Skip to content
Back to announcement

20250702_PRAY_Informasi Transaksi Afiliasi_31910718_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review PRAY

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 68

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik                                                                  The Manhattan Square
                                                                                                  Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                              Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                                                                                                  E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                  Property, Business Valuation & Advisory                                            Website: www.fdipartners.co.id
                  Licence No. 2.22.0176                                                                    Phone (62 21) 27875910
                  KMK 460/KM.1/2022
                  Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia



Jakarta, 26 Juni 2025

Kepada Yth.
Direksi

PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok N/21
Jl. Letjen Suprapto, Kemayoran
Jakarta Pusat 10640

No. Laporan :    00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Hal         :    Pendapat Kewajaran Kerja Sama Operasi Antara PT Fortuna Melinda Rajawali dengan
                 Pihak Yayasan Kemanusiaan Bandung Indonesia, Yang Keduanya Merupakan Pihak
                 Terafiliasi Dengan PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk.

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
KERJA SAMA OPERASI ANTARA PT FORTUNA MELINDA RAJAWALI (“FMR”) DENGAN PIHAK YAYASAN
KEMANUSIAAN BANDUNG INDONESIA, YANG KEDUANYA MERUPAKAN PIHAK TERAFILIASI DENGAN
PT FAMON AWAL BROS SEDAYA TBK


Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 002/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal
06 Mei 2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (selanjutnya disebut “FABS” atau
“Perseroan”) untuk memberikan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Berupa Kerja Sama
Operasi antara PT Fortuna Melinda Rajawali (selanjutnya disebut “FMR”) dengan pihak Yayasan
Kemanusiaan Bandung Indonesia (selanjutnya disebut “YKBI”) yang keduanya merupakan pihak
terafiliasi dengan FABS, selanjutnya disebut “Rencana Transaksi ”.

Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan bersifat afiliasi dalam kaitannya dengan Pemenuhan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) Republik Indonesia No.42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu”.

STATUS PENILAI

Penilaian dilakukan oleh Mochamad Ichsan Suud, seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan terdaftar di Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No.
STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025. Beliau adalah anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.

KJPP FDI&R adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang beroperasi berdasarkan izin dari Kementerian
Keungan Republik Indonesia No. 2.22.0176 KMK 460/KM.1/2022 tanggal 21 April 2022.




                             Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
LATAR BELAKANG DAN ALASAN RENCANA TRANSAKSI

   1. Konteks industri rumah sakit di Indonesia
      Industri rumah sakit di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa
      tahun terakhir, didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kesadaran
      masyarakat terhadap layanan kesehatan, serta pergeseran preferensi terhadap fasilitas
      pelayanan kesehatan swasta yang lebih modern dan responsif. Berdasarkan data Kementerian
      Kesehatan, jumlah rumah sakit swasta tumbuh lebih cepat dibandingkan rumah sakit
      pemerintah, menunjukkan adanya potensi pasar yang besar untuk ekspansi jaringan rumah
      sakit komersial.

      Seiring dengan peningkatan kelas menengah dan pertumbuhan kota-kota besar di daerah
      seperti Bandung, permintaan akan layanan kesehatan berkualitas dan terstandardisasi menjadi
      semakin tinggi. Hal ini mendorong pelaku usaha jasa kesehatan, termasuk Perseroan, untuk
      secara aktif melakukan ekspansi jaringan rumah sakit melalui pembangunan, akuisisi, maupun
      skema kerja sama pengelolaan strategis.

   2. Strategi ekspansi dan transformasi operasional Perseroan
      Perseroan sebagai perusahaan publik yang mengelola jaringan rumah sakit di bawah merek
      “Primaya Hospital”, memiliki komitmen jangka panjang untuk menjadi pemimpin pasar dalam
      industri penyedia layanan kesehatan swasta yang berorientasi pada mutu, efisiensi, dan
      kepuasan pasien. Dalam rangka memperluas cakupan layanan kesehatan dan memperkuat
      penetrasi pasar di wilayah Jawa Barat, FABS melalui anak usaha tidak langsungnya, yaitu PT
      Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”), melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan Yayasan
      Kemanusiaan Bandung Indonesia (“YKBI”) yang merupakan pemegang izin operasional atas
      Rumah Sakit Rajawali Bandung. Melalui skema kerja sama jangka panjang selama 60 (enam
      puluh) tahun, FMR akan memperoleh hak eksklusif untuk:

       1) Melakukan pengelolaan penuh atas seluruh aspek operasional RS Rajawali Bandung;
       2) Memungut seluruh pendapatan dari kegiatan rumah sakit;
       3) Melakukan renovasi, pembangunan, serta pengembangan layanan medis sesuai standar
          Primaya;
       4) Menyediakan investasi dan pembiayaan operasional termasuk atas kewajiban terdahulu
          YKBI

   3. Alasan ekonomi dan strategis atas Rencana Transaksi
      Adapun pertimbangan utama Perseroan dan afiliasinya dalam melaksanakan transaksi ini
      adalah sebagai berikut:

      1) Optimalisasi asset dan infrastruktur eksisting
         RS Rajawali Bandung telah memiliki perizinan dan infrastruktur bangunan rumah sakit
         seluas ±14.000 m² di lokasi strategis Kota Bandung. Melalui skema kerja sama, FMR yang
         merupakan group dari Perseroan tidak perlu melakukan investasi awal berupa pembelian
         aset tetap atau pengurusan izin baru, melainkan dapat langsung mengoptimalkan
         infrastruktur yang ada.
      2) Ekspansi biaya rendah (asset light strategy)
         Dengan tidak adanya kewajiban pembelian saham maupun aset tetap, Rencana Transaksi
         memberikan model ekspansi biaya rendah (asset-light) yang menguntungkan, terutama




Halaman 2                                              00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 4
          dalam kondisi likuiditas pasar yang ketat dan ketentuan pembatasan leverage. Skema ini
          juga mengurangi risiko legal dan operasional terkait pengalihan izin rumah sakit.
       3) Penetrasi pasar kota besar tier I Jawa Barat
          Bandung merupakan salah satu wilayah yang pusat pertumbuhan ekonomi nasional di luar
          Jabodetabek. Kehadiran Primaya di kota ini memperkuat positioning group Perseroan
          dalam menghadirkan jaringan rumah sakit modern dengan skala nasional, khususnya di
          wilayah yang telah berkembang namun tetap terbuka terhadap brand baru.
       4) Integrasi strategis dengan jaringan Primaya
          Pengelolaan RS Rajawali Bandung akan menggunakan standar mutu, SOP, teknologi
          informasi, dan kebijakan medis yang seragam dengan jaringan Primaya. Hal ini
          mempercepat proses standarisasi pelayanan serta memperkuat brand equity Perseroan di
          mata masyarakat dan investor.
       5) Potensi sinergi keuangan dan operasional
          Rencana Transaksi memungkinkan Perseroan mengintegrasikan RS Rajawali ke dalam
          sistem keuangan, manajemen SDM, pembelian group, dan pengelolaan asuransi secara
          lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan margin EBITDA grup secara keseluruhan.

Mengingat bahwa Leona Agustine Karnali, Direktur dan CEO Perseroan, juga menjabat sebagai
Pembina YKBI, maka terdapat hubungan afiliasi langsung antara Perseroan dan YKBI sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Oleh karena itu, transaksi kerja sama
pengelolaan RS Rajawali Bandung oleh FMR (pihak afiliasi Perseroan) dan YKBI dikategorikan sebagai
Transaksi Afiliasi dan wajib disertai keterbukaan informasi serta pendapat kewajaran dari penilai
independen.

Rencana transaksi merupakan langkah strategis dan ekonomis yang sejalan dengan strategi
pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola yang baik
dan kewajaran transaksi, implementasi kerja sama ini diharapkan:

   •   Meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan
   •   Memperluas cakupan pelayanan Masyarakat
   •   Memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan rumah sakit swasta dengan jaringan
       nasional yang unggul

PIHAK-PIHAK YANG MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI

Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah FMR sebagai perusahaan yang terafiliasi
dengan Perseroan yang akan mengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan pengelelola”)
dan YKBI sebagai perusahaan pemilik Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan Pemilik”).

OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN

Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi kerja sama operasi antara FMR dengan
pihak YKBI, yang keduanya merupakan pihak terafiliasi dengan FABS (Perseroan). Dimana yang menjadi
obyek analisis adalah atas perjanjian kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung.

MAKSUD DAN TUJUAN PEMBERIAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi afiliasi dan dalam rangka pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan



Halaman 3                                               00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 5
Kepentingan (“POJK 42”), tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak untuk bentuk Rencana
Transaksi lainnya.



KETERKAITAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

Transaksi Afiliasi

Pihak-pihak yang bertransaksi merupakan pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan,
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42, Rencana Transaksi termasuk dalam transaksi afiliasi namun
tidak memiliki benturan kepentingan. Hubungan afiliasi meliputi hubungan dalam kepemilikan saham
dan susunan pengurus perusahaan.

a. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepemilikan Saham

   Berikut ini penjelasan terhadap pihak- pihak yang bertransaksi




                                                                    *




     *Dimiliki secara tidak langsung melalui PT Fortuna Anugerah Sehati



   Berdasarkan struktur kepemilikan di atas bahwa FMR dan YKBI bukan merupakan perusahaan
   terafiliasi Perseroan ditinjau dari segi kepemilikan saham.

b. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepengurusan
        No                               Nama                                   Perseroan               FMR                 YKBI
                   Prof. Yos Effendi Susanto, MA.
         1                                                                Komisaris Utama         -                 -
                   MPH. Phd
         2         Setya Handojo Singgih                                  Komisaris Independen    -                 -
         3         Ir. Arfan Awaloeddin, MARS                             Direktur Utama          -                 -
         4         Leona Agustine Karnali                                 Direktur                Komisaris         Anggota Pembina
         5         Jason Yoshen Danun, MBA                                Direktur                Direktur Utama    -
         6         Dr. Susan Melinda                                      -                       Komisaris Utama   -
         7         Shen Michelle Dawn                                     -                       Komisaris         -
         8         Dr. Aryadi Senggono                                    -                       Direktur          -
         9         Paul Medal Shen                                        -                       -                 Anggota Pembina
        10         Monica Christiana Hambali                              -                       -                 Anggota Pembina
        11         Gunadi Sukma Bhinekas                                  -                       -                 Ketua
        12         Mohamad Sofian                                         -                       -                 Wakil Ketua
        13         Mohammad Hafiz Achsan                                  -                       -                 Wakil Ketua




Halaman 4                                                                                   00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 6
       No                Nama                       Perseroan              FMR              YKBI
       14    Yoseph Bambang Pamungkas         -                       -              Wakil Ketua
       15    Hotmian Sitompul                 -                       -              Sekertaris Umum
       16    Gita Heptian Damayanti           -                       -              Sekertaris
             Margaretha Sylvilani
       17                                     -                       -              Bendahara
             Tenggahardja
       18    Catharina Agussetiati Chusnadi   -                       -              Bendahara
       19    Popong Kurniasih                 -                       -              Dewan Pengawas
     Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Laporan Keuangan, FMR dan YKBI, diolah

Berdasarkan tabel tersebut di atas bahwa terdapat pengurus perusahaan yang sama antara Perseroan,
FMR dan YKBI.

TANGGAL PENILAIAN

Analisis pendapat kewajaran dilakukan untuk tanggal penilaian per 31 Desember 2024, sesuai dengan
Laporan Keuangan audit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan.

TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan
informasi dari pihak manajemen Perseroan yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan
analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara.

PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun
2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330 yang ditetapkan pada 1 Maret
2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI), POJK 42, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) serta Surat Edaran Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).

METODOLOGI ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

Berdasarkan POJK 35, analisis pengkajian kewajaran Rencana Transaksi dilakukan melalui analisis
yang mencakup hal–hal sebagai berikut:

a.    Analisis atas Transaksi
b.    Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
c.    Analisis atas kewajaran nilai transaksi
d.    Analisis atas faktor lain yang relevan

ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

1.    Laporan penilaian pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.    Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
      penilaian/pendapat kewajaran.
3.    Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.


Halaman 5                                                       00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 7
4.   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen dengan kemampuan
     pencapaiannya (fiduciary duty).
5.   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian pendapat kewajaran.
6.   Laporan Penilaian Bisnis ini terbuka untuk publik.
7.   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum (Perjanjian Penyediaan Jasa) Obyek
     Penilaian/Rencana Transaksi dari Pemberi Tugas.
8.   Penilai bertanggung jawab terhadap semua isi laporan penilaian kewajaran ini.

KESIMPULAN

Analisis Rencana Transaksi

Rencana Transaksi adalah Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung antara FMR
dan YKBI, di mana Perseroan merupakan entitas induk utama dari FMR dan merupakan pihak yang
terafiliasi dengan YKBI. Dalam Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung, FMR
merupakan perusahaan yang akan mengelola Rumah Sakit Bandung dan YKBI merupakan pemilik dari
Rumah Sakit Rajawali Bandung. Sehubungan dengan Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit
Rajawali Bandung, manajemen FMR dan YKBI akan menandatangani Perjanjian kerja sama
pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung yang mengatur antara lain kesepakatan para pihak untuk
melaksanakan Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung dan syarat-syarat yang
harus dipenuhi agar Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung dapat terjadi.

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana POJK 42, Hubungan afiliasi dalam
Rencana Transaksi ini meliputi hubungan dalam susunan pengurus saja, sedangkan dalam hunungan
kepemilikan saham tidak teridentifikasi hubungan afiliasi.

Manfaat Rencana Transaksi, dengan rencana transaksi Perseoan melalui FMR memperoleh hak eksklusif
mengelola RS Rajawali Bandung selama 60 tahun, memperkuat posisi jaringan Rumah Sakit group
Primaya di wilayah Bandung dan Jawa Barat. Sehingga memungkinan kenaikan pendapatan atas
pengelolaan Rumah Sakit Rajawali oleh FMR.

Analisis Risiko Rencana Transaksi, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, atas Rencana
Transaksi memiliki risiko diantaranya adalah Izin tetap atas nama YKBI dan lahan yang digunakan untuk
RS disewa dari Pemerintah Kota Banding. Karena lahan yang digunakan adalah sewa, sehingga ada
kemungkinan risiko sewa tidak diperpanjang oleh pemilik lahan.

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif

Rencana Transaksi kerja sama operasi antara FMR dengan pihak YKBI merupakan langkah strategi dari
manajemen guna mengembangkan jaringan Rumah Sakit Primaya yang diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan bagi Perseroan.

Kegiatan usaha Perseroan bergerak dalam pelayanan rumah sakit swasta, perusahaan holding dan
konsultasi manajemen. Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1998. Kegiatan
usaha Perseroan pada saat ini adalah menjalankan usaha secara tidak langsung melalui entitas
anaknya di bidang pelayanan kesehatan melalui beberapa rumah sakit di beberapa kota besar di
Indonesia.




Halaman 6                                                 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 8
Dalam mendukung dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin global dalam bidang
pelayanan rumah sakit, Perseroan akan terus mengembangkan jaringan Rumah Sakit Primaya diseluruh
Indonesia.

FMR merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, dimana Perseroan merupakah pemegang
saham tidak langsung dari FMR. Berdasarkan pasal 3 (tiga) Anggaran Dasarnya, ruang lingkup kegiatan
usaha FMR adalah di bidang pelayanan kesehatan. Pada periode yang berakhir di 31 Desember 2024
FMR belum membukukan pendapatan.

Industri layanan kesehatan diproyeksikan akan terus berkembang sebagai salah satu sektor strategis
yang tahan terhadap siklus ekonomi. Beberapa tren utama yang diperkirakan akan mendominasi
industri rumah sakit di tahun 2025 antara lain :

• Peningkatan permintaan layanan kesehatan berbasis teknologi, termasuk telemedisin, konsultasi
  daring, dan pemantauan kesehatan jarak jauh menggunakan perangkat wearable
• Transformasi layanan berbasis data dan digitalisasi, seperti integrasi rekam medis elektronik, sistem
  triase cerdas, dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam diagnosis.
• Kebutuhan layanan spesialistik dan preventif yang meningkat, seiring bertambahnya populasi usia
  produktif dan kelompok usia lanjut yang membutuhkan layanan berkelanjutan.
• Ekspansi rumah sakit swasta dan tumbuhnya kemitraan dengan investor strategis serta pemangku
  kepentingan dari sektor asuransi dan teknologi kesehatan.

Adapun keuntungan dalam Rencana Transaksi yang akan dilakukan antara FMR dan YKBI yaitu adanya
penambahan pendapatan atas pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung oleh FMR yang diharapkan
akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan, dan pada akhirnya dapat menambahkan nilai tambah
bagi Pemegang Saham Perseroan.

Berdasarkan Draft Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung, FMR selaku pihak
yang akan mengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung dan YKBI merupakan pemilik dan pengelola
Rumah Sakit Rajawali Bandung. Jangka waktu pengelolaan adalah selama 60 (enam puluh) tahun
dengan jumlah biaya yang harus dibayarkan oleh FMR kepada YKBI adalah sebesar Rp120.000.000
(seratus dua puluh juta Rupiah) setiap tahun.

Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dalam proforma keuangan konsolidasian Perseroan per
tanggal 31 Desember 2024 adalah tidak terdapat dampak keuangan atas Rencana Transaksi, hal
tersebut dikarenakan biaya kerjasama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung akan dibayarkan
FMR kepada YKBI ketika sudah mengoperasinalkan Rumah Sakit.

Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

Berdasarkan Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi,
tercermin bahwa Rencana Transaksi memiliki dampak terhadap Perseroan mengakibatkan adanya
peningkatan atas aset, Liabilitas, ekuitas, dan laba (rugi) bersih pada konsolidasian keuangan Perseroan
atas terjadinya transaksi kerjasama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung.

Analisis sensitivitas dilakukan dengan melihat dampak keuangan pada Perseroan bila proyeksi
keuangan konsolidasian setelah transaksi dilakukan pengujian dengan menaikan dan menurunkan
pendapatan FMR maksimal 10%, dimana ini berimplikasi terhadap naik dan turunnya proyeksi laba
pada laporan konsolidasian.




Halaman 7                                                   00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 9
Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Berdasarkan SEOJK 17, analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan berdasarkan perbandingan
antara rencana nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan. Rencana Transaksi
merupakan rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung antara FMR dan YKBI.
Dalam hal ini, tidak terdapat hasil penilaian atas Rencana Transaksi, sehingga tidak dapat dilakukan
perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan. Atas
dasar tersebut, maka tidak terdapat hasil penilaian atas objek Rencana Transaksi sehingga analisis
kewajaran nilai transaksi tidak dapat dilakukan.

Pendapat Kewajaran

Atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis kewajaran Rencana
Transaksi, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali
Bandung antara FMR dan YKBI, di mana Perseroan merupakan entitas induk utama dari FMR dan
merupakan pihak yang terafiliasi dengan YKBI adalah WAJAR.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di
masa datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas transaksi yang dilakukan.

Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang
telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN & REKAN
Pimpinan Rekan




M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
RMK                     : RMK-2017.00526




Halaman 8                                                 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 10
                                                               DAFTAR ISI


BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................ 10
   1.1.  Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................ 10
   1.2.  Status Penilai .................................................................................................................... 10
   1.3.  Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................... 10
   1.4.  Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ............................................ 10
   1.5.  Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ........................................................ 10
   1.6.  Obyek Analisis Pendapat Kewajaran ................................................................................. 11
   1.7.  Pihak-Pihak yang Melakukan Rencana Transaksi ............................................................... 11
   1.8.  Dampak Keuangan dari Rencana Transaksi yang akan Dilakukan .................................... 11
   1.9.  Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Perseroan terkait dengan Rencana
         Transaksi.......................................................................................................................... 11
  1.10. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ....................... 12
  1.11. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 12
  1.12. Sumber Data dan Informasi .............................................................................................. 12
  1.13. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ........................................................... 13
  1.14. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ................................................................... 13
  1.15. Pedoman dan Standar Penilaian ....................................................................................... 13
  1.16. Pernyataan Independensi Penilai ....................................................................................... 14
  1.17. Penggunaan Mata Uang ................................................................................................... 14
  1.18. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ......................................... 14
BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ............................................................................. 15
  2.1. Latar Belakang dan Alasan Rencana Transaksi .................................................................. 15
  2.2. Obyek Rencana Transaksi ................................................................................................. 16
  2.3. Identifikasi Pihak-Pihak yang bertransaksi.......................................................................... 16
  2.4. Nilai Rencana Transaksi .................................................................................................... 21
  2.5. Hubungan Pihak-Pihak yang bertransaksi.......................................................................... 22
  2.6. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi. ............................. 23
  2.7. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi ................................................................. 26
BAB IIII ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ....................................................................... 28
  3.1. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi .......................................................................... 28
  3.2. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ........................................................................ 41
BAB IV ANALISIS TENTANG KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI.................................................. 56
  4.1. Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan............................................................. 56
  4.2. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi .................................................................................... 56
  4.3. Kesimpulan....................................................................................................................... 56
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................ 57
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................ 58




Halaman 9                                                                         00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 11
                                                BAB I
                                            PENDAHULUAN

1.1.   Uraian Mengenai Penugasan

       Berdasarkan persetujuan atas No. 002/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal 06 Mei 2025, KJPP
       Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
       penugasan dari PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (selanjutnya disebut “FABS” atau “Perseroan”)
       untuk memberikan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Berupa Kerja Sama Operasi
       antara PT Fortuna Melinda Rajawali (selanjutnya disebut “FMR”) dengan pihak Yayasan
       Kemanusiaan Bandung Indonesia (selanjutnya disebut “YKBI”) yang keduanya merupakan pihak
       terafiliasi dengan FABS, selanjutnya disebut “Rencana Transaksi ”.

1.2.   Status Penilai

       Penilaian dilakukan oleh Mochamad Ichsan Suud, seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian
       bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan terdaftar di
       Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
       (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025. Beliau adalah anggota dari Masyarakat
       Profesi Penilai Indonesia.

       KJPP FDI&R adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang beroperasi berdasarkan izin dari Kementerian
       Keungan Republik Indonesia No. 2.22.0176 KMK 460/KM.1/2022 tanggal 21 April 2022.

1.3.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

       Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan adalah PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk sebuah perseroan
       terbuka yang lingkup kegiatan usahanya adalah dalam bidang penyedia jasa kesehatan.
       Perseroan berkedudukan di Jakarta dengan kantor pusatnya terletak di Ruko Mega Grosir
       Cempaka Mas Blok N/21, Jl. Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat 10640, DKI Jakarta,
       Indonesia.

1.4.   Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

       Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2024.

       Berdasarkan POJK Nomor 35/POJK.04/2020, bahwa Laporan Penilaian Bisnis berlaku selama 6
       (enam) bulan sejak tanggal Penilaian (cut off), maka masa berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
       ini akan berakhir 6 (enam) bulan sejak 31 Desember 2024.

1.5.   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

       Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas
       Rencana Transaksi afiliasi dan dalam rangka pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
       Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”), tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak
       untuk bentuk Rencana Transaksi lainnya.




Halaman 10                                                  00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 12
1.6.   Obyek Analisis Pendapat Kewajaran

       Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Kerjasama pengelolaan rumah
       sakit Rajawali Bandung antara FMR dan YKBI sebagai pihak terafiliasi dengan Perseroan, jangka
       waktu perjanjian adalah selama 60 (enam puluh) tahun dan YKBI berhak menerima pembayaran
       dari FMR sejumlah Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta Rupiah) setiap tahun.

1.7.   Pihak-Pihak yang Melakukan Rencana Transaksi

       Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah FMR sebagai perusahaan yang
       terafiliasi dengan Perseroan yang akan mengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan
       pengelelola”) dan YKBI sebagai perusahaan pemilik Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan
       Pemilik”).

1.8.   Dampak Keuangan dari Rencana Transaksi yang akan Dilakukan

       Mengacu pada Laporan Posisi Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan untuk periode 31
       Desember 2024 yang dibuat dan diterbitkan Perseroan, Dampak keuangan atas Rencana
       Transaksi adalah tidak terdapat dampak keuangan atas Rencana Transaksi, hal tersebut
       dikarenakan biaya kerjasama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung akan dibayarkan FMR
       kepada YKBI ketika sudah mengoperasinalkan Rumah Sakit.

1.9.   Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Perseroan terkait dengan Rencana
       Transaksi

       Dalam memutuskan pelaksanaan Rencana Transaksi ini, manajemen Perseroan telah
       mempertimbangkan sejumlah aspek strategis dan operasional sebagai berikut :

       1. Optimalisasi asset dan infrastruktur eksisting
          RS Rajawali Bandung telah memiliki perizinan dan infrastruktur bangunan rumah sakit seluas
          ±14.000 m² di lokasi strategis Kota Bandung. Melalui skema kerja sama, FMR yang
          merupakan group dari Perseroan tidak perlu melakukan investasi awal berupa pembelian aset
          tetap atau pengurusan izin baru, melainkan dapat langsung mengoptimalkan infrastruktur
          yang ada.

       2. Ekspansi biaya rendah (asset light strategy)
          Dengan tidak adanya kewajiban pembelian saham maupun aset tetap, Rencana Transaksi
          memberikan model ekspansi biaya rendah (asset-light) yang menguntungkan, terutama dalam
          kondisi likuiditas pasar yang ketat dan ketentuan pembatasan leverage. Skema ini juga
          mengurangi risiko legal dan operasional terkait pengalihan izin rumah sakit.

       3. Penetrasi pasar kota besar tier I Jawa Barat
          Bandung merupakan salah satu wilayah yang pusat pertumbuhan ekonomi nasional di luar
          Jabodetabek. Kehadiran Primaya di kota ini memperkuat positioning group Perseroan dalam
          menghadirkan jaringan rumah sakit modern dengan skala nasional, khususnya di wilayah
          yang telah berkembang namun tetap terbuka terhadap brand baru.




Halaman 11                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 13
     4. Integrasi strategis dengan jaringan Primaya
        Pengelolaan RS Rajawali Bandung akan menggunakan standar mutu, SOP, teknologi
        informasi, dan kebijakan medis yang seragam dengan jaringan Primaya. Hal ini mempercepat
        proses standarisasi pelayanan serta memperkuat brand equity Perseroan di mata masyarakat
        dan investor.

     5. Potensi sinergi keuangan dan operasional
        Rencana Transaksi memungkinkan Perseroan mengintegrasikan RS Rajawali ke dalam sistem
        keuangan, manajemen SDM, pembelian group, dan pengelolaan asuransi secara lebih
        efisien, sehingga dapat meningkatkan margin EBITDA grup secara keseluruhan.

1.10. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

     FMR adalah perusahaan afiliasi dari Perseroan, dimana Perseroan memiliki penyertaan tidak
     langsung melalui PT Sinergi Fortuna Melinda (SFM) sebanyak 60% yang bergerak dalam bidang
     pelayanan kesehatan. FMR berencana untuk melakukan kerja sama dengan YKBI untuk
     pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung. Dimana saat ini YKBI merupakan pemilik dan
     pengelola dari Rumah Sakit Rajawali Bandung, dimana salah satu pengurus dari YKBI juga
     menjabat pada FMR dan Perseroan.

     Dengan demikian berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
     42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
     Kepentingan (“POJK 42”), Rencana Transaksi Perseroan termasuk dalam transaksi afiliasi.

1.11. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

     Mengacu pada Peraturan POJK 35 pasal 17, ruang lingkup pendapat kewajaran akan didasarkan
     pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi untuk tujuan pemberian pendapat kewajaran
     Rencana Kerja Sama Operasi, dalam rangka pemenuhan POJK 42.

     Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain: identifikasi masalah (identifikasi batasan,
     maksud, dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis hak dan kewajiban
     atas penyediaan Jasa dari pihak afiliasi, analisis kewajaran biaya yang dikenakan, penyusunan
     laporan pendapat kewajaran.

1.12. Sumber Data dan Informasi

     a. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
        pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat,
        Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 26 Maret 2025
        oleh    Hansen     Bunardi    Wijoyo,   S.E.,   CPA,   No    AP.1684    Laporan     No.
        00697/2.1133/AU.1/05/1684-4/1/III/2025, dengan kesimpulan bahwa laporan keuangan
        tanggal 31 Maret 2024 telah menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     b. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
        pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono,
        Retno, Palilingan & Rekan yang telah ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2024 oleh
        Hansen Bunardi Wijoyo, S.E., CPA, No AP.1684 Laporan No. 00169/2.1068/AU.1/05/0119-
        2/1/III/2024, dengan kesimpulan bahwa laporan keuangan tanggal 31 Desember 2023 telah
        menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.




Halaman 12                                              00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 14
      c. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat,
         Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 29 Maret 2023
         oleh    Hansen       Bunardi   Wijoyo,   S.E.,   CPA,    No   AP.1684      Laporan   No.
         00569/2.1133/AU.1/05/1684-2/1/III/2023, dengan opini bahwa laporan keuangan
         konsolidasian tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      d. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat,
         Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 4 April 2022 oleh
         Hansen Bunardi Wijoyo, S.E., CPA, No AP.0133 Laporan No. 00608/2.1133/AU.1/05/1684-
         1/1/IV/2022, dengan opini bahwa laporan keuangan konsolidasian tersebut menyajikan
         secara wajar dalam semua hal yang material.
      e. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat,
         Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 8 Juni 2021 oleh
         Frisco Palilingan, S.E., M.Ak., CPA, CA. CACP No AP.0133 Laporan No.
         01204/2.1133/AU.1/05/0133-3/1/VI/2021, dengan opini bahwa laporan keuangan
         konsolidasian tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      f. Final draft Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung.
      g. Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk periode 31
         Desember 2024 yang dibuat dan diterbitkan oleh Perseroan.
      h. Proyeksi Keuangan PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk tanpa dan dengan Rencana Transaksi
         untuk periode 2025 – 2029 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
      i. Surat Penyataan Manajemen Perseroan (Management Representation Letter) No.
         026/DIR/FABS/PHG/VI/2025 tertanggal 25 Juni 2025 terkait data yang telah disampaikan
         Perseroan kepada KJPP FDI&R sehubungan dengan penugasan pendapat kewajaran.

1.13. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

      Berdasarkan POJK 35 dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
      ini, kami melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
      mencakup hal–hal sebagai berikut:

      a.   Analisis atas Transaksi
      b.   Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
      c.   Analisis atas kewajaran nilai transaksi
      d.   Analisis atas faktor lain yang relevan

1.14. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam analisis Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil
      pekerjaan tenaga ahli lain diluar KJPP FDI&R.

1.15. Pedoman dan Standar Penilaian

      Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
      VII tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330 yang ditetapkan
      pada 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh
      Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal



Halaman 13                                                   00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 15
      (“POJK 35”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang
      Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).

1.16. Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, FMR
      dan YKBI. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
      dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
      keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak
      dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.17. Penggunaan Mata Uang

      Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah (Rp).

1.18. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal
      diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
      mempengaruhi opini kewajaran.




Halaman 14                                               00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 16
                                             BAB II
                               ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI

2.1.   Latar Belakang dan Alasan Rencana Transaksi

       1. Konteks industri rumah sakit di Indonesia
          Industri rumah sakit di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa
          tahun terakhir, didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kesadaran
          masyarakat terhadap layanan kesehatan, serta pergeseran preferensi terhadap fasilitas
          pelayanan kesehatan swasta yang lebih modern dan responsif. Berdasarkan data
          Kementerian Kesehatan, jumlah rumah sakit swasta tumbuh lebih cepat dibandingkan rumah
          sakit pemerintah, menunjukkan adanya potensi pasar yang besar untuk ekspansi jaringan
          rumah sakit komersial.

          Seiring dengan peningkatan kelas menengah dan pertumbuhan kota-kota besar di daerah
          seperti Bandung, permintaan akan layanan kesehatan berkualitas dan terstandardisasi
          menjadi semakin tinggi. Hal ini mendorong pelaku usaha jasa kesehatan, termasuk
          Perseroan, untuk secara aktif melakukan ekspansi jaringan rumah sakit melalui
          pembangunan, akuisisi, maupun skema kerja sama pengelolaan strategis.

       2. Strategi ekspansi dan transformasi operasional Perseroan
          Perseroan sebagai perusahaan publik yang mengelola jaringan rumah sakit di bawah merek
          “Primaya Hospital”, memiliki komitmen jangka panjang untuk menjadi pemimpin pasar
          dalam industri penyedia layanan kesehatan swasta yang berorientasi pada mutu, efisiensi,
          dan kepuasan pasien. Dalam rangka memperluas cakupan layanan kesehatan dan
          memperkuat penetrasi pasar di wilayah Jawa Barat, FABS melalui anak usaha tidak
          langsungnya, yaitu PT Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”), melakukan penjajakan kerja sama
          strategis dengan Yayasan Kemanusiaan Bandung Indonesia (“YKBI”) yang merupakan
          pemegang izin operasional atas Rumah Sakit Rajawali Bandung. Melalui skema kerja sama
          jangka panjang selama 60 (enam puluh) tahun, FMR akan memperoleh hak eksklusif untuk:
               1) Melakukan pengelolaan penuh atas seluruh aspek operasional RS Rajawali Bandung;
               2) Memungut seluruh pendapatan dari kegiatan rumah sakit;
               3) Melakukan renovasi, pembangunan, serta pengembangan layanan medis sesuai
                   standar Primaya;
               4) Menyediakan investasi dan pembiayaan operasional termasuk atas kewajiban
                   terdahulu YKBI

       3. Alasan ekonomi dan strategis atas Rencana Transaksi
          Adapun pertimbangan utama Perseroan dan afiliasinya dalam melaksanakan transaksi ini
          adalah sebagai berikut:
           1. Optimalisasi asset dan infrastruktur eksisting
              RS Rajawali Bandung telah memiliki perizinan dan infrastruktur bangunan rumah sakit
              seluas ±14.000 m² di lokasi strategis Kota Bandung. Melalui skema kerja sama, FMR
              yang merupakan group dari Perseroan tidak perlu melakukan investasi awal berupa
              pembelian aset tetap atau pengurusan izin baru, melainkan dapat langsung
              mengoptimalkan infrastruktur yang ada.
           2. Ekspansi biaya rendah (asset light strategy)
              Dengan tidak adanya kewajiban pembelian saham maupun aset tetap, Rencana
              Transaksi memberikan model ekspansi biaya rendah (asset-light) yang menguntungkan,
              terutama dalam kondisi likuiditas pasar yang ketat dan ketentuan pembatasan leverage.




Halaman 15                                               00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 17
              Skema ini juga mengurangi risiko legal dan operasional terkait pengalihan izin rumah
              sakit.
           3. Penetrasi pasar kota besar tier I Jawa Barat
              Bandung merupakan salah satu wilayah yang pusat pertumbuhan ekonomi nasional di
              luar Jabodetabek. Kehadiran Primaya di kota ini memperkuat positioning group
              Perseroan dalam menghadirkan jaringan rumah sakit modern dengan skala nasional,
              khususnya di wilayah yang telah berkembang namun tetap terbuka terhadap brand
              baru.
           4. Integrasi strategis dengan jaringan Primaya
              Pengelolaan RS Rajawali Bandung akan menggunakan standar mutu, SOP, teknologi
              informasi, dan kebijakan medis yang seragam dengan jaringan Primaya. Hal ini
              mempercepat proses standarisasi pelayanan serta memperkuat brand equity Perseroan
              di mata masyarakat dan investor.
           5. Potensi sinergi keuangan dan operasional
              Rencana Transaksi memungkinkan Perseroan mengintegrasikan RS Rajawali ke dalam
              sistem keuangan, manajemen SDM, pembelian group, dan pengelolaan asuransi secara
              lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan margin EBITDA grup secara keseluruhan.

        Mengingat bahwa Leona Agustine Karnali, Direktur dan CEO Perseroan, juga menjabat sebagai
        Pembina YKBI, maka terdapat hubungan afiliasi langsung antara Perseroan dan YKBI
        sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Oleh karena itu,
        transaksi kerja sama pengelolaan RS Rajawali Bandung oleh FMR (pihak afiliasi Perseroan) dan
        YKBI dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi dan wajib disertai keterbukaan informasi serta
        pendapat kewajaran dari penilai independen.

        Rencana transaksi merupakan langkah strategis dan ekonomis yang sejalan dengan strategi
        pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola yang
        baik dan kewajaran transaksi, implementasi kerja sama ini diharapkan:

             •   Meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan
             •   Memperluas cakupan pelayanan Masyarakat
             •   Memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan rumah sakit swasta dengan
                 jaringan nasional yang unggul

2.2.   Obyek Rencana Transaksi

       Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi kerja sama operasi antara FMR
       dengan pihak YKBI, yang keduanya merupakan pihak terafiliasi dengan FABS (Perseroan). Dimana
       yang menjadi obyek analisis adalah atas perjanjian kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali
       Bandung.

2.3.   Identifikasi Pihak-Pihak yang bertransaksi

       Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah FMR sebagai perusahaan yang
       terafiliasi dengan Perseroan yang akan mengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan
       pengelelola”) dan YKBI sebagai perusahaan pemilik Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan
       Pemilik”).




Halaman 16                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 18
     a. PT Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”)

        Riwayat Singkat

        PT Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 27 tanggal 29
        November 2023 dari Detty Triesnawaty S.H. Notaris di Bandung. Akta pendirian tersebut telah
        memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        melalui surat keputusan No. AHU-0092834.AH.01.01.2023 tanggal 5 Desember 2023 dan
        telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 29 November
        2023.

        Sesuai Pasal tiga (3) Anggaran Dasar FMR, ruang lingkup kegiatan FMR adalah di bidang
        pelayanan kesehatan.

        Kantor pusat FMR terletak di Jalan Dr. Rum No. 26 Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung Barat.
        Entitas induk Perusahaan adalah PT Sinergi Fortuna Melinda, sedangkan entitas induk utama
        Perusahaan adalah PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk.

