Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 24
Page 1
PUBLIC EXPOSE 2026 PT RAHARJA ENERGI CEPU TBK (IDX: RATU) 10 September 2026
Page 2
Presenter:
Sumantri
Direktur Utama
AGENDA PUBLIC EXPOSE 2026
01
LANSKAP BISNIS
02PROFIL
03
RINGKASAN
04
PENCAPAIAN
05
KINERJA
06
KINERJA
MIGAS 2026 PERUSAHAAN ASET RATU PERUSAHAAN KEBERLANJUTAN
Page 3
Lanskap Bisnis
I Lanskap Bisnis Migas 2026 IV Pencapaian RATU
II
Migas 2026
Profil Perusahaan V Kinerja Perusahaan
III Ringkasan Aset VI Kinerja Keberlanjutan
3
Page 4
Presenter:
Lanskap Bisnis Minyak & Gas Sumantri
Direktur Utama
Kondisi Pasar Global Minyak & Gas 2026
Penutupan Selat Hormuz menempatkan pasar minyak global dalam kondisi kekurangan supply sepanjang 2026, dan harga bertahan tinggi hingga akhir tahun.
Harga Minyak & Gas Perubahan Supply and Demand 2026 dibandingkan 2025
Harga minyak mentah Brent naik
Harga Minyak Brent 2023 - 2026 tajam setelah Selat Hormuz ditutup Supply Demand Supply Demand
100,00
82,40
86,81 pada akhir Februari 2026. Brent
80,70
sempat menyentuh USD 105 per Turun 4,3 Turun 1,6 Turun 54 Turun 20
80,00 69,00
barel pada 23 Juli 2026, lalu bergerak juta BOPD juta BOPD miliar m³ miliar m³
60,00 turun dan bertahan di kisaran USD 95
per barel pada awal September 2026. Global · IEA Global · IEA
40,00
Untuk kuartal IV 2026, EIA Sebelum konflik, sekitar 21,6 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz. Setelah
20,00 memperkirakan harga Brent berada penutupan pada akhir Februari 2026, arus turun menjadi 4,9 juta barel per hari, menyebabkan
di USD 78 per barel. Perkiraan defisit supply sekitar 1,8 juta barel per hari pada Q3 2026. Persediaan minyak dunia pun turun
0,00 tersebut lebih rendah daripada harga 69 juta barel pada Juli, sementara kapasitas tambahan OPEC+ hanya sekitar 1,09 juta barel per
2023 2024 2025 2026* yang berlaku saat ini, sehingga arah hari, sehingga pasar tetap rentan terhadap gangguan supply.
Harga Minyak Brent harga pada sisa 2026 masih sangat
Sumber: IEA OMR Agustus 2026; IEA Gas Market Report Q3 2026; OPEC MOMR Agustus 2026
bergantung pada perkembangan
(dalam USD / barel) *Proyeksi (EIA STEO Agustus 2026) konflik.
Faktor Penentu Harga dan Supply pada Kuartal III dan IV 2026
Harga gas tidak lagi bergerak
Harga Gas Henry Hub 2024 - 2026 seragam di semua kawasan. Di Selat Hormuz masih tertutup
4,00 3,50 3,44 Amerika Serikat, harga gas Henry Hub Penutupan Hormuz masih membatasi arus
3,50 tetap rendah karena supply domestik minyak hingga awal September 2026, sehingga Transaksi jual beli aset migas melambat
supply yang melewati kawasan Selat Hormuz
3,00 melimpah dan tidak terpengaruh tetap terbatas.
2,20 Nilai transaksi aset migas AS turun dari USD38
2,50 gangguan di Timur Tengah, dengan miliar pada Q1 menjadi USD9,1 miliar pada
2,00 rata-rata USD 2,87 per MMBtu pada Ruang tambah produksi OPEC+ terbatas Q2 2026, seiring volatilitas harga.
1,50 kuartal III 2026. Sebaliknya, harga OPEC+ telah mengembalikan 1,65 juta BOPD
1,00 LNG di pasar spot Asia yang diwakili produksi yang sebelumnya dipangkas, namun Outlook 2027 bergantung pada konflik
0,50 indeks Japan Korea Market (JKM) naik realisasinya masih tertinggal sekitar 300–500
0,00 ribu BOPD dari kuota.
menjadi USD 17,5 per MMBtu pada Supply minyak global diperkirakan naik
2024 2025 2026* menjadi 110,3 juta BOPD pada 2027 jika
kuartal II 2026, atau 45% lebih tinggi Pemasok LNG dunia berpindah selat Hormuz kembali normal.
