Back to announcement
20250701_WIKA_Informasi Transaksi Afiliasi_31910461_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review WIKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 79
Page 1
Laporan No. 00120/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2025
File No. 048.1/IDR/DO.2/BFO/VI/2025
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PENAMBAHAN SETORAN MODAL
DENGAN SKEMA KONVERSI UTANG PEMEGANG SAHAM
MENJADI SAHAM (DEBT TO EQUITY SWAP)
PADA PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
OLEH PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2025
Page 2
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Laporan No. 00120/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2025
File No. 048.1/IDR/DO.2/BFO/VI/2025 Jakarta, 13 Juni 2025
Kepada Yth.
Direksi
PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
WIKA Tower II
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10
Jakarta, 13340
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal
Dengan Skema Konversi Utang Pemegang Saham Menjadi Saham (Debt To Equity
Swap) pada PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi oleh PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (KJPP IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis
di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP IDR dengan PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 035.1/IDR/DO.2/Pr-BFO/II/2025 tanggal 26 Februari 2025 dan PPJ No.
TP.01.03/A.FIN.00005.A/2025 tanggal 26 Maret 2025, KJPP IDR telah melaksanakan Penilaian untuk
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal Dengan Skema Konversi Utang
Pemegang Saham Menjadi Saham (Debt To Equity Swap) pada PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi
oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas
atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya
disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi
(selanjutnya disebut WRK) dengan kepemilikan 97,99% saham.
WRK memiliki pinjaman kepada WIKA berdasarkan perjanjian pengakuan utang antara WIKA dengan
WRK No. TP.01.03/A.DIR.00015/2025 sebesar Rp 190.903.239.380,- yang merupakan saldo pokok
pinjaman Shareholder Loan (SHL) (selanjutnya disebut Perjanjian Pinjaman).
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman tersebut, WIKA dengan WRK berencana untuk menyelesaikan
pinjaman dengan skema konversi utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap)
sebesar Rp 190.903.000.000,- dan pembayaran pinjaman secara tunai sebesar Rp 239.380,-.
Rencana penambahan setoran modal dengan skema konversi utang pemegang saham menjadi saham
(debt to equity swap) pada WRK oleh WIKA selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
i
Page 3
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut KJPP IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut. KJPP IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (selanjutnya disebut WRK) dengan kepemilikan 40,00% saham dan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (selanjutnya disebut WRK) dengan kepemilikan 97,99% saham. WRK sebagai perusahaan terkendali WIKA merupakan pemegang 60,00% saham WRK. Dengan demikian WIKA memiliki 100% saham WRK secara langsung dan tidak langsung melalui WRK. Objek Penilaian Objek Penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal dengan skema konversi utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WRK oleh WIKA. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA dengan WRK, dimana WIKA sebagai pemberi setoran modal dan WRK sebagai penerima setoran modal. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 31 Desember 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Eishennoraz dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan yang terdaftar di OJK. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. • Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. • Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ii
Page 4
• Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. • Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir. • Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas. • Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendekatan dan Metode Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah: a. Melakukan analisis transaksi. b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi. c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi. e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) Berdasarkan akta pernyataan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan WRK tanggal 15 Mei 2025 No. 17 oleh Notaris Ryan Bayu Candra, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta. Dengan demikian susunan dewan komisaris dan direksi WRK adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Plt. Komisaris Utama : Dwi Purnomo Komisaris : Mira Rahardjo Djarot Komisaris : Sujono Komisaris Independen : Ahmad Thontowi Djauhari Direksi Direktur Utama : Rosman Pria Utama Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko : Ika Rosmayanti Dewi Direktur Operasi : Fafan Khoirul Fanani Direktur Strategi Bisnis dan Investasi : Hadi Irawan Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk iii
Page 5
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Hasil analisis atas nilai transaksi penambahan setoran modal dengan skema konversi utang pemegang
saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WRK oleh WIKA adalah nilai transaksi dibawah dari
Nilai Pasarnya. Dengan dilakukannya transaksi persentase kepemilikan saham Perseroan pada WRK
mengalami peningkatan . Dengan demikian transaksi akan menguntungkan Perseroan.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa berdasarkan analisis laporan keuangan proforma
dan proyeksi keuangan Perseroan tidak terdapat kontribusi nilai tam bah bagi Perseroan, namun
dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan laba, likuiditas dan solvabilitas WRK yang dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan secara konsolidasi, dengan demikian sesuai dengan
kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan
pemegang saham adalah WIKA dapat membantu WRK untuk meningkatkan solvabilitasnya dalam
rangka penyehatan dan perbaikan rasio keuangan WRK memberikan kesimpulan bahwa
pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa transaksi
adalah wajar.
~ .. .,.,
j; ~
~
•
fhUa ito SE. M.Ec.Oev.
Penil Properti! Aset dan Bisnis
MAP I No. : 10-5-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No. P -1.13.00355
NIPP Menkeu No. B - 1.18.00520
5TTO OJK No: 5TTO.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk iv
Page 6
PERNYATAAN PENILAI
1. Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini Kam i telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, lapo ran pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak mana pun .
3. Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan in i.
4. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
5. Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI VII-2018)
6. Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penila ian professional te lah disajikan sebagai
kesimpulan .
7. Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan .
8. Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran .
9. Bahwa kesimpulan pen ilaian telah sesua i dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Penilai Publik,
Radithe Pramudito, SE., M .Ec.Dev., MAP PI (Cert.)
MAPPI No.: 10-5-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No. P -1 .13.00355
NIPP Menkeu No. B -1 .18.00520
STTD OJK No: 5TTD. PPB-33/ PJ-1/ PM. 02/2023
Reviuer,
Adhitya An indito, S.I.Kom., S.H., M .M., MAPPI (Cert.)
MAPPI No.: 11-5-03079
RMK-2017.00547
Penilai,
Sigit E. Purnomo, S.E.
MAPPI No.: 19-T-09657
f(/YVJJrW .-
RMK-2020.03575
Ryan Suradireja, S.Ak
MAPPI No.: 19-P-09941
RMK-2021 .03692
Muhammad Dena ldy, S.M.
MAPPI No.: 21 -P-10891
RMK- 2022.04282
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaks i PT Wijaya Karya (Persero) Tbk v
Page 7
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................................. v
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-2
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-2
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-3
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-7
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-3
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ................................................................................................. III-8
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ........ III-8
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-24
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-2
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ......................................................................................... VI-1
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk vi
Page 8
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh.................................................................................... VI-2 BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1 LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk vii
Page 9
DEFINISI DAN ISTILAH
Arus Kas Bersih : Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan
operasional; merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri
dari utang dan ekuitas; dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan
operasi saat ini dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan
Asumsi : Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan
kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses
Penilaian
BEI : Bursa Efek Indonesia
Business Interest : Kepemilikan dalam perusahaan yang meliputi penyertaan dalam perusahaan,
surat berharga, aset keuangan lainnya, dan aset tak berwujud
Dasar Penilaian : Suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
berdasarkan kriteria tertentu
Diskon Likuiditas Pasar : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek Penilaian
Diskon Tanpa : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu
Pengendalian ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek Penilaian
Faktor Kapitalisasi : Semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi suatu
Nilai
Holding Company : Suatu perusahaan yang sebagian besar pendapatannya atau seluruhnya berasal
dari penyertaan pada perusahaan lain
KAP : Kantor Akuntan Publik
KJPP IDR : Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
Kapitalisasi : Pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat
aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan Nilai
aset pada suatu tanggal tertentu atau pengakuan atas suatu pengeluaran modal
Kelangsungan Usaha : Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau dalam
konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai Bisnis menganggap
suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan
KEPI : Kode Etik Penilai Indonesia
Laporan Penilaian Bisnis : laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat Penilai
Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
Penilaian
Metode Kapitalisasi : Metode Penilaian yang mendasarkan pada suatu pendapatan yang dianggap
Pendapatan mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau Business
Interest yang dinilai, dibagi dengan suatu tingkat kapitalisasi atau dikali dengan
Faktor Kapitalisasi, sehingga menjadi suatu indikasi Nilai dari perusahaan atau
Business Interest
Metode Penilaian : Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Penilaian
Modal Investasi : Jumlah utang jangka panjang dan ekuitas pada suatu perusahaan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk viii
Page 10
Nilai : Perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang
atau jasa dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang
akan diperoleh dari objek Penilaian pada tanggal Penilaian
Nilai Aset Bersih : Total nilai pasar aset dikurangi total nilai pasar liabilitas
Nilai Buku : Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi,
deplesi, amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan
keuangan atau selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari
perusahaan sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan
Nilai Pasar (OJK) : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa
paksaan
Nilai Pasar (SPI) : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu
aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka 3.1).
Nilai Terminal : Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu tetap, dimana arus
kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas atau Modal Investasi
OJK : Otoritas Jasa Keuangan
Pendapat Kewajaran : Suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan bahwa
suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
Pendapat Kewajaran : Suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan bahwa
atas Transaksi Pinjam- transaksi pinjam-meminjam dana dan/atau penjaminan adalah wajar atau tidak
Meminjam Dana wajar
dan/atau Penjaminan
Pendekatan Aset : Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis objek Penilaian yang
telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas menjadi Nilai
Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Bisnis
Pendekatan Pasar : Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan objek
lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau
penawaran
Pendekatan Pendapatan : Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau
pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek Penilaian dengan tingkat
diskonto tertentu
Pendekatan Penilaian : Suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau lebih
metode penilaian
Penilai : Orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di
pasar modal
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ix
Page 11
Penilai Bisnis : Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
pasar modal
Penilai Properti : Penilai yang melakukan kegiatan Penilaian properti sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
pasar modal
Penilaian : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
penilaian
Penilaian Bisnis : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai
yang melakukan kegiatan di pasar modal
Penugasan Penilaian : Penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi penugasan untuk melakukan
Profesional Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian
Pihak : Orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang
terorganisasi
Premi Pengendalian : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari Nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek Penilaian
Premis Nilai : Asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang dapat
digunakan pada objek Penilaian
RUPS : Rapat Umum Pemegang Saham
SPI : Standar Penilaian Indonesia
Studi Kelayakan Bisnis : Suatu Penugasan Penilaian Profesional yang diberikan oleh Penilai Bisnis berupa
pendapat untuk menyatakan kelayakan suatu usaha atau proyek
Tanggal Laporan : Tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh Penilai Bisnis
Penilaian Bisnis
Tanggal Penilaian : Tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
adalah dinyatakan
Tenaga Ahli : Orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang tertentu di luar
ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai publik
Tingkat Diskonto : Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas
terealisasinya pendapatan ekonomi
Tingkat Imbal Balik : Jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan atau
diharapkan dari suatu investasi yang dinyatakan dalam persentase
Tingkat Kapitalisasi : Jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi Nilai
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk x
Page 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi
Tugas atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia
(selanjutnya disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Rekayasa
Konstruksi (selanjutnya disebut WRK) dengan kepemilikan 97,99% saham.
WRK memiliki pinjaman kepada WIKA berdasarkan perjanjian pengakuan utang antara WIKA
dengan WRK No. TP.01.03/A.DIR.00015/2025 sebesar Rp 190.903.239.380,- yang merupakan
saldo pokok pinjaman Shareholder Loan (SHL) (selanjutnya disebut Perjanjian Pinjaman).
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman tersebut, WIKA dengan WRK berencana untuk menyelesaikan
pinjaman dengan skema konversi utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap)
sebesar Rp 190.903.000.000,- dan pembayaran pinjaman secara tunai sebesar Rp 239.380,-.
Rencana penambahan setoran modal dengan skema konversi utang pemegang saham menjadi
saham (debt to equity swap) pada WRK oleh WIKA selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
KJPP IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
KJPP IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya
No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-33/PJ-
1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Bidang Usaha : Industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa
keagenan, investasi, agro industri, industri energi, energi
terbarukan dan energi konversi, penyelenggaraan
perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering
procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan
perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang
prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan
barang dan/ atau jasa
Alamat Kantor : WIKA Tower II Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta, 13340
No. Telepon/Faksimile : 021 – 8067 9200
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-1
Page 13
E-mail : adwijaya@wika.co.id
Situs Web : www.wika.co.id
1.3. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal dengan skema konversi
utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WRK oleh WIKA.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
1.5. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Desember 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Eishennoraz
dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan yang terdaftar di
OJK.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
definisi penilaian dan tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
dilakukan analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
saham.
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai
dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan KJPP IDR
untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-2
Page 14
1.7. Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA dengan WRK, dimana WIKA sebagai pemberi
setoran modal dan WRK sebagai penerima setoran modal.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
1. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami tidak ada benturan
kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang
saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai Kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi Kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium Kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
akibat dari laporan Kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Atas Rencana Transaksi
Dalam pendapat kewajaran ini Kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha yang telah
melakukan penilaian terhadap objek transaksi. Objek transaksi adalah saham WRK.
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham WRK No. 00108/2.0118-00/BS/03/0520/1/V/2025
tanggal 26 Mei 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
Pasar 212.796 saham atau 100% saham WRK per 31 Desember 2024 adalah
Rp 332.800.000.000,- atau untuk setiap saham adalah Rp 1.563.939,-.
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, Kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a) Copy legalitas dan perizinan WIKA.
b) Copy legalitas dan perizinan WRK.
c) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Eishennoraz dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-3
Page 15
d) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
e) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
f) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
g) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
h) Laporan keuangan proforma WIKA per 31 Desember 2024 sebelum dan setelah transaksi
dari manajemen Perseroan.
i) Laporan Penilaian Saham WRK No. 00108/2.0118-00/BS/03/0520/1/V/2025 tanggal 26
Mei 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan.
j) Perjanjian pengakuan utang antara WIKA dengan WRK No. TP.01.03/A.DIR.00015/2025.
k) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
l) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 22
April 2025 – 4 Juni 2025. Identitas yang Kami wawancarai adalah Bapak Dhonny Ariyanto Sigit
dan Sebtiana Ady Candra sebagai representatif WIKA.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
keuangan.
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat memengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
i. KJPP IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan
terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
material terhadap Rencana Transaksi.
j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-4
Page 16
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
Rencana Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
l. KJPP IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi
pendapatnya karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, KJPP IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi
dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. KJPP IDR
tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun
data-data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan
dengan demikian KJPP IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab
terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
n. Sebagai dasar bagi KJPP IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP IDR menggunakan data-data sebagaimana
tercantum pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan
pertimbangan.
o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
KJPP IDR secara material. Oleh karena itu, KJPP IDR tidak dapat menerima tanggung jawab
atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
tersebut.
p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
lain serta aspek-aspek lainnya.
q. KJPP IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini
sampai dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
pendapat kewajaran.
r. Dengan ini KJPP IDR menyatakan bahwa penugasan KJPP IDR tidak termasuk menganalisis
transaksi-transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
s. KJPP IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum
dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-5
Page 17
u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
atas Rencana Transaksi tersebut.
w. KJPP IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
representation letter) atas penugasan KJPP IDR untuk mempersiapkan laporan pendapat
kewajaran, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat
terpisah tersebut.
bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
pekerjaan penilaian ini.
cc. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Berdasarkan akta pernyataan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan WRK tanggal
15 Mei 2025 No. 17 oleh Notaris Ryan Bayu Candra, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta. Dengan
demikian susunan dewan komisaris dan direksi WRK adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Plt. Komisaris Utama : Dwi Purnomo
Komisaris : Mira Rahardjo Djarot
Komisaris : Sujono
Komisaris Independen : Ahmad Thontowi Djauhari
Direksi
Direktur Utama : Rosman Pria Utama
Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko : Ika Rosmayanti Dewi
Direktur Operasi : Fafan Khoirul Fanani
Direktur Strategi Bisnis dan Investasi : Hadi Irawan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-6
Page 18
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-7
Page 19
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan, dengan dilakukannya transaksi
profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan Perseroan dengan
dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan tidak mengalami perubahan.
2.3. Nilai Transaksi
Berdasarkan perjanjian pengakuan utang antara WIKA dengan WRK No.
TP.01.03/A.DIR.00015/2025, rencana transaksi yang akan dilakukan yaitu penambahan setoran
modal dengan skema konversi utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap)
pada WRK oleh WIKA. WIKA akan mengambil bagian saham baru yang diterbitkan WRK sebesar
Rp 190.903.000.000,- dengan nilai transaksi sebesar Rp 1.000.000,- per saham.
2.4. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi
sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.
Perusahaan terbuka yang akan melakukan transaksi material wajib terlebih dahulu memperoleh
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
1. Transaksi material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
pendapatan usaha Perseroan.
2. Transaksi material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
negatif.
