Skip to content
Back to announcement

20250626_DGWG_Informasi Transaksi Afiliasi_31909221_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review DGWG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 83

Page 1
                                                       Graha STH
                                                       Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
                                                       Tel        : 021 – 563 7373 (Hunting)
                                                       Fax        : 021 – 563 6404
                                                       Email      : sth@kjppsth.com
                                                       Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
                                                       Bidang Jasa       : Penilaian Properti & Bisnis
                                                       Wilayah Kerja     : Indonesia




                PENDAPAT KEWAJARAN
                              ATAS
TRANSAKSI PENGADAAN DAN PENGELOLAAN
                      TENAGA KERJA
            PT DELTA GIRI WACANA Tbk.
                PER 31 DESEMBER 2024




Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 2
                                                                             Graha STH
                                                                             Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
                                                                             Tel        : 021 – 563 7373 (Hunting)
                                                                             Fax        : 021 – 563 6404
                                                                             Email      : sth@kjppsth.com
Jakarta, 9 Mei 2025                                                          Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
                                                                             Bidang Jasa       : Penilaian Properti & Bisnis
                                                                             Wilayah Kerja     : Indonesia

Kepada Yth.


Direksi
PT Delta Giri Wacana Tbk.
Jl. Agung Karya VI No. 7
Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
Jakarta Utara 14340

Dengan hormat,

Ref : File No. 00027/2.0007-00/BS/01/0358/1/V/2025
      Penilaian Kewajaran Atas Transaksi Pengadaan dan Pengeloaan Tenaga
      Kerja


Menindaklanjuti Surat Perjanjian Kerja No. STH-080/PR.013/LS/IV/2025, kami sebagai
Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai Publik No.
2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No. B-1.13.00358 yang dikeluarkan oleh Menteri
Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PB-45/PJ-1/PM.021/2024 yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK"), telah melakukan analisis kewajaran atas rencana transaksi
pengadaan dan pengelolaan tenaga kerja antara PT Dharma Guna Wibawa yang
merupakan entitas anak dari PT Delta Giri Wacana Tbk dengan kepemilikan sebesar
99,50% dengan PT Focusindo Asia Pacific yang merupakan pihak terafiiasi.

DEFINISI DAN SINGKATAN

DGW berarti PT Dharma Guna Wibawa.

FAP berarti PT Focusindo Asia Pasific.

Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan berarti laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dan
ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.

Perjanjian berarti perjanjian kerjasama pengadaan dan pengelolaan tenaga kerja
antara DGW dan FAP.

Perseroan berarti PT Delta Giri Wacana Tbk.

POJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.


                                                                                                               1

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 3
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



POJK 35 dan SEOJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020, ditetapkan
tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, diterapkan tanggal
9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal.

POJK 42 berarti Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Tanggal Penilaian berarti tanggal 31 Desember 2024.

Transaksi berarti transaksi pengadaan dan pengeloaan tenaga kerja antara DGW dan
FAP.

OBYEK ANALISIS KEWAJARAN

Obyek analisis kewajaran adalah rencana transaksi pengadaan dan pengelolaan
tenaga kerja antara DGW dan FAP.


MAKSUD DAN             TUJUAN         PEMBERIAN               PENDAPAT             KEWAJARAN   ATAS
TRANSAKSI

Maksud dari penilaian ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas
Transaksi.

DGW merupakan entitas anak dari Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,50% per
Tanggal Penilaian.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian, total
ekuitas konsolidasian Perseroan adalah sebesar Rp.781.597.000.000, sehingga
Transaksi dengan nilai yang diperkirakan sebesar Rp.39.034.968.000 selama jangka
waktu Perjanjian adalah setara dengan 4,99% dari total ekuitas konsolidasian
Perseroan per Tanggal Penilaian.

Berdasarkan data diatas, Transaksi bukan transaksi material sebagaimana
didefinisikan dalam POJK 17, dimana nilai Transaksi dibandingkan dengan ekuitas
konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian adalah kurang dari 20%.

Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42 dan
berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi ini bukan transaksi
benturan kepentingan.

Oleh karena Transaksi merupakan transaksi afiliasi dan bukan transaksi material, maka
berdasarkan POJK 42, Perseroan wajib menggunakan penilai untuk menentukan
kewajaran dari Transaksi, mengumumkan keterbukaan informasi atas Transaksi
kepada masyarakat, dan menyampaikan keterbukaan informasi dan dokumen
pendukungnya kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal Transaksi.

Dengan demikian penilaian atas kewajaran transaksi ini diperlukan dalam rangka
pemenuhan POJK 42.


                                                                                                  2

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 4
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



PEDOMAN PENILAIAN
Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan SEOJK
17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI)
Edisi VII – 2018.


PEMBERI TUGAS

Pelaksanaan penilaian kewajaran Transaksi ini sebagai realisasi dari penugasan untuk
melakukan penilaian kewajaran dari Perseroan sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja
No. STH-080/PR.013/LS/IV/2025 tanggal 9 April 2025.

Adapun identitas lengkap dari pemberi tugas, yaitu Perseroan adalah sebagai berikut:

    Pemberi tugas         : PT Delta Giri Wacana Tbk
    Alamat                : Jl. Agung Karya VI No. 7
                            Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
                            Jakarta Utara 14340
    Telpon / Fax          : 021 – 29614962
    e-mail                : listiany.ruslim@dgw.co.id
    Web                   : https://www.dgw.co.id/
    Bidang usaha          : Perdagangan pestisida


RUANG LINGKUP PENILAIAN

Sesuai dengan penugasan yang diberikan, ruang lingkup penilaian yang kami lakukan
adalah pemberian pendapat kewajaran melalui analisis kewajaran, analisis kualitatif
dan analisis kuantitatif atas Transaksi.


TANGGAL PENILAIAN

Pemberian pendapat kewajaran ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2024.


HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI

Kami telah melakukan prosedur-prosedur penilaian sebagai berikut:
-    pengumpulan data-data Perseroan dan DGW antara lain anggaran dasar, akta-akta,
     izin-izin, susunan pemegang saham dan pengurus, laporan keuangan yang telah
     diaudit, dan proyeksi laporan keuangan;
-    pengumpulan data-data Perseroan dan DGW antara lain anggaran dasar, akta-akta,
     izin-izin, susunan pemegang saham dan pengurus, laporan keuangan yang telah
     diaudit, dan proyeksi laporan keuangan Perseroan dalam kondisi Melakukan dan
     Tidak Melakukan Transaksi;
-    wawancara secara daring dengan manajemen Perseroan.




                                                                                          3

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 5
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Kami juga telah melakukan inspeksi ke kantor Perseroan dan pabrik Perseroan dan
DGW di Cikande pada tanggal 2 Mei 2025 dan bertemu dengan Bapak Simon dan
Bapak Ali selaku Factory Manager dan Bapak Simon selaku Supply Chain Staff.


SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Sifat dan sumber dari informasi yang relevan digunakan didalam proses penilaian,
mencakup informasi yang dipublikasi, data riset atau data yang diperoleh dari
Pemerintah tanpa diperlukan verifikasi seperti suku bunga pinjaman Rupiah dari situs
Bank Indonesia dan tingkat suku bunga bebas resiko yang diperoleh dari data yang
terdapat di situs www.phei.co.id.


DATA DAN SUMBER INFORMASI

Untuk dapat memberikan pendapat atas kewajaran Transaksi tersebut, sebagai penilai
independen, kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu dan
melaksanakan prosedur analisis atas data dan sumber informasi sebagai berikut:
•   Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pengelolaan Tenaga Kerja antara DGW dan
    FAP.
•   Draft Informasi Keterbukaan Kepada Pemegang Saham yang merupakan
    keterbukaan informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi,
    Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April 2025 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;
•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi,
    Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 29 Juli 2024 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;
•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
    Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 22 Januari
    2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
    Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 28
    November 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
    Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 10 Maret
    2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                                                                          4

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 6
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



•   Proyeksi Keuangan Perseroan untuk periode 2025-2029 untuk kondisi Tidak
    Melakukan Transaksi berikut asumsi dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen
    Perseroan.
•   Proyeksi Keuangan Perseroan untuk periode 2025-2029 untuk kondisi Melakukan
    Transaksi berikut asumsi dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan.
•   Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (Management Representation Letter)
    berkaitan dengan penilaian kewajaran Transaksi.
•   Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
    Transaksi; dan
•   Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
    tersebut yang kami anggap relevan.


ASUMSI ASUMSI PENTING

Dalam menyusun pendapat kewajaran atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :

1. Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
   opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
   penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
   dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
   benar.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
   kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik,
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
   operasional perusahaan.
7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Pendapat Kewajaran.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Pemberi
   Tugas.

Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen
Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.


                                                                                          5

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 7
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



INDEPENDENSI PENILAI

Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi ini kami telah bertindak
dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.

Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan dari proses
analisis kewajaran ini.



LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan memiliki sebuah pabrik karbamasi yang berlokasi di Cikande yang saat ini
sedang dalam proses konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada bulan Mei 2025.
Pabrik karbamasi di Cikande ii akan segera beroperasi. Untuk mendukung operasi
tersebut, Perseroan membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan dapat diandalkan.
Berdasarkan pengalaman kerjasama yang telah berjalan sejak lama dengan FAP,
Perseroan melihat hasil operasional yang baik sehingga memutuskan untuk
menggunakan jasa yang sama untuk pabrik baru yang akan dijalankan bisnisnya oleh
Perseroan.



KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)

Setelah tanggal penilaian, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2025, Perseroan
melakukan pencatatan perdana saham di Papan Utama Bursa Efek Indonesia dengan
harga penawaran sebesar Rp 230,00 per lembar dengan jumlah saham yang dicatatkan
sebanyak 5.882.353.000 lembar saham.



METODOLOGI PENILAIAN KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Untuk mengumumkan Transaksi ini kepada publik, diperlukan penilaian kewajaran dari
penilai independen untuk melakukan analisis dan memberikan pendapat kewajaran
atas Transaksi.

Analisis Kewajaran atas Transaksi ini dilakukan dengan analisis transaksi, analisis
kualitatif (Qualitative Analysis) maupun analisis kuantitatif (Quantitative Analysis)
yang berupa analisis kinerja dan analisis inkremental sehingga dapat ditentukan
kewajaran Transaksi ditinjau dari dampak keuangan terhadap para pemegang saham
Perseroan.




                                                                                        6

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 8
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Berdasarkan hasil penelaahan terhadap Transaksi yang telah kami lakukan dapat kami
sampaikan analisis atas Transaksi tersebut sebagai berikut :

A. Analisis Transaksi

A.1. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi adalah sebagai berikut:

- FAP sebagai penyedia jasa pengadaan da pengelolaan tenaga kerja.

- DGW sebagai pengguna jasa yang disediakan oleh FAP diatas.

Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi ini adalah DGW dan FAP.

Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42
karena adanya hubungan keluarga antara Bapak David Yaory yang merupakan
pemegang saham Perseroan dan DGW; dengan Ibu Amelia Yaory yang merupakan
Direktur FAP.

Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan, Transaksi ini bukan transaksi yang
mengandung benturan kepentingan.


RISIKO DAN MANFAAT DARI TRANSAKSI

Manfaat dan Keuntungan bagi Perseroan atas Transaksi

Transaksi memberikan manfaat dan keuntungan bagi Perseroan berupa:

-    Ketersediaan jasa tenaga kerja yang berkualitas untuk menunjang operasi pabrik
     secara stabil dan berlangsung dalam jangka panjang.

-    Pengalaman kerjasama yang ada dengan FAP memastikan bahwa sistem kerja
     outsourcing yang disetujui antara DGW dengan FAP dapat segera dijalankan di
     pabrik Cikande yang baru, dengan proses penyesuaian yang lebih cepat jika
     dibandingkan dengan opsi lain yaitu menggunakan jasa outsourcing dari penyedia
     jasa lain yang belum pernah bekerja sama dengan Perseroan sebelumnya.

-    Biaya-biaya yang berhubungan dengan risiko yang berkaitan dengan tenaga kerja,
     seperti kecelakaan kerja, tindakan pendisiplinan tenaga kerja, dan-lain akan
     menjadi tanggungan FAP.


Risiko Transaksi

Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko yang dihadapi Perseroan.




                                                                                          7

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 9
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Risiko usaha di bawah ini berkaitan dengan Transaksi berdasarkan pengungkapan dari
Perseroan adalah risiko yang berkaitan dengan tenaga kerja, misalnya risiko
kecelakaan kerja, tindakan pendisiplinan tenaga kerja, dan lain-lain, Namun risiko ini
ditanggung oleh FAP sebagai penyedia tenaga kerja dan dapat dimitigasi dengan
penentuan klausa kontrak yang jelas antara DGW dengan FAP.

Dengan demikian, Perseroan melihat tidak ada resiko dalam Transaksi ini.

Kerugian Transaksi

Disamping keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko kerugian yang yang mungkin dihadapi Perseroan.

Adapun kerugian yang mungkin timbul dari Transaksi adalah terkait dengan kerugian
yang berkaitan dengan hasil operasional tenaga kerja, misalnya hasil produksi yang
tidak mencapai target. Namun hal ini dapat dimitigasi dengan penjabaran kontrak yang
jelas antara DGW dengan FAP dan dengan adanya reviu yang dilakukan pada setiap
hasil produksi yang tercapai.


A.2. Analisis Pokok-Pokok Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati

Untuk melaksanakan Transaksi, DGW dan FAP telah menandatangani suatu
Perjanjian, dimana DGW bermaksud untuk menggunakan jasa FAP di bi bidang
layanan pengadaan dan pengelolaan tenaga kerja, dan FAP menyatakan
kesanggupannya untuk melaksanakan jasa dimaksud.

Adapun ketentuan-ketentuan penting dalam Perjanjian ini antara lain:

 Pihak Pertama                 DGW
 Pihak Kedua                   FAP
 Tenaga Kerja                  Karyawan Pihak Kedua yang telah lulus seleksi dari proses seleksi
                               tenaga kerja dan telah menandatangani perjanjian kerja dengan
                               Pihak Kedua yang ditugaskan di tempat dimana Pihak Pertama
                               menyelenggarakan usahanya.
 Ketentuan Umum               - Tenaga Kerja adalah karyawan Pihak Kedua yang telah lulus
                                  seleksi dari proses seleksi tenaga kerja dan telah
                                  menandatangani perjanjian kerja dengan Pihak Kedua yang
                                  ditugaskan     di   tempat       dimana     Pihak       Pertama
                                  menyelenggarakan usahanya.
                              - Hari Kerja adalah hari-hari diluar hari Minggu dan hari libur resmi
                                  lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah atau instansi terkait
                                  lainnya yang berwenang untuk itu.
                              - Jam Kerja adalah jam kerja normatif yang ditetapkan oleh Pihak
                                  Pertama dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-
                                  undangan yang berlaku.
                              - Data kehadiran adalah semua data yang memuat kehadiran
                                  Tenaga Kerja Pihak Kedua di lokasi Pihak Pertama.
                              - Pajak adalah semua jenis pendapatan pemerintah yang timbul
                                  dan berlaku atas Perjanjian ini, sesuai dengan peraturan
                                  perundang-undangan yang berlaku.


                                                                                                8

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 10
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                             -    Pihak Pertama menunjuk Pihak Kedua untuk melakukan tugas
                                  menyiapkan, menempatkan dan mengelola tenaga kerja untuk
                                  ditempatkan pada lokasi kerja yang telah ditentukan oleh Pihak
                                  Pertama.
                             -    Pihak Kedua akan menyediakan, menempatkan dan mengelola
                                  tenaga kerja guna memenuhi dan sesuai dengan permintaan
                                  dari Pihak Pertama.
                             -    Tenaga Kerja akan bekerja sesuai dengan Standart Operating
                                  Procedure (S.O.P) yang ditentukan oleh Pihak Kedua dan akan
                                  disetarakan dengan S.O.P Pihak Pertama dalam hal terdapat
                                  perbedaan S.O.P, guna pencapaian kinerja yang maksimal.
                             -    Pihak Pertama berkewajiban untuk membayarkan tagihan dari
Lingkup Pekerjaan                 Pihak Kedua sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian ini.
                             -    Dalam hal terdapat biaya yang terjadi diluar Perjanjian ini yang
                                  ditagihkan kepada Pihak Pertama. Pihak Kedua wajib
                                  memberikan perhitungan secara terperinci.
                             -    Pihak Pertama dapat meminta penggantian Tenaga Kerja yang
                                  telah bertugas di Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, dengan
                                  pemberitahuan secara lisan dan disusul pemberitahuan secara
                                  tertulis kepada Pihak Kedua selambat-lambatnya empat belas
                                  (14) hari kerja sejak pemberitahuan sebagaimana dimaksud.
                             -    Pihak Kedua selambat-lambatnya dalam waktu empat belas
                                  (14) hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan secara tertulis
                                  dari Pihak Pertama wajib melakukan penggantian Tenaga kerja
                                  untuk ditugaskan di Pihak Pertama.
                             -    Melakukan pembayaran atas pekerjaan yang telah dilakukan
                                  Pihak Kedua sesuai dengan jumlah tenaga kerja dan waktu
                                  pembayaran yang telah disepakati Para Pihak;
                             -    Mengijinkan Tenaga Kerja untuk menggunakan fasilitas yang
Kewajiban Pihak
                                  dimiliki Pihak Pertama, sejauh penggunaan fasilitas tersebut
Pertama
                                  berkaitan dengan pelaksanaan berdasarkan tugas dan fungsi
                                  jabatannya;
                             -    Menyediakan fasilitas peralatan kerja yang mendukung tugas
                                  dan fungsi Tenaga Kerja yang ditugaskan di Pihak Pertama.
Kewajiban Pihak Kedua        -    Menyediakan kandidat Tenaga Kerja paling lambat empat belas
                                  (14) hari kalender sejak diterimanya permintaan tertulis atas
                                  kebutuhan tenaga kerja dari Pihak Pertama;
                             -    Melakukan finalisasi kandidat untuk ditempatkan di kantor Pihak
                                  Pertama paling lambat 5 (lima) hari kalender;
                             -    Bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaan, sebagaimana
                                  diuraikan dalam Perjanjian ini;
Biaya   Pekerjaan      dan -       Pihak Pertama berkewajiban membayar beban biaya tagihan
Pajak                              sebesar Rp624.000.000,- per bulan kepada Pihak Kedua
                                   dengan ketentuan dan jumlah sebagaimana diatur dalam
                                   lampiran Perjanjian.
                              -    Pihak Pertama berkewajiban membayar PPN dari Total
                                   Handling Fee dengan besaran berdasarkan ketentuan
                                   perpajakan yang berlaku dan Pihak Kedua menerbitkan Faktur
                                   Pajak.
                              -    Pihak Pertama berhak memotong PPh 23 dari Total Handling
                                   Fee Pihak Kedua dengan besaran berdasarkan ketentuan
                                   perpajakan yang berlaku dan atas pemotongan tersebut Pihak
                                   Pertama menerbitkan Bukti Potong PPh 23.




