Back to announcement
20250708_TAFS_Pengumuman Pencatatan Awal Obligasi dan Sukuk_31912763_lamp1.pdf
Listing Text extracted TAFSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 298
Page 1
JADWAL
Tanggal Efektif : 30 Juni 2025 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Obligasi : 8 Juli 2025
Masa Penawaran Umum : 2 – 3 Juli 2025 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 8 Juli 2025
Tanggal Penjatahan : 4 Juli 2025 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 9 Juli 2025
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU
KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI
PROSPEKTUS
DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN
SEMUA INFORMASI, FAKTA DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
Kegiatan Usaha Utama:
Jasa Pembiayaan
Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
Kantor Pusat Kantor Cabang
The Tower Building Lantai 8 dan 9 Memiliki 40 Kantor Cabang, 40 Kantor Cabang Syariah
Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 12 dan 5 Kantor selain Kantor Cabang, yang tersebar di
Jakarta 12930 - Indonesia berbagai wilayah di Indonesia.
Telepon: (021) 5082 1500
Faksimili: (021) 5082 1502
Email: treasury@taf.co.id
Website: www.taf.co.id
PENAWARAN UMUM OBLIGASI BERKELANJUTAN V TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP5.000.000.000.000,- (LIMA TRILIUN RUPIAH) DAN
BAHWA DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN
OBLIGASI BERKELANJUTAN V TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP I TAHUN 2025
DENGAN JUMLAH POKOK SEBESAR RP365.210.000.000,- (TIGA RATUS ENAM PULUH LIMA MILIAR DUA RATUS SEPULUH JUTA RUPIAH)
(“OBLIGASI”)
Obligasi ini dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) oleh para Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang terdiri dari 2 (dua) Seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B yang diterbitkan
tanpa warkat. Obligasi ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut:
Seri A : Jumlah Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah) dengan tingkat bunga Obligasi sebesar 6,15% (enam koma satu lima persen)
per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo.
Seri B : Jumlah Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp165.210.000.000,- (seratus enam puluh lima miliar dua ratus sepuluh juta Rupiah) dengan tingkat bunga Obligasi sebesar
6,50% (enam koma lima nol persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 36 (tiga puluh enam) bulan. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat
tanggal jatuh tempo.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran
Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2025 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi adalah pada tanggal 18 Juli 2026 untuk Seri
A dan 8 Juli 2028 untuk Seri B yang juga merupakan Tanggal Pelunasan Pokok dari masing-masing seri Pokok Obligasi.
OBLIGASI BERKELANJUTAN IV TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP II DAN TAHAP SELANJUTNYA (JIKA ADA) AKAN DITENTUKAN
KEMUDIAN.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN AGUNAN KHUSUS BERUPA BENDA ATAU PENDAPATAN ATAU AKTIVA LAIN MILIK PERSEROAN DALAM BENTUK APAPUN SERTA TIDAK
DIJAMIN OLEH PIHAK LAIN MANAPUN. SELURUH KEKAYAAN PERSEROAN, BAIK BERUPA BARANG BERGERAK MAUPUN BARANG TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA
MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI, KECUALI AKTIVA PERSEROAN YANG DIJAMINKAN SECARA KHUSUS KEPADA PARA KREDITURNYA, MENJADI JAMINAN ATAS
SEMUA UTANG PERSEROAN KEPADA SEMUA KREDITURNYA YANG TIDAK DIJAMIN SECARA KHUSUS ATAU TANPA HAK ISTIMEWA TERMASUK OBLIGASI INI SECARA PARI PAS-
SU BERDASARKAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN, SESUAI DENGAN PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA. KETERANGAN MENGENAI JAMINAN
DAPAT DILIHAT PADA BAB I MENGENAI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN.
PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI
UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI SEBELUM TANGGAL PELUNASAN POKOK OBLIGASI. PERSEROAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMBERLAKUKAN PEMBELIAN
KEMBALI TERSEBUT UNTUK DIPERGUNAKAN SEBAGAI PELUNASAN OBLIGASI ATAU UNTUK DISIMPAN DENGAN MEMPERHATIKAN KETENTUAN DALAM PERJANJIAN
PERWALIAMANATAN DAN PERATURAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU. KETERANGAN MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) DAPAT DILIHAT PADA BAB I MENGENAI
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN DIDAFTARKAN ATAS NAMA KSEI DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG
DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO DUKUNGAN DANA, YAITU KETIDAKCUKUPAN DANA ATAU MODAL YANG ADA SERTA TIDAK ADANYA
DUKUNGAN PENDANAAN DAPAT MENGHAMBAT KELANGSUNGAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN USAHA PEMBIAYAAN.
RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI DARI PT FITCH RATINGS INDONESIA
(“FITCH”) DENGAN PERINGKAT :
AAA(IDN) (Triple A)
KETERANGAN MENGENAI HASIL PEMERINGKATAN DAPAT DILIHAT PADA BAB I MENGENAI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN.
Obligasi akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
Penawaran Obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Obligasi Perseroan.
PENJAMIN PELAKSANA EMISI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI
PT BRI DANAREKSA SEKURITAS PT INDO PREMIER SEKURITAS PT MEGA CAPITAL SEKURITAS PT TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA TBK
WALI AMANAT
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 2 Juli 2025
Page 2
PT Toyota Astra Financial Services (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut “Perseroan”) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Obligasi sehubungan dengan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun Rupiah) kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta dengan surat No. 060/TAF/TRS/IV/25 tanggal 8 April 2025 perihal Surat Pengantar untuk Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No.64 Tahun 1995, Tambahan No. 3608 beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya (“UUPM”) dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Pengembangan Dan Penguatan Sektor Keuangan berarti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan Dan Penguatan Sektor Keuangan (“UUP2SK”). Bahwa dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap. Untuk Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun Rupiah), pada tahap I Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 dengan nilai pokok sebesar Rp365.210.000.000,- (tiga ratus enam puluh lima miliar dua ratus sepuluh juta Rupiah) pada PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sesuai dengan Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek No. S-04320/BEI.PP1/05-2025 tanggal 7 Mei 2025, perihal Persetujuan Prinsip Pencatatan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Tahun 2025 PT Toyota Astra Financial Services (TAFS), yang dibuat oleh BEI. Apabila syarat-syarat pencatatan Obligasi di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum Berkelanjutan akan batal demi hukum dan uang pemesanan pembelian Obligasi yang telah diterima akan dikembalikan kepada para pemesan Obligasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, Perseroan telah menyampaikan Pelaporan Rencana Penerbitan Efek Melalui Penawaran Umum sehubungan dengan penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025, dan rencana penerbitan tersebut telah dicatat dalam administrasi Pengawasan Lembaga Pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana surat OJK No. S-184/PL.11/2025 tanggal 05 Mei 2025, perihal Pencatatan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V PT Toyota Astra Financial Services. Untuk tahap selanjutnya Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal. Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, pendapat, dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia, kode etik, norma dan standar profesinya masing-masing. Sehubungan dengan Penawaran Umum Berkelanjutan ini, semua pihak, termasuk setiap pihak terafiliasi tidak diperkenankan memberikan keterangan atau membuat pernyataan apapun mengenai data atau hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa sebelumnya memperoleh persetujuan tertulis dari Perseroan dan para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi serta para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan ini bukan merupakan pihak Afiliasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung sesuai dengan definisi Afiliasi dalam UUP2SK. Selanjutnya penjelasan mengenai hubungan Afiliasi antara Perseroan dengan para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan para Penjamin Emisi Obligasi dapat dilihat pada Bab X tentang Penjaminan Emisi Obligasi. Sedangkan penjelasan mengenai hubungan Afiliasi antara Perseroan dengan para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan ini dapat dilihat pada Bab XI tentang Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN UNTUK MEMBELI OBLIGASI BERKELANJUTAN INI, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN OBLIGASI BERKELANJUTAN TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA KETENTUAN-KETENTUAN BURSA EFEK YANG BERLAKU DI NEGARA ATAU YURISDIKSI DI LUAR INDONESIA TERSEBUT. PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK. PERSEROAN WAJIB MENYAMPAIKAN PERINGKAT TAHUNAN ATAS SETIAP KLASIFIKASI OBLIGASI KEPADA OJK PALING LAMBAT 10 (SEPULUH) HARI KERJA SETELAH BERAKHIRNYA MASA BERLAKU PERINGKAT TERAKHIR SAMPAI DENGAN PERSEROAN TELAH MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBAN YANG TERKAIT DENGAN OBLIGASI YANG DITERBITKAN, SEBAGAIMANA DIATUR DALAM POJK NO. 49/2020.
Page 3
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI . ..................................................................................................................................................................................................i
DEFINISI DAN SINGKATAN. ........................................................................................................................................................................iii
RINGKASAN . ..............................................................................................................................................................................................xiv
I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN.......................................................................................................................................1
II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI..................................................................17
III. PERNYATAAN UTANG. ..................................................................................................................................................................18
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING.......................................................................................................................................29
V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN..................................................................................................................33
1. UMUM.....................................................................................................................................................................................33
2. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI KEUANGAN DAN KINERJA PERSEROAN.................................34
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING. .....................................................................................................................................36
4. KEUANGAN............................................................................................................................................................................39
5. LIKUIDITAS DAN SUMBER PENDANAAN. ...........................................................................................................................47
6. PEMBELIAN ASET TETAP (BELANJA MODAL). ...................................................................................................................47
7. SEGMEN OPERASI................................................................................................................................................................48
8. RISIKO FLUKTUASI KURS MATA UANG ASING...................................................................................................................51
9. MANAJEMEN RISIKO. ...........................................................................................................................................................52
VI. FAKTOR RISIKO.............................................................................................................................................................................56
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN.....................................................................60
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA. .........61
1. RIWAYAT SINGKAT................................................................................................................................................................61
2. PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN..............................................................................................62
3. MANAJEMEN DAN PENGAWASAN. ....................................................................................................................................62
4. SUMBER DAYA MANUSIA. ...................................................................................................................................................77
5. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN.............................................................................................................................83
6. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM. ........................................84
7. STRUKTUR DAN KETERANGAN TENTANG GRUP............................................................................................................88
8. PERKARA PENGADILAN YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, DEWAN KOMISARIS DAN
DIREKSI PERSEROAN..........................................................................................................................................................90
9. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA.....................................................................................90
10. KETERANGAN TENTANG ASET TETAP............................................................................................................................103
11. PERLINDUNGAN ASURANSI ATAS HARTA KEKAYAAN.................................................................................................. 110
12. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI).................................................................................................................. 110
13. KEGIATAN USAHA PERSEROAN. ..................................................................................................................................... 111
14. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN................................................................................................................... 118
IX. PERPAJAKAN. .............................................................................................................................................................................121
X. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI..................................................................................................................................................123
XI. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL. .......................................................................................................124
i
Page 4
XII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT. ................................................................................................................................128
1) UMUM...................................................................................................................................................................................128
2) PERMODALAN WALI AMANAT............................................................................................................................................128
3) PENGURUS DAN PENGAWASAN.......................................................................................................................................129
4) KEGIATAN USAHA. ..............................................................................................................................................................130
5) PERIZINAN BRI....................................................................................................................................................................131
6) TUGAS POKOK WALI AMANAT...........................................................................................................................................131
7) PENUNJUKAN, PENGGANTIAN DAN BERAKHIRNYA TUGAS WALI AMANAT. ...............................................................132
8) LAPORAN KEUANGAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. ......................................................................132
XIII. TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI.........................................................................................................................................134
XIV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI............................................139
XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM..................................................................................................................................................140
XVI. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN. ................................................................157
ii
Page 5
DEFINISI DAN SINGKATAN
“Afiliasi” : Berarti Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Pasar Modal sebagaimana diubah dengan
UUP2SK, yaitu:
(a) hubungan keluarga karena perkawinan sampai dengan derajat kedua, baik
secara horizontal maupun vertikal, yaitu hubungan seseorang dengan:
1. suami atau istri;
2. orang tua dari suami atau istri dan suami atau istri dari anak;
3. kakek dan nenek dari suami atau istri dan suami atau istri dari cucu;
4. saudara dari suami atau istri beserta suami atau istrinya dari saudara yang
bersangkutan; atau
5. suami atau istri dari saudara orang yang bersangkutan.
(b) hubungan keluarga karena keturunan sampai dengan derajat kedua, baik
secara horizontal maupun vertikal, yaitu hubungan seseorang dengan:
1. orang tua dan anak;
2. kakek dan nenek serta cucu; atau
3. saudara dari orang yang bersangkutan.
(c) hubungan antara pihak dengan karyawan, direktur, atau komisaris dari pihak
tersebut;
(d) hubungan antara 2 (dua) atau lebih perusahaan dimana terdapat satu atau lebih
anggota direksi, pengurus, dewan komisaris, atau pengawas yang sama;
(e) hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung,
dengan cara apa pun, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan atau
pihak tersebut dalam menentukan pengelolaan dan/ atau kebijakan perusahaan
atau pihak dimaksud;
(f) hubungan antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang dikendalikan, baik
langsung maupun tidak langsung, dengan cara apa pun, dalam menentukan
pengelolaan dan/ atau kebijakan perusahaan oleh pihak yang sama; atau
(g) hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama yaitu pihak yang
secara langsung maupun tidak langsung memiliki paling kurang 20% (dua puluh
persen) saham yang mempunyai hak suara dari perusahaan tersebut
“Agen Pembayaran” : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI, berkedudukan di Jakarta
Selatan, yang ditunjuk oleh Perseroan, dan berkewajiban membantu melaksanakan
pembayaran jumlah yang terutang oleh Perseroan atas Obligasi dalam bentuk
Pokok Obligasi, Bunga Obligasi ataupun bentuk lainnya termasuk namun tidak
terbatas pada Denda (jika ada) kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang
Rekening sesuai dengan ketentuan-ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan
Perjanjian Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan segera setelah Agen
Pembayaran menerima dana tersebut dari Perseroan.
“Bank Kustodian” : Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) untuk menjalankan kegiatan usaha sebagai Kustodian.
“Bapepam dan LK” : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan sebagaimana
dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tertanggal 30-
12-2005 (tiga puluh Desember tahun dua ribu lima) nomor: 606/KMK.01/2005
tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga
Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan No. 184/PMK.01/2010 tanggal 11
Oktober 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan, atau para
pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
iii
Page 6
“Bunga Obligasi” : Berarti bunga Obligasi yang merupakan bunga pada Obligasi yang harus dibayar
oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi, kecuali Obligasi yang dimiliki
Perseroan, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.
“Bursa Efek atau : Berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana
BEI” untuk mempertemukan penawaran jual beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan
memperdagangkan Efek diantara mereka, yang dalam hal ini adalah PT Bursa Efek
Indonesia, berkedudukan di Jakarta.
“Daftar Pemegang : Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan tentang
Obligasi ” kepemilikan Obligasi oleh seluruh Pemegang Rekening dan/atau Pemegang
Obligasi di KSEI yang memuat keterangan antara lain: nama, jumlah kepemilikan
Obligasi, status pajak dan kewarganegaraan Pemegang Rekening dan/atau
Pemegang Obligasi berdasarkan data-data yang diberikan oleh Pemegang
Rekening kepada KSEI.
“Denda” : Berarti sejumlah dana yang wajib dibayar akibat adanya keterlambatan kewajiban
pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Pokok Obligasi yaitu sebesar 1% (satu
persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi dari masing-masing seri Obligasi
dari jumlah dana yang terlambat dibayar, yang dihitung secara harian sejak
keterlambatan sampai dengan dibayar lunas suatu kewajiban yang harus dibayar
berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah
360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh)
Hari Kalender.
“Dokumen Emisi” : Berarti Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi, Perjanjian
Perwaliamanatan, Pengakuan Utang, Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi,
Perjanjian Agen Pembayaran, Perjanjian Tentang Pendaftaran Obligasi di KSEI,
Persetujuan Prinsip, Prospektus, Prospektus Awal, Prospektus Ringkas dan
dokumen-dokumen lainnya yang dibuat dalam rangka Penawaran Umum Obligasi.
“Efek” : Berarti surat berharga atau kontrak investasi baik dalam bentuk konvensional dan
digital atau bentuk lain sesuai dengan perkembangan teknologi yang memberikan
hak kepada pemiliknya untuk secara langsung maupun tidak langsung memperoleh
manfaat ekonomis dari penerbit atau dari pihak tertentu berdasarkan perjanjian dan
setiap derivatif atas Efek, yang dapat dialihkan dan/atau diperdagangkan di pasar
modal.
“Efektif” : Berarti telah terpenuhinya seluruh persyaratan Pernyataan Pendaftaran sesuai
ketentuan Pasal 74 UUPM, sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 45 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Emiten
dan Perusahaan Publik, yaitu:
a. atas dasar lewatnya waktu yaitu:
i. 20 (dua puluh) hari sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran diterima OJK
secara lengkap yaitu telah mencakup seluruh kriteria yang ditetapkan dalam
peraturan yang terkait dengan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka
Penawaran Umum; atau
ii. 20 (dua puluh) hari sejak tanggal perubahan terakhir yang disampaikan
Emiten atau yang diminta OJK dipenuhi; atau
atas dasar pernyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau
tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan.
iv
Page 7
“Ekuitas” : Berarti keseluruhan dari:
(a) nilai modal saham Perseroan pada saat ini, yang telah ditempatkan dan disetor
penuh atau dinyatakan telah disetor;
(b) nilai pada posisi kredit atas modal yang dikonsolidasikan dan rekening
cadangan pendapatan dari Perseroan (termasuk rekening-rekening premi
saham, agio saham, cadangan penebusan modal, kredit/debet pada neraca rugi
laba); dan
(c) pinjaman yang diberikan kepada Perseroan yang disubordinasikan secara
penuh dan efektif terhadap tuntutan-tuntutan dari Wali Amanat atau Perseroan
atau sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
tetapi tidak termasuk setiap jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan
Perseroan atas dasar goodwill dan aset tidak berwujud lainnya. Pengertian yang
digunakan dalam definisi ini dibuat berdasarkan Prinsip-prinsip Akuntansi.
“Emisi” : Berarti suatu penawaran umum Obligasi oleh Perseroan untuk ditawarkan dan dijual
kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum.
“Force Majeure” : Berarti kejadian-kejadian yang berkaitan dengan keadaan diluar kemampuan dan
kekuasaan para pihak seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran,
perang atau huru hara di Indonesia, yang mempunyai akibat negatif secara material
terhadap kemampuan masing-masing pihak untuk memenuhi kewajibannya
berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan.
“Formulir Konfirmasi : Berarti formulir hasil penjatahan atas nama pemesan yang diterbitkan oleh Penjamin
Penjatahan” Pelaksana Emisi Obligasi kepada pemesan melalui Penjamin Emisi Obligasi.
“Formulir : Berarti formulir yang harus diisi, ditandatangani dan diajukan oleh calon pembeli
Pemesanan kepada Penjamin Emisi Obligasi.
Pembelian Obligasi”
“Hari Bank” : Berarti hari pada setiap saat Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta
menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.
“Hari Bursa” : Berarti hari-hari dimana Bursa Efek melakukan aktivitas transaksi perdagangan Efek
menurut peraturan perundang-undangan di Negara Republik Indonesia yang
berlaku dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek tersebut.
“Hari Kalender” : Berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender Gregorius tanpa
kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu
ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
“Hari Kerja” : Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang
ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau Hari Kerja biasa yang karena
suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Hari
Kerja biasa.
“Jaminan” : Berarti hak jaminan berupa seluruh harta Perseroan baik bergerak maupun tidak
bergerak yang telah ada maupun yang akan ada sebagaimana diatur dalam Pasal
1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
“Jumlah Pokok yang : Berarti Jumlah Pokok Obligasi yang pada sewaktu-waktu tertentu belum dilunasi dan
v
Page 8
Terutang” karenanya wajib dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi pada Tanggal
Pembayaran Pokok Obligasi.
“Jumlah Terutang” : Berarti semua jumlah uang yang pada suatu waktu tertentu harus dibayar oleh
Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan,
dokumen dan perjanjian lain sehubungan dengan Emisi pada waktu tersebut, yakni
Pokok Obligasi dan Bunga Obligasi yang belum dilunasi dan denda (jika ada).
“Konfirmasi Tertulis” : Berarti konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam Rekening Efek yang
diterbitkan oleh KSEI, atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan
rekening efek yang ditandatangani Pemegang Obligasi, dan konfirmasi tersebut
menjadi dasar untuk pembayaran bunga, pelunasan pokok, dan hak-hak lain yang
berkaitan dengan Obligasi.
“Konfirmasi Tertulis : Berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan oleh KSEI kepada
Untuk RUPO Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening untuk keperluan menghadiri
(KTUR)” RUPO atau mengajukan permintaan agar diselenggarakannya RUPO, dengan
mana terhitung sejak dikeluarkannya KTUR, maka Obligasi akan dibekukan oleh
KSEI sejumlah yang tercantum dalam KTUR dan pencabutan pembekuan Obligasi
dilakukan setelah berakhirnya RUPO dan adanya pemberitahuan dari Wali Amanat.
“KSEI” : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang
menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No.8 tahun 1995 tentang Pasar
Modal yang dalam Emisi Obligasi bertugas sebagai Agen Pembayaran berdasarkan
Perjanjian Agen Pembayaran dan mengadministrasikan Obligasi berdasarkan
Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI.
“Kustodian” : Berarti pihak yang memberi jasa penitipan Obligasi dan harta yang berkaitan
dengan Obligasi serta jasa lainnya termasuk menerima bunga dan hak-hak lain,
menyelesaikan transaksi efek dan mewakili Pemegang Rekening yang menjadi
nasabahnya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pasar Modal, yang meliputi
KSEI, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.
“Masyarakat” : Berarti perorangan, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing
dan/atau badan hukum, baik badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing,
baik yang bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun bertempat
tinggal/berkedudukan di luar negeri.
“Obligasi” : Berarti surat berharga bersifat utang sesuai dengan Seri Obligasi, dengan nama
Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga
Tetap Tahap I Tahun 2025, yang dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi, yang
dikeluarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Penawaran Umum
dengan jangka waktu terlama 36 (tiga puluh enam) bulan, dan akan dicatatkan di
Bursa Efek dan didaftarkan di KSEI, dalam jumlah sebesar Rp365.210.000.000,-
(tiga ratus enam puluh lima miliar dua ratus sepuluh juta Rupiah), yaitu :
a. Obligasi Seri A, dengan jumlah pokok sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus
miliar Rupiah) dengan tingkat bunga Obligasi sebesar 6,15% (enam koma satu
lima persen), dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender
sejak Tanggal Emisi, yang pembayaran Obligasi Seri A tersebut akan dilakukan
pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A; dan
vi
Page 9
b. Obligasi Seri B, dengan jumlah pokok sebesar Rp165.210.000.000,- (seratus
enam puluh lima miliar dua ratus sepuluh juta Rupiah) dengan tingkat bunga
Obligasi sebesar 6,50% (enam koma lima nol persen), dengan jangka waktu 36
(tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Emisi, yang pembayaran Obligasi Seri B
tersebut akan dilakukan pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi
Seri B.
Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan
Pokok Obligasi dari masing-masing Seri Obligasi dan/atau pembelian kembali
sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo
Obligasi sesuai dengan ketentuan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi.
“Otoritas Berarti lembaga yang independen sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
Jasa Keuangan Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Undang-undang OJK) yang
atau OJK” tugas dan wewenangnya meliputi pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa
keuangan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga
pembiayaan dan lembaga keuangan lainnya, dimana OJK merupakan lembaga
yang menggantikan dan menerima hak dan kewajiban untuk melakukan fungsi
pengaturan dan pengawasan dari Bapepam dan/atau Bapepam dan LK dan/atau
Bank Indonesia sesuai ketentuan pasal 55 Undang-Undang OJK.
“Pemegang : Berarti Masyarakat yang memiliki manfaat atas sebagian atau seluruh Obligasi yang
Obligasi” disimpan dan diadministrasikan dalam:
(a) Rekening Efek pada KSEI; atau
(b) Rekening Efek pada KSEI melalui Pemegang Rekening.
“Pemegang : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di KSEI yang
Rekening” meliputi Bank Kustodian atau Perusahaan Efek atau pihak lain yang disetujui oleh
KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar
Modal.
“Pemerintah” : Berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia.
“Penawaran Awal : Berarti ajakan baik secara langsung maupun tidak langsung menggunakan
(bookbuilding)” Prospektus Awal yang antara lain bertujuan untuk mengetahui minat calon pembeli
atas Obligasi yang akan ditawarkan dan/atau perkiraan tingkat bunga Obligasi.
“Penawaran Umum” : Berarti kegiatan penawaran Obligasi yang dilakukan oleh Perseroan untuk menjual
Obligasi kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-
Undang Pasar Modal, dan ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi.
“Penawaran Umum : Berarti kegiatan penawaran umum Obligasi yang diterbitkan dan ditawarkan secara
Berkelanjutan” bertahap dengan tingkat bunga tetap, yang mengacu pada POJK No. 36/ 2014.
“Pengakuan Utang” : Berarti akta yang memuat pengakuan utang Perseroan sehubungan dengan
Obligasi, sebagaimana dibuat dalam Akta Pengakuan Utang No. 47 tanggal 26 Juni
2025, yang dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, S.H., M.KN, Notaris di
Jakarta.
“Penitipan Kolektif” : Berarti jasa penitipan atas efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak yang
kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam Undang-
Undang Pasar Modal.
vii
Page 10
“Penjamin Emisi : Berarti pihak-pihak yang melaksanakan Penawaran Umum atas nama Perseroan
Obligasi” dan melakukan pembayaran hasil Obligasi kepada Perseroan melalui Penjamin
Pelaksana Emisi Obligasi berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, yang
dalam hal ini adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT
Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
“Penjamin : Berarti pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan serta penyelenggaraan
Pelaksana Emisi Penawaran Umum, yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas,
Obligasi” PT Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sesuai
dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat dalam Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi.
“Peraturan No. : Berarti Peraturan Nomor IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka
IX.A.2” Penawaran Umum.
“Peraturan No. : Berarti Peraturan Nomor IX.A.7 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam
IX.A.7” Penawaran Umum.
“Perusahaan : Berarti penasihat investasi berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan kegiatan
Pemeringkat Efek” pemeringkatan dan memberikan peringkat, dalam hal ini PT Fitch Ratings Indonesia,
yang melakukan pemeringkatan atas Obligasi.
“POJK No. 7/2017” : Berarti Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017 tentang
Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat
Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk.
“POJK No. 9/2017” : Berarti Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017 tentang Bentuk
dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam rangka Penawaran Umum
Bersifat Utang.
“POJK No.19/2020” : Berarti Peraturan OJK No. 19/POJK.04/2020 tanggal 23 April 2020 tentang Bank
yang Melakukan Kegiatan Sebagai Wali Amanat.
“POJK No.20/2020” : Berarti Peraturan OJK No. 20/POJK.04/2020 tanggal 23 April 2020 tentang Kontrak
Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.
“POJK No. 29/2020” : Berarti Peraturan OJK No. 29/POJK.05/2020 tanggal 22 April 2020 tentang
Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.05/2014 Tentang
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan.
“POJK No. 30/2014” : Berarti Peraturan OJK Nomor 30/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan
Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan.
“POJK No. 30/2015” : Berarti Peraturan OJK Nomor 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
“POJK No. 33/2014” : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang
Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
“POJK No. 34/2014” : Berarti Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang
Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.
viii
Page 11
“POJK No. 35/2014” : Berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang
Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
“POJK No. 35/2018” : Berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal 27 Desember 2018 tentang
Penyelenggaraan Perusahaan Pembiayaan.
“POJK No. 36/2014” : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 36/POJK.04/2014 tanggal 8
Desember 2014 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang
dan/atau Sukuk.
“POJK No. 44/2020” : Berarti Peraturan OJK Nomor 44/POJK.05/2020 tentang Penerapan Manajemen
Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank.
“POJK No.49/2020” : Berarti Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020 tanggal 3 Desember 2020 tentang
Pemeringkatan Efek Bersifat Utang Dan/Atau Sukuk.
“POJK No. 55/2015” : Berarti Peraturan OJK No.55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang
Pembentukan Dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
“POJK No. 56/2015” : Berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang
Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.
“Perjanjian Agen : Berarti Akta Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra
Pembayaran” Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 09 tanggal
8 April 2025, yang dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, S.H., M.KN, Notaris
di Jakarta antara Perseroan dengan KSEI.
“Perjanjian : Berarti suatu perjanjian yang dibuat antara Perseroan dengan KSEI No. SP-
Pendaftaran Obligasi 045/OBL/KSEI/0325 tanggal 8 April 2025 yang dibuat di bawah tangan dan
Di KSEI” bermeterai cukup.
“Persetujuan Prinsip : Berarti Surat No. S-04320/BEI.PP1/05-2025 tanggal 7 Mei 2025, Perihal:
Pencatatan Efek Persetujuan Prinsip Pencatatan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial
Bersifat Utang” Services Tahap I Tahun 2025 PT Toyota Astra Financial Service (TAFS) yang
dikeluarkan oleh BEI atas permohonan pencatatan Obligasi yang diajukan oleh
Perseroan berdasarkan evaluasi dan penilaian BEI.
“Perjanjian : Berarti Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra
Penjaminan Emisi Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 08 tanggal
Obligasi” 8 April 2025 sebagaimana diubah dengan Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga
Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 09 tanggal 8 Mei 2025, sebagaimana diubah dengan
Addendum II Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra
Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 07 tanggal
5 Juni 2025, sebagaimana diubah dengan Addendum III Perjanjian Penjaminan
Emisi Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat
Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 48 tanggal 26 Juni 2025, yang dibuat di
hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, S.H., M.KN, Notaris di Jakarta.
“Perjanjian : Berarti Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra
Perwaliamanatan” Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 07 tanggal
8 April 2025, sebagaimana diubah dengan Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan
ix
Page 12
Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga
Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 06 tanggal 5 Juni 2025, sebagaimana diubah dengan
Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra
Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 46 tanggal
26 Juni 2025, yang dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, S.H., M.KN,
Notaris di Jakarta.
“Pernyataan : Berarti Akta Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V
Penawaran Umum Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025
Berkelanjutan” No. 06 tanggal 8 April 2025, sebagaimana diubah dengan Addendum I Pernyataan
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial
Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 05 tanggal 5 Juni
2025, sebagaimana diubah dengan Addendum II Pernyataan Penawaran Umum
Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan
Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 No. 45 tanggal 26 Juni 2025, yang dibuat
di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, S.H., M.KN, Notaris di Jakarta.
“Pernyataan : Berarti pernyataan pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 19
Pendaftaran” UUPM juncto POJK No. 7/2017, berikut dokumen-dokumen yang telah diajukan oleh
Perseroan kepada OJK sebelum melakukan Penawaran Umum kepada Masyarakat
termasuk perubahan-perubahan, tambahan-tambahan serta pembetulan-
pembetulan untuk memenuhi persyaratan OJK.
“Perseroan” : Berarti PT Toyota Astra Financial Services, berkedudukan di Jakarta Selatan yang
melakukan Emisi Obligasi.
“Persyaratan : Berarti ketentuan dan persyaratan yang berlaku untuk Obligasi sebagaimana
Obligasi” tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
“Perusahaan : Berarti perusahaan-perusahaan dimana Perseroan memiliki secara langsung
Asosiasi” saham-saham yang ditempatkan dan disetor.
“Perusahaan Efek” : Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi Obligasi,
perantara pedagang efek, dan/atau manajer investasi sebagaimana dimaksud
dalam UUPM.
“Pinjaman” : Berarti total kewajiban Perseroan pada setiap saat (sebagaimana tercantum dalam
laporan tahunan atau laporan 6 (enam) bulanan Perseroan yang terakhir), tetapi
tidak termasuk:
a. pinjaman dari para pemegang saham Perseroan yang disubordinasikan
terhadap tagihan Bank kepada Perseroan (berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan);
b. biaya swap yang timbul (istilah mana dipergunakan dalam laporan keuangan
terakhir Perseroan) atau setiap kewajiban Perseroan sehubungan dengan
transaksi derivatif yang tidak dicantumkan sebagai kewajiban Perseroan dalam
laporan keuangan tahunan atau 6 (enam) bulanan Perseroan yang terakhir; dan
oleh karena itu:
1. jumlah tidak boleh dihitung lebih dari 1 (satu) kali dalam perhitungan yang
sama;
2. pada saat total jumlah Pinjaman pada hari tertentu sedang ditetapkan:
i. jumlah Pinjaman tersebut dalam mata uang lain selain Rupiah adalah
jumlah netto Pinjaman setelah dikurangi dana tunai Perseroan dalam
x
Page 13
mata uang Pinjaman tersebut; dan
ii. jumlah netto Pinjaman yang didenominasikan atau dibayar kembali
dalam mata uang lain selain Rupiah wajib dikonversi untuk menghitung
jumlah yang setara dalam Rupiah dengan menggunakan nilai tukar rata-
rata tertimbang dari forward, nilai strike call option atau nilai beli cross
currency dengan mana Perseroan dapat menukar Rupiah dengan mata
uang tersebut berdasarkan kontrak derivatif yang sah dan berlaku.
“Pokok Obligasi” : Berarti jumlah pokok pinjaman Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan
Obligasi yang terutang dari waktu ke waktu yang pada Tanggal Emisi bernilai
seluruhnya sebesar Rp365.210.000.000,- (tiga ratus enam puluh lima miliar dua
ratus sepuluh juta Rupiah) dengan memperhatikan ketentuan di Perjanjian
Perwaliamanatan.
“Prinsip-prinsip : Berarti prinsip-prinsip akuntansi, standar, konvensi dan praktik yang secara umum
Akuntansi” telah efektif diberlakukan, diterima dan dapat diimplementasikan di Republik
Indonesia yang digunakan oleh Perseroan dalam persiapan laporan keuangannya
sebagaimana prinsip-prinsip akuntansi, standar, konvensi dan praktik diubah untuk
memenuhi perubahan-perubahan prinsip-prinsip akuntansi di Republik Indonesia.
“Prospektus” : Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan
tujuan agar pihak lain membeli efek sebagaimana didefinisikan dalam pasal 1 angka
26 UUPM.
“Prospektus Awal” : Berarti dokumen tertulis yang memuat seluruh informasi dalam Prospektus yang
disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari Pernyataan
Pendaftaran, kecuali informasi mengenai nilai nominal, jumlah seri dan harga
penawaran Obligasi, Penjamin Emisi Obligasi, tingkat suku bunga Obligasi, atau hal-
hal lain yang berhubungan dengan persyaratan penawaran yang belum dapat
ditentukan.
“Prospektus : Berarti ringkasan dari isi Prospektus Awal.
Ringkas”
“Rekening Efek” : Berarti rekening yang memuat catatan mengenai posisi Obligasi dan/atau dana milik
Pemegang Obligasi yang diadministrasikan oleh KSEI atau Pemegang Rekening
berdasarkan perjanjian pembukaan rekening efek yang ditandatangani Pemegang
Obligasi.
“RUPO” : Berarti Rapat Umum Pemegang Obligasi sebagaimana diatur dalam Perjanjian
Perwaliamanatan.
“RUPS” : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang diselenggarakan sesuai
dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
“RUPSLB” : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang
diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
“Satuan : Berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek
Pemindahbukuan” ke Rekening Efek lainnya adalah sebesar Rp1,- (satu Rupiah) dan kelipatannya,
xi
Page 14
“Satuan : Berarti satuan pemesanan Obligasi senilai Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau
Pemesanan” kelipatannya.
“Seri Obligasi” : Berarti:
a. Obligasi Seri A sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah) dengan
jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi,
dan pembayaran Obligasi Seri A tersebut akan dilakukan secara penuh (bullet
payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi seri A pada
tanggal jatuh tempo.
b. Obligasi Seri B sebesar Rp165.210.000.000,- (seratus enam puluh lima miliar
dua ratus sepuluh juta Rupiah) dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan
sejak Tanggal Emisi, dan pembayaran Obligasi Seri B tersebut akan dilakukan
secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah
pokok Obligasi seri B pada tanggal jatuh tempo.
Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan
Seri Obligasi yang telah jatuh tempo dan/atau dengan pelaksanaan pembelian
kembali (buy back) sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan
Sertifikat Jumbo Obligasi.
“Sertifikat Jumbo : Berarti bukti penerbitan Obligasi yang disimpan di KSEI yang diterbitkan atas nama
Obligasi” KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, sertifikat
tersebut wajib diperbaharui dengan jumlah Pokok Obligasi yang terutang setelah
Perseroan melakukan pelunasan sebagian sebagaimana diatur dalam Perjanjian
Perwaliamanatan.
“Suara” : Berarti hak yang dimiliki setiap Pemegang Obligasi senilai Rp1,- (satu Rupiah) untuk
mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, kecuali Pemegang Obligasi yang
dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
“Tanggal Efektif” : Berarti tanggal dimana Pernyataan Pendaftaran yang diserahkan Perseroan kepada
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjadi Efektif, yakni pada hari ke-20 (dua
puluh) Hari Kerja sejak diterimanya Pernyataan Pendaftaran tersebut secara
lengkap, atau pada tanggal lain yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Tanggal Emisi” : Berarti tanggal distribusi Obligasi ke dalam Rekening Efek Penjamin Pelaksana
Emisi Obligasi berdasarkan penyerahan Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterima
KSEI dari Perseroan, yang juga merupakan Tanggal Pembayaran.
“Tanggal : Berarti tanggal pembayaran seluruh nilai Pokok Obligasi yang harus disetor oleh
Pembayaran” Penjamin Emisi Obligasi melalui Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi kepada
Perseroan dengan memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi.
“Tanggal : Berarti tanggal-tanggal pada saat mana Bunga Obligasi menjadi jatuh tempo dan
Pembayaran Bunga” wajib dibayarkan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening dan dengan
memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan.
“Tanggal : Berarti tanggal-tanggal dimana Pokok Obligasi yang terutang menjadi jatuh tempo
Pembayaran Pokok dan wajib dibayarkan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan Daftar Pemegang
Obligasi” Rekening, yakni pada hari yang sama dengan Tanggal Pembayaran Bunga dengan
memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan.
xii
Page 15
“Tanggal : Berarti tanggal dilakukannya penjatahan Obligasi, yang kepastian tanggalnya akan
Penjatahan” ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
“Undang-undang : Berarti Undang-Undang nomor 21 Tahun 2011 tanggal 22 (dua puluh dua)
OJK” November 2011 (dua ribu sebelas) tentang Otoritas Jasa Keuangan.
“Undang-Undang : Berarti Undang-Undang nomor 8 tahun 1995 tanggal 10 (sepuluh) November 1995
Pasar Modal” atau (seribu sembilan ratus sembilan puluh lima) tentang Pasar Modal, yang dimuat
“UUPM” dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No.
3608 dan peraturan-peraturan pelaksanaannya sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 (dua ribu dua puluh tiga) tanggal 12 (dua
belas) Januari 2023 (dua ribu dua puluh tiga) tentang Pengembangan dan
Penguatan Sektor Keuangan.
Undang-Undang : Berarti Undang-Undang Pengembangan Dan Penguatan Sektor Keuangan berarti
Pengembangan dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan
Penguatan Sektor Dan Penguatan Sektor Keuangan tanggal 12 Januari 2023.
Keuangan atau
UUP2SK
“Wali Amanat” : Berarti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, berkedudukan dan berkantor pusat
di Jakarta Pusat, bertindak untuk diri sendiri dan berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan mewakili kepentingan seluruh Pemegang Obligasi.
xiii
Page 16
RINGKASAN
Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya
dengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum dalam
Prospektus ini. Ringkasan dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling
penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan
telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan, Perseroan didirikan dengan nama “PT KDLC Bancbali
Finance” berdasarkan Akta Perseroan Terbatas “P.T. KDLC Bancbali Finance” No. 30 tanggal 15 April
1994, dibuat di hadapan Ny. Enimarya Agoes Suwarko, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah: (i)
mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. C2-7949.HT.01.01.Th.94 tanggal 19 Mei 1994; (ii) didaftarkan pada tanggal 28 Mei 1994 dalam
buku register untuk maksud itu yang berada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di bawah No.
850/A.PT/HKM/1994/PN.JAK.SEL; dan (iii) diumumkan dalam Tambahan No. 5656 dari Berita Negara
Republik Indonesia (“BNRI”) No. 66 tanggal 19 Agustus 1994 (“Akta Pendirian”).
Pada tahun 2006 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) Luar Biasa
Perseroan telah menyetujui perubahan nama Perseroan dari semula “PT KDLC Bancbali Finance”
menjadi “PT Toyota Astra Financial Services” sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan
Keputusan Para Pemegang Saham No. 13 tanggal 3 Februari 2006, dibuat di hadapan Linda Herawati,
S.H., Notaris di Jakarta, yang telah: (i) mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-06037.HT.01.04.TH.2006 tanggal 2
Maret 2006; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan
Kotamadya Jakarta Selatan dibawah No. 357/RUB.09-03/III/2006 tanggal 24 Maret 2006; (iii)
dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Penerimaan Perubahan Anggaran Dasar No. C-06550 HT.01.04.TH.2006 tanggal 7 Maret 2006; (iv)
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta
Selatan dibawah No. 358/RUB.09.03/III/2006 tanggal 24 Maret 2006; dan (iv) diumumkan dalam
Tambahan No. 3909 dari BNRI No. 30 tanggal 13 April 2006 (“Akta No. 13/2006”).
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan Anggaran Dasar Perseroan yang dimuat dalam Akta Pendirian
dan Akta Np.13/2006 telah beberapa kali diubah dimana perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang
terakhir adalah sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di
Luar Rapat No. 19 tanggal 24 Februari 2022, dibuat di hadapan Gibson Thomasyadi, S.H., Mkn.,
Notaris di Kota Tangerang, yang telah: (i) mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0014027.AH.01.02.TAHUN 2022
tanggal 24 Februari 2022; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0038983.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 24 Februari 2022 (“Akta No. 19/2022”), berdasarkan mana,
Keputusan Pemegang Saham telah memutuskan mengubah Pasal 3 Anggaran Dasar mengenai
Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha.
Akta Pendirian berikut perubahan-perubahannya selanjutnya secara bersama-sama disebut “Anggaran
Dasar”.
Perubahan-perubahan terhadap Anggaran Dasar Perseroan telah dilaksanakan oleh Perseroan sesuai
dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir telah sesuai dengan POJK No. 33/2014.
xiv
Page 17
Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan didirikan pada tahun 1994 dengan nama PT KDLC Bancbali Finance. Kemudian Perseroan
mengubah namanya menjadi PT Toyota Astra Financial Services pada tahun 2006. Perseroan
memperoleh izin usaha sebagai lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. 420/KMK.017/1994 tanggal 18 Agustus 1994
jo. KEP-004/KM.12/2006 tanggal 19 Juni 2006. Dengan diperolehnya izin tersebut maka Perseroan,
sebagai perusahaan pembiayaan, dapat melakukan kegiatan dalam bidang pembiayaan investasi
pembiayaan modal kerja, Pembiayaan multiguna, dan kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan
persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Pada saat ini, Perseroan terutama bergerak dalam bidang
pembiayaan konsumen. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2006.
Perseroan memperoleh ijin untuk melaksanakan kegiatan pembiayaan dengan prinsip syariah yang
telah diterima dan dicatat dalam administrasi Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) melalui Keputusan
Dewan Komisioner OJK No. KEP-366/NB.223/2015. Perseroan juga telah memperoleh surat
rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia pada tanggal 1 November 2012.
Strategi Usaha Perseroan
Sebagai anak perusahaan dari PT Astra International Tbk dan Toyota Financial Services Corporation,
Perseroan memiliki beberapa strategi dalam menjalankan kegiatan usaha yang sejalan dengan kedua
pemegang sahamnya tersebut:
• Memperkuat mata rantai bisnis Toyota (Toyota Value Chain), dan mengembangkan hubungan
yang saling menguntungkan dengan Toyota-Astra Motor, Toyota Dealers, perusahaan asuransi
dan pihak – pihak terkait lainnya.
• Memperkuat bisnis inti (core business) dengan memberikan solusi pembiayaan unit kendaraan
yang captive untuk Toyota, Daihatsu, dan Lexus, yang antara lain dengan:
o Meningkatkan penetrasi Toyota, Daihatsu, dan Lexus Financing dengan menciptakan produk
dan paket pembiayaan yang menarik dan kompetitif, untuk pembiayaan kendaraan Toyota,
Daihatsu, dan Lexus.
o Menambah dan memperluas cakupan jaringan selaras dengan perkembangan coverage area
dealer Toyota secara nasional.
o Menjalankan program retensi bagi customer dengan good track record, dengan menawarkan
program pembiayaan kendaraan maupun pembiayaan multiguna lainnya.
o Menawarkan solusi pembiayaan Syariah dengan Toyota Sharia Financing.
o Melakukan digitalisasi proses untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen dengan
berfokus kepada:
▪ Melakukan enhancement terhadap aplikasi digiTAF sebagai mobile apps yang dapat
digunakan dealer salesman untuk menginput aplikasi kredit dari customer.
▪ Melakukan continuous improvement terhadap aplikasi Flex sebagai mobile apps yang
dapat digunakan oleh end customer untuk mendapatkan layanan secara online.
▪ Perbaikan business process dengan mengandalkan teknologi yang menitikberatkan
kepada percepatan standar waktu approval (SLA approval) dan juga KYC improvement
agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan proses yang mudah
dan sederhana.
• Menjalankan bisnis non-inti (non-core business) untuk mendukung bisnis TAF secara keseluruhan,
antara lain dengan:
o Menawarkan solusi pembiayaan multiguna kepada konsumen dengan bisnis “Siap Dana”.
o Menawarkan solusi pembiayaan modal kerja dengan Dealer-dealer Toyota dan menjalin
kerjasama strategis dengan Dealer-dealer Toyota, melalui bisnis Dealer Financing.
o Melakukan feasibility study dan rencana piloting untuk layanan baru Full Service Lease untuk
konsumen pribadi ataupun Perseroan, dengan harapan dapat memberikan alternative bagi
xv
Page 18
pelanggan yang menginginkan opsi memakai kendaraan tanpa membeli.
• Meningkatkan produktivitas dan melakukan efisiensi terhadap proses kerja di dalam Perseroan
untuk membangun bisnis yang berkelanjutan (sustainable), antara lain dengan:
o Meningkatkan keunggulan operasional Perseroan dengan cara terus menerus memperbaiki
proses kerja selaras dengan semangat Kaizen (continuous improvement).
o Menanamkan budaya pelayanan/servis di dalam Perseroan serta fokus pada pelanggan.
o Memanfaatkan secara optimal sumber-sumber pendanaan kompetitif yang diperoleh
Perseroan baik dari on-shore maupun off-shore, dan senantiasa berusaha mengelola risiko
pendanaan sesuai dengan kebijakan Perseroan.
o Menambah payment channel baru untuk mempermudah customer dalam melakukan
pembayaran angsuran.
o Menerapkan manajemen risiko yang terpadu untuk meminimalisasi risiko keuangan, risiko
pasar, dan risiko operasional.
o Memiliki Business Continuity Plan (BCP) untuk memastikan Perseroan dapat memulihkan
seluruh fungsi pentingnya dalam waktu yang telah ditetapkan setelah bencana atau gangguan
jangka panjang.
o Senantiasa memonitor dan melakukan pengembangan sistem aplikasi yang sejalan dengan
perkembangan bisnis Perseroan dan didukung oleh Disaster Recovery Center (DRC) yang
baik.
o Menerapkan sistem sumber daya manusia yang sejalan dengan kebijakan SDM Astra
International mulai dari perekrutan, pengembangan, manajemen bakat dan imbalan terpadu
hingga purna bakti.
o Menerapkan Good Corporate Governance dengan melakukan regular monitoring dan patuh
pada regulasi OJK.
Prospek Usaha
Berdasarkan World Economic Outlook (WEO), perekonomian global diperkirakan tumbuh sebesar
3,3% pada 2025 dan 2026. Di tengah perlambatan global, perekonomian Indonesia masih
menunjukkan daya tahan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,03% pada tahun 2024,
didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor yang
membaik. Optimisme ini didukung oleh langkah strategis Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi
domestik dan meningkatkan daya saing Indonesia. Dengan proyeksi pertumbuhan global yang stagnan
di 2025-2026, perekonomian Indonesia diharapkan tetap tumbuh solid di atas 5%. Sinergi kebijakan
fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan terus diperkuat untuk menghadapi risiko global sekaligus
menciptakan peluang bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih stabil, Perseroan akan terus berupaya
menyiapkan berbagai strategi guna meningkatkan daya saing di industri dan memberikan layanan yang
semakin menyesuaikan kebutuhan konsumen. Perseroan memastikan setiap peraturan dari
Pemerintah dan peraturan internal Perseroan telah tersosialisasi ke semua lini fungsi yang terlibat.
Melalui proses kontrol dan pemantauan yang efektif dan efisien di tiap fungsi bisnis, dapat dipastikan
pengendalian internal yang dilakukan mampu berjalan dengan baik.
Melansir data Gaikindo penjualan wholesales mobil pada tahun 2024 mencapai 865.723 unit, turun
sebesar 13,9% di mana penjualan wholesales pada tahun 2023 mencapai 1.005.802 unit. Terlepas dari
menurunnya penjualan mobil nasional dari tahun sebelumnya, Gaikindo berharap penjualan mobil di
Indonesia pada tahun 2025 dapat kembali menembus angka 1 juta unit. Selain itu, Perseroan akan
terus mendukung pertumbuhan industri otomotif dan mengembangkan bisnis dengan manajemen risiko
yang terukur dan sesuai dengan ijin dari OJK.
xvi
Page 19
Potensi risiko yang timbul dari proses bisnis Perseroan dapat diketahui melalui evaluasi kinerja yang
rutin dilakukan setiap tahun untuk semua fungsi operasional. Berdasarkan proses tersebut, juga
ditetapkan mitigasi-mitigasi yang perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak risiko yang akan terjadi.
Guna memastikan konsistensi dan kualitas kinerja yang sejalan dengan target Perseroan, semua fungsi
yang terlibat telah memiliki standar prosedur kerja. Hal ini sebagai landasan dalam menjalankan tugas
dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Terakhir Perseroan
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan sampai dengan tanggal Prospektus
ini diterbitkan adalah sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham
No. 277 tanggal 16 Agustus 2008, dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, yang
telah: (i) mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-68514.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 23 September 2008; (ii)
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0090566.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 23 September
2008; dan (iii) diumumkan dalam Tambahan No. 23728 dari BNRI No. 92 tanggal 14 November 2008
juncto Ralat Tambahan No. 23728a dari BNRI No. 74 tanggal 15 September 2009 yaitu sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp 1.000,- Per Saham
Persentase
Keterangan Jumlah Nilai Nominal
Jumlah Saham (%)
(Rp)
Modal Dasar 2.000.000.000 2.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
- PT Astra International Tbk 400.000.000 400.000.000.000 50,00
- Toyota Financial Services Corporation 400.000.000 400.000.000.000 50,00
Jumlah Modal Ditempatkan 800.000.000 800.000.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 1.200.000.000 1.200.000.000.000
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersama
dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan tersebut yang tercantum
dalam Prospektus ini. Investor juga harus membaca Bab V Prospektus ini yang berjudul Analisis dan
Pembahasan oleh Manajemen.
Ikhtisar data keuangan penting yang disajikan dibawah ini diambil dari laporan posisi keuangan
Perseroan yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 serta laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 beserta catatan atas laporan keuangan tersebut.
Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen
Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) Indonesia dan Peraturan Nomor
VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Rintis, Jumadi, Rianto &
Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut
Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan
kembali tertanggal 8 Mei 2025 yang ditandatangani oleh Drs. M. Jusuf Wibisana, M.Ec., CPA
(Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0222).
xvii
Page 20
Laporan Posisi Keuangan
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Jumlah Aset 37.312.461 34.679.613
Jumlah Liabilitas 32.018.321 30.068.139
Jumlah Ekuitas 5.294.140 4.611.474
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Pendapatan 4.342.494 3.848.537
Beban (3.347.310) (2.969.486)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 995.184 879.051
Beban Pajak Penghasilan (214.287) (188.718)
Laba Bersih 780.897 690.333
Pendapatan Komprehensif Lain – Setelah Pajak (98.231) 138.753
Jumlah Pendapatan Komprehensif 682.666 829.086
Rasio Keuangan Penting
(dalam persentase, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Laba sebelum pajak penghasilan / pendapatan 22,92 22,84
Pendapatan / jumlah aset 11,64 11,10
Laba bersih / pendapatan 17,98 17,94
Laba bersih / jumlah aset (ROA) (1) 2,73 2,73
Laba bersih / jumlah ekuitas (ROE) (2) 15,72 16,12
Gearing ratio* (x) (3) 5,69 6,13
Debt to equity ratio (x) 6,05 6,52
Debt to asset ratio (x) 0,86 0,87
Jumlah liabilitas dalam mata uang asing / modal sendiri (x) 2,80 3,17
Financing to Asset (1) 89,09 91,51
Networth terhadap modal disetor 661,77 576,43
Non-performing financing (NPF) (4) 0,48 0,48
Current ratio 111,68 127,87
Interest coverage ratio 1,54x 1,57x
Debt service coverage ratio (x) 0,16 0,18
Keterangan:
1) Dihitung dengan menggunakan laba sebelum beban pajak yang berakhir periode tanggal 31 Desember 2023 dan 2024, dibagi dengan rata-
rata total aset untuk periode 12 (dua belas) bulan berdasarkan SEOJK No. 11/SEOJK.05/2020 tentang penilaian tingkat kesehatan
perusahaan pembiayaan dan perusahaan pembiayaan syariah.
2) Dihitung dengan menggunakan laba bersih setelah pajak yang berakhir periode tanggal 31 Desember 2023 dan 2024, dibagi dengan rata-
rata total ekuitas untuk periode 12 (dua belas) bulan berdasarkan SEOJK No. 11/SEOJK.05/2020 tentang penilaian tingkat kesehatan
perusahaan pembiayaan dan perusahaan pembiayaan syariah.
3) Gearing Ratio: Jumlah kewajiban yang mengandung beban bunga (pinjaman dan surat berharga yang diterbitkan) dibandingkan dengan
ekuitas Perseroan.
4) Non-performing financing (NPF) adalah saldo piutang pembiayaan konsumen yang menunggak lebih dari 90 hari. Saldo ini diambil dari
laporan internal Perseroan yang tidak diaudit dan tidak direviu.
Ringkasan data keuangan penting Perseroan yang lebih lengkap dapat dilihat pada Bab IV perihal
Ikhtisar Data Keuangan Penting dalam Prospektus ini.
xviii
Page 21
Pada perjanjian pinjaman dan perjanjian perwaliamanatan, Perseroan diwajibkan untuk menjaga
gearing ratio maksimal 10:1. Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan.
Dalam memenuhi kewajiban keuangan Perseroan yang akan jatuh di atas, Perseroan akan
menggunakan dana yang berasal dari kas internal yang dimiliki Perseroan.
Faktor Risiko
Risiko utama yang dihadapi oleh Perseroan adalah Risiko dukungan dana, menggambarkan
kemampuan perusahaan pembiayaan dalam memenuhi kewajibannya dan mendanai pembiayaannya.
Perseroan memiliki arus kas perusahaan dan komposisi laba yang sehat. Kondisi tingkat kesehatan
keuangan Perseroan dimonitor setiap bulannya dalam komite Risiko yang dihadiri oleh Direksi dan
semua Kepala Divisi. Perseroan juga melakukan penilaian kecukupan cadangan secara berkala.
Risiko yang dihadapi oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
A. Risiko yang Berkaitan dengan Usaha Perseroan
1. Risiko Pembiayaan
2. Risiko Operasional
3. Risiko Aset dan Liabilitas
4. Risiko Tata Kelola
5. Risiko Strategi
6. Risiko Kepengurusan
7. Risiko Persaingan
8. Risiko Investasi atau Aksi Korporasi
9. Risiko Kegagalan Perseroan Memenuhi Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku
10. Risiko Perubahan Teknologi
11. Risiko Kelangkaan Sumber Daya
B. Risiko-Risiko Umum Perseroan
1. Risiko Perekonomian
2. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
3. Risiko Kebijakan Pemerintah
4. Risiko Perubahan Kurs Mata Uang Asing dan Tingkat Suku Bunga
C. Risiko Investasi yang Berkaitan dengan Obligasi
Di samping risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan diatas, terdapat juga risiko investasi bagi
investor pembeli Obligasi. Beberapa risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah:
1. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain
disebabkan karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang.
2. Risiko gagal bayar yang disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran
bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan Perseroan untuk
memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam perjanjian terkait Obligasi yang merupakan
dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan.
Penjelasan lebih lanjut mengenai risiko-risiko usaha Perseroan tersebut dapat dilihat pada Bab VI
perihal Faktor Risiko dalam Prospektus ini.
Keterangan Tentang Obligasi
Nama Obligasi : Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025
xix
Page 22
Total Target Dana PUB V Yang : Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun Rupiah)
Akan Dihimpun
Jumlah Pokok Obligasi : Sebesar Rp365.210.000.000,- (tiga ratus enam puluh lima
miliar dua ratus sepuluh juta Rupiah) yang dijamin secara
kesanggupan penuh (full commitment).
Jangka Waktu : Seri A : 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak
Tanggal Emisi
Seri B : 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Emisi
Bunga : Seri A : 6,15% (enam koma satu lima persen)
Seri B : 6,50% (enam koma lima nol persen)
Harga Penawaran : 100% dari nilai Pokok Obligasi
Satuan Pemesanan : Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya
Satuan Pemindahbukuan : Rp1,- (satu Rupiah)
Pembayaran Kupon Bunga : Triwulanan
Jaminan : Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin
dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik barang
bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada
maupun yang akan ada dikemudian hari sesuai dengan
ketentuan dalam Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang
Hukum Perdata. Hak Pemegang Obligasi adalah pari passu
tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya
baik yang ada sekarang maupun dikemudian hari, kecuali hak-
hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan
kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang akan
ada dikemudian hari. Keterangan selengkapnya mengenai
jaminan dapat dilihat pada Bab I Prospektus ini.
Penyisihan Dana Pelunasan : Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk
Obligasi (Sinking Fund) Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan
penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi ini sesuai
dengan tujuan rencana penggunaan dana hasil Penawaran
Umum Obligasi.
Pembelian Kembali Obligasi : Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu)
(Buy Back) tahun setelah tanggal penjatahan, Perseroan dapat melakukan
pembelian kembali untuk sebagian atau seluruh obligasi
sebelum tanggal pelunasan pokok Obligasi. Perseroan
mempunyai hak untuk memberlakukan pembelian kembali
tersebut untuk dipergunakan sebagai pelunasan obligasi atau
untuk disimpan dengan memperhatikan ketentuan dalam
perjanjian perwaliamanatan dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Keterangan selengkapnya mengenai
pembelian kembali (buy back) dapat dilihat pada Bab I
Prospektus ini.
xx
Page 23
Penggunaan Dana Yang : Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi ini setelah dikurangi
Diperoleh Dari Penawaran biaya Emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk modal kerja
Umum Obligasi pembiayaan kendaraan bermotor sebagaimana kegiatan usaha
Perseroan.
Wali Amanat : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Keterangan
selengkapnya mengenai wali amanat dapat dilihat pada Bab XII
Prospektus ini.
Hasil Pemeringkatan
Sesuai dengan POJK No. 36/2014 dan POJK 49/2020, dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan
telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Fitch sesuai dengan surat No.
39/DIR/RATLTR/III/2025 tanggal 18 Maret 2025 dari Fitch, tanpa adanya periode jatuh tempo akan
tetapi dilakukan review peringkat dalam periode 1 (satu) tahun sekali, Obligasi Berkelanjutan V Toyota
Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 telah mendapat peringkat:
AAA(idn) (Triple A)
Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada bab I Prospektus ini mengenai Penawaran Umum
Berkelanjutan.
Keterangan Efek Bersifat Utang Yang Belum Dilunasi.
Jumlah
Jumlah
yang
Nominal
Tingkat Jangka Tanggal Jatuh Terutang
No. Nama Obligasi Seri (dalam Peringkat
Bunga Waktu Efektif Tempo (dalam
jutaan
jutaan
Rupiah)
Rupiah)
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra
36 27 Juni 11 juli
1 Financial Services B 619.160 6,00% AAA(idn) 619.160
bulan 2023 2026
Dengan Tingkat
Bunga Tetap Tahap
I Tahun 2023
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra
60 27 Juni 11 Juli
2 Financial Services C 500.000 6,25% AAA(idn) 500.000
bulan 2023 2028
Dengan Tingkat
Bunga Tetap Tahap
I Tahun 2023
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra
36 27 Juni 3 Oktober
3 Financial Services B 223.565 6,35% AAA(idn) 223.565
bulan 2023 2026
Dengan Tingkat
Bunga Tetap Tahap
II Tahun 2023
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra
370 27 Juni 10 Juli
4 Financial Services A 237.775 6,50% AAA(idn) 237.775
Hari 2023 2025
Dengan Tingkat
Bunga Tetap Tahap
III Tahun 2024
xxi
Page 24
Jumlah
Jumlah
yang
Nominal
Tingkat Jangka Tanggal Jatuh Terutang
No. Nama Obligasi Seri (dalam Peringkat
Bunga Waktu Efektif Tempo (dalam
jutaan
jutaan
Rupiah)
Rupiah)
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra
36 27 Juni 10 Juli
5 Financial Services B 8.675 6,80% AAA(idn) 8.675
bulan 2023 2027
Dengan Tingkat
Bunga Tetap Tahap
III Tahun 2024
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra
60 27 Juni 10 Juli
6 Financial Services C 757.030 7,10% AAA(idn) 757.030
bulan 2023 2029
Dengan Tingkat
Bunga Tetap Tahap
III Tahun 2024
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra 22
370 27 Juni
7 Financial Services A 600.000 6,35% AAA(idn) November 600.000
Hari 2023
Dengan Tingkat 2025
Bunga Tetap Tahap
IV Tahun 2024
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra 22
36 27 Juni
8 Financial Services B 400.000 6,60% AAA(idn) November 400.000
bulan 2023
Dengan Tingkat 2027
Bunga Tetap Tahap
IV Tahun 2024
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra
370 27 Juni 08 Maret
9 Financial Services A 371.520 6,50% AAA(idn) 371.520
Hari 2023 2026
Dengan Tingkat
Bunga Tetap Tahap
V Tahun 2025
Obligasi
Berkelanjutan IV
Toyota Astra 28
36 27 Juni
10 Financial Services B 500.000 6,85% AAA(idn) Februari 500.000
bulan 2023
Dengan Tingkat 2028
Bunga Tetap Tahap
V Tahun 2025
Total jumlah obligasi yang terutang hingga saat Informasi Tambahan ini diterbitkan 4.217.725
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki jumlah yang masih terutang atas Efek
Bersifat Utang sebesar Rp4.217.725 juta.
Dalam perjanjian perwaliamanatan untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap II 2022 dan Obligasi
Berkelanjutan IV Tahap I dan II 2023 diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan,
antara lain, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 10:1. Perseroan telah memenuhi
seluruh persyaratan surat berharga yang diterbitkan.
xxii
Page 25
I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
OBLIGASI BERKELANJUTAN V TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES DENGAN TINGKAT BUNGA
TETAP DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP5.000.000.000.000,- (LIMA
TRILIUN RUPIAH)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan:
OBLIGASI BERKELANJUTAN V TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICESDENGAN TINGKAT BUNGA
TETAP TAHAP I TAHUN 2025
DENGAN JUMLAH POKOK SEBESAR RP365.210.000.000,- (TIGA RATUS ENAM PULUH LIMA MILIAR
DUA RATUS SEPULUH JUTA RUPIAH)
Obligasi ini dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) oleh para Penjamin Pelaksana Emisi Efek
yang terdiri dari 2 (dua) Seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B, yang diterbitkan tanpa warkat. Obligasi
ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut:
Seri A : Jumlah Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar
Rupiah) dengan tingkat bunga Obligasi sebesar 6,15% (enam koma satu lima persen) per
tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender. Pembayaran
Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo.
Seri B : Jumlah Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp165.210.000.000,- (seratus enam
puluh lima miliar dua ratus sepuluh juta Rupiah) dengan tingkat bunga Obligasi sebesar 6,50%
(enam koma lima nol persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 36 (tiga puluh enam)
bulan. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh
tempo.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi
dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi
pertama akan dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2025 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir
sekaligus jatuh tempo Obligasi adalah pada tanggal 18 Juli 2026 untuk Seri A dan 8 Juli 2028 untuk Seri B,
yang juga merupakan Tanggal Pelunasan Pokok dari masing-masing seri Pokok Obligasi.
OBLIGASI BERKELANJUTAN V TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES DENGAN TINGKAT BUNGA
TETAP TAHAP II DAN TAHAP SELANJUTNYA (JIKA ADA) AKAN DITENTUKAN KEMUDIAN.
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan Obligasi dari
PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch):
AAA(idn) (Triple A)
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
Kegiatan Usaha Utama: Jasa Pembiayaan
Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
Kantor Pusat Kantor Cabang
The Tower Building Lantai 8 dan 9 Memiliki 40 Kantor Cabang, 40 Kantor Cabang Syariah dan 5
Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 12 Kantor selain Kantor Cabang, yang tersebar di berbagai wilayah
Jakarta 12930 - Indonesia di Indonesia.
Telepon: (021) 5082 1500
Faksimili: (021) 5082 1502
Email: treasury@taf.co.id
Website: www.taf.co.id
1
Page 26
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO DUKUNGAN DANA,
YAITU KETIDAKCUKUPAN DANA ATAU MODAL YANG ADA SERTA TIDAK ADANYA
DUKUNGAN PENDANAAN DAPAT MENGHAMBAT KELANGSUNGAN PENYELENGGARAAN
KEGIATAN USAHA PEMBIAYAAN.
RISIKO YANG MUGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA
OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN INI YANG
ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI
JANGKA PANJANG
KETERANGAN MENGENAI FAKTOR RISIKO DAPAT DILIHAT PADA BAB VI PERIHAL FAKTOR
RISIKO DI DALAM PROSPEKTUS INI
PEMENUHAN KRITERIA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
Penawaran Umum Berkelanjutan ini dapat dilaksanakan oleh Perseroan dengan memenuhi ketentuan
dalam POJK No. 36/2014, sebagai berikut:
1. Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk dilaksanakan dalam periode
paling lama 2 (dua) tahun dengan ketentuan pemberitahuan pelaksanaan Penawaran Umum
Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk terakhir disampaikan kepada OJK paling lambat
pada ulang tahun kedua sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran.
2. Telah menjadi Emiten atau Perusahaan Publik dalam kurun waktu paling singkat 2 (dua) tahun
terakhir sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum
Berkelanjutan.
3. Tidak pernah mengalami Gagal Bayar selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum penyampaian
Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang
sesuai dengan Surat Pernyataan yang dibuat oleh Perseroan tanggal 8 April 2025 dan Surat
Pernyataan Tidak Pernah Gagal Bayar dari Kantor Akuntan tanggal 8 April 2025.
4. Efek yang dapat diterbitkan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan adalah efek bersifat utang
dan/atau Sukuk yang memiliki peringkat yang termasuk dalam kategori 4 (empat) peringkat teratas
yang merupakan urutan 4 (empat) peringkat terbaik dan masuk dalam kategori peringkat layak
investasi berdasarkan standar yang dimiliki oleh Perusahaan Pemeringkat Efek.
Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan Tahap II dan tahap-tahap selanjutnya (jika ada) akan
mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 36/2014.
NAMA OBLIGASI
Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun
2025.
JENIS OBLIGASI
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk
didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini
didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk
kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi
oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi
Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening.
HARGA PENAWARAN
100% (seratus persen) dari Nilai Nominal Obligasi.
2
Page 27
JUMLAH POKOK OBLIGASI, BUNGA OBLIGASI DAN JATUH TEMPO OBLIGASI
Obligasi ini diterbitkan dengan jumlah Pokok Obligasi pada Tanggal Emisi sebesar
Rp365.210.000.000,- (tiga ratus enam puluh lima miliar dua ratus sepuluh juta Rupiah).
Obligasi ini diterbitkan dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, dengan satuan
jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya adalah
senilai Rp1,- (satu Rupiah) sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Setiap Pemegang
Obligasi senilai Rp1,- (satu Rupiah) mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO
dengan ketentuan pembulatan ke bawah.
Jumlah minimum pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya
Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat berjangka waktu paling lama 36 (tiga puluh enam) bulan dengan
syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Obligasi sebagai berikut:
Seri A : Jumlah Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp200.000.000.000,- (dua
ratus miliar Rupiah) dengan tingkat bunga Obligasi sebesar 6,15% (enam koma satu
lima persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 370 (tiga ratus tujuh puluh)
Hari Kalender. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada
saat tanggal jatuh tempo.
Seri B : Jumlah Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp165.210.000.000,-
(seratus enam puluh lima miliar dua ratus sepuluh juta Rupiah) dengan tingkat bunga
Obligasi sebesar 6,50% (enam koma lima nol persen) per tahun. Jangka waktu
Obligasi adalah 36 (tiga puluh enam) bulan. Pembayaran Obligasi dilakukan secara
penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi
dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga
Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2025 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi
terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi adalah pada tanggal 18 Juli 2026 untuk Seri A dan 8 Juli 2028
untuk Seri B, yang juga merupakan Tanggal Pelunasan Pokok dari masing-masing seri Pokok Obligasi.
Tingkat Bunga Obligasi merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan
jumlah hari yang lewat, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) hari dan 1 (satu) tahun dihitung
360 (tiga ratus enam puluh) hari.
Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada
Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo
Obligasi dan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan.
Jadwal pembayaran pokok dan bunga untuk masing-masing Obligasi adalah sebagaimana tercantum
dalam tabel di bawah ini:
Bunga ke: Seri A Seri B
1 8 Oktober 2025 8 Oktober 2025
2 8 Januari 2026 8 Januari 2026
3 8 April 2026 8 April 2026
4 18 Juli 2026 8 Juli 2026
5 8 Oktober 2026
6 8 Januari 2027
3
Page 28
Bunga ke: Seri A Seri B
7 8 April 2027
8 8 Juli 2027
9 8 Oktober 2027
10 8 Januari 2028
11 8 April 2028
12 8 Juli 2028
TATA CARA PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI
a. Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya
tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal
Pembayaran Bunga Obligasi kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI
yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) Hari Kerja
sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan
Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang
bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku.
b. Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran kepada
Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang
bersangkutan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening.
c. Pembayaran Bunga Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dilakukan
oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen
Pembayaran.
d. Pembayaran Bunga Obligasi yang terutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang
Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, setelah dana
tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada KSEI, dengan
memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan dibebaskan dari
kewajiban untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan.
TATA CARA PEMBAYARAN POKOK OBLIGASI
a. Obligasi harus dilunasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.
b. Pembayaran Pokok Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dilakukan
oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen
Pembayaran.
c. Pembayaran Pokok Obligasi yang terutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang
Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, setelah dana
tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada KSEI, dengan
memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan dibebaskan dari
kewajiban untuk melakukan pembayaran Pokok Obligasi yang bersangkutan.
JAMINAN
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
Perseroan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang
akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang
Hukum Perdata. Hak Pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak
kreditur Perseroan lainnya baik yang ada sekarang maupun dikemudian hari, kecuali hak-hak kreditur
Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang
akan ada dikemudian hari.
4
Page 29
HAK SENIORITAS ATAS HUTANG
Obligasi ini memiliki peringkat (rank) yang sama dengan utang-utang lainnya yang saat ini dimiliki oleh
Perseroan (tidak ada senioritas atau tidak memiliki hak preferen).
TAMBAHAN UTANG YANG DAPAT DIBUAT PERSEROAN PADA MASA YANG AKAN DATANG
Perseroan diperkenankan menambah utang baru di masa yang akan datang dengan memastikan pada
setiap saat keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam laporan keuangan tahunan Perseroan
terakhir yang telah diaudit atau laporan keuangan semesteran yang terakhir, diserahkan kepada Wali
Amanat berdasarkan ketentuan-ketentuan Pasal 6.b (vii) Perjanjian Perwaliamanatan, harus berada
dalam rasio jumlah Pinjaman terhadap Ekuitas tidak melebihi 10:1 (sepuluh berbanding satu) atau
jumlah rasio lainnya dengan tetap memperhatikan pembatasan sebagaimana diatur dalam Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 84/PMK.012/2006 tanggal 29 September 2006 tentang
Perusahaan Pembiayaan.
PENYISIHAN DANA PELUNASAN OBLIGASI (SINKING FUND)
Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk
mengoptimalkan penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi ini sesuai dengan tujuan rencana
penggunaan dana penawaran umum Obligasi ini.
PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN
Pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban Perseroan dapat dilihat secara lengkap dalam
Pasal 6 Perjanjian Perwaliamanatan.
Sebelum dilunasinya semua Pokok Obligasi dan Bunga Obligasi serta pengeluaran lain yang menjadi
tanggung jawab Perseroan sehubungan dengan pengeluaran Obligasi, Perseroan berjanji dan
mengikat diri:
a. bahwa Perseroan, tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat (yang tidak akan ditolak tanpa
alasan yang jelas oleh Wali Amanat dan jika jawaban tersebut tidak diperoleh dalam waktu 15
(lima belas) Hari Kerja setelah pengajuan persetujuan tersebut diterima oleh Wali Amanat, maka
persetujuan dianggap telah diberikan), tidak melakukan hal-hal atau tindakan-tindakan sebagai
berikut:
(i) membayar, membuat atau menyatakan pembayaran dividen atau distribusi pembayaran
lain pada tahun buku Perseroan bila terjadi peristiwa kelalaian yang terus berlangsung dan
tidak dapat dikesampingkan;
(ii) memberikan Pinjaman atau kredit kepada perusahaan asosiasi (apabila ada) dimana
keseluruhan jumlah dari semua Pinjaman tersebut lebih dari 25% (dua puluh lima persen)
dari Ekuitas Perseroan, berdasarkan laporan keuangan terkini yang telah diaudit, kecuali
dilaksanakan sehubungan dengan transaksi anjak piutang (factoring) dan/atau sekuritisasi
atas piutang [termasuk piutang dari usaha kecil dalam rangka program Kredit Usaha Kecil
(KUK), joint financing agreement (transaksi pembiayaan bersama)] serta untuk kegiatan
usaha yang wajar bagi Perseroan, sehubungan dengan hal ini Perseroan akan
memberitahukan secara tertulis kepada Wali Amanat;
(iii) membuat atau mengizinkan pemberian hak jaminan atas seluruh atau sebagian dari
pendapatan atau harta kekayaan (asset) Perseroan yang ada pada saat ini maupun di masa
yang akan datang;
(iv) terhitung sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroan
menyediakan atau memberikan pinjaman serta memberikan penanggungan, selain:
5
Page 30
a. dalam pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku; atau
b. dalam hubungannya dengan transaksi anjak piutang (factoring), sekuritisasi atas
piutang-piutang [termasuk piutang-piutang dari usaha kecil di bawah program KUK dan
Join financing agreement (transaksi pembiayaan bersama)];
(v) menjual, menyewakan, mentransfer atau mengalihkan baik melalui jual beli maupun jual
sewa atau cara lainnya, yang nilai transaksinya lebih dari 40% (empat puluh persen) dari
harta kekayaan (asset) Perseroan berdasarkan laporan keuangan terkini yang telah diaudit,
kecuali:
a. pengalihan yang disetujui oleh Wali Amanat;
b. pengalihan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari;
(vi) melakukan kegiatan usaha selain yang disebutkan dalam anggaran dasar Perseroan pada
saat ditandatanganinya Perjanjian Perwaliamanatan.
b. Perseroan akan:
(i) memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk
menjaga tetap berlakunya segala kuasa, izin, dan persetujuan (baik dari pemerintah
ataupun lainnya) dan dengan segera memberikan laporan dan masukan dan melakukan
hal-hal yang diwajibkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia sehingga
Perseroan dapat secara sah menjalankan kewajibannya berdasarkan setiap Dokumen
Emisi dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya atau memastikan keabsahan,
keberlakuan, serta dapat dilaksanakannya setiap Dokumen Emisi di Republik Indonesia;
(ii) memastikan pada setiap saat keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam laporan
keuangan tahunan Perseroan terakhir yang telah diaudit atau laporan keuangan
semesteran yang terakhir, diserahkan kepada Wali Amanat berdasarkan ketentuan butir 6.b
(vii), harus berada dalam rasio jumlah Pinjaman terhadap Ekuitas tidak melebihi rasio 10:1
(sepuluh berbanding satu) atau jumlah rasio lainnya dengan tetap memperhatikan
pembatasan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perubahan Pembiayaan, atau peraturan perubahannya atau
peraturan penggantinya (jika ada);
(iii) mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan;
(iv) menyetorkan dana (in good funds) yang diperlukan untuk pelunasan Pokok Obligasi
dan/atau pelunasan Bunga Obligasi yang jatuh tempo ke rekening yang ditunjuk oleh Agen
Pembayaran sesuai dengan surat keterangan Wali Amanat yang didasarkan pada
keterangan Agen Pembayaran mengenai jumlah yang harus dilunasi oleh Perseroan, paling
lambat 1 (satu) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal
Pembayaran Pokok Obligasi, serta menyerahkan kepada Wali Amanat pelaporan Jumlah
Terutang disertai dengan fotokopi bukti penyetoran tersebut pada hari yang sama;
(v) memelihara asuransi-asuransi yang sudah berjalan dan berhubungan dengan kegiatan
usaha dan harta kekayaan Perseroan pada perusahaan asuransi yang bereputasi baik
(termasuk tetapi tidak terbatas kepada PT. Asuransi Astra Buana) terhadap segala risiko
yang biasa dihadapi oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang
sama dengan Perseroan;
(vi) mengizinkan Wali Amanat (atas biayanya sendiri) dan/atau orang yang diberikan kuasa oleh
Wali Amanat dari waktu ke waktu untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan
ketentuan Pasal 3.5.c Perjanjian Perwaliamanatan, untuk memiliki akses dan memeriksa
buku-buku, memberikan tanggapan atas segala pertanyaan atau informasi yang diminta
oleh wakilnya tersebut dan mendiskusikan dengan orang tersebut dengan itikad baik atas
segala aspek dari pembukuan Perseroan, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, dengan pemberitahuan dari Wali Amanat minimal 3
(tiga) Hari Kerja sebelumnya kepada Perseroan;
(vii) menyerahkan laporan-laporan yang diminta oleh OJK kepada Wali Amanat dan
persetujuan-persetujuan atas penerbitan dan penawaran Obligasi sesuai dengan anggaran
6
Page 31
dasar Perseroan, dan untuk membuat dan mengimplementasikan setiap perjanjian yang
berhubungan dengan hal tersebut, termasuk tetapi tidak terbatas penyerahan atas:
a. laporan keuangan tahunan Perseroan selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) Hari
Kalender setelah tanggal tiap tahun buku berakhir atau pada saat penyerahan laporan
konsolidasi kepada OJK yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Perseroan yang telah
terdaftar di OJK;
b. laporan keuangan tengah tahunan Perseroan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari
Kalender setelah tanggal tengah tahun buku, jika tidak disertai laporan Akuntan, atau
selambat-lambatnya dalam waktu 60 (enam puluh) Hari Kalender setelah tanggal
tengah tahun buku, jika disertai laporan Akuntan Publik Perseroan yang telah terdaftar
di OJK dalam rangka penelaahan terbatas, atau selambat-lambatnya dalam waktu 90
(sembilan puluh) Hari Kalender setelah tanggal tengah tahun buku, jika disertai laporan
Akuntan Publik Perseroan yang telah terdaftar di OJK yang memberikan pendapat
tentang kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Satu dan lain dengan tidak
mengesampingkan apa yang akan ditentukan oleh OJK.
(viii) memelihara sistem akuntansi, pembukuan dan pengawasan biaya sesuai dengan Prinsip-
prinsip Akuntansi dan mengesampingkan hal-hal dalam pembukuannya yang menurut
prinsip-prinsip akuntansi perlu untuk dikesampingkan;
(ix) mengusahakan agar harta kekayaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan
usahanya berada dalam keadaan baik, memperbaikinya dan melakukan hal-hal yang
diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan;
(x) memberitahu Wali Amanat atas:
a. setiap perubahan anggaran dasar, susunan Direksi dan Dewan Komisaris, susunan
pemegang saham Perseroan dan pembagian dividen lebih dari 50% (lima puluh
persen) dari laba bersih Perseroan pada tahun buku yang berjalan;
b. perkara pidana, perdata, tata usaha negara dan arbitrase yang dihadapi Perseroan
yang secara material mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam menjalankan dan
mematuhi segala kewajibannya berdasarkan Dokumen Emisi;
c. terjadinya salah satu dari peristiwa kelalaian dengan segera dan melalui permintaan
tertulis dari Wali Amanat, menyerahkan pada Wali Amanat suatu pernyataan yang
ditandatangani oleh seseorang yang dapat diterima oleh Wali Amanat untuk maksud
tersebut, kecuali Perseroan sebelumnya telah diberitahukan kepada Wali Amanat
bahwa peristiwa kelalaian tersebut tidak terjadi, atau apabila terjadi peristiwa kelalaian,
Perseroan telah memberikan gambaran lengkap atas kejadian tersebut dan tindakan
atau langkah-langkah yang diambil (atau diusulkan akan diambil) oleh Perseroan untuk
memperbaiki kejadian tersebut;
(xi) mengupayakan pemilikan saham yang telah ditempatkan dan disetor dalam Perseroan, baik
langsung maupun tidak langsung oleh PT Astra International Tbk dan/atau Toyota Financial
Services Corporation tidak boleh kurang dari 50% (lima puluh persen) dari modal saham
yang telah ditempatkan dan disetor;
(xii) melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan POJK No. 49/2020 berikut
perubahannya dan atau pengaturan lainnya yang wajib dipatuhi oleh Perseroan. Kewajiban
pemeringkatan atas Obligasi ini akan tetap berlaku selama jangka waktu Obligasi.
(xiii) melakukan atau memelihara seluruh tindakan-tindakannya dari waktu ke waktu atas
permintaan dari Wali Amanat dan melaksanakan atau memelihara pelaksanaan dari seluruh
dokumen-dokumen yang berdasarkan pendapat yang wajar dari Wali Amanat diperlukan
atau, untuk menjalankan Perjanjian Perwaliamanatan atau memberikan jaminan yang
penuh atas hak, kekuasaan dan perbaikan yang diberikan kepada Wali Amanat
berdasarkan Dokumen Emisi.
(xiv) menjamin bahwa kewajiban pembayaran oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi
menurut Perjanjian Perwaliamanatan pada setiap waktu mempunyai kedudukan yang sama
dengan kewajiban kepada seluruh kreditur lainnya.
7
Page 32
HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI
a. menerima pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang
dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi
dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus dilunasi
dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis
yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi.
b. yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang pada 4 (empat) Hari Bursa
sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi namanya tercatat dalam Daftar Pemegang
Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. bila terjadi kelalaian dalam pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi,
Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran denda atas setiap kelalaian pembayaran
tersebut sebesar persentase bunga Obligasi yang berlaku pada saat tersebut ditambah 1% per
tahun atas jumlah yang tidak dibayar sesuai ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, yang
diperhitungkan berdasarkan jumlah hari terhitung sejak Tanggal Pembayaran. Pokok Obligasi
dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga yang bersangkutan sampai seluruh jumlah yang tidak
dibayar telah dibayar kembali secara penuh. Untuk tujuan perhitungan denda tersebut, 1 (satu)
tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari.
Pemegang Obligasi berhak atas pembayaran denda secara proporsional sesuai jumlah Obligasi
yang dimilikinya.
d. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama mewakili paling sedikit lebih dari
20% (dua puluh perseratus) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi, tidak termasuk Obligasi
yang dimiliki oleh Perseroan dan/ atau Afiliasinya, dapat mengajukan permintaan diselenggarakan
RUPO. Permintaan tersebut wajib disampaikan secara tertulis kepada Wali Amanat dan paling
lambat 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya surat permintaan tersebut Wali Amanat
wajib melakukan panggilan untuk RUPO.
e. setiap Pemegang Obligasi senilai Rp 1,- (satu Rupiah) mempunyai hak untuk mengeluarkan 1
(satu) suara dalam RUPO dengan ketentuan pembulatan ke bawah (jika terdapat angka pecahan).
KELALAIAN PERSEROAN
Kelalaian Perseroan dapat dilihat secara lengkap dalam Pasal 8 Perjanjian Perwaliamatan.
Apabila salah satu atau lebih dari kejadian-kejadian atau hal-hal tersebut di bawah ini terjadi Wali
Amanat dapat mengambil tindakan-tindakan yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan:
a. Perseroan lalai membayar Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dan/atau jumlah
lain yang wajib dibayarnya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, dalam mata uang dan dalam
hal yang disebutkan secara khusus dalam Perjanjian Perwaliamanatan tersebut, kecuali apabila
kelalaian tersebut terjadi sebagai akibat kesulitan dalam penyelesaian yang berada diluar kendali
Perseroan dan kegagalan pembayaran tersebut tidak dapat diperbaiki dalam waktu 3 (tiga) Hari
Bursa dan dalam kejadian demikian, baik Perseroan maupun Agen Pembayaran tidak dikenakan
denda; atau
b. terdapat pernyataan dari Perseroan dalam Dokumen Emisi dimana Perseroan berkedudukan
sebagai salah satu pihak atau dalam suatu pemberitahuan atau dokumen lainnya, pernyataan
mana terbukti tidak benar dan menyesatkan secara material pada saat dibuat, dan dalam hal
tertentu, mempengaruhi kemampuan Perseroan secara material dalam menjalankan
kewajibannya berdasarkan Dokumen Emisi; atau
c. Perseroan lalai dalam mematuhi dan menjalankan kewajibannya yang tercantum dalam dokumen
Emisi dimana Perseroan menjadi salah satu pihaknya, dimana menurut pendapat Wali Amanat,
kelalaian tersebut tidak dapat diperbaiki; atau
d. setiap pinjaman Perseroan lainnya dalam jumlah keseluruhan melebihi 20% (dua puluh persen)
dari Ekuitas Perseroan yang:
8
Page 33
(i) tidak dibayar pada saat jatuh tempo atau dalam masa tenggang pada suatu perjanjian yang
berhubungan dengan pinjaman tersebut, atau
(ii) menjadi jatuh tempo dan dapat ditagih sebelum masa jatuh tempo atas dasar kelalaian; atau
e. adanya pernyataan moratorium dari pengadilan atau kekuasaan yang berwenang atas
pembayaran pinjaman-pinjaman Perseroan; atau
f. kurator atau pejabat serupa diangkat sehubungan dengan pengurusan atas sebagian besar usaha
atau harta kekayaan atau pendapatan Perseroan, atau setiap bentuk eksekusi diadakan atau
dilaksanakan atau tuntutan atas seluruh atau sebagian besar usaha atau harta kekayaan atau
pendapatan dan hal tersebut tidak dapat dibebaskan dalam waktu 30 (tiga puluh) Hari Kalender
yang dari waktu ke waktu dapat mempengaruhi seluruh atau sebagian besar usaha, harta
kekayaan atau pendapatan menjadi dapat dilaksanakan penetapan, keputusan yang dibuat
sehubungan dengan kepailitan, pembubaran atau likuidasi dari Perseroan oleh pengadilan atau
otoritas yang berwenang; atau
g. Perseroan menghentikan atau akan menghentikan seluruh atau sebagian besar dari operasinya
dan/atau kegiatannya pada saat ini kecuali kejadian tersebut terjadi untuk maksud penggabungan,
peleburan, konsolidasi dengan PT Astra Internasional Tbk atau setiap anak perusahaan atau
afiliasinya (dimana yang dimaksud sub g ini adalah perusahaan-perusahaan yang dikendalikan
baik secara langsung maupun tidak langsung oleh PT Astra Internasional Tbk), persyaratan mana
telah disetujui sebelumnya secara tertulis oleh Wali Amanat atau melalui keputusan RUPO; atau
h. Perseroan tidak melaksanakan segala tindakan, keadaan dan hal yang harus dilakukan, dipenuhi
dan dijalankan dalam rangka agar Perseroan:
(i) dapat secara sah membuat dan menjalankan hak-haknya serta menjalankan dan mematuhi
kewajiban-kewajiban yang diperkirakan olehnya pada masing-masing Dokumen Emisi
dimana Perseroan menjadi salah satu pihak;
(ii) untuk memastikan bahwa kewajiban-kewajiban itu dinyatakan olehnya pada masing-masing
Dokumen Emisi sah, berlaku dan mengikat;
(iii) membuat Dokumen Emisi dapat digunakan sebagai bukti di Republik Indonesia yang telah
dilakukan, dipenuhi dan dilaksanakan; atau
i. untuk setiap saat Perseroan menjadi tidak sah untuk melaksanakan atau mematuhi setiap atau
semua kewajibannya berdasarkan Dokumen Emisi dalam mana Perseroan merupakan pihak
menjadi tidak sah, berlaku dan mengikat atau berhenti menjadi sah, berlaku dan mengikat.
Bilamana Wali Amanat menyatakan Perseroan lalai, karena satu atau lebih alasan sebagaimana
tercantum dalam sub a sampai dengan sub i diatas, maka Wali Amanat berkewajiban memberitahukan
peristiwa tersebut kepada Perseroan secara tertulis dan apabila hal tersebut berlangsung selama 14
(empat belas) Hari Kerja setelah pemberitahuan tersebut diterima oleh Perseroan, akan tetapi kelalaian
tersebut tetap tidak diperbaiki, Wali Amanat berhak membuat pengumuman dalam paling sedikit 1
(satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional dan memanggil RUPO
menurut tata cara yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
Jika RUPO memutuskan agar Wali Amanat melakukan penagihan kepada Perseroan, maka Wali
Amanat dalam waktu yang ditentukan dalam keputusan RUPO itu harus melakukan penagihan Jumlah
Terutang kepada Perseroan.
Perseroan berkewajiban melakukan pembayaran dalam waktu yang ditentukan dalam tagihan yang
bersangkutan.
PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK) OLEH PERSEROAN
Pembelian kembali (buy back) Obligasi dapat dilihat secara lengkap dalam Pasal 13 Perjanjian
Perwaliamanatan
Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali (buy back) Obligasi, maka berlaku ketentuan-
9
Page 34
ketentuan sebagai berikut:
1. pembelian kembali (buy back) Obligasi dapat ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk
kemudian dijual kembali dengan harga pasar;
2. pelaksanaan pembelian kembali (buy back) Obligasi dapat dilakukan melalui Bursa Efek atau
diluar Bursa Efek;
3. pembelian kembali (buy back) Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah tanggal
penjatahan;
4. pembelian kembali (buy back) Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut
mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan;
5. pembelian kembali (buy back) Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan
kelalaian (wanprestasi) sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan, kecuali
telah memperoleh persetujuan RUPO;
6. Pembelian kembali (buy back) hanya dapat dilakukan oleh Perseroan kepada pihak yang tidak
terafiliasi.
7. rencana pembelian kembali (buy back) Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan
paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali (buy back)
Obligasi tersebut di surat kabar;
8. pembelian kembali (buy back) Obligasi, baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana
pembelian kembali (buy back) Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit
melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling
lambat 2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali (buy back)
Obligasi dimulai;
9. rencana pembelian kembali (buy back) Obligasi sebagaimana dimaksud dalam butir 7 dan
pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 8, paling sedikit memuat informasi tentang:
a. periode penawaran pembelian kembali (buy back) Obligasi;
b. jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali (buy back);
c. kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali;
d. harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali (buy back) Obligasi;
e. tata cara penyelesaian transaksi;
f. persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual;
g. tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi;
h. tata cara pembelian kembali (buy back) Obligasi; dan
i. hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi.
10. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi
setiap Pemegang Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan untuk dijual oleh Pemegang
Obligasi melebihi jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali;
11. Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang
telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi;
12. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali (buy back) Obligasi tanpa melakukan
pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 8 dengan ketentuan:
a. jumlah pembelian kembali (buy back) Obligasi tidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah
Obligasi untuk masing-masing Seri Obligasi yang beredar dalam periode 1 (satu) tahun
setelah tanggal penjatahan;
b. Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki Afiliasi Perseroan;
c. Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali;
dan wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (dua) setelah terjadinya
pembelian kembali (buy back) Obligasi;
13. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat serta mengumumkan kepada publik
dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali (buy
back) Obligasi, informasi yang meliputi antara lain:
a. Jumlah Obligasi yang telah dibeli;
10
Page 35
b. rincian Jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk
dijual kembali;
c. harga pembelian kembali (buy back) Obligasi yang telah terjadi;
d. jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali (buy back) Obligasi;
14. dalam hal terdapat lebih dari satu Obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan, maka pembelian
kembali (buy back) Obligasi dilakukan dengan mendahulukan Obligasi yang tidak dijamin;
15. dalam dal terdapat lebih dari satu Obligasi yang tidak dijamin, maka pembelian kembali (buy
back) Obligasi wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas
pembelian kembali (buy back) Obligasi tersebut;
16. dalam hal terdapat jaminan atas seluruh Obligasi, maka pembelian kembali (buy back) Obligasi
wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali (buy
back) Obligasi tersebut;
17. pembelian kembali (buy back) Obligasi oleh Perseroan mengakibatkan:
a. hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri
RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli
kembali, jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau
b. pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak
menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi
yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali.
18. dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali (buy back) tersebut untuk pelunasan, maka
jumlah Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pembelian kembali (buy back)
Obligasi yang dilakukan.
19. Pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 13
angka 7 dan 8 wajib dilakukan paling lambat 2 (dua) hari sebelum tanggal penawaran untuk
pembelian kembali dimulai, dengan ketentuan paling sedikit melalui:
a. situs web Emiten dalam Bahasa Indonesia dan bahasa asing, dengan ketentuan bahasa
asing yang digunakan paling sedikit bahasa inggris; dan
b. 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI
Rapat Umum Pemegang Obligasi dapat dilihat secara lengkap dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamatan
1. Rapat umum Pemegang Obligasi diadakan untuk tujuan antara lain:
a. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi
mengenai perubahan jangka waktu, pokok pinjaman Obligasi, suku bunga, perubahan tata
cara atau periode pembayaran bunga, yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan dengan
tetap memperhatikan POJK No.20/2020;
b. menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan
pengarahan kepada Wali Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu
kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya, atau untuk
mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian;
c. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan
Perjanjian Perwaliamanatan dan POJK No.20/2020;
d. mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk
dalam penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian
sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan POJK No.20/2020; dan
e. Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat
dalam Perjanjian Perwaliamanatan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan.
2. RUPO dapat diselenggarakan atas permintaan:
a. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit
lebih dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi, tidak termasuk
11
Page 36
Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasinya. Pemegang Obligasi mengajukan
permintaan tertulis kepada Wali Amanat dengan melampirkan Konfirmasi Tertulis dan wajib
memuat agenda RUPO yang diminta;
b. Perseroan;
c. Wali Amanat; atau
b. OJK.
3. permintaan sebagaimana dimaksud dalam butir 2 poin a, poin b, dan poin d wajib disampaikan
secara tertulis kepada Wali Amanat dan paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah
tanggal diterimanya surat permintaan tersebut Wali Amanat wajib melakukan panggilan untuk
RUPO.