3. Laporan Penilai menyatakan bahwa transaksi material yang akan dilakukan tidak wajar.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%;
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%; atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-1
Page 20
Nilai transaksi Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 190.903.000.000,- dan ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Eishennoraz dari KAP
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp 11.871.419.792.000,-, dengan demikian materialitas nilai transaksi 1,61% dari ekuitas
Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA dengan WRK, dimana WIKA sebagai pemberi setoran
modal dan WRK sebagai penerima setoran modal.
Hubungan Kepemilikan Saham
Keterangan
WIKA : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
WRK : PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, terdapat hubungan kepemilikan saham
antara WIKA dengan WRK yaitu WIKA sebagai pemegang 97,99% saham WRK . Dengan demikian
antara WIKA dengan WRK terdapat hubungan kepemilikan.
Hubungan Kepengurusan
Hubungan kepengurusan antara WIKA dan WRK adalah sebagai berikut:
Nama WIKA WRK
Jarot Widyoko KU
Firdaus Ali K
Satya Bhakti Parikesit K
Harris Arthur Hedar K
Adityawarman KI
Suryo Hapsoro Tri Utomo KI
Rusmanto KI
Agung Budi Waskito DU
Adityo Kusumo D
Hadjar Seti Adji D
Sumadi D
Hananto Aji D
Harum Akhmad Zuhdi D
Tri Prabowo KU
Sujono K
Mira Rahardjo Djarot K
Ahmad Thontowi Djauhari KI
Rosman Pria Utama P DU
Hadi Irawan P D
Ika Rosmayanti Dewi P D
Fafan Khoirul Fanani P D
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-2
Page 21
Keterangan:
KU : Komisaris Utama
K : Komisaris
KI : Komisaris Independen
DU : Direktur Utama
D : Direktur
P : Pegawai
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, terdapat hubungan kepengurusan antara WIKA
dan WRK dimana Rosman Pria Utama sebagai Pegawai WIKA juga merupakan Direktur Utama
WRK, Hadi Irawan sebagai Pegawai WIKA juga merupakan Direktur WRK, Ika Rosmayanti Dewi
sebagai Pegawai WIKA juga merupakan Direktur WRK dan Fafan Khoirul Fanani sebagai Pegawai
WIKA juga merupakan Direktur WRK.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman, hal-hal pokok dalam dokumen tersebut adalah sebagai
berikut:
- WIKA dengan WRK sepakat untuk menyelesaikan pokok pinjaman sebesar
Rp190.903.000.000,- melalui skema konversi utang pemegang saham menjadi saham (debt
to equity swap).
- WRK menyetujui pelaksanaan penambahan modal melalui pengeluaran saham dalam
simpanan dengan mekanisme debt to equity dengan harga per lembar saham sesuai nilai
nominal saham WRK sebesar Rp1.000.000,- yang pelaksanannya setelah mendapatkan
persetujuan dewan komisaris.
- Berdasarkan konfirmasi manajemen, pemegang saham WRK lain yaitu Widjanarko Tantono,
Ir. Hastjaryo, dan Hendro Isworo tidak mengambil bagian atas penambahan modal WRK
tersebut.
Dengan demikian susunan pemegang saham WRK sebelum dan setelah transaksi dengan asumsi
efektif per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Sebelum dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 208.525 97,99% 208.525.000.000
2 Widjanarko Tantono 2.124 1,00% 2.124.000.000
3 Ir. Hastjaryo 1.416 0,67% 1.416.000.000
4 Hendro Isworo 731 0,34% 731.000.000
Jumlah 212.796 100,00% 212.796.000.000
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Setelah dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 399.428 98,94% 399.428.000.000
2 Widjanarko Tantono 2.124 0,53% 2.124.000.000
3 Ir. Hastjaryo 1.416 0,35% 1.416.000.000
4 Hendro Isworo 731 0,18% 731.000.000
Jumlah 403.699 100,00% 403.699.000.000
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-3
Page 22
Pihak-pihak yang bertransaksi telah memiliki perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah
disepakati dan mengikat.
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, WIKA dapat meningkatkan kepemilikan sahamnya secara
langsung kepada WRK.
• Dengan dilakukannya transaksi, akan meningkatkan solvabilitas WRK dan WRK dapat
melakukan penghematan biaya bunga pinjaman kepada WIKA.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Tidak tercapainya kinerja keuangan WRK seperti yang diproyeksikan, sehingga target yang
direncanakan Perseroan tidak berjalan secara optimal sebagaimana yang direncanakan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-4
Page 23
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
Perseroan
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk didirikan pada tanggal 29 Maret 1961 berdasarkan Peraturan
Pemerintah No. 64 tahun 1961, dari perusahaan asing bernama "Naamloze Vennotschap
Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co.” yang dinasionalisasi Pemerintah
Republik Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perusahaan berubah dari
Perusahaan Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perusahaan dinamakan PT
Wijaya Karya (Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember
1972 dari Dian Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan
perubahan naskah pendirian Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta
berdasarkan Akta No. 106 tanggal 17 April 1973. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 8 Mei 1973 dengan Surat Keputusan No.
Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21
September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
Anggaran Dasar WIKA telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah
dengan Akta No. 7 tanggal 17 Januari 2024 dan Akta No. 37 tanggal 26 Juni 2024 dibuat di
hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, tentang peningkatan modal dasar dan modal
ditempatkan dan disetor.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar WIKA, maksud dan tujuan WIKA adalah berusaha
dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro
industri, industri energi, energi terbarukan dan energi konversi, penyelenggaraan
perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan kebandarudaraan, logistik,
perdagangan, engineering procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa konstruksi, teknologi informasi,
jasa enjinering dan perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang prasarana dan
sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan barang dan/atau jasa.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham WIKA berdasarkan laporan keuangan audit tahun 2024 adalah
sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp.000)
1 Saham Preferen (Seri A 1 0,00% 0
2 Saham Biasa (Seri B) 36.291.702.780 91,02% 3.629.170.278
3 Agung Budi Waskito (Dirut) 1.434.200 0,00% 143.420
4 Adityo Kusumo 510.000 0,00% 51.000
5 Hananto Aji 1.269.000 0,00% 126.900
6 Harum Akhmad Zuhdi 1.269.000 0,00% 126.900
7 Hadjar Seti Adji 510.000 0,00% 51.000
8 Sumadi 850.000 0,00% 85.000
9 Masyarakat 3.575.518.877 8,97% 357.551.888
Jumlah 39.873.063.858 100,00% 3.987.306.386
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-1
Page 24
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus WIKA berdasarkan laporan keuangan audit tahun 2024 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jarot Widyoko
Komisaris : Firdaus Ali
Komisaris : Satya Bhakti Parikesit
Komisaris : Harris Arthur Hedar
Komisaris Independen : Adityawarman
Komisaris Independen : Suryo Hapsoro Tri Utomo
Komisaris Independen : Rusmanto
Direksi
Direktur Utama : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan : Adityo Kusumo
Direktur Manajemen Sumber Daya : Hadjar Seti Adji
Direktur Manajemen Risiko dan Legal : Sumadi
Direktur Operasi I : Hananto Aji
Direktur Operasi II : Harum Akhmad Zuhdi
PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WRK)
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi sebelumnya bernama PT Wijaya Karya Insan Pertiwi
didirikan berdasarkan Akta Notaris Ali Harsoyo, S.H., No. 21 tertanggal 28 Februari 1984. Akta
Pendirian Perusahaan disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. C2-6005.HT.01.01 TH.84 tertanggal 24 Oktober 1984.
Anggaran Dasar WRK telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
berdasarkan Akta Notaris Bayu Candra, S.H., No. 52 tertanggal 30 Mei 2024 tentang
perubahan Anggaran Dasar dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0210355
tahun 2024 tanggal 5 Juni 2024.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar WRK, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha adalah
jasa konstruksi, jasa engineering procurement dan construction, jasa fabrikasi, jasa
pengoperasian dan pemeliharaan serta kegiatan investasi yang menunjang kegiatan usaha
dimaksud.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham WRK berdasarkan laporan keuangan (audited) periode 31
Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 208.525 97,99% 208.525.000.000
2 Widjanarko Tantono 2.124 1,00% 2.124.000.000
3 Ir. Hastjaryo 1.416 0,67% 1.416.000.000
4 Hendro Isworo 731 0,34% 731.000.000
Jumlah 212.796 100,00% 212.796.000.000
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-2
Page 25
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus WRK berdasarkan laporan keuangan (audited) periode 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tri Prabowo
Komisaris : Sujono
Komisaris : Mira Rahardjo Djarot
Komisaris Independen : Ahmad Thontowi Djauhari
Direksi
Direktur Utama : Rosman Pria Utama
Direktur Bisnis dan Investasi : Hadi Irawan
Direktur Keuangan : Ika Rosmayanti Dewi
Direktur Operasi : Fafan Khoirul Fanani
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2024 terhadap 2023 (C-to-C)
Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Lainnya
sebesar 9,80%; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69%; dan Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki
peran dominan tumbuh 4,43%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar
4,86% dan 0,67%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (%), 2022—2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2024
didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,98%; diikuti oleh Perdagangan
Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,07%; Pertanian, Kehutanan,
dan Perikanan sebesar 12,61%; Konstruksi sebesar 10,09%; serta Pertambangan dan Penggalian
sebesar 9,15%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia
mencapai 63,90%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan IV-2023 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,02%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifi kan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-3
Page 26
adalah Jasa Lainnya sebesar 11,36%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 8,08%; Transportasi
dan Pergudangan sebesar 7,92%; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 7,45%. Sebagai
lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,89%.
Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 5,19% dan 0,71%.
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (%),
Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terjadi pada
beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifi kan
diantaranya Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 16,63%;
diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar 8,40%. Sementara itu,
lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan sebesar 18,49%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
PDB Menurut Pengeluaran, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2024 terhadap 2023 (C-to-C)
Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03% (c-to-c) dibanding tahun 2023.
Pertumbuhan terjadi pada semua komponen PDB Pengeluaran. Pertumbuhan terti nggi terjadi
pada PK-LNPRT sebesar 12,48%; diikuti Komponen PK-P sebesar 6,61%; Komponen Ekspor
Barang dan Jasa sebesar 6,51%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT)
sebesar 4,94%; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,61%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-4
Page 27
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (faktor pengurang dalam PDB menurut
pengeluaran) tumbuh sebesar 7,95%.
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (%), 2022-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2024 ti dak
menunjukkan perubahan yang signifi kan. Perekonomian Indonesia didominasi oleh Komponen
PK-RT dengan kontribusi sebesar 54,04%. Komponen PMTB memiliki kontribusi terbesar kedua
yakni sebesar 29,15%, diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,18%; Komponen
PK-P sebesar 7,73%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,25%; dan Komponen PK-LNPRT
sebesar 1,36%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki kontribusi sebesar
20,39%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan IV-2023 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 5,02% (y-on-y).
Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran. Pertumbuhan terti nggi terjadi pada
Komponen Ekspor Barang dan Jasa, yang mengalami peningkatan sebesar 7,63%, diikuti
Komponen PK-LNPRT tumbuh sebesar 6,06%. Selain itu, Komponen PMTB, PK-RT, dan PK-P
tumbuh masing-masing sebesar 5,03%, 4,98%, dan 4,17%. Sementara itu, Komponen Impor
Barang dan Jasa tumbuh sebesar 10,36%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-on-Y) (%),
Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2024 dibanding triwulan III-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-
to-q). Pertumbuhan terti nggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 38,58%, diikuti Komponen
PK-LNPRT sebesar 6,36%. Selain itu, Komponen Ekspor Barang dan Jasa, Komponen PMTB, dan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-5
Page 28
Komponen PK-RT masing-masing tumbuh sebesar 4,63%, 2,44%, dan 1,64%. Sementara itu,
Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 3,23%.
Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Q-to-Q) (%),
Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
3.2.2. Perkembangan Industri
Perkembangan Industri Konstruksi
Industri konstruksi di Indonesia memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung
pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur negara. Dalam beberapa tahun
terakhir, sektor konstruksi di Indonesia terus berkembang pesat, didorong oleh kebutuhan akan
infrastruktur yang lebih baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Pemerintah Indonesia,
melalui berbagai program seperti Proyek Strategis Nasional (PSN), terus mendorong
pembangunan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Pada tahun 2024, sektor konstruksi Indonesia mengalami perkembangan signifikan yang
mempengaruhi perekonomian nasional. Kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik
Bruto (PDB) Indonesia mencapai 10,23% pada tahun 2024, menempatkannya sektor konstruksi
sebagai sektor dengan kontribusi terbesar keempat dalam perekonomian nasional.
Pertumbuhan sektor ini didorong oleh beberapa proyek infrastruktur utama, termasuk
pembangunan jalan tol Trans-Sumatra dan pengembangan infrastruktur di Ibu Kota Negara
(IKN). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran
infrastruktur sebesar Rp423,4 triliun untuk tahun 2024, yang digunakan untuk mempercepat
penyelesaian proyek.
Menurut laporan Indonesia Construction Industry Report 2024, sektor konstruksi diperkirakan
tumbuh sebesar 7% secara riil pada tahun tersebut. Hal ini didukung oleh fokus pemerintah
pada pembangunan infrastruktur dan energi, ditambah dengan meningkatnya penanaman
modal asing (Foreign Direct Investment/FDI) di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat
Statistik, pada triwulan IV tahun 2023, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar
168,49, sementara pada triwulan IV tahun 2024, nilainya meningkat menjadi 183,52.
Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,92% secara tahunan (y-on-y), yang
menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai konstruksi yang diselesaikan dibandingkan
periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-6
Page 29
Grafik 3. Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang Diselesaikan, Triwulan IV/2023–IV/2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Secara triwulanan (q-to-q), indeks nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan IV tahun 2024
juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,07 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan q-to-q pada triwulan IV tahun 2023, yang
tercatat sebesar 4,61 persen, mencerminkan akselerasi positif dalam sektor konstruksi.
Industri konstruksi berfungsi sebagai penggerak investasi dan pembangunan daerah.
Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya meningkatkan
konektivitas antar wilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta membuka akses pasar
baru. Ketersediaan infrastruktur yang memadai juga menarik minat investor untuk
menanamkan modalnya, baik domestik maupun asing, yang pada gilirannya mempercepat
pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
3.1.1. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2024, terjadi penurunan pendapatan 14,59% dari
semula pada tahun 2023 dan laba kotor mengalami penurunan 16,28% dan laba bersih
mengalami penurunan 67,87%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan mengalami penurunan aset
pada tahun 2024 sebesar -3,68%, namun ekuitas Perseroan meningkat 24,03%.
IMF memproyeksi ekonomi global tahun 2025 akan tumbuh stabil dari tahun 2024 sebesar 3,2%.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah risiko yang dapat menghambat pertumbuhan
ekonomi global, sepert i ketegangan geopolitik di beberapa kawasan dan tingkat suku bunga
yang masih relatif tinggi. Ekonomi Indonesia diproyeksikan akan tumbuh lebih baik
dibandingkan tahun 2024. Bank Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh pada
kisaran 4,7%-5,5%, sedangkan pemerintah pada APBN 2025 menargetkan untuk meraih
pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.
Di tengah kondisi tersebut, industri konstruksi masih memiliki potensi yang cukup baik. Investasi
dalam infrastruktur transportasi seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara terus meningkat.
Menurut laporan Bappenas, proyek infrastruktur transportasi di Indonesia membutuhkan
investasi sebesar Rp 6.421 triliun hingga 2025. Selain itu, permintaan energi yang terus
meningkat mendorong pembangunan infrastruktur kelistrikan seperti pembangkit listrik tenaga
surya dan angin. Proyek energi baru terbarukan juga menjadi fokus pemerintah. Laporan
International Renewable Energy Agency (IRENA) menunjukkan bahwa investasi di energi
terbarukan di Indonesia meningkat 40% pada 2024. Hal ini membuka peluang baru untuk bisnis
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-7
Page 30
konstruksi dalam pengembangan infrastruktur energi. Dengan diversifikasi layanan ke sektor ini,
bisnis konstruksi dapat mengakses pasar yang berkembang pesat.
Mengacu pada publikasi “Indonesia Construction Industry Report 2025” oleh GlobeNewswire,
sektor konstruksi Indonesia diproyeksikan terus bertumbuh hingga 2029, mencakup segmen
residensial, komersial, industri, dan institusional. Sepanjang periode 2020 hingga 2024, sektor
ini mencatatkan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 9,2%, mencerminkan
ekspansi yang signifikan seiring dengan pembangunan infrastruktur dan sektor properti di
berbagai wilayah. Pasar konstruksi di Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 6,4% secara
tahunan hingga mencapai Rp2.223.723,9 miliar pada tahun 2025. Lebih jauh, industri konstruksi
Indonesia diproyeksikan akan terus berkembang dengan CAGR sebesar 5,1% sepanjang periode
2025–2029. Pada akhir tahun 2029, nilai pasar diperkirakan akan mencapai sekitar IDR 2.876,8
triliun.