                                                                                               9

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 11
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Keamanan dan                 -    Demi tercapainya keamanan dan keselamatan kerja, maka
Keselamatan Kerja                 Tenaga Kerja wajib tunduk kepada semua peraturan yang
                                  dikeluarkan oleh Para Pihak
                             -    Pihak Kedua menjamin Tenaga Kerjanya untuk wajib taat dan
                                  patuh terhadap Standar Keamanan dan Keselamatan.
                             -    Pihak Pertama tidak bertanggung jawab atas segala risiko
                                  kecelakaan atau kerugian yang dialami oleh tenaga kerja,
                                  sepanjang hal tersebut tidak disebabkan oleh kelalaian atau
                                  kesalahan dari Pihak Pertama.
                             -    Dalam hal terjadi pelanggaran yang terindikasi dilakukan oleh
                                  Tenaga Kerja saat berlangsungnya Pekerjaan ini, Para Pihak
                                  dapat melakukan Pemeriksaan / Investigasi akan hal tersebut
                                  dan/atau menyerahkan hal tersebut kepada Pihak Yang
                                  berwajib.
Jangka Waktu dan              -   Kedua Belah Pihak sepakat bahwa Perjanjian ini berlaku untuk
Pengakhiran Perjanjian            jangka waktu Tiga (3) tahun sejak 15 Juni 2025 dan akan
                                  berakhir sampai dengan tanggal 30 Juni 2028, dapat
                                  diperpanjang atas kesepakatan bersama.
                              -   Masing – masing Pihak dapat mengakhiri Perjanjian ini dengan
                                  memberitahukan paling lambat 1 (satu) bulan sebelumnya.
Penyelesaian                  -   Para Pihak akan menyelesaikan segala perselisihan yang timbul
Perselisihan                      sebagai akibat dari pemberlakuan perjanjian ini melalui cara
                                  musyawarah untuk mencapai suatu kemufakatan yang paling
                                  menguntungkan bagi Para Pihak.
                              -   Para Pihak sepakat untuk memilih kediaman hukum yang tetap
                                  dan tidak berubah, baik Pidana maupun Perdata di Kantor
                                  Pengadilan Negeri Serang.
Penggajian     /   Skema -        Gaji pokok mengikuti skala gaji yang ditentukan Para Pihak;
Biaya                    -        Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan
                                  mengikuti peraturan perundang-undangan, Program Jaminan
                                  Hari Tua, Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Program
                                  Jaminan Kematian, dan Program Jaminan Pensiun. Pihak
                                  Kedua akan menyerahkan bukti bayar kepada Pihak Pertama;
                              -   Over time berlaku mengikuti Peraturan Perundang undangan
                                  yang berlaku;
                              -   Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
                                  ditagihkan setiap bulannya dengan besaran dan pembagiannya
                                  sesuai dengan ketentuan Pemerintah yang berlaku. Pihak
                                  Kedua akan menyerahkan bukti bayar kepada Pihak Pertama;
                              -   Lembur (apabila ada) akan diberikan melalui Pihak Kedua dan
                                  ditagihkan melalui invoice digabung dengan invoice gaji di bulan
                                  tersebut. Data insentif dan lembur akan dikirimkan dari Pihak
                                  Kedua kepada Pihak Pertama.

Handling Fee                  5% (lima persen) per bulan yang dihitung dari seluruh komponen
                              Gaji.
Masa Pembayaran               - Pihak Kedua akan mengirimkan surat tagihan kepada Pihak
                                Pertama setelah soft copy invoice disetujui oleh kedua belah
                                pihak dan maksimal dikirimkan Tujuh (7) hari setelah
                                pembayaran gaji karyawan;
                              - Pembayaran dari tagihan tersebut dilakukan maksimal Empat
                                Belas (14) hari sejak invoice diterima, jika jatuh tempo hari libur
                                dibayarkan pada hari berikutnya, melalui transfer antar rekening.




                                                                                               10

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 12
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



B. Analisis Kualitatif

B.1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

URAIAN SINGKAT TENTANG PERSEROAN

Pendirian Perseroan

Perseroan adalah perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.
52 tanggal 29 November 2011, dibuat di hadapan Innovani Damanik, SH. M.Kn., Notaris
di Kabupaten Bekasi. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
59956.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 6 Desember 2011.

Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan antara lain
dengan (i) Akta No. 8 tanggal 2 Oktober 2024, dibuat di hadapan Gatot Widodo, S.E.,
S.H., M.Kn., mengenai perubahan atas maksud, tujuan dan kegiatan usaha Perseroan.
Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui surat No. AHU-0062981.AH.01.02. Tahun 2024 tanggal
3 Oktober 2024; dan terakhir berdasarkan (ii) Akta No. 124 tanggal 20 Januari 2025,
dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Kn., pernyataan Keputusan pemegang
saham PT Delta Giri Wacana. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat No. AHU-0010529.AH.01.11.
Tahun 2025 tanggal 23 Januari 2025.

Perseroan berkedudukan di Jl. Agung Karya VI A Kav. 7, Kelurahan Papanggo,
Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan

Susunan pemegang saham Perseroan per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

       Pemegang                        Jumlah                 Modal Disetor             Kepemilikan
        Saham                           Saham                      (Rp)
 David Yaory                          4.250.000.000           425.000.000.000                   85%
 PT Agro Jaya Mandiri                   750.000.000            75.000.000.000                   15%
 Total                                5,000,000,000           500.000.000.000                  100%


Sedangkan berdasarkan Akta No. 124 tanggal 20 Januari 2025 yang dibuat di hadapan
Christina Dwi Utami, S.H., M.Kn., susunan pemegang saham Perseroan mengalami
perubahan menjadi sebagai berikut:

       Pemegang                        Jumlah                 Modal Disetor             Kepemilikan
        Saham                           Saham                      (Rp)
 David Yaory                          4.250.000.000           425.000.000.000                72,25%
 PT Agro Jaya Mandiri                   750.000.000            75.000.000.000                12,75%
 Masyarakat                             882.353.000            88.235.300.000                15,00%
 Total                                5.882.353.000           500.000.000.000               100,00%



                                                                                                      11

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 13
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Pengurus Perseroan

Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per Tanggal Penilaian adalah sebagai
berikut:

Dewan Komisaris :
Komisaris Utama                            :             Widagdo Hendro Sukoco
Komisaris Independen                       :             Pending Dadih Permana

Dewan Direksi :
Direktur Utama                             :             David Yaory
Direktur                                   :             Danny Jo Putra
Direktur                                   :             Yody Suganda
Direktur                                   :             Muk Kuang
Direktur                                   :             Arbi Munandar

Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan bergerak dalam bidang industri pestisida dan produk-produk kimia.

Izin-izin Yang Diperoleh Perseroan
Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin-izin dari
instansi yang terkait diantaranya adalah :

   1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 31.428.025.6-414.000.

   2. Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120103970743 yang dikeluarkan oleh
      Pemerintah Republik Indonesia c.q. Kepala Badan Koordinasi penanaman
      Modal berdasarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang No. 2 tahun
      2022 tentang cipta kerja yang ditetapkan pada tanggal 4 September 2018 dan
      perubahan terakhir dicetak pada 14 Oktober 2024.

Investasi Perseroan Pada Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi

Perseroan melakukan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan asosiasi dalam bentuk saham dengan persentase kepemilikan
sebagai berikut :

                                                                                        Persentase
                             Nama Perusahaan
                                                                                        Kepemilikan
  PT Dharma Guna Wibawa                                                                   99,50%
  PT Fertilizer Inti Technology                                                           94,27%
  PT Hextar Fertilizer Indonesia                                                          99,50%
  PT Bangun Sahabat Tani                                                                  99,50%
  PT Semesta Alam Sejati                                                                  99,50%
  PT Mitra International Tunggal                                                          99,50%




                                                                                                      12

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 14
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



URAIAN SINGKAT TENTANG DGW
Pendirian DGW

DGW adalah perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 38
tanggal 9 Agustus 2000, dibuat di hadapan Setiawan, SH., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. C3438.HT.01.01.TH.2001 tanggal 29 Maret
2001.

Anggaran dasar DGW telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan
Akta No. 9 tanggal 2 Oktober 2024, dibuat dihadapan Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
0062986.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 3 Oktober 2024.

DGW berkedudukan di Jl. Agung Karya VI Blok A No. 7, Kelurahan Papanggo,
Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham DGW

Modal dasar DGW berdasarkan Akta No. 31 tanggal 15 Desember 2023 adalah sebesar
Rp. 120.000.000.000 yang terdiri dari 1.200.000 saham dengan nominal masing-
masing sebesar Rp.100.000. Dari modal dasar tersebut ditempatkan atau disetor
sebesar Rp.120.000.000.000.

Susunan pemegang saham DGW per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

         Pemegang                         Jumlah             Modal Disetor              Kepemilikan
           Saham                          Saham                   (Rp)
 David Yaory                                  6.000              600.000.000                     0,5%
 PT Delta Giri Wacana Tbk                 1.194.000          119.400.000.000                   99,5%
 Total                                    1.200.000          120.000.000.000                    100%

Pengurus DGW

Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per Tanggal Penilaian adalah sebagai
berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris                                   :            David Yaory

Dewan Direksi :
Direktur                                   :             Yody Suganda

Kegiatan Usaha DGW
DGW bergerak dalam bidang industri pertanian, perdagangan pupuk, pestisida, dan
mesin pertanian.



                                                                                                        13

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 15
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Izin-izin Yang Diperoleh DGW
Untuk menjalankan kegiatan usahanya, DGW telah memperoleh izin-izin dari instansi
yang terkait diantaranya adalah :

   1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 1.973.999.4-073.000.

   2. Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120201930339 yang dikeluarkan oleh
      Pemerintah Republik Indonesia c.q. Kepala Badan Koordinasi penanaman
      Modal berdasarkan Undang-undang No.6 tahun 2023 tentang penetapan
      peraturan pemerintah pengganti undang-undang No. 2 tahun 2022 tentang cipta
      kerja menjadi Undang-undang yang ditetapkan pada tanggal 3 September 2018.


URAIAN SINGKAT TENTANG FAP

FAP adalah sebuah Perusahaan yang didirikan tahun 2001, berawal dari industri kecil
untuk mendirikan jasa repacking produk-produk pestisida dan pertanian dengan standar
kualitas yang tinggi. FAP menawarkan pelayanan jasa repacking yang fleksibel, tepat
waktu, dan komunikatif dengan customer. Dengan demikian, customer akan merasa
nyaman dan aman untuk bekerja sama dengan FAP.

Seiring perkembangan bisnis, tahun 2019 FAP mulai beroperasi di pabrik baru Cikande
untuk mendukung pelayanan jasa repacking produk pestisida lebih baik.
Pabrik baru dilengkapi dengan ruang-ruang produksi dan tentu dengan standar
keselamatan kerja yang sesuai. FAP memiliki kapabilitas untuk mengerjakan produk
pestisida dari kemasan 1.6 gr hingga 25 KG untuk powder dan 50 ml hingga 200 L untuk
liquid.

FAP memiliki staf serta team produksi yangberpengalaman dalam bekerja sama
dengan lebih dari belasan customer dan menangani puluhan produk pestisida.

Adapun jasa-jasa yang ditawarkan FAP antara lain tolling dan formulation.

FAP berlokasi di Jl. Modern Industri XXI No. 6A-B, Kawasan Modern Cikande, Desa
Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.


Sumber: https://fap.co.id


B.2. Analisis Industri dan Lingkungan

TINJAUAN KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang
2024 tumbuh sebesar 5,03% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi itu lebih
rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun 2023 sebesar 5,05% dan lebih rendah dari
target pemerintah yang sebesar 5,2%. Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu
tak lepas dari kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 yang sebesar 5,02% (yoy).



                                                                                        14

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 16
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Realisasi ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang
mencapai 5,04. Secara lebih rinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024
tercatat sebesar 5,11%, lalu di kuartal II-2024 tumbuh sebesar 5,05%, dan pada kuartal
III-2024 tumbuh sebesar 4,95%. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam
Kompas.com mengatakan, secara kumulatif atau c to c, ekonomi Indonesia pada tahun
2024 tumbuh sebesar 5,03%. Amalia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia
pada tahun 2024 turut dipengaruhi kondisi perekonomian global. Ekonomi global
diproyeksi akan tetap tumbuh, namun melambat pada 2024. Imbas dari perlambatan
ekonomi tersebut, aktivitas perdagangan global pun melemah. Hal ini kemudian
berimplikasi terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berasal dari
perdagangan internasional. Secara rinci, pertumbuhan ekonomi 2024 tercatat sebesar
5,11% pada kuartal I, 5,05% pada Kuartal II, dan 4,95% pada Kuartal III.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam kontan.co.id menyampaikan,
lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi kuartal IV 2024
adalah, industri pengolahan tumbuh 4,89% yoy, perdagangan 5,19% yoy, pertanian
0,71% yoy, konstruksi 5,81% yoy, dan pertambangan 3,95% yoy. Adapun
total share dari kelima lapangan usaha tersebut mencakup 63,34% dari total produk
domestik bruto (PDB). Dari sisi lapangan usaha pada kuartal IV 2024, seluruh lapangan
usaha tumbuh positif. Amalia menambahkan, lapangan usaha dengan pertumbuhan
tertinggi yakni jasa lainnya sebesar 11,36% yoy, didukung oleh peningkatan aktivitas
rekreasi seiring peningkatan jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara.
Kemudian, jasa perusahaan yang tumbuh 8,08% yoy, ditopang oleh peningkatan
aktivitas agen perjalanan, penyelenggaraan tur, dan jasa reservasi lainya selama
periode Natal dan tahun Baru 2024, serta peningkatan jumlah jamaah umroh.
Selanjutnya, transportasi dan pergudangan tumbuh 7,92%, sejalan dengan
peningkatan jumlah penumpang dan barang di berbagai moda transportasi terutama
saat libur Natal dan tahun Baru.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari
prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 sedikit di bawah
prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
maupun investasi. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung
lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan
dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama, kecuali AS.
Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah ke bawah
sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan
lapangan kerja. Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat
karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik
domestik maupun ekspor. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7 - 5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan
sebelumnya 4,8 - 5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran
kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi stimulus
kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang
ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu,
Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam
Asta Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta akselerasi
ekonomi dan keuangan digital.



                                                                                        15

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 17
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



            Tabel Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 – 2024

   Indikasi Ekonomi                    2020           2021              2022             2023    2024
Pertumbuhan PDB
                                -2,07       3,69        5,31         5,05                          5,03
(yoy, %)
Nominal PDB
                             15.434,2   16.970,8   19.588,4     20.892,4                        22.139,0
(Rp. Triliun)
Tingkat Inflasi
                                 1,68       1,87        5,51         2,61                          1,57
(%, akhir tahun)
Suku Bunga BI (%)                3,75       3,50        5,50         6,00                          6,00
Cadangan Devisa
                                135,9      144,9      137,2         146,4                         155,7
(USD Miliar)
Nilai Tukar Rupiah
                              13.901      14.269     15.731       15.399                         16.157
(Rp/USD, akhir tahun)
                Sumber: BPS, Bank Indonesia dan sumber lainnya (diolah)

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Desember
2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku
bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar
6,75%. Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan
tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025, serta
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Fokus kebijakan moneter
diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak makin tingginya
ketidakpastian perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat (AS) dan
eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah. Ke depan, Bank Indonesia terus
mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan prospek inflasi serta dinamika kondisi
ekonomi yang berkembang, dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga
kebijakan lanjutan. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran
terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kebijakan    makroprudensial     longgar     terus  ditempuh     untuk   mendorong
kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan ekonomi hijau, melalui penguatan
strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai Januari 2025,
dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga
diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan
UMKM, dengan memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem
pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.
Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan
dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar
AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional
sekitar 3 bulan impor.


                                                                                                     16

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 18
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi
modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam
kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal
dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif
investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil
investasi yang menarik.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%,
sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini
dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan
konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile
food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan
seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID
melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam
kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap
terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi
yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat
merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan
kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank
Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga
inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap
mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sepanjang 2024, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami
fluktuasi yang signifikan. Dalam waktu singkat rupiah menguat namun dalam sekejap
juga rupiah dapat melemah. Dikutip dari cnbcindonesia.com, per 27 Desember 2024
rupiah ditutup di angka Rp16.230/USD. Posisi ini merupakan yang terlemah sejak 19
Desember 2024. Secara month to date/mtd, rupiah telah terdepresiasi sebesar 2,46%
dan secara year to date/ytd, rupiah telah ambruk sebesar 5,42%. Dalam perjalannya
rupiah sempat mengalami posisi terkuat yakni pada 25 September 2024 di angka
Rp15.095/USD. Sementara rupiah juga pernah anjlok hingga menyentuh level
terburuknya di tahun ini yakni pada 21 Juni 2024 di angka Rp16.445/USD. Sebelumnya,
nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) 2024 yakni sebesar Rp15.000/USD. Jika dilihat hingga saat ini,
posisi rupiah sudah melenceng sekitar Rp1.230/USD atau telah ambles 8,2%
dibandingkan target dari APBN itu sendiri. Sementara menurut Jakarta Interbank Spot
Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah terhadap dolar AS pada 31 Desember 2024 sebesar
Rp 16.157. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank
Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang
rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

Produk Domestik Bruto

Perekonomian Indonesia 2024 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB)
atas dasar harga berlaku mencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita mencapai
Rp78,6 juta atau USD4.960,3. Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha.


                                                                                        17

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 19
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Lainnya sebesar
9,80%; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69%; dan Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56%. Sementara itu, Industri Pengolahan
yang memiliki peran dominan tumbuh 4,43%. Sedangkan Perdagangan Besar dan
Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
masing-masing tumbuh sebesar 4,86% dan 0,67%. Struktur PDB Indonesia menurut
lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2024 didominasi oleh Lapangan Usaha
Industri Pengolahan sebesar 18,98%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,07%; Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan sebesar 12,61%; Konstruksi sebesar 10,09%; serta Pertambangan dan
Penggalian sebesar 9,15%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam
perekonomian Indonesia mencapai 63,90%.

Ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 terhadap kuartal IV-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar
5,02%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang
tumbuh signifi kan adalah Jasa Lainnya sebesar 11,36%; diikuti oleh Jasa Perusahaan
sebesar 8,08%; Transportasi dan Pergudangan sebesar 7,92%; dan Informasi dan
Komunikasi sebesar 7,45%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan,
Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,89%. Sedangkan Perdagangan Besar dan
Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
masing-masing tumbuh sebesar 5,19% dan 0,71%. Sementara itu, ekonomi Indonesia
kuartal IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terjadi pada beberapa
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifi kan
diantaranya Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar
16,63%; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar
8,40%. Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 18,49%.




