Back to announcement
20250702_PRAY_Informasi Transaksi Afiliasi_31910718_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review PRAYSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 68
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik The Manhattan Square
Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
Property, Business Valuation & Advisory Website: www.fdipartners.co.id
Licence No. 2.22.0176 Phone (62 21) 27875910
KMK 460/KM.1/2022
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
Jakarta, 26 Juni 2025
Kepada Yth.
Direksi
PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok N/21
Jl. Letjen Suprapto, Kemayoran
Jakarta Pusat 10640
No. Laporan : 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Hal : Pendapat Kewajaran Kerja Sama Operasi Antara PT Fortuna Melinda Rajawali dengan
Pihak Yayasan Kemanusiaan Bandung Indonesia, Yang Keduanya Merupakan Pihak
Terafiliasi Dengan PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk.
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
KERJA SAMA OPERASI ANTARA PT FORTUNA MELINDA RAJAWALI (“FMR”) DENGAN PIHAK YAYASAN
KEMANUSIAAN BANDUNG INDONESIA, YANG KEDUANYA MERUPAKAN PIHAK TERAFILIASI DENGAN
PT FAMON AWAL BROS SEDAYA TBK
Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 002/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal
06 Mei 2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (selanjutnya disebut “FABS” atau
“Perseroan”) untuk memberikan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Berupa Kerja Sama
Operasi antara PT Fortuna Melinda Rajawali (selanjutnya disebut “FMR”) dengan pihak Yayasan
Kemanusiaan Bandung Indonesia (selanjutnya disebut “YKBI”) yang keduanya merupakan pihak
terafiliasi dengan FABS, selanjutnya disebut “Rencana Transaksi ”.
Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan bersifat afiliasi dalam kaitannya dengan Pemenuhan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) Republik Indonesia No.42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu”.
STATUS PENILAI
Penilaian dilakukan oleh Mochamad Ichsan Suud, seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan terdaftar di Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No.
STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025. Beliau adalah anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
KJPP FDI&R adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang beroperasi berdasarkan izin dari Kementerian
Keungan Republik Indonesia No. 2.22.0176 KMK 460/KM.1/2022 tanggal 21 April 2022.
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
LATAR BELAKANG DAN ALASAN RENCANA TRANSAKSI
1. Konteks industri rumah sakit di Indonesia
Industri rumah sakit di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa
tahun terakhir, didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kesadaran
masyarakat terhadap layanan kesehatan, serta pergeseran preferensi terhadap fasilitas
pelayanan kesehatan swasta yang lebih modern dan responsif. Berdasarkan data Kementerian
Kesehatan, jumlah rumah sakit swasta tumbuh lebih cepat dibandingkan rumah sakit
pemerintah, menunjukkan adanya potensi pasar yang besar untuk ekspansi jaringan rumah
sakit komersial.
Seiring dengan peningkatan kelas menengah dan pertumbuhan kota-kota besar di daerah
seperti Bandung, permintaan akan layanan kesehatan berkualitas dan terstandardisasi menjadi
semakin tinggi. Hal ini mendorong pelaku usaha jasa kesehatan, termasuk Perseroan, untuk
secara aktif melakukan ekspansi jaringan rumah sakit melalui pembangunan, akuisisi, maupun
skema kerja sama pengelolaan strategis.
2. Strategi ekspansi dan transformasi operasional Perseroan
Perseroan sebagai perusahaan publik yang mengelola jaringan rumah sakit di bawah merek
“Primaya Hospital”, memiliki komitmen jangka panjang untuk menjadi pemimpin pasar dalam
industri penyedia layanan kesehatan swasta yang berorientasi pada mutu, efisiensi, dan
kepuasan pasien. Dalam rangka memperluas cakupan layanan kesehatan dan memperkuat
penetrasi pasar di wilayah Jawa Barat, FABS melalui anak usaha tidak langsungnya, yaitu PT
Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”), melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan Yayasan
Kemanusiaan Bandung Indonesia (“YKBI”) yang merupakan pemegang izin operasional atas
Rumah Sakit Rajawali Bandung. Melalui skema kerja sama jangka panjang selama 60 (enam
puluh) tahun, FMR akan memperoleh hak eksklusif untuk:
1) Melakukan pengelolaan penuh atas seluruh aspek operasional RS Rajawali Bandung;
2) Memungut seluruh pendapatan dari kegiatan rumah sakit;
3) Melakukan renovasi, pembangunan, serta pengembangan layanan medis sesuai standar
Primaya;
4) Menyediakan investasi dan pembiayaan operasional termasuk atas kewajiban terdahulu
YKBI
3. Alasan ekonomi dan strategis atas Rencana Transaksi
Adapun pertimbangan utama Perseroan dan afiliasinya dalam melaksanakan transaksi ini
adalah sebagai berikut:
1) Optimalisasi asset dan infrastruktur eksisting
RS Rajawali Bandung telah memiliki perizinan dan infrastruktur bangunan rumah sakit
seluas ±14.000 m² di lokasi strategis Kota Bandung. Melalui skema kerja sama, FMR yang
merupakan group dari Perseroan tidak perlu melakukan investasi awal berupa pembelian
aset tetap atau pengurusan izin baru, melainkan dapat langsung mengoptimalkan
infrastruktur yang ada.
2) Ekspansi biaya rendah (asset light strategy)
Dengan tidak adanya kewajiban pembelian saham maupun aset tetap, Rencana Transaksi
memberikan model ekspansi biaya rendah (asset-light) yang menguntungkan, terutama
Halaman 2 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 4
dalam kondisi likuiditas pasar yang ketat dan ketentuan pembatasan leverage. Skema ini
juga mengurangi risiko legal dan operasional terkait pengalihan izin rumah sakit.
3) Penetrasi pasar kota besar tier I Jawa Barat
Bandung merupakan salah satu wilayah yang pusat pertumbuhan ekonomi nasional di luar
Jabodetabek. Kehadiran Primaya di kota ini memperkuat positioning group Perseroan
dalam menghadirkan jaringan rumah sakit modern dengan skala nasional, khususnya di
wilayah yang telah berkembang namun tetap terbuka terhadap brand baru.
4) Integrasi strategis dengan jaringan Primaya
Pengelolaan RS Rajawali Bandung akan menggunakan standar mutu, SOP, teknologi
informasi, dan kebijakan medis yang seragam dengan jaringan Primaya. Hal ini
mempercepat proses standarisasi pelayanan serta memperkuat brand equity Perseroan di
mata masyarakat dan investor.
5) Potensi sinergi keuangan dan operasional
Rencana Transaksi memungkinkan Perseroan mengintegrasikan RS Rajawali ke dalam
sistem keuangan, manajemen SDM, pembelian group, dan pengelolaan asuransi secara
lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan margin EBITDA grup secara keseluruhan.
Mengingat bahwa Leona Agustine Karnali, Direktur dan CEO Perseroan, juga menjabat sebagai
Pembina YKBI, maka terdapat hubungan afiliasi langsung antara Perseroan dan YKBI sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Oleh karena itu, transaksi kerja sama
pengelolaan RS Rajawali Bandung oleh FMR (pihak afiliasi Perseroan) dan YKBI dikategorikan sebagai
Transaksi Afiliasi dan wajib disertai keterbukaan informasi serta pendapat kewajaran dari penilai
independen.
Rencana transaksi merupakan langkah strategis dan ekonomis yang sejalan dengan strategi
pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola yang baik
dan kewajaran transaksi, implementasi kerja sama ini diharapkan:
• Meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan
• Memperluas cakupan pelayanan Masyarakat
• Memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan rumah sakit swasta dengan jaringan
nasional yang unggul
PIHAK-PIHAK YANG MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah FMR sebagai perusahaan yang terafiliasi
dengan Perseroan yang akan mengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan pengelelola”)
dan YKBI sebagai perusahaan pemilik Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan Pemilik”).
OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi kerja sama operasi antara FMR dengan
pihak YKBI, yang keduanya merupakan pihak terafiliasi dengan FABS (Perseroan). Dimana yang menjadi
obyek analisis adalah atas perjanjian kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung.
MAKSUD DAN TUJUAN PEMBERIAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi afiliasi dan dalam rangka pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Halaman 3 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 5
Kepentingan (“POJK 42”), tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak untuk bentuk Rencana
Transaksi lainnya.
KETERKAITAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
Transaksi Afiliasi
Pihak-pihak yang bertransaksi merupakan pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan,
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42, Rencana Transaksi termasuk dalam transaksi afiliasi namun
tidak memiliki benturan kepentingan. Hubungan afiliasi meliputi hubungan dalam kepemilikan saham
dan susunan pengurus perusahaan.
a. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepemilikan Saham
Berikut ini penjelasan terhadap pihak- pihak yang bertransaksi
*
*Dimiliki secara tidak langsung melalui PT Fortuna Anugerah Sehati
Berdasarkan struktur kepemilikan di atas bahwa FMR dan YKBI bukan merupakan perusahaan
terafiliasi Perseroan ditinjau dari segi kepemilikan saham.
b. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepengurusan
No Nama Perseroan FMR YKBI
Prof. Yos Effendi Susanto, MA.
1 Komisaris Utama - -
MPH. Phd
2 Setya Handojo Singgih Komisaris Independen - -
3 Ir. Arfan Awaloeddin, MARS Direktur Utama - -
4 Leona Agustine Karnali Direktur Komisaris Anggota Pembina
5 Jason Yoshen Danun, MBA Direktur Direktur Utama -
6 Dr. Susan Melinda - Komisaris Utama -
7 Shen Michelle Dawn - Komisaris -
8 Dr. Aryadi Senggono - Direktur -
9 Paul Medal Shen - - Anggota Pembina
10 Monica Christiana Hambali - - Anggota Pembina
11 Gunadi Sukma Bhinekas - - Ketua
12 Mohamad Sofian - - Wakil Ketua
13 Mohammad Hafiz Achsan - - Wakil Ketua
Halaman 4 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 6
No Nama Perseroan FMR YKBI
14 Yoseph Bambang Pamungkas - - Wakil Ketua
15 Hotmian Sitompul - - Sekertaris Umum
16 Gita Heptian Damayanti - - Sekertaris
Margaretha Sylvilani
17 - - Bendahara
Tenggahardja
18 Catharina Agussetiati Chusnadi - - Bendahara
19 Popong Kurniasih - - Dewan Pengawas
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Laporan Keuangan, FMR dan YKBI, diolah
Berdasarkan tabel tersebut di atas bahwa terdapat pengurus perusahaan yang sama antara Perseroan,
FMR dan YKBI.
TANGGAL PENILAIAN
Analisis pendapat kewajaran dilakukan untuk tanggal penilaian per 31 Desember 2024, sesuai dengan
Laporan Keuangan audit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan
informasi dari pihak manajemen Perseroan yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan
analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara.
PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun
2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330 yang ditetapkan pada 1 Maret
2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI), POJK 42, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) serta Surat Edaran Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).
METODOLOGI ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Berdasarkan POJK 35, analisis pengkajian kewajaran Rencana Transaksi dilakukan melalui analisis
yang mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis atas Transaksi
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi
d. Analisis atas faktor lain yang relevan
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan penilaian pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian/pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
Halaman 5 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 7
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian pendapat kewajaran.
6. Laporan Penilaian Bisnis ini terbuka untuk publik.
7. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum (Perjanjian Penyediaan Jasa) Obyek
Penilaian/Rencana Transaksi dari Pemberi Tugas.
8. Penilai bertanggung jawab terhadap semua isi laporan penilaian kewajaran ini.
KESIMPULAN
Analisis Rencana Transaksi
Rencana Transaksi adalah Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung antara FMR
dan YKBI, di mana Perseroan merupakan entitas induk utama dari FMR dan merupakan pihak yang
terafiliasi dengan YKBI. Dalam Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung, FMR
merupakan perusahaan yang akan mengelola Rumah Sakit Bandung dan YKBI merupakan pemilik dari
Rumah Sakit Rajawali Bandung. Sehubungan dengan Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit
Rajawali Bandung, manajemen FMR dan YKBI akan menandatangani Perjanjian kerja sama
pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung yang mengatur antara lain kesepakatan para pihak untuk
melaksanakan Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung dan syarat-syarat yang
harus dipenuhi agar Rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung dapat terjadi.
Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana POJK 42, Hubungan afiliasi dalam
Rencana Transaksi ini meliputi hubungan dalam susunan pengurus saja, sedangkan dalam hunungan
kepemilikan saham tidak teridentifikasi hubungan afiliasi.
Manfaat Rencana Transaksi, dengan rencana transaksi Perseoan melalui FMR memperoleh hak eksklusif
mengelola RS Rajawali Bandung selama 60 tahun, memperkuat posisi jaringan Rumah Sakit group
Primaya di wilayah Bandung dan Jawa Barat. Sehingga memungkinan kenaikan pendapatan atas
pengelolaan Rumah Sakit Rajawali oleh FMR.
Analisis Risiko Rencana Transaksi, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, atas Rencana
Transaksi memiliki risiko diantaranya adalah Izin tetap atas nama YKBI dan lahan yang digunakan untuk
RS disewa dari Pemerintah Kota Banding. Karena lahan yang digunakan adalah sewa, sehingga ada
kemungkinan risiko sewa tidak diperpanjang oleh pemilik lahan.
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif
Rencana Transaksi kerja sama operasi antara FMR dengan pihak YKBI merupakan langkah strategi dari
manajemen guna mengembangkan jaringan Rumah Sakit Primaya yang diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan bagi Perseroan.
Kegiatan usaha Perseroan bergerak dalam pelayanan rumah sakit swasta, perusahaan holding dan
konsultasi manajemen. Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1998. Kegiatan
usaha Perseroan pada saat ini adalah menjalankan usaha secara tidak langsung melalui entitas
anaknya di bidang pelayanan kesehatan melalui beberapa rumah sakit di beberapa kota besar di
Indonesia.
Halaman 6 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 8
Dalam mendukung dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin global dalam bidang pelayanan rumah sakit, Perseroan akan terus mengembangkan jaringan Rumah Sakit Primaya diseluruh Indonesia. FMR merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, dimana Perseroan merupakah pemegang saham tidak langsung dari FMR. Berdasarkan pasal 3 (tiga) Anggaran Dasarnya, ruang lingkup kegiatan usaha FMR adalah di bidang pelayanan kesehatan. Pada periode yang berakhir di 31 Desember 2024 FMR belum membukukan pendapatan. Industri layanan kesehatan diproyeksikan akan terus berkembang sebagai salah satu sektor strategis yang tahan terhadap siklus ekonomi. Beberapa tren utama yang diperkirakan akan mendominasi industri rumah sakit di tahun 2025 antara lain : • Peningkatan permintaan layanan kesehatan berbasis teknologi, termasuk telemedisin, konsultasi daring, dan pemantauan kesehatan jarak jauh menggunakan perangkat wearable • Transformasi layanan berbasis data dan digitalisasi, seperti integrasi rekam medis elektronik, sistem triase cerdas, dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam diagnosis. • Kebutuhan layanan spesialistik dan preventif yang meningkat, seiring bertambahnya populasi usia produktif dan kelompok usia lanjut yang membutuhkan layanan berkelanjutan. • Ekspansi rumah sakit swasta dan tumbuhnya kemitraan dengan investor strategis serta pemangku kepentingan dari sektor asuransi dan teknologi kesehatan. Adapun keuntungan dalam Rencana Transaksi yang akan dilakukan antara FMR dan YKBI yaitu adanya penambahan pendapatan atas pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung oleh FMR yang diharapkan akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan, dan pada akhirnya dapat menambahkan nilai tambah bagi Pemegang Saham Perseroan. Berdasarkan Draft Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung, FMR selaku pihak yang akan mengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung dan YKBI merupakan pemilik dan pengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung. Jangka waktu pengelolaan adalah selama 60 (enam puluh) tahun dengan jumlah biaya yang harus dibayarkan oleh FMR kepada YKBI adalah sebesar Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta Rupiah) setiap tahun. Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dalam proforma keuangan konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 adalah tidak terdapat dampak keuangan atas Rencana Transaksi, hal tersebut dikarenakan biaya kerjasama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung akan dibayarkan FMR kepada YKBI ketika sudah mengoperasinalkan Rumah Sakit. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan Berdasarkan Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi, tercermin bahwa Rencana Transaksi memiliki dampak terhadap Perseroan mengakibatkan adanya peningkatan atas aset, Liabilitas, ekuitas, dan laba (rugi) bersih pada konsolidasian keuangan Perseroan atas terjadinya transaksi kerjasama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung. Analisis sensitivitas dilakukan dengan melihat dampak keuangan pada Perseroan bila proyeksi keuangan konsolidasian setelah transaksi dilakukan pengujian dengan menaikan dan menurunkan pendapatan FMR maksimal 10%, dimana ini berimplikasi terhadap naik dan turunnya proyeksi laba pada laporan konsolidasian. Halaman 7 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 9
Analisis Kewajaran Nilai Transaksi Berdasarkan SEOJK 17, analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan berdasarkan perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan. Rencana Transaksi merupakan rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung antara FMR dan YKBI. Dalam hal ini, tidak terdapat hasil penilaian atas Rencana Transaksi, sehingga tidak dapat dilakukan perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan. Atas dasar tersebut, maka tidak terdapat hasil penilaian atas objek Rencana Transaksi sehingga analisis kewajaran nilai transaksi tidak dapat dilakukan. Pendapat Kewajaran Atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis kewajaran Rencana Transaksi, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung antara FMR dan YKBI, di mana Perseroan merupakan entitas induk utama dari FMR dan merupakan pihak yang terafiliasi dengan YKBI adalah WAJAR. Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas transaksi yang dilakukan. Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN & REKAN Pimpinan Rekan M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453 MAPPI No. : 10-S-02571 STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025 RMK : RMK-2017.00526 Halaman 8 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 10
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................ 10
1.1. Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................ 10
1.2. Status Penilai .................................................................................................................... 10
1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................... 10
1.4. Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ............................................ 10
1.5. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ........................................................ 10
1.6. Obyek Analisis Pendapat Kewajaran ................................................................................. 11
1.7. Pihak-Pihak yang Melakukan Rencana Transaksi ............................................................... 11
1.8. Dampak Keuangan dari Rencana Transaksi yang akan Dilakukan .................................... 11
1.9. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Perseroan terkait dengan Rencana
Transaksi.......................................................................................................................... 11
1.10. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ....................... 12
1.11. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 12
1.12. Sumber Data dan Informasi .............................................................................................. 12
1.13. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ........................................................... 13
1.14. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ................................................................... 13
1.15. Pedoman dan Standar Penilaian ....................................................................................... 13
1.16. Pernyataan Independensi Penilai ....................................................................................... 14
1.17. Penggunaan Mata Uang ................................................................................................... 14
1.18. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ......................................... 14
BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ............................................................................. 15
2.1. Latar Belakang dan Alasan Rencana Transaksi .................................................................. 15
2.2. Obyek Rencana Transaksi ................................................................................................. 16
2.3. Identifikasi Pihak-Pihak yang bertransaksi.......................................................................... 16
2.4. Nilai Rencana Transaksi .................................................................................................... 21
2.5. Hubungan Pihak-Pihak yang bertransaksi.......................................................................... 22
2.6. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi. ............................. 23
2.7. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi ................................................................. 26
BAB IIII ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ....................................................................... 28
3.1. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi .......................................................................... 28
3.2. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ........................................................................ 41
BAB IV ANALISIS TENTANG KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI.................................................. 56
4.1. Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan............................................................. 56
4.2. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi .................................................................................... 56
4.3. Kesimpulan....................................................................................................................... 56
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................ 57
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................ 58
Halaman 9 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas No. 002/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal 06 Mei 2025, KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (selanjutnya disebut “FABS” atau “Perseroan”)
untuk memberikan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Berupa Kerja Sama Operasi
antara PT Fortuna Melinda Rajawali (selanjutnya disebut “FMR”) dengan pihak Yayasan
Kemanusiaan Bandung Indonesia (selanjutnya disebut “YKBI”) yang keduanya merupakan pihak
terafiliasi dengan FABS, selanjutnya disebut “Rencana Transaksi ”.