Dalam dunia konstruksi yang terus berkembang, integrasi teknologi informasi (TI) telah menjadi
kunci untuk mendorong efisiensi, produktivitas, dan daya saing. Di sektor konstruksi, TI tidak
hanya berfungsi untuk administratif, tetapi juga mendukung manajemen proyek, perencanaan,
pengendalian biaya, serta pemantauan progres lapangan. Beberapa teknologi yang kini menjadi
standar adalah Building Information Modeling (BIM), modular prefabrikasi, dan penggunaan
material ramah lingkungan. Menurut laporan McKinsey, digitalisasi sektor konstruksi berpotensi
meningkatkan produktivitas hingga 15% dan mengurangi biaya proyek sebesar 6%. Hal ini tentu
menjadi peluang strategis bagi perusahaan yang siap melakukan transformasi digital.
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Dengan dilakukannya transaksi, WIKA dapat membantu WRK untuk meningkatkan
solvabilitasnya dalam rangka penyehatan dan perbaikan rasio keuangan WRK.
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah Perseroan sebagai induk WRK dapat
membantu memperbaiki kemampuan keuangan WRK sehingga Perseroan dapat memperoleh
reputasi sebagai induk perusahaan yang profesional dalam mengelola group Perseroan.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang dilakukan tidak ada.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-8
Page 31
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan WIKA periode 31 Desember 2020 – 2024
(audited) oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan.
Laporan Laba Rugi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024
PENDAPATAN BERSIH 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356 19.242.727
BEBAN POKOK PENDAPATAN (15.011.596) (16.115.148) (19.278.402) (20.668.209) (17.724.124)
LABA KOTOR 1.524.785 1.694.570 2.202.390 1.862.146 1.518.602
Beban usaha
Umum dan administrasi (883.293) (779.834) (722.177) (973.998) (1.223.876)
Penjualan (11.276) (8.579) (4.762) (10.271) (20.059)
LABA (RUGI) USAHA 630.216 906.156 1.475.451 877.878 274.667
Pendapatan lain-lain 3.067.647 1.471.688 1.557.288 663.475 5.445.684
Beban lain-lain (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.369.804) (3.734.349)
Beban keuangan (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109) (3.282.891)
Beban pajak penghasilan final (400.877) (412.524) (374.564) (500.558) (336.804)
Bagian rugi entitas asosiasi (3.459) (28.886) (99.355) (91.144) (221.037)
Bagian laba entitas ventura bersama 472.172 672.373 306.726 (139.283) (606.662)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 310.276 196.664 176.081 (7.765.545) (2.461.392)
PAJAK 12.067 17.760 (163.494) (58.994) (52.422)
LABA (RUGI) BERSIH 322.343 214.425 12.586 (7.824.539) (2.513.814)
Penghasilan Komprehensif Lain (20.775) 22.375 5.284 (74.396) (79.215)
LABA KOMPREHENSIF 301.567 236.800 17.871 (7.898.935) (2.593.029)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2020-2024
Margin Laba Kotor 9,03% 9,22% 9,51% 10,25% 8,27% 7,89%
Margin Laba Usaha 4,22% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 1,43%
Margin Laba Sebelum Pajak -8,69% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -12,79%
Margin Laba Bersih -8,92% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -13,06%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2020 – 2024 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-1
Page 32
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024
PENDAPATAN BERSIH 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356 19.242.727
BEBAN POKOK PENDAPATAN (14.496.897) (14.889.974) (18.787.282) (20.176.539) (17.272.199)
LABA KOTOR 2.039.485 2.919.744 2.693.509 2.353.817 1.970.528
Beban usaha
Umum dan administrasi (883.293) (779.834) (722.177) (929.683) (1.205.437)
Penjualan (11.276) (8.579) (4.762) (10.271) (20.059)
EBITDA 1.144.916 2.131.331 1.966.570 1.413.863 745.032
Depresiasi (514.699) (1.225.174) (491.120) (535.985) (470.365)
EBIT 630.216 906.156 1.475.451 877.878 274.667
Pendapatan lain-lain 3.067.647 1.471.688 1.557.288 663.475 5.445.684
Beban lain-lain (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.369.804) (3.734.349)
Beban keuangan (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109) (3.282.891)
Beban pajak penghasilan final (400.877) (412.524) (374.564) (500.558) (336.804)
Bagian rugi entitas asosiasi (3.459) (28.886) (99.355) (91.144) (221.037)
Bagian laba entitas ventura bersama 472.172 672.373 306.726 (139.283) (606.662)
EBT 310.276 196.664 176.081 (7.765.545) (2.461.392)
PAJAK 12.067 17.760 (163.494) (58.994) (52.422)
LABA BERSIH (EAT) 322.343 214.425 12.586 (7.824.539) (2.513.814)
Penghasilan Komprehensif Lain (20.775) 22.375 5.284 (74.396) (79.215)
LABA KOMPREHENSIF 301.567 236.800 17.871 (7.898.935) (2.593.029)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2020-2024
EBITDA/Sales 7,64% 6,92% 11,97% 9,16% 6,28% 3,87%
EBIT/Sales 4,22% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 1,43%
EBT/Sales -8,69% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -12,79%
EAT/Sales -8,92% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -13,06%
Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
PENDAPATAN BERSIH 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENDAPATAN -87,67% -83,61% -87,46% -89,55% -89,76% -87,61%
LABA KOTOR 12,33% 16,39% 12,54% 10,45% 10,24% 12,39%
Beban usaha
Umum dan administrasi -5,34% -4,38% -3,36% -4,13% -6,26% -4,69%
Penjualan -0,07% -0,05% -0,02% -0,05% -0,10% -0,06%
EBITDA 6,92% 11,97% 9,16% 6,28% 3,87% 7,64%
Depresiasi -3,11% -6,88% -2,29% -2,38% -2,44% -3,42%
EBIT 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 1,43% 4,22%
Pendapatan lain-lain 18,55% 8,26% 7,25% 2,94% 28,30% 13,06%
Beban lain-lain -13,51% -7,05% -6,13% -23,83% -19,41% -13,99%
Beban keuangan -7,39% -6,50% -6,39% -14,23% -17,06% -10,31%
Beban pajak penghasilan final -2,42% -2,32% -1,74% -2,22% -1,75% -2,09%
Bagian rugi entitas asosiasi -0,02% -0,16% -0,46% -0,40% -1,15% -0,44%
Bagian laba entitas ventura bersama 2,86% 3,78% 1,43% -0,62% -3,15% 0,86%
EBT 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -12,79% -8,69%
PAJAK 0,07% 0,10% -0,76% -0,26% -0,27% -0,22%
LABA BERSIH (EAT) 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -13,06% -8,92%
Penghasilan Komprehensif Lain -0,13% 0,13% 0,02% -0,33% -0,41% -0,14%
LABA KOMPREHENSIF 1,82% 1,33% 0,08% -35,06% -13,48% -9,06%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-2
Page 33
Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
PENDAPATAN BERSIH n/a 7,70% 20,61% 4,89% -14,59% 4,65%
BEBAN POKOK PENDAPATAN n/a 2,71% 26,17% 7,39% -14,39% 5,47%
LABA KOTOR n/a 43,16% -7,75% -12,61% -16,28% 1,63%
Beban usaha
Umum dan administrasi n/a -11,71% -7,39% 28,73% 29,66% 9,82%
Penjualan n/a -23,91% -44,49% 115,67% 95,30% 35,64%
EBITDA n/a 86,16% -7,73% -28,11% -47,31% 0,75%
Depresiasi n/a 138,04% -59,91% 9,14% -12,24% 18,75%
EBIT n/a 43,78% 62,83% -40,50% -68,71% -0,65%
Pendapatan lain-lain n/a -52,03% 5,82% -57,40% 720,78% 154,29%
Beban lain-lain n/a -43,83% 5,00% 307,55% -30,46% 59,57%
Beban keuangan n/a -5,26% 18,54% 133,70% 2,39% 37,35%
Beban pajak penghasilan final n/a 2,91% -9,20% 33,64% -32,71% -1,34%
Bagian rugi entitas asosiasi n/a 735,10% 243,96% -8,26% 142,52% 278,33%
Bagian laba entitas ventura bersama n/a 42,40% -54,38% -145,41% 335,56% 44,54%
EBT n/a -36,62% -10,47% -4510,21% -68,30% -1156,40%
PAJAK n/a 47,18% -1020,56% -63,92% -11,14% -262,11%
LABA BERSIH (EAT) n/a -33,48% -94,13% -62266,44% -67,87% -15615,48%
Penghasilan Komprehensif Lain n/a -207,70% -76,38% -1507,83% 6,48% -446,36%
LABA KOMPREHENSIF n/a -21,48% -92,45% -44300,07% -67,17% -11120,29%
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan bersih
Perseroan selama tahun 2020 – 2024 cenderung fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan
positif sebesar 4,65%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban
pokok pendapatan cenderung berfluktuasi dari 87,67% terhadap pendapatan di tahun 2020
menjadi 89,76% pada tahun 2024.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-3
Page 34
Laporan Posisi Keuangan
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071 3.361.003
Bank dibatasi penggunaannya - - - - 2.392.794
Piutang usaha 2.175.553 2.266.835 2.828.398 3.310.322 2.330.251
Piutang retensi 1.649.588 1.256.818 1.264.153 1.572.096 1.283.805
Tagihan bruto pemberi kerja 8.356.967 4.067.667 4.537.979 2.463.049 1.743.506
Persediaan 9.813.054 10.934.221 12.012.496 11.411.412 11.507.714
Piutang yang belum ditagih 2.301.754 2.214.485 1.316.134 754.219 709.597
Piutang lain-lain - bag. lancar 4.826.182 1.083.748 1.309.839 299.796 404.014
Uang muka - bag. lancar 862.323 773.692 1.095.052 879.097 594.733
Jaminan usaha 97.722 111.047 339.808 342.873 372.139
Aset keuangan - - - - -
Pajak dibayar dimuka 2.139.156 1.724.203 1.547.098 1.567.878 1.309.123
Biaya dibayar dimuka 806.886 929.061 1.280.008 965.398 649.385
Aset lancar lain-lain - - - - 267.906
Pekerjaan dalam proses - 4.840.988 6.434.138 4.002.444 3.312.548
Jumlah Aset Lancar 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656 30.238.519
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 7.727.439 12.614.919 12.579.010 12.821.067 9.209.732
Akumulasi penyusutan 2.556.883 3.782.057 4.273.176 4.705.367 3.879.285
Nilai buku 5.170.557 8.832.862 8.305.834 8.115.700 5.330.447
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar 280.000 3.885.355 - -
Aset real estat 1.215.038 2.033.627 2.081.813 2.103.448 1.438.576
Investasi pada entitas asosiasi 1.709.108 1.864.824 2.059.784 1.854.701 2.708.297
Investasi pada ventura bersama 4.622.540 6.371.991 11.636.485 12.022.212 11.388.954
Properti investasi - neto 2.022.806 1.919.753 1.978.947 1.308.364 1.319.968
Aset kerjasama operasi - 422.499 920.306 267.839 256.993
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 781.391 1.044.858 1.010.545 1.029.675 1.034.566
Aset takberwujud 3.864.332 5.128.200 6.484.152 7.601.854 9.138.764
Aset pajak tangguhan 63.689 90.880 68.072 32.193 18.261
Aset tidak lancar lain-lain 393.931 599.463 884.027 838.747 678.151
Jumlah Aset Tidak Lancar 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580 33.317.824
JUMLAH ASET 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 63.556.343
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 15.363.351 14.089.945 14.782.733 17.613.134 553.144
Utang usaha 14.241.491 12.824.151 12.816.199 9.339.844 6.054.267
Utang lain-lain 475.183 1.221.329 1.224.052 942.284 1.019.695
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Utang pajak 329.076 409.939 367.499 757.471 316.513
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 1.495.257 645.718 297.056 602.423 1.284.705
Beban akrual 6.503.697 5.776.223 5.731.970 5.399.695 5.515.316
Pendapatan diterima dimuka 111.220 93.115 196.106 294.179 183.079
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 5.605.000 1.345.000 255.000 1.545.000 -
Liabilitas sewa 44.194 100.152 73.170 44.130 30.605
Pinjaman jangka panjang - 463.998 391.546 189.334 1.651.001
Obligasi - - - 1.066.000 1.733.750
Sukuk mudharabah - - - 643.800 681.225
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294 19.023.300
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 180.733 219.811 163.441 269.871 272.216
Liabilitas pajak tangguhan 98.483 91.021 116.144 77.043 102.581
Uang muka dari pelanggan jangka panjang - 317.844 448.831 239.959 77.806
Uang muka proyek jangka panjang 1.434.956 1.262.797 2.001.511 1.390.092 856.919
Utang lain-lain 304.164 124.514 129.491 108.252 378.872
Bagian jangka panjang dikurangi
bagian jangka
Pinjaman pendek:
jangka menengah 1.789.410 545.000 1.545.000 235.000 1.705.000
Liabilitas sewa 116.620 248.981 178.933 110.643 9.821
Pinjaman jangka panjang 1.367.695 4.186.190 4.730.088 5.723.225 21.309.859
Utang ventura bersama - 528.702 681.250 77.287 84.764
Obligasi 1.491.232 5.706.287 8.664.562 7.602.943 6.272.696
Sukuk mudharabah 500.000 1.750.000 2.781.815 2.138.015 1.591.090
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329 32.661.623
JUMLAH LIABILITAS 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623 51.684.923
Ekuitas
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 9.040.356
Perubahan ekuitas entitas anak 1.238.084 1.137.690 1.139.038 1.121.143 1.003.022
Saldo (defisit) laba 4.390.063 4.457.009 4.372.391 (2.823.649) (5.161.894)
Surat berharga perpetual 597.600 - - - -
Kepentingan non pengendali 2.979.294 4.387.995 4.529.394 3.821.735 3.002.739
Jumlah Ekuitas 16.657.425 17.435.078 17.493.206 9.571.613 11.871.420
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 63.556.343
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2020-2024
Current Ratio 111,60% 108,63% 100,59% 109,68% 80,13% 158,96%
Debt to Equity Ratio 392,14% 308,88% 297,97% 329,14% 589,34% 435,37%
Debt to Asset Ratio 78,79% 75,54% 74,87% 76,70% 85,49% 81,32%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2020 – 2024 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-4
Page 35
Laporan Arus Kas
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 19.238.418 13.865.691 22.163.558 23.763.968 20.049.349
Pembayaran kepada pemasok (16.185.826) (15.610.594) (23.028.964) (24.598.626) (17.598.941)
Pembayaran kepada direksi dan karyawan (1.804.821) (1.571.681) (1.754.577) (1.649.915) (1.531.227)
Penerimaan (pembayaran) pajak-pajak (1.106.492) (762.103) (335.280) (562.392) (967.634)
Penerimaan restitusi pajak - 338.642 73.668 151.731 116.676
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 141.279 (3.740.044) (2.881.595) (2.895.234) 68.223
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset takberwujud (2.369.202) (1.266.288) (1.236.338) (1.221.363) (1.349.270)
Pengembalian (penambahan) jaminan usaha 8.101 (13.325) (228.761) (3.066) (29.546)
Pembelian aset tetap (652.239) (596.714) (176.469) (164.644) (300.320)
Penjualan aset tetap - - - 2.098 2.053
Penambahan properti investasi (159.068) (1.887) - - -
Penjualan aset kerjasama operasi - - - 644.813 -
Penambahan aset kerjasama operasi - (155.775) (112.957) - -
Penempatan saham pada entitas asosiasi (65.830) (82.651) (132.591) - (100.556)
Penjualan saham pada entitas asosiasi - 100.480 - - -
Penambahan pinjaman jangka panjang kepada entitas asosiasi (922.524) (18.798) (280.596) 80.422 -
Pengembalian setoran modal entitas asosiasi - - - 50.000 -
Pengembalian (penambahan) investasi ventura bersama (389.345) (548.376) 278.854 (645.561) 318.361
Penjualan saham pada investasi lainnya - - 239.087 - -
Penambahan uang muka investasi (111.190) - (1.503.624) (10.000) (36.852)
Penjualan saham pada entitas anak 192.000 - -
Pengembalian (penambahan) aset lain-lain 36.391 (26.351) 11.147 (11.936) (5.007)
Penempatan bank dibatasi penggunaannya - - - - (2.392.794)
Penambahan aset real estat (154.293) - - - -
Penambahan tanah untuk pengembangan - (813.745) (91.202) (74.669) (811)
Penambahan tanah yang sedang dikembangkan (292.546) (329.368) (124.738) - -
Penerimaan bunga 173.807 107.023 1.310.226 34.360 76.064
Penambahan investasi lainnya (161.642) (65.273) (111.079) (16.500) -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (5.059.580) (3.711.048) (1.967.043) (1.336.045) (3.818.677)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pinjaman jangka pendek
Penerimaan pinjaman 23.839.153 - 692.788 3.007.314 -
Pembayaran pinjaman (13.584.652) (1.273.405) - - (119)
Pinjaman jangka menengah
Penerimaan pinjaman - - - - -
Pembayaran pinjaman (750.000) (5.599.410) (90.000) (20.000) (25.000)
Pinjaman Jangka panjang
Penerimaan pinjaman 243.111 3.270.377 827.859 951.718 885.061
Pembayaran pinjaman (498.837) (440.455) (356.412) (337.707) (229.250)
Pinjaman jangka panjang
Penerimaan obligasi 1.500.000 4.250.000 2.954.880 - -
Pembayaran liabilitas sewa (84.992) (95.167) (97.030) (97.331) (25.808)
Pembayaran utang sewa pembiayaan - - - - -
Penerimaan sukuk mudharabah 500.000 1.250.000 1.031.815 - -
Biaya emisi penyertaan modal negara - - - - (10.920)
Penerimaan modal disetor pada entitas anak - - - - 28.667
Pembayaran obligasi - - - - (671.000)
Pembayaran biaya emisi obligasi (8.768) (38.161) (36.958) - -
Pembayaran biaya sukuk mudharabah (2.923) (14.437) (11.803) - -
Pembayaran sukuk mudharabah - - - - (509.500)
Penerimaan surat berharga perpetual - (600.000) - - -
Penjualan modal saham diperoleh kembali - - - - -
Penambahan saham entitas anak 159.845 - - - -
Pembayaran dividen perusahaan (457.008) - - - -
Pembayaran dividen entitas anak (91.562) (21.720) (16.057) (22.649) (5.686)
Pembayaran bunga perpetual (63.000) (63.000) - - -
Penerimaan modal disetor - - - - 6.087.913
Setoran modal dari entitas non pengendali - 8.600 - - -
Modal saham diperoleh kembali (918) - - - -
Pembayaran bunga pinjaman (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (1.675.221) (1.536.824)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan 9.477.948 (524.062) 3.527.203 1.806.126 3.987.534
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 4.559.647 (7.975.154) (1.321.435) (2.425.153) 237.080
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 45.380 7.262 7.259 (11.469) 4.013