                                             Sumber: BPS




                                                                                        18

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 20
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Dari sisi pengeluaran, ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03% (c-to-c)
dibanding tahun 2023. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen PDB Pengeluaran.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada PK-LNPRT sebesar 12,48%; diikuti Komponen
PK-P sebesar 6,61%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 6,51%; Komponen
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,94%; dan Komponen
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,61%.

Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (factor pengurang dalam PDB
menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 7,95%. Struktur PDB Indonesia menurut
pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2024 tidak menunjukkan perubahan yang
signifi kan. Perekonomian Indonesia didominasi oleh Komponen PK-RT dengan
kontribusi sebesar 54,04%. Komponen PMTB memiliki kontribusi terbesar kedua yakni
sebesar 29,15%, diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,18%;
Komponen PK-P sebesar 7,73%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,25%; dan
Komponen PK-LNPRT sebesar 1,36%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
Jasa memiliki kontribusi sebesar 20,39%

Ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 terhadap kuartal IV-2023 tumbuh sebesar 5,02%
(y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran. Pertumbuhan terti
nggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa, yang mengalami peningkatan
sebesar 7,63%, diikuti Komponen PK-LNPRT tumbuh sebesar 6,06%. Selain itu,
Komponen PMTB, PK-RT, dan PK-P tumbuh masing-masing sebesar 5,03%, 4,98%,
dan 4,17%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 10,36%.
Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2024 dibanding kuartal III-2024 tumbuh sebesar
0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terti nggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 38,58%,
diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 6,36%. Selain itu, Komponen Ekspor Barang dan
Jasa, Komponen PMTB, dan Komponen PK-RT masing-masing tumbuh sebesar
4,63%, 2,44%, dan 1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh
sebesar 3,23%.

Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian Indonesia
secara spasial selama tahun 2024 dengan kontribusi sebesar 57,02%; diikuti Pulau
Sumatera sebesar 22,12%; Pulau Kalimantan sebesar 8,24%; Pulau Sulawesi sebesar
7,12%; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,81%; serta Pulau Maluku dan Papua
sebesar 2,69%. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau
tercatat kondusif walaupun dibayangi tekanan global geopolitik dan internal dalam
negeri. Secara kumulatif, pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok Pulau
Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 7,81%; diikuti Pulau Sulawesi sebesar 6,18%;
Pulau Kalimantan sebesar 5,52%; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,04%; dan
Pulau Jawa sebesar 4,92%. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh
sebesar 4,45%




                                                                                        19

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 21
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                         PDB Menurut Lapangan Usaha
                Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
                                 (triliun rupiah)




                 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
                                   (persen)




                                        Sumber: bps.go.id


                                                                                      20

                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 22
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Perkembangan Ekspor Impor Indonesia

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia Desember 2024
mencapai USD23,46 miliar atau turun 2,24% dibanding ekspor November 2024.
Dibanding Desember 2023 nilai ekspor naik sebesar 4,78%. Ekspor nonmigas
Desember 2024 mencapai USD21,92 miliar, turun 3,36% dibanding November 2024
dan naik 4,83% jika dibanding ekspor nonmigas Desember 2023. Secara kumulatif, nilai
ekspor Indonesia Januari - Desember 2024 mencapai USD264,70 miliar atau naik
2,29% dibanding periode yang sama tahun 2023. Sejalan dengan total ekspor, nilai
ekspor nonmigas yang mencapai USD248,83 miliar juga naik 2,46%. Dari sepuluh
komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Desember 2024, sebagian besar
komoditas mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar pada mesin dan
peralatan mekanis serta bagiannya sebesar USD206,1 juta (26,38%). Sementara yang
mengalami peningkatan terbesar adalah logam mulia dan perhiasan/permata sebesar
USD41,9 juta (6,54%).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari - Desember 2024
naik 5,33% dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil
pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 29,81%, sedangkan ekspor hasil
pertambangan dan lainnya turun 10,20%. Ekspor nonmigas Desember 2024 terbesar
adalah ke Tiongkok yaitu USD5,79 miliar, disusul Amerika Serikat USD2,46 miliar, dan
Jepang USD1,45 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,21%. Sementara
ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD4,10 miliar
dan USD1,35 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada
Januari - Desember 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai USD37,87 miliar
(14,31%), diikuti Jawa Timur USD25,72 miliar (9,72%) dan Kalimantan Timur USD25,46
miliar (9,62%).




                                      Sumber : www.bps.go.id



                                                                                        21

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 23
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Sedangkan untuk nilai impor Indonesia Desember 2024 mencapai USD21,22 miliar,
naik 8,10% dibandingkan November 2024 atau naik 11,07% dibandingkan Desember
2023. Impor migas Desember 2024 senilai USD3,30 miliar, naik 28,26% dibandingkan
November 2024 atau turun 2,24% dibandingkan Desember 2023. Impor nonmigas
Desember 2024 senilai USD17,92 miliar, naik 5,06% dibandingkan November 2024
atau naik 13,92% dibandingkan Desember 2023. Dari sepuluh golongan barang utama
nonmigas Desember 2024, golongan mesin/peralatan mekanis dan bagiannya yang
mengalami peningkatan tertinggi senilai USD197,2 juta (6,93%) dibandingkan
November 2024. Sementara golongan logam mulia dan perhiasan/permata mengalami
penurunan terbesar senilai USD143,4 juta (21,11%). Tiga negara pemasok barang
impor nonmigas terbesar selama Desember 2024 adalah Tiongkok USD7,29 miliar
(40,65%), Jepang USD1,34 miliar (7,48%), dan Australia USD0,87 miliar (4,84%). Impor
nonmigas dari ASEAN USD2,70 miliar (15,08%) dan Uni Eropa USD1,14 miliar (6,38%).
Seluruh nilai impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari - Desember
2024 mengalami peningkatan terhadap periode yang sama tahun sebelumnya.
Golongan bahan baku/penolong meningkat tertinggi senilai USD8,52 miliar (5,29%),
diikuti barang modal USD2,09 miliar (5,34%) dan barang konsumsi USD1,16 miliar
(5,37%). Neraca perdagangan Indonesia Desember 2024 mengalami surplus USD2,24
miliar terutama berasal dari sektor nonmigas USD4,00 miliar, namun sektor migas
deficit senilai USD1,76 miliar.


Inflasi dan IHSG

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Desember 2024 terjadi inflasi year on
year (y-on-y) sebesar 1,57% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,80.
Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,36%
dengan IHK sebesar 111,80 dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar
0,44% dengan IHK sebesar 107,28. Deflasi provinsi y-on-y terjadi di Provinsi Gorontalo
sebesar 0,79% dengan IHK sebesar 106,60. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-
y tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 5,36% dengan IHK sebesar 111,80
dan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,02% dengan IHK sebesar
110,61. Deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kota Gorontalo sebesar
1,10% dengan IHK sebesar 105,07 dan terendah terjadi di Kabupaten Muko Muko
sebesar 0,16% dengan IHK sebesar 104,79. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya
kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,90%;
kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,16%; kelompok perumahan, air, listrik, dan
bahan bakar rumah tangga sebesar 0,59%; kelompok perlengkapan, peralatan dan
pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,04%; kelompok kesehatan sebesar 1,93%;
kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17%; kelompok pendidikan
sebesar 1,94%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar
2,48%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,02%. Sementara
kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok
transportasi sebesar 0,30% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan
sebesar 0,27%. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Desember 2024 sebesar
0,44% dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Desember 2024 sebesar 1,57%. Tingkat
inflasi y-on-y komponen inti Desember 2024 sebesar 2,26%, inflasi m-to-m sebesar
0,17%, dan inflasi y-to-d sebesar 2,26%.



                                                                                        22

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 24
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                                         Inflasi (2020-2024)




                                           Sumber: BPS, BI

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,62% menjadi
7.079,90 pada penutupan perdagangan Senin (30/12/2024). Menurut Kepala Eksekutif
Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa
Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dalam katadata.co.id, pasar modal Indonesia
menunjukkan resiliensi dalam setahun terakhir di tengah banyaknya tantangan global
dan domestik. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham menguat
hari ini, Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,01%. Diikuti sektor barang
konsumen primer dan sektor industri yang masing-masing naik 2,28% dan 1,68%.
Sementara hanya ada satu sektor yang melemah, yaitu sektor keuangan yang
terkoreksi 0,28%. Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam
negeri mencapai 1 juta kali transaksi. Total saham berpindah tangan mencapai 26,27
miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp12,39 triliun. Sebanyak 338 saham ditutup
menguat, lalu 251 saham melemah, dan 210 saham stagnan. Emiten top
gainers adalah WAPO yang meningkat 34,65%, diikuti MMIX dan KEJU yang masing-
masing naik 34,02% dan 24,62%. Di sisi lain, emiten berkode VTNY menjadi top
loser setelah ambles 14,57%, disusul JGLE dan KREN yang sama-sama terkoreksi
14,29%. Bursa saham Asia sore ini ditutup variatif. Indeks Nikkei turun 0,96% ke
39.894,54; indeks Hang Seng turun 0,24% ke 20.041,42; indeks Shanghai naik 0,21%
ke 3.407,33; dan indeks Strait Times naik 0,64% ke 3.795,73.

Perlu diketahui bahwa IHSG sudah pernah menempati posisi tertinggi dan terendahnya.
Posisi terendah berada di level 6.993,07 sementara level IHSG pada akhir perdagangan
2024 merupakan posisi tertinggi sepanjang perdagangan berlangsung. Sampai akhir
perdagangan, IHSG tercatat telah memperjualbelikan 26,27 miliar lembar saham
dengan frekuensi sebanyak 1.009,286 kali. Adapun nilai transaksi yang berhasil
dibukukan mencapai Rp12,39 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp12.367 triliun. Posisi
top gainers LQ45 ditempati oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melonjak
11,11%. Disusul PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 5,73% dan
PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik 5,41%.



                                                                                        23

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 25
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Sementara posisi saham top losers LQ45 diduduki oleh PT Alamtri Resources
Indonesia Tbk (ADRO) yang melemah -4,43%. Kemudian, PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk (INTP) yang ambruk -2,63% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(JK:BMRI) yang merosot -1,72%.

                                   Grafik Pertumbuhan IHSG




                                   Sumber: finance.yahoo.com

Prospek Perekonomian Indonesia
Pemerintah memasang target proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai
5,2% pada 2025, seperti yang ditetapkan dalam UU APBN 2025. Target tersebut tidak
berbeda dari target 2024 yang sama-sama sebesar 5,2%. Wakil Menteri Keuangan
Thomas Djiwandono dalam bisnis.com mengungkapkan realisasi target pertumbuhan
tahun depan akan sangat bergantung pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Selanjutnya, International Monetary Fund (IMF)
dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2024, memproyeksikan bahwa
pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1% pada 2025. Bahkan, angka tersebut
diperkirakan stagnan hingga 2029. Secara umum, laporan World Economic Outlook
Oktober 2024 menggambarkan bahwa perjuangan global melawan Inflasi sebagian
besar berhasil dimenangkan. Tingkat inflasi secara global diperkirakan mencapai 3,5%
pada akhir 2025, di bawah tingkat rata-rata 2000 - 2019 sebesar 3,6%. Lalu, meskipun
terjadi pengetatan kebijakan moneter yang tajam di banyak belahan dunia, kondisi
ekonomi global tetap tangguh sehingga terhindar dari resesi.

Bank Dunia atau World Bank dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi
Desember 2024, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1%
pada 2025. Bank Dunia menyoroti bahwa prospek ekonomi ini menghadapi risiko yang
seimbang. Di mana risiko negatif mencakup ketegangan geopolitik yang meningkat
sekaligus potensi penundaan dalam reformasi fiskal dan struktural. Sementara itu,
dalam laporan Economic Surveys Indonesia edisi November 2024, Organisation for
Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan ekonomi
Indonesia akan tumbuh mencapai 5,2% pada 2025. Secara keseluruhan, OECD
memandang perekonomian Indonesia telah pulih dari efek pandemi Covid-19. Kendati
demikian, kini Indonesia terdampak ketidakpastian perekonomian global. Oleh sebab
itu, lembaga yang beranggotakan banyak negara-negara maju tersebut menekankan
perlunya kebijakan moneter dan fiskal yang tetap prudent untuk mempertahankan
stabilitas ekonomi makro Indonesia.


                                                                                        24

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 26
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Tinjauan Industri Pupuk dan Pertanian

Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2024
mencapai 5,02% year on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi bila
dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,95% yoy. Plt. Kepala BPS, Amalia
Adininggar Widyasanti dalam kontan.co.id menyampaikan, lima lapangan usaha
dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi kuartal IV-2024 adalah, industri
pengolahan tumbuh 4,89% yoy, perdagangan 5,19% yoy, pertanian 0,71% yoy,
konstruksi 5,81% yoy, dan pertambangan 3,95% yoy. Adapun total share dari kelima
lapangan usaha tersebut mencakup 63,34% dari total produk domestik bruto (PDB).
Sektor pertanian turut berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) selama kuartal
IV-2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia secara kumulatif
pada periode Januari-Desember 2024 mencapai USD264,70 miliar atau naik 2,29
persen dibanding periode yang sama 2023. Sementara itu, ekspor kumulatif nonmigas
mencapai USD248,83 miliar atau naik 2,46 persen. Ekspor produk pertanian,
kehutanan, dan perikanan meningkat signifikan sebesar 29,81 persen, didorong oleh
peningkatan ekspor kopi. Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi dalam
Indonesia.go.id menyoroti pentingnya implementasi rantai dingin (cold chain) secara
end-to-end untuk produk pertanian, kehutanan, dan perikanan yang bersifat mudah
rusak (perishable). Dibutuhkan gudang dingin (cold storage) dan teknologi khusus
seperti controlled atmosphere storage (CAS) untuk menjaga kualitas produk. Hilirisasi
sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sangat penting untuk meningkatkan
kualitas, kuantitas, dan daya saing produk.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) Badan Riset dan Inovasi
Nasional (BRIN) Puji Lestari menyampaikan sepanjang 2024, ORPP berhasil mencatat
berbagai langkah signifikan, terutama dalam mengatasi isu-isu kritis seperti ketahanan
pangan, praktik pertanian berkelanjutan, serta integrasi teknologi dalam sistem pangan
dan pertanian. Berbagai inovasi telah dihasilkan, mulai dari pengembangan varietas
unggul tanaman dan rumpun ternak yang meningkatkan produktivitas serta kualitas
hasil pertanian, hingga efisiensi proses pascapanen yang mendukung ketahanan
pangan nasional. Namun, di balik pencapaian tersebut, ORPP menghadapi tantangan
besar. Dampak perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan meningkatnya
kebutuhan pangan akibat pertumbuhan populasi yang pesat menjadi tantangan utama.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi
melalui digitalisasi penebusan yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero).

Industri Pupuk

Tanaman merupakan mahluk hidup yang membutuhkan berbagai unsur hara seperti C,
H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe dan lain sebagainya. Untuk memenuhi berbagai unsur hara
ini maka tanaman juga memerlukan pupuk. Pupuk merupakan produk kimia yang
digunakan untuk membantu dalam meningkatkan dan mempercepat partumbuhan
serta perkembangan tanaman yang sedang dibudidayakan sehingga dapat
mempercepat produksi tanaman, selain itu pupuk juga diperlukan untuk membantu
menyuburkan tanaman sehingga tanaman yang dibudidayakan menjadi lebih tahan
terhadap hama penyakit. Pupuk juga dapat membantu dalam memanipulasi lingkungan
sekitar tanaman agar sesuai dengan pertumbuhan dan juga perkembangan tanaman
yang bersangkutan, disamping itu pupuk juga dapat membantu dalam merangsang
pertumbuhan akar, batang dan daun tanaman.


                                                                                        25

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 27
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Berdasarkan proses pembuatannya pupuk dibedakan menjadi dua yaitu pupuk buatan
dan pupuk alam. Pupuk ini dapat diaplikasikan lewat tanah, dan dan injeksi ke batang
tanaman. Adapun beberapa jenis pupuk yang beredar di pasaran terbagi atas 2 jenis
yaitu pupuk kimia dan pupuk organik.

Pupuk Kimia
Pupuk kimia merupakan pupuk yang dibuat dengan menggunakan berbagai bahan
kimia adapun bebrapa jenisnya yang beredar di pasaran adalah :

   1. Urea
      merupakan jenis pupuk kimia yang paling diminati karena sangat bermanfaat
      untuk lahan pertanian dan budidaya, pupuk ini terbuat dari gas amoniak dan gas
      asam arang. Adapun dalam pupuk ini jumlah kandungan nitrogennya cukup
      tinggi yaitu sebesar 46 kg dari 100 kg pupuk. Kandungan nitrogen yang tinggi ini
      sangat penting untuk membantu mempercepat pertumbuhan dan perkembangan
      tanaman sebab nitrogen membantu mempercepat fotosintesis sehingga
      menghasilkan banyak klorofil.
   2. Za (Zwavelzure Amonium)
      merupakan pupuk yang mengandung 21% nitrogen dan 24% sulfur. Pupuk ZA
      ini biasanya digunakan sebagai pupuk dasar tanaman karena memiliki reaksi
      kerja yang agak lambat. Pupuk ZA bersifat higroskopis atau mudah menyerap
      air, dan karena reaksi pupuk ZA ini yang asam membuat pupuk ini kurang cocok
      untuk tanaman muda karena rata-rata tanaman muda masih asam.
   3. SP-36(Super phosphate)
      merupakan pupuk hasil pencampuran asam sulfat dan fosfat alam. Pupuk ini
      sering digunakan untuk tanaman perkebunan dan holtikultura. Pupuk ini sangat
      bermanfaat untuk merangsang tanaman agar menghasilkan buah yang lebih
      banyak selain itu SP-36 juga berfungsi untuk membantu kualitas biji,
      merangsang pembelahan tanaman, mempercepat pemasakan buah,
      menguatkan batang tanaman dan mempercepat jaringan sel. Pupuk SP36
      mengandung 36% fosfor. Sama dengan Za, pupuk SP36 ini juga sering
      digunakan sebagai pupuk dasar tanaman.
   4. Kalium Klorida
      Adalah pupuk yang terbuat dari ekstraksi mineral kalim dan mengandung 60%
      kalium. Pupuk ini mudah larut dalam air sehingga mudah terserap dalam tanah.
      Namun pupuk ini kurang cocok untuk tanaman seperti wortel dan kentang
      karena reaksi toksiknya akan muncul pada tanaman tersebut. Pupuk ini cocok
      digunakan untuk pupuk dasar maupun pupuk susulan.
   5. NPK Phonska
      Digunakan sebagai penyeimbang unsur hara. Pupuk NPK dapat membantu
      tanaman agar tidak kerdil serta membuat pertumbuhan akar menjadi kuat,
      banyak dan panjang sehingga mudah menyerap zat hara dalam tanah.




