Back to announcement
20250702_ERAA_Informasi Transaksi Afiliasi_31910708_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review ERAASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 74
Page 1
Licence No. 2.12.0110
LAPORAN
No. 00045/2.0110-00/BS/05/0113/1/VI/2025
PENDAPAT KEWAJARAN
ATAS RENCANA TRANSAKSI
PT Erajaya Swasembada Tbk
Page 2
HEAD OFFICE BRANCH OFFICE BRANCH OFFICE
Graha ROI Formula 3rd Floor Suite 302 Komplek Villa Malina Indah Rukan Shibuya Blok B No. 20
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 222 Jl. Deli Bunga No. 3 Kel. Lemo, Kec. Teluk Naga
Jakarta 12240 Kel. Tanjung Sari, Kec. Medan Selayang PIK 2 Tangerang - Banten
Licence No. 2.12.0110 Ph. +62 21 7245677 / 6611883 Kota Medan Ph. +62 21 39720167
Fax. +62 21 7253689 / 6622016 Ph. +62 61 8216806
Ref. No. 00045/2.0110-00/BS/05/0113/1/VI/2025 Jakarta, 30 Juni 2025
Kepada Yth.
Direksi
PT Erajaya Swasembada Tbk
Erajaya Plaza
Jl. Bandengan Selatan No. 19-20
Jakarta Barat 11240
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
Dengan hormat,
PT Erajaya Swasembada Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”), sebagai
Penilai Independen sesuai dengan Surat Penugasan No. 002R2/I/SVFO/25/KJPPID&R tertanggal
9 Januari 2025, untuk memberikan pendapat kewajaran bagi Perseroan sehubungan dengan rencana
penjualan saham Era Property Holding Pte. Ltd. (“EPH”) (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), dengan
tanggal pisah batas (cut off date) pendapat kewajaran adalah per 31 Desember 2024.
ID&R merupakan kantor jasa penilai publik yang terdaftar sebagai profesi penunjang di pasar modal
berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November 2012.
Rekan telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah dengan No. MAPPI: 03-S-01751 dan No. Izin: STTD.PB-13/PJ-
1/PM.02/2023.
Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Erajaya Swasembada Tbk
Bidang usaha : Perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri
Alamat : Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Jakarta Barat 11240
Telepon : (+62 21) 690 5788
Faksimili : (+62 21) 690 5789
Web site : https://www.erajaya.com/
Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan ini mencakup Perseroan, Instansi Pemerintah dan Masyarakat.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah untuk menyusun pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan. Tujuan
penilaian adalah untuk memenuhi persyaratan transaksi di pasar modal sesuai Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020.
Para Pihak dalam Transaksi
a) PT Erajaya Swasembada Tbk (“Perseroan”)
b) Erajaya Holding Pte. Ltd. (“EJH”)
c) Era Property Holding Pte. Ltd. (“EPH”)
d) Fortune Peninsula Holdings Pte. Ltd. (“FPH”)
Excellence in business and asset values appraisal
with work areas all over Indonesia
Page 3
Obyek Transaksi
Memberikan pendapat kewajaran bagi Perseroan sehubungan dengan rencana penjualan saham EPH
(selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Asumsi-asumsi dan Syarat Pembatas
a) Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat Kewajaran ini
diterbitkan.
b) Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi, akan dilaksanakannya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta
keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
c) Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai dengan
tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini.
Pendekatan dan Metode Penilaian
1. Analisis Transaksi
2. Analisis Kualitatif
3. Analisis Kuantitatif
4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Analisis Kewajaran Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Rencana Transaksi:
1. Analisis Nilai Transaksi
Sebagaimana tercantum dalam draft Perjanjian Jual Beli Saham (“PPJB”) antara EJH dengan FPH,
nilai transaksi penjualan 50% saham EPH oleh EJH adalah sebesar SGD 5.925.000.
Berdasarkan Laporan Penilaian 50% Ekuitas/Saham EPH No. 00044/2.0110-00/BS/05/0113/1/VI/2025
tanggal 26 Juni 2025 yang menggunakan metode Penyesuaian Aset Bersih (Net Adjusted Book
Value/NABV) dan metode Arus Kas Terdiskonto (Discounted Cash Flow/DCF), Indikasi Nilai Pasar
50% Ekuitas/Saham EPH per 31 Desember 2024 adalah sebesar SGD 5.527.065 atau
Rp 65.877.087.735 (konversi ke dalam mata uang Rupiah menggunakan kurs tengah BI per
31 Desember 2024 yang sebesar Rp 11.919/SGD (sumber: www.BI.go.id)).
Terlihat bahwa nilai transaksi penjualan 50% saham EPH lebih tinggi sebesar 7,20% daripada nilai
pasar saham yang dinilai, sehingga rencana penjualan saham tersebut akan menguntungkan dan
memberikan dampak positif bagi Perseroan di masa yang akan datang serta sejalan dengan rencana
dan keyakinan manajemen Perseroan atas Rencana Transaksi.
2. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan antara posisi
proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi Perseroan sebelum dilaksanakannya Rencana
Transaksi dan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi. Berdasarkan analisa posisi proforma
keseluruhan Rencana Transaksi, Rencana Transaksi menyebabkan penurunan posisi keuangan dan
peningkatan laba rugi Perseroan.
3. Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat
kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi Perseroan dengan
Page 4
membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) sebelum
dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Berdasarkan analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi di atas terlihat
bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan memiliki prospek dan tingkat profitabilitas
yang baik.
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi, analisis kewajaran
transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah
wajar.
Hormat kami,
KJPP Ihot Dollar & Raymond
Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.)
Senior Partner
Ijin Penilai : B-1.09.00113
MAPPI : 03-S-01751
STTD OJK : STTD.PB-13/PJ-1/PM.02/2023
Page 5
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ........................................................................................................................................................... i
1. Identitas Pemberi Tugas .......................................................................................................................... 1
2. Pendahuluan............................................................................................................................................. 1
2.1 Maksud dan Tujuan ......................................................................................................................... 1
2.2 Asumsi dan Kondisi Pembatas ........................................................................................................ 1
3. Pendekatan dan Metode Penilaian ......................................................................................................... 2
4. Analisis Transaksi.................................................................................................................................... 3
4.1 Identifikasi Para Pihak yang Terlibat Transaksi ............................................................................... 3
4.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi.......................................... 5
4.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi...................................................................... 8
4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan ......................................................... 9
4.5 Analisis Likuiditas ............................................................................................................................ 9
5. Pernyataan Penilai ................................................................................................................................... 9
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan) ................................................... 10
7. Asumsi-Asumsi Pokok .......................................................................................................................... 11
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif......................................................................................................... 11
8.1 Analisis Kualitatif ........................................................................................................................... 11
8.2 Analisis Kuantitatif ......................................................................................................................... 42
9. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ...................................................................................................... 52
9.1 Pendekatan dan Analisis Kewajaran ............................................................................................. 52
9.2 Analisis Kewajaran Transaksi........................................................................................................ 53
10. Kesimpulan ............................................................................................................................................. 57
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini ....................................................................................................... 57
LAMPIRAN
Halaman i
Page 6
1. Identitas Pemberi Tugas
Berikut adalah keterangan singkat mengenai pemberi tugas:
Nama : PT Erajaya Swasembada Tbk
Bidang usaha : Perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri
Alamat : Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Jakarta Barat
11240
Telepon : (+62 21) 690 5788
Faksimili : (+62 21) 690 5789
Web site : https://www.erajaya.com/
2. Pendahuluan
2.1 Maksud dan Tujuan
Laporan ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana penjualan
saham EPH.
Terkait dengan Rencana Transaksi tersebut di atas, maka Perseroan wajib mengikuti
ketentuan yang diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 (“POJK 42/2020”)
tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” yang diundangkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 2 Juli 2020.
Dalam POJK 42/2020 tersebut, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transaksi afiliasi
adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.
Rencana Transaksi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja Perseroan di masa
mendatang yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham
termasuk pemegang saham publik. Dengan demikian sesuai analisis pihak Perseroan,
dinyatakan bahwa Rencana Transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan.
Tujuan dari pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini apakah
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi yang wajar dan tidak merugikan bagi
Perseroan maupun pemegang saham Perseroan, sebagaimana diatur dalam POJK
42/2020. Selanjutnya dalam analisa terhadap Rencana Transaksi tersebut, kami
mempertimbangkan sisi kualitatif maupun kuantitatif serta dampak bagi Perseroan dan
Pemegang Saham, termasuk risiko keuangan.
2.2 Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
2. Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam
proses penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Halaman 1
Page 7
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
6. Kami menghasilkan laporan pendapat kewajaran yang terbuka untuk publik, kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan.
7. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan dari
penilaian yang dilakukan.
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
3. Pendekatan dan Metode Penilaian
Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
Analisis Transaksi
Analisis transaksi meliputi identifikasi dan hubungan para pihak yang terlibat
transaksi, analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi,
analisis manfaat dan risiko dari transaksi, analisis pengaruh transaksi terhadap
keuangan Perseroan dan analisis likuiditas.
Analisis Kualitatif
Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, analisis industri
dan bisnis, analisis operasional dan prospek usaha, alasan dan latar belakang
rencana transaksi, analisis keuntungan dan kerugian kualitatif atas rencana transaksi,
analisis dampak leverage pada keuangan, analisis dampak likuiditas pada keuangan.
Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian atas proyeksi
keuangan, analisis rasio keuangan, analisis laporan keuangan sebelum rencana
transaksi dan proforma laporan keuangan setelah rencana transaksi dilakukan,
kontribusi nilai tambah bagi perusahaan, perkiraan biaya atau pendapatan yang
relevan, informasi non keuangan yang relevan, serta prosedur pengambilan
keputusan atas rencana transaksi.
Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi analisis nilai transaksi, analisis posisi
proforma keseluruhan rencana transaksi serta analisis inkremental dan profitabilitas.
Halaman 2
Page 8
4. Analisis Transaksi
4.1 Identifikasi Para Pihak yang Terlibat Transaksi
Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
PT Erajaya Swasembada Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas yang
didirikan berdasarkan Akta No. 7 tanggal 8 Oktober 1996 yang dibuat dihadapan
Myra Yuwono, S.H., Notaris di Sukabumi. Akta pendirian ini telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
C2-1270.HT.01.01.TH.97 tanggal 24 Februari 1997. Anggaran Dasar Perseroan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 9 tanggal 19 Juni
2024, yang dibuat dihadapan R.M. Dendy Soebangil, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
mengenai perubahan susunan pengurus Perseroan. Akta perubahan ini telah dicatat
di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.09-0217961 tanggal
25 Juni 2024. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan Perseroan
adalah berusaha dalam bidang perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri.
Perseroan beralamat di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Jakarta
Barat 11240. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2000.
Erajaya Holding Pte. Ltd. (“EJH”), didirikan di Singapura berdasarkan Accounting
and Corporate Regulatory Authority (ACRA) 201807923R tanggal 7 Maret 2018.
Kegiatan usaha EJH adalah perdagangan grosir berbagai macam barang tanpa
produk yang dominan (46900) dan perusahaan induk lainnya (64202). Kantor EJH
beralamat di 7 Temasek Boulevard, #17-01, Suntec Tower One, Singapura 038987.
Era Property Holding Pte. Ltd. (“EPH”), didirikan di Singapura berdasarkan ACRA
No. 201941871C tanggal 11 Desember 2019. Kegiatan usaha EPH adalah
penyewaan properti real estate yang dimiliki sendiri atau disewa kecuali tempat
makan, kedai kopi dan kantin (misalnya kantor/ruang pameran, pusat perbelanjaan,
fasilitas penyimpanan sendiri) (68103) dan pengelolaan properti strata milik sendiri
(yang ditujukan oleh pengelolaan perusahaan strata title) (68106). Kantor EPH
beralamat di 7 Temasek Boulevard, #17-01, Suntec Tower One, Singapura 038987.
Fortune Peninsula Holdings Pte. Ltd. (“FPH”), didirikan di Singapura berdasarkan
ACRA No. 201938365R tanggal 13 November 2019. Kegiatan usaha FPH adalah
jasa konsultasi manajemen (70201) dan perusahaan induk lainnya (64202). Kantor
FPH beralamat di 29 Tai Seng Avenue, #06-05A, Natural Cool Lifestyle Hub,
Singapura 534119.
PT Eralink International (“EI”), suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan
Akta No. 26 tanggal 21 Februari 2005 yang dibuat dihadapan Myra Yuwono, S.H.,
Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-
06662 HT.01.01.TH.2005 tanggal 15 Maret 2005. Anggaran Dasar EI telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 60 tanggal
17 Desember 2024, yang dibuat dihadapan Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn., Notaris di
Jakarta, mengenai perubahan susunan pemegang saham. Akta perubahan ini telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0083198.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 17 Desember 2024.
Halaman 3
Page 9
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan EI adalah berusaha
dalam bidang perdagangan besar, informasi dan komunikasi dan aktivitas keuangan.
EI beralamat di Jl. Rawa Bahagia I No. 12, Grogol, Jakarta Barat.
PT Catur Kusuma Abadi Sejahtera (“CKAS”), suatu perseroan terbatas yang
didirikan berdasarkan Akta No. 47 tanggal 20 September 2013 yang dibuat dihadapan
Myra Yuwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-52517.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 17 Oktober 2013.
Anggaran Dasar CKAS telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta No. 66 tanggal 24 Maret 2023, yang dibuat dihadapan Edison
Jingga, S.H., M.H., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha. Akta perubahan ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0018090.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 24 Maret 2023. Sesuai dengan pasal 3
anggaran dasar, maksud dan tujuan CKAS adalah berusaha dalam bidang aktivitas
konsultasi manajemen lainnya dan real estat. CKAS beralamat di Gedung
Designclopedia Center Lantai 4, Jl. M.H. Thamrin Kav. 3, Kampung Bali, Tanah
Abang, Jakarta Pusat.
Hubungan pihak-pihak yang melakukan Transaksi:
Luvena Katherine
Halim Lain-lain
25% 75%
Pemegang
CKAS saham lainnya
11,9522% 88,0478%
Saham Masyarakat (di
El Treasuri bawah 5%)
54,513982 1,043932% 44,442036
%
Perseroan
penjualan 50% saham
100,00% dengan nlai sebesar
SGD 5.925.000
EJH
50,00%
EPH FPH
Halaman 4
Page 10
Dari Segi Kepemilikan Saham
Pemegang Saham Perseroan EJH EPH FPH EI CKAS
PT Eralink International ("EI") 54,513982% - - - - -
Sintawati Halim 0,047022% - - - - -
Ardy Hady Wijaya 0,039309% - - - - -
Richard Halim Kusuma 0,039185% - - - - 25%
Andreas Harun Djumadi 0,039185% - - - - -
Budiarto Halim 0,039185% - - - - -
Hasan Aula 0,039185% - - - - -
Sim Chee Ping 0,039185% - - - - -
Elly 0,009226% - - - - -
Djohan Sutanto 0,005016% - - - - -
Keith Ardy Hady Wijaya 0,000784% - - - - -
Publik 44,144754% - - - - -
Saham Treasuri 1,043982% - - - -
PT Erajaya Swasembada Tbk ("Perseroan") - 100% - - -
Erajaya Holding Pte. Ltd. ("EJH") - - 50% - -
Fortune Peninsula Holdings Pte. Ltd. ("FPH") - - 50% - -
Grand Fortune Group Holdings Limited - - - 100% -
Alexander Halim Kusuma - - - - - 25%
Luvena Katherine Halim - - - - - 25%
Sugianto Kusuma - - - - - 25%
PT Catur Kusuma Abadi ("CKAS") - - - - 11,9522% -
Pemegang saham lainnya - - - - 88,0478%
Total 100,000000% 100% 100% 100% 100,0000% 100%
Dari Segi Kepengurusan
Nama Perseroan EJH EPH FPH EI CKAS
Ardy Hady Wijaya Komisaris Utama - - - - -
Richard Halim Kusuma Komisaris - - - Direktur Komisaris
Andreas Harun Djumadi Komisaris - - - - -
Richard Harjani Komisaris - - - - -
Lim Bing Tjay Komisaris Independen - - - - -
I Gusti Putu Suryawirawan Komisaris Independen - - - - -
Budiarto Halim Direktur Utama Direktur - - - -
Hasan Aula Wakil Direktur Utama - - - - -
Joy Wahjudi Wakil Direktur Utama - - - - -
Sintawati Halim Direktur Direktur Direktur - - -
Sim Chee Ping Direktur Direktur - - - -
Gabrielle Halim - Direktur - - - -
Rebecca Halim Kusuma - Direktur - - - -
Luvena Katherine Halim Kusuma - - Direktur Direktur - -
Lareina Halim Kusuma - - - Direktur - -
Sugianto Kusuma - - - - Komisaris -
Alexander Halim Kusuma - - - - - Direktur
Sisi afiliasi terlihat dari Luvena Katherine Halim Kusuma yang merupakan Direktur di FPH,
yang juga merupakan salah satu pemegang saham EJH secara tidak langsung melalui
CKAS, EI dan Perseroan. EJH selaku perusahaan terkendali oleh Perseroan melakukan
transaksi penjualan saham dengan FJH yang memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang
saham tidak langsung Perseroan yaitu Luvena Katherine Halim Kusuma.
4.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi
Obyek Transaksi
Dalam hal ini obyek Transaksi adalah sebagai berikut:
Transaksi penjualan 50% saham EPH sebesar SGD 5.925.000.
Halaman 5
Page 11
Berikut adalah ringkasan draft Perjanjian Jual Beli Saham (“PPJB”) antara EJH dengan
FPH:
EJH adalah pemegang terdaftar dan pemilik manfaat dari 50% saham dari seluruh
modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam EPH, suatu perseroan terbatas
yang didirikan dan beroperasi berdasarkan hukum Republik Singapura;
EJH bermaksud menjual dan mengalihkan 50% saham dari seluruh modal ditempatkan
dan disetor dalam EPH kepada FPH (“Saham Yang Dijual”) pada saat penyelesaian
dan FPH bermaksud membeli dan menerima Saham Yang Dijual dari EJH (“Pengalihan
Saham”);
EJH dan FPH secara bersama-sama disebut “Para Pihak”;
Para Pihak bermaksud untuk melaksanakan Pengalihan Saham sesuai dengan syarat
dan ketentuan dalam PPJB;
Tunduk pada ketentuan PPJB, EJH dengan ini setuju untuk menjual, mengalihkan dan
menyerahkan Saham Yang Dijual kepada FPH, termasuk semua hak dan kepemilikan
dan kepentingan dalam atau sehubungan dengan Saham Yang Dijual, bebas dari
segala pembebanan kepada FPH, dan FPH dengan ini setuju untuk membeli dan
menerima dari EJH, pengalihan dan penyerahan Saham Yang Dijual pada tanggal
penyelesaian;
Para Pihak sepakat bahwa total harga pembelian saham yang harus dibayarkan oleh
FPH kepada EJH untuk penjualan, pengalihan dan penugasan Saham Yang Dijual (dan
semua hak dan kepemilikan serta kepentingan dalam Saham Yang Dijual) adalah
sebesar SGD 5.925.000 bersih dari pemotongan pajak (“Harga Pembelian”);
FPH harus melunasi pembayaran penuh Harga Pembelian paling lambat tanggal 5 Juli
2025, dan harus menanggung semua biaya dan pengeluaran yang timbul berkenaan
dengan transaksi tersebut, termasuk namun tidak terbatas pada biaya penanganan dan
bea materai, tanpa hak apa pun untuk penggantian atau penghapusan terhadap EJH.
Setiap Pihak harus melakukan segala upaya yang wajar untuk memastikan
terpenuhinya setiap ketentuan (sejauh menyangkut Pihak tersebut);
Setiap Pihak harus memberitahukan Pihak lainnya secara tertulis dalam waktu 2 hari
kerja jika mengetahui:
• Pemenuhan terhadap kondisi apa pun yang menjadi tanggung jawabnya (bersama
dengan bukti wajar atas pemenuhan tersebut); atau
• Setiap fakta, masalah atau keadaan yang mengakibatkan, atau yang secara wajar
mungkin mengakibatkan, setiap kondisi tersebut menjadi tidak dapat dipenuhi atau
tidak dipenuhi sesuai dengan ketentuannya;
Jika ketentuan dalam PPJB tidak dipenuhi atau diabaikan oleh Pihak terkait pada atau
sebelum tanggal Long Stop, PPJB akan berakhir dan tidak ada Pihak yang akan
memiliki klaim terhadap pihak lain berdasarkan PPJB, kecuali untuk hak atau kewajiban
yang timbul sebelum pemutusan tersebut. Baik EJH maupun FPH tidak dapat
mengakhiri PPJB setelah pemenuhan atau pengabaian ketentuan dalam PPJB, kecuali
sesuai dengan PPJB;
Halaman 6
Page 12
Para Pihak sepakat bahwa akan (a) bekerja sama untuk memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dalam PPJB; dan (b) membahas dengan itikad baik perpanjangan tanggal
Long Stop jika ada persyaratan yang ditetapkan dalam PPJB tidak dapat dipenuhi pada
tanggal Long Stop;
Tunduk pada syarat dan ketentuan PPJB, penyelesaian Pengalihan Saham akan
dilaksanakan pada hari kerja ke-5 setelah tanggal terpenuhinya persyaratan
sebagaimana ditetapkan dalam PPJB (atau tanggal lain sebagaimana disetujui Para
Pihak secara tertulis yang tidak lebih lambat dari tanggal Long Stop);
Sebelum atau sebagai tanggal penyelesaian:
• EJH harus menyediakan pengiriman salinan risalah rapat umum pemegang saham
(atau resolusi sirkuler sebagai pengganti rapat umum pemegang saham,
sebagaimana mestinya) dari EPH sebagaimana diharuskan berdasarkan anggaran
dasar untuk menyetujui:
i. Pengalihan Saham hasil penjualan dari EJH kepada FPH; dan
ii. Perubahan susunan pemegang saham EPH sebagai akibat dari Pengalihan
Saham.
• Setiap pernyataan dan jaminan dari Para Pihak dibuat secara akurat dalam semua
hal yang material;
• FPH harus mengirimkan Harga Pembelian melalui transfer ke rekening bank yang
ditentukan oleh EJH dan menyerahkan salinan tanda terima pembayaran yang
membuktikan pengiriman Harga Pembelian tersebut kepada EJH;
• FPH telah menandatangani akta untuk menjadi salah satu pihak dalam perjanjian
pemegang saham yang mengatur pengelolaan EPH;
Untuk menghindari keraguan, Para Pihak sepakat untuk bekerja sama dengan itikad
baik sehubungan dengan pelaksanaan dan penyerahan dokumen apa pun yang
diperlukan berdasarkan hukum Singapura untuk melaksanakan penyelesaian;
Jaminan EJH
• EJH didirikan secara sah, diorganisasikan secara sah dan beroperasi berdasarkan
hukum yang berlaku di wilayah hukumnya dan memiliki hak, kekuasaan dan
kewenangan hukum penuh untuk mengadakan PPJB dan untuk melaksanakan
kewajibannya berdasarkan PPJB;
• Pelaksanaan PPJB oleh EJH, pelaksanaan Pengalihan Saham dan pemenuhan
kewajiban berdasarkan PPJB oleh EJH merupakan tindakan yang termasuk dalam
lingkup tujuan EJH, dan tidak melanggar hukum dan peraturan perundangan,
putusan pengadilan dan perintah administratif yang berlaku bagi EJH, atau
melanggar anggaran dasar EJH atau peraturan internal lainnya;
• EJH adalah pemilik sah Saham Yang Dijual dan semua hak terkait dengannya
hanya dimiliki oleh EJH, dan tidak ada pengalihan, penciptaan hak jaminan, atau
pelepasan lain atas Saham Yang Dijual kepada pihak ketiga yang telah dilakukan,
dan tidak ada pembebanan atas Saham Yang Dijual yang telah dilakukan oleh
pihak ketiga mana pun;
Halaman 7
Page 13
• EJH tidak melaksanakan tindakan atau kelalaian apa pun yang dapat
memengaruhi transaksi yang diusulkan berdasarkan PPJB atau yang dapat
mengurangi atau melemahkan kepemilikan saham efektif FPH di EPH setelah
penyelesaian.