        Susunan Pemegang Saham FMR

        Susunan pemegang saham FMS per 31 Desember 2024 berdasarkan Akta No. 27 tanggal 29
        November 2023 adalah sebagai berikut:

        Tabel 1 Susunan Pemegang Saham FMR
                          Keterangan                Jumlah Saham       Jumlah (Rp)      Persentase (%)
             1. PT Sinergi Fortuna Melinda                     60          60.000.000         60,00%
             2. DR. Paul Medal Shen                             4          40.000.000         40,00%
             Total                                            100         100.000.000        100,00%
               Sumber: Akta 27/2023

        Susunan Pengurus dan Pengawas FMR

        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi per tanggal 31 Desember 2024 berdasarkan Akta No.
        27 tanggal 29 November 2023 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama           : Dr. Susan Melinda
        Komisaris                 : Leona Agustine Karnali
        Komisaris                 : Shen Michele Dawn




Halaman 17                                                   00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 19
        Dewan Direksi
        Direktur Utama              : Yoshen Danun, MBA
        Direktur                    : Dr. Aryadi Soenggono

        Kegiatan Usaha FMR

        Sesuai dengan pasal 3 (tiga) Anggaran Dasar, maksud dan tujuan FMR adalah rumah sakit
        swasta. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut FMR dapat melakukan kegiatan usaha
        sebagai berikut :

             •       Aktivitas rumah sakit swasta
                     Kelompok ini mencakup kegiatan perawatan Kesehatan dan pengobatan fisik, baik
                     untuk perawatan jalan maupun rawat inap (opname), yang dilakukan rumah sakit
                     umum swasta, rumah bersalin swasta, rumah sakit khusus swasta.

     b. Yayasan Kemanusiaan Bandung Indonesia (“YKBI”)

        Riwayat Singkat

        Yayasan Kemanusiaan Bandung Indonesia (“YKBI”) didirikan berdasarkan Akta No. 37
        tanggal 19 Maret 1975, dibuat dihadapan Noezar Notaris di Bandung.

        Anggaran Dasar YKBI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
        Pernyataan Keputusan Rapat No. 17 tanggal 19 Agustus 2023, dibuat dihadapan Detty
        Triesnawaty , S.H., Notaris di Bandung. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.06-
        0041497 tertanggal 1 Septmber 2023.

        Kantor YKBI berkedudukan di Jl. Rajawali Barat nomor 28, RT/RW 003/010, Kelurahan
        Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

        Pendirian YKBI

        Jenis pendirian                       : Nasional
        Jenis kekayaan pendirian              : Perorangan
        Kekayaan awal                         : Rp200.000.000,-

        Tabel 2 Pendiri YKBI
             No                               Nama                              Jabatan
                 1      Dr. Demin Shen                                           Pendiri
                 2      Dr. Adhi Yasa                                            Pendiri
                 3      Sanusi Hardjadinata                                      Pendiri
                 4      Sgijanto Soegijoko                                       Pendiri
                 5      Suhadi Sutiana Hamidjaja                                 Pendiri
                 6      Dr. wenny Mutiarawaty Sjamsu                             Pendiri
        Sumber: Pernyataan Keputusan Rapat YKBI No. 17




Halaman 18                                                    00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 20
        Susunan Pengurus YKBI

        Susunan pengurus YKBI per 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut:

        Pengurus YKBI
        Ketua                          : Dr. Paul Medal Shen
        Anggota                        : Leona Agustine Karnali
        Anggota                        : Monica Christiana Hambali
        Ketua                          : Dr. H. Gunadi Sukma Bhinekas
        Wakil Ketua                    : Mohammad Hafiz Achsan, SH, MH. Kes
        Wakil Ketua                    : Mohamad Sofian
        Wakil Ketua                    : Yoseph Bambang Pamungkas, SE
        Sekretaris Umum                : Hotmian Sitompul
        Sekretaris                     : Gita Heptian Damayanti
        Bendahara Umum                 : Margaretha Sylvilani Tenggarahardja
        Bendahara                      : Catharina Agussetiati Chusnadi
        Ketua                          : Popong Kurniasih

        Kegiatan Usaha

        Maksud dan tujuan YKBI ialah melakukan usaha-usaha di bidang kemanusiaan, antara lain
        memberikan pelayanan kedokteran dan perwatan Kesehatan sebaik mungkin kepada semua
        lapisan Masyarakat yang memerlukan, baik di Bandung khususnya di Jawa Barat/Indonesia
        umumnya, sebagai penunjang Rencana Pembangunan di Indonesia.

     c. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (“Perseroan”)

        Riwayat Singkat

        PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan nama PT Famon Global Raya
        berdasarkan Akta Notaris No. 74 tanggal 12 Maret 1997 dari Irawan Soerodjo, S.H., Notaris
        di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman
        (sekarang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia) Republik Indonesia melalui surat keputusan
        No. C2-336 HT.01.01.Th.98 tanggal 22 Januari 1998 dan telah diumumkan dalam Berita
        Negara Republik Indonesia No. 47 tanggal 13 Juni 2003, Tambahan No. 4628

        Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan
        Akta Notaris No. 26 tanggal 30 Juni 2022 dari Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, S.H., M.H., M.Kn.,
        Notaris di Jakarta, sehubungan dengan peningkatan modal dasar, perubahan nilai nominal
        saham, penerbitan saham baru, perubahan ketentuan Anggaran Dasar dan perubahan status
        Perseroan. Akta perubahan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0033524
        tanggal 15 Juli 2022.

        Sesuai Pasal 3 (tiga) Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah
        dalam pelayanan rumah sakit swasta, perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
        Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1998. Kegiatan usaha
        Perseroan pada saat ini adalah menjalankan usaha secara tidak langsung melalui entitas
        anaknya di bidang pelayanan kesehatan melalui beberapa rumah sakit di beberapa kota
        besar di Indonesia.



Halaman 19                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 21
        Pada tanggal 28 Oktober 2022, Perseroan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektif
        Pernyataan Pendaftaran No. S-215/D.04/2022 atas Penawaran Umum Perdana Saham dari
        Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum atas 302.222.300 saham
        Perusahaan kepada masyarakat. Perseroan efektif mencatatkan penawaran umum perdana
        saham pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 November 2022

        Perseroan berkedudukan di Jl. Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok N/21, Sumur Batu,
        Kemayoran, Jakarta Pusat. Entitas induk sekaligus entitas induk utama Perseroan adalah PT
        Famon Obor Maju.

        Susunan Pemegang Saham

        Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 31
        Desember 2024 adalah sebagai berikut:

        Tabel 3 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                Pemegang Saham                    Jumlah Lembar Saham     Persentase
             PT Famon Obor Maju                                           6.487.215.267       46,47%
             Archipelago Investment Pte. Ltd                              3.789.358.400       27,15%
             PT Awal Bros Citra Batam                                     2.420.632.176       17,34%
             Yos Effendi Susanto                                            111.556.600        0,80%
             Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)                        1.150.659.857        8,24%
             Total                                                      13.959.422.300       100,00%
       Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan Per 31 Desember 2024

      Susunan Pengurus dan Pengawas Perseroan

      Susunan Dewan Komisaris dan Direksi per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

      Dewan Komisaris
      Komisaris Utama        : Prof. Yos Effendi Susanto, MA. MPH., Phd
      Komisaris Independen : Setya Handojo Singgih

      Direksi
      Direktur Utama               : Ir. Arfan Awaloeddin, MARS
      Presiden                     : Leona Agustine Karnali
      Direktur                     : Yoshen Danun, MBA

      Kegiatan Usaha

      Berdasarkan Akta No/ 26 tanggal 30 Juni 2022, maksud dan tujuan Perseroan ialah bergerak
      dalam bidang aktivitas rumah sakit swasta, aktivitas Perusahaan holding dan aktovitas
      konsultasi manajemen lainnya.

      Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
      sebagai berikut :




Halaman 20                                                  00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 22
         •   Aktivitas rumah sakit swasta (86103)
             Kelompok ini mencakup kegiatan perawatan kesehatan dan pengobatan fisik, baik untuk
             perawatan jalan maupun rawat inap (opname), yang dilakukan rumah sakit umum swasta,
             rumah bersalin swasta, rumah sakit khusus swasta.
         •   Aktivitas Perusahaan holding (64200)
             Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies) yaitu
             Perusahaan yang menguasai asset dari sekelompok Perusahaan subsidiary dan kegiatan
             utamanya adalah kepemilikan kelompok terserbut “Holding Companies” tidak terlibat
             dalam kegiatan usaha Perusahaan subsidiarinya, Kegiatannya mencakup jasa yang
             diberikan penasihat (counsellors) dan perunding (negotiators) dalam merancang merger
             dan akuisisi perusahaan dan;
         •   Aktivitas konsultasi manajemen lainnya (70209)
             Kelompok ini mencakup ketentuan bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha
             dan permasalahan organisasi dan manajemen lainnya, seperti perencanaan strategi dan
             organisasi; keputusan berkaitan dengan keuangan; tujuan dan kebijakan pemasaran;
             perencanaan, praktik dan kebijakan sumber daya manusia; perencanaan penjadwalan
             dan pengontrolan produksi. Penyediaan jasa usaha ini dapat mencakup bantuan nasihat,
             bimbingan dan operasional berbagai fungsi manajemen, konsultasi manajemen olah
             agronomist dan agricultural economis pada bidang pertanian dan sejenisnya, rancangan
             dari metode dan prosedur akuntansi, program akuntasi biaya, prosedur pengawasan
             anggaran belanja, pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan
             Masyarakat dalam perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi
             manajemen dan lain-lain. Termasuk jasa pelayanan studi investasi infrastruktur.
         •   Selain daripada kegiatan usaha utaman diatas, Perseroan juga dapat melakukan kegiatan
             usaha penunjang sebagai berikut :

              a. Membentuk dan/atau mendirikan anak perusahaan;
              b. Melakukan kegiatan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung di
                 perusahaan terbuka maupun tertutup dengan maksud melakukan pengendalian
                 maupun tidak melakukan pengendalian terhadap perusahaan dimaksud;


2.4.   Nilai Rencana Transaksi

       Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Kerjasama pengelolaan rumah
       sakit Rajawali Bandung antara FMR dan YKBI sebagai pihak terafiliasi dengan Perseroan, jangka
       waktu perjanjian adalah selama 60 (enam puluh) tahun dan YKBI berhak menerima pembayaran
       sejumlah Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta Rupiah) setiap tahun.




Halaman 21                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 23
2.5.   Hubungan Pihak-Pihak yang bertransaksi

       a. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepemilikan Saham




                                                                *




       *Dimiliki secara tidak langsung melalui PT Fortuna Anugerah Sehati


       Berdasarkan struktur kepemilikan di atas bahwa FMR dan YKBI bukan merupakan perusahaan
       afiliasi Perseroan dari segi kepemilikan saham.
       b. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepengurusan
         No                                Nama                                   Perseroan              FMR                 YKBI
                    Prof. Yos Effendi Susanto, MA.
           1                                                                Komisaris Utama        -                 -
                    MPH. Phd
           2        Setya Handojo Singgih                                   Komisaris Independen   -                 -
           3        Ir. Arfan Awaloeddin, MARS                              Direktur Utama         -                 -
           4        Leona Agustine Karnali                                  Direktur               Komisaris         Anggota Pembina
           5        Jason Yoshen Danun, MBA                                 Direktur               Direktur Utama    -
           6        Dr. Susan Melinda                                       -                      Komisaris Utama   -
           7        Shen Michelle Dawn                                      -                      Komisaris         -
           8        Dr. Aryadi Senggono                                     -                      Direktur          -
           9        Paul Medal Shen                                         -                      -                 Anggota Pembina
         10         Monica Christiana Hambali                               -                      -                 Anggota Pembina
         11         Gunadi Sukma Bhinekas                                   -                      -                 Ketua
         12         Mohamad Sofian                                          -                      -                 Wakil Ketua
         13         Mohammad Hafiz Achsan                                   -                      -                 Wakil Ketua

         14         Yoseph Bambang Pamungkas                                -                      -                 Wakil Ketua

         15         Hotmian Sitompul                                        -                      -                 Sekertaris Umum
         16         Gita Heptian Damayanti                                  -                      -                 Sekertaris
                    Margaretha Sylvilani
         17                                                                 -                      -                 Bendahara
                    Tenggahardja
         18         Catharina Agussetiati Chusnadi                          -                      -                 Bendahara
         19         Popong Kurniasih                                        -                      -                 Dewan Pengawas
       Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, FMR dan YKBI diolah

       Berdasarkan tabel tersebut di atas bahwa terdapat pengurus perusahaan yang sama antara
       Perseroan, FMR dan YKBI.




Halaman 22                                                                                   00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 24
2.6.   Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi.

       Berdasarkan Draft Perjanjian tanggal 24 Juni 2025 Kerjasama Pengelolaan Rumah Sakit Rajawali
       Bandung antara PT Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”) dan Yayasan Kemanusiaan Bandung
       Indonesia (“YKBI”).

       RUANG LINGKUP PERJANJIAN

       1. YKBI dan FMR (“para pihak”) sepakat untuk bekerja sama dalam hal pengelolaan operasional
          Rumah Sakit Rajawali Bandung, dimana secara hukum atau pemegang ijin penyelenggara
          rumah sakit adalah YKBI.
       2. Pengelolaan oleh FMR mencakup seluruh kegiatan operasional rumah sakit, termasuk tetapi
          tidak terbatas pada manajemen rumah sakit, perubahan/pengembangan bangunan,
          operasional harian, utang – piutang, aset, persediaan (termasuk farmasi), alat medis, hingga
          seluruh dokuman operasional seperti sumber daya manusia (SDM), kontrak, data pasien,
          Standar Prosedur Operasional (SPO), perizinan, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), asuransi dan
          laporan. FMR juga memiliki hak ekslusif dalam pemanfaatan prasarana, sarana, bangunan
          rumah sakit, dan Wisma Rajawali serta bertanggung jawab atas pengurusan manajemen di
          berbagai aspek (mutu, medis, keperawatan, perencanaan, pengembangan bisnis, teknis
          pembangunan, keuangan, pajak, hukum, SDM dan IT), termasuk hak untuk mengubah atau
          menambah bangunan;YKBI memberikan hak kepada FMR untuk terlibat dalam pengelolaan
          selama masa transisi (sejak tanggal 19 Agustus 2023) sebelum Tanggal Efektif.


       JANGKA WAKTU DAN BIAYA KERJA SAMA

       1. Perjanjian disepakati berlaku untuk jangka waktu selama 60 (enam puluh) tahun, terhitung
          sejak setelah Tanggal Efektif, yang dibuktikan dengan ditandatanganinya suatu Berita Acara
          Serah Terima (BAST) oleh Para Pihak.
       2. Para Pihak dapat melakukan perpanjangan jangka waktu perjanjian dengan pemberitahuan
          terlebih dahulu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum perjanjian berakhir. Dalam hal
          jangka waktu perjanjian diperpanjang, Para Pihak wajib menandatangani suatu addendum
          sehubungan dengan perpanjangan jangka waktu perjanjian tersebut .
       3. Sehubungan dengan Kerjasama berdasarkan Perjanjian, YKBI berhak menerima pembayaran
          sejumlah Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta Rupiah) dari FMR setiap tahun.
       4. Jumlah uang pembayaran sebagaimana dimaksudkan dapat dibayarkan dengan cara
          dikompensasikan secara penuh atau sebagian atas jumlah tagihan yang menjadi kewajiban
          YKBI dan telah dibayarkan terlebih dahulu oleh FMR dan/atau afiliasinya dengan mekanisme
          dana talangan.
       5. Pembayaran biaya wajib dibayarkan oleh FMR kepada YKBI selambat-lambatnya 30 (tiga
          puluh hari) sejak tahun buku berakhir melalui rekening.




Halaman 23                                                 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 25
     PENGELOLAAN RS RAJAWALI BANDUNG

     Para Pihak setuju bahwa pelaksanaan Pengelolaan RS Rajawali Bandung akan dilakukan dengan
     ketentuan sebagai berikut :

     Nama Rumah Sakit
     1. Para Pihak sepakat bahwa nama rumah sakit yang digunakan saat ini adalah “RS Rajawali
        Primaya” dan/atau “Primaya Rajawali Hospital”.
     2. Sehubungan dengan perubahan nama akan dilakukan pengurusan perubahan Surat Izin
        Operasional, yang akan dilakukan oleh FMR dibantu oleh YKBI dan dengan biaya ditanggung
        FMR sepenuhnya.

     Izin Rumah Sakit
     Selama masa perjanjian, seluruh perizinan operasional rumah sakit termasuk izin operasional,
     layanan, tenaga medis dan kesehatan, serta peralatan akan diterbitkan atas nama YKBI. Namun,
     apabila FMR dapat mengalihkan izin operasional rumah sakit dari YKBI kepada FMR selama
     perjanjian berlangsung YKBI wajib menyetujui pengalihan tersebut dan melakukan langkah-
     langkah yang diperlukan untuk mengubah seluruh perizinan atas nama FMR;

     Utang Piutang
     Sejak Tanggal Efektif, utang YKBI kepada pihak manapun serta tanggung jawab atas dana
     pensiun dan pesangon hingga tanggal dimulainya Masa Transisi tetap menjadi tanggung jawab
     YKBI. Namun, utang operasional rumah sakit atas nama YKBI yang timbul sejak tanggal
     dimulainya Masa Transisi akan ditanggung dan menjadi kewajiban FMR. Seluruh biaya
     pengelolaan rumah sakit yang telah dikeluarkan FMR sejak tanggal dimulainya Masa Transisi
     hingga Tanggal Efektif menjadi beban dan tanggung jawab FMR. Sementara itu, piutang YKBI
     atas operasional rumah sakit yang sudah ada sebelum dan sampai Tanggal Efektif serta selama
     Perjanjian berlangsung menjadi hak FMR.

     Pengelolaan Pendapatan dan Pengeluaran Rumah Sakit
     Para Pihak sepakat selama perjanjian berlangsung, YKBI memberi hak sepenuhnya kepada FMR
     untuk memungut, menerima dan mengelola seluruh pendapatan atas operasional Rumah Sakit
     Rajawali Bandung, dan karenanya seluruh pembayaran atas pelayanan Rumah Sakit wajib
     dibayarkan melalui rekening FMR dan/atau rekening bersama antara FMR dan YKBI, dengan
     memperhatikan peraturan perundangundangan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.

     Persediaan Farmasi, Peralatan Kesehatan (“Alkes”) dan Non-Kesehatan (“Non Alkes”)
     Sejak Tanggal Efektif, persediaan farmasi yang tersisa menjadi hak FMR, sementara itu, Alkes dan
     Non-Alkes yang telah ada di rumah sakit sebelum tanggal dimulainya Masa Transisi merupakan
     milik YKBI dan dapat digunakan FMR untuk kegiatan operasional rumah sakit, sedangkan Alkes
     dan Non-Alkes yang berada di rumah sakit sejak tanggal dimulainya Masa Transisi merupakan
     milik FMR. Dalam hal perjanjian berakhir, FMR berhak menarik seluruh alkes dan non alkes milik
     FMR dari rumah sakit.

     Sumber Daya Manusia
     FMR bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya SDM, menentukan struktur organisasi dan
     jumlah SDM dengan serta memiliki hak mutlak dalam menentukan SDM yang dipekerjakan dan
     menegosiasikan ulang kerja sama dengan tenaga medis, sedangkan tenaga medis dan tenaga
     kesehatan memiliki hubungan hukum langsung dengan YKBI, dan tenaga pendukung/penunjang




Halaman 24                                               00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 26
     kesehatan akan dialihkan kepada FMR. FMR berwenang penuh untuk melanjutkan atau
     mengakhiri masa kerja SDM.

     Perjanjian dengan Pihak Ketiga
     FMR memiliki kontrol penuh atas seluruh kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk menyewakan
     sebagian area rumah sakit. YKBI wajib menandatangani semua perjanjian yang dibutuhkan FMR
     untuk kegiatan operasional Rumah Sakit. Apabila FMR mengakhiri perjanjian dengan pihak ketiga
     dan menimbulkan biaya atau denda, YKBI akan menanggung sepenuhnya biaya/denda tersebut.