4. dalam hal Wali Amanat menolak permohonan Pemegang Obligasi, maka Wali Amanat wajib
memberitahukan secara tertulis alasan penolakan tersebut kepada pemohon dengan tembusan
kepada OJK, paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender setelah diterimanya surat permohonan.
5. pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan RUPO.
a. pengumuman RUPO wajib dilakukan melalui satu surat kabar harian berbahasa Indonesia
yang berperedaran nasional, dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) Hari
Kalender sebelum pemanggilan.
b. pemanggilan RUPO dilakukan paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum RUPO,
melalui paling sedikit satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran
nasional.
c. pemanggilan untuk RUPO kedua atau ketiga dilakukan paling lambat 7 (tujuh) Hari Kalender
sebelum RUPO kedua atau ketiga dilakukan dan disertai informasi bahwa RUPO sebelumnya
telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai korum.
d. panggilan harus dengan tegas memuat rencana RUPO dan mengungkapkan informasi antara
lain:
1) tanggal, tempat, dan waktu penyelenggaraan RUPO;
2) agenda RUPO;
3) pihak yang mengajukan usulan RUPO;
4) Pemegang Obligasi yang berhak hadir dan memiliki hak suara dalam RUPO; dan
5) korum yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengambilan keputusan RUPO.
e. RUPO kedua atau ketiga diselenggarakan paling cepat 14 (empat belas) Hari Kalender dan
paling lambat 21 (dua puluh satu) Hari Kalender dari RUPO sebelumnya.
6. tata cara RUPO.
a. Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak
menghadiri RUPO dan menggunakan hak suaranya sesuai dengan jumlah Obligasi yang
dimilikinya dengan ketentuan setiap Pemegang Obligasi senilai Rp.1,00 (satu Rupiah) berhak
untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, kecuali Pemegang Obligasi yang dimaksud
dalam butir 6.b. Pemegang Obligasi yang berhak hadir adalah pemegang Obligasi yang
memiliki KTUR yang diterbitkan oleh KSEI.
b. Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasinya tidak memiliki hak suara dan tidak
diperhitungkan dalam korum kehadiran.
c. sebelum pelaksanaan RUPO, Perseroan berkewajiban untuk menyerahkan daftar Pemegang
Obligasi dari Afiliasinya kepada Wali Amanat.
d. RUPO dapat diselenggarakan di tempat Perseroan atau tempat lain yang disepakati antara
Perseroan dan Wali Amanat.
e. RUPO dipimpin oleh Wali Amanat.
f. Wali Amanat wajib mempersiapkan acara RUPO termasuk materi RUPO dan menunjuk
Notaris untuk membuat berita acara RUPO.
g. dalam hal penggantian Wali Amanat diminta oleh Perseroan atau Pemegang Obligasi, maka
RUPO dipimpin oleh Perseroan atau wakil Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya
RUPO tersebut.
h. Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut diwajibkan
12
Page 37
untuk mempersiapkan acara RUPO dan materi RUPO.
i. Pemegang Obligasi yang berhak hadir dalam RUPO adalah Pemegang Obligasi yang
memiliki KTUR dan namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening yang diterbitkan
oleh KSEI 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO, kecuali ditentukan
lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. Ketentuan tersebut telah sesuai
dengan peraturan KSEI tentang Jasa Kustodian Sentral lampiran Keputusan Direksi KSEI
Nomor KEP-0013/DIR/KSEI/0612.
7. Kuorum dan Pengambilan Keputusan.
a. Dalam hal RUPO bertujuan untuk memutuskan mengenai perubahan Perjanjian
Perwaliamanatan sebagaimana dimaksud dalam butir 1, diatur sebagai berikut:
1) apabila RUPO dimintakan oleh Perseroan, maka wajib diselenggarakan dengan
ketentuan sebagai berikut:
a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat)
bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil
keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per
empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
b) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO yang kedua.
c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit 3/4 (tiga perempat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir
dalam RUPO.
d) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (c) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO yang ketiga.
e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam
RUPO.
2) apabila RUPO dimintakan oleh Pemegang Obligasi atau Wali Amanat, maka wajib
diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian
dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan
yang sah dan mengikat apabila disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari
jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
b) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO yang kedua.
c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam
RUPO.
d) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (c) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO yang ketiga.
e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam
RUPO.
3) apabila RUPO dimintakan oleh OJK, maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan
sebagai berikut:
13
Page 38
a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua)
bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil
keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua)
bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
b) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO yang kedua.
c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam
RUPO.
d) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (c) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO yang ketiga.
e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam
RUPO.
b. RUPO yang diadakan untuk tujuan selain perubahan Perjanjian Perwaliamanatan, dapat
diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
1) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian
dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang
sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah
Obligasi yang hadir dalam RUPO.
2) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO kedua.
3) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit
3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
4) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO yang ketiga.
5) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat berdasarkan keputusan suara
terbanyak.
6) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka 5 (lima) tidak
tercapai, maka dapat diadakan RUPO yang keempat.
7) RUPO keempat dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan
mengikat dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan yang ditetapkan oleh OJK
atas permohonan Wali Amanat; dan
8) Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan RUPO keempat wajib
memenuhi ketentuan sebagaimana dalam angka 5 (lima).
8. Biaya penyelenggaraan RUPO menjadi beban Perseroan dan wajib dibayarkan kepada Wali
Amanat paling lambat 7 (tujuh) Hari Kerja setelah permintaan biaya tersebut diterima Perseroan
dari Wali Amanat, yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
9. Penyelenggaraan RUPO wajib dibuatkan berita acara secara notariil.
10. Perseroan, Wali Amanat, dan Pemegang Obligasi wajib memenuhi keputusan-keputusan yang
diambil dalam RUPO.
14
Page 39
FORCE MAJEURE
Perseroan dan Wali Amanat tidak bertanggung jawab atas biaya, kerugian, kegagalan atau
keterlambatan dalam memenuhi kewajiban masing-masing pihak berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan yang disebabkan secara langsung oleh kejadian-kejadian yang berkaitan dengan
keadaan diluar kemampuan dan kekuasaan Perseroan dan Wali Amanat (force majeure), yaitu :
1. Setiap penyebab alam, seperti gempa bumi, topan, badai, banjir atau penyebab lainnya yang
serupa atau disebabkan oleh tindakan manusia seperti perang, invasi bersenjata, revolusi,
pemberontakan, blokade, pembangkangan sipil, pemogokan atau kejadian-kejadian yang serupa
yang dapat mempunyai akibat negatif secara material terhadap pelaksanaan kewajiban-kewajiban
Wali Amanat berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan maupun Dokumen Emisi lainnya.
2. Terjadinya kegagalan dalam sistem administrasi dan transaksi Obligasi di KSEI yang mempunyai
akibat negatif secara material terhadap pelaksanaan kewajiban-kewajiban Perseroan berdasarkan
Perjanjian Perwaliamanatan maupun dokumen Emisi lainnya.
3. Terjadi suatu perubahan penting yang merugikan, termasuk sebagai akibat dari perubahan
peraturan berkenaan dengan keadaan usaha dan keuangan Perseroan, atau keadaan
perekonomian, politik atau keuangan di Indonesia, yang menimbulkan akibat negatif secara
material terhadap pelaksanaan kewajiban-kewajiban Perseroan berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan maupun Dokumen Emisi lainnya.
Dalam hal terjadi force majeure, maka Perseroan wajib untuk memberitahukan kepada Wali Amanat
secara tertulis selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Kerja setelah terjadinya force majeure tersebut, dan
Perseroan dan Wali Amanat untuk mengadakan musyawarah sehubungan dengan terjadinya peristiwa
tersebut dengan tujuan untuk memperkecil kerugian yang diakibatkan oleh force majeure.
Dalam hal terjadi keadaan force majeure, maka Perseroan dan Wali Amanat dibebaskan dari
pemenuhan kewajibannya, sedang kewajiban-kewajiban yang tidak disebabkan oleh force majeure
tetap harus dipenuhi oleh Perseroan dan Wali Amanat.
HASIL PEMERINGKATAN
Sesuai dengan POJK No. 36/2014 dan POJK 49/2020, dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan
telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Fitch sesuai dengan surat No.
39/DIR/RATLTR/III/2025 tanggal 18 Maret 2025 dari Fitch, tanpa adanya periode jatuh tempo akan
tetapi dilakukan review peringkat dalam periode 1 (satu) tahun sekali, Obligasi Berkelanjutan V Toyota
Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 telah mendapat peringkat:
AAA(idn) (Triple A)
Perseroan dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Fitch, baik langsung
maupun tidak langsung sesuai dengan yang didefinisikan dalam UUP2SK.
Perseroan akan menyampaikan peringkat tahunan atas Obligasi kepada OJK paling lambat 10
(sepuluh) Hari Kerja setelah berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai dengan Perseroan
telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait, sebagaimana diatur dalam POJK No. 49/2020.
Faktor-Faktor Penggerak Peringkat dari Fitch
Obligasi yang akan diterbitkan diberikan peringkat yang sama dengan Peringkat Nasional Jangka
Panjang Perseroan sesuai dengan kriteria Fitch karena obligasi tersebut merupakan kewajiban yang
bersifat langsung dari perusahaan serta memiliki peringkat yang sama dengan kewajiban lainnya dari
Perseroan.
15
Page 40
Peringkat Perseroan mencerminkan dukungan yang kuat dari Toyota Financial Services Corporation
yang merupakan satu dari dua pemegang saham perusahaan. Toyota Financial Services Corporation
adalah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Toyota Motor Corporation (TMC; 'A'/Stabil),
salah satu perusahaan manufaktur otomotif terbesar di dunia. Perseroan juga memperoleh dukungan
dari pemegang saham mayoritas lainnya, PT Astra International Tbk.
Sensitivitas Peringkat
Perubahan Peringkat Nasional Perseroan dapat mempengaruhi peringkat Obligasi.
Tekanan terhadap peringkat Perseroan dapat timbul bilamana porsi kepemilikan Toyota Motor
Corporation atas Toyota Financial Services Corporation dan dukungan dari kedua pemegang saham
berkurang. Namun, Fitch memandang hal ini tidak akan segera terjadi mengingat peranan strategis
Perseroan dalam menyediakan jasa pembiayaan untuk mobil Toyota yang dijual di Indonesia. Tidak
ada potensi kenaikan bagi peringkat nasional Perseroan karena telah berada di skala peringkat
nasional tertinggi.
PERPAJAKAN
Perpajakan atas penghasilan yang diperoleh dari kepemilikan Obligasi diperhitungkan dan
diperlakukan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Keterangan lebih lengkap
mengenai perpajakan dapat dilihat pada Bab IX perihal Perpajakan dalam Prospektus ini.
CARA DAN TEMPAT PELUNASAN POKOK OBLIGASI DAN PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI
Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi akan dilakukan oleh KSEI selaku Agen
Pembayaran atas nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi yang menyerahkan konfirmasi
kepemilikan Obligasi sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam
Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening di KSEI sesuai
dengan jadwal waktu pembayaran masing-masing sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana
tanggal pembayaran jatuh pada bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa
berikutnya.
WALI AMANAT
Penerbitan Obligasi ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian
Perwaliamanatan, antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang bertindak
selaku Wali Amanat.
Alamat dari Wali Amanat adalah sebagai berikut:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Divisi Investment Services
Department Trust & Corporate Services
Account Executive TCS Team
Gedung BRI II Lt.30
Jl. Jend.Sudirman Kav.44-46
Jakarta 10210 - Indonesia
Tel. (021) 5758144 / 5752362
Faksimili: (021) 2510316 / 5752444
Email: tcs@corp.bri.co.id
HUKUM YANG BERLAKU
Seluruh perjanjian yang berhubungan dengan Obligasi ini berada dan tunduk di bawah hukum yang
berlaku di Indonesia.
16
Page 41
II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN
UMUM OBLIGASI
Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya Emisi seluruhnya akan
dipergunakan untuk modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor sebagaimana kegiatan usaha
Perseroan.
Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaan dana secara berkala setiap 6 bulan kepada OJK
dan Wali Amanat sesuai dengan POJK No. 30/2015.
Apabila Perseroan bermaksud untuk melakukan perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum
ini sebagaimana dimaksud di atas, maka Perseroan wajib melaporkan terlebih dahulu rencana
perubahan penggunaan dana dimaksud kepada OJK dengan mengemukakan alasan dan
pertimbangannya paling lambat 14 hari sebelum penyelenggaraan RUPO dan mendapatkan
persetujuan terlebih dahulu dari RUPO sesuai dengan POJK No. 30/2015.
Dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga
Tetap Tahap I Tahun 2025 yang belum dipergunakan seluruhnya, maka Perseroan akan menempatkan
dana tersebut dengan memperhatikan keamanan dan likuiditas serta dapat memberikan keuntungan
finansial yang wajar bagi Perseroan sesuai dengan POJK No. 20/2020.
Dalam hal Perseroan akan melaksanakan transaksi dengan menggunakan dana hasil Penawaran
Umum yang merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu dan/atau
transaksi material, Perseroan akan memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No.17/2020
dan POJK No. 42/2020.
Sesuai dengan POJK No. 9/2017, total biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan sebelum pajak adalah
kurang lebih setara dengan 0,889% dari nilai emisi Obligasi yang meliputi:
• Biaya jasa penjaminan emisi obligasi: 0,170%, yang terdiri dari:
o imbalan jasa penyelenggaraan (Management Fee) : 0,120%;
o imbalan jasa penjaminan (Underwriting Fee) : 0,025%; dan
o imbalan jasa penjualan (Selling Fee) : 0,025%.
• Biaya Profesi Penunjang Pasar Modal: 0,387%, yang terdiri dari:
o biaya jasa Akuntan Publik: 0,300%;
o biaya jasa Konsultan Hukum: 0,057%; dan
o biaya jasa Notaris: 0,030%.
• Biaya Lembaga Penunjang Pasar Modal: 0,070%, yang terdiri dari:
o biaya jasa Wali Amanat: 0,020%; dan
o biaya jasa Perusahaan Pemeringkat Efek: 0,050%.
• Biaya Lain-lain sekitar 0,2615%, termasuk biaya Pernyataan Pendaftaran OJK, biaya pencatatan di
BEI, biaya pencatatan di KSEI, serta biaya percetakan, iklan, audit penjatahan dan lain-lain.
Dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap V Tahun 2025 seluruhnya telah digunakan sesuai dengan tujuan
penggunaan dana masing-masing obligasi tersebut serta telah dilaporkan kepada OJK melalui surat
No. 097/TAF/TRS/V/25 tertanggal 5 Mei 2025 perihal Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil
Penawaran Umum Berkelanjutan IV Tahap V Tahun 2025 sesuai dengan POJK No. 30/2015.
17
Page 42
III. PERNYATAAN UTANG
Tabel di bawah ini memperlihatkan jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024, yang
diambil dari laporan posisi keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 yang telah
diaudit.
Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen
Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia dan Peraturan Nomor VIII.G.7 tentang Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Laporan keuangan Perseroan
pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah
diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan
standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya yang
diterbitkan kembali tertanggal 8 Mei 2025 yang ditandatangani oleh Drs. M. Jusuf Wibisana, M.Ec.,
CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0222).
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan memiliki total liabilitas sebesar 32.018.321 (dalam jutaan
Rupiah) dengan rincian sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Liabilitas
Utang penyalur kendaraan
- Pihak ketiga 2.111
- Pihak berelasi -
Liabilitas sewa pembiayaan 1.677
Utang lain-lain
- Pihak ketiga 512.994
- Pihak berelasi 429.133
Akrual
- Pihak ketiga 601.441
Surat berharga yang diterbitkan
- Obligasi 4.356.420
Pinjaman
- Pihak ketiga 25.770.883
Liabilitas derivatif 96.370
Utang pajak
- Pajak penghasilan 106.820
- Pajak lain-lain 24.687
Imbalan kerja 115.785
Jumlah Liabilitas 32.018.321
1. Utang Penyalur Kendaraan
Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan beberapa penyalur kendaraan. Pembiayaan
yang telah disetujui namun belum dibayarkan kepada penyalur kendaraan dicatat sebagai utang
penyalur kendaraan.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Jumlah utang penyalur kendaraan pihak ketiga 2.111
Jumlah utang penyalur kendaraan 2.111
18
Page 43
2. Utang Lain-lain
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Titipan konsumen 191.345
Komisi 158.955
Pemasok 62.712
Utang kepada perusahaan asuransi 34.642
Agen penagihan 5.505
Biaya terkait karyawan 3.558
Lain-lain 56.277
Jumlah utang lain-lain – pihak ketiga 512.994
Pihak berelasi
Utang kepada perusahaan asuransi 42.445
Lain-lain 386.688
Jumlah utang lain-lain – pihak berelasi 429.133
Titipan konsumen adalah setoran dari konsumen terkait dengan deposit angsuran atau transaksi
pembiayaan lainnya yang masih dalam proses identifikasi atau alokasi.
Komisi adalah insentif yang akan di bayarkan kepada dealer.
Utang kepada perusahaan asuransi adalah utang Perseroan sehubungan dengan premi asuransi atas
kendaraan yang dibiayai dan dibayar oleh pelanggan.
Pemasok adalah pembayaran yang harus dilakukan untuk transaksi yang terkait dengan kegiatan
operasional Perseroan kepada pihak eksternal.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, seluruh nilai tercatat utang usaha berdenominasi Rupiah.
3. Akrual
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Beban bunga dan keuangan 324.873
Insentif dan komisi 183.960
Promosi 81.569
Biaya profesional 2.546
Lain-lain 8.493
Jumlah akrual 601.441
19
Page 44
4. Surat Berharga yang Diterbitkan
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Nilai Nominal
Obligasi Berkelanjutan III Tahap II
- Seri B 1.019.900
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I
- Seri A -
- Seri B 619.160
- Seri C 500.000
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II
- Seri A -
- Seri B 223.565
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III
- Seri A 237.775
- Seri B 8.675
- Seri C 757.030
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV
- Seri A 600.000
- Seri B 400.000
Jumlah Obligasi 4.366.105
Dikurangi:
Biaya emisi obligasi yang belum diamortisasi (9.685)
Bersih 4.356.420
Amortisasi biaya emisi obligasi 4.625
Berikut ini adalah rincian utang obligasi:
Tingkat
Nilai Jatuh
Surat Berharga Bunga per Status Peringkat
Nominal Tempo
Tahun
Obligasi Berkelanjutan IV
Tahap I
Obligasi Seri B Rp619.160 6,00% Belum jatuh AAAidn
11 Juli 2026
juta tempo
Obligasi Seri C Rp500.000 6,25% Belum jatuh AAAidn
11 Juli 2028
juta tempo
Obligasi Berkelanjutan IV
Tahap II
Rp223.565 3 Oktober Belum jatuh
Obligasi Seri B 6,35% AAAidn
juta 2026 tempo
Obligasi Berkelanjutan IV
Tahap III
Rp237.775 6,50% 19 Juli Belum jatuh AAAidn
Obligasi Seri A
juta 2025 tempo
Obligasi Seri B Rp8.675 juta 6,80% 9 Juli Belum jatuh AAAidn
2027 tempo
Obligasi Seri C Rp757.030 7,10% 9 Juli Belum jatuh AAAidn
juta 2029 tempo
20
Page 45
Tingkat
Nilai Jatuh
Surat Berharga Bunga per Status Peringkat
Nominal Tempo
Tahun
Obligasi Berkelanjutan IV
Tahap IV
Rp600.000 6,35% 22 Belum jatuh AAAidn
Obligasi Seri A juta November tempo
2025
Obligasi Seri B Rp400.000 6,80% 22 Belum jatuh AAAidn
juta November tempo
2027
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan memiliki surat berharga yang diterbitkan yang akan jatuh
tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sebesar Rp1.857.675.
Beban bunga atas obligasi untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp199.226.
Selama tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran surat berharga kepada bank sebesar
Rp782.275.
Tidak ada pembayaran pokok dan bunga obligasi yang telah jatuh tempo namun belum dibayarkan.
Tidak ada aset Perseroan yang dijaminkan untuk obligasi ini.
Dalam perjanjian perwaliamanatan untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap II 2022 dan Obligasi
Berkelanjutan IV Tahap I dan II 2023 diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan,
antara lain, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 10:1. Perseroan telah memenuhi
seluruh persyaratan surat berharga yang diterbitkan.
Selain itu, untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap II 2022 dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I dan II
2023 selama pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat
(yang tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas oleh Wali Amanat), tidak diperkenankan antara lain,
membagi dividen selama Perseroan lalai dalam membayar jumlah terutang obligasi dan menjual atau
mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan, kecuali dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut.
5. Pinjaman dan Cerukan
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Pinjaman
Rupiah
MUFG Bank, Ltd. 5.050.000
PT Bank Mizuho Indonesia 1.945.000
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 1.423.958
Deutsche Bank A.G., Jakarta 1.400.000
Citibank, N.A., Jakarta 700.000
PT Bank ANZ Indonesia 450.000
Jumlah Pinjaman Rupiah 10.968.958
21
Page 46
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Dolar AS
PT Bank Mizuho Indonesia 7.515.330
PT Bank SMBC Indonesia Tbk 4.961.734
Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ltd. 1.616.200
PT Bank ANZ Indonesia 210.106
PT Bank of America N.A, Jakarta 113.134
The Chiba Bank, Ltd. 80.810
Jumlah Pinjaman Dolar AS 14.497.314
Yen Jepang
The Norichukin Bank 307.088
Jumlah Pinjaman 25.773.360
Cerukan Bank
Rupiah
Deutsche Bank A.G., Jakarta 8.206
Biaya provisi yang belum diamortisasi (10.683)
Jumlah Pinjaman Setelah Biaya Provisi 25.770.883
Pada tahun 2024, pinjaman-pinjaman tersebut diatas dikenakan tingkat suku bunga per tahun antara
5,50% - 7,73% untuk mata uang Rupiah, 2,28% - 5,59% untuk mata uang Dolar AS dan 0,55% - 0,56%
untuk mata uang Yen Jepang. Tidak ada aset Perseroan yang dijaminkan untuk pinjaman ini.
Fasilitas pinjaman dari beberapa bank ini mensyaratkan Perseroan, antara lain, untuk memberikan
pemberitahuan tertulis dalam hal perubahan pemegang saham mayoritas, perubahan susunan direksi
serta komisaris dan perubahan kegiatan usaha. Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Perseroan
diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimal 10:1 dan menyampaikan laporan lainnya. Perseroan
telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman.
Pada tanggal 31 Desember 2024, tidak ada pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang telah jatuh
tempo namun belum dibayarkan.
Rincian dari pinjaman yang diterima dan cerukan adalah sebagai berikut:
Tanggal Efektif Saldo Pinjaman
Nama Bank Jatuh Tempo Fasilitas Terakhir
Perjanjian ***)
MUFG Bank, Ltd
(sebelumnya The 17 Mei 2024 17 Mei 2025 Rp6.400.000 juta
Bank of Tokyo -
Mitsubishi, UFJ,
Rp5.050.000 juta
Ltd dan Mitsubishi 30 September 30 September
UFJ Trust & Rp2.000.000 juta
2024 2025
Banking
Corporation)
31 Juli 2024 31 Juli 2025 USD 315.000.000*
PT Bank SMBC
31 Juli 2024 31 Juli 2025 Rp2.000.000 juta Rp4.961.734juta
Indonesia Tbk
30 November 2022 30 November 2025 Rp1.750.000 juta
22
Page 47
Tanggal Efektif Saldo Pinjaman
Nama Bank Jatuh Tempo Fasilitas Terakhir
Perjanjian ***)
Citibank, N.A.,
16 April 2021 **) USD 366.000.000* Rp700.000 juta
Jakarta
30 Juni 2021 30 Juni 2027 USD 10.000.000*
Sumitomo Mitsui 6 Maret 2020 31 Maret 2026 USD 50.000.000*
Trust Bank, 25 Februari 2022 29 Februari 2028 USD 10.000.000* Rp1.616.200 juta
Ltd. 31 Oktober 2022 29 September 2028 USD 50.000.000*
16 Juni/June 2023 31 Mei/May 2029 USD50.000.000*
PT Bank Mizuho
28 Juni 2024 28 Juni 2025 USD 650.000.000* Rp9.460.330 juta
Indonesia
PT Bank of
13 Juli 2017 **) USD 32.000.000 Rp113.134 juta
America
19 November
The Chiba Bank 19 Mei 2023 USD5.000.000* Rp80.810 juta
2028
Deutsche Bank 4 Maret 28 Februari
Rp3.000.000 juta Rp1.400.000 juta
AG, Jakarta 2024 2025
Deutsche Bank
AG, Jakarta – - - - Rp8.206 juta
Bank overdraft
The Norinchukin
24 Maret 2021 24 Juni 2026 JPY5.000.000.000* Rp307.088 juta
Bank
PT Bank ANZ 30 Desember
31 Januari 2025 USD 56.000.000* Rp660.106 juta
Indonesia 2025
PT Bank Permata 31 Desember 31 Desember
Rp300.000 juta -
Tbk 2023 2025
PT Bank Jago Tbk 7 Juni 2024 7 Juni 2025 Rp400.000 juta -
26 Agustus 26 Agustus
Rp750.000 juta
2022 2027
PT Bank Syariah 26 Agustus 26 Agustus
Rp750.000 juta Rp1.423.958 juta
Indonesia Tbk 2022 2028
30 Agustus 30 Agustus
Rp1.000.000 juta
2024 2029
Standard 25 November
25 November 2024 Rp300.000 juta -
Chartered Bank 2025
Jumlah Pinjaman Rp25.781.566 juta
*) Nilai penuh
**) Tidak terdapat tanggal jatuh tempo
***) Saldo dan total fasilitas
Selama tahun 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran pinjaman kepada bank sebesar
Rp38.067.830
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan memiliki pinjaman mata uang asing yang akan jatuh
tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sebesar Rp 5.745.600
Beban bunga atas pinjaman untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp1.599.853
Tidak terdapat aset yang dijaminkan sebagai jaminan sehubungan dengan fasilitas pinjaman yang
diperoleh Perseroan.
23
Page 48
6. Liabilitas Derivatif
Perseroan telah melakukan beberapa kontrak cross currency swap (“CCS”) dan foreign exchange swap
(“FX”) dengan PT Bank SMBC Indonesia Tbk, Standard Chartered Bank, Jakarta, JP Morgan Chase
Bank, N.A. dan PT Bank Mizuho Indonesia.
Perincian dari kontrak-kontrak tersebut pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Nilai Wajar
Jumlah Nosional Tanggal Tanggal Jatuh
Instumen dan Counterparties Liabilitas
(nilai penuh) Perjanjian Tempo
Derivatif
Pihak ketiga
Cross currency swaps
- Standard Chartered Bank, Jakarta JPY 500.000.000 29 Juli 2024 28 Januari 2025 Rp15.747 juta
26 Agustus 25 Februari
- Standard Chartered Bank, Jakarta JPY 2.000.000.000 Rp61.062 juta
2024 2025
09 September
- Standard Chartered Bank, Jakarta JPY 500.000.000 07 Maret 2025 Rp14.241 juta
2024
30 Desember
- PT Bank ANZ Indonesia USD 13.000.000 27 Maret 2025 Rp5.320 juta
2024
Jumlah Liabilitas Derivatif Rp96.370 juta
Perseroan melakukan kontrak cross currency swap dan foreign exchange swap dalam rangka
mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar atas pinjaman bank dalam mata uang asing.
Semua kontrak derivatif di atas ditujukan untuk lindung nilai. Seluruh instrumen derivatif ini memenuhi
kriteria akuntansi lindung nilai arus kas.
Perubahan atas nilai wajar dari kontrak cross currency swap dan foreign exchange swap yang
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai, yang secara efektif menghapus variabilitas arus kas dari
pinjaman terkait, dicatat di pendapatan komprehensif lainnya. Nilai ini kemudian diakui dalam laporan
laba rugi sebagai penyesuaian atas laba atau rugi selisih kurs dan beban bunga pinjaman terkait yang
dilindung nilai pada periode yang sama dimana selisih kurs dan beban bunga tersebut diakui pada
laporan laba rugi.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah sebesar Rp310.747 (kredit) telah
direklasifikasikan dari ekuitas ke laporan laba rugi tahun berjalan. Jumlah tersebut terdiri dari
Rp459.930 yang didebitkan pada laba rugi selisih kurs-bersih dan Rp149.183 yang dikreditkan pada
beban bunga dan keuangan di laba rugi ).
Jumlah laba rugi selisih kurs yang direklasifikasi dari ekuitas disalinghapuskan dalam laporan laba rugi
terhadap laba rugi selisih kurs dari pinjaman dan surat berharga yang diterbitkan, yang terkait dengan
lindung nilai. Dampak dari beban bunga dan keuangan yang direklasifikasi dari ekuitas adalah untuk
mengubah bunga mengambang menjadi bunga tetap.
Nilai wajar bersih dari aset dan liabilitas derivative setelah pajak, pada tanggal 31 Desember 2024
sejumlah Rp74.913 (kredit) dicatat sebagai “Cadangan lindung nilai arus kas” pada Ekuitas.
Keuntungan dan kerugian di ekuitas atas cross currency swap dan foreign exchange swap akan diakui
pada laporan laba rugi sepanjang periode sesuai dengan jatuh tempo dari pinjaman yang
bersangkutan.
Perseroan telah melakukan lindung nilai dan tidak ada ketidakefektifan sehubungan dengan swap suku
bunga dalam keuntungan atau kerugian lain dalam laba rugi tahun 2024.
24
Page 49
7. Utang Pajak
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Utang pajak penghasilan
- Pasal 29 90.923
- Pasal 25 15.897
Jumlah utang pajak penghasilan 106.820
Utang pajak lain-lain
- Pajak pertambahan nilai 14.147
- Pasal 21 9.000
- Pasal 23 813
- Pasal 26 586
- Pasal 4 (2) 141
Jumlah utang pajak lain-lain 24.687
Jumlah Utang Pajak 131.507
8. Imbalan Kerja
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Imbalan kerja jangka pendek 14.836
Imbalan pensiun 40.969
Imbalan pasca kerja lainnya 59.980
Jumlah imbalan kerja 115.785
Imbalan kerja untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dihitung oleh
Halim Gunawan, FSAI, aktuaris independen dari Kantor Konsultan Aktuaria Halim & Rekan dengan
menggunakan metode projected unit credit. Berikut ini adalah hal-hal penting yang diungkapkan dalam
laporan aktuarial No. 0106/KKA-PA-REP/HG/I/2025 dan No. 0103/KKA-PA-REP/HG/I/2024 tertanggal
20 Januari 2025 dan 22 Januari 2024.
Asumsi aktuarial utama yang digunakan adalah sebagai berikut:
Keterangan 31 Desember 2024
Asumsi ekonomi:
Tingkat diskonto 6,5%
Kenaikan gaji di masa
6,5%
datang
Asumsi lainnya:
- Tingkat kematian TMI (Tabel Mortalitas Indonesia) IV 2019
- Tingkat cacat 5% dari tingkat mortalitas
15% per tahun pada usia sampai dengan 25 tahun dan berkurang hingga 1%
- Tingkat pengunduran
pada usia 45 tahun
peserta
Kemudian 55 tahun
- Usia pensiun normal 55 tahun
25
Page 50
Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya
Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya yang diakui di laporan posisi keuangan adalah sebagai
berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Imbalan pensiun 40.969
Imbalan pasca kerja lainnya 59.980
Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya 100.949
Mutasi liabilitas yang diakui pada laporan posisi keuangan sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Pada awal tahun 71.353
Jumlah yang dibebankan pada laba rugi 26.441
Jumlah yang dibebankan pada pendapatan komprehensif lainnya 5.731
Imbalan yang dibayarkan (2.576)
Pada akhir tahun 100.949
Jumlah yang diakui pada laporan laba rugi adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Biaya jasa kini 10.104
Biaya bunga 4.873
Pengakuan Aktuaria Kerugian – untuk imbalan pasca kerja lainnya 11.942
Pindahan dari entitas lain (478)
Jumlah 26.441
Mutasi imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya neto adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Imbalan pasca kerja
Keterangan Imbalan pensiun Jumlah
lainnya
Pada awal tahun 31.446 39.907 71.353
Biaya jasa kini 2.967 7.138 10.105
Beban bunga 2.169 2.704 4.873
Biaya jasa lalu
Pengukuran kembali
- Perubahan dalam asumsi
1.606 4.104 5.710
demografis
- Perubahan dalam asumsi
2.845 1.974 4.819
keuangan
- Penyesuaian pengalaman
1.279 5.864 7.143
kewajiban
Imbalan yang dibayar (891) (1.685) (2.576)
Pindahan ke entitas afiliasi (452) (26) (478)
Pada akhir tahun 40.969 59.980 100.949
26
Page 51
(dalam jutaan Rupiah)
Imbalan pasca kerja
Keterangan Imbalan pensiun Jumlah
lainnya
Bagian jangka pendek 10.659
Bagian jangka panjang 90.290
Jumlah 100.949
Durasi rata-rata tertimbang dari liabilitas imbalan pasti pada tanggal 31 Desember 2024 adalah 17
tahun.
Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun tidak didiskontokan adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Desember 2024
Kurang dari satu tahun 10.659
Antara satu dan dua tahun 11.883
Antara dua dan lima tahun 28.870
Lebih dari lima tahun 939.956
Sensitivitas liabilitas imbalan pasti untuk perubahan asumsi aktuarial pokok adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Dampak pada kewajiban imbalan pasti
Keterangan Perubahan asumsi
Kenaikan asumsi Penurunan asumsi
Tingkat diskonto 1% (5.415) 6.702
Tingkat kenaikan gaji di masa datang 1% 7.347 (5.992)
Analisis sensitivitas di atas didasarkan pada perubahan atas satu asumsi aktuarial di mana semua
asumsi lainnya dianggap konstan. Dalam praktiknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan beberapa
asumsi mungkin saling berkorelasi. Dalam perhitungan sensitivitas liabilitas imbalan pasti atas asumsi
aktuarial utama, metode yang sama (perhitungan nilai kini liabilitas imbalan pasti dengan menggunakan
metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan) telah diterapkan seperti dalam perhitungan
liabilitas pensiun yang diakui dalam laporan posisi keuangan.
9. Komitmen dan Kontinjensi
Komitmen
Perseroan mengadakan perjanjian dengan PT Megaplaza untuk menyewa gedung kantor di Jl. HR.
Rasuna Said, Jakarta sampai Juni 2025. Perseroan mengakui komitmen perjanjian sewa tersebut
sebagai liabilitas sewa.
Kontinjensi
Perseroan tidak memiliki liabilitas kontinjen yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2024.
MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA TIDAK ADA LIABILITAS YANG AKAN
DILUNASI/DIBAYAR MENGGUNAKAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM DAN TIDAK
TERDAPAT LIABILITAS PERSEROAN YANG TELAH JATUH TEMPO TETAPI BELUM
DILUNASI
PERSEROAN TIDAK MEMILIKI PEMBATASAN-PEMBATASAN (NEGATIVE COVENANTS)
YANG MERUGIKAN PEMEGANG OBLIGASI
27
Page 52
DENGAN MELIHAT KONDISI KEUANGAN PERSEROAN, MANAJEMEN PERSEROAN
SANGGUP UNTUK MENYELESAIKAN SELURUH LIABILITASNYA SESUAI DENGAN
PERSYARATAN SEBAGAIMANA MESTINYA
SELURUH LIABILITAS PERSEROAN PADA TANGGAL LAPORAN KEUANGAN TERAKHIR
TELAH DIUNGKAPKAN DI DALAM PROSPEKTUS INI
TIDAK TERDAPAT FAKTA MATERIAL YANG MENGAKIBATKAN PERUBAHAN SIGNIFIKAN
PADA LIABILITAS DAN/ATAU PERIKATAN SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN
TERAKHIR SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK DAN LIABILITAS
DAN/ATAU PERIKATAN SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK SAMPAI
DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN
28
Page 53
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersama
dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan tersebut yang tercantum
dalam Prospektus ini. Untuk informasi lebih lanjut, Investor juga harus membaca Bab V Prospektus ini
yang berjudul Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen.
Ikhtisar data keuangan penting yang disajikan dibawah ini diambil dari laporan posisi keuangan
Perseroan yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 serta laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 beserta catatan atas laporan keuangan tersebut.
Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen
Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia dan Peraturan Nomor VIII.G.7 tentang Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Laporan keuangan Perseroan
pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah
diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan
standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya yang
diterbitkan kembali tertanggal 8 Mei 2025 yang ditandatangani oleh Drs. M. Jusuf Wibisana, M.Ec.,
CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0222).
Laporan Posisi Keuangan
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
ASET
Kas dan setara kas
- Pihak ketiga 368.890 510.989
- Pihak berelasi 461 5.262
Piutang pembiayaan konsumen bersih setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
Rp1.512.901
(2023: 1.440.449)
- Pihak ketiga 30.291.735 28.921.719
- Pihak berelasi 91.273 58.186
Piutang pembiayaan Murabahah bersih setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp55.667
(2023: 46.128)
- Pihak ketiga 1.680.199 1.339.613
Investasi bersih dalam sewa pembiayaan
- Pihak ketiga 254.076 274.650
Piutang pembiayaan penyalur kendaraan setelah
dikurangi nilai sebesar Rp3.686 (2023: 4.775)
- Pihak ketiga 870.469 1.097.509
- Pihak berelasi 55.654 43.427
Biaya dibayar dimuka
- Pihak ketiga 11.690 10.493
- Pihak berelasi 31.205 28.585
Uang muka 5.185 7.116
Piutang lain-lain
- Pihak ketiga 827.331 327.482
- Pihak berelasi 679.851 290.184
29
Page 54
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Aset derivatif 1.072.322 637.926
Aset pajak tangguhan - bersih 137.982 73.829
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 928.812 1.047.204
sebesar Rp448.273 (2023: 395.047)
Aset lain-lain
- Pihak ketiga 5.326 5.439
JUMLAH ASET 37.312.461 34.679.613
LIABILITAS
Utang penyalur kendaraan
- Pihak ketiga 2.111 3.713
- Pihak berelasi - 1.884
Liabilitas sewa pembiayaan 1.677 2.097
Utang lain-lain
- Pihak ketiga 512.994 534.384
- Pihak berelasi 429.133 240.495
Akrual
- Pihak ketiga 601.441 782.490
Surat berharga yang diterbitkan
- Obligasi 4.356.420 3.136.572
Pinjaman
- Pihak ketiga 25.770.883 25.144.938
Liabilitas derivatif 96.370 44.111
Utang pajak
- Pajak penghasilan 106.820 72.982
- Pajak lain-lain 24.687 13.624
Imbalan kerja 115.785 90.849
JUMLAH LIABILITAS 32.018.321 30.068.139
EKUITAS
Modal saham biasa – nilai nominal Rp1.000 per saham
(nilai penuh)
- Modal dasar – 2.000.000.000 saham
- Modal ditempatkan dan disetor penuh - 800.000.000
800.000 800.000
saham
Saldo laba
- Cadangan wajib 88.000 80.000
- Belum dicadangkan 4.331.227 3.562.800
Cadangan lindung nilai arus kas 74.913 168.674
JUMLAH EKUITAS 5.294.140 4.611.474
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 37.312.461 34.679.613
30
Page 55
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Pendapatan
Pembiayaan konsumen 3.543.129 3.195.256
Marjin Murabahah 167.263 131.705
Sewa pembiayaan 24.721 22.085
Sewa operasi 202.411 172.585
Pembiayaan penyalur kendaraan 66.939 59.647
Bunga bank 14.555 12.811
Lain-lain 323.476 254.448
Jumlah Pendapatan 4.342.494 3.848.537
Beban
Bunga dan keuangan (1.830.153) (1.547.877)
Cadangan kerugian penurunan nilai
- Piutang pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan
Murabahah dan piutang pembiayaan penyalur (505.177) (584.150)
kendaraan
- Lainnya (230.159) (122.842)
Beban umum (782.813) (714.690)
Laba selisih kurs - bersih 992 73
Jumlah Beban (3.347.310) (2.969.486)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 995.184 879.051
Beban Pajak Penghasilan (214.287) (188.718)
Laba Bersih 780.897 690.333
Penghasilan komprehensif lain
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
- Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca (5.731) (391)
kerja
- Pajak penghasilan terkait 1.261 86
(4.470) (305)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
- Lindung nilai arus kas (120.207) 178.279
- Pajak penghasilan terkait 26.446 (39.221)
(93.761) 139.058
Pendapatan Komprehensif Lain - setelah pajak (98.231) 138.753
682.666 829.086
Jumlah Penghasilan Komprehensif
Laba per Saham (nilai penuh) 976 863
Rasio Keuangan Penting
(dalam persentase, kecuali dinyatakan lainnya)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Laba sebelum pajak penghasilan / pendapatan 22,92 22,84
Pendapatan / jumlah aset 11,64 11,10
31
Page 56
(dalam persentase, kecuali dinyatakan lainnya)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Laba bersih / pendapatan 17,98 17,94
Laba bersih / jumlah aset (ROA) 2,73 2,73
Laba bersih / jumlah ekuitas (ROE) 15,72 16,12
Gearing ratio* (x) 5,69 6,13
Debt to equity ratio (x) 6,05 6,52
Jumlah liabilitas / jumlah aset (x) 0,86 0,87
Jumlah liabilitas dalam mata uang asing / modal sendiri (x) 2,80 3,17
Financing to Asset 89,09 91,51
Networth terhadap modal disetor 661,77 576,43
Non-performing financing (NPF) 0,48 0,48
Interest coverage ratio 1,54x 1,57x
Debt service coverage ratio 0,16 0,18
Keterangan:
* Gearing Ratio: Jumlah kewajiban yang mengandung beban bunga (pinjaman dan surat berharga yang diterbitkan) dibandingkan dengan ekuitas
Perseroan.
Sehubungan dengan pemenuhan rasio pada tabel di atas, Perseroan berkeyakinan dapat
memenuhi dan membayar kewajiban Perseroan yang masih outstanding.
Rasio Keuangan Yang Dipersyaratkan Dalam Perjanjian Utang
Rasio yang 31 Desember
Rasio Keuangan
dipersyaratkan 2024 2023
Gearing Ratio (x) Maksimum 10x 5,69 6,13
Pada perjanjian pinjaman dan perjanjian perwaliamanatan, Perseroan diwajibkan untuk menjaga
gearing ratio maksimal 10:1. Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan.
32
Page 57
V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan pembahasan oleh manajemen atas kondisi keuangan serta hasil operasional Perseroan
dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan ikhtisar data keuangan penting dan laporan
keuangan Perseroan yang telah diaudit, beserta catatan atas laporan keuangan tersebut.
Informasi keuangan yang disajikan dibawah ini diambil dari laporan posisi keuangan Perseroan yang
telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 serta laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan
2023 beserta catatan atas laporan keuangan tersebut.
Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen
Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia dan Peraturan Nomor VIII.G.7 tentang Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Laporan keuangan Perseroan
pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah
diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan
standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya yang
diterbitkan kembali tertanggal 8 Mei 2025 yang ditandatangani oleh Drs. M. Jusuf Wibisana, M.Ec.,
CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0222).
1. UMUM
Perseroan didirikan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1994 dengan nama PT KDLC Bancbali Finance.
Perseroan memperoleh lisensi untuk beroperasi sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang
Lembaga Pembiayaan dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusan No.420/KMK.017/1994
tertanggal 18 Agustus 1994.
Dalam melakukan kegiatan usahanya Perseroan senantiasa berusaha memperluas jaringannya di
kota-kota besar seluruh Indonesia, sehingga sampai saat ini Perseroan telah memiliki 40 Kantor
Cabang, 40 Kantor Cabang Syariah dan 5 Kantor Selain Kantor Cabang yang tersebar di berbagai
wilayah di Indonesia.
Kegiatan usaha Perseroan dimaksudkan untuk menunjang kelompok usaha Astra sebagai produsen
dan distributor otomotif, khususnya kendaraan bermotor merek Toyota di Indonesia, melalui pemberian
fasilitas pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor yang diproduksi dan dipasarkan oleh Toyota
kepada para konsumen.
Dalam rangka memberikan kemudahan bagi pelanggannya dalam melakukan pembayaran, Perseroan
memberikan beberapa alternatif pembayaran kepada konsumen, diantaranya melalui auto debet, virtual
account, Post Dated Cheque (PDC), kantor pos dan pembayaran secara tunai. Kerjasama tersebut
dilakukan dengan beberapa bank besar di Indonesia, antara lain: PT Bank Permata Tbk., PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Perseroan memiliki jaringan pembayaran di seluruh Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berlogo Alto,
Prima dan ATM Bersama; serta seluruh Kantor Pos di Indonesia.
Perseroan selalu melakukan manajemen sumber daya manusia yang berkesinambungan sesuai
dengan arahan Astra Group yang selalu menempatkan karyawan sebagai aset utama sebuah
perusahaan. Semangat Kaizen yang menekankan Continuous Improvement juga sudah menjadi
budaya Perseroan yang terbukti membuat Toyota menjadi perusahaan otomotif paling sukses di dunia.
Perseroan juga mempunyai strategi-strategi usaha untuk meningkatkan kinerja, Perseroan mempunyai
strategi-strategi sebagai berikut:
33
Page 58
- Pengembangan produk-produk agar semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan, baik produk
pembiayaan kendaraan baru, kendaraan bekas ataupun produk multiguna;
- Penawaran yang lebih kompetitif dan menarik untuk pembiayaan model-model baru dan unggulan
dari kendaraan Toyota, Daihatsu, Lexus;
- Pembiayaan Syariah bagi konsumen-konsumen yang hendak membeli mobil dengan konsep
syariah;
- Transformasi digital sehingga mampu menghadirkan pengalaman terbaik kepada konsumen; dan
- Pengembangan aplikasi-aplikasi digital Perseroan agar kebutuhan proses bisnis stakeholder
semakin mudah dijangkau.
2. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI KEUANGAN DAN KINERJA
PERSEROAN
1) Kondisi perekonomian
Perseroan dihadapi dengan kondisi perekonomian dengan ketidakpastian karena situasi pandemi
pada tahun 2020 – 2021 dan kemudian pengaruh perang politik dunia pada tahun 2022, dimana
hal ini mempengaruhi daya beli masyarakat dan ekonomi makro dengan meningkatnya tingkat
suku bunga dan juga harga BBM.
Ditengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif Perseroan tetap mampu meningkatkan nilai
penjualan dari tahun ke tahun dan dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan profit Perseroan.
Hal ini didukung dari strategi Perseroan yang telah mengantisipasi kecukupan dan kestabilan
likuiditas Perseroan dengan dilakukannya stress test secara berkala untuk melihat pengaruh
Perseroan dalam menghadapi kondisi ekonomi yang ekstrem.
2) Perubahan nilai tukar mata uang asing dan tingkat suku bunga
Perubahan nilai tukar mata uang asing tidak memberikan pengaruh signifikan karena Perseroan
melakukan lindung nilai (hedging) semua hutang dalam mata uang asing menggunakan Cross
Currency Swap. Perseroan juga menjaga risiko fluktuasi suku bunga dengan menetapkan suku
bunga fixed rate di awal dengan Pihak Bank. Perseroan selalu memonitor pergerakan kondisi
pasar dan Cost of Fund yang akan mempengaruhi tingkat suku bunga penjualan kredit.
3) Pendanaan
Pendanaan merupakan faktor yang penting untuk perusahaan pembiayaan baik dari segi
ketersediaan dana dan rendahnya sumber dana relatif dengan kompetitor. Competitive advantage
dari Perseroan adalah dukungan perbankan terutama dari bank-bank Jepang yang bisa
menyediakan dana dengan bunga yang relatif rendah. Hal ini dimungkinkan dengan adanya
dukungan dari Toyota yang mempunyai hubungan istimewa dengan bank-bank internasional
secara umum dan bank-bank Jepang secara khususnya. Perseroan juga mendapatkan dukungan
dana dari sebuah institusi pembiayaan yang dipunyai oleh pemerintah Jepang. Melihat rasio Debt
Service Coverage Ratio, Perseroan menunjukkan kemampuan yang memadai dalam memenuhi
kewajiban keuangan, baik untuk pembayaran bunga maupun pokok utang. Perseroan saat ini
sudah mempunyai manajemen risiko kredit yang baik, terbukti dari lebih rendahnya kredit
bermasalah Perseroan dibandingkan dengan industri rata-rata. Sehingga pembayaran atas
pembiayaan dari konsumen tetap terkendali, dan Perseroan dapat memastikan kemampuannya
dalam memenuhi kewajibannya.
Likuiditas perbankan masih terjaga dengan baik sehingga perusahaan pembiayaan tidak
mengalami masalah untuk menopang penjualan mobil secara kredit. Dalam hal penjualan kredit,
Perseroan didukung oleh Astra International Tbk. yang merupakan distributor dari Toyota,
Daihatsu dan Lexus, ATPM sekaligus pemegang dealership Toyota di Indonesia yang merupakan
pemegang saham Perseroan.
34
Page 59
4) Manajemen risiko kredit
Seleksi yang benar dan penanganan kredit bermasalah merupakan faktor yang penting untuk
perusahaan pembiayaan. Perseroan saat ini sudah mempunyai manajemen risiko kredit yang baik,
terbukti dari lebih rendahnya kredit bermasalah Perseroan dibandingkan dengan industri rata-rata.
Pelatihan dan perbaikan juga terus dilakukan di setiap aspek manajemen risiko sehingga
Perseroan bisa melakukan ekspansi secara organik. Risiko pasar juga merupakan hal yang
penting untuk Perseroan dimana penerapan Asset and Liability Management sudah diterapkan
dari pertama kali Perseroan berdiri, didukung oleh pengalaman Toyota Financial Services
Corporation yang merupakan captive finance terbesar di dunia yang merupakan salah satu
pemegang saham Perseroan.
5) Penjualan kendaraan roda empat
Kenaikan atau penurunan penjualan kendaraan roda empat dalam jangka pendek tidak
mempunyai dampak langsung terhadap hasil usaha dan/atau hasil operasi Perseroan, karena
kenaikan/penurunan penjualan kendaraan bermotor tidak selalu diiringi dengan
peningkatan/penurunan kegiatan usaha Perseroan. Akan tetapi dalam jangka panjang, kenaikan
atau penurunan penjualan kendaraan roda empat tersebut memang mempunyai dampak yang
cukup erat dengan kegiatan usaha Perseroan.
6) Perubahan perilaku pelanggan
Perubahan perilaku pelanggan mempunyai dampak langsung yang tidak terlalu signifikan
terhadap hasil usaha dan/atau hasil operasi Perseroan. Biasanya pada saat menjelang hari raya
Idul Fitri atau pun di akhir tahun, terjadi pelonjakan pembiayaan kendaraan bermotor dikarenakan
kebutuhan pelanggan yang meningkat di bidang transportasi dan adanya kegiatan pemasaran
khusus dan/atau harga spesial akhir tahun.
7) Perkembangan aktivitas pemasaran
Perkembangan aktivitas pemasaran berdampak langsung terhadap hasil usaha dan/atau hasil
operasi Perseroan. Hal ini terlihat dari usaha Perseroan untuk memperluas area pemasaran yang
diiringi dengan peningkatan usaha pembiayaan yang dilakukan Perseroan.
8) Kondisi persaingan dan perubahan yang terjadi pada pesaing
Kondisi persaingan dan perubahan yang terjadi pada pesaing/competitor berdampak tidak
langsung terhadap hasil usaha dan/atau hasil operasi Perseroan. Adanya kompetitor merupakan
alat untuk memacu Perseroan untuk menjadi perusahaan yang lebih baik lagi sehingga Perseroan
membuka diri untuk senantiasa melakukan perubahan demi kebaikan Perseroan dan stakeholder-
nya.
Pesaing utama Perseroan adalah bank-bank dengan bidang usaha di produk kredit kepemilikan
mobil yang menawarkan bunga rendah kepada konsumen. Hal ini dimungkinkan karena bank bisa
mendapatkan dana murah dari masyarakat. Agar mampu bersaing secara sehat, Perseroan selalu
melakukan inovasi dan menawarkan layanan yang lebih baik sehingga memberikan nilai tambah
untuk konsumen. Continuous improvement selalu dilakukan di semua lini bisnis sehingga
Perseroan bisa menjaga biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan bank-bank.
Selain itu, Perseroan juga lebih aktif dalam hal menjaga hubungan baik dan komunikasi yang
lancar dengan dealer-dealer.
9) Pengembangan produk-produk baru
Pengembangan produk-produk baru Perseroan berdampak langsung terhadap hasil usaha
dan/atau hasil operasi Perseroan. Pengembangan produk-produk tersebut antara lain paket-paket
pembiayaan yang menarik bagi pelanggan diciptakan dengan mempertimbangkan ketersediaan
kendaraan dari Toyota dan minat konsumen.
35
Page 60
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
A. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menetapkan
PSAK dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang berlaku efektif pada tanggal
1 Januari 2024 sebagai berikut:
- Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia ("KSPKI") dan perubahan nomor PSAK dan
ISAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (sebelumnya Standar Akuntansi
Keuangan), berlaku efektif tanggal 1 Januari 2024. KSPKI mengatur pilar SAK yang berlaku di
Indonesia, kriteria, dan perpindahan antar pilar SAK, sedangkan perubahan nomor mengatur
ketentuan penomoran PSAK dan ISAK yang mengacu pada IFRS Accounting Standards,
standar akuntansi lokal, dan standar akuntansi syariah;
- Amendemen PSAK 116: “Sewa” terkait liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik;
- Amendemen PSAK 201: “Penyajian Laporan Keuangan” terkait liabilitas jangka panjang
dengan kovenan;
- Amendemen PSAK 207 dan PSAK 107 terkait “Pengaturan Pembiayaan Pemasok”; dan
- Amendemen PSAK 409: “Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah” dan PSAK 401: “Penyajian
Laporan Keuangan Syariah”.
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan substansial terhadap
kebijakan akuntansi Perseroan dan tidak memiliki dampak yang material terhadap laporan
keuangan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
B. ASET KEUANGAN
Perseroan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori pengukuran aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan yang diukur pada nilai wajar (melalui penghasilan
komprehensif lain). Perseroan memiliki instrumen lindung nilai atas arus kas. Klasifikasi ini
tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset
keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.
Sesuai dengan PSAK 109, terdapat tiga klasifikasi pengukuran aset keuangan:
i. Biaya perolehan diamortisasi;
ii. Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”);
iii. Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”).
Aset keuangan diklasifikasikan menjadi kategori tersebut di atas berdasarkan model bisnis di mana
aset keuangan tersebut dimiliki dan karakteristik arus kas kontraktualnya. Model bisnis
merefleksikan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
Aset keuangan dengan biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan dapat diukur dengan biaya perolehan diamortisasi hanya jika memenuhi kedua
kondisi berikut dan tidak ditetapkan sebagai FVTPL:
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan untuk
tujuan mendapatkan arus kas kontraktual (held to collect); dan
- Kriteria kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu menghasilkan arus kas yang
merupakan pembayaran pokok dan bunga semata (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Suatu instrumen utang diukur pada FVOCI, hanya jika memenuhi kedua kondisi berikut dan tidak
ditetapkan sebagai FVTPL:
36
Page 61
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuan tercapai dengan mendapatkan arus
kas kontraktual dan menjual aset keuangan (held to collect and sell); dan
- Kriteria kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu menghasilkan arus kas yang
merupakan pembayaran pokok dan bunga semata dari jumlah pokok terutang.
Seluruh aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi atau FVOCI sebagaimana ketentuan di atas diukur dengan FVTPL.
Aset dapat dijual dari portofolio hold to collect ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian
untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya
atau tidak sering.
Laba rugi yang belum direalisasi atas aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai FVOCI
ditangguhkan di pendapatan komprehensif lain sampai aset tersebut dihentikan. Aset keuangan
dapat ditetapkan sebagai FVTPL hanya jika ini dapat mengeliminasi atau mengurangi accounting
mismatch.
Penilaian apakah arus kas kontraktual hanya merupakan SPPI semata
Untuk tujuan penilaian ini, ‘pokok’ didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada
pengakuan awal. ‘Bunga’ didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai waktu atas uang dan untuk risiko
kredit yang terkait dengan jumlah pokok yang terutang selama periode waktu tertentu dan untuk
risiko dan biaya pinjaman dasar lainnya (misalnya risiko likuiditas dan biaya administrasi), serta
marjin keuntungan.
Dalam menilai apakah arus kas kontraktual adalah SPPI, Perseroan mempertimbangkan ketentuan
kontraktual instrument tersebut. Hal ini termasuk menilai apakah aset keuangan mengandung
ketentuan kontraktual yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual sehingga tidak
memenuhi kondisi ini. Dalam melakukan penilaian, Perseroan mempertimbangkan:
- Kejadian kontinjensi yang akan mengubah jumlah dan waktu arus kas;
- Fitur leverage;
- Persyaratan pelunasan dipercepat dan perpanjangan fasilitas;
- Ketentuan yang membatasi klaim Perseroan atas arus kas dari aset tertentu (seperti
pinjaman non-recourse); dan
- Fitur yang memodifikasi imbalan dari nilai waktu atas uang (seperti penetapan ulang suku
bunga berkala).
Penilaian model bisnis
Model bisnis mengacu pada bagaimana aset keuangan dikelola bersama untuk menghasilkan arus
kas untuk Perseroan. Arus kas mungkin dihasilkan dengan menerima arus kas kontraktual, menjual
aset keuangan atau keduanya. Model bisnis ditentukan pada tingkat agregasi dimana kelompok
aset dikelola bersama untuk mencapai tujuan tertentu dan tidak bergantung pada niat Manajemen
pada instrumen individual.
Perseroan menilai model bisnis pada aset keuangan setidaknya pada tingkat lini bisnis atau pada
di mana terdapat variasi mandat/tujuan dalam lini bisnis, pada lini bisnis produk atau pada tingkat
desk yang lebih granular (misalnya sub-portofolio atau sub-lini bisnis).
Penentuan model bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan semua bukti relevan yang tersedia
pada tanggal penilaian. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada:
37
Page 62
- Bagaimana kinerja bisnis dan aset keuangan yang ada di dalam unit bisnis itu dievaluasi dan
dilaporkan kepada manajemen. Tingkat pemisahan yang diidentifikasi untuk klasifikasi PSAK
109 harus konsisten dengan bagaimana portofolio aset dipisahkan dan dilaporkan kepada
manajemen.
- Risiko yang mempengaruhi kinerja unit bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam unit bisnis
itu dan khususnya bagaimana risiko itu dikelola; dan
- Bagaimana manajer unit bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang dikumpulkan).
Penentuan model bisnis dilakukan berdasarkan skenario yang diperkirakan akan terjadi oleh
Perseroan dan tidak dalam kondisi sangat tertekan atau ’kondisi terburuk’. Jika aset dijual dalam
kondisi yang tidak diharapkan oleh Perseroan untuk berlaku ketika aset diakui, klasifikasi aset
keuangan yang ada dalam portofolio tidak disajikan secara tidak akurat, tetapi kondisi tersebut
harus dipertimbangkan untuk aset yang diperoleh di masa mendatang.
Pemilihan model operasi dalam PSAK 109 dirancang sedemikian rupa sehingga akuntansi untuk
instrumen di FVTPL adalah pilihan yang cepat/conscious.
Perubahan pada model bisnis atau pengenalan model bisnis baru ditentukan melalui proses
persetujuan unit bisnis baru.
Perseroan dapat mereklasifikasi seluruh aset keuangan yang terpengaruh jika dan hanya jika,
model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan berubah.
Pengakuan
Perseroan menggunakan tanggal transaksi untuk kontrak regular ketika mencatat transaksi aset
keuangan. Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung
pada klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut.
Untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada
pengakuan awal liabilitas. Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen
berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari beban bunga.
Penurunan nilai aset keuangan
PSAK 109 mengharuskan cadangan kerugian diakui sebesar kerugian kredit ekspektasian 12 bulan
(“ECL”) atau kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur aset keuangan (lifetime ECL). Lifetime
ECL adalah kerugian kredit ekspektasian yang berasal dari semua kemungkinan kejadian gagal
bayar sepanjang umur ekspektasian suatu instrumen keuangan, sedangkan ECL 12 bulan adalah
porsi dari kerugian kredit ekspektasian yang berasal dari kemungkinan kejadian gagal bayar dalam
12 bulan setelah tanggal pelaporan.
ECL diakui untuk seluruh instrumen utang keuangan, komitmen pinjaman dan jaminan keuangan
yang diklasifikasikan sebagai bagian untuk ditahan/bagian untuk ditahan dan dijual (hold to
collect/hold to collect and sell) dan memiliki arus kas SPPI. Kerugian kredit ekspektasian tidak
diakui untuk instrumen ekuitas yang ditetapkan sebagai FVOCI.
Perseroan menggunakan model yang kompleks yang menggunakan matriks kemungkinan gagal
bayar atau probability of default (“PD”), estimasi kerugian jika terjadi gagal bayar dan eksposur saat
gagal bayar atau exposure at default (“EAD”), yang didiskontokan menggunakan suku bunga
efektif.
38
Page 63
C. LIABILITAS KEUANGAN
Perseroan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya hanya dalam satu kategori yaitu liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, dikarenakan Perseroan tidak memiliki
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Perseroan memiliki instrumen
lindung nilai atas arus kas
Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
diukur pada nilai wajar dikurangi biaya transaksi (jika ada) yang dapat diatribusikan secara
langsung atas penerbitan liabilitas keuangan. Setelah pengakuan awal, Perseroan mengukur
seluruh liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif diakui sebagai “Beban
bunga dan keuangan”.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi antara lain utang penyalur
kendaraan, utang lain-lain, akrual, pinjaman, dan surat berharga yang diterbitkan.
4. KEUANGAN
A. LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023
Berikut ini gambaran mengenai perkembangan pendapatan, beban dan laba bersih Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2024 2023
Jumlah Pendapatan 4.342.494 3.848.537
Jumlah Beban (3.347.310) (2.969.486)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 995.184 879.051
Laba Bersih 780.897 690.333
Jumlah Pendapatan Komprehensif 682.666 829.086
39
Page 64
GRAFIK PERTUMBUHAN PENDAPATAN DAN LABA BERSIH
(dalam jutaan Rupiah)
4.342.494
3.848.537
780.897 690.333
2024 2023
Pendapatan Laba Bersih
1) PENDAPATAN
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Pembiayaan konsumen 3.543.129 3.195.256
Marjin Murabahah 167.263 131.705
Sewa pembiayaan 24.721 22.085
Sewa operasi 202.411 172.585
Pembiayaan penyalur kendaraan 66.939 59.647
Bunga bank 14.555 12.811
Lain-lain 323.476 254.448
Jumlah Pendapatan 4.342.494 3.848.537
Sebagian besar pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan pembiayaan konsumen yang
memberikan kontribusi sebesar 81,59% dan 83,03% dari total pendapatan bersih untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, merupakan pendapatan utama dari kegiatan
usaha yang telah diperoleh Perseroan.
Dalam rangka menjaga kualitas piutang pembiayaan, Perseroan menerapkan kebijakan penyaluran
kredit yang hati-hati (prudent), yaitu melalui perbaikan terus-menerus terhadap kualitas analisa kredit
serta kualitas survei sebelum perjanjian kredit dengan pelanggan ditandatangani.
Peningkatan atau penurunan pendapatan Perseroan banyak dipengaruhi oleh faktor dari luar,
diantaranya kenaikan ataupun penurunan penjualan kendaraan roda empat, tingkat suku bunga yang
berfluktuasi dan kondisi ekonomi.
Bila terjadi perubahan harga, Perseroan akan melakukan penyesuaian pembiayaan konsumen
mengikuti kondisi pasar. Terhadap perubahan yang terjadi, Perseroan berusaha untuk tetap menjaga
pendapatan bersih Perseroan yang akan diterima pada periode berjalan.
40
Page 65
PENDAPATAN PEMBIAYAAN KONSUMEN
Pendapatan pembiayaan konsumen untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebesar Rp3.543.129 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp347.873 juta atau sebesar 10,89%
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp3.195.256
juta. Hal ini terutama disebabkan karena kenaikan rata-rata dari saldo piutang pembiayaan konsumen
dari selama tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 seiring dengan adanya pembiayaan baru di tahun
2024.
PENDAPATAN SEWA PEMBIAYAAN
Pendapatan sewa pembiayaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebesar Rp24.721 juta, yang mengalami kenaikan sebesar Rp2.636 juta atau sebesar 11,93%
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp22.085
juta. Hal ini terutama disebabkan kenaikan rata-rata Investasi bersih dalam sewa pembiayaan selama
tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 seiring dengan adanya pembiayaan baru di tahun 2024.
PENDAPATAN PEMBIAYAAN PENYALUR KENDARAAN
Pendapatan pembiayaan penyalur kendaraan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 adalah sebesar Rp66.939 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp7.292 juta atau sebesar
12,22% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar
Rp59.647 juta. Hal ini terutama disebabkan karena kenaikan rata-rata piutang pembiayaan penyalur
kendaraan selama tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023
PENDAPATAN BUNGA BANK
Pendapatan bunga bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp14.555 juta, yang mengalami kenaikan sebesar Rp1.744 juta atau sebesar 13,61% dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp12.811 juta. Hal ini
terutama disebabkan karena kenaikan tingkat suku bunga simpanan di tahun 2024
PENDAPATAN LAIN-LAIN
Pendapatan lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp323.476 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp69.028 juta atau sebesar 27,13%
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp254.448
juta. Hal ini terutama disebabkan karena kenaikan pendapatan denda dan penalti di tahun 2024.
2) BEBAN
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Bunga dan keuangan (1.830.153) (1.547.877)
Cadangan kerugian penurunan nilai
- Piutang pembiayaan konsumen, Piutang pembiayaan
Murabahah dan piutang pembiayaan penyalur (505.177) (584.150)
kendaraan
- Lainnya (230.159) (122.842)
Umum dan administrasi (782.813) (714.690)
Laba selisih kurs – bersih 992 73
Jumlah Beban (3.347.310) (2.969.486)
41
Page 66
BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
Beban bunga dan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebesar Rp1.830.153 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp282.276 juta atau sebesar 18,24%
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp1.547.877
juta. Hal ini terutama disebabkan karena kenaikan jumlah rata-rata pinjaman dan surat berharga
Perseroan, serta suku bunga pinjaman di tahun 2024. Perseroan juga terus menjaga dan mengelola
tingkat suku bunga dari penarikan pinjaman baru dan penerbitan surat berharga tersebut agar tetap
kompetitif sehingga beban bunga tetap efisien dan minimum dan mendorong pertumbuhan laba bersih
Perseroan kedepannya.
CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI
Perseroan menetapkan penyisihan kerugian penurunan nilai berdasarkan evaluasi penurunan nilai
secara kolektif dan individual. Untuk tujuan evaluasi penurunan nilai secara kolektif, piutang
dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristik risiko kredit dan kerugiannya ditentukan
berdasarkan data kerugian historis. Piutang ragu-ragu akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih
dari 150 hari atau pada saat piutang tersebut diputuskan tidak dapat tertagih.
Penerimaan kemudian dari piutang yang telah dihapusbukukan pada periode sebelumnya ataupun
periode berjalan, dikreditkan dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
Cadangan kerugian penurunan nilai untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebesar Rp735.336 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp28.344 juta atau sebesar 4,01%
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp706.992
juta. Hal ini terutama disebabkan karena kenaikan portofolio piutang di tahun 2024. Penambahan
cadangan kerugian penurunan nilai ini dirasa telah cukup dan sesuai dengan strategi Perseroan untuk
mendorong keberlanjutan pertumbuhan aset kedepannya.
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebesar Rp782.813 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp68.123 juta atau sebesar 9,53%
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp714,690
juta. Hal ini terutama disebabkan karena peningkatan biaya depresiasi untuk produk Kinto.
LABA / (RUGI) SELISIH KURS - BERSIH
Rugi selisih kurs - bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp992 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp919 juta atau sebesar 1258,90% dibandingkan
dengan laba selisih kurs – bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
sebesar Rp73 juta. Hal ini terutama disebabkan karena pergerakan kurs di tahun 2024.
3) LABA BERSIH
Laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp780.897
juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp90.564 juta atau sebesar 13,12% dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp690.333 juta. Hal ini terutama
disebabkan karena peningkatan pendapatan di tahun 2022.
42
Page 67
B. POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2024 2023
Jumlah Aset 37.312.461 34.679.613
Jumlah Liabilitas 32.018.321 30.068.139
Jumlah Ekuitas 5.294.140 4.611.474
GRAFIK PERTUMBUHAN ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS
(dalam jutaan Rupiah)
37.312.461
34.679.613
32.018.321
30.068.139
5.294.140 4.611.474
Tahun 2024 Tahun 2023
aset liabilitas ekuitas
LIABILITAS
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp32.018.321 juta, yang
mengalami peningkatan sebesar Rp1.950.182 juta atau sebesar 6,49% dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp30.068.139 juta. Hal tersebut terutama disebabkan
karena kenaikan atas surat berharga yang diterbitkan dan pinjaman dan di tahun 2024.
Surat berharga yang diterbitkan
Surat berharga yang diterbitkan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp4.356.420 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp1.219.848 juta atau sebesar 38,89%
dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp3.136.572 juta. Hal
tersebut terutama disebabkan karena penerbitan surat berharga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III
Seri A, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Seri B, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Seri C, Obligasi
Berkelanjutan IV Tahap IV Seri A, dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Seri B. Perseroan terus
menjaga dan mengelola tingkat suku bunga dari penerbitan surat berharga tersebut agar tetap
kompetitif sehingga pertumbuhan Perseroan dapat optimal dan berkelanjutan.
43
Page 68
Pinjaman
Pinjaman Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp25.770.883 juta, yang
mengalami peningkatan sebesar Rp625.945 juta atau sebesar 2,49% dibandingkan dengan posisi pada
tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp25.144.938 juta. Hal tersebut terutama disebabkan karena
peningkatan kebutuhan pendanaan untuk pembiayaan baru di tahun 2024. Perseroan terus menjaga
dan mengelola tingkat suku bunga dari penarikan pinjaman baru agar tetap kompetitif sehingga
pertumbuhan Perseroan dapat optimal dan berkelanjutan.
ASET
Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp37.312.461 juta, yang
mengalami peningkatan sebesar Rp2.632.848 juta atau sebesar 7,59% dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp34.679.613 juta. Hal tersebut terutama disebabkan
karena kenaikan jumlah piutang pembiayaan konsumen seiring dengan peningkatan pembiayaan baru
kendaraan Toyota dan Daihatsu di tahun 2024.
Piutang pembiayaan konsumen – bersih
Piutang pembiayaan konsumen – bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp30.383.008 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp1.403.103 juta atau sebesar 4,84%
dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp28.979.905 juta. Hal
tersebut terutama disebabkan karena kenaikan jumlah unit pembiayaan baru kendaraan Toyota dan
Daihatsu yang didanai Perseroan di tahun 2024, sesuai dengan strategi untuk meningkatkan kinerja
Perseroan.
Aset tetap – bersih
Aset tetap – bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp928.812 juta, yang
mengalami penurunan sebesar Rp118.392 juta atau sebesar 11,31% dibandingkan dengan posisi pada
tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp1.047.204 juta. Hal tersebut terutama disebabkan karena
penjualan atas aset kinto di tahun 2024.
EKUITAS
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp5.294.140 juta, yang
mengalami peningkatan sebesar Rp682.666 juta atau sebesar 14,80% dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp4.611.474 juta. Hal tersebut terutama disebabkan
karena peningkatan laba perseroan selama tahun 2024, sesuai dengan strategi untuk meningkatkan
kinerja Perseroan.
C. ARUS KAS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023
Arus kas masuk Perseroan yang utama diperoleh dari penerimaan angsuran dan bunga pelanggan,
dan pinjaman bank dan penerbitan surat berharga. Arus kas keluar Perseroan yang utama adalah untuk
membayar utang kepada penyalur kendaraan (dealer), pelunasan pinjaman bank dan surat berharga.
44
Page 69
Rincian arus kas Perseroan berdasarkan aktivitasnya adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi (3.176.830) (5.317.513)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (40.435) (497.518)
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan 3.069.373 5.726.301
Penurunan bersih kas dan setara kas (147.892) (88.730)
Kas dan setara kas pada awal tahun 516.251 604.908
Kas dan setara kas pada akhir tahun 369.351 516.251
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp3.176.830 juta, yang mengalami penurunan sebesar
Rp2.140.683 juta atau sebesar 40,26% dibandingkan dengan arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas operasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar
Rp5.317.513 juta. Hal tersebut terutama disebabkan karena oleh meningkatnya penerimaan kas dari
pelanggan.
Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
terdiri atas penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp35.603.182 juta, bunga bank sebesar Rp14.555
juta, pendapatan denda dan penalti sebesar Rp150.522 juta, penerimaan dari piutang yang telah
dihapusbukukan sebesar Rp90.989 juta dan lain-lain sebesar Rp739.519 juta, yang diimbangi dengan
pengeluaran kas untuk pembayaran kepada penyalur kendaraan dan premi asuransi sebesar
Rp37.057.426 juta, beban usaha sebesar Rp642.883 juta, beban sewa sebesar Rp1.855 juta, beban
bunga dan keuangan sebesar Rp1.939.322 juta dan lain-lain sebesar Rp1.229 juta.
Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
terdiri atas penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp32.017.179 juta, bunga bank sebesar Rp12.811
juta, pendapatan denda dan penalti sebesar Rp124.127 juta, penerimaan dari piutang yang telah
dihapusbukukan sebesar Rp58.913 juta dan lain-lain sebesar Rp198.550 juta, yang diimbangi dengan
pengeluaran kas untuk pembayaran kepada penyalur kendaraan dan premi asuransi sebesar
Rp35.466.959 juta, beban usaha sebesar Rp579.295 juta, beban sewa sebesar Rp3.635 juta, beban
bunga dan keuangan sebesar Rp1.475.168 juta dan lain-lain sebesar Rp652 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp40.435 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp457.083
juta atau sebesar 91,87% dibandingkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang sebesar Rp497.518 juta. Hal tersebut terutama disebabkan karena penerimaan kas dari hasil
penjualan aset tetap selama tahun 2024.
Arus kas dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
terdiri atas hasil penjualan aset tetap sebesar Rp223.800 juta dan pembelian aset tetap sebesar Rp
264.235 juta.
Arus kas dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
terdiri atas hasil penjualan aset tetap sebesar Rp99.709 juta dan pembelian aset tetap sebesar
Rp597.227 juta.
45
Page 70
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.069.373 juta, yang mengalami penurunan sebesar
Rp2.656.928 juta atau sebesar 46,40% dibandingkan dengan arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar
Rp5.726.301 juta. Hal tersebut terutama disebabkan karena peningkatan pengeluaran kas untuk
pembayaran pinjaman selama tahun 2024.
Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 terdiri atas penerimaan kas dari pinjaman sebesar Rp39.921.980 juta dan penerimaan dari surat
berharga yang diterbitkan sebesar Rp2.003.480 juta yang diimbangi dengan pengeluaran kas untuk
pembayaran pinjaman sebesar Rp38.067.830 juta dan biaya emisi surat berharga yang diterbitkan
sebesar Rp5.982 juta.
Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 terdiri atas penerimaan kas dari penerimaan pinjaman sebesar Rp36.934.115 juta, yang
diimbangi dengan pengeluaran kas untuk pembayaran pinjaman sebesar Rp32.305.392 juta dan
pembayaran surat berharga yang diterbitkan sebesar Rp1.019.150 juta.
D. SOLVABILITAS
Solvabilitas adalah kemampuan Perseroan untuk membayar kembali liabilitas pinjaman jangka pendek
maupun jangka panjang yang sudah jatuh tempo. Dalam perhitungan solvabilitas ini dikenal rasio-rasio
keuangan seperti: Gearing ratio dan rasio liabilitas terhadap jumlah aset (debt to total asset ratio).
Gearing ratio adalah tingkat perbandingan liabilitas yang memiliki beban bunga (interest bearing debt)
dengan ekuitas Perseroan. Rasio tersebut pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 berturut-turut
adalah sebesar 5,69 kali dan 6,13 kali. Posisi Gearing Ratio Perseroan masih jauh dibawah ketentuan
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.84/PMK.012/2006 tanggal 29 September 2006
tentang Perusahaan Pembiayaan yang menetapkan jumlah maksimum gearing ratio adalah sebesar
10 kali dari total modal. Perseroan sudah memenuhi tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan
sebagaimana diprasyaratkan oleh Menteri Keuangan.
E. RATA-RATA IMBAL HASIL EKUITAS (ROE) DAN RATA-RATA IMBAL HASIL INVESTASI
(ROA)
Rata-rata imbal hasil ekuitas (ROE) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
bersih dari rata-rata ekuitas yang ditanamkan, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan
rata-rata ekuitas. Rata-rata imbal hasil ekuitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar 15,72% dan 16,12%. Peningkatan rata-rata
imbal hasil ekuitas Perseroan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan laba bersih
Perseroan.
Rata-rata imbal hasil investasi (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
bersih dari rata-rata aset yang dimiliki Perseroan, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih
dengan jumlah aset rata-rata. Rata-rata imbal hasil investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar 2,73% dan 2,73%. Peningkatan
rata-rata imbal hasil aset Perseroan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan laba bersih
Perseroan terhadap aset-aset yang dimiliki.
46
Page 71
5. LIKUIDITAS DAN SUMBER PENDANAAN
Likuiditas dalam perusahaan pembiayaan merupakan gambaran dan kemampuan Perseroan dalam hal
mengelola perputaran arus kas dalam jangka pendek, terdiri dari arus kas masuk (cash inflow) ataupun
arus kas keluar (cash outflow).
Dalam mencukupi kebutuhan dana yang digunakan untuk aktivitas operasional Perseroan
membutuhkan dana dari luar, diantaranya melalui pinjaman bank dan surat berharga yang diterbitkan.
Perseroan memiliki beberapa fasilitas pinjaman bank, telah menerbitkan 2 seri Medium Term Notes
pada tahun 2010 dan 2 seri Obligasi Yen Jepang dalam kurun waktu tahun 2007 – 2010, 3 seri Obligasi
Toyota Astra Financial Services (“TAFS I”) Tahun 2011, 2 seri Obligasi Toyota Astra Financial Services
(“TAFS II”) Tahun 2012, 3 seri Obligasi Toyota Astra Financial Services (“TAFS III”) Tahun 2013, 2 seri
Obligasi Berkelanjutan I Toyota Astra Financial Services Tahap I Tahun 2014, 2 seri Obligasi
Berkelanjutan I Toyota Astra Financial Services Tahap II Tahun 2015, 2 seri Obligasi Berkelanjutan I
Toyota Astra Financial Services Tahap III Tahun 2015, 2 seri Obligasi Berkelanjutan II Toyota Astra
Financial Services Tahap I Tahun 2016, 2 seri Obligasi Berkelanjutan II Toyota Astra Financial Services
Tahap II Tahun 2017, 2 seri Obligasi Berkelanjutan III Toyota Astra Financial Services Tahap I Tahun
2020, 2 seri Obligasi Berkelanjutan III Toyota Astra Financial Services Tahap II Tahun 2022, 3 seri
Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services Tahap I Tahun 2023, 2 seri Obligasi
Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services Tahap II Tahun 2023, 3 seri Obligasi Berkelanjutan
IV Toyota Astra Financial Services Tahap III Tahun 2024, 2 seri Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra
Financial Services Tahap IV Tahun 2024, dan 2 seri Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial
Services Tahap V Tahun 2025.
Perseroan selalu menjaga tingkat likuiditas Perseroan, termasuk antisipasi untuk perkembangan
penyaluran kredit, risiko kredit dari pelanggan dan ketersediaan dana sendiri maupun berupa pinjaman
untuk menjamin kelancaran operasional Perseroan.
Selain ekuitas, Perseroan menggunakan sumber pendanaan berupa pinjaman bank dan surat berharga
yang diterbitkan untuk disalurkan sebagai pembiayaan. Sebagian besar sumber pendanaan Perseroan
berasal dari pinjaman bank.
6. PEMBELIAN ASET TETAP (BELANJA MODAL)
Belanja modal merupakan pengeluaran biaya yang digunakan untuk membeli aset-aset Perseroan
berupa hak atas tanah, bangunan dan prasarana, peralatan kantor, perabotan dan kendaraan. Belanja
modal untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebesar Rp
264.235 juta dan Rp597.227 juta.
Tabel berikut ini menggambarkan pembelanjaan modal Perseroan yang terjadi untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023:
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember
Keterangan
2024 2023
Tanah 141.800 141.800
Bangunan dan prasarana 251.882 251.071
Kendaraan 769.748 839.940
Perlengkapan dan perabot 24.651 23.996
Peralatan kantor 126.253 126.718
Aset dalam penyelesaian 43.114 41.242
Total 1.357.448 1.424.767
47
Page 72
Perseroan menggunakan tanah yang dibeli untuk membangun kantor operasional cabang.
Sumber dana pembelian aset tetap Perseroan diperoleh dari Laba Ditahan Perseroan. Belanja modal
yang dilakukan oleh Perseroan untuk kepentingan ekspansi usaha hanya terbatas untuk teknologi
informasi dan perolehan tanah dan bangunan sehubungan dengan ekspansi Perseroan dalam
pembukaan cabang baru dan aset kendaraan untuk ekspansi bisnis Perseroan sehingga tidak terdapat
pembelian barang modal yang berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan.
Beberapa pihak terkait dalam pengadaan/pembelian barang modal Perseroan selama tahun 2024
antara lain pemilik properti atas pembelian tanah dan bangunan, pemberi jasa teknologi informasi dan
dealer kendaraan.
Perseroan tidak memiliki risiko terkait lingkungan hidup yang berdampak negatif terhadap Perseroan.
Oleh karena itu, investasi barang modal untuk pemenuhan persyaratan regulasi dari isu lingkungan
hidup tidak dianggap relevan oleh Perseroan.
7. SEGMEN OPERASI
Segmen operasi Perseroan dibagi berdasarkan produk usaha (pembiayaan konsumen dan sewa
pembiayaan).
Ringkasan berikut menjelaskan operasi masing-masing segmen dalam pelaporan segmen Perseroan:
- Pembiayaan konsumen
Termasuk dalam pelaporan segmen pembiayaan konsumen adalah seluruh indikator penilaian
segmen operasi yang secara nyata dapat diatribusikan sebagai bagian dari pembiayaan
konsumen.
- Sewa pembiayaan
Termasuk dalam pelaporan segmen sewa pembiayaan adalah seluruh indikator penilaian segmen
operasi yang secara nyata dapat diatribusikan sebagai bagian dari sewa pembiayaan.
- Pembiayaan penyalur kendaraan
Termasuk dalam pelaporan segmen pembiayaan penyalur kendaraan adalah seluruh indikator
penilaian segmen operasi yang secara nyata dapat diatribusikan sebagai bagian dari pembiayaan
penyalur kendaraan.
Manajemen menilai performa segmen operasi berdasarkan beberapa indikator, seperti piutang,
pendapatan dan beban usaha yang dihasilkan oleh segmen-segmen tersebut.
48
Page 73
31 Desember 2024
Pembiayaa
Pembiayaan Marjin Sewa Sewa Tidak dapat
n penyalur Jumlah
konsumen Murabahah pembiayaan operasi dialokasikan
kendaraan
Pendapatan
Pembiayaan konsumen 3.543.129 - - - - - 3.543.129
Marjin Murabahah - 167.263 - - - - 167.263
Sewa pembiayaan - - 24.721 - - - 24.721
Sewa operasi - - - 202.411 - - 202.411
Pembiayaan dealer - - - - 66.939 - 66.939
Bunga bank dan lain-
lain 300.034 6.074 79 13.153 1.471 17.220 338.031
Jumlah Pendapatan 3.843.163 173.337 24.800 215.564 68.410 17.220 4.342.494
Beban
Beban umum dan
administrasi (tidak
termasuk Penyusutan) - - - - - (618.479) (618.479)
Penyusutan - - - - - (164.334) (164.334)
Beban bunga dan
keuangan - - - - - (1.830.153) (1.830.153)
Cadangan kerugian
penurunan nilai
- Piutang pembiayaan
konsumen, Piutang
pembiayaan
Murabahah dan
piutang pembiayaan
penyalur kendaraan (487.286) (12.951) - (6.030) 1.090 - (505.177)
- Lainnya (230.159) - - - - - (230.159)
Rugi selisih kurs -
bersih - - - - - 992 992
Jumlah beban (717.445) (12.951) - (6.030) 1.090 (2.611.974) (3.347.310)
Laba sebelum pajak
penghasilan 3.125.718 160.386 24.800 209.534 69.500 (2.594.754) 995.184
Beban pajak
penghasilan - - - - - (214.287) (214.287)
Laba bersih 3.125.718 160.386 24.800 209.534 69.500 (2.809.041) 780.897
Jumlah aset 30.478.019 1.680.199 254.076 23.538 926.123 3.950.506 37.312.461
Jumlah liabilitas 26.951.551 1.245.630 188.361 - 686.590 2.946.189 32.018.321
49
Page 74
31 Desember 2023
Pembiayaan
Pembiayaan Marjin Sewa Sewa Tidak dapat
penyalur Jumlah
konsumen Murabahah pembiayaan operasi dialokasikan
kendaraan
Pendapatan
Pembiayaan
konsumen 3.195.256 - - - - - 3.195.256
Marjin Murabahah - 131.705 - - - - 131.705
Sewa pembiayaan - - 22.085 - - - 22.085
Sewa operasi - - - 172.585 - - 172.585
Pembiayaan dealer - - - - 59.647 - 59.647
Bunga bank dan lain-
lain 231.127 4.288 119 10.252 1.184 20.289 267.259
Jumlah Pendapatan 3.426.383 135.993 22.204 182.837 60.831 20.289 3.848.537
Beban
Beban umum dan
administrasi (tidak
termasuk Penyusutan) - - - - - (577.080) (577.080)
Penyusutan - - - - - (137.610) (137.610)
Beban bunga dan
keuangan - - - - - (1.547.877) (1.547.877)
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - - - -
- Piutang pembiayaan
konsumen, Piutang
pembiayaan
Murabahah dan
piutang pembiayaan
penyalur kendaraan (579.374) (7.446) - - 2.670 - (584.150)
- Lainnya (122.842) - - - - - (122.842)
Rugi selisih kurs -
bersih - - - - - 73 73
Jumlah beban (702.216) (7.446) - - 2.670 (2.262.494) (2.969.486)
Laba sebelum pajak
penghasilan 2.724.167 128.547 22.204 182.837 63.501 (2.242.205) 879.051
Beban pajak
penghasilan - - - - - (188.718) (188.718)
Laba bersih 2.724.167 128.547 22.204 182.837 63.501 (2.430.923) 690.333
Jumlah aset 29.057.661 1.339.613 274.650 12.371 1.140.936 2.854.382 34.679.613
Jumlah liabilitas 25.702.233 1.040.319 213.289 - 886.030 2.226.268 30.068.139
Segmen berdasarkan geografis terdiri dari 40 cabang (tidak diaudit) yang terbagi menjadi 6 area yaitu
DKI Jakarta, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dan Sulawesi:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Area Jawa 1.487.459 1.343.242
Area DKI Jakarta 991.100 871.343
Area Sumatera 927.438 835.895
Area Sulawesi 457.817 414.752
Area Kalimantan 366.087 304.501
Area Bali 112.593 78.804
Jumlah Pendapatan 4.342.494 3.848.537
50
Page 75
8. RISIKO FLUKTUASI KURS MATA UANG ASING
Perseroan menyadari adanya risiko nilai tukar mata uang asing yang terjadi akibat fluktuasi mata uang
Rupiah terhadap Dolar AS dan Yen JP, sehingga Perseroan melakukan transaksi cross currency swap
dan foreign exchange swap dengan tujuan melakukan aktivitas lindung nilai atas ketidakpastian nilai
tukar mata uang asing yang timbul dari arus kas pokok dan bunga pinjaman dan obligasi.
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur Perseroan atas risiko nilai tukar mata uang asing pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Termasuk di dalamnya adalah instrument keuangan Perseroan
pada nilai tercatat, dikategorikan berdasarkan jenis mata uang.
1) Dalam mata uang asal
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Dolar AS (nilai penuh)
Aset
Kas dan setara kas 328.610 529.606
Liabilitas
Pinjaman 897.000.000 914.000.000
Dikurangi:
Lindung nilai (897.000.000) (914.000.000)
Aset bersih 328.610 529.606
Yen Jepang (nilai penuh)
Aset
Kas dan setara kas 2.146.031 2.321.105
Liabilitas
Pinjaman 3.000.000.000 5.000.000.000
Dikurangi :
Lindung nilai (3.000.000.000) (5.000.000.000)
Aset bersih 2.146.031 2.321.105
2) Dalam ekuivalen Rupiah
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Dolar AS
Aset
Kas dan setara kas 5.310 8.163
Liabilitas
Pinjaman 14.497.314 14.090.224
Dikurangi:
Lindung nilai (14.497.314) (14.090.224)
Aset bersih 5.310 8.163
51
Page 76
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Uraian
2024 2023
Yen Jepang (nilai penuh)
Aset
Kas dan setara kas 220 254
Liabilitas
Pinjaman 307.088 547.736
Dikurangi:
Lindung nilai (307.088) (547.736)
- -
Aset bersih 220 254
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas laba bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024
dan 2023 atas perubahan nilai tukar mata uang asing, yaitu:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Uraian Peningkatan Penurunan Peningkatan Penurunan
100 bps 100 bps 100 bps 100 bps
Pengaruh terhadap laba bersih 55 (55) 84 (84)
9. MANAJEMEN RISIKO
Perseroan menghadapi sejumlah risiko yang harus dikelola dengan baik, yang diuraikan dalam Bab VI
Prospektus mengenai Faktor Risiko. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menerapkan
manajemen risiko yang terintegrasi Enterprise Risk Management (ERM) yang disesuaikan dengan
kondisi Perseroan dan kondisi bisnis jasa keuangan saat ini dengan tetap mempertimbangkan
kemampuan Perseroan dalam mengelola risiko. Berikut digambarkan Risk Management Framework
Perseroan yang mengikuti standar ISO31000:
52
Page 77
Perseroan memastikan penerapan Manajemen Risiko dengan menerapkan 4 (empat) pilar sesuai
dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 44/POJK.05/2020 tentang Penerapan Manajemen
Risiko Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank:
1. Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi salah satunya melalui Rapat Direksi, Rapat
Dewan Komisaris, Rapat Bersama (joint meeting) Direksi dan Dewan Komisaris, dan komite-
komite yang dibentuk oleh Perseroan;
2. Kecukupan kebijakan dan prosedur manajemen risiko serta penerapan limit risiko;
3. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pengendalian dan pemantauan risiko, serta sistem
informasi manajemen risiko, salah satunya melalui program self assessment;
4. Sistem pengendalian internal yang menyeluruh.
Perseroan menyadari bahwa bisnis Perseroan sangat erat hubungannya dengan 8 tipe risiko yang
dimuat dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 44/POJK.05/2020 tentang Penerapan
Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank.
Oleh sebab itu, Perseroan melakukan pengendalian dan pengelolaan terhadap risiko-risiko tersebut
yang diuraikan sebagai berikut:
A. RISIKO YANG BERKAITAN DENGAN USAHA PERSEROAN
1) Risiko Dukungan Dana, dikelola dengan cara:
Risiko dukungan dana menggambarkan kemampuan perusahaan pembiayaan dalam memenuhi
kewajibannya dan mendanai pembiayaannya. Perseroan memiliki arus kas perusahaan dan komposisi
laba yang sehat. Kondisi tingkat kesehatan keuangan Perseroan dimonitor setiap bulannya dalam
komite Risiko yang dihadiri oleh Direksi dan semua Kepala Divisi. Perseroan juga melakukan penilaian
kecukupan cadangan secara berkala.
2) Risiko Pembiayaan, dikelola dengan cara:
Perseroan terus berusaha memperbaiki proses pengelolaan kredit dan meyakini bahwa dengan strategi
pengelolaan risiko yang tepat, seluruh potensi risiko dapat dikurangi. Langkah yang ditempuh oleh
Perseroan dalam rangka mengelola risiko pembiayaan adalah dengan memperbaiki kualitas portofolio.
Selain itu Perseroan juga terus melakukan pengembangan credit scoring yang dapat memprediksi
kualitas kredit pelanggan di masa depan berdasarkan data empiris.
Perseroan juga terus melakukan perbaikan pada proses penagihan dengan membangun proses dan
strategi yang lebih efektif dan efisien untuk mengurangi potensi kerugian akibat gagal bayar pelanggan,
termasuk di dalamnya dengan melengkapi Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya pada bagian
penagihan dan mengembangkan kualitas SDM di dalamnya.
3) Risiko Operasional, dikelola dengan cara:
Risiko operasional mencakup seluruh potensi risiko dari seluruh kegiatan operasional yang diakibatkan
oleh:
a. Ketidakcukupan kebijakan proses, prosedur dan human error;
b. Ketidakcukupan SDM, sistem dan infrastruktur; dan
c. Faktor eksternal yang berpotensi mengganggu kelangsungan bisnis Perseroan.
Perseroan memastikan ketersediaan dan pemenuhan kualitas SDM sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Sejak tahun 2017, Perseroan telah menetapkan Risk Champion Officer (RCO) sebagai strategic partner
yang diamanatkan oleh Perseroan untuk menganalisa dan mengelola seluruh aktivitas utama di dalam
kegiatan operasional cabang sehari-hari. RCO bertanggung jawab untuk melakukan pelaporan sedini
mungkin untuk seluruh hal yang diperkirakan dapat menimbulkan risiko operasional yang lebih besar
53
Page 78
di kemudian hari.
Untuk mengantisipasi risiko yang diakibatkan oleh bencana alam dan kesalahan dan/atau kelalaian
manusia, serta risiko lainnya, Perseroan membangun sistem manajemen untuk memitigasi risiko
operasional, berupa Business Continuity Plan (BCP) dan Data Recovery Center (DRC) serta
melakukan testing secara berkala. Perseroan juga menyiapkan backup system di lokasi yang aman,
untuk memastikan kesiapan infrastruktur baik software maupun hardware pada kondisi darurat.
Di era teknologi informasi dan komunikasi yang maju pesat ini, risiko cyber juga menjadi hal yang
diperhatikan oleh Perseroan termasuk keamanan data dan aplikasi serta kesiapan infrastruktur yang
selalu diperbaharui. Kecurangan sistem, pencurian identitas, hacking, dan pelanggaran terhadap
keamanan jaringan merupakan bentuk-bentuk risiko cyber yang harus diantisipasi oleh Perseroan.
Untuk itu, Perseroan membangun tim khusus (Security Response Incident Team) yang berfungsi
sebagai tim cepat tanggap terhadap risiko cyber.
Perseroan juga membangun kepedulian (awareness) kepada seluruh karyawan atas pengelolaan risiko
operasional di dalam Perseroan. Sehingga seluruh karyawan dapat melakukan pemeriksaan mandiri
(self assessment) secara berkala untuk mengevaluasi perubahan risiko yang terjadi dan melakukan
mitigasi risiko di areanya masing-masing.
4) Risiko Aset dan Liabilitas, dikelola dengan cara:
Perseroan memiliki kewajiban dalam mata uang asing dan suku bunga yang fluktuatif. Perseroan telah
menetapkan bahwa seluruh pinjaman dalam mata uang asing harus dilindungi nilainya dengan hedging
untuk menghilangkan risiko fluktuasi mata uang. Selain itu Perseroan menetapkan regulasi untuk
melindungi seluruh pinjaman dari risiko fluktuasi suku bunga dan peraturan terhadap komposisi
pinjaman jangka pendek dan jangka panjang untuk meminimalisir gap antara aset dan liabilitas.