Jaminan FPH
• FPH didirikan secara sah, diorganisasikan secara sah dan beroperasi berdasarkan
hukum yang berlaku di wilayah hukumnya dan memiliki hak, kekuasaan dan
kewenangan hukum penuh untuk mengadakan PPJB dan untuk melaksanakan
kewajibannya berdasarkan PPJB;
• FPH memiliki hak, kekuasaan dan kewenangan hukum penuh, dan telah
memperoleh semua persetujuan, izin dan persetujuan yang diperlukan untuk
mengadakan PPJB, dan untuk melaksanakan kewajibannya berdasarkan PPJB;
• Segala persetujuan, otorisasi, izin, kelonggaran, perintah, pendaftaran, kualifikasi,
tindakan, kondisi dan hal-hal yang diperlukan untuk diambil, dipenuhi dan
dilakukan dan berlaku penuh dan efektif; dan
• FPH memiliki dana yang cukup untuk membayar Saham Yang Dijual secara
penuh;
Konstruksi, validitas dan kinerja PPJB dan semua kewajiban non-kontraktual yang
timbul dari atau terkait dengan PPJB akan diatur oleh hukum Republik Singapura.
Berdasarkan analisis kami atas perjanjian dan persyaratan yang dirangkum di atas, bahwa
tidak terdapat hal-hal material yang dapat mempengaruhi Rencana Transaksi.
4.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Tujuan dan manfaat dari adanya Rencana Transaksi tersebut, antara lain:
Meningkatkan likuiditas Perseroan
Perseroan memperoleh peningkatan pada kas yang berasal dari Rencana Transaksi.
Peningkatan tersebut akan dimanfaatkan Perseroan untuk pembayaran utang bank.
Meningkatkan profitabilitas Perseroan
Dengan dilepasnya saham EPH akan menurunkan beban usaha dan beban keuangan
secara konsolidasian pada Perseroan sehingga laba Perseroan akan meningkat secara
konsolidasian.
Fokus pada bisnis inti
Rencana Transaksi tersebut memungkinkan Perseroan untuk lebih fokus pada bisnis
inti yang lebih strategis.
Mengoptimalkan portofolio investasi
Perseroan dapat mengoptimalkan portofolio investasi dengan menjual saham entitas
anak yang sudah tidak terlalu relevan lagi bagi kegiatan usaha Perseroan.
Halaman 8
Page 14
Risiko terkait dengan adanya Rencana Transaksi antara lain sebagai berikut:
Risiko kehilangan keuntungan dari pengembangan properti
Jika Suntec atau kawasan di sekitarnya mengalami pengembangan dan menjadi lebih
bernilai, Perseroan bisa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari
nilai properti yang meningkat seiring dengan berjalannya waktu.
Risiko kebutuhan properti di masa yang akan datang
Perseroan akan kesulitan untuk memperoleh properti serupa dengan lokasi dan harga
yang sama jika kebutuhan akan properti tersebut muncul kembali.
4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal
31 Desember 2024 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
mengakibatkan Perseroan mengalami penurunan total aset sebesar Rp 122.240.991 ribu,
penurunan total liabilitas sebesar Rp 70.773.752 ribu dan penurunan total ekuitas sebesar
Rp 51.467.239 ribu.
4.5 Analisis Likuiditas
Analisis likuiditas bertujuan mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendeknya. Semakin tinggi rasio likuiditas Perseroan, maka semakin besar tingkat
kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
Berdasarkan likuiditas Perseroan tahun 2022 – 2024, rasio lancar (current ratio) berkisar
antara 1,22 – 1,26 sementara rasio cepat (quick ratio) berkisar antara 0,31 – 0,37.
Berdasarkan rasio likuiditas historis tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang
cukup baik dikarenakan aset lancar yang dimiliki lebih besar dibandingkan dengan liabilitas
jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.
5. Pernyataan Penilai
Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan
bahwa:
Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai perhitungan
dan analisis, kesimpulan atau pendapat, telah dilakukan dengan benar;
Kami bertanggung jawab atas Laporan ini;
Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada
tanggal penilaian (cut off date);
Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai;
Halaman 9
Page 15
Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas;
Data ekonomi dan data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan)
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai
berikut:
1. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022-2023 yang diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja;
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 diaudit oleh
KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan; seluruhnya dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
2. Laporan keuangan EPH untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020-
2022 telah diaudit oleh KAP S C Mohan PAC; dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023-2024 telah diaudit oleh KAP BDO LLP; seluruhnya
dengan pendapat opini tanpa modifikasian;
3. Laporan Proforma Informasi Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024;
4. Laporan Penilaian 50% Ekuitas/Saham EPH No. 00044/2.0110-
00/BS/05/0113/1/VI/2025 tanggal 26 Juni 2025 oleh KJPP ID&R;
5. Draft PPJB antara EJH dengan FPH:
6. Proyeksi keuangan Perseroan;
7. Data mengenai kegiatan dan legalitas Perseroan.
Selanjutnya disebut “Dokumen-dokumen Rencana Transaksi”.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan
dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang
diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui
fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi
tidak lengkap atau menyesatkan.
Kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan evaluasi keuangan atas kewajaran Rencana Transaksi saja dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami juga tidak menganalisa kewajaran atas
transaksi-transaksi lain yang mungkin tersedia atau pun yang dapat dilaksanakan oleh
Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
Halaman 10
Page 16
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk
transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.
Prosedur Yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material,
tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat
membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari publik domain.
Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan
telah diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua
informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk
melengkapi informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau
seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi
dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini,
dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah
benar setelah tanggal Laporan ini.
Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
Rencana Transaksi, Laporan Keuangan, Proforma Laporan Keuangan Perseroan sesudah
Rencana Transaksi dan tiap bagian dari Rencana Transaksi dalam hal kewajarannya baik
secara individu maupun secara keseluruhan sebagai satu kesatuan Rencana Transaksi.
7. Asumsi-Asumsi Pokok
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat
Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
yang terlibat dalam Rencana Transaksi, yang akan dilaksanakan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi
yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini.
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif
8.1 Analisis Kualitatif
8.1.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha
Halaman 11
Page 17
Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 7 tanggal 8 Oktober 1996 yang dibuat
dihadapan Myra Yuwono, S.H., Notaris di Sukabumi. Akta pendirian ini telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
1270.HT.01.01.TH.97 tanggal 24 Februari 1997.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta No. 9 tanggal 19 Juni 2024, yang dibuat dihadapan R.M. Dendy Soebangil, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan pengurus Perseroan. Akta
perubahan ini telah dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.09-
0217961 tanggal 25 Juni 2024.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha
dalam bidang perdagangan besar, aktivitas dan jasa; dan industri. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama dan
penunjang sebagai berikut:
• Perdangan besar: perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah
tangga lainnya (46499); perdagangan besar peralatan telekomunikasi (46523);
perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (46511); perdagangan besar
piranti lunak (46512); perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya
(46599); perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak (46100);
perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga (46491); perdagangan
besar suku cadang elektronik (46521); perdagangan besar mesin kantor dan industri-
industri pengolahan, suku cadang dan perlengkapannya (46591); perdagangan besar
alat permainan dan mainan anak-anak (46495); perdagangan besar alat olahraga
(46492).
• Aktivitas dan jasa: jasa multimedia lainnya (61929); aktivitas telekomunikasi lainnya
YTDL (61999); jasa sertifikasi (71201); aktivitas telekomunikasi dengan kabel (61100);
jasa sistem komunikasi data (61922); jasa internet telepon untuk keperluan publik
(ITKP) (61913); jasa konten SMS premium (61912); aktivitas jasa informasi lainnya
YTDL (63990); aktivitas penunjang angkutan lainnya YTDL (52299).
• Industri: industri komputer dan/atau perakitan komputer (26210); industri perlengkapan
komputer (26220); industri peralatan telepon dan faksimili (26310); industri peralatan
komunikasi tanpa kabel (wireless) (26320); industri peralatan komunikasi lainnya
(26399); industri peralatan audio dan video elektronik lainnya (26490); industri alat ukur
dan alat uji elektronik (26513).
Perseroan beralamat di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Jakarta Barat
11240. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2000.
Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 3.900.000.000.000, yang terdiri dari
39.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Modal ditempatkan dan
disetor sebesar Rp 1.595.000.000.000 atau sebanyak 15.950.000.000 saham, dengan
komposisi pemegang saham sebagai berikut:
Halaman 12
Page 18
Jumlah
Keterangan Jumlah Saham %
(Rp)
Modal Dasar 39.000.000.000 3.900.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
PT Eralink International 8.694.980.200 869.498.020.000 54,513982
Sintawati Halim 7.500.000 750.000.000 0,047022
Ardy Hady Wijaya 6.269.800 626.980.000 0,039309
Richard Halim Kusuma 6.250.000 625.000.000 0,039185
Andreas Harun Djumadi 6.250.000 625.000.000 0,039185
Budiarto Halim 6.250.000 625.000.000 0,039185
Hasan Aula 6.250.000 625.000.000 0,039185
Sim Chee Ping 6.250.000 625.000.000 0,039185
Elly 1.471.600 147.160.000 0,009226
Djohan Sutanto 800.000 80.000.000 0,005016
Keith Ardy Hady Wijaya 125.000 12.500.000 0,000784
Publik (masing-masing kurang dari 5%) 7.041.088.300 704.108.830.000 44,144754
Total saham beredar 15.783.484.900 1.578.348.490.000 98,956018
Saham treasuri 166.515.100 16.651.510.000 1,043982
Total saham diterbitkan 15.950.000.000 1.595.000.000.000 100,000000
Saham dalam Portepel 23.050.000.000 2.305.000.000.000
Berdasarkan Akta No. 9 tanggal 19 Juni 2024, yang dibuat dihadapan R.M. Dendy
Soebangil, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ardy Hady Wijaya
Komisaris : Richard Halim Kusuma
Komisaris : Andreas Harun Djumadi
Komisaris : Richard Harjani
Komisaris Independen : Lim Bing Tjay
Komisaris Independen : I Gusti Putu Suryawirawan
Direksi
Direktur Utama : Budiarto Halim
Wakil Direktur Utama : Hasan Aula
Wakil Direktur Utama : Joy Wahjudi
Direktur : Sintawati Halim
Direktur : Djohan Sutanto
Direktur : Sim Chee Ping
Direktur : Jong Woon Kim
Direktur : Elly
Direktur : Mitchella Ardy Hady Wijaya
Direktur : Keith Ardy Hady Wijaya
Berikut adalah rincian Entitas Anak Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 berdasarkan
persentase kepemilikan:
Tahun
Persentase Tempat
No. Anak Perusahaan Beroperasi
Kepemilikan Kedudukan
Komersial
Kepemilikan langsung
1. PT Erafone Artha Retailindo (“EAR”) 2003 99,82% Jakarta
Halaman 13
Page 19
Tahun
Persentase Tempat
No. Anak Perusahaan Beroperasi
Kepemilikan Kedudukan
Komersial
2. PT Sinar Eka Selaras Tbk (“SES”) 2011 80,00% Jakarta
3. PT Era Sukses Abadi (“ESA”) 2011 99,99% Jakarta
4. PT Era Boga Nusantara (‘’EBN’’) 2020 99,99% Jakarta
5. PT Era Prima Indonesia (“EPI”) 2017 99,99% Jakarta
6. PT Azec Indonesia Management Services (“AIMS”) 2001 99,99% Jakarta
7. Erajaya Holding Pte. Ltd (“EH”) 2018 100,00% Singapura
8. PT Indonesia Orisinil Teknologi (“IOT”) 2018 99,99% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui EAR
1. PT Teletama Artha Mandiri (“TAM”) 2005 99,99% Jakarta
2. PT Data Citra Mandiri (“DCM”) 2004 99,99% Jakarta
3. PT Nusa Abadi Sukses Artha (“NASA”) 2017 99,99% Jakarta
4. PT Prakarsa Prima Sentosa (“PPS”) 2010 80,00% Jakarta
5. PT Mandiri Sinergi Niaga (“MSN”) 2011 99,99% Jakarta
6. PT Prima Pesona Prakarsa (“PPP”) 2010 99,99% Jakarta
7. PT Citra Kreativa Inovasi (“CKI”) 2012 77,06% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui MSN
1. PT Multi Media Selular (“MMS”) 2004 99,60% Jakarta
2. PT Data Media Telekomunikasi (“DMT”) 2003 98,00% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui EPI
1. PT Nusa Gemilang Abadi (“NGA”) 2006 99,99% Jakarta
2. PT Jagad Utama Lestari (“JUL”) 2019 85,00% Jakarta
3. PT Era Prima Medika (’’EPM’’) 2020 99,86% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui CG
1. Erafone Retails Malaysia Sdn. Bhd. 2012 100,00% Malaysia
2. Switch Concept Sdn. Bhd. 2007 100,00% Malaysia
3. Urban Republic Sdn. Bhd. 2013 100,00% Malaysia
4. ENB Mobile Malaysia Sdn. Bhd. 2023 60,00% Malaysia
5. Switch Malaysia Sdn. Bhd. 2021 100,00% Malaysia
6. Pomelo Tech Sdn. Bhd. (d/h JKK Software Sdn. Bhd.) 2014 100,00% Malaysia
7. Techero Sdn. Bhd. (“Techero”) 2017 100,00% Malaysia
Kepemilikan tidak langsung melalui PPP
1. PT Satera Manajemen Persada Indonesia (“SMPI”) 2017 50,40% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui EBN
1. PT Mitra Belanja Anda (‘’MBA’’) 2020 51,00% Jakarta
2. PT Era Boga Patiserindo (‘’EBP’’) 2021 70,00% Jakarta
3. Eravest Holding Pte Ltd (‘’EVH’’) 2020 100,00% Singapura
4. PT Era Kopi Anda (‘’EKA’’) 2023 70,00% Jakarta
5. PT Era Boga Kari (‘’EBK’’) 2023 70,00% Jakarta
6. PT Era Boga Pretzel (“EBZ”) 2023 99,99% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui EH
1. Erajaya Digital Pte. Ltd. (’’ERDI’’) 2021 100,00% Singapura
2. Eraspace Pte. Ltd.(“ESP”) 2021 65,00% Singapura
3. Era Property Holding Pte. Ltd. (‘’EPH’’) 2020 50,00% Singapura
Kepemilikan tidak langsung melalui ESP
1. PT Erafone Dotcom (“EDC”) 2009 98,49% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui EDC
1. PT Data Tekno Indotama (“DTI”) 2019 99,98% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui SES
1. PT Mitra Internasional Indonesia (“MII”) 2017 99,99% Jakarta
2. PT Era Aktif Indonesia (“EAI”) 2022 99,97% Jakarta
3. PT Sinar Era Aktif (“SEA”) 2022 99,96% Jakarta
4. PT Era Gaya Indonesia (“EGI”) 2023 99,99% Jakarta
Halaman 14
Page 20
Tahun
Persentase Tempat
No. Anak Perusahaan Beroperasi
Kepemilikan Kedudukan
Komersial
5. PT Era Gaya Distribusi (“EGD”) 2023 99,99% Jakarta
PT Era Aktif Distribusi d/h PT Master Selam Nusantara
6. 2023 99,99% Jakarta
(“EAD”)
7. PT JDSports Fashion Distribution (“JDFD”) 2022 100,00% Jakarta
PT Era Gaya Aktif d/h PT JDSports Fashion Indonesia
8. 2022 100,00% Jakarta
(“EGA”)
9. PT Era Inovasi Otomotif (“EIVO”) 2024 99,99% Jakarta
10. PT Era Industri Otomotif (“EIDO”) 2024 99,99% Jakarta
11. PT Aero Inovasi Media (“AIMN”) 2024 51,00% Jakarta
12. PT Era Mode Indonesia (“EMI”) 2024 99,00% Jakarta
13. PT Era Gaya Selaras (“EGS”) 2024 99,00% Jakarta
14. PT Era Busana Indonesia (“EBI”) 2024 99,00% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui TAM
PT Nusa Abadi Sukses Artha Distribusi Indonesia
1. 2021 99,99% Jakarta
(“NASAD”)
2. PT Mitra Internasional Indonesia Distribusi (“MIID”) 2021 99,99% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui ERDI
1. CG Computers Sdn. Bhd. (“CG”) 1995 60,00% Malaysia
2. Era International Network Sdn. Bhd. (“EIM”) 2015 95,00% Malaysia
3. Era International Network Pte. Ltd. (“EIS”) 2015 95,00% Singapura
4. Venturistic Mobile Network Sdn. Bhd. (“VMN”) 2022 98,88% Malaysia
5. Erajaya Digital Retail Pte. Ltd. (“ERDIRET”) 2021 60,00% Singapura
6. Erajaya Swasembada Pte. Ltd. (“ESS”) 2018 100,00% Singapura
7. Era Tech Communication Pte. Ltd. (“ETC”) 2022 99,00% Singapura
Kepemilikan tidak langsung melalui MBA
1. PT Mitra Belanja Halal (“MBH”) 2023 90,00% Jakarta
Kepemilikan tidak langsung melalui EKA
1. PT Era Maju Terus (“EMT”) 2023 99,99% Jakarta
EPH
EPH didirikan di Singapura berdasarkan Accounting and Corporate Regulatory Authority
(ACRA) No. 201941871C tanggal 11 Desember 2019. Kegiatan usaha EPH adalah
penyewaan properti real estate yang dimiliki sendiri atau disewa kecuali tempat makan,
kedai kopi dan kantin (misalnya kantor/ruang pameran, pusat perbelanjaan, fasilitas
penyimpanan sendiri) (68103) dan pengelolaan properti strata milik sendiri (yang ditujukan
oleh pengelolaan perusahaan strata title) (68106).
Kantor EPH beralamat di 7 Temasek Boulevard, #17-01, Suntec Tower One, Singapura
038987.
Modal ditempatkan dan disetor EPH adalah sebesar SGD 11.525.000, yang terdiri dari
11.525.000 saham dengan nilai nominal SGD 1 per saham, dengan komposisi pemegang
saham sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
Keterangan %
Saham (SGD)
Erajaya Holding Pte. Ltd. 5.762.500 5.762.500 50
Fortune Peninsula Holdings Pte. Ltd. 5.762.500 5.762.500 50
Jumlah 11.525.000 11.525.000 100
Halaman 15
Page 21
Susunan Direksi EPH adalah sebagai berikut:
Direktur : Luvena Katherine Halim Kusuma
Direktur : Sintawati Halim
8.1.2 Analisis Industri dan Bisnis
Industri Ritel di Indonesia
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi sektor ritel Indonesia. Meskipun
kondisi politik yang stabil memberikan harapan, namun sejumlah faktor eksternal, seperti
rencana kenaikan PPN dan komponen biaya yang meningkat, diperkirakan akan
membayangi prospek pertumbuhan sektor ini [sumber:
https://industri.kontan.co.id/news/begini-prospek-pertumbuhan-industri-ritel-di-tahun-2025,
23 Desember 2024].
Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO)
mengungkapkan meskipun sektor ritel di Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh, tahun
2025 kemungkinan akan menjadi tahun yang penuh kehati-hatian. Proyeksi pertumbuhan
ritel Indonesia di tahun mendatang dipengaruhi oleh beberapa tantangan signifikan. Salah
satu isu yang dihadapi adalah rencana pemerintah untuk menaikkan PPN menjadi 12%
pada tahun 2025. Langkah ini dapat menambah beban operasional bagi para pelaku usaha
ritel, mengingat daya beli masyarakat yang masih terbilang lemah pasca pandemi.
Stimulus dalam bentuk promosi dan penawaran diskon besar-besaran, seperti yang
diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui program
harbolnas, Bina Diskon dan Epic Sale, dinilai penting untuk menggerakkan pengunjung.
Program-program ini diharapkan dapat menarik konsumen untuk berbelanja, meskipun ada
beban tambahan akibat kenaikan pajak.
Selain faktor eksternal, ekspansi toko menjadi salah satu faktor penting yang dapat
mendongkrak pertumbuhan ritel. Beberapa pelaku usaha, seperti Sarina, yang baru selesai
melakukan transformasi bisnis, berencana untuk memperluas jaringan toko mereka. Sarina
akan memperluas jangkauan toko mereka ke lokasi strategis seperti bandara dan destinasi
pariwisata.
Namun, ekspansi ini tidak akan lepas dari tantangan internal, terutama terkait dengan
biaya operasional yang semakin meningkat. Komponen biaya seperti upah pekerja, biaya
sewa dan harga barang yang terus bergerak mengikuti inflasi, dapat menggerus margin
keuntungan. Ditambah lagi, jika PPN diterapkan, biaya operasional bisa meningkat tajam.
HIPPINDO juga menyoroti tantangan terkait pasokan barang, terutama bagi produk-produk
global. Beberapa merek internasional mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan
karena kendala regulasi impor dan kuota yang terbatas. Sektor ritel lokal juga tidak
terlepas dari tantangan yang sama. Meskipun produk lokal, terutama dari UMKM dan
produk etnik dimana mereka juga harus berhadapan dengan persaingan ketat dan
masalah dalam manajemen inventaris.
Halaman 16
Page 22
Secara umum, di tahun-tahun normal, sektor ritel Indonesia dapat tumbuh sekitar 5%-10%.
Namun dengan banyaknya tantangan yang dihadapi, seperti kenaikan PPN, biaya
operasional yang meningkat dan kesulitan dalam pasokan barang, proyeksi pertumbuhan
sektor ritel Indonesia di tahun 2025 diperkirakan akan berada di bawah angka tersebut.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan bisnis industri ritel
Indonesia dapat mencapai 5% pada tahun 2025. Kemendag menyampaikan, pemerintah
akan mendorong agar pertumbuhan bisnis ritel nasional lebih berkualitas di tahun 2025
[sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20241110/12/1814722/kemendag-targetkan-
pertumbuhan-ritel-nasional-capai-5-di-2025, 10 November 2024].
Sektor ritel diperkirakan memiliki peluang untuk tumbuh di tengah penyusutan daya beli
kelas menengah. Peluang tersebut dapat ditangkap lewat fokus hilirisasi industri yang
sedang didorong oleh pemerintah. Menurut riset Nielsen, periode 2000-2012, ritel dapat
tumbuh dengan rata-rata 14% dan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6%. Padahal,
proporsi kelas menengah kala itu hanya 25% dan 75% merupakan kelas bawah.
Hilirisasi menjadi salah satu peluang untuk pelaku usaha ritel dengan hadirnya investasi
baru yang membuka kesempatan pertumbuhan di berbagai sektor. Hilirisasi dapat menjadi
peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan pemulihan daya beli apabila nilai tambah dan
manfaat dari program tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya kalangan
pemilik usaha. Hal utama yang harus dilakukan yakni fokus mendatangkan investasi.
Industri retail sedang mengalami transformasi pesat yang didorong oleh perubahan
ekspektasi konsumen dan realitas ekonomi baru. Memasuki tahun 2025, pelaku retail perlu
beradaptasi dengan perubahan dinamika. Perubahan sudah di depan mata, mulai dari
melambatnya pertumbuhan toko diskon, maraknya restoran bertenaga teknologi, hingga
permintaan yang semakin tinggi akan kemudahan. Pelaku retail yang mau memikirkan
kembali strateginya mungkin akan menjadi yang berkembang pesat [sumber:
https://www.blj.co.id/index.php/2025/01/09/retail-outlook-2025-tujuh-tren-penting-yang-
akan-membentuk-dunia-retail-indonesia-dan-dunia/, 9 Januari 2025].
Pembeli masa kini mencari lebih dari sekadar harga menarik, mereka menginginkan
pengalaman yang menyenangkan, kualitas dan inovasi. Dari retailer yang mengutamakan
nilai seperti Ikea yang menawarkan produk premium dengan harga terjangkau, hingga
merek seperti Levi’s yang menggunakan kampanye nostalgia untuk menarik kembali. Pada
saat yang sama, brand lama seperti Gap sedang ‘comeback’ dan retailer seperti Sephora
yang menyesuaikan diri dengan format toko yang lebih kecil dengan harapan mereka
dapat mengikuti perkembangan zaman.
Perubahan perilaku konsumen telah merombak lanskap industri ritel di Indonesia. Pandemi
Covid-19 telah mendorong masyarakat untuk beralih ke platform e-commerce, sementara
belanja melalui perangkat mobile semakin digemari. Konsumen kini menginginkan
pengalaman belanja yang lebih personal dan terukur, sehingga mendorong para retailer
untuk mengadopsi teknologi data analytics. Tren omnichannel yang mengintegrasikan toko
fisik dan online menjadi semakin populer, memungkinkan konsumen berbelanja kapan saja
dan di mana saja. Selain itu, minat terhadap produk private label yang lebih terjangkau
namun berkualitas, layanan pengiriman cepat (hyperlocal) dan praktik bisnis yang
berkelanjutan juga semakin meningkat.