     Standar Prosedur Operasional (“SPO”) dan Kebijakan Medis
     FMR berhak menentukan dan mengatur standar operasional prosedur dan kebijakan medis
     lainnya sehubungan dengan kegiatan operasional RS Rajawali Bandung.

     Sewa Atas Tanah
     YKBI bertanggung jawab untuk memastikan perjanjian sewa tanah dengan Pemerintah Kota
     Bandung tetap berlaku dan menyerahkan salinannya kepada FMR paling lambat 3 (tiga) bulan
     sebelum masa sewa berakhir. Jika perjanjian sewa berakhir karena kesalahan YKBI sehingga
     operasional terganggu, YKBI wajib membayar ganti rugi kepada FMR.

     Pembangunan/Renovasi dan Pengembangan Layanan Rumah Sakit
     FMR memiliki kewenangan penuh untuk merencanakan dan melaksanakan pengembangan serta
     konstruksi bangunan rumah sakit, termasuk pengembangan layanan. FMR dan YKBI akan bekerja
     sama dalam mengurus perizinan yang diperlukan.. Seluruh biaya pengadaan Alkes dan Non
     Alkes serta renovasi selama perjanjian berlangsung menjadi tanggung jawab FMR, dan semua
     Alat Kesehatan yang ditempatkan di rumah sakit sejak tanggal efektif adalah milik FMR.

     Pendanaan Kegiatan Operasional Rumah Sakit
     Dalam melakukan kegiatan operasional rumah sakit dan diperlukan kebutuhan pendanaan
     tambahan, FMR dapat melakukan permintaan pinjaman kepada bank atau lembaga-lembaga
     pembiayaan lainnya dengan menjaminkan bangunan rumah sakit, benda-benda yang
     merupakan alat kesehatan dan non-kesehatan termasuk aset lain milik YKBI sebagai jaminan
     dengan persetujuan YKBI terlebih dahulu.

     KEJADIAN WANPRESTASI, PERBAIKAN DAN GANTI RUGI

     1. Kejadian Wanprestasi

        Wanprestasi merupakan kejadian pelanggaran, penundaan pelaksanaan, penghentian bisnis,
        ketidakmampuan membayar, atau pembubaran/kepailitan. Pihak yang wanprestasi wajib
        memberitahukan status dan Solusi perbaikan dalam 30 (tiga puluh) hari.

     2. Perbaikan

        Pihak yang wanprestasi akan memutuskan persetujuan solusi dalam 14 (empat belas) hari.
        Jika disetujui, perbaikan harus dilakukan maksimal dalam 30 (tiga puluh) hari. Apabila
        perbaikan tidak terjadi, dapat diberikan hingga 3 (tiga) kali peringatan tertulis, dan jika masih
        gagal, perjanjian dapat langsung diakhiri. Perjanjian juga dapat langsung berakhir jika solusi
        perbaikan ditolak.




Halaman 25                                                 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 27
       3. Penggantian Kerugian

           FMR bertanggung jawab atas ganti rugi terkait kasus medicolegal. Sementara itu, YKBI wajib
           mengganti rugi terhadap FMR atas biaya pembangunan/renovasi dan pengelolaan jika
           kegagalan memperoleh hak sewa tanah oleh kesalahan YKBI menyebabkan operasional
           terhenti, serta bertanggung jawab atas semua kerugian FMR yang timbul akibat pelanggaran
           pernyataan dan jaminan YKBI. Kewajiban ganti rugi ini bersifat mandiri dari kewajiban
           lainnya.

       PENGAKHIRAN PERJANJIAN
       Perjanjian dapat berakhir sebelum waktunya jika FMR dibubarkan, perjanjian diakhiri
       berdasarkan kondisi yang diatur sebelumnya, lahan sewa tidak diperpanjang tanpa ada
       pengganti, atau Pemerintah Kota Bandung memberikan hak pengelolaan lahan kepada FMR;
       namun, pengakhiran ini tidak menghapuskan kewajiban atau utang yang telah ada.

2.7.   Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

       Manfaat Rencana Transaksi

       •   Bagi Perseroan, melalui FMR group dari Perseroan memperoleh hak eksklusif mengelola RS
           Rajawali Bandung selama 60 tahun, memperkuat posisi jaringan Rumah Sakit group Primaya
           di wilayah Bandung dan Jawa Barat.
       •   Rencana Transaksi akan meningkatkan potensi pendapatan Perseroan, dengan pengelolaan
           penuh atas operasional, pendapatan RS Rajawali akan langsung dikonsolidasikan ke
           Perseroan, memberikan potensi peningkatan kinerja keuangan.
       •   Branding dan peningkatan nilai aset tidak langsung, dimana perubahan nama RS Rajawali
           Bandung menjadi 'Primaya Hospital Rajawali' memperluas eksposur brand Primaya dan
           menciptakan nilai sinergi merek.
       •   Perseroan akan memperoleh kewenangan penuh atas operasional, SDM, keuangan,
           peralatan, SPO, dan pengembangan RS, sehingga dapat menerapkan standar mutu Primaya
           secara menyeluruh.
       •   Perseroan melalui FMR memiliki hak untuk menyewakan area RS kepada pihak ketiga untuk
           layanan penunjang (kantin, apotek, ritel), meningkatkan pendapatan non-core.
       •   Utang historis YKBI sebelum tanggal efektif perjanjian bukan menjadi tanggungan Perseroan,
           kecuali sebagaimana telah dinegosiasikan dalam perjanjian pengalihan tertentu.

       Analisis Risiko Rencana Transaksi

       •   Izin tetap atas nama YKBI dan lahan yang digunakan untuk RS disewa dari Pemerintah Kota
           Bandung. Karena lahan yang digunakan adalah sewa, sehingga ada kemungkinan risiko
           sewa tidak diperpanjang oleh pemilik lahan.
       •   Seluruh izin operasional rumah sakit tetap atas nama YKBI. Hal ini menimbulkan
           ketergantungan hukum yang dapat menjadi kendala apabila terjadi konflik kepentingan atau
           YKBI wanprestasi.
       •   Meskipun Perseroan mengelola operasional, hak legal atas rumah sakit tetap pada YKBI,
           termasuk perizinan dan hubungan hukum dengan beberapa SDM dan pihak ketiga.
       •   Perseroan akan menanggung penuh seluruh risiko operasional, termasuk risiko hukum atas
           tindakan medis (medicolegal), tanpa kepemilikan formal atas fasilitas.




Halaman 26                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 28
      •   Investasi modal dalam renovasi, peralatan, dan pengembangan dilakukan oleh Perseroan
          atas aset yang bukan miliknya secara hukum. Hal ini dapat menimbulkan potensi asset at
          risk jika perjanjian diakhiri sepihak atau terjadi force majeure.
      •   Terdapat beban investasi awal termasuk dana talangan, operasional, pengadaan alat, dan
          SDM, yang perlu dikompensasikan melalui kinerja keuangan rumah sakit yang positif.
      •   Perubahan pengelolaan dapat menimbulkan resistensi dari SDM lama yang direkrut oleh
          YKBI, hal tersebut akan berpotensi menimbulkan konflik transisional.
      •   Apabila kinerja rumah sakit tidak sesuai dengan proyeksi keuangan, FMR akan menanggung
          kerugian dan akan terkonsolidasi pada laporan keuangan Perseroan.




Halaman 27                                             00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 29
                                               BAB IIII
                                ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF

3.1.   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

       1. Analisis Industri Dan Lingkungan

       a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia & Pertumbuhan Ekonomi

          Pertumbuhan Ekonomi Global
          Ketidakpastian pasar keuangan global semakin meningkat disertai dengan risiko perlambatan
          pertumbuhan ekonomi dunia. Rencana kebijakan perdagangan di Amerika Serikat (AS)
          melalui kenaikan tarif impor, komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah
          menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi perdagangan dunia. Perkembangan ini yang
          disertai dengan eskalasi ketegangan geopolitik di banyak negara mengakibatkan
          pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1% dari sebesar 3,2%
          pada 2024.

          Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh permintaan
          domestik. Investasi diprakirakan tumbuh positif pada triwulan IV 2024 ditopang oleh
          penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan investasi swasta didukung insentif
          dari Pemerintah. Konsumsi rumah tangga diprakirakan tetap tumbuh didorong oleh keyakinan
          konsumen yang terjaga serta dampak positif pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah.
          Konsumsi Pemerintah lebih tinggi seiring dengan kenaikan aktivitas belanja Pemerintah pada
          akhir tahun. Sementara itu, ekspor nonmigas diprakirakan melambat dipengaruhi ekonomi
          global yang belum kuat. Secara sektoral, pertumbuhan juga ditopang terutama oleh Sektor
          Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara keseluruhan
          tahun, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan
          meningkat menjadi 4,8–5,6% pada 2025.

          Tabel 4 Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran




          Sumber : Bank Indonesia, 2024




Halaman 28                                                 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 30
        Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
        Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia akan terus tumbuh sebesar
        5,07% pada tahun 2025. IMF memprakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2024
        sampai dengan 2029 adalah 5,05% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
        pada tahun 2025, 2027 dan 2028 dimana dicatatkan dengan prakiraan inflasi sebesar
        5,07%.

        Inflasi
        Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2024 tetap terjaga sebesar 1,55%
        (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
        sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan
        ekspektasi inflasi. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat deflasi 0,32% (yoy)
        didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya
        sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP, dan pengaruh base effect harga
        pangan. Secara spasial, inflasi IHK di sebagian besar daerah juga terkendali dalam kisaran
        sasaran inflasi nasional.
        Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
        diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
        perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
        inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank
        Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali
        didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah.
        Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga
        inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung
        upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.

        Grafik 1 Perkembangan Inflasi




        Sumber: Bank Indonesia, 2024


        Proyeksi Inflasi
        Berdasarkan peoyeksi Inflasi harga kustomer rata-rata Indonesia yang dipublikasikan oleh
        International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2024
        sampai dengan 2029 adalah 2,49% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
        pada tahun 2025 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,54% dimana dicatatkan, sedangkan
        prakiraan inflasi pada tahun 2029 adalah sebesar 2,52%.




Halaman 29                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 31
        Nilai Tukar Rupiah
        Nilai tukar Rupiah pada Desember 2024 (hingga 17 Desember 2024) melemah sebesar
        1,37% (ptp) dari bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh
        makin tingginya ketidakpastian global terutama terkait dengan arah kebijakan AS, ruang
        penurunan FFR yang lebih rendah, penguatan mata uang dolar AS secara luas, dan risiko
        geopolitik yang mengakibatkan berlanjutnya preferensi investor global untuk memindahkan
        alokasi portofolionya kembali ke AS.

        Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga
        stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
        pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

        Grafik 2 Perubahan Nilai Tukar Indonesia dan Negara Kawasan (% ytd)




        Sumber : Bank Indonesia, 2024

        Tingkat Suku Bunga
        Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,13% pada 17 Desember
        2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 13 Desember 2024 tercatat
        meningkat menjadi masing-masing pada level 7,14%, 7,17%, dan 7,24%, dan menarik untuk
        mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun, per 17
        Desember 2024, masing-masing meningkat menjadi 6,87% dan 7,04% sejalan dengan
        tingginya yield UST tenor 10 tahun.

        Sementara itu, likuiditas perbankan memadai sejalan dengan implementasi bauran kebijakan
        Bank Indonesia, termasuk KLM. Likuiditas yang memadai serta efisiensi perbankan dalam
        pembentukan harga yang makin baik dengan transparansi SBDK, berdampak positif pada
        suku bunga perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
        kredit pada November 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,71%, dan 9,22%, relatif stabil
        dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.



Halaman 30                                             00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 32
        Grafik 3 Suku Bunga Perbankan (%)




        Sumber: Bank Indonesia, 2024

        Pertumbuhan kredit/pembiayaan pada November 2024 tetap kuat, mencapai 10,79%
        (yoy). Dari sisi penawaran, kuatnya pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya minat
        penyaluran kredit perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan,
        besarnya dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta dampak positif KLM Bank
        Indonesia yang disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, yaitu sektor Hilirisasi Minerba dan
        Pangan, Otomotif, Perdagangan dan Listrik, Gas dan Air (LGA), Pariwisata dan Ekonomi
        Kreatif, serta UMKM dan hijau. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja
        usaha korporasi yang terjaga, termasuk pada korporasi yang berorientasi ekspor.

        Sementara itu, berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit
        investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,92% (yoy), 13,77% (yoy), dan
        10,94% (yoy) pada November 2024. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 11,24% (yoy),
        sementara kredit UMKM tumbuh 4,02% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan
        kredit pada 2024 diprakirakan tetap berada pada kisaran 10–12% dan akan meningkat pada
        2025 pada kisaran 11–13%. Bank Indonesia terus mendorong peningkatan pertumbuhan
        kredit, termasuk dengan memperkuat strategi KLM mulai Januari 2025 yang akan diarahkan
        untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan yang dapat mendukung pertumbuhan dan
        penciptaan lapangan kerja.


        Grafik 4 Pertumbuhan Kredit/Pembiayaan




        Sumber: Bank Indonesia, 2024




Halaman 31                                               00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 33
     b. Tinjauan Industri Rumah Sakit di Indonesia

        Perkembangan Industri Rumah Sakit di Indonesia
        Sebagai upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat selain dilakukan upaya
        promotif dan preventif, diperlukan juga upaya kuratif dan rehabilitatif. Selain menyediakan
        upaya kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif, rumah sakit yang juga berfungsi
        sebagai penyedia pelayanan kesehatan rujukan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik
        Indonesia Nomor 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan, rumah
        sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan
        perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan
        gawat darurat. Rumah sakit diklasifikasikan atau di kelompokkan kelasnya berdasarkan
        kemampuan pelayanan, fasilitas kesehatan, sarana penunjang, dan sumber data manusia.

        Jenis Rumah Sakit

        Rumah sakit yang teregistrasi di Kementerian Kesehatan diselenggarakan oleh berbagai
        instansi atau lembaga, antara lain pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/POLRI, BUMN,
        dan swasta. Berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan, rumah sakit dikategorikan dalam
        Rumah Sakit Umum (RSU) dan Rumah Sakit Khusus (RSK).

        Selama tahun 2019-2023 jumlah rumah sakit di Indonesia mengalami peningkatan sebesar
        9,7%. Pada tahun 2019 jumlah rumah sakit sebanyak 2.877 meningkat menjadi 3.155 pada
        tahun 2023. Jumlah rumah sakit di Indonesia sampai dengan tahun 2023 terdiri dari 2.636
        RSU dan 519 RSK.
        Grafik 5
        Grafik 6 Perkembangan Jumlah Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus di Indonesia
                 Tahun 2019 - 2023




        Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024

        Pada tahun 2023, Rumah Sakit Umum (RSU) yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat
        sebanyak 242 (9,2%), pemerintah daerah sebanyak 849 (32,2%), dan swasta 1.545 (58,6%).




Halaman 32                                              00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 34
        Tabel 5 Perkembangan Jumlah Rumah Sakit Umum Berdasarkan Penyelenggaraan di
                Indonesia Tahun 2019 - 2023




        Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024

        Tipe Rumah Sakit

        Rumah sakit dikelompokkan berdasarkan kemampuan pelayanan, fasilitas kesehatan, sarana
        penunjang, dan sumber daya manusia menjadi Kelas A, Kelas B, Kelas C, dan Kelas D. Jumlah
        rumah sakit (RS) di Indonesia menurut kelas terbanyak yaitu tipe C sebesar 1.683 (53%) RS,
        kemudian kelas D dan D Pratama sebesar 946 (30%) RS , kelas B sebesar 437 (14%) RS, dan
        kelas A sebesar 70 (2,0%) RS, sedangkan selebihnya merupakan RS yang belum ditetapkan
        kelasnya sebesar 19 (1,0%) RS.

        Grafik 7   Jumlah Rumah Sakit Menurut Kelas Tahun 2023




        Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024




Halaman 33                                              00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 35
        Rasio Tempat Tidur Rumah Sakit

        Dalam standar World Health Organization (WHO), standar terpenuhi atau tidaknya kebutuhan
        masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rujukan dan perorangan di suatu wilayah dapat
        dilihat dari rasio tempat tidur terhadap 1.000 penduduk. Standar WHO adalah 1 tempat tidur
        untuk 1.000 penduduk. Rasio tempat tidur di rumah sakit di Indonesia sejak tahun 2019
        hingga 2023 yaitu lebih dari 1 per 1.000 penduduk. Untuk tahun 2023, rasio tempat tidur
        rumah sakit di Indonesia adalah 1,38 per 1.000 penduduk. Sehingga, jumlah tempat tidur di
        Indonesia sudah tercukupi menurut standar WHO.

        Grafik 8 Rasio Jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit Per 1.000 Penduduk di Indonesia Tahun
                 2019 - 2023




        Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024

        Rasio tempat tidur menurut provinsi tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (2,7 per 1.000
        penduduk) dan terdapat dua provinsi yang masih berada dibawah standar WHO yaitu Provinsi
        Papua Tengah (0,7 per 1.000 penduduk) dan Papua Pegunungan (0,4 per 1.000 penduduk).




Halaman 34                                              00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 36
        Grafik 9 Rasio Tempat Tidur Rumah Sakit Per 1.000 Penduduk di Indonesia Menurut Provinsi
                 Tahun 2023




        Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024

        Akreditasi Rumah Sakit

        Dalam RPJMN 2020-2024, salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah pemerataan
        pelayanan kesehatan melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, baik pada
        fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas kesehatan tingkat lanjut Indikator sasaran
        strategis yang ingin dicapai adalah 100% RS terakreditasi pada tahun 2024.

        Berdasarkan Permenkes Nomor 13 Tahun 2022 peningkatan kualitas dan daya saing
        pelayanan rujukan dilakukan melalui akreditasi rumah sakit dan pengembangan sistem
        jejaring rujukan serta kemitraan. Persentase RS terakreditasi tertinggi adalah Provinsi D.I.
        Yogyakarta sebesar 98,8% dan terendah di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 68,8%.




Halaman 35                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 37
        Grafik 10 Persentase Rumah Sakit Terakreditasi di Indonesia Menurut Provinsi Tahun 2023




        Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024

        Rekam Medis Elektronik (RME) Rumah Sakit

        Penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat yang baik dibutuhkan beberapa syarat.
        Salah satu syarat yang dimaksud adalah tersedianya data yang lengkap, tidak hanya tentang
        keadaan kesehatan pasien yang menjadi tanggung jawab dokter tetapi juga tentang keadaan
        lingkungan fisik serta lingkungan non fisik masing-masing. Semua data tersebut perlu dicatat
        serta disimpan sebaik-baiknya, sehingga apabila diperlukan ke depan dapat dengan mudah
        diambil kembali. Berkas atau catatan yang berisikan data yang dimaksud di atas dalam
        praktek kedokteran dikenal dengan nama Rekam Medis (Medical Record). Peranan rekam
        medis dalam pelayanan kesehatan sangat penting karena macam dan jenis data pada
        pelayanan kesehatan relatif lebih banyak dan kompleks.



