Skip to content
Back to announcement

20250708_SANF_Pengumuman Pencatatan Awal Obligasi dan Sukuk_31912771_lamp1.pdf

Listing Text extracted SANF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 312

Page 1
                                                                                                              JADWAL

             Tanggal Efektif                                                                 30 Juni 2025         Tanggal Pengembalian Uang Pemesan                                                        8 Juli 2025
             Masa Penawaran Umum                                                            2 - 3 Juli 2025       Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik                                            8 Juli 2025
             Tanggal Penjatahan                                                                 4 Juli 2025       Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia                                             9 Juli 2025

              OTORITAS JASA KEUANGAN ("OJK") TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU
              KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

              PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI
              DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PROSPEKTUS
              PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI,
              FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.




                                                                           PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
                                                                                                   KEGIATAN USAHA :
                                                                            Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja,Pembiayaan Multiguna
                                                                                        Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
                                                                   Kantor Pusat                                        TUJUH BELAS KANTOR SELAIN KANTOR CABANG YANG
                                                               18 Office Park, Lt. 23                                BERTINDAK SEBAGAI KANTOR PEMASARAN (POINT OF SALE)
                                                           Jl. T.B. Simatupang No. 18                                              ATAU KANTOR PENAGIHAN
                                                              Jakarta Selatan 12520                                 Tersebar di kota: Medan, Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI Jakarta,
                                                                  www.sanf.co.id                                    Semarang, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda,
                                                                 legal@sanf.co.id                                                             dan Pontianak
                                                              Ph: +62 21 781 75 55
                                                  Fax: +62 21 781 9111 / 7884 7224 / 2270 8500
                                                   PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN V SANF DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP
                                                                      DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR
                                                                          Rp6.000.000.000.000,- (ENAM TRILIUN RUPIAH)
                                                     Dalam Rangka Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan:
                                        OBLIGASI BERKELANJUTAN V SANF DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP I TAHUN 2025 DENGAN JUMLAH POKOK SEBESAR
                                                    Rp1.353.000.000.000,- (SATU TRILIUN TIGA RATUS LIMA PULUH TIGA MILIAR RUPIAH) (”OBLIGASI”)
             Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), sebagai bukti hutang kepada Pemegang
             Obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari nilai Pokok Obligasi dan terdiri dari 2 (dua) seri:
             Seri A        : Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,25% (enam koma dua lima persen) per tahun,
                                 berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender terhitung sejak Tanggal Emisi; dan
             Seri B        : Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar Rp853.000.000.000,- (delapan ratus lima puluh tiga miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima
                                 persen) per tahun, berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak Tanggal Emisi.
             Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan
             pada tanggal 8 Oktober 2025, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi masing-masing adalah pada tanggal 18 Juli 2026 untuk Obligasi seri A dan tanggal
             8 Juli 2028 untuk Obligasi seri B.
                                            Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.
                                                                                               PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
              OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN AGUNAN KHUSUS MAUPUN OLEH PIHAK KETIGA LAINNYA, NAMUN SESUAI DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN PASAL
              1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA INDONESIA, TETAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN BAIK BARANG BERGERAK MAUPUN TIDAK
              BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI. HAK PEMEGANG OBLIGASI ADALAH PARIPASSU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK
              KREDITUR PERSEROAN LAIN SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.

              PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DITUJUKAN SEBAGAI PELUNASAN ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA
              PASAR, DENGAN KETENTUAN BAHWA HAL TERSEBUT DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN. PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI
              PERSEROAN TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMATUHI KETENTUAN-KETENTUAN DALAM PERJANJIAN
              PERWALIAMANATAN OBLIGASI. PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI HANYA DAPAT DILAKUKAN OLEH PERSEROAN DARI PIHAK YANG TIDAK TERAFILIASI.
              RENCANA PEMBELIAN KEMBALI WAJIB DILAPORKAN PERSEROAN KEPADA OJK PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KERJA SEBELUM PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN
              KEMBALI OBLIGASI. PERSEROAAN WAJIB MENGUMUMKAN RENCANA PEMBELIAN OBLIGASI PALING SEDIKIT MELALUI 1 (SATU) SURAT KABAR KABAR HARIAN BERBAHASA
              INDONESIA YANG BERPEREDARAN NASIONAL PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KALENDER SEBELUM TANGGAL PENAWARAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DIMULAI.

              PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”) DAN AKAN
              DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.

              RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT YANG TERJADI AKIBAT KEGAGALAN DEBITUR DALAM MEMENUHI KEWAJIBANNYA DALAM MELUNASI
              KREDIT KEPADA PERSEROAN SESUAI DENGAN PERJANJIAN YANG TELAH DISEPAKATI. FAKTOR RISIKO PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI
              PROSPEKTUS.

              RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI ANTARA LAIN
              DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.

              RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI ANTARA LAIN
              DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
                          DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS SURAT HUTANG JANGKA PANJANG DARI
                                                                            PT FITCH RATINGS INDONESIA
                                                                                                    AA+(idn) (Double A Plus)
                                                                                             PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA
                                                                                                     idAA+ (Double A Plus)
                                                                         Obligasi yang ditawarkan ini akan dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia
                                                                     Penawaran Umum Obligasi ini dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment)
                                                                                             PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK




                                                                                                                                                                                   PT TRIMEGAH SEKURITAS
               PT RHB SEKURITAS INDONESIA                  PT MANDIRI SEKURITAS                 PT INDO PREMIER SEKURITAS              PT BRI DANAREKSA SEKURITAS
                                                                                                                                                                                       INDONESIA TBK
                                                                                                      WALI AMANAT
                                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
                                                                                  Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 2 Juli 2025
Page 2
PT Surya Artha Nusantara Finance (“Perseroan”) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Obligasi sehubungan
dengan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025
(“Obligasi”) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta dengan Surat No. 104/LSANF/BOD/II/2025 tanggal 17 Februari
2025 dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal.
Perseroan mencatatkan Obligasi dengan jumlah pokok sebesar Rp1.353.000.000.000,- (satu triliun tiga ratus lima puluh tiga
miliar Rupiah) pada PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”), sesuai dengan Persetujuan Prinsip BEI No. S-02621/BEI.PP1/03-2025
tanggal 13 Maret 2025 yang dibuat antara Perseroan dengan BEI. Apabila syarat-syarat pencatatan di BEI tidak terpenuhi,
maka Penawaran Umum ini batal demi hukum dan uang pemesanan yang telah diterima akan dikembalikan pada para
pemesan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi.
Semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini bertanggung jawab sepenuhnya
atas data yang disajikan sesuai dengan fungsi dan kedudukan mereka, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan di sektor Pasar Modal, kode etik, norma, serta standar profesi masing-masing data yang disajikan sesuai dengan
fungsi dan kedudukan mereka, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal, kode etik,
norma, serta standar profesi masing-masing.
Sehubungan dengan Penawaran Umum ini, semua pihak terafiliasi tidak diperkenankan memberikan keterangan atau
membuat pernyataan apapun mengenai data atau hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa sebelumnya
memperoleh persetujuan tertulis dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi.
Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal
dalam rangka Penawaran Umum ini bukan merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak
langsung sebagaimana dimaksud dalam definisi “Afiliasi” di dalam UUP2SK. Selanjutnya penjelasan mengenai hubungan
Afiliasi antara Perseroan dengan para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan para Penjamin Emisi Obligasi dapat dilihat
pada Bab VI tentang Penjaminan Emisi Efek. Sedangkan penjelasan mengenai hubungan Afiliasi antara Perseroan dengan
para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan ini dapat dilihat pada Bab
VII tentang Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal.

PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU PERATURAN
LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI,
MAKA DOKUMEN INI TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI OBLIGASI INI,
KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN OBLIGASI INI TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN
PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA KETENTUAN-KETENTUAN BURSA
EFEK YANG BERLAKU DI NEGARA ATAU YURISDIKSI DI LUAR INDONESIA TERSEBUT.LUAR WILAYAH INDONESIA
TERSEBUT.
PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SELURUH INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL TELAH DIUNGKAPKAN DAN
INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL TERSEBUT TIDAK MENYESATKAN.
PERSEROAN WAJIB MENYAMPAIKAN PERINGKAT TAHUNAN ATAS SETIAP KLASIFIKASI OBLIGASI KEPADA OJK
PALING LAMBAT 10 (SEPULUH) HARI KERJA SETELAH BERAKHIRNYA MASA BERLAKU PERINGKAT TERAKHIR
SAMPAI DENGAN PERSEROAN TELAH MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBAN YANG TERKAIT DENGAN
OBLIGASI YANG DITERBITKAN, SEBAGAIMANA DIATUR DALAM POJK NO. 49/2020.
Page 3
DAFTAR ISI
DEFINISI, ISTILAH, DAN SINGKATAN . ....................................................................................................................................................... iii
RINGKASAN		 . ............................................................................................................................................................................................. xv
I.       PENAWARAN UMUM. ..........................................................................................................................................................................1
II.      PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM. .............................................................................13
III.     PERNYATAAN UTANG. ......................................................................................................................................................................14
IV.      iKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING............................................................................................................................................28
V.       ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN. ......................................................................................................................31
VI.      FAKTOR RISIKO. ...............................................................................................................................................................................51
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK.....................................................................................56
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, KECENDERUNGAN, DAN PROSPEK USAHA.............................57
         A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN. .................................................................................................................................57
                      1.	�Riwayat Singkat...............................................................................................................................................................57
                      2.	�Kejadian Penting Yang Mempengaruhi Perkembangan Usaha Perseroan. ....................................................................58
                      3.	�Struktur Permodalan dan Susunan Kepemilikan Saham Perseroan. ..............................................................................59
                      4.	�Perizinan..........................................................................................................................................................................59
                      5.	�Perjanjian Penting............................................................................................................................................................60
                      6.	�Keterangan Tentang Aset Tetap.......................................................................................................................................73
                      7.	�Ketentuan Hukum dan Kebijakan Pemerintah di Bidang Lingkungan Hidup...................................................................75
          B. KETERANGAN TENTANG PEMEGANG SAHAM. .....................................................................................................................75
                      1.	�Hubungan Kepemilikan Perseroan Dengan Pemegang Saham Perseroan Yang Berbentuk Badan Hukum..................75
                      2.	�Keterangan Singkat Mengenai Pemegang Saham Berbentuk Badan Hukum. ...............................................................76
          C. PENGURUS DAN PENGAWAS..................................................................................................................................................83
          D. PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (“GOOD CORPORATE GOVERNANCE”). .........................................................91
          E. SUMBER DAYA MANUSIA........................................................................................................................................................103
          F. PERKARA PENGADILAN YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, DIREKSI DAN/ATAU DEWAN KOMISARIS . ............108
          G. KEGIATAN USAHA DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN....................................................................................................109
                      1.	�Kegiatan Usaha Perseroan............................................................................................................................................109
                      2.	�Fasilitas Pembiayaan Dan Kolektibilitas Piutang........................................................................................................... 111
                      3.	�Proses Pembiayaan Dan Sewa Pembiayaan................................................................................................................ 114
                      4.	�Pemasaran Dan Kantor Selain Kantor Cabang............................................................................................................. 116
                      5.	�Strategi Perseroan......................................................................................................................................................... 117
                      6.	�Lisensi, Franchise, Konsesi Utama, Dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). ........................................................ 119
                      7.	�Prospek Usaha. ............................................................................................................................................................. 119
                      8.	�Tingkat Kesehatan Perseroan. ...................................................................................................................................... 119
                      9.	�Persaingan Usaha Dan Posisi Perseroan Dalam Persaingan.......................................................................................120
IX.      PERPAJAKAN...................................................................................................................................................................................122
X.       PENJAMINAN EMISI OBLIGASI.......................................................................................................................................................123
XI.      LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL. .............................................................................................................124
XII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT.......................................................................................................................................128
XIII. TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI. .............................................................................................................................................136
XIV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI....................................................141
XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM. .....................................................................................................................................................142
XVI. LAPORAN KEUANGAN....................................................................................................................................................................166




                                                                                                       i
Page 4
Halaman Ini Sengaja Di Kosongkan




               ii
Page 5
Definisi, istilah dan singkatan
“Afiliasi”          Berarti pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1
                    UUP2SK, yaitu:
                    a) hubungan keluarga karena perkawinan sampai dengan derajat
                       kedua, baik secara horizontal maupun vertikal, yaitu hubungan
                       seseorang dengan:
                        1. suami atau istri;
                        2. orang tua dari suami atau istri dan suami atau istri dari anak;
                        3. kakek dan nenek dari suami atau istri dan suami atau istri dari
                            cucu;
                        4. saudara dari suami atau stri beserta suami atau istrinya dari
                            saudara yang bersangkutan; atau
                        5. suami atau istri dari saudara orang yang bersangkutan;
                    b) hubungan keluarga karena keturunan sampai dengan derajat
                       kedua, baik secara horizontal maupun vertikal, yaitu hubungan
                       seseorang dengan:
                        1. orang tua dan anak;
                        2. kakek dan nenek serta cucu; atau
                        3. saudara dari orang yang bersangkutan;
                    c) hubungan antara pihak dengan karyawan, direktur, atau komisaris
                       dari pihak tersebut;
                    d) hubungan antara 2 (dua) atau lebih perusahaan dimana terdapat
                       satu atau lebih anggota direksi, pengurus, dewan komisaris, atau
                       pengawas yang sama;
                    e) hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun
                       tidak langsung, dengan cara apapun, mengendalikan atau
                       dikendalikan oleh perusahaan atau pihak tersebut dalam
                       menentukan pengelolaan dan/atau kebijakan perusahaan atau
                       pihak dimaksud;
                    f) hubungan antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang dikendalikan,
                       baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara apa pun,
                       dalam menentukan pengelolaan dan/atau kebijakan perusahaan
                       oleh pihak yang sama; atau
                    g) hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama yaitu
                       pihak yang secara langsung maupun tidak langsung memiliki
                       paling kurang 20% (dua puluh persen) saham yang mempunyai
                       hak suara dari perusahaan tersebut.

“Agen Pembayaran”   Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta
                    Selatan yang akan membuat Perjanjian Agen Pembayaran dengan
                    Perseroan serta berkewajiban membantu kepentingan Perseroan
                    dalam melaksanakan pembayaran jumlah Bunga Obligasi, Pokok
                    Obligasi dan denda (jika ada) kepada Pemegang Obligasi
                    sebagaimana diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran, dengan
                    memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian
                    Perwaliamanatan.

“Anggaran Dasar”    Berarti seluruh Anggaran Dasar Perseroan sejak awal pendirian
                    Perseroan hingga perubahan terakhir yaitu sebagaimana termuat
                    dalam Akta No. 53 tertanggal 14 September 2022 dibuat dihadapan
                    Wiwik Condro, SH Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
                    persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
                    Indonesia     berdasarkan     Surat    Keputusan      No.   AHU-
                    0066835.AH.01.02.Tahun 2022 tertanggal 16 September 2022,
                    terdaftar     dalam      Daftar      Perseroan       No.    AHU-
                    0184479.AH.01.11.TAHUN 2022 tertanggal 16 September 2022
                    (“Akta No. 53/2022”) yang dapat diubah dari waktu ke waktu.




                                        iii
Page 6
"Bank Kustodian"        Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari
                        Bapepam dan LK atau Otoritas Jasa Keuangan untuk menjalankan
                        kegiatan usaha sebagai Kustodian sebagaimana yang dimaksud
                        dalam Undang-Undang Pasar Modal.

“Bapepam dan LK”        Berarti Bapepam dan Lembaga Keuangan yang merupakan
                        penggabungan dari Bapepam dan Direktorat Jenderal Lembaga
                        Keuangan (DJLK), sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan
                        Republik Indonesia Nomor: 606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember
                        2005 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar
                        Modal dan Lembaga Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan
                        Republik Indonesia Nomor: 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober
                        2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan,
                        yang sejak tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember 2012 (dua ribu dua
                        belas), fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan
                        kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, Perasuransian, Dana
                        Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan
                        lainnya beralih dari Menteri Keuangan dan Badan Pengawas Pasar
                        Modal dan Lembaga Keuangan ke Otoritas Jasa Keuangan, sesuai
                        dengan Pasal 55 ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 (dua
                        ribu sebelas) (“Undang-undang OJK”).

“Bunga Obligasi"        Berarti tingkat Bunga Obligasi per tahun dari Jumlah Pokok yang
                        Terhutang yang harus dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang
                        Obligasi, melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran
                        Bunga yang bersangkutan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening
                        dan Sertifikat Jumbo Obligasi, Bunga Obligasi yang mana merupakan
                        hak dari Pemegang Obligasi. Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh
                        KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan
                        syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian
                        Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi.

"Bursa Efek atau BEI"   Berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem
                        dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli Efek
                        pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek diantara
                        mereka, yang dalam hal ini adalah PT Bursa Efek Indonesia, suatu
                        perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta Selatan.

“Daftar Pemegang        Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan
Rekening”               tentang kepemilikan Obligasi oleh seluruh Pemegang Rekening dan
                        atau Pemegang Obligasi di KSEI yang memuat keterangan antara
                        lain: nama, jumlah kepemilikan Obligasi, status pajak dan
                        kewarganegaraan Pemegang Rekening dan atau Pemegang Obligasi
                        berdasarkan data-data yang diberikan oleh Pemegang Rekening
                        kepada KSEI.

“Denda”                 Berarti sejumlah dana yang wajib dibayar akibat adanya
                        keterlambatan kewajiban pembayaran Bunga Obligasi dan/atau
                        Pokok Obligasi yaitu sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas
                        tingkat Bunga Obligasi masing-masing seri Obligasi dari jumlah dana
                        yang terlambat dibayar, yang dihitung secara harian sejak
                        keterlambatan sampai dengan dibayar lunas suatu kewajiban yang
                        harus dibayar berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, dengan
                        ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari
                        Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.

“Dokumen Emisi”         Berarti :
                           -      Prospektus;
                           -      Perjanjian Perwaliamanatan;
                           -      Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi;




                                            iv
Page 7
                         -    Perjanjian Agen Pembayaran;
                         -    Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI;
                         -    Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek;
                         -    Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi;
                         -    Dokumen lainnya yang dibuat dalam rangka Penawaran
                              Umum Obligasi sesuai dengan Peraturan OJK No.
                              7/POJK.04/2017;
                     beserta       semua      perubahan-perubahannya,     penambahan
                     penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya serta
                     dokumen-dokumen lainnya yang disyaratkan oleh instansi atau
                     institusi yang berwenang atau yang dibuat dalam rangka Penawaran
                     Umum.

“Efek”               Berarti surat berharga atau kontrak investasi baik dalam bentuk
                     konvensional dan digital atau bentuk lain sesuai dengan
                     perkembangan teknologi yang memberikan hak kepada pemiliknya
                     untuk secara langsung maupun tidak langsung memperoleh manfaat
                     ekonomis dari penerbit atau dari pihak tertentu berdasarkan perjanjian
                     dan setiap derivatif atas efek, yang dapat dialihkan dan/atau
                     diperdagangkan di pasar modal.

“Ekuitas”            Berarti keseluruhan dari :
                         -    nilai modal saham Perseroan pada saat ini, yang telah
                              ditempatkan dan disetor penuh atau dinyatakan telah disetor
                         -    nilai pada posisi kredit atau modal yang dikonsolidasikan dan
                              rekening cadangan pendapatan dari Perseroan (termasuk
                              rekening rekening premi saham, agio saham, cadangan
                              penebusan modal, kredit/debet pada neraca rugi laba); dan
                         -    pinjaman yang diberikan kepada Perseroan yang
                              disubordinasikan secara penuh dan efektif terhadap tuntutan-
                              tuntutan dari Wali Amanat atau Perseroan atau sesuai dengan
                              peraturan perundang-undangan yang berlaku;
                     tetapi tidak termasuk setiap jumlah yang tercantum dalam laporan
                     keuangan Perseroan atas dasar goodwill dan aset tidak berwujud
                     lainnya.

“Emisi”              Berarti suatu Penawaran Umum oleh Perseroan untuk menjual atau
                     memperdagangkan Obligasi kepada Masyarakat.

“Gagal Bayar”        Berarti kondisi dimana Perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban
                     keuangan terhadap kreditur pada saat jatuh tempo yang nilainya lebih
                     besar dari 0.5% (nol koma lima persen) dari modal disetor.

“Hari Bursa”         Berarti hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek,
                     yaitu Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari tersebut merupakan
                     hari libur nasional atau dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek.

“Hari Kalender”      Berarti semua hari dalam setahun sesuai dengan Gregorian Calender
                     (Kalender Masehi) tanpa kecuali hari sabtu, Minggu dan hari libur
                     nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah Republik
                     Indonesia.

“Hari Kerja”         Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur
                     nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau
                     Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh
                     Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan Hari Kerja biasa.

“Jumlah Terhutang”   Berarti semua jumlah uang yang pada suatu waktu tertentu harus
                     dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan




                                         v
Page 8
                             Perjanjian Perwaliamanatan, dokumen dan perjanjian lain
                             sehubungan dengan Emisi pada waktu tersebut, yakni Pokok Obligasi
                             dan Bunga Obligasi yang belum dilunasi dan denda (jika ada).

"Jumlah Pokok yang           Berarti Jumlah Pokok Obligasi yang pada suatu waktu tertentu belum
Terhutang”                   dilunasi dan karenanya wajib dibayar oleh Perseroan kepada
                             Pemegang Obligasi pada Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi.

“Konfirmasi Tertulis”        Berarti Konfirmasi Tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam
                             Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening
                             berdasarkan Perjanjian Pembukaan Rekening Efek yang
                             ditandatangani Pemegang Obligasi dan konfirmasi tersebut menjadi
                             dasar untuk pembayaran bunga, pelunasan pokok dan hak-hak lain
                             yang berkaitan dengan Obligasi.

“Konfirmasi Tertulis Untuk   Berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan oleh
RUPO atau KTUR”              KSEI kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening untuk
                             keperluan menghadiri RUPO atau mengajukan permintaan agar
                             diselenggarakannya RUPO, dengan mana terhitung sejak
                             dikeluarkannya KTUR, maka Obligasi akan dibekukan oleh KSEI
                             sejumlah yang tercantum dalam KTUR dan pencabutan pembekuan
                             Obligasi dilakukan setelah berakhirnya RUPO dan adanya
                             pemberitahuan dari Wali Amanat.
“KSEI”                       Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta
                             yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan
                             dan Penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
                             No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal yang dalam Emisi Obligasi
                             bertugas sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen
                             Pembayaran dan mengadministrasikan Obligasi berdasarkan
                             Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI.

“Kustodian”                  berarti pihak yang memberi jasa penitipan Obligasi dan harta yang
                             berkaitan dengan Obligasi serta jasa lainnya termasuk menerima
                             bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek dan mewakili
                             Pemegang Rekening yang menjadi nasabahnya sesuai dengan
                             ketentuan Undang-Undang Pasar Modal, yang meliputi KSEI,
                             Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.

“Manajer Penjatahan”         Berarti pihak yang bertanggung jawab atas penjatahan Obligasi dalam
                             hal ini adalah PT RHB Sekuritas Indonesia.

“Masa Penawaran Obligasi”    Berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan
                             pemesanan Obligasi sebagaimana diatur dalam Prospektus dan
                             Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi yaitu paling kurang 1 (satu)
                             Hari Kerja dan paling lama 5 (lima) Hari Kerja. Dalam hal terjadi
                             penghentian perdagangan Efek di Bursa Efek selama paling kurang 1
                             (satu) Hari Bursa dalam masa Penawaran Umum, maka Perseroan
                             dapat melakukan perpanjangan masa Penawaran Umum untuk
                             periode yang sama dengan masa penghentian perdagangan Efek
                             dimaksud.

“Masyarakat”                 Berarti perorangan baik warga negara Indonesia maupun warga
                             negara Asing dan atau badan hukum, baik badan hukum Indonesia
                             maupun badan hukum asing yang bertempat tinggal berkedudukan di
                             Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan di luar negeri.

“Obligasi”                   Berarti surat berharga bersifat hutang, sesuai dengan Seri Obligasi,
                             dengan nama Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga
                             Tetap Tahap I Tahun 2025, yang dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo




                                                vi
Page 9
                          Obligasi, yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi
                          melalui Penawaran Umum Berkelanjutan, yang merupakan penerbitan
                          Obligasi tahap I dari rangkaian Penawaran Umum Berkelanjutan,
                          dengan jangka waktu terlama 36 (tiga puluh enam) bulan sejak
                          Tanggal Emisi, dalam jumlah pokok sebesar Rp1.353.000.000.000,-
                          (satu triliun tiga ratus lima puluh tiga miliar Rupiah). Obligasi ini
                          ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari nilai Pokok
                          Obligasi dan terdiri dari 2 (dua) seri:

                           Seri A    :   Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar
                                         Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) dengan
                                         tingkat bunga tetap sebesar 6,25% (enam koma dua
                                         lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus
                                         tujuh puluh) Hari Kalender terhitung sejak Tanggal
                                         Emisi; dan
                           Seri B    :   Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar
                                         Rp853.000.000.000,- (delapan ratus lima puluh tiga
                                         miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar
                                         6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun,
                                         berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung
                                         sejak Tanggal Emisi.

“Otoritas Jasa Keuangan   Berarti lembaga yang independen, yang mempunyai fungsi, tugas,
atau OJK”                 dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan
                          penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang Undang nomor: 21
                          tahun 2011 (dua ribu sebelas) Tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU
                          nomor: 21 Tahun 2011). Sejak tanggal 31-12-2012 (tiga puluh satu
                          Desember tahun dua ribu dua belas), fungsi, tugas, dan wewenang
                          pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar
                          Modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan
                          Lembaga Jasa Keuangan Lainnya beralih dari Menteri Keuangan dan
                          Bapepam dan LK ke Otoritas Jasa Keuangan, sesuai dengan Pasal
                          55 UU Nomor: 1 Tahun 2011.

“Pemegang Obligasi”       Berarti Masyarakat yang menanamkan dananya ke dalam Obligasi
                          dan memiliki manfaat atas sebagian atau seluruh Obligasi, yang terdiri
                          dari:
                          a. Pemegang Rekening yang melakukan investasi langsung atas
                             Obligasi
                          b. Masyarakat di luar Pemegang Rekening yang melakukan investasi
                             atas Obligasi melalui Pemegang Rekening
“Pemegang Rekening”       Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek
                          di KSEI yang meliputi Bank Kustodian atau Perusahaan Efek atau
                          pihak lain yang disetujui oleh KSEI, dengan memperhatikan UUPM
                          dan peraturan KSEI.

"Penawaran Awal"          Berarti ajakan baik secara langsung maupun tidak langsung
                          menggunakan Prospektus Awal yang antara lain bertujuan untuk
                          mengetahui minat calon pembeli atas Obligasi yang akan ditawarkan
                          dan atau perkiraan harga penawaran Obligasi.

“Penawaran Umum”          Berarti kegiatan penawaran Obligasi oleh Perseroan kepada
                          Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-Undang
                          Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya.

“Penawaran Umum           Berarti kegiatan Penawaran Umum atas Obligasi dengan nama
Berkelanjutan”            “Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap” yang
                          diterbitkan dan ditawarkan secara bertahap dengan target dana




                                              vii
Page 10
                            Obligasi sebesar Rp6.000.000.000.000,- (enam triliun Rupiah) yang
                            mengacu kepada Peraturan OJK Nomor 36/POJK.04/2014.

“Penitipan Kolektif”        Berarti jasa penitipan atas efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari
                            satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian,
                            sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

“Penjamin Emisi Obligasi”   Berarti pihak-pihak yang membuat perjanjian dengan Perseroan untuk
                            melakukan penawaran umum Obligasi bagi kepentingan Perseroan
                            dan melakukan pembayaran dana Obligasi kepada Perseroan melalui
                            Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berdasarkan Perjanjian
                            Penjaminan Emisi Obligasi yang akan memberikan jaminan
                            Kesanggupan Penuh (Full Commitment) berdasarkan Penawaran
                            Awal (Bookbuilding) terhadap penerbitan Obligasi, yang dalam hal ini
                            adalah:

                            1.   PT RHB Sekuritas Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan;
                            2.   PT Indo Premier Sekuritas, berkedudukan di Jakarta Selatan;
                            3.   PT Mandiri Sekuritas, berkedudukan di Jakarta Selatan;
                            4.   PT BRI Danareksa Sekuritas, berkedudukan di Jakarta Pusat;
                            5.   PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., berkedudukan di Jakarta
                                 Selatan.


“Penjamin Pelaksana Emisi   Berarti pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan
Obligasi”                   Penawaran Umum, sesuai dengan ketentuan perundang - undangan
                            yang berlaku di bidang Pasar Modal yang dalam hal ini adalah PT
                            RHB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri
                            Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas
                            Indonesia Tbk., sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan
                            dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi.

“Peraturan IX.A.2”          Berarti Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.2 Lampiran Keputusan
                            Ketua Bapepam dan LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009
                            tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.


“Peraturan OJK No.          Berarti Peraturan OJK Nomor 16/POJK.04/2020 tanggal 21 April 2020
16/POJK.04/2020”            tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan
                            Terbuka Secara Elektronik.

“Peraturan OJK No.          Berarti Peraturan OJK Nomor 48 Tahun 2024 tanggal 31 Desember
48/2024”                    2024 tentang Tata Kelola yang Baik Bagi Lembaga Pembiayaan,
                            Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan
                            Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.

Peraturan OJK No.           Berarti Peraturan OJK Nomor 19/POJK.04/2020 tanggal 23 April 2020
19/POJK.04/2020             tentang Bank Umum Yang Melakukan Kegiatan Sebagai Wali
                            Amanat.

Peraturan OJK No.           Berarti Peraturan OJK Nomor 20/POJK.04/2020 tanggal 23 April 2020
20/POJK.04/2020             tentang Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang Dan/Atau
                            Sukuk.

“Peraturan OJK No.          Berarti Peraturan OJK Nomor 28/POJK.05/2020 tanggal 29 April 2020
28/POJK.05/2020”            tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Lembaga Jasa Keuangan
                            Nonbank.




                                               viii
Page 11
Peraturan OJK No.          Berarti Peraturan OJK Nomor 49/POJK.04/2020 tanggal 11
49/POJK.04/2020            Desember 2020 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau
                           Sukuk.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tanggal 28
35/POJK.05/2018”           Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Perusahaan Pembiayaan.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 46 Tahun 2024 tanggal 31 Desember
46/2024”                   2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Perusahaan
                           Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan
                           Modal Ventura.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 7/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017
7/POJK.04/2017”            tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka
                           Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang,
                           Dan/Atau Sukuk.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 9/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017
9/POJK.04/2017”            tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam
                           Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Utang.

“Peraturan OJK No. 9/2023” Berarti Peraturan OJK Nomor 9 Tahun 2023 tanggal 11 Juli 2023
                           tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik Dan Kantor Akuntan Publik
                           Dalam Kegiatan Jasa Keuangan.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 30/POJK.04/2015 tanggal 22
30/POJK.04/2015”           Desember 2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil
                           Penawaran Umum.

“Peraturan OJK             Berarti Peraturan OJK Nomor 30/POJK.05/2014 tanggal 19
No.30/POJK.05/2014”        November 2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi
                           Perusahaan Pembiayaan.

“Peraturan OJK             Berarti Peraturan OJK Nomor 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember
No.33/POJK.04/2014”        2014 tentang Direksi Dan Dewan Komisaris Perseroan Atau
                           Perusahaan Publik.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember
34/POJK.04/2014”           2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan atau
                           Perusahaan Publik.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember
35/POJK.04/2014”           2014 tentang Sekretaris Perusahaan Perseroan atau Perusahaan
                           Publik.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 36/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember
36/POJK.04/2014”           2014 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang
                           Dan/Atau Sukuk.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 55/POJK.04/2015 tanggal 19
55/POJK.04/2015”           Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan
                           Kerja Komite Audit.

“Peraturan OJK No.         Berarti Peraturan OJK Nomor 56/POJK.04/2015 tanggal 29
56/POJK.04/2015”           Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan
                           Piagam Unit Audit Internal.

“Perjanjian Agen           Berarti Perjanjian Agen Pembayaran yang dibuat antara Perseroan
Pembayaran”                dan KSEI dengan syarat dan ketentuan yang dimuat dalam Akta



                                             ix
Page 12
                          Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan
                          Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 34 tanggal 14 Februari
                          2025, yang dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, Sarjana
                          Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta.

“Perjanjian Pendaftaran   Berarti suatu perjanjian antara Perseroan dan KSEI perihal
Obligasi di KSEI”         pelaksanaan pendaftaran Obligasi di KSEI, tertanggal 14 Februari
                          2025, nomor SP-013/OBL/KSEI/0125 yang dibuat dibawah tangan
                          dan bermeterai cukup.

“Persetujuan Prinsip      Berarti Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Utang yang
Pencatatan BEI”           dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia, No. S-02621/BEI.PP1/03-
                          2025 tanggal 13 Maret 2025, yang dibuat di bawah tangan, bermeterai
                          cukup.

“Perjanjian Penjaminan    Berarti Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi yang dibuat oleh dan
Emisi Obligasi”           antara Perseroan dan para Penjamin Emisi Obligasi dengan syarat
                          dan ketentuan yang dimuat dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi
                          Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap
                          I Tahun 2025 No. 33 tanggal 14 Februari 2025, dan telah addendum
                          pertama berdasarkan Akta Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi
                          Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap
                          I Tahun 2025 No. 17 tanggal 11 Maret 2025, dan telah dilakukan
                          addendum kedua berdasarkan Akta Addendum II Perjanjian
                          Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat
                          Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 24 tanggal 24 April 2025, yang
                          dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, Sarjana Hukum,
                          Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Jakarta Pusat, berikut
                          perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya
                          dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang dibuat di kemudian
                          hari.

“Perjanjian               Berarti Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan V SANF
Perwaliamanatan”          Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 sebagaimana
                          termaktub dalam akta No. 32 tanggal 14 Februari 2025 dan telah
                          dilakukan addendum pertama berdasarkan Akta Addendum I
                          Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan
                          Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 16 tanggal 11 Maret
                          2025, dan telah dilakukan addendum kedua berdasarkan Akta
                          Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan V
                          SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 23
                          tanggal 24 April 2025, yang dibuat di Esther Pascalia Ery Jovina,
                          Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Jakarta Pusat,
                          berikut     perubahan-perubahannya      dan/atau      penambahan-
                          penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang
                          dibuat di kemudian hari.

“Pernyataan Penawaran     Berarti Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Umum Berkelanjutan        Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun
Obligasi”                 2025 sebagaimana termaktub dalam akta No. 31 tanggal 14 Februari
                          2025, dan telah dilakukan addendum pertama berdasarkan
                          Addendum I Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
                          Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 15 tanggal
                          11 Maret 2025, dan telah dilakukan addendum kedua berdasarkan
                          Addendum II Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
                          Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 22 tanggal
                          24 April 2025, yang dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina,
                          Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta.




                                             x
Page 13
“Pernyataan Pendaftaran”   Berarti dokumen yang wajib disampaikan kepada OJK oleh Perseroan
                           dalam rangka Penawaran Umum, dengan memperhatikan Peraturan
                           di sektor Pasar Modal termasuk Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017.

"Pernyataan Pendaftaran    Berarti Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif pada Hari Kerja ke-20
Menjadi Efektif”           sejak diterimanya Pernyataan Pendaftaran secara lengkap atau pada
                           tanggal yang lebih awal jika dinyatakan efektif oleh OJK sebagaimana
                           dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

“Perseroan”                Berarti pihak yang melakukan Emisi, yang dalam hal ini
                           PT Surya Artha Nusantara Finance, berkedudukan di Jakarta Selatan.

"Perusahaan Efek”          Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi
                           obligasi, perantara pedagang efek, dan/atau manajer investasi
                           sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

"Pinjaman”                 Berarti total kewajiban Perseroan pada setiap saat (sebagaimana
                           tercantum dalam laporan tahunan atau laporan 6 (enam) bulanan
                           Perseroan yang terakhir), tetapi tidak termasuk:
                            a. pinjaman dari para pemegang saham Perseroan yang
                               disubordinasikan terhadap tagihan Bank kepada Perseroan
                               (berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan);
                            b. biaya swap yang timbul (istilah mana dipergunakan dalam
                               laporan keuangan terakhir Perseroan) atau setiap liabilitas
                               Perseroan sehubungan dengan transaksi derivatif yang tidak
                               dicantumkan sebagai liabilitas Perseroan dalam laporan
                               keuangan tahunan atau 6 (enam) bulanan Perseroan yang
                               terakhir dan oleh karena itu :
                               1. Jumlah tidak boleh dihitung lebih dari 1 (satu) kali dalam
                                   perhitungan yang sama;
                               2. pada saat total jumlah Pinjaman yang dimaksud dalam pasal
                                   ini pada hari tertentu sedang ditetapkan :
                                    i. jumlah Pinjaman tersebut dalam mata uang lain selain
                                         Rupiah adalah jumlah netto Pinjaman setelah dikurangi
                                         dana tunai Perseroan dalam mata uang Pinjaman
                                         tersebut; dan
                                    ii. jumlah netto Pinjaman yang didenominasikan atau
                                         dibayar kembali dalam mata uang lain selain Rupiah wajib
                                         dikonversi untuk menghitung jumlah yang setara dalam
                                         Rupiah dengan menggunakan nilai tukar rata-rata
                                         tertimbang dari forward, nilai strike call option atau nilai
                                         beli cross currency dengan mana Perseroan dapat
                                         menukar Rupiah dengan mata uang tersebut
                                         berdasarkan kontrak derivatif yang sah dan berlaku.

"Piutang"                  Berarti jumlah terhutang oleh nasabah Perseroan kepada Perseroan
                           sehubungan dengan transaksi pembiayaan dan/atau fasilitas modal
                           usaha dan/atau transaksi pembiayaan yang dilakukan oleh Perseroan
                           dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya.

"Pokok Obligasi”           Berarti jumlah pokok pinjaman Perseroan kepada Pemegang Obligasi
                           yang ditawarkan dan diterbitkan Perseroan melalui Penawaran Umum
                           Berkelanjutan SANF V Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I,
                           berdasarkan Obligasi yang terhutang dari waktu ke waktu bernilai
                           nominal sebanyak-banyaknya sebesar Rp1.500.000.000.000,- (satu
                           triliun lima ratus miliar Rupiah). Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat
                           berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau
                           pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana




                                                xi
Page 14
                              dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi sesuai dengan ketentuan
                              dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.

"Prinsip-prinsip Akuntansi"   Berarti prinsip-prinsip akuntansi, standar, konvensi dan praktek yang
                              secara umum telah efektif diberlakukan, diterima dan dapat
                              diimplementasikan di Republik Indonesia yang digunakan oleh
                              Perseroan dalam persiapan laporan keuangannya sebagaimana
                              prinsip-prinsip akuntansi, standar, konvensi dan praktek diubah untuk
                              memenuhi perubahan-perubahan prinsip-prinsip akuntansi di
                              Republik Indonesia.

"Prospektus Awal”             Berarti dokumen tertulis yang memuat seluruh informasi dalam
                              Prospektus yang disampaikan kepada OJK sebagai bagian dari
                              Pernyataan Pendaftaran, kecuali informasi mengenai nilai nominal,
                              jumlah seri dan harga penawaran Obligasi, Penjamin Emisi Obligasi,
                              tingkat suku bunga Obligasi, atau hal-hal lain yang berhubungan
                              dengan persyaratan penawaran yang belum dapat ditentukan.

“Prospektus”                  Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran
                              Umum dengan tujuan agar pihak lain membeli Obligasi, yang wajib
                              disusun sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam
                              Peraturan di sektor Pasar Modal termasuk Peraturan OJK No.
                              9/POJK.04/2017.

“Prospektus Ringkas”          Berarti ringkasan dari isi Prospektus Awal.

“Rekening Efek”               Berarti rekening yang memuat catatan mengenai posisi Obligasi dan
                              atau dana milik Pemegang Obligasi yang diadministrasikan oleh KSEI
                              atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan
                              rekening efek yang ditandatangani Pemegang Obligasi.

“RUPO”                        Berarti Rapat Umum Pemegang Obligasi sebagaimana diatur dalam
                              Perjanjian Perwaliamanatan.

"Satuan Pemindahbukuan        Berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu
dan Satuan Perdagangan”       Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya adalah sebesar Rp1,- (satu
                              Rupiah Rupiah) dan kelipatannya dan satuan perdagangan Obligasi
                              yang diperdagangkan adalah senilai Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah)
                              dan/atau kelipatannya atau sesuai dengan syarat-syarat dan
                              ketentuan sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Bursa Efek.

"Sertifikat Jumbo Obligasi"   Bukti penerbitan Obligasi yang disimpan dalam penitipan kolektif di
                              KSEI yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama atau tercatat atas
                              nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang
                              Rekening, yang terdiri dari Obligasi Seri A, dan Obligasi Seri B.

"Tanggal Distribusi”          Berarti tanggal distribusi Obligasi kepada Pemegang Obligasi, yang
                              kepastian tanggalnya ditentukan dalam Prospektus.

“Tanggal Emisi”               Berarti tanggal distribusi Obligasi ke dalam Rekening Efek Penjamin
                              Pelaksana Emisi Obligasi berdasarkan penyerahan Sertifikat Jumbo
                              Obligasi yang diterima oleh KSEI dari Perseroan, yang juga
                              merupakan Tanggal Pembayaran.

“Tanggal Pembayaran           Berarti tanggal-tanggal saat mana Bunga Obligasi menjadi jatuh
Bunga”                        tempo dan wajib dibayarkan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening
                              dan dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 dari Perjanjian
                              Perwaliamanatan.




                                                 xii
Page 15
"Tanggal Pembayaran        Berarti tanggal- tanggal dimana Pokok Obligasi yang terhutang
Pokok Obligasi”            menjadi jatuh tempo dan wajib dibayarkan kepada Pemegang
                           Obligasi berdasarkan Daftar Pemegang Rekening, dengan
                           memperhatikan ketentuan Pasal 5 dari Perjanjian Perwaliamanatan.

“Tanggal Penjatahan”       Berarti tanggal dilakukannya penjatahan Obligasi, yaitu tanggal
                           4 Juli 2025.

“Tanggal Pelunasan Pokok   Berarti tanggal dimana jumlah Pokok Obligasi menjadi jatuh tempo
Obligasi”                  dan wajib dibayar kepada Pemegang Obligasi sebagaimana
                           ditetapkan dalam Daftar Pemegang Rekening, melalui Agen
                           Pembayaran, yang kepastian tanggalnya ditentukan Prospektus,
                           dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian
                           Perwaliamanatan.

“Undang-Undang OJK”        Berarti Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 Tahun 2011
                           tanggal 22 November 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

“Undang-Undang Pasar       Berarti Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 Tahun 1995
Modal”                     tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal.

”Wali Amanat”              Berarti pihak yang mewakili kepentingan Pemegang Obligasi
                           sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal yang
                           dalam hal ini adalah Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank
                           Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, berkedudukan di Jakarta Pusat.




                                            xiii
Page 16
SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN

MC     :   Marubeni Corporation
MI     :   PT Marubeni Indonesia
SMI    :   PT Sedaya Multi Investama




                                       xiv
Page 17
Ringkasan
Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya
dengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum di
dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan
telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-
fakta dan pertimbangan - pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan.

1. PERSEROAN

Umum

PT Surya Artha Nusantara Finance berkedudukan hukum di Jakarta Selatan adalah suatu Perseroan
terbatas yang pertama-tama didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta
Pendirian No. 58 tanggal 25 Agustus 1983 dibuat dihadapan Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H.,
pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Nomor C2-423 HT01.01.Th84 tanggal 19 Januari 1984,
didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 697/1984 tanggal 6
Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 Mei 1984
dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 484 (selanjutnya disebut “Akta Pendirian”).

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhirnya
adalah sebagaimana termuat dalam Akta No. 53/2022.

Susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang terakhir sebagaimana dimuat dalam
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 32 tertanggal 21 November 2024
dibuat dihadapan dibuat dihadapan Wiwik Condro, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan
dan telah diterima serta telah dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tertanggal 21 November 2024
No.AHU-AH.01.09-0278071 (“Akta No. 32/2024”).

Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Terakhir

Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan
berdasarkan Akta No. 17 tertanggal 22 September 2011 dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., pada
waktu itu Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-47996.AH.01.02.Tahun 2011
tertanggal 3 Oktober 2011, terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-0079442.AH.01.09.Tahun 2011
tertanggal 3 Oktober 2011 (“Akta No. 17/2011”), struktur modal dan susunan pemegang saham
Perseroan adalah sebagai berikut:

                                               Nilai Nominal Rp 1.000 per saham          Persentase
              Keterangan
                                          Jumlah Saham       Jumlah Nilai Nominal (Rp)      (%)
Modal Dasar                                2.000.000.000          2.000.000.000.000
Modal Ditempatkan :
a. PT Sedaya Multi Investama                344.931.040          344.931.040.000             60
b. Marubeni Corporation, Japan              201.209.774          201.209.774.000             35
c. PT Marubeni Indonesia                    28.744.253           28.744.253.000              5
Jumlah Modal Ditempatkan dan disetor        574.885.067          574.885.067.000            100
penuh
Jumlah Modal Dalam Portepel                1.425.114.933        1.425.114.933.000

Ikhtisar Data Keuangan Penting

Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersama
dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan tersebut yang tercantum




                                                xv
Page 18
dalam Prospektus ini. Investor juga harus membaca Bab V Prospektus ini yang berjudul Analisis dan
Pembahasan oleh Manajemen.

Ikhtisar data keuangan penting yang disajikan dibawah ini diambil dari laporan posisi keuangan
Perseroan yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 serta laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 beserta catatan atas laporan keuangan tersebut.

Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen
Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) Indonesia. Laporan keuangan
Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota
jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia (“IAPI”), dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan kembali
tertanggal 13 Juni 2025 yang ditandatangani oleh Ketty (Registrasi Akuntan Publik No. AP 1849).

Data Laporan Posisi Keuangan
                                                                                  (dalam jutaan Rupiah)
                                                                           31 Desember
                              Uraian
                                                                     2024                 2023
 Jumlah Aset                                                           7.236.832             6.110.482
 Jumlah Liabilitas                                                     5.959.012             5.027.987
 Jumlah Ekuitas                                                        1.277.820             1.082.495

Data Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                   (dalam jutaan Rupiah)
                                                                          31 Desember
                              Uraian
                                                                     2024                   2023
 Jumlah pendapatan                                                        835.593              714.503
 Jumlah beban                                                             565.305              502.813
 Laba sebelum pajak penghasilan                                           270.288              211.690
 Beban pajak penghasilan                                                  (54.337)             (46.266)
 Laba tahun berjalan                                                      215.951              165.424
 Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan                           213.146              168.324
 Laba per saham – dasar dan dilusian (dalam Rupiah penuh)                      376                  288

Rasio Keuangan Penting

                                                                     31 Desember
                 Rasio Keuangan
                                                            2024                      2023
 Rasio Pertumbuhan (%)
 Jumlah pendapatan                                                   16,95                      39,76
 Laba bersih tahun berjalan                                          30,54                      59,64
 Jumlah aset                                                         18,43                      21,50
 Jumlah liabilitas                                                   18,52                      22,19
 Jumlah ekuitas                                                      18,04                      18,41

 Rasio Usaha (%)
 Laba sebelum pajak penghasilan/ pendapatan                          32,35                      29,63
 Laba bersih/ Pendapatan                                             25,84                      23,15
 Laba bersih/ Ekuitas                                                16,90                      15,28
 Laba bersih/ Jumlah aset                                             2,98                       2,71
 Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset *)                            0,82                       0,82
 Jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas *)                         4,66                       4,64
 Rasio lancar *)                                                      1,29                       1,72
 Financing to Asset Ratio1)                                          95,15                      92,44
 Networth terhadap Modal Disetor2)                                  222,27                     188,30
 Gearing Ratio *)                                                     4,46                       4,36
 Interest Coverage Ratio (ICR)3) *)                                   1,75                       1,66
 Debt Service Coverage Ratio (DSCR)4) *)                              0,21                       0,29

 Rasio Keuangan Lainnya (jutaan Rupiah)
 EBITDA                                                            617.943                    519.524




                                                   xvi
Page 19
1)   Financing to asset ratio adalah jumlah dari piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan
     modal usaha dan tagihan anjak piutang dibagi dengan jumlah aset.
2)   Networth terhadap modal disetor adalah jumlah ekuitas dibagi dengan modal ditempatkan dan disetor penuh
3)   Interest Coverage Ratio adalah EBITDA (Earnings before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization Expenses) dibagi
     dengan beban bunga dan keuangan.
4)   Debt Sevice Coverage Ratio adalah pinjaman yang akan jatuh tempo kurang dari setahun dibagi dengan beban bunga dan
     keuangan.
*)   Rasio dinyatakan dalam kali (x) bukan dalam persen (%).

Kegiatan Usaha

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan yang tercantum dalam Akta No.53/2022 , maksud dan tujuan
dari Perseroan adalah berusaha dalam bidang perusahaan pembiayaan konvensional. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a.   Menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan barang modal
     beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi
     atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur, yang wajib dilakukan dengan
     cara:
     1. Sewa Pembiayaan;
     2. Jual dan Sewa-Balik;
     3. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
     4. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
     5. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
     6. Pembiayaan Proyek;
     7. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
     8. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
          Keuangan.

b. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk
   memenuhi kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur, yang wajib
   dilakukan dengan cara:
    1. Jual dan Sewa-Balik;
    2. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
    3. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
    4. Fasilitas Modal Usaha; dan/atau
    5. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
         Keuangan.

c.   Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan barang
     dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan
     usaha atau aktivitas produktif dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan
     cara:
      1. Sewa Pembiayaan;
      2. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
      3. Fasilitas Dana; dan/atau
      4. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
           Keuangan.

d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.

e. Kegiatan usaha sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis imbal jasa sepanjang
   tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

Izin kegiatan usaha Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Menteri Keuangan RI tentang
Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan Kepada PT Surya Artha Nusantara Finance No.
1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990 (“Izin Usaha Perseroan”).




                                                           xvii
Page 20
Prospek Usaha

Perekonomian Indonesia diprediksi terus melanjutkan pertumbuhan positif pada tahun 2025. Prediksi
tersebut sejalan dengan target perekonomian Indonesia sebesar 5,1%. Hal tersebut didukung dengan
peningkatan permintaan usaha di sektor transportasi & pergudangan. Lebih lanjut, pertumbuhan pasar
alat berat diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 5% dan penjualan truk juga diproyeksikan
tumbuh di level 5%. Seiring dengan kondisi perekonomian yang kondusif, industri pembiayaan juga
diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang positif. Oleh karena itu, Perseroan akan terus
berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga penyaluran pembiayaan terhadap
konsumen.

Perseroan konsisten melakukan ekspansi pada sektor dan segmen baru yang potensial, antara lain
dengan tetap meningkatkan pertumbuhan portofolio pada pembiayaan truk baik dalam grup maupun
luar grup Perseroan dan melakukan ekspansi pembiayaan produktif dalam ekosistem bisnis grup
Perseroan. Perseroan secara konsisten mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan
proses bisnisnya serta senantiasa mengoptimalkan peluang dari setiap sektor Industri melalui
optimalisasi dan kolaborasi data dalam menciptakan produk dan layanan yang inovatif.

Dalam rangka mendukung strategi portofolio, Perseroan secara konsisten menjaga likuiditas melalui
pengelolaan pendanaan yang baik dan peningkatan operational excellence, serta memperkuat
implementasi strategi organisasi yang adaptif dan memberikan kontribusi publik yang sejalan dengan
tujuan pengembangan berkelanjutan. Selain itu Perseroan juga menerapkan strategi digitalisasi
sebagai enabler pertumbuhan bisnis Perseroan.

Strategi Usaha

Kebijakan strategis tahun 2025 berpedoman pada strategi utama Perseroan yaitu fokus pada
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang
dituangkan ke dalam 3 pilar strategi bisnis yaitu :

a. Strategi Portofolio

Pilar strategi pertama Perseroan berfokus pada strategi portofolio dimana Perseroan berupaya
menjaga pertumbuhan aset dan profitabilitas yang berkelanjutan dengan portofolio yang berimbang
serta berkualitas. Perseroan akan tetap fokus memperkuat strategi utama dalam model business to
business (“B2B”) di antaranya melalui pembiayaan dari sektor bisnis utama yaitu industri alat berat baik
untuk alat berat baru maupun bekas melalui optimalisasi database yang dimiliki Perseroan, serta
mempertajam diversifikasi bisnis Perseroan dalam portofolio pembiayaan truk dengan
mempertahankan posisi sebagai market leader di ekosistem grup Perseroan maupun ekspansi
pembiayaan truk di luar grup Perseroan. Selain itu, Perseroan juga menargetkan pertumbuhan portolio
pembiayaan produkif yang eksponensial melalui penetrasi ke dalam sektor dan segmen yang baru.
Dalam memperkuat sektor bisnis utama, Perseroan akan mengelola portofolio penjualannya dengan
terus meningkatkan kerja sama dengan afiliasi Perseroan termasuk juga dengan mengoptimalkan
peluang pada ekosistem di luar afiliasi dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian.
Selain hal tersebut, dalam upaya memenangkan persaingan di industri pembiayaan, Perseroan akan
terus melakukan diversifikasi skema pendanaan yang inovatif dan selaras dengan kondisi pasar untuk
menghasilkan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif dan sejalan dengan pengembangan strategi
Perseroan untuk mendorong dan memperkuat strategi portofolio, Perseroan senantiasa melakukan
perbaikan proses bisnis yang lebih efisien dan efektif agar tercipta “operational excellence” sehingga
selalu selaras dengan kebutuhan pasar yang dinamis dan terus berkembang. Perseroan juga akan
terus meningkatkan manajemen risiko yang lebih adaptif, memperkuat pengendalian internal, serta
fokus dalam pengelolaan piutang dan asset management dengan tetap memperhatikan penerapan
prinsip good corporate governance yang dilakukan secara berkesinambungan.




                                                  xviii
Page 21
b. Strategi Sumber Daya Manusia & Kontribusi Sosial

Dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, Perseroan akan fokus dalam upaya
memperkuat kapabilitas organisasi dan kontribusi sosial yang berkelanjutan untuk mendukung
pertumbuhan Perseroan. Upaya untuk memastikan kesiapan dan agility dari organisasi yang sejalan
dengan strategi Perseroan menjadi salah satu fokus Perseroan di tahun 2025. Hal tersebut akan
didukung dengan upaya Perseroan untuk mengoptimalisasi knowledge, leadership, dan talent
management untuk memperkuat kapabilitas organisasi yang selaras dengan strategi pengembangan
bisnis Perseroan. Perseroan juga akan terus menerapkan prinsip pengelolaan sumber daya manusia
yang berlandaskan nilai-nilai Perseroan yaitu Fast, Fine, dan Fun (3F) untuk mendukung terciptanya
performa maksimal di dalam organisasi melalui peningkatan produktivitas serta penguatan budaya
inovasi yang berkesinambungan. Melihat perkembangan teknologi yang sangat cepat dan persaingan
dalam industri yang dirasa semakin tinggi, nilai–nilai inti Perseroan menjadi pondasi untuk membangun
“winning behaviour” dalam rangka menghadirkan insan Perseroan yang andal, adaptif, inovatif, kreatif
dan memiliki daya saing tinggi di industri.
Selain itu, sebagai wujud Perseroan dalam memastikan pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus
bagian dari kontribusi Perseroan dalam aksi pembangunan berkelanjutan global, Perseroan senantiasa
memberikan nilai tambah dan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan melalui kontribusi
kepada masyarakat dan lingkungan yang selaras dengan pilar kontribusi sosial grup Astra, yaitu Astra
Hijau, Astra Sehat, Astra Kreatif, dan Astra Cerdas. Perseroan juga memastikan bahwa inisiatif
strategis yang diterapkan akan selalu memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan.


c. Strategi Digitalisasi

Selaras dengan kebutuhan pasar yang dinamis dan terus berkembang, Perseroan berkomitmen untuk
terus mengoptimalkan dan mengintegrasikan teknologi digital baik secara internal maupun di dalam
grup perseroan agar dapat berperan sebagai “accelerator” dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang
berkelanjutan. Perseroan akan fokus mendorong optimalisasi teknologi digital sebagai penggerak
bisnis, diantaranya yang pertama adalah dengan terus mendorong integrasi digital di dalam
interkoneksi Astra Financial untuk mendukung aspek penting dalam Perseroan seperti pemarasan,
akuisisi, dan asset management serta menjalin kolaborasi yang berkelanjutan mulai dari front end
system hingga back end system termasuk keamanan teknologi siber dengan tetap memperhatikan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, meningkatkan pemanfaatan digital
dan teknologi sebagai enabler atas bisnis Perseroan. Ketiga, untuk memberikan nilai tambah dalam
meningkatkan pengalaman pelanggan dan mitra bisnis Perseroan. Keempat, untuk meningkatkan
proses pengambilan keputusan melalui pemanfaatan data agar dapat menciptakan output yang
maksimal.

Faktor Risiko

Dalam menjalankan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari risiko yang mungkin dapat mempengaruhi
kelangsungan usaha dan kondisi keuangan Perseroan. Risiko-risiko tersebut secara umum telah
disusun berdasarkan dampaknya dan dapat dikelompokan sebagai berikut:
a. Risiko Utama Yang Mempunyai Pengaruh Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha
   Perseroan
   Risiko Kredit

b. Risiko Usaha Yang Bersifat Material Baik Secara Langsung Maupun Tidak Langsung Yang
   Dapat Mempengaruhi Hasil Usaha Dan Kondisi Keuangan Perseroan
   i. Risiko Pasar
   ii. Risiko Persaingan
   iii. Risiko Likuiditas
   iv. Risiko Operasional
   v. Risiko Strategis
   vi. Risiko Hukum
   vii. Risiko Kepatuhan




                                                 xix
Page 22
    viii.Risiko Reputasi
    ix. Risiko Investasi atau Aksi Korporasi
    x. Risiko Perubahan Teknologi

c. Risiko Umum
   i. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro Atau Global
   ii. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing
   iii. Risiko Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Internasional

d. Risiko Investasi Yang Berkaitan Dengan Obligasi
   i. Risiko tidak likuidnya obligasi
   ii. Risiko gagal bayar

Rencana Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi,
akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan melalui pemberian fasilitas pembiayaan investasi,
pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan multiguna sebagaimana kegiatan usaha Perseroan.

Keterangan selengkapnya mengenai penggunaan dana dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini.

Efek Bersifat Utang Yang Belum Dilunasi

Informasi mengenai rincian obligasi yang dimiliki Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut :

                                                                    Nilai      Tingkat
 Surat berharga                                                                           Jatuh tempo
                                                                   Nominal     Bunga
 Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap I Tahun 2022 Seri B           600.000      7,05%    10 Juni 2025
 Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap II Tahun 2023 Seri B          900.000      7,00%   16 Maret 2026
 Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap II Tahun 2023 Seri C          250.000      7,25%   16 Maret 2028
 Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap III Tahun 2024 Seri A         200.000      6,70%    30 Juni 2025
 Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap III Tahun 2024 Seri B         550.000      7,00%    20 Juni 2027


Sampai dengan tanggal Pernyataan Pendaftaran ini dinyatakan efektif, Obligasi Berkelanjutan SANF
IV Tahap I Tahun 2022 Seri B dan Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap III Tahun 2024 Seri A telah
dilakukan pelunasan.

2. Keterangan Tentang Obligasi yang Ditawarkan

  Nama Obligasi                 :   Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap
                                    I Tahun 2025.
  Jumlah Pokok Obligasi         :   Sebesar Rp1.353.000.000.000 (satu triliun tiga ratus lima puluh tiga
                                    miliar Rupiah)
  Seri Obligasi                 :    Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar
                                                 Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) dengan
                                                 tingkat bunga tetap sebesar 6,25% (enam koma dua lima
                                                 persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh
                                                 puluh) Hari Kalender terhitung sejak Tanggal Emisi; dan
                                     Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar
                                                 Rp853.000.000.000,- (delapan ratus lima puluh tiga
                                                 miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar
                                                 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun,
                                                 berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung
                                                 sejak Tanggal Emisi.
  Harga Penawaran               :   100% (seratus persen) dari nilai nominal Obligasi.
  Satuan Pemindahbukuan         :   Rp 1 (satu Rupiah) atau kelipatannya.
  Satuan Pemesanan              :   Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) atau kelipatannya




                                                    xx
Page 23
Periode Pembayaran   :   3 (tiga) bulan.
Bunga Obligasi
Pembelian Kembali    : Perseroan dapat melakukan pembelian kembali obligasi ditujukan
                       sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali
                       dengan harga pasar, dengan ketentuan bahwa hal tersebut dapat
                       dilakukan 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan. Pembelian
                       kembali (buy back) obligasi perseroan tidak dapat dilakukan apabila
                       hal tersebut mengakibatkan perseroan tidak dapat mematuhi
                       ketentuan-ketentuan dalam perjanjian perwaliamanatan obligasi.
                       Pembelian kembali (buy back) obligasi hanya dapat dilakukan oleh
                       perseroan dari pihak yang tidak terafiliasi. Rencana pembelian kembali
                       wajib dilaporkan perseroan kepada ojk paling lambat 2 (dua) hari kerja
                       sebelum pengumuman rencana pembelian kembali obligasi.
                       Perseroaan wajib mengumumkan rencana pembelian obligasi paling
                       sedikit melalui 1 (satu) surat kabar kabar harian berbahasa indonesia
                       yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) hari kalender
                       sebelum tanggal penawaran pembelian kembali obligasi dimulai.
Jaminan              : Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan
                       seluruh harta kekayaan Perseroan, baik yang bergerak maupun yang
                       tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian
                       hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan pasal 1132 Kitab
                       Undang-undang Hukum Perdata. Hak Pemegang Obligasi adalah
                       paripassu (tanpa hak preferen).
Peringkat Obligasi   : AA+(idn) (Double A Plus) dari PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”)
                        dan idAA+ (Double A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia
                        (“PEFINDO”).
Wali Amanat          : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk




                                           xxi
Page 24
Halaman Ini Sengaja Di Kosongkan




              xxii
Page 25
  I.           PENAWARAN UMUM
  A.           PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI

           PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN V SANF DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP
                              DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR
                                   Rp6.000.000.000.000 (ENAM TRILIUN RUPIAH)

           Dalam Rangka Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan:

  OBLIGASI BERKELANJUTAN V SANF DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP I TAHUN 2025 DENGAN JUMLAH POKOK SEBESAR
               Rp1.353.000.000.000,- (SATU TRILIUN TIGA RATUS LIMA PULUH TIGA MILIAR RUPIAH) (”OBLIGASI”)

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT
Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), sebagai bukti hutang kepada Pemegang Obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai
100% (seratus persen) dari nilai Pokok Obligasi dan terdiri dari 2 (dua) seri :

 Seri A    :    Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) dengan
                tingkat bunga tetap sebesar 6,25% (enam koma dua lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh
                puluh) Hari Kalender terhitung sejak Tanggal Emisi; dan
 Seri B    :    Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar Rp853.000.000.000,- (delapan ratus lima puluh tiga miliar
                Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun, berjangka waktu
                36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak Tanggal Emisi.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga
Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2025, sedangkan pembayaran Bunga
Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi masing-masing adalah pada tanggal 18 Juli 2026 untuk Obligasi seri A dan tanggal
8 Juli 2028 untuk Obligasi seri B.

  Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan
                                                      kemudian.

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT YANG TERJADI AKIBAT KEGAGALAN DEBITUR DALAM
MEMENUHI KEWAJIBANNYA DALAM MELUNASI KREDIT KEPADA PERSEROAN SESUAI DENGAN PERJANJIAN YANG TELAH
DISEPAKATI. FAKTOR RISIKO PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI PROSPEKTUS.

RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN PADA
PENAWARAN UMUM INI ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.

 DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS SURAT HUTANG JANGKA
                                                    PANJANG DARI
                                             PT FITCH RATINGS INDONESIA
                                                AA+(idn) (Double A Plus)

                                                   PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA
                                                         idAA+ (Double A Plus)

                           Obligasi yang ditawarkan ini akan dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia
                       Penawaran Umum Obligasi ini dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment)




                                         PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

                                                              Kegiatan Usaha:
                              Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, dan Pembiayaan Multiguna
                                            Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia

                              KANTOR PUSAT                                TUJUH BELAS KANTOR SELAIN KANTOR CABANG YANG
                             18 Office Park, Lt.23                      BERTINDAK SEBAGAI KANTOR PEMASARAN (POINT OF SALE)
                         Jl. T.B. Simatupang No.18                                        ATAU KANTOR PENAGIHAN
                           Jakarta Selatan 12520                           Tersebar di kota: Medan, Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI
                                www.sanf.co.id                          Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan,
                               legal@sanf.co.id                                              Samarinda, dan Pontianak
                            Tel: +62 21 781 7555
               Fax: +62 21 781 9111 / 7884 7224 / 2270 8500




                                                                    1
Page 26
PEMENUHAN KRITERIA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN

Perseroan telah memenuhi kriteria untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan
sebagaimana yang diatur dalam Peraturan OJK No. 36/POJK.04/2014, sebagai berikut:

1. Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap
   dapat dilaksanakan dalam periode 2 (dua) tahun dengan ketentuan pemberitahuan pelaksanaan
   Penawaran Umum Berkelanjutan disampaikan kepada OJK paling lambat pada ulang tahun kedua
   sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Berkelanjutan;
2. Telah menjadi Perseroan atau perusahaan publik dengan paling sedikit 2 (dua) tahun sebelum
   penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
   Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap;
3. Tidak pernah mengalami Gagal Bayar selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum penyampaian
   Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V
   SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan surat pernyataan yang disampaikan Perseroan No.
   105/LSANF/BOD/II/2025 tertanggal 14 Februari 2025 dan surat pernyataan yang dibuat oleh Kantor
   Akuntan Publik tertanggal 4 Juni 2025;
4. Efek yang diterbitkan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan adalah Efek bersifat utang yang
   memiliki peringkat yang termasuk dalam kategori 4 (empat) peringkat teratas yang merupakan
   urutan 4 (empat) peringkat terbaik dan masuk dalam kategori peringkat layak investasi berdasarkan
   standar yang dimiliki oleh Perusahaan Pemeringkat Efek.

A. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI YANG DITERBITKAN


Nama Obligasi

Nama Obligasi yang ditawarkan melalui Penawaran Umum ini adalah “Obligasi Berkelanjutan V SANF
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025”.

Jenis Obligasi

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh
Perseroan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini
didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk
kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi
oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi
Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.

Jangka Waktu, Tingkat Bunga, dan Jatuh Tempo Obligasi

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh
Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), sebagai bukti hutang kepada
Pemegang Obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari nilai Pokok
Obligasi dan terdiri dari 2 (dua) seri:

  Seri A      :   Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar Rp500.000.000.000,- (lima
                  ratus miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,25% (enam koma dua lima
                  persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender
                  terhitung sejak Tanggal Emisi; dan
  Seri B      :   Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar Rp853.000.000.000,-
                  (delapan ratus lima puluh tiga miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar
                  6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun, berjangka waktu 36 (tiga puluh
                  enam) bulan terhitung sejak Tanggal Emisi.

Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi

Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal
pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan
pada tanggal 8 Oktober 2025, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo




                                                 2
Page 27
Obligasi masing-masing adalah pada tanggal 18 Juli 2026 untuk Obligasi seri A dan tanggal 8 Juli 2028
untuk Obligasi seri B.

Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada
Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo
Obligasi dan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan.

Tingkat Bunga Obligasi merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan
jumlah hari yang lewat, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) hari dan 1 (satu) tahun dihitung
360 (tiga ratus enam puluh) hari.

Jadwal pembayaran Pokok dan Bunga untuk masing-masing Obligasi adalah sebagaimana tercantum
dalam tabel di bawah ini:

        Bunga ke:                          Seri A                               Seri B
           1                          8 Oktober 2025                       8 Oktober 2025
           2                          8 Januari 2026                       8 Januari 2026
           3                            8 April 2026                         8 April 2026
           4                            18 Juli 2026                         8 Juli 2026
           5                                                               8 Oktober 2026
           6                                                               8 Januari 2027
           7                                                                 8 April 2027
           8                                                                 8 Juli 2027
           9                                                               8 Oktober 2027
           10                                                              8 Januari 2028
           11                                                                8 April 2028
           12                                                                8 Juli 2028

Harga Penawaran

100% (seratus persen) dari Nilai Nominal Obligasi.

Mata Uang Obligasi

Obligasi ini diterbitkan dengan satuan mata uang Rupiah.

Satuan Pemindahbukuan dan Satuan Perdagangan Obligasi

Satuan pemindahbukuan obligasi adalah senilai Rp1,- (satu rupiah) atau kelipatannya. Dalam RUPO
tiap-tiap Rp1,- (satu Rupiah) memberikan hak kepada Pemegang Obligasi untuk mengeluarkan 1 (satu)
suara.

Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana
ditentukan dalam peraturan Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan
nilai sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan kelipatannya atau dengan nilai sebagaimana
ditentukan dalam peraturan Bursa Efek dan/atau Perjanjian yang ditandatangani oleh Perseroan dan
Bursa Efek.

Hak Senioritas atas Utang

Pemegang Obligasi tidak mempunyai hak untuk didahulukan dan hak Pemegang Obligasi adalah pari
passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya, baik yang ada sekarang maupun
yang akan ada di kemudian hari, kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus
dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang akan ada.

Hak-hak Pemegang Obligasi

1. Menerima pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi, dan/atau Denda (jika ada) dari
   Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran




                                                  3
Page 28
   Bunga Obligasi dan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus
   dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi
   Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi.
2. Pemegang Obligasi yang berhak mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi adalah Pemegang
   Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Bursa
   sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan
   perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi setelah tanggal
   penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga Obligasi, maka pihak yang menerima pengalihan
   Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang
   bersangkutan.
3. Bila terjadi kelalaian dalam pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi paling
   lambat 1 (satu) Hari Bursa setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal
   Pelunasan Pokok Obligasi, maka Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran Denda
   sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi dari atas jumlah yang terutang
   yang harus disetor/dibayar Perseroan, yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang telah lewat
   sampai dengan pelunasan atau pembayaran jumlah yang wajib dibayar Perseroan dilaksanakan.
   Untuk menghitung Denda dilakukan perhitungan hari yang terlewat yaitu 1 (satu) tahun adalah 360
   (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.
4. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih
   dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi (tidak termasuk Obligasi
   yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan, kecuali Obligasi yang dimiliki oleh
   Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) berhak mengajukan permintaan tertulis kepada
   Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat agenda yang diminta dengan
   melampirkan fotocopi KTUR dari KSEI yang diperoleh melalui Pemegang Rekening dan
   memperlihatkan asli KTUR kepada Wali Amanat. dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya
   KTUR. Obligasi akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR
   tersebut. Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah
   mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat.

Jaminan

Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
Perseroan, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan
ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan pasal 1132 Kitab Undang-undang
Hukum Perdata. Hak Pemegang Obligasi adalah paripassu (tanpa hak preferen).

Penyisihan Dana Pelunasan Obligasi (Sinking Fund)

Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk
mengoptimalkan penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi ini sesuai dengan tujuan rencana
penggunaan dana penawaran umum Obligasi ini.

Pembelian Kembali (Buy Back) Obligasi

1. Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali Obligasi maka berlaku ketentuan sebagai
   berikut :
   a. Pembelian kembali (buy back) Obligasi dapat ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan
       untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar;
   b. Pelaksanaan pembelian kembali (buy back) Obligasi dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar
       Bursa Efek;
   c. Pembelian kembali (buy back) Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal
       Penjatahan;
   d. Pembelian kembali (buy back) Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut
       mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan di dalam Perwaliamanatan,
       kecuali telah memperoleh persetujuan RUPO;
   e. Pembelian kembali (buy back) Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan kepada pihak
       yang tidak terafiliasi, kecuali afiliasi yang timbul karena kepemilikan atau penyertaan modal
       oleh pemerintah;




                                                 4
Page 29
f. Rencana pembelian kembali (buy back) Obligasi wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa
   Keuangan oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana
   pembelian kembali Obligasi tersebut di surat kabar;
g. Pembelian kembali (buy back) Obligasi, baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana
   pembelian kembali Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui
   1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat
   2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali (buy back)
   Obligasi dimulai;
h. Rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud dalam huruf g dan pengumuman
   sebagaimana dimaksud dalam huruf h, paling sedikit memuat informasi:
   1) periode penawaran pembelian kembali (buy back);
   2) jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali (buy back);
   3) kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali;
   4) harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali (buy back) Obligasi;
   5) tata cara penyelesaian transaksi;
   6) persyaratan bagi pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual;
   7) tata cara penyampaian penawaran jual oleh pemegang Obligasi;
   8) tata cara pembelian kembali (buy back) Obligasi; dan
   9) hubungan Afiliasi antara Perseroan dan pemegang Obligasi;
i. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi
   setiap Pemegang Obligasi apabila jumlah Obligasi yang dijual oleh pemegang Obligasi
   melebihi jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali
j. Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang
   telah disampaikan oleh pemegang Obligasi;
k. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Obligasi tanpa melakukan pengumuman
   sebagaimana dimaksud dalam huruf h dengan ketentuan:
   1) Jumlah pembelian kembali tidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah Obligasi untuk
       masing-masing jenis Obligasi yang beredar (outstanding) dalam periode satu tahun
       setelah tanggal penjatahan;
   2) Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasi Perseroan;
       dan
   3) Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual
       kembali, dan wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat pada akhir
       Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah terjadinya pembelian kembali Obligasi;
       dan wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat pada akhir hari kerja
       ke-2 (kedua) setelah terjadinya pembelian kembali Obligasi.
l. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat serta mengumumkan kepada
   publik dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali
   (buy back) Obligasi, informasi yang meliputi antara lain:
   1) Jumlah Obligasi yang telah dibeli
   2) Rincian jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk
       dijual kemblai;
   3) Harga pembelian kembali (buy back) Obligasi yang telah terjadi;
   4) Jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali (buy back) Obligasi;
m. Dalam hal terdapat lebih dari satu Obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan, maka pembelian
   kembali (buy back) Obligasi dilakukan dengan mendahulukan Obligasi yang tidak dijamin;
n. Dalam hal terdapat lebih dari satu Obligasi yang tidak dijamin, maka pembelian kembali
   (buy back) Obligasi wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas
   pembelian kembali (buy back) Obligasi tersebut;
o. Dalam hal terdapat jaminan atas seluruh Obligasi, maka pembelian kembali (buy back)
   Obligasi wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian
   kembali (buy back) Obligasi tersebut;
p. Pembelian kembali (buy back) Obligasi oleh Perseroan mengakibatkan:
   1) Hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri
       RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli
       kembali, jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau
   2) Pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali,
       hak menhadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari
       Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali;




                                              5
Page 30
    q. Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali (buy back) tersebut untuk pelunasan,
       maka jumlah Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pembelian kembali
       (buy back) Obligasi yang dilakukan.

Pembatasan-Pembatasan dan Kewajiban-Kewajiban Perseroan

Sebelum dilunasinya semua Pokok Obligasi dan Bunga Obligasi serta pengeluaran lain yang menjadi
tanggung jawab Perseroan sehubungan dengan pengeluaran Obligasi, Perseroan berjanji dan
mengikat diri :
 a. Bahwa Perseroan, tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat (yang tidak akan ditolak tanpa
    alasan yang jelas oleh Wali Amanat dan jika jawaban tersebut tidak diperoleh dalam waktu
    15 (lima belas) Hari Kerja setelah pengajuan persetujuan tersebut diterima oleh Wali Amanat,
    maka persetujuan dianggap telah diberikan), tidak melakukan hal-hal atau tindakan-tindakan
    sebagai berikut:
       (i)      Membayar, membuat atau menyatakan pembayaran dividen atau distribusi
                pembayaran lain pada tahun buku Perseroan bila terjadi peristiwa kelalaian yang terus
                berlangsung dan tidak dapat diperbaiki (remedied);
       (ii)    Memberikan pinjaman atau kredit kepada Afiliasi (jika ada) dimana keseluruhan jumlah
               dari semua Pinjaman tersebut lebih dari 25% (dua puluh lima persen) dari Ekuitas
               Perseroan, kecuali dilaksanakan sehubungan dengan transaksi anjak piutang
               (factoring) dan/atau sekuritisasi atas piutang [termasuk piutang dari usaha kecil dalam
               rangka program Kredit Usaha Kecil (KUK) dan joint financing agreement (transaksi
               pembiayaan bersama) serta untuk kegiatan usaha yang wajar bagi Perseroan,
               sehubungan dengan hal ini Perseroan akan memberitahukan secara tertulis kepada
               Wali Amanat;
      (iii)    Menjaminkan aset Perseroan yang menjadi jaminan khusus (apabila ada) bagi
               pemegang Obligasi yang diwakili Wali Amanat, baik yang telah ada pada saat ini
               maupun yang akan ada dimasa yang akan datang.
      (iv)     Terhitung sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroan
               menyediakan atau memberikan pinjaman serta memberikan penanggungan, selain :
               a. dalam pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan yang lazim; atau
               b. dalam hubungannya dengan transaksi anjak piutang (factoring), sekuritisasi atas
                  piutang-piutang [termasuk piutang-piutang dari usaha kecil di bawah program KUK
                  dan Join financing agreement (transaksi pembiayaan bersama);
       (v)     Menjual, menyewakan, mentransfer atau mengalihkan baik melalui jual beli maupun jual
               sewa atau cara lainnya, yang nilai transaksinya lebih dari 40% (empat puluh persen)
               dari harta kekayaan (total aset) Perseroan, kecuali :
               a. pengalihan yang disetujui oleh Wali Amanat;
               b. pengalihan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari;
      (iv)     Melakukan kegiatan usaha selain yang disebut kan dalam anggaran dasar Perseroan
               pada saat ditandatanganinya Perjanjian Perwaliamanatan.
b. Perseroan berkewajiban untuk:
     (i)    Memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk
            menjaga tetap berlakunya segala kuasa, ijin, dan persetujuan (baik dari pemerintah
            ataupun lainnya) dan dengan segera memberikan laporan dan masukan dan melakukan
            hal-hal yang diwajibkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia sehingga
            Perseroan dapat secara sah menjalankan kewajibannya berdasarkan setiap Dokumen
            Emisi dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya atau memastikan
            keabsahan, keberlakuan, serta dapat dilaksanakannya setiap Dokumen Emisi di
            Republik Indonesia;
       (ii)    Memastikan pada setiap saat keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam
               laporan keuangan tahunan Perseroan terakhir yang telah diaudit atau laporan keuangan
               semesteran yang terakhir, diserahkan kepada Wali Amanat berdasarkan ketentuan
               Pasal 6.b (vii), harus berada dalam rasio jumlah Pinjaman terhadap Ekuitas tidak




                                                  6
Page 31
         melebihi rasio 10:1 (sepuluh berbanding satu) atau jumlah rasio lainnya dengan tetap
         memperhatikan pembatasan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No.
         35/POJK.05/2018 sebagaimana terakhir kali diubah dengan Peraturan OJK No.
         46/2024 atau peraturan perubahannya atau peraturan penggantinya (jika ada).
 (iii)   Mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan;
 (iv)    Menyetorkan dana (in good funds) yang diperlukan untuk pelunasan Pokok Obligasi
         dan/atau pelunasan Bunga Obligasi yang jatuh tempo kepada Agen Pembayaran
         sesuai dengan surat keterangan Wali Amanat yang didasarkan pada keterangan Agen
         Pembayaran mengenai jumlah yang harus dilunasi oleh Perseroan, paling lambat 1
         (satu) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal
         Pembayaran Pokok Obligasi ke rekening yang ditunjuk oleh KSEI untuk keperluan
         tersebut, serta menyerahkan kepada Wali Amanat pelaporan Jumlah Terhutang disertai
         dengan fotokopi bukti penyetoran tersebut pada hari yang sama.
  (v)    Memelihara asuransi-asuransi yang sudah berjalan dan berhubungan dengan kegiatan
         usaha dan harta kekayaan Perseroan pada perusahaan asuransi yang bereputasi baik
         terhadap segala resiko yang biasa dihadapi oleh perusahaan-perusahaan yang
         bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan Perseroan;
 (vi)    Mengijinkan Wali Amanat (atas biayanya sendiri) dan/atau orang yang diberikan kuasa
         oleh Wali Amanat dari waktu ke waktu untuk melaksanakan kewajibannya sesuai
         dengan ketentuan pasal 3.5.c Perjanjian Perwaliamanatan, termasuk memiliki akses
         dan memeriksa buku-buku, memberikan tanggapan atas segala pertanyaan atau
         informasi yang diminta oleh wakilnya tersebut dan mendiskusikan dengan orang
         tersebut dengan itikad baik atas segala aspek dari pembukuan Perseroan, sepanjang
         tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan
         pemberitahuan dari Wali Amanat minimal 3 (tiga) Hari Kerja sebelumnya kepada
         Perseroan;
(vii)    Menyerahkan laporan-laporan yang diminta oleh OJK kepada Wali Amanat dan
         persetujuan atas penerbitan dan penawaran Obligasi sesuai dengan Anggaran Dasar
         Perseroan, dan untuk membuat dan mengimplementasikan setiap perjanjian yang
         berhubungan dengan hal tersebut, termasuk tetapi tidak terbatas penyerahan atas :

         a. Laporan keuangan tahunan Perseroan (konsolidasi) selambat-lambatnya 90
            (sembilan puluh) Hari Kalender setelah tanggal tiap tahun buku berakhir atau sesuai
            dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku pada saat penyerahan
            laporan konsolidasi kepada OJK yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Perseroan
            yang telah terdaftar di OJK;
         b. Laporan keuangan tengah tahunan Perseroan (konsolidasi) selambat-lambatnya
            30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah tanggal tengah tahun buku atau sesuai
            dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, jika tidak disertai laporan
            Akuntan, atau selambat-lambatnya dalam waktu 60 (enam puluh) Hari Kalender
            setelah tanggal tengah tahun buku, jika disertai laporan Akuntan Publik Perseroan
            yang telah terdaftar di OJK dalam rangka penelaahan terbatas atau selambat-
            lambatnya dalam waktu 90 (sembilan puluh) Hari Kalender setelah tanggal tengah
            tahun buku, jika disertai laporan Akuntan Publik Perseroan yang telah terdaftar di
            OJK yang memberikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan secara
            keseluruhan. Satu dan lain dengan tidak mengesampingkan apa yang akan
            ditentukan oleh OJK.
(viii)   Memelihara sistem akuntansi, pembukuan dan pengawasan biaya sesuai dengan
         Prinsip- prinsip Akuntansi dan mengesampingkan hal-hal dalam pembukuannya yang
         menurut prinsip-prinsip akuntansi perlu untuk dikesampingkan;
 (ix)    Mengusahakan agar harta kekayaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan
         usahanya berada dalam keadaan baik, memperbaikinya dan melakukan hal-hal yang
         diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan;
  (x)    Memberitahu Wali Amanat atas:




                                           7
Page 32
                a. setiap perubahan anggaran dasar, susunan Direksi dan Komisaris, susunan
                   pemegang saham Perseroan dan pembagian deviden lebih dari 50% (lima puluh
                   persen) dari laba bersih Perseroan pada tahun buku yang berjalan;
                b. perkara pidana, perdata, tata usaha negara dan arbitrase yang dihadapi Perseroan
                   yang secara material mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam menjalankan
                   dan mematuhi segala kewajibannya berdasarkan Dokumen Emisi;
                c.   terjadinya salah satu dari peristiwa kelalaian dengan segera dan melalui permintaan
                     tertulis dari Wali Amanat, menyerahkan pada Wali Amanat suatu pernyataan yang
                     ditandatangani oleh seseorang yang dapat diterima oleh Wali Amanat untuk
                     maksud tersebut, kecuali Perseroan sebelumnya telah memberitahukan kepada
                     Wali Amanat bahwa peristiwa kelalaian tersebut tidak terjadi, atau apabila terjadi
                     peristiwa kelalaian, Perseroan telah memberikan gambaran lengkap atas kejadian
                     tersebut dan tindakan atau langkah-langkah yang diambil (atau diusulkan akan
                     diambil) oleh Perseroan untuk memperbaiki kejadian tersebut;
       (xi)     Mengupayakan bahwa selama jangka waktu Obligasi, pemilikan saham yang telah
                ditempatkan dan disetor dalam Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung oleh
                PT ASTRA INTERNASIONAL Tbk lebih dari 50% (lima puluh persen) dari modal saham
                yang telah ditempatkan dan disetor.
      (xii)     Melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan Peraturan OJK No.
                49/POJK.04/2020 berikut perubahannya dan atau pengaturan lainnya yang wajib
                dipatuhi oleh Perseroan. Kewajiban pemeringkatan atas Obligasi ini akan tetap berlaku
                selama jangka waktu Obligasi.
      (xiii)    Melakukan atau memelihara seluruh tindakan-tindakannya dari waktu ke waktu atas
                permintaan dari Wali Amanat dan melaksanakan atau memelihara pelaksanaan dari
                seluruh dokumen-dokumen yang berdasarkan pendapat yang wajar dari Wali Amanat
                diperlukan atau, untuk menjalankan Perjanjian Perwaliamanatan atau memberikan
                jaminan yang penuh atas hak, kekuasaan dan perbaikan yang diberikan kepada Wali
                Amanat berdasarkan Dokumen Emisi.
      (xiv)     Menjamin bahwa kewajiban pembayaran oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi
                menurut Perjanjian Perwaliamanatan pada setiap waktu mempunyai kedudukan yang
                sama dengan kewajiban kepada seluruh kreditur lainnya.
Kelalaian Perseroan

  Apabila salah satu atau lebih dari kejadian-kejadian atau hal-hal tersebut di bawah ini terjadi, Wali
  Amanat dapat mengambil tindakan-tindakan yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan :
     a. Perseroan lalai membayar Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dan/atau
          imbal jasa Obligasi pada saat jatuh tempo; atau
     b. fakta mengenai jaminan, keadaan, atau status Perseroan serta pengelolaannya tidak sesuai
          dengan informasi dan keterangan yang diberikan oleh Perseroan; atau
     c. kondisi Perseroan yang dinyatakan lalai sehubungan dengan suatu perjanjian kredit oleh salah
          satu atau lebih krediturnya (cross default);
     d. adanya penundaan kewajiban pembayaran hutang sebagaimana dimaksud dalam ketentuan
          peraturan perundang-undangan (moratorium); dan
     e. kewajiban lain yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan,
  - Bilamana Wali Amanat menyatakan Perseroan lalai, karena satu atau lebih alasan sebagaimana
    tercantum dalam sub a sampai dengan sub e di atas, maka Wali Amanat berkewajiban
    memberitahukan peristiwa tersebut kepada Perseroan secara tertulis dan apabila hal tersebut
    berlangsung selama 14 (empat belas) Hari Kerja setelah pemberitahuan tersebut diterima oleh
    Perseroan, akan tetapi kelalaian tersebut tetap tidak diperbaiki, Wali Amanat berhak membuat
    pengumuman dalam paling sedikit 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang
    berperedaran nasional dan memanggil RUPO menurut tata cara yang ditentukan dalam Perjanjian
    Perwaliamanatan.
-   Jika RUPO memutuskan agar Wali Amanat melakukan penagihan kepada Perseroan, maka Wali
    Amanat dalam waktu yang ditentukan dalam keputusan RUPO itu harus melakukan penagihan
    Jumlah Terhutang kepada Perseroan. Perseroan berkewajiban melakukan pembayaran dalam
    waktu yang ditentukan dalam tagihan yang bersangkutan.




                                                    8
Page 33
Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO)

Untuk penyelenggaraan RUPO, kuorum yang disyaratkan, hak suara dan pengambilan keputusan
berlaku ketentuan-ketentuan di bawah ini tanpa mengurangi ketentuan dalam - peraturan Pasar Modal
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Repubik Indonesia serta peraturan Bursa
Efek ditempat dimana Obligasi dicatatkan:
1. RUPO diadakan untuk tujuan antara lain:
    a. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi
        mengenai perubahan jangka waktu Obligasi, Pokok Obligasi, suku Bunga Obligasi, perubahan
        tata cara atau periode pembayaran Bunga Obligasi, dan/atau ketentuan lain dalan Perjanjian
        Perwaliamanatan, dengan memperhatikan Peraturan OJK No. 20/POJK.04/2020.
    b. menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan
        pengarahan kepada Wali Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu
        kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya, atau untuk
        mengambil Tindakan lain sehubungan dengan kelalaian;
    c. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan-
        ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan;
    d. mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk
        dalam penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian
        sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan dan Peraturan OJK No.
        20/POJK.04/2020;
    e. Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat
        dalam Perjanjian Perwaliamanatan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan.
2. RUPO dapat diselenggarakan atas permintaan:
    a. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih dari
        20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi, tidak termasuk di dalamnya
        Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasinya, kecuali Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau
        penyertaan modal pemerintah;j
    b. Perseroan;
    c. Wali Amanat; atau
    d. OJK.
3. Permintaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 huruf a, huruh b dan huruf d Pasal ini, wajib
    disampaikan secara tertulis kepada Wali Amanat dan paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kalender
    setelah tanggal diterimanya surat permintaan tersebut Wali Amanat wajib melakukan panggilan
    untuk RUPO.
4. Dalam hal Wali Amanat menolak permohonan Pemegang Obligasi atau Perseroan untuk
    mengadakan RUPO, maka Wali Amanat wajib memberitahukan secara tertulis alasan penolakan
    tersebut kepada pemohon dengan tembusan kepada OJK, paling lambat 14 (empat belas) Hari
    Kalender setelah diterimanya surat permohonan.
5. Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaran RUPO:
    a. Pengumuman RUPO wajib dilakukan melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia
        yang berperedaran nasional, dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender
        sebelum pemanggilan.
    b. Pemanggilan RUPO dilakukan paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum RUPO,
        melalui paling sedikit 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran
        nasional.
    c. Pemanggilan RUPO kedua atau ketiga dilakukan paling lambat 7 (tujuh) Hari Kalender sebelum
        RUPO kedua atau ketiga dilakukan dan disertai informasi bahwa RUPO sebelumnya telah
        diselenggarakan tetapi tidak mencapai kuorum.
    d. Pemanggilan harus dengan tegas memuat rencana RUPO dan mengungkapkan informasi
        antara lain:
        − tanggal, tempat, dan waktu penyelenggaraan RUPO;
        − agenda RUPO;
        − pihak yang mengajukan usulan RUPO;
        − Pemegang Obligasi yang berhak hadir dan memiliki hak suara dalam RUPO; dan
        − kuorum yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengambilan keputusan RUPO.
    e. RUPO kedua dan ketiga diselenggarakan paling cepat 14 (empat belas) Hari Kalender dan
        paling lambat 21 (dua puluh satu) Hari Kalender dari RUPO sebelumnya.




                                                    9
Page 34
6. Tata cara RUPO:
   a. Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak menghadiri
       RUPO dan menggunakan hak suaranya -sesuai dengan jumlah Obligasi yang dimilikinya
       dengan ketentuan setiap Pemegang Obligasi senilai Rp.1,- (satu Rupiah) berhak untuk
       mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, kecuali Pemegang Obligasi yang dimaksud dalam
       ketentuan 6. b.
   b. Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasinya tidak memiliki hak suara dan tidak
       diperhitungkan dalam korum kehadiran, kecuali Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau
       penyertaan modal pemerintah.
   c. Sebelum pelaksanaan RUPO, Perseroan berkewajiban untuk menyerahkan daftar Pemegang
       Obligasi dari Afiliasinya kepada Wali Amanat.
   d. RUPO dapat diselenggarakan di tempat Perseroan atau tempat lain yang disepakati antara
       Perseroan dan Wali Amanat.
   e. RUPO dipimpin oleh Wali Amanat.
   f. Wali Amanat wajib mempersiapkan acara RUPO termasuk materi RUPO dan menunjuk Notaris
       untuk membuat berita acara RUPO.
   g. Dalam hal penggantian Wali Amanat diminta oleh Perseroan atau Pemegang Obligasi, maka
       RUPO dipimpin oleh Perseroan atau wakil Pemegang Obligasi yang meminta diadakan RUPO
       tersebut. Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut
       diwajibkan untuk mempersiapkan acara RUPO dan materi RUPO.
   h. Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO sebagaimana
       dimaksud pada sub g di atas diwajibkan untuk mempersiapkan acara RUPO dan materi RUPO.
7. Dengan memperhatikan ketentuan ayat 6 huruf g Pasal ini, kuorum dan pengambilan keputusan:
   a. Dalam hal RUPO bertujuan untuk memutuskan mengenai perubahan Perjanjian
       Perwaliamanatan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1) Pasal ini diatur sebagai berikut:
       1) Apabila RUPO dimintakan oleh Perseroan maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan
           sebagai berikut:
           (i) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian
                 dari jumlah Obligasi yang masih Belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan
                 yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari
                 jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
           (ii) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak
                 tercapai, maka wajib diadakan RUPO kedua.
           (iii) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
                 diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
                 belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
                 disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir
                 dalam RUPO.
           (iv) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak
                 tercapai, maka wajib diadakan RUPO ketiga.
           (v) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
                 diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
                 belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
                 disetujui paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam
                 RUPO.
       2) Bila RUPO dimintakan oleh Pemegang Obligasi atau Wali Amanat, maka wajib
           diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
           (vi) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian
                 dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang
                 sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah
                 Obligasi yang hadir dalam RUPO.
           (vii) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak
                 tercapai, maka wajib diadakan RUPO kedua.
          (viii) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
                 diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum
                 dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
                 paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
           (ix) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak
                 tercapai, maka wajib diadakan RUPO ketiga.




                                                  10
Page 35
            (x) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
                   diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum
                   dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
                   paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
        3) Bila RUPO dimintakan oleh OJK maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai
            berikut:
            (xi) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian
                   dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang
                   sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah
                   Obligasi yang hadir dalam RUPO.
            (xii) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak
                   tercapai, maka wajib diadakan RUPO kedua.
                   RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
                   diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum
                   dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
                   paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
            (xiii) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak
                  tercapai, maka wajib diadakan RUPO ketiga.
            (xiv)RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
                  diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum
                  dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
                  paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
    b. RUPO yang diadakan untuk tujuan selain perubahan Perjanjian Perwaliamanatan, dapat
        diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
        1) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari
            jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah
            dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah
            Obligasi yang hadir dalam RUPO.
        2) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka 1) di atas tidak tercapai,
            maka wajib diadakan RUPO kedua.
        3) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
            paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
            dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit
            3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
        4) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka 3) di atas tidak tercapai,
            maka wajib diadakan RUPO ketiga.
        5) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
            paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
            dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat berdasarkan keputusan suara
            terbanyak.
        6) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka 5) tidak tercapai, maka
            dapat diadakan RUPO yang keempat;
        7) RUPO keempat dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh pemegang dari Obligasi atau
            diwakili yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan
            mengikat dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan yang ditetapkan oleh OJK atas
            permohonan Wali Amanat; dan
        8) Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan RUPO keempat wajib
            memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 5 Pasal ini;
8. Biaya-biaya penyelenggaraan RUPO menjadi beban Perseroan dan wajib dibayarkan kepada Wali
    Amanat paling lambat 7 (tujuh) Hari Kerja setelah permintaan biaya tersebut diterima Perseroan
    dari Wali Amanat, yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
9. Penyelenggaraan RUPO wajib dibuatkan berita acara secara notarial oleh Notaris sebagai alat
    bukti yang sah dan mengikat Pemegang Obligasi, Wali Amanat dan Perseroan.
10. Perseroan, Wali Amanat, dan Pemegang Obligasi wajib memenuhi keputusan-keputusan yang
    diambil dalam RUPO.




                                                   11
Page 36
Hasil Pemeringkatan Obligasi

Untuk memenuhi Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 dan Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020,
Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Fitch Rating Indonesia (Fitch) dan
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat No. 171/DIR/RATLTR/IX/2024 tanggal 5 September 2024
dari Fitch, Obligasi ini telah mendapat peringkat:

                                                 AA+(idn)
                                              (Double A Plus)

Hasil pemeringkatan di atas berlaku untuk periode September 2024 sampai dengan September 2025.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat No. RC-090/PEF-DIR/II/2025 tanggal 14 Februari 2025
dari PEFINDO, Obligasi ini telah mendapat peringkat:

                                                  idAA+
                                              (Double A Plus)

Hasil pemeringkatan di atas berlaku untuk periode 13 Februari 2025 sampai dengan 1 Februari 2026.

Perseroan dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Fitch, sesuai dengan
Undang-undang Pasar Modal. Sesuai Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020, Perseroan akan
melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban
atas efek belum dibayar kembali.

Perseroan wajib menyampaikan peringkat tahunan atas Obligasi kepada OJK paling lambat
10 (sepuluh) Hari Kerja setelah berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai dengan Perseroan
telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan Obligasi yang diterbitkan, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020.


Keterangan Tentang Wali Amanat

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah ditunjuk sebagai Wali Amanat dalam penerbitan
Obligasi ini sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan yang dibuat
antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:

                                            Wali Amanat
                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
                                Divisi Investment Services Division
                             Trust, & Corporate Services Department
                            Trust & Corporate Services Business Team
                                         Gedung BRI II Lt.6
                                   Jl. Jend.Sudirman Kav.44-46
                                     Jakarta 10210 - Indonesia
                                   Tel. (021) 5758143 / 5752362
                                Faksimili: (021) 2510316 / 5752444

Hukum yang Berlaku

Seluruh perjanjian yang berhubungan dengan Obligasi ini berada dan tunduk di bawah hukum yang
berlaku di Negara Republik Indonesia.




                                                12
Page 37
II.      PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL
         PENAWARAN UMUM
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi,
akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan melalui pemberian fasilitas pembiayaan investasi,
pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan multiguna sebagaimana kegiatan usaha Perseroan.

Jika dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan ini belum mencukupi, maka Perseroan akan
menggunakan kas internal Perseroan untuk memenuhi rencana-rencana penggunaan dana di atas.

Perseroan wajib melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi kepada OJK
dan Wali Amanat sebagai wakil Pemegang Obligasi secara berkala setiap 6 (enam) bulan dengan
tanggal laporan 30 Juni dan 31 Desember sampai seluruh dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi digunakan, sesuai Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015.

Apabila Perseroan bermaksud untuk melakukan perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum
Obligasi ini sebagaimana dimaksud di atas, maka Perseroan wajib melaporkan terlebih dahulu rencana
dan alasan perubahan penggunaan dana dimaksud kepada OJK paling lambat 14 (empat belas) hari
sebelum RUPO dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya dan perubahan penggunaan
dana tersebut dan wajib memperoleh persetujuan RUPO sesuai dengan Peraturan OJK No.
30/POJK.04/2015. Hasil RUPO yang telah disetujui tersebut harus disampaikan kepada OJK paling
lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah penyelenggaraan RUPO sesuai dengan Peraturan OJK No.
30/POJK.04/2015.

Apabila terdapat dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan yang belum direalisasikan, maka
Perseroan wajib menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid serta
dapat memberikan keuntungan finansial yang wajar bagi Perseroan sesuai Peraturan OJK No.
20/POJK.04/2020.

Perseroan wajib mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum dalam
setiap RUPS tahunan sampai dengan seluruh dana hasil Penawaran Umum telah direalisasikan.

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2017, total biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan
adalah kurang lebih setara dengan sekitar 0,6886% (nol koma enam delapan delapan enam persen)
dari nilai emisi Obligasi yang meliputi:

•     Biaya jasa untuk Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi sekitar 0,1998% yang terdiri dari biaya jasa
      penjaminan (underwriting fee) sekitar 0,0555%; biaya jasa penyelenggaraan (management fee)
      sebesar 0,0888%; dan biaya jasa penjualan (selling fee) sekitar 0,0555%.
•     Biaya jasa untuk profesi penunjang pasar modal sekitar 0,1893% yang terdiri dari biaya jasa
      akuntan sekitar 0,1162%; biaya jasa konsultan hukum sebesar 0,0516% dan biaya jasa notaris
      sekitar 0,0215%.
•     Biaya jasa untuk lembaga penunjang pasar modal sekitar 0,0942% yang terdiri dari biaya jasa wali
      amanat sebesar 0,0387% dan biaya jasa perusahaan pemeringkat efek sekitar 0,0555%.
•     Biaya Lain-lain sekitar 0,2053% termasuk biaya Pernyataan Pendaftaran OJK, biaya pencatatan di
      BEI, biaya pencatatan di KSEI, serta biaya percetakan, iklan, audit penjatahan dan lain-lain.




                                                  13
Page 38
III.   PERNYATAAN UTANG
Tabel di bawah ini memperlihatkan jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024, yang
diambil dari laporan posisi keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit.

Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen Perseroan sesuai
dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota
jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa
modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan kembali tertanggal 13 Juni 2025 yang ditandatangani
oleh Ketty (Registrasi Akuntan Publik No. AP 1849).

Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan memiliki total liabilitas sebesar Rp5.959.012 juta dengan
rincian sebagai berikut:
                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
  Keterangan                                                                     31 Desember 2024
  Pinjaman yang diterima – bersih
   - Pihak ketiga                                                                         1.699.742
   - Pihak berelasi                                                                       1.492.377
  Biaya akrual
   - Pihak ketiga                                                                            29.037
   - Pihak berelasi                                                                           6.886
  Liabilitas pajak
   - Pajak penghasilan badan                                                                  8.635
   - Pajak lainnya                                                                            8.701
  Utang obligasi – bersih                                                                 2.494.648
  Liabilitas sewa
  - Pihak ketiga                                                                              2.037
   - Pihak berelasi                                                                             191
  Liabilitas imbalan kerja                                                                   29.484
  Utang lain-lain
  - Pihak ketiga                                                                            132.493
   - Pihak berelasi                                                                          54.781
  Jumlah Liabilitas                                                                       5.959.012

Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) yang dapat merugikan hak-hak
pemegang obligasi.

1. Pinjaman yang diterima - bersih

Pada tanggal 31 Desember 2024, saldo pinjaman yang diterima Perseroan berjumlah Rp3,192,119 juta
yang terdiri dari pinjaman yang diterima - bersih pihak ketiga sebesar Rp1.699.742 juta dan pinjaman
yang diterima - bersih dari pihak berelasi sebesar Rp1.492.377 juta. Pinjaman yang diterima - bersih
kepada pihak ketiga sebagian besar merupakan pinjaman baru dalam mata uang Dollar AS sebesar
Rp613.062 juta, pinjaman baru dalam mata uang Rupiah sebesar Rp559.242 juta dan pinjaman yang
diterima pihak berelasi sebagian besar merupakan outstanding balance sebesar Rp1.492.377 juta.
Rincian saldo pinjaman yang diterima - bersih pada tanggal 31 Desember 2024 terdiri dari:

  (dalam jutaan Rupiah)
  Keterangan                                                                                Jumlah
  Bank
  Pihak ketiga:
  Dolar AS
  PT Bank ANZ Indonesia                                                                     415.115
  PT Bank Danamon Indonesia                                                                 197.947
  PT Bank Mizuho Indonesia                                                                   23.570
  Rupiah
  Standard Chartered Bank Indonesia                                                         479.167
  PT Bank Mandiri Tbk                                                                       274.242
  PT Bank SMBC Indonesia Tbk                                                                185.000




                                                14
Page 39
  (dalam jutaan Rupiah)
  Keterangan                                                                               Jumlah
  PT Bank Permata Tbk                                                                      100.000
  PT Bank ANZ Indonesia                                                                     27.500
  Dikurangi:
  Biaya provisi dan administrasi                                                            (2.799)
  Total Pinjaman Bank                                                                    1.699.742
  Bukan Bank
  Pihak berelasi:
  Rupiah
  PT United Tractors Tbk                                                                 1.492.377
  Total Pinjaman                                                                         3.192.119

Sepanjang tahun 2024, Perseroan melakukan penarikan pinjaman baru dalam mata uang Rupiah dan
Dolar AS dengan tingkat bunga sebesar 5,90% – 7,05% untuk pinjaman dalam mata uang Rupiah dan
4,81% – 5,76% untuk pinjaman dalam mata uang Dolar AS.

Perseroan telah melakukan kontrak cross currency swap dan foreign currency forward untuk
mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar atas pinjaman dalam mata uang Dolar AS
dari semua pinjaman di atas.

Semua pinjaman yang diterima Perseroan digunakan untuk modal kerja.

Pada tanggal 31 Desember 2024, tidak ada aset yang dijaminkan atas seluruh pinjaman yang diterima
oleh Perseroan.

Fasilitas pinjaman dari beberapa bank mensyaratkan Perseroan untuk memberikan pemberitahuan
tertulis dalam hal perubahan modal dan pemegang saham, perubahan susunan Direksi dan Komisaris
serta perubahan bisnis utama. Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Perseroan diwajibkan untuk
menjaga gearing ratio maksimal 10:1 dan kewajiban penyampaian laporan lainnya.

Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan
dalam semua perjanjian pinjaman yang diterima.

Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai tercatat pinjaman yang diterima - bersih adalah Rp3.204.048
juta yang mencakup nilai nominal pinjaman, biaya provisi yang belum diamortisasi, dan utang bunga.

Mizuho Bank Ltd., Cabang Singapura

Pada tanggal 25 September 2019, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka sebesar Dolar
AS 50.000.000 juta (nilai penuh). Pada tanggal 25 September 2020, Perseroan melakukan addendum
perjanjian yang memperpanjang periode ketersediaan fasilitas hingga 25 Juni 2021.

Perseroan telah menarik fasilitas ini pada tanggal 2 Oktober 2020, 26 Maret 2021, dan 24 Juni 2021
sebesar Dolar AS 20.000.000 (nilai penuh), Dolar AS 20.000.000 juta (nilai penuh), dan Dolar AS
10.000.000 (nilai penuh). Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal
penarikan.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman sebesar Dolar
AS 3.333.334 (nilai penuh) setara dengan Rp53.873 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah
dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan tidak memiliki saldo pinjaman atas fasilitas tersebut.

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 1,00% - 6,35%.

Dalam perjanjian pinjaman dengan Mizuho Bank Ltd., Cabang Singapura, diatur pembatasan yang
harus dipenuhi, yaitu wajib menjaga agar rasio dari total utang konsolidasian atas kekayaan bersih
berwujud konsolidasian untuk masing-masing tahun buku dan tengah tahun buku tidak melebihi 10:1.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.




                                                15
Page 40
PT Bank Mizuho Indonesia

Pada tanggal 24 Desember 2021, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka sebesar Dolar
AS 25.000.000 (nilai penuh) setara dengan Rp404.050 juta. Perseroan telah menarik fasilitas ini pada
tanggal 31 Desember 2021, 10 Maret 2022, dan 25 Mei 2022 sebesar Dolar AS 2.500.000 (nilai penuh)
setara dengan Rp40.405 juta, Dolar AS 2.500.000 (nilai penuh) setara dengan Rp40.405 juta, dan Dolar
AS 7.500.000 (nilai penuh) setara dengan Rp121.215 juta. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3
(tiga) tahun setelah tanggal penarikan.

Pada tanggal 29 Februari 2024, Perseroan memperoleh fasilitas pajaman berjangka sebesar Dolar AS
45.000.000 (nilai penuh) setara dengan Rp727,290 juta untuk jangka waktu ketersediaan 1 (satu)
tahun. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman sebesar Dolar
AS 4.166.667 (nilai penuh) setara dengan Rp67.342 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah
dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan memiliki jumlah saldo pinjaman sebesar Dolar AS
1.458.333 (nilai penuh).

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 6,07% - 6,51%.

Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank Mizuho Indonesia, diatur pembatasan yang harus
dipenuhi, yaitu menjaga agar rasio dari total utang konsolidasian atas kekayaan bersih berwujud
konsolidasian untuk masing-masing tahun buku dan tengah tahun buku tidak melebihi 10:1.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.

Standard Chartered Bank, Indonesia

Pada tanggal 4 September 2021, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman bilateral Rp350.000 juta.
Perseroan telah menarik fasilitas ini sebesar Rp200.000 juta pada 15 September 2021, Rp100.000 juta
pada tanggal 15 Desember 2021, dan Rp50.000 juta pada tanggal 27 Januari 2022. Fasilitas pinjaman
ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan.

Pada tanggal 30 Agustus 2022, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar
Rp1.400.000. Perseroan telah menarik fasilitas ini sebesar Rp 300.000 pada tanggal 14 September
2022, Rp 100.000 pada tanggal 12 Oktober 2022, Rp 100.000 pada tanggal 30 November 2022, Rp
500.000 pada tanggal 28 Desember 2022, Rp 200.000 pada tanggal 31 Januari 2023, dan Rp 200.000
pada tanggal 17 Februari 2023. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal
penarikan

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman sebesar
Rp566.667 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan memiliki jumlah saldo pinjaman sebesar Rp479.167 juta.

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 5,65% - 6,15%.

Dalam perjanjian pinjaman dengan Standard Chartered Bank, Indonesia, diatur pembatasan yang
harus dipenuhi, yaitu wajib menjaga agar rasio dari total utang konsolidasian atas kekayaan bersih
berwujud konsolidasian untuk masing-masing tahun buku dan tengah tahun buku tidak melebihi 10:1.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.

PT Bank Permata Tbk

Pada tanggal 31 Maret 2021, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman money market line sebesar
Rp100.000 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 30 September 2021. Pada tanggal 30 September
2021, fasilitas pinjaman money market line telah diperpanjang oleh pihak Bank hingga 31 Maret 2022.




                                                 16
Page 41
Perseroan telah melakukan beberapa kali addendum perjanjian untuk memperpanjang periode
ketersediaan fasilitas money market line sebesar Rp80.000 juta hingga 31 Maret 2023.

Pada tanggal 31 Maret 2023, Perseroan telah melakukan perpanjangan periode ketersediaan fasilitas
pinjaman money market line sebesar Rp80.000 juta hingga 30 September 2023. Pada tanggal 30
September 2023, Perseroan telah melakukan perpanjangan periode ketersediaan fasilitas money
market line sebesar Rp80.000 juta hingga 31 Desember 2023.

Pada tanggal 31 Desember 2023 Perseroan telah melakukan perpanjangan periode ketersediaan
fasilitas money market line hingga 31 Maret 2024. Pada tanggal 31 Maret 2024, Perseroan memperoleh
fasilitas tambahan menjadi Rp100.000 juta hingga 30 September 2024 dan telah diperpanjang otomatis
hingga 30 Desember 2024. Pada tanggal 20 Desember 2024 fasilitas telah diperpanjang kembali
hingga 30 Maret 2025.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman sebesar
Rp100.000 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp100.000
juta (31 Desember 2023: Rp nihil).

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 6,40% - 6,75%.

Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank Permata Tbk, diatur pembatasan yang harus dipenuhi,
yaitu menjaga kondisi keuangan berupa gearing ratio sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku, maksimal 10 kali.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk

Pada tanggal 10 Februari 2010, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman revolving working capital
sebesar Rp100.000 juta, fasilitas revolving term sebesar Rp200.000 juta, dan revolving working capital
II sebesar Dolar AS 10.000.000 (nilai penuh).

Pada tanggal 30 September 2020, Perseroan melakukan addendum perjanjian untuk menutup fasilitas
revolving term loan dan revolving working capital II serta memperpanjang periode ketersediaan fasilitas
revolving working capital sebesar Rp100.000 juta hingga 30 Agustus 2021.

Pada tanggal 30 Agustus 2021, periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga 31 Oktober 2021
dan kemudian diperpanjang lagi hingga 31 Agustus 2022.

Pada tanggal 20 Desember 2021 Perseroan memperoleh tambahan fasilitas revolving working capital
sebesar Rp100.000 juta sehingga total fasilitas pinjaman Perseroan menjadi Rp200.000 juta.

Pada tanggal 31 Agustus 2022, periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga 31 Oktober 2022.
Pada tanggal 31 Oktober 2022 periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga 30 November 2022.
Dan pada tanggal 30 November 2022 periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga 31 Agustus
2023. Pada tanggal 31 Agustus 2023 periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga 30 September
2023, dan pada tanggal 30 September 2023 periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga
31 Okttber 2023 dan diperpanjang kembali hingga 30 November 2023. Pada tanggal 30 November
2023, periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga 30 Agustus 2024.

Pada tanggal 30 Agustus 2024, fasilitas diperpanjang hingga 30 September 2024 dan kemudian
diperpanjang kembali hingga 30 Agustus 2025.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman sebesar
Rp3.865.000 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh
tempo.




                                                  17
Page 42
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Dolar AS
12.247.671 (nilai penuh) setara dengan Rp197.947 juta.

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 6,10% - 6,40% untuk pinjaman
dalam Rupiah dan 4,81% - 4,88% untuk pinjaman dalam Dolar AS.

Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk, diatur pembatasan yang harus
dipenuhi, yaitu wajib menjaga rasio keuangan berupa gearing ratio sesuai dengan ketentuan hukum
yang berlaku dengan batas maksimum 10 kali.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.

PT Bank ANZ Indonesia

Pada tanggal 20 Desember 2018, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman short term revolving
sebesar Dolar AS 15.000.000 (nilai penuh) setara dengan Rp242.430 juta.

Pada tanggal 18 Desember 2020, periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga 20 Desember
2021. Pada tanggal 17 Desember 2021, Perseroan melakukan adendum perjanjian yang
memperpanjang periode ketersediaan fasilitas hingga 20 Desember 2022. Pada tanggal 5 Agustus
2022, Perseroan melakukan adendum perjanjian yang memperpanjang periode ketersediaan fasilitas
hingga 30 Juni 2023. Pada 30 Juni 2023, fasiltas ini telah diperpanjang dan akan jatuh tempo pada
tanggal 28 Juni 2024.

Pada tanggal 28 Juni 2024, Perseroan melakukan addendum perjanjian yang memperpanjang periode
ketersediaaan fasilitas hingga 30 Juni 2025.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman short term
revolving sebesar Rp280.000 juta dan Dolar AS 31.259.722 (nilai penuh) setara dengan Rp50.220 juta.
Pembayaran bunga dan pokok pinjaman untuk fasilitas short term revolving telah dibayarkan sesuai
tanggal jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo atas fasilitas pinjaman short term revolving adalah
sebesar Dolar AS 14.434.606 (nilai penuh) setara dengan Rp233.292 juta.

Pada tanggal 30 September 2021, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar
Rp250.000 juta. Perseroan telah menarik fasilitas ini sebesar Rp50.000 juta pada 31 Januari 2022,
Rp50.000 juta pada 25 Februari 2022, Rp70.000 juta pada 29 Maret 2022, dan Rp80.000 juta pada 27
April 2022. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 3 (tiga) tahun setelah penarikan.

Pada tanggal 31 Agustus 2023, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar Dolar AS
15.000.000 (nilai penuh) setara dengan Rp242.430 juta. Pada tanggal 27 Maret 2024, Perseroan telah
melakukan penarikan seluruh fasilitas Dolar AS 15.000.000 (nilai penuh) setara dengan Rp242.430
juta. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Perseroan telah
melakukan penarikan atas seluruh fasilitas sebesar Dolar AS 15.000.000 setara dengan Rp242.430
juta pada 27 Maret 024. Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasiltas
pinjaman bilateral sebesar Rp83.333 juta dan Dolar AS 3.750.000 (nilai penuh) setara dengan
Rp60.608 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman bilateral
sebesar Rp 83.333 dan Dolar AS 3.750.000 (nilai penuh) setara dengan Rp 60.608. Pembayaran bunga
dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan memiliki saldo pinjaman atas fasilitas pinjaman bilateral
sebesar Rp27.500 juta dan Dolar AS 11.250.000 (nilai penuh) setara dengan Rp181.823 juta.

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 6,15% - 6,50% untuk pinjaman
dalam Rupiah dan 4,85% - 6,09% untuk pinjaman dalam Dolar AS




                                                  18
Page 43
Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank ANZ Indonesia, diatur pembatasan yang harus dipenuhi,
yaitu Perseroan wajib memastikan bahwa rasio keuangan berupa gearing ratio setiap semester tidak
melebihi batas 10.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.

PT United Tractors Tbk

Pada tanggal 18 Mei 2016, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT United Tractors Tbk
dengan jumlah maksimum penarikan sebesar Rp1.000.000 juta dengan cicilan pembayaran pokok
pinjaman tiga bulan setelah setiap tanggal penarikan. Fasilitas ini telah diperbaharui kembali pada
tanggal 25 Mei 2018, dengan menambah jumlah maksimum penarikan menjadi Rp1.750.000 juta.

Pada tanggal 14 September 2019, fasilitas ini telah diperbaharui kembali dengan menambah jumlah
maksimum penarikan menjadi Rp1.800.000 juta. Pada tanggal 31 Agustus 2022, fasilitas ini telah
diperpanjang dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2023. Pada tanggal 30 September 2023,
fasilitas ini telah diperpanjang dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 September 2024. Pada tanggal
28 September 2024, fasilitas ini kembali diperpanjang hingga 30 Juni 2025.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman sebesar
Rp795.407 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp1.492.377
juta.

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 5,00% - 6,75%

Dalam perjanjian pinjaman dengan PT United Tractors Tbk, diatur pembatasan yang harus dipenuhi,
yaitu jika gearing ratio melebihi 10 kali dari total modal, Perseroan harus dalam waktu satu bulan dari
tanggal pelanggaran melakukan pembayaran lebih awal untuk mengurangi total pinjaman sehingga
gearing ratio tidak melebihi 10 kali dari total modal.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.

Bank Central Asia

Pada tanggal 24 Februari 2022, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar Rp300.000
juta dan fasilitas pinjaman short term revolving sebesar Rp200.000 juta. Fasilitas pinjaman ini akan
jatuh tempo sampai 5 (lima) tahun setelah tanggal penarikan.

Pada 24 Februari 2024, fasilitas pinjaman bilateral diperpanjang hingga 24 Februari 2025.

Pada 26 Juni 2024, fasilitas pinjaman short term revolving diperpanjang hingga 24 Mei 2025.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman sebesar
Rp360.000 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan tidak memiliki saldo pinjaman pada fasilitas short term
revolving.

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 6,50% - 6,85%.

Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank Central Asia Tbk, terdapat pembatasan yang harus
dipatuhi, yaitu memelihara dan mempertahankan rasio keuangan berupa gearing ratio sesuai dengan
ketentuan hukum yang berlaku, dengan batas maksimum 10 kali.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.




                                                  19
Page 44
PT Bank SMBC Indonesia Tbk

Pada tanggal 27 April 2022, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman short term revolving sebesar
Rp250.000 juta hingga 31 Maret 2023. Pada 31 Maret 2023, Perseroan melakukan adendum perjanjian
yang memperpanjang periode ketersediaan fasilitas hingga 29 Maret 2024. Pada 28 Maret 2024,
Perseroan kembali memperpanjang fasilitas hingga 30 Maret 2025. Pada 22 November 2024,
Perseroan telah melakukan addendum dengan menambah fasilitas menjadi Rp500.000 juta dan
diperpanjang hingga 28 November 2025.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran fasilitas pinjaman sebesar
Rp3.430.000 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh
tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp185.000
juta.

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 6,05% - 6,57%.

Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank SMBC Indonesia Tbk, terdapat pembatasan yang harus
dipatuhi, yaitu memelihara dan mempertahankan rasio keuangan berupa gearing ratio sesuai dengan
ketentuan hukum yang berlaku, dengan batas maksimum 10 kali.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.

Bank Mandiri

Pada tanggal 29 Desember 2022, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja sebesar
Rp300.000 juta. Pada tanggal 29 Desember 2023, Perseroan melakukan adendum perjanjian yang
memperpanjang periode ketersediaan fasilitas hingga 28 Juni 2024. Perseroan telah melakukan
penarikan sebesar Rp100.000 juta pada tanggal 30 April 2024.

Fasilitas pinjaman modal kerja ini akan jatuh tempo sampai 4 (empat) tahun setelah tanggal penarikan.
Pada tanggal 13 Juni 2024, fasilitas tersebut diperpanjang hingga 28 September 2024, dan
diperpanjang kembali hingga 30 Desember 2024. Pada tanggal 30 September 2024, Perseroan
melakukan penarikan fasilitas sebesar Rp100.000 juta. Pada tanggal 27 Desember 2024, Perseroan
melakukan penarikan fasilitas yang tersedia seluruhnya sebesar Rp100.000 juta.

Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman sebesar
Rp25.758 juta. Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar
Rp274.242 juta.

Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang tahun 2024 adalah 6,90% - 7,05%.

Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank Mandiri Tbk, diatur pembatasan yang harus dipenuhi
Perusahaan, antara lain:
    - menjaga kondisi keuangan, yaitu gearing ratio maksimal sebesar 10 kali;
    - menyampaikan laporan keuangan triwulanan dan laporan keuangan diaudit; dan
    - memberitahukan secara tertulis kepada bank maksimal 10 hari kerja apabila PT Astra International
      Tbk tidak lagi memiliki lebih dari 50% dari seluruh modal saham yang dikeluarkan.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.

2. Biaya Akrual

Pada tanggal 31 Desember 2024, saldo biaya akrual Perseroan berjumlah Rp35.923 juta yang terdiri
dari akrual kepada pihak ketiga sebesar Rp29.037 juta dan pihak berelasi sebesar Rp6.886 juta. Biaya
akrual pada pihak ketiga sebagian besar merupakan biaya akrual bunga sebesar Rp12.547 juta dan




                                                 20
Page 45
biaya akrual pada pihak berelasi sebagian besar merupakan biaya akrual bunga sebesar Rp6.886 juta.
Rincian saldo biaya akrual pada tanggal 31 Desember 2024 terdiri dari:

                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
  Keterangan                                                                                 Jumlah
  Biaya akrual
  Pihak ketiga:
  Bunga                                                                                       12.547
  Tenaga ahli                                                                                  3.159
  Biaya pinjaman yang belum diamortisasi                                                       1.935
  Lain-lain                                                                                   11.396
  Total Pihak ketiga                                                                          29.037
  Pihak berelasi:
  Bunga                                                                                        6.886
  Total                                                                                       35.923

3. Liabilitas Pajak

Saldo liabilitas pajak pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp17.336 juta yang terdiri dari:

                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
  Keterangan                                                                                 Jumlah
  Liabilitas pajak
  Pajak penghasilan badan:
   - Pasal 29                                                                                 8.635
  Pajak lainnya:
   - Pasal 21, 23 dan 26                                                                      8.591
   - Pasal 4 (2)                                                                                 48
   - PPN                                                                                         62
  Total                                                                                      17.336

Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024 adalah suatu
perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan pelaporan keuangan yang merupakan dasar dalam
pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh Badan Perseroan, namun dapat berubah pada
saat Perseroan menyampaikan SPT pajaknya.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, untuk
pajak tahun 2024, Perseroan telah menggunakan tarif pajak sebesar 22%.

Pada 14 Oktober 2024, Perseroan menerima Surat Perintah Pemeriksaan atas tahun pajak 2020. Sampai
dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan Perseroan, proses pemeriksaan pajak masih berjalan.