                                                                                        26

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 28
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   6. Dolomite (kapur karbonat)
      Merupakan pupuk yang sering digunakan dalam pertanian dan digunakan
      sebagai penyedia unsur hara makro sekunder Ca dan Mg. dengan reaksi kimia
      yang ditimbulkan basa ( alkali ) sehingga dapat membantu untuk meningkatkan
      pH tanah.
   7. ZK (Zwavelzure Kali)
      Adalah pupuk yang terbuat dari kandungan asam belerang dan kalium sehingga
      sering disebut pupuk sulfat. Pupuk ini cocok untuk tanaman wortel dan kentang.

Pupuk Organik

Pupuk organik merupakan pupuk yang dibuat dengan bahan alami, antara lain:
   1. Pupuk Kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan baik ternak
      maupun unggas, seperti kerbau, sapi, kambing, dan ayam. Pupuk ini dapat
      membantu menyuburkan tanah dan tanaman karena banyak mengandung unsur
      hara atau nutrisi seperti fosfor, nitrogen dan kalium, selain itu juga terdapat unsur
      lainnya seperti magnesium, sulfer kalsium,besi, natrium, molybdenum, dan
      tembaga.
   2. Pupuk Hijau merupakan pupuk yang berasal dari sisa tumbuhan, biasanya pupuk
      ini dibuat dari tanaman hasil panen. Pupuk ini sant membantu untuk
      meningkatkan kualitas tanah
   3. Pupuk Kompos merupakan pupuk yang terbentuk dari sisa bahan organik yang
      berasal dari tumbuhan, hewan dan limbah organik yang secara alami melalui
      dekomposisi atau fermentasi
   4. Pupuk Hayati yaitu pupuk yang bekerja dengan memanfaatkan organisme hidup
   5. Humus yaitu pupuk yang dihasilkan dari proses dekomposisi atau pelapukan dari
      daun-daun serta ranting-ranting tanaman yang membusuk secara alami
   6. Pupuk Serasah yaitu pupuk yang terbuat dari limbah organik nabati atau
      komponen tanaman yang sudah tidak lagi terpakai. Pupuk ini berasal dari
      perbahan warna dan bentuk seperti jerami, sabut kelapa dan rumput.

Dengan melihat pentingnya pupuk untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas
tanaman serta meningkatkan kualitas tanah maka industri ini terlihat akan terus
berkembang selama industri pendukung pupuk ini juga semakin meningkat seperti
industri perkebunan, dan pertanian. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan yang
dikeluarkan oleh berbagai Lembaga seperti Astute Analytica, dan the International
Council of Chemical Associations. Pasar pupuk diperkirakan mencapai 402,5 miliar
USD pada tahun 2025 dan akan mencapai 541,2 miliar USD pada tahun 2030, dengan
CAGR 6,10% selama periode perkiraan (2025-2030). Pasar pupuk global mengalami
transformasi signifikan yang didorong oleh praktik pertanian yang berkembang dan
masalah ketahanan pangan. Saat ini, lebih dari 95% lahan pertanian global
didedikasikan untuk budidaya tanaman pangan, dengan padi, gandum, dan jagung
yang secara kolektif mencakup sekitar 38% lahan pertanian global. Pola budidaya yang
ekstensif ini telah menyebabkan peningkatan kebutuhan nutrisi dan aplikasi pupuk yang
lebih canggih. Industri ini menyaksikan pergeseran ke arah pertanian presisi dan teknik
pertanian cerdas, yang mengoptimalkan penggunaan pupuk dan meningkatkan hasil
panen sambil meminimalkan dampak lingkungan.



                                                                                         27

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 29
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




Industri pupuk memegang peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan
ekonomi Indonesia. Ketersediaan pangan nasional dapat terpenuhi melalui
peningkatan produksi dan produktivitas tanaman, dan pupuk menjadi faktor kunci
keberhasilan ketahanan pangan tersebut. Pemerintah mendukung revitalisasi
infrastruktur industri pupuk melalui modernisasi. Untuk itu, industri, lembaga penelitian,
dan Kementerian/Lembaga terkait harus berkolaborasi mengembangkan pupuk yang
lebih efisien dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya
menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga bahan baku dan perubahan iklim.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam ekon.go.id
mengatakan, tujuan membangun pabrik pupuk, bukan untuk petrokimia, tapi tujuan
utamanya untuk produksi beras. Tidak ada revolusi pertanian tanpa pupuk. Tetapi
pasca reformasi, pembangunan pabrik pupuk dan turunannya relatif lebih lambat.
Padahal, pembangunan sebuah pabrik adalah employment terbesar untuk masyarakat
sekitar pada industri yang sifatnya capital intensive.

Produksi dan Permintaan Pupuk di Indonesia

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat stok pupuk nasional mencapai 1,4 juta ton
pada penghujung 2024. Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh
dalam tempo.co mengatakan, stok ini bisa menopang kebutuhan musim tanam perdana
di 2025. Tri menjelaskan bahwa stok yang dimiliki Pupuk Indonesia saat ini terdiri dari
pupuk bersubsidi dan nonsubsidi. Berdasarkan data per 27 Desember 2024, jumlah
pupuk bersubsidi yang dimiliki Pupuk Indonesia mencapai 1.069.208 juta ton. Stok
pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari pupuk jenis urea sebanyak 544.295 ton, NPK
sebesar 472.234 ton, NPK Formula Khusus sebesar 16.843 ton, dan organik sebesar
35.836 ton. Sementara itu, stok pupuk nonsubsidi sebanyak 428.299 ton yang terdiri
dari urea sebesar 355.982 ton dan NPK sebesar 72.318 ton. Stok pupuk bersubsidi per
tanggal 27 Desember 2024 sebesar 1.069.208 ton.




                                                                                        28

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 30
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



PT Pupuk Indonesia (Persero) menuturkan bahwa sepanjang 2024 telah meraih
beberapa target dan pencapaian. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi
dalam kontan.co.id mengatakan bahwa Perusahaan berhasil lakukan digitalisasi
layanan, penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat waktu, hingga revitalisasi pabrik guna
mencukupi kebutuhan pupuk nasional. Dia melanjutkan, dengan kapasitas produksi
sebesar 14,6 juta ton, Pupuk Indonesia menjadi produsen pupuk berbasis nitrogen
terbesar di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Dalam beberapa waktu ini,
kata dia, Pupuk Indonesia bersama anak perusahaan telah melakukan sejumlah inisiatif
untuk mempertahankan pencapaian tersebut dengan cara meningkatkan kapasitas
produksi maupun melakukan inovasi bisnis yang lebih ramah lingkungan. Beberapa
upaya yang dilakukan di antaranya pembangunan pabrik NPK Pupuk Iskandar Muda
(PIM), pabrik NPK Phonska V Pupuk Petrokimia Gresik (PKG), dan terbaru adalah
proyek revitalisasi pabrik III-B milik PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri). Pupuk
Indonesia bersama seluruh anak perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan
efisiensi produksi dan inovasi hijau sebagai strategi utama dalam memperkuat
ketahanan pangan nasional. Ia menambahkan, implementasi proyek-proyek ini
diharapkan dapat semakin meningkatkan daya saing industri pupuk nasional sekaligus
mendukung transisi menuju ekonomi hijau. Menurut Rahmat, dengan strategi yang
terarah, Pupuk Indonesia optimistis dapat terus memainkan peran sentral dalam industri
pupuk dan petrokimia nasional serta global.

Rahmad Pribadi juga mengungkapkan revitalisasi Pusri III-bertujuan agar pabrik yang
telah berusia lebih dari 40 tahun itu bisa lebih hemat energi dan mengurangi emisi
karbon. Selain itu, pengembangan pabrik ini juga dilakukan agar penggunaan bahan
baku menjadi lebih efisien. Pabrik Pusri III-B didesain lebih ramah lingkungan karena
menerapkan teknologi teranyar seperti KBR purifier untuk memproduksi amonia.
Sementara dalam proses produksi urea, pabrik Pusri III-B akan menggunakan sistem
Advance Cost Energy Saving (ACES 21) yang lebih hemat energi. Pada saat sudah
beroperasi, pabrik Pusri III-B diperkirakan dapat menghemat konsumsi gas bumi
sebesar 10 MMBTU per ton urea sehingga diharapkan dapat menghemat biaya gas
hingga Rp 1,5 triliun per tahun. Revitalisasi pabrik Pusri III-B bertujuan untuk
menggantikan pabrik Pusri III dan IV. Dibandingkan dengan kedua pabrik tersebut,
teknologi yang digunakan pada pabrik Pusri III-B ini merupakan teknologi yang lebih
ramah lingkungan. Rahmad mengatakan revitalisasi ditargetkan akan rampung pada
tahun 2027 dan pabrik akan memiliki kapasitas produksi sebesar 445.500 ton amonia
per tahun, serta 907.000 ton urea per tahun. Dia berharap, penyelesaian revitalisasi
pabrik ini akan mampu mendukung program pemerintah dalam mempercepat
pencapaian swasembada pangan.

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini dalam drp.go.id menekankan pentingnya
peran strategis industri pupuk dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rachmat
Pribadi, Anggia menyoroti urgensi modernisasi dan kolaborasi lintas sektor guna
meningkatkan efisiensi distribusi serta keberlanjutan sektor pupuk di tengah tantangan
global, seperti fluktuasi harga bahan baku dan perubahan iklim. Industri pupuk adalah
kunci untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam konteks perhatian besar
Presiden terhadap kedaulatan pangan, memastikan ketersediaan pupuk yang memadai
sangatlah krusial untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.




                                                                                        29

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 31
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Anggia mengapresiasi langkah pemerintah yang menaikkan alokasi pupuk bersubsidi
tahun 2024 menjadi 9,55 juta ton, hampir dua kali lipat dari alokasi tahun sebelumnya
sebesar 4,7 juta ton. Anggaran subsidi pupuk juga meningkat menjadi Rp33,78 triliun
dari alokasi awal Rp26,68 triliun.

Distribusi Pupuk

Pemerintah telah menetapkan alokasi volume pupuk bersubsidi tahun 2024 sebesar
9,55 juta ton. Volume ini naik dari alokasi awal pupuk bersubsidi sebesar 4,7 juta ton.
Anggaran subsidi pupuk tahun 2024 juga ditambahkan sebesar Rp7,1 triliun dari nilai
awal Rp26,68 triliun, sehingga total anggaran menjadi Rp33,78 triliun. Pemerintah saat
ini juga sedang berupaya terus meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam
penyaluran pupuk bersubsidi. Adopsi teknologi digital dilakukan untuk meningkatkan
pengawasan distribusi dan penyaluran sampai ke petani agar tepat sasaran. Salah satu
upaya penting dalam hal ini yaitu mengintegrasikan data dan sistem dalam satu
platform terintegrasi dan real-time.

PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 7.312.584
ton atau 7,3 juta ton hingga 27 Desember 2024. Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia
Tri Wahyudi Saleh dalam bisnis.com menyampaikan, total pupuk subsidi yang telah
disalurkan itu terdiri dari 3,69 juta ton urea, 3,57 juta ton NPK, dan 46.845 ton pupuk
organik. Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga akhir Desember 2024 ini telah
mencapai hasil yang memuaskan. Dengan kinerja positif tersebut, Tri Wahyudi
optimistis Pupuk Indonesia dapat memenuhi kebutuhan stok pupuk nasional di 2025.
Tercatat, stok pupuk nasional hingga akhir 2024 mencapai 1.497.507 ton atau 1,49 juta
ton. Stok ini terdiri dari pupuk bersubsidi dan nonsubsidi. Berdasarkan data per 27
Desember 2024, jumlah pupuk bersubsidi yang dimiliki Pupuk Indonesia mencapai
1.069.208 juta ton. Stok pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari pupuk jenis urea
sebanyak 544.295 ton, NPK sebesar 472.234 ton, NPK Formula Khusus sebesar
16.843 ton, dan organik sebesar 35.836 ton.

Sementara, stok pupuk nonsubsidi sebanyak 428.299 ton yang terdiri dari urea sebesar
355.982 ton dan NPK sebesar 72.318 ton. Stok pupuk bersubsidi per tanggal 27
Desember 2024 sebesar 1.069.208 ton. Adapun, pemerintah telah menetapkan alokasi
pupuk bersubsidi 2025 mencapai 9,55 juta ton. Penambahan alokasi pada 2025 ini akan
dibarengi dengan penyederhanaan alur distribusi pupuk bersubsidi langsung ke petani.
Pihaknya menyatakan siap untuk menyalurkan pupuk subsidi pada 1 Januari 2025
sesuai dengan arahan dari pemerintah. Untuk mendukung kelancaran distribusi dan
menjamin kualitas produk agar terjaga dengan baik, Pupuk Indonesia memiliki 516
gudang lini II tingkat provinsi dan lini III tingkat kabupaten atau kota yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia, dengan kapasitas total mencapai 2,89 juta ton. Selain itu,
infrastruktur distribusi Pupuk Indonesia juga didukung oleh 256 jasa ekspedisi truk, 125
kapal, dan 142 trayek pelayaran. Pupuk Indonesia juga terus mengoptimalkan aplikasi
Integrasi Pupuk Bersubsidi (iPubers) yang telah diterapkan pada 27.000 kios di seluruh
Indonesia untuk menjamin penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran. Sebagai produsen,
Tri Wahyudi menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan stok pupuk subsidi yang siap
ditebus oleh petani yang datang membawa KTP dan sudah terdaftar di sistem e-RDKK
(Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Semua petani yang
memenuhi syarat tersebut dapat langsung menebus pupuk subsidi sesuai alokasi yang
telah ditentukan.


                                                                                        30

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 32
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Pestisida
Pestisida dapat diklasifikasikan berdasarkan organisme target. Berikut jenis-jenis
pestisida berdasarkan jenis hamanya:
   -   Insektisida
       Insektisida adalah pestisida yang mengandung senyawa kimia beracun yang
       bisa mematikan semua jenis serangga. Insektisida sebagai pestisida adalah
       bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan serangga dengan
       membunuhnya atau mencegahnya melakukan perilaku yang tidak diinginkan
       atau merusak.
   -   Herbisida
       Herbisida adalah bahan senyawa beracun yang dapat dimanfaatkan untuk
       membunuh tumbuhan pengganggu yang disebut gulma. Herbisida merupakan
       agen, biasanya kimia, untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan
       tanaman yang tidak diinginkan, seperti gulma, spesies invasif, atau hama
       pertanian.
   -   Fungisida
       Fungisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun dan bisa
       digunakan untuk memberantas dan mencegah fungi/cendawan. Fungisida, juga
       disebut antimikotik, setiap zat beracun yang digunakan untuk membunuh atau
       menghambat pertumbuhan jamur. Fungisida umumnya digunakan untuk
       mengendalikan parasit.
   -   Bakterisida
       Bakterisida mengandung bahan aktif beracun yang bisa membunuh bakteri.
       Bakterisida sebagai pestisida adalah zat kimia yang membantu mencegah
       pembentukan bakteri. Bakterisida juga sering digunakan sebagai aditif dalam
       pelapis dan inhibitor korosi.
   -   Nematisida
       Nematisida merupakan jenis pestisida untuk hama nematoda. Nematoda
       merupakan organisme berbentuk seperti cacing kecil yang panjangya lebih dari
       1 cm hidup pada lapisan tanah bagian atas. Nematisida cenderung menjadi
       racun spektrum luas yang memiliki volatilitas tinggi atau sifat lain yang
       mendorong migrasi melalui tanah.
   -   Akarisida
       Akarisida sebagai pestisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia
       yang beracun yang digunakan untuk membunuh tungau, caplak, laba-laba.
       Istilah ixodicides kadang-kadang diterapkan pada akarisida yang digunakan
       untuk melawan kutu.

Berdasarkan laporan Euromonitor dalam Agrochemical Industry in Indonesia, bahwa
kebutuhan bahan baku pestisida Indonesia tergolong tinggi. Dalam periode antara
tahun 2019-2023 nilai impor bahan baku pestisida utamanya produk karbamasi seperti
methomyl, carbofuran, carbosulfran, carbaryl dan buthyl penyl, methyl carbamate
(BPMC) tumbuh 2,8% hingga mencapai Rp 8 triliun pada 2023.



                                                                                        31

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 33
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Pada periode 2021-2022, harga bahan baku tersebut mengalami peningkatan yang
disebabkan oleh gangguan rantai pasok, peningkatan biaya produksi dan logistik akibat
kapasitas produksi yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19.
Berdasarkan Global Food Security Index 2022, Indonesia memperoleh skor yang baik
dalam aspek keterjangkauan pangan, namun masih terdapat pekerjaan rumah dari
aspek ketersediaan pangan untuk berbagai indikator seperti kecukupan pangan,
penelitian dan pengembangan dan akses terhadap agro input (agribisnis hulu). Salah
satu faktor yang dikhawatirkan adalah kesiapan industri dalam negeri untuk memenuhi
kebutuhan produk agro input dalam skala besar. Isu tersebut tentunya dicermati oleh
pelaku bisnis agro input dalam negeri.

Isu tersebut tentunya dicermati oleh pelaku bisnis agro input dalam negeri. Salah satu
perusahaan agro input nasional PT Delta Giri Wacana (DGW Group) berupaya
melakukan penguatan bisnis dengan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas produksi.
Dalam mengurangi ketergantungan bahan baku impor serta meningkatkan kontribusi
bauran bahan baku nonimpor, DGW Group membangun pabrik karbamasi dengan
kapasitas produksi 3.300 ton per tahun di tiga tahun pertama serta meningkat hingga
7.000 ton per tahun. David Yaory, direktur utama DGW Group dalam investor.id
mengatakan, hal ini tidak hanya memungkinkan DGW Group untuk memenuhi
kebutuhan produksi internal, bahkan memenuhi kebutuhan pasar pestisida domestik
serta membuka kesempatan untuk ekspor. Dia menegaskan, upaya DGW Group dalam
mengurangi ketergantungan bahan baku impor direalisasikan dengan kemampuan
memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi pada produk-produk
agro input. Hal tersebut sejalan dengan upaya bisnis DGW Group untuk
mengoptimalkan pasar domestik.

