Back to announcement
20250626_DGWG_Informasi Transaksi Afiliasi_31909221_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review DGWGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 83
Page 1
Graha STH
Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
Tel : 021 – 563 7373 (Hunting)
Fax : 021 – 563 6404
Email : sth@kjppsth.com
Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
Wilayah Kerja : Indonesia
PENDAPAT KEWAJARAN
ATAS
TRANSAKSI PENGADAAN DAN PENGELOLAAN
TENAGA KERJA
PT DELTA GIRI WACANA Tbk.
PER 31 DESEMBER 2024
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 2
Graha STH
Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
Tel : 021 – 563 7373 (Hunting)
Fax : 021 – 563 6404
Email : sth@kjppsth.com
Jakarta, 9 Mei 2025 Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
Wilayah Kerja : Indonesia
Kepada Yth.
Direksi
PT Delta Giri Wacana Tbk.
Jl. Agung Karya VI No. 7
Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
Jakarta Utara 14340
Dengan hormat,
Ref : File No. 00027/2.0007-00/BS/01/0358/1/V/2025
Penilaian Kewajaran Atas Transaksi Pengadaan dan Pengeloaan Tenaga
Kerja
Menindaklanjuti Surat Perjanjian Kerja No. STH-080/PR.013/LS/IV/2025, kami sebagai
Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai Publik No.
2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No. B-1.13.00358 yang dikeluarkan oleh Menteri
Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PB-45/PJ-1/PM.021/2024 yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK"), telah melakukan analisis kewajaran atas rencana transaksi
pengadaan dan pengelolaan tenaga kerja antara PT Dharma Guna Wibawa yang
merupakan entitas anak dari PT Delta Giri Wacana Tbk dengan kepemilikan sebesar
99,50% dengan PT Focusindo Asia Pacific yang merupakan pihak terafiiasi.
DEFINISI DAN SINGKATAN
DGW berarti PT Dharma Guna Wibawa.
FAP berarti PT Focusindo Asia Pasific.
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan berarti laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dan
ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.
Perjanjian berarti perjanjian kerjasama pengadaan dan pengelolaan tenaga kerja
antara DGW dan FAP.
Perseroan berarti PT Delta Giri Wacana Tbk.
POJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
1
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 3
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
POJK 35 dan SEOJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020, ditetapkan
tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, diterapkan tanggal
9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal.
POJK 42 berarti Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Tanggal Penilaian berarti tanggal 31 Desember 2024.
Transaksi berarti transaksi pengadaan dan pengeloaan tenaga kerja antara DGW dan
FAP.
OBYEK ANALISIS KEWAJARAN
Obyek analisis kewajaran adalah rencana transaksi pengadaan dan pengelolaan
tenaga kerja antara DGW dan FAP.
MAKSUD DAN TUJUAN PEMBERIAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS
TRANSAKSI
Maksud dari penilaian ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas
Transaksi.
DGW merupakan entitas anak dari Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,50% per
Tanggal Penilaian.
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian, total
ekuitas konsolidasian Perseroan adalah sebesar Rp.781.597.000.000, sehingga
Transaksi dengan nilai yang diperkirakan sebesar Rp.39.034.968.000 selama jangka
waktu Perjanjian adalah setara dengan 4,99% dari total ekuitas konsolidasian
Perseroan per Tanggal Penilaian.
Berdasarkan data diatas, Transaksi bukan transaksi material sebagaimana
didefinisikan dalam POJK 17, dimana nilai Transaksi dibandingkan dengan ekuitas
konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian adalah kurang dari 20%.
Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42 dan
berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi ini bukan transaksi
benturan kepentingan.
Oleh karena Transaksi merupakan transaksi afiliasi dan bukan transaksi material, maka
berdasarkan POJK 42, Perseroan wajib menggunakan penilai untuk menentukan
kewajaran dari Transaksi, mengumumkan keterbukaan informasi atas Transaksi
kepada masyarakat, dan menyampaikan keterbukaan informasi dan dokumen
pendukungnya kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal Transaksi.
Dengan demikian penilaian atas kewajaran transaksi ini diperlukan dalam rangka
pemenuhan POJK 42.
2
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 4
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PEDOMAN PENILAIAN
Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan SEOJK
17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI)
Edisi VII – 2018.
PEMBERI TUGAS
Pelaksanaan penilaian kewajaran Transaksi ini sebagai realisasi dari penugasan untuk
melakukan penilaian kewajaran dari Perseroan sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja
No. STH-080/PR.013/LS/IV/2025 tanggal 9 April 2025.
Adapun identitas lengkap dari pemberi tugas, yaitu Perseroan adalah sebagai berikut:
Pemberi tugas : PT Delta Giri Wacana Tbk
Alamat : Jl. Agung Karya VI No. 7
Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
Jakarta Utara 14340
Telpon / Fax : 021 – 29614962
e-mail : listiany.ruslim@dgw.co.id
Web : https://www.dgw.co.id/
Bidang usaha : Perdagangan pestisida
RUANG LINGKUP PENILAIAN
Sesuai dengan penugasan yang diberikan, ruang lingkup penilaian yang kami lakukan
adalah pemberian pendapat kewajaran melalui analisis kewajaran, analisis kualitatif
dan analisis kuantitatif atas Transaksi.
TANGGAL PENILAIAN
Pemberian pendapat kewajaran ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2024.
HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Kami telah melakukan prosedur-prosedur penilaian sebagai berikut:
- pengumpulan data-data Perseroan dan DGW antara lain anggaran dasar, akta-akta,
izin-izin, susunan pemegang saham dan pengurus, laporan keuangan yang telah
diaudit, dan proyeksi laporan keuangan;
- pengumpulan data-data Perseroan dan DGW antara lain anggaran dasar, akta-akta,
izin-izin, susunan pemegang saham dan pengurus, laporan keuangan yang telah
diaudit, dan proyeksi laporan keuangan Perseroan dalam kondisi Melakukan dan
Tidak Melakukan Transaksi;
- wawancara secara daring dengan manajemen Perseroan.
3
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 5
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kami juga telah melakukan inspeksi ke kantor Perseroan dan pabrik Perseroan dan
DGW di Cikande pada tanggal 2 Mei 2025 dan bertemu dengan Bapak Simon dan
Bapak Ali selaku Factory Manager dan Bapak Simon selaku Supply Chain Staff.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Sifat dan sumber dari informasi yang relevan digunakan didalam proses penilaian,
mencakup informasi yang dipublikasi, data riset atau data yang diperoleh dari
Pemerintah tanpa diperlukan verifikasi seperti suku bunga pinjaman Rupiah dari situs
Bank Indonesia dan tingkat suku bunga bebas resiko yang diperoleh dari data yang
terdapat di situs www.phei.co.id.
DATA DAN SUMBER INFORMASI
Untuk dapat memberikan pendapat atas kewajaran Transaksi tersebut, sebagai penilai
independen, kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu dan
melaksanakan prosedur analisis atas data dan sumber informasi sebagai berikut:
• Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pengelolaan Tenaga Kerja antara DGW dan
FAP.
• Draft Informasi Keterbukaan Kepada Pemegang Saham yang merupakan
keterbukaan informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi,
Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April 2025 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi,
Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 29 Juli 2024 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 22 Januari
2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 28
November 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 10 Maret
2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
4
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 6
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
• Proyeksi Keuangan Perseroan untuk periode 2025-2029 untuk kondisi Tidak
Melakukan Transaksi berikut asumsi dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen
Perseroan.
• Proyeksi Keuangan Perseroan untuk periode 2025-2029 untuk kondisi Melakukan
Transaksi berikut asumsi dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan.
• Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (Management Representation Letter)
berkaitan dengan penilaian kewajaran Transaksi.
• Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
Transaksi; dan
• Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
tersebut yang kami anggap relevan.
ASUMSI ASUMSI PENTING
Dalam menyusun pendapat kewajaran atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :
1. Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
benar.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik,
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
operasional perusahaan.
7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
Pendapat Kewajaran.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Pemberi
Tugas.
Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen
Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
5
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 7
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi ini kami telah bertindak
dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan dari proses
analisis kewajaran ini.
LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan memiliki sebuah pabrik karbamasi yang berlokasi di Cikande yang saat ini
sedang dalam proses konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada bulan Mei 2025.
Pabrik karbamasi di Cikande ii akan segera beroperasi. Untuk mendukung operasi
tersebut, Perseroan membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan dapat diandalkan.
Berdasarkan pengalaman kerjasama yang telah berjalan sejak lama dengan FAP,
Perseroan melihat hasil operasional yang baik sehingga memutuskan untuk
menggunakan jasa yang sama untuk pabrik baru yang akan dijalankan bisnisnya oleh
Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
Setelah tanggal penilaian, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2025, Perseroan
melakukan pencatatan perdana saham di Papan Utama Bursa Efek Indonesia dengan
harga penawaran sebesar Rp 230,00 per lembar dengan jumlah saham yang dicatatkan
sebanyak 5.882.353.000 lembar saham.
METODOLOGI PENILAIAN KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Untuk mengumumkan Transaksi ini kepada publik, diperlukan penilaian kewajaran dari
penilai independen untuk melakukan analisis dan memberikan pendapat kewajaran
atas Transaksi.
Analisis Kewajaran atas Transaksi ini dilakukan dengan analisis transaksi, analisis
kualitatif (Qualitative Analysis) maupun analisis kuantitatif (Quantitative Analysis)
yang berupa analisis kinerja dan analisis inkremental sehingga dapat ditentukan
kewajaran Transaksi ditinjau dari dampak keuangan terhadap para pemegang saham
Perseroan.
6
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 8
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap Transaksi yang telah kami lakukan dapat kami
sampaikan analisis atas Transaksi tersebut sebagai berikut :
A. Analisis Transaksi
A.1. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi adalah sebagai berikut:
- FAP sebagai penyedia jasa pengadaan da pengelolaan tenaga kerja.
- DGW sebagai pengguna jasa yang disediakan oleh FAP diatas.
Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi ini adalah DGW dan FAP.
Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42
karena adanya hubungan keluarga antara Bapak David Yaory yang merupakan
pemegang saham Perseroan dan DGW; dengan Ibu Amelia Yaory yang merupakan
Direktur FAP.
Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan, Transaksi ini bukan transaksi yang
mengandung benturan kepentingan.
RISIKO DAN MANFAAT DARI TRANSAKSI
Manfaat dan Keuntungan bagi Perseroan atas Transaksi
Transaksi memberikan manfaat dan keuntungan bagi Perseroan berupa:
- Ketersediaan jasa tenaga kerja yang berkualitas untuk menunjang operasi pabrik
secara stabil dan berlangsung dalam jangka panjang.
- Pengalaman kerjasama yang ada dengan FAP memastikan bahwa sistem kerja
outsourcing yang disetujui antara DGW dengan FAP dapat segera dijalankan di
pabrik Cikande yang baru, dengan proses penyesuaian yang lebih cepat jika
dibandingkan dengan opsi lain yaitu menggunakan jasa outsourcing dari penyedia
jasa lain yang belum pernah bekerja sama dengan Perseroan sebelumnya.
- Biaya-biaya yang berhubungan dengan risiko yang berkaitan dengan tenaga kerja,
seperti kecelakaan kerja, tindakan pendisiplinan tenaga kerja, dan-lain akan
menjadi tanggungan FAP.
Risiko Transaksi
Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko yang dihadapi Perseroan.
7
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 9
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Risiko usaha di bawah ini berkaitan dengan Transaksi berdasarkan pengungkapan dari
Perseroan adalah risiko yang berkaitan dengan tenaga kerja, misalnya risiko
kecelakaan kerja, tindakan pendisiplinan tenaga kerja, dan lain-lain, Namun risiko ini
ditanggung oleh FAP sebagai penyedia tenaga kerja dan dapat dimitigasi dengan
penentuan klausa kontrak yang jelas antara DGW dengan FAP.
Dengan demikian, Perseroan melihat tidak ada resiko dalam Transaksi ini.
Kerugian Transaksi
Disamping keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko kerugian yang yang mungkin dihadapi Perseroan.
Adapun kerugian yang mungkin timbul dari Transaksi adalah terkait dengan kerugian
yang berkaitan dengan hasil operasional tenaga kerja, misalnya hasil produksi yang
tidak mencapai target. Namun hal ini dapat dimitigasi dengan penjabaran kontrak yang
jelas antara DGW dengan FAP dan dengan adanya reviu yang dilakukan pada setiap
hasil produksi yang tercapai.
A.2. Analisis Pokok-Pokok Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati
Untuk melaksanakan Transaksi, DGW dan FAP telah menandatangani suatu
Perjanjian, dimana DGW bermaksud untuk menggunakan jasa FAP di bi bidang
layanan pengadaan dan pengelolaan tenaga kerja, dan FAP menyatakan
kesanggupannya untuk melaksanakan jasa dimaksud.
Adapun ketentuan-ketentuan penting dalam Perjanjian ini antara lain:
Pihak Pertama DGW
Pihak Kedua FAP
Tenaga Kerja Karyawan Pihak Kedua yang telah lulus seleksi dari proses seleksi
tenaga kerja dan telah menandatangani perjanjian kerja dengan
Pihak Kedua yang ditugaskan di tempat dimana Pihak Pertama
menyelenggarakan usahanya.
Ketentuan Umum - Tenaga Kerja adalah karyawan Pihak Kedua yang telah lulus
seleksi dari proses seleksi tenaga kerja dan telah
menandatangani perjanjian kerja dengan Pihak Kedua yang
ditugaskan di tempat dimana Pihak Pertama
menyelenggarakan usahanya.
- Hari Kerja adalah hari-hari diluar hari Minggu dan hari libur resmi
lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah atau instansi terkait
lainnya yang berwenang untuk itu.
- Jam Kerja adalah jam kerja normatif yang ditetapkan oleh Pihak
Pertama dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
- Data kehadiran adalah semua data yang memuat kehadiran
Tenaga Kerja Pihak Kedua di lokasi Pihak Pertama.
- Pajak adalah semua jenis pendapatan pemerintah yang timbul
dan berlaku atas Perjanjian ini, sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
8
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 10
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
- Pihak Pertama menunjuk Pihak Kedua untuk melakukan tugas
menyiapkan, menempatkan dan mengelola tenaga kerja untuk
ditempatkan pada lokasi kerja yang telah ditentukan oleh Pihak
Pertama.
- Pihak Kedua akan menyediakan, menempatkan dan mengelola
tenaga kerja guna memenuhi dan sesuai dengan permintaan
dari Pihak Pertama.
- Tenaga Kerja akan bekerja sesuai dengan Standart Operating
Procedure (S.O.P) yang ditentukan oleh Pihak Kedua dan akan
disetarakan dengan S.O.P Pihak Pertama dalam hal terdapat
perbedaan S.O.P, guna pencapaian kinerja yang maksimal.
- Pihak Pertama berkewajiban untuk membayarkan tagihan dari
Lingkup Pekerjaan Pihak Kedua sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian ini.
- Dalam hal terdapat biaya yang terjadi diluar Perjanjian ini yang
ditagihkan kepada Pihak Pertama. Pihak Kedua wajib
memberikan perhitungan secara terperinci.
- Pihak Pertama dapat meminta penggantian Tenaga Kerja yang
telah bertugas di Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, dengan
pemberitahuan secara lisan dan disusul pemberitahuan secara
tertulis kepada Pihak Kedua selambat-lambatnya empat belas
(14) hari kerja sejak pemberitahuan sebagaimana dimaksud.
- Pihak Kedua selambat-lambatnya dalam waktu empat belas
(14) hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan secara tertulis
dari Pihak Pertama wajib melakukan penggantian Tenaga kerja
untuk ditugaskan di Pihak Pertama.
- Melakukan pembayaran atas pekerjaan yang telah dilakukan
Pihak Kedua sesuai dengan jumlah tenaga kerja dan waktu
pembayaran yang telah disepakati Para Pihak;
- Mengijinkan Tenaga Kerja untuk menggunakan fasilitas yang
Kewajiban Pihak
dimiliki Pihak Pertama, sejauh penggunaan fasilitas tersebut
Pertama
berkaitan dengan pelaksanaan berdasarkan tugas dan fungsi
jabatannya;
- Menyediakan fasilitas peralatan kerja yang mendukung tugas
dan fungsi Tenaga Kerja yang ditugaskan di Pihak Pertama.
Kewajiban Pihak Kedua - Menyediakan kandidat Tenaga Kerja paling lambat empat belas
(14) hari kalender sejak diterimanya permintaan tertulis atas
kebutuhan tenaga kerja dari Pihak Pertama;
- Melakukan finalisasi kandidat untuk ditempatkan di kantor Pihak
Pertama paling lambat 5 (lima) hari kalender;
- Bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaan, sebagaimana
diuraikan dalam Perjanjian ini;
Biaya Pekerjaan dan - Pihak Pertama berkewajiban membayar beban biaya tagihan
Pajak sebesar Rp624.000.000,- per bulan kepada Pihak Kedua
dengan ketentuan dan jumlah sebagaimana diatur dalam
lampiran Perjanjian.
- Pihak Pertama berkewajiban membayar PPN dari Total
Handling Fee dengan besaran berdasarkan ketentuan
perpajakan yang berlaku dan Pihak Kedua menerbitkan Faktur
Pajak.
- Pihak Pertama berhak memotong PPh 23 dari Total Handling
Fee Pihak Kedua dengan besaran berdasarkan ketentuan
perpajakan yang berlaku dan atas pemotongan tersebut Pihak
Pertama menerbitkan Bukti Potong PPh 23.
9
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 11
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Keamanan dan - Demi tercapainya keamanan dan keselamatan kerja, maka
Keselamatan Kerja Tenaga Kerja wajib tunduk kepada semua peraturan yang
dikeluarkan oleh Para Pihak
- Pihak Kedua menjamin Tenaga Kerjanya untuk wajib taat dan
patuh terhadap Standar Keamanan dan Keselamatan.
- Pihak Pertama tidak bertanggung jawab atas segala risiko
kecelakaan atau kerugian yang dialami oleh tenaga kerja,
sepanjang hal tersebut tidak disebabkan oleh kelalaian atau
kesalahan dari Pihak Pertama.
- Dalam hal terjadi pelanggaran yang terindikasi dilakukan oleh
Tenaga Kerja saat berlangsungnya Pekerjaan ini, Para Pihak
dapat melakukan Pemeriksaan / Investigasi akan hal tersebut
dan/atau menyerahkan hal tersebut kepada Pihak Yang
berwajib.
Jangka Waktu dan - Kedua Belah Pihak sepakat bahwa Perjanjian ini berlaku untuk
Pengakhiran Perjanjian jangka waktu Tiga (3) tahun sejak 15 Juni 2025 dan akan
berakhir sampai dengan tanggal 30 Juni 2028, dapat
diperpanjang atas kesepakatan bersama.
- Masing – masing Pihak dapat mengakhiri Perjanjian ini dengan
memberitahukan paling lambat 1 (satu) bulan sebelumnya.
Penyelesaian - Para Pihak akan menyelesaikan segala perselisihan yang timbul
Perselisihan sebagai akibat dari pemberlakuan perjanjian ini melalui cara
musyawarah untuk mencapai suatu kemufakatan yang paling
menguntungkan bagi Para Pihak.
- Para Pihak sepakat untuk memilih kediaman hukum yang tetap
dan tidak berubah, baik Pidana maupun Perdata di Kantor
Pengadilan Negeri Serang.
Penggajian / Skema - Gaji pokok mengikuti skala gaji yang ditentukan Para Pihak;
Biaya - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan
mengikuti peraturan perundang-undangan, Program Jaminan
Hari Tua, Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Program
Jaminan Kematian, dan Program Jaminan Pensiun. Pihak
Kedua akan menyerahkan bukti bayar kepada Pihak Pertama;
- Over time berlaku mengikuti Peraturan Perundang undangan
yang berlaku;
- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
ditagihkan setiap bulannya dengan besaran dan pembagiannya
sesuai dengan ketentuan Pemerintah yang berlaku. Pihak
Kedua akan menyerahkan bukti bayar kepada Pihak Pertama;
- Lembur (apabila ada) akan diberikan melalui Pihak Kedua dan
ditagihkan melalui invoice digabung dengan invoice gaji di bulan
tersebut. Data insentif dan lembur akan dikirimkan dari Pihak
Kedua kepada Pihak Pertama.
Handling Fee 5% (lima persen) per bulan yang dihitung dari seluruh komponen
Gaji.
Masa Pembayaran - Pihak Kedua akan mengirimkan surat tagihan kepada Pihak
Pertama setelah soft copy invoice disetujui oleh kedua belah
pihak dan maksimal dikirimkan Tujuh (7) hari setelah
pembayaran gaji karyawan;
- Pembayaran dari tagihan tersebut dilakukan maksimal Empat
Belas (14) hari sejak invoice diterima, jika jatuh tempo hari libur
dibayarkan pada hari berikutnya, melalui transfer antar rekening.
10
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 12
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
B. Analisis Kualitatif
B.1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
URAIAN SINGKAT TENTANG PERSEROAN
Pendirian Perseroan
Perseroan adalah perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.
52 tanggal 29 November 2011, dibuat di hadapan Innovani Damanik, SH. M.Kn., Notaris
di Kabupaten Bekasi. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
59956.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 6 Desember 2011.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan antara lain
dengan (i) Akta No. 8 tanggal 2 Oktober 2024, dibuat di hadapan Gatot Widodo, S.E.,
S.H., M.Kn., mengenai perubahan atas maksud, tujuan dan kegiatan usaha Perseroan.
Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui surat No. AHU-0062981.AH.01.02. Tahun 2024 tanggal
3 Oktober 2024; dan terakhir berdasarkan (ii) Akta No. 124 tanggal 20 Januari 2025,
dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Kn., pernyataan Keputusan pemegang
saham PT Delta Giri Wacana. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat No. AHU-0010529.AH.01.11.
Tahun 2025 tanggal 23 Januari 2025.