Kas dan bank pengaruh divestasi entitas anak tidak langsung - - - - (113.161)
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071 3.361.003
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2020 – 2024 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-5
Page 36
Pendapatan
Komposisi pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam tahun 2020 – 2024 adalah
sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Komposisi Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
Komposisi Pendapatan
(%)
Infrastruktur dan Gedung 51,36% 52,95% 50,24% 52,63% 48,93% 51,22%
Industri Beton 30,61% 25,83% 26,49% 22,27% 27,52% 26,54%
Energi dan Industrial Plant 14,81% 18,61% 18,04% 18,20% 17,33% 17,40%
Hotel 0,00% 1,28% 3,30% 3,86% 4,56% 2,60%
Realty dan Properti 3,22% 1,29% 1,05% 2,66% 0,85% 1,82%
Investasi 0,00% 0,04% 0,89% 0,37% 0,80% 0,42%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Infrastruktur dan Gedung 8.492.522 9.430.244 10.792.249 11.857.978 9.415.344
Industri Beton 5.061.921 4.601.080 5.689.399 5.017.322 5.295.532
Energi dan Industrial Plant 2.448.889 3.313.902 3.875.611 4.101.581 3.334.977
Hotel - 228.179 708.176 869.199 878.147
Realty dan Properti 533.049 229.717 224.896 600.410 163.915
Investasi - 6.597 190.460 83.865 154.811
Jumlah 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356 19.242.727
Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan infrastruktur dan gedung, industri
beton, energi dan industrial plant, hotel, realty dan properti serta investasi. Selama tahun 2020
– 2024 komposisi pendapatan didominasi oleh pendapatan infrastruktur dan gedung dengan
rata-rata terhadap seluruh pendapatan sebesar 51,22% diikuti oleh pendapatan industri beton
dengan rata-rata sebesar 26,54%, pendapatan energi dan industrial plant dengan rata-rata
sebesar 17,40%, pendapatan hotel dengan rata-rata sebesar 2,60%, pendapatan realty dan
properti dengan rata-rata sebesar 1,82%, dan pendapatan investasi dengan rata-rata sebesar
0,42%. Tahun 2023, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur
dan gedung dengan sebesar 52,63% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 22,27%,
pendapatan energi dan industrial plant sebesar 18,20%, pendapatan realty dan properti sebesar
2,66%, pendapatan hotel sebesar 3,86% dan pendapatan investasi sebesar 0,37%. Tahun 2024,
komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan gedung dengan
sebesar 48,93% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 27,52%, pendapatan energi dan
industrial plant sebesar 17,33%, pendapatan hotel sebesar 4,56%, pendapatan realty dan
properti sebesar 0,85%, dan pendapatan investasi sebesar 0,80%.
Pertumbuhan pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam tahun 2020 – 2024 adalah
sebagai berikut:
Pertumbuhan Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
(%)
Infrastruktur dan Gedung n/a 11,04% 14,44% 9,87% -20,60% 3,69%
Industri Beton n/a -9,10% 23,65% -11,81% 5,54% 2,07%
Energi dan Industrial Plant n/a 35,32% 16,95% 5,83% -18,69% 9,85%
Hotel n/a n/a 210,36% 22,74% 1,03% 78,04%
Realty dan Properti n/a -56,91% -2,10% 166,97% -72,70% 8,82%
Investasi n/a n/a 2787,16% -55,97% 84,60% 938,60%
Jumlah n/a 7,70% 20,61% 4,89% -14,59% 4,65%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-6
Page 37
Perseroan mencatatkan pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 16.536.382 juta. Tahun 2021,
pertumbuhan pendapatan meningkat 7,70% sehingga total pendapatan menjadi Rp 17.809.718
juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan pendapatan kembali meningkat 20,61% menjadi
Rp 21.480.792 juta. Pada tahun 2023, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami
peningkatan 4,89% menjadi Rp 22.530.356 juta. Tahun 2024, pertumbuhan pendapatan
mengalami penurunan 14,59% menjadi Rp 19.242.727 juta.
Aset
Perkembangan komposisi aset perusahaan dalam tahun 2020 – 2024 adalah sebagai berikut:
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
(%)
Aset Lancar 70,45% 53,59% 52,80% 46,68% 47,58% 54,22%
Aset Tidak Lancar 29,55% 46,41% 47,20% 53,32% 52,42% 45,78%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Aset Lancar 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656 30.238.519
Aset Tidak Lancar 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580 33.317.824
Jumlah 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 63.556.343
Pada tahun 2020 – 2024, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan rata-
rata proporsi terhadap total aset sebesar 54,22% aset lancar dan 45,78% aset tidak lancar.
Komposisi aset lancar terbesar berupa persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
didominasi utamanya oleh investasi pada ventura bersama. Di tahun 2023, komposisi aset
Perseroan terdiri dari 46,68% aset lancar dan 53,32% aset tidak lancar. Pada tahun 2024,
komposisi aset Perseroan terdiri dari 47,58% aset lancar dan 52,42% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset perusahaan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
(%)
Aset Lancar n/a -22,50% 6,58% -22,29% -1,83% -10,01%
Aset Tidak Lancar n/a 59,97% 10,05% -0,72% -5,29% 16,00%
Jumlah n/a 1,87% 8,19% -12,11% -3,68% -1,43%
Selama tahun 2020 – 2024, pertumbuhan aset Perseroan cenderung fluktuatif dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata sebesar negatif 1,43%. Di tahun 2020, Perseroan membukukan aset
sebesar Rp 68.109.185 juta yang terdiri Rp 47.980.946 juta aset lancar dan Rp 20.128.239 juta
aset tidak lancar, hingga tahun 2024 aset Perseroan menjadi Rp 63.556.343 juta yang terdiri dari
Rp 30.238.519 juta aset lancar dan Rp 33.317.824 juta aset tidak lancar.
Liabilitas
Perkembangan komposisi liabilitas dalam tahun 2020 – 2024 adalah sebagai berikut:
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 85,84% 71,16% 62,76% 68,14% 36,81% 64,94%
Liabilitas Jangka Panjang 14,16% 28,84% 37,24% 31,86% 63,19% 35,06%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Liabilitas Jangka Pendek 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294 19.023.300
Liabilitas Jangka Panjang 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329 32.661.623
Jumlah 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623 51.684.923
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-7
Page 38
Pada tahun 2020 – 2024, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas
jangka pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 64,94% diikuti liabilitas
jangka panjang sebesar 35,06%. Komposisi liabilitas jangka pendek didominasi utamanya oleh
pinjaman jangka pendek, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang terbesar berupa
obligasi. Di tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 68,14% liabilitas jangka pendek
dan 31,86% liabilitas jangka panjang. Pada tahun 2024, terjadi perubahan pada komposisi
liabilitas Perseroan sehingga liabilitas Perseroan terdiri dari 36,81% liabilitas jangka pendek dan
63,19% liabilitas jangka panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a -16,30% -2,26% 6,37% -50,51% -15,67%
Liabilitas Jangka Panjang n/a 105,69% 43,12% -16,18% 81,73% 53,59%
Jumlah n/a 0,97% 10,83% -2,03% -8,38% 0,35%
Selama tahun 2020 – 2024, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 0,35%. Tahun 2020, Perseroan membukukan
liabilitas sebesar Rp 51.451.760 juta. Di tahun 2021, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali
meningkat 0,97% menjadi Rp 51.950.717 juta. Tahun 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan
kembali mengalami peningkatan 10,83% sehingga total liabilitas menjadi Rp 57.576.398 juta. Di
tahun 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun -2,03% sehingga total liabilitas menjadi
Rp 56.409.623 juta. Tahun 2024, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali mengalami
penurunan 8,38% sehingga total liabilitas menjadi Rp 51.684.923 juta.
Penilaian Arus Kas
Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 141.279 juta yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan
kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 3.740.044 juta yang utamanya disebabkan oleh
pembayaran kepada pemasok. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
operasi sebesar Rp 2.881.595 juta utamanya untuk pembayaran kepada pemasok. Tahun 2023,
Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 2.895.234 juta utamanya untuk
pembayaran kepada pemasok. Tahun 2024, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi
sebesar Rp 68.223 juta utamanya dari penerimaan kas dari pelanggan.
Selanjutnya tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
5.059.580 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2021, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 3.711.048 juta utamanya untuk
penambahan aset takberwujud. Di tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 1.967.043 juta utamanya untuk penambahan uang muka investasi. Tahun
2023, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 1.336.045 juta utamanya
untuk penambahan aset takberwujud. Tahun 2024, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 3.818.677 juta utamanya untuk penempatan bank dibatasi
penggunaannya.
Tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 9.477.948 juta
utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Di tahun 2021, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 524.062 juta utamanya untuk
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-8
Page 39
pembayaran pinjaman jangka menengah. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas
pendanaan sebesar Rp 3.527.203 juta utamanya berasal dari penerimaan obligasi pinjaman
jangka panjang. Tahun 2023, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
1.806.126 juta utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Tahun 2024,
Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 3.987.534 juta utamanya
berasal dari penerimaan modal disetor.
Kas Perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp 14.951.761 juta yang disebabkan oleh
perolehan kas dari aktivitas pendanaan. Tahun 2021 kas Perseroan mengalami penurunan
-53,29% menjadi Rp 6.983.870 juta yang utamanya karena kas aktivitas pendanaan yang negatif.
Pada tahun 2022 kas Perseroan kembali menurun -18,82% menjadi Rp 5.669.693 juta yang
utamanya karena kas aktivitas operasi yang negatif. Tahun 2023 kas Perseroan mengalami
penurunan -42,98% menjadi Rp 3.233.071 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas
aktivitas operasi negatif. Tahun 2024 kas Perseroan mengalami peningkatan 3,96% menjadi
Rp 3.361.003 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas aktivitas investasi negatif.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
Pertumbuhan Pendapatan n/a 7,70% 20,61% 4,89% -14,59% 4,65%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 6,92% 11,97% 9,16% 6,28% 3,87% 7,64%
EBIT/Sales 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 1,43% 4,22%
EBT/Sales 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -12,79% -8,69%
EAT/Sales 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -13,06% -8,92%
ROE 1,94% 1,23% 0,07% -81,75% -21,18% -19,94%
ROA 0,47% 0,31% 0,02% -11,86% -3,96% -3,00%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 7,60 x 7,86 x 7,59 x 6,81 x 8,26 x 7,62 x
Perputaran Persediaan 1,48 x 1,36 x 1,56 x 1,77 x 1,50 x 1,53 x
Perputaran Aset 0,24 x 0,26 x 0,29 x 0,34 x 0,30 x 0,29 x
Perputaran Utang Usaha 1,02 x 1,16 x 1,47 x 2,16 x 2,85 x 1,73 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 1,09 x 1,01 x 1,10 x 0,80 x 1,59 x 1,12 x
Debt to Equity 3,09 x 2,98 x 3,29 x 5,89 x 4,35 x 3,92 x
Debt to Asset 0,76 x 0,75 x 0,77 x 0,85 x 0,81 x 0,79 x
Rasio Profitabilitas
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2020 – 2024 cenderung berfluktuasi, yang ditunjukkan
oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing
7,64%, 4,22%, -8,69% dan -8,92%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-masing
Rp 0,0764 EBITDA, Rp 0,0422 EBIT, dan memperoleh rugi rata-rata masing-masing Rp 0,0869
EBT, dan Rp 0,0892 EAT atas setiap Rp 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2024,
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 3,87%, 1,43%,
-12,79% dan -13,06%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-9
Page 40
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
Pada tahun 2020 – 2024, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
2024 sebesar 1,59x, artinya Perseroan memiliki Rp 1,59 aset lancar yang dapat digunakan untuk
memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
tahun 2020 – 2024 cenderung fluktuatif, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
2024 masing-masing adalah 4,35x dan 0,81x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 4,35 untuk
setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
sebesar Rp 0,81.
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
Transaksi
Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
Transaksi pada tanggal 31 Desember 2024 dari manajemen Perseroan. Tujuan Informasi
Keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan Transaksi yang terjadi
atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma bukan merupakan
petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat dari
transaksi yang telah terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma disusun dengan
menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
• Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
Eishennoraz dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan.
• Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2024.
• Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-10
Page 41
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Des 2024 31 Des 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3.361.003 - 3.361.003
Bank dibatasi penggunaannya 2.392.794 - 2.392.794
Piutang usaha 2.330.251 - 2.330.251
Piutang retensi 1.283.805 - 1.283.805
Tagihan bruto pemberi kerja 1.743.506 - 1.743.506
Persediaan 11.507.714 - 11.507.714
Piutang yang belum ditagih 709.597 - 709.597
Piutang lain-lain - bag. lancar 404.014 - 404.014
Uang muka - bag. lancar 594.733 - 594.733
Jaminan usaha 372.139 - 372.139
Aset keuangan - - -
Pajak dibayar dimuka 1.309.123 - 1.309.123
Biaya dibayar dimuka 649.385 - 649.385
Aset lancar lain-lain 267.906 - 267.906
Pekerjaan dalam proses 3.312.548 - 3.312.548
Jumlah Aset Lancar 30.238.519 - 30.238.519
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 5.330.447 - 5.330.447
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - -
Aset real estat 1.438.576 - 1.438.576
Investasi pada entitas asosiasi 2.708.297 - 2.708.297
Investasi pada ventura bersama 11.388.954 - 11.388.954
Properti investasi - neto 1.319.968 - 1.319.968
Aset kerjasama operasi 256.993 - 256.993
Goodwill 4.847 - 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.034.566 - 1.034.566
Aset takberwujud 9.138.764 - 9.138.764
Aset pajak tangguhan 18.261 - 18.261
Aset tidak lancar lain-lain 678.151 - 678.151
Jumlah Aset Tidak Lancar 33.317.824 - 33.317.824
JUMLAH ASET 63.556.343 - 63.556.343
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 553.144 - 553.144
Utang usaha 6.054.267 - 6.054.267
Utang lain-lain 1.019.695 - 1.019.695
Utang pajak 316.513 - 316.513
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 1.284.705 - 1.284.705
Beban akrual 5.515.316 - 5.515.316
Pendapatan diterima dimuka 183.079 - 183.079
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah - - -
Liabilitas sewa 30.605 - 30.605
Pinjaman jangka panjang 1.651.001 - 1.651.001
Obligasi 1.733.750 - 1.733.750
Sukuk mudharabah 681.225 - 681.225
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 19.023.300 - 19.023.300
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 272.216 - 272.216
Liabilitas pajak tangguhan 102.581 - 102.581
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 77.806 - 77.806
Uang muka proyek jangka panjang 856.919 - 856.919
Utang lain-lain 378.872 - 378.872
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 1.705.000 - 1.705.000
Liabilitas sewa 9.821 - 9.821
Pinjaman jangka panjang 21.309.859 - 21.309.859
Utang ventura bersama 84.764 - 84.764
Obligasi 6.272.696 - 6.272.696
Sukuk mudharabah 1.591.090 - 1.591.090
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 32.661.623 - 32.661.623
JUMLAH LIABILITAS 51.684.923 - 51.684.923
Ekuitas
Modal saham 3.987.306 - 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) - (110)
Tambahan modal disetor 9.040.356 - 9.040.356
Perubahan ekuitas entitas anak 1.003.022 - 1.003.022
Saldo (defisit) laba (5.161.894) - (5.161.894)
Kepentingan non pengendali 3.002.739 - 3.002.739
Jumlah Ekuitas 11.871.420 - 11.871.420
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 63.556.343 - 63.556.343
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 158,96% 158,96%
Debt to Equity Ratio 435,37% 435,37%
Debt to Asset Ratio 81,32% 81,32%
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-11
Page 42
Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
Desember 2024 atas transaksi:
• Proforma aset lancar tidak mengalami perubahan.
