392.775

Rugi periode berjalan                                 -                        -                        -            (4.181.722.206)                      -       (4.181.722.206)

Penghasilan komprehensif lain
  tahun berjalan:
Pengukuran kembali liabilitas                         -                        -           (293.629.440 )                         -                       -        (293.629.440)
  imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait                                                                    64.598.477                           -                       -          64.598.477

Total rugi komprehensif                               -                        -           (229.030.963 )                         -                       -        (229.030.963)

Saldo 30 Juni 2024                       66.800.008.900         28.054.021.637            2.007.419.091              13.139.189.978         14.000.000.000      124.000.639.606


Saldo 31 Desember 2024                   66.800.008.900         28.054.021.637            2.305.576.805              12.988.720.710         14.000.000.000      124.148.328.052

Rugi periode berjalan                                 -                        -                        -            (3.611.009.997)                      -       (3.611.009.997)

Penghasilan komprehensif lain
  tahun berjalan:
Pengukuran kembali liabilitas                         -                        -             44.312.020                           -                       -          44.312.020
  imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait                             -                        -              (9.748.644 )                        -                       -           (9.748.644)

Total laba komprehensif                               -                        -             34.563.376                           -                       -          34.563.376

Saldo 30 Juni 2025                       66.800.008.900         28.054.021.637            2.340.140.181               9.377.710.713         14.000.000.000      120.571.881.431




                                                    Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                                                  yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                                                   4
Page 8
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN ARUS KAS
ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                              2025                2024
                                                      Catatan             (Enam Bulan)        (Enam Bulan)
Penerimaan kas dari pelanggan                                            188.769.325.174       156.557.523.561
Pembayaran kas kepada pemasok                                           (133.397.104.234 )    (121.900.158.225)
Pembayaran kas kepada karyawan                                           (31.877.698.854 )     (30.557.539.381)
Pembayaran beban usaha                                                    (8.467.755.401 )      (9.396.106.546)
Kas yang diperoleh dari
     (digunakan untuk) operasi                                             15.026.766.685       (5.296.280.591)
Pembayaran beban keuangan                                                  (1.434.232.587 )       (829.112.114)
Penerimaan pajak penghasilan dan
     pajak pertambahan nilai                                                1.975.568.095       4.031.102.092
Pendapatan bunga                                                                5.765.325           4.673.653
Lain-lain - bersih                                                           (164.598.126 )        78.873.585
Kas Bersih yang Diperoleh dari
     (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi                                   15.409.269.392       (2.010.743.375)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                            9          (4.550.042.953 )     (2.323.262.822)
Hasil penjualan aset tetap                                      9              84.375.000                    -
Kas Bersih yang Digunakan untuk
    Aktivitas Investasi                                                    (4.465.667.953 )     (2.323.262.822)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman bank jangka pendek                   12           59.661.326.129       43.726.134.304
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                        12          (72.107.562.400 )    (38.726.134.304)
Pembayaran liabilitas sewa                                    10              (36.794.859 )        (34.573.675)
Pembayaran utang pembelian aset tetap                          9              (40.080.000 )                  -
Kas Bersih yang Diperoleh dari
    (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan                                 (12.523.111.130 )     4.965.426.325
KENAIKAN (PENURUNAN)
   BERSIH KAS DAN BANK                                                     (1.579.509.691 )       631.420.128

DAMPAK BERSIH PERUBAHAN
NILAI TUKAR ATAS
KAS DAN BANK                                                                    18.332.612          (2.692.872)

KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                                   6.289.218.331       1.985.478.914

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                                  4.728.041.252       2.614.206.170




                            Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                          yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                       5
Page 9
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


1.   UMUM

     a. Pendirian Perusahaan

        PT Yanaprima Hastapersada Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal
        14 Desember 1995 berdasarkan akta Notaris Emmy Hartati Yunizar, S.H., No. 38. Akta pendirian
        tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
        No. C2-3253.HT.01.01.TH.1996 tanggal 1 MARET 1996 dan telah diumumkan dalam Berita
        Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 17 Maret 1996, Tambahan No. 4599. Anggaran Dasar
        Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Rusnaldy,
        S.H., No. 8 tanggal 15 Maret 2015, sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan,
        untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2014. Akta perubahan
        tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-0939930 tanggal 11 Juni 2015.

        Sesuai anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
        bergerak dalam bidang industri karung plastik dan yang sejenisnya.

        Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat berlokasi di Gedung Graha Irama
        Lantai 15G, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, sedangkan pabriknya,
        saat ini berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya
        pada bulan Juli 1997.

        PT Hastagraha Bumipersada adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan.

     b. Penawaran Umum Efek Saham Perusahaan

        Pada tanggal 22 Februari 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
        Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK) (sekarang Otoritas Jasa
        Keuangan/OJK) dengan suratnya No. S-1109/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum atas
        68.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 545 per
        saham serta penerbitan 68.000.000 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 680 setiap waran
        yang menyertai saham biasa atas nama Perusahaan kepada masyarakat. Perusahaan telah
        mencatatkan seluruh sahamnya beserta waran terkait pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
        tanggal 5 Maret 2008 (lihat Catatan 17).

     c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

        Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan
        31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

        Komisaris
        Komisaris Utama                       :   Alexander Tanzil
        Komisaris                             :   Santoso Wijaya
        Komisaris Independen                  :   Sri Wahjuningsih

        Direksi
        Direktur Utama                        :   Jap Irwan Susanto
        Direktur Keuangan
            (Direktur Independen)             :   Rinawati




                                                  6
Page 10
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


1.   U M U M (lanjutan)

     c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

        Susunan anggota komite audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
        adalah sebagai berikut:

        Ketua                                 :   Sri Wahjuningsih
        Anggota                               :   Rinna Yohana
        Anggota                               :   Patricia Sulistya Riani

        Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah karyawan tetap Perusahaan, masing-
        masing sejumlah 19 orang (tidak diaudit).

     d. Penyelesaian Laporan Keuangan

        Laporan keuangan telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada
        tanggal 28 Juli 2025.


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

        Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK),
        yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
        Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
        Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh
        Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

        Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras
        dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahan
        pada tanggal 31 Desember 2024 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
        laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2025, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti
        diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi
        yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2025.

        Perusahan telah menyusun laporan keuangan dengan dasar bahwa Perusahan akan terus
        mempertahankan kelangsungan usaha.

        Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
        menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
        pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

        Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
        kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

        Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan
        mata uang fungsional Perusahaan.




                                                  7
Page 11
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     b. Perubahan Kebijakan Akuntansi

        Perusahaan telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang
        relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah
        1 Januari 2025 sebagai berikut:

        •      PSAK 221 (Amendemen),         “Pengaruh       Perubahan Kurs   Valuta Asing”:   Kekurangan
               Ketertukaran”

        Amandemen standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
        dilaporkan di periode berjalan atau periode sebelumnya.

     c. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

        Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
        lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

        i. akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
        ii. untuk diperdagangkan,
        iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
             yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
             paling lambat 12 bulan setelah periode pelaporan.

        Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:

        i.     akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
        ii.    untuk diperdagangkan,
        iii.   akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau.
        iv.    tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan
               setelah periode pelaporan.

        Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

        Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset lancar dan liabilitas pajak tangguhan
        diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

     d. Kas dan Bank

        Kas dan bank terdiri dari kas dan penempatan di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan
        tanpa terjadi perubahan nilai yang signifikan, dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman
        dan perjanjian fasilitas kredit lainnya.

     e. Piutang Usaha

        Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
        piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam
        Catatan 2l.




                                                         8
Page 12
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     f.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

          Perusahaan menerapkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

          Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
          catatan atas laporan keuangan.

     g. Persediaan

          Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
          Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan
          penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
          pada akhir periode, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.

          Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan
          estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

     h. Biaya Dibayar di Muka

          Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan
          dengan menggunakan metode garis lurus.

     i.   Aset Tetap

          Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
          biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
          kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.

          Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
          penyusutan dan kerugian penurunan nilai.

          Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap
          ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.
          Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
          maksud penggunaannya dan dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
          manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

                                                                                               Tahun
          Bangunan dan prasarana                                                                  20
          Mesin dan peralatan                                                                   4 - 20
          Perlengkapan pabrik                                                                   4-8
          Peralatan kantor                                                                      4-8
          Kendaraan                                                                             4-8

          Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
          berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang
          pada saat jatuh tempo.




                                                    9
Page 13
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i.   Aset Tetap (lanjutan)

          Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
          Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
          bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara
          biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU,
          HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih
          pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.

          Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang
          memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat aset atau yang
          memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak
          dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan
          laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
          periode yang bersangkutan.

     j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

          Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
          mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi
          untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual,
          maka Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasilan Kas (UPK) yang mana aset
          tercakup (aset dari UPK).

          Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih
          tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat
          aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
          penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi
          penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai
          pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
          diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko
          spesifik atas aset.

          Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar
          terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
          penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini di dikuatkan
          oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.

          Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang
          konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

          Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
          penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada
          lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah
          terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
          untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
          menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.




                                                      10
Page 14
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)

          Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
          maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui
          untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
          rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan
          di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai
          sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

     k. Aset Dalam Penyelesaian

          Aset dalam penyelesaian (disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Tetap” pada laporan posisi
          keuangan) dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
          direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat aset tersebut telah diselesaikan dan siap untuk
          digunakan.

     l.   Instrumen Keuangan

          Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
          liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.

          1. Aset Keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
             melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi.

             Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset
             tidak lancar lain-lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
             diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
             laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

             Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
             model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
             kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).

             Pengujian SPPI

             Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
             keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

             Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
             pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
             pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).

             Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
             nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
             menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
             dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.



                                                    11
Page 15
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
             risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan
             pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus
             seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss
             (“FVTPL”).

             Penilaian model bisnis

             Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
             bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
             bisnisnya.

             Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
             tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang
             dapat diamati seperti:

             •   Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
                 tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
             •   Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam
                 model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
             •   Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
                 nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
             •   Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
                 dari penilaian Perusahaan.

             Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
             mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah
             pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan,
             Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model
             bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
             keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.

             Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
             dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
             arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
             tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari
             jumlah pokok terutang.

             Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
             diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

             Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
             dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan
             Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang
             dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian
             penurunan nilai”.




                                                   12
Page 16
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Penurunan Nilai Aset Keuangan

             Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen
             utang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, piutang sewa, aset
             kontrak maupun kontrak jaminan keuangan.

             Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss
             given default (yaitu besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal
             bayar. Penilaian probability of default dan loss given default berdasarkan data historis yang
             disesuaikan dengan informasi masa depan seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas
             gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal
             pelaporan; untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada
             tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan
             sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis, pemahaman
             Perusahaan mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan
             informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.

             ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak
             dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan
             menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut
             mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan perbaikan risiko-kredit
             lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

             ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak
             mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk
             kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12
             bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami
             peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan
             sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang
             umurnya).

             Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan,
             Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh
             karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru
             mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal
             pelaporan. Perusahaan membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
             masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang
             spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.




                                                   13
Page 17
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Penghentian Pengakuan

             Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
             kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

             a.   hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
             b.   Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari
                  aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima
                  tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
                  penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas
                  kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
                  tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
                  tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

             Ketika Perusahaan telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
             menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial
             tidak mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
             maupun tidak mengalihkan pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan
             berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.

             Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
             sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
             diterima yang mungkin harus dibayar kembali.

             Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas
             terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan
             Perusahaan.

             Pada penghentian pengkuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
             perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui
             dalam laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang
             yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya
             diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada
             penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Perusahaan
             pada pengakuan awal untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang
             sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi,
             tetapi dipindahkan ke saldo laba.

          2. Liabilitas Keuangan
             Pengakuan dan pengukuran awal
             Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan
             menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.




                                                    14
Page 18
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          2. Liabilitas Keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan)

             Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
             diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
             yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
             liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat
             diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
             Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, beban
             harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, liabilitas sewa dan utang pihak berelasi,
             diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
             Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
             Pengukuran selanjutnya
             Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
             Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
             terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
             laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi
             SBE.
             Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium
             atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
             Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
             Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
             diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama
             periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat
             mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk
             lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku
             bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur
             liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk
             memperoleh nilai tercatat neto pada saat pengakuan awal.
             Penghentian pengakuan

             Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
             dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

             Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
             pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan
             dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
             persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
             pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
             keuangan tersebut diakui pada laba rugi.




                                                    15
Page 19
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan

             Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
             jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan
             tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.

             Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
             operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
             Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak
             eksternal.

             Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
             dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
             pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
             keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.

          4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan

             Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
             laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum
             untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
             menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
             secara simultan.

             Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu
             peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis
             normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.

     m. Pengukuran Nilai Wajar

          Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
          pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
          pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

          Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non- keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
          pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
          tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
          menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

          Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
          tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
          (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
          (unobservable).

          Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
          dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang
          signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:




                                                   16
Page 20
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     m. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)

        i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
             identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
        ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
             signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara
             langsung atau tidak langsung.
        iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
             signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
             langsung atau tidak langsung.

        Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
        menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
        ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
        terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.

     n. Pengakuan Pendapatan dan Beban

        Perusahaan menerapkan PSAK 115 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan“ yang
        mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:

        1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
        2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
           janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
           ke pelanggan.
        3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
           pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
           diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
        4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
           jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
           Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
           berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
        5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
           barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
           barang atau jasa tersebut).

        Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui,
        pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

        Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi
        kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari ”Uang Muka dari Pelanggan” dalam
        laporan posisi keuangan.

        Pengakuan beban

        Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).

     o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

        Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
        dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
        asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada
        tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi
        periode berjalan.

                                                   17
Page 21
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

    o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan)

       Pada tanggal laporan posisi keuangan, kurs rata-rata dari mata uang asing yang digunakan
       adalah sebagai berikut:

       Mata Uang Asing                                          30 Juni 2025         31 Desember 2024
       Dolar Amerika Serikat (US$) 1                                   16.233,00              16.162,00
       Euro Eropa (EUR) 1                                              19.008,85              16.851,32

    p. Imbalan Kerja Karyawan

       Imbalan kerja jangka pendek

       Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan
       dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa
       tersebut diberikan.

       Imbalan pascakerja

       Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 219 “Imbalan Kerja”. Penyisihan tersebut diestimasi
       dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode "Project Unit Credit”.

       Perusahan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Peraturan
       Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan pengaturan Peraturan
       Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang
       kemudian disahkan menjadi Undang-Undang No. 6 tahun 2023. Beban pensiun berdasarkan
       program dana pensiun manfaat pasti Perusahan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara
       periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
       diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.

       Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian akturial, segera diakui pada laporan
       posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
       penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
       ke laba rugi periode berikutnya.

       Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
       i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau
       ii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.

       Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas
       imbalan kerja. Perusahaan mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada
       laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
       i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas
           penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
       ii) Beban atau penghasilan bunga neto.




                                                  18
Page 22
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

    q. Pajak Penghasilan

       Pajak kini

       Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
       direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
       digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif
       telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan beroperasi dan menghasilkan
       pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
       Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku
       membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang
       diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.

       Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari
       beban pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

       Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak
       lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap
       sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

       Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
       Perusahan mengajukan keberatan, Perusahan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
       otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
       perpajakan Perusahan.

       Pajak tangguhan

       Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
       pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir
       periode pelaporan.

       Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak.

       Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi
       fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan
       tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
       belum dikompensasi dapat dimanfaatkan.

       Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
       diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
       memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
       Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak
       diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
       kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.

       Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
       berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
       peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.




                                                 19
Page 23
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

    q. Pajak Penghasilan (lanjutan)

         Pajak Pertambahan Nilai

         Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“)
         kecuali:
         •  PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor
            pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
            bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
         •  Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

         Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai
         bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.

    r.   Laba (Rugi) per Saham

         Pada periode 2025 dan 2024, Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham yang bersifat
         dilutif, oleh karena itu, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi
         dan penghasilan komprehensif lain.

         Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan jumlah
         rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam periode yang bersangkutan yaitu sejumlah
         668.000.089 saham.

    s. Biaya Emisi Efek Ekuitas

         Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada
         masyarakat dicatat dan disajikan sebagai pengurang terhadap akun “Tambahan Modal Disetor -
         Bersih” (agio saham) yang berasal dari penawaran umum saham tersebut (Catatan 1b dan 17).

    t.   Informasi Segmen

         Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan
         jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
         tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

         Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
         keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
         kepada segmen dan menilai kinerjanya.

         Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
         langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
         kepada segmen tersebut.

    u. Sewa

         Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya,
         jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset terindentifikasi untuk suatu
         periode waktu sebagai imbalan untuk dipertukarkan.




                                                     20
Page 24
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     u. Sewa (lanjutan)

        Sebagai Penyewa

        Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa,
        kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas
        sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang memberikan hak untuk
        menggunakan aset pendasarnya.

        Aset hak-guna

        Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak
        guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang
        disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
        ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan
        dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset
        pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang
        diterima.

        Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan
        hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

        Liabilitas sewa

        Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
        pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
        pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa,
        pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau arif, dan jumlah yang diharapkan
        akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan
        dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran
        denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan Perusahaan melaksanakan opsi
        untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui
        sebagai beban (kecuai terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa
        atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.

        Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
        inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga implisit dalam sewa tidak
        dapat segera ditentukan. Setelah tanggal pemulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
        mencerminkan penambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain
        itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa
        (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang
        digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan peniliaian opsi untuk membeli aset yang
        mendasarinya.




                                                   21
Page 25
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     u. Sewa (lanjutan)

        Sebagai Penyewa (lanjutan)

        Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai - Rendah

        Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
        pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai, rendah.
        Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar
        garis lurus selama masa sewa.

     v. Provisi

        Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
        konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.

        Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
        estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumberdaya yang mengandung
        manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.

3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI

     Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
     manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
     yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat
     dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda
     dengan jumlah estimasi yang dibuat.

     Pertimbangan

     Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
     Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
     keuangan:

     Penentuan mata uang fungsional

     Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana
     Perusahaan beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan
     beban dari penjualan barang dan jasa yang diberikan.

     Perpajakan

     Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks dan perubahan peraturan
     perpajakan, jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan dapat menyebabkan
     penyesuaian di masa depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat.

     Estimasi juga diperlukan dalam menentukan cadangan untuk pajak penghasilan badan. Transaksi dan
     perhitungan tertentu yang selama kegiatan usaha normal selalu dikenakan pajak.

     Perusahaan mengakui liabilitas untuk masalah pajak penghasilan badan berdasarkan perkiraan
     apakah tambahan pajak penghasilan badan akan jatuh tempo.



                                                   22
Page 26
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)

     Pertimbangan (lanjutan)

     Menentukan Masa Sewa Kontrak dengan Opsi Pembaruan dan Penghentian - Perusahaan sebagai
     Lessee

     Perusahaan menentukan bahwa masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan,
     bersamaan dengan periode yang tercakup dalam opsi perpanjangan sewa, jika dieksekusi secara
     wajar dan pasti, atau periode yang tercakup dalam opsi penghentian sewa, jika tidak dieksekusi
     secara wajar dan pasti.

     Perusahaan menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah wajar dan pasti untuk
     mengeksekusi opsi untuk pembaruan atau penghentian sewa atau tidak. Untuk kontrak sewa dengan
     opsi perpanjangan dan penghentian, manajemen perlu mengestimasi masa sewa yang memerlukan
     pertimbangan semua fakta dan keadaan yang menimbulkan insentif ekonomi untuk mengeksekusi
     opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk setiap perubahan yang
     diharapkan dalam fakta dan keadaan dari tanggal permulaan hingga tanggal pengekesekusian opsi
     tersebut. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya dimasukkan dalam
     persyaratan sewa jika Perusahaan cukup yakin untuk mengeksekusi opsi perpanjangan dan tidak
     mengeksekusi opsi penghentian. Jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang
     signifikan yang mempengaruhi penilaian ini dan masih dalam kendali penyewa, maka penilaian diatas
     akan ditelaah kembali.