5) Risiko Tata Kelola, dikelola dengan cara:
Perseroan memiliki pedoman tata kelola sebagai panduan dalam penerapan dan evaluasi tata kelola.
Keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam pengungkapan,
penyediaan informasi yang relevan mengenai Perseroan merupakan salah satu cara pengelolaan risiko
tata kelola. Adanya kejelasan fungsi dan pertanggungjawaban Perseroan mendorong kinerja
Perseroan berjalan secara transparan, wajar, efektif, dan efisien.
Perseroan telah memiliki kerangka kerja manajemen risiko secara tertulis dengan tujuan untuk
mengidentifikasikan, mengukur dan mengatasi risiko pada tingkat toleransi tertentu. Kerangka kerja
disusun dengan memperhatikan kegiatan usaha. Fungsi manajemen risiko yang ada bertugas
melakukan identifikasi, analisis, mengukur dan mengendalikan risiko yang mungkin/akan terjadi.
6) Risiko Strategi, dikelola dengan cara:
Pengelolaan risiko strategis dilakukan Perseroan dalam proses perencanaan strategi dalam bentuk
planning and budgeting, yang mempertimbangkan keselarasan antara strategi Perseroan dan strategi
unit bisnis. Pada saat proses perencanaan strategi, Perseroan mempertimbangkan faktor dari internal
dan eksternal Perseroan. Perseroan mempertimbangkan faktor internal dengan menganalisis kekuatan
Perseroan dan faktor eksternal Perseroan dengan menganalisis tantangan dan kondisi ekonomi yang
dihadapi Perseroan.
7) Risiko Kepengurusan, dikelola dengan cara:
Perseroan memiliki prosedur formal terstandar dalam proses penunjukan, penggantian dan
pemberhentian Direksi dan Dewan Komisaris. Prosedur tersebut dilakukan secara formal dan
54
Page 79
transparan. Jumlah dan komposisi Direksi atau Dewan Komisaris telah sesuai dengan ketentuan yang
berlaku. Dilakukannya Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) oleh OJK untuk menguji
kompetensi dan kapabilitas Direksi dan Dewan Komisaris merupakan salah satu cara mengelola risiko
Kepengurusan. Selain itu, Perseroan memiliki visi misi yang menjadi pedoman dalam melakukan bisnis.
8) Risiko Persaingan, dikelola dengan cara:
Perseroan selalu melakukan inovasi dan menawarkan layanan yang lebih baik untuk memberikan nilai
tambah kepada konsumen. Pesaing yang ada tidak hanya menawarkan bunga rendah kepada
konsumen tetapi kemudahan dalam pengajuan serta layanan yang cepat. Hal ini mendorong Perseroan
untuk selalu melakukan Continuous improvement di semua lini bisnis sehingga Perseroan dapat
bersaing. Selain itu, Perseroan juga lebih aktif dalam hal menjaga hubungan baik dan komunikasi yang
lancar dengan dealer-dealer.
9) Risiko Investasi atau Aksi Korporasi, dikelola dengan cara:
Perseroan berupaya untuk memanfaatkan secara optimal sumber-sumber pendanaan kompetitif yang
diperoleh Perseroan baik dari on-shore maupun off-shore. Salah satu alternatif sumber pendanaan
yang dimiliki oleh Perseroan adalah melalui surat berharga yang diterbitkan melalui aksi korporasi
seperti penerbitan obligasi. Perseroan berusaha melakukan penerbitan obligasi disaat yang tepat
dimana kondisi perusahaan dan pasar sedang baik.
10) Risiko Kegagalan Perseroan Memenuhi Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku,
dikelola dengan cara:
Perseroan memiliki kewajiban untuk mengikuti ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia, termasuk POJK No. 35/2018. Perseroan membuat beberapa indikator yang
tercantum dalam POJK seperti tingkat kesehatan keuangan, NPF dan lain-lain. Indikator tersebut akan
di monitor setiap bulannya dalam komite Risiko yang dihadiri oleh Direksi dan semua Kepala Divisi.
11) Risiko Perekonomian, dikelola dengan cara:
Risiko Perekonomian adalah risiko eksternal yang dapat terjadi dan mempengaruhi aktivitas bisnis
Perseroan. Perseroan selalu berusaha untuk mengikuti perkembangan kondisi perekonomian sehingga
dapat selalu berusaha untuk menyesuaikan aktivitas bisnis dengan kondisi yang terjadi. Pertumbuhan
perekonomian nasional menjadi salah satu pertimbangan Perseroan dalam menyusun strategi.
12) Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum, dikelola dengan cara:
Risiko Tuntutan dapat terjadi jika terjadi pelanggaran atas dokumen perjanjian yang telah disetujui oleh
kedua belah pihak yaitu Perseroan dengan konsumen atau pihak ketiga lainnya. Perseroan menyusun
perjanjian sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang belaku. Perseroan
berusaha memastikan bahwa kedua belah pihak yaitu Perseroan dan konsumen atau pihak ketiga
lainnya memahami isi perjanjian yang telah disusun untuk meminimalisir adanya ketidakpahaman isi
perjanjian yang dapat mengakibatkan timbulnya tuntutan hukum.
13) Risiko Kebijakan Pemerintah, dikelola dengan cara:
Perseroan menyadari bahwa kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan.
Perseroan berusaha untuk melakukan upaya-upaya dalam mengantisipasi terjadinya perubahan
kebijakan pemerintah. Salah satunya dengan mengikuti perkembangan kondisi perekonomian yang
terjadi sehingga Perseroan dapat menyusun berbagai strategi untuk mengantisipasi terjadinya
perubahan kebijakan pemerintah.
55
Page 80
VI. FAKTOR RISIKO
Investasi pada Obligasi Perseroan memiliki sejumlah risiko. Para calon investor harus memperhatikan
informasi yang ada di dalam penjelasan mengenai faktor risiko ini dengan seksama, khususnya
informasi mengenai risiko-risiko usaha berikut, sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada Obligasi
Perseroan. Risiko-risiko yang belum diketahui Perseroan atau yang dianggap tidak material juga dapat
mempengaruhi kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan atau prospek usaha
Perseroan. Harga pasar atas Obligasi Perseroan dapat turun dikarenakan salah satu risiko ini, dan
calon investor dapat kehilangan sebagian atau seluruh investasinya. Berikut adalah faktor risiko usaha
dan risiko umum yang disusun berdasarkan bobot risiko yang dihadapi Perseroan.
A. Risiko Utama yang Mempunyai Pengaruh Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha
Perseroan
Risiko Dukungan Dana
Perseroan memahami bahwa risiko dukungan dana merupakan risiko utama yang berpengaruh pada
kelangsungan perusahaan pembiayaan, yaitu kesulitan dalam memperoleh sumber dana yang
dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan usaha, seperti menyalurkan pembiayaan kepada konsumen.
Risiko ini bisa berdampak langsung pada likuiditas perusahaan, kemampuan ekspansi, dan
keberlangsungan operasional. Perseroan dapat memperoleh dukungan dana dari distribusi/alokasi
laba yang diperoleh perusahaan pembiayaan atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
Di samping itu, sumber penambahan modal dapat berasal dari kondisi keuangan dari entitas pengendali
utama, grup perusahaan, dan pemegang saham lainnya serta pencadangan umum dari laba bersih.
Ketidakcukupan dana/modal yang ada serta tidak adanya dukungan pendanaan dapat menghambat
kelangsungan penyelenggaraan kegiatan usaha pembiayaan.
B. Risiko yang Berkaitan Dengan Usaha Perseroan
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi risiko yang mungkin mempengaruhi hasil usaha
Perseroan. Beberapa risiko yang mempengaruhi usaha Perseroan secara umum dapat dikelompokkan
sebagai berikut:
1. Risiko Pembiayaan
Perseroan menghadapi risiko pembiayaan, yaitu ketidakmampuan konsumen untuk membayar
Kembali fasilitas pembiayaan yang diberikan, baik pokok pinjaman maupun bunganya. Adapun
kendala-kendala yang dihadapi oleh Perseroan dalam mengelola fasilitas pembiayaan kepada
konsumen antara lain hilangnya unit kendaraan dan konsumen menunggak atau tidak membayar
angsuran. Risiko ini timbul jika pembiayaan kepada konsumen tidak dikelola secara hati-hati sehingga
menyebabkan tidak tertagihnya piutang pembiayaan kepada konsumen yang menurunkan
pendapatan/kinerja Perseroan.
2. Risiko Operasional
Risiko operasional merupakan risiko yang dihadapi Perseroan sehubungan dengan sistem operasional
dan prosedur maupun kontrol yang tidak menunjang perkembangan kebutuhan Perusahaan
pembiayaan. Risiko ini mempengaruhi operasi dalam memproses transaksi usaha yang mengakibatkan
terganggunya kelancaran operasi dan kualitas pelayanan kepada konsumen dan dealer kendaraan
bermotor yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja dan daya saing Perseroan. Di samping itu, faktor
eksternal seperti bencana alam dapat mengganggu aktivitas operasional Perseroan sehingga dapat
menimbulkan kerugian bagi Perseroan.
3. Risiko Aset dan Liabilitas
Perseroan menerapkan kebijakan risiko pasar, membangun sistem manajemen, mengawasi dan
memitigasi risiko akibat perubahan terhadap suku bunga pinjaman dan nilai tukar. Perseroan juga
56
Page 81
menerapkan kebijakan Asset Liabilities Management (ALM), serta melakukan evaluasi secara periodik
agar optimal dan risiko dapat dikelola dengan baik. ALM ini menjadi panduan penting bagi Perseroan
dalam menghadapi gejolak pasar keuangan. Perseroan menjaga likuiditas dengan cara mengelola aset
dan hutang dengan sebaik-baiknya. Perseroan menjalin hubungan dengan berbagai bank dan pihak
penyedia pinjaman, serta membangun alternatif pendanaan yang efektif, dengan cara memanfaatkan
sumber-sumber dana dan instrument keuangan yang sesuai dengan tujuan Perseroan.
4. Risiko Tata Kelola
Tata kelola adalah pelaksanaan pengelolaan Perseroan dengan pendekatan gaya manajemen yang
tepat, lingkungan pengendalian internal yang memadai, dan perilaku yang baik dari Dewan Komisaris,
Direksi dan manajemen. Aktivitas yang tidak dijalankan secara transparansi, akuntabilitas, bertanggung
jawab, independen, dan wajar dapat mengakibatkan risiko lingkungan kerja yang tidak kondusif
sehingga mendorong karyawan untuk bekerja secara tidak produktif. Penerapan manajemen risiko
yang tidak tepat dapat mengakibatkan terhambatnya aktivitas operasional Perseroan.
5. Risiko Strategi
Perseroan menghadapi risiko strategi, yaitu risiko yang timbul dari keputusan mendasar yang diambil
Direksi guna mencapai tujuan Perseroan. Pada dasarnya risiko strategis adalah potensi kegagalan
Perseroan dalam mencapai tujuan Perseroan. Adapun risiko bawaan yang dihadapi oleh Perseroan
dalam mengelola strategi adalah kesesuaian strategi dengan kondisi lingkungan bisnis dan
perencanaan strategik. Perkembangan bisnis di era digital membuat Perseroan harus Menyusun
strategi untuk mengikuti perkembangan yang terjadi. Penilaian terhadap risiko strategi harus dilakukan
untuk memastikan bahwa strategi yang telah disusun berjalan sesuai visi misi Perseroan dan kondisi
lingkungan bisnis. Kesalahan strategi perusahaan dapat menimbulkan kerugian bagi Perseroan.
6. Risiko Kepengurusan
Risiko kepengurusan terjadi karena kegagalan dalam kepengurusan yang meliputi Direksi dan Dewan
Komisaris. Sebagai eksekutif pimpinan Perseroan, Direksi dan Dewan Komisaris harus bertindak
secara profesional dan kepercayaan yang diperoleh dari para pemangku kepentingan harus disikapi
dengan rasa penuh tanggung jawab. Struktur organisasi serta uraian tugas dan wewenang yang tidak
jelas dapat mengakibatkan aktivitas bisnis tidak berjalan dengan baik.
7. Risiko Persaingan
Sektor usaha pembiayaan konsumen, terutama untuk pembiayaan kendaraan bermotor makin diminati
oleh para investor, mengingat masih besarnya pangsa pasar pada sektor usaha pembiayaan ini.
Beralihnya fokus bisnis beberapa perusahaan pembiayaan dengan menitikberatkan pada sektor usaha
pembiayaan konsumen atas kendaraan bermotor serta diizinkannya bank-bank untuk langsung
memberikan fasilitas pembiayaan kendaraan akan menimbulkan tingkat persaingan yang semakin
ketat di sektor usaha pembiayaan ini. Semakin ketatnya persaingan akan menurunkan pendapatan
Perseroan.
8. Risiko Investasi atau Aksi Korporasi
Untuk mencukupi kebutuhan dana yang digunakan untuk aktivitas operasional, Perseroan berupaya
untuk memanfaatkan secara optimal sumber-sumber pendanaan kompetitif yang diperoleh Perseroan
baik dari on-shore maupun off-shore. Salah satu alternatif sumber pendanaan yang dimiliki oleh
Perseroan adalah melalui surat berharga yang diterbitkan melalui aksi korporasi seperti penerbitan
obligasi. Keberhasilan penawaran obligasi sangat ditentukan oleh kondisi pasar pada saat
dilakukannya penawaran oleh Perseroan, yang di antaranya dipengaruhi oleh kondisi perekonomian
global maupun domestik, penawaran serupa yang terdapat di pasar dan lain sebagainya. Apabila
penawaran surat berharga Perseroan tidak dapat diterima dengan baik oleh pasar yang mungkin
57
Page 82
disebabkan oleh kondisi pasar yang kurang baik pada saat dilakukannya penawaran, maka hal tersebut
dapat mengakibatkan Perseroan tidak dapat memperoleh jumlah dana yang optimal dan pada akhirnya
dapat berdampak negatif terhadap kegiatan dan prospek usaha Perseroan.
9. Risiko Kegagalan Perseroan Memenuhi Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan tunduk pada ketentuan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk POJK No. 35/2018. Perusahaan
pembiayaan yang beroperasi di Indonesia harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang terdapat di
dalam POJK No. 35/2018 tersebut. Apabila Perseroan gagal memenuhi salah satu ketentuan tersebut,
hal tersebut dapat menyebabkan Perseroan dikenakan sanksi administratif secara bertahap berupa
peringatan, pembekuan kegiatan usaha dan pencabutan izin usaha. Selain itu, OJK juga dapat
melakukan pembatasan kegiatan tertentu, menurunkan hasil penilaian tingkat risiko, melakukan
pembatalan persetujuan dan/atau melakukan penilaian kembali kemampuan dan kepatutan kepada
pihak utama Perseroan. Pengenaan sanksi administratif kepada Perseroan dapat berdampak negatif
bagi kegiatan dan prospek usaha Perseroan.
10. Risiko Perubahan Teknologi
Risiko Perubahan Teknologi seperti risiko cyber merupakan risiko yang termasuk dalam ruang lingkup
Risiko Operasional. Di era teknologi informasi dan komunikasi yang maju pesat ini, risiko cyber juga
menjadi hal yang diperhatikan oleh Perseroan termasuk keamanan data dan aplikasi serta kesiapan
infrastruktur yang selalu diperbaharui. Kecurangan sistem, pencurian identitas, hacking, dan
pelanggaran terhadap keamanan jaringan merupakan bentuk-bentuk risiko cyber yang harus
diantisipasi oleh Perseroan. Apabila Perseroan tidak memiliki infrastruktur teknologi yang terbaru untuk
mengantisipasi berbagai bentuk risiko cyber tersebut, maka hal tersebut dapat berdampak negatif
terhadap kegiatan usaha Perseroan.
C. Risiko-Risiko Umum Perseroan
1. Risiko Perekonomian
Risiko perekonomian timbul apabila terjadi perubahan kondisi perekonomian yang kurang
menguntungkan sehingga mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan, terutama tingkat pertumbuhan
ekonomi nasional, dan tingkat inflasi. Tingkat inflasi yang tinggi, dan penurunan laju pertumbuhan
ekonomi nasional akan mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor
yang akan mempengaruhi pendapatan Perseroan.
2. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
Perseroan menyadari adanya risiko tuntutan hukum atau gugatan hukum yang dapat terjadi pada
aktivitas operasional terutama mengenai perjanjian, baik antara Perseroan dengan konsumen atau
Perseroan dengan pihak ketiga lainnya. Perjanjian harus disusun berdasarkan ketentuan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku dengan persetujuan kedua belah pihak. Adanya risiko tuntutan atau
gugatan hukum dapat menimbulkan risiko reputasi yang negatif terhadap Perseroan selain itu adanya
pengenaan sanksi administratif kepada Perseroan dapat berdampak negatif bagi kegiatan dan prospek
usaha Perseroan.
3. Risiko Kebijakan Pemerintah
Kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Pemerintah mempengaruhi kondisi sumber dana maupun
penggunaan dana. Kebijakan uang ketat mengakibatkan sumber dana yang mengecil yang kemudian
mengakibatkan naiknya tingkat suku bunga. Sedangkan deregulasi akan melonggarkan sumber dana
yang selanjutnya mengakibatkan turunnya tingkat bunga. Apabila Perseroan tidak melakukan upaya-
upaya untuk mengantisipasi perubahan kebijakan moneter, Perseroan mengalami hambatan dalam
58
Page 83
memperoleh sumber dana pada tingkat bunga yang menguntungkan. Situasi tersebut menurunkan
aktivitas Perseroan maupun hasil usaha yang diperoleh.
4. Risiko Perubahan Kurs Mata Uang Asing dan Tingkat Suku Bunga
Risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dapat terjadi akibat adanya pergerakan nilai tukar mata
uang Rupiah terhadap nilai tukar mata uang asing atas aset dan kewajiban yang dimiliki oleh Perseroan
seperti Dolar AS. Selain itu, risiko fluktuasi tingkat suku bunga dapat terjadi pada pinjaman yang dimiliki
oleh Perseroan yang memiliki tingkat suku bunga mengambang yang besarannya akan bergantung
pada tingkat suku bunga acuan.
Apabila Perseroan tidak melakukan lindung nilai atau tidak memiliki instrumen lindung nilai yang
mencukupi seperti cross currency swap, maka hal tersebut dapat berdampak negatif bagi kondisi
keuangan dan prospek usaha Perseroan
D. Risiko Investasi yang Berkaitan Dengan Obligasi
Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah:
a. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain
disebabkan karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang.
b. Risiko gagal bayar yang disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran
bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan Perseroan untuk
memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam perjanjian terkait Obligasi yang merupakan
dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan.
MANAJEMEN PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA RISIKO USAHA DAN TELAH
DISUSUN BERDASARKAN BOBOT DARI DAMPAK MASING-MASING RISIKO TERHADAP
KINERJA KEUANGAN PERSEROAN YANG TERTINGGI HINGGA YANG TERENDAH.
59
Page 84
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN
AUDITOR INDEPENDEN
Sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, tidak terdapat kejadian penting yang
mempunyai dampak material terhadap posisi keuangan dan hasil usaha Perseroan yang terjadi setelah
tanggal laporan auditor independen tertanggal 8 Mei 2025.
Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 yang terdapat di bagian lain prospektus ini, telah disusun oleh Manajemen
Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia dan Peraturan Nomor VIII.G.7 tentang Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Laporan keuangan Perseroan
pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah
diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan
standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya yang
diterbitkan kembali tertanggal 8 Mei 2025 yang ditandatangani oleh Drs. M. Jusuf Wibisana, M.Ec.,
CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0222).
60
Page 85
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA,
SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA
1. RIWAYAT SINGKAT
Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan, Perseroan didirikan dengan nama “PT KDLC Bancbali
Finance” berdasarkan Akta Perseroan Terbatas “P.T. KDLC Bancbali Finance” No. 30 tanggal 15 April
1994, dibuat di hadapan Ny. Enimarya Agoes Suwarko, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah:(i)
mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. C2-7949.HT.01.01.Th.94 tanggal 19 Mei 1994; (ii) didaftarkan pada tanggal 28 Mei 1994 dalam
buku register untuk maksud itu yang berada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di bawah
No. 850/A.PT/HKM/1994/PN.JAK.SEL; dan (iii) diumumkan dalam Tambahan No. 5656 dari Berita
Negara Republik Indonesia (“BNRI”) No. 66 tanggal 19 Agustus 1994 (“Akta Pendirian”)
Pada tahun 2006 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) Luar Biasa
Perseroan telah menyetujui perubahan nama Perseroan dari semula “PT KDLC Bancbali Finance”
menjadi “PT Toyota Astra Financial Services” sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan
Keputusan Para Pemegang Saham No. 13 tanggal 3 Februari 2006, dibuat di hadapan Linda Herawati,
S.H., Notaris di Jakarta, yang telah: (i) mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-06037.HT.01.04.TH.2006 tanggal 2
Maret 2006; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan
Kotamadya Jakarta Selatan dibawah No. 357/RUB.09-03/III/2006 tanggal 24 Maret 2006; (iii)
dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Penerimaan Perubahan Anggaran Dasar No. C-06550 HT.01.04.TH.2006 tanggal 7 Maret 2006; (iv)
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta
Selatan dibawah No. 358/RUB.09.03/III/2006 tanggal 24 Maret 2006; dan (iv) diumumkan dalam
Tambahan No. 3909 dari BNRI No. 30 tanggal 13 April 2006 (“Akta No. 13/2006”).
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan Anggaran Dasar Perseroan yang dimuat dalam Akta Pendirian
dan Akta No. 13/2006 telah beberapa kali diubah dimana perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang
terakhir adalah sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di
Luar Rapat No. 19 tanggal 24 Februari 2022, dibuat di hadapan Gibson Thomasyadi, S.H., Mkn.,
Notaris di Kota Tangerang, yang telah: (i) mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0014027.AH.01.02.TAHUN 2022
tanggal 24 Februari 2022; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0038983.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 24 Februari 2022 (“Akta No. 19/2022”), berdasarkan mana,
Keputusan Pemegang Saham telah memutuskan mengubah Pasal 3 Anggaran Dasar mengenai
Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha.
Akta Pendirian berikut perubahan-perubahannya selanjutnya secara bersama-sama disebut “Anggaran
Dasar”.
Perubahan-perubahan terhadap Anggaran Dasar Perseroan telah dilaksanakan oleh Perseroan sesuai
dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir telah sesuai dengan POJK No. 33/2014.
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 420/KMK.017/1994 tanggal
18 Agustus 1994 tentang Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan kepada PT KDLC Bancbali
Finance. Perseroan telah mendapatkan izin usaha dalam melakukan kegiatan usahanya, yang
kemudian berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan No.13/2006 tanggal 3 Februari 2006 yang dibuat
di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, dilakukan perubahan nama Perseroan dari
PT KDLC Bancbali Finance menjadi PT Toyota Astra Financial Services. Izin usaha tersebut dinyatakan
61
Page 86
masih tetap berlaku bagi Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia No.Kep-004/KM.12/ 2006 tanggal 19 Juni 2006 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri
Keuangan Republik Indonesia No.420/KMK.017/1994 tanggal 18 Agustus 1994 tentang Pemberian Izin
Usaha Lembaga Pembiayaan kepada PT KDLC Bancbali Finance.
Maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan kegiatan dalam bidang pembiayaan untuk pengadaan
barang dan/atau jasa dan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. Untuk mencapai maksud dan
tujuan tersebut di atas, Perseroan mengutamakan pembiayaan konsumen kendaraan bermotor merek
Toyota yang diproduksi oleh Toyota Motor Corporation dan/atau afiliasinya. Kegiatan ini dilaksanakan
dalam bentuk penyediaan dana bagi konsumen untuk pembelian kendaraan bermotor dengan
pembayaran kembali secara angsuran oleh konsumen.
2. PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan. struktur permodalan dan kepemilikan saham dalam Perseroan
yang terakhir adalah sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham
No. 277 tanggal 16 Agustus 2008, dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, yang
telah: (i) mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-68514.AH.01.02.Tahun2008 tanggal 23 September 2008; (ii)
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0090566.AH.01.09. Tahun 2008 tanggal 23 September
2008; dan (iii) diumumkan dalam Tambahan No. 23728 dari BNRI No. 92 tanggal 14 November 2008
juncto Ralat Tambahan No. 23728a dari BNRI No. 74 tanggal 15 September 2009 , juncto Akta
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 72 tanggal 26 Maret 2012, dibuat di hadapan Linda
Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah: (i) diberitahukan kepada dan diterima Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dari Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-11932 tanggal 9 April 2012; (ii)
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0029750.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 9 April 2012; dan
(iii) didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan
Menengah Dan Perdagangan Kota Administrasi Jakarta Selatan Selaku Kepala Kantor Pendaftaran
Perusahaan pada tanggal 1 Mei 2012 sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp 1.000 Per Saham
Persentase
Keterangan Jumlah Nilai Nominal
Jumlah Saham (%)
(Rp)
Modal Dasar 2.000.000.000 2.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
- PT Astra International Tbk 400.000.000 400.000.000.000 50,00
- Toyota Financial Services Corporation 400.000.000 400.000.000.000 50,00
Jumlah Modal Ditempatkan 800.000.000 800.000.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 1.200.000.000 1.200.000.000.000
3. MANAJEMEN DAN PENGAWASAN
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Manajemen dan Pengawasan, berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Para Pemegang Saham PT Toyota Astra Financial Services No. 41 tanggal 29 April 2024,
dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Jakarta Pusat, yang telah:
(i) diberitahukan kepada dan diterima serta dicatat dalam Database Sisminbakum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dari Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0172111 tanggal 30 April
2024; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0083579.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal
30 April 2024, juncto Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Toyota Astra Financial
Services No. 14 tanggal 8 Oktober 2024, dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery Jovina, S.H., M.Kn.,
62
Page 87
Notaris di Kota Jakarta Pusat, yang telah: (i) diberitahukan kepada dan diterima serta dicatat dalam
Database Sisminbakum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat
Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana ternyata dari Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-
AH.01.09-0261267 tanggal 9 Oktober 2024; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0216001.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 9 Oktober 2024 juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT
Toyota Astra Financial Services No. 28 tanggal 25 April 2025, dibuat di hadapan Esther Pascalia Ery
Jovina, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Jakarta Pusat, yang telah: (i) diberitahukan kepada dan diterima
serta dicatat dalam Database Sisminbakum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sebagaimana ternyata dari Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan No. AHU-AH.01.09-0211312 tanggal 29 April 2025; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar
Perseroan No. AHU-0092156.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 29 April 2025.
Dengan demikian, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang sedang menjabat
pada tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Hao Quoc Tien
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris Independen : Regina Okthory Sucianto
Direksi
Presiden Direktur : Agus Prayitno Wirawan
Wakil Presiden Direktur : Tomohei Matsushita
Direktur Pemasaran : Tan Justin Darsono
Direktur Operasional : Ezar Kumendong(*)
Direktur Keuangan : Yoshiyuki Hiramine
(*) segala tugas dan sebagai Direktur Perseroan akan berlaku efektif terhitung sejak diperolehnya
keputusan hasil lulus uji penilaian dan kepatutan (Fit and Proper Test) dari OJK, yang mana sampai
dengan tanggal diterbitkannya Prospektus ini belum diperoleh.
Para Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tersebut di atas telah diangkat secara sah
sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Para anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tersebut di atas diangkat untuk masa jabatan
terhitung sejak penutupan RUPS Tahunan Perseroan tahun 2024 sampai dengan penutupan RUPS
Tahunan Perseroan di tahun 2026, kecuali Ibu Regina Okthory Sucianto (Komisaris Independen) efektif
terhitung sejak tanggal 26 September 2024 yaitu tanggal diperolehnya surat keputusan lulus uji
penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan
di tahun 2026.
Para anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tersebut di atas telah memenuhi: (i) persyaratan
sebagaimana diatur dalam POJK No. 33/2014; dan (ii) ketentuan mengenai rangkap jabatan
sebagaimana diatur dalam Pasal 20 dan Pasal 40 Peraturan OJK No. 48 Tahun 2024 tanggal 30
Desember 2024 tentang Tata Kelola Yang Baik Bagi Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura,
Lembaga Keuangan Mikro, Dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya ("POJK No. 48/2024").
Sehubungan dengan Penawaran Umum Berkelanjutan V Tahap I, tidak terdapat benturan kepentingan
antara Perseroan dengan Anggota Direksi Perseroan, Anggota Dewan Komisaris Perseroan maupun
Pemegang Saham Perseroan.
63
Page 88
Berikut adalah informasi terkait dengan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yakni
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Hao Quoc Tien
Presiden Komisaris, 60 tahun. Warga Negara Kanada.
Menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan sejak tahun 2019.
Saat ini menjabat sebagai President, Toyota Motor Asia (Singapore),
Deputy Chief Executive Officer, Asia Region, dan Deputy Chief Officer,
Sales Financial Business Group, Toyota Motor Corporation (TMC),
Chief Executive Officer, Asia Pacific Region, Toyota Financial Services
(TFS).
Mengawali kariernya di Canadian Pacific Railway sebagai Manager,
Intermodal Business (1990-1999), kemudian bergabung dengan
Toyota Canada Inc. sebagai Director & Chief Information Officer (1999-
2009), Toyota Motor Corporation sebagai Project General Manager,
Sales & Marketing North American Operation (2010-2011), Toyota
Motor China Investment sebagai Vice President, Sales & Marketing
Lexus China (2012-2013), dan Toyota Motor Asia Pacific Pte. Ltd.
sebagai Executive Vice President (2014-2022).
Memperoleh gelar Master of Business Administration dari The
University of Western Ontario pada tahun 1997 dan Bachelor of
Electrical Engineering dari University of Waterloo pada tahun 1990.
Rudy
Wakil Presiden Komisaris, 54 tahun. Warga Negara Indonesia
Menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan sejak April
2023.
Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Astra
International Tbk, Wakil Presiden Direktur PT Sedaya Multi Investama,
Presiden Komisaris PT Astra Sedaya Finance, dan Komisaris PT
Asuransi Astra Buana.
Sebelumnya, beliau menjabat sebagai, antara lain, Direktur PT Astra
International Tbk (2024-2025), Presiden Direktur PT Asuransi Astra
Buana (2017-2023), Direktur Independen dan Direktur Keuangan PT
Astra Agro Lestari Tbk (2013-2017), Direktur Keuangan PT Asuransi
Astra Buana (2009-2013), dan Chief Corporate Planning PT Astra
International Tbk (2000-2009). Sebelum bergabung dengan Grup
Astra, beliau pernah menjabat sebagai Investment Banking Manager di
PT Trimegah Sekuritas Indonesia (2000-2002).
Beliau menyandang gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Trisakti
dan Master of Applied Finance dari Melbourne University, Australia
serta telah menyelesaikan Advanced Management Program, INSEAD,
Perancis.
64
Page 89
Regina Okhtory Sucianto
Komisaris Independen, 65 tahun. Warga Negara Indonesia.
Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak 8 Oktober
2024.
Memulai karirnya di Grup Astra di PT Astra Otoparts Tbk dengan
jabatan terakhir sebagai Finance and Accounting Operation Division
Head (1998-2003); Accounting Division Head PT Astra International
Tbk (2003-2011), Anggota Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra Dua
(2011-2013), Direktur PT Menara Astra (2013-2017), Chief Corp.
Finance and Accounting PT Astra International Tbk (2011-2017),
Anggota Komite Audit PT Astra Honda Motor (2015-2018), Bendahara
Yayasan Astra Bina Ilmu (2013-2018), Bendahara Yayasan Pendidikan
Astra – Michael D. Ruslim (2017-2019), Bendahara Yayasan Dharma
Bhakti Astra (2017-2019), Komisaris PT Asuransi Astra Buana (2018-
2023), Anggota Komite Audit dan Komite Pemantau PT Astra Auto
Finance (2020-2024), PT Astra Sedaya Finance (2020-2024), PT
Federal International Finance (2020-2024), dan PT Astra Multi Finance
(2019-sekarang).
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas
Indonesia 1984.
Direksi
Agus Prayitno Wirawan
Presiden Direktur, 54 tahun. Warga Negara Indonesia.
Menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 2018.
Memulai karirnya sebagai Sales Dealer di PT Parema Rekayasa (1992-
1994); serta pernah menjabat berbagai jabatan di PT Astra
International, Tbk. – Toyota Sales Operation, antara lain: Sales
Supervisor (1994-1996), Branch Manager (1996-2001), Head of DKI
and Indirect HO (2002-2005), Operation Manager Jakarta Indirect
(2002-2005), Marketing Division Head (2006-2015), dan Chief
Executive Officer (2016-2017).
Memperoleh gelar Sarjana Administrasi Niaga dari Universitas Katolik
Atmajaya pada tahun 1994.
Tomohei Matsushita
Wakil Presiden Direktur, 59 tahun. Warga Negara Jepang.
Menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 2023.
Bergabung dengan Grup Toyota di Toyota Motor Corporations sejak
1988 dan Toyota Financial Services Corporation sejak 2002. Sebelum
menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan, beliau menjabat
sebagai Executive Vice President di Toyota Financial Services (UK)
PLC.
Memperoleh gelar Bachelor of Business Administration dari Komazawa
University tahun 1988.
65
Page 90
Tan Justin Darsono
Direktur Pemasaran, 51 tahun. Warga Negara Indonesia.
Menjabat sebagai Direktur Operasional Perseroan sejak tahun 2023.
Memulai karirnya di PT Arthacakra Multifinance sebagai Credit
Marketing Officer (1996-2000) dan Sales Manager Head Office (2000-
2004), Deputy General Manager Pemasaran dan Sales di PT Ufinance
Indonesia (2004-2005), General Manager Pemasaran dan Sales di
PT First Indo American Leasing (2005-2006), kemudian bergabung ke
PT Toyota Astra Financial Services sebagai Branch Head Jakarta
Mega Plaza (2006-2008), Operation Manager Area 2 (2008-2012),
Operation Manager Area 1 (2013-2018), Branch Management Division
Head (2018-2021), Marketing Division Head (2022-2023) dan Direktur
Operasional Perseroan (2023-sekarang).
Memperoleh gelar di bidang Manajemen Pemasaran dari Universitas
Tarumanagara pada tahun 1999.
Ezar Kumendong
Direktur Operasional, 52 tahun. Warga Negara Indonesia.
Menjabat sebagai Direktur Operasional Perseroan sejak tahun 2025.
Bergabung dengan Grup Astra di PT Astra Sedaya Finance sebagai
Management Trainee (1996-1997), Fleet Account Officer (1997-1998),
Area Account Officer (1998-2000), Area Fleet Head (2000-2003), Sales
Section Head (2003), National Marketing Head (2003-2005), Fleet
Commercial Head (2005-2007), Area Manager (2007), Regional Retail
Sales Head (2008-2009), Deputy Retail Sales New Astra Division Head
(2009-2011), Retail Sales New Astra Division Head (2011-2015),
Presiden Direktur di PT Staco Estika Sedaya Finance (2012-2015),
Presiden Direktur di PT Astra Auto Finance (2014-2018), Deputy Chief
Sales Officer di PT Astra Sedaya Finance (2016-2018), Presiden
Komisaris di PT Cipta Sedaya Digital Indonesia (2019-2022), Direktur
di PT Astra Sedaya Finance (2018-2023), Wakil Presiden Direktur
(2023-2025), kemudian bergabung ke PT Toyota Astra Financial
Services sebagai Direktur (2025-sekarang)*.
*tugas dan wewenangnya sebagai anggota Direksi efektif setelah
terpenuhinya syarat Fit and Proper Test dari Otoritas Jasa Keuangan
Memperoleh gelar di bidang Manajemen Strategi Inovasi dari
Universitas Prasetya Mulya pada tahun 2017.
66
Page 91
Yoshiyuki Hiramine
Direktur Keuangan, 51 tahun. Warga Negara Jepang.
Menjabat sebagai Direktur Keuangan Perseroan sejak tahun 2022.
Memulai karirnya sebagai Sales Representative di NEC Corporation
(1997-2000) dan bergabung dengan Toyota Financial Services
Corporation sebagai Senior Manager, Sales Finance Group (2010-2014),
Executive Director Toyota Financial Services Corporation (UK) (2015-
2019), dan Group Vice President, Corporate Administration Group
Corporate Planning Department (2020-2022).
Memperoleh gelar Bachelor of Arts in Economy dari Keio University
pada tahun 1997.
Sebagai upaya implementasi Good Corporate Governance (GCG) berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk POJK No. 30/2014 dan POJK No. 33/2014, pada tahun
2024 Direksi telah melaksanakan 12 kali Rapat Direksi dan 6 kali rapat bersama Direksi dan Dewan
Komisaris.
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan dan atas jalannya
pengurusan Perseroan oleh Direksi, termasuk memberikan nasihat, rekomendasi dan/atau juga
persetujuan, jika diperlukan, kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan strategi dan rencana
pengembangan Perseroan.
Dewan Komisaris merupakan suatu majelis dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak
sendiri-sendiri; oleh karena itu, semua tindakan Dewan Komisaris berdasarkan keputusan yang
disepakati bersama-sama sebagai suatu majelis. Dalam pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris
melakukannya dengan itikad baik untuk kepentingan Perseroan, kehati-hatian dan tanggung jawab
sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Anggota Dewan Komisaris diangkat oleh Pemegang Saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS).
Seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan telah memperoleh sertifikat tingkat dasar di bidang
pembiayaan untuk memenuhi ketentuan POJK No. 35/2018.
Sebagai upaya dalam implementasi GCG yang lebih baik, Dewan Komisaris telah mengeluarkan
Piagam Dewan Komisaris sebagai pedoman Dewan Komisaris dan anggotanya dalam menjalankan
fungsi dan kepatuhan terhadap POJK No. 33/2014.
Frekuensi Kehadiran Rapat Dewan Komisaris
Tabel berikut menjelaskan frekuensi kehadiran rapat Dewan Komisaris pada tahun 2024:
Selama tahun 2024, Dewan Komisaris menyelenggarakan 6 rapat Dewan Komisaris, dimana 6 rapat
tersebut juga merupakan rapat bersama dengan Direksi dengan rincian kehadiran sebagai berikut:
Jumlah Tingkat
Jabatan Nama Pejabat
Kehadiran Rapat Kehadiran Rapat
Jumlah seluruh rapat yang diselenggarakan
Presiden Komisaris Hao Quoc Tien 6/6 100%
Wakil Presiden 100%
Rudy 6/6
Komisaris
67
Page 92
Jumlah Tingkat
Jabatan Nama Pejabat
Kehadiran Rapat Kehadiran Rapat
Komisaris Independen* Lindawati Gani 1/ 1 100%
Komisaris 100%
Regina Okthory Sucianto 5/5
Independen**
Keterangan:
* Hingga Januari – 2 April 2024
**Sejak 2 April – Desember 2024
Sejak bulan April hingga Oktober 2024 dihadiri oleh ibu Regina Okhtory Sucianto sebagai undangan rapat
Direksi
Anggota Direksi diangkat dan diberhentikan melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Direksi bertanggung jawab terhadap rancangan strategi bisnis maupun sistem penerapan yang
membawa keberhasilan bagi Perseroan dalam mencapai visi, misi, dan tujuannya. Direksi wajib
melaksanakan tugasnya dengan itikad baik, hati-hati dan penuh tanggung jawab sesuai dengan
Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan.
Seluruh anggota Direksi Perseroan telah memperoleh sertifikat tingkat dasar di bidang pembiayaan
untuk memenuhi ketentuan POJK No. 35/2018.
Sebagai upaya dalam implementasi GCG yang lebih baik, Direksi telah mengeluarkan Piagam Direksi
sebagai pedoman Direksi dan anggotanya dalam menjalankan fungsi dan kepatuhan terhadap POJK
No. 33/2014.
Frekuensi Kehadiran Rapat Direksi
Tabel berikut menjelaskan frekuensi kehadiran rapat Direksi pada tahun 2024:
Jumlah Kehadiran Tinggal Kehadiran
Jabatan Nama Pejabat
Rapat Rapat
Jumlah seluruh rapat yang di selenggarakan
Presiden Direktur Agus Prayitno Wirawan 10 / 12 83,3%
Wakil Presiden 100%
Tomohei Matsushita 12 / 12
Direktur
Direktur Budi Setiawan 10 / 12 83,3%
Direktur Yoshiyuki Hiramine 12 / 12 100%
Direktur Budi Setiawan 10 / 12 83,3%
Kompensasi Dewan Komisaris dan Direksi
Jumlah gaji dan tunjangan Dewan Komisaris untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut :
Keterangan 2024 2023
Imbalan jangka pendek
- Dewan Komisaris 928 910
- Direksi 19,322 16,897
Imbalan pasca kerja dan jangka panjang lainnya
- Direksi 4,514 3,548
Jumlah 24,764 21,355
Hal ini ditentukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan.
68
Page 93
Pelatihan Dewan Komisaris dan Direksi
Program Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Dewan Komisaris
Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya, Dewan Komisaris secara rutin turut serta
dalam pelatihan dan pendidikan yang diselenggarakan oleh pihak eksternal, termasuk yang
berhubungan dengan penerapan GCG. Selama tahun 2024, program pelatihan dan pengembangan
kompetensi yang telah diikuti Dewan Komisaris antara lain:
No. Keterangan Penyelenggara Tahun
1 Seminar Nasional Economic Outlook 2025 APPI 2024
International Seminar Financing Challenges in The
2 APPI 2024
Amidst of Economic Slowdown
Program Pelatihan Dan Peningkatan Kompetensi Direksi
Dalam rangka memperkaya kompetensi profesional mereka secara berkelanjutan, jajaran Direksi
Perseroan secara aktif turut berpartisipasi dalam serangkaian konferensi dari seminar yang terkait
dengan bidangnya, baik di dalam maupun di luar negeri.
Selama tahun 2024, program-program yang telah diikuti Direksi antara lain:
No. Keterangan Penyelenggara Tahun
1 Seminar Nasional Tantangan Pembiayaan Tahun 2024 APPI 2024
Seminar Nasional Tantangan Pembiayaan di Tengah
2 APPI 2024
Perubahan Geopolitik dan Ekonomi
3 Seminar Nasional Economic Outlook 2025 APPI 2024
International Seminar Financing Challenges in The
4 APPI 2024
Amidst of Economic Slowdown
Sekretaris Perusahaan
Sehubungan dengan pemenuhan POJK No. 35/2014, berdasarkan Surat Keputusan Direktur No.
049/SK-DIR/HRD/VIII/2018 tanggal 16 Agustus 2018, dalam rangka mendorong kinerja Perseroan,
melindungi kepentingan pemangku kepentingan dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan sebagai bentuk penerapan tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan telah
menunjuk dan mengangkat Aryani Sri Hartati sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary).
Sekretaris Perusahaan juga membantu Direksi, salah satunya adalah berkomunikasi dengan otoritas
pasar modal dan bursa. Selain itu Sekretaris Perusahaan juga memberikan informasi terkini kepada
investor serta para pemangku kepentingan mengenai bisnis, kinerja, prospek usaha dan aksi korporasi
Perseroan.
Tugas Sekretaris Perusahaan meliputi pendokumentasian catatan rapat-rapat Direksi, Dewan
Komisaris, mengatur pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa. Sekretaris Perusahaan juga bertanggung jawab terhadap penerbitan
Laporan Tahunan Perseroan.
Sekretaris Perusahaan mengikuti program pelatihan dan pendidikan dalam rangka pengembangan
kompetensi untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugasnya. Pada tahun 2022 program pelatihan
tersebut berupa seminar-seminar yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
69
Page 94
Berikut adalah keterangan singkat mengenai Sekretaris Perusahaan:
Aryani Sri Hartati
Sekretaris Perusahaan, 34 Tahun. Warga Negara Indonesia.
Bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2016. Menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan di
Perseroan sejak bulan Agustus 2018. Sebelumnya, Beliau pernah menjabat sebagai Intern Lawyer di
Ginting & Reksodiputro (2013-2014), Corporate Legal Supervisor di PT Abaco Pacific Indonesia (2014-
2015), Legal Officer di PT NTT Indonesia (2015-2016) dan Corporate Legal & Secretary Analyst di
Perseroan (2016-2018). Beliau memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada
tahun 2013 dan gelar Magister Kenotariatan dari Universitas Indonesia pada tahun 2019.
Komite Audit
Komite Audit merupakan suatu komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris yang secara khusus
ditugaskan untuk memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam fungsi pengawasannya
mengenai efektivitas atas Tata Kelola Perusahaan yang baik, pelaksanaan manajemen risiko,
mekanisme pengendalian internal, keandalan laporan keuangan, serta kepatuhan terhadap peraturan
yang berlaku.
Komite Audit telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dan telah memenuhi ketentuan POJK
No. 55/2015 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29/POJK.05/2020 tentang Tata Kelola
Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan.
Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:
1. Menelaah tingkat kecukupan dan efektivitas pengendalian internal Perseroan;
2. Menelaah tingkat kecukupan upaya manajemen dalam menindaklanjuti rekomendasi auditor
internal dan eksternal;
3. Menelaah pelaksanaan fungsi audit internal, yaitu dengan melakukan penelaahan terhadap
perencanaan, pelaksanaan, hasil dan efektivitas tindak lanjut hasil audit internal yang dilakukan;
4. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi
benturan kepentingan Perseroan; dan
5. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.
Perseroan telah memiliki Piagam Komite Audit yang perubahan terakhir kali dilakukan pada tanggal 15
Februari 2021. Berdasarkan Piagam Komite Audit tersebut, anggota Komite Audit terdiri dari sekurang-
kurangnya satu orang Komisaris Independen dan dua orang anggota yang berasal dari luar Perseroan.
Kriteria untuk menjadi anggota Komite Audit adalah independen dan bebas dari benturan kepentingan.
Disamping itu anggota Komite Audit diharapkan bersikap profesional dalam menjalankan tugas dan
memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris.
Berdasarkan Circular Written Resoluitions Of The Board Of Commisioners Of PT Toyota Astra Financial
Services (The “Company”) No. 007/CompApp/Leg/IV/2024 In Lieu Of The Board Of Commissioners
Meeting tanggal 2 April 2024, susunan Komite Audit Perseroan adalah:
Ketua : Regina Okthory Sucianto
Ketua Komite Audit, 65 Tahun. Warga Negara Indonesia.
Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak 8 Oktober 2024.
Memulai karirnya di Grup Astra di PT Astra Otoparts Tbk dengan jabatan
terakhir sebagai Finance and Accounting Operation Division Head (1998-
2003); Accounting Division Head PT Astra International Tbk (2003-2011),
70
Page 95
Anggota Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra Dua (2011-2013),
Direktur PT Menara Astra (2013-2017), Chief Corp. Finance and
Accounting PT Astra International Tbk (2011-2017), Anggota Komite Audit
PT Astra Honda Motor (2015-2018), Bendahara Yayasan Astra Bina Ilmu
(2013-2018), Bendahara Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim
(2017-2019), Bendahara Yayasan Dharma Bhakti Astra (2017-2019),
Komisaris PT Asuransi Astra Buana (2018-2023), Anggota Komite Audit
dan Komite Pemantau PT Astra Auto Finance (2020-2024), PT Astra
Sedaya Finance (2020-2024), PT Federal International Finance (2020-
2024), dan PT Astra Multi Finance (2019-sekarang).
Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari
Universitas Indonesia 1984.
Anggota : Buntoro Muljono
Anggota Komite Audit, 69 tahun. Warga Negara Indonesia.
Menjabat sebagai Anggota Komite Audit Perseroan sejak April 2024.
Saat ini beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen, Ketua
Komite Pemantau Risiko, dan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi
PT Surya Artha Nusantara Finance, Beliau juga menjabat sebagai Ketua
Komite Audit, Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi, dan Komisaris
Independen di PT Acset Indonusa Tbk.
Mengawali karir di Grup Astra sebagai Management Trainee di PT United
Tractors Tbk pada tahun 1981. Beliau telah berkarir selama lebih dari 30
tahun di Grup Astra dan menduduki berbagai jabatan di beberapa
perusahaan di antaranya sebagai berikut: General Manager di PT Pandu
Dayatama Patria (1985-1992), General Manager Corporate Finance di
PT United Tractors Tbk (1993-1999), Direktur di UT Heavy Industry (s) Pte.
Ltd (1997-2006), Komisaris di PT Pamapersada Nusantara (1998-2001),
Komisaris di PT Komatsu Indonesia (1998-2001), Komisaris di
PT Swadaya Harapan Nusantara (1998-2006), Komisaris di PT Traktor
Nusantara (1998-2006), Direktur di PT Berau Coal (1999- 2002), Direktur
Keuangan dan Administrasi di PT United Tractors Tbk (1999- 2002),
Direktur di PT United Tractors Pandu Engineering (1999-2006), Komisaris
di PT Pandu Dayatama Patria (1999- 2006), Presiden Direktur di
PT Toyota Astra Financial Services (2006-2014), Anggota Komite Audit di
PT Acset Indonusa Tbk (2015-2020), Komisaris Independen di PT United
Tractors Tbk (2017-2021), Ketua Komite Audit di PT United Tractors Tbk
(2017-2021), Komisaris Independen di PT Komatsu Astra Finance (2016-
2022), dan Ketua Komite Pemantau Risiko (2018-2022) di PT Komatsu
Astra Finance.
Beliau menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Elektro di Fakultas Teknik
Universitas Indonesia pada tahun 1981 dan di Fakultas Ekonomi di
Universitas Indonesia pada tahun 1986.
Anggota : R. Nunu Soetjahja Noegroho
Anggota Komite Audit, 62 tahun. Warga Negara Indonesia
Menjabat sebagai Anggota Komite Audit Perseroan sejak April 2024.
71
Page 96
Saat ini, beliau juga menjabat antara lain sebagai Komisaris Independen,
Anggota Komite Audit, Ketua Komite Pemantau Risiko, dan Ketua Komite
Nominasi dan Remunerasi PT Federal International Finance.
Beliau bergabung dengan Grup Astra sejak tahun 1987 dan memiliki
pengalaman kerja antara lain sebagai HRD Staff PT Astra International
Tbk, HRD Staff PT Astra Sedaya Finance, Department Head HRD PT
Astra Sedaya Finance, Department Head Marketing PT Astra Sedaya
Finance, Team Leader BPR Project PT Astra Sedaya Finance,
Department Head Corporate Internal Audit, Quality & Standardization PT
Astra Sedaya Finance, Department Head Corporate Organization &
Business Development PT Astra Sedaya Finance, Division Head E-
Commerce PT Astra Sedaya Finance, Division Head CRM PT Astra
Sedaya Finance, Division Head National Service (Operation) PT Astra
Sedaya Finance, Division Head General Affairs PT Astra Sedaya Finance,
Division Head Corporate Audit and Compliance PT Astra Sedaya Finance,
Division Head National Operation PT Astra Sedaya Finance, Presiden
Direktur PT Staco Estika Sedaya Finance, Division Head Human
Resources PT Astra Sedaya Finance, Presiden Direktur PT Stacomitra
Graha, Direktur PT Matra Graha Sarana, Presiden Direktur PT Matra
Graha Sarana, Direktur PT Federal International Finance, Komisaris PT
Sharia Multifinance Astra, dan Ketua Komite Audit PT Federal International
Finance.
Beliau memperoleh gelar Sarja Psikologi (1987) dari Universitas
Indonesia.
Frekuensi Kehadiran Rapat Komite Audit
Tabel berikut menjelaskan frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota Komite Audit pada tahun
2024:
Jumlah Jumlah Kehadiran Tingkat
Nama
Rapat Rapat Kehadiran Rapat
Ketua Regina Okthory Sucianto 9 9/9 100%
Anggota Buntoro Muljono 9 9/9 100%
Anggota R. Nunu Soetjahja Noegroho 9 9/9 100%
Laporan Singkat Pelaksanaan Kegiatan
Selama tahun 2024, Komite Audit telah mengadakan 9 (sembilan) kali pertemuan untuk menjalankan
tanggung jawabnya. Berikut adalah kegiatan Komite Audit di 2024:
1. Menelaah dan berdiskusi dengan manajemen mengenai laporan keuangan Perseroan setiap
triwulan;
2. Menelaah dan berdiskusi dengan Auditor Internal Perseroan mengenai aktivitas audit selama
tahun 2023 dan rencana audit tahun 2024;
3. Menelaah temuan-temuan penting dari Audit Internal dan membahas implementasi
rekomendasinya;
4. Menelaah dan berdiskusi dengan Auditor Independen Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (anggota
dari Price waterhouse Coopers) mengenai rencana audit dan implementasinya;
5. Menelaah dan berdiskusi dengan manajemen mengenai kepatuhan Perseroan pada hukum
dan peraturan perundang-undangan; dan
72
Page 97
6. Melakukan pertemuan dengan pihak manajemen, Auditor Internal dan Auditor Independen.
Komite Pemantau Risiko
Untuk membantu Dewan Komisaris dalam memantau pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan
oleh Direksi maka Dewan Komisaris membentuk Komite Pemantau Risiko.
Berdasarkan Circular Written Resolutions Of The Board Of Commissioners Of PT Toyota Astra
Financial Services (The “Company”) No. 008/CommApp/Leg/IV/2024 In Lieu Of The Board Of
Commissioners Meeting tanggal 2 April 2024, susunan Komite Pemantau Risiko adalah sebagai
berikut:
Ketua : Regina Okthory Sucianto
Anggota : Buntoro Muljono
Anggota : R. Nunu Soetjahja Noegroho
Frekuensi Kehadiran Rapat Komite Pemantau Risiko
Tabel berikut menjelaskan frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota Komite Pemantau Risiko
pada tahun 2024:
Jumlah Jumlah Kehadiran Tingkat
Nama
Rapat Rapat Kehadiran Rapat
Ketua Regina Okthory Sucianto 5 5/5 100%
Anggota Buntoro Muljono 5 5/5 100%
Anggota R. Nunu Soetjahja Noegroho 5 5/5 100%
Laporan Singkat Pelaksanaan Kegiatan
Selama tahun 2024, Komite Pemantau Risiko telah mengadakan 5 (lima) kali pertemuan untuk
menjalankan tanggung jawabnya antara lain melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan
manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi Perseroan di setiap triwulan. Pada kesempatan tersebut
Komite Pemantau Risiko menerima Laporan dan Risk Management Division Perseroan terkait dengan
tingkat risiko yang dihadapi Perseroan dan apabila diperlukan Komite Pemantau Risiko juga
memberikan saran sehubungan dengan pengendalian risiko pada Perseroan.
Komite Remunerasi dan Nominasi
Untuk membantu Dewan Komisaris melakukan evaluasi dan rekomendasi terkait kebijakan remunerasi
dan menyusun dan memberikan rekomendasi terkait kebijakan nominasi maka Dewan Komisaris
membentuk Komite Remunerasi dan Nominasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
29/POJK.05/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
30/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan, serta
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi
Emiten atau Perusahaan Publik juncto pasal 28 ayat 1 huruf c Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
29/POJK.05/2020 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan.
Berdasarkan Circular Written Resolutions Of The Board Of Commissioners Of PT Toyota Astra
Financial Services (The “Company”) No. 004/CommApp/Leg/III/2022 In Lieu Of The Board Of
Commissioners Meeting tanggal 29 Maret 2022, Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai
berikut :
Ketua : Regina Okthory Sucianto
Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi, 65 Tahun. Warga Negara
Indonesia.
73
Page 98
Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak 8 Oktober
2024.
Memulai karirnya di Grup Astra di PT Astra Otoparts Tbk dengan
jabatan terakhir sebagai Finance and Accounting Operation Division
Head (1998-2003); Accounting Division Head PT Astra International
Tbk (2003-2011), Anggota Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra
Dua (2011-2013), Direktur PT Menara Astra (2013-2017), Chief
Corp. Finance and Accounting PT Astra International Tbk (2011-
2017), Anggota Komite Audit PT Astra Honda Motor (2015-2018),
Bendahara Yayasan Astra Bina Ilmu (2013-2018), Bendahara
Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (2017-2019),
Bendahara Yayasan Dharma Bhakti Astra (2017-2019), Komisaris
PT Asuransi Astra Buana (2018-2023), Anggota Komite Audit dan
Komite Pemantau PT Astra Auto Finance (2020-2024), PT Astra
Sedaya Finance (2020-2024), PT Federal International Finance
(2020-2024), dan PT Astra Multi Finance (2019-sekarang).
Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari
Universitas Indonesia 1984.
Anggota : Hao Quoc Tien
Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi, 60 tahun.
Menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan sejak tahun 2019.
Saat ini menjabat sebagai President, Toyota Motor Asia (Singapore),
Deputy Chief Executive Officer, Asia Region, dan Deputy Chief
Officer, Sales Financial Business Group, Toyota Motor Corporation
(TMC), Chief Executive Officer, Asia Pacific Region, Toyota Financial
Services (TFS).
Mengawali kariernya di Canadian Pacific Railway sebagai Manager,
Intermodal Business (1990-1999), kemudian bergabung dengan
Toyota Canada Inc. sebagai Director & Chief Information Officer
(1999-2009), Toyota Motor Corporation sebagai Project General
Manager, Sales & Marketing North American Operation (2010-2011),
Toyota Motor China Investment sebagai Vice President, Sales &
Marketing Lexus China (2012-2013), dan Toyota Motor Asia Pacific
Pte. Ltd. sebagai Executive Vice President (2014-2022).
Beliau memperoleh gelar Master of Business Administration dari The
University of Western Ontario pada tahun 1997 dan Bachelor of
Electrical Engineering dari University of Waterloo pada tahun 1990.
Anggota : Rudy
Wakil Presiden Komisaris, 54 tahun. Warga Negara Indonesia.
Menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan sejak April
2023.
Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Direktur PT Astra International
Tbk, Wakil Presiden Direktur PT Sedaya Multi Investama, Presiden
Komisaris PT Astra Sedaya Finance, dan Komisaris PT Asuransi
Astra Buana.
74
Page 99
Sebelumnya, beliau menjabat sebagai, antara lain, Presiden Direktur
PT Asuransi Astra Buana (2017-2023), Direktur Independen dan
Direktur Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk (2013-2017), Direktur
Keuangan PT Asuransi Astra Buana (2009-2013), dan Chief
Corporate Planning PT Astra International Tbk (2000-2009).
Sebelum bergabung dengan Grup Astra, beliau pernah menjabat
sebagai Investment Banking Manager di PT Trimegah Sekuritas
Indonesia (2000-2002).
Beliau menyandang gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Trisakti
dan Master of Applied Finance dari Melbourne University, Australia
serta telah menyelesaikan Advanced Management Program,
INSEAD, Perancis.
Anggota : J. Sanantha Krisna
Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi, 55 tahun. Warga
Negara Indonesia.
Saat ini menjabat antara lain sebagai Human Resources and
General Services Division Head Perseroan (2018-sekarang).
Pernah menjabat berbagai posisi antara lain sebagai Human
Services Division Head (2014-2017) dan Human Services
Department Head (2006-2014) Perseoan; Team Leader Astra
Assessment Center (2000-2005) dan Recruiter (1997-1999) PT
Astra International Tbk; dan Human Resources Staff PT Sewu New
York Life (1996-1997).
Beliau memperoleh gelar Master Psikologi (2006) dari Universitas
Indonesia dan Sarjana Psikologi (1997) dari Universitas Padjadjaran.
Unit Usaha Syariah
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan
Usaha Pembiayaan Syariah, Unit Usaha Syariah adalah unit kerja dari Perseroan yang dibentuk untuk
melaksanakan pembiayaan syariah. Perseroan telah mendapatkan Izin Pembukaan Unit Usaha
Syariah dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 31 Agustus 2015 melalui Salinan Keputusan Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-366/NB.223/2015. Selanjutnya, Perseroan
mendapatkan ijin untuk memasarkan produk Musyaraqah Mutanaqishah (MMQ) melalui Surat Direktur
IKNB Syariah No. S-1045/NB.223/2016 tertanggal 31 Agustus 2016 dan produk Ijarah melalui Surat
Direktur IKNB Syariah No. S-562/NB.213/2021 tertanggal 9 Juni 2021.
Dewan Pengawas Syariah
Dalam rangka mengawasi aspek syariah dalam operasional Perseroan dan memenuhi ketentuan POJK
No. 30/2014 jo, POJK 29/2020, Perseroan wajib memiliki Dewan Pengawas Syariah yang diangkat
dalam Rapat Umum Pemegang Saham.
Berdasarkan Akta No, 41/2024 susunan Dewan Pengawas Syariah adalah sebagai berikut:
Ketua : Dr. Hasanudin, M.Ag
Anggota : Dra. Hj. Siti Ma’rifah, SH, MM, MH
Anggota : Drs. H. Basri Bermanda, MBA
75
Page 100
Dewan Pengawas Syariah Perseroan tersebut diangkat untuk masa jabatan terhitung sejak penutupan
RUPS Tahunan Perseroan tahun 2024 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan di tahun
2026.
Dewan Pengawas Syariah Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai rangkap jabatan
sebagaimana diatur dalam pasal 58 Peraturan OJK No. 48 Tahun 2024 tanggal 30 Desember 2024
tentang Tata Kelola Yang Baik Bagi Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga
Keuangan Mikro, Dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.
Perseroan telah memperoleh surat rekomendasi Dewan Pengawas Syariah Majelis Ulama Indonesia
No. U-393/DSN-MUI/XI/2012 tanggal 17 November 2012 (Surat Rekomendasi) Perihal Rekomendasi
Dewan Pengawas Syariah.
Dewan Pengawas Syariah memiliki tugas, wewenang dan tanggung jawab antara lain sebagai berikut:
a. menilai dan memastikan pemenuhan prinsip Syariah atas pedoman operasional dan produk
pembiayaan Syariah yang dikeluarkan Perseroan.
b. mengawasi proses pengembangan produk pembiayaan Syariah baru yang akan dikeluarkan
Perseroan agar sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN).
c. melakukan kajian berkala atas pemenuhan prinsip pembiayaan Syariah terhadap mekanisme
pendanaan dan penyaluran dana serta jasa pelayanan pembiayaan dengan prinsip Syariah.
d. meminta data dan informasi terkait dengan kegiatan pembiayaan Syariah.
e. menyampaikan laporan hasil pengawasan Syariah.
Dewan Pengawas Syariah (DPS) Perseroan secara rutin melakukan pertemuan untuk melaksanakan
tugas, khususnya memberikan konsultasi Syariah kepada Perseroan. Selain itu DPS juga mengadakan
pertemuan rutin yang bertujuan sebagai sarana komunikasi sekaligus untuk membahas perkembangan
dan permasalahan berkaitan dengan pelaksanaan prinsip-prinsip Syariah.
Audit Internal
Audit Internal merupakan unit kerja independen terhadap unit kerja lain dan memiliki peran sebagai
mitra strategis bagi manajemen dalam memberikan keyakinan dan konsultasi dengan pendekatan yang
sistematis, obyektif, independen dan berbasis risiko. Dalam menjalankan kegiatan perannya, Audit
Internal berpedoman pada Standar Internasional dari Institute of Internal Audit, yang bertujuan untuk
memberikan kepastian yang independen kepada manajemen bahwa kepatuhan terhadap standar
operasional dan peraturan serta sistem pengendalian internal di lingkungan Perseroan telah berfungsi
sesuai dengan acuan yang telah ditetapkan.
Dalam rangka memberikan landasan dan pedoman bagi Audit Internal yang merupakan bagian integral
dari upaya Perseroan dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Audit Internal Perseroan
telah dilengkapi dengan Piagam Audit Internal yang berisi tentang tujuan, misi, struktur, status, tugas
dan tanggung jawab serta wewenang Audit Internal.
Piagam Audit Internal disusun berdasarkan POJK No.56/2015 dan The Standard dari The Institute of
Internal Auditors (IIA).
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Nomor 006/SKB-DIR/BOD/I/2021 tanggal 18 Januari 2021,
Kepala Audit Internal Perseroan adalah Renny Wati. Berikut adalah keterangan singkat mengenai
Kepala Audit Internal Perseroan.KH to confirm
Renny Wati
Kepala Audit Internal, 54 tahun. Warga Negara Indonesia.
Menjabat sebagai Kepala Audit Internal sejak tahun 2021. Memulai karirnya di PT Astra International,
76
Page 101
Tbk – Toyota Sales Operation sebagai Akuntan (1994-1995) dan Administration Head (1995-2001),
kemudian bekerja di beberapa perusahaan lain dan bergabung dengan Perseroan sejak 2006.
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Merdeka Malang pada tahun
1993.
Berdasarkan POJK No. 56//2015, unit Audit Internal merupakan unit kerja yang independen terhadap
unit-unit kerja lain dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur. Oleh karena itu, Kepala
Audit Internal Perseroan diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Direktur atas persetujuan Dewan
Komisaris. Dalam pelaksanaan tugasnya, Auditor Internal dilarang merangkap tugas dan jabatan terkait
pelaksanaan kegiatan operasional Perseroan.
Audit Internal diberikan kewenangan dalam menjalankan tugasnya untuk melakukan audit sekaligus
memberikan konsultasi terhadap permasalahan pengendalian internal dan aktivitas terkait lainnya pada
seluruh proses dalam unit bisnis dengan memperhatikan tingkat risiko yang wajar.
Tugas dan tanggung jawab unit Audit Internal adalah sebagai berikut:
- Mengembangkan dan melaksanakan Rencana Audit Internal berbasis risiko untuk Perseroan;
- Memantau kepatuhan atas kebijakan dan prosedur Audit Internal dengan meninjau kualitas
pekerjaan Audit Internal;
- Identifikasi peluang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan dana dan
sumber daya;
- Melaksanakan penugasan khusus bila diperlukan, seperti yang diminta oleh Presiden Direktur,
Direksi, dan/atau Komite Audit dengan cara yang tidak bertentangan dengan tujuan independensi;
- Berkoordinasi dengan auditor eksternal untuk mengurangi duplikasi dalam melaksanakan
kegiatan audit;
- Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan rekomendasi audit;
- Menyiapkan program untuk mengevaluasi kualitas kegiatan audit internal yang telah dilakukan;
dan
- Bekerja bersama dengan Komite Audit.
Wewenang unit Audit Internal adalah sebagai berikut:
- Auditor Internal memiliki wewenang terkait dengan tugas dan fungsinya, sebagaimana
didelegasikan
- oleh Direksi, untuk mengakses semua sumber informasi yang relevan yang dimiliki oleh Perseroan
di semua tingkatan manajemen dan staf;
- Berkomunikasi langsung dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit; dan
- Melakukan pertemuan rutin dan/atau insidental dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau
Komite Audit.
4. SUMBER DAYA MANUSIA
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan memiliki jumlah karyawan sebanyak 1.392 orang. Adapun
komposisi karyawan Perseroan adalah sebagai berikut:
a. Menurut Jenjang Pendidikan:
31 Desember
Jenjang Pendidikan
2024 2023
SLTA 18 17
Diploma (D3) 121 127
Sarjana (S1) & Pasca Sarjana (S2) 1.253 1.246
Jumlah 1.392 1.390
b. Menurut Jenjang Manajemen
77
Page 102
31 Desember
Jenjang Manajemen
2024 2023
Direksi 5 5
Manajerial 87 84
Supervisor 162 161
Staf 1.138 1.140
Jumlah 1.392 1.390
c. Menurut Jenjang Usia
31 Desember
Jenjang Usia
2024 2023
18-25 tahun 152 166
26-35 tahun 840 859
36-45 tahun 332 316
46-55 tahun 67 47
> 55 tahun 1 2
Jumlah 1.392 1.390
d. Menurut Aktivitas Utama
31 Desember
Aktivitas Utama
2024 2023
Administrator 84 91
Auditor 10 9
Collection 387 365
Corp Support 74 63
Cust. Service 86 84
Finance 21 28
General Services 5 4
Human Resources 14 14
IT 31 24
Legal 6 5
Management 92 88
Marketing 25 25
Opr. Credit 77 75
Risk Management 13 11
Sales 467 504
Jumlah 1.392 1.390
e. Menurut Lokasi
31 Desember
Lokasi
2024 2023
Aceh 11 11
Astra Business Center (BSD) 18 18
Balikpapan 18 18
Bandung 46 46
Banjarmasin 22 22
78
Page 103
31 Desember
Lokasi
2024 2023
Batam 18 18
Bekasi 42 42
Bekasi Revo 20 20
Bengkulu 13 13
Bogor 29 29
Cirebon 18 18
Denpasar 35 35
Depok 28 28
Duri 13 13
Fleet 20 20
Head Office 319 317
Jakarta Central 21 21
Jakarta North 40 40
Jakarta South 33 33
Jambi 14 14
Jember 15 15
Jogja 31 31
Karawang 24 24
Kediri 18 18
Kelapa Gading 27 27
Kendari 16 16
Lampung 25 25
Makassar 47 47
Malang 19 19
Manado 19 19
Medan 60 60
Padang 14 14
Palembang 37 37
Palu 18 18
Pekanbaru 33 33
Pontianak 13 13
Puncak Permai 37 37
Samarinda 31 31
Semarang 35 35
Serang 14 14
Surabaya Merr 47 47
Tangerang 34 34
Jumlah 1.392 1.390
f. Menurut Status Karyawan
31 Desember
Status Karyawan
2024 2023
Karyawan Tetap 1.249 1.204
Karyawan Kontrak 143 186
Jumlah 1.392 1.390
79
Page 104
Saat ini Perseroan memiliki 2 (dua) orang tenaga kerja asing berkedudukan di Indonesia dalam
jabatannya selaku direksi Perseroan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai tenaga kerja asing
tersebut:
Warga Masa
No. Nama Jabatan No.Surat Ijin
Negara Berlaku
1 Tomohei Wakil Jepang Izin Tinggal Terbatas 11 Februari
Matsushita Presiden Elektronik Nomor: 2026
Direktur 2C2C2C22JD002732-B
11 Februari
Keputusan Direktur Jenderal 2026
Pembinaan Penempatan
Tenaga Kerja Dan Perluasan
Kesempatan Kerja Nomor
B.3/007987/PK.04.01/I/2025
Tentang Pengesahan
Rencana Penggunaan Tenaga
Kerja Asing
2 Yoshiyuki Direktur Jepang Izin Tinggal Terbatas 13 Januari
Hiramine Elektronik Nomor: 2026
2C2C2C22JE002228-B
Keputusan Direktur Jenderal
Pembinaan Penempatan 13 Januari
Tenaga Kerja Dan Perluasan 2026
Kesempatan Kerja Nomor:
B.3/157805/PK.04.01/XI/2024
Tentang Pengesahaan
Rencana Penggunaan Tenaga
Kerja Asing
Dalam menjawab tantangan bisnis dan mendukung pertumbuhan bisnis melalui manajemen Sumber
Daya Manusia, Perseroan telah melaksanakan praktik Sumber Daya Manusia yang dimulai dengan
proses Pengembangan Organisasi (Organization Development), Rekrutmen (Recruitment),
Pengembangan Karyawan dan Talent (People and Talent Development), Manajemen Kinerja
(Performance Management), Manajemen Pengupahan (Reward Management), Hubungan Industrial
(Industrial Relations), hingga Manajemen Terminasi (Termination Management).
A. Pengembangan Organisasi
Perseroan senantiasa berusaha mengembangkan organisasi dan meningkatkan produktivitas
karyawan melalui desain organisasi dan penguatan budaya kerja yang baik. Perubahan desain
organisasi selalu diselaraskan dengan strategi dan tujuan Perseroan, sehingga organisasi semakin
adaptif dan fleksibel dalam menghadapi tantangan dan kebutuhan bisnis.
Sejalan dengan salah satu strategi perusahaan, yaitu "Leverage non-core business", Perseroan melakukan
langkah-langkah strategis sebagai berikut:
1. Membentuk organisasi khusus yang menangani unit bisnis operating lease yang dipimpin oleh
Chief of Kinto Indonesia. Organisasi ini terdiri atas Kinto Business Development & Marketing
Department, Kinto Sales Department, Kinto After Sales Department, dan Kinto Business
Support Department. Struktur ini dirancang untuk memperkuat unit bisnis Kinto dalam
mengembangkan dan menjalankan proses bisnisnya secara optimal.
2. Membentuk Business Development Department di bawah Divisi Business Development dan
Corporate Planning. Departemen bertanggung jawab untuk mencari peluang dan
mengembangkan bisnis baru yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi
Perseroan.
80
Page 105
Dengan langkah-langkah ini, Perseroan memperkuat organisasi untuk mendukung strategi Perseroan yaitu
"Leverage non-core business".
Program implementasi budaya dilakukan dalam berbagai cara baik melalui daring maupun secara langsung.
Pada tahun 2024, Perseroan berhasil mengadakan program rutin penyampaian informasi dari Top
Management ke karyawan, seperti BOD Talk, Genba, dan lainnya.
B. Rekrutmen
Untuk menunjang operasional bisnis Perseroan dan memenuhi manpower planning yang telah dibuat
di awal tahun, pada tahun 2024 tim rekrutmen telah berhasil merekrut 130 karyawan internal dan 412
karyawan eksternal (termasuk pengganti karyawan yang pensiun atau mengundurkan diri).
Tahun 2024, tim rekrutmen Perseroan melaksanakan kegiatan recruitment dan branding yang
dilakukan secara online dan offline. Perseroan bekerja sama dengan 39 perguruan tinggi untuk
beberapa kegiatan seperti campus hiring, job fair, maupun penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU). Perseoran juga aktif melakukan branding secara online melalui media Instagram
@taf_career, dengan cara membuat konten dengan topik “Life at TAF”, “TAF Goes to Campus”, dan
topik yang sedang trending di saat itu. Saat ini Instagram @taf_career memiliki total followers kurang
lebih 48.200, naik signifikan sebesar 12.700 dari tahun 2023. Pada tahun 2024, Perseroan juga
menjalin kolaborasi dengan Astra International dalam hal penyebaran lowongan kerja melalui
Instagram @astra_career, serta bekerja sama dengan Astra Financial untuk menjalankan proses
seleksi Management Trainee Astra Financial.
C. Pengembangan Karyawan
Karyawan menjadi aset yang penting untuk keberlangsungan Perseroan dan mendukung implementasi
strategi Perseroan selanjutnya. Oleh karena itu, Perseroan melaksanakan beberapa program
pengembangan karyawan yang sistematis, yang tidak hanya meningkatkan kompetensi tetapi juga
pengembangan karakter karyawan. Pengembangan karyawan merupakan siklus proses yang meliputi
tahapan:
1. Pemetaan Kompetensi (Competence Mapping);
2. Pemetaan Karyawan (Human Capital Mapping);
3. Penyusunan & Penyelenggaraan Program Pengembangan (Development Program); dan
4. Evaluasi Program & Kinerja (Program & Performance Evaluation).
Di tahun 2024, Perseroan menyelenggarakan beberapa program pengembangan rutin untuk para kader di
masa depan maupun pengembangan individual setiap karyawan. Program pengembangan rutin tersebut
adalah pelatihan (training) dan penugasan (assignment) untuk mendukung kebutuhan bisnis dan organisasi,
sebanyak 25 pelatihan internal dengan jumlah peserta 5,906 karyawan dan mengirimkan 237 karyawan ke
26 pelatihan eksternal. Dalam rangka Perseroan mempersiapkan kader di masa depan, Perseroan
memfokuskan program pada area operasional, yaitu:
• 1 batch Sales Head Development Program dengan peserta sebanyak 3 orang,
• 1 batch AR Head Development Program yang menghasilkan 4 lulusan,
• Program Management Trainee dengan peserta sebanyak 34 orang.
Selaras dengan program yang dijalankan oleh lembaga sertifikasi untuk perusahaan pembiayaan, maka di
tahun 2024 Perseroan mengirimkan 215 karyawan untuk mengikuti 13 jenis pelatihan sertifikasi. Kegiatan
pelatihan di tahun ini dilakukan secara hybrid, online, maupun offline dengan menyesuaikan kebutuhan
pada masing-masing kegiatan.
Selain program di atas, Perseroan juga menyelenggarakan program untuk meningkatkan kompetensi para
pimpinan melalui Leaders Forum sebanyak 7 kali. Program Leader Forum merupakan ruang diskusi dan
belajar bersama antar para pimpinan antar departemen sehingga bisa meningkatkan kolaborasi dan
Kerjasama lintas fungsi.
81
Page 106
Pada tahun 2024, Perseroan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp7,271,723,404,- yang digunakan
untuk pengembangan karyawan.
D. Manajemen Kinerja
Perseroan melaksanakan manajemen kinerja dengan siklus sebagai berikut:
- Perencanaan Kinerja;
- Eksekusi Kinerja;
- Penilaian Kinerja Tengah Tahun; dan
- Penilaian Kinerja Akhir Tahun
Tahap perencanaan kinerja dilakukan pada awal tahun setelah Perseroan menetapkan strategi
Perseroan dan menurunkannya ke dalam Key Performance Indicator (KPI) level divisi. Setiap karyawan
memiliki Rencana Kinerja Individual (IPP) sebagai panduan kinerja selama 1 tahun sekaligus menjadi
tolak ukur penilaian kinerja karyawan.
E. Hubungan Industrial
Hubungan Industrial mencakup hubungan antara Perseroan dengan karyawan, karyawan dengan
karyawan, maupun Perseroan dengan pemerintah yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Untuk
membangun hubungan industrial yang harmonis, Perseroan:
a. Memiliki media komunikasi yaitu Genba;
b. Memiliki media informasi bulanan untuk menginformasikan seputar Kesehatan, Kebijakan, Benefit
dan lain-lain kepada Karyawan;
c. Mengadakan kegiatan kebersamaan karyawan rutin dalam berbagai bentuk kegiatan seperti
Employee Gathering, Surprise Breakfast, Olahraga Bersama dan acara-acara peringatan Hari
Kartini, Kemerdekaan Indonesia, dan lain-lain.
Di samping itu, sebagai bentuk tanggung jawab Perseroan kepada pemerintah, Perseroan selalu berusaha
untuk memenuhi regulasi ketenagakerjaan sebagai berikut:
a. Mendaftarkan seluruh karyawan menjadi peserta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS)
Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan;
b. Menjamin 100% wajib lapor ketenagakerjaan didaftarkan bagi cabang yang baru akan beroperasi
dan diperbarui untuk kantor pusat dan cabang yang telah beroperasi;
c. Memastikan pelaksanaan protokol COVID-19 dalam pelaksanaan operasional Perseroan.
Serta, sebagai upaya membangun relasi dengan masyarakat sekitar, Perseroan:
a. Secara aktif ikut serta dalam kegiatan-kegiatan kebersamaan yang diadakan oleh Astra Financial
dengan
lembaga-lembaga pemerintah dalam bidang ketenagakerjaan.
b. Tergabung dalam organisasi pembiayaan Indonesia (APPI/Asosiasi Perusahaan Pembiayaan
Indonesia).
F. Manajemen Pengupahan
Sistem remunerasi selalu mengacu pada perubahan peraturan perundang-undangan dengan tetap
memperhatikan kompetisi pasar, kemampuan Perseroan serta untuk memotivasi karyawan agar dapat
berkontribusi sebaik mungkin. Salah satu program untuk memotivasi karyawan adalah dengan
pemberian beasiswa bagi karyawan maupun bagi anak karyawan melalui program STAR (Student
Tuition and Rewards Scholarship) dan pemberian apresiasi bagi karyawan berprestasi melalui program
TAF HEROES (Helpful – Excellence – Responsive).
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan karyawan, Perseroan telah menyesuaikan gaji karyawan
82
Page 107
sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada masing-masing Kantor Cabang. Selain itu dalam
upaya pengelolaan Sumber Daya Manusia, Perseroan secara intensif menyelenggarakan program
pengembangan kompetensi dan keahlian karyawan. Untuk mewujudkan sistem remunerasi yang
kompetitif dan mengacu kepada Undang-undang/Peraturan Pemerintah yang berlaku, Perseroan juga
menyediakan berbagai tunjangan, fasilitas dan sarana fisik lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan
karyawan yaitu:
▪ Tunjangan makan dan transportasi;
▪ Tunjangan dan fasilitas kesehatan berupa, penggantian uang pengobatan dan perawatan bagi
karyawan serta anggota keluarganya;
▪ Program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) bagi seluruh karyawan;
▪ Dana Pensiun;
▪ Fasilitas kepemilikan kendaraan bermotor;
▪ Fasilitas olah raga dan kegiatan rekreasi; serta
▪ Fasilitas tempat dan kegiatan peribadatan
G. Manajemen Terminasi
Berakhirnya hubungan kerja dapat terjadi dalam beberapa bentuk yaitu:
1. Pengunduran diri;
2. Selesai masa kontrak kerja;
3. Pemutusan Hubungan Kerja karena pelanggaran; dan
4. Pensiun
Pengunduran diri diajukan langsung oleh karyawan dengan mengirimkan surat pengunduran diri ke
Human Resources Division (HRD) paling lambat 1 bulan sebelum tanggal pengunduran diri.
Pemutusan Hubungan kerja karena selesai masa kontrak kerja dilakukan dengan didahului dengan
masa evaluasi kinerja karyawan serta dilanjutkan dengan pemberitahuan selesai kontrak kerja kepada
karyawan. Sedangkan Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan terhadap karyawan yang melakukan
pelanggaran dan tidak juga melakukan perbaikan walaupun telah diberikan surat peringatan oleh
atasan. Pensiun dialami oleh karyawan yang sudah memasuki masa pensiun yaitu pada usia di atas
55 tahun. Karyawan yang pensiun akan mendapatkan fasilitas realisasi dana pensiun.
Perseroan tidak memiliki serikat pekerja yang dibentuk oleh karyawan Perseroan.
5. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN
83
Page 108
6. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM
6.1. PT Astra International Tbk. (“ASTRA”)
a. Pendirian
PT Astra International Tbk didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas “P.T. Astra
International Incorporated” No. 67 tanggal 20 Februari 1957 yang dibuat di hadapan Sie Khwan Djioe,
Notaris di Jakarta dan telah: (i) mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusannya No. J.A.5/53/5 tanggal 1 Juli 1957; dan (ii) didaftarkan pada Kantor
Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 1289 pada tanggal 20 Juli 1957; serta (iii) diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 85 tanggal 22 Oktober 1957, Tambahan No. 1117 (“ASTRA”);
Anggaran Dasar ASTRA telah beberapa kali diubah dan perubahan terakhir adalah berdasarkan: Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar ASTRA No. 77 tanggal 30 April 2024 yang
dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah: (i) mendapatkan persetujuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta dicatat dalam Database Sisminbakum
sebagaimana ternyata dari Surat Keputusan No. AHU-0027654.AH.01.02. Tahun 2024 tanggal 13 Mei
2024; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0091451.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 13
Mei 2024 sehubungan dengan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar ASTRA.
Astra berdomisili di Jakarta Pusat, Indonesia, dengan kantor pusat di Menara Astra, Jl. Jend. Sudirman
Kav. 5-6, Karet Tengsin, Tanah Abang, DKI Jakarta.
b. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat ASTRA No. 44 tanggal 8 Mei 2025 yang dibuat di
hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah: (i) diberitahukan kepada dan diterima serta
dicatat dalam Database Sisminbakum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana ternyata dari Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-
AH.01.09-0289050 tanggal 4 Juni 2025; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
091190.AH.01.11.Tahun 2025 pada tanggal 4 Juni13 Mei 2025.
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Astra yang sedang menjabat pada tanggal Prospektus ini
diterbitkan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Prijono Sugiarto
Komisaris : Anthony John Liddell Nightingale
Komisaris : Benjamin William Keswick
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris : John Raymond Witt
Komisaris : Stephen Patrick Gore
Komisaris : Hsu Hai Yeh
Komisaris Independen : Sri Indrastuti Hadiputranto
Komisaris Independen : Apinont Suchewaboripont
Komisaris Independen : Muliaman Darmansyah Hadad
Direksi
Presiden Direktur : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Direktur Rudy
84
Page 109
Direktur : Chiew Sin Cheok
Direktur : Gidion Hasan
Direktur : Henry Tanoto
Direktur : Santosa
Direktur : Gita Tiffani
Direktur : Fxl . Kesuma
Direktur : Hamdani Dzulkarnaen Salim
Direktur : Thomas Junaidi Alim W.
c. Permodalan
Struktur Permodalan Astra yang terakhir dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan
Anggaran Dasar ASTRA No. 45 tanggal 22 April 2021 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H.,
Notaris di Jakarta, yang telah: (i) diberitahukan kepada dan diterima serta dicatat dalam Database
Sisminbakum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata
dari Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0297798
tanggal 7 Mei 2021; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0085502.AH.01.11.Tahun
2021 pada tanggal 7 Mei 2021
Berdasarkan Daftar Pemegang Saham Astra per 31 Desember 2024 yang dikeluarkan oleh PT Raya
Saham Registra selaku Biro Administrasi Efek ASTRA, susunan pemegang saham dan komposisi
kepemilikan saham dalam Astra adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp50,- Per Saham Persentase
Keterangan
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) (%)
Modal Dasar 60.000.000.000 3.000.000.000.000
Pemegang Saham:
- Jardine Cycle & Carriage Limited 20.288.255.040 1.014.412.752.000 50,11
- Masyarakat lainnya (kepemilikan dibawah
20.195.298.100 1.009.764.905.000 49,89
5%)
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 40.483.553.140 2.024.177.657.000 100,00
Pemegang saham terbesar Perseroan adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd, perusahaan yang didirikan
di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd merupakan entitas anak dari Jardine Matheson Holdings
Ltd, perusahaan yang didirikan di Bermuda.
d. Maksud, Tujuan dan Kegiatan Usaha
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1) Anggaran Dasar ASTRA, maksud dan tujuan ASTRA ialah
berusaha dalam bidang perdagangan; industri; pertambangan; pengangkutan; pertanian;
pembangunan (konstruksi dan real estat); jasa (aktivitas profesional; ilmiah dan teknis; jasa informasi
dan komunikasi); pengadaan listrik; treatment dan pemulihan material sampah; serta aktivitas
penunjang kantor dan aktivitas penunjang usaha lainnya.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (2) Anggaran Dasar ASTRA, untuk mencapai maksud dan
tujuan tersebut di atas, ASTRA dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
1) Kegiatan Usaha Utama
i. Perdagangan:
- perdagangan besar mobil baru;
- perdagangan eceran mobil baru;
- reparasi mobil;
85
Page 110
- perdagangan besar suku cadang dan aksesori mobil;
- perdagangan eceran suku cadang dan aksesori mobil;
- perdagangan besar sepeda motor baru;
- perdagangan eceran sepeda motor baru;
- perdagangan besar suku cadang sepeda motor dan aksesorinya;
- perdagangan eceran suku cadang sepeda motor dan aksesorinya;
- reparasi dan perawatan sepeda motor;
- perdagangan besar buah yang mengandung minyak;
- perdagangan besar minyak dan lemak nabati;
- perdagangan eceran melalui media berbagai macam barang lainnya.
ii. Industri:
- industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih;
- industri sepeda motor roda dua dan tiga;
- industri komponen dan suku cadang mesing dan turbin;
- industri karoseri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dan industri trailer dan semi
trailer;
- industri suku cadang dan aksesori kendaraan bermoto roda empat atau lebih;
- industri komponen dan perlengkapan sepeda motor roda dua dan tiga;
- reparasi mesin untuk keperluan khusus;
- industri produk dari batu bara;
- industri briket batu bara;
- industri minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil)
- reparasi baterai dan akumulator listrik;
- industri baterai untuk kendaraan bermotor listrik.
Pertambangan:
- pertambangan batu bara;
- aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya;
iii. Pengangkutan:
- aktivitas pelayanan kepelabuhan laut;
- penanganan kargo; (bongkar muat barang);
- aktivitas jalan tol;
- angkutan bermotor untuk barang umum;
- angkutan bermotor untuk barang khusus.
iv. Pertanian:
- perkebunan buah kelapa sawit;
v. Pembangunan (Konstruksi dan Real Estat):
- penyiapan lahan;
- konstruksi bangunan sipil;
- konstruksi gedung perkantoran;
- konstruksi gedung industri;
- pemasangan bangunan prafabrikasi untuk gedung;
- konstruksi pelabuhan bukan perikanan;
- pemasangan bangunan prafabrikasi untuk konstruksi bangunan sipil;
- pembongkaran;
- real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
vi. Jasa (aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, jasa informasi dan komunikasi):
- aktivitas konsultasi manajemen lainnya;
- aktivitas pengolahan data;
- aktivitas jasa informasi lainnya YTDL;
- portal web dan /atau platform digital dengan tujuan komersial.
vii. Pengadaan listrik:
- penjualan tenaga listrik;
86
Page 111
- pembangkit, transmisi, distribusi dan penjualan tenaga listrik dalam satu kesatuan
usaha;
- pembangkit, transmisi, dan penjualan tenaga listrik dalam satu kesatuan usaha;
- pembangkit, distribusi, dan penjualan tenaga listrik dalam satu kesatuan usaha;
- distribusi, dan penjualan tenaga listrik dalam satu kesatuan usaha;
- pengoperasian instalasi penyediaan tenaga listrik;
- aktivitas penunjang tenaga listrik lainnya.
viii. Treatment dan pemulihan material sampah:
- pengumpulan limbah berbahaya.
ix. Aktivitas penunjang kantor dan aktivitas penunjang usaha lainnya:
- aktivitas call centre
2) Kegiatan Usaha Penunjang:
Kegiatan usaha lain yang berkaitan dan menunjang kegiatan usaha utama sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
6.2. Toyota Financial Services Corporation (“TFSC”)
a. Pendirian
TFSC didirikan dengan akta Certificate of Corporate Registration No.1800-01049410 tanggal 7 Juli
2000 berdasarkan Hukum Negara Jepang dan memiliki domisili hukum di Nagoya, Jepang.
b. Pengurusan dan Pengawasan
Susunan Direksi dan Komisaris TFSC pada tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Audit & Supervisory Board Members
Anggota : Shinji Sugimori
Anggota : Masahiro Yamamoto
Anggota : Katsuyuki Ogura
Direksi
Presiden Direktur : Hiroyosi Korosue
Direktur : Shinya Kotera
Direktur : Mark S. Templin
Direktur : Hao Quoc Tien
Direktur : Toshiyuki Nishi
Direktur : Koji Kobayashi
Direktur : Yoichi Miyazaki
c. Permodalan
Struktur permodalan TFSC adalah sebagai berikut:
- Modal Dasar terdiri dari 4.680.000 saham dengan nilai ¥234.000.000.000
- Modal Ditempatkan terdiri dari 1.570.500 saham dengan nilai ¥78.525.000.000.-
- Modal Setor terdiri dari 1.570.500 saham dengan nilai ¥78.525.000.000.-
Susunan pemegang saham TFSC adalah sebagai berikut:
87
Page 112
Persentase
Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (¥)
(%)
Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh:
Toyota Motor Corporation 1.570.500 78.525.000.000 100,00
Jumlah Modal Ditempatkan 1.570.500 78.525.000.000 100,00
d. Maksud, Tujuan dan Kegiatan Usaha
Maksud dan Tujuan TFSC berdasarkan akta Certificate of Corporate Registration No.1800-01049410
tanggal 7 Juli 2001 adalah untuk memegang saham dari setiap anak perusahaan dan afiliasinya yang
bergerak di bidang keuangan tertentu serta untuk mengontrol dan mengelola kegiatan usaha dari setiap
perusahaan-perusahaan tersebut.
Kegiatan usaha utama dari TFSC terfokus pada penyediaan jasa keuangan sehubungan dengan merek
Toyota. TFSC melalui anak perusahaan dan afiliasinya telah melakukan kegiatan usaha di berbagai
wilayah seperti Jepang, Amerika Utara, Eropa, Asia dan wilayah lainnya. Para pesaing utama TFSC
adalah bank umum dan perusahaan/ lembaga jasa keuangan lainnya.
Kegiatan usaha dari TFSC sebagai holding company adalah merumuskan rencana dan strategi,
keuangan usaha anak perusahaan dan afiliasinya, menerapkan pengelolaan manajemen risiko dan
laba anak perusahaan dan afiliasinya serta mempromosikan usaha keuangan yang efisien.
7. STRUKTUR DAN KETERANGAN TENTANG GRUP
Diagram hubungan kepemilikan saham Perseroan dengan pemegang saham Perseroan yang
berbentuk badan hukum sampai dengan kepemilikan individu.
Diagram Hubungan Kepemilikan Perseroan dengan Pemegang Saham
Pengendali Perseroan
Merujuk pada definisi ‘Pengendali’ sebagaimana dimuat pada POJK No. 9/2017, pada tanggal
Prospektus ini diterbitkan maka ‘Pengendali’ Perseroan adalah : (i) PT Astra International Tbk; dan (ii)
Toyota Financial Services Corporation, dimana keduanya mempunyai kemampuan untuk menentukan
dengan cara apapun pengelolaan dan/atau kebijaksanaan Perseroan. Selain PT Astra International
88
Page 113
Tbk dan Toyota Financial Services Corporation, Perseroan tidak mempunyai informasi mengenai pihak
lain yang mempunyai kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan
cara apapun pengelolaan dan/atau kebijaksanaan Perseroan.
PT Astra International Tbk dan Toyota Financial Services Corporation telah lulus penilaian kemampuan
dan kepatutan dari OJK sebagai pemegang saham pengendali, masing-masing berdasarkan:
(a) Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No. Kep-853/NB.1/2014 tanggal 2 Mei 2014 tentang
Penetapan Kelulusan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pemegang Saham Pengendali
PT Toyota Astra Financial Services Atas Nama PT Astra International Tbk; dan
(b) Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No. Kep-854/NB.1/2014 tanggal 2 Mei 2014 tentang
Penetapan Kelulusan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pemegang Saham Pengendali
PT Toyota Astra Financial Services Atas Nama Toyota Financial Services Corporation.
Dengan demikian, kedua pemegang saham pengendali Perseroan tersebut di atas telah melakukan
pemenuhan atas Peraturan OJK No. 27/POJK.03/2016 tanggal 22 Juli 2016 tentang Penilaian
Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan.
