Skip to content
Back to announcement

20250630_BYAN_Informasi Transaksi Afiliasi_31909943_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review BYAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 67

Page 1
      LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
         PT BAYAN RESOURCES TBK
 No. 00015/2.0120-04/BS/02/0627/1/VI/2025
            Tanggal: 24 Juni 2025

Tanggal Pendapat Kewajaran 31 Desember 2024
Page 2
                                                                                                  Kantor Cabang Jakarta Selatan
                                                                                            The AKKAS Commercial Building, Lt.2
                                                             Jl. T.B. Simatupang No.23 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
                                                                       Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia


No. Laporan: 00015/2.0120-04/BS/02/0627/1/VI/2025                                      Jakarta, 24 Juni 2025

Kepada Yth.
Direksi
PT Bayan Resources Tbk
Gedung Office 8 Lt. 37, Unit A-H
Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12190

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi

Sesuai penugasan dari PT Bayan Resources Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
dan Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk keperluan Pendapat Kewajaran dalam rangka
memenuhi salah satu syarat keterbukaan informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020
mengenai Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan oleh PT Bayan Resources Tbk (”Perseroan” atau
”BYAN”) atas Rencana Transaksi Afiliasi antara PT Dermaga Perkasapratama (”DPP”) dengan PT
Nirmala Matranusa (”NMN”) yang tertuang dalam Surat Penawaran No. 038/SP/HMR-JKSL/B/IV/2025
tanggal 28 April 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini kami telah
melakukan pekerjaan pendapat kewajaran secara independen dengan tanggal pendapat kewajaran 31
Desember 2024.

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama               : PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Bidang Usaha       : Aktivitas Perusahaan Holding, dan Penjualan Batubara dan Pengelolaan
                      Terminal Khusus Batubara
Alamat             : Gedung Office 8 Lt. 37, Unit A-H
                      Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12190
Telepon dan Faks. : (021) 29356888 dan (021) 29356999
E-mail             : corporate.secretary@bayan.com.sg

Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Pekerjaan proyek konstruksi perluasan Jetty Fase 6A berlokasi di Balikpapan Coal Terminal, Desa Teluk
Tebang, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur antara PT Dermaga
Perkasapratama dengan PT Nirmala Matranusa dimaksudkan untuk meningkatkan nilai ekonomis
terminal batu bara yang dimiliki Perseroan. Seiring dengan peningkatan penjualan secara grup membuat
Perseroan merasa perlu memperluas terminal batu bara yang dimiliki Perseroan (Balikpapan Coal
Terminal “BCT”) agar proses transshipment batu bara dapat berjalan lancar, demand pasar terpenuhi
dan target penjualan Perseroan secara grup juga tercapai. Selain itu, pekerjaan proyek konstruksi
tersebut dilakukan untuk memperlancar jalur distribusi logistik batu bara yang dimiliki Perseroan dari
hulu ke hilir. Peningkatan kapasitas volume transshipment batu bara dilakukan agar sejalan dengan
peningkatan rencana produksi Perseroan secara grup.

Dengan dilakukan perluasan Jetty BCT Fase 6A diharapkan Perseroan dapat memitigasi kemungkinan
resiko yang timbul apabila salah satu terminal yang dioperasikan mengalami kendala teknis, sehingga



                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | i
Page 3
dengan adanya upgrading BCT Fase 6A ini kegiatan transshipment batu bara dapat terus berjalan dan tak
terkendala. Dengan dilakukan perluasan Jetty BCT Fase 6A diharapkan biaya keterlambatan pengiriman
batu bara ke customer (demurrage) dapat ditekan dan berkurang. Dengan pembangunan perluasan
terminal jetty ini juga diharapkan dapat menambah profitabilitas Perseroan secara grup dan sinergi
dengan rencana Perseroan dalam upaya untuk terus melakukan investasi jangka panjang.

Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB‐57/PM.02/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII-2018 serta POJK 35/POJK.04/2020, POJK 17/2020, dan POJK 42/2020.

Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.

Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi kontrak jasa konstruksi proyek perluasan
Jetty Fase 6A berlokasi di Balikpapan Coal Terminal, Desa Teluk Tebang, Kecamatan Balikpapan Barat,
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur antara PT Dermaga Perkasapratama dengan PT Nirmala Matranusa
(selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”).

Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.

Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember
2024.

Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;




                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | ii
Page 4
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
  harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.

Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Dermaga Perkasapratama (“DPP”)
   DPP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengalihmuatan batu bara. Dalam Rencana
   Transaksi ini, DPP bertindak sebagai pihak pemberi kerja.
• PT Nirmala Matranusa (”NMN”)
   NMN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas pertambangan dan penggalian
   lainnya, pembangunan, pengangkutan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real
   estate, sewa guna usaha, dan perdagangan besar. Dalam Rencana Transaksi ini, NMN bertindak
   sebagai pihak kontraktor.

Materialitas atas Transaksi
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2024 oleh
Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor 00185/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025
tanggal 28 Februari 2025 tercatat sebesar USD2.313.842.411 sedangkan harga Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp137.560.533.255,- atau ekuivalen dengan USD8.511.356,- berdasarkan kurs Tengah
Bank Indonesia untuk mata uang USD per 31 Desember 2024 yaitu Rp16.162,-. Nilai transaksi adalah
sebesar 0,37% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024. Dengan demikian Rencana Transaksi ini
bukan termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.

Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
    mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
    kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
    terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
    baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
    data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
    manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
    tersebut adalah tanggungjawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
    kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
    tanggungjawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah




                                                                 Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | iii
Page 5
    diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
    secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbaharui hasil pendapat
    kewajaran ini dikemudian hari;
•   Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
    dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
•   Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
    dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
    menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
•   Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
    Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
    melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
    tersebut;
•   Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
    dilakukannya Rencana Transaksi;
•   Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
•   Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
    pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
    kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
    dan/atau pelanggaran hukum.

Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.

Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat subsequent event atau kejadian penting yaitu perubahan susunan komisaris Tuan
Hendarman menggantikan Tuan Purnomo Yusgiantoro dari jabatannya selaku Komisaris Utama
Perseroan berdasarkan Akta No. 27 tanggal 15 Januari 2025 yang dibuat di hadapan Mala Mukti, S.H.,
LL.M Notaris di Jakarta. Perubahan ini tidak mempengaruhi hasil pendapat kewajaran.

Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.




                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | iv
Page 6
Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat kewajaran ini merupakan salah satu
bahan pertimbangan kepada Pemegang Saham untuk mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.

Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Perluasan Jetty BCT Fase 6A bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis terminal yang dimiliki
    Perseroan melalui peningkatan kapasitas volume transshipment batu bara;
2. Perluasan Jetty BCT Fase 6A bertujuan memitigasi kemungkinan risiko yang timbul apabila salah satu
    terminal yang dioperasikan mengalami kendala teknis;
3. Perluasan Jetty diharapkan dapat mengurangi biaya keterlambatan pengiriman batu bara ke
    customer (demurrage) dan dapat menambah profitabilitas Perseroan secara Grup;
4. Analisis harga menunjukkan Rencana Transaksi Dengan Pihak Afiliasi lebih menguntungkan bagi
    Perseroan dari sisi harga dan fleksibilitas pekerjaan;
5. Analisis inkremental menunjukkan Dengan Rencana Transaksi akan memberikan kontribusi nilai
    tambah bagi Perseroan dalam bentuk peningkatan pendapatan, laba setelah pajak, laba sebelum
    pajak, total aset, dan total ekuitas Perseroan akan mengalami peningkatan sebagai bentuk nilai
    tambah dari dilakukannya Rencana Transaksi;
6. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat yaitu memperpanjang nilai
    ekonomis dari terminal baru bara maupun fasilitas yang di bangun di BCT, menunjang kegiatan
    distribusi logistik batu bara yang menjadi komoditas utama dari grup dengan segala situasi kondisi.
    Dari sisi risiko, Rencana Transaksi ini menggunakan pembiayaan dana sendiri sehingga adanya
    kemungkinan keterlambatan arus kas.




                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | v
Page 7

          
Page 8

          
Page 9
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI .......................................................................................... vii
DAFTAR ISI ................................................................................................................................ viii
DAFTAR TABEL .............................................................................................................................. x
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................................... xi
DAFTAR GRAFIK .......................................................................................................................... xii
1. PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1
    1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................... 1
    1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi ................................................................................... 1
    1.3. Status Penilai ....................................................................................................................... 1
    1.4. Independensi Penilai ........................................................................................................... 2
    1.5. Objek Pendapat Kewajaran .................................................................................................. 2
    1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ............................................................................. 2
    1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran ............................................................................................... 2
    1.8. Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................................... 2
    1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi .................................................... 2
    1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................................. 3
    1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran ................................................................... 4
    1.12. Sumber Data dan Informasi ................................................................................................. 4
    1.13. Subsequent Event ................................................................................................................ 5
    1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran ........................................................................ 5
2. ANALISIS TRANSAKSI ............................................................................................................ 6
    2.1. Identifikasi Pendirian Pihak-Pihak yang Bertransaksi ............................................................ 6
    2.1.1. PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”) ................................................................................ 6
    2.1.2. PT Dermaga Perkasapratama (“DPP”) .................................................................................. 8
    2.1.3. PT Nirmala Matranusa (“NMN”) ........................................................................................... 9
    2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ............................................................................ 9
    2.3. Materialitas atas Transaksi................................................................................................. 11
    2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi ............................................ 12
    2.4.1. Para Pihak.......................................................................................................................... 12
    2.4.2. Objek Perjanjian................................................................................................................. 12
    2.4.3. Harga Transaksi ................................................................................................................. 13
    2.4.4. Cara Pembayaran .............................................................................................................. 13
    2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi ............................................................... 13
    2.5.1. Manfaat Transaksi .............................................................................................................. 13
    2.5.2. Risiko Transaksi ................................................................................................................. 13
3. ANALISIS KUALITATIF .......................................................................................................... 14
    3.1. Tinjauan Ekonomi .............................................................................................................. 14
    3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan ......................................................................................... 14
    3.1.2. Nilai Tukar Rupiah .............................................................................................................. 14
    3.1.3. Suku Bunga ........................................................................................................................ 15
    3.1.4. Inflasi       ........................................................................................................................... 16
    3.2. Analisis Industri Batu Bara ................................................................................................. 17
    3.2.1. Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara ................................................................ 17
    3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan ..................................................................... 21


                                                                                          Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | viii
Page 10
     3.4. Analisis SWOT.................................................................................................................... 22
     3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi ............................................................. 23
     3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ............................................................... 23
4. ANALISIS KUANTITATIF ........................................................................................................ 25
     4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan ........................... 25
     4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis ...................................................................................... 25
     4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis ................................................................................................ 27
     4.1.3. Laporan Arus Kas Historis .................................................................................................. 28
     4.1.4. Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................... 29
     4.2. Analisis Kewajaran Harga ................................................................................................... 30
     4.3. Analisis Proforma ............................................................................................................... 30
     4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan ........................................................................ 31
     4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ........................................ 35
     4.6. Analisis Inkremental .......................................................................................................... 35
     4.7. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ................................................................................. 36
     4.8. Informasi Non Keuangan yang Relevan .............................................................................. 36
     4.9. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan ............................................................. 37
5. KESIMPULAN ...................................................................................................................... 38
     5.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi ...................................................................................... 38
     5.2. Pendapat Kewajaran .......................................................................................................... 38
6. LAMPIRAN .............................................................................................................................. 39
7. REFERENSI ............................................................................................................................. 40




                                                                                      Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | ix
Page 11
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ...................................................................................... 7
Tabel 2. Susunan Pemegang Saham DPP ............................................................................................... 8
Tabel 3. Susunan Pemegang Saham NMN .............................................................................................. 9
Tabel 4. Hubungan Para Pihak Secara Kepemilikan Saham .................................................................. 10
Tabel 5. Laporan Posisi Keuangan ........................................................................................................ 25
Tabel 6. Laporan Laba Rugi .................................................................................................................. 28
Tabel 7. Laporan Arus Kas .................................................................................................................... 28
Tabel 8. Analisis Rasio Keuangan ......................................................................................................... 30
Tabel 9. Perbandingan Harga Penawaran ............................................................................................. 30
Tabel 10. Proforma Posisi Keuangan .................................................................................................... 31
Tabel 11. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi ....................................................................... 32
Tabel 12. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi ..................................................................... 32
Tabel 13. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ............................................................. 33
Tabel 14. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi .......................................................... 34
Tabel 15. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ............................. 35
Tabel 16. Analisis Inkremental ............................................................................................................. 36
Tabel 17. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ................................. 36




                                                                                         Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | x
Page 12
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Perseroan, DPP, dan NMN ............................................................. 11
Gambar 2. Alur Rencana Transaksi ...................................................................................................... 11




                                                                                    Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | xi
Page 13
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020-2024.................................................................................. 14
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024 ................................................ 15
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024 ..................................................................................... 16
Grafik 4. Produk Domestik Bruto (ADHB) Pertambangan & Industri Batu Bara ...................................... 17
Grafik 5. Harga Batu Bara Acuan Per 31 Desember Tahun 2019-2024 .................................................. 17
Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia Tahun 2019-2024 ................................................................ 18
Grafik 7. Konsumsi Batu Bara Dalam Negeri (DMO) Tahun 2019-2024 ................................................. 19
Grafik 8. Capaian Konsumsi Batu Bara untuk PLTU di Indonesia .......................................................... 19
Grafik 9. Nilai Ekspor Komoditas Batu Bara Indonesia Tahun 2019-2024 ............................................. 20
Grafik 10. Volume Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020-2024 ........................................................ 21




                                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | xii
Page 14
1.    PENDAHULUAN

1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama                : PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Bidang Usaha        : Aktivitas Perusahaan Holding, dan Penjualan Batubara dan Pengelolaan
                      Terminal Khusus Batubara
Alamat              : Gedung Office 8 Lt. 37, Unit A-H
                      Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru
                      Jakarta Selatan, 12190
Telepon dan Faks. : (021) 29356888 dan (021) 29356999
E-mail              : corporate.secretary@bayan.com.sg

1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Pekerjaan proyek konstruksi perluasan Jetty Fase 6A berlokasi di Balikpapan Coal Terminal, Desa Teluk
Tebang, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur antara PT Dermaga
Perkasapratama dengan PT Nirmala Matranusa dimaksudkan untuk meningkatkan nilai ekonomis
terminal batu bara yang dimiliki Perseroan. Seiring dengan peningkatan penjualan secara grup membuat
Perseroan merasa perlu memperluas terminal batu bara yang dimiliki Perseroan (Balikpapan Coal
Terminal “BCT”) agar proses transshipment batu bara dapat berjalan lancar, demand pasar terpenuhi
dan target penjualan Perseroan secara grup juga tercapai. Selain itu, guna memperlancar jalur distribusi
logistik batu bara yang dimiliki Perseroan dari hulu ke hilir. Peningkatan kapasitas volume transshipment
batu bara dimana hal ini sejalan dengan peningkatan rencana produksi Perseroan secara grup.