     Estimasi dan Asumsi

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
     pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
     dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
     asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
     situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
     diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
     terjadinya.

     Cadangan atas penurunan nilai piutang usaha

     Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi
     didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang
     memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
     Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
     pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
     ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah
     default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
     pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke
     depan dianalisa kembali.

     Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi
     dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
     taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
     ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.




                                                    23
Page 27
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)
     Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
     Penyusutan Aset Tetap
     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
     masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
     sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana
     Perusahaan menjalankan bisnisnya.
     Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat
     ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
     Nilai tercatat bersih aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024,
     masing-masing adalah sebesar Rp 100.377.825.669 dan Rp 101.377.212.232 Penjelasan lebih rinci
     diungkapkan dalam Catatan 9.

     Penyusutan aset hak-guna
     Biaya perolehan aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
     manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak-guna 3 (tiga)
     tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
     menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
     mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa
     depan mungkin direvisi.
     Imbalan Kerja
     Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
     oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
     lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan,
     tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi
     tersebut adalah wajar dan sesuai. Nilai tercatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan
     Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, masing-masing adalah sebesar
     Rp 4.285.310.637 dan Rp 4.075.753.297. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 23.
     Pajak Penghasilan
     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
     transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
     kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
     estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

 4. KAS DAN BANK
     Akun ini terdiri dari:

                                                               30 Juni 2025        31 Desember 2024
     Kas                                                            350.603.756           135.738.934
     Bank
     Pihak ketiga
     Rupiah
         PT Bank Central Asia Tbk                                   311.070.293            45.721.165
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               10.281.236            32.195.037
         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                      34.554.039         3.030.228.325

                                                  24
Page 28
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


4.   KAS DAN BANK (lanjutan)

                                                                                30 Juni 2025                31 Desember 2024
     Bank (lanjutan)
     Pihak ketiga (lanjutan)
     Dolar Amerika Serikat
         PT Bank Central Asia Tbk
             (US$ 247.738 pada tanggal 30 Juni 2025 dan
             US$ 188.426 pada tanggal 31 Desember 2024)                             4.021.531.928               3.045.334.870
     Jumlah Kas dan Bank                                                            4.728.041.252               6.289.218.331


     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang
     dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi.


5.   PIUTANG USAHA
     Rincian piutang usaha terdiri dari:
                                                                                30 Juni 2025                31 Desember 2024
     Pihak Berelasi (Catatan 6)
     Rupiah                                                                         2.268.902.561                 594.634.631
     Penyisihan atas kerugian kredit
         ekspektasian                                                                   (2.113.361 )                  (264.289)
     Jumlah pihak berelasi - bersih                                                 2.266.789.200                 594.370.342
     Pihak Ketiga
     Rupiah                                                                      87.337.995.841               107.033.706.255
     Dolar Amerika Serikat
         (US$ 215.894 pada tanggal 30 Juni 2025 dan
         US$ 98.186 pada tanggal 31 Desember 2024)                                  2.995.421.620               1.082.480.532
     Jumlah                                                                      90.333.417.461               108.116.186.787
     Penyisihan atas kerugian kredit
        ekspektasian                                                                (1.615.182.889 )           (2.765.235.256)
     Jumlah pihak ketiga - bersih                                                88.718.234.572               105.350.951.531
     Piutang Usaha - Bersih                                                      90.985.023.772               105.945.321.873

     Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
     sebagai berikut:
                                                                          Mata Uang Asing

                                                                                          Ekuivalen                Jumlah
     30 Juni 2025                          Rupiah                Jumlah (US$)           dalam Rupiah            dalam Rupiah

     Belum jatuh tempo                     61.540.258.319                       -                       -          61.540.258.319
     Lewat jatuh tempo:
         1 - 30 hari                       14.918.999.732                      -                        -          14.918.999.732
         31 - 60 hari                       4.568.851.026                      -                        -           4.568.851.026
         61 - 90 hari                       3.469.898.996                148.688            2.413.649.869           5.883.548.865
         >90 hari                           5.108.890.329                 67.206              581.771.751           5.690.662.080

     Jumlah                                89.606.898.402                215.894            2.995.421.620          92.602.320.022



                                                            25
Page 29
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)
                                                                     Mata Uang Asing

                                                                                    Ekuivalen               Jumlah
     31 Desember 2024                 Rupiah                Jumlah (US$)          dalam Rupiah           dalam Rupiah

     Belum jatuh tempo                56.825.772.963                 30.980             500.708.781         57.326.481.744
     Lewat jatuh tempo:

         1 - 30 hari                  17.948.032.790                      -                       -         17.948.032.790
         31 - 60 hari                  7.359.035.127                      -                       -          7.359.035.127
         61 - 90 hari                  5.676.281.090                      -                       -          5.676.281.090
         >90 hari                     19.819.218.916                 67.206             581.771.751         20.400.990.667

     Jumlah                          107.628.340.886                 98.186            1.082.480.532       108.710.821.418



     Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                               2025                        2024
                                                                           (Enam Bulan)                (Enam Bulan)
     Saldo awal periode                                                        2.765.499.545             1.493.604.470
     Perubahan selama periode berjalan                                        (1.148.203.295)              (281.744.481)
     Saldo akhir periode                                                      1.617.296.250              1.211.859.989


     Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk
     menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.

     Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 30 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan
     pada piutang usaha.

     Pada tanggal 30 Juni 2025, piutang usaha Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan penyerahan
     hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang
     dijelaskan dalam Catatan 12.


6.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

     Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Rincian
     saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                                                                                         Persentase Terhadap
                                                   Jumlah                                  Jumlah Aset (%)
                                    30 Juni 2025       31 Desember 2024           30 Juni 2025         31 Desember 2024

     Piutang Usaha
     PT Forindoprima Perkasa         2.029.497.971             593.396.981                  0,7308                 0,2000
     PT Yanasurya Bhaktipersada        239.404.590               1.237.650                  0,0862                 0,0004

     Jumlah                          2.268.902.561             594.634.631                  0,8170                 0,5218


                                                                                         Persentase Terhadap
                                                   Jumlah                                Jumlah Liabilitas (%)
                                    30 Juni 2025       31 Desember 2024           30 Juni 2025         31 Desember 2024

     Utang Usaha
     PT Forindoprima Perkasa         1.067.886.256           1.198.658.109                     0,68                  0,69



                                                       26
Page 30
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


6.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
                                                                                            Persentase Terhadap
                                                        Jumlah                              Jumlah Liabilitas (%)
                                         30 Juni 2025        31 Desember 2024         30 Juni 2025       31 Desember 2024

     Utang Pihak Berelasi
     (lihat Catatan 25)
     PT Hastagraha Bumipersada            50.000.000.000           50.000.000.000               31,67                   28,96


                                                                                            Persentase Terhadap
                                                                                             Jumlah Akun yang
                                                        Jumlah                               Bersangkutan (%)
                                             2025                     2024                2025                 2024
                                         (Enam Bulan)             (Enam Bulan)        (Enam Bulan)         (Enam Bulan)
     Penjualan Bersih
     PT Forindoprima Perkasa                 2.337.835.500          2.385.616.755                1,36                    1,55
     PT Yanasurya Bhaktipersada              1.100.495.060          1.885.720.720                0,64                    1,23

     Jumlah                                  3.438.330.560          4.271.337.475                2,00                    2,78

     Pembelian
     PT Forindoprima Perkasa                 7.924.936.682          2.201.309.343                4,61                    1,43

     Beban Umum dan Administrasi -
     Beban Sewa (Catatan 25)
     Alexander Tanzil                           2.500.000               2.500.000               50,00                   50,00
     Santoso Wijaya                             2.500.000               2.500.000               50,00                   50,00
     Jumlah                                     5.000.000               5.000.000              100,00                  100,00


     Rincian transaksi dan saldo berdasarkan sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai
     berikut:
       No.        Pihak-pihak Berelasi                       Sifat Relasi                            Jenis Transaksi
       1.      PT Hastagraha Bumipersada        Pemegang saham Perusahaan                  Transaksi keuangan
       2.      PT Yanasurya Bhakti Persada      Entitas dengan pengendalian bersama        Transaksi usaha
       3.      PT Forindoprima Perkasa          Entitas dengan pengendalian bersama        Transaksi usaha
       4.      Alexander Tanzil                 Pemegang saham Perusahaan                  Transaksi sewa
       5.      Santoso Wijaya                   Pemegang saham Perusahaan                  Transaksi sewa

     Jumlah kompensasi personil manajemen kunci (komisaris dan direksi) dalam Perusahaan:
                                                                                     2025                     2024
                                                                                 (Enam Bulan)             (Enam Bulan)
     Imbalan kerja jangka pendek (dalam jutaan Rupiah)                                       731                         721

     Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan
     sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.
     Manajemen kunci Perusahaan meliputi semua anggota komisaris dan direksi.




                                                             27
Page 31
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


7.   PERSEDIAAN
     Persediaan terdiri dari:
                                                                 30 Juni 2025         31 Desember 2024
     Barang jadi                                                   15.115.807.431        14.899.576.814
     Barang dalam proses                                           21.914.431.189        23.882.301.367
     Bahan baku dan bahan pembantu                                 33.606.765.136        26.192.308.555
     Jumlah                                                        70.637.003.756        64.974.186.736
     Dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan                 (193.372.177 )        (193.372.177)
     Bersih                                                        70.443.631.579        64.780.814.559


     Mutasi penyisihan atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:

                                                                      2025                   2024
                                                                  (Enam Bulan)           (Enam Bulan)
     Saldo awal periode                                               193.372.177           788.956.741
     Perubahan selama periode berjalan:
         Penyisihan periode berjalan                                             -                      -
     Saldo akhir periode                                              193.372.177           788.956.741


     Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk
     menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.