1.2. Status Penilai
Penilaian dilakukan oleh Mochamad Ichsan Suud, seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian
bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan terdaftar di
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
(Penilai Bisnis) No. STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025. Beliau adalah anggota dari Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia.
KJPP FDI&R adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang beroperasi berdasarkan izin dari Kementerian
Keungan Republik Indonesia No. 2.22.0176 KMK 460/KM.1/2022 tanggal 21 April 2022.
1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan adalah PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk sebuah perseroan
terbuka yang lingkup kegiatan usahanya adalah dalam bidang penyedia jasa kesehatan.
Perseroan berkedudukan di Jakarta dengan kantor pusatnya terletak di Ruko Mega Grosir
Cempaka Mas Blok N/21, Jl. Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat 10640, DKI Jakarta,
Indonesia.
1.4. Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2024.
Berdasarkan POJK Nomor 35/POJK.04/2020, bahwa Laporan Penilaian Bisnis berlaku selama 6
(enam) bulan sejak tanggal Penilaian (cut off), maka masa berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
ini akan berakhir 6 (enam) bulan sejak 31 Desember 2024.
1.5. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi afiliasi dan dalam rangka pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”), tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak
untuk bentuk Rencana Transaksi lainnya.
Halaman 10 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 12
1.6. Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Kerjasama pengelolaan rumah
sakit Rajawali Bandung antara FMR dan YKBI sebagai pihak terafiliasi dengan Perseroan, jangka
waktu perjanjian adalah selama 60 (enam puluh) tahun dan YKBI berhak menerima pembayaran
dari FMR sejumlah Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta Rupiah) setiap tahun.
1.7. Pihak-Pihak yang Melakukan Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah FMR sebagai perusahaan yang
terafiliasi dengan Perseroan yang akan mengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan
pengelelola”) dan YKBI sebagai perusahaan pemilik Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan
Pemilik”).
1.8. Dampak Keuangan dari Rencana Transaksi yang akan Dilakukan
Mengacu pada Laporan Posisi Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan untuk periode 31
Desember 2024 yang dibuat dan diterbitkan Perseroan, Dampak keuangan atas Rencana
Transaksi adalah tidak terdapat dampak keuangan atas Rencana Transaksi, hal tersebut
dikarenakan biaya kerjasama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung akan dibayarkan FMR
kepada YKBI ketika sudah mengoperasinalkan Rumah Sakit.
1.9. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Perseroan terkait dengan Rencana
Transaksi
Dalam memutuskan pelaksanaan Rencana Transaksi ini, manajemen Perseroan telah
mempertimbangkan sejumlah aspek strategis dan operasional sebagai berikut :
1. Optimalisasi asset dan infrastruktur eksisting
RS Rajawali Bandung telah memiliki perizinan dan infrastruktur bangunan rumah sakit seluas
±14.000 m² di lokasi strategis Kota Bandung. Melalui skema kerja sama, FMR yang
merupakan group dari Perseroan tidak perlu melakukan investasi awal berupa pembelian aset
tetap atau pengurusan izin baru, melainkan dapat langsung mengoptimalkan infrastruktur
yang ada.
2. Ekspansi biaya rendah (asset light strategy)
Dengan tidak adanya kewajiban pembelian saham maupun aset tetap, Rencana Transaksi
memberikan model ekspansi biaya rendah (asset-light) yang menguntungkan, terutama dalam
kondisi likuiditas pasar yang ketat dan ketentuan pembatasan leverage. Skema ini juga
mengurangi risiko legal dan operasional terkait pengalihan izin rumah sakit.
3. Penetrasi pasar kota besar tier I Jawa Barat
Bandung merupakan salah satu wilayah yang pusat pertumbuhan ekonomi nasional di luar
Jabodetabek. Kehadiran Primaya di kota ini memperkuat positioning group Perseroan dalam
menghadirkan jaringan rumah sakit modern dengan skala nasional, khususnya di wilayah
yang telah berkembang namun tetap terbuka terhadap brand baru.
Halaman 11 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 13
4. Integrasi strategis dengan jaringan Primaya
Pengelolaan RS Rajawali Bandung akan menggunakan standar mutu, SOP, teknologi
informasi, dan kebijakan medis yang seragam dengan jaringan Primaya. Hal ini mempercepat
proses standarisasi pelayanan serta memperkuat brand equity Perseroan di mata masyarakat
dan investor.
5. Potensi sinergi keuangan dan operasional
Rencana Transaksi memungkinkan Perseroan mengintegrasikan RS Rajawali ke dalam sistem
keuangan, manajemen SDM, pembelian group, dan pengelolaan asuransi secara lebih
efisien, sehingga dapat meningkatkan margin EBITDA grup secara keseluruhan.
1.10. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
FMR adalah perusahaan afiliasi dari Perseroan, dimana Perseroan memiliki penyertaan tidak
langsung melalui PT Sinergi Fortuna Melinda (SFM) sebanyak 60% yang bergerak dalam bidang
pelayanan kesehatan. FMR berencana untuk melakukan kerja sama dengan YKBI untuk
pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung. Dimana saat ini YKBI merupakan pemilik dan
pengelola dari Rumah Sakit Rajawali Bandung, dimana salah satu pengurus dari YKBI juga
menjabat pada FMR dan Perseroan.
Dengan demikian berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (“POJK 42”), Rencana Transaksi Perseroan termasuk dalam transaksi afiliasi.
1.11. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Mengacu pada Peraturan POJK 35 pasal 17, ruang lingkup pendapat kewajaran akan didasarkan
pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi untuk tujuan pemberian pendapat kewajaran
Rencana Kerja Sama Operasi, dalam rangka pemenuhan POJK 42.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain: identifikasi masalah (identifikasi batasan,
maksud, dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis hak dan kewajiban
atas penyediaan Jasa dari pihak afiliasi, analisis kewajaran biaya yang dikenakan, penyusunan
laporan pendapat kewajaran.
1.12. Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat,
Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 26 Maret 2025
oleh Hansen Bunardi Wijoyo, S.E., CPA, No AP.1684 Laporan No.
00697/2.1133/AU.1/05/1684-4/1/III/2025, dengan kesimpulan bahwa laporan keuangan
tanggal 31 Maret 2024 telah menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
b. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono,
Retno, Palilingan & Rekan yang telah ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2024 oleh
Hansen Bunardi Wijoyo, S.E., CPA, No AP.1684 Laporan No. 00169/2.1068/AU.1/05/0119-
2/1/III/2024, dengan kesimpulan bahwa laporan keuangan tanggal 31 Desember 2023 telah
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
Halaman 12 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 14
c. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat,
Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 29 Maret 2023
oleh Hansen Bunardi Wijoyo, S.E., CPA, No AP.1684 Laporan No.
00569/2.1133/AU.1/05/1684-2/1/III/2023, dengan opini bahwa laporan keuangan
konsolidasian tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
d. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat,
Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 4 April 2022 oleh
Hansen Bunardi Wijoyo, S.E., CPA, No AP.0133 Laporan No. 00608/2.1133/AU.1/05/1684-
1/1/IV/2022, dengan opini bahwa laporan keuangan konsolidasian tersebut menyajikan
secara wajar dalam semua hal yang material.
e. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat,
Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 8 Juni 2021 oleh
Frisco Palilingan, S.E., M.Ak., CPA, CA. CACP No AP.0133 Laporan No.
01204/2.1133/AU.1/05/0133-3/1/VI/2021, dengan opini bahwa laporan keuangan
konsolidasian tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
f. Final draft Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung.
g. Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk periode 31
Desember 2024 yang dibuat dan diterbitkan oleh Perseroan.
h. Proyeksi Keuangan PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk tanpa dan dengan Rencana Transaksi
untuk periode 2025 – 2029 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
i. Surat Penyataan Manajemen Perseroan (Management Representation Letter) No.
026/DIR/FABS/PHG/VI/2025 tertanggal 25 Juni 2025 terkait data yang telah disampaikan
Perseroan kepada KJPP FDI&R sehubungan dengan penugasan pendapat kewajaran.
1.13. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan POJK 35 dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
ini, kami melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis atas Transaksi
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi
d. Analisis atas faktor lain yang relevan
1.14. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam analisis Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil
pekerjaan tenaga ahli lain diluar KJPP FDI&R.
1.15. Pedoman dan Standar Penilaian
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330 yang ditetapkan
pada 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
Halaman 13 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 15
(“POJK 35”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).
1.16. Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, FMR
dan YKBI. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.17. Penggunaan Mata Uang
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah (Rp).
1.18. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
mempengaruhi opini kewajaran.
Halaman 14 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 16
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Latar Belakang dan Alasan Rencana Transaksi
1. Konteks industri rumah sakit di Indonesia
Industri rumah sakit di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa
tahun terakhir, didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kesadaran
masyarakat terhadap layanan kesehatan, serta pergeseran preferensi terhadap fasilitas
pelayanan kesehatan swasta yang lebih modern dan responsif. Berdasarkan data
Kementerian Kesehatan, jumlah rumah sakit swasta tumbuh lebih cepat dibandingkan rumah
sakit pemerintah, menunjukkan adanya potensi pasar yang besar untuk ekspansi jaringan
rumah sakit komersial.
Seiring dengan peningkatan kelas menengah dan pertumbuhan kota-kota besar di daerah
seperti Bandung, permintaan akan layanan kesehatan berkualitas dan terstandardisasi
menjadi semakin tinggi. Hal ini mendorong pelaku usaha jasa kesehatan, termasuk
Perseroan, untuk secara aktif melakukan ekspansi jaringan rumah sakit melalui
pembangunan, akuisisi, maupun skema kerja sama pengelolaan strategis.
2. Strategi ekspansi dan transformasi operasional Perseroan
Perseroan sebagai perusahaan publik yang mengelola jaringan rumah sakit di bawah merek
“Primaya Hospital”, memiliki komitmen jangka panjang untuk menjadi pemimpin pasar
dalam industri penyedia layanan kesehatan swasta yang berorientasi pada mutu, efisiensi,
dan kepuasan pasien. Dalam rangka memperluas cakupan layanan kesehatan dan
memperkuat penetrasi pasar di wilayah Jawa Barat, FABS melalui anak usaha tidak
langsungnya, yaitu PT Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”), melakukan penjajakan kerja sama
strategis dengan Yayasan Kemanusiaan Bandung Indonesia (“YKBI”) yang merupakan
pemegang izin operasional atas Rumah Sakit Rajawali Bandung. Melalui skema kerja sama
jangka panjang selama 60 (enam puluh) tahun, FMR akan memperoleh hak eksklusif untuk:
1) Melakukan pengelolaan penuh atas seluruh aspek operasional RS Rajawali Bandung;
2) Memungut seluruh pendapatan dari kegiatan rumah sakit;
3) Melakukan renovasi, pembangunan, serta pengembangan layanan medis sesuai
standar Primaya;
4) Menyediakan investasi dan pembiayaan operasional termasuk atas kewajiban
terdahulu YKBI
3. Alasan ekonomi dan strategis atas Rencana Transaksi
Adapun pertimbangan utama Perseroan dan afiliasinya dalam melaksanakan transaksi ini
adalah sebagai berikut:
1. Optimalisasi asset dan infrastruktur eksisting
RS Rajawali Bandung telah memiliki perizinan dan infrastruktur bangunan rumah sakit
seluas ±14.000 m² di lokasi strategis Kota Bandung. Melalui skema kerja sama, FMR
yang merupakan group dari Perseroan tidak perlu melakukan investasi awal berupa
pembelian aset tetap atau pengurusan izin baru, melainkan dapat langsung
mengoptimalkan infrastruktur yang ada.
2. Ekspansi biaya rendah (asset light strategy)
Dengan tidak adanya kewajiban pembelian saham maupun aset tetap, Rencana
Transaksi memberikan model ekspansi biaya rendah (asset-light) yang menguntungkan,
terutama dalam kondisi likuiditas pasar yang ketat dan ketentuan pembatasan leverage.
Halaman 15 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 17
Skema ini juga mengurangi risiko legal dan operasional terkait pengalihan izin rumah
sakit.
3. Penetrasi pasar kota besar tier I Jawa Barat
Bandung merupakan salah satu wilayah yang pusat pertumbuhan ekonomi nasional di
luar Jabodetabek. Kehadiran Primaya di kota ini memperkuat positioning group
Perseroan dalam menghadirkan jaringan rumah sakit modern dengan skala nasional,
khususnya di wilayah yang telah berkembang namun tetap terbuka terhadap brand
baru.
4. Integrasi strategis dengan jaringan Primaya
Pengelolaan RS Rajawali Bandung akan menggunakan standar mutu, SOP, teknologi
informasi, dan kebijakan medis yang seragam dengan jaringan Primaya. Hal ini
mempercepat proses standarisasi pelayanan serta memperkuat brand equity Perseroan
di mata masyarakat dan investor.
5. Potensi sinergi keuangan dan operasional
Rencana Transaksi memungkinkan Perseroan mengintegrasikan RS Rajawali ke dalam
sistem keuangan, manajemen SDM, pembelian group, dan pengelolaan asuransi secara
lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan margin EBITDA grup secara keseluruhan.
Mengingat bahwa Leona Agustine Karnali, Direktur dan CEO Perseroan, juga menjabat sebagai
Pembina YKBI, maka terdapat hubungan afiliasi langsung antara Perseroan dan YKBI
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Oleh karena itu,
transaksi kerja sama pengelolaan RS Rajawali Bandung oleh FMR (pihak afiliasi Perseroan) dan
YKBI dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi dan wajib disertai keterbukaan informasi serta
pendapat kewajaran dari penilai independen.
Rencana transaksi merupakan langkah strategis dan ekonomis yang sejalan dengan strategi
pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola yang
baik dan kewajaran transaksi, implementasi kerja sama ini diharapkan:
• Meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan
• Memperluas cakupan pelayanan Masyarakat
• Memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan rumah sakit swasta dengan
jaringan nasional yang unggul
2.2. Obyek Rencana Transaksi
Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi kerja sama operasi antara FMR
dengan pihak YKBI, yang keduanya merupakan pihak terafiliasi dengan FABS (Perseroan). Dimana
yang menjadi obyek analisis adalah atas perjanjian kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali
Bandung.
2.3. Identifikasi Pihak-Pihak yang bertransaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah FMR sebagai perusahaan yang
terafiliasi dengan Perseroan yang akan mengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan
pengelelola”) dan YKBI sebagai perusahaan pemilik Rumah Sakit Rajawali Bandung (“Perusahaan
Pemilik”).
Halaman 16 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 18
a. PT Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”)
Riwayat Singkat
PT Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 27 tanggal 29
November 2023 dari Detty Triesnawaty S.H. Notaris di Bandung. Akta pendirian tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui surat keputusan No. AHU-0092834.AH.01.01.2023 tanggal 5 Desember 2023 dan
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 29 November
2023.
Sesuai Pasal tiga (3) Anggaran Dasar FMR, ruang lingkup kegiatan FMR adalah di bidang
pelayanan kesehatan.
Kantor pusat FMR terletak di Jalan Dr. Rum No. 26 Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung Barat.
Entitas induk Perusahaan adalah PT Sinergi Fortuna Melinda, sedangkan entitas induk utama
Perusahaan adalah PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk.