• Proforma aset tidak lancar tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
• Proforma ekuitas tidak mengalami perubahan.
• Proforma Current Ratio tidak mengalami perubahan.
• Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas tidak mengalami perubahan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
keuangan tersebut telah Kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian Kami, proyeksi keuangan
tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Asumsi – Asumsi
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2025 – 31
Desember 2029.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan tahun 2025 diasumsikan meningkat 5,00% dari tahun sebelumnya dan
selanjutnya meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 87,50% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 6,00% dari pendapatan.
▪ Beban penjualan sebesar 0,10% dari pendapatan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan 24,00% dari pendapatan.
▪ Beban lain-lain diasumsikan 19,00% dari pendapatan.
▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
menengah, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada
lampiran 2.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,25% dari pendapatan.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan -4,00% dari investasi pada entitas asosiasi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-12
Page 43
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan 0,75% dari investasi pada ventura
bersama.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Bank dibatasi penggunaannya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Piutang usaha diasumsikan 45 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Persediaan diasumsikan 240 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan meningkat 5,00% setiap tahun.
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan meningkat 5,00% setiap tahun.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-13
Page 44
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-14
Page 45
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN BERSIH 19.242.727 20.204.863 20.811.009 21.435.339 22.078.399 22.740.751
BEBAN POKOK PENDAPATAN (17.272.199) (17.679.255) (18.209.633) (18.755.922) (19.318.599) (19.898.157)
LABA KOTOR 1.970.528 2.525.608 2.601.376 2.679.417 2.759.800 2.842.594
Beban usaha
Umum dan administrasi (1.205.437) (1.212.292) (1.248.661) (1.286.120) (1.324.704) (1.364.445)
Penjualan (20.059) (20.205) (20.811) (21.435) (22.078) (22.741)
EBITDA 745.032 1.293.111 1.331.905 1.371.862 1.413.018 1.455.408
Depresiasi (470.365) (456.452) (437.464) (452.923) (471.655) (432.530)
EBIT 274.667 836.659 894.441 918.939 941.362 1.022.878
Pendapatan lain-lain 5.445.684 4.849.167 4.994.642 5.144.481 5.298.816 5.457.780
Beban lain-lain (3.734.349) (3.838.924) (3.954.092) (4.072.714) (4.194.896) (4.320.743)
Beban keuangan (3.282.891) (2.071.057) (1.718.023) (1.454.426) (1.160.303) (999.470)
Beban pajak penghasilan final (336.804) (454.609) (468.248) (482.295) (496.764) (511.667)
Bagian rugi entitas asosiasi (221.037) (113.748) (119.436) (125.408) (131.678) (138.262)
Bagian laba entitas ventura bersama (606.662) 89.688 94.172 98.881 103.825 109.016
EBT (2.461.392) (702.824) (276.543) 27.458 360.362 619.533
PAJAK (52.422) - - - - (6.157)
LABA BERSIH (EAT) (2.513.814) (702.824) (276.543) 27.458 360.362 613.376
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2025-2029
EBITDA/Sales 6,40% 3,87% 6,40% 6,40% 6,40% 6,40% 6,40%
EBIT/Sales 4,30% 1,43% 4,14% 4,30% 4,29% 4,26% 4,50%
EBT/Sales -0,06% -12,79% -3,48% -1,33% 0,13% 1,63% 2,72%
EAT/Sales -0,07% -13,06% -3,48% -1,33% 0,13% 1,63% 2,70%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-15
Page 46
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3.361.003 5.386.260 690.376 1.041.040 1.087.449 2.859.406
Bank dibatasi penggunaannya 2.392.794 2.392.794 2.392.794 2.392.794 2.392.794 2.392.794
Piutang usaha 2.330.251 2.491.011 2.565.741 2.642.713 2.721.994 2.803.654
Piutang retensi 1.283.805 1.283.805 1.283.805 1.283.805 1.283.805 1.283.805
Tagihan bruto pemberi kerja 1.743.506 1.743.506 1.743.506 1.743.506 1.743.506 1.743.506
Persediaan 11.507.714 11.624.716 11.973.457 12.332.661 12.702.641 13.083.720
Piutang yang belum ditagih 709.597 709.597 709.597 709.597 709.597 709.597
Piutang lain-lain - bag. lancar 404.014 404.014 404.014 404.014 404.014 404.014
Uang muka - bag. lancar 594.733 594.733 594.733 594.733 594.733 594.733
Jaminan usaha 372.139 372.139 372.139 372.139 372.139 372.139
Aset keuangan - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.309.123 1.309.123 1.309.123 1.309.123 1.309.123 1.309.123
Biaya dibayar dimuka 649.385 649.385 649.385 649.385 649.385 649.385
Aset lancar lain-lain 267.906 267.906 267.906 267.906 267.906 267.906
Pekerjaan dalam proses 3.312.548 3.312.548 3.312.548 3.312.548 3.312.548 3.312.548
Jumlah Aset Lancar 30.238.519 32.541.537 28.269.125 29.055.965 29.551.635 31.786.331
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 9.209.732 9.471.986 9.734.240 9.996.494 10.258.748 10.521.002
Akumulasi penyusutan 3.879.285 4.335.737 4.773.201 5.226.124 5.697.779 6.130.309
Nilai buku 5.330.447 5.136.249 4.961.039 4.770.370 4.560.969 4.390.692
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - - - -
Aset real estat 1.438.576 1.438.576 1.438.576 1.438.576 1.438.576 1.438.576
Investasi pada entitas asosiasi 2.708.297 2.843.712 2.985.898 3.135.192 3.291.952 3.456.550
Investasi pada ventura bersama 11.388.954 11.958.402 12.556.322 13.184.138 13.843.345 14.535.512
Properti investasi - neto 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968
Aset kerjasama operasi 256.993 256.993 256.993 256.993 256.993 256.993
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566
Aset takberwujud 9.138.764 9.138.764 9.138.764 9.138.764 9.138.764 9.138.764
Aset pajak tangguhan 18.261 18.261 18.261 18.261 18.261 18.261
Aset tidak lancar lain-lain 678.151 678.151 678.151 678.151 678.151 678.151
Jumlah Aset Tidak Lancar 33.317.824 33.828.488 34.393.384 34.979.826 35.586.391 36.272.880
JUMLAH ASET 63.556.343 66.370.026 62.662.509 64.035.791 65.138.027 68.059.211
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 553.144 - - - - -
Utang usaha 6.054.267 14.530.895 14.966.822 15.415.826 15.878.301 16.354.650
Utang lain-lain 1.019.695 1.019.695 1.019.695 1.019.695 1.019.695 1.019.695
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - -
Utang pajak 316.513 316.513 316.513 316.513 316.513 316.513
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 1.284.705 1.284.705 1.284.705 1.284.705 1.284.705 1.284.705
Beban akrual 5.515.316 5.515.316 5.515.316 5.515.316 5.515.316 5.515.316
Pendapatan diterima dimuka 183.079 183.079 183.079 183.079 183.079 183.079
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah - 341.000 341.000 341.000 341.000 -
Liabilitas sewa 30.605 30.605 30.605 30.605 30.605 30.605
Pinjaman jangka panjang 1.651.001 1.651.001 1.651.001 1.651.001 1.651.001 1.651.001
Obligasi 1.733.750 1.437.500 1.746.130 2.241.500 875.000 -
Sukuk mudharabah 681.225 437.400 365.050 487.100 301.540 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 19.023.300 26.747.708 27.419.915 28.486.340 27.396.755 26.355.564
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 272.216 272.216 272.216 272.216 272.216 272.216
Liabilitas pajak tangguhan 102.581 102.581 102.581 102.581 102.581 102.581
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 77.806 77.806 77.806 77.806 77.806 77.806
Uang muka proyek jangka panjang 856.919 856.919 856.919 856.919 856.919 856.919
Utang lain-lain 378.872 378.872 378.872 378.872 378.872 378.872
Bagian jangka panjang dikurangi
bagian jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah 1.705.000 1.023.000 682.000 341.000 - -
Liabilitas sewa 9.821 9.821 9.821 9.821 9.821 9.821
Pinjaman jangka panjang 21.309.859 19.658.858 18.007.857 21.356.856 24.705.854 28.054.853
Utang ventura bersama 84.764 84.764 84.764 84.764 84.764 84.764
Obligasi 6.272.696 4.835.196 3.089.066 847.566 (27.434) (27.434)
Sukuk mudharabah 1.591.090 1.153.690 788.640 301.540 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 32.661.623 28.453.722 24.350.541 24.629.940 26.461.399 29.810.398
JUMLAH LIABILITAS 51.684.923 55.201.431 51.770.456 53.116.280 53.858.154 56.165.962
Ekuitas
Modal saham 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356
Perubahan ekuitas entitas anak 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022
Saldo (defisit) laba (5.161.894) (5.864.718) (6.141.261) (6.113.803) (5.753.441) (5.140.064)
Surat berharga perpetual - - - - - -
Kepentingan non pengendali 3.002.739 3.002.739 3.002.739 3.002.739 3.002.739 3.002.739
Jumlah Ekuitas 11.871.420 11.168.595 10.892.053 10.919.511 11.279.873 11.893.249
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 63.556.343 66.370.026 62.662.509 64.035.791 65.138.027 68.059.211
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2025-2029
Current Ratio 111,05% 158,96% 121,66% 103,10% 102,00% 107,87% 120,61%
Debt to Equity Ratio 481,14% 435,37% 494,26% 475,30% 486,43% 477,47% 472,25%
Debt to Asset Ratio 82,79% 81,32% 83,17% 82,62% 82,95% 82,68% 82,53%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-16
Page 47
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (702.824) (276.543) 27.458 360.362 613.376
Depresiasi 456.452 437.464 452.923 471.655 432.530
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (160.760) (74.730) (76.972) (79.281) (81.660)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (117.002) (348.741) (359.204) (369.980) (381.079)
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 8.476.627 435.927 449.005 462.475 476.349
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Perubahan Modal Kerja 8.198.866 12.455 12.829 13.214 13.610
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 7.952.494 173.376 493.210 845.231 1.059.517
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Bank dibatasi penggunaannya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (262.254) (262.254) (262.254) (262.254) (262.254)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (135.415) (142.186) (149.295) (156.760) (164.598)
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama (569.448) (597.920) (627.816) (659.207) (692.167)
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (967.116) (1.002.360) (1.039.365) (1.078.220) (1.119.019)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (553.144) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 341.000 - - - (341.000)
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang - - - - -
Obligasi (296.250) 308.630 495.370 (1.366.500) (875.000)
Sukuk mudharabah (243.825) (72.350) 122.050 (185.560) (301.540)
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah (682.000) (341.000) (341.000) (341.000) -
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang (1.651.001) (1.651.001) 3.348.999 3.348.999 3.348.999
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi (1.437.500) (1.746.130) (2.241.500) (875.000) -
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (437.400) (365.050) (487.100) (301.540) -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian - - (0) - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (4.960.120) (3.866.901) 896.819 279.399 1.831.459
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 2.025.258 (4.695.884) 350.664 46.410 1.771.957
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 3.361.003 5.386.260 690.376 1.041.040 1.087.449
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 5.386.260 690.376 1.041.040 1.087.449 2.859.406
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-17
Page 48
b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2025 – 31
Desember 2029.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan tahun 2025 diasumsikan meningkat 5,00% dari tahun sebelumnya dan
selanjutnya meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 87,50% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 6,00% dari pendapatan.
▪ Beban penjualan sebesar 0,10% dari pendapatan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan 24,00% dari pendapatan.
▪ Beban lain-lain diasumsikan 19,00% dari pendapatan.
▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
menengah, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada
lampiran 2.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,25% dari pendapatan.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan -4,00% dari investasi pada entitas asosiasi.
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan 0,75% dari investasi pada ventura
bersama.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Bank dibatasi penggunaannya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Piutang usaha diasumsikan 45 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Persediaan diasumsikan 240 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-18
Page 49
− Aset lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan meningkat 5,00% setiap tahun.
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan meningkat 5,00% setiap tahun.