     Pada tanggal 30 Juni 2025, persediaan Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan penyerahan
     hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang
     dijelaskan dalam Catatan 12.

     Pada tanggal 30 Juni 2025, persediaan tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
     kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar
     US$ 5.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
     kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.


8.   UANG MUKA PEMBELIAN

     Akun ini merupakan uang muka pembelian kepada pihak ketiga atas pembelian bahan baku dan
     bahan pembantu, dengan rincian sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2025         31 Desember 2024
     Pihak Ketiga
     Rupiah                                                         1.911.629.582         3.498.555.400
     Dolar Amerika Serikat
         (US$ 90.245 pada tanggal 30 Juni 2025 dan
         US$ 101.962 pada tanggal 31 Desember 2024)                 1.476.397.597         1.584.899.229
     Euro Eropa
         (EUR 788 pada tanggal 30 Juni 2025)
         (EUR 109.419 pada tanggal 31 Desember 2024)                   14.633.160         1.824.011.913
     Jumlah                                                         3.402.660.339         6.907.466.542


                                                   28
Page 32
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


9.   ASET TETAP

     Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                                    30 Juni 2025
                                Saldo Awal       Penambahan         Pengurangan        Reklasifikasi       Saldo Akhir
     Nilai Tercatat
     Pemilikan Langsung
     Tanah                      35.817.601.419               -                    -                 -       35.817.601.419
     Bangunan dan prasarana     65.872.621.865               -                    -                 -       65.872.621.865
     Mesin dan peralatan       180.460.956.308     489.125.401                    -     4.869.690.562      185.819.772.271
     Perlengkapan pabrik         3.275.383.552      16.480.615                    -                 -        3.291.864.167
     Peralatan kantor            2.048.546.029      37.934.901                    -                 -        2.086.480.930
     Kendaraan                   3.038.655.339     882.889.892          131.841.637                 -        3.789.703.594
     Jumlah Nilai Tercatat     290.513.764.512    1.426.430.809         131.841.637     4.869.690.562      296.678.044.246


     Aset dalam Penyelesaian
     Mesin dan peralatan          146.303.800     4.810.613.142                    -   (4.869.690.562 )         87.226.380

     Jumlah Nilai Tercatat     290.660.068.312    6.237.043.951         131.841.637                    -   296.765.270.626


     Akumulasi Penyusutan
     Pemilikan Langsung
     Bangunan dan prasarana     44.613.604.200    1.443.409.822                   -                    -    46.057.014.022
     Mesin dan peralatan       136.937.984.827    5.636.821.135                   -                    -   142.574.805.962
     Perlengkapan pabrik         3.197.200.569       55.930.008                   -                    -     3.253.130.577
     Peralatan kantor            1.878.406.372       27.344.418                   -                    -     1.905.750.790
     Kendaraan                   2.655.660.112       72.925.131         131.841.637                    -     2.596.743.606
     Jumlah Akumulasi
        Penyusutan             189.282.856.080    7.236.430.514         131.841.637                    -   196.387.444.957
     Nilai Buku                101.377.212.232                                                             100.377.825.669


                                                                  31 Desember 2024
                                Saldo Awal       Penambahan         Pengurangan        Reklasifikasi       Saldo Akhir

     Nilai Tercatat
     Pemilikan Langsung
     Tanah                      35.817.601.419                -                   -                 -       35.817.601.419
     Bangunan dan prasarana     64.989.029.865      855.510.000                   -        28.082.000       65.872.621.865
     Mesin dan peralatan       173.736.800.427    9.148.317.597       2.425.303.617         1.141.901      180.460.956.308
     Perlengkapan pabrik         3.230.080.254       45.303.298                   -                 -        3.275.383.552
     Peralatan kantor            1.972.479.872       76.066.157                   -                 -        2.048.546.029
     Kendaraan                   2.640.038.148      437.708.828          39.091.637                 -        3.038.655.339

     Jumlah                    282.386.029.985   10.562.905.880       2.464.395.254        29.223.901      290.513.764.512

     Aset dalam Penyelesaian
     Bangunan dan prasarana         18.341.901               -                     -      (18.341.901 )                 -
     Mesin dan peralatan            10.882.000     146.303.800                     -      (10.882.000 )       146.303.800

     Jumlah                         29.223.901     146.303.800                     -      (29.223.901 )       146.303.800

     Jumlah Nilai Tercatat     282.415.253.886   10.709.209.680       2.464.395.254                    -   290.660.068.312

     Akumulasi Penyusutan
     Pemilikan Langsung
     Bangunan dan prasarana     41.733.818.887    2.879.785.313                   -                    -    44.613.604.200
     Mesin dan peralatan       128.364.851.319   10.942.440.953       2.369.307.445                    -   136.937.984.827
     Perlengkapan pabrik         3.176.198.892       21.001.677                   -                    -     3.197.200.569
     Peralatan kantor            1.788.990.042       89.416.330                   -                    -     1.878.406.372
     Kendaraan                   2.640.038.145       54.713.604          39.091.637                    -     2.655.660.112

     Jumlah Akumulasi
          Penyusutan           177.703.897.285   13.987.357.877       2.408.399.082                    -   189.282.856.080

     Nilai Buku                104.711.356.601                                                             101.377.212.232




                                                          29
Page 33
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


9. ASET TETAP (lanjutan)

    Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
    sebesar Rp 7.236.430.514 dan Rp 6.871.957.947, masing-masing untuk periode 2025 dan 2024 yang
    dibebankan sebagai berikut:

                                                                    2025                  2024
                                                                (Enam Bulan)          (Enam Bulan)
    Beban pabrikasi (Catatan 20)                                   6.892.935.198        6.591.683.207
    Beban umum dan administrasi (Catatan 21)                         343.495.316          280.274.740
    Jumlah                                                         7.236.430.514        6.871.957.947


    Rincian penjualan aset tetap pada periode 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                          2025
                                                                                      (Enam Bulan)
    Nilai tercatat                                                                        131.841.637
    Akumulasi penyusutan                                                                  131.841.637
    Nilai buku                                                                                      -
    Harga jual                                                                             84.375.000
    Laba penjualan aset tetap                                                              84.375.000


    Pada periode 2025, laba penjualan aset tetap disajikan sebagai akun “Laba Penjualan Aset Tetap”
    dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

    Pada tanggal 30 Juni 2025, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
    kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp 81 milyar dan US$ 11.000.000
    Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
    kerugian atas risiko tersebut.

    Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan tersebut dapat dipulihkan,
    sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas aset tersebut.

    Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset
    tetap kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 5.544.350 dan Rp 1.545.585.348.

    Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki utang pembelian aset tetap
    kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 154.055.000 dan Rp 47.175.000 yang merupakan
    utang pembelian kendaraan dan utang retensi atas pembangunan bangunan dan prasarana.

    Pada tanggal 30 Juni 2025, aset tetap berupa tanah dan bangunan pabrik dijadikan sebagai jaminan
    atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang dijelaskan dalam
    Catatan 12.

    Hak atas tanah diperoleh berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang dapat diperbaharui
    dengan masa yang akan berakhir antara tahun 2028 sampai 2047. Perusahaan berkeyakinan bahwa
    hak atas tanah tersebut dapat diperbarui berdasarkan praktik historis.




                                                  30
Page 34
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA

    Rincian aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2025

                                            Saldo Awal         Penambahan          Penghapusan           Saldo Akhir

    Harga perolehan
    Sewa ruangan kantor                        221.054.563                  -                    -          221.054.563

    Akumulasi penyusutan
    Sewa ruangan kantor                         73.684.856         36.842.428                    -          110.527.284

    Nilai tercatat - bersih                    147.369.707                                                  110.527.279


                                                                      31 Desember 2024

                                            Saldo Awal         Penambahan          Penghapusan           Saldo Akhir

    Harga perolehan
    Sewa ruangan kantor                        221.054.563                  -                    -          221.054.563

    Akumulasi penyusutan
    Sewa ruangan kantor                                    -       73.684.856                    -           73.684.856

    Nilai tercatat - bersih                    221.054.563                                                  147.369.707



    Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                     30 Juni 2025           31 Desember 2024
    Liabilitas sewa
    Bagian jangka pendek                                                     36.794.861                  73.589.720
    Bagian jangka panjang                                                    78.317.493                  78.317.493

    Jumlah                                                                  115.112.354                 151.907.213


    Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                            2024
                                                                     (Enam Bulan)                    (Enam Bulan)
    Jumlah kas keluar untuk
       Pembayaran liabilitas sewa                                            36.794.859                  34.573.675
       Pembayaran bunga                                                       4.879.641                   7.100.825
    Jumlah                                                                   41.674.500                  41.674.500


    Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
    berikut:

                                                                         2025                            2024
                                                                     (Enam Bulan)                    (Enam Bulan)
    Bunga liabilitas sewa                                                     4.879.641                   7.100.825
    Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 21)                              36.842.428                  36.842.428



                                                      31
Page 35
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)

    Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:

                                                                30 Juni 2025        31 Desember 2024
    Saldo awal                                                      151.907.213             221.054.563
    Perubahan non-kas - penambahan                                            -                       -
    Arus kas                                                        (36.794.859 )           (69.147.350)
    Saldo akhir                                                     115.112.354             151.907.213



11. ASET TIDAK LANCAR LAIN-LAIN

    Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, aset tidak lancar lain-lain merupakan uang
    jaminan untuk proyek tender masing-masing sebesar Rp 600.000.000.