Dikutip dalam prospectus DGW, pasar pestisida di Indonesia berfluktuasi selama
periode tinjauan dan mengalami penurunan dengan CAGR sebesar -1,3%, mencapai
IDR16,4 triliun pada tahun 2023. Di satu sisi, konsumsi pestisida sangat bergantung
pada kondisi cuaca. Misalnya, konsumsi pestisida menurun pada tahun 2019 dan 2023
akibat dampak pola iklim El Nino yang menyebabkan musim kemarau berkepanjangan.
Nilai konsumsi pestisida melonjak sebesar 32,5% pada tahun 2020, sebagian
disebabkan oleh tingkat curah hujan yang lebih tinggi yang mendorong pertumbuhan
gulma yang lebih banyak dan populasi hama yang lebih aktif. Di sisi lain, lonjakan harga
unit pestisida, akibat gangguan rantai pasokan, juga turut berkontribusi pada
pertumbuhan konsumsi pestisida yang kuat dalam hal nilai pada tahun 2020. Meskipun
demikian, permintaan pestisida dipengaruhi oleh profitabilitas petani. Pada tahun 2022,
konsumsi pestisida menurun sebesar 26,8%, karena margin keuntungan petani
tertekan oleh meningkatnya biaya (seperti harga benih, pupuk, dan bahan bakar, dll)
yang memaksa petani untuk mengurangi pengeluaran pada pestisida.

Selama periode tinjauan, pestisida kimia merupakan sebagian besar dari konsumsi
pestisida, sementara pestisida organik dan bio-pestisida telah menjadi area
pertumbuhan yang muncul, terutama untuk pertanian buah dan sayuran. Konsumsi
produk organik diperkirakan akan tetap terbatas selama periode perkiraan, karena
faktor-faktor seperti ketersediaan produk yang lebih rendah dan efikasi dibandingkan
dengan pestisida kimia serta kurangnya kesadaran di kalangan petani. Konsumsi
pestisida diperkirakan akan mengalami ekspansi yang kuat dengan CAGR sebesar
10,0% selama periode perkiraan hingga mencapai IDR25,4 triliun pada tahun 2028.



                                                                                        32

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 34
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Pertumbuhan ini akan didorong oleh dukungan pemerintah yang berkelanjutan untuk
meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan populasi yang pesat yang mendorong
permintaan yang meningkat untuk produk pertanian, dan volume penggunaan pestisida
yang lebih tinggi akibat meningkatnya resistensi terhadap pestisida. Konsumsi pestisida
diperkirakan akan pulih pada tahun 2024, karena pola El Niño saat ini diproyeksikan
akan berakhir pada periode April-Juni dan curah hujan diperkirakan akan kembali ke
tingkat yang lebih normal. Dampak dari kenaikan biaya, terutama harga pupuk,
kemungkinan akan menjadi kurang signifikan untuk konsumsi pestisida, karena
meredanya gangguan rantai pasokan dan antisipasi penurunan harga pupuk non-
subsidi.




B.3. Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan

Analisis Operasional

Perseroan merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar
pupuk dan produk agrokimia. Perseroan merupakan perusahaan nasional yang
memiliki produk suplai pertanian lengkap dengan beragam pilihan seperti pupuk,
pestisida dan alat-alat pertanian yang dibutuhkan petani dalam proses penanaman
sampai dengan perawatan hingga menghasilkan panen yang optimal dari segi kuantitas
dan kualitas.

Menurut laporan Euromonitor International Ltd 2024 yang dikutip dalam Prospektus
Perseroan, industri pestisida di Indonesia sangat terfragmentasi dengan banyak
perusahaan lokal dan internasional yang terlibat. Pasar ini terbagi di antara berbagai
pemain, di mana lima perusahaan teratas secara kolektif memegang pangsa pasar
sebesar 35,2%, sementara sepuluh perusahaan teratas menguasai 58,1% pangsa
pasar. Struktur pasar yang beragam ini menunjukkan adanya banyak pemain dengan
tingkat desentralisasi yang tinggi. Pemain terkemuka merupakan kombinasi dari
perusahaan internasional dan lokal, dengan Perseroan menduduki peringkat kedua
dalam industri ini dengan pangsa pasar sebesar 7,8%. Industri pupuk premium cukup
terkonsentrasi, dengan lima pemain teratas menguasai 72,1% pangsa pasar pada
tahun 2023.



                                                                                        33

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 35
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Meskipun industri pupuk premium di Indonesia sebagian besar dipimpin oleh
perusahaan lokal, mereka terutama mengimpor produk dari negara-negara seperti
Norwegia, Jerman, Tiongkok, dan Chili, di antara lainnya, karena kemampuan produksi
lokal mungkin terbatas akibat hambatan dalam mendirikan produksi lokal. Produk yang
diproduksi secara lokal mulai mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas produk,
namun pupuk premium impor masih dianggap lebih unggul dalam hal kualitas dan
kemasan. Mayoritas dari lima pemain terkemuka dalam pupuk premium adalah pemain
lokal, dengan Perseroan berada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar sebesar
14,4%.

Untuk itu, dalam menjalankan usahanya Perseroan menerapkan beberapa strategi
usaha diantaranya berfokus pada pasar retail, inovasi varian produk yang
berkelanjutan, dan mengerahkan sumber daya manusia yang mumpuni. Dalam
kegiatan produksinya, entitas anak Perseroan membeli bahan baku dari pemasok yang
ada di luar negeri maupun di Indonesia. Bahan baku diantar menggunakan jalur laut
dan darat untuk sampai ke fasilitas produksi. Selanjutnya, pemrosesan bahan baku
dilakukan menggunakan mesin-mesin dengan teknologi yang aman dan modern
sehingga mendukung proses produksi dengan aman dan optimal. Bahan baku akan
diproses menjadi komponen-komponen yang diperlukan untuk tahap formulasi
sehingga dapat menghasilkan berbagai jenis produk pupuk, pestisida maupun alat-alat
pertanian.

Sementara kegiatan pemasaran Perseroan dilakukan melalui dua model yaitu Business
to Business (B2B) maupun dengan Business to Business to Consumer (B2B2C). Pada
model bisnis B2B, Prinsipal Perseroan melakukan penjualan langsung kepada pasar
perkebunan yang ada sedangkan untuk penjualan kepada pasar ritel (free market)
Perseroan menggunakan model bisnis B2B2C dengan menjual produk-produk kepada
kios tani (direct retailer) baik menggunakan unit usaha distribusi internal maupun
bekerja sama dengan distributor eksternal. Pada penjualan B2B2C, Perseroan
didukung jaringan distribusi yang kuat melalui 25 gudang yang tersebar di seluruh
wilayah Indonesia dan mendistribusikan daerah pedesaan sehingga produk Perseroan
dapat dibeli petani secara langsung melalui kios-kios yang bekerja sama dengan
Perseroan. Saat ini distribusi Perseroan diperkuat oleh 7.000 kios yang melayani
kebutuhan lebih dari 10 juta petani atau sekitar 30% dari total petani di Indonesia. Selain
itu, Perseroan juga memiliki lebih dari 1.000 ahli agronomi yang bertugas untuk
memasarkan produk sekaligus memberikan edukasi dan pelatihan kepada para petani
di daerah mengenai prosedur penggunaan produk Perseroan beserta manfaat yang
diperoleh bagi tanaman. Dengan demikian produk-produk Perseroan dapat digunakan
secara optimum oleh para petani sehingga mampu memberikan hasil panen yang
memuaskan bagi para petani.


Prospek Usaha Perseroan
Berdasarkan Laporan Euromonitor, konsumsi pestisida di Indonesia sebesar 16,4 triliun
dan pangsa pasar untuk industri pupuk di Indonesia sebesar 103,6 triliun pada tahun
2023. Pertumbuhan industri pestisida didorong oleh support dari Pemerintah Indonesia
untuk meningkatkan ketahanan pangan, Peraturan Pemerintah untuk pendaftaran
pestisida memberikan dukungan yang menguntungkan untuk produksi lokal.



                                                                                         34

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 36
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Sementara terkait pertumbuhan industry pupuk premium di Indonesia didorong oleh
meningkatnya focus pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan yang
mendorong adopsi pupuk premium, pengurangan subsidi pupuk akan mengalihkan
permintaan ke pupuk premium serta meningkatnya adopsi smart farming yang
diharapkan dapat mendorong konsumsi pupuk premium untuk aplikasi pertanian.
Konsumsi pestisida diperkirakan akan mencatat ekspansi yang kuat dengan CAGR
sebesar 10,0% selama periode perkiraan hingga mencapai Rp25,4 triliun pada tahun
2028. Pertumbuhan ini akan didorong oleh dukungan pemerintah yang berkelanjutan
untuk meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan populasi yang kuat yang
mendorong meningkatnya permintaan akan produk pertanian, dan volume penggunaan
pestisida yang lebih tinggi karena meningkatnya resistensi terhadap pestisida.
Konsumsi pestisida diperkirakan akan pulih pada tahun 2024, karena pola El Nino saat
ini diproyeksikan akan berakhir pada periode April-Juni dan curah hujan diperkirakan
akan kembali ke tingkat yang lebih normal.

Total market size konsumsi pupuk di Indonesia mencapai Rp103,6 triliun pada tahun
2023, naik dari Rp58,4 triliun pada tahun 2019. Dengan market size pupuk premium
dalam aplikasi pertanian mencapai Rp2,3 triliun pada tahun 2023. Pupuk premium
diperkirakan akan mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat karena
penggunaan pupuk berkualitas tinggi. Pupuk premium terus didukung oleh fokus
strategis pemerintah pada peningkatan produktivitas pertanian. Meningkatnya fokus
pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan mendorong adopsi pupuk
premium. Kekhawatiran tentang kekurangan pangan selama pandemi COVID-19
memotivasi pemerintah untuk meningkatkan upaya untuk meningkatkan ketahanan
pangan. Pupuk premium telah mendapat manfaat dari tren ini, karena pupuk ini
menawarkan kemanjuran yang lebih besar daripada pupuk non-premium berbiaya
rendah. Pupuk premium mengandung ketiga nutrisi utama (nitrogen, fosfor dan kalium)
dan mereka dapat diformulasikan sesuai dengan jenis tanaman dan tanah,
membuatnya lebih efektif dan nyaman untuk diterapkan daripada pupuk nutrisi tunggal.
Meningkatnya fokus pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan mendorong
adopsi pupuk premium. Kekhawatiran tentang kekurangan pangan selama pandemi
COVID-19 memotivasi pemerintah untuk meningkatkan upaya untuk meningkatkan
ketahanan pangan. Pupuk premium telah mendapat manfaat dari tren ini, karena pupuk
ini menawarkan kemanjuran yang lebih besar daripada pupuk non-premium berbiaya
rendah. Pupuk premium mengandung ketiga nutrisi utama (nitrogen, fosfor dan kalium)
dan dapat diformulasikan sesuai dengan jenis tanaman dan tanah, membuatnya lebih
efektif dan nyaman untuk diterapkan daripada pupuk nutrisi tunggal.


LATAR BELAKANG DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI
Perseroan memiliki sebuah pabrik karbamasi yang berlokasi di Cikande yang saat ini
sedang dalam proses konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada bulan Mei 2025.
Pabrik karbamasi di Cikande ii akan segera beroperasi. Untuk mendukung operasi
tersebut, Perseroan membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan dapat diandalkan.
Berdasarkan pengalaman kerjasama yang telah berjalan sejak lama dengan FAP,
Perseroan melihat hasil operasional yang baik sehingga memutuskan untuk
menggunakan jasa yang sama untuk pabrik baru yang akan dijalankan bisnisnya oleh
Perseroan.



                                                                                        35

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 37
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



KEUNTUNGAN                DAN        KERUGIAN             YANG            BERSIFAT             KUALITATIF         ATAS
TRANSAKSI
Keuntungan Transaksi
Transaksi memberikan manfaat dan keuntungan bagi Perseroan berupa:
-    Ketersediaan jasa tenaga kerja yang berkualitas untuk menunjang operasi pabrik
     secara stabil dan berlangsung dalam jangka panjang.
-    Pengalaman kerjasama yang ada dengan FAP memastikan bahwa sistem kerja
     outsourcing yang disetujui antara DGW dengan FAP dapat segera dijalankan di
     pabrik Cikande yang baru, dengan proses penyesuaian yang lebih cepat jika
     dibandingkan dengan opsi lain yaitu menggunakan jasa outsourcing dari penyedia
     jasa lain yang belum pernah bekerja sama dengan Perseroan sebelumnya.
-    Biaya-biaya yang berhubungan dengan risiko yang berkaitan dengan tenaga kerja,
     seperti kecelakaan kerja, tindakan pendisiplinan tenaga kerja, dan-lain akan
     menjadi tanggungan FAP.

Kerugian Transaksi
Disamping keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko kerugian yang yang mungkin dihadapi Perseroan.

Adapun kerugian yang mungkin timbul dari Transaksi adalah terkait dengan kerugian
yang berkaitan dengan hasil operasional tenaga kerja, misalnya hasil produksi yang
tidak mencapai target. Namun hal ini dapat dimitigasi dengan penjabaran kontrak yang
jelas antara DGW dengan FAP dan dengan adanya reviu yang dilakukan pada setiap
hasil produksi yang tercapai.

C. Analisis Kuantitatif
C.1. Penilaian Kinerja Historis
Tabel di bawah ini mencerminkan posisi keuangan historis Perseroan untuk tahun-
tahun yang berakhir 31 Desember 2020 sampai dengan 2024.
                                             PT DELTA GIRI WACANA
                                    LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                   PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                         (dalam jutaan rupiah)
                                                           2020              2021           2022        2023        2024
     ASET
     ASET LANCAR
     Kas dan setara kas                                     6.975            16.099          23.385      43.938      63.078
     Piutang usaha                                        349.326           534.762         867.281     685.340     980.470
     Piutang lain-lain                                        499             2.148           5.558       6.060       2.189
     Persediaan                                           193.843           271.974         937.101     962.624     958.426
     Pajak dibayar di muka                                    791             2.329          12.014      49.821      30.648
     Biaya dibayar di muka                                  7.029             4.343          11.507      17.149      39.949
     Aset lancar lainnya                                    2.081             2.086           4.219       1.331       2.760
     Total Aset Lancar                                    560.544           833.741       1.861.065   1.766.263   2.077.520



     ASET TIDAK LANCAR
     Aset tetap - neto                                     60.127                79.667    183.918     442.584     577.441
     Aset tidak berwujud                                                                     6.938       5.398       3.940
     Properti Investasi                                    80.092            39.278         38.055      37.094      19.374
     Aset pajak tangguhan                                  31.647            38.110         47.377      58.940      71.810
     Goodwill                                                                     -          2.268       2.268       2.268
     Uang muka pembelian aset tetap                                               -         26.480      42.870      58.904
     Estimasi tagihan pajak penghasilan                        135              135         24.303      62.892      97.010
     Uang Jaminan                                              152                -              -         -
     Aset tidak lancar lainnya                                                  404            359       1.848       2.116
     Total Aset Tidak Lancar                              172.153           157.594        329.698     653.894     832.863
     TOTAL ASET                                           732.697           991.335       2.190.763   2.420.157   2.910.383




                                                                                                                       36

                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 38
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                                             PT DELTA GIRI WACANA
                                    LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                   PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                          (dalam jutaan rupiah)
                                                           2020               2021           2022        2023        2024
   LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS LANCAR
   Cerukan bank                                            52.524            117.575         101.293      75.750      60.993
   Utang usaha :                                          236.812            280.592         573.447     554.994     768.096
   Utang pajak                                             15.847             37.032          62.945      31.950      25.958
   Utang lain-lain                                         31.076             35.093          31.712      56.123      65.325
   Uang Muka Pelanggan                                          83             1.583           8.035      18.999      11.589
   Biaya yang masih harus dibayar                          93.521             99.342         149.477     159.185     205.420
   Liabilitas sewa - jangka pendek                         17.622             19.465          25.596      16.194      19.275
   Pinjaman jangka pendek                                        -            58.347         496.890     621.500     864.746
   Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek            -             4.000           4.000       3.401       2.274
   Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                    465              1.199           2.342       2.332       2.271
   Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                      -                  -            75.266         -           -
   Total Liabilitas Lancar                                447.950            654.228       1.531.003   1.540.428   2.025.947

   LIABILITAS TIDAK LANCAR
   Liabilitas pajak tangguhan                                                                 2.950       5.681       4.737
   Kewajiban imbalan kerja                                  30.904                32.964     37.082      44.462      44.922
   Utang lain-lain                                                                     -      1.020
   Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                                            -      9.002
   Pinjaman bank - jangka panjang                                                 13.333      9.333      48.982       4.466
   Liabilitas sewa - jangka panjang                         28.806                10.280     59.426      55.858      45.183
   Liabilitas lainnya - jangka panjang                                                        3.682       3.287       3.531

   Total Liabilitas Tidak Lancar                            59.710                56.577    122.495     158.270     102.839

   EKUITAS
   Modal saham                                              20.000           135.550        166.150      166.150     500.000
   Tambahan modal disetor                                   99.486            58.179        128.270      220.270     128.270
   Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                                                                  -       9.952
   Saldo laba                                             105.551             86.464         227.405     240.064     120.240
                                                          225.037            280.193         521.825     626.484     758.462
   Kepentingan Non-pengendali                                                    337          15.440      94.975      23.135
   Total Ekuitas                                          225.037            280.530         537.265     721.459     781.597
   TOTAL LIABILITAS DAN                                        31                 28              25          30          27
   EKUITAS                                                732.697            991.335       2.190.763   2.420.157   2.910.383




Analisis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan

Kas dan Setara Kas

Dalam Kas dan Setara Kas per 31 Desember 2024 termasuk kas pada bank dan
deposito berjangka yang saldonya sebesar Rp.63.078.000.000. Kas dan setara kas ini
seluruhnya digunakan untuk kegiatan operasional Perseroan.

Kas setara kas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.6.975.429.000, Rp.16.098.794.000,
Rp.23.385.101.000 dan Rp.43.937.633.000.



                                                                                                                       37

                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 39
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Piutang Usaha

Saldo piutang usaha per 31 Desember 2024 sebesar Rp.980.470.000.000 terdiri dari
piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp.1.028.376.000.000 dan piutang usaha pihak
berelasi sebesar Rp.3.472.000.000 dan provisi penurunan nilai atas piutang usaha
sebesar Rp.51.378.000.000.

Piutang usaha Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.349.326.229.000, Rp.534.761.981.000,
Rp.867.280.923.000 dan Rp.685.340.312.000. Kenaikan jumlah piutang usaha
Perseroan per Tanggal Penilaian disebabkan oleh kenaikan jumlah piutang pihak ketiga
maupun piutang pihak berelasi.

Berdasarkan penelaahan terhadap akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai tersebut cukup untuk menutupi
kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha.