Halaman 36                                               00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 38
        Di era digital ini, semua serba efisien dengan penggunaan teknologi informasi. Salah satu
        penggunaan teknologi informasi (TI) di bidang rekam medis adalah pemanfaatan RME. RME
        merupakan sistem informasi kesehatan terkomputerisasi yang berisi data sosial dan data
        medis pasien, serta dapat dilengkapi dengan sistem pendukung keputusan. RME dapat
        membantu manajemen pelayanan kesehatan pasien dengan lebih baik. Pengguna merupakan
        aspek penting untuk mewujudkan RME yang ideal. Dengan memahami persepsi pengguna
        mengenai RME dapat ditemukan rekomendasi yang tepat untuk memaksimalkan adopsi RME
        dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pasien. Penyelenggaraan rekam medis secara
        elektronik sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan manajemen
        kinerja fasilitas pelayanan kesehatan dan untuk mempermudah sistem pelaporan yang
        dilakukan oleh seluruh pemberi pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

        Secara administratif, RME bermanfaat sebagai gudang penyimpanan informasi secara
        elektronik mengenai status kesehatan dan layanan kesehatan yang diperoleh pasien
        sepanjang hidupnya. Selain itu, penggunaan RME memberikan manfaat kepada dokter dan
        petugas kesehatan dalam mengakses informasi pasien yang pada akhirnya membantu dalam
        pengambilan keputusan klinis. Pencatatan rekam medis adalah wajib bagi dokter dan dokter
        gigi yang melakukan tindakan medis kepada pasien, sesuai dengan aturan sehingga tidak
        ada alasan bagi dokter untuk tidak membuat rekam medis tersebut. RME merupakan solusi
        bagi rumah sakit untuk mengatasi berbagai masalah yang sering terjadi di rumah sakit seperti
        tempat penyimpanan yang besar, hilangnya rekam medis, pengeluaran data yang
        dibutuhkan, dan lain-lain.
        Saat ini diperlukan pertukaran informasi yang sangat cepat dan akurat untuk mendukung
        pelayanan menjadi lebih efisien dan bermutu. RME di Rumah Sakit harus dilaksanakan dan
        menjadi salah satu kunci keberhasilan pelayanan kesehatan Keadaan geografis Indonesia,
        keterbatasan SDM tenaga kesehatan, keterbatasan sarana dan prasarana serta mobilitas
        penduduk membutuhkan pelayanan kesehatan yang dapat dilaksanakan dimana saja dengan
        disertai pertukaran informasi kesehatan yang akurat.

        Dengan memahami persepsi pengguna mengenai RME dapat ditemukan rekomendasi yang
        tepat untuk memaksimalkan adopsi RME dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan
        pasien. Implementasi RME tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 tahun
        2022 pasal 45 yang menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus
        menyelenggarakan RME sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini paling lambat
        pada tanggal 31 Desember 2023.

        Pada tahun 2023, terdapat 768 rumah sakit telah melaksanakan RME di enam pelayanan
        (Pendaftaran, Rawat Inap, Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat, Unit Penunjang, Farmasi).
        Terdapat delapan provinsi yang belum RME yaitu NTT, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara,
        Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

        Dari 3.138 rumah sakit yang dilakukan survey, terdapat 768 (24,5%) rumah sakit yang telah
        melaksanakan RME sepenuhnya, 1.225 (39%) rumah sakit melaksanakan sebagian RME yaitu
        RME digunakan minimal pada tiga pelayanan dari total enam pelayanan, dan 1.145 (36,5%)
        rumah sakit belum melaksanakan RME.




Halaman 37                                               00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 39
        Grafik 11 Persentase Rumah Sakit Yang Melaksanakan RME di Enam Layanan di Indonesia
                  Tahun 2023




        Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024

        Grafik 12 Jumlah Rumah Sakit Yang Melaksanakan RME Sepenuhnya di Enam Layanan di
                  Indonesia Tahun 2023




        Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024




Halaman 38                                            00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 40
    2. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan

        Analisis Operasional

        Segmen Rumah Sakit

        Hingga akhir tahun 2024, Perseroan telah mengelola 16 rumah sakit yang tergabung di Grup
        Primaya Hospital yang tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan berkeyakinan bahwa masih
        terdapat berbagai peluang di sektor Kesehatan di Indonesia seiring berkembangnya
        pelayanan Kesehatan di Indonesia. Adapun pertumbuhan pelayanan Kesehatan di Indonesia
        erat kaitannya dengan peningkatan populasi penduduk umur produktif, peningkatan
        pendapatan, penduduk kelas menengah, peningkatan konsumsi Kesehatan masyarakat,
        hingga adanya penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merata
        dan menyeluruh bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, rumah sakit menjadi
        salah satu bisnis utama yang mendukung operasional bisnis Perseroan.

        Sepanjang tahun 2024, industri layanan kesehatan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan
        yang lebih solid dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mengacu pada laporan resmi dari
        Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kesehatan RI, permintaan terhadap layanan
        kesehatan terus meningkat sejalan dengan percepatan transformasi digital, peningkatan
        kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, dan perbaikan sistem layanan primer.
        Peningkatan jumlah fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan klinik, serta adopsi
        teknologi seperti telemedicine dan electronic health records (EHR) semakin memperkuat
        ekosistem layanan kesehatan nasional. Selain itu, industri alat kesehatan nasional juga
        mencatatkan kinerja yang positif, memperkuat kapasitas domestik dalam memenuhi
        kebutuhan pasar dalam negeri maupun ekspor.

        Didukung oleh tren pertumbuhan industri tersebut, hingga akhir tahun 2024, produksi Rumah
        Sakit telah berhasil mencatatkan hari rawat inap sebesar 403.801 hari dan menangani
        1.720.492 kunjungan rawat jalan yang tersebar di seluruh rumah sakit milik Perseroan.
        Sementara di bidang pendapatan Rumah Sakit, tahun 2024 Perseroan mencatatkan sebesar
        Rp1.892,8 miliar, meningkat 15% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
        Rp1.644,4 miliar. Pertumbuhan pendapatan ini terutama datang dari sisi Rawat Jalan yang
        tumbuh lebih dari 22% dibandingkan dengan tahun 2023, yang disebabkan dari
        pertumbuhan jumlah kunjungan sebesar 23%. Hal ini bisa diatribusikan kepada peningkatan
        mutu klinis dan layanan yang disediakan seluruh rumah sakit di grup Primaya.

        Dengan demikian, untuk tahun 2025 Perseroan terus optimis dalam mengubah setiap
        tantangan yang ada menjadi kesempatan bisnis untuk lebih meningkat. Perseroan memiliki
        rencana pembukaan 2 rumah sakit baru di tahun 2025 yang akan berlokasi di Kelapa Gading
        dan BSD.

        Segmen Laboratorium

        Melalui unit anak usaha Westerindo, Perseroan memiliki unit bisnis laboratorium yang memiliki
        kontribusi signifikan terhadap performa Perseroan secara keseluruhan dan masih memiliki
        potensi luar biasa untuk berkembang. Westerindo selaku pengelola pelayanan kesehatan
        untuk Grup Primaya dalam bidang laboratorium baik di dalam rumah sakit maupun di luar
        rumah sakit, dengan layanan unggulan di bidang Medical Check Up dan In-house Clinic.
        Selain itu, melalui Westerindo Perseroan juga menawarkan layanan-layanan lainnya seperti



Halaman 39                                               00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 41
        pemeriksaan homecare dan pemeriksaan rujukan. Hingga akhir tahun 2024, Perseroan
        melalui Westerindo telah mengelola 10 cabang laboratorium klinik dan lebih dari 20 cabang
        In-House Clinic yang tersebar di seluruh Indonesia.

        Sepanjang tahun 2024, produksi Laboratorium telah berhasil mencatatkan volume pengujian
        sebesar 2.505 ribu tes, meningkat dibandingkan tahun 2023 dengan jumlah 2.361 ribu tes.
        Sedangkan dari sisi pendapatan, Perseroan mencatatkan sebesar Rp187.1 miliar pada tahun
        2024, meningkat 5.5% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp177.4
        miliar.

        Perseroan yakin bahwa seiring dengan pertumbuhan segmen rumah sakit, segmen
        laboratorium juga masih memiliki berbagai peluang di sektor Kesehatan di Indonesia seiring
        dengan berkembangnya pelayanan Kesehatan di Indonesia.

        Segmen Lainnya

        Selain dari laboratorium, Perseroan juga memiliki kegiatan usaha di bidang lainnya untuk
        mendukung pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, seperti pada bidang telemedicine dan
        telekonsultasi yang dikenal dengan LinkSehat, homecare melalui Kava Care serta teknologi
        reproduksi berbantu melalui Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic.

        Di akhir tahun 2024, Perseroan juga telah memperluas lini bisnis Grup Primaya Hospital
        melalui pembukaan klinik mata yang dikenal dengan EyeQu LASIK & Eye Center yang memiliki
        spesialisasi dalam menangani masalah penglihatan dan meningkatkan kesehatan mata yang
        didukung oleh dokterdokter subspesialis yang berkualitas.

        Sepanjang tahun 2024, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 23.2 miliar melalui
        segmen lainnya, meningkat sebesar 32% dibandingkan dengan pendapatan tahun 2023,
        dimana pertumbuhan terutama datang dari peningkatan performa unit usaha IVF dan Smart
        Fertility Clinic.

        Pada tahun 2025, Perseroan memiliki sejumlah prospek usaha di antaranya untuk mendirikan
        perusahaan jual beli alat kesehatan yang perencanaan bisnisnya saat ini telah dimulai

        Prospek Perseroan

        Industri layanan kesehatan di Indonesia menunjukkan prospek cerah untuk berkembang,
        didorong oleh transformasi digital, peningkatan investasi infrastruktur, dan kesadaran
        masyarakat terhadap kesehatan. Sejalan dengan tren tersebut, Grup Primaya Hospital
        berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif dan berkualitas
        tinggi guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. (L&G Broker Asuransi
        Indonesia).

        Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Grup Primaya Hospital berencana menambah dua
        rumah sakit baru pada tahun 2025, serta mengembangkan Center of Excellence baru yang
        akan menghadirkan pengobatan nuklir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan
        aksesibilitas dan kualitas layanan medis bagi masyarakat Indonesia.

        Teknologi memegang peranan penting dalam operasional Grup Primaya Hospital. Upaya
        digitalisasi seperti implementasi Rekam Medis Digital dan Pendaftaran Online telah



Halaman 40                                              00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 42
          meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien. Selain itu, aplikasi Primaya memungkinkan
          pasien untuk mendaftar dan mengakses layanan kesehatan secara lebih mudah dan cepat.

          Dalam aspek keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG), Grup Primaya
          Hospital berkomitmen untuk mengembangkan program-program yang sejalan dengan
          operasional perusahaan. Fokus utama Perseroan meliputi digitalisasi layanan, penghematan
          energi, dan pengolahan limbah, yang tidak hanya memberikan dampak positif bagi
          perusahaan tetapi juga bagi para pemangku kepentingan dan lingkungan sekitar.

       3. Alasan Dilakukan Transaksi

          YKBI merupakan pemilik dan pengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung, dan FMR merupakan
          suatu Perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi manajemen dan merupakan anak
          Perusahaan tidak langsung dari Perseroan, dimana Perseroan merupakan pemilik dan
          pengelola dari brand “Rumah Sakit Primaya atau yang dikenal sebagai Primaya Hospital”).
          Dalam rangka pengembangan usaha dan jaringan rumah sakit, maka Perseroan melalui FMR
          berencana untuk melakukan Kerjasama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung.

          Kegiatan kerjasama antara FMR dengan YKBI atas Kerjasama pengelolaan Rumah Sakit
          Rajawali Bandung dapat memberikan kontribusi bagi FMR selaku pihak afiliasi dari FMR serta
          memiliki dampak positif kepada Perseroan secara konsolidasi.

       4. Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi

            Keuntungan Rencana Transaksi

            • FMR memperoleh hak Kelola ekslusif RS yang telah beroperai tanpa perlu membangun
              dari awal.
            • kesempatan meningkatkan performa RS dengan skema strategis dan investasi
              berorientasi laba, hal tersebut terlihat pada proyeksi setelah Rencana Transaksi.
            • Integrasi dengan jaringan Primaya Hotel dapat mendorong efisiensi dan branding.
            • Perjanjian berlaku selama 60 (enam puluh) tahun, yang mana periode tersebut cukup
              stabil untuk emortisasi investasi dan pengembangan.
            • Dengan bertambahnya jaringan Primaya Hotel diharapkan akan meningkatkan performa
              keuangan secara konsolidasi pada Perseroan.

            Kerugian Rencana Transaksi

            • Semua biaya operasional, investasi, renovasi dan SDM ditanggung oleh FMR dan akan
              terkonsolidasi pada Laporan Keuangan Perseroan.
            • Ketergantungan pada YKBI untuk pemeliharaan izin dan legalitas sewa tanah.

3.2.   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

       Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas Rencana Transaksi, sebagai berikut:




Halaman 41                                                   00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 43
     1. Kinerja Keuangan Historis Perseroan



      Tabel 6        Historis Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Periode 31 Desember 2019 – 31
                     Desember 2024 (dalam jutaan Rupiah)
                                                        31 DES         31 DES         31DES          31 DES        31 DES
                          KETERANGAN                     2020           2021           2022           2023          2024
                                                        Audited        Audited        Audited        Audited       Audited
        ASET
        Aset lancer
             Kas & Setara Kas                           312.231        570.511        979.665       1.025.602       894.758
             Deposito berjangka                                   -       7.000       117.000         76.000         52.000
             Piutang usaha                              414.375        440.382        352.209        450.638        499.453
             Piutang lain-lain                             5.512        10.753         12.495         32.891         18.260
             Persediaan                                  48.873         50.040         51.422         54.165         55.735
             Pajak dibayar dimuka                                 7              -          44             16           116
             Uang muka & beban dibayar dimuka            26.585        114.182        124.260         42.649        164.368
             Aset lancer lainnya                                  1              -        323                  -     20.302
        Jumlah aset lancer                              807.583       1.192.868      1.637.418      1.681.961      1.704.992
        Aset tidak lancer
             Investasi pada entitas asosiasi            228.793        228.793        273.366        362.993        404.270
             Taksiran taguhan PPh                          1.833           739         15.812         17.731          6.439
             Aset pajak tangguhan                        29.493         27.905         56.287         76.685         79.432
             Aset tetap                                1.322.799      1.525.301      1.837.290      2.395.470      2.721.599
             Aset hak guna                               15.704         75.215         65.581        143.173        128.327
             Goodwill                                             -       4.953          6.150          6.150         6.150
             Aset tidak lancer lainnya                     6.143        67.174         67.336         19.870         21.381
        Jumlah aset tidak lancer                       1.604.766      1.930.080      2.321.822      3.022.072      3.367.598
        JUMLAH ASET                                    2.412.348      3.122.948      3.959.240      4.704.033      5.072.590
        LIABILITAS & EKUITAS
        LIABILITAS
        Liabilitas jangka pendek
             Utang usaha                                106.149        119.357        138.597        151.730        134.250
             Utang lain-lain                             51.612         66.654         81.013        129.155        174.020
             Utang pajak                                 69.357         95.029         22.229         36.101         26.876
             Beban akrual                                17.094         28.025         34.966         52.899         45.434
             Pendapatan diterima dimuka                    2.505          2.828          2.426          3.422         4.557
             Pinjaman syariah jk pendek                    6.722          4.000                 -              -             -
             Pinjaman bank jk pendek                              -              -              -              -             -
             Bag. Liabilitas jk pjgn jth tempo 1 th
              Pinjaman transaksi syariah                 38.401         51.236         54.549         40.797         49.025
              Pinjaman bank                                   60          4.080          8.300        39.844         88.342
              Liabilitas sewa                              5.171        14.373         16.864         15.708         21.268
        Jumlah Liabilitas jk pendek                     297.070        385.582        358.944        469.656        543.772
             Liabilitas jk Panjang setelah dikurangu
             jth tempo
              Pinjaman transaksi syariah                392.816        346.540        301.281        276.382        273.056
              Pinjaman bank                             112.240        396.957        457.703        794.276        898.735
              Liabilitas sewa                            25.548         72.496         56.904        111.136         98.596




Halaman 42                                                             00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 44
                                                   31 DES         31 DES         31DES       31 DES     31 DES
                          KETERANGAN                2020           2021           2022        2023       2024
                                                   Audited        Audited        Audited     Audited    Audited
             Liabilitas imbalan paska kerja        100.344         65.543         77.436     118.006     124.294
        Jumlah Liabilitas jk Panjang               630.948        881.536        893.324    1.299.800   1.394.681
        JUMLAH LIABILITAS                          928.019       1.267.118      1.252.268   1.769.456   1.938.453
        EKUITAS
             Modal Saham                           129.602        129.602        139.594     139.594     139.594
             Tambahan Modal Disetor                524.021        524.021       1.407.325   1.407.325   1.407.325
             Komponen ekuitas lain                    4.602          4.602          3.692       3.692      3.692
             Saldo laba :
             Ditentukan                                      -              -       2.000     34.100      84.100
             Belum ditentukan                      729.468       1.071.754      1.035.511   1.213.814   1.372.551
        Jumlah Ekuitas yg dpt diatribusikan kpd
                                                  1.387.692      1.729.979      2.588.122   2.798.525   3.007.262
        pemilik entitas induk
        Kepentingan non-pengendali                  96.638        125.851        118.850     136.052     126.875
        JUMLAH EKUITAS                            1.484.330      1.855.830      2.706.972   2.934.577   3.134.137
        JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS               2.412.348      3.122.948      3.959.240   4.704.033   5.072.590
        Sumber: Laporan keuangan Konsolidasian Perseroan

        Analisis Laporan Posisi Keuangan Perseroan

        Aset

        Perkembangan total aset Perseroan periode 31 Desember 2020 sampai dengan
        31 Desember 2024 menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan total aset
        tertinggi yang dibukukan Perseroan pada tahun 2021, dengan kenaikan sebesar 29,46%,
        kenaikan tersebut utamanya didominasi oleh aset lancar yang naik 47,71% dibanding aset
        tidak lancar yang naik 20,27%. Selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
        Desember 2024 total aset didominasi oleh aset tidak lancar dibanding aset lancar, dengan
        perbandingan rata-rata sebesar 63,52% : 36,48%. Pada periode yang berakhir pada 31
        Desember 2024 total aset Perseroan meningkat 7,83% dibandingkan periode sebelumnya,
        peningkatan tersebut utamanya dikarenakan oleh peningkatan pada pos aset tidak lancar
        sebesar 11,4%.

        Aset Lancar

        Total aset lancar Perseroan periode 31 Desember 2020 sampai dengan
        31 Desember 2024 mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan kenaikan tertinggi
        terjadi pada tahun 2021 dengan kenaikan sebesar 47,71%. Kenaikan tersebut utamanya
        dikarenakan adanya peningkatan pada uang muka dan beban dibayar dimuka, piutang lain-
        lain dan saldo kas dan setara kas. Pada tahun 2022 aset lancar meningkat 37,27%,
        peningkatan tersebut utamanya dari peningkatan kas dan setara kas yang timbul dari hasil
        penawaran umum perdana atau IPO di akhir tahun 2022 dan penerbitan Mandatory
        Covertible Bond (MCB), yang dikonversi menjadi saham dalam Perseroan. Di tahun 2023 aset
        lancer naik 2,72% dari periode sebelumnya, peningkatan tersebut terutama berasal dari
        pertumbuhan piutang usaha dari pihak ketiga sebesar Rp98,4 miliar. Pada periode yang
        berakhir 31 Desember 2024 total aset lancar Perseroan tercatat sebesar Rp1.705 miliar yang
        naik 1,37% dari periode sebelumnya. Peningkatan tersebut utamanya dikarenakan karena
        pertumbuhan piutang usaha dari pihak ketiga.




