Back to announcement
20250701_INDY_Informasi Transaksi Afiliasi_31910128_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review INDYSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 101
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PENGALIHAN KONTRAK PLTS
MILIK
PT TRIPATRA MULTI ENERGI
KEPADA
PT INDIKA EMPAT MITRA SURYA
No. 00015/2.0113-03/BS/10/0340/1/VI/2025
Tanggal: 30 Juni 2025
1
Page 2
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PENGALIHAN KONTRAK PLTS
MILIK
PT TRIPATRA MULTI ENERGI
KEPADA
PT INDIKA EMPAT MITRA SURYA
No. 00015/2.0113-03/BS/10/0340/1/VI/2025
Tanggal: 30 Juni 2025
Page 3
No. 00015/2.0113-03/BS/10/0340/1/VI/2025 Bekasi, 30 Juni 2025
SURAT PENGANTAR
Kepada:
PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
Graha Mitra, Lantai 3
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21
Jakarta 12930, Indonesia
Perihal: Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS
Beserta Seluruh Aset Tetap yang Terkait dengan Bisnis Ini
Dengan hormat,
KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah memiliki
perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik No. 2.12.0113 dan Surat
lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik
lndonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja No. 0030/SPK/MSE-01/ES/V/2025, tanggal 26 Mei 2025,
kami ditunjuk untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengalihan
Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ini milik PT Tripatra Multi
Energi (atau selanjutnya disebut “TIME”) yang merupakan Entitas Anak PT Indika Energy Tbk
(atau selanjutnya disebut “INDY”), kepada PT Indika Empat Mitra Surya (atau selanjutnya
disebut “IEMS”). IEMS merupakan Entitas Anak Tidak Langsung dari Pihak Berelasi PT Indika
Tenaga Baru (atau selanjutnya disebut “ITB”) melalui PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (atau
selanjutnya disebut “EMITS”), sedangkan ITB merupakan Entitas Anak INDY.
Latar Belakang
Sehubungan dengan Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS yang dimiliki oleh TIME,
Entitas Anak dari INDY, kepada IEMS yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung dari Pihak
Berelasi ITB melalui EMITS, sedangkan ITB merupakan Entitas Anak INDY, KJPP Syarif Endang
& Rekan telah ditunjuk oleh INDY sebagai penilai independen untuk memberikan laporan
pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak tersebut.
Berdasarkan kepemilikan terdapat hubungan afiliasi antara pihak pemberi maupun penerima
baik langsung maupun tidak langsung. Dari sisi kepengurusan tidak terdapat hubungan lebih
dari satu anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan struktur yang sama dengan struktur
Direksi dan Dewan Komisaris pada pihak-pihak yang terkait.
i
Page 4
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “POJK No. 42/POJK.04/2020”) karena dilakukan
dengan pihak yang merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan.
Nilai Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait
dengan bisnis ini adalah sebesar Rp31.000.000.000,- atau setara dengan US$1.918.079
(asumsi kurs tengah per 31 Desember 2024 dari Bank Indonesia sebesar Rp16.162). Nilai
Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar 0,14% terhadap jumlah ekuitas INDY yaitu sebesar
US$1.355.186.935.
Nilai Rencana Transaksi tersebut tidak memenuhi ketentuan terkait transaksi material
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut “POJK No. 17/POJK.04/2020”). Rencana Transaksi
dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih
dari ekuitas Perseroan.
Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dengan Laporan
No. 00015/2.0113-03/BS/10/0340/1/VI/2025, tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian dalam laporan Pendapat Kewajaran ini adalah per 31 Desember 2024.
Objek Penilaian
Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak
PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ini yang dimiliki oleh TIME, Entitas
Anak dari INDY, kepada IEMS yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung dari Pihak Berelasi
ITB melalui EMITS, sedangkan ITB merupakan Entitas Anak INDY.
Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan dari laporan penilaian ini adalah pemberian Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan
bisnis ini milik TIME, Entitas Anak dari INDY, kepada IEMS yang merupakan Entitas Anak Tidak
Langsung dari Pihak Berelasi ITB melalui EMITS, sedangkan ITB merupakan Entitas Anak INDY.
Pendapat kewajaran ini diberikan dalam rangka memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020
ii
Page 5
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan dan POJK
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada
POJK No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, POJK No. 42/POJK.04/2020,
POJK No. 17/POJK.04/2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta Standar Penilaian
Indonesia 2018 (SPI 2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Pendekatan dan Metode
Pendekatan dan Metode dalam penyusunan laporan Pendapat Kewajaran ini, diantaranya
adalah:
a. Analisis transaksi;
b. Analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas rencana transaksi;
c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi; dan
d. Analisis atas faktor lain yang relevan.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini
adalah:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
Pendapat Kewajaran.
• Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh manajemen atau data yang diperoleh dari informasi yang
tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi serta
Proforma Laporan Keuangan yang disampaikan oleh INDY dengan mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional INDY.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari
pemberi tugas.
iii
Page 6
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Kesimpulan
A. Analisis Transaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi antara lain:
• TIME sebagai pihak pemberi Kontrak
1. Nama : PT Tripatra Multi Energi
2. Alamat : Jl. Boulevard Bintaro Jaya Blok B7/A6,
Sektor VII CBD Bintaro Jaya, Tangerang
Selatan 15424
3. No. Telp, Faks, dan Email : -
4. Kegiatan usaha : a. Instalasi Listrik (43211)
b. Pembangkitan Tenaga Listrik (35111)
c. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna
Tanpa Hak Opsi Mesin Pertambangan
dan Energi serta Peralatannya (77395)
5. Pengurus : Joseph Pangalila
6. Pengawasan : Kamen Kamenov Palatov
7. Susunan Pemegang Saham : a. PT Indika Energy Tbk
b. PT Indika Energy Infrastructure
• IEMS sebagai pihak penerima Kontrak
1. Nama : PT Indika Empat Mitra Surya
2. Alamat : Graha Mitra Lantai 3.
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 21 – 23.
Jakarta Selatan. Indonesia.
3. No. Telp, Faks, dan Email : -
4. Kegiatan usaha : 77395 – Aktivitas Penyewaan dan Sewa
Guna Tanpa Hak Opsi Mesin
Pertambangan dan Energi serta
Peralatannya
5. Pengurus : Yovie Priadi
6. Pengawasan : Kapil Kumar Dongle
7. Susunan Pemegang Saham : a. PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
b. PT Indika Tenaga Baru
Rencana Transaksi yang akan dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020, karena dilakukan dengan pihak yang
merupakan pihak terafiliasi dengan INDY. Namun, Rencana Transaksi ini bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 karena tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis
Perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perusahaan.
iv
Page 7
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Dari sisi materialitas, persentase nilai transaksi terhadap ekuitas adalah sebesar 0,14%.
Suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dengan demikian, Rencana
Transaksi tidak termasuk transaksi material sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
B. Analisis Kualitatif
Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait
dengan bisnis ini milik TIME merupakan restrukturisasi internal grup, dimana seluruh
bisnis grup terkait dengan energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya
disentralisasi ke EMITS dan entitas anaknya, termasuk salah satunya adalah IEMS.
Keuntungan
Pelaksanaan Transaksi didasarkan pada pertimbangan strategi Grup untuk melakukan
konsolidasi dan sentralisasi seluruh aktivitas usaha terkait energi terbarukan, khususnya
pembangkit listrik tenaga surya, di bawah satu entitas utama yaitu EMITS dan entitas
anaknya, termasuk IEMS. Pertimbangan utama pelaksanaan transaksi ini adalah untuk
menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi sehingga dapat
meningkatkan efektivitas operasional dan memanfaatkan sinergi antar entitas dalam
Grup.
Alasan pelaksanaan Transaksi adalah untuk mendukung strategi jangka panjang Grup
dalam memperkuat posisi kompetitif di industri energi terbarukan, mempercepat proses
dekarbonisasi, serta meningkatkan kemampuan Grup dalam menyediakan solusi energi
berkelanjutan bagi sektor komersial, industri, dan utilitas di Indonesia. Dengan
melakukan sentralisasi energi bisnis terbarukan, Grup dapat lebih fokus dalam
pengelolaan sumber daya dan mempercepat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Dengan dilakukannya pengalihan PLTS ini, Grup diharapkan dapat mencapai efisiensi
operasional yang lebih optimal melalui sentralisasi energi bisnis terbarukan di bawah
EMITS dan entitasnya. Selain itu, Transaksi bertujuan mengeliminasi biaya-biaya antar
perusahaan di dalam Grup, yang pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas secara
konsolidasi. Pengalihan PLTS ini juga akan memperkuat kapabilitas Grup dalam
menyediakan solusi energi berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Grup terhadap
transisi energi dan kepunahan lingkungan.
Kerugian
Tidak ada kerugian yang diantisipasi atas Rencana Transaksi.
v
Page 8
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
C. Analisis Kuantitatif
Berdasarkan hasil analisis inkremental menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan
memberikan nilai tambah atas total aset dan ekuitas sebesar US$31,08 ribu pada tahun
2026 hingga tercatat nilai tambah pada 2038 sebesar US$295,79 ribu. Selanjutnya
Rencana Transaksi akan memberikan dampak pada laba bersih di tahun 2026 sebesar
US$31,65 ribu pada tahun 2026 hingga tercatat nilai tambah pada 2038 sebesar
US$57,00 ribu. Analisis kelayakan menunjukkan bahwa transaksi tersebut layak
dilakukan dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 20,09%, yang lebih tinggi dari
discount rate 9,35%, dan Net Present Value (NPV) sebesar US$1.131.885.200, sehingga
transaksi ini dinilai layak untuk dilaksanakan.
D. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Berdasarkan Laporan Unit Bisnis PLTS kapasitas 2.916,54 kWp, termasuk seluruh aset
tetap yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis tersebut milik PT Tripatra Multi
Energi, No. 00014/2.0113-03/BS/10/0340/1/VI/2025, tanggal 30 Juni 2025, oleh
Penilai Publik Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) dari Kantor Jasa Penilai Publik
Syarif, Endang & Rekan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp31.063.364.000,- (Tiga Puluh Satu Miliar Enam Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Enam Puluh
Empat Ribu Rupiah) atau setara dengan US$1.922.000 (Satu Juta Sembilan Ratus Dua
Puluh Dua Ribu Dolar Amerika Serikat) (asumsi kurs tengah per 31 Desember 2024 dari
Bank Indonesia sebesar Rp16.162,-).
Berdasarkan informasi manajemen yang tertuang dalam Draft Perjanjian Jual Beli
Bersyarat, Nilai Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap
yang terkait dengan bisnis ini adalah sebesar Rp31.000.000.000,- (Tiga Puluh Satu Miliar
Rupiah) atau setara dengan US$1.918.079 (Satu Juta Sembilan Ratus Delapan Belas Ribu
Tujuh Puluh Sembilan Dolar Amerika Serikat) (asumsi kurs tengah per 31 Desember 2024
dari Bank Indonesia sebesar Rp16.162,-).
Dengan nilai Rencana Transaksi sebesar US$1.918.079 (Satu Juta Sembilan Ratus Delapan
Belas Ribu Tujuh Puluh Sembilan Dolar Amerika Serikat) dan Nilai Pasar sebesar
US$1.922.000 (Satu Juta Sembilan Ratus Dua Puluh Dua Ribu Dolar Amerika Serikat),
maka nilai Rencana Transaksi lebih rendah sebesar 0,20% dari Nilai Pasar maka nilai
Rencana Transaksi memenuhi ketentuan berada pada kisaran yang tidak melebihi 7,5%
dari batas atas dan batas bawah Nilai Pasar. Dengan demikian kami berpendapat bahwa
nilai transaksi adalah wajar.
E. Analisis Atas Faktor Lain yang Relevan
Terdapat faktor-faktor lain yang relevan pada Rencana Pengalihan Kontrak PLTS beserta
seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ini milik TIME kepada IEMS yaitu:
vi
Page 9
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
1. Laporan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan tanggal penilaian per
31 Desember 2024. Dengan demikian, seluruh manfaat ekonomi berupa pendapatan
dari sewa yang timbul sejak Januari 2025 hingga tanggal efektif transaksi akan
menjadi hak pihak yang menerima pelimpahan perjanjian.
2. IEMS sebagai penerima kontrak akan memperoleh manfaat ekonomis setelah masa
kontrak berakhir.
3. IEMS akan menerima segala bentuk risiko dan tanggung jawab atas adanya
keberlangsungan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis
ini.
Pendapat Mengenai Kewajaran Transaksi
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas
Rencana Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain yang relevan,
maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh
aset tetap yang terkait dengan bisnis ini yang dimiliki oleh TIME kepada IEMS adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada perubahan kondisi, baik secara internal maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar
dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-
peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan
Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran
ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan mengenai
kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)
Rekan Digitally signed by Endang Sunardi
DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
MAPPI : No. 09-S-02341 Endang dan Rekan,
email=syarifendangdanrekan@gmail.com
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
vii
Page 10
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan INDY, dan pihak-pihak
yang terkait dengan rencana transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada
pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
pendapat yang dihasilkan dari proses analisis pendapat kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian Kerja
No. 0030/SPK/MSE-01/ES/V/2025, tanggal 26 Mei 2025;
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah
dilakukan dengan benar;
3. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran;
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada
tanggal Pendapat Kewajaran;
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran;
6. Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas;
7. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
8. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, POJK
No. 42/POJK.04/2020, POJK No. 17/POJK.04/2020, dan memenuhi Kode Etik Penilai
Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan
oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
9. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah; dan
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
viii
Page 11
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Penanggung Jawab (....................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (....................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec.Dev. Staf Penilai (....................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Muhammad Rizal Hidayat, S.Pt. Tenaga Inspeksi (....................)
MAPPI : No. 13-A-04453
ix
Page 12
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR .......................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................... viii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... x
DAFTAR TABEL .............................................................................................................. xii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ 1
DEFINISI DAN ISTILAH ...................................................................................................... 2
1 PENDAHULUAN .................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 3
1.2 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................ 4
1.3 Tanggal Penilaian ................................................................................................ 4
1.4 Identitas Status Penilai ......................................................................................... 5
1.5 Identitas Pemberi Tugas ...................................................................................... 5
1.6 Identitas Pengguna Laporan ................................................................................ 5
1.7 Objek Penilaian .................................................................................................... 6
1.8 Jenis Mata Uang yang digunakan ......................................................................... 6
1.9 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran............................................ 6
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................ 6
1.11 Benturan Kepentingan atas Rencana Transaksi .................................................... 7
1.12 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan .................................................... 7
1.13 Ruang Lingkup Penilaian ...................................................................................... 9
1.14 Pendekatan dan Metode ...................................................................................... 9
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................. 9
1.16 Hasil Penilaian yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran ....... 10
1.17 Persyaratan atas Persetujuan Untuk Publikasi .................................................... 10
1.18 Konfirmasi Bahwa Penilaian Telah Dilakukan Berdasarkan SPI ............................ 11
1.19 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian .................................................................... 11
2 ANALISIS TRANSAKSI .......................................................................................... 12
2.1 Pihak-Pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi .......................................... 12
2.2 Hubungan Pihak-Pihak yang akan Melakukan Transaksi .................................... 12
2.3 Materialitas Nilai Transaksi ................................................................................ 14
2.4 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi .............. 15
2.5 Nilai dari Objek yang Ditransaksikan ................................................................. 17
2.6 Dampak Keuangan dari Transaksi yang akan Dilakukan terhadap Kepentingan
Pemegang Saham .............................................................................................. 17
2.7 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Perusahaan Terkait
dengan Rencana Transaksi yang akan Dilakukan terhadap Kepentingan
Pemegang Saham .............................................................................................. 17
2.8 Ketidakpastian Rencana Pembiayaan dalam Rencana Transaksi ......................... 17
2.9 Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ............................................................... 18
2.10 Ketidakpastian Risiko Pasar ............................................................................... 18
2.11 Faktor Lain Yang Berpengaruh ........................................................................... 18
x
Page 13
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
2.12 Manfaat dan Risiko Atas Transaksi yang Akan Dilakukan................................... 18
3 ANALISIS KUALITATIF ......................................................................................... 19
3.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha .................................................... 19
3.2 Analisis Industri dan Lingkungan ....................................................................... 21
3.2.1 Perkembangan Ekonomi Global ......................................................................... 21
3.2.2 Kondisi Ekonomi Indonesia ................................................................................ 22
3.2.3 Kondisi Industri ................................................................................................. 27
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan ................................................... 31
3.4 Alasan Dilakukannya Transaksi.......................................................................... 32
3.5 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ............................................. 32
4 ANALISIS KUANTITATIF ...................................................................................... 34
4.1 Penilaian atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
Perusahaan ........................................................................................................ 34
4.1.1 Penilaian Kinerja Historis ................................................................................... 34
4.1.2 Penilaian Arus Kas ............................................................................................. 45
4.1.3 Penilaian atas Proyeksi Keuangan ...................................................................... 49
4.1.4 Analisis Rasio Keuangan .................................................................................... 59
4.1.5 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan
Setelah Transaksi Dilakukan .............................................................................. 64
4.2 Analisis Inkremental .......................................................................................... 70
4.2.1 Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ................. 70
4.2.2 Analisis Kelayakan ............................................................................................. 80
4.2.3 Analisis Sensitivitas ........................................................................................... 80
4.3 Biaya atau Pendapatan yang Relevan.................................................................. 81
4.4 Informasi Non Keuangan yang Relevan .............................................................. 81
4.5 Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perusahaan dalam Menentukan Rencana
dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain ............................... 81
4.6 Hal Material Lainnya .......................................................................................... 81
5 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ............................................................. 82
5.1 Perbandingan Antara Rencana Nilai Transaksi dengan Hasil Penilaian atas
Transaksi yang akan Dilakukan ......................................................................... 82
5.2 Analisis untuk Memastikan bahwa Rencana Nilai Transaksi Memberikan Nilai
Tambah dari Transaksi yang akan Dilakukan ..................................................... 82
5.3 Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi Dilakukan untuk Meyakini Bahwa
Rencana Nilai Transaksi Berada dalam Kisaran Nilai yang Didapatkan dari Hasil
Penilaian ............................................................................................................ 82
6 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ............................................... 84
7 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI .................................................. 85
8 KUALIFIKASI PENILAI USAHA ............................................................................... 86
9 KESIMPULAN ...................................................................................................... 87
xi
Page 14
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Struktur Kepengurusan Pihak Terkait.................................................................. 13
Tabel 2 Nilai Transaksi Material ...................................................................................... 15
Tabel 3 Susunan Pemegang Saham INDY......................................................................... 20
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 21
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran .............. 22
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 23
Tabel 7 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................ 23
Tabel 8 Kuota PLTS Atap ................................................................................................. 31
Tabel 9 Kinerja Posisi Keuangan INDY (US$) .................................................................... 34
Tabel 10 Kinerja Laba (Rugi) INDY (US$) .......................................................................... 40
Tabel 11 Rasio Keuangan ................................................................................................ 44
Tabel 12 Kinerja Arus Kas INDY (US$) ............................................................................. 45
Tabel 13 Asumsi Pendapatan .......................................................................................... 50
Tabel 16 Asumsi Biaya .................................................................................................... 50
Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (US$ Ribu) ....................... 51
Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Transaksi (US$ Ribu) ................................. 56
Tabel 17 Rasio Keuangan ................................................................................................ 60
Tabel 18 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Ringkasan Proforma (US$) .................. 64
Tabel 19 Laporan Laba Rugi Komprehensif Lain Konsolidasian Ringkasan Proforma ....... 67
Tabel 20 Inkremental Posisi Keuangan (US$ Ribu) ........................................................... 71
Tabel 21 Inkremental Laba Rugi (US$ Ribu) ..................................................................... 77
Tabel 22 Uji Batas Atas dan Batas Bawah ......................................................................... 83
xii
Page 15
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur Korporasi ........................................................................................... 13
Gambar 2 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 24
Gambar 3 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 24
Gambar 4 Grafik Aliran Modal Asing ................................................................................ 25
Gambar 5 Grafik Rupiah vs Negara Kawasan .................................................................... 25
Gambar 6 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 26
Gambar 7 Inflasi IHK Provinsi ........................................................................................... 27
Gambar 8 Perbandingan Trend LCOE untuk Pembangkit Surya dan Angin Sampai Tahun
2050 di Asia Pasifik ......................................................................................... 29
Gambar 9 Perbandingan Grafik Trend Penurunan Harga Panel PV .................................... 30
Gambar 10 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 80
1
Page 16
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
DEFINISI DAN ISTILAH
INDY : PT Indika Energy Tbk
TIME : PT Tripatra Multi Energi yang merupakan Entitas Anak
PT Indika Energy Tbk
ITB : PT Indika Tenaga Baru yang merupakan Entitas Anak
PT Indika Energy Tbk
EMITS : PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya yang merupakan
Pihak Berelasi PT Indika Tenaga Baru.
IEMS : PT Indika Empat Mitra Surya yang merupakan Entitas
Anak PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
PLTS : Pembangkit Listrik Tenaga Surya
PLN IG : PT PLN Indonesia Geothermal sebelumnya bernama
PT Indo Tenaga Hijau yang melakukan kerjasama
Sewa Daya Listrik PLTS dengan PT Tripatra Multi
Energi
Novasi Kontrak : Pembaharuan atau penggantian suatu perjanjian
(kontrak) lama dengan perjanjian baru, baik itu
dengan mengganti salah satu pihak atau mengganti
isi perjanjiannya. Akibatnya, perjanjian lama
dinyatakan hapus dan perjanjian baru yang mengikat.
PPJB : Perjanjian Jual Beli Bersyarat adalah perjanjian
pendahuluan dalam transaksi jual beli di mana
pemenuhan perjanjian tersebut bergantung pada
suatu peristiwa yang belum pasti terjadi di masa
depan. Dalam PPJB bersyarat, kedua belah pihak
(penjual dan pembeli) terikat untuk melakukan jual
beli, tetapi dengan syarat bahwa peristiwa tertentu
harus terjadi terlebih dahulu.
2
Page 17
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
INDY adalah sebuah Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka yang
didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 31, tanggal 19 Oktober 2000, oleh Hasanal
Yani Ali Amin, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
No. C-13115 HT.01.01.TH.2001, tanggal 18 Oktober 2001 serta diumumkan dalam
Berita Negara No. 53, Tambahan No. 6412, tanggal 2 Juli 2002.
PT Indo Tenaga Hijau selanjutnya berubah nama menjadi menjadi PT PLN Indonesia
Geothermal (selanjutnya disebut sebagai “PLN IG”) menandatangani Surat Perjanjian
No. 005.PJ/01/ITH/2021, tanggal 14 Oktober 2021 tentang Sewa Daya Listrik PLTS
di Pembangkit PT Indonesia Power. Terdapat 4 (empat) lokasi yang menjadi objek
sewa PLTS oleh PLN IG, yaitu Grati, Bali, Semarang serta Suralaya dan masa sewa
yang diberikan oleh TIME kepada PLN IG adalah 15 (lima belas) tahun sejak
ditandatanganinya berita acara tanggal mulai masa sewa masing-masing lokasi.