Dengan dilakukan perluasan Jetty BCT Fase 6A diharapkan Perseroan dapat memitigasi kemungkinan
resiko yang timbul apabila salah satu terminal yang dioperasikan mengalami kendala teknis, sehingga
dengan adanya upgrading BCT Fase 6A ini kegiatan transshipment batu bara dapat terus berjalan dan tak
terkendala. Dengan dilakukan perluasan Jetty BCT Fase 6A diharapkan biaya keterlambatan pengiriman
batu bara ke customer (demurrage) dapat ditekan dan berkurang. Dengan pembangunan perluasan
terminal jetty ini juga diharapkan dapat menambah profitabilitas Perseroan secara grup dan sinergi
dengan rencana Perseroan dalam upaya untuk terus melakukan investasi jangka panjang.

1.3. Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB‐57/PM.02/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII-2018 serta POJK 35/POJK.04/2020, POJK 17/2020, dan POJK 42/2020.




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 1
Page 15
1.4. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.

1.5. Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi kontrak proyek konstruksi perluasan Jetty
Fase 6A berlokasi di Balikpapan Coal Terminal, Desa Teluk Tebang, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota
Balikpapan, Kalimantan Timur antara PT Dermaga Perkasapratama dengan PT Nirmala Matranusa
(selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”).

1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.

1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember
2024.

1.8. Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
   harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.

1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Dermaga Perkasapratama (“DPP”)
   DPP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengalihmuatan batu bara. Dalam Rencana
   Transaksi ini, DPP bertindak sebagai pihak pemberi kerja.
• PT Nirmala Matranusa (”NMN”)
   NMN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas pertambangan dan penggalian
   lainnya, pembangunan, pengangkutan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real
   estate, sewa guna usaha, dan perdagangan besar. Dalam Rencana Transaksi ini, NMN bertindak
   sebagai pihak kontraktor.




                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 2
Page 16
1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
    mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
    kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
    terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
    baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
    data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
    manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
    tersebut adalah tanggungjawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
    kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
    tanggungjawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
    diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
    secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbaharui hasil pendapat
    kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
    dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
    dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
    menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
    Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
    melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
    tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
    dilakukannya Rencana Transaksi;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
    pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
    kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
    dan/atau pelanggaran hukum.




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 3
Page 17
1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.

1.12. Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2019 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00423/2.1025/AU.1/02/0243-3/1/III/2020 tanggal 30 Maret 2020 dengan opini wajar
     yang ditandatangani oleh Yusron, S.E., Ak., CPA selaku penanggung jawab audit;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00448/2.1025/AU.1/02/1130-1/1/III/2021 tanggal 30 Maret 2021 dengan opini wajar
     yang ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00463/2.1025/AU.1/02//1130-2/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan opini
     wajar yang ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00268/2.1025/AU.1/02//1130-3/1/III/2023 tanggal 09 Maret 2023 dengan opini
     wajar yang ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00219/2.1025/AU.1/02/1122-1/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan opini
     wajar yang ditandatangani oleh Toto Harsono, S.E selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor
     00185/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan opini wajar yang
     ditandatangani oleh Toto Harsono, S.E selaku penanggung jawab audit;
7. Proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah dilakukannya transaksi per 31
     Desember 2024;
8. Proposal penawaran harga PT Jagat Baja Prima Utama No. 018/018/SW/JBP-PH/V/25 untuk
     Pekerjaan Pembangunan Project Phase 6 Stage 1 & 2 tanggal 28 Mei 2025;
9. Proposal penawaran harga (Quotation) PT Sinar Sakti Jaya No. Q-122/QT/SSJ/V/2025 untuk
     Balikpapan Coal Terminal Development tanggal 28 Mei 2025;
10. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2025-2031 Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
     Rencana Transaksi, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
11. Draft Perjanjian kesepakatan kontrak antara Perseroan dengan NMN mengenail “Civil Works and
     Installation of Structural & Mechanical Components for Balikpapan Coal Terminal phase-6A at
     Tanjung Batu, Balikpapan– Kalimantan Timur”;
12. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan dan pihak-pihak yang bertransaksi;



                                                            Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 4
Page 18
13. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
    hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
14. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan dalam rangka
    penugasan ini.

1.13. Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat subsequent event atau kejadian penting yaitu perubahan susunan komisaris Tuan
Hendarman menggantikan Tuan Purnomo Yusgiantoro dari jabatannya selaku Komisaris Utama
Perseroan berdasarkan Akta No. 27 tanggal 15 Januari 2025 yang dibuat di hadapan Mala Mukti, S.H.,
LL.M Notaris di Jakarta. Perubahan ini tidak mempengaruhi hasil pendapat kewajaran.

1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.

Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat kewajaran ini merupakan salah satu
bahan pertimbangan kepada Pemegang Saham untuk mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.




                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 5
Page 19
2.    ANALISIS TRANSAKSI

2.1. Identifikasi Pendirian Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.1.1. PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”)
Gambaran Umum
PT Bayan Resources Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tanggal 7 Oktober 2004, berdasarkan akta Notaris
No. 12 tanggal 7 Oktober 2004 yang dibuat di hadapan Yani Indrawaty Wibawa, S.H., Notaris di Jakarta.
Akta Notaris tersebut mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-30690 HT.01.01.TH.2004 tanggal 21 Desember 2004.

Akta Perseroan berisi Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan
terakhir berdasarkan akta Notaris No. 95 tanggal 27 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Mala Mukti, S.H.,
LL.M., Notaris di Jakarta. Akta Notaris tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana dikonfirmasi telah diterima melalui surat No. AHU-AH.01.09-
0222142 tanggal 4 Juli 2024.

Pada tanggal 12 Agustus 2008, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana (“IPO”) sebanyak
833.333.500 lembar saham biasa yang terdiri dari 500.000.000 lembar saham biasa atas nama milik
Pemegang Saham Penjual (saham divestasi) dan 333.500.000 lembar saham biasa yang baru
ditempatkan (saham baru). Penawaran saham kepada masyarakat tersebut dicatat di Bursa Efek
Indonesia (“BEI”) pada tanggal 12 Agustus 2008.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal 17 November 2022 telah menyetujui
rencana stock split saham dengan satu lembar saham lama dipecah menjadi sepuluh lembar saham baru
dari sejumlah 3.333.333.500 saham dengan nilai nominal sebesar Rp100 per lembar saham menjadi
sejumlah 33.333.335.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp10 per lembar saham dengan nilai
nominal keseluruhan sebesar Rp333.333.350.000. Berdasarkan surat dari BEI No. S-10001/BEI.PP1/11-
2022 tanggal 23 November 2022, BEI menyetujui permohonan persetujuan prinsip rencana stock split
atas saham Perseroan dan menyatakan efektif sejak tanggal 2 Desember 2022 jumlah saham Perseroan
setelah stock split menjadi sejumlah 33.333.335.000 saham dengan nilai nominal Rp10 per saham.
Perubahan anggaran dasar Perseroan sehubungan dengan adanya perubahan jumlah saham dan nilai
nominal saham setelah stock split tersebut telah diaktakan melalui akta Notaris No. 35 tanggal 13
Desember 2022 yang dibuat di hadapan Mala Mukti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Notaris tersebut telah
diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan diterbitkannya
Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0327808 tanggal 19 Desember 2022.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan akta No. 95 tanggal 27 Juni 2024 di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M, susunan
pengurus dan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2024 sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama                           : Purnomo Yusgiantoro
Komisaris                                 : Lifransyah Gumay



                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 6
Page 20
Komisaris                                  : Moermahadi Soerja Djanegara
Komisaris Independen                       : Timur Pradopo
Komisaris Independen                       : Budiman
Komisaris Independen                       : Hendarman

Dewan Direksi
Direktur Utama                             : Dato’ DR. Low Tuck Kwong
Direktur                                   : Lim Chai Hock
Direktur                                   : Jenny Quantero
Direktur                                   : Low Yi Ngo
Direktur                                   : Alastair McLeod
Direktur                                   : Russell John Neil
Direktur                                   : Alexander Ery Wibowo
Direktur                                   : Oliver Khaw Kar Heng
Direktur                                   : Lee Minhyung
Direktur                                   : Merlin
Direktur                                   : Ulina Fitriani

Pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2024 berdasarkan akta No. 35 tanggal 13 Desember 2022
di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M adalah sebagai berikut:

                          Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                        Jumlah Lembar                      Persentase
         Pemegang Saham                 Jumlah (Rp)
                                                            Saham                          Kepemilikan
 Dato’ DR. Low Tuck Kwong                13.389.835.770      14.334.813                           40,17%
 Elaine Low                               7.333.833.700       7.851.413                           22,00%
 PT Sumber Suryadaya Prima                3.333.380.000       3.568.631                           10,00%
 (“SSP”)
 Lim Chai Hock                            1.087.100.000       1.163.821                              3,26%
 Jenny Quantero                             994.975.000       1.065.195                              2,98%
 Low Yi Ngo                                  61.614.800          65.963                              0,18%
 Ulina Fitriani                              10.000.000          10.706                              0,03%
 Alastair McLeod                              5.000.000           5.353                              0,01%
 Russell John Neil                            4.000.000           4.282                              0,01%
 Merlin                                       2.002.000           2.143                              0,01%
 Alexander Ery Wibowo                         1.000.000           1.071                              0,00%
 Oliver Khaw Kar Heng                           617.600             661                              0,00%
 Lainnya/Others                           7.109.976.130       7.611.757                             21,35%
 Total                                   33.333.335.000      35.685.809                            100,00%
                       Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan per 31 Desember 2024




                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 7
Page 21
2.1.2. PT Dermaga Perkasapratama (“DPP”)
Gambaran Umum
PT Dermaga Perkasapratama (“DPP”) didirikan berdasarkan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam
Negeri No. 6 tahun 1968 (yang diubah dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1970) tertanggal 8 November
1988 berdasarkan akta Notaris Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, No. 89. Akta pendirian ini telah
mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-
3224.HT.01.01.TH.92 tanggal 25 April 1992. Anggaran dasar DPP telah mengalami beberapa kali
perubahan. Perubahan terakhir berdasarkan akta Notaris No. 13 tanggal 18 Juli 2024 yang dibuat di
hadapan Karina Leoni, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, terkait dengan perubahan susunan Komisaris DPP,
yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana dikonfirmasi telah diterima melalui surat No. AHU- AH.01.09-0233298 tanggal 30 Juli 2024.

Aktivitas utama DPP berdasarkan anggaran dasar adalah perdagangan besar (termasuk perdagangan
batu bara) dan kepelabuhan laut. Kegiatan jasa pengalihmuatan batu bara dilakukan melalui Terminal
Batu Bara Balikpapan (“BCT”) yang berlokasi di Teluk Tebang, Balikpapan, Kalimantan Timur. DPP mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1995. Kantor pusat DPP berlokasi di Gedung Office 8, lantai 29
unit C, Jalan Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kantor cabang DPP berlokasi di
Balikpapan. Entitas induk DPP adalah PT Bayan Resources Tbk, sebuah perusahaan yang didirikan di
Republik Indonesia.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham DPP
Berdasarkan akta No. 13 tanggal 18 Juli 2024 oleh Notaris Karina Leoni, S.H., M.Kn, susunan pengurus
dan pemegang saham DPP per 31 Desember 2024 sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris                                   : Alexander Ery Wibowo

Dewan Direksi
Direktur Utama                              : Lim Chai Hock
Direktur                                    : Dato’ DR. Low Tuck Kwong
Direktur                                    : Jenny Quantero
Direktur                                    : Leong Kim Wah
Direktur                                    : Low Yi Ngo
Direktur                                    : Merlin

Pemegang saham DPP per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                             Tabel 2. Susunan Pemegang Saham DPP
                                                          Jumlah Lembar                     Persentase
       Pemegang Saham                  Jumlah (Rp)
                                                             Saham                          Kepemilikan
 PT Bayan Resources Tbk                   40.576.000.000           40.576                         62,00%
 PT Bayan Energy (“BE”)                   16.250.000.000           16.250                         25,00%
 Wilton Investments Pte. Ltd               8.174.000.000            8.174                         13,00%
 Total                                    65.000.000.000           65.000                        100,00%
                           Sumber: Laporan Keuangan Audit DPP per 31 Desember 2024




                                                                   Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 8
Page 22
2.1.3. PT Nirmala Matranusa (“NMN”)
Gambaran Umum
PT Nirmala Matranusa (NMN), didirikan di Jakarta berdasarkan akta No. 28 di hadapan Samsul Hadi, S.H.,
Notaris di Jakarta, tanggal 17 Oktober 1994. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-211 HT.01.01. tahun 1998. Anggaran
dasar NMN telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 06 di hadapan Ratna Sari
Utama S.H., M.Kn., M.M, Notaris di Cilegon, pada tanggal 15 September 2023, mengenai pernyataan
keputusan para pemegang saham. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan dicatat dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor
AHU-0056780.AH.01.02. tahun 2023 tanggal 20 September 2023.