Halaman 43                                                        00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 45
        Aset Tidak Lancar

        Pada sisi total aset tidak lancar Perseroan juga menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun.
        Pada periode yang berakhir 31 Desember 2024 tercatat naik 11,43% dibanding periode
        sebelumnya. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh penambahan aset tetap yang
        digunakan untuk pembangunan rumah sakit baru dan pengembangan gedung dan layanan
        rumah sakit yang sudah beroperasi, serta pengadaan alatalat medis untuk rumah sakit baru
        maupun yang sudah beroperasi.

        Liabilitas

        Total liabilitas Perseroan menunjukan pergerakan beragam, namun cenderung terus tumbuh
        hanya pada tahun 2022 total liabilitas turun 1,17% dibanding tahun 2021. Total liabilitas
        Perseroan dikelompokan menjadi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka Panjang. Dari
        tahun 2020 hingga 2024 total liabilitas Perseroan diominasi oleh liabilitas jangka panjang
        dibanding liabilitas jangka pendek, dengan rasio perbandingan sebesar 26,41% : 10,89%.
        Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp1.938 miliar yang naik
        9,55% dibanding periode sebelumnya, peningkatan tersebut utamanya pada sisi liabilitas
        jangka pendek yang naik 15,78% atau naik sebesar Rp74 miliar.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan menunjukan pergerakan beragam, yang
        cenderung meningkat namun di tahun 2022 liabilitas jangka pendek turun 6,91%. Penurunan
        tersebut utamanya disebabkan oleh pelunasan pinjaman transaksi syariah jangka pendek,
        utang pajak, dan pendapatan diterima dimuka. Pada tahun 2023 liabilitas jangka pendek
        Perseroan naik 30,84% atau naik sebesar Rp111 miliar, peningkatan ini terutama karena
        bertambahnya utang usaha dan lain-lain, serta liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam
        waktu satu tahun. Pada 31 Desember 2024 total liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
        Rp544 miliar, yang naik 15,78% atau Rp74 miliar disbanding periode sebelumnya.
        Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh peningkatan utang lain-lain kepada pihak
        ketiga besar 34,74% atau sebesar Rp45 miliar dan utang bank yang akan jatuh tempo dalam
        waktu satu tahun sebesar 121,72% atau Rp48 miliar.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Liabilitas jangka panjang Perseroan terdiri dari pinjaman transaksi syariah, pinjaman bank,
        liabilitas sewa dan liabilitas imbalan paska kerja. Berdasarkan laporan keruangan historis dari
        2020 hingga 2024 liabilitas jangka panjang Perseroan menunjukan peningkatan dari tahun
        ke tahun. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp882 miliar yang naik
        39,72% dibanding periode sebelumnya. Peningkatan tersebut utamanya dikarenakan karena
        bertambahnya pinjaman transaksi syariah, pinjaman bank dan liabilitas sewa. Pada tahun
        2022 liabilitas jangka Panjang juga meningkat, dengan peningkatan sebesar 1,34% yang
        utamanya disebabkan oleh peningkatan liabilitas imbalan kerja. Di tahun 2023 liabilita jangka
        panjang kembali meningkat, dengan peningkatan sbesar 45,50%. Peningkatan tersebut
        dipengaruhi oleh adanya peningkatan pinjaman bank yang untuk pendanaan pembangunan
        rumah sakit baru, pengembangan gedung dan layanan rumah sakit yang ada, serta
        pengadaan alat-alat medis untuk rumah sakit baru dan rumah sakit yang sudah beroperasi.
        Pada akhir tahun 2024 liabilitas jangka panjang kembali meningkat dengan peningkatan
        sebesar 7,30%, peningkatan tersebut utamanya disebabkan karena peningkatan utang bank
        jangka panjang.




Halaman 44                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 46
        Ekuitas

        Total ekuitas dari periode tahun 2020 hingga 2024 menunjukan peningkatan dari tahun ke
        tahun, peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh adanya tambahan modal disetor, dan
        peningkatan atas saldo laba ditahan.



        Analisis Historis Laba Rugi Konsolidasian Perseroan

        Tabel 7 Historis Laba Rugi Konsolidasian Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
                                            31 DES      31 DES      31DES       31 DES      31 DES
                  KETERANGAN
                                             2020        2021        2022        2023        2024
                                            Audited     Audited     Audited     Audited     Audited
        Pendapatan Usaha                    1.337.747   1.826.014   1.522.624   1.839.233   2.103.055
        Beban Pokok Pendapatan               777.850    1.039.720   1.138.576   1.319.778   1.503.762
        Laba Kotor                           559.897     786.294     384.048     519.455     599.293
        Beban Usaha                          171.807     230.459     272.243     315.036     338.674
        Laba (Rugi) Operasional              388.091     555.835     111.805     204.419     260.619
        Pendapatan lain-lain                  55.321      28.897      94.019     177.329     142.572
        Beban lain-lain                      (64.736)   (118.788)   (135.349)   (114.170)   (141.030)
        Laba (Rugi) Sebelum Pajak            378.676     465.944      70.475     267.578     262.161
        Manfaat (beban) pajak penghasilan    (77.368)   (115.338)    (15.226)    (43.549)    (68.659)
        Laba (Rugi) Periode Berjalan         301.308     350.606      55.249     224.029     193.502
        Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

        Pendapatan Usaha

        Pendapatan bersih Perseroan terdiri dari pendapatan hari rawat, jadwal kunjungan, dan
        pendapatan nonrumah sakit. Pendapatan Perseroan dari tahun 2020 hingga 2024
        menunjukan pergerakan yang beragam, dimana pada akhir tahun 2021 pendapatan
        Perseoran naik sebesar 36,50% dibanding periode sebelumnya. Pada akhir tahun 2022
        pendapatan turun 16,61%, penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya jumlah pasien
        Covid-19, terutama pada layanan rawat inap beserta pemeriksaan tes laboratorium seiring
        dengan terkendalinya situasi pandemic Covid-19 di Indonesia. Pada akhir tahun 2022
        pendapatan yang dibukukan Perseroan naik 20,79% dibanding periode sebelumnya.
        Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya jumlah hari rawat inap (30%)
        dan kunjungan rawat jalan (26%), baik dari rumah sakit yang sudah ada maupun baru. Pada
        periode yang berakhir 31 Desember 2024 pendapatan dibukukan sebesar Rp2.103 yang naik
        14,34% dari periode sebelumnya, peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
        meningkatnya jumlah hari rawat inap sebesar 23% dan kunjungan rawat jalan sebesar 10%.

        Beban Pokok Pendapatan

        Rasio beban pokok pendapatan Perseroan terhadapa pendapatan dari periode yang berakhir
        pada 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 66,62%. Pada akhir
        tahun 2021 beban pokok pendapatan naik 33,67% dibanding periode sebelumnya,
        peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan. Pada akhir tahun 2022 beban
        pokok pendapatan juga meningkat sebesar 9,51%, peningkatan tersebut didominasi oleh
        kenaikan gaji dan tunjangan dan penyusutan aset tetap, seiring dengan perluasan dan
        pengembangan jaringan rumah sakit Perseroan.




Halaman 45                                                  00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 47
        Beban Usaha

        Berdasarkan     laporan   keuangan    historis   Perseroan   periode     yang   berakhir
        31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024. Pada akhir tahun 2021 beban usaha naik
        34,14% disbanding periode sebelumnya, kenaikan tersebut didominasi oleh kenaikan beban
        gaji dan tunjangan serta beban rumah tangga. Pada akhir tahun 2022 beban usaha juga
        dibukukan meningkat sebanyak 18,13% dibanding periode sebelumnya, peningkatan tersebut
        utamanya juga disebabkan oleh kenaikan gaji dan tunjangan. Akhir tahun 2023 beban usaha
        naik menjadi Rp315.036 juta atau naik 15,72% dibanding periode sebelumnya. Kenaikan
        tersebut utamanya dikarenakan kenaikan gaji dan tunjangan. Pada akhir tahun 2024
        Perseroan membukukan beban usaha sebesar Rp338.674 juta atau naik 7,50% dari akhir
        tahun 2023, kenaikan tersebut utamanya dikarenakan oleh kenaikan biaya pemasaran dan
        humas serta kenaikan biaya gaji dan tunjangan hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan
        bisnis Perseroan.


        Laba (Rugi) Periode Berjalan

        Selama periode historis dari periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 hingga 31
        Desember 2024, Perseroan selalu membukukan laba. Laba tertinggi yang dibukukan oleh
        Perseroan ada di tahun 2021 sebesar Rp350.606 juta dan laba terendah yang dibukukan
        Perseroan di tahun 2022 sebesar Rp55.249 juta. Penurunan laba yang sangat signifikan di
        tahun 2022 utamanya terjadi karena menurunnya jumlah pasien Covid-19, terutama pada
        layanan rawat inap beserta pemeriksaan tes laboratorium seiring dengan terkendalinya situasi
        pandemic Covid-19 di Indonesia. Pada akhir tahun 2023 laba yang dibukukan Perseroan naik
        305,49% dibandingkan periode sebelumnya, kenaikan tersebut karena kondisi Covid-19 telah
        berangsur dan kembali kondisi normal. Di akhir tahun 2024 laba yang dicatatkan Perseroan
        turun 13,63% dibanding akhir tahun 2023, penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
        kerugian penurunan nilai piutang usaha yang dibukukan Perseroan.



        Analisis Historis Arus Kas Perseroan

        Tabel 8 Historis Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                31 DES      31 DES       31DES       31 DES      31 DES
                       KETERANGAN                2020        2021         2022        2023        2024
                                                Audited     Audited     Audited      Audited     Audited
          Arus kas dari aktivitas operasional    300.645     479.590      88.900     265.997     309.331
          Arus kas dari aktivitas investasi     (286.087)   (465.283)   (476.192)   (509.506)   (591.034)
          Arus kas dari aktivitas pendanaan       87.362     243.973     796.446     289.446     150.859
          (Penurunan) / kenaikan bersih dalam
                                                 101.920     258.280     409.154      45.937    (130.844)
          kas dan setara kas
          Kas dan setara kas awal tahun          210.311     312.231     570.511     979.665    1.025.602
          Kas dan setara kas akhir tahun         312.231     570.511     979.665    1.025.602    894.758
        Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

        Analisis Arus Kas Operasional

        Selama periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2024, kas yang diperoleh dari aktivitas
        operasional    menunjukan     pergerakan     beragam,     dimana      pada     periode
        31 Desember 2022 penerimaan dari aktivitas operasional turun dibandingkan periode 31
        Desember 2021. Penurunan tersebut disebabkan oleh penerimaan kas dari pesien yang lebih



Halaman 46                                                  00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 48
        rendah dibandikan periode sebelumnya. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2023 dan
        31 Desember 2024 menunjukan peningkatan, peningkatan tersebut utamanya disebabkan
        oleh naiknya penerimaan kas dari pasien/pengguna jasa dari Perseroan.

        Investasi

        Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024, arus
        kas bersih yang digunakan Perseroan untuk aktivitas investasi menunjukan pengeluaran pada
        setiap tahunnya. Pada tahun 2021 aktivitas investasi meningkat dari periode sebelumnya,
        peningkatan tersebut utamanya dikarenakan naiknya pengeluaran untuk perolehan asset
        tetap, uang muka pembelian asset tetap dan penempatan deposito. Pada akhir tahun 2024
        aktivitas investasi Perseroan naik dari periode sebelumnya dengan kenaikan sebesar 16.00%.
        kenaikan tersebut utamanya karena kenaikan uang muka pembelian asset dan pembayaran
        utang lain-lain atas perolehan aset tetap.

        Pendanaan

        Selama periode historis aktivitas pendanaan Perseroan menunjukan penerimaan pada setiap
        tahunnya. Pada akhir tahun 2022 aktivitas pendanaan menunjukan kenaikan yang sangat
        signifikan dengan kenaikan sebesar 226,56% dibanding periode sebelumnya. Peningkatan
        tersebut utamanya berasal dari perolehan hasil penawaran umum perdana ( Initial Public
        Offering/IPO) dan penerbitan Mandatory Convertible Bond (MCB). Pada akhir tahun 2024
        aktivitas pendanaan turun sekitar 47,88%, penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
        pengurangan penerimaan pinjaman bank jangka Panjang.

        Analisa Rasio Keuangan Perseroan

        Tabel 9 Rasio Keuangan Perseroan
                                                                                          Average
                 Rasio Keuangan          2020       2021     2022     2023     2024
                                                                                         2020-2024
         Rasio Likuiditas (x)
         Rasio lancar                        2,72     3,09     4,56     3,58      3,14         3,42
         Rasio cepat                         2,55     2,96     4,42     3,47      3,03         3,29
         Rasio Profitbilitas(%)
         Gross Profit Margin             41,85%     43,06%   25,22%   28,24%    28,50%      33,38%
         Operating Profit Margin         29,01%     30,44%    7,34%   11,11%    12,39%      18,06%
         Net Profit Margin               22,52%     19,20%    3,63%   12,18%     9,20%      13,35%
         Rasio laba atas aset            12,49%     11,23%    1,40%    4,76%     3,81%       6,74%
         Rasio laba atas ekuitas         20,30%     18,89%    2,04%    7,63%     6,17%      11,01%
         Rasio Solvabilitas(%)
         Debt to Equity Ratio            37,07%     43,26%   30,36%   39,23%    41,77%      38,34%
         Debt to Equity Ratio            22,81%     25,71%   20,76%   24,47%    25,81%      23,91%
        Sumber: Laporan keuangan Konsolidasian Perseroan, diolah konsultan

        Analisis Rasio Keuangan

        Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

        Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
        mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
        keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:




Halaman 47                                                   00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 49
        -    Rasio Lancar (current ratio)
             Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Rasio ini
             bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar perusahaan dapat
             menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum semakin tinggi rasio lancar
             maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar Perseroan menunjukan tren beragam,
             namun rata-rata rasio lancar dari tahun 2020 hingga 2024 adalah sebesar 3,42 kali.

        -    Rasio Cepat (quick ratio)
             Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
             akun seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan
             rasio cepat. Rasio cepat Perseroan juga menunjukkan tren beragam dimana rata-rata rasio
             cepat dari periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 tercatat sebesar 3,29
             kali.

        Rasio Profitbilitas (Profitbility Ratio)

        Rasio Profitbilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan
        laba. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini:

             Rasio laba atas aset (return on asset)
             Rasio laba atas aset merupakan perbandingan laba bersih dengan total aset perusahaan.
             Rasio laba atas aset Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga periode yang
             berakhir pada 31 Desember 2024 menunjukan rata-rata sebesar 6,47%.

        - Rasio laba atas ekuitas (return on equity)
             Rasio laba atas ekuitas merupakan perbandingan laba bersih dengan total ekuitas
             perusahaan.      Rasio    laba  atas    ekuitas    Perseroan    pada    periode
             31 Desember 2020 hingga periode yang berakhir pada 31 Desember 2024 menunjukan
             rata-rata sebesar 11,01%.


        Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)

        Rasio Solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
        Perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
        dilikuidasi. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini:

        - Rasio utang terhadap total aset
             Rasio ini merupakan perbandingan antara total utang terhadap total aset perusahaan.
             Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan perusahaan. Adapun tingkat
             rasio utang terhadap total aset Perseroan periode 31 Desember 2020 hingga periode yang
             berakhir pada 31 Desember 2024 menunjukan rata-rata sebesar 38,34%.

        - Rasio utang terhadap total ekuitas
             Rasio ini merupakan perbandingan antara total utang terhadap total ekuitas atau modal
             perusahaan. Rasio sebesar satu menunjukkan jumlah utang sama dengan jumlah ekuitas.
             Berdasarkan tabel rasio keuangan Perseroan diatas, dapat dilihat bahwa rasio utang
             Perseroan terhadap ekuitas pada periode 31 Desember 2020 hingga periode yang
             berakhir pada 31 Desember 2024 menunjukan rata-rata sebesar 23,91%.




Halaman 48                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 50
     2. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan

        Proyeksi keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode 2025-2029 dengan menggunakan
        asumsi-asumsi tersebut adalah sebagai berikut:

        Tabel 10 Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Sesudah Transaksi Periode 2025-
                 2029 (Dalam Jutaan Rupiah)
             Proyeksi Posisi Keuangan        2025                2026             2027             2028             2029
         Aset
         Aset Lancar                         1.987.038      2.647.972          3.595.817        4.711.280           6.286.236
         Aset Tidak Lancar                   3.727.246      3.853.506          4.436.774        5.265.317           6.253.689
         Total Aset                          5.714.284      6.501.478          8.032.591        9.976.597        12.539.924
         Liabilitas & Ekuitas
         Liabilitas                          2.201.969      2.486.788          3.445.511        4.718.947           6.421.871
         Ekuitas                             3.512.315      4.014.689          4.587.080        5.257.650           6.118.054
         Liabilitas & Ekuitas                5.714.284      6.501.478          8.032.591        9.976.597        12.539.924
       Sumber: Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan

        Aset

        Perkembangan aset Perseroan selama masa proyeksi dari tahun 2025-2029 diasumsikan
        mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dimana pada akhir 2025 total aset Perseroan
        diasumsikan sebersar Rp5.714.284 juta dan pada akhir 2029 menjadi sebesar Rp12.539.924
        juta. Selama periode proyeksi total aset didominasi oleh aset tidak lancar dengan rata-rata
        komposisi mencapai 56,48% dibanding aset lancar sebesar 43,52%.

        Liabilitas

        Proyeksi liabilitas diasumsikan selama tahun 2025 sampai dengan 2029 mengalami kenaikan
        dengan rata-rata sebesar 27,63%. Total liabilitas pada akhir tahun 2024 diasumsikan sebesar
        Rp2.201.969 juta dari kontribusi liabilitas jangka pendek dan jangka panjang pada tahun
        tersebut. Pada akhir periode proyeksi, jumlah liabilitas menurun menjadi sebesar Rp6.421.871
        juta.

        Ekuitas

        Total ekuitas Perseroan selama periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan 2029
        diasumsikan meningkat sejalan dengan peningkatan laba bersih yang dibukukan oleh
        Perseroan. Jumlah ekuitas pada akhir tahun 2024 diasumsikan sebesar Rp3.512.315 juta,
        dan hingga akhir periode proyeksi, jumlah ekuitas menjadi sebesar Rp6.118.054 juta.

       Tabel 11 Proyeksi Laba Rugi Keuangan Konsolidasian Perseroan Sesudah Transaksi Periode
                2025-2029 (Dalam Jutaan Rupiah)
                      Proyekdi Laba (Rugi)           2025               2026             2027             2028          2029
         Pendapatan                                 2.422.696       2.796.555       3.097.121        3.438.198        3.822.792
         Beban Pendapatan                           1.696.130       1.909.465        2.101.467       2.311.614        2.484.317
         Laba (Rugi) Kotor                           726.566            887.090          995.653     1.126.584        1.338.474
         Beban Usaha                                 375.808            416.291          449.963          485.479       510.602
         Laba (Rugi) Usaha                           350.758            470.798          545.690          641.104       827.872
         Pendapatan (beban) lain-lain                    6.285            7.273            8.068            8.970          9.987




Halaman 49                                                          00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 51
                    Proyekdi Laba (Rugi)               2025           2026           2027           2028           2029
         Laba (Rugi) Sebelum Beban Pajak               357.043        478.072        553.758        650.074        837.858
         Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan             (77.566)      (103.859)      (120.302)      (141.226)      (182.022)
         Laba/Rugi bersih                              279.477        374.212        433.456        508.848        655.837
       Sumber: Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan

        Pendapatan Usaha

        Proyeksi pendapatan Perseroan bersumber dari konsolidasian seluruh entitas anak. Selama
        periode proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan 2029, pendapatan Perseroan menunjukan
        peningkatan pada setiap tahunnya. Pada tahun 2025 pendapatan Perseroan diasumsikan
        tercatat sebesar Rp2.422.696 juta dan pada akhir tahun 2029 Perseoan diasumsikan
        mencapai sebesar Rp3.822.792 juta, peningkatan pendapatan tersebut utamanya disebabkan
        oleh peningkatan dari operasional rumah sakit.