4. Utang Obligasi - bersih

Saldo utang obligasi - bersih yang diterima pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp2.494.648 juta. Rincian saldo utang obligasi - bersih yang diterima pada tanggal 31 Desember 2024
terdiri dari:

                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
  Keterangan                                                                                  Jumlah
  Utang Obligasi

  Nilai nominal
  Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap I Tahun 2022 Seri B                                   600.000
  Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap II Tahun 2023 Seri B                                  900.000
  Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap II Tahun 2023 Seri C                                  250.000
  Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap III Tahun 2024 Seri A                                 200.000
  Obligasi Berkelanjutan SANF IV Tahap III Tahun 2024 Seri B                                 550.000
  Dikurangi:
  Biaya emisi obligasi yang belum diamortisasi                                                (5.352)
  Total (Bersih)                                                                           2.494.648




                                                    21
Page 46
Informasi lain mengenai rincian obligasi yang dimiliki Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut :



     Nama Surat            Tanggal                                    Jumlah       Jangka         Jatuh        Tingkat
                                            Persetujuan
      berharga              Efektif                                   Pokok        Waktu         tempo         Bunga

 Obligasi Berkelanjutan     6 Juni    Dinyatakan efektif oleh         Seri B :      Seri B :     Seri B :      Seri B :
 IV SANF Tahap I Tahun      2022      Otoritas Jasa Keuangan,         600.000      36 bulan    10 Juni 2025    7,05%
 2022                                 berdasarkan Surat
                                      Keputusan No. S-
                                      90/D.04/2022

 Obligasi Berkelanjutan    16 Maret   Dinyatakan efektif oleh
 SANF IV Tahap II            2023     Otoritas Jasa Keuangan,         Seri B :      Seri B :      Seri B :     Seri B :
 Tahun 2023                           berdasarkan Surat               900.000      36 bulan    16 Maret 2026   7,00%
                                      Keputusan No. S-
                                      90/D.04/2022                    Seri C :     Seri C :       Seri C :     Seri C :
                                                                      250.000      60 bulan    16 Maret 2028   7,25%

 Obligasi Berkelanjutan     20 Juni   Dinyatakan efektif oleh         Seri A :      Seri A :     Seri A :      Seri A :
 SANF IV Tahap III Tahun     2024     Otoritas Jasa Keuangan,         200.000       370 hari   30 Juni 2025    6,70%
 2024                                 berdasarkan Surat
                                      Keputusan No. S-
                                      90/D.04/2022                    Seri B :      Seri B :     Seri B :      Seri B :
                                                                      550.000      36 bulan    20 Juni 2027    7,00%




                                 Nilai      Tingkat         Jatuh
 Surat berharga                                                                  Cicilan              Wali Amanat
                                Nominal     Bunga          tempo
 Obligasi Berkelanjutan           600.000     7,05%         10 Juni    Pembayaran pokok             PT Bank Rakyat
 IV SANF Tahap I Tahun                                        2025     obligasi secara penuh        Indonesia
 2022 Seri A                                                           telah dilakukan pada         (Persero) Tbk
                                                                       tanggal jatuh tempo.
                                                                       Pembayaran bunga
                                                                       dibayarkan setiap
                                                                       triwulan
 Obligasi Berkelanjutan           900.000     7,00%       16 Maret     Pembayaran pokok             PT Bank Rakyat
 SANF IV Tahap II Tahun                                      2026      obligasi secara penuh        Indonesia
 2023 Seri B                                                           telah dilakukan pada         (Persero) Tbk
                                                                       tanggal jatuh tempo.
                                                                       Pembayaran bunga
                                                                       dibayarkan setiap
                                                                       triwulan
 Obligasi Berkelanjutan           250.000     7,25%       16 Maret     Pembayaran pokok             PT Bank Rakyat
 SANF IV Tahap II Tahun                                      2028      obligasi secara penuh        Indonesia
 2023 Seri C                                                           telah dilakukan pada         (Persero) Tbk
                                                                       tanggal jatuh tempo.
                                                                       Pembayaran bunga
                                                                       dibayarkan setiap
                                                                       triwulan
 Obligasi Berkelanjutan           200.000     6,70%         30 Juni    Pembayaran pokok             PT Bank Rakyat
 SANF IV Tahap III                                            2025     obligasi secara penuh        Indonesia
 Tahun 2024 Seri A                                                     telah dilakukan pada         (Persero) Tbk
                                                                       tanggal jatuh tempo.
                                                                       Pembayaran bunga
                                                                       dibayarkan setiap
                                                                       triwulan
 Obligasi Berkelanjutan           550.000     7,00%         20 Juni    Pembayaran pokok             PT Bank Rakyat
 SANF IV Tahap III                                            2027     obligasi secara penuh        Indonesia
 Tahun 2024 Seri B                                                     telah dilakukan pada         (Persero) Tbk
                                                                       tanggal jatuh tempo.
                                                                       Pembayaran bunga
                                                                       dibayarkan setiap
                                                                       triwulan




                                                           22
Page 47
 Surat berharga                              Peringkat          Tanggal                Sumber
 Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap I        AA+(idn)        5 September    PT Fitch Ratings Indonesia
 Tahun 2022                                 (Double A plus)       2024        dengan surat
                                                                              No.171/DIR/RATLTR/IX
                                                                              2024
 Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap III       AA(idn)        7 Mei 2024     PT Fitch Ratings Indonesia
 Tahun 2024                                   (Double A)                      dengan surat
                                                                              No.77/DIR/RATLTR/V/2024

 Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap II         idAA          1 Maret 2024   PT Pemeringkat Efek
 Tahun 2023                                   (Double A)                      Indonesia dengan surat No.
                                                                              RC-144/PEFDIR/III/2024

 Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap I          idAA          1 Maret 2024   PT Pemeringkat Efek
 Tahun 2022                                   (Double A)                      Indonesia dengan surat No.
                                                                              RC-144/PEFDIR/III/2024

Dalam perjanjian perwaliamanatan obligasi diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh
Perseroan, antara lain rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan jika
Perseroan melanggar pembatasan tersebut, Perseroan tidak diperkenankan membagi dividen atau
distribusi pembayaran lain kepada pemegang saham Perseroan. Selain itu, apabila Perseroan lalai
dalam membayar jumlah terhutang obligasi, Perseroan tidak diperkenankan menjual, menyewakan,
mentransfer atau mengalihkan lebih dari 40% total aset Perseroan yang bukan piutang pembiayaan
kecuali pengalihan yang disetujui oleh wali amanat atau pengalihan dalam rangka kegiatan usaha
sehari-hari. Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut.

Obligasi Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat Suku Bunga Tetap Tahap I Tahun 2022 , Obligasi
Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2023 dan Obligasi Berkelanjutan IV
SANF dengan Tingkat Suku Bunga Tetap Tahap III Tahun 2024 tidak dijamin dengan jaminan khusus
maupun pihak lain.

Pada tanggal 31 Desember 2024 Perseroan telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan dalam
perjanjian yang diterima.

Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai tercatat utang obligasi adalah Rp2.501.879 juta yang mencakup
nilai nominal utang obligasi, biaya emisi obligasi yang belum diamortisasi, dan utang bunga.

5. Liabilitas Sewa

Saldo liabilitas sewa pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp2.228 juta. Rincian saldo
liabilitas sewa pada tanggal 31 Desember 2024 terdiri dari:
                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
  Keterangan                                                                                   Jumlah
  Liabilitas Sewa
  Pihak ketiga                                                                                     2.037
  Pihak berelasi                                                                                     191
  Total                                                                                            2.228

6. Liabilitas Imbalan Kerja

Saldo liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp29.484 juta. Rincian
saldo liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2024 terdiri dari:
                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
  Keterangan                                                                                   Jumlah
  Liabilitas Imbalan Kerja
  Imbalan kerja jangka pendek                                                                      4.856
  Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya                                                         16.495
  Imbalan jangka panjang lainnya                                                                   8.133
  Total                                                                                           29.484

Imbalan kerja untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dihitung oleh aktuaris
independen KKA Halim & Rekan (dahulu PT Milliman Indonesia) dengan menggunakan metode
projected unit credit. Laporan aktuaria per 31 Desember 2024 diterbitkan pada tanggal 15 Januari 2025.




                                                   23
Page 48
Perseroan menghitung liabilitas imbalan pasca kerja sesuai dengan Undang-undang No. 11/2020 dan
Peraturan Pemerintah No. 35/2021 berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang
penggantian hak, Perseroan wajib memberikan imbalan pasca-kerja kepada karyawannya pada saat
meninggal, sakit berkepanjangan/cacat atau pada saat karyawan menyelesaikan masa kerjanya.
Imbalan pascakerja ini diberikan terutama berdasarkan masa kerja dan kompensasi karyawan pada
saat pemutusan hubungan kerja atau selesainya masa kerja.

7. Utang lain - lain

 Utang lain - lain pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp187.274 juta yang terdiri dari
 utang lain - lain pihak ketiga sebesar Rp132.493 juta dan Pihak berelasi sebesar Rp54.781 juta.
 Rincian utang lain - lain pada tanggal 31 Desember 2024 terdiri dari:
                                                                                       (dalam jutaan Rupiah)
  Keterangan                                                                                         Jumlah
  Utang Lain - Lain
  Pihak ketiga
  - Uang muka pelanggan                                                                             129.581
  - Utang pemasok                                                                                       592
  - Utang asuransi                                                                                    1.242
  - Utang fidusia                                                                                       880
  - Lain - lain                                                                                         198
  Total Pihak Ketiga                                                                                132.493
  Pihak berelasi
  - Utang asuransi                                                                                   35.761
  - Utang pemasok                                                                                    15.847
  - Uang muka pelanggan                                                                               3.173
  Total Pihak Berelasi                                                                               54.781
  Total                                                                                             187.274

8. Komitmen dan kontinjensi

Perseroan telah melakukan transaksi dengan beberapa pihak berikut :

PT Bank Permata Tbk (“Permata”)

Pada tanggal 25 Maret 2009, Perseroan mengadakan perjanjian Pelaksanaan Jasa Layanan Pengambilan
Post-Dated Cheque (PDC) dengan Permata dan telah dilakukan perubahan perjanjian terakhir pada tanggal
4 April 2018. Perjanjian ini akan berakhir apabila terdapat penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.

Pada tanggal 28 Juni 2010, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama layanan produk perbankan berupa
Virtual Account dengan Permata. Perjanjian ini akan berakhir apabila terdapat penghentian dari salah satu
pihak secara tertulis.

Pada tanggal 1 Mei 2013, Perseroan mengadakan Perjanjian Kerjasama Penggunaan Layanan Bank untuk
melakukan Transaksi Pembayaran Masal dengan Permata. Perjanjian ini akan berakhir apabila terdapat
penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.

PT United Tractors Tbk (“UT”)

Pada tanggal 11 April 2014, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT untuk memberikan
fasilitas pembiayaan alat berat yang menarik dan kompetitif kepada pelanggan dalam bentuk Fasilitas New
Generation dan telah dilakukan perubahan perjanjian terakhir pada tanggal 26 Juli 2016. Perjanjian ini akan
berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.

Pada tanggal 12 Mei 2016, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT untuk memberikan
fasilitas pembiayaan alat berat yang menarik dan kompetitif kepada pelanggan dalam bentuk Fasilitas G 16.
Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.

Pada tanggal 11 September 2019, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT untuk
memberikan fasilitas pembiayaan suku cadang dan/atau layanan perbaikan dan pemeliharaan (purna jual)
bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan Product Support. Perjanjian ini akan berakhir sampai
jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.




                                                     24
Page 49
Pada tanggal 24 Februari 2020, Perseroan mengadakan kesepakatan bersama dengan UT untuk
memberikan fasilitas pembiayaan atas alat berat Komatsu Hydraulic Excavator PC210 bagi pelanggan dalam
bentuk Fasilitas Paket UT-PC210. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu
pihak secara tertulis.

Pada tanggal 17 November 2021, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT untuk
memberikan fasilitas pembiayaan atas alat berat bagi pelanggan yang bergerak di bidang usaha
pertambangan bauksit dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan Paket Bauksit. Perjanjian ini akan berakhir
sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.

Pada tanggal 17 Oktober 2023, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT untuk memberikan
fasilitas pembiayaan sehubungan dengan kebutuhan pelaksanaan General Overhaul atas alat berat bagi
pelanggan dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan General Overhaul. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika
ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.

PT Serasi Autoraya

Pada tanggal 26 Januari 2010, Perseroan mengadakan kerjasama pengadaan sejumlah mobil untuk
kebutuhan operasional maupun karyawan Perseroan dengan PT Serasi Autoraya. Perjanjian ini akan
berakhir sesuai tanggal periode sewa yang tercantum dalam lampiran perjanjian.

PT Pamapersada Nusantara

Pada tanggal 16 April 2019, Perseroan dan PT Pamapersada Nusantara telah menandatangani kesepakatan
bersama untuk memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas
Pembiayaan Factoring PAMA. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak
secara tertulis.

PT Astra International Tbk – UD Trucks Sales Operation

Pada tanggal 28 November 2019, Perseroan dan PT Astra International Tbk – UD Trucks Sales Operation
telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk memberikan fasilitas pembiayaan bagi pelanggan dalam
bentuk Fasilitas Pembiayaan Kendaraan Bermotor. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian
dari salah satu pihak secara tertulis.

PT Astra Graphia Tbk

Pada tanggal 11 Juni 2019, Perseroan dan PT Astra Graphia Tbk telah menandatangani perjanjian kerja
sama untuk memberikan fasilitas pembiayaan bagi pelanggan. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada
penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.

PT Astra International Tbk – Isuzu Sales Operation

Pada tanggal 9 April 2020, Perseroan dan PT Astra International Tbk – Isuzu Sales Operation telah
menandatangani perjanjian kerja sama untuk memberikan fasilitas pembiayaan bagi pelanggan dalam
bentuk Fasilitas Pembiayaan Kendaraan Bermotor. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian
dari salah satu pihak secara tertulis.

PT Astra WeLab Digital Arta

Pada tanggal 31 Agustus 2020, Perseroan dan PT Astra WeLab Digital Arta telah menandatangani perjanjian
kerja sama untuk menjalin kerja sama pembiayaan penerusan (channelling) dengan menyalurkan
pembiayaan kepada debitur. Perjanjian kerja sama ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah
satu pihak secara tertulis.

PT Asuransi Astra Buana

Pada tanggal 2 Oktober 2020, Perseroan telah melakukan kontrak dengan PT Asuransi Astra Buana, pihak
berelasi, untuk mengasuransikan piutang pembiayaan dari bisnis pembiayaan penerusan dengan PT Astra
Welab Digital Arta.




                                                   25
Page 50
PT Serasi Logistics Indonesia

Pada tanggal 2 Maret 2020, Perseroan dan PT Serasi Logistics Indonesia telah menandatangani
kesepakatan bersama untuk memberikan fasilitas anjak piutang bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas
Pembiayaan Factoring SELOG. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu
pihak secara tertulis.

PT Astra Agro Lestari Tbk

Pada tanggal 1 Maret 2021, Perseroan dan PT Astra Agro Lestari Tbk telah menandatangani perjanjian
kerjasama untuk memberikan fasilitas pembiayaan atas pupuk bagi mitra prioritas dalam bentuk Program
Fasilitas Pembiayaan Pupuk. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak
secara tertulis.

PT Kalimantan Prima Persada
Pada tanggal 26 Maret 2021, Perseroan dan PT Kalimantan Prima Persada telah menandatangani perjanjian
kerjasama untuk memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas
Pembiayaan Factoring KPP. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak
secara tertulis.

PT Harmoni Mitra Utama
Pada tanggal 22 September 2021, Perseroan dan PT Harmoni Mitra Utama telah telah menandatangani
perjanjian kerja sama untuk memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang bagi pelanggan. Perjanjian ini
akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.
PT Bina Pertiwi
Pada tanggal 5 Januari 2021, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Bina Pertiwi untuk
memberikan fasilitas pembiayaan suku cadang dan/atau layanan perbaikan dan pemeliharaan (purna jual)
bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan Product Support. Perjanjian ini akan berakhir sampai
jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.
PT Patria Maritime Lines
Pada tanggal 21 Desember 2021, Perseroan dan PT Patria Maritime Lines telah menandatangani
kesepakatan bersama untuk memberikan fasilitas anjak piutang bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas
Pembiayaan Factoring. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak
secara tertulis.
PT United Tractors Pandu Engineering
Pada tanggal 27 Agustus 2021, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT United Tractors
Pandu Engineering untuk memberikan fasilitas pembiayaan suku cadang dan/atau layanan perbaikan dan
pemeliharaan (purna jual) bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan Product Support. Perjanjian
ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.
PT Traktor Nusantara
Pada tanggal 21 April 2022, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Traktor Nusantara
untuk memberikan fasilitas pembiayaan alat berat yang menarik dan kompetitif kepada pelanggan.
Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.
PT Patria Maritim Perkasa
Pada tanggal 21 Desember 2022, Perseroan dan PT Patria Maritim Perkasa telah menandatangani
kesepakatan bersama untuk memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang bagi pelanggan dalam bentuk
Fasilitas Pembiayaan Factoring PMP. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah
satu pihak secara tertulis.
PT Bank Jago Tbk
Pada tanggal 26 September 2024, Perseroan dan PT Bank Jago Tbk telah menandatangani perjanjian kerja
sama pembiayaan bersama (joint financing) untuk menyalurkan pembiayaan kepada pelanggan. Perjanjian
kerja sama berlaku selama 3 (tiga) tahun sejak ditandatanganinya perjanjian kerja sama.




                                                   26
Page 51
PERSEROAN TELAH MEMENUHI SELURUH PEMBATASAN YANG DIWAJIBKAN DALAM
PERJANJIAN PINJAMAN, DAN PERSEROAN TELAH MELAKUKAN PEMBAYARAN POKOK
DAN BUNGA SECARA TEPAT WAKTU DAN JUMLAH.
SELURUH LIABILITAS PERSEROAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2024 TELAH
DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS INI. PADA TANGGAL DITERBITKANNYA
PROSPEKTUS INI, PERSEROAN TELAH MELUNASI SELURUH LIABILITAS YANG TELAH
JATUH TEMPO. TIDAK ADA LIABILITAS YANG TELAH JATUH TEMPO YANG BELUM
DILUNASI OLEH PERSEROAN.

SETELAH TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR
INDEPENDEN DAN SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI
DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN, PERSEROAN DAN TIDAK
MEMILIKI LIABILITAS LAINNYA, KECUALI LIABILITAS YANG TELAH DINYATAKAN DALAM
PROSPEKTUS INI DAN YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN YANG
DISAJIKAN DALAM PROSPEKTUS INI.
MANAJEMEN PERSEROAN DALAM HAL INI BERTINDAK UNTUK DAN ATAS NAMA
PERSEROAN SERTA SEHUBUNGAN DENGAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA DALAM
PERSEROAN, DENGAN INI MENYATAKAN KESANGGUPANNYA UNTUK MEMENUHI PADA
SAAT JATUH TEMPO SELURUH LIABILITAS YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM
LAPORAN KEUANGAN SERTA DISAJIKAN DALAM PROSPEKTUS INI

PADA TANGGAL LAPORAN KEUANGAN TERAKHIR, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI
KOMITMEN DAN KONTINJENSI YANG MATERIAL SELAIN DARI YANG TELAH DINYATAKAN
DAN DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN SERTA DISAJIKAN DALAM
PROSPEKTUS INI.


TIDAK TERDAPAT PELANGGARAN ATAS PERSYARATAN DALAM PERJANJIAN KREDIT
YANG DILAKUKAN OLEH PERSEROAN DALAM KELOMPOK USAHA PERSEROAN YANG
DAPAT BERDAMPAK MATERIAL TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN.

TIDAK ADA FAKTA MATERIAL YANG MENGAKIBATKAN PERUBAHAN SIGNIFIKAN PADA
LIABILITAS DAN/ATAU PERIKATAN BAIK SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN
TERAKHIR SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK, MAUPUN SETELAH
TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK SAMPAI DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA
PERNYATAAN PENDAFTARAN.

TIDAK ADA KELALAIAN ATAS PEMBAYARAN POKOK DAN/ATAU BUNGA PINJAMAN
SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN TERAKHIR SAMPAI DENGAN TANGGAL
EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN.




                                    27
Page 52
IV.     IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersama
dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan tersebut yang tercantum
dalam Prospektus ini. Untuk informasi lebih lanjut, Investor juga harus membaca Bab V Prospektus ini
yang berjudul Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen.

Ikhtisar data keuangan penting yang disajikan dibawah ini diambil dari laporan posisi keuangan
Perseroan yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 serta laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 beserta catatan atas laporan keuangan tersebut.

Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen
Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi,
Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh
IAPI, dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan kembali tertanggal 13 Juni
2025 yang ditandatangani oleh Ketty (Registrasi Akuntan Publik No. AP 1849).

Laporan Posisi Keuangan
                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                                31 Desember
                  Uraian
                                                      2024                        2023
Aset
Kas dan kas di bank
 - Pihak ketiga                                               196.301                     344.291
 - Pihak berelasi                                              15.005                           2
Piutang sewa pembiayaan – bersih
 - Pihak ketiga                                              5.673.289                   4.818.705
 - Pihak berelasi                                              191.035                     179.070
Piutang pembiayaan konsumen – bersih                           860.989                     518.546
Piutang pembiayaan modal usaha – bersih                            274                           -
Tagihan anjak piutang – bersih
 - Pihak ketiga                                                73.098                       32.497
 - Pihak berelasi                                              79.047                       99.840
Beban dibayar di muka
 - Pihak ketiga                                                 1.520                          524
 - Pihak berelasi                                               1.503                        1.108
Piutang lain - lain dan uang muka bersih
 - Pihak ketiga                                                 43.157                      21,634
 - Pihak berelasi                                               11.905                       9,315
Aset derivatif                                                  11.150                       7.841
Aset tetap – bersih                                             51.121                      48.782
Aset hak guna – bersih                                           3.898                       3.702
Aset pajak tangguhan                                            22.615                      23.700
Aset lain-lain                                                     925                         925
Jumlah Aset                                                  7.236.832                   6.110.482
Liabilitas dan Ekuitas
Pinjaman yang diterima – bersih
 - Pihak ketiga                                              1.699.742                   1.289.576
 - Pihak berelasi                                            1.492.377                   1.320.807
Biaya akrual
 - Pihak ketiga                                                29.037                       30.879
 - Pihak berelasi                                               6.886                        7.194
Liabilitas pajak
 - Pajak penghasilan badan                                       8.635                      23.999
 - Pajak lainnya                                                 8.701                       7.977
Utang Obligasi - bersih                                      2.494.648                   2.093.862
Liabilitas sewa
 - Pihak ketiga                                                 2.037                        1.785




                                                 28
Page 53
                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                                  31 Desember
                    Uraian
                                                       2024                         2023
 - Pihak berelasi                                                   191                           369
Liabilitas imbalan kerja                                         29.484                        20.817
Utang lain-lain
 - Pihak ketiga                                                 132.493                        176.118
 - Pihak berelasi                                                54.781                         54.604
Jumlah Liabilitas                                             5.959.012                      5.027.987
Modal saham
 - Modal dasar
 - Modal ditempatkan dan disetor penuh                          574.885                       574.885
Agio saham                                                       47.937                        47.937
Cadangan lindung nilai arus kas                                   (789)                           738
Saldo laba:
 - Dicadangkan                                                      475                            450
 - Belum dicadangkan                                            655.312                        458.485
Jumlah Ekuitas                                                1.277.820                      1.082.495
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                 7.236.832                      6.110.482

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                                  31 Desember
                     Uraian
                                                       2024                          2023
 Pendapatan
 Sewa pembiayaan                                                694.109                        608.642
 Pembiayaan konsumen                                            100.242                         67.299
 Pembiayaan modal usaha                                              18                              -
 Anjak piutang                                                   19.845                         15.001
 Pendapatan bunga dan lain-lain                                  21.379                         23.561
 Jumlah pendapatan                                              835.593                        714.503
 Beban
 Beban bunga dan keuangan                                       352.740                        313.901
 Beban usaha                                                    150.430                        132.006
 Penyisihan kerugian penurunan nilai                              61.283                         53.643
 Beban pajak final                                                   852                          3.263
 Jumlah beban                                                   565.305                        502.813
 Laba sebelum pajak penghasilan                                 270.288                        211.690
 Beban pajak penghasilan                                        (54.337)                       (46.266)
 Laba tahun berjalan                                            215.951                        165.424
 (Rugi)/Penghasilan Komprehensif Lain:
 Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba
 rugi:
  - Pengukuran kembali imbalan pasca kerja                       (1.638)                         2.309
  - Pajak penghasilan terkait                                        360                         (508)
                                                                 (1.278)                         1.801
 Pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi:
  - Lindung nilai arus kas                                       (1.958)                          1.409
  - Pajak penghasilan terkait                                        431                          (310)
                                                                 (1,527)                        (1,099)
 (Rugi)/PenghasilanKomprehensif Lain                             (2.805)                          2.900
 Tahun Berjalan, Setelah Pajak
 Jumlah Penghasilan Komprehensif Tahun                          213.146                        168.324
 Berjalan
 Laba per saham - Dasar dan Dilusian                                376                            288
 (dalam Rupiah penuh)
 Dividen per saham (dalam Rupiah penuh)                              31                                  -

Rasio Keuangan Penting

                                                                   31 Desember
                Rasio Keuangan
                                                         2024                         2023
 Rasio Pertumbuhan (%)




                                                  29
Page 54
                                                                                 31 Desember
                  Rasio Keuangan
                                                                      2024                             2023
 Jumlah pendapatan                                                               16,95                            39,76
 Laba bersih tahun berjalan                                                      30,54                            59,64
 Jumlah aset                                                                     18,43                            21,50
 Jumlah liabilitas                                                               18,52                            22,19
 Jumlah ekuitas                                                                  18,04                            18,41

 Rasio Usaha (%)
 Laba sebelum pajak penghasilan/ pendapatan                                      32,35                            29,63
 Laba bersih/ Pendapatan                                                         25,84                            23,15
 Laba bersih/ Ekuitas                                                            16,90                            15,28
 Laba bersih/ Jumlah aset                                                         2,98                             2,71
 Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset *)                                        0,82                             0,82
 Jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas *)                                     4,66                             4,64
 Rasio lancar *)                                                                  1,29                             1,72
 Financing to Asset Ratio1)                                                      95,15                            92,44
 Networth terhadap Modal Disetor2)                                              222,27                           188,30
 Gearing Ratio *)                                                                 4,46                             4,36
 Interest Coverage Ratio (ICR)3) *)                                               1,75                             1,66
 Debt Service Coverage Ratio (DSCR)4) *)                                          0,21                             0,29

 Rasio Keuangan Lainnya (jutaan Rupiah)
 EBITDA                                                                        617.943                          519.524
1)   Financing to asset ratio adalah jumlah dari piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan
     modal usaha dan tagihan anjak piutang dibagi dengan jumlah aset.
2)   Networth terhadap modal disetor adalah jumlah ekuitas dibagi dengan modal ditempatkan dan disetor penuh
3)   Interest Coverage Ratio adalah EBITDA (Earnings before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization Expenses) dibagi
     dengan beban bunga dan keuangan.
4)   Debt Sevice Coverage Ratio adalah pinjaman yang akan jatuh tempo kurang dari setahun dibagi dengan beban bunga dan
     keuangan.
*)   Rasio dinyatakan dalam kali (x) bukan dalam persen (%).

Dalam rangka penerbitan Obligasi ini dan obligasi-obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan
sebelumnya, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta Perjanjian Pinjaman dengan
Bank, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 10 kali, dimana yang dimaksud dengan
pinjaman berarti total kewajiban Perseroan pada setiap saat. Rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 berturut-turut sebesar 4,46 kali dan 4,36 kali.

Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian perwaliamanatan dan
pinjaman tersebut.

 PERSEROAN TELAH MEMENUHI RASIO TOTAL LIABILITAS/JUMLAH EKUITAS YANG
 DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG YANG TELAH DIUNGKAPKAN PERSEROAN
 DALAM PROSPEKTUS INI.




                                                            30
Page 55
V.      ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

Analisis dan pembahasan oleh manajemen atas kondisi keuangan serta hasil operasional Perseroan
dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan ikhtisar data keuangan penting dan laporan
keuangan Perseroan yang telah diaudit, beserta catatan atas laporan keuangan tersebut.

Informasi keuangan yang disajikan dibawah ini diambil dari laporan posisi keuangan Perseroan yang
telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 serta laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 beserta catatan atas laporan keuangan tersebut.

Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen
Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi,
Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh
IAPI, dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan kembali tertanggal
13 Juni 2025 yang ditandatangani oleh Ketty (Registrasi Akuntan Publik No. AP 1849).

A. UMUM

PT Surya Artha Nusantara Finance berkedudukan hukum di Jakarta Selatan adalah suatu Perseroan
terbatas yang pertama-tama didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta
Pendirian No. 58 tanggal 25 Agustus 1983 dibuat dihadapan Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H.,
pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-423 HT01.01.Th84 tanggal 19 Januari 1984,
didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 697/1984 tanggal 6
Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 Mei 1984
dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 484 (selanjutnya disebut “Akta Pendirian”).

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhirnya
adalah sebagaimana termuat dalam Akta No. 53/2022.

Susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang terakhir sebagaimana dimuat dalam
Akta No. 32/2024.

Maksud dan tujuan dari Perseroan adalah berusaha dalam bidang perusahaan pembiayaan
konvensional. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan
usaha sebagai berikut:

a.   Menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan barang modal
     beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi
     atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur, yang wajib dilakukan dengan
     cara:
     1. Sewa Pembiayaan;
     2. Jual dan Sewa-Balik;
     3. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
     4. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
     5. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
     6. Pembiayaan Proyek;
     7. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
     8. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
          Keuangan.

b. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk
   memenuhi kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur, yang wajib
   dilakukan dengan cara:




                                                  31
Page 56
     1.   Jual dan Sewa-Balik;
     2.   Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
     3.   Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
     4.   Fasilitas Modal Usaha; dan/atau
     5.   Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
          Keuangan.

c.   Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan barang
     dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan
     usaha atau aktivitas produktif dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan
     cara:
      1. Sewa Pembiayaan;
      2. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
      3. Fasilitas Dana; dan/atau
      4. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
           Keuangan.

d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.

e. Kegiatan usaha sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis imbal jasa sepanjang
   tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan..

Kegiatan usaha pembiayaan yang sedang dijalani oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024
adalah :
    1. Pembiayaan Investasi :
           a. Sewa Pembiayaan;
           b. Jual dan Sewa-Balik;
           c. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
    2. Pembiayaan Modal Kerja :
           a. Jual dan Sewa-Balik;
           b. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang
           c. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang; dan
           d. Fasilitas Modal Usaha.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Operasional Dan Kondisi Keuangan

1. Pandangan Manajemen Terhadap Kondisi Ekonomi dan Kondisi Pasar

Kondisi ekonomi global pada tahun 2024 cenderung menurun, ketidakstabilan pertumbuhan ekonomi
disebabkan menurunnya kinerja negara-negara dengan tingkat perekonomian besar, China menjadi
salah satu negara penopang ekonomi dunia mengalami penurunan PDB yang tercatat 5.0% menurun
0.2% dari tahun 2023 (5.2%), penurunan pertumbuhan bersamaan dengan rendahnya inflasi, tercatat
inflasi China pada akhir tahun 2024 mencapai 0.1% yang disebabkan oleh permintaan domestik yang
lemah serta menurunnya harga komoditas global yang menekan inflasi di China. Harga Komoditas
yang cenderung rendah disebabkan kekhawatiran pasar akan perang dagang setelah kemenangan
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump. Amerika Serikat juga mengalami penurunan PDB,
tercatat pada periode September 2024 mencapai 2.7% menurun 0.3% dibandingkan periode yang
sama pada tahun sebelumnya (3.0%). Sepanjang 2024 Amerika Serikat mengalami fase pertumbuhan
ekonomi yang sangat volatile, sisi net export mengalami pertumbuhan negative sebesar -0.57% akibat
daya saing domestik yang rendah.

Dari sisi domestik, kondisi ekonomi Indonesia dinilai cukup stabil, inflasi pada sepanjang tahun 2024
terjaga di bawah 2% atau tercatat 1.57%. Inflasi domestik terjaga karena harga pangan yang terkendali
didukung pertumbuhan konsumsi rumah tangga 4.91% (yoy) dan sektor manufaktur yang tumbuh
4,72%(yoy). Pertumbuhan ekonomi di Indonesia cenderung stabil di batas 5% pasca pandemi Covid-
19 yang membuat perekonomian penuh ketidakpastian. Suku bunga Bank Indonesia yang ditahan pada
level 6% diharapkan dapat menjaga nilai tukar Rupiah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada
akhir tahun 2024. Bank Indonesia juga menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan
intervensi pasar dalam upaya menghindari gejolak yang dapat merugikan beberapa sektor, termasuk
perdagangan dan investasi. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga daya saing pada ekspor Indonesia,




                                                  32
Page 57
dikarenakan depresiasi rupiah menyebabkan biaya impor meningkat dan daya beli domestik menurun.
Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga agar rupiah
tetap stabil dibawah tekanan ketidakpastian eksternal yang terus datang.

Ketidakpastian ekonomi sepanjang tahun 2024 dirasakan oleh industri alat berat, pelaku pasar alat
berat masih “wait and see” terhadap permintaan alat berat akibat kondisi tahun politik dan geopolitik
dunia yang belum membaik yang dikhawatirkan akan mempengaruhi permintaan, ditambah merk alat
berat dari China juga menambah tantangan kompetisi alat berat di Indonesia. Menyikapi hal tersebut
Perseroan telah menerapkan strategi yang berhasil untuk memitigasi risiko bergantungnya Perseroan
terhadap pembiayaan alat berat. Perseroan konsisten untuk meningkatkan portfolio pembiayaan pada
sektor transportasi dan logistik dan memperluas pembiayaan ke luar ekosistem grup. Tidak lupa
perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjaga pertumbuhan aset yang berkualitas, serta
melakukan diversifikasi portfolio pendanaan untuk memitigasi konsentrasi pembiayaan pada 1 mata
uang atau sumber yang sama.

2. Kemampuan Perseroan dalam Mendapatkan Pendanaan

Perseroan berupaya untuk menjaga likuiditas dalam ketersediaan pendanaan untuk mendukung
kebutuhan operasional Perseroan. Sumber likuditas Perseroan secara internal berasal dari aktivitas
operasional Perseroan sementara itu dari sisi external Perseroan berasal dari pinjaman melalui
berbagai bentuk skema pendanaan baik skema pendanaan secara 2 pihak (bilateral) dengan bank
maupun non bank, penerbitan surat hutang (obligasi), dan pembiayaan bersama (joint financing).
Melalui skema tersebut Perseroan senantiasa menjaga suku bunga yang kompetitif untuk dapat
bersaing dan tetap relevan terhadap kebutuhan konsumen. Dalam rangka melakukan mitigasi risiko
terhadap satu sumber pendanaan serta mitigasi terhadap volatilitas suku bunga dan nilai tukar,
Perseroan menerapkan instrument lindung nilai terhadap pinjaman dalam mata uang asing.

3. Kondisi Persaingan yang Dihadapi

Intensitas persaingan di dalam industri pembiayaan alat berat di Indonesia tergolong cukup tinggi.
Terdapat lebih dari 58 bank termasuk perusahaan pembiayaan yang menjadi bagian dari pembiayaan
alat berat di Indonesia. Untuk menghadapi persaingan tersebut, Perseroan secara konsisten menjaga
hubungan baik antara supplier (pemasok) maupun pelanggan dengan tujuan untuk memperoleh
pelanggan baru dan meningkatkan repeat order rate dari pelanggan tetap Perseroan. Disamping itu,
sinergi dengan Grup pemegang saham Perseroan dijalankan dengan ketentuan yang berlaku untuk
memberikan keunggulan kompetitif dan memperkuat kondisi Perseroan ditengah persaingan pasar
dengan sesama perusahaan pembiayaan lainnya.

B. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

1. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah disusun dan disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan ("PSAK"), Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia, dan peraturan regulator pasar modal yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat keputusan
No. KEP-347/BL/2012. Peraturan tersebut sekarang merupakan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan
("OJK").

Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk aset dan liabilitas
keuangan yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai, yang diukur berdasarkan nilai
wajar. Laporan keuangan disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual, kecuali laporan arus kas.

Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan kas
mencakup kas dan kas di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak digunakan sebagai
jaminan pinjaman, setelah dikurangi cerukan.




                                                  33
Page 58
Kecuali dinyatakan di bawah ini, kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten dengan laporan
keuangan pada tanggal 31 Desember 2023, yang telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia.

Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, dibulatkan menjadi dan dinyatakan dalam jutaan Rupiah
yang terdekat, kecuali dinyatakan lain.

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perseroan. Area yang kompleks
atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat
berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3 Laporan Keuangan
Perseroan.

2. Perubahan Kebijakan Akuntansi yang Signifikan

Berikut ini adalah standar akuntansi keuangan, perubahan, dan interpretasi standar akuntansi
keuangan yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2024:

        -   Amendemen PSAK 201 “Penyajian Laporan Keuangan” - liabilitas jangka panjang
            dengan kovenan;
        -   Amendemen PSAK 116: “Sewa” - Liabilitas Sewa pada transaksi jual dan sewa-balik;
            dan
        -   Amendemen PSAK 207 “Laporan Arus Kas”

Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan substansial terhadap
kebijakan akuntansi Perseroan dan tidak memiliki dampak yang material terhadap laporan keuangan
di periode berjalan atau tahun sebelumnya.

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) telah menerbitkan standar
baru, amendemen, dan interpretasi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2025 sebagai berikut:

        -   PSAK 117: “Kontrak Asuransi”; dan
        -   Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing tentang Kekurangan
            Ketertukaran”

Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan Perseroan masih mempelajari dampak kualitatif dan
kuantitatif yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya
pada laporan keuangan Perseroan.

3. Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting

Beberapa estimasi dan asumsi dibuat dalam rangka penyusunan laporan keuangan dimana dibutuhkan
pertimbangan manajemen dalam menentukan metodologi yang tepat untuk penilaian aset dan liabilitas.

Manajemen membuat estimasi dan asumsi yang berimplikasi pada pelaporan nilai aset dan liabilitas
atas tahun keuangan satu tahun kedepan. Semua estimasi dan asumsi yang diharuskan oleh PSAK
adalah estimasi terbaik yang didasarkan standar yang berlaku. Estimasi dan pertimbangan dievaluasi
secara terus menerus dan berdasarkan pengalaman masa lalu dan faktor-faktor lain termasuk harapan
atas kejadian yang akan datang.

Walaupun estimasi dan asumsi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian
dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan estimasi dan asumsi semula.

Sumber utama ketidakpastian estimasi:

1. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan

    Perseroan melakukan review atas aset keuangan pada setiap tanggal laporan untuk melakukan
    penilaian atas penyisihan kerugian penurunan nilai yang telah dicatat. Pertimbangan manajemen




                                                 34
Page 59
   diperlukan dalam menentukan estimasi yang digunakan untuk menentukan tingkat penyisihan yang
   dibutuhkan

   Kondisi spesifik penurunan nilai debitur dalam pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai
   atas aset keuangan dievaluasi secara individu berdasarkan estimasi terbaik manajemen atas nilai
   kini arus kas yang diharapkan akan diterima. Dalam mengestimasi arus kas tersebut, manajemen
   membuat pertimbangan tentang segmentasi portofolio piutang sewa pembiayaan, piutang
   pembiayaan konsumen, dan tagihan anjak piutang, periode dari data kerugian historis yang
   digunakan, identifikasi faktor ekonomi makro yang paliig relevan yang mempengaruhi pelunasan
   jumlah piutang pembiayaan sewa, piutang pembiayaan konsumen, dan tagihan anjak piutang,
   situasi keuangan debitur dan nilai realisasi bersih berdasarkan jaminan estimasi nilai pasar untuk
   jaminan yang dimiliki berdasarkan kondisi pasar masa kini. Setiap aset yang mengalami penurunan
   nilai dinilai sesuai dengan manfaat yang ada dan strategi penyelesaian serta estimasi arus kas
   yang diperkirakan dapat diterima disetujui secara independen oleh Manajemen Risiko.

   Evaluasi cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif meliputi kerugian kredit yang melekat
   pada portofolio piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan
   modal usaha, dan pembiayaan anjak piutang dengan karakteristik ekonomi yang serupa
   berdasarkan perhitungan kerugian kredit eskpektasian namun penurunan nilai secara individu
   belum dapat diidentifikasi. Dalam menentukan perlunya untuk membentuk cadangan kerugian
   penurunan nilai secara kolektif, manajemen mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualitas
   kredit, portofolio, konsentrasi kredit, dan faktor ekonomi.

   Guna membuat estimasi penyisihan yang diperlukan, manajemen membuat asumsi untuk
   menentukan kerugian yang melekat, dan untuk menentukan parameter input yang diperlukan,
   berdasarkan pengalaman masa lalu dan kondisi ekonomi saat ini.

   Keakuratan penyisihan tergantung pada seberapa baik estimasi arus kas masa depan untuk
   cadangan counterparty tertentu dan asumsi model dan parameter yang digunakan dalam
   menentukan penyisihan penurunan nilai kolektif.

2. Nilai wajar dari instrumen keuangan

   Dalam menentukan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas yang tidak mempunyai harga pasar,
   Perseroan menggunakan teknik penilaian seperti yang dijelaskan dalam Catatan Laporan
   Keuangan Perseroan poin 2c.iii. Untuk instrumen keuangan yang jarang diperdagangkan dan
   memiliki informasi harga yang terbatas, nilai wajar menjadi kurang objektif dan membutuhkan
   berbagai tingkat penilaian tergantung pada likuiditas, konsentrasi, faktor ketidakpastian pasar,
   asumsi harga dan risiko lainnya.

3. Imbalan kerja

   Nilai kini imbalan kerja karyawan tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
   aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Perubahan atas asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi
   jumlah tercatat atas imbalan kerja karyawan.

   Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya/(pendapatan) untuk imbalan kerja karyawan
   antara lain tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji di masa datang, usia pensiun normal, tingkat
   mortalita, dan lain-lain.

   Perseroan menentukan tingkat diskonto yang tepat pada setiap akhir periode pelaporan. Ini
   merupakan tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas arus kas
   keluar masa depan yang diestimasi dan akan digunakan untuk membayar imbalan kerja karyawan.
   Dalam menentukan tingkat diskonto yang tepat, Perseroan mempertimbangkan tingkat suku bunga
   obligasi pemerintah yang mempunyai jangka waktu yang menyerupai jangka waktu imbalan kerja
   karyawan.

   Tingkat kenaikan gaji per tahun didasarkan pada informasi historis atas tingkat kenaikan gaji
   sebelumnya, tingkat inflasi, dan masa kerja.




                                                35
Page 60
    Asumsi tingkat mortalita telah didasarkan pada tabel mortalita terbaru yang dihitung dengan
    menggunakan metode aktuaria yang diterima secara umum.

    Tingkat pengembalian investasi didasarkan pada informasi historis dan proyeksi pasar ke depan.
    Asumsi tingkat pengunduran diri didasarkan pada informasi historis dan disesuaikan dengan
    kondisi saat ini.

C. ANALISA KINERJA KEUANGAN

1. Aset, Liabilitas dan Ekuitas

                                                                                    Dalam Jutaan Rupiah
                       7.233.455
           6.110.482                                5.955.636
                                        5.027.987




                                                                            1.082.495 1.277.819


                     Aset                    Liabilitas                          Ekuitas

                                            2023      2024


                                                                                    (dalam jutaan Rupiah)
                                                                      31 Desember
                        Uraian
                                                           2024                          2023
 Jumlah Aset                                                 7.236.832                     6.110.482
 Jumlah Liabilitas                                           5.959.012                     5.027.987
 Jumlah Ekuitas                                              1.277.820                     1.082.495

1.1 Aset

Komposisi aset Perseroan adalah sebagai berikut:
                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                          31 Desember
 Uraian                                                                                                 %
                                                      2024                     2023
 Aset
 Kas dan kas di bank
 - Pihak ketiga                                           196.301                   344.291           (43)
 - Pihak berelasi                                          15.005                         2       750.150
 Piutang sewa pembiayaan – bersih
 - Pihak ketiga                                        5.673.289                 4.818.705             18
 - Pihak berelasi                                        191.035                   179.070              7
 Piutang pembiayaan konsumen -                           860.989                   518.546             66
 bersih
 Piutang pembiayaan modal usaha -                               274                         -         100
 bersih
 Tagihan anjak piutang - bersih
      -  Pihak ketiga                                      73.098                     32.497          125
      -  Pihak berelasi                                    79.047                     99.840          (21)
 Beban dibayar di muka
      -  Pihak ketiga                                        1.520                       524          190
      -  Pihak berelasi                                      1.503                     1.108           36
 Piutang lain – lain dan uang muka
 bersih
      -  Pihak ketiga                                      43.157                     21.634           99




                                                36
Page 61
                                                                          (dalam jutaan Rupiah)
                                                         31 Desember
 Uraian                                                                                      %
                                                    2024                 2023
    -     Pihak berelasi                                11.905                 9.315         28
 Aset derivatif                                         11.150                 7.841         42
 Aset tetap - bersih                                    51.121                48.782           5
 Aset hak guna - bersih                                  3.898                 3.702           5
 Aset pajak tangguhan                                   22.615                23.700         (5)
 Aset lain - lain                                          925                   925           -
 Jumlah Aset                                         7.236.832             6.110.482         18

Posisi aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp7.236.832 juta mengalami
kenaikan sebesar Rp1.126.350 juta atau 18% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang
berjumlah Rp6.110.482 juta. Peningkatan ini didominasi oleh kenaikan piutang pembiayaan kepada
pelanggan terutama di pembiayaan truk. Hal ini juga sejalan dengan strategi Perseroan untuk
melakukan diversifikasi portofolio guna menjamin keberlanjutan pertumbuhan aset Perseroan di masa
mendatang.

Berikut pembahasan lebih lanjut mengenai akun tersebut pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

1.1.1 Kas dan kas di bank

Posisi Kas dan kas di Bank Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp211.306
juta mengalami penurunan sebesar Rp132.987 juta atau 39% dibandingkan posisi tanggal 31
Desember 2023 yang berjumlah Rp344.293 juta. Hal ini selaras dengan meningkatnya penyaluran
pembiayaan baru kepada pelanggan oleh Perseroan, yaitu sebesar 22% jika dibandingkan dengan
tahun 2023, strategi perusahaan dalam memaksimalkan penggunaan saldo kas Perseroan, serta telah
sesuai dengan proyeksi untuk awal tahun mendatang dimana saldo kas tersebut dinilai cukup untuk
memenuhi kewajiban serta kegiatan operasional Perseroan.

1.1.2 Piutang Sewa Pembiayaan - bersih

Piutang sewa pembiayaan - bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah
Rp5.864.324 juta mengalami kenaikan sebesar Rp866.549 juta atau 24% dibandingkan posisi tanggal
31 Desember 2023 yang berjumlah Rp4.997.775 juta. Peningkatan ini sesuai telah dengan strategi
Perseroan. Selain meningkatkan pembiayaan kepada pelanggan, Perseroan juga melakukan
diversifikasi portofolio dengan meningkatkan jumlah pembiayaan di luar sektor alat berat batubara
seperti truk dan alat berat bauksit, nikel, sand dan stone quarry tanpa mengurangi nilai porsi
pembiayaan dari segmen alat berat batubara itu sendiri. Di samping itu, Perseroan juga melakukan
inisiatif untuk melakukan pembiayaan bersama dengan lembaga bank sebagai salah satu upaya untuk
meningkatkan kapabilitas Perseroan dalam penetrasi pasar dan pelanggan.

1.1.3 Piutang Pembiayaan Konsumen - bersih

Posisi piutang pembiayaan konsumen – bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang
berjumlah Rp860.989 juta mengalami kenaikan sebesar Rp342.443 juta atau 66% dibandingkan posisi
tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp518.546 juta. Peningkatan ini telah sesuai dengan
strategi Perseroan serta upaya diversifikasi portofolio pembiayaan Perseroan untuk meningkatkan
pembiayaan di sektor truk transportasi dan logistik.

1.1.4 Piutang Pembiayaan Modal Usaha - bersih

Posisi piutang pembiayaan modal usaha – bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang
berjumlah Rp274 juta mengalami kenaikan sebesar Rp274 juta atau 100% dibandingkan posisi tanggal
31 Desember 2023 yang berjumlah RpNihil. Peningkatan ini telah sesuai dengan strategi Perseroan
serta upaya diversifikasi portofolio pembiayaan Perseroan untuk meningkatkan pembiayaan produktif
modal kerja sektor UMKM.




                                               37
Page 62
1.1.5 Tagihan Anjak Piutang - bersih

Posisi tagihan anjak piutang - bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah
Rp152.145 juta mengalami kenaikan sebesar Rp19.808 juta atau 15% dibandingkan posisi tanggal 31
Desember 2023 yang berjumlah Rp132.337 juta. Peningkatan ini telah sesuai dengan strategi
Perseroan serta upaya diversifikasi portofolio pembiayaan Perseroan diluar pembiayaan produktif
modal kerja sektor pertambangan, yakni meningkatkan pembiayaan produktif modal kerja sektor
UMKM, agro dan transportasi dan logistik.

1.1.6 Beban Dibayar Dimuka

Posisi beban dibayar dimuka Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp3.023 juta
mengalami kenaikan sebesar Rp1.391 juta atau 85% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023
yang berjumlah Rp1.632 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh beban dibayar dimuka untuk sewa gedung
kantor pemasaran.

1.1.7 Piutang Lain – Lain dan Uang Muka - bersih

Posisi piutang lain - lain dan uang muka - bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang
berjumlah Rp55.062 juta mengalami kenaikan sebesar Rp24.113 juta atau 78% dibandingkan posisi
tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp30.949 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya
piutang pembiayaan dalam perhatian khusus serta uang muka yang telah dibayarkan kepada pemasok
untuk renovasi kantor pemasaran dan kantor pusat.

1.1.8 Aset Derivatif

Posisi aset derivatif Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp11.150 juta
mengalami kenaikan sebesar Rp3.309 juta atau 42% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023
yang berjumlah Rp7.841 juta. Hal ini disebabkan oleh kenaikan nilai wajar dari transaksi lindung nilai
atas pinjaman dalam mata uang asing yang diterima dari bank.

1.1.9 Aset Tetap - bersih

Posisi aset tetap - bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp51.121 juta
mengalami kenaikan sebesar Rp2.337 juta atau 5% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023
yang berjumlah Rp48.782 juta. Hal ini disebabkan oleh aktivitas investasi yang dilakukan oleh
Perseroan yakni akuisisi bangunan dan perkembangan aset rental Perseroan selama tahun 2024.

1.1.10 Aset Hak Guna - bersih

Posisi aset hak guna – bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp3.898
juta mengalami kenaikan sebesar Rp196 juta atau 5% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023
yang berjumlah Rp3.702 juta. Peningkatan ini disebabkan oleh penambahan dan perpanjangan kontrak
sewa kendaraan operasional yang digunakan oleh Perseroan.

1.1.11 Aset Pajak Tangguhan

Posisi aset pajak tangguhan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp22.615
juta mengalami penurunan sebesar Rp1.085 juta atau 5% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember
2023 yang berjumlah Rp23.700 juta. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh koreksi perbedaan
temporer cadangan kerugian penurunan nilai menurut fiskal dibandingkan dengan komersil sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

1.2 Liabilitas

Komposisi liabilitas Perseroan adalah sebagai berikut :




                                                  38
Page 63
                                                                            (dalam jutaan Rupiah)
                                                    31 Desember
 Uraian                                                                                   %
                                        2024                      2023
 Pinjaman yang diterima – bersih
  - Pihak ketiga                            1.699.742                     1.289.576            32
  - Pihak berelasi                          1.492.377                     1.320.807            13
 Biaya akrual
  - Pihak ketiga                               29.037                        30.879            (6)
  - Pihak berelasi                              6.886                         7.194            (4)
 Liabilitas pajak
  - Pajak penghasilan badan                     8.635                        23.999           (64)
  - Pajak lainnya                               8.701                         7.977              9
 Utang Obligasi - bersih                    2.494.648                     2.093.862             19
 Liabilitas Sewa
  - Pihak ketiga                                2.037                         1.785             14
  - Pihak berelasi                                191                           369           (48)
 Liabilitas Imbalan Kerja                      29.484                        20.817             42
 Utang Lain - Lain
  - Pihak ketiga                              132.493                       176.118           (25)
  - Pihak berelasi                             54.781                        54.604              -
 Jumlah Liabilitas                          5.959.012                     5.027.987             19

Posisi liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp5.959.012 juta
mengalami kenaikan sebesar Rp931.025 juta atau 19% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember
2023 yang berjumlah Rp5.027.987 juta. Peningkatan ini didominasi oleh penarikan pinjaman baru dan
penerbitan surat berharga selama tahun 2024 untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Perseroan
dalam menyalurkan pembiayaan baru kepada pelanggan. Selain itu, Perseroan juga menjaga dan
mengelola tingkat suku bunga dari penarikan pinjaman baru dan penerbitan surat berharga tersebut
agar tetap kompetitif sehingga pertumbuhan Perseroan dapat optimal dan berkelanjutan.

1.2.1 Pinjaman Yang Diterima - bersih

Posisi pinjaman yang diterima - bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah
Rp3.192.119 juta mengalami kenaikan sebesar Rp581.736 juta atau 22% dibandingkan posisi tanggal
31 Desember 2023 yang berjumlah Rp2.610.383 juta. Kenaikan pinjaman Perseroan ini selaras dengan
kenaikan penyaluran pembiayaan sebesar 22% apabila dibandingkan dengan tahun 2023. Perseroan
terus menjaga dan mengelola tingkat suku bunga dari penarikan pinjaman baru agar tetap kompetitif
sehingga pertumbuhan Perseroan dapat optimal dan berkelanjutan.

1.2.2 Biaya Akrual

Posisi biaya akrual Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp35.923 juta
mengalami penurunan sebesar Rp2.150 juta atau 6% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023
yang berjumlah Rp38.073 juta. Hal ini disebabkan oleh usaha Perseoran dalam melakukan efisiensi
biaya dalam kegiatan operasionalnya.

1.2.3 Liabilitas Pajak

Posisi pajak penghasilan badan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp8.635
juta mengalami penurunan sebesar Rp15.364 juta atau 64% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember
2023 yang berjumlah Rp23.999 juta. Hal ini disebabkan oleh adanya ketentuan baru terkait Cadangan
Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) pada PMK No.74 Tahun 2024 yang berdampak secara langsung
terhadap perhitungan laba fiskal dan pajak penghasilan badan yang masih terhutang.

Posisi pajak lainnya Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp8.701 juta
mengalami kenaikan sebesar Rp724 juta atau 9% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang
berjumlah Rp7.977 juta. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah karyawan di tahun 2024
dibandingkan dengan 2023.




                                               39
Page 64
1.2.4 Utang Obligasi - bersih

Posisi utang obligasi - bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp2.494.648
juta mengalami kenaikan sebesar Rp400.876 juta atau 19% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember
2023 yang berjumlah Rp2.093.862 juta. Hal ini disebabkan oleh penerbitan surat berharga Obligasi
Berkelanjutan SANF IV Tahap III Tahun 2024 di bulan Juni 2024 sebesar Rp750.000 juta. Perseroan terus
menjaga dan mengelola tingkat suku bunga dari penerbitan surat berharga tersebut agar tetap
kompetitif sehingga pertumbuhan Perseroan dapat optimal dan berkelanjutan.

1.2.5 Liabilitas Sewa

Posisi liabilitas sewa Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp2.228 juta
mengalami kenaikan sebesar Rp74 juta atau 3% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang
berjumlah Rp2.154 juta. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya cabang operasional baru diikuti dengan
meningkatnya aset hak guna sewa kendaraan operasional.

1.2.6 Liabilitas Imbalan Kerja

Posisi liabilitas imbalan kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp29.484
juta mengalami kenaikan sebesar Rp8.667 juta atau 42% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember
2023 yang berjumlah Rp20.817 juta. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya nilai kini liabilitas imbalan
pensiun dan jangka panjang lainnya atas jasa pekerja dalam tahun berjalan.

1.2.7 Utang Lain - Lain

Posisi utang lain - lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp187.274 juta
mengalami penurunan sebesar Rp43,448 juta atau 19% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember
2023 yang berjumlah Rp230.722 juta. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya penyelesaian atau
penggunaan deposit dari pelanggan ke masing-masing piutang aktifnya.

1.3 Ekuitas
                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
 Uraian                                                           31 Desember
                                                                                               %
                                                           2024                 2023
 Modal saham
  - Modal dasar
  - Modal ditempatkan dan disetor penuh                       574.885             574.885            -
 Agio saham                                                    47.937              47.937            -
 Cadangan lindung nilai arus kas                                   (789)              738        (207)
 Saldo laba:
  - Dicadangkan                                                    475                450           6
  - Belum dicadangkan                                          655.312            458.485          43
 Jumlah Ekuitas                                              1.277.820          1.082.495          18

Posisi ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp1.277.820 juta
mengalami kenaikan sebesar Rp195.325 juta atau 18% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember
2023 yang berjumlah Rp1.082.495 juta. Hal ini disebabkan oleh kenaikan saldo laba ditahan atas
pencatatan laba bersih setelah dikurangi dengan pembagian dividen pada tahun berjalan yang belum
ditentukan penggunaannya.




                                                 40
Page 65
2. Pendapatan, Beban, Laba/Rugi Tahun Berjalan



                        835.593
              714.503

                                                         565,305
                                              502.813


                                                                                            215.951
                                                                                 165.424



                 Pendapatan                       Beban                         Laba Tahun Berjalan

                                                2023      2024
    Dalam Jutaan Rupiah


                                                                                         (dalam jutaan Rupiah)
                                                                         31 Desember
 Uraian
                                                           2024                              2023
 Jumlah pendapatan                                                   835.593                          714.503
 Jumlah beban                                                        565.305                          502.813
 Laba tahun berjalan                                                 215.951                          165.424
 (Rugi)/penghasilan komprehensif lain tahun                           (2.805)                           2.900
 berjalan, setelah pajak
 Jumlah penghasilan komprehensif tahun                               213.146                          168.324
 berjalan

2.1 Pendapatan
                                                                                        (dalam jutaan Rupiah)
                   Uraian                                        31 Desember
                                                                                                      %
                                                        2024                    2023
 Sewa pembiayaan                                               694.109                 608.642             14
 Pembiayaan konsumen                                           100.242                  67.299             49
 Pembiayaan modal usaha                                             18                       -            100
 Anjak piutang                                                  19.845                  15.001             32
 Pendapatan bunga dan lain-lain                                 21.379                  23.561             (9)
 Jumlah Pendapatan                                             835.593                 714.503             17

Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah
Rp835.593 juta mengalami kenaikan sebesar Rp121.090 juta atau 17% dibandingkan posisi tanggal 31
Desember 2023 yang berjumlah Rp714.503 juta. Hal ini selaras dengan kenaikan penyaluran
pembiayaan perseoran, dimana kenaikan ini didominasi oleh peningkatan pembiayaan konsumen
untuk pembiayaan truk di sektor transportasi dan logistik.

Kontribusi terbesar pendapatan Perseroan berasal dari sewa pembiayaan. Porsi pendapatan dari sewa
pembiayaan mencapai 83% dari seluruh pendapatan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024
dan sebesar 85% dari seluruh pendapatan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023. Selain
pendapatan sewa pembiayaan, sumber pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan pembiayaan
konsumen, modal usaha serta anjak piutang dan lain-lainnya. Jumlah pendapatan selain pendapatan
dari sewa pembiayaan sebesar Rp141.484 juta di tahun 2024, mengalami kenaikan sebesar Rp35.623
juta dibanding tahun 2023 sebesar Rp105.861 juta.

Dalam rangka menjaga kualitas piutang pembiayaan, Perseroan menerapkan kebijakan penyaluran
pembiayaan yang hati-hati (prudent), Hal ini dilakukan melalui upaya berkelanjutan untuk meningkatkan
kualitas analisa kredit, termasuk menilai berbagai aspek kelayakan kredit debitur dengan
mempertimbangkan unsur 5C yaitu character, capacity, capital, collateral dan condition. Selain itu,
Perseroan juga memperkuat proses survei dan verifikasi sebelum perjanjian pembiayaan
ditandatangani dengan debitur untuk memastikan keakuratan informasi project debitur dan mitigasi




                                                   41
Page 66
risiko yang tepat sesuai dengan hasil survey tersebut. Selain itu, Perseroan terus meningkatkan
kompetensi Credit Analyst (CA) untuk memperdalam kemampuan dalam proses menganalisa kredit
debitur, termasuk memahami kondisi ekonomi dan potensi risiko yang dapat memengaruhi kinerja
debitur. Perseroan juga membangun jaringan yang kuat dengan berbagai mitra strategis, terutama
terhadap produsen dan penyedia alat-alat berat, truck, dan barang atau unit terkait, sebagai upaya
untuk memonitor kinerja debitur agar dapat menjaga portofolio pembiayaan tetap sehat dan
berkelanjutan

Perkembangan pendapatan Perseroan banyak dipengaruhi oleh faktor dari luar, diantaranya
perkembangan usaha sektor pertambangan (batubara, nikel, timah) dan perkebunan (khususnya
kelapa sawit), infrastruktur ataupun fluktuasi harga komoditas mempunyai korelasi yang erat dengan
kebutuhan dan permintaan terhadap pengadaan alat-alat berat disamping faktor lainnya seperti tingkat
suku bunga yang berfluktuasi dan kondisi ekonomi.

2.1.1 Pendapatan Sewa Pembiayaan

Pendapatan sewa pembiayaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang berjumlah Rp694.109 juta mengalami kenaikan sebesar Rp85.467 juta atau 14 % dibandingkan
posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp608.642 juta. Hal ini selaras dengan meningkatnya
jumlah penyaluran sewa pembiayaan sebesar 24% di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Kenaikan Pendapatan ini juga merupakan hasil upaya Perseroan dalam diversifikasi
portofolio dengan meningkatkan jumlah pembiayaan di luar sektor alat berat batubara seperti truk dan
alat berat bauksit, nikel, sand dan stone quarry tanpa mengurangi nilai porsi pembiayaan dari sektor
alat berat batubara itu sendiri. Di samping itu, Perseroan juga melakukan inisiatif untuk melakukan
pembiayaan bersama dengan lembaga bank sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapabilitas
Perseroan dalam penetrasi pasar dan pelanggan. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk menjaga
pertumbuhan pendapatan Perseroan agar tetap dapat optimal dan berkelanjutan ke depannya.

2.1.2 Pendapatan Pembiayaan Konsumen

Pendapatan pembiayaan konsumen Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 yang berjumlah Rp100.242 juta mengalami kenaikan sebesar Rp32.943 juta atau 49%
dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp67.299 juta. Hal ini disebabkan oleh
meningkatnya jumlah penyaluran pembiayaan konsumen yang signifikan sebesar 66% dibandingkan
dengan tahun sebelumnya dan adanya peningkatan pembiayaan di sektor transport dan logistic yang
juga sebagai salah satu upaya Perseroan untuk diversifikasi portofolio agar pertumbuhan tetap dapat
optimal dan berkelanjutan ke depannya.

2.1.3 Pendapatan Pembiayaan Modal Usaha

Pendapatan pembiayaan modal usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 yang berjumlah Rp18 juta mengalami kenaikan sebesar Rp18 juta atau 100%
dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 dimana Perseroan tidak mencatatkan pendapatan
pembiayaan modal usaha. Peningkatan ini telah sesuai dengan strategi Perseroan serta upaya
diversifikasi portofolio pembiayaan Perseroan untuk meningkatkan pembiayaan produktif modal kerja
sektor UMKM. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan pendapatan Perseroan agar
tetap dapat optimal dan berkelanjutan kedepannya.

2.1.4 Pendapatan Anjak Piutang

Pendapatan pembiayaan anjak piutang Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 yang berjumlah Rp19.845 juta mengalami kenaikan sebesar Rp4.844 juta atau 32%
dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp15.001 juta. Peningkatan ini telah
sesuai dengan strategi Perseroan serta upaya diversifikasi portofolio pembiayaan Perseroan diluar
pembiayaan produktif modal kerja sektor pertambangan, yakni meningkatkan pembiayaan produktif
modal kerja sektor UMKM, agro dan transportasi dan logistik. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga
pertumbuhan pendapatan Perseroan agar tetap dapat optimal dan berkelanjutan kedepannya.




                                                42
Page 67
2.1.5 Pendapatan Bunga dan Lain-Lain

Pendapatan bunga dan lain-lain Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang berjumlah Rp21.379 juta mengalami penurunan sebesar Rp2.182 juta atau 9.26% dibandingkan
posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp23.561 juta. Hal ini sebagian besar disebabkan
oleh menurunnya jumlah penerimaan dari denda penalti dari pelanggan yang berhasil didapatkan serta
rata-rata saldo rekening giro yang menurun sehingga pendapatan bunga menurun selama tahun 2024
dibandingkan dengan tahun 2023.

2.1.6 (Rugi)/Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan, Setelah Pajak

Rugi komprehensif lain tahun berjalan, setelah Pajak Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp2.805 juta mengalami penurunan sebesar Rp5.705 juta
atau 196,72% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang mencatat Penghasilan
Komprehensif Lain tahun berjalan, setelah pajak sebesar Rp2.900 juta. Hal ini disebabkan oleh
pengukuran kembali nilai imbalan pasca kerja serta lindung arus kas sesuai dengan asumsi, kondisi
aktual dan harga pasar yang relevan pada posisi 31 Desember 2024.

2.1.7 Jumlah Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan

Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang berjumlah Rp213.146 juta mengalami kenaikan sebesar Rp44.822 juta atau
26,6% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp168.324 juta. Secara
keseluruhan walaupun terdapat penurunan penghasilan komprehensif tahun berjalan, Perseoran tetap
membukukan kenaikan yang cukup signifikan dimana hal ini disebabkan oleh kenaikan laba tahun
berjalan Perseroan.

2.2 Beban

                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                    Uraian                                      31 Desember
                                                                                                   %
                                                       2024                   2023
 Beban bunga dan keuangan                                     352.740                313,901             12
 Beban usaha                                                  150.430                132,006             14
 Penyisihan kerugian penurunan nilai                           61.283                 53,643             14
 Beban pajak final                                                852                  3,263           (74)
 Jumlah Beban                                                 565.305                502.813             12

2.2.1 Beban Bunga dan Keuangan

Beban bunga dan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang berjumlah Rp352.740 juta mengalami kenaikan sebesar Rp38.839 juta atau 12,37% dibandingkan
posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp313.901 juta. Hal ini disebabkan oleh kenaikan
penarikan pinjaman baru Perseroan dalam memenuhi kebutuhan dana untuk penyaluran pembiayaan
baru selama tahun 2024 yang meningkat sebesar 22% secara keseluruhan jika dibandingkan dengan
tahun 2023. Perseroan juga terus menjaga dan mengelola tingkat suku bunga dari penarikan pinjaman
baru dan penerbitan surat berharga tersebut agar tetap kompetitif sehingga beban bunga tetap efisien
dan minimum dan mendorong pertumbuhan laba bersih Perseroan kedepannya.

2.2.2 Beban Usaha

Beban usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah
Rp150.430 juta mengalami kenaikan sebesar Rp18.424 juta atau 13,96% dibandingkan posisi tanggal
31 Desember 2023 yang berjumlah Rp132.006 juta. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan serta aktivitas
operasional yang meningkat guna mendukung peningkatan jumlah penyaluran pembiayaan serta
aktivitas cabang operasional yang baru selama tahun 2024. Selain itu, Perseroan terus dengan
seksama memonitor efisiensi dan efektivitas dari seluruh aktivitas operasional agar tetap dapat optimal
dalam mendorong pertumbuhan laba bersih Perseroan kedepannya.




                                                  43
Page 68
2.2.3 Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai

Penyisihan kerugian penurunan nilai sewa pembiayaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah Rp61.283 juta mengalami kenaikan sebesar Rp7.640 juta
atau 14,24% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp53.643 juta. Hal ini
disebabkan oleh kebutuhan pencadangan kerugian penurunan nilai yang disesuaikan dengan
meningkatnya jumlah pembiayaan outstanding pada akhir tahun 2024 serta dalam rangka memitigasi
risiko kredit yang mungkin terjadi di masa depan. Penambahan penyisihan kerugian penurunan nilai ini
dirasa telah cukup dan sesuai dengan strategi Perseroan untuk mendorong keberlanjutan pertumbuhan
aset kedepannya.

2.2.4 Beban Pajak Final

Beban pajak final Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
berjumlah Rp852 juta mengalami penurunan sebesar Rp2.441 juta atau 73,89% dibandingkan posisi
tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp3.263 juta. Hal ini disebabkan oleh menurunnya
pendapatan bunga Perseroan dikarenakan rata-rata saldo rekening giro yang menurun.

2.3 Laba Bersih

                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
                  Uraian                                   31 Desember
                                                                                               %
                                                  2024                    2023
 Pendapatan                                              835.593                 714.503           17
 Laba sebelum pajak penghasilan                          270.288                 211.690           28
 Beban pajak penghasilan                                 (54.337)                (46.266)          17
 Laba tahun berjalan                                     215.951                 165.424           31

Laba bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah
Rp215.951 juta mengalami kenaikan sebesar Rp50.527 juta atau 30,54% dibandingkan posisi tanggal
31 Desember 2023 yang berjumlah Rp165.424 juta. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kinerja
Perseroan terutama dari pendapatan pembiayaan selaras dengan kenaikan penyaluran pembiayaan
baru truk, alat berat maupun modal kerja. Kenaikan pendapatan dengan penyaluran pembiayan baru
ini selaras dengan strategi diversifikasi portofolio Perseroan sehingga mendukung pertumbuhan yang
optimal dan berkelanjutan. Selain itu optimalisasi beban bunga dan keuangan juga dilakukan melalui
penarikan fasilitas pinjaman dengan bunga yang kompetitif serta menyesuaikan tenor pinjaman dengan
tenor pembiayaan kepada pelanggan.

3. Operasi per Segmen
3.1 Segmen Operasi Berdasarkan Produk Usaha

Segmen operasi Perseroan dibagi berdasarkan produk usaha, sebagai berikut: sewa pembiayaan,
pembiayaan konsumen, pembiayaan modal usaha, anjak piutang dan pendapatan bunga dan lain-lain.

3.1.1 Segmen Informasi Pendapatan Berdasarkan Produk Usaha

Segmen informasi pendapatan Perseroan berdasarkan produk usaha adalah sebagai berikut:

                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
                    Pendapatan                                        31 Desember
                                                             2024                    2023
 Sewa pembiayaan                                                    694.109                 608,642
 Pembiayaan konsumen                                                100.242                  67,299
 Pembiayaan modal kerja                                                  18                       -
 Tagihan anjak piutang                                               19.845                  15,001
 Pendapatan bunga dan lain – lain                                    21.379                  23,561
 Jumlah Pendapatan                                                  835.593                 714,503

Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah
Rp835.593 juta mengalami kenaikan sebesar Rp121.090 juta atau 16.95% dibandingkan posisi tanggal
31 Desember 2023 yang berjumlah Rp714.503 juta. Hal ini selaras dengan kenaikan penyaluran




                                                44
Page 69
pembiayaan perseoran, dimana kenaikan ini didominasi oleh peningkatan pembiayaan konsumen
untuk pembiayaan truk di sektor transportasi dan logistik.

Pendapatan sewa pembiayaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang berjumlah Rp694.109 juta mengalami kenaikan sebesar Rp85.467 juta atau 14 % dibandingkan
posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp608.642 juta. Hal ini selaras dengan meningkatnya
jumlah penyaluran sewa pembiayaan sebesar 24% di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Kenaikan Pendapatan ini juga merupakan hasil upaya Perseroan dalam diversifikasi
portofolio dengan meningkatkan jumlah pembiayaan di luar sektor alat berat batubara seperti truk dan
alat berat bauksit, nikel, sand dan stone quarry tanpa mengurangi nilai porsi pembiayaan dari sektor
alat berat batubara itu sendiri. Di samping itu, Perseroan juga melakukan inisiatif untuk melakukan
pembiayaan bersama dengan lembaga bank sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapabilitas
Perseroan dalam penetrasi pasar dan pelanggan. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk menjaga
pertumbuhan pendapatan Perseroan agar tetap dapat optimal dan berkelanjutan ke depannya.

Pendapatan pembiayaan konsumen Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 yang berjumlah Rp100.242 juta mengalami kenaikan sebesar Rp32.943 juta atau 49%
dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp67.299 juta. Hal ini disebabkan oleh
meningkatnya jumlah penyaluran pembiayaan konsumen yang signifikan sebesar 66% dibandingkan
dengan tahun sebelumnya dan adanya peningkatan pembiayaan di sektor transport dan logistic yang
juga sebagai salah satu upaya Perseroan untuk diversifikasi portofolio agar pertumbuhan tetap dapat
optimal dan berkelanjutan ke depannya.

Pendapatan pembiayaan modal usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 yang berjumlah Rp18 juta mengalami kenaikan sebesar Rp18 juta atau 100%
dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 dimana Perseroan tidak mencatatkan pendapatan
pembiayaan modal usaha. Peningkatan ini telah sesuai dengan strategi Perseroan serta upaya
diversifikasi portofolio pembiayaan Perseroan untuk meningkatkan pembiayaan produktif modal kerja
sektor UMKM. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan pendapatan Perseroan agar
tetap dapat optimal dan berkelanjutan kedepannya.

Pendapatan pembiayaan anjak piutang Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 yang berjumlah Rp19.845 juta mengalami kenaikan sebesar Rp4.844 juta atau 32%
dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp15.001 juta. Peningkatan ini telah
sesuai dengan strategi Perseroan serta upaya diversifikasi portofolio pembiayaan Perseroan diluar
pembiayaan produktif modal kerja sektor pertambangan, yakni meningkatkan pembiayaan produktif
modal kerja sektor UMKM, agro dan transportasi dan logistik. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga
pertumbuhan pendapatan Perseroan agar tetap dapat optimal dan berkelanjutan kedepannya.
Pendapatan bunga dan lain-lain Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang berjumlah Rp21.379 juta mengalami penurunan sebesar Rp2.182 juta atau 9.26% dibandingkan
posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp23.561 juta. Hal ini sebagian besar disebabkan
oleh menurunnya jumlah penerimaan dari denda penalti dari pelanggan yang berhasil didapatkan serta
rata-rata saldo rekening giro yang menurun sehingga pendapatan bunga menurun selama tahun 2024
dibandingkan dengan tahun 2023.

3.1.2 Segmen Operasi Berdasarkan Geografis
Segmen berdasarkan geografis terdiri dari 17 jaringan pemasaran yang terbagi menjadi 5 area yaitu
DKI Jakarta, Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Segmen informasi berdasarkan geografis
adalah sebagai berikut:
                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                                    31 Desember
                    Pendapatan
                                                           2024                    2023
 Area DKI Jakarta                                                 331.767                 282.674
 Area Kalimantan                                                  213.858                 190.205
 Area Sumatera                                                     78.384                 125.189
 Area Jawa                                                        125.887                  69.391
 Area Sulawesi                                                     71.061                  46.809
                                                                  820.957                 714.268
 Pendapatan yang tidak dapat dialokasikan                          14.636                     235
 Jumlah pendapatan                                                835.593                 714.503




                                                45
Page 70
4.     Analisa Profitabilitas

4.1 Imbal Hasil Ekuitas (ROE) dan Imbal Hasil Investasi (ROA)

                                                             (dalam jutaan Rupiah kecuali ROE dan ROA)
                                                                  31 Desember
     Uraian
                                                        2024                         2023
     Laba Tahun Berjalan                                        215.951                       165.424
     Laba sebelum pajak penghasilan                             270.288                       211.690
     Ekuitas                                                  1.277.820                     1.082.495
     Aset                                                     7.236.832                     6.110.482
     ROE                                                         16,90%                        15,28%
     ROA                                                          3,81%                         3,46%

Imbal hasil ekuitas (ROE) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih tahun
berjalan dari ekuitas yang ditanamkan, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih tahun berjalan
dengan ekuitas. Imbal hasil ekuitas Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar 16,90 % dan 15,28%. Imbal hasil ekuitas ini
menunjukan produktivitas Perseroan yang cukup baik dalam menghasilkan laba bersih tahun berjalan
dari total ekuitas yang dimiliki.

Imbal hasil investasi (ROA) menunjukan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba sebelum
pajak penghasilan tahun berjalan dari aset yang dimiliki Perseroan, yang diukur dari perbandingan
antara laba sebelum pajak penghasilan tahun berjalan dengan jumlah aset. Imbal hasil investasi
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar 3,81% dan 3,46%.

4.2 Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan Perseroan untuk membayar kembali liabilitas pinjaman jangka pendek
maupun jangka panjang yang sudah jatuh tempo. Dalam perhitungan solvabilitas ini dikenal rasio-rasio
keuangan seperti: rasio pinjaman berbunga (kotor) terhadap ekuitas (gearing ratio) dan rasio liabilitas
terhadap jumlah aset (debt to total asset ratio).

Rasio pinjaman berbunga (kotor) terhadap ekuitas (gearing ratio) pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar 4,46 kali dan 4,36 kali. Posisi rasio keuangan sesuai dengan Peraturan
OJK No. 35/POJK.05/2021 yang menyatakan bahwa tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan diukur
dengan gearing ratio maksimum sebesar 10 kali dari total modal.

Rasio liabilitas terhadap jumlah aset (debt to total asset ratio) adalah perbandingan antara seluruh
liabilitas dengan jumlah aset. Rasio pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
0,82 kali dan 0,82 kali.

5.     Analisa Likuiditas

                                                                                  (dalam jutaan Rupiah)
                                                                  31 Desember
                            Uraian
                                                        2024                         2023
     Aset                                                       7.236.832                    6.110.482
     Liabilitas                                                 5.959.012                    5.027.987
     Rasio likuiditas (x)                                           1,29x                        1,72x

Likuiditas merupakan rasio dari aset yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun dibagi dengan liabilitas
yang akan jatuh tempo di bawah 1 tahun.

Sumber likuiditas internal Perseroan adalah kas yang diperoleh dari kegiatan operasional, sedangkan
sumber likuiditas eksternal Perseroan meliputi pinjaman jangka pendek dan jangka panjang, baik yang
berasal dari bank ataupun non bank maupun pasar modal. Perseroan berupaya menjaga tingkat
likuiditas Perseroan, termasuk antisipasi untuk perkembangan penyaluran kredit, risiko kredit dari
pelanggan dan mengelola kualitas aset lancar, terutama piutang usaha dalam kondisi baik. Sementara
itu untuk menjaga sumber likuiditas dari pinjaman bank ataupun non bank, Perseroan senantiasa




                                                  46
Page 71
menjaga kepercayaan dengan selalu memenuhi kewajiban jatuh tempo tepat waktu dan menjaga rasio
utang berada pada ketentuan pinjaman yang ditetapkan untuk menjamin kelancaran operasional
Perseroan.

Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 1,29 kali, turun
dibandingkan dengan posisi tahun 2023 yaitu sebesar 1,72 kali. Walaupun mengalami penurunan
sebesar 0,01 kali, Perseroan secara garis besar mampu mempertahankan tingkat efisiensi didalam
mengelola likuiditas, akan tetapi tetap berada dalam posisi likuid dengan rasio diatas 1 kali, yaitu
kemampuan mempertahankan tingkat likuiditas dalam bentuk kas dibandingkan liabilitas yang segera
jatuh tempo.

Perseroan senantiasa menjaga tingkat kecukupan likuiditas secara baik dan optimal guna mendukung
kelancaran strategi dan kegiatan operasionalnya. Upaya-upaya yang akan dilakukan untuk memenuhi
sumber-sumber likuiditas tersebut sebagai bahan modal kerja Perseroan antara lain efisiensi dan
optimalisasi kas operasional serta dengan mencari fasilitas pinjaman dari bank yang baru bekerjasama
dengan Perseroan dan/atau memperpanjang/meningkatkan plafond fasilitas pinjaman dari bank yang
sudah bekerjasama dengan Perseroan.

Pada tanggal 31 Desember 2024, tidak terdapat sumber likuiditas Perseroan yang material yang belum
digunakan. Sumber-sumber likuiditas Perseroan baik internal maupun eksternal telah digunakan dan
dikelola secara optimal untuk mendukung strategi dan kegiatan operasional Perseroan.

Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, tidak terdapat indikasi atau kecendurungan yang
diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian yang dapat
mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap sumber likuiditas
internal dan eksternal Perseroan.

6.   Analisa Arus Kas
                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
                                                                          31 Desember
                            Uraian
                                                                 2024                     2023
 Kas bersih untuk aktivitas operasi                                (1.079.072)               (921.344)
 Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi                         (8.206)                (11.814)
 Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan                         954.354                 855.329
 Kas dan kas di bank pada akhir tahun                                  211.306                 344.293

Arus kas masuk Perseroan yang utama diperoleh dari penerimaan angsuran pelanggan dan
penerimaan fasilitas pinjaman bank. Arus kas keluar Perseroan yang utama adalah untuk membayar
utang kepada pemasok (supplier) dan membayar angsuran pinjaman bank. Sebagai perusahaan
pembiayaan, Perseroan menggunakan arus kas dari aktivitas pendanaan untuk memenuhi kegiatan
operasional utama Perseroan yakni penyaluran pembiayaan baru kepada pelanggan. Dari aktivitas
pembiayaan tersebut, Perseroan mendapatkan penerimaan operasional dari angsuran pelanggan,
yang kemudian akan digunakan untuk membayar kewajiban pinjaman serta kegiatan operasional dan
investasi lainnya seperti biaya operasional, pembayaran utang kepada pemasok, perolehan aset tetap
dan lain-lain.

Pada tanggal 31 Desember 2024, posisi kas dan kas di bank Perseroan adalah Rp211.306 juta
mengalami penurunan sebesar Rp132.987 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang
berjumlah Rp344.293 juta. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah penyaluran pembiayaan baru
yang dilakukan Perseroan di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023, penggunaan saldo kas
bank yang lebih maksimal dan penyesuaian kebutuhan saldo awal tahun dalam menjalankan kegiatan
operasinal.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi adalah (Rp1.079.072 juta) mengalami penurunan
sebesar (Rp157.728 juta) dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah (Rp921.344)
juta. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah penyaluran pembiayaan baru yang signifikan
dilakukan Perseroan di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi adalah (Rp8.206 juta) mengalami penurunan
sebesar (Rp3.608 juta) dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah (Rp 11.814)




                                                  47
Page 72
juta. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian atas kebutuhan akuisisi aset tetap pada tahun 2024 sesuai
dengan strategi Perseroan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Arus kas yang diperoleh dari aktivitas pendanaan adalah Rp954.354 mengalami kenaikan sebesar
Rp99.025 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp855.329 juta. Hal ini
disebabkan oleh usaha Perseroan dalam memenuhi penyaluran pembiayaan baru selama tahun 2024
jika dibandingkan dengan tahun 2023.

Perseroan menggunakan penerimaan arus kas dari aktivitas pendanaan dari fasilitas pinjaman atau
obligasi untuk mendukung penyaluran pembiayaan baru sebagai aktivitas operasional Perseroan. Atas
penyaluran pembiayaan tersebut, Perseroan menerima arus kas operasional dari pelanggan.
Penerimaan tersebut digunakan Perseroan untuk melunasi pinjaman dari fasilitas pinjaman ataupun
obligasi yang telah ditarik sebelumnya beserta bunga yang timbul, pembayaran biaya operasional
Perseroan.

7.   Pembatasan Pengalihan Dana

Tidak terdapat pembatasan pengalihan dana yang terjadi di Perseroan. Perseroan juga merupakan
single entity dan tidak memilki perusahaan anak.

8.   Pembelian Barang Modal

Pembelian barang modal merupakan pengeluaran biaya yang digunakan untuk membeli aset-aset
Perseroan, berupa prasarana, peralatan kantor, kendaraan bermotor, perabotan kantor, pembelian
perangkat keras atau perangkat lunak untuk pengembangan jaringan yang berbasis teknologi informasi
dan kebutuhan barang modal lainnya untuk mendukung usaha Perseroan. Pembelian barang modal
untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 secara berturut-turut
adalah sebesar Rp9.023 juta dan Rp11.814 juta. Kenaikan pembelian barang modal di tahun 2024
dibandingkan dengan tahun 2023 disebabkan oleh akusisi properti bangunan untuk kantor pemasaran,
kendaraan operasional, peralatan serta perabotan kantor Perseroan.

Rencana pembelian barang modal, merupakan investasi yang akan dilakukan Perseroan secara
bertahap dan berkelanjutan dimasa yang akan datang, yang difokuskan untuk meperkuat jaringan
pemasaran sehingga mampu menjangkau wilayah dan pelanggan yang berpotensi menjadi pengguna
jasa Perseroan, serta menunjang kinerja operasional Perseroan secara keseluruhan untuk mencapai
target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam hal pembelian barang modal ini, Perseroan telah mengukur maksud dan tujuan secara baik,
sehingga Perseroan berkeyakinan tidak akan muncul masalah yang berdampak signifikan dalam
rangka membeli barang modal ini.

Perseroan menggunakan dana dari aktivitas operasional untuk melakukan pengadaan/pembelian
modal barang.

Beberapa pihak terkait dalam pengadaan/pembelian barang modal Perseroan selama tahun 2024
antara lain PT. Astra International Tbk. - Toyota Sales Operation, PT. Buana Tekno Solusindo, dan
PT. Urban Corporatama.

Dampak positif yang dirasakan oleh Perseroan dalam rangka pembelian barang modal ini adalah
Perseroan dapat mengoptimalkan sumber daya serta asetnya menjadi lebih baik, efektif dan efisien.

Perseroan tidak memiliki komitmen investasi dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi terkait
investasi barang modal yang material untuk tahun-tahun mendatang.

9.   Analisa Risiko Fluktuasi Kurs Mata Uang Asing
                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                                       31 Desember
                          Uraian
                                                                2024                   2023
 Aset mata uang asing                                                    501                  1.536
 Liabilitas mata uang asing                                              351                  1.375
 Jumlah aset/(liabilitas) mata uang asing - bersih                       150                    161




                                                     48
Page 73
Jumlah aset/(liabilitas) mata uang asing - bersih yang dimiliki oleh Perseroan pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Dolar AS$ 150 ribu dan Dolar AS$ 161
ribu.

Dalam hal pinjaman mata uang asing, Perseroan telah menerapkan instrumen lindung nilai melalui
transaksi cross currency swap untuk memitigasi risiko volatilitas nilai tukar atas pinjaman dalam mata
uang asing.

10. Kejadian atau Transaksi yang Tidak Normal atau Perubahan Penting Dalam Ekonomi

Tidak ada kejadian atau transaksi yang tidak normal atau perubahan penting dalam ekonomi untuk
tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023.

11. Kebijakan Pemerintah yang Berdampak Langsung maupun Tidak Langsung Terhadap
    Kegiatan Usaha dan Investasi

Kebijakan Pemerintah yang berdampak langsung terhadap kinerja Perusahaan saat ini meliputi
peraturan terkait Pelindungan Data Pribadi (PDP) dan Penguatan Pengawasan Sektor Keuangan
(P2SK). Peraturan PDP mewajibkan perusahaan untuk meningkatkan keamanan data debitur, yang
mengharuskan pengelolaan data dilakukan dengan lebih terstruktur dan sesuai dengan regulasi. Untuk
mematuhi kebijakan ini, perusahaan melakukan investasi dalam teknologi keamanan data dan
menerapkan prosedur akses data yang lebih ketat, agar proses bisnis tetap dapat berjalan secara
efektif seiring dengan menjaga kepatuhan terhadap regulasi.

P2SK bertujuan memperkuat stabilitas dan integritas sektor keuangan melalui pengawasan yang
terintegrasi, peningkatan perlindungan konsumen, dan manajemen risiko yang lebih efektif.
Perusahaan merespons dengan memperkuat sistem pengawasan internal dan memastikan
transparansi pada produk dan layanan yang ditawarkan kepada debitur serta memastikan integritas
dalam proses penagihan yang dilakukan terhadap debitur, sehingga kepatuhan terhadap regulasi serta
perlindungan terhadap konsumen dapat terus terjaga.

12. Pengungkapan Komponen Penting dari Pendapatan atau Beban Lainnya

Pendapatan lainnya untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp21.379 juta
turun sebesar Rp2.182 juta atau sebesar 9,26% dari tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023
yaitu sebesar Rp23.561 juta. Komponen terbesar pendapatan lainnya tahun 2024 yaitu pendapatan
pendapatan penalty dan administrasi yaitu sebesar Rp16.351 juta atau sebesar 76,48% serta
pendapatan bunga bank sebesar Rp5.028 juta atau sebesar 23,52%.

Beban lainnya untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp3.045 juta naik
sebesar Rp373 juta atau sebesar 13,96% dari tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 yaitu
sebesar Rp2.672 juta. Komponen terbesar beban lainnya tahun 2024 yaitu beban entertainment dan
representasi yaitu sebesar Rp1.902 juta atau sebesar 62,42% yang digunakan untuk mendapatkan,
menagih dan memelihara penghasilan Perseroan.

13. Analisa Peningkatan Material dari Penjualan/Penyaluran Pembiayaan Baru, Pendapatan dan
    Laba Bersih
Secara keseluruhan penjualan/penyaluran pembiayaan baru Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2024 mencapai Rp7.578.606 juta naik sebesar Rp1.491.125 juta atau sebesar
24,49% dari tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp6.087.481 juta. Hal tersebut
utamanya dikarenakan kenaikan penjualan/penyaluran pembiayaan baru dari sewa pembiayaan dan
pembiayaan konsumen masing-masing sebesar Rp5.203.611 juta dan Rp783.060 juta. Peningkatan ini
didominasi oleh kenaikan piutang pembiayaan kepada pelanggan terutama di pembiayaan truk. Hal ini
juga sejalan dengan strategi Perseroan untuk melakukan diversifikasi portofolio guna menjamin
keberlanjutan pertumbuhan aset Perseroan di masa mendatang.

Kontribusi terbesar pendapatan Perseroan berasal dari sewa pembiayaan (finance lease). Porsi
pendapatan dari sewa pembiayaan mencapai 83,07% dari seluruh pendapatan untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2024 dan sebesar 85,18% dari seluruh pendapatan untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2023. Selain pendapatan sewa pembiayan, sumber pendapatan Perseroan berasal dari



                                                  49
Page 74
pendapatan pembiayaan konsumen, pembiayaan modal usaha, pembiayaan anjak piutang serta
pendapatan bunga dan lain-lainnya. Jumlah pendapatan selain pendapatan dari sewa pembiayaan
sebesar Rp141.484 juta di tahun 2024, mengalami kenaikan sebesar Rp35.623 juta dibanding tahun
2023 sebesar Rp105.861 juta.

Pendapatan sewa pembiayaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang berjumlah Rp694.109 juta mengalami kenaikan sebesar Rp85.467 juta atau 14 % dibandingkan
posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp608.642 juta. Hal ini selaras dengan meningkatnya
jumlah penyaluran sewa pembiayaan sebesar 24% di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Kenaikan Pendapatan ini juga merupakan hasil upaya Perseroan dalam diversifikasi
portofolio dengan meningkatkan jumlah pembiayaan di luar sektor alat berat batubara seperti truk dan
alat berat bauksit, nikel, sand dan stone quarry tanpa mengurangi nilai porsi pembiayaan dari sektor
alat berat batubara itu sendiri. Di samping itu, Perseroan juga melakukan inisiatif untuk melakukan
pembiayaan bersama dengan lembaga bank sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapabilitas
Perseroan dalam penetrasi pasar dan pelanggan. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk menjaga
pertumbuhan pendapatan Perseroan agar tetap dapat optimal dan berkelanjutan ke depannya.

Pendapatan pembiayaan konsumen Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 yang berjumlah Rp100.242 juta mengalami kenaikan sebesar Rp32.943 juta atau 49%
dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023 yang berjumlah Rp67.299 juta. Hal ini disebabkan oleh
meningkatnya jumlah penyaluran pembiayaan konsumen yang signifikan sebesar 66% dibandingkan
dengan tahun sebelumnya dan adanya peningkatan pembiayaan di sektor transport dan logistic yang
juga sebagai salah satu upaya Perseroan untuk diversifikasi portofolio agar pertumbuhan tetap dapat
optimal dan berkelanjutan ke depannya.

Laba bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang berjumlah
Rp215.951 juta mengalami kenaikan sebesar Rp50.527 juta atau 30,54% dibandingkan posisi tanggal
31 Desember 2023 yang berjumlah Rp165.424 juta. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kinerja
Perseroan terutama dari pendapatan pembiayaan selaras dengan kenaikan penyaluran pembiayaan
baru truk, alat berat maupun modal kerja. Kenaikan pendapatan dengan penyaluran pembiayan baru
ini selaras dengan strategi Perseroan untuk diversifikasi portofolio sehingga mendukung pertumbuhan
yang optimal dan berkelanjutan. Selain itu optimalisasi beban bunga dan keuangan juga dilakukan
melalui penarikan fasilitas pinjaman dengan bunga yang kompetitif serta menyesuaikan tenor pinjaman
dengan tenor pembiayaan kepada pelanggan.

14. Analisa Jumlah Pinjaman yang Masih Terutang

Hingga tahun 2024 pinjaman yang masih terutang adalah sebesar Rp5.694.918 juta, meningkat
sebesar Rp979.343 juta atau sebesar 20.77% dari tahun 2023 yaitu sebesar Rp4.715.575 juta . Hal
tersebut dikarenakan pada tahun 2024 Perseroan melakukan 1 pinjaman lebih besar daripada
pelunasan kepada lembaga keuangan bank maupun bukan bank. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo
pada tahun 2025 sebesar Rp2.925.992 juta dan diatas tahun 2025 sebesar Rp2.768.926 juta.
Perseroan tidak pernah gagal bayar atau terlambat melakukan pembayaran pokok maupun bunga
pinjaman. Perseroan tidak memiliki kebutuhan pinjaman musiman. Perseroan senantiasa menjaga
rasio utang berada pada ketentuan pinjaman yang ditetapkan.

15.   Investasi Barang Modal yang Dikeluarkan dalam rangka Pemenuhan Regulasi dan Isu
      Lingkungan Hidup

Tidak terdapat investasi barang modal yang dikeluarkan dalam rangka pemenuhan regulasi dan isu
lingkungan hidup selama tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023.




                                                50
Page 75
VI.     FAKTOR RISIO

Dalam menjalankan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari risiko yang mungkin dapat mempengaruhi
kelangsungan usaha dan kondisi keuangan Perseroan. Risiko-risiko tersebut secara umum telah
disusun berdasarkan dampaknya dan dapat dikelompokan sebagai berikut:
a. Risiko Utama Yang Mempunyai Pengaruh Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha
   Perseroan

   Risiko Kredit
   Risiko Kredit terjadi akibat kegagalan debitur dalam memenuhi kewajibannya dalam melunasi kredit
   kepada Perseroan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Dalam mengendalikan risiko
   kredit Perseroan melakukan mitigasi sebagai berikut:
   1) Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan melalui
       optimalisasi penggunaan SLIK-OJK, penggunaan sistem grading debitur, dan penggunaan
       sensitivity analysis yang mempertimbangkan volatilitas faktor makro ekonomi untuk memastikan
       dan menjaga kualitas kredit debitur;
   2) Peran aktif Komite Kredit dalam melakukan evaluasi dan penilaian atas setiap pengajuan
       pembiayaan sehingga dapat diperoleh pandangan yang komprehensif dan menyeluruh atas
       penyaluran pembiayaan;
   3) Mekanisme dalam pemenuhan jaminan, ketentuan, syarat dan pra-syarat serta janji-janji
       (covenants) yang harus dipenuhi oleh peminjam yang dievaluasi secara berkala oleh Perseroan;
       dan
   4) Melakukan pemantauan terhadap portofolio pembiayaan dan melakukan stress testing secara
       berkala.

b. Risiko Kegagalan Perseroan Memenuhi Peraturan Perundang-Undangan Yang Berlaku
   Dalam Industrinya Yang Bersifat Material Baik Secara Langsung Maupun Tidak Langsung
   Yang Dapat Mempengaruhi Hasil Usaha Dan Kondisi Keuangan Perseroan

   i.   Risiko Pasar
        Risiko akibat adanya perubahan secara keseluruhan kondisi pasar. Kondisi pasar yang
        dimaksud antara lain suku bunga, nilai tukar, harga komoditas, dan lainnya. Perseroan
        melakukan serangkaian langkah pengendalian risiko pasar, meliputi:
        1) Perseroan melakukan lindung nilai (hedging);
        2) Melakukan pemantauan perubahan kondisi pasar baik secara ekonomi nasional maupun
            industri secara berkala;
        3) Melakukan stress testing untuk melihat pengaruh perubahan kondisi pasar terhadap kinerja
            Perseroan; dan
        4) Perseroan selalu melakukan diversifikasi terhadap portofolio pembiayaan maupun
            portofolio pendanaan.

  ii.   Risiko Persaingan
         Risiko persaingan terjadi akibat meningkatnya kompetisi di industri pembiayaan alat berat yang
         disebabkan oleh fluktuasi harga komoditas, strategi agresif dari pesaing, serta masuknya
         produk impor dengan harga lebih kompetitif. Persaingan yang semakin ketat ini berisiko
         mempersempit pangsa pasar dan meningkatkan tekanan terhadap margin keuntungan
         Perseroan, terutama jika terjadi perang tarif antar pelaku industri. Dalam menghadapi risiko
         persaingan, Perseroan menerapkan serangkaian langkah mitigasi, meliputi:

        1) Menyesuaikan paket produk pembiayaan sesuai dengan kebutuhan pasar guna
           meningkatkan daya tarik layanan dan mempertahankan loyalitas pelanggan;
        2) Melakukan diversifikasi bisnis ke sektor baru seperti trucking dan productive financing, untuk
           memperluas pangsa pasar dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor tertentu; serta



                                                   51
Page 76
       3) Mengembangkan strategi pemasaran dan kerja sama dengan mitra strategis guna
          memperkuat posisi Perseroan dalam industri pembiayaan dan meningkatkan daya saing di
          pasar.

iii.   Risiko Likuiditas
       Risiko Likuiditas terjadi akibat ketidakmampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas yang
       jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau asset likuid yang dapat dengan mudah
       dikonversi menjadi kas, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Perseroan.
       Perseroan melakukan serangkaian langkah pengendalian risiko likuiditas, meliputi:
       1) Melakukan pemantauan berkala terkait dengan angsuran yang dibayarkan oleh debitur
           untuk menjaga ketersediaan arus kas;
       2) Melakukan pemantauan berkala terkait dengan rasio likuiditas, seperti current ratio dan
           cash ratio pada tingkat yang sudah disetujui oleh Direksi; dan
       3) Penerapan Asset Liability Management (ALM).

iv.    Risiko Operasional
       Risiko Operasional terjadi akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal,
       kesalaham manusia, kegagalan sistem, dan/atau kejadian eksternal yang mempengaruhi
       operasioanl Perseroan. Risiko Operasional dapat meningkat antara lain karena adanya
       serangan cyber terhadap sistem teknologi, kurangnya kuantitas dan kualitas sumber daya
       manusia, dan adanya gangguan eksternal/bencana. Dalam mengendalikan risiko operasional,
       Perseroan telah melakukan mitigasi sebagai berikut:
       1) Memastikan penerapan security information system sesuai dengan standar ISO 27001;
       2) Melakukan evaluasi terkait kuantitas sumber daya manusia;
       3) Memberikan pelatihan secara berkala sesuai dengan posisi dan jabatan karyawan;
       4) Menerapkan Business Continuity Management (BCM) untuk memastikan kegiatan
           operasional Perseroan pada saat terjadi bencana; dan
       5) Perseroan sudah melakukan pengujian terhadap cyber security untuk memastikan
           keamanan data dan jaringan dalam aktivitas usaha Perseroan, melalui vulnerability
           assessment, network mapper, dan penetration test.

 v.    Risiko Strategis
       Risiko Strategis terjadi akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu
       keputusan stategis serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Dalam
       mengendalikan risiko strategis, Perseroan telah melakukan mitigasi sebagai berikut:
       1) Penyusunan rencana strategis Perseroan sebagai tahapan mewujudkan fungsi Perseroan
           yang tertuang dalam Rencana Bisnis tahunan Perseroan;
       2) Perseroan secara berkala telah melakukan peninjauan terkait rencana strategis Perseroan;
           dan
       3) Melaksanakan rapat Direksi dan rapat Dewan Komisaris secara berkala dalam membahas
           kondisi Perseroan dan langkah strategis yang harus dilakukan; dan
       4) Memantau profil risiko Perseroan secara reguler guna mendukung rencana strategis
           Perseroan serta memastikan pengambilan keputusan didasarkan pada evaluasi risiko
           yang komprehensif.

vi.    Risiko Hukum
       Risiko Hukum terjadi akibat adanya tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek hukum. Dalam
       menghadapi risiko hukum, Perseroan telah melakukan mitigasi sebagai berikut:
       1) Menerapkan legal governance, memastikan terdapat legal consistency pada setiap
            kegiatan usaha Perseroan, dan memastikan adanya legal completeness;
       2) Melakukan assessment terhadap seluruh potensi kerugian yang disebabkan apabila
            adanya tuntutan hukum; dan
       3) Perseroan telah menetapkan mekanisme komunikasi yang efektif dengan bagian hukum
            atau fungsi terkait atas permasalahan hukum yang sedang dihadapi.




                                                52
Page 77
 vii.   Risiko Kepatuhan
        Risiko Kepatuhan terjadi akibat Perseroan tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan
        peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Dalam menghadapi risiko
        kepatuhan, Perseroan melakukan serangkaian langkah pengendalian risiko kepatuhan,
        meliputi:
        1) Membentuk fungsi kepatuhan yang bertugas untuk memastikan bahwa kebijakan,
             ketentuan, sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh Perseroan
             telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
        2)   Memastikan kepatuhan Perseroan atas komitmen yang dibuat oleh Perseroan kepada
             Regulator telah terimplementasi;
        3)   Perseroan telah memiliki suatu sistem yang dapat memastikan pemenuhan atas
             kewajiban Perseroan kepada Regulator sesuai dengan peraturan perundang-undangan
             yang berlaku; dan
        4)   Melaksanakan audit internal secara berkala oleh fungsi terkait untuk mengidentifikasi dan
             memastikan efektivitas pelaksanaan internal control, serta memastikan bahwa seluruh
             aktivitas operasional Perseroan telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
             selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

viii.   Risiko Reputasi
        Risiko Reputasi terjadi akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan
        (stakeholder) yang bersumber dari persepsi negative terhadap Perseroan. Dalam menghadapi
        risiko reputasi Perseroan melakukan serangkaian langkah pengendalian risiko reputasi,
        meliputi:
        1)   Perseroan telah memiliki Fungsi Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen
             untuk membantu memberikan respon yang cepat dan efektif terhadap keluhan dan
             permasalahan yang dihadapi oleh debitur sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
             Perseroan juga memperkuat prosedur dan ketentuan komunikasi dengan pihak eksternal
             dalam rangka menjaga reputasi Perseroan;
        2)   Menerapkan budaya dan nilai-nilai Perseroan dalam aktivitas sehari-hari dalam rangka
             membangun dan menjaga reputasi Perseroan; dan
        3)   Meningkatkan perlindungan data konsumen dengan melakukan awareness tentang
             pentingnya perlindungan data pribadi serta memperkuat sistem keamanan teknologi yang
             digunakan Perseroan, guna menjaga integritas dan reputasi Perseroan tetap terjaga
             dengan baik.

 ix.    Risiko Investasi atau Aksi Korporasi
        Risiko investasi atau aksi korporasi terjadi akibat ketidakpastian dalam realisasi manfaat
        investasi yang dilakukan oleh Perseroan. Investasi yang tidak optimal dapat berdampak pada
        efisiensi operasional dan kinerja keuangan jangka panjang, terutama jika tidak disertai dengan
        analisis yang komprehensif terhadap biaya dan potensi imbal hasil. Biaya investasi dapat timbul
        dalam bentuk ekspansi jaringan operasional melalui pembukaan cabang baru sebagai salah
        satu implementasi dari strategi diversifikasi portofolio, serta pengembangan infrastruktur
        teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan. Dalam menghadapi risiko investasi atau aksi
        korporasi, Perseroan menerapkan serangkaian langkah mitigasi, meliputi:
         1) Melakukan studi kelayakan dan analisa risiko secara menyeluruh sebelum mengambil
              keputusan investasi atau aksi korporasi guna memastikan manfaat jangka panjang yang
              optimal;
        2) Menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan investasi                   dengan
           menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi pasar dan tren industri; serta
        3) Melakukan evaluasi terhadap hasil investasi guna meningkatkan ketepatan pengambilan
           keputusan dan memastikan investasi yang dilakukan sesuai dengan strategi pertumbuhan
           Perseroan



                                                  53
Page 78
 x.        Risiko Perubahan Teknologi
           Perkembangan teknologi yang semakin pesat, baik dalam sistem layanan digital, maupun
           otomasi proses bisnis, mendorong Perseroan untuk terus beradaptasi agar tetap kompetitif di
           industri pembiayaan. Penerapan teknologi yang tidak diperbarui dapat berdampak pada
           efisiensi operasional serta kecepatan layanan, yang pada akhirnya dapat menghambat daya
           saing Perseroan dibandingkan dengan kompetitor yang telah mengadopsi teknologi yang lebih
           mutakhir. Dalam menghadapi risiko perkembangan teknologi, Perseroan menerapkan
           serangkaian langkah mitigasi, meliputi:
           1) Melakukan investasi pada sistem digitalisasi dan otomasi proses untuk meningkatkan
              efisiensi operasional serta pengalaman pelanggan;serta
           2) Meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknologi agar dapat
              mengoptimalkan penggunaan sistem dan inovasi terbaru di industri pembiayaan.


c. Risiko Umum

      i.   Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro Atau Global

           Fluktuasi kondisi perekonomian global dan domestik dapat memberikan dampak signifikan
           terhadap industri pembiayaan. Faktor-faktor seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi,
           kenaikan suku bunga, volatilitas nilai tukar, serta perubahan harga komoditas dapat
           mempengaruhi daya beli pelanggan dan permintaan pembiayaan. Selain itu, ketidakstabilan
           pasar keuangan juga berisiko mempengaruhi akses pendanaan Perseroan, yang pada
           akhirnya dapat berdampak pada kelangsungan operasional dan profitabilitas. Dalam
           menghadapi risiko kondisi perekonomian makro dan global, Perseroan menerapkan
           serangkaian langkah mitigasi, meliputi:

           1. Melakukan pemantauan perubahan kondisi pasar baik secara ekonomi nasional maupun
              industri secara berkala;

           2. Melakukan stress testing untuk melihat pengaruh perubahan kondisi pasar terhadap
              kinerja Perseroan; serta

           3. Memastikan struktur pendanaan tetap optimal agar dapat menghadapi volatilitas pasar
              dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.


  ii.      Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing

           Fluktuasi nilai tukar mata uang asing dapat berdampak signifikan terhadap kinerja industri
           pembiayaan, terutama bagi Perseroan yang memiliki eksposur terhadap pinjaman dalam mata
           uang asing. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dapat meningkatkan beban
           biaya pendanaan serta mempengaruhi daya beli masyarakat, yang pada akhirnya berisiko
           menekan pertumbuhan pembiayaan dan kualitas portofolio kredit Perseroan. Dalam
           menghadapi risiko ini, Perseroan menerapkan langkah-langkah mitigasi, antara lain:
           1. Melakukan lindung nilai (hedging) terhadap eksposur mata uang asing melalui instrumen
                keuangan seperti cross currency swap;
           2. Menyesuaikan strategi pembiayaan dengan mempertimbangkan faktor nilai tukar untuk
              mengurangi dampak volatilitas terhadap biaya operasional; serta
           3. Memantau kebijakan ekonomi makro dan pergerakan nilai tukar secara berkala guna
              mengantisipasi potensi dampaknya terhadap bisnis Perseroan.




                                                   54
Page 79
  iii.   Risiko Ketentuan Negara Lain Atau Peraturan Internasional

         Industri pembiayaan menghadapi tantangan dalam menyesuaikan dengan perubahan
         ketentuan di negara lain maupun peraturan internasional yang dapat berdampak pada
         operasional dan strategi bisnis Perseroan. Kebijakan suku bunga global, seperti perubahan
         suku bunga acuan The Fed, dapat mempengaruhi biaya pendanaan yang berisiko
         meningkatkan suku bunga kredit, sehingga berdampak terhadap daya beli nasabah dan
         pertumbuhan pembiayaan. Selain itu, regulasi internasional terkait Anti-Pencucian Uang (AML)
         dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (CFT) menuntut Perseroan untuk terus memperbarui
         kebijakan kepatuhan guna menghindari risiko hukum dan sanksi. Perubahan kebijakan
         perdagangan internasional juga dapat berdampak pada sektor yang menjadi target
         pembiayaan Perseroan. Untuk mengelola risiko ini, Perseroan menerapkan langkah-langkah
         mitigasi sebagai berikut:
          1) Memantau perkembangan regulasi global secara berkala guna mengantisipasi potensi
              dampaknya terhadap industri pembiayaan dan menyesuaikan strategi bisnis secara
              proaktif;

         2) Menjalin komunikasi aktif dengan regulator serta asosiasi industri guna memastikan
            kepatuhan terhadap kebijakan yang berlaku serta memahami arah perubahan regulasi di
            tingkat internasional; serta

         3) Menyesuaikan kebijakan internal agar selaras dengan standar internasional.


d. Risiko Investasi Yang Berkaitan Dengan Obligasi
   Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah:
    I. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain
       disebabkan karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang.
   II. Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran bunga
       serta hutang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan Perseroan untuk
       memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak Obligasi yang merupakan dampak
       dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan.



MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SEMUA FAKTOR RISIKO USAHA DAN
RISIKO UMUM YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN
USAHA TELAH DIUNGKAPKAN DAN DISUSUN BERDASARKAN BOBOT DARI DAMPAK
MASING-MASING RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERSEROAN DALAM
PROSPEKTUS.




                                                  55
Page 80
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN
     AKUNTAN PUBLIK

Sampai dengan tanggal Pernyataan Pendaftaran ini dinyatakan efektif, manajemen Perseroan
berkeyakinan bahwa tidak ada kejadian dan transaksi penting yang telah terjadi setelah tanggal
Laporan Auditor Independen tanggal 13 Juni 2025 yang dapat berdampak material terhadap posisi
keuangan dan hasil usaha Perseroan.

Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen
Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi,
Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh
IAPI, dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan kembali tertanggal 13 Juni
2025 yang ditandatangani oleh Ketty (Registrasi Akuntan Publik No. AP 1849).




                                                56
Page 81
VIII.       KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN
            USAHA, KECENDERUNGAN, DAN PROSPEK USAHA

A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN

1.   Riwayat Singkat

Umum

Perseroan berkedudukan hukum di Jakarta Selatan adalah suatu Perseroan terbatas yang pertama-
tama didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta Pendirian No. 58 tanggal 25
Agustus 1983 dibuat dihadapan Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., pada waktu itu Notaris di
Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. C2-423 HT01.01.Th84 tanggal 19 Januari 1984, didaftarkan dalam buku register
di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 697/1984 tanggal 6 Maret 1984, serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 Mei 1984 dan Tambahan Berita Negara
Republik Indonesia No. 484 (selanjutnya disebut “Akta Pendirian”).

Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Akta Pendirian telah diubah beberapa kali
dan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali adalah berdasarkan Akta No. 53/2022.

Akta No. 53/2022 memuat perubahan Pasal 3 terkait Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Perseroan.

Maksud dan tujuan dari Perseroan adalah berusaha dalam bidang perusahaan pembiayaan
konvensional. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan
usaha sebagai berikut:

a.   Menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan barang modal
     beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi
     atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur, yang wajib dilakukan dengan
     cara:
     1. Sewa Pembiayaan;
     2. Jual dan Sewa-Balik;
     3. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
     4. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
     5. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
     6. Pembiayaan Proyek;
     7. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
     8. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
          Keuangan.

b. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk
   memenuhi kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur, yang wajib
   dilakukan dengan cara:
    1. Jual dan Sewa-Balik;
    2. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
    3. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
    4. Fasilitas Modal Usaha; dan/atau
    5. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
         Keuangan.

c.   Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan barang
     dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan
     usaha atau aktivitas produktif dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan
     cara:




                                                  57
Page 82
     1.   Sewa Pembiayaan;
     2.   Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
     3.   Fasilitas Dana; dan/atau
     4.   Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
          Keuangan.

d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.

e. Kegiatan usaha sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis imbal jasa sepanjang
   tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

Struktur Permodalan Perseroan saat Perseroan Didirikan

Sesuai dengan Akta Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta
No. 58 tanggal 25 Agustus 1983 telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-423 HT01.01.Th84 tanggal 19 Januari 1984,
didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 697/1984 tanggal 6
Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 Mei 1984
dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 484 (selanjutnya disebut “Akta Pendirian”),
struktur permodalan Perseroan pada saat pendirian adalah sebagai berikut:

                                                Nilai Nominal Rp 1.000 per saham
                                                                                        Persentase
                  Keterangan                  Jumlah Saham      Jumlah Nilai Nominal
                                                                                           (%)
                                                (lembar)                (Rp)
 Modal Dasar                                             200               20.000.000
 Modal Ditempatkan:
 a.Tuan Paul Andrew Lapian BBA                             19               1.900.000        47,50
 b.Insinyur Subianto                                       21               2.100.000        52,50
 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
                                                           40               4.000.000       100,00
 Penuh
 Jumlah Modal Dalam Portepel                              160             16.000.000


Saham-saham yang ditempatkan berdasarkan Akta Pendirian telah disetor penuh secara tunai oleh
masing-masing pemegang saham.
2.   Kejadian Penting Yang Mempengaruhi Perkembangan Usaha Perseroan

          Tahun                                        Keterangan
          1983                    Perseroan didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur.
          1984              Perseroan berubah nama menjadi PT Surya Artha Nusantara Leasing.
          1985                 Perseroan mendapatkan izin untuk menjalankan usaha sebagai
                             perusahaan sewa guna usaha dari Kementerian Keuangan Republik
                                                         Indonesia.
          1989              Perseroan berubah nama menjadi PT Surya Artha Nusantara Finance.
          1990              Perseroan mendapatkan izin sebagai Lembaga Multi Pembiayaan dari
                                         Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
          1996            Susunan kepemilikan saham Perseroan menjadi PT Astra Sedaya Finance
                                (23,77%), PT Sedaya Multi Investama (71,32%), dan Marubeni
                                                    Corporation (4,91%).
          2005            Perjanjian Joint Venture baru antara PT Astra International Tbk. dengan
                                                   Marubeni Corporation
          2006             Jumlah saham Marubeni Corporation di Perseroan meningkat menjadi
                           40% dan Marubeni Corporation menjual dan mengalihkan kepemilikan
                              saham di Perseroan sebesar 5% kepada PT Marubeni Indonesia.
          2008               Perseroan meningkatkan saham sebanyak 100.000.000 saham yang
                             kesemuanya dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang
                                                           saham.



                                                58
Page 83
          2011               Perseroan melakukan penerbitan obligasi I dan terdaftar di Bursa Efek
                           Indonesia dan meningkatkan modal dasar menjadi Rp2.000.000.000.000.
          2012                  Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 dengan Tingkat Bunga Tetap
          2013              Obligasi Berkelanjutan Tahap I SAN Finance Tahun 2013 dengan Tingkat
                                                           Bunga Tetap.
          2014              Obligasi Berkelanjutan Tahap II SAN Finance Tahun 2014 dengan Tingkat
                                                           Bunga Tetap.
          2015             Obligasi Berkelanjutan Tahap III SAN Finance Tahun 2015 dengan Tingkat
                                                           Bunga Tetap.
          2016             Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap
                                                           I Tahun 2016.
          2017             Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap
                                                          II Tahun 2017.
          2019                Obligasi Berkelanjutan III SAN Finance dengan Tingkat Bunga Tetap
                                                       Tahap I Tahun 2019.
          2022             Obligasi Berkelanjutan IV SAN Finance dengan Tingkat Suku Bunga Tetap
                                                       Tahap I Tahun 2022.
          2023             Obligasi Berkelanjutan IV SAN Finance dengan Tingkat Suku Bunga Tetap
                                                      Tahap II Tahun 2023.
          2024             Obligasi Berkelanjutan IV SAN Finance dengan Tingkat Suku Bunga Tetap
                                                      Tahap III Tahun 2024.

3.   Struktur Permodalan dan Susunan Kepemilikan Saham Perseroan

Dalam 2 (dua) tahun terakhir, tidak terdapat perubahan susunan kepemilikan saham Perseroan sampai
dengan Prospektus ini diterbitkan. Berikut adalah susunan kepemilikan saham Perseroan terakhir
berdasarkan Akta No. 17/2011 adalah sebagai berikut:

                                                  Nilai Nominal Rp 1.000 per saham
                                                                                           Persentase
                 Keterangan                     Jumlah Saham      Jumlah Nilai Nominal
                                                                                              (%)
                                                   (lembar)               (Rp)
 Modal Dasar                                      2.000.000.000       2.000.000.000.000
 Modal Ditempatkan:
 a. PT Sedaya Multi Investama                       344.931.040         344.931.040.000         60,00
 b. Marubeni Corporation                            201.209.774         201.209.774.000         35,00
 c. PT Marubeni Indonesia                            28.744.253          28.744.253.000          5,00
 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
                                                    574.885.067         574.885.067.000        100,00
 Penuh
 Jumlah Modal Dalam Portepel                      1.425.114.933        1.425.114.933.000

Saham-saham yang ditempatkan berdasarkan Akta No. 17/2011 telah disetor penuh secara tunai oleh
masing-masing pemegang saham.

Selain perubahan yang disebutkan diatas, tidak terdapat perubahan struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan yang terjadi sampai tanggal diterbitkannya Prospektus ini.

4. Perizinan

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah memiliki izin-izin penting antara lain sebagai
berikut:

Izin Kegiatan Usaha

Izin kegiatan usaha Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Menteri Keuangan RI tentang
Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan Kepada PT Surya Artha Nusantara Finance No.
1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990 (“Izin Usaha Perseroan”).




                                                  59
Page 84
Nomor Induk Berusaha

Nomor Induk Berusaha yang dimiliki Perseroan dengan NIB No. 1282000530244 yang dikeluarkan oleh
Badan Koordinasi Penanaman Modal tertanggal 4 Mei 2021, dengan kode dan nama Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu 64911 – PERUSAHAAN PEMBIAYAAN KONVENSIONAL,
atas nama Perseroan yang berdomisili di Gedung 18 Office Park Lantai 23, Jl. TB Simatupang No. 18,
Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Nomor Pokok Wajib Pajak

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) telah diperoleh oleh Perseroan dengan Nomor 001.374.654.0-
073.000. Perseroan juga memperoleh Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak No. S-
20KT/WPJ.30/KP.11/2022 dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan II tanggal 22
April 2022.

Izin Pembukaan Kantor Cabang

Izin Pembukaan Kantor Cabang Perseroan termuat dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia No. Kep-112/KM.17/1994 tentang Pemberian Izin Usaha Kantor Cabang PT Surya Artha
Nusantara Finance di Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak,
Banjarmasin, Samarinda, Ujung Pandang, dan Jayapura tertanggal 13 Mei 1994 (“Izin Pembukaan
Kantor Cabang Perseroan”). Permenkeu 1251/1988 sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri
Keuangan Republik Indonesia Nomor 468/KMK.017/1995 tidak mengatur mengenai pelaksanaan
kegiatan usaha kantor cabang ataupun sanksi dari tidak dibukanya kantor cabang berdasarkan izin
usaha kantor cabang yang telah diperoleh Perseroan.

Perseroan juga telah memperoleh izin untuk membuka kantor cabang di Balikpapan, Jambi, Padang
dan Lampung berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep-
099/KM.17/1997 tertanggal 31 Maret 1997 tentang Pemberian Izin Usaha Kantor Cabang PT Surya
Artha Nusantara Finance di Balikpapan, Jambi, Padang dan Lampung.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Sementara Nomor S-8584/BL/2010 terhadap Perseroan
tertanggal 8 September 2010 yang diterbitkan oleh Bapepam-LK dan keterangan Perseroan, Perseroan
tidak membuka kantor cabang. Berdasarkan keterangan Perseroan, OJK tidak mencabut izin
pembukaan kantor cabang Perseroan hingga saat ini.

5. Perjanjian Penting

5.1 Perjanjian Penting dengan Pihak Afiliasi

Perseroan telah melakukan transaksi dengan beberapa pihak afiliasi selama 2 tahun terakhir sebagai
berikut:

 No.     Pihak Afiliasi   Jenis                     Jumlah Transaksi        Keberlakuan
 1.      PT     United    Assistance Agreement      Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
         Tractors Tbk     tertanggal 1 Juni 2006    transaksi       dalam   1 Juni 2006 dan terus
                          antara Perseroan dan      perjanjian ini.         berlaku sampai diakhiri
                          PT United Tractors Tbk                            oleh salah satu pihak,
                                                                            sehingga saat ini masih
                                                                            berlaku.
 2.      PT Komatsu       Joint        Financing    Tidak terdapat nilai    Berlaku selama 1 (satu)
         Astra Finance    Cooperation               transaksi       dalam   tahun      dan      akan
                          Agreement/Perjanjian      perjanjian ini.         diperpanjang     secara
                          Kerjasama Pembiayaan                              otomatis untuk jangka
                          Bersama, tertanggal 20                            waktu     yang     sama
                          Juli 2010 sebagaimana                             sampai diakhiri oleh
                          diamandemen        oleh                           salah     satu    pihak,
                          Perjanjian Perubahan                              sehingga saat ini masih
                          atas         Perjanjian                           berlaku.