Hubungan kepengurusan, pengawasan, kepemilikan dan Afiliasi Perseroan dengan pemegang saham
Perseroan adalah sebagai berikut:
PT Toyota Astra Financial Toyota Financial Services
Nama PT Astra International Tbk
Services Corporation
Hao Quoc Tien Presiden Komisaris - Direktur
Rudy Wakil Presiden Komisaris Wakil Presiden Direktur -
Regina Okthory Sucianto Komisaris Independen - -
Agus Prayitno Wirawan Presiden Direktur - -
Tomohei Matsushita Wakil Presiden Direktur - -
Ezar Kumendong* Direktur - -
Tan Justin Darsono Direktur - -
Yoshiyuki Hiramine Direktur - -
Prijono Sugianto - Presiden Komisaris -
Anthony John Liddell
- Komisaris -
Nightingale
Benjamin William
- Komisaris -
Keswick
Benjamin Herrenden
- Komisaris -
Birks
John Raymond Witt - Komisaris -
Stephen Patrick Gore - Komisaris -
Hsu Hai Yeh - Komisaris -
Sri Indrastuti
- Komisaris Independen -
Hadiputranto
Apinont
- Komisaris Independen -
Suchewaboripont
Muliaman Darmansyah
- Komisaris Independen -
Hadad
Djony Bunarto Tjondro - Presiden Direktur -
Rudy - Wakil Presiden Direktur -
Chiew Sin Cheok - Direktur -
Gidion Hasan - Direktur -
Henry Tanoto - Direktur -
Santosa - Direktur -
Gita Tiffani - Direktur -
Fxl . Kesuma - Direktur -
Hamdani Dzulkarnaen
- Direktur -
Salim
Thomas Junaidi Alim W. - Direktur -
Shinji Sugimori Audit & Supervisory Board
- -
Member
89
Page 114
PT Toyota Astra Financial Toyota Financial Services
Nama PT Astra International Tbk
Services Corporation
Masahiro Yamamoto Audit & Supervisory Board
- -
Member
Katsuyuki Ogura Audit & Supervisory Board
- -
Member
Hiroyoshi Korosue - - Presiden Direktur
Shinya Kotera - - Direktur
Mark S. Templin - - Direktur
Hao Quoc Tien Presiden Komisaris - Direktur
Toshiyuki Nishi - - Direktur
Koji Kobayashi - - Direktur
Yoichi Miyazaki - - Direktur
8. PERKARA PENGADILAN YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, DEWAN KOMISARIS
DAN DIREKSI PERSEROAN
Pada tanggal diterbitkan Prospektus ini, Perseroan, Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan,
tidak terdapat: (a) suatu perkara perdata maupun pidana yang berlangsung di hadapan Pengadilan
Negeri, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung; (b) perselisihan yang diselesaikan melalui Badan
Arbitrasi Nasional Indonesia; (c) pengajuan Pailit atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
melalui Pengadilan Niaga; (d) perkara Perselisihan Hubungan Industrial maupun perkara Pemutusan
Hubungan Kerja melalui Pengadilan Hubungan Industrial; (e) sengketa tata usaha negara melalui
Pengadilan Tata Usaha Negara; (f) sengketa atau perkara perpajakan pada Pengadilan Pajak; (g)
sengketa di hadapan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen; dan (h) sengketa persaingan usaha
di badan peradilan di Indonesia, yang melibatkan Perseroan maupun anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan serta lokasi kegiatan usaha Perseroan.
Lebih lanjut, Perseroan tidak sedang terlibat sengketa atau perselisihan hukum di luar badan peradilan
tersebut di atas, baik secara perdata, pidana, tata usaha negara, kepailitan, arbitrase, perpajakan,
perburuhan maupun sengketa konsumen dan persaingan usaha, termasuk somasi dari pihak manapun.
9. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA
Perjanjian-Perjanjian Dalam Rangka Penerimaan Fasilitas Kredit/Pinjaman
Nilai
Outstanding Bentuk
Bank/
No Keterangan Perjanjian Jangka Waktu Per Hubunga
Kreditur
31 Des 2024 n Afiliasi
1. Fasilitas Kredit Surat Deutsche Bank Deutsche Jangka waktu Rp1.400.000 tidak
Deutsche Bank tanggal 30 Juni 2006 Bank AG, ketersedian atas Juta terdapat
(Fasilitas Jangka juncto Surat Deutsche Cabang fasilitas kredit ini hubungan
Pendek, Cerukan, Bank tanggal 28 Januari Jakarta sampai tanggal 28 afiliasi
Fasilitas Modal 2021 yang dikeluarkan Februari 2026, fasilitas
Kerja dan Fasilitas oleh Deutsche Bank dan ini akan diperpanjang
Jangka Menengah) telah disetujui oleh secara otomatis
keseluruhannya Perseroan dengan turut selama 12 (dua belas)
tidak melebihi ditandangani oleh 2 bulan sejak tanggal
sebesar (dua) Direktur berakhirnya,
Rp3.000.000 juta, Perseroan, selanjutnya sepanjang semua
sebagai berikut: mengalami perubahan syarat dan ketentuan
1. terakhir berdasarkan berdasarkan
Fasiitas/Pinjaman Surat Deutsche Bank Perjanjian ini tetap
Jangka Pendek, tanggal 9 Juni 2023 tidak berubah selama
terdiri dari: yang dikeluarkan oleh periode perpanjangan
a. Pinjaman Deutsche Bank dan otomatis tersebut.
jangka telah disetujui oleh
pendek, Perseroan dengan turut
jumlah ditandangani oleh 2
nilai/pinjaman (dua) Direktur
90
Page 115
Nilai
Outstanding Bentuk
Bank/
No Keterangan Perjanjian Jangka Waktu Per Hubunga
Kreditur
31 Des 2024 n Afiliasi
yang Perseroan juncto Surat
terhutang Deutsche Bank tanggal
tidak melebihi 4 Maret 2024 yang
sebesar dikeluarkan oleh
Rp3.000.000 Deutsche Bank dan
juta; telah disetujui oleh
b. Cerukan, Perseroan dengan turut
jumlah ditandangani oleh 2
nilai/pinjaman (dua) Direktur
yang Perseroan
terhutang
tidak melebihi
sebesar
Rp2.000.000
juta;
2. Fasilitas Modal
Kerja, terdiri dari:
a. Fasilitas
Modal Kerja
untuk tenor
sampai
dengan 1
tahun, jumlah
nilai/pinjaman
yang
terhutang
tidak melebihi
sebesar
Rp3.000.000
juta;
b. Fasilitas
Modal Kerja
untuk tenor
sampai
dengan 3
tahun, jumlah
nilai/pinjaman
yang
terhutang
tidak melebihi
sebesar
Rp2.000.000
juta;
3.
Fasilitas/Pinja
man Jangka
Menengah:
Fasilitas/Pinjama
n jangka
menengah
melalui pinjaman
yang ditarik
jangka
menengah
dengan jangka
waktu lebih dari
1 tahun sampai 3
tahun dengan
jumlah
nilai/pinjaman
yang terhutang
91
Page 116
Nilai
Outstanding Bentuk
Bank/
No Keterangan Perjanjian Jangka Waktu Per Hubunga
Kreditur
31 Des 2024 n Afiliasi
tidak melebihi
sebesar
Rp1.250.000
juta;
2. Fasilitas kredit Revolving Credit Citibank Jangka waktu Rp700.000 juta tidak
sebesar USD366 Agreement (onshore - NA ketersedian atas terdapat
juta atau Rupiah/US Dollar) Cabang fasilitas kredit ini hubungan
Jakarta
ekuivalennya dalam (uncomitted) tanggal 16 sampai dengan afiliasi
mata uang Rupiah Mei 2017, dibuat di tanggal 16 April 2026
bawah tangan juncto dan jangka waktu
Revolving Credit tersebut akan secara
Agreement tanggal 16 otomatis diperpanjang
April 2017, dibuat di untuk jangka waktu 1
bawah tangan, (satu) tahun
selanjutnya, mengalami berikutnya secara
perubahan terakhir terus menerus, kecuali
berdasarkan Amendment Citibank memberikan
to Revolving Credit pemberitahuan
Agreement kepada Perseroan
(uncommitted) tanggal 25
November 2024, dibuat di
bawah tangan
3. 1. Fasilitas Loan on Credit Agreement No. PT Bank 1. Fasilitas Loan on Rp4.961.734 tidak
Note 2 sebesar BSMI 0089 tanggal 5 SMBC Note 2: Periode juta terdapat
USD315 juta; September 2007 dibuat Indonesia ketersediaan/pen hubungan
Tbk d/h arikan berakhir
di bawah tangan, afiliasi
PT Bank tanggal 31 Juli
2. Fasilitas Loan on selanjutnya mengalami BTPN Tbk 2025. Jatuh
Note 3 sebesar perubahan terakhir tempo 48 bulan
Rp1.750.000 berdasarkan Perubahan setelah tanggal
juta; Kelima tanggal 31 Juli penarikan
2024 dibuat di bawah terakhir.
3. Fasilitas Loan on tangan juncto Schedule
Note 4 sebesar No. 059 tanggal 27 2. Fasilitas Loan on
Note 3: jatuh
Rp2.000.000 Desember 2022, dibuat di
tempo tanggal 18
juta; bawah tangan Januari 2028.
(“Schedule 059") juncto
Schedule No. 064 3. Fasilitas Loan on
tanggal 31 Juli 2024, Note 4: jatuh
dibuat di bawah tangan tempo tanggal 31
(“Schedule 064") juncto Juli 2025.
Schedule No. 065
tanggal 31 Juli 2024,
dibuat di bawah tangan
(“Schedule 065")
92
Page 117
Nilai
Outstanding Bentuk
Bank/
No Keterangan Perjanjian Jangka Waktu Per Hubunga
Kreditur
31 Des 2024 n Afiliasi
4. Fasilitas kredit Loan Agreement No. PT Bank 11 Juli 2025 Rp 9.460.330 tidak
sebesar USD650 juta 285/LA/MZH/0606 Mizuho juta terdapat
atau jumlah yang tanggal 22 Juni 2006, Indonesia hubungan
setara dalam mata dibuat di bawah tangan, afiliasi
uang JPY (Yen) selanjutnya mengalami
dan/atau mata uang perubahan terakhir
IDR (Rupiah) pada berdasarkan Amendment
nilai tukar yang No. 678/AMD/MZH/0624
berlaku pada Bank. tanggal 28 Juni 2024,
dibuat dibawah tangan
juncto Amendment No.
680/AMD/MZH/0624
tanggal 28 Juni 2024,
dibuat dibawah tangan.
5. 1. Fasilitas Facility Agreement No. The 1. Fasilitas Rp5.050.000 tidak
Pinjaman 2024-0014586 & 2024- MUFG Pinjaman juta terdapat
Bergulir 0014587 tanggal 17 Mei Bank Ltd, Bergulir Dengan hubungan
Cabang
Dengan 2024, dibuat di bawah Komitmen afiliasi
Jakarta
Komitmen tangan juncto Syarat (Committed
(Committed dan Ketentuan Umum Revolving Loan
Revolving (General Terms and Facility): 30
Loan Facility): Conditions) tanggal 17 September 2025
sebesar Mei 2014, dibuat di 2. Fasilitas
Rp2.000.000 bawah tangan juncto Pinjaman
juta; Surat MUFG No. 2025- Bergulir Tanpa
2. Fasilitas 00110539 tanggal 16 Komitmen
Pinjaman Mei 2025, perihal: (Uncommitted
Bergulir Tanpa Pemberitahuan Revolving Loan
Komitmen Perpanjangan Fasilitas Facility): 17 Mei
(Uncommitted dan Perubahan Atas 2027;
Revolving Syarat dan Ketentuan 3. Fasilitas Swap
Loan Facility), Umum (CRS) Tanpa
sebesar Komitmen
Rp6.400.000 (Uncommitted
juta; Swap (CRS)
3. Fasilitas Swap Facility) -
(CRS) Tanpa Fasilitas
Komitmen Gabungan: 17
(Uncommitted Juni 2029;
Swap (CRS) 4. Fasilitas Swap
Facility)- (IRS) Tanpa
Fasilitas Komitmen
Gabungan, (Uncommitted
sebesar Swap (IRS)
USD128.800.0 Facility) –
00,-; Fasilitas
4. Fasilitas Swap Gabungan: 17
(IRS) Tanpa Juni 2029
Komitmen
(Uncommitted
Swap (IRS)
Facility) –
Fasilitas
Gabungan,
sebesar USD8
juta
Batas Fasilitas
Gabungan atas
Fasilitas angka (3)
dan (4) di atas
sebesar USD128
93
Page 118
Nilai
Outstanding Bentuk
Bank/
No Keterangan Perjanjian Jangka Waktu Per Hubunga
Kreditur
31 Des 2024 n Afiliasi
juta
6. Fasilitas kredit USD50,000,000 Sumitomo - Jatuh tempo Total tidak
berjangka Uncommitted Dual Mitsui pada outstanding terdapat
(uncommitted) Currency Term Loan Trust tanggal 31 untuk fasilitas- hubungan
Bank,
sebesar USD50 juta Facility No. LEGL- Maret 2026 fasilitas kredit afiliasi
Limited
B/TL/PTTAF-USD50M Cabang dari SMTB
(IDR) (2020) tanggal 6 Singapura pada angka
Maret 2020, dibuat di (“SMTB”) (6), (7), (8),
bawah tangan dan (9)
sebesar
Rp1.616.200
juta
7. Fasilitas kredit USD10,000,000 SMTB - Penarikan Total tidak
berjangka Uncommitted Dual dalam mata outstanding terdapat
(uncommitted) Currency Term Loan uang Dollar untuk fasilitas- hubungan
sebesar USD10 juta Facility No. LEGL- Amerika fasilitas kredit afiliasi
atau nilai yang setara B/TL/PTTAF-USD10M Serikat, dari SMTB
dengan mata uang (IDR) (2022) tanggal 25 akan jatuh pada angka
Rupiah Februari 2022, dibuat di tempo pada (6), (7), (8),
bawah tangan tanggal 29 dan (9)
Februari sebesar
2028; dan Rp1.616.200
- Penarikan juta
dalam mata
uang
Rupiah,
akan jatuh
tempo pada
tanggal 27
Februari
2026.
-
8. Fasilitas kredit USD50,000,000 SMTB - 31 Oktober Total tidak
berjangka Uncommitted Dual 2028 outstanding terdapat
(uncommitted) Currency Term Loan untuk fasilitas- hubungan
sebesar USD50 juta Facility No. LEGL- fasilitas kredit afiliasi
atau nilai yang setara B/SOFR/PTTAF- dari SMTB
dengan mata uang USD50M (2022) tanggal pada angka
Rupiah 31 Oktober 2022, dibuat (6), (7), (8),
di bawah tangan dan (9)
sebesar
Rp1.616.200
juta
94
Page 119
Nilai
Outstanding Bentuk
Bank/
No Keterangan Perjanjian Jangka Waktu Per Hubunga
Kreditur
31 Des 2024 n Afiliasi
9. Fasilitas kredit Credit Agreement No. Bank of jangka waktu fasilitas Rp113.134 juta tidak
sebesar USD32 juta 34442-01/VI/2014 America, akan terus berlaku terdapat
atau setara dengan tanggal 23 Juni 2014, N.A, sampai dengan BoA hubungan
Cabang
Rp368.000 juta dibuat di bawah tangan mengakhirinya. Pada afiliasi
Jakarta
juncto Amendment of (“BoA”) tanggal diterbitkan
Credit Agreement No. Prospektus ini fasilitas
34442-02/VIII/2016 kredit tersebut masih
tanggal 18 Agustus 2016 mengikat bagi Para
juncto Surat BOA NO. Pihak.
34442-03/VII/2017
tanggal 13 Juli 2017
10. Fasilitas money Perjanjian Pemberian PT Bank 30 September 2025 Rp0 (nihil) tidak
market maksimal Fasilitas Money Market Permata terdapat
sebesar Rp300.000 No. MM/19/1096/N/CG9 Tbk hubungan
juta tanggal 26 November afiliasi
2019 dibuat di bawah
tangan, selanjutnya
mengalami perubahan
terakhir berdasarkan
Perubahan Perjanjian
Pemberian Fasiitas
Money Market No.
2093/MM/AMD/XI/2023/
SP2 tanggal 28
November 2023, dibuat di
bawah tangan
11. Fasilitas pinjaman Perjanjian Kredit Untuk PT Bank 30 Desember 2025 Rp660.106 tidak
bergulir tanpa Fasilitas Pinjaman ANZ juta terdapat
komitmen Bergulir Tanpa Indonesia hubungan
maksimal sebesar Komitmen No. afiliasi
USD56 juta; 124/FA/AMD/X/2019
tanggal 29 Oktober
2019, dibuat di bawah
tangan, selanjutnya
mengalami perubahan
berdasarkan Perubahan
Keenam atas Perjanjian
Kredit Untuk Fasilitas
Pinjaman Bergulir
Tanpa Komitmen No.
1202/FA/ANZ/AMD/XI/2
023 tanggal 28
November 2023, dibuat
di bawah tangan juncto
Surat ANZ No.
010/FA/ANZ/AMD/I/202
5 hal: Perpanjangan
Fasilitas-Fasilitas
Perbankan Yang Ada
(“Surat Perpanjangan”)
tanggal 20 Januari 2025
yang dikeluarkan dan
ditandatangani oleh
Head Corporate
Coverage ANZ serta
telah disetujui oleh
Perseroan dengan turut
ditandatangani oleh 2
(dua) Direktur
Perseroan pada tanggal
95
Page 120
Nilai
Outstanding Bentuk
Bank/
No Keterangan Perjanjian Jangka Waktu Per Hubunga
Kreditur
31 Des 2024 n Afiliasi
22 Januari 2025.
12. Fasilitas pinjaman Surat Norinchukin Norinchu 7 September 2026 Rp307.088 tidak
berjangka mata tanggal 22 Maret 2021, kin Bank, juta terdapat
uang tunggal Perihal: Pinjaman Cabang hubungan
sebesar JPY5,000 Berjangka Mata Uang Singapur afiliasi
juta Tunggal Uncommitted a
Untuk
JPY5,000,000,000
yang dikeluarkan oleh
Norinchukin dan telah
disetujui oleh Perseroan
dengan turut
ditandatangani oleh
Direktur Perseroan,
selanjutnya mengalami
perubahan terakhir
berdasarkan Surat
Norinchukin tanggal 15
November 2021,
Perihal: Tambahan
Surat Fasilitas Untuk
Pinjaman Mata Uang
Tunggal Tanpa
Komitmen Berjangka
JPY5,000,000,000 yang
dikeluarkan oleh
Norinchukin dan telah
disetujui oleh Perseroan
dengan turut
ditandatangani oleh
Direktur Perseroan
13. Fasilitas kredit Perjanjian Kredit No. PT Bank 7 September 2025 Rp0 (nihil) tidak
berupa Pinjaman 0100/032/B/07062021 Jago Tbk terdapat
Promes Berjangka tanggal 7 Juni 2021, (“Bank hubungan
(“PBB”) setinggi- dibuat di bawah tangan, Jago”) afiliasi
tingginya sebesar selanjutnya mengalami
Rp400.000 juta perubahan terakhir
berdasarkan Addendum
III (Ketiga) Perjanjian
Kredit No. 0100/
/B/07062024 tanggal 7
Juni 2024, dibuat di
bawah tangan juncto
Surat Bank Jago No.
S.2025.028/SK/VI-
LEGAL/JAGO tanggal 5
Juni 2025, Perihal:
Kesepakatan
Perpanjangan
Sementara atas
Fasilitas yang
dikeluarkan dan
ditandatangani oleh
Partnership Lending
Senior Business Leader
Bank Jago serta telah
disetujui oleh Perseroan
dengan turut
96
Page 121
Nilai
Outstanding Bentuk
Bank/
No Keterangan Perjanjian Jangka Waktu Per Hubunga
Kreditur
31 Des 2024 n Afiliasi
ditantangani oleh
Direktur Perseroan
14. Fasilitas kredit United States Dollar Chiba 19 November 2028 Rp80.810 juta tidak
(uncommitted) Term Loan Agreement terdapat
sebesar US$5 juta tanggal tanggal 19 Mei hubungan
2023, dibuat di bawah afiliasi
tangan
15. Fasilitas Akta Perjanjian Line PT Bank Fasilitas Rp1.423.958. tidak
pembiayaan modal Facility Pembiayaan Syariah Pembiayaan I: 60 333.337 terdapat
kerja berupa: Berdasarkan Prinsip Indonesia (enam puluh) bulan hubungan
sejak tanggal 26
1. pembiayaan Syariah No. 68 tanggal Tbk afiliasi
Agustus 2022.
Line Facility 26 Agustus 2022 dibuat
Musyarakah, di hadapan Ashoya Fasilitas
yang bersifat Ratam, S.H., M.Kn., pembiayaan 2: 60
uncommited dan Notaris di Jakarta, (enam puluh) bulan
non revolving selanjutnya mengalami sejak tanggal 20 Juni
sebesar perubahan berdasarkan 2023.
Rp750.000 juta Akta Addendum I
Fasilitas
(“Fasilitas (Pertama) Perjanjian
Pembiayaan 3: 60
Pembiayaan I”); Line Facility (enam puluh) bulan
2. Fasilitas Pembiayaan sejak tanggal 28
pembiayaan Berdasarkan Prinsip Agustus 2024.
modal kerja Syariah No. 24 tanggal
berupa 20 Juni 2023 dibuat di
pembiayaan hadapan Yumma
Line Facility Shabrina, S.H., M.Kn.,
Musyarakah, selaku Notari Pengganti
yang bersifat dari Ashoya Ratam,
uncommited dan S.H., M.Kn., keduanya
non revolving Notaris di Jakarta juncto
sebesar Akta Addendum II
Rp750.000 juta (Kedua) Perjanjian Line
(“Fasilitas Facility Pembiayaan
Pembiayaan 2”); Berdasarkan Prinsip
dan Syariah No. 31 tanggal
3. Fasilitas 28 Agustus 2024 dibuat
pembiayaan di hadapan Ashoya
modal kerja Ratam, S.H., M.Kn.,
berupa Notaris di Jakarta.
pembiayaan
Line Facility
Musyarakah,
yang bersifat
uncommited dan
non revolving
sebesar
Rp1.000.000
juta (“Fasilitas
Pembiayaan 3”).
16. Fasilitas Pinjaman Surat Fasilitas Standard -Periode Rp0 (nihil) tidak
Jangka Pendek No.JKT/FBF/6013 Chartere Ketersediaan/ terdapat
maksimal sebesar tanggal 4 November d Bank, Penarikan: hubungan
sampai dengan
Rp300.000 juta. 2024 yang dikeluarkan Cabang afiliasi
tanggal 30
dan ditandatangani oleh Jakarta September 2025
Direktur Global
Subsidiaries, CCIB CC Tenor:
Global Subsidiaries dan 12 bulan
Executive Director,
Global Subsidiaries
97
Page 122
Nilai
Outstanding Bentuk
Bank/
No Keterangan Perjanjian Jangka Waktu Per Hubunga
Kreditur
31 Des 2024 n Afiliasi
Indonesia StandChard
dan telah disetujui oleh
Perseroan dengan turut
ditandatangani oleh 2
(dua) Direktur
Perseroan pada tanggal
25 November 2024
juncto Ketentuan Kredit
Induk Global/GMCT
tanggal 4 November
2024 dibuat di bawah
tangan.
17. Fasilitas pinjaman Loan Finance Toyota Fasilitas merupakan Rp0 (nihil) terdapat
sebesar USD $100 Agreement tanggal 18 Motor fasilitas evergreen hubungan
juta April 2025, dibuat di Credit (tidak ada jatuh afiliasi
tempo).
bawah tangan juncto Corporati
Surat TMCC tanggal 18 on
April 2025 yang
dikeluarkan dan
ditantangani oleh Group
Vice President and
Chief Financial Officer
TMCC dan telah
disetujui oleh Perseroan
dengan turut
ditantangani oleh
Direktur Perseroan
Dalam masing-masing Perjanjian Kredit tersebut di atas, tidak terdapat ketentuan-ketentuan
pembatasan (negative covenants) yang dapat : (a) menghalangi pelaksanaan Penawaran Umum
Obligasi Berkelanjutan V Tahap I; dan atau (b) membatasi dan merugikan kepentingan serta hak dari
para pemegang Obligasi Berkelanjutan V Tahap I; dan atau (c) membatasi rencana penggunaan dana
dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan V Tahap I; dan karenanya Perseroan/Debitur
tidak berkewajiban untuk meminta persetujuan tertulis terlebih dahulu dan/atau pemberitahuan tertulis
terlebih dahulu kepada Bank/Kreditur untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan V Tahap I.
Perjanjian Kerjasama Pembiayaan
Berikut perjanjian-perjanjian kerjasama pembiayaan Perseroan:
1. Perjanjian Kerjasama Pembiayaan dengan PT Bank Permata Tbk (“Bank Permata”)
Perseroan telah mengadakan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan dengan Bank Permata
(“Bank”) berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Secara Bersama
No. ICF/17/1993/N/RB tanggal 18 September 2017, dibuat di bawah tangan, selanjutnya
mengalami perubahan terakhir berdasarkan Addendum V Perjanjian Kerjasama Pemberian
Fasilitas Pembiayaan Secara Berama No. JF/24/005/Amend/RB tanggal 4 Juli 2024, dibuat di
bawah tangan (“Perjanjian JF Permata”).
-Pokok Perjanjian:
Berdasarkan Perjanjian JF Permata, Perseroan dan Bank Permata sepakat bekerjasama
dalam pemberian fasilitas pembiayaan bersama kepada konsumen (consumer finance)
khususnya pembiayaan dalam bentuk penyediaan pembelian kendaraan bermotor roda
empat.
98
Page 123
-Komitmen Kerja Sama:
Bank bersedia untuk menyediakan total dana Porsi Pembiayaan Bank secara Revolving Basis
untuk limit kerjasama pembiayaan bersama dan pengambilalihan porsi pembiayaan secara
bersama-sama tidak melebihi sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah).
-Porsi Pembiayaan:
1. Porsi pembiayaan Perseroan, minimal sebesar 10% dari total Fasilitas Pembiayaan; dan
2. Porsi pembiayaan Bank, minimal sebesar 90% dari total Fasilitas Pembiayaan.
-Jangka Waktu:
Kerjasama pembiayaan ini berlaku sejak tanggal Perjanjian JF Permata untuk jangka waktu
yang tidak ditentukan batas waktunya. Para Pihak yang akan mengakhiri Perjanjian wajib
memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya dengan mencantumkan tanggal efektif
pengakhiran Perjanjian yang diinginkan namun pemberitahuan tersebut wajib telah diterima
oleh pihak yang lainnya paling lambat 90 hari kalender sebelum tanggal efektif pengakhiran
Perjanjian JF Permata. Pada tanggal diterbitkannya Prospektus ini, Perjanjian JF Permata
masih mengikat dan berlaku bagi Para Pihak.
-Jaminan:
Setiap kendaraan bermotor yang dibiayai menjadi jaminan secara fidusia kepada Perseroan
dan Bank Permata secara bersama-sama untuk jaminan pelunasan kewajiban pembayaran
konsumen.
Dalam Perjanjian JF Permata, tidak terdapat ketentuan-ketentuan pembatasan (negative
covenants) yang dapat: (a) menghalangi pelaksanaan penerbitan Penawaran Umum Obligasi
Berkelanjutan V Tahap I dan atau; (b) membatasi dan merugikan kepentingan serta hak dari para
pemegang Obligasi Berkelanjutan V Tahap I; dan atau (c) rencana penggunaan dana Penawaran
Umum Obligasi Berkelanjutan V Tahap I; dan karenanya Perseroan tidak berkewajiban untuk
meminta persetujuan tertulis terlebih dahulu dan atau pemberitahuan tertulis terlebih dahulu
kepada Bank Permata untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan V Tahap I.
2. Perjanjian Kerjasama Pembiayaan dengan PT Bank Jasa Jakarta (“Bank Jasa”)
Perseroan telah mengadakan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan dengan Bank Jasa (“Bank”)
berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Secara Bersama
No.193/BJJ/X/2023/PKS/FIN tanggal 10 Oktober 2023, dibuat di bawah tangan juncto
Addendum Perjanjian Kerja Sama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Secara Bersama
No.308/DB-IF/XII/2024 tanggal 2 Desember 2024, dibuat di bawah tangan. Berdasarkan
Perjanjian Bank Jasa, Kreditur (Perseroan dan Bank) sepakat bekerjasama dalam pemberian
fasilitas pembiayaan bersama kepada Debitur (consumer finance) khususnya pembiayaan
dalam bentuk penyediaan pembeliaan kendaraan bermotor roda empat baik dalam kondisi
baru bukan truck dan pick up. Bank tidak berhubungan langsung dengan Debitur (consumer
finance), akan tetapi melalui atau dikuasakan kepada Perseroan, selaku Manajer.
Selanjutnya, Bank dengan ini memberikan kuasa secara khusus kepada Perseroan, selaku
Manajer Fasilitas dan/atau Manajer Jaminan untuk dan atas nama serta mewakili Bank
menandatangani Perjanjian Pembiayaan, perjanjian lainnya yang diperlukan termasuk tapi
tidak terbatas pada perjanjian Jaminan jika diperlukan, dokumen-dokumen dan surat-surat
lainnya dalam segala bentuk serta sehubungan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab Perseroan dan/atau Manajer berdasarkan Perjanjian ini, atas permintaan Perseroan,
Bank dapat untuk memberikan dalam bentuk surat kuasa tersendiri di kemudian hari. Bank
bersedia untuk menyediakan total dana Porsi Pembiayaan Bank secara Revolving Basis untuk
limit kerjasama pembiayaan bersama dan pengambilalihan porsi pembiayaan secara
99
Page 124
bersama-sama tidak melebihi sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah).
-Tujuan Kerjasama Pembiayaan:
Para Pihak sepakat bahwa Fasilitas Pembiayaan yang diberikan kepada Debitur (consumer
finance) berupa pembiayaan untuk pembelian kendaraan, tidak termasuk pembiayaan dalam
bentuk sewa guna usaha (leasing) dan/atau anjak piutang (factoring).
-Wilayah Kerjasama:
Pemberian Fasilitas Pembiayaan oleh Kreditur dilakukan melalui Kantor Cabang Perseroan di
seluruh Indonesia. Tanpa mengurangi hak Bank atau Perseroan (consumer finance) untuk
membatasi kerjasama pembiayaan tersebut dalam wilayah tertentu. Pembatasan wilayah
kerjasama cukup dilakukan dengan mengirimkan pemberitahuan tertulis pada Pihak lainnya.
-Jangka Waktu Kerjasama:
Kerjasama berdasarkan Perjanjian berlaku sejak tanggal Perjanjian JF Bank Jasa untuk
jangka waktu yang tidak ditentukan batas waktunya dengan ketentuan masing -masing Pihak
akan melakukan evaluasi atas realisasi kerjasama ini sekurang-kurangnya setiap 1 (satu)
tahun sekali sejak tanggal efektif Perjanjian ini. Apabila dikehendaki, Para Pihak masing -
masing atas pertimbangannya sendiri berhak untuk mengakhiri Perjanjian ini dengan
ketentuan sebagai berikut:
(i) Pihak yang bermaksud mengakhiri Perjanjian ini wajib untuk memberitahukan secara
tertulis kepada Pihak lainnya dengan mencantumkan tanggal efektif pengakhiran
Perjanjian yang diinginkan;
(ii) Surat pemberitahuan tersebut pada butir (i) di atas wajib telah diterima oleh Pihak lainnya
paling lambat 90 hari kalender sebelum tanggal efektif pengakhiran Perjanjian dimaksud.
Jika Perjanjian ini berakhir atau diakhiri, seluruh hak dan kewajiban Para Pihak berdasarkan
Perjanjian ini tetap berlaku dan mengikat hingga seluruh kewajiban Debitur berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan telah lunas dan/atau berakhir. Pada tanggal diterbitkannya Prospektus
ini, Perjanjian JF Bank Jasa ini masih mengikat dan berlaku bagi Para Pihak.
-Porsi Pembiayaan:
1. Porsi pembiayaan Perseroan, minimal sebesar 10% dari jumlah Pinjaman; dan
2. Porsi pembiayaan Bank, maksimal sebesar 90% dari jumlah Pinjaman.
-Jaminan
Setiap kendaraan bermotor yang dibiayai menjadi jaminan secara fidusia kepada Perseroan
dan Bank secara bersama-sama untuk jaminan pelunasan kewajiban pembayaran konsumen.
Dalam Perjanjian JF Bank Jasa, tidak terdapat ketentuan-ketentuan pembatasan (negative
covenants) yang dapat: (a) menghalangi pelaksanaan penerbitan Penawaran Umum Obligasi
Berkelanjutan V Tahap I; dan/atau (b) membatasi dan merugikan kepentingan serta hak dari
para pemegang Obligasi Berkelanjutan V Tahap I; dan/atau (c) membatasi rencana
penggunaan dana dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan V Tahap I; dan
karenanya Perseroan/Debitur tidak berkewajiban untuk meminta persetujuan tertulis terlebi h
dahulu dan/atau pemberitahuan tertulis terlebih dahulu kepada Bank Jasa untuk
melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I.
Perjanjian Dalam Rangka Menunjang Kegiatan Usaha Perseroan
1. Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Penyedia Kendaraan Dengan PT Astra International Tbk
Perseroan dan PT Astra International Tbk., telah menandatangani perjanjian kerjasama
berdasarkan Perjanjian Kerjasama No. 009/CA/LGL/IV/2006 tanggal 25 April 2006, dibuat di
100
Page 125
bawah tangan (selanjutnya disebut “Perjanjian Kerjasama Dengan Astra”). Berdasarkan
Perjanjian Kerjasama Dengan Astra, Perseroan setuju menyediakan fasilitas pembiayaan
kepada perorangan maupun perusahaan (Konsumen/Debitur), yang membutuhkan fasilitas
pembiayaan guna pembelian kendaraan dari PT Astra International Tbk., selaku penjual
kendaraan. PT Astra International Tbk., setuju untuk menawarkan fasilitas pembiayaan dari
Perseroan kepada Konsumen Astra, dimana hak memilih fasilitas pembiayaan mana yang
hendak digunakan tetap ada pada Konsumen. Para Pihak sepakat untuk bekerjasama di dalam
pembuatan program/paket-paket pembiayaan untuk Konsumen. Perjanjian ini berlaku dan
mengikat sejak tanggal Perjanjian Kerjasama Dengan Astra dan berlaku hingga 2 tahun sejak
tanggal Perjanjian Kerjasama dengan Astra dan selanjutnya secara otomatis diperpanjang untuk
jangka waktu yang sama tanpa adanya perjanjian lainnya, kecuali ditentukan oleh Para Pihak.
Pada tanggal diterbitkannya Prospektus ini, Perjanjian Kerjasama ini masih mengikat dan
berlaku bagi Para Pihak.
2. Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Penyediaan Kendaraan Dengan PT Daya Adicipta
Sandika (“Daya Adicipta”)
Perseroan dan Daya Adicipta telah menandatangani perjanjian kerjasama berdasarkan
Perjanjian Kerjasama No. 105/CA/Leg/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020, dibuat di bawah
tangan (selanjutnya disebut “Perjanjian Kerjasama Dengan Daya Adicipta”).
Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Dengan Daya Adicipta, Perseroan setuju menyediakan
fasilitas pembiayaan kepada perorangan maupun badan usaha (Debitur/Konsumen) yang
membutuhkan fasilitas pembiayaan dengan mempertimbangkan kelayakan kreditnya dalam
rangka pembelian kendaraan dari Daya Adicipta, selaku penjual kendaraan. Daya Adicipta setuju
untuk menawarkan fasilitas pembiayaan dari Perseroan kepada Konsumennya, dimana hak
memilih fasilitas pembiayaan yang hendak digunakan tetap ada pada Konsumen. Para Pihak
sepakat untuk bekerjasama di dalam pembuatan program/paket-paket pembiayaan untuk
meningkatkan pelayanan dan kepuasan Konsumen.
Selanjutnya, Perjanjian Kerjasama Dengan Daya Adicipta ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua)
tahun sejak tanggal Perjanjian Kerjasama dengan Daya Adicipta dan selanjutnya secara
otomatis diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Pada tanggal diterbitkannya Prospektus
ini, Perjanjian Kerjasama ini masih mengikat dan berlaku bagi Para Pihak.
3. Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Penyediaan Kendaraan Dengan PT Mulia Mega Makmur
(“Mulia Mega”)
Perseroan dan Mulia Mega telah menandatangani perjanjian kerjasama berdasarkan Perjanjian
Kerjasama No. 068/CA/Leg/V/2020 tanggal 26 Juni 2020, dibuat di bawah tangan (selanjutnya
disebut “Perjanjian Kerjasama dengan Mulia Mega ”).
Berdasarkan Perjanjian Kerjasama dengan Mulia Mega, Perseroan setuju menyediakan fasilitas
pembiayaan kepada perorangan maupun badan usaha (Debitur/Konsumen) yang membutuhkan
fasilitas pembiayaan dengan mempertimbangkan kelayakan kreditnya dalam rangka pembelian
kendaraan dari Mulia Mega, selaku penjual kendaraan. Mulia Mega setuju untuk menawarkan
fasilitas pembiayaan dari Perseroan kepada Konsumennya, dimana hak memilih fasilitas
pembiayaan yang hendak digunakan tetap ada pada Konsumen. Para Pihak sepakat untuk
bekerjasama di dalam pembuatan program/paket-paket pembiayaan untuk meningkatkan
pelayanan dan kepuasan Konsumen.
Selanjutnya, Perjanjian Kerjasama Mulia ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak
tanggal Perjanjian Kerjasama Mulia dan selanjutnya secara otomatis diperpanjang untuk jangka
waktu yang sama. Pada tanggal diterbitkannya Prospektus ini, Perjanjian Kerjasama ini masih
mengikat dan berlaku bagi Para Pihak
101
Page 126
4. Perjanjian Kerjasama Dengan PT Asuransi Bintang (“Asuransi Bintang”) Sehubungan
Dengan Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor
Perseroan dan Asuransi Bintang telah menandatangani Perjanjian Kerjasama Antara PT Toyota
Astra Financial Services dengan PT Asuransi Bintang No. TAF: 094/CA/Leg//XII/2017 dan No.
Asuransi Bintang: 016/S.Perj-MKTG/DIR/XII/2017 tanggal 20 Desember 2017 (selanjutnya
disebut ”Perjanjian Kerjasama Asuransi Bintang”). Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Asuransi
Bintang, Perseroan telah menunjuk dan menetapkan Asuransi Bintang sebagai Perusahaan
Asuransi yang melakukan Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Baru yang dibeli oleh
pelanggan/konsumen melalui fasilitas pembiayaan Perseroan dengan lingkup jaminan terdiri dari
gabungan (comprehensive) dan/atau hanya kerugian total (total loss only). Objek Pertanggungan
asuransi, meliputi Kendaraan bermotor untuk penumpang dengan jenis: sedan, jeep, station
wagon, MPV, SUV, City Car, Minibus, Double Cabin, Bus ataupun kendaraan bermotor
pengangkut barang dari jenis pick up dan truck. Perjanjian ini berlaku selama 4 (empat) tahun
terhitung dan selanjutnya diperpanjang otomatis untuk setiap waktu 1 (satu) tahun berikutnya
tanpa perlu adanya perjanjian perubahan, kecuali apabila diakhiri berdasarkan kesepakatan
Para Pihak. Pada tanggal diterbitkannya Prospektus ini, Perjanjian Kerjasama ini masih mengikat
dan berlaku bagi Para Pihak.
5. Perjanjian Kerja Sama Dengan PT Asuransi Astra Buana (“AAB”) Sehubungan Dengan
Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor
Perseroan dan AAB telah menandatangani perjanjian kerjasama penutupan asuransi kendaraan
berdasarkan Perjanjian Kerjasama Antara PT Toyota Astra Financial Services dengan PT
Asuransi Asuransi Buana No. LGL.069/PKS-AAB/V/2006 tanggal 1 Mei 2006, dibuat di bawah
tangan, selanjutnya mengalami perubahan terakhir berdasarkan Addendum V No.
LGL.123/PKS-Asuransi Astra/ADD.V/VIII/2017 tanggal 23 Agustus 2017, dibuat di bawah tangan
(selanjutnya disebut ”Perjanjian Kerjasama Asuransi AAB”). Berdasarkan Perjanjian Kerjasama
Asuransi AAB, Perseroan telah menunjuk dan menetapkan AAB sebagai Perusahaan Asuransi
yang melakukan Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor yang dibeli oleh Pelanggan
Perseroan dan AAB setuju dan sepakat untuk menerima penunjukan dan penetapan oleh
Perseroan tersebut.
Objek pertanggungan yang dijamin dalam Perjanjian Kerjasama Asuransi AAB ini adalah semua
jenis kendaraan bermotor roda empat atau lebih, baik untuk penggunaan Komersial maupun
penggunaan pribadi/dinas antara lain terdiri dari sedan, jeep, St. Wagon, SUV, MPV, City Car,
Minibus, Pick Up Double Cabin, Pick Up, Bus dan Truck, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Kendaraan Bermotor milik para Pelanggan yang pembeliannya menggunakan fasilitas
pembiayaan dari Perseroan yang akan dikembalikan dengan system pembayaran kepada
Perseroan secara angsuran (kredit).
2. Kendaraan Bermotor tersebut berada dan digunakan teritorial/wilayah Indonesia.
Penentuan besarnya Nilai Pertanggungan ditentukan berdasarkan:
a. Nilai Pertanggungan atas kendaraan bermotor yang diasuransikan untuk pertama adalah
sebesar harga on the road.
b. Nilai Pertanggungan dan nilai penggantian di tahun kedua dan seterusnya disepakati
menurun berdasarkan persentase.
Perjanjian ini berakhir bilamana Perseroan akan mengakhiri perjanjian tersebut dengan
pemberitahuan secara tertulis yang disampaikan kepada AAB selambat-lambatnya 30 hari
sebelum tanggal efektif perjanjian berakhir. Selanjutnya, Pada diterbitkan Prospektus ini,
Perjanjian ini masih berlaku dan mengikat bagi Para Pihak.
Dalam Perjanjian-Perjanjian Kerjasama dalam rangka menunjang kegiatan usaha Perseroan dengan
Pihak Ketiga tersebut di atas, tidak terdapat ketentuan-ketentuan pembatasan (negative covenants)
yang dapat: (a) menghalangi pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan V Tahap I dan
atau (b) membatasi dan merugikan kepentingan serta hak dari para pemegang Obligasi Berkelanjutan
V Tahap I; dan atau (c) membatasi rencana penggunaan dana dalam rangka pelaksanaan Penawaran
Umum Obligasi Berkelanjutan V Tahap I; dan karenanya Perseroan/Debitur tidak berkewajiban untuk
meminta persetujuan tertulis terlebih dahulu dan/atau pemberitahuan tertulis dahulu kepada masing-
102
Page 127
masing Pihak Ketiga terkait untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan V Tahap I.
Perjanjian-Perjanjian Sewa Menyewa
Perseroan telah mengadakan perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga/pemberi sewa dalam rangka
penyewaan bidang tanah dan atau bangunan untuk digunakan sebagai lokasi kegiatan usaha dari
Kantor Cabang-Kantor Cabang Perseroan, sebagai berikut:
NO. PERJANJIAN PEMBERI SEWA OBYEK SEWA JANGKA WAKTU
1. Lease Extension tanggal 6 Mei 2024, dibuat 1 Juli 2024
di bawah tangan Kantor Cabang s/d
PT Mega Plaza (“KC”) Jakarta 30 Juni 2025
Mega Plaza (perpanjangan sewa ini
masih dalam proses)
2. Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 03 20 Juli 2022
tanggal 20 Juli 2022, dibuat di hadapan Agus Individu KC Denpasar s/d
Sudana, S.H., M.Kn., Notaris di Denpasar 20 Juli 2027
Akta Perpanjangan Perjanjian Sewa
02-01-2022
Menyewa No. 131 tanggal 31 Januari 2022,
3. Individu KC Jember s/d
dibuat di hadapan Elly Herawati Sutedjo,
02-01-2027
S.H., Notaris di Jember
Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.48
tanggal 28 Oktober 2021 dibuat di hadapan
01-12-2023
Andreas Albertus Andi Prajitno, S.H., Notaris
PT Halimmas s/d
4. di Surabaya juncto Akta Perjanjian Sewa KC Surabaya II
Mandiri 30-11-2026
Menyewa No. 13 tanggal 20 November 2023
dibuat di hadapan Lidia Susi Giartini, S.H
Notaris di Surabaya
01-08-2020
Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.35
5. Individu KC Bengkulu s/d
tanggal 11 September 2020
01-08-2025
Perjanjian Sewa Menyewa No. 30-03-2022
6. 035/CS/Leg/III/2022 tanggal 28 Maret 2022, Individu KC Cirebon s/d
dibuat di bawah tangan 29-03-2027
Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.01 01-09-2022
KC Bengkalis
7. tanggal 2 November 2022, dibuat di hadapan Individu s/d
(Duri)
Hazmentori, S.H., Notaris di Duri 31-08-2027
Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.85 01-02-2021
8. tanggal 15 Pebruari 2021, dibuat di hadapan Individu KC Padang s/d
Hendri Final, S.H., Notaris di Padang 31-01-2026
9. Akta Perjanjian Pengoperan Hak sewa No. 2 03-08-2020
tanggal 7 Agustus 2020, dibuat di hadapan s/d
Individu KC Yogyakarta
Bong Hendri Susanto, S.H., Notaris di 02-08-2025
Yogyakarta
10. Perjanjian Sewa Menyewa No. 25-10-2021
159/CA/Leg/X/2021 tanggal 8 Oktober 2021, s/d
Individu KC Kendari
dibuat di bawah tangan 24-10-2026
11. Amandemen VIII Perjanjian Sewa Menyewa PT Astra KC Tangerang II 01-01-2025
Ruangan Pada Kawasan Astra Biz Center International Tbk (BSD) s/d
(ABC) tanggal 1 Januari 2025, dibuat di 31-12-2025
bawah tangan
12. Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 28 Lina Gunawati KC Tegal 01-07-2024
tanggal 9 Juli 2024, dibuat di hadapan Gunawan s/d
Christina Agustini, S.H., M.Kn., Notaris di 30-06-2029
Tegal
10. KETERANGAN TENTANG ASET TETAP
Nilai buku bersih atas aset tetap tersebut dibawah ini, per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp928.812.284.275,- (sembilan ratus dua puluh delapan miliar delapan ratus dua belas juta dua ratus
delapan puluh empat ribu dua ratus tujuh puluh lima Rupiah).
103
Page 128
Tanah dan Bangunan
Perseroan memiliki 34 (tiga puluh empat) bidang tanah dan bangunan yang seluruhnya tersebar di
wilayah Indonesia, yang mana keseluruhan Tanah dan Bangunan tersebut dibawah ini tidak dalam
penjaminan kepada pihak ketiga lainnya.
Adapun Tanah dan Bangunan, sebagaimana tersebut dalam tabel dibawah ini:
LUAS
TANGGAL
NO. NO. SHGB TANAH LOKASI/IMB PENGGUNAAN
BERAKHIR
(M2)
DKI Jakarta
1. 525/Gandaria 05-05- Jl. Margaguna Blok D No.7, Kel. Gandaria, Kantor Cabang
Utara 2054 Utara, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta (KC) Jakarta
Selatan. Pondok Indah
dan Kantor
85 IMB : Cabang Usaha
Gubernur DKI No64476/IMB/2000 tanggal Syariah (KCUS)
23-09-2000. Jakarta Pondok
Indah
2. 2581/Ancol 02-02- Jl. Gunung Sahari Raya Blok F No.3, Ancol,
69
2035 Pademangan, Jakarta Utara
3. 2582/Ancol 02-02-
2035 IMB:
Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu KC Jakarta
69 Pintu Jakarta Utara Mangga Dua dan
No.502/5.2.GSB/31.72.05/1.711.53/2016 KCUS Mangga
tanggal 29-12-2016. Dua
4. 6352/Kelapa 27-09- Jl. Kirana Boutique Avenue 3 Blok E1 No.5, KC Jakarta –
Gading Timur 2035 Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Kelapa Gading
Jakarta Utara. dan KCUS
Jakarta Kelapa
96
IMB: Gading
Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban
Bangunan DKI Jakarta No.8582/IMB/2019
tanggal 20-07-2010.
Jawa Barat
5. 74/Ancol 24-09-2036 Jl. Srimahi No.205, Kel. Ancol, Kec. Regol, KC Bandung dan
Bandung KCUS Bandung
140
IMB:
Pemkot. Bandung No.503/648/SI/4663-
DPB/92 tanggal 25-01-1992.
6. 75/Ancol 24-09-2036 Jl. BKR No.118, Kel. Ancol, Kec. Regol, KC Bandung dan
Bandung KCUS Bandung
320 IMB:
Pemkot Bandung No.503.648.I/81/4663-
DPB/92 tanggal 31-03-1992.
7. 1417/ 29-03-2040 Ruko Bekasi Square, Pekayon Jaya, Bekasi KC Bekasi Revo
Selatan, Bekasi. dan KCUS Bekasi
Margamulya Revo
106 IMB
Pemkot Bekasi
No.503/1613/RE/BPPT.I/2014 tanggal 13-
06-2014.
8. 8024/Pekayon 05-09-2026 Boulevard Selatan Summarecon Blok UA KC Bekasi
Jaya 75 No.12 Harapan Mulya, Bekasi. Summarecon dan
KCUS Bekasi
104
Page 129
LUAS
TANGGAL
NO. NO. SHGB TANAH LOKASI/IMB PENGGUNAAN
BERAKHIR
(M2)
IMB Summarecon
Pemkot Bekasi
No.503/1618/RE/BPPT.I/2014 tanggal 13-
06-2014.
9. 3440/Bantarjati 09-02-2045 Jl. Padjajaran, Bantarjati, Bogor Utara, Bogor. KC Bogor dan KCUS
Bogor
91 IMB:
Pemkot Bogor No:503/IPR.24/II. Tanggal 23-
02-2016.
10. 07179/Depok 24-4- 2040 Jl. Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok. KC Depok dan
KCUS Depok
IMB:
68
Pemerintah Kota Depok
No.604/1089.6/IMB/BPMP2T/2014 tanggal 29-
12-2014.
11. 01294/ 75 05-04-2043 Ruko Dharmawangsa 2 Blok C-27, KC Karawang dan
Sukamakmur Sukamakmur, Telukjambe Timur, Karawang. KCUS Karawang
IMB
Pemerintah Kabupaten Karawang
No.503/2958/252/IMB/BPMPT/2013 tanggal
18-03-2013.
Banten
12. 359/Babakan Tang City Blok E No.7, Kel Babakan, Kec. KC Tangerang dan
Tangerang Kota, Tangeranng KCUS Tangerang
107 08-06-2037
IMB:
Walikota Tangerang No. 644/Kep-
282/KPMP/IMB/2008 Tanggal 04-04-2008.
13. 1820/Drangong Desa Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota KC Serang dan
Serang, Banten KCUS Serang
105 25-01-2042 IMB:
Pemkot Serang
No.640/03944/XI/IMB/BPTPM/2011 tanggal
20-11-2011.
Jawa Tengah
14. Jl. Brigjen Katamso No.52a, Karangtempel, KC Semarang dan
148 Semarang Timur, Semarang KCUS Semarang
1118/Karang
14-12- 2036
Tempel IMB:
Pemkot Makassar No.503/014-9/IMB/09/KPAP
tanggal 12-04-2012.
Jawa Timur
15. 3289/Klampis 16-01-2032 Ruko Icon 21 Blok R 21, Jl. Dr. Ir. Soekarno,
72
Ngasem Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya
16. 3288/Klampis 16-01-2032 KC Surabaya MERR
Ngasem dan KCUS Surabaya
72 IMB: MERR
Pemkot Kota Surabaya No:188/1545-
92/436.6.2/2014 tanggal 2-05-2014.
17. 305/Lowok 20-05-2052 Letjen Sutoyo, Kel Lowokwaru, Kec. KC Malang dan
118
Waru Lowokwaru, Malang. KCUS Malang
18. 439/Balowerti 12-08-2024 Ruko Hayam Wuruk Trade Centre Blok D-2, Jl. KC Kediri dan KCUS
*) Hayam Wuruk, Kel. Balowerti, Kota Kediri. Kediri
119
IMB:
Walikota Kediri No.934 Tahun 2004 tanggal
16-08-20468/2012 tanggal 12-04-2012.
105
Page 130
LUAS
TANGGAL
NO. NO. SHGB TANAH LOKASI/IMB PENGGUNAAN
BERAKHIR
(M2)
Sumatera
19. 472/Tangkerang Jl. Jenderal Sudirman, Kel Tangkerang KC Pekanbaru dan
08-02- 2031
Selatan 88 Selatan, Kec. Bukit Raya, Pekanbaru. KCUS Pekanbaru
20. Jl. Jenderal Sudirman, Kel Enggal, Kec.
156/Rawa Laut 11-06-2030
130 Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung Kel.
21. Rawa Laut, Kec. Enggal, Bandar Lampung.
116
IMB: KC Lampung dan
157/Rawa Laut 08-03-2037
Pemkot Bandar Lampung KCUS Lampung
No.644/00824/30.11/III.27.9/2015 tanggal 9-
06-2015.
22. Jl. Sultan Iskandar Muda, Kel Merdeka, Kec. KC Medan dan
Medan Barut, Medan, KCUS Medan
68/Merdeka 03-05-2031 IMB:
206
Pemkot Medan No.0041/644.4/1661/14.04/08
tangga 12-02-2009.
23. Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro RT.011, KC Jambi dan KCUS
135 Payo Lebar, Jelutung, Jambi. Jambi
23/Payo Lebar 05-06-2034 IMB:
Dinas Tata Ruang dan Perumahan Jambi
No.511.3/779/S-JTG/V/2011 tanggal 24-05-
2011.
24. Jl. Letda A Rozak Blok A-5, Duku, Ilir Timur II,KC Palembang dan
117 Palembang. KCUS Palembang
IMB:
54/Duku 19-02-2044
Walikota Palembang No.881/IMB/2011 tanggal
31-10-2011
25. 143 Kel. Blangcut, Kec. Lueng Bata, Kota Banda KC Banda Aceh dan
Aceh KCUS Banda Aceh
0003/Blangcut 21-12-2042
IMB:
SK-PBG-117105-0142022-001
Tanggal 01-04-2022.
Kalimantan
26. 4059/Gunung Blok E No.17, Kel. Gunung Bahagia, Kec. Balik KC Balikpapan dan
Bahagia Papan Selatan, Kalimantan Timur. KCUS Balikpapan
116 06-02-2034 IMB
Keputusan Walikota Balikpapan
No.001088/DPKP/38/GB tanggal 30-08-2006.
27. 2168/Sungai Kel. Sungai Pinang Dalam, Kec. Sungai KC Samarinda dan
Pinang Dalam Pinang, Samarinda. KCUS Samarinda
80 16-09-2038 IMB:
Wali Kota Samarinda
No.1030/BPPTSP_KS/IMB/C/VIII/2011
tanggal 19-08-2011.
28. Jl. Ahmad Yani, Benua Melayu Darat, KC Pontianak dan
81 Pontianak Selatan, Pontianak, Kalimantan KCUS Pontianak
Barat
6019/Benua
12-06-2044
Melay Darat
IMB:
Wali Kota Pontianak No.641/354/RG/B/2006
tanggal 13-09-2006
29. 00416/Manarap 30-01-2043 Jl. Komp. Citraland, Manarap Lama, Kertak KC Banjar dan KCUS
106
Page 131
LUAS
TANGGAL
NO. NO. SHGB TANAH LOKASI/IMB PENGGUNAAN
BERAKHIR
(M2)
Lama 75 Hanyar, Banjar, Kalimantan Selatan. Banjar
IMB:
Pemerintah Kabupaten Banjar No:286/IMB-
K/BP2T/2012. Tanggal 27-09-2012.
Batam
30. Komplek Pertokoan Kepri Mall No.47 Jl. KC Batam dan KCUS
73 Jendera Sudirman Simpang Kabil, Batam. Batam
2105/Sukajati 24-06- 2032
IMB:
Pemkot Batam No.Kpts.219/IMB/X/2009
tanggal 09-10-2009.
Sulawesi
31. Komp. Ruko Alauddin Plaza, Gunungsari, KC Makassar dan
110 Rapoccini, Makassar KCUS Makassar
IMB:
23498/Gunung
15-10-2045 Walikota Makassar: 503/0147/IMB/09/PAP
Sari
tangga 12-04-2012.
32. Ruko Mega Profit Blok 1F/9, Mega Mas KC Manado
83 Titiwungen Selatan, Sario, Manado, Sulawesi
Utara.
224/Titiwungen
10-03-2034
Selatan
IMB:
Pemkot Manado No: 360/VIIDYK/WM/2005
tanggal 14-07-2005.
33. 00865/Talise 100 13-03-2043 Kec. Matikulore, Desa Talise, Kota Palu,
34. 100 Sulawesi Tengah.
IMB: KC Palu
00866/Talise 13-03-2043
Pemkot Palu No: 650.09-IMB/BPsT/XI/2014
tanggal 17-03-2017.
Catatan:
*) Pengurusan SHGB No. 439/Balowerti, sedang dalam proses perpanjangan membutuhkan waktu 1 (satu) bulan, sejak
tanggal surat yang dikeluarkan oleh Eko Sunu Jatmiko S.H., M.Kn. Notaris - PPAT di Kota Kediri sesuai Cover Note
No.063/ESJ/V/2025 tanggal 2 Mei 2025.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Kediri No: 21/HGB/BPN-12.04/III/2025, tanggal 25 Maret
2025 Tentang Pembaruan Hak Guna Bangunan Atas Nama PT Toyota Astra Financial Services, Atas Tanah Di Kota
Kediri Provinsi Jawa Timur, yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Kediri,
berdasarkan mana Kepala Kantor Pertanahan Kota Kediri, Memberikan Pembaruan/perpanjangan atas Hak Guna
Bangunan No: 439/Kelurahan Balowati atas nama PT Toyota Astra Finance Services dengan jangka waktu selama 30
(tiga puluh) tahun sejak berakhirnya haknya tanggal 12 Agustus 2024, atas tanah seluas 119 M2, terletak di Kelurahan
Balowati, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur.
Ruangan Kantor
Pada tanggal diterbitkan Prospektus ini, Perseroan menguasai 11 (sebelas) unit ruangan kantor di
Gedung The Tower, Jakarta Selatan yang dipergunakan untuk Kantor Pusat Perseroan, berdasarkan:
Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli The Tower No.15 dan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli The
Tower No.16, keduanya tanggal 8 Maret 2017 yang dibuat di hadapan Linda Hartono, SH., Notaris Kota
Tangerang Selatan (“Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 15 dan No. 16”).
- Para Pihak:
107
Page 132
1. PT Alfa Goldland Realty ( Pihak I/Penjual):
2. Perseroan (Pihak II/Pembeli).
Selanjutnya disebut “Para Pihak”.
- Ruangan Kantor:
8A, 8C, 8D, 8E, 8F, 9A, 9B, 9C, 9D, 9E dan 9F, di lantai 8 dan 9 di Gedung The Tower yang beralamat
di Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav.12-13, Jakarta Selatan (“Ruangan Kantor”).
- Harga Pembelian Ruangan Kantor:
Rp.189.155.120.000,-.
- Penandatangan Akta Jual Beli Ruangan Kantor:
1. Para pihak setuju dan sepakat untuk pada waktunya nanti menandatangani Akta jual Beli (AJB)
di hadapan PPAT yang berwenang setelah seluruh persyaratan-persyaratan dipenuhi:
a. Pihak II telah membayar lunas Total Harga Jual Beli Unit dan kewajiban kewajiban lainnya
termasuk pembayaran Biaya Notaris/PPAT.
b. Pihak II telah menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) Unit Perkantoran.
c. Pihak II telah menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk itu agar
penandatangan Akta Jual Beli dapat dilaksanakan.
d. Sertifikat Laik Fungi (SLF) telah diterbitkan oleh Instansi Berwenang.
e. Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) telah diterbitkan oleh Instansi
Berwenang.
2. Pihak I akan memberitahukan secara tertulis kepada Pihak II untuk menandatangani AJB (untuk
selanjutnya disebut pemberitahuan Penandatanganan).
3. Selambat-lambatnya 30 (tiga Puluh) hari kalender sejak tanggal pemberitahuan
Penandatanganan. Para Pihak sudah harus menandatangani AJB. Apabila Pihak II tidak
bersedia atau lalai oleh sebab apapun tidak menandatangani AJB sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan, maka Pihak II akan dikenakan Biaya Administrasi Penitipan SHMSRS sebesar
Rp.25.000.000,- per bulan.
4. Akibat belum dilakukan atau ditandatanganinya Akta Jual Beli dihadapan PPAT dikarenakan oleh
Pihak II, maka segala resiko hukum, pajak dan lain sebagainya menjadi beban dan tanggung
jawab Perseroan (Pihak II/Pembeli).
Perseroan telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan berdasarkan Akta Perjanjian
Pengikatan Jual Beli No. 15 dan No. 16 tersebut di atas, sebagai berikut:
1. Perseroan (Pihak II/Pembeli) telah melakukan Pembayaran dan Pelunasan kepada PT Alfa
Goldland Realty (Pihak I/Penjual) atas Total Harga Jual Beli atas Ruangan Kantor sebesar
Rp.189.155.120.000,-Atas pembayaran tersebut, maka Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli
No.15 dan No. 16, berlaku sebagai tanda terima atau bukti kwitansi yang sah.
2. Perseroan/Pembeli dan Pihak I/Penjual, telah melaksanakan penandatanganan BAST di atas
meterai pada tanggal 8 Maret 2017;
3. Perseroan telah menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan kepada Pihak I/Penjual untuk
keperluan penandatanganan Akta Jual Beli.
4. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) telah diterbitkan oleh Instansi yang berwenang, namun dokumen
SLF tersebut dikelola oleh Pihak I/Penjual.
Selanjutnya, terkait waktu penandatanganan Akta Jual Beli atas Ruangan Kantor, diinformasikan
bahwa setelah Perseroan melakukan pelunasan pada tanggal 8 Maret 2017, Perseroan telah
menanyakan kepada PT Alfa Goldland Realty (Pihak I/Penjual) yang sekaligus merupakan Developer
The Tower, terkait proses selanjutnya sampai dengan diterbitkannya SHMSRS atas Ruangan Kantor.
PT Alfa Goldland Realty (Pihak I/Penjual) menyampaikan tahapan prosesnya, dimana tahap awal
adalah pengindukan sertifikat untuk The Tower, lalu dilanjutkan dengan penggabungan sertifikat yang
akan menjadi tanah bersama/alas hak untuk bangunan The Tower. Setelah penggabungan sertifikat
maka proses selanjutnya adalah pertelaan di dinas terkait dimana pertelaan tersebut sebagai dasar
atas pembagian kepemilikan atas unit-unit yang ada di The Tower. Proses selanjutnya adalah
pemecahan sertifikat per unit dan penerbitan PBB per unit. Setelah pemecahan sertifikat selesai maka
PT Alfa Goldland Realty (Pihak I/Penjual) yang merupakan Developer The Tower akan mengundang
setiap pemilik di The Tower untuk penandatanganan Akta Jual Beli.
Sebagaimana disampaikan oleh PT Alfa Goldland Realty (Pihak I/Penjual), tidak terdapat kendala
108
Page 133
dalam pengurusannya, hanya saja memang terdapat banyak dan melalui lintas instansi sehingga
menyita waktu yang cukup lama sampai dapat dilakukannya penandatangan Akta Jual Beli.
Berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan oleh PT Alfa Goldland Realty (Pihak I/ Penjual)
melalui surat elektroniknya pada tanggal 7 Mei 2024 kepada Perseroan (Pihak II/Pembeli), diterangkan
bahwa penandatanganan Akta Jual Beli atas unit yang dibeli Perseroan (Pihak II/Pembeli) akan
dilakukan di tahun 2025.
Pada tanggal diterbitkan Prospektus ini, penandatangan atas Akta Jual Beli oleh dan antara Pihak
I/Penjual dan Perseroan (Pihak II/Pembeli) sebagaimana dijelaskan di atas belum dilakukan, dan saat
ini Perseroan/Pembeli maupun seluruh Tenant The Tower masih menunggu pemberitahuan tertulis dari
Pihak I/Penjual mengenai waktu penandatanganan atas Akta Jual Beli yang estimasinya dilakukan
pada tahun 2025, dengan demikian bukti kepemilikan yang sah, berupa Akta Jual Beli/SHMSRS atas
nama Perseroan atas Ruangan Kantor tersebut masih dalam proses pengurusan oleh PT Alfa Goldland
Realty (Pihak I/Penjual), selaku Developer dan saat ini Perseroan menguasai Ruangan Kantor tersebut
berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 15 dan No. 16.
Saat ini proses Akta Jual Beli belum dapat dilaksanakan karena status kepemilikan ruang kantor
tersebut masih berupa sertifikat induk (belum dilakukan pemecahan sertifikat) dan belum terdapat
dokumen strata title (sertifikat hak milik satuan rumah susun/SHMSRS) untuk masing-masing unit.
Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, AJB hanya dapat dilakukan
apabila telah tersedia sertifikat masing-masing unit.
Saat ini, belum terdapat kepastian waktu mengenai pelaksanaan penandatanganan AJB atas unit
ruang kantor dimaksud, mengingat proses administratif dan dokumen legal yang masih berlangsung.
Namun demikian, PT Alfa tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proses tersebut secepatnya sesuai
dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku. Adapun beberapa kendala utama yang masih
dihadapi antara lain:
1. Belum dilakukannya pemecahan sertipikat induk menjadi sertipikat hak milik atas satuan ruang
kantor (strata title), yang merupakan prasyarat utama untuk pelaksanaan AJB.
2. Belum tersedianya dasar hukum eksplisit yang memungkinkan penerbitan strata title untuk
bangunan non-hunian yang khusus digunakan sebagai ruang kantor, sebagaimana dimaksud dalam
PP No. 13 Tahun 2021 yang menyebutkan pemanfaatan rumah susun hanya untuk fungsi hunian
atau fungsi campuran.
3. Proses ini melibatkan koordinasi lintas instansi, yang memerlukan waktu dan kehati-hatian dalam
pelaksanaannya.
Instansi yang terkait dalam proses ini antara lain:
- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, dalam hal pemecahan dan penerbitan sertifikat hak milik
satuan ruang.
- Kementerian PUPR, terkait ketentuan teknis dan regulasi pemanfaatan bangunan gedung.
- Pemerintah Provinsi/Kota Administrasi DKI Jakarta, khususnya Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan
Perumahan Rakyat, yang berwenang dalam penerbitan akta pemisahan.
- Notaris/PPAT, yang berwenang untuk menyusun dan menandatangani AJB, namun masih
menunggu kelengkapan legalitas dan dokumen pendukung.
- Bahwa daftar instansi di atas dan proses yang dijelaskan bersifat indikatif dan disampaikan
berdasarkan kondisi serta informasi yang tersedia saat ini. Seiring perkembangan kebijakan atau
peraturan dari otoritas terkait, daftar ini dapat berubah dan akan diperbaharui sesuai kebutuhan.
Hal ini terkait peraturan sebelum PP No. 13 tahun 2021 dapat mengakomodir penerbitan SHMSRS
yang peruntukannya non hunian yaitu PP No. 4 Tahun 1988. The Tower selesai dibangun tahun 2018,
sehingga saat pembangunan masih menggunakan Peraturan yang lama yang mengakomodir
penerbitan SHMSRS.
Tidak terdapat dampak pada kegiatan usaha Perseroan atas belum ditandatanganinya Akta Jual Beli
tersebut.
109
Page 134
Kendaraan Bermotor
Perseroan memiliki sebanyak 1.614 (seribu enam ratus empat belas) unit kendaraan bermotor roda
empat yang tersebar di Kantor Pusat dan Kantor Cabang.
11. PERLINDUNGAN ASURANSI ATAS HARTA KEKAYAAN
Perseroan telah melakukan penutupan asuransi atas harta kekayaan berdasarkan polis asuransi
ataupun cover note dari masing-masing asuransi, yakni sebagai berikut:
Total
Dokumen Nomor/Tanggal Objek Jangka
No. Penanggung Pertanggungan
Asuransi Polis Pertanggungan Waktu
(Rp)
Property Gedung,
01-07-2024
Industrial All PT Asuransi perlengkapan dan
012400130487 s/d
1. Risk and Astra Buana peralatan yang 168.988.289.862,80
01-07-2024 01-07-2025
Earthquake (AAB) berada di kantor-
Insurance kantor Perseroan.
Asuransi 01-09-2024
042312482314 5 kendaraan Roda
2. Kendaraan 2.560.000.000,00 s/d
01-09-2024 Empat yang dimiliki
Bermotor AAB 01-09-2025
oleh Perseroan.
Pertanggangguang
uang dalam 348.235.200.000,00
Cash In pengiriman yang (Dengan batas 30-12-2024
0724000006330
3. Transit terjadi diantara kantor ganti rugi maksimal s/d
02-01-2025
Insurance. kantor kelompok 50.000.000,00 30-12-2025
AAB
usaha Perseroan dan Per pengiriman
pengiriman ke Bank.
kehilangan atau
Movable 012400126367 kerusakan fisik atas 06-02-2025
4. Property 06-02-2024 benda inventaris yang 2.658.880.752,93 s/d
Insurance AAB berada di kantor- 06-02-2026
kantor Perseroan.
Perseroan mempunyai hubungan afiliasi dengan PT Asuransi Astra Buana yaitu dimiliki oleh pemegang
saham pengendali yang sama. Perseroan mendapatkan perlakuan yang wajar atau dengan syarat dan
kondisi yang sama apabila dibandingkan dengan Perseroan mengasuransikan dengan pihak ketiga.
Manajemen Perseroan menyatakan bahwa premi asuransi yang telah dibayarkan telah memenuhi
kecukupan sesuai dengan perjanjian asuransi.
Manajemen Perseroan menyatakan bahwa nilai asuransi yang dimiliki oleh Perseroan telah memadai
untuk mengganti aset yang diasuransikan atau menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
12. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)
Perseroan memiliki hak atas kekayaan intelektual yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal
Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, yakni sebagai
berikut:
Nomor Tanggal Kelas
Etiket
No Pendaftaran/ Permohonan/ Barang/ Jangka Waktu Berlakunya
Cipta/Merek
Sertifikat merek Penerimaan Jasa
IDM000967672 Lukisan/gambar 10 (sepuluh) tahun, sampai
1. 23-04-2021 36
24 Juni 2022 “Hai, Aku Tomi” dengan 23-04-2031
IDM00600364 Logo Taf 10 (sepuluh) tahun, sampai
2. 01 -12-2016 36
22-02-2018 “Make It Yours” dengan 01-12-2026
IDM000602325 Logo Taf 10 (sepuluh) tahun, sampai
3. 01 -12-2016 38
01-03-2018 “Make It Yours” dengan 01-12-2026
110
Page 135
Nomor Tanggal Kelas
Etiket
No Pendaftaran/ Permohonan/ Barang/ Jangka Waktu Berlakunya
Cipta/Merek
Sertifikat merek Penerimaan Jasa
IDM000601886 Logo Taf 10 (sepuluh) tahun, sampai
4. 01 -12-2016 39
28-02-2018 “Make It Yours” dengan 01-12-2026
IDM000602324 Logo Taf 10 (sepuluh) tahun, sampai
5. 01 -12-2016 42
01-03-2018 “Make It Yours” dengan 01-12-2026
13. KEGIATAN USAHA PERSEROAN
Perseroan didirikan pada tahun 1994 dengan nama PT KDLC Bancbali Finance. Kemudian Perseroan
mengubah namanya menjadi PT Toyota Astra Financial Services pada tahun 2006. Pada tanggal 18
Agustus 1994, Perseroan memperoleh ijin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No.420/ KMK.017/1994 juncto Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia No.Kep-004/KM.12/ 2006 tanggal 19 Juni 2006.
Perseroan memperoleh izin di bidang usaha pembiayaan yang meliputi pembiayaan konsumen, sewa
guna usaha, anjak piutang, dan kartu kredit dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan
usaha Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah bergerak dalam bidang lembaga
pembiayaan. Sesuai dengan Anggaran Dasarnya dan ijin yang dimiliki, Perseroan dapat melakukan
kegiatan jasa pembiayaan yang meliputi sewa guna usaha, anjak piutang, kartu kredit dan pembiayaan
konsumen. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.05/2018 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, Perseroan saat ini melakukan beberapa kegiatan
usaha antara lain:
a. Pembiayaan Multiguna
Perseroan melayani pembiayaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk
pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha atau aktivitas produktif dalam jangka
waktu yang diperjanjikan. Adapun Perseroan menyediakan pembiayaan dengan cara Pembelian
dengan Pembayaran secara Angsuran, Fasilitas Dana, dan Sewa Pembiayaan. Perseroan juga
menyediakan produk dalam bentuk Syariah.
b. Pembiayaan Modal Kerja
Perseroan melayani pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu
siklus aktivitas usaha debitur.
c. Pembiayaan Investasi
Perseroan melayani pembiayaan untuk memenuhi pengadaan barang modal atau aset tetap yang
digunakan dalam kegiatan usaha atau investasi debitur.
d. Sewa Operasi
Perseroan melayani sewa operasi, yaitu kegiatan sewa yang tidak secara substansial mengalihkan
manfaat dan risiko atas barang yang disewakan.
Dari kegiatan pembiayaan tersebut, saat ini Perseroan mengutamakan pembiayaan kendaraan baru
merek Toyota dan/atau merek lainnya yang diproduksi oleh Toyota Motor Corporation dan/atau
afiliasinya dan sewa guna usaha. Kegiatan usaha Perseroan dimaksudkan untuk menunjang kelompok
usaha Astra sebagai produsen dan distributor otomotif, khususnya kendaraan bermotor Toyota di
Indonesia, melalui pemberian fasilitas pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor merek Toyota
kepada para konsumennya, dengan tujuan untuk menopang dan membantu penjualan mobil Toyota
dan Daihatsu dengan cara menyediakan jasa pembiayaan yang kompetitif untuk konsumen perorangan
dan juga perusahaan.
111
Page 136
Tabel berikut ini menunjukkan Pendapatan Perseroan dalam 5 tahun terakhir:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali %)
31 Desember
Uraian
2024 % 2023 % 2022 % 2021 % 2020 %
Pembiayaan konsumen 3.543.129 81,59 3.195.256 83,03 2.95.166 86,87 2.213.364 89,31 2.294.501 88,90
Marjin Murabahah 167.263 3,85 131.705 3,42 85.190 2,85 42.809 1,79 43.689 1,69
Sewa pembiayaan 24.721 0,57 22.085 0,57 14.856 0,50 18.419 0,74 27.414 1,06
Sewa Operasi 202,411 4,66 172.585 4,48 86,534 2,90 15.213 0,61 4.876 0,19
Pembiayaan penyalur
kendaraan 66.939 1,54 59.647 1,55 40.505 1,36 36.283 1,46 40.246 1,56
Bunga bank 14.555 0,34 12.811 0,33 8.338 0,28 10.039 0,41 38.788 1,50
Lain-lain 323.476 7,45 254.448 6,61 243.288 8,14 157.389 6,35 136.284 5,28
Total Pendapatan 4,342,494 100,00 3.848.537 100,00 2.987.342 100,00 2.478.303 100,00 2.580.922 100,00
Tabel berikut menunjukkan posisi saldo Piutang Pembiayaan Konsumen – Bersih beserta dengan
kontribusinya terhadap total aset pada tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021 dan 2020:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali %)
31 Desember
Keterangan
2024 % 2023 % 2022 % 2021 % 2020 %
Piutang Pembiayaan
30.383.008 81,43 28.979.905 83,56 23.979.373 84,57 19.514.803 90,34 17.141.863 88,67
Konsumen - Bersih
Perseroan mengutamakan kegiatan usahanya pada kegiatan pembiayaan konsumen. Pembiayaan
konsumen yang diberikan adalah dalam bentuk pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor baru dan
bekas dengan fasilitas pembiayaan yang meliputi jangka waktu 1 (satu) sampai 6 (enam) tahun.
Kendaraan bermotor tersebut berupa sedan, minibus, jeep, pick-up, dan truk. Selain kendaraan
bermotor, Perseroan juga menyediakan fasilitas pembiayaan untuk kepemilikan forklift dan alat berat.
Fasilitas pembiayaan konsumen untuk kepemilikan kendaraan kondisi baru dan bekas diutamakan
untuk kendaraan bermotor merek Toyota.
Piutang pembiayaan konsumen tersebut termasuk tagihan dari program joint financing (pembiayaan
bersama) without recourse yang dijalankan dengan beberapa lembaga non perbankan sebelum
dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu.
Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain dimana masing-masing pihak
menanggung risiko kredit sesuai dengan porsinya (without recourse) disajikan di Neraca secara bersih.
Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban bunga yang terkait dengan pembiyaan bersama
without recourse tersebut disajikan secara bersih di laporan laba rugi.
Sedangkan nilai pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan yang disalurkan berdasarkan jenis
kendaraan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021 dan 2020 adalah sebagai
berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2024 2023 2022 2021 2020
Other 20.965.667 21.051.074 1.942.885 17.053.077 12.870.988
Pickup 1.540.550 2.161.494 165.337 1.293.731 740.840
Heavy Equipment 174.247 203.266 21.025 154.707 40.681
Truk 30.682 79.248 13.347 70.697 29.117
Sedan 111.604 148.960 7.708 139.425 126.482
Jumlah 22.822.751 23.644.042 18.711.637 13.808.108 10.010.605
Sebagai anak perusahaan dari PT Astra International Tbk dan Toyota Financial Services Corporation,
Perseroan memiliki beberapa strategi dalam menjalankan kegiatan usaha yang sejalan dengan kedua
112
Page 137
pemegang sahamnya tersebut:
• Memperkuat bisnis inti (core business) dengan memberikan solusi pembiayaan unit kendaraan
yang captive untuk Toyota, Daihatsu, dan Lexus, yang antara lain dengan:
o Meningkatkan penetrasi Toyota, Daihatsu, dan Lexus Financing dengan menciptakan produk
dan paket pembiayaan yang menarik dan kompetitif, untuk pembiayaan kendaraan Toyota,
Daihatsu, dan Lexus.
o Menambah dan memperluas cakupan jaringan selaras dengan perkembangan coverage area
dealer Toyota secara nasional.
o Menjalankan program retensi bagi customer dengan good track record, dengan menawarkan
program pembiayaan kendaraan maupun pembiayaan multiguna lainnya.
o Menawarkan solusi pembiayaan Syariah dengan Toyota Sharia Financing.
o Melakukan digitalisasi proses untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen dengan
berfokus kepada:
▪ Melakukan enhancement terhadap aplikasi digiTAF sebagai mobile apps yang dapat
digunakan dealer salesman untuk menginput aplikasi kredit dari customer.
▪ Melakukan continuous improvement terhadap aplikasi Flex sebagai mobile apps yang
dapat digunakan oleh end customer untuk mendapatkan layanan secara online.
▪ Perbaikan business process dengan mengandalkan teknologi yang menitikberatkan
kepada percepatan standar waktu approval (SLA approval) dan juga KYC improvement
agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan proses yang mudah
dan sederhana.
• Menjalankan bisnis non-inti (non-core business) untuk mendukung bisnis TAF secara keseluruhan,
antara lain dengan:
o Menawarkan solusi pembiayaan multiguna kepada konsumen dengan bisnis “Siap Dana”.
o Menawarkan solusi pembiayaan modal kerja dengan Dealer-dealer Toyota dan menjalin
kerjasama strategic dengan Dealer-dealer Toyota, melalui bisnis Dealer Financing.
o Melakukan feasibility study dan rencana piloting untuk layanan baru Full Service Lease untuk
konsumen pribadi ataupun Perseroan, dengan harapan dapat memberikan alternatif bagi
pelanggan yang menginginkan opsi memakai kendaraan tanpa membeli.
• Meningkatkan produktivitas dan melakukan efisiensi terhadap proses kerja di dalam Perseroan
untuk membangun bisnis yang berkelanjutan (sustainable), antara lain dengan:
o Meningkatkan keunggulan operasional Perseroan dengan cara terus menerus memperbaiki
proses kerja selaras dengan semangat Kaizen (continuous improvement).
o Menanamkan budaya pelayanan/servis di dalam Perseroan serta fokus pada pelanggan.
o Memanfaatkan secara optimal sumber-sumber pendanaan kompetitif yang diperoleh
Perseroan baik dari on-shore maupun off-shore, dan senantiasa berusaha mengelola risiko
pendanaan sesuai dengan kebijakan Perseroan.
o Menambah payment channel baru untuk mempermudah customer dalam melakukan
pembayaran angsuran.
o Menerapkan manajemen risiko yang terpadu untuk meminimalisasi risiko keuangan, risiko
pasar, dan risiko operasional.
o Memiliki Business Continuity Plan (BCP) untuk memastikan Perseroan dapat memulihkan
seluruh fungsi pentingnya dalam waktu yang telah ditetapkan setelah bencana atau gangguan
jangka panjang.
o Senantiasa memonitor dan melakukan pengembangan sistem aplikasi yang sejalan dengan
perkembangan bisnis Perseroan dan didukung oleh Disaster Recovery Center (DRC) yang
baik.
o Menerapkan sistem sumber daya manusia yang sejalan dengan kebijakan SDM Astra
International mulai dari perekrutan, pengembangan, manajemen bakat dan imbalan terpadu
hingga purna bakti.
o Menerapkan Good Corporate Governance dengan melakukan regular monitoring dan patuh
pada regulasi OJK.
113
Page 138
Tujuan didirikannya Perseroan adalah untuk menopang dan membantu penjualan mobil Toyota dengan
cara menyediakan jasa pembiayaan yang kompetitif untuk konsumen mobil Toyota.
Pada prinsipnya Perseroan memegang teguh prinsip kehati-hatian pemberian pembiayaan kepada
para konsumen, sehingga tingkat risiko konsumen relatif rendah.
Persaingan Usaha
Berdasarkan data net booking value perusahaan pembiayaan APPI bulan Desember 2024, beberapa
perusahaan penyedia layanan pembiayaan roda empat (four wheeler financing) dengan skala yang
setara dengan Perseroan diantaranya adalah PT BCA Finance, PT Mandiri Tunas Finance, PT Mandiri
Utama Finance, Tbk., PT BFI Finance Indonesia, Tbk. dan PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk.
Untuk mengatasi persaingan usaha tersebut, Perseroan menyediakan paket pembiayaan yang
kompetitif, menambah titik layanan pelanggan secara digital serta berupaya untuk meningkatkan
layanan agar menjadi preferensi utama pelanggan.
Fasilitas Pembiayaan dan Kolektibilitas Piutang
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memberikan fasilitas pembiayaan baik kepada
nasabah ritel (perorangan) maupun korporasi, dimana fasilitas pembiayaan yang diberikan dapat
diklasifikasikan dengan memperhatikan harga kendaraan bermotor, lamanya jangka waktu
pembiayaan, uang muka yang diberikan serta tingkat bunga yang dikenakan kepada calon nasabah.
Proses Pembiayaan
Proses pembiayaan yang dilakukan Perseroan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan sebagai
berikut:
114
Page 139
• Pemasukan Data
Sales Officer melengkapi pemasukan data konsumen di sistem Perseroan berdasarkan informasi atau
dokumen tambahan dari konsumen.
• Verifikasi dan Penyesuaian Data Konsumen
Centralized Data Enter melakukan pengumpulan data pelanggan dan dimasukkan ke dalam database
perusahaan secara akurat, serta memperbarui database jika diperlukan secara langsung kepada
pelanggan
• Pengecekan Database
Decision Engine (DE) mencocokkan data konsumen dengan database yang dimiliki Perseroan,
melakukan penilaian kredit dengan hasil pengecekkan database hasil DE dan menentukan proses
persetujuan kredit selanjutnya.
• Credit Scoring
Dilakukan penilaian kredit dengan hasil pengecekan database hasil Decision Engine (DE).
• Penugasan Peninjauan
Penugasan peninjauan akan dilakukan melalui system Auto Assign atau dilakukan oleh Base Master
yang selanjutnya melakukan penugasan peninjauan kepada Telesurveyor (internal) atau Field Surveyor
(eksternal).
• Proses Peninjauan
Telesurveyor atau Field Surveyor melakukan peninjauan ke rumah / kantor / tempat usaha konsumen,
E-survey dilakukan oleh konsumen secara mandiri dengan mengisi tautan peninjauan. Jika konsumen
telah menikah, rumah / kantor / tempat usaha pasangan juga akan ditinjau. Jika konsumen memiliki
penjamin (guarantor), rumah / kantor / tempat usaha penjamin juga akan ditinjau.
• Kebijakan Kredit dengan Sistem
Beberapa penyimpangan aplikasi kredit yang membutuhkan persetujuan khusus dan dokumen wajib
seperti NPWP, KTP, dan lain-lain telah diimplementasikan oleh sistem (auto decision matrix) dan harus
mendapat persetujuan dari anggota Credit Committee yang memiliki kewenangan lebih tinggi. Jenis –
jenis penyimpangan yang dimaksud diatur dalam Surat Keputusan Direktur.
115
Page 140
• Keputusan Kredit
Credit Analyst menganalisis data konsumen dan hasil tinjauan, lalu membuat keputusan kredit. Jika
batas wewenang Credit Analyst tidak mencukupi, aplikasi harus mendapat persetujuan dari anggota
Credit Committee dengan wewenang yang lebih tinggi. Jika terdapat penyimpangan kredit, aplikasi
harus mendapat persetujuan dari anggota Credit Committee yang diberikan kewenangan tersebut.
Jenis-jenis penyimpangan diatur dalam Surat Keputusan Direktur dari Risk Management Division,
sedangkan Otoritas Limit Kredit diatur dalam Internal Control Manual.
• Pencetakan dan Penandatanganan
Sales Officer mencetak dokumen kontrak dan menjelaskan isi kontrak kepada Konsumen. Konsumen
kemudian menandatangani dokumen tersebut.
• Konfirmasi Kontrak dan Unit
Sales Administrator mengkonfirmasikan konsumen bahwa konsumen telah menerima dokumen,
kontrak dan unit telah dikirimkan oleh dealer kepada konsumen.
• Kontrak Sah (Disbursement Valid)
Setelah konsumen mengkonfirmasikan bahwa dokumen kontrak dan unit telah diterima, kontrak akan
disahkan oleh Service Head.
Risk Controls
Perseroan terus mendukung pertumbuhan industri otomotif sekaligus bisnis perusahaan dengan
manajemen risiko yang terukur. Kerangka kerja risiko dan alat manajemen untuk semua risiko utama
yang mungkin ditimbulkan seperti risiko kredit dan pasar.
Perseroan menerapkan pengendalian internal di semua fungsi yang dijalankan oleh manajemen dan
seluruh karyawan dengan tujuan:
• Agar semua proses operasional menjadi efektif dan efisien;
• Memastikan Perseroan mematuhi ketentuan yang berlaku baik yang ditetapkan oleh pemerintah
maupun internal Perseroan;
• Memastikan seluruh karyawan untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan; dan
• Untuk mencapai pertumbuhan Perseroan seperti yang diharapkan Pemegang Saham.
Evaluasi risiko dilakukan setiap tahun untuk semua fungsi operasional dan fungsi support. Melalui
proses ini dapat diketahui potensi risiko di masing-masing fungsi dan berdasarkan data tersebut
ditetapkan mitigasi risiko untuk meminimalkan dampaknya.
Untuk memastikan konsistensi dan standar kualitas yang sesuai dengan target Perseroan maka
dipastikan bahwa semua fungsi telah memiliki Standar Prosedur Kerja (SOP) dan selanjutnya
menetapkan tugas dan tanggung jawab untuk masing-masing fungsi.
Perseroan juga memastikan bahwa semua peraturan baik dari pemerintah maupun internal Perseroan
sudah terdistribusi dan tersosialisasi ke semua fungsi terkait. Hal tersebut diikuti dengan penetapan
proses monitoring dan reporting yang efektif dan efisien di semua fungsi untuk memastikan
pengendalian internal berjalan sebagaimana mestinya.
Pemasaran
Pada tahun 2024, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatatkan
penjualan mobil sebanyak 865.723 unit, lebih rendah 13,9% dibandingkan penjualan mobil pada tahun
2023 sebanyak 1.005.802 unit Sepanjang tahun 2024, Perseroan berhasil membukukan penjualan
sebanyak 106.177 unit, 9% lebih rendah dibandingkan penjualan tahun 2023 sebanyak 116.681 unit.
116
Page 141
Namun demikian, di tengah penurunan penjualan otomotif nasional sebesar 13.9%, Toyota masih
dapat mempertahankan posisinya dan berhasil menjual 288.982 unit mobil baru atau 33% dari pasar
mobil nasional. Hal ini menjadi salah satu peluang bagi Perseroan yang merupakan bagian dari Toyota
dan Astra Value Chain. Pada tahun 2025, penjualan mobil di Indonesia diproyeksikan akan mencapai
850.000 unit, dan Perseroan akan terus berupaya untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan
penjualan melalui jaringan usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Segmen Operasi
(dalam juta Rupiah)
2024 2023
Pembiayaan Konsumen 3.843.163 3.426.383
Marjin Murabahah 173.337 135.993
Sewa Pembiayaan 24.800 22.204
Sewa Operasi 215.564 182.837
Pembiayaan Penyalur Kendaraan 68.410 60.831
Lainnya 17.220 20.289
Jumlah pendapatan 4.342.494 3.848.537
Segmen Geografis
(dalam juta Rupiah)
2024 2023
Area Jawa 1.487.459 1.343.242
Area DKI Jakarta 991.100 871.343
Area Sumatra 927.438 835.895
Area Sulawesi 457.817 414.752
Area Kalimantan 366.087 304.501
Area Bali 112.593 78.804
Jumlah pendapatan 4.342.494 3.848.537
Untuk mencapai target pembiayaan tersebut, Perseroan telah mempersiapkan strategi-strategi sebagai
berikut:
- Pengembangan produk-produk agar semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan, baik
produk pembiayaan kendaraan baru, kendaraan bekas ataupun produk multiguna;
- Penawaran yang lebih kompetitif dan menarik untuk pembiayaan model-model baru dan
unggulan dari kendaraan Toyota, Daihatsu, Lexus;
- Pembiayaan Syariah bagi konsumen-konsumen yang hendak membeli mobil dengan konsep
syariah;
- Transformasi digital sehingga mampu menghadirkan pengalaman terbaik kepada konsumen;
dan
- Pengembangan aplikasi-aplikasi digital Perseroan agar kebutuhan proses bisnis stakeholder
semakin mudah dijangkau.
Dalam melakukan kegiatan usahanya Perseroan senantiasa berusaha memperluas jaringannya di
kota-kota besar seluruh Indonesia, sehingga sampai saat ini Perseroan telah memiliki 40 Kantor
Cabang, 40 Kantor Cabang Syariah dan 5 Kantor Selain Kantor Cabang, yang tersebar di berbagai
wilayah di Indonesia. Sejalan dengan strategi dan rencana usaha Perseroan, maka jaringan yang lebih
luas akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhannya.
Untuk menjaga keberlanjutan dan stabilitas usaha Perseroan, Perseroan bekerja sama dengan
berbagai pihak seperti distributor kendaraan, jaringan dealer, serta lembaga keuangan untuk
mendukung kegiatan operasional Perseroan. Selain itu, Perseroan juga menjaga hubungan jangka
panjang dengan pelanggan melalui penawaran berbagai produk pembiayaan dengan tetap menjaga
kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan pemerintah yang berlaku.
117
Page 142
Prospek Usaha
Berdasarkan World Economic Outlook (WEO), perekonomian global diperkirakan tumbuh sebesar
3,3% pada 2025 dan 2026. Di tengah perlambatan global, perekonomian Indonesia masih
menunjukkan daya tahan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,03% pada tahun
2024, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor
yang membaik. Optimisme ini didukung oleh langkah strategis Pemerintah dalam menjaga
stabilitas ekonomi domestik dan meningkatkan daya saing Indonesia. Dengan proyeksi
pertumbuhan global yang stagnan di 2025-2026, perekonomian Indonesia diharapkan tetap
tumbuh solid di atas 5%. Sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan terus
diperkuat untuk menghadapi risiko global sekaligus menciptakan peluang bagi kesejahteraan
masyarakat.
Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih stabil, Perseroan akan terus berupaya
menyiapkan berbagai strategi guna meningkatkan daya saing di industri dan memberikan layanan
yang semakin menyesuaikan kebutuhan konsumen. Perseroan memastikan setiap peraturan dari
Pemerintah dan peraturan internal Perseroan telah tersosialisasi ke semua lini fungsi yang terlibat.
Melalui proses kontrol dan pemantauan yang efektif dan efisien di tiap fungsi bisnis, dapat
dipastikan pengendalian internal yang dilakukan mampu berjalan dengan baik.
Melansir data Gaikindo penjualan wholesales mobil pada tahun 2024 mencapai 865.723 unit, turun
sebesar 13,9% di mana penjualan wholesales pada tahun 2023 mencapai 1.005.802 unit. Terlepas
dari menurunnya penjualan mobil nasional dari tahun sebelumnya, Gaikindo berharap penjualan
mobil di Indonesia pada tahun 2025 dapat kembali menembus angka 1 juta unit. Selain itu,
Perseroan akan terus mendukung pertumbuhan industri otomotif dan mengembangkan bisnis
dengan manajemen risiko yang terukur dan sesuai dengan ijin dari OJK.
Potensi risiko yang timbul dari proses bisnis Perseroan dapat diketahui melalui evaluasi kinerja
yang rutin dilakukan setiap tahun untuk semua fungsi operasional. Berdasarkan proses tersebut,
juga ditetapkan mitigasi-mitigasi yang perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak risiko yang
akan terjadi. Guna memastikan konsistensi dan kualitas kinerja yang sejalan dengan target
Perseroan, semua fungsi yang terlibat telah memiliki standar prosedur kerja. Hal ini sebagai
landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Tingkat Kesehatan Perseroan
Sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam POJK No.35/POJK.05/2018, pasal 79 ayat 1 dijelaskan
bahwa tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan diukur dengan gearing ratio setinggi-tingginya 10
kali. Gearing ratio merupakan jumlah kewajiban yang memiliki beban bunga dibandingkan dengan
jumlah ekuitas Perseroan. Gearing ratio Perseroan per tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021
dan 2020 adalah sebesar 5.69x, 6.13x, 6.08x, 5.51x, dan 5.90x.
Kondisi gearing ratio Perseroan masih jauh dibawah peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia tanggal 27 Desember 2018 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan.
Demikian pula mengenai setoran modal Perseroan yang telah jauh melewati setoran modal minimum.
Hal ini membuktikan bahwa Perseroan sudah memenuhi tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan
sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
14. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Di tahun 2024, Perseroan terus berkomitmen untuk menjalankan program Tanggung Jawab Sosial
Perseroan (Corporate Social Responsibility/CSR) dengan berfokus pada 4 (empat) pilar utama yaitu
TOMI Green (Penghijauan), TOMI Smart (Pendidikan), TOMI Health (Kesehatan) & TOMI Empower
(Pemberdayaan). Kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan baik bersamaan dengan Astra Group
maupun bekerjasama dengan beberapa yayasan di bidang terkait.
118
Page 143
Untuk pilar TOMI Green (Penghijauan), Perseroan melakukan penanaman 190 pohon mangrove di
Kampung Berseri Astra, Pulau Pramuka. Di samping itu, Perseroan juga melakukan edukasi peduli
kesehatan gigi dan mulut di Panti Asuhan Karena Kasih guna meningkatkan kesadaran kesehatan
terutama gigi dan mulut bagi anak muda. Secara berkala, Perseroan juga melakukan pengolahan
sampah operasional perkantoran, dalam bentuk pengurangan sampah padat melalui daur ulang porsi
dari sampah yang dihasilkan melalui Bank Sampah dan juga bekerjasama dengan Waste4Change
untuk manajemen sampah (pemilahan dan daur ulang). Perseroan juga melakukan kerjasama dengan
Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mendapatkan suplai energi listrik dari sumber terbarukan
melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dengan total pembelian sebanyak 800 unit.
Pada pilar TOMI Smart (Pendidikan), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan,
Perseroan tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan edukasi dalam rangka meningkatkan literasi
keuangan kepada konsumen dan/ atau masyarakat serta karyawan internal. Selain itu Perseroan juga
bekerja sama dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia terkait pemberian edukasi Safety
Driving kepada karyawan internal. Beasiswa juga merupakan komitmen yang terus dijalankan setiap
tahunnya, dimana pada tahun 2024 sendiri Perseroan memberikan beasiswa kepada 424 penerima
manfaat yang terdiri dari level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas
(SMA).