        Beban Pokok Pendapatan

        Peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan selama masa proyeksi sejalan dengan
        peningkatan pendapatan. Rasio beban pokok pendapatan terhadap pendapatan selama
        masa proyeksi adalah sebesar 67,67%, dan rata-rata rasio gross profit margin selama masa
        proyeksi adalah sebesar 32,33%.

        Beban Usaha

        Rata-rata beban usaha selama masa proyeksi sebesar 14,48% dari total pendapatan. Pada
        tahun 2025, beban usaha diasumsikan sebesar Rp375.808 juta dan di akhir tahun proyeksi
        jumlah beban usaha sebesar Rp510.602 juta.

        Laba (Rugi) Bersih

        Selama masa proyeksi tahun 2025 sampai dengan tahun 2029, Perseroan mencatatkan rata-
        rata rasio laba periode bersih sebesar 14,17%. Pada tahun 2024, Laba bersih diasumsikan
        sebesar Rp279.477 juta dan diakhir periode proyeksi pada tahun 2029 sebesar Rp655.837
        juta.

       Tabel 12 Proyeksi Arus Kas Keuangan Konsolidasian Perseroan Sesudah Transaksi Periode
                2025-2029 (Dalam Jutaan Rupiah)
                    Proyeksi Arus Kas                2025          2026           2027           2028           2029
         Arus kas bersih dari aktivitas
                                                     482.003       678.584        745.121        854.900       1.054.963
         operasional
         Arus kas bersih dari aktivitas investasi   (520.000)     (505.000)      (305.000)      (302.000)      (102.000)
         Arus kas bersih dari aktivitas
                                                     320.811       370.384        410.324        455.710        506.940
         pendanaan
         Surplus dan Defisit                         282.815       543.968        850.446       1.008.609      1.459.903
         Kas dan setara kas awal tahun               894.757      1.177.572      1.721.540      2.571.986      3.580.595
         Kas dan setara kas akhir tahun             1.177.572     1.721.540      2.571.986      3.580.595      5.040.498
       Sumber: Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan

        Selama periode proyeksi tahun 2025 –2029, kas yang diperoleh dari aktivitas operasional
        naik pada setiap tahunnya. Penerimaan kas dari aktivitas operasional pada akhir tahun 2025
        diasumsikan sebesar Rp482.003 juta dan di akhir tahun 2029 adalah sebesar Rp1.054.963
        juta.



Halaman 50                                                          00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 52
        Di sisi aktivitas investasi, selama periode proyeksi tahun 2025 –2029, kas yang digunakan
        untuk aktivitas investasi menunjukkan pengeluaran, dimana pada akhir tahun 2025
        pengeluaran atas aktivitas investasi adalah sebesar Rp520.000 juta dan pada akhir tahun
        2029 sebesar Rp102.000 juta.

        Arus kas diperoleh dan digunakan dari (untuk) aktivitas pendanaan selama periode proyeksi
        menunjukkan pergerakan yang beragam. Dimana pada akhir tahun 2025 hingga akhir tahun
        2029 menunjukan penerimaan yang diperoleh dari aktivitas pendanaan. Berdasarkan ketiga
        aktivitas tersebut ditambah dengan jumlah kas dan setara kas awal periode diperoleh kas dan
        setara kas akhir periode. Kas dan setara kas pada setiap akhir periode menunjukkan
        peningkatan pada setiap tahunnya.

       Tabel 13            Proyeksi Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan Sesudah Transaksi Periode
                           2025-2029
                    Proyeksi Rasio Keuangan       2025        2026             2027         2028           2029
         Rasio Likuiditas (x)
         Rasio lancar                               3,15          3,74            4,60            5,48           6,72
         Rasio cepat                                3,01          3,59            4,46            5,33           6,58
         Rasio Profitabilitas (%)
         Rasio laba kotor                         29,99%       31,72%           32,15%          32,77%      35,01%
         Rasio laba operasi                       14,48%       16,83%           17,62%          18,65%      21,66%
         Rasio laba bersih                        11,54%       13,38%           14,00%          14,80%      17,16%
         Rasio Solvabilitas (%)
         Rasio debt to equity                     42,48%       42,65%           42,52%          42,03%      40,77%
         Rasio debt to assets                     26,11%       26,34%           24,28%          22,15%      19,89%
       Sumber: Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan, diolah

     3. Analisis Dampak Keuangan Perseroan atas Rencana Transaksi

        Analisis dilakukan dengan melihat dampak Rencana Transaksi pada Informasi Proforma
        Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi Penggabungan
        periode 31 Desember 2024, yang dibuat dan diterbitkan Perseroan sebagai berikut:

       Tabel 14 Proforma Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                                                               Sebelum                                 Setelah
                                                                                  Penyesuaian
                                 KETERANGAN                Rencana Transaksi                      Rencana Transaksi
                                                              31 Des 24                              31 Des 24
             ASET
             Aset lancer
               Kas & Setara Kas                                      894.758                               894.758
               Deposito berjangka                                     52.000                                52.000
               Piutang usaha                                         499.453                               499.453
               Piutang lain-lain                                      18.260                                18.260
               Persediaan                                             55.735                                55.735
               Pajak dibayar dimuka                                       116                                    116
               Uang muka & beban dibayar dimuka                      164.368                               164.368
               Aset lancer lainnya                                    20.302                                20.302
             Jumlah aset lancer                                   1.704.992                              1.704.992
             Aset tidak lancer




Halaman 51                                                    00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 53
                                                                       Sebelum                            Setelah
                                                                                       Penyesuaian
                                  KETERANGAN                       Rencana Transaksi                 Rencana Transaksi
                                                                      31 Des 24                         31 Des 24
               Investasi pada entitas asosiasi                              404.270                           404.270
               Taksiran taguhan PPh                                            6.439                            6.439
               Aset pajak tangguhan                                          79.432                            79.432
               Aset tetap                                                 2.721.599                         2.721.599
               Aset hak guna                                                128.327                           128.327
               Goodwill                                                        6.150                            6.150
               Aset tidak lancer lainnya                                     21.381                            21.381
             Jumlah aset tidak lancar                                     3.367.598                         3.367.598
             JUMLAH ASET                                                  5.072.590                         5.072.590
             LIABILITAS & EKUITAS
             LIABILITAS
             Liabilitas jangka pendek
               Utang usaha                                                  134.250                           134.250
               Utang lain-lain                                              174.020                           174.020
               Utang pajak                                                   26.876                            26.876
               Beban akrual                                                  45.434                            45.434
               Pendapatan diterima dimuka                                      4.557                            4.557
               Pinjaman syariah jk pendek                                          -                                 -
               Pinjaman bank jk pendek                                             -                                 -
               Bag. Liabilitas jk pjgn jth tempo 1 th
                Pinjaman transaksi syariah                                   49.025                            49.025
                Pinjaman bank                                                88.342                            88.342
                Liabilitas sewa                                              21.268                            21.268
             Jumlah Liabilitas jk pendek                                    543.772                           543.772
               Liabilitas jk Panjang setelah dikurangu jth tempo
                Pinjaman transaksi syariah                                  273.056                           273.056
                Pinjaman bank                                               898.735                           898.735
                Liabilitas sewa                                              98.596                            98.596
               Liabilitas imbalan paska kerja                               124.294                           124.294
             Jumlah Liabilitas jk panjang                                 1.394.681                         1.394.681
             JUMLAH LIABILITAS                                            1.938.453                         1.938.453
             EKUITAS
               Modal Saham                                                  139.594                           139.594
               Tambahan Modal Disetor                                     1.407.325                         1.407.325
               Komponen ekuitas lain                                           3.692                            3.692
               Saldo laba :
               Ditentukan                                                    84.100                            84.100
               Belum ditentukan                                           1.372.551                         1.372.551
             Jumlah Ekuitas yg dpt diatribusikan kpd pemilik
                                                                          3.007.262                         3.007.262
             entitas induk
             Kepentingan non-pengendali                                     126.875                           126.875
             JUMLAH EKUITAS                                               3.134.137                         3.134.137
             JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                                  5.072.590                         5.072.590
       Sumber: Manajemen Perseroan




Halaman 52                                                            00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 54
        Tabel 15 Proforma Laba (Rugi) Konsolidasian Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                Sebelum                            Setelah
                                KETERANGAN                                      Penyesuaian
                                                            Rencana Transaksi                 Rencana Transaksi
                                                               31 Des 24                         31 Des 24
             Pendapatan Usaha                                      2.103.055                         2.103.055
             Beban Pokok Pendapatan                                1.503.762                         1.503.762
             Laba Kotor                                              599.293                           599.293
             Beban Usaha                                             338.674                           338.674
             Laba (Rugi) Operasional                                 260.619                           260.619
             Pendapatan lain-lain                                    142.572                           142.572
             Beban lain-lain                                        (141.030)                         (141.030)
             Laba (Rugi) Sebelum Pajak                               262.161                           262.161
             Manfaat (beban) pajak penghasilan                       (68.659)                          (68.659)
             Laba (Rugi) Periode Berjalan                            193.502                           193.502
        Sumber: Manajemen Perseroan

        Tabel 16 Proforma Arus Kas Konsolidasian Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                                                               Sebelum                             Setelah
                                                                                Penyesuaian
                               KETERANGAN                  Rencana Transaksi                  Rencana Transaksi
                                                              31 Des 24                          31 Des 24
             Arus kas dari aktivitas operasional                    309.331                            309.331
             Arus kas dari aktivitas investasi                     (591.034)                          (591.034)
             Arus kas dari aktivitas pendanaan                      150.859                            150.859
             (Penurunan) / kenaikan bersih dalam kas dan
                                                                   (130.844)                          (130.844)
             setara kas
             Kas dan setara kas awal tahun                        1.025.602                          1.025.602
             Kas dan setara kas akhir tahun                         894.758                            894.758
        Sumber: Manajemen Perseroan

         Mengacu pada Laporan Posisi Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan untuk periode 31
         Desember 2024 yang dibuat dan diterbitkan Perseroan, dari Rencana Transaksi tidak
         memberikan dampak baik dalam laporan posisi keuangan, laporan laba (rugi) serta laporan
         arus kas. Dampak terhadap laporan keuangan Perseroan terlihat pada proyeksi setelah
         Rencana Transaksi, Dimana Perseroan akan mendapatkan tambahan pendapatan dan beban
         atas operasional Rumah Sakit Rajawali yang dikelolan oleh FMR, Dimana dalam penambahan
         beban operasional pengelolaan Rumah Sakit Rajawali terdapat komponen atas biaya yang
         harus dibayarkan FMR kepada YKBI sebesar Rp120.000.000,- (seratus dua puluh juta Rupiah)
         setiap tahun yang akan dibayarkan setiap tahun selama 60 (enam puluh) tahun.

1.1   Analisis Faktor Lain yang Relevan

      Analisis dilakukan dengan melihat dampak Rencana Transaksi kepada proyeksi keuangan
      Konsolidasian Perseroan periode 2025-2029.

      a. Analisis Inkremental

         Analisis Nilai Tambah atau (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
         Transaksi bagi Perseroan. Hal tersebut dapat dilihat dalam Proyeksi Keuangan Perseroan
         periode 2025 – 2029 tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Penggabungan sebagai
         berikut:




Halaman 53                                                      00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 55
       Tabel 17 Proyeksi Keuangan Konsolidasi Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi (dalam
                Jutaan Rupiah) periode 2025 – 2029 (dalam Jutaan Rupiah)
                          Keterangan                     2025        2026         2027        2028       2029
         Aset lancar tanpa Rencana Transaksi           2.043.025   2.778.808    3.827.585   5.059.936   6.759.361
         Aset lancar dengan Rencana Transaksi          1.987.038   2.647.972    3.595.817   4.711.280   6.286.236
         Inkremental                                    (55.987)    (130.836)   (231.768)   (348.656)   (473.125)


         Aset tidak lancar tanpa Rencana Transaksi     3.368.784   3.096.248    2.566.263   1.991.625   1.417.618
         Aset tidak lancar dengan Rencana Transaksi    3.727.246   3.853.506    4.436.774   5.265.317   6.253.689
         Inkremental                                    358.461      757.258    1.870.511   3.273.693   4.836.071


         Total aset tanpa Rencana Transaksi            5.411.810   5.875.056    6.393.849   7.051.561   8.176.979
                                                                                                        12.539.92
         Total Aset dengan Rencana Transaksi           5.714.284   6.501.478    8.032.591   9.976.597
                                                                                                                4
         Inkremental                                    302.474      626.422    1.638.743   2.925.036   4.362.946


         Total liabilitas tanpa Rencana Transaksi      1.895.904   1.859.198    1.825.899   1.865.297   2.229.319
         Total liabilitas dengan Rencana Transaksi     2.201.969   2.486.788    3.445.511   4.718.947   6.421.871
         Inkremental                                    306.065      627.590    1.619.612   2.853.650   4.192.552


         Total ekuitas tanpa Rencana Transaksi         5.411.810   5.875.056    6.393.849   7.051.561   8.176.979
         Total ekuitas dengan Rencana Transaksi        3.512.315   4.014.689    4.587.080   5.257.650   6.118.054
         Inkremental                                     (3.591)      (1.168)     19.131      71.386     170.394


         Total penjualan tanpa Rencana Transaksi       2.418.514   2.781.291    3.059.420   3.365.362   3.701.898
         Total penjualan dengan Rencana Transaksi      2.422.696   2.796.555    3.097.121   3.438.198   3.822.792
         Inkremental                                      4.182       15.264      37.701      72.836     120.894


         Beban Pokok Pendapatan tanpa Rencana
                                                       1.691.732   1.903.199    2.093.519   2.302.871   2.475.586
         Transaksi
         Beban Pokok Pendapatan dengan Rencana
                                                       1.696.130   1.909.465    2.101.467   2.311.614   2.484.317
         Transaksi
         Inkremental                                                   6.267       7.949       8.743        8.732
                                                          4.398


         Beban usaha tanpa Rencana Transaksi            372.541      409.796     440.530     473.570     497.248
         Beban usaha dengan Rencana Transaksi            375.80)     416.291     449.963     485.479     510.602
         Inkremental                                      3.266        6.496       9.433      11.909      13.354


         Laba (rugi) bersih tanpa Rencana Transaksi     282.287      372.316     417.567     467.944     578.338
         Laba (rugi) bersih dengan Rencana Transaksi    279.477      374.212     433.456     508.848     655.837
         Inkremental                                     (2.811)       1.896      15.889      40.903      77.499
        Sumber: Perseroan, diolah

        Berdasarkan tabel tersebut di atas, incremental atas transaksi dalam konsolidasian Perseroan
        memiliki dampak berupa peningkatan atas aset, liabilitas, ekuitas, dan laba bersih pada
        proyeksi keuangan.




Halaman 54                                                         00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 56
     b. Analisis Sensitivitas

        Analisa sensitivitas dilakukan dengan menguji sensitivitas proyeksi keuangan laba rugi
        Perseroan atas Rencana Transaksi bila pendapatan naik dan turun sebesar 10%. Analisa ini
        dilakukan untuk melihat dampak proyeksi keuangan Perseroan bila terdapat perubahan atas
        Rencana Transaksi yang telah ditetapkan, sebagaimana tercermin pada tabel berikut:

       Tabel 18 Proyeksi Keuangan Konsolidasi Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi periode 2025
                – 2029 (dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan           2025        2026        2027        2028       2029
         Kondisi Normal
         Pendapatan                        2.422.696   2.796.555   3.097.121   3.438.198   3.822.792
         Laba (Rugi) Kotor                  726.566     887.090     995.653    1.126.584   1.338.474
         Laba (Rugi) Usaha                  350.758     470.798     545.690     641.104     827.872
         Laba (Rugi) Bersih                 279.458     374.193     433.437     508.829     655.818


         Pendapatan FMR Naik 10%
         Pendapatan                        2.423.114   2.797.601   3.099.212   3.441.334   3.826.869
         Laba (Rugi) Kotor                  726.984     888.135     997.744    1.129.720   1.342.552
         Laba (Rugi) Usaha                  351.177     471.844     547.781     644.241     831.949
         Laba (Rugi) Bersih                 278.820     373.711     433.563     509.504     656.710


         Pendapatan FMR Turun 10%
         Beban Pokok Pendapatan            2.422.277   2.795.510   3.095.030   3.435.061   3.818.714
         Laba (Rugi) Kotor                  726.148     886.044     993.562    1.123.447   1.334.397
         Laba (Rugi) Usaha                  350.340     469.753     543.599     637.968     823.795
         Laba (Rugi) Bersih                 278.168     372.080     430.301     504.611     650.349
        Sumber: Perseroan, diolah




Halaman 55                                              00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 57
                                            BAB IV
                        ANALISIS TENTANG KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

4.1.   Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan

       Berdasarkan POJK 35, dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
       ini, kami melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
       mencakup hal–hal sebagai berikut:

       a. Analisis Rencana Transaksi
       b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi
       c. Analisis Atas Kewajaran nilai Transaksi
       d. Analisis atas Faktor Lain dan Relevan

4.2.   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

       Berdasarkan SEOJK 17, analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan berdasarkan
       perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang
       dilakukan. Rencana Transaksi merupakan rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali
       Bandung antara FMR dan YKBI. Dalam hal ini, tidak terdapat hasil penilaian atas Rencana
       Transaksi, sehingga tidak dapat dilakukan perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan
       hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan. Atas dasar tersebut, maka tidak terdapat hasil
       penilaian atas objek Rencana Transaksi sehingga analisis kewajaran nilai transaksi tidak dapat
       dilakukan.

4.3.   Kesimpulan

       Atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis kewajaran Rencana
       Transaksi, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi berupa perjanjian Kerjasama
       pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung antara FMR dan YKBI, Dimana FMR akan membayar
       kepada YKBI sebesar Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta Rupiah) setiap tahun selama 60
       (enam puluh) tahun. Rencana Transaksi antara FMR dan YKBI sebagai sebagai pihak terafiliasi
       dengan Perseroan per 31 Desember 2024, adalah WAJAR.




Halaman 56                                                     00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 58
                           ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



    1.  Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
    2.  Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
        penilaian/pendapat kewajaran.
    3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
    4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
        pencapaiannya (fiduciary duty).
    5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan pendapat kewajaran.
    6. Laporan Penilaian Bisnis ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
        rahasia yang dapa mempengaruhi operasional perusahaan.
    7. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum (Akta Pegadaan Jasa) Obyek
        Penilaian/Rencana Transaksi dari Pembei Tugas.
    8. Penilai bertanggung jawab terhadap semua isi laporan pendapat kewajaran ini.
    9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah disusun
        sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
        dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian
        Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
    10. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
        khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, di luar dari aspek perpajakan
        dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
    11. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
        dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian dan tidak dapat
        digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan
        ini digunakan untuk tujuan lain.