12. UTANG BANK JANGKA PENDEK

    Utang bank terdiri dari:

                                                                30 Juni 2025        31 Desember 2024
    Utang bank jangka pendek
    PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
       Kredit Modal Kerja                                        52.000.000.000        85.000.000.000
    PT Mandiri (Persero) Tbk
       Kredit Agunan Surat Berharga                              26.600.000.000         5.000.000.000
    PT Bank Central Asia Tbk
       Kredit Lokal                                                            -        1.046.236.271
    Jumlah                                                       78.600.000.000        91.046.236.271

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI)

    Pada tanggal 4 Oktober 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja - cash collateral
    dari Bank BRI dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 85.000.000.000, yang ditujukan untuk
    modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 6 (enam) bulan, terakhir telah
    diperpanjang sampai dengan tanggal 4 April 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per
    tahun sebesar 2,90%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
    (pemegang saham Perusahaan).

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)

    Pada tanggal 7 Februari 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Agunan Surat Berharga dari
    Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 43.600.000.000, yang ditujukan untuk
    modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 11 (sebelas) bulan, terakhir telah
    diperpanjang sampai dengan tanggal 6 Januari 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per
    tahun sebesar 0,50% di atas tingkat suku bunga counter tertinggi deposito rupiah di Bank Mandiri.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
    (pemegang saham Perusahaan).

                                                   32
Page 36
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


12. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

    PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

    Pada tanggal 7 September 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit lokal dan time loan revolving
    dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 75.000.000.000 dan
    Rp 100.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu
    selama 12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 April 2024.
    Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.

    Pada tanggal 14 Desember 2022, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit dari bank BCA
    berupa fasilitas kredit investasi I dan fasilitas kredit investasi II dengan jumlah fasilitas maksimum,
    masing-masing sebesar Rp 8.500.000.000 dan Rp 16.500.000.000, yang ditujukan untuk membiayai
    pembelian mesin produksi dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki
    jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan sampai dengan tanggal 7 April 2024. Fasilitas tersebut
    dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.

    Pada tanggal 19 Maret 2024, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit lokal, time loan
    revolving, kredit investasi I, kredit investasi II dan bank garansi dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas
    maksimum sebesar Rp 75.000.000.000, Rp 100.000.000.000, Rp 8.500.000.000, Rp 16.500.000.000
    dan Rp 5.000.000.000 yang ditujukan untuk modal kerja dan membiayai pembelian mesin produksi
    dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 12 (dua
    belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 Juni 2026. Fasilitas tersebut
    dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,5%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan Perusahaan, piutang usaha, persediaan dan
    jaminan perusahaan dari PT Hastagraha Bumipersada (pemegang saham Perusahaan).

    Sehubungan dengan fasilitas di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu
    seperti menjaga rasio keuangan tertentu (rasio EBITDA per (interest ditambah installment) lebih dari 1
    kali, current ratio lebih dari 1 kali dan Debt per Equity kurang dari 3 kali. Pada tanggal
    30 Juni 2025, Perusahaan telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.

    Pada tanggal 30 Juni 2025, Perusahaan belum menggunakan fasilitas kredit investasi I dan fasilitas
    kredit investasi II tersebut.

    Saldo pinjaman fasilitas Time Loan Revolving telah dilunasi seluruhnya pada bulan Oktober 2023.

    Beban bunga atas seluruh pinjaman di atas sebesar Rp 1.338.835.208 dan Rp 908.239.529, masing-
    masing untuk periode 2025 dan 2024, dan disajikan sebagai bagian dari “Beban Keuangan” pada
    laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.


13. UTANG USAHA

    Akun ini merupakan liabilitas yang timbul dari pembelian bahan baku dan bahan pembantu, dengan
    rincian sebagai berikut:

                                                                   30 Juni 2025         31 Desember 2024
    Pihak berelasi (lihat Catatan 6)
    PT Forindoprima Perkasa                                           1.067.886.256           1.198.658.109




                                                    33
Page 37
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


13. UTANG USAHA (lanjutan)

                                                              30 Juni 2025       31 Desember 2024
    Pihak ketiga - lokal
    Rupiah                                                     10.968.384.516        10.165.060.835
    Dolar Amerika Serikat
        (US$ 350 pada tanggal 30 Juni 2025 dan
        US$ 316.614 pada tanggal 31 Desember 2024)                   5.681.550         5.117.122.741
    Jumlah pihak ketiga                                        10.974.066.066        15.282.183.576
    Jumlah                                                     12.041.952.322        16.480.841.685


    Pemasok utama Perusahaan antara lain adalah PT Puranusa Persada dan PT Bukit Mega Masabadi.

14. PERPAJAKAN
    a. Pajak dibayar di muka dan utang pajak

       Pajak dibayar di muka

       Pajak dibayar di muka terdiri dari:

                                                              30 Juni 2025       31 Desember 2024
       Deposit Coretax                                               3.221.028                    -
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - masukan                               -          557.166.619
       Jumlah                                                        3.221.028          557.166.619


       Utang pajak

       Utang pajak terdiri dari:
                                                              30 Juni 2025       31 Desember 2024
       Pajak Penghasilan:
           Pasal 21                                                26.776.972              2.674.627
           Pasal 23                                                21.350.440             25.817.981
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - keluaran                    21.509.151                      -
       Jumlah                                                      69.636.563             28.492.608



    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan
       Rekonsiliasi antara rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
       dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran rugi fiskal untuk periode yang berakhir pada
       tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:




                                                  34
Page 38
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


14. PERPAJAKAN (lanjutan)
    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)
                                                                  2025                   2024
                                                              (Enam Bulan)           (Enam Bulan)
       Rugi sebelum manfaat (beban)
          pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
          dan penghasilan komprehensif lain                     (3.513.400.398 )      (4.313.236.567)
       Beda temporer:
          Penyusutan aset tetap                                    172.343.084           299.111.453
          Transaksi sewa                                                47.568             2.268.753
          Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan          253.869.360           207.139.106
          Pemulihan atas penurunan nilai piutang usaha          (1.148.203.295 )        (281.744.481)
          Kompensasi PKWT                                          278.263.288           371.017.718
       Beda tetap:
          Kesejahteraan karyawan                                   40.979.100             36.683.603
          Sumbangan dan representasi                               32.970.010             28.472.506
          Penghasilan yang pajaknya bersifat final                 (5.765.325 )           (4.673.653)
          Lain-lain - bersih                                       (6.125.226 )           (4.582.592)
       Taksiran rugi fiskal - periode berjalan                  (3.895.021.834 )      (3.659.544.154)
       Akumulasi taksiran rugi fiskal pada tahun:
          2024                                                  (2.290.945.802 )                   -
          2021                                                  (5.480.006.867 )      (3.419.689.935)
       Penyesuaian taksiran rugi fiskal atas:
          2021                                                  2.652.537.445          2.652.537.445
          2022                                                     24.117.500                      -
          2023                                                     34.220.000                      -
       Akumulasi taksiran rugi
          fiskal akhir periode                                  (8.955.099.558 )      (4.426.696.644)

       Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan secara tahunan.
       Laporan keuangan tanggal 30 Juni 2025 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
       tanggal tersebut tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan badan tahunan.
       Dalam laporan keuangan ini, jumlah taksiran penghasilan kena pajak untuk periode enam bulan
       yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 didasarkan atas perhitungan sementara. Jumlah tersebut
       mungkin berbeda dari penghasilan kena pajak yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan
       Tahunan (“SPT”) pajak penghasilan badan.
       Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran klaim pajak penghasilan
       adalah sebagai berikut:

                                                                  2025                   2024
                                                              (Enam Bulan)           (Enam Bulan)
       Taksiran rugi fiskal (dibulatkan)                        (8.955.099.000 )      (4.426.696.000)
       Beban pajak penghasilan - periode berjalan                             -                     -
       Pajak penghasilan dibayar di muka:
           (Pasal 22)                                           1.499.918.730          1.316.751.707
       Taksiran klaim pajak penghasilan                         1.499.918.730          1.316.751.707


                                                    35
Page 39
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


14. PERPAJAKAN (lanjutan)

    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)

       Taksiran klaim pajak penghasilan pada tanggal laporan posisi keuangan terdiri dari klaim untuk
       tahun pajak sebagai berikut:

                                                              30 Juni 2025         31 Desember 2024
       Taksiran klaim pajak penghasilan:
          Periode 2025                                          1.499.918.730                      -
          Tahun 2024                                            3.182.191.920          3.182.191.920
          Tahun 2023                                                        -          2.880.397.279
       Jumlah                                                   4.682.110.650          6.062.589.199


       Pada tahun 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak
       penghasilan No. 00022/406/23/054/24 tertanggal 19 Desember 2024 atas pajak penghasilan
       badan tahun pajak 2023 yang menetapkan klaim atas pajak penghasilan Perusahaan sebesar
       Rp 2.880.397.282. Pada tanggal 16 Januari 2025, Perusahaan telah menerima pembayaran atas
       pajak yang dinyatakan lebih bayar tersebut.

       Pada tahun 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak
       penghasilan No. 0031/406/22/054/24 tertanggal 1 April 2024 atas pajak penghasilan badan tahun
       pajak 2022 yang menetapkan klaim atas pajak penghasilan Perusahaan sebesar
       Rp 4.454.200.161. Pada tanggal 3 Mei 2024, Perusahaan telah menerima pembayaran atas pajak
       yang dinyatakan lebih bayar tersebut.

       Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif
       pajak yang berlaku dari rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan dengan manfaat pajak
       penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
       untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                  2025                   2024
                                                              (Enam Bulan)           (Enam Bulan)
       Rugi sebelum manfaat (beban) pajak
          penghasilan menurut laporan laba rugi
          dan penghasilan komprehensif lain                     (3.513.400.398 )      (4.313.236.567)

       Beban (manfaat) pajak penghasilan dengan
          tarif pajak yang berlaku                               (772.948.087 )         (948.912.045)
       Pengaruh pajak atas beda tetap:
          Kesejahteraan karyawan                                     9.015.402             8.070.393
          Sumbangan dan representasi                                 7.253.402             6.263.951
          Penghasilan yang pajaknya bersifat final                  (1.268.372 )          (1.028.204)
          Lain-lain - bersih                                        (1.347.550 )          (1.008.170)
          Rugi fiskal yang pajak tangguhannya
              tidak diakui                                        856.904.804            805.099.714
       Beban (manfaat) pajak penghasilan
          menurut laporan laba rugi dan
          penghasilan komprehensif lain                            97.609.599           (131.514.361)




                                                  36
Page 40
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


14. PERPAJAKAN (lanjutan)

    c. Aset pajak tangguhan - bersih

        Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan
        komersial dan pajak adalah sebagai berikut:

                                                              30 Juni 2025        31 Desember 2024
        Aset (liabilitas) pajak tangguhan
        Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan           942.768.340           896.665.725
        Penyisihan atas penurunan nilai persediaan                 42.541.879            42.541.879
        Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha             355.805.174           608.409.899
        Penyisihan atas penurunan nilai piutang lain-lain         115.133.326           115.133.326
        Penyusutan aset tetap                                    (107.831.959 )        (145.747.437)
        Kompensasi PKWT                                           648.042.257           586.824.333
        Transaksi sewa                                              1.008.716               998.251
        Aset pajak tangguhan - bersih                           1.997.467.733         2.104.825.976


    d. Administrasi

        Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan
        membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak
        (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
        saat terutangnya pajak.


15. BEBAN AKRUAL

    Akun ini terdiri dari:

                                                              30 Juni 2025        31 Desember 2024
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                       6.934.106.045         6.508.361.969

    Beban harus dibayar
    Listrik, air dan telepon                                    1.489.837.141         1.442.176.460
    Pengangkutan                                                1.291.954.166         1.378.102.296
    Bunga                                                          46.527.778            91.901.084
    Lain-lain                                                      53.386.281           469.083.153
    Jumlah                                                      2.881.705.366         3.381.262.993




                                                   37
Page 41
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


16. MODAL SAHAM

    Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
    sebagai berikut:

                                                                  Persentase
    Pemegang Saham                          Jumlah Saham          Pemilikan            Jumlah
    PT Hastagraha Bumipersada                   597.650.500            89,469%       59.765.050.000
    Alexander Tanzil (Komisaris Utama)            1.174.750             0,176%          117.475.000
    Santoso Wijaya (Komisaris)                    1.174.750             0,176%          117.475.000
    Lain-lain (masing-masing dengan
       pemilikan di bawah 5%)                     68.000.089           10,179%        6.800.008.900
    Jumlah                                      668.000.089            100,00%       66.800.008.900


    Anggota Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham
    Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut:

                                                                  Persentase
    Pemegang Saham                          Jumlah Saham          Pemilikan            Jumlah
    Komisaris
    Alexander Tanzil                                1.174.750           0,176%          117.475.000
    Santoso Wijaya                                  1.174.750           0,176%          117.475.000
    Jumlah                                          2.349.500           0,352%          234.950.000


    Pengelolaan Modal

    Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
    yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

    Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
    menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai
    dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
    permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum
    Pemegang Saham (“RUPS”) tahunan berikutnya.

    Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
    kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
    menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
    mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan
    maupun proses dalam manajemen modal untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal
    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.

    Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan
    akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan
    menggunakan rasio debt to equity dan rasio gearing.




                                               38
Page 42
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


17. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
    Rincian tambahan modal disetor pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
    berikut:

    Agio saham sehubungan penawaran umum saham (Catatan 1b)                                              30.260.000.000
    Biaya emisi efek ekuitas (Catatan 1b dan 2s)                                                         (2.206.029.983)
    Agio saham sehubungan - pelaksanaan Waran Seri I                                                             51.620
    Bersih                                                                                               28.054.021.637


18. DIVIDEN TUNAI

    Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal
    26 Juni 2025, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para
    pemegang saham.

    Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal
    21 Juni 2024, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para
    pemegang saham.


19. PENJUALAN BERSIH
    Akun ini terdiri dari:
                                                                                2025                        2024
                                                                            (Enam Bulan)                (Enam Bulan)
    Pihak berelasi (Catatan 6)
        Lokal                                                                  3.438.330.560              4.271.337.475
    Pihak ketiga
        Lokal                                                               151.501.133.695             141.612.860.977
        Ekspor                                                               16.994.353.455               7.555.558.546
    Jumlah                                                                  171.933.817.710             153.439.756.998

    Sebagian penjualan, yaitu sekitar 2,00% dan 2,78%, masing-masing pada periode 2025 dan 2024,
    dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 6).

    Pada periode 2025 dan 2024, penjualan kepada pihak ketiga dengan jumlah penjualan melebihi 10%
    dari jumlah penjualan bersih adalah sebagai berikut:
                                                                                                 Persentase
                                                                                              Terhadap Jumlah
                                                            Jumlah                           Penjualan Bersih (%)

                                                 2025                    2024              2025                 2024
                                             (Enam Bulan)            (Enam Bulan)      (Enam Bulan)         (Enam Bulan)

    Penjualan Bersih
    PT Conch International Trade Indonesia    27.872.296.106          32.547.815.304            16,21                21,21
    PT Semen Baturaja Tbk                     19.976.200.001          10.444.300.000            11,62                 6,81

    Jumlah                                    47.848.496.107          42.992.115.304            27,83                28,02



    Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki uang muka dari pelanggan
    (pihak ketiga) sebesar Rp 2.779.356.696 dan Rp 907.147.333.


                                                       39
Page 43
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


20. BEBAN POKOK PENJUALAN

    Akun ini terdiri dari:

                                                                          2025                        2024
                                                                      (Enam Bulan)                (Enam Bulan)
    Bahan baku yang digunakan                                           83.019.916.426             74.810.414.601
    Upah buruh langsung                                                 17.359.351.545             16.258.712.719
    Beban pabrikasi
       Pemakaian bahan pembantu                                         29.756.081.080             25.174.418.632
       Upah buruh tidak langsung                                        10.797.941.510             10.631.165.777
       Listrik                                                           8.925.864.866              8.632.433.343
       Penyusutan (Catatan 9)                                            6.892.935.198              6.591.683.207
       Perawatan dan pemeliharaan                                        3.432.949.530              3.743.461.842
       Lain-lain                                                           180.701.702                286.219.035
    Jumlah Beban Produksi                                             160.365.741.857             146.128.509.156
    Persediaan barang dalam proses
        Awal periode                                                    23.882.301.367             26.060.206.606
        Akhir periode                                                  (21.914.431.189)           (32.263.998.032)
    Beban Pokok Produksi                                               162.333.612.035            139.924.717.730
    Persediaan barang jadi
        Awal periode                                                    14.899.576.814             13.097.005.292
        Pembelian                                                          501.621.622              3.369.852.283
        Pemakaian sendiri                                                 (768.570.733)              (372.167.474)
        Akhir periode                                                  (15.115.807.431)           (11.536.101.014)
    Beban Pokok Penjualan                                              161.850.432.307            144.483.306.817


    Sebagian pembelian, yaitu sekitar 4,61% dan 1,43% pada periode 2025 dan 2024, dilakukan dengan
    pihak berelasi (Catatan 6).

    Pada periode 2025 dan 2024, pembelian dari pemasok pihak ketiga dengan jumlah pembelian
    melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih adalah sebagai berikut:

                                                                                           Persentase
                                                                                        Terhadap Jumlah
                                                      Jumlah                           Penjualan Bersih (%)

                                           2025                    2024              2025                 2024
                                       (Enam Bulan)            (Enam Bulan)      (Enam Bulan)         (Enam Bulan)

    Pembelian
    PT Bukit Mega Masabadi               8.124.700.000          20.728.710.000             4,73                13,51




                                                 40
Page 44
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


21. BEBAN USAHA
    Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
                                                                       2025              2024
                                                                   (Enam Bulan)      (Enam Bulan)
    Beban Penjualan
    Pengangkutan dan transportasi                                    4.483.561.264     4.045.012.874
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                              388.062.500       301.350.000
    Lain-lain                                                          204.284.455       175.610.799
    Jumlah                                                           5.075.908.219     4.521.973.673
    Beban Umum dan Administrasi
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                            4.011.956.735     3.877.587.160
    Beban kantor                                                     2.671.654.225     2.401.400.326
    Asuransi                                                           425.025.973       346.419.571
    Penyusutan aset tetap (Catatan 9)                                  343.495.316       280.274.740
    Perjalanan dinas                                                   164.892.145       274.521.023
    Penyusutan aset hak-guna (Catatan 10)                               36.842.428        36.842.428
    Lain-lain                                                          714.898.838     1.043.022.995
    Jumlah                                                           8.368.765.660     8.260.068.243
    Jumlah Beban Usaha                                              13.444.673.879    12.782.041.916



22. BEBAN KEUANGAN
    Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut:
                                                                      2025               2024
                                                                   (Enam Bulan)      (Enam Bulan)
    Bunga pinjaman bank                                              1.338.835.208       908.239.529
    Provisi dan administrasi bank                                       50.024.073        55.778.684
    Jumlah                                                           1.388.859.281       964.018.213



23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

    Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 Juni 2025 dan
    31 Desember 2024. Pada laporan keuangan tahun 2024, berdasarkan perhitungan aktuaria yang
    dilakukan oleh KKA Tumpal Marbun, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal
    6 Maret 2025, yang menggunakan metode “Projected Unit Credit”.

    Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:

    Tingkat diskonto                              :    7,00% per tahun
    Tingkat kenaikan gaji                         :    10%
    Referensi tingkat mortalitas                  :    TMI-2019
    Tingkat cacat tahunan                         :    5% dari tingkat mortalitas
    Umur pensiun                                  :    55 tahun




                                                  41
Page 45
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)

    Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas
    atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 30 Juni 2025 dan
    31 Desember 2024, masing-masing adalah sebesar Rp 4.285.310.637 dan Rp 4.075.753.297.

    Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
    yang berlaku.

24. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

    Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki aset dan liabilitas moneter
    dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:

                                                                             30 Juni 2025
                                                                                          Ekuivalen
                                                               Mata Uang Asing          Dalam Rupiah
    Aset
    Kas dan bank                                              US$         247.738           4.021.531.928
    Piutang usaha                                             US$         215.894           2.995.421.620
    Jumlah                                                                                  7.016.953.548
    Liabilitas
    Utang usaha                                               US$             350              5.681.550
    Aset - Bersih                                                                           7.011.271.998

                                                                         31 Desember 2024
                                                                                          Ekuivalen
                                                               Mata Uang Asing          Dalam Rupiah
    Aset
    Kas dan bank                                              US$         188.426           3.045.334.870
    Piutang usaha                                             US$          98.186           1.082.480.532
    Jumlah                                                                                  4.127.815.402
    Liabilitas
    Utang usaha                                               US$         316.614           5.117.122.741
    Liabilitas - Bersih                                                                      989.307.339




                                                   42
Page 46
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


25. PERJANJIAN PENTING DAN KONTINJENSI

    a. Pada tanggal 17 Desember 2018, Perusahaan memiliki perjanjian sewa ruangan kantor dengan
       Yuandala Kolopaking untuk kantor pusat Perusahaan yang berlokasi di Gedung Graha Irama
       Lantai 2E, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, yang berlaku untuk
       periode 2 (dua) tahun, dari tanggal 21 Januari 2021 sampai dengan tanggal 20 Januari 2022
       dengan nilai sewa Rp 185.220.000, terakhir telah diperpanjang kembali untuk 3 (tiga) tahun
       sampai dengan tanggal 20 Januari 2027 dengan nilai sewa sebesar Rp 277.830.000 atau
       Rp 92.610.000 per tahun.

    b. Pada tanggal 3 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Hastagaha
       Bumipersada (pemegang saham Perusahaan) dengan jumlah pinjaman maksimum
       Rp 50.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Pinjaman ini memiliki jangka waktu selama
       12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 3 Agustus 2025
       dan tidak dikenakan bunga (Catatan 6). Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah
       melakukan      Keterbukaan       Informasi    melalui   surat    No.    06/11/CS/18     tanggal
       22 November 2018 ke OJK.

    c.     Pada tanggal 21 Maret 2022, Perusahaan memiliki perjanjian sewa atas sebagian ruangan kantor
           di Rukan Golden Palace Blok A No. 21-23, Surabaya dengan Alexander Tanzil dan Santoso
           Wijaya (pemegang saham Perusahaan) untuk kantor pemasaran Perusahaan, yang berlaku untuk
           periode 21 Maret 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, dengan nilai sewa sebesar
           Rp 10.000.000. Perjanjian sewa tersebut, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan
           tanggal 31 Desember 2025. Jumlah beban sewa pada periode 2025 dan 2024 adalah sebesar
           Rp 5.000.000 (Catatan 6).


26. INFORMASI SEGMEN

    Segmen Usaha

    Kegiatan usaha Perusahaan dikelompokkan dalam 4 (empat) segmen usaha utama, yaitu Karung
    Plastik, Kantong Semen, Roll Sheet dan Sandwich Sheet dan Lain-lain. Segmen ini digunakan
    sebagai dasar pelaporan informasi segmen usaha. Pembebanan harga antar segmen, jika ada,
    didasarkan pada harga pokok segmen (at cost).

    Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
                                      Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    30 Juni 2025                      Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain         Jumlah

    PENJUALAN BERSIH                 62.412.630.311     79.235.205.868        29.209.766.910    1.076.214.621    171.933.817.710

    BEBAN POKOK PENJUALAN            (58.323.582.676)   (74.119.853.962)     (28.569.538.578)    (837.457.091)   (161.850.432.307 )

    HASIL
    Hasil segmen (laba bruto)         4.089.047.635      5.115.351.906           640.228.332      238.757.530     10.083.385.403

    Beban penjualan dan
       beban umum dan administrasi
       tidak dapat dialokasikan                                                                                   (13.444.673.879 )

    Rugi usaha                                                                                                     (3.361.288.476 )

    Beban keuangan                                                                                                 (1.388.859.281)
    Lain-lain - bersih                                                                                              1.236.747.359

    Rugi sebelum beban pajak
      penghasilan                                                                                                  (3.513.400.398 )

    Beban pajak penghasilan                                                                                           (97.609.599 )

    Rugi periode berjalan                                                                                          (3.611.009.997 )




                                                                  43
Page 47
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

    Segmen Usaha (lanjutan)
                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    30 Juni 2025                        Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain          Jumlah

    Laba komprehensif lain -
       - setelah pajak                                                                                                    34.563.376

    Jumlah rugi komprehensif
       periode berjalan                                                                                               (3.576.446.621 )

    Aset segmen
       Persediaan-bersih               27.200.781.363     23.983.418.448        19.259.431.768                 -     70.443.631.579

    Aset tidak dapat dialokasi                                                                                      207.989.484.835

    Jumlah aset                                                                                                     278.433.116.414

    Liabilitas tidak dapat dialokasi                                                                                157.861.234.983

    Jumlah liabilitas                                                                                               157.861.234.983

    Penambahan aset tetap                                                                                              6.237.043.951

    Penyusutan                                                                                                         7.236.430.514


                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    30 Juni 2024                        Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain          Jumlah

    PENJUALAN BERSIH                   55.924.361.436     76.156.265.379         9.017.244.365    12.341.885.818    153.439.756.998

    BEBAN POKOK PENJUALAN              (55.100.423.855)   (72.871.919.764)      (6.741.017.433)   (9.769.945.765)   (144.483.306.817 )

    HASIL
    Hasil segmen (laba bruto)             823.937.581      3.284.345.615         2.276.226.932     2.571.940.053       8.956.450.181

    Beban penjualan dan
       beban umum dan administrasi
       tidak dapat dialokasikan                                                                                      (12.782.041.916 )

    Rugi usaha                                                                                                        (3.825.591.735 )

    Beban keuangan                                                                                                      (964.018.213)
    Lain-lain - bersih                                                                                                   476.373.381

    Rugi sebelum manfaat pajak
      penghasilan                                                                                                     (4.313.236.567 )

    Manfaat pajak penghasilan                                                                                           131.514.361

    Rugi periode berjalan                                                                                             (4.181.722.206 )

    Rugi komprehensif lain -
      - setelah pajak                                                                                                   (229.030.963 )

    Jumlah rugi komprehensif
       periode berjalan                                                                                               (4.410.753.169 )


                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    31 Desember 2024                    Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain          Jumlah

    Aset segmen
       Persediaan-bersih               23.212.093.195     28.840.559.425        12.728.161.939                 -     64.780.814.559

    Aset tidak dapat dialokasi                                                                                      231.991.691.862

    Jumlah aset                                                                                                     296.772.506.421

    Liabilitas tidak dapat dialokasi                                                                                172.624.178.369

    Jumlah liabilitas                                                                                               172.624.178.369

    Penambahan aset tetap                                                                                            10.709.209.680

    Penyusutan                                                                                                       13.987.357.877




                                                                    44
Page 48
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

    Segmen Geografis

    Aset utama Perusahaan berlokasi di Sidoarjo, Surabaya. Analisis penjualan bersih berdasarkan
    wilayah pemasaran adalah sebagai berikut:
                                                                      2025                     2024
                                                                  (Enam Bulan)             (Enam Bulan)

    Lokal                                                          154.939.464.255        145.884.198.452
    Ekspor
       Asia                                                         16.192.742.126           6.791.140.230
       Amerika Selatan                                                 801.611.329             764.418.316

    Jumlah                                                         171.933.817.710        153.439.756.998



27. RUGI PER SAHAM

    Laba per saham dihitung dengan membagi rugi periode berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah
    saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

                                                                      2025                     2024
                                                                  (Enam Bulan)             (Enam Bulan)
    Rugi periode berjalan                                           (3.611.009.997 )        (4.181.722.206)
    Jumlah rata-rata tertimbang saham
       yang beredar                                                    668.000.089             668.000.089
    Rugi per saham                                                             (5,41 )               (6,26)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN

    Risiko utama dari instrumen keuangan adalah risiko pasar (termasuk risiko fluktuasi harga bahan
    baku, risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga), risiko kredit serta risiko
    likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari
    fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta meminimalisir potensi kerugian yang
    dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.

    Faktor-faktor Risiko Keuangan

    a. Risiko Pasar

        Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku

        Risiko usaha utama yang dihadapi oleh Perusahaan adalah fluktuasi harga bahan baku biji plastik
        Polypropylene (PP). PP merupakan produk komoditas yang mana harga pasarnya ditentukan oleh
        permintaan dan penawaran di dunia. Harga PP dapat diklasifikasikan menjadi 2 area yaitu harga
        PP nasional dan regional. Secara regional, PP di Indonesia diimpor dari Asia Tenggara, Asia
        Selatan, Asia Timur dan Negara Timur Tengah. Harga pasar yang terbentuk di Indonesia
        merupakan ekuilibrium dari harga PP nasional, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur dan
        Negara Timur Tengah.


                                                    45
Page 49
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)

    a. Risiko Pasar (lanjutan)

       Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku (lanjutan)

       Walaupun secara umum, harga PP dipengaruhi oleh harga minyak karena PP merupakan produk
       turunan dari minyak, namun korelasi antara harga PP dan harga minyak ini cukup kecil dan faktor
       yang paling dominan adalah permintaan dan penawaran.

       Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing

       Pembelian bahan baku adalah dalam mata uang asing (Dolar Amerika Serikat). Seiring dengan
       meningkatnya harga minyak dunia, nilai kurs mata uang dunia selalu berubah. Untuk mengatasi
       hal ini, Perusahaan mengadakan pembelian bahan baku yang terjadwal dengan memperhatikan
       fluktuasi kurs dolar setiap saat dan juga dengan memperkuat pasar ekspor, dimana harga jual
       juga dalam valuta asing (Dolar Amerika Serikat) sehingga gejolak nilai tukar dapat diminimalisasi.