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, kegiatan utama NMN adalah aktivitas pertambangan dan
penggalian lainnya, pembangunan, pengangkutan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan
minum, real estate, sewa guna usaha, dan perdagangan besar. Entitas berkedudukan di Gedung Office 8
Lantai 23 Unit H, Jl. Senopati No. 8B, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham NMN
Berdasarkan Akta Notaris No. 09 tanggal 26 Maret 2021 di hadapan Ratna Sari Utama S.H., M.Kn., M.M
mengenai pernyataan keputusan para pemegang saham NMN per 31 Desember 2024 sebagai berikut:

Dewan Komisaris dan Direksi
Komisaris                                  : Dato’ DR. Low Tuck Kwong
Direktur                                   : Jenny Quantero

Pemegang saham NMN per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                               Tabel 3. Susunan Pemegang Saham NMN
                                                           Jumlah Lembar                   Persentase
        Pemegang Saham                    Jumlah (Rp)
                                                               Saham                       Kepemilikan
 Dato’ DR. Low Tuck Kwong                     440.000.000             880                         80,00%
 Jenny Quantero                                55.000.000             110                         10,00%
 Tjin Silvia Mairanda                          55.000.000             110                         10,00%
 Total                                        550.000.000           1.100                        100,00%
                          Sumber: Laporan Keuangan Audit NMN per 31 Desember 2024


2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali.




                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 9
Page 23
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
• Dato’ DR. Low Tuck Kwong menjabat sebagai Komisaris PT Nirmala Matranusa dan sebagai Direksi PT
  Dermaga Perkasapratama;
• Jenny Quantero menjabat sebagai Direktur PT Nirmala Matranusa dan sebagai Direksi PT Dermaga
  Perkasapratama.

                     Tabel 4. Hubungan Para Pihak Secara Kepemilikan Saham

                                           PT Bayan          PT Dermaga           PT Nirmala
                    Nama
                                         Resources Tbk     Perkasapratama         Matranusa
         Dato' DR. Low Tuck Kwong           40,17%                                  80,00%
         Elaine Low                         22,00%
         PT Sumber Suryadaya Prima          10,00%
         Lim Chai Hock                       3,26%
         Jenny Quantero                      2,98%                                  10,00%
         Low Yi Ngo                          0,18%
         Ulina Fitriani                      0,03%
         Alastair McLeod                     0,01%
         Russell John Neil                   0,01%
         Merlin                              0,01%
         Alexander Ery Wibowo                0,00%
         Oliver Khaw Kar Heng                0,00%
         Tjin Silvia Mairanda                                                       10,00%
         PT Bayan Resources Tbk                                 62,00%
         PT Bayan Energy                                        25,00%
         Wilton Investments Pte. Ltd                            13,00%
         Lainnya/Others                     21,35%
                                       Sumber: Manajemen Perseroan


Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan saham
yaitu:
• Dato’ DR. Low Tuck Kwong memiliki saham sebesar 40,17% di PT Bayan Resources Tbk dan memiliki
   saham sebesar 80% di PT Nirmala Matranusa;
• Jenny Quantero memiliki saham sebesar 2,98% di PT Bayan Resources Tbk dan memiliki saham
   sebesar 10% di PT Nirmala Matranusa;
• Perseroan merupakan entitas induk PT Dermaga Perkasapratama dengan kepemilikan saham sebesar
   62% di PT Dermaga Perkasapratama.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Selanjutnya, bagan hubungan afiliasi antara
Perseroan dengan DPP dan NMN berdasarkan kepemilikan saham dan alur Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:




                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 10
Page 24
                   Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Perseroan, DPP, dan NMN




                                     Sumber: Manajamen Perseroan


Berdasarkan gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa transaksi antara Perseroan dengan NMN dan
DPP dapat dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dengan POJK No.
42/POJK.04/2020 yaitu transaksi yang dilakukan oleh Perseroan dengan pihak afiliasi salah satunya
jabatan dan pemegang saham. Alur rencana transaksi adalah sebagai berikut:

                                Gambar 2. Alur Rencana Transaksi

           NMN                                                                               DPP
                             Memberikan jasa kepada DPP untuk melakukan
                             proyek konstruksi perluasan Jetty Fase 6A
                             berlokasi di Balikpapan Coal Terminal, Kalimantan
                             Timur

                                     Sumber: Manajemen Perseroan


2.3. Materialitas atas Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;




                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 11
Page 25
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak lain;
   dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua
puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.

Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai
transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
   atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan atau
   lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
   sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).

Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.

Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2024 oleh
Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan Nomor 00185/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025
tanggal 28 Februari 2025 tercatat sebesar USD2.313.842.411 sedangkan harga transaksi adalah sebesar
Rp137.560.533.255,- atau ekuivalen dengan USD8.511.356,- berdasarkan kurs Tengah Bank Indonesia
untuk mata uang USD per 31 Desember 2024 yaitu Rp16.162,-. Nilai transaksi adalah sebesar 0,37% dari
ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024. Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.

2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi
Berdasarkan perjanjian kesepakatan kontrak antara DPP dengan NMN dan informasi dari pihak
manajemen, informasi dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:

2.4.1. Para Pihak
Pihak-pihak yang melakukan Transaksi adalah:
1. DPP selaku pihak pemberi kerja kepada NMN;
2. NMN selaku pihak kontraktor kepada DPP.

2.4.2. Objek Perjanjian
Objek perjanjian adalah jasa perluasan Jetty Fase 6A yang berlokasi di Balikpapan Coal Terminal, Desa
Teluk Tebang, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.




                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 12
Page 26
2.4.3. Harga Transaksi
Harga Rencana Transaksi adalah biaya jasa perluasan Jetty Fase 6A yang berlokasi di Balikpapan Coal
Terminal, Desa Teluk Tebang, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sebesar
Rp137.560.533.255,-.

Harga tersebut belum termasuk biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% akan tetapi sudah termasuk
PPh. Sedangkan estimasi biaya material untuk perluasan jetty sebesar Rp616.163.650.833,- tidak
termasuk ke dalam Harga Rencana Transaksi. Biaya material bukan merupakan objek pendapat
kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini.

2.4.4. Cara Pembayaran
Pembayaran kepada kontraktor dilakukan dengan pembayaran uang muka sebesar 30% dari nilai kontrak
setelah perjanjian ditandatangani, 65% dari nilai kontrak dibayarkan secara bertahap sebagai
pembayaran kemajuan pekerjaan bulanan hingga pekerjaan mencapai 99% dibuktikan dengan Sertifikat
Kemajuan Pekerjaan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, dan 5% dari nilai kontrak akan
diayarkan setelah pekerjaan selesai, dibuktikan dengan berita acara serah terima.

2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi
2.5.1. Manfaat Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat beberapa manfaat yang diterima Perseroan:
1. Memperpanjang nilai ekonomis dari terminal batu bara maupun fasilitas yang di bangun di BCT;
2. Menunjang kegiatan Operasional Perusahaan dan Entitas Anak Perseroan untuk supply chain
   transshipment guna kelancaran operasional kegiatan pertambangan;
3. Menunjang kegiatan distribusi logistik batu bara yang menjadi komoditas utama dari grup dengan
   segala situasi kondisi.

2.5.2. Risiko Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini risiko yang akan ditanggung sebagai berikut:
1. Keterlambatan pengiriman material oleh vendor untuk kegiataan proyek Perluasan Jetty BCT Fase 6A
   merupakan hal yang di luar jangkauan Perseroan (tanggung jawab dan komitmen dari vendor);
2. Transaksi ini menggunakan pembiayaan dana sendiri sehingga adanya kemungkinan keterlambatan
   arus kas.




                                                           Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 13
Page 27
3.    ANALISIS KUALITATIF

3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bursa 30 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar
2,65% dari IHSG Desember 2023 dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp12.336 triliun dengan rata-rata
nilai perdagangan harian (Average Daily Trading) sebesar Rp12.851 triliun. Rata-rata volume 19.911 juta
lembar saham dan rata-rata frekuensi transaksi perdagangan sebanyak 1.132 ribuan kali transaksi.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham menguat pada perdagangan hari terakhir
bursa tahun 2024 tersebut dimana sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,01%, diikuti sektor
barang konsumen primer dengan angka 2,28%, sektor industri sebesar 1,68%, serta sektor barang
konsumen sekunder sebesar 1,65%. Sementara hanya ada satu sektor saja yang melemah yaitu sektor
keuangan yang turun hingga 0,28%. Berikut pergerakan IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2024:

                           Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020-2024

                                                IHSG
         7.500,00
                                                                      7.272,79
         7.200,00                                                                     7.079,90
                                                    6.850,62
         6.900,00
                                     6.581,48
         6.600,00

         6.300,00
                       5.979,07
         6.000,00

         5.700,00

         5.400,00
                        2020           2021           2022             2023             2024

                                                 Close Price

                                         Sumber: Yahoo Finance


3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 31 Desember 2024 berada pada level
Rp16.162,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari Desember 2020-2024:




                                                                 Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 14
Page 28
               Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024

                                    Kurs Tengah BI Rp-USD
         16.500,00                                                                    16.162,00

         16.000,00                                   15.731,00
                                                                      15.416,00
         15.500,00

         15.000,00

         14.500,00                   14.269,01
                       14.105,01
         14.000,00

         13.500,00

         13.000,00
                         2020          2021            2022               2023          2024

                                        Kurs Tengah BI / BI Middle Rate

                                        Sumber: Bank Indonesia


3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17-18 Desember 2024 memutuskan untuk
mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7D-RR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility
sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75% berdasarkan Siaran Pers BI yang
disampaikan Kepala Departemen Komunikasi BI tanggal 18 Desember 2024. Keputusan tersebut
konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada tahun 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Fokus kebijakan moneter kemudian diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari
dampak makin tingginya ketidakpastian perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat dan
juga eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah di seluruh dunia. Selanjutnya, Bank Indonesia
terus mencermati dan mengamati pergerakan nilai tukar Rupiah serta prospek inflasi dan juga dinamika
kondisi ekonomi yang berkembang, dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga kebijakan
lanjutan.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung
arah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh
untuk mengupayakan kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja, termasuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ekonomi hijau,
melalui penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai Januari
2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan
untuk turut mendorong pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat
keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi
digitalisasi sistem pembayaran.

BI menyebut ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian dunia
yang lebih kuat. Rencana kebijakan perdagangan di Amerika Serikat melalui kenaikan tarif impor,



                                                                 Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 15
Page 29
komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi
perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1%
dari sebesar 3,2% pada 2024. Di Amerika Serikat, penurunan Fed Funds Rate (FFR) akan diperkirakan
lebih lambat akibat inflasi yang lebih tinggi tersebut. Sementara itu, kebijakan fiskal Amerika Serikat yang
lebih ekspansif menyebabkan yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek maupun
jangka panjang. Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat secara luas terus berlanjut disertai
berbaliknya preferensi investor global dengan memindahkan alokasi portofolionya kembali ke Amerika
Serikat. Hal tersebut meningkatkan tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia dan menahan aliran
masuk modal asing ke negara berkembang. Perkembangan ekonomi global yang diikuti dengan tetap
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global tersebut memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk
dapat melakukan upaya mitigasi dari dampak negatifnya terhadap perekonomian di negara-negara
berkembang, termasuk Indonesia.

3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2024 berada pada angka 1,57%. Berdasarkan
Grafik 3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2021 sampai 2022,
tetapi pada tahun 2023 dan 2024 mengalami penurunan. Berikut merupakan Grafik inflasi bulan
Desember tahun 2020-2024:

                             Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024

                                                     Inflasi
            6,00%


            5,00%                                           5,51%


            4,00%


            3,00%
                                                                                2,61%
            2,00%
                             1,68%                                                             1,57%
                                             1,87%
            1,00%


            0,00%
                       Des 2020         Des 2021         Des 2022        Des 2023       Des 2024

                                  Sumber: Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik




                                                                      Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 16
Page 30
3.2. Analisis Industri Batu Bara
3.2.1. Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara

            Grafik 4. Produk Domestik Bruto (ADHB) Pertambangan & Industri Batu Bara




                                    Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024


Produk domestik bruto (atas dasar harga berlaku) sektor pertambangan batu bara dan lignit cenderung
berfluktuasi dengan rata-rata kenaikan sebesar 18,18% (CAGR) dari tahun 2019 ke 2024. Pada tahun
2022, PDB sektor pertambangan batu bara mencapai Rp1.296,9 triliun seiring peningkatan harga batu
bara dunia yang didorong oleh peningkatan permintaan terutama dari negara-negara seperti India,
Tiongkok, dan beberapa negara Eropa. Peningkatan permintaan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan
ekonomi, kebutuhan listrik yang lebih tinggi, dan juga akibat adanya gangguan pasokan energi alternatif
lainnya. Pada tahun 2024, PDB sektor pertambangan batu bara dan lignit sebesar Rp850,5 triliun.

                Grafik 5. Harga Batu Bara Acuan Per 31 Desember Tahun 2019-2024




                                     Sumber: Kementerian ESDM, 2024




                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 17
Page 31
Harga batu bara acuan cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata kenaikan sebesar
13,07% (CAGR). Pada bulan Desember 2020 harga batu bara acuan sebesar 59,65 USD/ton. Harga acuan
di bulan tersebut cukup rendah akibat krisis energi yang masih berlangsung yang diikuti lemahnya
permintaan komoditas energi fosil lain di luar komoditas batu bara. Harga batu bara acuan Desember
2022 mencapai 281,48 USD/ton seiring krisis energi yang terjadi di Eropa akibat pembatasan pasokan
gas alam dari Rusia ke Eropa yang menyebabkan negara-negara Eropa mencari alternatif energi lain salah
satunya batu bara. Selain itu, adanya lonjakan permintaan batu bara dari negara-negara di Asia seperti
Tiongkok, India, dan Korea Selatan meningkatkan kebutuhan listrik yang sebagian besar dipenuhi oleh
pembangkit listrik tenaga batu bara. Pada bulan Desember tahun 2024, harga batu bara acuan mencapai
122,51 USD/ton, naik 4,37% dari harga bulan Desember tahun 2023.