Halaman 17
Page 23
Pertumbuhan penjualan ritel di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan tren yang positif,
meskipun menghadapi beberapa tantangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi, salah
satunya adalah pemulihan ekonomi pasca pandemi. Seperti terlihat pada tabel Indeks
Penjualan Riil yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, bagaimana pada tahun 2021 yang
semula indeks ada pada kisaran 170 – 180, maka pada akhir 2024, indeks mencapai 210 –
211.
Sumber: Bank Indonesia
Menurut laporan survei penjualan eceran yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada
Oktober 2024, penjualan eceran diprediksi menurun pada Januari dan April 2025.
Responden memprakirakan penjualan eceran pada Januari dan April 2025 (3 dan 6 bulan
yang akan datang) menurun. Indeks Ekspektası Penjualan (IEP) Januari dan April 2025
masing-masing sebesar 144,7 dan 146,5 atau lebih rendah daripada periode sebelumnya
yang tercatat masing-masing sebesar 163,9 dan 156,5 Penurunan IEP Januari 2025
disebabkan oleh normalisasi permintaan masyarakat pasca-Nataru (natal dan tahun baru),
sementara penurunan April 2025 disebabkan oleh normalisasi pasca-Idulfitri.
Sumber: Bank Indonesia
Halaman 18
Page 24
Retail di Indonesia memiliki peluang besar untuk tetap relevan dan berkembang di tengah
perubahan. Tahun 2025 akan menjadi titik tolak penting, di mana retailer yang mampu
menggabungkan inovasi global dengan sentuhan lokal akan unggul dalam memenangkan
hati konsumen Indonesia. Fokus pada keberlanjutan, teknologi dan pengalaman konsumen
akan menjadi kunci membangun fondasi ritel yang sukses di masa depan.
Penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), analitik data dan otomatisasi akan
mendorong efisiensi operasional serta personalisasi dalam industri retail. Penggunaan big
data akan memainkan peran penting dalam memahami preferensi konsumen dan
menciptakan pengalaman belanja yang relevan. Sebagai contoh, retailer dapat
memanfaatkan analitik data untuk memprediksi tren pasar dan mengelola inventori secara
lebih efektif.
Pertumbuhan e-commerce tetap menjadi motor utama perubahan di sektor retail. Namun,
penerapan strategi omnichannel akan menjadi pilar penting dalam mengintegrasikan
pengalaman belanja online dan offline. Toko fisik tidak lagi sekadar menjadi tempat
belanja, tetapi lebih difungsikan sebagai ruang pengalaman dan interaksi merek. Integrasi
layanan digital di toko fisik akan membantu menciptakan pengalaman belanja yang lebih
nyaman dan terhubung.
Kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan terus meningkat. Retailer perlu mengadopsi
praktik bisnis berkelanjutan, seperti penggunaan bahan ramah lingkungan, pengurangan
limbah dan dukungan terhadap produk lokal. Selain memperkuat citra merek, inisiatif ini
juga memberikan nilai tambah untuk menarik generasi milenial dan Gen Z, yang semakin
peduli terhadap dampak sosial dan lingkungan.
Untuk menarik perhatian konsumen yang semakin cerdas dan terhubung, retailer harus
menyediakan pengalaman belanja yang imersif. Implementasi teknologi seperti Virtual
Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) dapat memberikan pengalaman belanja yang
unik dan personal. Selain itu, penggunaan storytelling yang kuat dalam branding akan
membangun hubungan emosional yang lebih dalam dengan konsumen.
UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, dan kolaborasi antara retailer besar
dengan UMKM dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Memberikan
platform bagi produk-produk lokal tidak hanya meningkatkan diversitas produk tetapi juga
memberdayakan usaha kecil. Langkah ini sejalan dengan tren konsumen yang menghargai
produk lokal dan otentik.
Selain pasar metropolitan seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung, retailer harus mulai
memanfaatkan potensi pertumbuhan di wilayah-wilayah daerah urbanisasi dan
peningkatan daya beli di kota-kota kecil serta area semi-perkotaan menghadirkan peluang
besar untuk ekspansi. Dengan pendekatan yang sesuai budaya dan kebutuhan lokal,
retailer dapat menjangkau segmen pasar baru yang sebelumnya kurang tergarap.
Dengan menyesuaikan strategi berdasarkan pilar-pilar tersebut, masa depan retail di
Indonesia akan terus bertransformasi menjadi lebih dinamis, inklusif, dan berkelanjutan.
Transformasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi industri retail, tetapi juga
memberikan dampak positif bagi ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan.
Halaman 19
Page 25
Industri Ponsel Pintar (Smartphone) di Indonesia
Pasar smartphone Indonesia tengah bergairah. Lembaga riset pasar International Data
Corporation (IDC) melaporkan pertumbuhan pesat pasar ponsel di Indonesia pada tahun
2024. Menurut IDC, pasar ponsel pintar di Indonesia tercatat tumbuh 15,5% pada tahun
2024, dibandingkan tahun 2023. Kenaikkan volume pengiriman (shipment) smartphone
mencapai hampir 40 juta unit sepanjang tahun 2024 [sumber:
https://tekno.kompas.com/read/2025/02/20/11040017/pasar-smartphone-indonesia-
tumbuh-pesat-pada-2024, 20 Februari 2025].
Menurut IDC, pertumbuhan terutama didorong oleh smartphone kelas ultra low-end
dengan harga kurang dari USD 100 atau di bawah Rp 1,6 juta. Pertumbuhan di segmen
smartphone low-end ini dipimpin oleh Transsion, induk vendor Infinix, iTel dan Tecno. IDC
juga mencatat, pengiriman smartphone di segmen mid-range mengalami pertumbuhan
yang kuat sebesar 24,9% YoY, dengan Oppo memimpin segmen tersebut.
IDC menggolongkan segmen smartphone mid-range di kisaran harga USD 200 dan di
bawah USD 600 atau kira-kira Rp 3,2 juta hingga Rp 9,8 juta. Sementara untuk
smartphone dengan harga lebih tinggi (di atas USD 600 atau sekitar Rp 9,8 juta)
mengalami penurunan signifikan sebesar 9,2% YoY. Menurut IDC, penurunan shipment
smartphone harga di atas Rp 9,8 jutaan ini sebagian besar disebabkan oleh pelarangan
iPhone 16 di Indonesia yang berlangsung mulai kuartal IV/2024.
Berikut daftar 5 besar vendor HP di Indonesia pada 2024:
Vendor
Pangsa Pasar Pangsa Pasar Pertumbuhan
Smartphone
2024 (%) 2023 (%) Tahunan (%)
di Indonesia
Transsion 18,3 13,1 61,7
Oppo 17,8 19,1 7,6
Samsung 17,2 20,0 -0,6
Xiomi 16,5 14,8 28,4
Vivo 15,3 16,2 9,2
Lainnya 14,8 16,7 2,3
Total 100,0 100,0 15,5
Sumber: laporan IDC versi 10 Februari 2025
IDC juga melaporkan adanya pertumbuhan pangsa pasar smartphone 5G yang signifikan
di Indonesia. Peningkatannya mencapai 8,7%. Data ini menunjukkan bahwa adopsi
smartphone 5G di Indonesia semakin meningkat, dengan pangsa pasar naik dari 17,1%
pada tahun 2023 menjadi 25,8% pada tahun 2024.
Peningkatan pangsa pasar smartphone 5G ini didorong oleh peluncuran model baru dan
penawaran 5G yang semakin terjangkau pada tahun 2024. Pangsa pasar 5G masih
dipimpin oleh Samsung, dengan Oppo memperkecil selisihnya menjelang akhir tahun
2024. Adapun harga jual rata-rata smartphone 5G turun 20,4% YoY, mencapai USD 441
pada tahun 2024. Penurunan harga smartphone 5G ini menunjukkan bahwa smartphone
5G kini lebih terjangkau dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan firma riset pasar Counterpoint, Apple dengan Iphone-nya menjadi raja
smartphone di Indonesia dengan pangsa pasar terbesar untuk kuartal/2025. Apple berhasil
Halaman 20
Page 26
meraih pangsa pasar sebesar 19% pada periode Januari hingga Maret. Setelahnya
ditempati oleh grup Transsion dengan 17% pangsa pasar. Penjualan iPhone di negara-
negara kunci Apple seperti AS, Eropa dan Tiongkok menunjukkan stagnasi atau
penurunan. Akan tetapi, Apple mencatat pertumbuhan double digit di Jepang, India, Timur
Tengah, Afrika dan Asia Tenggara. Alhasil, Apple berhasil tumbuh 4% YoY secara global
[sumber: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250609192235-37-639511/merek-hp-
paling-laris-2025-bukan-samsung, 9 Juni 2025].
Dominasi Apple menggeser Samsung dari posisi pertama pada kuartal I/2024 menjadi
urutan ke-2 di kuartal I/2025 dengan pangsa pasar 18%. Penjualan smartphone Samsung
lesu di awal tahun akibat keterlambatan peluncuran seri Galaxy S25. Kendati demikian,
Samsung menunjukkan pertumbuhan double digit pada Maret 2025 karena peluncuran seri
Galaxy S25 dan seri mid-range Galaxy A. Penjualan varian Ultra yang paling premium di
Galaxy S25 juga menunjukkan peningkatan.
Di posisi ketiga ada Xiaomi yang berhasil meraih perolehan yang sama, yakni 14% pangsa
pasar Global. Sementara di posisi keempat ada Vivo yang memperoleh pangsa pasar
sebesar 8%. Dan di posisi lima ada Oppo dengan perolehan pangsa pasar yang sama
dengan Vivo, yakni 8%.
Di luar jajaran 'Top 5', Honor, Huawei dan Motorola merupakan beberapa merek yang
tumbuh pesat dan menciptakan kompetisi yang kian sengit di pasar global. Huawei
merupakan vendor terbesar di Tiongkok pada kuartal I/2025. Sementara Honor dan
Motorola menunjukkan pertumbuhan tinggi di beberapa negara.
Saat ini industri kembali menunjukkan pertumbuhan yang konstan. Kendati demikian,
ketidakpastian ekonomi yang disebabkan perang tarif Trump dapat memicu masyarakat
menunda pembelian ponsel sepanjang tahun 2025. Perkembangan teknologi baru seperti
GenAI dan HP lipat diprediksi akan terus berlanjut. Namun, vendor harus berhati-hati
mengawasi permintaan pasar di masa depan.
Peralatan Olahraga di Indonesia
Peralatan olahraga mencakup berbagai produk yang dirancang untuk aktivitas fisik dan
olahraga, melayani atlet profesional dan amatir. Pasarnya sangat beragam dan mencakup
berbagai kategori produk seperti perlengkapan olahraga musim dingin, perlengkapan
olahraga air, perlengkapan olahraga raket, perlengkapan memancing, perlengkapan
olahraga tim, perlengkapan golf, perlengkapan outdoor. Kemajuan teknologi, perubahan
preferensi konsumen dan meningkatnya fokus pada kebugaran dan kesehatan adalah
beberapa faktor yang mendorong pasar peralatan olahraga [sumber:
https://www.statista.com/outlook/cmo/toys-hobby/sports-equipment/indonesia].
Pasar peralatan olahraga dapat dibagi menjadi beberapa kategori produk yaitu:
• Peralatan olahraga musim dingin: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan
untuk olahraga dan aktivitas yang berlangsung dalam kondisi bersalju atau dingin,
seperti ski, seluncur salju dan seluncur es. Contoh: ski, papan seluncur salju, sepatu
bot, tongkat dan sepatu seluncur es.
Halaman 21
Page 27
• Peralatan olahraga air: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk olahraga
dan aktivitas yang dilakukan di air, seperti berenang, selancar dan paddleboarding.
Contoh: pakaian renang, papan selancar, papan dayung dan ski air.
• Peralatan olahraga raket: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk
olahraga yang melibatkan memukul bola atau shuttlecock dengan raket atau dayung,
seperti tenis, bulu tangkis dan squash. Contoh: raket, bola, shuttlecock dan jaring.
• Peralatan memancing: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk
memancing, termasuk joran, gulungan, kail, tali pancing dan umpan. Katagori ini juga
mencakup pakaian dan aksesoris yang dirancang untuk memancing, seperti
penyeberang dan topi.
• Peralatan olahraga tim: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk
olahraga tim seperti sepak bola, bola basket dan baseball. Contoh: termasuk bola,
gawang, jaring, pemukul dan alat pelindung.
• Peralatan golf: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk golf, seperti
tongkat, bola, tas dan carts.
• Peralatan latihan: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk berolahraga
dan kebugaran, seperti treadmill, ellipticals, sepeda stasioner dan mesin angkat beban.
• Peralatan outdoor: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk aktivitas dan
petualangan di luar ruangan, seperti berkemah, hiking dan panjat tebing. Contoh: tenda,
kantong tidur, ransel dan perlengkapan pendakian.
Pasar terdiri dari pendapatan dan pendapatan rata-rata per kapita. Angka dihasilkan
melalui saluran penjualan online, offline dan termasuk pengeluaran konsumen (B2C).
Pemain kunci di pasar ini antara lain seperti Nike, Adidas, Under Armour, Puma dan
Decathlon. Perusahaan-perusahaan ini adalah pemimpin di segmennya masing-masing
dan dikenal dengan produk inovatif, reputasi merek dan jaringan distribusi yang luas.
Pasar peralatan olahraga menampilkan beragam produsen dan pemasok, mulai dari merek
terkenal seperti Wilson, Rawlings, Easton dan Spalding hingga perusahaan khusus yang
melayani kebutuhan olahraga dan atletik tertentu. Setiap segmen industri melayani basis
pelanggan yang berbeda, mulai dari atlet profesional hingga penggemar kebugaran dan
peserta olahraga rekreasi.
Di masa mendatang, pasar peralatan olahraga siap untuk ekspansi lebih lanjut, didorong
oleh beberapa tren yang muncul. Meningkatnya fokus pada kesehatan dan kebugaran
menginspirasi individu untuk terlibat dalam berbagai aktivitas olahraga dan kebugaran,
yang mengakibatkan tingginya permintaan akan mesin olahraga, peralatan olahraga dan
peralatan pelatihan yang canggih. Tren ini dilengkapi dengan semakin populernya gym di
rumah dan pusat kebugaran, mendorong konsumen untuk berinvestasi pada peralatan
olahraga berkualitas untuk penggunaan pribadi mereka. Selain itu, inovasi dalam peralatan
olahraga dalam ruangan mendapatkan momentumnya, karena individu mencari peluang
untuk melakukan olahraga rekreasi dan aktivitas kebugaran di dalam ruangan. Ini termasuk
produk seperti sepeda olahraga dalam ruangan, meja tenis meja dan ring basket portabel.
Mengingat tren yang muncul ini, pasar peralatan olahraga diperkirakan akan terus
berkembang di tahun-tahun mendatang.
Halaman 22
Page 28
Di Indonesia, pasar peralatan olahraga diperkirakan mencatat pendapatan sebesar USD
5,90 miliar pada tahun 2025 dan akan mengalami tingkat pertumbuhan tahunan sebesar
5,54% (CAGR 2025-2029). Kelas menengah Indonesia yang terus berkembang
mendorong meningkatnya permintaan akan peralatan olahraga berkualitas tinggi, sehingga
menciptakan peluang bagi merek lokal dan internasional.
Berikut merupakan pendapatan pasar peralatan olahraga di Indonesia:
Berikut merupakan rata-rata pendapatan per kapita di Indonesia:
Meningkatnya populasi kelas menengah yang berkembang secara kolektif akan
mendorong penjualan pakaian olahraga terutama alas kaki, pakaian jadi dan aksesoris di
Indonesia. Ritel internet semakin menonjol dalam hal saluran distribusi pakaian olahraga di
Indonesia karena meningkatnya penetrasi smartphone dan internet di Indonesia. Industri
ini didorong oleh tren mode seperti gaya jalanan dan athleisure dan dipandang sebagai
perlengkapan permanen yang mencakup setiap kelompok dan gender di antara orang
Indonesia [sumber: https://medium.com/@janvi.kenresearch/pasar-pakaian-olahraga-
indonesia-diperkirakan-akan-mencapai-sekitar-rp18-4-triliun-dalam-hal-e47a0cf4ea4a,
9 Mei 2023].
Halaman 23
Page 29
Faktor lain yang menyebabkan munculnya kelas menengah adalah pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Semakin tinggi belanja konsumen grup telah menyebabkan meningkatnya
permintaan untuk pakaian olahraga dan alas kaki. Tren lain yang telah mendorong
permintaan pakaian olahraga adalah peningkatan basis populasi muda di Indonesia dan
tren yang terkait dengannya.
Bagi masyarakat Indonesia, olahraga tidak lagi hanya latihan fisik. Hal ini telah menjadi
pilihan gaya hidup dan sarana hiburan. Beberapa kegiatan olahraga yang cukup populer
seperti jogging/berlari dan sepak bola/futsal, mendorong permintaan untuk pakaian dan
alas kaki berbasis lari dan sepak bola. Selain itu, industri pakaian olahraga Indonesia
mengalami tren seperti athleisure yang merupakan kombinasi antara fashion dan
fungsionalitas.
Pakaian dan alas kaki pakaian olahraga di Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada
CAGR sebesar 22,4% melalui ritel berbasis internet selama tahun 2019–2023. Ritel
internet telah sangat populer di kalangan pelanggan wanita. Telah diamati bahwa
pelanggan wanita lebih baik mengadaptasi saluran e-commerce daripada pelanggan pria.
Selain itu, saluran ini berkembang pesat karena pengecer berbasis internet mengadakan
penjualan musiman skala besar dan menawarkan diskon setiap hari dengan penjualan
periode terbatas.
Analis di Ken Research percaya bahwa peningkatan jumlah toko ritel, peningkatan
penetrasi media sosial, promosi berbasis kolaborasi dan produksi yang hemat biaya secara
kolektif akan mendorong pendapatan pasar dalam waktu dekat.
Halaman 24
Page 30
Industri Makanan dan Minuman (Mamin) di Indonesia
Industri mamin merupakan salah satu sektor strategis yang selama ini telah memberikan
kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional. Peluang besar dalam pengembangan
industri mamin di dalam negeri karena didukung potensi sumber daya alam yang melimpah
dan permintaan domestik yang terus meningkat.
Industri mamin di Indonesia dinilai cukup menarik bagi investor di tengah ketidakpastian
pasar global. Menurut Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI),
optimistisme sektor ini bisa menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Indonesia
[sumber:https://www.kompasiana.com/dakoram1011/677f777034777c083f7abe52/prospek
-dan-tantangan-industri-pengolahan-pangan, 9 Januari 2025].
Industri mamin menjadi subsektor dengan kontribusi PDB terbesar dan di Indonesia dapat
terus berkembang pesat karena beberapa faktor, di antaranya adalah jumlah penduduk
yang besar dengan kebutuhan yang sangat besar pula, serta daya beli yang tinggi dan
selain itu sudah mulai terbentuk skala usaha yang terlibat dalam ekosistem industri mamin
nasional, ditambah dengan era baru teknologi yang bisa menjadikan tulang punggung
perkembangan ekonomi dan daya saing negara.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pertumbuhan industri mamin sepanjang
tahun 2024. Pertumbuhan ini sejalan dengan perkembangan realisasi investasi yang
dicatatkan sektor mamin. Realisasi investasi sektor mamin mencapai Rp 110,57 triliun
pada tahun 2024, capaian tersebut menandai minat investor terhadap industri mamin
dalam negeri [sumber: https://finance.detik.com/industri/d-7828733/investasi-di-sektor-
makanan-minuman-capai-rp-110-57-t-di-2024, 18 Maret 2025].
Industri mamin menjadi salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam
menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kontribusi sektor ini
pada tahun 2024 sebesar 40,31% terhadap PDB industri nonmigas dan 6,92% terhadap
PDB nasional. Nilai ekspor industri mamin sebesar USD 41,45 miliar dengan nilai impor
USD 17,08 miliar pada tahun 2024. Dengan demikian, sektor industri ini berhasil
melanjutkan tren positif neraca perdagangan. Sektor industri mamin masih melanjutkan
neraca dagang positif di tahun 2024 sebesar USD 24,37 miliar.
Industri mamin di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pasca pandemi
Covid-19, PDB industri mamin mampu tumbuh sebesar 6,04% pada kuartal I/2025
[sumber: https://www.emitennews.com/news/industri-mamin-tumbuh-604-persen-di-
triwulan-i-2025, 19 Juni 2025].
Kinerja gemilang industri mamin juga tercermin dari kontribusinya terhadap PDB industri
pengolahan non-migas sebesar 41,15% pada kuartal I/2025. Selain itu, sektor ini
mencatatkan nilai ekspor hingga USD 11,78 miliar (termasuk minyak kelapa sawit).
Capaian ini memberikan andil sebesar 22,42% dari total nilai ekspor industri pengolahan
nonmigas pada kuartal I/2025.
Di sisi investasi, industri mamin merealisasikan modalnya sebesar Rp 22,63 triliun pada
awal tahun 2025, yang terdiri dari PMA sebesar Rp 9,03 triliun dan PMDN sebesar Rp
13,60 triliun. Hal ini menandakan bahwa para pelaku industri mamin di Indonesia masih
Halaman 25
Page 31
memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menjalankan bisnisnya karena didukung iklim
usaha yang kondusif.
Berikut merupakan pertumbuhan industri mamin terhadap PDB (tahun 2015-2024):
https://id.techinasia.com/data-industri-makanan-minuman-indonesia-panduan-lengkap
Berikut nilai PDB mamin Indonesia (tahun 2015-2024):
Industri Kesehatan di Indonesia
Industri kesehatan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, didorong
oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan
pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Pasca pandemi Covid-19, kebutuhan
terhadap layanan kesehatan mengalami transformasi besar. Masyarakat kini lebih peduli
pada pencegahan penyakit dan akses terhadap layanan kesehatan yang cepat dan efisien.
Hal ini terlihat dari meningkatnya permintaan akan telemedicine, layanan konsultasi online
dan produk-produk kesehatan berbasis teknologi [sumber: https://lngrisk.co.id/melihat-
prospek-cerah-industri-kesehatan-di-tahun-2025/, 4 Desember 2024].
Halaman 26
Page 32
Industri kesehatan memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
dan kesejahteraan sosial. Sektor ini tidak hanya menyediakan layanan medis, tetapi juga
menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi dan memperkuat daya saing nasional.
Pemerintah Indonesia, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) 2020-2025, telah menetapkan target ambisius untuk memperkuat infrastruktur
kesehatan, termasuk peningkatan jumlah rumah sakit, fasilitas kesehatan primer, serta
pengembangan layanan kesehatan digital.
Selain itu, kolaborasi antara sektor publik dan swasta terus didorong untuk menciptakan
ekosistem kesehatan yang lebih inklusif dan efisien. Dengan berbagai inisiatif strategis ini,
industri kesehatan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus
berkembang, sekaligus menjadi salah satu sektor andalan dalam mendorong
pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan.
Industri kesehatan Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan tumbuh pesat, didorong oleh
berbagai faktor strategis. Salah satu pendorong utama adalah transformasi digital dalam
layanan kesehatan, yang semakin mempercepat akses masyarakat terhadap layanan
medis. Penggunaan telemedicine dan aplikasi kesehatan meningkat pesat, memungkinkan
masyarakat mendapatkan konsultasi dokter, diagnosis awal, hingga pengelolaan resep
tanpa harus mengunjungi fasilitas kesehatan secara langsung. Teknologi seperti Artificial
Intelligence (AI) dan big data juga memainkan peran penting dalam diagnosis yang lebih
akurat, analisis data kesehatan populasi, dan pengelolaan data pasien secara efisien. Hal
ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan tetapi juga mempercepat pengambilan
keputusan klinis.
Dari sisi investasi dan infrastruktur, pemerintah Indonesia terus memperluas akses layanan
kesehatan melalui pembangunan rumah sakit baru dan puskesmas, terutama di wilayah-
wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Program ini selaras dengan target RPJMN 2020-
2025 untuk menciptakan sistem kesehatan yang merata di seluruh Indonesia. Selain itu,
kolaborasi antara sektor publik dan swasta semakin digencarkan untuk mendukung
pembiayaan, pengelolaan dan penyediaan teknologi medis yang lebih maju. Investasi
swasta dalam pengembangan rumah sakit premium, klinik spesialis dan laboratorium
kesehatan menjadi peluang besar bagi pelaku industri.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap
gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit. Pasca pandemi, masyarakat semakin
memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, olahraga teratur dan
nutrisi yang seimbang. Hal ini mendorong pertumbuhan permintaan akan layanan
kesehatan preventif, seperti pemeriksaan kesehatan rutin, vaksinasi dan konsultasi gizi.