       Risiko Tingkat Bunga

       Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan
       berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan
       tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.

       Risiko tingkat bunga Perusahaan terutama terkait dengan pinjaman yang diperoleh Perusahaan.
       Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga untuk mengelola
       risiko suku bunga.

       Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan yang
       terpengaruh oleh risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:

                                                                     30 Juni 2025
                                                 Kurang                Lebih
                                               dari 1 tahun         dari 1 tahun         Nilai tercatat
       Suku bunga mengambang
       Kas di bank                               4.377.437.496                      -      4.377.437.496

       Suku bunga tetap
       Utang bank jangka pendek                (78.600.000.000)                     -     (78.600.000.000 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka pendek                    (36.794.861)                     -         (36.794.861 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka panjang                              -         (78.317.493)          (78.317.493 )
       Bersih                                  (74.259.357.365)         (78.317.493)      (74.337.674.858 )




                                                  46
Page 50
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
    Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)
    a. Risiko Pasar (lanjutan)
       Risiko Tingkat Bunga (lanjutan)
                                                                     31 Desember 2024
                                                 Kurang                   Lebih
                                               dari 1 tahun            dari 1 tahun           Nilai tercatat
       Suku bunga mengambang
       Kas di bank                                6.153.479.397                         -         6.153.479.397

       Suku bunga tetap
       Utang bank jangka pendek                  (91.046.236.271)                       -      (91.046.236.271)
       Liabilitas sewa
           bagian jangka pendek                       (73.589.720)                      -          (73.589.720)
       Liabilitas sewa
           bagian jangka panjang                                 -           (78.317.493)          (78.317.493)

       Bersih                                    (84.966.346.594)            (78.317.493)      (85.044.664.087)


       Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki Perusahaan yang tidak dimasukkan pada tabel di atas
       adalah yang tidak dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat
       bunga.

       Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman.
       Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat suku
       bunga mengambang sebagai berikut:

                                                                Kenaikan / Penurunan         Dampak Terhadap
                                                                  Dalam Satuan Poin         Rugi Sebelum Pajak

        30 Juni 2025
        Rupiah                                                                    +50              (393.575.562)
        Rupiah                                                                    -50               393.575.562

        31 Desember 2024
        Rupiah                                                                    +50              (455.990.717)
        Rupiah                                                                    -50               455.990.717


    b. Risiko Kredit
       Perusahaan tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan memiliki
       kebijakan untuk memastikan keseluruhan penjualan produk dilakukan kepada pelanggan dengan
       reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan senantiasa melakukan penelaahan
       berkala atas kredit pelanggan yang ada.
    c. Risiko Likuiditas
       Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan bank yang memadai
       untuk memenuhi kebutuhan modal operasional. Perusahaan dalam menjalankan kegiatan
       usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan bank yang memadai dan
       ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.




                                                 47
Page 51
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
    Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)
    c. Risiko Likuiditas (lanjutan)
        Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan
        likuiditas Perusahaan berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan
        pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang
        dianggap perlu.
    Nilai Wajar Instrumen Keuangan
    Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan
    posisi keuangan tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                           30 Juni 2025

                                                               Nilai tercatat         Nilai wajar
    Aset Keuangan Lancar
    Kas dan bank                                                 4.728.041.252            4.728.041.252
    Piutang usaha
        Pihak berelasi                                           2.266.789.200          2.266.789.200
        Pihak ketiga - bersih                                   88.718.234.572         88.718.234.572
    Piutang lain-lain - pihak ketiga                               591.090.192            591.090.192
    Jumlah aset keuangan lancar                                 96.304.155.216         96.304.155.216

    Aset Keuangan Tidak Lancar
    Aset tidak lancar lain-lain                                    600.000.000             600.000.000
    Jumlah Aset Keuangan                                        96.904.155.216         96.904.155.216
    Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
    Utang bank jangka pendek                                    78.600.000.000         78.600.000.000
    Utang usaha
        pihak ketiga                                            10.974.066.066         10.974.066.066
        pihak berelasi                                           1.067.886.256          1.067.886.256
    Beban harus dibayar                                          2.881.705.366          2.881.705.366
    Liabilitas sewa jangka pendek                                   36.794.861             36.794.861
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                       6.934.106.045          6.934.106.045
    Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek                   100.494.558.594       100.494.558.594
    Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
    Liabilitas sewa jangka panjang                                  78.317.493             78.317.493
    Utang pihak berelasi                                        50.000.000.000         50.000.000.000
    Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang                   50.078.317.493         50.078.317.493
    Jumlah Liabilitas Keuangan                                 150.572.876.087       150.572.876.087




                                                 48
Page 52
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

                                                                          31 Desember 2024
                                                                 Nilai tercatat           Nilai wajar
    Aset Keuangan Lancar
    Kas dan bank                                                    6.289.218.331          6.289.218.331
    Piutang usaha
        Pihak ketiga - bersih                                    105.350.951.531         105.350.951.531
        Pihak berelasi - bersih                                      594.370.342             594.370.342
    Piutang lain-lain - pihak ketiga                                 446.420.939             446.420.939
    Jumlah aset keuangan lancar                                  112.680.961.143         112.680.961.143
    Aset Keuangan Tidak Lancar
    Aset tidak lancar lain-lain                                       600.000.000            600.000.000
    Jumlah Aset Keuangan                                         118.680.961.143         118.680.961.143
    Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
    Utang bank jangka pendek                                       91.046.236.271         91.046.236.271
    Utang usaha
        pihak ketiga                                               15.282.183.576         15.282.183.576
        pihak berelasi                                              1.198.658.109          1.198.658.109
    Beban harus dibayar                                             2.881.705.366          2.881.705.366
    Liabilitas sewa jangka pendek                                      73.589.720             73.589.720
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          6.508.361.969          6.508.361.969
    Jumlah liabilitas keuangan
       jangka pendek                                             116.990.735.011         116.990.735.011
    Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
    Liabilitas sewa bagian jangka panjang                              78.317.493             78.317.493
    Utang pihak berelasi                                           50.000.000.000         50.000.000.000
    Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang                      50.078.317.493         50.078.317.493
    Jumlah Liabilitas Keuangan                                   167.069.052.504         167.069.052.504

    Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut
    dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan
    bukan merupakan penjualan yang dipaksakan atau likuidasi.

    Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
    disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
    atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

    Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
    instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:




                                                   49
Page 53
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

    Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek

    Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang terdiri dari kas dan
    bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang bank jangka pendek, utang usaha, beban harus dibayar
    dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek.

    Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas jangka pendek diasumsikan sama
    dengan nilai tercatatnya karena akan jatuh tempo dalam waktu singkat.

    Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang

    Utang pihak berelasi dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku
    bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.

    Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang yang tidak
    memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan/atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal (aset
    tidak lancar lain-lain) adalah kurang lebih sebesar nilai tercatatnya.


29. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS

    Aktivitas non-kas

                                                                      2025                       2024
                                                                  (Enam Bulan)               (Enam Bulan)
    Penambahan aset tetap dari reklasifikasi
       uang muka pembelian aset tetap                                1.540.040.998              266.267.850

    Penambahan aset tetap dari utang pembelian
       aset tetap                                                       146.960.000             943.500.000

    Rekonsiliasi utang neto

    Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas adalah sebagai
    berikut:

                                                                              Transaksi
                                        1 Januari 2025      Arus Kas          Non Kas           30 Juni 2025

    Utang bank jangka pendek             91.046.236.271   (12.446.236.271 )              -      78.600.000.000
    Liabilitas sewa                         151.907.213       (36.794.859 )              -         115.112.354
    Utang pembelian aset tetap               47.175.000       (40.080.000 )    146.960.000         154.055.000


                                                                              Transaksi
                                        1 Januari 2024      Arus Kas          Non Kas           30 Juni 2024

    Utang bank jangka pendek             70.000.000.000    5.000.000.000                 -      75.000.000.000
    Liabilitas sewa                         221.054.563      (34.573.675 )               -         186.480.888
    Utang pembelian aset tetap                        -                -       943.500.000         943.500.000




                                                   50
Page 54
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2025 DAN 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


30. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF

    Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan Perusahaan
    namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan
    standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan pada saat efektif.

    Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2026

    -   Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan:
        Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
    -   Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK
        109, “Instrumen Keuangan”, PSAK 207, “Laporan Arus Kas”

    Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar akuntansi yang baru
    dan diamandemen ini terhadap laporan keuangan.




                                                     51

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.21 MB
Published28 Jul 2025
Pages54
Characters180,276
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK p.1 ×166
linked person Alexander Tanzil p.9 ×9
linked person Santoso Wijaya p.9 ×9
linked person Sri Wahjuningsih p.9 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.27 ×20
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.27 ×10
linked org Semen Baturaja Tbk p.42 ×2
possible person IRWAN SUSANTO p.2 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.27 ×8
unresolved person Emmy Hartati Yunizar p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Rusnaldy p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org PT Hastagraha Bumipersada p.9 ×5
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org BAPEPAM p.9
unresolved org Bank Indonesia p.20
unresolved org PT Forindoprima Perkasa p.29 ×6
unresolved org PT Yanasurya Bhaktipersada p.29 ×2
unresolved org PT Yanasurya Bhakti Persada p.30
unresolved org Mandiri (Persero) Tbk p.35 ×2
unresolved org Bank BRI p.35 ×2
unresolved org Bank Mandiri. Fasilitas p.35
unresolved org Bank BCA p.36 ×3
unresolved org PT Puranusa Persada p.37
unresolved org PT Bukit Mega Masabadi. p.37 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.40
unresolved — pemilikan di bawah 5%) p.41
unresolved org PT Conch International Trade Indonesia p.42
unresolved org PT Hastagaha Bumipersada p.46

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-II-YPAS.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result