TIME dan IEMS, telah menandatangani Perjanjian Induk (Heads of Agreement). Dalam
perjanjian tersebut, TIME sepakat untuk mengalihkan proyek yang terkait dengan
Perjanjian kepada IEMS, dan IEMS sepakat untuk menerima pengalihan tersebut,
dengan tunduk kepada persetujuan yang akan diberikan oleh PLN IG atas
kesepakatan pengalihan tersebut.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS, KJPP Syarif
Endang & Rekan telah ditunjuk oleh INDY sebagai penilai independen untuk
memberikan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi Pengalihan
Kontrak tersebut.
Transaksi ini dilaksanakan sebagai bagian dari restrukturisasi internal Grup dengan
tujuan sentralisasi pengelolaan aset dan kegiatan usaha Grup yang terkait dengan
energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya, kepada EMITS
beserta entitas anaknya, termasuk IEMS. Langkah restrukturisasi ini merupakan
bagian dari strategi Grup untuk mengintegrasikan pengelolaan aset energi
terbarukan secara efisien, meningkatkan daya saing bisnis Grup, serta mendukung
program dekarbonisasi yang tengah berlangsung di sektor komersial, industri, dan
utilitas di Indonesia.
Dengan pengalihan PLTS ini, Grup diharapkan mampu menciptakan efisiensi
operasional yang lebih optimal melalui konsolidasi pengelolaan bisnis energi
terbarukan di bawah EMITS dan entitas anaknya. Selain itu, Transaksi ini bertujuan
untuk mengeliminasi biaya antar perusahaan di dalam Grup, sehingga mampu
3
Page 18
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
meningkatkan profitabilitas secara konsolidasi. Lebih lanjut, pengalihan PLTS ini
akan memperkuat kapabilitas Grup dalam menyediakan solusi energi berkelanjutan
yang sejalan dengan komitmen Grup terhadap transisi energi dan keberlanjutan
lingkungan.
Berdasarkan kepemilikan terdapat hubungan afiliasi antara pihak pemberi maupun
penerima, baik langsung maupun tidak langsung. Dari sisi kepengurusan tidak
terdapat hubungan lebih dari satu anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan
struktur yang sama dengan struktur Direksi dan Dewan Komisaris pada pihak-pihak
yang terkait.
Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi
afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “POJK
No. 42/POJK.04/2020”) karena dilakukan dengan pihak yang merupakan pihak
terafiliasi dengan Perseroan.
Nilai Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang
terkait dengan bisnis ini adalah sebesar Rp31.000.000.000,- atau setara dengan
US$1.918.079 (asumsi kurs tengah per 31 Desember 2024 dari Bank Indonesia
sebesar Rp16.162). Nilai Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar 0,14% terhadap
jumlah ekuitas INDY yaitu sebesar US$1.355.186.935.
Nilai Rencana Transaksi tersebut tidak memenuhi ketentuan terkait transaksi
material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut “POJK
No. 17/POJK.04/2020”). Rencana Transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perseroan.
1.2 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dengan
No. 00015/2.0113-03/BS/10/0340/1/VI/2025, tanggal 30 Juni 2025.
1.3 Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 31 Desember
2024 dengan parameter dan Laporan Keuangan yang digunakan dalam analisis
menggunakan data per 31 Desember 2024 yaitu Laporan Keuangan atas Reviu
Akuntan Publik Independen yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024. Adapun
4
Page 19
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan Pendapat
Kewajaran.
1.4 Identitas Status Penilai
KJPP Syarif, Endang & Rekan ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan Surat Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP)
No. 2.12.0113.
Kami adalah Penilai Independen/Penilai Eksternal yang memberikan penilaian
objektif dan tidak memihak. Penilai dalam posisi bebas ikatan, yang pada saat ini
atau di kemudian hari tidak memiliki kepentingan finansial yang berhubungan
dengan subjek dan atau objek Penilaian selain dari jasa penilaian serta Penilai
memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
1.5 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:
Nama : PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
Bidang Usaha : Pembangkit Listrik Energi Terbarukan
Alamat : Graha Mitra, Lantai 3, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21
Jakarta 12930, Indonesia
Telepon/fax. : (021) 25579888/-
Website/Email : https://emits.id/info@emits.id
1.6 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:
Nama : PT Indika Energy Tbk
Bidang Usaha : Bidang perdagangan, pembangunan, pertambangan,
pengangkutan dan jasa
Alamat : Graha Mitra, Lantai 3, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21
Jakarta 12930, Indonesia
Telepon/fax. : (021) 25579888/-
Website/Email : https://www.indikaenergy.co.id/info@indikaenergy.co.id
5
Page 20
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
1.7 Objek Penilaian
Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Rencana Transaksi
Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ini
yang dimiliki oleh TIME, Entitas Anak dari INDY, kepada IEMS yang merupakan
Entitas Anak Tidak Langsung dari Pihak Berelasi ITB melalui EMITS, sedangkan ITB
merupakan Entitas Anak INDY.
1.8 Jenis Mata Uang yang digunakan
Jenis mata uang yang digunakan adalah mata uang Negara Amerika Serikat yaitu
Dolar Amerika Serikat (US$).
1.9 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan dari laporan penilaian ini adalah memberikan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset
tetap yang terkait dengan bisnis ini yang dimiliki oleh TIME, Entitas Anak dari INDY,
kepada IEMS yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung dari Pihak Berelasi ITB
melalui EMITS, sedangkan ITB merupakan Entitas Anak INDY. Pendapat kewajaran
ini diberikan dalam rangka memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan dan POJK
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada
POJK No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, POJK
No. 42/POJK.04/2020, POJK No. 17/POJK.04/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI), serta Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI 2018) yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan pekerjaan penilaian saham, kami telah melakukan:
1. Inspeksi lapangan untuk mengetahui kondisi kegiatan usaha.
2. Pengumpulan data yang diperlukan dalam proses penilaian baik data internal
perusahaan maupun data eksternal perusahaan.
3. Diskusi dengan pihak manajemen dalam rangka memperoleh informasi,
gambaran dan permasalahan usaha serta rencana usaha ke depan.
4. Klarifikasi atas semua data yang telah diterima.
5. Meminta tambahan data dan informasi.
6. Mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen untuk menyamakan persepsi
terkait dengan asumsi-asumsi yang digunakan.
6
Page 21
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
1.11 Benturan Kepentingan atas Rencana Transaksi
Rencana Transaksi melibatkan pihak-pihak yang secara kepentingan ekonomis
diketahui tidak memiliki benturan kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan
dilakukan.
1.12 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan
Untuk dapat memberikan pendapat atas Kewajaran Rencana Transaksi, sebagai
Penilai Independen kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu atau
melaksanakan akan prosedur atas hal-hal sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian INDY dan Entitas Anak periode
31 Desember 2020 No. 00106/2.1265/AU.1/02/0556-2/1/III/2021, tanggal
31 Maret 2021, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Alvin Ismanto, dari
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal
yang material;
2. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian INDY dan Entitas Anak periode
31 Desember 2021 No. 00101/2.1265/AU.1/02/0556-3/1/III/2022, tanggal
30 Maret 2022, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Alvin Ismanto, dari
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal
yang material;
3. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian INDY dan Entitas Anak periode
31 Desember 2022 No. 00084/2.1265/AU.1/02/0565-1/1/III/2023, tanggal
27 Maret 2023, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Muhammad Irfan, dari
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal
yang material;
4. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian INDY dan Entitas Anak periode
31 Desember 2023 No. 00119/2.1265/AU.1/02/0565-2/1/III/2024, tanggal
28 Maret 2024, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Muhammad Irfan, dari
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal
yang material;
5. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian INDY dan Entitas Anak periode
31 Desember 2024, No. 00102/2.1460/AU.1/02/0565-3/1/III/2025, tanggal
26 Maret 2025, yang telah diaudit oleh Akuntan oleh Akuntan Publik
Muhammad Irfan, dari Kantor Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini wajar
dalam semua hal yang material;
6. Akta dan Legalitas Umum INDY, TIME dan IEMS;
7. Proyeksi Keuangan INDY dengan dan tanpa transaksi periode 2025 sampai
dengan 2038;
8. Laporan Penilaian Unit Bisnis PLTS kapasitas 2.916,54 kWp, termasuk seluruh
aset tetap yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis tersebut milik PT
Tripatra Multi Energi No. 00014/2.0113-03/BS/10/0340/1/VI/2025, tanggal
7
Page 22
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
30 Juni 2025, oleh Penilai Publik Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) dari
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang & Rekan;
9. Laporan Konsolidasian Proforma Inhouse per 31 Desember 2024;
10. Draft Perjanjian Induk antara PT Tripatra Multi Energi, PT Empat Mitra Indika
Tenaga Surya, dan PT Indika Empat Mitra Surya;
11. Draft Perjanjian Jual Beli Bersyarat yang direncanakan antara PT Tripatra Multi
Energi dan PT Indika Empat Mitra Surya;
12. Wawancara dan diskusi dengan manajemen INDY sehubungan dengan
penugasan pendapat kewajaran, diantaranya adalah:
- Adi Pramono sebagai Corporate Secretary; dan
- Kamen Kamenov Palatov sebagai Direktur;
13. Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Material
No. 064/IE/BOD/LET/VI/2025, tanggal 30 Juni 2025, dinyatakan bahwa
Rencana Transaksi tidak termasuk pada transaksi material;
14. Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
No. 063/IE/BOD/LET/VI/2025, tanggal 30 Juni 2025, dinyatakan bahwa
Rencana Transaksi mengandung unsur transaksi afiliasi dan tidak terdapat
benturan kepentingan; dan
15. Surat Pernyataan Manajemen atas kebenaran data dan informasi yang diberikan
No. 065/IE/BOD/LET/VI/2025, tanggal 30 Juni 2025.
Prosedur yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung dalam Laporan adalah berdasarkan informasi
dan representasi yang disediakan oleh INDY dan dikompilasi oleh Penilai. Informasi
yang terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang
material, tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika
dihilangkan dapat membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya
menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari domain publik. Dalam penyusunan laporan ini, telah
dilakukan prosedur sebagai berikut: (i) INDY telah diberikan kesempatan untuk
meminta dan me-review, dan telah menerima semua informasi yang diperlukan
untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi
di dalamnya (ii) INDY tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki
hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai
sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan
Laporan ini, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi
yang terkandung adalah benar setelah tanggal Laporan ini. Prosedur lain yang
dilakukan Penilai adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen Transaksi,
Laporan Keuangan, dan tiap bagian dari Rencana Transaksi dalam hal kewajarannya.
8
Page 23
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
1.13 Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan
oleh Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan
adalah wajar atau tidak wajar. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah dilakukan analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan;
b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham; dan
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait
dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham.
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara
pihak-pihak yang bertransaksi diatur sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020,
tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu dan nilai
materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan
Penilai untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang
lingkup pendapat kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi tersebut.
1.14 Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan
adalah:
a. Analisis transaksi;
b. Analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas rencana transaksi;
c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi; dan
d. Analisis atas faktor lain yang relevan.
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini adalah:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam Pendapat Kewajaran.
9
Page 24
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
• Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh INDY atau data yang diperoleh
dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi serta Proforma Laporan Keuangan yang disampaikan oleh INDY
dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional INDY.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
yang dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat
Kewajaran dari pemberi tugas.
Selanjutnya kami jelaskan bahwa pada Pendapat Kewajaran ini kami tidak
menerapkan asumsi khusus.
1.16 Hasil Penilaian yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Berdasarkan Laporan Unit Bisnis PLTS kapasitas 2.916,54 kWp, termasuk seluruh
aset tetap yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis tersebut milik PT Tripatra
Multi Energi No. 00014/2.0113-03/BS/10/0340/1/VI/2025, tanggal 30 Juni 2025,
oleh Penilai Publik Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) dari Kantor Jasa Penilai
Publik Syarif, Endang & Rekan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp31.063.364.000,- (Tiga Puluh Satu Miliar Enam Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Enam
Puluh Empat Ribu Rupiah) atau setara dengan US$1.922.000 (Satu Juta Sembilan
Ratus Dua Puluh Dua Ribu Dolar Amerika Serikat) (asumsi kurs tengah per 31
Desember 2024 dari Bank Indonesia sebesar Rp16.162,-).
1.17 Persyaratan atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan ini tidak bertujuan untuk disirkulasikan atau didistribusikan secara umum
dan tidak untuk direproduksi serta digunakan untuk tujuan lain, kecuali atas
persetujuan kami secara tertulis. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau
kehilangan yang diderita akibat penggunaan laporan ini oleh pihak lain tanpa
persetujuan kami secara tertulis.
Namun bila laporan ini ditujukan untuk kepentingan pasar modal, maka laporan
kami dapat disirkulasikan secara utuh untuk mengakomodir kepentingan
stakeholder agar dapat melindungi kepentingan masyarakat luas.
10
Page 25
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
1.18 Konfirmasi Bahwa Penilaian Telah Dilakukan Berdasarkan SPI
Penilaian dilakukan dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), ketentuan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020,
serta Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020.
1.19 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting yang
diketahui maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan
tanggal laporan penilaian.
11
Page 26
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
2 ANALISIS TRANSAKSI
2.1 Pihak-Pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi antara lain:
• TIME sebagai pihak pemberi Kontrak
1. Nama : PT Tripatra Multi Energi
2. Alamat : Jl. Boulevard Bintaro Jaya Blok B7/A6,
Sektor VII CBD Bintaro Jaya, Tangerang
Selatan 15424
3. No. Telp, Faks, dan Email : -
4. Kegiatan usaha : a. Instalasi Listrik (43211)
b. Pembangkitan Tenaga Listrik (35111)
c. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna
Tanpa Hak Opsi Mesin Pertambangan
dan Energi serta Peralatannya (77395)
5. Pengurus : Joseph Pangalila
6. Pengawasan : Kamen Kamenov Palatov
7. Susunan Pemegang Saham : a. PT Indika Energy Tbk
b. PT Indika Energy Infrastructure
• IEMS sebagai pihak penerima Kontrak
1. Nama : PT Indika Empat Mitra Surya
2. Alamat : Graha Mitra Lantai 3.
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 21 – 23.
Jakarta Selatan. Indonesia.
3. No. Telp, Faks, dan Email : -
4. Kegiatan usaha : 77395 – Aktivitas Penyewaan dan Sewa
Guna Tanpa Hak Opsi Mesin
Pertambangan dan Energi serta
Peralatannya
5. Pengurus : Yovie Priadi
6. Pengawasan : Kapil Kumar Dongle
7. Susunan Pemegang Saham : a. PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
b. PT Indika Tenaga Baru
2.2 Hubungan Pihak-Pihak yang akan Melakukan Transaksi
Berdasarkan kepemilikannya, hubungan antara pihak-pihak yang melakukan
transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan
bisnis ini, tercermin dalam rincian struktur sebagai berikut.
12
Page 27
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Gambar 1 Struktur Korporasi
TIME sebagai pihak pemberi kontrak merupakan entitas anak dari INDY memiliki
penyertaan saham TIME sebesar 99,99%. IEMS sebagai penerima kontrak merupakan
Entitas Anak Tidak Langsung dari Pihak Berelasi ITB melalui EMITS. Penyertaan EMITS
pada IEMS sebesar 99,99%, kemudian ITB merupakan Entitas Anak INDY dengan
penyertaan saham sebesar 51,001% pada EMITS. Sedangkan, penyertaan saham
INDY baik secara langsung maupun tidak langsung pada ITB adalah sebesar 99,99%.
Berdasarkan kepengurusan, hubungan afiliasi antara pihak-pihak yang melakukan
Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ini
pada saat tanggal penilaian adalah sebagai berikut.
Tabel 1 Struktur Kepengurusan Pihak Terkait
Posisi/Jabatan
Nama
INDY TIME IEMS
Agus Lasmono Komisaris Utama
Richard Bruce Ness Wakil Komisaris Utama
Indracahya Basuki Komisaris
Farid Harianto Komisaris Independen
Eko Putro Sandjojo Komisaris Independen
M. Arsjad Rasjid P.M Direktur Utama
Azis Armand Wakil Direktur Utama
13
Page 28
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Posisi/Jabatan
Nama
INDY TIME IEMS
Retina Rosabai Direktur
Purbaja Pantja Direktur
Kamen Kamenov Palatov Direktur Komisaris
Josep Pangalila Direktur
Yovie Priadi Komisaris
Kapil Kumar Dongle Direktur
Atas informasi-informasi tersebut maka dapat terlihat hubungan afiliasi antara TIME
dari sisi kepemilikan saham antara pihak pemberi maupun penerima baik langsung
maupun tidak langsung. Sedangkan dari sisi kepengurusan tidak terdapat
hubungan lebih dari satu anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan struktur
yang sama dengan struktur Direksi dan Dewan Komisaris pada pihak-pihak yang
terkait.
Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas
dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi,
anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau
afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama,
atau pengendali.
Dengan demikian, Rencana Transaksi yang akan dilakukan merupakan Transaksi
Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020, karena dilakukan
dengan pihak yang merupakan pihak terafiliasi dengan INDY.
Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan
kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 karena tidak terdapat
perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dan kepentingan ekonomis
pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau
pengendali yang dapat merugikan Perusahaan.
2.3 Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit Konsolidasian INDY dan Entitas Anak periode
31 Desember 2024 No. 00102/2.1460/AU.1/02/0565-3/1/III/2025, dari Kantor
Liana Ramon Xenia & Rekan untuk Laporan Keuangan INDY per 31 Desember 2024,
total ekuitas INDY adalah sebesar US$1.355.186.935. Berdasarkan informasi
manajemen INDY bahwa nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp31.000.000.000,- atau setara dengan US$1.918.079 (asumsi kurs tengah per 31
14
Page 29
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Desember 2024 dari Bank Indonesia sebesar Rp16.162). Dengan demikian,
persentase nilai transaksi terhadap ekuitas adalah sebesar 0,14%.
Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020, suatu transaksi dikategorikan sebagai
transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas
Perusahaan Terbuka. Dengan demikian, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi
material sebagaimana yang dimaksud dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Tabel 2 Nilai Transaksi Material
Uraian US$ (%)
Nilai Rencana Transaksi Jual-Beli 1.918.079
0,14%
Ekuitas INDY berdasarkan Laporan Audit per
1.355.186.935
31 Desember 2024
2.4 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Rencana Perjanjian Jual Beli Bersyarat antara TIME dan IEMS memiliki perikatan dan
syarat diantaranya sebagai berikut:
- Para Pihak sepakat bahwa Penyelesaian tunduk pada pemenuhan syarat
pendahuluan (“Syarat Pendahuluan”) oleh masing-masing Pihak.
- Syarat Pendahuluan yang harus dipenuhi oleh Pemberi kontrak adalah sebagai
berikut:
(a) Pemberi kontrak telah memperoleh semua persetujuan korporasi yang
diperlukan dari organ korporasinya sesuai anggaran dasar Pemberi kontrak
untuk pelaksanaan Transaksi;
(i) Persetujuan di mana Pemberi kontrak dapat menjual dan mengalihkan
hak, wewenang, dan kepentingannya atas Proyek kepada Penerima
kontrak; dan
(ii) Persetujuan atau pengesahan penandatanganan dan pelaksanaan
Perjanjian ini;
(b) Salinan surat pemberitahuan kepada PLN IG sehubungan dengan rencana
Transaksi dan novasi Perjanjian Sewa Daya;
(c) Pernyataan tertulis dari PLN IG bahwa PLN IG bersedia menandatangani
Perjanjian Novasi atas Perjanjian Sewa Daya;
(d) Pemberi kontrak telah menyerahkan kepada Penerima kontrak suatu
pernyataan yang ditandatangani oleh wakil Pemberi kontrak yang berwenang
yang menegaskan bahwa:
(i) Pemberi kontrak telah memperoleh semua persetujuan yang diperlukan
(bila ada), termasuk namun tidak terbatas pada persetujuan dari otoritas
mana pun (termasuk Otoritas Pemerintahan), Penerima Sewa, atau pihak
ketiga, sebagaimana berlaku, untuk pelaksanaan dan implementasi
15
Page 30
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Dokumen-Dokumen Transaksi di mana Pemberi kontrak menjadi salah
satu pihak;
(ii) semua pernyataan dan jaminan yang dibuat dalam Perjanjian ini adalah
benar, akurat, dan lengkap;
(iii) semua garansi yang terkait dengan Peralatan yang dimiliki oleh Pemberi
kontrak, jika masih berlaku pada Tanggal Penyelesaian, telah
sepenuhnya dialihkan dan akan diberikan kepada Penerima kontrak
setelah penyelesaian Transaksi. Pemberi kontrak harus mengambil
semua langkah yang diperlukan untuk memastikan pengalihan garansi
tersebut dengan benar, termasuk menyediakan semua dokumentasi
yang relevan dan memberi tahu penyedia garansi, jika diperlukan; dan
(iv) semua salinan dokumen yang diberikan oleh Pemberi kontrak kepada
Penerima kontrak adalah benar, lengkap, dan sepenuhnya efektif;
(e) Menyampaikan salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); dan
(f) Menyampaikan nomor Rekening Khusus Pemberi kontrak.
- Syarat Pendahuluan yang harus dipenuhi oleh Penerima kontrak adalah sebagai
berikut:
(a) Penerima kontrak telah memperoleh semua persetujuan korporasi yang
diperlukan dari organ korporasinya sesuai anggaran dasar Penerima kontrak
untuk pelaksanaan Transaksi:
(i) Persetujuan untuk dapat membeli dari Pemberi kontrak, hak, kewajiban,
dan kepentingan atas Proyek termasuk pelaporan atau persetujuan
wajib terkait status Penerima kontrak; dan
(ii) Persetujuan penandatanganan dan pelaksanaan Perjanjian ini.
(b) Penerima kontrak telah menyerahkan kepada Pemberi kontrak suatu
pernyataan yang ditandatangani oleh wakil Penerima kontrak yang
berwenang yang menegaskan bahwa:
(i) Penerima kontrak telah memperoleh semua persetujuan yang
diperlukan (jika ada) untuk penandatanganan dan pelaksanaan
Dokumen-Dokumen Transaksi di mana Penerima kontrak menjadi salah
satu pihak;
(ii) semua pernyataan dan jaminan yang dibuat dalam Perjanjian ini adalah
benar, akurat, dan lengkap; dan
(iii) semua salinan dokumen yang disampaikan Penerima kontrak kepada
Pemberi kontrak adalah benar, lengkap, dan sah.
- Setiap Pihak harus memberitahukan Pihak lainnya segera setelah menyadari
bahwa Syarat Pendahuluan telah terpenuhi. Jika sewaktu-waktu salah satu Pihak
menyadari adanya peristiwa, keadaan, atau kondisi yang mungkin menghalangi
pemenuhan Syarat Pendahuluan atau pelanggaran Perjanjian ini, Pihak tersebut
harus segera memberitahukan Pihak lainnya.
- Setiap Pihak setuju untuk menggunakan upaya terbaiknya untuk memenuhi
Syarat Pendahuluan sehingga dapat dipenuhi paling lambat pada Tanggal
Penyelesaian.