Untuk pilar TOMI Empower (Pemberdayaan), yang merupakan salah satu fokus utama Perseroan di
tahun 2024, Perseroan mempekerjakan 4 karyawan difabel yang berasal dari Balai Besar Rehabilitasi
Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan.
Pembinaan tersebut hingga saat ini masih ditempatkan dibawah Customer Relation Management
Department. Perseroan juga melakukan edukasi kepada 50 UMKM mengenai pentingnya legalitas
usaha, bekerja sama dengan Kementrian Investasi dan Hilirisasi.
Untuk pilar TOMI Health (Kesehatan), sebagai bentuk kepedulian Perseroan pada bidang Kesehatan,
secara konsisten Perseroan terus menjalankan kegiatan donor darah baik di kantor pusat maupun
kantor cabang. Selain itu Perseroan juga memberikan bantuan alat Kesehatan, renovasi fasilitas, dan
biaya training kepada Puskesmas Pembantu di kabupaten Pandeglang.
Selain itu Perseroan juga menjalankan beberapa program sosial kemasyarakatan dengan memberikan
donasi berupa paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat sekitar kantor pusat dan kantor
cabang, serta menyalurkan daging qurban ke masyarakat di beberapa kantor cabang.
Di tahun 2024, Perseroan telah mengeluarkan dana CSR sebesar Rp. 1.472.023.930, - (satu miliar
empat ratus tujuh puluh dua juta dua puluh tiga ribu sembilan ratus tiga puluh rupiah) untuk keperluan
tanggung jawab sosial perusahaan. Perseroan mengharapkan apa yang telah dilakukan dapat
memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan Perseroan sendiri.
Berikut adalah beberapa program tanggung jawab sosial perusahaan di tahun 2024:
No Program/ Program Peserta/ Participant Pengeluaran/ Expense
1 Recruitment & pembinaan Visual impairment from
rekan-rekan disabilitas BBRVPD Cibinong 409.272.975
sebagai Call Center Team
2 Sosialisasi 50 UMKM terkait 50 UMKM
10.000.000
Legalitas Usaha
3 Sosialisasi pencegahan Masyarakat Umum
stunting dan demo masak 10.000.000
sehat
119
Page 144
No Program/ Program Peserta/ Participant Pengeluaran/ Expense
4 Program Pencegahan Masyarakat Umum
Stunting dengan Astra 40.000.000
Financial
5 TAF Bingkisan Bahagia Masyarakat Umum 25.000.000
6 Beasiswa Pendidikan Masyarakat dan Anak
557.800.000
Karyawan
7 Penanaman pohon mangrove Karyawan Kantor Pusat
17.750.000
Perseroan
8 Donasi Pembuatan Project Aldeas School
Film bekerja sama dengan
227.250.000
Yayasan Kepausan
Internasional di 5 negara
9 Literasi Peduli Lingkungan di Panti Asuhan Karena Kasih
9.246.355
Panti Asuhan
10 Donor Darah Karyawan Kantor Pusat
Perseroan 8.204.600
Result 189 kantong darah
11 TAF Kurban Masyarakat sekitar di seluruh
140.000.000
cabang TAF
12 Sumbangan keagamaan Masyarakat Umum 17.500.000
TOTAL 1.472.023.930
120
Page 145
IX. PERPAJAKAN
Pajak Penghasilan atas Bunga Obligasi yang diterima atau diperoleh Pemegang Obligasi
diperhitungkan dan diperlakukan sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku di Negara
Republik Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.91 tahun 2021 tanggal 30 Agustus 2021
tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi. Obligasi penghasilan berupa
bunga obligasi yang diterima atau diperoleh bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap
dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 10% (sepuluh persen) dari dasar
pengenaan pajak penghasilan, yaitu:
a. sebesar jumlah bruto sesuai dengan masa kepemilikan obligasi, untuk bunga dari obligasi dengan
kupon;
b. sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi, tidak termasuk
bunga berjalan, untuk diskonto dari obligasi dengan kupon;
c. sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi, untuk diskonto
dari obligasi tanpa bunga;
d. Dalam hal terdapat diskonto negatif atau rugi pada saat penjualan obligasi dengan kupon, diskonto
negatif atau rugi tersebut dapat diperhitungkan dengan dasar pengenaan pajak penghasilan atas
bunga obligasi berjalan.
Pemotongan pajak yang bersifat final ini tidak dikenakan terhadap bunga atau diskonto obligasi yang
diterima atau diperoleh Wajib Pajak:
(i) Bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia;
(ii) Dana Pensiun yang pendirian/pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan
memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-undang No. 7
Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-undang No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-undang No. 7
Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan;
Pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final ini dilakukan oleh:
a. Penerbit obligasi atau kustodian selaku agen pembayaran yang ditunjuk, atas bunga dan/atau
diskonto yang diterima pemegang obligasi dengan kupon pada saat jatuh tempo bunga obligasi
dan diskonto yang diterima pemegang obligasi tanpa bunga pada saat jatuh tempo obligasi; dan
b. Perusahaan Efek, dealer atau bank, selaku pedagang perantara, atas bunga dan/atau diskonto
yang diterima atau diperoleh penjual obligasi pada saat transaksi; dan/atau
c. Perusahaan Efek, dealer, bank, dana pensiun dan reksadana, selaku pembeli obligasi langsung
tanpa melalui perantara, atas bunga dan/atau diskonto obligasi yang diterima atau diperoleh
penjual obligasi pada saat transaksi.
Pada tanggal 2 Februari 2021, dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 111 dan Pasal 185 huruf
b Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Pemerintah menetapkan dan
memberlakukan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 9 tahun 2021 tentang Perlakuan
Perpajakan untuk Mendukung Kemudahan Berusaha (“PP No. 9/2021”). Berdasarkan PP No. 9/2021,
tarif pemotongan pajak atas penghasilan bunga obligasi yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak luar
negeri selain BUT dan Wajib Pajak luar negeri BUT adalah sebesar 10%. Bunga obligasi termasuk
bunga obligasi dengan kupon, diskonto obligasi dengan kupon dan diskonto obligasi tanpa bunga. Tarif
pemotongan pajak berlaku setelah 6 (enam) bulan terhitung sejak berlakunya PP No. 9/2021.
121
Page 146
Perpajakan Perseroan
Sebagai Wajib Pajak, Perseroan telah memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan perundang-
undangan dan peraturan perpajakan yang berlaku. Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan.
Perseroan tidak memiliki tunggakan pajak.
CALON PEMBELI OBLIGASI DALAM PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN INI DIHARAPKAN
ATAS BIAYA SENDIRI UNTUK BERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-
MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PENERIMAAN BUNGA,
PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN ATAU PENGALIHAN DENGAN CARA LAIN
OBLIGASI YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN INI.
122
Page 147
X. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI
Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Perjanjian Penjaminan
Emisi, para Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk
menawarkan kepada masyarakat Obligasi.
Perjanjian-perjanjian tersebut di atas merupakan perjanjian lengkap yang menggantikan semua
persetujuan atau perjanjian yang mungkin telah dibuat sebelumnya mengenai perihal yang dimuat
dalam perjanjian dan setelah itu tidak ada lagi perjanjian yang dibuat oleh para pihak yang isinya
bertentangan dengan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi.
Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari anggota Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi yang
dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah)
No Penjamin Pelaksana Emisi Efek Seri A Seri B Total (%)
1 PT BRI Danareksa Sekuritas 30.000.000.000 5.000.000 30.005.000.000 8,21
2 PT Indo Premier Sekuritas 72.150.000.000 85.205.000.000 157.355.000.000 43,09
3 PT Mega Capital Sekuritas 67.000.000.000 - 67.000.000.000 18,35
PT Trimegah Sekuritas Indonesia 30.850.000.000 80.000.000.000 110.850.000.000 30,35
4
Tbk
Total 200.000.000.000 165.210.000.000 365.210.000.000 100,00
Selanjutnya Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi yang turut dalam Emisi Obligasi ini telah sepakat
untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7.
Pihak yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan atas Penawaran Umum ini adalah PT Trimegah
Sekuritas Indonesia Tbk.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dengan tegas menyatakan tidak menjadi pihak yang memiliki
Afiliasi atau terasosiasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana
didefinisikan dalam UUPM.
Penentuan Tingkat Bunga Tetap Pada Pasar Perdana
Tingkat bunga tetap pada Obligasi ini ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan dan negosiasi
Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, dengan mempertimbangkan beberapa faktor dan
parameter, yaitu hasil penawaran awal (bookbuilding), kondisi pasar obligasi, benchmark kepada
Obligasi Pemerintah (sesuai jatuh tempo masing-masing Seri Obligasi), dan risk premium (sesuai
dengan peringkat Obligasi).
123
Page 148
XI. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berperan dalam Penawaran Umum ini adalah
sebagai berikut:
Wali Amanat : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Gedung BRI II Lantai 30,
Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 44 – 46
P.O. Box 1094
Jakarta 10210 – Indonesia
Nomor STTD : 08/STTD-WA/PM/1996 atas nama PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. tanggal 11 Juni 1996.
Keanggotaan : Asosiasi Wali Amanat Indonesia (AWAI):
Asosiasi AWAI/03/12/2008 tanggal 17 Desember 2008.
Pedoman : Mengikuti ketentuan yang diatur dalam Perjanjian
Kerja Perwaliamanatan dan Undang-undang Pasar Modal
serta peraturan yang berkaitan dengan tugas Wali
Amanat.
Perseroan menunjuk Wali Amanat berdasarkan Surat No.
048/TAF/TRS/II/25 tanggal 28 Februari 2025.
Tugas Pokok : Mewakili kepentingan pemegang Obligasi baik di dalam
maupun di luar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-
hak pemegang Obligasi sesuai dengan syarat-syarat
Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan
yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan
serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 19/2020,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali
Amanat dalam penerbitan Obligasi menyatakan bahwa
sejak ditandatanganinya pernyataan tersebut dan
selama menjadi Wali Amanat, dilarang :
1. Mempunyai hubungan kredit kepada Perseroan
dalam jumlah melebihi ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 19/2020;
2. Merangkap menjadi penanggung dan/atau pemberi
agunan dalam penerbitan Efek bersifat utang,
Sukuk, dan/atau kewajiban Perseroan dan menjadi
Wali Amanat dari pemegang Efek yang diterbitkan
oleh Perseroan;
3. Menerima dan meminta pelunasan terlebih dahulu
atas kewajiban Perseroan kepada Wali Amanat
selaku kreditur dalam hal Perseroan mengalami
kesulitan keuangan, berdasarkan pertimbangan
Wali Amanat, sehingga tidak mampu memenuhi
kewajibannya kepada pemegang Efek bersifat
utang, dimana pelaksanaannya tetap
memperhatikan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Negara Republik
Indonesia.
124
Page 149
Notaris : Esther Pascalia Ery Jovina, S.H. M.Kn
Jl Cideng Timur 31
Petojo Utara, Gambir
Jakarta, 10150
Nomor STTD : STTD.N-261/PM.223/2021 tanggal 16 Februari 2021.
Keanggotaan :
Ikatan Notaris Indonesia (INI) No. 0963519820412.
Asosiasi
Pedoman : Pernyataan Undang-undang No.30 tahun 2004 dan
Kerja telah diubah dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 2014
tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Ikatan Notaris
Indonesia.
Perseroan menunjuk Notaris berdasarkan Surat No. 049/TAF/TRS/II/25
tanggal 28 Februari 2025.
Tugas Pokok : Membuat akta-akta dalam rangka Penawaran Umum
Obligasi Toyota Astra Financial Services Dengan
Tingkat Bunga Tetap, antara lain Perjanjian
Perwaliamanatan, Pengakuan Utang, dan Perjanjian
Penjaminan Emisi Obligasi, serta akta-akta
pengubahannya.
Akuntan Publik : KAP Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan
(firma anggota jaringan global PwC).
Gedung WTC 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31
Jakarta 12190
Nomor STTD : STTD.AP-91/PM.22/2018 atas nama Drs. M. Jusuf
Wibisana, M.Ec., CPA tanggal 5 Februari 2018.
Keanggotaan : Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) No. 11.D5579
Asosiasi
Pedoman : Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Kerja Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
Perseroan menunjuk Akuntan Publik berdasarkan Surat
No. EL202408280009/MJW/MJW pada tanggal 28 Agustus 2024, yang
kemudian diaddendum dengan No. EL202501090003/MJW/MJW pada
tanggal 9 Januari 2025.
Tugas Pokok : Tugas pokok akuntan publik adalah untuk
melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh IAPI. Standar tersebut mengharuskan
akuntan publik untuk mematuhi ketentuan etika serta
merencanakan dan melaksanakan audit untuk
memperoleh keyakinan memadai tentang apakah
laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian
material.
Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk
memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan
pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur
yang dipilih bergantung pada pertimbangan akuntan
publik, termasuk penilaian atas risiko kesalahan
penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
125
Page 150
Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, akuntan
publik mempertimbangkan pengendalian internal yang
relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar
laporan keuangan untuk merancang prosedur audit
yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan
untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan
pengendalian internal entitas. Suatu audit juga
mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan
akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi
akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta
pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan
secara keseluruhan.
Konsultan : Thamrin & Rekan (TR&Co)
Hukum Menara Kuningan Lt. 9 dan 12
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-7 Kav.5
Jakarta 12940
Nomor STTD : STTD.KH-107/PJ-1/PM.02/2023 atas nama Iswira
Laksana, S.H., M.Si. tanggal 15 Mei 2023.
Keanggotaan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No. 99012
Asosiasi : atas nama Iswira Laksana, S.H., M.Si
Pedoman : Surat Keputusan Himpunan Konsultan Hukum Pasar
Kerja Modal No. KEP.03/HKHPM/XI/2021 tanggal
10 November 2021 Tentang Perubahan Keputusan
Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal
No. KEP.02/HKHPM/VIII/2018 Tentang Standar Profesi
Konsultan Hukum Pasar Modal.
Perseroan menunjuk Konsultan Hukum berdasarkan Surat PT Toyota Astra
Financial Services No. Ref.: 050/ TAF/TRS/II/25 tanggal 28 Februari 2025.
Tugas Pokok : Memberikan Pendapat Hukum mengenai Perseroan
dalam rangka Penawaran Umum ini. Konsultan Hukum
melakukan uji tuntas dari segi hukum atas fakta yang
mengenai Perseroan dan keterangan lain yang
berhubungan dengan itu sebagaimana disampaikan
oleh Perseroan. Hasil uji tuntas dari segi hukum telah
dimuat dalam Laporan Uji Tuntas Dari Segi Hukum yang
menjadi dasar dari Pendapat Hukum yang dimuat dalam
Prospektus sepanjang menyangkut segi hukum. Tugas
lainnya adalah meneliti informasi yang dimuat dalam
Prospektus sepanjang menyangkut segi hukum.
Semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal bukan merupakan pihak terafiliasi dengan
Perseroan sebagaimana dimaksud dalam UUP2SK.
Perusahaan Pemeringkat Efek
PT Fitch Ratings Indonesia
DBS Bank Tower, lantai 24 suite 2403
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5
Jakarta 12940
Ruang lingkup tugas Fitch sebagai Perusahaan Pemeringkat Efek adalah melakukan pemeringkatan
atas Obligasi setelah secara seksama mempertimbangkan seluruh data dan informasi yang relevan,
126
Page 151
akurat dan dapat dipercaya serta melakukan kaji ulang secara berkala terhadap hasil pemeringkatan
sepanjang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Fitch juga wajib
menyelesaikan kaji ulang terhadap hasil pemeringkatan yang telah dipublikasikan dalam hal terdapat
fakta material atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil pemeringkatan yang telah
dipublikasikan, paling lama 7 (tujuh) Hari Kerja sejak diketahuinya fakta material atau kejadian penting
dan mengeluarkan peringkat baru apabila terjadi perubahan peringkat dari proses kaji ulang.
PERSEROAN DAN SEMUA LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL DENGAN
TEGAS MENYATAKAN TIDAK ADANYA HUBUNGAN AFILIASI ANTARA PERSEROAN DENGAN
SELURUH LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL SEBAGAIMANA
DIDEFINISIKAN DALAM UUPM.
PERSEROAN DENGAN TEGAS MENYATAKAN TIDAK ADANYA HUBUNGAN KREDIT ANTARA
PERSEROAN DENGAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK SEBAGAI WALI
AMANAT.
127
Page 152
XII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai
Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan dan bertindak untuk dan
atas nama para Pemegang Obligasi dalam rangka Penawaran Umum ini sesuai dengan ketentuan
UUP2SK.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI") dalam penerbitan Obligasi ini bertindak sebagai Wali
Amanat dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dengan No. 08/STTD-WA/PM/1996 tanggal
11 Juni 1996. Sehubungan dengan penerbitan Obligasi ini telah dibuat Perjanjian Perwaliamanatan
Obligasi antara Perseroan dengan BRI.
BRI sebagai Wali Amanat menyatakan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan yang
dituangkan dalam surat pernyataan tidak terafiliasi dan tidak ada hubungan kredit No. B.162-
INV/TCS/TCB/03/2025 tanggal 27 Maret 2025. BRI tidak mempunyai hubungan kredit dengan
Perseroan melebihi 25% dari jumlah obligasi yang diwaliamanati dan/atau tidak merangkap sebagai
penanggung dan/atau pemberi agunan dalam penerbitan Obligasi, dan/atau kewajiban Perseroan dan
menjadi Wali Amanat dari pemegang Obligasi, sesuai dengan Peraturan OJK No. 19/POJK.04/2020
tanggal 23 April 2020 tentang Bank Umum yang Melakukan Kegiatan Sebagai Wali Amanat (“POJK
No. 19/2020”). Sebagai informasi, saat ini Perseroan tidak memiliki hubungan kredit dengan Wali
Amanat.
BRI sebagai Wali Amanat telah melakukan penelaahan/uji tuntas (due diligence) terhadap Perseroan,
dengan Surat Pernyataan No. B.163-INV/TCS/TCB/03/2025 tanggal 27 Maret 2025 sesuai dengan
ketentuan dalam POJK No. 20/2020.
1) UMUM
Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (untuk selanjutnya disebut BRI) didirikan dengan nama De
Poerwokertosche Sparbank der Inslandsche Hoofen atau Bank Priyayi yang didirikan oleh Raden
Wiriadmadja dan kawan-kawan pada tanggal 16 Desember 1895. Anggaran dasar BRI telah mengalami
beberapa kali perubahan. BRI berubah statusnya menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)
berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 tahun 1992 tanggal 19 April 1992.
Dengan Akta No. 113 tanggal 31 Juli 1992 yang dibuat oleh Muhani Salim, SH., Notaris di Jakarta,
maka BRI diberi nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). Akta tersebut telah mendapat persetujuan
dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan keputusan No. C2-6584.HT.01.01.TH.92
tanggal 12 Agustus 1992, telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 2155-
1992 tanggal 15 Agustus 1992 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik
Indonesia No. 73 tanggal 11 September 1992, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 3a
tahun 1992. Anggaran Dasar BRI telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
anggaran dasar BRI sebagaimana termaktub dalam Akta No. 15 tanggal 22 April 2025 dibuat di
hadapan Fathiah Helmi. S.H., Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham
dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0126510 Tahun 2025 tanggal 08 Mei 2025.
2) PERMODALAN WALI AMANAT
Berdasarkan laporan kepemilikan saham per 31 Mei2025 yang dikeluarkan oleh PT Datindo
Entrycom selaku Biro Administrasi Efek, struktur permodalan dan susunan pemegang saham BRI
adalah sebagai berikut:
128
Page 153
Nilai Nominal Rp50 per saham
Keterangan Jumlah Nilai (%)
Jumlah Lembar
Saham
Saham
(Rp)
Modal Dasar
- Saham Seri A Dwiwarna 1 50 0,00
- Saham Biasa Atas Nama Seri B 299.999.999.999 14.999.999.999.950 100,00
Jumlah Modal Dasar 300.000.000.000 15.000.000.000.000 100,00
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Seri A Dwiwarna
- Negara Republik Indonesia 1 50 0,00
Saham Seri B
- PT Danantara Asset Management (Persero) 80.610.976.875 4.030.548.843.750 53,19
- Pemegang Saham lainnya dengan kepemilikandibawah 5%)* 70.948.024.728 3.547.401.236.400 46,81
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 151.559.001.604 7.577.950.080.200 100,00
Saham dalam Portepel 148.440.998.396 7.422.049.919.800
*) termasuk saham treasury sebanyak 961.326.800 saham Seri B
3) PENGURUS DAN PENGAWASAN
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan BRI No.38 tanggal 18 Juni 2025 yang
dibuat di hadapan Fathiah Helmi, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, susunan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen : Parman Nataatmadja*
Komisaris : Awan Nurmawan Nuh
Komisaris : Helvi Yuni Moraza*
Komisaris Independen : Edi Susianto*
Komisaris Independen : Lukmanul Khakim*
Direksi
Direktur Utama : Hery Gunardi
Wakil Direktur Utama : Agus Noorsanto
Direktur Finance & Strategy : Viviana Dyah Ayu Retno K.
Direktur Human Capital & Compliance : Ahmad Solichin Lutfiyanto
Direktur Operations : Hakim Putratama
Direktur Corpotate Banking : Riko Tasmaya*
Direktur Network dan Retail Funding : Aquarius Rudianto
Direktur Treasury dan International Banking : Farida Thamrin*
Direktur Micro : Akhmad Purwakajaya*
Direktur Comercial Banking : Alexander Dippo Paris Y S*
Direktur Consumer Banking : Nancy Adistyasari*
Direktur Manajemen Risiko : Mucharom*
Direktur Information Technology : Saladin Dharma Nugraha Effendi*
*Efektif setelah mendapat persetujuan OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper
Test)
129
Page 154
4) KEGIATAN USAHA
Selaku Bank Umum, BRI melaksanakan kegiatan usaha perbankan sebagaimana yang tercantum
dalam Undang-Undang No. 7 tahun 1992 berikut perubahannya dalam Undang-Undang No. 10
tahun 1998 tentang Perbankan. Dalam rangka mendukung dan mengembangkan kegiatan
usahanya, BRI juga melakukan penyertaan pada entitas anak sebagai berikut:
No. Perusahaan Anak Persentase Kepemilikan
1 PT Bank Raya Indonesia Agroniaga Tbk 86,85%
2 BRI Remittance Co. Ltd. 100,00%
3 PT Asuransi BRI Life 51,00%
4 PT BRI Multifinance Indonesia 99,88%
5 PT Danareksa Sekuritas 67,00%
6 PT BRI Ventura Investama 99,97%
7 PT BRI Asuransi Indonesia 90,00%
8 PT Permodalan Nasional Madani 99,99%
9 PT Pegadaian 99,99%
10 BRI Manajemen Investasi 65,00%
Dalam rangka mengembangkan Fee Based Income dan pengembangan Pasar Modal di Indonesia,
BRI saat ini melayani jasa Wali Amanat (Trustee), Agen Pembayaran (Paying Agent), Agen
Jaminan (Security Agent), dan Jasa Kustodian.
1) Jasa Wali Amanat (Trustee)
Efek bersifat Utang yang menggunakan Jasa Wali Amanat BRI tahun 2024 adalah sebagai berikut:
No Nama Efek Bersifat Utang Tanggal Emisi
1 Obligasi Berkelanjutan IV MNC Kapital Indonesia Tahap I Tahun 2023 19 Januari 2024
2 Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap V Tahun 2024 23 Februari 2024
3 Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2024 21 Maret 2024
4 Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance Tahap III Tahun 2024 2 April 2024
5 Obligasi Berkelanjutan I JACCS MPM Finance Indonesia Tahap III Tahun 2024 19 April 2024
6 Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance Tahap III Tahun 2024 23 April 2024
7 Obligasi I Merdeka Battery Materials Tahun 2024 3 April 2024
8 Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2024 28 Mei 2024
9 Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap III Tahun 2024 4 Juni 2024
10 Obligasi Berkelanjutan IV SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2024 20 Juni 2024
11 Obligasi Berkelanjutan IV Global Mediacom Tahap II Tahun 2024 21 Juni 2024
12 Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Global Mediacom Tahap II Tahun 2024 21 Juni 2024
13 Obligasi Berkelanjutan IV MNC Kapital Indonesia Tahap II Tahun 2024 2 Juli 2024
14 Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap I Tahun 2024 2 Juli 2024
15 Obligasi III Hino Finance Indonesia Tahun 2024 5 Juli 2024
16 Obligasi Berkelanjutan IV Maybank Finance Tahap I Tahun 2024 5 Juli 2024
17 Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services Tahap III Tahun 2024 9 Juli 2024
Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap I Tahun
18 9 Juli 2024
2024
19 Obligasi Terkait Keberlanjutan I SPINDO Tahun 2024 9 Juli 2024
20 Obligasi Berkelanjutan I Sumber Global Energy Tahap I Tahun 2024 10 Juli 2024
21 Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap VI Tahun 2024 30 Juli 2024
06 September
22 Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance Tahap IV Tahun 2024
2024
18 September
23 Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap III Tahun 2024
2024
24 Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance Tahap IV Tahun 2024 02 Oktober 2024
25 Obligasi II BUMA Tahun 2024 08 Oktober 2024
26 Obligasi II Merdeka Battery Materials Tahun 2024 08 Oktober 2024
19 November
27 Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap IV Tahun 2024
2024
130
Page 155
26 November
28 Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services Tahap IV Tahun 2024
2024
04 Desember
29 Medium Term Notes (MTN) V PT PNM Venture Capital Tahun 2024
2024
05 Desember
30 Sukuk Mudharabah Jangka Menengah IV PT PNM Ventura Syariah Tahun 2024
2024
10 Desember
31 Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024
2024
27 Desember
32 MTN I PT Mitra Bisnis Madani Tahun 2024
2024
2) Jasa Agen Pembayaran (Paying Agent)
Wali Amanat BRI dapat memberikan jasa berupa layanan pembukaan rekening dan
pengadministrasian rekening sinking fund ataupun transaksi pendistribusian dana pembayaran
kupon dan/atau pokok Medium Term Notes kepada investor dalam penerbitan Efek bersifat Utang
Berkewajiban membantu Perseroan melaksanakan pelunasan jumlah pokok Obligasi dan
pembayaran Bunga Obligasi dengan cara melakukan pembayaran-pembayaran atas nama
Perseroan menurut ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Agen Pembayaran dan Perjanjian
Perwaliamanatan.
3) Jasa Agen Jaminan (Security Agent)
Wali Amanat BRI dapat memberikan jasa penatausahaan atas dokumen jaminan yang terkait
dengan Perjanjian Perwaliamanatan, dokumen pengikatan lainnya serta surat -surat jaminan yang
terkait dengan penerbitan Efek bersifat Utang.
4) Produk dan Jasa Lainnya
Saat ini, BRI juga telah menjalani dan mengembangkan jasa Pasar Modal lainnya, antara lain :
a. Trustee & Paying Agent
b. Bank Kustodian
c. Bank Pembukaan Rekening Dana Nasabah
d. Dana Pensiun Lembaga Keuangan
5) PERIZINAN BRI
a. Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 tahun 1992, tanggal 29 April 1992, perihal status BRI
menjadi Perusahaan Perseroan;
b. Anggaran Dasar BRI No. 113 tanggal 31 Juli 1992 yang dibuat oleh Muhani Salim, SH., Notaris
di Jakarta;
c. Surat Tanda Terdaftar dari Bapepam dan LK No.08/STTD-WA/PM/1996, tanggal 11 Juni 1996,
perihal Pemberian Ijin BRI sebagai Wali Amanat;
d. SK Bank Indonesia No. 5/117/DPwB24, tanggal 15 Oktober 2003, perihal Pemberian Ijin BRI
sebagai Bank Devisa;
e. Nomor Induk Berusaha (NIB) BRI No. 8120114132268 tanggal 26 November 2018.
6) TUGAS POKOK WALI AMANAT
Sesuai dengan Peraturan OJK No.20/POJK.04/2020 dan kemudian ditegaskan lagi di dalam
Perjanjian Perwaliamanatan, tugas pokok dan tanggung jawab Wali Amanat adalah:
• Mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi, baik di dalam maupun di luar pengadilan
sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
di Negara Republik Indonesia;
• Mengikatkan diri untuk melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab sebagaimana
131
Page 156
dimaksud di atas sejak menandatangani Perjanjian Perwaliamanatan dengan Perseroan,
tetapi perwakilan tersebut mulai berlaku efektif pada saat Obligasi dialokasikan kepada
Pemegang Obligasi;
• Melaksanakan tugas sebagai Wali Amanat berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan
dokumen lainnya yang berkaitan dengan Perjanjian Perwaliamanatan; dan
• Memberikan semua keterangan atau informasi sehubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas
perwaliamanatan kepada OJK.
7) PENUNJUKAN, PENGGANTIAN DAN BERAKHIRNYA TUGAS WALI AMANAT
Berdasarkan Peraturan OJK No. 20/POJK.04/2020, ketentuan mengenai penunjukan,
penggantian, dan berakhirnya tugas Wali Amanat, paling sedikit memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Penunjukan Wali Amanat untuk pertama kalinya dilakukan oleh Perseroan;
b. Penggantian Wali Amanat dilakukan dengan alasan sebagai berikut :
i. Izin usaha bank sebagai Wali Amanat dicabut;
ii. Pencabutan atau pembekuan kegiatan usaha Wali Amanat di Pasar Modal;
iii. Wali Amanat dibubarkan oleh suatu badan peradilan atau oleh suatu badan resmi lainnya
atau dianggap telah bubar berdasarkan ketentuan perundang-undangan;
iv. Wali Amanat dinyatakan pailit oleh badan peradilan yang berwenang atau dibekukan
operasinya dan/atau kegiatan usahanya oleh pihak yang berwenang;
v. Wali Amanat tidak dapat melaksanakan kewajibannya;
vi. Wali Amanat melanggar ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan
perundang-undangan Pasar Modal;
vii. Timbulnya hubungan Afiliasi antara Wali Amanat dengan Perseroan setelah penunjukan
Wali Amanat, kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau
penyertaan modal Pemerintah;
viii. Timbulnya hubungan kredit yang melampaui jumlah sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 19/POJK.04/2020; atau
ix. Atas permintaan Pemegang Obligasi.
c. Berakhirnya tugas, kewajiban, dan tanggung jawab Wali Amanat adalah pada saat:
i. Obligasi dan Sukuk Ijarah telah dipenuhi kewajibannya baik nilai pokok Obligasi, Sisa
Imbalan Ijarah, bunga Obligasi, Cicilan Imbalan Ijarah, termasuk Kompensasi denda dan
Kerugian Akibat Keterlambatan (jika ada) dan Wali Amanat telah menerima laporan
pemenuhan kewajiban Perseroan dari Agen Pembayaran atau Perseroan;
ii. Tanggal tertentu yang telah disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan
Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah setelah tanggal jatuh tempo pokok Obligasi dan
Sisa Imbalan Ijarah;
iii. Setelah diangkatnya Wali Amanat baru.
8) LAPORAN KEUANGAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK
Berikut ini adalah kutipan dari Ikhtisar Laporan Keuangan Konsolidasian BRI per tanggal 31
Desember 2024, 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 yand telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja:
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2024 2023 2022
Total Aset 1.992.983.447 1.965.007.030 1.865.639.010
Total Liabilitas 1.669.749.400 1.648.534.888 1.562.243.693
Total Ekuitas 323.189.047 316.472.142 303.395.317
132
Page 157
Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2024 2023 2022
Pendapatan Bunga dan Syariah – neto 142.057.190 135.183.487 124.597.073
Pendapatan Premi – neto 3.250.480 2.161.392 1.577.323
Pendapatan Operasional lainnya 53.857.740 45.625.785 47.302.800
Laba Operasional 78.578.018 76.828.737 64.306.037
Laba Sebelum Beban Pajak 77.5999.110 76.429.712 64.596.701
Laba Tahun Berjalan 60.643.808 60.425.048 51.408.207
Rasio Penting
31 Desember
Keterangan
2024 2023 2022
Capital Adequate Ratio (CAR) 26,63 27,27 25,51
Non Performing Loan Ratio (Gross) 2,78 2,95 2,67
Loan to Deposits Ratio (LDR) 88,85 84,73 78,82
Return On Asset (ROA) 3,06 3,24 3,79
Return On Equity (ROE) 19,01 19,95 19,53
Net Interest Margin (NIM) 7,74 7,95 7,85
Alamat Wali Amanat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Investment Services Division
Trust & Corporate Services Department
Gedung BRI II Lt.6
Jl. Jend.Sudirman Kav.44-46
Jakarta 10210 - Indonesia
Email : tcs_aet@bri.co.id
Tel. (021) 5758144 / 5752362
Faksimili: (021) 2510316 / 5752444
www.bri.co.id
133
Page 158
XIII. TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI
1. Pemesan Yang Berhak
Perorangan warga negara Indonesia dan perorangan warga negara asing dimanapun mereka
bertempat tinggal, serta lembaga/badan hukum Indonesia ataupun asing dimanapun mereka
berkedudukan.
2. Pemesanan Pembelian Obligasi
Pemesanan Pembelian Obligasi harus dilakukan sesuai dengan yang tercantum dalam Prospektus.
Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (“FPPO”) dapat diperoleh dari para Penjamin Emisi Obligasi
sebagaimana tercantum pada Bab XIV Prospektus mengenai Penyebarluasan Prospektus dan Formulir
Pemesanan Pembelian Obligasi. Pemesanan Pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan
FPPO yang dicetak untuk keperluan ini dan dikeluarkan oleh Penjamin Emisi Obligasi yang dibuat
dalam 5 (lima) rangkap. Pemesanan Pembelian Obligasi yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-
ketentuan tersebut di atas tidak akan dilayani.
3. Jumlah Minimum Pemesanan
Pemesanan Pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sebesar Rp5.000.000,- (lima juta
Rupiah) atau kelipatannya.
4. Masa Penawaran
Masa Penawaran Obligasi akan dilaksanakan selama 2 (dua) Hari Kerja, yaitu tanggal 2 Juli 2025
hingga 3 Juli 2025, sebagai berikut:
Masa Penawaran Umum Waktu Pemesanan
Hari ke-1: 2 Juli 2025 09.00 - 16.00 WIB
Hari ke-2: 3 Juli 2025 09.00 - 16.00 WIB
5. Pendaftaran
Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini didaftarkan pada PT Kustodian
Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI yang
ditandatangani antara Perseroan dengan KSEI. Dengan didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI maka
atas Obligasi yang ditawarkan berlaku ketentuan sebagai berikut:
a. Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk sertifikat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi
yang disimpan KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi akan didistribusikan dalam
bentuk elektronik yang diadministrasikan dalam Penitipan Kolektif KSEI. Obligasi hasil Penawaran
Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek pada tanggal 8 Juli 2025.
b. Konfirmasi Tertulis berarti konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam Rekening Efek
yang diterbitkan oleh KSEI, atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan rekening
efek dengan Pemegang Obligasi.
c. Pengalihan kepemilikan Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI,
Perusahaan Efek, atau Bank Kustodian yang selanjutnya akan dikonfirmasikan kepada Pemegang
Rekening.
134
Page 159
d. Pemegang Obligasi yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembayaran Bunga Obligasi,
pelunasan Pokok Obligasi, memberikan suara dalam RUPO, serta hak-hak lainnya yang melekat
pada Obligasi.
e. Pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi kepada pemegang Obligasi
dilaksanakan oleh Perseroan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran melalui Rekening Efek di
KSEI untuk selanjutnya diteruskan kepada pemilik manfaat (beneficial owner) yang menjadi
pemegang Rekening Efek di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian, sesuai dengan jadwal
pembayaran Bunga Obligasi maupun pelunasan pokok yang ditetapkan Perseroan dalam
Perjanjian Perwaliamanatan dan Perjanjian Agen Pembayaran. Perseroan melaksanakan
pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi berdasarkan data kepemilikan Obligasi
yang disampaikan oleh KSEI kepada Perseroan.
f. Hak untuk menghadiri RUPO dilaksanakan oleh pemilik manfaat Obligasi atau kuasanya dengan
membawa asli surat Konfirmasi Tertulis untuk RUPO yang diterbitkan oleh KSEI dan Obligasi yang
bersangkutan dibekukan sampai dengan berakhirnya RUPO .
g. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan Obligasi wajib menunjuk Perusahaan Efek atau
Bank Kustodian yang telah menjadi pemegang rekening di KSEI untuk menerima dan menyimpan
Obligasi yang didistribusikan oleh Perseroan.
6. Tempat Pengajuan Pemesanan Pembelian Obligasi
Pemesanan harus mengajukan FPPO selama jam kerja yang umum berlaku kepada Penjamin Emisi
Obligasi yang tercantum dalam Bab XIV Prospektus ini mengenai Penyebarluasan Prospektus dan
Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi.
7. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Obligasi
Para Penjamin Emisi Obligasi yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Obligasi akan
menyerahkan kembali kepada pemesan satu tembusan dari FPPO yang telah ditandatanganinya
sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi. Bukti tanda terima pemesanan pembelian
Obligasi ini bukan merupakan jaminan dipenuhinya pemesanan.
8. Penjatahan Obligasi
Apabila jumlah keseluruhan Obligasi yang dipesan melebihi jumlah Obligasi yang ditawarkan, maka
penjatahan akan ditentukan oleh kebijaksanaan masing-masing Penjamin Emisi Obligasi sesuai
dengan porsi penjaminannya masing-masing dengan persetujuan dan kebijaksanaan yang ditetapkan
oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Penjaminan
Emisi Obligasi dan Peraturan No. IX.A.7. Tanggal Penjatahan adalah tanggal 4 Juli 2025.
Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Obligasi dan terbukti bahwa Pihak tertentu mengajukan
pemesanan Obligasi melalui lebih dari 1 (satu) formulir pemesanan pada Penawaran Umum ini, baik
secara langsung maupun tidak langsung, maka untuk tujuan penjatahan Manajer Penjatahan hanya
dapat mengikutsertakan satu formulir pemesanan Obligasi yang pertama kali diajukan oleh pemesan
yang bersangkutan.
Penjamin Emisi Obligasi akan menyampaikan Laporan Hasil Penawaran Umum kepada OJK paling
lambat 5 (lima) hari kerja setelah tanggal penjatahan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.2 dan POJK
No. 36/2014.
Manajer Penjatahan, dalam hal ini adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, akan menyampaikan
Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada OJK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan
135
Page 160
dengan berpedoman pada Peraturan No. VIII.G.12 dan Peraturan No. IX.A.7, paling lambat 30 hari
setelah berakhirnya Penawaran Umum.
9. Pembayaran Pemesanan Pembelian Obligasi
Pemesan dapat segera melaksanakan pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai atau dengan
bilyet giro atau cek yang ditujukan kepada Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan atau kepada
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi:
Bank BRI Bank Permata Bank BCA Bank Mayapada
Cabang Bursa Efek Cabang Sudirman Cabang KH.M Mansyur International
Jakarta Jakarta No. Rekening: Cabang Menara
No. Rekening: No. Rekening: 179.303.0308 Topas
0671.01.000692.30.1 0701528328 PT Trimegah Sekuritas No. Rekening:
PT BRI Danareksa PT Indo Premier Indonesia Tbk 114.3000.4337
Sekuritas Sekuritas PT Mega Capital
Sekuritas
Jika pembayaran dilakukan dengan cek atau bilyet giro, maka cek atau bilyet giro yang bersangkutan
harus dapat diuangkan atau ditunaikan dengan segera selambat-lambatnya tanggal 7 Juli 2025 pukul
10:00 WIB (in good funds) pada rekening tersebut diatas. Semua biaya yang berkaitan dengan proses
pembayaran merupakan beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan jika persyaratan pembayaran
tidak dipenuhi.
10. Distribusi Obligasi Secara Elektronik
Distribusi Obligasi secara elektronik akan dilakukan pada tanggal 8 Juli 2025, Perseroan wajib
menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi untuk diserahkan kepada KSEI dan memberi instruksi kepada
KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di KSEI.
Dengan telah dilaksanakannya instruksi tersebut, maka pendistribusian Obligasi semata-mata menjadi
tanggung jawab Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan KSEI.
Segera setelah Obligasi diterima oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, selanjutnya Penjamin
Pelaksana Emisi Obligasi memberi instruksi kepada KSEI untuk mendistribusikan Obligasi ke dalam
Rekening Efek dari Penjamin Emisi Obligasi sesuai dengan bagian penjaminan masing-masing.
Dengan telah dilaksanakannya pendistribusian Obligasi kepada Penjamin Emisi Obligasi, maka
tanggung jawab pendistribusian Obligasi semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Emisi
Obligasi yang bersangkutan.
11. Penundaan atau Pembatalan Penawaran Umum Obligasi
Dalam jangka waktu sejak Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif sampai dengan berakhirnya masa
Penawaran Umum, Perseroan dapat menunda masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3
(tiga) bulan sejak Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif atau membatalkan Penawaran Umum
apabila terjadi kondisi-kondisi berikut:
(i) Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 1% selama 3 (tiga) Hari Bursa
berturut turut;
(ii) Bencana alam, perang, huru hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara signifikan
terhadap kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau
(iii) Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan.
Perseroan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Mengumumkan penundaan masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran Umum
Berkelanjutan dalam paling kurang satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai
136
Page 161
peredaran nasional paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah penundaan atau pembatalan tersebut.
Disamping kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga mengumumkan
informasi tersebut dalam media massa lainnya;
b. Menyampaikan informasi penundaan masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran
Umum berkelanjutan tersebut kepada OJK pada hari yang sama dengan pengumuman
sebagaimana dimaksud dalam poin a;
c. Menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam poin a kepada OJK paling
lambat 1 (satu) hari kerja setelah pengumuman dimaksud; dan
d. Perseroan yang menunda masa Penawaran Umum atau membatalkan Penawaran Umum
Berkelanjutan yang sedang dilakukan, dalam hal pesanan Efek telah dibayar maka Perseroan wajib
mengembalikan uang pemesanan Efek kepada pemesan paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak
keputusan penundaan atau pembatalan tersebut.
Dalam hal Penawaran Umum Obligasi ditunda karena alasan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,
dan akan memulai kembali Masa Penawaran Umum Obligasi berlaku ketentuan sebagai berikut:
a. dalam hal penundaan Masa Penawaran Umum Obligasi disebabkan oleh kondisi sebagaimana
dimaksud dalam poin (i) di atas, maka Perseroan wajib memulai kembali Masa Penawaran
Umum Obligasi paling lambat 8 (delapan) Hari Kerja setelah indeks harga saham gabungan di
Bursa Efek mengalami peningkatan paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari total penurunan
indeks harga saham gabungan yang menjadi dasar penundaan;
b. dalam hal indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami penurunan kembali
sebagaimana dimaksud dalam poin (i) di atas, maka Perseroan dapat melakukan kembali
penundaan Masa Penawaran Umum Obligasi;
c. wajib menyampaikan kepada OJK informasi mengenai jadwal Penawaran Umum Obligasi dan
informasi tambahan lainnya, termasuk informasi peristiwa material yang terjadi setelah
penundaan Masa Penawaran Umum Obligasi (jika ada) dan mengumumkannya dalam paling
kurang satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional
paling lambat 1 (satu) Hari Kerja sebelum dimulainya lagi Masa Penawaran Umum Obligasi.
Di samping kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga
mengumumkan dalam media massa lainnya;
d. wajib menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas
kepada OJK paling lambat 1 (satu) Hari Kerja setelah pengumuman dimaksud.
12. Pengembalian Uang Pemesanan
Dalam hal suatu pemesanan Obligasi ditolak sebagian atau seluruhnya, atau dalam hal terjadi
pembatalan Penawaran Umum, jika pesanan Obligasi sudah dibayar maka uang pemesanan harus
dikembalikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi/Penjamin Emisi Obligasi kepada para pemesan,
paling lambat 2 (dua) hari kerja sesudah tanggal penjatahan.
Dalam hal Pencatatan Obligasi di Bursa Efek tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) Hari
Kerja setelah Tanggal Distribusi karena persyaratan pencatatan tidak dipenuhi, Penawaran atas
Obligasi batal demi hukum dan pembayaran pesanan Obligasi dimaksud, wajib dikembalikan kepada
pemesan oleh Perseroan yang pengembalian pembayarannya melalui KSEI paling lambat 2 (dua) Hari
Kerja sejak batalnya Penawaran Umum.
Jika terjadi keterlambatan, maka Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi/Penjamin Emisi Obligasi atau
Perseroan yang menyebabkan terjadinya keterlambatan tersebut wajib membayar kepada para
pemesan untuk tiap hari keterlambatan denda sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat
Bunga Obligasi per tahun dihitung secara harian (berdasarkan jumlah Hari Kalender yang telah lewat
sampai dengan pelaksanaan pembayaran seluruh jumlah yang seharusnya dibayar ditambah denda),
dengan ketentuan (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan
adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.
137
Page 162
Apabila uang pengembalian pemesanan Obligasi sudah disediakan, akan tetapi pemesan tidak datang
untuk mengambilnya dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah pembatalan Penawaran Umum, maka
Perseroan dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin Emisi Obligasi tidak diwajibkan
membayar bunga dan/atau denda kepada para pemesan Obligasi.
Pengembalian uang pemesanan Obligasi dan pembayaran denda keterlambatan dapat dilakukan
dalam bentuk pemindahbukuan ke rekening atas nama pemesan atau melalui instrumen pembayaran
lainnya dalam bentuk cek atau surat pengembalian yang dapat diambil langsung oleh pemesan yang
bersangkutan pada Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dimana pemesanan diajukan dengan
menyerahkan bukti tanda terima pemesanan Obligasi.
13. Lain-lain
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berhak untuk menerima atau menolak Pemesanan Pembelian
Obligasi secara keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
138
Page 163
XIV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR
PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh pada kantor Penjamin
Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi dari tanggal 2 Juli 2025 hingga 3 Juli 2025
berikut ini:
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI
PT BRI Danareksa Sekuritas PT Indo Premier Sekuritas
Gedung BRI II, Lt. 23 Gedung Pacific Century Place, Lantai 16
Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 10210, Indonesia Jakarta 12190
Telepon: (021) 5091 4100 Telepon: (021) 5088 7168
Faksimili: (021) 2520 990 Faksimili: (021) 5088 7167
Email: debtcapitalmarket@brids.co.id Email: fixed.income@ipc.co.id
www.bridanareksasekuritas.co.id www.indopremier.com
PT Mega Capital Sekuritas PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Menara Bank Mega Lantai 2 Gedung Artha Graha Lt. 18-19
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12-14A Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12790 Jakarta 12190, Indonesia
Telepon: (021) 7917 5599 Telepon: (021) 2924 9088
Faksimili: (021) 7917 3900 Faksimili: (021) 2924 9150
Email: fit@megasekuritas.id Email: fit@trimegah.com
www.megasekuritas.id www.trimegah.com
139
Page 164
XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM
140
Page 165
141
Page 166
142
Page 167
143
Page 168
144
Page 169
145
Page 170
146
Page 171
147
Page 172
148
Page 173
149
Page 174
150
Page 175
151
Page 176
152
Page 177
153
Page 178
154
Page 179
155
Page 180
156
Page 181
XVI. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN
KEUANGAN PERSEROAN
157
Page 182
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
LAPORAN KEUANGAN/
FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER/DECEMBER 2024 DAN/AND 2023
158
Page 183
159
Page 184
160
Page 185
161
Page 186
162
Page 187
163
Page 188
164
Page 189
165
Page 190
166
Page 191
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
Notes 2024 2023
ASET ASSETS
Kas dan kas di bank 2c,2d,2q Cash on hand and
in banks
- Pihak ketiga 4 368,890 510,989 Third parties -
- Pihak berelasi 2s, 33 461 5,262 Related parties -
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing
bersih seteselah dikurangi receivables - net of
cadangan kerugian penurunan allowance for impairment
nilai sebesar Rp1.512.901 losses of Rp1,512,901
(2023: Rp1.440.449) 2c,2e,2h (2023: Rp1,440,449)
- Pihak ketiga 5 30,291,735 28,921,719 Third parties -
- Pihak berelasi 2s, 33 91,273 58,186 Related parties -
Piutang pembiayaan Murabahah Murabahah financing
bersih setelah dikurangi receivables - net of
cadangan kerugian penurunan allowance for impairment
nilai sebesar Rp55.667 losses of Rp55,667
(2023: Rp46.128) 2c,2e,2h (2023: Rp46,128)
- Pihak ketiga 6 1,680,199 1,339,613 Third parties -
Investasi bersih dalam sewa 2c,2f,2h Net investment in finance
pembiayaan 7 leases
- Pihak ketiga 254,076 274,650 Third parties -
Piutang pembiayaan penyalur Dealer financing receivables
kendaraan setelah dikurangi - net of allowance
nilai sebesar Rp3.686 of Rp3,686
(2023: Rp4.775) 2c,2e (2023: Rp4,775)
- Pihak ketiga 8 870,469 1,097,509 Third parties -
- Pihak berelasi 2s,33 55,654 43,427 Related parties -
Biaya dibayar dimuka 2i Prepaid expenses
- Pihak ketiga 9 11,690 10,493 Third parties -
- Pihak berelasi 2s,9,33 31,205 28,585 Related parties -
Uang muka 5,185 7,116 Advances
Piutang lain-lain 2c,2k Other receivables
- Pihak ketiga 12 827,331 327,482 Third parties -
- Pihak berelasi 2s,12,33 679,851 290,184 Related parties -
Aset derivatif 2c,2o,10 1,072,322 637,926 Derivative assets
Aset pajak tangguhan - bersih 2p,18c 137,982 73,829 Deferred tax assets - net
Fixed assets
Aset tetap - setelah dikurangi - net of accumulated
akumulasi penyusutan sebesar depreciation of
Rp448.273 Rp448,273
(2023: Rp395.047) 2j,3e,11 928,812 1,047,204 (2023: Rp395,047)
Aset lain-lain 2c Other assets
- Pihak ketiga 13 5,326 5,439 Third parties -
JUMLAH ASET 37,312,461 34,679,613 TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these
tidak terpisahkan dari laporan keuangan. financial statements.
Lampiran – 1/1 – Schedule
167
Page 192
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
Notes 2024 2023
LIABILITAS LIABILITIES
Utang penyalur kendaraan 2c Payable to dealers
- Pihak ketiga 2,111 3,713 Third parties -
- Pihak berelasi 2s,33 - 1,884 Related parties -
Liabilitas sewa pembiayaan 2u,3e 1,677 2,097 Financial lease liabilities
Utang lain-lain 2c Other payables
- Pihak ketiga 14 512,994 534,384 Third parties -
- Pihak berelasi 2s,14,33 429,133 240,495 Related parties -
Akrual 2c Accrued expenses
- Pihak ketiga 15 601,441 782,490 Third parties -
Surat berharga yang diterbitkan 2c,2m Securities issued
- Obligasi 17 4,356,420 3,136,572 Bonds -
Pinjaman 2c,2m,2q Borrowings
- Pihak ketiga 16 25,770,883 25,144,938 Third parties -
Liabilitas derivatif 2c,2o,10 96,370 44,111 Derivative liabilities
Utang pajak Taxes payable
- Pajak penghasilan 2p,18a 106,820 72,982 Corporate income tax -
- Pajak lain-lain 2p,18a 24,687 13,624 Other taxes -
Imbalan kerja 2l,3c,19 115,785 90,849 Employee benefits
Jumlah liabilitas 32,018,321 30,068,139 Total liabilities
EKUITAS EQUITY
Modal saham biasa - nilai nominal Share capital - par value of
Rp 1.000 per saham Rp 1,000 per share
(nilai penuh) (full amount)
- Modal dasar - 2.000.000.000 Authorised capital -
saham 2,000,000,000 shares
- Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid -
penuh 800.000.000 saham 20 800,000 800,000 800,000,000 shares
Saldo laba Retained earnings
- Cadangan wajib 21 88,000 80,000 Statutory reserves -
- Belum dicadangkan 4,331,227 3,562,800 Unappropriated -
Cadangan lindung Cash flow
nilai arus kas 2c,2o,10 74,913 168,674 hedge reserves
Jumlah ekuitas 5,294,140 4,611,474 Total equity
JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES
DAN EKUITAS 37,312,461 34,679,613 AND EQUITY
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these
tidak terpisahkan dari laporan keuangan. financial statements.
Lampiran – 1/2 – Schedule
168
Page 193
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND
KOMPREHENSIF LAIN COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
Notes 2024 2023
PENDAPATAN INCOME
Pembiayaan konsumen 2e,2n,22,33 3,543,129 3,195,256 Consumer financing
Marjin Murabahah 2e,2n,23 167,263 131,705 Murabahah margin
Sewa pembiayaan 2f,2n 24,721 22,085 Finance lease
Sewa operasi 2g,2n,24,33 202,411 172,585 Operating lease
Pembiayaan penyalur kendaraan 2e,2n,25,33 66,939 59,647 Dealer financing
Bunga bank 2n,2s 14,555 12,811 Interest income from banks
Lain-lain 26 323,476 254,448 Miscellaneous
Jumlah pendapatan 4,342,494 3,848,537 Total income
BEBAN EXPENSES
Beban bunga dan keuangan 2n,28 (1,830,153) (1,547,877) Interest and financing charges
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai 2e,2h,3b losses
- Piutang pembiayaan konsumen, Consumer financing -
piutang pembiayaan receivables, Murabahah
Murabahah dan piutang financing receivables
pembiayaan penyalur and dealer financing
kendaraan 5,6,7,8 (505,177) (584,150) receivables
- Lainnya 12,29 (230,159) (122,842) Others -
Beban usaha 2n,2s,27,33 (782,813) (714,690) Operating expenses
Laba selisih kurs - bersih 2q 992 73 Gain on foreign exchange - net
Jumlah beban (3,347,310) (2,969,486) Total expenses
LABA SEBELUM INCOME BEFORE
PAJAK PENGHASILAN 995,184 879,051 INCOME TAX
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2p,18b (214,287) (188,718) INCOME TAX EXPENSE
LABA BERSIH 780,897 690,333 NET INCOME
PENGHASILAN OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN: INCOME:
Pos-pos yang tidak akan Items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Remeasurements from -
- Pengukuran kembali atas post-employment benefit
liabilitas imbalan pasca kerja 19 (5,731) (391) obligations
- Pajak penghasilan terkait 2p,18c 1,261 86 Related income tax -
(4,470) (305)
Pos-pos yang akan Items that will be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
- Lindung nilai arus kas 2o (120,207) 178,279 Cash flow hedges -
- Pajak penghasilan terkait 2p,18c 26,446 (39,221) Related income tax -
(93,761) 139,058
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lain - setelah pajak (98,231) 138,753 income - net of tax
JUMLAH PENGHASILAN TOTAL COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF 682,666 829,086 INCOME
LABA PER SAHAM DASAR BASIC EARNINGS PER SHARE
(nilai penuh) 2r,30 976 863 (full amount)
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these
tidak terpisahkan dari laporan keuangan. financial statements.
Lampiran 169
– 2 – Schedule
Page 194
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Saldo laba/
Retained earnings Cadangan
lindung nilai
Cadangan arus kas/
wajib/ Belum Cash flow Jumlah
Catatan/ Modal saham/ Statutory dicadangkan/ hedging ekuitas/
Notes Share capital reserves Unappropriated reserves Total equity
Saldo pada tanggal Balance as at
1 Januari 2023 800,000 72,000 2,880,772 29,616 3,782,388 1 January 2023
Laba bersih tahun berjalan - - 690,333 - 690,333 Net income for the year
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lain: income:
Pengukuran kembali Remeasurements from
atas liabilitas imbalan post-employment benefit
pasca kerja 19 - - (391) - (391) obligations
Cadangan lindung nilai 2o - - - 178,279 178,279 Cash flow hedges
arus kas reserves
Beban pajak terkait 18c - - 86 (39,221) (39,135) Related tax effect
Jumlah pendapatan Total comprehensive
komprehensif - - 690,028 139,058 829,086 income
Tambahan cadangan Additional statutory
wajib 21 - 8,000 (8,000) - - reserves
Saldo pada tanggal Balance as at
31 Desember 2023 800,000 80,000 3,562,800 168,674 4,611,474 31 December 2023
Laba bersih tahun berjalan - - 780,897 - 780,897 Net income for the year
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lain: income:
Pengukuran kembali Remeasurements from
atas liabilitas imbalan post-employment benefit
pasca kerja 19 - - (5,731) - (5,731) obligations
Cadangan lindung nilai 2o Cash flow hedges
arus kas - - - (120,207) (120,207) reserves
Beban pajak terkait 18c - - 1,261 26,446 27,707 Related tax effect
Jumlah pendapatan Total comprehensive
komprehensif - - 776,427 (93,761) 682,666 income
Tambahan cadangan Additional statutory
wajib 21 - 8,000 (8,000) - - reserves
Saldo pada tanggal Balance as at
31 Desember 2024 800,000 88,000 4,331,227 74,913 5,294,140 31 December 2024
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of
tidak terpisahkan dari laporan keuangan. these financial statements.
Lampiran – 3 – Schedule
170
Page 195
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
Notes 2024 2023
Cash flows from
Arus kas dari aktivitas operasi operating activities
Penerimaan kas dari pelanggan: Cash received from customers:
- Pembiayaan konsumen 17,932,348 16,871,047 Consumer financing -
- Sewa pembiayaan 156,379 129,815 Finance lease -
- Sewa operasi 199,771 192,016 Operating lease -
- Pembiayaan penyalur kendaraan 16,473,956 14,139,426 Dealer financing -
- Pembiayaan Murabahah 924,112 684,875 Murabahah financing -
Bunga bank 14,555 12,811 Interest income from banks
Pendapatan denda dan penalti 26 150,522 124,127 Late charges and penalty income
Penerimaan dari piutang yang Recovery from written-off
telah dihapusbukukan 90,989 58,913 receivables
Lain-lain 739,519 198,550 Others
Jumlah 36,682,151 32,411,580 Total
Pengeluaran kas untuk: Cash disbursements for:
- Pembayaran kepada penyalur Payments to dealers and -
kendaraan dan premi asuransi (37,057,426) (35,466,959) insurance premium
- Beban usaha (642,883) (579,295) Operating expenses -
- Beban sewa (1,855) (3,635) Rent expenses -
- Beban bunga dan keuangan (1,939,322) (1,475,168) Interest and financing charges -
- Lain-lain (1,229) (652) Others -
Jumlah (39,642,715) (37,525,709) Total
Kas yang digunakan untuk Cash used in
aktivitas operasi (2,960,564) (5,114,129) operating activities
Beban pajak penghasilan (216,266) (203,384) Income tax expense
Arus kas bersih yang digunakan untuk Net cash flows used in
aktivitas operasi (3,176,830) (5,317,513) operating activities
Arus kas dari aktivitas investasi Cash flows from investing activities
Hasil penjualan aset tetap 11 223,800 99,709 Proceeds from sale of fixed assets
Pembelian aset tetap 11 (264,235) (597,227) Purchase of fixed assets
Arus kas bersih digunakan untuk Net cash flows used in
aktivitas investasi (40,435) (497,518) investing activities
Cash flows from
Arus kas dari aktivitas pendanaan financing activities
Penerimaan kas dari: Cash received from:
- Penerimaan pinjaman 39 39,921,980 36,934,115 Proceeds from borrowings -
- Penerimaan dari surat Proceeds from -
berharga yang diterbitkan 39 2,003,480 2,125,000 securities issued
Pengeluaran kas untuk: Cash disbursements for:
- Pembayaran pinjaman 39 (38,067,830) (32,305,392) Payment of borrowings -
- Pembayaran surat berharga
yang diterbitkan 39 (782,275) (1,019,150) Payment of securities issued -
- Biaya emisi surat berharga
yang diterbitkan (5,982) (8,272) Securities issuance cost -
Arus kas bersih diperoleh dari Net cash flows provided
aktivitas pendanaan 3,069,373 5,726,301 from financing activities
Penurunan bersih kas Net decrease in
dan kas di bank (147,892) (88,730) cash on hand and in banks
Penyesuaian atas selisih kurs Adjustments of foreign exchange
dari saldo kas 992 73 difference in cash
Cash on hand and in banks
Kas dan kas di bank dan and bank overdraft at the
cerukan pada awal tahun 4 516,251 604,908 beginning of the year
Kas dan kas di bank dan Cash on hand and in banks
cerukan pada akhir tahun and bank overdraft at the
4 369,351 516,251 of of the year
For the purpose of the
statement of cash flow,
Untuk tujuan laporan arus kas, cash on hand and in banks
kas dan kas di bank dan cerukan and bank overdraft at the end of
akhir tahun terdiri dari: the year comprise of the following:
Kas 4 2,103 1,042 Cash on hand
Kas di bank 4 375,454 515,209 Cash in banks
Cerukan 16 (8,206) - Bank overdraft
Jumlah 369,351 516,251 Total
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of
tidak terpisahkan dari laporan keuangan. these financial statements.
Lampiran – 4 – Schedule
171
Page 196
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION
a. Pendirian dan informasi umum a. Establishment and general information
PT Toyota Astra Financial Services PT Toyota Astra Financial Services (the
(“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta “Company”) was established based on the
Notaris Enimarya Agoes Suwarko, S.H., No. 30 Notarial Deed No. 30 of Enimarya Agoes
tanggal 15 April 1994 dengan nama PT KDLC Suwarko, S.H., dated 15 April 1994 under the
Bancbali Finance. Akta pendirian tersebut telah name of PT KDLC Bancbali Finance. The deed
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik of establishment was approved by the Ministry
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2- of Justice of the Republic of Indonesia in its
7949.HT.01.01.Th.94 tanggal 19 Mei 1994. Decision Letter No. C2-7949.HT.01.01.Th.94
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami dated 19 May 1994. The Company’s Articles of
beberapa kali perubahan, perubahan Association has been amended from time to
terakhir adalah berdasarkan Akta Notaris time, the latest by Notarial Deed of Gibson
Gibson Thomasyadi, S.H., M. Kn. No. 19 Thomasyadi, S.H., M. Kn., No. 19 dated 24
tanggal 24 Februari 2022 mengenai perubahan February 2022 concerning the changes in
Pasal 3 pada anggaran dasar. Akta ini telah Article 3 of articles of association. This Notarial
disetujui dan dicatat dalam sistem Administrasi Deed has been accepted and recorded in the
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak system administration of Legal Entity of the
Asasi Manusia Republik Indonesia pada Ministry of Law and Human Rights of the
tanggal 24 Februari 2022 dalam Surat Keputus Republic of Indonesia based on its Decision
an No.AHU-0014027.AH.01.02.TAHUN 2022. Letter No. AHU-0014027.AH.01.02.TAHUN
2022 dated 24 February 2022
Perseroan memperoleh izin usaha sebagai The Company obtained its license to operate as
lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan a financing company from the Ministry of
Republik Indonesia berdasarkan Surat Finance of the Republic of Indonesia based on
Keputusan Menteri Keuangan RI its Decision Letter No. 420/KMK.017/1994
No. 420/KMK.017/1994 tanggal 18 Agustus dated 18 August 1994. Currently, the Company
1994. Pada saat ini, Perseroan terutama is mainly engaged in consumer financing
bergerak dalam bidang pembiayaan activities. The Company started its commercial
konsumen. Perseroan mulai beroperasi secara operation in 1994
komersial pada tahun 1994.
Perseroan memperoleh izin untuk The Company obtained its license to operate in
melaksanakan kegiatan pembiayaan dengan sharia financing. This license has been
prinsip syariah yang telah diterima dan dicatat accepted and recorded in the administration of
dalam administrasi Otoritas Jasa Keuangan Financial Services Authority (“OJK”) Regulation
(“OJK”) melalui Keputusan Dewan Komisioner No. KEP-366/NB.223/2015. The Company also
OJK No. KEP-366/NB.223/2015. Perseroan has obtained a recommendation letter from
juga telah memperoleh surat rekomendasi dari National Sharia Board - Indonesia Ulama
Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Council on 1 November 2012.
Indonesia pada tanggal 1 November 2012.
Kantor pusat Perseroan berlokasi di Gedung The Company’s head office is domiciled in The
Perkantoran The Tower Lt. 8 & 9, Jl. Jend. Tower Office Building 8th & 9th Floor, Jl. Jend.
Gatot Subroto Kav. 12-13, Karet Semanggi, Gatot Subroto Kav. 12-13, Karet Semanggi,
Setiabudi, Jakarta Selatan 12930. Setiabudi, Jakarta Selatan 12930.
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan As at 31 December 2024, the Company has 40
memiliki 40 kantor cabang (2023: 40 kantor branch offices (2023: 40 branch offices)
cabang) (tidak diaudit). (unaudited).
Perseroan merupakan perusahaan ventura The Company is a joint venture company that is
bersama yang dikendalikan secara bersama jointly managed by PT Astra International Tbk
antara PT Astra International Tbk dan Toyota and Toyota Financial Services Corporation.
Financial Services Corporation.
Lampiran – 5/1 – Schedule
172
Page 197
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
b. Penawaran umum surat berharga Perseroan b. Public offering of the Company’s securities
issued
Sejak tahun 2007, Perseroan telah beberapa Since 2007, the Company has issued debt
kali menerbitkan surat berharga yang securities to the public through the Indonesian
ditawarkan kepada masyarakat melalui pasar capital market.
modal di Indonesia.
Sampai dengan 31 Desember 2024, surat Until 31 December 2024, bonds and Medium-
berharga yang diterbitkan oleh Perseroan Term Notes issued by the Company are as
adalah sebagai berikut: follows:
Surat berharga/ Tanggal penerbitan/ Pemeringkat/
Securities Wali amanat/Trustee Issue date Rating agency
Obligasi Yen Jepang - Samurai Bond/
Japanese Yen Bonds - Shogun Bonds
Obligasi Seri A/Bond Series A - 27 Juli/July 2007 -
Obligasi Seri B/Bond Series B - 27 Juli/July 2007 -
Medium Term Notes - Toyota Astra
Finance I/
Medium Term Notes - Toyota Astra
Finance I
Medium Term Notes Seri A/Medium Term - 23 Agustus/August 2010 -
Notes Series A
Medium Term Notes Seri B/Medium Term - 23 Agustus/August 2010 -
Notes Series B
Obligasi I/Bonds I
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 24 Juni/June 2011 PT Pefindo
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 24 Juni/June 2011 PT Pefindo
(Persero) Tbk
Obligasi Seri C/Bonds Series C PT Bank Rakyat Indonesia 24 Juni/June 2011 PT Pefindo
(Persero) Tbk
Obligasi II/Bonds II
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 30 Mei/May 2012 PT Pefindo
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 30 Mei/May 2012 PT Pefindo
(Persero) Tbk
Obligasi III/Bonds III
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 8 Mei/May 2013 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 8 Mei/May 2013 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri C/Bonds Series C PT Bank Rakyat Indonesia 8 Mei/May 2013 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I/
Continuance Bonds I Phase I
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 6 Feb/Feb 2014 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 6 Feb/Feb 2014 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan I Tahap II/
Continuance Bonds I Phase II
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 4 Juni/June 2015 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 4 Juni/June 2015 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan I Tahap III/
Continuance Bonds I Phase III
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 6 Nov/Nov 2015 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 6 Nov/Nov 2015 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan II Tahap I/
Continuance Bonds II Phase I
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 1 Juni/June 2016 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 1 Juni/June 2016 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan II Tahap II/
Continuance Bonds II Phase II
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 14 Feb/Feb 2017 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 14 Feb/Feb 2017 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan III Tahap I/
Continuance Bonds III Phase I
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 19 Mei/May 2020 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 19 Mei/May 2020 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Lampiran – 5/2 – Schedule
173
Page 198
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
b. Penawaran umum surat berharga b. Public offering of the Company’s securities
Perseroan (lanjutan) issued (continued)
Sampai dengan 31 Desember 2024, surat Until 31 December 2024, bonds and Medium-
berharga yang diterbitkan oleh Perseroan Term Notes issued by the Company are as
adalah sebagai berikut: (lanjutan) follows: (continued)
Surat berharga/ Tanggal penerbitan/ Pemeringkat/
Securities Wali amanat/Trustee Issue date Rating agency
Obligasi Berkelanjutan III Tahap II/
Continuance Bonds III Phase II
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 23 Feb/Feb 2022 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 23 Feb/Feb 2022 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I/
Continuance Bonds IV Phase I
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 11 Jul/Jul 2023 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 11 Jul/Jul 2023 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri C/Bonds Series C PT Bank Rakyat Indonesia 11 Jul/Jul 2023 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II/
Continuance Bonds IV Phase II
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 3 Okt/Oct 2023 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 3 Okt/Oct 2023 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III/
Continuance Bonds IV Phase III
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 10 Jul/Jul 2024 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 10 Jul/Jul 2024 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri C/Bonds Series C PT Bank Rakyat Indonesia 10 Jul/Jul 2024 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV/
Continuance Bonds IV Phase IV
Obligasi Seri A/Bonds Series A PT Bank Rakyat Indonesia 22 Nov/Nov 2024 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Seri B/Bonds Series B PT Bank Rakyat Indonesia 22 Nov/Nov 2024 PT Fitch Rating Indonesia
(Persero) Tbk
Obligasi Dolar AS - Shogun Bond/
USD Bonds - Shogun Bonds
Obligasi Seri I - SMBC/ - 4 Feb/Feb 2014 -
Bond Series I - SMBC
Obligasi Seri II - MUFG/ - 17 Des/Dec 2014 -
Bond Series II - MUFG
Obligasi Seri III - SMBC/ - 20 Jan/Jan 2015 -
Bond Series III - SMBC
Obligasi Seri IV - SMBC/ - 2 Feb/Feb 2015 -
Bond Series IV - SMBC
Obligasi Seri V - MUFG/ - 30 Mar/Mar 2016 -
Bond Series V - MUFG
c. Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit c. Board of Commissioners, Directors and Audit
Committee
Susunan Dewan Komisaris, Direksi, Komite The members of the Company’s Board of
Audit dan Dewan Pengawas Syariah Perseroan Commissioners, Directors, Audit Committee and
adalah sebagai berikut: Sharia Supervisory Board are as follows:
31 Desember/December 31 Desember/December
2024 2023
Dewan Komisaris: Board of Commissioners:
Presiden Komisaris Hao Quoc Tien Hao Quoc Tien President Commissioner
Wakil Presiden Komisaris Rudy Rudy Vice President Commissioner
Komisaris Independen Regina Okhtory Sucianto* Lindawati Gani Independent Commissioner
Direksi: Directors:
Presiden Direktur Agust Prayitno Wirawan Agus Prayitno Wirawan President Director
Wakil Presiden Direktur Tomohei Matsushita Tomohei Matsushita Vice President Director
Direktur Pemasaran Budi Setiawan Budi Setiawan Marketing Director
Direktur Operasional Tan Justin Darsono Tan Justin Darsono Operation Director
Direktur Keuangan Yoshiyuki Hiramine Yoshiyuki Hiramine Finance Director
Direktur Risiko Tomohei Matsushita Tomohei Matsushita Risk Director
Lampiran – 5/3 – Schedule
174
Page 199
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
c. Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit c. Board of Commissioners, Directors and Audit
(lanjutan) Committee (continued)
Susunan Dewan Komisaris, Direksi, Komite The members of the Company’s Board of
Audit dan Dewan Pengawas Syariah Perseroan Commissioners, Directors, Audit Committee and
adalah sebagai berikut: (lanjutan) Sharia Supervisory Board are as follows:
(continued)
31 Desember/December 31 Desember/December
2024 2023
Komite Audit: Audit Committee:
Ketua Regina Okthory Sucianto* Lindawati Gani Chairman
Anggota Buntoro Muljono** Juliani Eliza Syaftari Member
Anggota R. Nunu Soetjahja Noegroho*** Gede Harja Wasistha Member
Dewan Pengawas Syariah: Sharia Supervisory Board:
Ketua Hasanudin Hasanudin Chairman
Anggota Basri Bermanda Basri Bermanda Member
Anggota Siti Ma’rifah Siti Ma’rifah Member
Kepala Audit Internal Renny Wati Renny Wati Head of Internal Audit
Sekretaris Perseroan Aryani Sri Hartati Aryani Sri Hartati Corporate Secretary
* Regina Okthory Sucianto telah efektif diangkat sebagai * Regina Okthory Sucianto’s has been effectively
Komisaris Independen Perseroan berdasarkan Akta appointed as Independent Commissioner based on
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Deed of General Meeting of Shareholders
(RUPS) No. 14 tanggal 8 Oktober 2024 dari Notaris Resolution No. 14 dated 8 October 2024 of Notary
Esther Pascalia Ery Jovina, S.H., M.Kn. Esther Pascalia Ery Jovina, S.H., M.Kn.
** Buntoro Muljono telah efektif diangkat sebagai Anggota ** Buntoro Muljono has been effectively appointed as a
Komite Audit berdasarkan Rapat Umum Resolusi Member of the Audit Committee based on the General
Dewan Komisaris No. 007CommApp/Leg/IV/2024. Meeting of the Board of Commissioners' Resolution
No.007CommApp/Leg/IV/2024.
*** R. Nunu Soetjahja Noegroho telah efektif diangkat *** R. Nunu Soetjahja Noegroho has been effectively
sebagai Anggota Komite Audit berdasarkan Rapat appointed as a Member of the Audit Committee based
Umum Resolusi Dewan Komisaris No. on the General Meeting of the Board of Commissioners'
007CommApp/Leg/IV/2024. Resolution No.007CommApp/Leg/IV/2024.
Lihat Catatan 33 untuk rincian jumlah gaji dan Refer to Note 33 for details of total salaries and
tunjangan Dewan Komisaris dan Direksi untuk allowances to the Board of Commissioners and
tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 Directors for the years ended 31 December 2024
dan 2023. and 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan As at 31 December 2024, the Company had
mempunyai 1.392 karyawan (2023: 1.390 1,392 employees (2023: 1,390 employees)
karyawan) (tidak diaudit). (unaudited).
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL INFORMATION
Laporan keuangan Perseroan diotorisasi oleh The Company’s financial statements were
Direksi pada tanggal 20 Februari 2025. authorised by the Board of Directors on 20 February
2025.
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam The principal accounting policies adopted in the
penyusunan laporan keuangan adalah seperti preparation of these financial statements are set out
dijabarkan di bawah ini: below:
a. Dasar penyusunan laporan keuangan a. Basis of preparation of financial statements
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan The financial statements have been prepared
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di and presented in accordance with the
Indonesia yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesian Financial Accounting Standards
Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang issued by the Indonesian Institute of
“Penyajian dan Pengungkapan Laporan Accountants and Regulation No. VIII.G.7
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”. regarding "Presentation and Disclosure of
Financial Statements of Issuers or Public
Company”.
Lampiran – 5/4 – Schedule
175
Page 200
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
a. Dasar penyusunan laporan keuangan a. Basis of preparation of financial statements
(lanjutan) (continued)
Laporan keuangan disusun berdasarkan harga The financial statements have been prepared
perolehan, kecuali untuk aset dan liabilitas under the historical cost, except for financial
keuangan yang ditetapkan dan efektif sebagai assets and liabilities designated and effective
instrumen lindung nilai, yang diukur as hedging instruments, which have been
berdasarkan nilai wajar. Laporan keuangan measured at fair value. The financial
disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual, statements are prepared under the accrual
kecuali laporan arus kas. basis of accounting, except for the statements
of cash flows.
Laporan arus kas disusun dengan The statements of cash flows are prepared
menggunakan metode langsung dan arus kas based on the direct method by classifying cash
dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi, flows on the basis of operating, investing and
investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan financing activities. For the purpose of the
arus kas, kas dan kas di bank mencakup kas statements of cash flows, cash on hand and in
dan kas di bank, investasi likuid jangka pendek bank include cash on hand and cash in banks,
lainnya dengan yang jatuh tempo dalam waktu other short-term highly liquid investments with
tiga bulan atau kurang yang tidak dibatasi original maturities of three months or less which
penggunaannya dan tidak digunakan sebagai are not restricted and pledged as collateral of
jaminan pinjaman, setelah dikurangi cerukan. any borrowings, net of overdraft. In the
Pada laporan posisi keuangan, cerukan statement of financial position, bank overdrafts
disajikan bersama dengan pinjaman dalam are shown with borrowings in current liabilities.
liabilitas jangka pendek.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, Figures in the financial statements are rounded
kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan to and expressed in millions of Rupiah, unless
menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah otherwise stated.
yang terdekat.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan The preparation of financial statements in
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia conformity with Indonesian Financial
mengharuskan penggunaan estimasi dan Accounting Standards requires the use of
asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan certain critical accounting estimates and
Manajemen untuk membuat pertimbangan assumptions. It also requires Management to
dalam proses penerapan kebijakan akuntansi exercise its judgement in the process of
Perseroan. Area yang kompleks atau applying the Company’s accounting policies.
memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih The areas involving a higher degree of
tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi judgement or complexity, or areas where
dapat berdampak signifikan terhadap laporan assumptions and estimates are significant to
keuangan diungkapkan di Catatan 3. the financial statements are disclosed in Note 3.
b. Perubahan kebijakan akuntansi b. Changes in accounting policies
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Financial Accounting Standard Board of
Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah Indonesia Institute of Accountants (DSAK-IAI)
menetapkan PSAK dan Interpretasi Standar has set SFAS and Interpretation of SFAS (IFAS)
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang berlaku which are effective as at 1 January 2024 as
efektif pada tanggal 1 Januari 2024 sebagai follows:
sebagai berikut:
- Kerangka Standar Pelaporan Keuangan - Indonesia Financial Reporting Standard
Indonesia ("KSPKI") dan perubahan Framework ("KSPKI") and amendments to
nomor PSAK dan ISAK dalam Standar SFAS and IFAS number, are effective on 1
Akuntansi Keuangan Indonesia January 2024. KSPKI regulate the SFAS
(sebelumnya Standar Akuntansi pillars, criteria and shifting between pillars
Keuangan), berlaku efektif tanggal 1 that apply in Indonesia, while amendments
Januari 2024. KSPKI mengatur pilar SAK to SFAS and IFAS number determine the
yang berlaku di Indonesia, kriteria, dan number for SFAS and IFAS which refering
perpindahan antar pilar SAK, sedangkan to IFRS Accounting Standards, local
perubahan nomor mengatur ketentuan accounting standards, and sharia
penomoran PSAK dan ISAK yang accounting standards;
mengacu pada IFRS Accounting
Standards, standar akuntansi lokal, dan
standar akuntasi syariah;
Lampiran – 5/5 – Schedule
176
Page 201
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting policies (continued)
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Financial Accounting Standard Board of
Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah Indonesia Institute of Accountants (DSAK-IAI)
menetapkan PSAK dan Interpretasi Standar has set SFAS and Interpretation of SFAS (IFAS)
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang berlaku which are effective as at 1 January 2024 as
efektif pada tanggal 1 Januari 2024 sebagai follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
- Amendemen PSAK 116: “Sewa” terkait - Amendment of SFAS 116: “Leases”
liabilitas sewa pada transaksi jual dan regarding lease liabilities in sale-and-
sewa-balik; lease back transactions;
- Amendemen PSAK 201: “Penyajian - Amendment of SFAS 201: “Presentation of
Laporan Keuangan” terkait liabilitas jangka Financial Statements” regarding long- term
panjang dengan kovenan; liabilities with the covenant;
- Amendemen PSAK 207 dan PSAK 107 - Amendments of SFAS 207 and SFAS 107
terkait “Pengaturan Pembiayaan “Supplier Finance Arrangements”; and
Pemasok”; dan
- Amendemen PSAK 409: “Akuntansi Zakat, - Amendments of SFAS 409 “Accounting of
Infak, dan Sedekah” dan PSAK 401: Zakat, Infak, and Sedekah” and SFAS 401
“Penyajian Laporan Keuangan Syariah”. “Sharia Financial Statement”.
Implementasi dari standar-standar tersebut The implementation of the above standards did
tidak menghasilkan perubahan substansial not result in substantial changes to the
terhadap kebijakan akuntansi Perseroan dan Company’s accounting policies and had no
tidak memiliki dampak yang material terhadap material impact to the financial statements for
laporan keuangan di tahun berjalan atau tahun current year or prior financial years.
sebelumnya.
c. Aset dan liabilitas keuangan c. Financial assets and liabilities
Perseroan mengklasifikasikan instrumen The Company classifies its financial
keuangan dalam bentuk aset keuangan dan instruments into financial assets and financial
kewajiban keuangan. liabilities.
Perseroan mengklasifikasikan aset The Company classifies its financial assets into
keuangannya dalam kategori pengukuran aset measurement categories of those to be
keuangan yang diukur pada biaya perolehan measured at amortised cost and subsequently
diamortisasi dan yang diukur pada nilai wajar at fair value (through other comprehensive
(melalui penghasilan komprehensif lain). income). The Company has hedging
Perseroan memiliki instrumen lindung nilai atas instruments in cash flow hedges (refer to
arus kas (lihat Catatan 2o). Klasifikasi ini Note 2o). The classification depends on the
tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan purpose for which the financial assets were
tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi acquired. Management determines the
aset keuangan tersebut pada saat awal classification of its financial assets at initial
pengakuannya. recognition.
Aset keuangan Financial assets
Sesuai dengan PSAK 109, terdapat tiga In accordance with SFAS 109, there are three
klasifikasi pengukuran aset keuangan: measurement classifications for financial
assets:
i. Biaya perolehan diamortisasi; i. Amortised cost;
ii. Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi ii. Fair value through profit or loss (“FVTPL”);
(“FVTPL”);
iii. Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan iii. Fair value through other comprehensive
komprehensif lain (“FVOCI”). income (“FVOCI”).
Aset keuangan diklasifikasikan menjadi kategori Financial assets are classified into these
tersebut di atas berdasarkan model bisnis di categories based on the business model within
mana aset keuangan tersebut dimiliki dan which they are held and their contractual cash
karakteristik arus kas kontraktualnya. Model flow characteristics. The business model
bisnis merefleksikan bagaimana kelompok aset reflects how groups of financial assets are
keuangan dikelola untuk mencapai tujuan bisnis managed to achieve a particular business
tertentu. objective.
Lampiran – 5/6 – Schedule
177
Page 202
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
(i) Aset keuangan dengan biaya perolehan (i) Financial assets at amortised costs
diamortisasi
Aset keuangan dapat diukur dengan biaya A financial asset is measured at amortised
perolehan diamortisasi hanya jika cost only if it meets both of the following
memenuhi kedua kondisi berikut dan tidak conditions and it is not designated as at
ditetapkan sebagai FVTPL: FVTPL:
- Aset keuangan dikelola dalam model - The financial assets is held within a
bisnis yang bertujuan untuk memiliki business model whose objective is to
aset keuangan untuk tujuan hold the asset to collect contractual
mendapatkan arus kas kontraktual cash flows (held to collect); and
(held to collect); dan
- Kriteria kontraktual dari aset keuangan - Its contractual terms give rise on
yang pada tanggal tertentu specified dates to cash flows that are
menghasilkan arus kas yang solely payments of principal and
merupakan pembayaran pokok dan interest (“SPPI”) on the principal
bunga semata (“SPPI”) dari jumlah amount outstanding.
pokok terutang.
(ii) Aset keuangan pada nilai wajar melalui (ii) Financial assets at other comprehensive
penghasilan komprehensif lain income
Suatu instrumen utang diukur pada A debt instrument measured at FVOCI only
FVOCI, hanya jika memenuhi kedua if it meets both of the following conditions
kondisi berikut dan tidak ditetapkan and is not designated as at FVTPL:
sebagai FVTPL:
- Aset keuangan dikelola dalam model - The financial asset is held within a
bisnis yang tujuan tercapai dengan business model whose objective is
mendapatkan arus kas kontraktual achieved by both collecting contractual
dan menjual aset keuangan (held to cash flows and selling the financial
collect and sell); dan asset (held to collect and sell); and
- Kriteria kontraktual dari aset keuangan - Its contractual terms give rise on
yang pada tanggal tertentu specified dates to cash flows that are
menghasilkan arus kas yang solely payments of principal and
merupakan pembayaran pokok dan interest on the principal amount
bunga semata dari jumlah pokok outstanding.
terutang.
Seluruh aset keuangan yang tidak All financial assets not classified as
diklasifikasikan sebagai diukur dengan measured at amortised cost or FVOCI as
biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI described above are measured at FVTPL.
sebagaimana ketentuan di atas diukur
dengan FVTPL.
Aset dapat dijual dari portofolio hold to Assets may be sold out of hold to collect
collect ketika terdapat peningkatan risiko portfolios where there is an increase in
kredit. Penghentian untuk alasan lain credit risk. Disposals for other reasons are
diperbolehkan namun jumlah penjualan permitted but such sales should be
tersebut harus tidak signifikan jumlahnya insignificant in value or infrequent in nature.
atau tidak sering.
Laba rugi yang belum direalisasi atas aset Unrealised gains or losses of financial
keuangan yang diklasifikasikan sebagai assets held at FVOCI deferred in other
FVOCI ditangguhkan di pendapatan comprehensive income until the asset is
komprehensif lain sampai aset tersebut derecognised.
dihentikan.
Aset keuangan dapat ditetapkan sebagai Financial assets may be designated at
FVTPL hanya jika ini dapat mengeliminasi FVTPL only if doing so eliminates or
atau mengurangi accounting mismatch. reduces accounting mismatch.
Lampiran – 5/7 – Schedule
178
Page 203
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
(iii) Penilaian apakah arus kas kontraktual (iii) Assessment of whether contractual cash
hanya merupakan SPPI semata flows are solely SPPI
Untuk tujuan penilaian ini, 'pokok' For the purposes of this assessment,
didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset ‘principal’ is defined as the fair value of the
keuangan pada pengakuan awal. 'Bunga' financial asset on initial recognition.
didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai ‘Interest’ is defined as consideration for the
waktu atas uang dan untuk risiko kredit time value of money and for the credit risk
yang terkait dengan jumlah pokok yang associated with the principal amount
terutang selama periode waktu tertentu outstanding during a particular period of
dan untuk risiko dan biaya pinjaman dasar time and for other basic lending risks and
lainnya (misalnya risiko likuiditas dan costs (e.g. liquidity risk and administrative
biaya administrasi), serta marjin costs), as well as profit margin.
keuntungan.
Dalam menilai apakah arus kas In assessing whether the contractual cash
kontraktual adalah SPPI, Perseroan flows are SPPI, the Company considers the
mempertimbangkan ketentuan kontraktual contractual terms of the instrument. This
instrumen tersebut. Hal ini termasuk includes assessing whether the financial
menilai apakah aset keuangan asset contains a contractual term that could
mengandung ketentuan kontraktual yang change the timing or amount of contractual
dapat mengubah waktu atau jumlah arus cash flows such that it would not meet this
kas kontraktual sehingga tidak memenuhi condition. In making the assessment, the
kondisi ini. Dalam melakukan penilaian, Company considers:
Perseroan mempertimbangkan:
- Kejadian kontinjensi yang akan - Contingent events that would change
mengubah jumlah dan waktu arus kas; the amount and timing of cash flows;
- Fitur leverage; - Leverage features;
- Persyaratan pelunasan dipercepat - Prepayment and extension terms;
dan perpanjangan fasilitas;
- Ketentuan yang membatasi klaim - Terms that limit the Company’s claim
Perseroan atas arus kas dari aset to cash flows from specified assets
tertentu (seperti pinjaman non- (e.g. non-recourse loans); and
recourse); dan
- Fitur yang memodifikasi imbalan dari - Features that modify consideration of
nilai waktu atas uang (seperti the time value of money (e.g.
penetapan ulang suku bunga berkala). periodical reset of interest rates).
(iv) Penilaian model bisnis (iv) Business model assessment
Model bisnis mengacu pada bagaimana Business model refers to how financial
aset keuangan dikelola bersama untuk assets are managed together to generate
menghasilkan arus kas untuk Perseroan. cash flows for the Company. This may be
Arus kas mungkin dihasilkan dengan collecting contractual cash flows, selling
menerima arus kas kontraktual, menjual financial assets or both. Business models
aset keuangan atau keduanya. Model are determined at a level of aggregation
bisnis ditentukan pada tingkat agregasi di where groups of assets are managed
mana kelompok aset dikelola bersama together to achieve a particular objective
untuk mencapai tujuan tertentu dan tidak and do not depend on Management's
bergantung pada niat Manajemen pada intentions for individual instruments.
instrumen individual.
Lampiran – 5/8 – Schedule
179
Page 204
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
(iv) Penilaian model bisnis (lanjutan) (iv) Business model assessment (continued)
Perseroan menilai model bisnis pada aset The Company assesses the business
keuangan setidaknya pada tingkat lini model of financial assets at least at
bisnis atau pada di mana terdapat variasi business line level or where there are
mandat/tujuan dalam lini bisnis, pada lini varying mandates or objectives within a
bisnis produk atau pada tingkat desk yang business line, at a more granular product
lebih granular (misalnya sub-portofolio business line or desk level (i.e. sub-
atau sub-lini bisnis). portfolios or sub-business lines).
Penentuan model bisnis dilakukan dengan Business model determinations are made
mempertimbangkan semua bukti relevan considering all relevant evidence that is
yang tersedia pada tanggal penilaian. Ini available at the date of the assessment.
termasuk, tetapi tidak terbatas pada: This includes, but is not limited to:
- bagaimana kinerja bisnis dan aset - how the performance of the business
keuangan yang ada di dalam unit bisnis and the financial assets held within that
itu dievaluasi dan dilaporkan kepada business unit are evaluated and
manajemen. Tingkat pemisahan yang reported to management. The level of
diidentifikasi untuk klasifikasi PSAK segregation identified for SFAS 109
109 harus konsisten dengan classification should be consistent with
bagaimana portofolio aset dipisahkan how asset portfolios are segregated and
dan dilaporkan kepada manajemen; reported to senior management;
- risiko yang memengaruhi kinerja unit - the risks that affect the performance of
bisnis dan aset keuangan yang dimiliki the business unit and the financial
dalam unit bisnis itu dan khususnya assets held within that business unit and
bagaimana risiko itu dikelola; dan in particular the way those risks are
managed; and
- bagaimana manajer unit bisnis - how managers of the business unit are
dikompensasi (misalnya, apakah compensated (for example, whether the
kompensasi didasarkan pada nilai compensation is based on the fair value
wajar dari aset yang dikelola atau pada of the assets managed or on the
arus kas kontraktual yang contractual cash flows collected).
dikumpulkan).
Penentuan model bisnis dilakukan Business model determinations are made
berdasarkan skenario yang diperkirakan on the basis of scenarios that the Company
akan terjadi oleh Perseroan dan tidak reasonably expects to occur and not under
dalam kondisi sangat tertekan atau 'kondisi highly stressed or 'worst case' conditions.
terburuk'. Jika aset dijual dalam kondisi Where assets are disposed of under
yang tidak diharapkan oleh Perseroan conditions that the Company did not
untuk berlaku ketika aset diakui, klasifikasi reasonably expect to prevail when the
aset keuangan yang ada dalam portofolio assets were recognised, the classification
tidak disajikan secara tidak akurat, tetapi of existing financial assets in the portfolio
kondisi tersebut harus dipertimbangkan are not rendered inaccurate but the
untuk aset yang diperoleh di masa conditions in question should be considered
mendatang. for any assets acquired going forward.
Pemilihan model operasi dalam PSAK 109 The Targeting Operating Model in SFAS
dirancang sedemikian rupa sehingga 109 is designed such that accounting for
akuntansi untuk instrumen di FVTPL instruments at FVTPL is a conscious
adalah pilihan yang tepat. choice.
Lampiran – 5/9 – Schedule
180
Page 205
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
(iv) Penilaian model bisnis (lanjutan) (iv) Business model assessment (continued)
Perubahan pada model bisnis atau Changes to business models or the
pengenalan model bisnis baru ditentukan introduction of new business models are
melalui proses persetujuan unit bisnis determined through the new business unit
baru. approval process.
Perseroan dapat mereklasifikasi seluruh The Company can reclassify all of its
aset keuangan yang terpengaruh jika dan financial assets when and only, its business
hanya jika, model bisnis untuk pengelolaan model for managing those financial assets
aset keuangan berubah. changes.
(v) Pengakuan (v) Recognition
Perseroan menggunakan tanggal The Company uses trade date accounting
transaksi untuk kontrak reguler ketika for regular contracts when recording
mencatat transaksi aset keuangan. financial assets transactions. The
Pengukuran aset keuangan dan liabilitas subsequent measurement of financial
keuangan setelah pengakuan awal assets and financial liabilities depends on
tergantung pada klasifikasi aset keuangan their classification.
dan liabilitas keuangan tersebut.
(vi) Penurunan nilai aset keuangan (vi) Impairment of financial assets
PSAK 109 mengharuskan cadangan SFAS 109 requires a loss allowance to be
kerugian diakui sebesar kerugian kredit recognised at an amount equal to either
ekspektasian 12 bulan (“ECL”) atau 12 month expected credit losses (“ECL”) or
kerugian kredit ekspektasian sepanjang lifetime ECLs. Lifetime ECLs are the ECLs
umur aset keuangan (lifetime ECL). that resulted from all possible default
Lifetime ECL adalah kerugian kredit events over the expected life of a financial
ekspektasian yang berasal dari semua instrument, whereas 12-month ECLs are
kemungkinan kejadian gagal bayar the portion of ECLs that result from default
sepanjang umur ekspektasian suatu events that are possible within the
instrumen keuangan, sedangkan ECL 12 months after reporting date.
12 bulan adalah porsi dari kerugian kredit
ekspektasian yang berasal dari
kemungkinan kejadian gagal bayar dalam
12 bulan setelah tanggal pelaporan.
ECL diakui untuk seluruh instrumen utang ECL is recognised for all financial debt
keuangan, komitmen pinjaman dan instruments, loan commitments and
jaminan keuangan yang diklasifikasikan financial guarantees that are classified as
sebagai bagian untuk ditahan/bagian hold to collect/hold to collect and sell and
untuk ditahan dan dijual (hold to have cash flows that are solely payments of
collect/hold to collect and sell) dan memiliki principal and interest. Expected credit
arus kas SPPI. Kerugian kredit losses are not recognised for equity
ekspektasian tidak diakui untuk instrumen instruments designated at FVOCI.
ekuitas yang ditetapkan sebagai FVOCI.
Lampiran – 5/10 – Schedule
181
Page 206
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
(vi) Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) (vi) Impairment of financial assets
(continued)
Perseroan menggunakan model yang The Company primarily uses sophisticated
kompleks yang menggunakan matriks models that utilise the probability of default
kemungkinan gagal bayar atau probability (“PD”), estimated losses in the event of
of default (“PD”), estimasi kerugian jika default, and exposure at default (“EAD”)
terjadi gagal bayar dan eksposur saat metrics, discounted using the effective
gagal bayar atau exposure at default interest rate.