                                               60
Page 85
                      Kerjasama Pembiayaan
                      Bersama tertanggal 19
                      Agustus              2011
                      diamandemen kembali
                      oleh            Perjanjian
                      Perubahan Kedua Atas
                      Perjanjian     Kerjasama
                      Pembiayaan Bersama
                      tertanggal 15 Mei 2012
3.   PT Asuransi      Kesepakatan Bersama          Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
     Astra Buana      Service              Level   transaksi       dalam   1 Oktober 2012 sampai
                      Agreement dengan PT          perjanjian ini.         dengan waktu yang
                      Asuransi Astra Buana                                 tidak ditentukan (sampai
                      No.     007.2/EKS/C1E-                               diakhiri para pihak),
                      RUS/X/2012 tanggal 1                                 sehingga saat ini masih
                      Oktober 2012                                         berlaku.
4.   PT Asuransi      Perjanjian     Kerjasama     Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
     Astra Buana      Penutupan        Asuransi    transaksi       dalam   1 Oktober 2012 sampai
                      oleh dan antara PT           perjanjian ini.         dengan waktu yang
                      Surya Artha Nusantara                                tidak ditentukan (sampai
                      Finance dengan PT                                    diakhiri para pihak),
                      Asuransi Astra Buana                                 sehingga saat ini masih
                      No    LGL.      192/PKS-                             berlaku.
                      AAB/X/2012 tertanggal
                      1 Oktober 2012
5.   PT     United    Perjanjian     Kerjasama     Rp 1.000.000.000,-      Perjanjian berlaku sejak
     Tractors Tbk     Program Fasilitas New                                11 April 2014 sampai
                      Generation tertanggal                                dengan (i) diakhiri salah
                      11       April       2014                            satu pihak, (ii) salah satu
                      sebagaimana        diubah                            pihak           melakukan
                      dengan         Addendum                              kelalaian/cidera janji, (iii)
                      Pertama tanggal 2 Juni                               dikeluarkannya per-UU
                      2014       sebagaimana                               yang melarang salah
                      diubah            dengan                             satu pihak melakukan
                      Addendum           Kedua                             kerja sama, sehingga
                      tanggal 26 Juli 2016                                 saat ini masih berlaku.
                      Antara PT Surya Artha
                      Nusantara         Finance
                      Dengan      PT     United
                      Tractors, Tbk
6.   PT     United    Perjanjian Kerja Sama        Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
     Tractors Tbk     Program Fasilitas G-         transaksi       dalam   7 Oktober 2013 sampai
                      LIBAS      tanggal       7   perjanjian ini.         dengan (i) diakhiri salah
                      Oktober 2013 Nomor                                   satu pihak, (ii) salah satu
                      PKS/217/UT-                                          pihak           melakukan
                      SANF/X/2013                                          kelalaian/cidera janji, (iii)
                      sebagaimana          telah                           dikeluarkannya per-UU
                      diaddendum            oleh                           yang melarang salah
                      Addendum         Pertama                             satu pihak melakukan
                      Perjanjian No. tanggal                               kerja sama, sehingga
                      26 Juli 2016 antara PT                               saat ini masih berlaku.
                      Surya Artha Nusantara
                      Finance dengan PT
                      United Tractors, Tbk
7.   PT     Federal   Perjanjian Kerja Sama        Rp                      Perjanjian berlaku sejak
     International    Pembiayaan Konsumen          1.000.000.000.000,-     31 Oktober 2013 sampai
     Finance          tanggal 31 Oktober                                   dengan (i) jangka waktu
                      2013       sebagaimana                               Perjanjian habis dan
                      diubah            dengan                             tidak diperpanjang, (ii)
                      Perubahan        Pertama                             diakhiri salah satu pihak,



                                              61
Page 86
                      tanggal 24 Februari                             (iii) salah satu pihak
                      2015,      sebagaimana                          melakukan
                      telah diubah dengan                             kelalaian/cidera   janji,
                      Perubahan Kedua pada                            sehingga saat ini masih
                      tanggal    19     Januari                       berlaku.
                      2016,      sebagaimana
                      telah diubah dengan
                      Perubahan          Ketiga
                      Perjanjian    Kerjasama
                      tanggal 2 Maret 2016,
                      sebagaimana         telah
                      diubah            dengan
                      Perubahan       Keempat
                      Perjanjian    Kerjasama
                      tanggal 9 Januari 2017
                      antara PT Surya Artha
                      Nusantara        Finance
                      dengan PT Federal
                      International Finance
8.    PT     United   Perjanjian Kerja Sama       Rp                  Perjanjian berlaku sejak
      Tractors Tbk    Program Fasilitas G 500     500.000.000.000,-   11 Mei 2015 sampai
                      tanggal 11 Mei 2015                             dengan (i) diakhiri salah
                      sebagaimana         telah                       satu pihak, (ii) salah satu
                      diubah            dengan                        pihak           melakukan
                      Addendum         Pertama                        kelalaian/cidera janji, (iii)
                      Perjanjian    Kerjasama                         dikeluarkannya per-UU
                      Program Fasilitas G 500                         yang melarang salah
                      tanggal 4 Januari 2016                          satu pihak melakukan
                      sebagaimana         telah                       kerja sama, sehingga
                      diubah            dengan                        saat ini masih berlaku.
                      Addendum           Kedua
                      Perjanjian    Kerjasama
                      Program Fasilitas G 500
                      tanggal 26 Juli 2016
                      antara PT Surya Artha
                      Nusantara        Finance
                      dengan      PT     United
                      Tractors, Tbk
9.    PT     United   Perjanjian kerjasama        Rp                  Perjanjian berlaku sejak
      Tractors Tbk    program fasilitas G-75      100.000.000.000,-   16 September 2015
                      tertanggal 16                                   sampai dengan (i)
                      September 2015,                                 diakhiri salah satu
                      sebagaimana telah di                            pihak, (ii) salah satu
                      addendum oleh                                   pihak melakukan
                      Addendum Pertama                                kelalaian/cidera janji,
                      Perjanjian tertanggal 26                        (iii) dikeluarkannya per-
                      Juli 2016 antara PT                             UU yang melarang
                      Surya Artha Nusantara                           salah satu pihak
                      Finance dengan PT                               melakukan kerja sama,
                      United Tractors Tbk.                            sehingga saat ini masih
                                                                      berlaku.
10.   PT     United   Perjanjian     kerjasama    Rp                  Perjanjian berlaku sejak
      Tractors Tbk    program fasilitas G-10      100.000.000.000,-   23 Oktober 2015 sampai
                      tanggal 23 Oktober                              dengan (i) diakhiri salah
                      2015        sebagaimana                         satu pihak, (ii) salah satu
                      telah    di   addendum                          pihak           melakukan
                      dengan        Addendum                          kelalaian/cidera janji, (iii)
                      Pertama        Perjanjian                       dikeluarkannya per-UU
                      tanggal 26 Juli 2016                            yang melarang salah
                      antara PT Surya Artha                           satu pihak melakukan




                                             62
Page 87
                      Nusantara       Finance                              kerja sama, sehingga
                      dengan     PT    United                              saat ini masih berlaku.
                      Tractors, Tbk.
11.   PT     United   Perjanjian Kerja Sama        Rp                      Perjanjian berlaku sejak
      Tractors Tbk    Program Fasilitas G-16       800.000.000.000,-       1 April 2016 sampai
                      tanggal 12 Mei 2016          Buffer sebesar          dengan (i) diakhiri salah
                      antara PT Surya Artha        Rp                      satu pihak, (ii) salah satu
                      Nusantara       Finance      200.000.000.000,-       pihak           melakukan
                      dengan     PT    United                              kelalaian/cidera janji, (iii)
                      Tractors, Tbk.                                       dikeluarkannya per-UU
                                                                           yang melarang salah
                                                                           satu pihak melakukan
                                                                           kerja sama, sehingga
                                                                           saat ini masih berlaku.
12.   PT     United   Perjanjian      Pinjaman     Rp                      Berlaku sampai 30 Juni
      Tractors Tbk    tertanggal 18 Mei 2016       1.000.000.000.000,-     2025
                      sebagaimana terakhir
                      diamandemen           oleh
                      Amandemen No. 09/UT-
                      SANF/VI/2024 tanggal
                      28 Juni 2024 antara PT
                      Surya Artha Nusantara
                      Finance dengan PT
                      United Tractors Tbk
13.   PT      Astra   Perjanjian     Kerjasama     Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
      Graphia Tbk     antara PT Astra Graphia      transaksi       dalam   11 Juni 2019 sampai
                      Tbk. No. Astragraphia:       perjanjian ini.         dengan diakhiri salah
                      AGR/AG/VI-2019/193                                   satu pihak, sehingga
                      dan PT Surya Artha                                   saat ini masih berlaku.
                      Nusantara Finance No.
                      San              Finance:
                      003/PKS/SANF/V/2019
                      tertanggal 11 Juni 2019
14.   PT              Kesepakatan Bersama          Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
      Pamapersada     antara PT Pamapersada        transaksi       dalam   16 April 2019 dan tidak
      Nusantara       Nusantara dan PT Surya       perjanjian ini.         terdapat       ketentuan
                      Artha          Nusantara                             pengakhiran, sehingga
                      Finance                No.                           saat ini kesepakatan
                      006/PKS/SANF-                                        bersama masih berlaku.
                      PAMA/IV/2019 tanggal
                      16       April       2019
                      sebagaimana        diubah
                      dengan      Amandemen
                      Pertama Kesepakatan
                      Bersama                No.
                      0006/PKS/SANF-
                      PAMA/IV/2019 tanggal
                      23 Maret 2022
15.   PT     United   Perjanjian     Kerjasama     Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
      Tractors        Program          Fasilitas   transaksi       dalam   11 September 2019
                      Product           Support    perjanjian ini.         sampai      dengan       (i)
                      Financing antara PT                                  diakhiri salah satu pihak,
                      Surya Artha Nusantara                                (ii) salah satu pihak
                      Finance dengan PT                                    melakukan
                      United Tractors Tbk                                  kelalaian/cidera janji, (iii)
                                                                           dikeluarkannya per-UU
                                                                           yang melarang salah
                                                                           satu pihak melakukan
                                                                           kerja sama, sehingga
                                                                           saat ini masih berlaku.



                                              63
Page 88
16.   PT     United     Perjanjian    Kerjasama      Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
      Tractors          Program Fasilitas Paket      transaksi    dalam      1 April 2019 dan terus
                        UT-100 antara PT Surya       kesepakatan             berlaku     sampai:     (i)
                        Artha         Nusantara      bersama ini.            diakhiri oleh salah satu
                        Finance dengan PT                                    pihak; (ii) salah satu
                        United Tractors Tbk.                                 pihak         melakukan
                        tertanggal 1 April 2019                              kelalaian atau cidera
                                                                             janji;      dan        (iii)
                                                                             dikeluarkannya
                                                                             peraturan perundang-
                                                                             undangan             yang
                                                                             melarang salah satu
                                                                             pihak untuk melakukan
                                                                             kerjasama,       sehingga
                                                                             saat ini perjanjian masih
                                                                             berlaku.
17.   PT        Astra   Perjanjian    Kerjasama      Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
      International     antara PT Surya Artha        transaksi       dalam   28 November 2019 dan
      Tbk. – UD         Nusantara       Finance      perjanjian ini.         terus berlaku sampai: (i)
      Trucks Sales      dengan      PT     Astra                             diakhiri oleh salah satu
      Operation         International Tbk. – UD                              pihak; (ii) salah satu
                        Trucks Sales Operation                               pihak         melakukan
                                                                             kelalaian atau cidera
                                                                             janji;      dan        (iii)
                                                                             dikeluarkannya
                                                                             peraturan perundang-
                                                                             undangan             yang
                                                                             melarang salah satu
                                                                             pihak untuk melakukan
                                                                             kerjasama,       sehingga
                                                                             saat ini perjanjian masih
                                                                             berlaku.
18.   PT     United     Kesepakatan Bersama          Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
      Tractors Tbk      Program Fasilitas Paket      transaksi    dalam      24 Februari 2020 dan
                        UT-PC210         antara      kesepakatan             tidak terdapat ketentuan
                        Perseroan dengan PT          bersama ini.            pengakhiran, sehingga
                        United Tractors Tbk                                  saat ini kesepakatan
                                                                             bersama masih berlaku.
19.   PT       Serasi   Kesepakatan Bersama          Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
      Logistic          Program          Fasilitas   transaksi    dalam      2 Maret 2020 dan tidak
      Indonesia         Pembiayaan         Anjak     kesepakatan             terdapat        ketentuan
                        Piutang Kepada Vendor        bersama ini.            pengakhiran, sehingga
                        antara     PT     Serasi                             saat ini kesepakatan
                        Logistics      Indonesia                             bersama masih berlaku.
                        dengan Perseroan
20.   PT        Astra   Perjanjian   Kerjasama       Tidak terdapat nilai    Perjanjian berlaku sejak
      International     Antara        Perseroan      transaksi    dalam      9 April 2020 dan terus
      Tbk. – Isuzu      dengan      PT      Astra    kesepakatan             berlaku     sampai:     (i)
      Sales             International Tbk. –         bersama ini.            diakhiri oleh salah satu
      Operation         Isuzu Sales Operation                                pihak; (ii) salah satu
                        tanggal 9 April 2020                                 pihak         melakukan
                        sebagaimana       diubah                             kelalaian atau cidera
                        dengan      Amandemen                                janji;      dan        (iii)
                        Pertama       Perjanjian                             dikeluarkannya
                        Kerjasama Antara PT                                  peraturan perundang-
                        Surya Artha Nusantara                                undangan             yang
                        Finance dengan PT                                    melarang salah satu
                        Astra International Tbk.                             pihak untuk melakukan
                        – Isuzu Sales Operation                              kerjasama,       sehingga
                        tanggal 24 Juni 2021                                 saat ini perjanjian masih




                                                64
Page 89
                                                                          berlaku.
21.   PT     Astra     Perjanjian     Kerjasama    Rp                     Perjanjian berlaku sejak
      Welab Digital    antara          Perseroan   500.000.000.000,-      31 Agustus 2020 dan
      Arta             dengan PT Astra Welab                              tidak terdapat ketentuan
                       Digital Arta tertanggal                            pengakhiran, sehingga
                                                                          saat ini kesepakatan
                                                                          bersama masih berlaku.
22.   PT        Bina   Perjanjian   Kerjasama      Tidak terdapat nilai   Perjanjian berlaku sejak
      Pertiwi          Program         Fasilitas   transaksi    dalam     5 Januari dan terus
                       Product          Support    kesepakatan            berlaku     sampai:      (i)
                       Financing         antara    bersama ini.           diakhiri oleh salah satu
                       Perseroan (“SANF”) dan                             pihak; (ii) salah satu
                       PT Bina Pertiwi (“BP”)                             pihak         melakukan
                                                                          kelalaian atau cidera
                                                                          janji;      dan        (iii)
                                                                          dikeluarkannya
                                                                          peraturan perundang-
                                                                          undangan             yang
                                                                          melarang salah satu
                                                                          pihak untuk melakukan
                                                                          kerjasama,       sehingga
                                                                          saat ini perjanjian masih
                                                                          berlaku.
23.   PT Astra Agro    Perjanjian  Kerjasama       Tidak terdapat nilai   Perjanjian berlaku sejak
      Lestari Tbk      Program       Fasilitas     transaksi    dalam     16 Oktober 2021 dan
                       Pembiayaan      Pupuk       kesepakatan            terus berlaku sampai: (i)
                       antara      Perseroan       bersama ini.           diakhiri oleh salah satu
                       dengan PT Astra Agro                               pihak; (ii) salah satu
                       Lestari Tbk                                        pihak         melakukan
                                                                          kelalaian atau cidera
                                                                          janji;      dan        (iii)
                                                                          dikeluarkannya
                                                                          peraturan perundang-
                                                                          undangan             yang
                                                                          melarang salah satu
                                                                          pihak untuk melakukan
                                                                          kerjasama,       sehingga
                                                                          saat ini perjanjian masih
                                                                          berlaku.
24.   PT      Astra    Perjanjian   Kemitraan      Tidak terdapat nilai   Perjanjian berlaku sejak
      Kreasi Digital   antara PT Surya Artha       transaksi    dalam     26 Maret 2021 dan tidak
                       Nusantara       Finance     kesepakatan            terdapat        ketentuan
                       dengan PT Astra Kreasi      bersama ini.           pengakhiran, sehingga
                       Digital         Nomor:                             saat ini kesepakatan
                       8/AKD/PKS/LGL/X/2021                               bersama masih berlaku.
25.   PT               Perjanjian Kerja Sama       Tidak terdapat nilai   Perjanjian berlaku sejak
      Kalimantan       Penyediaan     Fasilitas    transaksi    dalam     2 Oktober 2020 dan
      Prima            Pembiayaan        Anjak     kesepakatan            terus berlaku sampai
      Persada          Piutang    antara    PT     bersama ini.           diakhiri     berdasarkan
                       Kalimantan        Prima                            kesepakatan para pihak,
                       Persada         dengan                             sehingga      saat      ini
                       Perseroan                                          perjanjian          masih
                       sebagaimana      diubah                            berlaku.
                       dengan       Addendum
                       Keenam        Lampiran
                       tanggal 30 Oktober
                       2023
26.   PT Asuransi      Perjanjian   Kerjasama      Tidak terdapat nilai   Perjanjian berlaku sejak
      Astra Buana      antara PT Surya Artha       transaksi    dalam     22 Maret 2021 dan akan
                       Nusantara       Finance     kesepakatan            diperpanjang     secara



                                              65
Page 90
                           dengan PT Asuransi          bersama ini.           otomatis kecuali diakhiri
                           Astra Buana tentang                                oleh salah satu pihak,
                           Penutupan        Asuransi                          sehingga     saat     ini
                           Kredit             Nomor                           perjanjian        masih
                           LGL.181/PKS             –                          berlaku.
                           Asuransi Astra/X/2020
 27.     PT        Astra   Perjanjian     Kerjasama    Tidak terdapat nilai   Perjanjian berlaku sejak
         Integrasi         antara         Perseroan    transaksi    dalam     17 November 2021 dan
         Digital           dengan      PT      Astra   kesepakatan            terus berlaku sampai: (i)
                           Integrasi Digital           bersama ini.           diakhiri oleh salah satu
                                                                              pihak; (ii) salah satu
                                                                              pihak         melakukan
                                                                              kelalaian atau cidera
                                                                              janji;      dan        (iii)
                                                                              dikeluarkannya
                                                                              peraturan perundang-
                                                                              undangan             yang
                                                                              melarang salah satu
                                                                              pihak untuk melakukan
                                                                              kerjasama,       sehingga
                                                                              saat ini perjanjian masih
                                                                              berlaku.
 28.     PT     United     Perjanjian   Kerjasama      Tidak terdapat nilai   Perjanjian berlaku sejak
         Tractors Tbk      Penyediaan      Fasilitas   transaksi    dalam     1 Maret 2021 dan terus
                           Pembiayaan        Paket     kesepakatan            berlaku     sampai:     (i)
                           Bauksit antara PT Surya     bersama ini.           diakhiri oleh salah satu
                           Artha         Nusantara                            pihak; (ii) salah satu
                           Finance dengan PT                                  pihak         melakukan
                           United Tractors Tbk                                kelalaian atau cidera
                           tertanggal 17 November                             janji;      dan        (iii)
                           2021                                               dikeluarkannya
                                                                              peraturan perundang-
                                                                              undangan             yang
                                                                              melarang salah satu
                                                                              pihak untuk melakukan
                                                                              kerjasama,       sehingga
                                                                              saat ini perjanjian masih
                                                                              berlaku.
 29.     PT    Traktor     Perjanjian  Kerjasama       Tidak terdapat nilai   Perjanjian berlaku sejak
         Nusantara         Penyediaan     Fasilitas    transaksi    dalam     21 April 2022 dan terus
                           Pembiayaan Antara PT        kesepakatan            berlaku     sampai:     (i)
                           Surya Artha Nusantara       bersama ini.           diakhiri oleh salah satu
                           Finance dengan PT                                  pihak; (ii) salah satu
                           Traktor Nusantara                                  pihak         melakukan
                                                                              kelalaian atau cidera
                                                                              janji;      dan        (iii)
                                                                              dikeluarkannya
                                                                              peraturan perundang-
                                                                              undangan             yang
                                                                              melarang salah satu
                                                                              pihak untuk melakukan
                                                                              kerjasama,       sehingga
                                                                              saat ini perjanjian masih
                                                                              berlaku.
Perjanjian Asuransi

Perseroan mengadakan asuransi dengan PT Asuransi Astra Buana untuk mengasuransikan aset dan
barang-barang bernilai material yang ada pada Perseroan berdasarkan beberapa perjanjian/polis,
antara lain:




                                                  66
Page 91
(i)    Asuransi Kendaraan Bermotor antara Perseroan (Tertanggung) dan PT Asuransi Astra Buana
       (Penanggung) atas seluruh kendaraan bermotor roda empat yang dimiliki oleh Perseroan, dengan
       rincian sebagai berikut:

        Nama perusahaan asuransi              : PT Asuransi Astra Buana
        Jenis Asuransi                        : Asuransi Kendaraan Bermotor
        No. Polis                             : 042412486573
        Jangka Waktu Asuransi                 : 1 Juni 2024 sampai dengan 1 Juni 2025
                                                (kedua tanggal tersebut pada pukul 12.00)
        Premi                                 : Rp98.139.725,-
        Pengurangan                           : Kerugian Sebagian: Rp300.000,- setiap
        (setiap dan semua kerugian)             kejadian, Kerugian Total: 5% dari kerugian,
                                                minimum Rp 300.000,- per unit per kejadian
        Jumlah Total Nilai Pertangungan       : Rp130.786.300,-

       Pertanggungan:
       a. Comprehensive;
       b. Angin Topan, Badai, Banjir;
       c. Gempa Bumi, Tsunami, Letusan Gunung Berapi;
       d. Huru-Hara;
       e. Terorisme, Sabotase; dan
       f. Third Party Liability.

       Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Asuransi Kendaraan Bermotor ini masih berlaku dan
       mengikat para pihak.

        Perseroan menandatangani Polis Kendaraan Bermotor dengan tujuan agar Perseroan dapat
        mengasuransikan/meminimalisir kerugian dengan mengalihkan risiko tersebut kepada
        PT Asuransi Astra Buana.

(ii)   Comprehensive General Liability Insurance antara Perseroan (Tertanggung) dengan PT Asuransi
       Astra Buana (Penanggung), dengan rincian sebagai berikut:

        Nama perusahaan asuransi              : PT Asuransi Astra Buana
        Jenis Asuransi                        : Comprehensive General Liability Insurance
                                                (Premises-Operation Coverage)
        No. Polis                             : 062400001493
        Jangka Waktu Asuransi                 : 29 November 2024 sampai dengan 29
                                                November 2025 (kedua tanggal tersebut
                                                pada pukul 12.00)
        Premi                                 : Rp5.650.000,00,-
        Pengurangan                           : 5% atas klaim sekurang-kurangnya
        (setiap dan semua kerugian)             Rp2.500.000,- dari setiap kecelakaan yang
                                                terjadi. Cidera Badan: Nil
        Nama perusahaan asuransi              : PT Asuransi Astra Buana


       Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Comprehensive General Liability ini masih berlaku dan
       mengikat para pihak.

        Perseroan menandatangani Polis Comprehensive General Liability Insurance dengan tujuan
        agar Perseroan dapat mengasuransikan/meminimalisir kerugian dengan mengalihkan risiko
        tersebut kepada PT Asuransi Astra Buana.

(iii) Moveable Property Insurance antara Perseroan (Tertanggung) dengan PT Asuransi Astra Buana
      (Penanggung), dengan rincian sebagai berikut:

        Nama perusahaan asuransi              : PT Asuransi Astra Buana
        Jenis Asuransi                        : Comprehensive General Liability Insurance
                                                (Premises-Operation Coverage)




                                                  67
Page 92
      No. Polis                              : 012400132218
      Jangka Waktu Asuransi                  : 12 Juli 2024 sampai dengan 12 Juli 2025
                                               (kedua tanggal tersebut pada pukul 12.00
                                               waktu lokal)
      Premi                                  : Rp41.159.367,60,-
      Pengurangan                              - Pertanggungan < Rp500.000,- : 20%
      (setiap dan semua kerugian)                  atas klaim sekurang-kurangnya Rp
                                                   50.000,- dari setiap kecelakaan
                                               - Pertanggungan Rp500.000,- sampai <
                                                   Rp 1.000.000,- : 15% atas klaim
                                                   sekurang-kurangnya Rp250.000,- dari
                                                   setiap kecelakaan
                                               - Pertanggungan Rp1.000.000,- sampai <
                                                   Rp5.000.000,- : 15% atas klaim
                                                   sekurang-kurangnya Rp 500.000,- dari
                                                   setiap kecelakaan
                                               - Pertanggungan Rp5.000.000,- sampai
                                                   Rp 10.000.000,- : 15% atas klaim
                                                   sekurang-kurangnya Rp 1.000.000,- dari
                                                   setiap kecelakaan
                                               -
                                               - Pertanggungan > Rp10.000.000,- : 15%
                                                   untuk     klaim     sekurang-kurangnya
                                                   Rp1.500.000,- dari setiap kecelakaan
      Jumlah Total Nilai Pertangungan        : Rp2.119.849.427,88


     Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Moveable Property Insurance ini masih berlaku dan
     mengikat para pihak.

      Perseroan menandatangani Polis Moveable Property Insurance dengan tujuan agar Perseroan
      dapat mengasuransikan/meminimalisir kerugian dengan mengalihkan risiko tersebut kepada
      PT Asuransi Astra Buana.

(iv) Fire And Allied Perils Insurance antara Perseroan (Tertanggung) dengan PT Asuransi Astra Buana
     (Penanggung), dengan rincian sebagai berikut:

      Nama perusahaan asuransi                : PT Asuransi Astra Buana
      Jenis Asuransi                          : Fire Insurance (PSAKI)
      No. Polis                               : 012400133134
      Jangka waktu Asuransi                   : 1 Juli 2024 sampai dengan 1 Juli 2025 (kedua
                                                tanggal tersebut pada pukul 12.00 waktu
                                                lokal)
      Risiko Pertanggungan                    : Kebakaran, Petir, Ledakan, Kerusakan Akibat
                                                Kecelakaan Pesawat dan Asap
      Total Nilai Pertanggungan               : Rp13.592.824.376,61,-
      Premi                                   : Rp4.565.769,31,-
      Risiko Sendiri                          : Nil
      (setiap kejadian)

    Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Fire And Allied Perils Insuranceini masih berlaku dan
    mengikat para pihak.

    Perseroan menandatangani Polis Fire And Allied Perils Insurance dengan tujuan agar Perseroan
    dapat mengasuransikan/meminimalisir kerugian dengan mengalihkan risiko tersebut kepada
    PT Asuransi Astra Buana.

Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) berdasarkan perjanjian dengan pihak
afiliasi di atas yang dapat merugikan Pemegang Obligasi.




                                                68
Page 93
Seluruh transaksi yang dilakukan oleh dan antara Perseroan dengan Pihak Afiliasi diatas mendapat
perlakuan yang sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh Perseroan dengan pihak ketiga
lainnya.

5.2 Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga

Berikut ini adalah transaksi yang dilakukan Perseroan dengan pihak ketiga selama 2 (tahun) terakhir
yang masih berlaku:

5.2.1    Perjanjian-Perjanjian Dalam Rangka Penerimaan Fasilitas Kredit/Pinjaman

                                                                                                                                   Jumlah
                                                                                                                                  Kewajiban
                                                                                                 Jangka           Pihak         Terutang per
 No     Keterangan         No. Perjanjian             Nilai             Tingkat Suku Bunga
                                                                                                 Waktu            Ketiga           tanggal
                                                                                                                                31 Desember
                                                                                                                                     2024
 1.     Fasilitas      Akta Perjanjian Kredit    Rp.               Floating rate berdasarkan   30 November     PT Bank        USD 12.247.671
        Kredit         No. 32 tanggal 10         200.000.000.0     Cost Of Funds dari Bank     2023 hingga     Danamon        (dua belas juta
        Jangka         Februari 2010             00 (dua ratus                                 30 Agustus      Indonesia      dua ratus empat
        Pendek         sebagaimana terakhir      miliar rupiah)                                2025            Tbk            puluh tujuh ribu
        dengan PT      diamandemen oleh                                                                                       enam ratus tujuh
        Bank           Akta Perjanjian                                                                                        puluh satu Dollar
        Danamon        Perubahan dan                                                                                          Amerika Serikat)
        Indonesia      Penegasan Kembali
        Tbk            Terhadap Perjanjian
                       Kredit No. 63 tanggal
                       20 Desember 2021
                       antara Perseroan
                       dengan PT Bank
                       Danamon Indonesia
                       Tbk berikut
                       perubahan,
                       penambahan dan/atau
                       pembaharuannya
 2.     Fasilitas      US$15,000,000             USD15,000,00      Suku bunga pada setiap      30 Juni 2025    PT Bank        USD = 11,250
        Kredit         Facility Agreement        0 (lima belas     periode bunga adalah                        ANZ            (sebelas ribu dua
        Jangka         No.221/FA/ANZ/NEW/        juta Dollar       presentase per tahun dari                   Indonesia      ratus lima puluh
        Pendek dari    XII/2018 tertanggal 20    Amerika           perhitungan agregat                                        Dollar Amerika
        Bank ANZ       Desember 2018             Serikat)          Margin dan Cost of Funds                                   Serikat)
                       dan terakhir                                yang berlaku
                       diamandemen oleh                                                                                       USD = 14,434,606
                       Sixth Amendement To                                                                                    (empat belas juta
                       Facility Agreement                                                                                     empat ratus tiga
                       No.1301/FA/ANZ/AMD                                                                                     puluh empat ribu
                       /VI/2024 tanggal 28                                                                                    enam ratus enam
                       Juni 2024 antara                                                                                       Dollar Amerika
                       Perseroan dengan PT                                                                                    Serikat)
                       Bank ANZ Indonesia
 3.     Fasilitas      Perjanjian Pinjaman       Rp.               5.00% - 6.50%               30 Juni 2025    PT United      Rp.
        Kredit         tertanggal 18 Mei         1.800.000.000.                                                Tractors Tbk   1.492.376.791.709
        Panjang dari   2016, dan terakhir        000 (satu                                                                    ( satu triliun empat
        PT United      diamandemen oleh          triliun delapan                                                              ratus sembilan
        Tractors Tbk   Amandemen No.             ratus miliar                                                                 puluh dua miliar
                       09/UT-SANF/VI/2024        rupiah)                                                                      tiga ratus tujuh
                       tanggal 28 Juni 2024                                                                                   puluh enam juta
                       antara Perseroan                                                                                       tujuh ratus
                       dengan PT United                                                                                       sembilan puluh
                       Tractors, Tbk                                                                                          satu ribu tujuh
                                                                                                                              ratus sembilan
                                                                                                                              rupiah)
 4.     Fasilitas      Perjanjian Fasilitas      Rp100.000.00      Suku bunga pada setiap      30 Maret        PT Bank        Rp.
        Money          Money Market Antara       0.000 (delapan    periode bunga adalah        2025            Permata        100.000.000.000
        Market         PT. Bank Permata,         puluh miliar      presentase per tahun dari                   Tbk.           (seratus miliar
        Antara PT.     Tbk dan PT Surya          Rupiah)           perhitungan agregat         Catatan:                       rupiah)
        Bank           Artha Nusantara                             Margin dan Cost of Funds    Berdasarkan
        Permata, Tbk   Finance Nomor                               yang berlaku                konfirmasi
        dan PT         NM/21/0406/N/SP2                                                        dari
        Surya Artha    tanggal 31 Maret 2021                                                   Perseroan
        Nusantara      dan diamandemen                                                         melalui email
        Finance        dengan Perubahan                                                        pada Kamis
                       Perjanjian Fasilitas                                                    24 April
                       Money Market Nomor                                                      2025,
                       1678/AMD/SP2                                                            Perjanjian
                       tanggal 30 Maret 2022                                                   Fasilitas
                       serta Surat Konfirmasi                                                  Money
                       Perpanjangan Jangka                                                     Market
                       Waktu Fasilitas No.                                                     Antara PT.
                       087/SK/CG12/CB/12/2                                                     Bank
                       024Perjanjian Fasilitas                                                 Permata Tbk
                       Money Market Antara                                                     dan PT




                                                                   69
Page 94
                      PT. Bank Permata,                                                           Surya Artha
                      Tbk dan PT Surya                                                            Nusantara
                      Artha Nusantara                                                             Finance
                      Finance Nomor                                                               Nomor
                      NM/21/0406/N/SP2                                                            MM/21/0406/
                      tanggal 31 Maret 2021                                                       N/SP2
                      dan diamandemen                                                             tanggal 31
                      dengan Perubahan                                                            Maret 2021
                      Perjanjian Fasilitas                                                        sedang
                      Money Market Nomor                                                          diajukan
                      1678/AMD/SP2                                                                untuk
                      tanggal 30 Maret 2022                                                       diperpanjang.
                      serta Surat Konfirmasi                                                      Sampai
                      Perpanjangan Jangka                                                         dengan
                      Waktu Fasilitas No.                                                         tanggal
                      087/SK/CG12/CB/12/2                                                         LPSH ini
                      024                                                                         kami belum
                                                                                                  mendapat
                                                                                                  konfirmasi
                                                                                                  perpanjanga
                                                                                                  n dari Bank
                                                                                                  Permata.
5.    Fasilitas       Term Facility              USD                Suku bunga pada setiap        24 November      PT Bank        *Nihil
      Kredit          Agreement Nomor            45.000.000         periode bunga adalah          2026             Mizuho
      Jangka          121/TL/MZH/0224            (empat puluh       presentase per tahun dari                      Indonesia
      Panjang dari    tertanggal 29 Februari     lima juta Dollar   agregat Margin yang
      PT Bank         2024 untuk PT Surya        Amerika            berlaku dengan
      Mizuho          Artha Nusantara            Serikat)           penyesuaian suku bunga
      Indonesia       Finance dengan PT
                      Bank Mizuho
                      Indonesia

6.    Fasilitas       Term Facility              Rp                 5,65% - 6,15%                 36 (tiga puluh   Standard       Rp
      Kredit          Agreement tertanggal       350.000.000.0                                    enam) bulan      Chartered      479.166.666.660
      Jangka          4 Juni 2021 untuk PT       00 (tiga ratus                                   sejak tanggal    Bank,          (empat ratus tujuh
      Pendek dari     Surya Artha Nusantara      lima puluh                                       penandatan       Indonesia      puluh sembilan
      Standard        Finance dengan             miliar Rupiah)                                   anan                            miliar seratus
      Chartered       Standard Chartered                                                          Perjanjian                      enam puluh enam
      Bank,           Bank, Indonesia                                                             Kredit                          juta enam ratus
      Indonesia                                                                                                                   enam puluh enam
                                                                                                                                  juta enam ribu
                                                                                                                                  enam ratus enam
                                                                                                                                  puluh Rupiah)
7.    Fasilitas       Term Facility              USD                Suku bunga pada setiap        23 Mei 2025      PT Bank        USD = 1,458,333
      Kredit          Agreement Nomor            25.000.000         periode bunga adalah                           Mizuho         (satu juta empat
      Jangka          1286/TL/MZH/1221           (dua puluh         presentase per tahun dari                      Indonesia      ratus lima puluh
      Panjang dari    tertanggal 24              lima juta Dollar   jumlah Margin dan LIBOR                                       delapan ribu tiga
      PT Bank         Desember 2021 untuk        Amerika            yang berlaku                                                  ratus tiga puluh
      Mizuho          PT Surya Artha             Serikat)                                                                         tiga Dollar
      Indonesia       Nusantara Finance                                                                                           Amerika Serikat)
                      dengan PT Bank
                      Mizuho Indonesia
8.    Fasilitas       Perjanjian Fasilitas No.   Rp250.000.00       3 (tiga) tahun FTP + 1%       27 April 2025    PT Bank        Rp27.500.000.000
      Pinjaman        773/FA/ANZ/NEW/IX/2        0.000 (dua         (satu persen) (atau suku                       ANZ            (dua puluh tujuh
      Berjangka PT    021Perjanjian Fasilitas    ratus lima         bunga lain sebagaimana                         Indonesia      miliar lima ratus
      Bank ANZ        No.                        puluh miliar       disetujui oleh ANZ dan                                        juta Rupiah)
      Indonesia       773/FA/ANZ/NEW/IX/2        Rupiah)            peminjam)
                      021
9.    Fasilitas       Akta Perjanjian Kredit     Rp500.000.00       Suku bunga untuk              (i) Fasilitas    PT Bank        *Nihil
      Kredit dari     Nomor 5 tanggal 24         0.000 (lima        fasilitas Intallment Loan     Installment      Central Asia
      PT Bank         Februari 2022 antara       ratus miliar       akan di tetapkan pada         Loan dan         Tbk
      Central Asia    PT Bank Central Asia       Rupiah)            setiap tanggal penarikan      Fasilitas
      Tbk             Tbk dengan PT Surya                           fasilitas Installment Loan,   Kredit Multi
                      Artha Nusantara                               yang mana suku bunga          adalah 1
                      Finance dan                                   tersebut bersifat tetap       Tahun; dan
                      diamandemen dengan                            (tidak berubah) selama        (ii) Fasilitas
                      Perubahan Kedua                               jangka waktu maksimal 5       Forex
                      Atas Perjanjian Kredit                        (llima) tahun sejak           Forward Line
                      198/Add-KCK/2024..                            tanggal masing-masing         adalah
                                                                    penarikan                     maksimal 3
                                                                                                  (tiga) tahun.

10.   Fasilitas       Akta Perjanjian Kredit     Rp300.000.00       Suku bunga dapat              29 Desember      PT Bank        Rp
      Kredit Modal    Modal Kerja Nomor          0.000 (tiga        berubah sesuai ketentuan      2022 sampai      Mandiri        274.242.424.243
      Kerja dari PT   WCO.KP/0857/KMK/2          ratus miliar       yang berlaku di PT Bank       dengan 28        (Persero)      (dua ratus tujuh
      Bank Mandiri    022 No 37. Tanggal 29      Rupiah)            Mandiri (Persero) Tbk         Juni 2027        Tbk            puluh empat miliar
      (Persero)       Desember 2022 antara                          selaku Kreditur dan akan                                      dua ratus empat
      Tbk             PT Bank Mandiri                               disampaikan melalui surat                                     puluh dua juta
                      (Persero) Tbk dengan                          konfirmasi interest dan                                       empat ratus dua
                      PT Surya Artha                                fee dari PT Bank Mandiri                                      puluh empat ribu
                      Nusantara Finance                             (Persero) Tbk yang                                            dua ratus empat
                      dan diamademen                                disepakati PT Bank                                            puluh tiga Rupiah)
                      dengan Addendum II                            Mandiri (Persero) Tbk
                      (Kedua) Perjanjian                            dengan PT Surya Artha
                      Kredit Modal Kerja                            Nusantara Finance
                      Nomor




                                                                    70
Page 95
                          WCO.KP/0857/KMK/2
                          022 Akta Nomor 37..
 11.     Fasilitas        Perjanjian Fasilitas No.   Rp250.000.00        Cost of fund ditambah       31 Maret        PT Bank      Rp
         Kredit dan       BTPN/NS/0132               0.000 (dua          1,0% (satu koma nol         2025            BTPN Tbk     185.000.000.000
         Fasilitas        tanggal 27 April 2022      ratus lima          persen) per tahun atau                                   (seratus delpan
         Perdagangan      antara PT Surya Artha      puluh miliar        pada suku bunga yang                                     puluh lima miliar
         dari PT Bank     Nusantara Finance          Rupiah)             disepakati Para Pihak                                    Rupiah)
         BTPN Tbk         dengan PT Bank                                 dan sebagaimana
                          BTPN Tbk                                       dinyatakan di dalam
                                                                         Permohonan Penarikan
 12.     Fasilitas        Term Facility              Rp1.400.000.0       1. 5,65%                    36 bulan        Standard     Rp
         Kredit           Agreement tertanggal       00.000 (satu        2. 6.15%                    sejak tanggal   Chartered    479.166.666.660
         Berjangka        31 Agustus 2022 untuk      triliun empat                                   penarikan       Bank         (empat ratus tujuh
         dari Standard    PT Surya Artha             ratus miliar                                                    Indonesia,   puluh sembilan
         Chartered        Nusantara Finance          Rupiah)                                                         Lembaga      miliar seratus
         Bank,            dari Standard                                                                              keuangan     enam puluh enam
         Indonesia        Chartered Bank,                                                                                         juta enam ratus
                          Indonesia                                                                                               enam puluh enam
                                                                                                                                  juta enam ribu
                                                                                                                                  enam ratus enam
                                                                                                                                  puluh Rupiah)
 13.     Fasilitas        Facility Agreement         USD                 Suku bunga pada setiap      36 bulan        PT Bank      USD = 11,250,000
         Pinjaman         No.1125/FA/ANZ/NEW         15.000.000          periode bunga adalah        sejak tanggal   ANZ          (sebelas juta dua
         Berjangka        /VIII/2023 tertanggal      (lima belas juta    presentase per tahun dari   penarikan       Indonesia    ratus lima puluh
         dari PT Bank     31 Agustus 2023.           Dollar Amerika      jumlah Margin dan TERM      terakhir                     ribu Dollar
         ANZ                                         Serikat)            SOFR yang berlaku                                        Amerika Serikat)
         Indonesia


Catatan:
Fasilitas Kredit Jangka Pendek: dengan jangka waktu ≤ 1 (satu) tahun.
Fasilitas Kredit Jangka Panjang: dengan jangka waktu > 1 (satu) tahun.


*) Nihil diartikan sbb: Secara hukum, perjanjian-perjanjian tersebut masih berlaku. Namun sesuai
pelaporan keuangan per tanggal 31 Desember 2024, Perseroan sedang tidak memiliki kewajiban
terhutang (outstanding) terhadap perjanjian-perjanjian tersebut.

5.2.2      Perjanjian-Perjanjian Sewa Menyewa

Perseroan melakukan penyewaan untuk kantor pusat dan beberapa kantor perwakilan/jaringan operasi
berdasarkan perjanjian sewa-menyewa adalah berikut:

 No.                 Perjanjian                           Pihak Ketiga                     Obyek Sewa                 Jangka Waktu
 1.       Perjanjian    Sewa    Menyewa                 Claro Hotel &               Ruangan kantor yang               1 Juli 2022
          dengan      Claro    Hotel    &               Convention                  terletak di Claro Hotel &         sampai dengan
          Convention tanggal 24 Juni 2022                                           Convention Blok A bagian          30 Juni 2025
                                                                                    tenant, Jl. AP Petarani
                                                                                    No.3, Makassar.
 2.       Akta Perjanjian Sewa Menyewa                  Nyonya        Ace           Bangunan rumah kantor             10 April 2023
          No. 24 tanggal 8 April 2009                   Yiendry Yusuf               yang terletak di Jalan            sampai dengan
          dibuat dihadapan Tito Utoyo,                                              Datuk Setia Maharaja,             10 April 2026
          S.H., Notaris di Pekanbaru                                                Komplek       Perkantoran
          sebagaimana         diperpanjang                                          Grand Sudirman Blok A
          dengan      Akta   Perpanjangan                                           No. 7, Pekanbaru.
          Sewa Menyewa Nomor: 1
          tertanggal 3 April 2020 dibuat
          dihadapan Tito Utoyo, S.H.,
          Notaris       di     Pekanbaru,
          sebagaimana diubah terakhir kali
          dengan      Akta   Perpanjangan
          Sewa-Menyewa        Nomor      2
          tertanggal 10 April 2023, dibuat
          di hadapan Tito Utoyo, S.H.,
          Notaris di Pekanbaru.
 3.       Perjanjian Sewa Menyewa No.                   Dana     Pensiun            Ruangan dengan ukuran             1 Juni 2024
          006/KG-PRO/SAN-F/V/2022-                      Kompas                      seluas 92.60 m2 yang              sampai dengan
          DPKG tanggal 10 Mei 2022                      Gramedia                    terletak dalam gedung




                                                                        71
Page 96
No.              Perjanjian                 Pihak Ketiga            Obyek Sewa               Jangka Waktu
      sebagaimana      telah   diubah                                                       tanggal 31 Mei
      dengan Addendum II Perjanjian                                                         2026
      Sewa         Menyewa        No.
      ADD.007/KG-PRO/SAN-
      F/V/2024-DPKG tanggal 31 Mei
      2024
4.    Akta Perjanjian Sewa Menyewa        PT Surya Abadi      Ruangan kantor yang           7 Maret 2024
      No.12 antara PT Surya Abadi         Permai              terletak di Sudirman Office   sampai dengan
      Permai dan PT Surya Artha                               Tower Lantai 6, Jl. Jendral   6 Maret 2028
      Nusantara Finance tanggal 11                            Sudirman Nomor 57,
      Maret 2016 sebagaimana telah                            Palembang
      diperpanjang dengan Addendum
      II Perjanjian Sewa Menyewa
      antara PT Surya Abadi Permai
      dan PT Surya Artha Nusantara
      Finance                     No.
      14/SANF/PKS/II/2024 tertanggal
      6 Maret 2024
5.    Perjanjian    Sewa     Menyewa      PT Surya Cakra      Sertifikat Hak Milik Nomor    1 Januari 2025
      antara PT Surya Cakra Anugerah      Anugerah            931/Mekar         Raya.Sei    sampai dengan
      Nusantara dengan PT Surya           Nusantara           Lakum, yang terletak di       31 Desember
      Artha Nusantara Finance tanggal                         Jalan A.Yani Km 14, Desa      2025.
      2 Januari 2020, sebagaimana                             Mekar Raya/ Sei Lakum,
      telah diubah dengan Perjanjian                          Kecamatan            Kertak
      Perubahan tanggal 19 Oktober                            Hanyar,         Kabupaten
      2020, yang kesepakatan Harga                            Banjar,        Kalimantan
      Sewa untuk periode keenam                               Selatan, dengan luas
      telah    disesuaikan    kembali                         tanah      sebesar     144
      berdasarkan         Kesepakatan                         m²(seratus empat puluh
      Bersama tanggal 20 Desember                             empat meter persegi) dan
      2024.                                                   bangunan yang terletak
                                                              pada tanah tersebut di
                                                              lantai 1.
6.    Perjanjian     Sewa    Menyewa      Edi Salman, Tanti   Tanah beserta bangunan        1 Januari 2022
      Nomor         143/LEG/XII/2011/2    Ekawati             yang terletak di Komplek      sampai dengan
      tertanggal 20 Desember 2011                             Ruko A Yani Sentra Bisnis     1 Januari 2027
      yang        telah      dilakukan                        Blok C Nomor 12A,
      perpanjangan berdasarkan Akta                           Kelurahan Benua Melayu
      Perjanjian     Sewa    Menyewa                          Darat,         Kecamatan
      tanggal 30 Desember 2021                                Pontianak Selatan, Kota
      antara Edi Salman, Tanti Ekawati                        Pontianak,     Kalimantan
      dan PT Surya Artha Nusantara                            Barat
      Finance yang dibuat dihadapan
      Surianto, S.H., M.Kn., Notaris di
      Pontianak.
7.    Perjanjian sewa Menyewa No.         Mariana Liandry     Tanah dan bangunan            10 Juni 2024
      26/SANF/PKS/VI/2024 tanggal 7                           yang terletak di Komplek      sampai dengan
      Juni 2024 antara Mariana                                Balikpapan Baru Blok AB-      tanggal 9 Juni
      Liandry dengan PT Surya Artha                           6 Nomor 03, Kelurahan         2026
      Nusantara Finance                                       Damai,        Kecamatan
                                                              Balikpapan Selatan, Kota
                                                              Balikpapan, Kalimantan
                                                              Timur, dengan luas tanah
                                                              75m2




                                                    72
Page 97
 No.              Perjanjian                 Pihak Ketiga             Obyek Sewa             Jangka Waktu
 8.    Perjanjian Sewa Menyewa No 11       Rosita              bangunan Rumah Toko           31     Oktober
       tertanggal   31 Oktober 2024                            (Ruko) 2 (dua) lantai, yang   2024   sampai
       antara Rosita dengan PT Surya                           didirikan diatas sebidang     dengan      30
       Artha Nusantara Finance                                 Tanah Sertifikat Hak Milik    November 2025
                                                               Nomor       1376/Jelutung
                                                               seluas 216 m² (dua ratus
                                                               enam       belas     meter
                                                               persegi) berdasarkan Izin
                                                               Mendirikan       Bangunan
                                                               (IMB) Nomor 511.3/141/S-
                                                               Jtg-93
 9.    Perjanjian   Sewa       Menyewa     PT         United   Bangunan dengan luas 72       1 Januari 2024
       Nomor        LUT/61/9972/IV/20      Tractors Tbk.       M2 beralamat di Gedung        sampai dengan
       tanggal    21      April    2020                        PT United Tractors Tbk        31 Desember
       sebagaimana telah diperpanjang                          Cabang Medan, Lantai 2,       2025
       dengan      Addendum         Ke-I                       Jalan Sisingamangaraja
       Terhadap    Perjanjian     Sewa                         Km 10, Medan, Sumatera
       Menyewa                   Nomor                         Utara
       LUT/61/9972/IV/20 tanggal 30
       April 2021 antara PT United
       Tractors Tbk dengan PT Surya
       Artha Nusantara Finance dan
       terkahir diperpanjang dengan
       Addendum      ke-III    Terhadap
       Perjanjian Sewa Menyewa No:
       LUT/61/9972/IV/20,           No.
       27/SANF/PKS/XII/2023 tanggal
       29 Desember 2023

 10.   Perjanjian Sewa Menyewa No.         PT Kompas Media     Ruangan kantor dengan         1 Agustus 2023
       007/BMR-                            Nusantara           ukuran seluas 68 m2 yang      sampai dengan
       SUPENO/SANF/VII/2023-KMN,                               beralamat di Jl. Menteri      31 Juli 2026
       No.       12/SANF/PKS/VII/2023                          Supeno      No.    28-30,
       tanggal 31 Juli 2023 antara PT                          Kelurahan       Mugasari,
       Kompas      Media    Nusantara                          Kecamatan       Semarang
       dengan     PT    Surya    Artha                         Selatan, Kota Semarang,
       Nusantara Finance                                       Provinsi Jawa Tengah.


Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) berdasarkan perjanjian sewa menyewa
di atas yang dapat merugikan Pemegang Obligasi.

6. Keterangan Tentang Aset Tetap

Dalam rangka kegiatan usahanya tersebut di atas, Perseroan memiliki aset tetap berupa tanah dan
bangunan sebagai berikut:

Bangunan:
1. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Nomor 02432 dengan luas 200,90 m2;
2. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Nomor 02488 dengan luas 200,90 m2;
3. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Nomor 02489 dengan luas 233,47 m2;
4. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Nomor 02450 dengan luas 211,95 m2;
5. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Nomor 02451 dengan luas 145,84 m2;
6. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Nomor 02452 dengan luas 211,95 m2;
7. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Nomor 02453 dengan luas 233,47 m2;
8. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Nomor 02454 dengan luas 200,90 m2; dan



                                                     73
Page 98
9. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Nomor 02455 dengan luas 137,25 m2.

Tanah dan Bangunan:
1. Sertifikat Hak Guna Bangunan NIB 16.01.000009035.0 dengan luas 145 m2, berakhir pada tanggal
   6 November 2054; dan
2. Sertifikat Hak Guna Bangunan NIB 05.01.000008817.0 dengan luas 167 m2, berakhir pada tanggal
   28 Oktober 2054.

Aset tetap yang dimiliki oleh Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :

                          Kategori Aset                          Nilai Buku bersih (dalam jutaan Rp)
 Bangunan                                                                                       42.022
 Kendaraan                                                                                       2.337
 Peralatan dan Perabotan Kantor                                                                  4.365
 Prasarana                                                                                       2.397
 Total                                                                                          51.121

Aset tetap bangunan, kendaraan, peralatan dan perabotan kantor, dan prasarana digunakan oleh
Perseroan untuk melakukan aktivitas operasional yang menunjang kegiatan usaha Perseroan.

Sebagian besar aset tetap berupa kendaraan bermotor diasuransikan sebagai berikut :

                                Perusahaan      Aset yang
         Jenis Asuransi                                         Nilai (Rp)       Masa Pertanggungan
                                 Asuransi     diasuransikan
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 130.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 446.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 446.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 260.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 260.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 260.000.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor
     Asuransi Kendaraan         Astra Buana       Mobil       Rp 734.300.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor




                                                 74
Page 99
                             Perusahaan       Aset yang
         Jenis Asuransi                                       Nilai (Rp)       Masa Pertanggungan
                              Asuransi      diasuransikan
     Asuransi Kendaraan       Astra Buana       Mobil       Rp 734.300.000   1 Juni 2024 - 1 Juni 2025
          Bermotor

7. Ketentuan Hukum dan Kebijakan Pemerintah di Bidang Lingkungan Hidup

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2021 tentang Daftar Usaha
dan/atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, Upaya
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup atau Surat Pernyataan
Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup, industri jasa keuangan non bank tidak
diwajibkan untuk memiliki Analisa Mengenai Dampak Lingkungan. Dikarenakan industri jasa keuangan
non bank tidak diwajibkan untuk memiliki Analisa Mengenai Dampak Lingkungan maka Perseroan tidak
diwajibkan untuk memiliki izin lingkungan.


B. KETERANGAN TENTANG PEMEGANG SAHAM

1.   Hubungan Kepemilikan Perseroan Dengan Pemegang Saham Perseroan Yang Berbentuk Badan
     Hukum


                                    STRUKTUR PERMODALAN




     Pihak yang menjadi Pengendali Perseroan adalah PT Sedaya Multi Investama.
     Perseroan telah melakukan pemenuhan terhadap Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor
     13 tahun 2018 tentang Penerapan Prinsip Mengenai Pemilik Manfaat Dari Korporasi Dalam Rangka
     Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Terorisme
     (“Perpres No. 13/2018”) dengan telah disampaikannya informasi mengenai pemilik manfaat
     Perseroan pada tanggal 30 April 2025 kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia, Direktorat
     Jenderal Administrasi Hukum Umum, sebagaimana termaktub dalam Surat Pernyataan Perseroan
     tanggal 28 April 2025 (“Surat Pernyataan”). Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Pemilik
     manfaat Perseroan adalah sebagaimana tercantum dalam Surat Pernyataan, yaitu seluruh anggota
     Direksi SMI dan Direktur MC.
     Nama-nama anggota Direksi SMI dan Direktur MC sebagaimana dimaksud dalam Surat
     Pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:




                                                75
Page 100
   Direksi SMI:
   1. Hugeng Gozali.
   2. Handoko Liem.
   3. Widya Adi Tjahjono.
   4. Jap Sanantha Krisna.

   Direktur MC:
   1. Takayuki Furuya.
   Adapun pengungkapan seluruh anggota Direksi SMI dan Direktur MC sebagai pemilik manfaat
   Perseroan sebagaimana dimaksud di atas adalah semata-mata: (i) untuk memenuhi ketentuan
   Pasal 3 ayat (1) Perpres No. 13/2018, bukan untuk keperluan lainnya (termasuk perpajakan); dan
   (ii) dalam kapasitas mereka sebagai Direktur SMI dan Direktur MC, dimana SMI adalah pemegang
   60% (enam puluh persen) saham Perseroan dan MC adalah pemegang 35% (tiga puluh lima
   persen) saham Perseroan yang mempunyai kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4
   ayat (1) butir d Perpres No. 13/2018, bukan dalam kapasitasnya sebagai diri pribadi.
   Lebih lanjut, Perseroan tidak memiliki informasi dan tidak dapat mengidentifikasi orang
   perseorangan (sebagai individu dalam kapasitas pribadi) yang memenuhi kriteria sebagai pemilik
   manfaat Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Perpres No. 13/2018. Dengan telah
   dilakukannya pelaporan pemilik manfaat yang dilakukan kepada Kementerian Hukum Republik
   Indonesia, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), sebagaimana tercantum dalam
   surat pernyataan tersebut di atas, maka perseroan telah memenuhi ketentuan pelaporan pemilik
   manfaat sesuai dengan ketentuan perpres no. 13/2018.
2. Keterangan Singkat Mengenai Pemegang Saham Berbentuk Badan Hukum

PT Sedaya Multi Investama (“SMI”)

a. Pendirian

   SMI didirikan berdasarkan Akta No. 64 tanggal 19 Desember 1989 yang dibuat di hadapan
   Rukmasanti Hardjasatya S.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
   Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-2023.HT.01.01.TH.90 tanggal 7 April
   1990, dan telah didaftarkan pada tanggal 11 September 1995 di Kepaniteraan Pengadilan Negeri
   Jakarta Selatan di bawah No. 1286/A.PT/HKM/1995/PN.JKT.SEL, yang seluruhnya telah diubah
   untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
   melalui Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Sedaya Multi Investama No. 40
   ttnggal 8 Agustus 2008 yang dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang
   telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia No. AHU-68121.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 23-9-2008, BNRI No. 88, tanggal 31
   Oktober 2008, Tambahan No. 22097.

   Perubahan Anggaran Dasar terakhir kali dilakukan melalui Akta No. 53 tertanggal 21 Juni 2022
   dibuat di hadapan Wiwik Condro, S.H., Notaris di Kota Jakarta Barat, yang pemberitahuannya telah
   diterima oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Hukum dan Hak
   Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
   No. AHU-AH.01.03-0259775 tertanggal 3 Juli 2022 dan telah disetujui oleh Kementerian Hukum
   dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
   Republik Indonesia No. AHU-0045542.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 3 Juli 2022 (”Akta SMI No.
   53/2022”), yang meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor dalam SMI.

b. Pengurusan dan Pengawasan

   Berdasarkan Akta No. 19 tertanggal 25 April 2025 dibuat di hadapan Gibson Thomasyadi,
   S.H.,M.Kn, Notaris di Kota Tangerang, yang pemberitahuannya telah diterima dan dicatat dalam
   database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
   Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.09. 0207575




                                               76
Page 101
     tanggal 25 April 2025 (”Akta SMI No. 19/2025”), susunan Direksi dan Dewan Komisaris SMI adalah
     sebagai berikut:

     Direksi:
       1. Presiden Direktur                             :    Tuan Hugeng Gozali
       2. Direktur                                      :    Tuan Widya Adi Tjahjono
       3. Direktur                                      :    Tuan Handoko Liem
       4. Direktur                                      :    Nona Jap Sanantha Krisna

     Dewan Komisaris:
      1. Presiden Komisaris                             :    Tuan Rudy
      2. Komisaris                                      :    Tuan Suparno Djasmin

c. Permodalan

     Berdasarkan Akta SMI No. 53/2022, struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham SMI
     adalah sebagai berikut:

     Struktur Permodalan

                                               Saham
      Struktur Permodalan             Jumlah            Nilai Nominal                Jumlah
                                                             (Rp)                     (Rp)
      Modal Dasar                  8.000.000.000            1.000,-            8.000.000.000.000,-
      Modal    Ditempatkan         5.684.400.000            1.000,-            5.684.400.000.000,-
      dan Disetor
      Saham Portepel               2.315.600.000             1.000,-           2.315.600.000.000,-

     Susunan Pemegang Saham

                                                  Jumlah Modal
          Susunan                       Yang Ditempatkan dan Disetor Penuh
          Pemegang                  Jumlah            Nilai         Jumlah Nilai                (%)
          Saham                     Saham          Nominal            Nominal
                                                      (Rp)             (Rp)
      PT Astra                5.684.399.999   1.000,-         5.684.399.999.000,-            99,99
      Internasional, Tbk.
      PT Arya Kharisma        1                    1.000,-             1.000,-               0,001
      Jumlah                  5.684.400.000        1.000,-             5.684.400.000.000,-   100

d. Maksud, Tujuan dan Kegiatan Usaha

Berdasarkan Akta No. 35 tertanggal 17 Juli 2020 yang dibuat di hadapan Wiwik Condro, S.H., Notaris
di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan
Keputusan No.AHU-0054272.AH.01.02.Tahun 2020 tertanggal 7 Agustus 2020 dan pemberitahuannya
telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0333948 tertanggal 07 Agustus 2020 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan dengan No. AHU-0128971.AH.01.11.Tahun 2020 tertanggal 7
Agustus 2020, maksud dan tujuan SMI adalah berusaha dalam bidang:

a.   perdagangan;
b.   pembangunan (konstruksi dan real estat);
c.   pengangkutan;
d.   pertanian;
e.   perindustrian;
f.   jasa (aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, jasa informasi, dan komunikasi); dan
g.   pertambangan.




                                                   77
Page 102
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, SMI dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai
berikut:

a.   Perdagangan:
     i.    Perdagangan besar suku cadang dan aksesori mobil;
     ii. Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga;
     iii. Perdagangan besar mesin kantor dan industry, suku cadang dan perlengkapannya;
     iv. Perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer;
     v. Perdagangan besar piranti lunak;
     vi. Perdagangan besar suku cadang elektronik;
     vii. Perdagangan besar peralatan telekomunikasi;
     viii. Perdagangan besar mesin, perlengkapan dan peralatan pertanian;
     ix. Perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya;
     x. Perdagangan besar berbagai macam barang;
     xi. Perdagangan eceran melalui media untuk berbagai macam barang lainnya;

b.   Pembangunan (Konstruksi dan Real Estat):
     i.    Penyiapan lahan;
     ii. Konstruksi jalan raya;
     iii. Konstruksi gedung perkantoran;
     iv. Konstruksi gedung industri;
     v. Pemasangan bangunan prafabrikasi untuk gedung;
     vi. Konstruksi pelabuhan bukan perikanan;
     vii. Pemasangan bangunan prafabrikasi untuk konstruksi bangunan sipil lainnya;
     viii. Pembongkaran;
     ix. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;

c.   Pengangkutan:
     i.   Aktivitas pelayanan kepelabuhan laut;
     ii. Penanganan kargo;
     iii. Aktivitas jalan tol;
     iv. Angkutan bermotor untuk barang umum;
     v. Angkutan bermotor untuk barang khusus;

d.   Pertanian: Perkebunan kelapa sawit;

e.   Perindustrian:
      i.    Industri kendaraan bermotor roda empat dan lebih;
      ii. lndustri sepeda motor roda dua dan tiga;
      iii. lndustri komponen dan suku cadang mesin dan turbin;
      iv. lndustri karoseri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dan industri trailer dan semi
            trailer;
      v. lndustri suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor roda empat atau lebih;
      vi. lndustri komponen dan perlengkapan sepeda motor roda dua dan tiga;
      vii. Reparasi mesin untuk keperluan khusus;
      viii. lndustri produk dari batu bara;
      ix. lndustri briket batu bara;
      x. lndustri minyak mentah kelapa sawit;

f.   Jasa (aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, jasa informasi dan komunikasi):
      i.   Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial;
      ii. Aktivitas pengolahan data;
      iii. Aktivitas konsultasi manajemen lainnya;
      iv. Aktivitas jasa informasi lainnya;

g.   Pertambangan:
      i.   Pertambangan batu bara;
      ii. Aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya;
      iii. Gasifikasi batubara di lokasi penambangan..




                                                   78
Page 103
Marubeni Corporation (“MC”)

a.   Pendirian

     MC didirikan pada bulan Mei tahun 1858, dan berbentuk badan hukum pada 1 Desember 1949.

b. Pengurusan dan Pengawasan

     Berdasarkan Integrated Report 2024 usunan anggota pengurusan dan pengawasan MC adalah
     sebagai berikut:

     Chairman
     Chairman of the Board                : Fumiya Kokubu

     Direksi
     President & CEO                      : Masumi Kakinoki

     Senior Executive Vice President      : Akira Terakawa

     Senior Managing Executive Officer : Takayuki Furuya

     External (Independent) Directors     : Yuki Okina
                                            Hisayoshi Ando
                                            Masato Kitera
                                            Mutsuko Hatano
                                            Shigeki Ishizuka
                                            Soichiro Minami

c. Permodalan

     Berdasarkan Certificate of All Matters 2024, struktur permodalan dan mayoritas pemegang saham
     MC adalah berikut (disajikan dalam Yen Jepang, kecuali terhadap jumlah saham):

                                                    Jumlah Saham         Jumlah Nominal       Persentase
                    Keterangan
                                                      (Lembar)                                   (%)
      Modal Dasar                                       4.300.000.000                     -             -
      Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
                                                        1.660.758.361     263.711.060.868          100,00
      Penuh
      Jumlah Saham Dalam Portepel                       2.639.241.639                     -             -

     Mayoritas Pemegang Saham

     The Master Trust Bank of Japan, Ltd. (Trust Account); BNYM AS AGT/CLTS 10 PERCENT;
     Custody Bank of Japan, Ltd. (Trust Account); Meiji Yasuda Life Insurance Company; Mizuho Bank,
     Ltd.; STATE STREET BANK WEST CLIENT-TREATY 505234; JPMorgan Securities Japan Co.,
     Ltd.; Sompo Japan Insurance Inc; Nippon Life Insurance Company; JPMORGAN CHASE BANK
     385632.

d. Keterangan Tentang Marubeni Corporation

     MC bergerak dibidang product handling dan penyediaan jasa di berbagai sektor, termasuk impor
     dan ekspor, serta kegiatan usaha yang berkaitan dengan bahan makanan, produk makanan, tekstil,
     material, pulp dan kertas, bahan kimia, energi, logam dan sumber daya mineral, mesin transportasi.

     Kegiatan MC juga tersebar ke beberapa proyek listrik dan infrastruktur, tanaman dan mesin industri,
     keuangan, logistik dan industri informasi, serta pengembangan real estate dan konstruksi. Selain
     itu, MC melakukan investasi bisnis, pengembangan dan pengelolaan di tingkat global.

     Berdasarkan Certificate of All Matters Currently in Effect 2024, tujuan MC adalah menjalankan
     usaha-usaha sebagai berikut:
     a. impor, ekspor dan menjual barang-barang dalam negeri dan luar negeri;



                                                   79
Page 104
b. manufaktur dan menjual barang dagangan;
c. pengolahan dan perbaikan atas usaha-usaha tersebut pada butir a dan b;
d. transportasi laut, darat, udara, pengangkutan, pelabuhan dan broker kepabeanan;
e. pergudangan;
f. impor, ekspor dan menjual:
     i. batubara, minyak bumi, gas, (termasuk pressurized gas dan gas alam cair) dan produk-
           produk yang berasal darinya, zat bahan bakar nuklir, radiosotopes;
    ii. zat-zat kimia (termasuk zat-zat industri kimia, farmasi, quasi-pharmaceuticals, agrokimia,
           bahan-bahan beracun dan berbahaya, dan lain-lain.) bahan peledak, toiletries dan bahan-
           bahan bakunya, peralatan medis;
   iii. bahan pangan, alkohol, minuman keras, minuman beralkohol, garam, produk-produk
           rokok, benih dan bibit, pupuk, pakan ternak, pakan aditif, ternak;
   iv. alat pengukur, senjata, barang-barang bekas;
g. perencanaan, pengawasan dan kontraktor untuk jasa konstruksi dan pekerjaan pembangunan;
h. penjualan, pembelian, barter, sewa dan pemanfaatan real estat dan pemeliharaan dan
   manajemennya;
i. sewa guna, penyewaan real estat dan barang bergerak;
j. sewa guna, penyewaan dan perbaikan peralatan dan bahan baku untuk pekerjaan teknik sipil,
   mesin-mesin konstruksi, kendaraan, perlengkapan kantor, peralatan medis, dan alat-alat dan
   instrumen lainnya;
k. perencanaan, akuisisi, pencadangan, pelestarian, pemanfaatan, penggunaan dan penjualan
   hak milik atas kebendaan yang tidak berwujudseperti hak kekayaan industri dan hak cipta, know-
   how, systems engineering dan perangkat lunak lainnya;
l. pertanian, kehutanan, perikanan, industri ternak dan pertambangan;
m. penyediaan informasi, dan layanan pengolahan, telekomunikasi, cable broadcasting dan
   broadcasting pada umumnya;
n. periklanan, penerbitan dan manufaktur dan penjualan gambar, suara, data dan media rekaman;
o. pengelolaan sarana olahraga, rekreasi, tamasya, akomodasi, perawatan medis, dan usaha
   travel dan bisnis restoran;
p. perencanaan, pengelolaan dan pengimplemantasian semua jenis event;
q. penjualan, pembelian, manajemen instrumen yang dapat diperdagangkan, pinjaman, penjualan,
   dan pembelian klaim, garansi, kewajiban sebagai penanggung emisi, transaksi valuta
   asing/devisa, sebagai perusahaan induk dan mengelola real estat dan benda-benda bergerak
   sebagai subjek dari jaminan (seperti hipotik dan gadai) terkait dengan transaksi keuangan, dan
   transaksi-transaksi bisnis lainnya;
r. penjaminan/penanggung emisi, permohonan untuk berlangganan dan penjualan negotiable
   instruments, dan usaha-usaha lainnya yang terkait dengan penjaminan;
s. investasi di komoditi dan agen usaha penjualan; konsultasi perdagangan komoditi dan menjual
   trust beneficial interest.
t. kontraktor untuk jasa penyiapan dokumen, sekretaris, resepsionis, penerjemah dan jasa
   operator telepon, jasa terkait dengan penyediaan pengurusan kantor atau peralatan komunikasi,
   dan sistem programming dan jasa lainnya yang berkaitan dengan work processing;
u. usaha penyedia tenaga kerja sementara;
v. usaha yang terkait dengan perawatan, perawat diluar rumah sakit;
w. usaha terkait pembuangan dan penimbunan sampah, pemurnian atau pembersihan tanah dan
   air bawah tanah dan pemindahan polusi lingkungan;
x. usaha yang berkaitan dengan generator dan penyedia kelistrikan;
y. perencanaan, pembangunan, konstruksi, pengelolaan bandara udara, pelabuhan, rel kereta api,
   jalan tol, pipa dan sarana untuk air, kotoran/limbah dan air industri;
z. agen dan Broker untuk asuransi non-life, asuransi berdasarkan Automobile Liability
   Compensation Law dan jenis-jenis asuransi lainnya, dan usaha yang berkaitan dengan
   permohonan untuk berlangganan asuransi jiwa;
aa. perdagangan izin emisi gas rumah kaca;
bb. terkait dengan hal tersebut diatas:
        i. penelitian, pembangunan dan usaha konsultan;
       ii. pelatihan, petunjuk dan bisnis pendidikan;
      iii. agen, broker dan factorage business;
cc. setiap dan semua bisnis lain yang terkait atau kebetulan terkait kepada hal-hal tersebut diatas
     dan
dd. semua usaha selain yang disebutkan pada list atau daftar diatas.




                                              80
Page 105
   MC mempunyai jaringan mencakup sebagian besar negara-negara di dunia, dan berdasarkan
   posisi 1 Juni 2018, MC memiliki 12 kantor cabang di Jepang, 56 cabang dan kantor di luar Jepang,
   29 anak perusahaan di luar Jepang dengan 62 kantor, dengan total 130 kantor di 66 area atau
   negara. MC mempekerjakan 4.436 karyawan selain 443 karyawan lokal di kantor cabang luar
   negeri, dan 1.504 karyawan lokal di anak perusahaan di luar negeri. Selain itu, MC juga memiliki
   430 group company.

   Perseroan dikategorikan sebagai subsidiary yang berada dibawah koordinasi construction &
   industrial machinery division.

PT Marubeni Indonesia (“MI”)

a. Pendirian

   MI didirikan dengan nama PT Marubeni Indonesia berdasarkan Akta No. 126 tertanggal 30
   November 1993 dibuat di hadapan Mudofir Hadi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat
   persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-
   115.HT.01.01.Th’94 tertanggal 5 Januari 1994, didaftarkan dalam buku register di Kantor
   Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 95/A.PT/HKM/1994 PN.JAK.SEL tertanggal 20 Januari
   1994, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 15 tertanggal 22 Februari
   1994 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 1118.

   Berdasarkan Akta No. 4 tertanggal 15 Maret 2024 dibuat di hadapan Erni Rohaini, S.H., MBA.,
   Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
   Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0017509.AH.01.02.Tahun 2024
   tertanggal 19 Maret 2024 dan pemberitahuannya telah diterima oleh Direktorat Jenderal
   Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
   berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0108920
   tertanggal 19 Maret 2024, terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-0056860.AH.01.11.Tahun
   2024 tertanggal 19 Maret 2024 (“Akta MI No. 4/2024”), maksud dan tujuan MI adalah berusaha
   dalam bidang Perdagangan Besar dan Eceran.

b. Pengurusan dan Pengawasan

   Berdasarkan Akta MI No. 4/2024, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris MI adalah
   sebagai berikut:

    Direksi
     1.   Presiden Direktur                          :   Tuan Shinji Kasai
     2.   Wakil Presiden Direktur                    :   Tuan Tori Takamura
     3.   Direktur Transportasi & Industri Mesin     :   Tuan Takayuki Akiyama
          dan Bisnis Keuangan
     4.   Direktur Keuangan                          :   Tuan Waka Yamamoto
     5.   Direktur Manajemen Resiko                  :   Tuan Takahiro Yoshioka
     6.   Direktur Petrokimia                        :   Tuan Kazuki Aikawa
     7.   Direktur Gaya Hidup                        :   Tuan Tomohito Irie
     8.   Direktur Produk Makanan                    :   Tuan Yutaka Fukuma
     9.   Direktur Plastik                           :   Tuan Hideki Otaki
    10. Direktur      Informasi   dan  Teknologi     :   Tuan Kento Tomitori
          Komunikasi
    11. Direktur Sumber Daya Manusia dan             :   Tuan Harly Setiabudi
          Umum
    12. Direktur Pengembangan Bisnis                 :   Tuan Shinya Ogata
    13. Direktur Logam dan Sumber Daya               :   Tuan Taisuke Sakuraba
          Mineral

    Dewan Komisaris
    1.  Presiden Komisaris                           :   Tuan Takeshi Mamiya
    2.  Komisaris                                    :   Tuan Takashi Imamura




                                               81
Page 106
c. Permodalan

   Berdasarkan Akta No. 43 tertanggal 29 September 2009 yang dibuat di hadapan Nelfi Mutiara
   Simanjuntak, S.H., pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuannya telah
   diterima oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Hukum dan Hak
   Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-
   AH.01.10-06801 tertanggal 22 Maret 2010, terdaftar dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-
   0021268.AH.01.09.Tahun 2010 tertanggal 22 Maret 2010 (“Akta No. 43/2009”), modal dasar MI
   berjumlah Rp 11.140.300.000 (sebelas miliar seratus empat puluh juta tiga ratus ribu Rupiah, atau
   ekuivalen dengan USD 5.050.000 – lima juta lima puluh ribu Dollar Amerika Serikat) terbagi atas
   5.050 (lima ribu lima puluh) saham dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp. 2.206.000,
   dua juta dua ratus enam ribu Rupiah (USD 1.000 – seribu Dollar Amerika Serikat). Dari modal dasar
   tersebut telah ditempatkan dan disetor sejumlah 5.050 (lima ribu lima puluh) saham dengan nilai
   nominal seluruhnya sebesar Rp 11.140.300.000 sebelas miliar seratus empat puluh juta tiga ratus
   ribu Rupiah (USD 5.050.000 – lima juta lima puluh ribu Dollar Amerika Serikat) oleh para pemegang
   saham.

   Susunan Pemegang Saham terakhir MI dimuat dalam akta No. 43/2009, dengan susunan sebagai
   berikut:
   - Pemegang Saham : Marubeni Asean Private Limited (dahulu Marubeni Singapore Private
      Limited) sejumlah 5.048 saham.
   - Pemegang Saham : Koperasi Karyawan Marubeni (KOKABENI) sejumlah 2 saham

   Struktur permodalan dan susunan pemegang saham MI adalah sebagai berikut:

                                             Nilai Nominal Rp 2.206.000 / (USD 1.000)
                                                            per saham                   Persentase
                  Keterangan
                                              Jumlah Saham       Jumlah Nilai Nominal      (%)
                                                 (lembar)                (Rp)
                                                                    Rp 11.140.300.000
    Modal Dasar                                          5.050
                                                                      (USD 5.050.000)
    Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
    a. Marubeni Asean Private Limited
                                                                    Rp 11.135.888.000
       (dahulu Marubeni Singapore Private                5.048                               99,96
                                                                      (USD 5.048.000)
       Limited)
    b. Koperasi Karyawan Marubeni                                        Rp 4.412.000
                                                             2                                0,04
       (KOKABENI)                                                         (USD 2.000)
    Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor                            Rp 11.140.300.000
                                                         5.050                              100,00
    Penuh                                                             (USD 5.050.000)
    Jumlah Modal Dalam Portepel                              -                      -

d. Maksud, Tujuan dan Kegiatan Usaha

   Berdasarkan Akta MI No. 4/2024, maksud dan tujuan MI adalah berusaha dalam bidang
   Perdagangan Besar dan Eceran.
   Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, MI dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai
   berikut:
    i.   Perdagangan besar suku cadang dan aksesori mobil;
   ii.   Perdagangan besar padi dan palawija, termasuk perdagangan besar benih dan bibit padi,
         palawija, dan serealia lainnya;
  iii.   Perdagangan besar hasil perikanan, termasuk ikan hidup, ikan hias, serta bibit hasil
         perikanan;
  iv.    Perdagangan besar hasil kehutanan dan perburuan, termasuk perdagangan besar bibit
         tanaman kehutanan;
   v.    Perdagangan besar kulit dan kulit jangat, termasuk kulit imitasi;
  vi.    Perdagangan besar kopi, teh dan kakao;
 vii.    Perdagangan besar minyak dan lemak nabati, termasuk margarin serta produk berbahan
         dasar lemak nabati seperti non-dairy cream, dan produk sejenis lainnya;
 viii.   Perdagangan besar daging sapi olahan, termasuk daging sapi yang diawetkan;
  ix.    Perdagangan besar hasil olahan perikanan;
   x.    Perdagangan besar susu dan produk susu;




                                                82
Page 107
    xi.    Perdagangan besar makanan dan minuman lainnya, termasuk perdagangan besar makanan
           untuk hewan piaraan dan makanan ternak;
   xii.    Perdagangan besar tekstil, termasuk barang linen rumah tangga;
  xiii.    Perdagangan besar pakaian, termasuk perdagangan besar kaos kaki;
  xiv.     Perdagangan besar alas kaki;
  xv.      Perdagangan besar barang lainnya dari tekstil;
  xvi.     Perdagangan besar tekstil, pakaian dan alas kaki lainnya;
 xvii.     Perdagangan besar berbagai obat farmasi untuk hewan;
 xviii.    Perdagangan besar kosmetik untuk manusia;
  xix.     Perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya ytdl, termasuk
           rekaman suara dan video dalam kaset, CD dan DVD, barang kimia untuk rumah tangga
           (deterjen, pembersih lantai dan lain-lain) serta alat peraga pendidikan;
  xx.      Perdagangan besar peralatan telekomunikasi;
  xxi.     Perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan pertanian, termasuk mesin
           pemotong rumput;
 xxii.     Perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya;
 xxiii.    Perdagangan besar logam dan bijih logam, termasuk perdagangan besar emas dan logam
           mulia lain (perak, platina);
 xxiv.     Perdagangan besar barang logam untuk bahan konstruksi;
 xxv.      Perdagangan besar genteng, batu bata, ubin dan sejenisnya dari tanah liat, kapur, semen
           atau kaca;
 xxvi.     Perdagangan besar pupuk dan produk agrokimia;
xxvii.     Perdagangan besar bahan dan barang kimia;
xxviii.    Perdagangan besar karet dan plastik dalam bentuk dasar;
 xxix.     Perdagangan besar kertas dan karton;
 xxx.      Penasihat investasi berbentuk perusahaan;
 xxxi.     Penelitian pasar;
xxxii.     Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa opsi mesin, peralatan dan barang berwujud
           lainnya ytdl; dan
xxxiii.    Kegiatan penunjang Pendidikan.

Hubungan Kepengurusan, Pengawasan, Kepemilikan Dan Afiliasi Antara Perseroan Dan Pemegang
Saham Perseroan

                              Perseroan             AI               SMI               MC            MI
      Nama
                           Dir        Kom     Dir        Kom   Dir         Kom   Dir     Kom   Dir        Kom
      FXL Kesuma                    PresKom   Dir
      Arietta Adrianti                Kom
      Takayuki Akiyama                Kom                                                      Dir
      Buntoro Muljono                KomInd
      Handoko Pranoto                KomInd

      Wempy Kunto W      PresDir
      Handy Hartono        Dir
      Handri Susanto       Dir
      Kiyoshi Kuribara     Dir
     PresKom             : Presiden Komisaris
     KomInd              : Komisaris Independen
     PresDir             : Presiden Direktur
     Dir                 : Direktur


C. PENGURUS DAN PENGAWAS

Berdasarkan Akta No. 32/2024, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah
sebagai berikut:


 Dewan Komisaris
 Presiden Komisaris                :   FXL Kesuma
 Komisaris                         :   Arietta Adrianti
 Komisaris                         :   Takayuki Akiyama




                                                    83
Page 108
 Komisaris Independen           :   Buntoro Muljono
 Komisaris Independen           :   Handoko Pranoto

 Direksi
 Presiden Direktur              :   Wempy Kunto Wiambodo
 Direktur                       :   Handy Hartono
 Direktur                       :   Handri Susanto
 Direktur                       :   Kiyoshi Kuribara

Sesuai ketentuan Pasal 117 ayat (3) dan Pasal 123 ayat (3) Peraturan OJK No. 48/2024, bagi
perusahaan pembiayaan yang telah memperoleh izin usaha sebelum Peraturan OJK No. 48/2024
diundangkan, ketentuan mengenai rangkap jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris tetap
mengikuti ketentuan mengenai rangkap jabatan sesuai dengan Peraturan OJK No.30/POJK.05/2014
sampai dengan 3 (tiga) tahun sejak Peraturan OJK No. 48/2024 diundangkan.

Seluruh anggota Direksi Perseroan menetap di Indonesia sesuai dengan Peraturan OJK No.
33/POJK.04/2014. Seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi
ketentuan mengenai pembatasan rangkap jabatan sebagaimana diuraikan dalam Peraturan OJK No.
33/POJK.04/2014 dan Peraturan OJK No.30/POJK.05/2014 sebagaimana diubah dengan Peraturan
OJK No. 48/2024.

Berikut adalah keterangan singkat dari masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan:

Dewan Komisaris:
                     FXL Kesuma, Presiden Komisaris

                     Warga Negara Indonesia, 61 tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di
                     Universitas Katolik Parahyangan, Jurusan Teknik Sipil pada tahun 1988 dan
                     menyelesaikan pendidikan S2 pada Institut Teknologi Bandung, Program
                     Sistem dan Teknik Jalan Raya pada tahun 2005. Beliau diangkat kembali
                     sebagai Presiden Komisaris Perseroan berdasarkan Akta No. 65/2024
                     dengan masa jabatan sampai dengan RUPS Tahunan Perseroan tahun 2026
                     (untuk tahun buku 2025).

                     Beliau pernah dan/atau sedang menjabat berbagai posisi di perusahaan lain,
                     antara lain:

                     2023 – sekarang      PT Pamapersada Nusantara, Komisaris
                     2020 – sekarang      PT Astra Tol Nusantara, Komisaris
                     2020 – sekarang      PT Astra Nusa Perdana, Komisaris
                     2019 – sekarang      PT Surya Artha Nusantara Finance, Presiden
                                          Komisaris
                     2019 – sekarang      PT Astra International Tbk, Direktur
                     2019 – sekarang      PT Komatsu Astra Finance, Presiden Komisaris
                     2019 – sekarang      PT United Tractors Tbk, Presiden Direktur
                     2019 – sekarang      PT ACSET Indonusa Tbk, Presiden Komisaris
                     2019 – sekarang      PT Tuah Turangga Agung, Presiden Komisaris
                     2019 – sekarang      PT Surya Artha Nusantara Finance, Anggota Komite
                                          Nominasi & Remunerasi
                     2018 – sekarang      PT Agincourt Resources, Presiden Komisaris
                     2014 – 2023          PT Asmin Bara Jaan, Presiden Komisaris
                     2014 – 2023          PT Asmin Bara Bronang, Presiden Komisaris
                     2019 – 2023          PT Suprabari Mapanindo Mineral, Presiden Komisaris
                     2019 – 2023          PT Unitra Persada Energia, Komisaris
                     2019 – 2023          PT Tambang Supra Perkasa, Komisaris
                     2019 – 2023          PT Tambang Karya Supra, Komisaris




                                                84
Page 109
2019 – 2023          PT Danusa Tambang Nusantara, Presiden Komisaris
2019 – 2023          PT Pamapersada Nusantara, Presiden Direktur
2019 – 2023          PT Pama Indo Mining, Wakil Presiden Komisaris
2019 – 2022          UT Heavy Industry PTE Ltd, Direktur
2016 – 2022          PT Persada Tambang Mulia, Presiden Komisaris
2015 – 2022          PT Danusa Tambang Nusantara, Presiden Komisaris
2015 – 2022          PT Sumbawa Jutaraya, Presiden Komisaris
2020 – 2022          PT Tambang Supra Perkasa, Komisaris
2020 – 2022          PT Tambang Karya Supra, Komisaris
2020 – 2022          PT Karya Supra Perkasa, Komisaris
2017                 PT Kaltim Prima Persada, Komisaris
2017                 PT Prima Multi Mineral, Komisaris
2016                 PT Persada Tambang Mulia, Komisaris
2016 - 2019          PT United Tractors Tbk, Direktur
2015                 PT Sumbawa Jutaraya, Komisaris
2015                 PT Danusa Tambang Nusantara, Komisaris
2014                 PT Pama Indo Mining, Komisaris
2014                 PT Tuah Turangga Agung, Komisaris
2014                 PT Energi Prima Nusantara, Komisaris
2014                 PT Asmin Bara Bronang, Komisaris
2014                 PT Asmin Bara Jaan, Komisaris
2014                 PT Telen Orbit Prima, Komisaris
2007 – 2016          PT Pamapersada Nusantara, Presiden Direktur
2008                 PT Kalimantan Prima Persada, Komisaris
2008                 PT Kadya Caraka Mulia, Komisaris
2008                 PT Asmin Bara Bronang, Komisaris
2007 – 2016          PT Pamapersada Nusantara,           Operation   &
                     Engineering Director
2005 – 2012          PT Pamapersada Nusantara, Operation Division
                     Head
2000 – 2003          PT Pamapersada Nusantara, Operation Manager
1999                 Project Manager of ISO 9001 Project
1995 – 1998          PT Pamapersada Nusantara, Chief Engineer
1992 – 1995          PT Pamapersada Nusantara, Senior Engineer


Arietta Adrianti, Komisaris
Warga Negara Indonesia, 70 Tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia, Jurusan Manajemen Keuangan pada tahun
1981 dan pendidikan S2 di Fakultas Ekonomi Indonesia, Jurusan Manajemen
Keuangan pada tahun 2005. Beliau diangkat kembali sebagai Komisaris
Perseroan berdasarkan Akta No. 65/2024 dengan masa jabatan sampai
dengan RUPS Tahunan Perseroan tahun 2026 (untuk tahun buku 2025).




                         85
Page 110
Beliau pernah dan/atau sedang menjabat berbagai posisi di perusahaan lain,
antara lain:

2021 – sekarang       PT United Tractors, Tbk, Anggota Komite Audit
2018 – sekarang       PT Surya Artha Nusantara Finance, Komisaris
2018 – sekarang       PT Astra Graphia Tbk, Anggota Komite Audit
1986 – sekarang       Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia,
                      Dosen
2019 – 2021           PT Astra Otoparts Tbk, Anggota Komite Audit
2014 – 2017           Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim, Ketua
2009 – 2013           PT Astra Mitra Ventura, Presiden Direktur
2009 – 2013           Yayasan Darma Bhakti Astra, Treasurer
2009 – 2013           Koperasi Astra International, Treasurer
2009 – 2013           PT Skylift Indonesia, Presiden Direktur
2009 – 2013           PT Karsa Surya Indonusa, Presiden Direktur
2009 – 2013           PT Sigap Prima Astrea, Direktur Keuangan
2006 – 2009           PT Federal International Finance, Direktur Keuangan
2006 – 2009           PT Marga Mandala Sakti, Komisaris
2004 – 2006           Koperasi Astra International, Treasurer
2004 – 2006           PT Karya Surya Indonesia, Direktur
2004 – 2006           PT Skylift Indonesia, Wakil Presiden Direktur
2004 – 2006           PT Unimitra Aspera, Presiden Direktur
2002 – 2006           PT Astratel Nusantara, Direktur Keuangan
2002 – 2006           PT Marga Mandala Sakti, Direktur Keuangan
1995 – 2002           PT Pramindo Ikat Nusantara, Direktur Keuangan dan
                      Administrasi
1993 – 1995           PT Astratel Nusantara, General Manager
1989 – 1993           Bank Summa, General Manager
1982 – 1989           PT Wardley Summa Leasing, Senior Manager
1980 – 1982           PT Private Development Finance Company of
                      Indonesia, Investment Officer



Takayuki Akiyama, Komisaris

Warga Negara Jepang, 52 Tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas
Keio, Jepang, jurusan Policy Management dengan memperoleh gelar Bachelor
of Arts in Policy Management pada tahun 1995. Beliau diangkat sebagai
Komisaris Perseroan berdasarkan Akta No. 32/2024 dengan masa jabatan
sampai dengan RUPS Tahunan Perseroan tahun 2026 (untuk tahun buku
2025).

Beliau pernah dan/atau sedang menjabat berbagai posisi di perusahaan lain,
antara lain
2024 – sekarang       PT Mega Central Finance, Komisaris
2024 – sekarang       PT Marubeni Indonesia, Direktur Transportasi &
                      Industri Mesin dan Bisnis Keuangan
2024 – sekarang       PT Surya Artha Nusantara Finance, Komisaris
2022 - 2024           Marubeni Korea Corporation, General Manager
2020 – 2022           Marubeni Corporation, Tokyo, Deputy General
                      Manager of Industrial System & Mobility Business Dept
2020 – 2022           Marubeni Corporation, Tokyo, Assistant General
                      Manager of Industrial System & Mobility Business Dept
2018 - 2020           Marubeni Corporation, Tokyo, Assistant General
                      Manager of Industrial System & Renewable Energy
                      Solution Dept
2018 – 2020           Marubeni Corporation, Tokyo, General Manager of EV
                      Infrastructure Business Sec-2, Industrial System &
                      Renewable Energy Solution Dept




                          86
Page 111
2011 – 2018           Marubeni Machine Tools Co, Ltd, General Manager

2008 – 2011           Marubeni India Private Ltd, Chenai Office, General
                      Manager
2007 – 2008           Marubeni Corporation, Tokyo, Automotive Machinery
                      Sec. Automotive Machinery & Production System Dept
                      Staff
2004 – 2007           Marubeni Corporation, Tokyo, Vehicle Production
                      Machinery Sec. Product Machinery Dept Staff
2003 – 2004           Marubeni Corporation, Tokyo, Advanced Technology
                      Sec. Production Machinery Dept Staff
2002 - 2003           Marubeni Corporation, Tokyo, Vehicle Production
                      Machinery Sec. Product Manchinery Dept Staff
1997 – 2002           Marubeni Corporation, Tokyo, Machinery Sec. Staff
1995 – 1997           Marubeni Corporation, Tokyo, Chemical Machinery
                      Sec. Environmental & Chemical Machinery Staff
2022 -- 2024          Marubeni Korea Corporation, General Manager
2020 – 2022           Marubeni Corporation, Tokyo, Deputy General
                      Manager of Industrial System & Mobility Business Dept




Buntoro Muljono, Komisaris Independen

Warga Negara Indonesia, 69 tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di
Universitas Indonesia, Jurusan Teknik Elektro pada tahun 1981 dan
pendidikan S2 di Universitas Indonesia, Jurusan Ekonomi pada tahun 1986.
Beliau diangkat kembali sebagai Komisaris Independen Perseroan
berdasarkan Akta No. 65/2024 dengan masa jabatan sampai dengan RUPS
Tahunan Perseroan tahun 2026 (untuk tahun buku 2025).

Beliau pernah dan/atau sedang menjabat berbagai posisi di perusahaan lain,
antara lain:

2021 – sekarang       PT ACSET Indonusa Tbk, Komisaris Independen
2021 – sekarang       PT ACSET Indonusa Tbk, Ketua Komite Audit
2021 – sekarang       PT ACSET Indonusa Tbk, Ketua Komite Nominasi &
                      Remunerasi
2018 – sekarang       PT Surya Artha Nusantara Finance, Komisaris
                      Independen
2018 – sekarang       PT Komatsu Astra Finance, Ketua Komite Pemantau
                      Risiko
2018 – sekarang       PT Komatsu Astra Finance, Ketua Komite Audit
2018 – sekarang       PT United Tractors Tbk, Ketua Komite Audit
2018 – sekarang       PT Surya Artha Nusantara Finance, Anggota Komite
                      Pemantau Risiko
2018 – sekarang       PT Surya Artha Nusantara Finance, Ketua Komite
                      Audit
2018 – sekarang       PT United Tractors Tbk, Ketua Komite Audit
2018 – 2022           PT Komatsu Astra Finance, Ketua Komite Pemantau
                      Risiko
2018 – 2022           PT Komatsu Astra Finance, Ketua Komite Audit
2017 – 2021           PT United Tractors Tbk, Komisaris Independen
2016 – 2021           PT Komatsu Astra Finance, Komisaris Independen
2015 – 2020           PT Acset Indonusa Tbk, Anggota Komite Audit
2006 – 2014           PT Toyota Astra Financial Services, Presiden Direktur
1999 – 2006           PT Pandu Dayatama Patria, Komisaris
1999 – 2006           PT United Tractors Pandu Engineering, Direktur



                         87
Page 112
           1999 – 2002            PT Berau Coal, Direktur
           1999 – 2002            PT United Tractors Tbk, Direktur Keuangan dan
                                  Administrasi
           1998 – 2006            PT Traktor Nusantara, Komisaris
           1998 – 2006            PT Swadaya Harapan Nusantara, Komisaris
           1998 – 2001            PT Komatsu Indonesia, Komisaris
           1998 – 2001            PT Pama Persada Nusantara, Komisaris
           1997 – 2006            UT Heavy Industry (s) Pte. Ltd, Komisaris
           1993 – 1999            PT United Tractors Tbk, General Manager Corporate
                                  Finance
           1985 – 1992            PT Pandu Dayatama Patria, General Manager
           1981 – 1983            PT United Tractors Tbk, Management Trainee



           Handoko Pranoto, Komisaris Independen

           Warga Negara Indonesia, 60 tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di
           Universitas Kristen Satya Wacana, Fakultas Ekonomi. Beliau diangkat sebagai
           Komisaris Independen Perseroan berdasarkan Akta No. 65/2024 dengan
           masa jabatan sampai dengan RUPS Tahunan Perseroan tahun 2026 (untuk
           tahun buku 2025).

           Beliau pernah dan/atau sedang menjabat berbagai posisi di perusahaan lain,
           antara lain:

           2022 – sekarang        PT Surya Artha Nusantara Finance, Komisaris
                                  Independen
           2022 – sekarang        PT Surya Artha Nusantara Finance, Ketua Komite
                                  Audit
           2022 – sekarang        PT Surya Artha Nusantara Finance, Anggota Komite
                                  Pemantau Risiko
           2019 – 2022            Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim,
                                  Treasurer
           2019 – 2022            Yayasan Dharma Bhakti Astra, Treasurer
           2017 – 2019            PT Astra Agro Lestari Tbk, Chief Marketing Officer
           2010 – 2017            PT Astra Agro Lestari Tbk, Marketing Head
           1996 – 2010            PT Astra Agro Lestari Tbk. Area Finance Director
           1992 – 1996            PT Astra International Tbk, Treasury Manager
           1987 – 1992            PT Astra International Tbk, Finance & Budget Staff




Direksi:

           Wempy Kunto Wiambodo, Presiden Direktur

           Warga Negara Indonesia, 56 tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di
           Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN Veteran), Surabaya
           Jurusan Teknik Kimia pada tahun 1992 dan pendidikan S2 di Institut Teknologi
           Bandung, Jurusan Magister Manajemen pada tahun 1995. Beliau diangkat
           kembali sebagai Presiden Direktur Perseroan berdasarkan Akta No. 65/2024
           dengan masa jabatan sampai dengan RUPS Tahunan Perseroan tahun 2026
           (untuk tahun buku 2025).

           Beliau pernah dan/atau sedang menjabat berbagai posisi di perusahaan lain,
           antara lain:




                                     88
Page 113
2018 – sekarang       PT Surya Cakra Anugerah Nusantara, Presiden
                      Komisaris
2018 – sekarang       PT Surya Artha Nusantara Finance, Presiden Direktur
2014 – 2018           PT Staco Estika Sedaya Finance, Presiden Direktur
2016 – 2018           PT Astra Sedaya Finance, Risk Divison Head
2014 – 2015           PT Astra Sedaya Finance, Retail Operation Division
                      Head
2012 – 2014           PT Staco Estika Sedaya Finance, Direktur
2011 – 2014           PT Astra Sedaya Finance, Retail Operation Support &
                      Development Division Head
2009 – 2010           PT Astra Sedaya Finance, Retail Operation Division
                      Head
2008                  PT Astra Sedaya Finance, Retail Operation Acting
                      Division Head
2008 – 2008           PT Astra Sedaya Finance, National Underwriting Head
2007 – 2008           PT Astra Sedaya Finance, Area Manager Sumatera
2005 – 2006           PT Astra Sedaya Finance, Area Manager Jawa Barat
2005 – 2005           PT Astra Sedaya Finance, Regional Manager PRODA
2004 – 2005           PT Astra Sedaya Finance, Collection Department Head
                      Surabaya
2003 – 2004           PT Astra Sedaya Finance, Branch Manager
                      Banjarmasin
2001 – 2003           PT Astra Sedaya Finance, Collection Head Denpasar
2000 – 2001           PT Astra Sedaya Finance, Staff Operation Support
1998 – 2000           PT Astra Sedaya Finance, Operation Support Staff
1997 – 1998           PT Astra Sedaya Finance, Marketing Support Staff
1996 – 1997           PT Astra Sedaya Finance, Management Trainee
                      (ABTP)
1993 – 1994           PT Surya Indoalgas, Production Supervisor


Handy Hartono, Direktur

Warga Negara Indonesia, 54 Tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di
Universitas Tarumanegara, Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi pada tahun
1994 dan menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Gajah Mada, Fakultas
Ekonomika dan Bisnis pada tahun 2009. Beliau diangkat kembali sebagai
Direktur Perseroan berdasarkan Akta No. 65/2024 dengan masa jabatan
sampai dengan RUPS Tahunan Perseroan tahun 2026 (untuk tahun buku
2025).

Beliau pernah dan/atau sedang menjabat berbagai posisi di perusahaan lain,
antara lain:

2018 – sekarang       PT Surya Artha Nusantara Finance, Direktur
2016 – 2018           PT Astra Honda Motor, General Manager di Divisi
                      Treasury
2007 – 2015           PT Astra Honda Motor, Senior Manager di Divisi
                      Financial Planning & Analyisis
1997 – 2006           PT Mitra Adiperkasa Tbk, Manajer Keuangan dan
                      Akuntansi
1992 – 1996           Arthur Andersen & Co (sebelumnya KAP Prasetio
                      Utomo & Co), Audit Supervisor (Financial Audit)


Handri Susanto, Direktur

Warga Negara Indonesia, 44 Tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di
Universitas Katolik Parahyangan, Fakultas Teknik Asitektur pada tahun 2003.
Beliau diangkat kembali sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Akta No.




                           89
Page 114
65/2024 dengan masa jabatan sampai dengan RUPS Tahunan Perseroan
tahun 2026 (untuk tahun buku 2025).

Beliau pernah dan/atau sedang menjabat berbagai posisi di perusahaan lain,
antara lain:

2021 – sekarang       PT Surya Cakra Anugerah Nusantara, Commissioner
2021 – sekarang       PT Surya Artha Nusantara Finance, Operation Director
2018 – 2021           PT Astra Sedaya Finance, Risk Division Head HO
2017 – 2018           PT Astra Sedaya Finance, Fleet Commercial Division
                      Head HO
2014 - 2017           PT Astra Sedaya Finance, Deputy Fleet Commercial
                      Division Head HO
2012 - 2014           PT Astra Sedaya Finance, Fleet Commercial Area
                      Head – Barat. Fleet
2009 - 2012           PT Astra Sedaya Finance, Fleet Commercial Area
                      Head – DKI & Jabar. Fleet
2007 - 2009           PT Astra Sedaya Finance, Regional Commercial
                      Finance Head - I.Fleet
2006 – 2007           PT Astra Sedaya Finance, Fleet Sales Head
                      SUMBAGSEL
2005 - 2006           PT Astra Sedaya Finance, Fleet Account Officer
                      SUMBAGUT
2004 - 2005           PT Astra Sedaya Finance, Fleet Account Officer
                      SUMBAGSEL
2003 – 2004           PT Astra Sedaya Finance, Management Trainee



Kiyoshi Kuribara, Direktur

Warga Negara Jepang, 51 Tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di Waseda
University, Jepang, Jurusan Teknik Elektrik & Komunikasi pada tahun 1997.
Beliau diangkat kembali sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Akta No.
65/2024 dengan masa jabatan sampai dengan RUPS Tahunan Perseroan
tahun 2026 (untuk tahun buku 2025).

Perseroan telah memperoleh RPTKA untuk Kiyoshi Kuribara berdasarkan
Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan
Perluasan Kesempatan Kerja Nomor: B.3/020905/PK.04.01/II/2024 tertanggal
21 Februari 2024 tentang Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja
Asing Pekerjaan Lebih Dari 6 Bulan pada PT Surya Artha Nusantara Finance.

Berdasarkan RPTKA Kiyoshi Kuribara, Perseroan dapat mempekerjakan
dengan lokasi penempatan di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan,
Jakarta Timur dan Jakarta Utara sampai dengan tanggal 21 Februari 2025.

Beliau pernah dan/atau sedang menjabat berbagai posisi di perusahaan lain,
antara lain:

2023 – sekarang       PT Surya Cakra Anugerah Nusantara, Komisaris
2023                  PT Marubeni Indonesia, Manajer Pemasaran
2022 – 2023           Marubeni Corporation, Tokyo, Assistant to General
                      Manager Marubeni Corporation Osaka Branch
2016 – 2022           SBM Leasing Inc, Filipina, Director
2016 – 2022           Maxima Machineries Inc, Filipina, Vice President –
                      Marketing & Sales Group




                         90
Page 115
                     2013 – 2016           Marubeni     Corporation,    Tokyo,    Manager   of
                                           Construction Machinery Dept Construction Manchinery
                                           Sec–I
                     2011 – 2013           Marubeni     Corporation,    Tokyo,    Manager   of
                                           Construction Machinery Dept Construction Machinery
                                           Sec-II
                     2007 – 2011           Marubeni Iran Corporation, Iran, General Manager
                     2005 – 2007           Marubeni Corporation, Tokyo, Assistant to General
                                           Manager Construction & Agro Machinery Department
                                           Middle East, Europe & Africa Team
                     2004 – 2005           Marubeni Corporation, Tokyo, Assistant to General
                                           Manager Construction & Agro Machinery Department
                                           America, Oceania, Asia & China Team
                     2001 – 2003           Marubeni Corporation, Tokyo, IT Product Department
                                           Staff
                     1997 – 2001           Marubeni Corporation, Tokyo, Telecom & Information
                                           Network Department Staff


Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi lainnya, serta Pemegang Saham Pengendali.
Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tertanggal 18 April 2024,
pemegang saham Perseroan melalui RUPS memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris
Perseroan untuk menetapkan besaran remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan.
Besaran remunerasi Dewan Komisaris Perseroan pada tahun 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp1,96 Milliar dan Rp1,81 Miliar.
Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tertanggal 18 April 2024,
pemegang saham Perseroan memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk
menetapkan besaran remunerasi bagi anggota Direksi Perseroan. Besaran remunerasi Direksi
Perseroan pada tahun 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp11,71 miliar dan Rp10,79 miliar. ..
D. PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (“GOOD CORPORATE GOVERNANCE”)

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah menerapkan Good Corporate Governance
dengan adanya pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja. Komitmen Perseroan untuk menjalankan Good
Corporate Governance diantaranya menyediakan sarana berupa website dan program-program
pelatihan untuk mendukung pelaksanaan Good Corporate Governance.

1. Dewan Komisaris

Dewan Komisaris adalah organ Perseroan yang bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan
memberikan nasihat kepada Direksi dalam melakukan pengelolaan Perseroan. Dewan Komisaris
memiliki pemahaman yang baik mengenai Perseroan, kemampuan untuk mengambil keputusan secara
independen, mampu memberikan masukan yang membangun bagi manajemen dalam menghadapi
permasalahan Perseroan dan mendorong kinerja Perseroan untuk terus tumbuh dan berkembang
secara berkelanjutan. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu
oleh Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Nominasi dan Remunerasi.

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris

Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris, antara lain:
 a. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi;
 b. memeriksa catatan dan dokumen-dokumen lainnya termasuk aset Perseroan;
 c. meminta dan menerima informasi terkait dengan Perseroan dari Direksi;
 d. memberikan persetujuan terhadap tindakan korporasi Perseroan yang diajukan oleh Direksi; dan
 e. untuk sementara waktu memberhentikan anggota Direksi apabila bertindak melanggar ketentuan
    Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.




                                               91
Page 116
Dewan Komisaris merupakan organ Perseroan yang bertanggung jawab secara kolektif, dan Presiden
Komisaris bertugas mengkoordinasikan berbagai kegiatan Dewan Komisaris.

Dewan Komisaris merupakan suatu majelis dimana setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat
bertindak sendiri-sendiri. Presiden Komisaris bertugas mengkoordinasikan berbagai kegiatan Dewan
Komisaris.

Rapat Dewan Komisaris

Dewan Komisaris mengadakan pertemuan melalui Rapat Dewan Komisaris baik rapat secara internal
Dewan Komisaris maupun rapat bersama Direksi, dengan ketentuan pengambilan keputusan Rapat
Dewan Komisaris diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan musyawarah
mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan pemungutan suara terbanyak. Rapat
Dewan Komisaris terdiri dari rapat internal dan rapat dengan mengundang Direksi untuk membahas
berbagai aspek operasional dan pengelolaan finansial Perseroan. Sepanjang 2024, Dewan Komisaris
mengadakan 6 kali pertemuan atau rapat dengan tingkat kehadiran masing-masing anggota sebagai
berikut:

         Nama                     Jabatan                   Jumlah Rapat         Jumlah Kehadiran          Presentase
 FXL Kesuma                  Presiden Komisaris                  6                       6                    100%
 Arietta Adrianti                Komisaris                       6                       6                    100%
 Takayuki Akiyama*               Komisaris                       4                      4**                   100%
 Buntoro Muljono            Komisaris Independen                 6                       6                    100%
 Handoko Pranoto            Komisaris Independen                 6                       6                    100%
*) diangkat per tanggal 18 April 2024 berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 65 tertanggal 29 April 2024, yang
dibuat di hadapan Wiwik Condro, S.H., Notaris di Jakarta dengan masa jabatan sampai dengan RUPS Tahunan Perseroan tahun
2026 (untuk tahun buku 2025).
**) untuk 2 rapat sebelumnya dihadiri oleh Bapak Masamichi Takeda

2. Direksi

Direksi adalah organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan
Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili
Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan anggaran dasar. Secara prinsip
Direksi, bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengelolaan Perseroan serta
melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

Komposisi Direksi disesuaikan dengan kebutuhan Perseroan dengan ketentuan paling sedikit dua
orang anggota Direksi, seorang diantaranya diangkat sebagai Presiden Direktur dengan
memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada tanggal diterbitkannya
Prospektus ini, tidak terdapat hal-hal yang dapat menghambat kemampuan anggota Direksi Perseroan
untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Direksi demi kepentingan
Perseroan.

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi, antara lain:
a. Menyusun visi, misi, dan nilai-nilai serta rencana strategis Perseroan dalam bentuk Rencana Bisnis
   Tahunan Perseroan;
b. Menetapkan struktur organisasi Perseroan, lengkap dengan rincian tugas dari setiap divisi dan
   departemen;
c. Mengendalikan dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki Perseroan secara efektif dan
   efisien;
d. Membentuk sistem pengendalian internal dan manajemen risiko Perseroan;
e. Melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan Perseroan;
f. Mengelola daftar pemegang saham dan daftar khusus Perseroan;
g. Menyusun dan menyediakan laporan keuangan berkala dan laporan tahunan Perseroan;
h. Menyusun dan menyampaikan informasi material kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan
   perundang-undangan yang berlaku;




                                                           92
Page 117
i.     Menyelenggarakan RUPS tahunan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan
       perundangan yang terkait; dan
j.     Memperhatikan kepentingan dari pemangku kepentingan Perseroan.

Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Anggota Direksi

Presiden Direktur:
• Melakukan pengawasan terhadap aspek strategi Perseroan, hukum, sekretaris perusahaan dan
   kepatuhan;
• Melakukan pengawasan terhadap kegiatan internal audit dan manajemen fraud;
• Melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan
   general services;
• Melakukan pengawasan terhadap corporate affairs;
• Melakukan pengawasan terhadap literasi dan inklusi keuangan Perseroan;
• Melakukan pengawasan terhadap perlindungan konsumen dan masyarakat Perseroan; dan
• Bertindak sebagai kordinator dan penilai terhadap semua kegiatan divisi Perseroan.

Direktur Operasional
•      Melakukan pengawasan terhadap kegiatan penyaluran pembiayaan;
•      Melakukan pengawasan terhadap kegiatan pemasaran;
•      Melakukan pengawasan terhadap aset yang dimiliki Perseroan;
•      Melakukan pengawasan terhadap kegiatan penyelesaian pengaduan konsumen; dan
•      Melakukan pengawasan terhadap pengembangan bisnis Perseroan.

Direktur Keuangan
•      Melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan keuangan Perseroan;
•      Melakukan pengawasan terhadap pembukuan dan rencana Perseroan;
•      Melakukan pengawasan terhadap kredit yang dimiliki Perseroan; dan
•      Melakukan pengawasan terhadap teknologi informasi yang dimiliki Perseroan.

Direktur Manajemen Risiko
•      Melakukan pengawasan terhadap risiko operasional dan manajemen sistem informasi yang dimiliki
       Perseroan;
•      Melakukan pengawasan terhadap manajemen risiko dan business process yang dimiliki Perseroan;
       dan
•      Memastikan terlaksananya kebijakan Anti Pencucian Uang Pencegahan Pendanaan Terorisme,
       dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal.

Rapat Direksi

Direksi mengadakan rapat dan pertemuan baik rapat internal Direksi maupun rapat bersama Direksi
dengan Dewan Komisaris yang diagendakan secara berkala setiap tahunnya untuk menindaklanjuti
berbagai pembahasan terkait rencana dan evaluasi kinerja bisnis. Rapat Direksi juga bisa dilaksanakan
diluar yang diagendakan dan ditetapkan jika terdapat hal-hal yang luar biasa serta mendesak.
Sepanjang 2024, Direksi mengadakan 12 kali pertemuan atau rapat dengan tingkat kehadiran masing
masing anggota sebagai berikut:


               Nama               Jabatan          Jumlah Rapat     Jumlah Kehadiran     Presentase
     Wempy Kunto Wiambodo     Presiden Direktur         12                 12               100%
     Handy Hartono                Direktur              12                 12               100%
     Handri Susanto               Direktur              12                 12               100%
     Kiyoshi Kuribara             Direktur              12                 12               100%




                                                  93
Page 118
Program Pelatihan Direksi

Direksi Perseroan telah mengikuti program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi anggota
Direksi pada tahun 2024, antara lain yaitu:
•   Wempy Kunto Wiambodo selaku Presiden Direktur Perseroan telah mengikuti:
    1. Seminar Nasional “Tantangan Pembiayaan Tahun 2024” yang diselenggarakan oleh Asosiasi
       Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) di Raffles Hotel Jakarta pada tanggal 30 Januari
       2024.
    2. Seminar Nasional “Tantangan Pembiayaan di Tengah Perubahan Geopolitik dan Ekonomi”
       yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) di Hotel
       Pullman Thamrin Jakarta pada tanggal 4 Juni 2024.

•   Handy Hartono selaku Direktur Perseroan telah mengikuti:
    1. Seminar Nasional “Tantangan Pembiayaan Tahun 2024” yang diselenggarakan oleh Asosiasi
       Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) di Raffles Hotel Jakarta pada tanggal 30 Januari
       2024.
    2. Seminar Nasional “Tantangan Pembiayaan di Tengah Perubahan Geopolitik dan Ekonomi”
       yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) di Hotel
       Pullman Thamrin Jakarta pada tanggal 4 Juni 2024.

•   Handri Susanto selaku Direktur Perseroan telah mengikuti:
    1. Seminar Nasional “Tantangan Pembiayaan Tahun 2024” yang diselenggarakan oleh Asosiasi
       Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) di Raffles Hotel Jakarta pada tanggal 30 Januari
       2024.
    2. Seminar Nasional “Tantangan Pembiayaan di Tengah Perubahan Geopolitik dan Ekonomi”
       yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) di Hotel
       Pullman Thamrin Jakarta pada tanggal 4 Juni 2024.

•   Kiyoshi Kuribara selaku Direktur Perseroan telah mengikuti:
    1. Seminar Nasional “Economic Outlook 2025” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan
       Pembiayaan Indonesia (APPI) di Hotel Pullman Jakarta pada tanggal 1 Oktober 2024; dan
    2. Seminar International The Fed’s Interest and Enhancing Market Share through Technologies
      Transformation” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia
      (APPI) di Raffles Hotel Jakarta pada tanggal 6 Agustus 2024

3. Sekretaris Perusahaan

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014, Perseroan telah menunjuk Sekretaris Perseroan
berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 312/LSANF/BOD/V/2019 tertanggal 22 Mei 2019 tentang
Penunjukkan Pejabat Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) dimana Perseroan telah menunjuk
dan mengangkat Davin Susanto sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) yang mulai
berlaku terhitung sejak tanggal Surat tersebut.


 Nama                  :    Davin Susanto
                            Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta, 26 September 1991. Menjabat
                            sebagai Sekretaris Perusahaan Perseroan sejak tanggal 22 Mei 2019.
                            Menyelesaikan pendidikan Hukum dari Fakultas Hukum Universitas
                            Katolik Indonesia Atma Jaya pada tahun 2013 dan kemudian meraih
                            gelar Latin Legum Magister (LL.M) dari Fakultas Hukum, Universiteit
                            Leiden pada tahun 2018. Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2013
                            sebagai Legal, Corporate Secretary & Compliance Officer Perseroan.
 Alamat                :    Gedung 18 Office Park Lantai 23, Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar
                            Minggu, Jakarta Selatan.
 Nomor Telepon         :    (021) 7817555 – Ext. 702
 Alamat Email          :    davin.susanto@sanf.co.id




                                                94
Page 119
Tugas-tugas Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) antara lain sebagai berikut:

a.   Mengikuti perkembangan pasar modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku
     di bidang pasar modal;
b.   Mengikuti perkembangan isu terkait perusahaan pembiayaan termasuk peraturan perundang-
     undangan terkait;
c.   Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk mematuhi ketentuan
     peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan terkait
     lainnya;
d.   Memastikan prinsip-prinsip GCG diterapkan dan dilaksanakan secara konsisten di Perseroan; dan
e.   Mempertahankan dan meningkatkan citra manajemen Perseroan yang solid, profesional, dan citra
     Perseroan yang positif, baik tingkat nasional maupun internasional.
f.   Membantu Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan dalam pelaksanaan prinsip GCG, meliputi:
     1.   Menjadi penghubung antara Perseroan dengan pemangku kepentingan seperti OJK, Bursa
          Efek Indonesia, dan masyarakat umum;
     2.   Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk mematuhi
          ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan kegiatan usaha
          Perseroan;
     3.   Memastikan rapat Direksi dan Dewan Komisaris berjalan dengan baik dan sesuai jadwal yang
          telah ditetapkan, serta mendokumentasikan risalah rapat dengan baik; dan
     4.   Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan GCG, meliputi:
            a. Keterbukaan informasi Perseroan kepada masyarakat, termasuk ketersediaan
                 informasi pada situs web Perseroan;
            b. Penyampaian laporan kepada OJK disampaikan tepat waktu dan sesuai dengan
                 ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
            c. Penyelenggaraan dan dokumentasi RUPS;
            d. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris;
            e. Pelaksanaan program orientasi terhadap Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan
            f.   Memastikan RUPS terlaksana dengan baik dan teratur serta sesuai dengan jadwal
                 yang ditetapkan.
     5.   Memastikan dijalankannya administrasi, pendaftaran, pelaporan kepada regulator, instansi
          swasta, dan pemangku kepentingan Perseroan lainnya;
     6.   Menyiapkan dan/atau mengkomunikasikan informasi material yang akurat, dan lengkap
          kepada masyarakat pasar modal, termasuk mengenai kinerja dan aksi korporasi (corporate
          action) Perseroan;
     7.   Menjalin hubungan baik dengan pemangku kepentingan untuk menumbuhkan kepercayaan
          yang luas atas kemampuan manajemen dalam mengelola Perseroan.

Sekretaris Perusahaan telah mengikuti program pelatihan pada tahun 2021 dalam rangka
meningkatkan kompetensi antara lain yaitu:
   • Tugas dan Fungsi Direksi, Dewan Komisaris, Komite Nominasi, Remunerasi, Komite Audit dan
   • Corporate Governance Officer Intermediate – Investor Relations Batch 2
   • Be More Persuasive in Digital Era through The Right Public Speaking
   • Tata Kelola Komuniasi Corporate Secretary di tengah Direksi dan Dewan Komisaris Tantangan
   • Corporate Secretary di Masa Pandemi
   • Generation Gap Communication Skill Online Training
   • National Anti Fraud Confrence 2021

4. Komite Audit

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015, Komite Audit paling sedikit terdiri dari 3 (tiga)
orang anggota yang berasal dari Komisaris Independen dan Pihak dari luar Perseroan atau Perusahaan
Publik. Mengacu kepada ketentuan tersebut, Komite Audit Perseroan berjumlah 3 (tiga) orang, dengan
latar belakang di bidang keuangan dan pembukuan yang kompeten serta memiliki pengalaman yang
luas dari berbagai organisasi.

Berdasarkan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris No. 3/SANF/CIR-BOC/IV/2024 tanggal 18 April
2024, Dewan Komisaris Perseroan mengangkat Anggota Komite Audit dengan masa tugas sejak




                                                95
Page 120
tanggal 18 April 2024 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2026 (untuk tahun
buku 2025).
Adapun susunannya adalah sebagai berikut:

    No.    Nama Anggota Komite Audit      Jabatan
    1      Handoko Pranoto                Ketua, yang     juga   menjabat   sebagai   Komisaris   Independen
                                          Perseroan
    2      Eduardus Paulus Supit          Anggota
    3      Lukito Dewandaya               Anggota

Penjelasan lebih lengkap mengenai riwayat hidup Handoko Pranoto telah diungkapkan pada Bab VIII
Prospektus mengenai Keterangan Tentang Perseroan, Kegiatan Usaha, serta Kecenderungan dan
Prospek Usaha sub bab Pengurusan dan Pengawasan halaman 92.

Eduardus Paulus Supit

Warga Negara Indonesia, 69 Tahun

Menyelesaikan pendidikan Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1980 dan bergabung
dengan Grup Astra mulai tahun 1983 – 2009. Mengawali karir sebagai Engineer di Geodata Center
pada tahun 1980, kemudian menjabat sebagai Marketing Manager di Dharmala Group – Real Estate
Division (1980-1983), General Manager di PT Interdelta – Eastman Kodak Distributor (1983-1988),
Marketing Director di PT Adipura Sumber Sedaya – Auto Financial Services (1988-1991), Managing
Director di PT Adipura Sumber Sedaya – Astra Card (1991-1993), Managing Director & Deputy Chief
Executive Officer di Astra Credit Companies (1993-1997), Chief Executive Astra International Overseas
Operation, Astra International Nissan Diesel Sales Operation, & Managing Director PT Astra Nissan
Diesel Indonesia (1997-1999), President Director & Chief Executive Officer PT Asuransi Astra Buana
(1999-2007), President Director & Chief Executive Officer di PT Astra Otoparts Tbk (2007-2009),
Independent Commissioner & Head of Audit Committee di PT Astra Otoparts Tbk (2009-2015),
President Director & Chief Executive Officer di PT Mandiri AXA General Insurance (2011-, Independent
Commissioner di PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance (2015-2017), Audit Committee di PT Toyota
Astra Finance (2015-2017), Independent Commissioner di PT Astra Auto Finance (2017-2021), dan
Independent Commissioner di PT Federal International Finance (2020-2021). Beliau berhasil mendapat
penghargaan Best Indonesian CEO pada tahun 2006 – 2007. Saat ini, selain menjabat sebagai
anggota Komite Audit & anggota Komite Pemantau Risiko Perseroan beliau juga menjabat
sebagai Komisaris Independen PT Asuransi Astra Buana sejak Tahun 2015.

Lukito Dewandaya

Warga Negara Indonesia, 70 tahun.

Beliau telah menyelesaikan pendidikan Master of Business Administration. Diangkat sebagai anggota
Komite Audit Perseroan sejak tanggal 13 April 2022. Sebelumnya beliau memulai karirnya sebagai
auditor di kantor Akuntan Publik SGV Utomo, dan bergabung di grup Astra sejak tahun 1978 yang
dilanjutkan di Astragraphia pada tahun 1994. Menjabat sebagai Presiden Direktur Astragraphia (1999–
2014) dan Direktur Astragraphia (1994–1996), Direktur PT Bank Universal (1996–1998), Presiden
Komisaris PT Astra Graphia Information Technology (2004–2008), PT AGIT Monitise Indonesia (2011–
2014), Komisaris Independen PT Serasi Autoraya (TRAC) (2015–2020), dan Komisaris PT Marga
Mandala Sakti (2020–sekarang).

Selama tahun 2024, Komite Audit telah melaksanakan berbagai aktivitas yang meliputi hal-hal sebagai
berikut:

•       Melakukan kajian atas hasil laporan Audit Internal sepanjang tahun 2024 dan mengingatkan Direksi
        dan Dewan Komisaris atas setiap isu penting yang memerlukan perhatian khusus;
•       Melakukan kajian dan pengawasan terhadap pelaksanaan pendeteksian kecurangan hingga tindak
        lanjut investigasi apabila terjadi kecurangan di Perseroan;
•       Melakukan evaluasi atas kinerja, kompetensi, independensi, dan objektivitas Auditor Eksternal dan
        memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai usulan eksternal auditor untuk
        Laporan Keuangan tahun fiskal 2024 sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No.09 Tahun 2023;




                                                     96
Page 121
•       Melakukan kajian dan pemberian opini atas hasil audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun
        fiskal 2023 oleh Auditor Eksternal; dan
•       Melakukan kajian atas Laporan Keuangan sebelum dipublikasikan.

Rapat Komite Audit

    No.      Nama Anggota Komite Audit                   Frekuensi Pertemuan      Tingkat Kehadiran
    1        Handoko Pranoto                                      4/4                     100%
    2        Eduardus Paulus Supit                                4/4                     100%
    3        Lukito Dewandaya                                     4/4                     100%

5. Komite Pemantau Risiko

Berdasarkan Pasal 67 ayat 2 Peraturan OJK No. 48/2024, Dewan Komisaris perusahaan pembiayaan
dapat membentuk komite lain guna menunjang pelaksanaan tugas Dewan Komisaris. Salah satu
komite yang dapat dibentuk oleh Dewan Komisaris perusahaan pembiayaan adalah Komite Pemantau
Risiko. Lebih lanjut, berdasarkan Lampiran VII Surat Edaran OJK No. 10/SEOJK.05/2016 tentang
Pedoman Penerapan Manajemen Risiko dan Laporan Hasil Penilaian Sendiri, Perseroan harus
memiliki komite yang mendukung Perseroan menangani aset dan liabilitas.

Selama tahun 2024, Komite Pemantau Risiko telah melaksanakan berbagai aktivitas yang meliputi hal-
hal sebagai berikut:
1. Menyediakan laporan tertulis kepada Dewan Komisaris yang berisi rincian kegiatan Komite
    Pemantau Risiko, rekomendasi dan tindak lanjut, serta hal-hal signifikan yang perlu disampaikan
    kepada Dewan Komisaris;
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas Kebijakan Manajemen Risiko serta
    penerapannya di Perseroan; dan
3. Menentukan tindakan yang tepat telah diambil oleh Direksi terkait hal-hal yang diangkat dalam
    Laporan Komite Pemantau Risiko.

Berdasarkan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris No. 5/SANF/CIR-BOC/IV/2024 tanggal 18 April
2024, Dewan Komisaris Perseroan mengangkat Anggota Komite Pemantau Risiko dengan masa tugas
sejak tanggal 18 April 2024 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2026 (untuk
tahun buku 2025).
Adapun susunannya adalah sebagai berikut:

    No.       Nama Anggota Komite                                       Jabatan
                 Pemantau Risiko
    1      Buntoro Muljono               Ketua yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan
    2      Handoko Pranoto               Anggota yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen
                                         Perseroan
    3      Eduardus Paulus Supit         Anggota Komite Pemantau Risiko

Penjelasan lebih lengkap mengenai riwayat hidup Buntoro Muljono dan Handoko Pranoto telah
diungkapkan pada Bab VIII Prospektus mengenai Keterangan Tentang Perseroan, Kegiatan Usaha,
serta Kecenderungan dan Prospek Usaha sub bab Pengurusan dan Pengawasan halaman 92.
Penjelasan lebih lengkap mengenai riwayat hidup Eduaruds Paulus Supit telah diungkapkan pada Bab
VIII Prospektus mengenai Keterangan Tentang Perseroan, Kegiatan Usaha, serta Kecenderungan dan
Prospek Usaha sub bab Penerapan Tata Kelola Perusahaan halaman 93-106.

Seluruh anggota Komite Pemantau Risiko Perseroan merupakan pihak independen dan bebas dari
benturan kepentingan, dipilih berdasarkan latar belakang kemampuan dan pendidikan yang sesuai,
serta telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan OJK.
Rapat Komite Pemantau Risiko

    No.      Nama Anggota Komite Pemantau Risiko         Frekuensi Pertemuan      Tingkat Kehadiran
    1        Buntoro Muljono                                       4/4                     100%
    2        Handoko Pranoto                                       4/4                     100%
    3        Eduardus Paulus Supit                                 4/4                     100%




                                                    97
Page 122
6. Unit Audit Internal

Berdasarkan Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015, Perseroan wajib menunjuk dan memiliki Unit Audit
Internal.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan nomor 7/SANF/SK-BOD/XII/2022 tanggal 30
Desember 2022, dimana Perseroan telah menunjuk dan mengangkat Tania Arthadora Saragih sebagai
Auditor Internal Perseroan dan bertindak sebagai kepala Unit Audit Internal yang mulai berlaku
terhitung sejak tanggal penunjukan tersebut.

Kepala Unit Audit Internal menyelesaikan pendidikan Hukum di Universitas Indonesia pada tahun 2006
dan bergabung dengan Perseroan sebagai Legal and Corp. Secretary Officer mulai tahun 2006-2008.
Selanjutnya untuk tahun 2008-2013 sebagai Legal Treasury Officer dan Legal Service Officer untuk
tahun 2013-2019. Sebelum menjabat sebagai Kepala Unit Audit Internal diangkat menjadi Service and
Administration Department Head pada tahun 2019 - 2022.