16
Page 31
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
- Penerima kontrak dapat, sejauh dianggapnya sesuai dan berhak secara hukum
untuk melaksanakannya, mengesampingkan Syarat Pendahuluan yang
ditetapkan dalam Pasal 4.2, seluruhnya atau sebagian, melalui pemberitahuan
tertulis kepada Pemberi kontrak.
- Tunduk pada Pasal 4.6, jika salah satu Syarat Pendahuluan tidak dipenuhi (atau
dikesampingkan sesuai dengan Pasal 4.6) sampai dengan Long Stop Date (untuk
menghindari keraguan, termasuk yang diperpanjang yang dapat disepakati
antara Para Pihak), Perjanjian ini diakhiri secara otomatis dan segera tidak
berlaku sehubungan dengan Para Pihak kecuali untuk Ketentuan yang Tetap
Berlaku.
2.5 Nilai dari Objek yang Ditransaksikan
Para Pihak sepakat bahwa Transaksi akan dilakukan dengan harga pembelian total
Proyek oleh Penerima kontrak dari Pemberi kontrak dalam Rupiah sebesar
Rp31.000.000.000,- (Tiga Puluh Satu Miliar Rupiah) (“Harga Pembelian”).
Para Pihak sepakat bahwa pembayaran Harga Pembelian akan dilakukan oleh
Penerima kontrak kepada Pemberi kontrak dengan ketentuan pembayaran
dilakukan pada Tanggal Penyelesaian kepada Rekening Khusus Pemberi kontrak.
2.6 Dampak Keuangan dari Transaksi yang akan Dilakukan terhadap Kepentingan
Pemegang Saham
Dampak keuangan terhadap kepentingan pemegang saham dapat dilihat
berdasarkan proyeksi rasio keuangan dengan dilakukannya transaksi. Selama
periode proyeksi, rata-rata net profit margin adalah sebesar 6,911%. Semakin tinggi
net profit margin menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengelola biaya dengan
baik dan menghasilkan laba bersih yang lebih besar, sehingga meningkatkan
potensi dividen atau capital gain bagi pemegang saham.
2.7 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Perusahaan Terkait dengan
Rencana Transaksi yang akan Dilakukan terhadap Kepentingan Pemegang Saham
Pertimbangan dilakukannya transaksi dengan afiliasi dalam Pengalihan Kontrak
PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ini merupakan strategi
dalam restrukturisasi pengelolaan aset grup yang lebih relevan dan efisien.
2.8 Ketidakpastian Rencana Pembiayaan dalam Rencana Transaksi
Kami tidak menerima adanya informasi terkait ketidakpastian rencana pembiayaan
dalam Rencana Transaksi.
17
Page 32
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
2.9 Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Rencana Transaksi yang dilakukan menggunakan mata uang Dolar Amerika Serikat.
Sehingga ketidakpastian nilai tukar mata uang perlu dipertimbangkan atas adanya
fluktuasi nilai tukar yang dapat memengaruhi nilai transaksi secara keseluruhan.
2.10 Ketidakpastian Risiko Pasar
Ketidakpastian risiko pasar terkait Rencana Transaksi Kontrak berkaitan dengan
performa dan keandalan teknologi, ketergantungan pada kondisi cuaca, serta
regulasi yang belum optimal.
2.11 Faktor Lain Yang Berpengaruh
Tidak ada faktor lain yang berpengaruh atas Rencana Transaksi yang akan
dilaksanakan.
2.12 Manfaat dan Risiko Atas Transaksi yang Akan Dilakukan
Manfaat
Rencana Transaksi merupakan restrukturisasi internal grup, dimana seluruh bisnis
grup terkait dengan energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya
disentralisasi ke EMITS dan entitas anaknya, termasuk salah satunya adalah IEMS.
EMITS dan entitas anak menyediakan solusi energi surya untuk sektor komersial dan
industri di Indonesia, dengan fokus utama membantu perusahaan, BUMN, dan
sektor utilitas dalam proses dekarbonisasi.
Manfaat dari adanya Transaksi yang akan dilakukan adalah grup diharapkan mampu
menciptakan efisiensi operasional yang lebih optimal melalui konsolidasi
pengelolaan bisnis energi terbarukan di bawah EMITS dan entitas anaknya. Selain
itu, Transaksi ini bertujuan untuk mengeliminasi biaya antar perusahaan di dalam
Grup, sehingga mampu meningkatkan profitabilitas secara konsolidasi. Lebih
lanjut, pengalihan PLTS ini akan memperkuat kapabilitas Grup dalam menyediakan
solusi energi berkelanjutan, yang sejalan dengan komitmen Grup terhadap transisi
energi dan keberlanjutan lingkungan.
18
Page 33
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
3 ANALISIS KUALITATIF
3.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
INDY didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 31, tanggal 19 Oktober 2000, oleh
Hasanal Yani Ali Amin, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. C-13115 HT.01.01.TH.2001, tanggal 18 Oktober 2001 serta
diumumkan dalam Berita Negara No. 53, Tambahan No. 6412, tanggal 2 Juli 2002.
Akta Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dan perubahan terakhir
sehubungan dengan perubahan dan pengangkatan kembali susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagaimana tercantum di dalam Akta
No. 11, tanggal 19 April 2023, yang dibuat oleh Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan tersebut telah diterima oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No. AHU-AH.01.09-0118385, tanggal
15 Mei 2023.
Pada tanggal 2 Juni 2008, INDY memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan Surat No. S-3398/BL/2008,
untuk melakukan penawaran umum atas 937.284.000 saham perusahaan kepada
masyarakat. Pada tanggal 11 Juni 2008, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa
Efek Indonesia.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan
Perusahaan terutama meliputi bidang perdagangan, pembangunan, pertambangan,
pengangkutan dan jasa. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun
2004.
Perusahaan berdomisili di Jakarta, dengan kantor pusatnya berlokasi di Gedung
Mitra, Lantai 11, Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 21, Jakarta.
Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang Saham INDY sampai dengan tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut.
19
Page 34
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Tabel 3 Susunan Pemegang Saham INDY
Jumlah
Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Kepemilikan
(US$)
(Lembar)
1 PT Indika Inti Investindo 1.968.882.699 37,84% 21.499.012
2 PT Teladan Resource 1.463.155.591 28,12% 15.976.777
3 Pandri Prabono-Moelyo 261.401.300 5,02% 2.840.374
4 Agus Lasmono 10.156.000 0,20% 110.897
5 Indracahya Basuki 1.403.500 0,03% 15.325
6 M. Arsjad Rasjid P.M. 1.208.000 0,02% 13.191
7 Azis Armand 1.208.000 0,02% 13.191
8 PT Indika Mitra Holdiko 10 0,00% 0,11
9 Masyarakat 1.495.276.900 28,74% 16.063.442
Total 5.202.692.000 100,00% 56.532.209
10 Saham Treasuri 7.500.000 359.945
Jumlah modal ditempatkan dan
5.210.192.000 56.892.154
disetor
Sumber: Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2024
Susunan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi INDY per 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Agus Lasmono
Wakil Komisaris Utama : Richard Bruce Ness
Komisaris : Indracahya Basuki
Komisaris Independen : Farid Harianto
: Eko Putro Sandjojo
Dewan Direksi:
Direktur Utama : M. Arsjad Rasjid P.M
Wakil Direktur Utama : Azis Armand
Direktur : Retina Rosabai
Direktur : Purbaja Pantja
Direktur : Kamen Kamenov Palatov
20
Page 35
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
3.2 Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1 Perkembangan Ekonomi Global
Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat
dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan
domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan
produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah
dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas,
sementara ekonomi India masih tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas.
Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%.
Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan
tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya ekspektasi
penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih
ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek
maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang
meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi
investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar
AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia.
Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam
memitigasi dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Bank Indonesia
21
Page 36
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
3.2.2 Kondisi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh
lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara
keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah
kisaran 4,7—5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung
lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan lebih rendah
sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama,
kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan
menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan
dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta
juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam memenuhi
permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank Indonesia memprakirakan
pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7—5,5%, sedikit lebih
rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8—5,6%. Dalam kaitan ini, Bank
Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga
stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya
tersebut dilakukan melalui optimalisasi stimulus kebijakan makro-prudensial dan
akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan
kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung
penuh implementasi program-program Pemerintah dalam Asta Cita, termasuk
untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan
keuangan digital.
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
22
Page 37
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan
baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan
diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.
Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-
masing hanya mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal
tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025).
Tabel 7 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara
23
Page 38
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Gambar 2 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar
155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan
impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. NPI pada 2025 diprakirakan tetap
sehat seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan
defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan
1,3% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran
masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek
perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
Gambar 3 Grafik Cadangan Devisa
Sumber: Bank Indonesia
24
Page 39
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Gambar 4 Grafik Aliran Modal Asing
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Gambar 5 Grafik Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Bank Indonesia
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025)
hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan
nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata
uang regional lainnya, seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang
masing-masing melemah sebesar 1,20%; 1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar
Rupiah tercatat menguat terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS,
dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan
tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh
25
Page 40
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan
domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan,
nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga
stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan
prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen
moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-
market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat
efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan
mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
Inflasi
Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (Bl-Rate) untuk
mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok
volatile food (VP) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan
pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali
dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK
tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi
inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan
dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan
dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank
Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna
menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap
mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gambar 6 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
26
Page 41
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Gambar 7 Inflasi IHK Provinsi
Sumber: Bank Indonesia
3.2.3 Kondisi Industri
Energi dengan Teknologi Ramah Lingkungan
Pengembangan sistem ketenagalistrikan di masa yang akan datang, terutama di sisi
pembangkitan energi listrik, akan mengarah kepada pengembangan pembangkit
dengan teknologi yang rendah emisi dan ramah lingkungan seiring dengan upaya
PLN dan Pemerintah untuk bertransisi menuju Net Zero Emmission. Dengan adanya
komitmen transisi energi, konsep konvensional pengembangan pembangkit energi
listrik yang sebelumnya terfokus hanya pada affordability
2 pilar yaitu
(keterjangkauan, biaya pembangkit paling rendah) dan security of supply
(keandalan sistem), menjadi fokus pada tiga pilar dengan menambahkan kriteria
Environmental (rendah emisi, berdampak positif bagi lingkungan) dalam
pertimbangan pemilihan pembangkit energi listrik.
Pemenuhan ketiga pilar tersebut merupakan tantangan, tidak hanya bagi PLN
namun bagi seluruh perusahaan utilitas ketenagalistrikan di seluruh dunia yang
disebut dengan energy trilemma. Hal ini disebabkan karena pada kondisi teknologi
pembangkit yang ada saat ini, sangat sulit untuk mendapatkan sistem
pembangkitan yang dapat memenuhi ketiga kriteria tersebut. Namun demikian,
seiring dengan semakin meningkatnya pemanfaatan pembangkit ramah lingkungan
dan perkembangan inovasi teknologi pembangkit energi baru, sistem pembangkit
yang andal dan ramah lingkungan akan dapat dibangun dengan harga yang lebih
murah. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kebutuhan biaya yang akan
dikeluarkan dalam mengembangkan sistem ketenagalistrikan menuju target Net
Zero Emmission di masa yang akan datang.
27
Page 42
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Pemenuhan demand listrik yang terus tumbuh dengan energi bersih menuju Net
Zero Emission Tahun 2060 akan membutuhkan penetrasi EBT yang bersifat
intermiten/variable renewable energy (VRE) seperti pembangkit listrik tenaga surya
(PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) secara masif. Untuk dapat
mengakomodir integrasi pembangkit berbasis VRE dalam jumlah yang besar
dibutuhkan modernisasi grid PLN yang mampu mengantisipasi fluktuasi baik di sisi
beban maupun di sisi pembangkitan. Kemampuan grid harus lebih cerdas untuk
dapat memprediksi perubahan output pembangkit intermiten, perubahan pada sisi
beban listrik, dan kemudian memberikan respons yang sesuai agar sistem
ketenagalistrikan dapat beroperasi dengan andal dan efisien. Pengembangan grid
yang cerdas (Smart Grid) dilakukan secara menyeluruh dari sisi hulu ke hilir ( end-
to-end) untuk menjaga integritas keandalan dan efisiensi operasi sistem dari hulu
ke hilir. Pengembangan end-to-end Smart Grid ini perlu dilengkapi dengan jenis
pembangkit yang fleksibel berupa pembangkit berbahan bakar gas, pembangkit
dengan energy storage, ataupun modifikasi pembangkit eksisting yang dapat
merespons perubahan kondisi sistem ketenagalistrikan dengan cepat.
Trend Perubahan Cost Teknologi EBT
Pembangkit listrik yang berasal dari energi terbarukan baik untuk baseload (seperti
PLTA, PLTP, pump storage) maupun intermiten (seperti PLTS dan PLTB) akan
dimanfaatkan secara masif untuk mendukung pencapaian Net Zero Emissions (NZE)
pada tahun 2060. Sumber energi listrik berbahan bakar solar dan wind sangat
melimpah namun sifat alami intermiten pada pembangkit tersebut akan
mempengaruhi kestabilan sistem tenaga listrik. Teknologi tambahan pada
pembangkit tersebut akan meningkatkan reliability nya untuk menghasilkan output
yang lebih stabil. Namun, tambahan teknologi tersebut juga akan memberikan
additional cost of energy, yang membuat pembangkit intermiten menjadi mahal.
Seiring dengan perubahan trend harga teknologi untuk mendukung pembangkit
intermiten diharapkan pemanfaatan energi terbarukan akan semakin meningkat.
Perbandingan tren Levelized Cost of Electricity (LCOE) untuk pembangkit surya dan
angin sampai tahun 2050 di Asia Pasifik yang cenderung mengalami penurunan.
Penurunan ini membuat energi terbarukan semakin kompetitif dengan pembangkit
batubara konvensional yang berbiaya rendah, didorong oleh penurunan capital cost
yang signifikan untuk energi terbarukan. Biaya energi terbarukan pada tahun 2023
adalah 13% lebih murah daripada batubara konvensional dan diperkirakan akan
menjadi 32% lebih murah pada tahun 2030 (Wood McKenzie, 2024).
28
Page 43
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Gambar 8 Perbandingan Trend LCOE untuk Pembangkit Surya dan Angin Sampai
Tahun 2050 di Asia Pasifik
Sumber: Wood Mackenzie Asia Pacific Power & Renewable Services (RUPTL 2025-
2034)
Sedangkan biaya pembangkitan batubara dan gas meningkat dan diproyeksikan
akan terus meningkat hingga tahun 2050, terutama karena mekanisme penetapan
harga karbon (carbon pricing).
Pembangkit Tenaga Surya
PLTS merupakan pembangkit dengan sumber energi intermiten, menghasilkan
energi listrik dalam jumlah yang fluktuatif. Dalam pengoperasiannya, dibutuhkan
pembangkit cadangan yang dapat beroperasi secara fleksibel sebagai pembangkit
pendukung untuk mengantisipasi ketika intensitas cahaya matahari mengalami
penurunan akibat awan atau kondisi malam hari. Sehingga, untuk setiap daerah
dengan karakter sistem berbeda, dibutuhkan kajian yang berbeda juga untuk
menilai kelayakan PLTS, terutama untuk yang skala besar. Sampai dengan bulan
Desember 2023, PLTS yang sudah beroperasi mencapai sekitar 242 MW.
Teknologi energi surya PV yang saat ini sedang berkembang adalah teknologi
Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap bangunan atau PLTS Atap. Sistem PLTS Atap
adalah sistem PLTS yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem PLTS yang
dipasang di tanah, PLTS Atap dipasang di atap perumahan, bangunan komersial
atau kompleks industri. Listrik yang dihasilkan oleh PLTS Atap dapat dimanfaatkan
oleh konsumen tersebut, apabila ada kelebihan energi dapat dimasukkan ke dalam
jaringan PLN dengan mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.
Manfaat lain yang diperoleh dari pembangunan PLTS Atap dapat meningkatkan
kontribusi masyarakat dalam bisnis energi listrik Indonesia dan terciptanya
masyarakat mandiri energi.
29
Page 44
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Untuk mencapai target bauran energi dari EBT, PLN juga berencana akan
mengembangkan PLTS Terapung. Salah satu PLTS Terapung yang baru diresmikan
oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 9 November 2023 adalah PLTS Cirata
dengan kapasitas 145 MW.
PLTS tersebut akan dapat memberikan kontribusi terhadap NZE sebesar 245
GWh/Tahun Energi Hijau dan 214.000 Ton reduksi CO2/Tahun. PLTS Terapung
Cirata juga merupakan skala utilitas pertama di Indonesia dan terbesar di Asia
Tenggara yang memiliki kapasitas 145 Mwac atau setara 192 MWp, menempati area
waduk seluas 200 hektar, dan memiliki tarif yang kompetitif.
Teknologi Pembangkit Tenaga Surya
Biaya pembangkit tenaga surya fotovoltaik mengalami penurunan yang signifikan
sebesar 23% pada tahun 2023, sedangkan biaya proyek pembangkit listrik tenaga
surya yang baru dibangun akan turun 20% lagi pada tahun 2030, didorong oleh
turunnya capital cost untuk Regional Asia Pasifik (Wood McKenzie, 2024).
Penurunan biaya teknologi tenaga surya memberikan tekanan pada batubara dan
gas, dengan LCOE untuk utility PV yang di perkirakan turun 52% di seluruh Asia
Pasifik pada tahun 2050, hal tersebut didorong oleh penurunan capital cost. Trend
penurunan LCOE utility PV salah satunya dipengaruhi harga panel PV yang semakin
menurun dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.
Gambar 9 Perbandingan Grafik Trend Penurunan Harga Panel PV
Sumber: Wood Mackenzie Asia Pacific Power & Renewable Services (RUPTL
2025-2034)
30
Page 45
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Rencana Implementasi PLTS Atap
Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian ESDM mendukung pengembangan
PLTS Atap di Indonesia dengan mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 02
Tahun 2024 tentang PLTS Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik
Pemegang IUPTL untuk Kepentingan Umum.
PLN telah menyusun kuota pengembangan PLTS Atap di beberapa sistem besar
untuk memberi ruang terhadap pengembangan PLTS Atap di Indonesia. Perlu
menjadi perhatian bahwa kuota PLTS Atap ini harus tetap mempertimbangkan
kondisi sistem dan integrasi PLTS Atap skala besar dapat berdampak terhadap
peningkatan biaya dan kompensasi dari Pemerintah.
Besarnya VRE yang dapat terintegrasi ke sistem mencakup rencana pengembangan
VRE utility scale, PLTS Atap dan VRE lainnya milik pelanggan yang akan paralel
dengan sistem. PLN mengevaluasi kuota PLTS Atap dan kuota yang diperlukan untuk
menumbuhkan listrik hijau di sektor industri berdasarkan kemampuan sistem.
Kuota PLTS Atap ini dapat berubah seiring dengan perubahan profil beban maupun
perubahan dari kemampuan kondisi sistem menerima penetrasi VRE.
Tabel 8 Kuota PLTS Atap
Sumber: RUPTL 2025-2034
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
INDY terus memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor non-batubara dan rendah
karbon, menuju target pendapatan 50% dari sektor non-batubara pada 2028.
Mempertimbangkan tantangan ekonomi dan industri dalam beberapa tahun
terakhir, serta perkembangan bisnis baru yang sebagian besar masih berada dalam
tahap awal pertumbuhan di Indonesia, target tersebut telah disesuaikan dari semula
tahun 2025 menjadi tahun 2028. Langkah ini bukan sekadar strategi bisnis,
melainkan transformasi fundamental yang akan menentukan masa depan
perusahaan dalam ekosistem energi yang terus berkembang, sejalan dengan visi
global Net-Zero 2050.
31
Page 46
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
EMITS merupakan perusahaan gabungan (joint venture) yang dibentuk oleh ITB
sebagai entitas anak Indika Energy, bersama Fourth Partner Energy Singapore Pte.
Ltd. (4PEL). EMITS dibentuk pada 3 Maret 2021, dengan kepemilikan saham ITB
sebesar 51%. EMITS menjadi bagian dari strategi ekspansi Indika Energy ke energi
terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya. EMITS menyediakan solusi
energi surya untuk sektor komersial dan industri di Indonesia. Untuk fleksibilitas
finansial, EMITS juga menawarkan dua skema investasi. Model Capex
memungkinkan pelanggan untuk memiliki aset sepenuhnya dengan investasi awal
mereka sendiri dan tidak dikenakan biaya berdasarkan konsumsi listrik. Sementara
itu, Model Leasing memungkinkan pelanggan menggunakan sistem tenaga surya
tanpa perlu investasi awal, dengan pembayaran berdasarkan konsumsi listrik.
Dengan pendekatan ini, EMITS tidak hanya mendukung transisi menuju energi hijau
tetapi juga memberikan solusi yang lebih efisien, fleksibel, dan terjangkau bagi
bisnis di Indonesia.
EMITS adalah penyedia solusi energi terbarukan yang berorientasi pada pelanggan
di Indonesia, dengan fokus utama membantu perusahaan, BUMN, dan sektor utilitas
dalam proses dekarbonisasi. Perusahaan ini memiliki target ambisius untuk
membangun portofolio operasional hingga 500 MW di seluruh Indonesia pada tahun
2027, dengan kapasitas yang telah digarap mencapai 60 MW.
3.4 Alasan Dilakukannya Transaksi
Transaksi ini dilaksanakan sebagai bagian dari restrukturisasi internal Grup dengan
tujuan sentralisasi pengelolaan aset dan kegiatan usaha Grup yang terkait dengan
energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya, kepada EMITS
beserta entitas anaknya, termasuk IEMS. Langkah restrukturisasi ini merupakan
bagian dari strategi Grup untuk mengintegrasikan pengelolaan aset energi
terbarukan secara efisien, meningkatkan daya saing bisnis Grup, serta mendukung
program dekarbonisasi yang tengah berlangsung di sektor komersial, industri, dan
utilitas di Indonesia.
3.5 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Keuntungan
Pelaksanaan Transaksi didasarkan pada pertimbangan strategi Grup untuk
melakukan konsolidasi dan sentralisasi seluruh aktivitas usaha terkait energi
terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya, di bawah satu entitas utama
yaitu EMITS dan entitas anaknya, termasuk IEMS. Pertimbangan utama pelaksanaan
transaksi ini adalah untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien dan
terintegrasi sehingga dapat meningkatkan efektivitas operasional dan
memanfaatkan sinergi antar entitas dalam Grup.
32
Page 47
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Alasan pelaksanaan Transaksi adalah untuk mendukung strategi jangka panjang
Grup dalam memperkuat posisi kompetitif di industri energi terbarukan,
mempercepat proses dekarbonisasi, serta meningkatkan kemampuan Grup dalam
menyediakan solusi energi berkelanjutan bagi sektor komersial, industri, dan
utilitas di Indonesia. Dengan melakukan sentralisasi energi bisnis terbarukan, Grup
dapat lebih fokus dalam pengelolaan sumber daya dan mempercepat pertumbuhan
bisnis yang berkelanjutan.