Susunan Pemegang Saham FMR
Susunan pemegang saham FMS per 31 Desember 2024 berdasarkan Akta No. 27 tanggal 29
November 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham FMR
Keterangan Jumlah Saham Jumlah (Rp) Persentase (%)
1. PT Sinergi Fortuna Melinda 60 60.000.000 60,00%
2. DR. Paul Medal Shen 4 40.000.000 40,00%
Total 100 100.000.000 100,00%
Sumber: Akta 27/2023
Susunan Pengurus dan Pengawas FMR
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi per tanggal 31 Desember 2024 berdasarkan Akta No.
27 tanggal 29 November 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Dr. Susan Melinda
Komisaris : Leona Agustine Karnali
Komisaris : Shen Michele Dawn
Halaman 17 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 19
Dewan Direksi
Direktur Utama : Yoshen Danun, MBA
Direktur : Dr. Aryadi Soenggono
Kegiatan Usaha FMR
Sesuai dengan pasal 3 (tiga) Anggaran Dasar, maksud dan tujuan FMR adalah rumah sakit
swasta. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut FMR dapat melakukan kegiatan usaha
sebagai berikut :
• Aktivitas rumah sakit swasta
Kelompok ini mencakup kegiatan perawatan Kesehatan dan pengobatan fisik, baik
untuk perawatan jalan maupun rawat inap (opname), yang dilakukan rumah sakit
umum swasta, rumah bersalin swasta, rumah sakit khusus swasta.
b. Yayasan Kemanusiaan Bandung Indonesia (“YKBI”)
Riwayat Singkat
Yayasan Kemanusiaan Bandung Indonesia (“YKBI”) didirikan berdasarkan Akta No. 37
tanggal 19 Maret 1975, dibuat dihadapan Noezar Notaris di Bandung.
Anggaran Dasar YKBI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 17 tanggal 19 Agustus 2023, dibuat dihadapan Detty
Triesnawaty , S.H., Notaris di Bandung. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.06-
0041497 tertanggal 1 Septmber 2023.
Kantor YKBI berkedudukan di Jl. Rajawali Barat nomor 28, RT/RW 003/010, Kelurahan
Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung.
Pendirian YKBI
Jenis pendirian : Nasional
Jenis kekayaan pendirian : Perorangan
Kekayaan awal : Rp200.000.000,-
Tabel 2 Pendiri YKBI
No Nama Jabatan
1 Dr. Demin Shen Pendiri
2 Dr. Adhi Yasa Pendiri
3 Sanusi Hardjadinata Pendiri
4 Sgijanto Soegijoko Pendiri
5 Suhadi Sutiana Hamidjaja Pendiri
6 Dr. wenny Mutiarawaty Sjamsu Pendiri
Sumber: Pernyataan Keputusan Rapat YKBI No. 17
Halaman 18 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 20
Susunan Pengurus YKBI
Susunan pengurus YKBI per 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut:
Pengurus YKBI
Ketua : Dr. Paul Medal Shen
Anggota : Leona Agustine Karnali
Anggota : Monica Christiana Hambali
Ketua : Dr. H. Gunadi Sukma Bhinekas
Wakil Ketua : Mohammad Hafiz Achsan, SH, MH. Kes
Wakil Ketua : Mohamad Sofian
Wakil Ketua : Yoseph Bambang Pamungkas, SE
Sekretaris Umum : Hotmian Sitompul
Sekretaris : Gita Heptian Damayanti
Bendahara Umum : Margaretha Sylvilani Tenggarahardja
Bendahara : Catharina Agussetiati Chusnadi
Ketua : Popong Kurniasih
Kegiatan Usaha
Maksud dan tujuan YKBI ialah melakukan usaha-usaha di bidang kemanusiaan, antara lain
memberikan pelayanan kedokteran dan perwatan Kesehatan sebaik mungkin kepada semua
lapisan Masyarakat yang memerlukan, baik di Bandung khususnya di Jawa Barat/Indonesia
umumnya, sebagai penunjang Rencana Pembangunan di Indonesia.
c. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (“Perseroan”)
Riwayat Singkat
PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan nama PT Famon Global Raya
berdasarkan Akta Notaris No. 74 tanggal 12 Maret 1997 dari Irawan Soerodjo, S.H., Notaris
di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman
(sekarang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia) Republik Indonesia melalui surat keputusan
No. C2-336 HT.01.01.Th.98 tanggal 22 Januari 1998 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 47 tanggal 13 Juni 2003, Tambahan No. 4628
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Notaris No. 26 tanggal 30 Juni 2022 dari Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, S.H., M.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta, sehubungan dengan peningkatan modal dasar, perubahan nilai nominal
saham, penerbitan saham baru, perubahan ketentuan Anggaran Dasar dan perubahan status
Perseroan. Akta perubahan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0033524
tanggal 15 Juli 2022.
Sesuai Pasal 3 (tiga) Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah
dalam pelayanan rumah sakit swasta, perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1998. Kegiatan usaha
Perseroan pada saat ini adalah menjalankan usaha secara tidak langsung melalui entitas
anaknya di bidang pelayanan kesehatan melalui beberapa rumah sakit di beberapa kota
besar di Indonesia.
Halaman 19 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 21
Pada tanggal 28 Oktober 2022, Perseroan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektif
Pernyataan Pendaftaran No. S-215/D.04/2022 atas Penawaran Umum Perdana Saham dari
Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum atas 302.222.300 saham
Perusahaan kepada masyarakat. Perseroan efektif mencatatkan penawaran umum perdana
saham pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 November 2022
Perseroan berkedudukan di Jl. Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok N/21, Sumur Batu,
Kemayoran, Jakarta Pusat. Entitas induk sekaligus entitas induk utama Perseroan adalah PT
Famon Obor Maju.
Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 31
Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 3 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Pemegang Saham Jumlah Lembar Saham Persentase
PT Famon Obor Maju 6.487.215.267 46,47%
Archipelago Investment Pte. Ltd 3.789.358.400 27,15%
PT Awal Bros Citra Batam 2.420.632.176 17,34%
Yos Effendi Susanto 111.556.600 0,80%
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 1.150.659.857 8,24%
Total 13.959.422.300 100,00%
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan Per 31 Desember 2024
Susunan Pengurus dan Pengawas Perseroan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Prof. Yos Effendi Susanto, MA. MPH., Phd
Komisaris Independen : Setya Handojo Singgih
Direksi
Direktur Utama : Ir. Arfan Awaloeddin, MARS
Presiden : Leona Agustine Karnali
Direktur : Yoshen Danun, MBA
Kegiatan Usaha
Berdasarkan Akta No/ 26 tanggal 30 Juni 2022, maksud dan tujuan Perseroan ialah bergerak
dalam bidang aktivitas rumah sakit swasta, aktivitas Perusahaan holding dan aktovitas
konsultasi manajemen lainnya.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut :
Halaman 20 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 22
• Aktivitas rumah sakit swasta (86103)
Kelompok ini mencakup kegiatan perawatan kesehatan dan pengobatan fisik, baik untuk
perawatan jalan maupun rawat inap (opname), yang dilakukan rumah sakit umum swasta,
rumah bersalin swasta, rumah sakit khusus swasta.
• Aktivitas Perusahaan holding (64200)
Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies) yaitu
Perusahaan yang menguasai asset dari sekelompok Perusahaan subsidiary dan kegiatan
utamanya adalah kepemilikan kelompok terserbut “Holding Companies” tidak terlibat
dalam kegiatan usaha Perusahaan subsidiarinya, Kegiatannya mencakup jasa yang
diberikan penasihat (counsellors) dan perunding (negotiators) dalam merancang merger
dan akuisisi perusahaan dan;
• Aktivitas konsultasi manajemen lainnya (70209)
Kelompok ini mencakup ketentuan bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha
dan permasalahan organisasi dan manajemen lainnya, seperti perencanaan strategi dan
organisasi; keputusan berkaitan dengan keuangan; tujuan dan kebijakan pemasaran;
perencanaan, praktik dan kebijakan sumber daya manusia; perencanaan penjadwalan
dan pengontrolan produksi. Penyediaan jasa usaha ini dapat mencakup bantuan nasihat,
bimbingan dan operasional berbagai fungsi manajemen, konsultasi manajemen olah
agronomist dan agricultural economis pada bidang pertanian dan sejenisnya, rancangan
dari metode dan prosedur akuntansi, program akuntasi biaya, prosedur pengawasan
anggaran belanja, pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan
Masyarakat dalam perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi
manajemen dan lain-lain. Termasuk jasa pelayanan studi investasi infrastruktur.
• Selain daripada kegiatan usaha utaman diatas, Perseroan juga dapat melakukan kegiatan
usaha penunjang sebagai berikut :
a. Membentuk dan/atau mendirikan anak perusahaan;
b. Melakukan kegiatan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung di
perusahaan terbuka maupun tertutup dengan maksud melakukan pengendalian
maupun tidak melakukan pengendalian terhadap perusahaan dimaksud;
2.4. Nilai Rencana Transaksi
Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Kerjasama pengelolaan rumah
sakit Rajawali Bandung antara FMR dan YKBI sebagai pihak terafiliasi dengan Perseroan, jangka
waktu perjanjian adalah selama 60 (enam puluh) tahun dan YKBI berhak menerima pembayaran
sejumlah Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta Rupiah) setiap tahun.
Halaman 21 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 23
2.5. Hubungan Pihak-Pihak yang bertransaksi
a. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepemilikan Saham
*
*Dimiliki secara tidak langsung melalui PT Fortuna Anugerah Sehati
Berdasarkan struktur kepemilikan di atas bahwa FMR dan YKBI bukan merupakan perusahaan
afiliasi Perseroan dari segi kepemilikan saham.
b. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepengurusan
No Nama Perseroan FMR YKBI
Prof. Yos Effendi Susanto, MA.
1 Komisaris Utama - -
MPH. Phd
2 Setya Handojo Singgih Komisaris Independen - -
3 Ir. Arfan Awaloeddin, MARS Direktur Utama - -
4 Leona Agustine Karnali Direktur Komisaris Anggota Pembina
5 Jason Yoshen Danun, MBA Direktur Direktur Utama -
6 Dr. Susan Melinda - Komisaris Utama -
7 Shen Michelle Dawn - Komisaris -
8 Dr. Aryadi Senggono - Direktur -
9 Paul Medal Shen - - Anggota Pembina
10 Monica Christiana Hambali - - Anggota Pembina
11 Gunadi Sukma Bhinekas - - Ketua
12 Mohamad Sofian - - Wakil Ketua
13 Mohammad Hafiz Achsan - - Wakil Ketua
14 Yoseph Bambang Pamungkas - - Wakil Ketua
15 Hotmian Sitompul - - Sekertaris Umum
16 Gita Heptian Damayanti - - Sekertaris
Margaretha Sylvilani
17 - - Bendahara
Tenggahardja
18 Catharina Agussetiati Chusnadi - - Bendahara
19 Popong Kurniasih - - Dewan Pengawas
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, FMR dan YKBI diolah
Berdasarkan tabel tersebut di atas bahwa terdapat pengurus perusahaan yang sama antara
Perseroan, FMR dan YKBI.
Halaman 22 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 24
2.6. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi.
Berdasarkan Draft Perjanjian tanggal 24 Juni 2025 Kerjasama Pengelolaan Rumah Sakit Rajawali
Bandung antara PT Fortuna Melinda Rajawali (“FMR”) dan Yayasan Kemanusiaan Bandung
Indonesia (“YKBI”).
RUANG LINGKUP PERJANJIAN
1. YKBI dan FMR (“para pihak”) sepakat untuk bekerja sama dalam hal pengelolaan operasional
Rumah Sakit Rajawali Bandung, dimana secara hukum atau pemegang ijin penyelenggara
rumah sakit adalah YKBI.
2. Pengelolaan oleh FMR mencakup seluruh kegiatan operasional rumah sakit, termasuk tetapi
tidak terbatas pada manajemen rumah sakit, perubahan/pengembangan bangunan,
operasional harian, utang – piutang, aset, persediaan (termasuk farmasi), alat medis, hingga
seluruh dokuman operasional seperti sumber daya manusia (SDM), kontrak, data pasien,
Standar Prosedur Operasional (SPO), perizinan, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), asuransi dan
laporan. FMR juga memiliki hak ekslusif dalam pemanfaatan prasarana, sarana, bangunan
rumah sakit, dan Wisma Rajawali serta bertanggung jawab atas pengurusan manajemen di
berbagai aspek (mutu, medis, keperawatan, perencanaan, pengembangan bisnis, teknis
pembangunan, keuangan, pajak, hukum, SDM dan IT), termasuk hak untuk mengubah atau
menambah bangunan;YKBI memberikan hak kepada FMR untuk terlibat dalam pengelolaan
selama masa transisi (sejak tanggal 19 Agustus 2023) sebelum Tanggal Efektif.
JANGKA WAKTU DAN BIAYA KERJA SAMA
1. Perjanjian disepakati berlaku untuk jangka waktu selama 60 (enam puluh) tahun, terhitung
sejak setelah Tanggal Efektif, yang dibuktikan dengan ditandatanganinya suatu Berita Acara
Serah Terima (BAST) oleh Para Pihak.
2. Para Pihak dapat melakukan perpanjangan jangka waktu perjanjian dengan pemberitahuan
terlebih dahulu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum perjanjian berakhir. Dalam hal
jangka waktu perjanjian diperpanjang, Para Pihak wajib menandatangani suatu addendum
sehubungan dengan perpanjangan jangka waktu perjanjian tersebut .
3. Sehubungan dengan Kerjasama berdasarkan Perjanjian, YKBI berhak menerima pembayaran
sejumlah Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta Rupiah) dari FMR setiap tahun.
4. Jumlah uang pembayaran sebagaimana dimaksudkan dapat dibayarkan dengan cara
dikompensasikan secara penuh atau sebagian atas jumlah tagihan yang menjadi kewajiban
YKBI dan telah dibayarkan terlebih dahulu oleh FMR dan/atau afiliasinya dengan mekanisme
dana talangan.
5. Pembayaran biaya wajib dibayarkan oleh FMR kepada YKBI selambat-lambatnya 30 (tiga
puluh hari) sejak tahun buku berakhir melalui rekening.
Halaman 23 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 25
PENGELOLAAN RS RAJAWALI BANDUNG
Para Pihak setuju bahwa pelaksanaan Pengelolaan RS Rajawali Bandung akan dilakukan dengan
ketentuan sebagai berikut :
Nama Rumah Sakit
1. Para Pihak sepakat bahwa nama rumah sakit yang digunakan saat ini adalah “RS Rajawali
Primaya” dan/atau “Primaya Rajawali Hospital”.
2. Sehubungan dengan perubahan nama akan dilakukan pengurusan perubahan Surat Izin
Operasional, yang akan dilakukan oleh FMR dibantu oleh YKBI dan dengan biaya ditanggung
FMR sepenuhnya.
Izin Rumah Sakit
Selama masa perjanjian, seluruh perizinan operasional rumah sakit termasuk izin operasional,
layanan, tenaga medis dan kesehatan, serta peralatan akan diterbitkan atas nama YKBI. Namun,
apabila FMR dapat mengalihkan izin operasional rumah sakit dari YKBI kepada FMR selama
perjanjian berlangsung YKBI wajib menyetujui pengalihan tersebut dan melakukan langkah-
langkah yang diperlukan untuk mengubah seluruh perizinan atas nama FMR;
Utang Piutang
Sejak Tanggal Efektif, utang YKBI kepada pihak manapun serta tanggung jawab atas dana
pensiun dan pesangon hingga tanggal dimulainya Masa Transisi tetap menjadi tanggung jawab
YKBI. Namun, utang operasional rumah sakit atas nama YKBI yang timbul sejak tanggal
dimulainya Masa Transisi akan ditanggung dan menjadi kewajiban FMR. Seluruh biaya
pengelolaan rumah sakit yang telah dikeluarkan FMR sejak tanggal dimulainya Masa Transisi
hingga Tanggal Efektif menjadi beban dan tanggung jawab FMR. Sementara itu, piutang YKBI
atas operasional rumah sakit yang sudah ada sebelum dan sampai Tanggal Efektif serta selama
Perjanjian berlangsung menjadi hak FMR.
Pengelolaan Pendapatan dan Pengeluaran Rumah Sakit
Para Pihak sepakat selama perjanjian berlangsung, YKBI memberi hak sepenuhnya kepada FMR
untuk memungut, menerima dan mengelola seluruh pendapatan atas operasional Rumah Sakit
Rajawali Bandung, dan karenanya seluruh pembayaran atas pelayanan Rumah Sakit wajib
dibayarkan melalui rekening FMR dan/atau rekening bersama antara FMR dan YKBI, dengan
memperhatikan peraturan perundangundangan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Persediaan Farmasi, Peralatan Kesehatan (“Alkes”) dan Non-Kesehatan (“Non Alkes”)
Sejak Tanggal Efektif, persediaan farmasi yang tersisa menjadi hak FMR, sementara itu, Alkes dan
Non-Alkes yang telah ada di rumah sakit sebelum tanggal dimulainya Masa Transisi merupakan
milik YKBI dan dapat digunakan FMR untuk kegiatan operasional rumah sakit, sedangkan Alkes
dan Non-Alkes yang berada di rumah sakit sejak tanggal dimulainya Masa Transisi merupakan
milik FMR. Dalam hal perjanjian berakhir, FMR berhak menarik seluruh alkes dan non alkes milik
FMR dari rumah sakit.
Sumber Daya Manusia
FMR bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya SDM, menentukan struktur organisasi dan
jumlah SDM dengan serta memiliki hak mutlak dalam menentukan SDM yang dipekerjakan dan
menegosiasikan ulang kerja sama dengan tenaga medis, sedangkan tenaga medis dan tenaga
kesehatan memiliki hubungan hukum langsung dengan YKBI, dan tenaga pendukung/penunjang
Halaman 24 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 26
kesehatan akan dialihkan kepada FMR. FMR berwenang penuh untuk melanjutkan atau
mengakhiri masa kerja SDM.