Dalam Piagam Kerja Unit Audit Internal telah diatur tugas dan tanggung jawab dari Unit Audit Internal,
yaitu sebagai berikut:

1. Menyusun dan melaksanakan rencana audit internal tahunan;
2. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi,
    operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya;
3. Memastikan struktur organisasi, kebijakan, prosedur standar operasi, penerapan prinsip akuntansi,
    bisnis proses, manajemen risiko, pengawasan internal, pencegahan tindakan-tindakan
    menyimpang, hubungan dengan lembaga pemerintahan, sumber daya manusia dapat berjalan
    secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan Perseroan dengan cara mengakomodir risiko ke
    tingkat yang dapat diterima serta dengan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku;
4. Mengidentifikasi kesempatan agar dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan
    dana dan sumber daya;
5. Mengevaluasi dan menguji pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko
    sesuai dengan kebijakan Perseroan;
6. Mengawasi kepatuhan terhadap kebijakan audit internal dan menyusun program untuk
    mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya;
7. Membantu Direksi dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik di lingkungan Perseroan;
8. Memberikan saran perbaikan dan informasi objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua
    tingkatan manajemen;
9. Memberikan saran perbaikan yang fokus terhadap risiko yang akan dihadapi Perseroan pada masa
    yang akan datang;
10. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah
    disarankan;
11. Membuat laporan audit dan menyerahkan laporan tersebut kepada Presiden Direktur dan Komite
    Audit;
12. Melakukan proyek-proyek dan/atau laporan khusus sebagaimana diminta oleh Presiden Direktur
    dan/atau Komite Audit dengan cara yang tidak bertentangan dengan independensi audit internal;
13. Bekerja sama dengan Komite Audit;
14. Melakukan koordinasi dengan penyedia assurance lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku;
    dan
15. Merencanakan dan melaksanakan pelatihan kepada staf Audit Internal agar memiliki kualifikasi
    profesional serta sikap profesionalisme dalam audit internal.

Kegiatan Unit Audit Internal dijalankan sesuai dengan rencana audit tahunan yang telah disusun atas
hasil konsultasi dengan Presiden Direktur dan Komite Audit. Hasil dari kegiatan audit, implementasi
rekomendasi serta kegiatan lainnya terkait dengan aktivitas audit internal dilaporkan dalam rapat
triwulanan kepada kepada pihak Direksi, Komite Audit dan Dewan Komisaris.

7. Komite Nominasi dan Renumerasi

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 dan Peraturan OJK No. 48/2024, Perseroan telah
memiliki komite nominasi dan remunerasi melalui Keputusan Tertulis Sirkuler Dewan Komisaris No.
4/SANF/CIR-BOC/IV/2024 tanggal 18 April 2024, Dewan Komisaris Perseroan telah mengangkat




                                                  98
Page 123
Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan dengan masa jabatan efektif sejak tanggal 18 April 2024
sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada 2026 (untuk
tahun buku 2025).

Adapun susunan Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan adalah sebagai berikut:

 No.   Nama Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi    Jabatan
 1     Buntoro Muljono                                Ketua, yang juga menjabat sebagai Komisaris
                                                      Independen Perseroan
 2     FXL Kesuma                                     Anggota yang juga menjabat sebagai Presiden
                                                      Komisaris Perseroan
 3     Theresia Sri Nayuti                            Anggota

Penjelasan lebih lengkap mengenai riwayat hidup Buntoro Muljono dan FXL Kesuma telah diungkapkan
pada Bab VIII Prospektus mengenai Keterangan Tentang Perseroan, Kegiatan Usaha, serta
Kecenderungan dan Prospek Usaha sub bab Pengurusan dan Pengawasan halaman 89 dan 91.

Theresia Sri Nayuti

Warga Negara Indonesia, 57 tahun.

Menyelesaikan pendidikan D3 di Akademi Sekretaris LPK Tarakanita pada tahun 1990 dan pendidikan
S1 business management dari Universitas Bina Nusantara pada tahun 2020.

Menjabat sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan sejak tahun 2015 berdasarkan
Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris Perseroan Nomor 021/SANF/CIE/XI/2015 dan kemudian
diangkat kembali dengan jabatan yang sama berdasarkan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris Nomor
5/SANF/CIR-BOC/IV/2022 tanggal 13 April 2022.

Mengawali karir di Badan Analisa Keuangan, Departemen Keuangan Republik Indonesia pada periode
tahun 1990 sampai dengan tahun 1991. Kemudian menjabat sebagai Human Resources Department
Head di PT Astra CMG Life pada periode tahun 1991 hingga tahun 2007. Selain menjabat sebagai
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan, Beliau juga menjabat sebagai Human Capital
& General Affairs Department Head Perseroan sejak tahun 2007.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Nominasi dan Remunerasi

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan
berpedoman pada Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi yang telah disusun pada tanggal 24
November 2015, dimana Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas melaksanakan fungsi
pengawasan terhadap:

1. Fungsi Nominasi

Dalam rangka menjalankan fungsi nominasi, Komite Nominasi dan Remunerasi memiliki tugas dan
tanggung jawab sebagai berikut:
   a. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:
       i. Komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
       ii. Kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses nominasi; dan
       iii. Kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/ atau anggota Dewan Komisaris.
   b. Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau anggota
       Dewan Komisaris berdasarkan tolak ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi;
   c. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program pengembangan
       kemampuan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; dan
   d. Memberikan usulan calon yang memenuhi syarat sebagai anggota Direksi dan/atau anggota
       Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS.

2. Fungsi Remunerasi

Dalam rangka menjalankan fungsi remunerasi, Komite Nominasi dan Remunerasi memiliki tugas dan
tanggung jawab sebagai berikut:



                                               99
Page 124
   a. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:
      i. Struktur remunerasi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
      ii. Kebijakan atas remunerasi anggota Direksi dan/ atau anggota Dewan Komisaris; dan
      iii. Besaran atas remunerasi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.
   b. Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian remunerasi yang
      diterima masing-masing anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.

Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi

 No.      Nama Anggota Komite Nominasi dan      Frekuensi Pertemuan     Tingkat Kehadiran
          Remunerasi
   1      Buntoro Muljono                       3/3                     100%
   2      FXL Kesuma                            3/3                     100%
   3      Theresia S. Nayuti                    3/3                     100%


Laporan Pelaksanaan Kegiatan Komite Nominasi dan Remunerasi

Aktivitas Komite Nominasi dan Remunerasi di tahun 2024 meliputi hal-hal sebagai berikut:
    • Memberikan rekomendasi terkait gaji, honorarium, dan imbalan Direksi dan Dewan Komisaris
         Perseroan; dan
    • Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program pengembangan
         kemampuan anggota Direksi dan/ atau anggota Dewan Komisaris.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Nominasi dan Remunerasi

Dalam Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi telah diatur tugas dan tanggung jawab dari Komite
Nominasi dan Remunerasi, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

   1. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai.
           a. komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
           b. kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses nominasi
           c. kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
           d. struktur remunerasi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
           e. kebijakan atas remunerasi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; dan
           f. besaran atas remunerasi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
   2. Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau anggota
      Dewan Komisaris berdasarkan tolak ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi
   3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program pengembangan
      kemampuan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
   4. Memberikan usulan calon yang memenuhi syarat sebagai anggota Direksi dan/atau anggota
      Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS; dan
   5. Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian remunerasi yang
      diterima masing-masing anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.

8. Pejabat Pelaksana Fungsi Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor 2/SANF/SK-
BOD/I/2025 tanggal 1 Januari 2025 Tentang Penunjukan Pihak Yang Melaksanakan Fungsi Pelayanan
dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen, Perseroan telah menunjuk Stephen O Ryan selaku Sales &
Operation Division Head sebagai pejabat fungsi pelayanan dan penyelesaian pengaduan konsumen.

9. Pejabat yang melaksanakan Fungsi Kepatuhan

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor
311/LSANF/BOD/V/2019 tanggal 16 Mei 2019 Tentang Pengangkatan Kepala Fungsi Kepatuhan,
Perseroan telah menunjuk:

Nama           : Davin Susanto
Jabatan        : Kepala Fungsi Kepatuhan Perseroan.




                                             100
Page 125
10. Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan

Perseroan memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Resposibility)
bekerja sama dengan Grup Astra. Perseroan berpedoman kepada 4 pilar, yaitu pilar pendidikan,
lingkungan, kesehatan dan kewirausahaan, dengan masing-masing kegiatannya sebagai berikut:

Pilar Pendidikan

         Pada pilar pendidikan, perseroan berkomitmen untuk menghadirkan program "Cerdas Tanpa
Batas" yang mendukung pendidikan formal dan nonformal, mencakup 15 sekolah di wilayah NTT, Jawa
Tengah, Kalimantan Timur, serta Yayasan Tuna Netra Raudlatul Makfufin, melalui penyediaan fasilitas
pendidikan seperti sarana prasarana laptop, proyektor, buku untuk pembangunan perpustakaan, dan
instalasi jaringan internet guna mendukung transformasi pendidikan berkelanjutan.eePilar Lingkungane
         Pada pilar lingkungan, perseroan berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem melalui aksi
#SANFLindungiBumi dengan menanam lebih dari 7.600 pohon di wilayah Jawa Tengah dan
Kalimantan Timur, sebagai langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi
perubahan iklim

Pilar Kesehatan

        Pada pilar kesehatan, perseroan berkomitmen melalui inisiatif #SANFitandHealth untuk
meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan mendistribusikan makanan pendamping serta
menyelenggarakan pelatihan bagi kader Posyandu guna mendukung keberlanjutan layanan kesehatan
berbasis komunitas

Pilar Kewirausahaan

    Pada pilar kewirausahaan, perseroan berkomitmen menghadirkan program "SANFinancial Clinic"
untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM di wilayah Jabodetabek, guna
mendukung penguatan kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

11. Struktur Organisasi Perseroan

Adapun struktur organisasi Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:




                                                101
Page 126
12. Manajemen Risiko

   Manajemen risiko dilaksanakan dengan kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Direksi
   memberikan kebijakan atas manajemen risiko secara keseluruhan, termasuk kebijakan yang mencakup
   area khusus, seperti risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko strategis, risiko
   hukum, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi.

   a. Risiko Kredit

      Perseroan menghadapi risiko kredit yang terjadi akibat kegagalan debitur dalam memenuhi
      kewajibannya kepada Perseroan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Dalam
      mengendalikan risiko kredit, Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran
      pembiayaan melalui optimalisasi penggunaan SLIK-OJK, penggunaan sistem grading debitur, dan
      penggunaan sensitivity analysis yang mempertimbangkan volatilitas faktor makro ekonomi untuk
      memastikan serta menjaga kualitas kredit debitur, peran aktif Komite Kredit dalam melakukan
      evaluasi dan penilaian atas setiap pengajuan pembiayaan sehingga dapat diperoleh pandangan
      yang komprehensif dan menyeluruh atas penyaluran pembiayaan, mekanisme dalam pemenuhan
      jaminan, ketentuan, syarat dan pra-syarat serta janji-janji (covenants) yang harus dipenuhi oleh
      debitur yang dievaluasi secara berkala oleh Perseroan, melakukan pengawasan portofolio
      pembiayaan dan melakukan pemantauan terhadap kualitas pembiayaan.


   b. Risiko Pasar

      Perseroan menghadapi risiko pasar yang terjadi akibat adanya perubahan kondisi pasar secara
      keseluruhan. Kondisi pasar yang dimaksud antara lain suku bunga, nilai tukar, harga komoditas,
      dan lainnya. Dalam mengendalikan risiko pasar, Perseroan melakukan lindung nilai (hedging),
      melakukan pemantauan perubahan kondisi pasar baik secara ekonomi nasional maupun industri
      secara berkala, melakukan stress testing untuk melihat pengaruh perubahan kondisi pasar terhadap
      kinerja Perseroan, dan Perseroan selalu melakukan diversifikasi terhadap portofolio pembiayaan
      maupun portofolio pendanaan.

   c. Risiko Likuiditas

      Perseroan menghadapi risiko likuiditas yang terjadi akibat ketidakmampuan Perseroan dalam
      memenuhi liabilitas yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau aset likuid yang
      dapat dengan mudah dikonversi menjadi kas, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan
      Perseroan. Dalam mengendalikan risiko likuiditas, Perseroan melakukan pemantauan berkala
      terkait dengan angsuran yang dibayarkan oleh debitur untuk menjaga ketersediaan arus kas,
      melakukan pemantauan berkala terkait dengan rasio likuiditas, seperti current ratio dan cash ratio
      pada tingkat yang sudah disetujui oleh Direksi, dan penerapan Asset Liability Management (ALM).

   d. Risiko Operasional

      Perseroan menghadapi risiko operasional yang terjadi akibat ketidakcukupan dan/atau tidak
      berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau kejadian eksternal
      yang mempengaruhi operasional Perseroan. Risiko Operasional dapat meningkat antara lain karena
      adanya serangan cyber terhadap sistem teknologi, kurangnya kuantitas dan kualitas sumber daya
      manusia, dan adanya gangguan eksternal/bencana. Dalam menghadapi risiko operasional,
      Perseroan telah memastikan penerapan security information system sesuai dengan standar ISO
      27001, melakukan evaluasi terkait kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, memberikan
      pelatihan secara berkala sesuai dengan posisi dan jabatan karyawan, menerapkan Business
      Continuity Management (BCM) untuk memastikan keberlangsungan kegiatan operasional
      Perseroan pada saat terjadi gangguan eksternal/bencana, dan Perseroan sudah melakukan
      pengujian terhadap cyber security untuk memastikan keamanan data dan jaringan dalam aktivitas
      usaha Perseroan, melalui vulnerability assessment, network mapper, dan penetration test.




                                                         102
Page 127
e. Risiko Strategis

     Perseroan menghadapi risiko strategis yang terjadi akibat ketidaktepatan dalam pengambilan
     keputusan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan strategis serta kegagalan dalam mengantisipasi
     perubahan lingkungan bisnis. Dalam menghadapi risiko strategis, Perseroan telah melakukan
     penyusunan rencana strategis sebagai tahapan mewujudkan fungsi Perseroan yang tertuang
     dalam Rencana Bisnis tahunan Perseroan, peninjauan secara berkala terkait rencana strategis
     Perseroan, melaksanakan rapat Direksi dan rapat Dewan Komisaris secara berkala dalam
     membahas kondisi Perseroan dan langkah strategis yang harus dilakukan, dan memantau profil
     risiko Perseroan secara reguler guna mendukung rencana strategis Perseroan serta memastikan
     pengambilan keputusan didasarkan pada evaluasi risiko yang komprehensif.

f.   Risiko Hukum

     Perseroan menghadapi Risiko Hukum yang terjadi akibat adanya tuntutan hukum dan/atau
     kelemahan aspek hukum. Dalam menghadapi risiko hukum, Perseroan telah menerapkan legal
     governance, memastikan terdapat legal consistency pada setiap kegiatan usaha Perseroan, dan
     memastikan adanya legal completeness. Perseroan juga telah melakukan assessment terhadap
     seluruh potensi kerugian yang disebabkan apabila adanya tuntutan hukum. Selain itu, Perseroan
     telah menetapkan mekanisme komunikasi yang efektif dengan bagian hukum atau fungsi terkait
     atas permasalahan hukum yang dihadapi agar Risiko Hukum dapat segera dicegah dan
     dikendalikan.

g. Risiko Kepatuhan

     Perseroan menghadapi Risiko Kepatuhan yang terjadi akibat Perseroan tidak mematuhi dan/atau
     tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Dalam
     menghadapi risiko kepatuhan, Perseroan telah memiliki fungsi kepatuhan yang akan memastikan
     bahwa kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh
     Perseroan telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta kepatuhan Perseroan
     terhadap komitmen yang dibuat oleh Perseroan kepada Regulator. Dalam menjalankan program
     kerjanya, fungsi kepatuhan telah memiliki sistem yang dapat memastikan pemenuhan atas
     kewajiban Perseroan kepada Regulator sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
     berlaku. Selain itu, Perseroan selalu melaksanakan audit internal secara berkala oleh fungsi terkait
     untuk mengidentifikasi dan memastikan efektivitas pelaksanaan internal control, serta memastikan
     bahwa seluruh aktivitas operasional Perseroan telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang
     berlaku dan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

h. Risiko Reputasi

     Perseroan menghadapi Risiko Reputasi yang terjadi akibat menurunnya tingkat kepercayaan
     pemangku kepentingan (stakeholder) yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Perseroan.
     Dalam menghadapi risiko reputasi, Perseroan telah memiliki Fungsi Pelayanan dan Penyelesaian
     Pengaduan Konsumen. Fungsi tersebut dibentuk agar dapat membantu memberikan respon
     terhadap keluhan dan permasalahan yang dihadapi oleh debitur sesuai dengan Prosedur yang
     telah ditetapkan. Perseroan juga menerapkan budaya dan nilai-nilai Perseroan dalam aktivitas
     sehari-hari sehingga mampu membangun dan menjaga reputasi Perseroan. Dalam meningkatkan
     perlindungan data konsumen, Perseroan telah melakukan awareness terkait pentingnya
     perlindungan data pribadi serta memperkuat sistem keamanan teknologi yang digunakan, guna
     menjaga integritas dan reputasi Perseroan tetap terjaga dengan baik.
E. SUMBER DAYA MANUSIA

Dengan terus beradaptasi pada kebutuhan bisnis dan strategi Perseroan, Perseroan secara terus
menerus berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya yang berkarakter,
berkompetensi serta mempunyai komitmen dan motivasi tinggi agar mampu berkontribusi dengan
maksimal pada Perseroan.
Sejalan dengan pedoman pelaksanaan pengelolaan sumber daya manusia yang dituangkan dalam
Astra Human Capital Management, secara berkesinambungan Perseroan melaksanakan program-
program tersebut yang terintegrasi dalam pilar-pilar sebagai berikut: pilar Organization Development



                                                   103
Page 128
Management & Culture Management, pilar Recruitment Management, pilar People Development
Management, pilar Performance Management, pilar Reward Management, pilar Industrial Relations
Management dan pilar Termination Management.

Organization Development Management & Culture Management
Perumusan strategi Perseroan disusun secara sistematis mengacu pada Astra Management System
("AMS") mulai dari tingkat Perseroan sampai dengan Individual Performance Plan (IPP), demi
memastikan pencapaian yang optimal. Pembenahan alur bisnis dan proses kerja dilakukan secara
bertahap mulai dari fungsi operation sampai dengan fungsi support demi meningkatkan kualitas
layanan yang terbaik bagi fungsi lain dan pelanggan Perseroan. Budaya inovasi menjadi salah satu
program yang ditargetkan dengan dibentuknya Innovation Culture Team sebagai motor penggerak
program inovasi di seluruh organisasi secara berkesinambungan mulai dari pembekalan kompetensi
anggota tim sampai dengan sosialisasi dan asistansi pada setiap fungsi. Selain itu, sebagai wujud nyata
pelaksanaan inovasi di Perseroan, telah diadakan SANF Innovation.

Recruitment Management
”The right man in the right place and time”. Pemenuhan sumber daya manusia menjadi suatu proses
yang sangat menentukan bagi Perseroan. Pentingnya proses seleksi dilakukan secara komprehensif
dengan menggunakan Astra Leadership Competencies agar calon karyawan memenuhi kriteria
kandidat pemimpin Perseroan di masa depan. Proses pencarian kandidat melalui program ”On Campus
Recruitment” bagi para mahasiswa yang dilaksanakan di Bandung telah berjalan secara efektif.
Pembekalan bagi karyawan baru melalui New Employee Development Program (NEDP)
diselenggarakan secara In-Class Training (ICT), On The Job Training (OJT) serta program mentoring
dirasakan sangat membantu mereka untuk dapat bekerja secara optimal.

People Development Management
Program pengembangan kompetensi karyawan disusun berdasarkan hasil penilaian dari setiap atasan
dengan mempertimbangkan matriks kompetensi setiap jabatan baik leadership, bisnis maupun
teknisnya. Sesuai arahan bisnis Perseroan, program-program pengembangan karyawan telah
diselenggarakan seperti Leadership Management Program, Operation Management Program,
Sertifikasi Profesi serta program-program pengembangan kompetensi lainnya yang disesuaikan
dengan kebutuhan setiap karyawan. Berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018 sebagaimana
terakhir kali diubah dengan Peraturan OJK No. 46/2024, Perseroan juga mengikutsertakan karyawan
yang telah memenuhi kualifikasi dalam program sertifikasi yang diselenggarakan oleh Sertifikasi Profesi
Pembiayaan Indonesia (SPPI). Dalam rangka memastikan kesinambungan proses suksesi para leader,
Perseroan juga mengikutsertakan karyawan yang berpotensi dalam program leadership yang
diselenggarakan oleh Astra Management Development Program (AMDI) dengan program unggulan
yaitu Astra Attachment Program (AAP), Astra Basic Management Program (ABMP), Astra First-Line
Management Program (AFMP), Astra Middle Management Program (AMMP), Astra Senior
Management Program (ASrMP), dan Astra General Management Program (AGMP).

Performance Management
Menjadi kewajiban setiap leader untuk memastikan bahwa setiap karyawan mempunyai Individual
Performance Plan (IPP) yang menjadi dasar dalam penilaian dan pemberian reward bagi karyawan.
Proses evaluasi kinerja dilakukan 2 kali dalam satu tahun, sedangkan proses penilaian karya dilakukan
1 kali, yaitu pada bulan Desember. Melalui proses ini, karyawan belajar untuk membuat rencana kerja
bulanan agar memberikan kontribusi yang optimal pada unit kerja masing-masing.

Reward Management
Perseroan senantiasa mengupayakan untuk memberikan kompensasi yang menarik bagi seluruh
karyawan, sesuai dengan kontribusi dan kinerja masing-masing. Pemberian kompensasi disesuaikan
dengan kemampuan Perseroan yang berdasarkan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku
serta sistem penggolongan dan pangkat setiap karyawan.

Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Peraturan Perusahaan Perseroan telah
mendapatkan pengesahan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja berdasarkan keputusan Nomor KEP.4/HI.00.00/00.0000.210820005/B/III/2022




                                                 104
Page 129
tertanggal 15 Maret 2022. Peraturan Perusahaan tersebut berlaku sampai dengan tanggal 14 Maret
2024.

Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, tidak ada Serikat Pekerja yang dibentuk oleh
karyawan Perseroan.

Berdasarkan Wajib Lapor Ketenagakerjaan, Perseroan memiliki 221 karyawan per tanggal 14 Januari
2025, yang terdiri atas 140 (sembilan puluh sembilan) karyawan laki-laki dan 81 (enam puluh satu)
karyawan perempuan. Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan mempekerjakan 220 karyawan,
dimana 175 orang adalah karyawan tetap dan 45 orang adalah karyawan tidak tetap.

1. Karyawan Tetap

Komposisi karyawan tetap Perseroan adalah sebagai berikut:

a. Menurut Jenjang Pendidikan:

                                                                        31 Desember
     Keterangan
                                                                2024                  2023
     SD                                                                   0                     0
     SLTP                                                                 1                     0
     SMU                                                                  1                     2
     Diploma (D3)                                                         4                     3
     Sarjana (S1) & Pasca Sarjana (S2)                                  169                   160
     Jumlah                                                             175                  165

b. Menurut Jenjang Manajemen:

                                                                       31 Desember
      Keterangan
                                                               2024                   2023
      Direktur                                                             4                   4
      Division Head                                                        4                   6
      Department Head                                                     17                  16
      Business Operation Head                                             16                  13
      Officer                                                             94                  87
      Staff                                                               40                  39
      Jumlah                                                             175                 165

c. Menurut Jenjang Usia:

                                                                       31 Desember
      Keterangan
                                                               2024                   2023
      Lebih dari 50 tahun                                                12                   10
      41 – 50 tahun                                                      17                   18
      31 – 40 tahun                                                      54                   52
      18 – 30 tahun                                                      92                   85
      Jumlah                                                            175                  165

d. Menurut Aktivitas Utama:

                                                                       31 Desember
      Keterangan
                                                               2024                   2023
      Grup Direktur                                                       4                    4
      Grup Pemasaran                                                     85                   80
      Grup Operasional                                                   25                   20
      Grup Penagihan                                                     13                   11
      Grup Sumber Daya Manusia                                           14                   13
      Grup Keuangan & Akuntansi                                          14                   15
      Grup Manajemen Resiko                                               3                    3
      Grup Legal                                                          7                    7
      Grup Audit Internal                                                 3                    5
      Grup Teknologi Informasi                                            7                    7




                                               105
Page 130
       Jumlah                                                               175                  165

e. Menurut Lokasi:

                                                                          31 Desember
       Keterangan
                                                                 2024                     2023
       Kantor Pusat Jakarta                                                 131                  119
       Medan                                                                  3                    4
       Pekanbaru                                                              3                    4
       Palembang                                                              5                    5
       Jambi                                                                  3                    2
       Surabaya                                                               6                    7
       Pontianak                                                              3                    3
       Banjarmasin                                                            5                    5
       Balikpapan                                                             2                    3
       Samarinda                                                              5                    4
       Makasar                                                                5                    5
       Semarang                                                               4                    4
       Jumlah                                                               175                  165

Penurunan karyawan tetap terjadi akibat adanya restrukturisasi organisasi

2. Karyawan Tidak Tetap

Komposisi karyawan tidak tetap Perseroan adalah sebagai berikut:

a. Menurut Jenjang Pendidikan:

                                                                            31 Desember
     Jenjang Pendidikan
                                                                   2024                   2023
     SD                                                                       0                     0
     SLTP                                                                     0                     0
     SMU                                                                      0                     0
     Diploma (D3)                                                             0                     0
     Sarjana (S1) & Pasca Sarjana (S2)                                       45                    44
     Jumlah                                                                  45                    44

b. Menurut Jenjang Manajemen:

                                                                          31 Desember
       Jenjang Manajemen
                                                                   2024                   2023
       Direktur                                                               0                    0
       Division Head                                                          0                    0
       Department Head                                                        0                    0
       Business Operation Head                                                0                    0
       Officer                                                               38                   29
       Staff                                                                  7                   15
       Jumlah                                                                45                   44

c. Menurut Jenjang Usia:

                                                                          31 Desember
       Jenjang Usia
                                                                 2024                     2023
       Lebih dari 50 tahun                                                    0                    0
       41 – 50 tahun                                                          0                    0
       31 – 40 tahun                                                          1                    1
       18 – 30 tahun                                                         44                   43
       Jumlah                                                                45                   44

d. Menurut Aktivitas Utama:

       Keterangan                                                         31 Desember




                                                106
Page 131
                                                                          2024                   2023
        Grup Direktur                                                                0                       0
        Grup Pemasaran                                                              24                      20
        Grup Operasional                                                             4                       7
        Grup Penagihan                                                               7                       6
        Grup Sumber Daya Manusia                                                     2                       3
        Grup Keuangan & Akuntansi                                                    2                       4
        Grup Manajemen Resiko                                                        1                       0
        Grup Legal                                                                   0                       0
        Grup Audit Internal                                                          2                       0
        Grup Teknologi Informasi                                                     3                       2
        Jumlah                                                                      45                      44

e. Menurut Lokasi:

                                                                                 31 Desember
        Keterangan
                                                                          2024                   2023
        Kantor Pusat Jakarta                                                        33                      36
        Medan                                                                        2                       1
        Pekanbaru                                                                    2                       0
        Palembang                                                                    1                       0
        Jambi                                                                        1                       2
        Surabaya                                                                     0                       0
        Pontianak                                                                    1                       1
        Banjarmasin                                                                  1                       1
        Balikpapan                                                                   2                       1
        Samarinda                                                                    1                       1
        Makasar                                                                      1                       0
        Semarang                                                                     0                       1
        Jumlah                                                                      45                      44

Peningkatan karyawan tidak tetap terjadi akibat adanya restrukturisasi organisasi.

3. Tenaga Kerja Asing

Saat ini Perseroan juga mempekerjakan 2 orang tenaga kerja asing. Berikut ini adalah penjelasan
mengenai karyawan asing tersebut:

       Nama                 Jabatan          Warga Negara            No. Surat Ijin         Masa Berlaku
 Kiyoshi Kuribara      Risk Management          Jepang            Keputusan Direktur        Februari 2026
                       Director                                  Jenderal Pembinaan
                                                                 Penempatan Tenaga
                                                                 Kerja dan Perluasan
                                                                  Kesempatan Kerja
                                                                        Nomor
                                                                B.3/017228/PK.04.01/II/
                                                                          2025
 Takayuki Akiyama      Komisaris                 Jepang           Keputusan Direktur           Mei 2025*
                                                                 Jenderal Pembinaan
                                                                 Penempatan Tenaga
                                                                 Kerja Dan Perluasan
                                                                  Kesempatan Kerja
                                                                        Nomor
                                                                B.3/029165/PK.04.01/III
                                                                         /2025
*) Sampai dengan tanggal Prospektus ini, RPTKA atas nama Mr. Takayuki Akiyama sedang dalam proses perpanjangan
berdasarkan Surat dari PT Fiona Representative tanggal 25 April 2025 perihal Pengesahan RPTKA/IMTA Rangkap Jabatan
Dalam Proses Revisi.

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan karyawan, Perseroan telah menyesuaikan gaji karyawan
sesuai dengan Upah Minimum Propinsi (”UMP”) pada Kantor Pusat dan Kantor Selain Kantor Cabang
Perseroan, selain itu Perseroan juga menyediakan berbagai tunjangan, fasilitas dan sarana fisik lainnya
yaitu:
• Tunjangan makan dan transportasi;




                                                       107
Page 132
•    Tunjangan kelahiran;
•    Tunjangan kedukaan;
•    Tunjangan pernikahan;
•    Tunjangan hari raya;
•    Tunjangan Pensiun;
•    Fasilitas kesehatan berupa program pelayanan kesehatan;
•    Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS Ketenagakerjaan) bagi seluruh karyawan;
•    Fasilitas olahraga;
•    Fasilitas kantin;
•    Fasilitas Rekreasi;
•    Fasilitas Istirahat;
•    Koperasi Karyawan;
•    Dana Pensiun;
•    Tempat peribadatan;
•    Fasilitas Kepemilikan Kendaraan Bermotor;
•    Fasilitas Asuransi Jiwa;
•    Fasilitas Asuransi Kesehatan

F.   PERKARA PENGADILAN YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, DIREKSI DAN/ATAU DEWAN
     KOMISARIS

Perseroan dan setiap anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan sampai dengan
Prospektus ini diterbitkan tidak terlibat dalam suatu proses perkara pidana, perkara perdata, perkara
kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), perkara perpajakan, perkara
sengketa perburuhan, perkara tata usaha negara dan arbitrase yang sedang dalam proses
pemeriksaan pada lembaga pengadilan dan arbitrase atau dalam tahap somasi, kecuali yang diuraikan
di bawah ini:

Pengajuan Gugatan Perdata oleh Perseroan terhadap PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan telah terdaftar dengan Nomor Perkara
452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst. tertanggal 17 Juli 2023.

Perseroan mengajukan gugatan hukum perdata yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat terkait dengan dana Perseroan sebesar Rp. 110.000.000.000 pada PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk (“Bank”) yang belum dapat ditarik kembali oleh Perseroan.

Pada 17 Juli 2023, Perseroan melalui kuasa hukumnya telah mengajukan gugatan terhadap Bank di
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan terdaftar dengan Nomor Perkara 452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst.
Terhadap gugatan tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengeluarkan putusan yang
menyatakan bahwa gugatan Perseroan ditolak.

Atas putusan tersebut, Perseroan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta
pada tanggal 31 Mei 2024 dengan Nomor Perkara 941/PDT/PT.DKI. Terhadap putusan tersebut,
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah mengeluarkan putusan tertanggal 24 Juli 2024 yang menyatakan
bahwa pengajuan banding Perseroan diterima dan menegaskan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat Nomor 452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst.

Terhadap putusan banding tersebut, Perseroan melalui kuasa hukumnya telah mengajukan upaya
hukum kasasi tertanggal 5 Agustus 2024 ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Sampai dengan
saat ini, Perseroan masih menunggu putusan Kasasi dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Gugatan Perdata oleh PT Surya Transportasi Jaya terhadap Perseroan dengan Nomor Perkara
1224/Pdt.G/2024/PN.Jkt.Sel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertanggal 25 November 2024

Pada tanggal 25 November 2024, PT Surya Transportasi Jaya mengajukan gugatan terhadap
Perseroan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor Perkara 1224/Pdt.G/2024/PN.Jkt.Sel
terkait jumlah hutang PT Surya Transportasi Jaya kepada Perseroan.



                                                108
Page 133
Sampai dengan tanggal Prospektus ini disampaikan, proses hukum ini masih berjalan dan hasil atas
pengajuan gugatan masih belum diputuskan.

Potensi Risiko yang mungkin dihasilkan dari perkara hukum:

Perkara-perkara hukum tersebut di atas tidak memiliki dampak material dan tidak mempengaruhi
kegiatan usaha Perseroan serta tidak akan menghambat atau menghalangi rencana Perseroan untuk
melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan.
G. KEGIATAN USAHA dan prospek usaha perseroan

1.   Kegiatan Usaha Perseroan

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan yang tercantum dalam Akta No. 53/2022, maksud dan tujuan
Perseroan adalah untuk berusaha dibidang perusahaan pembiayaan konvensional. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, pembiayaan barang modal beserta
   jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau
   relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur, yang wajib dilakukan dengan cara:
       1. Sewa Pembiayaan;
       2. Jual dan Sewa-Balik;
       3. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
       4. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
       5. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
       6. Pembiayaan Proyek;
       7. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
       8. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
            Keuangan.

b. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk
   memenuhi kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur, yang wajib
   dilakukan dengan cara:
   1. Jual dan Sewa-Balik;
   2. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
   3. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
   4. Fasilitas Modal Usaha; dan/atau
   5. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
       Keuangan.

c.   Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan barang
     dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan
     usaha (atau aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan
     dengan cara:

     1.   Sewa Pembiayaan;
     2.   Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
     3.   Fasilitas Dana; dan/atau
     4.   Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
          Keuangan.

d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
e. Kegiatan usaha sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis imbal jasa sepanjang
   tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

Izin kegiatan usaha Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Menteri Keuangan RI tentang
Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan Kepada PT Surya Artha Nusantara Finance No.
1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990 (“Izin Usaha Perseroan”).




                                                109
Page 134
Misi Perseroan yaitu menyediakan produk dan layanan keuangan terbaik melalui kerja sama bisnis
yang berkesinambungan untuk kesejahteraan bersama. Secara keseluruhan, risiko yang dihadapi
Perseroan terdapat bab Faktor Risiko. Adapun risiko khusus yang dihadapi, berdasarkan POJK 09
tahun 2017 yaitu adanya kelonggaran syarat pembayaran kepada pelanggan. Namun risiko tersebut
telah dilakukan mitigasi dengan adanya kebijakan internal yang mengatur syarat pemberian
pembiayaan.

1.1 Jasa Pembiayaan Perseroan

Jasa pembiayaan Perseroan meliputi sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, anjak piutang dan
fasilitas modal usaha. Perseroan menyalurkan pembiayaan kepada nasabah secara langsung (direct
leasing) maupun secara tidak langsung (channeling), dengan berbagai jenis nasabah, seperti nasabah
pada sektor pertambangan dan penggalian, pertanian dan kehutanan, konstruksi, industri pengolahan,
serta pengangkutan dan pergudangan. Tidak terdapat ketergantungan Perseroan terhadap kontrak
industrial, komersial, atau keuangan, termasuk kontrak dengan pelanggan, pemasok, dan/atau
pemerintah. Perseroan secara konsisten melanjutkan strategi bisnis dengan tetap fokus meningkatkan
pertumbuhan aset melalui portofolio yang sehat dan berimbang serta senatiasa tetap memerhatikan
prinsip kehati-hatian.

Upaya Perseroan untuk menciptakan portofolio yang seimbang atas pembiayaan alat berat dilakukan
dengan terus memperluas peluang baru melalui pertumbuhan portofolio pembiayaan truk dan
pembiayaan produktif atau productive financing (Productive Financing). Sampai saat ini, tidak terdapat
sifat musiman dari kegiatan usaha Perseroan.

1.1.1 Sewa Pembiayaan

Portofolio Perseroan didominasi oleh penyaluran pembiayaan dengan cara sewa pembiayaan yang
ditujukan untuk pembiayaan alat-alat berat dan kendaraan pendukung lainnya antara lain excavator,
bulldozer, motor grader, dan wheel loader kepada pelanggan Perseroan yang bergerak di sektor
pertambangan, kehutanan, perkebunan, serta sektor infrastruktur dan pembangunan lainnya di
Indonesia.

Perseroan telah menetapkan strategi yang tepat sasaran untuk dapat mencapai target yang telah
ditetapkan antara lain dengan terus mengoptimalkan analisis dan kolaborasi data guna menghasilkan
produk dan layanan yang terus selaras dengan kebutuhan pasar. Selain hal tersebut, dalam upaya
memenangkan persaingan pasar, Perseroan terus menyesuaikan skema pendanaan yang inovatif dan
sesuai dengan kondisi pasar untuk menghasilkan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif dan sejalan
dengan strategi Perseroan.

Lebih lanjut, Perseroan juga senantiasa melakukan perbaikan proses bisnis yang lebih efisien dan
efektif agar tercipta keunggulan operasional sehingga selalu sejalan dengan kebutuhan pasar yang
dinamis dan terus berkembang. Di sisi pengelolaan tata kelola dan manajemen risiko, Perseroan juga
terus meningkatkan manajemen risiko yang lebih adaptif serta memperkuat kontrol internal dengan
tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik yang dilakukan secara
berkesinambungan.

1.1.2 Pembiayaan Konsumen

Penyaluran pembiayaan konsumen dilakukan oleh Perseroan untuk dapat mengakomodir strategi
Perseroan untuk melakukan diversifikasi ke pembiayaan truk secara khusus di sektor transportasi dan
logistik. Seiring dengan strategi diversifikasi yang telah dilaksanakan sejak 2020, portofolio pembiayaan
konsumen telah mengalami peningkatan meskipun belum merupakan cara pembiayaan yang dominan
di Perseroan. Pada perkembangannya, untuk jasa pembiayaan konsumen sebelumnya cenderung
memberikan kontribusi yang relatif tidak besar terhadap portofolio pembiayaan.

1.1.3 Anjak Piutang

Perseroan telah menjalankan bisnis pembiayaan melalui anjak piutang sejak tahun 2012 yang
dilakukan untuk membiayai tagihan-tagihan yang dimiliki oleh pelanggannya. Cara pembiayaan ini juga
digunakan untuk dapat mengakomodir peluang baru dalam pembiayaan produktif untuk usaha kecil




                                                  110
Page 135
menengah. Hingga saat ini kontribusi pendapatan dari anjak piutang masih relatif kecil dibandingkan
total portofolio.

1.1.4 Fasilitas Modal Usaha

Sejak tahun 2015, Perseroan mulai melakukan diversifikasi bisnisnya dengan menjalankan bisnis
pembiayaan modal kerja dengan cara fasilitas modal usaha. Saat ini kontribusi pendapatan dari fasilitas
modal usaha masih relatif kecil dibandingkan total portofolio.

1.2 Kinerja Jasa Pembiayaan Perseroan

Tabel berikut menunjukkan posisi saldo Piutang atau Sewa Pembiayaan Sewa Guna Usaha - Bersih
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023:
                                                                                        (dalam jutaan Rupiah)
                                                                             31 Desember
                         Keterangan
                                                                      2024                    2023
 Piutang sewa pembiayaan - bersih                                      5.869.292                4.997.775
 Pertumbuhan                                                             17,43%                   26,81%

Piutang sewa pembiayaan – bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 mengalami kenaikan
sebesar Rp342.443 juta atau 66% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2023. Hal ini disebabkan
oleh kenaikan penyaluran pembiayaan di tahun 2024 dibanding dengan tahun 2023.

Adapun kontribusi sektor usaha sewa pembiayaan terhadap total pendapatan Perseroan untuk tahun
yang bersangkutan dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :
                                                                                       (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                31 Desember
                           Keterangan
                                                                         2024                   2023
 Pendapatan sewa pembiayaan                                                  694.109              608.642
 Pendapatan pembiayaan konsumen                                              100.242               67.299
 Pendapatan pembiayaan modal usaha                                                18                    -
 Pendapatan anjak piutang                                                     19.845               15.001
 Pendapatan bunga & lainnya                                                   21.379               23.561
 Total Pendapatan Perseroan                                                  835.593              714.503
 (%) Pertumbuhan pendapatan Perseroan                                        16,95%               39,76%
 (%) Pendapatan sewa pembiayaan / Total pendapatan Perseroan                 83,07%               85,18%

Berdasarkan fakta dari tabel di atas, terjadi kenaikan atas pendapatan Perseroan sebesar Rp121.090
juta atau 16.95% yang selaras dengan kenaikan penyaluran pembiayaan Perseroan, dimana kenaikan
ini didominasi oleh peningkatan pembiayaan konsumen untuk pembiayaan truk di sektor transportasi
dan logistik.

2. Fasilitas Pembiayaan Dan Kolektibilitas Piutang

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menyediakan fasilitas pembiayaan yang mencakup
pembiayaan alat berat, transportation and logistic (trucking), serta SME productive financing. Fasilitas
pembiayaan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan usaha debitur, baik dari segi pengadaan alat
berat, truck, alat/unit lainnya maupun modal usaha produktif.
Perseroan memberikan pembiayaan dengan mempertimbangkan faktor seperti harga alat berat, harga
truck, harga alat/unit lainnya atau kebutuhan modal usaha, jangka waktu pembiayaan, uang muka yang
disepakati, dan tingkat bunga yang ditetapkan. Berdasarkan data terbaru, rata-rata nilai pembiayaan
yang diberikan untuk alat berat, kendaraan logistik, dan modal usaha pada tahun 2024 adalah sebagai
berikut:
 • Alat berat: Nilai pembiayaan rata-rata per unit sebesar Rp1–10 miliar dengan rata-rata jangka
     waktu pembiayaan 2-3 tahun
•   Transportation and logistic (trucking): Nilai pembiayaan rata-rata per unit sebesar Rp 1–1.5 miliar
    dengan rata-rata jangka waktu pembiayaan 3-5 tahun.
•   SME Productive Financing: Nilai pembiayaan rata-rata sebesar Rp1–3 miliar dengan rata-rata
    jangka waktu pembiayaan 6-48 bulan.



                                                  111
Page 136
Uang muka yang diberikan juga bervariasi tergantung jenis pembiayaan, dengan rata-rata uang muka
sebesar 15-25% dari nilai pembiayaan untuk alat berat dan trucking, serta sekitar 20% untuk
pembiayaan SME Productive Financing. Tingkat bunga pembiayaan disesuaikan dengan kondisi
wilayah operasi debitur, tingkat risiko usaha, serta kondisi pasar dan persaingan di sektor pembiayaan.
Berdasarkan jenis pembiayaan, Perseroan mengklasifikasikan produknya menjadi empat macam yakni
sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, anjak piutang, dan fasilitas modal usaha.
Dengan strategi yang terintegrasi dan fokus pada kebutuhan pasar, Perseroan terus meningkatkan
kualitas layanan dan fleksibilitas produk pembiayaan demi mempertahankan posisinya di tengah
persaingan industri.

Tabel berikut adalah ikhtisar jumlah penanaman neto sewa pembiayaan:
                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
                                                                         31 Desember
                        Keterangan
                                                                  2024                  2023
  Piutang sewa pembiayaan - kotor                                    6.931.364             5.908.324
  Nilai sisa                                                         2.177.314             1.864.884
  Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui                       (777.724)             (642.696)
  Simpanan Jaminan                                                 (2.177.314)           (1.864.884)
  Penyisihan kerugian penurunan nilai                                (284.348)             (267.853)
  Piutang sewa pembiayaan - bersih                                   5.869.292             4.997.775




Tabel berikut adalah ikhtisar jumlah penanaman neto pembiayaan konsumen:
                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
                                                                          31 Desember
                        Keterangan
                                                                   2024                   2023
  Piutang pembiayaan konsumen - kotor                                 1.095.311                665.427
  Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui                    (172.227)              (104.344)
  Penyisihan kerugian penurunan nilai                                   (62.096)              (42.537)
  Biaya yang ditangguhkan - asuransi kredit                             860.988                518.546
  Piutang pembiayaan konsumen - bersih                                1.095.311                665.427

Tabel berikut adalah ikhtisar tagihan anjak piutang bersih:
                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                                          31 Desember
                        Keterangan
                                                                   2024                  2023
  Tagihan anjak piutang - kotor                                        159.973                137.765
  Pendapatan anjak piutang yang belum diakui                            (1.019)                (1.080)
  Retensi                                                                     -                  (452)
  Penyisihan kerugian penurunan nilai                                   (6.810)                (3.896)
  Tagihan anjak piutang - bersih                                       152.144                132.337

Tabel berikut adalah ikhtisar fasilitas modal usaha bersih:
                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
                                                                         31 Desember
                        Keterangan
                                                                  2024                  2023
  Piutang pembiayaan modal usaha - kotor                                  318                      -
  Pendapatan pembiayaan modal usaha yang belum diakui                     (38)                     -
  Penyisihan kerugian penurunan nilai                                      (6)                     -
  Piutang pembiayaan modal usaha - bersih                                 274                      -


Berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018 sebagaimana terakhir kali diubah dengan Peraturan
OJK No. 46/2024 tingkat kolektibilitas fasilitas pembiayaan diklasifikasikan ke dalam 5 kelompok, yaitu
berdasarkan usia tunggakan kurang dari 10 hari, 10-90 hari, 90-120 hari, 120-180 hari, dan lebih dari
180 hari. Untuk usia tunggakan lebih dari 180 hari akan dihapusbukukan dari neraca Perseroan dengan
pertimbangan masing-masing namun piutang tersebut tetap ditindaklanjuti penyelesaiannya.

Berikut adalah tabel tingkat kolektibilitas yang mencerminkan kualitas piutang pembiayaan kotor yang
dikelola oleh Perseroan:



                                                  112
Page 137
                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                                      31 Desember
                           Keterangan
                                                               2024                  2023
     Kurang dari 10 hari                                          7.134.176              5.866.009
     10 – 90 hari                                                    87.262                 94.287
     90 – 120 hari                                                    1.456                  1,026
     120 – 180 hari                                                   9.960                  1.623
     Lebih dari 180 hari                                              3.105                      -
     Jumlah                                                       7.235.959              5.962.946

                                                                                         (dalam %)
                                                                      31 Desember
                           Keterangan
                                                               2024                  2023
     Kurang dari 10 hari                                              96,30                 96,62
     10 – 90 hari                                                      3,26                  3,29
     90 – 120 hari                                                     0,24                  0,05
     120 – 180 hari                                                    0,20                  0,04
     Lebih dari 180 hari                                                  0                     0
     Jumlah                                                             100                   100

Kualitas piutang Perseroan selama tahun 2023 hingga tahun 2024 relatif stabil, hal tersebut dapat
dilihat dari jumlah piutang pembiayaan kotor Perseroan yang masuk dalam klasifikasi usia tunggakan
90-120 hari, 120-190 hari dan lebih dari 180 hari berada dibawah 0,5%.

Analisis piutang pembiayaan yang diberikan berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018
sebagaimana terakhir kali diubah dengan Peraturan OJK No. 46/2024 adalah sebagai berikut:

a.    Piutang Sewa Pembiayaan
                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
        Keterangan                                                    31 Desember 2024      %
        Lancar                                                                6.095.024     99,04
        Dalam perhatian khusus                                                   52.669      0,86
        Kurang lancar                                                               334      0,01
        Diragukan                                                                 2.507      0,04
        Macet                                                                     3.105      0,05
        Jumlah                                                                6.153.640       100

b.    Piutang Pembiayaan Konsumen
                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
        Keterangan                                                    31 Desember 2024      %
        Lancar                                                                 879.917      95,32
        Dalam perhatian khusus                                                  34.592       3,75
        Kurang lancar                                                             1.122      0,12
        Diragukan                                                                 7.453      0,81
        Macet                                                                          -        -
        Jumlah                                                                 923.085        100

c.    Piutang Pembiayaan Modal Usaha
                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
        Keterangan                                                    31 Desember 2024      %
        Lancar                                                                     280        100
        Dalam perhatian khusus                                                         -         -
        Kurang lancar                                                                  -         -
        Diragukan                                                                      -         -
        Macet                                                                          -         -
        Jumlah                                                                     280        100

d.    Tagihan Anjak Piutang
                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
        Keterangan                                                    31 Desember 2024       %
        Lancar                                                                 159.954        100
        Dalam perhatian khusus                                                         -         -
        Kurang lancar                                                                  -         -
        Diragukan                                                                      -         -
        Macet                                                                          -         -




                                               113
Page 138
 Jumlah                                                                           158.954        100

3. Proses Pembiayaan Dan Sewa Pembiayaan

Proses pembiayaan dan sewa pembiayaan yang dilakukan Perseroan sesuai dengan prosedur
yang telah ditetapkan yaitu dapat dilihat pada bagan di bawah ini :




Proses pembiayaan dimulai ketika adanya kebutuhan pembiayaan dari debitur melalui Perseroan.
Debitur akan menyerahkan dokumen kelengkapan sebagai persyaratan aplikasi kredit kepada
team sales. Kemudian team sales akan melakukan pengecekan kelengkapan data dan
penginputan data tersebut di sistem sehingga registrasi atas aplikasi kredit tersebut dapat dianalisa
oleh credit department. Secara parallel dilakukan pengecekan dokumen legal debitur oleh legal
department.

Credit department kemudian melakukan analisa atas aplikasi yang diajukan dengan menilai
berbagai aspek kelayakan kredit dengan mempertimbangkan unsur 5C yaitu character, capacity,
capital, collateral dan condition serta memberikan rekomendasi atas aplikasi tersebut dan
dilanjutkan dengan proses persetujuan di komite kredit. Apabila aplikasi kredit disetujui, maka
proses akan dilanjutkan ke tahap Letter if Intent (LOI), cetak kontrak dan Purchase Order (PO)
untuk kemudian ditandatangani oleh debitur. Setelah proses tandatangan dan dokumen
persyaratan kredit dipenuhi, proses validasi dan pembayaran kepada supplier dapat dilakukan.

Setelah proses validasi dan pembayaran kepada supplier, aplikasi atas debitur tersebut akan
ditangani oleh AR management department dalam rangka monitoring dan penanganan
pembayaran angsuran setiap bulannya. Apabila terjadi masalah terhadap aplikasi yang ditangani
sebelum aplikasi tersebut lunas, maka akan dilakukan penanganan sesuai dengan kebijakan dan
prosedur yang berlaku, seperti debitur akan dikirimkan berupa reminder atas pembayaran yang
jatuh tempo dan surat peringatan sesuai dengan kategori debitur bermasalah yang mengacu
kepada kebijakan dan SOP yang ditetapkan oleh Perseroan.

Proses reschedule atau bahkan proses penarikan (reposses) akan dilakukan apabila pelanggan
tidak lagi memiliki kesanggupan untuk melakukan pembayaran terhadap hutangnya.

Apabila aplikasi debitur tersebut tergolong WO (Write Off) akan dihandling ke tahapan selanjutnya
oleh remedial team untuk recovery piutang Perseroan yang tidak tertagih. Perseroan juga
menugaskan departemen manajemen risiko untuk menganalisis dan memantau provisi seluruh
piutang Perseroan.

Apabila kontrak sudah selesai dimana tidak ada lagi kewajiban tertunggak atas kontrak tersebut,
maka sudah menjadi kewajiban dari Perseroan untuk memberikan invoice/ bukti kepemilikan atas
jaminan utama maupun jaminan tambahan kepada pelanggan disertai dengan Surat Keterangan
Lunas.




                                              114
Page 139
3.1 Proses Pembayaran dan Penagihan Piutang

Perseroan telah bekerja sama dengan berbagai perbankan nasional. Hal ini untuk mempermudah
pelanggan Perseroan sehingga dapat melakukan pembayaran angsuran secara tepat waktu dan
tepat jumlah melalui:

    ▪    Cek, giro atau transfer melalui perbankan di berbagai daerah.
    ▪    Pembayaran melalui virtual account pada bank rekanan.

Terhadap tata cara penagihan piutang kepada pelanggan , digunakan prosedur sebagai berikut:

      HARI
                                                                TINDAKAN
    OVERDUE
       H-3            ▪ Account Receivable Officer (ARO) akan melakukan penyusunan kerangka
                        kerja bulanan berdasarkan database yang telah dianalisis untuk melihat
                        kualitas pembayaran piutang debitur, dari kategori hasil analisis tersebut
                        kemudian akan disusun agenda prioritas penanganan.
                      ▪ Reminder pelanggan melalui telepon dan kunjungan ke debitur.
         1-7*         ▪ ARO melakukan pemantauan dari database yang telah diolah dan melakukan
                        monitoring pembayaran dari setiap debitur.
                      ▪ Penagihan debitur melalui telepon dan kunjungan/bertemu debitur.
        8-30*         ▪ Telepon debitur dan kunjungan/bertemu debitur.
                      ▪ Analisa kondisi debitur dan project debitur.
                      ▪ Melakukan asset monitoring melalui Komtrax, report service supplier,
                        community checking dan lain-lain.
        31-60*        ▪ ARO melakukan pengisian One Step AR atau history customer problem melalui
                        sistem dan menentukan plan yang akan dilakukan kepada debitur guna
                        memperbaiki aging overdue debitur.
                      ▪ ARO melakukan asset monitoring dengan kunjungan dan survey project debitur
                      ▪ Hasil survey project ditindaklanjuti berdasarkan analisa ARO dengan
                        persetujuan management untuk menghasilkan rencana penanganan
                        selanjutnya yang didukung dengan dokumen dari perkembangan keuangan
                        debitur dan project debitur.
                      ▪ Penyelesaian kewajiban berupa pembayaran, rescheduling dengan
                        mempertimbangkan risiko dengan bentuk penguatan jaminan (Penambahan
                        additional collateral, cash collateral, Personal Guarantee, dll)
         >60          ▪ ARO melakukan asset monitoring dengan kunjungan dan survey project.
                      ▪ Penyerahan Surat Peringatan (SP) melalui email/jasa pengiriman/diberikan
                        langsung kepada debitur.
                      ▪ Penyelesaian kewajiban berupa pembayaran, rescheduling dengan
                        mempertimbangkan risiko dengan bentuk penguatan jaminan (Penambahan
                        additional collateral, cash collateral, Personal Guarantee, dll).
                      ▪ Penyelesaian kewajiban berupa pengamanan asset, penarikan dan divestasi
                        dengan mempertimbangan potensi losses.
                      ▪ Penyelesaian kewajiban melalui mekanisme lelang.
*Nasabah akan diberikan notifikasi berupa reminder atas angsuran yang jatuh tempo atau yang disebut dengan surat
peringatan. Terdapat tiga tingkatan dalam SP terhitung semenjak jumlah hari tunggakan kewajiban yakni Surat Peringatan
atau SP 1 (+7 hari) ; SP 2 (+15 hari) ; dan SP 3 (+30 hari). Selain surat peringatan, Perseroan juga menerapkan Asset
Monitoring, yaitu survey unit pembiayaan yang telah mencapai hari keterlambatan selama 30 hari sebanyak dua kali
berturut – turut, guna untuk memastikan keadaaan dan lokasi unit berada.

Jika masih ada terbentuk kerugian setelah dilakukan pengamanan dan penjualan akan dilakukan
proses penagihan kembali melalui beberapa mekanisme dengan bantuan tim legal internal,
external law firm maupun proses litigasi.

3.2 Sistem Teknologi Informasi

Perseroan telah melakukan aplikasi sistem informasi untuk transaksi pembiayaan.




                                                      115
Page 140
4. Pemasaran Dan Kantor Selain Kantor Cabang

Terhadap aktivitas pemasaran untuk jasa pembiayaan, Perseroan memiliki 17 (tujuh belas) kantor
selain kantor cabang di 12 (dua belas) wilayah di Indonesia. Perseroan melakukan pemasaran
diantaranya ke wilayah Medan, Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI Jakarta, Semarang, Surabaya,
Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Pontianak, dan Makassar. Dalam rangka mempertahankan
pangsa pasar yang ada dan menghadapi persaingan usaha di masa datang dan untuk memanfaatkan
potensi yang ada, Perseroan mengambil langkah untuk tetap berkonsentrasi kepada kegiatan usaha
utamanya yaitu pemberian fasilitas pembiayaan untuk pengadaan berbagai jenis alat berat, kendaran
bermotor khususnya truk dan kendaraan pendukung lainnya. Perseroan juga melakukan kegiatan
pembiayaan dengan cara anjak piutang (factoring) dan fasilitas modal usaha sebagai bentuk
diversifikasi dalam menghadapi kondisi pasar alat berat yang dinamis belakangan ini.

Rincian piutang pembiayaan yang telah disalurkan dalam 2 tahun terakhir berdasarkan jaringan
pemasaran Perseroan :


                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                        Pembiayaan                    Pembiayaan
 Jaringan Pemasaran
                                                               2024                           2024
 DKI Jakarta                                              3.389.644                      2.602.871
 Jawa selain Jabodetabek                                    766.683                        689.948
 Kalimantan                                               1.969.764                      1.519.590
 Sulawesi                                                   325.380                        247.625
 Sumatera                                                 1.127.135                      1.027.401
 Total                                                    7.578.606                      6.087.435

Perseroan memberikan fasilitas pembiayaan yang ditujukan untuk pelanggan perorangan maupun
korporasi dengan kategori nilai aset tertentu. Perseroan menerapkan rekam jejak yang baik terhadap
kinerja pelanggan dan menerapkan standar operasi dengan tujuan memberikan perhatian penuh
kepada pelanggan secara menyeluruh. Perseroan juga menawarkan kemudahan bagi pelanggannya
melalui berbagai program pembiayaan yang kompetitif, tenaga-tenaga profesional dan terampil serta
responsif, penanganan purna jual yang terpadu, dan koordinasi yang baik antara kantor pusat maupun
kantor jaringan pemasaran yang dimiliki oleh Perseroan, serta memiliki hubungan yang baik dengan
para produsen alat-alat berat & kendaraan bermotor khususnya truk.

Rincian piutang pembiayaan yang telah disalurkan dalam 2 tahun terakhir berdasarkan skema
pembiayaan Perseroan :

                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                       Pembiayaan                     Pembiayaan
 Jaringan Pemasaran
                                                              2024                            2023
 Piutang sewa pembiayaan                                 5.203.611                       4.296.597
 Piutang pembiayan Konsumen                                783.060                         474.429
 Piutang pembiayaan modal usaha                                328                               -
 Tagihan anjak piutang                                   1.591.607                       1.316.409
 Total                                                   7.578.606                       6.087.435




                                               116
Page 141
Perseroan menawarkan pelayanan yang cepat untuk proses aplikasi permohonan pembiayaan dengan
didukung oleh keakuratan database pelanggan yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan,
kehutanan, infrastruktur dan sektor industri lainnya. Selain itu, Perseroan tetap menjaga hubungan
yang berkesinambungan dengan pihak produsen termasuk supplier alat-alat berat, yang memegang
posisi penting dan utama di dalam memberikan referensi kepada konsumen untuk memilih Perseroan
sebagai penyedia pembiayaan sewa guna dan pembiayaan pelanggan yang dapat diandalkan dan
termasuk kerjasama yang baik di dalam aktivitas purna jual. Saat ini Perseroan menjalin hubungan
kerjasama untuk menyalurkan pembiayaan dengan supplier alat berat dan pendukungnya di Indonesia,
seperti PT United Tractors Tbk, PT Hexindo Adiperkasa Tbk, PT Daya Kobelco, PT Traktor Nusantara
dan lainnya. Selain dari supplier alat berat, Perseroan juga menjalin hubungan kerjasama dengan
supplier trucking di indonesia seperti dengan Astra Isuzu Tbk, Astra UD Trucks Tbk, dan lainnya.
Perseroan juga menjalin kerjasama dengan berbagai Perusahaan Ekositem Astra untuk berkolaborasi
khususnya pada sektor pembiayaan.

5. Strategi Perseroan

Kebijakan strategis tahun 2025 berpedoman pada strategi utama Perseroan yaitu fokus pada
peningkatan aset dan profitabilitas melalui portofolio yang sehat dan berimbang dengan tetap
memperhatikan prinsip kehati-hatian yang dituangkan ke dalam 3 strategi bisnis, antara lain:

a. Strategi Portofolio

Kebijakan strategis pertama Perseroan berfokus pada strategi portofolio dimana Perseroan berupaya
menjaga pertumbuhan laba yang berkelanjutan melalui peningkatan aset yang berimbang serta
berkualitas. Perseroan akan tetap fokus memperkuat strategi utama dalam model business to business
(“B2B”) di antaranya melalui pembiayaan dari sektor bisnis utama yaitu industri alat berat baik untuk
alat berat baru maupun bekas melalui optimalisasi database yang dimiliki Perseroan serta
mempertajam diversifikasi Perseroan dalam portofolio penyaluran pembiayaan truk dengan
mempertahankan posisi sebagai market leader di ekosistem grup Perseroan maupun ekspansi
pembiayaan truk di luar grup Perseroan. Selain itu, Perseroan juga akan mengakselerasi pertumbuhan
portolio pembiayaan produk melalui eksplorasi pembiayaan modal kerja, pembiayaan peralatan mesin
maupun pembiayaan di sektor dan segmen yang baru. Dalam memperkuat sektor bisnis utama,
Perseroan akan mengelola portofolio penjualannya dengan terus meningkatkan kerja sama dengan
afiliasi Perseroan termasuk juga dengan mengoptimalkan peluang pada ekosistem di luar afimiasi
Perseroan dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian. Selain hal tersebut, dalam upaya
memenangkan persaingan di industri pembiayaan, Perseroan akan terus melakukan diversifikasi
skema pendanaan yang inovatif dan selaras dengan kondisi pasar untuk menghasilkan tingkat suku
bunga yang lebih kompetitif dan sejalan dengan pengembangan strategi Perseroan.

Untuk mendorong dan memperkuat strategi portofolio, Perseroan senantiasa melakukan perbaikan
proses bisnis yang lebih efisien dan efektif agar tercipta “operational excellence” sehingga selalu
selaras dengan kebutuhan pasar yang dinamis dan terus berkembang. Perseroan juga akan terus
meningkatkan manajemen risiko yang lebih adaptif, memperkuat pengendalian internal, serta fokus
dalam pengelolaan piutang dan asset management dengan tetap memperhatikan penerapan prinsip
good corporate governance yang dilakukan secara berkesinambungan.

b.   Strategi Sumber Daya Manusia & Kontribusi Sosial

Dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, Perseroan akan fokus dalam upaya
memperkuat kapabilitas organisasi Perseroan yang bertujuan untuk memastikan kesiapan untuk
beradaptasi dengan cepat dan efisien serta selaras dengan strategi Perseroan. Hal tersebut akan
didukung dengan upaya Perseroan untuk mengoptimalisasi knowledge, leadership dan talent
management untuk mendukung kapabilitas organisasi yang sesuai dengan strategi pengembangan
bisnis Perseroan ke depannya. Perseroan akan menerapkan prinsip pengelolaan sumber daya
manusia yang berlandaskan nilai-nilai Perseroan yaitu Fast, Fine, dan Fun (3F) untuk mendukung
terciptanya performa maksimal di dalam organisasi melalui peningkatan produktivitas serta penguatan
budaya inovasi yang berkesinambungan. Melihat perkembangan teknologi yang sangat cepat dan
persaingan dalam industri yang dirasa semakin tinggi, nilai–nilai inti Perseroan menjadi pondasi untuk
membangun “winning behaviour” dalam rangka menghadirkan insan Perseroan yang andal, adaptif,
inovatif, kreatif dan memiliki daya saing tinggi di industri.



                                                 117
Page 142
Selain itu, sebagai wujud Perseroan dalam memastikan pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus
bagian dari kontribusi Perseroan dalam aksi pembangunan berkelanjutan global, Perseroan senantiasa
memberikan nilai tambah dan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan melalui kontribusi
kepada masyarakat dan lingkungan yang selaras dengan pilar kontribusi sosial grup Astra, yaitu Astra
Hijau, Astra Sehat, Astra Kreatif, dan Astra Cerdas. Perseroan juga memastikan bahwa inisiatif
strategis yang diterapkan akat selalu memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan.ttStrategi

c.    Strategi Digitalisasi

Selaras dengan kebutuhan pasar yang dinamis dan terus berkembang, Perseroan berkomitmen untuk
terus mengoptimalkan dan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses bisnis sebagai
“accelerator” dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perseroan akan fokus
mendorong optimalisasi teknologi digital sebagai penggerak bisnis, diantaranya yang pertama adalah
dengan terus mendorong integrasi digital secara internal dan di dalam interkoneksi Astra Financial
untuk mendukung aspek penting dalam Perseroan seperti pemarasan, akuisisi, dan asset management
serta menjalin kolaborasi yang berkelanjutan mulai dari front end system hingga back end system
termasuk keamanan teknologi siber dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Kedua, meningkatkan pemanfaatan digital dan teknologi terkini sebagai
enabler atas bisnis Perseroan. Ketiga, untuk memberikan nilai tambah dalam meningkatkan
pengalaman pelanggan dan mitra bisnis Perseroan.. Keempat, untuk meningkatkan proses
pengambilan keputusan lebih cepat dan lebih baik, sehingga upaya Perseroan dalam menjaga proses
bisnis tetap optimal dengan output yang maksimal.

6. Lisensi, Franchise, Konsesi Utama, Dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

Perseroan memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual berupa:
1. Hak atas Kekayaan Intelektual Merek yang terdaftar atas nama Perseroan dengan Nomor
   Sertifikat Pendaftaran IDM000891820 dengan tanggal penerimaan 2 Januari 2020 yang
   ditandatangani oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi
   Manusia untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal penerimaan sampai dengan tanggal
   2 Januari 2030.
2. Hak atas Ciptaan SANFIND yang terdaftar atas nama Perseroan dengan Nomor EC00202313012
   dengan tanggal permohonan 13 Februari 2023 yang ditandatangani oleh Direktur Hak Cipta dan
   Desain Industri u.b. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual a.n. Menteri Hukum dan Hak Asasi
   Manusia untuk jangka waktu 50 (lima puluh) tahun sejak Ciptaan tersebut pertama kali dilakukan
   Pengumuman sampai dengan tanggal 29 November 2072.gHak atas Kekayaan Intelektual Merek
   kelas 9 yang terdaftar atas nama Perseroan dengan Nomor Sertifikat Pendaftaran IDM001158861
   dengan tanggal penerimaan 3 Mei 2023 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Kekayaan
   Intelektual a.n. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun
   sejak tanggal penerimaan sampai dengan tanggal 3 Mei 2033.iHak atas Kekayaan Intelektual
   Merek kelas 35 yang terdaftar atas nama Perseroan dengan Nomor Sertifikat Pendaftaran
   IDM001158791 dengan tanggal penerimaan 3 Mei 2023 yang ditandatangani oleh Direktur
   Jenderal Kekayaan Intelektual a.n. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk jangka waktu 10
   (sepuluh) tahun sejak tanggal penerimaan sampai dengan tanggal 3 Mei 2033.gHak atas
   Kekayaan Intelektual Merek kelas 36 yang terdaftar atas nama Perseroan dengan Nomor Sertifikat
   Pendaftaran IDM001158737 dengan tanggal penerimaan 3 Mei 2023 yang ditandatangani oleh
   Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual a.n. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk jangka
   waktu 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal penerimaan sampai dengan tanggal 3 Mei 2033. Lebih
   lanjut, Perseroan mempunyai lisensi untuk menggunakan perangkat lunak (software) komputer
   sebagai berikut: gOperating System - Windows Professional
     1.   Operating System - Windows Server
     2.   Application - Microsoft Office
     3.   Application - Microsoft Visio
     4.   Application - Nitro PDF Pro
     5.   Database - Oracle Database
     6.   Application - 2X Client
     7.   Application - Magic eDeveloper




                                                118
Page 143
   8. Application - Magic xpa
   9. Application - Magic Deployment Client
   10. Application - Tableau
   11. Application - Google Suite
   12. Application - VMware vCenter Server Standard
   13. Application - VMware vSphere with Operation Management Enterprise
   14. Application – UiPath
   15. Security - Fortigate
   16. Security - Sangfor Endpoint Security
   17. Security - Data Loss Prevention Zecurion
7. Prospek Usaha

Perekonomian Indonesia diprediksi terus melanjutkan pertumbuhan positif pada tahun 2025. Prediksi
tersebut sejalan dengan target perekonomian Indonesia sebesar 5,1%. Hal tersebut didukung dengan
peningkatan permintaan usaha di sektor transportasi & pergudangan. Lebih lanjut, pertumbuhan pasar
alat berat diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 5% dan penjualan truk juga diproyeksikan
tumbuh di level 5%. Seiring dengan kondisi perekonomian yang kondusif, industri pembiayaan juga
diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang positif. Oleh karena itu, Perseroan akan terus
berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga penyaluran pembiayaan terhadap
konsumen.

Perseroan konsisten melakukan ekspansi pada sektor dan segmen baru yang potensial, antara lain
dengan tetap meningkatkan pertumbuhan portofolio pada pembiayaan truk baik dalam grup maupun
luar grup Perseroan dan melakukan ekspansi pembiayaan produktif dalam ekosistem bisnis grup
Perseroan. Perseroan secara konsisten mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan
proses bisnisnya serta senantiasa mengoptimalkan peluang dari setiap sektor Industri melalui
optimalisasi dan kolaborasi data dalam menciptakan produk dan layanan yang inovatif.

Dalam rangka mendukung strategi portofolio, Perseroan secara konsisten menjaga likuiditas melalui
pengelolaan pendanaan yang baik dan peningkatan operational excellence, serta memperkuat
implementasi strategi organisasi yang adaptif dan memberikan kontribusi publik yang sejalan dengan
tujuan pengembangan berkelanjutan. Selain itu Perseroan juga menerapkan strategi digitalisasi
sebagai enabler pertumbuhan bisnis Perseroan.

8. Tingkat Kesehatan Perseroan

Sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018 sebagaimana
terakhir kali diubah dengan Peraturan OJK No. 46/2024 dijelaskan bahwa tingkat kesehatan
perusahaan pembiayaan diukur dengan gearing ratio setinggi-tingginya 10 kali. Tingkat perbandingan
antara kewajiban yang mengandung unsur bunga dibandingkan dengan ekuitas Perseroan berturut-
turut pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebesar 4,46 kali dan 4,35 kali. Kondisi
gearing ratio Perseroan masih jauh dibawah ketentuan Keputusan Menteri Keuangan yang telah
menetapkan maksimal 10 kali, serta masih memberikan ruang bagi Perseroan untuk berekspansi di
masa yang akan datang.

   Periode                                            2024                        2023
   Gearing ratio (x)                                            4,46                           4,36
   Rasio permodalan                                          32,62%                         33,81%
   Kualitas piutang pembiayaan                                0,33%                          0,08%
   Rasio rentabilitas
     ROA                                                      3,81%                          3,47%
     ROE                                                     16,90%                         15,28%
     BOPO                                                    67,32%                         71,60%
     NIM                                                      6,87%                          6,44%
   Rasio Likuiditas
     Current Ratio (x)                                       128,65%                      172,32%
     Cash Ratio                                                6,66%                       16,62%

Perseroan telah melaksanakan kewajiban melakukan penilaian berdasarkan Peraturan OJK No.
28/POJK.05/2020 dalam rangka penilaian tingkat kesehatan perusahaan dengan nilai kesehatan




                                                119
Page 144
keuangan 1,00 atau dikategorikan Sangat Sehat untuk tahun 2024. Nilai tersebut stabil dari tahun 2023
dimana nilai kesehatan Perseroan 1,00 atau dikategorikan Sangat Sehat.

9. Persaingan Usaha Dan Posisi Perseroan Dalam Persaingan

Untuk menghadapi persaingan saat ini maupun persaingan di masa yang akan datang, Perseroan terus
memperkuat lima bidang strategi utama, yaitu Strategi Pemasaran, Operasional, Keuangan,
Manajemen Risiko, SDM dan Teknologi Informasi. Secara umum, kelima strategi tersebut dapat
dijabarkan menjadi:

a. Kegiatan Pemasaran yang Memberikan Win-Win Solution

    Strategi Perseroan dimulai dengan melakukan segmentasi dan pengembangan jaringan usaha
    yang sesuai, sehingga pembiayaan dapat dilakukan secara optimal. Dengan fokus pada
    pembiayaan alat berat, transportation logistic (trucking), dan SME productive financing, Perseroan
    menciptakan solusi pembiayaan yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi debitur.

b. Akuisisi Debitur yang Prudent dan Pengelolaan Aset yang Andal

    Dalam proses akuisisi pembiayaan, Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian untuk
    menghasilkan akuisisi yang prudent. Prinsip “Know Your Customer” tetap menjadi panduan utama
    dalam proses ini.
    Perseroan tidak hanya khusus dan fokus pada akuisisi debitur baru, tetapi juga memiliki
    manajemen piutang yang andal untuk mengelola asetnya. Dengan adanya manajemen piutang
    yang baik, Perseroan dapat mengantisipasi sejak dini perubahan-perubahan yang terjadi yang
    berakibat langsung terhadap bisnis debitur dan dapat mengambil tindakan antisipatif yang dinilai
    perlu.

c. Optimalisasi Pendanaan dan Pembiayaan

    Pembiayaan yang dilakukan oleh Perseroan diperoleh melalui diversifikasi sumber pendanaan.
    Perseroan terus aktif menerapkan matching policy dalam pendanaan dan pembiayaan yang
    menciptakan struktur pendanaan yang optimal.

d. Risiko yang Terukur

    Dalam menghadapi situasi persaingan usaha yang semakin ketat, Perseroan memperbarui
    informasi secara berkala terkait risiko pasar, keuangan dan operasional, untuk kemudian
    menganalisanya dan mengambil langkah-langkah strategis untuk meminimalisasi dampak risiko-
    risiko tersebut.

e. SDM Berkualitas dan Teknologi Informasi yang Mutakhir

    Strategi sumber daya manusia dan teknologi informasi juga memegang peranan penting dalam
    menghadapi persaingan usaha. Perseroan yang terafiliasi dalam Grup Astra menjalankan Human
    Capital Management dalam mengelola sumber daya manusianya, dimulai dari perekrutan,
    pengembangan sampai purna baktinya. Sistem ini terbukti menghasilkan sumber daya manusia
    yang handal dan menyokong dengan kokoh kegiatan operasional Perseroan.

    Di sisi teknologi, Perseroan mengimplementasikan sistem informasi mutakhir yang terintegrasi
    dengan kebutuhan bisnis pembiayaan, termasuk solusi digital SANFind sebagai aplikasi serba
    guna (all-in-one-apps) untuk klien pembiayaan, serta SANFind Web Partners yang dirancang
    khusus bagi bouwheer atau mitra Perseroan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi
    operasional dan memberikan pengalaman debitur yang lebih baik. Dari sisi teknologi, Perseroan
    selalu beradaptasi dengan perkembangan bisnis yang dinamis.

Kelima strategi ini diterapkan dalam Perseroan secara berkesinambungan sebagai salah satu upaya
menghadapi kondisi bisnis dan persaingan usaha yang dinamis.




                                                 120
Page 145
IX.     PERPAJAKAN
A.    PERPAJAKAN UNTUK PEMEGANG OBLIGASI

Pajak atas penghasilan yang diperoleh dari kepemilikan Obligasi yang diterima atau diperoleh
Pemegang Obligasi diperhitungkan dan diperlakukan sesuai dengan peraturan perpajakan yang
berlaku.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 2021 tanggal 2 Februari 2021 tentang Perlakuan
Perpajakan untuk Mendukung Kemudahan Berusaha dan Peraturan Pemerintah No. 91 Tahun 2021
tanggal 30 Agustus 2021 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi yang
diterima atau Diperoleh Wajib Pajak dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap, penghasilan yang diterima
dan/atau diperoleh wajib pajak berupa Bunga Obligasi dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan yang
bersifat final, dengan ketentuan besarnya Pajak Penghasilan sebagai berikut:
a. Bunga dari Obligasi dengan kupon sebesar:
     i. 10% (sepuluh persen) bagi wajib pajak dalam negeri, bentuk usaha tetap dan wajib pajak luar
         negeri selain bentuk usaha tetap dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan
         Obligasi; atau
     ii. sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan pengindaran pajak berganda untuk wajib pajak
         luar negeri selain bentuk usaha tetap dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan
         Obligasi.
b. Diskonto dari Obligasi dengan kupon sebesar:
     i. 10% (sepuluh persen) bagi wajib pajak dalam negeri, bentuk usaha tetap dan wajib pajak luar
         negeri selain bentuk usaha tetap, dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga
         perolehan Obligasi, tidak termasuk bunga berjalan; atau
     ii. sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi wajib pajak
         luar negeri selain bentuk usaha tetap, dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas
         harga perolehan Obligasi, tidak termasuk bunga berjalan.
c. Diskonto dari Obligasi tanpa bunga sebesar:
     i. 10% (sepuluh persen) bagi wajib pajak dalam negeri, bentuk usaha tetap dan wajib pajak luar
         negeri selain bentuk usaha tetap, dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga
         perolehan Obligasi; atau
     ii. sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi wajib pajak
         luar negeri selain bentuk usaha tetap, dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas
         harga perolehan Obligasi.

Pemotongan pajak yang bersifat final tersebut tidak dikenakan terhadap bunga yang diterima atau
diperoleh wajib pajak:
1. Dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan
    memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-Undang No. 7
    Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan
    Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang No. 7
    Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan; dan
2. Bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia.

Penghasilan berupa Bunga Obligasi yang diterima dan/atau diperoleh wajib pajak sebagaimana
dimaksud pada angka 2 di atas dikenakan Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum, sesuai Undang-
Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, sebagaimana telah beberapa kali diubah,
terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-
Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.

B.    PERPAJAKAN PERSEROAN

Sebagai Wajib Pajak, Perseroan memiliki kewajiban perpajakan untuk Pajak Penghasilan (“PPh”),
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”), dan Pajak Bumi dan Bangunan (“PBB”). Perseroan telah memenuhi
kewajiban perpajakannya sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan perpajakan yang
berlaku. Perseroan tidak memiliki fasilitas khusus perpajakan. Sampai dengan tanggal Prospektus ini
diterbitkan, Perseroan tidak memiliki tunggakan pajak.




                                                   121
Page 146
X.     PENJAMINAN EMISI OBLIGASI
Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Akta Perjanjian
Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025
No. 33 tanggal 14 Februari 2025, yang dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, Sarjana Hukum,
Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan para Penjamin Emisi
Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada
masyarakat Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 secara
kesanggupan penuh (full commitment) dengan jumlah pokok sebesar Rp1.353.000.000.000,- (satu
triliun tiga ratus lima puluh tiga miliar Rupiah).

Perjanjian tersebut diatas merupakan perjanjian lengkap yang menggantikan semua persetujuan atau
perjanjian yang mungkin telah dibuat sebelumnya mengenai perihal yang dimuat dalam perjanjian dan
setelah itu tidak ada lagi Perjanjian yang dibuat oleh para pihak yang isinya bertentangan dengan
Perjanjian ini.

Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari anggota Penjamin Emisi Obligasi adalah sebagai
berikut:

                                         Penjaminan                  Total Penjaminan
 No.      Keterangan                                                                         %
                              Seri A (Rp)         Seri B (Rp)                (Rp)
 Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
      PT RHB Sekuritas      111.000.000.000        77.000.000.000       188.000.000.000     13,90%
  1.
      Indonesia
      PT Indo Premier       149.300.000.000       196.000.000.000       345.300.000.000     25,52%
  2.
      Sekuritas
  3. PT Mandiri Sekuritas     70.700.000.000      165.000.000.000       235.700.000.000     17,42%
      PT BRI Danareksa      115.000.000.000       105.000.000.000       220.000.000.000     16,26%
  4.
       Sekuritas
      PT Trimegah             54.000.000.000      310.000.000.000       364.000.000.000     26,90%
  5.   Sekuritas Indonesia
       Tbk.
 TOTAL                     500.000.000.000      853.000.000.000       1.353.000.000.000   100,00%

Selanjutnya para Penjamin Emisi Efek yang turut dalam Emisi Obligasi ini telah sepakat untuk
melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan Nomor IX.A.7 Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam Nomor Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan
Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum. Adapun Penjamin Emisi yang menjadi Manajer Penjatahan
dalam Obligasi Keberlanjutan ini adalah PT RHB Sekuritas Indonesia.

Para Penjamin Emisi Obligasi dalam rangka Penawaran Umum ini bukan merupakan pihak terafiliasi
dengan Perseroan, sesuai dengan definisi Afiliasi dalam UUPM.

Tingkat kupon Obligasi ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan dan negosiasi Perseroan dengan
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dengan mempertimbangkan faktor dan parameter, yaitu hasli
penawaran awal (bookbuilding), kondisi pasar, benchmark kepada Obligasi Pemerintah yang
disesuaikan dengan waktu jatuh tempo masing-masing seri Obligasi serta risk premium yang
disesuaikan dengan masing-masing pemeringkatan Obligasi.




                                                122
Page 147
XI.    LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berperan dalam Penawaran Umum ini adalah
sebagai berikut:

 1.   Konsultan Hukum         :   Wiyono Partnership
                                  Cyber 2 Tower, 7th Floor
                                  Jl. HR Rasuna Said Kav X-5 No.13 - Indonesia
                                  Telepon: (021) 29021288
                                  Fax: (021) 29021277

                                  Keanggotaan Asosiasi :       Himpunan Konsultan Hukum Pasar
                                                               Modal (HKPM) No.200606
                                  Atas Nama                :   Wiyono Sari, S.H., LL.M
                                  No.STTD                  :   STTD.KH/276/PJ.1/PM.021/2024
                                  Tanggal STTD             :   30 Januari 2024

                                  Pedoman Kerja:
                                  Standar Profesi Konsultan Hukum Pasar Modal Lampiran dari
                                  Keputusan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No. KEP.
                                  03/HKHPM/XI/2021, tanggal 10 November 2021.

                                  Surat Penunjukan Kerja:
                                  Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan
                                  No. 005/WP-WS/EL-SANF/I/2025 tertanggal 7 Januari 2025.

                                  Tugas Pokok:
                                  Melakukan pemeriksaan dan penelitian dengan kemampuan
                                  terbaik yang dimilikinya atas fakta dari segi hukum yang ada
                                  mengenai Perseroan dan keterangan lain yang berhubungan
                                  dengan itu sebagaimana disampaikan oleh Perseroan. Hasil
                                  pemeriksaan dan penelitian dimana telah dimuat dalam Laporan
                                  Pemeriksaan dari segi Hukum yang menjadi dasar dari
                                  Pendapat dari segi Hukum yang diberikan secara objektif dan
                                  mandiri serta guna meneliti informasi yang dimuat dalam
                                  Prospektus sepanjang menyangkut segi Hukum. Tugas dan
                                  fungsi Konsultan Hukum yang diuraikan di sini adalah sesuai
                                  dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang
                                  berlaku guna melaksanakan prinsip keterbukaan.

 2.   Akuntan Publik          :   KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (Firma anggota
                                  jaringan global PwC)
                                  WTC 3
                                  Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31
                                  Jakarta 12920 – Indonesia
                                  Telepon: (021) 521 2901
                                  Fax: (021) 5290 5555 / 5290 5050

                                  Nama Rekan                     :   Ketty
                                  No.STTD                        :   STTD.AP-15/PM.021/2024
                                  No. Surat Ijin Akuntan         :   AP.1849
                                  Publik
                                  Tanggal STTD                   :   2 Februari 2024

                                  Pedoman Kerja:
                                  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Standar
                                  Profesional Akuntan Publik (SPAP).




                                             123
Page 148
                   Surat Penunjukan Kerja:
                   Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No.
                   EL202412190007/KTT/KTT tanggal 19 Desember 2024.

                   Tugas Pokok:
                   Tanggung jawab auditor independen (Akuntan Publik) adalah
                   untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan
                   berdasarkan audit mereka. Auditor independen melaksanakan
                   audit mereka berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh
                   IAPI. Standar tersebut mengharuskan auditor independen untuk
                   mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan
                   melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai
                   tentang apakah laporan keuangan bebas dari kesalahan
                   penyajian material.      Suatu audit melibatkan pelaksanaan
                   prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka
                   dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang
                   dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk
                   penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan
                   keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
                   kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditor
                   independen mempertimbangkan pengendalian internal yang
                   relevan dengan penyusunan laporan keuangan entitas untuk
                   merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan
                   kondisinyaa tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas
                   keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit juga
                   mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi
                   yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat
                   oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan
                   keuangan. Auditor independen mengumpulkan bukti audit yang
                   cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit
                   mereka.

3.   Notaris   :   Esther P. E. Jovina, S.H., M.Kn.
                   Jl Cideng Timur No 31, Jakarta Pusat
                   Jakarta Pusat
                   Telp. : (021) 63853866

                   Atas Nama           :   Esther P. E. Jovina, S.H., M.Kn.
                   No.STTD             :   STTD.N-261/PM.223/2021
                   Tanggal STTD        :   16 Februari 2021
                   Keanggotaan         :   Ikatan Notaris Indonesia (INI)
                   Asosiasi
                   No.Keanggotaan      :   0963519820412
                   Asosiasi

                   Pedoman Kerja:
                   Pernyataan Undang-Undang No.30 tahun 2004 tentang Jabatan
                   Notaris dan Kode Etik Ikatan Notaris.

                   Surat Penunjukan Kerja:
                   Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No.
                   072/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 8 Januari 2025.

                   Tugas Pokok:
                   Ruang lingkup tugas Notaris selaku profesi penunjang dalam
                   rangka Penawaran Umum antara lain ini adalah membuat akta
                   otentik atas:
                    (a) Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
                        Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap
                        I Tahun 2025.




                              124
Page 149
                                  (b) Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan V
                                      SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025.
                                  (c) Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan V
                                      SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025.
                                 (d) Perjanjian Agen Pembayaran.


4.   Lembaga   Pemeringkat   :   PT Fitch Ratings Indonesia
     Efek                        DBS Bank Tower, 24th Floor, Suite 2403
                                 Jl Prof Dr Satrio kav 3-5
                                  Jakarta 12940
                                 Atas Nama         :       PT Fitch Ratings Indonesia
                                 No.STTD           :       No.Kep. 02/PM/PI/2006
                                 Tanggal STTD :            17 Maret 2006

                                 Surat Penunjukan Kerja:
                                 Dalam rangka Penawaran Umum ini, PT Fitch Ratings
                                 Indonesia telah ditunjuk oleh Perseroan untuk menjadi Lembaga
                                 Pemeringkat Efek Perseroan dengan surat penunjukkan No.
                                 071/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 08 Januari 2025 perihal
                                 Permintaan Pemeringkat atas Obligasi Berkelanjutan V SANF
                                 Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025.

                                 PT Pemeringkat Efek Indonesia
                                 Equity Tower Lt.30
                                 Sudirman Central Business District, Lot.9
                                 Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53

                                 Atas Nama               : PT Pemeringkat Efek Indonesia
                                 No. Izin Usaha          : 39/PM-PI/1994
                                 Tanggal Izin Usaha      : 31 Agustus 1994

                                 Surat Penunjukan Kerja:
                                 Dalam rangka Penawaran Umum ini, PT Pemeringkat Efek
                                 Indonesia telah ditunjuk oleh Perseroan untuk menjadi Lembaga
                                 Pemeringkat Efek Perseroan dengan surat penunjukkan No.
                                 093/LSANF/BOD/II/2025 tanggal 04 Februari 2025 perihal
                                 Permintaan Pemeringkat atas Obligasi Berkelanjutan V SANF
                                 Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025.

5.   Wali Amanat             :   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
                                 Gedung BRI II, Lantai 6,
                                 Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 44 – 46,
                                 P.O. Box 1094, Jakarta 10210 - Indonesia
                                 Telepon: (021) 575-8143
                                 Fax: (021) 575-2360

                                 Atas Nama                  :   PT Bank Rakyat Indonesia
                                                                (Persero) Tbk
                                 No.STTD                    :   08/STTD-WA/PM/1996
                                 Tanggal STTD               :   11 Juni 1996
                                 Keanggotaan Asosiasi       :   Asosisasi     Wali    Amanat
                                                                Indonesia (AWAI), sesuai surat
                                                                keterangan                No.
                                                                AWAI/03/12/2008 tanggal 17
                                                                Desember 2008

                                 Pedoman Kerja:
                                 Pedoman yang digunakan oleh Wali Amanat mengikuti
                                 ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan




                                            125
Page 150
                                    Undang-Undang Pasar Modal serta peraturan yang berkaitan
                                    dengan tugas Wali Amanat.

                                    Surat Penunjukan Kerja:
                                    Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat Revisi Penawaran
                                    Jasa Wali Amanat No. B.514-INV/TCS/TCB/12/2024 tanggal 16
                                    Desember 2024.


                                    Tugas Pokok:
                                    Mewakili kepentingan Pemegang Obligasi baik di dalam
                                    maupun di luar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak
                                    Pemegang Obligasi sesuai dengan syarat-syarat Obligasi dan
                                    pengelolaan jaminan fidusia untuk kepentingan Pemegang
                                    Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang
                                    tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta peraturan
                                    perundang-undangan yang berlaku.


Sesuai dengan Peraturan No.VI.C.3, Wali Amanat menyatakan tidak akan:
 1. Mempunyai hubungan kredit dengan Perseroan melebihi 25% dari jumlah obligasi yang
    diwaliamanati
 2. Merangkap sebagai penanggung dan/atau pemberi agunan dalam penerbitan Obligasi, dan/atau
    kewajiban Perseroan dan menjadi Wali Amanat dari pemegang Obligasi, sesuai dengan Peraturan
    No. VI.C.3.

Perseroan tidak memiliki hubungan kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali
Amanat.

Semua lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal yang turut serta dalam Penawaran Umum ini,
menyatakan dengan tegas tidak terafiliasi dengan Perseroan sebagaimana diatur dalam UUPM.




                                               126
Page 151
XII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V SANF
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,
(selanjutnya disebut sebagai "BRI") bertindak sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi
kepercayaan untuk mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi sebagaimana ditetapkan dalam
UUPM.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI") dalam penerbitan Obligasi ini bertindak sebagai Wali
Amanat dan telah terdaftar di Bapepam dan LK dengan No. 08/STTD-WA/PM/1996 tanggal 11 Juni
1996.Sehubungan dengan penerbitan Obligasi ini telah dibuat Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi
antara Perseroan dengan BRI. BRI sebagai Wali Amanat menyatakan tidak memiliki hubungan Afiliasi
dengan Perseroan yang dituangkan dalam surat pernyataan tidak terafiliasi dan tidak ada hubungan
kredit No. B.74-INV/TCS/TCB/02/2025 tanggal 13 Februari 2025. BRI tidak mempunyai hubungan
kredit dengan Perseroan melebihi 25% dari jumlah obligasi yang diwaliamanati dan/atau tidak
merangkap sebagai penanggung dan/atau pemberi agunan dalam penerbitan Obligasi, dan/atau
kewajiban Perseroan dan menjadi Wali Amanat dari pemegang Obligasi, sesuai dengan Peraturan
OJK No. 19/POJK.04/2020. BRI sebagai Wali Amanat telah melakukan penelaahan/uji tuntas (due
diligence) terhadap Perseroan, dengan Surat Pernyataan No. B.75-INV/TCS/TCB/02/2025 tanggal 13
Februari 2025 Februari 2025 sebagaimana diatur dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan Nomor KEP-412/BL/2010 Peraturan OJK No.20/POJK.04/2020.

1. Umum

Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (untuk selanjutnya disebut BRI) didirikan dengan nama De
Poerwokertosche Sparbank der Inslandsche Hoofden atau Bank Priyayi yang didirikan oleh Raden
Wiriadmadja dan kawan-kawan pada tanggal 16 Desember 1895. Anggaran dasar BRI telah
mengalami beberapa kali perubahan. BRI berubah statusnya menjadi Perusahaan Perseroan
(Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 tahun 1992 tanggal 29 April
1992. Dengan Akta No. 113 tanggal 31 Juli 1992 yang dibuat oleh Muhani Salim, SH., Notaris di
Jakarta, maka BRI diberi nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). Akta tersebut telah mendapat
persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan keputusan No. C2-
6584.HT.01.01.TH.92 tanggal 12 Agustus 1992, telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat dengan No. 2155-1992 tanggal 15 Agustus 1992 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita
Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 11 September 1992, Tambahan Berita Negara Republik
Indonesia No. 3a tahun 1992. Anggaran Dasar BRI telah mengalami beberapa kali perubahan.
Perubahan terakhir anggaran dasar BRI sebagaimana termaktub dalam Akta No. 32 tanggal 22 April
2024 dibuat di hadapan Fathiah Helmi. S.H., Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan persetujuan
dari Menkumham dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0092097 Tahun 2024 tanggal 23
April 2024.

2. Permodalan Wali Amanat

Berdasarkan Akta No 32 tanggal 22 April 2024 dan laporan kepemilikan saham per 31 Oktober 2024
yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek, struktur permodalan dan
susunan pemegang saham BRI adalah sebagai berikut:
                                                      Nilai Nominal Rp50 per Saham
                Keterangan                                                                  (%)
                                                Jumlah Saham           Nilai Nominal
Modal Dasar

  - Saham Seri A Dwiwarna                                         1                    50   0,00nm

  - Saham biasa atas nama Seri B                 299.999.999.999 14.999.999.999.950         100,00
Jumlah Modal Dasar                               300.000.000.000 15.000.000.000.000         100,00
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh




                                                127
Page 152
                                                       Nilai Nominal Rp50 per Saham
                Keterangan                                                                     (%)
                                                 Jumlah Saham            Nilai Nominal
Negara Republik Indonesia

  - Saham Seri A Dwiwarna                                          1                     50    0,00 nm

  - Saham biasa atas nama Seri B                   80.610.976.876       4,030,548,843,800       53,19
    Masyarakat

  - Saham biasa atas nama Seri B                   70.948.024.728       3,547,401,236,400       46,81
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh                                             151.559.001.604       7.557.950.080.200      100,00

3. Pengurus dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan BRI No. 10 tanggal 23 September 2024,
yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
BRI adalah sebagai berikut:


Dewan Komisaris
Komisaris Utama                                           :       Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama / Komisaris Independen              :       Rofikoh Rokhim
Komisaris                                                 :       Awan Nurmawan Nuh
Komisaris                                                 :       Rabin Indrajad Hattari
Komisaris Independen                                      :       Haryo Baskoro Wicaksono
Komisaris Independen                                      :       Dwi Ria Latifa
Komisaris Independen                                      :       Heri Sunaryadi
Komisaris Independen                                      :       Paripurna Poerwoko Sugarda
Komisaris Independen                                      :       Agus Riswanto
Komisaris Independen                                      :       Nurmaria Sarosa

Direksi
Direktur Utama                                            :       Sunarso
Wakil Direktur Utama                                      :       Catur Budi Harto
Direktur Bisnis Konsumer                                  :       Handayani
Direktur Bisnis Mikro                                     :       Supari
Direktur Kepatuhan                                        :       Achmad Solichin Lutfiyanto
Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan                 :       Agus Noorsanto
Direktur Manajemen Risiko                                 :       Agus Sudiarto
Direktur Human Capital                                    :       Agus Winardono
Direktur Commercial, Small and Medium Business            :       Amam Sukriyanto
Direktur Keuangan                                         :       Viviana Dyah Ayu Retno K.
Direktur Digital dan Teknologi Informasi                  :       Arga M. Nugraha
Direktur Retail Funding and Distribution                  :       Andrijanto

4. Kegiatan Usaha

Selaku Bank Umum, BRI melaksanakan kegiatan usaha perbankan sebagaimana yang tercantum
dalam Undang-Undang No. 7 tahun 1992 berikut perubahannya dalam Undang-Undang No. 10 tahun
1998 tentang Perbankan. Dalam rangka mendukung dan mengembangkan kegiatan usahanya, BRI
juga melakukan penyertaan pada entitas anak sebagai berikut:

                                                   Persentase         Tahun            Status
 No.     Perusahaan Anak           Jenis Usaha
                                                   Kepemilikan      Penyertaan       Operasional
       PT Bank Raya                Bank Umum
  1    Indonesia                     Swasta              86,85%         2011          Beroperasi
                                    Nasional




                                                 128
Page 153
                                                         Persentase         Tahun          Status
 No.       Perusahaan Anak             Jenis Usaha
                                                         Kepemilikan      Penyertaan     Operasional
        BRI Global Financial
  2     Services Co. Ltd. Hong         Perusahaan
                                                            100,00%           2011       Beroperasi
        Kong                           Remittance

  3     PT Asuransi BRI Life             Asuransi           51,00%            2015       Beroperasi
        PT BRI Multifinance
  4     Indonesia                    Pembiayaan             99,00%            2016       Beroperasi

        PT BRI Danareksa                 Sekuritas          71,00%            2018       Beroperasi
  5     Sekuritas
        PT BRI Ventura                 Perusahaan
  6     Investama                                           97,61%            2018       Beroperasi
                                         Ventura
        PT BRI Asuransi
  7     Indonesia                        Asuransi           90,00%            2019       Beroperasi

        PT Permodalan
  8     Nasional Madani                Pembiayaan           99,99%            2021       Beroperasi

                                      Pembiayaan,
  9     PT Pegadaian                  Emas, Aneka           99,99%            2021       Beroperasi
                                         Jasa
        PT BRI Manajemen                  Manajer
 10     Investasi                                           65,00%            2018       Beroperasi
                                         investasi

Dalam rangka mengembangkan Fee Based Income dan pengembangan Pasar Modal di Indonesia,
BRI saat ini melayani jasa Wali Amanat (Trustee), Agen Pembayaran (Paying Agent), Agen Jaminan
(Security Agent), dan Jasa Kustodian.

4.1 Jasa Wali Amanat (Trustee)


Wali Amanat BRI telah berpartisipasi dalam penerbitan beberapa Obligasi, Sukuk dan Efek Beragun
Aset yang diterbitkan oleh Perseroan. Wali Amanat BRI bertindak sesuai dengan tugas dan
kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan peraturan pasar modal lainnya.

Efek bersifat Utang yang menggunakan Jasa Wali Amanat BRI selama tahun 2022 sampai 2024 adalah
sebagai berikut:

 No.                                 Nama Obligasi/Sukuk                                 Tanggal Emisi
  1.    Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2022              23 Februari 2022
  2.    Obligasi Berkelanjutan III Toyota Astra Financial Services Tahap II Tahun 2022   23 Februari 2022
  3.    Obligasi Berkelanjutan III Merdeka Copper Gold Tahap I Tahun 2022                  8 Maret 2022
  4.    Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022                                                8 Maret 2022
  5.    Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance Tahap IV Tahun 2022                 22 Maret 2022
  6.    Obligasi Berkelanjutan V Federal International Finance Tahap III Tahun 2022       25 Maret 2022
  7.    Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap II Tahun 2022                          8 April 2022
  8.    Obligasi Berkelanjutan III Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2022                   7 April 2022
  9.    Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2022                 7 April 2022
  10.   Obligasi Berkelanjutan III Merdeka Copper Gold Tahap II Tahun 2022                 28 April 2022
  11.   Obligasi Berkelanjutan IV SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2022       10 Juni 2022




                                                      129
Page 154
12.   Obligasi Berkelanjutan I PP Presisi Tahap I Tahun 2022                              30 Juni 2022
13.   Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap II Tahun 2022            6 Juli 2022
14.   Obligasi Berkelanjutan III Global Mediacom Tahap I Tahun 2022                        5 Juli 2022
15.   Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Global Mediacom Tahap I Tahun 2022                    5 Juli 2022
16.   Obligasi Berkelanjutan I Medikaloka Hermina Tahap II Tahun 202                       14 Juli 2022
17.   Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap I Tahun 2022                        8 Juli 2022
18.   Obligasi II Perusahaan Pengelola Aset Tahun 2022                                     8 Juli 2022
19.   Obligasi Berkelanjutan I SPINDO Tahap II Tahun 2022                                  27 Juli 2022
20.   Sukuk Berkelanjutan I SPINDO Tahap II Tahun 2022                                     27 Juli 2022
21.   Obligasi Berkelanjutan IV Medco Energi Internasional Tahap III Tahun 2022            26 Juli 2022
22.   Obligasi Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2022           5 Agustus 2022
23.   Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2022    5 Agustus 2022
24.   Obligasi Berkelanjutan I JACCS MPM Finance Indonesia Tahap I Tahun 2022            10 Agustus 2022
25.   Obligasi I Hino Finance Indonesia Tahun 2022                                       9 Agustus 2022
26.   Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance Tahap V Tahun 2022                   26 Agustus 2022
27.   Obligasi Berkelanjutan III Merdeka Copper Gold Tahap III Tahun 2022               1 September 2022
28.   Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Global Mediacom Tahap II Tahun 2022                16 September 2022
29.   MTN JACCS MPM Finance Indonesia III Tahun 2022 Tahap I                            28 September 2022
30.   MTN JACCS MPM Finance Indonesia III Tahun 2022 Tahap II                            11 Oktober 2022
31.   Obligasi Berkelanjutan IV Indosat Tahap I Tahun 2022                               26 Oktober 2022
32.   Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Indosat Tahap I Tahun 2022                           26 Oktober 2022
33.   Obligasi Berkelanjutan V Federal International Finance Tahap IV Tahun 2022         28 Oktober 2022
34.   MTN I J Resources Asia Pasifik Tahun 2022                                         1 November 2022
35.   Obligasi Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2022         8 November 2022
36.   Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap I Tahun 2022                  13 Desember 2022
37.   MTN I PT Mitra Niaga Madani Tahun 2022 Tahap I                                    22 Desember 2022
38.   Obligasi Berkelanjutan III MNC Kapital Indonesia Tahap I Tahun 2022                10 Januari 2023
39.   Medium Term Notes (MTN) III PT PNM Venture Capital Tahun 2022                      25 Januari 2023
40.   Obligasi Berkelanjutan VI Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2023          22 Februari 2023
41.   Obligasi Berkelanjutan V Federal International Finance Tahap V Tahun 2023          24 Februari 2023
42.   Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap II Tahun 2023                   8 Maret 2023
43.   Obligasi Berkelanjutan IV SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2023       16 Maret 2023
44.   Obligasi Berkelanjutan I Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023             28 Maret 2023
45.   Obligasi Berkelanjutan II Spindo Tahap I Tahun 2023                                  4 April 2023
46.   Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Spindo Tahap I Tahun 2023                              4 April 2023
47.   Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap III Tahun 2023                          11 April 2023
48.   Obligasi Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur Tahap III Tahun 2023           17 Mei 2023
49.   Obligasi Berkelanjutan I Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2023             7 Juni 2023
50.   EBAS-SP SMFBRIS01                                                                    8 Juni 2023
51.   Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap III Tahun 2023          22 Juni 2023
52.   MTN I PT LEN Industri (Persero) Tahun 2023 Tahap I                                  22 Juni 2023
53.   Obligasi Berkelanjutan III MNC Kapital Indonesia Tahap II Tahun 2023                27 Juni 2023




                                                     130
Page 155
54.   Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance Tahap I Tahun 2023                   6 Juli 2023
55.   Obligasi Berkelanjutan IV Global Mediacom Tahap I Tahun 2023                        6 Juli 2023
56.   Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Global Mediacom Tahap I Tahun 2023                    6 Juli 2023
57.   Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2023                  11 Juli 2023
58.   Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance Tahap I Tahun 2023          11 Juli 2023
59.   Obligasi II Hino Finance Indonesia Tahun 2023                                       11 Juli 2023
60.   Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services Tahap I Tahun 2023        11 Juli 2023
61.   Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap III Tahun 2023                4 Agustus 2023
62.   Obligasi Berkelanjutan II Spindo Tahap II Tahun 2023                              8 Agustus 2023
63.   Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Spindo Tahap II Tahun 2023                          8 Agustus 2023
64.   Obligasi Berkelanjutan I JACCS MPM Finance Indonesia Tahap II Tahun 2023          11 Agustus 2023
65.   EBAS-SP SMFBRIS01                                                                26 September 2023
66.   Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2023              27 September 2023
67.   Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services Tahap II Tahun 2023     3 Oktober 2023
68.   Obligasi Berkelanjutan I MNC Energy Investments Tahap I Tahun 2023                6 Oktober 2023
69.   Sukuk Wakalah Berkelanjutan I MNC Energy Investments Tahap I Tahun 2023           6 Oktober 2023
70.   Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap II Tahun 2023                    19 Oktober 2023
71.   Obligasi Berkelanjutan VII Sarana Multigriya Finansial Tahap II Tahun 2023        20 Oktober 2023
72.   Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance Tahap II Tahun 2023                25 Oktober 2023
73.   Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance Tahap II Tahun 2023      16 November 2023
74.   Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023         22 November 2023
75.   MTN INKA Multi Solusi II Tahun 2023                                              22 November 2023
76    Obligasi Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur Tahap IV Tahun 2023        14 Desember 2023
77    Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap IV Tahun 2023                15 Desember 2023
78    Obligasi Berkelanjutan IV MNC Kapital Indonesia Tahap I Tahun 2023                19 Januari 2024
79    Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap V Tahun 2024                  23 Februari 2024
80    Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2024          21 Maret 2024
81    Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance Tahap III Tahun 2024        2 April 2024
82    Obligasi Berkelanjutan I JACCS MPM Finance Indonesia Tahap III Tahun 2024          19 April 2024
83    Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance Tahap III Tahun 2024                23 April 2024
84    Obligasi I Merdeka Battery Materials Tahun 2024                                     3 April 2024
85    Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2024                28 Mei 2024
86    Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap III Tahun 2024                     4 Juni 2024
87    Obligasi Berkelanjutan IV SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2024     20 Juni 2024
88    Obligasi Berkelanjutan IV Global Mediacom Tahap II Tahun 2024 dan                  21 Juni 2024
      Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Global Mediacom Tahap II Tahun 2024
89    Obligasi Berkelanjutan IV MNC Kapital Indonesia Tahap II Tahun 2024                 2 Juli 2024
90    Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap I Tahun 2024                             2 Juli 2024
91    Obligasi III Hino Finance Indonesia Tahun 2024                                      5 Juli 2024
92    Obligasi Berkelanjutan IV Maybank Finance Tahap I Tahun 2024                        5 Juli 2024
93    Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services Tahap III Tahun 2024      9 Juli 2024
94    Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap I       9 Juli 2024
      Tahun 2024




                                                    131
Page 156
  95     Obligasi Terkait Keberlanjutan I SPINDO Tahun 2024                             9 Juli 2024
  96     Obligasi Berkelanjutan I Sumber Global Energy Tahap I Tahun 2024              10 Juli 2024
  97     Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap VI Tahun 2024             30 Juli 2024


  98     Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap III Tahun 2024     18-Sep-24
  99     Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance Tahap IV Tahun 2024    6-Sep-24
 100 Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance Tahap IV Tahun 2024                  2-Oct-24
 101 Obligasi II BUMA Tahun 2024                                                         8-Oct-24
 102 Obligasi II Merdeka Battery Materials Tahun 2024                                    8-Oct-24
 103 Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services Tahap IV Tahun 2024      26-Nov-24
 104 Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap IV Tahun 2024                19-Nov-24
 105 Obligasi Berkelanjutan II Hartadinata Abadi Tahap I Tahun 2024                     26-Nov-24
 106 Medium Term Notes (MTN) V PT PNM Venture Capital Tahun 2024 Tahap I                4-Dec-24
 107 Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024                                            10-Dec-24
 108 Sukuk Mudharabah Jangka Menengah IV PT PNM Ventura Syariah Tahun 2024              5-Dec-24
 109 MTN I PT Mitra Bisnis Madani Tahun 2024 Tahap I                                    27-Dec-24
 110 Obligasi Berkelanjutan V Merdeka Copper Gold Tahap I Tahun 2024                    24-Dec-24
 111 Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap III Tahun 2024         18-Des-24


4.2 Jasa Agen Pembayaran (Paying Agent)

   Wali Amanat BRI dapat memberikan jasa berupa layanan pembukaan rekening dan
   pengadministrasian rekening sinking fund ataupun transaksi pendistribusian dana pembayaran
   kupon dan/atau pokok Medium Term Notes kepada investor dalam penerbitan Efek bersifat Utang.
4.3 Jasa Agen Jaminan (Security Agent)
    Wali Amanat BRI dapat memberikan jasa penatausahaan atas dokumen jaminan yang terkait
    dengan Perjanjian Perwaliamanatan, dokumen pengikatan lainnya serta surat – surat jaminan yang
    terkait dengan penerbitan Efek bersifat Utang.
4.4 Produk dan Jasa Lainnya
    Saat ini, BRI juga telah menjalani dan mengembangkan jasa Pasar Modal lainnya, antara lain :
   a.     Trustee & Paying Agent
   b.     Bank Kustodian
   c.     Bank Pembukaan Rekening Dana Nasabah
   d.     Dana Pensiun Lembaga Keuangan

5. Perizinan BRI

       a. Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 tahun 1992, tanggal 29 April 1992, perihal status BRI
          menjadi Perusahaan Perseroan;
       b. Anggaran Dasar BRI No. 113 tanggal 31 Juli 1992 yang dibuat oleh Muhani Salim, SH., Notaris
          di Jakarta;
       c. Surat Tanda Terdaftar dari Bapepam dan LK No.08/STTD-WA/PM/1996, tanggal 11 Juni 1996,
          perihal Pemberian Ijin BRI sebagai Wali Amanat;
       d. SK Bank Indonesia No. 5/117/DPwB24, tanggal 15 Oktober 2003, perihal Pemberian Ijin BRI
          sebagai Bank Devisa;
       e. Nomor Induk Berusaha (NIB) BRI No. 8120114132268 tanggal 26 November 2018.

6. Tugas Pokok Wali Amanat

Sesuai dengan Peraturan OJK No.20/POJK.04/2020 dan kemudian ditegaskan lagi di dalam Perjanjian
Perwaliamanatan, tugas pokok dan tanggung jawab Wali Amanat adalah:



                                                      132
Page 157
 •     Mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai
       dengan Perjanjian Perwaliamanatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara
       Republik Indonesia;
 •     Mengikatkan diri untuk melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud
       di atas sejak menandatangani Perjanjian Perwaliamanatan dengan Perseroan, tetapi perwakilan
       tersebut mulai berlaku efektif pada saat Obligasi telah dialokasikan kepada Pemegang Obligasi;
 •     Melaksanakan tugas sebagai Wali Amanat berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan
       dokumen lainnya yang berkaitan dengan Perjanjian Perwaliamanatan; dan
 •     Memberikan semua keterangan atau informasi sehubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas
       perwaliamanatan kepada OJK.

7. Penunjukan, Penggantian dan Berakhirnya Tugas Wali Amanat

     Berdasarkan Peraturan OJK No.20/POJK.04/2020, ketentuan mengenai penunjukan, penggantian,
     dan berakhirnya tugas Wali Amanat, paling sedikit memuat hal-hal sebagai berikut:
     a. Penunjukan Wali Amanat untuk pertama kalinya dilakukan oleh Perseroan;
     b. Penggantian Wali Amanat dilakukan karena sebab-sebab sebagai berikut:
        - Izin usaha bank sebagai Wali Amanat dicabut;
        - Pencabutan atau pembekuan kegiatan usaha Wali Amanat di Pasar Modal;
        - Wali Amanat dibubarkan oleh suatu badan peradilan atau oleh suatu badan resmi lainnya atau
          dianggap telah bubar berdasarkan ketentuan perundang-undangan;
        - Wali Amanat dinyatakan pailit oleh badan peradilan yang berwenang atau dibekukan
          operasinya dan/ atau kegiatan usahanya oleh pihak yang berwenang;
        - Wali Amanat tidak dapat melaksanakan kewajibannya;
        - Wali Amanat melanggar ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan
          perundang-undangan Pasar Modal;
        - Timbulnya hubungan Afiliasi antara Wali Amanat dengan Perseroan setelah penunjukan Wali
          Amanat, kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal
          Pemerintah;
        - Timbulnya hubungan kredit yang melampaui jumlah sebagaimana diatur dalam Peraturan
            OJK No.19/POJK.04/2020; atau
        - Atas permintaan Pemegang Obligasi;
     c. Berakhirnya tugas, kewajiban, dan tanggung jawab Wali Amanat adalah pada saat:
        - Obligasi telah dilunasi baik pokok, bunga termasuk denda (jika ada) dan Wali Amanat telah
          menerima laporan pemenuhan kewajiban Perseroan dari Agen Pembayaran atau Perseroan;
        - Tanggal tertentu yang telah disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan setelah tanggal
          jatuh tempo pokok Obligasi;
        - Setelah diangkatnya Wali Amanat baru.

8. Laporan Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Berikut ini adalah kutipan dari Ikhtisar Laporan Keuangan Konsolidasian BRI per tanggal 31 Desember
2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember 2024:

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                            31 Desember
 Keterangan
                                         2024                  2023                   2022
 Total Aset                      1.992.983.447          1.965.007.030         1.865.639.010
 Total Liabilitas                1.669.749.400          1.648.534.888         1.562.243.693
 Total Ekuitas                   323.189.047            316.472.142           303.395.317


Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian




                                                 133
Page 158
                                                                                    (dalam jutaan Rupiah)
                                                                     31 Desember
 Keterangan
                                                   2024                 2023                  2022
 Pendapatan Bunga dan Syariah – neto          142.057.190          135.183.487          124.597.073
 Pendapatan Premi – neto                      3.250.480            2.161.392            1.577.323
 Pendapatan Operasional lainnya               58.857.740           45.625.785           47.302.800
 Laba Operasional                             78.578.018           76.828.737           64.306.037
 Laba Sebelum Beban Pajak                     77.599.110           76.429.712           64.596.701
 Laba Tahun Berjalan                          60.643.808           60.425.048           51.408.207


Rasio Penting
                                                                                                  (dalam %)
                                                                      31 Desember
  Keterangan
                                                        2024                 2023                 2022
  Capital Adequate Ratio (CAR)                  26,63                27,27                25,51
  Rasio Non-Performing Loan (NPL) - gross       2,78                 2,95                 2,67
  Loan to Deposits Ratio (LDR)                  88,85                84,73                78,82
  Return On Asset (ROA)                         3,06                 3,24                 3,79
  Return On Equity (ROE)                        19,01                19,95                19,59
  Net Interest Margin (NIM)                     7,74                 7,95                 7,85
  Beban Operasional terhadap Pendapatan
                                                67,64                68,07                69,10
  Operasional (BOPO)


                                         Alamat Wali Amanat
                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
                                      Investment Services Division
                                 Trust & Corporate Services Department
                                          Gedung BRI II Lt.6
                                     Jl. Jend.Sudirman Kav.44-46
                                       Jakarta 10210 - Indonesia
                                          Tel. (021) 5758143
                                        Faksimili: (021) 2510316
                                       Email : tcs_aet@bri.co.id
        Up. Dhany Ramadhanto –Department Head Trust & Corporate Service Department




                                                  134
Page 159
XIII. TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI

1. Pemesanan yang Berhak

Perorangan Warga Negara Indonesia dan perorangan Warga Negara Asing dimanapun mereka
bertempat tinggal, serta badan usaha atau lembaga Indonesia ataupun asing dimanapun mereka
berkedudukan yang berhak membeli Obligasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yurisdiksi setempat.

2. Pemesan Pembelian Obligasi

Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam
Prospektus. Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (“FPPO”) dapat diperoleh dari Penjamin Emisi
Obligasi yang menjadi anggota BEI sebagaimana tercantum dalam Bab XIII Prospektus ini mengenai
Penyebarluasan Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi. Pemesanan wajib
dilengkapi dengan tanda jati diri (KTP/paspor bagi perorangan dan anggaran dasar dan perubahannya
yang memuat susunan pengurus terakhir bagi badan hukum.

Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan FPPO asli yang dikeluarkan melalui
Penjamin Emisi Obligasi yang dapat diperoleh pada alamat Penjamin Emisi Obligasi sebagaimana
tercantum pada Bab XIII Prospektus ini. Pemesanan pembelian Obligasi yang dilakukan menyimpang
dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas tidak dilayani. Pemesanan pembelian yang telah diajukan
tidak boleh dibatalkan oleh pemesan Obligasi.

Penjamin Emisi Obligasi dan Perseroan berhak untuk menolak pemesanan pembelian Obligasi apabila
FPPO tidak diisi dengan lengkap atau bila persyaratan pemesanan pembelian Obligasi termasuk
persyaratan pihak yang berhak melakukan pemesanan, tidak terpenuhi. Sedangkan, pemesan, tidak
dapat membatalkan pembelian Obligasinya apabila telah memenuhi persyaratan pemesanan
pembelian.

Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi yang belum diterima oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
pada pukul 16.00 (enam belas) Waktu Indonesia Bagian Barat pada tanggal penutupan Masa
Penawaran dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi yang tidak diisi sebagaimana mestinya atau
yang dipesan kurang dari jumlah minimum yang ditentukan dalam Prospektus tidak akan
dipertimbangkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi untuk diberi penjatahan.

Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berhak untuk menerima atau menolak pemesanan pembelian
Obligasi secara keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku .

3. Jumlah Minimum Pemesanan

Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu satuan
perdagangan yaitu Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya.

4. Masa Penawaran Umum Obligasi

Masa Penawaran Umum akan dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2025 mulai pukul 09.00 WIB dan
ditutup pada tanggal 3 Juli 2025 pada pukul 16.00 WIB setiap Hari Kerja.

5. Pendaftaran Obligasi ke Dalam Penitipan Kolektif

Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini telah didaftarkan kepada KSEI
berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Obligasi di KSEI antara Perseroan dengan KSEI
(“Perjanjian Tentang Pendaftaran Obligasi di KSEI”). Dengan didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI,
maka atas Obligasi ini berlaku ketentuan sebagai berikut:
a.    Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi
      yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi.
      Obligasi akan diadministrasikan secara elektronik dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya




                                                135
Page 160
     Obligasi hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek selambat-lambatnya
     pada 20 Mei 2025;
b.   KSEI akan menerbitkan Konfirmasi Tertulis kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian
     sebagai tanda bukti pencatatan Obligasi dalam Rekening Efek di KSEI. Konfirmasi Tertulis
     tersebut merupakan bukti kepemilikan yang sah atas Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek;
c.   Pengalihan kepemilikan Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di
     KSEI, yang selanjutnya akan dikonfirmasikan oleh KSEI kepada Pemegang Rekening;
d.   Pemegang Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek merupakan Pemegang Obligasi yang
     berhak atas pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi, memberikan suara dalam
     RUPO (kecuali Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Anak Perusahaan dan/atau
     Perusahaan Afiliasi), serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi;
e.   Pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan jumlah pokok Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI
     selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang
     Rekening sesuai dengan jadwal pembayaran Bunga Obligasi maupun pelunasan Pokok Obligasi
     yang ditetapkan Perseroan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Perjanjian Agen Pembayaran.
     Perseroan melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi
     berdasarkan data kepemilikan Obligasi yang disampaikan oleh KSEI kepada Perseroan.
     Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang memiliki
     Obligasi pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum tanggal 8 Oktober 2025;
f.   Pemegang Obligasi yang menghadiri RUPO adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat
     dalam Daftar Pemegang Rekening pada 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan
     RUPO, dan wajib memperlihatkan KTUR yang diterbitkan KSEI kepada Wali Amanat;
g.   Seluruh Obligasi yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Obligasi tersebut tidak dapat
     dialihkan/dipindahbukukan sejak 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO
     sampai dengan tanggal berakhirnya RUPO yang dibuktikan dengan adanya pemberitahuan dari
     Amanat atau setelah memperoleh persetujuan dari Wali Amanat, transaksi Obligasi yang
     penyelesaiannya jatuh pada tanggal-tanggal tersebut, ditunda penyelesaiannya sampai 1 (satu)
     Hari Kerja setelah tanggal pelaksanaan RUPO;
h.   Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan pembelian Obligasi wajib membuka Rekening
     Efek di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi Pemegang Rekening Efek di
     KSEI;

6. Tempat Pengajuan Pemesanan Pembelian Obligasi

Selama Masa Penawaran Umum, pemesan harus melakukan pemesanan pembelian Obligasi dengan
mengajukan FPPO selama jam kerja yang berlaku kepada Penjamin Emisi Obligasi sebagaimana
dimuat pada Bab XIV dalam Prospektus ini, melalui e-mail.

7. Bukti Tanda Terima Pemesanan Obligasi

Para Penjamin Emisi Obligasi atau Agen Penjualan yang menerima pengajuan pemesanan pembelian
Obligasi akan menyerahkan kembali satu tembusan dari FPPO yang telah ditandatanganinya sebagai
bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi. Bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi
tersebut bukan merupakan jaminan dipenuhinya pesanan.

8. Penjatahan Obligasi

Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Nomor: IX.A.7 (Lampiran Surat Keputusan Ketua
Bapepam No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011). Penjatahan akan ditentukan oleh
kebijaksanaan masing-masing Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi sesuai dengan porsi penjaminannya
masing masing, dimana penjatahan akan dilakukan pada tanggal Penjatahan adalah tanggal 4 Juli
2025.

Setiap pihak dilarang baik langsung maupun tidak langsung untuk mengajukan lebih dari 1 (satu)
pemesanan Efek untuk setiap Penawaran Umum ini. Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Obligasi
dan terbukti bahwa Pihak tertentu mengajukan pemesanan Obligasi melalui lebih dari satu formulir
pemesanan untuk setiap Penawaran Umum ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, maka
untuk tujuan penjatahan Manajer Penjatahan hanya dapat mengikutsertakan satu formulir pemesanan
Efek yang pertama kali diajukan oleh pemesan yang bersangkutan.




                                               136
Page 161
Penjamin Pelaksana Emisi Efek wajib menyerahkan laporan hasil Penawaran Umum kepada Otoritas
Jasa Keuangan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah Tanggal Penjatahan berdasarkan POJK
36/2014. Manajer Penjatahan akan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan akuntan kepada Otoritas
Jasa Keuangan mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman kepada
Peraturan No. VIII.G.12 tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan Atas Pemesanan dan
Penjatahan Efek atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan No. IX.A.7 tentang Pemesanan dan
Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum, paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya masa
Penawaran Umum. Manajer Penjatahan, dalam hal ini adalah PT Mandiri Sekuritas, akan
menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada OJK mengenai kewajaran dari
pelaksanaan penjatahan.

9. Pembayaran Pemesanan Pembelian Obligasi

Pemesan dapat melaksanakan pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai atau transfer yang
ditujukan kepada Penjamin Emisi Obligasi. Dana tersebut harus sudah efektif pada rekening Penjamin
Emisi Obligasi selambat-lambatnya pada tanggal 7 Juli 2025 (in good funds) dengan melakukan
penyetoran pada rekening di bawah ini:

 PT RHB Sekuritas Indonesia          PT Indo Premier Sekuritas            PT Mandiri Sekuritas

        Bank Permata                       Bank Mandiri                      Bank Mandiri
   Cabang Sudirman, Jakarta          Cabang Bursa Efek Jakarta         Cabang Jakarta Sudirman
   No. Rekening 0702056098          No. Rekening 1040004124272        No. Rekening 1020005566028

                        PT BRI Danareksa Sekuritas            PT Trimegah Sekuritas
                                                                  Indonesia Tbk.

                                 Bank BRI                           Bank BCA
                          Cabang Bursa Efek Jakarta          Cabang KH. M. Mansyur
                               No. Rekening                 No. Rekening 179.303.0308
                            0671.01.000680.30.4


Selanjutnya Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi harus segera melaksanakan pembayaran kepada
Perseroan pada Tanggal Pembayaran, yaitu 8 Juli 2025, selambat-lambatnya pukul 13.00 (in good
funds).

Semua biaya yang berkaitan dengan proses pembayaran merupakan beban pemesan. Pemesanan
akan dibatalkan jika persyaratan tidak dipenuhi.