Dengan dilakukannya pengalihan PLTS ini, Grup diharapkan dapat mencapai
efisiensi operasional yang lebih optimal melalui sentralisasi energi bisnis
terbarukan di bawah EMITS dan entitasnya. Selain itu, Transaksi bertujuan
mengeliminasi biaya-biaya antar perusahaan di dalam Grup, yang pada akhirnya
akan meningkatkan profitabilitas secara konsolidasi. Pengalihan PLTS ini juga akan
memperkuat kapabilitas Grup dalam menyediakan solusi energi berkelanjutan,
sejalan dengan komitmen Grup terhadap transisi energi dan kepunahan lingkungan.
Kerugian
Tidak ada kerugian yang diantisipasi atas Rencana Transaksi.
33
Page 48
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
4 ANALISIS KUANTITATIF
4.1 Penilaian atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
Perusahaan
4.1.1 Penilaian Kinerja Historis
Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan INDY selama per 31 Desember 2020 sampai dengan per 31
Desember 2024 adalah sebagai berikut.
Tabel 9 Kinerja Posisi Keuangan INDY (US$)
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 455.009.407 449.204.420 1.155.539.134 867.404.826 651.193.109
Aset keuangan lainnya – jatuh
tempo dalam satu tahun 122.309.017 133.654.475 25.367.386 55.124.177 57.163.835
Piutang usaha
> Pihak berelasi 69.251.806 80.612.755 71.860.522 74.610.819 101.557.056
> Pihak ketiga 300.897.924 262.997.390 462.464.072 411.219.647 360.796.718
Aset kontrak 66.150.926 19.506.377 4.919.983 1.798.930 1.692.846
Piutang lain-lain
> Pihak berelasi 1.288.616 - 2.621.962 - 16.661.810
> Pihak ketiga 22.080.058 32.372.076 26.397.403 31.335.968 27.364.504
Persediaan
> Batubara 14.193.111 22.915.424 46.905.108 33.601.003 26.009.264
> Ekstrak, minyak atsiri, dan
bahan aroma kimia 8.082.419 - - - -
> Kendaraan bermotor 6.982.692 9.567.847 58.185 - -
> Minyak pelumas dan bahan
peledak 6.589.586 5.229.539 518.357 487.015 683.793
> Suku cadang dan bahan
pembantu 5.545.225 6.173.046 7.740.940 6.796.125 13.601.517
> Barang dalam perjalanan 4.751.425 4.128.948 1.081.290 - -
> Bahan bakar diesel dan minyak 4.584.867 3.850.739 6.226.085 5.239.142 4.133.984
> Bauksit 1.265.923 310.028 56.700 - -
> Cangkang sawit 916.743 - - - -
> Peralatan terkait panel surya - - 519.566 - -
> Lainnya 99.731 370.561 - - -
> Penyisihan penurunan nilai
persediaan (1.351.864) (1.207.125) (2.514.634) (2.383.211) (2.671.785)
Pajak dibayar dimuka 92.682.494 72.734.833 23.586.535 20.803.881 60.397.196
Aset biologis 739.544 414.271 - - -
Aset Derivatif - 689.188 - - 70.200
Aset lancar lainnya 89.568.684 116.575.208 169.488.788 137.685.266 75.460.690
Aset tidak lancar yang dimiliki
untuk dijual - 264.002.477 - 448.226.774 -
Total Aset Lancar 1.271.638.334 1.484.102.477 2.002.837.382 2.091.950.362 1.394.114.737
34
Page 49
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya – setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun 61.144.605 113.457.446 76.536.252 63.981.345 83.715.728
Piutang lain-lain setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
> Pihak berelasi 16.815.497 20.375.957 20.585.854 10.213.675 10.405.449
> Pihak ketiga 5.393.812 5.078.780 20.654.542 8.788.667 10.031.180
Investasi pada entitas asosiasi
dan ventura bersama 267.972.941 264.581.258 241.629.064 138.198.372 159.001.882
Klaim pengembalian pajak 24.796.551 23.526.588 25.576.353 66.769.765 9.883.327
Aset eksplorasi dan evaluasi 114.939.193 102.123.524 104.711.711 90.714.559 12.088.391
Properti pertambangan 6.194.766 5.707.631 29.903.659 11.303.291 9.443.433
Tanaman produktif – tanaman
belum menghasilkan 12.457.637 9.750.025 - - -
Aset aktivitas pengupasan
lapisan tanah - - 2.894.709 7.013.261 4.348.339
Aset Tetap
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
> Tanah 46.900.255 40.538.418 48.390.094 41.290.578 44.902.320
> Bangunan, infrastruktur,
prasarana dan perbaikan
bangunan 271.655.833 257.513.956 300.477.419 280.854.071 347.162.298
> Perabotan, perlengkapan dan
peralatan kantor lainnya 67.920.804 62.513.883 58.941.375 55.281.364 63.888.662
> Kapal 347.851 347.851 533.124 589.862 337.186.652
> Kendaraan Bermotor 34.845.823 22.415.237 13.411.730 7.308.195 8.162.629
> Mesin dan peralatan 162.295.746 181.736.175 188.349.142 187.447.611 184.238.633
> Alat berat, peralatan,
pengangkutan dan kendaraan 175.501.712 165.131.475 143.727.415 152.363.750 694.233.563
> Aset dalam penyelesaian 139.380.128 97.489.371 24.245.560 35.992.386 25.598.424
Jumlah 898.848.152 827.686.366 778.075.859 761.127.817 1.705.373.181
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
> Bangunan, infrastruktur,
prasarana dan perbaikan
bangunan (186.332.610) (184.994.574) (213.190.621) (182.925.013) (225.768.468)
> Perabotan, perlengkapan dan
peralatan kantor lainnya (43.013.252) (40.430.570) (37.325.058) (33.668.744) (37.626.702)
> Kapal (347.851) (347.851) (533.124) (585.424) (190.638.858)
> Kendaraan Bermotor (9.154.506) (6.884.816) (6.054.363) (5.778.655) (6.417.335)
> Mesin dan peralatan (116.595.877) (139.902.397) (144.974.853) (135.510.074) (130.346.026)
> Alat berat, peralatan,
pengangkutan dan kendaraan (152.270.766) (145.423.303) (143.727.415) (151.711.618) (481.738.368)
Jumlah (507.714.862) (517.983.511) (545.805.434) (510.179.528) (1.072.535.757)
35
Page 50
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Cadangan kerugian penurunan
(927.724) (2.581.733) (11.619.347) (11.619.347) (18.847.101)
nilai
Nilai Buku 390.205.566 307.121.122 220.651.078 239.328.942 613.990.323
Aset hak guna
Biaya perolehan
> Tanah - - - - 3.450.130
> Gedung dan perbaikan gedung 16.123.506 7.303.410 5.257.960 5.401.779 5.441.269
> Kendaraan bermotor 5.595.169 5.235.997 6.602.752 5.974.672 5.107.119
> Perabotan, perlengkapan dan
peralatan kantor lainnya 6.390.586 6.150.552 6.149.985 6.149.985 5.886.367
> Alat berat, peralatan,
pengangkutan dan kendaraan 52.703.425 52.464.948 38.041.886 35.043.886 123.939.659
> Aset dalam penyelesaian 219.263 219.263 219.263 219.263 357.275
Akumulasi penyusutan
> Tanah - - - - (1.091.644)
> Gedung dan perbaikan gedung (12.195.441) (6.782.180) (5.052.640) (4.216.915) (2.856.624)
> Kendaraan bermotor (5.585.004) (5.397.014) (6.259.968) (5.897.076) (3.904.626)
> Perabotan, perlengkapan dan
peralatan kantor lainnya (4.197.907) (4.148.578) (4.062.667) (3.910.171) (882.540)
> Alat berat, peralatan,
pengangkutan dan kendaraan (46.246.951) (38.081.987) (37.070.142) (34.932.571) (72.914.865)
Nilai Buku 12.806.646 16.964.411 3.826.429 3.832.852 62.531.520
Aset tidak berwujud 37.522.199 36.761.135 110.348.195 239.419.749 375.622.993
Goodwill 650.080.866 649.164.208 649.164.208 648.036.713 701.815.473
Uang jaminan 2.307.966 2.489.197 2.416.222 1.757.820 3.689.135
Aset pajak tangguhan 17.725.031 25.581.704 29.080.571 26.753.724 4.717.516
Uang muka dan aset tidak lancar
lainnya 70.762.199 46.316.927 50.175.097 43.414.007 38.303.431
Aset derivatif - - 2.880.715 - -
Total Aset Tidak Lancar 1.691.125.475 1.628.999.913 1.591.034.659 1.599.526.742 2.099.588.120
TOTAL ASET 2.962.763.809 3.113.102.390 3.593.872.041 3.691.477.104 3.493.702.857
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 70.004.194 58.409.213 50.538.098 58.122.340 65.972.114
Utang usaha
> Pihak berelasi 3.882.042 4.077.079 5.824.241 5.691.528 12.114.573
> Pihak ketiga 298.257.720 273.893.283 336.723.273 291.896.466 323.301.431
Liabilitas kontrak 3.065.239 10.572.038 16.581.292 11.272.664 17.447.646
Utang pajak 13.183.307 15.518.704 544.149.673 304.333.276 62.531.520
Utang lain-lain
> Pihak berelasi 0 0 0 0 0
> Pihak ketiga 34.205.936 52.992.973 16.031.293 13.515.367 15.983.160
Biaya yang masih harus dibayar 86.159.312 133.480.871 135.593.149 93.657.517 78.424.869
Uang muka pelanggan dari pihak
ketiga 10.090.138 15.643.267 7.186.845 5.794.196 7.225.184
Utang dividen 0 10.743 10.527 13.528 260.014
36
Page 51
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
> Pinjaman jangka panjang 56.914.106 58.297.225 50.156.453 67.500.000 88.579.716
>> Pihak berelasi 21.738 0 0 0 0
>> Pihak ketiga 56.892.368 58.297.225 0 0 0
> Liabilitas sewa 8.867.164 7.870.164 4.411.235 1.001.063 20.939.427
> Utang obligasi – nett 6.512.538 304.359.120 11.720.490 15.552.951 14.934.201
Liabilitas terkait langsung
dengan aset tidak lancar yang
dimiliki untuk dijual 0 47.365.177 0 267.413.000 0
Total Liabilitas Jangka Pendek 591.141.696 982.489.857 1.178.926.569 1.135.763.896 707.713.855
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang –
setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
> Pinjaman jangka panjang
>> Pihak berelasi 1.054.663 1.253.300 - - -
>> Pihak ketiga 445.004.953 104.275.570 91.225.010 81.568.303 251.453.384
> Pinjaman yang dapat
dikonversikan 28.528.752 20.092.531 7.538.295 - -
> Liabilitas sewa 4.234.158 8.450.249 1.401.770 2.651.336 30.004.937
> Utang obligasi – nett 447.680.894 528.922.780 880.010.701 1.229.590.712 1.224.881.921
Utang jangka panjang lainnya –
pihak ketiga 2.370.068 439.668 8.160.737 - -
Provisi rehabilitasi tambang,
penutupan dan pembongkaran 43.105.706 43.265.139 38.687.331 35.241.633 33.032.580
Liabilitas pajak tangguhan 9.486.823 12.253.706 25.127.407 88.590.083 156.335.479
Utang kontingensi - - - 206.269.350 164.476.468
Liabilitas derivatif 9.294.353 8.109.675 - 1.640.340 6.219.412
Imbalan kerja 25.674.808 26.412.465 22.620.259 26.447.783 52.287.427
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.016.435.178 753.475.083 1.074.771.510 1.671.999.540 1.918.691.608
TOTAL LIABILITAS 1.607.576.874 1.735.964.940 2.253.698.079 2.807.763.436 2.626.405.463
EKUITAS
Modal saham 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.155 56.892.155
> PT Indika Inti Investindo 21.499.012 21.499.012 21.499.012 21.499.012 21.499.012
> PT Teladan Resources 15.976.777 15.976.777 15.976.777 17.438.027 17.438.027
> Agus Lasmono 110.897 110.897 110.897 110.897 110.897
> Indracahya Basuki 15.325 15.325 15.325 15.325 15.325
> M. Arsjad Rasjid P.M. 13.191 13.191 13.191 13.191 13.191
> Azis Armand 13.191 13.191 13.191 13.191 13.191
> Richard Bruce Ness 8.845 8.845
> PT Indika Mitra Haldiko 0 0 0 0 0
> Masyarakat 18.903.816 18.903.816 19.263.761 17.793.667 17.793.667
> Saham Treasuri 359.945 359.945 - - -
Tambahan modal disetor 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135
Komponen ekuitas lainnya 13.969.827 (12.109.145) (9.236.583) 34.739.171 14.643.752
Saham treasury (359.945) (359.945) (359.945) (359.945) (359.945)
Saldo laba
> Dicadangkan 11.378.431 11.378.431 5.312.496 5.312.496 5.312.496
37
Page 52
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
> Tidak dicadangkan 869.806.121 923.214.754 882.849.440 412.988.522 355.269.018
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 1.205.512.723 1.232.842.384 1.189.283.697 763.398.534 685.583.611
Kepentingan non-pengendali 149.674.212 144.295.066 150.890.266 120.315.132 181.713.784
TOTAL EKUITAS 1.355.186.935 1.377.137.450 1.340.173.963 883.713.666 867.297.395
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 2.962.763.809 3.113.102.390 3.593.872.042 3.691.477.102 3.493.702.858
Sumber: Laporan Keuangan INDY
Pada periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 aset INDY
tercatat mengalami perkembangan yang fluktuatif. Berikut ini adalah deskripsi rinci
perkembangan aset INDY dari 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember
2024.
- Total aset pada tahun 2021 adalah sebesar US$3,69 miliar, mengalami
peningkatan sebesar 5,66% dari total aset pada tahun 2020 yang tercatat sebesar
US$3,49 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh tercatatnya aset
tidak lancar yang dimiliki untuk dijual pada bagian aset lancar sebesar
US$448,23 juta pada tahun 2021.
- Total aset pada tahun 2022 adalah sebesar US$3,59 miliar mengalami penurunan
sebesar 2,64% dari total aset pada tahun 2021 yang tercatat sebesar US$3,69
miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh nihilnya aset tidak lancar
yang dimiliki untuk dijual pada bagian aset lancar yang sebelumnya tercatat
sebesar US$448,23 juta pada tahun 2021.
- Total aset pada 31 Desember 2023 adalah sebesar US$3,11 miliar, mengalami
penurunan yang cukup signifikan sebesar 13,38% dari total aset pada tahun 2022
yang tercatat sebesar US$3,59 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan
oleh penurunan kas dan setara kas pada sisi aset lancar yang turun sebesar
US$706,33 juta menjadi sebesar US$449,20 juta pada tahun 2023.
- Total aset pada 31 Desember 2024 adalah sebesar US$2,96 miliar, menurun
sebesar 4,83% dari total aset pada 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar
US$3,11 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh nihilnya aset tidak
lancar yang dimiliki untuk dijual pada bagian aset lancar yang sebelumnya
tercatat sebesar US$264,00 juta pada tahun 2023.
Selama 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, liabilitas INDY
mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan rincian sebagai berikut.
- Total liabilitas pada tahun 2021 adalah sebesar US$2,81 miliar mengalami
peningkatan sebesar 6,91% dari total liabilitas pada tahun 2020 yang tercatat
sebesar US$2,63 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
38
Page 53
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
peningkatan akun liabilitas kontrak pada sisi liabilitas jangka pendek yang naik
sebesar US$241,80 juta menjadi sebesar US$304,03 juta pada tahun 2021.
- Total liabilitas pada tahun 2022 adalah sebesar US$2,25 miliar, mengalami
penurunan yang cukup signifikan sebesar 19,73% dari total liabilitas pada tahun
2021 yang tercatat sebesar US$2,81 miliar. Penurunan tersebut terutama
disebabkan oleh menurunnya utang obligasi bersih di utang liabilitas jangka
panjang – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun pada
liabilitas jangka panjang yang turun sebesar US$349,58 juta menjadi sebesar
US$880,01 juta pada tahun 2022.
- Total liabilitas pada 31 Desember 2023 adalah sebesar US$1,74 miliar,
mengalami penurunan sebesar 22,97% dari total liabilitas pada tahun 2022 yang
tercatat sebesar US$2,25 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
menurunnya utang obligasi bersih di utang liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun pada liabilitas jangka
panjang yang turun sebesar US$351,09 juta menjadi sebesar US$528,92 juta
pada tahun 2023.
- Total liabilitas pada 31 Desember 2024 adalah sebesar US$1,61 miliar
mengalami penurunan sebesar 7,40% dari total liabilitas pada tahun 2022 yang
tercatat sebesar US$2,25 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
menurunnya utang obligasi bersih di utang liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun pada liabilitas jangka
panjang yang turun sebesar US$297,85 juta menjadi sebesar US$6,51 juta pada
tahun 2024.
Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2024, ekuitas INDY
cenderung mencatatkan perkembangan yang fluktuatif dengan rincian sebagai
berikut.
- Ekuitas INDY pada tahun 2021 adalah sebesar US$883,71 juta, mengalami
peningkatan sebesar 1,89% dari jumlah ekuitas pada tahun 2020 yang tercatat
sebesar US$867,40 juta. Peningkatan ekuitas terutama disebabkan oleh
meningkatnya akun saldo laba sebesar US$57,72 juta.
- Ekuitas INDY pada tahun 2022 adalah sebesar US$1,34 miliar, mengalami
peningkatan sebesar 51,65% dari jumlah ekuitas pada tahun 2021 yang tercatat
sebesar US$883,71 juta. Peningkatan ekuitas terutama disebabkan oleh
meningkatnya akun saldo laba sebesar US$469,86 juta.
- Ekuitas INDY pada 31 Desember 2023 adalah sebesar US$1,38 miliar,
mengalami peningkatan sebesar 2,76% dari jumlah ekuitas pada tahun 2022
yang tercatat sebesar US$1,34 miliar. Peningkatan ekuitas terutama disebabkan
oleh meningkatnya akun saldo laba sebesar US$40,37 juta.
- Ekuitas INDY pada 31 Desember 2024 adalah sebesar US$1,36 miliar, menurun
sebesar 1,59% dari jumlah ekuitas pada 31 Desember 2023 yang tercatat
sebesar US$1,38 miliar. Penurunan ekuitas terutama disebabkan oleh
39
Page 54
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
menurunnya saldo laba yang semula tercatat sebesar US$63,21 juta pada 31
Desember 2023, menjadi sebesar US$53,41 juta pada 31 Desember 2024.
Laba Rugi
Kinerja Laba (Rugi) INDY selama per 31 Desember 2020 sampai dengan per 31
Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 10 Kinerja Laba (Rugi) INDY (US$)
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
PENDAPATAN 2.446.679.750 3.026.839.190 4.334.910.725 3.069.161.119 2.077.212.345
Sumber daya energi 2.053.709.323 2.662.224.471 3.860.273.574 2.807.893.247 1.528.630.359
Jasa energi 238.100.040 220.553.683 412.410.827 224.502.963 485.935.538
Logistik dan infrastruktur 38.812.771 38.890.268 34.572.722 27.536.164 60.685.775
Bisnis hijau 37.981.678 11.107.445 9.571.234 - -
Ventura digital 14.620.182 8.412.529 8.279.672 9.228.745 -
Mineral 6.701.971 6.094.070 9.802.696 - -
Lain-lain 56.753.785 79.556.724 - - 1.960.673
BEBAN POKOK KONTRAK DAN
(2.113.986.772) (2.474.863.205) (2.884.098.670) (2.151.039.318) (1.823.333.756)
PENJUALAN
Sub-kontraktor, instalasi, beban (831.309.707) (837.477.540) (946.265.103) (816.467.460) (690.531.016)
perlengkapan, komunikasi dan
beban usaha langsung
Royalti (440.056.094) (711.196.678) (617.627.213) (313.504.767) (166.163.942)
Bahan baku (322.109.518) (336.107.198) (556.818.650) (366.317.698) (185.150.911)
Bahan bakar (135.461.890) (183.855.162) (233.810.927) (132.438.912) (115.545.703)
Bongkar muat suku cadang (95.559.471) (93.220.267) (83.598.702) (100.857.669) (83.662.388)
Sewa, perbaikan dan (75.385.935) (56.241.901) (104.105.911) (54.751.237) (55.068.136)
pemeliharaan
Biaya pemakaian barang (67.519.307) (98.363.182) (118.625.606) (130.658.243) (116.849.852)
Gaji, Upah dan tunjangan (63.959.835) (61.991.206) (52.802.612) (48.055.515) (145.652.272)
karyawan
Penyusutan dan amortisasi (29.660.143) (25.433.189) (61.278.517) (33.063.693) (121.676.634)
Beban reklamasi dan lingkungan (19.487.875) (25.174.273) (15.586.266) (45.306.186) (19.646.672)
Penurunan (kenaikan) persediaan (11.010.662) (20.617.828) 9.186.933 5.409.247 (4.704.978)
batubara
Jasa profesional (6.694.156) (2.113.168) (15.342.391) (14.370.539) (12.409.220)
Perjalanan dinas dan transportasi (2.611.942) (7.505.940) (9.061.387) (31.152.919) (26.620.390)
Asuransi - - (2.063.484) (12.727.417) (6.077.766)
Lain-lain (13.160.237) (15.565.673) (76.298.834) (56.776.310) (73.573.876)
LABA (RUGI) BRUTO 332.692.978 551.975.985 1.450.812.055 918.121.801 253.878.589
Beban Penjualan, Administrasi
(174.597.665) (239.780.249) (240.725.758) (145.401.075) (138.020.163)
dan Umum
Gaji, upah dan tunjangan (63.685.341) (64.701.465) (76.217.280) (51.927.841) (68.861.217)
Beban pemasaran dan komisi (38.989.406) (46.588.788) (66.452.852) (36.378.157) (18.003.517)
Jasa profesional (25.660.106) (24.454.060) (23.998.360) (12.064.608) (12.897.722)
PNPB bagian pemerintah pusat (15.742.261) (27.017.740) - - -
dan pemerintah daerah
40
Page 55
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Penyusutan dan amortisasi (7.465.035) (6.868.444) (7.688.078) (5.669.174) (6.597.630)
Biaya surveyor (5.421.561) (5.011.307) (3.483.357) (3.463.239) (3.102.031)
Sewa (4.328.873) (14.058.702) (10.514.716) (8.275.316) (3.510.983)
Perjalanan dinas dan transportasi (2.030.616) (3.559.292) (2.527.734) (1.804.631) (1.610.773)
Lisensi dan perizinan (1.379.033) (2.168.350) - - -
Donasi (401.473) (1.201.791) (2.882.583) (1.938.870) (2.924.727)
Asuransi (217.570) (1.356.972) (1.020.710) (1.132.947) -
Lain-lain (9.276.390) (42.793.338) (45.940.088) (22.746.292) (20.511.563)
LABA (RUGI) USAHA 158.095.313 312.195.736 1.210.086.297 772.720.726 115.858.426
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (73.207.187) (73.765.102) (199.749.069) (270.613.242) (215.035.612)
Beban keuangan (91.167.385) (85.551.070) (103.531.626) (104.860.082) (119.509.218)
Beban pajak final (8.540.438) (7.551.575) (8.875.640) (6.774.116) (9.179.477)
Amortisasi aset tidak berwujud (1.434.592) (37.635.675) (136.071.528) (135.946.869) (135.626.774)
Perubahan nilai wajar pinjaman (45.468) 1.349.559 - - -
yang dapat dikonversikan
Perubahan nilai wajar utang - - 46.269.350 (41.792.882) (2.563.314)
kontinjensi
Bagian laba bersih entitas 15.456.654 22.876.701 31.174.667 27.880.564 32.623.747
asosiasi dan ventura bersama
Keuntungan pembelian dengan - - - - 16.192.130
diskon
Pendapatan investasi 18.802.612 20.195.064 9.302.646 4.270.293 11.423.964
Penurunan nilai aset - - - - (5.991.508)
Lain-lain (6.278.570) 12.551.894 (38.016.938) (13.390.150) (2.405.162)
LABA SEBELUM PAJAK
84.888.126 238.430.634 1.010.337.228 502.107.484 (99.177.186)
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (53.074.918) (87.387.543) (499.561.131) (294.689.659) (4.270.588)
Rugi bersih tahun berjalan dari - - - (144.101.228) -
operasi yang dihentikan
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 31.813.208 151.043.091 510.776.097 63.316.597 (103.447.774)
-78,94% -70,43% 706,70% -161,21%
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAINNYA
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi rugi
> Pengukuran kembali atas 797.833 (911.971) 576.208 2.197.639 (1.056.694)
kewajiban imbalan pasti
Pos-pos yang akan direklasifikasi
ke laba rugi:
> Selisih kurs karena penjabaran (3.856.002) 1.205.695 (2.130.303) 1.140.291 (1.265.443)
laporan keuangan
> Keuntungan (kerugian) yang
belum direalisasi atas
instrumen keuangan derivatif 4.549.844 (3.897.534) 48.179.740 13.892.183 (24.150.709)
> Kerugian yang belum
direalisasi atas investasi
41
Page 56
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
pada nilai wajar melalui (3.512.867) (448.949) (802.020) 9.664.444 (419.767)
penghasilan komprehensif
lainnya
Jumlah laba komprehensif –
(2.021.192) (4.052.759) 45.823.625 26.894.557 (26.892.613)
setelah pajak
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
29.792.016 146.990.332 556.599.722 90.211.154 (130.340.387)
TAHUN BERJALAN
Sumber: Laporan Keuangan INDY
Dari sisi Pendapatan, INDY mencatatkan perkembangan yang cenderung fluktuatif
dari 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, sebagaimana dirinci
sebagai berikut:
- Pendapatan pada tahun 2021 tercatat sebesar US$3,01 miliar mengalami
peningkatan sebesar 47,75% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$2,08
miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya segmen pendapatan
sumber daya energi sebesar US$1,28 miliar menjadi US$2,81 miliar.