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-19
Page 50
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-20
Page 51
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN BERSIH 19.242.727 20.204.863 20.811.009 21.435.339 22.078.399 22.740.751
BEBAN POKOK PENDAPATAN (17.272.199) (17.679.255) (18.209.633) (18.755.922) (19.318.599) (19.898.157)
LABA KOTOR 1.970.528 2.525.608 2.601.376 2.679.417 2.759.800 2.842.594
Beban usaha
Umum dan administrasi (1.205.437) (1.212.292) (1.248.661) (1.286.120) (1.324.704) (1.364.445)
Penjualan (20.059) (20.205) (20.811) (21.435) (22.078) (22.741)
EBITDA 745.032 1.293.111 1.331.905 1.371.862 1.413.018 1.455.408
Depresiasi (470.365) (456.452) (437.464) (452.923) (471.655) (432.530)
EBIT 274.667 836.659 894.441 918.939 941.362 1.022.878
Pendapatan lain-lain 5.445.684 4.849.167 4.994.642 5.144.481 5.298.816 5.457.780
Beban lain-lain (3.734.349) (3.838.924) (3.954.092) (4.072.714) (4.194.896) (4.320.743)
Beban keuangan (3.282.891) (2.071.057) (1.718.023) (1.454.426) (1.160.303) (999.470)
Beban pajak penghasilan final (336.804) (454.609) (468.248) (482.295) (496.764) (511.667)
Bagian rugi entitas asosiasi (221.037) (113.748) (119.436) (125.408) (131.678) (138.262)
Bagian laba entitas ventura bersama (606.662) 89.688 94.172 98.881 103.825 109.016
Selisih nilai wajar properti investasi - - - - - -
EBT (2.461.392) (702.824) (276.543) 27.458 360.362 619.533
PAJAK (52.422) - - - - (6.157)
LABA BERSIH (EAT) (2.513.814) (702.824) (276.543) 27.458 360.362 613.376
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2025-2029
EBITDA/Sales 6,40% 3,87% 6,40% 6,40% 6,40% 6,40% 6,40%
EBIT/Sales 4,30% 1,43% 4,14% 4,30% 4,29% 4,26% 4,50%
EBT/Sales -0,06% -12,79% -3,48% -1,33% 0,13% 1,63% 2,72%
EAT/Sales -0,07% -13,06% -3,48% -1,33% 0,13% 1,63% 2,70%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-21
Page 52
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3.361.003 5.386.260 690.376 1.041.040 1.087.449 2.859.406
Bank dibatasi penggunaannya 2.392.794 2.392.794 2.392.794 2.392.794 2.392.794 2.392.794
Piutang usaha 2.330.251 2.491.011 2.565.741 2.642.713 2.721.994 2.803.654
Piutang retensi 1.283.805 1.283.805 1.283.805 1.283.805 1.283.805 1.283.805
Tagihan bruto pemberi kerja 1.743.506 1.743.506 1.743.506 1.743.506 1.743.506 1.743.506
Persediaan 11.507.714 11.624.716 11.973.457 12.332.661 12.702.641 13.083.720
Piutang yang belum ditagih 709.597 709.597 709.597 709.597 709.597 709.597
Piutang lain-lain - bag. lancar 404.014 404.014 404.014 404.014 404.014 404.014
Uang muka - bag. lancar 594.733 594.733 594.733 594.733 594.733 594.733
Jaminan usaha 372.139 372.139 372.139 372.139 372.139 372.139
Aset keuangan - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.309.123 1.309.123 1.309.123 1.309.123 1.309.123 1.309.123
Biaya dibayar dimuka 649.385 649.385 649.385 649.385 649.385 649.385
Aset lancar lain-lain 267.906 267.906 267.906 267.906 267.906 267.906
Pekerjaan dalam proses 3.312.548 3.312.548 3.312.548 3.312.548 3.312.548 3.312.548
Jumlah Aset Lancar 30.238.519 32.541.537 28.269.125 29.055.965 29.551.635 31.786.331
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 9.209.732 9.471.986 9.734.240 9.996.494 10.258.748 10.521.002
Akumulasi penyusutan 3.879.285 4.335.737 4.773.201 5.226.124 5.697.779 6.130.309
Nilai buku 5.330.447 5.136.249 4.961.039 4.770.370 4.560.969 4.390.692
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - -
Aset real estat 1.438.576 1.438.576 1.438.576 1.438.576 1.438.576 1.438.576
Investasi pada entitas asosiasi 2.708.297 2.843.712 2.985.898 3.135.192 3.291.952 3.456.550
Investasi pada ventura bersama 11.388.954 11.958.402 12.556.322 13.184.138 13.843.345 14.535.512
Properti investasi - neto 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968
Aset kerjasama operasi 256.993 256.993 256.993 256.993 256.993 256.993
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566
Aset takberwujud 9.138.764 9.138.764 9.138.764 9.138.764 9.138.764 9.138.764
Aset pajak tangguhan 18.261 18.261 18.261 18.261 18.261 18.261
Aset tidak lancar lain-lain 678.151 678.151 678.151 678.151 678.151 678.151
Jumlah Aset Tidak Lancar 33.317.824 33.828.488 34.393.384 34.979.826 35.586.391 36.272.880
JUMLAH ASET 63.556.343 66.370.026 62.662.509 64.035.791 65.138.027 68.059.211
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 553.144 - - - - -
Utang usaha 6.054.267 14.530.895 14.966.822 15.415.826 15.878.301 16.354.650
Utang lain-lain 1.019.695 1.019.695 1.019.695 1.019.695 1.019.695 1.019.695
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - -
Utang pajak 316.513 316.513 316.513 316.513 316.513 316.513
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 1.284.705 1.284.705 1.284.705 1.284.705 1.284.705 1.284.705
Beban akrual 5.515.316 5.515.316 5.515.316 5.515.316 5.515.316 5.515.316
Pendapatan diterima dimuka 183.079 183.079 183.079 183.079 183.079 183.079
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah - 341.000 341.000 341.000 341.000 -
Liabilitas sewa 30.605 30.605 30.605 30.605 30.605 30.605
Pinjaman jangka panjang 1.651.001 1.651.001 1.651.001 1.651.001 1.651.001 1.651.001
Obligasi 1.733.750 1.437.500 1.746.130 2.241.500 875.000 -
Sukuk mudharabah 681.225 437.400 365.050 487.100 301.540 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 19.023.300 26.747.708 27.419.915 28.486.340 27.396.755 26.355.564
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 272.216 272.216 272.216 272.216 272.216 272.216
Liabilitas pajak tangguhan 102.581 102.581 102.581 102.581 102.581 102.581
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 77.806 77.806 77.806 77.806 77.806 77.806
Uang muka proyek jangka panjang 856.919 856.919 856.919 856.919 856.919 856.919
Utang pihak berelasi
Utang lain-lain 378.872 378.872 378.872 378.872 378.872 378.872
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 1.705.000 1.023.000 682.000 341.000 - -
Liabilitas sewa 9.821 9.821 9.821 9.821 9.821 9.821
Pinjaman jangka panjang 21.309.859 19.658.858 18.007.857 21.356.856 24.705.854 28.054.853
Utang ventura bersama 84.764 84.764 84.764 84.764 84.764 84.764
Obligasi 6.272.696 4.835.196 3.089.066 847.566 (27.434) (27.434)
Sukuk mudharabah 1.591.090 1.153.690 788.640 301.540 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 32.661.623 28.453.722 24.350.541 24.629.940 26.461.399 29.810.398
JUMLAH LIABILITAS 51.684.923 55.201.431 51.770.456 53.116.280 53.858.154 56.165.962
Ekuitas
Modal saham 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356
Perubahan ekuitas entitas anak 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022
Saldo (defisit) laba (5.161.894) (5.864.718) (6.141.261) (6.113.803) (5.753.441) (5.140.064)
Surat berharga perpetual - - - - - -
Kepentingan non pengendali 3.002.739 3.002.739 3.002.739 3.002.739 3.002.739 3.002.739
Jumlah Ekuitas 11.871.420 11.168.595 10.892.053 10.919.511 11.279.873 11.893.249
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 63.556.343 66.370.026 62.662.509 64.035.791 65.138.027 68.059.211
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2025-2029
Current Ratio 111,05% 158,96% 121,66% 103,10% 102,00% 107,87% 120,61%
Debt to Equity Ratio 481,14% 435,37% 494,26% 475,30% 486,43% 477,47% 472,25%
Debt to Asset Ratio 82,79% 81,32% 83,17% 82,62% 82,95% 82,68% 82,53%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-22
Page 53
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (702.824) (276.543) 27.458 360.362 613.376
Depresiasi dan Amortisasi 456.452 437.464 452.923 471.655 432.530
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (160.760) (74.730) (76.972) (79.281) (81.660)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (117.002) (348.741) (359.204) (369.980) (381.079)
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 8.476.627 435.927 449.005 462.475 476.349
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Perubahan Modal Kerja 8.198.866 12.455 12.829 13.214 13.610
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 7.952.494 173.376 493.210 845.231 1.059.517
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Bank dibatasi penggunaannya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (262.254) (262.254) (262.254) (262.254) (262.254)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (135.415) (142.186) (149.295) (156.760) (164.598)
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama (569.448) (597.920) (627.816) (659.207) (692.167)
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (967.116) (1.002.360) (1.039.365) (1.078.220) (1.119.019)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (553.144) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 341.000 - - - (341.000)
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang - - - - -
Obligasi (296.250) 308.630 495.370 (1.366.500) (875.000)
Sukuk mudharabah (243.825) (72.350) 122.050 (185.560) (301.540)
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah (682.000) (341.000) (341.000) (341.000) -
Liabilitas sewa - - - - -
Pinjaman jangka panjang (1.651.001) (1.651.001) 3.348.999 3.348.999 3.348.999
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi (1.437.500) (1.746.130) (2.241.500) (875.000) -
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (437.400) (365.050) (487.100) (301.540) -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian - - (0) - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (4.960.120) (3.866.901) 896.819 279.399 1.831.459
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 2.025.258 (4.695.884) 350.664 46.410 1.771.957
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 3.361.003 5.386.260 690.376 1.041.040 1.087.449
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 5.386.260 690.376 1.041.040 1.087.449 2.859.406
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-23
Page 54
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 6,40%, 4,30%, -0,06% dan -0,07%. Sedangkan dengan
dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 6,40%, 4,30%, -0,06% dan -0,07%. Dengan
demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales
dan EAT/Sales Perseroan tidak mengalami perubahan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 111,05% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan tidak
mengalami perubahan.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 481,14% dan 82,79%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan tidak mengalami
perubahan.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
menunjukkan adanya cash deficiency.
4.2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
− Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
terhadap proyeksi keuangan.
− Biaya dan pendapatan yang relevan.
− Informasi non keuangan yang relevan.
− Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
− Hal-hal material lain.
4.2.1. Kontribusi Nilai Tambah
Berdasarkan analisis laporan keuangan proforma dan proyeksi keuangan konsolidasi Perseroan
tidak terdapat kontribusi nilai tambah bagi Perseroan, namun dengan dilakukannya transaksi
WRK akan memperoleh kontribusi nilai tambah dengan perhitungan sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Laba WRK
(Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian Jumlah
2025 2026 2027 2028 2029
Dengan Transaksi (1)
EBT 35.564 40.361 41.961 43.333 44.602 205.821
EAT 35.564 40.361 41.961 43.333 44.602 205.821
Tanpa Transaksi (2)
EBT 17.981 25.075 31.770 38.238 44.602 157.667
EAT 17.981 25.075 31.770 38.238 44.602 157.667
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
EBT 17.582 15.286 10.191 5.095 - 48.154
EAT 17.582 15.286 10.191 5.095 - 48.154
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
kontribusi nilai tambah terhadap laba WRK. Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai
tambah selama tahun 2025 – 2029 terhadap laba EBT dan EAT WRK masing-masing sebesar
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-24
Page 55
Rp 48.154 juta dan Rp 48.154 juta. Kontribusi nilai tambah tersebut berasal dari penghematan
biaya bunga pinjaman kepada WIKA.
Analisis kontribusi nilai tambah terhadap solvabilitas dan likuiditas WRK dapat dihitung sebagai
berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Likuiditas dan Solvabilitas WRK
Tahun Proyeksi Rata-rata
Uraian
2025 2026 2027 2028 2029 2025-2029
Dengan Transaksi (1)
Current Ratio 143,00% 146,52% 152,98% 159,51% 166,10% 153,62%
Debt to Equity Ratio 130,10% 128,92% 121,19% 114,22% 107,95% 120,47%
Debt to Asset Ratio 56,54% 56,32% 54,79% 53,32% 51,91% 54,58%
Tanpa Transaksi (2)
Current Ratio 135,34% 127,68% 123,53% 120,51% 127,52% 126,91%
Debt to Equity Ratio 262,86% 241,55% 208,94% 178,56% 162,97% 210,98%
Debt to Asset Ratio 72,44% 70,72% 67,63% 64,10% 61,97% 67,37%
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
Current Ratio 5,66% 14,75% 23,84% 32,36% 30,26% 21,37%
Debt to Equity Ratio 50,51% 46,63% 42,00% 36,03% 33,76% 41,79%
Debt to Asset Ratio 21,95% 20,37% 18,99% 16,82% 16,24% 18,87%
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
kontribusi nilai tambah terhadap peningkatan likuiditas dan solvabilitas WRK. Dengan
dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2025 – 2029 terhadap likuiditas current
ratio sebesar 21,37% dan solvabilitas debt to equity ratio (DER) dan debt to asset ratio (DAR)
masing-masing sebesar 41,79% dan 18,87%.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi, WRK
akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba, likuiditas dan solvabilitas yang akan
menguntungkan Perseroan secara konsolidasi.
Perhitungan proyeksi keuangan WRK tanpa dilakukannya transaksi dan dengan dilakukannya
transaksi disajikan pada lampiran 3.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi, dapat
meningkatkan reputasi Perseroan sebagai induk perusahaan yang profesional dengan terus
mendukung kelancaran operasional group Perseroan.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan pengawasan Komisaris Perseroan. Rencana
transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-25
Page 56
Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-26
Page 57
BAB V
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
dilakukan.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham WRK No. 00108/2.0118-00/BS/03/0520/1/V/2025
tanggal 26 Mei 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
Pasar 212.796 saham atau 100% saham WRK per 31 Desember 2024 adalah
Rp 332.800.000.000,- atau untuk setiap saham adalah Rp 1.563.939,-.
5.2. Nilai Transaksi
Berdasarkan perjanjian pengakuan utang antara WIKA dengan WRK No.
TP.01.03/A.DIR.00015/2025, rencana transaksi yang akan dilakukan yaitu penambahan setoran
modal dengan skema konversi utang pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap)
pada WRK oleh WIKA. WIKA akan mengambil bagian saham baru yang diterbitkan WRK sebesar
Rp 190.903.000.000,- dengan nilai transaksi sebesar Rp 1.000.000,- per saham.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Dengan nilai transaksi WRK sebesar Rp 1.000.000,- per saham dan Nilai Pasar setiap saham WRK
adalah Rp 1.563.939,-, maka nilai transaksi lebih rendah dari Nilai Pasarnya.
Analisis perubahan persentase kepemilikan pada WRK sebelum dan setelah transaksi adalah
sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Sebelum dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 208.525 97,99% 208.525.000.000
2 Widjanarko Tantono 2.124 1,00% 2.124.000.000
3 Ir. Hastjaryo 1.416 0,67% 1.416.000.000
4 Hendro Isworo 731 0,34% 731.000.000
Jumlah 212.796 100,00% 212.796.000.000
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Setelah dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 399.428 98,94% 399.428.000.000
2 Widjanarko Tantono 2.124 0,53% 2.124.000.000
3 Ir. Hastjaryo 1.416 0,35% 1.416.000.000
4 Hendro Isworo 731 0,18% 731.000.000
Jumlah 403.699 100,00% 403.699.000.000
Dengan dilakukannya transaksi persentase kepemilikan saham Perseroan pada WRK mengalami
peningkatan dari 97,99% menjadi 98,94%.
Dengan demikian transaksi akan menguntungkan Perseroan sehingga kami berpendapat bahwa
nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk V-1
Page 58
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2025 – 2029 terhadap
laba EBT dan EAT WRK masing-masing sebesar Rp 48.154 juta dan Rp 48.154 juta. Kontribusi
nilai tambah tersebut berasal dari penghematan biaya bunga pinjaman kepada WIKA.
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2025 – 2029 terhadap
likuiditas current ratio sebesar 21,37% dan solvabilitas debt to equity ratio (DER) dan debt
to asset ratio (DAR) masing-masing sebesar 41,79% dan 18,87%.
Berdasarkan analisis tersebut, Kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk V-2
Page 59
BAB VI
ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
Rencana Transaksi merupakan penambahan setoran modal dengan skema konversi utang
pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WRK oleh WIKA sehingga tidak
diperlukan ketersediaan kas untuk melakukan rencana transaksi.
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Laporan keuangan Perseoan menggunakan Rupiah.
Analisis kemampuan uang adalah suatu proses evaluasi yang mencakup sejumlah faktor penting
yang mempengaruhi kinerja uang antara lain stabilitas nilai, likuiditas, penerimaan oleh
masyarakat, portabilitas dan kepercayaan.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Desember 2024 memutuskan untuk
mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku
bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter
untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025, serta
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Fokus kebijakan moneter diarahkan
untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak makin tingginya ketidakpastian
perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat (AS) dan eskalasi ketegangan
geopolitik di berbagai wilayah. Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati pergerakan nilai
tukar Rupiah dan prospek inflasi serta dinamika kondisi ekonomi yang berkembang, dalam
memanfaatkan ruang penurunan suku bunga kebijakan lanjutan.
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
Ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi dapat berasal dari berbagai faktor dan
faktor-faktor ini dapat sangat beragam. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat
menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi:
1. Perubahan Ekonomi Makro: Fluktuasi dalam ekonomi makro, seperti resesi atau
pertumbuhan ekonomi yang lambat, dapat mengurangi permintaan untuk proyek
konstruksi. Kondisi ekonomi yang buruk dapat mengakibatkan penurunan investasi di sektor
ini.
2. Inflasi: Kenaikan biaya bahan bangunan dan tenaga kerja akibat inflasi dapat mengurangi
margin keuntungan proyek konstruksi. Biaya yang meningkat tanpa disertai peningkatan
harga kontrak dapat menyebabkan kerugian finansial.
3. Suku Bunga: Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pembiayaan proyek
konstruksi, sehingga mengurangi profitabilitas dan mempengaruhi kemampuan perusahaan
untuk mendapatkan pembiayaan.
4. Keterlambatan Pembayaran: Keterlambatan dalam pembayaran oleh klien atau kontraktor
utama dapat menyebabkan masalah likuiditas bagi perusahaan konstruksi. Aliran kas yang
tidak stabil dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
finansialnya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VI-1
Page 60
5. Manajemen Proyek: Kesalahan dalam manajemen proyek, termasuk estimasi biaya yang
tidak akurat dan penjadwalan yang buruk, dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan
penundaan yang merugikan secara finansial.
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
Dengan dilakukannya transaksi maka WRK dapat meningkatkan solvabilitasnya melalui
perbaikan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio, DER).