Harga Gas Henry Hub dibandingkan periode yang sama
Penutupan Selat Hormuz menurunkan produksi
(dalam USD / MMBTU) *Proyeksi EIA tahun sebelumnya, karena Asia LNG Qatar dan Uni Emirat Arab sekitar 45%
kehilangan sebagian supply LNG dari dibandingkan 2025. Kekurangan tersebut Sumber: IEA OMR Agustus 2026; OPEC MOMR Agustus
tertutup oleh proyek LNG baru di luar kawasan 2026; IEA Gas Market Report Q3 2026; Enverus
Sumber: EIA Short-Term Energy Outlook Agustus 2026 kawasan selat Hormuz. Selat Hormuz, sehingga volume perdagangan
dunia tetap, tetapi pembeli di Asia membayar
lebih mahal.
Page 5
Presenter:
Lanskap Bisnis Minyak & Gas Sumantri
Direktur Utama
Kinerja dan Prospek Minyak & Gas Nasional 2026
Lifting masih di bawah target APBN hingga pertengahan tahun, dengan tambahan produksi dari proyek baru diharapkan menopang pemulihan pada semester II.
Realisasi Produksi & Lifting (per Juni 2026) Target Lifting
Produksi & Lifting Produksi Lifting
610.000 600.000 – 610.000
578.000 6.511 5.207 Target APBN 2026 Proyeksi akhir 2026
BOPD MMSCFD MMSCFD
Target lifting APBN 2026 sebesar 610 ribu BOPD, dengan outlook 600–610 ribu BOPD
atau 98–100% dari target.
Realisasi produksi dan Realisasi produksi gas nasional hingga
lifting minyak nasional 30 Juni 2026 mencapai 6.511 MMSCFD,
sampai 30 Juni 2026 dengan lifting sebesar 5.207 MMSCFD
mencapai 578.000 BOPD, atau sekitar 94.5% dari target APBN
5.508 5.400
Target APBN 2026 Proyeksi akhir 2026
atau sekitar 94.8% dari tahun ini.
target APBN tahun ini. Target lifting APBN 2026 sebesar 5.508 MMSCFD, dengan outlook 5.400 MMSCFD
atau 98% dari target.
Asumsi ICP APBN 2026: USD 70 per barel.
Realisasi Juni 2026: USD 83,45 per barel.
Faktor Penentu Pencapaian 2026
Gangguan operasional semester I Dua proyek baru dijadwalkan mulai
menahan lifting nasional berproduksi kuartal IV
Kebocoran pipa Grissik-Duri, gangguan listrik di Rokan, dan Tambahan produksi 2026 berasal dari 8 proyek hulu dengan
penurunan produksi secara alami di lapangan utama total 46.413 BOEPD dan investasi USD478 juta. 6 proyek
menahan lifting semester I 2026, sehingga pemulihannya telah berproduksi sejak semester I, sementara 2 proyek
menentukan hasil kuartal IV. lainnya dijadwalkan mulai berproduksi pada Q4 2026.
Pengeboran dan perawatan sumur Lelang wilayah kerja menyiapkan
menahan penurunan lapangan tua cadangan tahun-tahun mendatang
Sebagian besar lapangan minyak Indonesia sudah berusia Sepanjang 2026, pemerintah menawarkan 110 wilayah
tua, sehingga produksi secara alami turun 15–20% per kerja migas, termasuk 13 wilayah pada tahap pertama
tahun. Untuk menahan penurunan ini, kontraktor seperti Natuna D-Alpha. Namun, wilayah yang baru
mengandalkan pengeboran sumur baru dan workover, yang dimenangkan belum menambah produksi 2026 karena
menjadi penentu utama lifting pada sisa 2026. masih memerlukan tahap eksplorasi dan pembangunan
Sumber: SKK Migas; Kementerian ESDM; APBN 2026
fasilitas.
Harga minyak yang tinggi menopang pendapatan perusahaan hulu minyak dan gas, sementara tantangan produksi nasional menunjukkan
pentingnya memiliki portofolio dengan aset yang sudah berproduksi.