Piutang usaha digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman bank jangka pendek dan
cerukan.


Persediaan

Jumlah persediaan Perseroan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sejak 2020
hingga 2024. Adapun persediaan Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar
Rp.958.426.000.000 setelah memperhitungkan penurunan nilai persediaan dan
hak pengembalian barang masing-masing sebesar Rp.4.172.000.000, dan
Rp.29.276.000.000.

Persediaan Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.100.385.257.000, Rp.193.842.942.000,
Rp.271.973.811.000, Rp.937.100.913.000 dan Rp.962.624.632.000.


Aset Tetap

Aset tetap Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar Rp.577.441.000.000 meliputi
tanah, bangunan dan prasarana, kendaraan, mesin, peralatan kantor dan pabrik,
perangkat lunak serta aset dalam penyelesaian. Aset tetap tersebut seluruhnya adalah
aset operasional yang menunjang kegiatan usaha Perseroan. Sedangkan aset dalam
penyelesaian berupa pembangunan pabrik di Cikande dan pembuatan mesin yang
diperkirakan akan selesai pada bulan Mei 2025.

Aset tetap Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.60.127.569.000, Rp.79.666.807.000,
Rp.183.918.550 dan Rp.442.584.295.000. Kenaikan aset tetap secara konsolidasi pada
Perseroan disebabkan oleh peningkatan nilai aset tetap berupa tanah, bangunan,
mesin, peralatan kantor dan pabrik, perangkat lunak dan aset dalam penyelesaian.




                                                                                        38

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 40
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Pinjaman dan cerukan

Pada tanggal 31 Desember 2024, saldo total pinjaman dan cerukan bank adalah
sebesar Rp.932.479.000.000 yang merupakan pinjaman kepada beberapa Bank di
Indonesia, yang dipergunakan untuk mendanai modal kerja Perseroan.

Jumlah pinjaman dan cerukan secara total pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020,
2021, 2022 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp.52.524.000.000,
Rp.193.255.000.000, Rp.611.516.000.000 dan Rp.749.633.000.000.
Kenaikan pada saldo pinjaman dan cerukan bank disebabkan oleh adanya
penambahan pinjaman bank.

Utang Usaha

Utang usaha Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar Rp.768.096.000.000 terdiri dari
utang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp.759.644.000.000 dan kepada pihak
berelasi sebesar Rp.8.452.000.000.

Jumlah utang usaha Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022
dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp.236.811.830.000, Rp.280.592.354.000,
Rp.573.446.460.000, dan Rp.554.994.674.000. Kenaikan utang usaha Perseroan
disebabkan terutama oleh karena kenaikan pada utang usaha pihak ketiga.

Ekuitas

Per Tanggal Penilaian modal ditempatkan dan disetor Perseroan adalah sebesar
Rp.500.000.000.000 yang terdiri dari 5.000.000.000 lembar saham dengan harga per
lembar senilai Rp.100. Jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp.781.597.000.000.

Jumlah Ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp.225.037.558.000, Rp.280.530.376.000,
Rp.537.265.567.000, dan Rp.721.458.658.000. Kenaikan pada ekuitas Perseroan
disebabkan oleh tambahan modal disetor dan keuntungan yang terus dihasilkan setiap
tahunnya.

                             2020               2021               2022                 2023      2024

 Current Ratio                     1,25               1,27               1,22              1,15      1,03

 Quick Ratio                       0,82               0,86               0,60              0,52      0,55

 Debt to Equity Ratio              2,26               2,53               3,08              2,35      2,72


Likuiditas Perseroan dari tahun 2020 sampai 2024 menunjukkan gambaran yang baik;
hal ini terlihat dari Current Ratio yang berada diatas satu.

Debt to Equity Ratio yang berada diatas satu, mencerminkan bahwa Perseroan dalam
menjalankan kegiatan usahanya lebih banyak menggunakan dana dari luar Perseroan.




                                                                                                         39

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 41
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Analisis Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan

Tabel di bawah ini mencerminkan hasil usaha historis Perseroan untuk tahun-tahun
yang berakhir 31 Desember 2020 sampai dengan 2024.
                                         PT DELTA GIRI WACANA
                                 LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
                   UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                            (dalam jutaan rupiah)

                                                   2020           2021           2022         2023         2024

PENJUALAN
Penjualan bersih                                 1.030.880      1.383.279      1.687.154    3.039.796    3.373.117
                                                 1.030.880      1.383.279      1.687.154    3.039.796    3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                              765.327      1.035.887      1.305.976    2.338.009    2.434.371
                                                   765.327      1.035.887      1.305.976    2.338.009    2.434.371

LABA KOTOR                                         265.553        347.392        381.178     701.787      938.746

BEBAN USAHA                                       (223.688)      (231.657)      (258.647)    (597.319)    (659.921)


                                                  (223.688)      (231.657)      (258.647)    (597.319)    (659.921)

LABA (RUGI) USAHA                                   41.865        115.735        122.531     104.468      278.825

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih                       (8.325)        (1.946)       (15.081)       3.945      (17.268)
Pendapatan bunga                                        49             92             78          229          278
Management fee                                           -              -              -            -            -
Beban bunga                                        (11.728)        (8.867)       (22.492)     (53.038)     (69.114)
Pendapatan sewa                                        794              -              -          -              -
Keuntungan penjualan aset tetap                        470              -              -          -         14.205
Pendapatan atau beban lain-lain                       (509)         3.629         83.150        6.637        5.454
                                                   (19.249)        (7.092)        45.655      (42.227)     (66.445)

LABA SEBELUM PAJAK                                  22.616        108.643        168.186      62.241      212.380

PAJAK PENGHASILAN                                  (11.657)       (27.570)       (23.950)     (42.352)     (30.494)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                          10.959         81.073        144.236      19.889      181.886

LABA(RUGI) KOMPREHENSIF                              (2.832)       (2.034)        (1.310)      (2.632)       3.577

LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                     8.127         79.039        142.926      17.257      185.463




Pendapatan

Jumlah pendapatan Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021, 2022,
2023 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp.1.030.880.148.000,
Rp.1.383.279.101.000,   Rp.1.687.153.846.000,     Rp.3.039.795.991.000,    dan
Rp.3.373.117.000.000.

Laba / (rugi) Bersih
Jumlah laba / (rugi) bersih Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2021,
2022, 2023 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp.10.958.818.000,
Rp.81.073.573.000,          Rp.144.236.578.000,       Rp.19.888.949.000,       dan
Rp.181.886.000.000. Kenaikan laba bersih pada tahun 2024 disebabkan terutama
karena adanya peningkatan pada penjualan produk pupuk Perseroan.




                                                                                                                  40

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 42
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                              2020               2021               2022                2023      2024

 Return on Sales (%)                  1,06            5,86               8,55              0,65      5,39
 Return on Equity (%)                 4,87           28,90              26,85              2,76     23,27
 Return on Assets (%)                 1,50            8,18               6,58              0,82      6,25

Total pendapatan di tahun 2020 adalah sebesar Rp.1.030.880.148.000, yang kemudian
mengalami peningkatan sebesar 34,18% menjadi Rp.1.383.279.101.000 di tahun 2021.
Di tahun 2022 pendapatan Perseroan kembali mengalami peningkatan sebesar 21,97%
menjadi Rp.1.687.153.846.000. Di tahun 2023 pendapatan Perseroan mengalami
peningkatan kembali sebesar 80,17% menjadi Rp.3.039.795.991.000, dan di tahun
2024 kembali meningkat sebesar 10,97% menjadi Rp.3.373.117.000.000.

Berdasarkan rasio profitabilitas yang ditunjukan oleh rasio Return on Sales, Return on
Equity, dan Return on Assets memberikan gambaran bahwa Perseroan sudah mampu
untuk memperoleh laba hal ini tampak dengan ratio ROS, ROE, dan ROA yang positif.


C.2. Analisis Proyeksi Keuangan Perseroan

Dalam memberikan analisis kewajaran atas Transaksi, kami juga melakukan analisis
atas proyeksi keuangan Perseroan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan
kondisi Melakukan Transaksi.

Proyeksi keuangan dalam kondisi Melakukan dan Tidak Melakukan Transaksi disiapkan
oleh manajemen Perseroan dan telah kami lakukan penyesuaian-penyesuaian antara
lain sebagai berikut:

   -   Aset tetap eksisting Perseroan didasarkan perhitungannya atas harga
       perolehan, penyusutan, dan akumulasi penyusutan per Tanggal Penilaian.
   -   Revisi pada perhitungan depresiasi atas capex di tahun 2029.
   -   Asumsi jumlah hari penagihan piutang usaha didasarkan atas data historis
       jumlah hari penagihan piutang usaha.
   -   Asumsi jumlah hari perputaran persediaan didasarkan atas dasar data historis
       jumlah hari perputaran persediaan.
   -   Asumsi jumlah hari pembayaran utang usaha didasarkan atas data historis
       jumlah hari pembayaran utang usaha.
   -   Perhitungan beban bunga didasarkan atas rata-rata saldo awal dan saldo akhir
       pinjaman bank jangka pendek maupun jangka panjang setiap tahunnya.
   -   Asumsi bunga pinjaman didasarkan atas rata-rata besar bunga pinjaman dalam
       laporan keuangan per Tanggal Penilaian.


A. Kondisi Tidak Melakukan Transaksi

  • Dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa pembangunan
    pabrik di Cikande sudah selesai di tahun 2025. Sebagai informasi, di dalam
    laporan keuangan Perseroan yang diaudit per 31 Desember 2024, dinyatakan
    bahwa pembangunan pabrik di Cikande akan selesai di bulan Mei 2025.



                                                                                                         41

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 43
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   Diasumsikan pula bahwa pabrik dioperasikan seluruhnya oleh karyawan
   Perseroan.

• Proyeksi Laba Rugi Komprehensif Perseroan dalam kondisi Tidak Melakukan
  Transaksi adalah sebagai berikut:
                                                                                                         (dalam jutaan Rupiah)


                                                    2025             2026                2027               2028          2029


   PENJUALAN                                         22.87%           13.90%              12.25%             13.11%         11.61%
    Penjualan bersih                              4,144,418       4,720,439            5,298,461        5,992,859         6,688,513
                                                  4,144,418       4,720,439            5,298,461        5,992,859         6,688,513
   BEBAN POKOK PENJUALAN                               1.17              1.13                1.12              1.14            1.12
    Beban pokok penjualan                         2,853,709       3,227,152            3,622,628        4,121,797         4,607,933
                                                  2,853,709       3,227,152            3,622,628        4,121,797         4,607,933


   LABA KOTOR                                     1,290,710       1,493,287            1,675,834        1,871,062         2,080,580
                                                     31.14%           31.63%              31.63%             31.22%         31.11%
   Beban usaha                                     (908,524)         (963,330)         (1,038,276)      (1,119,917)      (1,209,464)
   Penyusutan dan amortisasi                        (54,061)          (57,287)           (49,431)           (39,918)        (40,210)
                                                   (962,585)      (1,020,618)          (1,087,708)      (1,159,835)      (1,249,674)


   LABA (RUGI) USAHA                                328,125          472,669             588,126            711,227        830,906
                                                      7.92%           10.01%              11.10%             11.87%         12.42%
   PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
    Beban bunga pinjaman                            (83,850)          (80,000)           (61,959)           (34,848)        (10,720)
    Beban bunga sew a                                (6,003)           (5,251)             (4,500)           (3,748)         (2,997)
                                                    (89,852)          (85,252)           (66,458)           (38,596)        (13,717)


   LABA SEBELUM PAJAK                               238,273          387,418             521,668            672,631        817,189


   PAJAK PENGHASILAN                                (52,420)          (85,232)          (114,767)        (147,979)        (179,781)


   LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                       185,853          302,186             406,901            524,652        637,407




   • Pendapatan dan biaya pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan sebagai
     berikut:

       Perincian dari proyeksi pendapatan Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                                                                       (dalam jutaan Rupiah)
                 Tahun                 2025                2026                 2027                 2028               2029

           Pestisida                 1.566.779        1.968.256             2.341.471           2.768.816              3.151.920

           Pupuk                     2.378.290        2.480.902             2.592.038           2.719.881              2.866.903

           Alat Pertanian              120.003             139.813               165.091             190.811            221.308

           Distribusi                    79.346            131.469               199.862             313.351            448.382

           Jumlah                    4.144.418        4.720.439             5.298.461           5.992.859              6.688.513




                                                                                                                                       42

                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 44
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



      Perincian dari proyeksi beban pokok Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                Tahun                         2025         2026               2027                2028                 2029
         Pestisida                            935.259     1.188.310          1.432.598       1.731.752             1.986.011

         Pupuk                             1.807.960      1.877.721          1.952.256       2.037.996             2.136.602

         Alat Pertanian                       100.460       118.105           137.275             156.542              179.259

         Distribusi                            10.030        43.016           100.498             195.506              306.060

         Jumlah                            2.853.709      3.227.152          3.622.628       4.121.797             4.607.933


   o Beban usaha terdiri dari beban penjualan dan beban umum & administrasi,
     dengan jumlah sebesar:
                                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                Tahun                         2025         2026               2027                2028                 2029
         Beban usaha                          962.585     1.020.618          1.087.708       1.159.835             1.249.674


o Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi
  adalah sebagai berikut:
                                                                                                         (dalam jutaan Rupiah)
                                                                2025          2026         2027             2028              2029
        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                      541.339       528.792       491.357         305.109            537.445
        Piutang usaha                                          1.069.525     1.218.175    1.367.341        1.546.540          1.726.063
        Piutang lain-lain                                         2.189         2.189            2.189        2.189              2.189
        Persediaan                                             1.149.237     1.299.629    1.458.894        1.659.918          1.855.693
        Pajak dibayar di muka                                    30.648        30.648        30.648          30.648             30.648
        Biaya dibayar di muka                                    42.953        45.543        48.537          51.755             55.764
        Aset lancar lainnya                                       2.760         2.760            2.760        2.760              2.760
        Total Aset Lancar                                      2.838.651     3.127.735    3.401.726        3.598.919          4.210.562

        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap - neto                                       538.255       490.522       444.398         495.278            458.710
        Aset tidak berwujud                                            962           -               -             -                  -
        Properti Investasi                                       19.374        19.374        19.374          19.374             19.374
        Aset pajak tangguhan                                     71.810        71.810        71.810          71.810             71.810
        Goodwill                                                  2.268         2.268            2.268        2.268              2.268
        Uang muka pembelian aset tetap                           58.904        58.904        58.904          58.904             58.904
        Estimasi tagihan pajak penghasilan                       97.010        97.010        97.010          97.010             97.010
        Aset tidak lancar lainnya                                 2.116         2.116            2.116        2.116              2.116
        Total Aset Tidak Lancar                                 790.699       742.004       695.880         746.760            710.192

        TOTAL ASET                                             3.629.349     3.869.740    4.097.606        4.345.679          4.920.754

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS LANCAR
        Utang usaha :                                           788.908       892.147     1.001.476        1.139.471          1.273.864
        Utang pajak                                              25.958        25.958        25.958          25.958             25.958
        Utang lain-lain                                          65.325        65.325        65.325          65.325             65.325
        Uang Muka Pelanggan                                      11.589        11.589        11.589          11.589             11.589
        Biaya yang masih harus dibayar                          331.470       351.454       374.557         399.394            430.330
        Pinjaman jangka pendek                                  957.227       773.399       496.833         137.835                   -

        Total Liabilitas Lancar                                2.180.477     2.119.872    1.975.737        1.779.572          1.807.066
        LIABILITAS TIDAK LANCAR
        Liabilitas pajak tangguhan                                4.737         4.737            4.737        4.737              4.737
        Kewajiban imbalan kerja                                  47.193        47.193        47.193          47.193             47.193
        Pinjaman bank - jangka panjang                          135.350       135.350       135.350          86.350             31.850
        Liabilitas sewa - jangka panjang                         64.458        64.458        64.458          64.458             64.458
        Liabilitas lainnya - jangka panjang                       3.531         3.531            3.531        3.531              3.531

        Total Liabilitas Tidak Lancar                           255.269       255.269       255.269         206.269            151.769

        EKUITAS
        Modal saham                                             588.235       588.235       588.235         588.235            588.235
        Tambahan modal disetor                                  266.188       264.998       230.098         198.683            163.358
        Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                9.952         9.952            9.952        9.952              9.952
        Saldo laba                                              306.093       608.279     1.015.180        1.539.832          2.177.239
                                                               1.170.468     1.471.464    1.843.465        2.336.703          2.938.784
        Kepentingan Non-pengendali                               23.135        23.135        23.135          23.135             23.135
        Total Ekuitas                                          1.193.603     1.494.599    1.866.600        2.359.838          2.961.919
        TOTAL LIABILITAS DAN
        EKUITAS                                                3.629.349     3.869.740    4.097.606        4.345.679          4.920.754




                                                                                                                                     43

                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 45
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



      Capital Expenditure diasumsikan sebagai berikut :

                                                                                          (dalam jutaan Rupiah)
               Tahun              2025             2026              2027                2028        2029

           Capex                    11.896             8.593             3.307            90.798        3.642


        Capex tersebut berupa pembelian peralatan kantor dan pembelian terkait
        pemeliharaan (maintenance/replacement), serta pembelian mesin dan
        bangunan di tahun 2028 dalam rangka penambahan line kedua di pabrik
        Cikande.

     o Penyusutan aset tetap didasarkan pada perkiraan umur ekonomisnya.

     o Pajak Penghasilan Badan diasumsikan 22% dari laba sebelum pajak.

     o Rata-rata penagihan piutang usaha dalam 94 hari.

     o Rata-rata perputaran persediaaan dalam 147 hari.

     o Rata-rata pembayaran utang usaha dalam 101 hari.

  Pada tabel di bawah ini dapat dilihat Kondisi Keuangan dan Rasio Keuangan
  berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Tidak Melakukan Transaksi.
                                 2025               2026             2027             2028           2029
    Kas dan setara kas*)          541.339            528.792          491.357          305.109        537.445
    Aset Lancar *)              2.838.651          3.127.735        3.401.726        3.598.919      4.210.562
    Liabilitas Jangka
                                2.180.477          2.119.872        1.975.737        1.779.572      1.807.066
    Pendek *)
    Total Liabilitas *)         2.435.746          2.375.141        2.231.006        1.985.841      1.958.835
    Laba Bersih*)                 185.853            302.186          406.901          524.652        637.407
    Total Ekuitas*)             1.193.603          1.494.599        1.866.600        2.359.838      2.961.919
    Total Pendapatan*)          4.144.418          4.720.439        5.298.461        5.992.859      6.688.513
    Current Ratio                    1,30               1,48             1,72             2,02           2,33
    Quick Ratio                      0,77               0,86             0,98             1,09           1,30
    Debt to Equity Ratio             2,04              1,59*             1,20             0,84           0,66
    Return on Sales (%)              4,48               6,40             7,68             8,75           9,53
    Return on Equity (%)            15,57              20,22            21,80            22,23          21,52
    Return on Assets (%)             5,12               7,81             9,93            12,07          12,95

  *)dalam jutaan Rupiah


B. Kondisi Melakukan Transaksi

• Dalam kondisi Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa pembangunan pabrik di
  Cikande sudah selesai di tahun 2025. Diasumsikan pula bahwa Perseroan
  menggunakan jasa dari FAP dalam rangka pengelolaan dan pengadaan tenaga kerja
  untuk pabrik Cikande.