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VI-2
Page 61
BAB VII
KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Hasil analisis atas nilai transaksi penambahan setoran modal dengan skema konversi utang
pemegang saham menjadi saham (debt to equity swap) pada WRK oleh WIKA adalah nilai
transaksi dibawah dari Nilai Pasarnya. Dengan dilakukannya transaksi persentase kepemilikan
saham Perseroan pada WRK mengalami peningkatan. Dengan demikian transaksi akan
menguntungkan Perseroan.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa berdasarkan analisis laporan keuangan
proforma dan proyeksi keuangan Perseroan tidak terdapat kontribusi nilai tambah bagi
Perseroan, namun dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan laba, likuiditas dan
solvabilitas WRK yang dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan secara konsolidasi,
dengan demikian sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
kepentingan pemegang saham adalah WIKA dapat membantu WRK untuk meningkatkan
solvabilitasnya dalam rangka penyehatan dan perbaikan rasio keuangan WRK memberikan
kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan
pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa
transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 62
LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 63
Lampiran 1
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2024 2025 2026 2027 2028 2029
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Hak atas tanah 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729
Lahan tambang 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330
Bangunan 1.548.741 1.548.741 1.548.741 1.548.741 1.548.741 1.548.741
Prasarana 564.126 564.126 564.126 564.126 564.126 564.126
Perlengkapan kantor 157.968 157.968 157.968 157.968 157.968 157.968
Peralatan pabrik dan proyek 4.214.785 4.214.785 4.214.785 4.214.785 4.214.785 4.214.785
Kendaraan 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 46.657 46.657 46.657 46.657 46.657 46.657
Capex 262.254 262.254 262.254 262.254 262.254
Akumulasi Capex 262.254 524.508 786.762 1.049.015 1.311.269
Jumlah Nilai Perolehan 9.209.732 9.471.986 9.734.240 9.996.494 10.258.748 10.521.002
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 20 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016
Bangunan 15 103.249 103.249 103.249 103.249 103.249
Prasarana 20 28.206 28.206 28.206 28.206 28.206
Perlengkapan kantor 4 39.492 3.274 - - -
Peralatan pabrik dan proyek 15 280.986 280.986 280.986 280.986 223.128
Kendaraan 5 1.502 - - - -
Capex 14 18.732 37.465 56.197 74.930
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 456.452 437.464 452.923 471.655 432.530
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 12.551 15.567 18.584 21.600 24.617 27.633
Bangunan 554.071 657.320 760.570 863.819 967.069 1.070.318
Prasarana 320.853 349.059 377.265 405.472 433.678 461.884
Perlengkapan kantor 115.202 154.694 157.968 157.968 157.968 157.968
Peralatan pabrik dan proyek 2.867.714 3.148.700 3.429.685 3.710.671 3.991.657 4.214.785
Kendaraan 8.894 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397
Capex - 18.732 56.197 112.395 187.324
Jumlah Akumulasi Penyusutan 3.879.285 4.335.737 4.773.201 5.226.124 5.697.779 6.130.309
NILAI BUKU
Aset Tetap
Hak atas tanah 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729
Lahan tambang 47.779 44.762 41.746 38.729 35.713 32.696
Bangunan 994.671 891.421 788.172 684.922 581.673 478.423
Prasarana 243.273 215.067 186.861 158.655 130.448 102.242
Perlengkapan kantor 42.766 3.274 - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 1.347.071 1.066.085 785.100 504.114 223.128 -
Kendaraan 1.502 - - - - -
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 46.657 46.657 46.657 46.657 46.657 46.657
Capex - 262.254 505.775 730.564 936.621 1.123.945
Jumlah Nilai Buku 5.330.447 5.136.249 4.961.039 4.770.370 4.560.969 4.390.692
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 64
Lampiran 1 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET TETAP
Nilai Perolehan
Tanah 9.485 9.485 9.485 9.485 9.485 9.485
Bangunan 35.801 35.801 35.801 35.801 35.801 35.801
Peralatan kantor 648 648 648 648 648 648
Peralatan proyek 4.819 4.819 4.819 4.819 4.819 4.819
Capex 2.063 2.063 2.063 2.063 2.063
Akumulasi Capex 2.063 4.127 6.190 8.254 10.317
Jumlah Nilai Perolehan 50.753 52.816 54.879 56.943 59.006 61.070
Penyusutan
Bangunan 20 1.790 1.790 1.790 1.790 1.790
Peralatan kantor 8 0 - - - -
Peralatan proyek 30 161 161 161 9 -
Capex 20 103 206 310 413
Jumlah Penyusutan 1.951 2.054 2.157 2.108 2.203
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 14.304 16.094 17.884 19.674 21.464 23.254
Peralatan kantor 648 648 648 648 648 648
Peralatan proyek 4.328 4.489 4.650 4.810 4.819 4.819
Capex - - 103 310 619 1.032
Jumlah Akumulasi Penyusutan 19.280 21.231 23.285 25.442 27.550 29.753
Nilai Buku
Tanah 9.485 9.485 9.485 9.485 9.485 9.485
Bangunan 21.497 19.707 17.917 16.127 14.337 12.547
Peralatan kantor 0 - - - - -
Peralatan proyek 491 330 169 9 - -
Capex - 2.063 4.024 5.881 7.635 9.285
Jumlah Nilai Buku 31.472 31.585 31.595 31.501 31.456 31.317
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET TETAP
Nilai Perolehan
Tanah 9.485 9.485 9.485 9.485 9.485 9.485
Bangunan 35.801 35.801 35.801 35.801 35.801 35.801
Peralatan kantor 648 648 648 648 648 648
Peralatan proyek 4.819 4.819 4.819 4.819 4.819 4.819
Capex 2.063 2.063 2.063 2.063 2.063
Akumulasi Capex 2.063 4.127 6.190 8.254 10.317
Jumlah Nilai Perolehan 50.753 52.816 54.879 56.943 59.006 61.070
Penyusutan
Bangunan 20 1.790 1.790 1.790 1.790 1.790
Peralatan kantor 8 0 - - - -
Peralatan proyek 30 161 161 161 9 -
Capex 20 103 206 310 413
Jumlah Penyusutan 1.951 2.054 2.157 2.108 2.203
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 14.304 16.094 17.884 19.674 21.464 23.254
Peralatan kantor 648 648 648 648 648 648
Peralatan proyek 4.328 4.489 4.650 4.810 4.819 4.819
Capex - - 103 310 619 1.032
Jumlah Akumulasi Penyusutan 19.280 21.231 23.285 25.442 27.550 29.753
Nilai Buku
Tanah 9.485 9.485 9.485 9.485 9.485 9.485
Bangunan 21.497 19.707 17.917 16.127 14.337 12.547
Peralatan kantor 0 - - - - -
Peralatan proyek 491 330 169 9 - -
Capex - 2.063 4.024 5.881 7.635 9.285
Jumlah Nilai Buku 31.472 31.585 31.595 31.501 31.456 31.317
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-2
Page 65
Lampiran 2
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Utang Jangka Pendek (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 553.144 - - - -
Bunga 8,67% 47.958 - - - -
Angsuran Pokok 553.144 - - - -
Saldo 553.144 - - - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan modal kerja dari Bank Pemerintah (sumber :
www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pinjaman Jangka Menengah (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 1.705.000 1.364.000 1.023.000 682.000 341.000
Bunga 9,21% 157.031 125.624 94.218 62.812 31.406
Angsuran Pokok 341.000 341.000 341.000 341.000 341.000
Saldo 1.705.000 1.364.000 1.023.000 682.000 341.000 -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan investasi dari Bank Pemerintah (sumber :
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit - - - 5.000.000 5.000.000
Jumlah Utang 22.960.860 21.309.859 19.658.858 23.007.857 26.356.856
Bunga 4,00% 918.434 852.394 786.354 720.314 854.274
Angsuran Pokok 1.651.001 1.651.001 1.651.001 1.651.001 1.651.001
Saldo 22.960.860 21.309.859 19.658.858 18.007.857 21.356.856 24.705.854
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 8.006.446 6.272.696 4.835.196 3.089.066 847.566
Bunga 736.039 588.027 461.463 299.496 84.088
Angsuran Pokok 1.733.750 1.437.500 1.746.130 2.241.500 875.000
Saldo 8.006.446 6.272.696 4.835.196 3.089.066 847.566 (27.434)
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah(Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 2.272.315 1.591.090 1.153.690 788.640 301.540
Imbal Hasil 211.596 151.977 112.390 77.681 29.702
Angsuran Pokok 681.225 437.400 365.050 487.100 301.540
Saldo 2.272.315 1.591.090 1.153.690 788.640 301.540 -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan tingkat rata-rata imbal hasil sukuk mudharabah WIKA
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-3
Page 66
Lampiran 2 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Afiliasi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit
Jumlah utang 221.296 165.972 110.648 55.324 -
Bunga 9,21% 20.381 15.286 10.191 5.095 -
Angsuran pokok 55.324 55.324 55.324 55.324 -
Saldo 221.296 165.972 110.648 55.324 - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2024 (sumber: bi.go.id)
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Afiliasi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit
Jumlah utang 221.296 - - - -
Bunga 9,21% 2.799 - - - -
Angsuran pokok 30.393 - - - -
Konversi utang WIKA menjadi modal saham 190.903
Saldo konversi utang WIKA menjadi modal saham 190.903
Pinjaman afiliasi lainnya 30.393
Saldo 221.296 - - - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga bank pemerintah untuk pinjaman investasi per Desember 2024 (sumber: bi.go.id)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-4
Page 67
Lampiran 3
Asumsi proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi adalah
sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat 5 (lima)
tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2025 – 31 Desember 2029.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan tahun 2025 diasumsikan meningkat 5,00% dan selanjutnya pendapatan disumsikan
meningkat 3,00% setiap tahun.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 89,50% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Beban usaha sebesar 4,00% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur ekonomis
yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Laba (rugi) ventura bersama tahun 2025 diasumsikan 0,20% dari investasi pada ventura bersama
dan selanjutnya diasumsikan nol atau tidak ada dari investasi pada ventura bersama setiap tahun.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
▪ Pendapatan (beban) lainnya diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,65% dari pendapatan setiap tahun.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 90 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Tagihan bruto kepada pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Hasil akan diterima diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Persediaan diasumsikan 20 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Uang muka dan biaya dibayar di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Pekerjaan dalam pelaksanaan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset keuangan lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Aset tidak lancar
− Investasi pada entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai capex.
Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi penyusutan tahun
sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada lampiran 1.
− Perhitungan aset tidak berwujud disajikan pada lampiran 1.
− Aset tidak lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-5
Page 68
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha tahun 2025 diasumsikan 60 hari dari beban pokok pendapatan dan selanjutnya
utang usaha diasumsikan 75 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Biaya masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− BAD Retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per
31 Desember 2024.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pascakerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Perhitungan utang afiliasi disajikan pada lampiran 2.
− Pendapatan diterima dimuka jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan
saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam proyeksi posisi
keuangan adalah wajar.
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN 1.028.709 1.080.144 1.112.549 1.145.925 1.180.303 1.215.712
BEBAN POKOK PENDAPATAN (914.969) (966.729) (995.731) (1.025.603) (1.056.371) (1.088.062)
LABA KOTOR 113.740 113.415 116.818 120.322 123.932 127.650
Beban usaha (41.094) (43.206) (44.502) (45.837) (47.212) (48.628)
EBITDA 72.646 70.209 72.316 74.485 76.720 79.021
Depresiasi dan amortisasi (2.930) (3.857) (2.472) (2.157) (2.108) (2.203)
EBIT 69.716 66.353 69.843 72.328 74.611 76.819
Laba (rugi) ventura bersama 3.611 634 - - - -
Beban keuangan (1.943) (20.381) (15.286) (10.191) (5.095) -
Pendapatan (beban) lainnya (187.838) - - - - -
Pajak penghasilan final (24.376) (28.624) (29.483) (30.367) (31.278) (32.216)
EBT (140.828) 17.981 25.075 31.770 38.238 44.602
Pajak - - - - - -
LABA BERSIH (EAT) (140.828) 17.981 25.075 31.770 38.238 44.602
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2025-2029
Laba Kotor/Sales 10,50% 11,06% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50%
EBITDA/Sales 6,50% 7,06% 6,50% 6,50% 6,50% 6,50% 6,50%
EBIT/Sales 6,27% 6,78% 6,14% 6,28% 6,31% 6,32% 6,32%
EBT/Sales 2,72% -13,69% 1,66% 2,25% 2,77% 3,24% 3,67%
EAT/Sales 2,72% -13,69% 1,66% 2,25% 2,77% 3,24% 3,67%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-6
Page 69
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 187.810 131.191 137.460 110.271 89.390 130.176
Piutang usaha 263.704 266.337 274.327 282.557 291.034 299.765
Piutang retensi 95.973 95.973 95.973 95.973 95.973 95.973
Pajak dibayar dimuka 16.509 16.509 16.509 16.509 16.509 16.509
Piutang lain-lain 62.699 62.699 62.699 62.699 62.699 62.699
Tagihan bruto kepada pemberi kerja 54.828 54.828 54.828 54.828 54.828 54.828
Hasil akan diterima 18.553 18.553 18.553 18.553 18.553 18.553
Persediaan 21.072 52.971 54.561 56.197 57.883 59.620
Uang muka dan biaya dibayar di muka 9.502 9.502 9.502 9.502 9.502 9.502
Pekerjaan dalam pelaksanaan 42.383 42.383 42.383 42.383 42.383 42.383
Aset keuangan lancar lainnya - - - - - -
Jumlah Aset Lancar 773.033 750.947 766.795 749.473 738.754 790.007
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak 95.000 95.000 95.000 95.000 95.000 95.000
Investasi pada ventura bersama 316.999 316.999 316.999 316.999 316.999 316.999
Aset tetap
Nilai perolehan 50.753 52.816 54.879 56.943 59.006 61.070
Akumulasi penyusutan 19.280 21.231 23.285 25.442 27.550 29.753
Nilai buku 31.472 31.585 31.595 31.501 31.456 31.317
Aset tidak berwujud
Nilai perolehan 5.718 5.718 5.718 5.718 5.718 5.718
Akumulasi penyusutan 3.394 5.300 5.718 5.718 5.718 5.718
Nilai buku 2.325 419 - - - -
Aset tidak lancar lain-lain - - - - - -
Aset hak guna
Nilai perolehan 849 849 849 849 849 849
Akumulasi penyusutan 849 849 849 849 849 849
Nilai buku - - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 445.796 444.002 443.593 443.500 443.455 443.316
JUMLAH ASET 1.218.829 1.194.949 1.210.388 1.192.973 1.182.209 1.233.323
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 145.451 158.914 204.602 210.740 217.063 223.574
Utang pajak 477 477 477 477 477 477
Utang lain-lain 1.779 1.779 1.779 1.779 1.779 1.779
Biaya masih harus dibayar 313.194 313.194 313.194 313.194 313.194 313.194
BAD Retensi 25.076 25.076 25.076 25.076 25.076 25.076
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima dimuka 55.434 55.434 55.434 55.434 55.434 55.434
Beban akrual - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 541.413 554.876 600.564 606.702 613.024 619.536
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja 9.645 9.645 9.645 9.645 9.645 9.645
Utang afiliasi 221.296 165.972 110.648 55.324 - -
Pendapatan diterima dimuka jangka panjang 135.146 135.146 135.146 135.146 135.146 135.146
Liabilitas sewa - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 366.087 310.763 255.439 200.115 144.791 144.791
JUMLAH LIABILITAS 907.500 865.639 856.003 806.817 757.815 764.327
EKUITAS
Modal saham 212.796 212.796 212.796 212.796 212.796 212.796
Tambahan modal disetor 21.378 21.378 21.378 21.378 21.378 21.378
Saldo laba (rugi) 77.155 95.137 120.211 151.982 190.220 234.822
Jumlah Ekuitas 311.329 329.311 354.385 386.156 424.394 468.996
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.218.829 1.194.949 1.210.388 1.192.973 1.182.209 1.233.323
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2025-2029
Current Ratio 126,91% 142,78% 135,34% 127,68% 123,53% 120,51% 127,52%
Debt to Equity Ratio 210,98% 291,49% 262,86% 241,55% 208,94% 178,56% 162,97%
Debt to Asset Ratio 67,37% 74,46% 72,44% 70,72% 67,63% 64,10% 61,97%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-7
Page 70
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 17.981 25.075 31.770 38.238 44.602
Depresiasi 3.857 2.472 2.157 2.108 2.203
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (2.633) (7.990) (8.230) (8.477) (8.731)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto kepada pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Hasil akan diterima - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (31.900) (1.589) (1.637) (1.686) (1.737)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan biaya dibayar di muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lancar lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 13.463 45.688 6.138 6.322 6.512
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) BAD Retensi - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima dimuka - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan pascakerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - - - - -
Perubahan Modal Kerja (21.070) 36.109 (3.729) (3.840) (3.956)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 769 63.656 30.199 36.506 42.849
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam pelaksanaan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas anak - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (2.063) (2.063) (2.063) (2.063) (2.063)
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak berwujud - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset hak guna - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (2.063) (2.063) (2.063) (2.063) (2.063)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang afiliasi (55.324) (55.324) (55.324) (55.324) -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (55.324) (55.324) (55.324) (55.324) -
Penyesuaian - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS (56.619) 6.268 (27.189) (20.881) 40.786
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 187.810 131.191 137.460 110.271 89.390
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 131.191 137.460 110.271 89.390 130.176
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-8
Page 71
Asumsi proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi adalah
sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat 5 (lima)
tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2025 – 31 Desember 2029.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan tahun 2025 diasumsikan meningkat 5,00% dan selanjutnya pendapatan disumsikan
meningkat 3,00% setiap tahun.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 89,50% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Beban usaha sebesar 4,00% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur ekonomis
yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Laba (rugi) ventura bersama tahun 2025 diasumsikan 0,20% dari investasi pada ventura bersama
dan selanjutnya diasumsikan nol atau tidak ada dari investasi pada ventura bersama setiap tahun.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
▪ Pendapatan (beban) lainnya diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,65% dari pendapatan setiap tahun.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 90 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Tagihan bruto kepada pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Hasil akan diterima diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Persediaan diasumsikan 20 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Uang muka dan biaya dibayar di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2024.