Permintaan terhadap layanan kesehatan premium juga meningkat, terutama di kalangan
kelas menengah dan atas yang menginginkan perawatan berkualitas tinggi dengan fasilitas
modern.
Secara keseluruhan, kombinasi transformasi digital, peningkatan investasi infrastruktur dan
kesadaran masyarakat akan kesehatan memberikan peluang besar bagi industri kesehatan
untuk berkembang. Dengan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor
swasta serta inovasi teknologi, industri kesehatan Indonesia dapat menghadapi tantangan
global sekaligus memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat di tahun 2025.
Halaman 27
Page 33
Industri farmasi dan alat kesehatan nasional semakin menunjukkan potensinya. Dengan
belanja kesehatan nasional yang mencapai Rp 560–580 triliun per tahun, sektor ini
menawarkan peluang investasi yang sangat menjanjikan. Dukungan regulasi yang semakin
berpihak pada industri dalam negeri serta digitalisasi rantai pasokan semakin membuka
jalan bagi investor untuk turut berkontribusi dalam transformasi kesehatan Indonesia
[sumber: https://investor.id/lifestyle/390177/prospek-cerah-investasi-di-industri-kesehatan-
pasar-triliunan-rupiah-yang-terus-berkembang, 24 Februari 2025].
Pemerintah menargetkan pertumbuhan Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) sebesar
6,5% pada tahun 2025, sementara industri alat kesehatan diproyeksikan meningkat 8%.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan obat-obatan, peralatan medis,
serta infrastruktur kesehatan yang terus berkembang.
Saat ini, Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku farmasi hingga 90%.
Namun, kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mulai mengubah peta industri.
Pemerintah kini mendorong produsen farmasi untuk menggunakan bahan baku lokal guna
mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan daya saing nasional.
Distribusi obat dan alat kesehatan masih menjadi tantangan utama di Indonesia, terutama
karena kondisi geografis yang kompleks. Namun, digitalisasi telah membawa perubahan
besar dalam sistem logistik farmasi.
Digitalisasi dalam distribusi dapat menjadi solusi untuk memperluas akses dan menjamin
ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan di sarana pelayanan kesehatan, seperti
rumah sakit, puskesmas, klinik dan apotek serta masyarakat umum.
Dengan pertumbuhan yang stabil dan permintaan yang terus meningkat, sektor farmasi
dan alat kesehatan menjadi ladang investasi yang menjanjikan. Para investor dapat masuk
ke berbagai aspek industri ini, mulai dari produksi bahan baku, manufaktur alat kesehatan,
hingga digitalisasi distribusi.
Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pasar alat kesehatan Indonesia
memiliki potensi mencapai USD 2,2 miliar per tahun. Ditambah dengan belanja kesehatan
nasional yang terus meningkat, industri ini diprediksi akan terus berkembang dalam
beberapa dekade ke depan.
Sementara itu, regulasi farmasi di Indonesia terus berkembang. Salah satu kebijakan
strategis yang akan berdampak besar adalah kewajiban sertifikasi halal pada tahun 2026.
Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi produk farmasi, tetapi juga untuk seluruh rantai
distribusi, termasuk jasa maklon, logistik dan retailer.
Kebijakan ini akan meningkatkan daya saing industri farmasi Indonesia dan alat kesehatan
Indonesia untuk pasar dalam dan luar negeri. Daya saing yang juga perlu ditopang dengan
penguatan jaringan distribusi produk kesehatan ke seluruh wilayah di Indonesia.
Halaman 28
Page 34
Sebagai negara kepulauan dengan beragam kondisi geografis, tiap daerah memiliki
tantangan tersendiri dalam ketersediaan infrastruktur yang menunjang kualitas
pendistribusian produk kesehatan hingga sampai ke tangan konsumen.
Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia yang dirilis Kemenkes RI pada tahun 2024,
terdapat 3.155 unit rumah sakit di Indonesia yang terdiri dari 2.636 unit rumah sakit umum
dan 519 unit rumah sakit khusus. Di sisi lain, tercatat ada 10.180 puskesmas, 14.564 klinik
pratama dan 2.697 klinik utama, serta 47.078 sarana distribusi kefarmasian dan alat
kesehatan, serta 394.263 Posyandu aktif di Indonesia pada tahun 2023.
Bagi investor yang mencari sektor berkelanjutan dengan dampak besar bagi masyarakat,
inilah saat yang tepat untuk masuk ke industri kesehatan. Dengan strategi yang tepat,
investasi di sektor ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga
berkontribusi pada masa depan kesehatan nasional.
E-commerce di Indonesia
Berdasarkan laporan GlobalData, pasar e-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai
USD 46,6 miliar (Rp 785,5 triliun) pada tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh
peningkatan akses internet dan penggunaan smartphone, kelas menengah yang
berkembang serta adopsi dompet digital. GlobalData memperkirakan pasar e-commerce
dalam negeri bakal mencapai USD 73,2 miliar (Rp 1.234,4 triliun) pada tahun 2029.
Nilainya tumbuh dengan CAGR sebesar 12% sejak tahun 2025, menunjukkan ekspansi
masa depan yang kuat [sumber: https://id.techinasia.com/berita/pertumbuhan-e-
commerce-indonesia-cetak-rekor-baru-2025, 18 April 2025].
Sejak tahun 2020-2024, pasar e-commerce Indonesia berkembang dari USD 18,2 miliar
(Rp 306,9 triliun) menjadi USD 40,8 miliar (Rp 688 triliun). Sepanjang periode tersebut,
tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) dari pasar e-commerce sebesar 22,3%.
Pembayaran digital masih mendominasi, dengan kontribusi 49,3% terhadap transaksi e-
commerce pada tahun 2024. Transfer bank mencakup 30,2% dari transaksi, sementara
pembayaran kartu hanya 7,5%.
Berdasarkan laporan Cashing in on the Digital Boom Maret 2025 dari Mandiri Institute, nilai
transaksi e-commerce di Indonesia kembali menguat pada tahun 2024, setelah
sebelumnya sempat melemah pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan semakin tingginya
minat penggunaan e-commerce di Indonesia. Bisnis e-commerce menjadi lahan
menjanjikan, meski setiap pengusaha harus bisa menonjol dengan keunikannya masing-
masing, entah itu berasal dari produk jualannya maupun langkah marketing yang
dilakukan. Kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, hingga ragam promo menarik yang
ditawarkan menjadikan e-commerce pilihan utama dalam memenuhi keinginan Masyarakat
[sumber: https://goodstats.id/article/nilai-transaksi-e-commerce-indonesia-capai-rp487-
triliun-pada-2024-Vqv7l, 29 Maret 2025].
Halaman 29
Page 35
Sementara itu, proyeksi Cube Asia menunjukkan bahwa nilai penjualan e-commerce di
Indonesia jadi yang terbesar di antara negara Asia Tenggara lain pada tahun 2024.
Indonesia membukukan nilai total penjualan neto (net merchandise value) sebesar USD 64
miliar atau setara dengan 42,6% dari total nilai penjualan di ASEAN. Net merchandise
value merupakan nilai barang dagangan yang terjual melalui e-commerce, tidak termasuk
pembelian yang dibatalkan. Thailand berada di peringkat kedua dengan nilai penjualan
sebesar USD 24 miliar, disusul Filipina dan Vietnam yang sama-sama mencatatkan
USD 19 miliar sepanjang tahun 2024.
Tingginya nilai transaksi e-commerce di Indonesia menjadikannya peluang bisnis yang
menjanjikan, apalagi di era di mana setiap orang mendambakan efektivitas dan waktu
menjadi hal yang berharga. Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Perdagangan
(PDSI Kemendag) turut mencatat bahwa jumlah pengguna e-commerce telah bertambah
69% selama 5 tahun terakhir, dari 38 juta pengguna pada tahun 2020 menjadi 65 juta pada
tahun 2024. Jumlah ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 99 juta
pengguna pada tahun 2029.
Dalam laporan e-Conomy SEA 2024 yang dirilis oleh Google, Temasek dan Bain &
Company, Gross Merchandise Value (GMV) dari ekonomi digital Indonesia diproyeksikan
tumbuh sebesar 13% dibandingkan tahun 2023. Angka ini diperkirakan mencapai USD 90
miliar atau setara dengan Rp 1,430 triliun pada tahun 2024. Sektor e-commerce tetap
menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi digital dengan perkiraan peningkatan
GMV sebesar 11% hingga mencapai USD 65 miliar [sumber:
https://www.sirclo.com/press/menelaah-lanskap-e-commerce-indonesia-tren-2024-dan-
proyeksi-2025-versi-sirclo, 30 April 2025].
Halaman 30
Page 36
Sirclo, penyedia solusi omnichannel commerce enabler terkemuka di Indonesia, baru-baru
ini merilis laporan mengenai lanskap e-commerce Indonesia, menyoroti tren yang terjadi
sepanjang tahun 2024 dan proyeksi untuk tahun 2025.
Data Sirclo mencatatkan peningkatan rata-rata jumlah transaksi online sebesar 4,95% dan
jumlah konsumen sebesar 6,8% sepanjang tahun 2024. Hal ini mencerminkan
pertumbuhan e-commerce yang cenderung stabil, terlihat dari kebiasaan konsumen yang
terus memanfaatkan kanal digital untuk berbelanja. Karena itu, guna mendorong
pertumbuhan di tahun 2025, pelaku usaha perlu berfokus pada adaptasi dan inovasi
perkembangan teknologi di kanal-kanal penjualan online, seperti melalui optimalisasi video
commerce serta menghadirkan pengalaman berbelanja yang berbasis omnichannel.
Seiring adanya perubahan gaya hidup masyarakat dan meningkatnya penetrasi internet di
berbagai daerah, pertumbuhan e-commerce di Indonesia diproyeksikan akan terus
meningkat, dengan estimasi penetrasi mencapai 34,89% pada tahun 2029. Tren ini
diharapkan dapat berkontribusi langsung terhadap ambisi pemerintah dalam menargetkan
ekonomi digital mencapai Rp 4.531 triliun pada tahun 2030.
Berdasarkan data internal yang dihimpun Sirclo sepanjang tahun 2024, industri e-
commerce mengalami berbagai dinamika yang mencerminkan perubahan pola belanja
konsumen, antara lain:
1. Tiga kategori produk yang mendominasi transaksi online
Dilansir dari data Sirclo, tiga kategori produk yang mencatatkan pertumbuhan transaksi
online tertinggi pada tahun 2024 dibandingkan 2023 adalah Fast Moving Consumer
Goods (FMCG) dengan pertumbuhan sebesar 90,45%, diikuti oleh beauty and personal
care sebesar 62,07%, serta ibu dan anak sebesar 35,52%. Tren ini mencerminkan
perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengutamakan gaya hidup dan
kebutuhan esensial.
Pertumbuhan pada kategori FMCG menjadi salah satu indikator pergeseran gaya hidup
masyarakat setelah pandemi Covid-19, di mana masyarakat semakin mengandalkan
kanal online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini selaras dengan data
Statista yang menunjukkan bahwa penjualan produk FMCG secara online
diproyeksikan terus meningkat dan diperkirakan akan mencapai USD 27 miliar (sekitar
Rp 432 triliun) pada tahun 2028.
Sementara itu, sektor beauty and personal care juga terus menunjukkan momentum
pertumbuhan yang kuat. Peningkatan ini didorong oleh tingginya kesadaran masyarakat
terhadap perawatan diri melalui tren kecantikan seperti ‘skinnification’, pengaruh beauty
influencer atau affiliator, serta banyaknya produk yang mengakomodasi berbagai
kondisi kulit. Masifnya industri kecantikan dan perawatan diri di Indonesia selama tahun
2024 diprediksi memperoleh pendapatan hingga USD 9,17 miliar (sekitar Rp 142
triliun).
Halaman 31
Page 37
2. Peminat festival ‘Double Day’ meningkat setiap bulannya
Festival ‘Double Day’ terus menjadi salah satu strategi pemasaran e-commerce yang
paling dinantikan oleh konsumen. Menjadi salah satu momentum belanja terbesar dari
tahun ke tahun, data Sirclo mencatatkan bahwa jumlah transaksi saat festival ‘Double
Day’ berlangsung mengalami peningkatan sebesar 71% (YoY) akibat kuatnya perilaku
konsumen dalam memanfaatkan tanggal-tanggal spesial untuk berbelanja secara
online.
Secara spesifik, pertumbuhan positif pada jumlah transaksi selama rangkaian festival
“Double Day” tercatat stabil dari bulan ke bulan pada tahun 2024, yaitu 10.10 (+9,2%),
11.11 (+21,02%), dan 12.12 (+18,68%) dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan
transaksi ini sebagian besar didorong oleh berbagai strategi promosi yang diterapkan
oleh e-commerce dan brands, termasuk diskon, voucher cashback, flash sale dan gratis
ongkir. Hal tersebut memicu konsumen untuk berbelanja selama festival berlangsung.
3. Pergeseran preferensi jam belanja online
Data Sirclo turut mengungkap adanya perubahan dalam preferensi jam belanja online.
Jika pada tahun 2023 mayoritas transaksi online didominasi sekitar pukul 20.00 WIB,
tren tahun 2024 menunjukkan pergeseran puncak waktu belanja, yaitu saat makan
siang pukul 12.00 WIB dan selepas pulang kerja pukul 19.00 WIB.
Perubahan ini mengindikasikan bahwa konsumen kini semakin memanfaatkan waktu
santainya saat istirahat siang dan pulang bekerja untuk melakukan transaksi, baik bagi
kebutuhan harian maupun impulse buying. Tren ini juga didorong oleh beberapa faktor,
seperti kenyamanan dan kepraktisan mobile shopping, ketersediaan promo menarik
dan fleksibilitas waktu yang ditawarkan kanal e-commerce.
4. Transaksi non-tunai mendominasi, konsumen beralih ke digital payment
Meningkatnya adopsi pembayaran digital terus mendorong transformasi perilaku
belanja daring di Indonesia. Berdasarkan data Sirclo sepanjang tahun 2024, sekitar
63% transaksi e-commerce dilakukan menggunakan metode non-tunai, dengan urutan
pertama oleh e-wallet (34%), diikuti transfer bank virtual account (10%), layanan
paylater (8%) dan metode digital lainnya. Sementara itu, Cash on Delivery (COD) masih
digunakan dalam sekitar 37% transaksi, yang menunjukkan bahwa meskipun metode
ini masih menjadi pilihan sebagian konsumen, mayoritas pengguna e-commerce telah
mulai beralih ke opsi pembayaran yang lebih seamless, aman dan terintegrasi secara
digital.
Industri Properti di Singapura
Pasar penyewaan kantor di Singapura terus berkembang seiring dengan berjalannya
waktu hingga tahun 2025. Pasokan yang ketat, permintaan yang kuat dan semakin
tingginya penekanan pada keberlanjutan membentuk lingkungan yang sangat kompetitif
ini. Bisnis harus mengadopsi pendekatan penyewaan strategis agar tetap unggul dalam
mendapatkan lokasi terbaik di tengah meningkatnya biaya dan terbatasnya ketersediaan
Halaman 32
Page 38
[sumber: https://www.savills.com.sg/blog/article/220790/singapore-articles/singapore-
office-leasing-trends--key-insights-for-2025.aspx, 28 Maret 2025].
Pasar penyewaan kantor masih ditandai oleh tingkat kekosongan yang rendah dan sewa
yang stabil. Perusahaan memperpanjang sewa untuk menghindari biaya relokasi yang
tinggi, sementara pemilik tanah memanfaatkan permintaan yang kuat untuk
mempertahankan atau menaikkan sewa.
Pada Q4/2024, sewa kantor CBD kelas A naik 0,6% secara kuartalan, dengan ruang di
Marina Bay rata-rata SGD 12,83 per kaki persegi (“sq.ft.”)/bulan. Pasokan yang terbatas
terus mendorong pertumbuhan sewa. Pada kuartal keempat tahun lalu, sewa di lokasi
premium seperti Raffles Place dan City Hall meningkat menjadi SGD 10,12 dan SGD10,24
per sq.ft./bulan. Tren ini menekankan pentingnya negosiasi sewa awal bagi bisnis yang
mencari ruang kantor premium.
Dinamika pasar juga telah menyoroti meningkatnya nilai sentralitas dan kualitas dalam
ruang kantor. Saat bisnis memprioritaskan lokasi yang selaras dengan citra perusahaan
mereka, pemilik tanah di area premium terus menikmati kekuatan penetapan harga, yang
semakin memperkuat daya tarik ruang kantor Kelas A.
Penambahan pembangunan berkualitas tinggi, seperti IOI Central Boulevard Towers
dengan luas area sewa bersih 1,26 juta sq.ft., menghadirkan peluang bagi penyewa.
Meskipun pasokan baru mungkin memberikan tekanan turun pada sewa, permintaan yang
kuat untuk bangunan modern dan berkelanjutan kemungkinan akan mengurangi hal ini.
Bisnis yang mempertimbangkan relokasi harus mempertimbangkan keuntungan dari
fasilitas yang ditingkatkan terhadap biaya pemasangan dan pemulihan terkait.
Pembangunan bergengsi seperti ini tidak hanya memperkenalkan fasilitas mutakhir tetapi
juga mendefinisikan kembali ekspektasi penyewa. Fitur-fitur seperti teknologi terintegrasi,
sistem hemat energi dan solusi gedung pintar semakin menjadi tolok ukur industri.
Jasa perbankan dan keuangan, teknologi serta perusahaan jasa profesional diperkirakan
akan mendominasi aktivitas sewa kantor di Singapura. Sektor jasa yang berorientasi ke
luar, termasuk informasi dan komunikasi, keuangan dan jasa profesional diproyeksikan
mengalami pertumbuhan pada tahun 2025. Perluasan ekonomi digital Singapura juga
diantisipasi akan semakin cepat, didorong oleh kebijakan Smart Nation 2.0. Permintaan
kantor premium di Singapura diperkirakan akan tetap kuat, didukung oleh pertumbuhan
lapangan kerja yang berkelanjutan di sektor jasa. Pada saat yang sama, sewa diperkirakan
akan tetap stabil [sumber: https://www.nmrk.com/insights/market-report/singapore-office-
market-insights, Maret 2025].
Berikut adalah proyeksi persediaan kantor yang masih dalam proses:
Halaman 33
Page 39
Berikut adalah persediaan kantor CBD pusat, tingkat penyerapan dan kekosongan:
Sewa kantor Kelas A di CBD Singapura mengalami pertumbuhan sekitar 2% pada tahun
2024 dan diperkirakan akan meningkat pada tingkat moderat sekitar 2% pada tahun 2025.
Pertumbuhan ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan ruang kantor baru di CBD,
permintaan berkelanjutan untuk ruang kantor premium dan proyeksi pertumbuhan PDB
yang stabil.
Penyelesaian IOI Central Boulevard Towers menyebabkan peningkatan tingkat
kekosongan ruang kantor kelas A pada kuartal II/2024. Namun, tingkat kekosongan
diharapkan akan menurun ke depannya didorong oleh permintaan yang berkelanjutan.
Berikut adalah sewa dan hunian kantor CBD kelas A:
Halaman 34
Page 40
Pasar properti komersial di Singapura telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam
beberapa tahun terakhir, didorong oleh kombinasi preferensi pelanggan, tren pasar,
keadaan khusus lokal dan faktor makroekonomi yang mendasari [sumber:
https://www.statista.com/outlook/fmo/real-estate/commercial-real-estate/singapore].
Singapura telah muncul sebagai pusat bisnis utama di Asia, yang menarik perusahaan
multinasional dan investor dari seluruh dunia. Akibatnya, terdapat permintaan yang
semakin meningkat untuk properti komersial, khususnya ruang kantor, untuk
mengakomodasi kegiatan bisnis yang berkembang. Preferensi pelanggan di pasar properti
komersial Singapura dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lokasi, infrastruktur, fasilitas dan
aksesibilitas ke pusat transportasi.
Salah satu tren utama di pasar properti komersial di Singapura adalah meningkatnya
permintaan akan ruang kerja yang fleksibel. Dengan munculnya perusahaan rintisan dan
pekerja lepas, ada kebutuhan yang meningkat untuk ruang kantor bersama dan lingkungan
kerja bersama. Tren ini semakin didorong oleh perubahan budaya kerja, di mana
perusahaan dan individu mencari lebih banyak fleksibilitas dan efisiensi biaya dalam
pengaturan kantor. Tren lain di pasar adalah pengembangan properti serba guna.
Pengembang semakin mengintegrasikan ruang hunian, komersial dan ritel ke dalam satu
pengembangan, menciptakan komunitas yang dinamis dan mandiri. Tren ini didorong oleh
keinginan akan kemudahan dan aksesibilitas, karena penduduk dan pekerja dapat dengan
mudah mengakses berbagai fasilitas dan layanan di dalam area yang sama.
Keterbatasan lahan di Singapura dan kebijakan penggunaan lahan yang ketat telah
menyebabkan kelangkaan properti komersial, terutama di lokasi premium. Kelangkaan ini
telah mendorong kenaikan harga properti dan tarif sewa, menjadikannya pasar yang
menguntungkan bagi para investor. Pemerintah juga telah menerapkan langkah-langkah
untuk menarik investasi asing di sektor properti komersial, seperti menawarkan insentif
pajak dan peraturan yang disederhanakan.
Pertumbuhan ekonomi yang kuat dan lingkungan politik yang stabil di Singapura telah
berkontribusi pada perkembangan pasar properti komersial. Lokasi yang strategis,
infrastruktur yang berkembang dengan baik dan kebijakan yang pro-bisnis telah menarik
perusahaan multinasional untuk mendirikan kantor pusat atau kantor regional mereka di
Singapura. Selain itu, upaya pemerintah untuk mempromosikan inovasi dan
Halaman 35
Page 41
kewirausahaan semakin meningkatkan permintaan akan properti komersial, karena
perusahaan rintisan dan perusahaan teknologi mencari lingkungan yang kondusif untuk
mengembangkan bisnis. Sebagai kesimpulan, pasar properti komersial di Singapura
mengalami pertumbuhan karena preferensi pelanggan terhadap lokasi premium, ruang
kerja yang fleksibel, dan properti serba guna. Pasar juga dipengaruhi oleh tren seperti
munculnya ruang kerja bersama dan pengembangan komunitas terpadu. Ketersediaan
lahan yang terbatas di Singapura, insentif pemerintah dan faktor makroekonomi yang
menguntungkan telah berkontribusi pada pertumbuhan pasar.
Proyeksi nilai pasar properti komersial di Singapura diperkirakan akan mencapai USD
504,68 miliar pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya potensi pertumbuhan yang
signifikan pada segmen pasar dalam negeri. Diperkirakan pasar akan terus berkembang
pada tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2025-2029) sebesar 0,12%, yang akan
menghasilkan volume pasar sebesar USD 507,12 miliar pada tahun 2029. Pasar properti
komersial Singapura sedang mengalami lonjakan permintaan karena pertumbuhan
ekonomi negara yang kuat dan lingkungan bisnis yang menguntungkan.
Sewa kantor premium dan kelas A di CBD tetap stabil selama kuatal I/2025 yang mencapai
SGD 11,67 per sq.ft.. Sebagian besar subpasar di segmen ini menunjukkan pertumbuhan
yang sehat dan pertumbuhan untuk segmen ini akan lebih menonjol jika tidak ada
penyesuaian pada kelompok bangunan [sumber: https://www.colliers.com/en-
sg/research/2025-q1-singapore-office-market-report-and-outlook, April 2025].
Terjadi lonjakan kekosongan di segmen tersebut hingga 7,6%, karena penambahan
Keppel South Central yang dilaporkan menuju komitmen 50%. Namun, pasokan kantor di
CBD diperkirakan akan semakin ketat selama dua tahun ke depan dengan pasokan baru
yang terbatas dan karena kelebihan ruang secara bertahap diserap, kekosongan
diperkirakan akan berkurang dan pertumbuhan sewa dapat meningkat.
Lebih jauh, skema CBD incentive (CBDI) dan Strategic Development Incentive (SDI) telah
diperpanjang lagi selama lima tahun untuk mencakup wilayah jalan Cecil dan Anson. Hal
ini dapat menyebabkan pasokan yang lebih ketat karena lebih banyak stok kantor yang
ditarik untuk pembangunan kembali menjadi proyek penggunaan campuran.