Perjanjian dengan Pihak Ketiga
FMR memiliki kontrol penuh atas seluruh kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk menyewakan
sebagian area rumah sakit. YKBI wajib menandatangani semua perjanjian yang dibutuhkan FMR
untuk kegiatan operasional Rumah Sakit. Apabila FMR mengakhiri perjanjian dengan pihak ketiga
dan menimbulkan biaya atau denda, YKBI akan menanggung sepenuhnya biaya/denda tersebut.
Standar Prosedur Operasional (“SPO”) dan Kebijakan Medis
FMR berhak menentukan dan mengatur standar operasional prosedur dan kebijakan medis
lainnya sehubungan dengan kegiatan operasional RS Rajawali Bandung.
Sewa Atas Tanah
YKBI bertanggung jawab untuk memastikan perjanjian sewa tanah dengan Pemerintah Kota
Bandung tetap berlaku dan menyerahkan salinannya kepada FMR paling lambat 3 (tiga) bulan
sebelum masa sewa berakhir. Jika perjanjian sewa berakhir karena kesalahan YKBI sehingga
operasional terganggu, YKBI wajib membayar ganti rugi kepada FMR.
Pembangunan/Renovasi dan Pengembangan Layanan Rumah Sakit
FMR memiliki kewenangan penuh untuk merencanakan dan melaksanakan pengembangan serta
konstruksi bangunan rumah sakit, termasuk pengembangan layanan. FMR dan YKBI akan bekerja
sama dalam mengurus perizinan yang diperlukan.. Seluruh biaya pengadaan Alkes dan Non
Alkes serta renovasi selama perjanjian berlangsung menjadi tanggung jawab FMR, dan semua
Alat Kesehatan yang ditempatkan di rumah sakit sejak tanggal efektif adalah milik FMR.
Pendanaan Kegiatan Operasional Rumah Sakit
Dalam melakukan kegiatan operasional rumah sakit dan diperlukan kebutuhan pendanaan
tambahan, FMR dapat melakukan permintaan pinjaman kepada bank atau lembaga-lembaga
pembiayaan lainnya dengan menjaminkan bangunan rumah sakit, benda-benda yang
merupakan alat kesehatan dan non-kesehatan termasuk aset lain milik YKBI sebagai jaminan
dengan persetujuan YKBI terlebih dahulu.
KEJADIAN WANPRESTASI, PERBAIKAN DAN GANTI RUGI
1. Kejadian Wanprestasi
Wanprestasi merupakan kejadian pelanggaran, penundaan pelaksanaan, penghentian bisnis,
ketidakmampuan membayar, atau pembubaran/kepailitan. Pihak yang wanprestasi wajib
memberitahukan status dan Solusi perbaikan dalam 30 (tiga puluh) hari.
2. Perbaikan
Pihak yang wanprestasi akan memutuskan persetujuan solusi dalam 14 (empat belas) hari.
Jika disetujui, perbaikan harus dilakukan maksimal dalam 30 (tiga puluh) hari. Apabila
perbaikan tidak terjadi, dapat diberikan hingga 3 (tiga) kali peringatan tertulis, dan jika masih
gagal, perjanjian dapat langsung diakhiri. Perjanjian juga dapat langsung berakhir jika solusi
perbaikan ditolak.
Halaman 25 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 27
3. Penggantian Kerugian
FMR bertanggung jawab atas ganti rugi terkait kasus medicolegal. Sementara itu, YKBI wajib
mengganti rugi terhadap FMR atas biaya pembangunan/renovasi dan pengelolaan jika
kegagalan memperoleh hak sewa tanah oleh kesalahan YKBI menyebabkan operasional
terhenti, serta bertanggung jawab atas semua kerugian FMR yang timbul akibat pelanggaran
pernyataan dan jaminan YKBI. Kewajiban ganti rugi ini bersifat mandiri dari kewajiban
lainnya.
PENGAKHIRAN PERJANJIAN
Perjanjian dapat berakhir sebelum waktunya jika FMR dibubarkan, perjanjian diakhiri
berdasarkan kondisi yang diatur sebelumnya, lahan sewa tidak diperpanjang tanpa ada
pengganti, atau Pemerintah Kota Bandung memberikan hak pengelolaan lahan kepada FMR;
namun, pengakhiran ini tidak menghapuskan kewajiban atau utang yang telah ada.
2.7. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi
• Bagi Perseroan, melalui FMR group dari Perseroan memperoleh hak eksklusif mengelola RS
Rajawali Bandung selama 60 tahun, memperkuat posisi jaringan Rumah Sakit group Primaya
di wilayah Bandung dan Jawa Barat.
• Rencana Transaksi akan meningkatkan potensi pendapatan Perseroan, dengan pengelolaan
penuh atas operasional, pendapatan RS Rajawali akan langsung dikonsolidasikan ke
Perseroan, memberikan potensi peningkatan kinerja keuangan.
• Branding dan peningkatan nilai aset tidak langsung, dimana perubahan nama RS Rajawali
Bandung menjadi 'Primaya Hospital Rajawali' memperluas eksposur brand Primaya dan
menciptakan nilai sinergi merek.
• Perseroan akan memperoleh kewenangan penuh atas operasional, SDM, keuangan,
peralatan, SPO, dan pengembangan RS, sehingga dapat menerapkan standar mutu Primaya
secara menyeluruh.
• Perseroan melalui FMR memiliki hak untuk menyewakan area RS kepada pihak ketiga untuk
layanan penunjang (kantin, apotek, ritel), meningkatkan pendapatan non-core.
• Utang historis YKBI sebelum tanggal efektif perjanjian bukan menjadi tanggungan Perseroan,
kecuali sebagaimana telah dinegosiasikan dalam perjanjian pengalihan tertentu.
Analisis Risiko Rencana Transaksi
• Izin tetap atas nama YKBI dan lahan yang digunakan untuk RS disewa dari Pemerintah Kota
Bandung. Karena lahan yang digunakan adalah sewa, sehingga ada kemungkinan risiko
sewa tidak diperpanjang oleh pemilik lahan.
• Seluruh izin operasional rumah sakit tetap atas nama YKBI. Hal ini menimbulkan
ketergantungan hukum yang dapat menjadi kendala apabila terjadi konflik kepentingan atau
YKBI wanprestasi.
• Meskipun Perseroan mengelola operasional, hak legal atas rumah sakit tetap pada YKBI,
termasuk perizinan dan hubungan hukum dengan beberapa SDM dan pihak ketiga.
• Perseroan akan menanggung penuh seluruh risiko operasional, termasuk risiko hukum atas
tindakan medis (medicolegal), tanpa kepemilikan formal atas fasilitas.
Halaman 26 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 28
• Investasi modal dalam renovasi, peralatan, dan pengembangan dilakukan oleh Perseroan
atas aset yang bukan miliknya secara hukum. Hal ini dapat menimbulkan potensi asset at
risk jika perjanjian diakhiri sepihak atau terjadi force majeure.
• Terdapat beban investasi awal termasuk dana talangan, operasional, pengadaan alat, dan
SDM, yang perlu dikompensasikan melalui kinerja keuangan rumah sakit yang positif.
• Perubahan pengelolaan dapat menimbulkan resistensi dari SDM lama yang direkrut oleh
YKBI, hal tersebut akan berpotensi menimbulkan konflik transisional.
• Apabila kinerja rumah sakit tidak sesuai dengan proyeksi keuangan, FMR akan menanggung
kerugian dan akan terkonsolidasi pada laporan keuangan Perseroan.
Halaman 27 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 29
BAB IIII
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF
3.1. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
1. Analisis Industri Dan Lingkungan
a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia & Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Global
Ketidakpastian pasar keuangan global semakin meningkat disertai dengan risiko perlambatan
pertumbuhan ekonomi dunia. Rencana kebijakan perdagangan di Amerika Serikat (AS)
melalui kenaikan tarif impor, komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah
menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi perdagangan dunia. Perkembangan ini yang
disertai dengan eskalasi ketegangan geopolitik di banyak negara mengakibatkan
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1% dari sebesar 3,2%
pada 2024.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh permintaan
domestik. Investasi diprakirakan tumbuh positif pada triwulan IV 2024 ditopang oleh
penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan investasi swasta didukung insentif
dari Pemerintah. Konsumsi rumah tangga diprakirakan tetap tumbuh didorong oleh keyakinan
konsumen yang terjaga serta dampak positif pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah.
Konsumsi Pemerintah lebih tinggi seiring dengan kenaikan aktivitas belanja Pemerintah pada
akhir tahun. Sementara itu, ekspor nonmigas diprakirakan melambat dipengaruhi ekonomi
global yang belum kuat. Secara sektoral, pertumbuhan juga ditopang terutama oleh Sektor
Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara keseluruhan
tahun, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan
meningkat menjadi 4,8–5,6% pada 2025.
Tabel 4 Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
Sumber : Bank Indonesia, 2024
Halaman 28 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 30
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia akan terus tumbuh sebesar
5,07% pada tahun 2025. IMF memprakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2024
sampai dengan 2029 adalah 5,05% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
pada tahun 2025, 2027 dan 2028 dimana dicatatkan dengan prakiraan inflasi sebesar
5,07%.
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2024 tetap terjaga sebesar 1,55%
(yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat deflasi 0,32% (yoy)
didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya
sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP, dan pengaruh base effect harga
pangan. Secara spasial, inflasi IHK di sebagian besar daerah juga terkendali dalam kisaran
sasaran inflasi nasional.
Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank
Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali
didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga
inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung
upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.
Grafik 1 Perkembangan Inflasi
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Proyeksi Inflasi
Berdasarkan peoyeksi Inflasi harga kustomer rata-rata Indonesia yang dipublikasikan oleh
International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2024
sampai dengan 2029 adalah 2,49% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
pada tahun 2025 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,54% dimana dicatatkan, sedangkan
prakiraan inflasi pada tahun 2029 adalah sebesar 2,52%.
Halaman 29 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 31
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah pada Desember 2024 (hingga 17 Desember 2024) melemah sebesar
1,37% (ptp) dari bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh
makin tingginya ketidakpastian global terutama terkait dengan arah kebijakan AS, ruang
penurunan FFR yang lebih rendah, penguatan mata uang dolar AS secara luas, dan risiko
geopolitik yang mengakibatkan berlanjutnya preferensi investor global untuk memindahkan
alokasi portofolionya kembali ke AS.
Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga
stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Grafik 2 Perubahan Nilai Tukar Indonesia dan Negara Kawasan (% ytd)
Sumber : Bank Indonesia, 2024
Tingkat Suku Bunga
Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,13% pada 17 Desember
2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 13 Desember 2024 tercatat
meningkat menjadi masing-masing pada level 7,14%, 7,17%, dan 7,24%, dan menarik untuk
mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun, per 17
Desember 2024, masing-masing meningkat menjadi 6,87% dan 7,04% sejalan dengan
tingginya yield UST tenor 10 tahun.
Sementara itu, likuiditas perbankan memadai sejalan dengan implementasi bauran kebijakan
Bank Indonesia, termasuk KLM. Likuiditas yang memadai serta efisiensi perbankan dalam
pembentukan harga yang makin baik dengan transparansi SBDK, berdampak positif pada
suku bunga perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
kredit pada November 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,71%, dan 9,22%, relatif stabil
dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
Halaman 30 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 32
Grafik 3 Suku Bunga Perbankan (%)
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Pertumbuhan kredit/pembiayaan pada November 2024 tetap kuat, mencapai 10,79%
(yoy). Dari sisi penawaran, kuatnya pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya minat
penyaluran kredit perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan,
besarnya dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta dampak positif KLM Bank
Indonesia yang disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, yaitu sektor Hilirisasi Minerba dan
Pangan, Otomotif, Perdagangan dan Listrik, Gas dan Air (LGA), Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif, serta UMKM dan hijau. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja
usaha korporasi yang terjaga, termasuk pada korporasi yang berorientasi ekspor.
Sementara itu, berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit
investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,92% (yoy), 13,77% (yoy), dan
10,94% (yoy) pada November 2024. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 11,24% (yoy),
sementara kredit UMKM tumbuh 4,02% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan
kredit pada 2024 diprakirakan tetap berada pada kisaran 10–12% dan akan meningkat pada
2025 pada kisaran 11–13%. Bank Indonesia terus mendorong peningkatan pertumbuhan
kredit, termasuk dengan memperkuat strategi KLM mulai Januari 2025 yang akan diarahkan
untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan yang dapat mendukung pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja.
Grafik 4 Pertumbuhan Kredit/Pembiayaan
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Halaman 31 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 33
b. Tinjauan Industri Rumah Sakit di Indonesia
Perkembangan Industri Rumah Sakit di Indonesia
Sebagai upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat selain dilakukan upaya
promotif dan preventif, diperlukan juga upaya kuratif dan rehabilitatif. Selain menyediakan
upaya kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif, rumah sakit yang juga berfungsi
sebagai penyedia pelayanan kesehatan rujukan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan, rumah
sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan
perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan
gawat darurat. Rumah sakit diklasifikasikan atau di kelompokkan kelasnya berdasarkan
kemampuan pelayanan, fasilitas kesehatan, sarana penunjang, dan sumber data manusia.
Jenis Rumah Sakit
Rumah sakit yang teregistrasi di Kementerian Kesehatan diselenggarakan oleh berbagai
instansi atau lembaga, antara lain pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/POLRI, BUMN,
dan swasta. Berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan, rumah sakit dikategorikan dalam
Rumah Sakit Umum (RSU) dan Rumah Sakit Khusus (RSK).
Selama tahun 2019-2023 jumlah rumah sakit di Indonesia mengalami peningkatan sebesar
9,7%. Pada tahun 2019 jumlah rumah sakit sebanyak 2.877 meningkat menjadi 3.155 pada
tahun 2023. Jumlah rumah sakit di Indonesia sampai dengan tahun 2023 terdiri dari 2.636
RSU dan 519 RSK.
Grafik 5
Grafik 6 Perkembangan Jumlah Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus di Indonesia
Tahun 2019 - 2023
Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024
Pada tahun 2023, Rumah Sakit Umum (RSU) yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat
sebanyak 242 (9,2%), pemerintah daerah sebanyak 849 (32,2%), dan swasta 1.545 (58,6%).
Halaman 32 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 34
Tabel 5 Perkembangan Jumlah Rumah Sakit Umum Berdasarkan Penyelenggaraan di
Indonesia Tahun 2019 - 2023
Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024
Tipe Rumah Sakit
Rumah sakit dikelompokkan berdasarkan kemampuan pelayanan, fasilitas kesehatan, sarana
penunjang, dan sumber daya manusia menjadi Kelas A, Kelas B, Kelas C, dan Kelas D. Jumlah
rumah sakit (RS) di Indonesia menurut kelas terbanyak yaitu tipe C sebesar 1.683 (53%) RS,
kemudian kelas D dan D Pratama sebesar 946 (30%) RS , kelas B sebesar 437 (14%) RS, dan
kelas A sebesar 70 (2,0%) RS, sedangkan selebihnya merupakan RS yang belum ditetapkan
kelasnya sebesar 19 (1,0%) RS.
Grafik 7 Jumlah Rumah Sakit Menurut Kelas Tahun 2023
Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024
Halaman 33 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 35
Rasio Tempat Tidur Rumah Sakit
Dalam standar World Health Organization (WHO), standar terpenuhi atau tidaknya kebutuhan
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rujukan dan perorangan di suatu wilayah dapat
dilihat dari rasio tempat tidur terhadap 1.000 penduduk. Standar WHO adalah 1 tempat tidur
untuk 1.000 penduduk. Rasio tempat tidur di rumah sakit di Indonesia sejak tahun 2019
hingga 2023 yaitu lebih dari 1 per 1.000 penduduk. Untuk tahun 2023, rasio tempat tidur
rumah sakit di Indonesia adalah 1,38 per 1.000 penduduk. Sehingga, jumlah tempat tidur di
Indonesia sudah tercukupi menurut standar WHO.
Grafik 8 Rasio Jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit Per 1.000 Penduduk di Indonesia Tahun
2019 - 2023
Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024
Rasio tempat tidur menurut provinsi tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (2,7 per 1.000
penduduk) dan terdapat dua provinsi yang masih berada dibawah standar WHO yaitu Provinsi
Papua Tengah (0,7 per 1.000 penduduk) dan Papua Pegunungan (0,4 per 1.000 penduduk).
Halaman 34 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 36
Grafik 9 Rasio Tempat Tidur Rumah Sakit Per 1.000 Penduduk di Indonesia Menurut Provinsi
Tahun 2023
Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024
Akreditasi Rumah Sakit
Dalam RPJMN 2020-2024, salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah pemerataan
pelayanan kesehatan melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, baik pada
fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas kesehatan tingkat lanjut Indikator sasaran
strategis yang ingin dicapai adalah 100% RS terakreditasi pada tahun 2024.
Berdasarkan Permenkes Nomor 13 Tahun 2022 peningkatan kualitas dan daya saing
pelayanan rujukan dilakukan melalui akreditasi rumah sakit dan pengembangan sistem
jejaring rujukan serta kemitraan. Persentase RS terakreditasi tertinggi adalah Provinsi D.I.
Yogyakarta sebesar 98,8% dan terendah di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 68,8%.
Halaman 35 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 37
Grafik 10 Persentase Rumah Sakit Terakreditasi di Indonesia Menurut Provinsi Tahun 2023
Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024
Rekam Medis Elektronik (RME) Rumah Sakit
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat yang baik dibutuhkan beberapa syarat.