10. Distribusi Obligasi Secara Elektronik

Distribusi Obligasi secara elektronik akan dilakukan pada Tanggal Emisi, yaitu 8 Juli 2025. Setelah
menerima pembayaran, Perseroan wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi kepada KSEI pada
Tanggal Emisi dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi ke dalam Rekening
Efek atau Sub Rekening Efek yang berhak sesuai data dalam rekapitulasi instruksi distribusi Obligasi
yang akan disampaikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi.

Dalam hal Perseroan terlambat menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan memberi instruksi kepada
KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek, maka Perseroan wajib membayar Denda
kepada Pemegang Obligasi yang dihitung secara harian (berdasarkan jumlah Hari Kalender yang telah
lewat sampai dengan pelaksanaan distribusi Obligasi yang seharusnya dikreditkan) dengan ketentuan
1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender atau 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga
puluh) Hari Kalender.

Tanggal distribusi obligasi secara elektronik akan jatuh pada tanggal 8 Juli 2025.




                                                 137
Page 162
11. Pembatalan Penawaran Umum

Dalam jangka waktu sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan berakhirnya masa
Penawaran Umum, Perseroan dapat menunda masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3
(tiga) bulan sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum, dengan
ketentuan:

a. Terjadi suatu keadaan di luar kemampuan dan kekuasaan Perseroan yang meliputi:
     i. Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% (sepuluh persen) selama
          3 (tiga) hari bursa berturut-turut;
     ii. Bencana alam, perang, huru hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara
          signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau
     iii. Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan
          yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Formulir sebagaimana ditentukan
          dalam Peraturan No. IX.A.2.

b. Perseroan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:
    i. mengumumkan penundaan masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran Umum
         dalam paling kurang 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai
         peredaran nasional paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah penundaan atau pembatalan
         tersebut. Disamping kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga
         mengumumkan informasi tersebut dalam media massa lainnya;
    ii. menyampaikan informasi penundaan masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran
         Umum tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan pada hari yang sama dengan pengumuman
         sebagaimana dimaksud dalam poin a;
    iii. menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam poin a) kepada Otoritas
         Jasa Keuangan paling lambat satu hari kerja setelah pengumuman dimaksud.

12. Pengembalian Uang Pemesanan Obligasi

Dalam hal suatu pemesanan Efek ditolak sebagian atau seluruhnya, jika pesanan Obligasi sudah
dibayar maka uang pemesanan harus dikembalikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau
Penjamin Emisi Obligasi kepada para pemesan, paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sesudah Tanggal
Penjatahan.

Jika terjadi keterlambatan, maka Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin Emisi Obligasi
yang menyebabkan terjadinya keterlambatan tersebut wajib membayar kepada para pemesan untuk
tiap hari keterlambatan denda sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi dari
masingmasing seri Obligasi per tahun dihitung secara harian (berdasarkan jumlah Hari Kalender yang
telah lewat sampai dengan pelaksanaan pembayaran seluruh jumlah yang seharusnya dibayar
ditambah denda), dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender
dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.

Apabila uang pengembalian pemesanan Obligasi sudah disediakan, akan tetapi pemesan tidak dating
untuk mengambilnya dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan, maka Perseroan
dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi tidak diwajibkan membayar bunga dan/atau denda
kepada para pemesan Obligasi.

Jika pencatatan saham di Bursa Efek tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) Hari Kerja
setelah Tanggal Distribusi karena persyaratan pencatatan tidak dipenuhi, Penawaran atas Efek batal
demi hukum dan pembayaran pesanan Efek dimaksud, wajib dikembalikan kepada pemesan oleh
Perseroan yang pengembalian pembayarannya melalui KSEI paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sejak
keputusan pembatalan Penawaran Umum.

Jika terjadi penundaan atau pembatalan Penawaran Umum, sesuai ketentuan Perjanjian Penjaminan
Emisi Efek, penyelesaian yang akan dilakukan Perseroan dan Penjamin Emisi Obligasi sebagi berikut:

a. Uang pembayaran pemesanan Obligasi telah diterima oleh Penjamin Emisi Obligasi atau Penjamin
   Pelaksana Emisi Obligasi atau Perseroan, maka Penjamin Emisi Obligasi atau Penjamin Pelaksana
   Emisi Obligasi atau Perseroan yang telah menerima uang pemesanan wajib mengembalikan uang




                                                138
Page 163
   pemesanan kepada pemesan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sejak keputusan penundaan atau
   pembatalan Penawaran Umum;
b. Jika terjadi keterlambatan maka pihak yang menyebabkan keterlambatan yaitu Penjamin
   Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi atau Perseroan wajib membayar
   kepada para pemesan denda untuk keterlambatan sebesar 1% (satu persen) di atas tingkat Bunga
   Obligasi masing-masing seri dan Bunga Obligasi per tahun yang diperhitungkan secara
   proporsional untuk tiap hari keterlambatan, dengan ketentuan denda tersebut di atas dihitung
   dengan memakai dasar perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari
   Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan dikenakan sejak hari ke-3
   (ke-tiga) setelah berakhirnya Perjanjian Penjaminan Emisi Efek yang dihitung secara harian;
c. Cara pembayaran uang pengembalian pemesanan Obligasi dapat dilakukan secara tunai atau
   transfer. Apabila uang pengembalian pemesanan Obligasi yang sudah disediakan secara tunai,
   akan tetapi pemesan tidak datang untuk mengambilnya dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah
   tanggal keputusan penundaan atau pembatalan Penawaran Umum tersebut atau berakhirnya
   Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, maka Perseroan dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
   dan/atau Penjamin Emisi Obligasi tidak diwajibkan membayar bunga dan/atau denda kepada para
   pemesan Obligasi.




                                               139
Page 164
   XIV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS                                         DAN         FORMULIR
        PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
   Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh pada kantor Penjamin Emisi
   Obligasi pada tanggal 2 Juli 2025 mulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pada tanggal 3 Juli 2025 pada
   pukul 16.00 WIB setiap Hari Kerja, pada kantor Penjamin Emisi Obligasi dan/atau melalui e-mail,
   sebagai berikut:

             PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI

    PT RHB Sekuritas Indonesia         PT Indo Premier Sekuritas                PT Mandiri Sekuritas
     Revenue Tower, lantai 10-11      Pacific Century Place, lantai 16        Menara Mandiri, lantai 25
        District 8, SCBD Lot 13                 SCBD Lot 10                Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55
   Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53    Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53                  Jakarta 12190
             Jakarta, 12190                                                    Telepon: (021) 526 3445
                                               Jakarta 12190
       Telepon: (021) 5093 9868                                               Faksimili: (021) 526 5701
       Faksimili: (021) 5093 9859       Telepon: (021) 5088 7168         Website: www.mandirisekuritas.co.id
  Website: www.rhbtradesmart.co.id      Faksimili: (021) 5088 7167                      E-mail:
                  E-mail:             Website: www.indopremier.com         divisi-fi@mandirisekuritas.co.id
rhbosk.id.fixedincome@rhbgroup.com    E-mail: fixed.income@ipc.co.id

                        PT BRI Danareksa Sekuritas              PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
                            Gedung BRI II, lantai 23              Gedung Artha Graha, lantai 18 & 19
                        Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46            Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta
                                Jakarta, 10210                                     12190
                           Telepon: (021) 5091 4100                     Telepon: (021) 2924 9088
                           Faksimili: (021) 2520 990                   Faksimili: (021) 2924 9150
                   Website: www.bridanareksasekuritas.co.id            Website: www.trimegah.com
                    E-mail : debtcapitalmarket@brids.co.id              E-mail: fit@trimegah.com




                                                   140
Page 165
XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM

Berikut ini adalah salinan pendapat dari segi hukum mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan
Perseroan, dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, yang telah disusun oleh Konsultan Hukum
Wiyono Partnership.




                                               141
Page 166
                                                                  WIYONO PARTNERSHIP
                                                                  A T T O R N E Y S         A T       L A W
                                                                                     Cyber 2 Tower, Lantai 7
                                                                        Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 No. 13
                                                                                      Jakarta 12950 Indonesia
                                                                                    Phone: +62 21 290 212 88
                                                                                     Fax.: +62 21 290 212 77
                                                                             Email: wiyono@wiyonolaw.com
Ref. No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025

                                                                                      Jakarta, 25 Juni 2025

Kepada Yth.:
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
Gedung 18 Office Park Lantai 23
Jl. TB Simatupang No. 18
Jakarta 12520

U.p.     : Direksi

Perihal:      Pendapat dari Segi Hukum atas PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
              dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V SANF
              Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025

Dengan hormat,

Pendapat Hukum ini diberikan atas permintaan PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
(“Perseroan”) untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-
undangan di bidang pasar modal, sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V SANF dengan jumlah pokok obligasi
yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp6.000.000.000.000 (enam triliun Rupiah) (“Obligasi”)
melalui mekanisme penawaran umum berkelanjutan (“Penawaran Umum Berkelanjutan”) yang
dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak efektifnya
pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan.

Sehubungan dengan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan
Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 (“Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan V Tahap I”) dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp1.353.000.000.000 (satu
triliun tiga ratus lima puluh tiga miliar Rupiah) (“Obligasi PUB V Tahap I”), dijamin secara
kesanggupan penuh (full commitment), yang terdiri dari:

a. Seri A dengan jumlah pokok yang ditawarkan sebesar Rp500.000.000.000 (lima ratus miliar
   Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6.25% (enam koma dua lima persen) per tahun,
   berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal emisi; dan

b. Seri B dengan jumlah pokok yang ditawarkan sebesar Rp853.000.000.000 (delapan ratus lima
   puluh tiga miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6.75% (enam koma tujuh lima
   persen) per tahun, berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak tanggal emisi;



Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                           PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 1



                                                          142
Page 167
                                                                  WIYONO PARTNERSHIP
                                                                  A T T O R N E Y S       A T        L A W



Kami, kantor Konsultan Hukum WIYONO PARTNERSHIP, berkantor di Cyber 2 Tower lantai
7, Jl. H. R. Rasuna Said Blok. X-5 No. 13, Jakarta 12950, dalam hal ini diwakili oleh Wiyono Sari,
S.H., LL.M. sebagai Rekan, yang telah terdaftar sebagai Konsultan Hukum, Profesi Penunjang
Sektor Keuangan, pada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Sektor Kuangan nomor STTD.KH-276/PJ-1/PM.021/2024 dan anggota
Himpunan Konsultan Hukum Sektor Keuangan dengan nomor anggota 200606 telah ditunjuk
oleh Perseroan melalui surat penunjukan nomor 005/WP-WS/EL-SANF/I/2025 tertanggal 7
Januari 2025 untuk melakukan uji tuntas terhadap Perseroan (“Uji Tuntas”) dan memberikan
Pendapat Dari Segi Hukum (“PSH”) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

Penerbitan Obligasi dengan jumlah pokok obligasi yang seluruhnya berjumlah sebesar
Rp6.000.000.000.000 (enam triliun Rupiah) telah mendapatkan pemeringkatan yang dilakukan
oleh:
 a. PT Fitch Rating Indonesia (“Fitch”) dengan peringkat AA+(idn) untuk keseluruhan nilai
    Obligasi dan untuk Obligasi PUB V Tahap I Tahun 2025 dengan peringkat AA+(idn)
    berdasarkan surat Fitch No.: 1/DIR/RATLTR/I/2025 tertanggal 17 Januari 2025 perihal
    Peringkat Privat PT Surya Artha Nusantara Finance.
 b. PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”) dengan peringkat idAA+ untuk keseluruhan
    nilai Obligasi dan untuk Obligasi PUB V Tahap I Tahun 2025 dengan peringkat idAA+
    berdasarkan surat Pefindo No. RC-090/PEF-DIR/II/2025 tertanggal 14 Februari 2025.

Hasil pemeringkatan oleh Fitch sebagaimana dimaksud telah mencakup keseluruhan nilai
Obligasi yang diterbitkan secara bertahap oleh Perseroan.

Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I dilaksanakan berdasarkan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 36/POJK.04/2014 tentang Penawaran Umum
Berkelanjutan Efek Bersifat Utang Dan/Atau Sukuk (“POJK No. 36/2014”). Obligasi ditawarkan
dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi pada tanggal emisi dan akan
dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) serta diterbitkan tanpa warkat dengan satuan
pemindahbukuan sebesar Rp1,00 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Obligasi akan
diadministrasikan dalam penitipan kolektif di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”).

Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I telah mendapatkan
persetujuan prinsip dari BEI berdasarkan surat No.: S-02621/BEI.PP1/03-2025 tanggal 13 Maret
2025 perihal Persetujuan Prinsip Pencatatan Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat
Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF).

Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I ini dijamin oleh PT RHB
Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT BRI Danareksa
Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi sesuai dengan
Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap
I Tahun 2025 yang dimuat dalam Akta No. 33 tertanggal 14 Februari 2025, sebagaimana diubah
dengan Akta Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                       PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 2



                                                          143
Page 168
                                                                  WIYONO PARTNERSHIP
                                                                  A T T O R N E Y S       A T        L A W



Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 17 tanggal 11 Maret 2025, Akta Addendum II
Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap
I Tahun 2025 No. 24 tanggal 24 April 2025, dan Akta Addendum III Perjanjian Penjamin Emisi
Obligasi No. 43 tanggal 25 Juni 2025, yang seluruhnya dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery
Jovina, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Jakarta Pusat (“PPEO Obligasi
Berkelanjutan V Tahap I”).

Pihak yang bertindak sebagai wali amanat dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan V Tahap I ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., sesuai dengan
ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga
Tetap Tahap I Tahun 2025 yang dimuat dalam Akta No. 32 tertanggal 14 Februari 2025, t
sebagaimana diubah dengan Akta Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi
Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 16 tanggal 11 Maret
2025, Akta Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan
Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 23 tanggal 24 April 2025, dan Akta Addendum III
Perjanjian Perwaliamanatan No. 41 tanggal 25 Juni 2025, yang seluruhnya dibuat di hadapan
Esther Pascalia Ery Jovina, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Jakarta Pusat
(“PWA Obligasi Berkelanjutan V Tahap I”).

Berdasarkan Pasal 73 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.05/2018
tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan (“POJK No. 35/2018”) sebagaimana
terakhir kali diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 46 Tahun 2024 tentang
Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur
dan Perusahaan Modal Ventura (“POJK No. 46/2024”), Perseroan telah melakukan pelaporan
terkait rencana penerbitan Obligasi PUB V kepada Direktorat Pengawas Lembaga Pembiayaan
melalui Surat Perseroan Nomor 243/LSANF/BOD/ V/2024 tertanggal 8 Mei 2024 dan Surat
Nomor 533/LSANF/BOD/XI/2024 tertanggal 8 November 2024 dan telah mendapatkan surat
Pencatatan Penerbitan Efek melalui Penawaran Umum Berkelanjutan V dari OJK berdasarkan
surat No. S-3174/PL.111/2024 tertanggal 27 Desember 2024.

Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan V Tahap I, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan untuk modal
kerja Perseroan melalui pemberian fasilitas pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja dan
pembiayaan multiguna sebagaimana kegiatan usaha Perseroan.

Untuk pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I,
Perseroan telah memperoleh persetujuan dari:

1. Direksi Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Sirkuler Direksi PT Surya Artha
   Nusantara Finance (Circular Resolutions of the Board of Directors of PT Surya Artha Nusantara
   Finance) No. 1/SANF/CIR-BOD/II/2025 tanggal 3 Februari 2025;
2. Dewan Komisaris Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Dewan Komisaris PT
   Surya Artha Nusantara Finance (Resolutions of the Board of Commisioners of PT Surya Artha
   Nusantara Finance) No. 1/SANF/CIR-BOC/II/2025 tanggal 5 Februari 2025; dan

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                       PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 3



                                                          144
Page 169
                                                                  WIYONO PARTNERSHIP
                                                                  A T T O R N E Y S       A T        L A W



3.   Pemegang Saham Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Sirkuler Para Pemegang
     Saham PT Surya Artha Nusantara Finance (Circular Resolutions of the Shareholders of PT Surya
     Artha Nusantara Finance) No. 1/SANF/CIR-SH/II/2025 tanggal 11 Februari 2025.

PSH ini dibuat berdasarkan dan merupakan satu kesatuan dari hasil Uji Tuntas dari Segi Hukum
terhadap Perseroan sebagaimana diuraikan dalam laporan kami Nomor 014/WP-WS/LDD-
SANF/VI/2025 tertanggal 25 Juni 2025 perihal Laporan Pemeriksaan Dari Segi Hukum atas PT
SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 (“LPSH”).

Dengan tetap mengacu pada dasar, ruang lingkup dan pembatasan-pembatasan serta asumsi-
asumsi sebagaimana diuraikan di dalam LPSH, setelah memeriksa dan meneliti dokumen-
dokumen serta berdasarkan hasil temuan dan pemeriksaan dalam pelaksanaan Uji Tuntas yang
diuraikan dalam LPSH yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PSH ini, dengan ini
kami memberikan Pendapat Hukum sebagai berikut:

1.     Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berkedudukan di Jakarta Selatan didirikan
       secara sah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik
       Indonesia.

       Anggaran Dasar Perseroan telah diubah beberapa kali dan telah disesuaikan dengan
       ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana
       diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan
       Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi
       Undang-Undang (”UUPT”) dan POJK No. 35/2018 sebagaimana terakhir kali diubah
       dengan POJK No. 46/2024.

       Akta Pendirian dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan adalah benar dan sah, dan telah
       dibuat sesuai dengan UUPT dan tidak bertentangan dengan Peraturan Otoritas Jasa
       Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau
       Perusahaan Publik (“POJK No. 33/2014”).

2.     Berdasarkan Akta No. 53 tertanggal 14 September 2022 dibuat di hadapan Wiwik Condro,
       S.H., Notaris di Jakarta Barat, yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan
       Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan No.AHU-0066835.AH.01.02.Tahun 2022
       tertanggal 16 September 2022, terdaftar dalam Daftar Perseroan No.AHU-
       0184479.AH.01.11.Tahun 2022 tertanggal 16 September 2022 (“Akta No. 53/2022”), maksud
       dan tujuan Perseroan adalah untuk berusaha dalam bidang perusahaan pembiayaan
       konvensional. Untuk mencapai maksud dan tujuannya tersebut Perseroan dapat
       melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:




Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                       PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 4



                                                          145
Page 170
                                                                  WIYONO PARTNERSHIP
                                                                  A T T O R N E Y S       A T        L A W



       a.    menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan modal
             beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi,
             modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada
             debitur, yang wajib dilakukan dengan cara:
             1. Sewa Pembiayaan;
             2. Jual dan Sewa-Balik;
             3. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
             4. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
             5. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
             6. Pembiayaan Proyek;
             7. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
             8. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK;

       b.    menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan
             untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha
             debitur, yang wajib dilakukan dengan cara:
             1. Jual dan Sewa-Balik;
             2. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
             3. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang;
             4. Fasilitas Modal Usaha; dan/atau
             5. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK;

       c.    menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan
             barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan
             bukan untuk keperluan usaha (atau aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang
             diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan cara:
             1. Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
             2. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
             3. Fasilitas Dana; dan/atau
             4. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.

       d.    kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.

       e.    Kegiatan usaha sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis imbal jasa
             sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di
             sektor jasa keuangan.

       Maksud dan tujuan Perseroan sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan
       berdasarkan Akta No. 53/2022 telah sesuai dengan ketentuan Pasal 2 POJK No. 35/2018
       sebagaimana terakhir kali diubah dengan POJK No. 46/2024.




Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                       PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 5



                                                          146
Page 171
                                                                  WIYONO PARTNERSHIP
                                                                  A T T O R N E Y S          A T        L A W



       Pada tanggal PSH, Perseroan sebagai perusahaan pembiayaan memiliki beberapa produk,
       yaitu sebagai berikut:

       a.          Pembiayaan Investasi dengan cara Sewa Pembiayaan;

       b.          Pembiayaan Investasi dengan cara Jual dan Sewa-Balik;

       c.         Pembiayaan Investasi dengan cara Pembelian dengan Pembayaran secara
                  Angsuran;

       d.         Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Jual dan Sewa-Balik;

       e.         Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan
                  dari Penjual Piutang; dan

       f.         Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan
                  dari Penjual Piutang.

       Kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh Perseroan telah sesuai dengan maksud dan tujuan
       sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan. Perseroan telah melakukan
       penyesuaian kegiatan usaha dalam Anggaran Dasar dengan berpedoman pada KBLI 2020
       sebagaimana diuraikan dalam Akta No. 53/2022.

3.     Pada tanggal PSH ini, berdasarkan Akta Nomor 17 tertanggal 22 September 2011 dibuat di
       hadapan Benny Kristianto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat
       persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
       Surat Keputusan Nomor AHU-47996.AH.01.02.Tahun 2011 tertanggal 3 Oktober 2011,
       terdaftar dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0079442.AH.01.09.Tahun 2011 tertanggal 3
       Oktober 2011 (“Akta No. 17/2011”), struktur permodalan dan susunan pemegang saham
       Perseroan yang terakhir adalah sebagai berikut:

     Struktur Permodalan

                                                             Saham
                                                                                           Jumlah
            Struktur Permodalan                                  Nilai Nominal
                                                  Jumlah                                    (Rp)
                                                                      (Rp)
       Modal Dasar                               2.000.000.000       1.000,-           2.000.000.000.000.-
       Modal Ditempatkan                           574.885.067       1.000,-             574.885.067.000,-
       Modal Disetor                               574.885.067       1.000,-             574.885.067.000,-
       Saham dalam Portepel                      1.425.114.933       1.000,-           1.425.114.933.000,-




Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                          PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 6



                                                          147
Page 172
                                                                     WIYONO PARTNERSHIP
                                                                     A T T O R N E Y S          A T        L A W



     Susunan Pemegang Saham

                                                             Jumlah Modal Yang Ditempatkan dan
          Susunan Pemegang Saham                                        Disetor Penuh
                                                             Jumlah        Nilai      Jumlah Nilai               (%)
                                                             Saham       Nominal        Nominal
                                                                           (Rp)            (Rp)
 1. PT Sedaya Multi Investama (“SMI”)                       344.931.040   1.000,-   344.931.040.000,-            60
 2. Marubeni Corporation (“MC”)                             201.209.774   1.000,-   201.209.774.000,-            35
 3. PT Marubeni Indonesia (“MI”)                             28.744.253   1.000,-     28.744.253.000,-            5
 Jumlah                                                     574.885.067             574.885.067.000,-            100

       Para pemegang saham Perseroan telah melakukan penyetoran penuh secara tunai atas
       saham yang dimiliki oleh mereka dalam Perseroan, dan Perseroan sudah menerima setoran
       secara penuh dari para pemegang saham atas seluruh modal yang telah ditempatkan.

       Struktur modal dan pemegang saham Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai
       modal minimum bagi perusahaan pembiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (1)
       Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 47/POJK.05/2020 Tahun 2020 tentang Perizinan
       Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah
       (“POJK No. 47/2020”) sebagaimana diubah dengan POJK No. 46/2024 dan telah memenuhi
       ketentuan mengenai permodalan dan susunan pemegang saham berdasarkan UUPT.

       Kepemilikan saham Perseroan oleh MC dan MI selaku pihak asing tidak melanggar batasan
       total kepemilikan asing pada perusahaan pembiayaan sebagaimana diatur pada Pasal 9
       ayat (2) POJK No. 47/2020 sebagaimana diubah dengan POJK No. 46/2024. Struktur modal
       dan Pemegang Saham Perseroan sejak Perseroan didirikan sampai dengan tanggal PSH ini
       telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

       Berdasarkan hasil Uji Tuntas, pada tanggal PSH ini Pemegang Saham Perseroan telah
       memenuhi syarat-syarat sebagai pemegang saham perusahaan sebagaimana diatur dalam
       Pasal 12 ayat (2) huruf (d) angka 2 POJK No. 47/2020 sebagaimana diubah dengan POJK
       No. 46/2024.

       Perseroan telah membuat Daftar Pemegang Saham berdasarkan peraturan perundang-
       undangan yang berlaku. Berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan tertanggal 28
       Oktober 2011, tidak terdapat pembebanan jaminan gadai atas saham-saham yang
       dikeluarkan oleh Perseroan. Daftar Pemegang Saham tersebut telah merefleksikan susunan
       pemegang saham dan permodalan Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta No.
       17/2011.




Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                             PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 7



                                                          148
Page 173
                                                                  WIYONO PARTNERSHIP
                                                                  A T T O R N E Y S       A T        L A W



       Penerapan Hukum

       Masing-masing dari SMI dan MC memiliki lebih dari 25% (dua puluh lima persen) saham
       di dalam Perseroan sehingga masing-masing SMI dan MC merupakan pemegang saham
       pengendali Perseroan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (2) POJK No. 47/2020
       sebagaimana diubah dengan POJK No. 46/2024 juncto Pasal 1 angka 3 Peraturan Otoritas
       Jasa Keuangan No. 27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi
       Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan (“POJK No. 27/2016”).

       OJK telah menyatakan masing-masing SMI dan MC telah lulus penilaian kemampuan dan
       kepatutan sebagai pemegang saham pengendali Perseroan masing-masing berdasarkan
       Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. 124/NB.1/2014 dan No.
       125/NB.1/2014, keduanya tertanggal 10 Maret 2014.

       Berdasarkan Pasal 32 POJK No. 27/2016, hasil penilaian kemampuan dan kepatutan milik
       pemegang saham pengendali Perseroan tetap berlaku sampai dengan terjadi penggantian
       pihak yang menjadi pemegang saham pengendali Perseroan.

       Pemilik Manfaat

       Perseroan telah melakukan pemenuhan terhadap Peraturan Presiden Republik Indonesia
       Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penerapan Prinsip Mengenai Pemilik Manfaat Dari
       Korporasi Dalam Rangka Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
       dan Tindak Pidana Terorisme (“Perpres No. 13/2018”) dengan telah disampaikannya
       informasi mengenai pemilik manfaat Perseroan pada tanggal 30 April 2025 kepada
       Kementerian Hukum Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum
       Umum, sebagaimana termaktub dalam Surat Pernyataan Perseroan tanggal 28 April 2025
       (“Surat Pernyataan”). Pada tanggal PSH ini, pemilik manfaat Perseroan adalah
       sebagaimana tercantum dalam Surat Pernyataan, yaitu seluruh anggota Direksi SMI dan
       Direktur MC.

       Nama-nama anggota Direksi SMI dan Direktur MC sebagaimana dimaksud dalam Surat
       Pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:
       Direksi SMI:
       1. Hugeng Gozali.
       2. Handoko Liem.
       3. Widya Adi Tjahjono.
       4. Jap Sanantha Krisna.

       Direktur MC:
       1. Takayuki Furuya.

       Adapun pengungkapan seluruh anggota Direksi SMI dan Direktur MC sebagai pemilik
       manfaat Perseroan sebagaimana dimaksud di atas adalah semata-mata dalam kapasitasnya

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                       PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 8



                                                          149
Page 174
                                                                  WIYONO PARTNERSHIP
                                                                  A T T O R N E Y S       A T        L A W



       masing-masing sebagai anggota Direksi SMI dan Direktur MC, dimana SMI adalah
       pemegang 60% (enam puluh persen) saham Perseroan dan MC adalah pemegang 35% (tiga
       puluh lima persen) saham Perseroan, mempunyai kewenangan sebagaimana dimaksud
       dalam Pasal 4 ayat (1) butir d Perpres No. 13/2018, yakni kewenangan untuk mengangkat,
       menggantikan, atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
       Perseroan. Sebagai orang perseorangan dalam kapasitasnya sebagai diri pribadi, masing-
       masing anggota Direksi SMI dan Direktur MC tersebut dapat dianggap tidak memenuhi
       kriteria pemilik manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Perpres No. 13/2018. Lebih
       lanjut, Perseroan tidak memiliki informasi dan tidak dapat mengidentifikasi orang
       perseorangan (sebagai individu dalam kapasitas pribadi) yang memenuhi kriteria sebagai
       pemilik manfaat Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Perpres No. 13/2018.
       Dengan telah dilakukannya pelaporan pemilik manfaat yang dilakukan kepada
       Kementerian Hukum Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
       (AHU), sebagaimana tercantum dalam Surat Pernyataan tersebut di atas, maka Perseroan
       telah memenuhi ketentuan pelaporan Pemilik Manfaat sesuai dengan Ketentuan Perpres
       No. 13/2018.

4.     Pada tanggal PSH ini, berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang
       Saham No. 65 tertanggal 29 April 2024 dibuat dihadapan Wiwik Condro, S.H., Notaris di
       Kota Jakarta Barat, yang yang pemberitahuan atas perubahan Data Perseroan tersebut telah
       diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
       Surat Nomor AHU-AH.01.09-0168600 tertanggal 29 April 2024 didaftarkan dalam Daftar
       Perseroan Nomor AHU-0082305.AH.01.11.Tahun 2024 Tanggal 29 April 2024 (“Akta No.
       65/2024”) dan dinyatakan ulang dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum
       Pemegang Saham No. 32 tertanggal 21 November 2024 dibuat dihadapan Wiwik Condro,
       S.H., Notaris di Kota Jakarta Barat, yang pemberitahuan atas perubahan Data Perseroan
       tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat Nomor
       AHU-AH.01.09-0278071 tertanggal 21 November 2024 didaftarkan dalam Daftar Perseroan
       Nomor AHU-0251154.AH.01.11.Tahun 2024 Tanggal 21 November 2024 (“Akta No.
       32/2024”), susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai
       berikut:

           Direksi
           Presiden Direktur                    : Wempy Kunto Wiambodo
           Direktur                             : Handy Hartono
           Direktur                             : Handri Susanto
           Direktur                             : Kiyoshi Kuribara

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                   : FXL Kesuma
           Komisaris                            : Arietta Adrianti
           Komisaris                            : Takayuki Akiyama
           Komisaris Independen                 : Handoko Pranoto
           Komisaris Independen                 : Buntoro Muljono

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                       PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 9



                                                          150
Page 175
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W




       Masa jabatan dari anggota Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana tersebut di atas
       terhitung sejak tanggal efektif penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2024 (untuk
       tahun buku 2023) sampai dengan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2026 (untuk tahun buku
       2025) dan dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu,
       dengan ketentuan bahwa pengangkatan Takayuki Akiyama sebagai Komisaris Perseroan,
       fungsi, tugas dan kewenangannya efektif sejak tanggal surat Keputusan Dewan Komisioner
       Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-471/PL.02/2024 tentang Hasil Penilaian Kemampuan
       dan Kepatutan Sdr. Takayuki Akiyama selaku Calon Komisaris PT Surya Artha Nusantara
       Finance tertanggal 5 November 2024.

       Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah dilakukan sesuai dengan
       ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan.

       Perseroan telah melakukan pelaporan pengangkatan anggota Direksi dan Dewan
       Komisaris Perseroan berdasarkan Akta No. 65/2024 dan Akta No. 32/2024 kepada OJK.

       Penerapan Hukum

       Pada tanggal PSH ini setiap anggota Direksi Perseroan telah memenuhi persyaratan untuk
       menjadi anggota Direksi Perseroan sebagaimana diatur di dalam:
       1. Pasal 93 ayat (1) UUPT;
       2. Pasal 15 ayat (1) dan Pasal 23 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 48 Tahun 2024
          tentang Tata Kelola Yang Baik Bagi Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura,
          Lembaga Keuangan Mikro, Dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (“POJK No.
          48/2024”);
       3. Pasal 4 ayat (1) POJK No. 33/2014; dan
       4. Pasal 22 ayat (1) POJK No. 48/2024.

       Pada tanggal PSH ini setiap anggota Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi
       persyaratan untuk menjadi anggota Dewan Komisaris Perseroan sebagaimana diatur di
       dalam:
       1. Pasal 110 ayat (1) UUPT;
       2. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 21 ayat (1) POJK No. 33/2014; dan
       3. Pasal 42 ayat (2) POJK No. 48/2024.

       Sesuai ketentuan Pasal 117 ayat (3) dan Pasal 123 ayat (3) POJK No. 48/2024, bagi
       perusahaan pembiayaan yang telah memperoleh izin usaha sebelum POJK No. 48/2024
       diundangkan, ketentuan mengenai rangkap jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris
       tetap mengikuti ketentuan mengenai rangkap jabatan sesuai dengan Peraturan Otoritas
       Jasa Keuangan Nomor 30/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik bagi
       Perusahaan Pembiayaan sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       Nomor 29/POJK.05/2020 (“POJK No. 30/2014”) sampai dengan 3 (tiga) tahun sejak POJK
       No. 48/2024 diundangkan.

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 10



                                                          151
Page 176
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W




       Pada tanggal PSH ini, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi ketentuan
       mengenai pembatasan rangkap jabatan sebagaimana diuraikan dalam Pasal 9 ayat (1) dan
       Pasal 18 ayat (4) POJK Nomor 30/2014, serta Pasal 6 ayat (1) huruf c, Pasal 24 ayat (1) dan
       Pasal 24 ayat (3) POJK No. 33/2014.

       Pada tanggal PSH ini, Direksi Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai jumlah
       minimum anggota Direksi sebagaimana diatur pada Pasal 12 ayat (1) POJK No. 48/2024 jo.
       Pasal 2 ayat (1) POJK No. 33/2014.

       Pada tanggal PSH ini, Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai
       jumlah minimum anggota Dewan Komisaris dan Komisaris Independen sebagaimana
       diatur pada Pasal 32 ayat (1) POJK No.48/2024 jo. Pasal 20 POJK No. 33/2014.

       Pada tanggal PSH ini, seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah
       memenuhi persyaratan penilaian kemampuan dan kepatutan sebagaimana ketentuan pada
       Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 42 ayat (2) POJK No. 48/2024 jo. Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 POJK
       No. 27/2016.

5.     Dalam rangka memenuhi ketentuan dan persyaratan terkait tata kelola perusahaan yang
       baik (Good Corporate Governance) bagi perusahaan pembiayaan, Perseroan telah memenuhi
       kewajiban sebagaimana diatur dalam POJK No. 48/2024, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik
       (“POJK No. 35/2014”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 56/POJK.04/2015 tentang
       Pembentukan Dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal (“POJK No.
       56/2015”), antara lain sebagai berikut:

       Komite Audit

       Perseroan telah membentuk Komite Audit sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 67 ayat (1)
       POJK No. 48/2024 jo. Pasal 2, 4, dan 5 POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan
       dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit (“POJK No. 55/2015”).

       Berdasarkan Circular Resolutions of the Board of Commissioners of PT Surya Artha Nusantara
       Finance domiciled in South Jakarta No. 3/SANF/CIR-BOC/IV/2024 tanggal 18 April 2024,
       susunan anggota Komite Audit Perseroan adalah sebagai berikut:

       1. Handoko Pranoto (Ketua Komite Audit);
       2. Eduardus Paulus Supit (Anggota Komite Audit); dan
       3. Lukito Dewandaya (Anggota Komite Audit).

       Masa jabatan para anggota komite audit Perseroan berlaku efektif sejak tanggal 18 April
       2024 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2026 (untuk tahun buku
       2025).

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 11



                                                          152
Page 177
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W




       Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary)

       Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor:
       312/LSANF/BOD/V/2019 tentang Pengangkatan Pejabat Sekretaris Perusahaan
       tertanggal 22 Mei 2019, Perseroan telah menunjuk Davin Susanto sebagai Sekretaris
       Perusahaan (Corporate Secretary) yang mana hal tersebut diwajibkan berdasarkan Pasal 2
       POJK No. 35/2014.

       Pada tanggal PSH ini, Davin Susanto masih menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan
       Perseroan.

       Unit Audit Internal

       Perseroan telah membentuk Unit Audit Internal sesuai dengan ketentuan POJK No.
       56/2015. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor
       7/SANF/SK-BOD/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022, Perseroan telah menunjuk Tania
       Arthadora Saragih sebagai Kepala Audit Internal Perseroan.

       Pada tanggal PSH ini, Tania Arthadora Saragih masih menjabat sebagai Kepala Audit
       Internal Perseroan.

       Piagam Unit Audit Internal Perseroan yang berlaku sampai dengan tanggal PSH ini adalah
       sebagaimana tercantum dalam Piagam Audit Internal PT Surya Artha Nusantara Finance
       yang ditetapkan pada 28 Oktober 2022 oleh Direksi Perseroan dan telah diakui dan disetujui
       oleh Dewan Komisaris Perseroan.

       Unit Layanan Pengaduan dan Pelindungan Konsumen

       Perseroan telah membentuk Unit Layanan Pengaduan dan Pelindungan Konsumen sesuai
       dengan ketentuan Pasal 69 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3), Pasal 88 ayat (1) dan ayat (6), dan
       Pasal 90 ayat (3) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang
       Pelindungan Konsumen Dan Masyarakat Di Sektor Jasa Keuangan (“POJK No. 22/2023”)
       dan ketentuan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.07/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan
       Layanan Pengaduan Konsumen Di Sektor Jasa Keuangan (“SEOJK No. 17/2018”).

       Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor
       2/SANF/SK-BOD/I/2025 tanggal 1 Januari 2025 tentang Penunjukan Pihak Yang
       Melakukan Fungsi Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen (”Keputusan
       Direksi No. 2/2025”), Perseroan telah menunjuk saudara Stephen O Ryan sebagai pejabat
       Fungsi Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen.

       Hingga tanggal PSH ini, Stephen O Ryan masih menjabat sebagai pejabat Fungsi Pelayanan
       dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen.

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 12



                                                          153
Page 178
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W




       Masa jabatan pejabat yang melakukan fungsi pelayanan dan penyelesaian pengaduan
       konsumen berdasarkan Keputusan Direksi No. 2/2025 berlaku sejak 1 Januari 2025 sampai
       dengan adanya pemberhentian yang bersangkutan atau penunjukan pejabat yang baru.

       Kewajiban Pelaporan dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan dan Inklusi
       Keuangan

       Pada tanggal PSH ini, Perseroan telah memenuhi Pasal 13 dan Pasal 14 POJK No.
       22/2023 terkait dengan kewajiban pelaporan dalam rangka meningkatkan literasi
       keuangan dan inklusi keuangan.

       Komite Nominasi dan Remunerasi

       Sesuai dengan hasil pemeriksaan Uji Tuntas, Perseroan telah memiliki Komite Nominasi
       dan Remunerasi sesuai dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Otoritas
       Jasa Keuangan No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten
       atau Perusahaan Publik (“POJK No. 34/2014”).

       Berdasarkan Circular Resolutions of The Board of Commissioners of PT Surya Artha Nusantara
       Finance domiciled in South Jakarta No. 4/SANF/CIR-BOC/IV/2024 tanggal 18 April 2024,
       susunan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai berikut:
       a. Buntoro Muljono (Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi);
       b. FXL Kesuma (anggota Komite Nominasi dan Remunerasi); dan
       c. Theresia Sri Nayuti (anggota Komite Nominasi dan Remunerasi).

       Masa jabatan para anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan berlaku efektif
       sejak tanggal 18 April 2024 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun
       2026 (untuk tahun buku 2025).

       Perseroan juga telah menyusun Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi, dan
       mencantumkan Pedoman tersebut pada situs web resmi Perseroan sesuai dengan ketentuan
       pada Pasal 19 ayat (1) dan (2) POJK No. 34/2014.

       Komite Pemantau Risiko

       Sesuai dengan hasil pemeriksaan Uji Tuntas, Perseroan telah membentuk Komite Pemantau
       Risiko sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 67 ayat (1) POJK No. 48/2024.

       Berdasarkan Circular Resolution of the Board of Commissioners of PT Surya Artha Nusantara
       Finance domiciled in South Jakarta No. 5/SANF/CIR-BOC/IV/2024 tanggal 18 April 2024,
       susunan anggota Komite Pemantau Risiko adalah sebagai berikut:
       a. Buntoro Muljono (Ketua Komite Pemantau Risiko);
       b. Handoko Pranoto (Anggota Komite Pemantau Risiko); dan
       c. Eduardus Paulus Supit (Anggota Komite Pemantau Risiko).

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 13



                                                          154
Page 179
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W




       Masa jabatan para anggota Komite Pemantau Risiko Perseroan berlaku efektif sejak 18 April
       2024 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2026 (untuk tahun buku
       2025).

       Unit Strategi Anti Fraud

       Sesuai dengan hasil pemeriksaan Uji Tuntas, Perseroan telah membentuk Unit Strategi Anti
       Fraud sesuai dengan ketentuan Pasal 8 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
       12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi Lembaga Jasa Keuangan (“POJK
       No. 12/2024”).

       Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan Nomor: 7/SANF/SK-BOD/XII/2024
       tanggal 4 Desember 2024 tentang Penunjukan Kepala Fungsi Penerapan Strategi Anti Fraud
       dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Perseroan telah menunjuk saudari Tania
       Arthadora Saragih sebagai pimpinan Unit Strategi Anti Fraud.

       Masa jabatan pejabat yang melakukan fungsi strategi Anti Fraud berdasarkan Keputusan
       Direksi No. 2/2024 berlaku sejak 4 Desember 2024 sampai dengan adanya pemberhentian
       yang bersangkutan atau penunjukan pejabat yang baru.

       Hingga tanggal PSH ini, Tania Arthadora Saragih masih menjabat sebagai pimpinan Unit
       Strategi Anti Fraud.

       Kewajiban Pelaporan Strategi Anti Fraud

       Pada tanggal PSH ini, Perseroan telah memenuhi Pasal 10 POJK No. 12/2024 terkait dengan
       kewajiban pelaporan strategi anti fraud dan laporan penerapan strategi anti fraud kepada
       OJK.

6.     Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin dari Menteri
       Keuangan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI tentang Pemberian Izin Usaha
       Lembaga Pembiayaan Kepada PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor
       1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990. Berdasarkan hasil Uji Tuntas, izin tersebut
       masih berlaku hingga tanggal PSH ini dan telah sesuai dengan peraturan perundang-
       undangan yang berlaku.

       Berdasarkan pemeriksaan dokumen yang disampaikan kepada kami, Perseroan tidak
       membuka kantor cabang.

       Perseroan memiliki kantor pusat yang beralamat di Gedung 18 Office Park, lantai 23, Jalan
       T.B. Simatupang No. 18, Jakarta Selatan dan hanya memiliki 17 kantor selain kantor cabang
       yang tersebar di kota Medan, Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI Jakarta, Surabaya,



Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 14



                                                          155
Page 180
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W



       Semarang, Makasar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Pontianak. Seluruh kantor
       selain kantor cabang Perseroan bertanggungjawab dan dikoordinasikan oleh kantor pusat.
       Selain izin tersebut di atas, Perseroan juga telah memperoleh izin-izin material lain yaitu:

       a. Nomor Induk Berusaha (“NIB”), Perseroan telah memiliki NIB dengan No.
          1282000530244 tertanggal 4 Mei 2021 dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman
          Modal, dengan kode dan nama Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
          yaitu 64911 – PERUSAHAAN PEMBIAYAAN KONVENSIONAL, atas nama Perseroan
          yang berdomisili di Gedung 18 Office Park Lantai 23, Jl. TB Simatupang No. 18,
          Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan;

       b. Nomor Pokok Wajib Pajak: 001.374.654.0-073.000; dan

       c. Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak S-20KT/WPJ.30/KP.11/2022 tertanggal 22
          April 2022.

       Berdasarkan hasil Uji Tuntas, izin-izin material tersebut masih berlaku hingga tanggal PSH
       ini dan telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7.     Berdasarkan hasil Uji Tuntas, Perseroan telah menjadi Emiten dengan jangka waktu lebih
       dari 2 (dua) tahun dan Perseroan tidak pernah mengalami kondisi gagal bayar selama 2
       (dua) tahun terhitung sebelum tanggal PSH ini. Perseroan telah memenuhi persyaratan
       pihak yang dapat melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan berdasarkan ketentuan
       Pasal 3 POJK No. 36/2014.

       Lebih lanjut, berdasarkan hasil Uji Tuntas, pemeringkatan yang diberikan oleh Fitch dan
       Pefindo sehubungan dengan Obligasi PUB V Tahap I ini masuk dalam kategori peringkat
       layak investasi berdasarkan standar yang dimiliki Fitch dan Pefindo. Dengan demikian
       pemeringkatan yang diberikan sehubungan dengan penerbitan Obligasi PUB V Tahap I ini
       telah memenuhi persyaratan efek yang dapat diterbitkan melalui Penawaran Umum
       Berkelanjutan berdasarkan ketentuan Pasal 5 POJK No. 36/2014.

8.     Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I, sampai
       dengan tanggal PSH ini, Perseroan telah menandatangani perjanjian-perjanjian sebagai
       berikut:
       a. PWA Obligasi Berkelanjutan V Tahap I;
       b. PPEO Obligasi Berkelanjutan V Tahap I;
       c. Akta Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V SANF
           Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 31 tertanggal 14 Februari 2025 sebagaimana diubah
           dengan Addendum I Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
           Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 15 tanggal 11 Maret 2025,
           Addendum II Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V
           SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 22 tanggal 24 April 2025, dan Addendum III
           Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi V SANF Dengan Tingkat Bunga

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 15



                                                          156
Page 181
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W



          Tetap No. 40 tanggal 25 Juni 2025, yang seluruhnya dibuat di hadapan Esther Pascalia
          Ery Jovina, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Jakarta Pusat;
       d. Akta Pengakuan Hutang Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap
          No. 42 tertanggal 25 Juni 2025, dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, Sarjana
          Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Jakarta Pusat;
       e. Akta Perjanjian Agen Pembayaran No. 34 tertanggal 14 Februari 2025 dibuat di hadapan
          Esther Pascalia Ery Jovina, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota
          Jakarta Pusat;
       f. Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Utang di KSEI No: SP-013/OBL/KSEI/0125
          tertanggal 14 Februari 2025 antara Perseroan dengan PT Kustodian Sentral Efek
          Indonesia.
       (untuk selanjutnya dokumen-dokumen tersebut di atas disebut sebagai “Dokumen
       Transaksi”).

       Dokumen Transaksi telah ditandatangani oleh Perseroan secara sah, berlaku terhadap dan
       mengikat Perseroan serta tidak bertentangan dengan ketentuan Anggaran Dasarnya serta
       peraturan perundang-undangan yang berlaku. PWA Obligasi Berkelanjutan V Tahap I telah
       dibuat sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 20/POJK.04/2020
       tentang Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (“POJK No.
       20/2020”).

       Perseroan tidak memiliki hubungan kredit dengan Wali Amanat, sehingga Perseroan
       memenuhi ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 19/POJK.04/2020
       tentang Bank Umum Yang Melakukan Kegiatan Sebagai Wali Amanat (“POJK No.
       19/2020”) dimana Perseroan tidak memiliki hubungan kredit dengan jumlah lebih dari 25%
       (dua puluh lima persen) dari nilai Obligasi PUB V Tahap I dengan PT Bank Rakyat
       Indonesia (Persero) Tbk., selaku wali amanat dalam Penawaran Umum Berkelanjutan
       Obligasi Berkelanjutan V Tahap.

       Rencana Penawaran Umum Berkelanjutan V telah dicatatkan oleh OJK berdasarkan surat
       OJK No. S-3174/PL.111/2024 tertanggal 27 Desember 2024.

9.     Untuk melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I,
       Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari Direksi, Dewan Komisaris dan seluruh
       Pemegang Saham Perseroan sebagaimana dimuat dalam Persetujuan Direksi, Persetujuan
       Dewan Komisaris dan Persetujuan Pemegang Saham yang telah diuraikan di bagian awal
       PSH ini.

       Dengan demikian, berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Persetujuan Direksi,
       Persetujuan Dewan Komisaris dan Persetujuan Pemegang Saham, Perseroan memiliki
       kewenangan untuk menandatangani dan melaksanakan kewajibannya berdasarkan
       Dokumen Transaksi.

10.    Pada tanggal PSH ini, Perseroan tidak memiliki penyertaan modal pada perusahaan lain.

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 16



                                                          157
Page 182
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W




11.    Harta kekayaan Perseroan yang ada pada tanggal PSH ini dikuasai dan/atau dimiliki
       secara sah oleh Perseroan dan harta kekayaan tersebut tidak berada dalam sengketa dengan
       pihak lain.

       Perseroan memiliki kendaraan bermotor berupa 21 (dua puluh satu) unit mobil. Seluruh
       kendaraan bermotor milik Perseroan tersebut di atas telah diasuransikan kepada PT
       Asuransi Astra Buana dengan masa pertanggungan sampai dengan 1 Juni 2026.

       Lebih lanjut, Perseroan memiliki peralatan kantor yang terdapat di kantor pusat dan di
       kantor selain kantor cabang. Terhadap peralatan kantor tersebut, telah diasuransikan
       dengan jenis asuransi: (i) Moveable Property Insurance; dan (ii) Fire Insurance (PSAKI) kepada
       PT Asuransi Astra Buana dengan masa pertanggungan masing-masing sampai dengan 12
       Juli 2025 dan 1 Juli 2025.

       Perseroan memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual berupa Merek dan Hak Cipta yang
       terdaftar atas nama Perseroan.

       Berdasarkan dokumen yang kami periksa dalam rangka pelaksanaan Uji Tuntas, Perseroan
       memiliki nilai pertanggungan yang memadai untuk menanggung risiko terhadap nilai aset
       Perseroan.

12.    Berdasarkan hasil Uji Tuntas, Perseroan mempekerjakan 221 karyawan, dimana 179 orang
       adalah karyawan tetap dan 42 orang adalah karyawan tidak tetap. Para karyawan
       Perseroan tidak mendirikan serikat pekerja, dan Perseroan telah memenuhi kewajibannya
       sehubungan dengan Upah Minimum yang berlaku bagi Perseroan.

       Semua karyawan Perseroan digaji melalui kantor Perseroan yang berdomisili di Jakarta
       sehingga ketentuan upah minimum yang berlaku bagi Perseroan adalah upah minimum
       wilayah DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 829 Tahun 2024
       tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2025 yakni sebesar Rp5.396.761 (lima juta tiga ratus
       sembilan puluh enam ribu tujuh ratus enam puluh satu Rupiah). Perseroan telah memenuhi
       ketentuan upah minimum yang dibuktikan dengan Slip Gaji terendah bulan Januari 2025
       adalah sebesar Rp6.345.404 (enam juta tiga ratus empat puluh lima ribu empat ratus empat
       Rupiah).

       Perseroan telah memenuhi kewajiban untuk membuat laporan ketenagakerjaan dan
       didaftarkan dengan Nomor Pelaporan 12520.20250114.0002 tertanggal 14 Januari 2025 dan
       Perseroan berkewajiban untuk melaporkan kembali tanggal 14 Januari 2026.

       Peraturan Perusahaan

       Perseroan telah memiliki Peraturan Perusahaan dan telah mendapatkan pengesahan oleh
       Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 17



                                                          158
Page 183
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W



       berdasarkan     keputusan     NOMOR       KEP.4/HI.00.00/00.0000.240301005/B/VI/2024
       tertanggal 13 Juni 2024. Adapun, merujuk pada keputusan tersebut, Peraturan Perusahaan
       Perseroan berlaku tanggal 13 Juni 2024 sampai dengan 12 Juni 2026.

       Tenaga Kerja Asing

       Sehubungan dengan penggunaan tenaga kerja asing, Perseroan mempekerjakan 1 (satu)
       orang direktur dan 1 (satu) orang komisaris yang berkewarganegaraan asing dengan
       rincian sebagai berikut:
       1. Kiyoshi Kuribara, sebagai Direktur; dan
       2. Takayuki Akiyama, sebagai Komisaris.

       Perseroan telah memperoleh Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (“RPTKA”), untuk
       mempekerjakan:

       1. Kiyoshi Kuribara, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan
          Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Nomor B.3/017228/PK.04.01/II/2025
          tertanggal 13 Februari 2025 tentang Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja
          Asing Perpanjangan pada Surya Artha Nusantara Finance PT, sehingga Perseroan dapat
          mempekerjakan sampai dengan tanggal 23 Februari 2026; dan

       2. Takayuki Akiyama, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan
          Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Nomor B.3/029165/PK.04.01/III/2025
          tertanggal 11 Maret 2025 tentang Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing
          Pemegang Izin Tinggal Pada Surya Artha Nusantara Finance PT, sehingga Perseroan
          dapat mempekerjakan sampai dengan tanggal 21 Mei 2026.

       RPTKA atas nama Kiyoshi Kuribara dan Takayuki Akiyama telah diterbitkan oleh instansi
       yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
       tentang Ketenagakerjaan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6
       Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor
       2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun
       2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 tentang
       Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

       Dana Pensiun

       Perseroan telah mengikutsertakan pegawainya dalam program dana pensiun, yaitu Dana
       Pensiun Astra Dua.

       Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (“BPJS”) Ketenagakerjaan

       Perseroan telah mengikutsertakan tenaga kerjanya (baik karyawan tetap maupun
       karyawan kontrak) dalam sertifikat kepesertaan program Jamsostek Nomor 91AJ2016

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 18



                                                          159
Page 184
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W



       tertanggal 9 Februari 2010 terdaftar atas nama PT Surya Artha Nusantara Finance
       (JJ020135). Sehingga dengan demikian, karyawan Perseroan telah terdaftar secara
       sendirinya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Perseroan telah membayar iuran BPJS
       Ketenagakerjaan.

       Perseroan telah membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk 3 (tiga) bulan terakhir, yaitu
       Maret 2025 sebesar Rp202.654.684 (dua ratus dua juta enam ratus lima puluh empat ribu
       enam ratus delapan puluh empat Rupiah), April 2025 sebesar Rp205.458.100 (dua ratus lima
       juta empat ratus lima puluh delapan ribu seratus Rupiah), dan Mei 2025 sebesar
       Rp205.262.028 (dua ratus lima juta dua ratus enam puluh dua ribu dua puluh delapan
       Rupiah).

       Berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat (4) Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
       Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Peraturan Badan
       Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan
       Atas Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2015
       Tentang Tata Cara Pemberian Nomor, Sertifikat, Perubahan Data Kepesertaan Dan
       Pembayaran Iuran Program Jaminan Pensiun (“Peraturan BPJS TK No. 5/2015”), iuran
       setiap bulan wajib dibayarkan secara lunas paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.
       Dengan demikian pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan Perseroan untuk bulan Juni
       akan jatuh tempo paling lambat 15 Juli 2025.

       BPJS Kesehatan

       Berdasarkan hasil Uji Tuntas, seluruh karyawan Perseroan telah terdaftar dalam program
       BPJS Kesehatan. Perseroan telah membayar iuran BPJS Kesehatan untuk 3 (tiga) bulan
       terakhir, yaitu April 2025 sebesar Rp95.240.208 (sembilan puluh lima juta dua ratus empat
       puluh ribu dua ratus delapan Rupiah), dan Mei 2025 sebesar Rp97.735.208 (sembilan puluh
       tujuh juta tujuh ratus tiga puluh lima ribu dua ratus delapan Rupiah) dan Juni 2025 sebesar
       Rp97.587.608 (sembilan puluh tujuh juta lima ratus delapan puluh tujuh ribu enam ratus
       delapan Rupiah).

13.    Perjanjian-perjanjian penting dan material serta perjanjian-perjanjian kredit yang sampai
       dengan tanggal PSH ini Perseroan menjadi pihak di dalamnya adalah masih berlaku dan
       mengikat Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangan
       yang berlaku. Tidak terdapat ketentuan ataupun pembatasan berdasarkan perjanjian-
       perjanjian penting dan material serta perjanjian-perjanjian kredit yang pada tanggal PSH
       ini merugikan hak pemegang Obligasi PUB V Tahap I atau menghalangi Perseroan untuk
       melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I, serta
       tidak terdapat ketentuan atau pembatasan yang dapat menghalangi rencana penggunaan
       dana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I yang akan
       diterbitkan oleh Perseroan.




Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 19



                                                          160
Page 185
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S           A T        L A W



14.    Pada tanggal PSH ini, Perseroan telah melakukan penyesuaian Perjanjian Pembiayaan
       dengan cara Sewa Pembiayaan (termasuk Jual dan Sewa Balik), Perjanjian Pembiayaan
       Investasi dengan cara Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran, dan Perjanjian
       Pembiayaan dengan cara Anjak Piutang dengan ketentuan persyaratan perjanjian baku
       sebagaimana termuat pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 22 Tahun 2023 tentang
       Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan (“POJK No. 22/2023”)
       dan Surat Edaran OJK No. 13/SEOJK.07/2014 tentang Perjanjian Baku (“SEOJK No.
       13/2014”) dan ketentuan mengenai perjanjian pembiayaan yang terdapat pada POJK No.
       35/2018 sebagaimana terakhir kali diubah dengan POJK No. 46/2024.

15.    Berdasarkan perjanjian-perjanjian penting dan material serta perjanjian-perjanjian kredit
       sampai dengan tanggal PSH ini, Perseroan telah melakukan pemberitahuan rencana
       Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I kepada waliamanat
       sebelumnya dan para krediturnya, sebagai berikut:

       a.    kepada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. melalui                          Surat     Pemberitahuan
             No.054/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 17 Januari 2025;

       b.    kepada   PT   Bank  ANZ      Indonesia     melalui                   Surat       Pemberitahuan
             No.052/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 17 Januari 2025;

       c.    kepada PT Bank Permata Tbk. melalui                         Surat       Pemberitahuan            No.
             056/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 17 Januari 2025;

       d.    kepada Standard Chartered Bank Indonesia melalui Surat Pemberitahuan No.
             053/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 17 Januari 2025;

       e.    kepada PT United Tractors Tbk melalui                        Surat      Pemberitahuan            No.
             055/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 17 Januari 2025;

       f.    kepada PT Bank Mizuho Indonesia melalui                      Surat      Pemberitahuan            No.
             057/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 17 Januari 2025;

       g.    kepada PT Bank Central Asia Tbk melalui                       Surat     Pemberitahuan            No.
             058/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 17 Januari 2025;

       h.    kepada PT Bank SMBC Indonesia melalui                        Surat      Pemberitahuan            No.
             061/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 17 Januari 2025;

       i.    kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melalui Surat Pemberitahuan No.
             059/LSANF/BOD/I/2025 tanggal 17 Januari 2025;

       j.    kepada PT Bank Shinhan Indonesia melalui Surat                           Pemberitahuan           No.
             092/LSANF/BOD/II/2025 tanggal 4 Februari 2025; dan



Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                            PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 20



                                                          161
Page 186
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W



       k.    kepada wali amanat melalui Surat Pemberitahuan No. 060/LSANF/BOD/I/2025
             tanggal 17 Januari 2025.

       Namun demikian, Perseroan tidak membutuhkan persetujuan dari wali amanat dan para
       krediturnya sehubungan dengan pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
       Berkelanjutan V Tahap I.

       Selain dari persyaratan untuk melakukan pemberitahuan sebagaimana disebutkan di atas,
       tidak terdapat ketentuan ataupun pembatasan lain berdasarkan perjanjian-perjanjian
       penting dan material serta perjanjian-perjanjian kredit yang pada tanggal PSH ini
       merugikan hak pemegang Obligasi PUB V Tahap I atau menghalangi Perseroan untuk
       melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I, serta
       tidak terdapat ketentuan atau pembatasan yang dapat menghalangi rencana penggunaan
       dana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I yang akan
       diterbitkan oleh Perseroan.

16.    Dengan merujuk pada Laporan Keuangan Perseroan yang telah diaudit untuk periode
       pembukuan yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan keterangan Perseroan, Penawaran
       Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I tidak menyebabkan Perseroan
       melanggar ketentuan Pasal 79 ayat (1) POJK No. 35/2018 sebagaimana terakhir kali diubah
       dengan POJK No. 46/2024 karena jumlah pinjaman dibandingkan dengan jumlah modal
       sendiri (net worth) dan pinjaman subordinasi dikurangi penyertaan (gearing ratio) Perseroan
       adalah 4,5 (empat koma lima) kali.

17.    Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan penjamin pelaksana emisi Obligasi PUB
       V Tahap I, wali amanat, para profesi penunjang pasar modal, PT Pemeringkat Efek
       Indonesia yang terlibat dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V
       Tahap I. Perseroan tidak memiliki hubungan kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia
       (Persero) Tbk., selaku wali amanat dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
       Berkelanjutan V Tahap I.

18.    Sesuai keterangan Perseroan tingkat kesehatan perusahaan Perseroan per tanggal
       31 Desember 2024 adalah sangat sehat dan telah memenuhi ketentuan yang terdapat dalam
       Pasal 10 ayat (3) POJK No. 28/POJK.05/2020 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Lembaga
       Jasa Keuangan Nonbank (“POJK No. 28/2020”).

19.    Berdasarkan pemeriksaan terhadap keterangan Perseroan dan pernyataan dari setiap
       anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, Perseroan dan setiap anggota Direksi
       dan/atau Dewan Komisaris Perseroan untuk periode sejak tanggal PUB IV Tahap III Tahun
       2024 sampai dengan tanggal PSH ini tidak terlibat dalam suatu proses perkara pidana,
       perkara perdata, perkara kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU),
       perkara perpajakan, perkara sengketa perburuhan, perkara tata usaha negara dan arbitrase
       yang sedang dalam proses pemeriksaan pada lembaga pengadilan dan arbitrase atau dalam
       tahap somasi, kecuali yang diuraikan dibawah ini:

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 21



                                                          162
Page 187
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W




       Pengajuan Gugatan Perdata oleh Perseroan terhadap PT Bank Tabungan Negara
       (Persero) Tbk di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan telah terdaftar dengan Nomor
       Perkara 452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst. tertanggal 17 Juli 2023

       Perseroan mengajukan gugatan hukum perdata yang telah didaftarkan di Pengadilan
       Negeri Jakarta Pusat terkait dengan dana Perseroan sebesar Rp110.000.000.000 (seratus
       sepuluh miliar Rupiah) pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“Bank”) yang
       belum dapat ditarik kembali oleh Perseroan.

       Pada 17 Juli 2023, Perseroan melalui kuasa hukumnya telah mengajukan gugatan terhadap
       Bank di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan terdaftar dengan Nomor Perkara
       452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst. Terhadap gugatan tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
       telah mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa gugatan Perseroan ditolak.

       Atas putusan tersebut, Perseroan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi
       Jakarta pada tanggal 31 Mei 2024 dengan Nomor Perkara 941/PDT/PT.DKI. Terhadap
       putusan tersebut, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah mengeluarkan putusan tertanggal
       24 Juli 2024 yang menyatakan bahwa pengajuan banding Perseroan diterima dan
       menegaskan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst.

       Terhadap putusan banding tersebut, Perseroan melalui melalui kuasa hukumnya telah
       mengajukan upaya hukum kasasi tertanggal 5 Agustus 2024 ke Mahkamah Agung
       Republik Indonesia. Sampai dengan tanggal PSH ini disampaikan, Perseroan masih
       menunggu putusan Kasasi dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

       Gugatan Perdata oleh PT Surya Transportasi Jaya terhadap Perseroan dengan Nomor
       Perkara 1224/Pdt.G/2024/PN.Jkt.Sel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertanggal 25
       November 2024

       Pada tanggal 25 November 2024, PT Surya Transportasi Jaya mengajukan gugatan terhadap
       Perseroan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor Perkara
       1224/Pdt.G/2024/PN.Jkt.Sel terkait jumlah hutang PT Surya Transportasi Jaya kepada
       Perseroan.

       Sampai dengan tanggal PSH ini disampaikan, proses hukum ini masih berjalan dan hasil
       atas pengajuan gugatan masih belum diputuskan.

       Potensi Risiko yang mungkin dihasilkan dari perkara hukum:
       Perkara-perkara hukum tersebut di atas tidak memiliki dampak material dan tidak
       mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan serta tidak akan menghambat atau menghalangi
       rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan.

20.    Informasi yang berkaitan dengan aspek hukum sebagaimana dimuat dalam Prospektus
       terkait Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I tidak
       bertentangan dengan hasil Uji Tuntas yang diuraikan dalam LPSH.

Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 22



                                                          163
Page 188
                                                                   WIYONO PARTNERSHIP
                                                                   A T T O R N E Y S       A T        L A W




Demikian PSH ini kami buat dengan sebenarnya berdasarkan data-data dan dokumen-dokumen
yang kami peroleh selaku Konsultan Hukum yang independen dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan dan kami bertanggung jawab atas PSH ini.


Hormat kami,
WIYONO PARTNERSHIP




Wiyono Sari, S.H., LL.M.
Nomor STTD.KH-276/PJ-1/PM.021/2024

Tembusan:
- Yth. Ketua Otoritas Jasa Keuangan
- Yth. Direksi PT Bursa Efek Indonesia
- Yth. Direksi PT RHB Sekuritas Indonesia
- Yth. Direksi PT Mandiri Sekuritas
- Yth. Direksi PT Indo Premier Sekuritas
- Yth. Direksi PT BRI Danareksa Sekuritas
- Yth. Direksi PT Trimegah Sekuritas




Pendapat dari Segi Hukum No.: 015/WP-WS/LO-SANF/VI/2025                        PT Surya Artha Nusantara Finance

                                                          Hal 23



                                                          164
Page 189
XVI. LAPORAN KEUANGAN




                          1


                    165
Page 190
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
LAPORAN KEUANGAN/FINANCIAL STATEMENTS

31 DESEMBER 2024 DAN 2023/
31 DECEMBER 2024 AND 2023




                      166
Page 191
167
Page 192
168
Page 193
169
Page 194
170
Page 195
171
Page 196
172
Page 197
173
Page 198
174
Page 199
                                  PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

LAPORAN POSISI KEUANGAN                                                     STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,                                                   (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)                                                                   unless otherwise stated)

                                       Catatan/       31 Desember/        31 Desember/
                                        Notes        December 2024       December 2023

ASET                                                                                                                ASSETS
Kas dan kas di bank                       2e                                                      Cash and cash in banks
  - Pihak ketiga                           4                  196,301          344,291                      Third parties -
  - Pihak berelasi                       4, 25                 15,005                2                     Related party -
Piutang sewa pembiayaan -                                                                      Finance lease receivables
  setelah dikurangi penyisihan                                                                         - net of allowance
  kerugian penurunan nilai                                                                     for impairment losses of
  sebesar Rp289.316                                                                                             Rp289,316
  (2023: Rp267.853)                        2f                                                        (2023: Rp267,853)
  - Pihak ketiga                           5                 5,673,289        4,818,705                     Third parties -
  - Pihak berelasi                       5, 25                 191,035          179,070                  Related parties -
Piutang pembiayaan konsumen -                                                                          Consumer financing
  setelah dikurangi penyisihan                                                                       receivables - net of
  kerugian penurunan nilai                                                                    allowance for impairment
  sebesar Rp62.096                                                                                  losses of Rp62,096
  (2023: Rp42.537)                        2g                                                           (2023: Rp42,537)
  - Pihak ketiga                          6                   860,989          518,546                      Third parties -
Tagihan anjak piutang bersih -                                                                 Factoring receivables - net
  setelah dikurangi penyisihan                                                                            of allowance for
  kerugian penurunan nilai                                                                         impairment losses of
  sebesar Rp6.810                                                                                                 Rp6,810
  (2023: Rp3.896)                          2i                                                            (2023: Rp3,896)
  - Pihak ketiga                           8                   73,098           32,497                      Third parties -
  - Pihak berelasi                       8, 25                 79,047           99,840                   Related parties -
Piutang pembiayaan modal usaha -                                                                 Working capital financing
  setelah dikurangi penyisihan                                                                       receivables - net of
  kerugian penurunan nilai                                                                    allowance for impairment
  sebesar Rp6                                                                                               losses of Rp6
  (2023: Rp nihil)                        2h                                                                 (2023: Rp nil)
  - Pihak ketiga                           7                      274                                       Third parties -
Beban dibayar dimuka                                                                                      Prepaid expenses
  - Pihak ketiga                           9                    1,520               524                     Third parties -
  - Pihak berelasi                       9, 25                  1,503             1,108                  Related parties -
Piutang lain-lain                                                                                         Other receivables
  dan uang muka - bersih                   2j                                                        and advances - net
  - Pihak ketiga                          10                   43,157           21,634                      Third parties -
  - Pihak berelasi                      10, 25                 11,905            9,315                     Related party -
Aset derivatif                          2d, 11                 11,150            7,841              Derivative receivables
Aset tetap - bersih                      2l, 12                51,121           48,782                    Fixed assets - net
Aset hak guna - bersih                   2r, 12                 3,898            3,702           Right-of-use assets - net
Aset pajak tangguhan                    2p, 17c                22,615           23,700                  Deferred tax assets
Aset lain-lain                            13                      925              925                           Other assets

JUMLAH ASET                                                  7,236,832        6,110,482                  TOTAL ASSETS




 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak                      The accompanying notes form an integral part
 terpisahkan dari laporan keuangan.                                                           of these financial statements.

                                                  Halaman -1/1-Page
                                                      175
Page 200
                                    PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

LAPORAN POSISI KEUANGAN                                                    STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,                                                  (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)                                                                  unless otherwise stated)

                                       Catatan/        31 Desember/        31 Desember/
                                        Notes         December 2024       December 2023

LIABILITAS                                                                                               LIABILITIES
Pinjaman yang diterima - bersih          2m                                                          Borrowings - net
 - Pihak ketiga                          14                  1,699,742         1,289,576               Third parties -
 - Pihak berelasi                       14, 25               1,492,377         1,320,807              Related party -
Biaya akrual                                                                                       Accrued expenses
 - Pihak ketiga                           19                   29,037             30,879               Third parties -
 - Pihak berelasi                       19, 25                  6,886              7,194              Related party -
Liabilitas pajak                          2p                                                          Taxes liabilities
 - Pajak penghasilan badan               17a                     8,635            23,999      Corporate income tax -
 - Pajak lainnya                         17a                     8,701             7,977                Other taxes -
Utang obligasi - bersih                 2q, 15               2,494,648         2,093,862          Bonds payable - net
Liabilitas sewa                           2r                                                          Lease liabilities
 - Pihak ketiga                           16                    2,037              1,785               Third parties -
 - Pihak berelasi                       16, 25                    191                369              Related party -
Liabilitas imbalan kerja                2n, 26                 29,484             20,817   Employee benefits obligation
Utang lain-lain                                                                                       Other payables
 - Pihak ketiga                          18                   132,493            176,118               Third parties -
 - Pihak berelasi                       18, 25                 54,781             54,604            Related parties -

Jumlah liabilitas                                            5,959,012         5,027,987                  Total liabilities

EKUITAS                                                                                                           EQUITY
Modal saham - nilai nominal                                                                    Share capital - par value
  Rp1.000 per saham                                                                                Rp1,000 per share
  (dalam satuan penuh)                                                                                 (in full amount)
  - Modal dasar - 2.000.000.000                                                                           Authorised -
      saham                                                                                  2,000,000,000 shares
  - Modal ditempatkan dan disetor                                                               Issued and fully paid -
      penuh - 574.885.067 saham           18                  574,885            574,885       574,885,067 shares
                                                                                               Capital paid in excess of
Agio saham                                18                    47,937            47,937                      par value
Cadangan lindung nilai arus kas           11                      (789)              738     Cash flow hedging reserve
Saldo laba                                                                                            Retained earnings
  - Dicadangkan                           19                      475                450                Appropriated -
  - Belum dicadangkan                                         655,312            458,485             Unappropriated -

Jumlah ekuitas                                               1,277,820         1,082,495                     Total equity

JUMLAH LIABILITAS                                                                             TOTAL LIABILITIES AND
  DAN EKUITAS                                                7,236,832         6,110,482                   EQUITY




 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak                     The accompanying notes form an integral part
 terpisahkan dari laporan keuangan.                                                          of these financial statements.

                                                  Halaman -1/2-Page
                                                      176
Page 201
                                  PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

LAPORAN LABA RUGI DAN                                                    STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                OTHER COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                       FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,                                                 (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)                                                                 unless otherwise stated)

                                       Catatan/        31 Desember/       31 Desember/
                                        Notes         December 2024      December 2023

PENDAPATAN                                                                                                   INCOME
Sewa pembiayaan                       2o, 22a, 25            694,109           608,642                  Finance lease
Pembiayaan konsumen                    2o, 22b               100,242            67,299            Consumer financing
Anjak piutang                         2o, 22c, 25             19,845            15,001                      Factoring
Pembiayaan modal usaha                 2o, 22d                    18                 -       Working capital financing
Pendapatan bunga dan lain-lain         2o, 22e                21,379            23,561      Interest and other income

Jumlah pendapatan                                            835,593           714,503                    Total income

BEBAN                                                                                                      EXPENSES
                                                                                                 Interest and financing
Beban bunga dan keuangan              2o, 23, 25             352,740           313,901                        charges
Beban usaha                           2o, 24, 25             150,430           132,006             Operating expenses
Penyisihan kerugian                                                                                       Allowance for
  penurunan nilai                   2c, 5, 6, 8, 10           61,283            53,643            impairment losses
Beban pajak final                         2p                     852             3,263              Final tax expenses

Jumlah beban                                                 565,305           502,813                  Total expenses

LABA SEBELUM                                                                                        PROFIT BEFORE
  PAJAK PENGHASILAN                                          270,288           211,690               INCOME TAX

BEBAN PAJAK PENGHASILAN                 2p, 17b               (54,337)         (46,266)     INCOME TAX EXPENSE

LABA TAHUN                                                                                               PROFIT FOR
  BERJALAN                                                   215,951           165,424                  THE YEAR

(RUGI)/PENGHASILAN                                                                        OTHER COMPREHENSIVE
  KOMPREHENSIF LAIN:                                                                           (LOSS)/INCOME:

                                                                                               Item that will not be
Pos yang tidak akan                                                                                reclassified to
  direklasifikasi ke laba rugi                                                                      profit or loss
Pengukuran kembali                                                                         Remeasurements of post-
  imbalan pasca kerja                   2n, 26                 (1,638)           2,309       employment benefits
Pajak penghasilan terkait               2p, 17c                   360             (508)          Related income tax

                                                               (1,278)           1,801

                                                                                                    Item that will be
Pos yang akan direklasifikasi                                                                 reclassified to profit
  ke laba rugi                                                                                              or loss
Lindung nilai arus kas                                         (1,958)           1,409             Cash flow hedges
Pajak penghasilan terkait               2p, 17c                   431             (310)           Related income tax
                                                               (1,527)            1,099

(RUGI)/PENGHASILAN KOMPREHENSIF                                                        OTHER COMPREHENSIVE
  LAIN TAHUN BERJALAN,                                                                   (LOSS)/INCOME FOR
  SETELAH PAJAK                                                (2,805)           2,900 THE YEAR, NET OF TAX


JUMLAH PENGHASILAN                                                                     TOTAL COMPREHENSIVE
  KOMPREHENSIF                                                                                 INCOME FOR
  TAHUN BERJALAN                                             213,146           168,324           THE YEAR

LABA PER SAHAM -                                                                           EARNINGS PER SHARE -
  DASAR DAN DILUSIAN                                                                        BASIC AND DILUTED
  (dalam Rupiah penuh)                  2s, 29                   376                288      (in full Rupiah amount)




 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak                    The accompanying notes form an integral part
 terpisahkan dari laporan keuangan.                                                         of these financial statements.

                                                    Halaman -2- Page
                                                      177
Page 202
                                                                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

      LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS                                                                                                                                    STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
      31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                                                                                                31 DECEMBER 2024 AND 2023
      (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                                                                                      (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)


                                                                                                      Cadangan lindung           Saldo laba/Retained earnings
                                                            Modal saham/         Agio saham/Capital     nilai arus kas/                                Belum
                                               Catatan/        Share              paid in excess of   Cash flow hedging       Dicadangkan/          dicadangkan/            Jumlah/
                                                Notes         Capital                 par value             reserve           Appropriated         Unappropriated            Total
      Saldo 1 Januari 2023                                            574,885                47,937                  (361)                 425              291,285                 914,171          Balance at 1 January 2023

      Laba bersih tahun berjalan                                             -                    -                       -                   -             165,424                 165,424               Net profit for the year

      Pengukuran kembali                                                                                                                                                                                  Remeasurements of
       imbalan pasca-kerja - bersih               26                         -                    -                       -                   -               1,801                    1,801     post-employee benefits - net

      Keuntungan penyesuaian nilai                                                                                                                                                                Gain on fair value adjustment
       wajar lindung nilai arus kas - bersih                                 -                    -                 1,099                     -                     -                  1,099           cash flow hedge - net

      Alokasi cadangan wajib                                                 -                    -                       -                 25                  (25)                        -   Allocation to statutory reserves

      Saldo 31 Desember 2023                                          574,885                47,937                  738                   450              458,485               1,082,495      Balance at 31 December 2023

      Laba bersih tahun berjalan                                             -                    -                                           -             215,951                 215,951               Net profit for the year

      Pengukuran kembali                                                                                                                                                                                  Remeasurements of
       imbalan pasca-kerja - bersih               26                         -                    -                                           -              (1,278)                  (1,278)    post-employee benefits - net

      Kerugian penyesuaian nilai                                                                                                                                                                  Loss on fair value adjustment




178
       wajar lindung nilai arus kas - bersih                                 -                    -                (1,527)                    -                     -                 (1,527)   cash flow hedge - net

      Dividen                                     21                         -                    -                       -                   -             (17,821)                (17,821)                           Dividend

      Alokasi cadangan wajib                                                 -                    -                       -                 25                  (25)                        -   Allocation to statutory reserves

      Saldo 31 Desember 2024                                          574,885                47,937                  (789)                 475              655,312               1,277,820      Balance at 31 December 2024




       Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.                                                     The accompanying notes form an integral part of these financial statements.


                                                                                                      Halaman -3-Page
Page 203
                                    PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

LAPORAN ARUS KAS                                                                STATEMENTS OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                        FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                        31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,                                                 (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)                                                                 unless otherwise stated)

                                      Catatan/      31 Desember/        31 Desember/
                                       Notes       December 2024       December 2023


                                                                                         Cash flows from operating
Arus kas dari aktivitas operasi                                                                           activities
 Penerimaan kas dari:                                                                            Cash received from:
- Pelanggan                                              7,106,555          5,763,483                    Customers -
- Bunga bank                                                 3,407             13,050            Interest from bank -
- Lain - lain                                                7,738             24,398                         Others -

Jumlah penerimaan kas                                    7,117,700          5,800,931             Total cash receipts

Pengeluaran kas untuk:                                                                       Cash disbursements for:
- Pembayaran ke pemasok                                  (7,621,879)       (6,227,152)         Payment to suppliers -
                                                                                              Interest and financing -
-   Beban bunga dan keuangan                              (347,851)          (304,959)                     charges
-   Beban usaha                                           (116,297)          (115,860)          Operating expenses -
-   Pajak penghasilan badan              17                (67,825)           (47,476)         Corporate income tax -
-   Pajak penghasilan lain-lain                            (30,225)           (26,115)             Other income tax -
-   Lain-lain                                              (12,695)              (713)                        Others -

Jumlah pengeluaran kas                                   (8,196,772)       (6,722,275)     Total cash disbursements


Arus kas bersih digunakan untuk                                                              Net cash flows used in
  aktivitas operasi                                      (1,079,072)         (921,344)        operating activities

                                                                                                  Cash flows from
Arus kas dari aktivitas investasi                                                            investing activities
Pembelian aset tetap                     12                  (9,023)          (11,814)      Purchase of fixed assets
Penjualan aset tetap                     12                     817                 -          Sales of fixed assets

Arus kas bersih digunakan                                                                    Net cash flows used in
  untuk aktivitas investasi                                  (8,206)          (11,814)        investing activities

Arus kas dari aktivitas                                                                            Cash flows from
  pendanaan                                                                                   financing activities
Penerimaan pinjaman                      30              5,172,628          1,646,628       Proceed from borrowings
Penerimaan atas obligasi                                                                        Proceeds from bonds
  yang diterbitkan                       15                 750,000         1,500,000                     issuance
Pembayaran pinjaman                      30              (4,598,807)       (2,140,030)        Payment of borrowings
Pembayaran utang obligasi                15                (350,000)         (150,000)             Payment of bonds
                                                                                                          Payment of
Pembayaran liabilitas sewa                                  (1,646)            (1,269)              lease liabilities
Pembayaran dividen                       21                (17,821)                 -            Payment of dividend

                                                                                                    Net cash flows
Arus kas bersih diperoleh dari                                                                     provided from
  aktivitas pendanaan                                      954,354            855,329         financing activities

                                                                                                    Net decrease in
Penurunan bersih kas                                                                               cash and cash
  dan kas di bank                                         (132,924)           (77,829)               equivalents

                                                                                            Adjustments of foreign
                                                                                            exchange differences
Penyesuaian atas selisih kurs                                                                   in cash and cash
  dari saldo kas dan kas di bank                                (63)             316                 equivalents

Kas dan kas di bank pada                                                                   Cash and cash in banks
 awal tahun                              4                 344,293            421,806       at beginning of year

Kas dan kas di bank pada akhir           4                                                 Cash and cash in banks
  tahun                                                    211,306            344,293             at end of year




                                                 Halaman -4-Page
                                                   179
Page 204
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1.   INFORMASI UMUM                                          1.   GENERAL INFORMATION

     a.   Pendirian dan informasi umum                            a. Establishment and general information

          PT    Surya    Artha    Nusantara   Finance                 PT Surya Artha Nusantara Finance (the
          (“Perseroan”)   didirikan    dengan   nama                  “Company”) was established under the name
          PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta                       of PT Sangga Loka Subur based on Notarial
          Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H.,                Deed of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya, S.H.,
          No. 58, tanggal 25 Agustus 1983. Akta                       No. 58 dated 25 August 1983. The deed was
          pendirian ini telah disetujui oleh Menteri                  approved by the Minister of Justice of the
          Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal                   Republic of Indonesia on 19 January 1984
          19 Januari 1984 melalui Surat Keputusan                     based on its Decision Letter No.C2-423
          No. C2-423 HT01.01-Th84, dan didaftarkan                    HT01.01-Th84, and registered in Register
          dalam Buku Register di Pengadilan Negeri                    Book at Central Jakarta District Court
          Jakarta    Pusat      No.697/1984   tanggal                 No.697/1984 dated 6 March 1984, and also
          6 Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita                  published in State Gazette No. 38 dated
          Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal                    15 May 1984, Supplement No. 484.
          15 Mei 1984, Tambahan Berita Negara
          Republik Indonesia No. 484.

          Untuk     menyesuaikan    Anggaran     Dasar                To align the Company's Articles of
          Perseroan dengan             Undang-Undang                  Association with Law No. 40 of 2007
          No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan                         concerning Limited Liability Companies, the
          Terbatas, Anggaran Dasar Perseroan telah                    Articles of Association have been amended
          mengalami perubahan yang dimuat dalam                       as stated in the Notarial Deed of Benny
          Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 81                 Kristianto,    S.H.,    No.    81     dated
          tanggal 13 Agustus 2008. Perubahan ini telah                13 August 2008. The changes had been
          disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi                  approved by the Minister of Law and Human
          Manusia Republik Indonesia melalui Surat                    Rights of Republic of Indonesia through its
          Keputusannya No. AHU-62964.AH.01.02.                        Decision Letter No. AHU-62964.AH.01.02.
          Tahun 2008 tanggal 15 September 2008, dan                   Year 2008 dated 15 September 2008, and
          didaftarkan dalam Daftar Perseroan di Kantor                registered in Company Registration Office of
          Pendaftaran Perseroan Jakarta Selatan                       South Jakarta No.2531/ RUB 09.03/XII/2008
          No.2531/RUB       09.03/XII/2008     tanggal                dated 23 December 2008, and also published
          23 Desember 2008, serta diumumkan dalam                     in      State      Gazette      No.      89
          Berita     Negara      Republik   Indonesia                 dated 4 November 2008, Supplement No.
          No. 89 tanggal 4 November 2008, Tambahan                    22169.
          No. 22169.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami                    The Articles of Association have been
          beberapa kali dan yang terakhir berdasarkan                 amended several times and the latest by
          Akta Notaris Wiwik Condro, S.H., No. 53                     Notarial Deed of Wiwik Condro, S.H., No. 53
          tanggal 14 September 2022 mengenai                          dated 14 September 2022 concerning the
          penyesuaian maksud dan tujuan serta                         alignment of its objective and purpose as well
          kegiatan    usaha    Perseroan      terhadap                as business activities with the Article 2
          Pasal 2 ayat 2 Peraturan Otoritas Jasa                      Paragraph 2 of Financial Services Authority
          Keuangan Nomor 35 Tahun 2018 tentang                        Regulation      Number       35/POJK.05/2018
          Penyelenggaraan      Usaha       Perusahaan                 regarding the Organisation of the Business
          Pembiayaan. Perubahan ini telah disetujui oleh              Activities of Financing Companies. The
          Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia                         changes had been approved by the Minister
          Republik     Indonesia     melalui      Surat               of Law and Human Rights of Republic of
          Keputusannya No. AHU-0066835.AH.01.02                       Indonesia through its Decision Letter
          Tahun 2022 tanggal 16 September 2022, dan                   No. AHU-0066835.AH.01.02           Year 2022
          didaftarkan    dalam   Daftar      Perseroan                dated 16 September 2022, and registered in
          No. AHU-0184479.AH.01.11 Tahun 2022                         the Company Registration Office of Jakarta
          tanggal 16 September 2022.                                  No. AHU-0184479.AH.01.11 Year 2022
                                                                      dated 16 September 2022.




                                                  Halaman -5/1-Page
                                                     180
Page 205
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1.   INFORMASI UMUM (lanjutan)                               1.   GENERAL INFORMATION (continued)

     a.   Pendirian dan informasi umum (lanjutan)                 a. Establishment and general information
                                                                     (continued)

          Perseroan memperoleh izin usaha dalam                       The Company obtained its license to operate
          bidang     usaha    lembaga      pembiayaan                 as a financing company from the Minister of
          dari Menteri Keuangan Republik Indonesia                    Finance of the Republic of Indonesia based
          berdasarkan         Surat         Keputusan                 on         its      Decision         Letter
          No.1660/KMK.013/1990                 tanggal                No.        1660/KMK.013/1990          dated
          31 Desember      1990.    Perseroan    mulai                31 December 1990. The Company
          beroperasi secara komersial pada tahun 1985.                commenced its commercial operations in
                                                                      1985.

          Perseroan bergerak di bidang (a) pembiayaan                 The Company is engaged in (a) investment
          investasi dengan cara sewa pembiayaan, jual                 financing through finance lease, sales and
          dan sewa balik, anjak piutang dengan                        leaseback, factoring with recourse, factoring
          pemberian jaminan dari penjual piutang, anjak               without recourse, installment financing,
          piutang tanpa pemberian jaminan dari penjual                project financing, and infrastructure financing;
          piutang, pembelian dengan pembayaran                        (b) working capital financing through sales
          secara angsuran, pembiayaan proyek, dan                     and leaseback, factoring with recourse,
          pembiayaan infrastruktur; (b) pembiayaan                    factoring without recourse, and working
          modal kerja dengan cara jual dan sewa balik,                capital facility; (c) multipurpose financing
          anjak piutang dengan pemberian jaminan dari                 through finance lease, installment financing,
          penjual piutang, anjak piutang tanpa                        and fund facilities; (d) other financing
          pemberian jaminan dari penjual piutang, dan                 business activities based on the approval of
          fasilitas modal usaha;      (c) pembiayaan                  the Financial Services Authority; and (e)
          multiguna dengan cara sewa pembiayaan,                      operational     lease    financing     business
          pembelian dengan pembayaran secara                          activities and/or fee-based activities.
          angsuran, dan fasilitas dana; (d) kegiatan
          usaha     pembiayaan     lain    berdasarkan
          persetujuan Otoritas Jasa Keuangan; dan
          (e) kegiatan usaha pembiayaan sewa operasi
          (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis
          imbal jasa.

          Kantor pusat Perseroan berdomisili di 18 Office             The Company’s head office is located at
          Park Lantai 23, Jalan T.B. Simatupang No. 18,               18 Office Park 23rd Floor, Jalan T.B.
          Jakarta 12520. Perseroan juga mempunyai 15                  Simatupang No. 18, Jakarta 12520. The
          jaringan pemasaran (tidak diaudit) yang                     Company also has 15 marketing network
          berlokasi di Medan, Pekanbaru, Palembang,                   offices (unaudited) located in Medan,
          Jambi, DKI Jakarta, Surabaya, Makassar,                     Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI Jakarta,
          Banjarmasin,      Balikpapan,     Samarinda,                Surabaya,     Makassar,     Banjarmasin,
          Pontianak, dan Semarang.                                    Balikpapan, Samarinda, Pontianak, and
                                                                      Semarang.

          Entitas induk langsung Perseroan adalah                     The Company’s immediate parent company
          PT Sedaya Multi Investama (“SMI”),                          is PT Sedaya Multi Investama (“SMI”), a
          perusahaan yang berdomisili di Indonesia,                   company domiciled in Indonesia and its
          sedangkan entitas induk utama Perseroan                     ultimate parent company is Jardine Matheson
          adalah Jardine Matheson Holdings Limited,                   Holdings Limited, a company domiciled in
          perusahaan yang berdomisili di Bermuda.                     Bermuda.




                                                  Halaman -5/2-Page
                                                     181
Page 206
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)          (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1.   INFORMASI UMUM (lanjutan)                                     1.    GENERAL INFORMATION (continued)

     b. Surat berharga yang diterbitkan                                  b. Securities issued

         Obligasi                                                           Bonds

                                   Tanggal                              Jumlah                      Tanggal
                                    efektif/                             pokok/      Jangka      jatuh tempo/    Tingkat
                                   Effective     Persetujuan/           Nominal      waktu/         Maturity     bunga/
             Nama/Name               date         Approval                value       Tenor          date     Interest rate

         Obligasi Berkelanjutan    06 Juni/     Dinyatakan       Seri/Series      Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B:
         IV SANF dengan           June 2022     efektif oleh     B: 600,000       36 bulan/      10 Juni/June 7.05%
         Tingkat Suku Bunga                     Otoritas Jasa                     months         2025
         Tetap Tahap I Tahun                    Keuangan,
         2022 (“Obligasi                        berdasarkan
         Berkelanjutan IV                       Surat Keputusan
         SANF dengan Tingkat                    No.
         Suku Bunga Tetap                       S-90/D.04/2022/
         Tahap I Tahun                          Became
         2022”)/SANF Shelf                      effective by
         Registration Bond IV                   Financial
         with Fixed Interest                    Services
         Rate Phase I Year                      Authority in its
         2022 (“SANF Shelf                      letter No. S-
         Registration Bond IV                   90/D.04/2022
         with Fixed Interest
         Rate Phase I Year
         2022”)

         Obligasi Berkelanjutan    16 Maret/    Dinyatakan          Seri/Series   Seri/Series A: Seri/Series A: Seri/Series A:
         IV SANF dengan           March 2023    efektif oleh        A: 350,000    370 hari/      26 Maret/      6.00%
         Tingkat Suku Bunga                     Otoritas Jasa                     days           March 2024
         Tetap Tahap II Tahun                   Keuangan,
         2023 (“Obligasi                        berdasarkan
         Berkelanjutan IV                       Surat               Seri/Series   Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B:
         SANF dengan Tingkat                    Keputusan No.       B: 900,000    36 bulan/      16 Maret/      7.00%
         Suku Bunga Tetap                       S-90/D.04/2022/                   Months         March 2026
         Tahap II Tahun                         Became
         2023”)/SANF Shelf                      effective by        Seri/Series   Seri/Series    Seri/Series    Seri/Series C:
         Registration Bond IV                   Financial           C:250,500     C: 60 bulan/   C: 16 Maret/   7.25%
         with Fixed Interest                    Services                          months         March 2028
         Rate Phase II Year                     Authority in its
         2023 (“SANF Shelf                      letter No. S-
         Registration Bond IV                   90/D.04/2022
         with Fixed Interest
         Rate Phase II Year
         2023”)

         Obligasi Berkelanjutan    20 Juni/     Dinyatakan          Seri/Series   Seri/Series A: Seri/Series A: Seri/Series A:
         IV SANF dengan           June 2024     efektif oleh        A: 200,000    370 hari/      30 Juni/June 6.70%
         Tingkat Suku Bunga                     Otoritas Jasa                     days           2025
         Tetap Tahap III Tahun                  Keuangan,
         2024 (“Obligasi                        berdasarkan
         Berkelanjutan IV                       Surat               Seri/Series   Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B:
         SANF dengan Tingkat                    Keputusan No.       B: 550,000    36 bulan/      20 Juni/June 7.00%
         Suku Bunga Tetap                       S-90/D.04/2022/                   months         2027
         Tahap III Tahun                        Became
         2024”)/SANF Shelf                      effective by
         Registration Bond IV                   Financial
         with Fixed Interest                    Services
         Rate Phase III Year                    Authority in its
         2024 (“SANF Shelf                      letter No. S-
         Registration Bond IV                   90/D.04/2022
         with Fixed Interest
         Rate Phase III Year
         2024”)



                                                  Halaman -5/3-Page
                                                     182
Page 207
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                        31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)        (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1.   INFORMASI UMUM (lanjutan)                                   1.   GENERAL INFORMATION (continued)
     c. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite                        c. Board of Commissioners, Board of
        Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi,                           Directors, Audit Committee, Nomination
        Komite Pemantau Risiko, Satuan Kerja                             and Remuneration Committee, Risk
        Audit Internal, dan Sekretaris Perseroan                         Monitoring Committee, Internal Audit Unit,
                                                                         and Corporate Secretary

         Susunan anggota Dewan Komisaris dan                            The composition of the Company’s Board of
         Dewan Direksi Perseroan pada tanggal                           Commissioners and Board of Directors as at
         31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai                       31 December 2024 and 2023 are as follows:
         berikut:
                                             31 Desember/                  31 Desember/
                                            December 2024                  December 2023

                                                                                                              Board of
         Dewan Komisaris:                                                                               Commissioners:
                                                                                                              President
         Presiden Komisaris                  FXL Kesuma                   FXL Kesuma                      Commissioner
         Komisaris                          Arietta Adrianti             Arietta Adrianti                 Commissioner
         Komisaris                         Takayuki Akiyama             Masamichi Takeda                  Commissioner
                                                                                                           Independent
         Komisaris Independen               Buntoro Muljono              Buntoro Muljono                  Commissioner
                                                                                                           Independent
         Komisaris Independen              Handoko Pranoto               Handoko Pranoto                  Commissioner
         Dewan Direksi:                                                                              Board of Directors:
         Presiden Direktur             Wempy Kunto Wiambodo           Wempy Kunto Wiambodo             President Director
         Direktur Keuangan                Handy Hartono                  Handy Hartono                  Finance Director
         Direktur Operasi                 Handri Susanto                 Handri Susanto               Operation Director
                                                                                                       Risk Management
         Direktur Manajemen Risiko          Kiyoshi Kuribara             Kiyoshi Kuribara                        Director

         Susunan Komite Audit Perseroan adalah                          The Company’s Audit Committee are as
         sebagai berikut:                                               follows:

                                              31 Desember/                 31 Desember/
                                             December 2024                 December 2023

         Ketua                             Handoko Pranoto               Handoko Pranoto                         Chairman
         Anggota                         Eduardus Paulus Supit         Eduardus Paulus Supit                      Member
         Anggota                           Lukito Dewandaya              Lukito Dewandaya                         Member

         Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi                          The   Company’s      Nomination        and
         Perseroan adalah sebagai berikut:                               Remuneration Committee are as follows:

                                              31 Desember/                  31 Desember/
                                             December 2024                 December 2023

         Ketua                              Buntoro Muljono               Buntoro Muljono                         Chairman
         Anggota                             FXL Kesuma                    FXL Kesuma                              Member
         Anggota                           Theresia S. Nayuti            Theresia S. Nayuti                        Member

         Susunan Komite Pemantau Risiko Perseroan                       The Company’s Risk Monitoring Committee
         adalah sebagai berikut:                                        are as follows:

                                             31 Desember/                  31 Desember/
                                            December 2024                 December 2023

         Ketua                            Buntoro Muljono               Buntoro Muljono                         Chairman
         Anggota                          Handoko Pranoto               Handoko Pranoto                          Member
         Anggota                        Eduardus Paulus Supit         Eduardus Paulus Supit                      Member

         Berdasarkan      Surat   Keputusan     Direksi                 Based on Decision Letter of the Company’s
         No.      7/SANF/SK-BOD/XII/2022       tanggal                  Board of Directors No. 7/SANF/SK-
         30 Desember 2022 yang efektif terhitung sejak                  BOD/XII/2022 dated 30 December 2022
         tanggal 1 Januari 2023, Kepala Satuan Kerja                    which effective as of 1 January 2023, the
         Audit Internal pada tanggal 31 Desember 2024                   Head of Internal Audit as at 31 December
         dan 2023 adalah Tania Arthadora Saragih.                       2024 and 2023 is Tania Arthadora Saragih.


                                                  Halaman -5/4-Page
                                                     183
Page 208
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1.   INFORMASI UMUM (lanjutan)                               1.   GENERAL INFORMATION (continued)

     c.   Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite                  c. Board of Commissioners, Board of
          Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi,                     Directors, Audit Committee, Nomination
          Komite Pemantau Risiko, Satuan Kerja                       and Remuneration Committee, Risk
          Audit Internal, dan Sekretaris Perseroan                   Monitoring Committee, Internal Audit
          (lanjutan)                                                 Unit, and Corporate Secretary (continued)

          Berdasarkan     Surat   Keputusan   Direksi                  Based on Decision Letter of the
          No. 312/LSANF/BOD/V/2019 tanggal 22 Mei                      Company’s Board of Directors No.
          2019, Sekretaris Perseroan pada tanggal 31                   312/LSANF/BOD/V/2019 dated 22 May 2019,
          Desember 2024 dan 2023 adalah Davin                          the   Corporate   Secretary    as    at
          Susanto.                                                     31 December 2024 and 2023 is Davin
                                                                       Susanto.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan                     As at 31 December 2024, the Company has
          mempunyai 220 karyawan (tidak diaudit)                       220 employees (unaudited) (31 December
          (31    Desember   2023:  205   karyawan                      2023: 205 employees (unaudited)).
          (tidak diaudit)).


2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL ACCOUNTING POLICIES

     Laporan keuangan disusun dan diotorisasi oleh                The financial statements have been prepared
     Dewan Direksi untuk terbit pada tanggal                      and authorised by the Board of Directors for
     13 Juni 2025.                                                issuance on 13 June 2025.

     Berikut ini adalah kebijakan akuntansi utama yang            Presented below are the principal accounting
     diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan.                policies adopted in preparing the financial
                                                                  statements.

     a.   Dasar penyusunan laporan keuangan                       a.   Basis of preparation

          Laporan keuangan Perseroan telah disusun                     The Company’s financial statements have
          dan disajikan sesuai dengan Standar                          been     prepared     and    presented     in
          Akuntansi Keuangan di Indonesia yang                         accordance with the Indonesian Financial
          mencakup Pernyataan Standar Akuntansi                        Accounting Standards which comprise of
          Keuangan ("PSAK"), Interpretasi Standar                      Statements of Financial Accounting
          Akuntansi Keuangan ("ISAK") yang diterbitkan                 Standards ("SFAS"), Interpretation of
          oleh Ikatan Akuntan Indonesia, serta peraturan               Financial Accounting Standards (“ISAK”)
          regulator pasar modal yaitu Peraturan No.                    issued by Institute of Indonesian Chartered
          VIII.G.7      tentang      “Penyajian      dan               Accountant, and capital market regulator
          Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten                         regulations, which is Regulation No. VIII.G.7
          dan Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam                 regarding        “Financial      Statements
          surat keputusan No. KEP-347/BL/2012.                         Presentation and Disclosure of Issuers or
          Peraturan tersebut sekarang merupakan                        Public Companies”, enclosed in the
          regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").                decision letter No. KEP-347/BL/2012. The
                                                                       regulation is now a regulation under
                                                                       Indonesian Financial Services Authority
                                                                       ("OJK").

          Laporan keuangan disusun berdasarkan                          The financial statements have been
          konsep harga perolehan, kecuali untuk aset                    prepared under the historical cost
          dan liabilitas keuangan yang ditetapkan dan                   convention, except for financial assets and
          efektif sebagai instrumen lindung nilai, yang                 liabilities designated and effective as
          diukur berdasarkan nilai wajar. Laporan                       hedging instruments, which are measured at
          keuangan disusun berdasarkan akuntansi                        fair value. The financial statements are
          berbasis akrual, kecuali laporan arus kas.                    prepared under the accrual basis of
                                                                        accounting, except for the statements of
                                                                        cash flows.

          Laporan arus kas disusun menggunakan                          The statements of cash flows are prepared
          metode langsung dengan mengelompokkan                         based on the direct method by classifying
          arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi                cash flows into operating, investing and
          dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus                      financing activities. For the purpose of the
          kas, kas dan kas di bank mencakup kas dan                     statements of cash flows, cash and cash in
          kas    di    bank   yang     tidak    dibatasi                banks include cash on hand and cash in
          penggunaannya dan tidak digunakan sebagai                     banks which are not restricted and pledged
          jaminan pinjaman.                                             as collateral for any borrowings.


                                                  Halaman -5/5-Page
                                                     184
Page 209
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL          ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     a.   Dasar penyusunan          laporan     keuangan          a.   Basis of preparation (continued)
          (lanjutan)

          Mata uang pelaporan yang digunakan dalam                      The reporting currency used in the financial
          laporan keuangan adalah mata uang Rupiah                      statements is Rupiah (“Rp”) which is also
          (“Rp”) yang juga merupakan mata uang                          the Company’s functional currency. The
          fungsional. Angka-angka yang disajikan dalam                  figures   presented     in   the   financial
          laporan keuangan, kecuali bila dinyatakan                     statements, unless otherwise stated, are
          secara khusus, adalah dibulatkan dalam jutaan                 rounded in millions of Rupiah.
          Rupiah.

          Kecuali dinyatakan di bawah ini, kebijakan                    Except as this disclosed below, the
          akuntansi telah diterapkan secara konsisten                   accounting policies applied are consistent
          dengan laporan keuangan pada tanggal                          with those of the financial statements as at
          31 Desember 2023, yang telah sesuai dengan                    31 December 2023, which confirm to the
          Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.                      Indonesian Financial Accounting Standards.

          Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan                     The preparation of financial statements in
          Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia                       conformity with Indonesian Financial
          mengharuskan penggunaan estimasi dan                          Accounting Standards requires the use of
          asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan                        certain critical accounting estimates and
          manajemen untuk membuat pertimbangan                          assumptions. It also requires management
          dalam proses penerapan kebijakan akuntansi                    to exercise its judgement in the process of
          Perseroan. Area yang kompleks atau                            applying the Company’s accounting
          memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih                    policies. The areas involving a higher
          tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi                  degree of judgement or complexity, or areas
          dapat berdampak signifikan terhadap laporan                   where assumptions and estimates are
          keuangan diungkapkan di Catatan 3.                            significant to the financial statements are
                                                                        disclosed in Note 3.

          Perubahan pada pernyataan standar                            Changes to the statement of financial
          akuntansi keuangan dan interpretasi                          accounting          standards        and
          pernyataan standar akuntansi keuangan                        interpretations of statement of financial
                                                                       accounting standards

          Berikut ini adalah standar akuntansi keuangan,                The following are financial accounting
          perubahan, dan interpretasi standar akuntansi                 standard, amendments and interpretation of
          keuangan yang berlaku efektif sejak                           financial accounting standard which become
          1 Januari 2024:                                               effective 1 January 2024:

          -   Amendemen PSAK 201: “Penyajian                            -   Amendment of SFAS 201: “Presentation
              Laporan Keuangan” - liabilitas jangka                         of Financial Statements” - Long-term
              panjang dengan kovenan;                                       liabilities with covenant;
          -   Amendemen PSAK 116: “Sewa” -                              -   Amendment of SFAS 116: “Leases” -
              Liabilitas Sewa pada transaksi jual dan                       Lease liability in sale-and-lease back
              sewa-balik; dan                                               transactions; and
          -   Amendemen PSAK 207: “Laporan Arus                         -   Amendment of SFAS 207: “Statement of
              Kas”                                                          Cash Flows”

          Implementasi dari standar-standar tersebut                    The implementation of the above standards
          tidak menghasilkan perubahan substansial                      did not result in substantial changes to the
          terhadap kebijakan akuntansi Perseroan dan                    Company’s accounting policies and had no
          tidak memiliki dampak yang material terhadap                  material impact to the financial statements
          laporan keuangan di periode berjalan atau                     for current period or prior financial years.
          tahun sebelumnya.

          Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan                       The Financial Accounting Standard Board of
          Akuntan      Indonesia   (“DSAK-IAI”)     telah               Indonesia Institute of Accountants (“DSAK-
          menerbitkan standar baru, amendemen, dan                      IAI”) has issued the following new standards,
          interpretasi yang berlaku efektif pada tanggal                amendments, and interpretation which are
          1 Januari 2025 sebagai berikut:                               effective as at 1 January 2025:

          -   PSAK 117: “Kontrak Asuransi”; dan                         -   SFAS 117: “Insurance Contracts”; and
          -   Amendemen PSAK 221: “Pengaruh                             -   Amendment of SFAS 221 “The Effects
              Perubahan Kurs Valuta Asing” -                                of Changes in Foreign Exchanges
              Kekurangan Ketertukaran                                       Rates” - Lack of Exchangeability


                                                  Halaman -5/6-Page
                                                     185
Page 210
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL            ACCOUNTING            POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     a.   Dasar penyusunan          laporan     keuangan          a.   Basis of preparation (continued)
          (lanjutan)

          Perubahan pada pernyataan standar                            Changes to the statement of financial
          akuntansi keuangan dan interpretasi                          accounting          standards        and
          pernyataan standar akuntansi keuangan                        interpretations of statement of financial
          (lanjutan)                                                   accounting standards (continued)

          Pada saat penerbitan laporan keuangan                         As at the authorisation date of these
          Perseroan masih mempelajari dampak yang                       financial statements, the Company is still
          mungkin timbul dari penerapan standar baru                    evaluating the potential impact of these new
          dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada                    and revised standards to the Company’s
          laporan keuangan Perseroan.                                   financial statements.

     b.   Penjabaran mata uang asing                              b.    Foreign currency translation

          Perseroan     menyelenggarakan       catatan                  The Company maintains its accounting
          akuntansinya dalam Rupiah Indonesia                           records in Indonesian Rupiah as the
          sebagai mata uang fungsional. Transaksi                       functional       currency.       Transactions
          dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam                     denominated in a foreign currency are
          mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs                      translated into Rupiah at the exchange rate
          yang berlaku pada tanggal transaksi.                          prevailing at the date of the transactions.

          Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset                    At the financial position date, monetary
          dan liabilitas moneter dalam mata uang asing                  assets and liabilities in foreign currencies
          dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada                      are translated at the exchange rates
          tanggal laporan posisi keuangan.                              prevailing at that date.

          Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang                     Foreign exchange gains and losses resulting
          timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata                 from the settlement of foreign currency
          uang asing dan dari penjabaran aset dan                       transactions and from the translation of
          liabilitas moneter dalam mata uang asing                      monetary assets and liabilities denominated
          diakui di dalam laba rugi, kecuali apabila                    in foreign currencies are recognised in profit
          ditangguhkan di dalam ekuitas sebagai                         or loss, except when recognised in equity as
          lindung nilai arus kas yang memenuhi syarat.                  qualifying cash flow hedges.


          Kurs nilai tukar utama yang digunakan adalah                  The main exchange rates used are the Bank
          kurs tengah Bank Indonesia. Berikut ini adalah                Indonesia middle rate. Below are the
          kurs nilai tukar yang digunakan (nilai penuh):                exchange rate used (full amount):


                                          31 Desember/        31 Desember/
                                         December 2024       December 2023

          1 Dolar Amerika Serikat                                                             1 United States Dollar
             (“Dolar AS”)                          16,162                15,416                           (“USD”)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan                            c.    Financial assets and liabilities
          Perseroan      mengklasifikasikan instrumen                   The Company classified its financial
          keuangan dalam bentuk aset keuangan dan                       instruments into financial assets and
          liabilitas keuangan.                                          liabilities.

          (i) Aset keuangan                                             (i)   Financial assets

              Sesuai dengan PSAK 109, Perseroan                               In accordance with SFAS 109,
              mengklasifikasikan aset keuangannya                             Company classifies its financial assets
              dalam kategori:                                                 into three categories:
              (a) aset keuangan yang diukur pada                              (a) at amortised cost;
                   nilai perolehan yang diamortisasi;
              (b) aset keuangan yang diukur pada                              (b) fair    value    through    other
                   nilai wajar melalui penghasilan                                 comprehensive income (FVOCI);
                   komprehensif lain (FVOCI); dan                                  and
              (c) aset keuangan yang diukur pada                              (c) fair value through profit or loss
                   nilai wajar melalui laba rugi (FVPL).                          (FVPL).

                                                  Halaman -5/7-Page
                                                     186
Page 211
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)      (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                         2.   MATERIAL             ACCOUNTING            POLICIES
     (lanjutan)                                                     (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                   c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (i)   Aset keuangan (lanjutan)                                  (i)   Financial assets (continued)

                Aset keuangan diklasifikasikan menjadi                          Financial assets are classified into these
                kategori di atas berdasarkan model bisnis                       categories based on the business model
                dimana aset keuangan tersebut dimiliki                          within which they are held and their
                dan karakteristik arus kas kontraktualnya.                      contractual cash flow characteristics.
                Model bisnis merefleksikan bagaimana                            The business model reflects how groups
                kelompok aset keuangan dikelola untuk                           of financial assets are managed to
                mencapai tujuan bisnis tertentu.                                achieve a particular business objective.

                Perseroan hanya memiliki aset keuangan                          The Company only has financial assets
                dalam kategori yang diukur pada nilai                           categorised as measured at amortised
                perolehan yang diamortisasi dan pada                            cost and fair value through profit or loss
                nilai wajar melalui laba rugi (FVPL).                           (FVPL).

                Perseroan tidak memiliki aset keuangan                          The Company has no financial assets
                dalam kategori yang diukur pada nilai                           categorised as fair value through other
                wajar melalui penghasilan komprehensif                          comprehensive income hence the
                lain sehingga kebijakan akuntansi untuk                         accounting policies relating to such
                aset tersebut tidak diungkapkan.                                assets have not been disclosed.

                Aset keuangan dengan biaya perolehan                            Financial assets at amortised costs
                diamortisasi

                Aset keuangan dapat diukur dengan biaya                         A financial asset is measured at
                perolehan diamortisasi hanya jika                               amortised cost only if it meets both of the
                memenuhi kedua kondisi berikut dan tidak                        following conditions and it is not
                ditetapkan sebagai FVPL:                                        designated as at FVPL:

                -   Aset keuangan dikelola dalam model                          -   The financial assets is held within a
                    bisnis yang bertujuan untuk memiliki                            business model whose objective is to
                    aset     keuangan        untuk   tujuan                         hold the asset to collect contractual
                    mendapatkan arus kas kontraktual                                cash flows (held to collect); and
                    (held to collect); dan                                      -   Its contractual terms give rise on
                -   Kriteria    kontraktual     dari    aset                        specified dates to cash flows that are
                    keuangan yang pada tanggal tertentu                             solely payments of principal and
                    menghasilkan        arus    kas    yang                         interest (“SPPI”) on the principal
                    merupakan pembayaran pokok dan                                  amount outstanding.
                    bunga semata (“SPPI”) dari jumlah
                    pokok terutang.

                Aset keuangan pada nilai wajar melalui                          Financial assets at fair value through
                laba rugi (FVPL)                                                profit or loss (FVPL)

                Seluruh aset keuangan yang tidak                                All financial assets not classified as
                diklasifikasikan sebagai diukur dengan                          measured at amortised cost or FVOCI as
                biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI                         described above are measured at FVPL.
                sebagaimana ketentuan di atas diukur                            A gain or loss on a debt investment that
                dengan FVPL. Keuntungan atau kerugian                           is subsequently measured at fair value
                dari investasi utang yang selanjutnya                           through profit or loss and is not part of a
                diukur pada nilai wajar melalui laporan                         hedging relationship is recognised in
                laba rugi dan bukan merupakan bagian                            profit or loss and presented net in the
                dari hubungan lindung nilai, diakui dalam                       statement of profit or loss within other
                laporan laba rugi dan disajikan bersih                          gains/(losses) in the period in which it
                dalam laporan laba rugi di dalam                                arises.
                keuntungan/(kerugian) lainnya dalam
                periode kemunculannya.

                Perseroan        menggunakan       tanggal                      The Company uses trade date
                transaksi untuk kontrak regular ketika                          accounting for regular contracts when
                mencatat transaksi aset keuangan.                               recording financial assets transactions.
                Pengukuran aset keuangan setelah                                The subsequent measurement of
                pengakuan awal tergantung pada                                  financial assets depends on their
                klasifikasi aset keuangan tersebut.                             classification.

                                                  Halaman -5/8-Page
                                                     187
Page 212
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL             ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                 c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (i) Aset keuangan (lanjutan)                                  (i)   Financial assets (continued)

              Penilaian apakah arus kas kontraktual                           Assessment of whether contractual
              hanya merupakan pembayaran pokok                                cash flows are solely payments of
              dan bunga semata (“SPPI”)                                       principal and interest (“SPPI”)

              Untuk tujuan penilaian ini, 'pokok'                             For the purposes of this assessment,
              didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset                     ‘principal’ is defined as the fair value of
              keuangan pada pengakuan awal. 'Bunga'                           the financial asset on initial recognition.
              didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai                       ‘Interest’ is defined as consideration for
              waktu atas uang dan untuk risiko kredit                         the time value of money and for the
              yang terkait dengan jumlah pokok yang                           credit risk associated with the principal
              terutang selama periode waktu tertentu                          amount outstanding during a particular
              dan untuk risiko dan biaya pinjaman dasar                       period of time and for other basic
              lainnya (misalnya risiko likuiditas dan                         lending risks and costs (e.g. liquidity risk
              biaya     administrasi),   serta    margin                      and administrative costs), as well as
              keuntungan.                                                     profit margin.

               Dalam menilai apakah arus kas                                  In assessing whether the contractual
               kontraktual adalah SPPI, Perseroan                             cash flows are SPPI, the Company
               mempertimbangkan               ketentuan                       considers the contractual terms of the
               kontraktual instrumen tersebut. Hal ini                        instrument. This includes assessing
               termasuk menilai apakah aset keuangan                          whether the financial asset contains a
               mengandung ketentuan kontraktual yang                          contractual term that could change the
               dapat mengubah waktu atau jumlah arus                          timing or amount of contractual cash
               kas kontraktual sehingga tidak memenuhi                        flows such that it would not meet this
               kondisi ini.                                                   condition.

              Penilaian model bisnis                                          Business model assessment

              Model bisnis mengacu pada bagaimana                             Business model refers to how financial
              aset keuangan dikelola bersama untuk                            assets are managed together to
              menghasilkan arus kas untuk Perseroan.                          generate cash flows for the Company.
              Arus kas mungkin dihasilkan dengan                              This may be collecting contractual cash
              menerima arus kas kontraktual, menjual                          flows, selling financial assets or both.
              aset keuangan atau keduanya. Model                              Business models are determined at a
              bisnis ditentukan pada tingkat agregasi di                      level of aggregation where groups of
              mana kelompok aset dikelola bersama                             assets are managed together to
              untuk mencapai tujuan tertentu dan tidak                        achieve a particular objective and do
              bergantung pada niat manajemen pada                             not     depend      on     management’s
              instrumen individual.                                           intentions for individual instruments.

              Bisnis model pada aset keuangan yang                            Business model of the Company’s
              dimiliki Perseroan adalah ditahan hingga                        financial assets is held to maturity.
              jatuh tempo.

               Pengukuran                                                     Measurement

               Pada pengakuan awal, Perseroan                                 At initial recognition, the Company
               mengukur aset keuangan pada nilai                              measures a financial asset at its fair
               wajarnya ditambah, dalam hal aset                              value plus, in the case of a financial
               keuangan tidak diukur pada nilai wajar                         asset not at fair value through profit or
               melalui laporan laba rugi, biaya transaksi                     loss, transaction costs that are directly
               yang     dapat    diatribusikan     secara                     attributable to the acquisition of the
               langsung dengan perolehan aset                                 financial asset. Transaction costs of
               keuangan. Biaya transaksi dari aset                            financial assets carried at fair value
               keuangan yang dicatat pada nilai wajar                         through profit or loss are expensed in
               melalui laporan laba rugi dibebankan                           profit or loss.
               pada laporan laba rugi.


                                                  Halaman -5/9-Page
                                                     188
Page 213
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)      (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                         2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                     (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                   c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (ii) Liabilitas keuangan                                        (ii) Financial liabilities

              Perseroan mengklasifikasikan liabilitas                         The Company classified its financial
              keuangan     dalam     kategori liabilitas                      liabilities in the category of financial
              keuangan yang diukur dengan biaya                               liabilities measured at amortised cost
              perolehan diamortisasi dan      liabilitas                      and financial liabilities at fair value
              keuangan yang diukur pada nilai wajar                           through profit or loss.
              melalui laporan laba rugi.

              Liabilitas keuangan yang diukur dengan                          Financial liabilities at amortised cost
              biaya perolehan diamortisasi

              Liabilitas     keuangan      yang     tidak                     Financial liabilities that are not classified
              diklasifikasikan     sebagai      liabilitas                    as fair value through profit and loss are
              keuangan yang diukur pada nilai wajar                           categorised into financial liabilities
              melalui laporan laba rugi dikategorikan ke                      measured at amortised cost.
              dalam liabilitas keuangan yang diukur
              dengan biaya perolehan diamortisasi.

              Pada saat pengakuan awal, liabilitas                            Financial liabilities measured at
              keuangan yang diukur dengan biaya                               amortised cost are initially recognised at
              perolehan yang diamortisasi diukur pada                         fair value plus transaction cost (if any)
              nilai wajar ditambah biaya transaksi (jika                      that are directly attributable to the
              ada) yang dapat diatribusikan secara                            financial liabilities and subsequently
              langsung dengan liabilitas keuangan                             measured at amortised cost using
              tersebut dan selanjutnya diukur pada                            effective interest rate. Effective interest
              biaya perolehan diamortisasi dengan                             rate amortisation is recognised in the
              menggunakan metode suku bunga efektif.                          profit and loss as “Interest and financing
              Amortisasi suku bunga efektif diakui di                         charges”.
              dalam laporan laba rugi sebagai “Beban
              bunga dan keuangan”.

              Liabilitas keuangan yang diukur pada                            Financial liabilities measured at
              biaya perolehan diamortisasi antara lain                        amortised cost are other payables and
              utang lain-lain dan akrual, pinjaman yang                       accrued expenses, borrowings, bonds
              diterima, utang obligasi, dan liabilitas                        payable, and lease liabilities.
              sewa.

              Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai                      Financial liabilities at fair value through
              wajar melalui laba rugi                                         profit or loss

              Liabilitas     keuangan      diklasifikasikan                   Financial liabilities are classified as
              sebagai liabilitas keuangan yang diukur                         financial liabilities at fair value through
              pada nilai wajar melalui laba rugi jika                         profit or loss if they are acquired or
              diperoleh atau dimiliki terutama untuk                          incurred principally for the purpose of
              tujuan dijual atau dibeli kembali dalam                         selling or repurchasing in the near term
              waktu dekat atau jika merupakan bagian                          or if they are part of a portfolio of
              dari portofolio instrumen keuangan                              identified financial instruments that are
              tertentu yang dikelola bersama dan                              managed together and there is
              terdapat bukti mengenai pola ambil untung                       evidence of a pattern of short-term
              dalam jangka pendek (short-term profit-                         profit-taking. Derivatives are classified
              taking)       yang     terkini.      Derivatif                  as financial liabilities instruments at fair
              diklasifikasikan     sebagai      instrumen                     value through profit or loss unless
              liabilitas keuangan yang diukur pada nilai                      designated and effective as hedging
              wajar melalui laba rugi kecuali ditetapkan                      instruments.
              dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.



                                                 Halaman -5/10-Page
                                                     189
Page 214
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                 c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (ii) Liabilitas keuangan (lanjutan)                           (ii) Financial liabilities (continued)

              Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai                    Financial liabilities at fair value through
              wajar melalui laba rugi (lanjutan)                            profit or loss (continued)

              Keuntungan dan kerugian yang timbul dari                      Gains and losses arising from changes
              perubahan nilai wajar liabilitas keuangan                     in the fair value of financial liabilities
              yang diklasifikasikan sebagai liabilitas                      classified as financial liabilities at fair
              keuangan yang diukur pada nilai wajar                         value through profit or loss are recorded
              melalui laba rugi dicatat dalam laporan                       in the profit or loss as “Gain/ (loss) from
              laba rugi sebagai “Keuntungan/ (kerugian)                     changes in fair value of financial
              dari perubahan nilai wajar instrumen                          instruments”. Interest expense on
              keuangan”. Beban bunga dari liabilitas                        financial liabilities classified as financial
              keuangan        diklasifikasikan   sebagai                    liabilities at fair value through profit or
              liabilitas keuangan yang diukur pada nilai                    loss is recorded as “Interest expense”.
              wajar melalui laba rugi dicatat sebagai
              “Beban bunga”.

              Perubahan nilai wajar terkait dengan                          Changes in fair value of financial
              liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk                     liabilities that are measured at fair value
              diukur pada nilai wajar melalui laba rugi                     through profit or loss are recognised as
              diakui di dalam “Keuntungan/(kerugian)                        “Gain/(loss) from changes in fair value
              dari perubahan nilai wajar instrumen                          of financial instruments”.
              keuangan”.

          (iii) Penentuan nilai wajar                                   (iii) Determination of fair value

              Nilai wajar adalah harga yang akan                            Fair value is the price that would be
              diterima untuk menjual suatu aset atau                        received to sell an asset or paid to
              harga    yang    akan   dibayar     untuk                     transfer a liability in an orderly
              mengalihkan suatu liabilitas dalam                            transaction between market participants
              transaksi teratur (orderly transaction)                       at the measurement date in the principal
              antara pelaku pasar (market participants)                     market or, in its absence, the most
              pada tanggal pengukuran di pasar utama                        advantageous market to which the
              atau, jika tidak terdapat pasar utama,                        Company has access at that date.
              di pasar yang paling menguntungkan                            The fair value of a liability reflects its
              dimana Perseroan memiliki akses pada                          non-performance risk.
              tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas
              mencerminkan risiko wanprestasinya.

              Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai                       When     available,      the   Company
              wajar instrumen keuangan dengan                               measures the fair value of a financial
              menggunakan harga kuotasian di pasar                          instrument using the quoted price in an
              aktif untuk instrumen tersebut.                               active market for that instrument.

              Nilai wajar untuk instrumen keuangan                          The fair value of financial instruments
              yang diperdagangkan di pasar aktif                            traded in active markets is determined
              ditentukan berdasarkan nilai pasar yang                       based on quoted market prices at the
              berlaku pada tanggal laporan posisi                           statements of financial position date and
              keuangan menggunakan harga yang                               based on routinely published and
              dipublikasikan secara rutin dan berasal                       reputable sources such as quoted
              dari sumber yang terpercaya, seperti                          market prices or broker’s quoted price
              quoted market price atau broker’s quoted                      from Bloomberg and Reuters.
              price dari Bloomberg dan Reuters.



                                                 Halaman -5/11-Page
                                                     190
Page 215
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                 c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (iii) Penentuan nilai wajar (lanjutan)                        (iii) Determination      of     fair     value
                                                                              (continued)

              Instrumen keuangan dianggap memiliki                         A financial instrument is considered
              kuotasi di pasar aktif, jika harga kuotasi                   having quote in an active market,
              tersedia sewaktu-waktu dan dapat                             if quoted prices are readily and regularly
              diperoleh secara rutin dari bursa,                           available from an exchange, dealer,
              pedagang efek (dealer), perantara efek                       broker, industry group, pricing service or
              (broker), kelompok industri, badan                           regulatory agency, and those prices
              pengawas (pricing service atau regulatory                    represent actual and regularly occurring
              agency),       dan      harga       tersebut                 market transactions on an arm’s length
              mencerminkan transaksi pasar yang                            basis. If the above criteria are not met,
              aktual dan rutin dalam suatu transaksi                       the market is regarded as being inactive.
              yang wajar. Jika kriteria di atas tidak                      Indications that a market is inactive are
              terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan                       when there is a wide bid-offer spread
              tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar                 or significant increase in the bid-offer
              tidak aktif adalah terdapat selisih yang                     spread or there are few recent
              besar antara harga penawaran dan                             transactions.
              permintaan atau kenaikan signifikan
              dalam selisih harga penawaran dan
              permintaan dan hanya terdapat beberapa
              transaksi terkini.