Khususnya, penyewa dengan luas kantor yang lebih besar semakin ingin merasionalisasi
luas kantor. Sementara beberapa orang mengurangi ukuran kantor untuk mengurangi
biaya, yang lain memilih untuk pindah ke kantor yang lebih baru dan berkualitas lebih
tinggi, meskipun dengan luas kantor yang lebih kecil. Tren ini menyoroti pergeseran ke
arah efisiensi dan peningkatan kualitas kantor karena organisasi memprioritaskan fasilitas
modern dan fitur keberlanjutan untuk mendukung pengalaman kerja secara keseluruhan
bagi staf.
Selain itu, gedung-gedung yang terletak di dekat titik transportasi telah mengalami aktivitas
penyewaan yang lebih cepat, yang menunjukkan bahwa konektivitas dan aksesibilitas
merupakan faktor utama bagi penghuni yang mencari kemudahan bagi karyawan dan
klien.
Halaman 36
Page 42
Halaman 37
Page 43
Nilai kapital rata-rata dan imbal hasil untuk kantor premium dan kelas A di pusat CBD tetap
tidak berubah yaitu secara kuartalan sebesar SGD 3.050 per sq.ft dan 3,6% masing-
masing untuk kuartal I/2025. Aktivitas selama kuartal tersebut tidak terlalu aktif dengan
hanya lantai strata yang ditransaksikan di Tokio Marine Centre dan 20 Collyer Quay.
Sektor perkantoran memiliki potensi yang signifikan bagi investor untuk menambah nilai
karena kesenjangan yang semakin lebar antara bangunan lama dan ruang modern. Lebih
jauh, dengan kompresi tingkat kapitalisasi yang terbatas, penciptaan nilai juga harus
didorong oleh pertumbuhan sewa, yang menyoroti kebutuhan pemilik dan investor untuk
melaksanakan operasional dengan baik.
Untuk tahun 2025, permintaan kantor kemungkinan akan tetap luas; dengan perusahaan
keuangan nonbank dan perusahaan teknologi terus bertindak sebagai pendorong utama
untuk ruang kantor sambil mendukung pertumbuhan manajemen aset, kantor keluarga dan
perusahaan jasa profesional.
Suntec Area
Suntec City merupakan salah satu pengembangan terintegrasi terbesar dan tersukses di
Singapura. Pengembangan terintegrasi setinggi 45 lantai ini terdiri dari lima menara
perkantoran kelas A, pusat perbelanjaan terbesar kedua di Singapura, serta pusat
konvensi dan pameran kelas dunia yang semuanya saling terhubung oleh plaza-plaza di
tingkat jalan dan jalur bawah tanah [sumber:
https://www.cbre.com.sg/properties/office/details/SG-SMPL-161795/suntec-tower-one-7-
temasek-boulevard-singapore-038987].
Suntec City juga terhubung ke bagian lain CBD dan seluruh Singapura dengan akses
langsung ke tiga stasiun MRT yang melayani empat jalur MRT dan akses mudah ke jalan
tol utama terdekat seperti Nicoll Highway dan East Coast Parkway.
Aset Tetap EPH yang berada di dalam gedung Suntec Tower One merupakan aset
strategis di area Suntec City. Secara keseluruhan terdapat 5 tower. Suntec Tower Three
(3) khususnya menjadi bagian terintegrasi dengan kompleks perkantorannya dan
terhubung langsung dengan Suntec City Mall dan Suntec Singapore Convention &
Exhibition Centre. Dari Suntec Tower ke Suntec City dapat mudah ditempuh dengan
berjalan di dalam kompleks tersebut atau melalui jalur pejalan kaki yang saling terhubung.
Portofolio perkantoran Suntec City mempertahankan tingkat hunian yang tinggi. Menurut
laporan Suntec REIT, tingkat hunian yang telah ditetapkan untuk portofolio perkantoran
Singapura adalah 98,7% pada kuartal I/2025, sedikit menurun dari 99,4% pada periode
yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ruang perkantoran
Suntec City terisi.
Harga sewa di Suntec City Tower berkisar antara SGD 9,60 - 12,00 per sq.ft. /bulan
dengan biaya layanan sekitar 8,3% - 10% dari nilai sewa. Saat ini unit yang tersedia
berkisar antara 517 – 15.306 sq.ft.
Berikut merupakan data harga sewa kantor di Suntec Area per Februari 2025 (per
sq.ft./bulan termasuk biaya layanan):
Halaman 38
Page 44
Sumber: www.corporatelocations.com.sg
8.1.3 Analisis Operasional dan Prospek Usaha
Didirikan pada tahun 1996, Perseroan telah tumbuh sebagai perusahaan importir,
distribusi, perdagangan ritel peralatan telekomunikasi selular terbesar yang terintegrasi,
Saat ini Perseroan menjalankan kegiatan usaha importir, distribusi dan perdagangan ritel
perangkat telekomunikasi selular seperti telepon selular dan tablet, subscriber identity
module card (SIM Card), voucher isi ulang operator jaringan selular, aksesoris, perangkat
Internet of Things (IoT), penjualan voucher Google Play, serta menawarkan layanan
produk Value Added Services, seperti layanan perlindungan ponsel melalui produk
TecProtec dan juga layanan pembiayaan ponsel yang bekerjasama dengan perusahaan
multifinance terkemuka di Indonesia.
Hingga akhir 2024, Erajaya Group telah membangun kemitraan strategis dengan berbagai
merek ternama, meliputi Apple, Asus, DJI, Garmin, Google, GoPro, Huawei, Infinix, Nokia,
Oppo, Realme, Samsung, Vivo, Xiaomi, dan lain-lain. Erajaya Group juga menjalin kerja
sama dengan operator jaringan selular terkemuka di Indonesia untuk mendistribusikan
produk. Saat ini, Perseroan memiliki 77 pusat distribusi, 54.000 reseller pihak ketiga dan
2.194 outlet ritel.
Selain memperkuat strategi kemitraan, Perseroan juga menerapkan strategi bisnis yang
berfokus pada pelanggan (customer-centric) dengan secara aktif melebarkan lini bisnisnya
melalui bisnis vertikal: Erajaya Digital yang berfokus terhadap produk 3C (Communication,
Computers, dan Consumer Electronics); Erajaya Beauty and Wellness yang berfokus
terhadap produk dan layanan kesehatan dan kecantikan; Erajaya Active Lifestyle, yang
berfokus pada produk dan aksesoris yang berhubungan dengan gaya hidup melalui
beragam produk seperti IoT, aksesoris, sport fashion apparel dan lainnya; dan Erajaya
Halaman 39
Page 45
Food and Nourishment, yang berfokus terhadap produk di bisnis Food, Beverages dan
Supermarket.
Erajaya Digital berfokus pada produk consumer electronic, handset, laptop, komputer,
bisnis operator dan voucher, serta produk relevan lainnya dengan beragam konsep toko
dari multibrand seperti Erafone, Erablue maupun monobrand seperti iBox, Samsung, Mi-
store dan lainnya dengan beberapa merek principal.
Erajaya Beauty and Wellness berfokus pada produk kesehatan, serta produk-produk
farmasi dengan bisnis ritel yang didukung Wellings dan bisnis distribusi peralatan medis
yang bekerja sama dengan beragam merek.
Erajaya Active Lifestyle berfokus pada produk gaya hidup seperti sport fashion apparel
untuk olahraga lari, tenis, golf, dan aktivitas luar ruang seperti hiking/lintas alam, yang
memadukan fungsi dan estetika dalam produk sportswear dan sneakers, menjadikan
kegiatan olahraga sebagai bagian dari fashion statement sehari-hari (tren athleisure)
melalui multibrand seperti Urban Republic, JD Sports, MST Golf, Urban Adventure maupun
monobrand seperti Asics, DJI, Garmin, 6IXTY8IGHT, dan merek lainnya serta smart EV.
Erajaya Food and Nourishment berfokus pada bisnis makanan dan minuman dengan
beragam konsep toko seperti jaringan restoran, kafe dan bakery, serta grocery store
termasuk restoran Sushi Tei, Paris Baguette dan Grand Lucky.
Perseroan juga memiliki sejumlah layanan inovatif untuk menghadirkan customer
experience terbaik seperti Mobile Selling dan EraXpress yang merupakan layanan home
delivery service langsung dari toko terdekat sehingga konsumen bisa menerima produk
pesanannya dengan cepat.
Perseroan juga memiliki layanan omnichannel yang menggabungkan pengalaman
berbelanja offline dan online secara seamless untuk pengalaman berbelanja yang lebih
baik, seperti layanan “Click N’ Pickup” di mana pelanggan menyelesaikan transaksinya
secara online dan bisa memilih gerai ritel yang dituju untuk pengambilan produk secara
langsung.
Visi Perseroan adalah menjadi pilihan utama bagi solusi distribusi ritel di ranah gaya hidup
modern yang cerdas, menciptakan nilai abadi bagi semua pemangku kepentingan
Perseroan. Misi Perseroan adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dengan
memberikan pengalaman pelanggan yang lancar dan terintegrasi, serta dapat diandalkan,
menawarkan beragam produk dan layanan berkualitas tinggi dengan memanfaatkan
jaringan ritel dan distribusi Perseroan yang luas. Pendekatan ini dirancang untuk
mendorong pertumbuhan jangka panjang, membangun hubungan yang kuat, serta
menciptakan nilai yang bermakna bagi pelanggan, karyawan, mitra usaha, pemasok dan
pemegang saham.
8.1.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan melakukan transaksi afiliasi sehubungan dengan penjualan saham EPH oleh
EJH kepada FPH.
Halaman 40
Page 46
Keputusan Perseroan untuk menjual kepemilikan saham EPH didasari oleh fakta bahwa
entitas anak Perseroan yang sebelumnya menyewa di Suntec kini telah memiliki kantor
operasional masing-masing. Saat ini, pihak penyewa hanya berasal dari Grand Fortune
Group Holdings Limited, yang merupakan entitas induk dari FPH, sehingga Perseroan
memutuskan untuk menjual kepemilikan tersebut kepada FPH.
Dengan terlaksananya Rencana Transaksi, Perseroan dapat lebih fokus pada bisnis inti
yang lebih strategis. Selain itu, Perseroan dapat mengurangi kepemilikan di entitas yang
kurang menguntungkan atau tidak sesuai dengan rencana jangka panjang Perseroan.
Dana yang diperoleh dari penjualan saham EPH akan digunakan untuk pembayaran utang
jangka pendek yang akan menghemat bunga secara konsolidasian.
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan
Perseroan menjadi perusahaan yang lebih baik dan memiliki potensi pengembangan
usaha di masa mendatang.
8.1.5 Analisis Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi
Berikut adalah keuntungan Rencana Transaksi:
1. Perseroan akan mencatatkan keuntungan atas penjualan saham EPH secara
konsolidasian;
2. Dana yang diperoleh dari penjualan saham EPH akan digunakan untuk pembayaran
utang jangka pendek yang akan menghemat bunga secara konsolidasian.
Berikut adalah kerugian Rencana Transaksi:
1. Biaya pelaksanaan terkait Rencana Transaksi yang harus dikeluarkan Perseroan.
8.1.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Analisis dampak leverage pada keuangan Perseroan dilakukan dengan menggunakan
rasio solvabilitas yaitu liabilitas terhadap aset dan liabilitas terhadap ekuitas Perseroan.
Liabilitas terhadap aset historis Perseroan selama tahun 2022 – 2024 berkisar antara 0,58-
0,60. Liabilitas terhadap aset Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana Transaksi
berkisar antara 0,46-0,62 selama periode proyeksi, yang artinya bahwa utang Perseroan
dapat dipenuhi oleh aset Perseroan.
Liabilitas terhadap ekuitas historis Perseroan selama tahun 2022 – 2024 berkisar antara
1,37-1,51. Liabilitas terhadap ekuitas Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana
Transaksi berkisar antara 0,85-1,61 selama periode proyeksi.
8.1.7 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan
Current Ratio historis Perseroan selama tahun 2022 – 2024 berkisar antara 1,22-1,26.
Current Ratio Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi berkisar antara 1,46-1,93
selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara 1,46-1,94
Halaman 41
Page 47
selama periode proyeksi. Berdasarkan rasio likuiditas tersebut, Perseroan memiliki
kapasitas likuiditas yang baik dikarenakan aset lancar yang dimiliki lebih besar
dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.
8.2 Analisis Kuantitatif
8.2.1 Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas dan Kondisi Keuangan Perusahaan
8.2.1.1 Penilaian Kinerja Historis
Berikut ini merupakan tabel ikhtisar laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022-2023 yang diaudit oleh
KAP Purwantono, Sungkoro & Surja; untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan;
seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian, yang disajikan sebagai berikut:
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited
Keterangan
2022 2023 2024
Operating Highlight
Penjualan Neto 49.471.483.883 60.139.405.675 65.279.684.667
Laba Bruto 5.361.543.555 6.447.769.170 7.275.728.488
Laba Usaha 1.792.980.488 1.845.583.337 2.132.161.993
Laba Tahun Berjalan 1.076.555.292 856.860.760 1.119.485.707
Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan 1.113.314.822 790.848.871 1.189.557.660
EBITDA 2.438.669.749 2.762.088.372 3.276.759.048
Financial Position
Aset 17.058.217.814 20.447.451.702 21.774.390.259
Aset Lancar 11.217.075.937 12.964.556.470 13.308.097.366
Aset Tidak Lancar 5.841.141.877 7.482.895.232 8.466.292.893
Liabilitas 9.855.354.942 12.316.678.087 12.716.995.986
Liabilitas Jangka Pendek 9.021.226.534 10.330.316.409 10.875.981.044
Liabilitas Jangka Panjang 834.128.408 1.986.361.678 1.841.014.942
Ekuitas 7.202.862.872 8.130.773.615 9.057.394.273
Key Performance Ratio
Marjin Laba Bruto 10,84% 10,72% 11,15%
Marjin Laba Usaha 3,62% 3,07% 3,27%
Marjin Laba Tahun Berjalan 2,18% 1,42% 1,71%
Marjin EBITDA 4,93% 4,59% 5,02%
Return on Assets (ROA) 6,31% 4,19% 5,14%
Return on Equity (ROE) 14,95% 10,54% 12,36%
Current Ratio 1,24 1,26 1,22
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,58 0,60 0,58
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,37 1,51 1,40
Aset
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, mengalami
peningkatan sekitar 6,49% atau sebesar Rp 1.326.938.557 ribu dibandingkan dengan total
aset per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
pada akun taksiran tagihan pajak penghasilan sebesar Rp 1.704.008.402 ribu, pajak
dibayar di muka sebesar Rp 383.012.066 ribu dan aset hak guna – neto sebesar
Rp 203.220.031 ribu serta penurunan pada akun persediaan – neto sebesar
Rp 915.682.460 ribu.
Halaman 42
Page 48
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
peningkatan sekitar 19,87% atau sebesar Rp 3.389.233.888 ribu dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun persediaan – neto sebesar Rp 1.981.933.766 ribu, kas dan setara
kas sebesar Rp 721.520.683 ribu, taksiran tagihan pajak penghasilan sebesar
Rp 651.900.586 ribu dan uang muka pembelian aset tetap dan aset takberwujud sebesar
Rp 53.246.345 ribu.
Liabilitas
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, mengalami
peningkatan sekitar 3,25% atau sebesar Rp 400.317.899 ribu dibandingkan dengan total
liabilitas per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun utang lain-lain sebesar Rp 252.764.062 ribu, utang usaha sebesar
Rp 198.505.622 ribu dan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar Rp 107.832.364
ribu serta penurunan utang pajak sebesar Rp 135.313.383 ribu dan liabilitas keuangan
jangka pendek lainnya Rp 9.303.623 ribu.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
peningkatan sekitar 24,97% atau sebesar Rp 2.461.323.145 ribu dibandingkan dengan
total liabilitas per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun utang usaha sebesar Rp 1.270.559.812 ribu dan utang bank
sebesar Rp 1.147.387.383 ribu.
Ekuitas
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, mengalami
peningkatan sekitar 11,40%, yaitu sebesar Rp 926.620.658 ribu dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun saldo laba sebesar Rp 764.227.539 ribu, kepentingan
nonpengendali sebesar Rp 115.768.916 ribu dan penghasilan komprehensif lain sebesar
Rp 46.655.603 ribu serta penurunan selisih transaksi dengan pihak nonpengendali
sebesar Rp 31.400 ribu.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
peningkatan sekitar 12,88%, yaitu sebesar Rp 927.910.743 ribu dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun saldo laba sebesar Rp 526.163.620 ribu, kepentingan
nonpengendali sebesar Rp 346.895.288 ribu dan selisih transaksi dengan pihak
nonpengendali sebesar Rp 102.853.894 ribu serta penurunan penghasilan komprehensif
lain sebesar Rp 47.997.609 ribu.
Berikut adalah penjelasan analisis rasio historis Perseroan:
Marjin laba bruto pada tahun 2024 mengalami peningkatan sekitar 0,42%, jika
dibandingkan dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya peningkatan
penjualan neto. Marjin laba bruto pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar
0,12%, jika dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya
peningkatan beban pokok penjualan.
Halaman 43
Page 49
Marjin laba usaha pada tahun 2024 mengalami peningkatan sekitar 0,20%, jika
dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan peningkatan marjin laba bruto.
Marjin laba usaha pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 0,56%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, sehubungan dengan penurunan marjin laba bruto.
Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2024 mengalami peningkatan sekitar 0,29%,
jika dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan peningkatan marjin laba
usaha. Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar
0,75%, jika dibandingkan dengan tahun 2022, sehubungan dengan penurunan marjin
laba usaha.
Marjin EBITDA pada tahun 2024 mengalami peningkatan sekitar 0,43%, jika
dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan peningkatan marjin laba
usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 0,34%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
ROA pada tahun 2024 mengalami peningkatan sekitar 0,95%, jika dibandingkan
dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya peningkatan laba tahun berjalan.
ROA pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 2,12%, jika dibandingkan
dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan aset.
ROE pada tahun 2024 mengalami peningkatan sekitar 1,82%, jika dibandingkan
dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya peningkatan laba tahun berjalan.
ROE pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 4,41%, jika dibandingkan
dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan ekuitas.
Rasio lancar turun menjadi 1,22 pada tahun 2024 dari 1,26 pada tahun 2023,
terutama disebabkan peningkatan liabilitas lancar. Rasio lancar naik menjadi 1,26
pada tahun 2023 dari 1,24 pada tahun 2022, terutama disebabkan peningkatan aset
lancar.
Rasio liabilitas terhadap aset turun menjadi 0,58 pada tahun 2024 dari 0,60 pada
tahun 2023, terutama disebabkan adanya peningkatan pada aset. Rasio liabilitas
terhadap aset naik menjadi 0,60 pada tahun 2023 dari 0,58 pada tahun 2022,
terutama disebabkan adanya peningkatan pada liabilitas.
Rasio liabilitas terhadap ekuitas turun menjadi 1,40 pada tahun 2024 dari 1,51 pada
tahun 2023, terutama disebabkan oleh peningkatan pada ekuitas. Rasio liabilitas
terhadap ekuitas naik menjadi 1,51 pada tahun 2023 dari 1,37 pada tahun 2022,
terutama disebabkan oleh peningkatan pada liabilitas.
Arus Kas
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Halaman 44
Page 50
Keterangan 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 49.011.472.165 59.792.126.106 65.461.882.884
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (48.227.516.251) (57.308.753.914) (60.609.791.672)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi 783.955.914 2.483.372.192 4.852.091.212
Penerimaan dari (pembayaran untuk):
Pendapatan bunga 9.992.528 18.171.208 38.289.172
Beban bunga (269.580.941) (490.335.006) (583.919.140)
Pajak penghasilan (97.076.904) (1.128.865.756) (2.067.142.595)
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 427.290.597 882.342.638 2.239.318.649
Arus Kas dari Aktivitas I nvestasi
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 8.069.560 2.426.459 -
Hasil penjualan aset tetap 655.410 1.669.725 47.877.563
Divestasi entitas anak - neto dari kas yang di divestasi di anak-anak perusahaan - - (9.470.858)
Pembelian aset takberwujud (160.399.653) (3.455.177) (38.998.399)
Penambahan aset hak-guna (17.227.684) (9.791.271) (29.989.019)
Penambahan sewa (16.313.023) (29.118.559) (80.697.087)
Penambahan uang jaminan (53.688.745) (35.853.373) (4.230.642)
Penambahan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama (318.364.000) (83.700.000) (37.816.200)
Pembayaran untuk perolehan tambahan kepemilikan pada entitas anak - - (185.688)
Akuisisi entitas anak, setelah dikurangi kas yang diperoleh - - (76.779.543)
Pembelian aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap (614.807.011) (1.049.799.416) (772.689.826)
Pembayaran uang muka pembelian saham (7.276.601) - -
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1.179.351.747) (1.207.621.612) (1.002.979.699)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan dari:
Utang bank jangka panjang 109.808.820 675.790.343 963.746.202
Utang bank jangka pendek 2.071.269.203 79.371.287 -
Utang obligasi setelah dikurangi biaya penerbitan - 554.581.893 -
Penambahan modal dari kepentingan nonpengendali - - 6.158.792
Setoran modal ke entitas anak dari kepentingan nonpengendali 58.606.588 436.976.872 -
Pembayaran untuk:
Utang bank jangka pendek - - (779.371.993)
Liabilitas sewa (659.209.387) (761.346.439) (699.688.833)
Dividen (362.328.975) (299.886.213) (268.319.243)
Pinjaman kepada pihak berelasi - - (30.400.000)
Dividen kas untuk kepentingan nonpengendali (14.225.000) (28.787) (10.774.004)
Utang pembiayaan konsumen (169.057) (131.451) (21.908)
Pembelian saham treasuri (54.843.193) - -
Kas Neto yang (Digunakan untuk) Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 1.148.908.999 685.327.505 (818.670.987)
Kenaikan Neto Kas dan Setara Kas 396.847.849 360.048.531 417.667.963
Efek neto perubahan kurs mata uang terhadap kas dan setara kas 10.776.650 (6.969.030) 32.009.384
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 417.263.103 824.887.602 1.177.967.103
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 824.887.602 1.177.967.103 1.627.644.450
Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 mengalami
peningkatan sebesar Rp 449.677.347 ribu atau naik sekitar 38,17% dibandingkan dengan
kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023. Hal tersebut
disebabkan adanya peningkatan kas neto dari dari aktivitas operasi sebesar
Rp 2.239.318.649 ribu yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan,
penurunan kas neto dari aktivitas investasi sebesar Rp 1.002.979.699 ribu yang terutama
berasal dari pembelian aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap, penurunan kas
neto dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 818.670.987 ribu yang terutama berasal dari
pembayaran untuk utang bank jangka pendek dan peningkatan efek neto perubahan kurs
mata uang terhadap kas dan setara kas sebesar Rp 32.009.384 ribu.
Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 mengalami
peningkatan sebesar Rp 353.079.501 ribu atau naik sekitar 42,80% dibandingkan dengan
kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022. Hal tersebut
disebabkan adanya peningkatan kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp 882.342.638
ribu yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan, peningkatan kas neto dari
aktivitas pendanaan sebesar Rp 685.327.505 ribu yang terutama berasal dari penerimaan
utang bank jangka panjang, penurunan kas neto dari aktivitas investasi sebesar
Rp 1.207.621.612 ribu yang terutama berasal dari pembelian aset tetap dan uang muka
Halaman 45
Page 51
pembelian aset tetap dan penurunan efek neto perubahan kurs mata uang terhadap kas
dan setara kas sebesar Rp 6.969.030 ribu.
8.2.1.2 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan
akuntansi.