− Pekerjaan dalam pelaksanaan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset keuangan lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Aset tidak lancar
− Investasi pada entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai capex.
Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi penyusutan tahun
sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada lampiran 1.
− Perhitungan aset tidak berwujud disajikan pada lampiran 1.
− Aset tidak lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha tahun 2025 diasumsikan 60 hari dari beban pokok pendapatan dan selanjutnya
utang usaha diasumsikan 75 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-9
Page 72
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Biaya masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− BAD Retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per
31 Desember 2024.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pascakerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Perhitungan utang afiliasi disajikan pada lampiran 2.
− Pendapatan diterima dimuka jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2024.
− Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
▪ Ekuitas
− Perhitungan modal saham dengan dilakukannya transaksi disajikan pada lampiran 4 dan
selanjutnya diasumsikan tetap.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2024.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan
saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam proyeksi posisi
keuangan adalah wajar.
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN 1.028.709 1.080.144 1.112.549 1.145.925 1.180.303 1.215.712
BEBAN POKOK PENDAPATAN (914.969) (966.729) (995.731) (1.025.603) (1.056.371) (1.088.062)
LABA KOTOR 113.740 113.415 116.818 120.322 123.932 127.650
Beban usaha (41.094) (43.206) (44.502) (45.837) (47.212) (48.628)
EBITDA 72.646 70.209 72.316 74.485 76.720 79.021
Depresiasi dan amortisasi (2.930) (3.857) (2.472) (2.157) (2.108) (2.203)
EBIT 69.716 66.353 69.843 72.328 74.611 76.819
Laba (rugi) ventura bersama 3.611 634 - - - -
Beban keuangan (1.943) (2.799) - - - -
Pendapatan (beban) lainnya (187.838) - - - - -
Pajak penghasilan final (24.376) (28.624) (29.483) (30.367) (31.278) (32.216)
EBT (140.828) 35.564 40.361 41.961 43.333 44.602
Pajak - - - - - -
LABA BERSIH (EAT) (140.828) 35.564 40.361 41.961 43.333 44.602
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2025-2029
Laba Kotor/Sales 10,50% 11,06% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50% 10,50%
EBITDA/Sales 6,50% 7,06% 6,50% 6,50% 6,50% 6,50% 6,50%
EBIT/Sales 6,27% 6,78% 6,14% 6,28% 6,31% 6,32% 6,32%
EBT/Sales 3,58% -13,69% 3,29% 3,63% 3,66% 3,67% 3,67%
EAT/Sales 3,58% -13,69% 3,29% 3,63% 3,66% 3,67% 3,67%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-10
Page 73
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 187.810 173.705 250.583 288.909 328.447 369.233
Piutang usaha 263.704 266.337 274.327 282.557 291.034 299.765
Piutang retensi 95.973 95.973 95.973 95.973 95.973 95.973
Pajak dibayar dimuka 16.509 16.509 16.509 16.509 16.509 16.509
Piutang lain-lain 62.699 62.699 62.699 62.699 62.699 62.699
Tagihan bruto kepada pemberi kerja 54.828 54.828 54.828 54.828 54.828 54.828
Hasil akan diterima 18.553 18.553 18.553 18.553 18.553 18.553
Persediaan 21.072 52.971 54.561 56.197 57.883 59.620
Uang muka dan biaya dibayar di muka 9.502 9.502 9.502 9.502 9.502 9.502
Pekerjaan dalam pelaksanaan 42.383 42.383 42.383 42.383 42.383 42.383
Aset keuangan lancar lainnya - - - - - -
Jumlah Aset Lancar 773.033 793.460 879.918 928.111 977.811 1.029.064
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak 95.000 95.000 95.000 95.000 95.000 95.000
Investasi pada ventura bersama 316.999 316.999 316.999 316.999 316.999 316.999
Aset tetap
Nilai perolehan 50.753 52.816 54.879 56.943 59.006 61.070
Akumulasi penyusutan 19.280 21.231 23.285 25.442 27.550 29.753
Nilai buku 31.472 31.585 31.595 31.501 31.456 31.317
Aset tidak berwujud
Nilai perolehan 5.718 5.718 5.718 5.718 5.718 5.718
Akumulasi penyusutan 3.394 5.300 5.718 5.718 5.718 5.718
Nilai buku 2.325 419 - - - -
Aset tidak lancar lain-lain - - - - - -
Aset hak guna
Nilai perolehan 849 849 849 849 849 849
Akumulasi penyusutan 849 849 849 849 849 849
Nilai buku - - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 445.796 444.002 443.593 443.500 443.455 443.316
JUMLAH ASET 1.218.829 1.237.463 1.323.511 1.371.610 1.421.266 1.472.380
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 145.451 158.914 204.602 210.740 217.063 223.574
Utang pajak 477 477 477 477 477 477
Utang lain-lain 1.779 1.779 1.779 1.779 1.779 1.779
Biaya masih harus dibayar 313.194 313.194 313.194 313.194 313.194 313.194
BAD Retensi 25.076 25.076 25.076 25.076 25.076 25.076
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima dimuka 55.434 55.434 55.434 55.434 55.434 55.434
Beban akrual - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 541.413 554.876 600.564 606.702 613.024 619.536
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja 9.645 9.645 9.645 9.645 9.645 9.645
Utang afiliasi 221.296 - - - - -
Pendapatan diterima dimuka jangka panjang 135.146 135.146 135.146 135.146 135.146 135.146
Liabilitas sewa - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 366.087 144.791 144.791 144.791 144.791 144.791
JUMLAH LIABILITAS 907.500 699.667 745.355 751.493 757.815 764.327
EKUITAS
Modal saham 212.796 403.699 403.699 403.699 403.699 403.699
Tambahan modal disetor 21.378 21.378 21.378 21.378 21.378 21.378
Saldo laba (rugi) 77.155 112.719 153.080 195.041 238.374 282.976
Jumlah Ekuitas 311.329 537.796 578.157 620.118 663.451 708.053
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.218.829 1.237.463 1.323.511 1.371.610 1.421.266 1.472.380
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2025-2029
Current Ratio 153,62% 142,78% 143,00% 146,52% 152,98% 159,51% 166,10%
Debt to Equity Ratio 120,47% 291,49% 130,10% 128,92% 121,19% 114,22% 107,95%
Debt to Asset Ratio 54,58% 74,46% 56,54% 56,32% 54,79% 53,32% 51,91%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-11
Page 74
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 35.564 40.361 41.961 43.333 44.602
Depresiasi 3.857 2.472 2.157 2.108 2.203
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (2.633) (7.990) (8.230) (8.477) (8.731)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto kepada pemberi kerja - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Hasil akan diterima - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (31.900) (1.589) (1.637) (1.686) (1.737)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan biaya dibayar di muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lancar lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 13.463 45.688 6.138 6.322 6.512
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) BAD Retensi - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima dimuka - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan pascakerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka jangka panjang - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - - - - -
Perubahan Modal Kerja (21.070) 36.109 (3.729) (3.840) (3.956)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 18.351 78.942 40.390 41.601 42.849
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam pelaksanaan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas anak - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (2.063) (2.063) (2.063) (2.063) (2.063)
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak berwujud - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset hak guna - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (2.063) (2.063) (2.063) (2.063) (2.063)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang afiliasi (221.296) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham 190.903 - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (30.393) - - - -
Penyesuaian - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS (14.106) 76.878 38.326 39.538 40.786
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 187.810 173.705 250.583 288.909 328.447
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 173.705 250.583 288.909 328.447 369.233
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-12
Page 75
Lampiran 4
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI
Setelah dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 399.428 98,94% 399.428.000.000
2 Widjanarko Tantono 2.124 0,53% 2.124.000.000
3 Ir. Hastjaryo 1.416 0,35% 1.416.000.000
4 Hendro Isworo 731 0,18% 731.000.000
Jumlah 403.699 100,00% 403.699.000.000
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-13
Page 76
SURAT PENGANTAR
Laporan No. 00108/2.0118-00/BS/03/0520/1/V/2025
File No. 041.2/IDR/DO.2/BS/V/2025 Jakarta, 26 Mei 2025
Kepada Yth.
PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
Wika Tower 2
Jalan Panjaitan Kav. 10
Jakarta Timur
Dengan Hormat,
Perihal: Laporan Penilaian Saham PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi per 31
Desember 2024
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh
izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013
tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan
Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No.
STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 035.1/IDR/DO.2/Pr-BFO/II/2025 dan No.
035.2/IDR/DO.2/Pr-BFO/II/2025 tanggal 26 Februari 2025 serta Perjanjian Pengadaan Jasa
No. TP.01.03/A.FIN.00005.A/2025 tanggal 26 Maret 2025, IDR telah melaksanakan penilaian
saham PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi per 31 Desember 2024, seperti yang tertuang
dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut WIKA atau Pemberi Tugas) merupakan
pemegang saham PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (selanjutnya disebut WRK atau Objek
Penilaian atau Perusahaan atau Perseroan). WRK merupakan anak perusahaan WIKA yang
berfokus pada jasa konstruksi serta operasi dan pemeliharaan di sektor industrial dan energi.
WIKA berencana melakukan penambahan setoran modal pada WRK melalui Debt to Equity
Swap. Rencana transaksi penambahan setoran modal pada WRK oleh WIKA melalui Debt to
Equity Swap selanjutnya disebut Rencana Transaksi. Untuk keperluan tersebut maka
diperlukan penilaian saham oleh Penilai Independen. WRK merupakan operating holding
company.
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah 212.796 saham atau 100% saham WRK per 31 Desember 2024. WRK
merupakan operating holding company yang memiliki penyertaan pada PT Wijaya Karya
Industri Energi (selanjutnya disebut WINNER). WINNER bergerak dalam bidang industri
pengolahan, konstruksi, pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, perdagangan
dan aktivitas perusahaan holding.
Page 77
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas Nilai Pasar saham objek penilaian
per 31 Desember 2024 berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audited) yang dinyatakan
dalam mata uang sesuai dengan laporan keuangan yang akan digunakan untuk tujuan Jual -
Beli (Transfer of Ownership).
Pendekatan dan Metode Penilaian
WRK merupakan Operating Holding Company yang memiliki Entitas Anak yang dapat
digambarkan pada diagram sebagai berikut:
Keterangan:
1. WRK : PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi
2. WINNER : PT Wijaya Karya Industri Energi
Merujuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020, dalam penilaian
Holding Company, wajib dilakukan penilaian terhadap seluruh penyertaan atau kepemilikan
pada entitas lain.
Pemilihan pendekatan dan metode penilaian yang digunakan serta alasannya untuk setiap
perusahaan yang dinilai adalah sebagai berikut:
No. Nama Perusahaan Pendekatan Metode Alasan
1 PT Wijaya Karya Pendapatan Discounted Perusahaan telah beroperasi
Rekayasa Cash Flow secara komersial dan
Konstruksi (DCF) pendapatannya di masa
mendatang dapat diperkirakan.
Pasar Guideline Data pasar Perusahaan untuk
Publicly Traded industri yang sejenis cukup
Company tersedia.
Method (GPTC)
2 PT Wijaya Karya Pendapatan Discounted Perusahaan telah beroperasi
Industri Energi Cash Flow secara komersial dan
(DCF) pendapatannya di masa
mendatang dapat diperkirakan.
Pasar Guideline Data pasar Perusahaan untuk
Publicly Traded industri yang sejenis cukup
Company tersedia.
Method (GPTC)
Pendekatan dan metode penilaian diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Objek
Penilaian dan Pemberi Tugas.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan untuk menghasilkan kesimpulan nilai.
Penilaian Saham PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi ii
Page 78
Independensi Penilai
• Dalam mempersiapkan laporan ini kami tidak ada benturan kepentingan dengan
Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
dilakukan Perseroan.
• Dalam mempersiapkan laporan ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
manapun.
• Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantung kepada kejadian
maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai akibat dari laporan kami ini.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan WRK No.
17 tanggal 15 Mei 2025 yang dibuat oleh Notaris Ryan Bayu Candra, S.H., M.Kn.,
berkedudukan di Jakarta Timur, Perseroan menyetujui perubahan susunan pengurus
Perseroan sehingga susunan komisaris dan direksi menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Plt Komisaris Utama : Dwi Purnomo
Komisaris : Mira Rahardjo Djarot
Komisaris : Sujono
Komisaris Independen : Ahmad Thontowi Djauhari
Direksi
Direktur Utama : Rosman Pria Utama
Direktur Strategi Bisnis dan Investasi : Hadi Irawan
Direktur Keuangan, Human Capital, dan : Ika Rosmayanti Dewi
Manajemen Risiko
Direktur Operasi : Fafan Khoirul Fanani
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Penilaian Saham PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi iii
Page 79
Kesimpulan Nilai
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informas i yang telah kami ter ima dan dengan
mempertimbangka n semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka
menurut pendapat kami Ni lai Pasar 212 .796 saham atau 100% saham WRK per 31 Desember
2024 adalah:
Rp 332.800.000.000,-
(TIGA RATUS TIGA PULUH DUA MillAR DELAPAN RATUS JUTA RUPIAH)
atau untuk setiap saham adalah :
Rp 1.563.939,-
(SATU JUTA LIMA RATUS ENAM PULUH TIGA RIBU
SEMBILAN RATUS TIGA PULUH SEMBILAN RUPIAH)
Demikian kami sampaikan , atas kepercayaan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.
S.E. M.Ec.Dev.
Penil Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No .: 10-S-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No. P-1 .13 .00355
NIPP Menkeu No . 8-1 .18.00520
STTD OJK No : STTD. PP8-33/ PJ-1 / PM. 02/ 2023
Penilaian Saham PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi iv
Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI OLEH
p.1
unresolved
org
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
p.1 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
p.2 ×5
unresolved
org
KJPP IDR
p.2 ×23
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
p.3 ×4
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.3 ×10
unresolved
person
Ryan Bayu Candra
· Notaris
p.4 ×4
unresolved
person
Plt.
· Komisaris Utama
p.4 ×3
unresolved
person
Radithe Pramudito
p.6
unresolved
person
Sigit E. Purnomo
p.6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik KJPP IDR
p.9
unresolved
person
Dhonny Ariyanto Sigit
p.15
unresolved
—
Rosman Pria
p.20
unresolved
—
Hadi Irawan
p.20
unresolved
—
Ika Rosmayanti Dewi
p.20
unresolved
person
Ir. Hastjaryo
p.21 ×7
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI Sebelum
p.21 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI Setelah
p.21 ×3
unresolved
—
II-3
p.21
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.23
unresolved
person
Kartini Muljadi
p.23
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.23 ×2
unresolved
person
Fathiah Helmi
· Notaris
p.23
unresolved
—
III-1
p.23
unresolved
org
PT Wijaya Karya Insan Pertiwi
p.24
unresolved
person
Akta Notaris Ali Harsoyo
p.24
unresolved
person
Akta Notaris Bayu Candra
p.24
unresolved
org
Menteri
p.24
unresolved
—
III-2
p.24
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.25 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-
p.26 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik PDB Menurut Pengeluaran
p.26
unresolved
org
Pusat Statistik
p.28 ×2
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.28
unresolved
org
Pusat Statistik Secara
p.29
unresolved
org
Bank Indonesia
p.29 ×3
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI Perhitungan Nilai Perolehan
p.64 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI Perhitungan Pembayaran Bunga
p.66 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI Proyeksi Laba Rugi
p.68 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI Proyeksi Posisi Keuangan
p.69 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REKAYASA KONSTRUKSI Proyeksi Arus Kas
p.70 ×2
unresolved
—
VII-13
p.75
unresolved
org
PT Wijaya Karya Industri Energi Merujuk
p.77
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
23494 ms
12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '................................................................................................ '
'V-1'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '................................................................................................ '
'V-1',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}