Salah satu syarat yang dimaksud adalah tersedianya data yang lengkap, tidak hanya tentang
keadaan kesehatan pasien yang menjadi tanggung jawab dokter tetapi juga tentang keadaan
lingkungan fisik serta lingkungan non fisik masing-masing. Semua data tersebut perlu dicatat
serta disimpan sebaik-baiknya, sehingga apabila diperlukan ke depan dapat dengan mudah
diambil kembali. Berkas atau catatan yang berisikan data yang dimaksud di atas dalam
praktek kedokteran dikenal dengan nama Rekam Medis (Medical Record). Peranan rekam
medis dalam pelayanan kesehatan sangat penting karena macam dan jenis data pada
pelayanan kesehatan relatif lebih banyak dan kompleks.
Halaman 36 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 38
Di era digital ini, semua serba efisien dengan penggunaan teknologi informasi. Salah satu
penggunaan teknologi informasi (TI) di bidang rekam medis adalah pemanfaatan RME. RME
merupakan sistem informasi kesehatan terkomputerisasi yang berisi data sosial dan data
medis pasien, serta dapat dilengkapi dengan sistem pendukung keputusan. RME dapat
membantu manajemen pelayanan kesehatan pasien dengan lebih baik. Pengguna merupakan
aspek penting untuk mewujudkan RME yang ideal. Dengan memahami persepsi pengguna
mengenai RME dapat ditemukan rekomendasi yang tepat untuk memaksimalkan adopsi RME
dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pasien. Penyelenggaraan rekam medis secara
elektronik sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan manajemen
kinerja fasilitas pelayanan kesehatan dan untuk mempermudah sistem pelaporan yang
dilakukan oleh seluruh pemberi pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Secara administratif, RME bermanfaat sebagai gudang penyimpanan informasi secara
elektronik mengenai status kesehatan dan layanan kesehatan yang diperoleh pasien
sepanjang hidupnya. Selain itu, penggunaan RME memberikan manfaat kepada dokter dan
petugas kesehatan dalam mengakses informasi pasien yang pada akhirnya membantu dalam
pengambilan keputusan klinis. Pencatatan rekam medis adalah wajib bagi dokter dan dokter
gigi yang melakukan tindakan medis kepada pasien, sesuai dengan aturan sehingga tidak
ada alasan bagi dokter untuk tidak membuat rekam medis tersebut. RME merupakan solusi
bagi rumah sakit untuk mengatasi berbagai masalah yang sering terjadi di rumah sakit seperti
tempat penyimpanan yang besar, hilangnya rekam medis, pengeluaran data yang
dibutuhkan, dan lain-lain.
Saat ini diperlukan pertukaran informasi yang sangat cepat dan akurat untuk mendukung
pelayanan menjadi lebih efisien dan bermutu. RME di Rumah Sakit harus dilaksanakan dan
menjadi salah satu kunci keberhasilan pelayanan kesehatan Keadaan geografis Indonesia,
keterbatasan SDM tenaga kesehatan, keterbatasan sarana dan prasarana serta mobilitas
penduduk membutuhkan pelayanan kesehatan yang dapat dilaksanakan dimana saja dengan
disertai pertukaran informasi kesehatan yang akurat.
Dengan memahami persepsi pengguna mengenai RME dapat ditemukan rekomendasi yang
tepat untuk memaksimalkan adopsi RME dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan
pasien. Implementasi RME tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 tahun
2022 pasal 45 yang menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus
menyelenggarakan RME sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini paling lambat
pada tanggal 31 Desember 2023.
Pada tahun 2023, terdapat 768 rumah sakit telah melaksanakan RME di enam pelayanan
(Pendaftaran, Rawat Inap, Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat, Unit Penunjang, Farmasi).
Terdapat delapan provinsi yang belum RME yaitu NTT, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara,
Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Dari 3.138 rumah sakit yang dilakukan survey, terdapat 768 (24,5%) rumah sakit yang telah
melaksanakan RME sepenuhnya, 1.225 (39%) rumah sakit melaksanakan sebagian RME yaitu
RME digunakan minimal pada tiga pelayanan dari total enam pelayanan, dan 1.145 (36,5%)
rumah sakit belum melaksanakan RME.
Halaman 37 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 39
Grafik 11 Persentase Rumah Sakit Yang Melaksanakan RME di Enam Layanan di Indonesia
Tahun 2023
Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024
Grafik 12 Jumlah Rumah Sakit Yang Melaksanakan RME Sepenuhnya di Enam Layanan di
Indonesia Tahun 2023
Sumber : Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, 2024
Halaman 38 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 40
2. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Analisis Operasional
Segmen Rumah Sakit
Hingga akhir tahun 2024, Perseroan telah mengelola 16 rumah sakit yang tergabung di Grup
Primaya Hospital yang tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan berkeyakinan bahwa masih
terdapat berbagai peluang di sektor Kesehatan di Indonesia seiring berkembangnya
pelayanan Kesehatan di Indonesia. Adapun pertumbuhan pelayanan Kesehatan di Indonesia
erat kaitannya dengan peningkatan populasi penduduk umur produktif, peningkatan
pendapatan, penduduk kelas menengah, peningkatan konsumsi Kesehatan masyarakat,
hingga adanya penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merata
dan menyeluruh bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, rumah sakit menjadi
salah satu bisnis utama yang mendukung operasional bisnis Perseroan.
Sepanjang tahun 2024, industri layanan kesehatan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan
yang lebih solid dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mengacu pada laporan resmi dari
Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kesehatan RI, permintaan terhadap layanan
kesehatan terus meningkat sejalan dengan percepatan transformasi digital, peningkatan
kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, dan perbaikan sistem layanan primer.
Peningkatan jumlah fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan klinik, serta adopsi
teknologi seperti telemedicine dan electronic health records (EHR) semakin memperkuat
ekosistem layanan kesehatan nasional. Selain itu, industri alat kesehatan nasional juga
mencatatkan kinerja yang positif, memperkuat kapasitas domestik dalam memenuhi
kebutuhan pasar dalam negeri maupun ekspor.
Didukung oleh tren pertumbuhan industri tersebut, hingga akhir tahun 2024, produksi Rumah
Sakit telah berhasil mencatatkan hari rawat inap sebesar 403.801 hari dan menangani
1.720.492 kunjungan rawat jalan yang tersebar di seluruh rumah sakit milik Perseroan.
Sementara di bidang pendapatan Rumah Sakit, tahun 2024 Perseroan mencatatkan sebesar
Rp1.892,8 miliar, meningkat 15% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
Rp1.644,4 miliar. Pertumbuhan pendapatan ini terutama datang dari sisi Rawat Jalan yang
tumbuh lebih dari 22% dibandingkan dengan tahun 2023, yang disebabkan dari
pertumbuhan jumlah kunjungan sebesar 23%. Hal ini bisa diatribusikan kepada peningkatan
mutu klinis dan layanan yang disediakan seluruh rumah sakit di grup Primaya.
Dengan demikian, untuk tahun 2025 Perseroan terus optimis dalam mengubah setiap
tantangan yang ada menjadi kesempatan bisnis untuk lebih meningkat. Perseroan memiliki
rencana pembukaan 2 rumah sakit baru di tahun 2025 yang akan berlokasi di Kelapa Gading
dan BSD.
Segmen Laboratorium
Melalui unit anak usaha Westerindo, Perseroan memiliki unit bisnis laboratorium yang memiliki
kontribusi signifikan terhadap performa Perseroan secara keseluruhan dan masih memiliki
potensi luar biasa untuk berkembang. Westerindo selaku pengelola pelayanan kesehatan
untuk Grup Primaya dalam bidang laboratorium baik di dalam rumah sakit maupun di luar
rumah sakit, dengan layanan unggulan di bidang Medical Check Up dan In-house Clinic.
Selain itu, melalui Westerindo Perseroan juga menawarkan layanan-layanan lainnya seperti
Halaman 39 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 41
pemeriksaan homecare dan pemeriksaan rujukan. Hingga akhir tahun 2024, Perseroan
melalui Westerindo telah mengelola 10 cabang laboratorium klinik dan lebih dari 20 cabang
In-House Clinic yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, produksi Laboratorium telah berhasil mencatatkan volume pengujian
sebesar 2.505 ribu tes, meningkat dibandingkan tahun 2023 dengan jumlah 2.361 ribu tes.
Sedangkan dari sisi pendapatan, Perseroan mencatatkan sebesar Rp187.1 miliar pada tahun
2024, meningkat 5.5% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp177.4
miliar.
Perseroan yakin bahwa seiring dengan pertumbuhan segmen rumah sakit, segmen
laboratorium juga masih memiliki berbagai peluang di sektor Kesehatan di Indonesia seiring
dengan berkembangnya pelayanan Kesehatan di Indonesia.
Segmen Lainnya
Selain dari laboratorium, Perseroan juga memiliki kegiatan usaha di bidang lainnya untuk
mendukung pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, seperti pada bidang telemedicine dan
telekonsultasi yang dikenal dengan LinkSehat, homecare melalui Kava Care serta teknologi
reproduksi berbantu melalui Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic.
Di akhir tahun 2024, Perseroan juga telah memperluas lini bisnis Grup Primaya Hospital
melalui pembukaan klinik mata yang dikenal dengan EyeQu LASIK & Eye Center yang memiliki
spesialisasi dalam menangani masalah penglihatan dan meningkatkan kesehatan mata yang
didukung oleh dokterdokter subspesialis yang berkualitas.
Sepanjang tahun 2024, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 23.2 miliar melalui
segmen lainnya, meningkat sebesar 32% dibandingkan dengan pendapatan tahun 2023,
dimana pertumbuhan terutama datang dari peningkatan performa unit usaha IVF dan Smart
Fertility Clinic.
Pada tahun 2025, Perseroan memiliki sejumlah prospek usaha di antaranya untuk mendirikan
perusahaan jual beli alat kesehatan yang perencanaan bisnisnya saat ini telah dimulai
Prospek Perseroan
Industri layanan kesehatan di Indonesia menunjukkan prospek cerah untuk berkembang,
didorong oleh transformasi digital, peningkatan investasi infrastruktur, dan kesadaran
masyarakat terhadap kesehatan. Sejalan dengan tren tersebut, Grup Primaya Hospital
berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif dan berkualitas
tinggi guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. (L&G Broker Asuransi
Indonesia).
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Grup Primaya Hospital berencana menambah dua
rumah sakit baru pada tahun 2025, serta mengembangkan Center of Excellence baru yang
akan menghadirkan pengobatan nuklir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan
aksesibilitas dan kualitas layanan medis bagi masyarakat Indonesia.
Teknologi memegang peranan penting dalam operasional Grup Primaya Hospital. Upaya
digitalisasi seperti implementasi Rekam Medis Digital dan Pendaftaran Online telah
Halaman 40 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 42
meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien. Selain itu, aplikasi Primaya memungkinkan
pasien untuk mendaftar dan mengakses layanan kesehatan secara lebih mudah dan cepat.
Dalam aspek keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG), Grup Primaya
Hospital berkomitmen untuk mengembangkan program-program yang sejalan dengan
operasional perusahaan. Fokus utama Perseroan meliputi digitalisasi layanan, penghematan
energi, dan pengolahan limbah, yang tidak hanya memberikan dampak positif bagi
perusahaan tetapi juga bagi para pemangku kepentingan dan lingkungan sekitar.
3. Alasan Dilakukan Transaksi
YKBI merupakan pemilik dan pengelola Rumah Sakit Rajawali Bandung, dan FMR merupakan
suatu Perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi manajemen dan merupakan anak
Perusahaan tidak langsung dari Perseroan, dimana Perseroan merupakan pemilik dan
pengelola dari brand “Rumah Sakit Primaya atau yang dikenal sebagai Primaya Hospital”).
Dalam rangka pengembangan usaha dan jaringan rumah sakit, maka Perseroan melalui FMR
berencana untuk melakukan Kerjasama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung.
Kegiatan kerjasama antara FMR dengan YKBI atas Kerjasama pengelolaan Rumah Sakit
Rajawali Bandung dapat memberikan kontribusi bagi FMR selaku pihak afiliasi dari FMR serta
memiliki dampak positif kepada Perseroan secara konsolidasi.
4. Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi
• FMR memperoleh hak Kelola ekslusif RS yang telah beroperai tanpa perlu membangun
dari awal.
• kesempatan meningkatkan performa RS dengan skema strategis dan investasi
berorientasi laba, hal tersebut terlihat pada proyeksi setelah Rencana Transaksi.
• Integrasi dengan jaringan Primaya Hotel dapat mendorong efisiensi dan branding.
• Perjanjian berlaku selama 60 (enam puluh) tahun, yang mana periode tersebut cukup
stabil untuk emortisasi investasi dan pengembangan.
• Dengan bertambahnya jaringan Primaya Hotel diharapkan akan meningkatkan performa
keuangan secara konsolidasi pada Perseroan.
Kerugian Rencana Transaksi
• Semua biaya operasional, investasi, renovasi dan SDM ditanggung oleh FMR dan akan
terkonsolidasi pada Laporan Keuangan Perseroan.
• Ketergantungan pada YKBI untuk pemeliharaan izin dan legalitas sewa tanah.
3.2. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas Rencana Transaksi, sebagai berikut:
Halaman 41 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 43
1. Kinerja Keuangan Historis Perseroan
Tabel 6 Historis Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Periode 31 Desember 2019 – 31
Desember 2024 (dalam jutaan Rupiah)
31 DES 31 DES 31DES 31 DES 31 DES
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Aset lancer
Kas & Setara Kas 312.231 570.511 979.665 1.025.602 894.758
Deposito berjangka - 7.000 117.000 76.000 52.000
Piutang usaha 414.375 440.382 352.209 450.638 499.453
Piutang lain-lain 5.512 10.753 12.495 32.891 18.260
Persediaan 48.873 50.040 51.422 54.165 55.735
Pajak dibayar dimuka 7 - 44 16 116
Uang muka & beban dibayar dimuka 26.585 114.182 124.260 42.649 164.368
Aset lancer lainnya 1 - 323 - 20.302
Jumlah aset lancer 807.583 1.192.868 1.637.418 1.681.961 1.704.992
Aset tidak lancer
Investasi pada entitas asosiasi 228.793 228.793 273.366 362.993 404.270
Taksiran taguhan PPh 1.833 739 15.812 17.731 6.439
Aset pajak tangguhan 29.493 27.905 56.287 76.685 79.432
Aset tetap 1.322.799 1.525.301 1.837.290 2.395.470 2.721.599
Aset hak guna 15.704 75.215 65.581 143.173 128.327
Goodwill - 4.953 6.150 6.150 6.150
Aset tidak lancer lainnya 6.143 67.174 67.336 19.870 21.381
Jumlah aset tidak lancer 1.604.766 1.930.080 2.321.822 3.022.072 3.367.598
JUMLAH ASET 2.412.348 3.122.948 3.959.240 4.704.033 5.072.590
LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 106.149 119.357 138.597 151.730 134.250
Utang lain-lain 51.612 66.654 81.013 129.155 174.020
Utang pajak 69.357 95.029 22.229 36.101 26.876
Beban akrual 17.094 28.025 34.966 52.899 45.434
Pendapatan diterima dimuka 2.505 2.828 2.426 3.422 4.557
Pinjaman syariah jk pendek 6.722 4.000 - - -
Pinjaman bank jk pendek - - - - -
Bag. Liabilitas jk pjgn jth tempo 1 th
Pinjaman transaksi syariah 38.401 51.236 54.549 40.797 49.025
Pinjaman bank 60 4.080 8.300 39.844 88.342
Liabilitas sewa 5.171 14.373 16.864 15.708 21.268
Jumlah Liabilitas jk pendek 297.070 385.582 358.944 469.656 543.772
Liabilitas jk Panjang setelah dikurangu
jth tempo
Pinjaman transaksi syariah 392.816 346.540 301.281 276.382 273.056
Pinjaman bank 112.240 396.957 457.703 794.276 898.735
Liabilitas sewa 25.548 72.496 56.904 111.136 98.596
Halaman 42 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 44
31 DES 31 DES 31DES 31 DES 31 DES
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024
Audited Audited Audited Audited Audited
Liabilitas imbalan paska kerja 100.344 65.543 77.436 118.006 124.294
Jumlah Liabilitas jk Panjang 630.948 881.536 893.324 1.299.800 1.394.681
JUMLAH LIABILITAS 928.019 1.267.118 1.252.268 1.769.456 1.938.453
EKUITAS
Modal Saham 129.602 129.602 139.594 139.594 139.594
Tambahan Modal Disetor 524.021 524.021 1.407.325 1.407.325 1.407.325
Komponen ekuitas lain 4.602 4.602 3.692 3.692 3.692
Saldo laba :
Ditentukan - - 2.000 34.100 84.100
Belum ditentukan 729.468 1.071.754 1.035.511 1.213.814 1.372.551
Jumlah Ekuitas yg dpt diatribusikan kpd
1.387.692 1.729.979 2.588.122 2.798.525 3.007.262
pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali 96.638 125.851 118.850 136.052 126.875
JUMLAH EKUITAS 1.484.330 1.855.830 2.706.972 2.934.577 3.134.137
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS 2.412.348 3.122.948 3.959.240 4.704.033 5.072.590
Sumber: Laporan keuangan Konsolidasian Perseroan
Analisis Laporan Posisi Keuangan Perseroan
Aset
Perkembangan total aset Perseroan periode 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2024 menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan total aset
tertinggi yang dibukukan Perseroan pada tahun 2021, dengan kenaikan sebesar 29,46%,
kenaikan tersebut utamanya didominasi oleh aset lancar yang naik 47,71% dibanding aset
tidak lancar yang naik 20,27%. Selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2024 total aset didominasi oleh aset tidak lancar dibanding aset lancar, dengan
perbandingan rata-rata sebesar 63,52% : 36,48%. Pada periode yang berakhir pada 31
Desember 2024 total aset Perseroan meningkat 7,83% dibandingkan periode sebelumnya,
peningkatan tersebut utamanya dikarenakan oleh peningkatan pada pos aset tidak lancar
sebesar 11,4%.