                                                                                                                44

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 46
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



• Proyeksi Laba Rugi Komprehensif Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi
  adalah sebagai berikut:
                                                                                                        (dalam jutaan Rupiah)
                                                     2025          2026              2027                2028           2029


PENJUALAN                                             22,87%         13,90%            12,25%              13,11%          11,61%
Penjualan bersih                                    4.144.418     4.720.439       5.298.461             5.992.859       6.688.513
                                                    4.144.418     4.720.439       5.298.461             5.992.859       6.688.513
BEBAN POKOK PENJUALAN                                    1,17           1,13              1,12                1,14             1,12
Beban pokok penjualan                               2.853.927     3.225.779       3.620.954             4.119.139       4.604.857
                                                    2.853.927     3.225.779       3.620.954             4.119.139       4.604.857


LABA KOTOR                                          1.290.491     1.494.660       1.677.508             1.873.720       2.083.656
                                                      31,14%         31,66%            31,66%              31,27%          31,15%
Beban usaha                                          (907.990)     (961.602)      (1.036.186)           (1.116.635)     (1.205.688)
Penyusutan dan amortisasi                             (54.061)      (57.287)           (49.431)           (39.918)        (40.210)
                                                     (962.050)    (1.018.889)     (1.085.618)           (1.156.553)     (1.245.899)


LABA (RUGI) USAHA                                    328.441        475.771           591.890             717.167         837.757
                                                        7,92%        10,08%            11,17%              11,97%          12,53%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Beban bunga pinjaman                                  (83.836)      (79.811)           (61.456)           (33.938)        (10.138)
Beban bunga sewa                                       (6.003)        (5.251)           (4.500)             (3.748)         (2.997)
                                                      (89.839)      (85.062)           (65.956)           (37.686)        (13.135)


LABA SEBELUM PAJAK                                   238.603        390.708           525.934             679.481         824.622


PAJAK PENGHASILAN                                     (52.493)      (85.956)          (115.705)          (149.486)       (181.417)


LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                           186.110        304.753           410.228             529.995         643.205




         o Pendapatan dan biaya pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan sebagai
           berikut:

              Perincian dari proyeksi pendapatan Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                                                                    (dalam jutaan Rupiah)
           Tahun
              2025                                  2026                  2027                   2028                 2029
   Pestisida                 1.566.779            1.968.256            2.341.471             2.768.816                3.151.920
   Pupuk                     2.378.290            2.480.902            2.592.038             2.719.881                2.866.903
   Alat Pertanian                 120.003            139.813               165.091                190.811              221.308
   Distribusi                       79.346           131.469               199.862                313.351              448.382
   Jumlah                    4.144.418            4.720.439            5.298.461             5.992.859                6.688.513

              Perincian dari proyeksi beban pokok Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                                                                        (dalam jutaan Rupiah)
          Tahun                   2025             2026                   2027                   2028                 2029

 Pestisida                         935.477        1.186.937               1.430.924         1.729.095                 1.982.936

 Pupuk                        1.807.960           1.877.721               1.952.256         2.037.996                 2.136.602

 Alat Pertanian                    100.460          118.105                137.275                156.542               179.259

 Distribusi                         10.030           43.016                100.498                195.506               306.060

 Jumlah                       2.853.927           3.225.779               3.620.954         4.119.139                 4.604.857




                                                                                                                                      45

                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 47
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   o Beban usaha terdiri dari beban penjualan dan beban umum & administrasi,
     dengan jumlah sebesar:
                                                                                                         (dalam jutaan Rupiah)
                       Tahun                  2025             2026               2027               2028                 2029
              Beban usaha                       962.050       1.018.889         1.085.618         1.156.553              1.245.899


   o Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi
     adalah sebagai berikut:
                                                                                                            (dalam jutaan Rupiah)
                                                                2025          2026           2027            2028             2029
   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                                           541.061       526.710         487.989         300.087            552.391
   Piutang usaha                                               1.069.525     1.218.175       1.367.341       1.546.540       1.726.063
   Piutang lain-lain                                              2.189         2.189           2.189           2.189              2.189
   Persediaan                                                  1.149.325     1.299.076       1.458.219       1.658.847       1.854.454
   Pajak dibayar di muka                                         30.648        30.648          30.648          30.648             30.648
   Biaya dibayar di muka                                         42.930        45.466          48.444          51.609             55.596
   Aset lancar lainnya                                            2.760         2.760           2.760           2.760              2.760
   Total Aset Lancar                                           2.838.437     3.125.024       3.397.590       3.592.681       4.224.101

   ASET TIDAK LANCAR
   Aset tetap - neto                                            538.255       490.522         444.398         495.278            458.710
   Aset tidak berwujud                                                 962           -               -               -                 -
   Properti Investasi                                            19.374        19.374          19.374          19.374             19.374
   Aset pajak tangguhan                                          71.810        71.810          71.810          71.810             71.810
   Goodwill                                                       2.268         2.268           2.268           2.268              2.268
   Uang muka pembelian aset tetap                                58.904        58.904          58.904          58.904             58.904
   Estimasi tagihan pajak penghasilan                            97.010        97.010          97.010          97.010             97.010
   Aset tidak lancar lainnya                                      2.116         2.116           2.116           2.116              2.116
   Total Aset Tidak Lancar                                      790.699       742.004         695.880         746.760            710.192

   TOTAL ASET                                                  3.629.135     3.867.028       4.093.470       4.339.441       4.934.293

   LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS LANCAR
   Cerukan bank                                                          -           -               -               -                 -
   Utang usaha :                                                788.968       891.767        1.001.013       1.138.737       1.273.013
   Utang pajak                                                   25.958        25.958          25.958          25.958             25.958
   Utang lain-lain                                               65.325        65.325          65.325          65.325             65.325
   Uang Muka Pelanggan                                           11.589        11.589          11.589          11.589             11.589
   Biaya yang masih harus dibayar                               331.286       350.859         373.837         398.264            429.030
   Pinjaman jangka pendek                                       956.880       768.916         488.498         122.966                  -

   Total Liabilitas Lancar                                     2.180.006     2.114.413       1.966.220       1.762.839       1.804.916

   LIABILITAS TIDAK LANCAR
   Liabilitas pajak tangguhan                                     4.737         4.737           4.737           4.737              4.737
   Kewajiban imbalan kerja                                       47.193        47.193          47.193          47.193             47.193
   Pinjaman bank - jangka panjang                               135.350       135.350         135.350          86.350             31.850
   Liabilitas sewa - jangka panjang                              64.458        64.458          64.458          64.458             64.458
   Liabilitas lainnya - jangka panjang                            3.531         3.531           3.531           3.531              3.531

   Total Liabilitas Tidak Lancar                                255.269       255.269         255.269         206.269            151.769

   EKUITAS
   Modal saham                                                  588.235       588.235         588.235         588.235            588.235
   Tambahan modal disetor                                       266.188       264.921         229.328         197.685            161.755
   Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                     9.952         9.952           9.952           9.952              9.952
   Saldo laba                                                   306.350       611.103        1.021.331       1.551.326       2.194.531
                                                               1.170.725     1.474.211       1.848.846       2.347.198       2.954.474
   Kepentingan Non-pengendali                                    23.135        23.135          23.135          23.135             23.135
   Total Ekuitas                                               1.193.860     1.497.346       1.871.981       2.370.333       2.977.609
   TOTAL LIABILITAS DAN
   EKUITAS                                                     3.629.135     3.867.028       4.093.470       4.339.441       4.934.293




                                                                                                                                      46

                                      Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 48
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



     o Capital Expenditure diasumsikan sebagai berikut :

                                                                                          (dalam jutaan Rupiah)
               Tahun              2025             2026              2027                2028        2029

           Capex                    11.896             8.593             3.307            90.798        3.642


        Capex tersebut berupa pembelian peralatan kantor dan pembelian terkait
        pemeliharaan (maintenance/replacement), serta pembelian mesin dan
        bangunan di tahun 2028 dalam rangka penambahan line kedua di pabrik
        Cikande.

     o Penyusutan aset tetap didasarkan pada perkiraan umur ekonomisnya.

     o Pajak Penghasilan Badan diasumsikan 22% dari laba sebelum pajak.

     o Rata-rata penagihan piutang usaha dalam 94 hari.

     o Rata-rata perputaran persediaaan dalam 147 hari.

     o Rata-rata pembayaran utang usaha dalam 101 hari.

  Pada tabel di bawah ini dapat dilihat Kondisi Keuangan dan Rasio Keuangan
  berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Melakukan Transaksi.
                                 2025               2026             2027             2028           2029
    Kas dan setara kas*)          541.061            526.710          487.989          300.087        552.391
    Aset Lancar *)              2.838.437          3.125.024        3.397.500        3.592.681      4.224.101
    Liabilitas Jangka
                                2.180.006          2.114.413        1.966.220        1.762.839      1.804.916
    Pendek *)
    Total Liabilitas *)         2.435.275          2.369.682        2.221.489        1.969.108      1.956.685
    Laba Bersih*)                 186.110            304.753          410.228          529.995        643.205
    Total Ekuitas*)             1.193.860          1.497.346        1.871.981        2.370.333      2.977.609
    Total Pendapatan*)          4.144.418          4.720.439        5.298.461        5.992.859      6.688.513
    Current Ratio                    1,30               1,48             1,73             2,04           2,34
    Quick Ratio                      0,77               0,86             0,99             1,10           1,31
    Debt to Equity Ratio             2,04               1,58             1,19             0,83           0,66
    Return on Sales (%)              4,49               6,46             7,74             8,84           9,62
    Return on Equity (%)            15,59              20,35            21,91            22,36          21,60
    Return on Assets (%)             5,13               7,88            10,02            12,21          13,04

  *)dalam jutaan Rupiah



C.3. Analisis Rasio Keuangan Perseroan

Pada tabel di bawah ini dapat dilihat perbandingan Kondisi Keuangan dan Rasio
Keuangan berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Tidak Melakukan Transaksi dan
Melakukan Transaksi.



                                                                                                                47

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 49
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



A. Kondisi Tidak Melakukan Transaksi

   Pada tabel di bawah ini dapat dilihat Kondisi Keuangan dan Rasio Keuangan
   berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Tidak Melakukan Transaksi.
                                 2025               2026             2027             2028        2029
    Kas dan setara kas*)          541.339            528.792          491.357          305.109     537.445
    Aset Lancar *)              2.838.651          3.127.735        3.401.726        3.598.919   4.210.562
    Liabilitas Jangka
                                2.180.477          2.119.872        1.975.737        1.779.572   1.807.066
    Pendek *)
    Total Liabilitas *)         2.435.746          2.375.141        2.231.006        1.985.841   1.958.835
    Laba Bersih*)                 185.853            302.186          406.901          524.652     637.407
    Total Ekuitas*)             1.193.603          1.494.599        1.866.600        2.359.838   2.961.919
    Total Pendapatan*)          4.144.418          4.720.439        5.298.461        5.992.859   6.688.513
    Current Ratio                    1,30               1,48             1,72             2,02        2,33
    Quick Ratio                      0,77               0,86             0,98             1,09        1,30
    Debt to Equity Ratio             2,04              1,59*             1,20             0,84        0,66
    Return on Sales (%)              4,48               6,40             7,68             8,75        9,53
    Return on Equity (%)            15,57              20,22            21,80            22,23       21,52
    Return on Assets (%)             5,12               7,81             9,93            12,07       12,95

  *)dalam jutaan Rupiah


B. Kondisi Melakukan Transaksi

   Pada tabel di bawah ini dapat dilihat Kondisi Keuangan dan Rasio Keuangan
   berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Melakukan Transaksi.
                                 2025               2026             2027             2028        2029
    Kas dan setara kas*)          541.061            526.710          487.989          300.087     552.391
    Aset Lancar *)              2.838.437          3.125.024        3.397.500        3.592.681   4.224.101
    Liabilitas Jangka
                                2.180.006          2.114.413        1.966.220        1.762.839   1.804.916
    Pendek *)
    Total Liabilitas *)         2.435.275          2.369.682        2.221.489        1.969.108   1.956.685
    Laba Bersih*)                 186.110            304.753          410.228          529.995     643.205
    Total Ekuitas*)             1.193.860          1.497.346        1.871.981        2.370.333   2.977.609
    Total Pendapatan*)          4.144.418          4.720.439        5.298.461        5.992.859   6.688.513
    Current Ratio                    1,30               1,48             1,73             2,04        2,34
    Quick Ratio                      0,77               0,86             0,99             1,10        1,31
    Debt to Equity Ratio             2,04               1,58             1,19             0,83        0,66
    Return on Sales (%)              4,49               6,46             7,74             8,84        9,62
    Return on Equity (%)            15,59              20,35            21,91            22,36       21,60
    Return on Assets (%)             5,13               7,88            10,02            12,21       13,04

  *)dalam jutaan Rupiah

   Dilihat dari kedua table diatas, tergambar bahwa kinerja Perseroan dengan
   melakukan Transaksi lebih meningkat dibanding dengan kondisi tidak melakukan
   Transaksi. Demikian pula Rasio-Rasio Keuangan Perseroan gambarannya lebih
   baik dengan adanya Transaksi.




                                                                                                             48

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 50
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



C.4. Penilaian Arus Kas

Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan untuk Kondisi Melakukan Transaksi dapat dilihat
pada Lampiran B-6, sedangkan untuk Proyeksi Arus Kas Bersih untuk Kondisi Tidak
Melakukan Transaksi dapat dilihat pada Lampiran A – 6.

Berdasarkan analisa arus kas bersih Perseroan dari proyeksi dalam 5 (lima) tahun
kedepan terlihat adanya kenaikan arus kas bersih (net cash flow / NCF) sebagai berikut:

Analisis NCF:

                                                                                                   Terminal
                                   2025          2026          2027           2028       2029
                                                                                                    Value

 Melakukan Transaksi

 NCF                                  96.478    237.133        325.225         284.745   473.608     5.441.560


 Tidak melakukan Transaksi

 NCF                                  96.419    234.871        322.360         280.345   468.359     5.381.252


 Kenaikan NCF                            59        2.262          2.865          4.400     5.249       60.307


                                                                                         (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                   Nilai Kini Arus Kas Bersih
 Arus Kas Bersih – Melakukan Transaksi                                                    4.141.991.623.157
 Arus Kas Bersih – Tidak Melakukan
 Transaksi                                                                                4.097.015.809.414
 Selisih                                                                                     44.975.813.743

Berdasarkan analisis arus kas bersih Perseroan seperti terlihat dalam tabel diatas, nilai
kini arus kas bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi lebih tinggi sebesar
Rp. 44.975.813.743,- dibandingkan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi.

Adapun perhitungan Arus Kas Bersih Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-6 untuk
kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan B-6 untuk kondisi Melakukan Transaksi.


C.5. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan
     Keuangan Setelah Transaksi Dilakukan

Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi dan proforma laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan setelah Transaksi.

Analisis ringkas mengenai kondisi dan pengaruh terhadap proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut:




                                                                                                          49

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 51
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                              Ikhtisar Data Keuangan Penting
                      Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                         PT Delta Giri Wacana Tbk dan Entitas Anak
                               Pada Tanggal 31 Desember 2024
                                     (dalam jutaan Rupiah)
                                                                          2024        Penyesuaian    Proforma
        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                                 63.078                       63.078
        Piutang usaha                                                     980.470                      980.470
        Piutang lain-lain                                                   2.189                        2.189
        Persediaan                                                        958.426                      958.426
        Pajak dibayar di muka                                              30.648                       30.648
        Biaya dibayar di muka                                              39.949                       39.949
        Aset lancar lainnya                                                 2.760                        2.760
        Total Aset Lancar                                               2.077.520            -       2.077.520

        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap - neto                                                 577.441                     577.441
        Aset tidak berwujud                                                 3.940                       3.940
        Properti Investasi                                                 19.374                      19.374
        Aset pajak tangguhan                                               71.810                      71.810
        Goodwill                                                            2.268                       2.268
        Uang muka pembelian aset tetap                                     58.904                      58.904
        Estimasi tagihan pajak penghasilan                                 97.010                      97.010
        Aset tidak lancar lainnya                                           2.116                       2.116
        Total Aset Tidak Lancar                                           832.863            -        832.863
        TOTAL ASET                                                      2.910.383            -       2.910.383
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS LANCAR
        Cerukan bank                                                       60.993                       60.993
        Utang usaha :                                                     768.096                      768.096
        Utang pajak                                                        25.958                       25.958
        Utang lain-lain                                                    65.325                       65.325
        Uang Muka Pelanggan                                                11.589                       11.589
        Biaya yang masih harus dibayar                                    205.420                      205.420
        Liabilitas sewa - jangka pendek                                    19.275                       19.275
        Pinjaman jangka pendek                                            864.746                      864.746
        Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek                  2.274                        2.274
        Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                             2.271                        2.271
        Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                                 -                            -
        Total Liabilitas Lancar                                         2.025.947            -       2.025.947

        LIABILITAS TIDAK LANCAR
        Liabilitas pajak tangguhan                                          4.737                       4.737
        Kewajiban imbalan kerja                                            44.922                      44.922
        Pinjaman bank - jangka panjang                                      4.466                       4.466
        Liabilitas sewa - jangka panjang                                   45.183                      45.183
        Liabilitas lainnya - jangka panjang                                 3.531                       3.531

        Total Liabilitas Tidak Lancar                                     102.839            -        102.839

        EKUITAS
        Modal saham                                                       500.000                     500.000
        Tambahan modal disetor                                            128.270                     128.270
        Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                          9.952                       9.952
        Saldo laba                                                        120.240                     120.240
                                                                          758.462            -        758.462
        Kepentingan Non-pengendali                                         23.135                      23.135
        Total Ekuitas                                                     781.597            -        781.597
        TOTAL LIABILITAS DAN
        EKUITAS                                                         2.910.383                -   2.910.383

                                                                                  -                          -


Tidak ada perubahan pada kondisi proforma karena Transaksi diasumsikan baru akan
berlangsung di tahun 2025.