Page 6
PROFIL
I Lanskap Bisnis Migas 2026 IV Pencapaian RATU
II
PERUSAHAAN
Profil Perusahaan V Kinerja Perusahaan
III Ringkasan Aset VI Kinerja Keberlanjutan
6
Page 7
Presenter:
Profil Perusahaan RATU Sumantri
Direktur Utama
RATU adalah perusahaan induk dengan investasi (Non-Operator) di sektor minyak dan gas. Saat ini perusahaan memegang
participating interest di Blok Cepu, Blok Jabung, Blok Madura, dan Blok Kasuri.
PT Raharja Energi Cepu Tbk (IDX: RATU)
Sebagai bagian dari Grup Rukun Raharja (“RAJA”), visi dan misi RATU berfokus Menjadi Perusahaan yang fokus pada eksplorasi dan produksi migas,
pada investasi hulu minyak dan gas, diawali melalui kepemilikan minoritas pada Visi memberikan nilai tambah yang berkesinambungan bagi seluruh pemangku
3–5 tahun pertama, dengan tujuan bertransformasi menjadi operator di masa kepentingan serta berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
depan.
• Menemukan dan mengembangkan cadangan minyak dan gas bumi baru
RATU mengelola investasinya melalui Participating Interest di Blok Cepu, Blok • Mengoptimalkan aset dan sumber daya melalui inovasi teknologi
Jabung, Blok Madura, dan yang terbaru Blok Kasuri.
• Meningkatkan produksi dan efisiensi operasi
Blok Cepu Blok Jabung
• Menerapkan pengelolaan investasi yang berkelanjutan
Blok Selat Madura Misi • Membangun kemitraan yang strategis dengan berbagai pihak
• Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdedikasi
2.2423% 8% 20% • Melaksanakan kegiatan bisnis secara bertanggung jawab dengan
PI (Indirect) PI (Direct) PI (Indirect) menekankan aspek keselamatan, keamanan, dan lingkungan
Blok Cepu Blok Jabung Blok Selat Madura
Jawa Tengah Jawa Timur Jambi Selat Madura
Jawa Timur
Pulau Jawa Pulau Sumatra Pulau Jawa
Operator: Operator: Operator:
Kontrak PSC: Kontrak PSC: Kontrak PSC:
30 tahun 20 tahun 20 tahun
Per Juni 2026
Page 8
Presenter:
Profil Perusahaan RATU Sumantri
Direktur Utama
RATU dipimpin oleh Dewan Komisaris dan Direksi berpengalaman di bidang energi dan investasi, sehingga eksekusi strategi
berjalan efektif.
Struktur Korporasi Terkini (per Juni 2026) Dewan Komisaris & Direksi
PT Rukun Raharja Tbk PT Rukun Prima
(“RAJA”)
Saham Publik
Sarana (“RPS”)
Dewan Komisaris
68.677% 31.319% 0.004%
PT Raharja Energi
Cepu Tbk (“RATU”)
1.00%
1.00% 99.00% 49.00% 99.00% 99.99% 0.004%
PT Raharja Energi PT Petrogas Jatim Taufik Ahmad Orias Petrus Moedak Merly
PT Raharja Energi PT Raharja Energi
Tanjung Jabung Utama Cendana Komisaris Independen Komisaris Utama Komisaris
Negeri (“REN”) Indonesia (“REI”)
(“RETJ”) (“PJUC”) *
51.00%
PT Raharja Energi
Direksi
Madura3 (“REM”)
100.00%
SMS Development Ltd
(“SMSD”) 1
8.00% PI 2.24% PI 20.00%
Husky-CNOOC
Madura Ltd. (“HCML”)
100.00%
8%
Blok Jabung Blok Cepu Blok Madura
Alexandra Sinta
Sumantri Adrian Hartadi
Operator: Operator: Operator: Wahjudewanti
Direktur Utama Direktur
Direktur
(1)
* PT Petrogas Jatim Utama memiliki 51% saham di PT Petrogas Utama Cendana.
(1) RATU mengakuisisi SMSD melalui REM, yang memegang 20% kepemilikan di HCML, operator Blok Madura. 8
Page 9
RINGKASAN
I Lanskap Bisnis Migas 2026 IV Pencapaian RATU
II
ASET
Profil Perusahaan V Kinerja Perusahaan
III Ringkasan Aset VI Kinerja Keberlanjutan
9
Page 10
Presenter:
Ringkasan Blok Cepu Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur
Sebagai salah satu blok migas terbesar di Indonesia, Blok Cepu menyumbang 30% produksi minyak nasional dan telah
berproduksi sejak 2009.