                     Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia Tahun 2019-2024




                                    Sumber: Kementerian ESDM, 2024


Produksi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 6,29% (CAGR). Pada tahun 2020, produksi batu bara turun 8,52% akibat pandemi Covid-19 dan
krisis energi yang menekan pasar dan harga batu bara yang berdampak terhadap realisasi produksi. Pada
tahun 2023, produksi batu bara naik sebesar 12,77% dibandingkan tahun sebelumnya seiring kenaikan
permintaan dalam negeri maupun ekspor. Peningkatan permintaan domestik dipicu oleh tambahan PLTU
baru, sedangkan permintaan ekspor naik karena adanya gangguan pasokan energi alternatif di beberapa
negara tujuan ekspor. Produksi batu bara tahun 2024 mencapai 836,13 juta ton, naik 7,86% dari tahun
2023 seiring kenaikan permintaan untuk kelistrikan dan smelter di dalam negeri.




                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 18
Page 32
                Grafik 7. Konsumsi Batu Bara Dalam Negeri (DMO) Tahun 2019-2024




                                     Sumber: Kementerian ESDM, 2024


Konsumsi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata
kenaikan sebesar 10,93% (CAGR). Pada tahun 2020, konsumsi batu bara dalam negeri turun 4,76%
akibat dampak Pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi dan permintaan
listrik, serta perubahan struktural dalam berbagai sektor industri. Pada tahun 2023, konsumsi batu bara
dalam negeri turun 1,36% akibat adanya penurunan permintaan seiring kebijakan pemerintah indonesia
untuk melakukan transisi energi yang berkontribusi pada peningkatan produksi energi terbarukan. Pada
tahun 2024, konsumsi batu bara di Indonesia mencapai 232,64 juta ton dengan kenaikan 9,29% dari
tahun 2023.

                   Grafik 8. Capaian Konsumsi Batu Bara untuk PLTU di Indonesia




                                     Sumber: Kementerian ESDM, 2024




                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 19
Page 33
Tidak adanya impor batu bara di tahun 2024 merupakan sebuah keberhasilan Pemerintah karena telah
berhasil memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri secara mandiri. Capaian pemenuhan kebutuhan
batu bara untuk PLTU hingga 31 Desember 2024 mencapai 133,47 juta ton. Tren kenaikan dari tahun 2020
hingga 2024 menunjukkan masih tercukupinya pemenuhan batu bara untuk PLTU yang dipengaruhi oleh
membaiknya kondisi di Indonesia akibat pandemi Covid-19 dan meningkatnya kegiatan ekonomi
masyarakat. Pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri diperoleh melalui mekanisme domestic
market obligation (DMO) dimana badan usaha harus mendahulukan pemenuhan kebutuhan dalam
negeri sebelum dapat melakukan ekspor ke luar negeri.

               Grafik 9. Nilai Ekspor Komoditas Batu Bara Indonesia Tahun 2019-2024




                                    Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024


Nilai ekspor batu bara Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 9,97% (CAGR). Pada tahun 2020, nilai ekspor batu bara turun 23,33% seiring penurunan
produksi akibat pandemi Covid-19 dan krisis energi. Pada tahun 2024, nilai ekspor batu bara sebesar
USD30,49 miliar, turun 11,86% dari tahun 2023 yang mampu mencapai USD34,59 miliar.




                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 20
Page 34
                  Grafik 10. Volume Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020-2024




                                    Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024


Volume ekspor batu bara Indonesia cenderung naik dari tahun 2020-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 4,40% (CAGR). Negara utama tujuan ekspor batu bara Indonesia adalah India, Tiongkok, Jepang,
dan Korea Selatan. Pada tahun 2024, ekspor batu bara Indonesia didominasi oleh Tiongkok dan India
dimana Tiongkok menjadi negara tujuan terbesar dengan porsi 43,4% atau sekitar 241,7 juta ton, diikuti
negara India dengan porsi 27% atau 110 juta ton. Secara total, volume ekspor batu bara Indonesia pada
tahun 2024 adalah 405,76 juta ton, naik 6,86% dibandingkan tahun 2023.

3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Dalam beberapa tahun terakhir, Proyek Tabang/Pakar telah berkembang pesat dari kegiatan
pertambangan skala kecil yang hanya menghasilkan 1,9 juta ton batu bara pada tahun 2014, menjadi
sekitar 22,7 juta ton pada tahun 2018. Perkembangan ini telah secara signifikan memperkuat posisi
Bayan di pasar batu bara, menjadikannya salah satu dari lima produsen batu bara terbesar di Indonesia.
Rencana pertumbuhan lebih lanjut telah disusun untuk tahun-tahun mendatang, dengan target
meningkatkan kapasitas produksi Proyek Tabang/Pakar hingga lebih dari 60 juta ton per tahun pada 2026.

Bayan Grup dikenal sebagai pelopor dalam industri pertambangan batu bara di Indonesia dan terus
mengeksplorasi penerapan metode serta teknologi baru guna mempertahankan posisinya sebagai salah
satu produsen batu bara dengan biaya terendah di Indonesia. Sebagai contoh, Bayan Grup merupakan
perusahaan tambang pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi through-seam blasting di
tambang PT Wahana Baratama Mining, serta mengoperasikan sejumlah truk pengangkut batu bara
terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 250 ton. Selain itu, Bayan juga telah menerapkan Fleet
Management System (FMS) di lokasi tambang Tabang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi operasi
pengangkutan melalui tongkang. Teknologi pendukung lainnya termasuk penggunaan radar geoteknik
untuk memantau stabilitas lereng dan memberikan prediksi kegagalan lereng secara akurat. Perusahaan
optimistis bahwa tren penggunaan teknologi mutakhir dan pendekatan inovatif ini akan terus berlanjut.

Bayan Grup juga memiliki sejumlah infrastruktur batu bara terkemuka di Indonesia, termasuk
kepemilikan atas Balikpapan Coal Terminal, Senyiur jetty, Muara Pahu jetty serta dua unit Floating


                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 21
Page 35
Transfer Barge (KFT). Fasilitas-fasilitas tersebut mampu melakukan pembongkaran, penimbunan, dan
pemuatan batu bara ke kapal dengan kecepatan antara 3.000 hingga 8.000 ton per jam. Sebagian besar
dari fasilitas ini juga memiliki kemampuan untuk mencampur batu bara dari berbagai lokasi dan kualitas
yang berbeda. Untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di industri pertambangan batu bara
nasional, Bayan Grup saat ini sedang membangun sistem jalan angkut batu bara sepanjang 100 km yang
akan menghubungkan Proyek Tabang dengan fasilitas pemuatan tongkang Muara Pahu—sebuah fasilitas
baru yang dirancang memiliki tiga unit pemuat tongkang untuk mendukung peningkatan produksi
signifikan hingga lebih dari 60 juta ton per tahun dalam waktu dekat.

Untuk mencapai pemasaran dan penjualan yang optimal, Perseroan melakukan beberapa strategi
sebagai berikut:
1. Membangun aliansi strategis bersama pelanggan dengan mempertahankan produk dan jasa
    berkualitas tinggi;
2. Menerapkan pola pembiayaan yang efektif dan menghasilkan produk yang bernilai tambah;
3. Melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik;
4. Komitmen yang jelas untuk berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia untuk
    meningkatkan kondisi ketenagakerjaan melalui program pelatihan, skema insentif dan tunjangan
    untuk mewujudkan tingkat produktivitas yang lebih tinggi;
5. Menegakkan kepatuhan yang ketat terhadap praktik kesehatan dan keselamatan kerja;
6. Menerapkan standar praktik terbaik untuk mencapai kebijakan lingkungan yang berkesinambungan;
7. Mendukung pengembangan masyarakat melalui berbagai program sosial yang meningkatkan
    kesejahteraan masyarakat;
8. Mendayagunakan cadangan batu bara dan infrastruktur yang tersedia untuk mencapai
    pertumbuhan tingkat produksi yang berkesinambungan; dan
9. Menyempurnakan portofolio aset berkualitas tinggi yang tersedia melalui akuisisi strategis
    cadangan batu bara.

3.4. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:

Kekuatan
• Perseroan memiliki infrastruktur yang baik, termasuk jalan pertambangan, pelabuhan batu bara dan
  sistem logistik yang canggih untuk mengangkut batu bara dari tambang ke pelanggan, yang
  mendukung operasional yang efisien;
• Perseroan merupakan inovator di bidang industri pertambangan batu bara di Indonesia dan terus
  mencari metode serta teknologi baru guna meningkatkan keunggulannya sebagai produsen batu bara
  dengan biaya produksi terendah di Indonesia;
• Proyek perluasan jetty ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi
  masyarakat sekitar baik dalam pengerjaan proyek konstruksi maupun dalam hal pengoperasian jetty.

Kelemahan
• Ketergantungan pada stabilitas harga komoditas batu bara dan permintaan batu bara di pasar global
   membuat fluktuasi kedua hal tersebut dapat mempengaruhi profitabilitas Perseroan;
• Industri pertambangan batu bara dihadapkan pada tekanan mematuhi regulasi lingkungan yang
   semakin ketat, yang dapat menimbulkan biaya tambahan dan kendala operasional.


                                                             Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 22
Page 36
Peluang
• Kebijakan Pemerintah dalam hal hilirisasi dan ketahanan energi nasional yang saat ini sedang
   digencarkan dapat memberikan dampak positif dalam hal kemudahan perizinan ataupun pemberian
   insentif guna mendukung pengembangan infrastruktur energi dan logistik di dalam negeri;
• Dalam jangka panjang, masih ada peluang pertumbuhan dalam permintaan batu bara di pasar global,
   terlebih untuk pasar Asia yang terus berkembang.

Ancaman
• Persaingan di industri produsen batu bara internasional (seperti India, Tiongkok, Australia) yang mana
  dalam setiap perubahan kebijakan dapat mempengaruhi fluktuasi harga batu bara yang dapat
  berimbas pada profitabilitas Perseroan;
• Dinamika gejolak geopolitik yang akhir-akhir ini terjadi secara global bisa mempengaruhi harga
  komoditas batu bara sewaktu-waktu. Hal ini dikarenakan komoditas batu bara sendiri merupakan
  subtitusi dari komoditas lainnya seperti minyak bumi dan gas alam.

3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi
Pekerjaan proyek konstruksi perluasan Jetty Fase 6A berlokasi di Balikpapan Coal Terminal, Kalimantan
Timur antara PT Dermaga Perkasapratama dengan PT Nirmala Matranusa dimaksudkan untuk
meningkatkan nilai ekonomis terminal batu bara yang dimiliki Perseroan. Seiring dengan peningkatan
penjualan secara grup membuat Perseroan merasa perlu memperluas terminal batu bara yang dimiliki
Perseroan (Balikpapan Coal Terminal “BCT”) agar proses transshipment batu bara dapat berjalan lancar,
demand pasar terpenuhi dan target penjualan Perseroan secara grup juga tercapai. Selain itu, guna
memperlancar jalur distribusi logistik batu bara yang dimiliki Perseroan dari hulu ke hilir. Peningkatan
kapasitas volume transshipment batu bara dimana hal ini sejalan dengan peningkatan rencana produksi
Perseroan secara Grup.

Dengan dilakukan Perluasan Jetty BCT Fase 6A diharapkan Perseroan dapat memitigasi kemungkinan
resiko yang timbul apabila salah satu terminal yang dioperasikan mengalami kendala teknis, sehingga
dengan adanya upgrading BCT Fase 6A ini kegiatan transshipment batu bara dapat terus berjalan dan tak
terkendala. Dengan dilakukan Perluasan Jetty BCT Fase 6A diharapkan biaya keterlambatan pengiriman
batu bara ke customer (demurrage) dapat ditekan dan berkurang. Dengan Pembangunan Perluasan
Terminal Jetty ini juga diharapkan dapat menambah profitabilitas Perusahaan secara grup. Sinergi
dengan rencana Perusahaan dalam upaya untuk terus melakukan investasi jangka panjang.

3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan bagi Perseroan yaitu:
1. Kegiatan Perseroan dan Anak Perseroan akan menjadi lebih efisien dan efektif dalam supply chain
   transshipment batu bara sebagai penunjang kegiatan operasional, dan kegiatan distribusi batu bara
   yang menjadi komoditas utama dari grup;
2. Dikarenakan kontraktor yang merupakan pihak berelasi Perseroan dan berpengalaman dalam
   pengerjaan proyek Jetty yang sama, untuk penyelesaian proyek dapat diselesaikan sesuai dengan apa
   yang diharapkan oleh Perseroan baik dari sisi kualitas, waktu penyelesaian, design dan hal-hal lain-
   nya yang terkait dengan penyelesaian proyek.




                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 23
Page 37
Sedangkan kerugian yang timbul atas dilakukannya Rencana Transaksi bagi Perseroan yaitu adanya
saling ketergantungan antara Perseroan dan Kontraktor (pihak berelasi) karena tidak ada pihak lain yang
mampu menunjang dan memfasilitasi kegiatan Operasional Grup secara efisien dan efektif.