(“EAD”), yang didiskontokan
menggunakan suku bunga efektif.
a. Kemungkinan Gagal Bayar (“PD”) a. Probability of Default (“PD”)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu The probability at a point in time that a
di mana terdapat kemungkinan gagal counterparty will default, calibrated
bayar, dikalibrasikan sampai dengan over up to 12 months from the reporting
periode 12 bulan dari tanggal laporan date (Stage 1) or over the lifetime of the
(Stage 1) atau sepanjang umur product (Stage 2 and 3) and
(Stage 2 dan 3) dan digabungkan pada incorporating the impact of forward-
dampak asumsi ekonomi masa depan looking economic assumptions that
yang memiliki risiko kredit. PD have an effect on credit risk. PD is
diestimasikan pada point in time di estimated at a point in time that means
mana hal ini berfluktuasi sejalan it will fluctuate in line with the economic
dengan siklus ekonomi. cycle.
b. Estimasi Kerugian Jika Terjadi Gagal b. Estimated Losses in the Event of
Bayar Default
Kerugian yang diperkirakan akan The loss that is expected to arise on
timbul dari konsumen yang mengalami default, incorporating the impact of
gagal bayar dengan menggabungkan relevant forward looking economic
dampak dari asumsi ekonomi masa assumptions (if any), which represents
depan yang relevan (jika ada) di mana the difference between the contractual
hal ini mewakili perbedaan antara arus cash flows due and those that the
kas kontraktual yang akan jatuh tempo Company expects to receive. The
dengan arus kas yang diharapkan Company estimates losses in the event
untuk diterima. Perseroan of default based on the historical
mengestimasikan kerugian jika terjadi recovery rates and considers the
gagal bayar berdasarkan data historis recovery of any cash in from receivable
dari tingkat pemulihan dan paid that is integral to the financial
memperhitungkan pemulihan yang assets, taking into account forward
berasal dari kas masuk atas looking economic assumptions if
pembayaran piutang dengan relevant.
mempertimbangkan asumsi ekonomi
di masa depan jika relevan.
c. Eksposur Saat Gagal Bayar (“EAD”) c. Exposure at Default (“EAD”)
Perkiraan nilai eksposur neraca pada The expected balance sheet exposure
saat gagal bayar dengan at the time of default, taking into
mempertimbangkan bahwa account that expected change in
perubahan ekspektasi yang exposure over the lifetime of the
diharapkan selama masa eksposur. exposure.
Lampiran – 5/11 – Schedule
182
Page 207
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan 12 month expected credit losses
(Tahap 1) (Stage 1)
Kerugian kredit ekspektasian diakui pada saat Expected credit losses are recognised at the
pengakuan awal instrumen keuangan dan time of initial recognition of a financial
merepresentasikan kekurangan kas sepanjang instrument and represent the lifetime cash
umur aset yang timbul dari kemungkinan gagal shortfalls arising from possible default events
bayar di masa yang akan datang dalam kurun up to twelve months into the future from the
waktu dua belas bulan sejak tanggal pelaporan. reporting date. Expected credit losses continue
Kerugian kredit ekspektasian terus ditentukan to be determined on this basis until there is
oleh dasar ini sampai timbul peningkatan risiko either a significant increase in the credit risk of
kredit yang signifikan pada instrumen tersebut an instrument or the instrument becomes
atau instrumen tersebut telah mengalami credit-impaired. If an instrument is no longer
penurunan nilai kredit. Jika suatu instrumen considered to exhibit a significant increase in
tidak lagi dianggap menunjukkan peningkatan credit risk, expected credit losses will revert to
risiko kredit yang signifikan, maka kerugian being determined on a twelve month basis.
kredit ekspektasian dihitung kembali
berdasarkan basis dua belas bulan.
Peningkatan risiko kredit yang signifikan Significant increase in credit risk (Stage 2)
(Tahap 2)
Jika aset keuangan mengalami peningkatan If a financial asset experiences a significant
risiko kredit yang signifikan (“SICR”) sejak increase in credit risk (“SICR”) since initial
pengakuan awal, kerugian kredit ekspektasian recognition, an expected credit loss provision is
diakui atas kejadian gagal bayar yang mungkin recognised for default events that may occur
terjadi sepanjang umur aset. Peningkatan over the lifetime of the asset. Significant
signifikan dalam risiko kredit dinilai dengan increase in credit risk is assessed by comparing
membandingkan risiko gagal bayar atas the risk of default of an exposure at the
eksposur pada tanggal pelaporan dengan risiko reporting date to the risk of default at origination
gagal bayar saat pengakuan awal (setelah (after taking into account the passage of time).
memperhitungkan perjalanan waktu dari akun Significant does not mean statistically
tersebut). Signifikan tidak berarti signifikan significant nor is it assessed in the context of
secara statistik, juga tidak dinilai dalam konteks changes in expected credit loss. Whether a
perubahan dalam cadangan kerugian kredit change in the risk of default is significant or not
ekspektasian. Perubahan atas risiko gagal is assessed using a number of quantitative and
bayar dinilai signifikan atau tidak, dinilai qualitative factors, the weight of which depends
menggunakan sejumlah faktor kuantitatif dan on the type of product and counterparty.
kualitatif, yang bobotnya bergantung pada tipe
produk dan pihak lawan.
Perseroan menggunakan berbagai pengukuran The Company uses a number of qualitative and
kualitatif dan kuantitatif dalam menilai SICR quantitative measures in assessing SICR as
seperti berikut: follows:
1. Akun-akun yang pernah memiliki tunggakan 1. Accounts that have ever had overdue of
lebih dari 30 hari; more than 30 days;
2. Akun-akun yang pernah memiliki tunggakan 2. Accounts that have ever had overdue
lebih dari 7 hari di 12 periode angsuran more than 7 days in the first12 installment
pertama; periods;
3. Akun-akun yang pernah direstrukturisasi 3. Accounts that have been restructured and
dan sedang memiliki tunggakan lebih dari 7 currently have overdue more than 7 days
hari pada saat tanggal pelaporan; dan as at the reporting date; and
4. Akun-akun yang disetujui melalui proses 4. Accounts approved through an override
override. process.
Lampiran – 5/12 – Schedule
183
Page 208
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
Eksposur yang mengalami penurunan nilai Credit impaired or defaulted exposures
kredit atau gagal bayar (Tahap 3) (Stage 3)
Aset hanya akan dianggap mengalami An asset is only considered credit impaired and
penurunan nilai dan kerugian kredit lifetime expected credit losses recognised, if
ekspektasian sepanjang umurnya diakui, jika there is observed objective evidence of
terdapat bukti objektif penurunan nilai yang impairment. These factors are similar to the
dapat diobservasi. Faktor-faktor yang indicators of objective evidence of impairment
diobservasi ini serupa dengan indikator bukti under SFAS 239, this includes, amongst other
objektif penurunan nilai pada PSAK 239, factors, assets in default or experiencing
termasuk antara lain aset gagal bayar atau significant financial difficulty, or experiencing
mengalami kesulitan keuangan yang signifikan forbearance on impaired credit (mentioned as
atau mengalami forbearance atas kredit yang ‘Stage 3 asset’). The measurement of expected
mengalami penurunan nilai (disebut sebagai credit losses across all stages is required to
‘aset Tahap 3’). Pengukuran kerugian kredit reflect an unbiased and probability weighted
ekspektasian di seluruh tahapan aset diperlukan amount that is determined by evaluating a range
untuk mencerminkan jumlah yang tidak bias dan of reasonably possible outcomes using
rata-rata probabilitas tertimbang yang reasonable and supportable information about
ditentukan dengan mengevaluasi serangkaian past events, current conditions and forecasts of
kemungkinan yang dapat terjadi menggunakan future economic conditions.
informasi yang wajar dan dapat didukung
dengan peristiwa di masa lampau, kondisi saat
ini dan proyeksi terkait dengan kondisi ekonomis
di masa depan.
Aset keuangan yang mengalami penurunan nilai Financial assets that are credit impaired (or in
(atau gagal bayar) merupakan akun-akun yang default) represent accounts that meet the
memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut: following criterias:
1. Akun-akun yang pernah memiliki tunggakan 1. Accounts that have ever had overdue of
lebih dari 60 hari; more than 60 days;
2. Akun-akun yang jaminannya pernah 2. Accounts whose collateral has been
dititipkan ke Perseroan karena konsumen entrusted to the Company because the
tidak dapat memenuhi kewajibannya; consumer was unable to fulfill their
obligations;
3. Akun-akun yang pernah direstrukturisasi 3. Accounts that have been restructured and
dan sedang memiliki tunggakan lebih dari currently have overdue more than 30 days
30 hari pada saat tanggal pelaporan; dan as at the reporting date; and
4. Akun-akun yang disetujui melalui proses 4. Accounts approved through an override
override dan pernah memiliki tunggakan process and ever had overdue of more
lebih dari 30 hari. than 30 days.
Penilaian secara kolektif Collective assessment
Cadangan kerugian penurunan nilai terhadap Provisions against credit impaired financial
aset keuangan yang mengalami penurunan nilai assets are determined based on an
ditentukan berdasarkan penilaian terhadap arus assessment of the recoverable cash flows
kas yang dapat dipulihkan berdasarkan under a range of scenarios, including the
sejumlah skenario, termasuk realisasi jaminan realisation of any collateral held where
yang dimiliki jika memungkinkan. Kerugian appropriate. The expected credit losses will
kredit ekspektasian akan mencerminkan rata- reflect weighted average of the scenarios
rata tertimbang dari skenario berdasarkan based on the probability of the relevant
probabilitas dari skenario yang relevan untuk scenario to occur.
terjadi.
Penilaian secara individual Individual assessment
Cadangan kerugian penurunan nilai merupakan The loss provisions held represent the
selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang difference between the present value of the
diperkirakan akan dipulihkan dan nilai tercatat cash flows expected to be recovered and the
bruto instrumen sebelum penurunan nilai kredit. gross carrying value of the instrument prior to
any credit impairment.
Lampiran – 5/13 – Schedule
184
Page 209
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
Eksposur yang mengalami penurunan nilai Credit impaired or defaulted exposures
kredit atau gagal bayar (Tahap 3) (lanjutan) (Stage 3) (continued)
Penilaian secara individual (lanjutan) Individual assessment (continued)
Untuk aset yang diukur pada biaya perolehan For assets measured at amortised cost, the
diamortisasi, saldo di neraca mencerminkan balance sheet amount reflects the gross asset
aset bruto dikurangi kerugian kredit less the expected credit losses. For debt
ekspektasian. Untuk instrumen utang dalam instruments held at FVOCI, the balance sheet
kategori FVOCI, saldo di neraca mencerminkan amount reflects the instrument’s fair value, with
nilai wajar dari instrumen, dengan cadangan the expected credit loss allowance held as a
kerugian kredit ekspektasian dibukukan terpisah separate reserve within other comprehensive
sebagai cadangan pada pendapatan income.
komprehensif lain.
Penurunan nilai dari aset keuangan untuk Impairment of financial assets for Murabahah
piutang pembiayaan Murabahah financing receivables
Sesuai dengan PSAK No. 402 "Akuntansi In accordance with SFAS No. 402 “Accounting
Murabahah", Perseroan menghitung cadangan for Murabahah”, the Company calculates
kerugian penurunan nilai untuk piutang allowance for impairment losses for murabahah
murabahah sesuai dengan ketentuan di ISAK receivable in accordance with IFAS No. 402
No. 402 “Penurunan Nilai Piutang Murabahah”. “Impairment of Murabahah Receivables”.
Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti The Company assesses whether there is any
objektif bahwa aset keuangan mengalami objective evidence that a financial asset is
penurunan nilai pada setiap tanggal laporan impaired at each statement of financial position
posisi keuangan. date.
Aset keuangan mengalami penurunan nilai Financial assets are impaired and impairment
hanya jika terdapat bukti objektif bahwa losses are incurred only if there is objective
penurunan nilai merupakan akibat dari satu atau evidence of impairment as a result of one or
lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan more events that occurred after the initial
awal (“peristiwa kerugian”) dan peristiwa recognition (a “loss event”) and that loss event
kerugian tersebut (atau peristiwa-peristiwa) (or events) has an impact on the estimated future
memiliki dampak pada estimasi arus kas masa cash flows of financial assets that can be reliably
depan atas aset keuangan yang dapat estimated.
diestimasi secara andal.
Perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai The calculation of allowance for impairment
atas aset keuangan yang dinilai secara kolektif losses on financial assets which are evaluated
dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko collectively, grouped based on similar receivable
piutang yang sama dengan mempertimbangkan risk characteristics and taking into account the
segmentasi piutang berdasarkan pengalaman receivable segmentation on the basis of
kerugian masa lalu (probability of default). historical loss experience (probability of default).
Perseroan menggunakan metode analisis The Company uses the migration analysis
migrasi yang merupakan suatu metode analisis method which is a statistical model analysis
statistik, untuk menilai cadangan kerugian method to assess allowance for impairment
penurunan nilai atas piutang yang diberikan losses on collective receivables. The Company
secara kolektif. Perseroan menggunakan data uses 5 (five) years historical data to compute for
historis 5 (lima) tahun dalam menghitung the Probability of Default (“PD”) and Loss Given
Probability of Default (“PD”) dan Loss Given Default (“LGD”).
Default (“LGD”).
Lampiran – 5/14 – Schedule
185
Page 210
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Perseroan mengklasifikasikan liabilitas The Company classifies its financial liabilities in
keuangannya dalam kategori (a) liabilitas categories (a) financial liabilities at fair value
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui through profit or loss and (b) financial liabilities
laba rugi dan (b) liabilitas keuangan yang diukur measured at amortised cost, as the Company
dengan biaya perolehan diamortisasi. Perseroan does not have financial liabilities classified as fair
memiliki instrumen lindung nilai atas arus kas value through profit or loss. The Company has
(lihat Catatan 2o). hedging instruments in cash flow hedges (refer
to Note 2o).
(i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan (i) Financial liabilities measured at amortised
biaya perolehan diamortisasi cost
Pada saat pengakuan awal, liabilitas Financial liabilities measured at amortised
keuangan yang diukur dengan biaya cost are initially recognised at fair value less
perolehan diamortisasi diukur pada nilai transaction costs (if any) that are directly
wajar dikurangi biaya transaksi (jika ada) attributable to its issuance. After initial
yang dapat diatribusikan secara langsung recognition, the Company measures all
atas penerbitan liabilitas keuangan. Setelah financial liabilities at amortised cost using
pengakuan awal, Perseroan mengukur effective interest rates method. Effective
seluruh liabilitas keuangan yang diukur interest rate amortisation is recognised as
dengan biaya perolehan diamortisasi “Interest and financing charges”.
dengan menggunakan metode suku bunga
efektif. Amortisasi suku bunga efektif diakui
sebagai “Beban bunga dan keuangan”.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya Financial liabilities measured at amortised
perolehan diamortisasi antara lain utang cost are payables to dealers, other
penyalur kendaraan, utang lain-lain, akrual, payables, accrued expenses, borrowings
pinjaman, dan surat berharga yang and securities issued.
diterbitkan.
Pengukuran nilai wajar Measurement of fair value
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima Fair value is the price that would be received to
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan sell an asset or paid to transfer a liability in an
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas orderly transaction between market participants
dalam transaksi teratur (orderly transaction) at the measurement date in the principal market
antara pelaku pasar (market participants) pada or, in its absence, the most advantageous
tanggal pengukuran di pasar utama atau, jika market to which the Company has access at
tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling that date. The fair value of a liability reflects its
menguntungkan di mana Perseroan memiliki non-performance risk.
akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar
liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya.
Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar When available, the Company measures the
instrumen keuangan dengan menggunakan fair value of a financial instrument using the
harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen quoted price in an active market for that
tersebut. instrument.
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang The fair value of financial instruments traded in
diperdagangkan di pasar aktif ditentukan active markets is determined based on quoted
berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada market prices at the statements of financial
tanggal laporan posisi keuangan menggunakan position date and based on routinely published
harga yang dipublikasikan secara rutin dan and reputable sources such as quoted market
berasal dari sumber yang terpercaya, seperti prices or broker’s quoted price from Bloomberg
quoted market price atau broker’s quoted price and Reuters.
dari Bloomberg dan Reuters.
Lampiran – 5/15 – Schedule
186
Page 211
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Pengukuran nilai wajar (lanjutan) Measurement of fair value (continued)
Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi A financial instrument is considered as quoted
di pasar aktif, jika harga kuotasi tersedia in an active market, if quoted prices are readily
sewaktu-waktu dan dapat diperoleh secara rutin and regularly available from an exchange,
dari bursa, pedagang efek (dealer), perantara dealer, broker, industry group, pricing service or
efek (broker), kelompok industri, badan regulatory agency, and those prices represent
pengawas (pricing service atau regulatory actual and regularly occurring market
agency) dan harga tersebut mencerminkan transactions on an arm’s length basis. If the
transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam above criteria are not met, the market is
suatu transaksi yang wajar. Jika kriteria di atas regarded as being inactive. Indications that a
tidak terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan market is inactive are when there is a wide bid-
tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar tidak offer spread or significant increase in the bid-
aktif adalah terdapat selisih yang besar antara offer spread or there are few recent
harga penawaran dan permintaan atau transactions.
kenaikan signifikan dalam selisih harga
penawaran dan permintaan dan hanya terdapat
beberapa transaksi terkini.
Untuk instrumen keuangan yang tidak For financial instruments with no quoted market
mempunyai harga pasar, estimasi atas nilai price, a reasonable estimate of the fair value is
wajar ditetapkan dengan mengacu pada nilai determined by reference to the current market
wajar instrumen lain yang secara substansi value of another instrument which substantially
memiliki karakteristik yang sama atau dihitung have the same characteristic or calculated
berdasarkan ekspektasi arus kas yang based on the expected cash flows discounted
didiskonto dengan tingkat suku bunga pasar by relevant market rates.
yang relevan.
Nilai wajar atas piutang pembiayaan, serta The fair value for financing and receivables as
pinjaman kepada bank ditentukan well as borrowings are determined using a
menggunakan nilai kini berdasarkan arus kas present value model on the basis of
kontraktual dengan mempertimbangkan contractually agreed cash flows, taking into
kualitas kredit, likuiditas, dan biaya. account credit quality, liquidity and costs.
Bukti terbaik dari nilai wajar pada saat The best evidence of fair value at initial
pengakuan awal adalah harga transaksinya recognition is the transaction price (that is, the
(yaitu nilai wajar pembayaran yang diserahkan fair value of the consideration given or
atau diterima), kecuali nilai wajar dari instrumen received), unless the fair value of that
tersebut dapat dibuktikan dengan perbandingan instrument is evidenced by comparison with
transaksi untuk instrumen yang sama di pasar other observable current market transactions in
terkini yang dapat diobservasi (yaitu yang tanpa the same instrument (that is, without
modifikasi atau pengemasan ulang) atau modification or re-packaging) or based on a
berdasarkan teknik penilaian dimana valuation technique whose variables include
variabelnya hanya data dari pasar yang dapat only data from observable markets.
diobservasi.
Untuk instrumen keuangan yang diukur For financial instruments that are measured at
menggunakan nilai wajar, Perseroan fair value, the Company uses the fair value
menggunakan hierarki nilai wajar yang hierarchy which reflects the significance of input
mencerminkan signifikansi input yang used in the measurement (level 1, 2 and 3) as
digunakan dalam melakukan pengukuran explained in Note 35 (v).
(tingkat 1, 2 dan 3) seperti dijelaskan pada
Catatan 35 (v).
Lampiran – 5/16 – Schedule
187
Page 212
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Pengakuan Recognition
Liabilitas keuangan, biaya transaksi Financial liabilities, transaction costs are
dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada deducted from the amount of debt initially
pengakuan awal liabilitas. Biaya transaksi recognised. Such transactions costs are
tersebut diamortisasi selama umur instrumen amortised over the terms of the instruments
berdasarkan metode suku bunga efektif dan based on the effective interest rate method and
dicatat sebagai bagian dari beban bunga. are recorded as part of interest expense.
Penghentian pengakuan Derecognition
Penghentian pengakuan aset keuangan Financial assets are derecognised when the
dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas contractual rights to receive the cash flows from
yang berasal dari aset keuangan tersebut these assets have ceased to exist or the assets
berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut have been transferred and substantially all the
telah ditransfer dan secara substansial seluruh risks and rewards of ownership of the assets
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset are also transferred (if substantially all risks and
tersebut telah ditransfer (jika secara substansial reward have not been transferred, the
seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, Company evaluates to ensure that continuing
maka Perseroan melakukan evaluasi untuk involvement on the basis of any retained
memastikan keterlibatan berkelanjutan atas powers of control does not prevent
kendali yang masih dimiliki tidak mencegah derecognition). Financial liabilities are
penghentian pengakuan). Liabilitas keuangan derecognised when they have been redeemed
dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah or otherwise extinguished.
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Penghentian pengakuan piutang pembiayaan Consumer financing receivables, net
konsumen, investasi bersih dalam sewa investment in finance lease and dealer
pembiayaan, dan piutang pembiayaan penyalur financing receivables are derecognised when
kendaraan akan dilakukan ketika piutang the receivables have been written-off or
tersebut telah dihapusbukukan atau pada saat determined to be not collectible.
piutang tersebut diputuskan tidak dapat tertagih.
Saling hapus Offsetting
Aset keuangan dan liabilitas keuangan Financial assets and liabilities are offset and the
disalinghapuskan dan jumlah netonya net amount is reported in the statement of
dilaporkan pada laporan posisi keuangan ketika financial position when there is a legally
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk enforceable right to offset the recognised
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah amounts and there is an intention to settle on a
diakui tersebut dan adanya niat untuk net basis, or realise the asset and settle the
menyelesaikan secara neto, atau untuk liability simultaneously.
merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitas secara bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa The legally enforceable right must not be
di masa depan dan dapat dipaksakan secara contingent on future events and must be
hukum dalam situasi bisnis yang normal dan enforceable in the normal course of business
dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa and the event of default, insolvency or bankrupt
kepailitan atau kebangkrutan Perseroan atau of the Company or the counter party.
pihak lawan.
Klasifikasi instrumen keuangan Classification of financial instruments
Perseroan mengklasifikasikan instrumen The Company classifies the financial
keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang instruments into classes that reflects the nature
mencerminkan sifat dari informasi dan of information and take into account the
mempertimbangkan karakteristik dari instrumen characteristics of those financial instruments.
keuangan tersebut.
Lampiran – 5/17 – Schedule
188
Page 213
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Klasifikasi instrumen keuangan (lanjutan) Classification of financial instruments
(continued)
Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel berikut: The classification can be seen in the table
below:
Golongan
Kategori yang didefinisikan (ditentukan oleh
oleh PSAK 109 / Perseroan)/ Sub - golongan/
Category as defined by SFAS 109 Class Sub - classes
(as determined by the
Company)
Kas dan kas di bank/Cash on hand and in banks
Piutang pembiayaan konsumen/Consumer financing
receivables
Investasi bersih dalam sewa pembiayaan/Net investment
in finance lease
Aset keuangan yang Piutang pembiayaan penyalur kendaraan/Dealer
diukur dengan biaya financing receivables
Aset perolehan diamortisasi/ - Piutang pembiayaan
keuangan/ Financial assets dengan perhatian
Financial measured at amortised Piutang lain-lain/Other khusus/Financing
assets cost receivables receivables with special
attention
- Lain-lain/Others
- Uang jaminan yang dapat
Aset lain-lain/Other dikembalikan /Refundable
assets deposit
- Lain-lain/Others
Derivatif lindung nilai/ Aset derivatif - lindung nilai atas arus kas/Derivative
Hedging derivatives assets - hedging instruments in cash flow hedges
Utang penyalur kendaraan/Payable to dealers
- Komisi/Commission
- Utang kepada perusahaan
asuransi/Payable to
Liabilitas keuangan yang Utang lain-lain/Other
insurance companies
diukur dengan biaya payables
- Pemasok/Suppliers
Liabilitas perolehan diamortisasi/
- Deposit penyalur
keuangan/ Financial liabilities
kendaraan/Dealer deposit
Financial measured at amortised
- Lain-lain/Others
liabilities cost
Akrual/Accrued expenses
Pinjaman/Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan/Securities issued
Liabilitas sewa pembiayaan/Financial lease liabilities
Derivatif lindung nilai/ Liabilitas derivatif - lindung nilai atas arus kas/Derivative
Hedging derivatives liabilities - hedging instruments in cash flow hedges
d. Kas dan kas di bank d. Cash on hand and in banks
Kas dan kas di bank mencakup kas dan kas di Cash on hand and in banks include cash on
bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan hand and cash in banks which are not restricted
tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman and pledged as collateral for any borrowings
dan surat berharga yang diterbitkan. and securities issued.
Lampiran – 5/18 – Schedule
189
Page 214
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
e. Pembiayaan e. Financing
Pembiayaan konsumen Consumer financing
Piutang pembiayaan konsumen merupakan Consumer financing receivables are stated at
jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian their outstanding balance less the portion of
pembiayaan bersama dimana risiko kredit joint financing where the credit risk is assumed
ditanggung pemberi pembiayaan bersama by joint financing providers in accordance with
sesuai dengan porsinya (without recourse), the financings portion (without recourse),
pendapatan pembiayaan konsumen yang unearned consumer financing income and the
belum diakui dan cadangan kerugian allowance for impairment losses.
penurunan nilai.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang Unearned consumer financing income is the
belum diakui merupakan selisih antara jumlah difference between total installments to be
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan received from consumers and the total financing
diterima dari konsumen dengan jumlah pokok which is recognised as income over the term of
pembiayaan, yang akan diakui sebagai the contract using effective interest rate method.
penghasilan sesuai dengan jangka waktu
kontrak menggunakan metode suku bunga
efektif.
Penyelesaian kontrak sebelum masa Early termination is treated as a cancellation of
pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan an existing contract and the resulting gain or
sebagai pembatalan kontrak pembiayaan loss is credited or charged to the current year
konsumen dan laba dan rugi yang terjadi pada profit or loss at the transaction date.
saat transaksi timbul diakui dalam laporan laba
rugi tahun berjalan.
Dalam hal restrukturisasi, pembiayaan In terms of restructuring of consumer financing
konsumen dilakukan dengan modifikasi is carried out through modification of financing
persyaratan pembiayaan. Kewajiban tambahan terms. The additional obligations as well as the
yang timbul maupun yang tertunda dari delayed obligations arising from this
restrukturisasi ini ditambahkan ke dalam total restructuring are added to the outstanding of
sisa pembiayaan yang harus dibayarkan oleh consumer financing which has to be paid by the
konsumen. Dampak pembiayaan yang customer. The impact of restructured financing
direstrukturisasi diakui dalam laba rugi. is recognised to profit or loss.
Setelah restrukturisasi, seluruh arus kas Thereafter, all the contractual cash flows under
kontraktual dalam persyaratan baru dicatat the new terms shall be accounted for as the
sebagai pengembalian pokok pembiayaan yang repayment of principal and interest income, in
diberikan dan pendapatan bunga sesuai accordance with the restructuring scheme
dengan syarat-syarat restrukturisasi.
Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan Consumer financing receivables are classified
sebagai aset keuangan dalam kelompok biaya as financial assets in amortised cost category.
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk Refer to Note 2c for accounting policy of
perlakuan akuntansi aset keuangan dalam amortised cost.
kelompok biaya perolehan diamortisasi.
Pembiayaan bersama Joint financing
Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai Joint financing receivables where the Company
bersama pihak lain, di mana masing-masing and joint financing providers bear credit risk in
pihak menanggung risiko kredit sesuai dengan accordance with their portion (without recourse)
porsinya (without recourse) disajikan di laporan are presented on a net basis in the statements
posisi keuangan secara bersih. Pendapatan of financial position. Consumer financing
pembiayaan konsumen dan beban bunga yang income and interest expenses related to joint
terkait dengan pembiayaan bersama without financing without recourse are also presented in
recourse disajikan secara bersih di laporan laba a net basis in the statements of profit or loss.
rugi.
Lampiran – 5/19 – Schedule
190
Page 215
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
e. Pembiayaan (lanjutan) e. Financing (continued)
Pembiayaan bersama (lanjutan) Joint financing (continued)
Dalam pembiayaan bersama without recourse, For joint financing without recourse, the
Perseroan berhak menentukan tingkat bunga Company has the right to set higher interest
yang lebih tinggi kepada pelanggan dari tingkat rates to customers than those as stated in the
bunga yang ditetapkan dalam perjanjian dengan joint financing agreements with joint financing
pemberi pembiayaan bersama. Selisihnya, providers. The difference is recognised as part
diakui sebagai pendapatan pembiayaan of unearned consumer financing income and
konsumen yang belum diakui dan diakui recognised as income over the term of the
sebagai pendapatan sesuai dengan jangka contract using effective interest method.
waktu kontrak dengan menggunakan metode
suku bunga efektif.
Piutang pembiayaan bersama without recourse Consumer financing receivables without
diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam recourse are classified as financial assets in
kelompok biaya perolehan diamortisasi. Lihat amortised cost category. Refer to Note 2c for
Catatan 2c untuk perlakuan akuntansi aset accounting policy of amortised cost.
keuangan dalam kelompok biaya perolehan
diamortisasi.
Pembiayaan penyalur kendaraan Dealer financing
Piutang pembiayaan penyalur kendaraan Dealer financing receivables are stated at their
dinyatakan sebesar saldo piutang setelah outstanding balance less the allowance for
dikurangi dengan cadangan kerugian impairment losses.
penurunan nilai.
Piutang pembiayaan penyalur kendaraan diakui Dealer financing receivables are initially
pada awalnya sebesar nilai wajar. recognised at fair value.
Piutang pembiayaan penyalur kendaraan Dealer financing receivables are classified as
diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam financial assets in amortised cost category.
kelompok biaya perolehan diamortisasi. Lihat Refer to Note 2c for accounting policy of
Catatan 2c untuk perlakuan akuntansi aset amortised cost.
keuangan dalam kelompok biaya perolehan
diamortisasi.
Pembiayaan Murabahah Murabahah financing
Piutang pembiayaan Murabahah merupakan Murabahah financing receivables are stated at
jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian their outstanding balance less the portion of net
pembiayaan bersama di mana risiko of joint financing receivables where joint
pembiayaan ditanggung oleh pemberi financing providers bear financing risk in
pembiayaan bersama sesuai dengan porsinya accordance with its portion (without recourse),
(without recourse), pendapatan marjin yang unearned margin income and the allowance for
belum diakui dan cadangan kerugian impairment losses.
penurunan nilai.
Piutang pembiayaan Murabahah diakui pada Murabahah financing receivables are
awalnya pada nilai wajar ditambah biaya recognised initially at fair value, plus the
transaksi dan dikurangi pendapatan transaction cost and less the administration
administrasi (jika ada) yang dapat income (if any) that are directly attributable to its
didistribusikan secara langsung dan selanjutnya acquisition, and subsequently measured at
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi amortised cost using the effective rate of return
menggunakan metode imbal hasil efektif. method.
f. Investasi bersih dalam sewa pembiayaan f. Net investment in finance lease
Sesuai dengan PSAK 116, klasifikasi sewa Under SFAS 116, the classification of leases is
didasarkan atas sejauh mana risiko dan based on the extent to which risks and rewards
manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset incidental to ownership of a leased asset lie with
sewaan berada pada lessor atau lessee. the lessor or the lessee.
Lampiran – 5/20 – Schedule
191
Page 216
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
f. Investasi bersih dalam sewa pembiayaan f. Net investment in finance lease (continued)
(lanjutan)
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa Leases are classified as finance lease if the
pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan leases transfer substantially all the risks and
secara substansial seluruh risiko dan manfaat rewards incidental to ownership of the leased
yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu assets. Leases are classified as operating lease
sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika if the leases do not transfer substantially all the
sewa tidak mengalihkan secara substansial risks and rewards incidental to ownership of the
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan leased assets.
kepemilikan aset.
Transaksi sewa yang dilakukan Perseroan Leases transactions conducted by the
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Company are classified as finance lease.
Pada saat pengakuan awal, nilai wajar investasi At initial recognition, the fair value of net
bersih dalam sewa pembiayaan merupakan investment in finance lease represents lease
jumlah piutang sewa pembiayaan ditambah nilai financing receivables plus the residual value at
sisa yang akan diterima oleh perusahaan sewa the end of the lease period deducted by
pada akhir masa sewa pembiayaan dikurangi unearned lease income and security deposits.
dengan pendapatan sewa pembiayaan yang The difference between the gross lease
ditangguhkan dan simpanan jaminan. Selisih receivables and the present value of the lease
antara nilai piutang bruto dan nilai kini piutang receivables is recognised as unearned lease
diakui sebagai pendapatan sewa pembiayaan income. Unearned lease income is then
yang belum diakui. Pendapatan sewa recognised as income over the term of the
pembiayaan yang belum diakui tersebut contract using the effective interest rate, on the
kemudian diakui sebagai pendapatan sesuai Company’s net investment as a lessor in the
dengan jangka waktu kontrak dengan financing lease.
menggunakan metode tingkat suku bunga
efektif, atas investasi neto Perseroan sebagai
lessor dalam sewa pembiayaan.
Penyewa pembiayaan memiliki hak opsi untuk The lessee has the option to purchase at the
membeli aset yang disewapembiayakan pada end of the lease period at a price mutually
akhir masa sewa pembiayaan dengan harga agreed upon at the commencement of the
yang telah disetujui bersama pada saat finance lease agreement.
dimulainya perjanjian sewa pembiayaan.
Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa Early termination is treated as a cancellation of
pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai an existing contract and the resulting gain or
pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi loss is credited or charged to the current year
yang timbul diakui dalam laporan laba rugi tahun profit or loss at the transaction date.
berjalan pada tanggal terjadinya transaksi.
Dalam hal restrukturisasi, investasi bersih In terms of restructuring of net investment in
dalam sewa pembiayaan dilakukan dengan finance lease through modification of financing
modifikasi persyaratan pembiayaan. Kewajiban terms. The additional obligations as well as the
tambahan yang timbul maupun yang tertunda delayed obligations arising from this
dari restrukturisasi ini ditambahkan ke dalam restructuring are added to the outstanding of
total sisa pembiayaan yang harus dibayarkan consumer financing which has to be paid by the
oleh konsumen. Dampak pembiayaan yang customer. The impact of restructured financing
direstrukturisasi diakui dalam laba rugi. is recognised to profit or loss.
Setelah restrukturisasi, seluruh arus kas Thereafter, all the contractual cash flows under
kontraktual dalam persyaratan baru dicatat the new terms shall be accounted for as the
sebagai pengembalian pokok pembiayaan yang repayment of principal and interest income, in
diberikan dan pendapatan bunga sesuai accordance with the restructuring scheme.
dengan syarat-syarat restrukturisasi.
Lampiran – 5/21 – Schedule
192
Page 217
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
f. Investasi bersih dalam sewa pembiayaan f. Net investment in finance lease (continued)
(lanjutan)
Investasi bersih dalam sewa pembiayaan Net investment in finance lease are classified
diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam as financial assets in amortised cost category.
kelompok biaya perolehan diamortisasi. Lihat Refer to Note 2c for accounting policy of
Catatan 2c untuk perlakuan akuntansi aset amortised cost.
keuangan dalam kelompok biaya perolehan
diamortisasi.
g. Sewa operasi g. Operating lease
Sebagai penyewa As a lessor
Sesuai dengan PSAK 116, klasifikasi sewa Under SFAS 116, the classification of leases is
didasarkan atas sejauh mana risiko dan based on the extent to which risks and rewards
manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset incidental to ownership of a leased asset lie with
sewaan berada pada lessor atau lessee. the lessor or the lessee.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa Leases are classified as finance lease if the
pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan leases transfer substantially all the risks and
secara substansial seluruh risiko dan manfaat rewards incidental to ownership of the leased
yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu assets. Leases are classified as operating lease
sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika if the leases do not transfer substantially all the
sewa tidak mengalihkan secara substansial risks and rewards incidental to ownership of the
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan leased assets.
kepemilikan aset.
Perseroan menyewakan kendaraan untuk The Company leases out vehicles for short-term
jangka pendek maupun jangka panjang. and long-term period. Leases transactions
Transaksi sewa yang dilakukan Perseroan conducted by the Company are classified as
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. finance lease.
Perseroan mengakui pembayaran sewa dari The Company shall recognise lease payments
sewa operasi sebagai penghasilan dengan from operating lease as income on either a
dasar garis lurus atau dasar sistematik lain. straight-line basis or another systematic basis.
Perseroan menerapkan dasar sistematik lain The Company shall apply another systematic
jika dasar tersebut lebih merepresentasikan basis if that basis is more representative of the
pola dari manfaat penggunaan aset pendasar pattern in which benefit from the use of the
yang dinikmati. underlying asset is diminished.
Perseroan mengakui biaya, termasuk The Company recognises costs, including
depresiasi, yang timbul dalam mendapatkan depreciation, incurred in vehicle leases income
penghasilan sewa sebagai beban. Perseroan as expenses. The Company adds the initial
menambahkan biaya langsung awal yang timbul direct costs incurred in obtaining an operating
dalam mendapatkan sewa operasi pada jumlah lease to the carrying amount of the underlying
tercatat aset pendasar dan mengakui biaya asset and recognises such costs as an expense
tersebut sebagai beban sepanjang masa sewa over the lease term on the same basis as rental
atas dasar yang sama dengan penghasilan income.
sewa.
Kebijakan depresiasi atas aset pendasar The depreciation policy on depreciable
terdepresiasi untuk sewa operasi konsisten underlying assets for operating lease is
dengan kebijakan depresiasi normal Perseroan consistent with the Company's normal
untuk aset serupa. Pesewa menghitung depreciation policy for similar assets. The
depresiasi sesuai dengan PSAK 216 lessee calculates depreciation in accordance
“Aset Tetap”. with SFAS 216 “Fixed Assets”.
Lampiran – 5/22 – Schedule
193
Page 218
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
h. Cadangan kerugian penurunan nilai h. Allowance for impairment losses
Piutang pembiayaan konsumen, piutang Consumer financing receivables, Murabahah
pembiayaan Murabahah dan investasi dalam financing receivables and investment in finance
sewa pembiayaan akan dihapusbukukan lease are written-off when they are overdue for
setelah menunggak lebih dari 150 hari atau more than 150 days or determined to be not
pada saat piutang tersebut diputuskan tidak collectible.
dapat tertagih.
i. Biaya dibayar dimuka i. Prepaid expenses
Biaya dibayar dimuka diamortisasi dan Prepaid expenses are amortised and charged
dibebankan selama masa manfaat masing- as an expense over the periods of benefit using
masing biaya dengan menggunakan metode the straight line method.
garis lurus.
j. Aset tetap dan penyusutan j. Fixed assets and depreciation
Aset tetap, kecuali tanah, diakui sebesar harga Fixed assets, except land, are stated at cost
perolehan setelah dikurangi akumulasi less accumulated depreciation.
penyusutan.
Harga perolehan mencakup semua Acquisition cost covers expenditure that is
pengeluaran yang terkait secara langsung directly attributable to the acquisition of the
dengan perolehan aset tetap. assets.
Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal Initial legal costs incurred to obtain legal rights
atas tanah diakui sebagai bagian biaya akuisisi of land are recognised as part of the acquisition
tanah dan biaya-biaya tersebut tidak cost of the land, and these costs are not
didepresiasikan. Biaya terkait dengan depreciated. Costs related to renewal of land
pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset rights are recognised as intangible assets and
tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur amortised during the period of the land rights.
hukum hak atas tanah.
Tanah tidak disusutkan. Land is not depreciated.
Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung Depreciation of fixed assets other than land is
dengan menggunakan metode garis lurus untuk calculated using the straight-line method to
mengalokasikan harga perolehan hingga allocate their cost to their residual values over
mencapai nilai sisa sepanjang estimasi masa their estimated useful lives as follows:
manfaatnya sebagai berikut:
Tahun/Years Tarif/Rates
Bangunan dan prasarana 20 5% Buildings and improvements
Kendaraan 5 20% Vehicles
Perlengkapan dan perabot 5 20% Furnitures and fixtures
Peralatan kantor 5 20% Office equipment
Lampiran – 5/23 – Schedule
194
Page 219
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
j. Aset tetap dan penyusutan (lanjutan) j. Fixed assets and depreciation (continued)
Nilai sisa aset, masa manfaat dan metode The assets’ residual values, useful lives and
penyusutan ditelaah dan jika perlu disesuaikan, depreciation method are reviewed and adjusted
pada setiap akhir periode pelaporan. if appropriate, at the end of each reporting
period.
Renovasi-renovasi besar akan disusutkan Major renovations are depreciated over the
selama sisa masa manfaat aset yang remaining useful lives of the related asset.
bersangkutan.
Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui Subsequent costs are included in the asset’s
sebagai bagian nilai tercatat aset atau sebagai carrying amount or recognised as a separate
aset yang terpisah, sebagaimana mestinya, asset, as appropriate, only when it is probable
hanya jika kemungkinan besar Perseroan that future economic benefits associated with
mendapat manfaat ekonomis dimasa depan the item will flow to the Company and the cost
berkenaan dengan aset tersebut dan biaya of the item can be measured reliably. The
perolehan aset dapat diukur dengan andal. Nilai carrying amount of replaced part is
tercatat dari komponen yang diganti derecognised. All other repairs and
dihapuskan. Biaya perbaikan dan pemeliharaan maintenance are charged to the profit or loss
dibebankan ke dalam laporan laba rugi dalam during the financial period in which they are
periode keuangan ketika biaya-biaya tersebut incurred.
terjadi.
Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari When the carrying amount of fixed assets is
nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat greater than its estimated recoverable amount,
aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang it is written down immediately to its recoverable
dapat diperoleh kembali yang ditentukan amount, which is determined based on the
berdasarkan nilai tertinggi antara nilai wajar higher of fair value less cost to sell and value in
dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. use.
Akumulasi biaya konstruksi aset tetap The accumulated costs of the construction of
dikapitalisasi sebagai aset dalam fixed assets are capitalised as assets in
pembangunan. Biaya tersebut direklasifikasi ke progress. These costs are reclassified to fixed
akun aset tetap pada saat proses konstruksi assets when the construction or installation is
atau pemasangan selesai. Penyusutan dimulai complete. Depreciation is charged from the
pada saat aset tersebut siap untuk digunakan date the assets are ready for use in the manner
sesuai dengan tujuan yang diinginkan intended by Management.
Manajemen.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau When fixed assets are retired or otherwise
dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi disposed of, their carrying values and the
penyusutannya dikeluarkan dari laporan related accumulated depreciation are
keuangan dan keuntungan dan kerugian yang eliminated from the financial statements, and
terjadi diakui dalam laporan laba rugi. the resulting gains and losses on the disposal
of fixed assets are recognised in the profit or
loss.
k. Piutang pembiayaan dengan perhatian k. Financing receivables with special attention
khusus
Piutang pembiayaan dengan perhatian khusus Financing receivables with special attention are
dinyatakan berdasarkan nilai realisasi bersih stated at net realisable value, which is carrying
yaitu nilai tercatat piutang pembiayaan value of related consumer financing
konsumen terkait, piutang pembiayaan receivables, Murabahah financing receivables
Murabahah atau investasi bersih dalam sewa or net investment in finance lease deducted for
pembiayaan dikurangi cadangan penurunan impairment in market value of the collateral
nilai pasar atas jaminan kendaraan. Piutang vehicles. Consumer financing receivables,
pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan Murabahah financing receivables or net
Murabahah atau investasi bersih dalam sewa investment in financing are reclassified as
pembiayaan direklasifikasikan menjadi piutang financing receivables with special attention
pembiayaan dengan perhatian khusus ketika when collateral assets have been placed under
jaminan kendaraan dititipkan dalam the Company’s authority because customers
pengawasan Perseroan karena konsumen tidak cannot fulfill their obligations.
dapat memenuhi kewajibannya.
Lampiran – 5/24 – Schedule
195
Page 220
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
k. Piutang pembiayaan dengan perhatian k. Financing receivables with special attention
khusus (lanjutan) (continued)
Selisih antara nilai tercatat piutang dengan nilai Difference between carrying value of related
realisasi bersih dicatat sebagai “(Pemulihan)/ receivables with net realisable value is recorded
cadangan kerugian penurunan nilai lainnya” di as “(Reversal)/allowance for other impairment
laporan laba rugi. losses” in the statements of profit or loss.
Pada saat terjadi wanprestasi terhadap In case of default, the Company facilitates the
perjanjian pembiayaan, Perseroan customer to sell the collateral vehicles under
memfasilitasi pelanggan untuk menjual fiducia arrangement for the purpose of
kendaraan yang dijaminkan dengan fidusia recovering the outstanding receivables.
untuk keperluan penyelesaian piutang. Selisih Differences between the proceeds from sales of
lebih antara hasil penjualan dengan utang vehicles and the outstanding receivables if
bersih pelanggan merupakan hak dari positive are to be refunded to customers. If
pelanggan. Sedangkan selisih kurang akan negative, are recorded as losses from disposal
dibebankan sebagai kerugian atas penjualan of financing receivables with special attention.
piutang pembiayaan dengan perhatian khusus.
Piutang pembiayaan dengan perhatian khusus Financing receivables with special attention are
diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam classified as amortised cost and receivables.
kelompok biaya perolehan diamortisasi. Lihat Refer to Note 2c for the accounting policy of
Catatan 2c untuk perlakuan akuntansi aset amortised cost.
keuangan dalam kelompok biaya perolehan
diamortisasi.
l. Imbalan kerja l. Employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat Short-term employee benefits are recognised
terutang kepada karyawan. when they accrue to the employees.
Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja Pension benefits and other post-
lainnya employment benefits
Perseroan memiliki program pensiun imbalan The Company has defined benefit and defined
pasti dan iuran pasti. contribution pension plans.
Program pensiun imbalan pasti merupakan A defined benefit pension plan is a pension plan
program pensiun yang menetapkan jumlah that defines an amount of pension that will be
imbalan pensiun yang akan diterima oleh received by the employee on becoming entitled
karyawan pada saat pensiun, yang biasanya to a pension, which usually depends on one or
tergantung pada satu faktor atau lebih seperti more factors such as age, years of service and
umur, masa kerja dan jumlah kompensasi. compensation.
Program pensiun iuran pasti adalah program A defined contribution plan is a pension plan
pensiun di mana Perseroan akan membayar under which the Company pays fixed
iuran tetap kepada sebuah entitas yang terpisah contributions into a separate entity (Astra
(Dana Pensiun Astra 2) dan Perseroan tidak Pension Fund 2) and the Company has no legal
memiliki liabilitas hukum atau konstruktif untuk or constructive obligation to pay further
membayar kontribusi lebih lanjut. contributions.
Lampiran – 5/25 – Schedule
196
Page 221
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
l. Imbalan kerja (lanjutan) l. Employee benefits (continued)
Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja Pension benefits and other post-
lainnya (lanjutan) employment benefits (continued)
Imbalan pensiun dan imbalan pasca-kerja Pension benefits and other post-employment
lainnya, seperti pensiun, uang pesangon, uang benefits, such as pension, severance pay,
penghargaan dan imbalan lainnya, dihitung service pay and other benefits, are calculated in
berdasarkan UU Cipta Kerja No. 11/2020 dan accordance with the Job Creation Law
Peraturan Pemerintah 35/2021, dan Peraturan No. 11/2020 and Government Regulation No.
Perseroan tentang Imbalan Pasca Kerja (“IPK“). 35/2021, and Company Regulation regarding
Jika imbalan pensiun sesuai dengan Post Employment Benefits ("IPK"). If the
UU No. 11/2020 lebih besar, selisih tersebut pension benefits based on Law No. 11/2020 are
diakui sebagai bagian dari liabilitas imbalan higher, the difference is recorded as part of the
pensiun. overall pension benefits obligation.
Karena Undang Undang terkait Since the Labor related Law sets the formula for
Ketenagakerjaan menentukan rumus tertentu determining the minimum amount of benefits, in
untuk menghitung jumlah minimal imbalan substance pension plans under the Labor
pensiun, pada dasarnya program pensiun related Law represent defined benefit plans.
berdasarkan Undang Undang terkait
Ketenagakerjaan adalah program imbalan
pasti.
Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang The liability recognised in the statement of
diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai financial position in respect of defined benefit
kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan pension plans is the present value of the
posisi keuangan. Liabilitas imbalan pasti defined benefit obligation at the statement of
dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen financial position’s date. The defined benefit
dengan menggunakan metode Projected Unit obligation is calculated annually by independent
Credit. Nilai kini liabilitas imbalan pasti actuaries using the Projected Unit Credit
ditentukan dengan mendiskontokan estimasi method. The present value of the defined
arus kas keluar di masa yang akan datang benefit obligation is determined by discounting
dengan menggunakan tingkat bunga Obligasi the estimated future cash outflows using
Pemerintah dalam mata uang yang sama interest rates of Government Bonds that are
dengan mata uang pensiun yang akan denominated in the currency in which the
dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang kurang pension will be paid, and that have terms to
lebih sama dengan waktu jatuh tempo pensiun maturity approximating the terms of the related
yang bersangkutan. pension liability.
Pengukuran kembali timbul dari penyesuaian Remeasurements arising from experience
dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial adjustments and changes in actuarial
langsung diakui seluruhnya melalui pendapatan assumptions are directly fully recognised to
komprehensif lain dan akan diakui segera other comprehensive income and shall be
dalam saldo laba. recognised immediately in retained earnings.
Biaya jasa lalu diakui segera dalam laporan Past-service cost are recognised immediately in
laba rugi. statements of profit or loss.
Keuntungan dan kerugian dari kurtailmen atau Gains or losses on the curtailment or settlement
penyelesaian program manfaat pasti diakui di of a defined benefit plan are recognised in profit
laba rugi ketika kurtailmen atau penyelesaian or loss when the curtailment or settlement
tersebut terjadi. occurs.
Perseroan juga memberikan imbalan pasca- The Company also provides other post-
kerja lainnya, seperti uang penghargaan dan employment benefits, such as award money
uang pisah. Imbalan berupa uang penghargaan and separation pay. Rewards in the form of
diberikan apabila karyawan bekerja hingga cash awards are given if employees work until
mencapai usia pensiun. Sedangkan imbalan they reach retirement age. Meanwhile,
berupa uang pisah, dibayarkan kepada compensation in the form of severance pay is
karyawan yang mengundurkan diri secara paid to employees who resign voluntarily, after
sukarela, setelah memenuhi minimal masa fulfilling a certain minimum period of service.
kerja tertentu. Imbalan ini dihitung This benefit is calculated using the same
menggunakan metode yang sama dengan method as calculating service pay.
perhitungan uang penghargaan masa kerja.
Lampiran – 5/26 – Schedule
197
Page 222
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
l. Imbalan kerja (lanjutan) l. Employee benefits (continued)
Imbalan jangka panjang lainnya Other long-term benefits
Imbalan jangka panjang lainnya seperti cuti Other long-term employee benefits such as
berimbalan jangka panjang dan penghargaan long service leave and Jubilee awards are
Jubilee dihitung dengan menggunakan metode calculated using the Projected Unit Credit
Projected Unit Credit dan didiskontokan ke nilai method and discounted to present value. These
kini. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan benefits are accounted for using the same
metodologi yang sama dengan metodologi methodology as for the defined benefit pension
yang digunakan dalam perhitungan program plan, except for remeasurements which are
pensiun imbalan pasti, kecuali untuk recognised in profit or loss.
pengukuran kembali yang diakui pada laba rugi.
m. Surat berharga yang diterbitkan dan m. Securities issued and borrowings
pinjaman
Surat berharga yang diterbitkan diklasifikasikan Securities issued are classified as financial
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan liabilities at amortised cost. Additional cost
biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan directly attributable to the issuance of securities
yang dapat diatribusikan secara langsung are recognised as a discount and offset directly
dengan penerbitan surat berharga diakui from the proceeds derived from such offerings
sebagai diskonto dan dikurangkan langsung and amortised over the period of the securities
dari hasil penerbitan dan diamortisasi selama issued using effective interest rate method.
jangka waktu surat berharga yang diterbitkan
tersebut dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
Bunga atas surat berharga yang diterbitkan Interest on securities issued are recorded as
diakui sebagai beban bunga dan keuangan interest and financing charges using accrual
berdasarkan basis akrual. basis.
Pinjaman pada awalnya diakui sebesar nilai Borrowings are recognised initially at fair value,
wajar setelah dikurangi biaya-biaya transaksi net of directly attributable transaction costs (if
(jika ada) yang dapat diatribusikan secara any). Borrowings are subsequently measured
langsung. Pinjaman yang diterima selanjutnya at amortised cost.
dicatat menggunakan biaya perolehan
diamortisasi.
Bunga pinjaman diakui sebagai beban bunga Interest on borrowings are recorded as interest
dan keuangan berdasarkan basis akrual. and financing charges using accrual basis.
Surat berharga yang diterbitkan dan pinjaman Securities issued and borrowings are classified
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan as financial liabilities at amortised cost. Refer to
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Note 2c for the accounting policy for financial
Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas liabilities at amortised cost.
liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
n. Pengakuan pendapatan dan beban n. Income and expense recognition
Pendapatan dari pembiayaan konsumen, sewa Income from consumer financing, finance lease,
pembiayaan, dan pembiayaan penyalur and dealer financing and expense for all interest
kendaraan serta beban bunga untuk semua bearing financial instruments are recognised
instrumen keuangan dengan interest bearing over the term of the respective contracts using
diakui sesuai dengan jangka waktu kontrak the effective interest rate method.
berdasarkan metode suku bunga efektif.
Lampiran – 5/27 – Schedule
198
Page 223
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) n. Income and expense recognition (continued)
Metode suku bunga efektif adalah metode yang The effective interest method is a method of
digunakan untuk menghitung biaya perolehan calculating the amortised cost of a financial
diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas asset or a financial liability and of allocating the
keuangan dan metode untuk mengalokasikan interest income or interest expense over the
pendapatan bunga atau beban bunga selama relevant period. The effective interest rate is the
periode yang relevan. Suku bunga efektif rate that accurately discounts estimated future
adalah suku bunga yang secara tepat cash payments or receipts through the
mendiskontokan estimasi pembayaran atau expected life of the financial instrument or,
penerimaan kas di masa datang selama when appropriate, a shorter period to the net
perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau carrying amount of the financial asset or
jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih financial liability. When calculating the effective
singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih interest rate, the Company estimates cash flows
dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. considering all contractual terms of the financial
Pada saat menghitung suku bunga efektif, instrument but does not consider future credit
Perseroan mengestimasi arus kas dengan losses. These calculations include transaction
mempertimbangkan seluruh persyaratan costs.
kontraktual dalam instrumen keuangan
tersebut, namun tidak mempertimbangkan
kerugian kredit di masa datang. Perhitungan ini
mencakup biaya transaksi.
Pendapatan marjin pembiayaan Murabahah Margin income from Murabahah financing is
diakui berdasarkan metode imbal hasil efektif recognised using the effective rate of return
selama jangka waktu kontrak. over the term of the respective contracts.
Pendapatan dari sewa operasi diakui sebagai Income from operating lease is recognised in
pendapatan secara garis lurus selama masa income on a straight-line basis over the lease
sewa. Biaya langsung awal yang terjadi saat term. Initial direct costs incurred in obtaining an
mendapatkan sewa operasi ditambahkan pada operating lease are added the carrying amount
nilai tercatat aset pendasar dan diakui sebagai of the underlying asset and recognised as
beban selama masa sewa dengan basis yang expense over the lease term on the same basis
sama dengan pendapatan sewa. Aset terkait as lease income. The respective leased assets
yang disewakan ditampilkan di laporan posisi are included in the statement of financial
keuangan berdasarkan sifatnya. Beberapa statements based on their nature. Several
kontrak sewa mencakup beberapa pekerjaan rental contracts cover some work that needs to
yang perlu dilaksanakan, seperti perawatan be performed, such as maintenance and spare
dan suku cadang, mobil pengganti, asuransi parts, replacement cars, insurance and
dan pembayaran pajak berkendaraan payment of motor vehicle tax. The work is
bermotor. Pekerjaan tersebut bersifat straightforward, does not include integration
sederhana, tidak termasuk servis integrasi dan services and can be performed by other parties.
dapat dilakukan oleh pihak lain. Oleh karena itu, Therefore, some of these jobs are accounted for
beberapa pekerjaan tersebut diperhitungkan as separate performance obligations. In this
sebagai kewajiban kinerja yang terpisah. case, the transaction price will be allocated to
Dalam hal ini, harga transaksi akan each performance obligation based on a stand-
dialokasikan untuk setiap kewajiban alone selling price. Revenue related to these
pelaksanaan berdasarkan harga jual yang works is recognised over time on a straight line
berdiri sendiri. Pendapatan yang berkaitan basis over the lease term.
dengan pekerjaan – pekerjaan tersebut diakui
sepanjang waktu secara garis lurus selama
masa sewa.
Pendapatan denda keterlambatan dikenakan Late charges income is charged to overdue
kepada konsumen yang menunggak. consumers.
Pendapatan penalti dikenakan kepada Penalty income is charged to consumers who
konsumen yang menyelesaikan kontrak terminate their contracts before financing period
sebelum masa pembiayaan berakhir. ends.
Pendapatan administrasi dikenakan kepada Administration income is charged to consumers
konsumen yang mengamendemen kontrak. who amend their contracts. Late charges
Pendapatan denda keterlambatan income, penalty and administration are
pembayaran, penalti dan administrasi diakui recognised when realisation is certain.
pada saat penerimaan dapat dipastikan.
Beban diakui pada saat terjadinya, Expenses are recognised as incurred on an
menggunakan dasar akrual. accrual basis.
Lampiran – 5/28 – Schedule
199
Page 224
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
o. Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas o. Derivative financial instruments and
lindung nilai hedging activities
Dalam rangka penerapan kebijakan For risk management purposes, the Company
manajemen risiko, Perseroan melakukan enters into derivative instruments in order to
instrumen derivatif untuk lindung nilai atas hedge the changes in underlying exposures. In
perubahan variabel yang mendasari. accordance with that policy, the Company does
Berdasarkan kebijakan tersebut, Perseroan not hold derivative financial instruments for
tidak memiliki instrumen keuangan derivatif speculative purposes.
untuk tujuan spekulasi.
Instrumen keuangan derivatif diakui pertama- Derivative financial instruments are initially
tama pada nilai wajar pada saat kontrak recognised in the statement of financial position
tersebut dilakukan dan selanjutnya diukur pada at fair value on the date on which a derivative
nilai wajarnya. Derivatif dicatat sebagai aset contract is entered into and are subsequently
apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai remeasured at their fair value. Derivatives are
liabilitas apabila memiliki nilai wajar negatif. carried as assets when their fair value is
positive and as liabilities when their fair value is
negative.
Perseroan menggunakan instrumen keuangan The Company uses derivative instruments as
sebagai bagian dari aktivitas manajemen aset part of its asset and liability management
dan liabilitas untuk melindungi dampak risiko activities to manage exposures to interest rate
tingkat suku bunga dan risiko mata uang asing. and foreign currency. The Company applies
Perseroan menerapkan akuntansi lindung nilai cash flow hedge accounting when transactions
arus kas pada saat transaksi tersebut meet the specified criteria to obtain hedge
memenuhi kriteria perlakuan akuntansi lindung accounting treatment.
nilai.
Pada saat terjadinya transaksi, Perseroan The Company documents, at the inception of
melakukan dokumentasi mengenai hubungan the transaction, the relationship between
antara instrumen lindung nilai dan unsur yang hedging instruments and hedged items, as well
dilindungi nilainya, juga tujuan manajemen as its risk management objective and strategy
risiko dan strategi yang diterapkan dalam for undertaking various hedge transactions.
melakukan berbagai macam transaksi lindung This process includes linking all derivatives
nilai. Proses dokumentasi ini menghubungkan designated as hedges to specific assets and
derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai liabilities or to specific firm commitments or
dengan aset dan liabilitas tertentu atau dengan forecast transactions. The Company also
komitmen penuh tertentu atau transaksi yang documents its assessment, both at the hedge
diperkirakan. Pada saat terjadinya transaksi inception and on an ongoing basis, as to
lindung nilai dan pada periode berikutnya, whether the derivatives that are used in hedging
Perseroan melakukan dokumentasi atas transactions are highly effective in offsetting
penilaian apakah derivatif yang digunakan changes in fair values or cash flows of hedged
sebagai transaksi lindung nilai memiliki items.
efektivitas yang tinggi dalam menandingi
(offsetting) perubahan nilai wajar atau arus kas
dari unsur yang dilindungi nilainya.
Lindung nilai dinyatakan efektif oleh Perseroan The Company regards a hedge as highly
hanya jika memenuhi kriteria sebagai berikut: effective only if the following criteria are met:
i) pada saat terjadinya dan sepanjang umur i) at inception of the hedge and throughout its
transaksi lindung nilai memiliki efektivitas yang life, the hedge is expected to be highly effective
tinggi dalam menandingi (offsetting) perubahan in achieving offsetting changes in fair value or
nilai wajar atau arus kas yang melekat pada cash flows attributable to the hedged risks, and
risiko-risiko yang dilindungi nilainya, dan ii) actual results of the hedge are 100%.
ii) tingkat efektivitas lindung nilai 100%.
Perseroan akan menghentikan penerapan The Company discontinues hedge accounting
akuntansi lindung nilai ketika derivatif tersebut when it determines that a derivative is not or
tidak atau tidak lagi efektif; ketika instrumen has ceased to be, highly effective as a hedge;
lindung nilai kadaluwarsa atau dijual; dihentikan when the derivative expires or is sold;
atau dibayar pada saat unsur yang dilindungi terminated or exercise when the hedged item
tersebut jatuh tempo, dijual atau dibayar matures, is sold or repaid; or when a forecast
kembali; atau ketika transaksi yang transaction is no longer deemed highly
diperkirakan akan terjadi tidak lagi diperkirakan probable.
akan terjadi.
Lampiran – 5/29 – Schedule
200
Page 225
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
o. Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas o. Derivative financial instruments and
lindung nilai (lanjutan) hedging activities (continued)
Metode pengakuan keuntungan atau kerugian The method of recognising the resulting gains
atas instrumen derivatif tergantung kepada or losses is dependent on whether the
apakah derivatif tersebut ditetapkan sebagai derivative is designated as a hedging
instrumen lindung nilai dan sifat dari risiko yang instrument and the nature of the risk being
dilindung nilai. hedged.
Lindung nilai arus kas Cash flow hedges
Bagian yang efektif atas perubahan nilai wajar The effective portion of changes in the fair
derivatif yang ditujukan dan memenuhi value of derivatives that are designated and
kualifikasi sebagai lindung nilai arus kas, diakui qualify as cash flow hedges are recognised in
sebagai cadangan lindung nilai arus kas pada other comprehensive income/(loss) under cash
bagian penghasilan/rugi komprehensif lain. flow hedge reserves. The gain or loss relating
Keuntungan atau kerugian atas bagian yang to the ineffective portion (if any) is recognised
tidak efektif (jika ada) diakui langsung pada immediately in the statements of profit or loss.
laporan laba rugi. Jumlah akumulasi dalam Amounts accumulated in equity are recycled to
ekuitas dibebankan ke laporan laba rugi ketika the statements of profit or loss in the periods in
unsur yang dilindungi nilainya memengaruhi which the hedged item will affect profit or loss.
laba rugi. Ketika instrumen lindung nilai When a hedging instrument expires or is sold,
kadaluwarsa atau dijual atau Ketika suatu or when a hedge no longer meets the criteria
lindung nilai tidak lagi memenuhi persyaratan for hedge accounting, any cumulative gain or
sebagai akuntansi lindung nilai, akumulasi loss existing in the other comprehensive
penghasilan/(rugi) komprehensif lain yang ada income/(loss) at that time is recognised in the
diakui pada laporan laba rugi. statements of profit or loss.
Lihat Catatan 2c untuk perlakuan akuntansi Refer to Note 2c for the accounting policy of
instrumen keuangan. financial instruments.
p. Perpajakan p. Taxation
Pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan The income tax comprises current and deferred
kini dan tangguhan. Pajak penghasilan ini diakui tax. Tax is recognised in the profit or loss,
dalam laporan laba rugi, kecuali jika pajak except to the extent that it relates to items
tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian recognised in other comprehensive income or
yang diakui di pendapatan komprehensif lain directly in equity. In this case, the tax is also
atau langsung diakui di ekuitas. Dalam hal ini, recognised in other comprehensive income or
pajak tersebut masing-masing diakui dalam directly in equity, respectively.
pendapatan komprehensif lain atau ekuitas.
Beban pajak kini dihitung berdasarkan The current income tax charge is calculated on
peraturan perpajakan yang berlaku pada the basis of the tax laws enacted or
tanggal pelaporan keuangan. Direksi substantially enacted at the reporting date. The
mengevaluasi secara periodik implementasi Directors periodically evaluate the
terhadap peraturan perpajakan yang berlaku implementation of prevailing tax regulations
terutama yang memerlukan interpretasi lebih especially those that are subject to further
lanjut mengenai pelaksanaannya, termasuk interpretation on its implementation, including
juga evaluasi terhadap surat ketetapan pajak evaluation on tax assessment letters received
yang diterima dari kantor pajak. Lebih lanjut, from tax authorities. Where appropriate
Manajemen akan membentuk cadangan, jika Management will establish provisions based on
dianggap perlu berdasarkan jumlah yang the amounts expected to be paid to the tax
diestimasikan akan dibayarkan ke otoritas authorities.
pajak.
Pajak penghasilan tangguhan disajikan dengan Deferred income tax is determined using the
menggunakan metode liabilitas, untuk semua liability method for all temporary differences
perbedaan temporer yang muncul akibat arising between the tax bases of assets and
perbedaan tarif dasar pajak untuk aset dan liabilities and their carrying values for financial
liabilitas dengan nilai tercatatnya dalam rangka reporting purposes at each reporting date.
kebutuhan laporan keuangan per tanggal Deferred income tax is determined using tax
pelaporan. Pajak penghasilan tangguhan rates that have been enacted or substantially
ditentukan dengan menggunakan tarif pajak enacted as at reporting period and is expected
yang telah berlaku atau secara substantif telah to apply when the related deferred income tax
berlaku pada akhir periode pelaporan dan asset is realised or the deferred income tax
diharapkan diterapkan ketika aset pajak liability is settled.
penghasilan tangguhan direalisasi atau liabilitas
pajak penghasilan tangguhan diselesaikan.
Lampiran – 5/30 – Schedule
201
Page 226
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
p. Perpajakan (lanjutan) p. Taxation (continued)
Aset pajak tangguhan diakui apabila besar A deferred tax asset is recognised to the extent
kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal pada that it is probable that future taxable profits will
masa mendatang akan memadai untuk be available against which the deferred tax
mengkompensasi aset pajak tangguhan yang asset arising from temporary differences can be
muncul akibat perbedaan temporer tersebut. utilised.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan Deferred income tax assets and liabilities are
dapat saling hapus apabila terdapat hak yang offset when there is a legally enforceable right
berkekuatan hukum untuk melakukan saling to offset current tax assets against current tax
hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas liabilities and when the deferred income taxes
pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak assets and liabilities relate to income taxes
penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas levied by the same taxation authority on either
perpajakan yang sama, baik atas entitas kena the same taxable entity or different taxable
pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya entities where there is an intention to settle the
niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo balances on a net basis.
tersebut secara neto.
q. Mata uang fungsional dan penyajian q. Functional and presentation currency
Laporan keuangan disajikan dalam mata uang The financial statements are presented in
Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Rupiah, which is the functional currency of the
Perseroan. Company.
Transaksi dan saldo Transactions and balances
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke Transactions denominated in a foreign currency
mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs are converted into Rupiah at the exchange rate
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada prevailing at the date of the transaction. At the
tanggal laporan posisi keuangan, aset dan statement of financial position date, monetary
liabilitas moneter dalam mata uang asing assets and liabilities in foreign currencies are
dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada translated at the exchange rates prevailing at
tanggal laporan posisi keuangan. that date.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang Exchange gains and losses arising on
timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan transactions in foreign currency and on the
dari penjabaran aset dan liabilitas moneter translation of foreign currency monetary assets
dalam mata uang asing, diakui pada laporan and liabilities, are recognised in the profit or
laba rugi. loss.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, As at 31 December 2024 and 2023, the
kurs nilai tukar yang digunakan adalah kurs exchange rates used are the Bank Indonesia
tengah Bank Indonesia dan masing-masing middle rates of Rp16,162 (full amount) and
adalah Rp16.162 (nilai penuh) dan Rp15.416 Rp15,416 (full amount) for 1 United States
(nilai penuh) untuk 1 Dolar Amerika Serikat Dollar (US Dollar) and Rp102.36 (full amount)
(Dolar AS) dan Rp102,36 (nilai penuh) dan and Rp109.55 (full amount) for 1 Japanese
Rp109,55 (nilai penuh) untuk 1 Yen Jepang. Yen.
r. Laba per saham r. Earnings per share
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan Earnings per share is calculated by dividing the
membagi laba dengan jumlah rata-rata net profit attributable to shareholders by the
tertimbang saham biasa yang beredar weighted average number of ordinary shares on
sepanjang tahun. issue during the year.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, As at 31 December 2024 and 2023, there were
tidak ada instrumen-instrumen yang dimiliki no material instruments which could result in the
yang secara material dapat menyebabkan issue of further ordinary shares. Therefore,
penerbitan tambahan saham biasa. Oleh diluted earnings per share are equivalents to
karena itu, nilai laba Perseroan dilusian setara basic earnings per share.
dengan nilai laba per saham dasar.
Lampiran – 5/31 – Schedule
202
Page 227
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
s. Transaksi dengan pihak berelasi s. Transaction with related parties
Perseroan memiliki transaksi dengan pihak- The Company has transactions with related
pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 224 parties. In accordance with SFAS 224 “Related
“Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, yang party disclosures”, the meaning of a related
dimaksud dengan pihak yang berelasi adalah party is a person or entity that is related to a
orang atau entitas yang berelasi dengan entitas reporting entity as follows:
pelapor sebagai berikut:
a. Orang atau anggota keluarga terdekatnya a. A person or a close member of that
berelasi dengan entitas pelapor jika orang person’s family is related to a reporting
tersebut: entity if that person:
i. memiliki pengendalian atau i. has control or joint control over the
pengendalian bersama terhadap reporting entity;
entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan terhadap ii. has significant influence over the
entitas pelapor; atau reporting entity; or
iii. personil manajemen kunci entitas iii. is member of the key management
pelapor atau entitas induk pelapor. personnel of the reporting entity of a
parent of the reporting entity.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas b. An entity is related to a reporting entity if
pelapor jika memenuhi hal-hal sebagai any of the following conditions applies:
berikut:
i. entitas dan entitas pelapor adalah i. the entity and the reporting entity are
anggota dari kelompok usaha yang members of the same the Company
sama (artinya entitas induk, entitas (which means that each parent,
anak dan entitas anak berikutnya subsidiary and fellow subsidiary is
terkait dengan entitas lain); related to the others);
ii. suatu entitas adalah entitas asosiasi ii. one entity is an associate or joint
atau ventura bersama bagi entitas lain venture of the other entity (or an
(atau entitas asosiasi atau ventura associate or joint venture of member of
bersama yang merupakan anggota a company of which the other entity is
suatu kelompok usaha, di mana entitas a member);
lain tersebut adalah anggotanya);
iii. kedua entitas tersebut adalah ventura iii. both entities are joint ventures of the
bersama dari pihak ketiga yang sama; same third party;
iv. suatu entitas adalah ventura bersama iv. one entity is a joint venture of a third
dari entitas ketiga dan entitas yang lain entity and the other entity is an
adalah entitas asosiasi dari entitas associate of the third entity;
ketiga;
v. entitas tersebut adalah suatu program v. the entity is a post-employment benefit
imbalan pasca kerja untuk imbalan plan for the benefit of employees of
kerja dari suatu entitas pelapor atau either the reporting entity or an entity
entitas yang terkait dengan entitas related to the reporting entity;
pelapor;
vi. entitas yang dikendalikan atau vi. the entity controlled or jointly
dikendalikan bersama oleh orang yang controlled by a person identified in (a);
diidentifikasi dalam butir (a);
vii. orang yang diidentifikasi, dalam butir vii. a person identified in (a) (i) has
(a) (i) memiliki pengaruh signifikan significant influence over the entity or
terhadap entitas atau anggota personil is a member of the key management
manajemen kunci entitas (atau entitas personnel of the entity (or of a parent
induk dari entitas); of the entity);
viii. Entitas, atau anggota dari kelompok di viii. An entity, or any member of a group of
mana entitas merupakan bagian dari which it is a part, that provides key
kelompok tersebut, menyediakan jasa management personnel services to
personil manajemen kunci kepada the reporting entity or its parent.
entitas pelapor atau kepada entitas
induk dari entitas pelapor.
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak-pihak The nature of transactions and balances of
berelasi diungkapkan pada Catatan 33. accounts with related parties are disclosed in
the Note 33.
Lampiran – 5/32 – Schedule
203
Page 228
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
t. Informasi segmen t. Segment information
Sebuah segmen operasi adalah suatu An operating segment is a component of entity
komponen dari entitas: which:
i. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang i. involves with business activities to
memperoleh pendapatan dan menimbulkan generate income and expenses (include
beban (termasuk pendapatan dan beban income and expenses relating to the
yang terkait dengan transaksi dengan transactions with other components with
komponen lain dari entitas yang sama); the same entity);
ii. hasil operasinya dikaji ulang secara berkala ii. operations result is observed regularly by
oleh pengambil keputusan operasional chief operation decision maker to make
utama untuk pembuatan keputusan tentang decisions regarding the allocation of
sumber daya yang dialokasikan pada resources and to evaluate the works; and
segmen tersebut dan menilai kinerjanya;
dan
iii. tersedia informasi keuangan yang dapat iii. separate financial information is available.
dipisahkan.
Segmen operasi Perseroan disajikan The Company disclosed the operating segment
berdasarkan segmen produk usaha dan area based on business product segments and
geografis (lihat Catatan 34). geographical areas (refer to Note 34).
u. Transaksi sewa u. Lease transaction
Sebagai penyewa As the lessee
Pada tanggal permulaan kontrak, Perseroan At the inception of a contract, the Company
menilai apakah kontrak merupakan atau assesses whether the contract is or contains a
mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan leases. A contract is or contains a leases if the
atau mengandung sewa jika kontrak tersebut contract conveys the right to control the use of
memberikan hak untuk mengendalikan an identified assets for a period of time in
penggunaan aset identifikasian selama suatu exchange for consideration. The Company can
jangka waktu untuk dipertukarkan dengan choose not to recognise the right-of-use asset
imbalan. Perseroan dapat memilih untuk tidak and lease liabilities for:
mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa
untuk:
- Sewa jangka-pendek; dan - Short term lease; and
- Sewa yang aset pendasarnya bernilai- - Low value asset
rendah
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak To assess whether a contract conveys the
untuk mengendalikan penggunaan aset right to control the use of an identified asset,
identifikasian, Perseroan harus menilai apakah: the Company shall assess whether:
- Perseroan memiliki hak untuk - The Company has the right to obtain
mendapatkan secara substansial seluruh substantially all the economic benefit from
manfaat ekonomi dari penggunaan aset use of the asset throughout the period of
identifikasian; dan use; and
- Perseroan memiliki hak untuk - The Company has the right to direct the
mengarahkan penggunaan aset use of the asset. The Company has
identifikasian. Perseroan memiliki hak ini described when it has a decision-making
ketika Perseroan memiliki hak untuk right that are the most relevant to
pengambilan keputusan yang relevan changing how and for what purpose the
tentang bagaimana dan untuk tujuan apa asset is used are predetermined:
aset digunakan telah ditentukan
sebelumnya dan:
1. Perseroan memiliki hak untuk 1. The Company has the right to operate
mengoperasikan aset; dan the asset; and
2. Perseroan telah mendesain aset 2. The Company has designed the asset
dengan cara menetapkan sebelumnya in a way that predetermine how and for
bagaimana dan untuk tujuan apa aset what purpose it will be used.
akan digunakan selama periode
penggunaan.
Lampiran – 5/33 – Schedule
204
Page 229
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
u. Transaksi sewa (lanjutan) u. Lease transaction (continued)
Sebagai penyewa (lanjutan) As the lessee (continued)
Pada tanggal permulaan sewa, Perseroan The Company recognises a right-of-use asset
mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. and a leases liability at the leases
Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan, di commencement date. The right-of-use asset is
mana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas initially measured at cost, which comprises the
sewa yang disesuaikan dengan pembayaran initial amount of the leases liability adjusted for
sewa yang dilakukan pada atau sebelum any leases payment made at or before the
tanggal permulaan, ditambah dengan biaya commencement date, plus any initial direct cost
langsung awal yang dikeluarkan. Aset hak-guna incurred. The right-of-use asset is amortised
diamortisasi dengan menggunakan metode over the straight-line method throughout the
garis lurus sepanjang jangka waktu sewa. lease term.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini The lease liability is initially measured at the
pembayaran sewa yang belum dibayar pada present value of the lease payments that are not
tanggal permulaan, didiskontokan dengan paid at the commencement date, discounted
menggunakan suku bunga implisit dalam sewa using the interest rate implicit in the lease or, if
atau jika suku bunga tersebut tidak dapat that right cannot be readily determined, using
ditentukan, maka menggunakan suku bunga incremental borrowing rate. Generally, the
pinjaman inkremental. Pada umumnya, Company uses its incremental borrowing rate
Perseroan menggunakan suku bunga pinjaman as a discount rate.
inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian Each leases payment is allocated between the
pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan liability and finance cost. The finance cost is
dibebankan pada laba rugi selama periode charged to profit or loss over the leases period
sewa sehingga menghasilkan tingkat suku so as to produce a constant periodic rate of
bunga periodik yang konstan atas saldo interest on the remaining balance of the liability
liabilitas untuk setiap periode. for each period.
Perseroan menyajikan aset hak-guna sebagai The Company presents right-of-use assets as
bagian dari “Aset tetap” dan liabilitas sewa part of “Fixed assets” and leases liabilities as
sebagai bagian dari “Utang lain-lain” di dalam part of “Other payables” in the statement of
laporan posisi keuangan. financial position.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset If the leases transfers ownership of the
pendasar kepada Perseroan pada akhir masa underlying asset to the Company by the end of
sewa atau jika biaya perolehan aset hak-guna the leases term or if the cost of the right-of-use
merefleksikan Perseroan akan mengeksekusi asset reflects that the Company will exercise a
opsi beli, maka Perseroan menyusutkan aset purchase option, the Company depreciates the
hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir right-of-use asset from the commencement
umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka date to the end of the useful life of the
Perseroan menyusutkan aset hak-guna dari underlying asset. Otherwise, the Company
tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih depreciates the right-of-use asset from the
awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna commencement date to the earlier of the end of
atau akhir masa sewa. the useful life of the right-of-use asset or the end
of the leases term.
Perseroan menganalisis fakta dan keadaan The Company analyses the facts and
untuk masing-masing jenis hak atas tanah circumstances for each type of land rights in
dalam menentukan akuntansi untuk masing- determining the accounting for each of these
masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat land rights so that it can accurately represent an
merepresentasikan dengan tepat suatu underlying economic event or transaction. If the
kejadian atau transaksi ekonomi yang land rights do not transfer control of the
mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut underlying assets to the Company, but gives
tidak mengalihkan pengendalian atas aset the rights to use the underlying assets, the
pendasar kepada Perseroan, melainkan Company applies the accounting treatment of
mengalihkan hak untuk menggunakan aset these transactions as leases under SFAS 116,
pendasar, Perseroan menerapkan perlakuan “Lease”, except if land rights substantially
akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa similar to land purchases, the Company applies
berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, kecuali jika SFAS 216, “Property, plant and equipment”.
hak atas tanah secara substansi menyerupai
pembelian tanah, maka Perseroan menerapkan
PSAK 216, “Aset tetap”.
Lampiran – 5/34 – Schedule
205
Page 230
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
MATERIAL (lanjutan) INFORMATION (continued)
u. Transaksi sewa (lanjutan) u. Lease transaction (continued)
Modifikasi sewa Leases modification
Perseroan mencatat modifikasi sewa sebagai The Company account for a leases modification
sewa terpisah jika: as a separate leases if both:
- modifikasi meningkatkan ruang lingkup - the modification increases the scope of the
sewa dengan menambahkan hak untuk leases by adding the right to use one or
menggunakan satu aset pendasar atau more underlying assets;
lebih;
- imbalan sewa meningkat sebesar jumlah - the consideration for the leases increases by
yang setara dengan harga tersendiri untuk an amount commensurate with the stand-
peningkatan dalam ruang lingkup dan alone price for the increase in scope and
penyesuaian yang tepat pada harga any appropriate adjustments to that stand-
tersendiri tersebut untuk merefleksikan alone price to reflect the circumstances of
kondisi kontrak tertentu. the particular contract.
v. Penurunan nilai aset non-keuangan v. Impairment of non-financial assets
Aset non-keuangan ditelaah untuk mengetahui Non-financial assets are reviewed for
apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana impairment whenever events or changes in
terdapat kejadian atau perubahan keadaan circumstances indicate that the carrying
yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset amount may not be recoverable. An impairment
tersebut tidak dapat diperoleh kembali. loss is recognised for the amount by which the
Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar carrying amount of the asset exceeds its
selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai recoverable amount.
yang dapat diperoleh kembali dari aset
tersebut.
Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai Recoverable amount is the higher of its fair
yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi value less cost to sell and its value in use of the
biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. assets. For the purposes of assessing
Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset impairment, assets are grouped at the lowest
dikelompokkan hingga unit terkecil yang levels for which there are separately identifiable
menghasilkan arus kas terpisah. cash flows.
Setiap tanggal pelaporan, aset non-keuangan At each reporting date, non-financial assets
yang telah mengalami penurunan nilai ditelaah that suffered impairment are reviewed for
untuk menentukan apakah terdapat possible reversal of the impairment.
kemungkinan pemulihan penurunan nilai. Jika Recoverable amount is immediately
terjadi pemulihan nilai, maka langsung diakui recognised in profit or loss, but not in excess of
dalam laba rugi, tetapi tidak boleh melebihi any accumulated impairment loss previously
akumulasi rugi penurunan nilai yang telah recognised.
diakui sebelumnya.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
YANG PENTING JUDGEMENTS
Beberapa estimasi dan asumsi dibuat dalam rangka Certain estimates and assumption are made in the
penyusunan laporan keuangan di mana dibutuhkan preparation of the financial statements. These often
pertimbangan Manajemen dalam menentukan require Management judgement in determining the
metodologi yang tepat untuk penilaian aset dan appropriate methodology for valuation of assets and
liabilitas. liabilities.
Lampiran – 5/35 – Schedule
206
Page 231
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
YANG PENTING (lanjutan) JUDGEMENTS (continued)
Manajemen membuat estimasi dan asumsi yang Management makes estimations and assumptions
berimplikasi pada pelaporan nilai aset dan liabilitas that affect the reported amounts of assets and
atas tahun keuangan satu tahun kedepan. Semua liabilities within the next financial year. All
estimasi dan asumsi yang diharuskan oleh PSAK estimations and assumptions required in conformity
adalah estimasi terbaik yang didasarkan standar with SFAS are best estimations undertaken in
yang berlaku. Estimasi dan pertimbangan dievaluasi accordance with the applicable standard.
secara terus menerus dan berdasarkan pengalaman Estimations and judgements are evaluated on a
masa lalu dan faktor-faktor lain termasuk harapan continuous basis, and are based on past
atas kejadian yang akan datang. experience and other factors, including
expectations with regard to future events.
Walaupun estimasi dan asumsi ini dibuat Although these estimations and assumption are
berdasarkan pengetahuan terbaik Manajemen atas based on Management’s best knowledge of current
kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul events and activities, actual result may differ from
mungkin berbeda dengan estimasi dan asumsi those estimations and assumption.
semula.
Sumber utama ketidakpastian estimasi Key sources of estimation uncertainty
a. Nilai wajar dari instrumen keuangan a. Fair value of financial instruments
Dalam menentukan nilai wajar aset keuangan In determining the fair value for financial
dan liabilitas yang tidak mempunyai harga assets and financial liabilities for which there
pasar, Perseroan menggunakan teknik is no observable market price, the Company
penilaian seperti yang dijelaskan dalam Catatan uses the valuation techniques as described in
2c. Untuk instrumen keuangan yang jarang Note 2c. For financial instruments that are
diperdagangkan dan memiliki informasi harga traded infrequently and a lack of price
yang terbatas, nilai wajar yang kurang objektif transparency, fair value is less objective and
dan membutuhkan berbagai tingkat penilaian requires varying degrees of judgement
tergantung pada likuiditas, konsentrasi, faktor depending on liquidity, concentration,
ketidakpastian pasar, asumsi harga dan risiko uncertainty of market factors, pricing
lainnya yang memengaruhi instrumen spesifik assumptions and other risks affecting the
tersebut. specific instrument.
b. Cadangan kerugian penurunan nilai b. Allowance for impairment losses
Perseroan melakukan peninjauan kembali atas The Company reviews its receivables at
piutang yang diberikan pada setiap tanggal reporting date to evaluate the allowance for
laporan untuk melakukan penilaian atas impairment losses. Management’s judgement
cadangan penurunan nilai yang telah dicatat. is applied in the estimation when determining
Justifikasi Manajemen diperlukan dalam the level of allowance required.
menentukan tingkat penyisihan yang
dibutuhkan.
Untuk penilaian secara individu, kondisi spesifik For individual assessment, the specific
penurunan nilai debitur dalam pembentukan debtors' conditions in determining allowance
cadangan kerugian penurunan nilai atas aset for impairment amount of the financial assets
keuangan dievaluasi secara individu is evaluated individually and is based upon
berdasarkan estimasi terbaik Manajemen atas Management's best estimate of the present
nilai kini arus kas yang diharapkan akan value of the cash flows that are expected to be
diterima. Dalam mengestimasi arus kas received. In estimating these cash flows,
tersebut, Manajemen membuat pertimbangan Management makes judgements about the
tentang segmentasi portfolio piutang segmentation of the portfolio of consumer
pembiayaan konsumen, investasi bersih dalam financing receivables, finance lease
sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan receivables and dealer financing receivables,
penyalur kendaraan, periode dari data kerugian the period of the historical lost data used,
historis yang digunakan, identifikasi faktor identification of the most relevant macroecomic
ekonomi makro yang paling relevan yang factors affecting the settlement of the amounts
memengaruhi pelunasan jumlah piutang, situasi due, debtors' financial situation and the net
keuangan debitur dan nilai realisasi bersih dari realisable value of any underlying collateral
setiap agunan berdasarkan estimasi nilai pasar based on estimated market value for collateral
untuk jaminan yang dimiliki berdasarkan kondisi held in the current market condition. Each
pasar masa kini. Setiap aset yang mengalami impaired asset is assessed on its merits and
penurunan nilai dinilai sesuai dengan manfaat the workout strategy and estimated cash flows
yang ada dan strategi penyelesaian serta considered recoverable are independently
estimasi arus kas yang diperkirakan dapat approved by the Risk Management.
diterima disetujui secara independen oleh
Manajemen Risiko.
Lampiran – 5/36 – Schedule
207
Page 232
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
YANG PENTING (lanjutan) JUDGEMENTS (continued)
Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan) Key sources of estimation uncertainty (ontinued)
b. Cadangan kerugian penurunan nilai b. Allowance for impairment losses
(lanjutan) (continued)
Perseroan juga membentuk cadangan kerugian The Company estimates the collective
penurunan nilai kolektif atas eksposur piutang impairment allowance for its receivables
yang diberikan, di mana evaluasi dilakukan portfolio, where evaluation is performed based
berdasarkan kerugian kredit ekspektasian (lihat on expected credit losses (refer to Note 2c).
Catatan 2c).
Perhitungan cadangan penurunan nilai kolektif Collectively assessed impairment allowances
meliputi kerugian kredit yang melekat dalam covers credit losses inherent in portfolios of
portofolio aset keuangan dengan karakteristik financial assets with similar economic
ekonomi yang sama dan aset keuangan yang characteristics and financial assets that are
tidak signifikan secara individual. Dalam menilai individually insignificant. In assessing the need
kebutuhan untuk penyisihan kolektif, for collective allowances, Management
Manajemen mempertimbangkan faktor-faktor considers factors such as credit quality and
seperti kualitas kredit dan jenis produk. Guna type of product. In order to estimate the
membuat estimasi penyisihan yang diperlukan, required allowance, assumptions are made to
Manajemen membuat asumsi untuk define the way inherent losses are modelled
menentukan kerugian yang melekat, dan untuk and to determine the required input
menentukan parameter input yang diperlukan, parameters, based on historical experience
berdasarkan pengalaman masa lalu dan kondisi and current economic conditions.
ekonomi saat ini.
Keakuratan penyisihan tergantung pada The accuracy of the allowances depends on
seberapa baik estimasi arus kas masa depan how well these estimate future cash flows for
untuk cadangan counterparty tertentu dan specific counterparty allowances and the
asumsi model dan parameter yang digunakan model assumptions and parameters used in
dalam menentukan penyisihan kolektif. determining collective allowances.
Perseroan juga membentuk cadangan kerugian The Company also estimates the allowance for
penurunan nilai atas piutang pembiayaan impairment losses for Murabahah financing
Murabahah yang ditentukan oleh Perseroan receivables of which is determined by the
berdasarkan kerangka incurred loss sesuai Company based on the incurred loss model
PSAK 402 "Akuntansi Murabahah". Estimasi under SFAS 402 “Accounting for Murabahah”.
cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang The estimation of allowance for impairment
pembiayaan Murabahah dibentuk jika terdapat losses for Murabahah financing receivables is
bukti objektif bahwa penurunan nilai merupakan determined when there is objective evidence of
akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi impairment as a result of one or more events
setelah pengakuan awal (“peristiwa kerugian”) that occurred after the initial recognition (a
dan peristiwa kerugian tersebut (atau peristiwa- “loss event”) and that loss event (or events)
peristiwa) memiliki dampak pada estimasi arus has an impact on the estimated future cash
kas masa depan. flows.
c. Imbalan kerja c. Employee benefits
Nilai kini imbalan kerja karyawan tergantung The present value of the employee’s benefit
pada beberapa faktor yang ditentukan dengan obligations depends on a number of factors that
dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. are determined on an actuarial basis using a
Perubahan atas asumsi-asumsi ini akan number of assumptions. Any changes in these
memengaruhi jumlah tercatat atas imbalan kerja assumptions will impact the carrying amount of
karyawan. employee’s benefit obligations.
Asumsi yang digunakan dalam menentukan The assumptions used in determining the net
biaya/(pendapatan) untuk imbalan kerja cost/(income) for employee’s benefit included
karyawan antara lain tingkat diskonto, tingkat the discount rate, salary increment rate,
kenaikan gaji di masa datang, usia pensiun normal pension age, mortality rate and others.
normal, tingkat mortalitas dan lain-lain.
Lampiran – 5/37 – Schedule
208
Page 233
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
YANG PENTING (lanjutan) JUDGEMENTS (continued)
Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan) Key sources of estimation uncertainty
(continued)
c. Imbalan kerja (lanjutan) c. Employee benefits (continued)
Perseroan menentukan tingkat diskonto yang The Company determines the appropriate
tepat pada setiap akhir periode pelaporan. Ini discount rate at the end of each reporting
merupakan tingkat suku bunga yang harus period. This is the interest rate that should be
digunakan untuk menentukan nilai kini atas arus used to determine the present value of
kas keluar masa depan yang diestimasi dan estimated future cash outflows expected to be
akan digunakan untuk membayar imbalan kerja required to settle the employee’s benefit
karyawan. Dalam menentukan tingkat diskonto obligations. In determining the appropriate
yang tepat, Perseroan mempertimbangkan discount rate, the Company considers the
tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang interest rates of government bonds that have
mempunyai jangka waktu yang menyerupai terms to maturity approximating the terms of
jangka waktu imbalan kerja karyawan. the related employee’s benefit liability.
Tingkat kenaikan gaji per tahun didasarkan Annual salary increment rate determined based
pada informasi historis atas tingkat kenaikan on historical information of previous salary
gaji sebelumnya, tingkat inflasi dan masa kerja. increment rate, inflation rate and length of
service.
Asumsi tingkat mortalitas telah didasarkan pada Mortality rate assumption is based on the latest
tabel mortalita terbaru yang dihitung dengan mortality table which is calculated using
menggunakan metode aktuaria yang diterima actuarial method and generally accepted.
secara umum.
Asumsi tingkat pengunduran diri didasarkan Resignation rate assumption is based on
pada informasi historis dan disesuaikan dengan historical information and adjusted for current
kondisi saat ini. condition.
Perubahan pada asumsi-asumsi tersebut di Change in the assumptions above in the
atas pada tahun-tahun buku berikutnya following years may require adjustments to the
mungkin dapat menyebabkan penyesuaian carrying amount of the post-employment
terhadap jumlah tercatat liabilitas imbalan pasca benefit liabilities and the post-employment
kerja dan beban imbalan pasca kerja. benefit expenses.
d. Perpajakan d. Taxation
Pertimbangan signifikan diperlukan dalam Significant judgement is required in determining
menentukan provisi perpajakan. the provision for taxes.
Perseroan menentukan provisi perpajakan The Company provides for tax provision based
berdasarkan estimasi atas kemungkinan on estimates whether the additional taxes will
adanya tambahan beban pajak. Jika hasil akhir be due. Where the final tax outcome of these
dari hal ini berbeda dengan jumlah yang dicatat matters is different from the amounts that were
semula, maka perbedaan tersebut akan initially recorded, such differences will impact
berdampak pada laba rugi. the profit and loss.
e. Sewa e. Leases
Sebagai pesewa As the lessor
Perseroan menyewakan kendaraan yang The Company leases out vehicles which
diklasifikasikan sebagai sewa operasi (lihat classified as operating lease (See Note 2g and
Catatan 2g dan Catatan 24 Sewa Operasi). Note 24 Operating Lease).