Perseroan berkedudukan di Jl. Agung Karya VI A Kav. 7, Kelurahan Papanggo,
Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Susunan pemegang saham Perseroan per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Pemegang Jumlah Modal Disetor Kepemilikan
Saham Saham (Rp)
David Yaory 4.250.000.000 425.000.000.000 85%
PT Agro Jaya Mandiri 750.000.000 75.000.000.000 15%
Total 5,000,000,000 500.000.000.000 100%
Sedangkan berdasarkan Akta No. 124 tanggal 20 Januari 2025 yang dibuat di hadapan
Christina Dwi Utami, S.H., M.Kn., susunan pemegang saham Perseroan mengalami
perubahan menjadi sebagai berikut:
Pemegang Jumlah Modal Disetor Kepemilikan
Saham Saham (Rp)
David Yaory 4.250.000.000 425.000.000.000 72,25%
PT Agro Jaya Mandiri 750.000.000 75.000.000.000 12,75%
Masyarakat 882.353.000 88.235.300.000 15,00%
Total 5.882.353.000 500.000.000.000 100,00%
11
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 13
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Pengurus Perseroan
Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per Tanggal Penilaian adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama : Widagdo Hendro Sukoco
Komisaris Independen : Pending Dadih Permana
Dewan Direksi :
Direktur Utama : David Yaory
Direktur : Danny Jo Putra
Direktur : Yody Suganda
Direktur : Muk Kuang
Direktur : Arbi Munandar
Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan bergerak dalam bidang industri pestisida dan produk-produk kimia.
Izin-izin Yang Diperoleh Perseroan
Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin-izin dari
instansi yang terkait diantaranya adalah :
1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 31.428.025.6-414.000.
2. Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120103970743 yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia c.q. Kepala Badan Koordinasi penanaman
Modal berdasarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang No. 2 tahun
2022 tentang cipta kerja yang ditetapkan pada tanggal 4 September 2018 dan
perubahan terakhir dicetak pada 14 Oktober 2024.
Investasi Perseroan Pada Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi
Perseroan melakukan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan asosiasi dalam bentuk saham dengan persentase kepemilikan
sebagai berikut :
Persentase
Nama Perusahaan
Kepemilikan
PT Dharma Guna Wibawa 99,50%
PT Fertilizer Inti Technology 94,27%
PT Hextar Fertilizer Indonesia 99,50%
PT Bangun Sahabat Tani 99,50%
PT Semesta Alam Sejati 99,50%
PT Mitra International Tunggal 99,50%
12
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 14
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
URAIAN SINGKAT TENTANG DGW
Pendirian DGW
DGW adalah perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 38
tanggal 9 Agustus 2000, dibuat di hadapan Setiawan, SH., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. C3438.HT.01.01.TH.2001 tanggal 29 Maret
2001.
Anggaran dasar DGW telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan
Akta No. 9 tanggal 2 Oktober 2024, dibuat dihadapan Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
0062986.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 3 Oktober 2024.
DGW berkedudukan di Jl. Agung Karya VI Blok A No. 7, Kelurahan Papanggo,
Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham DGW
Modal dasar DGW berdasarkan Akta No. 31 tanggal 15 Desember 2023 adalah sebesar
Rp. 120.000.000.000 yang terdiri dari 1.200.000 saham dengan nominal masing-
masing sebesar Rp.100.000. Dari modal dasar tersebut ditempatkan atau disetor
sebesar Rp.120.000.000.000.
Susunan pemegang saham DGW per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Pemegang Jumlah Modal Disetor Kepemilikan
Saham Saham (Rp)
David Yaory 6.000 600.000.000 0,5%
PT Delta Giri Wacana Tbk 1.194.000 119.400.000.000 99,5%
Total 1.200.000 120.000.000.000 100%
Pengurus DGW
Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per Tanggal Penilaian adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : David Yaory
Dewan Direksi :
Direktur : Yody Suganda
Kegiatan Usaha DGW
DGW bergerak dalam bidang industri pertanian, perdagangan pupuk, pestisida, dan
mesin pertanian.
13
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 15
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Izin-izin Yang Diperoleh DGW
Untuk menjalankan kegiatan usahanya, DGW telah memperoleh izin-izin dari instansi
yang terkait diantaranya adalah :
1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 1.973.999.4-073.000.
2. Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120201930339 yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia c.q. Kepala Badan Koordinasi penanaman
Modal berdasarkan Undang-undang No.6 tahun 2023 tentang penetapan
peraturan pemerintah pengganti undang-undang No. 2 tahun 2022 tentang cipta
kerja menjadi Undang-undang yang ditetapkan pada tanggal 3 September 2018.
URAIAN SINGKAT TENTANG FAP
FAP adalah sebuah Perusahaan yang didirikan tahun 2001, berawal dari industri kecil
untuk mendirikan jasa repacking produk-produk pestisida dan pertanian dengan standar
kualitas yang tinggi. FAP menawarkan pelayanan jasa repacking yang fleksibel, tepat
waktu, dan komunikatif dengan customer. Dengan demikian, customer akan merasa
nyaman dan aman untuk bekerja sama dengan FAP.
Seiring perkembangan bisnis, tahun 2019 FAP mulai beroperasi di pabrik baru Cikande
untuk mendukung pelayanan jasa repacking produk pestisida lebih baik.
Pabrik baru dilengkapi dengan ruang-ruang produksi dan tentu dengan standar
keselamatan kerja yang sesuai. FAP memiliki kapabilitas untuk mengerjakan produk
pestisida dari kemasan 1.6 gr hingga 25 KG untuk powder dan 50 ml hingga 200 L untuk
liquid.
FAP memiliki staf serta team produksi yangberpengalaman dalam bekerja sama
dengan lebih dari belasan customer dan menangani puluhan produk pestisida.
Adapun jasa-jasa yang ditawarkan FAP antara lain tolling dan formulation.
FAP berlokasi di Jl. Modern Industri XXI No. 6A-B, Kawasan Modern Cikande, Desa
Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
Sumber: https://fap.co.id
B.2. Analisis Industri dan Lingkungan
TINJAUAN KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang
2024 tumbuh sebesar 5,03% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi itu lebih
rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun 2023 sebesar 5,05% dan lebih rendah dari
target pemerintah yang sebesar 5,2%. Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu
tak lepas dari kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 yang sebesar 5,02% (yoy).
14
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 16
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Realisasi ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang
mencapai 5,04. Secara lebih rinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024
tercatat sebesar 5,11%, lalu di kuartal II-2024 tumbuh sebesar 5,05%, dan pada kuartal
III-2024 tumbuh sebesar 4,95%. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam
Kompas.com mengatakan, secara kumulatif atau c to c, ekonomi Indonesia pada tahun
2024 tumbuh sebesar 5,03%. Amalia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia
pada tahun 2024 turut dipengaruhi kondisi perekonomian global. Ekonomi global
diproyeksi akan tetap tumbuh, namun melambat pada 2024. Imbas dari perlambatan
ekonomi tersebut, aktivitas perdagangan global pun melemah. Hal ini kemudian
berimplikasi terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berasal dari
perdagangan internasional. Secara rinci, pertumbuhan ekonomi 2024 tercatat sebesar
5,11% pada kuartal I, 5,05% pada Kuartal II, dan 4,95% pada Kuartal III.
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam kontan.co.id menyampaikan,
lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi kuartal IV 2024
adalah, industri pengolahan tumbuh 4,89% yoy, perdagangan 5,19% yoy, pertanian
0,71% yoy, konstruksi 5,81% yoy, dan pertambangan 3,95% yoy. Adapun
total share dari kelima lapangan usaha tersebut mencakup 63,34% dari total produk
domestik bruto (PDB). Dari sisi lapangan usaha pada kuartal IV 2024, seluruh lapangan
usaha tumbuh positif. Amalia menambahkan, lapangan usaha dengan pertumbuhan
tertinggi yakni jasa lainnya sebesar 11,36% yoy, didukung oleh peningkatan aktivitas
rekreasi seiring peningkatan jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara.
Kemudian, jasa perusahaan yang tumbuh 8,08% yoy, ditopang oleh peningkatan
aktivitas agen perjalanan, penyelenggaraan tur, dan jasa reservasi lainya selama
periode Natal dan tahun Baru 2024, serta peningkatan jumlah jamaah umroh.
Selanjutnya, transportasi dan pergudangan tumbuh 7,92%, sejalan dengan
peningkatan jumlah penumpang dan barang di berbagai moda transportasi terutama
saat libur Natal dan tahun Baru.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari
prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 sedikit di bawah
prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
maupun investasi. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung
lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan
dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama, kecuali AS.
Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah ke bawah
sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan
lapangan kerja. Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat
karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik
domestik maupun ekspor. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7 - 5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan
sebelumnya 4,8 - 5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran
kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi stimulus
kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang
ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu,
Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam
Asta Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta akselerasi
ekonomi dan keuangan digital.
15
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 17
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tabel Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 – 2024
Indikasi Ekonomi 2020 2021 2022 2023 2024
Pertumbuhan PDB
-2,07 3,69 5,31 5,05 5,03
(yoy, %)
Nominal PDB
15.434,2 16.970,8 19.588,4 20.892,4 22.139,0
(Rp. Triliun)
Tingkat Inflasi
1,68 1,87 5,51 2,61 1,57
(%, akhir tahun)
Suku Bunga BI (%) 3,75 3,50 5,50 6,00 6,00
Cadangan Devisa
135,9 144,9 137,2 146,4 155,7
(USD Miliar)
Nilai Tukar Rupiah
13.901 14.269 15.731 15.399 16.157
(Rp/USD, akhir tahun)
Sumber: BPS, Bank Indonesia dan sumber lainnya (diolah)
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Desember
2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku
bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar
6,75%. Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan
tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025, serta
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Fokus kebijakan moneter
diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak makin tingginya
ketidakpastian perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat (AS) dan
eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah. Ke depan, Bank Indonesia terus
mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan prospek inflasi serta dinamika kondisi
ekonomi yang berkembang, dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga
kebijakan lanjutan. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran
terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong
kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan ekonomi hijau, melalui penguatan
strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai Januari 2025,
dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga
diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan
UMKM, dengan memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem
pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.
Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan
dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar
AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional
sekitar 3 bulan impor.
16
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 18
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi
modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam
kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal
dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif
investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil
investasi yang menarik.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%,
sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini
dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan
konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile
food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan
seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID
melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam
kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap
terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi
yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat
merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan
kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank
Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga
inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap
mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sepanjang 2024, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami
fluktuasi yang signifikan. Dalam waktu singkat rupiah menguat namun dalam sekejap
juga rupiah dapat melemah. Dikutip dari cnbcindonesia.com, per 27 Desember 2024
rupiah ditutup di angka Rp16.230/USD. Posisi ini merupakan yang terlemah sejak 19
Desember 2024. Secara month to date/mtd, rupiah telah terdepresiasi sebesar 2,46%
dan secara year to date/ytd, rupiah telah ambruk sebesar 5,42%. Dalam perjalannya
rupiah sempat mengalami posisi terkuat yakni pada 25 September 2024 di angka
Rp15.095/USD. Sementara rupiah juga pernah anjlok hingga menyentuh level
terburuknya di tahun ini yakni pada 21 Juni 2024 di angka Rp16.445/USD. Sebelumnya,
nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) 2024 yakni sebesar Rp15.000/USD. Jika dilihat hingga saat ini,
posisi rupiah sudah melenceng sekitar Rp1.230/USD atau telah ambles 8,2%
dibandingkan target dari APBN itu sendiri. Sementara menurut Jakarta Interbank Spot
Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah terhadap dolar AS pada 31 Desember 2024 sebesar
Rp 16.157. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank
Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang
rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Produk Domestik Bruto
Perekonomian Indonesia 2024 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB)
atas dasar harga berlaku mencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita mencapai
Rp78,6 juta atau USD4.960,3. Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha.
17
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 19
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Lainnya sebesar
9,80%; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69%; dan Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56%. Sementara itu, Industri Pengolahan
yang memiliki peran dominan tumbuh 4,43%. Sedangkan Perdagangan Besar dan
Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
masing-masing tumbuh sebesar 4,86% dan 0,67%. Struktur PDB Indonesia menurut
lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2024 didominasi oleh Lapangan Usaha
Industri Pengolahan sebesar 18,98%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,07%; Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan sebesar 12,61%; Konstruksi sebesar 10,09%; serta Pertambangan dan
Penggalian sebesar 9,15%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam
perekonomian Indonesia mencapai 63,90%.
Ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 terhadap kuartal IV-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar
5,02%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang
tumbuh signifi kan adalah Jasa Lainnya sebesar 11,36%; diikuti oleh Jasa Perusahaan
sebesar 8,08%; Transportasi dan Pergudangan sebesar 7,92%; dan Informasi dan
Komunikasi sebesar 7,45%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan,
Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,89%. Sedangkan Perdagangan Besar dan
Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
masing-masing tumbuh sebesar 5,19% dan 0,71%. Sementara itu, ekonomi Indonesia
kuartal IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terjadi pada beberapa
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifi kan
diantaranya Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar
16,63%; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar
8,40%. Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 18,49%.
Sumber: BPS
18
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 20
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dari sisi pengeluaran, ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03% (c-to-c)
dibanding tahun 2023. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen PDB Pengeluaran.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada PK-LNPRT sebesar 12,48%; diikuti Komponen
PK-P sebesar 6,61%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 6,51%; Komponen
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,94%; dan Komponen
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,61%.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (factor pengurang dalam PDB
menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 7,95%. Struktur PDB Indonesia menurut
pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2024 tidak menunjukkan perubahan yang
signifi kan. Perekonomian Indonesia didominasi oleh Komponen PK-RT dengan
kontribusi sebesar 54,04%. Komponen PMTB memiliki kontribusi terbesar kedua yakni
sebesar 29,15%, diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,18%;
Komponen PK-P sebesar 7,73%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,25%; dan
Komponen PK-LNPRT sebesar 1,36%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
Jasa memiliki kontribusi sebesar 20,39%
Ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 terhadap kuartal IV-2023 tumbuh sebesar 5,02%
(y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran. Pertumbuhan terti
nggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa, yang mengalami peningkatan
sebesar 7,63%, diikuti Komponen PK-LNPRT tumbuh sebesar 6,06%. Selain itu,
Komponen PMTB, PK-RT, dan PK-P tumbuh masing-masing sebesar 5,03%, 4,98%,
dan 4,17%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 10,36%.
Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2024 dibanding kuartal III-2024 tumbuh sebesar
0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terti nggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 38,58%,
diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 6,36%. Selain itu, Komponen Ekspor Barang dan
Jasa, Komponen PMTB, dan Komponen PK-RT masing-masing tumbuh sebesar
4,63%, 2,44%, dan 1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh
sebesar 3,23%.
Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian Indonesia
secara spasial selama tahun 2024 dengan kontribusi sebesar 57,02%; diikuti Pulau
Sumatera sebesar 22,12%; Pulau Kalimantan sebesar 8,24%; Pulau Sulawesi sebesar
7,12%; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,81%; serta Pulau Maluku dan Papua
sebesar 2,69%. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau
tercatat kondusif walaupun dibayangi tekanan global geopolitik dan internal dalam
negeri. Secara kumulatif, pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok Pulau
Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 7,81%; diikuti Pulau Sulawesi sebesar 6,18%;
Pulau Kalimantan sebesar 5,52%; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,04%; dan
Pulau Jawa sebesar 4,92%. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh
sebesar 4,45%
19
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 21
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PDB Menurut Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
(triliun rupiah)
Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
(persen)
Sumber: bps.go.id
20
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 22
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Perkembangan Ekspor Impor Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia Desember 2024
mencapai USD23,46 miliar atau turun 2,24% dibanding ekspor November 2024.
Dibanding Desember 2023 nilai ekspor naik sebesar 4,78%. Ekspor nonmigas
Desember 2024 mencapai USD21,92 miliar, turun 3,36% dibanding November 2024
dan naik 4,83% jika dibanding ekspor nonmigas Desember 2023. Secara kumulatif, nilai
ekspor Indonesia Januari - Desember 2024 mencapai USD264,70 miliar atau naik
2,29% dibanding periode yang sama tahun 2023. Sejalan dengan total ekspor, nilai
ekspor nonmigas yang mencapai USD248,83 miliar juga naik 2,46%. Dari sepuluh
komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Desember 2024, sebagian besar
komoditas mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar pada mesin dan
peralatan mekanis serta bagiannya sebesar USD206,1 juta (26,38%). Sementara yang
mengalami peningkatan terbesar adalah logam mulia dan perhiasan/permata sebesar
USD41,9 juta (6,54%).
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari - Desember 2024
naik 5,33% dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil
pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 29,81%, sedangkan ekspor hasil
pertambangan dan lainnya turun 10,20%. Ekspor nonmigas Desember 2024 terbesar
adalah ke Tiongkok yaitu USD5,79 miliar, disusul Amerika Serikat USD2,46 miliar, dan
Jepang USD1,45 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,21%. Sementara
ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD4,10 miliar
dan USD1,35 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada
Januari - Desember 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai USD37,87 miliar
(14,31%), diikuti Jawa Timur USD25,72 miliar (9,72%) dan Kalimantan Timur USD25,46
miliar (9,62%).
Sumber : www.bps.go.id
21
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 23
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sedangkan untuk nilai impor Indonesia Desember 2024 mencapai USD21,22 miliar,
naik 8,10% dibandingkan November 2024 atau naik 11,07% dibandingkan Desember
2023. Impor migas Desember 2024 senilai USD3,30 miliar, naik 28,26% dibandingkan
November 2024 atau turun 2,24% dibandingkan Desember 2023. Impor nonmigas
Desember 2024 senilai USD17,92 miliar, naik 5,06% dibandingkan November 2024
atau naik 13,92% dibandingkan Desember 2023. Dari sepuluh golongan barang utama
nonmigas Desember 2024, golongan mesin/peralatan mekanis dan bagiannya yang
mengalami peningkatan tertinggi senilai USD197,2 juta (6,93%) dibandingkan
November 2024. Sementara golongan logam mulia dan perhiasan/permata mengalami
penurunan terbesar senilai USD143,4 juta (21,11%). Tiga negara pemasok barang
impor nonmigas terbesar selama Desember 2024 adalah Tiongkok USD7,29 miliar
(40,65%), Jepang USD1,34 miliar (7,48%), dan Australia USD0,87 miliar (4,84%). Impor
nonmigas dari ASEAN USD2,70 miliar (15,08%) dan Uni Eropa USD1,14 miliar (6,38%).
Seluruh nilai impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari - Desember
2024 mengalami peningkatan terhadap periode yang sama tahun sebelumnya.
Golongan bahan baku/penolong meningkat tertinggi senilai USD8,52 miliar (5,29%),
diikuti barang modal USD2,09 miliar (5,34%) dan barang konsumsi USD1,16 miliar
(5,37%). Neraca perdagangan Indonesia Desember 2024 mengalami surplus USD2,24
miliar terutama berasal dari sektor nonmigas USD4,00 miliar, namun sektor migas
deficit senilai USD1,76 miliar.
Inflasi dan IHSG
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Desember 2024 terjadi inflasi year on
year (y-on-y) sebesar 1,57% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,80.
Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,36%
dengan IHK sebesar 111,80 dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar
0,44% dengan IHK sebesar 107,28. Deflasi provinsi y-on-y terjadi di Provinsi Gorontalo
sebesar 0,79% dengan IHK sebesar 106,60. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-
y tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 5,36% dengan IHK sebesar 111,80
dan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,02% dengan IHK sebesar
110,61. Deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kota Gorontalo sebesar
1,10% dengan IHK sebesar 105,07 dan terendah terjadi di Kabupaten Muko Muko
sebesar 0,16% dengan IHK sebesar 104,79. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya
kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,90%;
kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,16%; kelompok perumahan, air, listrik, dan
bahan bakar rumah tangga sebesar 0,59%; kelompok perlengkapan, peralatan dan
pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,04%; kelompok kesehatan sebesar 1,93%;
kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17%; kelompok pendidikan
sebesar 1,94%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar
2,48%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,02%. Sementara
kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok
transportasi sebesar 0,30% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan
sebesar 0,27%. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Desember 2024 sebesar
0,44% dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Desember 2024 sebesar 1,57%. Tingkat
inflasi y-on-y komponen inti Desember 2024 sebesar 2,26%, inflasi m-to-m sebesar
0,17%, dan inflasi y-to-d sebesar 2,26%.
22
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 24
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Inflasi (2020-2024)
Sumber: BPS, BI
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,62% menjadi
7.079,90 pada penutupan perdagangan Senin (30/12/2024). Menurut Kepala Eksekutif
Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa
Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dalam katadata.co.id, pasar modal Indonesia
menunjukkan resiliensi dalam setahun terakhir di tengah banyaknya tantangan global
dan domestik. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham menguat
hari ini, Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,01%. Diikuti sektor barang
konsumen primer dan sektor industri yang masing-masing naik 2,28% dan 1,68%.
Sementara hanya ada satu sektor yang melemah, yaitu sektor keuangan yang
terkoreksi 0,28%. Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam
negeri mencapai 1 juta kali transaksi. Total saham berpindah tangan mencapai 26,27
miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp12,39 triliun. Sebanyak 338 saham ditutup
menguat, lalu 251 saham melemah, dan 210 saham stagnan. Emiten top
gainers adalah WAPO yang meningkat 34,65%, diikuti MMIX dan KEJU yang masing-
masing naik 34,02% dan 24,62%. Di sisi lain, emiten berkode VTNY menjadi top
loser setelah ambles 14,57%, disusul JGLE dan KREN yang sama-sama terkoreksi
14,29%. Bursa saham Asia sore ini ditutup variatif. Indeks Nikkei turun 0,96% ke
39.894,54; indeks Hang Seng turun 0,24% ke 20.041,42; indeks Shanghai naik 0,21%
ke 3.407,33; dan indeks Strait Times naik 0,64% ke 3.795,73.
Perlu diketahui bahwa IHSG sudah pernah menempati posisi tertinggi dan terendahnya.