Aset Lancar
Total aset lancar Perseroan periode 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2024 mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan kenaikan tertinggi
terjadi pada tahun 2021 dengan kenaikan sebesar 47,71%. Kenaikan tersebut utamanya
dikarenakan adanya peningkatan pada uang muka dan beban dibayar dimuka, piutang lain-
lain dan saldo kas dan setara kas. Pada tahun 2022 aset lancar meningkat 37,27%,
peningkatan tersebut utamanya dari peningkatan kas dan setara kas yang timbul dari hasil
penawaran umum perdana atau IPO di akhir tahun 2022 dan penerbitan Mandatory
Covertible Bond (MCB), yang dikonversi menjadi saham dalam Perseroan. Di tahun 2023 aset
lancer naik 2,72% dari periode sebelumnya, peningkatan tersebut terutama berasal dari
pertumbuhan piutang usaha dari pihak ketiga sebesar Rp98,4 miliar. Pada periode yang
berakhir 31 Desember 2024 total aset lancar Perseroan tercatat sebesar Rp1.705 miliar yang
naik 1,37% dari periode sebelumnya. Peningkatan tersebut utamanya dikarenakan karena
pertumbuhan piutang usaha dari pihak ketiga.
Halaman 43 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 45
Aset Tidak Lancar
Pada sisi total aset tidak lancar Perseroan juga menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada periode yang berakhir 31 Desember 2024 tercatat naik 11,43% dibanding periode
sebelumnya. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh penambahan aset tetap yang
digunakan untuk pembangunan rumah sakit baru dan pengembangan gedung dan layanan
rumah sakit yang sudah beroperasi, serta pengadaan alatalat medis untuk rumah sakit baru
maupun yang sudah beroperasi.
Liabilitas
Total liabilitas Perseroan menunjukan pergerakan beragam, namun cenderung terus tumbuh
hanya pada tahun 2022 total liabilitas turun 1,17% dibanding tahun 2021. Total liabilitas
Perseroan dikelompokan menjadi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka Panjang. Dari
tahun 2020 hingga 2024 total liabilitas Perseroan diominasi oleh liabilitas jangka panjang
dibanding liabilitas jangka pendek, dengan rasio perbandingan sebesar 26,41% : 10,89%.
Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp1.938 miliar yang naik
9,55% dibanding periode sebelumnya, peningkatan tersebut utamanya pada sisi liabilitas
jangka pendek yang naik 15,78% atau naik sebesar Rp74 miliar.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan menunjukan pergerakan beragam, yang
cenderung meningkat namun di tahun 2022 liabilitas jangka pendek turun 6,91%. Penurunan
tersebut utamanya disebabkan oleh pelunasan pinjaman transaksi syariah jangka pendek,
utang pajak, dan pendapatan diterima dimuka. Pada tahun 2023 liabilitas jangka pendek
Perseroan naik 30,84% atau naik sebesar Rp111 miliar, peningkatan ini terutama karena
bertambahnya utang usaha dan lain-lain, serta liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun. Pada 31 Desember 2024 total liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
Rp544 miliar, yang naik 15,78% atau Rp74 miliar disbanding periode sebelumnya.
Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh peningkatan utang lain-lain kepada pihak
ketiga besar 34,74% atau sebesar Rp45 miliar dan utang bank yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun sebesar 121,72% atau Rp48 miliar.
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang Perseroan terdiri dari pinjaman transaksi syariah, pinjaman bank,
liabilitas sewa dan liabilitas imbalan paska kerja. Berdasarkan laporan keruangan historis dari
2020 hingga 2024 liabilitas jangka panjang Perseroan menunjukan peningkatan dari tahun
ke tahun. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp882 miliar yang naik
39,72% dibanding periode sebelumnya. Peningkatan tersebut utamanya dikarenakan karena
bertambahnya pinjaman transaksi syariah, pinjaman bank dan liabilitas sewa. Pada tahun
2022 liabilitas jangka Panjang juga meningkat, dengan peningkatan sebesar 1,34% yang
utamanya disebabkan oleh peningkatan liabilitas imbalan kerja. Di tahun 2023 liabilita jangka
panjang kembali meningkat, dengan peningkatan sbesar 45,50%. Peningkatan tersebut
dipengaruhi oleh adanya peningkatan pinjaman bank yang untuk pendanaan pembangunan
rumah sakit baru, pengembangan gedung dan layanan rumah sakit yang ada, serta
pengadaan alat-alat medis untuk rumah sakit baru dan rumah sakit yang sudah beroperasi.
Pada akhir tahun 2024 liabilitas jangka panjang kembali meningkat dengan peningkatan
sebesar 7,30%, peningkatan tersebut utamanya disebabkan karena peningkatan utang bank
jangka panjang.
Halaman 44 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 46
Ekuitas
Total ekuitas dari periode tahun 2020 hingga 2024 menunjukan peningkatan dari tahun ke
tahun, peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh adanya tambahan modal disetor, dan
peningkatan atas saldo laba ditahan.
Analisis Historis Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
Tabel 7 Historis Laba Rugi Konsolidasian Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
31 DES 31 DES 31DES 31 DES 31 DES
KETERANGAN
2020 2021 2022 2023 2024
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan Usaha 1.337.747 1.826.014 1.522.624 1.839.233 2.103.055
Beban Pokok Pendapatan 777.850 1.039.720 1.138.576 1.319.778 1.503.762
Laba Kotor 559.897 786.294 384.048 519.455 599.293
Beban Usaha 171.807 230.459 272.243 315.036 338.674
Laba (Rugi) Operasional 388.091 555.835 111.805 204.419 260.619
Pendapatan lain-lain 55.321 28.897 94.019 177.329 142.572
Beban lain-lain (64.736) (118.788) (135.349) (114.170) (141.030)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 378.676 465.944 70.475 267.578 262.161
Manfaat (beban) pajak penghasilan (77.368) (115.338) (15.226) (43.549) (68.659)
Laba (Rugi) Periode Berjalan 301.308 350.606 55.249 224.029 193.502
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Pendapatan Usaha
Pendapatan bersih Perseroan terdiri dari pendapatan hari rawat, jadwal kunjungan, dan
pendapatan nonrumah sakit. Pendapatan Perseroan dari tahun 2020 hingga 2024
menunjukan pergerakan yang beragam, dimana pada akhir tahun 2021 pendapatan
Perseoran naik sebesar 36,50% dibanding periode sebelumnya. Pada akhir tahun 2022
pendapatan turun 16,61%, penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya jumlah pasien
Covid-19, terutama pada layanan rawat inap beserta pemeriksaan tes laboratorium seiring
dengan terkendalinya situasi pandemic Covid-19 di Indonesia. Pada akhir tahun 2022
pendapatan yang dibukukan Perseroan naik 20,79% dibanding periode sebelumnya.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya jumlah hari rawat inap (30%)
dan kunjungan rawat jalan (26%), baik dari rumah sakit yang sudah ada maupun baru. Pada
periode yang berakhir 31 Desember 2024 pendapatan dibukukan sebesar Rp2.103 yang naik
14,34% dari periode sebelumnya, peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
meningkatnya jumlah hari rawat inap sebesar 23% dan kunjungan rawat jalan sebesar 10%.
Beban Pokok Pendapatan
Rasio beban pokok pendapatan Perseroan terhadapa pendapatan dari periode yang berakhir
pada 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 66,62%. Pada akhir
tahun 2021 beban pokok pendapatan naik 33,67% dibanding periode sebelumnya,
peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan. Pada akhir tahun 2022 beban
pokok pendapatan juga meningkat sebesar 9,51%, peningkatan tersebut didominasi oleh
kenaikan gaji dan tunjangan dan penyusutan aset tetap, seiring dengan perluasan dan
pengembangan jaringan rumah sakit Perseroan.
Halaman 45 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 47
Beban Usaha
Berdasarkan laporan keuangan historis Perseroan periode yang berakhir
31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024. Pada akhir tahun 2021 beban usaha naik
34,14% disbanding periode sebelumnya, kenaikan tersebut didominasi oleh kenaikan beban
gaji dan tunjangan serta beban rumah tangga. Pada akhir tahun 2022 beban usaha juga
dibukukan meningkat sebanyak 18,13% dibanding periode sebelumnya, peningkatan tersebut
utamanya juga disebabkan oleh kenaikan gaji dan tunjangan. Akhir tahun 2023 beban usaha
naik menjadi Rp315.036 juta atau naik 15,72% dibanding periode sebelumnya. Kenaikan
tersebut utamanya dikarenakan kenaikan gaji dan tunjangan. Pada akhir tahun 2024
Perseroan membukukan beban usaha sebesar Rp338.674 juta atau naik 7,50% dari akhir
tahun 2023, kenaikan tersebut utamanya dikarenakan oleh kenaikan biaya pemasaran dan
humas serta kenaikan biaya gaji dan tunjangan hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan
bisnis Perseroan.
Laba (Rugi) Periode Berjalan
Selama periode historis dari periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024, Perseroan selalu membukukan laba. Laba tertinggi yang dibukukan oleh
Perseroan ada di tahun 2021 sebesar Rp350.606 juta dan laba terendah yang dibukukan
Perseroan di tahun 2022 sebesar Rp55.249 juta. Penurunan laba yang sangat signifikan di
tahun 2022 utamanya terjadi karena menurunnya jumlah pasien Covid-19, terutama pada
layanan rawat inap beserta pemeriksaan tes laboratorium seiring dengan terkendalinya situasi
pandemic Covid-19 di Indonesia. Pada akhir tahun 2023 laba yang dibukukan Perseroan naik
305,49% dibandingkan periode sebelumnya, kenaikan tersebut karena kondisi Covid-19 telah
berangsur dan kembali kondisi normal. Di akhir tahun 2024 laba yang dicatatkan Perseroan
turun 13,63% dibanding akhir tahun 2023, penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
kerugian penurunan nilai piutang usaha yang dibukukan Perseroan.
Analisis Historis Arus Kas Perseroan
Tabel 8 Historis Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
31 DES 31 DES 31DES 31 DES 31 DES
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus kas dari aktivitas operasional 300.645 479.590 88.900 265.997 309.331
Arus kas dari aktivitas investasi (286.087) (465.283) (476.192) (509.506) (591.034)
Arus kas dari aktivitas pendanaan 87.362 243.973 796.446 289.446 150.859
(Penurunan) / kenaikan bersih dalam
101.920 258.280 409.154 45.937 (130.844)
kas dan setara kas
Kas dan setara kas awal tahun 210.311 312.231 570.511 979.665 1.025.602
Kas dan setara kas akhir tahun 312.231 570.511 979.665 1.025.602 894.758
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Analisis Arus Kas Operasional
Selama periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2024, kas yang diperoleh dari aktivitas
operasional menunjukan pergerakan beragam, dimana pada periode
31 Desember 2022 penerimaan dari aktivitas operasional turun dibandingkan periode 31
Desember 2021. Penurunan tersebut disebabkan oleh penerimaan kas dari pesien yang lebih
Halaman 46 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 48
rendah dibandikan periode sebelumnya. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2023 dan
31 Desember 2024 menunjukan peningkatan, peningkatan tersebut utamanya disebabkan
oleh naiknya penerimaan kas dari pasien/pengguna jasa dari Perseroan.
Investasi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024, arus
kas bersih yang digunakan Perseroan untuk aktivitas investasi menunjukan pengeluaran pada
setiap tahunnya. Pada tahun 2021 aktivitas investasi meningkat dari periode sebelumnya,
peningkatan tersebut utamanya dikarenakan naiknya pengeluaran untuk perolehan asset
tetap, uang muka pembelian asset tetap dan penempatan deposito. Pada akhir tahun 2024
aktivitas investasi Perseroan naik dari periode sebelumnya dengan kenaikan sebesar 16.00%.
kenaikan tersebut utamanya karena kenaikan uang muka pembelian asset dan pembayaran
utang lain-lain atas perolehan aset tetap.
Pendanaan
Selama periode historis aktivitas pendanaan Perseroan menunjukan penerimaan pada setiap
tahunnya. Pada akhir tahun 2022 aktivitas pendanaan menunjukan kenaikan yang sangat
signifikan dengan kenaikan sebesar 226,56% dibanding periode sebelumnya. Peningkatan
tersebut utamanya berasal dari perolehan hasil penawaran umum perdana ( Initial Public
Offering/IPO) dan penerbitan Mandatory Convertible Bond (MCB). Pada akhir tahun 2024
aktivitas pendanaan turun sekitar 47,88%, penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
pengurangan penerimaan pinjaman bank jangka Panjang.
Analisa Rasio Keuangan Perseroan
Tabel 9 Rasio Keuangan Perseroan
Average
Rasio Keuangan 2020 2021 2022 2023 2024
2020-2024
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 2,72 3,09 4,56 3,58 3,14 3,42
Rasio cepat 2,55 2,96 4,42 3,47 3,03 3,29
Rasio Profitbilitas(%)
Gross Profit Margin 41,85% 43,06% 25,22% 28,24% 28,50% 33,38%
Operating Profit Margin 29,01% 30,44% 7,34% 11,11% 12,39% 18,06%
Net Profit Margin 22,52% 19,20% 3,63% 12,18% 9,20% 13,35%
Rasio laba atas aset 12,49% 11,23% 1,40% 4,76% 3,81% 6,74%
Rasio laba atas ekuitas 20,30% 18,89% 2,04% 7,63% 6,17% 11,01%
Rasio Solvabilitas(%)
Debt to Equity Ratio 37,07% 43,26% 30,36% 39,23% 41,77% 38,34%
Debt to Equity Ratio 22,81% 25,71% 20,76% 24,47% 25,81% 23,91%
Sumber: Laporan keuangan Konsolidasian Perseroan, diolah konsultan
Analisis Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:
Halaman 47 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 49
- Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Rasio ini
bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar perusahaan dapat
menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum semakin tinggi rasio lancar
maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar Perseroan menunjukan tren beragam,
namun rata-rata rasio lancar dari tahun 2020 hingga 2024 adalah sebesar 3,42 kali.
- Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
akun seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan
rasio cepat. Rasio cepat Perseroan juga menunjukkan tren beragam dimana rata-rata rasio
cepat dari periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 tercatat sebesar 3,29
kali.
Rasio Profitbilitas (Profitbility Ratio)
Rasio Profitbilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan
laba. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini:
Rasio laba atas aset (return on asset)
Rasio laba atas aset merupakan perbandingan laba bersih dengan total aset perusahaan.
Rasio laba atas aset Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga periode yang
berakhir pada 31 Desember 2024 menunjukan rata-rata sebesar 6,47%.
- Rasio laba atas ekuitas (return on equity)
Rasio laba atas ekuitas merupakan perbandingan laba bersih dengan total ekuitas
perusahaan. Rasio laba atas ekuitas Perseroan pada periode
31 Desember 2020 hingga periode yang berakhir pada 31 Desember 2024 menunjukan
rata-rata sebesar 11,01%.
Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)
Rasio Solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
Perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
dilikuidasi. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini:
- Rasio utang terhadap total aset
Rasio ini merupakan perbandingan antara total utang terhadap total aset perusahaan.
Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan perusahaan. Adapun tingkat
rasio utang terhadap total aset Perseroan periode 31 Desember 2020 hingga periode yang
berakhir pada 31 Desember 2024 menunjukan rata-rata sebesar 38,34%.
- Rasio utang terhadap total ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total utang terhadap total ekuitas atau modal
perusahaan. Rasio sebesar satu menunjukkan jumlah utang sama dengan jumlah ekuitas.
Berdasarkan tabel rasio keuangan Perseroan diatas, dapat dilihat bahwa rasio utang
Perseroan terhadap ekuitas pada periode 31 Desember 2020 hingga periode yang
berakhir pada 31 Desember 2024 menunjukan rata-rata sebesar 23,91%.
Halaman 48 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 50
2. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Proyeksi keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode 2025-2029 dengan menggunakan
asumsi-asumsi tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 10 Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Sesudah Transaksi Periode 2025-
2029 (Dalam Jutaan Rupiah)
Proyeksi Posisi Keuangan 2025 2026 2027 2028 2029
Aset
Aset Lancar 1.987.038 2.647.972 3.595.817 4.711.280 6.286.236
Aset Tidak Lancar 3.727.246 3.853.506 4.436.774 5.265.317 6.253.689
Total Aset 5.714.284 6.501.478 8.032.591 9.976.597 12.539.924
Liabilitas & Ekuitas
Liabilitas 2.201.969 2.486.788 3.445.511 4.718.947 6.421.871
Ekuitas 3.512.315 4.014.689 4.587.080 5.257.650 6.118.054
Liabilitas & Ekuitas 5.714.284 6.501.478 8.032.591 9.976.597 12.539.924
Sumber: Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Aset
Perkembangan aset Perseroan selama masa proyeksi dari tahun 2025-2029 diasumsikan
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dimana pada akhir 2025 total aset Perseroan
diasumsikan sebersar Rp5.714.284 juta dan pada akhir 2029 menjadi sebesar Rp12.539.924
juta. Selama periode proyeksi total aset didominasi oleh aset tidak lancar dengan rata-rata
komposisi mencapai 56,48% dibanding aset lancar sebesar 43,52%.
Liabilitas
Proyeksi liabilitas diasumsikan selama tahun 2025 sampai dengan 2029 mengalami kenaikan
dengan rata-rata sebesar 27,63%. Total liabilitas pada akhir tahun 2024 diasumsikan sebesar
Rp2.201.969 juta dari kontribusi liabilitas jangka pendek dan jangka panjang pada tahun
tersebut. Pada akhir periode proyeksi, jumlah liabilitas menurun menjadi sebesar Rp6.421.871
juta.