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
selama tahun 2025-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.742.010.661 1.751.374.572 1.452.838.385 1.517.795.679 4.040.048.186
Piutang usaha - neto 1.248.460.490 1.341.334.660 1.440.631.095 1.546.620.568 1.546.620.568
Piutang lain-lain - neto 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780
Persediaan - neto 11.438.615.592 12.592.901.974 13.818.487.583 15.139.578.534 15.139.578.534
Uang muka 639.483.762 639.483.762 639.483.762 639.483.762 639.483.762
Biaya dibayar di muka - bagian lancar 60.248.886 60.248.886 60.248.886 60.248.886 60.248.886
Pajak dibayar di muka 1.667.164.412 1.667.164.412 1.667.164.412 1.667.164.412 1.667.164.412
Aset keuangan lancar lainnya 115.302.190 115.302.190 115.302.190 115.302.190 115.302.190
Taksiran tagihan pajak penghasilan 47.463.563 47.463.563 47.463.563 47.463.563 47.463.563
Jumlah Aset Lancar 18.469.421.336 19.725.945.800 20.752.291.656 22.244.329.374 24.766.581.882
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap dan aset takberwujud 117.555.218 117.555.218 117.555.218 117.555.218 117.555.218
Aset tetap - neto 2.873.505.436 2.960.436.384 2.973.629.811 2.955.989.505 2.955.989.505
Aset takberwujud - neto 824.355.190 826.584.965 829.048.254 835.687.334 835.687.334
Aset hak guna - neto 1.793.595.162 2.214.989.450 2.137.265.685 2.617.003.548 2.617.003.548
Properti investasi - neto 14.173.024 14.173.024 14.173.024 14.173.024 14.173.024
Aset pajak tangguhan - neto 152.527.131 152.527.131 152.527.131 152.527.131 152.527.131
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 689.740.139 687.720.870 756.426.904 937.111.129 937.111.129
Taksiran tagihan pajak penghasilan 1.700.424.526 1.711.208.025 2.325.076.121 2.351.839.373 2.351.839.373
Aset keuangan lainnya 188.785.104 188.785.104 188.785.104 188.785.104 188.785.104
Jumlah Aset Tidak Lancar 8.354.660.929 8.873.980.170 9.494.487.253 10.170.671.367 10.170.671.367
Jumlah Aset 26.824.082.265 28.599.925.970 30.246.778.909 32.415.000.742 34.937.253.249
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 2.733.983.958 2.333.983.958 1.933.983.958 933.983.958 933.983.958
Utang usaha 6.437.576.254 7.038.437.073 7.669.537.017 8.352.563.515 8.352.563.515
Utang lain-lain 1.756.043.843 1.756.043.843 1.756.043.843 1.756.043.843 1.756.043.843
Beban akrual 221.115.048 221.115.048 221.115.048 221.115.048 221.115.048
Utang pajak 597.150.924 597.150.924 597.150.924 597.150.924 597.150.924
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 41.865.595 41.865.595 41.865.595 41.865.595 41.865.595
Pendapatan diterima di muka 3.837.763 3.837.763 3.837.763 3.837.763 3.837.763
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 151.172 151.172 151.172 151.172 151.172
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 433.851.747 433.851.747 433.851.747 433.851.747 433.851.747
Liabilitas sewa 467.926.400 467.926.400 467.926.400 467.926.400 467.926.400
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 12.693.502.703 12.894.363.522 13.125.463.466 12.808.489.964 12.808.489.964
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199
Utang obligasi 559.028.564 559.028.564 - - -
Liabilitas sewa 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850
Liabilitas pajak tangguhan - neto 18.333.455 18.333.455 18.333.455 18.333.455 18.333.455
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 225.049.134 225.049.134 225.049.134 225.049.134 225.049.134
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.841.844.201 3.841.844.201 3.282.815.637 3.282.815.637 3.282.815.637
Jumlah Liabilitas 16.535.346.904 16.736.207.724 16.408.279.104 16.091.305.601 16.091.305.601
Ekuitas
Modal saham 1.595.000.000 1.595.000.000 1.595.000.000 1.595.000.000 1.595.000.000
Tambahan modal disetor - neto 598.379.152 598.379.152 598.379.152 598.379.152 598.379.152
Saham treasuri (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128)
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 19.242.434 19.242.434 19.242.434 19.242.434 19.242.434
Saldo laba 7.030.787.236 8.422.501.548 10.174.707.690 12.391.304.469 14.623.470.537
Penghasilan komprehensif lain 40.111.113 40.111.113 40.111.113 40.111.113 40.111.113
Sub-total 9.219.715.807 10.611.430.119 12.363.636.261 14.580.233.040 16.812.399.108
Kepentingan nonpengendali 1.069.019.554 1.252.288.127 1.474.863.544 1.743.462.100 2.033.548.540
Jumlah Ekuitas 10.288.735.361 11.863.718.246 13.838.499.805 16.323.695.140 18.845.947.648
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 26.824.082.265 28.599.925.970 30.246.778.909 32.415.000.742 34.937.253.249
0,48
Halaman 46
Page 52
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama tahun 2025-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.745.907.451 1.755.315.846 1.456.729.450 1.521.662.232 4.043.916.313
Piutang usaha - neto 1.248.460.490 1.341.334.660 1.440.631.095 1.546.620.568 1.546.620.568
Piutang lain-lain - neto 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780
Persediaan - neto 11.438.615.592 12.592.901.974 13.818.487.583 15.139.578.534 15.139.578.534
Uang muka 639.483.762 639.483.762 639.483.762 639.483.762 639.483.762
Biaya dibayar di muka - bagian lancar 60.248.886 60.248.886 60.248.886 60.248.886 60.248.886
Pajak dibayar di muka 1.667.111.177 1.667.111.177 1.667.111.177 1.667.111.177 1.667.111.177
Aset keuangan lancar lainnya 115.302.190 115.302.190 115.302.190 115.302.190 115.302.190
Taksiran tagihan pajak penghasilan 47.463.563 47.463.563 47.463.563 47.463.563 47.463.563
Jumlah Aset Lancar 18.473.264.891 19.729.833.839 20.756.129.486 22.248.142.692 24.770.396.774
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap dan aset takberwujud 117.555.218 117.555.218 117.555.218 117.555.218 117.555.218
Aset tetap - neto 2.749.435.303 2.838.361.098 2.853.549.372 2.837.903.913 2.839.898.760
Aset takberwujud - neto 824.355.190 826.584.965 829.048.254 835.687.334 835.687.334
Aset hak guna - neto 1.793.595.162 2.214.989.450 2.137.265.685 2.617.003.548 2.617.003.548
Properti investasi - neto 14.173.024 14.173.024 14.173.024 14.173.024 14.173.024
Aset pajak tangguhan - neto 152.527.131 152.527.131 152.527.131 152.527.131 152.527.131
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 689.740.139 687.720.870 756.426.904 937.111.129 937.111.129
Taksiran tagihan pajak penghasilan 1.700.424.526 1.711.208.025 2.325.076.121 2.351.839.373 2.351.839.373
Aset keuangan lainnya 188.785.104 188.785.104 188.785.104 188.785.104 188.785.104
Jumlah Aset Tidak Lancar 8.230.590.796 8.751.904.884 9.374.406.814 10.052.585.775 10.054.580.622
Jumlah Aset 26.703.855.688 28.481.738.723 30.130.536.300 32.300.728.467 34.824.977.395
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 2.663.363.883 2.263.363.883 1.863.363.883 863.363.883 863.363.883
Utang usaha 6.437.576.254 7.038.437.073 7.669.537.017 8.352.563.515 8.352.563.515
Utang lain-lain 1.756.020.331 1.756.020.331 1.756.020.331 1.756.020.331 1.756.020.331
Beban akrual 221.016.733 221.016.733 221.016.733 221.016.733 221.016.733
Utang pajak 597.119.073 597.119.073 597.119.073 597.119.073 597.119.073
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 41.865.595 41.865.595 41.865.595 41.865.595 41.865.595
Pendapatan diterima di muka 3.837.763 3.837.763 3.837.763 3.837.763 3.837.763
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 151.172 151.172 151.172 151.172 151.172
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 433.851.747 433.851.747 433.851.747 433.851.747 433.851.747
Liabilitas sewa 467.926.400 467.926.400 467.926.400 467.926.400 467.926.400
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 12.622.728.951 12.823.589.770 13.054.689.714 12.737.716.212 12.737.716.212
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199
Utang obligasi 559.028.564 559.028.564 - - -
Liabilitas sewa 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850
Liabilitas pajak tangguhan - neto 18.333.455 18.333.455 18.333.455 18.333.455 18.333.455
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 225.049.134 225.049.134 225.049.134 225.049.134 225.049.134
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.841.844.201 3.841.844.201 3.282.815.637 3.282.815.637 3.282.815.637
Jumlah Liabilitas 16.464.573.152 16.665.433.971 16.337.505.351 16.020.531.849 16.020.531.849
Ekuitas
Modal saham 1.593.800.000 1.592.600.000 1.591.280.000 1.589.960.000 1.588.640.000
Tambahan modal disetor - neto 598.379.152 598.379.152 598.379.152 598.379.152 598.379.152
Saham treasuri (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128)
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 19.242.434 19.242.434 19.242.434 19.242.434 19.242.434
Saldo laba 7.045.580.291 8.452.112.576 10.219.161.998 12.450.627.754 14.697.688.885
Penghasilan komprehensif lain 40.111.113 40.111.113 40.111.113 40.111.113 40.111.113
Sub-total 9.233.308.862 10.638.641.147 12.404.370.569 14.634.516.325 16.880.257.456
Kepentingan nonpengendali 1.005.973.673 1.177.663.604 1.388.660.379 1.645.680.293 1.924.188.091
Jumlah Ekuitas 10.239.282.536 11.816.304.751 13.793.030.948 16.280.196.618 18.804.445.546
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 26.703.855.688 28.481.738.723 30.130.536.300 32.300.728.467 34.824.977.395
0,48
Halaman 47
Page 53
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2025-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Penjualan Neto 81.774.529.768 90.063.824.794 98.922.738.241 108.434.006.666 113.855.706.999
Beban Pokok Penjualan (72.855.483.986) (79.892.872.726) (87.376.406.815) (95.411.518.713) (100.182.094.649)
Laba Bruto 8.919.045.782 10.170.952.067 11.546.331.426 13.022.487.953 13.673.612.351
Beban Usaha (6.525.250.024) (7.408.295.029) (8.375.196.575) (9.385.845.764) (9.934.868.900)
Laba Usaha 2.393.795.757 2.762.657.038 3.171.134.851 3.636.642.189 3.738.743.450
Pendapatan (Beban) Lain-Lain (424.232.335) (369.945.584) (286.861.460) (120.471.005) (120.471.005)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.969.563.423 2.392.711.454 2.884.273.391 3.516.171.184 3.618.272.446
Beban Pajak Penghasilan - Neto (438.222.335) (517.728.569) (609.491.832) (730.975.849) (796.019.938)
-0,22 -0,22 -0,21 -0,21
Laba Neto Tahun Berjalan 1.531.341.088 1.874.982.885 2.274.781.559 2.785.195.335 2.822.252.508
Penyusutan dan amortisasi 1.223.689.919 1.403.351.216 1.647.075.947 1.923.995.385 1.902.507.500
EBITDA 3.617.485.677 4.166.008.254 4.818.210.798 5.560.637.574 5.641.250.950
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2025-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Penjualan Neto 81.774.292.727 90.063.577.322 98.922.479.881 108.433.736.938 113.855.425.404
Beban Pokok Penjualan (72.855.483.986) (79.892.872.726) (87.376.406.815) (95.411.518.713) (100.182.094.649)
Laba Bruto 8.918.808.740 10.170.704.596 11.546.073.066 13.022.218.225 13.673.330.755
Beban Usaha (6.514.224.086) (7.397.233.743) (8.364.099.093) (9.374.711.218) (9.923.696.400)
Laba Usaha 2.404.584.654 2.773.470.853 3.181.973.973 3.647.507.008 3.749.634.355
Pendapatan (Beban) Lain-Lain (419.288.930) (365.002.179) (281.918.055) (115.527.599) (115.527.599)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.985.295.725 2.408.468.674 2.900.055.918 3.531.979.408 3.634.106.755
Beban Pajak Penghasilan - Neto (439.161.582) (518.667.816) (610.431.079) (731.915.096) (796.959.185)
-0,22 -0,22 -0,21 -0,21
Laba Neto Tahun Berjalan 1.546.134.143 1.889.800.858 2.289.624.839 2.800.064.312 2.837.147.570
Penyusutan dan amortisasi 1.221.695.072 1.401.356.369 1.645.081.100 1.922.000.538 1.900.512.653
EBITDA 3.626.279.727 4.174.827.222 4.827.055.073 5.569.507.545 5.650.147.008
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2025-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Halaman 48
Page 54
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 81.682.555.544 89.970.950.623 98.823.441.806 108.328.017.193 113.855.706.999
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (79.808.836.053) (85.917.309.370) (94.113.518.949) (102.911.039.478) (107.592.574.096)
Penerimaan pendapatan bunga 7.383.916 7.410.628 7.438.943 7.468.957 7.468.957
Pembayaran beban bunga (348.589.050) (322.163.697) (295.832.823) (227.602.097) (227.602.097)
Pembayaran beban pajak 1.475.234.735 (528.512.068) (1.223.359.928) (757.739.101) (796.019.938)
Pembayaran lainnya (1.129.148.499) - - - -
Arus kas bersih dari aktivitas operasi 1.878.600.593 3.210.376.116 3.198.169.049 4.439.105.474 5.246.979.825
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset takberwujud (55.976.695) (62.062.925) (64.874.882) (71.657.710) (65.018.630)
Penambahan aset hak-guna (821.995.396) (1.362.922.684) (992.659.056) (1.685.168.108) (1.205.430.245)
Penambahan sewa (291.942.842) (368.575.565) (451.914.639) (533.030.341) (533.030.341)
Penambahan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama (258.208.136) 44.000.000 46.000.000 48.000.000 228.684.225
Pembelian aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap (817.193.457) (654.277.785) (661.054.480) (703.269.931) (720.910.236)
Arus kas bersih untuk akivitas investasi (2.245.316.527) (2.403.838.959) (2.124.503.058) (2.945.126.090) (2.295.705.228)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran utang bank jangka pendek (288.222.645) (400.000.000) (400.000.000) (1.000.000.000) -
Pembayaran utang obligasi - - (559.028.564) - -
Pembayaran liabilitas sewa 945.492.755 (97.173.247) (113.173.615) (129.022.090) (129.022.090)
Pembayaran dividen (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000)
Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan 357.270.110 (797.173.247) (1.372.202.178) (1.429.022.090) (429.022.090)
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (9.445.824) 9.363.911 (298.536.187) 64.957.294 2.522.252.508
Efek neto perubahan kurs mata uang terhadap kas dan setara kas (14.289.411) - - - -
Kas dan Setara Kas, Awal Tahun 1.765.745.896 1.742.010.661 1.751.374.572 1.452.838.385 1.517.795.679
Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun 1.742.010.661 1.751.374.572 1.452.838.385 1.517.795.679 4.040.048.186
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2025-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 81.682.318.503 89.970.703.152 98.823.183.446 108.327.747.465 113.855.425.404
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (79.799.804.961) (85.908.242.931) (94.104.416.314) (102.901.899.779) (107.583.396.443)
Penerimaan pendapatan bunga 7.383.916 7.410.628 7.438.943 7.468.957 7.468.957
Pembayaran beban bunga (343.645.645) (317.220.292) (290.889.418) (222.658.691) (222.658.691)
Pembayaran beban pajak 1.474.316.873 (529.451.315) (1.224.299.175) (758.678.348) (796.959.185)
Pembayaran lainnya (1.129.270.326) - - - -
Arus kas bersih dari aktivitas operasi 1.891.298.360 3.223.199.242 3.211.017.482 4.451.979.603 5.259.880.041
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset takberwujud (55.976.695) (62.062.925) (64.874.882) (71.657.710) (65.018.630)
Penambahan aset hak-guna (821.995.396) (1.362.922.684) (992.659.056) (1.685.168.108) (1.205.430.245)
Penambahan sewa (291.942.842) (368.575.565) (451.914.639) (533.030.341) (533.030.341)
Penambahan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama (258.208.136) 44.000.000 46.000.000 48.000.000 228.684.225
Pembelian aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap (691.128.477) (654.277.785) (661.054.480) (703.269.931) (720.910.236)
Arus kas bersih untuk akivitas investasi (2.119.251.547) (2.403.838.959) (2.124.503.058) (2.945.126.090) (2.295.705.228)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Kontribusi modal ke entitas anak (1.200.000) (1.200.000) (1.320.000) (1.320.000) (1.320.000)
Pembayaran utang bank jangka pendek (358.842.720) (400.000.000) (400.000.000) (1.000.000.000) -
Pembayaran utang obligasi - - (559.028.564) - -
Pembayaran liabilitas sewa 945.492.755 (97.173.247) (113.173.615) (129.022.090) (129.022.090)
Pembayaran dividen (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000)
Akuisisi kepentingan nonpengendali (63.045.881) (11.578.642) (11.578.642) (11.578.642) (11.578.642)
Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan 222.404.154 (809.951.889) (1.385.100.820) (1.441.920.732) (441.920.732)
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (5.549.033) 9.408.395 (298.586.396) 64.932.781 2.522.254.081
Efek neto perubahan kurs mata uang terhadap kas dan setara kas (14.289.411) - - - -
Kas dan Setara Kas, Awal Tahun 1.765.745.896 1.745.907.451 1.755.315.846 1.456.729.450 1.521.662.232
Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun 1.745.907.451 1.755.315.846 1.456.729.450 1.521.662.232 4.043.916.313
Halaman 49
Page 55
8.2.1.3 Analisis Rasio Keuangan
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2022-2029 tanpa adanya
Rencana Transaksi:
Audited Audited Audited Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
-2 -1 0 1 2 3 4 5
Operasi
Marjin laba bruto 10,84% 10,72% 11,15% 10,91% 11,29% 11,67% 12,01% 12,01%
Marjin laba usaha 3,62% 3,07% 3,27% 2,93% 3,07% 3,21% 3,35% 3,28%
Marjin laba tahun berjalan 2,18% 1,42% 1,71% 1,87% 2,08% 2,30% 2,57% 2,48%
Marjin EBITDA 4,93% 4,59% 5,02% 4,42% 4,63% 4,87% 5,13% 4,95%
Imbal hasil aset (ROA) 6,31% 4,19% 5,14% 5,71% 6,56% 7,52% 8,59% 8,08%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 14,95% 10,54% 12,36% 14,88% 15,80% 16,44% 17,06% 14,98%
Likuiditas
Rasio Lancar 1,24 1,26 1,22 1,46 1,53 1,58 1,74 1,93
Quick Ratio 0,34 0,37 0,31 0,35 0,36 0,34 0,36 0,55
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,58 0,60 0,58 0,62 0,59 0,54 0,50 0,46
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,37 1,51 1,40 1,61 1,41 1,19 0,99 0,85
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2022-2029 dengan adanya
Rencana Transaksi:
Audited Audited Audited Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
-2 -1 0 1 2 3 4 5
Operasi
Marjin laba bruto 10,84% 10,72% 11,15% 10,91% 11,29% 11,67% 12,01% 12,01%
Marjin laba usaha 3,62% 3,07% 3,27% 2,94% 3,08% 3,22% 3,36% 3,29%
Marjin laba tahun berjalan 2,18% 1,42% 1,71% 1,89% 2,10% 2,31% 2,58% 2,49%
Marjin EBITDA 4,93% 4,59% 5,02% 4,43% 4,64% 4,88% 5,14% 4,96%
Imbal hasil aset (ROA) 6,31% 4,19% 5,14% 5,79% 6,64% 7,60% 8,67% 8,15%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 14,95% 10,54% 12,36% 15,10% 15,99% 16,60% 17,20% 15,09%
Likuiditas
Rasio Lancar 1,24 1,26 1,22 1,46 1,54 1,59 1,75 1,94
Quick Ratio 0,34 0,37 0,31 0,36 0,36 0,34 0,36 0,56
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,58 0,60 0,58 0,62 0,59 0,54 0,50 0,46
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,37 1,51 1,40 1,61 1,41 1,18 0,98 0,85
Berdasarkan analisis rasio keuangan Perseroan, seperti yang dirangkum pada tabel di
atas, proyeksi marjin laba tahun berjalan Perseroan pada tahun 2025-2029 tanpa adanya
Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,87%-2,57%, sedangkan dengan adanya
Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,89%-2,58%. Proyeksi rasio lancar Perseroan
pada tahun 2024-2029 tanpa adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,46-1,93,
sedangkan dengan adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,46-1,94. Proyeksi
rasio liabilitas terhadap aset Perseroan pada tahun 2024-2029 tanpa dan dengan adanya
Rencana Transaksi akan berkisar antara 0,46-0,62.
Halaman 50
Page 56
8.2.1.4 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi dan Proforma Laporan
Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Berdasarkan analisis posisi proforma Perseroan atas keseluruhan Rencana Transaksi per
tanggal 31 Desember 2024 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, dimana terdapat
penyesuaian antara lain:
1. Penurunan total aset sebesar Rp 122.240.991 ribu, yang terutama berasal dari
penurunan aset tetap - neto sebesar Rp 126.064.980 ribu, pajak dibayar di muka
sebesar Rp 53.235 ribu serta peningkatan pada kas dan setara kas sebesar
Rp 3.877.224 ribu.
2. Penurunan total liabilitas sebesar Rp 70.773.752 ribu, yang terutama berasal dari
penurunan utang bank jangka pendek sebesar Rp 70.620.075 ribu, beban akrual
sebesar Rp 98.315 ribu, utang pajak sebesar Rp 31.851 ribu dan utang lain-lain
sebesar Rp 23.511 ribu.
3. Penurunan total ekuitas sebesar Rp 51.467.239 ribu, yang terutama berasal dari
penurunan kepentingan nonpengendali sebesar Rp 62.501.311 ribu dan penghasilan
komprehensif lain sebesar Rp 2.139.512 ribu serta peningkatan pada saldo laba
sebesar Rp 13.173.584 ribu.
8.2.2 Analisis Inkremental
8.2.2.1 Kontribusi Nilai Tambah Bagi Perusahaan
Dengan adanya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan mengalami
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sekitar 9,85% atau mencapai
Rp 34.824.977.395 ribu pada tahun 2029, dibandingkan dengan total aset Perseroan per
31 Desember 2024 yang sebesar Rp 21.774.390.259 ribu. Tanpa adanya Rencana
Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR sekitar 9,92% atau
mencapai Rp 34.937.253.249 ribu pada tahun 2029.
Dengan adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 4,73% atau mencapai Rp 16.020.531.849 ribu pada tahun 2029, dibandingkan
dengan total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 12.716.995.986
ribu. Tanpa adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan akan
mengalami CAGR sekitar 4,82% atau mencapai Rp 16.091.305.601 ribu pada tahun 2029.
Dengan adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 15,73% atau mencapai Rp 18.804.445.546 ribu pada tahun 2029,
dibandingkan dengan total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024 yang sebesar
Rp 9.057.394.273 ribu. Tanpa adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan
diproyeksikan akan mengalami CAGR sekitar 15,78% atau mencapai Rp 18.845.947.648
ribu pada tahun 2029.
8.2.2.2 Perkiraan Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Biaya-biaya yang relevan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi sebesar
Rp 200.000.000,-.
Halaman 51
Page 57
8.2.2.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Untuk menjaga kelangsungan usaha Perseroan, pemegang saham dan manajemen
Perseroan berupaya menyusun rencana strategis, antara lain:
Menjalin kerja sama dengan mitra-mitra bisnis yang memiliki reputasi global;
Mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui optimalisasi produk dan jaringan toko
yang sudah dimiliki;
Melanjutkan ekspansi untuk memperluas cakupan pasar dengan menambah portofolio
merek dan penambahan jaringan ritel;
Memanfaatkan keberadaan pusat-pusat perbelanjaan baru di sejumlah kota lapis
kedua untuk memaksimalkan potensi merek ritel yang dimiliki serta menjangkau target
pasar yang relevan dan tepat sasaran;
Berfokus untuk memperluas jaringan ritel yang masih dalam tahap pengembangan,
seperti active and lifestyle dan food and beverage, terutama di pusat-pusat
perbelanjaan;
Mempertimbangkan karakteristik kebutuhan pasar lokal yang unik dan dinamis untuk
menyesuaikan portfolio yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, terutama untuk
bisnis handset dengan fokus pada pembukaan toko di street level di area yang belum
sepenuhnya terjangkau;
8.2.2.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Atas Rencana Transaksi
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah memperhatikan dan menaati
peraturan dan ketentuan yang berlaku. Persetujuan awal atas Rencana Transaksi telah
disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi.
9. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
9.1 Pendekatan dan Analisis Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Transaksi, kami melakukan pendekatan dan
prosedur sebagai berikut:
Analisis Nilai Transaksi
Analisis kewajaran dengan membandingkan antara nilai transaksi penjualan saham
dengan nilai pasar saham. Apabila nilai transaksi penjualan saham lebih tinggi dari
nilai pasar saham maka dikategorikan wajar dan tidak merugikan Perseroan ataupun
pemegang sahamnya.
Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan
antara posisi proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi Perseroan sebelum
dilaksanakannya Rencana Transaksi dan sesudah dilaksanakannya Rencana
Transaksi. Rencana Transaksi dianggap wajar apabila posisi proforma menunjukkan
nilai positif.
Halaman 52
Page 58
Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi
Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
9.2 Analisis Kewajaran Transaksi
Analisis kewajaran dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan obyektif
transaksi secara keseluruhan dan kemudian masing-masing komponen transaksi juga
ditelaah untuk dinilai kewajarannya. Penilaian kewajaran dilakukan dengan tetap
memperhatikan keterkaitan antara masing-masing transaksi dan obyektif transaksi secara
keseluruhan, Pendapat kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi disampaikan pada
bab 10. Kesimpulan.
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Transaksi :
1. Analisis Nilai Transaksi
Sebagaimana tercantum dalam draft Perjanjian Jual Beli Saham (“PPJB”) antara EJH
dengan FPH, nilai transaksi penjualan 50% saham EPH oleh EJH adalah sebesar
SGD 5.925.000.
Berdasarkan Laporan Penilaian 50% Ekuitas/Saham EPH No. 00044/2.0110-
00/BS/05/0113/1/VI/2025 tanggal 26 Juni 2025 yang menggunakan metode
Penyesuaian Aset Bersih (Net Adjusted Book Value/NABV) dan metode Arus Kas
Terdiskonto (Discounted Cash Flow/DCF), Indikasi Nilai Pasar 50% Ekuitas/Saham
EPH per 31 Desember 2024 adalah sebesar SGD 5.527.065 atau Rp 65.877.087.735
(konversi ke dalam mata uang Rupiah menggunakan kurs tengah BI per 31 Desember
2024 yang sebesar Rp 11.919/SGD (sumber: www.BI.go.id)).
Terlihat bahwa nilai transaksi penjualan 50% saham EPH lebih tinggi sebesar 7,20%
daripada nilai pasar saham yang dinilai, sehingga rencana penjualan saham tersebut
akan menguntungkan dan memberikan dampak positif bagi Perseroan di masa yang
akan datang serta sejalan dengan rencana dan keyakinan manajemen Perseroan atas
Rencana Transaksi.
2. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Perseroan sebelum dan sesudah realisasi Rencana Transaksi yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan per 31 Desember 2024:
(dalam ribuan Rp)
Halaman 53
Page 59
Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
Keterangan (Audited) Penyesuaian (Proforma)
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.765.745.896 3.877.224 1.769.623.120
Piutang usaha - neto 1.156.486.266 - 1.156.486.266
Piutang lain-lain - neto 425.873.216 - 425.873.216
Persediaan - neto 7.130.917.914 - 7.130.917.914
Uang muka 300.998.283 - 300.998.283
Biaya dibayar di muka - bagian lancar 30.279.134 - 30.279.134
Pajak dibayar di muka 1.128.565.078 (53.235) 1.128.511.843
Aset keuangan lancar lainnya 65.002.260 - 65.002.260
Taksiran tagihan pajak penghasilan 1.304.229.319 - 1.304.229.319
Jumlah Aset Lancar 13.308.097.366 3.823.989 13.311.921.355
Aset Tidak Lancar
Biaya dibayar di muka - bagian tidak lancar 540.000 - 540.000
Uang muka pembelian aset tetap dan aset takberwujud 186.712.460 - 186.712.460
Aset tetap - neto 2.492.668.559 (126.064.980) 2.366.603.579
Aset takberwujud - neto 825.813.431 - 825.813.431
Aset hak guna - neto 1.797.063.319 - 1.797.063.319
Properti investasi - neto 14.173.024 - 14.173.024
Aset pajak tangguhan - neto 221.813.412 - 221.813.412
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 427.854.913 - 427.854.913
Taksiran tagihan pajak penghasilan 2.334.847.237 - 2.334.847.237
Aset keuangan lainnya 158.893.776 - 158.893.776
Aset tidak lancar lainnya 5.912.762 - 5.912.762
Jumlah Aset Tidak Lancar 8.466.292.893 (126.064.980) 8.340.227.913
Jumlah Aset 21.774.390.259 (122.240.991) 21.652.149.268
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 2.733.983.958 (70.620.075) 2.663.363.883
Utang usaha 3.869.880.542 - 3.869.880.542
Utang lain-lain 1.657.049.760 (23.511) 1.657.026.249
Beban akrual 109.930.791 (98.315) 109.832.476
Utang pajak 101.888.767 (31.851) 101.856.916
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 91.946.319 - 91.946.319
Pendapatan diterima di muka 3.837.763 - 3.837.763
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 151.172 - 151.172
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 1.683.851.747 - 1.683.851.747
Liabilitas sewa 623.460.225 - 623.460.225
Utang pembiayaan konsumen - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 10.875.981.044 (70.773.752) 10.805.207.292
16.395
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 423.011.844 - 423.011.844
Utang obligasi 573.317.975 - 573.317.975
Liabilitas sewa 466.912.979 - 466.912.979
Utang pembiayaan konsumen - - -
Liabilitas pajak tangguhan - neto 22.013.955 - 22.013.955
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 355.758.189 - 355.758.189
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.841.014.942 - 1.841.014.942
Jumlah Liabilitas 12.716.995.986 (70.773.752) 12.646.222.234
Ekuitas
Modal saham 1.595.000.000 - 1.595.000.000
Tambahan modal disetor - neto 598.379.152 - 598.379.152
Saham treasuri (63.804.128) - (63.804.128)
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 19.242.434 - 19.242.434
Saldo laba 5.945.324.240 13.173.584 5.958.497.824
Penghasilan komprehensif lain 40.111.113 (2.139.512) 37.971.601
Sub-total 8.134.252.811 11.034.072 8.145.286.883
Kepentingan nonpengendali 923.141.462 (62.501.311) 860.640.151
Jumlah Ekuitas 9.057.394.273 (51.467.239) 9.005.927.034
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 21.774.390.259 (122.240.991) 21.652.149.268
Analisis terhadap Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per
tanggal 31 Desember 2024, menunjukkan dengan dilakukannya Rencana Transaksi,
dimana terdapat penyesuaian antara lain:
Halaman 54
Page 60
1. Kas dan setara kas akan bertambah sebesar Rp 3.877.224 ribu, merupakan
penyesuaian atas penjualan saham EPH;
2. Pajak dibayar di muka akan berkurang sebesar Rp 53.235 ribu, merupakan
penyesuaian atas penjualan saham EPH;
3. Aset tetap - neto akan berkurang sebesar Rp 126.064.980 ribu, merupakan
penyesuaian atas penjualan saham EPH;
4. Utang bank jangka pendek akan berkurang sebesar Rp 70.620.075 ribu,
merupakan penyesuaian atas pembayaran utang bank jangka pendek dari hasil
penjualan saham EPH;
5. Utang lain-lain akan berkurang sebesar Rp 23.511 ribu, merupakan penyesuaian
atas penjualan saham EPH;
6. Beban akrual akan berkurang sebesar Rp 98.315 ribu, merupakan penyesuaian
atas penjualan saham EPH;
7. Utang pajak akan berkurang sebesar Rp 31.851 ribu, merupakan penyesuaian
atas penjualan saham EPH;
8. Saldo laba akan bertambah sebesar Rp 13.173.584 ribu, merupakan penyesuaian
atas penjualan saham EPH;
9. Penghasilan komprehensif lain akan berkurang sebesar Rp 2.139.512 ribu,
merupakan penyesuaian atas penjualan saham EPH;
10. Kepentingan nonpengendali akan berkurang sebesar Rp 62.501.311 ribu,
merupakan penyesuaian atas penjualan saham EPH.
Berikut ini adalah ringkasan Proforma Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
sebelum dan sesudah realisasi Rencana Transaksi per 31 Desember:
(dalam ribuan Rp)
Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
Keterangan (Audited) Penyesuaian (Proforma)
Penjualan Neto 65.279.684.667 (227.051) 65.279.457.616
Beban Pokok Penjualan (58.003.956.179) - (58.003.956.179)
Laba Bruto 7.275.728.488 (227.051) 7.275.501.437
Beban Usaha (5.143.566.495) 10.991.419 (5.132.575.076)
Laba Usaha 2.132.161.993 10.764.368 2.142.926.361
Beban Lain-Lain (612.833.798) 4.943.406 (607.890.392)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.519.328.195 15.707.774 1.535.035.969
Beban Pajak Penghasilan - Neto (399.842.488) (939.247) (400.781.735)
Laba Neto Tahun Berjalan 1.119.485.707 14.768.527 1.134.254.234
Analisis terhadap Laporan Laba Rugi Konsolidasian Proforma Perseroan per tanggal
31 Desember 2024, menunjukkan dengan dilakukannya Rencana Transaksi, dimana
terdapat penyesuaian antara lain:
1. Penjualan neto akan berkurang sebesar Rp 227.051 ribu, merupakan penyesuaian
atas pendapatan EPH;
Halaman 55
Page 61
2. Beban usaha akan berkurang sebesar Rp 10.991.419 ribu, merupakan
penyesuaian atas beban usaha EPH dan keuntungan atas penjualan saham EPH;
3. Beban lain-lain akan berkurang sebesar Rp 4.943.406 ribu, merupakan
penghematan bunga atas pembayaran utang bank jangka pendek dari hasil
penjualan saham EPH;
4. Beban pajak penghasilan – neto akan bertambah sebesar Rp 939.247 ribu,
merupakan dampak beban pajak atas penghematan bunga.
3. Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa profitabilitas dan inkremental atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang positif bagi
Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2025-2029:
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Aset 26.824.082.265 28.599.925.970 30.246.778.909 32.415.000.742 34.937.253.249
Liabilitas 16.535.346.904 16.736.207.724 16.408.279.104 16.091.305.601 16.091.305.601
Ekuitas 10.288.735.361 11.863.718.246 13.838.499.805 16.323.695.140 18.845.947.648
Penjualan Neto 81.774.529.768 90.063.824.794 98.922.738.241 108.434.006.666 113.855.706.999
Laba Usaha 2.393.795.757 2.762.657.038 3.171.134.851 3.636.642.189 3.738.743.450
Laba Tahun Berjalan 1.531.341.088 1.874.982.885 2.274.781.559 2.785.195.335 2.822.252.508
EBITDA 3.617.485.677 4.166.008.254 4.818.210.798 5.560.637.574 5.641.250.950
*) EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortisation
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2025-2029:
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Aset 26.703.855.688 28.481.738.723 30.130.536.300 32.300.728.467 34.824.977.395
Liabilitas 16.464.573.152 16.665.433.971 16.337.505.351 16.020.531.849 16.020.531.849
Ekuitas 10.239.282.536 11.816.304.751 13.793.030.948 16.280.196.618 18.804.445.546
Penjualan Neto 81.774.292.727 90.063.577.322 98.922.479.881 108.433.736.938 113.855.425.404
Laba Usaha 2.404.584.654 2.773.470.853 3.181.973.973 3.647.507.008 3.749.634.355
Laba Tahun Berjalan 1.546.134.143 1.889.800.858 2.289.624.839 2.800.064.312 2.837.147.570
EBITDA 3.626.279.727 4.174.827.222 4.827.055.073 5.569.507.545 5.650.147.008
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, penjualan neto Perseroan diproyeksikan akan
mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 11,77% atau
mencapai Rp 113.855.706.999 ribu pada tahun 2029, dibandingkan dengan penjualan
neto Perseroan per 31 Desember 2024. Dengan adanya Rencana Transaksi,
penjualan neto Perseroan diproyeksikan akan mengalami tingkat pertumbuhan
majemuk tahunan (CAGR) sebesar 11,77% atau mencapai Rp 113.855.425.404 ribu
Halaman 56
Page 62
pada tahun 2029, dibandingkan dengan penjualan neto Perseroan per 31 Desember
2024.
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, laba tahun berjalan Perseroan diproyeksikan
akan mengalami CAGR sebesar 20,31% atau mencapai Rp 2.822.252.508 ribu pada
tahun 2029, dibandingkan dengan laba tahun berjalan Perseroan per 31 Desember
2024. Dengan adanya Rencana Transaksi, laba tahun berjalan Perseroan
diproyeksikan akan mengalami CAGR sebesar 20,44% atau mencapai
Rp 2.837.147.570 ribu pada tahun 2029, dibandingkan dengan laba tahun berjalan
Perseroan per 31 Desember 2024.
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan
mengalami CAGR sebesar 11,48% atau mencapai Rp 5.641.250.950 ribu pada tahun
2029, dibandingkan dengan EBITDA Perseroan per 31 Desember 2024. Dengan
adanya Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sebesar 11,51% atau mencapai Rp 5.650.147.008 pada tahun 2029, dibandingkan
dengan EBITDA Perseroan per 31 Desember 2024. Pertumbuhan tersebut dapat
dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki prospek yang baik.
Berdasarkan analisa profitabilitas dan inkremental atas keseluruhan Rencana
Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan
memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.
10. Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi,
analisis kewajaran transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah wajar.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila
tidak ada perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi pencapaian
target nilai transaksi, kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan
dan peraturan Pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini dikeluarkan. Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini
Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik, yang harus dipandang sebagai satu
kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan
isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang
ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi
Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Halaman 57
Page 63
Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan (corporate seal) dari ID&R.
Halaman 58
Page 64
LAMPIRAN
Page 65
Apendiks 1a
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Neraca Historis Konsolidasi
Per 31 Desember 2022 - 2024
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited
Keterangan 2022 2023 2024
-2 -1 0
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.044.182.531 1.765.703.214 1.765.745.896
Piutang usaha - neto 1.054.783.982 1.364.848.782 1.156.486.266
Piutang lain-lain - neto 948.549.026 672.417.751 425.873.216
Persediaan - neto 6.064.666.608 8.046.600.374 7.130.917.914
Uang muka 710.345.297 266.523.458 300.998.283
Biaya dibayar di muka - bagian lancar 8.130.157 23.052.456 30.279.134
Pajak dibayar di muka 1.332.728.646 745.553.012 1.128.565.078
Aset keuangan lancar lainnya 50.053.264 50.954.458 65.002.260
Taksiran tagihan pajak penghasilan 3.636.426 28.902.965 1.304.229.319
Jumlah Aset Lancar 11.217.075.937 12.964.556.470 13.308.097.366
Aset Tidak Lancar
Biaya dibayar di muka - bagian tidak lancar - - 540.000
Uang muka pembelian aset tetap dan aset takberwujud 47.242.438 100.488.783 186.712.460
Aset tetap - neto 1.573.130.834 2.217.100.783 2.492.668.559
Aset takberwujud - neto 874.115.816 821.250.643 825.813.431
Aset hak guna - neto 1.387.384.112 1.593.843.288 1.797.063.319
Properti investasi - neto 14.699.855 13.464.173 14.173.024
Aset pajak tangguhan - neto 137.814.240 205.333.564 221.813.412
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 400.915.606 464.835.404 427.854.913
Taksiran tagihan pajak penghasilan 1.279.531.142 1.906.165.189 2.334.847.237
Aset keuangan lainnya 123.288.530 158.240.709 158.893.776
Aset tidak lancar lainnya 3.019.304 2.172.696 5.912.762
Jumlah Aset Tidak Lancar 5.841.141.877 7.482.895.232 8.466.292.893
Jumlah Aset 17.058.217.814 20.447.451.702 21.774.390.259
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 3.491.393.576 3.962.990.616 2.733.983.958
Utang usaha 2.400.815.108 3.671.374.920 3.869.880.542
Utang lain-lain 1.211.833.910 1.404.285.698 1.657.049.760
Beban akrual 82.584.569 72.188.677 109.930.791
Utang pajak 1.065.434.142 237.202.150 101.888.767
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 38.529.462 58.935.090 91.946.319
Pendapatan diterima di muka 2.006.369 1.710.250 3.837.763
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - 9.454.795 151.172
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 285.477.902 484.171.137 1.683.851.747
Liabilitas sewa 443.013.317 427.948.374 623.460.225
Utang pembiayaan konsumen 138.179 54.702 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 9.021.226.534 10.330.316.409 10.875.981.044
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 181.849.144 658.946.252 423.011.844
Utang obligasi - 554.581.893 573.317.975
Liabilitas sewa 431.346.251 499.721.441 466.912.979
Utang pembiayaan konsumen 47.974 - -
Liabilitas pajak tangguhan - neto 28.744.769 25.186.267 22.013.955
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 192.140.270 247.925.825 355.758.189
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 834.128.408 1.986.361.678 1.841.014.942
Jumlah Liabilitas 9.855.354.942 12.316.678.087 12.716.995.986
Ekuitas
Modal saham 1.595.000.000 1.595.000.000 1.595.000.000
Tambahan modal disetor - neto 598.383.602 598.379.152 598.379.152
Saham treasuri (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128)
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali (83.580.060) 19.273.834 19.242.434
Saldo laba 4.654.933.081 5.181.096.701 5.945.324.240
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 41.453.119 (6.544.490) 40.111.113
Sub-total 6.742.385.614 7.323.401.069 8.134.252.811
Kepentingan nonpengendali 460.477.258 807.372.546 923.141.462
Jumlah Ekuitas 7.202.862.872 8.130.773.615 9.057.394.273
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 17.058.217.814 20.447.451.702 21.774.390.259
Page 66
Apendiks 1b
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi Historis Konsolidasi
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 - 2024
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited
Keterangan 2022 2023 2024
-2 -1 0
Penjualan Neto 49.471.483.883 60.139.405.675 65.279.684.667
Beban Pokok Penjualan (44.109.940.328) (53.691.636.505) (58.003.956.179)
Laba Bruto 5.361.543.555 6.447.769.170 7.275.728.488
Beban Usaha (3.568.563.067) (4.602.185.833) (5.143.566.495)
Laba Usaha 1.792.980.488 1.845.583.337 2.132.161.993
Pendapatan (Beban) Lain-Lain (295.640.973) (603.768.713) (612.833.798)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.497.339.515 1.241.814.624 1.519.328.195
Beban Pajak Penghasilan - Neto (420.784.223) (384.953.864) (399.842.488)
Laba Tahun Berjalan 1.076.555.292 856.860.760 1.119.485.707
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain Tahun Berjalan, Neto Setelah Pajak 36.759.530 (66.011.889) 70.071.953
Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan 1.113.314.822 790.848.871 1.189.557.660
Penyusutan dan amortisasi 645.689.261 916.505.035 1.144.597.055
EBITDA 2.438.669.749 2.762.088.372 3.276.759.048
Page 67
Apendiks 1c
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Common Size - Neraca Konsolidasi
Per 31 Desember 2022 - 2024
Audited Audited Audited
Keterangan 2022 2023 2024
-2 -1 0
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 6,12% 8,64% 8,11%
Piutang usaha - neto 6,18% 6,67% 5,31%
Piutang lain-lain - neto 5,56% 3,29% 1,96%
Persediaan - neto 35,55% 39,35% 32,75%
Uang muka 4,16% 1,30% 1,38%
Biaya dibayar di muka - bagian lancar 0,05% 0,11% 0,14%
Pajak dibayar di muka 7,81% 3,65% 5,18%
Aset keuangan lancar lainnya 0,29% 0,25% 0,30%
Taksiran tagihan pajak penghasilan 0,02% 0,14% 5,99%
Jumlah Aset Lancar 65,76% 63,40% 61,12%
Aset Tidak Lancar
Biaya dibayar di muka - bagian tidak lancar 0,00% 0,00% 0,00%
Uang muka pembelian aset tetap dan aset takberwujud 0,28% 0,49% 0,86%
Aset tetap - neto 9,22% 10,84% 11,45%
Aset takberwujud - neto 5,12% 4,02% 3,79%
Aset hak guna - neto 8,13% 7,79% 8,25%
Properti investasi - neto 0,09% 0,07% 0,07%
Aset pajak tangguhan - neto 0,81% 1,00% 1,02%
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 2,35% 2,27% 1,96%
Taksiran tagihan pajak penghasilan 7,50% 9,32% 10,72%
Aset keuangan lainnya 0,72% 0,77% 0,73%
Aset tidak lancar lainnya 0,02% 0,01% 0,03%
Jumlah Aset Tidak Lancar 34,24% 36,60% 38,88%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 20,47% 19,38% 12,56%
Utang usaha 14,07% 17,96% 17,77%
Utang lain-lain 7,10% 6,87% 7,61%
Beban akrual 0,48% 0,35% 0,50%
Utang pajak 6,25% 1,16% 0,47%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0,23% 0,29% 0,42%
Pendapatan diterima di muka 0,01% 0,01% 0,02%
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 0,00% 0,05% 0,00%
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 1,67% 2,37% 7,73%
Liabilitas sewa 2,60% 2,09% 2,86%
Utang pembiayaan konsumen 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 52,88% 50,52% 49,95%
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 1,07% 3,22% 1,94%
Utang obligasi 0,00% 2,71% 2,63%
Liabilitas sewa 2,53% 2,44% 2,14%
Utang pembiayaan konsumen 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas pajak tangguhan - neto 0,17% 0,12% 0,10%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 1,13% 1,21% 1,63%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4,89% 9,71% 8,45%
Jumlah Liabilitas 57,77% 60,24% 58,40%
EKUITAS
Modal saham 9,35% 7,80% 7,33%
Tambahan modal disetor - neto 3,51% 2,93% 2,75%
Saham treasuri -0,37% -0,31% -0,29%
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali -0,49% 0,09% 0,09%
Saldo laba 27,29% 25,34% 27,30%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 0,24% -0,03% 0,18%
Sub-total 39,53% 35,82% 37,36%
Kepentingan nonpengendali 2,70% 3,95% 4,24%
Jumlah Ekuitas 42,23% 39,76% 41,60%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00%
Page 68
Apendiks 1d
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Common Size - Laba Rugi Konsolidasi
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 - 2024
Audited Audited Audited
Keterangan 2022 2023 2024
-2 -1 0
Penjualan Neto 100,00% 100,00% 100,00%
Beban Pokok Penjualan -89,16% -89,28% -88,85%
Laba Bruto 10,84% 10,72% 11,15%
Beban Usaha -7,21% -7,65% -7,88%
Laba Usaha 3,62% 3,07% 3,27%
Pendapatan (Beban) Lain-Lain -0,60% -1,00% -0,94%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3,03% 2,06% 2,33%
Beban Pajak Penghasilan - Neto -0,85% -0,64% -0,61%
Laba Tahun Berjalan 2,18% 1,42% 1,71%
EBITDA 4,93% 4,59% 5,02%
Page 69
Apendiks 2.1a
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Neraca Konsolidasi - Sebelum Rencana Transaksi
2025 - 2029
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.742.010.661 1.751.374.572 1.452.838.385 1.517.795.679 4.040.048.186
Piutang usaha - neto 1.248.460.490 1.341.334.660 1.440.631.095 1.546.620.568 1.546.620.568
Piutang lain-lain - neto 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780
Persediaan - neto 11.438.615.592 12.592.901.974 13.818.487.583 15.139.578.534 15.139.578.534
Uang muka 639.483.762 639.483.762 639.483.762 639.483.762 639.483.762
Biaya dibayar di muka - bagian lancar 60.248.886 60.248.886 60.248.886 60.248.886 60.248.886
Pajak dibayar di muka 1.667.164.412 1.667.164.412 1.667.164.412 1.667.164.412 1.667.164.412
Aset keuangan lancar lainnya 115.302.190 115.302.190 115.302.190 115.302.190 115.302.190
Taksiran tagihan pajak penghasilan 47.463.563 47.463.563 47.463.563 47.463.563 47.463.563
Jumlah Aset Lancar 18.469.421.336 19.725.945.800 20.752.291.656 22.244.329.374 24.766.581.882
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap dan aset takberwujud 117.555.218 117.555.218 117.555.218 117.555.218 117.555.218
Aset tetap - neto 2.873.505.436 2.960.436.384 2.973.629.811 2.955.989.505 2.955.989.505