Posisi terendah berada di level 6.993,07 sementara level IHSG pada akhir perdagangan
2024 merupakan posisi tertinggi sepanjang perdagangan berlangsung. Sampai akhir
perdagangan, IHSG tercatat telah memperjualbelikan 26,27 miliar lembar saham
dengan frekuensi sebanyak 1.009,286 kali. Adapun nilai transaksi yang berhasil
dibukukan mencapai Rp12,39 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp12.367 triliun. Posisi
top gainers LQ45 ditempati oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melonjak
11,11%. Disusul PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 5,73% dan
PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik 5,41%.
23
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 25
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sementara posisi saham top losers LQ45 diduduki oleh PT Alamtri Resources
Indonesia Tbk (ADRO) yang melemah -4,43%. Kemudian, PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk (INTP) yang ambruk -2,63% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(JK:BMRI) yang merosot -1,72%.
Grafik Pertumbuhan IHSG
Sumber: finance.yahoo.com
Prospek Perekonomian Indonesia
Pemerintah memasang target proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai
5,2% pada 2025, seperti yang ditetapkan dalam UU APBN 2025. Target tersebut tidak
berbeda dari target 2024 yang sama-sama sebesar 5,2%. Wakil Menteri Keuangan
Thomas Djiwandono dalam bisnis.com mengungkapkan realisasi target pertumbuhan
tahun depan akan sangat bergantung pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Selanjutnya, International Monetary Fund (IMF)
dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2024, memproyeksikan bahwa
pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1% pada 2025. Bahkan, angka tersebut
diperkirakan stagnan hingga 2029. Secara umum, laporan World Economic Outlook
Oktober 2024 menggambarkan bahwa perjuangan global melawan Inflasi sebagian
besar berhasil dimenangkan. Tingkat inflasi secara global diperkirakan mencapai 3,5%
pada akhir 2025, di bawah tingkat rata-rata 2000 - 2019 sebesar 3,6%. Lalu, meskipun
terjadi pengetatan kebijakan moneter yang tajam di banyak belahan dunia, kondisi
ekonomi global tetap tangguh sehingga terhindar dari resesi.
Bank Dunia atau World Bank dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi
Desember 2024, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1%
pada 2025. Bank Dunia menyoroti bahwa prospek ekonomi ini menghadapi risiko yang
seimbang. Di mana risiko negatif mencakup ketegangan geopolitik yang meningkat
sekaligus potensi penundaan dalam reformasi fiskal dan struktural. Sementara itu,
dalam laporan Economic Surveys Indonesia edisi November 2024, Organisation for
Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan ekonomi
Indonesia akan tumbuh mencapai 5,2% pada 2025. Secara keseluruhan, OECD
memandang perekonomian Indonesia telah pulih dari efek pandemi Covid-19. Kendati
demikian, kini Indonesia terdampak ketidakpastian perekonomian global. Oleh sebab
itu, lembaga yang beranggotakan banyak negara-negara maju tersebut menekankan
perlunya kebijakan moneter dan fiskal yang tetap prudent untuk mempertahankan
stabilitas ekonomi makro Indonesia.
24
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 26
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tinjauan Industri Pupuk dan Pertanian
Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2024
mencapai 5,02% year on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi bila
dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,95% yoy. Plt. Kepala BPS, Amalia
Adininggar Widyasanti dalam kontan.co.id menyampaikan, lima lapangan usaha
dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi kuartal IV-2024 adalah, industri
pengolahan tumbuh 4,89% yoy, perdagangan 5,19% yoy, pertanian 0,71% yoy,
konstruksi 5,81% yoy, dan pertambangan 3,95% yoy. Adapun total share dari kelima
lapangan usaha tersebut mencakup 63,34% dari total produk domestik bruto (PDB).
Sektor pertanian turut berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) selama kuartal
IV-2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia secara kumulatif
pada periode Januari-Desember 2024 mencapai USD264,70 miliar atau naik 2,29
persen dibanding periode yang sama 2023. Sementara itu, ekspor kumulatif nonmigas
mencapai USD248,83 miliar atau naik 2,46 persen. Ekspor produk pertanian,
kehutanan, dan perikanan meningkat signifikan sebesar 29,81 persen, didorong oleh
peningkatan ekspor kopi. Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi dalam
Indonesia.go.id menyoroti pentingnya implementasi rantai dingin (cold chain) secara
end-to-end untuk produk pertanian, kehutanan, dan perikanan yang bersifat mudah
rusak (perishable). Dibutuhkan gudang dingin (cold storage) dan teknologi khusus
seperti controlled atmosphere storage (CAS) untuk menjaga kualitas produk. Hilirisasi
sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sangat penting untuk meningkatkan
kualitas, kuantitas, dan daya saing produk.
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) Badan Riset dan Inovasi
Nasional (BRIN) Puji Lestari menyampaikan sepanjang 2024, ORPP berhasil mencatat
berbagai langkah signifikan, terutama dalam mengatasi isu-isu kritis seperti ketahanan
pangan, praktik pertanian berkelanjutan, serta integrasi teknologi dalam sistem pangan
dan pertanian. Berbagai inovasi telah dihasilkan, mulai dari pengembangan varietas
unggul tanaman dan rumpun ternak yang meningkatkan produktivitas serta kualitas
hasil pertanian, hingga efisiensi proses pascapanen yang mendukung ketahanan
pangan nasional. Namun, di balik pencapaian tersebut, ORPP menghadapi tantangan
besar. Dampak perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan meningkatnya
kebutuhan pangan akibat pertumbuhan populasi yang pesat menjadi tantangan utama.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi
melalui digitalisasi penebusan yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero).
Industri Pupuk
Tanaman merupakan mahluk hidup yang membutuhkan berbagai unsur hara seperti C,
H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe dan lain sebagainya. Untuk memenuhi berbagai unsur hara
ini maka tanaman juga memerlukan pupuk. Pupuk merupakan produk kimia yang
digunakan untuk membantu dalam meningkatkan dan mempercepat partumbuhan
serta perkembangan tanaman yang sedang dibudidayakan sehingga dapat
mempercepat produksi tanaman, selain itu pupuk juga diperlukan untuk membantu
menyuburkan tanaman sehingga tanaman yang dibudidayakan menjadi lebih tahan
terhadap hama penyakit. Pupuk juga dapat membantu dalam memanipulasi lingkungan
sekitar tanaman agar sesuai dengan pertumbuhan dan juga perkembangan tanaman
yang bersangkutan, disamping itu pupuk juga dapat membantu dalam merangsang
pertumbuhan akar, batang dan daun tanaman.
25
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 27
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Berdasarkan proses pembuatannya pupuk dibedakan menjadi dua yaitu pupuk buatan
dan pupuk alam. Pupuk ini dapat diaplikasikan lewat tanah, dan dan injeksi ke batang
tanaman. Adapun beberapa jenis pupuk yang beredar di pasaran terbagi atas 2 jenis
yaitu pupuk kimia dan pupuk organik.
Pupuk Kimia
Pupuk kimia merupakan pupuk yang dibuat dengan menggunakan berbagai bahan
kimia adapun bebrapa jenisnya yang beredar di pasaran adalah :
1. Urea
merupakan jenis pupuk kimia yang paling diminati karena sangat bermanfaat
untuk lahan pertanian dan budidaya, pupuk ini terbuat dari gas amoniak dan gas
asam arang. Adapun dalam pupuk ini jumlah kandungan nitrogennya cukup
tinggi yaitu sebesar 46 kg dari 100 kg pupuk. Kandungan nitrogen yang tinggi ini
sangat penting untuk membantu mempercepat pertumbuhan dan perkembangan
tanaman sebab nitrogen membantu mempercepat fotosintesis sehingga
menghasilkan banyak klorofil.
2. Za (Zwavelzure Amonium)
merupakan pupuk yang mengandung 21% nitrogen dan 24% sulfur. Pupuk ZA
ini biasanya digunakan sebagai pupuk dasar tanaman karena memiliki reaksi
kerja yang agak lambat. Pupuk ZA bersifat higroskopis atau mudah menyerap
air, dan karena reaksi pupuk ZA ini yang asam membuat pupuk ini kurang cocok
untuk tanaman muda karena rata-rata tanaman muda masih asam.
3. SP-36(Super phosphate)
merupakan pupuk hasil pencampuran asam sulfat dan fosfat alam. Pupuk ini
sering digunakan untuk tanaman perkebunan dan holtikultura. Pupuk ini sangat
bermanfaat untuk merangsang tanaman agar menghasilkan buah yang lebih
banyak selain itu SP-36 juga berfungsi untuk membantu kualitas biji,
merangsang pembelahan tanaman, mempercepat pemasakan buah,
menguatkan batang tanaman dan mempercepat jaringan sel. Pupuk SP36
mengandung 36% fosfor. Sama dengan Za, pupuk SP36 ini juga sering
digunakan sebagai pupuk dasar tanaman.
4. Kalium Klorida
Adalah pupuk yang terbuat dari ekstraksi mineral kalim dan mengandung 60%
kalium. Pupuk ini mudah larut dalam air sehingga mudah terserap dalam tanah.
Namun pupuk ini kurang cocok untuk tanaman seperti wortel dan kentang
karena reaksi toksiknya akan muncul pada tanaman tersebut. Pupuk ini cocok
digunakan untuk pupuk dasar maupun pupuk susulan.
5. NPK Phonska
Digunakan sebagai penyeimbang unsur hara. Pupuk NPK dapat membantu
tanaman agar tidak kerdil serta membuat pertumbuhan akar menjadi kuat,
banyak dan panjang sehingga mudah menyerap zat hara dalam tanah.
26
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 28
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
6. Dolomite (kapur karbonat)
Merupakan pupuk yang sering digunakan dalam pertanian dan digunakan
sebagai penyedia unsur hara makro sekunder Ca dan Mg. dengan reaksi kimia
yang ditimbulkan basa ( alkali ) sehingga dapat membantu untuk meningkatkan
pH tanah.
7. ZK (Zwavelzure Kali)
Adalah pupuk yang terbuat dari kandungan asam belerang dan kalium sehingga
sering disebut pupuk sulfat. Pupuk ini cocok untuk tanaman wortel dan kentang.
Pupuk Organik
Pupuk organik merupakan pupuk yang dibuat dengan bahan alami, antara lain:
1. Pupuk Kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan baik ternak
maupun unggas, seperti kerbau, sapi, kambing, dan ayam. Pupuk ini dapat
membantu menyuburkan tanah dan tanaman karena banyak mengandung unsur
hara atau nutrisi seperti fosfor, nitrogen dan kalium, selain itu juga terdapat unsur
lainnya seperti magnesium, sulfer kalsium,besi, natrium, molybdenum, dan
tembaga.
2. Pupuk Hijau merupakan pupuk yang berasal dari sisa tumbuhan, biasanya pupuk
ini dibuat dari tanaman hasil panen. Pupuk ini sant membantu untuk
meningkatkan kualitas tanah
3. Pupuk Kompos merupakan pupuk yang terbentuk dari sisa bahan organik yang
berasal dari tumbuhan, hewan dan limbah organik yang secara alami melalui
dekomposisi atau fermentasi
4. Pupuk Hayati yaitu pupuk yang bekerja dengan memanfaatkan organisme hidup
5. Humus yaitu pupuk yang dihasilkan dari proses dekomposisi atau pelapukan dari
daun-daun serta ranting-ranting tanaman yang membusuk secara alami
6. Pupuk Serasah yaitu pupuk yang terbuat dari limbah organik nabati atau
komponen tanaman yang sudah tidak lagi terpakai. Pupuk ini berasal dari
perbahan warna dan bentuk seperti jerami, sabut kelapa dan rumput.
Dengan melihat pentingnya pupuk untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas
tanaman serta meningkatkan kualitas tanah maka industri ini terlihat akan terus
berkembang selama industri pendukung pupuk ini juga semakin meningkat seperti
industri perkebunan, dan pertanian. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan yang
dikeluarkan oleh berbagai Lembaga seperti Astute Analytica, dan the International
Council of Chemical Associations. Pasar pupuk diperkirakan mencapai 402,5 miliar
USD pada tahun 2025 dan akan mencapai 541,2 miliar USD pada tahun 2030, dengan
CAGR 6,10% selama periode perkiraan (2025-2030). Pasar pupuk global mengalami
transformasi signifikan yang didorong oleh praktik pertanian yang berkembang dan
masalah ketahanan pangan. Saat ini, lebih dari 95% lahan pertanian global
didedikasikan untuk budidaya tanaman pangan, dengan padi, gandum, dan jagung
yang secara kolektif mencakup sekitar 38% lahan pertanian global. Pola budidaya yang
ekstensif ini telah menyebabkan peningkatan kebutuhan nutrisi dan aplikasi pupuk yang
lebih canggih. Industri ini menyaksikan pergeseran ke arah pertanian presisi dan teknik
pertanian cerdas, yang mengoptimalkan penggunaan pupuk dan meningkatkan hasil
panen sambil meminimalkan dampak lingkungan.
27
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 29
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Industri pupuk memegang peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan
ekonomi Indonesia. Ketersediaan pangan nasional dapat terpenuhi melalui
peningkatan produksi dan produktivitas tanaman, dan pupuk menjadi faktor kunci
keberhasilan ketahanan pangan tersebut. Pemerintah mendukung revitalisasi
infrastruktur industri pupuk melalui modernisasi. Untuk itu, industri, lembaga penelitian,
dan Kementerian/Lembaga terkait harus berkolaborasi mengembangkan pupuk yang
lebih efisien dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya
menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga bahan baku dan perubahan iklim.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam ekon.go.id
mengatakan, tujuan membangun pabrik pupuk, bukan untuk petrokimia, tapi tujuan
utamanya untuk produksi beras. Tidak ada revolusi pertanian tanpa pupuk. Tetapi
pasca reformasi, pembangunan pabrik pupuk dan turunannya relatif lebih lambat.
Padahal, pembangunan sebuah pabrik adalah employment terbesar untuk masyarakat
sekitar pada industri yang sifatnya capital intensive.
Produksi dan Permintaan Pupuk di Indonesia
PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat stok pupuk nasional mencapai 1,4 juta ton
pada penghujung 2024. Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh
dalam tempo.co mengatakan, stok ini bisa menopang kebutuhan musim tanam perdana
di 2025. Tri menjelaskan bahwa stok yang dimiliki Pupuk Indonesia saat ini terdiri dari
pupuk bersubsidi dan nonsubsidi. Berdasarkan data per 27 Desember 2024, jumlah
pupuk bersubsidi yang dimiliki Pupuk Indonesia mencapai 1.069.208 juta ton. Stok
pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari pupuk jenis urea sebanyak 544.295 ton, NPK
sebesar 472.234 ton, NPK Formula Khusus sebesar 16.843 ton, dan organik sebesar
35.836 ton. Sementara itu, stok pupuk nonsubsidi sebanyak 428.299 ton yang terdiri
dari urea sebesar 355.982 ton dan NPK sebesar 72.318 ton. Stok pupuk bersubsidi per
tanggal 27 Desember 2024 sebesar 1.069.208 ton.
28
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 30
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PT Pupuk Indonesia (Persero) menuturkan bahwa sepanjang 2024 telah meraih
beberapa target dan pencapaian. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi
dalam kontan.co.id mengatakan bahwa Perusahaan berhasil lakukan digitalisasi
layanan, penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat waktu, hingga revitalisasi pabrik guna
mencukupi kebutuhan pupuk nasional. Dia melanjutkan, dengan kapasitas produksi
sebesar 14,6 juta ton, Pupuk Indonesia menjadi produsen pupuk berbasis nitrogen
terbesar di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Dalam beberapa waktu ini,
kata dia, Pupuk Indonesia bersama anak perusahaan telah melakukan sejumlah inisiatif
untuk mempertahankan pencapaian tersebut dengan cara meningkatkan kapasitas
produksi maupun melakukan inovasi bisnis yang lebih ramah lingkungan. Beberapa
upaya yang dilakukan di antaranya pembangunan pabrik NPK Pupuk Iskandar Muda
(PIM), pabrik NPK Phonska V Pupuk Petrokimia Gresik (PKG), dan terbaru adalah
proyek revitalisasi pabrik III-B milik PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri). Pupuk
Indonesia bersama seluruh anak perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan
efisiensi produksi dan inovasi hijau sebagai strategi utama dalam memperkuat
ketahanan pangan nasional. Ia menambahkan, implementasi proyek-proyek ini
diharapkan dapat semakin meningkatkan daya saing industri pupuk nasional sekaligus
mendukung transisi menuju ekonomi hijau. Menurut Rahmat, dengan strategi yang
terarah, Pupuk Indonesia optimistis dapat terus memainkan peran sentral dalam industri
pupuk dan petrokimia nasional serta global.
Rahmad Pribadi juga mengungkapkan revitalisasi Pusri III-bertujuan agar pabrik yang
telah berusia lebih dari 40 tahun itu bisa lebih hemat energi dan mengurangi emisi
karbon. Selain itu, pengembangan pabrik ini juga dilakukan agar penggunaan bahan
baku menjadi lebih efisien. Pabrik Pusri III-B didesain lebih ramah lingkungan karena
menerapkan teknologi teranyar seperti KBR purifier untuk memproduksi amonia.
Sementara dalam proses produksi urea, pabrik Pusri III-B akan menggunakan sistem
Advance Cost Energy Saving (ACES 21) yang lebih hemat energi. Pada saat sudah
beroperasi, pabrik Pusri III-B diperkirakan dapat menghemat konsumsi gas bumi
sebesar 10 MMBTU per ton urea sehingga diharapkan dapat menghemat biaya gas
hingga Rp 1,5 triliun per tahun. Revitalisasi pabrik Pusri III-B bertujuan untuk
menggantikan pabrik Pusri III dan IV. Dibandingkan dengan kedua pabrik tersebut,
teknologi yang digunakan pada pabrik Pusri III-B ini merupakan teknologi yang lebih
ramah lingkungan. Rahmad mengatakan revitalisasi ditargetkan akan rampung pada
tahun 2027 dan pabrik akan memiliki kapasitas produksi sebesar 445.500 ton amonia
per tahun, serta 907.000 ton urea per tahun. Dia berharap, penyelesaian revitalisasi
pabrik ini akan mampu mendukung program pemerintah dalam mempercepat
pencapaian swasembada pangan.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini dalam drp.go.id menekankan pentingnya
peran strategis industri pupuk dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rachmat
Pribadi, Anggia menyoroti urgensi modernisasi dan kolaborasi lintas sektor guna
meningkatkan efisiensi distribusi serta keberlanjutan sektor pupuk di tengah tantangan
global, seperti fluktuasi harga bahan baku dan perubahan iklim. Industri pupuk adalah
kunci untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam konteks perhatian besar
Presiden terhadap kedaulatan pangan, memastikan ketersediaan pupuk yang memadai
sangatlah krusial untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.
29
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 31
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Anggia mengapresiasi langkah pemerintah yang menaikkan alokasi pupuk bersubsidi
tahun 2024 menjadi 9,55 juta ton, hampir dua kali lipat dari alokasi tahun sebelumnya
sebesar 4,7 juta ton. Anggaran subsidi pupuk juga meningkat menjadi Rp33,78 triliun
dari alokasi awal Rp26,68 triliun.
Distribusi Pupuk
Pemerintah telah menetapkan alokasi volume pupuk bersubsidi tahun 2024 sebesar
9,55 juta ton. Volume ini naik dari alokasi awal pupuk bersubsidi sebesar 4,7 juta ton.
Anggaran subsidi pupuk tahun 2024 juga ditambahkan sebesar Rp7,1 triliun dari nilai
awal Rp26,68 triliun, sehingga total anggaran menjadi Rp33,78 triliun. Pemerintah saat
ini juga sedang berupaya terus meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam
penyaluran pupuk bersubsidi. Adopsi teknologi digital dilakukan untuk meningkatkan
pengawasan distribusi dan penyaluran sampai ke petani agar tepat sasaran. Salah satu
upaya penting dalam hal ini yaitu mengintegrasikan data dan sistem dalam satu
platform terintegrasi dan real-time.
PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 7.312.584
ton atau 7,3 juta ton hingga 27 Desember 2024. Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia
Tri Wahyudi Saleh dalam bisnis.com menyampaikan, total pupuk subsidi yang telah
disalurkan itu terdiri dari 3,69 juta ton urea, 3,57 juta ton NPK, dan 46.845 ton pupuk
organik. Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga akhir Desember 2024 ini telah
mencapai hasil yang memuaskan. Dengan kinerja positif tersebut, Tri Wahyudi
optimistis Pupuk Indonesia dapat memenuhi kebutuhan stok pupuk nasional di 2025.
Tercatat, stok pupuk nasional hingga akhir 2024 mencapai 1.497.507 ton atau 1,49 juta
ton. Stok ini terdiri dari pupuk bersubsidi dan nonsubsidi. Berdasarkan data per 27
Desember 2024, jumlah pupuk bersubsidi yang dimiliki Pupuk Indonesia mencapai
1.069.208 juta ton. Stok pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari pupuk jenis urea
sebanyak 544.295 ton, NPK sebesar 472.234 ton, NPK Formula Khusus sebesar
16.843 ton, dan organik sebesar 35.836 ton.
Sementara, stok pupuk nonsubsidi sebanyak 428.299 ton yang terdiri dari urea sebesar
355.982 ton dan NPK sebesar 72.318 ton. Stok pupuk bersubsidi per tanggal 27
Desember 2024 sebesar 1.069.208 ton. Adapun, pemerintah telah menetapkan alokasi
pupuk bersubsidi 2025 mencapai 9,55 juta ton. Penambahan alokasi pada 2025 ini akan
dibarengi dengan penyederhanaan alur distribusi pupuk bersubsidi langsung ke petani.
Pihaknya menyatakan siap untuk menyalurkan pupuk subsidi pada 1 Januari 2025
sesuai dengan arahan dari pemerintah. Untuk mendukung kelancaran distribusi dan
menjamin kualitas produk agar terjaga dengan baik, Pupuk Indonesia memiliki 516
gudang lini II tingkat provinsi dan lini III tingkat kabupaten atau kota yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia, dengan kapasitas total mencapai 2,89 juta ton. Selain itu,
infrastruktur distribusi Pupuk Indonesia juga didukung oleh 256 jasa ekspedisi truk, 125
kapal, dan 142 trayek pelayaran. Pupuk Indonesia juga terus mengoptimalkan aplikasi
Integrasi Pupuk Bersubsidi (iPubers) yang telah diterapkan pada 27.000 kios di seluruh
Indonesia untuk menjamin penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran. Sebagai produsen,
Tri Wahyudi menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan stok pupuk subsidi yang siap
ditebus oleh petani yang datang membawa KTP dan sudah terdaftar di sistem e-RDKK
(Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Semua petani yang
memenuhi syarat tersebut dapat langsung menebus pupuk subsidi sesuai alokasi yang
telah ditentukan.