- Pendapatan pada tahun 2022 tercatat sebesar US$4,33 miliar mengalami
peningkatan sebesar 41,24% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$3,07
miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya segmen pendapatan
sumber daya energi sebesar US$1,05 miliar menjadi US$3,86 miliar.
- Pendapatan pada 31 Desember 2023 tercatat sebesar US$3,03 miliar mengalami
penurunan sebesar 30,18% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$4,33 miliar.
Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya segmen pendapatan sumber daya
energi sebesar US$1,20 miliar menjadi US$2,66 miliar.
- Pendapatan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar US$2,45 miliar mengalami
penurunan sebesar 19,17% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$3,03 miliar.
Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya segmen pendapatan sumber daya
energi sebesar US$580,16 juta menjadi US$2,05 miliar.
Selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, laba (rugi) kotor INDY
tercatat mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan rincian sebagai berikut:
- Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 sebesar US$2,15 miliar mengalami
peningkatan sebesar 17,97% dari tahun 2020 yang sebesar US$1,82 miliar.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh biaya sub-kontraktor, instalasi,
beban perlengkapan, komunikasi dan beban usaha langsung sebesar US$125,94
juta. Sehingga pada tahun 2021 laba kotor tercatat sebesar US$918,12 juta atau
mengalami peningkatan sebesar 261,64% dari tahun 2020 yang mencatatkan
laba kotor sebesar US$253,88 juta.
- Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 sebesar US$2,88 miliar mengalami
peningkatan sebesar 34,08% dari tahun 2021 yang sebesar US$2,15 miliar.
42
Page 57
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Peningkatan tersebut disebabkan biaya royalti sebesar US$304,12 juta. Sehingga
pada tahun 2022 laba kotor tercatat sebesar US$1,45 miliar atau mengalami
peningkatan sebesar 58,02% dari tahun 2021 yang mencatatkan laba kotor
sebesar US$918,12 juta.
- Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar US$2,47 miliar mengalami
penurunan sebesar 14,19% dari tahun 2022 yang sebesar US$2,88 miliar.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh biaya bahan baku yang turun
sebesar US$220,71 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga pada tahun
2023 laba kotor tercatat sebesar US$551,96 juta atau mengalami penurunan dari
tahun 2022 yang mencatatkan laba kotor sebesar US$1,45 miliar.
- Beban pokok pendapatan pada 31 Desember 2024 sebesar US$2,11 miliar
mengalami penurunan sebesar 14,58% dari tahun 2023 yang sebesar US$2,47
miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh biaya bahan baku yang
turun sebesar US$271,14 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga pada
tahun 2024 laba kotor tercatat sebesar US$332,69 juta atau mengalami
penurunan dari tahun 2023 yang mencatatkan laba kotor sebesar US$551,98
juta.
Selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, INDY tercatat mengalami
perkembangan laba (rugi) usaha yang fluktuatif dengan rincian sebagai berikut:
- Beban usaha pada tahun 2021 sebesar US$145,40 juta mengalami peningkatan
sebesar 5,35% dari tahun 2020 yang sebesar US$138,02 juta. Atas peningkatan
beban usaha, maka pada tahun 2021, INDY mencatatkan laba usaha sebesar
US$772,72 juta atau meningkat sebesar 566,95% dari tahun sebelumnya yang
mencatatkan laba sebesar US$115,86 juta.
- Beban usaha pada tahun 2022 sebesar US$240,73 juta mengalami peningkatan
65,65% dari tahun 2021 yang sebesar US$145,40 juta. Atas peningkatan beban
usaha dan meningkatnya laba kotor, maka pada tahun 2022, INDY mencatatkan
laba usaha sebesar US$1,21 miliar atau meningkat sebesar 56,60% dari tahun
sebelumnya yang mencatatkan laba sebesar US$772,72 juta.
- Beban usaha pada tahun 2023 sebesar US$239,78 juta mengalami penurunan
sebesar 0,39% dari tahun 2022 yang sebesar US$240,73 juta. Atas penurunan
beban usaha dan laba kotor, maka pada tahun 2023, INDY mencatatkan laba
usaha sebesar US$312,20 juta atau menurun sebesar 74,29% dari tahun
sebelumnya yang mencatatkan laba sebesar US$1,21 miliar.
- Beban usaha pada 31 Desember 2024 sebesar US$174,60 miliar atau setara
dengan penurunan sebesar 27,18% dari tahun sebelumnya yang sebesar
US$174,60 miliar. Atas penurunan beban usaha dan laba kotor, Maka pada 31
Desember 2024, INDY mencatatkan laba usaha sebesar US$158,10 juta atau
menurun sebesar 49,38% dari tahun sebelumnya yang mencatatkan laba sebesar
US$158,10 juta.
43
Page 58
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Setelah diakumulasi dengan pendapatan atau biaya lain-lain serta manfaat (beban)
pajak penghasilan, laba (rugi) tahun berjalan dari tahun 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 yang dicatatkan INDY mengalami perkembangan yang fluktuatif
dengan rincian sebagai berikut:
- Pada tahun 2021 INDY mencatatkan laba tahun berjalan tercatat sebesar
US$63,32 juta atau mengalami peningkatan sebesar 161,21% dari tahun 2020
yang mencatat rugi sebesar US$103,32 juta.
- Pada tahun 2022 INDY mencatatkan laba tahun berjalan sebesar US$510,78 juta
atau mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 706,60% dari tahun
2021 yang mencatatkan laba sebesar US$63,32 juta.
- Pada tahun 2023 INDY mencatatkan laba tahun berjalan tercatat sebesar
US$151,04 juta atau mengalami penurunan sebesar 70,43% dari tahun 2022
yang mencatatkan laba sebesar US$510,78 juta.
- Pada 31 Desember 2024 INDY mencatatkan laba tahun berjalan tercatat sebesar
US$31,81 juta meskipun setara dengan penurunan sebesar 78,94% dari tahun
sebelumnya yang mencatatkan laba tahun berjalan sebesar US$151,04 juta.
Rasio Keuangan
Berdasarkan atas kinerja keuangan INDY per 31 Desember 2020 sampai dengan per
31 Desember 2024, diperoleh hasil analisis rasio sebagai berikut.
Tabel 11 Rasio Keuangan
KETERANGAN 2024 2023 2022 2021 2020 Rata-rata
LIQUIDITY (%)
Current Ratio 215,12% 151,06% 169,89% 184,19% 196,99% 183,45%
Quick Ratio 139,59% 80,69% 143,34% 119,15% 157,34% 128,02%
Working Capital to Total Assets 22,97% 16,11% 22,93% 25,90% 19,65% 21,51%
ACTIVITY (X)
Total Assets Turnover (X) 0,83 0,97 1,21 0,83 0,59 0,89
Inventory Turnover (X) 40,92 48,21 47,60 49,18 43,67 45,91
Average Days Inventory (Day) 9 8 8 7 8 8
Account Receivable Turnover (X) 6,61 8,81 8,11 6,32 4,49 6,87
Average Collection Period (Day) 55 41 45 58 81 56
Working Capital Turnover (X) 3,60 6,03 5,26 3,21 3,03 4,23
SOLVABILITY (%)
Total Debt to Equity Ratio 118,62% 126,06% 168,16% 317,72% 302,83% 206,68%
Total Debt to Asset Ratio 54,26% 55,76% 62,71% 76,06% 75,18% 64,79%
Long Term Debt To Equity Ratio 75,00% 54,71% 80,20% 189,20% 221,23% 124,07%
RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 13,60% 18,24% 33,47% 29,91% 12,22% 21,49%
Operating Profit Margin 6,46% 10,31% 27,91% 25,18% 5,58% 15,09%
Net Profit Margin 1,30% 4,99% 11,78% 2,06% -4,98% 3,03%
44
Page 59
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
KETERANGAN 2024 2023 2022 2021 2020 Rata-rata
Rate of Return on Investment 1,07% 4,85% 14,21% 1,72% -2,96% 3,78%
Rate of Return on Equity 2,35% 10,97% 38,11% 7,16% -11,93% 9,33%
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan selama periode 31 Desember 2020—31 Desember
2024 rata-rata current ratio dan quick ratio adalah sebesar 183,45% dan 128,02%.
Hal tersebut menunjukkan bahwa INDY mempunyai aset lancar yang cukup untuk
membayar seluruh utang jangka pendeknya. Sementara itu, untuk working capital
to total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 21,51%.
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang terhadap ekuitas
dalam pembiayaan perusahaan sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan
posisi liabilitas terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas ini
menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi
seluruh liabilitasnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut
dilikuidasi. Rasio solvabilitas menunjukkan selama periode 31 Desember 2020—31
Desember 2024, rata-rata DER dan DAR, masing-masing sebesar 206,68% dan
64,79%.
Rasio Profitabilitas
Tingkat balikan terhadap total investasi (ROI) menunjukkan kemampuan INDY untuk
menghasilkan laba bersih yang diukur dengan membandingkan antara laba bersih
dengan jumlah aset yang diinvestasikan. Rata-rata tingkat balikan terhadap total
investasi pada INDY dari periode 31 Desember 2020—31 Desember 2024 adalah
sebesar 3,78%. Sedangkan tingkat balikan terhadap total ekuitas (ROE) menunjukkan
kemampuan Perusahaan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur dengan
membandingkan antara laba bersih dengan jumlah ekuitas. Pada periode
31 Desember 2020—31 Desember 2024, rata-rata tingkat balikan terhadap total
ekuitas mencatatkan sebesar 9,33%.
4.1.2 Penilaian Arus Kas
Arus Kas INDY selama per 31 Desember 2020 sampai dengan per 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut.
Tabel 12 Kinerja Arus Kas INDY (US$)
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
ARUS KAS DARI
(UNTUK) AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari 2.372.964.272 3.188.456.528 4.295.779.712 3.280.729.991 2.056.303.725
pelanggan
45
Page 60
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Pengeluaran kas (1.666.445.333) (1.885.845.177) (2.226.705.719) (2.086.721.277) (1.385.739.546)
kepada pemasok
Pengeluaran kas (110.045.783) (110.493.945) (100.534.981) (106.683.730) (213.529.613)
kepada direktur,
komisaris dan
karyawan
Pembayaran royalti (474.065.186) (656.880.200) (624.139.034) (342.052.756) (154.060.047)
kepada Pemerintah
Kas yang dihasilkan 122.407.970 535.237.206 1.344.399.978 745.272.228 302.974.519
dari operasi
Penerimaan klaim 34.442.170 25.133.877 35.238.318 34.395.500 42.121.651
pengembalian pajak
Penghasilan bunga 24.466.215 14.767.555 4.933.553 4.828.252 11.573.026
Pembayaran beban (95.060.276) (81.455.121) (92.228.498) (98.528.551) (105.549.351)
keuangan
Pembayaran klaim (8.442.566) (16.425.834) - (33.868.929) -
pengembalian pajak
Pembayaran pajak (133.027.368) (676.339.319) (366.267.903) (167.015.409) (128.438.282)
penghasilan dan
pajak lainnya
Kas bersih Diperoleh (55.213.855) (199.081.636) 926.075.448 485.083.091 122.681.563
dari (Digunakan
untuk) aktivitas
operasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS INVESTASI
Pencairan aset 487.718.195 31.238.043 35.097.601 46.938.213 16.589.343
keuangan lainnya
Hasil penjualan aset 13.943.930 276.827 295.716 5.461.488 6.734.096
tetap
Penerimaan dividen 5.778.359 11.621.200 26.011.554 21.930.295 16.792.033
Penerimaan piutang 3.216.833 1.440.000 3.820.000 1.761.207 1.008.568
lain-lain dari pihak
berelasi
Penerimaan piutang - 5.042.577
lain-lain dari pihak
ketiga
Pemberian piutang ke - (13.605.287)
pihak berelasi
Pembayaran aset (9.580.220) (4.348.309) (43.291.620) (6.192.034) (3.103.794)
eksplorasi dan
evaluasi dan
properti
pertambangan
Kenaikan investasi di (1.274.554) (26.850.124) (50.055.138) (2.537.030) (21.804.498)
entitas asosiasi dan
ventura bersama
Akuisisi entitas anak, (13.598.229) 6.460.672 - - -
setelah dikurangi
dengan kas yang
diperoleh
46
Page 61
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Perolehan aset (1.511.730) (2.200.531) (1.928.757) (11.607.007) (8.134.216)
takberuwjud
Kenaikan tanaman (2.634.414) - - - -
produktif - tanaman
belum
menghasilkan
Pembayaran uang (13.591.859) (5.643.079) (16.104.839) (6.390.510) (13.227.418)
muka dan aset
lancar lainnya
Penerimaan uang 500.000 - 1.051.229 - -
muka dan aset tidak
lancar lainnya
Penerimaan uang - - - - -
muka terkait dengan
aset tidak lancar
yang dimiliki untuk
dijual
Penerimaan dari aset 22.310.049
tidak lancar untuk
dijual dikurangi
biaya transaksi
Perolehan aset tetap (90.905.524) (112.446.865) (28.421.319) (67.209.288) (84.222.740)
Penempatan aset (425.508.493) (198.035.550) (19.044.575) (24.663.696) (22.992.002)
keuangan lainnya
Penerimaan atas 200.781.973 - (12.245.324) (46.473.838) 378.765
penjualan entitas
anak
Pembayaran piutang (3.000.000) (7.242.665) - - -
pinjaman yang
dapat dikonversikan
Penjualan entitas anak 146.215.160 41.172.751
Kas bersih Diperoleh 150.334.267 (283.420.332) 32.836.978 (47.809.449) (111.981.863)
dari (Digunakan
untuk) aktivitas
investasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan bersih 576.817.790 227.163.476 82.565.934 8.462.000 215.671.466
pinjaman jangka
pendek, pinjaman
yang dapat
dikonversikan dan
utang jangka
panjang, setelah
biaya transaksi
Penerimaan uang - 1.719.401 43.019.865 - -
muka setoran modal
dari kepemilikan
non-pengendali
47
Page 62
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Penerimaan dari 1.443.274 - - - -
penerbitan saham
baru entitas anak
Penerimaan bersih 449.315.393
dari penerbitan
utang obligasi
setelah biaya emisi
obligasi
Penerimaan dari 13.052.248
transaksi jual dan
sewa balik
Penerimaan dari 675.000.000
penerbitan obligasi
Penerimaan dari 20.350.000
pinjaman yang
dapat dikonversikan
Pembelian kembali (359.945)
saham perusahaan
Pembelian kembali (2.033.441)
saham entitas anak
Pembayaran biaya (3.974.360)
utang bank
Pembayaran biaya (1.588.522)
emisi obligasi
Pembayaran biaya (10.587.668)
transaksi terkait
penerbitan utang
obligasi
Pembayaran utang (830.916.753) (63.185.000) (358.600.121) - (550.000.000)
obligasi dan premi
Pembayaran dividen (21.390.869) (39.686.553) (45.000.000) (24.916.000) (12.014.000)
entitas anak kepada
kepentingan non-
pengendali
Pembayaran dividen (30.000.000) (73.252.551) (40.000.000) - (31.586.743)
Pembayaran pinjaman (227.489.989) (193.818.799) (347.282.930) (112.194.623) (225.037.551)
jangka pendek,
utang jangka
panjang dan sewa
pembiayaan
Kas bersih Diperoleh (82.221.154) (124.684.386) (665.297.252) (130.237.145) 72.104.366
dari (Digunakan
untuk) Aktivitas
Pendanaan
KENAIKAN BERSIH KAS 12.899.258 (607.186.354) 293.615.174 307.036.497 82.804.066
DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS 449.204.420 1.155.539.134 867.404.826 651.193.109 568.633.705
AWAL TAHUN
48
Page 63
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020
Pengaruh perubahan (7.094.271) 1.085.262 (5.480.866) (1.499.436) (244.662)
kurs mata uang
asing
KAS DAN SETARA KAS 455.009.407 549.438.042 1.155.539.134 956.730.170 651.193.109
AKHIR TAHUN
Pada 31 Desember 2024, kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi sebesar
US$55,21 juta, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi sebesar US$150,33
juta, dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar US$82,22
juta sehingga terjadi kenaikan kas sebesar US$12,90 juta.
Pada tahun 2023, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar
US$199,08 juta, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar
US$283,42 juta, dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar
US$124,68 juta sehingga terjadi penurunan kas sebesar US$607,19 juta.
Pada tahun 2022, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar
US$926,08 juta, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi sebesar US$32,84
juta, dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar US$665,30
juta sehingga terjadi peningkatan kas sebesar US$293,62 juta.
Pada tahun 2021, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar
US$485,08 juta, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar
US$47,81 juta, dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar
US$130,24 juta sehingga terjadi kenaikan kas sebesar US$307,04 juta.
Pada tahun 2020, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar
US$122,68 juta, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar
US$111,98 juta, dan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar
US$72,10 juta sehingga terjadi kenaikan kas sebesar US$82,80 juta.
4.1.3 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan Rencana Transaksi dari
manajemen. asumsi dalam penyusunan proyeksi adalah sebagai berikut.
• Proyeksi keuangan disajikan mulai 1 Oktober 2024 sampai dengan
31 Desember 2029.
• Pendapatan tahun 2024 sesuai proyeksi keuangan yang disampaikan oleh
manajemen terdiri dari:
Sumber Daya Energi US$ 2.036.379.999
Jasa Energi US$ 240.628.996
49
Page 64
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Logistik and Infrastruktur US$ 37.594.503
Mineral US$ 7.660.642
Kendaraan Listrik US$ 28.500.937
Bisnis hijau US$ 28.722.637
Produk dan Jasa Digital US$ 13.030.939
Lainnya US$ 54.161.096
Selanjutnya pendapatan pada tahun 2025 sampai dengan tahun 2038
diasumsikan mengalami perkembangan sebagai berikut:
Tabel 13 Asumsi Pendapatan
Sumber Produk
Logistik dan Kendaraan Bisnis
Tahun Daya Jasa Energi Mineral dan Jasa Lainnya
Infrastruktur Listrik hijau
Energi Digital
2025 -3,77% 32,63% 33,82% 1174,61% 99,34% 214,28% 43,16% -93,70%
2026 -5,87% 17,28% 33,02% 92,31% 22,04% 36,57% 34,96% 26,92%
2027 1,15% 23,41% 9,90% 143,69% 56,70% 81,11% 23,81% 24,97%
2028 0,30% 11,94% 9,38% 7,50% 56,89% 22,23% 22,43% 16,30%
2029 -1,18% -11,31% 1,58% 25,71% 31,65% 3,46% 18,69% 15,75%
2030 16,17% 0,00% 0,00% 11,30% -0,01% 0,00% 0,00% 0,00%
2031 0,39% 0,00% 0,00% 8,39% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
2032 -0,09% 0,00% 0,00% 0,79% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
2033 -0,76% 0,00% 0,00% -5,24% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00%
2034 -2,09% 0,00% 0,00% -3,66% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
2035 -8,51% 0,00% 0,00% -11,41% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
2036 -18,05% 0,00% 0,00% -1,99% -2,33% 0,00% 0,00% 0,00%
2037 -7,16% 0,00% 0,00% 9,89% -2,38% 0,00% 0,00% 0,00%
2038 -7,72% 0,00% 0,00% -15,92% -2,44% 0,00% 0,00% 0,00%
• Beban pokok pendapatan, beban usaha, serta pendapatan (beban) lain-lain
selama periode proyeksi diasumsikan sebagai berikut:
Tabel 14 Asumsi Biaya
Beban Pokok Penjualan Pendapatan (beban) lain-lain
Keuntungan
Beban Bagian laba
(kerugian)
Usaha Beban Pendapatan bersih
Non Batubara Batubara Amortisasi atas
Uraian Bunga bunga perusahaan
penjualan
asosiasi
aset
To sales To sales Growth To sales To sales To sales To sales To sales
2025 97,57% 82,84% 4,18% -3,73% -0,03% 0,00% 0,00% 0,68%
2026 95,60% 81,11% 18,70% -3,42% -0,03% 0,00% 0,00% 0,71%
2027 88,58% 76,55% 9,99% -3,93% -0,03% 0,00% 0,01% 0,70%
2028 89,85% 77,74% 6,36% -4,07% -0,03% 0,00% 0,01% 0,76%
2029 88,51% 76,38% 3,38% -3,37% -0,03% 0,00% 0,01% 0,79%
2030 87,83% 81,71% 2,60% -2,65% -0,02% 0,00% 0,01% 0,61%
50
Page 65
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Beban Pokok Penjualan Pendapatan (beban) lain-lain
Keuntungan
Beban Bagian laba
(kerugian)
Usaha Beban Pendapatan bersih
Non Batubara Batubara Amortisasi atas
Uraian Bunga bunga perusahaan
penjualan
asosiasi
aset
To sales To sales Growth To sales To sales To sales To sales To sales
2031 85,18% 79,41% 1,73% -2,21% -0,02% 0,00% 0,01% 0,60%
2032 84,56% 72,15% 4,53% -1,84% -0,02% 0,00% 0,01% 0,60%
2033 86,23% 69,00% 1,52% -0,51% -0,02% 0,00% 0,01% 0,61%
2034 87,32% 68,70% -0,70% -0,51% -0,02% 0,00% 0,01% 0,62%
2035 90,37% 62,11% -0,43% -0,55% -0,02% 0,00% 0,01% 0,67%
2036 91,01% 66,92% -10,11% -0,61% -0,03% 0,00% 0,02% 0,74%
2037 89,21% 68,50% -2,71% -0,62% -0,03% 0,00% 0,02% 0,76%
2038 84,74% 59,93% 0,36% -0,66% -0,03% 0,00% 0,02% 0,81%
Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi laba rugi INDY selama tahun 2025 sampai dengan 2038 adalah sebagai
berikut.
Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (US$ Ribu)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 412.804 330.082 410.045 412.669 365.920
Aset Keuangan Lainnya 105.000 105.000 105.000 105.000 105.000
Piutang 446.008 473.126 553.458 581.964 571.483
Persediaan 46.631 48.943 52.984 60.676 66.568
Kontrak yang belum ditagih 21.823 21.823 21.823 21.823 21.823
Pajak dibayar dimuka 128.441 127.223 156.252 168.775 177.600
Aset Biologis 666 666 666 666 666
Aset derivatif - - - - -
Aset lancar lainnya 205.120 227.532 244.960 260.205 217.434
Total Aset Lancar 1.366.493 1.334.395 1.545.189 1.611.779 1.526.495
ASET TIDAK LANCAR
Aset Keuangan Lainnya 84.004 84.194 84.194 84.194 84.441
Piutang dari pihak terkait - 0 - - -
Hak guna aset 26.340 23.353 19.999 17.036 14.616
Aset Tetap 635.532 752.077 848.745 859.794 789.113
Aset eksplorasi dan evaluasi 17.283 18.393 19.302 20.211 23.306
Properti penambangan 159.431 200.738 193.925 199.380 193.692
Investasi pada perusahaan
asosiasi 301.370 307.865 317.004 323.423 329.913
Klaim pengembalian pajak 26.083 26.083 26.083 26.083 26.083
Goodwill 651.393 651.393 651.393 651.393 651.393
Aset takberwujud 37.753 37.094 36.133 35.147 34.179
Eksplorasi yang tertunda - - - - -
Aset pajak tangguhan 17.582 17.366 17.033 16.208 14.561
51
Page 66
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Aset derivatif - - - - -
Aset tidak lancar lainnya 88.004 211.543 92.009 91.845 89.366
Total Aset Tidak Lancar 2.044.776 2.330.100 2.305.820 2.324.716 2.250.663
TOTAL ASET 3.411.269 3.664.494 3.851.009 3.936.495 3.777.158
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang usaha 174.751 181.934 226.048 253.385 240.688
Utang pajak 72.529 87.569 111.244 126.191 116.855
Beban yang masih harus
dibayar 138.526 146.728 165.405 176.311 164.556
Tagihan berlebih 1.928 2.336 3.008 3.402 3.053
Liabilitas sewa 7.830 7.835 7.830 7.763 7.758
Utang bank 80.746 82.108 109.210 109.531 99.133
Liabilitas lancar lainnya 75.019 75.386 72.798 74.909 70.406
Total Liabilitas Lancar 551.329 583.895 695.544 751.492 702.449
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas sewa 13.792 10.458 7.128 3.865 1.081
Utang Bank 819.019 964.986 915.035 792.768 579.958
Convertible loan - - - - -
Utang pihak berelasi 0 (0) 0 0 (0)
Senior Notes - due 2024 - - - - -
Senior Notes - due 2025 0 0 0 0 0
Senior Notes - due 2029 455.000 455.000 455.000 - -
Senior Notes - due 2030 - - - 550.000 550.000
Senior Notes - - - - -
Senior Notes - - - - -
Biaya penerbitan obligasi yang
belum diamortisasi (6.732) (4.415) (2.398) (8.631) (8.250)
Provisi untuk rehabilitasi
tambang 47.741 52.376 57.012 61.647 51.546
Liabilitas pajak tangguhan 9.593 9.593 9.593 9.593 9.593
Provisi untuk liabilitas imbalan
pascakerja 40.411 40.523 40.639 40.759 40.883
Liabilitas tidak lancar lainnya 33.681 93.551 84.594 107.867 99.928
Total Liabilitas Tidak Lancar 1.412.506 1.622.072 1.566.603 1.557.868 1.324.739
Kepentingan Non-pengendali 264.582 261.058 263.671 234.831 227.705
EKUITAS
Modal disetor 310.358 310.358 310.358 310.358 310.358
Laba ditahan 876.145 879.814 889.303 985.153 1.054.612
Pendapatan Bersih saat ini 9.925 20.873 139.106 110.369 170.870
Lainnya (13.607) (13.607) (13.607) (13.607) (13.607)
Total Ekuitas 1.447.403 1.458.496 1.588.831 1.627.104 1.749.938
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.411.238 3.664.463 3.850.978 3.936.464 3.777.127
52
Page 67
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 300.464 281.230 593.860 428.505 752.312
Aset Keuangan Lainnya 105.000 105.000 105.000 105.000 105.000
Piutang 611.288 619.277 619.808 613.233 605.357
Persediaan 72.025 71.345 68.832 67.571 66.979
Kontrak yang belum ditagih 21.823 21.823 21.823 21.823 21.823
Pajak dibayar dimuka 185.319 183.900 184.449 182.889 183.408
Aset Biologis 666 666 666 666 666
Aset derivatif - - - - -
Aset lancar lainnya 233.811 271.205 272.448 256.322 262.274
Total Aset Lancar 1.530.397 1.554.446 1.866.887 1.676.010 1.997.819
ASET TIDAK LANCAR
Aset Keuangan Lainnya 84.441 84.441 84.441 84.441 84.441
Piutang dari pihak terkait - - - - -
Hak guna aset 14.616 14.616 14.616 14.616 14.616
Aset Tetap 734.981 675.332 631.060 580.101 556.007
Aset eksplorasi dan evaluasi 27.961 32.616 37.272 41.927 43.697
Properti penambangan 174.298 154.905 135.511 116.118 96.724
Investasi pada perusahaan
asosiasi 334.046 337.768 341.489 345.202 348.924
Klaim pengembalian pajak 26.083 26.083 26.083 26.083 26.083
Goodwill 651.393 651.393 651.393 651.393 651.393
Aset takberwujud 33.281 32.383 31.485 30.588 29.690
Eksplorasi yang tertunda - - - - -
Aset pajak tangguhan 14.561 14.561 14.561 14.561 14.561
Aset derivatif - - - - -
Aset tidak lancar lainnya 84.595 79.824 75.052 70.281 65.510
Total Aset Tidak Lancar 2.180.257 2.103.923 2.042.965 1.975.312 1.931.647
TOTAL ASET 3.710.655 3.658.369 3.909.851 3.651.322 3.929.466
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang usaha 289.906 285.120 265.162 255.179 250.285
Utang pajak 117.436 117.335 117.115 116.956 116.929
Beban yang masih harus
dibayar 164.556 164.556 164.556 164.556 164.556
Tagihan berlebih 3.053 3.053 3.053 3.053 3.053
Liabilitas sewa 7.758 7.758 7.758 7.758 7.758
Utang bank 82.255 81.087 79.920 78.752 77.585
Liabilitas lancar lainnya 77.478 76.597 73.340 71.706 70.939
Total Liabilitas Lancar 742.443 735.506 710.904 697.961 691.105
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas sewa 1.081 1.081 1.081 1.081 1.081
Utang Bank 370.644 98.998 78.720 74.298 73.547
Convertible loan - - - - -
Utang pihak berelasi 0 0 0 0 0
Senior Notes - due 2024 - - - - -
Senior Notes - due 2025 0 0 0 0 0
53
Page 68
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034
Senior Notes - due 2029 - - - - -
Senior Notes - due 2030 550.000 550.000 550.000 - -
Senior Notes - - - - -
Senior Notes - - - - -
Biaya penerbitan obligasi yang
belum diamortisasi (8.250) (8.250) (8.250) (8.250) (8.250)
Provisi untuk rehabilitasi
tambang 41.253 30.765 20.078 9.020 (3.816)
Liabilitas pajak tangguhan 9.593 9.593 9.593 9.593 9.593
Provisi untuk liabilitas imbalan
pascakerja 40.919 40.956 40.993 41.030 41.068
Liabilitas tidak lancar lainnya 102.770 108.200 113.631 119.061 124.491
Total Liabilitas Tidak Lancar 1.108.010 831.343 805.845 245.833 237.714
Kepentingan Non-pengendali 233.081 267.861 273.517 257.337 256.749
EKUITAS
Modal disetor 310.358 310.358 310.358 310.358 310.358
Laba ditahan 1.167.326 1.274.580 1.448.797 1.714.296 2.028.625
Pendapatan Bersih saat ini 162.031 251.314 373.025 438.132 417.510
Lainnya (12.626) (12.626) (12.626) (12.626) (12.626)
Total Ekuitas 1.860.171 2.091.489 2.393.071 2.707.497 3.000.616
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.710.624 3.658.338 3.909.820 3.651.291 3.929.435
Keterangan 2035 2036 2037 2038
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1.112.735 1.357.046 1.598.282 1.910.012
Aset Keuangan Lainnya 105.000 105.000 105.000 105.000
Piutang 577.122 539.144 534.256 509.232
Persediaan 63.024 60.809 59.977 56.918
Kontrak yang belum ditagih 21.823 21.823 21.823 21.823
Pajak dibayar dimuka 178.603 171.272 170.809 155.158
Aset Biologis 666 666 666 666
Aset derivatif - - - -
Aset lancar lainnya 268.100 251.468 265.012 281.494
Total Aset Lancar 2.327.074 2.507.228 2.755.826 3.040.304
ASET TIDAK LANCAR
Aset Keuangan Lainnya 84.441 84.441 84.441 84.441
Piutang dari pihak terkait - - - -
Hak guna aset 14.616 14.616 14.616 14.616
Aset Tetap 524.780 491.033 462.888 451.952
Aset eksplorasi dan evaluasi 43.407 43.116 42.826 42.535
Properti penambangan 77.331 57.937 38.544 28.867
Investasi pada perusahaan
asosiasi 352.645 356.367 360.090 363.781
Klaim pengembalian pajak 26.083 26.083 26.083 26.083
Goodwill 651.393 651.393 651.393 651.393
Aset takberwujud 28.792 27.894 26.996 26.099
Eksplorasi yang tertunda - - - -
54
Page 69
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2035 2036 2037 2038
Aset pajak tangguhan 14.561 14.561 14.561 14.561
Aset derivatif - - - -
Aset tidak lancar lainnya 60.738 55.967 51.196 48.851
Total Aset Tidak Lancar 1.878.787 1.823.409 1.773.634 1.753.179
TOTAL ASET 4.205.862 4.330.637 4.529.460 4.793.482
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang usaha 217.957 200.588 197.311 145.998
Utang pajak 116.499 116.309 116.193 115.918
Beban yang masih harus
dibayar 164.556 164.556 164.556 164.556
Tagihan berlebih 3.053 3.053 3.053 3.053
Liabilitas sewa 7.758 7.758 7.758 7.758
Utang bank 76.417 75.250 74.082 72.914
Liabilitas lancar lainnya 65.813 62.942 61.864 57.900
Total Liabilitas Lancar 652.054 630.455 624.818 568.098
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas sewa 1.081 1.081 1.081 1.081
Utang Bank 74.321 75.096 75.871 76.645
Convertible loan - - - -
Utang pihak berelasi 0 0 0 0
Senior Notes - due 2024 - - - -
Senior Notes - due 2025 0 0 0 0
Senior Notes - due 2029 - - - -
Senior Notes - due 2030 - - - -
Senior Notes - - - -
Senior Notes - - - -
Biaya penerbitan obligasi yang
belum diamortisasi (8.250) (8.250) (8.250) (8.250)
Provisi untuk rehabilitasi
tambang (3.816) (3.816) (3.816) (3.816)
Liabilitas pajak tangguhan 9.593 9.593 9.593 9.593
Provisi untuk liabilitas imbalan
pascakerja 41.106 41.144 41.183 41.222
Liabilitas tidak lancar lainnya 129.922 135.352 140.783 146.213
Total Liabilitas Tidak Lancar 243.957 250.200 256.444 262.688
Kepentingan Non-pengendali 265.790 238.818 245.456 263.670
EKUITAS
Modal disetor 310.358 310.358 310.358 310.358
Laba ditahan 2.327.488 2.627.326 2.827.611 3.021.367
Pendapatan Bersih saat ini 418.810 286.074 277.367 379.895
Lainnya (12.626) (12.626) (12.626) (12.626)
Total Ekuitas 3.309.820 3.449.950 3.648.167 3.962.665
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 4.205.830 4.330.606 4.529.429 4.793.451
55
Page 70
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Selama periode proyeksi 2025—2038, total aset INDY diproyeksikan akan terus
mengalami perkembangan yang fluktuatif dari sebesar US$3,41 miliar pada tahun
2025 menjadi sebesar US$4,79 miliar pada tahun 2038.
Pada sisi liabilitas, selama periode proyeksi 2025—2038, jumlah liabilitas
diperkirakan akan mengalami fluktuasi namun cenderung menurun yaitu dari
sebesar US$1,96 miliar pada tahun 2025 menjadi sebesar US$830,79 juta pada
tahun 2038.
Pada sisi ekuitas, selama periode 2025—2038, INDY diproyeksikan akan mengalami
peningkatan jumlah ekuitas. Pada tahun 2025, ekuitas INDY diproyeksikan sebesar
US$1,45 miliar dan menjadi sebesar US$3,96 miliar pada tahun 2038.
Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi INDY selama tahun 2025 sampai dengan 2038 adalah sebagai
berikut:
Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Transaksi (US$ Ribu)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 2.595.886 2.695.725 3.227.421 3.448.767 3.567.448
Beban Pokok Pendapatan (2.244.203) (2.309.873) (2.634.352) (2.872.102) (2.933.259)
Laba Kotor 351.683 385.852 593.069 576.665 634.189
Beban Usaha (181.903) (215.922) (237.484) (252.576) (261.114)
Laba Usaha 169.780 169.929 355.585 324.090 373.074
Pendapatan (biaya) lain-lain
Beban bunga (96.760) (92.321) (126.911) (140.455) (120.367)
Pendapatan bunga - - - - -
Amortisasi (898) (898) (898) (898) (898)
Kerugian/keuntungan
forex - - - - -
Penyisihan piutang ragu-
ragu - - - - -
Keuntungan atas
penjualan aset tetap (58) - - - -
Keuntungan (Kerugian)
atas operasi yang
dihentikan - - - - -
56
Page 71
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Perubahan nilai wajar pada
derivatif tertanam dari
pinjaman konversi - - - - -
Biaya/pendapatan lainnya 9 (24) 201 206 504
Bagian laba bersih
perusahaan asosiasi 17.571 19.157 22.572 26.359 28.203
Total Pendapatan (biaya)
(80.135) (74.085) (105.035) (114.788) (92.558)
lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
89.644 95.844 250.551 209.302 280.516
Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (55.520) (53.646) (85.984) (76.994) (86.523)
Kepentingan Non-pengendali (24.199) (21.326) (25.461) (21.939) (23.123)
Laba (Rugi) Bersih Tahun
9.925 20.873 139.106 110.369 170.870
Berjalan
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034
Pendapatan 3.936.416 4.002.495 4.006.510 3.950.653 3.879.873
Beban Pokok Pendapatan (3.325.917) (3.285.068) (3.120.590) (3.038.311) (2.997.957)
Laba Kotor 610.499 717.428 885.920 912.341 881.916
Beban Usaha (267.895) (272.539) (284.896) (289.235) (287.222)
Laba Usaha 342.604 444.889 601.024 623.106 594.694
Pendapatan (biaya) lain-lain
Beban bunga (104.187) (88.652) (73.672) (20.057) (19.904)
Pendapatan bunga - - - - -
Amortisasi (898) (898) (898) (898) (898)
Kerugian/keuntungan
forex - - - - -
Penyisihan piutang ragu-
ragu - - - - -
Keuntungan atas
penjualan aset tetap - - - - -
Keuntungan (Kerugian)
atas operasi yang
dihentikan - - - - -
57
Page 72
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034
Perubahan nilai wajar pada
derivatif tertanam dari
pinjaman konversi - - - - -
Biaya/pendapatan lainnya 504 504 504 504 504
Bagian laba bersih
perusahaan asosiasi 24.006 24.031 24.055 24.080 24.105
Total Pendapatan (biaya)
(80.574) (65.015) (50.010) 3.629 3.808
lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
262.029 379.874 551.014 626.736 598.501
Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (80.260) (105.576) (145.113) (151.105) (144.805)
Kepentingan Non-pengendali (19.737) (22.984) (32.876) (37.499) (36.187)
Laba (Rugi) Bersih Tahun
162.031 251.314 373.025 438.132 417.510
Berjalan
Keterangan 2035 2036 2037 2038
Pendapatan 3.623.395 3.260.353 3.201.690 2.979.679
Beban Pokok Pendapatan (2.733.189) (2.589.022) (2.554.245) (2.191.208)
Laba Kotor 890.206 671.331 647.445 788.471
Beban Usaha (285.988) (257.086) (250.127) (251.016)
Laba Usaha 604.218 414.246 397.318 537.455
Pendapatan (biaya) lain-lain
Beban bunga (19.781) (19.781) (19.781) (19.781)
Pendapatan bunga - - - -
Amortisasi (898) (898) (898) (898)
Kerugian/keuntungan
- - - -
forex
Penyisihan piutang ragu-
- - - -
ragu
Keuntungan atas
- - - -
penjualan aset tetap
Keuntungan (Kerugian)
atas operasi yang - - - -
dihentikan
58
Page 73
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2035 2036 2037 2038
Perubahan nilai wajar pada
derivatif tertanam dari - - - -
pinjaman konversi
Biaya/pendapatan lainnya 504 504 504 504
Bagian laba bersih
24.129 24.154 24.180 24.172
perusahaan asosiasi
Total Pendapatan (biaya)
3.954 3.979 4.005 3.997
lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
608.172 418.225 401.323 541.452
Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (148.279) (103.210) (98.549) (130.843)
Kepentingan Non-pengendali (41.084) (28.941) (25.408) (30.714)
Laba (Rugi) Bersih Tahun
418.810 286.074 277.367 379.895
Berjalan
Pendapatan INDY pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar US$2,60 miliar dan terus
meningkat hingga sebesar US$2,98 miliar di tahun 2038. Dengan adanya transaksi,
INDY memproyeksikan bagian laba bersih perusahaan asosiasi pada pendapatan lain-
lain yaitu sebesar US$17,57 juta pada tahun 2025 dan terus meningkat menjadi
sebesar US$24,17 juta juta pada tahun 2038. Sehingga laba bersih tahun berjalan
diproyeksikan dari sebesar US$9,93 juta di tahun 2025 menjadi sebesar US$379,90
juta di tahun 2038.
4.1.4 Analisis Rasio Keuangan
Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh pihak manajemen
INDY, diperoleh hasil analisis rasio atas proyeksi tersebut sebagai berikut.