Aset takberwujud - neto 824.355.190 826.584.965 829.048.254 835.687.334 835.687.334
Aset hak guna - neto 1.793.595.162 2.214.989.450 2.137.265.685 2.617.003.548 2.617.003.548
Properti investasi - neto 14.173.024 14.173.024 14.173.024 14.173.024 14.173.024
Aset pajak tangguhan - neto 152.527.131 152.527.131 152.527.131 152.527.131 152.527.131
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 689.740.139 687.720.870 756.426.904 937.111.129 937.111.129
Taksiran tagihan pajak penghasilan 1.700.424.526 1.711.208.025 2.325.076.121 2.351.839.373 2.351.839.373
Aset keuangan lainnya 188.785.104 188.785.104 188.785.104 188.785.104 188.785.104
Jumlah Aset Tidak Lancar 8.354.660.929 8.873.980.170 9.494.487.253 10.170.671.367 10.170.671.367
Jumlah Aset 26.824.082.265 28.599.925.970 30.246.778.909 32.415.000.742 34.937.253.249
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 2.733.983.958 2.333.983.958 1.933.983.958 933.983.958 933.983.958
Utang usaha 6.437.576.254 7.038.437.073 7.669.537.017 8.352.563.515 8.352.563.515
Utang lain-lain 1.756.043.843 1.756.043.843 1.756.043.843 1.756.043.843 1.756.043.843
Beban akrual 221.115.048 221.115.048 221.115.048 221.115.048 221.115.048
Utang pajak 597.150.924 597.150.924 597.150.924 597.150.924 597.150.924
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 41.865.595 41.865.595 41.865.595 41.865.595 41.865.595
Pendapatan diterima di muka 3.837.763 3.837.763 3.837.763 3.837.763 3.837.763
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 151.172 151.172 151.172 151.172 151.172
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 433.851.747 433.851.747 433.851.747 433.851.747 433.851.747
Liabilitas sewa 467.926.400 467.926.400 467.926.400 467.926.400 467.926.400
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 12.693.502.703 12.894.363.522 13.125.463.466 12.808.489.964 12.808.489.964
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199
Utang obligasi 559.028.564 559.028.564 - - -
Liabilitas sewa 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850
Liabilitas pajak tangguhan - neto 18.333.455 18.333.455 18.333.455 18.333.455 18.333.455
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 225.049.134 225.049.134 225.049.134 225.049.134 225.049.134
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.841.844.201 3.841.844.201 3.282.815.637 3.282.815.637 3.282.815.637
Jumlah Liabilitas 16.535.346.904 16.736.207.724 16.408.279.104 16.091.305.601 16.091.305.601
Ekuitas
Modal saham 1.595.000.000 1.595.000.000 1.595.000.000 1.595.000.000 1.595.000.000
Tambahan modal disetor - neto 598.379.152 598.379.152 598.379.152 598.379.152 598.379.152
Saham treasuri (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128)
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 19.242.434 19.242.434 19.242.434 19.242.434 19.242.434
Saldo laba 7.030.787.236 8.422.501.548 10.174.707.690 12.391.304.469 14.623.470.537
Penghasilan komprehensif lain 40.111.113 40.111.113 40.111.113 40.111.113 40.111.113
Sub-total 9.219.715.807 10.611.430.119 12.363.636.261 14.580.233.040 16.812.399.108
Kepentingan nonpengendali 1.069.019.554 1.252.288.127 1.474.863.544 1.743.462.100 2.033.548.540
Jumlah Ekuitas 10.288.735.361 11.863.718.246 13.838.499.805 16.323.695.140 18.845.947.648
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 26.824.082.265 28.599.925.970 30.246.778.909 32.415.000.742 34.937.253.249
0,48
Page 70
Apendiks 2.1b
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi - Sebelum Rencana Transaksi
2025 - 2029
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Penjualan Neto 81.774.529.768 90.063.824.794 98.922.738.241 108.434.006.666 113.855.706.999
Beban Pokok Penjualan (72.855.483.986) (79.892.872.726) (87.376.406.815) (95.411.518.713) (100.182.094.649)
Laba Bruto 8.919.045.782 10.170.952.067 11.546.331.426 13.022.487.953 13.673.612.351
Beban Usaha (6.525.250.024) (7.408.295.029) (8.375.196.575) (9.385.845.764) (9.934.868.900)
Laba Usaha 2.393.795.757 2.762.657.038 3.171.134.851 3.636.642.189 3.738.743.450
Pendapatan (Beban) Lain-Lain (424.232.335) (369.945.584) (286.861.460) (120.471.005) (120.471.005)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.969.563.423 2.392.711.454 2.884.273.391 3.516.171.184 3.618.272.446
Beban Pajak Penghasilan - Neto (438.222.335) (517.728.569) (609.491.832) (730.975.849) (796.019.938)
-0,22 -0,22 -0,21 -0,21
Laba Neto Tahun Berjalan 1.531.341.088 1.874.982.885 2.274.781.559 2.785.195.335 2.822.252.508
Penyusutan dan amortisasi 1.223.689.919 1.403.351.216 1.647.075.947 1.923.995.385 1.902.507.500
EBITDA 3.617.485.677 4.166.008.254 4.818.210.798 5.560.637.574 5.641.250.950
Apendiks 2.1c
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi - Sebelum Rencana Transaksi
2025 - 2029
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 81.682.555.544 89.970.950.623 98.823.441.806 108.328.017.193 113.855.706.999
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (79.808.836.053) (85.917.309.370) (94.113.518.949) (102.911.039.478) (107.592.574.096)
Penerimaan pendapatan bunga 7.383.916 7.410.628 7.438.943 7.468.957 7.468.957
Pembayaran beban bunga (348.589.050) (322.163.697) (295.832.823) (227.602.097) (227.602.097)
Pembayaran beban pajak 1.475.234.735 (528.512.068) (1.223.359.928) (757.739.101) (796.019.938)
Pembayaran lainnya (1.129.148.499) - - - -
Arus kas bersih dari aktivitas operasi 1.878.600.593 3.210.376.116 3.198.169.049 4.439.105.474 5.246.979.825
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset takberwujud (55.976.695) (62.062.925) (64.874.882) (71.657.710) (65.018.630)
Penambahan aset hak-guna (821.995.396) (1.362.922.684) (992.659.056) (1.685.168.108) (1.205.430.245)
Penambahan sewa (291.942.842) (368.575.565) (451.914.639) (533.030.341) (533.030.341)
Penambahan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama (258.208.136) 44.000.000 46.000.000 48.000.000 228.684.225
Pembelian aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap (817.193.457) (654.277.785) (661.054.480) (703.269.931) (720.910.236)
Arus kas bersih untuk akivitas investasi (2.245.316.527) (2.403.838.959) (2.124.503.058) (2.945.126.090) (2.295.705.228)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran utang bank jangka pendek (288.222.645) (400.000.000) (400.000.000) (1.000.000.000) -
Pembayaran utang obligasi - - (559.028.564) - -
Pembayaran liabilitas sewa 945.492.755 (97.173.247) (113.173.615) (129.022.090) (129.022.090)
Pembayaran dividen (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000)
Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan 357.270.110 (797.173.247) (1.372.202.178) (1.429.022.090) (429.022.090)
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (9.445.824) 9.363.911 (298.536.187) 64.957.294 2.522.252.508
Efek neto perubahan kurs mata uang terhadap kas dan setara kas (14.289.411) - - - -
Kas dan Setara Kas, Awal Tahun 1.765.745.896 1.742.010.661 1.751.374.572 1.452.838.385 1.517.795.679
Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun 1.742.010.661 1.751.374.572 1.452.838.385 1.517.795.679 4.040.048.186
Page 71
Apendiks 2.2a
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Neraca Konsolidasi - Setelah Rencana Transaksi
2025 - 2029
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.745.907.451 1.755.315.846 1.456.729.450 1.521.662.232 4.043.916.313
Piutang usaha - neto 1.248.460.490 1.341.334.660 1.440.631.095 1.546.620.568 1.546.620.568
Piutang lain-lain - neto 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780 1.510.671.780
Persediaan - neto 11.438.615.592 12.592.901.974 13.818.487.583 15.139.578.534 15.139.578.534
Uang muka 639.483.762 639.483.762 639.483.762 639.483.762 639.483.762
Biaya dibayar di muka - bagian lancar 60.248.886 60.248.886 60.248.886 60.248.886 60.248.886
Pajak dibayar di muka 1.667.111.177 1.667.111.177 1.667.111.177 1.667.111.177 1.667.111.177
Aset keuangan lancar lainnya 115.302.190 115.302.190 115.302.190 115.302.190 115.302.190
Taksiran tagihan pajak penghasilan 47.463.563 47.463.563 47.463.563 47.463.563 47.463.563
Jumlah Aset Lancar 18.473.264.891 19.729.833.839 20.756.129.486 22.248.142.692 24.770.396.774
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap dan aset takberwujud 117.555.218 117.555.218 117.555.218 117.555.218 117.555.218
Aset tetap - neto 2.749.435.303 2.838.361.098 2.853.549.372 2.837.903.913 2.839.898.760
Aset takberwujud - neto 824.355.190 826.584.965 829.048.254 835.687.334 835.687.334
Aset hak guna - neto 1.793.595.162 2.214.989.450 2.137.265.685 2.617.003.548 2.617.003.548
Properti investasi - neto 14.173.024 14.173.024 14.173.024 14.173.024 14.173.024
Aset pajak tangguhan - neto 152.527.131 152.527.131 152.527.131 152.527.131 152.527.131
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 689.740.139 687.720.870 756.426.904 937.111.129 937.111.129
Taksiran tagihan pajak penghasilan 1.700.424.526 1.711.208.025 2.325.076.121 2.351.839.373 2.351.839.373
Aset keuangan lainnya 188.785.104 188.785.104 188.785.104 188.785.104 188.785.104
Jumlah Aset Tidak Lancar 8.230.590.796 8.751.904.884 9.374.406.814 10.052.585.775 10.054.580.622
Jumlah Aset 26.703.855.688 28.481.738.723 30.130.536.300 32.300.728.467 34.824.977.395
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 2.663.363.883 2.263.363.883 1.863.363.883 863.363.883 863.363.883
Utang usaha 6.437.576.254 7.038.437.073 7.669.537.017 8.352.563.515 8.352.563.515
Utang lain-lain 1.756.020.331 1.756.020.331 1.756.020.331 1.756.020.331 1.756.020.331
Beban akrual 221.016.733 221.016.733 221.016.733 221.016.733 221.016.733
Utang pajak 597.119.073 597.119.073 597.119.073 597.119.073 597.119.073
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 41.865.595 41.865.595 41.865.595 41.865.595 41.865.595
Pendapatan diterima di muka 3.837.763 3.837.763 3.837.763 3.837.763 3.837.763
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 151.172 151.172 151.172 151.172 151.172
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 433.851.747 433.851.747 433.851.747 433.851.747 433.851.747
Liabilitas sewa 467.926.400 467.926.400 467.926.400 467.926.400 467.926.400
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 12.622.728.951 12.823.589.770 13.054.689.714 12.737.716.212 12.737.716.212
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199 1.384.789.199
Utang obligasi 559.028.564 559.028.564 - - -
Liabilitas sewa 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850 1.654.643.850
Liabilitas pajak tangguhan - neto 18.333.455 18.333.455 18.333.455 18.333.455 18.333.455
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 225.049.134 225.049.134 225.049.134 225.049.134 225.049.134
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.841.844.201 3.841.844.201 3.282.815.637 3.282.815.637 3.282.815.637
Jumlah Liabilitas 16.464.573.152 16.665.433.971 16.337.505.351 16.020.531.849 16.020.531.849
Ekuitas
Modal saham 1.593.800.000 1.592.600.000 1.591.280.000 1.589.960.000 1.588.640.000
Tambahan modal disetor - neto 598.379.152 598.379.152 598.379.152 598.379.152 598.379.152
Saham treasuri (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128) (63.804.128)
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 19.242.434 19.242.434 19.242.434 19.242.434 19.242.434
Saldo laba 7.045.580.291 8.452.112.576 10.219.161.998 12.450.627.754 14.697.688.885
Penghasilan komprehensif lain 40.111.113 40.111.113 40.111.113 40.111.113 40.111.113
Sub-total 9.233.308.862 10.638.641.147 12.404.370.569 14.634.516.325 16.880.257.456
Kepentingan nonpengendali 1.005.973.673 1.177.663.604 1.388.660.379 1.645.680.293 1.924.188.091
Jumlah Ekuitas 10.239.282.536 11.816.304.751 13.793.030.948 16.280.196.618 18.804.445.546
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 26.703.855.688 28.481.738.723 30.130.536.300 32.300.728.467 34.824.977.395
0,48
Page 72
Apendiks 2.2b
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi - Setelah Rencana Transaksi
2025 - 2029
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Penjualan Neto 81.774.292.727 90.063.577.322 98.922.479.881 108.433.736.938 113.855.425.404
Beban Pokok Penjualan (72.855.483.986) (79.892.872.726) (87.376.406.815) (95.411.518.713) (100.182.094.649)
Laba Bruto 8.918.808.740 10.170.704.596 11.546.073.066 13.022.218.225 13.673.330.755
Beban Usaha (6.514.224.086) (7.397.233.743) (8.364.099.093) (9.374.711.218) (9.923.696.400)
Laba Usaha 2.404.584.654 2.773.470.853 3.181.973.973 3.647.507.008 3.749.634.355
Pendapatan (Beban) Lain-Lain (419.288.930) (365.002.179) (281.918.055) (115.527.599) (115.527.599)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.985.295.725 2.408.468.674 2.900.055.918 3.531.979.408 3.634.106.755
Beban Pajak Penghasilan - Neto (439.161.582) (518.667.816) (610.431.079) (731.915.096) (796.959.185)
-0,22 -0,22 -0,21 -0,21
Laba Neto Tahun Berjalan 1.546.134.143 1.889.800.858 2.289.624.839 2.800.064.312 2.837.147.570
Penyusutan dan amortisasi 1.221.695.072 1.401.356.369 1.645.081.100 1.922.000.538 1.900.512.653
EBITDA 3.626.279.727 4.174.827.222 4.827.055.073 5.569.507.545 5.650.147.008
Apendiks 2.2c
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi - Setelah Rencana Transaksi
2025 - 2029
(dalam ribuan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 81.682.318.503 89.970.703.152 98.823.183.446 108.327.747.465 113.855.425.404
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (79.799.804.961) (85.908.242.931) (94.104.416.314) (102.901.899.779) (107.583.396.443)
Penerimaan pendapatan bunga 7.383.916 7.410.628 7.438.943 7.468.957 7.468.957
Pembayaran beban bunga (343.645.645) (317.220.292) (290.889.418) (222.658.691) (222.658.691)
Pembayaran beban pajak 1.474.316.873 (529.451.315) (1.224.299.175) (758.678.348) (796.959.185)
Pembayaran lainnya (1.129.270.326) - - - -
Arus kas bersih dari aktivitas operasi 1.891.298.360 3.223.199.242 3.211.017.482 4.451.979.603 5.259.880.041
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset takberwujud (55.976.695) (62.062.925) (64.874.882) (71.657.710) (65.018.630)
Penambahan aset hak-guna (821.995.396) (1.362.922.684) (992.659.056) (1.685.168.108) (1.205.430.245)
Penambahan sewa (291.942.842) (368.575.565) (451.914.639) (533.030.341) (533.030.341)
Penambahan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama (258.208.136) 44.000.000 46.000.000 48.000.000 228.684.225
Pembelian aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap (691.128.477) (654.277.785) (661.054.480) (703.269.931) (720.910.236)
Arus kas bersih untuk akivitas investasi (2.119.251.547) (2.403.838.959) (2.124.503.058) (2.945.126.090) (2.295.705.228)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Kontribusi modal ke entitas anak (1.200.000) (1.200.000) (1.320.000) (1.320.000) (1.320.000)
Pembayaran utang bank jangka pendek (358.842.720) (400.000.000) (400.000.000) (1.000.000.000) -
Pembayaran utang obligasi - - (559.028.564) - -
Pembayaran liabilitas sewa 945.492.755 (97.173.247) (113.173.615) (129.022.090) (129.022.090)
Pembayaran dividen (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000) (300.000.000)
Akuisisi kepentingan nonpengendali (63.045.881) (11.578.642) (11.578.642) (11.578.642) (11.578.642)
Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan 222.404.154 (809.951.889) (1.385.100.820) (1.441.920.732) (441.920.732)
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (5.549.033) 9.408.395 (298.586.396) 64.932.781 2.522.254.081
Efek neto perubahan kurs mata uang terhadap kas dan setara kas (14.289.411) - - - -
Kas dan Setara Kas, Awal Tahun 1.765.745.896 1.745.907.451 1.755.315.846 1.456.729.450 1.521.662.232
Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun 1.745.907.451 1.755.315.846 1.456.729.450 1.521.662.232 4.043.916.313
Page 73
Apendiks 3a
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Rasio Keuangan - Sebelum Rencana Transaksi
2022-2029
Audited Audited Audited Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
-2 -1 0 1 2 3 4 5
Kinerja
Jumlah saham beredar 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000
Laba bersih per saham ribuan Rp 0,07 0,05 0,07 0,10 0,12 0,14 0,17 0,18
Nilai buku per saham ribuan Rp 0,45 0,51 0,57 0,65 0,74 0,87 1,02 1,18
Operasi
Marjin laba bruto 10,84% 10,72% 11,15% 10,91% 11,29% 11,67% 12,01% 12,01%
Marjin laba usaha 3,62% 3,07% 3,27% 2,93% 3,07% 3,21% 3,35% 3,28%
Marjin laba tahun berjalan 2,18% 1,42% 1,71% 1,87% 2,08% 2,30% 2,57% 2,48%
Marjin EBITDA 4,93% 4,59% 5,02% 4,42% 4,63% 4,87% 5,13% 4,95%
Imbal hasil aset (ROA) 6,31% 4,19% 5,14% 5,71% 6,56% 7,52% 8,59% 8,08%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 14,95% 10,54% 12,36% 14,88% 15,80% 16,44% 17,06% 14,98%
Likuiditas
Rasio Lancar 1,24 1,26 1,22 1,46 1,53 1,58 1,74 1,93
Quick Ratio 0,34 0,37 0,31 0,35 0,36 0,34 0,36 0,55
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,58 0,60 0,58 0,62 0,59 0,54 0,50 0,46
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,37 1,51 1,40 1,61 1,41 1,19 0,99 0,85
Pertumbuhan
Penjualan Neto 21,56% 8,55% 25,27% 10,14% 9,84% 9,61% 5,00%
Laba tahun berjalan -20,41% 30,65% 36,79% 22,44% 21,32% 22,44% 1,33%
Aset 19,87% 6,49% 23,19% 6,62% 5,76% 7,17% 7,78%
Liabilitas 24,97% 3,25% 30,03% 1,21% -1,96% -1,93% 0,00%
Ekuitas 12,88% 11,40% 13,59% 15,31% 16,65% 17,96% 15,45%
Page 74
Apendiks 3b
PT Erajaya Swasembada Tbk dan Entitas Anak
Rasio Keuangan - Setelah Rencana Transaksi
2022-2029
Audited Audited Audited Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
-2 -1 0 1 2 3 4 5
Kinerja
Jumlah saham beredar 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000 15.950.000.000
Laba bersih per saham ribuan Rp 0,07 0,05 0,07 0,10 0,12 0,14 0,18 0,18
Nilai buku per saham ribuan Rp 0,45 0,51 0,57 0,64 0,74 0,86 1,02 1,18
Operasi
Marjin laba bruto 10,84% 10,72% 11,15% 10,91% 11,29% 11,67% 12,01% 12,01%
Marjin laba usaha 3,62% 3,07% 3,27% 2,94% 3,08% 3,22% 3,36% 3,29%
Marjin laba tahun berjalan 2,18% 1,42% 1,71% 1,89% 2,10% 2,31% 2,58% 2,49%
Marjin EBITDA 4,93% 4,59% 5,02% 4,43% 4,64% 4,88% 5,14% 4,96%
Imbal hasil aset (ROA) 6,31% 4,19% 5,14% 5,79% 6,64% 7,60% 8,67% 8,15%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 14,95% 10,54% 12,36% 15,10% 15,99% 16,60% 17,20% 15,09%
Likuiditas
Rasio Lancar 1,24 1,26 1,22 1,46 1,54 1,59 1,75 1,94
Quick Ratio 0,34 0,37 0,31 0,36 0,36 0,34 0,36 0,56
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,58 0,60 0,58 0,62 0,59 0,54 0,50 0,46
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,37 1,51 1,40 1,61 1,41 1,18 0,98 0,85
Pertumbuhan
Penjualan Neto 21,56% 8,55% 25,27% 10,14% 9,84% 9,61% 5,00%
Laba tahun berjalan -20,41% 30,65% 38,11% 22,23% 21,16% 22,29% 1,32%
Aset 19,87% 6,49% 22,64% 6,66% 5,79% 7,20% 7,81%
Liabilitas 24,97% 3,25% 29,47% 1,22% -1,97% -1,94% 0,00%
Ekuitas 12,88% 11,40% 13,05% 15,40% 16,73% 18,03% 15,51%
Names mentioned 113 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ihot Dollar
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
—
Web site
p.2 ×2
unresolved
person
Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.)
· Senior Partner
p.4
unresolved
person
MBT
p.4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.6 ×4
unresolved
person
Myra Yuwono
· Notaris
p.8 ×7
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8 ×2
unresolved
person
R.M. Dendy Soebangil
· Notaris
p.8 ×5
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8 ×2
unresolved
person
Dr. Sugih Haryati
· Notaris
p.8 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.8
unresolved
org
PT Catur Kusuma Abadi Sejahtera
p.9
unresolved
person
Edison Jingga
· Notaris
p.9
unresolved
person
H. Thamrin
p.9
unresolved
org
Grand Fortune Group Holdings Limited
p.10 ×2
unresolved
person
Andreas Harun Djumadi
· Komisaris
p.10 ×6
unresolved
person
Lim Bing Tjay
· Komisaris Independen
p.10
unresolved
—
Gabrielle Halim
p.10
unresolved
—
Rebecca Halim Kusuma
p.10
unresolved
—
Luvena Katherine Halim Kusuma
p.10 ×2
unresolved
—
Lareina Halim Kusuma
p.10
unresolved
org
Purwantono
p.15 ×2
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.15 ×2
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.15 ×2
unresolved
org
S C Mohan PAC
p.15
unresolved
org
BDO LLP
p.15
unresolved
org
KJPP ID
p.15
unresolved
org
PT Azec Indonesia Management Services
p.19
unresolved
org
PT Indonesia Orisinil Teknologi
p.19
unresolved
org
PT Nusa Abadi Sukses Artha
p.19
unresolved
org
PT Prakarsa Prima Sentosa
p.19
unresolved
org
PT Prima Pesona Prakarsa
p.19
unresolved
org
PT Citra Kreativa Inovasi
p.19
unresolved
org
PT Multi Media Selular
p.19
unresolved
org
PT Nusa Gemilang Abadi
p.19
unresolved
org
PT Jagad Utama Lestari
p.19
unresolved
org
Erafone Retails Malaysia Sdn. Bhd.
p.19
unresolved
org
Switch Concept Sdn. Bhd.
p.19
unresolved
org
Urban Republic Sdn. Bhd.
p.19
unresolved
org
ENB Mobile Malaysia Sdn. Bhd.
p.19
unresolved
org
Switch Malaysia Sdn. Bhd.
p.19
unresolved
org
Pomelo Tech Sdn. Bhd.
p.19
unresolved
org
JKK Software Sdn. Bhd.
p.19
unresolved
org
Techero Sdn. Bhd.
p.19
unresolved
org
PT Satera Manajemen Persada Indonesia
p.19
unresolved
org
Eravest Holding Pte Ltd
p.19
unresolved
org
PT Erafone Dotcom
p.19
unresolved
org
PT Data Tekno Indotama
p.19
unresolved
org
PT Mitra Internasional Indonesia
p.19
unresolved
org
PT Sinar Era Aktif
p.19
unresolved
org
PT Master Selam Nusantara
p.20
unresolved
org
PT JDSports Fashion Distribution
p.20
unresolved
org
PT Era Gaya Aktif
p.20
unresolved
org
PT JDSports Fashion Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Era Inovasi Otomotif
p.20
unresolved
org
PT Era Industri Otomotif
p.20
unresolved
org
PT Aero Inovasi Media
p.20
unresolved
org
PT Era Mode Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Era Gaya Selaras
p.20
unresolved
org
PT Era Busana Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Nusa Abadi Sukses Artha Distribusi Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Mitra Internasional Indonesia Distribusi
p.20
unresolved
org
CG Computers Sdn. Bhd.
p.20
unresolved
org
Era International Network Sdn. Bhd.
p.20 ×2
unresolved
org
Erajaya Digital Retail Pte. Ltd.
p.20
unresolved
org
Era Tech Communication Pte. Ltd.
p.20
unresolved
org
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
p.21
unresolved
org
Kementerian Perdagangan
p.22 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.23 ×4
unresolved
org
International Data Corporation
p.25
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.30
unresolved
org
Kementerian Kesehatan
p.33
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
6062 ms
12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '52'}