30
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 32
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Pestisida
Pestisida dapat diklasifikasikan berdasarkan organisme target. Berikut jenis-jenis
pestisida berdasarkan jenis hamanya:
- Insektisida
Insektisida adalah pestisida yang mengandung senyawa kimia beracun yang
bisa mematikan semua jenis serangga. Insektisida sebagai pestisida adalah
bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan serangga dengan
membunuhnya atau mencegahnya melakukan perilaku yang tidak diinginkan
atau merusak.
- Herbisida
Herbisida adalah bahan senyawa beracun yang dapat dimanfaatkan untuk
membunuh tumbuhan pengganggu yang disebut gulma. Herbisida merupakan
agen, biasanya kimia, untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan
tanaman yang tidak diinginkan, seperti gulma, spesies invasif, atau hama
pertanian.
- Fungisida
Fungisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun dan bisa
digunakan untuk memberantas dan mencegah fungi/cendawan. Fungisida, juga
disebut antimikotik, setiap zat beracun yang digunakan untuk membunuh atau
menghambat pertumbuhan jamur. Fungisida umumnya digunakan untuk
mengendalikan parasit.
- Bakterisida
Bakterisida mengandung bahan aktif beracun yang bisa membunuh bakteri.
Bakterisida sebagai pestisida adalah zat kimia yang membantu mencegah
pembentukan bakteri. Bakterisida juga sering digunakan sebagai aditif dalam
pelapis dan inhibitor korosi.
- Nematisida
Nematisida merupakan jenis pestisida untuk hama nematoda. Nematoda
merupakan organisme berbentuk seperti cacing kecil yang panjangya lebih dari
1 cm hidup pada lapisan tanah bagian atas. Nematisida cenderung menjadi
racun spektrum luas yang memiliki volatilitas tinggi atau sifat lain yang
mendorong migrasi melalui tanah.
- Akarisida
Akarisida sebagai pestisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia
yang beracun yang digunakan untuk membunuh tungau, caplak, laba-laba.
Istilah ixodicides kadang-kadang diterapkan pada akarisida yang digunakan
untuk melawan kutu.
Berdasarkan laporan Euromonitor dalam Agrochemical Industry in Indonesia, bahwa
kebutuhan bahan baku pestisida Indonesia tergolong tinggi. Dalam periode antara
tahun 2019-2023 nilai impor bahan baku pestisida utamanya produk karbamasi seperti
methomyl, carbofuran, carbosulfran, carbaryl dan buthyl penyl, methyl carbamate
(BPMC) tumbuh 2,8% hingga mencapai Rp 8 triliun pada 2023.
31
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 33
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Pada periode 2021-2022, harga bahan baku tersebut mengalami peningkatan yang
disebabkan oleh gangguan rantai pasok, peningkatan biaya produksi dan logistik akibat
kapasitas produksi yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19.
Berdasarkan Global Food Security Index 2022, Indonesia memperoleh skor yang baik
dalam aspek keterjangkauan pangan, namun masih terdapat pekerjaan rumah dari
aspek ketersediaan pangan untuk berbagai indikator seperti kecukupan pangan,
penelitian dan pengembangan dan akses terhadap agro input (agribisnis hulu). Salah
satu faktor yang dikhawatirkan adalah kesiapan industri dalam negeri untuk memenuhi
kebutuhan produk agro input dalam skala besar. Isu tersebut tentunya dicermati oleh
pelaku bisnis agro input dalam negeri.
Isu tersebut tentunya dicermati oleh pelaku bisnis agro input dalam negeri. Salah satu
perusahaan agro input nasional PT Delta Giri Wacana (DGW Group) berupaya
melakukan penguatan bisnis dengan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas produksi.
Dalam mengurangi ketergantungan bahan baku impor serta meningkatkan kontribusi
bauran bahan baku nonimpor, DGW Group membangun pabrik karbamasi dengan
kapasitas produksi 3.300 ton per tahun di tiga tahun pertama serta meningkat hingga
7.000 ton per tahun. David Yaory, direktur utama DGW Group dalam investor.id
mengatakan, hal ini tidak hanya memungkinkan DGW Group untuk memenuhi
kebutuhan produksi internal, bahkan memenuhi kebutuhan pasar pestisida domestik
serta membuka kesempatan untuk ekspor. Dia menegaskan, upaya DGW Group dalam
mengurangi ketergantungan bahan baku impor direalisasikan dengan kemampuan
memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi pada produk-produk
agro input. Hal tersebut sejalan dengan upaya bisnis DGW Group untuk
mengoptimalkan pasar domestik.
Dikutip dalam prospectus DGW, pasar pestisida di Indonesia berfluktuasi selama
periode tinjauan dan mengalami penurunan dengan CAGR sebesar -1,3%, mencapai
IDR16,4 triliun pada tahun 2023. Di satu sisi, konsumsi pestisida sangat bergantung
pada kondisi cuaca. Misalnya, konsumsi pestisida menurun pada tahun 2019 dan 2023
akibat dampak pola iklim El Nino yang menyebabkan musim kemarau berkepanjangan.
Nilai konsumsi pestisida melonjak sebesar 32,5% pada tahun 2020, sebagian
disebabkan oleh tingkat curah hujan yang lebih tinggi yang mendorong pertumbuhan
gulma yang lebih banyak dan populasi hama yang lebih aktif. Di sisi lain, lonjakan harga
unit pestisida, akibat gangguan rantai pasokan, juga turut berkontribusi pada
pertumbuhan konsumsi pestisida yang kuat dalam hal nilai pada tahun 2020. Meskipun
demikian, permintaan pestisida dipengaruhi oleh profitabilitas petani. Pada tahun 2022,
konsumsi pestisida menurun sebesar 26,8%, karena margin keuntungan petani
tertekan oleh meningkatnya biaya (seperti harga benih, pupuk, dan bahan bakar, dll)
yang memaksa petani untuk mengurangi pengeluaran pada pestisida.
Selama periode tinjauan, pestisida kimia merupakan sebagian besar dari konsumsi
pestisida, sementara pestisida organik dan bio-pestisida telah menjadi area
pertumbuhan yang muncul, terutama untuk pertanian buah dan sayuran. Konsumsi
produk organik diperkirakan akan tetap terbatas selama periode perkiraan, karena
faktor-faktor seperti ketersediaan produk yang lebih rendah dan efikasi dibandingkan
dengan pestisida kimia serta kurangnya kesadaran di kalangan petani. Konsumsi
pestisida diperkirakan akan mengalami ekspansi yang kuat dengan CAGR sebesar
10,0% selama periode perkiraan hingga mencapai IDR25,4 triliun pada tahun 2028.
32
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 34
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Pertumbuhan ini akan didorong oleh dukungan pemerintah yang berkelanjutan untuk
meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan populasi yang pesat yang mendorong
permintaan yang meningkat untuk produk pertanian, dan volume penggunaan pestisida
yang lebih tinggi akibat meningkatnya resistensi terhadap pestisida. Konsumsi pestisida
diperkirakan akan pulih pada tahun 2024, karena pola El Niño saat ini diproyeksikan
akan berakhir pada periode April-Juni dan curah hujan diperkirakan akan kembali ke
tingkat yang lebih normal. Dampak dari kenaikan biaya, terutama harga pupuk,
kemungkinan akan menjadi kurang signifikan untuk konsumsi pestisida, karena
meredanya gangguan rantai pasokan dan antisipasi penurunan harga pupuk non-
subsidi.
B.3. Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Analisis Operasional
Perseroan merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar
pupuk dan produk agrokimia. Perseroan merupakan perusahaan nasional yang
memiliki produk suplai pertanian lengkap dengan beragam pilihan seperti pupuk,
pestisida dan alat-alat pertanian yang dibutuhkan petani dalam proses penanaman
sampai dengan perawatan hingga menghasilkan panen yang optimal dari segi kuantitas
dan kualitas.
Menurut laporan Euromonitor International Ltd 2024 yang dikutip dalam Prospektus
Perseroan, industri pestisida di Indonesia sangat terfragmentasi dengan banyak
perusahaan lokal dan internasional yang terlibat. Pasar ini terbagi di antara berbagai
pemain, di mana lima perusahaan teratas secara kolektif memegang pangsa pasar
sebesar 35,2%, sementara sepuluh perusahaan teratas menguasai 58,1% pangsa
pasar. Struktur pasar yang beragam ini menunjukkan adanya banyak pemain dengan
tingkat desentralisasi yang tinggi. Pemain terkemuka merupakan kombinasi dari
perusahaan internasional dan lokal, dengan Perseroan menduduki peringkat kedua
dalam industri ini dengan pangsa pasar sebesar 7,8%. Industri pupuk premium cukup
terkonsentrasi, dengan lima pemain teratas menguasai 72,1% pangsa pasar pada
tahun 2023.
33
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 35
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Meskipun industri pupuk premium di Indonesia sebagian besar dipimpin oleh
perusahaan lokal, mereka terutama mengimpor produk dari negara-negara seperti
Norwegia, Jerman, Tiongkok, dan Chili, di antara lainnya, karena kemampuan produksi
lokal mungkin terbatas akibat hambatan dalam mendirikan produksi lokal. Produk yang
diproduksi secara lokal mulai mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas produk,
namun pupuk premium impor masih dianggap lebih unggul dalam hal kualitas dan
kemasan. Mayoritas dari lima pemain terkemuka dalam pupuk premium adalah pemain
lokal, dengan Perseroan berada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar sebesar
14,4%.
Untuk itu, dalam menjalankan usahanya Perseroan menerapkan beberapa strategi
usaha diantaranya berfokus pada pasar retail, inovasi varian produk yang
berkelanjutan, dan mengerahkan sumber daya manusia yang mumpuni. Dalam
kegiatan produksinya, entitas anak Perseroan membeli bahan baku dari pemasok yang
ada di luar negeri maupun di Indonesia. Bahan baku diantar menggunakan jalur laut
dan darat untuk sampai ke fasilitas produksi. Selanjutnya, pemrosesan bahan baku
dilakukan menggunakan mesin-mesin dengan teknologi yang aman dan modern
sehingga mendukung proses produksi dengan aman dan optimal. Bahan baku akan
diproses menjadi komponen-komponen yang diperlukan untuk tahap formulasi
sehingga dapat menghasilkan berbagai jenis produk pupuk, pestisida maupun alat-alat
pertanian.
Sementara kegiatan pemasaran Perseroan dilakukan melalui dua model yaitu Business
to Business (B2B) maupun dengan Business to Business to Consumer (B2B2C). Pada
model bisnis B2B, Prinsipal Perseroan melakukan penjualan langsung kepada pasar
perkebunan yang ada sedangkan untuk penjualan kepada pasar ritel (free market)
Perseroan menggunakan model bisnis B2B2C dengan menjual produk-produk kepada
kios tani (direct retailer) baik menggunakan unit usaha distribusi internal maupun
bekerja sama dengan distributor eksternal. Pada penjualan B2B2C, Perseroan
didukung jaringan distribusi yang kuat melalui 25 gudang yang tersebar di seluruh
wilayah Indonesia dan mendistribusikan daerah pedesaan sehingga produk Perseroan
dapat dibeli petani secara langsung melalui kios-kios yang bekerja sama dengan
Perseroan. Saat ini distribusi Perseroan diperkuat oleh 7.000 kios yang melayani
kebutuhan lebih dari 10 juta petani atau sekitar 30% dari total petani di Indonesia. Selain
itu, Perseroan juga memiliki lebih dari 1.000 ahli agronomi yang bertugas untuk
memasarkan produk sekaligus memberikan edukasi dan pelatihan kepada para petani
di daerah mengenai prosedur penggunaan produk Perseroan beserta manfaat yang
diperoleh bagi tanaman. Dengan demikian produk-produk Perseroan dapat digunakan
secara optimum oleh para petani sehingga mampu memberikan hasil panen yang
memuaskan bagi para petani.
Prospek Usaha Perseroan
Berdasarkan Laporan Euromonitor, konsumsi pestisida di Indonesia sebesar 16,4 triliun
dan pangsa pasar untuk industri pupuk di Indonesia sebesar 103,6 triliun pada tahun
2023. Pertumbuhan industri pestisida didorong oleh support dari Pemerintah Indonesia
untuk meningkatkan ketahanan pangan, Peraturan Pemerintah untuk pendaftaran
pestisida memberikan dukungan yang menguntungkan untuk produksi lokal.
34
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 36
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sementara terkait pertumbuhan industry pupuk premium di Indonesia didorong oleh
meningkatnya focus pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan yang
mendorong adopsi pupuk premium, pengurangan subsidi pupuk akan mengalihkan
permintaan ke pupuk premium serta meningkatnya adopsi smart farming yang
diharapkan dapat mendorong konsumsi pupuk premium untuk aplikasi pertanian.
Konsumsi pestisida diperkirakan akan mencatat ekspansi yang kuat dengan CAGR
sebesar 10,0% selama periode perkiraan hingga mencapai Rp25,4 triliun pada tahun
2028. Pertumbuhan ini akan didorong oleh dukungan pemerintah yang berkelanjutan
untuk meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan populasi yang kuat yang
mendorong meningkatnya permintaan akan produk pertanian, dan volume penggunaan
pestisida yang lebih tinggi karena meningkatnya resistensi terhadap pestisida.
Konsumsi pestisida diperkirakan akan pulih pada tahun 2024, karena pola El Nino saat
ini diproyeksikan akan berakhir pada periode April-Juni dan curah hujan diperkirakan
akan kembali ke tingkat yang lebih normal.
Total market size konsumsi pupuk di Indonesia mencapai Rp103,6 triliun pada tahun
2023, naik dari Rp58,4 triliun pada tahun 2019. Dengan market size pupuk premium
dalam aplikasi pertanian mencapai Rp2,3 triliun pada tahun 2023. Pupuk premium
diperkirakan akan mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat karena
penggunaan pupuk berkualitas tinggi. Pupuk premium terus didukung oleh fokus
strategis pemerintah pada peningkatan produktivitas pertanian. Meningkatnya fokus
pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan mendorong adopsi pupuk
premium. Kekhawatiran tentang kekurangan pangan selama pandemi COVID-19
memotivasi pemerintah untuk meningkatkan upaya untuk meningkatkan ketahanan
pangan. Pupuk premium telah mendapat manfaat dari tren ini, karena pupuk ini
menawarkan kemanjuran yang lebih besar daripada pupuk non-premium berbiaya
rendah. Pupuk premium mengandung ketiga nutrisi utama (nitrogen, fosfor dan kalium)
dan mereka dapat diformulasikan sesuai dengan jenis tanaman dan tanah,
membuatnya lebih efektif dan nyaman untuk diterapkan daripada pupuk nutrisi tunggal.
Meningkatnya fokus pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan mendorong
adopsi pupuk premium. Kekhawatiran tentang kekurangan pangan selama pandemi
COVID-19 memotivasi pemerintah untuk meningkatkan upaya untuk meningkatkan
ketahanan pangan. Pupuk premium telah mendapat manfaat dari tren ini, karena pupuk
ini menawarkan kemanjuran yang lebih besar daripada pupuk non-premium berbiaya
rendah. Pupuk premium mengandung ketiga nutrisi utama (nitrogen, fosfor dan kalium)
dan dapat diformulasikan sesuai dengan jenis tanaman dan tanah, membuatnya lebih
efektif dan nyaman untuk diterapkan daripada pupuk nutrisi tunggal.
LATAR BELAKANG DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI
Perseroan memiliki sebuah pabrik karbamasi yang berlokasi di Cikande yang saat ini
sedang dalam proses konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada bulan Mei 2025.
Pabrik karbamasi di Cikande ii akan segera beroperasi. Untuk mendukung operasi
tersebut, Perseroan membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan dapat diandalkan.
Berdasarkan pengalaman kerjasama yang telah berjalan sejak lama dengan FAP,
Perseroan melihat hasil operasional yang baik sehingga memutuskan untuk
menggunakan jasa yang sama untuk pabrik baru yang akan dijalankan bisnisnya oleh
Perseroan.
35
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 37
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN YANG BERSIFAT KUALITATIF ATAS
TRANSAKSI
Keuntungan Transaksi
Transaksi memberikan manfaat dan keuntungan bagi Perseroan berupa:
- Ketersediaan jasa tenaga kerja yang berkualitas untuk menunjang operasi pabrik
secara stabil dan berlangsung dalam jangka panjang.
- Pengalaman kerjasama yang ada dengan FAP memastikan bahwa sistem kerja
outsourcing yang disetujui antara DGW dengan FAP dapat segera dijalankan di
pabrik Cikande yang baru, dengan proses penyesuaian yang lebih cepat jika
dibandingkan dengan opsi lain yaitu menggunakan jasa outsourcing dari penyedia
jasa lain yang belum pernah bekerja sama dengan Perseroan sebelumnya.
- Biaya-biaya yang berhubungan dengan risiko yang berkaitan dengan tenaga kerja,
seperti kecelakaan kerja, tindakan pendisiplinan tenaga kerja, dan-lain akan
menjadi tanggungan FAP.
Kerugian Transaksi
Disamping keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko kerugian yang yang mungkin dihadapi Perseroan.
Adapun kerugian yang mungkin timbul dari Transaksi adalah terkait dengan kerugian
yang berkaitan dengan hasil operasional tenaga kerja, misalnya hasil produksi yang
tidak mencapai target. Namun hal ini dapat dimitigasi dengan penjabaran kontrak yang
jelas antara DGW dengan FAP dan dengan adanya reviu yang dilakukan pada setiap
hasil produksi yang tercapai.
C. Analisis Kuantitatif
C.1. Penilaian Kinerja Historis
Tabel di bawah ini mencerminkan posisi keuangan historis Perseroan untuk tahun-
tahun yang berakhir 31 Desember 2020 sampai dengan 2024.
PT DELTA GIRI WACANA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6.975 16.099 23.385 43.938 63.078
Piutang usaha 349.326 534.762 867.281 685.340 980.470
Piutang lain-lain 499 2.148 5.558 6.060 2.189
Persediaan 193.843 271.974 937.101 962.624 958.426
Pajak dibayar di muka 791 2.329 12.014 49.821 30.648
Biaya dibayar di muka 7.029 4.343 11.507 17.149 39.949
Aset lancar lainnya 2.081 2.086 4.219 1.331 2.760
Total Aset Lancar 560.544 833.741 1.861.065 1.766.263 2.077.520
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 60.127 79.667 183.918 442.584 577.441
Aset tidak berwujud 6.938 5.398 3.940
Properti Investasi 80.092 39.278 38.055 37.094 19.374
Aset pajak tangguhan 31.647 38.110 47.377 58.940 71.810
Goodwill - 2.268 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap - 26.480 42.870 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 135 135 24.303 62.892 97.010
Uang Jaminan 152 - - -
Aset tidak lancar lainnya 404 359 1.848 2.116
Total Aset Tidak Lancar 172.153 157.594 329.698 653.894 832.863
TOTAL ASET 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
36
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 38
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PT DELTA GIRI WACANA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 52.524 117.575 101.293 75.750 60.993
Utang usaha : 236.812 280.592 573.447 554.994 768.096
Utang pajak 15.847 37.032 62.945 31.950 25.958
Utang lain-lain 31.076 35.093 31.712 56.123 65.325
Uang Muka Pelanggan 83 1.583 8.035 18.999 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 93.521 99.342 149.477 159.185 205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek 17.622 19.465 25.596 16.194 19.275
Pinjaman jangka pendek - 58.347 496.890 621.500 864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek - 4.000 4.000 3.401 2.274
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek 465 1.199 2.342 2.332 2.271
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek - - 75.266 - -
Total Liabilitas Lancar 447.950 654.228 1.531.003 1.540.428 2.025.947
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 2.950 5.681 4.737
Kewajiban imbalan kerja 30.904 32.964 37.082 44.462 44.922
Utang lain-lain - 1.020
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang - 9.002
Pinjaman bank - jangka panjang 13.333 9.333 48.982 4.466
Liabilitas sewa - jangka panjang 28.806 10.280 59.426 55.858 45.183
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3.682 3.287 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 59.710 56.577 122.495 158.270 102.839
EKUITAS
Modal saham 20.000 135.550 166.150 166.150 500.000
Tambahan modal disetor 99.486 58.179 128.270 220.270 128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali - 9.952
Saldo laba 105.551 86.464 227.405 240.064 120.240
225.037 280.193 521.825 626.484 758.462
Kepentingan Non-pengendali 337 15.440 94.975 23.135
Total Ekuitas 225.037 280.530 537.265 721.459 781.597
TOTAL LIABILITAS DAN 31 28 25 30 27
EKUITAS 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
Analisis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Kas dan Setara Kas
Dalam Kas dan Setara Kas per 31 Desember 2024 termasuk kas pada bank dan
deposito berjangka yang saldonya sebesar Rp.63.078.000.000. Kas dan setara kas ini
seluruhnya digunakan untuk kegiatan operasional Perseroan.
Kas setara kas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.6.975.429.000, Rp.16.098.794.000,
Rp.23.385.101.000 dan Rp.43.937.633.000.
37
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 39
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Piutang Usaha
Saldo piutang usaha per 31 Desember 2024 sebesar Rp.980.470.000.000 terdiri dari
piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp.1.028.376.000.000 dan piutang usaha pihak
berelasi sebesar Rp.3.472.000.000 dan provisi penurunan nilai atas piutang usaha
sebesar Rp.51.378.000.000.
Piutang usaha Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.349.326.229.000, Rp.534.761.981.000,
Rp.867.280.923.000 dan Rp.685.340.312.000. Kenaikan jumlah piutang usaha
Perseroan per Tanggal Penilaian disebabkan oleh kenaikan jumlah piutang pihak ketiga
maupun piutang pihak berelasi.