59
Page 74
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Tabel 17 Rasio Keuangan
Average
Ke te ra nga n 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 Th'2025 s/d
Th'2038
I. RATIO LIKUIDITAS
Dengan
Current Ratio 247,85% 228,53% 222,16% 214,48% 217,31% 206,13% 211,34% 262,61% 240,13% 289,08% 356,88% 397,69% 441,06% 535,17% 290,74%
Quick (Acid Test) Ratio 183,27% 163,93% 161,24% 154,40% 157,87% 146,65% 146,41% 195,17% 173,98% 221,33% 284,93% 327,07% 367,71% 454,35% 224,17%
Working Capital To Total Assets Ratio 23,90% 20,48% 22,06% 21,85% 21,82% 21,23% 22,39% 29,57% 26,79% 33,25% 39,83% 43,34% 47,05% 51,57% 30,37%
Tanpa
Current Ratio 247,54% 232,70% 225,67% 217,75% 220,83% 209,48% 214,74% 266,14% 243,75% 292,75% 360,80% 401,75% 445,19% 539,69% 294,20%
Quick (Acid Test) Ratio 173,51% 154,35% 152,63% 145,67% 148,14% 138,10% 139,21% 189,46% 169,74% 218,56% 284,09% 328,11% 370,46% 459,60% 219,40%
Working Capital To Total Assets Ratio 23,85% 21,14% 22,70% 22,48% 22,47% 21,91% 23,07% 30,21% 27,48% 33,90% 40,43% 43,93% 47,62% 52,11% 30,95%
Dengan-Tanpa
Current Ratio 0,31% -4,17% -3,52% -3,27% -3,52% -3,35% -3,40% -3,53% -3,62% -3,67% -3,91% -4,07% -4,12% -4,52% -3,45%
Quick (Acid Test) Ratio 9,77% 9,58% 8,61% 8,73% 9,73% 8,54% 7,20% 5,72% 4,24% 2,78% 0,83% -1,04% -2,75% -5,25% 4,76%
Working Capital To Total Assets Ratio 0,05% -0,66% -0,64% -0,62% -0,65% -0,67% -0,68% -0,64% -0,69% -0,65% -0,61% -0,59% -0,57% -0,54% -0,58%
II. RATIO LEVERAGE
Dengan
Total Debt To Equity Ratio DER 135,68% 151,25% 142,38% 141,93% 115,84% 99,48% 74,92% 63,38% 34,86% 30,95% 27,07% 25,53% 24,16% 20,97% 77,74%
Total Debt To Total Assets Ratio DAR 57,57% 60,20% 58,74% 58,67% 53,67% 49,87% 42,83% 38,79% 25,85% 23,64% 21,30% 20,34% 19,46% 17,33% 39,16%
Time Interest Earned Ratio Kali 1,75 1,84 2,80 2,31 3,10 3,29 5,02 8,16 31,07 29,88 30,54 20,94 20,09 27,17 13,43
Tanpa
Total Debt To Equity Ratio DER 135,68% 151,25% 142,38% 141,94% 115,85% 99,48% 74,92% 63,38% 34,86% 30,96% 27,07% 25,53% 24,16% 20,97% 77,75%
Total Debt To Total Assets Ratio DAR 57,57% 60,20% 58,74% 58,67% 53,67% 49,87% 42,83% 38,79% 25,85% 23,64% 21,30% 20,34% 19,46% 17,33% 39,16%
Time Interest Earned Ratio Kali 1,75 1,84 2,80 2,31 3,10 3,29 5,02 8,15 30,97 29,79 30,45 20,88 20,03 27,08 13,39
Dengan-Tanpa
Total Debt To Equity Ratio DER 0,00% 0,00% 0,00% -0,01% -0,01% -0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Debt To Total Assets Ratio DAR 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Time Interest Earned Ratio Kali 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,09 0,09 0,09 0,06 0,06 0,09 0,04
60
Page 75
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Average
Ke te ra nga n 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 Th'2025 s/d
Th'2038
III. RATIO AKTIVITAS
Dengan
Total Assets Turnover Kali 0,76 0,74 0,84 0,88 0,94 1,06 1,09 1,02 1,08 0,99 0,86 0,75 0,71 0,62 0,88
Receivables Turnover Kali 55,67 55,08 60,91 56,84 53,59 54,65 56,10 58,21 58,47 57,93 57,49 53,62 53,38 52,35 56,02
Collection Period Hari 7 7 6 6 7 7 7 6 6 6 6 7 7 7 7
Inventory Turnover( Total ) Kali 102,84 105,85 120,71 131,61 134,41 152,40 150,53 143,00 139,22 137,38 125,24 118,64 117,04 100,41 127,09
Average Day'a Inventory Hari 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3
Working Capital Turnover Kali 3,18 3,59 3,80 4,01 4,33 5,00 4,89 3,47 4,04 2,97 2,16 1,74 1,50 1,21 3,28
Tanpa
Total Assets Turnover Kali 0,76 0,74 0,84 0,88 0,94 1,06 1,09 1,02 1,08 0,99 0,86 0,75 0,71 0,62 0,88
Receivables Turnover Kali 48,13 47,20 49,72 47,34 44,07 46,18 46,05 45,34 44,97 44,76 43,37 42,58 42,59 38,50 45,06
Collection Period Hari 7 7 6 6 7 7 7 6 6 6 6 7 7 7 7
Inventory Turnover( Total ) Kali 48,13 47,20 49,72 47,34 44,07 46,18 46,05 45,34 44,97 44,76 43,37 42,58 42,59 38,50 45,06
Average Day'a Inventory Hari 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3
Working Capital Turnover Kali 3,19 3,48 3,69 3,90 4,20 4,84 4,74 3,39 3,94 2,91 2,13 1,71 1,48 1,19 3,20
Dengan-Tanpa
Total Assets Turnover Kali (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00)
Receivables Turnover Kali 7,54 7,88 11,19 9,50 9,52 8,47 10,05 12,87 13,50 13,16 14,12 11,04 10,79 13,85 10,96
Collection Period Hari - - - - - - - - - - - - - - -
Inventory Turnover( Total ) Kali 54,71 58,65 70,99 84,27 90,34 106,22 104,49 97,66 94,26 92,61 81,87 76,06 74,45 61,91 82,04
Average Day'a Inventory Hari - - - - - - - - - - - - - - -
Working Capital Turnover Kali (0,01) 0,11 0,11 0,11 0,13 0,15 0,14 0,07 0,10 0,06 0,03 0,02 0,02 0,01 0,08
IV. RATIO KEUANGAN
Dengan
Gross Profit Margin 13,5477% 14,3135% 18,3759% 16,7209% 17,7771% 15,5090% 17,9245% 22,1120% 23,0934% 22,7305% 24,5683% 20,5908% 20,2220% 26,4616% 19,5677%
Operating Profit Margin 6,5403% 6,3037% 11,0176% 9,3973% 10,4577% 8,7034% 11,1153% 15,0012% 15,7722% 15,3277% 16,6755% 12,7055% 12,4096% 18,0373% 12,1046%
Net Profit Margin 0,3824% 0,7743% 4,3101% 3,2002% 4,7897% 4,1162% 6,2789% 9,3105% 11,0901% 10,7609% 11,5585% 8,7743% 8,6631% 12,7495% 6,9113%
Return On Investment, ROI 0,2910% 0,5696% 3,6122% 2,8037% 4,5238% 4,3667% 6,8696% 9,5406% 11,9993% 10,6251% 9,9578% 6,6058% 6,1236% 7,9252% 6,1296%
Return On Equity, ROE 0,6857% 1,4311% 8,7552% 6,7831% 9,7644% 8,7106% 12,0161% 15,5877% 16,1822% 13,9141% 12,6536% 8,2921% 7,6029% 9,5869% 9,4261%
Tanpa
Gross Profit Margin 13,5513% 14,3168% 18,3783% 16,7232% 17,7792% 15,5111% 17,9263% 22,1135% 23,0949% 22,7320% 24,5696% 20,5926% 20,2238% 26,4617% 19,5696%
Operating Profit Margin 6,5447% 6,3079% 11,0207% 9,4002% 10,4604% 8,7060% 11,1176% 15,0032% 15,7742% 15,3296% 16,6774% 12,7080% 12,4121% 18,0378% 12,1071%
Net Profit Margin 0,3823% 0,7730% 4,3087% 3,1991% 4,7886% 4,1153% 6,2779% 9,3092% 11,0887% 10,7595% 11,5569% 8,7728% 8,6616% 12,7471% 6,9101%
Return On Investment, ROI 0,2910% 0,5687% 3,6114% 2,8030% 4,5232% 4,3662% 6,8692% 9,5404% 11,9991% 10,6250% 9,9576% 6,6055% 6,1233% 7,9245% 6,1292%
Return On Equity, ROE 0,6858% 1,4290% 8,7535% 6,7817% 9,7634% 8,7099% 12,0157% 15,5876% 16,1822% 13,9142% 12,6535% 8,2919% 7,6027% 9,5861% 9,4255%
Dengan-Tanpa
Gross Profit Margin -0,0036% -0,0033% -0,0024% -0,0023% -0,0021% -0,0021% -0,0018% -0,0015% -0,0014% -0,0014% -0,0014% -0,0018% -0,0018% -0,0001% -0,0019%
Operating Profit Margin -0,0044% -0,0042% -0,0030% -0,0029% -0,0027% -0,0025% -0,0023% -0,0020% -0,0019% -0,0020% -0,0020% -0,0025% -0,0025% -0,0004% -0,0025%
Net Profit Margin 0,0000% 0,0013% 0,0014% 0,0011% 0,0011% 0,0009% 0,0010% 0,0012% 0,0014% 0,0014% 0,0016% 0,0015% 0,0016% 0,0024% 0,0013%
Return On Investment, ROI 0,0000% 0,0009% 0,0008% 0,0007% 0,0006% 0,0005% 0,0004% 0,0003% 0,0001% 0,0001% 0,0001% 0,0003% 0,0003% 0,0007% 0,0004%
Return On Equity, ROE -0,0001% 0,0021% 0,0017% 0,0015% 0,0009% 0,0007% 0,0004% 0,0000% -0,0001% 0,0000% 0,0000% 0,0002% 0,0002% 0,0007% 0,0006%
61
Page 76
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Rasio Likuiditas
Rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh perusahaan dapat melunasi
liabilitas jangka pendeknya, semakin besar rasio yang diperoleh semakin lancar
pembayaran liabilitas jangka pendeknya.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, current ratio menunjukkan rata-rata sebesar 290,74% dan quick ratio
menunjukkan rata-rata sebesar 224,17%.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, current ratio menunjukkan rata-rata sebesar 294,20% dan quick ratio
menunjukkan rata-rata sebesar 219,40%.
Dengan demikian, dengan dan tanpa dilakukannya transaksi, diperoleh rata-rata
current ratio dan quick ratio lebih dari 100,00%. Hal ini menunjukan bahwa
perusahaan berada dalam kondisi yang likuid, dimana perusahaan mampu melunasi
liabilitas lancar dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya termasuk apabila
melunasi liabilitas lancar dengan menggunakan aset lancar selain persediaan yang
dimilikinya.
Rasio Leverage
Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kegiatan operasi dibiayai oleh
modal pinjaman, semakin kecil rasio ini semakin bagus atau lancar.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi total debt to equity ratio (DER) menunjukkan trend fluktuatif dengan rata-
rata sebesar 77,74%, hal ini berarti setiap US$1,- modal sendiri digunakan untuk
menjamin US$0,78 hutang. Total debt to total asset ratio (DAR) menunjukkan trend
yang cenderung stabil dengan rata-rata sebesar 39,16%, hal ini berarti setiap
US$1,- aset digunakan untuk menjaminkan US$0,39 hutang.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi total debt to equity ratio (DER) menunjukkan trend fluktuatif dengan rata-
rata sebesar 77,75%, hal ini berarti setiap US$1,- modal sendiri digunakan untuk
menjamin US$0,78 hutang. Total debt to total asset ratio (DAR) menunjukkan trend
cenderung stabil dengan rata-rata sebesar 39,16%, hal ini berarti setiap US$1,- aset
digunakan untuk menjaminkan US$0,39 hutang.
Dengan demikian, dengan dilakukannya transaksi, rata-rata debt to equity ratio
(DER) sebesar 77,74%. hal ini menunjukan bahwa struktur modal perusahaan
didominasi oleh ekuitas. Sementara itu, dengan dilakukannya transaksi, debt to
62
Page 77
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
asset ratio (DAR) menunjukkan trend yang cenderung stabil dengan rata-rata
sebesar 39,16%. Hal ini mengindikasikan risiko yang dihadapi perusahaan dari
penggunaan utang berada pada tingkat menengah.
Rasio Aktivitas
Rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktivitas perusahaan
dalam menggunakan dana-dananya secara efektif dan efisien.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi rata-rata perputaran aset adalah sebanyak 0,88 kali per tahunnya.
Sementara itu, rata-rata perputaran piutang adalah sebanyak 56,02 kali per tahun
atau setiap 7 hari.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi rata-rata perputaran aset adalah sebanyak 0,88 kali per tahunnya.
Sementara itu, rata-rata perputaran piutang adalah sebanyak 45,06 kali per tahun
atau setiap 7 hari.
Perputaran aset mengukur aktivitas aset dan kemampuan perusahaan menghasilkan
penjualan melalui asetnya. Sementara itu, perputaran piutang untuk mengukur
berapa kali piutang dapat diubah oleh perusahaan menjadi kas.
Dengan demikian, dengan dan dilakukannya transaksi, perputaran aset perusahaan
berkisar antara 0,62 kali hingga 1,09 kali dengan rata-rata perputaran aset adalah
sebanyak 0,88 kali per tahunnya. Semakin besar rasio perputaran aset, berarti aset
semakin baik, karena itu berarti aset semakin produktif menghasilkan pendapatan.
Perputaran aset digunakan sebagai ukuran efisiensi bisnis perusahaan. Sebaliknya,
jika perusahaan mempunyai tingkat perputaran aset yang rendah, berarti
perusahaan tersebut kurang efisien dalam mengelola aset untuk menghasilkan
pendapatan.
Dari sisi perputaran piutang, dengan dilakukannya transaksi, perputaran piutang
perusahaan berkisar antara 52,35 kali hingga 60,91 kali per tahun dengan rata-rata
perputaran piutang adalah sebanyak 56,02 kali per tahunnya atau setiap 7 hari.
Semakin besar rasio perputaran piutang maka peluang perusahaan untuk
mendapatkan kas semakin tinggi dan cepat. Sehingga semakin cepat perputaran
piutang maka akan menjadi lebih baik kondisi keuangan perusahaan.
Rasio Keuangan
Rasio ini bertujuan untuk kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
menghasilkan laba. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor
63
Page 78
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
dengan besarnya tingkat penjualan. Sementara itu, net profit margin merupakan
rasio yang membandingkan antara laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari
pendapatan bersih.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, rata-rata gross profit margin adalah sebesar 19,5677%. Sementara itu
rata-rata net profit margin adalah sebesar 6,9113%.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, rata-rata gross profit margin adalah sebesar 19,5696%. Sementara itu
rata-rata net profit margin adalah sebesar 6,9101%.
Dengan demikian, dengan dilakukannya transaksi, rata-rata gross profit margin
adalah sebesar 19,5677%. Semakin tinggi marjin laba kotornya, maka semakin baik
keadaan operasi perusahaannya. Sementara itu, rata-rata net profit margin adalah
sebesar 6,9113%. Net profit margin penting untuk mengukur efisiensi kinerja
perusahaan. Matriks ini tidak memiliki nilai ideal. Semua tergantung dengan jenis
industri dan komponen biaya yang harus dibayar perusahaan.
4.1.5 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan
Setelah Transaksi Dilakukan
Berikut ini adalah posisi keuangan sebelum transaksi dan proforma posisi keuangan
setelah transaksi dilakukan:
Tabel 18 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Ringkasan Proforma (US$)
31 Desember
Uraian 2024 Penyesuaian Proforma
Audited
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 455.009.407 (164.279) 454.845.128
Aset keuangan lainnya - jatuh 122.309.017 122.309.017
tempo dalam satu tahun
Piutang usaha
> Pihak berelasi 69.251.806 69.251.806
> Pihak ketiga 300.897.924 300.897.924
Aset kontrak 66.150.926 66.150.926
Piutang lain-lain yang jatuh
tempo dalam satu tahun
> Pihak berelasi 1.288.616 1.288.616
> Pihak ketiga 22.080.058 22.080.058
Persediaan 51.659.858 51.659.858
Pajak dibayar dimuka 92.682.494 92.682.494
64
Page 79
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
31 Desember
Uraian 2024 Penyesuaian Proforma
Audited
Aset biologis 739.544 739.544
Aset derivatif - -
Aset lancar lainnya 89.568.684 89.568.684
Jumlah Aset Lancar 1.271.638.334 (164.279) 1.271.474.055
ASET TIDAK LANCAR
Aset keuangan lainnya - setelah 61.144.605 61.144.605
dikurangi bagian yang JTDST
Piutang lain-lain - setelah
dikurangi bagian yang JTDS
> Pihak berelasi 16.815.497 16.815.497
> Pihak ketiga 5.393.812 5.393.812
Investasi pada entitas asosiasi
dan ventura bersama 267.972.941 29.424 268.002.365
Klaim pengembalian pajak 24.796.551 24.796.551
Aset eksplorasi dan evaluasi 114.939.193 114.939.193
Properti pertambangan 6.194.766 6.194.766
Tanaman produktif - tanaman 12.457.637 12.457.637
belum menghasilkan
Aset tetap 390.205.566 (1.975.774) 388.229.792
Aset hak-guna 12.806.646 12.806.646
Aset tidak berwujud 37.522.199 37.522.199
Goodwill 650.080.866 650.080.866
Uang jaminan 2.307.966 2.307.966
Aset pajak tangguhan 17.725.031 17.725.031
Uang muka dan aset tidak 70.762.199 70.762.199
lancar lainnya
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.691.125.475 (1.946.350) 1.689.179.125
JUMLAH ASET 2.962.763.809 (2.110.629) 2.960.653.180
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 70.004.194 70.004.194
Utang usaha
> Pihak berelasi 3.882.042 3.882.042
> Pihak ketiga 298.257.720 298.257.720
Liabilitas kontrak 3.065.239 3.065.239
Utang lain-lain - pihak ketiga - -
Utang pajak 13.183.307 13.183.307
65
Page 80
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
31 Desember
Uraian 2024 Penyesuaian Proforma
Audited
Utang lain-lain kepada pihak 120.365.248 (1.005.957) 119.359.291
ketiga dan biaya masih harus
dibayar
Uang muka dari pihak ketiga 10.090.138 - 10.090.138
Utang dividen - -
Liabilitas jangka panjang yang
JTDST
Pinjaman jangka panjang
> Pihak berelasi 21.738 (21.738) -
> Pihak ketiga 56.892.368 56.892.368
Liabilitas sewa 8.867.164 8.867.164
Utang obligasi - bersih 6.512.538 6.512.538
Jumlah Liabilitas Lancar 591.141.696 (1.027.695) 590.114.001
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang -
setelah dikurangi
bagian yang JTDST
Pinjaman jangka panjang
> Pihak berelasi 1.054.663 (1.054.663) -
> Pihak ketiga 445.004.953 445.004.953
Pinjaman yang dapat 28.528.752 28.528.752
dikonversikan
Liabilitas sewa 4.234.158 4.234.158
Utang obligasi - bersih 447.680.894 447.680.894
Utang jangka panjang lainnya - 2.370.068 2.370.068
pihak ketiga
Provisi rehabilitasi tambang, 43.105.706 43.105.706
penutupan tambang dan
pembongkaran
Liabilitas pajak tangguhan 9.486.823 9.486.823
Liabilitas derivatif 9.294.353 9.294.353
Imbalan kerja 25.674.808 25.674.808
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 1.016.435.178 (1.054.663) 1.015.380.515
Jumlah Liabilitas 1.607.576.874 (2.082.358) 1.605.494.516
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor 56.892.154 56.892.154
dan saham treasuri
Tambahan modal disetor 253.826.135 253.826.135
Komponen ekuitas lainnya 13.969.827 13.969.827
66
Page 81
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
31 Desember
Uraian 2024 Penyesuaian Proforma
Audited
Saham treasuri (359.945) (359.945)
Saldo laba
> Dicadangkan 11.378.431 11.378.431
> Tidak dicadangkan 869.806.121 (28.271) 869.777.850
Jumlah ekuitas yang dapat 1.205.512.723 (28.271) 1.205.484.452
diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
Kepentingan non-pengendali 149.674.212 149.674.212
Jumlah Ekuitas 1.355.186.935 (28.271) 1.355.158.664
JUMLAH LIABILITAS DAN
2.962.763.809 (2.110.629) 2.960.653.180
EKUITAS
Berikut ini adalah laba (rugi) sebelum transaksi dan proforma laba (rugi) setelah
transaksi dilakukan:
Tabel 19 Laporan Laba Rugi Komprehensif Lain Konsolidasian Ringkasan Proforma
(US$)
31 Desember
Uraian 2024 Penyesuaian Proforma
Audited
PENDAPATAN 2.446.679.750 2.446.679.750
BEBAN POKOK KONTRAK DAN (2.113.986.772) (2.113.986.772)
PENJUALAN
LABA KOTOR 332.692.978 332.692.978
Beban penjualan, umum dan (174.597.665) (174.597.665)
administrasi
Beban keuangan (91.167.385) (91.167.385)
Beban pajak final (8.540.438) (8.540.438)
Amortisasi aset tidak berwujud (1.434.592) (1.434.592)
Perubahan nilai wajar pinjaman (45.468) (45.468)
yang dapat dikonversikan
Bagian laba bersih entitas 15.456.654 29.424 15.486.078
asosiasi dan ventura
bersama
Pendapatan investasi 18.802.612 18.802.612
Lain-lain - bersih (6.278.570) (57.695) (6.336.265)
67
Page 82
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
31 Desember
Uraian 2024 Penyesuaian Proforma
Audited
LABA SEBELUM PAJAK 84.888.126 84.859.855
BEBAN PAJAK (53.074.918) (53.074.918)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 31.813.208 31.784.937
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
> Pengukuran kembali atas 797.833 797.833
kewajiban imbalan pasti
Pos-pos yang akan
direklasifikasi ke laba rugi:
> Akumulasi selisih kurs (3.856.002) (3.856.002)
karena penjabaran laporan
keuangan
> Keuntungan (kerugian) yang 4.549.844 4.549.844
belum direalisasi atas
instrumen keuangan
derivatif (hedging reserve)
> Jumlah penghasilan (3.512.867) (3.512.867)
komprehensif lain tahun
berjalan setelah pajak atas
investasi pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lainnya
Jumlah penghasilan
komprehensif lain tahun (2.021.192) (2.021.192)
berjalan setelah pajak
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN 29.792.016 29.763.745
BERJALAN
LABA TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 10.083.796 10.055.525
Kepentingan non-pengendali 21.729.412 21.729.412
Jumlah 31.813.208 31.784.937
68
Page 83
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
31 Desember
Uraian 2024 Penyesuaian Proforma
Audited
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
> Pemilik entitas induk 4.039.880 4.011.609
> Kepentingan non- 25.752.136 25.752.136
pengendali
Jumlah 29.792.016 29.763.745
Penjelasan dan rincian penyesuaian penyusunan kompilasi informasi keuangan
konsolidasian proforma adalah sebagai berikut.
Posisi Keuangan
1. Kas dan setara kas
Kas setara kas yang semula sebesar US$455.009.407 mengalami penyesuaian
sebesar negatif US$164.279, sebagai kas masuk atas pengalihan kontrak
sebesar US$1.918.079 yang telah dikoreksi oleh pelunasan pokok pinjaman
kepada EMITS sebesar US$925.628, pembayaran bunga pinjaman kepada EMITS
US$150.773, dan pembayaran supply agreement EMITS sebesar US$1.005.957.
Setelah mengalami penyesuaian, saldo kas setara kas menjadi sebesar
US$454.845.128.
2. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama yang semula sebesar
US$267.972.941 mengalami penyesuaian sebesar US$29.424 atas adanya
absorbsi keuntungan EMITS saat terjadinya pengalihan kontrak. Setelah
mengalami penyesuaian, Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
menjadi sebesar US$268.002.365.
3. Aset tetap
Aset tetap yang semula sebesar US$390.205.566 mengalami penyesuaian
sebesar US$1.975.774 atas terkoreksinya aset panel surya pada saldo aset
tetap saat terjadinya pengalihan kontrak. Setelah mengalami penyesuaian, aset
tetap menjadi sebesar US$388.229.792.
4. Utang lain-lain kepada pihak ketiga dan biaya masih harus dibayar
Utang lain-lain kepada pihak ketiga dan biaya masih harus dibayar yang semula
sebesar US$120.365.248 mengalami penyesuaian sebesar US$1.005.957 atas
terbayarnya supply agreement EMITS saat pengalihan kontrak terjadi. Setelah
mengalami penyesuaian, utang lain-lain kepada pihak ketiga dan biaya masih
harus dibayar menjadi sebesar US$119.359.291.
5. Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun pada pinjaman
jangka panjang pihak berelasi
69
Page 84
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun pada pinjaman
jangka panjang pihak berelasi yang semula sebesar US$21.738 menjadi
terkoreksi karena pelunasan utang bunga pinjaman.
6. Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun pada pinjaman jangka panjang pihak berelasi
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun pada pinjaman jangka panjang pihak berelasi yang semula sebesar
US$1.054.663 menjadi terkoreksi oleh nihilnya liabilitas keuangan pada biaya
perolehan yang diamortisasi pihak berelasi karena terbayarnya pelunasan
pokok pinjaman kepada EMITS sebesar US$925.628, pembayaran bunga
pinjaman kepada EMITS US$129.035, saat pengalihan kontrak terjadi.
7. Saldo laba tidak dicadangkan
Saldo laba tidak dicadangkan yang semula sebesar US$869.806.121 mengalami
penyesuaian sebesar negatif US$28.271 atas adanya kerugian yang dicatatkan
atas transaksi penjualan aset panel surya yang terutama disebabkan oleh
dampak selisih kurs dan telah dikoreksi oleh absorbsi keuntungan EMITS saat
terjadinya pengalihan kontrak.
Laba Rugi
1. Bagian laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama
Bagian laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama yang semula sebesar
US$15.456.654 mengalami penyesuaian sebesar US$29.424 atas adanya
absorbsi keuntungan EMITS saat terjadinya pengalihan kontrak.