Ekuitas
Total ekuitas Perseroan selama periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan 2029
diasumsikan meningkat sejalan dengan peningkatan laba bersih yang dibukukan oleh
Perseroan. Jumlah ekuitas pada akhir tahun 2024 diasumsikan sebesar Rp3.512.315 juta,
dan hingga akhir periode proyeksi, jumlah ekuitas menjadi sebesar Rp6.118.054 juta.
Tabel 11 Proyeksi Laba Rugi Keuangan Konsolidasian Perseroan Sesudah Transaksi Periode
2025-2029 (Dalam Jutaan Rupiah)
Proyekdi Laba (Rugi) 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 2.422.696 2.796.555 3.097.121 3.438.198 3.822.792
Beban Pendapatan 1.696.130 1.909.465 2.101.467 2.311.614 2.484.317
Laba (Rugi) Kotor 726.566 887.090 995.653 1.126.584 1.338.474
Beban Usaha 375.808 416.291 449.963 485.479 510.602
Laba (Rugi) Usaha 350.758 470.798 545.690 641.104 827.872
Pendapatan (beban) lain-lain 6.285 7.273 8.068 8.970 9.987
Halaman 49 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 51
Proyekdi Laba (Rugi) 2025 2026 2027 2028 2029
Laba (Rugi) Sebelum Beban Pajak 357.043 478.072 553.758 650.074 837.858
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (77.566) (103.859) (120.302) (141.226) (182.022)
Laba/Rugi bersih 279.477 374.212 433.456 508.848 655.837
Sumber: Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Pendapatan Usaha
Proyeksi pendapatan Perseroan bersumber dari konsolidasian seluruh entitas anak. Selama
periode proyeksi yaitu tahun 2024 sampai dengan 2029, pendapatan Perseroan menunjukan
peningkatan pada setiap tahunnya. Pada tahun 2025 pendapatan Perseroan diasumsikan
tercatat sebesar Rp2.422.696 juta dan pada akhir tahun 2029 Perseoan diasumsikan
mencapai sebesar Rp3.822.792 juta, peningkatan pendapatan tersebut utamanya disebabkan
oleh peningkatan dari operasional rumah sakit.
Beban Pokok Pendapatan
Peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan selama masa proyeksi sejalan dengan
peningkatan pendapatan. Rasio beban pokok pendapatan terhadap pendapatan selama
masa proyeksi adalah sebesar 67,67%, dan rata-rata rasio gross profit margin selama masa
proyeksi adalah sebesar 32,33%.
Beban Usaha
Rata-rata beban usaha selama masa proyeksi sebesar 14,48% dari total pendapatan. Pada
tahun 2025, beban usaha diasumsikan sebesar Rp375.808 juta dan di akhir tahun proyeksi
jumlah beban usaha sebesar Rp510.602 juta.
Laba (Rugi) Bersih
Selama masa proyeksi tahun 2025 sampai dengan tahun 2029, Perseroan mencatatkan rata-
rata rasio laba periode bersih sebesar 14,17%. Pada tahun 2024, Laba bersih diasumsikan
sebesar Rp279.477 juta dan diakhir periode proyeksi pada tahun 2029 sebesar Rp655.837
juta.
Tabel 12 Proyeksi Arus Kas Keuangan Konsolidasian Perseroan Sesudah Transaksi Periode
2025-2029 (Dalam Jutaan Rupiah)
Proyeksi Arus Kas 2025 2026 2027 2028 2029
Arus kas bersih dari aktivitas
482.003 678.584 745.121 854.900 1.054.963
operasional
Arus kas bersih dari aktivitas investasi (520.000) (505.000) (305.000) (302.000) (102.000)
Arus kas bersih dari aktivitas
320.811 370.384 410.324 455.710 506.940
pendanaan
Surplus dan Defisit 282.815 543.968 850.446 1.008.609 1.459.903
Kas dan setara kas awal tahun 894.757 1.177.572 1.721.540 2.571.986 3.580.595
Kas dan setara kas akhir tahun 1.177.572 1.721.540 2.571.986 3.580.595 5.040.498
Sumber: Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Selama periode proyeksi tahun 2025 –2029, kas yang diperoleh dari aktivitas operasional
naik pada setiap tahunnya. Penerimaan kas dari aktivitas operasional pada akhir tahun 2025
diasumsikan sebesar Rp482.003 juta dan di akhir tahun 2029 adalah sebesar Rp1.054.963
juta.
Halaman 50 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 52
Di sisi aktivitas investasi, selama periode proyeksi tahun 2025 –2029, kas yang digunakan
untuk aktivitas investasi menunjukkan pengeluaran, dimana pada akhir tahun 2025
pengeluaran atas aktivitas investasi adalah sebesar Rp520.000 juta dan pada akhir tahun
2029 sebesar Rp102.000 juta.
Arus kas diperoleh dan digunakan dari (untuk) aktivitas pendanaan selama periode proyeksi
menunjukkan pergerakan yang beragam. Dimana pada akhir tahun 2025 hingga akhir tahun
2029 menunjukan penerimaan yang diperoleh dari aktivitas pendanaan. Berdasarkan ketiga
aktivitas tersebut ditambah dengan jumlah kas dan setara kas awal periode diperoleh kas dan
setara kas akhir periode. Kas dan setara kas pada setiap akhir periode menunjukkan
peningkatan pada setiap tahunnya.
Tabel 13 Proyeksi Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan Sesudah Transaksi Periode
2025-2029
Proyeksi Rasio Keuangan 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 3,15 3,74 4,60 5,48 6,72
Rasio cepat 3,01 3,59 4,46 5,33 6,58
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba kotor 29,99% 31,72% 32,15% 32,77% 35,01%
Rasio laba operasi 14,48% 16,83% 17,62% 18,65% 21,66%
Rasio laba bersih 11,54% 13,38% 14,00% 14,80% 17,16%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio debt to equity 42,48% 42,65% 42,52% 42,03% 40,77%
Rasio debt to assets 26,11% 26,34% 24,28% 22,15% 19,89%
Sumber: Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan, diolah
3. Analisis Dampak Keuangan Perseroan atas Rencana Transaksi
Analisis dilakukan dengan melihat dampak Rencana Transaksi pada Informasi Proforma
Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi Penggabungan
periode 31 Desember 2024, yang dibuat dan diterbitkan Perseroan sebagai berikut:
Tabel 14 Proforma Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
Sebelum Setelah
Penyesuaian
KETERANGAN Rencana Transaksi Rencana Transaksi
31 Des 24 31 Des 24
ASET
Aset lancer
Kas & Setara Kas 894.758 894.758
Deposito berjangka 52.000 52.000
Piutang usaha 499.453 499.453
Piutang lain-lain 18.260 18.260
Persediaan 55.735 55.735
Pajak dibayar dimuka 116 116
Uang muka & beban dibayar dimuka 164.368 164.368
Aset lancer lainnya 20.302 20.302
Jumlah aset lancer 1.704.992 1.704.992
Aset tidak lancer
Halaman 51 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 53
Sebelum Setelah
Penyesuaian
KETERANGAN Rencana Transaksi Rencana Transaksi
31 Des 24 31 Des 24
Investasi pada entitas asosiasi 404.270 404.270
Taksiran taguhan PPh 6.439 6.439
Aset pajak tangguhan 79.432 79.432
Aset tetap 2.721.599 2.721.599
Aset hak guna 128.327 128.327
Goodwill 6.150 6.150
Aset tidak lancer lainnya 21.381 21.381
Jumlah aset tidak lancar 3.367.598 3.367.598
JUMLAH ASET 5.072.590 5.072.590
LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 134.250 134.250
Utang lain-lain 174.020 174.020
Utang pajak 26.876 26.876
Beban akrual 45.434 45.434
Pendapatan diterima dimuka 4.557 4.557
Pinjaman syariah jk pendek - -
Pinjaman bank jk pendek - -
Bag. Liabilitas jk pjgn jth tempo 1 th
Pinjaman transaksi syariah 49.025 49.025
Pinjaman bank 88.342 88.342
Liabilitas sewa 21.268 21.268
Jumlah Liabilitas jk pendek 543.772 543.772
Liabilitas jk Panjang setelah dikurangu jth tempo
Pinjaman transaksi syariah 273.056 273.056
Pinjaman bank 898.735 898.735
Liabilitas sewa 98.596 98.596
Liabilitas imbalan paska kerja 124.294 124.294
Jumlah Liabilitas jk panjang 1.394.681 1.394.681
JUMLAH LIABILITAS 1.938.453 1.938.453
EKUITAS
Modal Saham 139.594 139.594
Tambahan Modal Disetor 1.407.325 1.407.325
Komponen ekuitas lain 3.692 3.692
Saldo laba :
Ditentukan 84.100 84.100
Belum ditentukan 1.372.551 1.372.551
Jumlah Ekuitas yg dpt diatribusikan kpd pemilik
3.007.262 3.007.262
entitas induk
Kepentingan non-pengendali 126.875 126.875
JUMLAH EKUITAS 3.134.137 3.134.137
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS 5.072.590 5.072.590
Sumber: Manajemen Perseroan
Halaman 52 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 54
Tabel 15 Proforma Laba (Rugi) Konsolidasian Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
Sebelum Setelah
KETERANGAN Penyesuaian
Rencana Transaksi Rencana Transaksi
31 Des 24 31 Des 24
Pendapatan Usaha 2.103.055 2.103.055
Beban Pokok Pendapatan 1.503.762 1.503.762
Laba Kotor 599.293 599.293
Beban Usaha 338.674 338.674
Laba (Rugi) Operasional 260.619 260.619
Pendapatan lain-lain 142.572 142.572
Beban lain-lain (141.030) (141.030)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 262.161 262.161
Manfaat (beban) pajak penghasilan (68.659) (68.659)
Laba (Rugi) Periode Berjalan 193.502 193.502
Sumber: Manajemen Perseroan
Tabel 16 Proforma Arus Kas Konsolidasian Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
Sebelum Setelah
Penyesuaian
KETERANGAN Rencana Transaksi Rencana Transaksi
31 Des 24 31 Des 24
Arus kas dari aktivitas operasional 309.331 309.331
Arus kas dari aktivitas investasi (591.034) (591.034)
Arus kas dari aktivitas pendanaan 150.859 150.859
(Penurunan) / kenaikan bersih dalam kas dan
(130.844) (130.844)
setara kas
Kas dan setara kas awal tahun 1.025.602 1.025.602
Kas dan setara kas akhir tahun 894.758 894.758
Sumber: Manajemen Perseroan
Mengacu pada Laporan Posisi Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan untuk periode 31
Desember 2024 yang dibuat dan diterbitkan Perseroan, dari Rencana Transaksi tidak
memberikan dampak baik dalam laporan posisi keuangan, laporan laba (rugi) serta laporan
arus kas. Dampak terhadap laporan keuangan Perseroan terlihat pada proyeksi setelah
Rencana Transaksi, Dimana Perseroan akan mendapatkan tambahan pendapatan dan beban
atas operasional Rumah Sakit Rajawali yang dikelolan oleh FMR, Dimana dalam penambahan
beban operasional pengelolaan Rumah Sakit Rajawali terdapat komponen atas biaya yang
harus dibayarkan FMR kepada YKBI sebesar Rp120.000.000,- (seratus dua puluh juta Rupiah)
setiap tahun yang akan dibayarkan setiap tahun selama 60 (enam puluh) tahun.
1.1 Analisis Faktor Lain yang Relevan
Analisis dilakukan dengan melihat dampak Rencana Transaksi kepada proyeksi keuangan
Konsolidasian Perseroan periode 2025-2029.
a. Analisis Inkremental
Analisis Nilai Tambah atau (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
Transaksi bagi Perseroan. Hal tersebut dapat dilihat dalam Proyeksi Keuangan Perseroan
periode 2025 – 2029 tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Penggabungan sebagai
berikut:
Halaman 53 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 55
Tabel 17 Proyeksi Keuangan Konsolidasi Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi (dalam
Jutaan Rupiah) periode 2025 – 2029 (dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Aset lancar tanpa Rencana Transaksi 2.043.025 2.778.808 3.827.585 5.059.936 6.759.361
Aset lancar dengan Rencana Transaksi 1.987.038 2.647.972 3.595.817 4.711.280 6.286.236
Inkremental (55.987) (130.836) (231.768) (348.656) (473.125)
Aset tidak lancar tanpa Rencana Transaksi 3.368.784 3.096.248 2.566.263 1.991.625 1.417.618
Aset tidak lancar dengan Rencana Transaksi 3.727.246 3.853.506 4.436.774 5.265.317 6.253.689
Inkremental 358.461 757.258 1.870.511 3.273.693 4.836.071
Total aset tanpa Rencana Transaksi 5.411.810 5.875.056 6.393.849 7.051.561 8.176.979
12.539.92
Total Aset dengan Rencana Transaksi 5.714.284 6.501.478 8.032.591 9.976.597
4
Inkremental 302.474 626.422 1.638.743 2.925.036 4.362.946
Total liabilitas tanpa Rencana Transaksi 1.895.904 1.859.198 1.825.899 1.865.297 2.229.319
Total liabilitas dengan Rencana Transaksi 2.201.969 2.486.788 3.445.511 4.718.947 6.421.871
Inkremental 306.065 627.590 1.619.612 2.853.650 4.192.552
Total ekuitas tanpa Rencana Transaksi 5.411.810 5.875.056 6.393.849 7.051.561 8.176.979
Total ekuitas dengan Rencana Transaksi 3.512.315 4.014.689 4.587.080 5.257.650 6.118.054
Inkremental (3.591) (1.168) 19.131 71.386 170.394
Total penjualan tanpa Rencana Transaksi 2.418.514 2.781.291 3.059.420 3.365.362 3.701.898
Total penjualan dengan Rencana Transaksi 2.422.696 2.796.555 3.097.121 3.438.198 3.822.792
Inkremental 4.182 15.264 37.701 72.836 120.894
Beban Pokok Pendapatan tanpa Rencana
1.691.732 1.903.199 2.093.519 2.302.871 2.475.586
Transaksi
Beban Pokok Pendapatan dengan Rencana
1.696.130 1.909.465 2.101.467 2.311.614 2.484.317
Transaksi
Inkremental 6.267 7.949 8.743 8.732
4.398
Beban usaha tanpa Rencana Transaksi 372.541 409.796 440.530 473.570 497.248
Beban usaha dengan Rencana Transaksi 375.80) 416.291 449.963 485.479 510.602
Inkremental 3.266 6.496 9.433 11.909 13.354
Laba (rugi) bersih tanpa Rencana Transaksi 282.287 372.316 417.567 467.944 578.338
Laba (rugi) bersih dengan Rencana Transaksi 279.477 374.212 433.456 508.848 655.837
Inkremental (2.811) 1.896 15.889 40.903 77.499
Sumber: Perseroan, diolah
Berdasarkan tabel tersebut di atas, incremental atas transaksi dalam konsolidasian Perseroan
memiliki dampak berupa peningkatan atas aset, liabilitas, ekuitas, dan laba bersih pada
proyeksi keuangan.
Halaman 54 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 56
b. Analisis Sensitivitas
Analisa sensitivitas dilakukan dengan menguji sensitivitas proyeksi keuangan laba rugi
Perseroan atas Rencana Transaksi bila pendapatan naik dan turun sebesar 10%. Analisa ini
dilakukan untuk melihat dampak proyeksi keuangan Perseroan bila terdapat perubahan atas
Rencana Transaksi yang telah ditetapkan, sebagaimana tercermin pada tabel berikut:
Tabel 18 Proyeksi Keuangan Konsolidasi Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi periode 2025
– 2029 (dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Kondisi Normal
Pendapatan 2.422.696 2.796.555 3.097.121 3.438.198 3.822.792
Laba (Rugi) Kotor 726.566 887.090 995.653 1.126.584 1.338.474
Laba (Rugi) Usaha 350.758 470.798 545.690 641.104 827.872
Laba (Rugi) Bersih 279.458 374.193 433.437 508.829 655.818
Pendapatan FMR Naik 10%
Pendapatan 2.423.114 2.797.601 3.099.212 3.441.334 3.826.869
Laba (Rugi) Kotor 726.984 888.135 997.744 1.129.720 1.342.552
Laba (Rugi) Usaha 351.177 471.844 547.781 644.241 831.949
Laba (Rugi) Bersih 278.820 373.711 433.563 509.504 656.710
Pendapatan FMR Turun 10%
Beban Pokok Pendapatan 2.422.277 2.795.510 3.095.030 3.435.061 3.818.714
Laba (Rugi) Kotor 726.148 886.044 993.562 1.123.447 1.334.397
Laba (Rugi) Usaha 350.340 469.753 543.599 637.968 823.795
Laba (Rugi) Bersih 278.168 372.080 430.301 504.611 650.349
Sumber: Perseroan, diolah
Halaman 55 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 57
BAB IV
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
4.1. Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan
Berdasarkan POJK 35, dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
ini, kami melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis Rencana Transaksi
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi
c. Analisis Atas Kewajaran nilai Transaksi
d. Analisis atas Faktor Lain dan Relevan
4.2. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Berdasarkan SEOJK 17, analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan berdasarkan
perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang
dilakukan. Rencana Transaksi merupakan rencana kerja sama pengelolaan Rumah Sakit Rajawali
Bandung antara FMR dan YKBI. Dalam hal ini, tidak terdapat hasil penilaian atas Rencana
Transaksi, sehingga tidak dapat dilakukan perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan
hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan. Atas dasar tersebut, maka tidak terdapat hasil
penilaian atas objek Rencana Transaksi sehingga analisis kewajaran nilai transaksi tidak dapat
dilakukan.