Berdasarkan penelaahan terhadap akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai tersebut cukup untuk menutupi
kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha.
Piutang usaha digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman bank jangka pendek dan
cerukan.
Persediaan
Jumlah persediaan Perseroan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sejak 2020
hingga 2024. Adapun persediaan Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar
Rp.958.426.000.000 setelah memperhitungkan penurunan nilai persediaan dan
hak pengembalian barang masing-masing sebesar Rp.4.172.000.000, dan
Rp.29.276.000.000.
Persediaan Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.100.385.257.000, Rp.193.842.942.000,
Rp.271.973.811.000, Rp.937.100.913.000 dan Rp.962.624.632.000.
Aset Tetap
Aset tetap Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar Rp.577.441.000.000 meliputi
tanah, bangunan dan prasarana, kendaraan, mesin, peralatan kantor dan pabrik,
perangkat lunak serta aset dalam penyelesaian. Aset tetap tersebut seluruhnya adalah
aset operasional yang menunjang kegiatan usaha Perseroan. Sedangkan aset dalam
penyelesaian berupa pembangunan pabrik di Cikande dan pembuatan mesin yang
diperkirakan akan selesai pada bulan Mei 2025.
Aset tetap Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.60.127.569.000, Rp.79.666.807.000,
Rp.183.918.550 dan Rp.442.584.295.000. Kenaikan aset tetap secara konsolidasi pada
Perseroan disebabkan oleh peningkatan nilai aset tetap berupa tanah, bangunan,
mesin, peralatan kantor dan pabrik, perangkat lunak dan aset dalam penyelesaian.
38
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 40
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Pinjaman dan cerukan
Pada tanggal 31 Desember 2024, saldo total pinjaman dan cerukan bank adalah
sebesar Rp.932.479.000.000 yang merupakan pinjaman kepada beberapa Bank di
Indonesia, yang dipergunakan untuk mendanai modal kerja Perseroan.
Jumlah pinjaman dan cerukan secara total pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020,
2021, 2022 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp.52.524.000.000,
Rp.193.255.000.000, Rp.611.516.000.000 dan Rp.749.633.000.000.
Kenaikan pada saldo pinjaman dan cerukan bank disebabkan oleh adanya
penambahan pinjaman bank.
Utang Usaha
Utang usaha Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar Rp.768.096.000.000 terdiri dari
utang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp.759.644.000.000 dan kepada pihak
berelasi sebesar Rp.8.452.000.000.
Jumlah utang usaha Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022
dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp.236.811.830.000, Rp.280.592.354.000,
Rp.573.446.460.000, dan Rp.554.994.674.000. Kenaikan utang usaha Perseroan
disebabkan terutama oleh karena kenaikan pada utang usaha pihak ketiga.
Ekuitas
Per Tanggal Penilaian modal ditempatkan dan disetor Perseroan adalah sebesar
Rp.500.000.000.000 yang terdiri dari 5.000.000.000 lembar saham dengan harga per
lembar senilai Rp.100. Jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp.781.597.000.000.
Jumlah Ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.225.037.558.000, Rp.280.530.376.000,
Rp.537.265.567.000, dan Rp.721.458.658.000. Kenaikan pada ekuitas Perseroan
disebabkan oleh tambahan modal disetor dan keuntungan yang terus dihasilkan setiap
tahunnya.
2020 2021 2022 2023 2024
Current Ratio 1,25 1,27 1,22 1,15 1,03
Quick Ratio 0,82 0,86 0,60 0,52 0,55
Debt to Equity Ratio 2,26 2,53 3,08 2,35 2,72
Likuiditas Perseroan dari tahun 2020 sampai 2024 menunjukkan gambaran yang baik;
hal ini terlihat dari Current Ratio yang berada diatas satu.
Debt to Equity Ratio yang berada diatas satu, mencerminkan bahwa Perseroan dalam
menjalankan kegiatan usahanya lebih banyak menggunakan dana dari luar Perseroan.
39
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 41
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Analisis Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
Tabel di bawah ini mencerminkan hasil usaha historis Perseroan untuk tahun-tahun
yang berakhir 31 Desember 2020 sampai dengan 2024.
PT DELTA GIRI WACANA
LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
PENJUALAN
Penjualan bersih 1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
LABA KOTOR 265.553 347.392 381.178 701.787 938.746
BEBAN USAHA (223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
(223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
LABA (RUGI) USAHA 41.865 115.735 122.531 104.468 278.825
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih (8.325) (1.946) (15.081) 3.945 (17.268)
Pendapatan bunga 49 92 78 229 278
Management fee - - - - -
Beban bunga (11.728) (8.867) (22.492) (53.038) (69.114)
Pendapatan sewa 794 - - - -
Keuntungan penjualan aset tetap 470 - - - 14.205
Pendapatan atau beban lain-lain (509) 3.629 83.150 6.637 5.454
(19.249) (7.092) 45.655 (42.227) (66.445)
LABA SEBELUM PAJAK 22.616 108.643 168.186 62.241 212.380
PAJAK PENGHASILAN (11.657) (27.570) (23.950) (42.352) (30.494)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 10.959 81.073 144.236 19.889 181.886
LABA(RUGI) KOMPREHENSIF (2.832) (2.034) (1.310) (2.632) 3.577
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 8.127 79.039 142.926 17.257 185.463
Pendapatan
Jumlah pendapatan Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022,
2023 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp.1.030.880.148.000,
Rp.1.383.279.101.000, Rp.1.687.153.846.000, Rp.3.039.795.991.000, dan
Rp.3.373.117.000.000.
Laba / (rugi) Bersih
Jumlah laba / (rugi) bersih Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021,
2022, 2023 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp.10.958.818.000,
Rp.81.073.573.000, Rp.144.236.578.000, Rp.19.888.949.000, dan
Rp.181.886.000.000. Kenaikan laba bersih pada tahun 2024 disebabkan terutama
karena adanya peningkatan pada penjualan produk pupuk Perseroan.
40
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 42
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
2020 2021 2022 2023 2024
Return on Sales (%) 1,06 5,86 8,55 0,65 5,39
Return on Equity (%) 4,87 28,90 26,85 2,76 23,27
Return on Assets (%) 1,50 8,18 6,58 0,82 6,25
Total pendapatan di tahun 2020 adalah sebesar Rp.1.030.880.148.000, yang kemudian
mengalami peningkatan sebesar 34,18% menjadi Rp.1.383.279.101.000 di tahun 2021.
Di tahun 2022 pendapatan Perseroan kembali mengalami peningkatan sebesar 21,97%
menjadi Rp.1.687.153.846.000. Di tahun 2023 pendapatan Perseroan mengalami
peningkatan kembali sebesar 80,17% menjadi Rp.3.039.795.991.000, dan di tahun
2024 kembali meningkat sebesar 10,97% menjadi Rp.3.373.117.000.000.
Berdasarkan rasio profitabilitas yang ditunjukan oleh rasio Return on Sales, Return on
Equity, dan Return on Assets memberikan gambaran bahwa Perseroan sudah mampu
untuk memperoleh laba hal ini tampak dengan ratio ROS, ROE, dan ROA yang positif.
C.2. Analisis Proyeksi Keuangan Perseroan
Dalam memberikan analisis kewajaran atas Transaksi, kami juga melakukan analisis
atas proyeksi keuangan Perseroan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan
kondisi Melakukan Transaksi.
Proyeksi keuangan dalam kondisi Melakukan dan Tidak Melakukan Transaksi disiapkan
oleh manajemen Perseroan dan telah kami lakukan penyesuaian-penyesuaian antara
lain sebagai berikut:
- Aset tetap eksisting Perseroan didasarkan perhitungannya atas harga
perolehan, penyusutan, dan akumulasi penyusutan per Tanggal Penilaian.
- Revisi pada perhitungan depresiasi atas capex di tahun 2029.
- Asumsi jumlah hari penagihan piutang usaha didasarkan atas data historis
jumlah hari penagihan piutang usaha.
- Asumsi jumlah hari perputaran persediaan didasarkan atas dasar data historis
jumlah hari perputaran persediaan.
- Asumsi jumlah hari pembayaran utang usaha didasarkan atas data historis
jumlah hari pembayaran utang usaha.
- Perhitungan beban bunga didasarkan atas rata-rata saldo awal dan saldo akhir
pinjaman bank jangka pendek maupun jangka panjang setiap tahunnya.
- Asumsi bunga pinjaman didasarkan atas rata-rata besar bunga pinjaman dalam
laporan keuangan per Tanggal Penilaian.
A. Kondisi Tidak Melakukan Transaksi
• Dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa pembangunan
pabrik di Cikande sudah selesai di tahun 2025. Sebagai informasi, di dalam
laporan keuangan Perseroan yang diaudit per 31 Desember 2024, dinyatakan
bahwa pembangunan pabrik di Cikande akan selesai di bulan Mei 2025.
41
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 43
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Diasumsikan pula bahwa pabrik dioperasikan seluruhnya oleh karyawan
Perseroan.
• Proyeksi Laba Rugi Komprehensif Perseroan dalam kondisi Tidak Melakukan
Transaksi adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN 22.87% 13.90% 12.25% 13.11% 11.61%
Penjualan bersih 4,144,418 4,720,439 5,298,461 5,992,859 6,688,513
4,144,418 4,720,439 5,298,461 5,992,859 6,688,513
BEBAN POKOK PENJUALAN 1.17 1.13 1.12 1.14 1.12
Beban pokok penjualan 2,853,709 3,227,152 3,622,628 4,121,797 4,607,933
2,853,709 3,227,152 3,622,628 4,121,797 4,607,933
LABA KOTOR 1,290,710 1,493,287 1,675,834 1,871,062 2,080,580
31.14% 31.63% 31.63% 31.22% 31.11%
Beban usaha (908,524) (963,330) (1,038,276) (1,119,917) (1,209,464)
Penyusutan dan amortisasi (54,061) (57,287) (49,431) (39,918) (40,210)
(962,585) (1,020,618) (1,087,708) (1,159,835) (1,249,674)
LABA (RUGI) USAHA 328,125 472,669 588,126 711,227 830,906
7.92% 10.01% 11.10% 11.87% 12.42%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Beban bunga pinjaman (83,850) (80,000) (61,959) (34,848) (10,720)
Beban bunga sew a (6,003) (5,251) (4,500) (3,748) (2,997)
(89,852) (85,252) (66,458) (38,596) (13,717)
LABA SEBELUM PAJAK 238,273 387,418 521,668 672,631 817,189
PAJAK PENGHASILAN (52,420) (85,232) (114,767) (147,979) (179,781)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 185,853 302,186 406,901 524,652 637,407
• Pendapatan dan biaya pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan sebagai
berikut:
Perincian dari proyeksi pendapatan Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun 2025 2026 2027 2028 2029
Pestisida 1.566.779 1.968.256 2.341.471 2.768.816 3.151.920
Pupuk 2.378.290 2.480.902 2.592.038 2.719.881 2.866.903
Alat Pertanian 120.003 139.813 165.091 190.811 221.308
Distribusi 79.346 131.469 199.862 313.351 448.382
Jumlah 4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
42
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 44
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Perincian dari proyeksi beban pokok Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun 2025 2026 2027 2028 2029
Pestisida 935.259 1.188.310 1.432.598 1.731.752 1.986.011
Pupuk 1.807.960 1.877.721 1.952.256 2.037.996 2.136.602
Alat Pertanian 100.460 118.105 137.275 156.542 179.259
Distribusi 10.030 43.016 100.498 195.506 306.060
Jumlah 2.853.709 3.227.152 3.622.628 4.121.797 4.607.933
o Beban usaha terdiri dari beban penjualan dan beban umum & administrasi,
dengan jumlah sebesar:
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun 2025 2026 2027 2028 2029
Beban usaha 962.585 1.020.618 1.087.708 1.159.835 1.249.674
o Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi
adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 541.339 528.792 491.357 305.109 537.445
Piutang usaha 1.069.525 1.218.175 1.367.341 1.546.540 1.726.063
Piutang lain-lain 2.189 2.189 2.189 2.189 2.189
Persediaan 1.149.237 1.299.629 1.458.894 1.659.918 1.855.693
Pajak dibayar di muka 30.648 30.648 30.648 30.648 30.648
Biaya dibayar di muka 42.953 45.543 48.537 51.755 55.764
Aset lancar lainnya 2.760 2.760 2.760 2.760 2.760
Total Aset Lancar 2.838.651 3.127.735 3.401.726 3.598.919 4.210.562
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 538.255 490.522 444.398 495.278 458.710
Aset tidak berwujud 962 - - - -
Properti Investasi 19.374 19.374 19.374 19.374 19.374
Aset pajak tangguhan 71.810 71.810 71.810 71.810 71.810
Goodwill 2.268 2.268 2.268 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap 58.904 58.904 58.904 58.904 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 97.010 97.010 97.010 97.010 97.010
Aset tidak lancar lainnya 2.116 2.116 2.116 2.116 2.116
Total Aset Tidak Lancar 790.699 742.004 695.880 746.760 710.192
TOTAL ASET 3.629.349 3.869.740 4.097.606 4.345.679 4.920.754
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang usaha : 788.908 892.147 1.001.476 1.139.471 1.273.864
Utang pajak 25.958 25.958 25.958 25.958 25.958
Utang lain-lain 65.325 65.325 65.325 65.325 65.325
Uang Muka Pelanggan 11.589 11.589 11.589 11.589 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 331.470 351.454 374.557 399.394 430.330
Pinjaman jangka pendek 957.227 773.399 496.833 137.835 -
Total Liabilitas Lancar 2.180.477 2.119.872 1.975.737 1.779.572 1.807.066
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 4.737 4.737 4.737 4.737 4.737
Kewajiban imbalan kerja 47.193 47.193 47.193 47.193 47.193
Pinjaman bank - jangka panjang 135.350 135.350 135.350 86.350 31.850
Liabilitas sewa - jangka panjang 64.458 64.458 64.458 64.458 64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3.531 3.531 3.531 3.531 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 255.269 255.269 255.269 206.269 151.769
EKUITAS
Modal saham 588.235 588.235 588.235 588.235 588.235
Tambahan modal disetor 266.188 264.998 230.098 198.683 163.358
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali 9.952 9.952 9.952 9.952 9.952
Saldo laba 306.093 608.279 1.015.180 1.539.832 2.177.239
1.170.468 1.471.464 1.843.465 2.336.703 2.938.784
Kepentingan Non-pengendali 23.135 23.135 23.135 23.135 23.135
Total Ekuitas 1.193.603 1.494.599 1.866.600 2.359.838 2.961.919
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 3.629.349 3.869.740 4.097.606 4.345.679 4.920.754
43
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 45
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Capital Expenditure diasumsikan sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun 2025 2026 2027 2028 2029
Capex 11.896 8.593 3.307 90.798 3.642
Capex tersebut berupa pembelian peralatan kantor dan pembelian terkait
pemeliharaan (maintenance/replacement), serta pembelian mesin dan
bangunan di tahun 2028 dalam rangka penambahan line kedua di pabrik
Cikande.
o Penyusutan aset tetap didasarkan pada perkiraan umur ekonomisnya.
o Pajak Penghasilan Badan diasumsikan 22% dari laba sebelum pajak.
o Rata-rata penagihan piutang usaha dalam 94 hari.
o Rata-rata perputaran persediaaan dalam 147 hari.
o Rata-rata pembayaran utang usaha dalam 101 hari.
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat Kondisi Keuangan dan Rasio Keuangan
berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Tidak Melakukan Transaksi.
2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan setara kas*) 541.339 528.792 491.357 305.109 537.445
Aset Lancar *) 2.838.651 3.127.735 3.401.726 3.598.919 4.210.562
Liabilitas Jangka
2.180.477 2.119.872 1.975.737 1.779.572 1.807.066
Pendek *)
Total Liabilitas *) 2.435.746 2.375.141 2.231.006 1.985.841 1.958.835
Laba Bersih*) 185.853 302.186 406.901 524.652 637.407
Total Ekuitas*) 1.193.603 1.494.599 1.866.600 2.359.838 2.961.919
Total Pendapatan*) 4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
Current Ratio 1,30 1,48 1,72 2,02 2,33
Quick Ratio 0,77 0,86 0,98 1,09 1,30
Debt to Equity Ratio 2,04 1,59* 1,20 0,84 0,66
Return on Sales (%) 4,48 6,40 7,68 8,75 9,53
Return on Equity (%) 15,57 20,22 21,80 22,23 21,52
Return on Assets (%) 5,12 7,81 9,93 12,07 12,95
*)dalam jutaan Rupiah
B. Kondisi Melakukan Transaksi
• Dalam kondisi Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa pembangunan pabrik di
Cikande sudah selesai di tahun 2025. Diasumsikan pula bahwa Perseroan
menggunakan jasa dari FAP dalam rangka pengelolaan dan pengadaan tenaga kerja
untuk pabrik Cikande.
44
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 46
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
• Proyeksi Laba Rugi Komprehensif Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi
adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN 22,87% 13,90% 12,25% 13,11% 11,61%
Penjualan bersih 4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
BEBAN POKOK PENJUALAN 1,17 1,13 1,12 1,14 1,12
Beban pokok penjualan 2.853.927 3.225.779 3.620.954 4.119.139 4.604.857
2.853.927 3.225.779 3.620.954 4.119.139 4.604.857
LABA KOTOR 1.290.491 1.494.660 1.677.508 1.873.720 2.083.656
31,14% 31,66% 31,66% 31,27% 31,15%
Beban usaha (907.990) (961.602) (1.036.186) (1.116.635) (1.205.688)
Penyusutan dan amortisasi (54.061) (57.287) (49.431) (39.918) (40.210)
(962.050) (1.018.889) (1.085.618) (1.156.553) (1.245.899)
LABA (RUGI) USAHA 328.441 475.771 591.890 717.167 837.757
7,92% 10,08% 11,17% 11,97% 12,53%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Beban bunga pinjaman (83.836) (79.811) (61.456) (33.938) (10.138)
Beban bunga sewa (6.003) (5.251) (4.500) (3.748) (2.997)
(89.839) (85.062) (65.956) (37.686) (13.135)
LABA SEBELUM PAJAK 238.603 390.708 525.934 679.481 824.622
PAJAK PENGHASILAN (52.493) (85.956) (115.705) (149.486) (181.417)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 186.110 304.753 410.228 529.995 643.205
o Pendapatan dan biaya pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan sebagai
berikut:
Perincian dari proyeksi pendapatan Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun
2025 2026 2027 2028 2029
Pestisida 1.566.779 1.968.256 2.341.471 2.768.816 3.151.920
Pupuk 2.378.290 2.480.902 2.592.038 2.719.881 2.866.903
Alat Pertanian 120.003 139.813 165.091 190.811 221.308
Distribusi 79.346 131.469 199.862 313.351 448.382
Jumlah 4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
Perincian dari proyeksi beban pokok Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun 2025 2026 2027 2028 2029
Pestisida 935.477 1.186.937 1.430.924 1.729.095 1.982.936
Pupuk 1.807.960 1.877.721 1.952.256 2.037.996 2.136.602
Alat Pertanian 100.460 118.105 137.275 156.542 179.259
Distribusi 10.030 43.016 100.498 195.506 306.060
Jumlah 2.853.927 3.225.779 3.620.954 4.119.139 4.604.857
45
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 47
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
o Beban usaha terdiri dari beban penjualan dan beban umum & administrasi,
dengan jumlah sebesar:
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun 2025 2026 2027 2028 2029
Beban usaha 962.050 1.018.889 1.085.618 1.156.553 1.245.899
o Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi
adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 541.061 526.710 487.989 300.087 552.391
Piutang usaha 1.069.525 1.218.175 1.367.341 1.546.540 1.726.063
Piutang lain-lain 2.189 2.189 2.189 2.189 2.189
Persediaan 1.149.325 1.299.076 1.458.219 1.658.847 1.854.454
Pajak dibayar di muka 30.648 30.648 30.648 30.648 30.648
Biaya dibayar di muka 42.930 45.466 48.444 51.609 55.596
Aset lancar lainnya 2.760 2.760 2.760 2.760 2.760
Total Aset Lancar 2.838.437 3.125.024 3.397.590 3.592.681 4.224.101
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 538.255 490.522 444.398 495.278 458.710
Aset tidak berwujud 962 - - - -
Properti Investasi 19.374 19.374 19.374 19.374 19.374
Aset pajak tangguhan 71.810 71.810 71.810 71.810 71.810
Goodwill 2.268 2.268 2.268 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap 58.904 58.904 58.904 58.904 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 97.010 97.010 97.010 97.010 97.010
Aset tidak lancar lainnya 2.116 2.116 2.116 2.116 2.116
Total Aset Tidak Lancar 790.699 742.004 695.880 746.760 710.192
TOTAL ASET 3.629.135 3.867.028 4.093.470 4.339.441 4.934.293
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank - - - - -
Utang usaha : 788.968 891.767 1.001.013 1.138.737 1.273.013
Utang pajak 25.958 25.958 25.958 25.958 25.958
Utang lain-lain 65.325 65.325 65.325 65.325 65.325
Uang Muka Pelanggan 11.589 11.589 11.589 11.589 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 331.286 350.859 373.837 398.264 429.030
Pinjaman jangka pendek 956.880 768.916 488.498 122.966 -
Total Liabilitas Lancar 2.180.006 2.114.413 1.966.220 1.762.839 1.804.916
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 4.737 4.737 4.737 4.737 4.737
Kewajiban imbalan kerja 47.193 47.193 47.193 47.193 47.193
Pinjaman bank - jangka panjang 135.350 135.350 135.350 86.350 31.850
Liabilitas sewa - jangka panjang 64.458 64.458 64.458 64.458 64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3.531 3.531 3.531 3.531 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 255.269 255.269 255.269 206.269 151.769
EKUITAS
Modal saham 588.235 588.235 588.235 588.235 588.235
Tambahan modal disetor 266.188 264.921 229.328 197.685 161.755
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali 9.952 9.952 9.952 9.952 9.952
Saldo laba 306.350 611.103 1.021.331 1.551.326 2.194.531
1.170.725 1.474.211 1.848.846 2.347.198 2.954.474
Kepentingan Non-pengendali 23.135 23.135 23.135 23.135 23.135
Total Ekuitas 1.193.860 1.497.346 1.871.981 2.370.333 2.977.609
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 3.629.135 3.867.028 4.093.470 4.339.441 4.934.293
46
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 48
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
o Capital Expenditure diasumsikan sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun 2025 2026 2027 2028 2029
Capex 11.896 8.593 3.307 90.798 3.642
Capex tersebut berupa pembelian peralatan kantor dan pembelian terkait
pemeliharaan (maintenance/replacement), serta pembelian mesin dan
bangunan di tahun 2028 dalam rangka penambahan line kedua di pabrik
Cikande.
o Penyusutan aset tetap didasarkan pada perkiraan umur ekonomisnya.
o Pajak Penghasilan Badan diasumsikan 22% dari laba sebelum pajak.
o Rata-rata penagihan piutang usaha dalam 94 hari.
o Rata-rata perputaran persediaaan dalam 147 hari.
o Rata-rata pembayaran utang usaha dalam 101 hari.