2. Lain-lain - bersih
Lain-lain - bersih yang semula sebesar negatif US$6.278.570 mengalami
penyesuaian sebesar US$57.695 atas adanya kerugian yang terutama
disebabkan oleh dampak selisih kurs dan transaksi penjualan aset panel surya
saat terjadinya pengalihan kontrak.
4.2 Analisis Inkremental
4.2.1 Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Analisis inkremental dilakukan dengan membandingkan proyeksi tanpa
dilakukannya transaksi dan proyeksi dengan dilakukannya transaksi.
70
Page 85
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Inkremental Posisi Keuangan
Inkremental posisi keuangan adalah sebagai berikut.
Tabel 20 Inkremental Posisi Keuangan (US$ Ribu)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 7.223 6.980 6.876 4.956 1.772
Aset Keuangan Lainnya - - - - -
Piutang - - - - -
Persediaan - - - - -
Kontrak yang belum ditagih - - - - -
Pajak dibayar dimuka - - - - -
Aset Biologis - - - - -
Aset derivatif - - - - -
Aset lancar lainnya (5.500) (31.303) (31.330) (29.540) (26.488)
Total Aset Lancar 1.723 (24.323) (24.454) (24.584) (24.716)
ASET TIDAK LANCAR
Aset Keuangan Lainnya - - - - -
Piutang dari pihak terkait 0 0 (0) (0) -
Hak guna aset - - - - -
Aset Tetap (1.819) (1.663) (1.508) (1.352) (1.197)
Aset eksplorasi dan
evaluasi - - - - -
Properti penambangan - - - - -
Investasi pada perusahaan
asosiasi 96 69 68 64 59
Klaim pengembalian pajak - 25.948 25.948 25.948 25.948
Goodwill - - - - -
Aset takberwujud - - - - -
Eksplorasi yang tertunda - - - - -
Aset pajak tangguhan - - - - -
Aset derivatif - - - - -
Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Total Aset Tidak Lancar (1.723) 24.354 24.509 24.660 24.810
TOTAL ASET (1) 31 55 76 95
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang usaha - - - - -
Utang pajak - - - - -
71
Page 86
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Beban yang masih harus
dibayar - - - - -
Tagihan berlebih - - - - -
Liabilitas sewa - - - - -
Utang bank - - - - -
Liabilitas lancar lainnya - - - - -
Total Liabilitas Lancar - - - - -
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas sewa - - - - -
Utang Bank - - - - -
Convertible loan - - - - -
Utang pihak berelasi - - (0) (0) -
Senior Notes - due 2024 - - - - -
Senior Notes - due 2025 - - - - -
Senior Notes - due 2029 - - - - -
Senior Notes - due 2030 - - - - -
Senior Notes - - - - -
Senior Notes - - - - -
Biaya penerbitan obligasi
yang belum diamortisasi - - - - -
Provisi untuk rehabilitasi
tambang - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Provisi untuk liabilitas
imbalan pasca kerja - - - - -
Liabilitas tidak lancar
lainnya - - - - -
Total Liabilitas Tidak Lancar - - - - -
Kepentingan Non-pengendali - - - - -
EKUITAS
Modal disetor - - - - -
Laba ditahan - (1) 23 47 69
Pendapatan Bersih saat ini (1) 32 32 29 26
Lainnya - - - (0,00) -
Total Ekuitas (1) 31 55 76 95
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS (1) 31 55 76 95
72
Page 87
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas (8.588) (18.391) (28.193) (37.992) (47.791)
Aset Keuangan Lainnya - - - - -
Piutang - - - - -
Persediaan - - - - -
Kontrak yang belum ditagih - - - - -
Pajak dibayar dimuka - - - - -
Aset Biologis - - - - -
Aset derivatif - - - - -
Aset lancar lainnya (16.262) (6.595) 3.071 12.736 22.401
Total Aset Lancar (24.850) (24.986) (25.121) (25.256) (25.390)
ASET TIDAK LANCAR
Aset Keuangan Lainnya - - - - -
Piutang dari pihak terkait - - - - -
Hak guna aset - - - - -
Aset Tetap - - - - -
Aset eksplorasi dan
evaluasi (1.042) (888) (733) (579) (426)
Properti penambangan - - - - -
Investasi pada perusahaan
asosiasi - - - - -
Klaim pengembalian pajak 55 54 54 53 52
Goodwill 25.948 25.948 25.948 25.948 25.948
Aset takberwujud - - - - -
Eksplorasi yang tertunda - - - - -
Aset pajak tangguhan - - - - -
Aset derivatif - - - - -
Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Total Aset Tidak Lancar 24.961 25.115 25.268 25.422 25.575
TOTAL ASET 111 129 147 166 185
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang usaha - - - - -
Utang pajak - - - - -
Beban yang masih harus
dibayar - - - - -
Tagihan berlebih - - - - -
Liabilitas sewa - - - - -
Utang bank - - - - -
Liabilitas lancar lainnya - - - - -
Total Liabilitas Lancar - - - - -
73
Page 88
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas sewa - - - - -
Utang Bank - - - - -
Convertible loan - - - - -
Utang pihak berelasi - 0 0 0 0
Senior Notes - due 2024 - - - - -
Senior Notes - due 2025 - - - - -
Senior Notes - due 2029 - - - - -
Senior Notes - due 2030 - - - - -
Senior Notes - - - - -
Senior Notes - - - - -
Biaya penerbitan obligasi
yang belum diamortisasi - - - - -
Provisi untuk rehabilitasi
tambang - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Provisi untuk liabilitas
imbalan pascakerja - - - - -
Liabilitas tidak lancar
lainnya - - - - -
Total Liabilitas Tidak Lancar - - - - -
Kepentingan Non-pengendali - - - - -
EKUITAS
Modal disetor - - - - -
Laba ditahan 88 105 123 141 159
Pendapatan Bersih saat ini 23 23 24 25 25
Lainnya 0 - 0 - 0
Total Ekuitas 111 129 147 166 185
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 111 129 147 166 185
Keterangan 2035 2036 2037 2038
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas (57.588) (67.383) (77.162) (86.743)
Aset Keuangan Lainnya - - - -
Piutang - - - -
Persediaan - - - -
Kontrak yang belum ditagih - - - -
Pajak dibayar dimuka - - - -
74
Page 89
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2035 2036 2037 2038
Aset Biologis - - - -
Aset derivatif - - - -
Aset lancar lainnya 32.065 41.728 51.391 61.053
Total Aset Lancar (25.523) (25.655) (25.771) (25.690)
ASET TIDAK LANCAR
Aset Keuangan Lainnya - - - -
Piutang dari pihak terkait - - - -
Hak guna aset - - - -
Aset Tetap (272) (119) 19 19
Aset eksplorasi dan
evaluasi - - - -
Properti penambangan - - - -
Investasi pada perusahaan
asosiasi 51 51 50 19
Klaim pengembalian pajak 25.948 25.948 25.948 25.948
Goodwill - - - -
Aset takberwujud - - - -
Eksplorasi yang tertunda - - - -
Aset pajak tangguhan - - - -
Aset derivatif - - - -
Aset tidak lancar lainnya - - - -
Total Aset Tidak Lancar 25.727 25.880 26.017 25.986
TOTAL ASET 205 225 246 296
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang usaha - - - -
Utang pajak - - - -
Beban yang masih harus
dibayar - - - -
Tagihan berlebih - - - -
Liabilitas sewa - - - -
Utang bank - - - -
Liabilitas lancar lainnya - - - -
Total Liabilitas Lancar - - - -
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas sewa - - - -
Utang Bank - - - -
Convertible loan - - - -
Utang pihak berelasi 0 0 0 0
Senior Notes - due 2024 - - - -
Senior Notes - due 2025 - - - -
75
Page 90
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2035 2036 2037 2038
Senior Notes - due 2029 - - - -
Senior Notes - due 2030 - - - -
Senior Notes - - - -
Senior Notes - - - -
Biaya penerbitan obligasi
yang belum diamortisasi - - - -
Provisi untuk rehabilitasi
tambang - - - -
Liabilitas pajak tangguhan - - - -
Provisi untuk liabilitas
imbalan pascakerja - - - -
Liabilitas tidak lancar
lainnya - - - -
Total Liabilitas Tidak Lancar - - - -
Kepentingan Non-pengendali - - - -
EKUITAS
Modal disetor - - - -
Laba ditahan 179 198 218 239
Pendapatan Bersih saat ini 26 27 27 57
Lainnya (0) - (0) -
Total Ekuitas 205 225 246 296
TOTAL LIABILITAS DAN
205 225 246 296
EKUITAS
Dari tabel di atas diperkirakan bahwa Rencana Transaksi akan memberikan nilai
tambah atas total aset sebesar US$31,08 ribu pada tahun 2026 hingga tercatat nilai
tambah pada 2038 sebesar US$295,79 ribu.
Sementara itu, Rencana Transaksi diperkirakan akan memberikan nilai tambah dari
sisi ekuitas sebesar US$31,08 ribu pada tahun 2026 hingga tercatat nilai tambah
pada 2038 sebesar US$295,79 ribu.
Inkremental Laba Rugi
Inkremental laba rugi INDY adalah sebagai berikut:
76
Page 91
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Tabel 21 Inkremental Laba Rugi (US$ Ribu)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan (290) (288) (285) (283) (281)
Beban Pokok Pendapatan (156) (156) (156) (155) (155)
Laba Kotor (133) (131) (130) (128) (126)
Beban Usaha - - - - -
Laba Usaha (133) (131) (130) (128) (126)
Pendapatan (biaya) lain-lain
Beban bunga 65 65 65 65 65
Pendapatan bunga - - - - -
Amortisasi - - - - -
Kerugian/keuntungan
- - - - -
forex
Penyisihan piutang ragu-
- - - - -
ragu
Gain on sale of fixed
(58) - - - -
assets
Keuntungan (Kerugian)
atas operasi yang - - - - -
dihentikan
Perubahan nilai wajar pada
derivatif tertanam dari - - - - -
pinjaman konversi
Biaya/pendapatan lainnya - - - - -
Bagian laba bersih
96 69 68 64 59
perusahaan asosiasi
Total Pendapatan (biaya)
103 134 133 129 124
lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
(30) 3 4 1 (2)
Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (29) (29) (29) (28) (28)
Minority interest - - - - -
Laba (Rugi) Bersih Tahun
(1) 32 32 29 26
Berjalan
77
Page 92
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2030 2031 2032 2033 2034
Pendapatan (279) (277) (275) (273) (271)
Beban Pokok Pendapatan (155) (155) (154) (154) (154)
Laba Kotor (124) (123) (121) (119) (117)
Beban Usaha - - - - -
Laba Usaha (124) (123) (121) (119) (117)
Pendapatan (biaya) lain-lain
Beban bunga 65 65 65 65 65
Pendapatan bunga - - - - -
Amortisasi - - - - -
Kerugian/keuntungan
forex - - - - -
Penyisihan piutang ragu-
ragu - - - - -
Gain on sale of fixed
assets - - - - -
Keuntungan (Kerugian)
atas operasi yang
dihentikan - - - - -
Perubahan nilai wajar pada
derivatif tertanam dari
pinjaman konversi - - - - -
Biaya/pendapatan lainnya - - - - -
Bagian laba bersih
perusahaan asosiasi 55 54 54 53 52
Total Pendapatan (biaya)
lain-lain 120 119 118 118 117
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
(5) (4) (3) (1) (0)
Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (27) (27) (27) (26) (26)
Minority interest - - - - -
Laba (Rugi) Bersih Tahun
23 23 24 25 25
Berjalan
78
Page 93
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Keterangan 2035 2036 2037 2038
Pendapatan (269) (267) (265) (119)
Beban Pokok Pendapatan (153) (153) (153) (85)
Laba Kotor (116) (114) (112) (35)
Beban Usaha - - - -
Laba Usaha (116) (114) (112) (35)
Pendapatan (biaya) lain-lain
Beban bunga 65 65 65 65
Pendapatan bunga - - - -
Amortisasi - - - -
Kerugian/keuntungan
forex - - - -
Penyisihan piutang ragu-
ragu - - - -
Gain on sale of fixed
assets - - - -
Keuntungan (Kerugian)
atas operasi yang
dihentikan - - - -
Perubahan nilai wajar pada
derivatif tertanam dari
pinjaman konversi - - - -
Biaya/pendapatan lainnya - - - -
Bagian laba bersih
perusahaan asosiasi 51 51 50 19
Total Pendapatan (biaya)
116 116 115 84
lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
1 2 3 49
Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (25) (25) (25) (8)
Minority interest - - - -
Laba (Rugi) Bersih Tahun
26 27 27 57
Berjalan
Dari tabel di atas diperkirakan bahwa Rencana Transaksi akan memberikan dampak
pada laba bersih di tahun 2026 sebesar US$31,65 ribu pada tahun 2026 hingga
tercatat nilai tambah pada 2038 sebesar US$57,00 ribu.
79
Page 94
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
4.2.2 Analisis Kelayakan
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa dengan dilakukannya
transaksi didapat kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 20,09% yang berarti di atas tingkat discount
rate yang sebesar 9,35%.
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar
US$1.131.885.200.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,41438 yang berarti lebih besar dari 1.
• Payback Period (PP)
PP akan diperoleh dalam waktu 6 tahun dan 10 bulan.
4.2.3 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan, biaya
investasi naik, kenaikan struktur biaya, dan kenaikan discount rate yang
berpengaruh terhadap kelayakan dengan dilakukannya transaksi digambarkan
dengan grafik sensitivitas sebagai berikut.
Gambar 10 Analisis Sensitivitas
1.400.000
1.200.000
1.000.000
800.000
600.000
NPV (US$.000)
400.000
200.000
0
NORMAL 1,50% 3,00% 4,50% 6,00%
(200.000)
(400.000)
(600.000)
PENDAPATAN TURUN STRUKTUR BIAYA NAIK BIAYA INVESTASI NAIK DISCOUNT RATE NAIK
Berdasarkan grafik sensitivitas terlihat bahwa kelayakan dengan dilakukannya
transaksi lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan.
80
Page 95
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
4.3 Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi yang akan dilakukan menimbulkan biaya-biaya sehubungan
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi yang termasuk tetapi tidak terbatas pada
biaya lembaga penunjang.
4.4 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Dengan restrukturisasi yang telah dijelaskan, diharapkan Rencana Transaksi dapat
meningkatkan efisiensi operasional.
4.5 Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perusahaan dalam Menentukan Rencana dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain
Proses governansi di INDY mengacu pada Anggaran Dasar, Project & Investment
Committee (apabila ada), dan Perjanjian Para Pemegang Saham (apabila ada) dari
masing-masing perusahaan.
Persetujuan TIME:
Keputusan Direksi untuk menyetujui novasi & pelepasan aset tidak berwujud (nilai
≈ US$1,8 juta).
Persetujuan IEMS:
➢ Keputusan Direksi untuk menerima pengalihan kontrak
➢ Keputusan Dewan Komisaris terkait penandatanganan kontrak dengan nilai
>US$5 juta
➢ Keputusan RUPS: shareholder Reserved Matter (> US$10 juta) tidak terpicu
tetapi tetap diadakan sebagai praktik kehati-hatian.
Persetujuan IEMS:
➢ Keputusan Direksi: mengakhiri Cooperation Agreement 2021 dan menyetujui
pengalihan kontrak beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ke
IEMS.
➢ Keputusan Dewan Komisaris dan RUPS: mengikuti threshold SHA sama seperti
IEMS.
4.6 Hal Material Lainnya
Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari
Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai
meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi INDY.
81
Page 96
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
5 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
5.1 Perbandingan Antara Rencana Nilai Transaksi dengan Hasil Penilaian atas Transaksi
yang akan Dilakukan
Hasil Penilaian
Berdasarkan Laporan Unit Bisnis PLTS kapasitas 2.916,54 kWp, termasuk seluruh
aset tetap yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis tersebut milik PT Tripatra
Multi Energi No. 00014/2.0113-03/BS/10/0340/1/VI/2025, tanggal 30 Juni 2025,
oleh Penilai Publik Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) dari Kantor Jasa Penilai
Publik Syarif, Endang & Rekan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp31.063.364.000,- (Tiga Puluh Satu Miliar Enam Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Enam
Puluh Empat Ribu Rupiah) atau setara dengan US$1.922.000 (Satu Juta Sembilan
Ratus Dua Puluh Dua Ribu Dolar Amerika Serikat) (asumsi kurs tengah per 31
Desember 2024 dari Bank Indonesia sebesar Rp16.162,-).
Nilai Transaksi
Berdasarkan informasi manajemen yang tertuang dalam Draft Perjanjian Jual Beli
Bersyarat, Nilai Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset
tetap yang terkait dengan bisnis ini adalah sebesar Rp31.000.000.000,- (Tiga Puluh
Satu Miliar Rupiah) atau setara dengan US$1.918.079 (Satu Juta Sembilan Ratus
Delapan Belas Ribu Tujuh Puluh Sembilan Dolar Amerika Serikat) (asumsi kurs
tengah per 31 Desember 2024 dari Bank Indonesia sebesar Rp16.162,-).
5.2 Analisis untuk Memastikan bahwa Rencana Nilai Transaksi Memberikan Nilai
Tambah dari Transaksi yang akan Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis inkremental menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan
memberikan nilai tambah atas total aset dan ekuitas sebesar US$31,08 ribu pada
tahun 2026 hingga tercatat nilai tambah pada 2038 sebesar US$295,79 ribu.
Selanjutnya Rencana Transaksi akan memberikan dampak pada laba bersih di tahun
2026 sebesar US$31,65 ribu pada tahun 2026 hingga tercatat nilai tambah pada
2038 sebesar US$57,00 ribu.
5.3 Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi Dilakukan untuk Meyakini Bahwa Rencana
Nilai Transaksi Berada dalam Kisaran Nilai yang Didapatkan dari Hasil Penilaian
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal,
menyatakan bahwa batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi
7,50% dari nilai hasil penilaian.
82
Page 97
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
Berdasarkan hal tersebut, uji batas atas dan batas bawah atas Rencana Transaksi
tersaji pada tabel berikut.
Tabel 22 Uji Batas Atas dan Batas Bawah
Nilai Selisih Nilai
Uraian Keterangan Selisih
(US$) Transaksi
Batas Atas Nilai
7,5% di atas Nilai Pasar 2.066.150
Rencana Transaksi
7,5%
Laporan Penilaian
Nilai Pasar 1.922.000
KJPP
-0,20%
Nilai Rencana
Draft PPJB 1.918.079
Transaksi
-7,5%
Batas Bawah Nilai 7,5% di bawah Nilai
1.777.850
Rencana Transaksi Pasar
Berdasarkan tabel di atas, maka Rencana Transaksi tersebut adalah wajar karena
berada pada uji batas atas dan batas bawah sebesar 7,5%. Sedangkan selisih harga
dalam Rencana Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait
dengan bisnis milik TIME kepada IEMS adalah lebih rendah sebesar 0,20%
dibandingkan dengan Nilai Pasar.
83
Page 98
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
6 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
Terdapat faktor-faktor lain yang relevan pada Rencana Pengalihan Kontrak PLTS
beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ini milik TIME kepada IEMS
yaitu:
1. Laporan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan tanggal penilaian per
31 Desember 2024. Dengan demikian, seluruh manfaat ekonomi berupa
pendapatan dari sewa yang timbul sejak Januari 2025 hingga tanggal efektif
transaksi akan menjadi hak pihak yang menerima pelimpahan perjanjian.
2. IEMS sebagai penerima kontrak akan memperoleh manfaat ekonomis setelah
masa kontrak berakhir.
3. IEMS akan menerima segala bentuk risiko dan tanggung jawab atas adanya
keberlangsungan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan
bisnis ini.
84
Page 99
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
7 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis
kuantitatif atas Rencana Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan
analisis faktor lain yang relevan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
Pengalihan Kontrak PLTS beserta seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ini
yang dimiliki oleh TIME kepada IEMS adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada perubahan kondisi, baik secara internal maupun secara
eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis,
perdagangan dan keuangan serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan
peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini
dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan
terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan mengenai
kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
85
Page 100
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
8 KUALIFIKASI PENILAI USAHA
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan
Rekan dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
86
Page 101
Pendapat Kewajaran
PT Indika Energy Tbk
9 KESIMPULAN
Atas dasar analisis yang kami lakukan terhadap Kewajaran Rencana Transaksi yang
meliputi analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas Rencana
Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain yang relevan,
maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pengalihan Kontrak PLTS beserta
seluruh aset tetap yang terkait dengan bisnis ini milik TIME kepada IEMS adalah Wajar.
87
Names mentioned 68 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT TRIPATRA MULTI ENERGI
p.1 ×12
unresolved
org
PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya Graha Mitra
p.3
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×3
unresolved
org
Endang & Rekan
p.3 ×7
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik
p.3
unresolved
org
PT Indika Tenaga Baru
p.3 ×3
unresolved
org
PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
p.3 ×5
unresolved
org
KJPP Syarif Endang & Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP Syarif Endang
p.3 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×29
unresolved
—
Faks,
p.6 ×4
unresolved
org
PT Indika Energy Infrastructure
p.6 ×2
unresolved
org
PT Indika Tenaga Baru Rencana Transaksi
p.6
unresolved
person
Penilai Publik Endang Sunardi
p.8 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.8 ×3
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.9
unresolved
person
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)
· Rekan | Digitally signed by Endang Sunardi
p.9
unresolved
org
KJPP Syarif MAPPI
p.9
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.9 ×2
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.11
unresolved
person
Toyib Efendi, S.E., M.Ec.Dev.
p.11 ×2
unresolved
org
Muhammad Rizal Hidayat, S.Pt.
p.11
unresolved
org
PT Indika Tenaga Baru. IEMS
p.16
unresolved
org
PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya PLTS
p.16
unresolved
org
PT PLN Indonesia Geothermal
p.16 ×2
unresolved
org
PT Indo Tenaga Hijau
p.16 ×2
unresolved
org
PT Tripatra Multi Energi Novasi Kontrak
p.16
unresolved
person
Hasanal Yani Ali Amin
· Notaris
p.17 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17 ×2
unresolved
org
PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya Bidang
p.19
unresolved
—
Telepon/fax.
p.19 ×2
unresolved
—
Website/Email
p.19 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
p.21 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda
p.21 ×4
unresolved
org
Kantor Liana Ramon Xenia & Rekan
p.21 ×2
unresolved
—
Adi Pramono
· Corporate Secretary
p.22
unresolved
person
Kamen Kamenov Palatov
· Direktur
p.22 ×7
unresolved
person
Josep Pangalila
· Direktur
p.28
unresolved
person
Yovie Priadi
· Komisaris
p.28
unresolved
person
Kapil Kumar Dongle
· Direktur
p.28
unresolved
person
Aryanti Artisari
· Notaris
p.33
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.33
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.33
unresolved
org
PT Teladan Resource
p.34
unresolved
org
PT Indika Mitra Holdiko
p.34
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia
p.37
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Gambar
p.39
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.45
unresolved
org
Menteri ESDM
p.45
unresolved
org
Fourth Partner Energy Singapore Pte. Ltd.
p.46
unresolved
org
PT Indika Mitra Haldiko
p.51
unresolved
org
KJPP
p.100
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
13216 ms
12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': '0.14',
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '15'}