              Untuk instrumen keuangan yang tidak                           For financial instruments with no quoted
              mempunyai harga pasar, estimasi atas                          market price, a reasonable estimate of
              nilai wajar ditetapkan dengan mengacu                         the fair value is determined by reference
              pada nilai wajar instrumen lain yang                          to the current market value of another
              secara substansi memiliki karakteristik                       instrument which substantially have the
              yang sama atau dihitung berdasarkan                           same characteristic or calculated based
              ekspektasi arus kas yang didiskonto                           on the expected cash flows discounted
              dengan tingkat suku bunga pasar yang                          by relevant market rates.
              relevan.

              Nilai wajar atas piutang pembiayaan serta                     The fair value for financing receivables
              pinjaman yang diterima ditentukan                             as well as borrowings are determined
              menggunakan nilai kini berdasarkan arus                       using a present value model on the
              kas            kontraktual        dengan                      basis of contractually agreed cash
              mempertimbangkan         kualitas  kredit,                    flows, taking into account credit quality,
              likuiditas, dan biaya.                                        liquidity, and costs.

              Bukti terbaik dari nilai wajar pada saat                     The best evidence of fair value at initial
              pengakuan      awal      adalah    harga                     recognition is the transaction price (that
              transaksinya     (yaitu    nilai   wajar                     is the fair value of the consideration
              pembayaran yang diserahkan atau                              given or received), unless the fair value
              diterima), kecuali nilai wajar dari                          of that instrument is evidenced by
              instrumen tersebut dapat dibuktikan                          comparison with other observable
              dengan perbandingan transaksi untuk                          current market transactions in the same
              instrumen yang sama di pasar terkini                         instrument (that is without modification
              yang dapat diobservasi (yaitu yang tanpa                     or re-packaging) or based on a valuation
              modifikasi atau re-packaging) atau                           technique whose variables include only
              berdasarkan teknik penilaian dimana                          data from observable markets.
              variabelnya hanya data dari pasar yang
              dapat diobservasi.




                                                 Halaman -5/12-Page
                                                     191
Page 216
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                 c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (iii) Penentuan nilai wajar (lanjutan)                        (iii) Determination      of     fair     value
                                                                              (continued)

              Untuk instrumen keuangan yang diukur                         For financial instruments measured at
              menggunakan nilai wajar, Perseroan                           fair value, the Company uses the fair
              menggunakan hierarki nilai wajar yang                        value hierarchy which reflects the
              mencerminkan signifikansi input yang                         significance of input used in the
              digunakan dalam melakukan pengukuran                         measurement (level 1, 2, and 3) as
              (tingkat 1, 2, dan 3) seperti dijelaskan                     explained in Note 28e.
              pada Catatan 28e.

          (iv) Penghentian pengakuan                                    (iv) Derecognition

              Penghentian pengakuan aset keuangan                           Financial assets are derecognised
              dilakukan ketika hak kontraktual atas arus                    when the contractual rights to receive
              kas yang berasal dari aset keuangan                           the cash flows from these assets have
              tersebut berakhir, atau ketika aset                           ceased to exist or the assets have been
              keuangan tersebut telah ditransfer dan                        transferred and substantially all the risks
              secara substansial seluruh risiko dan                         and rewards of ownership of the assets
              manfaat atas kepemilikan aset tersebut                        are also transferred (if substantially all
              telah ditransfer (jika secara substansial                     the risks and rewards are not
              seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer,                  transferred, hence the Company
              maka Perseroan melakukan evaluasi                             evaluates to ensure that continuing
              untuk        memastikan        keterlibatan                   involvement on the basis of any retained
              berkelanjutan atas kendali yang masih                         powers of control does not prevent
              dimiliki tidak mencegah penghentian                           derecognition). Financial liabilities are
              pengakuan).        Liabilitas    keuangan                     derecognised when they have been
              dihentikan pengakuannya ketika liabilitas                     redeemed or otherwise extinguished.
              telah dilepaskan atau dibatalkan atau
              kadaluwarsa.

          (v) Saling hapus                                              (v) Offsetting

              Aset keuangan dan liabilitas keuangan                         Financial assets and liabilities are offset
              disalinghapuskan dan jumlah netonya                           and the net amount is presented in the
              disajikan pada laporan posisi keuangan                        statement of financial position when,
              jika, dan hanya jika Perseroan memiliki                       and only when the Company has a legal
              hak yang berkekuatan hukum untuk                              enforceable right to offset the
              melakukan saling hapus atas jumlah yang                       recognised amounts and there is an
              telah diakui tersebut dan adanya maksud                       intention to settle on a net basis, or
              untuk menyelesaikan secara neto, atau                         realise the assets and settle the
              untuk     merealisasikan         aset    dan                  liabilities simultaneously.
              menyelesaikan         liabilitas      secara
              bersamaan.

              Hak berkekuatan hukum tersebut haruslah                       The legally enforceable right must not
              tidak bergantung pada kondisi masa                            be contingent on future events and
              depan dan hak tersebut harus dapat tetap                      must be enforceable in the normal
              didapatkan dalam kondisi bisnis normal                        course of business and in the event of
              dan dalam hal terjadinya kegagalan,                           default, insolvency or bankruptcy of the
              ketidakmampuan membayar maupun                                Company or the counterparty.
              kebangkrutan dari Perseroan ataupun
              pihak rekanan.

              Pada tanggal 31 Desember 2024 dan                             As at 31 December 2024 and 2023,
              2023, tidak terdapat aset dan liabilitas                      there is no financial assets and liabilities
              keuangan yang saling hapus pada                               that are subject to offsetting in the
              laporan posisi keuangan.                                      statements of financial position.




                                                 Halaman -5/13-Page
                                                     192
Page 217
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                       (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                                         2.    MATERIAL              ACCOUNTING                   POLICIES
     (lanjutan)                                                                      (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                                    c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (vi) Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan                                     (vi) Classification of financial assets and
                                                                                                 liabilities

              Perseroan mengklasifikasikan instrumen                                               The Company classifies the financial
              keuangan ke dalam klasifikasi tertentu                                               instruments into classes that reflects
              yang mencerminkan sifat dari informasi                                               the nature of information and takes into
              dan mempertimbangkan karakteristik dari                                              account the characteristic of those
              instrumen keuangan tersebut. Klasifikasi                                             financial        instruments.      The
              ini dapat dilihat pada tabel berikut:                                                classification can be seen in the table
                                                                                                   below:

                Kategori yang didefinisikan oleh
                 PSAK 109/Category as defined                        Golongan/Classes                         Sub-golongan/Sub-classes
                          by SFAS 109
                Aset keuangan/Financial assets

                                                            Kas dan kas di bank/Cash and cash
                                                                                                      Kas di bank/Cash in banks
                                                            in banks
                 Aset keuangan yang diukur pada             Piutang sewa pembiayaan/Finance lease receivables
                 biaya perolehan diamortisasi/
                 Financial assets measured at               Piutang pembiayaan konsumen/Consumer financing receivables
                 amortised cost
                                                            Tagihan anjak piutang/Factoring

                                                            Piutang lain-lain /Other receivables
                Aset keuangan yang diukur pada
                                                                                                       Aset derivatif - lindung nilai atas arus
                nilai wajar melalui laba rugi/              Lindung nilai atas arus kas/Hedging
                                                                                                       kas/Derivatives assets - Hedging
                Financial assets measured at fair           instruments in cash flow hedges
                                                                                                       instruments in cash flow hedges
                value through profit or loss
                Liabilitas keuangan/Financial liabilities

                                                            Pinjaman yang diterima/Borrowings
                 Liabilitas keuangan yang diukur            Biaya akrual/Accrued expenses
                 dengan biaya perolehan
                 diamortisasi/                              Utang obligasi/Bonds payable
                 Financial liabilities at amortised
                 cost                                       Liabilitas sewa/Lease liabilities

                                                            Utang lain-lain/Other payables
                Liabilitas keuangan yang diukur
                                                                                                       Liabilitas derivatif - lindung nilai atas arus
                pada nilai wajar melalui laba rugi/         Lindung nilai atas arus kas/Hedging
                                                                                                       kas/Derivatives liabilities - Hedging
                Financial liabilities measured at           instruments in cash flow hedges
                                                                                                       instruments in cash flow hedges
                fair value through profit or loss

          (vii) Penurunan nilai dari aset keuangan                                        (vii) Impairment of financial assets

              PSAK 109 mengharuskan cadangan                                                    SFAS 109 requires a loss allowance to
              kerugian diakui sebesar kerugian kredit                                           be recognised at an amount equal to
              ekspektasian 12 bulan (12-month ECL)                                              either 12-month expected credit losses
              atau     kerugian   kredit   ekspektasian                                         (ECL) or lifetime ECL's. Lifetime ECL's
              sepanjang umurnya aset keuangan                                                   are the ECL's that result from all
              (lifetime ECL). Lifetime ECL adalah                                               possible default events over the
              kerugian kredit ekspektasian yang berasal                                         expected life of a financial instrument,
              dari semua kemungkinan kejadian gagal                                             whereas 12-month ECL's are the
              bayar sepanjang umur ekspektasian suatu                                           portion of ECL's that result from default
              instrumen       keuangan,      sedangkan                                          events that are possible within the
              ECL 12 bulan adalah porsi dari kerugian                                           12 months after reporting date.
              kredit ekspektasian yang berasal dari
              kemungkinan kejadian gagal bayar dalam
              12 bulan setelah tanggal pelaporan.




                                                            Halaman -5/14-Page
                                                                193
Page 218
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                        31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                        2.   MATERIAL           ACCOUNTING            POLICIES
     (lanjutan)                                                    (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                  c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (vii) Penurunan nilai dari aset keuangan                       (vii) Impairment    of   financial     assets
                (lanjutan)                                                     (continued)

              Perseroan mengakui cadangan kerugian                           The    Company      recognises  loss
              untuk ECL pada instrumen keuangan yang                         allowances for ECL on the financial
              tidak diukur pada FVPL.                                        instruments that are not measured at
                                                                             FVPL.

              Kerugian kredit ekspektasian (ECL) diakui                      Expected Credit Losses (ECL) are
              untuk seluruh instrumen utang keuangan                         recognised for all financial debt
              yang diklasifikasikan sebagai hold to                          instruments that are classified as hold to
              collect/hold to collect and sell dan memiliki                  collect/hold to collect and sell and have
              arus kas SPPI.                                                 cash flows that are solely payments of
                                                                             principal and interest.

              Perseroan menggunakan model yang                               The     Company        primarily    uses
              kompleks yang menggunakan matriks                              sophisticated models that utilise the
              kemungkinan gagal bayar, estimasi                              probability of default (“PD”), estimated
              kerugian jika terjadi gagal bayar, dan                         losses in the event of default and
              eksposur saat gagal bayar (“EAD”), yang                        exposure at default (“EAD”) metrics,
              didiskontokan menggunakan suku bunga                           discounted using the effective interest
              efektif.                                                       rate.

              a. Kemungkinan Gagal Bayar (“PD”)                              a. Probability of Default (“PD”)

                 Probabilitas yang timbul di suatu waktu                        The probability at a point in time that
                 dimana debitur mengalami gagal                                 a counterparty will default, calibrated
                 bayar, dikalibrasikan sampai dengan                            over up to 12 months from the
                 periode 12 bulan dari tanggal laporan                          reporting date (Stage 1) or over the
                 (Tahap 1) atau sepanjang umur                                  lifetime of the product (Stage 2 and 3)
                 (Tahap 2 dan 3) dan digabungkan pada                           and incorporating the impact of
                 dampak asumsi ekonomi masa depan                               forward-looking              economic
                 yang memiliki risiko kredit. PD                                assumptions that have an effect on
                 diestimasikan pada point in time                               credit risk. PD is estimated at a point
                 dimana hal ini berfluktuasi sejalan                            in time that means it will fluctuate in
                 dengan siklus ekonomi.                                         line with the economic cycle.

              b. Estimasi Kerugian Jika Terjadi Gagal                        b. Estimated Lossess in the Event of
                 Bayar                                                          Default

                  Kerugian yang diperkirakan akan                               The loss that is expected to arise on
                  timbul dari debitur yang mengalami                            default, incorporating the impact of
                  gagal bayar dengan menggabungkan                              relevant forward looking economic
                  dampak dari asumsi ekonomi masa                               assumptions      (if   any),    which
                  depan yang relevan (jika ada) dimana                          represents the difference between
                  hal ini mewakili perbedaan antara arus                        the contractual cash flows due and
                  kas kontraktual yang akan jatuh tempo                         those that the Company expects to
                  dengan arus kas yang diharapkan                               receive. The Company estimates loss
                  untuk        diterima.      Perseroan                         in the event of default based on the
                  mengestimasikan kerugian akibat                               historical   recovery    rates    and
                  gagal bayar berdasarkan data historis                         considers the recovery of any
                  dari     tingkat     pemulihan     dan                        collateral that is integral to the
                  memperhitungkan pemulihan yang                                financial assets, taking into account
                  berasal dari jaminan terhadap aset                            forward-looking              economic
                  keuangan dengan mempertimbangkan                              assumptions if relevant.
                  asumsi ekonomi di masa depan jika
                  relevan.




                                                 Halaman -5/15-Page
                                                     194
Page 219
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                 c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (vii) Penurunan nilai dari aset keuangan                      (vii) Impairment    of    financial     assets
                (lanjutan)                                                    (continued)

              c. Eksposur saat Gagal Bayar (“EAD”)                          c. Exposure at Default (“EAD”)

                  Perkiraan nilai eksposur neraca pada                         The      expected     balance     sheet
                  saat       gagal    bayar     dengan                         exposure at the time of default, taking
                  mempertimbangkan bahwa perubahan                             into account that expected change in
                  ekspektasi yang diharapkan selama                            exposure over the lifetime of the
                  masa         eksposur.    Hal     ini                        exposure. This incorporates the
                  menggabungkan dampak penarikan                               impact of drawdowns of committed
                  fasilitas yang committed pembayaran                          facilities, repayments of principal and
                  pokok dan bunga, amortisasi dan                              interest,        amortisation       and
                  pembayaran dipercepat, bersama                               prepayments, together with the
                  dengan dampak asumsi ekonomi                                 impact of forward looking economic
                  masa depan jika relevan.                                     assumptions where relevant.

              Penurunan nilai dari aset keuangan yang                       Impairment of financial assets that have
              mengalami penurunan nilai kredit atau                         impaired or default is calculated
              gagal bayar dinilai menggunakan cara                          individually. Impairment of financial
              individual. Penurunan nilai dari aset                         assets that categorised as 12-month
              keuangan yang berada pada kategori                            expected credit losses and significant
              mengalami kerugian kredit ekspektasian                        increase in credit risk are assessed
              12 bulan dan aset keuangan yang                               collectively.
              mengalami peningkatan risiko kredit yang
              signifikan dilakukan penilaian secara
              kolektif.

              Periode yang diperhitungkan ketika                            The period considered when measuring
              mengukur kerugian kredit ekspektasian                         expected credit loss is using the
              adalah menggunakan umur ekspektasian                          expected life based on average tenor.
              berdasarkan rata-rata periode kontrak.

              Selanjutnya, Perseroan mengelompokkan                         Furthermore, the Company classifies
              aset keuangan berdasarkan hasil evaluasi                      financial assets based on the evaluation
              tersebut yang mencerminkan tingkat risiko                     results which reflect the level of credit
              kredit aset keuangan.                                         risk of financial assets.

              Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan                         12-month expected credit losses
              (Tahap 1)                                                     (Stage 1)

              Kerugian kredit ekspektasian diakui pada                      Expected credit losses are recognised
              saat pengakuan awal instrumen keuangan                        at the time of initial recognition of a
              dan merepresentasikan kekurangan kas                          financial instrument and represent the
              sepanjang umur aset yang timbul dari                          lifetime cash shortfalls arising from
              kemungkinan gagal bayar di masa yang                          possible default events up to twelve
              akan datang dalam kurun waktu dua belas                       months into the future from the reporting
              bulan sejak tanggal pelaporan. Kerugian                       date. Expected credit losses continue to
              kredit ekspektasian terus ditentukan oleh                     be determined on this basis until there is
              dasar ini sampai timbul peningkatan risiko                    either a significant increase in the credit
              kredit yang signifikan pada instrumen                         risk of an instrument or the instrument
              tersebut atau instrumen tersebut telah                        becomes       credit-impaired.     If   an
              mengalami penurunan nilai kredit. Jika                        instrument is no longer considered to
              suatu instrumen tidak lagi dianggap                           exhibit a significant increase in credit
              menunjukkan peningkatan risiko kredit                         risk, expected credit losses will revert to
              yang signifikan, maka kerugian kredit                         being determined on a twelve month
              ekspektasian        dihitung      kembali                     basis.
              berdasarkan basis dua belas bulan.


                                                 Halaman -5/16-Page
                                                     195
Page 220
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)       (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                          2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                      (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                    c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (vii) Penurunan nilai dari aset keuangan                         (vii) Impairment    of    financial     assets
                (lanjutan)                                                       (continued)

              Peningkatan     risiko        kredit     yang                    Significant increase in credit risk
              signifikan (Tahap 2)                                             (Stage 2)

              Jika     aset     keuangan        mengalami                      If a financial asset experiences a
              peningkatan risiko kredit yang signifikan                        significant increase in credit risk
              (“SICR”) sejak pengakuan awal, kerugian                          (“SICR”) since initial recognition, an
              kredit ekspektasian diakui atas kejadian                         expected credit loss provision is
              gagal bayar yang mungkin terjadi                                 recognised for default events that may
              sepanjang umur aset. Peningkatan                                 occur over the lifetime of the asset.
              signifikan dalam risiko kredit dinilai dengan                    Significant increase in credit risk is
              membandingkan risiko gagal bayar atas                            assessed by comparing the risk of
              eksposur pada tanggal pelaporan dengan                           default of an exposure at the reporting
              risiko gagal bayar saat pengakuan awal                           date to the risk of default at origination
              (setelah memperhitungkan perjalanan                              (after taking into account the passage of
              waktu dari akun tersebut). Signifikan tidak                      time). Significant does not mean
              berarti signifikan secara statistik, juga                        statistically significant nor is it assessed
              tidak dinilai dalam konteks perubahan                            in the context of changes in expected
              dalam      cadangan        kerugian      kredit                  credit loss. Whether a change in the risk
              ekspektasian. Perubahan atas risiko gagal                        of default is significant or not is
              bayar dinilai signifikan atau tidak, dinilai                     assessed using a number of quantitative
              menggunakan sejumlah faktor kuantitatif                          and qualitative factors, the weight of
              dan kualitatif, yang bobotnya bergantung                         which depends on the type of product
              pada tipe produk dan pihak lawan. Aset                           and counterparty. Financial assets that
              keuangan dengan tunggakan 30 sampai                              are 30 until 60 days past due and not
              dengan 60 hari atau lebih dan tidak                              credit-impaired       will    always      be
              mengalami penurunan nilai akan selalu                            considered to have experienced a
              dianggap telah mengalami peningkatan                             significant increase in credit risk.
              risiko kredit yang signifikan.

              Eksposur yang mengalami penurunan                                Credit  impaired    (or         defaulted)
              nilai kredit (atau gagal bayar)                                  exposures (Stage 3)
              (Tahap 3)

              Aset     keuangan      yang    mengalami                         Financial assets that are credit impaired
              penurunan nilai kredit (atau gagal bayar)                        (or in default) represent those that are at
              merupakan aset yang setidaknya telah                             least 60 days past due in respect of
              memiliki tunggakan lebih dari 60 hari atas                       receivables amount, or customer group
              nilai piutang, atau grup pelanggan                               who have repossessed assets, or
              mengalami penarikan aset, atau grup                              customer group who has a history of
              pelanggan         pernah       mengalami                         rescheduling or customer group who is
              restrukturisasi piutang atau pembayaran                          overdue for more than 30 days within the
              grup pelanggan mengalami keterlambatan                           first 6 months of the contract start date
              lebih dari 30 hari dalam 6 bulan pertama                         and have overdue more than 60 days
              setelah tanggal mulai kontrak dan setelah                        after being granted relaxation program,
              itu mengalami keterlambatan pembayaran                           or customer group whose portfolio are of
              lebih dari 60 hari, atau grup pelanggan                          special mention due to their financing
              yang portofolionya masuk dalam perhatian                         history at the Company.
              khusus akibat histori pembiayaannya di
              Perseroan.




                                                  Halaman -5/17-Page
                                                      196
Page 221
                                    PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                              NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                           31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)        (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                           2.   MATERIAL            ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                       (continued)

     c.   Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)                     c.    Financial assets and liabilities (continued)

          (vii) Penurunan nilai dari aset keuangan                          (vii) Impairment      of    financial     assets
                (lanjutan)                                                        (continued)

               Eksposur yang mengalami penurunan                                 Credit   impaired     (or    default)
               nilai kredit (atau gagal bayar)                                   exposures (Stage 3) (continued)
               (Tahap 3) (lanjutan)

               Cadangan kerugian penurunan nilai                                 Loss provisions against credit impaired
               terhadap aset keuangan yang mengalami                             financial assets are determined based
               penurunan nilai ditentukan berdasarkan                            on an assessment of the recoverable
               penilaian terhadap arus kas yang dapat                            cash flows under a range of scenarios,
               dipulihkan       berdasarkan      sejumlah                        including the realisation of any collateral
               skenario, termasuk realisasi jaminan yang                         held where appropriate. The expected
               dimiliki jika memungkinkan. Kerugian                              credit losses will reflect weighted
               kredit ekspektasian akan mencerminkan                             average of the scenarios based on the
               rata-rata    tertimbang    dari    skenario                       probability of the relevant scenario to
               berdasarkan probabilitas dari skenario                            occur. The loss provisions held
               yang relevan untuk terjadi. Cadangan                              represent the difference between the
               kerugian penurunan nilai merupakan                                present value of the cash flows
               selisih antara nilai sekarang dari arus kas                       expected to be recovered and the gross
               yang diperkirakan akan dipulihkan dan                             carrying value of the instrument prior to
               nilai tercatat bruto instrumen sebelum                            any credit impairment.
               penurunan nilai kredit.

     d.   Instrumen     keuangan         derivatif     dan            d.    Derivative financial        instruments      and
          akuntansi lindung nilai                                           hedge accounting

          Derivatif pada awalnya diakui sebesar nilai                       Derivative      instruments       are    initially
          wajar pada tanggal kontrak derivatif disepakati                   recognised at fair value on the date the
          dan selanjutnya diukur kembali sebesar nilai                      contracts are entered into and are
          wajarnya. Derivatif dicatat sebagai aset apabila                  subsequently remeasured at their fair
          memiliki nilai wajar positif dan sebagai liabilitas               values. Derivatives are carried as assets
          apabila memiliki nilai wajar negatif.                             when the fair value is positive and as
                                                                            liabilities when the fair value is negative.

          Metode pengakuan keuntungan atau kerugian                         The method of recognising the resulting fair
          perubahan nilai wajar tergantung apakah                           value gain or loss depends on whether the
          derivatif dirancang dan memenuhi kriteria                         derivative is designated and qualifies as a
          sebagai instrumen lindung nilai, dan jika                         hedging instrument, and if so, the nature of
          demikian,      sifat dari  unsur    yang                          the item being hedged.
          dilindungnilaikan.

          Lindung nilai dinyatakan efektif oleh Perseroan                   The Company regard a hedge as highly
          hanya jika memenuhi kriteria sebagai berikut:                     effective only if the following criteria are met:
          i) pada saat terjadinya transaksi lindung nilai                   i) the Company documents its assessment,
          dan pada periode berikutnya, Perseroan                            both at the hedge inception and on an
          melakukan dokumentasi atas penilaian apakah                       ongoing basis, as to whether the derivatives
          derivatif yang digunakan sebagai transaksi                        that are used in hedging transactions are
          lindung nilai memiliki efektivitas yang tinggi                    highly effective in offsetting changes in fair
          dalam menandingi (offsetting) perubahan nilai                     values or cash flows of hedged items, and
          wajar atau arus kas dari unsur yang dilindungi                    ii) actual results of the hedge.
          nilainya, dan ii) tingkat efektivitas lindung nilai.




                                                  Halaman -5/18-Page
                                                       197
Page 222
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)      (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                         2.   MATERIAL           ACCOUNTING            POLICIES
     (lanjutan)                                                     (continued)

     d.   Instrumen     keuangan      derivatif       dan           d.    Derivative financial instruments          and
          akuntansi lindung nilai (lanjutan)                              hedge accounting (continued)

          Perseroan menggunakan instrumen keuangan                        The Company uses derivative instruments,
          derivatif, cross currency, dan interest rate                    cross currency, and interest rate swap as
          swap,      sebagai   bagian    dari aktivitas                   part of its asset and liability management
          manajemen aset dan liabilitas untuk                             activities to manage exposures to interest
          melindungi dampak risiko tingkat suku bunga                     rate and foreign currency risks. The
          dan risiko mata uang asing. Perseroan                           Company applies cash flow hedge
          menerapkan akuntansi lindung nilai arus kas                     accounting when transactions meet the
          pada saat transaksi tersebut memenuhi kriteria                  specified criteria for hedge accounting
          perlakuan akuntansi lindung nilai.                              treatment.

          Perseroan akan menghentikan penerapan                           The      Company        discontinue    hedge
          akuntansi lindung nilai ketika derivatif tersebut               accounting when it determines that a
          tidak atau tidak lagi efektif; ketika instrumen                 derivative is not, or has ceased to be, highly
          lindung nilai kadaluwarsa atau dijual;                          effective as a hedge; when the derivative
          dihentikan; atau dibayar pada saat unsur yang                   expires or is sold, terminated or exercised;
          dilindungi tersebut jatuh tempo, dijual atau                    when the hedged item matures, is sold or
          dibayar kembali; atau ketika transaksi yang                     repaid; or when a forecast transactions is no
          diperkirakan akan terjadi tidak lagi diperkirakan               longer deemed highly probable.
          akan terjadi.

          Lindung nilai arus kas                                          Cash flow hedges

          Bagian yang efektif atas perubahan nilai wajar                  The effective portion of changes in the fair
          derivatif yang ditujukan dan memenuhi                           value of derivatives that are designated and
          kualifikasi sebagai lindung nilai arus kas, diakui              qualify as cash flow hedges are recognised
          sebagai cadangan lindung nilai arus kas pada                    in other comprehensive income under cash
          bagian penghasilan komprehensif lain.                           flow hedge reserves. The gain or loss
          Keuntungan atau kerugian atas bagian yang                       relating to the ineffective portion (if any) is
          tidak efektif (jika ada) diakui langsung pada                   recognised immediately in the statement of
          laporan laba rugi. Jumlah akumulasi dalam                       profit and loss. Amounts accumulated in
          ekuitas dibebankan ke laporan laba rugi ketika                  equity are recycled to the statement of profit
          unsur yang dilindungi nilainya mempengaruhi                     and loss in the period in which the hedged
          laba bersih. Ketika instrumen lindung nilai                     item will affect net income. When a hedging
          kadaluwarsa atau dijual atau ketika suatu                       instrument expires or is sold, or when a
          lindung nilai tidak lagi memenuhi persyaratan                   hedge no longer meets the criteria for hedge
          sebagai akuntansi lindung nilai, akumulasi                      accounting, any cumulative gain or loss
          penghasilan komprehensif lain yang ada diakui                   existing in the other comprehensive income
          pada laporan laba rugi.                                         at that time is recognised in the statement of
                                                                          profit or loss.

          Ketika instrumen lindung nilai kadaluwarsa                      When a hedging instrument expires or is
          atau dijual atau ketika suatu lindung nilai tidak               sold, or when a hedge no longer meets the
          lagi memenuhi persyaratan sebagai akuntansi                     criteria for hedge accounting, any
          lindung nilai, akumulasi keuntungan maupun                      cumulative gain or loss existing in equity at
          kerugian yang ada pada ekuitas saat itu                         that time remains in equity and is recognised
          dibebankan dalam laba rugi. Ketika suatu                        when the forecast transaction is ultimately
          transaksi lindung nilai perkiraan tidak lagi                    recognised in the profit or loss. When a
          mungkin terjadi, akumulasi keuntungan atau                      forecast transaction is no longer expected to
          kerugian yang ada pada ekuitas saat itu                         occur, the cumulative gain or loss that was
          dibebankan dalam laporan laba rugi.                             reported in equity is immediately transferred
                                                                          to the profit or loss.

     e.   Kas dan kas di bank                                       e.    Cash and cash in banks

          Kas dan kas di bank mencakup kas dan kas di                     Cash and cash in banks include cash on
          bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan                      hand and cash in banks which are not
          tidak digunakan sebagai jaminan atas                            restricted and pledged as collateral for any
          pinjaman.                                                       borrowings.



                                                 Halaman -5/19-Page
                                                     198
Page 223
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL            ACCOUNTING            POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     f.   Piutang sewa pembiayaan                                 f.    Finance lease receivables

          Piutang sewa pembiayaan pada awalnya                          Finance lease receivables are recognised
          diakui    sebesar    nilai  wajar    dikurangi                initially at fair value, deducted by
          pendapatan administrasi dan ditambah                          administration income and plus directly
          biaya-biaya transaksi (jika ada) yang dapat                   attributable transactions costs (if any) and
          diatribusikan secara langsung dan selanjutnya                 subsequently measured at amortised cost
          diukur dengan biaya perolehan diamortisasi                    using the effective interest rate method net
          menggunakan metode tingkat bunga efektif                      of unearned income on finance lease
          setelah dikurangi dengan pendapatan piutang                   receivables, and allowance for impairment
          sewa pembiayaan yang belum diakui, dan                        losses.
          penyisihan kerugian penurunan nilai.

          Pada saat pengakuan awal, nilai wajar piutang                 At initial recognition, the fair value of finance
          sewa pembiayaan merupakan jumlah piutang                      lease receivables represents finance lease
          sewa pembiayaan ditambah nilai sisa yang                      receivables plus the residual value at the
          akan diterima oleh Perseroan pada akhir masa                  end of the lease period deducted by
          sewa       pembiayaan     dikurangi    dengan                 unearned lease income and security
          pendapatan       sewa     pembiayaan      yang                deposits. The difference between total
          ditangguhkan dan simpanan jaminan. Selisih                    installments to be received from customers
          antara nilai cicilan yang akan diterima dari                  and the total financing is recognised as
          customer dan nilai pembiayaan diakui sebagai                  unearned lease income. Unearned lease
          pendapatan sewa pembiayaan yang belum                         income is allocated to the current year
          diakui. Pendapatan sewa pembiayaan yang                       statement of profit or loss using the effective
          belum diakui dialokasikan sebagai pendapatan                  interest rate. Finance lease receivables are
          tahun berjalan menggunakan metode tingkat                     classified as financial assets at amortised
          suku bunga efektif. Piutang sewa pembiayaan                   cost. Refer to Note 2c for the accounting
          diklasifikasikan sebagai biaya perolehan                      policy of financial instrument.
          diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan
          akuntansi atas aset keuangan.

          Penyewa memiliki hak opsi untuk membeli                       The lessee has the option to purchase the
          aset yang disewa-pembiayaankan pada akhir                     leased asset at the end of the lease period
          masa sewa pembiayaan dengan harga yang                        at a price mutually agreed at the
          telah disetujui bersama pada saat dimulainya                  commencement of the agreement.
          perjanjian sewa pembiayaan.

          Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa                        Early termination is treated as a cancellation
          pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai                      of an existing contract and the resulting gain
          pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi                    or loss is credited or charged to the current
          yang timbul dibebankan pada laporan laba rugi                 year profit or loss at the transaction date.
          tahun berjalan pada tanggal terjadinya
          transaksi.

          Dalam hal restrukturisasi, piutang sewa                       In terms of restructuring, finance lease is
          pembiayaan dilakukan dengan modifikasi                        carried out through modification of financing
          persyaratan        pembiayaan.       Kewajiban                terms. The additional obligations as well as
          tambahan yang timbul maupun yang tertunda                     the delayed obligations arising from this
          dari restrukturisasi ini ditambahkan ke dalam                 restructuring are added to the outstanding of
          total sisa pembiayaan yang harus dibayarkan                   consumer financing which has to be paid by
          oleh konsumen. Dampak pembiayaan yang                         the customer. The impact of restructured
          direstrukturisasi diakui dalam laba rugi.                     financing is recognised to profit or loss.

          Setelah restrukturisasi, seluruh arus kas                     After the restructuring, all the contractual
          kontraktual dalam persyaratan baru dicatat                    cash flows under the new terms shall be
          sebagai pengembalian pokok pembiayaan                         accounted for as the repayment of principal
          yang diberikan dan pendapatan bunga sesuai                    and interest income, in accordance with the
          dengan syarat-syarat restrukturisasi.                         restructuring scheme.




                                                 Halaman -5/20-Page
                                                     199
Page 224
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     f.   Piutang sewa pembiayaan (lanjutan)                      f.    Finance lease receivables (continued)

          Piutang pembiayaan yang dibiayai bersama                      Joint financing receivables where the
          pihak lain di mana masing-masing pihak                        Company and joint financing providers bear
          menanggung risiko kredit sesuai porsinya                      credit risk in accordance with their portion
          (without recourse) disajikan di laporan posisi                (without recourse) are presented on a net
          keuangan     secara    bersih.    Pendapatan                  basis in the statements of financial position.
          pembiayaan dan beban bunga yang terkait                       Financing income and interest expenses
          dengan     pembiayaan      bersama     without                related to joint financing without recourse
          recourse disajikan secara bersih di laporan                   are also presented in a net basis in the
          laba rugi.                                                    statements of profit or loss.

          Dalam pembiayaan bersama without recourse,                    For joint financing without recourse, the
          Perseroan berhak menentukan tingkat bunga                     Company has the right to set higher interest
          yang ditetapkan dalam perjanjian dengan                       rates to customers than those as stated in
          pembiayaan bersama. Selisihnya, diakui                        the joint financing agreements with joint
          sebagai pendapatan pembiayaan yang belum                      financing providers. The difference is
          diakui dan diakui sebagai pendapatan sesuai                   recognised as part of unearned financing
          dengan jangka waktu kontrak dengan                            income and recognised as income over the
          menggunakan metode suku bunga efektif.                        term of the contract using effective interest
                                                                        method.

     g.   Pembiayaan konsumen                                     g.    Consumer financing

          Piutang pembiayaan konsumen diakui pada                       Consumer financing receivables are
          awalnya dengan nilai wajar dikurangi                          recognised initially at fair value, deducted by
          pendapatan administrasi dan ditambah                          administration income and plus directly
          biaya-biaya transaksi (jika ada) yang dapat                   attributable transactions costs (if any) and
          diatribusikan secara langsung dan selanjutnya                 subsequently measured at amortised cost
          diukur dengan biaya perolehan diamortisasi                    using the effective interest rate method net
          menggunakan metode tingkat suku bunga                         of unearned income on consumer financing,
          efektif setelah dikurangi dengan pendapatan                   and allowance for impairment losses.
          pembiayaan konsumen yang belum diakui,
          dan penyisihan kerugian penurunan nilai.

          Pendapatan pembiayaan konsumen yang                           Unearned consumer financing income is the
          belum diakui merupakan selisih antara jumlah                  difference between total installments to be
          keseluruhan pembayaran angsuran yang akan                     received from customers and the total
          diterima dari konsumen dengan jumlah pokok                    financing which is recognised as income
          pembiayaan, yang akan diakui sebagai                          over the term of the contract using the
          penghasilan sesuai dengan jangka waktu                        effective interest rate. Consumer financing
          kontrak dengan menggunakan metode tingkat                     receivables are classified as financial assets
          suku bunga efektif. Piutang pembiayaan                        at amortised cost.
          konsumen diklasifikasikan sebagai aset
          keuangan dalam kelompok biaya perolehan
          diamortisasi.

          Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi                    Refer to Note 2c for the accounting policy of
          instrumen keuangan.                                           financial instruments.

          Penyelesaian      kontrak     sebelum    masa                 Early termination is treated as cancellation
          pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan                     of an existing contract and the resulting gain
          sebagai pembatalan kontrak pembiayaan                         or loss is credited or charged to the current
          konsumen dan laba atau rugi yang terjadi pada                 year statement of profit or loss at the
          saat transaksi timbul diakui dalam laporan laba               transaction date.
          rugi tahun berjalan pada tanggal terjadinya
          transaksi.




                                                 Halaman -5/21-Page
                                                     200
Page 225
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     g.   Pembiayaan konsumen (lanjutan)                          g.    Consumer financing (lanjutan)

          Dalam      hal    restrukturisasi  pembiayaan                 In terms of restructuring, finance lease is
          konsumen dilakukan dengan modifikasi                          carried out through modification of financing
          persyaratan        pembiayaan.       Kewajiban                terms. The additional obligations as well as
          tambahan yang timbul maupun yang tertunda                     the delayed obligations arising from this
          dari restrukturisasi ini ditambahkan ke dalam                 restructuring are added to the outstanding of
          total sisa pembiayaan yang harus dibayarkan                   consumer financing which has to be paid by
          oleh konsumen. Dampak pembiayaan yang                         the customer. The impact of restructured
          direstrukturisasi diakui dalam laba rugi.                     financing is recognised to profit or loss.

          Setelah restrukturisasi, seluruh arus kas                     After resctructuring, all the contractual cash
          kontraktual dalam persyaratan baru dicatat                    flows under the new terms shall be
          sebagai pengembalian pokok pembiayaan                         accounted for as the repayment of principal
          yang diberikan dan pendapatan bunga sesuai                    and interest income, in accordance with the
          dengan syarat-syarat restrukturisasi.                         restructuring scheme.

          Piutang pembiayaan penerusan diakui pada                      Channelling financing receivables are
          awalnya dengan nilai wajar ditambah                           recognised initially at fair value added by
          biaya-biaya transaksi (jika ada) yang dapat                   attributable transactions costs (if any) and
          diatribusikan    secara     langsung    dan                   subsequently measured at amortised cost
          selanjutnya diukur dengan biaya perolehan                     using the effective interest rate method net
          diamortisasi menggunakan metode tingkat                       of unearned income on channelling
          suku bunga efektif setelah dikurangi dengan                   financing, and allowance for impairment
          pendapatan pembiayaan penerusan yang                          losses.
          belum diakui, dan penyisihan kerugian
          penurunan nilai.

          Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi                    Refer to Note 2c for the accounting policy of
          atas aset keuangan.                                           financial instruments.

     h.   Pembiayaan modal usaha                                  h.    Working capital financing

          Piutang pembiayaan modal usaha diakui                         Working capital financing receivables are
          pada awalnya dengan nilai wajar dikurangi                     recognised initially at fair value, deducted by
          pendapatan administrasi, dan penyisihan                       administration income and, allowance for
          kerugian penurunan nilai.                                     impairment losses.

          Tagihan       pembiayaan     modal     usaha                  Working capital financing are classified as
          diklasifikasikan sebagai aset keuangan                        financial assets at amortised cost. Refer to
          dalam       kelompok     biaya     perolehan                  Note 2c for the accounting policy financial
          diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk                          instruments.
          kebijakan akuntansi instrumen keuangan.


     i.   Tagihan anjak piutang                                   i.    Factoring receivables

          Tagihan anjak piutang without recourse                        Factoring receivables acquired without
          diakui pada awalnya dengan nilai wajar                        recourse are recognised initially at fair value
          setelah dikurangi penyisihan kerugian                         deducted by the allowance for impairment
          penurunan nilai.                                              losses.




                                                 Halaman -5/22-Page
                                                     201
Page 226
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     i.   Tagihan anjak piutang (lanjutan)                        i.    Factoring receivables (continued)

          Tagihan anjak piutang without recourse                        Factoring receivables without recourse are
          diklasifikasikan sebagai aset keuangan                        classified as financial assets at amortised
          dalam       kelompok   biaya  perolehan                       cost.
          diamortisasi.

          Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi                    Refer to Note 2c for the accounting policy
          instrumen keuangan.                                           financial instruments.

     j.   Piutang lain-lain dan uang muka                         j.    Other receivables and advances

          Piutang lain-lain terdiri dari piutang premi                  Other receivables consist of insurance
          asuransi, tagihan kepada pihak ketiga,                        premium receivable, receivables from third
          pinjaman karyawan, dan piutang pembiayaan                     parties, employee loan, and financing
          dalam perhatian khusus.                                       receivables with special attention.

          Uang muka terdiri dari pembayaran uang                        Advances consist of the advance payment
          muka kepada pihak ketiga.                                     from third parties.

          Piutang lain-lain dan uang muka merupakan                     Other receivables and advances are the
          instrumen aset keuangan yang termasuk                         financial   assets    instruments which
          dalam kategori biaya perolehan diamortisasi.                  categorised as amortised cost.

          Lihat Catatan 2c untuk perlakuan pengukuran                   Refer to Note 2c for the measurement and
          dan pengakuan.                                                recognition method.

     k.   Piutang    pembiayaan       dalam      perhatian        k.    Financing     receivables      with    special
          khusus                                                        attention

          Ketika jaminan ditarik karena konsumen tidak                  When collateral assets are repossessed
          dapat memenuhi kewajibannya, piutang dari                     because customers cannot fulfill their
          jaminan           yang      dikuasai    kembali               obligations, receivables from collateral are
          direklasifikasikan menjadi piutang dengan                     reclassified to receivables with special
          perhatian khusus. Piutang dalam perhatian                     attention. Receivables with special attention
          khusus dinyatakan berdasarkan nilai realisasi                 are stated at net realisable value, which is
          bersih yaitu nilai tercatat piutang pembiayaan                the carrying value of related financing
          terkait     dikurangi    penyisihan    kerugian               receivables deducted by allowance for
          penurunan nilai atas piutang tersebut. Piutang                impairment losses of receivables with
          dalam perhatian khusus diklasifikasikan                       special attention. Financing receivables with
          sebagai piutang lain-lain. Selisih antara nilai               special attention is classified as other
          tercatat piutang terkait dengan nilai realisasi               receivables. Difference between carrying
          bersih dicatat sebagai “penyisihan kerugian                   value of related receivables and net
          penurunan nilai”.                                             realisable value is recorded as “allowance
                                                                        for impairment losses”.

          Konsumen memberi kuasa kepada Perseroan                       The consumer gives the Company the right
          untuk menjual ataupun melakukan tindakan                      to sell the receivables from collateral or take
          lainnya dalam upaya penyelesaian pinjaman                     any other actions to settle the outstanding
          konsumen bila terjadi wanprestasi terhadap                    receivables. Consumers are entitled to the
          perjanjian pembiayaan. Konsumen berhak                        positive differences between the proceeds
          atas selisih lebih antara nilai penjualan dengan              from the sales of receivables from collateral
          liabilitas bersih konsumen. Jika terjadi selisih              and the outstanding loans. If there are
          kurang, Perseroan akan mencatat sebagai                       negative differences, the Company will
          kerugian atas penjualan piutang dari jaminan                  record these as losses from disposal of
          yang dikuasai kembali.                                        receivables from collateral.


                                                 Halaman -5/23-Page
                                                     202
Page 227
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                              NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                           31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)      (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                         2.     MATERIAL          ACCOUNTING            POLICIES
     (lanjutan)                                                       (continued)

     l.   Aset tetap dan penyusutan                                   l.   Fixed assets and depreciation

          Pada saat pengakuan awal, aset tetap diakui                      Fixed assets are initially stated at cost, and
          sebesar harga perolehan, dan selanjutnya                         subsequently     stated      at   cost     less
          dicatat sebesar harga perolehan dikurangi                        accumulated depreciation and accumulated
          akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi                          impairment (if any).
          penurunan nilai (jika ada).

          Semua aset tetap disusutkan sampai nilai                          Fixed assets are depreciated to its residual
          sisanya berdasarkan metode garis lurus                            value using the straight line method over
          selama estimasi masa manfaat aset sebagai                         their expected useful lives which are as
          berikut:                                                          follows:

                                            Tahun/Years             Tarif/Rate

          Gedung                                  20                    5%                                    Buildings
          Kendaraan                                5                   20%                              Motor vehicles
          Peralatan dan perabot kantor            5                    20%                Office equipment and fixtures
          Prasarana                               5                    20%                     Leasehold improvements

          Nilai sisa aset, masa manfaat, dan metode                         The assets’ residual value, useful lives, and
          penyusutan ditelaah jika perlu disesuaikan,                       depreciation method are reviewed and
          pada setiap akhir periode pelaporan.                              adjusted if appropriate, at the end of each
                                                                            reporting period.

          Nilai sisa adalah estimasi jumlah yang dapat                      Residual value is the estimated amount that
          diperoleh saat ini dari pelepasan aset tetap,                     the entity would currently obtain from
          setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan,                       disposal of the asset, after deducting the
          jika aset telah mencapai kondisi yang                             estimated costs of disposal, if the assets
          diperkirakan pada akhir umur manfaatnya.                          were already of the age and in the condition
                                                                            expected at the end of its useful life.

          Biaya     perbaikan   dan    pemeliharaan                        Repair and maintenance costs are charged
          dibebankan ke dalam laporan laba rugi                            to the statement of profit or loss during the
          selama periode dimana biaya-biaya tersebut                       financial period in which they are incurred.
          terjadi. Pengeluaran yang memperpanjang                          Expenditures which extend the future life of
          masa manfaat aset atau yang memberikan                           assets or provide further economic benefits
          tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi                         are capitalised and depreciated.
          dan disusutkan.

          Apabila nilai tercatat aset lebih besar dari nilai                When the carrying amount of an asset is
          yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat                      greater than its estimated recoverable
          aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang                        amount, it is written down immediately to its
          dapat diperoleh kembali, yang ditentukan                          recoverable amount, which is determined
          berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual                     based on the higher of net selling price or
          bersih dan nilai pakai.                                           value in use.

          Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau                      When fixed assets are retired or disposed,
          dijual, maka harga perolehan dan akumulasi                        their costs and the related accumulated
          penyusutannya dikeluarkan dari laporan                            depreciation are eliminated from the
          keuangan dan keuntungan atau kerugian yang                        financial statements and the resulting gains
          terjadi diakui dalam laporan laba rugi.                           or losses are recognised in the statement of
                                                                            profit or loss.




                                                 Halaman -5/24-Page
                                                       203
Page 228
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     m. Pinjaman yang diterima                                    m. Borrowings

          Pinjaman yang diterima pada awalnya diakui                    Borrowings are recognised initially at fair
          sebesar nilai wajar setelah dikurangi biaya-                  value, net of directly attributable transaction
          biaya transaksi (jika ada) yang dapat                         costs (if any). Borrowings are subsequently
          diatribusikan secara langsung. Pinjaman yang                  stated at amortised cost, any difference
          diterima selanjutnya dicatat menggunakan                      between the proceeds (net of transaction
          biaya perolehan diamortisasi, selisih antara                  costs) and the redemption value is
          jumlah yang diterima (bersih setelah dikurangi                recognised in the profit or loss over the
          biaya-biaya transaksi) dan nilai penyelesaian                 period of the borrowings using the effective
          pinjaman yang diterima tersebut diakui dalam                  interest method. Borrowings are classified
          laporan laba rugi sepanjang masa pinjaman                     as financial liabilities at amortised cost.
          dengan menggunakan metode bunga efektif.
          Pinjaman yang diterima diklasifikasikan
          sebagai liabilitas keuangan yang diukur
          dengan biaya perolehan diamortisasi.

          Biaya yang dibayarkan pada saat pembukaan                     Fees paid on the establishment of loan
          fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya                       facilities are recognised as transaction costs
          transaksi     pinjaman   sepanjang    besar                   of the loan to the extent that it is probable
          kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas                   that some or all of the facility will be drawn
          akan ditarik. Dalam hal ini, biaya tersebut                   down. In this case, the fee is deferred until
          ditangguhkan sampai penarikan terjadi.                        the draw-down occurs. To the extent there is
          Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar                    no evidence that it is probable that some or
          kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas                   all of the facility will be drawn down, the fee
          akan ditarik, biaya tersebut dikapitalisasi                   is capitalised as a prepayment of liquidity
          sebagai pembayaran di muka atas layanan                       services and amortised over the period of
          likuiditas dan diamortisasi selama jangka                     the facility to which it relates.
          waktu fasilitas terkait.

          Biaya      pinjaman       akan        dihentikan              Borrowings are removed from the statement
          pengakuannya dari laporan posisi keuangan                     of financial position when the obligation
          ketika kewajiban yang tertulis pada kontrak                   specified in the contract is discharged,
          dibatalkan, atau sudah tidak berlaku. Selisih                 canceled or expired. The difference between
          antara nilai tercatat dari liabilitas keuangan                the carrying amount of a financial liability
          yang sudah berakhir atau dialihkan ke pihak                   that has been extinguished or transferred to
          lain, dan imbalan yang dibayarkan, termasuk                   another party and the consideration paid,
          aset non kas yang dialihkan atau liabilitas yang              including any non-cash assets transferred or
          ditanggung, diakui dalam laba rugi sebagai                    liabilities assumed, is recognised in profit or
          pendapatan lain-lain atau biaya keuangan.                     loss as other income or finance costs.

          Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi                    Refer to Note 2c for the accounting policy of
          atas liabilitas keuangan yang diukur dengan                   financial liabilities at amortised cost.
          biaya perolehan diamortisasi.

     n.   Imbalan kerja                                           n.    Employee benefits

          Imbalan kerja jangka pendek                                   Short-term employee benefits

          Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat                  Short-term      employee       benefits     are
          terutang kepada karyawan. Imbalan kerja                       recognised when they accrue to the
          jangka pendek termasuk merupakan upah                         employees. Short-term employee benefits
          dan gaji yang akan diselesaikan dalam waktu                   include wages and salaries that will be
          12 bulan setelah akhir dari periode ketika                    settled within 12 months after the end of the
          pekerja memberikan jasa hingga akhir dari                     period when the employee renders the
          periode pelaporan dan dihitung pada jumlah                    related services until the end of the reporting
          yang diperkirakan akan dibayar ketika                         period and is calculated at the amount
          liabilitas diselesaikan.                                      expected to be paid when the liability is
                                                                        settled.



                                                 Halaman -5/25-Page
                                                     204
Page 229
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                        31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                        2.   MATERIAL           ACCOUNTING            POLICIES
     (lanjutan)                                                    (continued)

     n.   Imbalan kerja (lanjutan)                                 n.    Employee benefits (continued)

          Imbalan pensiun dan imbalan pasca-kerja                        Pension benefits and           other     post-
          lainnya                                                        employment benefits

          Perseroan memiliki program pensiun imbalan                     The Company has defined benefit and
          pasti dan iuran pasti.                                         defined contribution pension plans.

          Program iuran pasti merupakan program                          A defined contribution plan is a pension plan
          pensiun dimana Perseroan membayar                              under which the Company pays fixed
          sejumlah iuran tertentu kepada entitas yang                    contributions into a separate entity. The
          terpisah. Perseroan tidak memiliki kewajiban                   Company has no legal or constructive
          hukum atau konstruktif untuk membayar iuran                    obligations to pay further contributions if the
          lebih lanjut jika entitas tersebut tidak memiliki              fund does not hold sufficient assets to pay
          aset yang cukup untuk membayar seluruh                         all employees the benefits relating to
          imbalan atas jasa yang diberikan pekerja pada                  employee service in the current and prior
          periode berjalan maupun periode lalu.                          periods.

          Untuk program iuran pasti, Perseroan                           For defined contribution plan, the Company
          membayar iuran program pensiun baik karena                     pays contributions to pension plans on a
          diwajibkan,    berdasarkan     kontrak     atau                mandatory, contractual or voluntary basis.
          sukarela. Namun karena Undang-Undang                           However, since Job Creation Law No. 11 of
          Cipta Kerja No. 11 tahun 2020 mengharuskan                     2020 requires an entity to pay to a worker
          entitas membayar jumlah tertentu kepada para                   entering into pension age a certain amount
          pekerja yang telah memasuki usia pensiun                       based on the worker’s length of service, the
          yang ditentukan berdasarkan masa kerja,                        Company is exposed to the possibility of
          Perseroan rentan terhadap kemungkinan                          having to make further payments to reach
          untuk membayar kekurangan apabila iuran                        that certain amount in particular when the
          kumulatif kurang dari jumlah tertentu. Sebagai                 cumulative contributions are less than that
          akibatnya untuk tujuan pelaporan keuangan,                     amount.     Consequently      for     financial
          program iuran pasti secara efektif diberlakukan                reporting purposes, defined contribution
          seolah-olah sebagai program imbalan pasti.                     plans are effectively treated as if they were
                                                                         defined benefit plans.

          Program pensiun imbalan pasti ditujukan untuk                  Defined benefit pension plan is designated
          karyawan yang telah menjadi peserta Dana                       for all employees who became member of
          Pensiun Astra 1 sebelum atau pada tanggal 20                   Dana Pension Astra 1 on or before 20 April
          April 1992. Sedangkan program pensiun iuran                    1992. Hence, defined contribution pension
          pasti ditujukan untuk karyawan yang menjadi                    plan is designated for employees who
          peserta Dana Pensiun Astra 2 sesudah                           become a member of Dana Pensiun Astra 2
          tanggal 20 April 1992.                                         after 20 April 1992.

          Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang                  The liability recognised in the statement of
          diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai                 financial position in respect of defined
          kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal                     benefit pension plans is the present value of
          laporan posisi keuangan dikurangi nilai wajar                  the defined benefit obligation at the
          aset program. Liabilitas imbalan pasti dihitung                statement of financial position’s date less the
          setiap tahun oleh aktuaris independen dengan                   fair value of plan assets. The defined benefit
          menggunakan metode Projected Unit Credit.                      obligation is calculated annually by
          Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan                 independent actuaries using the Projected
          dengan mendiskontokan estimasi arus kas                        Unit Credit method. The present value of the
          keluar di masa yang akan datang dengan                         defined benefit obligation is determined by
          menggunakan         tingkat  bunga     Obligasi                discounting the estimated future cash
          Pemerintah dalam mata uang yang sama                           outflows using interest rates of Government
          dengan mata uang pensiun yang akan                             Bonds that are denominated in the currency
          dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang                          in which the pension will be paid, and that
          kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo                     have terms to maturity approximating the
          pensiun yang bersangkutan.                                     terms of the related pension liability.



                                                 Halaman -5/26-Page
                                                     205
Page 230
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)       (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                          2.   MATERIAL           ACCOUNTING            POLICIES
     (lanjutan)                                                      (continued)

     n.   Imbalan kerja (lanjutan)                                   n.    Employee benefits (continued)

          Imbalan pensiun dan imbalan pasca-kerja                          Pension benefits and other              post-
          lainnya (lanjutan)                                               employment benefits (continued)

          Biaya bunga bersih dihitung dengan                               The net interest cost is calculated by
          menerapkan tingkat diskonto terhadap saldo                       applying the discount rate to the net balance
          bersih kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar                   of the defined benefit obligation and the fair
          aset program. Biaya ini termasuk dalam beban                     value of plan assets. This cost is included in
          imbalan kerja dalam laporan laba rugi.                           employee benefit expense in the statement
                                                                           of profit or loss.

          Keuntungan dan kerugian atas pengukuran                          Remeasurement gains and losses arising
          kembali yang timbul dari penyesuaian dan                         from experience adjustments and changes
          perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial                          in actuarial assumptions are charged or
          langsung     diakui  seluruhnya     melalui                      credited to equity in other comprehensive
          pendapatan komprehensif lainnya pada saat                        income in the period in which they arise.
          terjadinya. Keuntungan dan kerugian ini                          They are included in retained earnings in the
          termasuk didalam laba ditahan pada laporan                       statement of changes in equity and in the
          perubahan ekuitas dan pada laporan posisi                        statement of financial position.
          keuangan.

          Perubahan nilai kini atas kewajiban imbalan                      Changes in the present value of the defined
          pasti yang timbul dari Amendemen rencana                         benefit obligation resulting from plan
          atau pembatasan langsung diakui dalam                            amendments or curtailments are recognised
          laporan laba rugi sebagai biaya jasa lalu.                       immediately in a profit or loss as past service
                                                                           costs.

          Keuntungan dan kerugian dari kurtailmen atau                     Gains or losses on the curtailment or
          penyelesaian program manfaat pasti diakui di                     settlement of a defined benefit plan are
          laba rugi ketika kurtailmen atau penyelesaian                    recognised in profit or loss when the
          tersebut terjadi. Perseroan juga memberikan                      curtailment or settlement occurs. The
          imbalan pasca-kerja lainnya, seperti uang                        Company also provide other post-
          penghargaan dan uang pisah.                                      employment benefits, service pay and
                                                                           separation pay.

          Imbalan berupa uang penghargaan diberikan                        The service pay benefit vests when the
          apabila karyawan bekerja hingga mencapai                         employees reach their retirement age. The
          usia pensiun. Sedangkan imbalan berupa                           separation pay benefit is paid to employees
          uang pisah, dibayarkan kepada karyawan                           in the case of voluntary resignation, subject
          yang mengundurkan diri secara sukarela,                          to a minimum number of years of service.
          setelah memenuhi minimal masa kerja                              These benefits have been accounted for
          tertentu. Imbalan ini dihitung dengan                            using the same methodology as for the
          menggunakan metodologi yang sama dengan                          defined benefit pension plan.
          metodologi yang digunakan dalam perhitungan
          program pensiun imbalan pasti.

          Imbalan jangka panjang lainnya                                   Other long-term benefits

           Imbalan jangka panjang lainnya seperti cuti                     Other long-term employee benefits such as
          berimbalan jangka panjang dan penghargaan                        long service leave and jubilee awards are
          jubilee dihitung dengan menggunakan metode                       calculated using the projected unit credit
          Projected Unit Credit dan didiskontokan ke                       method and discounted to present value.
          nilai kini. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh              These obligations are valued annually by
          aktuaris independen yang memenuhi syarat.                        independent qualified actuaries. These
          Imbalan ini dihitung dengan menggunakan                          benefits are accounted for using the same
          metodologi yang sama dengan metodologi                           methodology as for the defined benefit
          yang digunakan dalam perhitungan program                         pension plan, except for remeasurements
          pensiun imbalan pasti, kecuali untuk                             which are recognised in profit or loss.
          pengukuran kembali yang diakui pada laba
          rugi.



                                                  Halaman -5/27-Page
                                                      206
Page 231
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     o.   Pengakuan pendapatan dan beban                          o.    Income and expense recognition

          Pendapatan        dari    sewa     pembiayaan                 Income from finance lease (refer to Note 2f),
          (lihat Catatan 2f), pembiayaan konsumen                       consumer financing (refer to Note 2g),
          (lihat Catatan 2g), pembiayaan modal usaha                    working capital financing (refer to Note 2h),
          (lihat Catatan 2h), dan anjak piutang                         and factoring (refer to Note 2i) are
          (lihat Catatan 2i) diakui sesuai dengan jangka                recognised over the term of the respective
          waktu kontrak berdasarkan metode suku                         contracts using the effective interest
          bunga efektif.                                                method.

          Metode suku bunga efektif adalah metode                       The effective interest method is a method of
          yang digunakan untuk menghitung biaya                         calculating the amortised cost of a financial
          perolehan diamortisasi dari aset keuangan                     asset or a financial liability and of allocating
          atau liabilitas keuangan dan metode untuk                     the interest income or interest expense over
          mengalokasikan pendapatan bunga atau                          the relevant period. The effective interest
          beban bunga selama periode yang relevan.                      rate is the rate that exactly discounts
          Suku bunga efektif adalah suku bunga yang                     estimated future cash payments or receipts
          secara tepat mendiskontokan estimasi                          through the expected life of the financial
          pembayaran atau penerimaan kas di masa                        instrument to the net carrying amount of the
          datang selama perkiraan umur dari instrumen                   financial asset or financial liability. When
          keuangan untuk memperoleh nilai tercatat                      calculating the effective interest rate, the
          bersih dari aset keuangan atau liabilitas                     Company estimates cash flows considering
          keuangan. Pada saat menghitung suku bunga                     all contractual terms of the financial
          efektif, Perseroan mengestimasi arus kas                      instrument but does not consider future
          dengan        mempertimbangkan       seluruh                  credit losses. These calculations include
          persyaratan kontraktual dalam instrumen                       transaction costs (if any).
          keuangan         tersebut, namun        tidak
          mempertimbangkan kerugian kredit di masa
          datang. Perhitungan ini mencakup biaya
          transaksi (jika ada).

          Pendapatan    bunga  disajikan   sebagai                      Interest income is presented as financial
          pendapatan keuangan yang diperoleh dari                       income obtained from financial assets held
          aset keuangan yang dimiliki untuk tujuan                      for cash management purposes.
          pengelolaan kas.

          Pendapatan penalti dikenakan kepada                           Penalty income is charged to consumers
          konsumen yang menyelesaikan kontrak                           who terminated their contracts before
          sebelum masa pembiayaan berakhir dan                          financing period ends and consumers who
          konsumen    yang  terlambat melakukan                         are late making payments.
          pembayaran.

          Lain-lain merupakan pendapatan bunga masa                     Others represents grace period interest
          tenggang terkait tunggakan dan pendapatan                     income related to overdue and interest
          bunga yang berasal dari pinjaman karyawan.                    income from employee loans.

          Pendapatan bunga, pendapatan penalti, dan                     Interest income, penalty income, and others
          lain-lain diakui pada saat penerimaan dapat                   are recognised when realisation is certain.
          dipastikan.

          Beban diakui pada saat terjadinya, dengan                     Expenses are recognised as incurred on an
          menggunakan dasar akrual.                                     accruals basis.




                                                 Halaman -5/28-Page
                                                     207
Page 232
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL           ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     p. Pajak penghasilan kini dan tangguhan                      p.    Current and deferred income tax

         Beban pajak terdiri dari pajak kini dan                        The tax expenses comprises of current and
         tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba                     deferred tax. Tax is recognised in statement
         rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan               of profit and loss, except to the extent that it
         transaksi atau kejadian yang langsung diakui                   relates to items recognised directly in other
         ke penghasilan komprehensif lain atau                          comprehensive income or directly in equity.
         langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini pajak                In this case, the tax is also recognised in
         tersebut    masing-masing       diakui     dalam               other comprehensive income or equity,
         penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.                    respectively.

         Beban pajak kini dihitung berdasarkan                          The current income tax charge is calculated
         peraturan perpajakan yang sudah berlaku                        on the basis of the tax laws enacted at the
         pada periode pelaporan keuangan, di negara                     reporting period in the countries where the
         dimana       Perseroan      beroperasi      dan                Company’s operate and generate taxable
         menghasilkan pendapatan kena pajak.                            income. Management periodically evaluates
         Manajemen secara periodik mengevaluasi                         positions taken in tax returns with respect
         posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan                  situation in which applicable tax regulation is
         Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di                     subject to interpretation. It establishes
         mana      aturan     pajak      yang    berlaku                provisions where appropriate on the basis of
         membutuhkan       interpretasi.    Jika  perlu,                amounts expected to be paid to the tax
         manajemen menentukan provisi berdasarkan                       authorities.
         jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
         otoritas pajak.

         Pajak      penghasilan   tangguhan      diakui                 Deferred income tax is provided in full, using
         sepenuhnya, dengan menggunakan metode                          the liability method, on temporary
         liabilitas untuk semua perbedaan temporer                      differences which arise from the difference
         yang berasal dari selisih antara dasar                         between the tax bases of assets and
         pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan                     liabilities and their carrying amounts in the
         nilai tercatatnya pada laporan keuangan.                       financial statements. However, deferred tax
         Namun,       liabilitas pajak    penghasilan                   liabilities are not recognised if they arise
         tangguhan tidak diakui jika berasal dari                       from the initial recognition of goodwill.
         pengakuan awal goodwill. Pajak penghasilan                     Deferred income tax is also not accounted
         tangguhan juga tidak diperhitungkan jika pajak                 for if it arises from initial recognition of an
         penghasilan tangguhan tersebut timbul dari                     asset or liability in a transaction other than a
         pengakuan awal aset atau pengakuan awal                        business combination that at the time of the
         liabilitas dalam transaksi yang bukan                          transaction affects neither accounting nor
         kombinasi bisnis yang pada saat transaksi                      taxable profit or loss.
         tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun
         laba kena pajak/rugi pajak.

         Pajak penghasilan tangguhan diukur dengan                      Deferred income tax is determined using tax
         menggunakan tarif pajak yang sudah                             rates that have been enacted or
         diberlakukan atau secara substantif berlaku                    substantially enacted by the end of the
         pada       akhir    periode   pelaporan  dan                   reporting period and are expected to apply
         diekspektasi akan digunakan ketika aset pajak                  when the related deferred income tax asset
         tangguhan yang berhubungan direalisasi atau                    is realised or the deferred income tax liability
         liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.                       is settled.

         Aset pajak tangguhan diakui hanya jika                         Deferred tax assets are recognised only if it
         kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak                      is probable that future taxable amounts will
         dimasa depan akan memadai untuk                                be available to utilise those temporary
         dikompensasi dengan perbedaan temporer                         differences and losses.
         yang masih dapat dimanfaatkan.




                                                 Halaman -5/29-Page
                                                     208
Page 233
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL            ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     p. Pajak penghasilan kini dan tangguhan                      p.    Current and        deferred     income      tax
        (lanjutan)                                                      (continued)

          Aset dan liabilitas pajak penghasilan                         Deferred tax assets and liabilities are offset
          tangguhan dapat saling hapus apabila                          when there is a legally enforceable right to
          terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk                     offset current tax assets and liabilities and
          melakukan saling hapus antara aset pajak kini                 when the deferred tax balances relate to the
          dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset                 same taxation authority. Current tax assets
          dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan                    and tax liabilities are offset where the entity
          dikenakan oleh otoritas perpajakan yang                       has a legally enforceable right to offset and
          sama. Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini               intends either to settle on a net basis, or to
          akan saling hapus ketika entitas memiliki hak                 realise the asset and settle the liability
          yang berkekuatan hukum untuk melakukan                        simultaneously.
          saling hapus dan adanya niat untuk
          melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut
          secara neto atau untuk merealisasikan dan
          menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

     q.   Surat berharga yang diterbitkan                         q.    Securities issued

          Surat berharga yang diterbitkan dicatat                       Securities issued are presented at nominal
          sebesar nilai nominal dikurangi dengan biaya                  value net of unamortised securities issuance
          emisi yang belum diamortisasi. Biaya emisi                    cost. Costs incurred in connection with
          adalah biaya yang terjadi sehubungan dengan                   securities issuance are recognised as a
          surat berharga yang diterbitkan, diakui                       discount and offset directly from the
          sebagai diskonto dan dikurangkan langsung                     proceeds derived from such offerings and
          dari hasil emisi dan diamortisasi selama                      amortised over the period of the securities
          jangka waktu surat berharga yang diterbitkan                  issued using effective interest rate method.
          tersebut dengan menggunakan metode suku                       Securities issued are bonds payable.
          bunga efektif. Surat berharga yang diterbitkan                Securities issued are classified as financial
          adalah utang obligasi. Surat berharga yang                    liabilities at amortised cost. Refer to Note 2c
          diterbitkan diklasifikasikan sebagai liabilitas               for the accounting policy of financial liabilities
          keuangan yang diukur dengan biaya                             at amortised cost.
          perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk
          kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan
          yang diukur dengan biaya perolehan
          diamortisasi.

          Bunga atas surat berharga yang diterbitkan                    Interest on securities issued are recorded as
          diakui sebagai beban bunga dan keuangan                       interest and financing charges using accrual
          berdasarkan basis akrual.                                     basis.

     r.   Transaksi sewa                                          r.    Lease transaction

          Pada tanggal permulaan kontrak, Perseroan                     At the inception of a contract, the Company
          menilai apakah kontrak merupakan atau                         assesses whether the contract is or contains
          mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan                      a leases. A contract is or contains a leases if
          atau mengandung sewa jika kontrak tersebut                    the contract conveys the right to control the
          memberikan hak untuk mengendalikan                            use of an identified assets for a period of
          penggunaan aset identifikasian selama suatu                   time in exchange for consideration. The
          jangka waktu untuk dipertukarkan dengan                       Company can choose not to recognise the
          imbalan. Perseroan dapat memilih untuk tidak                  right-of-use asset and lease liabilities for:
          mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa
          untuk:
          -   Sewa jangka pendek; dan                                   -   Short-term lease; and
          -   Sewa yang aset pendasarnya bernilai                       -   Low value assets
              rendah




                                                 Halaman -5/30-Page
                                                     209
Page 234
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL            ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     r.   Transaksi sewa (lanjutan)                               r.    Lease transaction (continued)

          Untuk menilai apakah kontrak memberikan                       To assess whether a contract conveys the
          hak untuk mengendalikan penggunaan aset                       right to control the use of an identified asset,
          identifikasian, Perseroan harus menilai                       the Company shall assess whether:
          apakah:

          -   Perseroan        memiliki   hak   untuk                   -   The Company has the right to obtain
              mendapatkan secara substansial secara                         substantially all the economic benefit
              ekonomi       dari   penggunaan    aset                       from use of the asset throughout the
              identifikasian; dan                                           period of use; and
          -   Perseroan        memiliki   hak   untuk                   -   The Company has the right to direct the
              mengarahkan         penggunaan     aset                       use of the asset. The Company owns
              identifikasian. Perseroan memiliki hak                        this right when it has a relevant
              untuk pengambilan keputusan yang                              decision-making right to change how
              relevan tentang bagaimana dan untuk                           and for what purpose the asset is used
              tujuan apa aset digunakan telah                               predeterminately and:
              ditentukan sebelumnya dan:
              1. Perseroan       memiliki  hak  untuk                       1.   The Company has the right to
                  mengoperasikan aset; atau                                      operate the asset; or
              2. Perseroan telah mendesain aset                             2.   The Company has designed the
                  dengan cara menetapkan sebelumnya                              asset in a way that predetermines
                  bagaimana dan untuk tujuan apa aset                            how and for what purpose it will be
                  akan digunakan selama periode                                  used.
                  penggunaan.

          Pada tanggal permulaan sewa, Perseroan                        The Company recognises a right-of-use
          mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.                   asset and a leases liability at the leases
          Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan,                    commencement date. The right-of-use asset
          dimana meliputi jumlah pengukuran awal                        is initially measured at cost, which
          liabilitas sewa yang disesuaikan dengan                       comprises the initial amount of the leases
          pembayaran sewa yang dilakukan pada atau                      liability adjusted for any leases payment
          sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan                    made at or before the commencement date,
          biaya langsung awal yang dikeluarkan. Aset                    plus any initial direct cost incurred. The right-
          hak-guna disusutkan dengan menggunakan                        of-use asset is depreciated over the straight
          metode garis lurus sepanjang jangka waktu                     line method throughout the lease term.
          sewa.

          Liabilitas sewa diukur pada nilai kini                        The lease liability is initially measured at the
          pembayaran sewa yang belum dibayar pada                       present value of the lease payments that are
          tanggal permulaan, didiskontokan dengan                       not paid at the commencement date,
          menggunakan suku bunga implisit dalam                         discounted using the interest rate implicit in
          sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat                the lease or, if that right cannot be readily
          ditentukan, maka menggunakan suku bunga                       determined, using incremental borrowing
          pinjaman inkremental.                                         rate.

          Pembayaran sewa dialokasikan menjadi                          Each lease payment is allocated into the
          bagian pokok dan biaya bunga. Biaya bunga                     lease     liabilities and interest cost. The
          dibebankan pada laba rugi selama periode                      interest cost is charged to profit or loss over
          sewa sehingga menghasilkan tingkat suku                       the leases period so as to produce a
          bunga periodik yang konstan atas saldo                        constant periodic rate of interest on the
          liabilitas untuk setiap periode.                              remaining balance of the liability for each
                                                                        period.

     s.   Laba per saham                                          s.    Earnings per share

          Laba per saham dasar dihitung dengan                          Basic earning per share is calculated by
          membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata                   dividing net income in the year by the
          tertimbang jumlah saham biasa yang beredar                    weighted average number of ordinary
          sepanjang tahun.                                              shares outstanding during the year.

          Laba bersih per saham dilusian dihitung                       Diluted earnings per share is calculated by
          dengan menyesuaikan jumlah rata-rata                          adjusting the weighted average number of
          tertimbang saham biasa yang beredar dengan                    ordinary shares outstanding to assume
          asumsi bahwa semua efek berpotensi saham                      conversion of all potential dilutive ordinary
          biasa yang sifatnya dilutif dikonversi.                       shares.


                                                 Halaman -5/31-Page
                                                     210
Page 235
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)      (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                         2.   MATERIAL             ACCOUNTING             POLICIES
     (lanjutan)                                                     (continued)

     t.   Transaksi dengan pihak berelasi                           t.    Transaction with related parties

          Perseroan melakukan transaksi dengan pihak                      The Company has transactions with related
          berelasi sebagaimana didefinisikan dalam                        parties as defined in SFAS 224 regarding
          PSAK 224 “Pengungkapan Pihak-pihak yang                         “Related Party Disclosure”, the meaning of
          Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak yang                      a related party is a person or entity that is
          berelasi adalah orang atau entitas yang                         related to a reporting entity as follows:
          berelasi dengan entitas pelapor sebagai
          berikut:

          a. Orang atau anggota keluarga terdekatnya                      a.    A person or a close member of that
             berelasi dengan entitas pelapor jika orang                        person’s family is related to a reporting
             tersebut:                                                         entity if that person:
             i. memiliki        pengendalian       atau                        i. has control or joint control over the
                  pengendalian bersama terhadap                                     reporting entity;
                  entitas pelapor;
             ii. memiliki pengaruh signifikan terhadap                         ii.  has significant influence over the
                  entitas pelapor; atau                                             reporting entity; or
             iii. personil manajemen kunci entitas                             iii. is member of the key management
                  pelapor atau entitas induk pelapor.                               personnel of the reporting entity of a
                                                                                    parent of the reporting entity.

          b. Suatu entitas berelasi dengan entitas                       b.    An entity is related to a reporting entity if
             pelapor jika memenuhi hal-hal sebagai                             any of the following conditions applies:
             berikut:
              i. entitas dan entitas pelapor adalah                            i.  the entity and the reporting entity are
                   anggota dari kelompok usaha yang                                members of the same the Company
                   sama (artinya entitas induk, entitas                            (which means that each parent,
                   anak dan entitas anak berikutnya                                subsidiary and fellow subsidiary is
                   terkait dengan entitas lain);                                   related to the others);
             ii. suatu entitas adalah entitas asosiasi                         ii. one entity is an associate or joint
                   atau ventura bersama bagi entitas lain                          venture of the other entity (or an
                   (atau entitas asosiasi atau ventura                             associate or joint venture of member
                   bersama yang merupakan anggota                                  of a company of which the other
                   suatu kelompok usaha, dimana entitas                            entity is a member);
                   lain tersebut adalah anggotanya);
             iii. kedua entitas tersebut adalah ventura                        iii. both entities are joint ventures of the
                   bersama dari pihak ketiga yang sama;                              same third party;
             iv. suatu entitas adalah ventura bersama                          iv. one entity is a joint venture of a third
                   dari entitas ketiga dan entitas yang                              entity and the other entity is an
                   lain adalah entitas asosiasi dari entitas                         associate of the third entity;
                   ketiga;
             v. entitas tersebut adalah suatu program                          v.    the entity is a post-employment
                   imbalan pasca kerja untuk imbalan                                 benefit plan for the benefit of
                   kerja dari suatu entitas pelapor atau                             employees of either the reporting
                   entitas yang terkait dengan entitas                               entity or an entity related to the
                   pelapor;                                                          reporting entity;
             vi. entitas yang dikendalikan atau                                vi. the entity controlled or jointly
                   dikendalikan bersama oleh orang                                   controlled by a person identified in
                   yang diidentifikasi dalam butir (a);                              (a);
             vii. orang yang diidentifikasi, dalam butir                       vii. a person identified in (a) (i) has
                   (a) (i) memiliki pengaruh signifikan                              significant influence over the entity
                   terhadap entitas atau anggota personil                            or is a member of the key
                   manajemen kunci entitas (atau entitas                             management personnel of the entity
                   induk dari entitas);                                              (or of a parent of the entity);
             viii. entitas, atau anggota dari kelompok di                      viii. an entity, or any member of a group
                   mana entitas merupakan bagian dari                                of which it is a part, that provides key
                   kelompok tersebut, menyediakan jasa                               management personnel services to
                   personil manajemen kunci kepada                                   the reporting entity or it is parent.
                   entitas pelapor atau kepada entitas
                   induk dari entitas pelapor.

          Jenis transaksi dan saldo dengan pihak                          The nature of transactions and balances of
          berelasi, diungkapkan dalam Catatan 25.                         accounts with related parties, are disclosed
                                                                          in the Note 25.



                                                 Halaman -5/32-Page
                                                     211
Page 236
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL                       2.   MATERIAL          ACCOUNTING              POLICIES
     (lanjutan)                                                   (continued)

     u.   Informasi segmen                                        u.    Segment information

          Sebuah segmen operasi adalah suatu                            An operating segment is a component of
          komponen dari entitas:                                        entity which:
          i. yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang                  i. involves with business activities to
               memperoleh          pendapatan         dan                    generate income and expenses (include
               menimbulkan         beban        (termasuk                    income and expenses relating to the
               pendapatan dan beban yang terkait                             transactions with other components with
               dengan transaksi dengan komponen lain                         the same entity);
               dari entitas yang sama);
          ii. hasil operasinya dikaji ulang secara                      ii.  operations result is observed regularly
               berkala oleh kepala operasional untuk                         by chief decision maker to make
               pembuatan keputusan tentang sumber                            decisions regarding the allocation of
               daya yang dialokasikan pada segmen                            resources and to evaluate the works;
               tersebut dan menilai kinerjanya; dan                          and
          iii. tersedia informasi keuangan yang dapat                   iii. separate financial information is
               dipisahkan.                                                   available.

          Segmen         operasi    Perseroan disajikan                 The Company discloses the operating
          berdasarkan segmen bisnis yang terdiri dari                   segment based on business segments that
          sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen,                         consists of: finance leases, consumer
          anjak piutang, pembiayaan modal kerja dan                     financing,   factoring,    working    capital
          lain-lain (lihat Catatan 27).                                 financing and others (refer to Note 27).


3.   ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI                     3.   CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
     YANG PENTING                                                 JUDGEMENTS

     Beberapa estimasi dan asumsi dibuat dalam                    Certain estimates and assumptions are made in
     rangka penyusunan laporan keuangan dimana                    the preparation of the financial statements.
     dibutuhkan pertimbangan manajemen dalam                      These often require management judgment in
     menentukan metodologi yang tepat untuk penilaian             determining the appropriate methodology for
     aset dan liabilitas.                                         valuation of assets and liabilities.

     Manajemen membuat estimasi dan asumsi yang                   Management makes estimates and assumptions
     berimplikasi pada pelaporan nilai aset dan liabilitas        that affect the reported amounts of assets and
     atas tahun keuangan satu tahun kedepan. Semua                liabilities within the next financial year. All
     estimasi dan asumsi yang diharuskan oleh PSAK                estimates and assumptions required in
     adalah estimasi terbaik yang didasarkan standar              conformity with SFAS are best estimates
     yang berlaku. Estimasi dan pertimbangan                      undertaken in accordance with the applicable
     dievaluasi secara terus menerus dan berdasarkan              standard. Estimates and judgements are
     pengalaman masa lalu dan faktor-faktor lain                  evaluated on a continuous basis, and are based
     termasuk harapan atas kejadian yang akan datang.             on past experience and other factors, including
                                                                  expectations with regard to future events.

     Walaupun estimasi dan asumsi ini dibuat                      Although these estimates and assumptions are
     berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas               based on management’s best knowledge of
     kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul            current events and activities, actual result may
     mungkin berbeda dengan estimasi dan asumsi                   differ from those estimates and assumption.
     semula.

     Sumber utama ketidakpastian estimasi:                        Key sources of estimation uncertainty:

     a.   Penyisihan kerugian penurunan nilai aset                a.    Allowance for impairment losses of
          keuangan                                                      financial assets

          Perseroan melakukan review atas aset                          The Company reviews its financial assets at
          keuangan pada setiap tanggal laporan untuk                    reporting date to evaluate the allowance for
          melakukan penilaian atas penyisihan kerugian                  impairment       losses.      Management’s
          penurunan   nilai    yang   telah    dicatat.                 judgement is applied in the estimation when
          Pertimbangan manajemen diperlukan dalam                       determining the level of allowance required.
          menentukan estimasi yang digunakan untuk
          menentukan     tingkat   penyisihan     yang
          dibutuhkan.


                                                 Halaman -5/33-Page
                                                     212
Page 237
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)      (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

3.   ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI                       3.   CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
     YANG PENTING (lanjutan)                                        JUDGEMENTS (continued)

     Sumber utama           ketidakpastian      estimasi:           Key sources        of   estimation    uncertainty:
     (lanjutan)                                                     (continued)

     a.   Penyisihan kerugian penurunan nilai aset                  a.    Allowance for impairment losses of
          keuangan (lanjutan)                                             financial assets (continued)

          Kondisi spesifik penurunan nilai debitur dalam                  The specific debtors' conditions in
          pembentukan penyisihan kerugian penurunan                       determining allowance for impairment
          nilai atas aset keuangan dievaluasi secara                      amount of the financial assets is evaluated
          individu    berdasarkan     estimasi    terbaik                 individually    and    is     based     upon
          manajemen atas nilai kini arus kas yang                         management's best estimate of the present
          diharapkan       akan      diterima.    Dalam                   value of the cash flows that are expected to
          mengestimasi arus kas tersebut, manajemen                       be received. In estimating these cash flows,
          membuat pertimbangan tentang segmentasi                         management makes judgements about the
          portofolio piutang sewa pembiayaan, piutang                     segmentation of the portfolio of finance
          pembiayaan konsumen, dan tagihan anjak                          lease receivables, consumer financing
          piutang, periode dari data kerugian historis                    receivables, and factoring receivables, the
          yang digunakan, identifikasi faktor ekonomi                     period of historical loss data used,
          makro      yang     paling     relevan    yang                  identification of the most relevant
          mempengaruhi pelunasan jumlah piutang                           macroeconomic factors affecting the
          pembiayaan sewa, piutang pembiayaan                             settlement of the amounts due from finance
          konsumen, dan tagihan anjak piutang, situasi                    lease receivables, consumer financing
          keuangan debitur dan nilai realisasi bersih                     receivables, and factoring receivables,
          berdasarkan jaminan estimasi nilai pasar untuk                  debtors' financial situation and the net
          jaminan yang dimiliki berdasarkan kondisi                       realisable value of any underlying collateral
          pasar masa kini. Setiap aset yang mengalami                     based on estimated market value for
          penurunan nilai dinilai sesuai dengan manfaat                   collaterals held in the current market
          yang ada dan strategi penyelesaian serta                        conditions. Each impaired asset is assessed
          estimasi arus kas yang diperkirakan dapat                       on its merits and the workout strategy and
          diterima disetujui secara independen oleh                       estimated      cash     flows     considered
          Manajemen Risiko.                                               recoverable are independently approved by
                                                                          the Risk Management.

          Evaluasi cadangan kerugian penurunan nilai                      Evaluation     on   collective   impairment
          secara kolektif meliputi kerugian kredit yang                   allowance covers credit losses inherent in
          melekat pada portofolio piutang sewa                            portfolios of finance lease receivables,
          pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen,                        consumer financing receivables, working
          piutang pembiayaan modal usaha, dan                             capital receivables, factoring receivables
          pembiayaan       anjak       piutang     dengan                 with similar economic characteristics based
          karakteristik    ekonomi        yang      serupa                on expected credit losses calculation but the
          berdasarkan perhitungan kerugian kredit                         individual impaired items cannot yet be
          eskpektasian namun penurunan nilai secara                       identified. In assessing the need for
          individu belum dapat diidentifikasi. Dalam                      allowance for collective impairment losses,
          menentukan perlunya untuk membentuk                             management considers factors such as
          cadangan kerugian penurunan nilai secara                        credit quality, portfolio size, credit
          kolektif,   manajemen       mempertimbangkan                    concentrations, and economic factors.
          faktor-faktor seperti kualitas kredit, portofolio,
          konsentrasi kredit, dan faktor ekonomi.

          Guna membuat estimasi penyisihan yang                           In order to estimate the required allowance,
          diperlukan, manajemen membuat asumsi                            assumptions are made to define the way
          untuk menentukan kerugian yang melekat, dan                     inherent losses are modelled and to
          untuk menentukan parameter input yang                           determine the required input parameters,
          diperlukan, berdasarkan pengalaman masa                         based on historical experience and current
          lalu dan kondisi ekonomi saat ini.                              economic conditions.

          Keakuratan penyisihan tergantung pada                           The accuracy of the allowances depends on
          seberapa baik estimasi arus kas masa depan                      how well these estimate future cash flows for
          untuk cadangan counterparty tertentu dan                        specific counterparty allowances and
          asumsi model dan parameter yang digunakan                       the model assumptions and parameters
          dalam menentukan penyisihan penurunan nilai                     used in determining collective impairment
          kolektif.                                                       allowances.


                                                 Halaman -5/34-Page
                                                     213
Page 238
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

3.   ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI                     3.   CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
     YANG PENTING (lanjutan)                                      JUDGEMENTS (continued)

     Sumber utama           ketidakpastian      estimasi:         Key sources         of   estimation    uncertainty:
     (lanjutan)                                                   (continued)

     b.   Nilai wajar dari instrumen keuangan                     b.    Fair value of financial instruments

          Dalam menentukan nilai wajar aset keuangan                    In determining the fair value for financial
          dan liabilitas yang tidak mempunyai harga                     assets and financial liabilities for which there
          pasar, Perseroan menggunakan teknik                           is no observable market price, the Company
          penilaian seperti yang dijelaskan dalam                       uses the valuation techniques as described
          Catatan 2c. Untuk instrumen keuangan yang                     in Note 2c. For financial instruments that are
          jarang diperdagangkan dan memiliki informasi                  traded infrequently and lack of price
          harga yang terbatas, nilai wajar menjadi                      transparency, fair value is less objective and
          kurang objektif dan membutuhkan berbagai                      requires varying degrees of judgement
          tingkat penilaian tergantung pada likuiditas,                 depending on liquidity, concentration,
          konsentrasi, faktor ketidakpastian pasar,                     uncertainty of market factors, pricing
          asumsi harga dan risiko lainnya.                              assumptions and other risks affecting the
                                                                        specific instrument.

     c.   Imbalan kerja                                           c.    Employee benefits

          Nilai kini imbalan kerja karyawan tergantung                  The present value of the employee benefit
          pada beberapa faktor yang ditentukan dengan                   obligations depends on a number of factors
          dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi.                  that are determined on an actuarial basis
          Perubahan atas asumsi-asumsi ini akan                         using a number of assumptions. Any
          mempengaruhi jumlah tercatat atas imbalan                     changes in these assumptions will impact
          kerja karyawan.                                               the carrying amount of employee benefit
                                                                        obligations.

          Asumsi yang digunakan dalam menentukan                        The assumptions used in determining the
          biaya/(pendapatan) bersih untuk imbalan kerja                 net cost/(income) for employee’s benefit
          karyawan antara lain tingkat diskonto, tingkat                included the discount rate, salary increment
          kenaikan gaji di masa datang, usia pensiun                    rate, normal pension age, mortality rate, and
          normal, tingkat mortalitas, dan lain-lain.                    others.

          Perseroan menentukan tingkat diskonto yang                    The Company determines the appropriate
          tepat pada setiap akhir periode pelaporan. Ini                discount rate at the end of each reporting
          merupakan tingkat suku bunga yang harus                       period. This is the interest rate that should
          digunakan untuk menentukan nilai kini atas                    be used to determine the present value of
          arus kas keluar masa depan yang diestimasi                    estimated future cash outflows expected to
          dan akan digunakan untuk membayar imbalan                     be required to settle the employee’s benefit
          kerja karyawan. Dalam menentukan tingkat                      obligations. In determining the appropriate
          diskonto     yang       tepat,     Perseroan                  discount rate, the Company considers the
          mempertimbangkan tingkat imbal hasil obligasi                 yield of government bonds that have terms
          pemerintah yang mempunyai jangka waktu                        to maturity approximating the terms of the
          yang menyerupai jangka waktu imbalan kerja                    related employee’s benefit liability.
          karyawan.

          Tingkat kenaikan gaji per tahun didasarkan                    Annual salary increment rate is determined
          pada informasi historis atas tingkat kenaikan                 based on historical information of previous
          gaji sebelumnya, tingkat inflasi, dan masa                    salary increment rate, inflation rate, and
          kerja.                                                        length of service.

          Asumsi tingkat mortalitas telah didasarkan                   Mortality rate assumption is based on the
          pada tabel mortalitas terbaru yang dihitung                  latest mortality table which is calculated
          dengan menggunakan metode aktuaria yang                      using generally accepted actuarial method.
          diterima secara umum.
          Tingkat pengembalian investasi didasarkan                    Expected rate of return on investment is
          pada informasi historis dan proyeksi pasar ke                based on historical information and future
          depan.                                                       market projections.

          Asumsi tingkat pengunduran diri didasarkan                   Resignation rate assumption is based on
          pada informasi historis dan disesuaikan                      historical information and adjusted for
          dengan kondisi saat ini.                                     current condition.


                                                 Halaman -5/35-Page
                                                     214
Page 239
                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)            (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

4.    KAS DAN KAS DI BANK                                           4.   CASH AND CASH IN BANKS

                                                  31 Desember/       31 Desember/
                                                 December 2024      December 2023

     Kas                                                     260                195                                       Cash

     Kas di Bank                                                                                                Cash in banks
     Pihak ketiga                                                                                                  Third parties
        Rupiah                                                                                                       Rupiah
        PT Bank CIMB Niaga Tbk                           65,073             100,246                PT Bank CIMB Niaga Tbk
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk           60,472                   -   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
        PT Bank Mizuho Indonesia                         60,194                   3               PT Bank Mizuho Indonesia
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                     2,477               5,846           PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
        PT Bank Permata Tbk                               1,822              47,154                    PT Bank Permata Tbk
        PT Bank Negara Indonesia                                                                  PT Bank Negara Indonesia
          (Persero) Tbk                                      729              3,675                            (Persero) Tbk
        Standard Chartered Bank,                                                                   Standard Chartered Bank,
          Indonesia                                          658            170,956                             Indonesia
        PT Bank Central Asia Tbk                             439             10,438                PT Bank Central Asia Tbk
        PT Bank SMBC Indonesia Tbk                           151                146            PT Bank SMBC Indonesia Tbk
        PT Bank UOB Indonesia                                 17                 17                 PT Bank UOB Indonesia
        PT Bank Danamon Indonesia Tbk                         16                  7         PT Bank Danamon Indonesia Tbk
        PT Bank ANZ Indonesia                                 12                 12                  PT Bank ANZ Indonesia
        PT Bank Jago Tbk                                       6                  -                       PT Bank Jago Tbk
        PT Bank Pan Indonesia Tbk                              5                  6              PT Bank Pan Indonesia Tbk
        PT Bank OCBC NISP Tbk                                  5                  6                PT Bank OCBC NISP Tbk

                                                        192,076             338,512

       Dolar AS                                                                                                   US Dollar
       PT Bank Permata Tbk                                  3,167             4,824                   PT Bank Permata Tbk
       PT Bank Central Asia Tbk                               289               277               PT Bank Central Asia Tbk
       PT Bank Danamon Indonesia Tbk                          235               222         PT Bank Danamon Indonesia Tbk
       Standard Chartered Bank,                                                                   Standard Chartered Bank,
         Indonesia                                           183                175                             Indonesia
       PT Bank Mizuho Indonesia                               33                 32              PT Bank Mizuho Indonesia
       PT Bank Negara Indonesia                                                                  PT Bank Negara Indonesia
         (Persero) Tbk                                        30                 29                           (Persero) Tbk
       PT Bank ANZ Indonesia                                  15                 15                 PT Bank ANZ Indonesia
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                          13                 10           PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

                                                            3,965             5,584

     Pihak berelasi                                                                                               Related party
        Rupiah                                                                                                       Rupiah
        PT Bank Jasa Jakarta                             15,005                   2                     PT Bank Jasa Jakarta

     Total bank                                         211,046             344,098                          Total cash in banks

     Total kas dan kas di bank                          211,306             344,293                 Total cash and cash in banks

      Suku bunga rekening bank per tahun berkisar                        Cash in bank accounts earned annual interest
      antara 0,25% - 4,74% pada 31 Desember 2024                         rates ranging between 0.25% - 4.74% for the
      untuk mata uang Rupiah (31 Desember 2023:                          year ended 31 December 2024 for Rupiah
      0,10% - 3,24%) dan 0,10% - 0,125% untuk mata                       currency (31 December 2023: 0.10% - 3.24%)
      uang Dolar AS (31 Desember 2023: 0,10% -                           and 0.10% - 0.125% for US Dollar currency (31
      0,125%).                                                           December 2023: 0.10% % - 0.125%).

      Tidak terdapat saldo kas dan kas di bank yang                      There is no cash and cash in banks that is
      dibatasi    penggunaannya     pada     tanggal                     restricted as at 31 December 2024 and 2023.
      31 Desember 2024 dan 2023.

      Tidak terdapat kas di bank yang mengalami                          There are no cash in banks that experience
      peningkatan risiko kredit yang signifikan atau                     significant increase in credit risk or impaired.
      mengalami penurunan nilai.




                                                   Halaman -5/36-Page
                                                       215
Page 240
                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)         (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

5.    PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN                                    5.   FINANCE LEASE RECEIVABLES

                                                31 Desember/      31 Desember/
                                               December 2024     December 2023

      Piutang sewa pembiayaan - kotor                                                     Finance lease receivables - gross
         - Pihak berelasi                                                                                Related parties -
            Pembiayaan sendiri                        225,029           208,108                         Direct Financing
         - Pihak ketiga                                                                                     Third parties -
            Pembiayaan sendiri                      6,678,918         5,700,216                          Direct Financing
           Pembiayaan yang dibiayai
            bersama pihak lain                        172,238                  -                             Joint financing

      Dikurangi: pembiayaan bersama
       without recourse bagian yang                                                    Less: joint financing without recourse
       dibiayai pihak lain                           (144,821)                 -        amount financed by other parties

      Piutang sewa pembiayaan - kotor               6,931,364         5,908,324           Finance lease receivables - gross
      Nilai sisa                                    2,177,314         1,864,884                             Residual value

      Pendapatan sewa pembiayaan                                                               Unearned income on finance
       yang belum diakui:                                                                                          lease:
         - Pembiayaan sendiri                        (767,509)          (642,696)                      Direct financing -
         - Pembiayaan yang dibiayai
            bersama pihak lain                        (24,301)                 -                          Joint financing -

                                                     (791,810)          (642,696)

     Dikurangi: pembiayaan bersama
       without recourse bagian yang                                                    Less: joint financing without recourse
       dibiayai pihak lain                             14,086                  -        amount financed by other parties

     Pendapatan sewa pembiayaan                                                                  Unearned income on direct
      yang belum diakui                              (777,724)          (642,696)                          finance lease

     Simpanan jaminan                              (2,177,314)        (1,864,884)                          Security deposits

                                                    6,153,640          5,265,628
     Dikurangi:                                                                                                       Less:
         Penyisihan kerugian penurunan nilai         (289,316)          (267,853)           Allowance for impairment losses

     Bersih                                         5,864,324          4,997,775                                         Net

      Piutang sewa pembiayaan - kotor (cicilan) yang                  The above finance lease receivables - gross
      akan diterima dari konsumen sesuai dengan                       (installment) have the following maturity profile:
      tanggal jatuh temponya:

                                                31 Desember/      31 Desember/
                                               December 2024     December 2023

      < 1 tahun                                     3,954,313         3,433,698                                      < 1 year
      1 - 2 tahun                                   2,041,211         1,891,847                                   1 - 2 years
      > 2 tahun                                       935,840           582,779                                    > 2 years

                                                    6,931,364          5,908,324

      Jangka waktu kontrak sewa pembiayaan alat-alat                  The period of finance lease contracts for heavy
      berat dan kendaraan yang disalurkan oleh                        equipments and vehicles ranged from 36 - 60
      Perseroan berkisar antara 36 - 60 bulan                         months (31 December 2023: 36 - 60 months).
      (31 Desember 2023: 36 - 60 bulan).

      Analisis umur piutang sewa pembiayaan - kotor                   Aging analysis of finance lease receivables -
      adalah sebagai berikut:                                         gross is as follows:

                                                31 Desember/      31 Desember/
                                               December 2024     December 2023

      Belum jatuh tempo                             6,727,343          5,595,284                            Not yet overdue
      Lewat jatuh tempo:                                                                                           Overdue:
      1 - 30 hari                                     164,114           281,393                                  1 - 30 days
      31 - 60 hari                                     27,974            26,457                                31 - 60 days
      61 - 90 hari                                      5,271             2,732                                61 - 90 days
      >90 hari                                          6,662             2,458                                    >90 days

                                                    6,931,364          5,908,324



                                                 Halaman -5/37-Page
                                                     216
Page 241
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                       NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                    31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

5.   PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan)                                 5.   FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)

     Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian                           Analysis of total balance and allowance for
     penurunan nilai adalah sebagai berikut:                                 impairment losses are as follows:

                                                     31 Desember/        31 Desember/
                                                    December 2024       December 2023

     Penilaian secara individual:                                                                             Individual assessments:
     Saldo piutang sewa                                                                                       Balance of finance lease
       pembiayaan                                            294,514               241,267                               receivables

      Penyisihan kerugian
        penurunan nilai                                     (137,006)              (105,773)          Allowance for impairment losses

      Penilaian secara kolektif:                                                                              Collective assessments:
      Saldo piutang sewa                                                                                      Balance of finance lease
        pembiayaan                                         5,859,126              5,024,361                              receivables

      Penyisihan kerugian
        penurunan nilai                                     (152,310)              (162,080)          Allowance for impairment losses

      Jumlah penyisihan kerugian                                                                                    Total allowance for
        penurunan nilai                                     (289,316)              (267,853)                      impairment losses

     Berikut adalah perubahan jumlah piutang sewa                            Below is movement of finance lease
     pembiayaan yang diberikan berdasarkan tahapan                           receivables based on stages during the year
     selama tahun berakhir 31 Desember 2024 dan                              ended 31 December 2024 and 2023:
     2023:

                                                    31 Desember/December 2024
                                         Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/          Jumlah/
                                         Stage 1        Stage 2    Stage 3            Total
     Saldo, awal tahun                    5,633,839          3,282      271,203       5,908,324              Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                       Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                            (5,659)        5,659            -                -                           to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                       Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                          (95,219)              -      95,219                -                           to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                       Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                                  -             -           -                -                           to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                       Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                                  -             -           -                -                           to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                       Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                                  -             -           -                -                           to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                            Net change in exposure
        pengukuran kembali*)              1,049,762         (3,423)     (23,299)      1,023,040                 and remeasurement*)
     Saldo, akhir tahun                   6,582,723          5,518      343,123       6,931,364                   Balance, end of year

                                                    31 Desember/December 2023
                                         Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/          Jumlah/
                                         Stage 1        Stage 2    Stage 3            Total
     Saldo, awal tahun                    4,586,946          8,051       94,798       4,689,795              Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                       Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                          (10,142)       10,142             -                -                           to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                       Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                         (177,805)              -     177,805                -                           to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                       Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                             2,013        (2,013)           -                -                           to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                       Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                                  -             -           -                -                           to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                       Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                                  -        4,905       (4,905)               -                           to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                            Net change in exposure
        pengukuran kembali*)              1,232,827        (17,803)       3,505       1,218,529                 and remeasurement*)
     Saldo, akhir tahun                   5,633,839          3,282      271,203       5,908,324                   Balance, end of year

     *)                                                                      *)
      Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran            Include in the net change in exposure and remeasurement are
     kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta                 additional exposure during the year and its changes/transfer
     perubahan/transfer sepanjang tahun, pelunasan, penghapusan, dan         during the year, repayment, write-off, and recovery.
     pemulihan.


                                                        Halaman -5/38-Page
                                                            217
Page 242
                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                      NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                   31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

5.   PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan)                                 5.   FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)

     Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan                            Movement of allowance for impairment losses
     nilai sewa pembiayaan adalah sebagai berikut:                           of finance lease receivables as follows:

                                                    31 Desember/        31 Desember/
                                                   December 2024       December 2023

     Saldo awal                                             267,853                210,626                             Beginning balance
     Penambahan                                               5,057                 46,044                                       Addition
     Penghapusan                                             (3,654)                  (198)                                     Write-off
     Pemulihan                                               20,060                 11,381                                     Recovery

     Saldo akhir                                            289,316                267,853                                Ending balance

     Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan                             The Directors believe that the above allowance
     kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk                            for impairment losses are adequate to cover
     menutupi kemungkinan kerugian atas tidak                                possible losses arising from uncollectible
     tertagihnya piutang sewa pembiayaan.                                    finance lease receivables.

     Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai                             The movement of allowance of impairment
     (“CKPN”) piutang sewa pembiayaan yang                                   losses (“CKPN”) finance lease receivables
     diberikan berdasarkan tahapan untuk tahun                               based on staging during the year ended 31
     berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 adalah                               December 2024 and 2023 was as follows:
     sebagai berikut:

                                                   31 Desember/December 2024
                                        Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/           Jumlah/
                                        Stage 1        Stage 2    Stage 3             Total
     Saldo, awal tahun                     (161,755)         (380)     (105,718)      (267,853)                Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                         Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                              161          (161)            -                -                             to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                         Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                            2,670              -       (2,670)               -                             to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                         Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                                 -             -            -                -                             to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                         Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                                 -             -            -                -                             to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                         Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                                 -             -            -                -                             to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                              Net change in exposure
        pengukuran kembali*)                  7,174           (19)      (28,618)       (21,463)                    and remeasurement
     Saldo, akhir tahun                    (151,750)         (560)     (137,006)      (289,316)                     Balance, end of year


                                                   31 Desember/December 2023
                                        Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/           Jumlah/
                                        Stage 1        Stage 2    Stage 3             Total
     Saldo, awal tahun                     (175,159)       (3,414)      (32,053)      (210,626)                Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                         Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                              407          (407)            -                -                             to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                         Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                            6,709              -       (6,709)               -                             to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                         Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                             (852)          852             -                -                             to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                         Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                                 -             -            -                -                             to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                         Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                                 -       (1,418)        1,418                -                             to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                               Net change in exposure
        pengukuran kembali*)                  7,140         4,007       (68,374)       (57,227)                     and remeasurement
     Saldo, akhir tahun                    (161,755)         (380)     (105,718)      (267,853)                     Balance, end of year
     *)Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran          *)Include in the net change in exposure and remeasurement are

      kembali adalah penambahan ECL sehubungan              dengan            additional ECL for new financial assets originated and its
      penambahan aset keuangan baru dan perubahan/perpindahan                 exposure changes/transfer during the year, write off, recovery,
      eksposur sepanjang tahun, penghapusan, pemulihan, dan dampak            and the impact on changes in assumptions used to calculate
      perubahan asumsi pada perhitungan ECL.                                  the ECL.




                                                       Halaman -5/39-Page
                                                           218
Page 243
                                     PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)         (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

5.   PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan)                          5.    FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)

     Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan                       The Directors believe that the above allowance
     kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk                      for impairment losses are adequate to cover
     menutupi kemungkinan kerugian atas tidak                          possible losses arising from uncollectible
     tertagihnya piutang sewa pembiayaan.                              finance lease receivables.

     Suku bunga efektif portofolio sewa pembiayaan per                 Effective annual interest rates of finance lease
     tahun berkisar sebagai berikut:                                   portfolio ranged as follows:

                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023
     Rupiah                                    7.50% - 17.79%    8.00% - 17.30%                                    Rupiah
     Dolar AS                                           7.33%             7.49%                                  US Dollar

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak                     As at 31 December 2024 and 2023, there was
     terdapat piutang sewa pembiayaan - kotor yang                     no finance lease receivables - gross are used
     digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang                      as collateral for borrowings and securities
     diterima dan surat berharga yang diterbitkan.                     issued.


6.   PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN                                 6.    CONSUMER FINANCING RECEIVABLES

                                              31 Desember/        31 Desember/
                                             December 2024       December 2023

     Piutang pembiayaan                                                                                Consumer financing
        konsumen - kotor:                                                                           receivables - gross:
        - Pembiayaan sendiri                        1,095,311            664,965                      Direct financing -
        - Pembiayaan penerusan                              -                462                 Channelling financing -

     Piutang pembiayaan konsumen - kotor            1,095,311            665,427     Consumer financing receivables - gross


     Dikurangi:                                                                                                     Less:
     Pendapatan pembiayaan                                                                              Unearned income
        konsumen yang belum diakui                   (172,226)           (104,344)               on consumer financing

                                                      923,085            561,083
     Dikurangi:                                                                                                      Less:
     Penyisihan kerugian
        penurunan nilai                               (62,096)            (42,537)         Allowance for impairment losses

     Bersih                                           860,989            518,546                                       Net



     Tidak terdapat piutang pembiayaan konsumen                        There are no consumer financing receivables
     dengan pihak berelasi.                                            with related party.

     Piutang pembiayaan konsumen - kotor (cicilan)                     The above consumer financing receivables -
     yang akan diterima dari konsumen sesuai dengan                    gross (installment) have the following maturity
     tanggal jatuh temponya:                                           profile:

                                              31 Desember/        31 Desember/
                                             December 2024       December 2023

     < 1 tahun                                        487,286            307,697                                   < 1 year
     1 - 2 tahun                                      332,233            211,993                                1 - 2 years
     > 2 tahun                                        275,792            145,737                                 > 2 years

                                                    1,095,311            665,427

     Jangka waktu kontrak pembiayaan konsumen                         The period of consumer financing contracts for
     untuk kendaraan dan alat-alat berat yang                         vehicles and heavy equipments ranged from 2 -
     disalurkan oleh Perseroan berkisar antara 2 - 60                 60 months (31 December 2023: 2 - 60 months).
     bulan (31 Desember 2023: 2 - 60 bulan).



                                                 Halaman -5/40-Page
                                                     219
Page 244
                                    PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                 NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                              31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)           (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

6.   PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan)                        6. CONSUMER                FINANCING       RECEIVABLES
                                                                      (continued)

     Analisis umur piutang pembiayaan konsumen -                        Aging analysis of consumer                    financing
     kotor adalah sebagai berikut:                                      receivables - gross is as follows:

                                                 31 Desember/       31 Desember/
                                                December 2024      December 2023

     Belum jatuh tempo                                 963,243                605,081                           Not yet overdue
     Lewat jatuh tempo:                                                                                                Overdue:
     1 - 30 hari                                        96,357                 48,531                                1 - 30 days
     31 - 60 hari                                       15,723                  6,682                              31 - 60 days
     61 - 90 hari                                        8,843                  4,418                              61 - 90 days
     > 90 hari                                          11,145                    715                                 > 90 days

                                                      1,095,311               665,427

     Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian                      Analysis of total balance and allowance for
     penurunan nilai adalah sebagai berikut:                            impairment losses are as follows:

                                                 31 Desember/       31 Desember/
                                                December 2024      December 2023
     Penilaian secara individual:                                                                      Individual assessments:
     Saldo piutang pembiayaan                                                                    Balance of consumer financing
        konsumen                                        31,695                 14,167                             receivables

     Penyisihan kerugian
       penurunan nilai                                  (17,716)               (7,058)          Allowance for impairment losses

     Penilaian secara kolektif:                                                                        Collective assessments:
     Saldo piutang pembiayaan                                                                    Balance of consumer financing
        konsumen                                       891,390                546,916                             receivables
     Penyisihan kerugian
        penurunan nilai                                 (44,380)              (35,479)          Allowance for impairment losses

     Jumlah penyisihan kerugian                                                                               Total allowance for
        penurunan nilai                                 (62,096)              (42,537)                       impairment losses

     Berikut adalah perubahan jumlah piutang                            Below is movement of consumer financing
     pembiayaan konsumen - kotor yang diberikan                         receivables - gross based on stages during the
     berdasarkan tahapan selama tahun berakhir                          year ended 31 December 2024 and 2023:
     31 Desember 2024 dan 2023:

                                                31 Desember/December 2024
                                     Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/         Jumlah/
                                     Stage 1        Stage 2    Stage 3           Total
     Saldo, awal tahun                 648,045         1,461       15,921         665,427              Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                 Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                       (4,902)       4,902             -                -                          to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                 Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                      (24,949)             -     24,949                 -                          to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                 Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                              -            -           -                -                          to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                 Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                              -            -           -                -                          to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                 Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                              -            -           -                -                          to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                      Net change in exposure
        pengukuran kembali*)           433,431        (1,953)       (1,594)       429,884                 and remeasurement*)
     Saldo, akhir tahun               1,051,625        4,410       39,276       1,095,311                  Balance, end of year




                                                    Halaman -5/41-Page
                                                       220
Page 245
                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)              (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

6.   PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan)                           6.   CONSUMER             FINANCING           RECEIVABLES
                                                                           (continued)

     Berikut adalah perubahan jumlah piutang                               Below is movement of consumer financing
     pembiayaan konsumen - kotor yang diberikan                            receivables - gross based on stages during the
     berdasarkan tahapan selama tahun berakhir                             year ended 31 December 2024 and 2023:
     31 Desember 2024 dan 2023: (lanjutan)                                 (continued)

                                                   31 Desember/December 2023
                                        Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/        Jumlah/
                                        Stage 1        Stage 2    Stage 3          Total
     Saldo, awal tahun                     513,521         3,849       8,801         526,171               Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                     Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                                 -            -           -               -                            to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                     Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                         (11,996)             -     11,996                -                            to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                     Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                                 -            -           -               -                            to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                     Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                                 -      (1,301)      1,301                -                            to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                     Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                                 -            -           -               -                            to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                           Net change in exposure
        pengukuran kembali*)               146,520        (1,087)      (6,177)       139,256                   and remeasurement*)
     Saldo, akhir tahun                    648,045         1,461      15,921         665,427                    Balance, end of year
     *)                                                                    *)
      Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran          Include in the net change in exposure and remeasurement are
     kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta               additional exposure during the year and its changes/transfer
     perubahan/transfer sepanjang tahun dan pelunasan.                     during the year and repayment.

     Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan                          Movement of allowance for impairment losses
     nilai piutang pembiayaan konsumen adalah                              of consumer financing receivables as follows:
     sebagai berikut:

                                                    31 Desember/       31 Desember/
                                                   December 2024      December 2023

     Saldo awal                                             42,537                53,582                          Beginning balance
     Penambahan/(Pembalikan)                                23,534               (10,161)                         Addition/(Reversal)
     Penghapusan                                            (4,235)              (10,048)                                    Write-off
     Pemulihan                                                 260                 9,164                                    Recovery

     Saldo akhir                                            62,096               42,537                               Ending balance

     Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai                           The movement of allowance of impairment
     (“CKPN”) piutang pembiayaan konsumen yang                             losses    (“CKPN”)     consumer      financing
     diberikan berdasarkan tahapan selama tahun                            receivables based on staging during the period
     berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 adalah                             ended 31 December 2024 and 2023 was as
     sebagai berikut:                                                      follows:

                                                   31 Desember/December 2024
                                        Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/        Jumlah/
                                        Stage 1        Stage 2    Stage 3          Total
     Saldo, awal tahun                     (35,354)         (130)      (7,053)       (42,537)               Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                      Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                             251          (251)           -               -                            to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                      Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                           1,279              -      (1,279)              -                            to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                      Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                                 -            -           -               -                            to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                      Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                                 -            -           -               -                            to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                      Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                                 -            -           -               -                            to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                           Net change in exposure
        pengukuran kembali*)               (10,159)          (16)      (9,384)       (19,559)                  and remeasurement*)
     Saldo, akhir tahun                    (43,983)         (397)     (17,716)       (62,096)                    Balance, end of year




                                                       Halaman -5/42-Page
                                                          221
Page 246
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

6.    PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan)                             6.     CONSUMER             FINANCING           RECEIVABLES
                                                                                (continued)

      Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai                               The movement of allowance of impairment
      (“CKPN”) piutang pembiayaan konsumen yang                                 losses     (“CKPN”)   consumer     financing
      diberikan berdasarkan tahapan selama tahun                                receivables based on staging during the year
      berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 adalah                                 ended 31 December 2024 and 2023 was as
      sebagai berikut: (lanjutan)                                               follows: (continued)

                                                    31 Desember/December 2023
                                         Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/            Jumlah/
                                         Stage 1        Stage 2    Stage 3              Total
      Saldo, awal tahun                      (45,757)        (1,425)      (6,400)        (53,582)                Balance, beginning of year
      Transfer dari Tahap 1                                                                                          Transfer from Stage 1
         ke Tahap 2                                 -               -            -               -                            to Stage 2
      Transfer dari Tahap 1                                                                                          Transfer from Stage 1
         ke Tahap 3                            1,179                -     (1,179)                -                            to Stage 3
      Transfer dari Tahap 2                                                                                          Transfer from Stage 2
         ke Tahap 1                                 -           528           (528)              -                            to Stage 1
      Transfer dari Tahap 2                                                                                          Transfer from Stage 2
         ke Tahap 3                                 -               -            -               -                            to Stage 3
      Transfer dari Tahap 3                                                                                          Transfer from Stage 3
         ke Tahap 2                                 -               -            -               -                            to Stage 2
      Perubahan bersih pada
         eksposur dan                                                                                               Net change in exposure
         pengukuran kembali*)                  9,224            767       1,054           11,045                    and remeasurement*)

      Saldo, akhir tahun                     (35,354)          (130)      (7,053)        (42,537)                     Balance, end of year

      *)Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran            *)Include in the net change in exposure and remeasurement are

       kembali adalah penambahan ECL sehubungan          dengan                  additional ECL for new financial assets originated and its
       penambahan aset keuangan baru dan perubahan/perpindahan                   exposure changes/transfer during the year and the impact on
       eksposur sepanjang tahun dan dampak perubahan asumsi pada                 changes in assumptions used to calculate the ECL.
       perhitungan ECL.


      Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan                               The Directors believe that the above allowance
      kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk                              for impairment losses are adequate to cover
      menutupi kemungkinan kerugian atas tidak                                  possible losses arising from uncollectible
      tertagihnya piutang pembiayaan konsumen.                                  consumer financing receivables.

      Suku bunga efektif portofolio pembiayaan                                  Effective annual interest rates of consumer
      konsumen per tahun berkisar sebagai berikut:                              financing portfolio are ranged are as follows:

                                                     31 Desember/         31 Desember/
                                                    December 2024        December 2023

      Rupiah                                            8.38% - 18.29%   8.25% - 18.28%                                             Rupiah

      Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan                                   The consumer financing receivables are mainly
      konsumen, Perseroan menerima jaminan fidusia                              secured by fiduciary on vehicles financed by the
      dari konsumen atas kendaraan bermotor yang                                Company.
      dibiayai Perseroan.

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak                              As at 31 December 2024 and 2023, there was no
     terdapat piutang pembiayaan konsumen - kotor yang                          consumer financing receivables - gross are used
     digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang                               as collateral for borrowings and securities
     diterima dan surat berharga yang diterbitkan.                              issued.




                                                          Halaman -5/43-Page
                                                              222
Page 247
                                        PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)            (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

7.   PIUTANG PEMBIAYAAN MODAL USAHA                                 7.   WORKING             CAPITAL              FINANCING
                                                                         RECEIVABLES
                                                31 Desember/         31 Desember/
                                               December 2024        December 2023

     Piutang pembiayaan                                                                                 Working capital financing
        modal usaha - kotor                                 318                     -                    receivables - gross

     Dikurangi:                                                                                                              Less:
     Pendapatan pembiayaan                                                                                     Unearned income
        modal usaha yang belum diakui                       (38)                    -              on working capital financing

                                                            280                     -
     Dikurangi:                                                                                                             Less:
     Penyisihan kerugian penurunan nilai                     (6)                    -             Allowance for impairment losses

     Bersih                                                 274                     -                                         Net

     Piutang pembiayaan modal usaha - kotor (cicilan)                    The above working capital financing receivables
     yang akan diterima dari konsumen sesuai dengan                      - gross (installment) have the following maturity
     tanggal jatuh temponya:                                             profile:

                                              31 Desember/          31 Desember/
                                             December 2024         December 2023

     < 1 tahun                                              190                     -                                    < 1 year
     1 - 2 tahun                                            128                     -                                 1 - 2 years

                                                            318                     -

     Jangka waktu kontrak pembiayaan modal usaha                         The period of working capital financing contracts
     adalah 24 bulan.                                                    is 24 months.

     Analisis umur piutang pembiayaan modal usaha -                      Aging analysis of working capital financing
     kotor adalah sebagai berikut:                                       receivables - gross is as follows:

                                               31 Desember/          31 Desember/
                                              December 2024         December 2023

     Belum jatuh tempo                                      318                     -                           Not yet overdue

                                                            318                     -

     Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian                       Analysis of total balance and allowance for
     penurunan nilai adalah sebagai berikut:                             impairment losses are as follows:

                                               31 Desember/          31 Desember/
                                              December 2024         December 2023

     Penilaian secara kolektif:                                                                        Collective assessments:
       Saldo pembiayaan modal                                                                       Balance of working capital
          usaha                                             280                     -                 financing receivables
       Penyisihan kerugian
          penurunan nilai                                    (6)                    -         Allowance for impairment losses

       Jumlah penyisihan kerugian                                                                           Total allowance for
         penurunan nilai                                     (6)                    -                     impairment losses

     Berikut adalah perubahan jumlah piutang                             Below is movement of working capital financing
     pembiayaan modal usaha yang diberikan                               receivables based on stages during the year
     berdasarkan stage selama tahun berakhir                             ended 31 December 2024:
     31 Desember 2024:




                                                 Halaman -5/44-Page
                                                     223
Page 248
                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

7. PIUTANG          PEMBIAYAAN            MODAL           USAHA              7.      WORKING       CAPITAL                            FINANCING
   (lanjutan)                                                                        RECEIVABLES (continued)

    Berikut adalah perubahan jumlah piutang                                       Below is movement of working capital financing
    pembiayaan modal usaha - kotor yang diberikan                                 receivables - gross based on stages during the
    berdasarkan stage selama tahun berakhir                                       year ended 31 December 2024: (continued)
    31 Desember 2024: (lanjutan)

                                                     31 Desember/December2024
                                                                                           Jumlah/
                                         Stage 1         Stage 2           Stage 3          Total
    Saldo, awal tahun                               -              -                  -                -                Balance, beginning of year
    Transfer dari Stage 1                                                                                                   Transfer from Stage 1
      ke Stage 2                                    -              -                  -                -                              to Stage 2
    Transfer dari Stage 1                                                                                                   Transfer from Stage 1
      ke Stage 3                                    -              -                  -                -                              to Stage 3
    Transfer dari Stage 2                                                                                                   Transfer from Stage 2
      ke Stage 1                                    -              -                  -                -                              to Stage 1
    Transfer dari Stage 2                                                                                                   Transfer from Stage 2
      ke Stage 3                                    -              -                  -                -                              to Stage 3
    Transfer dari Stage 3                                                                                                   Transfer from Stage 3
      ke Stage 2                                    -              -                  -                -                              to Stage 2
    Perubahan bersih pada
      eksposur dan                                                                                                         Net change in exposure
      pengukuran kembali*)                     318                 -                  -              318                   and remeasurement*)
    Saldo, akhir tahun                         318                 -                  -              318                     Balance, end of year
    *)Termasuk   dalam perubahan bersih pada eksposur dan                         *)Include in the net change in exposure and remeasurement are

    pengukuran kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan                  additional exposure during the year and its changes/transfer during
    serta perubahan/transfer sepanjang tahun dan pelunasan.                       the year and repayment.

    Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan                                  Movement of allowance for impairment losses of
    nilai piutang pembiayaan modal usaha adalah                                   working capital financing receivables as follows:
    sebagai berikut:

                                                     31 Desember/             31 Desember/
                                                    December 2024            December 2023

    Saldo awal                                                         -                         -                              Beginning balance
    Penambahan                                                         6                         -                                      Additions

    Saldo akhir                                                        6                         -                                 Ending balance

                                                     31 Desember/December2024
                                                                                           Jumlah/
                                         Stage 1         Stage 2           Stage 3          Total
    Saldo, awal tahun                               -              -                  -                -                Balance, beginning of year
    Transfer dari Stage 1                                                                                                   Transfer from Stage 1
      ke Stage 2                                    -              -                  -                -                              to Stage 2
    Transfer dari Stage 1                                                                                                   Transfer from Stage 1
      ke Stage 3                                    -              -                  -                -                              to Stage 3
    Transfer dari Stage 2                                                                                                   Transfer from Stage 2
      ke Stage 1                                    -              -                  -                -                              to Stage 1
    Transfer dari Stage 2                                                                                                   Transfer from Stage 2
      ke Stage 3                                    -              -                  -                -                              to Stage 3
    Transfer dari Stage 3                                                                                                   Transfer from Stage 3
      ke Stage 2                                    -              -                  -                -                              to Stage 2
    Perubahan bersih pada
      eksposur dan                                                                                                         Net change in exposure
      pengukuran kembali*)                         (6)             -                  -               (6)                  and remeasurement*)

    Saldo, akhir tahun                             (6)             -                  -               (6)                    Balance, end of year

    *)Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran                   *)Include in the net change in exposure and remeasurement are

    kembali adalah penambahan ECL sehubungan dengan penambahan                       additional ECL for new financial assets originated and its exposure
    aset keuangan baru dan perubahan/perpindahan eksposur sepanjang                  changes/transfer during the year and the impact on changes in
    tahun dan dampak perubahan asumsi pada perhitungan ECL.                          assumptions used to calculate the ECL.




                                                         Halaman -5/45-Page
                                                            224
Page 249
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                             31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)             (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

7. PIUTANG          PEMBIAYAAN              MODAL    USAHA           7.   WORKING       CAPITAL                   FINANCING
   (lanjutan)                                                             RECEIVABLES (continued)

      Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan                         The Directors believe that the above allowance
      kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk                        for impairment losses are adequate to cover
      menutupi kemungkinan kerugian atas tidak                            possible losses arising from uncollectible of
      tertagihnya pembiayaan modal usaha.                                 working capital financing.

     Suku bunga efektif portofolio per tahun berkisar                     Effective annual interest rates portfolio ranged
     sebagai berikut:                                                     are as follows:

                                                31 Desember/          31 Desember/
                                               December 2024         December 2023

     Rupiah                                             15.00%                     -                                      Rupiah

     Perseroan mensyaratkan agunan sebagai bagian                         The Company requires collateral as part of its
     dari persyaratan kredit. Umumnya, Perseroan                          credit requirement. Typically, the Company
     menerima agunan dalam bentuk kendaraan, alat-                        accepts vehicle, heavy equipment, land and
     alat berat, tanah dan bangunan.                                      building.

     Tidak terdapat piutang pembiayaan modal usaha                        There are no working capital receivables with
     dengan pihak berelasi.                                               related party.

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak                        As at 31 December 2024 and 2023, there was no
     terdapat piutang pembiayaan modal usaha - kotor                      working capital financing receivables - gross are
     yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman                         used as collateral for borrowings and securities
     yang diterima dan surat berharga yang diterbitkan.                   issued.


8.    TAGIHAN ANJAK PIUTANG                                          8.   FACTORING RECEIVABLES

                                                31 Desember/          31 Desember/
                                               December 2024         December 2023
      Tagihan anjak piutang - kotor:                                                              Factoring receivables - gross:
        - Pihak ketiga                                  75,362               37,197                             Third parties -
        - Pihak berelasi                                84,611              100,568                           Related parties -

                                                       159,973              137,765

      Dikurangi:                                                                                                           Less:
      Pendapatan anjak piutang                                                                                Unearned income
         yang belum diakui:                                                                            on factoring financing:
         - Pihak ketiga                                      (548)              (352)                          Third parties -
         - Pihak berelasi                                    (470)              (728)                       Related parties -

                                                        (1,018)               (1,080)

                                                       158,955              136,685

      Dikurangi:                                                                                                         Less:
      Retensi                                                -                  (452)                               Retention
      Penyisihan kerugian penurunan nilai               (6,810)               (3,896)          Allowance for impairment losses

      Bersih                                           152,145              132,337                                         Net

      Tagihan anjak piutang - kotor yang akan diterima                    The above factoring receivables - gross have
      dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh                           the following maturity profile:
      temponya:

                                                31 Desember/          31 Desember/
                                               December 2024         December 2023
       < 1 tahun                                       159,973              137,765                                    < 1 year

                                                       159,973              137,765



                                                    Halaman -5/46-Page
                                                       225
Page 250
                                          PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                        NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                     31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                    (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

8.       TAGIHAN ANJAK PIUTANG (lanjutan)                                   8.   FACTORING RECEIVABLES (continued)

         Jangka waktu kontrak anjak piutang berkisar                             The period of factoring contracts ranged from
         antara 1 - 6 bulan (31 Desember 2023: 2 - 6 bulan).                     1 - 6 months (31 December 2023: 2 - 6 months).