4.3. Kesimpulan
Atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis kewajaran Rencana
Transaksi, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi berupa perjanjian Kerjasama
pengelolaan Rumah Sakit Rajawali Bandung antara FMR dan YKBI, Dimana FMR akan membayar
kepada YKBI sebesar Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta Rupiah) setiap tahun selama 60
(enam puluh) tahun. Rencana Transaksi antara FMR dan YKBI sebagai sebagai pihak terafiliasi
dengan Perseroan per 31 Desember 2024, adalah WAJAR.
Halaman 56 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 58
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian/pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan pendapat kewajaran.
6. Laporan Penilaian Bisnis ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapa mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum (Akta Pegadaan Jasa) Obyek
Penilaian/Rencana Transaksi dari Pembei Tugas.
8. Penilai bertanggung jawab terhadap semua isi laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah disusun
sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian
Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
10. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, di luar dari aspek perpajakan
dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
11. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian dan tidak dapat
digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan
ini digunakan untuk tujuan lain.
Halaman 57 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 59
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek penilaian.
8. Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan Penilaian ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Pendapat Kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
12. Penugasan Pendapat Kewajaran telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian
(cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang telah
terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 58 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 60
Tanda Tangan
Penilai
Penanggung Jawab:
M. Ichsan Suud, S.P., M.B.A., MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No. : 10-S-02571
STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
RMK No. : RMK-2017-00526
Pemeriksa:
Bangkit Widhi Raharjo, S.E.
MAPPI No. : 15-T-06112
RMK No. : RMK-2017.01119
Penilai:
Yus Dwiantoro, S.Kom.
MAPPI No. : 21-P-10897
RMK No. : RMK-2023.04530
Asisten Penilai:
Ratu Ayu Okta K., S.Ak.
MAPPI No. : 24-A-12454
Halaman 59 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 61
LAMPIRAN Halaman 60 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 62
Lampiran 1
Proyeksi Neraca FABS Setelah Rencana Transaksi
PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
BS Peri od s ta rt 1-Ja n-25 1-Ja n-26 1-Ja n-27 1-Ja n-28 1-Ja n-29
Peri od end 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Yea r FY2025F FY2026F FY2027F FY2028F FY2029F
In IDR mi l s Da ys i n peri od 365 365 365 366 365
ASSETS
Current Assets
Ka s da n Seta ra Ka s 1.177.572 1.721.540 2.571.986 3.580.595 5.040.498
Account Recei va bl es 531.002 612.944 678.821 751.519 837.872
Inventori es 92.939 104.628 115.149 126.318 136.127
Prepa i d Expens es 185.526 208.861 229.862 252.848 271.739
Other Current As s ets - - - - -
Total Current Assets 1.987.038 2.647.972 3.595.817 4.711.280 6.286.236
Non-Current Assets
Fi xed As s ets 2.672.682 3.207.218 3.848.662 4.618.394 5.542.073
Net of Accum. Depreciation -1.270.783 -1.475.078 -1.738.514 -2.086.763 -2.515.362
Inves tments 464.911 534.647 588.112 646.923 711.615
Other Fixed Assets 589.653 111.640 - - -
Total Non-Current Assets 3.727.246 3.853.506 4.436.774 5.265.317 6.253.689
TOTAL ASSETS 5.714.284 6.501.478 8.032.591 9.976.597 12.539.924
LIABILITIES
Current Liabilities
Tra de Pa ya bl es 371.754 418.513 460.596 505.271 544.508
Acrrued Expens es 51.245 57.690 63.491 69.841 75.058
Ta x Pa ya bl es 30.314 34.127 37.558 41.314 44.401
Unea rned Revenue 5.241 6.027 6.629 7.292 8.021
Short-term Ba nk Loa n - - - - -
Current Porti on of Long-term Ba nk Loa n 149.201 171.245 195.057 220.995 249.424
Lea s e Li a bi l i ti es - Current Porti on 22.242 20.031 17.637 15.520 13.344
Total Current Liabilities 629.997 707.633 780.968 860.234 934.756
Non-Current Liabilities
Long-term Ba nk Loa ns 1.342.811 1.541.202 1.755.509 1.988.959 2.244.815
Lea s e Li a bi l i ti es 88.967 80.126 70.546 62.081 53.375
Empl oyee Benefi t Li a bi l i ti es 140.194 157.828 173.698 191.067 205.342
Other Li a bi l i ti es - - 664.791 1.616.607 2.983.583
Total Non-Current Liabilities 1.571.972 1.779.155 2.664.543 3.858.713 5.487.114
TOTAL LIABILITIES 2.201.969 2.486.788 3.445.511 4.718.947 6.421.871
EQUITY
Sha re Ca pi ta l 1.550.611 1.550.611 1.550.611 1.550.611 1.550.611
Reta i ned Ea rni ngs 1.799.682 2.277.754 2.831.512 3.481.587 4.319.445
Other comprehens i ve i ncome 16.115 18.532 20.385 22.424 24.666
Non-control l i ng i nteres ts 145.906 167.792 184.571 203.029 223.331
TOTAL EQUITY 3.512.315 4.014.689 4.587.080 5.257.650 6.118.054
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 5.714.284 6.501.478 8.032.591 9.976.597 12.539.924
Halaman 61 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 63
Lampiran 2
Proyeksi Laba (Rugi) FABS Setelah Rencana Transaksi
PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
PL Peri od s tart 1-Ja n-25 1-Ja n-26 1-Ja n-27 1-Ja n-28 1-Ja n-29
Peri od end 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Yea r FY2025F FY2026F FY2027F FY2028F FY2029F
In IDR mi l s Da ys i n peri od 365 365 365 366 365
Profit and loss statement
Outpa tient Revenue 847.943 978.794 1.083.992 1.203.369 1.337.977
Inpa tient Revenue 1.332.483 1.496.157 1.579.531 1.736.290 1.834.940
La bora tori es 218.043 279.656 371.654 412.584 535.191
Others 24.227 41.948 61.942 85.955 114.684
FMR Revenue 4.182 10.455 20.910 31.365 40.775
Net Revenue 2.422.696 2.796.555 3.097.121 3.438.198 3.822.792
4.182 15.264 37.701 72.836 120.894
FABS Cos t of Revenue (1.678.540) (1.888.357) (2.077.193) (2.284.912) (2.456.280)
FMR Cos t of Revenue (17.590) (21.108) (24.275) (26.702) (28.037)
Cost of Revenue (1.696.130) (1.909.465) (2.101.467) (2.311.614) (2.484.317)
(4.398) (6.267) (7.949) (8.743) (8.732)
Gross profit 726.566 887.090 995.653 1.126.584 1.338.474
(216) 8.998 29.752 64.092 112.162
FABS Opex (368.550) (405.404) (435.810) (468.496) (491.920)
FMR Opex (7.258) (10.887) (14.153) (16.984) (18.682)
Total OPEX (375.808) (416.291) (449.963) (485.479) (510.602)
(3.266) (6.496) (9.433) (11.909) (13.354)
Operating Profit 350.758 470.798 545.690 641.104 827.872
(3.482) 2.502 20.319 52.183 98.808
Other Income (Expens e) 52.601 60.718 67.244 74.649 82.999
Fi na nce Income (Expens e) (46.196) (53.324) (59.056) (65.559) (72.893)
Ma na gement Fee (120) (120) (120) (120) (120)
Profit Before Tax 357.043 478.072 553.758 650.074 837.858
(3.591) 2.422 20.299 52.256 99.008
Income Ta x (77.566) (103.859) (120.302) (141.226) (182.022)
780 (526) (4.410) (11.352) (21.509)
Net Profit 279.477 374.212 433.456 508.848 655.837
Halaman 62 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 64
Lampiran 4
Proyeksi Arus Kas FABS Setelah Rencana Transaksi
PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
CF Peri od s ta rt 1-Ja n-25 1-Ja n-26 1-Ja n-27 1-Ja n-28 1-Ja n-29
Peri od end 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Yea r FY2025F FY2026F FY2027F FY2028F FY2029F
In IDR mi l s Da ys i n peri od 365 365 365 366 365
Cash flow from Operating Activities
Cash Received From Customers 2.437.288 2.879.996 3.164.647 3.512.709 3.911.141
Penjua l a n bers i h 2.422.696 2.796.555 3.097.121 3.438.198 3.822.792
Pi uta ng us a ha - a wa l 531.002 612.944 678.821 751.519 837.872
Pi uta ng us a ha - a khi r (517.713) (531.002) (612.944) (678.821) (751.519)
Ua ng muka penjua l a n - a wa l (3.937) (4.527) (4.980) (5.478) (6.026)
Ua ng muka penjua l a n - a khi r 5.240 6.026 6.629 7.292 8.021
Cash Paid to Employees (636.560) (714.008) (782.645) (857.253) (916.999)
Beba n ga ji - beba n pokok penjua l a n (491.598) (553.430) (609.079) (669.987) (720.042)
Beba n ga ji - beba n us a ha (144.962) (160.578) (173.566) (187.266) (196.957)
Cash Paid to Suppliers (982.043) (1.105.563) (1.216.730) (1.338.403) (1.438.397)
Management Fee (120) (120) (120) (120) (120)
Other Operating Cash (219.795) (247.441) (272.322) (299.554) (321.934)
Less:
Pa yment for Interes t (89.215) (102.598) (112.857) (124.143) (136.557)
Pa yment for Ta xes (87.509) (100.636) (110.699) (121.769) (133.946)
Pa yment for pens i on (8.393) (9.652) (10.617) (11.679) (12.847)
Peneri ma a n a ta s ta x cl a i m 15.967 18.362 20.198 22.218 24.440
Ca s h recei pt from i nteres t i ncome 52.385 60.243 66.267 72.894 80.183
Ca s h Recei pt from Others Recei va bl es rel a ted pa rty - - - - -
Net Cash Flow Provided by (Used in) Operating Activities 482.003 678.584 745.121 854.900 1.054.963
Cash flow from Investing Activities
Wi thdra wa l (Pl a cement) of depos i t - - - - -
Proceeds from s a l e of fi xed a s s et - - - - -
Acqui s i ti on of fi xed a s s et (520.000) (505.000) (305.000) (302.000) (102.000)
Pena mba ha n a s et ta k berwujud - - - - -
Kena i ka n (penuruna n) ua ng muka a s et teta p - - - - -
Uta ng l a i n-l a i n a ta s a s et teta p - - - - -
Res tri cted Ca s h - - - - -
Net Cash Flow Provided by (Used in) Investing Activities (520.000) (505.000) (305.000) (302.000) (102.000)
Cash flow from FInancing Activities
Pa yment for Ba nk l oa n 320.221 369.636 409.363 454.445 505.279
Pa yment for Ba nk under Sha ri a l a w 16.011 18.482 20.468 22.722 25.264
Due to s ha rehol ders - - - - -
NCI - - - - -
Pa yment for Lea s i ng (15.421) (17.734) (19.507) (21.458) (23.604)
Pa yment for cons umer fi na nce - - - - -
Net Cash Flow Provided by (Used in) FInancing Activities 320.811 370.384 410.324 455.710 506.940
Net Increase (Decrease) in Cash 282.815 543.968 850.446 1.008.609 1.459.903
Cash at Beginning of the Year 894.757 1.177.572 1.721.540 2.571.986 3.580.595
Cash at End of the Year 1.177.572 1.721.540 2.571.986 3.580.595 5.040.498
Halaman 63 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 65
Lampiran 5
Proforma Laba (Rugi) FABS Setelah Rencana Transaksi
PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
31 December 2024
Actual Proforma
Profit and loss statement
Outpa tient Revenue 662.401 662.401
Inpa tient Revenue 1.230.396 1.230.396
La bora tori es 187.098 187.098
Others 23.160 23.160
Net Revenue 2.103.055 - 2.103.055
Cost of Revenue (1.503.762) - (1.503.762)
Gross profit 599.293 - 599.293
Total OPEX (338.674) - (338.674)
Operating Profit 260.619 - 260.619
Other Income (Expens e) 28.616 - 28.616
Fi na nce Income (Expens e) (27.073) - (27.073)
Profit Before Tax 262.162 - 262.162
Income Ta x (68.659) - (68.659)
Net Profit 193.503 - 193.503
Halaman 64 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 66
Lampiran 6
Proforma Neraca FABS
PT Famon Awal Bros Sedaya, Tbk
31 December 2024
Actual Proforma
ASSETS
Current Assets
Ka s da n Seta ra Ka s 946.758 - 946.758
Account Recei va bl es 517.713 - 517.713
Inventori es 55.735 - 55.735
Prepa i d Expens es 164.484 - 164.484
Other Current As s ets 20.302 - 20.302
Total Current Assets 1.704.992 - 1.704.992
Non-Current Assets
Fi xed As s ets 2.849.926 - 2.849.926
Net of Accum. Depreciation -1.093.539 - -1.093.539
Inves tments 404.270 - 404.270
Other Fixed Assets 113.402 - 113.402
Total Non-Current Assets 3.367.598 - 3.367.598
TOTAL ASSETS 5.072.590 - 5.072.590
LIABILITIES
Current Liabilities
Tra de Pa ya bl es 308.270 - 308.270
Acrrued Expens es 45.433 - 45.433
Ta x Pa ya bl es 26.876 - 26.876
Unea rned Revenue 4.557 - 4.557
Short-term Ba nk Loa n - - -
Current Porti on of Long-term Ba nk Loa n 137.367 - 137.367
Lea s e Li a bi l i ti es - Current Porti on 21.268 - 21.268
Total Current Liabilities 543.771 - 543.771
Non-Current Liabilities
Long-term Ba nk Loa ns 1.171.791 - 1.171.791
Lea s e Li a bi l i ti es 98.596 - 98.596
Empl oyee Benefi t Li a bi l i ti es 124.294 - 124.294
Other Li a bi l i ti es - - -
Total Non-Current Liabilities 1.394.681 - 1.394.681
TOTAL LIABILITIES 1.938.452 - 1.938.452
EQUITY
Sha re Ca pi ta l 1.550.611 - 1.550.611
Reta i ned Ea rni ngs 1.442.639 - 1.442.639
Other comprehens i ve i ncome 14.013 - 14.013
Non-control l i ng i nteres ts 126.875 - 126.875
TOTAL EQUITY 3.134.138 - 3.134.138
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 5.072.590 - 5.072.590
Halaman 65 00065/2.0176-00/BS/10/0453/1/VI/2025
Page 67
Page 68
Names mentioned 74 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×3
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP FDI
p.2 ×10
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Keungan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Kesehatan
p.3 ×3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×3
unresolved
org
PT Fortuna Anugerah Sehati
p.5 ×2
unresolved
person
Ir. Arfan Awaloeddin
p.5 ×4
unresolved
person
Leona Agustine Karnali
· Direktur
p.5 ×3
unresolved
person
Pembina
· Komisaris
p.5 ×2
unresolved
person
Jason Yoshen Danun
p.5 ×8
unresolved
person
Dr. Susan Melinda
p.5 ×4
unresolved
—
Shen Michelle Dawn
p.5 ×2
unresolved
person
Dr. Aryadi Senggono
p.5 ×3
unresolved
person
Paul Medal Shen
p.5 ×3
unresolved
—
Monica Christiana Hambali
p.5 ×2
unresolved
person
Gunadi Sukma Bhinekas
p.5 ×2
unresolved
person
Mohamad Sofian
p.5 ×2
unresolved
person
Mohammad Hafiz Achsan
p.5 ×2
unresolved
person
Yoseph Bambang Pamungkas
p.6 ×2
unresolved
—
Hotmian Sitompul
p.6 ×2
unresolved
—
Gita Heptian Damayanti
p.6 ×2
unresolved
—
Catharina Agussetiati Chusnadi
p.6 ×2
unresolved
—
Popong Kurniasih
p.6 ×2
unresolved
org
Paul Hadiwinata
p.6 ×5
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.6 ×6
unresolved
org
Pemerintah Kota Banding. Karena
p.7
unresolved
org
ICHSAN & REKAN
p.9
unresolved
person
MBA.
p.9 ×2
unresolved
org
Bapepam
p.9 ×4
unresolved
org
PT Sinergi Fortuna Melinda
p.13 ×3
unresolved
person
Hansen Bunardi Wijoyo
p.13 ×2
unresolved
person
Frisco Palilingan
p.14
unresolved
person
CPA
p.14
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.18
unresolved
person
Dr. Rum
p.18
unresolved
person
Dr. Aryadi Soenggono Kegiatan Usaha FMR Sesuai
p.19
unresolved
person
Noezar
· Notaris
p.19
unresolved
org
Menteri
p.19 ×2
unresolved
person
Dr. Demin Shen
· Pendiri
p.19
unresolved
person
Dr. Adhi Yasa
· Pendiri
p.19
unresolved
—
Sanusi Hardjadinata
· Pendiri
p.19
unresolved
—
Sgijanto Soegijoko
· Pendiri
p.19
unresolved
—
Suhadi Sutiana Hamidjaja
· Pendiri
p.19
unresolved
person
Dr. wenny Mutiarawaty Sjamsu
· Pendiri
p.19
unresolved
org
PT Famon Global Raya
p.20
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.20
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.20
unresolved
person
Dr. Dewi Tenty Septi Artiany
p.20 ×2
unresolved
org
PT Famon Obor Maju. Susunan Pemegang Saham Susunan
p.21
unresolved
—
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
p.21
unresolved
org
Pemerintah Kota Bandung
p.26 ×2
unresolved
org
Pemerintah Kota Bandung. Karena
p.27
unresolved
org
Bank Indonesia
p.29 ×14
unresolved
org
Menteri Kesehatan
p.38
unresolved
org
Pusat Statistik
p.40
unresolved
org
Kementerian Kesehatan RI
p.40
unresolved
person
Bangkit Widhi Raharjo
p.60
unresolved
person
Yus Dwiantoro
p.60
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
11400 ms
12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '56'}