Gambaran Umum & Lokasi
Jawa Tengah • Lokasi: Bojonegoro, Jawa Timur dan Blora, Jawa Tengah
• Masa kontrak: 30 tahun (17 September 2005 – 16
September 2035)
Jawa Timur
• Kontraktor Blok Cepu adalah ExxonMobil Cepu Ltd.
Pulau Jawa (Operator), PT Pertamina EP Cepu, serta BUMD di Jawa
Timur dan Jawa Tengah.
• Perpanjangan PSC sedang dibahas dengan beberapa
usulan insentif, terutama penyesuaian split.
Area Penemuan
• Cendana – 1998 (gas) Rata-rata Cadangan
• Banyu Urip – 2001 (minyak): mulai Produksi YTD Juni 2026 Tersisa 2P (2)
produksi akhir 2008
Lapangan Banyu Urip – Blok Cepu
Banyu Urip merupakan lapangan minyak pertama yang
dikembangkan di Blok Cepu. Ditemukan pada 2001 dengan
• Jambaran – 2002 (gas)(1)
• Alas Tua West – 2010 (gas)
>
127k 272
estimasi 450 juta barel, produksi dimulai pada 2008 dan BOPD MMBO
mencapai 165 ribu BOPD pada 2015. Saat ini, Banyu Urip
menjadi salah satu lapangan minyak terbesar di Indonesia.
(1) PJUC tidak lagi berpartisipasi di Lapangan Gas Jambaran
(2) Cadangan tersisa 2P (proven and probable) per Juni 2026 10
Page 11
Presenter:
Ringkasan Blok Jabung Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur
Produksi Q1 2026 bertahan di 46,5k BOEPD, ditopang bauran hidrokarbon yang beragam serta perpanjangan izin jangka
panjang hingga 2043.
Gambaran Umum & Lokasi
• Lokasi: Provinsi Jambi, Sumatra
Jambi
• Masa kontrak:
- PSC ke-1: 30 tahun (1993 – 2023)
- PSC ke-2: perpanjangan 20 tahun (2023 – 2043)
Pulau • Kontraktor Blok Jabung adalah PetroChina International Jabung
Sumatra Ltd. (Operator), PT Pertamina Hulu Energi Jabung, PETRONAS
Carigali (Jabung) Ltd., PT GPI Jabung Indonesia dan PT Raharja
Energi Tanjung Jabung
Area Penemuan
• Mulai produksi Agustus 1997 Rata-rata Cadangan
• Formasi reservoir produktif: Air Produksi YTD Juni 2026 Tersisa 2P(*)
Benakat, Gumai, Baturaja, Talang
Akar
• Sumur penemuan pertama:
>
47.2k 234
Geragai Utara – 1 (Januari 1995)
BOEPD MMBOE
• Produksi Blok Jabung mencakup gas,
Blok Jabung
LPG, kondensat, dan minyak
Blok Jabung berperan penting dalam supply gas nasional.
PCJL menegaskan komitmennya untuk mendukung target
produksi nasional 1 juta BOPD dan 12 miliar SCFD gas pada
2030.
GAS LPG KONDENSAT MINYAK
18.9K BOEPD 15K BOEPD 7.4K BCPD 5.2K BOPD
(*) Cadangan tersisa 2P (proven and probable) per Juni 2026
11
Page 12
Presenter:
Ringkasan Blok Selat Madura Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur
Pada Juni 2026, RATU menyelesaikan akuisisi SMS Development Limited (“SMSD”) sehingga memperoleh 20% participating
interest secara tidak langsung di PSC Selat Madura.
Gambaran Umum & Lokasi
• Lokasi: Selat Madura, Jawa Timur
• Masa kontrak:
- PSC ke-1: 30 tahun (1982 – 2012)
- PSC ke-2: perpanjangan 20 tahun (2012 – 2032)
• Kontraktor Blok Selat Madura adalah 100% Husky –
Pulau Jawa Jawa CNOOC Madura Limited (“HCML”)
Timur
• Saham HCML dimiliki oleh Husky Oil Madura Partnership
(40%), CNOOC Southeast Asia Ltd (40%), dan SMS
Development Ltd. (20%) (“SMSD”).