         Analisa umur tagihan anjak piutang - kotor adalah                       Aging analysis of the factoring receivables -
         sebagai berikut:                                                        gross is as follows:

                                                        31 Desember/         31 Desember/
                                                       December 2024        December 2023

         Belum jatuh tempo                                      159,973              137,765                                Not yet overdue

                                                                159,973              137,765

         Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian                           Analysis of total balance and allowance for
         penurunan nilai adalah sebagai berikut:                                 impairment losses are as follows:

                                                        31 Desember/         31 Desember/
                                                       December 2024        December 2023
     
         Penilaian secara individual:                                                                            Individual assessments:
         Saldo anjak piutang                                       4,963                    -             Balance of factoring receivables

         Penyisihan kerugian
           penurunan nilai                                        (3,240)                   -             Allowance for impairment losses
         Penilaian secara kolektif:                                                                              Collective assessments:
         Saldo anjak piutang                                    153,991              136,685              Balance of factoring receivables

         Penyisihan kerugian                                                                                                 Allowance for
           penurunan nilai                                        (3,570)             (3,896)                         impairment losses

         Jumlah penyisihan kerugian                                                                                     Total allowance for
           penurunan nilai                                        (6,810)             (3,896)                         impairment losses

         Berikut adalah perubahan jumlah tagihan anjak                           Below is movement of factoring receivable -
         piutang - kotor yang diberikan berdasarkan                              gross based on stages during the year ended
         tahapan selama tahun berakhir 31 Desember 2024                          31 December 2024 and 2023:
         dan 2023:

                                                       31 Desember/December 2024
                                            Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/         Jumlah/
                                            Stage 1        Stage 2    Stage 3           Total
         Saldo, awal tahun                     137,765               -           -       137,765                   Balance, beginning of year
         Transfer dari Tahap 1                                                                                         Transfer from Stage 1
           ke Tahap 2                                  -             -           -               -                             to Stage 2
         Transfer dari Tahap 1                                                                                         Transfer from Stage 1
           ke Tahap 3                                  -             -           -               -                             to Stage 3
         Transfer dari Tahap 2                                                                                         Transfer from Stage 2
           ke Tahap 1                                  -             -           -               -                             to Stage 1
         Transfer dari Tahap 2                                                                                         Transfer from Stage 2
           ke Tahap 3                                  -             -           -               -                             to Stage 3
         Transfer dari Tahap 3                                                                                         Transfer from Stage 3
           ke Tahap 2                                  -             -           -               -                             to Stage 2
         Perubahan bersih pada
           eksposur dan                                                                                               Net change in exposure
           pengukuran kembali*)                  17,212              -       4,996        22,208                     and remeasurement*)

         Saldo, akhir tahun                    154,977               -       4,996       159,973                       Balance, end of year

         *)Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran          *)Include in the net change in exposure and remeasurement are

         kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta                 additional exposure during the year and its changes/transfer
         perubahan/transfer sepanjang tahun dan pelunasan.                       during the year and repayment.




                                                           Halaman -5/47-Page
                                                               226
Page 251
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                      NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                   31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

8.    TAGIHAN ANJAK PIUTANG (lanjutan)                                  8.   FACTORING RECEIVABLES (continued)

                                                    31 Desember/December 2023
                                         Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/         Jumlah/
                                         Stage 1        Stage 2    Stage 3           Total
     Saldo, awal tahun                      146,199               -           -       146,199                Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                       Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                                  -             -           -               -                            to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                       Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                                  -             -           -               -                            to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                       Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                                  -             -           -               -                            to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                       Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                                  -             -           -               -                            to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                       Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                                  -             -           -               -                            to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                            Net change in exposure
        pengukuran kembali*)                  (8,434)             -           -        (8,434)                  and remeasurement*)

     Saldo, akhir tahun                     137,765               -           -       137,765                     Balance, end of year

      *)Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran         *)Include in the net change in exposure and remeasurement are

      kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta                additional exposure during the year and its changes/transfer
      perubahan/transfer sepanjang tahun dan pelunasan.                      during the year and repayment.

      Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan                           Movement of allowance for impairment losses of
      nilai tagihan anjak piutang adalah sebagai berikut:                    factoring receivables as follows:

                                                     31 Desember/        31 Desember/
                                                    December 2024       December 2023

      Saldo awal                                                3,896               3,152                            Beginning balance
      Penambahan                                                2,914                 744                                      Addition

      Saldo akhir                                               6,810               3,896                                Ending balance

      Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai                            The movement of allowance of impairment
      (“CKPN”) tagihan anjak piutang yang diberikan                          losses (“CKPN”) factoring receivables based on
      berdasarkan tahapan untuk tahun berakhir                               staging for the year ended 31 December 2024
      31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai                               and 2023 was as follows:
      berikut:

                                                    31 Desember/December 2024
                                         Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/         Jumlah/
                                         Stage 1        Stage 2    Stage 3           Total
     Saldo, awal tahun                        (3,896)             -           -        (3,896)               Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                       Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                                  -             -           -               -                            to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                       Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                                  -             -           -               -                            to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                       Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                                  -             -           -               -                            to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                       Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                                  -             -           -               -                            to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                       Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                                  -             -           -               -                            to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                            Net change in exposure
        pengukuran kembali*)                     326              -      (3,240)       (2,914)                  and remeasurement*)

     Saldo, akhir tahun                       (3,570)             -      (3,240)       (6,810)                    Balance, end of year




                                                        Halaman -5/48-Page
                                                            227
Page 252
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                       NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                    31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

8.    TAGIHAN ANJAK PIUTANG (lanjutan)                                   8.    FACTORING RECEIVABLES (continued)

                                                    31 Desember/December 2023
                                         Tahap 1/      Tahap 2/    Tahap 3/          Jumlah/
                                         Stage 1        Stage 2    Stage 3            Total
     Saldo, awal tahun                        (3,152)               -           -        (3,152)                Balance, beginning of year
     Transfer dari Tahap 1                                                                                          Transfer from Stage 1
        ke Tahap 2                                  -               -           -               -                             to Stage 2
     Transfer dari Tahap 1                                                                                          Transfer from Stage 1
        ke Tahap 3                                  -               -           -               -                             to Stage 3
     Transfer dari Tahap 2                                                                                          Transfer from Stage 2
        ke Tahap 1                                  -               -           -               -                             to Stage 1
     Transfer dari Tahap 2                                                                                          Transfer from Stage 2
        ke Tahap 3                                  -               -           -               -                             to Stage 3
     Transfer dari Tahap 3                                                                                          Transfer from Stage 3
        ke Tahap 2                                  -               -           -               -                             to Stage 2
     Perubahan bersih pada
        eksposur dan                                                                                               Net change in exposure
        pengukuran kembali*)                    (744)               -           -            (744)                 and remeasurement*)

     Saldo, akhir tahun                       (3,896)               -           -        (3,896)                     Balance, end of year

      *)Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran           *) Include in the net change in exposure and remeasurement are

       kembali adalah penambahan ECL sehubungan dengan                          additional ECL for new financial assets originated and its
       penambahan aset keuangan baru dan perubahan/perpindahan                  exposure changes/transfer during the year and the impact on
       eksposur sepanjang tahun dan dampak perubahan asumsi pada                changes in assumptions used to calculate the ECL.
       perhitungan ECL.


      Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan                              The Directors believe that the above allowance
      kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk                             for impairment losses are adequate to cover
      menutupi kemungkinan kerugian atas tidak                                 possible losses arising from uncollectible
      tertagihnya tagihan anjak piutang.                                       factoring receivables.

      Suku bunga efektif portofolio anjak piutang per                          Effective annual interest rates of factoring
      tahun berkisar sebagai berikut:                                          portfolio ranged are as follows:

                                                     31 Desember/         31 Desember/
                                                    December 2024        December 2023

      Rupiah                                            9.00% - 18.00%   9.00% - 11.49%                                            Rupiah

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak                             As at 31 December 2024 and 2023, there was no
     terdapat tagihan anjak piutang - kotor yang                               factoring receivables - gross are used as
     digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang                              collateral for borrowings and securities issued.
     diterima dan surat berharga yang diterbitkan.


9.    BEBAN DIBAYAR DIMUKA                                                9.   PREPAID EXPENSES
                                                     31 Desember/         31 Desember/
                                                    December 2024        December 2023
      Beban dibayar dimuka                                                                                             Prepaid expenses
      Pihak ketiga:                                                                                                           Third party:
        - Sewa                                                   1,520                 524                                   Rental -

      Pihak berelasi:                                                                                                      Related parties:
        - Asuransi                                               1,503               1,108                                 Insurance -

                                                                 3,023               1,632

      Lihat Catatan 25 untuk rincian saldo dan transaksi                        Refer to Note 25 for details of related parties
      pihak berelasi.                                                           balances and transactions.




                                                          Halaman -5/49-Page
                                                              228
Page 253
                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)         (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

10. PIUTANG LAIN - LAIN DAN UANG MUKA                            10. OTHER RECEIVABLES AND ADVANCES

                                              31 Desember/         31 Desember/
                                             December 2024        December 2023
    Piutang lain-lain                                                                                   Other receivables
    Pihak berelasi:                                                                                          Related parties:
      - Tagihan kepada AAB                              9,117              9,117                 Receivables from AAB -
      - Tagihan kepada SCAN                             2,788                198                Receivables from SCAN -

                                                       11,905              9,315
    Pihak ketiga:                                                                                                Third parties:
      - Tagihan kepada pihak ketiga                   119,477           119,476            Receivables from third parties -
      - Piutang pembiayaan dalam                                                              Financing receivables with -
         perhatian khusus                              18,366                10                       special attention
      - Pinjaman karyawan                              16,138            15,914                         Employee loans -
      - Piutang premi asuransi                            564               482          Insurance premium receivables -

                                                      154,545           135,882
    Dikurangi:                                                                                                         Less:
    Penyisihan kerugian penurunan nilai              (127,764)          (119,441)            Allowance for impairment losses

                                                       38,686            25,756

    Uang muka                                                                                                     Advances
    Pihak ketiga                                       16,376              5,193                                 Third parties

                                                       55,062            30,949

    Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan                      Movement of allowance for impairment losses is
    nilai adalah sebagai berikut:                                     as follows:
                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023

    Saldo awal                                        119,441           119,478                            Beginning balance
    Penambahan                                         29,772            17,017                                      Addition
    Penghapusan                                       (21,449)          (17,054)                                    Write-off

    Saldo akhir                                       127,764           119,441                               Ending balance



    Tagihan kepada pihak ketiga adalah tagihan                       Receivable from third parties is receivable from
    kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.                    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
    (“BTN”) dan lainnya.                                             (“BTN”) and others.

    Piutang pembiayaan dalam perhatian khusus                        Financing receivables with special attention
    merupakan piutang pelanggan dimana jaminan                       represents customers receivables that the
    yang melekatnya telah dikuasai kembali oleh                      collaterals have been repossesed by the
    Perseroan.                                                       Company.

    Pinjaman karyawan terdiri dari pinjaman untuk                    Employee loans consist of vehicle and housing
    pembelian kendaraan dan rumah dengan berbagai                    loans with various loan terms, the repayment of
    jangka waktu yang pelunasannya dilakukan                         which will be made through monthly salary
    melalui pemotongan gaji setiap bulan.                            deductions.

    Uang muka merupakan uang muka yang                               Advance represents advance provided for
    digunakan untuk keperluan perjalanan dinas dan                   business travel and other operational purposes.
    keperluan operasional lain.

    Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan                      The Directors believe that the above allowance
    kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk                     for impairment losses are adequate to cover
    menutupi kemungkinan kerugian atas tidak                         possible losses arising from uncollectible other
    tertagihnya piutang lain-lain.                                   receivables.




                                                 Halaman -5/50-Page
                                                     229
Page 254
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                             31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)             (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

11. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF                                 11. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES

    Perseroan melakukan kontrak cross currency                           The Company entered into cross currency swap
    swap dan foreign currency forward dalam rangka                       & foreign currency forward in order to mitigate
    mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan                    the risk of fluctuations in exchange rates and
    nilai tukar atas pinjaman bank dalam mata uang                       interest rate from bank loans denominated in
    asing.                                                               foreign currency.

    Pada tanggal 31 Desember 2024 dan                                    The fair value of the outstanding cross currency
    31 Desember 2023, nilai wajar dari kontrak cross                     swap and foreign currency forward as at 31
    currency swap dan foreign currency forward yang                      Desember 2024 and 31 December 2023 are as
    masih berjalan adalah sebagai berikut:                               follows:

                                                31 Desember/December 2024
                                                                                                  Nilai wajar/Fair values
                                 Jumlah nosional         Tanggal                                  Aset             Liabilitas
                                  (nilai penuh)/        perjanjian/         Tanggal jatuh       derivatif/         derivatif/
            Instrumen/           Notional amount        Agreement              tempo/           Derivative        Derivative
           Instruments             (full amount)           date             Maturity date        assets            liabilities

   Cross Currency Swap
   - PT Bank Mizuho Indonesia    USD 1,250,000          25-May-2022          23-May-2025                1,837                    -
   - PT Bank ANZ Indonesia       USD 11,250,000         27-Mar-2024          27-Mar-2027                5,058                    -
                                                                                                        6,895                    -

   Foreign Currency Forward
   - PT Bank Danamon
      Indonesia                  USD    8,188,976       11-Dec-2024          10-Jan-2025                1,734                    -
   - PT Bank ANZ Indonesia       USD    6,297,229       11-Dec-2024          13-Jan-2025                1,304                    -
   - PT Bank ANZ Indonesia       USD    5,958,728       13-Dec-2024          13-Jan-2025                  863                    -
   - PT Bank Danamon
      Indonesia                  USD    4,058,695       18-Dec-2024          17-Jan-2025                  302                    -
   - PT Bank ANZ Indonesia       USD    2,178,649       18-Dec-2024          17-Jan-2025                   52                    -
                                                                                                        4,255                    -

                                                                                                      11,150                     -

                                                31 Desember/December 2023
                                                                                                  Nilai wajar/Fair values
                                Jumlah nosional          Tanggal                                  Aset             Liabilitas
                                 (nilai penuh)/         perjanjian/         Tanggal jatuh       derivatif/         derivatif/
           Instrumen/           Notional amount         Agreement              tempo/           Derivative        Derivative
          Instruments             (full amount)            Date             Maturity date        assets            liabilities

   Cross currency swap
   - PT Bank Mizuho Indonesia   USD     1,666,667      26-Mar-2021          26-Mar-2024                 1,696                    -
   - PT Bank Permata Tbk        USD     1,666,667      24-Jun-2021          24-Jun-2024                 1,669                    -
   - PT Bank Mizuho Indonesia   USD       833,333      31-Dec-2021          31-Dec-2024                 1,129                    -
   - PT Bank Mizuho Indonesia   USD     3,750,000      25-May-2022          23-May-2025                 3,347                    -

                                                                                                        7,841                    -

    Perubahan atas nilai wajar dari kontrak cross                        Changes in the fair value of the cross currency
    currency swap dan foreign currency swap yang                         swap and foreign currency swap designated
    ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai, yang                     hedging instruments that effectively offset the
    secara efektif menghapus variabilitas arus kas dari                  variability of cash flows associated with the
    pinjaman terkait, dicatat di ekuitas. Nilai ini                      borrowings are recorded in equity. The amounts
    kemudian diakui dalam laporan laba rugi sebagai                      subsequently are recognised in the profit or loss
    penyesuaian atas laba atau rugi selisih kurs dan                     as adjustments of the exchange rate differences
    beban bunga pinjaman terkait yang dilindungi nilai                   and interest payments related to the hedged
    pada periode yang sama dimana selisih kurs dan                       borrowings in the same period in which the
    beban bunga tersebut diakui pada perkiraan laba                      related exchange rate differences and interest
    rugi.                                                                affects profit or loss.



                                                    Halaman -5/51-Page
                                                       230
Page 255
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)            (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

11. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan)                        11. DERIVATIVE           ASSETS      AND    LIABILITIES
                                                                        (continued)

    Nilai wajar bersih dari aset an liabilitas derivatif,                The net fair value of derivatives assets and
    pada tanggal 31 Desember 2024 sejumlah                               liabilities net of tax, as at 31 December 2024
    Rp789       -   debit    (31   Desember       2023:                  amounting to Rp789 - debit (31 December 2023:
    Rp738 - kredit) dicatat sebagai “Cadangan lindung                    Rp738 - credit) is recorded as “Cash flow
    nilai arus kas” pada Ekuitas.                                        hedging reserve” in the Equity.

    Untuk tahun yang berakhir pada tanggal                               For the year ended 31 December 2024, the total
    31 Desember 2024, jumlah sebesar Rp2.580                             amount of Rp2,580 (credit) has been reclassified
    (debit) telah direklasifikasikan dari ekuitas ke laba                from equity to the current year profit and loss (31
    rugi tahun berjalan (31 Desember 2023: Rp18.137                      December 2023: Rp18,137 (credit)). The amount
    (kredit). Jumlah tersebut terdiri dari Rp4.107 yang                  consists of Rp4,107 credited to gain on foreign
    dikreditkan pada untung selisih kurs - bersih dan                    exchange - net and Rp1,527 debited to interest
    Rp1.527 yang didebitkan pada beban bunga dan                         and financing charges in profit and loss (31
    keuangan di laba rugi (31 Desember 2023:                             December 2023: Rp19,236 (debit) and Rp1,099
    Rp19.236 (debit) dan Rp1.099 (kredit)).                              (credit)).



12. ASET TETAP DAN ASET HAK GUNA                                    12. FIXED ASSETS AND RIGHT-OF-USE ASSETS
                                                  31 Desember/December 2024

                               Saldo awal/       Penambahan/        Pengurangan/        Saldo akhir/
                            Beginning balance      Additions          Disposals        Ending balance
    Kepemilikan langsung                                                                                        Directly owned

    Harga perolehan                                                                                            Acquisition cost
    Bangunan                           63,020               4,200               -               67,220                   Building
    Kendaraan                           5,492               2,203          (2,033)               5,662            Motor vehicles
    Peralatan dan                                                                                              Office equipment
      perabot kantor                   20,052               1,527                  -            21,579            and fixtures
                                                                                                                      Leasehold
    Prasarana                           8,511               1,093                  -             9,604          improvements
                                       97,075               9,023          (2,033)             104,065

                                                                                                                  Accumulated
    Akumulasi penyusutan                                                                                        depreciation
    Bangunan                           21,823               3,375               -               25,198                  Building
    Kendaraan                           4,216                 526          (1,417)               3,325           Motor vehicles
    Peralatan dan                                                                                              Office equipment
      perabot kantor                   15,535               1,679                  -            17,214           and fixtures
                                                                                                                      Leasehold
    Prasarana                           6,719                488                   -             7,207         improvements

                                       48,293               6,068          (1,417)              52,944

    Nilai buku bersih                  48,782                                                   51,121           Net book value

                                                   31 Desember/December 2023

                                Saldo awal/       Penambahan/        Pengurangan/        Saldo akhir/
                             Beginning balance      Additions          Disposals        Ending balance

    Kepemilikan langsung                                                                                          Directly owned

    Harga perolehan                                                                                              Acquisition cost
    Bangunan                           55,238               7,782                  -            63,020                    Building
    Kendaraan                           4,946                 546                  -             5,492             Motor vehicles
    Peralatan dan                                                                                                Office equipment
      perabot kantor                   18,193               1,859                  -            20,052            and fixtures
                                                                                                                        Leasehold
    Prasarana                           6,884               1,627                  -             8,511          improvements
                                       85,261           11,814                     -            97,075

                                                                                                                    Accumulated
    Akumulasi penyusutan                                                                                         depreciation
    Bangunan                           18,702               3,121                  -            21,823                    Building
    Kendaraan                           3,448                 768                  -             4,216             Motor vehicles
    Peralatan dan                                                                                                Office equipment
      perabot kantor                   14,057               1,478                  -            15,535            and fixtures
                                                                                                                        Leasehold
    Prasarana                           6,370                349                   -             6,719          improvements

                                       42,577               5,716                  -            48,293

    Nilai buku bersih                  42,684                                                   48,782            Net book value



                                                  Halaman -5/52-Page
                                                     231
Page 256
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                              NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                           31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)           (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

12. ASET TETAP DAN ASET HAK GUNA (lanjutan)                         12. FIXED ASSETS AND RIGHT-OF-USE ASSETS
                                                                        (continued)
                                                   31 Desember/December2024

                                Saldo awal/      Penambahan/        Pengurangan/      Saldo akhir/
                             Beginning balance     Additions          Disposals      Ending balance

    Aset hak guna                                                                                           Right-of-use assets
    Harga perolehan                                                                                            Acquisition cost
    Bangunan                           9,023                2,567              -             11,590                     Building
    Kendaraan                          6,384                1,346              -              7,730              Motor vehicles
                                      15,407                3,913              -             19,320
                                                                                                                  Accumulated
    Akumulasi penyusutan                                                                                       depreciation
    Bangunan                           7,427                2,133              -              9,560                     Building
    Kendaraan                          4,278                1,584              -              5,862              Motor vehicles
                                      11,705                3,717              -             15,422
    Nilai buku bersih                   3,702                                                 3,898              Net book value

                                                   31 Desember/December 2023

                                Saldo awal/      Penambahan/        Pengurangan/      Saldo akhir/
                             Beginning balance     Additions          Disposals      Ending balance

    Aset hak guna                                                                                           Right-of-use assets
    Harga perolehan                                                                                            Acquisition cost
    Bangunan                           7,084                1,939              -              9,023                     Building
    Kendaraan                          3,809                2,575              -              6,384              Motor vehicles
                                      10,893                4,514              -             15,407
                                                                                                                  Accumulated
    Akumulasi penyusutan                                                                                       depreciation
    Bangunan                           5,103                2,324              -              7,427                     Building
    Kendaraan                          3,019                1,259              -              4,278              Motor vehicles
                                       8,122                3,583              -             11,705
    Nilai buku bersih                   2,771                                                 3,702              Net book value

    Berdasarkan evaluasi Direksi, tidak terdapat                       Based on the Directors’ assessment, there have
    kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan                         been no events or changes in circumstances
    keadaan      yang  mengindikasikan   adanya                        which may indicate impairment in value of fixed
    penurunan nilai aset tetap pada tanggal                            assets as at 31 December 2024 and
    31 Desember 2024 dan 2023.                                         2023.

    Perseroan melakukan peninjauan atas masa                           The Company performed a review on useful
    manfaat, metode penyusutan, dan nilai residu aset                  lives, depreciation method, and residual value of
    tetap secara berkala dan menyimpulkan bahwa                        fixed assets on a regular basis and concluded
    tidak terdapat perubahan atas metode dan asumsi                    that there is no change on the methodology and
    tersebut.                                                          assumptions.

    Setiap tiga tahun, Perseroan mempekerjakan                         On a three-year basis, the Company engages
    penilai eksternal independen dan berkualifikasi                    external, independent and qualified appraiser to
    untuk menentukan nilai wajar bangunan Pada 31                      determine fair values of buildings. As at 31
    Desember 2024, nilai wajar bangunan ditentukan                     December 2024, the fair values of buildings have
    oleh KJPP Ayon Suherman dan Rekan.                                 been determined by KJPP Ayon Suherman and
                                                                       Partner.

    Estimasi nilai wajar bangunan berdasarkan                          The estimated fair value of building based on
    laporan No. 11180001/ASR.PNW.DP02/DR/24                            report No. 11180001/ASR.PNW.DP02/DR/24
    tertanggal 20 Januari 2025 yang dilakukan oleh                     dated 20 January 2025 which was performed by
    penilai independen Dwi Rohmawati, S.P, MAPPI                       independent appraiser, Dwi Rohmawati, S.P,
    (Cert.) dari KJPP Ayon Suherman dan Rekan                          MAPPI (Cert.) from KJPP Ayon Suherman and
    adalah sebesar Rp49.524 (tingkat 3 - hierarki nilai                Partner amounting to Rp49,524 (level 3 - fair
    wajar).                                                            value hierarchy).

    Untuk aset tetap, tidak ada perbedaan yang                         For fixed assets, there is no significant difference
    signifikan antara nilai wajar dengan nilai                         between the fair values and carrying values.
    tercatatnya.



                                                 Halaman -5/53-Page
                                                     232
Page 257
                                     PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)          (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

12. ASET TETAP DAN ASET HAK GUNA (lanjutan)                       12. FIXED ASSETS AND RIGHT-OF-USE ASSETS
                                                                      (continued)

    Semua aset tetap pada tanggal pelaporan                           All of the fixed assets as at the reporting date are
    digunakan untuk menunjang aktivitas operasi                       fully used to support the Company’s operation
    Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2024,                         activities. As at 31 December 2024, cost of fixed
    harga perolehan aset tetap yang telah disusutkan                  assets which are fully depreciated but still being
    secara penuh namun masih digunakan adalah                         used           amounted         to        Rp22,645
    Rp22.645 (31 Desember 2023: Rp21.535).                            (31 December 2023: Rp21,535).
    Tidak terdapat aset tetap yang dijaminkan sebagai                 There are no fixed assets pledged as security
    jaminan sehubungan dengan fasilitas pinjaman                      collateral for the Company’s credit facilities.
    yang diperoleh Perseroan.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, seluruh aset                       As at 31 December 2024, the Company’s assets
    Perseroan diasuransikan kepada PT Asuransi                        are insured with PT Asuransi Astra Buana, a
    Astra Buana, pihak berelasi, terhadap seluruh                     related party, against all risk insurance cover
    risiko termasuk risiko pemogokan, huru-hara dan                   including losses arising from strikes, riots and
    kerusuhan sipil dengan nilai pertanggungan                        civil unrest with sum insured of Rp21,015 (31
    sebesar Rp21.015 (31 Desember 2023:                               December 2023: Rp12,247). The Directors
    Rp12.247). Direksi berpendapat bahwa nilai                        believe that the insurance coverage is adequate
    pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi                       to cover possible losses on the assets insured.
    kemungkinan      kerugian   atas   aset    yang
    dipertanggungkan.
    Pada tanggal 31 Desember 2024, pengurangan                        As at 31 December 2024 disposals of fixed asset
    aset tetap terdiri dari penjualan dan hapus buku.                 consists of sales and write-off. The Company
    Atas penjualan tersebut, Perseroan menerima kas                   received cash of Rp817 for the sale of fixed
    sebesar Rp817 atas nilai perolehan, akumulasi                     assets with acquisition cost, accumulated
    depesiasi, dan keuntungan atas penjualan aset                     depreciation, and gain on sale of assets of
    masing-masing sebesar Rp1.478, Rp862, dan                         Rp1,478, Rp862, and Rp201, respectively.
    Rp201.

13. ASET LAIN-LAIN                                                13. OTHER ASSETS
                                               31 Desember/        31 Desember/
                                              December 2024       December 2023
    Jaminan sewa                                            486              486                            Rental deposits
    Jaminan keanggotaan                                     439              439                        Membership deposits
                                                            925              925


14. PINJAMAN YANG DITERIMA                                        14. BORROWINGS
                                               31 Desember/        31 Desember/
                                              December 2024       December 2023
    Bank                                                                                                           Banks
    Pihak ketiga:                                                                                            Third parties:
    Dolar AS                                                                                                     US Dollar
      PT Bank ANZ Indonesia                           415,115                  -                  PT Bank ANZ Indonesia
      PT Bank Danamon Indonesia Tbk                   197,947                  -          PT Bank Danamon Indonesia Tbk
      PT Bank Mizuho Indonesia                         23,570             86,715               PT Bank Mizuho Indonesia
      Mizuho Bank Ltd.                                      -             51,387                       Mizuho Bank Ltd.
                                                      636,632            138,102
    Rupiah                                                                                                           Rupiah
      Standard Chartered Bank,                                                                     Standard Chartered Bank,
        Indonesia                                     479,167          1,045,833                               Indonesia
      PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                   274,242                  -               PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
      PT Bank SMBC Indonesia Tbk                      185,000                  -               PT Bank SMBC Indonesia Tbk
      PT Bank Permata Tbk                             100,000                  -                      PT Bank Pertama Tbk
      PT Bank ANZ Indonesia                            27,500            110,833                     PT Bank ANZ Indonesia
                                                    1,065,909          1,156,666
    Dikurangi:                                                                                                           Less:
    Biaya provisi dan administrasi                      (2,799)            (5,192)           Provision and administration fees
                                                    1,699,742          1,289,576
    Bukan bank                                                                                                   Non banks
    Pihak berelasi:                                                                                            Related party:
    Rupiah                                                                                                            Rupiah
      PT United Tractors Tbk                        1,492,377          1,320,807                    PT United Tractors Tbk
    Total                                           3,192,119          2,610,383                                        Total

                                                 Halaman -5/54-Page
                                                     233
Page 258
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                        31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)        (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                           14. BORROWINGS (continued)

    Cicilan pokok pinjaman sesuai dengan tanggal                    Installments of borrowings principal based on its
    jatuh temponya:                                                 maturity profile:

                                               31 Desember/      31 Desember/
                                              December 2024     December 2023
    < 1 tahun                                       2,125,992        1,420,388                                     < 1 year
    1 - 2 tahun                                       776,336          921,497                                  1 - 2 years
    2 - 3 tahun                                       255,127          271,787                                  2 - 3 years
    > 3 tahun                                          37,463            1,903                                   > 3 years
                                                    3,194,918        2,615,575

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan melakukan                       During 2024, the Company drawdowns new
    penarikan pinjaman baru dalam mata uang Rupiah                  loans in Rupiah and in US Dollar with bear
    dan Dolar AS dengan tingkat bunga sebesar                       interest rates of 5.90% - 7.05% for loans in
    5,90% - 7,05% untuk mata uang Rupiah dan                        Rupiah and 4.81% - 5.76% for loans in US Dollar
    4,81% - 5,76% untuk mata uang Dolar AS (31                      (31 December 2023: 5.75% - 6.60% for loans in
    Desember 2023: 5,75% - 6,60% untuk mata uang                    Rupiah and 5.50% - 6.60% for loans in US
    Rupiah dan 5,50% - 6,60% untuk mata uang Dolar                  Dollar).
    AS).

    Perseroan telah melakukan kontrak cross currency                The Company has entered into cross currency
    swap dan foreign currency forward untuk                         swap and foreign currency forward in order to
    mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan               mitigate the risk of fluctuation in interest rate and
    nilai tukar atas pinjaman dalam mata uang Dolar                 exchange rate to support its business operation
    AS untuk memenuhi kebutuhan operasional                         needs (refer to Note 11).
    Perseroan (lihat Catatan 11).

    Semua pinjaman yang diterima                Perseroan            All Company’s borrowings are used for working
    digunakan untuk modal kerja.                                     capital.

    Pada tanggal 31 Desember 2024 dan                                As      at   31     December       2024     and
    2023, tidak ada aset yang dijaminkan atas seluruh                2023, there are no collateral assets secured for
    pinjaman yang diterima oleh Perseroan.                           all borrowings owned by the Company.

    Fasilitas  pinjaman      dari   beberapa    bank                 Loan facilities from several banks require the
    mensyaratkan Perseroan untuk memberikan                          Company to provide written notice in respect of
    pemberitahuan tertulis dalam hal perubahan modal                 changes of capital and shareholders, changes of
    dan pemegang saham, perubahan susunan Direksi                    Directors and Commissioners, and changes of
    dan Komisaris serta perubahan bisnis utama.                      main business activities. Under the loan
    Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Perseroan                    agreements, the Company is also obliged to
    diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimal                  maintain gearing ratio at the maximum 10:1 and
    10:1 dan kewajiban penyampaian laporan lainnya.                  other reporting obligations.

    Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023,                          As     at   31     December        2024     and
    Perseroan telah memenuhi semua persyaratan                       2023, the Company has fulfilled all covenants
    yang ditetapkan dalam semua perjanjian pinjaman                  requirements stipulated in all of the borrowing
    yang diterima.                                                   agreements.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai tercatat                    As at 31 Desember 2024, the carrying value of
    pinjaman yang diterima adalah Rp3.204.048 (31                    borrowing is Rp3,204,048 (31 December 2023:
    Desember 2023: Rp2.623.653) yang mencakup                        Rp2,623,653) which includes the nominal
    nilai nominal pinjaman, biaya provisi yang belum                 amount of the borrowing, unamortised provision
    diamortisasi, dan utang bunga.                                   costs, and interest payable.

    Mizuho Bank Ltd., Cabang Singapura                               Mizuho Bank Ltd., Singapore Branch

    Pada tanggal 25 September 2019, Perseroan                        On 25 September 2019, the Company obtained
    memperoleh fasilitas pinjaman berjangka sebesar                  a term loan facility amounting US Dollar
    Dolar AS 50.000.000 (nilai penuh). Pada tanggal 25               50,000,000 (full amount). On 25 September
    September 2020, Perseroan melakukan addendum                     2020, the Company conducted an amendment
    perjanjian   yang       memperpanjang       periode              of that agreement that extended the availability
    ketersediaan fasilitas hingga 25 Juni 2021.                      period of the facility until 25 June 2021.



                                                 Halaman -5/55-Page
                                                     234
Page 259
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                        14. BORROWINGS (continued)

    Mizuho Bank Ltd., Cabang Singapura (lanjutan)                Mizuho Bank           Ltd.,   Singapore       Branch
                                                                 (continued)

    Perseroan telah menarik fasilitas ini pada tanggal           The Company has drawdown this facility on
    2 Oktober 2020, 26 Maret 2021, dan 24 Juni 2021              2 October 2020, 26 March 2021, and 24 June 2021
    sebesar Dolar AS 20.000.000 (nilai penuh), Dolar             amounting to US Dollar 20,000,000 (full amount),
    AS 20.000.000 (nilai penuh), dan Dolar AS                    US Dollar 20,000,000 (full amount), and US Dollar
    10.000.000 (nilai penuh). Fasilitas pinjaman ini             10,000,000 (full amount), respectively. These loan
    akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal              facility will mature in 3 (three) years after the
    penarikan.                                                   drawdown date.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024,the Company has paid loan facilities
    melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman                 amounted to US Dollar 3,333,334 (full amount)
    sebesar Dolar AS 3.333.334 (nilai penuh) setara              equivalent to Rp53,873. Interest and principal
    dengan Rp53.873. Pembayaran bunga dan pokok                  have been paid on the due date.
    pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh
    tempo.

    Pada tanggal 31 December 2024, Perseroan tidak               As at 31 December 2024, the Company has no
    memiliki saldo pinjaman atas fasilitas tersebut (31          outstanding loan on the short term revolving facility
    Desember 2023: Dollar AS 3.333.334 (nilai penuh)             (31 December 2023: US Dollar 3,333,334 (full
    setara dengan Rp51.387).                                     amount) equivalent to Rp51,387.

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 1,00% - 6,35% (2023: 0,98% -               during 2024 is 1.00% - 6.35% (2023: 0.98% -
    6,40%).                                                      6.40%).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan Mizuho Bank                 In the borrowing agreement with Mizuho Bank
    Ltd., Cabang Singapura, diatur pembatasan yang               Ltd., Singapore Branch, there is a restriction that
    harus dipenuhi, yaitu wajib menjaga agar rasio dari          have to be fulfilled, namely ensuring that the ratio
    total utang atas kekayaan bersih berwujud untuk              of total debt to tangible net worth for each of its
    masing-masing tahun buku dan tengah tahun buku               financial years and its financial half-years does
    tidak melebihi 10:1.                                         not exceed 10:1.

    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.

    PT Bank Mizuho Indonesia                                     PT Bank Mizuho Indonesia

    Pada tanggal 24 Desember 2021, Perseroan                     On 24 December 2021, the Company obtained a
    memperoleh fasilitas pinjaman berjangka sebesar              term loan facility amounting US Dollar
    Dolar AS 25.000.000 (nilai penuh) setara dengan              25,000,000 (full amount) equivalent to
    Rp404.050. Perseroan telah menarik fasilitas ini             Rp404,050. The Company has drawdown this
    pada tanggal 31 Desember 2021, 10 Maret 2022,                facility on 31 December 2021, 10 March 2022,
    dan 25 Mei 2022 sebesar Dolar AS 2.500.000 (nilai            and 25 May 2022 amounting to US Dollar
    penuh) setara dengan Rp40.405, Dolar AS                      2,500,000 (full amount) equivalent to Rp40,405,
    2.500.000 (nilai penuh) setara dengan Rp40.405,              US Dollar 2,500,000 (full amount) equivalent to
    dan Dolar AS 7.500.000 (nilai penuh) setara                  Rp40,405, and US Dollar 7,500,000 (full amount)
    dengan Rp121.215. Fasilitas pinjaman ini akan                equivalent to Rp121,215, respectively. These
    jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal                   loan facility will mature in 3 (three) years after the
    penarikan.                                                   drawdown date.

    Pada tanggal 29 Februari 2024, Perseroan                     On 29 February 2024, the Company obtained a
    memperoleh fasilitas pajaman berjangka sebesar               term loan facility amounting US Dollar
    Dolar AS 45.000.000 (nilai penuh) setara dengan              45,000,000 (full amount) equivalent to Rp727,290
    Rp727,290 untuk jangka waktu ketersediaan 1                  for 1 (one) year availability facility. This facility
    (satu) tahun. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh              will mature in 3 (three) years after the drawdown
    tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan.              date.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024, the Company has paid loan
    melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman                  facilities amounted to US Dollar 4,166,667 (full
    sebesar Dolar AS 4.166.667 (nilai penuh) setara              amount) equivalent to Rp67,342. Interest and
    dengan Rp67.342. Pembayaran bunga dan pokok                  principal have been paid on the due date.
    pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh
    tempo.




                                                 Halaman -5/56-Page
                                                     235
Page 260
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                        14. BORROWINGS (continued)
    PT Bank Mizuho Indonesia (lanjutan)                          PT Bank Mizuho Indonesia (continued)

    Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo                  As at 31 December 2024, the outstanding
    atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Dolar AS          balance related to the loan facility was US Dollar
    1.458.333 (nilai penuh) setara dengan Rp23.570 (31           1,458,333 (full amount) equivalent to Rp23,570
    Desember 2023: Dolar AS 5.625.000 setara dengan              (31 December 2023: US Dollar 5,625,000
    Rp86.715).                                                   equivalent to Rp86,715).

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 6,07% - 6,51% (2023: Nihil).               during 2024 is 6.07% - 6.51% (2023: Nil).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank                     In the borrowing agreement with PT Bank Mizuho
    Mizuho Indonesia, diatur pembatasan yang harus               Indonesia, there is a restriction that have to be
    dipenuhi, yaitu menjaga agar rasio dari total utang          fulfilled, namely ensuring that the ratio of total
    atas kekayaan bersih berwujud untuk masing-                  debt to tangible net worth for each of its financial
    masing tahun buku dan tengah tahun buku tidak                years and its financial half-years does not exceed
    melebihi 10:1.                                               10:1.

    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.

    Standard Chartered Bank, Indonesia                            Standard Chartered Bank, Indonesia
    Pada tanggal 4 September 2021, Perseroan                      On 4 September 2021, the Company obtained a
    memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar               bilateral loan facility amounting of Rp350,000.
    Rp350.000. Perseroan telah menarik fasilitas ini              The Company has drawn this facility amounting
    sebesar        Rp200.000        pada       tanggal            Rp200,000       on     15   September    2021,
    15 September 2021, Rp100.000 pada tanggal                     Rp100,000 on 15 December 2021, and
    15 Desember 2021, dan Rp50.000 pada tanggal 27                Rp50,000 on 27 January 2022. This facility will
    Januari 2022. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh               mature in 3 (three) years after the drawdown
    tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan.               date.

    Pada tanggal 30 Agustus 2022, Perseroan                       On 30 August 2022, the Company obtained a
    memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar               bilateral loan facility amounting of Rp1,400,000.
    Rp1.400.000. Perseroan telah menarik fasilitas ini            The Company has drawn this facility amounting
    sebesar Rp300.000 pada tanggal 14 September                   Rp300,000 on 14 September 2022, Rp100.000
    2022, Rp100.000 pada tanggal 12 Oktober 2022,                 on 12 October 2022, Rp100,000 on 30
    Rp100.000 pada tanggal 30 November 2022,                      November 2022, Rp500,000 on 28 December
    Rp500.000 pada tanggal 28 Desember 2022,                      2022, Rp200,000 on 31 January 2023, and
    Rp200.000 pada tanggal 31 Januari 2023, dan                   Rp200,000 on 17 February 2023. This facility will
    Rp200.000 pada tanggal 17 Februari 2023.                      mature in 3 (three) years after the drawdown
    Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga)              date.
    tahun setelah tanggal penarikan.
    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                         During 2024, the Company has paid loan
    melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman                   facilities amounted to Rp566,667. Interest and
    sebesar Rp566.667. Pembayaran bunga dan                       principal have been paid on the due date.
    pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal
    jatuh tempo.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo                   As at 31 December 2024, the outstanding
    atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar                    balance related to the loan facility was
    Rp479.167 (31 Desember 2023: Rp1.045.833).                    Rp479,167 (31 December 2023: Rp1,045,833).

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 5,65% - 6,15% (2023: 5,65%                 during 2024 is 5.65% - 6.15% (2023: 5.65% -
    6,15%).                                                      6.15%).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan Standard                    In the borrowing agreement with Standard
    Chartered Bank, Indonesia, diatur pembatasan                 Chartered Bank, Indonesia, there is a restriction
    yang harus dipenuhi, yaitu wajib menjaga agar                that have to be fulfilled, namely ensuring that the
    rasio dari total utang atas kekayaan bersih                  ratio of total debt to tangible net worth for each of
    berwujud untuk masing-masing tahun buku dan                  its financial years and its financial half-years does
    tengah tahun buku tidak melebihi 10:1.                       not exceed 10:1.
    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.



                                                 Halaman -5/57-Page
                                                     236
Page 261
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                        14. BORROWINGS (continued)

    PT Bank Permata Tbk                                          PT Bank Permata Tbk

    Pada tanggal 31 Maret 2021, Perseroan                        On 31 March 2021, the Company obtained
    memperoleh fasilitas pinjaman money market line              money market line loan facility amounting
    sebesar Rp100.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo            Rp100,000. This facility will mature on 30
    pada 30 September 2021. Pada tanggal                         September 2021. On 30 September 2021, the
    30 September 2021, fasilitas pinjaman money                  money market line loan facility has been
    market line telah diperpanjang oleh pihak Bank               extended until 31 March 2022. The Company
    hingga 31 Maret 2022. Perseroan telah melakukan              amended the agreement several times to extend
    beberapa kali addendum perjanjian untuk                      the availability period of the money market line
    memperpanjang periode ketersediaan fasilitas                 loan facility amounting Rp80,000           until
    money market line sebesar Rp80.000 hingga                    31 March 2023.
    31 Maret 2023.

    Pada tanggal 31 Maret 2023, Perseroan telah                  On 31 March 2023, the Company conducted an
    melakukan perpanjangan periode ketersediaan                  amendment of the agreement to extend the
    fasilitas pinjaman money market line sebesar                 availability period of the money market line loan
    Rp80.000 hingga 30 September 2023. Pada                      facility amounting Rp80,000 until 30 September
    tanggal 30 September 2023, Perseroan telah                   2023. On 30 September 2023 the Company
    melakukan perpanjangan periode ketersediaan                  conducted an amendment of the agreement to
    fasilitas money market line sebesar Rp80.000                 extend the availability period of the money
    hingga 31 Desember 2023.                                     market line facility amounting Rp80,000 until
                                                                 31 December 2023.

    Pada tanggal 31 Desember 2023 Perseroan telah                On 31 December 2023, the Company conducted
    melakukan perpanjangan periode ketersediaan                  an amendment of the agreement to extend the
    fasilitas money market line hingga 31 Maret 2024.            availability period of money market line until
    Pada tanggal 31 Maret 2024, Perseroan                        31 March 2024. On 31 March 2024, the
    memperoleh      fasilitas    tambahan    menjadi             Company has additional facilities to Rp100,000
    Rp100.000 hingga 30 September 2024 dan telah                 until 30 September 2024 and was extended
    diperpanjang otomatis hingga 30 Desember 2024.               automatically until 30 December 2024. On 20
    Pada tanggal 20 Desember 2024 fasilitas telah                December 2024, the company has extended the
    diperpanjang kembali hingga 30 Maret 2025.                   facilities to 30 March 2025.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024,the company has paid the loan
    melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman                  facility amounted to Rp100,000. Interest and
    sebesar Rp100.000. Pembayaran bunga dan                      principal have been paid on the due date.
    pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal
    jatuh tempo.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo                  As at 31 December 2024, the outstanding
    atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar                   balance related to the loan facility was
    Rp100.000 (31 Desember 2023: Rp nihil).                      Rp100,000 (31 December 2023: Rp nil).

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 6,40% - 6,75% (2023: Nihil).               during 2024 is 6.40% - 6.75% (2023: Nil).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank                     In the borrowing agreement with PT Bank
    Permata Tbk, diatur pembatasan yang harus                    Permata Tbk, there is a restriction that have to be
    dipenuhi, yaitu menjaga kondisi keuangan berupa              fulfilled, namely maintaining a financial
    gearing ratio sesuai peraturan perundang-                    conditions of gearing ratio in accordance with
    undangan yang berlaku, maksimal 10 kali.                     applicable laws and regulations, with a maximum
                                                                 of 10 times.

    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.




                                                 Halaman -5/58-Page
                                                     237
Page 262
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                        14. BORROWINGS (continued)

    PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                PT Bank Danamon Indonesia Tbk

    Pada tanggal 10 Februari 2010, Perseroan                     On 10 February 2010, the Company obtained
    memperoleh fasilitas pinjaman revolving working              revolving working capital facility amounting
    capital sebesar Rp100.000, revolving term facility           Rp100,000, revolving term loan facility
    sebesar Rp200.000, dan revolving working capital             amounting Rp200,000, and revolving working
    II sebesar Dolar AS 10.000.000 (nilai penuh).                capital II amounting US Dollar 10,000,000 (full
                                                                 amount).

    Pada tanggal 30 September 2020, Perseroan                    On 30 September 2020, the Company
    melakukan addendum perjanjian untuk menutup                  conducted an amendment of the agreement to
    revolving term loan facility dan revolving working           close revolving term loan facility and revolving
    capital    II  serta   memperpanjang       periode           working capital II facility and extended the
    ketersediaan fasilitas revolving working capital             availability period of the revolving working capital
    facility sebesar Rp100.000 hingga 30 Agustus                 facility amounting Rp100,000 until 30 August
    2021.                                                        2021.

    Pada tanggal 30 Agustus 2021, periode                        On 30 August 2021, the availability period of the
    ketersediaan   fasilitas diperpanjang  hingga                facility was extended until 31 October 2021 and
    31 Oktober 2021 dan kemudian diperpanjang lagi               it was extended again until 31 August 2022.
    hingga 31 Agustus 2022.

    Pada tanggal 20 Desember 2021 Perseroan                      On 20 December 2021 the Company obtained
    memperoleh tambahan fasilitas revolving working              additional revolving working capital facility
    capital sebesar Rp100.000 sehingga total fasilitas           amounting Rp100,000 thereby, the total facility of
    pinjaman Perseroan menjadi Rp200.000.                        revolving working capital facility amounting
                                                                 Rp200,000.

    Pada tanggal 31 Agustus 2022, periode                        On 31 August 2022, the availability period of the
    ketersediaan     fasilitas  diperpanjang    hingga           facility was extended until 31 October 2022. On
    31 Oktober 2022. Pada tanggal 31 Oktober 2022                31 October 2022, the availability period of the
    periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga           facility was extended until 30 November 2022.
    30 November 2022. Dan pada tanggal                           On 30 November 2022 the availability period of
    30 November 2022 periode ketersediaan fasilitas              the facility was extended until 31 August 2023.
    diperpanjang hingga 31 Agustus 2023. Pada                    On 31 August 2023 the availabillity period of the
    tanggal 31 Agustus 2023 periode ketersediaan                 facility was extended until 30 September 2023.
    fasilitas diperpanjang hingga 30 September 2023,             And on 30 September 2023 the availability
    dan pada tanggal 30 September 2023 periode                   period of the facility was extended until
    ketersediaan     fasilitas  diperpanjang    hingga           31 October 2023 and extended again to
    31 Oktober 2023 dan diperpanjang kembali hingga              30 November 2023. On 30 November 2023, the
    30 November 2023. Pada tanggal 30 November                   availability period of the facility was extended
    2023, periode ketersediaan fasilitas diperpanjang            until 30 August 2024.
    hingga 30 Agustus 2024.

    Pada tanggal 30 Agustus 2024, fasilitas                      On 30 August 2024, the facility was extended
    diperpanjang hingga 30 September 2024 dan                    until 30 September 2024 and further extended
    kemudian     diperpanjang kembali   hingga                   until 30 August 2025.
    30 Agustus 2025.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024, the company has paid the loan
    melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman                  facility amounted to Rp3,865,000. Interest and
    sebesar Rp3.865.000. Pembayaran bunga dan                    principal have been paid on the due date.
    pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal
    jatuh tempo.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo                  As at 31 December 2024, the outstanding
    atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Dolar AS          balance related to the loan facility was US Dollar
    12.247.671 (nilai penuh) setara dengan Rp197.947             12,247,671 (full amount) equivalent to
    (31 Desember 2023: Rp nihil).                                Rp197,947 (31 December 2023: Rp nil).



                                                 Halaman -5/59-Page
                                                     238
Page 263
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                        14. BORROWINGS (continued)

    PT Bank Danamon Indonesia Tbk (lanjutan)                     PT Bank Danamon Indonesia Tbk (continued)

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 6,10% - 6,40% untuk pinjaman               during 2024 is 6.10% - 6.40% for borrowing in
    dalam Rupiah dan 4,81% - 4,88% untuk pinjaman                Rupiah and 4.81% - 4.88% for borrowing in US
    dalam Dolar AS (2023: 5,70% - 5,80% untuk                    Dollar (2023: 5.70% - 5.80% for borrowing in
    pinjaman dalam Rupiah dan nihil untuk pinjaman               Rupiah and nil for borrowing in US Dollar).
    dalam Dolar AS).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank                     In the borrowing agreement with PT Bank
    Danamon Indonesia Tbk, diatur pembatasan yang                Danamon Indonesia Tbk, there are covenants
    harus dipenuhi, yaitu wajib menjaga rasio                    that must be fulfilled, which include the obligation
    keuangan berupa gearing ratio sesuai dengan                  to maintain a financial ratio in the form of the
    ketentuan hukum yang berlaku dengan batas                    gearing ratio in accordance with applicable legal
    maksimum 10 kali.                                            provisions, with a maximum limit of 10 times.

    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.

    PT Bank ANZ Indonesia                                        PT Bank ANZ Indonesia

    Pada tanggal 20 Desember 2018, Perseroan                     On 20 December 2018, the Company obtained a
    memperoleh fasilitas pinjaman short term revolving           short term revolving loan facility amounting to US
    sebesar Dolar AS 15.000.000 (nilai penuh) setara             Dollar 15,000,000 (full amount) equivalent to
    dengan Rp242.430.                                            Rp242,430.
    Pada tanggal 18 Desember 2020, periode                       On 18 December 2020, the availability period of
    ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga 20                the facility was extended until 20 December
    Desember 2021. Pada tanggal 17 Desember 2021,                2021. On 17 December 2021, the Company
    Perseroan melakukan adendum perjanjian yang                  conducted an amendment of that agreement that
    memperpanjang periode ketersediaan fasilitas                 extended the availability period of the facility until
    hingga 20 Desember 2022. Pada tanggal                        20 December 2022. On 5 August 2022, the
    5 Agustus 2022, Perseroan melakukan adendum                  Company conducted an amendment of that
    perjanjian   yang      memperpanjang       periode           agreement that extended the availability period
    ketersediaan fasilitas hingga 30 Juni 2023. Pada             of the facility until 30 June 2023. On 30 June
    30 Juni 2023, fasiltas ini telah diperpanjang dan            2023, the facility was renewed and will mature
    akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juni 2024.                  on 28 June 2024.

    Pada tanggal 28 Juni 2024, Perseroan melakukan               On 28 June 2024, the Company has signed the
    addendum perjanjian yang memperpanjang                       addendum of the facility to extend the availability
    periode ketersediaaan fasilitas hingga 30 Juni               period until 30 June 2025.
    2025.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024, the Company has paid short term
    melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman                 revolving loan facility amounted to Rp280,000
    short term revolving sebesar Rp280.000 dan Dolar             and US Dollar 31,259,722 (full amount)
    AS 31.259.722 (nilai penuh) setara dengan                    equivalent to Rp505,220. Interest and principal
    Rp50.220. Pembayaran bunga dan pokok                         for short term revolving loan facility have been
    pinjaman untuk fasilitas short term revolving telah          paid on the due date.
    dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo                  As at 31 Desember 2024, the Company has
    atas fasilitas pinjaman short term revolving adalah          outstanding loan of short term revolving loan
    sebesar Dolar AS 14.434.606 (nilai penuh) setara             facility amounting US Dollar 14,434,606 (full
    dengan Rp233.292 (31 Desember 2023: nihil).                  amount) equivalent to Rp233,292 (31 December
                                                                 2023: nil).




                                                 Halaman -5/60-Page
                                                     239
Page 264
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                        14. BORROWINGS (continued)

    PT Bank ANZ Indonesia (lanjutan)                             PT Bank ANZ Indonesia (continued)

    Pada tanggal 30 September 2021, Perseroan                    On 30 September 2021, the Company obtained
    memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar              a bilateral loan facility amounting of
    Rp250.000. Perseroan telah menarik fasilitas ini             Rp250,000. The Company has drawn this facility
    sebesar Rp50.000 pada 31 Januari 2022,                       amounting Rp50,000 on 31 January 2022,
    Rp50.000 pada 25 Februari 2022, Rp70.000 pada                Rp50,000 on 25 February 2022, and
    29 Maret 2022, dan Rp80.000 pada 27 April 2022.              Rp70,000 on 29 March 2022, and Rp80,000 on
    Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 3 (tiga) tahun           27 April 2022. This facility will mature in
    setelah penarikan.                                           3 (three) years after the drawdown date.

    Pada tanggal 31 Agustus 2023, Perseroan                      On 31 August 2023, the Company obtained a
    memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar              bilateral   loan      facility  amounting      of
    Dolar AS 15.000.000 (nilai penuh) setara dengan              US Dollar 15,000,000 (full amount) equivalent to
    Rp242.430. Pada tanggal          27 Maret 2024,              Rp242,430. On 27 March 2024, the Company
    Perseroan telah melakukan penarikan seluruh                  has utilized the facility with amount US Dollar
    fasilitas Dolar AS 15.000.000 (nilai penuh) setara           15,000,000 (full amount) equivalent to
    dengan Rp242.430. Fasilitas pinjaman ini akan                Rp242,430. This facility will mature in 3 (three)
    jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal                   years after the drawdown date. The Company
    penarikan. Perseroan telah melakukan penarikan               has drawn all the facility amounting US Dollar
    atas seluruh fasilitas sebesar Dolar AS 15.000.000           15,000,000 equivalent to Rp242,430 on 27
    setara dengan Rp242.430 pada 27 Maret 2024                   March 2024.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024, the Company has paid bilateral
    melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman                  loan facilities amounted to Rp83,333 and US
    bilateral sebesar Rp83.333 dan Dolar AS                      Dollar 3,750,000 (full amount) equivalent to
    3.750.000 (nilai penuh) setara dengan Rp60.608.              60,608. Interest and principal have been paid on
    Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah                    the due date.
    dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan                     As at 31 Desember 2024, the Company has
    memiliki saldo pinjaman atas fasilitas pinjaman              outstanding loan of bilateral facility amounting
    bilateral sebesar Rp27.500 (31 Desember 2023:                Rp27,500 (31 December 2023: Rp110,833) and
    Rp110.833) dan Dolar AS 11.250.000 (nilai penuh)             US Dollar 11,250,000 (full amount) equivalent to
    setara dengan Rp181.823 (31 Desember 2023: Rp                Rp181,823 (31 December 2023: nill).
    nihil).

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 6,15% - 6,50% untuk pinjaman               during 2024 is 6.15% - 6.50% for borrowing in
    dalam Rupiah dan 4,85% - 6,09% untuk pinjaman                Rupiah and 4.85% - 6.09% for borrowing in US
    dalam Dolar AS (2023: 5,74% - 6,5% untuk pinjaman            Dollar (2023: 5.74% - 6.50% for borrowing in
    dalam Rupiah dan Nihil untuk pinjaman dalam Dolar            Rupiah and Nil for borrowing in US Dollar).
    AS).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank ANZ                 In the borrowing agreement with PT ANZ
    Indonesia, diatur pembatasan yang harus dipenuhi,            Indonesia, there is a covenant that must be
    yaitu Perseroan wajib memastikan bahwa rasio                 fulfilled, namely maintaining a financial
    keuangan berupa gearing ratio setiap semester                conditions of gearing ratio for each semester
    tidak melebihi batas 10.                                     does not exceed a limit of 10.

    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.




                                                 Halaman -5/61-Page
                                                     240
Page 265
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                        14. BORROWINGS (continued)

    PT United Tractors Tbk                                       PT United Tractors Tbk

    Pada tanggal 18 Mei 2016, Perseroan memperoleh               On 18 May 2016, the Company obtained a loan
    fasilitas pinjaman dari PT United Tractors Tbk               facility from PT United Tractors Tbk with a
    dengan jumlah maksimum penarikan sebesar                     maximum credit limit amounting to Rp1,000,000
    Rp1.000.000 dengan cicilan pembayaran pokok                  with monthly repayment commenced three
    pinjaman tiga bulan setelah setiap tanggal                   months after each drawdown date. The facility
    penarikan. Fasilitas ini telah diperbaharui kembali          was renewed on 25 May 2018 which increased
    pada tanggal 25 Mei 2018, dengan menambah                    the maximum of credit limit to Rp1,750,000.
    jumlah       maksimum        penarikan      menjadi
    Rp1.750.000.

    Pada tanggal 14 September 2019, fasilitas ini telah          On 14 September 2019, the facility was renewed
    diperbaharui kembali dengan menambah jumlah                  with increased the maximum of credit limit to
    maksimum penarikan menjadi Rp1.800.000. Pada                 Rp1,800,000. On 31 August 2022, the facility
    tanggal 31 Agustus 2022, fasilitas ini telah                 was renewed and will mature on 30 June 2023.
    diperpanjang dan akan jatuh tempo pada tanggal               On 30 September 2023, the facility was renewed
    30 Juni 2023. Pada tanggal 30 September 2023,                and will mature on 30 September 2024. On
    fasilitas ini telah diperpanjang dan akan jatuh              28 September 2024, the facility was extended
    tempo pada tanggal 30 September 2024. Pada                   until 30 June 2025.
    tanggal 28 September 2024, fasilitas ini kembali
    diperpanjang hingga 30 Juni 2025.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024, the Company has paid loan
    melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman                  facilities amounted to Rp795,407. Interest and
    sebesar Rp795.407. Pembayaran bunga dan                      principal have been paid on the due date.
    pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal
    jatuh tempo.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo                  As at 31 December 2024, the outstanding
    atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar                   balance related to the loan facility was
    Rp1.492.377 (31 Desember 2023: Rp1.320.807).                 Rp1,492,377    (31    December      2023:
                                                                 Rp1,320,807).

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 5,00% - 6,75% (2023: 4,50% -               during 2024 is 5.00% - 6.75% (2023: 4.50% -
    7,25%).                                                      7.25%).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan PT United                   In the borrowing agreement with PT United
    Tractors Tbk, diatur pembatasan yang harus                   Tractors Tbk, there is a restriction that have to be
    dipenuhi, yaitu jika gearing ratio melebihi 10 kali          fulfilled, namely, if the gearing ratio exceeds 10
    dari total modal, Perseroan harus dalam waktu satu           times the total capital, the Company must, within
    bulan dari tanggal pelanggaran melakukan                     one month from the violation date, make an early
    pembayaran lebih awal untuk mengurangi total                 repayment to reduce the total loans to ensure
    pinjaman sehingga gearing ratio tidak melebihi 10            that the gearing ratio does not exceed 10 times
    kali dari total modal.                                       the total capital.

    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.

    PT Bank Central Asia Tbk                                     PT Bank Central Asia Tbk

    Pada tanggal 24 Februari 2022, Perseroan                     On 24 February 2022, the Company obtained a
    memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar              bilateral loan facility amounting of Rp300,000
    Rp300.000 dan fasilitas pinjaman short term                  and short term revolving loan facility amounting
    revolving sebesar Rp200.000. Fasilitas pinjaman              Rp200,000. This facility will mature up to 5 (five)
    ini akan jatuh tempo sampai 5 (lima) tahun setelah           years after the drawdown date.
    tanggal penarikan.

    Pada 24 Februari 2024, fasilitas pinjaman bilateral          On 24 February 2024, the bilateral facility was
    diperpanjang hingga 24 Februari 2025.                        extended to 24 February 2025.

                                                 Halaman -5/62-Page
                                                     241
Page 266
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                        14. BORROWINGS (continued)

    PT Bank Central Asia Tbk (lanjutan)                          PT Bank Central Asia Tbk (continued)

    Pada 26 Juni 2024, fasilitas pinjaman short term             On 26 June 2024, the short term revolving loan
    revolving diperpanjang hingga 24 Mei 2025.                   facility was extended to 24 May 2025.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024, the Company has paid loan
    melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman                 facilities amounted to Rp360,000. Interest and
    sebesar Rp360.000. Pembayaran bunga dan                      principal have been paid on the due date.
    pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal
    jatuh tempo.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan tidak               As at 31 December 2024, the Company has no
    memiliki saldo pinjaman pada fasilitas short term            outstanding loan on the short term revolving
    revolving (31 Desember 2023: nihil).                         facility. (31 December 2023: nil).

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 6,50% - 6,85% (2023: Nihil).               during 2024 is 6.50% - 6.85% (2023: Nil).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank                     In the borrowing agreement with PT Bank Central
    Central Asia Tbk, terdapat pembatasan yang harus             Asia Tbk, there are covenants that must be
    dipatuhi, yaitu memelihara dan mempertahankan                adhered to, which include maintaining and
    rasio keuangan berupa gearing ratio sesuai                   upholding a financial ratio in the form of the
    dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan                  gearing ratio in accordance with applicable legal
    batas maksimum 10 kali.                                      provisions, with a maximum limit of 10 times.

    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.

    PT Bank SMBC Indonesia Tbk                                   PT Bank SMBC Indonesia Tbk

    Pada tanggal 27 April 2022, Perseroan                        On 27 April 2022, the Company obtained a short
    memperoleh fasilitas pinjaman short term revolving           term revolving loan facility amounting
    sebesar Rp250.000 hingga 31 Maret 2023. Pada                 Rp250,000 until 31 March 2023. On 31 March
    31 Maret 2023, Perseroan melakukan adendum                   2023, the Company conducted an amendment of
    perjanjian    yang      memperpanjang      periode           that agreement that extended the availability
    ketersediaan fasilitas hingga 29 Maret 2024. Pada            period of the facility until 29 March 2024. On
    28      Maret     2024,     Perseroan     kembali            28 March 2024, the Company was extended the
    memperpanjang fasilitas hingga 30 Maret 2025.                facility to 30 March 2025. On 22 November 2024,
    Pada 22 November 2024, Perseroan telah                       the Company has obtained additional facility to
    melakukan addendum dengan menambah fasilitas                 Rp500.000 and the facilty extended to
    menjadi Rp500.000 dan diperpanjang hingga                    28 November 2025.
    28 November 2025.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024, the Company has paid loan
    melakukan pembayaran fasilitas pinjaman sebesar              facilities amounted to Rp3,430,000. Interest and
    Rp3.430.000. Pembayaran bunga dan pokok                      principal have been paid on the due date.
    pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh
    tempo.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo                  As at 31 December 2024, the outstanding
    atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar                   balance related to the loan facility was
    Rp185.000 (31 Desember 2023: Rp nihil).                      Rp185,000 (31 December 2023: Rp nil).

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 6,05% - 6,57% (2023: 3,70% -               during 2024 is 6.05% - 6.57% (2023: 3.70% -
    6,05%).                                                      6.05%).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank SMBC                In the borrowing agreement with PT Bank SMBC
    Indonesia Tbk, terdapat pembatasan yang harus                Indonesia Tbk, there are covenants that must be
    dipatuhi, yaitu memelihara dan mempertahankan                adhered to, which include maintaining and
    rasio keuangan berupa gearing ratio sesuai                   upholding a financial ratio in the form of the
    dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan                  gearing ratio in accordance with applicable legal
    batas maksimum 10 kali.                                      provisions, with a maximum limit of 10 times.

    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.


                                                 Halaman -5/63-Page
                                                     242
Page 267
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)                        14. BORROWINGS (continued)

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

    Pada tanggal 29 Desember 2022, Perseroan                     On 29 December 2022, the Company obtained a
    memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja                    short term revolving loan facility amounting
    sebesar Rp300.000. Pada tanggal 29 Desember                  Rp300,000. On 29 Desember 2023, , the
    2023, Perseroan melakukan adendum perjanjian                 Company conducted an amendment of that
    yang memperpanjang periode ketersediaan                      agreement that extended the availability period
    fasilitas hingga 28 Juni 2024. Perseroan telah               of the facility until 28 June 2024. On 30 April
    melakukan penarikan sebesar Rp100.000 pada                   2024, the Company has drawn the facility
    tanggal 30 April 2024.                                       amounting Rp100,000.

    Fasilitas pinjaman modal kerja ini akan jatuh tempo          This working capital loan facility will mature up to
    sampai 4 (empat) tahun setelah tanggal penarikan.            4 (four) years after the drawdown date. On
    Pada tanggal 13 Juni 2024, fasilitas tersebut                13 June 2024, the facility was extended to
    diperpanjang hingga 28 September 2024, dan                   28 September 2024 and was extended to
    diperpanjang kembali hingga 30 Desember 2024.                30 December 2024. On 30 September 2024, the
    Pada tanggal 30 September 2024, Perseroan                    Company has drawn the facility amounting
    melakukan       penarikan     fasilitas     sebesar          Rp100,000. On 27 December 2024, the
    Rp100.000. Pada tanggal 27 Desember 2024,                    company has drawn all the available facility
    Perseroan melakukan penarikan fasilitas yang                 amounting to Rp100,000.
    tersedia seluruhnya sebesar Rp100.000.

    Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah                        During 2024, the Company has paid loan
    melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman                  facilities amounted to Rp25,758. Interest and
    sebesar Rp25.758. Pembayaran bunga dan pokok                 principal have been paid on the due date.
    pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh
    tempo.

    Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah saldo                  As at 31 December 2024, the outstanding
    atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar                   balance related to the loan facility was
    Rp274.242 (31 Desember 2023 : nihil).                        Rp274,242 (31 December 2023 : Rp nil)

    Kisaran tingkat bunga pinjaman per tahun sepanjang           The range of borrowing interest rate per annum
    tahun 2024 adalah 6,90% - 7,05% (2023: Nihil).               during 2024 is 6.90% - 7.05% (2023: Nil).

    Dalam perjanjian pinjaman dengan PT Bank                     In the borrowing agreement with PT Bank Mandiri
    Mandiri Tbk, diatur pembatasan yang harus                    Tbk, there are several restrictions that have to be
    dipenuhi Perusahaan, antara lain:                            fulfilled by the Company, such as:
    - menjaga kondisi keuangan, yaitu gearing ratio              - maintaining financial conditions, namely a
       maksimal sebesar 10 kali;                                      maximum gearing ratio of 10 times;
    - menyampaikan laporan keuangan triwulanan                   - submitting quarterly financial statements and
       dan laporan keuangan diaudit; dan                              audited financial statements; and
    - memberitahukan secara tertulis kepada bank                 - notifying the bank in writing within a maximum
       maksimal 10 hari kerja apabila PT Astra                        of 10 working days if PT Astra International
       International Tbk tidak lagi memiliki lebih dari               Tbk no longer holds more than 50% of the
       50% dari seluruh modal saham yang                              total issued share capital.
       dikeluarkan.

    Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang                The Company has complied with the covenants
    diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.               in the borrowing agreement.




                                                 Halaman -5/64-Page
                                                     243
Page 268
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                               31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)               (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

15. UTANG OBLIGASI                                                     15. BONDS PAYABLE

                                                    31 Desember/        31 Desember/
                                                   December 2024       December 2023

    Nilai nominal                                                                                                           Par value
    - Obligasi Berkelanjutan SANF                                                                     SANF Shelf Registration Bonds -
       IV Tahap I Tahun 2022 Seri B                        600,000             600,000            IV Phase I Year 2022 Series B
    - Obligasi Berkelanjutan SANF                                                                    SANF Shelf Registration Bonds -
       IV Tahap II Tahun 2023 Seri A                               -           350,000           IV Phase II Year 2023 Series A
    - Obligasi Berkelanjutan SANF                                                                     SANF Shelf Registration Bonds -
       IV Tahap II Tahun 2023 Seri B                       900,000             900,000           IV Phase II Year 2023 Series B
    - Obligasi Berkelanjutan SANF                                                                     SANF Shelf Registration Bonds -
       IV Tahap II Tahun 2023 Seri C                       250,000             250,000           IV Phase II Year 2023 Series C
    - Obligasi Berkelanjutan SANF                                                                     SANF Shelf Registration Bonds -
       IV Tahap III Tahun 2024 Seri A                      200,000                    -         IV Phase III Year 2024 Series A
    - Obligasi Berkelanjutan SANF                                                                    SANF Shelf Registration Bonds -
       IV Tahap III Tahun 2024 Seri B                      550,000                    -         IV Phase III Year 2024 Series B

                                                          2,500,000          2,100,000

    Dikurangi:                                                                                                                Less:
    Biaya emisi obligasi yang belum                                                                               Unamortised bond
      diamortisasi                                           (5,352)             (6,138)                         issuance costs

    Bersih                                                2,494,648          2,093,862                                           Net
                                                                                                              Amortisation of bonds
    Beban amortisasi emisi obligasi                           4,861              3,578                         issuance costs

    Obligasi Berkelanjutan PT Surya Artha Nusantara                         PT Surya Artha Nusantara Finance Shelf
    Finance IV Tahap II Tahun 2023 Seri A telah                             Registration Bonds IV Phase II Year 2023 Series
    dibayar pada tanggal 26 Maret 2024.                                     A were paid on 26 Maret 2024.

    Informasi lain mengenai obligasi pada tanggal                           Other information relating to bonds as at
    31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai                                31 December 2024 and 2023 are as follows:
    berikut:

                                      Tanggal                          Jumlah
                                       efektif/                         pokok/                        Tanggal jatuh    Tingkat
                                      Effective     Persetujuan/       Nominal       Jangka waktu/       tempo/        bunga/
             Nama/Name                  date         Approval            value           Tenor        Maturity date Interest rate

    Obligasi Berkelanjutan IV   06 Juni/          Dinyatakan efektif Seri/Series B: Seri/Series B: 36 Seri/Series B: Seri/Series B:
    SANF dengan Tingkat Suku June 2022            oleh Otoritas Jasa 600,000        bulan/months      10 Juni/June 7.05%
    Bunga Tetap Tahap I Tahun                     Keuangan,                                           2025
    2022 (“Obligasi                               berdasarkan Surat
    Berkelanjutan IV SANF                         Keputusan No.
    dengan Tingkat Suku Bunga                     S-90/D.04/2022/
    Tetap Tahap I Tahun                           Became effective
    2022”)/SANF Shelf                             by Financial
    Registration Bond IV with                     Services Authority
    Fixed Interest Rate Phase I                   in its letter No. S-
    Year 2022 (“SANF Shelf                        90/D.04/2022
    Registration Bond IV with
    Fixed Interest Rate Phase I
    Year 2022”)

    Obligasi Berkelanjutan IV     16     Dinyatakan efektif Seri/Series A: Seri/Series A: 370 Seri/Series A:          Seri/Series A:
    SANF dengan Tingkat Suku Maret/March oleh Otoritas Jasa 350,000          hari/days         26                     6.00%
    Bunga Tetap Tahap II         2023    Keuangan,                                             Maret/March
    Tahun 2023 (“Obligasi                berdasarkan Surat                                     2024
    Berkelanjutan IV SANF                Keputusan No.
    dengan Tingkat Suku Bunga            S-90/D.04/2022/      Seri/Series B: Seri/Series B: 36 Seri/Series B:         Seri/Series B:
    Tetap Tahap II Tahun                 Became effective 900,000            bulan/Months      16                     7.00%
    2023”)/SANF Shelf                    by Financial                                          Maret/March
    Registration Bond IV with            Services Authority                                    2026
    Fixed Interest Rate Phase II         in its letter No. S-                Seri/Series C: 60
    Year 2023 (“SANF Shelf               90/D.04/2022         Seri/Series C: bulan/Months      Seri/Series C:         Seri/Series C:
    Registration Bond IV with                                 250,000                          16                     7.25%
    Fixed Interest Rate Phase II                                                               Maret/March
    Year 2023”)                                                                                2028


                                                      Halaman -5/65-Page
                                                           244
Page 269
                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                      NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                   31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

15. UTANG OBLIGASI (lanjutan)                                            15. BONDS PAYABLE (continued)

    Informasi lain mengenai obligasi pada tanggal                              Other information relating to bonds as at
    31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai                                   31 December 2024 and 2023 are as follows:
    berikut: (lanjutan)                                                        (continued)

                                     Tanggal                             Jumlah
                                      efektif/                            pokok/                            Tanggal jatuh    Tingkat
                                     Effective       Persetujuan/        Nominal         Jangka waktu/         tempo/        bunga/
            Nama/Name                  date           Approval             value             Tenor          Maturity date Interest rate

    Obligasi Berkelanjutan IV           20        Dinyatakan efektif Seri/Series A: Seri/Series A: 370 Seri/Series A:        Seri/Series A:
    SANF dengan Tingkat Suku         Juni/June    oleh Otoritas Jasa 200,000          hari/days         30 Juni/June         6.70%
    Bunga Tetap Tahap III              2024       Keuangan,                                             2025
    Tahun 2024 (“Obligasi                         berdasarkan Surat
    Berkelanjutan IV SANF                         Keputusan No.        Seri/Series B: Seri/Series B: 36 Seri/Series B:       Seri/Series B:
    dengan Tingkat Suku Bunga                     S-90/D.04/2022/      550,000        bulan/Months      20 Juni/June         7.00%
    Tetap Tahap III Tahun                         Became effective                                      2027
    2024”)/SANF Shelf                             by Financial
    Registration Bond IV with                     Services Authority
    Fixed Interest Rate Phase III                 in its letter No. S-
    Year 2024 (“SANF Shelf                        90/D.04/2022
    Registration Bond IV with
    Fixed Interest Rate Phase III
    Year 2024”)

                                      Nilai
                                    nominal/        Tingkat         Jatuh
         Surat berharga/            Nominal         bunga/         tempo/                     Cicilan/                         Wali
           Securities                value       Interest rate    Due date                  Installment                    amanat/Trustee

    Obligasi Berkelanjutan IV       600,000         7.05%          10 Juni/       Pembayaran pokok obligasi secara         PT Bank Rakyat
    SANF dengan tingkat                                           June 2025      penuh telah dilakukan pada tanggal              Indonesia
    Suku Bunga Tetap Tahap                                                           jatuh tempo. Pembayaran bunga           (Persero) Tbk
    I Tahun 2022 Seri                                                          dibayarkan setiap triwulan/The bond’s
    A/SANF Shelf                                                                 principal amount has been paid in a
    Registration IV with Fixed                                                    lump sum amount on the due date.
    Rate Phase I Year 2022                                                        Interest is paid on a quarterly basis
    Series B

    Obligasi erkelanjutan IV        350,000         6.00%          26 Maret/      Pembayaran pokok obligasi secara         PT Bank Rakyat
    SANF dengan Tingkat                                           March 2024     penuh telah dilakukan pada tanggal              Indonesia
    Suku Bunga Tetap Tahap                                                           jatuh tempo. Pembayaran bunga           (Persero) Tbk
    II Tahun 2023 Seri                                                         dibayarkan setiap triwulan/The bond’s
    A/SANF Shelf                                                                 principal amount has been paid in a
    Registration Bond IV with                                                     lump sum amount on the due date.
    Fixed Rate Phase II Year                                                      Interest is paid on a quarterly basis
    2023 Series A

    Obligasi Berkelanjutan IV       900,000         7.00%          16 Maret/      Pembayaran pokok obligasi secara         PT Bank Rakyat
    SANF dengan Tingkat                                           March 2026      penuh akan dilakukan pada tanggal              Indonesia
    Suku Bunga Tetap Tahap                                                           jatuh tempo. Pembayaran bunga           (Persero) Tbk
    II Tahun 2023 Seri                                                         dibayarkan setiap triwulan/The bond’s
    B/SANF Shelf                                                               principal amount will be paid in a lump
    Registration Bond IV with                                                   sum amount on the due date. Interest
    Fixed Rate Phase II Year                                                                is paid on a quarterly basis
    2023 Series B

    Obligasi Berkelanjutan IV       250,000         7.25%          16 Maret/      Pembayaran pokok obligasi secara         PT Bank Rakyat
    SANF dengan Tingkat                                           March 2028      penuh akan dilakukan pada tanggal              Indonesia
    Suku Bunga Tetap Tahap                                                           jatuh tempo. Pembayaran bunga           (Persero) Tbk
    II Tahun 2023 Seri                                                         dibayarkan setiap triwulan/The bond’s
    C/SANF Shelf                                                               principal amount will be paid in a lump
    Registration Bond IV with                                                   sum amount on the due date. Interest
    Fixed Rate Phase II Year                                                                is paid on a quarterly basis
    2023 Series C




                                                       Halaman -5/66-Page
                                                            245
Page 270
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                 NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                              31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)              (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

15. UTANG OBLIGASI (lanjutan)                                          15. BONDS PAYABLE (continued)

    Informasi lain mengenai obligasi pada tanggal                         Other information relating to bonds as at
    31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai                              31 December 2024 and 2023 are as follows:
    berikut: (lanjutan)                                                   (continued)

                                  Nilai
                                nominal/       Tingkat          Jatuh
         Surat berharga/        Nominal        bunga/          tempo/                    Cicilan/                         Wali
           Securities            value      Interest rate     Due date                 Installment                    amanat/Trustee

    Obligasi Berkelanjutan IV   200,000        6.70%           30 Juni/      Pembayaran pokok obligasi secara         PT Bank Rakyat
    SANF dengan Tingkat                                       June 2025      penuh akan dilakukan pada tanggal              Indonesia
    Suku Bunga Tetap Tahap                                                      jatuh tempo. Pembayaran bunga           (Persero) Tbk
    III Tahun 2024 Seri                                                   dibayarkan setiap triwulan/The bond’s
    A/SANF Shelf                                                          principal amount will be paid in a lump
    Registration Bond IV with                                              sum amount on the due date. Interest
    Fixed Rate Phase III Year                                                          is paid on a quarterly basis
    2024 Series A

    Obligasi Berkelanjutan IV   550,000        7.00%           20 Juni/      Pembayaran pokok obligasi secara         PT Bank Rakyat
    SANF dengan Tingkat                                       June 2027      penuh akan dilakukan pada tanggal              Indonesia
    Suku Bunga Tetap Tahap                                                      jatuh tempo. Pembayaran bunga           (Persero) Tbk
    III Tahun 2024 Seri                                                   dibayarkan setiap triwulan/The bond’s
    B/SANF Shelf                                                          principal amount will be paid in a lump
    Registration Bond IV with                                              sum amount on the due date. Interest
    Fixed Rate Phase III Year                                                          is paid on a quarterly basis
    2024 Series B

    Informasi mengenai peringkat obligasi pada                            Information related to bonds rating as at
    tanggal    31     Desember    2024     dan                            31 December 2024 and 2023 are as follows:
    2023 adalah sebagai berikut:

                                                     31 Desember/December 2024
                    Surat berharga/                       Peringkat/      Tanggal/                            Sumber/
                      Securities                            Rating          Date                              Source

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap III Tahun         AA+(idn)         5 September           PT Fitch Ratings Indonesia dengan
    2024/SANF Shelf Registration Bond IV Phase III      (Double A plus)   /September 2024                             surat/with letter
    Year 2024                                                                                          No.171/DIR/RATLTR/IX/2024

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap II Tahun          AA+(idn)         5 September           PT Fitch Ratings Indonesia dengan
    2023/SANF Shelf Registration Bond IV Phase II       (Double A plus)   /September 2024                             surat/with letter
    Year 2023                                                                                          No.171/DIR/RATLTR/IX/2024

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat         AA+(idn)          5 September           PT Fitch Ratings Indonesia dengan
    Suku Bunga Tetap Tahap I Tahun 2022/SANF           (Double A plus)    /September 2024                             surat/with letter
    Shelf Registration Bond IV with Fixed Rate Phase                                                   No.171/DIR/RATLTR/IX/2024
    I Year 2022

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap III Tahun          AA(idn)        7 Mei/May 2024         PT Fitch Ratings Indonesia dengan
    2024/SANF Shelf Registration Bond IV Phase III        (Double A)                                                  surat/with letter
    Year 2024                                                                                            No.77/DIR/RATLTR/V/2024

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap II Tahun           idAA           1 Maret/March             PT Pemeringkat Efek Indonesia
    2023/SANF Shelf Registration Bond IV Phase II         (Double A)           2024                  dengan surat/with letter No. RC-
    Year 2023                                                                                                 144/PEF-DIR/III/2024

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat           idAA           1 Maret/March             PT Pemeringkat Efek Indonesia
    Suku Bunga Tetap Tahap I Tahun 2022/SANF              (Double A)           2024                  dengan surat/with letter No. RC-
    Shelf Registration Bond IV with Fixed Rate Phase                                                          144/PEF-DIR/III/2024
    I Year 2022




                                                    Halaman -5/67-Page
                                                        246
Page 271
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)            (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

15. UTANG OBLIGASI (lanjutan)                                        15. BONDS PAYABLE (continued)

    Informasi mengenai peringkat obligasi pada                          Information related to bonds rating as at
    tanggal    31     Desember    2024     dan                          31 December 2024 and 2023 are as follows:
    2023 adalah sebagai berikut:

                                                    31 Desember/December 2023
                    Surat berharga/                      Peringkat/      Tanggal/                        Sumber/
                      Securities                           Rating          Date                          Source

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap II Tahun         AA(idn)        12 September/               PT Fitch Ratings Indonesia
    2023/SANF Shelf Registration Bond IV Phase II       (Double A)      September 2023          dengan surat/with letter No.
    Year 2023                                                                                    151/DIR/RATLTR/IX/2023

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat         AA(idn)        12 September/               PT Fitch Ratings Indonesia
    Suku Bunga Tetap Tahap I Tahun 2022/SANF            (Double A)      September 2023          dengan surat/with letter No.
    Shelf Registration Bond IV with Fixed Rate Phase                                             151/DIR/RATLTR/IX/2023
    I Year 2022

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap II Tahun         idAA           6 Maret/March           PT Pemeringkat Efek Indonesia
    2023/SANF Shelf Registration Bond IV Phase II       (Double A)           2023                dengan surat/with letter No. RC
    Year 2023                                                                                             137/PEF-DIR/III/2023

                                                          AA(idn)        17 Maret/March              PT Fitch Ratings Indonesia
                                                        (Double A)           2023                    dengan surat/with letter No.
                                                                                                      050/DIR/RATLTR/III/2023

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat         idAA           6 Maret/March          PT Pemeringkat Efek Indonesia
    Suku Bunga Tetap Tahap I Tahun 2022/SANF            (Double A)           2023               dengan surat/with letter No. RC-
    Shelf Registration Bond IV with Fixed Rate Phase                                                     137/PEF-DIR/III/2023
    I Year 2022

    Dalam perjanjian perwaliamanatan obligasi diatur                      The bonds trustee agreements require several
    beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh                          negative covenants to the Company, among
    Perseroan, antara lain rasio jumlah pinjaman                          others debt to equity ratio at the maximum 10:1
    terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan jika                   and if the Company breached this covenant, the
    Perseroan melanggar pembatasan tersebut,                              Company is not allowed to declare dividends or
    Perseroan tidak diperkenankan membagi dividen                         other payment distributions to the Company’s
    atau distribusi pembayaran lain kepada                                shareholders. Furthermore, in the event the
    pemegang saham Perseroan. Selain itu, apabila                         Company defaults on its bonds obligations, the
    Perseroan lalai dalam membayar jumlah                                 Company is not allowed to sell, rent, transfer or
    terhutang      obligasi,    Perseroan        tidak                    hands over more than 40% of the the
    diperkenankan        menjual,       menyewakan,                       Company’s total non-financing receivables
    mentransfer atau mengalihkan lebih dari 40%                           unless the transfer is approved by the trustee or
    total aset Perseroan yang bukan piutang                               on the ordinary course of business. The
    pembiayaan kecuali pengalihan yang disetujui                          Company has complied with the covenants
    oleh wali amanat atau pengalihan dalam rangka                         requirements stipulated in the trustee
    kegiatan usaha sehari-hari. Perseroan telah                           agreements.
    memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan
    dalam perjanjian tersebut.

    Obligasi Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat                         SANF Shelf Registration Bond IV with Fixed
    Suku Bunga Tetap Tahap I Tahun 2022,Obligasi                          Rate Phase I Year 2022, SANF Shelf
    Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat Suku                             Registration Bond IV with Fixed Rate Phase II
    Bunga Tetap Tahap II Tahun 2023 dan Obligasi                          Year 2023, and SANF Shelf Registration Bond
    Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat Suku                             IV with Fixed Rate Phase III Year 2024 are not
    Bunga Tetap Tahap III Tahun 2024 tidak dijamin                        covered by any collateral or other parties.
    dengan jaminan khusus maupun pihak lain.

    Pada tanggal 31 Desember 2024 dan                                     As     at   31    December      2024     and
    31 Desember 2023, Perseroan telah memenuhi                            31 December 2023, the Company has fulfilled
    semua persyaratan yang ditetapkan dalam                               all covenants requirements stipulated in the
    perjanjian yang diterima.                                             borrowing agreements.




                                                    Halaman -5/68-Page
                                                       247
Page 272
                                     PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)            (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

15. UTANG OBLIGASI (lanjutan)                                       15. BONDS PAYABLE (continued)

    Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai tercatat                         As at 31 December 2024, the carrying value of
    utang      obligasi     adalah      Rp2.501.879                       bonds        payable    is      Rp2,501,879
    (31 Desember 2023: Rp2.100.877) yang                                  (31 December 2023: Rp2,100,877) which
    mencakup nilai nominal utang obligasi, biaya                          includes the nominal amount of the bonds
    emisi obligasi yang belum diamortisasi, dan utang                     payable, unamortised bonds issuance costs,
    bunga.                                                                and interest payable.


16. LIABILITAS SEWA                                                  16. LEASE LIABILITIES

                                               31 Desember/          31 Desember/
                                              December 2024         December 2023

    Liabilitas sewa bruto - pembayaran                                                                     Gross lease liabilities -
       sewa minimum                                                                               minimum lease payments
    Tidak lebih dari 1 tahun                            1,256                 1,068                          No later than 1 year
    Lebih dari 1 tahun dan kurang                                                                  Later than 1 year and no later
       dari 5 tahun                                     1,128                 1,279                            than 5 years

                                                        2,384                 2,347
    Beban keuangan di masa depan                                                                           Future finance charges
      atas sewa                                             (156)              (193)                                on leases

    Nilai kini liabilitas sewa                          2,228                 2,154               Present value of lease liabilities

    Tingkat suku bunga atas liabilitas sewa pada                          The interest rate for lease liabilities at
    31 Desember 2024 dan 2023 adalah 6,77% -                              31 December 2024 and 2023 is 6.77% - 8.28%.
    8,28%.

    Lihat Catatan 25 untuk rincian saldo dan transaksi                    Refer to Note 25 for details of related parties
    pihak berelasi.                                                       balances and transactions.


17. PERPAJAKAN                                                       17. TAXATION

    a. Liabilitas pajak                                                   a. Taxes liabilities

                                               31 Desember/          31 Desember/
                                              December 2024         December 2023

       Pajak penghasilan badan:                                                                          Corporate income tax:
        - Pasal 29                                      8,635               23,999                               Article 29 -

                                                        8,635               23,999
       Pajak lainnya:                                                                                               Other taxes:
         - Pasal 21, 23 dan 26                          8,591                 7,863                   Article 21, 23 and 26 -
         - Pasal 4 (2)                                     48                    34                             Article 4 (2) -
         - PPN                                             62                    80                                     VAT -

                                                        8,701                 7,977

    b. Beban pajak penghasilan                                            b. Income tax expense

                                               31 Desember/          31 Desember/
                                              December 2024         December 2023

       Pajak penghasilan kini                          52,461               49,922                           Current income tax
       Pajak tangguhan                                  1,876               (3,656)                                Deferred tax

                                                       54,337               46,266




                                                 Halaman -5/69-Page
                                                     248
Page 273
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)            (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan)                                            17. TAXATION (continued)

    b. Beban pajak penghasilan (lanjutan)                                 b. Income tax expense (continued)

        Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan                         The reconciliation between income tax
        dengan hasil perkalian laba akuntansi sebelum                       expense and the theoretical tax amount on
        pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku                      the Company’s profit before income tax are
        adalah sebagai berikut:                                             as follows:

                                                31 Desember/         31 Desember/
                                               December 2024        December 2023

      Laba sebelum pajak penghasilan                  270,288              211,690                     Profit before income tax

      Pajak dihitung                                                                                           Tax calculated
        menggunakan tarif pajak                        59,463               46,572                             at tax rates
      Penyesuaian akibat perubahan                                                                         Adjustment due to
        peraturan pajak                               (10,483)                    -                change in tax regulation
      Biaya yang tidak
        diperkenankan                                   6,294                 3,298                  Non deductible expenses
      Penghasilan yang dikenakan
        pajak final                                         (937)            (3,604)                 Income subject to final tax

                                                       54,337               46,266

        Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak                              The reconciliation between profit before
        Perseroan dengan penghasilan kena pajak                             income tax of the Company and the
        Perseroan untuk tahun yang berakhir pada                            Company’s estimated taxable income for the
        tanggal     31   Desember    2024    dan                            year ended 31 Desember 2024 and
        2023 adalah sebagai berikut:                                        2023 is as follows:

                                                31 Desember/         31 Desember/
                                               December 2024        December 2023

       Laba sebelum pajak penghasilan                 270,288              211,690                     Profit before income tax
       Perbedaan waktu:                                                                                     Timing differences:
       - Penyisihan kerugian penurunan nilai          (14,495)              11,414           Allowance for impairment losses -
       - Beban imbalan pasca kerja                      5,318                1,797           Post employee benefits expense -
       - Selisih antara penyusutan                                                            Difference between commercial -
         komersial dan fiskal                           (1,195)                (120)                    and tax depreciation
       - Lain-lain - bersih                              1,845                3,527                               Others - net -

                                                        (8,527)             16,618

       Perbedaan tetap:                                                                                 Permanent differences:
       - (Pendapatan)/biaya yang belum                                                                        Non deductible -
         diperkenankan - bersih                       (19,041)              14,991                  (income)/expenses - net
       - Penghasilan yang
         dikenakan pajak final:                                                                    Income subject to final tax: -
         Pendapatan bunga                               (4,261)             (16,381)                       Interest income

                                                      (23,302)               (1,390)

       Penghasilan kena pajak                         238,459              226,918                             Taxable income

       Estimasi beban pajak penghasilan                52,461               49,922              Estimated income tax expense
       Dikurangi:                                                                                                        Less:
        Pajak dibayar dimuka                          (43,826)              (25,923)                          Prepaid taxes

       Liabilitas pajak kini                            8,635               23,999                         Current tax liabilities




                                                 Halaman -5/70-Page
                                                     249
Page 274
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                     NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                  31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                  (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan)                                                  17. TAXATION (continued)

    b. Beban pajak penghasilan (lanjutan)                                       b. Income tax expense (continued)

        Perhitungan pajak penghasilan badan untuk                                 The corporate income tax calculation for the
        tahun yang berakhir 31 Desember 2024 adalah                               year ended 31 December 2024 is a
        suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk                             preliminary estimate made for financial
        tujuan pelaporan keuangan yang merupakan                                  reporting purposes, which is the basis in filing
        dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan                                 the Company’s Annual Corporate Income Tax
        Tahunan (SPT) PPh Badan Perseroan, namun                                  Return, however, it is subject to revision when
        dapat     berubah    pada   saat   Perseroan                              the Company lodges its Annual Corporate
        menyampaikan SPT pajaknya. Perhitungan                                    Income Tax Return. The calculation of
        pajak penghasilan badan untuk tahun yang                                  corporate income tax for the year ended
        berakhir tanggal 31 Desember 2023 merupakan                               31 December 2023 is the basis in filing the
        dasar dalam pengisian SPT PPh Badan                                       Company’s Annual Corporate Income Tax
        Perseroan dan telah sesuai dengan SPT yang                                Return and consistent with the Corporate
        dilaporkan ke kantor pajak.                                               Income Tax Return submitted to the tax
                                                                                  office.

    c. Aset pajak tangguhan                                                    c. Deferred tax assets

                                                         31 Desember/December 2024
                                                       (Dibebankan)/     (Dikreditkan)/
                                                         dikreditkan      dibebankan
                                                        ke laba rugi/     ke ekuitas/
                                      Saldo awal/        (Charged)/        (Credited)/     Saldo akhir/
                                      Beginning       credited to profit  charged to         Ending
                                       balance             or loss           equity          balance
      Penyisihan kerugian                                                                                         Allowance for impairment
         penurunan nilai                    16,302               (3,189)              -           13,113                          losses
      Penyisihan imbalan kerja               3,887                1,170             360            5,417    Provision for employee benefits
      Aset tetap                               433                 (263)              -              170                       Fixed assets
      Lain-lain                              3,286                  406               -            3,692                             Others
      Cadangan lindung nilai                                                                                              Cash flow hedges
         arus kas                             (208)                   -             431             223                          reserve

                                           23,700                (1,876)            791           22,615

                                                         31 Desember/December 2023
                                                       (Dibebankan)/     (Dikreditkan)/
                                                         dikreditkan      dibebankan
                                                        ke laba rugi/     ke ekuitas/
                                      Saldo awal/        (Charged)/        (Credited)/     Saldo akhir/
                                      Beginning       credited to profit  charged to         Ending
                                       balance             or loss           equity          balance
      Penyisihan kerugian                                                                                         Allowance for impairment
         penurunan nilai                    13,791                2,511               -           16,302                          losses
      Penyisihan imbalan kerja               4,000                  395            (508)           3,887    Provision for employee benefits
      Aset tetap                               459                  (26)              -              433                       Fixed assets
      Lain-lain                              2,510                  776               -            3,286                             Others
      Cadangan lindung nilai                                                                                              Cash flow hedges
         arus kas                             102                     -            (310)            (208)                        reserve

                                           20,862                 3,656            (818)          23,700


    d. Administrasi                                                            d. Administration

        Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang                                  Under the taxation laws of Indonesia, the
        berlaku di Indonesia, Perseroan menghitung,                                Company submits tax returns on the basis of
        menetapkan, dan membayar sendiri besarnya                                  self assessment. The Director General of
        jumlah pajak yang terhutang. Direktur Jenderal                             Tax (“DGT”) may assess or amend taxes
        Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau                                        within five years since the tax becomes due.
        mengubah kewajiban pajak tersebut dalam
        batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya
        pajak.

        Sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun                                  Based on Law No.7 Year 2021 regarding
        2021    tentang    Harmonisasi     Peraturan                               Harmonization of Tax Regulation, for tax
        Perpajakan, untuk pajak tahun 2024 dan 2023,                               year 2024 and 2023, the Company has used
        Perseroan telah menggunakan tarif pajak                                    tax rate of 22%.
        sebesar 22%.


                                                     Halaman -5/71-Page
                                                         250
Page 275
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                        31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)        (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan)                                        17. TAXATION (continued)

    d. Administrasi (lanjutan)                                       d. Administration (continued)

        Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan                           Based on the Regulation of the Minister of
        Republik Indonesia Nomor 136 Tahun 2024                          Finance of the Republic of Indonesia
        ("PMK-136")      tentang   Pengenaan     Pajak                   Number 136 Year 2024 ("PMK-136")
        Minimum Global Berdasarkan Kesepakatan                           concerning the Imposition of Global
        Internasional, ketentuan pengenaan pajak                         Minimum Tax Based on International
        minimum global akan mulai berlaku di                             Agreements, the provisions for the
        Indonesia, yurisdiksi di mana Perseroan                          imposition of global minimum tax will come
        didirikan, pada tanggal 1 Januari 2025. Karena                   into force in Indonesia, the jurisdiction where
        PMK-136 tidak berlaku pada tanggal pelaporan,                    the Company is incorporated, on 1 January
        Perseroan tidak memiliki eksposur pajak kini                     2025. Since PMK-136 is not effective at the
        terkait. Perseroan menerapkan pengecualian                       reporting date, the Company does not have
        PSAK        212     untuk    mengakui      dan                   related current tax exposures.The Company
        mengungkapkan informasi tentang aset dan                         applies the PSAK 212 exemption to
        igasi tangguhan yang terkait dengan pajak                        recognise and disclose information on
        penghasilan Pilar Dua. Sampai dengan tanggal                     deffered tax assets and liabilities related to
        otorisasi laporan keuangan ini, Perseroan saat                   the Pillar Two income taxes. As of the
        ini masih menilai dampak terhadap penerapan                      authorisation date of these financial
        peraturan tersebut.                                              statements, the Company is currently still
                                                                         assessing the impact on the implementation
                                                                         of the regulation.

    e. Pemeriksaan pajak                                             d. Tax assessment

        Pada 14 Oktober 2024, Perseroan menerima                         On 14 October 2024, the Company received
        Surat Perintah Pemeriksaan atas tahun pajak                      an Inspection Order for the fiscal year 2020.
        2020. Sampai dengan tanggal penyelesaian                         As at the completion date of these financial
        laporan keuangan ini, proses pemeriksaan                         statements, the tax audit is still in process.
        pajak masih berjalan.


18. UTANG LAIN-LAIN                                             18. OTHER PAYABLES
                                               31 Desember/      31 Desember/
                                              December 2024     December 2023
    Utang lain-lain                                                                                       Other payables
    Pihak ketiga:                                                                                            Third parties:
      - Uang muka pelanggan                           129,581          168,809                 Advance from customers -
      - Utang asuransi                                  1,242            1,824                     Insurance payables -
      - Utang fidusia                                     880            1,020                         Fiducia payable -
      - Utang pemasok                                     592            4,298                        Supplier payable -
      - Lain-lain                                         198              167                                  Others -

                                                      132,493          176,118
    Pihak berelasi:                                                                                        Related parties:
      - Utang asuransi                                 35,761           30,417                      Insurance payable -
      - Utang pemasok                                  15,847           21,014                       Suppliers payable -
      - Uang muka pelanggan                             3,173            3,173                 Advance from customers -

                                                       54,781           54,604

    Termasuk dalam uang muka pelanggan adalah                       Included in the advance from customers is
    penerimaan uang dari PT United Tractors Tbk                     money received from PT United Tractors Tbk
    (“UT”) sehubungan dengan piutang sewa                           (“UT”) related to finance lease receivables where
    pembiayaan dimana UT akan menanggung seluruh                    UT bear the whole risk of loss from unpaid
    risiko kerugian dari kewajiban pelanggan.                       customer obligation.




                                                 Halaman -5/72-Page
                                                     251
Page 276
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)            (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

19. BIAYA AKRUAL                                                     19. ACCRUED EXPENSES
                                                  31 Desember/       31 Desember/
                                                 December 2024      December 2023

    Biaya akrual                                                                                          Accrued expenses
    Pihak ketiga:                                                                                                Third parties:
      - Bunga                                            12,547             13,112                                 Interest -
      - Tenaga ahli                                       3,159              3,516                       Professional fees -
      - Biaya pinjaman yang belum diamortisasi            1,935              2,110                   Unamortised loan cost -
      - Lain-lain                                        11,396             12,141                                  Others -

                                                         29,037             30,879

    Pihak berelasi:                                                                                            Related parties:
      - Bunga                                             6,886               7,194                                Interest -

                                                         35,923             38,073


20. MODAL SAHAM DAN AGIO SAHAM                                       20. SHARE CAPITAL AND ADDITIONAL PAID-IN
                                                                         CAPITAL

    Komposisi para pemegang saham Perseroan pada                        The Company’s shareholders composition as at
    tanggal     31    Desember     2024      dan                        31 December 2024 and 2023 are as follows:
    2023 adalah sebagai berikut:
                                            Jumlah saham yang
                                              ditempatkan dan
                                               disetor penuh
                                            (dalam nilai penuh)/
                                             Number of shares                  Persentase
                                                 issued and                    pemilikan/
            Pemegang saham/                   fully paid (in full             Percentage of                   Jumlah/
              Shareholders                         amount)                     ownership                      Amount
    PT Sedaya Multi Investama                          344,931,040                          60%                         344,931
    Marubeni Corporation, Japan                        201,209,774                          35%                         201,210
    PT Marubeni Indonesia                               28,744,253                           5%                          28,744

                                                       574,885,067                         100%                         574,885

    Pada tanggal 30 Januari 2006, Rapat Umum                            On 30 January 2006, the General Meeting of
    Pemegang Saham menyetujui peningkatan modal                         Shareholders approved the increase in the
    dasar     Perseroan     dari  Rp50.000 menjadi                      Company’s authorised capital from Rp50,000 to
    Rp250.000 dan peningkatan modal disetor dari                        Rp250,000 and the increase in paid in capital from
    Rp47.252 menjadi Rp74.885. Pada tanggal                             Rp47,252                to             Rp74,885.
    2 Februari 2006, Marubeni membayar tambahan                         On 2 February 2006, Marubeni has paid the
    modal disetor ini sebesar Rp77.000 dan selisih                      additional paid in capital amounting to
    sebesar Rp49.367 dengan nilai nominal saham                         Rp77,000 and the difference of Rp49,367 with the
    dicatat sebagai "Agio Saham".                                       shares par value is recognised as “Capital paid in
                                                                        excess of par value”.

    Pada tangal 27 Maret 2018, Perseroan melepas                        On 27 March 2018, the Company divest 99% of
    99% dari total kepemilikan saham yang                               its       ownership        shares       placed      in
    ditempatkan pada PT Surya Cakra Anugerah                            PT Surya Cakra Anugerah Nusantara with the
    Nusantara dengan nilai Rp99.000. Selisih antara                     value Rp99,000. The difference between the
    harga pengalihan dan nilai buku dari pengalihan                     transfer price and book value of the assets and
    aset dan kewajiban dalam transaksi restrukturisasi                  liabilities transfer in the restructuring transaction
    entitas sepengendali sebesar Rp1.430 dicatat                        of entities unde common control amounted to
    pada pos "Agio Saham" pada bagian ekuitas.                          Rp1,430 is recorded on the “Capital paid in
                                                                        excess of par value” in the equity section.




                                                   Halaman -5/73-Page
                                                       252
Page 277
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                        31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)        (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

21. SALDO LABA                                                  21. RETAINED EARNINGS

    Dividen                                                         Dividend

    Berdasarkan Keputusan Sirkuler Direksi tanggal 9                Based on Circular Resolution of the Board of
    Oktober 2024, Direksi memutuskan untuk                          Directors dated 9 October 2024, the Board
    pembagian dividen interim untuk tahun 2024                      approved on the distribution of an interim
    sejumlah Rp17.821 atau Rp31 (dalam satuan                       dividend for 2024 of Rp17,821 or Rp31 (full
    rupiah) per saham biasa. Dividen kas tersebut telah             Rupiah) per ordinary share. The cash dividend
    dibayarkan pada tanggal 24 Oktober 2024.                        was paid on 24 October 2024.

    Saldo laba dicadangkan                                          Appropiated retained earnings

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun                        Under the Undang-Undang Nomor 40 Tahun
    2007 tentang “Perseroan Terbatas”, Perseroan                    2007 regarding “Limited Company”, the
    diharuskan untuk membuat penyisihan cadangan                    Company is required to allocate a statutory
    wajib setiap tahunnya hingga sekurang-kurangnya                 reserve in annual basis amounting to at least
    20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan                      20% of the Company’s issued and paid up
    disetor penuh.                                                  capital.

    Saldo laba yang dicadangkan Perseroan pada                      The balance of the appropriated retained
    tanggal    31     Desember     2024     dan                     earnings reserve of the Company as at
    2023 adalah masing-masing sebesar Rp475 dan                     31 December 2024 and 2023 amounted to
    Rp450.                                                          Rp475 and Rp450.


22. PENDAPATAN                                                  22. INCOME

    a. Sewa pembiayaan                                              a. Finance lease

                                               31 Desember/      31 Desember/
                                              December 2024     December 2023

       Pendapatan sewa                                                                                        Finance lease
         pembiayaan:                                                                                              income:
        Pihak ketiga                                                                                          Third parties
         - Pembiayaan sendiri                         672,282          589,607                          Direct financing -
        Pihak berelasi                                                                                     Related parties
         - Pembiayaan sendiri                          20,188           19,035                          Direct financing -
         - Pembiayaan bersama                                                                            Joint financing -
            without recourse                            1,639                 -                       without recourse

                                                      694,109          608,642

    Lihat Catatan 25 untuk rincian saldo dan transaksi              Refer to Note 25 for details of related parties
    pihak berelasi.                                                 balances and transactions.

    b. Pembiayaan konsumen                                          b. Consumer financing

                                               31 Desember/      31 Desember/
                                              December 2024     December 2023

        Pendapatan pembiayaan                                                                          Consumer financing
         konsumen                                     100,242           66,159                                   income
        Pendapatan pembiayaan                                                                         Channelling financing
         penerusan                                          -             1,140                                  income

                                                      100,242           67,299

        Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi.                 There is no transaction with related party.




                                                 Halaman -5/74-Page
                                                     253
Page 278
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)         (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

22. PENDAPATAN (lanjutan)                                        22. INCOME (continued)

    c. Anjak piutang                                                 c. Factoring

                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023

       Pendapatan anjak piutang:                                                                           Factoring income:
       - Pihak ketiga                                   9,547             3,680                               Third parties -
       - Pihak berelasi                                10,298            11,321                             Related parties -
                                                       19,845            15,001

        Lihat Catatan 25 untuk rincian saldo dan                         Refer to Note 25 for details of related parties
        transaksi pihak berelasi.                                        balances and transactions.

    d. Pembiayaan modal usaha                                        d. Woking capital financing

                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023

       Pendapatan pembiayaan                                                                        Working capital financing
         modal usaha                                        18                 -                                   income

                                                            18                 -

        Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi.                   There is no transaction with related party.

    e. Pendapatan bunga dan lain-lain                                e. Interest and other income

                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023

       Pihak ketiga:                                                                                           Third parties:
       - Pendapatan penalti                             5,759             6,451                             Penalty income -
       - Bunga                                          5,028            16,313                                     Interest -
       - Lain-lain                                     10,592               797                                      Others -
                                                       21,379            23,561

        Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi.                   There is no transaction with related party.

        Lain-lain terutama terdiri dari pengembalian                      Others mainly consists of income from
        premi asuransi dan keuntungan dari penjualan                      insurance premium refunds and gains from the
        aset tetap.                                                       sale of fixed assets.

23. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN                                     23. INTEREST AND FINANCING CHARGES

                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023

    Pihak ketiga:                                                                                                Third parties:
    - Bunga obligasi                                  155,425           126,609                           Interest for bonds -
    - Bunga pinjaman                                   89,748           106,107                      Interest for borrowings -
    - Amortisasi beban dibayar                                                              Amortisation of upfront charges -
       dimuka pinjaman dan obligasi                    12,003            10,929                  of borrowings and bonds
    - Kerugian selisih kurs - bersih                       12               251             Loss on foreign exchange - net -
    - Lain-lain                                         2,855             3,687                                       Others -
                                                      260,043           247,583
    Pihak berelasi:                                                                                           Related parties:
    - Bunga pinjaman                                   92,697            66,318                      Interest for borrowings -
                                                      352,740           313,901

    Lihat Catatan 25 untuk rincian saldo dan transaksi               Refer to Note 25 for details of balances and
    dengan pihak berelasi.                                           transactions with related parties.

    Lain-lain terutama terdiri dari biaya OJK.                       Others mainly consists of OJK fee.


                                                 Halaman -5/75-Page
                                                     254
Page 279
                                     PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                 NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                              31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)          (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

24. BEBAN USAHA                                                   24. OPERATING EXPENSES

                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023

    Pihak ketiga:                                                                                                   Third parties:
    - Gaji, tunjangan dan                                                                              Salaries, allowance and -
       imbalan kerja                                   90,502                 84,709                        employee benefits
    - Iklan, pemasaran                                                                                  Advertising, marketing -
       dan promosi                                       7,159                 3,946                            and promotion
    - Keperluan kantor                                   6,478                 5,329                           Office expenses -
    - Rekrutmen dan pelatihan                            6,144                 4,912                  Recruitment and training -
    - Penyusutan aset tetap                              6,068                 5,716                    Depreciation fix assets -
    - Transportasi dan perjalanan                        5,972                 4,724              Travelling and accomodation -
    - Jasa ahli                                          4,182                 4,240                         Professional feesl -
    - Penyusutan aset hak guna                           3,717                 3,084           Depreciation right-of-use assets -
    - Sewa                                               3,241                 2,607                                     Rental -
    - Perbaikan dan pemeliharaan                         2,616                 1,806                 Repairs and maintenance -
    - Pensiun dan Jamsostek                              1,158                    37                  Pension and Jamsostek -
    - Biaya Otoritas Jasa Keuangan                         730                   823          Financial Services Authority fees -
    - Utilitas                                             701                   642                                    Utilities -
    - Telekomunikasi                                       663                   677                        Telecommunication -
    - Lain-lain                                          3,045                 2,672                                     Others -

                                                      142,376             125,924

    Pihak berelasi:                                                                                              Related parties:
    - Imbalan kerja                                      4,558                 3,002                           Employee benefit -
    - Sewa                                               1,399                 1,433                                    Rental -
    - Pensiun                                            1,373                 1,009                                   Pension -
    - Asuransi                                             724                   638                                 Insurance -

                                                         8,054                 6,082

                                                      150,430             132,006

    Lihat Catatan 25 untuk rincian saldo dan transaksi                 Refer to Note 25 for details of balances and
    dengan pihak berelasi.                                             transactions with related parties.

    Lain-lain terutama terdiri dari beban representasi                 Others mainly consist of representation and
    dan hiburan, fotokopi, dan biaya bank.                             entertainment expense, photocopy, and bank
                                                                       charges.


25. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI                               25. RELATED PARTIES TRANSACTIONS

    Perseroan dikendalikan oleh Grup PT Astra                          The Company is controlled by PT Astra
    International Tbk (“AI”). Sisa kepemilikan dipegang                International Tbk (“AI”) Group. The remaining
    dan dimiliki oleh Grup Marubeni sebagai                            shares are held by the Marubeni Group as
    pemegang saham dengan pengaruh signifikan.                         shareholders with significant influence.

    Dalam melakukan kegiatan usahanya, Perseroan                       In the normal course of business, the Company
    melakukan transaksi dengan pihak berelasi yang                     engages in transactions with related parties
    berada di bawah pengendalian pemegang saham                        through common ownership within the Astra
    yang sama dengan Grup usaha Astra.                                 Group.

    Berikut adalah rincian sifat hubungan berelasi                     The nature of relationships for related parties
    untuk pihak-pihak yang memiliki transaksi                          which have significant transactions with the
    signifikan dengan Perseroan:                                       Company:

                Pihak berelasi/                      Sifat dari hubungan/                        Sifat dari transaksi/
                Related party                        Nature of relationship                     Nature of transactions

    PT United Tractors Tbk (“UT”)          AI merupakan pemegang saham utama dari      UT adalah pemasok utama unit yang
                                           UT/AI is the majority shareholder of UT.    dibiayai oleh Perseroan. Perseroan juga
                                                                                       memiliki fasilitas pinjaman dari UT/UT is the
                                                                                       main supplier of units financed by the
                                                                                       Company. The Company also has loan
                                                                                       facility from UT.


                                                 Halaman -5/76-Page
                                                     255
Page 280
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                    (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. TRANSAKSI           DENGAN              PIHAK    BERELASI               25. RELATED               PARTIES           TRANSACTIONS
    (lanjutan)                                                                  (continued)

    Berikut adalah rincian sifat hubungan berelasi                                The nature of relationships for related parties
    untuk pihak-pihak yang memiliki transaksi                                     which have significant transactions with the
    signifikan dengan Perseroan: (lanjutan)                                       Company: (continued)

                 Pihak berelasi/                            Sifat dari hubungan/                              Sifat dari transaksi/
                 Related party                              Nature of relationship                           Nature of transactions

    PT Pamapersada Nusantara (“PAMA”)           UT merupakan pemegang saham utama dari              Perseroan memberikan pembiayaan anjak
                                                PAMA/UT is the majority shareholder of              piutang kepada PAMA/The Company
                                                PAMA                                                provides PAMA factoring financing.

    Dana Pensiun Astra (“DPA”)                  Dana Pensiun Astra didirikan oleh AI untuk          DPA mengelola program pensiun untuk
                                                menyelenggarakan           program      pensiun     karyawan yang telah menjadi peserta
                                                manfaat pasti (DPA 1) dan iuran pasti (DPA          DPA/DPA is managing pension benefit plan
                                                2)/Dana Pensiun Astra is established by AI to       for employees who became members of
                                                facilitate defined benefit pension plan (DPA 1)     DPA.
                                                and defined contribution pension plan (DPA
                                                2).

    Bank Jasa Jakarta (“BJJ”)                   SMI merupakan pemegang saham utama                  Perseroan memiliki rekening bank di
                                                dari BJJ/SMI is the majority shareholder of         BJJ/The Company has bank accounts in
                                                BJJ.                                                BJJ.

    PT Serasi Autoraya (“SERA”)                 AI merupakan pemegang saham utama                   Sejak bulan Januari 2010, Perseroan
                                                SERA/AI is the majority shareholder of              mengadakan perjanjian kerjasama dengan
                                                SERA.                                               SERA dalam rangka pengadaan mobil
                                                                                                    untuk kebutuhan operasional maupun
                                                                                                    karyawan Perseroan/Since January 2010,
                                                                                                    the Company has entered into cooperation
                                                                                                    with SERA to provide procurement of cars
                                                                                                    for operational and employee needs.


    PT Asuransi Astra Buana (“AAB”)             SMI merupakan pemegang saham utama                  Sebagian besar unit yang dibiayai oleh
                                                dari AAB/SMI is the majority shareholder of         Perseroan diasuransikan melalui AAB serta
                                                AAB.                                                AAB menyediakan asuransi kesehatan bagi
                                                                                                    karyawan      SANF.      SANF        juga
                                                                                                    mengasuransikan pendanaan dari bisnis
                                                                                                    pembiayaan       penerusan        dengan
                                                                                                    AWDA/Most of the financed vehicles are
                                                                                                    insured through AAB and also AAB
                                                                                                    provides health insurance for SANF’s
                                                                                                    employee. The Company also insured their
                                                                                                    financing of channelling business with
                                                                                                    AWDA.

    PT Surya Cakra Anugerah Nusantara           SMI merupakan pemegang saham utama                  Perseroan memberikan sewa pembiayaan
    (“SCAN”)                                    SCAN/SMI is the majority shareholder of             kepada SCAN/The Company provides
                                                SCAN.                                               SCAN lease financing.

    PT Astra Welab Digital Arta (“AWDA”)        AWDA merupakan perusahaan ventura                   Pada bulan Agustus 2020, Perseroan
                                                bersama milik SMI yang merupakan anak               mengadakan perjanjian kerja sama
                                                perusahaan AI dengan WeLab/AWDA is a                pembiayaan penerusan dengan AWDA/ In
                                                joint venture company between SMI which is          August 2020, the Company has entered a
                                                a subsidiary of AI and WeLab.                       channelling agreement with AWDA.

    PT Asuransi Jiwa Astra (“Astra Life”)       Astra Life merupakan perusahaan penyedia            Perseroan memiliki transaksi dengan Astra
                                                asuransi jiwa yang dimiliki AI, SMI dan             Life terkait dengan asuransi karyawan/ The
                                                Koperasi Astra International/Astra Life is a life   Company has transactions with Astra Life
                                                insurance company owned by AI, SMI, and             related to the employee’s insurance.
                                                Koperasi Astra International.

    PT Kalimantan Prima Persada (“KPP”)         PAMA merupakan pemegang saham                       Perseroan memberikan pembiayaan anjak
                                                terbesar KPP/ PAMA is the majority                  piutang kepada KPP/The Company
                                                shareholder of KPP.                                 provides KPP factoring financing.

    PT United Tractors Semen Gresik             UT merupakan salah satu pemegang saham              Perseroan memberikan pembiayaan anjak
    (“UTSG”)                                    dari UTSG/UT is one of the shareholders of          piutang kepada UTSG/The Company
                                                UTSG.                                               provides factoring receivables to UTSG.




                                                        Halaman -5/77-Page
                                                             256
Page 281
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)             (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. TRANSAKSI           DENGAN           PIHAK       BERELASI        25. RELATED            PARTIES           TRANSACTIONS
    (lanjutan)                                                           (continued)

    Berikut adalah rincian sifat hubungan berelasi                        The nature of relationships for related parties
    untuk pihak-pihak yang memiliki transaksi                             which have significant transactions with the
    signifikan dengan Perseroan: (lanjutan)                               Company: (continued)
                Pihak berelasi/                         Sifat dari hubungan/                        Sifat dari transaksi/
                Related party                           Nature of relationship                     Nature of transactions

    PT Pama Indo Mining (“PIM”)              PAMA merupakan pemegang saham                Perseroan memberikan sewa pembiayaan
                                             terbesar PIM/ PAMA is the majority           kepada PIM/ The company provides PIM
                                             shareholder of PIM                           lease financing.

    PT Traktor Nusantara (“Traknus”)         Traknus   adalah    perusahaan  ventura      Traknus adalah pemasok unit yang dibiayai
                                             bersama dari Sumitomo Corporation dan        oleh Perseroan/Traknus is the supplier of
                                             AI/Traknus is joint venture company of       units financed by the Company.
                                             Sumitomo Corporation and AI

    Dewan Komisaris dan Dewan                Manajemen     Surya     Artha  Nusantara     Kredit yang diberikan/Loans.
    Direksi/Board of Commissioners and       Finance/Management      of Surya Artha
    Board of Directors                       Nusantara Finance

    Ringkasan saldo dan transaksi dengan pihak                            The summary of balances and transactions with
    berelasi adalah sebagai berikut:                                      related parties are as follows:

                                           Catatan/        31 Desember/          31 Desember/
                                            Notes         December 2024          December 2023

    Aset                                                                                                                  Assets
    Kas dan kas di bank                          4                                                        Cash and cash in banks
      - BJJ                                                         15,005                   2                            BJJ -
    Piutang sewa pembiayaan                      5                                                     Finance lease receiveables
      - SCAN                                                       194,995             177,047                         SCAN -
      - PIM                                                          1,123               2,023                            PIM -
    Tagihan anjak piutang                        8                                                          Factoring receivables
      - PAMA                                                        70,722              78,194                         PAMA -
      - KPP                                                         13,419              21,646                           KPP -
    Beban dibayar dimuka                         9                                                              Prepaid expenses
      - AAB                                                           1,503              1,108                           AAB -
    Piutang lain-lain                         10                                                                Other receivables
      - AAB                                                           9,117              9,117                           AAB -
      - SCAN                                                          2,788                198                         SCAN -

    Jumlah aset yang terkait                                                                                       Total assets with
      dengan pihak berelasi                                        308,672             289,335                     related parties

    Persentase terhadap total aset                                   4.27%               4.59%           Percentage of total assets

    Liabilitas                                                                                                          Liabilities
    Utang lain-lain:                          16                                                                   Other payables:
       - UT                                                         19,020              24,187                              UT -
       - AAB                                                        35,761              30,417                            AAB -
    Liabilitas sewa:                                                                                               Lease liabilities:
       - SERA                                                           191                369                          SERA -
    Biaya akrual:                             17                                                                Accrued expenses:
       - UT                                                           6,886              7,194                              UT -
    Pinjaman yang diterima:                   13                                                                      Borrowings:
       - UT                                                      1,492,377            1,320,807                             UT -

    Jumlah liabilitas yang terkait                                                                            Total liabilities due to
      dengan pihak berelasi                                      1,554,235            1,382,974                   related parties

    Persentase terhadap total liabilitas                            26.08%              27.51%         Percentage of total liabilities




                                                      Halaman -5/78-Page
                                                         257
Page 282
                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                              NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                           31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)          (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. TRANSAKSI         DENGAN          PIHAK      BERELASI         25. RELATED           PARTIES         TRANSACTIONS
    (lanjutan)                                                        (continued)

    Ringkasan saldo dan transaksi dengan pihak                          The summary of balances and transactions with
    berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)                         related parties are as follows: (continued)

                                         Catatan/        31 Desember/        31 Desember/
                                          Notes         December 2024       December 2023

    Pendapatan                                                                                                       Income
    Pendapatan sewa pembiayaan             20a                                                         Finance lease income:
      - SCAN                                                      20,019            18,814                         SCAN -
      - PIM                                                          169               221                           PIM -
    Pendapatan anjak piutang               20c                                                             Factoring income:
      - PAMA                                                       7,787             8,867                         PAMA -
      - KPP                                                        2,511             2,070                          KPP -
      - UT                                                             -               384                            UT -

    Jumlah pendapatan yang terkait                                                                  Total income derived from
      dengan pihak berelasi                                       30,486            30,356                   related parties

    Persentase terhadap total
      pendapatan                                                  3.65%             4.25%          Percentage of total income

    Beban                                                                                                          Expenses
    Beban bunga dan keuangan:               21                                                Interest and financing charges:
      - UT                                                        92,697            66,318                              UT-
    Beban usaha:                            22                                                          Operating expenses:
     - AAB                                                         4,558             2,483                            AAB -
     - SERA                                                        1,399             1,009                          SERA -
     - DPA                                                         1,373             1,433                            DPA -
     - Astra Life                                                    724               148                       Astra Life -

    Jumlah beban yang terkait dengan                                                              Total expense derived from
      dengan pihak berelasi                                      100,751            71,391                    related parties

    Persentase terhadap total beban                              17.82%             14.19%       Percentage of total expenses

    Kompensasi manajemen kunci                                          Key management compensation

    Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang                    Key management personnel are those people
    mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk                         whom have the authority and responsibility to
    merencanakan, memimpin, dan mengendalikan                           plan, lead, and control activities of the Company,
    aktivitas Perseroan, secara langsung atau tidak                     directly or indirectly, are the Directors and
    langsung, yaitu Direktur dan Komisaris dari                         Commissioners of the Company.
    Perseroan.

    Kompensasi manajemen kunci adalah sebagai                           Compensation of key management are as
    berikut:                                                            follows:

                                                  31 Desember/     31 Desember/
                                                 December 2024    December 2023

    Imbalan jangka pendek                                                                       Short-term employee benefits
       - Dewan Direksi                                 13,663              11,699                      Board of Directors -
       - Dewan Komisaris                                2,021               1,961               Board of Commissioners -

    Imbalan pascakerja dan imbalan                                                              Post-employment benefits and
       jangka panjang lainnya                                                                      other long-term benefits
       - Dewan Direksi                                  1,228                 20                       Board of Directors -

    Jumlah                                             16,912              13,680                                       Total




                                                    Halaman -5/79-Page
                                                       258
Page 283
                                     PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                        31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)        (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. TRANSAKSI         DENGAN         PIHAK     BERELASI         25. RELATED           PARTIES         TRANSACTIONS
    (lanjutan)                                                      (continued)

    Informasi signifikan lainnya                                    Other significant information

    Utang lain-lain kepada PT United Tractors Tbk                   Other payables to PT United Tractors Tbk (“UT”)
    (“UT”) terdiri atas jumlah yang harus dibayarkan                consist of the amount that must be paid by the
    Perseroan untuk tagihan atas alat berat terkait                 Company for heavy equipment financing bills to
    pembiayaan kepada pelanggan dan uang muka                       customers and the advance from customers
    pelanggan yang merupakan penerimaan uang dari                   which is money received from UT related to
    UT     sehubungan      dengan      piutang   sewa               finance lease receivables where UT bear the
    pembiayaan dimana UT akan menanggung                            whole risk of loss from unpaid customer
    seluruh risiko kerugian dari kewajiban pelanggan.               obligation.