                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 24
Page 38
4.      ANALISIS KUANTITATIF

4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit konsolidasi Perseroan per 31 Desember tahun 2020-
2024 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):

                                                 Tabel 5. Laporan Posisi Keuangan
                                                     Audited         Audited            Audited        Audited         Audited
                                                    31-Dec-20       31-Dec-21          31-Dec-22      31-Dec-23       31-Dec-24
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                   383.810.000     980.507.356      1.826.876.780    917.343.776     912.152.046
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya,        10.455.079               -                  -              -               -
bagian
Piutanglancar
        usaha-net                                    153.511.248     215.449.936        400.703.566    319.063.755     307.007.330
Piutang non usaha-net                                  8.273.186       2.148.079          4.640.139      9.761.045       7.636.746
Piutang Derivatif                                              -      34.776.540          6.863.655      1.535.660               -
Persediaan-net                                        87.796.454      94.776.525        118.194.855    201.810.803     248.039.850
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar                  115.528.327      72.348.606         32.114.430    423.707.435     244.287.531
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian
lancar                                                 6.576.979       18.425.747        11.029.812      27.971.641      46.440.326
Aset lancar lain-lain                                  3.323.731                -                 -               -               -
Total aset lancar                                    769.275.004    1.418.432.789     2.400.423.237   1.901.194.115   1.765.563.829

Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya,
bagian tidak lancar                                   12.222.508      14.260.030         14.737.172     21.651.318      31.835.070
Piutang non usaha-net                                     42.728          21.528             30.188         26.470          93.517
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian
tidak lancar                                           30.872.089      65.805.882        64.325.705      53.388.961      38.078.195
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak lancar              46.356.021      82.499.570       419.487.164     275.545.288     414.654.607
Aset tetap                                            326.707.725     424.546.437       564.693.088     718.143.919     797.637.797
Aset hak-guna                                           6.664.563               -                 -               -               -
Aset pajak tangguhan                                   34.213.197      26.694.787        60.004.786      47.310.870      44.208.944
Properti pertambangan                                 387.427.778     389.994.706       393.096.867     400.117.235     408.493.115
Aset tidak lancar lainnya                               5.943.409      11.456.462        28.660.658      26.941.640      20.890.860
Total aset tak lancar                                 850.450.018   1.015.279.402     1.545.035.628   1.543.125.701   1.755.892.105
Total Aset                                          1.619.725.022   2.433.712.191     3.945.458.865   3.444.319.816   3.521.455.934

Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                           62.973.537      88.093.701        122.205.849     193.432.921     235.357.040
Utang pajak                                           36.920.141     273.285.334        451.681.772     118.313.347      87.081.720
Utang derivatif, jangka pendek                        26.476.980               -         77.498.638         657.650               -
Liabilitas sewa, jangka pendek                         1.552.901               -                  -               -               -
Akrual                                                97.336.665      81.759.225        174.642.700     119.828.259     109.831.760
Pinjaman bank jangka pendek                                    -               -                  -     396.874.323     337.541.757
Liabilitas kontrak                                     7.264.539       7.193.516          1.123.726         436.040         103.713
Utang lain-lain                                        4.170.697       2.650.024          4.367.890       9.055.601       6.382.915
Utang dividen                                                  -               -      1.000.000.050     500.000.025     300.000.015
Total liabilitas jangka pendek                       236.695.460     452.981.800      1.831.520.625   1.338.598.166   1.076.298.920

Liabilitas Jangka Panjang
Senior Notes                                         394.743.190               -                  -              -               -
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang              12.582.558      10.867.900         10.091.142     12.182.702      11.922.930
Utang derivatif, jangka panjang                       14.082.300               -                  -              -               -
Liabilitas pajak tangguhan                            74.661.331      82.024.178         81.929.483     82.785.822      81.938.691
Liabilitas sewa, jangka panjang                        5.257.491               -                  -              -               -
Provisi untuk pembongkaran, pemindahan,
reklamasi dan restorasi                               20.148.918      24.931.939         26.627.068      31.934.924      37.452.982
Total Liabilitas jangka panjang                      521.475.788     117.824.017        118.647.693     126.903.448     131.314.603
Total Liabilitas                                     758.171.248     570.805.817      1.950.168.318   1.465.501.614   1.207.613.523




                                                                                    Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 25
Page 39
                                               Audited          Audited             Audited         Audited          Audited
                                              31-Dec-20        31-Dec-21           31-Dec-22       31-Dec-23        31-Dec-24
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh              35.685.809       35.685.809         35.685.809       35.685.809       35.685.809
Tambahan modal disetor                          200.202.189      200.202.189        200.202.189      191.683.185      191.683.185
Modal donasi                                         48.466           48.466             48.466                -                -
Komponen ekuitas lain                             1.886.148        1.886.148          1.886.148        1.934.614        1.886.148
Cadangan lindung nilai arus kas                 (28.643.394)      26.693.433        (57.100.920)               -                -
Cadangan lain-lain                             (106.274.977)    (106.274.977)      (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)
Saldo laba:
-dicadangkan                                      8.176.536        8.176.536          8.176.536        8.176.536        8.176.536
-tidak dicadangkan                              720.360.894    1.633.761.316      1.811.923.690    1.750.131.799    2.072.968.622
                                                831.441.671    1.800.178.920      1.894.546.941    1.881.336.966    2.204.125.323
Kepentingan non-pengendali                       30.112.103       62.727.454        100.743.606       97.481.236      109.717.088
Ekuitas                                         861.553.774    1.862.906.374      1.995.290.547    1.978.818.202    2.313.842.411
Total Liabilitas dan Ekuitas                  1.619.725.022    2.433.712.191      3.945.458.865    3.444.319.816    3.521.455.934


                         Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2020-2024


Kas dan Setara Kas
Total kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing USD383,81 juta,
USD980,51 juta, USD1,83 miliar, USD917,34 juta, dan USD912,15 juta. Perseroan memiliki rasio kas
(tidak termasuk kas yang dibatasi penggunaannya) tahun 2020-2024 masing-masing sebesar 1,62 kali,
2,16 kali, 1,00 kali, 0,69 kali, dan 0,85 kali.

Aset Lancar
Total aset lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar USD769,28 juta,
USD1,42 miliar, USD2,40 miliar, USD1,90 miliar, dan USD1,77 miliar. Sebagian besar aset lancar terdiri
dari kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan. Current ratio Perseroan per 31 Desember tahun
2020-2024 masing-masing sebesar 3,25 kali, 3,13 kali, 1,31 kali, 1,42 kali, dan 1,64 kali.

Piutang Usaha
Total piutang usaha Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 yang tercatat pada aset lancar
Perseroan masing-masing sebesar USD153,51 juta, USD215,45 juta, USD400,70 juta, USD319,06 juta,
dan USD307,01 juta. Hari piutang usaha per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar 40
hari, 27 hari, 31 hari, 32 hari dan 32 hari. Rata-rata hari piutang usaha Perseroan dari 31 Desember tahun
2020-2024 adalah sebesar 30,26 hari.

Persediaan
Persediaan Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar USD87,80 juta,
USD94,78 juta, USD118,19 juta, USD201,81 juta, dan USD248,04 juta. Hari persediaan per 31 Desember
tahun 2020-2024 masing-masing sebesar 34 hari, 31 hari, 28 hari, 38 hari dan 42 hari.

Aset Tidak Lancar
Total aset tidak lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar USD850,45
juta, USD1,02 miliar, USD1,55 miliar, USD1,54 miliar, dan USD1,76 miliar. Aset tidak lancar Perseroan
sebagian besar terdiri dari aset tetap dan properti pertambangan.




                                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 26
Page 40
Liabilitas Jangka Pendek
Total liabilitas jangka pendek Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
USD236,70 juta, USD452,98 juta, USD1,83 miliar, USD1,34 miliar, dan USD1,08 miliar. Sebagian besar
liabilitas jangka pendek Perseroan terdiri dari utang usaha dan pinjaman bank jangka pendek.

Utang Usaha
Utang usaha Perseroan per per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar USD62,97 juta,
USD88,09 juta, USD122,21 juta, USD193,43 juta, dan USD235,36 juta. Hari utang usaha per 31
Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar 24 hari, 29 hari, 29 hari, 36 hari, dan 40 hari.

Liabilitas Jangka Panjang
Total liabilitas jangka panjang Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
USD521,48 juta, USD117,82 juta, USD118,65 juta, USD126,90 juta, dan USD131,31 juta. Liabilitas
jangka panjang Perseroan terdiri dari liabilitas imbalan kerja, liabilitas pajak tangguhan, dan
pemindahan, reklamasi dan restorasi.

Ekuitas
Perseroan secara umum memiliki ekuitas positif per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing
sebesar USD861,55 juta, USD1,86 miliar, USD2,00 miliar, USD1,98 miliar, dan USD2,31 miliar. Modal
saham Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar USD35,69 juta.

4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis
Pendapatan
Total penjualan Perseroan pada 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar USD1,40 miliar,
USD2,85 miliar, USD4,70 miliar, USD3,58 miliar, dan USD3,45 miliar. Pendapatan Perseroan terdiri dari
pendapatan batubara dan non batubara.

Beban Pokok Penjualan
Total beban pokok penjualan pada 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar USD932,25
juta, USD1,11 miliar, USD1,54 miliar, USD1,92 miliar, dan USD2,11 miliar. Persentase beban pokok
penjualan terhadap total penjualan neto per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
66,82%, 38,77%, 32,82%, 53,53%, dan 61,33%.

Laba Kotor
Perseroan membukukan laba kotor pada 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
USD462,87 juta, USD1,75 miliar, USD3,16 miliar, USD1,66 miliar, dan USD1,33 miliar, dengan gross
profit (loss) margin masing-masing sebesar 33,18%, 61,23%, 67,18%, 46,47%, dan 38,67%.

Laba Tahun Berjalan
Perseroan membukukan laba tahun berjalan pada 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing
sebesar USD344,46 juta, USD1,27 miliar, USD2,30 miliar, USD1,28 miliar, dan USD943,38 juta dengan
net profit margin masing-masing sebesar 24,69%, 44,38%, 48,93%, 35,73%, dan 27,37%.

Berikut merupakan laporan laba rugi audit konsolidasi Perseroan periode 12 bulan Januari-Desember
tahun 2020-2024 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):


                                                             Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 27
Page 41
                                                          Tabel 6. Laporan Laba Rugi
                                                                Audited            Audited            Audited            Audited            Audited
                                                                FY2020             FY2021             FY2022             FY2023             FY2024
Pendapatan                                                    1.395.113.268      2.852.219.928      4.703.622.038      3.581.375.403      3.446.214.954
Beban pokok pendapatan                                         (932.247.494)    (1.105.766.702)    (1.543.553.155)    (1.917.152.140)    (2.113.429.456)
Laba bruto                                                      462.865.774      1.746.453.226      3.160.068.883      1.664.223.263      1.332.785.498
Beban penjualan                                                (146.718.408)        (30.000.319)     (140.417.246)         28.442.512        (38.792.502)
Beban umum dan administrasi                                      (31.073.459)       (38.177.057)       (77.495.451)       (85.491.675)       (81.260.038)
Penghasilan keuangan                                               4.960.646          4.110.636         14.791.554         25.388.234         27.805.486
Beban keuangan                                                   (35.954.679)       (50.549.536)        (2.673.938)        (6.630.453)       (17.838.242)
Pemulihan penurunan nilai properti pertambangan, bersih         165.864.761                   -                  -                  -                  -
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto                                 6.691.012         (4.263.209)        (8.963.741)         7.036.615        (17.177.673)
Laba sebelum pajak                                              426.635.647      1.627.573.741      2.945.310.061      1.632.968.496      1.205.522.529
Beban pajak penghasilan                                          (82.175.777)     (361.616.399)      (643.704.514)      (353.387.654)      (262.147.463)
Laba tahun berjalan                                             344.459.870      1.265.957.342      2.301.605.547      1.279.580.842        943.375.066
                          Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2020-2024


4.1.3. Laporan Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan audit arus kas konsolidasi Perseroan periode 12 bulan Januari-Desember
tahun 2020-2024 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):

                                                          Tabel 7. Laporan Arus Kas
                                                                FY 2020           FY 2021            FY 2022            FY 2023            FY 2024
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                     1.349.906.256      2.790.210.217      4.512.298.618      3.662.327.528      3.457.939.052
Pembayaran kepada pemasok                                      (839.647.743)    (1.005.766.006)    (1.402.847.641)    (1.677.016.868)    (1.901.610.160)
Pembayaran kepada direktur dan karyawan                         (50.420.384)       (70.170.221)      (118.494.152)      (186.088.288)      (155.649.024)
Pembayaran beban keuangan                                       (17.430.509)       (31.294.079)        (1.687.500)        (3.670.431)       (17.460.143)
Pembayaran royalti/iuran eksploitasi                            (57.073.518)      (164.741.919)      (347.168.117)      (379.714.908)      (259.430.636)
Pembayaran pajak penghasilan                                    (60.318.105)      (119.701.026)      (590.496.773)      (848.022.911)      (422.670.121)
Penerimaan pengembalian pajak                                    36.481.698        112.344.053         78.674.548        164.251.416        359.344.186
Pembayaran lain-lain                                               (522.694)          (790.087)          (646.957)          (661.547)          (619.530)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas operasi              360.975.001      1.510.090.932      2.129.632.026        731.403.991      1.059.843.624

AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap                                            (87.682.310)      (174.142.189)      (193.514.292)     (204.492.815)      (163.942.800)
Pembayaran atas penambahan properti pertambangan                 (2.607.204)        (3.062.236)        (4.485.843)      (11.276.507)       (15.663.454)
Pembayaran kas atas akuisisi bisnis                                       -                  -                  -                 -         (6.760.242)
Pembayaran kas atas akuisisi entitas sepengendali                         -                  -                  -        (9.197.064)                 -
Hasil penjualan aset tetap                                          204.252            256.145          1.125.886         1.318.799          2.233.787
Penerimaan penghasilan keuangan                                   4.960.646          4.110.636         14.791.554        25.388.234         27.805.486
Penerimaan/(penempatan) kas dan setara kas yang dibatasi
penggunaannya                                                   (15.470.026)         8.417.557           (477.142)        (6.914.146)       (10.183.752)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas investasi           (100.594.642)      (164.420.087)      (182.559.837)     (205.173.499)      (166.510.975)

AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan kas dari pinjaman bank jangka pendek                            -        100.000.000        100.000.000        545.000.000       400.000.000
Pembayaran kembali atas pinjaman bank                          (365.000.000)      (100.000.000)      (100.000.000)      (145.000.000)     (460.000.000)
Pembayaran biaya perolehan pinjaman                              (7.692.893)        (1.025.000)        (1.083.958)        (2.975.000)         (700.000)
Pembayaran dividen kepada pemilik entitas induk                 (66.666.670)      (300.000.015)    (1.000.000.050)                 -       (10.239.758)
Pembayaran dividen kepada non pengendali                         (9.080.401)       (20.578.183)       (85.114.774)    (1.800.000.090)     (800.000.040)
Akuisisi kepentingan pada entitas anak nonpengendali                      -                  -                  -        (44.260.126)       (8.496.345)
Perolehan kas dari penerbitan Senior Notes                      400.000.000                  -                  -                  -                 -
Pembayaran kembali atas Senior Notes                                      -       (400.000.000)                 -                  -                 -
Premi pembayaran atas pembayaran kembali Senior Notes                     -        (26.501.789)                 -                  -                 -
Pembayaran Liabilitas sewa                                       (2.387.346)          (562.336)                 -                  -                 -
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas pendanaan            (50.827.310)      (748.667.323)    (1.086.198.782)    (1.447.235.216)     (879.436.143)

Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas                  209.553.049       597.003.522        860.873.407       (921.004.724)        13.896.506
Kas dan setara kas awal tahun                                   174.489.542       383.810.000        980.507.356      1.826.876.780        917.343.776
Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas          (232.591)         (306.166)       (14.503.983)        11.471.720        (19.088.236)
Kas dan setara kas akhir tahun                                  383.810.000       980.507.356      1.826.876.780        917.343.776        912.152.046
                          Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2020-2024




                                                                                            Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 28
Page 42
Aktivitas Operasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020-2024 Perseroan mencatat arus kas yang
dihasilkan dari aktivitas operasi masing masing sebesar USD360,98 juta, USD1,51 miliar, USD2,13
miliar, USD731,40 juta, dan USD1,06 miliar.

Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020-2024 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar USD100,59 juta, USD164,42 juta,
USD182,56 juta, USD205,17 juta, dan USD166,51 juta. Aktivitas investasi sebagian besar adalah berupa
pembelian aset tetap dan pembayaran atas penambahan properti pertambangan.

Aktivitas Pendanaan
Pada periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020-2024 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan
dalam aktivitas pendanaan masing-masing sebesar USD50,83 juta, USD748,67 juta, USD1,09 miliar,
USD1,45 miliar, dan USD879,44 juta. Aktivitas pendanaan sebagian besar digunakan untuk pembayaran
kembali atas pinjaman bank, pembayaran biaya perolehan pinjaman, dan pembayaran dividen kepada
pemilik entitas induk dan non pengendali.

4.1.4. Analisis Rasio Keuangan
Likuiditas
Likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar,
yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya.
Rasio lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar 3,25 kali, 3,13 kali,
1,31 kali, 1,42 kali, dan 1,64 kali. Rasio cepat Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-
masing sebesar 2,88 kali, 2,92 kali, 1,25 kali, 1,27 kali, dan 1,41 kali.

Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba kotor Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 adalah sebesar 49,35%. Sementara itu,
rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan selama tahun 2020-2024 adalah
sebesar 36,22%.

Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan 31 Desember tahun 2020-2024 rata-rata hari
perputaran piutang usaha di 32 hari, hari perputaran persediaan di 34 hari, dan hari perputaran utang
usaha di 32 hari.

Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio per 31 Desember tahun 2020-2024 sebesar 0,04 kali dan rata-rata debt to equity ratio
sebesar 0,07 kali.

Berikut merupakan analisis rasio keuangan Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024:


                                                              Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 29
Page 43
                                        Tabel 8. Analisis Rasio Keuangan
                                         Audited         Audited         Audited         Audited         Audited
                                         FY2020          FY2021          FY2022          FY2023          FY2024
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                                    3,25          3,13              1,31             1,42          1,64
Quick ratio                                      2,88          2,92              1,25             1,27          1,41
Cash ratio                                       1,62          2,16              1,00             0,69          0,85

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                           33,18%        61,23%           67,18%          46,47%          38,67%
Net profit margin                             24,69%        44,38%           48,93%          35,73%          27,37%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                            9              13              12              11               11
Inventory turnover                                 11              12              13               9                9
Acc. Payable turnover                              15              13              13              10                9
Days of Acc. Receivable                            40              27              31              32               32
Days of Inventory                                  34              31              28              38               42
Days of Acc. Payable                               24              29              29              36               40

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                                   0,01          0,00              0,00             0,20          0,15
Debt to Assets                                   0,00          0,00              0,00             0,12          0,10
Total Liabilities to Total Assets                0,47          0,23              0,49             0,43          0,34
Total Liabilities to Total Equity                0,88          0,31              0,98             0,74          0,52
                                                 Sumber: Data Olahan


4.2. Analisis Kewajaran Harga
Analisis kewajaran dilakukan dengan membandingkan harga penawaran antara NMN dan vendor pihak
ketiga sebagai berikut:

                                    Tabel 9. Perbandingan Harga Penawaran
                                        Pihak Afiliasi                             Pihak Ketiga
          Keterangan
                                    PT Nirmala Matranusa    PT Jagat Baja Prima Utama         PT Sinar Sakti Jaya
Harga                                   Rp137.560.533.255           Rp143.305.561.291             Rp141.867.205.517
                                                 Sumber: Data Olahan


Berdasarkan perbandingan harga, harga yang ditawarkan oleh NMN lebih rendah dari harga yang
ditawarkan oleh vendor pihak ketiga.

4.3. Analisis Proforma
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menyebabkan beberapa perubahan pada laporan posisi keuangan
Perseroan. Laporan proforma posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
memberikan gambaran mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan Tanpa
Rencana Transaksi diambil dari Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bayan Resources Tbk untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
Nomor 00185/2.1457/AU.1/02/1122-2/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025, sedangkan laporan keuangan




                                                                        Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 30
Page 44
proforma dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Berikut merupakan proforma laporan posisi
keuangan dengan dan tanpa dilakukannya Rencana Transaksi (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):

                                 Tabel 10. Proforma Posisi Keuangan
                                   Audit                   Penyesuaian                      Proforma
                                 31-Des-24            Dr.              Cr.                 31-Des-24
 Aset Lancar                    1.765.563.829                      46.635.576             1.718.928.253
 Aset Tidak Lancar              1.755.892.105     46.635.576                              1.802.527.681
 Total Aset                     3.521.455.934     46.635.576       46.635.576             3.521.455.934
 Liabilitas Jangka Pendek       1.076.298.920                                             1.076.298.920
 Liabilitas Jangka Panjang        131.314.603                                               131.314.603
 Total Liabilitas               1.207.613.523               -               -             1.207.613.523
 Total Ekuitas                  2.313.842.411                                             2.313.842.411
 Total Liabilitas dan Ekuitas   3.521.455.934               -               -             3.521.455.934
                                         Sumber: Data Olahan


Secara keseluruhan efek Rencana Transaksi terhadap laporan posisi keuangan Perseroan adalah:
 • Meningkatkan aset tetap sebesar USD46.635.576 dimana sebesar USD8.511.356 merupakan biaya
    jasa konstruksi yang menjadi objek pendapat kewajaran;
 • Dimasukkannya biaya material terkait proyek perluasan Jetty Fase 6A berlokasi di Balikpapan Coal
    Terminal, Desa Teluk Tebang, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur
    dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang melengkapi analisis proyeksi laporan keuangan;
 • Kas berkurang dikarenakan pembayaran terkait biaya material dan biaya jasa konstruksi pada
    Rencana Transaksi;
 • Objek pendapat kewajaran hanya jasa konstruksi sebesar USD8.511.356 dengan menggunakan
    kurs tengah per 31 Desember 2024.

4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Penilaian atas proyeksi
laporan keuangan dilakukan dengan membandingkan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi. Untuk kepentingan analisis, maka kurs menggunakan kurs tengah Rupiah terhadap Dolar
Amerika Serikat pada 31 Desember 2024 sebesar Rp16.162,- sesuai dengan tanggal laporan keuangan
dan tanggal pendapat kewajaran yang digunakan.

Proyeksi Laporan Laba Rugi
Berikut adalah proyeksi laba rugi Perseroan periode 12 bulan dari bulan Januari-Desember tahun 2025-
2031 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):




                                                               Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 31
Page 45
                                     Tabel 11. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi
                                             Projection      Projection      Projection      Projection      Projection      Projection      Projection
                                               FY2025          FY2026          FY2027          FY2028          FY2029          FY2030          FY2031
Pendapatan                                  4.715.495.921   5.170.683.410   4.810.880.321   5.055.913.690   5.234.504.468   5.254.344.610   5.285.357.596
Beban pokok pendapatan                     (3.004.662.701) (3.418.005.794) (3.331.243.959) (3.329.185.701) (3.407.445.856) (3.338.854.881) (3.551.982.290)
Laba bruto                                  1.710.833.220   1.752.677.616   1.479.636.362   1.726.727.989   1.827.058.612   1.915.489.729   1.733.375.306
Beban penjualan                               (65.773.358)    (71.708.551)    (59.882.783)    (57.833.009)    (59.058.439)    (59.994.099)    (61.483.224)
Beban umum dan administrasi                  (106.367.766)   (120.857.585)   (138.394.552)   (130.458.143)   (138.264.354)   (145.288.714)   (151.002.589)
Penghasilan keuangan                           24.754.001      22.537.664      37.422.869        6.360.771       7.566.134       8.550.763     10.354.219
Beban keuangan                                (19.617.944)      (4.141.358)     (4.096.310)     (4.101.610)     (4.112.950)     (4.114.079)     (4.125.731)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto              6.192.878        3.349.758       5.772.421       6.192.878       6.080.075       5.741.868       5.617.232
Laba sebelum pajak                          1.550.021.031   1.581.857.544   1.320.458.007   1.546.888.876   1.639.269.078   1.720.385.468   1.532.735.213
Beban pajak penghasilan                      (335.615.952)   (334.079.624)   (281.915.923)   (332.937.275)   (351.715.658)   (370.127.771)   (328.758.418)
Laba tahun berjalan                         1.214.405.079   1.247.777.920   1.038.542.084   1.213.951.601   1.287.553.420   1.350.257.697   1.203.976.795
                                                        Sumber: Manajemen Perseroan


                                     Tabel 12. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi
                                             Projection      Projection      Projection      Projection      Projection      Projection      Projection
                                               FY2025          FY2026          FY2027          FY2028          FY2029          FY2030          FY2031
Pendapatan                                  4.715.495.921   5.941.900.854   5.736.341.254   6.032.789.119   6.262.794.393   6.364.049.032   6.416.476.514
Beban pokok pendapatan                     (3.004.662.701) (3.912.238.739) (3.940.955.738) (3.956.807.480) (4.067.977.635) (4.032.296.660) (4.283.334.069)
Laba bruto                                  1.710.833.220   2.029.662.115   1.795.385.516   2.075.981.639   2.194.816.758   2.331.752.372   2.133.142.445
Beban penjualan                               (65.773.358)    (79.420.725)    (69.137.392)    (67.601.763)    (69.341.338)    (70.791.143)    (72.794.413)
Beban umum dan administrasi                  (106.367.766)   (120.857.585)   (138.394.552)   (130.458.143)   (138.264.354)   (145.288.714)   (151.002.589)
Penghasilan keuangan                           24.754.001      22.537.664      37.422.869        6.360.771       7.566.134     13.550.763      10.354.219
Beban keuangan                                (19.617.944)      (4.141.358)     (4.096.310)     (4.101.610)     (4.112.950)     (4.114.079)     (4.125.731)
(Beban)/pendapatan lain-lain, neto              6.192.878        3.349.758       5.772.421       6.192.878       6.080.075       5.741.868       5.617.232
Laba sebelum pajak                          1.550.021.031   1.851.129.869   1.626.952.552   1.886.373.772   1.996.744.325   2.130.851.067   1.921.191.163
Beban pajak penghasilan                      (335.615.952)   (395.016.214)   (354.680.737)   (409.773.078)   (432.622.450)   (455.105.552)   (417.807.189)
Laba tahun berjalan                         1.214.405.079   1.456.113.655   1.272.271.815   1.476.600.694   1.564.121.875   1.675.745.514   1.503.383.974
                                                        Sumber: Manajemen Perseroan


Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan berpotensi meningkatkan pendapatan Perseroan di masa
depan. Pendapatan, beban pokok pendapatan, laba kotor, dan laba bersih merupakan akun yang
mengalami peningkatan. Pendapatan meningkat dikarenakan proses logistik lebih efektif dan maksimal
seiring dengan perluasan jetty sehingga dapat mengkonversi pendapatan lebih cepat.

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi per 31 Desember tahun 2025-2031 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):




                                                                                             Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 32
Page 46
                                 Tabel 13. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                                                  Projection       Projection       Projection       Projection       Projection       Projection       Projection
                                                  31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29        31-Dec-30        31-Dec-31
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                480.563.314      879.634.323      954.338.224     1.187.634.944    1.446.231.476    1.939.734.641    1.894.118.017
Piutang usaha-net                                 340.873.092      346.560.944      322.384.560       337.948.481      350.874.318      352.189.517      354.254.925
Piutang non usaha-net                              10.402.172       10.919.219       11.188.354        11.468.062       11.754.764       11.875.967       12.172.866
Persediaan-net                                    348.907.791      385.442.041      430.227.805       452.727.724      455.819.346      463.257.848      497.187.629
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar               576.408.058      666.533.114      680.994.556       690.140.242      716.087.235      639.380.733      672.864.005
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian
lancar                                              44.045.495       19.475.239        8.102.057       16.278.586              -                -                -
Total aset lancar                                1.801.199.922    2.308.564.880    2.407.235.556    2.696.198.039    2.980.767.139    3.406.438.706    3.430.597.442

Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya,
bagian tidak lancar                                321.785.503      340.619.808      316.857.843      333.072.000      344.871.538      346.164.730      348.195.575
Piutang non usaha-net                                   92.193           96.243           98.369          100.548          102.781          105.071          107.417
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak lancar           39.806.186      191.335.291      223.144.311      225.394.203      159.860.867      137.491.935      142.365.329
Aset tetap                                       1.104.429.282    1.138.095.031    1.137.471.385    1.027.010.541      919.486.184      819.898.419      723.396.987
Aset pajak tangguhan                                43.992.700       49.491.636       63.342.580       37.959.212       38.536.675       32.383.332       32.091.011
Properti pertambangan                              367.043.994      367.043.994      367.043.994      367.043.994      367.043.994      367.043.994      367.043.994
Aset tidak lancar lainnya                           62.770.283       62.230.487       65.616.435       62.000.839       60.156.711       58.317.461       56.483.211
Total aset tak lancar                            1.939.920.141    2.148.912.490    2.173.574.917    2.052.581.337    1.890.058.750    1.761.404.942    1.669.683.524
Total Aset                                       3.741.120.063    4.457.477.370    4.580.810.473    4.748.779.376    4.870.825.889    5.167.843.648    5.100.280.966

Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                       212.400.272       249.041.521      243.984.019      241.874.060      248.019.172      243.561.237      260.961.851
Utang pajak                                        68.304.537        84.216.642       97.594.567      128.837.839       89.101.957       88.405.894       97.242.890
Akrual                                            150.385.160       184.010.593      179.414.159      176.041.109      181.294.920      177.456.596      190.126.778
Liabilitas kontrak                                    353.186           208.508          208.508          208.508          208.508          208.508          208.508
Utang lain-lain                                    13.479.176        13.406.510       13.741.672       14.085.214       14.437.345       67.113.535       14.463.750
Utang dividen                                     361.076.696       872.028.381    1.016.261.566    1.042.554.877      992.549.233      982.286.557    1.171.528.009
Total liabilitas jangka pendek                    805.999.027     1.402.912.155    1.551.204.491    1.603.601.607    1.525.611.135    1.559.032.327    1.734.531.786

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang           16.630.561       17.308.990       15.629.535       16.465.787       16.790.301       17.229.927       17.522.699
Liabilitas pajak tangguhan                         82.484.474       82.484.474       82.484.474       82.484.474       82.484.474       82.484.474       82.484.474
Provisi untuk pembongkaran, pemindahan,
reklamasi dan restorasi                            36.084.916        34.185.419       30.224.485       30.980.097       31.754.599       28.329.461       29.037.697
Total Liabilitas jangka panjang                   135.199.951       133.978.883      128.338.494      129.930.358      131.029.374      128.043.862      129.044.870
Total Liabilitas                                  941.198.978     1.536.891.038    1.679.542.985    1.733.531.965    1.656.640.509    1.687.076.189    1.863.576.656

Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh                 35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809
Tambahan modal disetor                             191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185
Komponen ekuitas lain                                1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148
Cadangan lain-lain                                (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)
Saldo laba:
-dicadangkan                                         8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536
-tidak dicadangkan                               2.559.110.438    2.674.414.476    2.655.214.717    2.769.290.031    2.968.438.948    3.235.021.027    2.991.051.370
                                                 2.690.267.139    2.805.571.177    2.786.371.418    2.900.446.732    3.099.595.649    3.366.177.728    3.122.208.071
Kepentingan non-pengendali                         109.653.947      115.015.155      114.896.070      114.800.679      114.589.731      114.589.731      114.496.239
Ekuitas                                          2.799.921.086    2.920.586.332    2.901.267.488    3.015.247.411    3.214.185.380    3.480.767.459    3.236.704.310
Total Liabilitas dan Ekuitas                     3.741.120.064    4.457.477.370    4.580.810.473    4.748.779.376    4.870.825.889    5.167.843.648    5.100.280.966


                                                               Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                    Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 33
Page 47
                                 Tabel 14. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
                                                  Projection       Projection       Projection       Projection       Projection       Projection       Projection
                                                  31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29        31-Dec-30        31-Dec-31
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                480.264.784     1.203.088.672    1.610.873.506    2.195.755.655    2.824.442.112    3.706.539.699    4.068.021.993
Piutang usaha-net                                 340.873.092       346.560.944      337.384.560      353.748.481      357.954.318      360.369.517      397.214.817
Piutang non usaha-net                              10.402.172        10.919.219       11.188.354       11.468.062       11.754.764       11.875.967       12.172.866
Persediaan-net                                    348.907.791       385.442.041      445.227.805      462.727.724      470.819.346      484.257.848      519.187.629
Pajak Dibayar Dimuka, bagian lancar               576.408.058       666.533.114      680.994.556      690.140.242      716.087.235      639.380.733      672.864.005
Uang muka dan biaya dibayar dimuka, bagian
lancar                                              44.045.495       19.475.239        8.102.057       16.278.586              -                -                -
Total aset lancar                                1.800.901.392    2.632.019.229    3.093.770.838    3.730.118.750    4.381.057.775    5.202.423.764    5.669.461.310

Aset Tak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya,
bagian tidak lancar                                321.785.503      340.619.808      316.857.843      333.072.000      344.871.538      346.164.730      348.195.575
Piutang non usaha-net                                   92.193           96.243           98.369          100.548          102.781          105.071          107.417
Pajak dibayar dimuka, bagian tidak lancar           39.806.186      191.335.291      223.144.311      225.394.203      159.860.867      137.491.935      142.365.329
Aset tetap                                       1.104.727.812    1.184.150.289    1.181.205.373    1.068.423.259      958.577.631      856.668.596      757.845.894
Aset pajak tangguhan                                43.992.700       49.491.636       63.342.580       37.959.212       38.536.675       32.383.332       32.091.011
Properti pertambangan                              367.043.994      367.043.994      367.043.994      367.043.994      367.043.994      367.043.994      367.043.994
Aset tidak lancar lainnya                           62.770.283       62.230.487       53.916.435       62.000.839       60.156.711       58.317.461       56.483.211
Total aset tak lancar                            1.940.218.671    2.194.967.748    2.205.608.905    2.093.994.055    1.929.150.197    1.798.175.119    1.704.132.431
Total Aset                                       3.741.120.064    4.826.986.978    5.299.379.743    5.824.112.805    6.310.207.973    7.000.598.883    7.373.593.741

Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                       212.400.272       259.324.420      301.005.416      258.421.298      339.608.333      392.579.517      394.275.959
Utang pajak                                        68.304.537       165.613.499      182.993.633      218.307.894      182.643.001      186.017.927      198.925.912
Akrual                                            150.385.160       184.010.593      179.414.159      296.041.109      308.214.962      248.959.672      392.126.778
Liabilitas kontrak                                    353.186           208.508          208.508          208.508          208.508          208.508          208.508
Utang lain-lain                                    13.479.176        13.303.816       78.228.202       89.089.980       90.889.356      105.367.738      196.307.177
Utang dividen                                     361.076.696       872.028.381    1.016.261.566    1.042.554.877      992.549.233    1.082.286.557    1.150.225.404
Total liabilitas jangka pendek                    805.999.027     1.494.489.217    1.758.111.484    1.904.623.666    1.914.113.393    2.015.419.919    2.332.069.738

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja, jangka panjang           16.630.561       17.308.990       15.629.535       16.465.787       16.790.301       17.229.927       17.522.699
Liabilitas pajak tangguhan                         82.484.474       82.484.474       82.484.474       82.484.474       82.484.474       82.484.474       82.484.474
Provisi untuk pembongkaran, pemindahan,
reklamasi dan restorasi                            36.084.916        34.185.419       30.224.485       30.980.097       31.754.599       28.329.461       29.037.697
Total Liabilitas jangka panjang                   135.199.951       133.978.883      128.338.494      129.930.358      131.029.374      128.043.862      129.044.870
Total Liabilitas                                  941.198.978     1.628.468.100    1.886.449.978    2.034.554.024    2.045.142.767    2.143.463.781    2.461.114.608

Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh                 35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809       35.685.809
Tambahan modal disetor                             191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185      191.683.185
Komponen ekuitas lain                                1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148        1.886.148
Cadangan lain-lain                                (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)    (106.274.977)
Saldo laba:
-dicadangkan                                         8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536        8.176.536
-tidak dicadangkan                               2.559.110.438    2.952.347.022    3.166.876.994    3.543.601.401    4.019.318.774    4.611.388.670    4.666.826.192
                                                 2.690.267.139    3.083.503.723    3.298.033.695    3.674.758.102    4.150.475.475    4.742.545.371    4.797.982.893
Kepentingan non-pengendali                         109.653.947      115.015.155      114.896.070      114.800.679      114.589.731      114.589.731      114.496.239
Ekuitas                                          2.799.921.086    3.198.518.878    3.412.929.765    3.789.558.781    4.265.065.206    4.857.135.102    4.912.479.132
Total Liabilitas dan Ekuitas                     3.741.120.064    4.826.986.978    5.299.379.743    5.824.112.805    6.310.207.973    7.000.598.883    7.373.593.741


                                                               Sumber: Manajemen Perseroan


Berdasarkan analisis proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, terdapat penambahan di akun aset tetap karena adanya perluasan jetty dan di saldo laba
karena adanya penambahan pendapatan dan laba seiring dengan konversi pendapatan yang lebih cepat
dengan kapasitas terminal Batubara yang lebih besar.




                                                                                                    Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 34
Page 48
4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi.

          Tabel 15. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                       FY2025     FY2026    FY2027    FY2028     FY2029     FY2030     FY2031
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi)          2,23       1,76      1,76       1,96      2,29       2,58       2,43
Current ratio (tanpa transaksi)           2,23       1,65      1,55       1,68      1,95       2,18       1,98
Selisih                                  (0,00)      0,12      0,21       0,28      0,33       0,40       0,45

QUICK RATIO
Quick ratio (dengan transaksi)            1,80       1,50      1,51       1,72      2,04       2,34       2,21
Quick ratio (tanpa transaksi)             1,80       1,37      1,27       1,40      1,66       1,89       1,69
Selisih                                  (0,00)      0,13      0,23       0,32      0,39       0,45       0,52

CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi)             0,60       0,81      0,92       1,15      1,48       1,84       1,74
Cash ratio (tanpa transaksi)              0,60       0,63      0,62       0,74      0,95       1,24       1,09
Selisih                                  (0,00)      0,18      0,30       0,41      0,53       0,59       0,65

PROFITABILITY RATIO:
NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi)    25,75%     24,51%    22,18%    24,48%     24,97%     26,33%     23,43%
Net profit margin (tanpa transaksi)     25,75%     24,13%    21,59%    24,01%     24,60%     25,70%     22,78%
Selisih                                  0,00%      0,37%     0,59%     0,47%      0,38%      0,63%      0,65%

                                            Sumber: Data Olahan


Berdasarkan hasil analisis proyeksi rasio keuangan tahun 2025-2031, terdapat peningkatan terhadap
rasio likuiditas dan profitabilitas apabila melakukan Rencana Transaksi seiring kenaikan pendapatan dan
laba.

4.6. Analisis Inkremental
Berdasarkan analisis terhadap proyeksi laporan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, berikut adalah analisis inkremental yang digunakan untuk analisis kontribusi nilai tambah
yang dapat dilihat pada tabel berikut (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):




                                                                  Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 35
Page 49
                                                        Tabel 16. Analisis Inkremental
                                            FY2025            FY2026           FY2027            FY2028            FY2029            FY2030           FY2031
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)           4.715.495.921 5.941.900.854 5.736.341.254 6.032.789.119 6.262.794.393 6.364.049.032 6.416.476.514
Pendapatan (tanpa transaksi)            4.715.495.921 5.170.683.410 4.810.880.321 5.055.913.690 5.234.504.468 5.254.344.610 5.285.357.596
Selisih                                           -     771.217.444   925.460.933   976.875.429 1.028.289.925 1.109.704.422 1.131.118.918

LABA SEBELUM PAJAK
Laba Sebelum Pajak (dengan transaksi)   1.550.021.031 1.851.129.869 1.626.952.552 1.886.373.772 1.996.744.325 2.130.851.067 1.921.191.163
Laba Sebelum Pajak (tanpa transaksi)    1.550.021.031 1.581.857.544 1.320.458.007 1.546.888.876 1.639.269.078 1.720.385.468 1.532.735.213
Selisih                                           -     269.272.325   306.494.545   339.484.896   357.475.247   410.465.599   388.455.950

LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi)   1.214.405.079 1.456.113.655 1.272.271.815 1.476.600.694 1.564.121.875 1.675.745.514 1.503.383.974
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi)    1.214.405.079 1.247.777.920 1.038.542.084 1.213.951.601 1.287.553.420 1.350.257.697 1.203.976.795
Selisih                                           -     208.335.735   233.729.731   262.649.093   276.568.455   325.487.817   299.407.179

TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi)           3.741.120.064 4.826.986.978 5.299.379.743 5.824.112.805 6.310.207.973 7.000.598.883 7.373.593.741
Total Aset (tanpa transaksi)            3.741.120.063 4.457.477.370 4.580.810.473 4.748.779.376 4.870.825.889 5.167.843.648 5.100.280.966
Selisih                                           -     369.509.608   718.569.270 1.075.333.429 1.439.382.084 1.832.755.235 2.273.312.775

TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi)        2.799.921.086 3.198.518.878 3.412.929.765 3.789.558.781 4.265.065.206 4.857.135.102 4.912.479.132
Total Ekuitas (tanpa transaksi)         2.799.921.086 2.920.586.332 2.901.267.488 3.015.247.411 3.214.185.380 3.480.767.459 3.236.704.310
Selisih                                           -     277.932.546   511.662.277   774.311.371 1.050.879.826 1.376.367.643 1.675.774.823


                                                                 Sumber: Data Olahan


Berdasarkan analisis inkremental antara Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi,
pendapatan, laba setelah pajak, laba sebelum pajak, total aset, dan total ekuitas Perseroan akan
mengalami peningkatan sebagai bentuk nilai tambah dari dilakukannya Rencana Transaksi.

4.7. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Biaya yang relevan dengan Rencana Transaksi adalah peningkatan pendapatan yang diakibatkan proses
logistik lebih efektif dan maksimal seiring dengan perluasan jetty serta biaya penyusutan yang masuk
dalam komponen beban pokok pendapatan. Perbandingan pendapatan dan beban pokok pendapatan
antara dengan dan tanpa Rencana Transaksi adalah sebagai berikut (dalam USD, kecuali dinyatakan
lain):

                Tabel 17. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                           FY2025            FY2026            FY2027            FY2028            FY2029            FY2030            FY2031
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)           4.715.495.921     5.941.900.854     5.736.341.254     6.032.789.119     6.262.794.393     6.364.049.032     6.416.476.514
Pendapatan (tanpa transaksi)            4.715.495.921     5.170.683.410     4.810.880.321     5.055.913.690     5.234.504.468     5.254.344.610     5.285.357.596
Selisih                                           -         771.217.444       925.460.933       976.875.429     1.028.289.925     1.109.704.422     1.131.118.918

BEBAN POKOK PENDAPATAN (HPP)
HPP (dengan transaksi)                  (3.004.662.701)   (3.912.238.739)   (3.940.955.738)   (3.956.807.480)   (4.067.977.635)   (4.032.296.660)   (4.283.334.069)
HPP (tanpa transaksi)                   (3.004.662.701)   (3.418.005.794)   (3.331.243.959)   (3.329.185.701)   (3.407.445.856)   (3.338.854.881)   (3.551.982.290)
Selisih                                            -         494.232.945       609.711.779       627.621.779       660.531.779       693.441.779       731.351.779


                                                                 Sumber: Data Olahan


4.8. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dengan dilakukannya Rencana
Transaksi maka:
1. Perluasan Jetty BCT Fase 6A bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis terminal yang dimiliki
   Perseroan melalui peningkatan kapasitas volume transshipment batu bara;




                                                                                                 Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 36
Page 50
2. Perluasan Jetty BCT Fase 6A bertujuan memitigasi kemungkinan risiko yang timbul apabila salah satu
   terminal yang dioperasikan mengalami kendala teknis;
3. Perluasan Jetty diharapkan dapat mengurangi biaya keterlambatan pengiriman batu bara ke customer
   (demurrage) dan dapat menambah profitabilitas Perseroan secara Grup.