Area Penemuan
Lapangan produksi: Rata-rata Cadangan
Produksi YTD Juni 2026 Tersisa 2P(1)
• BD – mulai produksi 2017 (gas &
Gas
kondensat)
• MDA & MBH (“2M”) – 2022 (gas)
• MAC – 2023 (gas)
219 Gas
Blok Selat Madura
Selat Madura merupakan produsen gas terbesar di Jawa Lapangan prospektif:
> MMSCFD
584 BCF
Timur dengan kontribusi sekitar 30% dari total produksi gas Kondensat
di wilayah tersebut. Puncak produksi sales gas mencapai • MAX
250 MMSCFD dari tiga lapangan utama: BD, 2M (MDA-MBH),
dan MAC.
• MBJ
• MBF – proyek eksklusif CNOOC-
2.9k Kondensat
6.7 MMBO
Husky BCPD
(1) Cadangan tersisa 2P (proven and probable) per Juni 2026
12
Page 13
PENCAPAIAN
I Lanskap Bisnis Migas 2026 IV Pencapaian RATU
II
RATU
Profil Perusahaan V Kinerja Perusahaan
III Ringkasan Aset VI Kinerja Keberlanjutan
13
Page 14
Presenter:
Pencapaian RATU: 2025–2026 Adrian Hartadi
Direktur
Perjalanan pertumbuhan RATU dari IPO hingga masuk indeks, peringkat korporasi, akuisisi, dan pembagian dividen
2025 2026
Penawaran Umum Perdana RATU masuk Indeks MSCI Pefindo Menetapkan Peringkat
Masuk Indeks IDX80
(IPO) RATU Small Cap Korporasi ‘idA’ untuk RATU
RATU tercatat di Bursa Efek Indonesia Mencerminkan kepercayaan RATU masuk sebagai anggota baru RATU memperoleh peringkat ‘idA’ dengan
pada 8 Januari 2025 pada harga Rp1.150 internasional terhadap pertumbuhan Indeks IDX80, menandai pengakuan outlook stabil dari Pefindo,
per saham, menghimpun Rp624 miliar kapitalisasi pasar dan likuiditas RATU. sebagai salah satu dari 80 saham teratas mencerminkan profil keuangan yang solid
dengan porsi publik 20%. di Bursa Efek Indonesia. & arus kas yang stabil.
Q1 Q3 Q4 Q4
2025 2025 2025 2025
Q2 Q2 Q2 Q1
2026 2026 2026 2026
RUPS Tahun Buku 2025 Akuisisi SMSD, memperoleh Dukungan Fasilitas Kredit USD 109,2 Penerbitan Obligasi
& Pembagian Dividen 20% PI di Selat Madura Juta dari Bank Mandiri Rp800 Miliar
RATU menyelenggarakan RUPST pada 7 Mei RATU, melalui REM, menandatangani
RATU secara resmi mengakuisisi SMSD senilai perjanjian kredit bilateral USD 109,2 juta RATU menerbitkan obligasi sebesar Rp800
2026, dengan pemegang saham menyetujui USD 121,5 juta, memperoleh 20% PI tidak miliar bertenor 5 dan 7 tahun, didukung
dividen tunai sebesar Rp122,18 miliar atau dengan Bank Mandiri untuk mendanai akuisisi
langsung di Blok Selat Madura. 20% PI di Selat Madura. peringkat ‘idA’ dari Pefindo
setara Rp45 per saham.
14
Page 15
KINERJA
I Lanskap Bisnis Migas 2026 IV Pencapaian RATU
II
PERUSAHAAN
Profil Perusahaan V Kinerja Perusahaan
III Ringkasan Aset VI Kinerja Keberlanjutan
15
Page 16
Presenter:
Ikhtisar Kinerja Keuangan Utama Semester I 2026 Adrian Hartadi
Direktur
Profitabilitas menguat: Adjusted EBITDA naik 38% dan laba bersih naik 102% YoY, sementara pendapatan tetap stabil (+2%).
Pada Semester I 2026, RATU
mencatatkan:
Pendapatan Adj. EBITDA Laba Bersih
USD USD USD
25,65 juta 21,28 juta 15,54 juta
↑ 2% YoY ↑ 38% YoY ↑ 102% YoY
Didukung bargain purchase
Pendapatan stabil sejalan Adj. EBITDA meningkat seiring
dari akuisisi Blok Madura
dengan kinerja lifting minyak kenaikan harga crude oil yang
dan kenaikan laba entitas
dan gas Blok Jabung. memperkuat margin.
asosiasi.