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat Kondisi Keuangan dan Rasio Keuangan
berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Melakukan Transaksi.
2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan setara kas*) 541.061 526.710 487.989 300.087 552.391
Aset Lancar *) 2.838.437 3.125.024 3.397.500 3.592.681 4.224.101
Liabilitas Jangka
2.180.006 2.114.413 1.966.220 1.762.839 1.804.916
Pendek *)
Total Liabilitas *) 2.435.275 2.369.682 2.221.489 1.969.108 1.956.685
Laba Bersih*) 186.110 304.753 410.228 529.995 643.205
Total Ekuitas*) 1.193.860 1.497.346 1.871.981 2.370.333 2.977.609
Total Pendapatan*) 4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
Current Ratio 1,30 1,48 1,73 2,04 2,34
Quick Ratio 0,77 0,86 0,99 1,10 1,31
Debt to Equity Ratio 2,04 1,58 1,19 0,83 0,66
Return on Sales (%) 4,49 6,46 7,74 8,84 9,62
Return on Equity (%) 15,59 20,35 21,91 22,36 21,60
Return on Assets (%) 5,13 7,88 10,02 12,21 13,04
*)dalam jutaan Rupiah
C.3. Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat perbandingan Kondisi Keuangan dan Rasio
Keuangan berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Tidak Melakukan Transaksi dan
Melakukan Transaksi.
47
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 49
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
A. Kondisi Tidak Melakukan Transaksi
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat Kondisi Keuangan dan Rasio Keuangan
berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Tidak Melakukan Transaksi.
2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan setara kas*) 541.339 528.792 491.357 305.109 537.445
Aset Lancar *) 2.838.651 3.127.735 3.401.726 3.598.919 4.210.562
Liabilitas Jangka
2.180.477 2.119.872 1.975.737 1.779.572 1.807.066
Pendek *)
Total Liabilitas *) 2.435.746 2.375.141 2.231.006 1.985.841 1.958.835
Laba Bersih*) 185.853 302.186 406.901 524.652 637.407
Total Ekuitas*) 1.193.603 1.494.599 1.866.600 2.359.838 2.961.919
Total Pendapatan*) 4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
Current Ratio 1,30 1,48 1,72 2,02 2,33
Quick Ratio 0,77 0,86 0,98 1,09 1,30
Debt to Equity Ratio 2,04 1,59* 1,20 0,84 0,66
Return on Sales (%) 4,48 6,40 7,68 8,75 9,53
Return on Equity (%) 15,57 20,22 21,80 22,23 21,52
Return on Assets (%) 5,12 7,81 9,93 12,07 12,95
*)dalam jutaan Rupiah
B. Kondisi Melakukan Transaksi
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat Kondisi Keuangan dan Rasio Keuangan
berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Melakukan Transaksi.
2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan setara kas*) 541.061 526.710 487.989 300.087 552.391
Aset Lancar *) 2.838.437 3.125.024 3.397.500 3.592.681 4.224.101
Liabilitas Jangka
2.180.006 2.114.413 1.966.220 1.762.839 1.804.916
Pendek *)
Total Liabilitas *) 2.435.275 2.369.682 2.221.489 1.969.108 1.956.685
Laba Bersih*) 186.110 304.753 410.228 529.995 643.205
Total Ekuitas*) 1.193.860 1.497.346 1.871.981 2.370.333 2.977.609
Total Pendapatan*) 4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
Current Ratio 1,30 1,48 1,73 2,04 2,34
Quick Ratio 0,77 0,86 0,99 1,10 1,31
Debt to Equity Ratio 2,04 1,58 1,19 0,83 0,66
Return on Sales (%) 4,49 6,46 7,74 8,84 9,62
Return on Equity (%) 15,59 20,35 21,91 22,36 21,60
Return on Assets (%) 5,13 7,88 10,02 12,21 13,04
*)dalam jutaan Rupiah
Dilihat dari kedua table diatas, tergambar bahwa kinerja Perseroan dengan
melakukan Transaksi lebih meningkat dibanding dengan kondisi tidak melakukan
Transaksi. Demikian pula Rasio-Rasio Keuangan Perseroan gambarannya lebih
baik dengan adanya Transaksi.
48
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 50
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
C.4. Penilaian Arus Kas
Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan untuk Kondisi Melakukan Transaksi dapat dilihat
pada Lampiran B-6, sedangkan untuk Proyeksi Arus Kas Bersih untuk Kondisi Tidak
Melakukan Transaksi dapat dilihat pada Lampiran A – 6.
Berdasarkan analisa arus kas bersih Perseroan dari proyeksi dalam 5 (lima) tahun
kedepan terlihat adanya kenaikan arus kas bersih (net cash flow / NCF) sebagai berikut:
Analisis NCF:
Terminal
2025 2026 2027 2028 2029
Value
Melakukan Transaksi
NCF 96.478 237.133 325.225 284.745 473.608 5.441.560
Tidak melakukan Transaksi
NCF 96.419 234.871 322.360 280.345 468.359 5.381.252
Kenaikan NCF 59 2.262 2.865 4.400 5.249 60.307
(dalam Jutaan Rupiah)
Nilai Kini Arus Kas Bersih
Arus Kas Bersih – Melakukan Transaksi 4.141.991.623.157
Arus Kas Bersih – Tidak Melakukan
Transaksi 4.097.015.809.414
Selisih 44.975.813.743
Berdasarkan analisis arus kas bersih Perseroan seperti terlihat dalam tabel diatas, nilai
kini arus kas bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi lebih tinggi sebesar
Rp. 44.975.813.743,- dibandingkan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi.
Adapun perhitungan Arus Kas Bersih Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-6 untuk
kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan B-6 untuk kondisi Melakukan Transaksi.
C.5. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan
Keuangan Setelah Transaksi Dilakukan
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi dan proforma laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan setelah Transaksi.
Analisis ringkas mengenai kondisi dan pengaruh terhadap proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut:
49
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 51
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Delta Giri Wacana Tbk dan Entitas Anak
Pada Tanggal 31 Desember 2024
(dalam jutaan Rupiah)
2024 Penyesuaian Proforma
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 63.078 63.078
Piutang usaha 980.470 980.470
Piutang lain-lain 2.189 2.189
Persediaan 958.426 958.426
Pajak dibayar di muka 30.648 30.648
Biaya dibayar di muka 39.949 39.949
Aset lancar lainnya 2.760 2.760
Total Aset Lancar 2.077.520 - 2.077.520
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 577.441 577.441
Aset tidak berwujud 3.940 3.940
Properti Investasi 19.374 19.374
Aset pajak tangguhan 71.810 71.810
Goodwill 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap 58.904 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 97.010 97.010
Aset tidak lancar lainnya 2.116 2.116
Total Aset Tidak Lancar 832.863 - 832.863
TOTAL ASET 2.910.383 - 2.910.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 60.993 60.993
Utang usaha : 768.096 768.096
Utang pajak 25.958 25.958
Utang lain-lain 65.325 65.325
Uang Muka Pelanggan 11.589 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 205.420 205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek 19.275 19.275
Pinjaman jangka pendek 864.746 864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek 2.274 2.274
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek 2.271 2.271
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek - -
Total Liabilitas Lancar 2.025.947 - 2.025.947
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 4.737 4.737
Kewajiban imbalan kerja 44.922 44.922
Pinjaman bank - jangka panjang 4.466 4.466
Liabilitas sewa - jangka panjang 45.183 45.183
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3.531 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 102.839 - 102.839
EKUITAS
Modal saham 500.000 500.000
Tambahan modal disetor 128.270 128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali 9.952 9.952
Saldo laba 120.240 120.240
758.462 - 758.462
Kepentingan Non-pengendali 23.135 23.135
Total Ekuitas 781.597 - 781.597
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 2.910.383 - 2.910.383
- -
Tidak ada perubahan pada kondisi proforma karena Transaksi diasumsikan baru akan
berlangsung di tahun 2025.
50
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 52
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
D. Analisis Inkremental
1. Kontribusi Nilai Tambah Dari Transaksi
Kami juga melakukan analisis atas proyeksi laba bersih Perseroan dalam kondisi
Melakukan Transaksi dan Tidak Melakukan Transaksi atas dasar prospek usaha
Perseroan di masa depan untuk 5 (lima) tahun. Dari analisis kami dapat kami
kemukakan bahwa terdapat kenaikan laba bersih Perseroan karena adanya
Transaksi.
(dalam jutaan Rupiah)
Laba bersih 2025 2026 2027 2028 2029
Melakukan
186.110 304.753 410.228 529.995 643.205
Transaksi
Tidak Melakukan
185.853 302.186 406.901 524.652 637.407
Transaksi
Selisih 257 2.567 3.327 5.342 5.798
Perhitungan laba bersih dalam kondisi Melakukan dan Tidak Melakukan Transaksi
dapat dilihat pada Lampiran A - 4 dan B - 4.
Disamping itu berdasarkan analisa arus kas bersih Perseroan dari proyeksi dalam 5
(lima) tahun kedepan terlihat adanya kenaikan arus kas bersih (net cash flow / NCF)
sebagai berikut:
Analisis NCF:
(dalam Jutaan Rupiah)
Terminal
2025 2026 2027 2028 2029
Value
Melakukan Transaksi
NCF 96.478 237.133 325.225 284.745 473.608 5.441.560
Tidak melakukan Transaksi
NCF 96.419 234.871 322.360 280.345 468.359 5.381.252
Kenaikan NCF 59 2.262 2.865 4.400 5.249 60.307
Analisis Nilai Kini Arus Kas Bersih (Present Value Net Cash Flow - PVNCF)
Berdasarkan prediksi arus kas Perseroan sampai dengan tahun 2029, pada kondisi
Melakukan Transaksi, posisi kas Perseroan memberikan gambaran yang lebih baik,
dimana berdasarkan perhitungan Nilai Kini Arus Kas Bersih (PVNCF) yang telah
kami lakukan, nilai kini arus kas bersih dalam kondisi Melakukan Transaksi adalah
sebesar Rp. 4.141.991.623.157.
Sedangkan, untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi, Nilai Kini Arus Kas
Bersihnya adalah Rp. 4.097.015.809.414 , sehingga terdapat selisih lebih sebesar
Rp. 44.975.813.743. Oleh karena itu berdasarkan analisis Nilai Kini Arus Kas Bersih
ini, Transaksi memberikan nilai tambah kepada Perseroan.
51
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 53
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Untuk menghitung PVNCF digunakan faktor diskonto (Discount Factor) atas dasar
Cost of Capital (WACC).
Untuk menghitung Cost of Capital akan dihitung dengan rata-rata biaya capital
(Weighted Average Cost of Capital – WACC) dengan mendasarkan pada Cost of
Equity atas dasar perhitungan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan formula
sebagai berikut:
E (Ri) = Rf + B (RPm) – Ds
E (Ri) = Tingkat balikan yang diharapkan (Cost of Equity)
Rf = Risk free rate
B = Beta
RPm = Equity risk premium
Ds = Default spread
Untuk menghitung Cost of Equity digunakan data-data sebagai berikut:
• Tingkat bunga tanpa resiko (risk free rate) ditetapkan berdasarkan yield
Obligasi Pemerintah RI dalam Rupiah untuk jangka waktu 30 tahun yang
diperoleh dari Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) per 30 Desember 2024
sebesar 7,1118%;
• Equity Risk Premium berdasarkan data dari Damodaran untuk Indonesia
tahun 2024 yang merupakan negara berkembang (emerging market) sebesar
6,87% dan adanya Default Spread untuk Indonesia sebagai negara
berkembang (emerging market) sebesar 1,89% sebagai faktor penyesuaian
dari Risk Free Rate karena menggunakan Equity Risk Premium dari
Damodaran; dan
• Besarnya beta didasarkan pada beta dari Damodaran untuk industri
Chemical (Specialty). Berdasarkan data tersebut, beta unleverednya adalah
sebesar 0,88 dan Debt to Equity Ratio sebesar 25,01%. Tingkat pajak yang
dipergunakan adalah 22%. Sehingga beta leverednya adalah 1,06.
• Tingkat pajak yang dipergunakan adalah sebesar 22%.
Berdasarkan data-data tersebut, Cost of Equity adalah sebesar 12,48%.
Atas dasar Cost of Equity tersebut dan dengan memperhitungkan biaya bunga
pinjaman investasi Bank Persero berdasarkan data Suku Bunga Pinjaman
Rupiah Yang Diberikan Menurut Kelompok Bank dan Jenis Pinjaman dari situs
Bank Indonesia, yaitu sebesar 9,21% per 31 Desember 2024, serta rasio antara
utang dan ekuitas (DER) sebesar 25,01%, maka akan diperoleh Cost of Capital
berdasarkan perhitungan WACC sebesar 11,42%.
Analisis NCF dan PVNCF dapat dilihat pada Lampiran A-6 dan B-6.
52
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 54
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
2. Biaya Atau Pendapatan Yang Relevan
Biaya yang relevan dari Transaksi adalah berupa biaya yang timbul dalam proses
dilaksanakannya Transaksi termasuk jasa profesional dan biaya publikasi dalam
rangka memenuhi POJK 17.
3. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan Dalam Menentukan
Rencana dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain
Selain dari Transaksi, DGW dapat melakukan penambahan jumlah tenaga kerja
yang dikontrak langsung (tidak melakukan kontrak outsourcing), tetapi opsi ini dapat
menimbulkan tambahan biaya yang berkaitan dengan perekrutan tenaga kerja baru,
yaitu:
- biaya rekrutmen karyawan
- biaya training berkala
- biaya gaji dan bonus karyawan yang lebih besar karena status tenaga kerja
adalah non-outsource
- biaya tunjangan yang harus diberikan (asuransi, tunjangan harian, dst.)
Biaya-biaya di atas secara jangka panjang diproyeksikan akan semakin besar di
masa depan dengan adanya rencana ekspansi di pabrik Cikande, di mana
kebutuhan tenaga kerja akan terus bertambah. Opsi outsourcing dianggap lebih
efektif dan efisien bagi DGW secara jangka panjang.
E. Analisis Kewajaran Transaksi
Atas dasar analisis yang kami lakukan terhadap Transaksi dapat kami simpulkan
sebagai berikut:
1. Perseroan memiliki sebuah pabrik karbamasi yang berlokasi di Cikande yang
saat ini sedang dalam proses konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada
bulan Mei 2025. Pabrik karbamasi di Cikande ini akan segera beroperasi. Untuk
mendukung operasi tersebut, Perseroan membutuhkan tenaga kerja yang
berkualitas dan dapat diandalkan. Berdasarkan pengalaman kerjasama yang
telah berjalan sejak lama dengan FAP untuk kelompok perusahaan Perseroan
lainnya, Perseroan melihat hasil operasional yang baik sehingga memutuskan
untuk menggunakan jasa yang sama untuk pabrik baru yang akan dijalankan
bisnisnya oleh Perseroan.
2. Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42 dan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi ini bukan transaksi benturan kepentingan. Oleh karena Transaksi
merupakan transaksi afiliasi dan bukan transaksi material, maka berdasarkan
POJK 42, Perseroan wajib menggunakan penilai untuk menentukan kewajaran
dari Transaksi, mengumumkan keterbukaan informasi atas Transaksi kepada
masyarakat, dan menyampaikan keterbukaan informasi dan dokumen
pendukungnya kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal
Transaksi.
53
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 55
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
3. Manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh Perseroan adalah sebagai berikut:
- Ketersediaan jasa tenaga kerja yang berkualitas untuk menunjang operasi
pabrik secara stabil dan berlangsung dalam jangka panjang.
- Pengalaman kerjasama yang ada dengan FAP memastikan bahwa sistem
kerja outsourcing yang disetujui antara DGW dengan FAP dapat segera
dijalankan di pabrik Cikande yang baru, dengan proses penyesuaian yang
lebih cepat jika dibandingkan dengan opsi lain yaitu menggunakan jasa
outsourcing dari penyedia jasa lain yang belum pernah bekerja sama dengan
Perseroan sebelumnya.
- Biaya-biaya yang berhubungan dengan risiko yang berkaitan dengan tenaga
kerja, seperti kecelakaan kerja, tindakan pendisiplinan tenaga kerja, dan-lain
akan menjadi tanggungan FAP.
4. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan dari tahun 2025 sampai
2029, laba bersih Perseroan, NCF, dan PV NCF untuk kondisi Melakukan
Transaksi dibandingkan dengan kondisi Tidak Melakukan Transaksi
menggambarkan kinerja dan kondisi keuangan dari proyeksi keuangan
Perseroan pada tahun-tahun mendatang lebih baik.
Kenaikan laba bersih
(dalam jutaan Rupiah)
Laba bersih 2025 2026 2027 2028 2029
Melakukan Transaksi 186.110 304.753 410.228 529.995 643.205
Tidak Melakukan
185.853 302.186 406.901 524.652 637.407
Transaksi
Selisih 257 2.567 3.327 5.342 5.798
Kenaikan Arus Kas Bersih dan Nilai Kini Arus Kas Bersih
(dalam Jutaan Rupiah)
Terminal
2025 2026 2027 2028 2029
Value
Melakukan Transaksi
NCF 96.478 237.133 325.225 284.745 473.608 5.441.560
Tidak melakukan
Transaksi
NCF 96.419 234.871 322.360 280.345 468.359 5.381.252
Kenaikan NCF 59 2.262 2.865 4.400 5.249 60.307
Nilai Kini Arus Kas Bersih
Arus Kas Bersih – Melakukan Transaksi 4.141.991.623.157
Arus Kas Bersih – Tidak Melakukan Transaksi 4.097.015.809.414
Selisih 44.975.813.743
54
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 56
Page 57
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:
1. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
terhadap Penilaian yang dibuat, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan
kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap Laporan Penilaian Bisnis
yang dibuat.
2. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
3. Penilai memiliki pemahaman atas objek penilaian yang dinilai.
4. Kami bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis yang kami lakukan.
5. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan Tanggal Penilaian
(Cut Off Date).
6. Kami telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Penilaian Bisnis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini, sebatas
pengetahuan kami, adalah benar dan akurat.
7. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
8. Kami telah menyajikan hasil Penilaian dalam penugasan penilaian profesional sebagai
Kesimpulan Penilaian.
9. Kami telah mengungkapkan lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis di dalam Laporan
Penilaian Bisnis.
10. Kesimpulan Penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis berasal dari berbagai sumber
yang diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.
12. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang dibuat
yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
13. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan penilaian yang dibuat, pencapaian hasil
yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang
berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
14. Penilai Bisnis telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang
ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
15. Penilai Bisnis memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan Penilaian yang
dibuat.
16. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian Bisnis
telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – SPI 2018 dan POJK 35.
17. Penilai melakukan inspeksi fisik maupun rapat dan diskusi secara daring dengan
manajemen sehubungan dengan objek penilaian yang dinilai.
18. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan Penilaian, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
dinyatakan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini.
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 58
Page 59
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Laporan Penilaian Bisnis ini bergantung kepada asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai
berikut :
1. Laporan Penilaian Bisnis yang dihasilkan oleh Penilai Bisnis bersifat non-disclaimer
opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Bisnis berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya.
4. Penilai Bisnis menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
6. Laporan Penilaian Bisnis ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan Nilai.
8. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari pemberi tugas dianggap benar dan dapat
dipercaya, Penilai Bisnis tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu
terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
9. Hasil yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam Laporan yang
merupakan bagian dari bisnis yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan
tujuan penilaian. Hasil Laporan Penilaian Bisnis ini tidak boleh digunakan untuk tujuan
penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.
10. Kami sebagai Penilai tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen
yang terkait dengan penilaian, oleh karenanya kami tidak menjamin kebenaran atau
keabsahannya.
11. Laporan Penilaian Bisnis ini harus digunakan secara keseluruhan yang tak terpisahkan
dan penggunaannya terbatas pada maksud dan tujuan penilaian ini saja. Laporan ini tidak
akan berlaku untuk maksud dan tujuan berbeda.
12. Penggunaaan sebagian atau keseluruhan dari laporan untuk dipublikasikan di media
cetak/elektronik harus mendapat persetujuan tertulis dari kami sebagai penilai dan
pembuat laporan.
13. Kami berasumsi bahwasanya data-data yang diberikan kepada kami adalah benar dan
berkaitan dengan obyek penilaian dan kami tidak melakukan pengecekan lebih lanjut
terhadap kebenarannya.
14.Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan.