Perseroan mengikuti panduan PSAK 116 The Company follows the guidance of
“Sewa” dalam menentukan klasifikasi sewa. PSAK 116 “Leases” to determine the lease
Penentuan ini memerlukan pertimbangan yang classification. The determination requires
signifikan. Dalam pertimbangan ini, Perseroan significant judgement. In making this
mengevaluasi berbagai faktor, antara lain umur judgement, the Company evaluates, among
ekonomis kendaraan, struktur harga sewa dan other factors, the economic lives of vehicles,
tingkat diskonto. Perubahan klasifikasi sewa lease price structure and discount rate. The
dapat memberikan dampak signifikan atas change in the lease classification could have a
laporan keuangan. significant impact on the financial statements
Lampiran – 5/38 – Schedule
209
Page 234
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
4. KAS DAN KAS DI BANK 4. CASH ON HAND AND IN BANKS
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Kas 2,103 1,042 Cash on hand
Kas di bank Cash in banks
Pihak ketiga Third parties
Rupiah Rupiah
- PT Bank Permata Tbk 302,201 383,743 PT Bank Permata Tbk -
- PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia -
(Persero) Tbk 17,811 30,239 (Persero) Tbk
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk 16,198 28,129 PT Bank Danamon Indonesia Tbk -
- PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia -
(Persero) Tbk 8,356 20,961 (Persero) Tbk
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5,400 12,727 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk -
- Deutsche Bank AG, Jakarta 3,740 4,208 Deutsche Bank AG, Jakarta -
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk 3,679 19,437 PT Bank Syariah Indonesia Tbk -
- PT Bank Mizuho Indonesia 2,431 647 PT Bank Mizuho Indonesia -
- PT Bank Central Asia Tbk 621 680 PT Bank Central Asia Tbk -
- Standard Chartered Bank, Jakarta 309 309 Standard Chartered Bank, Jakarta -
- MUFG Bank, Ltd., Jakarta 186 189 MUFG Bank, Jakarta. -
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk 97 23 PT Bank SMBC Indonesia Tbk -
- The Hongkong Shanghai Banking The Hongkong Shanghai Banking -
Corporation Ltd., Jakarta 91 91 Corporation Ltd., Jakarta
- PT Bank of America, N.A, Jakarta 84 92 PT Bank of America, N.A, Jakarta -
- PT Bank Jago Tbk 38 39 PT Bank Jago Tbk -
- Citibank, N.A., Jakarta 12 12 Citibank, N.A., Jakarta -
- PT Bank ANZ Indonesia 3 4 PT Bank ANZ Indonesia -
Dolar AS US Dollar
- Standard Chartered Bank, Jakarta 4,707 1,993 Standard Chartered Bank, Jakarta -
- PT Bank Permata Tbk 558 6,127 PT Bank Permata Tbk -
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk 15 15 PT Bank SMBC Indonesia Tbk -
- Citibank, N.A., Jakarta 15 14 Citibank, N.A., Jakarta -
- PT Bank Mizuho Indonesia 8 7 PT Bank Mizuho Indonesia -
- MUFG Bank, Ltd., Jakarta 6 6 MUFG Bank, Ltd. -
- Deutsche Bank AG, Jakarta 1 1 Deutsche Bank AG, Jakarta -
Yen Jepang Japanese Yen
- Standard Chartered Bank, Jakarta 220 251 Standard Chartered Bank, Jakarta -
- MUFG Bank, Ltd., Jakarta - 3 MUFG Bank, Ltd. -
366,787 509,947
368,890 510,989
Pihak berelasi Related parties
Rupiah Rupiah
- PT Bank Jasa Jakarta 461 5,262 PT Bank Jasa Jakarta -
Suku bunga rekening bank per tahun berkisar antara The bank accounts earned annual interest at rates
0,10% - 5,25% pada tahun yang berakhir ranging between 0.10% - 5.25% in the year ended
31 Desember 2024 untuk mata uang Rupiah (2023: 31 December 2024 for Rupiah currency (2023:
0,00% - 3,75%), 0,05% - 0,10% untuk mata uang 0.00% - 3.75%), 0.05% - 0.10% for US Dollars
Dolar AS (2023: 0,00% - 0,30%), dan tidak ada (2023: 0.00% - 0.30%), and there is no interest for
bunga untuk mata uang Yen Jepang. Japanese Yen.
Lampiran – 5/39 – Schedule
210
Page 235
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
Semua piutang pembiayaan konsumen Perseroan All of the Company’s consumer financing
adalah dalam mata uang Rupiah dengan rincian receivables are in Rupiah currency, with details as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables
- bruto gross -
Pembiayaan sendiri: Direct financing:
- Pihak ketiga 37,118,629 35,807,402 Third parties -
- Pihak berelasi 107,564 69,871 Related parties -
37,226,193 35,877,273
Dikurangi: Less:
Pendapatan pembiayaan konsumen Unearned consumer
yang belum diakui: financing income:
Pembiayaan sendiri: Direct financing:
- Pihak ketiga (5,313,993) (5,445,234) Third parties -
- Pihak berelasi (16,291) (11,685) Related parties -
31,895,909 30,420,354
Cadangan kerugian penurunan nilai (1,512,901) (1,440,449) Allowance for impairment losses
Bersih 30,383,008 28,979,905 Net
Jangka waktu kontrak pembiayaan yang disalurkan The period of consumer financing contracts for motor
oleh Perseroan atas kendaraan bermotor berkisar vehicles ranged between 12 - 72 months.
antara 12 - 72 bulan.
Piutang pembiayaan konsumen - bruto sesuai The above consumer financing receivable - gross
dengan tanggal jatuh temponya adalah sebagai have the following aging profile:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
< 1 tahun 16,766,661 15,660,409 < 1 year
1 - 2 tahun 10,560,763 10,069,150 1 - 2 years
> 2 tahun 9,898,769 10,147,714 > 2 years
37,226,193 35,877,273
Analisis umur piutang pembiayaan konsumen - The aging analysis of the consumer financing
bruto adalah sebagai berikut: receivables - gross are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Belum jatuh tempo 33,031,202 31,236,803 Current
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 - 7 hari 2,723,500 3,190,471 1 - 7 days
8 - 30 hari 787,308 789,354 8 - 30 days
31 - 60 hari 345,027 345,572 31 - 60 days
61 - 90 hari 149,246 131,061 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 189,910 184,012 More than 90 days
37,226,193 35,877,273
Lampiran – 5/40 – Schedule
211
Page 236
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Berikut adalah perubahan jumlah piutang Below are movement of consumer financing
pembiayaan konsumen yang diberikan yang receivables based on stages during the period
diberikan berdasarkan stages selama periode ended 31 December 2024 and 2023:
berakhir 31 Desember 2024 dan 2023:
31 Desember/December 2024
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 28,359,026 1,865,882 195,446 30,420,354 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) (3,577,988) 3,577,988 - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) (827,078) (311,426) 1,138,504 - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) 416,779 (416,779) - - losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran Kembali*) 756,040 1,352,992 (222,153) 1,886,879 and remeasurement*)
Penghapusan (179,068) (184,753) (47,503) (411,324) Written-off
Saldo, akhir tahun 24,947,711 5,883,904 1,064,294 31,895,909 Balance, end of year
31 Desember/December 2023
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 23,814,682 1,191,836 138,192 25,144,710 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) (432,442) 432,442 - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) (113,490) (65,304) 178,794 - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) 666,783 (666,783) - - losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 4,552,727 1,098,359 (80,017) 5,571,069 and remeasurement*)
Penghapusan (129,234) (124,668) (41,523) (295,425) Written-off
Saldo, akhir tahun 28,359,026 1,865,882 195,446 30,420,354 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Include the net change in exposure and remeasurement are additional
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta exposure during the year including its changes/transfer during the year
perubahan/transfer sepanjang tahun dan pembayaran. and repayment.
Pinjaman yang direstrukturisasi dilakukan dengan Financing restructurings were conducted by the
mengubah persyaratan pokok dan bunga, dapat Company through modification of terms on principal
disertai dengan perpanjangan jangka waktu kredit. and interest and could be followed by extension on
terms.
Pinjaman dengan persyaratan yang dinegosiasi Financings with renegotiated terms are financings
ulang adalah pinjaman yang telah direstrukturisasi that have been restructured due to concerns about
karena adanya kekhawatiran akan kemampuan the borrower’s ability to meet contractual payments
nasabah untuk melakukan pembayaran kontraktual when due.
ketika jatuh tempo.
Jumlah pinjaman yang masih terutang yang telah The amount of outstanding loans whose terms have
direstrukturisasi terkait dengan COVID-19 pada been restructured related to the COVID-19 as at
31 Desember 2024 adalah Rp7.193 (2023: 31 December 2024 is Rp7,193 (2023: Rp114,440).
Rp114.440).
Lampiran – 5/41 – Schedule
212
Page 237
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai Movements in the allowance for impairment losses
adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Saldo awal 1,440,449 1,165,337 Beginning balance
Penambahan 483,776 570,537 Additions
Penghapusan piutang (411,324) (295,425) Written-off receivables
Saldo akhir 1,512,901 1,440,449 Ending balance
Analisis saldo dan jumlah cadangan kerugian Analysis of total balance and allowance for
penurunan nilai adalah sebagai berikut: impairment losses are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Penilaian secara individual: Individual assessments:
Saldo piutang pembiayaan Balance of consumer financing
konsumen - bruto 183,834 105,927 receivables - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai 18,005 8,800 Allowance for impairment losses
Penilaian secara kolektif: Collective assessments:
Saldo piutang pembiayaan Balance of consumer financing
konsumen - bruto 37,042,359 35,771,346 receivables - gross
Cadangan kerugian penurunan nilai 1,494,896 1,431,649 Allowance for impairment losses
Jumlah cadangan Total allowance
kerugian penurunan nilai 1,512,901 1,440,449 for impairment losses
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai The movement of allowance for impairment losses
piutang pembiayaan konsumen (“CKPN”) yang (“CKPN”) consumer financing receivables during the
diberikan untuk periode berakhir 31 Desember 2024 period ended 31 December 2024 and 2023 were as
dan 2023 adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember/December 2024
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 941,721 342,072 156,656 1,440,449 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) (118,815) 118,815 - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) (27,465) (57,093) 84,558 - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) 76,408 (76,408) - - losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran Kembali*) (305,445) 233,804 555,417 483,776 and remeasurement*)
Penghapusan (179,068) (184,753) (47,503) (411,324) Written-off
Saldo, akhir tahun 387,336 376,437 749,128 1,512,901 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Include the net change in exposure and remeasurement are additional
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta exposure during the year including its changes/transfer during the year
perubahan/transfer sepanjang tahun dan pembayaran. and repayment.
Lampiran – 5/42 – Schedule
213
Page 238
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
31 Desember/December 2023
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 853,129 224,756 87,452 1,165,337 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) (15,492) 15,492 - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) (4,066) (12,315) 16,381 - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) 125,741 (125,741) - - losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran Kembali*) 111,643 364,548 94,346 570,537 and remeasurement*)
Penghapusan (129,234) (124,668) (41,523) (295,425) Written-off
Saldo, akhir tahun 941,721 342,072 156,656 1,440,449 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Include the net change in exposure and remeasurement are additional
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta exposure during the year including its changes/transfer during the year
perubahan/transfer sepanjang tahun dan pembayaran. and repayment.
Suku bunga efektif per tahun untuk kontrak Effective annual interest rates for new consumer
pembiayaan konsumen baru berkisar antara financing contracts ranged between
11,16% - 12,89% untuk tahun yang berakhir 11.16% - 12.89% for the year ended 31 December
31 Desember 2024 (2023: 11,65% - 12,24%). 2024 (2023: 11.65% - 12.24%).
Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan The consumer financing receivables are secured by
konsumen yang diberikan, Perseroan menerima fiduciary transfers on motor vehicles subject to
jaminan dari konsumen berupa Bukti Pemilikan finance whereby the Company receives Motor
Kendaraan Bermotor (“BPKB”) atas kendaraan Vehicle of Ownership Certificates (“BPKB”).
bermotor yang dibiayai.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan Management believes the existing allowance for
kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah impairment losses is adequate to cover possible
cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul losses arising from uncollectible consumer financing
akibat tidak tertagihnya piutang pembiayaan receivables.
konsumen.
Termasuk di dalam saldo piutang pembiayaan Included in the balance of consumer financing
konsumen bersih adalah piutang pembiayaan receivables - net is consumer financing receivables
konsumen dari karyawan sebesar Rp828 (2023: from employees amounting to Rp828 (2023:
Rp718). Rp718).
6. PIUTANG PEMBIAYAAN MURABAHAH 6. MURABAHAH FINANCING RECEIVABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pendapatan pembiayaan Murabahah financing
Murabahah bruto: receivables - gross:
Pembiayaan sendiri: Direct financing:
- Pihak ketiga 2,002,258 1,623,763 Third parties -
Dikurangi: Less:
Pendapatan marjin pembiayaan Unearned margin income
Murabahah yang belum diakui: on Murabahah financing:
Pembiayaan sendiri: Direct financing:
- Pihak ketiga (266,392) (238,022) Third parties -
1,735,866 1,385,741
Cadangan kerugian penurunan nilai (55,667) (46,128) Allowance for impairment losses
Bersih 1,680,199 1,339,613 Net
Rata-rata jangka waktu kontrak pembiayaan The average period of Murabahah financing
Murabahah yang disalurkan oleh Perseroan atas contracts for motor vehicle ranged from
kendaraan bermotor berkisar antara 12 - 72 bulan 12 – 72 months (2023: 12 - 72 months).
(2023: 12 - 72 bulan).
Lampiran – 5/43 – Schedule
214
Page 239
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
6. PIUTANG PEMBIAYAAN MURABAHAH (lanjutan) 6. MURABAHAH FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Piutang pembiayaan Murabahah - bruto (cicilan) The above Murabahah financing receivables - gross
yang akan diterima sesuai dengan tanggal jatuh (installment) have the following settlement schedule
temponya adalah sebagai berikut: profile:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
< 1 tahun 917,001 712,915 < 1 year
1 - 2 tahun 545,278 440,084 1 - 2 years
> 2 tahun 539,979 470,764 > 2 years
2,002,258 1,623,763
Analisa umur piutang pembiayaan Murabahah - Aging analysis of the gross Murabahah financing
bruto (cicilan) adalah sebagai berikut: receivables (installment) is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Belum jatuh tempo 1,803,695 1,433,775 Current
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 - 30 hari 175,095 172,991 1 - 30 days
31 - 60 hari 13,351 8,890 31 - 60 days
61 - 90 hari 5,092 2,632 61 - 90 days
> 90 hari 5,025 5,475 > 90 days
2,002,258 1,623,763
Rata-rata imbal hasil efektif per tahun untuk kontrak The effective annual return for new Murabahah
pembiayaan Murabahah baru rata-rata berkisar financing contracts in average ranged between
antara 9,97% - 12,41% pada tahun 2024 9.97% - 12.41% in 2024 (2023: 10.24% - 11.43%).
(2023: 10,24% - 11,43%).
Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan The consumer financing receivables are secured by
konsumen yang diberikan, Perseroan menerima fiduciary transfers on motor vehicles subject to
jaminan dari konsumen berupa Bukti Pemilikan finance whereby the Company receives Motor
Kendaraan Bermotor (“BPKB”) atas kendaraan Vehicle of Ownership Certificates (“BPKB”).
bermotor yang dibiayai.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai Movements of the allowance for impairment losses
adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Saldo awal 46,128 37,290 Beginning balance
Penambahan 22,490 16,284 Additions
Penghapusan piutang (12,951) (7,446) Written-off receivables
Saldo akhir 55,667 46,128 Ending balance
Direksi berpendapat bahwa jumlah cadangan Directors believe that the existing allowance for
kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah impairment losses is adequate to cover possible
cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul losses arising from uncollectible Murabahah
akibat tidak tertagihnya piutang pembiayaan financing receivables.
Murabahah.
Lampiran – 5/44 – Schedule
215
Page 240
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
7. INVESTASI BERSIH DALAM SEWA 7. NET INVESTMENT IN FINANCE LEASE
PEMBIAYAAN
Rincian investasi bersih dalam sewa pembiayaan The details of net investment in finance lease are as
adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Investasi sewa pembiayaan - Investment in finance lease
bruto 285,766 308,496 receivables - gross
Nilai residu yang dijamin 117,069 122,094 Guaranteed residual value
Pendapatan sewa pembiayaan
tangguhan (31,690) (33,846) Unearned lease income
Simpanan jaminan (117,069) (122,094) Security deposit
254,076 274,650
Cadangan kerugian penurunan nilai - - Allowance for impairment losses
Bersih 254,076 274,650 Net
Jangka waktu kontrak sewa pembiayaan atas The period of finance lease for motor vehicle
kendaraan bermotor berkisar antara 12 - 60 bulan. contracts ranged between 12 - 60 months.
Investasi dalam sewa pembiayaan – bruto sesuai Investment in finance lease – gross have the
dengan tanggal jatuh temponya: following aging profile:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
< 1 tahun 151,720 155,429 < 1 year
1 - 2 tahun 85,408 93,198 1 - 2 years
> 2 tahun 48,638 59,869 > 2 years
285,766 308,496
Analisis umur investasi dalam sewa pembiayaan – The aging analysis of the investment in finance
bruto adalah sebagai berikut: lease – gross is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Belum jatuh tempo 284,618 307,187 Current
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 - 7 hari - 526 1 - 7 days
8 - 30 hari - 783 8 - 30 days
31 - 60 hari 1,059 - 31 - 60 days
61 - 90 hari 89 - 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari - - more than 90 days
285,766 308,496
Lampiran – 5/45 – Schedule
216
Page 241
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
7. INVESTASI BERSIH DALAM SEWA 7. NET INVESTMENT IN FINANCE LEASE
PEMBIAYAAN (lanjutan) (continued)
Berikut adalah perubahan jumlah investasi bersih Below is movement of net investment in finance
dalam sewa pembiayaan yang diberikan yang lease based on stages during the period ended 31
diberikan berdasarkan stages selama periode December 2024 and 2023:
berakhir 31 Desember 2024 dan 2023:
31 Desember/December 2024
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 272,980 1,670 - 274,650 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) (449) 449 - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) - - - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) - (1,670) - (1,670) losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) (29,099) 10,195 - (18,904) and remeasurement*)
Penghapusan - - - Written-off
Saldo, akhir tahun 243,432 10,644 - 254,076 Balance, end of year
31 Desember/December 2023
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 210,931 - - 210,931 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) (429) 429 - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) - - - - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) - - - - losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 62,478 1,241 - 63,719 and remeasurement*)
Penghapusan - - - - Written-off
Saldo, akhir tahun 272,980 1,670 - 274,650 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Include the net change in exposure and remeasurement are additional
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta exposure during the year including its changes/transfer during the year
perubahan/transfer sepanjang tahun dan pembayaran. and repayment.
Suku bunga efektif per tahun untuk kontrak sewa Effective annual interest rates for finance lease
pembiayaan berkisar antara 8,39% - 9,36% untuk contracts ranged between 8.39% - 9.36% for the
tahun yang berakhir 31 Desember 2024 year ended 31 December 2024 (2023: 8.61% -
(2023: 8,61% - 9,61%). 9.61%).
Pada saat kontrak sewa pembiayaan At the signing of lease contracts, the lessee is
ditandatangani, penyewa pembiayaan memberikan required to pay a security deposit, which will be
uang jaminan yang akan diperhitungkan dengan applied against the residual value of the leased
nilai sisa aset sewa pembiayaan pada saat transaksi asset at the end of the lease term if the lessee
berakhir bila penyewa pembiayaan menggunakan exercises his option to purchase the leased asset,
hak opsinya untuk membeli aset sewa pembiayaan otherwise, the security deposit will be refunded to
tersebut, bila tidak, jaminan tersebut akan the lessee.
dikembalikan kepada penyewa pembiayaan.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada Management believes that there is no allowance for
cadangan kerugian penurunan nilai yang perlu impairment losses required to cover possible losses
dibentuk untuk menutup kerugian yang mungkin arising from uncollectible net investment in finance
timbul akibat tidak tertagihnya investasi bersih lease.
dalam sewa pembiayaan.
Lampiran – 5/46 – Schedule
217
Page 242
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
8. PIUTANG PEMBIAYAAN PENYALUR 8. DEALER FINANCING RECEIVABLES – NET
KENDARAAN – BERSIH
Rincian piutang pembiayaan penyalur kendaraan - The details of dealer financing receivables - net are
bersih adalah sebagai berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Piutang pembiayaan
penyalur kendaraan Dealer financing receivables
Pokok: Principal:
Pembiayaan sendiri: Direct financing:
- Pihak ketiga 871,574 1,098,980 Third parties -
- Pihak berelasi 55,633 43,394 Related parties -
Bunga: Interest:
Pembiayaan sendiri: Direct financing:
- Pihak ketiga 2,581 3,304 Third parties -
- Pihak berelasi 21 33 Related parties -
929,809 1,145,711
Cadangan kerugian penurunan nilai (3,686) (4,775) Allowance for impairment losses
Bersih 926,123 1,140,936 Net
Jangka waktu kontrak pembiayaan penyalur The period of dealer financing contracts ranged
kendaraan yang disalurkan oleh Perseroan berkisar between 8 - 60 days.
antara 8 - 60 hari.
Berikut adalah perubahan jumlah piutang Below is the movement of dealer financing
pembiayaan penyalur kendaraan yang diberikan receivables based on stages during the period
yang diberikan berdasarkan stages selama periode ended 31 December 2024 and 2023:
berakhir 31 Desember 2024 dan 2023:
31 Desember/December 2024
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 1,145,711 - - 1,145,711 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) - - - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) - - - - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) - - - - losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran Kembali*) (215,902) - - (215,902) and remeasurement*)
Penghapusan - - - - Written-off
Saldo, akhir tahun 929,809 - - 929,809 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Include the net change in exposure and remeasurement are additional
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta exposure during the year including its changes/transfer during the year
perubahan/transfer sepanjang tahun dan pembayaran. and repayment.
Lampiran – 5/47 – Schedule
218
Page 243
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
8. PIUTANG PEMBIAYAAN PENYALUR 8. DEALER FINANCING RECEIVABLES – NET
KENDARAAN – BERSIH (lanjutan) (continued)
Berikut adalah perubahan jumlah piutang Below is movement of dealer financing receivables
pembiayaan penyalur kendaraan yang diberikan based on stages during the period ended 31
yang diberikan berdasarkan stages selama periode December 2024 and 2023: (continued)
berakhir 31 Desember 2024 dan 2023: (lanjutan)
31 Desember/December 2023
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 719,649 - - 719,649 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) - - - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) - - - - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) - - - - losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 426,062 - - 426,062 and remeasurement*)
Penghapusan - - - - Written-off
Saldo, akhir tahun 1,145,711 - - 1,145,711 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Include the net change in exposure and remeasurement are additional
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta exposure during the year including its changes/transfer during the year
perubahan/transfer sepanjang tahun dan pembayaran. and repayment.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai Movements in the allowance for impairment losses
adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Saldo awal 4,775 7,446 Beginning balance
Penambahan - - Additions
Pengurangan (1,089) (2,671) Deductions
Saldo akhir 3,686 4,775 Ending balance
Analisis saldo dan jumlah cadangan kerugian Analysis of total balance and allowance for
penurunan nilai adalah sebagai berikut: impairment losses are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Penilaian secara individual: Individual assessments:
Saldo piutang pembiayaan Balance of dealer financing
penyalur kendaraan 929,809 1,145,711 receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai 3,686 4,775 Allowance for impairment losses
31 Desember/December 2024
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 4,775 - - 4,775 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) - - - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) - - - - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) - - - - losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali (1,089) - - (1,089) and remeasurement
Penghapusan - - - - Written-off
Saldo, akhir tahun 3,686 - - 3,686 Balance, end of year
Lampiran – 5/48 – Schedule
219
Page 244
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
8. PIUTANG PEMBIAYAAN PENYALUR 8. DEALER FINANCING RECEIVABLES – NET
KENDARAAN – BERSIH (lanjutan) (continued)
Analisis saldo dan jumlah cadangan kerugian Analysis of total balance and allowance for
penurunan nilai adalah sebagai berikut: (lanjutan) impairment losses are as follows: (continued)
31 Desember/December 2023
Tahap/ Tahap/ Tahap/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 7,446 - - 7,446 Balance, beginning of the year
Transfer ke kerugian kredit Transfer to
ekspektasian sepanjang lifetime expected credit
umurnya (Tahap 2) - - - - losses (Stage 2)
Transfer ke kredit
yang mengalami Transfer to credit
penurunan nilai (Tahap 3) - - - - impaired (Stage 3)
Transfer ke kerugian kredit Transfer to 12 months
ekspektasian 12 bulan expected credit
(Tahap 1) - - - - losses (Stage 1)
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) (2,671) - - (2,671) and remeasurement*)
Penghapusan - - - - Written-off
Saldo, akhir tahun 4,775 - - 4,775 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Include the net change in exposure and remeasurement are additional
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta exposure during the year including its changes/transfer during the year
perubahan/transfer sepanjang tahun dan pembayaran. and repayment.
Suku bunga per tahun untuk kontrak pembiayaan Annual interest rates for dealer financing 7.75% -
penyalur kendaraan adalah 7,75% - 8,00% untuk 8.00% for the year ended 31 December 2024 (2023:
tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (2023: 7.95% - 8.00%).
7,95% - 8,00%).
9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 9. PREPAID EXPENSES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pihak ketiga Third parties
- Sewa 1,695 1,414 Office Rent -
- Lain-lain 9,995 9,079 Others -
11,690 10,493
Pihak berelasi Related parties
- Asuransi 31,205 28,585 Insurance -
42,895 39,078
Jangka waktu kontrak biaya dibayar di muka - sewa The period of prepaid expenses - office rental
kantor kepada pihak ketiga berkisar antara 12 - 60 contracts with third parties ranged from 12 - 60
bulan. months.
Lihat Catatan 33 untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 33 for details of balances and
dengan pihak berelasi. transactions with related parties.
Lampiran – 5/49 – Schedule
220
Page 245
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES
Perseroan telah melakukan beberapa kontrak cross The Company has entered into several cross
currency swap (“CCS”) dan foreign exchange swap currency swap contract (“CCS”) and foreign
(“FX”) dengan PT Bank SMBC Indonesia Tbk, exchange swap (“FX”) with PT Bank SMBC
Standard Chartered Bank, Jakarta, JP Morgan Indonesia Tbk, Standard Chartered Bank, Jakarta,
Chase Bank, N.A. dan PT Bank Mizuho Indonesia. JP Morgan Chase Bank, N.A. and PT Bank Mizuho
Indonesia.
Perincian dari kontrak - kontrak tersebut pada The details of these contracts as at 31 December
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah 2024 and 2023 are as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/December 2024
Nilai wajar/Fair values
Instrumen dan Jumlah nosional Tanggal Liabilitas
counterparties/ (nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal jatuh Aset derivatif/ derivatif/
Instruments and Notional amount Agreement tempo/ Derivative Derivative
counterparties (full amount) date Maturity date assets liabilities
-
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 03-10-2024 03-01-2025 6,594 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 17-10-2024 17-01-2025 8,244 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 12,000,000 17-10-2024 17-01-2025 9,892 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 20,000,000 18-10-2024 17-01-2025 36,476 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 21-10-2024 21-01-2025 10,710 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 25-10-2024 28-01-2025 4,500 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 25,000,000 28-10-2024 31-01-2025 44,411 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 20,000,000 28-10-2024 31-01-2025 38,002 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 12-11-2024 10-02-2025 9,191 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 13-11-2024 13-02-2025 10,012 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 18-11-2024 18-02-2025 9,960 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 21-11-2024 21-02-2025 11,713 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 25-11-2024 24-02-2025 8,668 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 26-11-2024 26-02-2025 29,713 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 05-12-2024 05-03-2025 10,130 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 20,000,000 11-12-2024 11-03-2025 16,605 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 16-12-2024 14-03-2025 18,097 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 17-12-2024 17-03-2025 9,128 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 19-12-2024 19-03-2025 13,529 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 23-12-2024 21-03-2025 20,161 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 23-12-2024 24-03-2025 12,172 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 27-12-2024 26-03-2025 25,140 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 30-12-2024 27-03-2025 3,183 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 20,000,000 10-10-2024 10-01-2025 11,615 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 15,000,000 12-11-2024 10-02-2025 17,364 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 10,000,000 12-11-2024 12-02-2025 22,876 -
Lampiran – 5/50 – Schedule
221
Page 246
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES
(continued)
Perincian dari kontrak - kontrak tersebut pada The details of these contracts as at 31 December
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah 2024 and 2023 are as follows: (continued)
sebagai berikut: (lanjutan)
31 Desember/December 2024 (lanjutan/continued)
Nilai wajar/Fair values
Instrumen dan Jumlah nosional Tanggal Liabilitas
counterparties/ (nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal jatuh Aset derivatif/ derivatif/
Instruments and Notional amount Agreement tempo/ Derivative Derivative
counterparties (full amount) date Maturity date assets liabilities
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 5,000,000 18-11-2024 18-02-2025 5,096 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 10,000,000 16-12-2024 14-03-2025 17,441 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta JPY 500,000,000 29-07-2024 28-01-2025 - (15,747)
- Standard Chartered
Bank, Jakarta JPY 2,000,000,000 26-08-2024 25-02-2025 - (61,062)
- Standard Chartered
Bank, Jakarta JPY 500,000,000 09-09-2024 07-03-2025 - (14,241)
- PT Bank ANZ Indonesia USD 13,000,000 30-12-2024 27-03-2025 - (5,320)
- JPMorgan Chase Bank,
N.A USD 15,000,000 21-10-2024 21-01-2025 16,167 -
- JPMorgan Chase Bank,
N.A USD 20,000,000 18-11-2024 18-02-2025 16,391 -
- JPMorgan Chase Bank,
N.A USD 10,000,000 03-12-2024 03-03-2025 21,469 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 10,000,000 02-10-2024 06-01-2025 12,372 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 10,000,000 07-10-2024 06-01-2025 12,713 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 23,000,000 07-10-2024 06-01-2025 18,912 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 36,000,000 15-10-2024 14-01-2025 44,476 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 20,000,000 15-10-2024 14-01-2025 25,009 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 18-10-2024 21-01-2025 3,171 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 27,000,000 28-10-2024 27-01-2025 37,638 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 29-10-2024 31-01-2025 17,786 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 22,000,000 05-11-2024 03-02-2025 47,699 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 28,000,000 07-11-2024 07-02-2025 10,942 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 08-11-2024 10-02-2025 19,324 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 13-11-2024 13-02-2025 9,067 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 25,000,000 15-11-2024 18-02-2025 17,664 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 10,000,000 22-11-2024 25-02-2025 10,574 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 20,000,000 26-11-2022 26-02-2025 41,891 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 18,000,000 29-11-2024 27-02-2025 15,181 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 17,000,000 02-12-2024 03-03-2025 34,391 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 02-12-2024 03-03-2025 24,417 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 20,000,000 02-12-2024 03-03-2025 24,088 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 06-12-2024 06-03-2025 29,712 -
Lampiran – 5/51 – Schedule
222
Page 247
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES
(continued)
Perincian dari kontrak - kontrak tersebut pada The details of these contracts as at 31 December
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah 2024 and 2023 are as follows: (continued)
sebagai berikut: (lanjutan)
31 Desember/December 2024 (lanjutan/continued)
Nilai wajar/Fair values
Instrumen dan Jumlah nosional Tanggal Liabilitas
counterparties/ (nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal jatuh Aset derivatif/ derivatif/
Instruments and Notional amount Agreement tempo/ Derivative Derivative
counterparties (full amount) date Maturity date Assets liabilities
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 21,000,000 16-12-2024 14-03-2025 41,637 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 10,000,000 17-12-2024 17-03-2025 11,235 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 23-12-2024 24-03-2025 29,696 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 22,000,000 27-12-2024 27-03-2025 10,426 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 13,000,000 30-12-2024 27-03-2025 17,548 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 7,000,000 30-12-2024 27-03-2025 10,103 -
Jumlah derivatif/Total derivative 1,072,322 (96,370)
31 Desember/December 2023
Nilai wajar/Fair values
Instrumen dan Jumlah nosional Tanggal Liabilitas
counterparties/ (nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal jatuh Aset derivatif/ derivatif/
Instruments and Notional amount Agreement tempo/ Derivative Derivative
counterparties (full amount) date Maturity date assets liabilities
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 12-02-2020 13-02-2024 6,513 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 24-07-2020 24-07-2024 38,397 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 30-11-2020 29-11-2024 10,386 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 23-12-2020 23-12-2024 23,654 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 22-02-2021 22-02-2024 1,796 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 26-03-2021 26-03-2025 27,052 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 19-07-2021 19-07-2024 4,025 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 21-09-2021 19-09-2025 21,405 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 26-11-2021 26-11-2025 11,824 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 20,000,000 18-01-2022 17-01-2025 - (2,062)
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 25,000,000 26-01-2022 27-01-2025 26,798 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 20,000,000 28-01-2022 28-01-2026 13,730 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 16-03-2022 14-03-2025 10,285 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 20-07-2022 20-07-2026 258 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 03-10-2022 02-10-2026 - (4,556)
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 25-10-2022 27-10-2025 33,160 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 30-12-2022 30-12-2025 - (8,966)
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 17-01-2023 17-01-2024 819 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 12,000,000 17-01-2023 17-01-2024 - (145)
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 27-01-2023 29-01-2024 31,873 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 13-02-2023 13-02-2026 3,642 -
Lampiran – 5/52 – Schedule
223
Page 248
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES
(continued)
Perincian dari kontrak - kontrak tersebut pada The details of these contracts as at 31 December
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah 2024 and 2023 are as follows: (continued)
sebagai berikut: (lanjutan)
31 Desember/December 2023 (lanjutan/continued)
Nilai wajar/Fair values
Instrumen dan Jumlah nosional Tanggal Liabilitas
counterparties/ (nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal jatuh Aset derivatif/ derivatif/
Instruments and Notional amount Agreement tempo/ Derivative Derivative
counterparties (full amount) date Maturity date assets liabilities
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 18-08-2023 18-08-2027 1,779 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 05-09-2023 03-09-2027 16,966 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 15-09-2023 15-09-2027 13,710 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 10-11-2023 10-11-2027 6,098 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 21-11-2023 22-11-2027 4,668 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 10,000,000 24-11-2023 24-11-2027 14,030 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 20,000,000 11-12-2023 13-12-2027 1,279 -
- PT Bank SMBC
Indonesia Tbk USD 15,000,000 19-12-2023 20-12-2027 - (328)
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 10,000,000 14-03-2022 14-03-2025 20,631 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 20,000,000 10-01-2023 10-01-2028 - (399)
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 15,000,000 10-02-2023 10-02-2028 7,977 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 5,000,000 18-08-2023 18-08-2028 21,262 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 10,000,000 12-11-2020 12-11-2025 9,648 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 10,000,000 03-12-2020 03-12-2024 - (168)
- Standard Chartered
Bank, Jakarta USD 10,000,000 16-12-2021 15-03-2024 14,543 -
- Standard Chartered
Bank, Jakarta JPY 1,000,000,000 19-07-2021 19-07-2024 - (183)
- Standard Chartered
Bank, Jakarta JPY 1,000,000,000 31-03-2021 28-03-2024 - (176)
- Standard Chartered
Bank, Jakarta JPY 500,000,000 27-07-2021 28-07-2025 - (89)
- Standard Chartered
Bank, Jakarta JPY 500,000,000 25-08-2021 26-08-2025 - (344)
- Standard Chartered
Bank, Jakarta JPY 2,000,000,000 07-09-2021 08-09-2025 - (78)
- JPMorgan Chase Bank,
N.A USD 5,000,000 25-02-2021 23-02-2024 - (3,261)
- JPMorgan Chase Bank,
N.A USD 10,000,000 03-09-2021 03-09-2026 - (4,971)
- JPMorgan Chase Bank,
N.A USD 15,000,000 19-01-2023 19-01-2026 - (1,358)
- JPMorgan Chase Bank,
N.A USD 20,000,000 17-11-2023 17-11-2027 19,280 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 10,000,000 05-07-2022 03-07-2026 549 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 20,000,000 14-07-2022 14-07-2026 783 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 29-07-2022 29-07-2026 22,717 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 08-08-2022 07-08-2026 12,616 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 23,000,000 05-10-2022 03-10-2025 659 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 14,000,000 01-02-2023 01-02-2024 10,764 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 10,000,000 06-02-2023 06-02-2024 5,763 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 7,000,000 27-03-2023 27-03-2024 11,478 -
Lampiran – 5/53 – Schedule
224
Page 249
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES
(continued)
Perincian dari kontrak - kontrak tersebut pada The details of these contracts as at 31 December
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah 2024 and 2023 are as follows: (continued)
sebagai berikut: (lanjutan)
31 Desember/December 2023 (lanjutan/continued)
Nilai wajar/Fair values
Instrumen dan Jumlah nosional Tanggal Liabilitas
counterparties/ (nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal jatuh Aset derivatif/ derivatif/
Instruments and Notional amount Agreement tempo/ Derivative Derivative
counterparties (full amount) date Maturity date assets liabilities
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 36,000,000 13-04-2023 13-04-2026 3,232 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 27,000,000 26-04-2023 26-04-2027 23,019 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 22,000,000 01-11-2021 04-11-2025 17,290 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 25,000,000 15-08-2023 15-02-2024 5,172 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 20,000,000 26-11-2021 26-11-2025 15,969 -
- PT Bank Mizuho -
Indonesia USD 15,000,000 30-08-2023 29-02-2024 6,494
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 17,000,000 01-12-2021 01-12-2025 6,618 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 02-06-2022 02-06-2025 12,938 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 06-12-2021 08-12-2025 5,507 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 21,000,000 14-12-2021 15-12-2025 13,784 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 10,000,000 17-12-2021 17-12-2024 14,187 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 15,000,000 22-12-2021 22-12-2025 28,111 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 7,000,000 28-06-2022 26-06-2026 - (2,274)
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 13,000,000 28-06-2022 27-06-2025 2,788 -
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 20,000,000 17-10-2023 17-10-2024 - (4,654)
- PT Bank Mizuho
Indonesia USD 20,000,000 01-12-2023 01-12-2027 - (10,099)
Jumlah derivatif/Total derivative 637,926 (44,111)
Perseroan melakukan kontrak cross currency swap The Company entered into cross currency swap and
dan foreign exchange swap dalam rangka foreign exchange swap contracts in order to mitigate
mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan nilai the risk of fluctuations in interest rates and exchange
tukar atas pinjaman bank dalam mata uang asing. rates from bank loans in foreign currency. All
Semua kontrak derivatif di atas ditujukan untuk derivatives contract stated above are designated as
lindung nilai. Seluruh instrumen derivatif ini hedge. All these derivative instruments qualified the
memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai arus kas. criteria of cash flow hedge accounting.
Perubahan atas nilai wajar dari kontrak cross Changes in the fair value of the cross currency
currency swap dan foreign exchange swap yang swaps and foreign exchange swap designated
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai, yang hedging instruments that effectively offset the
secara efektif menghapus variabilitas arus kas dari variability of cash flows associated with the
pinjaman terkait, dicatat di pendapatan komprehensif borrowings are recorded in other comprehensive
lainnya. Nilai ini kemudian diakui dalam laporan laba income. The amounts are subsequently recognised
rugi sebagai penyesuaian atas laba atau rugi selisih to the statements of profit or loss as adjustments of
kurs dan beban bunga pinjaman terkait yang dilindung the exchange rate differences and interest
nilai pada periode yang sama dimana selisih kurs dan payments related to the hedged borrowings in the
beban bunga tersebut diakui pada laporan laba rugi. same period in which the related exchange rate
differences and interest affects the statements of
profit or loss.
Lampiran – 5/54 – Schedule
225
Page 250
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES
(continued)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal For the year ended 31 December 2024, the total
31 Desember 2024, jumlah sebesar Rp310.747 amount of Rp310,747 (credit) has been reclassified
(kredit) telah direklasifikasikan dari ekuitas ke laporan from equity to the current year profit and loss (2023:
laba rugi tahun berjalan (2023: Rp946.709 (debit)). Rp946,709 (debit)). The amount consists of
Jumlah tersebut terdiri dari Rp459.930 yang Rp459,930 debit to gain or loss on foreign exchange
didebitkan pada laba rugi selisih kurs-bersih dan - net and Rp149,183 credit to interest and financing
Rp149.183 yang dikreditkan pada beban bunga dan charges in profit and loss (2023: Rp317,794 (debit)
keuangan di laba rugi (2023: masing-masing and Rp628,915 (debit)), respectively.
Rp317.794 (debit) dan Rp628.915 (debit)).
Jumlah laba rugi selisih kurs yang direklasifikasi dari The foreign exchange gain or loss reclassified from
ekuitas disalinghapuskan dalam laporan laba rugi equity is offset in the profit and loss against the
terhadap laba rugi selisih kurs dari pinjaman dan foreign exchange gain or loss from related hedged
surat berharga yang diterbitkan, yang terkait dengan borrowings and securities issued. The impact of
lindung nilai. Dampak dari beban bunga dan interest and financing charges reclassified from
keuangan yang direklasifikasi dari ekuitas adalah equity is to convert the floating-rate interest into
untuk mengubah bunga mengambang menjadi fixed-rate interest financing charges.
bunga tetap.
Nilai wajar bersih dari aset dan liabilitas derivatif The net fair value of derivatives assets and liabilities
setelah pajak, pada tanggal 31 Desember 2024 net of tax, as at 31 December 2024 amounting to
sejumlah Rp74.913 (kredit) (2023: Rp168.674 Rp74,913 (credit) (2023: Rp168,674 (credit)) is
(kredit)) dicatat sebagai “Cadangan lindung nilai arus recorded as “Cash flow hedges reserves” in the
kas” pada Ekuitas. Equity.
Keuntungan dan kerugian di ekuitas atas cross Gains and losses recognised in equity on cross
currency swap dan foreign exchange swap akan currency swap and foreign exchange swap will be
diakui pada laporan laba rugi sepanjang periode released to the profit or loss account over the period
sesuai dengan jatuh tempo dari pinjaman yang following the maturity of the related loans
bersangkutan.
Perseroan telah melakukan lindung nilai dan tidak The Company has performed hedging and there is
ada ketidakefektifan sehubungan dengan swap suku no ineffectiveness in relation to the interest rate
bunga dalam keuntungan atau kerugian lain dalam swaps in other gains or losses in profit or loss for
laba rugi tahun 2024. 2024.
11. ASET TETAP 11. FIXED ASSETS
Aset tetap terdiri dari: Fixed assets consist of the following:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Kepemilikan langsung 924,162 1,041,006 Direct ownership
Aset hak-guna 4,650 6,198 Right-of-use assets
928,812 1,047,204
Lampiran – 5/55 – Schedule
226
Page 251
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)
Kepemilikan langsung Direct ownership
31 Desember/December 2024
1 Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ 31 Desember/
January Additions (Deductions) December
Harga perolehan Cost
Tanah 141,800 - - 141,800 Land
Bangunan dan prasarana 251,071 1,089 (278) 251,882 Buildings and improvements
Kendaraan 839,940 242,023 (312,215) 769,748 Vehicles
Perlengkapan dan
perabot 23,996 1,125 (470) 24,651 Furniture and fixtures
Peralatan kantor 126,718 6,097 (6,562) 126,253 Office equipment
Aset dalam pembangunan 41,242 13,901 (12,029) 43,114 Assets in progress
1,424,767 264,235 (331,554) 1,357,448
Akumulasi penyusutan Accumulated Depreciation
Bangunan dan prasarana 109,427 11,323 (278) 120,472 Buildings and improvements
Kendaraan 146,551 138,961 (103,809) 181,703 Vehicles
Perlengkapan dan
perabot 22,985 1,101 (470) 23,616 Furniture and fixtures
Peralatan kantor 104,798 9,248 (6,551) 107,495 Office equipment
383,761 160,633 (111,108) 433,286
Nilai buku bersih 1,041,006 924,162 Net book value
31 Desember/December 2023
1 Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ 31 Desember/
January Additions (Deductions) December
Harga perolehan Cost
Tanah 141,800 - - 141,800 Land
Bangunan dan prasarana 250,978 704 (611) 251,071 Buildings and improvements
Kendaraan 421,346 557,111 (138,517) 839,940 Vehicles
Perlengkapan dan
perabot 22,974 1,210 (188) 23,996 Furniture and fixtures
Peralatan kantor 112,546 23,715 (9,543) 126,718 Office equipment
Aset dalam pembangunan 41,453 14,487 (14,698) 41,242 Assets in progress
991,097 597,227 (163,557) 1,424,767
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan dan prasarana 96,621 13,284 (478) 109,427 Buildings and improvements
Kendaraan 92,676 111,417 (57,542) 146,551 Vehicles
Perlengkapan dan
perabot 21,899 1,114 (28) 22,985 Furniture and fixtures
Peralatan kantor 104,567 8,741 (8,510) 104,798 Office equipment
315,763 134,556 (66,558) 383,761
Nilai buku bersih 675,334 1,041,006 Net book value
Aset hak-guna Right-of-use assets
31 Desember/December 2024
1 Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ 31 Desember/
January Additions (Deductions) December
Harga perolehan Cost
Gedung 17,484 2,153 - 19,637 Building
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Gedung 11,286 3,701 - 14,987 Building
Nilai buku bersih 6,198 4,650 Net book value
Lampiran – 5/56 – Schedule
227
Page 252
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)
Aset hak-guna (lanjutan) Right-of-use assets (continued)
31 Desember/December 2023
1 Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ 31 Desember/
January Additions (Deductions) December
Harga perolehan Cost
Gedung 14,294 3,190 - 17,484 Building
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Gedung 8,232 3,054 - 11,286 Building
Nilai buku bersih 6,062 6,198 Net book value
Aset dalam pembangunan pada 31 Desember Construction in progress as at 31 December 2024
2024 sebagian besar terdiri dari bangunan dan mainly consists of building and improvements and
prasarana serta peralatan kantor dengan office equipment with percentages of completion as
persentase penyelesaian pada tanggal at 31 December 2024 at 22% (2023: 36%)
31 Desember 2024 adalah sebesar 22% (2023: (unaudited).
36%) (tidak diaudit).
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan As at 31 December 2024, the Company has 29 plots
mempunyai 29 bidang tanah dengan hak atas of land with land rights in the form of “Hak Guna
tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (“HGB”) Bangunan” (“HGB”) which will expire between 2035
akan jatuh tempo antara tahun 2035 hingga 2045, until 2045, and are renewable (unaudited). All land
dan dapat diperbarui (tidak diaudit). Hak atas tanah titles are held under the Company’s name.
seluruhnya atas nama Perseroan.
Kendaraan dengan jumlah nilai tercatat sebesar Vehicles with a total carrying amount of Rp548,247
Rp548.247 (2023: Rp672.284) digunakan dalam (2023: Rp672,284) are used in the vehicle rental
usaha penyewaan kendaraan dalam bentuk sewa business under operating lease and the remaining
operasi dan sisanya digunakan untuk kegiatan vehicles are used for the Company’s operational
operasional Perseroan. Pada umumnya, setelah activities. Generally, after reaching the end of their
mencapai atau melewati umur manfaat, kendaraan useful lives, those vehicles will be sold through
tersebut dijual melalui jasa lelang. auction service.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, aset As at 31 December 2024 and 2023, fixed assets
tetap, kecuali tanah, diasuransikan kepada except land, were insured with PT Asuransi Astra
PT Asuransi Astra Buana, pihak yang berelasi, Buana, a related party, against the losses arising
terhadap risiko kebakaran, pemogokan, huru-hara from fire, strikes, riots and civil unrest based on
dan kerusuhan sipil berdasarkan suatu paket polis certain policy package with sum insured of Rp
tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar 459,226 (2023: Rp 396,174). Management believes
Rp 459.226 (2023: Rp 396.174). Manajemen that the insurance coverage is adequate to cover
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut potential losses on the assets insured.
cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas
aset yang dipertanggungkan.
Perhitungan keuntungan dari penjualan aset tetap The calculation of the gain on sale of fixed assets are
adalah sebagai berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Nilai tercatat aset tetap yang terjual 208,417 82,301 Carrying value fixed asset sold
Hasil penjualan aset tetap 223,800 99,709 Proceeds from sale of fixed assets
Keuntungan dari penjualan aset tetap 15,383 17,408 Gain on sale of fixed assets
Jumlah pengeluaran kas untuk sewa selama tahun The total cash outflow for leases for the year ended
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 December 2024 and 2023 was Rp1,855 and
2023 adalah Rp1.855 dan Rp3.635. Rp3,635.
Lampiran – 5/57 – Schedule
228
Page 253
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)
Laporan laba rugi menyajikan saldo berikut Statement of profit or loss shows the following
berkaitan dengan sewa: amounts related to leases:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Beban penyusutan Depreciation expense of
aset hak-guna: right-of-use assets:
- Gedung 3,701 3,054 Building -
Beban bunga 75 118 Interest expense
Beban yang berkaitan
dengan sewa jangka Expense relating to
pendek 12,650 11,552 short-term leases
Biaya yang berkaitan
dengan sewa aset Expense relating to leases of
bernilai rendah 1,724 1,831 low-value assets
18,150 16,555
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai There is no significant difference between the fair
wajar dan nilai tercatat aset tetap selain tanah dan value and carrying amount of the fixed assets other
bangunan. Nilai wajar tanah dan bangunan pada than land and buildings. The fair values of the land
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, seperti yang and buildings as at 31 December 2024 and 2023, as
diungkapkan di bawah ini, telah dilakukan dengan disclosed below, have been determined on the basis
dasar penilaian oleh penilai independen. of valuations carried out by independent valuers.
Setiap 3 tahun, Perseroan mempekerjakan penilai On a three-year basis, the Company engages
eksternal independen dan berkualifikasi untuk external independent and qualified valuers to
menentukan nilai wajar tanah dan bangunan. determine fair values of company’s buildings.
Penilaian pada nilai wajar tanah dan bangunan Valuation to determine the fair values of the
yang dimiliki Perseroan telah dilakukan oleh KJPP Company’s land and buildings was determined by
Amin, Nirwan, Alfiantori & Rekan, penilai KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori & Rekan, an
independen yang telah teregistrasi pada Otoritas independent valuer registered with Otoritas Jasa
Jasa Keuangan (OJK), berdasarkan Keuangan (OJK), based on its report dated
laporan tertanggal 14 Januari 2025 dan 8 Januari 14 January 2025 and 8 January 2024. The valuation
2024. Penilaian yang sesuai dengan Standar which conforms to International Valuation
Penilaian Internasional ditentukan berdasarkan Standards was determined with reference to recent
transaksi pasar terkini yang dilakukan dalam market transactions on arm’s length terms. The
ketentuan-ketentuan yang wajar. Metode penilaian appraisal method used is Market Data Approach
yang digunakan adalah Metode Pendekatan Data Method. As at 31 December 2024 and 2023, total
Pasar. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, fair values (fair value hierarchy level 2) of the
total nilai wajar (hierarki nilai wajar level 2) tanah Company’s land and buildings amounted to
dan bangunan yang dimiliki Perseroan berdasarkan Rp354,670 and Rp346,861, respectively.
penilaian diatas masing-masing bernilai Rp354.670
dan Rp346.861.
Seluruh aset tetap yang ada pada tanggal All of the property, plant and equipment as at the
pelaporan digunakan untuk menunjang aktivitas reporting date are fully used to support the
operasi Perseroan. Company’s operation activities.
Beberapa aset tersebut sudah disusutkan penuh Several assets are fully depreciated and still used
dan masih digunakan dalam operasi Perseroan by the Company and its operation amounting to
sebesar Rp156.123 (2023: Rp151.713). Rp156,123 (2023: Rp151,713).
Lampiran – 5/58 – Schedule
229
Page 254
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
12. PIUTANG LAIN-LAIN 12. OTHER RECEIVABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pihak ketiga Third parties
Piutang pembiayaan Financing receivables
dengan perhatian khusus 37,583 55,770 with special attention
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai (8,942) (13,387) losses
28,641 42,383
Deposit 689,989 217,919 Deposits
Pembatalan premi asuransi 17,224 20,628 Insurance premium cancellation
Piutang karyawan 6,269 7,717 Loans to employees
Lain-lain 85,208 38,835 Others
827,331 327,482
Pihak berelasi Related parties
Deposit 612,858 245,995 Deposits
Penggantian biaya 57,415 40,772 Reimbursement
Pembatalan premi asuransi 9,578 3,417 Insurance premium cancellation
679,851 290,184
Deposit merupakan pembayaran deposit untuk Deposits represent payment of deposits for joint
program pemasaran bersama guna mendukung marketing program to support the sale of Toyota and
penjualan kendaraan Toyota dan Daihatsu di Daihatsu vehicles in Indonesia in accordance with
Indonesia sesuai dengan perjanjian-perjanjian agreements with distributors.
dengan para pihak distributor.
Manajemen berkeyakinan bahwa piutang lain-lain Management believes that other receivables will be
dapat tertagih. Manajemen berkeyakinan bahwa collectible. Management believes that the existing
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang allowance for impairment losses is adequate to
dibentuk adalah cukup untuk menutup kerugian cover possible losses arising from other receivables.
yang mungkin timbul akibat tak tertagihnya piutang
lain- lain.
Lihat Catatan 33 untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 33 for details of balances and
pihak berelasi. transactions with related parties.
13. ASET LAIN-LAIN 13. OTHER ASSETS
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pihak ketiga Third parties
Simpanan jaminan 196 161 Security deposits
Lain-lain 5,130 5,278 Others
5,326 5,439
14. UTANG LAIN-LAIN 14. OTHER PAYABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pihak ketiga Third parties
Titipan konsumen 191,345 179,186 Customer deposits
Komisi 158,955 147,865 Commission
Pemasok 62,712 59,009 Suppliers
Utang kepada Payable to insurance
perusahaan asuransi 34,642 49,532 companies
Agen penagihan 5,505 3,863 Agency collector
Biaya terkait karyawan 3,558 3,555 Employee related costs
Lain-lain 56,277 91,374 Others
512,994 534,384
Lampiran – 5/59 – Schedule
230
Page 255
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. UTANG LAIN-LAIN (lanjutan) 14. OTHER PAYABLES (continued)
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pihak berelasi Related parties
Utang kepada Payable to insurance
perusahaan asuransi 42,445 60,793 companies
Lain-lain 386,688 179,702 Lain-lain
429,133 240,495
Titipan konsumen adalah setoran dari konsumen Customer deposits represent deposits from
terkait dengan deposit angsuran atau transaksi consumers related to installments or other financing
pembiayaan lainnya yang masih dalam proses transactions that are still in the process of
identifikasi atau alokasi. identification or allocation.
Komisi adalah insentif yang akan di bayarkan Commission represents the incentive that will be
kepada dealer. paid to dealer.
Utang kepada perusahaan asuransi adalah utang Payable to insurance companies represent the
Perseroan sehubungan dengan premi asuransi atas Company’s payable in relation of insurance
kendaraan yang dibiayai dan dibayar oleh premium on financed vehicles which are received by
pelanggan. the Company from its customers.
Pemasok adalah pembayaran yang harus dilakukan Suppliers represent payments for transactions
untuk transaksi yang terkait dengan kegiatan related to the Company’s operational activities,
operasional Perseroan kepada pihak eksternal. which are to be paid to the external parties.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, seluruh As at 31 December 2024 and 2023, all the carrying
nilai tercatat utang usaha berdenominasi Rupiah. amount of the other payables were denominated in
Rupiah.
Lihat Catatan 33 untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 33 for details of balances and
pihak berelasi. transactions with related parties.
15. AKRUAL 15. ACCRUED EXPENSES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pihak ketiga Third parties
Beban bunga Interest and financing
dan keuangan 324,873 454,185 charges
Insentif dan komisil 183,960 213,818 Incentive and commission
Promosi 81,569 100,060 Promotion
Biaya professional 2,546 6,373 Professional fees
Lain-lain 8,493 8,054 Others
601,441 782,490
16. PINJAMAN 16. BORROWINGS
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pinjaman Borrowings
Pihak ketiga Third parties
Rupiah Rupiah
MUFG Bank, Ltd. 5,050,000 4,750,000 MUFG Bank, Ltd.
PT Bank Mizuho Indonesia 1,945,000 1,700,000 PT Bank Mizuho Indonesia`
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 1,423,958 919,792 PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Deutsche Bank A.G., Jakarta 1,400,000 1,900,000 Deutsche Bank A.G., Jakarta
Citibank, N.A., Jakarta 700,000 800,000 Citibank, N.A., Jakarta
PT Bank ANZ Indonesia 450,000 450,000 PT Bank ANZ Indonesia
10,968,958 10,519,792
Lampiran – 5/60 – Schedule
231
Page 256
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
16. PINJAMAN (lanjutan) 16. BORROWINGS (continued)
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pinjaman Borrowings
Pihak ketiga Third parties
Dolar AS US Dollar
PT Bank Mizuho Indonesia 7,515,330 6,351,392 PT Bank Mizuho Indonesia
PT Bank SMBC Indonesia Tbk 4,961,734 5,734,752 PT Bank SMBC Indonesia Tbk
Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ltd. 1,616,200 1,927,000 Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ltd.
PT Bank ANZ Indonesia 210,106 - PT Bank ANZ Indonesia.
PT Bank of America N.A, Jakarta 113,134 - PT Bank of America N.A, Jakarta
The Chiba Bank, Ltd. 80,810 77,080 The Chiba Bank, Ltd.
14,497,314 14,090,224
Yen Jepang Japanese Yen
The Norinchukin Bank 307,088 547,736 The Norinchukin Bank
25,773,360 25,157,752
Cerukan Bank Bank Overdraft
Pihak ketiga Third parties
Rupiah Rupiah
Deutsche Bank A.G., Jakarta 8,206 - Deutsche Bank A.G., Jakarta
Biaya provisi
yang belum diamortisasi (10,683) (12,814) Unamortised provision expenses
25,770,883 25,144,938
Pada tahun 2024, pinjaman-pinjaman tersebut di In 2024, the above loans bear interest per annum at
atas dikenakan tingkat suku bunga per tahun antara rates ranging from 5.50% - 7.73% per annum (2023:
5,50% - 7,73% (2023: 4,77% - 7,73%) untuk mata 4.77% - 7.73%) for loans in Rupiah, 2.28% -5.59%
uang Rupiah, 2,28% - 5,59% (2023: 2,58% - 6,37%) (2023: 2.58% - 6.37%) for loans in US Dollar and
untuk mata uang Dolar AS dan 0,55% - 0,56% 0.55% - 0.56% (2023: 0.24% - 0.30%) for Japanese
(2023: 0,24% - 0,30%) untuk mata uang Yen Yen. There are no Company’s assets which are held
Jepang. Tidak ada aset Perseroan yang dijaminkan as collateral for this borrowing.
untuk pinjaman ini.
Fasilitas pinjaman dari beberapa bank ini The loan facilities from these banks require the
mensyaratkan Perseroan, antara lain, untuk Company, amongst others, to provide written notice
memberikan pemberitahuan tertulis dalam hal in respect of changes of majority shareholders,
perubahan pemegang saham mayoritas, perubahan changes of directors and commissioners, and
susunan direksi serta komisaris dan perubahan changes of main business. Under the loan
kegiatan usaha. Dalam perjanjian pinjaman agreements, the Company is obliged to maintain
tersebut, Perseroan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio at maximum 10:1 and other reporting
gearing ratio maksimal 10:1 dan menyampaikan obligations. The Company has complied with
laporan lainnya. Perseroan telah memenuhi covenants on loan agreements.
batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian
pinjaman.
Pada tanggal 31 Desember 2024, tidak ada As at 31 December 2024, there was no principal and
pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang telah interest of borrowings that have been due but not
jatuh tempo namun belum dibayarkan. yet paid.
Lampiran – 5/61 – Schedule
232
Page 257
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
16. PINJAMAN (lanjutan) 16. BORROWINGS (continued)
Rincian dari pinjaman yang diterima adalah sebagai The detail of borrowing are as follows:
berikut:
Tanggal efektif Saldo pinjaman/
perjanjian Tanggal berakhir Fasilitas Balance borrowings***
Nama bank/Bank’s name terakhir/Latest perjanjian/ End date of terakhir/Latest
effective agreement the agreement facility
date 2024 2023
MUFG Bank, Ltd. (sebelumnya 17 Mei/May 2024 17 Mei/May 2025 Rp6,400,000 RRp5,050,000 Rp4,750,000
The Bank of Tokyo - 30 September/ 30 September/ Rp2,000,000
Mitsubishi, UFJ, Ltd. dan September 2024 September 2025
Mitsubishi UFJ Trust &
Banking Corporation/
previously The Bank of
Tokyo
PT Bank SMBC Indonesia Tbk 31 Juli/July 2024 31 Juli/July 2025 USD315,000,000* Rp4,961.734 Rp5,734,752
31 Juli/July 2024 31 Juli/July 2025 Rp2,000,000
30 November/ 30 November/
November 2022 November 2025 Rp1,750,000
Citibank, N.A., Jakarta 16 April/April 2021 **) USD366,000,000* Rp700,000 Rp800,000
Sumitomo Mitsui Trust Bank, 30 Juni/June 2021 30 Juni/June 2027 USD10,000,000* Rp1,616,200 Rp1,927,000
Ltd. 6 Maret/March 2020 31 Maret/March 2026 USD50,000,000*
25 Februari/ 29 Februari/ USD10,000,000*
February 2022 February 2028
31 Oktober/ 29 September/ USD50,000,000*
October 2022 September 2028
16 Juni/June 2023 31 Mei/May 2029 USD50,000,000*
PT Bank Mizuho Indonesia 28 Juni/June 2024 28 Juni/June 2025 USD650,000,000 Rp9,460,330 Rp8,051,392
PT Bank of America 13 Juli/July 2017 **) USD32,000,000* Rp113,134 -
The Chiba Bank 19 Mei/May 2023 19 November/ USD5,000,000* Rp80,810 Rp77,080
November 2028
Deutsche Bank AG, Jakarta 4 Maret/ 28 Februari/ Rp3,000,000 Rp1,400,000 Rp1,900,000
March 2024 February 2025
Deutsche Bank AG, Jakarta –
Bank overdraft Rp8,206 -
The Norinchukin Bank 24 Maret/March 2021 24 Juni/June 2026 JPY5,000,000,000* Rp307,088 Rp547,736
PT Bank ANZ Indonesia 31 Januari/ 30 Desember/ USD56,000,000* Rp660,106 Rp450,000
January 2025 December 2025
PT Bank Permata Tbk 31 Desember/ 31 Desember/ Rp300,000 - -
December 2023 December 2025
PT Bank Jago Tbk 7 Juni/June 2024 7 Juni/June 2025 Rp400,000 - -
PT Bank Syariah Indonesia 26 Agustus/ 26 Agustus/ Rp750,000 Rp1,423,958 Rp919,792
Tbk August 2022 August 2027
26 Agustus/ 26 Agustus/ Rp750,000
August 2022 August 2028 Rp1,000,000
30 Agustus/ 30 Agustus/
August 2024 August 2029
Standard Chartered Bank 25 November/ 25 November/ Rp300,000
November 2024 November 2025
Jumlah pinjaman/
Total borrowings Rp25,781,566 Rp25,157,752
*) Nilai penuh Full amount (*
**) Tidak terdapat tanggal jatuh tempo There is no due date (**
***) Saldo dari total fasilitas Balance of the whole facility (***
Lampiran – 5/62 – Schedule
233
Page 258
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
16. PINJAMAN (lanjutan) 16. BORROWINGS (continued)
Selama tahun 2024, Perseroan telah melakukan During 2024, the Company has paid borrowings to
pembayaran pinjaman kepada bank sebesar the banks amounted to Rp38,067,830 (2023:
Rp38.067.830 (2023: Rp32.305.392). Rp32,305,392).
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan As at 31 December 2024, the Company has
memiliki pinjaman mata uang asing yang akan jatuh borrowings denominated in foreign currency that will
tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan be matured within 12 (twelve) months amounted to
sebesar Rp 5.745.600 (2023: Rp3.656.862). Rp5,745,600 (2023: Rp3,656,862).
Beban bunga atas pinjaman untuk tahun yang The amount of interest expense of borrowings for
berakhir tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar the year ended 31 December 2024 amounted to
Rp1.599.853 (2023: Rp1.401.621). Rp1,599,853 (2023: Rp1,401,621).
Tidak terdapat aset yang dijaminkan sebagai There is no asset pledged as security collateral for
jaminan sehubungan dengan fasilitas pinjaman yang the Company’s borrowing facilities.
diperoleh Perseroan.
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED
OBLIGASI BONDS
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Nilai nominal Nominal value
Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Continuance Bonds III Phase II
- Seri B 1,019,900 1,019,900 Series B -
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Continuance Bonds IV Phase I
- Seri A - 380,840 Series A -
- Seri B 619,160 619,160 Series B -
- Seri C 500,000 500,000 Series C -
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Continuance Bonds IV Phase II
- Seri A - 401,435 Series A -
- Seri B 223,565 223,565 Series B -
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Continuance Bonds IV Phase I
- Seri A 237,775 - Series A -
- Seri B 8,675 - Series B -
- Seri C 757,030 - Series C -
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Continuance Bonds IV Phase II
- Seri A 600,000 - Series A -
- Seri B 400,000 - Series B -
Jumlah obligasi 4,366,105 3,144,900 Total bonds
Dikurangi: Less:
Biaya emisi obligasi Unamortised
yang belum diamortisasi (9,685) (8,328) bonds issuance cost
Bersih 4,356,420 3,136,572 Net
Amortisasi biaya emisi Amortisation of bonds issuance
obligasi (lihat Catatan 28) 4,625 3,045 cost (refer to Note 28)
Lampiran – 5/63 – Schedule
234
Page 259
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Berikut ini adalah rincian utang obligasi: The following are details of the bonds:
Tingkat bunga per
Surat berharga/ Nilai nominal/ tahun/Interest rate Jatuh tempo/ Peringkat/
Securities Nominal value per annum Due date Status/Status Rating
Obligasi Berkelanjutan III Tahap II/
Continuance Bonds III Phase II
23 Februari/ Belum jatuh tempo/
Obligasi Seri B/Bonds Series B Rp1,019,900 5.70% AAAidn
February 2025 Not yet due
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I/
Continuance Bonds IV Phase I
Belum jatuh tempo/
Obligasi Seri B/Bonds Series B Rp 619,160 6.00% 11 Juli/July 2026 Not yet due AAAidn
Obligasi Seri C/Bonds Series C Rp 500,000 6.25% 11 Juli/July 2028 Belum jatuh tempo/ AAAidn
Not yet due
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II/
Continuance Bonds IV Phase II
3 Oktober/ Belum jatuh tempo/
Obligasi Seri B/Bonds Series B Rp223,565 6.35% AAAidn
October 2026 Not yet due
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III/
Continuance Bonds IV Phase III
19 Juli/ Belum jatuh tempo/
Obligasi Seri B/Bonds Series A Rp237,775 6.50% AAAidn
July 2025 Not yet due
9 Juli/ Belum jatuh tempo/
Obligasi Seri B/Bonds Series B Rp8,675 6.80% July 2027 Not yet due AAAidn
9 Juli/ Belum jatuh tempo/
Obligasi Seri B/Bonds Series C Rp757,030 7.10% July 2029 Not yet due AAAidn
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV/
Continuance Bonds IV Phase IV
22 November/ Belum jatuh tempo/
Obligasi Seri B/Bonds Series A Rp600,000 6.35% AAAidn
November 2025 Not yet due
Obligasi Seri B/Bonds Series B Rp400,000 6.80% 22 November/ Belum jatuh tempo/ AAAidn
November 2027 Not yet due
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan As at 31 December 2024, the Company has
memiliki surat berharga yang diterbitkan yang akan securities issued that will be matured within 12
jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) (twelve) months amounted to Rp1,857,675 (2023:
bulan sebesar Rp1.857.675 (2023: Rp782.275). Rp782,275).
Beban bunga atas obligasi untuk tahun yang The amount of interest expense of bonds for the
berakhir tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar year ended 31 December 2024 amounted to
Rp199.226 (2023: Rp129.392). Rp199,226 (2023: Rp129,392).
Selama tahun 2024, Perseroan telah melakukan During 2024, the Company has paid securities
pembayaran surat berharga kepada bank sebesar issued to the banks amounted Rp782,275 (2023:
Rp782.275 (2023: Rp1.019.150). Rp1,019,150).
Tidak ada pembayaran pokok dan bunga obligasi There are no principal and interest of bonds that
yang telah jatuh tempo namun belum dibayarkan. have been due but not yet paid. There are no
Tidak ada aset Perseroan yang dijaminkan untuk Company’s assets which are held as collateral for
obligasi ini. these bonds issued.
Dalam perjanjian perwaliamanatan untuk Obligasi The trustee agreements for Continuance Bonds III
Berkelanjutan III Tahap II 2022 dan Obligasi Phase II 2022 and Continuance Bonds IV Phase I
Berkelanjutan IV Tahap I dan II 2023 diatur beberapa and II 2023 provide several negative covenants to
pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan, the Company, among others, debt to equity ratio at
antara lain, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas the maximum 10:1. the Company has complied with
tidak melebihi 10:1. Perseoran telah memenuhi all covenants of its securities issued.
seluruh persyaratan surat berharga yang diterbitkan.
Selain itu, untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Moreover, for Continuance Bonds III Phase II 2022
2022 dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I dan II and Continuance Bonds IV Phase I and II 2023, on
2023 selama pokok obligasi belum dilunasi, the condition that the bond principal are still
Perseroan tanpa persetujuan tertulis dari Wali outstanding, without written approval from Trustee
Amanat (yang tidak akan ditolak tanpa alasan yang (which shall not be rejected unreasonably by
jelas oleh Wali Amanat), tidak diperkenankan antara Trustee) the Company is not allowed to, among
lain, membagi dividen selama Perseroan lalai dalam others, declare dividends in the event that the
membayar jumlah terutang obligasi dan menjual Company defaults in bond obligations and sells or
atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan, hand over more than 40% of the Company’s assets,
kecuali dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari. except for daily operation activity. The Company
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang has compiled with the covenants on the trustee
diwajibkan dalam perjanjian tersebut. agreements.
Lampiran – 5/64 – Schedule
235
Page 260
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
18. PERPAJAKAN 18. TAXATION
a. Utang pajak a. Taxes payable
2024 2023
Utang pajak penghasilan Corporate income tax payable
- Pasal 29 (Catatan 18b) 90,923 67,830 Article 29 (Note 18b) -
- Pasal 25 15,897 5,152 Article 25 -
106,820 72,982
Utang pajak lain-lain Other taxes payable
- Pajak pertambahan nilai 14,147 1,527 Value added tax -
- Pasal 21 9,000 10,681 Article 21 -
- Pasal 23 813 512 Article 23 -
- Pasal 26 586 850 Article 26 -
- Pasal 4(2) 141 54 Article 4(2) -
24,687 13,624
131,507 86,606
b. Beban pajak penghasilan b. Income tax expense
2024 2023
Kini 250,733 215,593 Current
Tangguhan (Catatan 18c) (36,446) (26,875) Deferred (Note 18c)
214,287 188,718
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan The reconciliation between income tax
dengan hasil perkalian laba akuntansi expense and the theoretical tax amount on
Perseroan sebelum pajak penghasilan dan tarif the Company's profit before income tax is as
pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: follows:
2024 2023
Laba sebelum pajak penghasilan 995,184 879,051 Income before income tax
Pajak dihitung pada tarif pajak Tax calculated at tax rate
berlaku 22% 218,940 193,391 at 22%
Penghasilan kena pajak final (3,202) (2,818) Income subject to final tax
Beban yang tidak dapat
dikurangkan 2,167 1,942 Non-deductible expense
Lain-lain (3,618) (3,797) Others
Beban pajak penghasilan 214,287 188,718 Income tax expense
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Reconciliations between income before
penghasilan, seperti yang disajikan dalam income tax, as shown in the profit or loss, and
laporan laba rugi, dengan estimasi laba pajak estimated income tax are as follows:
penghasilan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba sebelum pajak penghasilan 995,184 879,051 Income before income tax
Beda waktu Temporary differences
- Penyusutan aset tetap 31,803 (22) Fixed assets depreciation -
- Provisi beban operasional (48,810) (39,324) Provision for operating expense -
- Imbalan kerja karyawan 23,866 10,422 Employee benefits -
- Cadangan kerugian Allowance for -
penurunan nilai 56,645 8,390 losses
- Provisi bonus (17,620) (439) Provision for bonus -
- Perbedaan waktu Timing difference -
pengakuan penghasilan 119,761 143,080 on income recognition
- Lain-lain 21 51 Others -
Lampiran – 5/65 – Schedule
236
Page 261
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)
b. Beban pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expense (continued)
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Reconciliations between income before
penghasilan, seperti yang disajikan dalam income tax, as shown in the profit or loss, and
laporan laba rugi, dengan estimasi laba pajak estimated income tax are as follows:
penghasilan adalah sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
2024 2023
Beda tetap Permanent differences
- Kesejahteraan karyawan 3,820 2,716 Employee welfare -
- Beban lainnya yang tidak
dapat dikurangkan untuk Other expense not deductible -
keperluan pajak 6,029 6,115 for tax purposes
- Penghasilan bunga kena Interest income subject -
pajak final (14,555) (12,811) to final tax
- Lain-lain (16,446) (17,263) Others -
Laba kena pajak 1,139,698 979,966 Taxable income
Beban pajak penghasilan - kini 250,733 215,593 Income tax expense - current
Dikurangi: Less:
Pajak dibayar dimuka (159,810) (147,763) Prepaid tax
Corporate income tax
Utang pajak kini - Pasal 29 90,923 67,830 payable - Article 29
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk The calculation of corporate income tax for the
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember year ended 31 December 2024, is based on
2024 didasarkan pada estimasi perhitungan the estimated calculation of taxable income
laba kena pajak diatas dan digunakan oleh above and is used by the Company as the
Perseroan sebagai dasar dalam pengisian basis for completing the Annual Tax Return
Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) Pajak ("SPT") for Corporate Income Tax.
Penghasilan Badan.
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk The calculations of income tax for the year
tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2023 ended 31 December 2023 conforms to the
adalah sesuai dengan SPT Perseroan. Company Annual Tax Return.
c. Aset pajak tangguhan c. Deferred tax assets
2024
Dikreditkan/
(dibebankan) ke
penghasilan
Dikreditkan/ komprehensif
(dibebankan) ke lainnya/
laba rugi/ Credited/
Credited/ (charged) to other
Saldo awal/ (charged) to profit comprehensive Saldo akhir/
Beginning balance and loss income Ending balance
Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets:
Penyusutan aset tetap 10,032 6,997 - 17,029 Fixed assets depreciation
Provisi Provision for
beban operasional 40,582 (10,738) - 29,844 operating expense
Imbalan kerja karyawan 15,700 5,249 1,261 22,210 Employee benefits
Provisi bonus 4,066 (3,876) - 190 Provision for bonus
Lindung nilai arus kas (47,573) - 26,446 (21,127) Cash flow hedges
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai 2,944 12,462 - 15,406 impairment losses
Perbedaan waktu Timing difference
pengakuan penghasilan 48,045 26,347 - 74,392 on income recognition
Lain-lain 33 5 - 38 Others
73,829 36,446 27,707 137,982
Lampiran – 5/66 – Schedule
237
Page 262
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)
c. Aset pajak tangguhan (lanjutan) c. Deferred tax assets (continued)
2023
Dibebankan ke
Dikreditkan/ penghasilan
(dibebankan) ke komprehensif
laba rugi/ lainnya/
Credited/ Charged to other
Saldo awal/ (charged) to profit comprehensive Saldo akhir/
Beginning balance and loss income Ending balance
Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets:
Penyusutan aset tetap 10,037 (5) - 10,032 Fixed assets depreciation
Provisi Provision for
beban operasional 49,233 (8,651) - 40,582 operating expense
Imbalan kerja karyawan 13,321 2,293 86 15,700 Employee benefits
Provisi bonus 4,163 (97) - 4,066 Provision for bonus
Lindung nilai arus kas (8,352) - (39,221) (47,573) Cash flow hedges
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai 1,098 1,846 - 2,944 impairment losses
Perbedaan waktu Timing difference
pengakuan penghasilan 16,567 31,478 - 48,045 on income recognition
Lain-lain 22 11 - 33 Others
86,089 26,875 (39,135) 73,829
Sesuai dengan ketentuan peralihan dalam Based on the transitional provisions in the
Peraturan Menteri Keuangan Republik Regulation of the Minister of Finance of the
Indonesia Nomor 74 Tahun 2024, Perseroan Republic of Indonesia Number 74 of 2024, the
telah melaksanakan perhitungan nilai tercatat Company has calculated the carrying value of
cadangan piutang tak tertagih untuk awal tahun the allowance for doubtful accounts for the
fiskal 2024 dan selisih kurang bayar sebesar beginning of the fiscal year 2024, and the under
Rp61.090 untuk tahun fiskal 2024. Terkait payment amounting to Rp61,090 for the fiscal
dengan hal tersebut, aset pajak tangguhan yang year 2024. In relation to the above, the
telah dicatat Perseroan pada tahun fiskal 2024 Company has recorded deferred tax assets
sebesar Rp13.440. amounting to Rp13,440 in the fiscal year 2024.
Manajemen berpendapat bahwa Perseroan Management believes that the Company will
akan mencatat laba kena pajak yang memadai have sufficient future taxable income available
di masa depan yang cukup untuk merealisasi to utilise the deferred tax assets attributable to
perbedaan temporer yang diakui sebagai aset temporary differences.
pajak tangguhan.
d. Administrasi d. Administration
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang Under the taxation laws of Indonesia, the
berlaku di Indonesia, Perseroan menghitung, Company submits tax returns on the basis of
menetapkan dan membayar sendiri besarnya self assessment. Directorate General of Tax
jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal ("DGT") may assess or amend taxes within five
Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau years of the time the tax becomes due. At
mengubah utang Pajak dalam batas waktu lima reporting date, there is no ongoing tax audit by
tahun sejak saat terutangnya pajak. Pada DGT.
tanggal pelaporan, tidak ada pemeriksaan oleh
DJP yang sedang berjalan.
Pada bulan Oktober 2021, diberlakukan Undang- In October 2021, Undang-Undang No 7 year 2021
Undang Nomor 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi regarding Harmonization of Tax Regulations was
Peraturan Perpajakan yang menetapkan tarif enacted and provided a 22% flat rate of corporate
tunggal untuk pajak penghasilan perusahaan income tax for the tax year 2022 onwards.
sebesar 22% mulai tahun pajak 2022.
Pada 31 Desember 2024, Peraturan Menteri On 31 December 2024, the Ministry of Finance
Keuangan No. 136 Tahun 2024 (“PMK-136”) Regulation No. 136 Year 2024 (“PMK-136”)
mengenai implementasi Aturan Global Anti regarding the implementation of the Pillar Two
Base Erosion Pilar Dua (“GloBE”) diundangkan Global Anti-Base Erosion (“GloBE”) Rules was
di Indonesia, yurisdiksi tempat Perusahaan enacted in Indonesia, the jurisdiction in which
didirikan, dan mulai berlaku sejak 1 Januari the Company is incorporated, and has come
2025. Karena PMK-136 belum efektif pada into effect from 1 January 2025. Since the
tanggal pelaporan, Perusahaan tidak memiliki PMK-136 was not effective at the reporting
eksposur pajak kini terkait. Perusahaan date, the Company has not related current tax
menerapkan pengecualian PSAK 212 untuk exposure. The Company applies SFAS 212
mengakui dan mengungkapkan informasi exception to recognizing and disclosing
tentang aset dan kewajiban pajak tangguhan information about deferred tax assets and
yang terkait dengan pajak penghasilan Pilar liabilities related to Pillar Two income taxes.
Dua.
Lampiran – 5/67 – Schedule
238
Page 263
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)
d. Administrasi (lanjutan) d. Administration (continued)
Perusahaan sedang dalam proses menilai The Company is in the process of assessing
apakah mereka termasuk dalam cakupan Model whether they are within the scope of Pillar Two
Pilar Dua dan apakah ada eksposur terhadap Model and if there is any exposure to the PMK-
PMK-136. Karena kompleksitas dalam 136. Due to the complexities in applying PMK-
menerapkan PMK-136 dan menghitung 136 and calculating GloBE income, the
penghasilan GloBE, dampak kuantitatif dari quantitative impact of the enacted PMK-136 is
PMK-136 yang diundangkan belum dapat not yet reasonably estimable.
diperkirakan secara wajar.
19. IMBALAN KERJA 19. EMPLOYEE BENEFITS
Perseroan telah menghitung liabilitas imbalan pasca The Company has calculated its post-employment
kerja sesuai dengan Undang-undang Cipta Kerja benefits obligations in accordance with the Job
No. 11/2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35/2021 Creation Law No. 11/2020 and Government
berupa uang pesangon, uang penghargaan masa Regulation No. 35/2021 in the form of severance
kerja, uang penggantian hak dan uang pisah. pay, long service awards and compensation
Perseroan wajib memberikan imbalan pasca-kerja payments. The Company is obliged to provide post-
kepada karyawannya sesuai dengan alasan employment benefits in accordance with the reason
mengapa hubungan kerja antara karyawan dan why the employment relationship between the
Perseroan berakhir. Imbalan pasca-kerja ini employee and the Company ended. This post-
diberikan sesuai dengan perundang-undangan yang employment benefits are provided in accordance to
berlaku, biasanya berdasarkan masa kerja the applicable laws and regulations, usually based
karyawan pada Perseroan. Untuk imbalan pasca on the employee's service period at the Company.
kerja uang pisah, Perseroan diberikan kewenangan For post-employment benefits for severance pay,
untuk mengatur ketentuan terkait dengan the Company is given the authority to regulate the
perhitungannya. Saat ini, Perseroan mempunyai policy related to its calculation. Currently, the
ketentuan perhitungan uang pisah yang disamakan Company has policy for calculating severance pay
dengan ketentuan perhitungan uang penghargaan which are the same as the policy for calculating
masa kerja untuk karyawan yang mengundurkan diri service pay for employees who resign voluntarily.
secara sukarela.
Perseroan mempunyai program pensiun iuran pasti The Company has a defined contribution for eligible
untuk karyawan yang berhak melalui Dana Pensiun employees through Dana Pensiun Astra 2 whereas
Astra 2, di mana Perseroan sebagai pemberi kerja the Company as employer and employees are
dan karyawan berkewajiban untuk membayar obliged to pay 6.4% and 3.2% from the basic
masing-masing sebesar 6,4% dan 3,2% dari gaji pension salary, respectively.
dasar pensiun.
Total biaya yang diakui dari program iuran pasti Total expenses recognised from the defined
yang dibayarkan kepada Dana Pensiun Astra 2 contribution plan paid to Dana Pensiun Astra 2
adalah sebesar Rp6.207 (2023: Rp5.843). amounted to Rp6,207 (2023: Rp5,843).
Tabel berikut menyajikan liabilitas imbalan kerja The following table summarises the Company's
Perseroan yang tercatat di laporan posisi keuangan. employee benefits obligations as recorded in the
statement of financial position.
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Imbalan kerja jangka pendek 14,836 19,496 Short-term employee benefits
Imbalan pensiun 40,969 31,446 Pension benefits
Imbalan pasca kerja lainnya 59,980 39,907 Other post-employee benefits
115,785 90,849
Imbalan kerja untuk periode yang berakhir pada Employee benefits for the periods ended
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dihitung oleh 31 December 2024 and 2023 are calculated by
Halim Gunawan, FSAI, aktuaris independen dari Halim Gunawan, FSAI, an independent actuary from
Kantor Konsultan Aktuaria Halim & Rekan dengan Kantor Konsultan Aktuaria Halim & Rekan which
menggunakan metode projected unit credit. Berikut used the projected unit credit method. The following
ini adalah hal-hal penting yang diungkapkan dalam are significant matters disclosed in the actuarial
laporan aktuarial No. 0106/KKA-PA-REP/HG/I/2025 report No. 0103/KKA-PA-REP/HG/I/2024 and No.
dan No. 0103/KKA-PA-REP/HG/I/2024 tertanggal 0117/KKA-PA-REP/HG/I/2023 dated 20 January
20 Januari 2025 dan 22 Januari 2024. 2025 and 22 January 2024.
Lampiran – 5/68 – Schedule
239
Page 264
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
19. IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS (continued)
Asumsi aktuarial utama yang digunakan adalah The principal actuarial assumptions used are as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Asumsi ekonomi: Economic assumptions:
Tingkat diskonto 6.5% 7.0% Discount rate
Kenaikan gaji di masa datang 6.5% 6.5% Future salary increases
Asumsi lainnya: Other assumptions:
- Tingkat kematian TMI (Table Mortalitas Indonesia) IV 2019/ Table of mortality -
Indonesian Mortality Table IV 2019
- Tingkat cacat 5% dari tingkat mortalitas/ Disability rate -
5% from mortality rate
- Tingkat pengunduran 15% per tahun pada usia sampai dengan 25 tahun Withdrawal rate -
peserta dan berkurang hingga 1% pada usia 45 tahun
kemudian 55/15% per annum up to age 25
and reducing linearly to 1% for age 45 and thereafter 55
- Usia pensiun normal 55 tahun/55 years Normal retirement age -
Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya yang The pension benefits and other post-employment
diakui di laporan posisi keuangan adalah sebagai benefit recognised in the statements of financial
berikut: position are as follows:
Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya Pension benefits and other post-employment
benefits
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Imbalan pensiun 40,969 31,446 Pension benefit
Imbalan pasca kerja lainnya 59,980 39,907 Other post-employment benefit
Imbalan pensiun dan pasca Net pension benefits and other
kerja lainnya 100,949 71,353 post-employment benefit
Mutasi liabilitas yang diakui pada laporan posisi Movements in the liability recognised in the
keuangan sebagai berikut: statements of financial positions are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Pada awal tahun 71,353 60,540 At the beginning of year
Jumlah yang dibebankan pada Expenses charged in the
laba rugi 26,441 14,001 profit and loss
Jumlah yang dibebankan
pada pendapatan Total charged to
komprehensif lainnya 5,731 391 other comprehensive income
Imbalan yang dibayarkan (2,576) (3,579) Benefits paid
Pada akhir tahun 100,949 71,353 At the end of year
Jumlah yang diakui pada laporan laba rugi adalah The amounts recognised in the statements of income
sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Biaya jasa kini 10,104 8,783 Current service cost
Biaya bunga 4,873 4,349 Interest cost
Pengakuan aktuaria kerugian Recognition actuarial
atau (keuntungan) - untuk losses or (gains) for other
imbalan pasca kerja lainnya 11,942 2,079 post-employment benefit
Pindahan ke entitas lain (478) (1,210) Transfer to other entities
26,441 14,001
Lampiran – 5/69 – Schedule
240
Page 265
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
19. IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS (continued)
Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya Pension benefits and other post-employment
(lanjutan) benefits (continued)
Mutasi imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya The movements of net pension benefits and other
neto adalah sebagai berikut: post-employment benefit are as follows:
31 Desember/December 2024
Imbalan pasca kerja
Imbalan lainnya/
pensiun/ Other post- Jumlah/
Pension benefit employee benefits Total
Pada awal tahun 31,446 39,907 71,353 At beginning of year
Biaya jasa kini 2,967 7,138 10,105 Current service cost
Beban bunga 2,169 2,704 4,873 Interest expense
Biaya jasa lalu Past service cost
Pengukuran kembali: Remeasurements:
- Perubahan dalam Change in demographic -
asumsi demografis 1,606 4,104 5,710 assumptions
- Perubahan dalam Change in financial -
asumsi keuangan 2,845 1,974 4,819 assumptions
- Penyesuaian Experience adjustment -
pengalaman kewajiban 1,279 5,864 7,143 on obligation
Imbalan yang dibayar (891) (1,685) (2,576) Benefits paid
Pindahan ke entitas Transfer to affiliated
afiliasi (452) (26) (478) companies
Pada akhir tahun 40,969 59,980 100,949 At end of year
Bagian jangka pendek 10,659 Current portion
Bagian jangka panjang 90,290 Non-current portion
100,949
31 Desember/December 2023
Imbalan pasca kerja
Imbalan lainnya/
pensiun/ Other post- Jumlah/
Pension benefit employee benefits Total
Pada awal tahun 28,708 31,832 60,540 At beginning of year
Biaya jasa kini 2,271 6,512 8,783 Current service cost
Beban bunga 2,107 2,242 4,349 Interest expense
Biaya jasa lalu Past service cost
Pengukuran kembali: Remeasurements:
- Perubahan dalam Change in financial -
asumsi keuangan (182) 966 784 assumptions
- Penyesuaian Experience adjustment -
pengalaman kewajiban 573 1,113 1,686 on obligation
Imbalan yang dibayar (1,114) (2,465) (3,579) Benefits paid
Pindahan ke entitas Transfer to affiliated
afiliasi (917) (293) (1,210) companies
Pada akhir tahun 31,446 39,907 71,353 At end of year
Bagian jangka pendek 4,558 Current portion
Bagian jangka panjang 66,795 Non-current portion
71,353
Durasi rata-rata tertimbang dari liabilitas imbalan The weighted average duration of the defined benefit
pasti pada tanggal 31 Desember 2024 adalah 17 obligation at 31 December 2024 is 17 years (2023:
tahun (2023: 16 tahun). 16 years).
Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat Expected maturity analysis of undiscounted pension
pensiun tidak didiskontokan adalah sebagai berikut: benefits are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Kurang dari satu tahun 10,659 4,558 Less than a year
Antara satu dan dua tahun 11,883 5,668 Between one and two years
Antara dua dan lima tahun 28,870 29,720 Between two and five years
Lebih dari lima tahun 939,956 664,117 Beyond five years
Lampiran – 5/70 – Schedule
241
Page 266
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
19. IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS (continued)
Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya Pension benefits and other post-employment
(lanjutan) benefits (continued)
Sensitivitas liabilitas imbalan pasti untuk perubahan The sensitivity of the defined benefit obligation to
asumsi aktuarial pokok adalah sebagai berikut: changes in the principal actuarial assumptions are as
follows:
31 Desember/December 2024
Dampak pada kewajiban imbalan pasti/
Impact on defined benefit obligation
Perubahan
asumsi/ Kenaikan asumsi/ Penurunan asumsi/
Change in Increase in Decrease in
assumption assumption assumption
Tingkat diskonto 1% (5,415) 6,702 Discount rate
Tingkat kenaikan gaji
di masa datang 1% 7,347 (5,992) Future salary increases
31 Desember/December 2023
Dampak pada kewajiban imbalan pasti/
Impact on defined benefit obligation
Perubahan
asumsi/ Kenaikan asumsi/ Penurunan asumsi/
Change in Increase in Decrease in
assumption assumption assumption
Tingkat diskonto 1% (4,347) 5,352 Discount rate
Tingkat kenaikan gaji
di masa datang 1% 5,906 (4,827) Future salary increases
Analisis sensitivitas di atas didasarkan pada The above sensitivity analysis is based on a change
perubahan atas satu asumsi aktuarial di mana in an assumption while holding all other assumptions
semua asumsi lainnya dianggap konstan. Dalam constant. In practice, this is unlikely to occur, and
praktiknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan changes in some of the assumptions may be
beberapa asumsi mungkin saling berkorelasi. Dalam correlated. When calculating the sensitivity of the
perhitungan sensitivitas liabilitas imbalan pasti atas defined benefit obligation to significant actuarial
asumsi aktuarial utama, metode yang sama assumptions, the same method (present value of the
(perhitungan nilai kini liabilitas imbalan pasti dengan defined benefit obligation calculated with the
menggunakan metode projected unit credit pada projected unit credit method at the end of the
akhir periode pelaporan) telah diterapkan seperti reporting period) has been applied when calculating
dalam perhitungan liabilitas pensiun yang diakui the pension liability recognised within the statements
dalam laporan posisi keuangan. of financial position.
20. MODAL SAHAM 20. SHARE CAPITAL
Komposisi pemegang saham Perseroan pada The Company’s shareholders as at 31 December
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah 2024 and 2023 are as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/December 2024 dan/and 2023
Jumlah saham
ditempatkan dan
disetor penuh/ Persentase
Number of shares kepemilikan/
issued and Percentage of Jumlah/
Pemegang saham fully paid ownership Total Shareholders
PT Astra International Tbk 400,000 50% 400,000 PT Astra International Tbk
Toyota Financial Toyota Financial
Services Corporation 400,000 50% 400,000 Services Corporation
800,000 100% 800,000
Lampiran – 5/71 – Schedule
242
Page 267
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
21. CADANGAN WAJIB 21. STATUTORY RESERVES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2024 December 2023
Cadangan wajib 88,000 80,000 Statutory reserves
Dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham At the Annual General Meeting of Shareholders on
yang diadakan pada tanggal 29 April 2024, para 29 April 2024, the shareholders approved that the
pemegang saham menyetujui untuk Company will allocate an additional statutory
mengalokasikan penambahan cadangan wajib reserve of Rp8,000 so the statutory reserve balance
sejumlah Rp8.000 sehingga saldo cadangan wajib is Rp88,000 as at 31 December 2024.
menjadi sebesar Rp88.000 per 31 Desember 2024.
Dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham At the Annual General Meeting of Shareholders on
yang diadakan pada tanggal 27 Maret 2023, para 27 March 2023, the shareholders approved that the
pemegang saham menyetujui untuk Company will allocate an additional statutory
mengalokasikan penambahan cadangan wajib reserve of Rp8,000 so the statutory reserve balance
sejumlah Rp8.000 sehingga saldo cadangan wajib is Rp80,000 as at 31 December 2023.
menjadi sebesar Rp80.000 per 31 Desember 2023.
22. PENDAPATAN PEMBIAYAAN KONSUMEN 22. CONSUMER FINANCING INCOME
2024 2023
Pihak ketiga 3,535,981 3,191,393 Third parties
Pihak berelasi 7,148 3,863 Related parties
3,543,129 3,195,256
23. PENDAPATAN PEMBIAYAAN MURABAHAH 23. MURABAHAH FINANCING INCOME
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024, For the year ended 31 December 2024, income from
pendapatan marjin Murabahah adalah sebesar Murabahah margin is Rp167,263 (2023:
Rp167.263 (2023: Rp131.705). Rp131,705).
24. PENDAPATAN SEWA OPERASI 24. OPERATING LEASE INCOME
2024 2023
Pihak ketiga 173,157 141,270 Third parties
Pihak berelasi 29,254 31,315 Related parties
202,411 172,585
25. PENDAPATAN PEMBIAYAAN PENYALUR 25. DEALER FINANCING INCOME
KENDARAAN
2024 2023
Pihak ketiga 63,732 56,390 Third parties
Pihak berelasi 3,207 3,257 Related parties
66,939 59,647
26. PENDAPATAN LAIN-LAIN 26. MISCELLANEOUS INCOME
2024 2023
Pendapatan denda dan penalti 150,522 124,127 Late charges and penalty income
Pendapatan administrasi 8,438 7,778 Administration income
Lain-lain 164,516 122,543 Others
323,476 254,448
Lampiran – 5/72 – Schedule
243
Page 268
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. PENDAPATAN LAIN-LAIN (lanjutan) 26. MISCELLANEOUS INCOME (continued)
Lihat Catatan 33 untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 33 for details of related parties
pihak berelasi. balances and transactions.
27. BEBAN USAHA 27. OPERATING EXPENSES
2024 2023
Pihak ketiga Third parties
Gaji dan imbalan karyawan 267,534 248,234 Salary and employee benefits
Penyusutan 164,334 137,610 Depreciation
Jasa profesional 145,796 112,531 Professional fees
Perbaikan dan perawatan 51,654 45,502 Repairs and maintenance
Pajak 19,635 17,075 Taxes
Pemasaran dan penjualan 16,666 42,728 Marketing and selling
Komunikasi 16,441 12,614 Communication
Representasi dan jamuan 15,340 15,086 Entertainment
Transportasi dan perjalanan 14,571 14,154 Transportation and travelling
Sewa 13,654 12,463 Rent
Pendidikan dan pelatihan 7,272 8,251 Education and training
Keamanan dan kontribusi 3,363 3,387 Security and contribution
Perlengkapan kantor 2,860 2,813 Office supplies
Asuransi 2,336 2,125 Insurance
Air dan listrik 1,749 2,215 Water and electricity
Rekrutmen 1,448 1,451 Recruitment
Lain-lain 6,592 11,165 Others
751,245 689,404
Pihak berelasi Related parties
Asuransi 15,642 11,982 Insurance
Perbaikan dan perawatan 6,504 4,199 Repairs and maintenance
Gaji dan imbalan karyawan 6,207 5,843 Salary and employee benefits
Jasa profesional 1,387 1,280 Professional fees
Lain-lain 1,828 1,982 Others
31,568 25,286
782,813 714,690
Lihat Catatan 33 untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 33 for details of related parties
pihak berelasi. balances and transactions.
28. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN 28. INTEREST AND FINANCING CHARGES
2024 2023
Pihak ketiga Third parties
Bunga pinjaman bank 1,614,067 1,414,669 Bank loan interest
Bunga surat berharga
yang diterbitkan Securities issued interest
- Bunga obligasi 210,156 129,392 Bonds interest -
Amortisasi biaya emisi Amortisation of issuance cost
- Obligasi 4,625 3,045 Bonds -
Provisi dan administrasi 1,305 771 Provision and administration
1,830,153 1,547,877
Lampiran – 5/73 – Schedule
244
Page 269
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
29. CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI - 29. ALLOWANCE FOR IMPAIRMENT LOSSES -
LAINNYA OTHERS
2024 2023
(Pemulihan)/penurunan nilai (Reversal)/impairment losses for
untuk piutang pembiayaan (4,445) 8,390 financing receivables with
dengan perhatian khusus special attention
Kerugian atas piutang pembiayaan Loss on financing receivables
dengan perhatian khusus 234,604 114,452 with special attention
230,159 122,842
30. LABA PER SAHAM 30. EARNINGS PER SHARE
Laba per saham dihitung dengan membagi laba Earnings per share is calculated by dividing the net
bersih pemegang saham dengan rata-rata profit attributable to shareholders by the weighted
tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun average number of ordinary shares on issue during
yang bersangkutan. the year.
2024 2023
Laba bersih yang tersedia bagi Net income attributable to
pemegang saham 780,897 690,333 shareholders
Rata-rata tertimbang saham biasa Weighted average number of ordinary
yang beredar (dalam ribuan) *) 800,000 800,000 share on issue (in thousands) *)
Laba per saham Earnings per share
(nilai penuh) 976 863 (full amount)
*) Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dihitung The weighted average number of ordinary shares on issue is *)
berdasarkan jumlah saham biasa yang beredar pada tahun calculated based on the number of ordinary shares during the
bersangkutan. outstanding year
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, As at 31 December 2024 and 2023, the Company
Perseroan tidak memiliki instrumen yang berpotensi does not have any instrument that potentially
menjadi saham biasa sehingga laba per saham converts to ordinary shares, therefore dilutive
dilusian sama dengan laba per saham bersih. earnings per share are equivalent to basic earnings
per share.
31. LIABILITAS KONTINJEN 31. CONTINGENT LIABILITY
Perseroan tidak memiliki liabilitas kontinjen yang The Company has no significant contingent
signifikan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. liabilities as at 31 December 2024 and 2023.
32. KOMITMEN 32. COMMITMENTS
Perseroan mengadakan perjanjian dengan The Company has an agreement with
PT Megaplaza melalui perjanjian No. MGT.131/410- PT Megaplaza through agreement
N1/1 & 8/12-05 tanggal 6 Mei 2024 untuk menyewa No. MGT.131/410-N1/1 & 8/12-05 dated 6 May
gedung kantor di Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta 2024 for office building rental at Jl. HR. Rasuna
sampai 30 Juni 2025. Perseroan mengakui komitmen Said, Jakarta until 30 June 2025. The Company
perjanjian sewa tersebut sebagai liabilitas sewa. recognised rental commitment above as lease
liabilities.
Lampiran – 5/74 – Schedule
245
Page 270
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
32. KOMITMEN (lanjutan) 32. COMMITMENTS (continued)
Kontrak sewa kendaraan Vehicle rent contracts
Perseroan menyewakan berbagai kendaraan The Company leased out various vehicles under
dengan perjanjian sewa operasi yang tidak dapat non-cancellable operating lease agreements. The
dibatalkan. Masa sewa antara satu sampai lima lease terms are between one and five years, and the
tahun dengan perjanjian jasa yang tidak dapat majority of lease agreements are non-renewable at
diperbarui pada akhir periode sewa. Pembayaran the end of the lease period. The future minimum
sewa minimum di masa yang akan datang yang akan lease payments which will be received from
diterima dari pelanggan untuk sewa operasi yang customers under non-cancellable operating leases
tidak dapat dibatalkan adalah sebagai berikut: are as follows:
2024 2023
Kurang dari satu tahun 134,533 180,918 Less than one year
Antara satu sampai dengan Between one and
lima tahun 169,426 197,619 five years
303,959 378,537
Secara umum, kontrak sewa kendaraan dengan Generally, the vehicle rent contracts with customers
pelanggan mencakup aturan mengenai jenis covers the provision on the type of vehicles, rental
kendaraan, periode sewa, harga sewa dan tanggung period, price and the responsibility of the Company
jawab antara Perseroan dengan pelanggan. and the customers.
33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI RELATED PARTIES
Pihak berelasi adalah perusahaan dan perorangan Related parties are companies and individuals who
yang mempunyai keterkaitan kepemilikan atau directly or indirectly have relationships with the
kepengurusan secara langsung maupun tidak Company through ownership or management.
langsung dengan Perseroan.
Berikut adalah rincian sifat dari hubungan berelasi: The nature of related parties relationships are as
follows:
PT Astra International Tbk PT Astra International Tbk
PT Astra International Tbk merupakan pemegang PT Astra International Tbk is a shareholder of the
saham dari Perseroan, kepemilikan PT Astra Company, PT Astra International Tbk ownership of
International Tbk di Perseroan sebesar 50%. PT the Company is 50%. PT Astra International Tbk is
Astra International Tbk merupakan salah satu one of the car dealers in consumer financing funded
penyalur kendaraan dalam pembiayaan konsumen by the Company. The company is also has operating
yang dibiayai Perseroan. Perseroan juga melakukan lease and marketing program transaction with PT
transaksi sewa operasi dan program pemasaran Astra International Tbk’s car dealers.
dengan penyalur kendaraan PT Astra International
Tbk.
Dana Pensiun Astra Dana Pensiun Astra
Dana Pensiun Astra didirikan oleh PT Astra Dana Pensiun Astra is established by PT Astra
International Tbk untuk menyelenggarakan program International Tbk to facilitate the contribution
pensiun iuran pasti (DPA 2). pension plan (DPA 2).
PT Asuransi Astra Buana PT Asuransi Astra Buana
PT Astra International Tbk merupakan pihak PT Astra International Tbk is the indirect controlling
pengendali tidak langsung dari PT Asuransi Astra shareholder of PT Asuransi Astra Buana. The
Buana. Perseroan melakukan kerjasama asuransi Company insures financed vehicles to PT Asuransi
melalui PT Asuransi Astra Buana atas kendaraan Astra Buana. The Company also insures its fixed
bermotor yang dibiayai. Perseroan juga assets to PT Asuransi Astra Buana.
mengasuransikan aset tetapnya melalui PT Asuransi
Astra Buana.
Lampiran – 5/75 – Schedule
246
Page 271
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Berikut adalah rincian sifat dari hubungan berelasi: The nature of related parties relationships are as
(lanjutan) follows: (continued)
PT Asuransi Jiwa Astra PT Asuransi Jiwa Astra
PT Asuransi Jiwa Astra adalah perusahaan ventura PT Asuransi Jiwa Astra is a joint venture company
bersama dan merupakan entitas asosiasi dari PT and an associate company of PT Astra International
Astra International Tbk. Perseroan melakukan Tbk. The Company entered with agreement with
perjanjian dengan PT Asuransi Jiwa Astra untuk PT Asuransi Jiwa Astra to provide credit shield
asuransi perlindungan kredit atas piutang insurance coverage on the financing receivable.
pembiayaan.
PT Swadaya Harapan Nusantara PT Swadaya Harapan Nusantara
PT Swadaya Harapan Nusantara adalah PT Swadaya Harapan Nusantara is a joint venture
perusahaan ventura bersama dan merupakan company and an indirect associate company of
entitas asosiasi tidak langsung dari PT Astra PT Astra International Tbk. PT Swadaya Harapan
International Tbk. PT Swadaya Harapan Nusantara Nusantara entered financing agreement with the
memiliki pembiayaan terhadap Perseroan. Company.
PT Tasti Anugerah Mandiri PT Tasti Anugerah Mandiri
PT Tasti Anugerah Mandiri adalah entitas asosiasi PT Tasti Anugerah Mandiri is an indirect associate
tidak langsung dari PT Astra International Tbk. company of PT Astra International Tbk. PT Tasti
PT Tasti Anugerah Mandiri menerima fasilitas Anugerah Mandiri received financing facility from the
pembiayaan dari Perseroan. Company.
PT Toyota Astra Motor PT Toyota Astra Motor
PT Toyota Astra Motor adalah perusahaan ventura PT Toyota Astra Motor is a joint venture company of
bersama dari PT Astra International Tbk. Perseroan PT Astra International Tbk. The Company has
melakukan transaksi dengan PT Toyota Astra Motor transactions with PT Toyota Astra Motor to support
untuk mendukung program pembiayaan konsumen, the consumer financing program, operating lease
sewa operasi dan program pemasaran. and marketing program.
PT Astra Graphia Tbk PT Astra Graphia Tbk
PT Astra International Tbk merupakan pihak PT Astra International Tbk is the indirect controlling
pengendali dari PT Astra Graphia Tbk. Perseroan shareholder of PT Astra Graphia Tbk. The Company
melakukan transaksi dalam bidang jasa teknologi has the transactions for information technology
informasi. services.
PT Bank Jasa Jakarta PT Bank Jasa Jakarta
PT Bank Jasa Jakarta adalah perusahaan ventura PT Bank Jasa Jakarta is a joint venture company
bersama dan merupakan entitas asosiasi dari and an associate company of PT Astra International
PT Astra International Tbk. Perseroan Tbk. The Company has placement of funds in
menempatkan dana pada PT Bank Jasa Jakarta. PT Bank Jasa Jakarta.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
PT Toyota Motor Corporation merupakan pihak PT Toyota Motor Corporation is the indirect
pengendali dari PT Toyota Motor Manufacturing controlling shareholder of PT Toyota Motor
Indonesia. Perseroan melakukan transaksi sewa Manufacturing Indonesia. The Company has
operasi dengan PT Toyota Motor Manufacturing operating lease transaction with PT Toyota Motor
Indonesia. Manufacturing Indonesia.
Lampiran – 5/76 – Schedule
247
Page 272
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Penyalur Kendaraan Terafiliasi Affiliated Dealers of Vehicles
Penyalur kendaraan terafiliasi terdiri dari beberapa Affiliated dealers of vehicles consist of several
penyalur kendaraan yang terafiliasi dengan vehicle dealers that are affiliated with the Company
Perseroan serta pihak berelasi lainnya. as well as other related parties.
Dewan Komisaris, Direksi dan personil Board of Commissioners, Directors and key
manajemen kunci management personnel
Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang Key management personnel are those people who
mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk have the authority and responsibility to plan, lead,
merencanakan, memimpin dan mengendalikan and control activities of the Company, directly or
aktivitas Perseroan, secara langsung atau tidak indirectly. Key management personnel of the
langsung. Personil manajemen kunci Perseroan Company are Board of Directors and Board of
adalah Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Commissioners of the Company.
Rincian saldo dan transaksi dengan pihak terkait The details of balances and transactions with parties
dengan Perseroan adalah sebagai berikut: that are associated with the Company are as
follows:
2024 2023
ASET ASSETS
Kas dan kas di bank Cash on hand and in banks
PT Bank Jasa Jakarta 461 5,262 PT Bank Jasa Jakarta
Persentase terhadap total aset 0.00% 0.02% Percentage of total assets
Biaya dibayar dimuka
dan uang muka Prepaid expenses and advances
PT Asuransi Astra Buana 31,205 28,585 PT Asuransi Astra Buana
Persentase terhadap total aset 0.08% 0.08% Percentage of total assets
Consumer financing
Piutang pembiayaan konsumen receivables
PT Swadaya Harapan Nusantara 90,371 58,186 PT Swadaya Harapan Nusantara
Personil manajemen kunci 902 - Key management personnel
91,273 58,186
Persentase terhadap total aset 0.24% 0.17% Percentage of total assets
Piutang pembiayaan
penyalur kendaraan Dealer financing receivables
PT Tasti Anugerah Mandiri 55,654 43,427 PT Tasti Anugerah Mandiri
Persentase terhadap total aset 0.15% 0.13% Percentage of total assets
Piutang lain-lain Other receivables
PT Asuransi Astra Buana 6,941 2,306 PT Asuransi Astra Buana
PT Asuransi Jiwa Astra 2,637 1,111 PT Asuransi Jiwa Astra
Penyalur kendaraan terafiliasi 670,273 286,767 Affiliated dealers of vehicles
679,851 290,184
Persentase terhadap total aset 1.82% 0.84% Percentage of total assets
Jumlah aset yang terkait
dengan pihak berelasi 858,445 645,287 Total assets with related parties
Persentase terhadap total aset 2.29% 1.86% Percentage of total assets
LIABILITAS LIABILITIES
Utang penyalur kendaraan Payable to dealers
PT Astra International Tbk - 1,884 PT Astra International Tbk
Persentase terhadap total liabilitas 0.00% 0.01% Percentage of total liabilities
Utang lain-lain Other payables
PT Asuransi Astra Buana 38,027 57,561 PT Asuransi Astra Buana
PT Asuransi Jiwa Astra 4,418 3,232 PT Asuransi Jiwa Astra
PT Toyota Astra Motor 386,688 179,702 PT Toyota Astra Motor
429,133 240,495
Persentase terhadap total liabilitas 1.34% 0.80% Percentage of total liabilities
Jumlah liabilitas yang terkait Total liabilities with
dengan pihak berelasi 429,133 242,379 related parties
Persentase terhadap total liabilitas 1.34% 0.81% Percentage of total liabilities
Lampiran – 5/77 – Schedule
248
Page 273
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Rincian saldo dan transaksi dengan pihak terkait The details of balances and transactions with parties
dengan Perseroan adalah sebagai berikut: that are associated with the Company are as
(lanjutan) follows: (continued)
2024 2023
PENDAPATAN INCOME
Pendapatan pembiayaan
konsumen Consumer financing income
PT Swadaya Harapan Nusantara 7,094 3,740 PT Swadaya Harapan Nusantara
Personil manajemen kunci 54 123 Key management personnel
7,148 3,863
Persentase terhadap
total pendapatan 0.16% 0.10% Percentage of total income
Pendapatan sewa operasi Operating lease income
PT Astra International Tbk 20,054 28,916 PT Astra International Tbk
PT Toyota Astra Motor 4,869 1,590 PT Toyota Astra Motor
PT Toyota Motor PT Toyota Motor
Manufacturing Indonesia 4,289 809 Manufacturing Indonesia
PT Asuransi Astra Buana 42 - PT Asuransi Astra Buana
29,254 31,315
Persentase terhadap
total pendapatan 0.67% 0.81% Percentage of total income
Pendapatan pembiayaan
penyalur kendaraan Dealer financing income
PT Tasti Anugerah Mandiri 3,207 3,257 PT Tasti Anugerah Mandiri
Persentase terhadap
total pendapatan 0.07% 0.08% Percentage of total income
Pendapatan lain-lain 145,412 105,312 Miscellaneous income
Persentase terhadap
total pendapatan 3.35% 2.74% Percentage of total income
Jumlah pendapatan yang terkait Total income with
dengan pihak berelasi 185,021 143,747 related parties
Persentase terhadap
total pendapatan 4.25% 3.74% Percentage of total income
BEBAN EXPENSES
General and administrative
Beban umum dan administrasi expenses
PT Asuransi Astra Buana 15,642 11,982 PT Asuransi Astra Buana
PT Astra Graphia Tbk 9,719 7,461 PT Astra Graphia Tbk
Dana Pensiun Astra 6,207 5,843 Dana Pensiun Astra
Jumlah beban yang terkait Total expense with
dengan pihak berelasi 31,568 25,286 related parties
Persentase terhadap total beban 0.94% 0.85% Percentage of total expense
Lampiran – 5/78 – Schedule
249
Page 274
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Kompensasi personil manajemen kunci Key management personnel compensation
Personil manajemen kunci adalah orang-orang Key management personnel are those people who
yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab have the authority and responsibility to plan, lead
untuk merencanakan, memimpin dan and control activities of the Company, directly or
mengendalikan aktivitas Perseroan, secara indirectly, are the Directors and Board of
langsung atau tidak langsung, yaitu Direktur dan Commissioners of the Company.
Dewan Komisaris dari Perseroan.
Rincian kompensasi personil manajemen kunci Details of key management personnel’s
adalah sebagai berikut: compensation are as follows:
2024 2023
Imbalan jangka pendek Short-term employee benefit
- Dewan Komisaris 928 910 Board of Commissioners -
- Direksi 19,322 16,897 Directors -
Imbalan pasca kerja dan Post-employment benefits and
jangka panjang lainnya other long-term employee benefits
- Direksi 4,514 3,548 Directors -
Jumlah 24,764 21,355 Total
34. INFORMASI SEGMEN OPERASI 34. OPERATING SEGMENT INFORMATION
Manajemen menilai performa segmen operasi Management assesses the performance of the
berdasarkan beberapa indikator, seperti piutang, operating segment based on several indicators,
pendapatan dan beban usaha yang dihasilkan oleh such as receivables, revenue and expenditures
segmen-segmen tersebut. allocated by those segments.
Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha Reporting format based on business segments
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan laporan Operating segment are reported in accordance with
internal yang disiapkan untuk Direksi yang the internal reporting provided to the Directors, who
bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber are responsible for allocating resources to the
daya ke segmen dan melakukan penilaian atas reportable segments and assesses its performance.
performanya.
Segmen operasi Perseroan dibagi berdasarkan The Company’s operating segment represent the
produk usaha (pembiayaan konsumen, sewa business product (consumer financing, finance
pembiayaan dan pembiayaan penyalur kendaraan) lease and dealer financing) and geographic area.
dan daerah geografis.
Ringkasan berikut menjelaskan operasi masing- The following summary describes the operations in
masing segmen dalam pelaporan segmen each of the Company's reportable segments:
Perseroan:
• Pembiayaan konsumen • Consumer financing
Termasuk dalam pelaporan segmen Included in the consumer financing segment
pembiayaan konsumen adalah seluruh reporting are operating segment assessment
indikator penilaian segmen operasi yang indicators that can actually be attributed as a
secara nyata dapat diatribusikan sebagai part of consumer financing.
bagian dari pembiayaan konsumen.
• Marjin Murabahah • Murabahah margin
Termasuk dalam pelaporan segmen marjin Included in the Murabahah margin segment
Murabahah adalah seluruh indikator penilaian reporting are operating segment assessment
segmen operasi yang secara nyata dapat indicators that can actually be attributed as a
diatribusikan sebagai bagian dari marjin part of Murabahah margin.
Murabahah.
Lampiran – 5/79 – Schedule
250
Page 275
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
34. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 34. OPERATING SEGMENT INFORMATION
(continued)
Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha Reporting format based on business segments
(lanjutan) (continued)
• Sewa pembiayaan • Finance lease
Termasuk dalam pelaporan segmen sewa Included in the finance lease segment reporting
pembiayaan adalah seluruh indikator penilaian are operating segment assessment indicators
segmen operasi yang secara nyata dapat that can actually be attributed as a part of
diatribusikan sebagai bagian dari sewa finance lease.
pembiayaan.
• Sewa operasi • Operating lease
Termasuk dalam pelaporan segmen sewa Included in the operating lease segment
operasi adalah seluruh indikator penilaian reporting are operating segment assessment
segmen operasi yang secara nyata dapat indicators that can actually be attributed as a
diatribusikan sebagai bagian dari sewa part of operating lease.
operasi.
• Pembiayaan penyalur kendaraan • Dealer financing
Termasuk dalam pelaporan segmen Included in the dealer financing segment
pembiayaan penyalur kendaraan adalah reporting are operating segment assessment
seluruh indikator penilaian segmen operasi indicators that can actually be attributed as a
yang secara nyata dapat diatribusikan sebagai part of dealer financing.
bagian dari pembiayaan penyalur kendaraan.
2024
Pembiayaan
Pembiayaan Marjin Sewa Sewa penyalur
konsumen/ Murabahah/ pembiayaan/ operasi/ kendaraan/ Tidak dapat
Consumer Murabahah Finance Operating Dealer dialokasikan/ Jumlah/
financing margin lease lease financing Unallocated Total
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
dan penghasilan and comprehensive
komprehensif lain income
Pendapatan Income
Pembiayaan konsumen 3,543,129 - - - - - 3,543,129 Consumer financing
Marjin Murabahah - 167,263 - - - - 167,263 Murabahah margin
Sewa pembiayaan - - 24,721 - - - 24,721 Finance lease
Sewa operasi - - - 202,411 - - 202,411 Operating lease
Pembiayaan dealer - - - - 66,939 - 66,939 Dealer financing
Bunga bank Interest income from banks
dan lain-lain 300,034 6,074 79 13,153 1,471 17,220 338,031 and miscellaneous
Jumlah pendapatan 3,843,163 173,337 24,800 215,564 68,410 17,220 4,342,494 Total income
Beban Expense
Beban umum General and administrative
dan administrasi (tidak expenses (exclude
termasuk penyusutan) - - - - - (618,479) (618,479) depreciation)
Penyusutan - - - - - (164,334) (164,334) Depreciation
Beban bunga Interest and financing
dan keuangan - - - - - (1,830,153) (1,830,153) charges
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai impairment losses
- Piutang pembiayaan Consumer financing -
konsumen, investasi receivables, net
dalam sewa investments
pembiayaan dan in leases
piutang pembiayaan and dealer financing
penyalur kendaraan (487,286) (12,951) - (6,030) 1,090 - (505,177) receivables
- Lainnya (230,159) (230,159) Others -
Rugi selisih Loss on foreign
kurs - bersih - - - - - 992 992 exchange - net
Jumlah beban (717,445) (12,951) - (6,030) 1,090 (2,611,974) (3,347,310) Total expenses
LABA SEBELUM PAJAK INCOME BEFORE
PENGHASILAN 3,125,718 160,386 24,800 209,534 69,500 (2,594,754) 995,184 INCOME TAX
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN - - - - - (214,287) (214,287) INCOME TAX EXPENSES
LABA BERSIH 3,125,718 160,386 24,800 209,534 69,500 (2,809,041) 780,897 NET INCOME
Jumlah aset 30,478,019 1,680,199 254,076 23,538 926,123 3,950,506 37,312,461 Total assets
Jumlah liabilitas 26,951,551 1,245,630 188,361 - 686,590 2,946,189 32,018,321 Total liabilities
Lampiran – 5/80 – Schedule
251
Page 276
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
34. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 34. OPERATING SEGMENT INFORMATION
(continued)
Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha Reporting format based on business segments
(lanjutan) (continued)
2023
Pembiayaan
Pembiayaan Marjin Sewa Sewa penyalur
konsumen/ Murabahah/ pembiayaan/ operasi/ kendaraan/ Tidak dapat
Consumer Murabahah Finance Operating Dealer dialokasikan/ Jumlah/
financing margin lease lease financing Unallocated Total
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
dan penghasilan and comprehensive
komprehensif lain income
Pendapatan Income
Pembiayaan konsumen 3,195,256 - - - - - 3,195,256 Consumer financing
Marjin Murabahah - 131,705 - - - - 131,705 Murabahah margin
Sewa pembiayaan - - 22,085 - - - 22,085 Finance lease
Sewa operasi - - - 172,585 - - 172,585 Operating lease
Pembiayaan dealer - - - - 59,647 - 59,647 Dealer financing
Bunga bank Interest income from banks
dan lain-lain 231,127 4,288 119 10,252 1,184 20,289 267,259 and miscellaneous
Jumlah pendapatan 3,426,383 135,993 22,204 182,837 60,831 20,289 3,848,537 Total income
Beban Expense
Beban umum General and administrative
dan administrasi (tidak expenses (exclude
termasuk penyusutan) - - - - - (577,080) (577,080) depreciation)
Penyusutan - - - - - (137,610) (137,610) Depreciation
Beban bunga Interest and financing
dan keuangan - - - - - (1,547,877) (1,547,877) charges
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai impairment losses
- Piutang pembiayaan Consumer financing -
konsumen, investasi receivables, net
dalam sewa investments
pembiayaan dan in leases
piutang pembiayaan and dealer financing
penyalur kendaraan (579,374) (7,446) - - 2,670 - (584,150) receivables
- Lainnya (122,842) - - - - - (122,842) Others -
Rugi selisih Loss on foreign
kurs - bersih - - - - - 73 73 exchange - net
Jumlah beban (702,216) (7,446) - - 2,670 (2,262,494) (2,969,486) Total expenses
LABA SEBELUM PAJAK 2,724,167 128,547 22,204 182,837 63,501 (2,242,205) 879,051 INCOME BEFORE
PENGHASILAN INCOME TAX
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN - - - - - (188,718) (188,718) INCOME TAX EXPENSES
LABA BERSIH 2,724,167 128,547 22,204 182,837 63,501 (2,430,923) 690,333 NET INCOME
Jumlah aset 29,057,661 1,339,613 274,650 12,371 1,140,936 2,854,382 34,679,613 Total assets
Jumlah liabilitas 25,702,233 1,040,319 213,289 - 886,030 2,226,268 30,068,139 Total liabilities
Bentuk pelaporan berdasarkan daerah geografis Reporting format based on geographical areas
Segmen berdasarkan geografis terdiri dari Geographical segment consists of 40 branches
40 cabang (2023: 40 cabang) (tidak diaudit) yang (2023: 40 branches) (unaudited) that are located into
terbagi menjadi 6 area yaitu DKI Jakarta, Jawa, 6 areas, namely DKI Jakarta, Jawa, Sumatera,
Sumatera, Kalimantan, Bali and Sulawesi: Kalimantan, Bali and Sulawesi:
2024 2023
Pendapatan Income
- Area Jawa 1,487,459 1,343,242 Jawa area -
- Area DKI Jakarta 991,100 871,343 DKI Jakarta area -
- Area Sumatra 927,438 835,895 Sumatera area -
- Area Sulawesi 457,817 414,752 Sulawesi area -
- Area Kalimantan 366,087 304,501 Kalimantan area -
- Area Bali 112,593 78,804 Bali area -
Jumlah pendapatan 4,342,494 3,848,537 Total income
Lampiran – 5/81 – Schedule
252
Page 277
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT
Aktivitas Perseroan mengandung berbagai macam The Company’s activities are exposed to few
risiko-risiko keuangan: risiko nilai tukar mata uang financial risks: foreign exchange risk, credit risk and
asing, risiko kredit, risiko tingkat bunga dan risiko liquidity risk. The Company’s overall risk
likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen management program focuses to mitigate the
risiko keuangan Perseroan terfokus untuk volatility of financial markets and to minimise
menghadapi ketidakpastian pasar uang dan potential adverse effects on the Company’s financial
meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak performance.
pada kinerja keuangan Perseroan.
Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Risk management is the responsibility of Directors,
Direksi yang dibantu oleh berbagai komite supported by the various management committees.
manajemen. Direksi bertugas menentukan prinsip Directors have the responsibility to determine the
dasar kebijakan manajemen risiko Perseroan secara basic principles of the Company’s risk management
keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu as well as principles covering specific areas, such
seperti risiko nilai tukar mata uang asing, risiko as foreign exchange risk, interest rate risk, credit
tingkat bunga, risiko kredit, penggunaan instrumen risk, the use of derivative financial instruments and
keuangan derivatif dan investasi atas kelebihan the investment of excess liquidity.
likuiditas.
(i) Risiko nilai tukar mata uang asing (i) Foreign exchange risk
Perseroan menyadari adanya risiko nilai tukar The Company is aware of market risk due to
mata uang asing yang terjadi akibat fluktuasi foreign exchange as a result of the fluctuation of
mata uang Rupiah terhadap Dolar AS dan Yen IDR against US Dollar and JP Yen, hence the
JP, sehingga Perseroan melakukan transaksi Company entered into cross currency swap and
cross currency swap dan foreign exchange foreign exchange swap contracts to hedge the
swap dengan tujuan melakukan aktivitas lindung uncertainty of foreign exchange arising from
nilai atas ketidakpastian nilai tukar mata uang cash flow of principal and interest from
asing yang timbul dari arus kas pokok dan borrowing and bonds.
bunga pinjaman dan obligasi.
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur The table below summarises the Company’s
Perseroan atas risiko nilai tukar mata uang exposure to foreign currency exchange rate risk
asing pada tanggal 31 Desember 2024 dan as at 31 December 2024 and 2023. Included in
2023. Termasuk di dalamnya adalah instrumen the table are the Company’s financial
keuangan Perseroan pada nilai tercatat, instruments at carrying amounts, categorised by
dikategorikan berdasarkan jenis mata uang. currency.
a. Dalam mata uang asal a. In original currency
2024 2023
Dolar AS (nilai penuh) US Dollar (full amount)
Aset Assets
Kas dan kas di bank 328,610 529,606 Cash on hand and in banks
Liabilitas Liabilities
Pinjaman 897,000,000 914,000,000 Borrowings
Dikurangi: Less:
Lindung nilai (897,000,000) (914,000,000) Hedging
Aset bersih 328,610 529,606 Net assets
Yen Jepang (nilai penuh) Japanese Yen (full amount)
Aset Assets
Kas dan kas di bank 2,146,031 2,321,105 Cash on hand and in banks
Liabilitas Liabilities
Pinjaman 3,000,000,000 5,000,000,000 Borrowings
Dikurangi: Less:
Lindung nilai (3,000,000,000) (5,000,000,000) Hedging
Aset bersih 2,146,031 2,321,105 Net assets
Lampiran – 5/82 – Schedule
253
Page 278
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(i) Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan) (i) Foreign exchange risk (continued)
b. Dalam ekuivalen Rupiah b. In Rupiah equivalent
2024 2023
Dolar AS US Dollar
Aset Assets
Kas dan kas di bank 5,310 8,163 Cash on hand and in banks
Liabilitas Liabilities
Pinjaman 14,497,314 14,090,224 Borrowings
Dikurangi: Less:
Lindung nilai (14,497,314) (14,090,224) Hedging
Aset bersih 5,310 8,163 Net assets
Yen Jepang Japanese Yen
Aset Assets
Kas dan kas di bank 220 254 Cash on hand and in banks
Liabilitas Liabilities
Pinjaman 307,088 547,736 Borrowings
Dikurangi: Less:
Lindung nilai (307,088) (547,736) Hedging
- -
Aset bersih 220 254 Net assets
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas The table below shows the sensitivity of
laba bersih Perseroan pada tanggal Company’s net income to movement of foreign
31 Desember 2024 dan 2023 atas perubahan exchange rates on 31 December 2024 and
nilai tukar mata uang asing yaitu: 2023:
2024
Peningkatan/ Penurunan/
Increase by Decrease by
100bps 100bps
Pengaruh terhadap laba bersih 55 (55) Impact to net income
2023
Peningkatan/ Penurunan/
Increase by Decrease by
100bps 100bps
Pengaruh terhadap laba bersih 84 (84) Impact to net income
Lampiran – 5/83 – Schedule
254
Page 279
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(ii) Risiko kredit (ii) Credit risk
(a) Pengelolaan risiko kredit (a) Credit risk monitoring
Perseroan menghadapi risiko kredit, yaitu The Company is exposed to credit risk from
ketidakmampuan konsumen untuk the defaulting consumers. The Company
membayar. Perseroan menerapkan applies prudent financing policies, performs
kebijakan pemberian pembiayaan ongoing portfolio monitoring as well as
berdasarkan prinsip kehati-hatian, manages the collection of consumer
melakukan pengawasan portofolio financing receivables, investment in finance
pembiayaan konsumen, investasi sewa lease receivables, and dealer financing in
pembiayaan dan pembiayaan penyalur order to minimise credit risk exposure.
kendaraan secara berkesinambungan
untuk meminimalisasi risiko kredit.
Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan Consumer financing receivables and
konsumen dan piutang pembiayaan Murabahah financing receivables are
Murabahah, Perseroan menerima jaminan secured by the Certificate of Ownership
dari konsumen berupa Bukti Pemilikan (“BPKB”) of the vehicle financed by the
Kendaraan Bermotor (“BPKB”) atas Company.
kendaraan bermotor yang dibiayai
Perseroan.
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan The following table breaks down the
eksposur maksimum risiko kredit tanpa Company’s maximum exposure without
memperhitungkan jaminan yang dikuasai considering collaterals held by the
oleh Perseroan: Company:
2024 2023
Kas di bank 367,248 515,209 Cash in banks
Piutang pembiayaan
konsumen* 31,895,909 30,420,354 Consumer financing receivables*
Piutang pembiayaan
Murabahah* 1,735,866 1,385,741 Murabahah financing receivables*
Investasi bersih dalam Net investment
sewa pembiayaan* 254,076 274,650 in financing leases*
Piutang pembiayaan
dealer* 929,809 1,145,711 Dealer financing receivables*
Piutang lain-lain - bruto 1,507,182 631,054 Other receivables - gross
Aset derivatif 1,072,322 637,926 Derivative assets
Aset lain-lain 5,130 5,278 Other assets
37,767,542 35,015,923
Dikurangi: Less:
Cadangan Allowance for
kerugian penurunan nilai (1,581,196) (1,504,739) impairment losses
36,186,346 33,511,184
* Sebelum cadangan kerugian penurunan nilai Before allowance for impairment losses *
Lampiran – 5/84 – Schedule
255
Page 280
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)
(b) Konsentrasi risiko aset keuangan (b) Risk concentration of financial assets
Berdasarkan eksposur maksimum risiko Based on maximum exposure of credit
kredit risk
Tabel berikut menggambarkan maksimum The following table breaks down the
eksposur risiko kredit Perseroan pada Company’s maximum exposure on credit
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 tanpa risk at 31 December 2024 and 2023,
memperhitungkan jaminan yang dikuasai without taking into account the collaterals
oleh Perseroan terhadap aset tersebut. held. The exposures set out above are
Eksposur di atas berdasarkan nilai bruto based on gross amounts before allowance
sebelum dikurangi cadangan kerugian for doubtful accounts and provision for
penurunan nilai dan penyisihan nilai pasar diminution in market value as reported in
yang sebagaimana dilaporkan pada the statements of financial position.
laporan posisi keuangan.
2024
Eksposur
maksimum/
Korporasi/ Ritel/ Maximum
Corporate Retail Exposure
Kas di bank 367,248 - 367,248 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
Konsumen - bruto 2,713,173 29,182,736 31,895,909 receivables - gross
Piutang pembiayaan Murabahah financing
Murabahah - bruto 218,280 1,517,586 1,735,866 receivables - gross
Investasi bersih dalam
sewa pembiayaan - Net investment in
bruto 254,076 - 254,076 financing lease - gross
Piutang pembiayaan
penyalur kendaraan Dealer financing
- bruto 929,809 - 929,809 receivables - gross
Piutang lain-lain - bruto - 1,507,182 1,507,182 Other receivables - gross
Aset derivatif 1,072,322 - 1,072,322 Derivative assets
Aset lain-lain 5,130 - 5,130 Other assets
5,560,038 32,207,504 37,767,542
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (1,581,196) impairment losses
36,186,346
2023
Eksposur
maksimum/
Korporasi/ Ritel/ Maximum
Corporate Retail Exposure
Kas di bank 515,209 - 515,209 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
Konsumen - bruto 2,085,885 28,334,469 30,420,354 receivables - gross
Piutang pembiayaan Murabahah financing
Murabahah - bruto 182,226 1,203,515 1,385,741 receivables - gross
Investasi bersih dalam
sewa pembiayaan - Net investment in
bruto 274,650 - 274,650 financing lease - gross
Piutang pembiayaan
penyalur kendaraan Dealer financing
- bruto 1,145,711 - 1,145,711 receivables - gross
Piutang lain-lain - bruto - 631,054 631,054 Other receivables - gross
Aset derivatif 637,926 - 637,926 Derivative assets
Aset lain-lain 5,278 - 5,278 Other assets
4,846,885 30,169,038 35,015,923
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (1,504,739) impairment losses
33,511,184
Tabel di atas merupakan eksposur The above table represents a maximum
maksimum atas risiko kredit bagi credit risk exposure to the Company.
Perseroan.
Lampiran – 5/85 – Schedule
256
Page 281
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)
(b) Konsentrasi risiko aset keuangan (lanjutan) (b) Risk concentration of financial assets
(continued)
Berdasarkan eksposur maksimum risiko Based on maximum exposure of credit
kredit (lanjutan) risk (continued)
Seperti yang telah dijelaskan di atas, jumlah As outlined above, the total maximum
eksposur maksimum terutama berasal dari exposure is mainly derived from consumer
piutang pembiayaan konsumen, aset financing receivables, derivative asset, net
derivatif, investasi bersih dalam sewa investment in finance lease and dealer
pembiayaan dan piutang pembiayaan financing receivables.
penyalur kendaraan.
Manajemen yakin akan kemampuan Management is confident in its ability to
Perseroan untuk mengendalikan dan control and sustain minimal exposure of
memelihara eksposur risiko kredit pada credit risk to the Company based on the
tingkat yang minimum berdasarkan hal-hal following:
sebagai berikut:
- Perseroan telah membentuk - The Company has set sufficient
cadangan kerugian penurunan nilai allowance for impairment losses to
untuk menutupi kemungkinan kerugian cover incurred losses arising from
atas tidak tertagihnya piutang tersebut uncollectible receivables based on
berdasarkan kerugian kredit expected credit losses.
ekspektasian.
- Piutang pembiayaan dan sewa operasi - Consumer financing and operating
– bersih dan investasi bersih dalam lease receivable – net and investment in
sewa pembiayaan yang merupakan finance lease, which represent the
portofolio terbesar, dilindungi dengan biggest portfolio, are secured by
jaminan. collaterals.
- Piutang pembiayaan konsumen -
bersih, piutang pembiayaan - Consumer financing receivable - net,
Murabahah - bersih dan investasi Murabahah financing receivable - net,
bersih dalam sewa pembiayaan yang and investment in finance lease, which
merupakan portofolio terbesar, represent the biggest portfolio, are
dilindungi dengan jaminan. secured by collaterals.
Berdasarkan sektor geografis Based on geographical sector
Tabel berikut menggambarkan eksposur The following table breaks down the
maksimum risiko kredit berdasarkan sektor Company’s maximum credit risk exposure
geografis: based on geographical sector:
2024
Maksimum
eksposur/
DKI Maximum
Jawa Jakarta Sumatera Kalimantan Bali Sulawesi exposure
Kas di bank - 367,248 - - - - 367,248 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 10,654,694 7,643,282 6,598,858 2,794,188 949,523 3,255,364 31,895,909 receivables
Piutang pembiayaan Murabahah financing
Murabahah 724,792 322,627 634,858 26,972 1,910 24,707 1,735,866 receivables
Investasi bersih
dalam sewa Net investment
pembiayaan 84,872 60,855 52,565 22,258 7,564 25,932 254,076 in financing leases
Piutang pembiayaan
penyalur Dealer financing
kendaraan - 929,809 - - - - 929,809 receivables
Piutang lain-lain - 1,507,182 - - - - 1,507,182 Other receivables
Aset derivatif - 1,072,322 - - - - 1,072,322 Derivative assets
Aset lain-lain - 5,130 - - - - 5,130 Other assets
Jumlah 11,464,358 11,908,455 7,286,281 2,843,418 958,997 3,306,003 37,767,542 Total
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (1,581,196) impairment losses
36,186,346
Lampiran – 5/86 – Schedule
257
Page 282
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)
(b) Konsentrasi risiko aset keuangan (lanjutan) (b) Risk concentration of financial assets
(continued)
Berdasarkan sektor geografis (lanjutan) Based on geographical sector
(continued)
Tabel berikut menggambarkan eksposur The following table breaks down the
maksimum risiko kredit berdasarkan sektor Company’s maximum credit risk exposure
geografis: (lanjutan) based on geographical sector: (continued)
2023
Maksimum
eksposur/
DKI Maximum
Jawa Jakarta Sumatera Kalimantan Bali Sulawesi exposure
Kas di bank - 515,209 - - - - 515,209 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 10,136,366 6,588,852 6,684,557 2,590,964 798,119 3,621,496 30,420,354 receivables
Piutang pembiayaan Murabahah financing
Murabahah 612,129 203,731 516,363 26,466 1,738 25,314 1,385,741 receivables
Investasi bersih
dalam sewa Net investment
pembiayaan 91,516 59,487 60,351 23,393 7,206 32,697 274,650 in financing leases
Piutang pembiayaan
penyalur Dealer financing
kendaraan - 1,145,711 - - - - 1,145,711 receivables
Piutang lain-lain - 631,054 - - - - 631,054 Other receivables
Aset derivatif - 637,926 - - - - 637,926 Derivative assets
Aset lain-lain - 5,278 - - - - 5,278 Other assets
Jumlah 10,840,011 9,787,248 7,261,271 2,640,823 807,063 3,679,507 35,015,923 Total
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (1,504,739) impairment losses
33,511,184
Berdasarkan kualitas aset keuangan Based on quality of financial assets
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 As at 31 December 2024 and 2023 credit
eksposur risiko kredit atas aset keuangan risk exposure relating to financial assets are
terbagi atas: divided as follows:
2024
Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo
atau tidak tetapi tidak
mengalami mengalami
penurunan nilai/ penurunan nilai/ Mengalami
Neither past due Past due but not penurunan nilai/ Jumlah/
nor impaired impaired Impaired Total
Kas di bank 367,248 - - 367,248 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 28,918,990 2,445,124 531,795 31,895,909 receivables
Piutang pembiayaan Murabahah financing
Murabahah 1,605,276 115,402 15,188 1,735,866 receivables
Investasi bersih dalam Net investment in
sewa pembiayaan 251,550 - 2,526 254,076 finance lease
Piutang pembiayaan Dealer financing
penyalur kendaraan 929,809 - - 929,809 receivables
Piutang lain-lain 1,469,599 - 37,583 1,507,182 Other receivables
Aset derivatif 1,072,322 - - 1,072,322 Derivative assets
Aset lain-lain 5,130 - - 5,130 Other assets
34,619,924 2,560,526 587,092 37,767,542
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (1,581,196) impairment losses
36,186,346
Lampiran – 5/87 – Schedule
258
Page 283
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)
(b) Konsentrasi risiko aset keuangan (lanjutan) (b) Risk concentration of financial assets
(continued)
Berdasarkan kualitas aset keuangan Based on quality of financial assets
(lanjutan) (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 As at 31 December 2024 and 2023 credit
eksposur risiko kredit atas aset keuangan risk exposure relating to financial assets are
terbagi atas: (lanjutan) divided as follows: (continued)
2023
Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo
atau tidak tetapi tidak
mengalami mengalami
penurunan nilai/ penurunan nilai/ Mengalami
Neither past due Past due but not penurunan nilai/ Jumlah/
nor impaired impaired Impaired Total
Kas di bank 515,209 - - 515,209 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 27,441,935 2,482,267 496,152 30,420,354 receivables
Piutang pembiayaan Murabahah financing
Murabahah 1,274,092 101,169 10,480 1,385,741 receivables
Investasi bersih dalam Net investment in
sewa pembiayaan 272,967 1,683 - 274,650 finance lease
Piutang pembiayaan Dealer financing
penyalur kendaraan 1,145,711 - - 1,145,711 receivables
Piutang lain-lain 617,738 - 13,316 631,054 Other receivables
Aset derivatif 637,926 - - 637,926 Derivative assets
Aset lain-lain 5,278 - - 5,278 Other assets
31,910,856 2,585,119 519,948 35,015,923
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (1,504,739) impairment losses
33,511,184
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 The quality of financial assets that are
rincian kualitas aset keuangan yang “belum “neither past due nor impaired” as at 31
jatuh tempo atau tidak mengalami December 2024 and 2023 can be assessed
penurunan nilai” berdasarkan pengelolaan by reference to the internal monitoring
internal sebagai berikut: system as follows:
2024
Kualitas/ Kualitas/ Jumlah/
Quality 1 Quality 2 Total
Kas di bank 367,248 - 367,248 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 28,295,225 623,765 28,918,990 receivables
Piutang pembiayaan Murabahah financing
Murabahah 1,570,651 34,625 1,605,276 receivables
Investasi bersih dalam Net investment in
sewa pembiayaan 250,473 1,077 251,550 finance lease
Sewa operasi - - Operating Lease
Piutang pembiayaan Dealer financing
penyalur kendaraan 929,809 - 929,809 receivables
Piutang lain-lain 1,469,599 - 1,469,599 Other receivable
Aset derivatif 1,072,322 - 1,072,322 Derivative assets
Aset lain-lain 5,130 - 5,130 Other assets
33,960,457 659,467 34,619,924
Lampiran – 5/88 – Schedule
259
Page 284
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)
(b) Konsentrasi risiko aset keuangan (lanjutan) (b) Risk concentration of financial assets
(continued)
Berdasarkan kualitas aset keuangan Based on quality of financial assets
(lanjutan) (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 The quality of financial assets that are
rincian kualitas aset keuangan yang “belum “neither past due nor impaired” as at
jatuh tempo atau tidak mengalami 31 December 2024 and 2023 can be
penurunan nilai” berdasarkan pengelolaan assessed by reference to the internal
internal sebagai berikut: (lanjutan) monitoring system as follows: (continued)
2023
Kualitas/ Kualitas/ Jumlah/
Quality 1 Quality 2 Total
Kas di bank 515,209 - 515,209 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 26,669,037 772,898 27,441,935 receivables
Piutang pembiayaan Murabahah financing
Murabahah 1,238,207 35,885 1,274,092 receivables
Investasi bersih dalam Net investment in
sewa pembiayaan 271,338 1,629 272,967 finance lease
Sewa operasi - - - Operating lease
Piutang pembiayaan Dealer financing
penyalur kendaraan 1,145,711 - 1,145,711 receivables
Piutang lain-lain 617,738 - 617,738 Other receivable
Aset derivatif 637,926 - 637,926 Derivative assets
Aset lain-lain 5,278 - 5,278 Other assets
31,100,444 810,412 31,910,856
Penjelasan pembagian kualitas kredit yang Details for credit quality of loans that are
diberikan yang “belum jatuh tempo atau “neither past due nor impaired” are as
tidak mengalami penurunan nilai” adalah: follows:
- Kualitas 1 - Quality 1
Aset keuangan yang selama 5 (lima) The financial assets during their first
bulan pertama masa kontrak berjalan 5 (five) months contracts tenure have
belum pernah menunggak dalam never been overdue in payment
pembayaran angsuran; installment;
- Kualitas 2 - Quality 2
Aset keuangan lancar yang pernah The financial assets that are current,
menunggak dalam pembayaran however they had ever been overdue in
angsuran selama 5 (lima) bulan payment installments, during their first
pertama masa kontrak. 5 (five) months contracts tenure.
Lampiran – 5/89 – Schedule
260
Page 285
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)
(b) Konsentrasi risiko aset keuangan (lanjutan) (b) Risk concentration of financial assets
(continued)
Berdasarkan kualitas aset keuangan Based on quality of financial assets
(lanjutan) (continued)
Analisis umur piutang pembiayaan An aging analysis of consumer financing,
konsumen, sewa pembiayaan, dan net investment in finance lease, and dealer
pembiayaan penyalur kendaraan yang financing that are “past due but not
diberikan yang “telah jatuh tempo tetapi impaired” on 31 December 2024 and 2023
tidak mengalami penurunan nilai” pada are set out below:
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024
Investasi Piutang
Piutang Piutang bersih dalam pembiayaan
pembiayaan pembiayaan sewa penyalur
konsumen/ Murabahah/ pembiayaan/ kendaraan/
Consumer Murabahah Net Dealer
financing financing investment in financing
receivables receivables finance lease receivables Jumlah/Total
1 - 7 hari 1,883,588 97,214 - - 1,980,802 1 - 7 days
8 - 30 hari 561,536 18,188 - - 579,724 8 - 30 days
2,445,124 115,402 - - 2,560,526
2023
Investasi Piutang
Piutang Piutang bersih dalam pembiayaan
pembiayaan pembiayaan sewa penyalur
konsumen/ Murabahah/ pembiayaan/ kendaraan/
Consumer Murabahah Net Dealer
financing financing investment in financing
receivables receivables finance lease receivables Jumlah/Total
1 - 7 hari 1,961,381 86,738 1,629 - 2,049,748 1 - 7 days
8 - 30 hari 520,886 14,431 54 - 535,371 8 - 30 days
2,482,267 101,169 1,683 - 2,585,119
Perseroan menghapusbukukan piutang The Company writes-off consumer
pembiayaan konsumen, piutang financing receivable, Murabahah financing
pembiayaan Murabahah, investasi bersih receivables, net investment in finance
dalam sewa pembiayaan, pembiayaan lease, and dealer financing and any related
penyalur kendaraan dan cadangan allowance for impairment losses, when the
kerugian penurunan nilai terkait, pada saat Company determines that the receivable is
Perseroan menentukan bahwa piutang uncollectible. This determination is made
tersebut tidak dapat tertagih. Penentuan ini based on the aging of past due status.
dilakukan berdasarkan status umur jatuh
tempo.
Lampiran – 5/90 – Schedule
261
Page 286
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)
(b) Konsentrasi risiko aset keuangan (lanjutan) (b) Risk concentration of financial assets
(continued)
Berdasarkan kualitas aset keuangan Based on quality of financial assets
(lanjutan) (continued)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai Movement of the allowance for impairment
adalah sebagai berikut: losses are as follows:
2024
Piutang pembiayaan Investasi
konsumen dan piutang lain- Piutang pembiayaan bersih dalam Piutang
lain/Consumer financing Murabahah/ sewa pembiayaan
receivables and other Murabahah financing pembiayaan/ penyalur
receivables receivables Net kendaraan/
investment Dealer
Korporasi/ Ritel/ Korporasi/ Ritel/ in finance financing Lainnya/ Jumlah/
Corporate Retail Corporate Retail lease receivables Others Total
Saldo awal 88,004 1,352,445 5,542 40,586 - 4,775 13,388 1,504,740 Beginning balance
Penambahan/
(pemulihan) 41,152 442,624 2,828 19,662 - (1,089) (4,444) 500,731 Additions/(reversal)
Penghapusan Written-off
piutang (27) (411,297) - (12,951) - - - (424,275) receivables
Saldo akhir 129,129 1,383,772 8,370 47,297 - 3,686 8,944 1,581,196 Ending balance
2023
Piutang pembiayaan Investasi
konsumen dan piutang lain- Piutang pembiayaan bersih dalam Piutang
lain/Consumer financing Murabahah/ sewa pembiayaan
receivables and other Murabahah financing pembiayaan/ penyalur
receivables receivables Net kendaraan/
investment Dealer
Korporasi/ Ritel/ Korporasi/ Ritel/ in finance financing Lainnya/ Jumlah/
Corporate Retail Corporate Retail lease receivables Others Total
Saldo awal 69,140 1,096,197 3,618 33,672 - 7,446 4,997 1,215,070 Beginning balance
Penambahan/
(pemulihan) 39,121 531,416 2,141 14,143 - (2,671) 8,390 592,540 Additions/(reversal)
Penghapusan Written-off
piutang (20,257) (275,168) (217) (7,229) - - - (302,871) receivables
Saldo akhir 88,004 1,352,445 5,542 40,586 - 4,775 13,387 1,504,739 Ending balance
(iii) Risiko tingkat bunga (iii) Interest rate risk
Perseroan melakukan pengawasan terhadap Interest rate exposure is monitored to minimise
dampak pergerakan tingkat suku bunga untuk any negative impact to the Company. To
meminimalisasi dampak negatif terhadap measure market risk fluctuations in interest
Perseroan. Untuk mengukur risiko pasar karena rates, the Company primarily uses interest
pergerakan suku bunga, Perseroan melakukan margin and spread analysis and also reviews
analisis pada pergerakan marjin suku bunga the maturity gap analysis based on the repricing
dan pada profil jatuh tempo aset dan liabilitas schedule for all assets and liabilities. The
berdasarkan jadwal perubahan suku bunga. Company also enters into cross currency swap
Perseroan juga melakukan transaksi cross and foreign exchange swap to hedge the
currency swap dan foreign exchange swap foreign currency interest loans from interest
untuk melindungi liabilitas bunga dalam mata rate uncertainty.
uang asing atas ketidakpastian bunga.
Perseroan meminimilisasi eksposur tingkat The Company minimises interest rate exposure
bunga dengan mengutamakan ketersediaan by prioritising on matching funding availability in
dana yang berimbang sesuai dengan compliance with Derivative Contract/
Panduan Transaksi/Kontrak Derivatif. Transactions Guidelines.
Lampiran – 5/91 – Schedule
262
Page 287
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(iii) Risiko tingkat bunga (lanjutan) (iii) Interest rate risk (continued)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan aset dan The following table summarises the Company’s
liabilitas keuangan berbunga Perseroan pada interest earnings financial assets and interest
nilai tercatat, yang dikategorikan menurut mana bearing financial liabilities at carrying amounts
yang terlebih dahulu antara tanggal repricing which are categorised by the earlier of
secara kontraktual (contractual repricing) atau contractual repricing date or maturity date.
tanggal jatuh tempo.
2024
Bunga mengambang/Floating rate Bunga tetap/Fixed rate
Kurang dari Kurang dari
satu tahun/ Lebih dari 2/ satu tahun/ Lebih dari 2/
Less than 1 - 2 tahun/ Over than 2 Jumlah/ Less than 1 - 2 tahun/ Over than 2 Jumlah/
one year years years Total one year years years Total
Aset Assets
Kas di bank 367,248 - - 367,248 - - - - Cash in banks
Consumer
Piutang financing
pembiayaan receivables -
konsumen - bruto - - - - 14,365,902 9,048,607 8,481,400 31,895,909 gross
Murabahah
Piutang financing
pembiayaan receivables -
Murabahah - bruto - - - - 794,996 472,732 468,138 1,735,866 gross
Investasi Net investment
dalam sewa in finance
pembiayaan - bruto - - - - 134,894 75,937 43,245 254,076 leases - gross
Piutang pembiayaan Dealer financing
penyalur kendaraan gross
- bruto - - - - 929,809 - - 929,809 receivables -
Jumlah aset keuangan 367,248 - - 367,248 16,225,601 9,597,276 8,992,783 34,815,660 Total financial assets
Liabilitas Liabilities
Pinjaman Borrowings
- Rupiah - - - - 8,807,532 957,292 1,208,333 10,973,159 Rupiah -
- Dolar AS 5,436,600 4,096,219 4,958,096 14,490,915 - - - - US Dollar -
- Yen Jepang 306,809 - - 306,809 - - - - Japanese Yen -
Surat berharga Securities
yang diterbitkan issued
- Rupiah - - - - 1,853,554 840,856 1,662,010 4,356,420 Rupiah -
Jumlah liabilitas Total financial
keuangan 5,743,409 4,096,219 4,958,096 14,797,724 10,661,086 1,798,148 2,870,345 15,321,379 liabilities
Bersih (5,376,161) (4,096,219) (4,958,096) (14,430,476) 5,564,519 7,799,128 6,122,437 19,486,084 Net
Derivatif 5,743,409 4,096,219 4,958,096 14,797,724 (5,743,409) (4,096,219) (4,958,096) (14,797,724) Derivative
Jumlah gap Total interest
repricing bunga 367,248 - - 367,248 (178,890) 3,702,909 1,164,341 4,688,360 repricing gap
2023
Bunga mengambang/Floating rate Bunga tetap/Fixed rate
Kurang dari Kurang dari
satu tahun/ Lebih dari 2/ satu tahun/ Lebih dari 2/
Less than 1 - 2 tahun/ Over than 2 Jumlah/ Less than 1 - 2 tahun/ Over than 2 Jumlah/
one year years years Total one year years years Total
Aset Assets
Kas di bank 515,209 - - 515,209 - - - - Cash in banks
Consumer
Piutang financing
pembiayaan receivables -
konsumen - bruto - - - - 13,278,467 8,537,636 8,604,251 30,420,354 gross
Murabahah
Piutang financing
pembiayaan receivables -
Murabahah - bruto - - - - 608,410 375,574 401,757 1,385,741 gross
Investasi Net investment
dalam sewa in finance
pembiayaan - bruto - - - - 138,376 82,973 53,301 274,650 leases - gross
Piutang pembiayaan Dealer financing
penyalur kendaraan gross
- bruto - - - - 1,145,711 - - 1,145,711 receivables -
Jumlah aset keuangan 515,209 - - 515,209 15,170,964 8,996,183 9,059,309 33,226,456 Total financial assets
Liabilitas Liabilities
Pinjaman Borrowings
- Rupiah - - - - 7,895,998 1,458,333 1,161,458 10,515,789 Rupiah -
- Dolar AS 3,666,485 4,715,488 5,700,299 14,082,272 - - - - US Dollar -
- Yen Jepang 218,751 328,126 - 546,877 - - - - Japanese Yen -
Surat berharga Securities
yang diterbitkan issued
- Rupiah - - - - 780,204 1,017,199 1,339,169 3,136,572 Rupiah -
Jumlah liabilitas Total financial
keuangan 3,885,236 5,043,614 5,700,299 14,629,149 8,676,202 2,475,532 2,500,627 13,652,361 liabilities
Bersih (3,370,027) (5,043,614) (5,700,299) (14,113,940) 6,494,762 6,520,651 6,558,682 19,574,095 Net
Derivatif 3,885,236 5,043,614 5,700,299 14,629,149 (3,885,236) (5,043,614) (5,700,299) (14,629,149) Derivative
Jumlah gap Total interest
repricing bunga 515,209 - - 515,209 2,609,526 1,477,037 858,383 4,944,946 repricing gap
Lampiran – 5/92 – Schedule
263
Page 288
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(iii) Risiko tingkat bunga (lanjutan) (iii) Interest rate risk (continued)
Sensitivitas terhadap laba bersih Sensitivity to net income
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas The table below shows the sensitivity of the
laba bersih Perseroan pada tanggal Company’s net income to movement of interest
31 Desember 2024 dan 2023 atas perubahan rates on 31 December 2024 and 2023:
tingkat suku bunga yaitu:
2024
Peningkatan/ Penurunan/
Increase by 100bps Decrease by 100bps
Pengaruh terhadap laba bersih 2,938 (2,938) Impact to net income
2023
Peningkatan/ Penurunan/
Increase by 100bps Decrease by 100bps
Pengaruh terhadap laba bersih 4,122 (4,122) Impact to net income
Analisis sensitivitas di atas mengasumsikan Sensitivity analysis assumes that interest rates
bahwa tingkat suku bunga bergerak pada of all maturities move by the same amount,
jumlah yang sama, sehingga tidak therefore, do not reflect the potential impact on
mencerminkan pengaruh potensial laba atas profit of some rates changing while others
perubahan beberapa tingkat suku bunga remain unchanged. The projections also
sementara yang lainnya tidak berubah. Proyeksi assume that all other variables are held
juga mengasumsikan bahwa seluruh variabel constant and are based on a constant reporting
lainnya adalah konstan dan berdasarkan date position and that all positions run to
tanggal pelaporan yang konstan serta seluruh maturity.
posisi hingga jatuh tempo.
(iv) Risiko likuiditas (iv) Liquidity risk
Risiko likuiditas timbul jika Perseroan Liquidity risk arises in situations where the
mengalami kesulitan dalam mendapatkan Company has difficulties in obtaining funding.
sumber pendanaan. Risiko likuiditas dapat juga Liquidity risk also arises from a mismatch
timbul akibat ketidaksesuaian atas jangka waktu between the maturity of its fundings and the
sumber dana yang dimiliki dengan jangka waktu maturity of its financing receivables. The
pembiayaan. Perseroan menelaah struktur Company evaluates and reviews its statements
laporan posisi keuangan dan melakukan of financial position structure, by analysing and
analisis serta pengukuran risiko likuiditas measuring liquidity risk based on its Internal
berdasarkan Pedoman Pengendalian Internal Control Manual and Assets Liabilities
Entitas dan Pedoman Pengelolaan Aset dan Management Guideline from shareholders.
Liabilitas dari pemegang saham.
Lampiran – 5/93 – Schedule
264
Page 289
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(iv) Risiko likuiditas (lanjutan) (iv) Liquidity risk (continued)
Tabel jatuh tempo berikut ini menyajikan The maturity tables below provide information
informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari about maturities on contractual undiscounted
liabilitas keuangan sesuai kontrak menjadi arus cash flows of financial liabilities on 31 December
kas yang tidak didiskontokan pada tanggal 2024 and 2023:
31 Desember 2024 dan 2023:
2024
Tidak
mempunyai
Kurang dari Lebih dari 2 kontrak jatuh
satu tahun/ tahun/ tempo/No
Less than 1 - 2 tahun/ Over than 2 contractual Jumlah/
one year years years maturity Total
LIABILITAS LIABILITIES
Pinjaman 15,652,365 5,629,379 6,534,687 - 27,816,431 Borrowings
Surat berharga yang
diterbitkan 2,082,602 994,903 1,860,100 - 4,937,605 Securities issued
Utang penyalur kendaraan 2,111 - - - 2,111 Payable to dealers
Akrual 601,441 - - - 601,441 Accrued expense
Utang lain-lain 942,127 - - - 942,127 Other payables
Financial lease
Liabilitas sewa pembiayaan 1,677 - - - 1,677 liabilities
Jumlah 19,282,323 6,624,282 8,394,787 - 34,301,392 Total
DERIVATIF DERIVATIVES
Arus kas keluar 6,130,326 4,489,699 4,830,360 - 15,450,385 Cash outflow
Arus kas masuk (6,413,605) (4,673,331) (4,992,526) - (16,079,462) Cash inflow
(283,279) (183,632) (162,166) - (629,077)
18,999,044 6,440,650 8,232,621 - 33,672,315
2023
Tidak
mempunyai
Kurang dari Lebih dari 2 kontrak jatuh
satu tahun/ tahun/ tempo/No
Less than 1 - 2 tahun/ Over than 2 contractual Jumlah/
one year years years maturity Total
LIABILITAS LIABILITIES
Pinjaman 12,993,324 7,327,785 7,505,787 - 27,826,896 Borrowings
Surat berharga yang
diterbitkan 962,731 1,114,329 1,435,915 - 3,512,975 Securities issued
Utang penyalur kendaraan 5,597 - - - 5,597 Payable to dealers
Akrual 782,490 - - - 782,490 Accrued expense
Utang lain-lain 774,879 - - - 774,879 Other payables
Financial lease
Liabilitas sewa pembiayaan 2,097 - - - 2,097 liabilities
Jumlah 15,521,118 8,442,114 8,941,702 - 32,904,934 Total
DERIVATIF DERIVATIVES
Arus kas keluar 4,370,099 5,393,508 6,484,310 - 16,247,917 Cash outflow
Arus kas masuk (4,405,220) (5,698,057) (5,757,527) - (15,860,804) Cash inflow
(35,121) (304,549) 726,783 - 387,113
15,485,997 8,137,565 9,668,485 - 33,292,047
Lampiran – 5/94 – Schedule
265
Page 290
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(v) Nilai wajar instrumen keuangan (v) Fair value of financial instruments
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada Financial assets and liabilities measured at fair
nilai wajar menggunakan hierarki nilai wajar value use the following fair value hierarchy of:
sebagai berikut:
a) Tingkat 1 a) Level 1
Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam Quoted prices (unadjusted) in active
pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang markets for identical assets or liabilities;
identik;
b) Tingkat 2 b) Level 2
Input di luar harga kuotasian yang Inputs other than quoted prices included
termasuk dalam Tingkat 1, yang dapat within Level 1 that are observable for the
diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik assets or liabilities, either directly (that is,
secara langsung (misalnya harga) maupun as prices) or indirectly (that is, derived from
tidak langsung (misalnya derivasi harga); prices); and
dan
c) Tingkat 3 c) Level 3
Input untuk aset atau liabilitas yang bukan Inputs for the assets or liabilities that are
berdasarkan data pasar yang dapat not based on observable market data
diobservasi (input yang tidak dapat (unobservable inputs).
diobservasi).
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, aset As at 31 December 2024 and 2023, financial
dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai assets and liabilities measured at fair value
wajar diukur dengan menggunakan hierarki nilai based on the following fair value hierarchy:
wajar sebagai berikut:
2024
Nilai tercatat/ Tingkat/ Tingkat/ Tingkat/ Nilai wajar/
Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Fair value
Aset Assets
Aset
derivatif 1,072,322 - 1,072,322 - 1,072,322 Derivative assets
1,072,322 - 1,072,322 - 1,072,322
Liabilitas Liabilities
Liabilitas derivatif 96,370 - 96,370 - 96,370 Derivative liabilities
96,370 - 96,370 - 96,370
2023
Nilai tercatat/ Tingkat/ Tingkat/ Tingkat/ Nilai wajar/
Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Fair value
Aset Assets
Aset
derivatif 637,926 - 637,926 - 637,926 Derivative assets
637,926 - 637,926 - 637,926
Liabilitas Liabilities
Liabilitas derivatif 44,111 - 44,111 - 44,111 Derivative liabilities
44,111 - 44,111 - 44,111
Lampiran – 5/95 – Schedule
266
Page 291
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(v) Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) (v) Fair value of financial instruments
(continued)
Tabel dibawah ini menggambarkan nilai tercatat The table below sets out the carrying amounts
dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan and fair value of those financial assets and
yang tidak disajikan pada nilai wajarnya di liabilities not presented at their fair value in the
laporan posisi keuangan Perseroan: Company’s statements of financial position:
2024 2023
Nilai tercatat/ Nilai tercatat/
Carrying Nilai wajar/ Carrying Nilai wajar/
value Fair value value Fair value
Aset keuangan: Financial assets:
Kas di bank 367,248 367,248 515,209 515,209 Cash in banks
Piutang pembiayaan konsumen 31,895,909 32,887,242 30,420,354 31,440,115 Consumer financing receivables
Piutang pembiayaan Murabahah 1,735,866 1,778,226 1,385,741 1,437,724 Murabahah financing receivables
Investasi bersih dalam sewa pembiayaan 254,076 265,588 274,650 284,612 Net investment in finance lease
Piutang pembiayaan penyalur kendaraan 929,809 929,809 1,145,711 1,145,711 Dealer financing receivables
Piutang lain-lain 1,507,182 1,507,182 631,054 631,054 Other receivables
Aset lain-lain 5,130 5,130 5,278 5,278 Other assets
Liabilitas keuangan: Financial liabilities:
Pinjaman 25,770,883 26,374,501 25,144,938 26,139,996 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan: Securities issued:
Obligasi - bersih 4,356,420 5,289,532 3,136,572 3,094,563 Bonds - net
Utang penyalur kendaraan 2,111 2,111 5,597 5,597 Payable to dealers
Akrual 601,441 601,441 782,490 782,490 Accruals
Utang lain-lain 942,127 942,127 774,879 774,879 Other payables
Liabilitas sewa pembiayaan 1,677 1,677 2,097 2,097 Financial lease liabilites
a) Kas di bank dan aset lain-lain a) Cash in banks and other assets
Estimasi nilai wajar dari kas di bank dan The carrying amount of cash in banks and
aset lain-lain adalah perkiraan jumlah nilai other assets are approximate the
tercatatnya dikarenakan sisa jatuh respective carrying amounts since the
temponya dibawah satu tahun sehingga maturity period are below one year
nilai tercatat ini merupakan perkiraan yang therefore the carrying amount is a
layak atas nilai wajar. reasonable of fair value.
b) Piutang pembiayaan dan piutang lain-lain b) Financing receivables and other
receivables
Portofolio kredit Perseroan secara umum Generally, the Company’s portfolio
terdiri dari piutang pembiayaan konsumen, consists of consumer financing
piutang pembiayaan Murabahah, investasi receivables, Murabahah finacing
bersih dalam sewa pembiayaan, piutang receivables, net investment in finance
pembiayaan penyalur kendaraan dan lease, dealer financing receivables and
piutang lain-lain. Piutang pembiayaan other receivables. Consumer financing
konsumen, investasi bersih dalam sewa receivables, net investment in finance
pembiayaan, piutang pembiayaan penyalur lease, dealer financing and other
kendaraan dan piutang lain-lain dinyatakan receivables are stated at amortised cost.
berdasarkan biaya perolehan yang
diamortisasi.
Nilai wajar dari piutang pembiayaan The fair value of consumer financing
konsumen - bersih, piutang pembiayaan receivables - net, Murabahah financing
Murabahah - bersih, investasi bersih dalam receivables - net, net investment in finance
sewa pembiayaan, piutang sewa operasi, lease, operating lease receivables, dealer
piutang pembiayaan penyalur kendaraan - financing receivables - net and other
bersih, dan piutang lain-lain diestimasi receivables are estimated by using
menggunakan diskonto arus kas, dengan discounted cash flows applying weighted
mengacu pada rata-rata tertimbang dari average market rates offered by the
tingkat suku bunga pasar yang diberikan Company at statements of financial
Perseroan untuk aset keuangan yang position date for financial assets that have
memiliki karakteristik yang sama dengan similar characteristics with the above
aset keuangan tersebut pada tanggal mentioned financial assets (level 3 - fair
laporan posisi keuangan (tingkat 3 - hierarki value hierarchy).
nilai wajar).
Lampiran – 5/96 – Schedule
267
Page 292
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(v) Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) (v) Fair value of financial instruments
(continued)
c) Pinjaman c) Borrowings
Nilai wajar dari pinjaman dinilai The fair value of borrowings are estimated
menggunakan diskonto arus kas by using discounted cash flows applying
berdasarkan tingkat suku bunga efektif the effective interest rate charged by the
yang dikenakan pada pemakaian terakhir lenders for the last utilisation in each
dalam mata uang masing-masing pinjaman currency borrowings (level 2 – fair value
(tingkat 2 – hierarki nilai wajar). hierarchy).
d) Surat berharga yang diterbitkan d) Securities issued
Nilai wajar obligasi diestimasi The fair value of bonds are estimated by
menggunakan nilai kuotasi pasar terakhir using the last quoted market price (level 2
(tingkat 2 – hierarki nilai wajar). – fair value hierarchy).
e) Utang penyalur kendaraan, utang lain-lain, e) Payable to dealers, other payables,
akrual dan liabilitas sewa pembiayaan accruals and financial lease liabilities
Estimasi utang penyalur kendaraan, utang For estimated fair value of payable to
lain-lain, dan akrual dikarenakan jatuh dealers, other payables and accruals,
temponya di bawah satu tahun, nilai since the maturity is below one year, the
tercatat merupakan perkiraan yang layak carrying value is a reasonable
atas nilai wajarnya. approximation of fair value.
(vi) Manajemen risiko permodalan (vi) Capital risk management
Tujuan Perseroan dalam mengelola The Company’s objectives when managing
permodalannya adalah menjaga kelangsungan capital are to safeguard the Company’s ability to
usaha Perseroan untuk dapat memberikan hasil continue as a going concern in order to provide
kepada pemegang saham, manfaat kepada returns for shareholders, benefits for other
pemangku kepentingan lainnya dan memelihara stakeholders, and to maintain an optimal capital
optimalisasi struktur permodalan untuk structure to reduce the cost of capital.
mengurangi biaya modal (cost of capital).
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan In order to maintain or adjust the capital
struktur permodalan, Perseroan dapat structure, the Company may adjust the amount
menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan of dividends paid to shareholders, return capital
kepada pemegang saham, imbalan hasil modal to shareholders or issue new shares to reduce
kepada pemegang saham atau menerbitkan debt.
saham baru untuk mengurangi pinjaman.
36. PERJANJIAN KERJASAMA YANG PENTING 36. SIGNIFICANT COOPERATION AGREEMENTS
a. Pembiayaan bersama a. Joint financing
Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama The Company has entered a joint financing
dalam pemberian pembiayaan bersama dengan agreement with PT Bank Permata Tbk through
PT Bank Permata Tbk melalui perjanjian No. agreement No. JF/24/005/Amend/RB dated 4
JF/24/005/Amend/RB tanggal 4 Juli 2024 dan July 2024 and PT Bank Jasa Jakarta through
PT Bank Jasa Jakarta tanggal 2 Desember 2024 agreement No. 308/DB-IF/XII/2024 dated
melalui perjanjian No. 308/DB-IF/XII/2024, 2 December 2024, whereas the Company bears
dimana Perseroan menanggung risiko kredit the credit risk in accordance with its financing
sesuai dengan porsi pembiayaannya (without portion (without recourse) with PT Bank
recourse) dengan PT Bank Permata Tbk dan PT Permata Tbk and PT Bank Jasa Jakarta, as joint
Bank Jasa Jakarta, sebagai pemberi financing provider. The facility will be expired at
pembiayaan bersama. Fasilitas tersebut berlaku the time consumers pay the latest instalment of
sampai dengan dibayarkannya angsuran joint financing receivables.
terakhir piutang pembiayaan bersama oleh
pelanggan.
Lampiran – 5/97 – Schedule
268
Page 293
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
36. PERJANJIAN KERJASAMA YANG PENTING 36. SIGNIFICANT COOPERATION AGREEMENTS
(lanjutan) (continued)
b. Penyalur kendaraan b. Dealers
Perseroan mengadakan perjanjian kerja sama The Company has entered into cooperation
dengan beberapa penyalur kendaraan. agreements with dealers of motor vehicles.
Pembiayaan yang telah disetujui namun belum Approved financing that has not yet been paid
dibayarkan kepada penyalur kendaraan dicatat to dealers are recorded as payable to dealers.
sebagai utang penyalur kendaraan.
c. Asuransi c. Insurance
Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama The Company has entered into cooperation
dengan beberapa entitas asuransi, di antaranya agreements with insurance companies such as
PT Asuransi Astra Buana melalui perjanjian No. PT Asuransi Astra Buana through agreement
LGL.069/PKS-AAB/V/2006 pada tanggal 1 Mei No. LGL.069/PKS-AAB/V/2006 dated
2006, PT Asuransi Cigna melalui perjanjian No. 1 May 2006, PT Asuransi Cigna through
048/CA/Leg/V/2019 tanggal 29 Mei 2019, dan agreement No. 048/CA/Leg/V/2019 dated
PT Asuransi Jiwa Astra melalui perjanjian No. 29 May 2019, and PT Asuransi Jiwa Astra dated
154/CA/Leg/XI/2022 pada tanggal 15 November 2022 through agreement No.
15 November 2022 dalam rangka penyediaan 154/CA/Leg/XI/2022 to provide insurance
asuransi perlindungan kendaraan bermotor coverage of financed vehicles and credit shield.
yang dibiayai dan penyediaan asuransi The Company provide insurance coverage for
perlindungan kredit. Perseroan melakukan financed vehicles for the interest of the
penyediaan asuransi perlindungan atas Company in its capacity as financing provider.
kendaraan bermotor yang dibiayai demi
kepentingan Perseroan dalam kapasitasnya
sebagai penyedia pembiayaan.
Jatuh tempo atas masing-masing perjanjian The maturity date of each insurance agreement
asuransi akan diperbaharui dengan sendirinya will automatically renew unless one of the
hingga salah satu pihak memutuskan untuk parties decides to terminate the agreement.
mengakhiri perjanjian.
Pembayaran premi asuransi yang telah diterima Insurance premium payments received from
dari pelanggan namun belum dibayarkan kepada customers that have not yet been paid to
entitas asuransi dicatat sebagai utang kepada insurance companies are recorded as payable
perusahaan asuransi. Premi asuransi yang harus to insurance companies. Insurance premium
dikembalikan oleh perusahaan asuransi due to be refunded by insurance companies as
dikarenakan penyelesaian kontrak pembiayaan a result of early settlement of financing
lebih awal dari masa pembiayaan dicatat sebagai contracts is recorded net of the payable to
pengurang saldo utang kepada perusahaan insurance companies.
asuransi.
37. SALING HAPUS 37. OFFSETTING
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak As at 31 December 2024 and 2023, there is no
terdapat aset dan liabilitas keuangan yang saling financial assets and liabilities that are subject to
hapus pada laporan posisi keuangan. offsetting in the statements of financial position.
Perseroan memiliki pinjaman dan surat berharga The Company has borrowing and securities issued
yang diterbitkan yang dijamin dengan fidusia atas collaterised by fiduciary of consumer financing
piutang pembiayaan konsumen (lihat Catatan 5), receivable (refer to Note 5), which are subject to
yang menjadi subyek untuk memenuhi netting enforceable netting arrangements and similar
arrangements dan perjanjian serupa, yang tidak agreements that are not set off in the statements of
saling hapus pada laporan posisi keuangan. financial position.
Lampiran – 5/98 – Schedule
269
Page 294
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
37. SALING HAPUS (lanjutan) 37. OFFSETTING (continued)
Perseroan memiliki aset dan liabilitas keuangan The Company has derivative assets and liabilities
derivatif yang tunduk pada perjanjian induk untuk that are subject to enforceable master netting
menyelesaikan secara neto, dimana perjanjian arrangements whereas the agreement between the
antara Perseroan dan pihak counterparty Company and the counterparty allows for net
memperbolehkan penyelesaian neto atas aset dan settlement of the relevant financial assets and
liabilitas keuangan tersebut ketika kedua pihak liabilities when both elect to settle on a net basis.
memilih untuk menyelesaikan dengan dasar neto. Otherwise, financial assets and liabilities will be
Ketika kedua pihak tidak memilih untuk settled on a gross basis. However, each party to the
menyelesaikan secara neto, aset dan liabilitas master netting agreement will have the option to
keuangan diselesaikan dengan dasar bruto, akan settle such amount on a net basis in the event of
tetapi masing-masing pihak dalam perjanjian default of the other party.
induk mempunyai opsi untuk menyelesaikan
jumlah-jumlah tersebut dengan dasar neto pada
peristiwa di mana terjadi gagal bayar salah satu
pihak.
38. TRANSAKSI NON-KAS 38. NON-CASH TRANSACTION
Tidak ada transaksi non-kas selama tahun 2024 There is no non-cash transactions during 2024 and
dan 2023. 2023.
39. REKONSILIASI AKTIVITAS PENDANAAN 39. NET FINANCING ACTIVITIES RECONCILIATION
BERSIH
Rekonsiliasi dari aktivitas pendanaan adalah Reconciliation from financing activities are as
sebagai berikut: follows:
2024
Arus kas/ Perubahan non kas/
Cash flow Non-cash changes
Pergerakan valuta Pergerakan
Saldo awal/ Penerimaan/ Pembayaran/ asing/ beban transaksi/
Beginning withdrawal Repayment Movement of Changes in Saldo akhir/
balance balance balance foreign exchange transaction cost Ending balance
Pinjaman 25,144,938 39,921,980 (38,067,830) (1,226,074) (2,131) 25,770,883 Borrowings
Surat berharga
yang diterbitkan 3,136,572 2,003,480 (782,275) - (1,357) 4,356,420 Securities issued
Jumlah liabilitas dari
aktivitas Total liabilities from
pendanaan 28,281,510 41,925,460 (38,850,105) (1,226,074) (3,488) 30,127,303 financing activities
2023
Arus kas/ Perubahan non kas/
Cash flow Non-cash changes
Pergerakan valuta Pergerakan
Saldo awal/ Penerimaan/ Pembayaran/ asing/ beban transaksi/
Beginning withdrawal Repayment Movement of Changes in Saldo akhir/
balance balance balance foreign exchange transaction cost Ending balance
Pinjaman 20,979,693 36,934,115 (32,305,392) (459,346) (4,132) 25,144,938 Borrowings
Surat berharga
yang diterbitkan 2,035,948 2,125,000 (1,019,150) - (5,226) 3,136,572 Securities issued
Jumlah liabilitas dari
aktivitas Total liabilities from
pendanaan 23,015,641 39,059,115 (33,324,542) (459,346) (9,358) 28,281,510 financing activities
Perseroan telah menerapkan kebijakan lindung The Company has applied hedging policy to
nilai untuk pinjaman yang diterima dalam mata borrowings denominated in foreign currencies with
uang asing dan memiliki tingkat suku bunga floating interest rates (see Note 10).
mengambang (lihat Catatan 10).
Lampiran – 5/99 – Schedule
270
Page 295
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
40. STANDAR AKUNTANSI BARU YANG TELAH 40. ACCOUNTING STANDARD ISSUED BUT NOT
DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU YET EFFECTIVE
EFEKTIF
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Financial Accounting Standard Board of
Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan Indonesian Institute of Accountants (DSAK-IAI)
standar baru, amendemen dan interpretasi has issued the following new standards,
berikut, namun belum berlaku efektif untuk amendments and interpretations, but not yet
laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada effective for the financial statements for the year
31 Desember 2024: ended 31 December 2024 as follows:
- PSAK 117 "Kontrak Asuransi"; - SFAS 117 "Insurance Contract";
- Amendemen PSAK 117 "Kontrak Asuransi - Amendments of SFAS 117 "Insurance
tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan Contracts on Initial Application of SFAS 117
PSAK 109 – Informasi Komparatif"; dan and SFAS 109 – Comparative Information";
and
- PSAK 221 "Pengaruh Perubahan Kurs - SFAS 221 "The Effect of Changes in Foreign
Valuta Asing". Exchange Rates".
Standar tersebut akan berlaku efektif pada The above standards will be effective on 1 January
1 Januari 2025 dan penerapan dini diperbolehkan. 2025 and early adoption is permitted.
Mulai tanggal 1 Januari 2024, referensi terhadap Beginning 1 January 2024, references to the
masing-masing PSAK dan ISAK akan diubah individual PSAKs and ISAKs will be changed as
sebagaimana diterbitkan oleh DSAK-IAI. published by DSAK-IAI.
Pada saat penerbitan laporan keuangan, As at the authorisation date of these financial
Perseroan masih mempelajari dampak yang statements, the Company is still evaluating the
mungkin timbul dari penerapan standar baru dan potential impact of these new and revised
revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan standards to the Company’s financial statements.
keuangan Perseroan.
41. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 41. EVENTS AFTER REPORTING PERIOD
a. Proses penerbitan obligasi a. Bonds issuance process
Perseroan telah melakukan Penawaran The Company plans for Continuous Public
Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Offering of Obligasi Berkelanjutan V Toyota
Toyota Astra Financial Services Tahap I Tahun Astra Financial Services Tahap I Tahun 2025
2025 dengan target dana yang dihimpun with the maximum targeted fund amounting to
sebesar Rp 5 triliun, dimana Perseoran akan Rp 5 trillion and the Company will issue and
menerbitkan dan menawarkan Obligasi offer Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra
Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Financial Services Tahap I Tahun 2025 with
Services Tahap I Tahun 2025 dengan jumlah principal amount up to Rp 1 trillion. The bonds
pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1 issuance process has started in February 2025.
triliun. Proses penerbitan obligasi tersebut
telah dimulai pada bulan Februari 2025.
b. Perubahan susunan Direksi b. Change in the composition of Directors
Setelah tanggal periode pelaporan, terdapat After the reporting date, there was a change
perubahan susunan Direksi dimana Ezar in the composition of Directors where Ezar
Kumendong telah diangkat sebagai Direktur Kumendong has been appointed as Director
berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan based on Deed of General Meeting of
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) No. Shareholders Resolution No. 28 dated
28 tanggal 25 April 2025 dari Notaris Esther 25 April 2025 of Notary Esther Pascalia Ery
Pascalia Ery Jovina, S.H., M.Kn. Susunan Jovina, S.H., M.Kn. The composition of
direksi pada laporan keuangan diotorisasi directors as at authorisation date of these
menjadi sebagai berikut: financial statements are as follows:
Lampiran – 5/100 – Schedule
271
Page 296
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
41. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 41. EVENTS AFTER REPORTING PERIOD
(lanjutan) (continued)
b. Perubahan susunan Direksi (lanjutan) c. Change in the composition of Directors
(continued)
Directors:
Direksi:
Presiden Direktur Agus Prayitno Wirawan President Director
Wakil Presiden Direktur Tomohei Matsushita Vice President Director
Direktur Pemasaran Tan Justin Darsono Marketing Director
Direktur Operasional Ezar Kumendong* Operation Director
Direktur Keuangan Yoshiyuki Hiramine Finance Director
Direktur Risiko Tomohei Matsushita Risk Director
*Tugas dan wewenangnya sebagai anggota Direksi akan *His duties and responsibility as member of Directors shall
menjadi efektif sejak dipenuhinya syarat Fit and Proper be effective after the completion of Fit and Proper Test
Test dari Otoritas Jasa Keuangan. requirement from Financial Services Authority.
42. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN 42. REISSUANCE OF THE FINANCIAL
KEUANGAN STATEMENTS
Sehubungan dengan rencana melakukan In relation to the Company’s plan to issue “Obligasi
Penawaran Umum “Obligasi Berkelanjutan V Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services
Toyota Astra Financial Services dengan Tingkat with Fixed Interest Rate Phase I”, the Company has
Bunga Tetap Tahap I“, Perseroan telah menerbitkan reissued its financial statements as at and for the
kembali laporan keuangannya pada tanggal dan year ended 31 December 2024 with comparative as
untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 at and for the year ended 31 December 2023 to
dengan komparatif pada tanggal dan untuk tahun conform with the disclosure required by the capital
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, market regulations.
untuk menyesuaikan pengungkapan dengan
Peraturan pasar modal.
Penerbitan kembali laporan keuangan terkait Reissuance of the financial statements related to the
dengan hal-hal sebagai berikut: following items:
a. Laporan Posisi Keuangan - Pemisahan Biaya a. Statement of Financial Position -
dibayar dimuka dan Uang muka Dissaggregation of Prepaid expenses and
Advances
b. Catatan 1 - Informasi umum b. Note 1 - General Information
c. Catatan 2 - Kebijakan akuntansi yang c. Note 2 - Significant accounting policies
signifikan
d. Catatan 9 - Biaya dibayar dimuka d. Note 9 - Prepaid expenses
e. Catatan 11 - Aset Tetap e. Note 11 - Fixed Asset
f. Catatan 18 - Perpajakan f. Note 18 - Taxation
g. Catatan 32 - Komitmen g. Note 32 - Commitments
h. Catatan 36 - Perjanjian kerjasama yang h. Note 36 - Significant cooperation agreement
penting
i. Catatan 41 - Peristiwa setelah periode i. Note 41 - Events after reporting period
pelaporan
43. PENGUNGKAPAN RASIO BERDASARKAN 43. RATIOS DISCLOSURES PURSUANT TO OJK
PERATURAN OJK NO.35/POJK.35/2018 REGULATION NO. 35/POJK.35/2018
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.35/2018 tanggal Based on POJK No. 35/POJK.35/2018 dated
31 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan 31 December 2018 regarding the Organisation of
Usaha Perusahaan Pembiayaan, Perseroan Financing Company Business, the Company is
diharuskan untuk memenuhi sejumlah rasio required to comply with several financial ratios.
keuangan tertentu. Rasio-rasio ini dibuat oleh These ratios have been prepared by the Company
Perseroan berdasarkan formula sebagaimana based on the formula as prescribed in the said OJK
ditentukan dalam peraturan OJK untuk tujuan regulation for regulatory compliance purposes,
kepatuhan terhadap peraturan di mana rasio where such ratios may differ had the ratios been
tersebut dapat berbeda jika rasio tersebut dihitung computed based on Indonesian financial accounting
berdasarkan standar akuntansi keuangan standards. The following are the financial ratios
Indonesia. Berikut ini adalah rasio-rasio keuangan based on OJK Regulation: (unaudited)
berdasarkan Peraturan OJK: (tidak diaudit)
Lampiran – 5/101 – Schedule
272
Page 297
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2024 DAN 2023 31 DECEMBER 2024 AND 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
43. PENGUNGKAPAN RASIO BERDASARKAN 43. RATIOS DISCLOSURES PURSUANT TO OJK
PERATURAN OJK NO.35/POJK.35/2018 REGULATION NO. 35/POJK.35/2018 (continued)
(lanjutan)
2024 2023
Financing to asset ratio 89.09% 91.51% Financing to asset ratio
Rasio saldo piutang pembiayaan
neto terhadap total Net financing receivables to
pendanaan yang diterima 110.34% 112.21% funding ratio
Rasio saldo piutang pembiayaan
untuk pembiayaan investasi dan Net financing receivables for investment
modal kerja dibandingkan dengan total and working capital financing to
saldo piutang pembiayaan 26.36% 24.90% total financing receivables ratio
Rasio piutang pembiayaan bermasalah Non-performing financing
(“NPF”) 0.48% 0.48% (NPF) ratio
Rasio permodalan 17.34% 16.54% Capital ratio
Gearing ratio 5.69x 6.13x Gearing ratio
Rasio ekuitas terhadap modal disetor 661.77% 576.43% Equity to paid up capital ratio
Lampiran – 5/102 – Schedule
273
Page 298
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES The Tower Building Lantai 8 dan 9 Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 12 Jakarta 12930 - Indonesia Telepon: (021) 5082 1500 Faksimili: (021) 5082 1502 Email: treasury@taf.co.id Website: www.taf.co.id
Names mentioned 206 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES
· Direktur
p.1 ×17
unresolved
org
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES Kegiatan Usaha Utama
p.1 ×2
unresolved
org
PT FITCH RATINGS INDONESIA
p.1 ×3
unresolved
org
PT BRI DANAREKSA SEKURITAS
p.1 ×3
unresolved
org
PT INDO PREMIER SEKURITAS
p.1 ×3
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.5 ×3
unresolved
org
Bapepam
p.5 ×6
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan
p.5
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.5 ×7
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×2
unresolved
org
PT KDLC Bancbali Finance
p.16 ×7
unresolved
person
Enimarya Agoes Suwarko
· Notaris
p.16 ×4
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.16 ×3
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
p.16 ×2
unresolved
person
Linda Herawati
· Notaris
p.16 ×11
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16 ×10
unresolved
person
Gibson Thomasyadi
· Notaris
p.16 ×3
unresolved
org
PT KDLC Bancbali Finance. Kemudian
p.17
unresolved
org
Menteri Keuangan RI
p.17
unresolved
org
Toyota Financial Services Corporation
p.17 ×14
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.19 ×6
unresolved
org
PT. Asuransi Astra Buana
p.30 ×15
unresolved
org
Astra Internasional Tbk
p.33 ×4
unresolved
org
Toyota Motor Corporation
p.40 ×8
unresolved
org
Rintis
p.42 ×4
unresolved
org
PT Bank ANZ Indonesia
p.45 ×3
unresolved
org
Bank Rupiah Deutsche Bank A.G.
p.46
unresolved
org
Banking Corporation
p.46
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.46 ×2
unresolved
org
PT Bank ANZ
p.47
unresolved
org
PT Bank Syariah
p.47
unresolved
org
PT Bank Mizuho Indonesia. Perincian
p.48
unresolved
org
Kantor Konsultan Aktuaria Halim & Rekan
p.49
unresolved
org
PT Megaplaza
p.51
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.57
unresolved
org
Menteri Keuangan. E.
p.70
unresolved
org
PT Toyota Astra Financial Services. Izin
p.85
unresolved
org
PT KDLC Bancbali Finance. Maksud
p.86
unresolved
org
Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Dan Perdagangan
p.86
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi
p.86 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.86 ×5
unresolved
—
Warga Negara Kanada. Menjabat
· Presiden Komisaris
p.88
unresolved
org
Toyota Canada Inc.
· Director
p.88 ×3
unresolved
org
Toyota Motor Asia Pacific Pte. Ltd.
p.88 ×2
unresolved
org
PT Sedaya Multi Investama
p.88 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Astra Buana. Sebelumnya
p.88
unresolved
org
Dana Pensiun Astra Dua
p.89 ×3
unresolved
org
PT Menara Astra
p.89 ×3
unresolved
org
PT Astra Honda Motor
p.89 ×3
unresolved
org
Yayasan Astra Bina Ilmu
p.89 ×3
unresolved
org
Yayasan Pendidikan Astra
p.89 ×3
unresolved
org
Yayasan Dharma Bhakti Astra
p.89 ×3
unresolved
org
PT Astra Auto Finance
p.89 ×4
unresolved
org
PT Astra Multi Finance
p.89 ×3
unresolved
org
PT Parema Rekayasa
p.89
unresolved
—
Warga Negara Jepang. Menjabat
· Wakil Presiden Direktur
p.89 ×2
unresolved
org
PT Arthacakra Multifinance
p.90
unresolved
org
PT Ufinance Indonesia
p.90
unresolved
org
PT First Indo American Leasing
p.90
unresolved
org
PT Staco Estika Sedaya Finance
p.90 ×2
unresolved
org
PT Cipta Sedaya Digital Indonesia
p.90
unresolved
org
NEC Corporation
p.91
unresolved
org
Executive Director Toyota Financial Services Corporation
p.91
unresolved
person
Piagam
· Komisaris
p.91
unresolved
person
Frekuensi Kehadiran
· Komisaris
p.91
unresolved
person
Kompensasi
· Komisaris
p.92
unresolved
—
Tug
· Sekretaris Perusahaan
p.93
unresolved
org
PT Abaco Pacific Indonesia
p.94
unresolved
org
PT NTT Indonesia
p.94
unresolved
org
PT Pandu Dayatama Patria
p.95 ×2
unresolved
org
Pte. Ltd
p.95
unresolved
org
PT Komatsu Indonesia
p.95
unresolved
org
PT Swadaya Harapan Nusantara
p.95 ×2
unresolved
org
PT Traktor Nusantara
p.95
unresolved
org
PT Berau Coal
p.95
unresolved
org
PT Komatsu Astra Finance. Beliau
p.95
unresolved
org
PT Federal International Finance. Beliau
p.96 ×2
unresolved
org
PT Stacomitra Graha
p.96
unresolved
org
PT Matra Graha Sarana
p.96 ×2
unresolved
org
PT Sharia Multifinance Astra
p.96
unresolved
person
R. Nunu Soetjahja Noegroho
· Anggota
p.96 ×3
unresolved
org
PT Sewu New York Life
p.99
unresolved
person
Dr. Hasanudin
· Ketua
p.99
unresolved
person
Dra. Hj. Siti Ma’rifah
· Anggota
p.99 ×2
unresolved
person
Drs. H. Basri Bermanda
· Anggota
p.99 ×2
unresolved
person
Yoshiyuki
· Direktur
p.104
unresolved
person
Jepang
· Direktur
p.104
unresolved
org
Penyelenggaraan Jaminan Sosial
p.106
unresolved
person
Sie Khwan Djioe
· Notaris
p.108
unresolved
org
Pengadilan Negeri
p.108
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.108 ×5
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.109
unresolved
org
Carriage Limited
p.109 ×3
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Ltd
p.109
unresolved
org
PT Toyota Astra Financial Services Atas Nama
p.113
unresolved
org
PT Toyota Astra Financial Services Atas Nama Toyota
p.113
unresolved
org
Financial Services Corporation
p.113
unresolved
org
PT Toyota Astra Financial
p.113 ×2
unresolved
—
Shinji Sugimori
p.113
unresolved
—
Masahiro Yamamoto
p.114
unresolved
—
Katsuyuki Ogura
p.114
unresolved
org
Mahkamah Agung
p.114
unresolved
org
Arbitrasi Nasional Indonesia
p.114
unresolved
org
Penyelesaian Sengketa Konsumen
p.114
unresolved
org
PT BCA Finance
p.138
unresolved
org
PT Mandiri Utama Finance
p.138
unresolved
org
PT TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES CATATAN ATAS
p.198 ×9
unresolved
org
Fitch Rating Indonesia (Persero) Tbk
p.198 ×24
unresolved
person
Regina Okhtory Sucianto
· Komisaris Independen
p.198
unresolved
person
Agust Prayitno Wirawan
· Presiden Direktur
p.198 ×2
unresolved
person
Notary Esther Pascalia Ery Jovina
· Notaris
p.199 ×16
unresolved
org
PT Swadaya Harapan Nusantara Personil
p.272
unresolved
org
PT Tasti Anugerah Mandiri
p.272 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Astra
p.272 ×3
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Astra Penyalur
p.272
unresolved
org
PT Toyota Astra Motor
p.272 ×2
unresolved
person
Kumendong
· Direktur
p.295
unresolved
person
Notary Esther Pascalia Ery Pascalia Ery Jovina
p.295
unresolved
person
Jovina
p.295
unresolved
org
Financial Services Authority
p.296
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.