Semester I 2025: Semester I 2025: Semester I 2025:
USD 25,15 juta USD 15,37 juta USD 7,71 juta
16
Catatan: Adj.EBITDA dihitung dari Laba Sebelum Pajak ditambah beban depresiasi & deplesi dan beban bunga, dikurangi pendapatan bunga serta keuntungan dari pembelian diskon (non-recurring).
Page 17
Presenter:
Ikhtisar Keuangan Adrian Hartadi
Direktur
Profitabilitas menguat pada Semester I 2026.
Komposisi Laba Rugi (dalam juta USD)
Pendapatan Adjusted EBITDA Laba Bersih
+102%
+38%
30,1 15,2 15,5
49,3
+2% 21.28
25,6 15,4 7,7
25,2
FY 2025 1H 2025 1H 2026 FY 2025 1H 2025 1H 2026 FY 2025 1H 2025 1H 2026
Meskipun pendapatan relatif stabil (+2% YoY), Adjusted EBITDA dan Laba Bersih masing-masing meningkat sebesar 38% dan 102%, didorong oleh peningkatan bagian
laba dari Blok Cepu (melalui PJUC) serta keuntungan dari pembelian SMSD di bawah nilai wajar.
17
Catatan: Data diatas merupakan data RATU konsolidasi
Page 18
Presenter:
Ikhtisar Keuangan Adrian Hartadi
Direktur
Neraca RATU mengalami peningkatan yang signifikan pasca akuisisi Blok Madura, dengan tingkat leverage yang aman.
Neraca (dalam juta USD)
Total Aset, Liabilitas, dan Ekuitas
Total Aset Total Liabilitas Total Ekuitas Total Aset Total Liabilitas Total Ekuitas Total Aset Total Liabilitas Total Ekuitas
231,8
166,8
76,0
65,0
52,8 56,6
25,4 27,4
19,4
2024 2025 1H 2026
Total aset meningkat menjadi USD 231,8 juta setelah akuisisi SMS Development Ltd. (20% kepemilikan pada HCML), yang dibiayai melalui penerbitan obligasi dan
sukuk serta fasilitas perbankan. Total liabilitas meningkat menjadi USD 166,8 juta seiring dengan pembiayaan akuisisi, sementara ekuitas meningkat menjadi USD
65,0 juta seiring dengan akumulasi laba ditahan. DER meningkat menjadi 2,42x, namun masih berada jauh di bawah covenant sebesar 4,0x.
18
Catatan: Data di atas merupakan data RATU konsolidasi
Page 19
Presenter:
Rasio Keuangan Adrian Hartadi
Direktur
Profitabilitas menguat pada seluruh rasio, sementara leverage berada pada level yang lebih tinggi pasca penerbitan obligasi.
EBITDA Margin Net Profit Margin Debt Service Coverage Ratio (DSCR)
60,61%
82,99% 5,81x
65,71% 61,09% 62,29% 61,13% 63,51% 45,08% 44,00%
4,04x 4,11x 4,24x
49,52% 51,54% 3,45x
30,64% 31,51% 30,83% 3,25x 3,02x
24,16%
21,35%
1,80x
Q3-2024 Q4-2024 Q1-2025 Q2-2025 Q3-2025 Q4-2025 Q1-2026 Q2-2026 Q3-2024 Q4-2024 Q1-2025 Q2-2025 Q3-2025 Q4-2025 Q1-2026 Q2-2026 Q3-2024 Q4-2024 Q1-2025 Q2-2025 Q3-2025 Q4-2025 Q1-2026 Q2-2026
RATU mencatatkan profitabilitas tertinggi pada Q2 2026, dengan EBITDA margin meningkat menjadi 82,99% dan net profit margin mencapai 60,61%, didukung oleh peningkatan equity income dari entitas
asosiasi serta keuntungan pembelian di bawah nilai wajar yang diakui dari akuisisi SMSD. Sementara itu, DSCR menurun menjadi 1,80x setelah penerbitan obligasi dan penarikan utang selanjutnya. Namun
demikian, kemampuan pembayaran utang tetap berada pada tingkat yang memadai, didukung oleh arus kas operasional yang solid.