Halaman 57                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 59
                                      PERNYATAAN PENILAI


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa :

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
    Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian
    dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek penilaian.
8. Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan Penilaian ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Pendapat Kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
    data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
    Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
    dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
    atau menyesatkan.
12. Penugasan Pendapat Kewajaran telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian
    (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    pendapat kewajaran.
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
    kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 58                                              00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 60
                                                                      Tanda Tangan
                          Penilai
 Penanggung Jawab:
 M. Ichsan Suud, S.P., M.B.A., MAPPI (Cert.)
 Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
 MAPPI No.               : 10-S-02571
 STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
 RMK No.                 : RMK-2017-00526

 Pemeriksa:
 Bangkit Widhi Raharjo, S.E.
 MAPPI No.               : 15-T-06112
 RMK No.                 : RMK-2017.01119




 Penilai:
 Yus Dwiantoro, S.Kom.
 MAPPI No.             : 21-P-10897
 RMK No.               : RMK-2023.04530




 Asisten Penilai:
 Ratu Ayu Okta K., S.Ak.
 MAPPI No.               : 24-A-12454




Halaman 59                                               00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 61
             LAMPIRAN




Halaman 60          00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 62
Lampiran 1
Proyeksi Neraca FABS Setelah Rencana Transaksi
     PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
     BS            Peri od s ta rt                   1-Ja n-25     1-Ja n-26     1-Ja n-27     1-Ja n-28      1-Ja n-29
                   Peri od end                      31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28      31-Dec-29
                   Yea r                              FY2025F       FY2026F       FY2027F       FY2028F        FY2029F
     In IDR mi l s Da ys i n peri od                       365           365           365           366            365
ASSETS
Current Assets
    Ka s da n Seta ra Ka s                          1.177.572     1.721.540     2.571.986     3.580.595      5.040.498
    Account Recei va bl es                            531.002       612.944       678.821       751.519        837.872
    Inventori es                                       92.939       104.628       115.149       126.318        136.127
    Prepa i d Expens es                               185.526       208.861       229.862       252.848        271.739
    Other Current As s ets                                -             -             -             -              -
    Total Current Assets                            1.987.038     2.647.972     3.595.817     4.711.280      6.286.236

Non-Current Assets
    Fi xed As s ets                                  2.672.682     3.207.218     3.848.662     4.618.394      5.542.073
      Net of Accum. Depreciation                   -1.270.783    -1.475.078    -1.738.514    -2.086.763     -2.515.362
    Inves tments                                       464.911       534.647       588.112       646.923        711.615
    Other Fixed Assets                                589.653       111.640           -             -              -
    Total Non-Current Assets                        3.727.246     3.853.506     4.436.774     5.265.317      6.253.689

TOTAL ASSETS                                       5.714.284     6.501.478     8.032.591     9.976.597     12.539.924


LIABILITIES
Current Liabilities
    Tra de Pa ya bl es                               371.754       418.513       460.596       505.271        544.508
    Acrrued Expens es                                 51.245        57.690        63.491        69.841         75.058
    Ta x Pa ya bl es                                  30.314        34.127        37.558        41.314         44.401
    Unea rned Revenue                                  5.241         6.027         6.629         7.292          8.021
    Short-term Ba nk Loa n                               -             -             -             -              -
    Current Porti on of Long-term Ba nk Loa n        149.201       171.245       195.057       220.995        249.424
    Lea s e Li a bi l i ti es - Current Porti on      22.242        20.031        17.637        15.520         13.344
    Total Current Liabilities                        629.997       707.633       780.968       860.234        934.756

Non-Current Liabilities
    Long-term Ba nk Loa ns                          1.342.811     1.541.202     1.755.509     1.988.959      2.244.815
    Lea s e Li a bi l i ti es                          88.967        80.126        70.546        62.081         53.375
    Empl oyee Benefi t Li a bi l i ti es              140.194       157.828       173.698       191.067        205.342
    Other Li a bi l i ti es                               -             -         664.791     1.616.607      2.983.583
    Total Non-Current Liabilities                   1.571.972     1.779.155     2.664.543     3.858.713      5.487.114

TOTAL LIABILITIES                                  2.201.969     2.486.788     3.445.511     4.718.947      6.421.871


EQUITY
     Sha re Ca pi ta l                              1.550.611     1.550.611     1.550.611     1.550.611      1.550.611
     Reta i ned Ea rni ngs                          1.799.682     2.277.754     2.831.512     3.481.587      4.319.445
     Other comprehens i ve i ncome                     16.115        18.532        20.385        22.424         24.666
     Non-control l i ng i nteres ts                   145.906       167.792       184.571       203.029        223.331
TOTAL EQUITY                                       3.512.315     4.014.689     4.587.080     5.257.650      6.118.054

TOTAL LIABILITIES AND EQUITY                       5.714.284     6.501.478     8.032.591     9.976.597     12.539.924




Halaman 61                                                        00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 63
Lampiran 2
Proyeksi Laba (Rugi) FABS Setelah Rencana Transaksi
  PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
  PL                           Peri od s tart       1-Ja n-25     1-Ja n-26     1-Ja n-27     1-Ja n-28     1-Ja n-29
                               Peri od end         31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     31-Dec-29
                               Yea r                 FY2025F       FY2026F       FY2027F       FY2028F       FY2029F
  In IDR mi l s                Da ys i n peri od          365           365           365           366           365
  Profit and loss statement
  Outpa tient Revenue                                 847.943       978.794     1.083.992     1.203.369     1.337.977
  Inpa tient Revenue                                1.332.483     1.496.157     1.579.531     1.736.290     1.834.940
  La bora tori es                                     218.043       279.656       371.654       412.584       535.191
  Others                                               24.227        41.948        61.942        85.955       114.684
  FMR Revenue                                           4.182        10.455        20.910        31.365        40.775
  Net Revenue                                       2.422.696     2.796.555     3.097.121     3.438.198     3.822.792
                                                        4.182        15.264        37.701        72.836       120.894
  FABS Cos t of Revenue                            (1.678.540)   (1.888.357)   (2.077.193)   (2.284.912)   (2.456.280)
  FMR Cos t of Revenue                                (17.590)      (21.108)      (24.275)      (26.702)      (28.037)
  Cost of Revenue                                  (1.696.130)   (1.909.465)   (2.101.467)   (2.311.614)   (2.484.317)
                                                       (4.398)       (6.267)       (7.949)       (8.743)       (8.732)
  Gross profit                                        726.566       887.090       995.653     1.126.584     1.338.474
                                                         (216)        8.998        29.752        64.092       112.162
  FABS Opex                                          (368.550)     (405.404)     (435.810)     (468.496)     (491.920)
  FMR Opex                                             (7.258)      (10.887)      (14.153)      (16.984)      (18.682)
  Total OPEX                                         (375.808)     (416.291)     (449.963)     (485.479)     (510.602)
                                                       (3.266)       (6.496)       (9.433)      (11.909)      (13.354)
  Operating Profit                                    350.758       470.798       545.690       641.104       827.872
                                                       (3.482)        2.502        20.319        52.183        98.808
  Other Income (Expens e)                              52.601        60.718        67.244        74.649        82.999
  Fi na nce Income (Expens e)                         (46.196)      (53.324)      (59.056)      (65.559)      (72.893)
  Ma na gement Fee                                       (120)         (120)         (120)         (120)         (120)

  Profit Before Tax                                  357.043       478.072       553.758       650.074       837.858
                                                      (3.591)        2.422        20.299        52.256        99.008
  Income Ta x                                        (77.566)     (103.859)     (120.302)     (141.226)     (182.022)
                                                         780          (526)       (4.410)      (11.352)      (21.509)
  Net Profit                                         279.477       374.212       433.456       508.848       655.837




Halaman 62                                                          00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 64
Lampiran 4
Proyeksi Arus Kas FABS Setelah Rencana Transaksi
    PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
    CF                Peri od s ta rt                                1-Ja n-25    1-Ja n-26     1-Ja n-27     1-Ja n-28     1-Ja n-29
                      Peri od end                                   31-Dec-25    31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     31-Dec-29
                      Yea r                                           FY2025F      FY2026F       FY2027F       FY2028F       FY2029F
    In IDR mi l s     Da ys i n peri od                                    365          365           365           366           365
Cash flow from Operating Activities
    Cash Received From Customers                                    2.437.288    2.879.996     3.164.647     3.512.709     3.911.141
      Penjua l a n bers i h                                         2.422.696    2.796.555     3.097.121     3.438.198     3.822.792
      Pi uta ng us a ha - a wa l                                      531.002      612.944       678.821       751.519       837.872
      Pi uta ng us a ha - a khi r                                    (517.713)    (531.002)     (612.944)     (678.821)     (751.519)
      Ua ng muka penjua l a n - a wa l                                 (3.937)      (4.527)       (4.980)       (5.478)       (6.026)
      Ua ng muka penjua l a n - a khi r                                 5.240        6.026         6.629         7.292         8.021

    Cash Paid to Employees                                          (636.560)     (714.008)     (782.645)     (857.253)     (916.999)
      Beba n ga ji - beba n pokok penjua l a n                      (491.598)     (553.430)     (609.079)     (669.987)     (720.042)
      Beba n ga ji - beba n us a ha                                 (144.962)     (160.578)     (173.566)     (187.266)     (196.957)

    Cash Paid to Suppliers                                          (982.043)    (1.105.563)   (1.216.730)   (1.338.403)   (1.438.397)

    Management Fee                                                       (120)        (120)         (120)         (120)         (120)

    Other Operating Cash                                            (219.795)     (247.441)     (272.322)     (299.554)     (321.934)

    Less:
      Pa yment for Interes t                                          (89.215)    (102.598)     (112.857)     (124.143)     (136.557)
      Pa yment for Ta xes                                             (87.509)    (100.636)     (110.699)     (121.769)     (133.946)
      Pa yment for pens i on                                           (8.393)      (9.652)      (10.617)      (11.679)      (12.847)
      Peneri ma a n a ta s ta x cl a i m                               15.967       18.362        20.198        22.218        24.440
      Ca s h recei pt from i nteres t i ncome                          52.385       60.243        66.267        72.894        80.183
      Ca s h Recei pt from Others Recei va bl es rel a ted pa rty           -            -             -             -             -

Net Cash Flow Provided by (Used in) Operating Activities             482.003       678.584       745.121       854.900     1.054.963



Cash flow from Investing Activities
      Wi thdra wa l (Pl a cement) of depos i t                             -             -             -             -             -
      Proceeds from s a l e of fi xed a s s et                             -             -             -             -             -
      Acqui s i ti on of fi xed a s s et                            (520.000)     (505.000)     (305.000)     (302.000)     (102.000)
      Pena mba ha n a s et ta k berwujud                                   -             -             -             -             -
      Kena i ka n (penuruna n) ua ng muka a s et teta p                    -             -             -             -             -
      Uta ng l a i n-l a i n a ta s a s et teta p                          -             -             -             -             -
      Res tri cted Ca s h                                                  -             -             -             -             -
Net Cash Flow Provided by (Used in) Investing Activities            (520.000)     (505.000)     (305.000)     (302.000)     (102.000)



Cash flow from FInancing Activities
      Pa yment for Ba nk l oa n                                      320.221       369.636       409.363       454.445       505.279
      Pa yment for Ba nk under Sha ri a l a w                         16.011        18.482        20.468        22.722        25.264
      Due to s ha rehol ders                                               -             -             -             -             -
      NCI                                                                  -             -             -             -             -
      Pa yment for Lea s i ng                                        (15.421)      (17.734)      (19.507)      (21.458)      (23.604)
      Pa yment for cons umer fi na nce                                     -             -             -             -             -
Net Cash Flow Provided by (Used in) FInancing Activities             320.811       370.384       410.324       455.710       506.940



Net Increase (Decrease) in Cash                                       282.815      543.968       850.446     1.008.609     1.459.903
Cash at Beginning of the Year                                         894.757    1.177.572     1.721.540     2.571.986     3.580.595
Cash at End of the Year                                             1.177.572    1.721.540     2.571.986     3.580.595     5.040.498




Halaman 63                                                                              00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 65
Lampiran 5
Proforma Laba (Rugi) FABS Setelah Rencana Transaksi
PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
31 December 2024
                                                      Actual             Proforma
 Profit and loss statement
Outpa tient Revenue                                      662.401             662.401
Inpa tient Revenue                                     1.230.396           1.230.396
La bora tori es                                          187.098             187.098
Others                                                    23.160              23.160
Net Revenue                                            2.103.055    -      2.103.055

Cost of Revenue                                       (1.503.762)   -      (1.503.762)

Gross profit                                            599.293     -        599.293

Total OPEX                                              (338.674)   -       (338.674)

Operating Profit                                        260.619     -        260.619

Other Income (Expens e)                                   28.616    -         28.616
Fi na nce Income (Expens e)                              (27.073)   -        (27.073)

Profit Before Tax                                       262.162     -        262.162

Income Ta x                                              (68.659)   -        (68.659)

Net Profit                                              193.503     -        193.503




Halaman 64                                                00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 66
Lampiran 6
Proforma Neraca FABS
    PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
    31 December 2024
                                                        Actual                 Proforma
ASSETS
Current Assets
    Ka s da n Seta ra Ka s                                 946.758     -           946.758
    Account Recei va bl es                                 517.713     -           517.713
    Inventori es                                            55.735     -            55.735
    Prepa i d Expens es                                    164.484     -           164.484
    Other Current As s ets                                  20.302     -            20.302
    Total Current Assets                                 1.704.992         -     1.704.992

Non-Current Assets
   Fi xed As s ets                                         2.849.926   -           2.849.926
     Net of Accum. Depreciation                          -1.093.539    -         -1.093.539
   Inves tments                                              404.270   -             404.270
   Other Fixed Assets                                       113.402    -            113.402
   Total Non-Current Assets                               3.367.598    -          3.367.598

TOTAL ASSETS                                            5.072.590      -        5.072.590


LIABILITIES
Current Liabilities
    Tra de Pa ya bl es                                     308.270     -           308.270
    Acrrued Expens es                                       45.433     -            45.433
    Ta x Pa ya bl es                                        26.876     -            26.876
    Unea rned Revenue                                        4.557     -             4.557
    Short-term Ba nk Loa n                                     -       -               -
    Current Porti on of Long-term Ba nk Loa n              137.367     -           137.367
    Lea s e Li a bi l i ti es - Current Porti on            21.268     -            21.268
    Total Current Liabilities                              543.771         -       543.771

Non-Current Liabilities
   Long-term Ba nk Loa ns                                1.171.791     -         1.171.791
   Lea s e Li a bi l i ti es                                98.596     -            98.596
   Empl oyee Benefi t Li a bi l i ti es                    124.294     -           124.294
   Other Li a bi l i ti es                                     -       -               -
   Total Non-Current Liabilities                         1.394.681         -     1.394.681

TOTAL LIABILITIES                                       1.938.452      -        1.938.452


EQUITY
    Sha re Ca pi ta l                                    1.550.611     -         1.550.611
    Reta i ned Ea rni ngs                                1.442.639     -         1.442.639
    Other comprehens i ve i ncome                           14.013     -            14.013
    Non-control l i ng i nteres ts                         126.875     -           126.875
TOTAL EQUITY                                            3.134.138      -        3.134.138

TOTAL LIABILITIES AND EQUITY                            5.072.590      -        5.072.590




Halaman 65                                         00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 67

          
Page 68

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.35 MB
Published2 Jul 2025
Pages68
Characters190,159
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 74 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Famon Awal Bros Sedaya Tbk p.2 ×57
linked org PT Fortuna Melinda Rajawali p.2 ×17
linked person Prof. Yos Effendi Susanto p.5 ×6
linked person Setya Handojo Singgih · Komisaris Independen p.5 ×6
linked org PT Awal Bros Citra Batam p.21
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×12
possible person Mochamad Ichsan p.2 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.18 ×2
possible person Irawan Soerodjo p.20
possible org Bursa Efek Indonesia p.21
possible org PT Famon Obor Maju p.21 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.33
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×3
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP FDI p.2 ×10
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org Kementerian Keungan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org Kementerian Kesehatan p.3 ×3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×3
unresolved org PT Fortuna Anugerah Sehati p.5 ×2
unresolved person Ir. Arfan Awaloeddin p.5 ×4
unresolved person Leona Agustine Karnali · Direktur p.5 ×3
unresolved person Pembina · Komisaris p.5 ×2
unresolved person Jason Yoshen Danun p.5 ×8
unresolved person Dr. Susan Melinda p.5 ×4
unresolved — Shen Michelle Dawn p.5 ×2
unresolved person Dr. Aryadi Senggono p.5 ×3
unresolved person Paul Medal Shen p.5 ×3
unresolved — Monica Christiana Hambali p.5 ×2
unresolved person Gunadi Sukma Bhinekas p.5 ×2
unresolved person Mohamad Sofian p.5 ×2
unresolved person Mohammad Hafiz Achsan p.5 ×2
unresolved person Yoseph Bambang Pamungkas p.6 ×2
unresolved — Hotmian Sitompul p.6 ×2
unresolved — Gita Heptian Damayanti p.6 ×2
unresolved — Catharina Agussetiati Chusnadi p.6 ×2
unresolved — Popong Kurniasih p.6 ×2
unresolved org Paul Hadiwinata p.6 ×5
unresolved org Palilingan & Rekan p.6 ×6
unresolved org Pemerintah Kota Banding. Karena p.7
unresolved org ICHSAN & REKAN p.9
unresolved person MBA. p.9 ×2
unresolved org Bapepam p.9 ×4
unresolved org PT Sinergi Fortuna Melinda p.13 ×3
unresolved person Hansen Bunardi Wijoyo p.13 ×2
unresolved person Frisco Palilingan p.14
unresolved person CPA p.14
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved person Dr. Rum p.18
unresolved person Dr. Aryadi Soenggono Kegiatan Usaha FMR Sesuai p.19
unresolved person Noezar · Notaris p.19
unresolved org Menteri p.19 ×2
unresolved person Dr. Demin Shen · Pendiri p.19
unresolved person Dr. Adhi Yasa · Pendiri p.19
unresolved — Sanusi Hardjadinata · Pendiri p.19
unresolved — Sgijanto Soegijoko · Pendiri p.19
unresolved — Suhadi Sutiana Hamidjaja · Pendiri p.19
unresolved person Dr. wenny Mutiarawaty Sjamsu · Pendiri p.19
unresolved org PT Famon Global Raya p.20
unresolved org Menteri Kehakiman p.20
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.20
unresolved person Dr. Dewi Tenty Septi Artiany p.20 ×2
unresolved org PT Famon Obor Maju. Susunan Pemegang Saham Susunan p.21
unresolved — Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) p.21
unresolved org Pemerintah Kota Bandung p.26 ×2
unresolved org Pemerintah Kota Bandung. Karena p.27
unresolved org Bank Indonesia p.29 ×14
unresolved org Menteri Kesehatan p.38
unresolved org Pusat Statistik p.40
unresolved org Kementerian Kesehatan RI p.40
unresolved person Bangkit Widhi Raharjo p.60
unresolved person Yus Dwiantoro p.60

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 11400 ms 12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '56'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result