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 60
LAMPIRAN A
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
Page 61
Lampiran : A - 1
PT DELTA GIRI WACANA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6.975 16.099 23.385 43.938 63.078
Piutang usaha 349.326 534.762 867.281 685.340 980.470
Piutang lain-lain 499 2.148 5.558 6.060 2.189
Persediaan 193.843 271.974 937.101 962.624 958.426
Pajak dibayar di muka 791 2.329 12.014 49.821 30.648
Biaya dibayar di muka 7.029 4.343 11.507 17.149 39.949
Aset lancar lainnya 2.081 2.086 4.219 1.331 2.760
Total Aset Lancar 560.544 833.741 1.861.065 1.766.263 2.077.520
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 60.127 79.667 183.918 442.584 577.441
Aset tidak berwujud 6.938 5.398 3.940
Properti Investasi 80.092 39.278 38.055 37.094 19.374
Aset pajak tangguhan 31.647 38.110 47.377 58.940 71.810
Goodwill - 2.268 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap - 26.480 42.870 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 135 135 24.303 62.892 97.010
Uang Jaminan 152 - - -
Aset tidak lancar lainnya 404 359 1.848 2.116
Total Aset Tidak Lancar 172.153 157.594 329.698 653.894 832.863
TOTAL ASET 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 52.524 117.575 101.293 75.750 60.993
Utang usaha : 236.812 280.592 573.447 554.994 768.096
Utang pajak 15.847 37.032 62.945 31.950 25.958
Utang lain-lain 31.076 35.093 31.712 56.123 65.325
Uang Muka Pelanggan 83 1.583 8.035 18.999 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 93.521 99.342 149.477 159.185 205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek 17.622 19.465 25.596 16.194 19.275
Pinjaman jangka pendek - 58.347 496.890 621.500 864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek - 4.000 4.000 3.401 2.274
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek 465 1.199 2.342 2.332 2.271
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek - - 75.266 - -
Total Liabilitas Lancar 447.950 654.228 1.531.003 1.540.428 2.025.947
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 2.950 5.681 4.737
Kewajiban imbalan kerja 30.904 32.964 37.082 44.462 44.922
Utang lain-lain - 1.020
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang - 9.002
Pinjaman bank - jangka panjang 13.333 9.333 48.982 4.466
Liabilitas sewa - jangka panjang 28.806 10.280 59.426 55.858 45.183
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3.682 3.287 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 59.710 56.577 122.495 158.270 102.839
EKUITAS
Modal saham 20.000 135.550 166.150 166.150 500.000
Tambahan modal disetor 99.486 58.179 128.270 220.270 128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali - 9.952
Saldo laba 105.551 86.464 227.405 240.064 120.240
225.037 280.193 521.825 626.484 758.462
Kepentingan Non-pengendali 337 15.440 94.975 23.135
Total Ekuitas 225.037 280.530 537.265 721.459 781.597
TOTAL LIABILITAS DAN 31 28 25 30 27
EKUITAS 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 62
Lampiran : A - 2
PT DELTA GIRI WACANA TBK
LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
PENJUALAN
Penjualan bersih 1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
LABA KOTOR 265.553 347.392 381.178 701.787 938.746
BEBAN USAHA (223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
(223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
LABA (RUGI) USAHA 41.865 115.735 122.531 104.468 278.825
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih (8.325) (1.946) (15.081) 3.945 (17.268)
Pendapatan bunga 49 92 78 229 278
Management fee - - - - -
Beban bunga (11.728) (8.867) (22.492) (53.038) (69.114)
Pendapatan sewa 794 - - - -
Keuntungan penjualan aset tetap 470 - - - 14.205
Pendapatan atau beban lain-lain (509) 3.629 83.150 6.637 5.454
(19.249) (7.092) 45.655 (42.227) (66.445)
LABA SEBELUM PAJAK 22.616 108.643 168.186 62.241 212.380
PAJAK PENGHASILAN (11.657) (27.570) (23.950) (42.352) (30.494)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 10.959 81.073 144.236 19.889 181.886
LABA(RUGI) KOMPREHENSIF (2.832) (2.034) (1.310) (2.632) 3.577
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 8.127 79.039 142.926 17.257 185.463
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 63
Lampiran : A - 3
PT DELTA GIRI WACANA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN COMMON SIZE
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
2020 2021 2022 2023 2024
% % % % %
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 0,95 1,62 1,07 1,82 2,17
Piutang usaha 47,68 53,94 39,59 28,32 33,69
Piutang lain-lain 0,07 0,22 0,25 0,25 0,08
Persediaan 26,46 27,44 42,78 39,78 32,93
Pajak dibayar di muka 0,11 0,23 0,55 2,06 1,05
Biaya dibayar di muka 0,96 0,44 0,53 0,71 1,37
Aset lancar lainnya 0,28 0,21 0,19 0,05 0,09
Total Aset Lancar 76,50 84,10 84,95 72,98 71,38
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 8,21 8,04 8,40 18,29 19,84
Aset tidak berwujud - - 0,32 0,22 0,14
Properti Investasi 10,93 3,96 1,74 1,53 0,67
Aset pajak tangguhan 4,32 3,84 2,16 2,44 2,47
Goodwill - - 0,10 0,09 0,08
Uang muka pembelian aset tetap - - 1,21 1,77 2,02
Estimasi tagihan pajak penghasilan 0,02 0,01 1,11 2,60 3,33
Uang Jaminan 0,02 - - - -
Aset tidak lancar lainnya - 0,04 0,02 0,08 0,07
Total Aset Tidak Lancar 23,50 15,90 15,05 - 27,02 28,62
TOTAL ASET 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 7,17 11,86 4,62 3,13 2,10
Utang usaha : 32,32 28,30 26,18 22,93 26,39
Utang pajak 2,16 3,74 2,87 1,32 0,89
Utang lain-lain 4,24 3,54 1,45 2,32 2,24
Uang Muka Pelanggan 0,01 0,16 0,37 0,79 0,40
Biaya yang masih harus dibayar 12,76 10,02 6,82 6,58 7,06
Liabilitas sewa - jangka pendek 2,41 1,96 1,17 0,67 0,66
Pinjaman jangka pendek - 5,89 22,68 25,68 29,71
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek - 0,40 0,18 0,14 0,08
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek 0,06 0,12 0,11 0,10 0,08
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek - - 3,44 - -
Total Liabilitas Lancar 61,14 65,99 69,88 63,65 69,61
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan - - 0,13 0,23 0,16
Kewajiban imbalan kerja 4,22 3,33 1,69 1,84 1,54
Utang lain-lain - - 0,05 - -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang - - 0,41 - -
Pinjaman bank - jangka panjang - 1,34 0,43 2,02 0,15
Liabilitas sewa - jangka panjang 3,93 1,04 2,71 2,31 1,55
Liabilitas lainnya - jangka panjang - - 0,17 0,14 0,12
Total Liabilitas Tidak Lancar 8,15 5,71 5,59 6,54 3,53
EKUITAS
Modal saham 2,73 13,67 7,58 6,87 17,18
Tambahan modal disetor 13,58 5,87 5,86 9,10 4,41
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali - - - - 0,34
Saldo laba 14,41 8,72 10,38 9,92 4,13
30,71 28,26 23,82 25,89 26,06
Kepentingan Non-pengendali - 0,03 0,70 3,92 0,79
Total Ekuitas 30,71 28,30 24,52 29,81 26,86
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 64
Lampiran : A - 4
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PERHITUNGAN LABA RUGI KONSOLIDASI COMMON SIZE
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
2020 2021 2022 2023 2024
% % % % %
PENJUALAN
Penjualan bersih 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 74,24 74,89 77,41 76,91 72,17
74,24 74,89 77,41 76,91 72,17
LABA KOTOR 25,76 25,11 22,59 23,09 27,83
BEBAN USAHA (21,70) (16,75) (15,33) (19,65) (19,56)
(21,70) (16,75) (15,33) (19,65) (19,56)
LABA (RUGI) USAHA 4,06 8,37 7,26 3,44 8,27
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih (0,81) (0,14) (0,89) 0,13 (0,51)
Pendapatan bunga 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01
Management fee - - - - -
Beban bunga (1,14) (0,64) (1,33) (1,74) (2,05)
Pendapatan sewa 0,08 - - - -
Keuntungan penjualan aset tetap 0,05 - - - 0,42
Pendapatan atau beban lain-lain (0,05) 0,26 4,93 0,22 0,16
(1,87) (0,51) 2,71 (1,39) (1,97)
LABA SEBELUM PAJAK 2,19 7,85 9,97 2,05 6,30
PAJAK PENGHASILAN (1,13) (1,99) (1,42) (1,39) (0,90)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 1,06 5,86 8,55 0,65 5,39
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 65
Lampiran : A - 5
PT DELTA GIRI WACANA TBK
NORMALISASI LAPORAN POSISI KEUANGAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6.975 16.099 23.385 43.938 63.078
Piutang usaha 349.326 534.762 867.281 685.340 980.470
Piutang lain-lain 499 2.148 5.558 6.060 2.189
Persediaan 193.843 271.974 937.101 962.624 958.426
Pajak dibayar di muka 791 2.329 12.014 49.821 30.648
Biaya dibayar di muka 7.029 4.343 11.507 17.149 39.949
Aset lancar lainnya 2.081 2.086 4.219 1.331 2.760
Total Aset Lancar 560.544 833.741 1.861.065 1.766.263 2.077.520
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 60.127 79.667 183.918 442.584 577.441
Aset tidak berwujud - - 6.938 5.398 3.940
Properti Investasi 80.092 39.278 38.055 37.094 19.374
Aset pajak tangguhan 31.647 38.110 47.377 58.940 71.810
Goodwill - - 2.268 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap - - 26.480 42.870 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 135 135 24.303 62.892 97.010
Uang Jaminan 152 - - - -
Aset tidak lancar lainnya - 404 359 1.848 2.116
Total Aset Tidak Lancar 172.153 157.594 329.698 653.894 832.863
TOTAL ASET 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 52.524 117.575 101.293 75.750 60.993
Utang usaha : 236.812 280.592 573.447 554.994 768.096
Utang pajak 15.847 37.032 62.945 31.950 25.958
Utang lain-lain 31.076 35.093 31.712 56.123 65.325
Uang Muka Pelanggan 83 1.583 8.035 18.999 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 93.521 99.342 149.477 159.185 205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek - - - - -
Pinjaman jangka pendek - 58.347 496.890 621.500 864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek - - - - -
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek - - - - -
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek - - 75.266 - -
Total Liabilitas Lancar 429.863 629.564 1.499.065 1.518.501 2.002.127
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan - - 2.950 5.681 4.737
Kewajiban imbalan kerja 31.369 34.163 39.424 46.794 47.193
Utang lain-lain - - 1.020 - -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang - - 9.002 - -
Pinjaman bank - jangka panjang - 17.333 13.333 52.383 6.740
Liabilitas sewa - jangka panjang 46.428 29.745 85.022 72.052 64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang - - 3.682 3.287 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 77.797 81.241 154.433 180.197 126.659
EKUITAS
Modal saham 20.000 135.550 166.150 166.150 500.000
Tambahan modal disetor 99.486 58.179 128.270 220.270 128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali - - - - 9.952
Saldo laba 105.551 86.464 227.405 240.064 120.240
225.037 280.193 521.825 626.484 758.462
Kepentingan Non-pengendali - 337 15.440 94.975 23.135
Total Ekuitas 225.037 280.530 537.265 721.459 781.597
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 66
Lampiran : A - 6
PT DELTA GIRI WACANA TBK
LABA RUGI KOMPREHENSIF
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
PENJUALAN
Penjualan bersih 1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
LABA KOTOR 265.553 347.392 381.178 701.787 938.746
BEBAN USAHA (223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
(223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
LABA (RUGI) USAHA 41.865 115.735 122.531 104.468 278.825
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih (8.325) (1.946) (15.081) 3.945 (17.268)
Pendapatan bunga 49 92 78 229 278
Management fee - - - - -
Beban bunga pinjaman (8.484) (4.881) (16.823) (43.992) (61.861)
Beban bunga sewa (3.244) (3.986) (5.669) (9.046) (7.253)
Pendapatan sewa 794 - - - -
Keuntungan penjualan aset tetap 470 - - - 14.205
Pendapatan atau beban lain-lain (509) 3.629 83.150 6.637 5.454
(19.249) (7.092) 45.655 (42.227) (66.445)
LABA SEBELUM PAJAK 22.616 108.643 168.186 62.241 212.380
PAJAK PENGHASILAN (11.657) (27.570) (23.950) (42.352) (30.494)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 10.959 81.073 144.236 19.889 181.886
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 67
Lampiran : A - 7
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN DALAM KONDISI TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
(dalam jutaan rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 541.339 528.792 491.357 305.109 537.445
Piutang usaha 1.069.525 1.218.175 1.367.341 1.546.540 1.726.063
Piutang lain-lain 2.189 2.189 2.189 2.189 2.189
Persediaan 1.149.237 1.299.629 1.458.894 1.659.918 1.855.693
Pajak dibayar di muka 30.648 30.648 30.648 30.648 30.648
Biaya dibayar di muka 42.953 45.543 48.537 51.755 55.764
Aset lancar lainnya 2.760 2.760 2.760 2.760 2.760
Total Aset Lancar 2.838.651 3.127.735 3.401.726 3.598.919 4.210.562
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 538.255 490.522 444.398 495.278 458.710
Aset tidak berwujud 962 - - - -
Properti Investasi 19.374 19.374 19.374 19.374 19.374
Aset pajak tangguhan 71.810 71.810 71.810 71.810 71.810
Goodwill 2.268 2.268 2.268 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap 58.904 58.904 58.904 58.904 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 97.010 97.010 97.010 97.010 97.010
Uang Jaminan - - - - -
Aset tidak lancar lainnya 2.116 2.116 2.116 2.116 2.116
Total Aset Tidak Lancar 790.699 742.004 695.880 746.760 710.192
TOTAL ASET 3.629.349 3.869.740 4.097.606 4.345.679 4.920.754
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank - - - - -
Utang usaha : 788.908 892.147 1.001.476 1.139.471 1.273.864
Utang pajak 25.958 25.958 25.958 25.958 25.958
Utang lain-lain 65.325 65.325 65.325 65.325 65.325
Uang Muka Pelanggan 11.589 11.589 11.589 11.589 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 331.470 351.454 374.557 399.394 430.330
Liabilitas sewa - jangka pendek - - - - -
Pinjaman jangka pendek 957.227 773.399 496.833 137.835 -
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek - - - - -
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek - - - - -
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek - - - - -
Total Liabilitas Lancar 2.180.477 2.119.872 1.975.737 1.779.572 1.807.066
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 4.737 4.737 4.737 4.737 4.737
Kewajiban imbalan kerja 47.193 47.193 47.193 47.193 47.193
Utang lain-lain - - - - -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang - - - - -
Pinjaman bank - jangka panjang 135.350 135.350 135.350 86.350 31.850
Liabilitas sewa - jangka panjang 64.458 64.458 64.458 64.458 64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3.531 3.531 3.531 3.531 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 255.269 255.269 255.269 206.269 151.769
EKUITAS
Modal saham 588.235 588.235 588.235 588.235 588.235
Tambahan modal disetor 266.188 264.998 230.098 198.683 163.358
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali 9.952 9.952 9.952 9.952 9.952
Saldo laba 306.093 608.279 1.015.180 1.539.832 2.177.239
1.170.468 1.471.464 1.843.465 2.336.703 2.938.784
Kepentingan Non-pengendali 23.135 23.135 23.135 23.135 23.135
Total Ekuitas 1.193.603 1.494.599 1.866.600 2.359.838 2.961.919
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 3.629.349 3.869.740 4.097.606 4.345.679 4.920.754
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 68
Lampiran : A - 8
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF DALAM KONDISI TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
(dalam jutaan rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN 22,87% 13,90% 12,25% 13,11% 11,61%
Penjualan bersih 4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
BEBAN POKOK PENJUALAN 1,17 1,13 1,12 1,14 1,12
Beban pokok penjualan 2.853.709 3.227.152 3.622.628 4.121.797 4.607.933
2.853.709 3.227.152 3.622.628 4.121.797 4.607.933
LABA KOTOR 1.290.710 1.493.287 1.675.834 1.871.062 2.080.580
31,14% 31,63% 31,63% 31,22% 31,11%
Beban usaha (908.524) (963.330) (1.038.276) (1.119.917) (1.209.464)
Penyusutan dan amortisasi (54.061) (57.287) (49.431) (39.918) (40.210)
(962.585) (1.020.618) (1.087.708) (1.159.835) (1.249.674)
LABA (RUGI) USAHA 328.125 472.669 588.126 711.227 830.906
7,92% 10,01% 11,10% 11,87% 12,42%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Beban bunga pinjaman (83.850) (80.000) (61.959) (34.848) (10.720)
Beban bunga sewa (6.003) (5.251) (4.500) (3.748) (2.997)
(89.852) (85.252) (66.458) (38.596) (13.717)
LABA SEBELUM PAJAK 238.273 387.418 521.668 672.631 817.189
PAJAK PENGHASILAN (52.420) (85.232) (114.767) (147.979) (179.781)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 185.853 302.186 406.901 524.652 637.407
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 69
Lampiran : A - 9
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF DALAM KONDISI TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
(dalam jutaan rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) periode berjalan 185.853 302.186 406.901 524.652 637.407
Ditambah / (dikurangi) penyesuaian untuk
Penyusutan 51.083 56.325 49.431 39.918 40.210
Amortisasi 2.978 962 - - -
(Penambahan) / pengurangan untuk:
Piutang usaha (89.055) (148.650) (149.167) (179.199) (179.523)
Piutang lain-lain - - - - -
Persediaan (190.811) (150.392) (159.265) (201.024) (195.775)
Pajak dibayar di muka - - - - -
Biaya dibayar di muka (3.004) (2.590) (2.994) (3.219) (4.009)
Aset lancar lainnya - - - - -
Estimasi tagihan pajak penghasilan - - - - -
Utang usaha : 20.812 103.239 109.329 137.996 134.392
Utang pajak - - - - -
Utang lain-lain - - - - -
Uang Muka Pelanggan - - - - -
Biaya yang masih harus dibayar 126.050 19.984 23.103 24.837 30.936
Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Arus kas dari aktivitas operasi 103.906 181.064 277.339 343.961 463.639
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Penambahan) / pengurangan aset tetap (11.896) (8.593) (3.307) (90.798) (3.642)
(Penambahan) / pengurangan uang muka pembelian aset tetap - - - - -
(Pengurangan) / penambahan aset hak guna - - - - -
Arus kas dari aktivitas investasi (11.896) (8.593) (3.307) (90.798) (3.642)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS KEUANGAN
Penambahan / (pembayaran) dana cerukan (60.993) - - - -
Penambahan / (pembayaran) liabilitas sewa - - - - -
Penambahan / (pembayaran) pinjaman bank 221.091 (183.828) (276.567) (407.998) (192.335)
Penambahan modal saham 88.235 - - - -
Penambahan tambahan modal disetor 137.918 (1.190) (34.900) (31.415) (35.325)
Arus kas dari aktivitas keuangan 386.251 (185.018) (311.466) (439.412) (227.660)
KENAIKAN BERSIH ARUS KAS 478.261 (12.547) (37.434) (186.249) 232.337
KAS PADA AWAL TAHUN 63.078 541.339 528.792 491.357 305.109
KAS PADA AKHIR TAHUN 541.339 528.792 491.357 305.109 537.445
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 70
Lampiran : A - 10
PT DELTA GIRI WACANA TBK
ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
DALAM KONDISI TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
PER 31 DESEMBER 2024
,
URAIAN 2025 2026 2027 2028 2029 TERMINAL VALUE
Proyeksi Laba Setelah Pajak 185.853 302.186 406.901 524.652 637.407
Ditambah :
- Bunga (1-T) 65.403 62.400 48.328 27.181 8.362
- Penyusutan dan amortisasi 54.061 57.287 49.431 39.918 40.210
Ditambah (Dikurangi) :
Perubahan Modal Kerja (diluar
kas dan setara kas) (197.001) (178.409) (178.993) (220.609) (213.978)
Perubahan aset tetap (11.896) (8.593) (3.307) (90.798) (3.642)
Arus Kas Bersih - Kapital 96.419 234.871 322.360 280.345 468.359
5.381.252
Discount Factor @ 11,42% 0,8974959 0,8054990 0,7229320 0,6488286 0,5823210 0,5823210
Growth 2,5%
86.536 189.188 233.044 181.896 272.735 3.133.616
Nilai Kini Arus Kas Bersih 4.097.016
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 71
Lampiran : A - 11
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PERHITUNGAN FAKTOR DISKONTO
PER 31 DESEMBER 2024
Cost Of Equity = Tingkat bunga tanpa resiko +
beta x Equity risk premium - Default Spread = 12,48%
WACC = 11,42%
Ekuitas = 80%
Utang berbunga = 20%
Jumlah Ekuitas dan Utang Berbunga = 100%
Cost of Debt = 9,21%
Default spread = 1,89%
Equity risk premium = 6,87%
Risk free rate, obligasi pemerintah Republik Indonesia (Rp) = 7,11%
Beta = 1,06
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 72
LAMPIRAN B
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
MELAKUKAN TRANSAKSI
Page 73
Lampiran : B - 1
PT DELTA GIRI WACANA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6.975 16.099 23.385 43.938 63.078
Piutang usaha 349.326 534.762 867.281 685.340 980.470
Piutang lain-lain 499 2.148 5.558 6.060 2.189
Persediaan 193.843 271.974 937.101 962.624 958.426
Pajak dibayar di muka 791 2.329 12.014 49.821 30.648
Biaya dibayar di muka 7.029 4.343 11.507 17.149 39.949
Aset lancar lainnya 2.081 2.086 4.219 1.331 2.760
Total Aset Lancar 560.544 833.741 1.861.065 1.766.263 2.077.520
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 60.127 79.667 183.918 442.584 577.441
Aset tidak berwujud 6.938 5.398 3.940
Properti Investasi 80.092 39.278 38.055 37.094 19.374
Aset pajak tangguhan 31.647 38.110 47.377 58.940 71.810