Return on Assets (ROA) Return on Equity (ROE) Debt to Equity Ratio (DER)
54,26% 2,42x
50,93% 51,40%
33,53% 47,81%
26,42% 36,91% 34,44%
23,74% 24,06% 23,83% 31,15%
20,00% 26,86%
1,04x 1,05x
14,69% 13,41% 0,80x
0,43x 0,44x 0,37x 0,26x
Q3-2024 Q4-2024 Q1-2025 Q2-2025 Q3-2025 Q4-2025 Q1-2026 Q2-2026 Q3-2024 Q4-2024 Q1-2025 Q2-2025 Q3-2025 Q4-2025 Q1-2026 Q2-2026 Q3-2024 Q4-2024 Q1-2025 Q2-2025 Q3-2025 Q4-2025 Q1-2026 Q2-2026
ROA menurun menjadi 13,41% seiring dengan ekspansi Perseroan pasca akuisisi HCML, sementara laba diperkirakan akan meningkat sejalan dengan bertambahnya portofolio aset. ROE menguat menjadi
47,81%, mencerminkan profitabilitas bottom-line yang solid. Sementara itu, DER meningkat menjadi 2,42x seiring dengan pembiayaan akuisisi. Namun, DER tetap berada jauh di bawah 4,0x financial
covenant Perseroan, sehingga memberikan ruang yang memadai untuk mendukung inisiatif pertumbuhan ke depan.
19
Catatan: Data diatas merupakan data RATU konsolidasi
Page 20
KINERJA
I Lanskap Bisnis Migas 2026 IV Pencapaian RATU
II
KEBERLANJUTAN
Profil Perusahaan V Kinerja Perusahaan
III Ringkasan Aset VI Kinerja Keberlanjutan
20
Page 21
Presenter:
Kinerja Keberlanjutan Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur
Kerangka ESG RATU telah sejalan dengan POJK 51, performa lingkungan tergolong baik dengan emisi rendah, tidak ada sanksi
maupun litigasi, dan pada 2026 Perseroan tercatat dalam Morningstar Sustainalytics.
Area Kerja Poin Utama Metrik Utama
• 100% armada kendaraan operasional kini berbasis listrik, menekan pembakaran bahan 100% armada EV
Lingkungan bakar fosil;
Jejak dan batasan > • Sebagai pemegang non-operating interest, emisi aset dan HSE berada pada operator blok; 59,49 GJ energi
• Total konsumsi energi 59,49 GJ dan konsumsi air 70,21 m³. Seluruh air limbah diolah. 70,21 m³ air
• Empat pilar CSR: Ratu Lestari (lingkungan), Ratu Berilmu (pendidikan), Ratu Berdaya 4 pilar CSR
Kerangka CSR (pemberdayaan ekonomi), dan Ratu Setara (inklusi);
Empat pilar > • Disusun dari riset social mapping primer bersama konsultan CSR independen; 4 program 2026
• Dikelola melalui SOP kemitraan end-to-end; pelaksanaannya dirinci selanjutnya. 8 SDGs dipetakan
Tata Kelola dan • Dewan Komisaris terdiri atas tiga orang, satu di antaranya merupakan Komisaris 0 laporan WBS
Pengendalian Independen, dilengkapi Komite Audit, dan Komite Nominasi dan Remunerasi;
FY2025 dan 2026 hingga
> • Code of Conduct, regulasi antikorupsi, dan Whistleblowing System, tanpa kasus terlapor; 0 sanksi
kini • Laporan Tahunan Terintegrasi FY2025 diterbitkan April 2026 sesuai POJK 51/POJK.03/2017. 0 kasus litigasi
43 tCO2e Scope 1+2
Cakupan ESG • Pada 2026, RATU masuk dalam cakupan Morningstar Sustainalytics; 1
>
2
Eksternal • 43 tCO2e dan intensitas 0,86 (data FY2025) kini terlihat dari sumber independen; 0,86 per USD juta
Morningstar Sustainalytics • Detail risiko iklim dan taksonomi EU masih belum diterbitkan penuh di Sustainalytics.
Tahun data 2025
• Pada 2026, RATU mulai menetapkan isu material ESG menggunakan standar IFRS SASB; 10 topik SASB
Isu Material ESG
SASB Materiality Finder
> • 10 dari 26 kategori isu umum dinilai relevan dan dipetakan ke 10 topik pengungkapan;
Standar EM-EP
• Mencakup emisi, udara, air dan limbah, ekologi, HAM, keselamatan, dan etika bisnis.