4.9. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan
Manajemen Perseroan telah melakukan upaya untuk membandingkan penawaran dari pihak afiliasi dan
pihak ketiga serta menunjuk KJPP Herman Meirizki dan Rekan untuk melihat kewajaran atas Rencana
Transaksi.




                                                             Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 37
Page 51
5.    KESIMPULAN

5.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Perluasan Jetty BCT Fase 6A bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis terminal yang dimiliki
   Perseroan melalui peningkatan kapasitas volume transshipment batu bara;
2. Perluasan Jetty BCT Fase 6A bertujuan memitigasi kemungkinan risiko yang timbul apabila salah satu
   terminal yang dioperasikan mengalami kendala teknis;
3. Perluasan Jetty diharapkan dapat mengurangi biaya keterlambatan pengiriman batu bara ke customer
   (demurrage) dan dapat menambah profitabilitas Perseroan secara Grup;
4. Analisis harga menunjukkan Rencana Transaksi Dengan Pihak Afiliasi lebih menguntungkan bagi
   Perseroan dari sisi harga dan fleksibilitas pekerjaan;
5. Analisis inkremental menunjukkan dengan Rencana Transaksi akan memberikan kontribusi nilai
   tambah bagi Perseroan dalam bentuk peningkatan pendapatan, laba setelah pajak, laba sebelum
   pajak, total aset, dan total ekuitas Perseroan akan mengalami peningkatan sebagai bentuk nilai
   tambah dari dilakukannya Rencana Transaksi;
6. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat yaitu memperpanjang nilai
   ekonomis dari terminal baru bara maupun fasilitas yang dibangun di BCT, menunjang kegiatan
   distribusi logistik batu bara yang menjadi komoditas utama dari grup dengan segala situasi kondisi.
   Dari sisi risiko, Rencana Transaksi ini menggunakan pembiayaan dana sendiri sehingga adanya
   kemungkinan keterlambatan arus kas.

5.2. Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran harga transaksi, dan analisis atas
faktor-faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa rencana transaksi kontrak proyek konstruksi
perluasan Jetty Fase 6A berlokasi di Balikpapan Coal Terminal, Kalimantan Timur antara PT Dermaga
Perkasapratama dengan PT Nirmala Matranusa adalah Wajar.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
material terhadap transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum, peraturan-
peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya. Perubahan-
perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya Laporan Pendapat
Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan pendapat kewajaran.




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 38
Page 52
6. LAMPIRAN

1.  Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2020-2024;
2.  Laporan Laba Rugi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024;
3.  Laporan Arus Kas Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024;
4.  Analisis Rasio Keuangan;
5.  Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2031;
6.  Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2031;
7.  Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-
    Desember Tahun 2025-2031;
8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-
    Desember Tahun 2025-2031;
9. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi;
10. Proforma Laporan Posisi Keuangan;
11. Analisis Inkremental;
12. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi.




                                                       Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 39
Page 53
7. REFERENSI

1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-
   2018) dan Edisi Revisi SPI 300, 310, dan 330;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
   Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
   Perubahan Kegiatan Usaha;
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
   Benturan Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”);
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
6. Media online lainnya.




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | 40
Page 54
LAMPIRAN
Page 55
                                                    Lampiran 1

Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2020-2024
Page 56

          
Page 57
                                                                           Lampiran 2

Laporan Laba Rugi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024
Page 58
                                                                           Lampiran 3

Laporan Arus Kas Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024
Page 59
                                                                                                Lampiran 4

                                      Analisis Rasio Keuangan
                                    Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
                                    FY2020         FY2021         FY2022         FY2023         FY2024
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                             3,25           3,13           1,31           1,42           1,64
Quick ratio                               2,88           2,92           1,25           1,27           1,41
Cash ratio                                1,62           2,16           1,00           0,69           0,85

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                    33,18%         61,23%         67,18%         46,47%         38,67%
Net profit margin                      24,69%         44,38%         48,93%         35,73%         27,37%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                       9             13             12             11             11
Inventory turnover                            11             12             13              9              9
Acc. Payable turnover                         15             13             13             10              9
Days of Acc. Receivable                       40             27             31             32             32
Days of Inventory                             34             31             28             38             42
Days of Acc. Payable                          24             29             29             36             40

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                            0,01           0,00           0,00           0,20           0,15
Debt to Assets                            0,00           0,00           0,00           0,12           0,10
Total Liabilities to Total Assets         0,47           0,23           0,49           0,43           0,34
Total Liabilities to Total Equity         0,88           0,31           0,98           0,74           0,52
Page 60
                                                                            Lampiran 5

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2031
Page 61
                                                                             Lampiran 6

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2031
Page 62
                                                                                 Lampiran 7

Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
                              Desember Tahun 2025-2031
Page 63
                                                                                 Lampiran 8

Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
                              Desember Tahun 2025-2031
Page 64
                                                                                                Lampiran 9

                Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
                                       FY2025     FY2026    FY2027    FY2028    FY2029    FY2030    FY2031
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi)          2,23       1,76      1,76      1,96      2,29      2,58      2,43
Current ratio (tanpa transaksi)           2,23       1,65      1,55      1,68      1,95      2,18      1,98
Selisih                                  (0,00)      0,12      0,21      0,28      0,33      0,40      0,45

QUICK RATIO
Quick ratio (dengan transaksi)            1,80       1,50      1,51      1,72      2,04      2,34      2,21
Quick ratio (tanpa transaksi)             1,80       1,37      1,27      1,40      1,66      1,89      1,69
Selisih                                  (0,00)      0,13      0,23      0,32      0,39      0,45      0,52

CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi)             0,60       0,81      0,92      1,15      1,48      1,84      1,74
Cash ratio (tanpa transaksi)              0,60       0,63      0,62      0,74      0,95      1,24      1,09
Selisih                                  (0,00)      0,18      0,30      0,41      0,53      0,59      0,65

PROFITABILITY RATIO:
NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi)    25,75%     24,51%    22,18%    24,48%    24,97%    26,33%    23,43%
Net profit margin (tanpa transaksi)     25,75%     24,13%    21,59%    24,01%    24,60%    25,70%    22,78%
Selisih                                  0,00%      0,37%     0,59%     0,47%     0,38%     0,63%     0,65%
Page 65
                                                                                 Lampiran 10

                                 Proforma Laporan Posisi Keuangan
                                  Audit                 Penyesuaian            Proforma
                                31-Des-24           Dr.             Cr.       31-Des-24
Aset Lancar                    1.765.563.829                    46.635.576   1.718.928.253
Aset Tidak Lancar              1.755.892.105    46.635.576                   1.802.527.681
Total Aset                     3.521.455.934    46.635.576      46.635.576   3.521.455.934
Liabilitas Jangka Pendek       1.076.298.920                                 1.076.298.920
Liabilitas Jangka Panjang        131.314.603                                   131.314.603
Total Liabilitas               1.207.613.523              -              -   1.207.613.523
Total Ekuitas                  2.313.842.411                                 2.313.842.411
Total Liabilitas dan Ekuitas   3.521.455.934              -              -   3.521.455.934
Page 66
                                                                                                                          Lampiran 11

                                                         Analisis Inkremental
                                          FY2025         FY2026        FY2027        FY2028        FY2029        FY2030        FY2031
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)           4.715.495.921 5.941.900.854 5.736.341.254 6.032.789.119 6.262.794.393 6.364.049.032 6.416.476.514
Pendapatan (tanpa transaksi)            4.715.495.921 5.170.683.410 4.810.880.321 5.055.913.690 5.234.504.468 5.254.344.610 5.285.357.596
Selisih                                           -     771.217.444   925.460.933   976.875.429 1.028.289.925 1.109.704.422 1.131.118.918

LABA SEBELUM PAJAK
Laba Sebelum Pajak (dengan transaksi)   1.550.021.031 1.851.129.869 1.626.952.552 1.886.373.772 1.996.744.325 2.130.851.067 1.921.191.163
Laba Sebelum Pajak (tanpa transaksi)    1.550.021.031 1.581.857.544 1.320.458.007 1.546.888.876 1.639.269.078 1.720.385.468 1.532.735.213
Selisih                                           -     269.272.325   306.494.545   339.484.896   357.475.247   410.465.599   388.455.950

LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi)   1.214.405.079 1.456.113.655 1.272.271.815 1.476.600.694 1.564.121.875 1.675.745.514 1.503.383.974
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi)    1.214.405.079 1.247.777.920 1.038.542.084 1.213.951.601 1.287.553.420 1.350.257.697 1.203.976.795
Selisih                                           -     208.335.735   233.729.731   262.649.093   276.568.455   325.487.817   299.407.179

TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi)           3.741.120.064 4.826.986.978 5.299.379.743 5.824.112.805 6.310.207.973 7.000.598.883 7.373.593.741
Total Aset (tanpa transaksi)            3.741.120.063 4.457.477.370 4.580.810.473 4.748.779.376 4.870.825.889 5.167.843.648 5.100.280.966
Selisih                                           -     369.509.608   718.569.270 1.075.333.429 1.439.382.084 1.832.755.235 2.273.312.775

TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi)        2.799.921.086 3.198.518.878 3.412.929.765 3.789.558.781 4.265.065.206 4.857.135.102 4.912.479.132
Total Ekuitas (tanpa transaksi)         2.799.921.086 2.920.586.332 2.901.267.488 3.015.247.411 3.214.185.380 3.480.767.459 3.236.704.310
Selisih                                           -     277.932.546   511.662.277   774.311.371 1.050.879.826 1.376.367.643 1.675.774.823
Page 67
                                                                                                                                       Lampiran 12

                        Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                    FY2025            FY2026            FY2027            FY2028            FY2029            FY2030            FY2031
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)     4.715.495.921    5.941.900.854     5.736.341.254     6.032.789.119     6.262.794.393     6.364.049.032     6.416.476.514
Pendapatan (tanpa transaksi)      4.715.495.921    5.170.683.410     4.810.880.321     5.055.913.690     5.234.504.468     5.254.344.610     5.285.357.596
Selisih                                     -        771.217.444       925.460.933       976.875.429     1.028.289.925     1.109.704.422     1.131.118.918

BEBAN POKOK PENDAPATAN (HPP)
HPP (dengan transaksi)           (3.004.662.701)   (3.912.238.739)   (3.940.955.738)   (3.956.807.480)   (4.067.977.635)   (4.032.296.660)   (4.283.334.069)
HPP (tanpa transaksi)            (3.004.662.701)   (3.418.005.794)   (3.331.243.959)   (3.329.185.701)   (3.407.445.856)   (3.338.854.881)   (3.551.982.290)
Selisih                                     -         494.232.945       609.711.779       627.621.779       660.531.779       693.441.779       731.351.779

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.1 MB
Published30 Jun 2025
Pages67
Characters160,408
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BAYAN RESOURCES TBK p.1 ×212
linked org PT Nirmala Matranusa p.2 ×33
linked person Lifransyah Gumay p.19
linked person Timur Pradopo p.20
linked person Lim Chai Hock p.20 ×4
linked person Jenny Quantero · Direktur p.20 ×8
linked person Low Yi Ngo p.20 ×4
linked org Alexander Ery Wibowo p.20 ×4
linked person Oliver Khaw Kar p.20 ×3
linked person Lee Minhyung p.20
linked person Ulina Fitriani p.20 ×3
linked — Elaine Low p.20 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×7
possible org Bursa Efek Indonesia p.19
possible person Moermahadi Soerja Djanegara p.20
possible person DR. Low Tuck Kwong · Komisaris p.20 ×15
possible person Samsul Hadi · Notaris p.22
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki p.2
unresolved org PT Dermaga Perkasapratama p.2 ×15
unresolved org Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk p.2 ×5
unresolved org KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×5
unresolved org KJPP Herman Meirizki p.3 ×7
unresolved org Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Rintis p.4 ×4
unresolved org Rianto & Rekan p.4 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×6
unresolved person Hendarman p.5 ×2
unresolved person Purnomo Yusgiantoro p.5 ×2
unresolved person Mala Mukti · Notaris p.5 ×9
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.17 ×5
unresolved org Rintis & Rekan p.17 ×5
unresolved person Yusron p.17
unresolved person Daniel Kohar p.17 ×3
unresolved person Toto Harsono p.17 ×2
unresolved org PT Jagat Baja Prima Utama p.17 ×2
unresolved org PT Sinar Sakti Jaya No. Q- p.17
unresolved person Yani Indrawaty Wibawa · Notaris p.19
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19 ×4
unresolved org PT Sumber Suryadaya Prima p.20 ×2
unresolved person Benny Kristianto p.21
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.21 ×2
unresolved person Karina Leoni · Notaris p.21 ×2
unresolved org PT Bayan Energy p.21 ×2
unresolved org Wilton Investments Pte. Ltd p.21 ×2
unresolved person Ratna Sari Utama S.H. · Notaris p.22 ×4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.22
unresolved org PT Dermaga Perkasapratama. Tabel p.23
unresolved org PT Bayan p.23
unresolved org PT Dermaga p.23
unresolved org Nirmala Nama Resources Tbk p.23 ×2
unresolved org Departemen Komunikasi BI p.28
unresolved org Pusat Statistik p.30 ×3
unresolved org Kementerian ESDM p.30 ×4
unresolved org PT Wahana Baratama Mining p.34
unresolved org PT Sinar Sakti Jaya Harga p.43
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.53

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 3844 ms 12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya '
                            'sama dengan'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result