Goodwill - 2.268 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap - 26.480 42.870 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 135 135 24.303 62.892 97.010
Uang Jaminan 152 - - -
Aset tidak lancar lainnya 404 359 1.848 2.116
Total Aset Tidak Lancar 172.153 157.594 329.698 653.894 832.863
TOTAL ASET 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 52.524 117.575 101.293 75.750 60.993
Utang usaha : 236.812 280.592 573.447 554.994 768.096
Utang pajak 15.847 37.032 62.945 31.950 25.958
Utang lain-lain 31.076 35.093 31.712 56.123 65.325
Uang Muka Pelanggan 83 1.583 8.035 18.999 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 93.521 99.342 149.477 159.185 205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek 17.622 19.465 25.596 16.194 19.275
Pinjaman jangka pendek - 58.347 496.890 621.500 864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek - 4.000 4.000 3.401 2.274
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek 465 1.199 2.342 2.332 2.271
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek - - 75.266 - -
Total Liabilitas Lancar 447.950 654.228 1.531.003 1.540.428 2.025.947
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 2.950 5.681 4.737
Kewajiban imbalan kerja 30.904 32.964 37.082 44.462 44.922
Utang lain-lain - 1.020
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang - 9.002
Pinjaman bank - jangka panjang 13.333 9.333 48.982 4.466
Liabilitas sewa - jangka panjang 28.806 10.280 59.426 55.858 45.183
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3.682 3.287 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 59.710 56.577 122.495 158.270 102.839
EKUITAS
Modal saham 20.000 135.550 166.150 166.150 500.000
Tambahan modal disetor 99.486 58.179 128.270 220.270 128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali - 9.952
Saldo laba 105.551 86.464 227.405 240.064 120.240
225.037 280.193 521.825 626.484 758.462
Kepentingan Non-pengendali 337 15.440 94.975 23.135
Total Ekuitas 225.037 280.530 537.265 721.459 781.597
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 74
Lampiran : B - 2
PT DELTA GIRI WACANA TBK
LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
PENJUALAN
Penjualan bersih 1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
LABA KOTOR 265.553 347.392 381.178 701.787 938.746
BEBAN USAHA (223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
(223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
LABA (RUGI) USAHA 41.865 115.735 122.531 104.468 278.825
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih (8.325) (1.946) (15.081) 3.945 (17.268)
Pendapatan bunga 49 92 78 229 278
Management fee - - - - -
Beban bunga (11.728) (8.867) (22.492) (53.038) (69.114)
Pendapatan sewa 794 - - - -
Keuntungan penjualan aset tetap 470 - - - 14.205
Pendapatan atau beban lain-lain (509) 3.629 83.150 6.637 5.454
(19.249) (7.092) 45.655 (42.227) (66.445)
LABA SEBELUM PAJAK 22.616 108.643 168.186 62.241 212.380
PAJAK PENGHASILAN (11.657) (27.570) (23.950) (42.352) (30.494)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 10.959 81.073 144.236 19.889 181.886
LABA(RUGI) KOMPREHENSIF (2.832) (2.034) (1.310) (2.632) 3.577
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 8.127 79.039 142.926 17.257 185.463
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 75
Lampiran : B - 3
PT DELTA GIRI WACANA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN COMMON SIZE
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
2020 2021 2022 2023 2024
% % % % %
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 0,95 1,62 1,07 1,82 2,17
Piutang usaha 47,68 53,94 39,59 28,32 33,69
Piutang lain-lain 0,07 0,22 0,25 0,25 0,08
Persediaan 26,46 27,44 42,78 39,78 32,93
Pajak dibayar di muka 0,11 0,23 0,55 2,06 1,05
Biaya dibayar di muka 0,96 0,44 0,53 0,71 1,37
Aset lancar lainnya 0,28 0,21 0,19 0,05 0,09
Total Aset Lancar 76,50 84,10 84,95 72,98 71,38
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 8,21 8,04 8,40 18,29 19,84
Aset tidak berwujud - - 0,32 0,22 0,14
Properti Investasi 10,93 3,96 1,74 1,53 0,67
Aset pajak tangguhan 4,32 3,84 2,16 2,44 2,47
Goodwill - - 0,10 0,09 0,08
Uang muka pembelian aset tetap - - 1,21 1,77 2,02
Estimasi tagihan pajak penghasilan 0,02 0,01 1,11 2,60 3,33
Uang Jaminan 0,02 - - - -
Aset tidak lancar lainnya - 0,04 0,02 0,08 0,07
Total Aset Tidak Lancar 23,50 15,90 15,05 - 27,02 28,62
TOTAL ASET 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 7,17 11,86 4,62 3,13 2,10
Utang usaha : 32,32 28,30 26,18 22,93 26,39
Utang pajak 2,16 3,74 2,87 1,32 0,89
Utang lain-lain 4,24 3,54 1,45 2,32 2,24
Uang Muka Pelanggan 0,01 0,16 0,37 0,79 0,40
Biaya yang masih harus dibayar 12,76 10,02 6,82 6,58 7,06
Liabilitas sewa - jangka pendek 2,41 1,96 1,17 0,67 0,66
Pinjaman jangka pendek - 5,89 22,68 25,68 29,71
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek - 0,40 0,18 0,14 0,08
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek 0,06 0,12 0,11 0,10 0,08
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek - - 3,44 - -
Total Liabilitas Lancar 61,14 65,99 69,88 63,65 69,61
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan - - 0,13 0,23 0,16
Kewajiban imbalan kerja 4,22 3,33 1,69 1,84 1,54
Utang lain-lain - - 0,05 - -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang - - 0,41 - -
Pinjaman bank - jangka panjang - 1,34 0,43 2,02 0,15
Liabilitas sewa - jangka panjang 3,93 1,04 2,71 2,31 1,55
Liabilitas lainnya - jangka panjang - - 0,17 0,14 0,12
Total Liabilitas Tidak Lancar 8,15 5,71 5,59 6,54 3,53
EKUITAS
Modal saham 2,73 13,67 7,58 6,87 17,18
Tambahan modal disetor 13,58 5,87 5,86 9,10 4,41
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali - - - - 0,34
Saldo laba 14,41 8,72 10,38 9,92 4,13
30,71 28,26 23,82 25,89 26,06
Kepentingan Non-pengendali - 0,03 0,70 3,92 0,79
Total Ekuitas 30,71 28,30 24,52 29,81 26,86
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 76
Lampiran : B - 4
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PERHITUNGAN LABA RUGI KONSOLIDASI COMMON SIZE
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
2020 2021 2022 2023 2024
% % % % %
PENJUALAN
Penjualan bersih 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 74,24 74,89 77,41 76,91 72,17
74,24 74,89 77,41 76,91 72,17
LABA KOTOR 25,76 25,11 22,59 23,09 27,83
BEBAN USAHA (21,70) (16,75) (15,33) (19,65) (19,56)
(21,70) (16,75) (15,33) (19,65) (19,56)
LABA (RUGI) USAHA 4,06 8,37 7,26 3,44 8,27
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih (0,81) (0,14) (0,89) 0,13 (0,51)
Pendapatan bunga 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01
Management fee - - - - -
Beban bunga (1,14) (0,64) (1,33) (1,74) (2,05)
Pendapatan sewa 0,08 - - - -
Keuntungan penjualan aset tetap 0,05 - - - 0,42
Pendapatan atau beban lain-lain (0,05) 0,26 4,93 0,22 0,16
(1,87) (0,51) 2,71 (1,39) (1,97)
LABA SEBELUM PAJAK 2,19 7,85 9,97 2,05 6,30
PAJAK PENGHASILAN (1,13) (1,99) (1,42) (1,39) (0,90)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 1,06 5,86 8,55 0,65 5,39
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 77
Lampiran : B - 5
PT DELTA GIRI WACANA TBK
NORMALISASI LAPORAN POSISI KEUANGAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6.975 16.099 23.385 43.938 63.078
Piutang usaha 349.326 534.762 867.281 685.340 980.470
Piutang lain-lain 499 2.148 5.558 6.060 2.189
Persediaan 193.843 271.974 937.101 962.624 958.426
Pajak dibayar di muka 791 2.329 12.014 49.821 30.648
Biaya dibayar di muka 7.029 4.343 11.507 17.149 39.949
Aset lancar lainnya 2.081 2.086 4.219 1.331 2.760
Total Aset Lancar 560.544 833.741 1.861.065 1.766.263 2.077.520
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 60.127 79.667 183.918 442.584 577.441
Aset tidak berwujud - - 6.938 5.398 3.940
Properti Investasi 80.092 39.278 38.055 37.094 19.374
Aset pajak tangguhan 31.647 38.110 47.377 58.940 71.810
Goodwill - - 2.268 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap - - 26.480 42.870 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 135 135 24.303 62.892 97.010
Uang Jaminan 152 - - - -
Aset tidak lancar lainnya - 404 359 1.848 2.116
Total Aset Tidak Lancar 172.153 157.594 329.698 653.894 832.863
TOTAL ASET 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 52.524 117.575 101.293 75.750 60.993
Utang usaha : 236.812 280.592 573.447 554.994 768.096
Utang pajak 15.847 37.032 62.945 31.950 25.958
Utang lain-lain 31.076 35.093 31.712 56.123 65.325
Uang Muka Pelanggan 83 1.583 8.035 18.999 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 93.521 99.342 149.477 159.185 205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek - - - - -
Pinjaman jangka pendek - 58.347 496.890 621.500 864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek - - - - -
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek - - - - -
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek - - 75.266 - -
Total Liabilitas Lancar 429.863 629.564 1.499.065 1.518.501 2.002.127
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan - - 2.950 5.681 4.737
Kewajiban imbalan kerja 31.369 34.163 39.424 46.794 47.193
Utang lain-lain - - 1.020 - -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang - - 9.002 - -
Pinjaman bank - jangka panjang - 17.333 13.333 52.383 6.740
Liabilitas sewa - jangka panjang 46.428 29.745 85.022 72.052 64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang - - 3.682 3.287 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 77.797 81.241 154.433 180.197 126.659
EKUITAS
Modal saham 20.000 135.550 166.150 166.150 500.000
Tambahan modal disetor 99.486 58.179 128.270 220.270 128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali - - - - 9.952
Saldo laba 105.551 86.464 227.405 240.064 120.240
225.037 280.193 521.825 626.484 758.462
Kepentingan Non-pengendali - 337 15.440 94.975 23.135
Total Ekuitas 225.037 280.530 537.265 721.459 781.597
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 732.697 991.335 2.190.763 2.420.157 2.910.383
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 78
Lampiran : B - 6
PT DELTA GIRI WACANA TBK
LABA RUGI KOMPREHENSIF
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam jutaan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
PENJUALAN
Penjualan bersih 1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
1.030.880 1.383.279 1.687.154 3.039.796 3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
765.327 1.035.887 1.305.976 2.338.009 2.434.371
LABA KOTOR 265.553 347.392 381.178 701.787 938.746
BEBAN USAHA (223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
(223.688) (231.657) (258.647) (597.319) (659.921)
LABA (RUGI) USAHA 41.865 115.735 122.531 104.468 278.825
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih (8.325) (1.946) (15.081) 3.945 (17.268)
Pendapatan bunga 49 92 78 229 278
Management fee - - - - -
Beban bunga pinjaman (8.484) (4.881) (16.823) (43.992) (61.861)
Beban bunga sewa (3.244) (3.986) (5.669) (9.046) (7.253)
Pendapatan sewa 794 - - - -
Keuntungan penjualan aset tetap 470 - - - 14.205
Pendapatan atau beban lain-lain (509) 3.629 83.150 6.637 5.454
(19.249) (7.092) 45.655 (42.227) (66.445)
LABA SEBELUM PAJAK 22.616 108.643 168.186 62.241 212.380
PAJAK PENGHASILAN (11.657) (27.570) (23.950) (42.352) (30.494)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 10.959 81.073 144.236 19.889 181.886
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 79
Lampiran : B - 7
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN DALAM KONDISI MELAKUKAN TRANSAKSI JASA OUTSOURCING OPERATOR
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
(dalam jutaan rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 541.061 526.710 487.989 300.087 552.391
Piutang usaha 1.069.525 1.218.175 1.367.341 1.546.540 1.726.063
Piutang lain-lain 2.189 2.189 2.189 2.189 2.189
Persediaan 1.149.325 1.299.076 1.458.219 1.658.847 1.854.454
Pajak dibayar di muka 30.648 30.648 30.648 30.648 30.648
Biaya dibayar di muka 42.930 45.466 48.444 51.609 55.596
Aset lancar lainnya 2.760 2.760 2.760 2.760 2.760
Total Aset Lancar 2.838.437 3.125.024 3.397.590 3.592.681 4.224.101
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 538.255 490.522 444.398 495.278 458.710
Aset tidak berwujud 962 - - - -
Properti Investasi 19.374 19.374 19.374 19.374 19.374
Aset pajak tangguhan 71.810 71.810 71.810 71.810 71.810
Goodwill 2.268 2.268 2.268 2.268 2.268
Uang muka pembelian aset tetap 58.904 58.904 58.904 58.904 58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 97.010 97.010 97.010 97.010 97.010
Aset tidak lancar lainnya 2.116 2.116 2.116 2.116 2.116
Total Aset Tidak Lancar 790.699 742.004 695.880 746.760 710.192
TOTAL ASET 3.629.135 3.867.028 4.093.470 4.339.441 4.934.293
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank - - - - -
Utang usaha : 788.968 891.767 1.001.013 1.138.737 1.273.013
Utang pajak 25.958 25.958 25.958 25.958 25.958
Utang lain-lain 65.325 65.325 65.325 65.325 65.325
Uang Muka Pelanggan 11.589 11.589 11.589 11.589 11.589
Biaya yang masih harus dibayar 331.286 350.859 373.837 398.264 429.030
Pinjaman jangka pendek 956.880 768.916 488.498 122.966 -
Total Liabilitas Lancar 2.180.006 2.114.413 1.966.220 1.762.839 1.804.916
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 4.737 4.737 4.737 4.737 4.737
Kewajiban imbalan kerja 47.193 47.193 47.193 47.193 47.193
Pinjaman bank - jangka panjang 135.350 135.350 135.350 86.350 31.850
Liabilitas sewa - jangka panjang 64.458 64.458 64.458 64.458 64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3.531 3.531 3.531 3.531 3.531
Total Liabilitas Tidak Lancar 255.269 255.269 255.269 206.269 151.769
EKUITAS
Modal saham 588.235 588.235 588.235 588.235 588.235
Tambahan modal disetor 266.188 264.921 229.328 197.685 161.755
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali 9.952 9.952 9.952 9.952 9.952
Saldo laba 306.350 611.103 1.021.331 1.551.326 2.194.531
1.170.725 1.474.211 1.848.846 2.347.198 2.954.474
Kepentingan Non-pengendali 23.135 23.135 23.135 23.135 23.135
Total Ekuitas 1.193.860 1.497.346 1.871.981 2.370.333 2.977.609
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 3.629.135 3.867.028 4.093.470 4.339.441 4.934.293
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 80
Lampiran : B - 8
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF DALAM KONDISI MELAKUKAN TRANSAKSI JASA OUTSOURCING OPERATOR
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
(dalam jutaan rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN 22,87% 13,90% 12,25% 13,11% 11,61%
Penjualan bersih 4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
4.144.418 4.720.439 5.298.461 5.992.859 6.688.513
BEBAN POKOK PENJUALAN 1,17 1,13 1,12 1,14 1,12
Beban pokok penjualan 2.853.927 3.225.779 3.620.954 4.119.139 4.604.857
2.853.927 3.225.779 3.620.954 4.119.139 4.604.857
LABA KOTOR 1.290.491 1.494.660 1.677.508 1.873.720 2.083.656
31,14% 31,66% 31,66% 31,27% 31,15%
Beban usaha (907.990) (961.602) (1.036.186) (1.116.635) (1.205.688)
Penyusutan dan amortisasi (54.061) (57.287) (49.431) (39.918) (40.210)
(962.050) (1.018.889) (1.085.618) (1.156.553) (1.245.899)
LABA (RUGI) USAHA 328.441 475.771 591.890 717.167 837.757
7,92% 10,08% 11,17% 11,97% 12,53%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Beban bunga pinjaman (83.836) (79.811) (61.456) (33.938) (10.138)
Beban bunga sewa (6.003) (5.251) (4.500) (3.748) (2.997)
(89.839) (85.062) (65.956) (37.686) (13.135)
LABA SEBELUM PAJAK 238.603 390.708 525.934 679.481 824.622
PAJAK PENGHASILAN (52.493) (85.956) (115.705) (149.486) (181.417)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 186.110 304.753 410.228 529.995 643.205
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 81
Lampiran : B - 9
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF DALAM KONDISI MELAKUKAN TRANSAKSI JASA OUTSOURCING OPERATOR
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
(dalam jutaan rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) periode berjalan 186.110 304.753 410.228 529.995 643.205
Ditambah / (dikurangi) penyesuaian untuk
Penyusutan 51.083 56.325 49.431 39.918 40.210
Amortisasi 2.978 962 - - -
(Penambahan) / pengurangan untuk:
Piutang usaha (89.055) (148.650) (149.167) (179.199) (179.523)
Piutang lain-lain - - - - -
Persediaan (190.899) (149.751) (159.143) (200.628) (195.607)
Pajak dibayar di muka - - - - -
Biaya dibayar di muka (2.981) (2.536) (2.978) (3.165) (3.987)
Aset lancar lainnya - - - - -
Estimasi tagihan pajak penghasilan - - - - -
Utang usaha : 20.872 102.799 109.246 137.723 134.277
Utang pajak - - - - -
Utang lain-lain - - - - -
Uang Muka Pelanggan - - - - -
Biaya yang masih harus dibayar 125.866 19.573 22.978 24.427 30.767
Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Arus kas dari aktivitas operasi 103.975 183.474 280.596 349.071 469.343
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Penambahan) / pengurangan aset tetap (11.896) (8.593) (3.307) (90.798) (3.642)
(Penambahan) / pengurangan uang muka pembelian aset tetap - - - - -
(Pengurangan) / penambahan aset hak guna - - - - -
Arus kas dari aktivitas investasi (11.896) (8.593) (3.307) (90.798) (3.642)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS KEUANGAN
Penambahan / (pembayaran) dana cerukan (60.993) - - - -
Penambahan / (pembayaran) liabilitas sewa - - - - -
Penambahan / (pembayaran) pinjaman bank 220.744 (187.964) (280.418) (414.532) (177.466)
Penambahan modal saham 88.235 - - - -
Penambahan tambahan modal disetor 137.918 (1.267) (35.593) (31.643) (35.930)
Arus kas dari aktivitas keuangan 385.904 (189.231) (316.011) (446.174) (213.396)
KENAIKAN BERSIH ARUS KAS 477.983 (14.351) (38.721) (187.902) 252.304
KAS PADA AWAL TAHUN 63.078 541.061 526.710 487.989 300.087
KAS PADA AKHIR TAHUN 541.061 526.710 487.989 300.087 552.391
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 82
Lampiran : B - 10
PT DELTA GIRI WACANA TBK
ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
DALAM KONDISI MELAKUKAN TRANSAKSI JASA OUTSOURCING OPERATOR
PER 31 DESEMBER 2024
,
URAIAN 2025 2026 2027 2028 2029 TERMINAL VALUE
Proyeksi Laba Setelah Pajak 186.110 304.753 410.228 529.995 643.205
Ditambah :
- Bunga (1-T) 65.392 62.253 47.936 26.472 7.907
- Penyusutan dan amortisasi 54.061 57.287 49.431 39.918 40.210
Ditambah (Dikurangi) :
Perubahan Modal Kerja (diluar
kas dan setara kas) (197.189) (178.566) (179.063) (220.842) (214.073)
Perubahan aset tetap (11.896) (8.593) (3.307) (90.798) (3.642)
Arus Kas Bersih - Kapital 96.478 237.133 325.225 284.745 473.608
5.441.560
Discount Factor @ 11,42% 0,8974959 0,8054990 0,7229320 0,6488286 0,5823210 0,5823210
Growth 2,5%
86.589 191.010 235.116 184.750 275.792 3.168.735
Nilai Kini Arus Kas Bersih 4.141.992
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 83
Lampiran : B - 11
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PERHITUNGAN FAKTOR DISKONTO
PER 31 DESEMBER 2024
Cost Of Equity = Tingkat bunga tanpa resiko +
beta x Equity risk premium - Default Spread = 12,48%
WACC = 11,42%
Ekuitas = 80%
Utang berbunga = 20%
Jumlah Ekuitas dan Utang Berbunga = 100%
Cost of Debt = 9,21%
Default spread = 1,89%
Equity risk premium = 6,87%
Risk free rate, obligasi pemerintah Republik Indonesia (Rp) = 7,11%
Beta = 1,06
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
PT Dharma Guna Wibawa
p.2 ×2
unresolved
org
PT Focusindo Asia Pacific
p.2
unresolved
org
PT Dharma Guna Wibawa. FAP
p.2
unresolved
org
PT Focusindo Asia Pasific.
p.2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Rintis
p.2 ×3
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
p.3 ×55
unresolved
org
KJPP Stefanus Tonny Hardi
p.3 ×55
unresolved
person
Simon
p.5 ×2
unresolved
person
Ali
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×15
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.5 ×3
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.5 ×3
unresolved
person
Amelia Yaory
p.8
unresolved
org
Pengadilan Negeri Serang. Penggajian
p.11
unresolved
org
Penyelenggara Jaminan Sosial
p.11 ×2
unresolved
person
Innovani Damanik
p.12
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×3
unresolved
person
Christina Dwi Utami
p.12 ×2
unresolved
org
Koordinasi
p.13 ×2
unresolved
org
PT Fertilizer Inti Technology
p.13
unresolved
org
PT Hextar Fertilizer Indonesia
p.13
unresolved
org
PT Bangun Sahabat Tani
p.13
unresolved
org
PT Semesta Alam Sejati
p.13
unresolved
org
PT Mitra International Tunggal
p.13
unresolved
person
Setiawan
· Notaris
p.14
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14
unresolved
org
Menteri
p.14
unresolved
org
Pusat Statistik
p.15 ×5
unresolved
org
Menteri Keuangan Thomas Djiwandono
p.25
unresolved
org
Riset dan Inovasi Nasional
p.26
unresolved
org
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
p.29
unresolved
org
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
p.30
unresolved
org
Euromonitor International Ltd
p.34
unresolved
org
PT DELTA GIRI WACANA LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
p.41
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
13036 ms
12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2024-12-31',
'value': None}