1 Informasi didapatkan dari Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga
Lingkungan Sosial Tata Kelola 2 Informasi resmi dari situs Morningstar Sustainalytics 21
Page 22
Presenter:
Pelaksanaan Program CSR Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur
Sepanjang 2026, RATU menjalankan beberapa program CSR di Jawa, Madura, dan Sumba, menjangkau sekitar 250 penerima
manfaat langsung dan selaras dengan empat pilar CSR Perseroan.
Jaties Ngaruh 2026 Titian Scholarship
Bojonegoro
Beasiswa bagi lima penerima manfaat dari
Edukasi pengelolaan sampah dan penanaman
Klaten
keluarga berpenghasilan rendah, dengan
pohon bagi 65 penerima manfaat, dengan 145
verifikasi rumah, pendampingan, dan
bibit serta pemberian tempat sampah.
pemantauan.
Rumah Maggot Rancage Bojonegoro Future Ready Talent
Bojonegoro
Sampah organik diolah menjadi protein maggot, Literasi bahasa Inggris dan AI bagi 33 penerima
Bogor
pupuk, dan telur. 34 penerima manfaat dilatih, manfaat, dengan empat sesi daring serta
melayani kelompok PKK dan rumah tangga. asesmen baseline hingga endline.
Sumur Bor Sumba Apresiasi Seni Difabel
Nasional
Lomba lukis, pameran, dan pertunjukan bagi
Sumba
Tiga sumur bor di rumah ibadah warga, masing-
seniman disabilitas. 60 penerima manfaat, 20
masing berkapasitas desain 250 hingga 500
pemenang, enam karya akan ditampilkan di
orang.
kalender RATU 2027.
Sumenep Eco School Digital Woman Class
Sumenep
Sumenep
Sepuluh tim siswa, 35 penerima manfaat dari Literasi digital, konten, fotografi, dan live selling
lima sekolah, didampingi menjalankan rencana bagi 25 perempuan pelaku usaha mikro, dengan
aksi termasuk penanaman mangrove. bantuan pendanaan.
22
Page 23
Presenter:
Roadmap Pengembangan Kami Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur
Mendorong pertumbuhan melalui investasi energi yang strategis.
Tahapan Pengembangan RATU
Investasi Non-Operating
Pada tahap awal RATU berfokus
pada investasi non-operating
dengan mengakuisisi PSC
berskala besar tanpa 1-3
mengoperasikan aset secara Tahun
langsung. Pada fase ini RATU
berperan sebagai pemegang
participating interest untuk
memperoleh kepemilikan Transisi ke Investasi
strategis di PSC besar dengan Operasional
tanggung jawab operasional Setelah fase investasi non-
minimal
3-5 operating,
investasi
RATU beralih
operasional
ke
dengan
Tahun mengakuisisi participating interest
pada PSC produksi berskala lebih
kecil serta mulai mengelola dan
Investasi Operasional mengoperasikan aset secara
RATU menargetkan perluasan langsung.
investasi operasional ke PSC dengan
skala produksi lebih besar. Tahapan
ini mencerminkan komitmen RATU
6-10
memperkuat kapabilitas operasional Tahun
dan meningkatkan kontribusinya
pada portofolio produksi
23
Page 24
TERIMA KASIH PT RAHARJA ENERGI CEPU TBK 10 September 2026
Names mentioned 27 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.5
unresolved
org
PT Rukun Prima
p.8
unresolved
org
PT Raharja Energi
p.8 ×2
unresolved
org
PT Petrogas Jatim
p.8
unresolved
person
Cendana
· Komisaris Independen
p.8
unresolved
org
PT Raharja Energi Direksi Madura
p.8
unresolved
org
SMS Development Ltd
p.8 ×4
unresolved
org
Husky-CNOOC Madura Ltd.
p.8
unresolved
org
PT Petrogas Jatim Utama
p.8
unresolved
org
PT Petrogas Utama Cendana.
p.8
unresolved
org
ExxonMobil Cepu Ltd.
p.10
unresolved
org
PT Pertamina EP Cepu
p.10
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Energi Jabung
p.11
unresolved
org
PT GPI Jabung Indonesia
p.11
unresolved
org
PT Raharja Energi Tanjung Jabung Area Penemuan
p.11
unresolved
org
CNOOC Madura Limited
p.12
unresolved
org
CNOOC Southeast Asia Ltd
p.12
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.