    Pinjaman yang diterima beserta beban bunga dan                  The borrowings and interest and financing
    keuangan ke UT berkaitan dengan perjanjian                      charges to UT is related to loan agreement (refer
    pinjaman (lihat Catatan 14).                                    to Note 14).


26. LIABILITAS IMBALAN KERJA                                    26. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION

    Liabilitas imbalan kerja yang diakui di laporan                 The employee benefits obligation recognised in
    posisi keuangan adalah sebagai berikut:                         the statement of financial position are as follows:

                                               31 Desember/      31 Desember/
                                              December 2024     December 2023

    Imbalan kerja jangka pendek                         4,856             3,144               Short-term employee benefits
    Imbalan pensiun dan                                                                         Pension benefits and other
      pasca kerja lainnya                              16,495           12,402                 post-employment benefits
    Imbalan jangka panjang lainnya                      8,133            5,271                     Other long-term benefits

                                                       29,484           20,817

    Liabilitas imbalan kerja untuk tahun yang berakhir              The liability for employee benefits for the year
    pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember                   ended 31 December 2024 and 31 December
    2023, dihitung oleh aktuaris independen KKA Halim               2023, is calculated by an independent actuary
    & Rekan (dahulu PT Milliman Indonesia) dengan                   KKA Halim & Rekan (formerly PT Milliman
    menggunakan metode projected unit credit.                       Indonesia) using the projected unit credit
    Laporan aktuaria per 31 Desember 2024 dan 2023                  method.      The    actuarial report     as   at
    diterbitkan    masing-masing       pada    tanggal              31 December 2024 and 2023 was issued on 15
    15 Januari 2025 dan 15 Januari 2024.                            January 2025         and 15 January 2024,
                                                                    respectively.

    Perseroan menghitung liabilitas imbalan pasca                   The Company calculated its post employment
    kerja sesuai dengan Undang-undang No. 11/2020                   benefits obligations in accordance with the Law
    dan Peraturan Pemerintah No. 35/2021 berupa                     No. 11/2020 and Government Regulation No.
    uang pesangon, uang penghargaan masa kerja                      35/2021 in the form of severance pay, long
    dan uang penggantian hak, Perseroan wajib                       service awards and compensation payments, the
    memberikan       imbalan   pasca-kerja  kepada                  Company is obliged to provide post-employment
    karyawannya pada saat meninggal, sakit                          benefits to its employees at the time of death,
    berkepanjangan/cacat atau pada saat karyawan                    prolonged illness/disability or when the
    menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pasca-                     employee completes his tenure. These post
    kerja ini diberikan terutama berdasarkan masa                   employment benefits are provided primarily
    kerja dan kompensasi karyawan pada saat                         based on years of service and employee
    pemutusan hubungan kerja atau selesainya masa                   compensation upon termination of employment
    kerja.                                                          or completion of service period.




                                                 Halaman -5/80-Page
                                                     259
Page 284
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)            (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

26. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)                             26. EMPLOYEE            BENEFITS           OBLIGATION
                                                                        (continued)

    Berikut ini adalah asumsi aktuarial utama penting                    The following is principal actuarial assumptions
    yang diungkapkan dalam laporan aktuaria:                             in the actuarial report:

                                               31 Desember/          31 Desember/
                                              December 2024         December 2023

    Asumsi keuangan:                                                                                   Financial assumptions:
    - Tingkat diskonto                         6.25% - 6.50%        6.75% - 7.00%                             Discount rate -
    - Tingkat kenaikan gaji masa
                                                   6.50%               6.50%
       datang                                                                                         Future salary increase -
    Asumsi lainnya:                                                                                       Other assumptions:
    - Tingkat kematian                  TMI (Tabel Mortalitas Indonesia) IV Tahun 2019/                       Mortality rate -
                                           Indonesian Mortality Table IV Year 2019
    - Tingkat cacat                                 5% dari tingkat mortalitas/                                Disability rate -
                                                      5% of mortality rate
    - Tingkat pengunduran diri          10% per tahun sampai dengan usia 25 tahun dan                          Withdrawal rate -
        peserta                          berkurang hingga 1% pada usia 45 tahun dan
                                                         selanjutnya/
                                      10% per annum up to age 25 and reducing linearly to
                                                 1% for age 45 and there after
    - Usia pensiun normal                                      55                                       Normal retirement age -

    Sebelum tanggal 6 September 2005, Perseroan                          Prior to 6 September 2005, the Company had a
    menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti                       defined benefit pension plan covering all
    untuk seluruh karyawan tetapnya yang dikelola                        permanent employees which was managed by
    oleh Dana Pensiun Astra. Sejak tanggal                               Dana Pensiun Astra. Since 6 September 2005,
    6 September 2005, Perseroan memiliki dua jenis                       the Company’s pension arrangements were
    program pensiun, yaitu program pensiun imbalan                       reorganised to include both defined benefit
    pasti dan program pensiun iuran pasti.                               pension plan and defined contribution plan.

    Sejak tanggal 6 September 2005, Dana Pensiun                         Effective from 6 September 2005, Dana Pensiun
    Astra dilanjutkan menjadi Dana Pensiun Astra Satu                    Astra was continued under a new scheme called
    (DPA 1), yang khusus menangani program pensiun                       Dana Pensiun Astra Satu (DPA 1), specifically
    imbalan pasti, yang ditujukan untuk karyawan yang                    designed for the defined benefit pension plan,
    telah menjadi peserta Dana Pensiun Astra sebelum                     which is designated for all employees who
    atau pada tanggal 20 April 1992. Sedangkan                           became member of Dana Pensiun Astra on or
    program pensiun iuran pasti dikelola oleh Dana                       before 20 April 1992. The defined contribution
    Pensiun Astra Dua (DPA 2) ditujukan untuk                            pension plan Dana Pensiun Astra Dua (DPA 2)
    karyawan yang menjadi peserta Dana Pensiun                           is designated for employees who became
    Astra sesudah tanggal 20 April 1992.                                 members of Dana Pensiun Astra after
                                                                         20 April 1992.

    Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya                              Pension and other post-employment benefits

    Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah peserta                        As at 31 December 2024, DPA 1 and DPA 2
    DPA 1 dan DPA 2 masing-masing adalah nihil dan                       have nil and 169 participants, respectively (31
    169 orang (31 Desember 2023: 1 orang dan 151                         December       2023:    1      participant  and
    orang) (tidak diaudit).                                              151 participants) (unaudited).

    Liabilitas imbalan pensiun pada laporan posisi                       The pension benefit recognised in the statement
    keuangan adalah sebagai berikut:                                     of financial position are determined as follows:

                                               31 Desember/          31 Desember/
                                              December 2024         December 2023

    Nilai kini liabilitas                               16,498               12,423                 Present value of obligations
    Nilai wajar aset program                                (3)                 (21)                   Fair value of plan assets

                                                        16,495               12,402




                                                  Halaman -5/81-Page
                                                      260
Page 285
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                 NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                              31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)             (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

26. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)                              26. EMPLOYEE                BENEFITS         OBLIGATION
                                                                         (continued)

    Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya                                 Pension and other post-employment benefits
    (lanjutan)                                                              (continued)

    Mutasi liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada                      The movement of pension liabilities recognised
    laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:                         in the statement of financial position are as
                                                                            follows:

                                               31 Desember/           31 Desember/
                                              December 2024          December 2023

    Awal tahun                                          12,402                 13,971                        Beginning of the year
    Penyesuaian saldo awal                               1,309                      -             Adjustment in beginning balance
    Jumlah yang dibebankan                                                                           Total expense charged in the
      pada laporan laba rugi                             1,988                  2,144                              profit or loss
    Jumlah beban yang dibebankan/                                                                          Total expense charged/
      (dikreditkan) pada pendapatan                                                                            (credited) in the
      komprehensif lainnya                               1,638                 (2,309)            other comprehensive income
    Aset yang dipindahkan karena                                                                         Transferred assets due to
      mutasi karyawan                                        (653)               (349)                       employee mutation
    Imbalan/(iuran) yang dibayarkan                          (189)             (1,055)                Contributions/(benefit) paid

    Pada akhir tahun                                    16,495                 12,402                            At the end of year

    Jumlah yang diakui pada laporan laba rugi adalah                        The amounts recognised in the statement of
    sebagai berikut:                                                        profit or loss are as follows:

                                               31 Desember/           31 Desember/
                                              December 2024          December 2023

    Biaya jasa kini                                      1,038                  1,142                         Current service cost
    Biaya bunga                                            950                  1,002                                Interest cost

                                                         1,988                  2,144

    Biaya ini dibukukan sebagai biaya gaji, tunjangan,                     The expense is accounted for as salaries,
    dan imbalan kerja dalam laporan laba rugi.                             allowance, and employee benefits in the
                                                                           statements of profit or loss.

    Mutasi liabilitas imbalan pasca kerja adalah                            The movement of post-employment benefit
    sebagai berikut:                                                        liabilities are as follows:

                                                 31 Desember/December 2024
                                                                         Liabilitas
                                                                         imbalan
                                                                       pascakerja/
                                         Nilai kini       Nilai wajar      Post-
                                        kewajiban/      aset program/  employment
                                       Present value     Fair value of    benefit
                                       of obligation     plan assets    obligations
    Pada awal tahun                          12,423                  (21)           12,402                 At the beginning of year
    Biaya jasa kini                           1,038                    -             1,038                      Current service cost
    Penyesuaian karena perubahan                                                                      Adjustment due to change in
         metode atribusi manfaat              1,309                    -                1,309       benefit attribution method
    Biaya jasa lalu                               -                    -                    -                      Past service cost
    Beban bunga                                 950                    -                  950                      Interest expense
    Biaya pemindahan karyawan                  (653)                   -                 (653)             Transfer employee cost
    Pengukuran kembali:                                                                                            Remeasurement:
    - Imbal hasil atas aset                                                                                Return on plan assets, -
         program, tidak termasuk                                                                           excluding amounts
         jumlah dalam beban                                                                                included in interest
        bunga                                   943                    -                 943                           expense
    - Perubahan dalam asumsi                                                                                 Change in financial -
        keuangan                                695                    -                 695                       assumptions
    - Perubahan dalam asumsi                                                                           Change in demographic -
        demografi                                  -                   -                    -                      assumptions
    - Perubahan aset yang                                                                                  Change in disallowed -
        tidak diperkenankan                        -                   -                    -                           assetst


                                                 Halaman -5/82-Page
                                                       261
Page 286
                                     PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)       (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

26. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)                         26. EMPLOYEE             BENEFITS         OBLIGATION
                                                                    (continued)

    Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya                            Pension and other post-employment benefits
    (lanjutan)                                                         (continued)

    Mutasi liabilitas imbalan pasca kerja adalah                       The movement of post-employment benefit
    sebagai berikut: (lanjutan)                                        liabilities are as follows: (continued)

                                                  31 Desember/December 2024
                                                                          Liabilitas
                                                                           imbalan
                                                                         pascakerja/
                                         Nilai kini     Nilai wajar aset     Post-
                                        kewajiban/         program/      employment
                                       Present value     Fair value of      benefit
                                       of obligation      plan assets    obligations

    Pengukuran kembali: (lanjutan)                                                            Remeasurement: (continued)
    - Penyesuaian pengalaman                                                                      Experience adjustment -
         kewajiban                                -               -                 -                   on obligation
    Iuran pemberi kerja                           -               -                 -            Employer’s contributions
    Iuran pekerja                                 -               -                 -            Employee’s contributions
    Imbalan yang dibayar                       (207)             18              (189)                      Benefits paid
    Pada akhir tahun                         16,498              (3)           16,495                       At end of year
    Bagian jangka pendek                                                        2,695                     Current portion
    Bagian jangka panjang                                                      13,800                  Non-current portion

                                                31 Desember/December 2023
                                                                        Liabilitas
                                                                        imbalan
                                                                      pascakerja/
                                        Nilai kini       Nilai wajar      Post-
                                       kewajiban/      aset program/  employment
                                      Present value     Fair value of    benefit
                                      of obligation     plan assets    obligations
    Pada awal tahun                          15,130          (1,159)           13,971              At the beginning of year
    Biaya jasa kini                           1,142               -             1,142                  Current service cost
    Biaya jasa lalu                               -               -                 -                     Past service cost
    Beban/(penghasilan) bunga                 1,061             (59)            1,002           Interest expense/(income)
    Biaya pemindahan karyawan                  (903)            554              (349)             Transfer employee cost
    Pengukuran kembali:                                                                                   Remeasurement:
    - Imbal hasil atas aset                                                                      Return on plan assets, -
         program, tidak termasuk                                                                   excluding amounts
         jumlah dalam beban/                                                                       included in interest
         (penghasilan) bunga                       -             16                16               expense/(income)
    - Perubahan dalam asumsi                                                                         Change in financial -
         keuangan                               (66)              -               (66)                    assumptions
    - Perubahan dalam pengalaman                                                                Change in demographic -
         kewajiban                             (729)              -              (729)                    assumptions
    - Perubahan aset yang                                                                         Change in disallowed -
         tidak diperkenankan                   (570)              -              (570)                         assetst
    - Penyesuaian pengalaman                                                                      Experience adjustment -
         kewajiban                             (960)             -               (960)                    on obligation
    Iuran pemberi kerja                           -              -                  -             Employer’s contributions
    Iuran pekerja                                 4             (4)                 -            Employee’s contributions
    Imbalan yang dibayar                     (1,686)           631             (1,055)                        Benefits paid
    Pada akhir tahun                         12,423             (21)           12,402                       At end of year
    Bagian jangka pendek                                                          779                     Current portion
    Bagian jangka panjang                                                      11,623                  Non-current portion

    Durasi rata-rata tertimbang dari liabilitas program                The weighted average duration of the defined
    pensiun     imbalan      pasti    pada       tanggal               benefit    pension   obligation    as      at
    31 Desember 2024 adalah 13 tahun (31 Desember                      31 December 2024 is 13 years (31 Desember
    2023:14 tahun).                                                    2023: 14 years).




                                                 Halaman -5/83-Page
                                                       262
Page 287
                                    PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                             31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)          (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

26. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)                           26. EMPLOYEE               BENEFITS         OBLIGATION
                                                                      (continued)

    Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya                               Pension and other post-employment benefits
    (lanjutan)                                                            (continued)

    Keuntungan aktual aset program pensiun imbalan                        The actual gain on plan assets of the defined
    pasti pada tanggal 31 Desember 2024 adalah                            benefit pension plan as at 31 December 2024
    Rp Nihil (31 Desember 2023: Rp43).                                    was Rp Nil (31 December 2023: Rp43).

    Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat                     Expected maturity analysis of undiscounted
    pensiun tidak didiskontokan adalah sebagai                            pension benefits are as follows:
    berikut:

                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023

    < 1 tahun                                           2,695                   779                                    < 1 year
    1 - 2 tahun                                         5,822                 2,556                                 1 - 2 years
    2 - 5 tahun                                         3,210                 5,796                                 2 - 5 years
    >5 tahun                                           98,592                95,317                                   >5 years

                                                      110,319               104,448

    Sensitivitas dari kewajiban imbalan pasti terhadap                    The sensitivity of the defined benefit obligation to
    perubahan asumsi aktuarial utama adalah sebagai                       changes in the principal actuarial assumptions
    berikut:                                                              are as follows:

                                               31 Desember/December 2024
                                           Dampak atas kewajiban imbalan pasti/
                                            Impact on defined benefit obligation
                                        Perubahan        Kenaikan         Penurunan
                                          asumsi/        liabilitas/       liabilitas/
                                         Change in      Increase in      Decrease in
                                        assumption       liabilities       liabilities

    Tingkat diskonto                            1%              (1,242)            1,513                         Discount rate
    Tingkat kenaikan gaji di masa
       depan                                    1%              1,690             (1,408)                    Salary growth rate

                                             31 Desember/December 2023
                                         Dampak atas kewajiban imbalan pasti/
                                          Impact on defined benefit obligation
                                      Perubahan        Kenaikan         Penurunan
                                        asumsi/        liabilitas/       liabilitas/
                                       Change in      Increase in      Decrease in
                                      assumption       liabilities       liabilities

    Tingkat diskonto                            1%              (1,120)            1,329                         Discount rate
    Tingkat kenaikan gaji di masa
       depan                                    1%              1,496             (1,276)                    Salary growth rate

    Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahan                        The sensitivity analysis are based on a change
    atas satu asumsi aktuarial dimana asumsi lainnya                      in an assumption while holding all other
    dianggap konstan. Dalam praktiknya, hal ini jarang                    assumptions constant. In practice, this is unlikely
    terjadi dan perubahan beberapa asumsi mungkin                         to occur, and changes in some of the
    saling berkorelasi. Dalam perhitungan sensitivitas                    assumptions may be correlated. When
    kewajiban imbalan pasti atas asumsi aktuarial                         calculating the sensitivity of the defined benefit
    utama, metode yang sama (perhitungan nilai kini                       obligation to significant actuarial assumptions
    kewajiban imbalan pasti dengan menggunakan                            the same method (present value of the defined
    metode projected unit credit di akhir periode) telah                  benefit obligation calculated with the projected
    diterapkan seperti dalam penghitungan kewajiban                       unit credit method at the end of the reporting
    pensiun yang diakui dalam laporan posisi                              period) has been applied as when calculating the
    keuangan.                                                             pension liability recognised within the statement
                                                                          of financial position.




                                                 Halaman -5/84-Page
                                                     263
Page 288
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)          (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

26. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)                           26. EMPLOYEE            BENEFITS           OBLIGATION
                                                                      (continued)

    Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya                           Pension and other post-employment benefits
    (lanjutan)                                                        (continued)

    Aset program terdiri dari:                                        Plan assets comprise the following:

                                               31 Desember/        31 Desember/
                                              December 2024       December 2023

    Instrumen ekuitas                                       27%              24%                          Equity instruments
    Instrumen utang pemerintah                              52%              37%                          Government bonds
    Lain-lain                                               21%              39%                                      Others

    Melalui program pensiun imbalan pasti, Perseroan                  Through its defined benefits pension plans, the
    terekspos beberapa risiko seperti volatilitas aset                Company is exposed to a number of risk such as
    dan perubahan imbal hasil obligasi, sebagai berikut:              assets volatility and changes in bonds yields, as
                                                                      follows:

    Volatilitas aset                                                  Asset volatility

    Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat                   The plan liabilities are calculated using a
    diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil                  discount rate set with reference to government
    obligasi pemerintah, jika imbal hasil aset program                bond yields, if plan assets under perform this
    lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit                      yield, this will create a deficit. The Company’s
    program. Program pensiun imbalan pasti Perseroan                  defined benefit pension plans hold a significant
    memiliki porsi ekuitas yang signifikan, yang                      proportion of equities, which are expected to
    diharapkan untuk menghasilkan imbal hasil yang                    outperform government and corporate bonds in
    lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah dan                 the long-term while providing volatility and risk in
    Perseroan jangka panjang sementara memberikan                     the short-term.
    volatilitas dan risiko dalam jangka pendek.

    Perubahan imbal hasil obligasi                                    Changes in bond yields

    Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah akan                    A decrease in government bond yields will
    meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini                 increase plan liabilities, although this will be
    akan saling hapus secara sebagian dengan                          partially offset by an increase in the value of the
    kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki.               plan’s bond holdings.

    PT Astra International Tbk (“AI”) selaku pendiri                  PT Astra International Tbk (“AI”) as the founder
    Dana Pensiun Astra memastikan bahwa posisi                        of Dana Pensiun Astra ensures that the
    investasi telah diatur dalam kerangka asset-liability             investment positions are managed within an
    matching (“ALM”) yang telah dibentuk untuk                        asset-liability matching (“ALM”) framework that is
    mencapai hasil jangka panjang yang sejalan                        developed to achieve long-term returns that are
    dengan liabilitas pada program pensiun imbalan                    in line with the obligation in defined benefit
    pasti. Dalam kerangka ALM, tujuan AI adalah untuk                 pension plans. Within this ALM framework, AI’s
    menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun                     objective is to match assets and the pension
    dengan berinvestasi pada portofolio yang                          obligations by investing in a well-diversified
    terdiversifikasi dengan baik dalam menghasilkan                   portfolio the generates sufficient risk-adjusted
    tingkat pengembalian yang cukup, disesuaikan                      returns the match the benefit payments. AI also
    dengan risiko yang ada, untuk disesuaikan dengan                  actively monitors the duration and the expected
    pembayaran imbalan. AI juga secara aktif                          yield of the investments to ensure it matches the
    memantau durasi dan imbal hasil investasi yang                    expected cash outflows arising from the pension
    diharapkan untuk memastikan bahwa telah sesuai                    obligations.
    dengan arus kas keluar yang diharapkan timbul dari
    kewajiban pensiun.

    Investasi pada program telah terdiversifikasi                     Investment across the plans are well diversified,
    dengan baik, sehingga kinerja buruk satu investasi                such that the failure of any single investment
    tidak akan memberikan dampak material bagi                        would not have a material impact on the overall
    seluruh kelompok aset.                                            level of assets.



                                                 Halaman -5/85-Page
                                                     264
Page 289
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)         (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

26. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)                          26. EMPLOYEE            BENEFITS           OBLIGATION
                                                                     (continued)

    Imbalan jangka panjang lainnya                                   Other long-term benefits

    Mutasi liabilitas yang diakui pada laporan posisi                The movement of liability recognised in the
    keuangan adalah sebagai berikut:                                 statement of financial position is as follows:

                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023

    Awal tahun                                          5,271              4,215                        Beginning of the year
    Jumlah yang dibebankan                                                                      Total expense charged in the
       pada laporan laba rugi                           1,508              1,495                             profit or loss
    Iuran yang dibayarkan                                (447)              (896)                         Contributions paid
    Pengukuran kembali:                                                                                    Remeasurement:
    Keuntungan aktuarial
       bersih yang diakui selama                                                                          Net actuarial gains
       tahun berjalan                                   1,801               457                 recognised during the year

  Saldo akhir                                           8,133              5,271                            Ending balance

    Jumlah yang diakui pada laporan laba rugi adalah                 The amounts recognised in the profit or loss are
    sebagai berikut:                                                 as follows:

                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023

    Biaya jasa kini                                     1,158              1,287                         Current service cost
    Biaya bunga                                           350                208                                Interest cost

                                                        1,508              1,495

    Biaya ini dibukukan sebagai biaya gaji dan imbalan               The expense is accounted for salaries and
    kerja dalam laporan laba rugi.                                   employee benefits in the statement of profit or
                                                                     loss.


27. SEGMEN OPERASI                                               27. OPERATING SEGMENT

    Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha                        Reporting       format     based      on    business
                                                                     segments

    Segmen operasi Perseroan dibagi berdasarkan                      The Company’s operating segments represent
    produk usaha, sebagai berikut: sewa pembiayaan,                  the product, as follows: finance leases,
    pembiayaan       konsumen,      anjak   piutang,                 consumer financing, factoring, working capital
    pembiayaan modal kerja, dan lain-lain. Segmen                    financing, and others. Operating segments are
    operasi dilaporkan sesuai dengan laporan internal                reported in accordance with the internal reporting
    yang disiapkan untuk pengambil keputusan                         provided to the chief operating decision maker,
    operasional yang bertanggung jawab untuk                         which is responsible for allocating resources to
    mengalokasikan sumber daya ke segmen tertentu                    the reportable segments and assesses its
    dan melakukan penilaian atas performanya.                        performance.

    Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan laporan                  Operating segments are reported in accordance
    internal yang disiapkan untuk Direksi yang                       with the internal reporting provided to the
    bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber                    Directors, which is responsible for allocating
    daya ke segmen dan melakukan penilaian atas                      resources to the reportable segments and
    performanya. Seluruh segmen operasi yang                         assesses its performance. All operating
    digunakan oleh Perseroan telah memenuhi kriteria                 segments used by the Company meet the
    pelaporan berdasarkan PSAK 108, “Segmen                          definition of a reportable segment under SFAS
    Operasi”.                                                        108, “Operating Segment”.




                                                 Halaman -5/86-Page
                                                     265
Page 290
                                            PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                 NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                              31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                             (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

27. SEGMEN OPERASI (lanjutan)                                                        27. OPERATING SEGMENT (continued)

    Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha                                             Reporting format based                               on       business
    (lanjutan)                                                                            segments (continued)

    Direksi berkeyakinan bahwa informasi tersebut                                         The Directors believes that such information is
    paling relevan dalam mengevaluasi hasil segmen                                        the most relevant in evaluating the results of
    tersebut relatif terhadap entitas lain yang                                           those segments relative to other entities that
    beroperasi dalam industri tersebut, sebagaimana                                       operate within these industries, as set out in the
    disajikan dalam tabel di bawah ini:                                                   table below:
                                                                     31 Desember/December 2024
                                                                                    Pembiayaan
                                                 Pembiayaan                            modal
                                    Sewa          konsumen/                        kerja/Working        Tidak dapat
                                 pembiayaan/      Consumer          Anjak piutang/     capital         dialokasikan/
                                Finance leases     financing          Factoring      financing         Unallocated         Jumlah/Total

    Laporan laba rugi                                                                                                                       Statement of profit or loss

    Pendapatan                                                                                                                                                  Income
    Sewa pembiayaan                    694,109               -                   -             -                       -         694,109                Finance lease
    Pembiayaan konsumen                      -         100,242                   -             -                       -         100,242          Consumer financing
    Pembiayaan modal kerja                   -               -                   -            18                       -              18      Working capital financing
    Tagihan anjak piutang                    -               -              19,845             -                       -          19,845                     Factoring
    Pendapatan bunga                                                                                                                                      Interest and
       dan lain - lain                   5,481            697                 348                  -           14,853             21,379             other income

    Jumlah pendapatan                  699,590         100,939              20,193            18               14,853            835,593                  Total income

    Beban                                                                                                                                                     Expenses
    Beban usaha                              -                 -                 -                 -         144,362             144,362            Operating expenses
    Beban penyusutan                         -                 -                 -                 -           6,068               6,068         Depreciation expenses
    Beban bunga dan                                                                                                                               Interest and financing
       keuangan                              -                 -                 -                 -         352,740             352,740                     charges
    Penyisihan kerugian                                                                                                                       Allowance for impairment
       penurunan nilai dan lainnya       5,056          23,534               2,913             6               29,774             61,283             loss and others
    Beban pajak final                        -               -                   -             -                  852                852             Final tax expenses

    Jumlah beban                         5,056          23,534               2,913             6             533,796             565,305                 Total expense

    Laba sebelum pajak
       penghasilan                     694,534          77,405              17,280            12             (525,011)           270,288            Income before tax

    Beban pajak penghasilan                  -                 -                 -                 -          (54,337)           (54,337)         Income tax expense

    Laba bersih                        694,534          77,405              17,279            12             (573,280)           215,951            Profit for the year

    Jumlah aset                      5,864,324         860,989            152,145            274             359,100           7,236,832                  Total assets

    Jumlah liabilitas                        -                 -                 -                 -        5,959,012          5,959,012               Total liabilities

                                                                     31 Desember/December 2023
                                                                                    Pembiayaan
                                                 Pembiayaan                            modal
                                    Sewa          konsumen/                        kerja/Working        Tidak dapat
                                 pembiayaan/      Consumer          Anjak piutang/     capital         dialokasikan/
                                Finance leases     financing          Factoring      financing         Unallocated         Jumlah/Total

    Laporan laba rugi                                                                                                                       Statement of profit or loss

    Pendapatan                                                                                                                                                  Income
    Sewa pembiayaan                    608,642               -                   -                 -                   -         608,642                Finance lease
    Pembiayaan konsumen                      -          67,299                   -                 -                   -          67,299          Consumer financing
    Pembiayaan modal kerja                   -               -                   -                 -                   -               -      Working capital financing
    Tagihan anjak piutang                    -               -              15,001                 -                   -          15,001                     Factoring
    Pendapatan bunga                                                                                                                                      Interest and
       dan lain - lain                   5,801            694                  38                  -           17,028             23,561             other income

    Jumlah pendapatan                  614,443          67,993              15,039                 -           17,028            714,503                  Total income

    Beban                                                                                                                                                     Expenses
    Beban usaha                              -                 -                 -                 -         126,290             126,290            Operating expenses
    Beban penyusutan                         -                 -                 -                 -           5,716               5,716         Depreciation expenses
    Beban bunga dan                                                                                                                               Interest and financing
       keuangan                              -                 -                 -                 -         313,901             313,901                     charges
    Penyisihan kerugian                                                                                                                       Allowance for impairment
      penurunan nilai dan lainnya       46,044         (10,161)               744                  -           17,016             53,643             loss and others
    Beban pajak final                        -               -                  -                  -            3,263              3,263             Final tax expenses

    Jumlah beban                        46,044         (10,161)               744                  -         466,186             502,813                 Total expense

    Laba sebelum pajak
       penghasilan                     568,399          78,155              14,294                 -         (449,158)           211,690            Income before tax

    Beban pajak penghasilan                  -                 -                 -                 -          (46,266)           (46,266)         Income tax expense

    Laba bersih                        568,399          78,155              14,294                 -         (495,424)           165,424            Profit for the year

    Jumlah aset                      4,997,775         518,546            132,337                  -         461,824           6,110,482                  Total assets

    Jumlah liabilitas                        -                 -                 -                 -        5,023,927          5,023,927               Total liabilities


                                                                   Halaman -5/87-Page
                                                                      266
Page 291
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)        (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

27. SEGMEN OPERASI (lanjutan)                                   27. OPERATING SEGMENT (continued)

    Bentuk    pelaporan         berdasarkan       segmen            Reporting format based on geographical
    geografis                                                       segments

    Segmen berdasarkan geografis terdiri dari                       Geographical segment consists of 15 marketing
    15 jaringan pemasaran yang terbagi menjadi                      networks that are divided into 5 areas, namely
    5 area yaitu DKI Jakarta, Jawa, Kalimantan,                     DKI Jakarta, Java, Kalimantan, Sumatera, and
    Sumatera, dan Sulawesi.                                         Sulawesi.

    Segmen informasi berdasarkan geografis adalah                   Segment information based on geographical
    sebagai berikut:                                                segments is as follows:

                                               31 Desember/      31 Desember/
                                              December 2024     December 2023
    Pendapatan                                                                                                       Income
    - Area DKI Jakarta                                331,767             282,674                          DKI Jakarta area -
    - Area Kalimantan                                 213,858             190,205                          Kalimantan area -
    - Area Sumatera                                    78,384             125,189                           Sumatera area -
    - Area Jawa                                       125,887              69,391                                Java area -
    - Area Sulawesi                                    71,061              46,809                            Sulawesi area -
                                                      820,957             714,268
    Pendapatan yang tidak
      dapat dialokasikan                               14,636                235                         Unallocated income
    Jumlah pendapatan                                 835,593             714,503                               Total income


28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN                                   28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT

    Aktivitas Perseroan mengandung berbagai macam                   The Company’s activities expose it to a variety of
    risiko-risiko keuangan: risiko nilai tukar mata uang            financial risks: foreign exchange risk and interest
    asing dan suku bunga, risiko kredit dan risiko                  rate, credit risk and liquidity risk. The Company’s
    likuiditas.    Secara     keseluruhan,      program             overall risk management program focuses on the
    manajemen risiko keuangan Perseroan terfokus                    unpredictability of financial markets and seeks to
    pada ketidakpastian pasar keuangan dan                          minimise potential adverse effects on the
    meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak                  Company’s         financial    performance.    The
    pada kinerja keuangan Perseroan. Perseroan                      Company uses derivative financial instrument to
    menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk                  hedge certain risk exposures.
    mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin terjadi.

    Manajemen risiko dilaksanakan dengan kebijakan-                 Risk management is carried out under policies
    kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Direksi                  approved by Directors. The Directors provides
    memberikan kebijakan atas manajemen risiko                      principles for overall risk management, as well as
    secara keseluruhan, termasuk kebijakan yang                     policies covering specific areas, such as foreign
    mencakup area khusus, seperti risiko nilai tukar,               exchange risk, interest rate risk, credit risk, and
    risiko suku bunga, risiko kredit, dan pemanfaatan               use of financial instrument. The risk arising from
    instrumen keuangan. Risiko yang berasal dari                    financial instruments to which the Company is
    instrumen keuangan yang dihadapi oleh Perseroan                 exposed are financial risks, which includes
    mengandung risiko keuangan, termasuk juga risiko                market risk, credit risk, and liquidity risk.
    pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas.

    a.   Risiko pasar                                                a.     Market risk

         Perseroan menghadapi eksposur terhadap                             The Company is exposed to market risks
         risiko pasar, yaitu risiko dimana nilai wajar atas                 which are the risks that the fair value of future
         arus kas masa depan atas suatu instrumen                           cash flows of financial instrument will
         keuangan berfluktuasi karena perubahan pada                        fluctuate because of changes in market
         harga pasar. Risiko pasar berasal dari posisi                      prices. Market risks arise from open positions
         terbuka yang terkait dengan produk-produk                          in interest rate, currency and equity products,
         suku bunga, mata uang dan ekuitas, yang                            all of which are exposed to the general and
         seluruhnya dipengaruhi oleh pergerakan pasar                       specific market movements and changes in
         baik secara spesifik maupun umum, dan                              the level of volatility or market rates or prices
         perubahan volatilitas tingkat suku bunga pasar                     such as interest rates, foreign exchange
         atau harga seperti suku bunga, nilai tukar, dan                    rates, and equity products.
         produk ekuitas.


                                                 Halaman -5/88-Page
                                                     267
Page 292
                                                     PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                                                 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                                                                28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    a.   Risiko pasar (lanjutan)                                                                                    a. Market risk (continued)

         Risiko tingkat bunga                                                                                          Interest rate risk

         Perseroan terekspos risiko tingkat suku bunga                                                                 The Company is exposed to interest rate risk
         yang berasal dari perubahan tingkat bunga                                                                     through the impact of rate changes on interest
         atas aset dan liabilitas yang dikenakan bunga.                                                                bearing assets and liabilities. These exposures
         Risiko ini dikelola pada umumnya dengan                                                                       are managed mainly through the use of cross
         menggunakan cross currency swap dan                                                                           currency swap and foreign currency forward,
         foreign currency forward untuk mengkonversi                                                                   which have the economic effect of converting
         pinjaman dengan tingkat bunga mengambang                                                                      borrowings from floating rate to fixed rate in
         menjadi tingkat bunga tetap dengan tujuan                                                                     order to hedge the interest rate and foreign
         melakukan aktivitas lindung nilai atas                                                                        exchange uncertainty that will arise from the
         ketidakpastian suku bunga dan mata uang                                                                       variability in cash flows arising from principal
         asing yang timbul dari ketidakpastian arus kas                                                                and interest on the foreign currencies
         atas pokok dan bunga pinjaman dalam mata                                                                      borrowings.
         uang asing.

         Perseroan meminimalisasi eksposur tingkat                                                                     The Company minimise interest rate exposure
         bunga dengan mengutamakan ketersediaan                                                                        with prioritising on matching funding availability
         dana yang berimbang sesuai dengan Panduan                                                                     in      compliance        with     Transactions
         Transaksi/Kontrak Derivatif.                                                                                  Guidelines/Derivative Contract.

         Tabel di bawah ini mengikhtisarkan aset dan                                                                   The table below summarise the Company’s
         liabilitas keuangan berbunga Perseroan pada                                                                   interest earning financial assets and interest
         nilai tercatat, yang dikategorikan menurut                                                                    bearing financial liabilities at carrying amounts,
         mana yang terlebih dahulu antara tanggal                                                                      categorised by the earlier of contractual
         repricing secara kontraktual (contractual                                                                     repricing or maturity dates:
         repricing) atau tanggal jatuh tempo:
                                                                                      31 Desember/December 2024
                                                 Suku bunga variabel/                                  Suku bunga tetap/
                                                 Variable interest rate                                Fixed interest rate
                                         Kurang                             Lebih        Kurang                                     Lebih        Tidak
                                           dari                              dari          dari                                       dari    dikenakan
                                       satu tahun/                         3 tahun/    satu tahun/                                 3 tahun/     bunga/
                                          Less         1-2          2-3      More         Less           1-2            2-3          More        Non-
                                          than       tahun/       tahun/     than         than         tahun/         tahun/         than       interest   Jumlah/
                                        one year      years        years   3 years      one year        years          years       3 years     bearing      Total

         ASET                                                                                                                                                                             ASSETS
                                                                                                                                                                                    Cash and cash
         Kas dan kas di bank             211,046              -        -          -              -              -              -          -         260     211,306                 equivalents
         Piutang sewa                                                                                                                                                                Finance lease
             pembiayaan - bersih            1,774             -        -          -    3,282,045      1,704,739       712,269      163,497             -   5,864,324           receivables - net
         Piutang pembiayaan                                                                                                                                                    Consumer financing
             konsumen - bersih                   -            -        -          -      369,466        242,488       177,363       71,672             -    860,989            receivables - net
         Piutang pembiayaan                                                                                                                                                         Working capital
             modal usaha - bersih                -            -        -          -            156           118               -          -            -        274            receivables - net
         Tagihan anjak piutang
             - bersih                            -            -        -          -      152,145                -              -          -            -    152,145      Factoring receivables - net
         Piutang lain-lain dan                                                                                                                                                    Other receivables
            dan uang muka                        -            -        -          -              -              -              -          -      20,319       20,319              and advances
         Aset lain-lain                          -            -        -          -              -              -              -          -         925          925                   Other assets

         Jumlah aset                     212,820              -        -          -    3,803,812      1,947,345       889,632      235,169       21,504    7,110,252                   Total assets
         
         LIABILITAS                                                                                                                                                                     LIABILITIES
         Utang lain-lain,                                                                                                                                                           Other payables,
             liabilitas sewa, dan                                                                                                                                           lease liabilities, and
             biaya akrual                        -            -        -          -         2,228               -              -          -     223,197     225,425           accrued expenses
         Pinjaman
             yang diterima - bersih:                                                                                                                                              Borrowings - net:
             - Rupiah                          -          -            -          -    1,587,585       695,517        234,924       37,461             -   2,555,487                  Rupiah -
             - Dolar AS                  535,734     80,702       20,196          -            -             -              -            -             -     636,632                US Dollar -
         Utang
             obligasi - bersih                   -            -        -          -      796,580       898,730        549,385      249,953             -   2,494,648          Bonds payables - net

         Jumlah liabilitas               535,734     80,702       20,196          -    2,386,393      1,594,247       784,309      287,414      223,197    5,912,192                 Total liabilities

         Jumlah selisih penilaian
            bunga sebelum                                                                                                                                                   Total interest repricing
            derivatif                    (322,914)   (80,702) (20,196)            -    1,417,418       353,098        105,323      (52,245)    (166,950)   1,232,832      gap before derivative

         Derivatif:                                                                                                                                                                   Derivatives:
         - Cross currency swap              1,964     1,020         396           -         (1,964)      (1,020)         (396)            -            -             -   Cross currency swap -

         Jumlah selisih bunga                                                                                                                                                Total interest repricing
            setelah derivatif           (320,950)    (79,682) (19,800)            -    1,415,454       352,078        104,927      (52,245)    (166,950)   1,232,832        gap after derivative




                                                                            Halaman -5/89-Page
                                                                                      268
Page 293
                                                     PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                                                 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                                                                28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    a.   Risiko pasar (lanjutan)                                                                                    a. Market risk (continued)

         Risiko tingkat bunga (lanjutan)                                                                               Interest rate risk (continued)

         Tabel di bawah ini mengikhtisarkan aset dan                                                                   The table below summarise the Company’s
         liabilitas keuangan berbunga Perseroan pada                                                                   interest earning financial assets and interest
         nilai tercatat, yang dikategorikan menurut                                                                    bearing financial liabilities at carrying amounts,
         mana yang terlebih dahulu antara tanggal                                                                      categorised by the earlier of contractual
         repricing secara kontraktual (contractual                                                                     repricing or maturity dates: (continued)
         repricing) atau tanggal jatuh tempo: (lanjutan)
                                                                                      31 Desember/December 2023
                                                 Suku bunga variabel/                                  Suku bunga tetap/
                                                 Variable interest rate                                Fixed interest rate
                                         Kurang                             Lebih        Kurang                                      Lebih        Tidak
                                           dari                              dari          dari                                        dari    dikenakan
                                       satu tahun/                         3 tahun/    satu tahun/                                  3 tahun/     bunga/
                                          Less         1-2          2-3      More         Less           1-2            2-3           More        Non-
                                          than       tahun/       tahun/     than         than         tahun/         tahun/          than       interest   Jumlah/
                                        one year      years        years   3 years      one year        years          years        3 years     bearing      Total

         ASET                                                                                                                                                                              ASSETS
                                                                                                                                                                                     Cash and cash
         Kas dan kas di bank             344,098              -        -          -              -              -              -           -         195     344,293                 equivalents
         Piutang sewa                                                                                                                                                                 Finance lease
             pembiayaan - bersih           14,158     3,363            -          -     2,812,889     1,620,615       495,394        51,356             -   4,997,775           receivables - net
         Piutang pembiayaan                                                                                                                                                     Consumer financing
             konsumen - bersih                   -            -        -          -       231,751       154,148       103,683        28,965             -    518,547            receivables - net
         Tagihan anjak piutang
             - bersih                            -            -        -          -       132,337               -              -           -            -    132,337      Factoring receivables - net
         Piutang lain-lain                                                                                                                                                         Other receivables
             dan uang muka                       -            -        -          -              -              -              -           -      25,746       25,746              and advances
         Aset lain-lain                          -            -        -          -              -              -              -           -         925          925                  Other assets

         Jumlah aset                     358,256       3,363           -          -    3,176,977      1,774,763       599,077        80,321       26,866    6,019,623                   Total assets

         LIABILITAS                                                                                                                                                                      LIABILITIES
         Utang lain-lain,                                                                                                                                                            Other payables,
             liabilitas sewa, dan                                                                                                                                            lease liabilities, and
             biaya akrual                        -            -        -          -           891           737              526           -     268,795     270,949           accrued expenses
         Pinjaman
             yang diterima - bersih:                                                                                                                                               Borrowings - net:
             - Rupiah                          -          -            -          -    1,300,414       898,186        271,778         1,903             -   2,472,281                  Rupiah -
             - Dolar AS                  115,620     22,482            -          -            -             -              -             -             -     138,102                US Dollar -
         Utang
         . obligasi - bersih                     -            -        -          -      346,679       597,911        899,536       249,736             -   2,093,862          Bonds payables - net

         Jumlah liabilitas               115,620     22,482            -          -    1,647,984      1,496,834      1,171,840      251,639      268,795    4,975,194                 Total liabilities

         Jumlah selisih penilaian
            bunga sebelum                                                                                                                                                    Total interest repricing
            derivatif                    242,636     (19,119)          -          -    1,528,993       277,929       (572,763) (171,318)        (236,726)   1,049,632      gap before derivative

         Derivatif:                                                                                                                                                                    Derivatives:
         - Cross currency swap              5,814       933            -          -         (5,814)        (933)               -           -            -             -   Cross currency swap -

         Jumlah selisih bunga                                                                                                                                                 Total interest repricing
            setelah derivatif            248,450     (18,186)                          1,523,179       276,996       (572,763) (171,318)        (236,726)   1,049,632        gap after derivative


         Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas                                                               The table below shows the sensitivity of the
         laba bersih Perseroan pada tanggal                                                                            Company’s net income to movement of interest
         31 Desember 2024 dan 2023 atas perubahan                                                                      rates as at 31 December 2024 and
         tingkat suku bunga yaitu:                                                                                     2023:

                                                                        Pengaruh terhadap laba bersih/
                                                                             Impact to net income
                                                                      Peningkatan/           Penurunan/
                                                                       Increase by          Decrease by
                                                                           1%                   1%

         31 Desember 2024                                                              1,646                                       (1,646)                             31 December2024
         31 Desember 2023                                                              2,684                                       (2,684)                            31 December 2023

         Proyeksi di atas mengasumsikan bahwa                                                                          The projection assumes that the change in
         perubahan tingkat suku bunga telah terjadi                                                                    interest rate had occured at the reporting date
         pada      tanggal  pelaporan     dan   telah                                                                  and had been applied to the exposure to
         diperhitungkan dalam perhitungan eksposur                                                                     interest rate risk for both derivative and
         atas risiko tingkat suku bunga baik untuk                                                                     non-derivative financial instruments.
         instrumen     keuangan   derivatif   maupun
         nonderivatif yang dimiliki pada tanggal
         tersebut.

                                                                            Halaman -5/90-Page
                                                                                      269
Page 294
                                     PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                            31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)           (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                           28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    a.   Risiko pasar (lanjutan)                                          a. Market risk (continued)

         Risiko nilai tukar mata uang asing                                  Foreign exchange risk

         Perseroan rentan terhadap risiko nilai tukar                        The Company is exposed to foreign exchange
         mata uang asing yang timbul dari eksposur                           risk arising from US Dollar. Foreign exchange
         mata uang Dolar AS. Risiko nilai tukar mata                         risk    arises    when    future   commercial
         uang asing timbul ketika transaksi komersial                        transactions or recognised assets or liabilities
         masa depan atau aset dan liabilitas yang diakui                     are denominated in a currency that is not the
         didenominasikan dalam mata uang yang                                entity’s functional currency. The risk is
         bukan mata uang fungsional. Risiko diukur                           measured using cash flow forecasts with
         dengan menggunakan perkiraan atas arus kas                          sensitivity analysis.
         dengan analisis sensitivitas.

         Kebijakan manajemen risiko Perseroan adalah                         The Company’s risk management policy is to
         melindungi nilai arus kas yang diantisipasi                         hedge 100% borrowings in US Dollar hedge
         100% dari nilai pinjaman dalam Dolar AS untuk                       accounting purposes.
         tujuan akuntansi lindung nilai.

         Tabel dibawah ini mengikhtisarkan aset                              The table below summarises the Company’s
         keuangan dan liabilitas keuangan Perseroan                          financial assets and liabilities exposure to
         terhadap risiko nilai tukar mata uang asing.                        foreign exchange rate risk.
                                                      Dolar AS/US Dollar
                                                  (dalam ribuan/in thousand)
                                               31 Desember/       31 Desember/
                                              December 2024      December 2023
         ASET                                                                                                        ASSETS
         Kas dan kas di bank                                245                 362                    Cash and cash in banks
         Piutang sewa pembiayaan                            256               1,174                  Finance lease receivables
         Jumlah aset                                        501               1,536                               Total assets
         LIABILITAS                                                                                             LIABILITIES
         Utang lain - lain                                                                                Other payables and
           dan akrual                                       142                 333                     accrued expenses
         Pinjaman yang diterima                                                                                   Borrowings
         - Pinjaman yang diterima - kotor            39,391       8,958                                 Borrowings - gross -
            diterima - kotor
         - Pinjaman yang dilindung nilai              (39,182)               (7,917)                   Hedged borrowings -
         Pinjaman yang
            diterima - bersih                               209               1,042                           Borrowings - net
         Jumlah liabilitas                                  351               1,375                             Total liabilities
         Bersih                                             150                 161                                         Net

         Perseroan tidak memiliki eksposur aset dan                          The Company has no significant exposure to
         liabilitas keuangan dalam mata uang asing                           financial assets and liabilities denominated in
         yang signifikan, sehingga perubahan nilai tukar                     foreign currency, therefore movement in
         mata uang asing tidak memiliki efek yang                            foreign exchange rate has no significant effect
         signifikan terhadap laba bersih Perseroan.                          to the Company’s net income.

    b.   Risiko kredit                                                    b. Credit risk

         Perseroan menghadapi risiko pembiayaan,                             The Company is exposed to credit risk mainly
         terutama berasal dari ketidakmampuan                                from the defaulting customers. Improper
         nasabah     untuk      membayar     kembali                         assessment on customer’s credit worthiness
         pembiayaan yang diberikan. Risiko ini terjadi                       and collection management will trigger the
         jika kelayakan nasabah dan piutang                                  credit risk. The Company applies prudent
         pembiayaan tidak dikelola dengan baik.                              credit acceptance policies, perform ongoing
         Perseroan menerapkan kebijakan pemberian                            credit portfolio monitoring as well as
         kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian,                           managing the collection of customer financing
         melakukan pengawasan portofolio kredit                              receivables in order to minimise the credit risk
         secara berkesinambungan dan melakukan                               exposure.
         pengelolaan atas penagihan angsuran untuk
         meminimalisasi risiko kredit.

                                                 Halaman -5/91-Page
                                                     270
Page 295
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)          (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                          28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    b.   Risiko kredit (lanjutan)                                     b. Credit risk (continued)

         Pengukuran risiko kredit                                         Credit risk measurement

         Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang                     The credit quality of financial assets that are
         belum jatuh tempo atau tidak mengalami                           neither past due nor impaired can be assessed
         penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu                     by historical information about counterparty
         pada informasi historis mengenai tingkat gagal                   default rates.
         bayar debitur.

         Estimasi terhadap eksposur kredit adalah                         The estimation of credit exposure is complex
         proses yang kompleks dan memerlukan                              and requires the use of models, as the value of
         penggunaan model, dimana nilai dari suatu                        a product varies with changes in market
         produk    bervariasi   tergantung   dengan                       variables, expected cash flows and the
         perubahan pada variabel-variabel pasar, arus                     passage of time. The assessment of credit risk
         kas masa depan dan rentang waktu. Penilaian                      of a portfolio of assets entails further
         risiko kredit atas suatu portofolio aset                         estimations as to the likelihood of defaults
         memerlukan      estimasi-estimasi,   seperti                     occurring, of the associated loss ratios and of
         kemungkinan terjadinya wanprestasi, rasio                        default correlations between counterparties.
         kerugian dan korelasi wanprestasi antar
         rekanan.

         Saldo akhir penyisihan kerugian piutang usaha                    The ending balance of loss allowances for
         dan piutang dengan perhatian khusus pada                         trade receivables and receivables with special
         tanggal 31 Desember 2024 direkonsiliasi                          attention as at 31 December 2024 reconcile to
         dengan penyisihan kerugian awal sebagai                          the opening loss allowances as follows:
         berikut:
                                                 31 Desember/      31 Desember/
                                                December 2024     December 2023
         Penyisihan kerugian awal pada                                                          Opening loss allowance as at
           1 Januari                                   314,287           267,398                                  1 January
         Peningkatan penyisihan kerugian                                                      Increase in loan loss allowance
           pinjaman yang diakui dalam laporan                                            recognised in profit or loss during
           laba rugi selama periode tersebut            61,282            53,644                 the year as uncollectible
         Piutang dihapuskan sepanjang tahun                                                     Receivables written off during
           sebagai tidak tertagih                      (29,338)           (27,300)                 the year as uncollectible
         Pemulihan                                      20,321             20,545                                     Recovery
         Pada 31 Desember                              366,552           314,287                          As at 31 December

         Piutang   pembiayaan     dan    pembiayaan                       Financing receivables and consumer financing
         konsumen dihapuskan jika tidak ada                               are written off when there is no reasonable
         ekspektasi pemulihan yang wajar. Indikator                       expectation of recovery. Indicators that there is
         bahwa tidak ada ekspektasi pemulihan yang                        no reasonable expectation of recovery include,
         wajar mencakup, antara lain, kegagalan                           amongst others, the failure of a debtor to
         debitur   untuk   melaksanakan     rencana                       engage in a repayment plan with the Company,
         pelunasan utang pada Perseroan, dan                              and a failure to make contractual payments for
         kegagalan melakukan pembayaran kontraktual                       a period of greater than 180 days past due.
         untuk jangka waktu lebih dari 180 hari lewat
         jatuh tempo.

         Kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan                      Impairment losses on financing receivables are
         disajikan sebagai kerugian penurunan nilai                       presented as net impairment losses within
         bersih dalam laba operasi. Pemulihan                             operating profit. Subsequent recoveries of
         selanjutnya dari jumlah yang dihapuskan                          amounts previously written off are credited
         sebelumnya dikreditkan ke item baris yang                        against the same line item.
         sama.

         Perseroan menerapkan berbagai kebijakan                          The Company implements a range of policies
         dan praktik untuk memitigasi risiko kredit.                      and practices to mitigate credit risk. The most
         Praktik yang umum dilakukan adalah dengan                        common practice to mitigate this risk is by
         meminta jaminan. Perseroan menerapkan                            requiring collateral. The Company implements
         berbagai panduan atas jenis-jenis jaminan                        guidelines on the acceptability of specific
         yang dapat diterima dalam rangka memitigasi                      classes of collateral for credit risk mitigation.
         risiko kredit.


                                                  Halaman -5/92-Page
                                                      271
Page 296
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                              NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                           31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)           (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                            28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    b.   Risiko kredit (lanjutan)                                      b. Credit risk (continued)

         Pengukuran risiko kredit (lanjutan)                               Credit risk measurement (continued)

         Perseroan       dalam    menghitung      kerugian                 The Company in calculating impairment losses for
         penurunan nilai atas grup pelanggan dalam                         special mention customer groups, will be
         perhatian khusus, akan langsung dikategorikan                     immediately        categorised       into      stage
         kedalam perhitungan tahap 3. Pengkategorian                       3 calculations. This categorisation is carried out by
         tersebut dilakukan Perseroan untuk memitigasi                     the Company to mitigate credit risk due to
         risiko kredit karena adanya kerugian historis yang                historical losses that were recorded from those
         sempat dibukukan dari grup pelanggan tersebut.                    customer group.

         Manajemen percaya akan kemampuannya untuk                         Management is confident in its ability to continue
         mengendalikan dan memelihara eksposur risiko                      to control and sustain minimal exposure of credit
         kredit pada tingkat yang minimum berdasarkan                      risk to the Company based on the following:
         hal-hal sebagai berikut:                                           -    The Company have provided sufficient
         - Perseroan telah membentuk penyisihan                                  allowance for impairment losses to cover
              kerugian penurunan nilai yang memadai                              incurred losses arising from uncollectible
              untuk menutupi kemungkinan kerugian atas                           receivables based on existing historical loss.
              tidak    tertagihnya     piutang    tersebut
              berdasarkan data historis kerugian yang ada.                 -     Finance leases, consumer financing, working
         - Sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen,                                 capital financing and factoring receivables
              pembiayaan modal usaha dan tagihan anjak                           which represent the biggest portfolio, are
              piutang, yang merupakan portofolio terbesar                        secured by sufficient collaterals.
              dilindungi dengan jaminan yang mencukupi.

         Berdasarkan kualitas aset keuangan                                Based on quality of financial assets

         Dalam proses penentuan kualitas kredit,                           The Company’s credit quality determination
         Perseroan membedakan eksposur untuk                               processes differentiate exposures in order to
         menentukan eksposur mana yang memiliki faktor                     highlight those with greater risk factors and higher
         risiko lebih besar dan tingkat kerugian potensial                 potential severity of loss. The credit quality for
         yang lebih tinggi. Kualitas kredit setiap aset                    each financial asset is reviewed regularly and any
         keuangan ditelaah secara berkala dan                              amendments are implemented in a timely
         perubahannya diimplementasikan secara tepat                       manner.
         waktu.

         Tabel berikut ini menyajikan aset keuangan                        The following table presents the financial
         berdasarkan tahapan sesuai PSAK 109:                              assets based on stage in accordance with
                                                                           SFAS 109:

                                                        31 Desember/December 2024
                                 Tahap 1/           Tahap 2/           Tahap 3/             Jumlah/
                                 Stage 1            Stage 2             Stage 3               Total
         ASET                                                                                                             ASSETS
                                                                                                                   Cash and cash
         Kas dan kas di bank           211,046                  -                    -            211,046              equivalents
         Piutang sewa                                                                                               Finance lease
            pembiayaan               5,853,832              5,294              294,514          6,153,640          receivables
         Piutang pembiayaan                                                                                   Consumer financing
            konsumen                   887,634              3,755               31,696            923,085          receivables
         Piutang pembiayaan                                                                               Working capital financing
            modal usaha                    280                  -                    -                280          receivables
         Tagihan anjak piutang         153,990                  -                4,965            158,955   Factoring receivables
         Aset derivatif                 11,150                  -                    -             11,150        Derivative assets
         Piutang lain-lain                                                                                      Other receivables
            dan uang muka               10,277                                 137,806            148,083       and advances

                                     7,128,209              9,049              468,981          7,606,239
         Jumlah aset                                                                                                 Total assets
         Dikurangi:                                                                                                          Less:
         Penyisihan kerugian                                                                                        Allowance for
            penurunan nilai                                                                      (485,992)   impairment losses

                                                                                                7,120,247




                                                 Halaman -5/93-Page
                                                     272
Page 297
                                         PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                       (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                                        28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    b.   Risiko kredit (lanjutan)                                                      b. Credit risk (continued)

         Berdasarkan kualitas aset keuangan (lanjutan)                                    Based on quality of financial assets (continued)

         Tabel berikut ini menyajikan aset keuangan                                       The following table presents the financial
         berdasarkan tahapan sesuai PSAK 109:                                             assets based on stage in accordance with
                                                                                          SFAS 109:

                                                                   31 Desember/December 2023
                                      Tahap 1/                 Tahap 2/           Tahap 3/                  Jumlah/
                                      Stage 1                  Stage 2             Stage 3                    Total
         ASET                                                                                                                            ASSETS
                                                                                                                                   Cash and cash
         Kas dan kas di bank                   344,293                      -                       -            344,293               equivalents
         Piutang sewa                                                                                                               Finance lease
            pembiayaan                     5,021,278                    3,172                241,179           5,265,629           receivables
         Piutang pembiayaan                                                                                                   Consumer financing
            konsumen                           545,808                  3,261                 12,015             561,084           receivables
         Tagihan anjak piutang                 136,233                      -                      -             136,233     Factoring receivables
         Aset derivatif                          7,841                      -                      -               7,841         Derivative assets
         Piutang lain-lain                                                                                                      Other receivables
            dan uang muka                       25,737                                       119,450             145,187        and advances

                                           6,081,190                    6,433                372,644           6,460,267
         Jumlah aset                                                                                                                Total assets
         Dikurangi:                                                                                                                         Less:
         Penyisihan kerugian                                                                                                       Allowance for
            penurunan nilai                                                                                     (433,727)   impairment losses

                                                                                                               6,026,540


    c.   Risiko likuiditas                                                             c. Liquidity risk

         Risiko likuiditas timbul jika Perseroan                                          Liquidity risk arises in situations where the
         mengalami kesulitan dalam mendapatkan                                            Company has difficulties in obtaining funding.
         sumber pendanaan. Risiko likuiditas dapat                                        Liquidity risk also arises from situations in
         juga berupa ketidaksesuaian atas jangka                                          which the Company has a mismatch between
         waktu sumber dana yang dimiliki dengan                                           the maturity of its funding and the maturity of
         jangka     waktu    pembiayaan.       Perseroan                                  its consumer financing receivables. The
         melakukan evaluasi dan menelaah struktur                                         Company evaluates and reviews its balance
         laporan posisi keuangan dan melakukan                                            sheet structure, by analysing and measuring
         analisis serta pengukuran risiko likuiditas.                                     liquidity risk.

         Tabel jatuh tempo berikut ini menyajikan                                         The maturity table below provide information
         informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari                                    about maturities on a contractual undiscounted
         liabilitas sesuai kontrak menjadi arus kas tidak                                 cashflows       of     liabilities   as      at
         didiskontokan             pada          tanggal                                  31 December 2024 and 31 December 2023.
         31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023.

                                                               31 Desember/December 2024

                                 Kurang dari                                             Lebih dari 3
                                 satu tahun/                                               tahun/
                                  Less than            1-2                 2-3           More than 3        Jumlah/
                                  one year         tahun/years         tahun/years          years            Total

         LIABILITAS                                                                                                                  LIABILITIES
         Pinjaman
           yang diterima             2,245,892            821,148            264,091            38,397        3,369,528                  Borrowings
         Utang lain-lain,                                                                                                          Other payables,
            liabilitas sewa,                                                                                                lease liabilities, and
            dan biaya akrual           225,425                  -                  -                 -          225,425       accrued expenses
           Utang obligasi              947,847            972,375            587,375           254,531        2,762,128              Bonds payable

         Jumlah liabilitas           3,419,164           1,793,523           851,466           292,928        6,357,081             Total liabilities

         Instrumen derivatif             1,964              1,020                396                    -         3,380      Derivative instrument




                                                            Halaman -5/94-Page
                                                                 273
Page 298
                                       PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                          NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                       31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                   (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                                   28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    c.   Risiko likuiditas (lanjutan)                                                c. Liquidity risk (continued)

         Tabel jatuh tempo berikut ini menyajikan                                       The maturity table below provide information
         informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari                                  about maturities on a contractual undiscounted
         liabilitas sesuai kontrak menjadi arus kas tidak                               cashflows       of     liabilities   as      at
         didiskontokan             pada          tanggal                                31 December 2024 and 2023. (continued)
         31 Desember 2024 dan 2023. (lanjutan)

                                                         31 Desember/December 2023

                               Kurang dari                                             Lebih dari 3
                               satu tahun/                                               tahun/
                                Less than          1-2                 2-3             More than 3        Jumlah/
                                one year       tahun/years         tahun/years            years            Total

         LIABILITAS                                                                                                              LIABILITIES
         Pinjaman
           yang diterima           1,545,079         970,628             280,918               1,934        2,798,559                Borrowings
         Utang lain-lain,                                                                                                      Other payables,
            liabilitas sewa,                                                                                            lease liabilities, and
            dan biaya akrual         269,686             737                 526                   -          270,949     accrued expenses
         Utang obligasi              478,967         702,275             933,875              18,125        2,133,242            Bonds payable

         Jumlah liabilitas         2,293,732       1,673,640           1,215,319              20,059        5,202,750           Total liabilities

         Instrumen derivatif           5,814            933                      -                    -         6,747    Derivative instrument


    d.   Risiko permodalan                                                           d. Capital risk

         Tujuan      Perseroan   dalam     mengelola                                    The Company’s objectives when managing
         permodalannya adalah untuk menjaga                                             capital are to safeguard the Company’s ability
         kelangsungan usaha Perseroan untuk dapat                                       to continue as a going concern in order to
         memberikan hasil kepada pemegang saham                                         provide returns for shareholders and benefits
         dan manfaat kepada stakeholders lainnya dan                                    for other stakeholders and to maintain an
         memelihara optimalisasi struktur permodalan                                    optimal capital structure to reduce the cost of
         untuk       mengurangi      biaya     modal                                    capital.
         (cost of capital).

         Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan                                      In order to maintain or adjust the capital
         struktur  permodalan,    Perseroan    dapat                                    structure, the Company may adjust the amount
         menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan                                    of dividends paid to shareholders, return capital
         kepada pemegang saham, imbal hasil modal                                       to shareholders or issue new shares to reduce
         kepada pemegang saham atau menerbitkan                                         debt.
         saham baru untuk mengurangi pinjaman.

         Konsisten dengan pelaku industri lainnya,                                      Consistent with others in the industry, the
         Perseroan        memonitor       permodalan                                    Company monitors capital on the basis of the
         berdasarkan gearing ratio. Rasio ini dihitung                                  gearing ratio. This ratio is calculated as debt
         dari pinjaman (termasuk utang obligasi) dibagi                                 (including bonds payable) divided by total
         dengan jumlah modal. Jumlah modal diambil                                      capital. Total capital is calculated as ‘equity’ as
         dari ekuitas yang tercantum dalam laporan                                      shown in the statement of financial position.
         posisi keuangan.




                                                      Halaman -5/95-Page
                                                             274
Page 299
                                    PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                                28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    d.   Risiko permodalan (lanjutan)                                           d. Capital risk (continued)

                                                   31 Desember/         31 Desember/
                                                  December 2024        December 2023
         Pinjaman                                                                                                                    Debt
         -    Pinjaman yang diterima                    3,194,918                   2,615,575                                 Borrowings -
         -    Utang obligasi                            2,500,000                   2,100,000                              Bonds payable -

         Jumlah pinjaman                                5,694,918                   4,715,575                                     Total debt

         Jumlah modal                                   1,277,820                   1,082,495                                  Total capital

         Gearing ratio                               4.5 kali/times        4.4 kali/times                                     Gearing ratio


    e.   Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan                               e. Fair value of financial assets and liabilities

         Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada                                Financial assets and liabilities measured at fair
         nilai wajar menggunakan hierarki nilai wajar                                 value using the fair value hierarchy as follows:
         sebagai berikut:

         a.     Tingkat 1                                                             a.   Level 1
                Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam                                  Quoted prices (unadjusted) in active
                pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang                                markets for identical assets or liabilities;
                identik;

         b.     Tingkat 2                                                             b.   Level 2
                Input selain harga kuotasian yang termasuk                                 Inputs other than quoted prices included
                dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi                                     within level 1 that are observable for the
                untuk aset atau liabilitas, baik secara                                    assets or liabilities, either directly (that is,
                langsung (misalnya harga) maupun tidak                                     as prices) or indirectly (that is, derived
                langsung (misalnya derivasi harga); dan                                    from prices); and

         c.     Tingkat 3                                                             c.   Level 3
                Input untuk aset atau liabilitas yang bukan                                Inputs for the assets or liabilities that are
                berdasarkan data pasar yang dapat                                          not based on observable market data
                diobservasi (input yang tidak dapat                                        (unobservable inputs).
                diobservasi).

         Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023,                                      As at 31 December 2024 and 2023, financial
         aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada                                assets and liabilities measured at fair value
         nilai wajar diukur dengan menggunakan                                        based on the following fair value hierarchy:
         hierarki nilai wajar sebagai berikut:

                                                          31 Desember/December 2024
                                Nilai tercatat/
                                  Carrying        Tingkat 1/       Tingkat 2/          Tingkat 3/       Nilai wajar/
                                    Value           Level1          Level 2             Level 3         Fair value

         Aset                                                                                                                          Assets
         Aset derivatif                11,150                  -        11,150                      -         11,150         Derivative assets

         Liabilitas                                                                                                                 Liabilities
         Liabilitas derivatif                 -                -                -                   -                  -   Derivative liabilities

                                                          31 Desember/December 2023
                                Nilai tercatat/
                                  Carrying        Tingkat 1/       Tingkat 2/          Tingkat 3/       Nilai wajar/
                                    Value           Level1          Level 2             Level 3         Fair value

         Aset                                                                                                                          Assets
         Aset derivatif                  7,841                 -         7,841                      -          7,841         Derivative assets

         Liabilitas                                                                                                                 Liabilities
         Liabilitas derivatif                 -                -                -                   -                  -   Derivative liabilities




                                                    Halaman -5/96-Page
                                                         275
Page 300
                                    PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                            NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                         31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)         (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                          28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    e.   Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan                    e. Fair value of financial assets and liabilities
         (lanjutan)                                                     (continued)

         Tabel di bawah ini menggambarkan nilai                          The table below sets out the carrying amounts
         tercatat dan nilai wajar dari instrumen                         and fair value of those financial instruments
         keuangan yang tidak diukur dalam nilai wajar                    which are not measured at fair value on the
         yang tersaji di laporan posisi keuangan                         Company’s statements of financial positions:
         Perseroan:

                                                  31 Desember/December 2024
                                           Nilai tercatat/           Nilai wajar/
                                           Carrying value            Fair value

         Aset keuangan:                                                                                  Financial assets:
         Kas dan kas di bank                         211,306                     211,306           Cash and cash in banks
         Piutang sewa                                                                                        Finance lease
            pembiayaan                             5,864,324                   5,705,680                   receivables
         Piutang pembiayaan                                                                             Consumer financing
            konsumen                                 860,989                     846,444                   receivables
         Tagihan anjak piutang                       152,145                     152,145              Factoring receivables
         Piutang pembiayaan                                                                        Working capital financing
            modal usaha                                     274                       274                  receivables
         Piutang lain-lain                                                                                Other receivables
            dan uang muka                             20,319                      19,512                 and advances
         Aset lain-lain                                  925                         452                      Other assets

         Liabilitas keuangan:                                                                           Financial liabilities:
         Utang lain-lain,                                                                                    Other payables,
            liabilitas sewa, dan                                                                    lease liabilities, and
            biaya akrual                             225,425                     207,587              accrued expenses
         Pinjaman yang diterima
            - bersih                               3,192,119                   3,026,737                   Borrowings - net
         Utang obligasi - bersih                   2,494,648                   2,501,299               Bonds payable - net


                                                    31 Desember/December 2023
                                            Nilai tercatat/            Nilai wajar/
                                            Carrying value             Fair value

         Aset keuangan:                                                                                 Financial assets:
         Kas dan kas di bank                         344,293                     344,293           Cash and cash in banks
         Piutang sewa                                                                                        Finance lease
            pembiayaan                             4,997,775                   4,851,127                    receivables
         Piutang pembiayaan                                                                           Consumer financing
            konsumen                                 518,546                     512,393                    receivables
            Tagihan anjak piutang                    132,337                     132,337             Factoring receivables
         Piutang lain-lain                                                                               Other receivables
            dan uang muka                             25,746                      25,125                 and advances
         Aset lain-lain                                  925                         462                      Other assets

         Liabilitas keuangan:                                                                          Financial liabilities:
         Utang lain-lain,                                                                                   Other payables,
           liabilitas sewa, dan                                                                     lease liabilities, and
           biaya akrual                              270,490                     242,819              accrued expenses
         Pinjaman yang diterima
           - bersih                                2,610,383                   2,540,720                  Borrowings - net
         Utang obligasi - bersih                   2,093,862                   2,077,876               Bonds payable - net

         Kas dan kas di bank                                             Cash and cash in banks

         Estimasi nilai wajar dari kas dan kas di bank                   For estimated fair value of cash and cash
         dikarenakan jatuh temponya dibawah satu                         equivalent, since the maturity is below one
         tahun, nilai tercatat merupakan perkiraan yang                  year, the carrying value is a reasonable
         layak atas nilai wajarnya.                                      approximation of fair value.




                                                 Halaman -5/97-Page
                                                     276
Page 301
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)     (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)                      28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

    e.   Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan                e. Fair value of financial assets and liabilities
         (lanjutan)                                                 (continued)

         Piutang  sewa    pembiayaan,    piutang                      Finance lease receivables, consumer
         pembiayaan konsumen, anjak piutang, dan                      financing receivables, factoring, and
         pembiayaan modal usaha                                       working capital financing receivables

         Nilai wajar dari piutang sewa pembiayaan,                    The fair value of finance lease receivables,
         piutang pembiayaan konsumen, anjak piutang,                  consumer financing receivables, factoring, and
         dan pembiayaan modal usaha diestimasi                        working capital financing receivables are
         menggunakan diskonto arus kas, dengan                        estimated by using discounted cash flows
         mengacu pada rata-rata tertimbang dari tingkat               applying weighted average market rates
         suku bunga pasar yang diberikan Perseroan                    offered by the Company at statements of
         untuk    aset   keuangan       yang     memiliki             financial position date for financial assets that
         karakteristik yang sama dengan aset                          have similar characteristics with the above
         keuangan tersebut pada tanggal laporan posisi                mentioned financial assets (level 3 - fair value
         keuangan (tingkat 3 - hierarki nilai wajar).                 hierarchy).

         Piutang lain-lain                                            Other receivables

         Termasuk di dalam piutang lain-lain adalah                   Included in other receivables are employee
         piutang karyawan yang nilai wajarnya dinilai                 loans which the fair value is estimated by using
         menggunakan tingkat suku bunga yang                          interest rate applied by Astra Group Company
         digunakan oleh Grup Perseroan Astra (tingkat                 (level 3 - fair value hierarchy). For receivable
         3 - hierarki nilai wajar). Sehubungan dengan                 from BTN, the carrying value approximate the
         tagihan kepada BTN, nilai tercatat merupakan                 fair value based on Directors’ assessment of
         perkiraan atas nilai wajarnya berdasarkan                    similar past customers recoveries from other
         kajian dari Direksi atas ketertagihan dari                   banks (level 3 - fair value hierarchy).
         nasabah lain yang serupa yang diperoleh dari
         bank lain (tingkat 3 - hierarki nilai wajar).

         Utang obligasi                                               Bonds payable

         Nilai wajar obligasi diestimasi menggunakan                  The fair value of bonds are estimated by using
         nilai kuotasi pasar terakhir (tingkat 2 - hierarki           the last quoted market price (level 2 - fair value
         nilai wajar).                                                hierarchy).

         Pinjaman yang diterima                                       Borrowings

         Nilai wajar pinjaman yang diterima diestimasi                The fair value of borrowings is estimated by
         menggunakan diskonto arus kas, dengan                        using discounted cash flows applying weighted
         mengacu pada rata-rata tertimbang dari tingkat               average market rates offered by the Company
         suku bunga pasar yang diberikan Perseroan                    at statements of financial position date for
         untuk liabilitas keuangan yang memiliki                      financial     liabilities    that      have     similar
         karakteristik yang sama dengan liabilitas                    characteristics with the above mentioned
         keuangan tersebut pada tanggal laporan posisi                financial liabilities (level 3 - fair value hierarchy).
         keuangan (tingkat 3 - hierarki nilai wajar).

         Utang lain-lain dan biaya akrual                             Other payables and accrued expenses

         Estimasi nilai wajar dari utang lain-lain dan                For estimated fair value of other payables and
         biaya akrual dikarenakan jatuh temponya di                   accrued expenses, since the maturity is below
         bawah satu tahun, nilai tercatat merupakan                   one year, the carrying value is a reasonable
         perkiraan yang layak atas nilai wajarnya.                    approximation of fair value.




                                                 Halaman -5/98-Page
                                                     277
Page 302
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                          31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)          (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

29. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN                             29. BASIC AND          DILUTIVE       EARNINGS           PER
                                                                      SHARE

    Laba per saham dasar                                              Basic earnings per share

    Laba per saham dasar dihitung dengan membagi                      Basic earnings per share is calculated by dividing
    laba bersih pemegang saham dengan rata-rata                       the net profit attributable to shareholders by the
    tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun                    weighted average number of ordinary shares
    yang bersangkutan.                                                outstanding during the year.

                                                31 Desember/       31 Desember/
                                               December 2024      December 2023

    Laba bersih yang tersedia                                                                        Net profit attributable to
    bagi pemegang saham                               215,951            165,424                            shareholders
    Rata-rata tertimbang saham                                                                     Weighted average number
      biasa yang beredar(dalam                                                                        of ordinary share on
      jutaan)                                                                                            issue (in millions)
                                                            575                 575

    Laba per saham dasar                                                                             Basic earnings per share
      (nilai penuh)                                         376                 288                           (full amount)

    Laba per saham dilusian                                           Diluted earnings per share

    Dalam perhitungan laba bersih per saham dilusian                  Diluted earnings per share is calculated by
    jumlah rata-rata tertimbang jumlah yang beredar                   adjusting the weighted average number of ordinary
    disesuaikan dengan asumsi bahwa semua efek                        shares outstanding to assume conversion of all
    berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif                      potential dilutive ordinary shares.
    dikonversi.

    Pada tanggal 31 Desember 2024 dan                                 As at 31 December 2024 and 2023, the Company
    2023, Perseroan tidak memiliki potensi saham yang                 has no potential dilutive shares.
    bersifat dilutif.


30. REKONSILIASI AKTIVITAS PENDANAAN                              30. NET FINANCING ACTIVITIES
    BERSIH                                                            RECONCILIATION

    Rekonsiliasi dari aktivitas pendanaan adalah                      Reconciliation from financing activities are as
    sebagai berikut:                                                  follows:

                                                      31 Desember/December 2024
                                                                   Perubahan non kas/
                                                                    Non-cash changes
                                                                               Pergerakan
                                                               Pergerakan         beban
                                                              valuta asing/     transaksi/
                              Saldo awal/                     Movement of      Changes in       Saldo akhir/
                              Beginning         Arus kas/        foreign       transaction        Ending
                               balance          Cashflow       exchange  *)        cost           balance

    Pinjaman yang diterima         2,610,383         573,821            5,520           2,395      3,192,119        Borrowings
    Utang obligasi                 2,093,862         400,000                -             786      2,494,648     Bond payables
    Liabilitas sewa                    2,154          (1,646)               -           1,720          2,228     Lease liabilities

                                                                                                                Total liabilities
    Jumlah liabilitas dari                                                                                   from financing
      aktivitas pendanaan          4,706,399         972,175            5,520           4,901      5,688,995       activities




                                                 Halaman -5/99-Page
                                                     278
Page 303
                                      PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                     NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                  31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)               (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. REKONSILIASI AKTIVITAS PENDANAAN                                   30. NET FINANCING ACTIVITIES
    BERSIH (lanjutan)                                                      RECONCILIATION (continued)

    Rekonsiliasi dari aktivitas pendanaan adalah                               Reconciliation from financing activities are as
    sebagai berikut: (lanjutan)                                                follows: (continued)


                                                                   31 Desember/December 2024
                                                                                    Perubahan non kas/
                                                                                    Non-cash changes
                                                                             Pergerakan           Pergerakan
                                                                            valuta asing/      beban transaksi/
                                Saldo awal/              Arus kas/          Movement of           Changes in                  Saldo akhir/
                             Beginning balance           Cashflow        foreign exchange *)   transaction cost              Ending balance

    Pinjaman yang diterima          3,111,305           (493,402)        (11,946)                 4,426       2,610,383          Borrowings
    Utang obligasi                    745,899          1,350,000               -                 (2,037)      2,093,862       Bond payables
    Liabilitas sewa                       815             (1,269)              -                  2,608           2,154       Lease liabilities

                                                                                                                                Total liabilities
    Jumlah liabilitas dari                                                                                                   from financing
      aktivitas pendanaan           3,858,019            855,329         (11,946)                 4,997       4,706,399            activities

    *)   Perseroan telah menerapkan kebijakan lindung nilai untuk         *)      The Company has applied hedging policy for significant portion
         sebagian besar pinjaman yang diterima dalam mata uang                    of borrowings denominated in foreign currencies with floating
         asing dan memiliki tingkat suku bunga mengambang (lihat                  interest rates (refer to Note 10).
         Catatan 10).



31. PERJANJIAN KERJASAMA                                               31. COOPERATION AGREEMENTS

    PT Bank Permata Tbk (“Permata”)                                            PT Bank Permata Tbk (“Permata”)

    Pada tanggal 25 Maret 2009, Perseroan                                  On 25 March 2009, the Company entered into a
    mengadakan perjanjian Pelaksanaan Jasa                                 Post-Dated Cheque (PDC) Intake Service
    Layanan Pengambilan Post-Dated Cheque (PDC)                            Agreement with Permata and its last amendment
    dengan Permata dan telah dilakukan perubahan                           was on 4 April 2018. This agreement will expire if
    perjanjian terakhir pada tanggal 4 April 2018.                         one of the party terminate this agreement through
    Perjanjian ini akan berakhir apabila terdapat                          a written notification.
    penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.

    Pada tanggal 28 Juni 2010, Perseroan                                       On 28 June 2010, the Company entered into
    mengadakan perjanjian kerjasama layanan produk                             Virtual Account Services agreement with Permata.
    perbankan berupa Virtual Account dengan                                    This agreement will expire if one of the parties
    Permata. Perjanjian ini akan berakhir apabila                              terminate this agreement through a written
    terdapat penghentian dari salah satu pihak secara                          notification.
    tertulis.

    Pada tanggal 1 Mei 2013, Perseroan mengadakan                              On 1 May 2013, the Company entered into Mass
    Perjanjian Kerjasama Penggunaan Layanan Bank                               Payment Transactions agreement with Permata.
    untuk melakukan Transaksi Pembayaran Masal                                 This agreement will expire if one of the parties
    dengan Permata. Perjanjian ini akan berakhir                               terminate this agreement through a written
    apabila terdapat penghentian dari salah satu pihak                         notification.
    secara tertulis.

    PT United Tractors Tbk (“UT”)                                              PT United Tractors Tbk (“UT”)

    Pada tanggal 11 April 2014, Perseroan                                      On 11 April 2014, the Company entered into a
    mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT                                  cooperation agreement with UT to provide an
    untuk memberikan fasilitas pembiayaan alat berat                           interesting and competitive financing facility of
    yang menarik dan kompetitif kepada pelanggan                               heavy equipments in the form of New Generation
    dalam bentuk Fasilitas New Generation dan telah                            and its last amendment was on 26 July 2016. This
    dilakukan perubahan perjanjian terakhir pada                               agreement will expire if one of the party terminate
    tanggal 26 Juli 2016. Perjanjian ini akan berakhir                         this agreement through a written notification.
    sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak
    secara tertulis.


                                                      Halaman -5/100-Page
                                                           279
Page 304
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                       NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                    31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)    (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

31. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan)                         31. COOPERATION AGREEMENTS (continued)

    PT United Tractors Tbk (“UT”) (lanjutan)                    PT United Tractors Tbk (“UT”) (continued)

    Pada tanggal 12 Mei 2016, Perseroan mengadakan              On 12 May 2016, the Company entered into a
    perjanjian    kerjasama    dengan      UT    untuk          cooperation agreement with UT to provide an
    memberikan fasilitas pembiayaan alat berat yang             interesting and competitive financing facility of
    menarik dan kompetitif kepada pelanggan dalam               heavy equipments in the form of G 16 Facility. This
    bentuk Fasilitas G 16. Perjanjian ini akan berakhir         agreement will expire if one of the parties terminate
    sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak           this agreement through a written notification.
    secara tertulis.

    Pada tanggal 11 September 2019, Perseroan                   On 11 September 2019, the Company entered into
    mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT                   a cooperation agreement with UT to provide an
    untuk memberikan fasilitas pembiayaan suku                  interesting and competitive financing facility of
    cadang dan/atau layanan perbaikan dan                       spare part and/or maintenance service and after
    pemeliharaan (purna jual) bagi pelanggan dalam              sales for customers in the form of Product Support
    bentuk Fasilitas Pembiayaan Product Support.                Financing. This agreement will expire if one of the
    Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada                party terminate this agreement through a written
    penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.          notification.

    Pada tanggal 24 Februari 2020, Perseroan                    On 24 February 2020, the Company entered into
    mengadakan kesepakatan bersama dengan UT                    mutual agreement with UT to provide an interesting
    untuk memberikan fasilitas pembiayaan atas alat             and competitive financing facility of heavy
    berat Komatsu Hydraulic Excavator PC210 bagi                equipment Komatsu Hydraulic Excavator PC210
    pelanggan dalam bentuk Fasilitas Paket                      for customers in the form of UT-PC210 Financing
    UT-PC210. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika          Facility. This agreement will expire if one of the
    ada penghentian dari salah satu pihak secara                party terminate this agreement through a written
    tertulis.                                                   notification.

                                                                On 17 November 2021, the Company entered into
    Pada tanggal 17 November 2021, Perseroan                    cooperation agreement with UT to provide an
    mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT                   interesting and competitive financing facility of
    untuk memberikan fasilitas pembiayaan atas alat             heavy equipment for customers engaged in
    berat bagi pelanggan yang bergerak di bidang                bauxite mining business sector in the form of
    usaha pertambangan bauksit dalam bentuk                     Bauxite Package Financing Facility. This
    Fasilitas Pembiayaan Paket Bauksit. Perjanjian ini          agreement will expire if one of the parties terminate
    akan berakhir sampai jika ada penghentian dari              this agreement through a written notification.
    salah satu pihak secara tertulis.

    Pada tanggal 17 Oktober 2023, Perseroan                     On 17 October 2023, the Company entered into
    mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT                   cooperation agreement with UT to provide a
    untuk     memberikan       fasilitas  pembiayaan            financing facility related to General Overhaul
    sehubungan dengan kebutuhan pelaksanaan                     activities of heavy equipment for customers in the
    General Overhaul atas alat berat bagi pelanggan             form of General Overhaul Financing Facility. This
    dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan General                   agreement will expire if one of the parties terminate
    Overhaul. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika          this agreement through a written notification.
    ada penghentian dari salah satu pihak secara
    tertulis.

    PT Serasi Autoraya                                          PT Serasi Autoraya

    Pada tanggal 26 Januari 2010, Perseroan                     On 26 January 2010, the Company entered into a
    mengadakan kerjasama pengadaan sejumlah                     procurement of cars for operational and employee
    mobil untuk kebutuhan operasional maupun                    needs with PT Serasi Autoraya. This agreement
    karyawan Perseroan dengan PT Serasi Autoraya.               will expire if one of the parties terminate this
    Perjanjian ini akan berakhir sesuai tanggal periode         agreement through a written notification.
    sewa yang tercantum dalam lampiran perjanjian.




                                                Halaman -5/101-Page
                                                     280
Page 305
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                       NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                    31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)    (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

31. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan)                         31. COOPERATION AGREEMENTS (continued)

    PT Pamapersada Nusantara                                    PT Pamapersada Nusantara

    Pada tanggal 16 April 2019, Perseroan dan                   On 16 April 2019, The Company has entered into
    PT Pamapersada              Nusantara     telah             a mutual agreement with PT Pamapersada
    menandatangani kesepakatan bersama untuk                    Nusantara to offer factoring financing facility in
    memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang               the form of PAMA Factoring Facility. This
    bagi    pelanggan     dalam     bentuk Fasilitas            agreement will expire if one of the parties
    Pembiayaan Factoring PAMA. Perjanjian ini akan              terminate this agreement through a written
    berakhir sampai jika ada penghentian dari salah             notification.
    satu pihak secara tertulis.

    PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales                 PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales
    Operation                                                    Operation

    Pada tanggal 28 November 2019, Perseroan dan                 On 28 November 2019, The Company entered
    PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales                 into     a    cooperation      agreement        with
    Operation telah menandatangani perjanjian kerja              PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales
    sama untuk memberikan fasilitas pembiayaan bagi              Operation to offer financing facility for customers
    pelanggan dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan                  in the form of Vehicle Financing Facility. This
    Kendaraan Bermotor. Perjanjian ini akan berakhir             agreement will be expired if one of the parties
    sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak            terminate this agremeent through a written
    secara tertulis.                                             notification.

    PT Astra Graphia Tbk                                        PT Astra Graphia Tbk

    Pada tanggal 11 Juni 2019, Perseroan dan PT                 On 11 June 2019, The Company entered into a
    Astra Graphia Tbk telah menandatangani                      cooperation agreement with PT Astra Graphia Tbk
    perjanjian kerja sama untuk memberikan fasilitas            to offer financing facility for customers. This
    pembiayaan bagi pelanggan. Perjanjian ini akan              agreement will be expired if one of the parties
    berakhir sampai jika ada penghentian dari salah             terminate this agreement through a written
    satu pihak secara tertulis.                                 notification.

    PT Astra International Tbk - Isuzu Sales                    PT Astra International Tbk - Isuzu Sales
    Operation                                                   Operation

    Pada tanggal 9 April 2020, Perseroan dan                    On 9 April 2020, The Company entered into a
    PT Astra International Tbk - Isuzu Sales Operation          cooperation             agreement               with
    telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk            PT Astra International Tbk - Isuzu Sales
    memberikan fasilitas pembiayaan bagi pelanggan              Operation to offer financing facility for customers
    dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan Kendaraan                 in the form of Vehicle Financing Facility. This
    Bermotor. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika          agreement will be expired if one of the parties
    ada penghentian dari salah satu pihak secara                terminate this agremeent through a written
    tertulis.                                                   notification.

    PT Astra WeLab Digital Arta                                 PT Astra WeLab Digital Arta

    Pada tanggal 31 Agustus 2020, Perseroan dan                 On 31 August 2020, The Company entered into
    PT Astra WeLab Digital Arta telah menandatangani            a cooperation agreement with PT Astra WeLab
    perjanjian kerja sama untuk menjalin kerja sama             Digital Arta regarding financing cooperation
    pembiayaan penerusan (channelling) dengan                   through channelling financing to offer financing
    menyalurkan      pembiayaan     kepada     debitur.         facility for customers. This agreement will be
    Perjanjian kerja sama ini akan berakhir sampai jika         expired if one of the parties terminate this
    ada penghentian dari salah satu pihak secara                agreement through a written notification.
    tertulis.

    PT Asuransi Astra Buana                                     PT Asuransi Astra Buana

    Pada tanggal 2 Oktober 2020, Perseroan telah                On 2 October 2020, the Company has entered
    melakukan kontrak dengan PT Asuransi Astra                  an agreement with PT Asuransi Astra Buana to
    Buana, pihak berelasi, untuk mengasuransikan                insure the financing receivables from the
    piutang pembiayaan dari bisnis pembiayaan                   channelling           business          with
    penerusan dengan PT Astra Welab Digital Arta.               PT Astra WeLab Digital Arta.

                                                Halaman -5/102-Page
                                                     281
Page 306
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                       NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                    31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)    (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

31. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan)                         31. COOPERATION AGREEMENTS (continued)

    PT Serasi Logistics Indonesia                               PT Serasi Logistics Indonesia

    Pada tanggal 2 Maret 2020, Perseroan dan                    On 2 March 2020, The Company has entered
    PT        Serasi  Logistics     Indonesia    telah          into a mutual agreement with PT Serasi Logistics
    menandatangani kesepakatan bersama untuk                    Indonesia to offer factoring financing facility in the
    memberikan fasilitas anjak piutang bagi pelanggan           form of SELOG Factoring Facility. This
    dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan Factoring                 agreement will expire if one of the parties
    SELOG. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika             terminate this agreement through a written
    ada penghentian dari salah satu pihak secara                notification.
    tertulis.

    PT Astra Agro Lestari Tbk                                   PT Astra Agro Lestari Tbk

    Pada tanggal 1 Maret 2021, Perseroan dan                    On 1 March 2021, The Company has entered
    PT Astra Agro Lestari Tbk telah menandatangani              into a cooperation agreement with PT Astra Agro
    perjanjian kerjasama untuk memberikan fasilitas             Lestari Tbk to offer fertilizer financing facility for
    pembiayaan atas pupuk bagi mitra prioritas dalam            priority customers in the form of Fertilizer
    bentuk Program Fasilitas Pembiayaan Pupuk.                  Financing Facility Program. This agreement will
    Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada                expire if one of the parties terminate this
    penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.          agreement through a written notification.

    PT Kalimantan Prima Persada                                 PT Kalimantan Prima Persada

    Pada tanggal 26 Maret 2021, Perseroan dan                   On 26 March 2021, The Company has entered
    PT     Kalimantan      Prima  Persada     telah             into     a     cooperation    agreement       with
    menandatangani perjanjian kerjasama untuk                   PT Kalimantan Prima Persada to offer factoring
    memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang               financing facility in the form of KPP Factoring
    bagi    pelanggan     dalam  bentuk    Fasilitas            Facility. This agreement will expire if one of the
    Pembiayaan Factoring KPP. Perjanjian ini akan               parties terminate this agreement through a
    berakhir sampai jika ada penghentian dari salah             written notification.
    satu pihak secara tertulis.

    PT Harmoni Mitra Utama                                      PT Harmoni Mitra Utama

    Pada tanggal 22 September 2021, Perseroan dan                On 22 September 2021, The Company entered
    PT      Harmoni   Mitra     Utama     telah    telah         into a cooperation agreement with PT Harmoni
    menandatangani perjanjian kerja sama untuk                   Mitra Utama Perseroan to offer factoring
    memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang                financing facility for customers. This agreement
    bagi pelanggan. Perjanjian ini akan berakhir sampai          will expire if one of the parties terminate this
    jika ada penghentian dari salah satu pihak secara            agreement through a written notification.
    tertulis.

    PT Bina Pertiwi                                             PT Bina Pertiwi

    Pada tanggal 5 Januari 2021, Perseroan                      On 5 January 2021, the Company entered into a
    mengadakan perjanjian kerjasama dengan                      cooperation agreement with PT Bina Pertiwi to
    PT Bina Pertiwi untuk memberikan fasilitas                  provide an interesting and competitive financing
    pembiayaan suku cadang dan/atau layanan                     facility of spare part and/or maintenance service
    perbaikan dan pemeliharaan (purna jual) bagi                and after sales for customers in the form of Product
    pelanggan dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan                 Support Financing. This agreement will expire if
    Product Support. Perjanjian ini akan berakhir               one of the parties terminate this agreement
    sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak           through a written notification.
    secara tertulis.

    PT Patria Maritime Lines                                    PT Patria Maritime Lines

    Pada tanggal 21 Desember 2021, Perseroan dan                On 21 December 2021, The Company has
    PT Patria Maritime Lines telah menandatangani               entered into a mutual agreement with
    kesepakatan bersama untuk memberikan fasilitas              PT Patria Maritime Lines to offer factoring
    anjak piutang bagi pelanggan dalam bentuk                   financing facility for customers. This agreement
    Fasilitas Pembiayaan Factoring. Perjanjian ini              will expire if one of the parties terminate this
    akan berakhir sampai jika ada penghentian dari              agreement through a written notification.
    salah satu pihak secara tertulis.


                                                Halaman -5/103-Page
                                                     282
Page 307
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                       NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                    31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)    (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

31. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan)                         31. COOPERATION AGREEMENTS (continued)

    PT United Tractors Pandu Engineering                        PT United Tractors Pandu Engineering

    Pada tanggal 27 August 2021, Perseroan                      On 27 August 2021, The Company entered into
    mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT                   a cooperation agreement with PT United
    United Tractors Pandu Engineering untuk                     Tractors Pandu Engineering to provide an
    memberikan fasilitas pembiayaan suku cadang                 interesting and competitive financing facility of
    dan/atau layanan perbaikan dan pemeliharaan                 spare part and/or maintenance service and after
    (purna jual) bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas          sales for customers in the form of Product
    Pembiayaan Product Support. Perjanjian ini akan             Support Financing. This agreement will expire if
    berakhir sampai jika ada penghentian dari salah             one of the parties terminate this agreement
    satu pihak secara tertulis.                                 through a written notification.

    PT Traktor Nusantara                                        PT Traktor Nusantara

    Pada tanggal 21 April 2022, Perseroan                       On 21 April 2022, the Company entered into a
    mengadakan perjanjian kerjasama dengan                      cooperation agreement with PT Traktor Nusantara
    PT Traktor Nusantara untuk memberikan fasilitas             to provide an interesting and competitive financing
    pembiayaan alat berat yang menarik dan                      facility of heavy equipments. This agreement will
    kompetitif kepada pelanggan. Perjanjian ini akan            expire if one of the parties terminate this
    berakhir sampai jika ada penghentian dari salah             agreement through a written notification.
    satu pihak secara tertulis.

    PT Patria Maritim Perkasa                                   PT Patria Maritim Perkasa

    Pada tanggal 21 Desember 2022, Perseroan dan                On 21 December 2022, The Company has entered
    PT Patria Maritim Perkasa telah menandatangani              into a mutual agreement with PT Patria Maritim
    kesepakatan bersama untuk memberikan fasilitas              Perkasa to offer factoring financing facility in the
    pembiayaan anjak piutang bagi pelanggan dalam               form of PMP Factoring Facility. This agreement will
    bentuk Fasilitas Pembiayaan Factoring PMP.                  expire if one of the parties terminate this
    Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada                agreement through a written notification.
    penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.

    PT Bank Jago Tbk                                            PT Bank Jago Tbk

    Pada tanggal 26 September 2024, Perseroan dan               On 26 September 2024, the Company has entered
    PT Bank Jago Tbk telah menandatangani                       into a cooperation agreement in a form of joint
    perjanjian kerja sama pembiayaan bersama (joint             financing agreement to offer financing facility for
    financing) untuk menyalurkan pembiayaan kepada              customers. This agreement is valid for 3 (three)
    pelanggan. Perjanjian kerja sama berlaku selama 3           years since the signing date of the cooperation
    (tiga) tahun sejak ditandatanganinya perjanjian             agreement.
    kerja sama.


32. KASUS LITIGASI                                          32. LITIGATION CASE

    Perseroan mengajukan gugatan hukum perdata                  The Company has filed a civil lawsuit which was
    yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri                 registered at the Central Jakarta District Court on
    Jakarta       Pusat        pada         tanggal             14 March 2017 related to the Company’s funds
    14 Maret 2017 terkait dengan dana Perseroan                 amounting to Rp110,000 at one of the national
    sebesar Rp110.000 pada salah satu bank nasional             banks (the “Bank”) which had not been
    (“Bank”) yang belum dapat ditarik kembali oleh              withdrawn by the Company. The Bank informed
    Perseroan. Bank menginformasikan bahwa dana                 that the funds become the object of investigation
    tersebut menjadi objek investigasi pihak yang               by the authorities on the alleged criminal offense
    berwenang terkait dugaan tindak pidana                      of forgery and/or money laundering.
    pemalsuan dan/atau tindak pidana pencucian
    uang.

    Berdasarkan gugatan tersebut, pada tanggal                  Based on the civil claim, on 12 September 2017,
    12 September 2017, Pengadilan Negeri Jakarta                the     Central     Jakarta      District   Court
    Pusat     mengeluarkan        putusan      nomor            issued          its        verdict        number
    154/PDT.G/2017/PN.JKT.PST yang mengatakan                   154/PDT.G/2017/PN.JKT.PST which stated that
    bahwa eksepsi dari Bank tidak dapat diterima serta          the exception from the Bank is not acceptable
    gugatan Perseroan tidak dapat diterima.                     and also that the civil claim of the Company is
                                                                also not acceptable.


                                                Halaman -5/104-Page
                                                     283
Page 308
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                       NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                    31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)    (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

32. KASUS LITIGASI (lanjutan)                               32. LITIGATION CASE (continued)

    Atas putusan tersebut, Bank telah mengajukan                For this decision, the Bank has submitted an
    banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta dan                appeal to the DKI Jakarta High Court and on
    pada tanggal 7 Juni 2018, Pengadilan Tinggi                 7 June 2018, the DKI Jakarta High Court through
    Jakarta       melalui    putusan      Nomor                 Decision      Number     170/PDT/2018/PT.DKI
    170/PDT/2018/PT.DKI     memutuskan      untuk               decided to grant the appeal filed by the Bank and
    mengabulkan banding yang diajukan oleh Bank                 confirmed the Decision of the Jakarta Pusat
    dan menegaskan putusan Pengadilan Negeri                    District Court.
    Jakarta Pusat.

    Bank kemudian mengajukan permohonan Kasasi                  The Bank then submitted a Cassation application
    atas Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta                  for the Decision of the DKI Jakarta High Court
    tersebut yang telah diterima dan terdaftar di               which was received and registered with the
    Mahkamah Agung Republik Indonesia pada                      Supreme Court of the Republic of Indonesia on
    tanggal 8 Agustus 2018. Atas permohonan Kasasi              8 August 2018. Upon the request for Cassation,
    tersebut, Mahkamah Agung Republik Indonesia                 the Supreme Court of the Republic of Indonesia
    melalui Putusan Nomor 3556 K/Pdt/2018                       through Decision Number 3556 K/Pdt/2018
    tertanggal 30 Januari 2019 memutuskan untuk                 dated 30 January 2019 decided to grant the
    mengabulkan permohonan Kasasi dari Bank dan                 cassation request from the Bank and the
    gugatan Perseroan dinyatakan ditolak.                       Company's lawsuit was rejected.

    Atas Putusan Kasasi tersebut, Perseroan telah               Based on the Cassation decision, the Company
    mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke                 has submitted an application for Judicial Review
    Mahkamah Agung Republik Indonesia pada                      to the Supreme Court of the Republic of
    tanggal 3 Oktober 2019. Berdasarkan permohonan              Indonesia on 3 October 2019. Based on the
    Peninjauan Kembali tersebut, Mahkamah Agung                 request for Judicial Review, the Supreme Court
    Republik Indonesia telah mengeluarkan Putusan               of the Republic of Indonesia has issued Decision
    Nomor 342 PK/Pdt/2020 tertanggal 18 Februari                Number         342       PK/Pdt/2020       dated
    2021 yang baru disampaikan kepada Kuasa                     18 February 2021 which has just been submitted
    Hukum Perseroan pada 17 September 2021 yang                 to      the     Company's       Attorney      on
    menyatakan bahwa permohonan Peninjauan                      17 September 2021, which stated that the
    Kembali Perseroan dikabulkan, membatalkan                   application for Judicial Review of the Company
    Putusan Mahkamah Agung Nomor 3556                           was granted, canceled the Supreme Court's
    K/Pdt/2018 tanggal 30 Januari 2019, dan                     Decision Number 3556 K/Pdt/2018 dated
    menyatakan gugatan Perseroan tidak dapat                    30 January 2019 and stated that the Company's
    diterima.                                                   lawsuit was inadmissable.

    Pada 17 Juli 2023, Perseroan melalui kuasa                  On 17 July 2023, the Company through its Legal
    hukumnya telah mengajukan gugatan baru                      Attorney has filed a new lawsuit against the Bank
    terhadap Bank di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat            at Central Jakarta District Court and registered
    dan    terdaftar   dengan     Nomor     Perkara             with Case Number 452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst.
    452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst. Terhadap gugatan                 Regarding to this lawsuit, Central Jakarta
    tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah             Disctrict Court has issued a decision stating that
    mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa                  Company’s lawsuit is rejected.
    gugatan Perseroan ditolak.

    Atas putusan tersebut, Perseroan mengajukan                 Based on that decision, the Company submitted
    upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi                    an appeal to the DKI Jakarta High Court on
    Jakarta pada tanggal 31 Mei 2024 dengan Nomor               31    May     2024    with    Case     Number
    Perkara 941/PDT/PT.DKI. Terhadap putusan                    941/PDT/PT.DKI. Regarding this decision, the
    tersebut, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah               DKI Jakarta High Court issued a decision dated
    mengeluarkan putusan tertanggal 24 Juli 2024                24 July 2024 stating that the decision from
    yang menyatakan bahwa Putusan Pengadilan                    Central Jakarta District Court Number
    Negeri        Jakarta       Pusat       Nomor               452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst was confirmed.
    452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst dikonfirmasi.

    Selanjutnya Perseroan melalui melalui kuasa                 Subsequently the Company through its attorney
    hukumnya telah mengajukan upaya hukum kasasi                has submitted a cassation legal action dated 5
    tertanggal 5 Agustus 2024 ke Mahkamah Agung                 August 2024 to the Supreme Court of the
    Republik Indonesia. Sampai dengan saat ini,                 Republic of Indonesia. To date, the Company is
    Perusahaan masih menunggu putusan dari                      still waiting for the decision from the Supreme
    Mahkamah Agung Republik Indonesia.                          Court of Republic Indonesia.


                                                Halaman -5/105-Page
                                                     284
Page 309
                                            PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                         NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                                      31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                                    (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

33. INFORMASI   TAMBAHAN    YANG   TIDAK                                                     33. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT
    DIPERSYARATKAN      OLEH    STANDAR                                                          REQUIRED BY INDONESIAN ACCOUNTING
    AKUNTANSI INDONESIA                                                                          STANDARDS

    a.    Manajemen risiko keuangan                                                               a. Financial risk management

          Risiko kredit                                                                               Credit risk

          Penyisihan kerugian berdasarkan POJK                                                        The loss allowance based on POJK
          No.      35/POJK.05/2018   pada   tanggal                                                   No.       35/POJK.05/2018     as      at
          31 Desember 2024 dan 2023 ditetapkan                                                        31 December 2024 and 2023 was determined
          sebagai berikut untuk piutang pembiayaan:                                                   as follows for financing receivables:
          (tidak diaudit)                                                                             (unaudited)

                                                                  31 Desember/December 2024
                                                    Dalam
                                                  perhatian
                                                   khusus/              Kurang                                                   Jumlah/Total
                                  Lancar/          Special              lancar/             Diragukan/           Macet/
                                  Current          mention            Substandard            Doubtful            Loss

         Piutang sewa                                                                                                                                    Finance lease
          pembiayaan                271,747            15,728                   10                  536              1,295             289,316           receivables
         Piutang pembiayaan                                                                                                                        Consumer financing
          konsumen                   46,674            10,189                 682                 4,551                      -          62,096           receivables
         Piutang pembiayaan                                                                                                                    Working capital financing
          modal usaha                     6                   -                   -                      -                   -               6           receivables
         Tagihan anjak piutang        6,810                   -                   -                      -                   -           6,810   Factoring receivables

                                    325,237            25,917                 692                 5,087              1,295             358,228

                                                                  31 Desember/December 2023
                                                    Dalam
                                                  perhatian
                                                   khusus/              Kurang                                                   Jumlah/Total
                                  Lancar/          Special              lancar/             Diragukan/           Macet/
                                  Current          mention            Substandard            Doubtful            Loss

         Piutang sewa                                                                                                                                       Finance lease
          pembiayaan                 245,005           22,201                   31                  616                      -         267,853              receivables
         Piutang pembiayaan                                                                                                                           Consumer financing
          konsumen                    36,426            5,959                  152                       -                   -          42,537              receivables
         Tagihan anjak piutang         3,896                -                    -                       -                   -           3,896       Factoring receivables

                                    285,327            28,160                 183                   616                      -         314,286

          Analisis kualitas piutang pembiayaan yang                                                   An analysis of financing receivables quality
          diberikan       berdasarkan  POJK     No.                                                   based on POJK No. 35/POJK.05/2018 on
          35/POJK.05/2018 tanggal 31 Desember 2024                                                    31 December 2024 and 31 December 2023 is
          dan 31 Desember 2023 adalah sebagai                                                         set out below: (unaudited)
          berikut: (tidak diaudit)
                                                                        31 Desember/December 2024
                                                  Dalam perhatian
                                    Lancar/           khusus/          Kurang lancar/          Diragukan/           Macet/
                                    Current       Special mention       Substandard             Doubtful            Loss             Jumlah/Total

          Piutang sewa                                                                                                                                         Finance lease
             pembiayaan               6,095,024            52,669                 334                 2,507               3,106          6,153,640            receivables
          Piutang pembiayaan                                                                                                                             Consumer financing
             konsumen                   879,917            34,592               1,122                 7,454                      -         923,085            receivables
          Piutang pembiayaan                                                                                                                         Working capital financing
             Modal usaha                    280                   -                     -                    -                   -             280            receivables
          Tagihan anjak piutang         158,955                   -                     -                    -                   -         158,955     Factoring receivables

                                      7,134,176            87,261               1,456                 9,961               3,106          7,235,960




                                                              Halaman -5/106-Page
                                                                        285
Page 310
                                           PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                                             31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                            (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

33. INFORMASI   TAMBAHAN       YANG   TIDAK                                         33. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT
    DIPERSYARATKAN      OLEH       STANDAR                                              REQUIRED BY INDONESIAN ACCOUNTING
    AKUNTANSI INDONESIA (lanjutan)                                                      STANDARDS (continued)

    a.    Manajemen risiko keuangan (lanjutan)                                           a. Financial risk management (continued)

          Risiko kredit                                                                      Credit risk

          Analisis kualitas piutang pembiayaan yang                                          An analysis of financing receivables quality
          diberikan       berdasarkan  POJK     No.                                          based on POJK No. 35/POJK.05/2018 on
          35/POJK.05/2018 tanggal 31 Desember 2024                                           31 December 2024 and 31 December 2023 is
          dan 31 Desember 2023 adalah sebagai                                                set out below: (unaudited)
          berikut: (tidak diaudit)
                                                                   31 Desember/December 2023
                                                Dalam perhatian
                                  Lancar/           khusus/       Kurang lancar/      Diragukan/       Macet/
                                  Current       Special mention    Substandard         Doubtful        Loss         Jumlah/Total

         Piutang sewa                                                                                                                           Finance lease
            pembiayaan              5,191,155            72,284              574             1,615              -       5,265,628              receivables
         Piutang pembiayaan                                                                                                               Consumer financing
            konsumen                  538,619            22,003              452                   8            -         561,083              receivables
         Tagihan anjak piutang        136,685                 -                -                   -            -         136,685        Factoring receivables

                                    5,866,459            94,287             1,026            1,623              -       5,963,396


     b. Rasio keuangan berdasarkan regulasi OJK                                          b. Financial ratio based on OJK regulation

    Berdasarkan POJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal                                         Based on POJK No. 35/POJK.05/2018 dated
    31 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan                                             31 December 2018 regarding the Organisation of
    Usaha Perusahaan Pembiayaan, Perseroan                                               Financial Company Business, the Company is
    diharuskan untuk memenuhi sejumlah rasio                                             required to comply with several financial ratios.
    keuangan tertentu. Rasio keuangan tersebut                                           These financial ratios are calculated based on
    dihitung berdasarkan POJK No. 35/POJK.05/2018                                        POJK No. 35/POJK.05/2018 and may not be
    dan mungkin tidak sesuai dengan Standar Akuntansi                                    consistent with Indonesian Financial Accounting
    Keuangan di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa                                   Standards. The following are some of the financial
    rasio keuangan berdasarkan Peraturan OJK:                                            ratios based on OJK Regulation: (unaudited)
    (tidak diaudit)
                                                          31 Desember/             31 Desember/
                                                           December                 December
                                                              2024                     2023

    Financing to asset ratio                                       95.15%                92.44%                                     Financing to asset ratio

    Rasio saldo piutang pembiayaan neto
      terhadap total pendanaan yang diterima                      118.65%               119.79%                 Net financing receivables to funding ratio

    Rasio saldo piutang pembiayaan untuk pembiayaan                                                             Net financing receivables for investment
      investasi dan modal kerja dibandingkan dengan                                                                   working capital financing to total
      total saldo piutang pembiayaan                                 100%                99.99%                             financing receivables ratio

    Rasio piutang pembiayaan bermasalah (NPF) - kotor               0.33%                  0.08%            Non-performing financing ratio (NPF) - gross

    Rasio permodalan                                               32.62%                33.81%                                                 Capital ratio

    Rasio ekuitas terhadap modal disetor                          222.27%               188.30%                             Equity to paid up capital ratio




                                                           Halaman -5/107-Page
                                                                  286
Page 311
                                   PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                       NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023                                                    31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)    (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

34. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN                     34. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD

    Dividen                                                     Dividend

    Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham                       Based on the Annual General Meeting of the
    tanggal 21 April 2025, para pemegang saham                  Shareholders dated 21 April 2025, the
    menyetujui untuk pembagian dividen final untuk              shareholders approved the distribution of final
    tahun 2024 sejumlah Rp47.141 atau Rp82 (dalam               dividend for 2024 of Rp47,141 or Rp82 (full
    satuan rupiah) per saham biasa yang telah                   Rupiah) per ordinary share, which was paid to
    dibayarkan kepada pemegang saham pada                       the shareholders on 28 May 2025.
    tanggal 28 Mei 2025.


35. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN                     35. REISSUANCE OF FINANCIAL STATEMENTS

    Sehubungan dengan rencana Perseroan untuk                   In relation to the Company's plan for Continuous
    melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan                      Public Offering of SANF Shelf Registration Bond V
    Obligasi Berkelanjutan V SANF dengan Tingkat                with Fixed Interest Rate Phase I Year 2025, the
    Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025, Perseroan telah             Company has reissued its financial statements as
    menerbitkan kembali laporan keuangan tanggal                at 31 December 2024 and 2023 and for the years
    31 Desember 2024 dan 2023 dan untuk tahun-tahun             then ended, to conform with the comments from
    yang berakhir pada tanggal tersebut, untuk                  OJK.
    menyesuaikan dengan komentar dari OJK.

    Penerbitan kembali laporan keuangan tersebut                The reissuance of financial statements changed
    mengubah beberapa catatan dalam laporan                     several notes to the financial statements as
    keuangan sebagai berikut:                                   follows:
    - Catatan 2. Kebijakan akuntansi yang material              - Note 2. Material accounting policies
    - Catatan 13. Aset lain-lain                                - Note 13. Other assets
    - Catatan 14. Pinjaman yang diterima                        - Note 14. Borrowings
    - Catatan 15. Utang obligasi                                - Note 15. Bonds payable
    - Catatan 16. Liabilitas sewa                               - Note 16. Lease liabilities
    - Catatan 17. Perpajakan                                    - Note 17. Taxation
    - Catatan 22. Pendapatan                                    - Note 22. Income
    - Catatan 23. Beban bunga dan keuangan                      - Note 23. Interest and financing charges
    - Catatan 24. Beban usaha                                   - Note 24. Operating expenses
    - Catatan 34. Peristiwa setelah periode pelaporan           - Note 34. Events after the reporting period




                                                Halaman -5/108-Page
                                                     287
Page 312
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
18 Office Park, Lt. 23
Jl. T.B. Simatupang No. 18
Jakarta Selatan 12520
www.sanf.co.id
legal@sanf.co.id
Ph: +62 21 781 75 55
Fax: +62 21 781 9111 / 7884 7224 / 2270 8500

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.23 MB
Published8 Jul 2025
Pages312
Characters1,426,040
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 230 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE p.1 ×76
linked org PT TRIMEGAH SEKURITAS p.1 ×2
linked org PT MANDIRI SEKURITAS p.1 ×7
linked org Dana Pensiun p.6 ×4
linked org Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. p.10 ×5
linked org PT Bank Danamon Indonesia p.38 ×10
linked org PT Bank Mizuho Indonesia p.38 ×9
linked — Standard Chartered p.38 ×4
linked org Bank Mandiri Tbk p.38 ×13
linked org Bank SMBC Indonesia Tbk p.38 ×8
linked org Bank Permata Tbk p.39 ×17
linked org United Tractors Tbk p.39 ×52
linked org Mizuho Bank Ltd. p.39 ×4
linked org Bank Central Asia Tbk p.43 ×6
linked org Astra International Tbk p.44 ×33
linked org Bank Rakyat p.46 ×5
linked org PT Serasi Autoraya p.49 ×4
linked org PT Pamapersada Nusantara p.49 ×5
linked org Astra Graphia Tbk p.49 ×8
linked org Astra Agro Lestari Tbk p.50 ×14
linked org PT Bina Pertiwi p.50 ×5
linked org PT Patria Maritime Lines p.50 ×3
linked org PT Patria Maritim Perkasa p.50 ×3
linked org Bank Jago Tbk p.50 ×5
linked org PT Astra Sedaya Finance p.82
linked org PT Federal International Finance p.86 ×3
linked org Multi Artha p.94
linked org Media | Nusantara p.97
linked person FXL Kesuma · Presiden Komisaris p.107 ×8
linked person Arietta Adrianti · Komisaris p.107 ×4
linked person Buntoro Muljono · Komisaris Independen p.107 ×10
linked person Handoko Pranoto · Komisaris Independen p.107 ×11
linked person Handy Hartono · Direktur p.107 ×6
linked person Handri Susanto · Direktur p.107 ×6
linked person Kiyoshi Kuribara · Direktur p.107 ×6
linked person Wempy Kunto Wiambodo · Presiden Direktur p.108 ×6
linked org PT Komatsu Astra Finance p.108
linked org ACSET Indonusa Tbk p.108 ×2
linked org PT Tuah Turangga Agung p.108
linked org PT Agincourt Resources p.108
linked org PT Asmin Bara Bronang p.108
linked org Astra Otoparts Tbk p.120 ×5
linked org Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk p.132 ×5
linked person Rofikoh Rokhim p.152
linked person Awan Nurmawan Nuh p.152
linked person Rabin Indrajad Hattari p.152
linked person Haryo Baskoro Wicaksono p.152
linked person Dwi Ria Latifa p.152
linked person Paripurna Poerwoko Sugarda p.152
linked person Nurmaria Sarosa p.152
linked person Catur Budi Harto p.152
linked person Achmad Solichin Lutfiyanto p.152
linked person Amam Sukriyanto p.152
linked person Viviana Dyah Ayu Retno p.152
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×9
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1 ×37
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.1 ×20
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.7 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.17 ×13
possible org International Tbk. p.88 ×2
possible person Rudy p.101
possible person Suparno Djasmin p.101
possible person Takayuki Akiyama · Komisaris p.105 ×8
possible person Kartika Wirjoatmodjo p.152
possible person Agus Riswanto p.152
possible person Agus Noorsanto p.152
possible person Agus Sudiarto p.152
possible person Agus Winardono p.152
unresolved org PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE KEGIATAN p.1 ×2
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.1 ×11
unresolved org PT FITCH RATINGS INDONESIA AA p.1 ×2
unresolved org PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA p.1 ×4
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia Penawaran Umum Obligasi p.1 ×2
unresolved org PT RHB SEKURITAS INDONESIA p.1 ×5
unresolved org PT INDO PREMIER SEKURITAS p.1 ×4
unresolved org BRI DANAREKSA SEKURITAS INDONESIA TBK p.1 ×2
unresolved person Wiwik Condro · Notaris p.5 ×15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.5 ×7
unresolved org Bapepam p.6 ×14
unresolved org Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan p.6
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.6 ×4
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia p.6
unresolved org Kementerian Keuangan p.6
unresolved org Menteri Keuangan p.9
unresolved org PT BRI Danareksa Sekuritas p.10 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Dalam Kegiatan Jasa Keuangan. p.11
unresolved org Marubeni Corporation p.16 ×12
unresolved org PT Marubeni Indonesia SMI p.16
unresolved org PT Sedaya Multi Investama p.16 ×7
unresolved org PT Sangga Loka Subur p.17 ×4
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.17 ×6
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Pusat p.17 ×9
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17 ×2
unresolved person Benny Kristianto · Notaris p.17 ×2
unresolved org PT Marubeni Indonesia p.17 ×5
unresolved org Rianto & Rekan p.18 ×5
unresolved org Menteri Keuangan RI p.19 ×2
unresolved org PT Fitch Ratings Indonesia p.23
unresolved org ASTRA INTERNASIONAL Tbk p.32 ×2
unresolved org Rintis p.38 ×4
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia p.38 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.38 ×4
unresolved org PT Bank Rakyat IV SANF Tahap I Tahun p.46
unresolved org PT Bank Rakyat SANF IV Tahap II Tahun p.46 ×2
unresolved org PT Bank Rakyat SANF IV Tahap III p.46 ×2
unresolved org PT Fitch Ratings Indonesia Tahun p.47 ×2
unresolved org PT Pemeringkat Efek Tahun p.47 ×2
unresolved org KKA Halim & Rekan p.47
unresolved org PT Milliman Indonesia p.47
unresolved org PT Serasi Autoraya. Perjanjian p.49
unresolved org PT Astra WeLab Digital Arta p.49 ×3
unresolved org PT Asuransi Astra Buana p.49 ×14
unresolved org PT Serasi Logistics Indonesia p.50 ×2
unresolved org PT Kalimantan Prima Persada p.50 ×2
unresolved org PT Harmoni Mitra Utama p.50 ×2
unresolved org PT Traktor Nusantara p.50 ×3
unresolved org PT. Buana Tekno Solusindo p.72
unresolved org PT. Urban Corporatama. p.72
unresolved person Akta Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya · Notaris p.82 ×7
unresolved person Paul Andrew Lapian BBA p.82
unresolved org PT Surya Artha Nusantara Leasing. p.82
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia. p.82 ×2
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.84
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan II p.84
unresolved org Bapepam-LK p.84 ×2
unresolved org Tractors Tbk p.84 ×13
unresolved org PT Komatsu p.84
unresolved org PT Surya Artha Nusantara p.85 ×4
unresolved org PT Surya Artha p.86 ×13
unresolved org Graphia Tbk p.87
unresolved org PT Pamapersada p.87
unresolved org PT Surya p.87 ×9
unresolved org PT Astra Welab p.89
unresolved org PT Astra Agro p.89 ×2
unresolved org Lestari Tbk p.89 ×2
unresolved org PT Astra Kreasi p.89
unresolved org PT Asuransi Astra Buana Jenis Asuransi p.91 ×4
unresolved org Penegasan Kembali Tbk p.93
unresolved org Bank ANZ p.93 ×2
unresolved org PT United p.93 ×3
unresolved org Permata Tbk p.93
unresolved org Fasilitas Tbk p.94
unresolved org Mandiri (Persero) Tbk p.94 ×2
unresolved org PT Surya Artha Kredit Modal Kerja p.94
unresolved person Tito Utoyo · Notaris p.95 ×3
unresolved org PT Surya Abadi p.96 ×2
unresolved org PT Surya Abadi Permai p.96
unresolved org PT Surya Cakra p.96
unresolved org PT Surya Cakra Anugerah p.96
unresolved person Surianto · Notaris p.96
unresolved org PT Kompas Media p.97
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup p.99
unresolved org STRUKTUR PERMODALAN Pihak p.99
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.99 ×4
unresolved org Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum p.100 ×5
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Selatan p.100 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.100 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.100
unresolved person Gibson Thomasyadi · Notaris p.100
unresolved person Hugeng Gozali p.101
unresolved person Widya Adi Tjahjono p.101
unresolved person Handoko Liem p.101
unresolved person Jap Sanantha Krisna p.101
unresolved org PT Astra p.101
unresolved org PT Arya Kharisma p.101
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.101
unresolved — Mayorit · Pemegang Saham p.103
unresolved org JPMorgan Securities Japan Co., Ltd. p.103
unresolved org Sompo Japan Insurance Inc p.103
unresolved org Tentang Marubeni Corporation p.103
unresolved person Mudofir Hadi · Notaris p.105
unresolved person Erni Rohaini · Notaris p.105
unresolved person Shinji Kasai p.105
unresolved person Tori Takamura p.105
unresolved person Waka Yamamoto p.105
unresolved person Takahiro Yoshioka p.105
unresolved person Kazuki Aikawa p.105
unresolved person Tomohito Irie p.105
unresolved person Yutaka Fukuma p.105
unresolved person Hideki Otaki p.105
unresolved person Kento Tomitori Komunikasi p.105
unresolved person Harly Setiabudi p.105
unresolved person Shinya Ogata p.105
unresolved person Taisuke Sakuraba Mineral p.105
unresolved person Takeshi Mamiya p.105
unresolved person Takashi Imamura p.105
unresolved org PT Astra Tol Nusantara p.108
unresolved org PT Astra Nusa Perdana p.108
unresolved org PT Asmin Bara Jaan p.108
unresolved org PT Unitra Persada Energia p.108
unresolved org PT Tambang Supra Perkasa p.108
unresolved org PT Tambang Karya Supra p.108
unresolved org PT Berau Coal p.112
unresolved org PT Swadaya Harapan Nusantara p.112
unresolved org PT Komatsu Indonesia p.112
unresolved org PT Pama Persada Nusantara p.112
unresolved org Pte. Ltd p.112
unresolved org PT Pandu Dayatama Patria p.112
unresolved org Yayasan Pendidikan Astra p.112
unresolved org Yayasan Dharma Bhakti Astra p.112
unresolved org Marubeni Iran Corporation p.115
unresolved person Masamichi Takeda p.116
unresolved — Davin Susanto · Sekretaris Perusahaan p.118
unresolved — Tugas-tug · Sekretaris Perusahaan p.119
unresolved person Sirkuler · Komisaris p.119 ×3
unresolved org PT Interdelta p.120
unresolved org PT Adipura Sumber Sedaya p.120 ×2
unresolved org PT Astra Nissan Diesel Indonesia p.120
unresolved org PT Mandiri AXA General Insurance p.120
unresolved org PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance p.120
unresolved org PT Toyota Astra Finance p.120
unresolved org PT Astra Auto Finance p.120
unresolved org PT Bank Universal p.120
unresolved org PT Astra Graphia Information Technology p.120
unresolved org PT AGIT Monitise Indonesia p.120
unresolved org PT Marga Mandala Sakti p.120
unresolved org Analisa Keuangan p.123
unresolved org Departemen Keuangan Republik Indonesia p.123
unresolved org PT Astra CMG Life p.123
unresolved org Mahkamah Agung Republik Indonesia p.132 ×2
unresolved org PT Surya Transportasi Jaya p.132 ×3
unresolved person Fathiah Helmi · Notaris p.152
unresolved org PT Surya Artha Nusantara Finance Hal p.166 ×7
unresolved org Menteri p.169
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.174
unresolved org WIYONO PARTNERSHIP Wiyono Sari p.188
unresolved org PT Trimegah Sekuritas Pendapat p.188

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result