                                                                                                                 50

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 52
         KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



      D. Analisis Inkremental

      1. Kontribusi Nilai Tambah Dari Transaksi

          Kami juga melakukan analisis atas proyeksi laba bersih Perseroan dalam kondisi
          Melakukan Transaksi dan Tidak Melakukan Transaksi atas dasar prospek usaha
          Perseroan di masa depan untuk 5 (lima) tahun. Dari analisis kami dapat kami
          kemukakan bahwa terdapat kenaikan laba bersih Perseroan karena adanya
          Transaksi.
                                                                                                  (dalam jutaan Rupiah)
       Laba bersih                  2025               2026                  2027              2028           2029
       Melakukan
                                     186.110              304.753            410.228           529.995        643.205
       Transaksi
       Tidak     Melakukan
                                     185.853              302.186            406.901           524.652        637.407
       Transaksi
       Selisih                               257             2.567             3.327              5.342         5.798


          Perhitungan laba bersih dalam kondisi Melakukan dan Tidak Melakukan Transaksi
          dapat dilihat pada Lampiran A - 4 dan B - 4.

          Disamping itu berdasarkan analisa arus kas bersih Perseroan dari proyeksi dalam 5
          (lima) tahun kedepan terlihat adanya kenaikan arus kas bersih (net cash flow / NCF)
          sebagai berikut:
         Analisis NCF:

                                                                                                 (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                            Terminal
                                    2025           2026         2027            2028             2029
                                                                                                             Value
Melakukan Transaksi
NCF                                  96.478        237.133      325.225             284.745       473.608    5.441.560

Tidak melakukan Transaksi
NCF                                  96.419        234.871      322.360             280.345       468.359    5.381.252

Kenaikan NCF                              59         2.262           2.865            4.400         5.249       60.307



          Analisis Nilai Kini Arus Kas Bersih (Present Value Net Cash Flow - PVNCF)

          Berdasarkan prediksi arus kas Perseroan sampai dengan tahun 2029, pada kondisi
          Melakukan Transaksi, posisi kas Perseroan memberikan gambaran yang lebih baik,
          dimana berdasarkan perhitungan Nilai Kini Arus Kas Bersih (PVNCF) yang telah
          kami lakukan, nilai kini arus kas bersih dalam kondisi Melakukan Transaksi adalah
          sebesar Rp. 4.141.991.623.157.

          Sedangkan, untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi, Nilai Kini Arus Kas
          Bersihnya adalah Rp. 4.097.015.809.414 , sehingga terdapat selisih lebih sebesar
          Rp. 44.975.813.743. Oleh karena itu berdasarkan analisis Nilai Kini Arus Kas Bersih
          ini, Transaksi memberikan nilai tambah kepada Perseroan.


                                                                                                                    51

                                Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 53
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



 Untuk menghitung PVNCF digunakan faktor diskonto (Discount Factor) atas dasar
 Cost of Capital (WACC).

 Untuk menghitung Cost of Capital akan dihitung dengan rata-rata biaya capital
 (Weighted Average Cost of Capital – WACC) dengan mendasarkan pada Cost of
 Equity atas dasar perhitungan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan formula
 sebagai berikut:


                                    E (Ri) = Rf + B (RPm) – Ds

         E (Ri)         =   Tingkat balikan yang diharapkan (Cost of Equity)
         Rf             =   Risk free rate
         B              =   Beta
         RPm            =   Equity risk premium
         Ds             =   Default spread


     Untuk menghitung Cost of Equity digunakan data-data sebagai berikut:

     •   Tingkat bunga tanpa resiko (risk free rate) ditetapkan berdasarkan yield
         Obligasi Pemerintah RI dalam Rupiah untuk jangka waktu 30 tahun yang
         diperoleh dari Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) per 30 Desember 2024
         sebesar 7,1118%;
    •    Equity Risk Premium berdasarkan data dari Damodaran untuk Indonesia
         tahun 2024 yang merupakan negara berkembang (emerging market) sebesar
         6,87% dan adanya Default Spread untuk Indonesia sebagai negara
         berkembang (emerging market) sebesar 1,89% sebagai faktor penyesuaian
         dari Risk Free Rate karena menggunakan Equity Risk Premium dari
         Damodaran; dan
     •   Besarnya beta didasarkan pada beta dari Damodaran untuk industri
         Chemical (Specialty). Berdasarkan data tersebut, beta unleverednya adalah
         sebesar 0,88 dan Debt to Equity Ratio sebesar 25,01%. Tingkat pajak yang
         dipergunakan adalah 22%. Sehingga beta leverednya adalah 1,06.

     •   Tingkat pajak yang dipergunakan adalah sebesar 22%.
     Berdasarkan data-data tersebut, Cost of Equity adalah sebesar 12,48%.

    Atas dasar Cost of Equity tersebut dan dengan memperhitungkan biaya bunga
    pinjaman investasi Bank Persero berdasarkan data Suku Bunga Pinjaman
    Rupiah Yang Diberikan Menurut Kelompok Bank dan Jenis Pinjaman dari situs
    Bank Indonesia, yaitu sebesar 9,21% per 31 Desember 2024, serta rasio antara
    utang dan ekuitas (DER) sebesar 25,01%, maka akan diperoleh Cost of Capital
    berdasarkan perhitungan WACC sebesar 11,42%.

 Analisis NCF dan PVNCF dapat dilihat pada Lampiran A-6 dan B-6.



                                                                                      52

                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 54
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



2. Biaya Atau Pendapatan Yang Relevan

  Biaya yang relevan dari Transaksi adalah berupa biaya yang timbul dalam proses
  dilaksanakannya Transaksi termasuk jasa profesional dan biaya publikasi dalam
  rangka memenuhi POJK 17.


3. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan Dalam Menentukan
   Rencana dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain

  Selain dari Transaksi, DGW dapat melakukan penambahan jumlah tenaga kerja
  yang dikontrak langsung (tidak melakukan kontrak outsourcing), tetapi opsi ini dapat
  menimbulkan tambahan biaya yang berkaitan dengan perekrutan tenaga kerja baru,
  yaitu:
      - biaya rekrutmen karyawan
      - biaya training berkala
      - biaya gaji dan bonus karyawan yang lebih besar karena status tenaga kerja
         adalah non-outsource
      - biaya tunjangan yang harus diberikan (asuransi, tunjangan harian, dst.)

   Biaya-biaya di atas secara jangka panjang diproyeksikan akan semakin besar di
   masa depan dengan adanya rencana ekspansi di pabrik Cikande, di mana
   kebutuhan tenaga kerja akan terus bertambah. Opsi outsourcing dianggap lebih
   efektif dan efisien bagi DGW secara jangka panjang.


E. Analisis Kewajaran Transaksi

  Atas dasar analisis yang kami lakukan terhadap Transaksi dapat kami simpulkan
  sebagai berikut:
  1. Perseroan memiliki sebuah pabrik karbamasi yang berlokasi di Cikande yang
     saat ini sedang dalam proses konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada
     bulan Mei 2025. Pabrik karbamasi di Cikande ini akan segera beroperasi. Untuk
     mendukung operasi tersebut, Perseroan membutuhkan tenaga kerja yang
     berkualitas dan dapat diandalkan. Berdasarkan pengalaman kerjasama yang
     telah berjalan sejak lama dengan FAP untuk kelompok perusahaan Perseroan
     lainnya, Perseroan melihat hasil operasional yang baik sehingga memutuskan
     untuk menggunakan jasa yang sama untuk pabrik baru yang akan dijalankan
     bisnisnya oleh Perseroan.

       2.     Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
       POJK 42 dan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana
       Transaksi ini bukan transaksi benturan kepentingan. Oleh karena Transaksi
       merupakan transaksi afiliasi dan bukan transaksi material, maka berdasarkan
       POJK 42, Perseroan wajib menggunakan penilai untuk menentukan kewajaran
       dari Transaksi, mengumumkan keterbukaan informasi atas Transaksi kepada
       masyarakat, dan menyampaikan keterbukaan informasi dan dokumen
       pendukungnya kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal
       Transaksi.


                                                                                        53

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 55
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



3. Manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh Perseroan adalah sebagai berikut:

     -   Ketersediaan jasa tenaga kerja yang berkualitas untuk menunjang operasi
         pabrik secara stabil dan berlangsung dalam jangka panjang.

     -   Pengalaman kerjasama yang ada dengan FAP memastikan bahwa sistem
         kerja outsourcing yang disetujui antara DGW dengan FAP dapat segera
         dijalankan di pabrik Cikande yang baru, dengan proses penyesuaian yang
         lebih cepat jika dibandingkan dengan opsi lain yaitu menggunakan jasa
         outsourcing dari penyedia jasa lain yang belum pernah bekerja sama dengan
         Perseroan sebelumnya.

     -   Biaya-biaya yang berhubungan dengan risiko yang berkaitan dengan tenaga
         kerja, seperti kecelakaan kerja, tindakan pendisiplinan tenaga kerja, dan-lain
         akan menjadi tanggungan FAP.

4. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan dari tahun 2025 sampai
   2029, laba bersih Perseroan, NCF, dan PV NCF untuk kondisi Melakukan
   Transaksi dibandingkan dengan kondisi Tidak Melakukan Transaksi
   menggambarkan kinerja dan kondisi keuangan dari proyeksi keuangan
   Perseroan pada tahun-tahun mendatang lebih baik.

    Kenaikan laba bersih

                                                                                       (dalam jutaan Rupiah)
      Laba bersih                    2025             2026              2027           2028          2029

      Melakukan Transaksi            186.110            304.753         410.228         529.995     643.205

      Tidak     Melakukan
                                     185.853            302.186         406.901         524.652     637.407
      Transaksi
      Selisih                              257             2.567          3.327           5.342        5.798


    Kenaikan Arus Kas Bersih dan Nilai Kini Arus Kas Bersih

                                                                                       (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                    Terminal
                                    2025         2026         2027          2028          2029
                                                                                                     Value
     Melakukan Transaksi
     NCF                            96.478       237.133     325.225        284.745       473.608   5.441.560

     Tidak melakukan
     Transaksi
     NCF                            96.419       234.871     322.360        280.345       468.359   5.381.252

     Kenaikan NCF                       59         2.262        2.865          4.400        5.249     60.307


                                                                          Nilai Kini Arus Kas Bersih
      Arus Kas Bersih – Melakukan Transaksi                                            4.141.991.623.157
      Arus Kas Bersih – Tidak Melakukan Transaksi                                      4.097.015.809.414
      Selisih                                                                             44.975.813.743



                                                                                                          54

                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 56

          
Page 57
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                                        PERNYATAAN PENILAI


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:

 1. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
     terhadap Penilaian yang dibuat, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan
     kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap Laporan Penilaian Bisnis
     yang dibuat.
 2. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 3. Penilai memiliki pemahaman atas objek penilaian yang dinilai.
 4. Kami bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis yang kami lakukan.
 5. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan Tanggal Penilaian
     (Cut Off Date).
 6. Kami telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
     Penilaian Bisnis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini, sebatas
     pengetahuan kami, adalah benar dan akurat.
 7. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan peraturan
     perundang-undangan yang berlaku.
 8. Kami telah menyajikan hasil Penilaian dalam penugasan penilaian profesional sebagai
     Kesimpulan Penilaian.
 9. Kami telah mengungkapkan lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis di dalam Laporan
     Penilaian Bisnis.
 10. Kesimpulan Penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
 11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis berasal dari berbagai sumber
     yang diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.
 12. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang dibuat
     yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
 13. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan penilaian yang dibuat, pencapaian hasil
     yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang
     berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
 14. Penilai    Bisnis   telah    mengikuti    persyaratan   pendidikan   profesional   yang
     ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
 15. Penilai Bisnis memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan Penilaian yang
     dibuat.
 16. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian Bisnis
     telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
     Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – SPI 2018 dan POJK 35.
 17. Penilai melakukan inspeksi fisik maupun rapat dan diskusi secara daring dengan
     manajemen sehubungan dengan objek penilaian yang dinilai.
 18. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan Penilaian, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
     dinyatakan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini.




                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 58

          
Page 59
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                          ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Laporan Penilaian Bisnis ini bergantung kepada asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai
berikut :

 1. Laporan Penilaian Bisnis yang dihasilkan oleh Penilai Bisnis bersifat non-disclaimer
    opinion.

 2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
    dalam proses penilaian.

 3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Bisnis berasal dari sumber yang dapat
    dipercaya keakuratannya.

 4. Penilai Bisnis menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
    mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
    kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);

5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan yang telah disesuaikan.

 6. Laporan Penilaian Bisnis ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
    rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.

 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan Nilai.

 8. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari pemberi tugas dianggap benar dan dapat
    dipercaya, Penilai Bisnis tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu
    terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.

 9. Hasil yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam Laporan yang
    merupakan bagian dari bisnis yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan
    tujuan penilaian. Hasil Laporan Penilaian Bisnis ini tidak boleh digunakan untuk tujuan
    penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.

10. Kami sebagai Penilai tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen
    yang terkait dengan penilaian, oleh karenanya kami tidak menjamin kebenaran atau
    keabsahannya.

11. Laporan Penilaian Bisnis ini harus digunakan secara keseluruhan yang tak terpisahkan
    dan penggunaannya terbatas pada maksud dan tujuan penilaian ini saja. Laporan ini tidak
    akan berlaku untuk maksud dan tujuan berbeda.

12. Penggunaaan sebagian atau keseluruhan dari laporan untuk dipublikasikan di media
    cetak/elektronik harus mendapat persetujuan tertulis dari kami sebagai penilai dan
    pembuat laporan.

13. Kami berasumsi bahwasanya data-data yang diberikan kepada kami adalah benar dan
    berkaitan dengan obyek penilaian dan kami tidak melakukan pengecekan lebih lanjut
    terhadap kebenarannya.

 14.Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
    penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan.




                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 60
           LAMPIRAN A
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
     TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
Page 61
                                                                                                                   Lampiran : A - 1

                                                       PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                                LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                               PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                                  (dalam jutaan rupiah)
                                                     2020                   2021          2022        2023             2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                      6.975                    16.099      23.385       43.938           63.078
Piutang usaha                                         349.326                   534.762     867.281      685.340          980.470
Piutang lain-lain                                         499                     2.148       5.558        6.060            2.189
Persediaan                                            193.843                   271.974     937.101      962.624          958.426
Pajak dibayar di muka                                     791                     2.329      12.014       49.821           30.648
Biaya dibayar di muka                                   7.029                     4.343      11.507       17.149           39.949
Aset lancar lainnya                                     2.081                     2.086       4.219        1.331            2.760
Total Aset Lancar                                     560.544                   833.741   1.861.065    1.766.263        2.077.520



ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                      60.127                    79.667     183.918     442.584          577.441
Aset tidak berwujud                                                                           6.938       5.398            3.940
Properti Investasi                                     80.092                    39.278      38.055      37.094           19.374
Aset pajak tangguhan                                   31.647                    38.110      47.377      58.940           71.810
Goodwill                                                                              -       2.268       2.268            2.268
Uang muka pembelian aset tetap                                                        -      26.480      42.870           58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan                          135                     135      24.303      62.892           97.010
Uang Jaminan                                                152                       -           -         -
Aset tidak lancar lainnya                                                           404         359       1.848            2.116
Total Aset Tidak Lancar                               172.153                   157.594     329.698     653.894          832.863
TOTAL ASET                                            732.697                   991.335   2.190.763    2.420.157        2.910.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank                                           52.524                   117.575     101.293       75.750           60.993
Utang usaha :                                         236.812                   280.592     573.447      554.994          768.096
Utang pajak                                            15.847                    37.032      62.945       31.950           25.958
Utang lain-lain                                        31.076                    35.093      31.712       56.123           65.325
Uang Muka Pelanggan                                        83                     1.583       8.035       18.999           11.589
Biaya yang masih harus dibayar                         93.521                    99.342     149.477      159.185          205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek                        17.622                    19.465      25.596       16.194           19.275
Pinjaman jangka pendek                                      -                    58.347     496.890      621.500          864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek          -                     4.000       4.000        3.401            2.274
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                   465                     1.199       2.342        2.332            2.271
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                     -                         -        75.266          -                -
Total Liabilitas Lancar                               447.950                   654.228   1.531.003    1.540.428        2.025.947

LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan                                                                    2.950       5.681            4.737
Kewajiban imbalan kerja                                30.904                    32.964      37.082      44.462           44.922
Utang lain-lain                                                                       -       1.020
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                                              -       9.002
Pinjaman bank - jangka panjang                                                   13.333       9.333      48.982            4.466
Liabilitas sewa - jangka panjang                       28.806                    10.280      59.426      55.858           45.183
Liabilitas lainnya - jangka panjang                                                           3.682       3.287            3.531

Total Liabilitas Tidak Lancar                          59.710                    56.577     122.495     158.270          102.839
EKUITAS
Modal saham                                            20.000                   135.550     166.150      166.150          500.000
Tambahan modal disetor                                 99.486                    58.179     128.270      220.270          128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                                                                     -            9.952
Saldo laba                                            105.551                    86.464     227.405      240.064          120.240
                                                      225.037                   280.193     521.825      626.484          758.462
Kepentingan Non-pengendali                                                          337      15.440       94.975           23.135
Total Ekuitas                                         225.037                   280.530     537.265      721.459          781.597
TOTAL LIABILITAS DAN                                       31                        28          25           30               27
EKUITAS                                               732.697                   991.335   2.190.763    2.420.157        2.910.383




                                 Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 62
                                                                                                                  Lampiran : A - 2

                                         PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                   LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
                     UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                           (dalam jutaan rupiah)

                                              2020                   2021           2022         2023                 2024

PENJUALAN
Penjualan bersih                               1.030.880              1.383.279     1.687.154     3.039.796            3.373.117
                                               1.030.880              1.383.279     1.687.154     3.039.796            3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                           765.327               1.035.887     1.305.976     2.338.009            2.434.371
                                                765.327               1.035.887     1.305.976     2.338.009            2.434.371

LABA KOTOR                                      265.553                 347.392       381.178      701.787              938.746

BEBAN USAHA                                     (223.688)              (231.657)     (258.647)     (597.319)            (659.921)


                                                (223.688)              (231.657)     (258.647)     (597.319)            (659.921)

LABA (RUGI) USAHA                                41.865                 115.735       122.531      104.468              278.825

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih                     (8.325)                 (1.946)     (15.081)        3.945              (17.268)
Pendapatan bunga                                      49                      92           78           229                  278
Management fee                                         -                       -            -             -                    -
Beban bunga                                      (11.728)                 (8.867)     (22.492)      (53.038)             (69.114)
Pendapatan sewa                                      794                       -            -           -                      -
Keuntungan penjualan aset tetap                      470                       -            -           -                 14.205
Pendapatan atau beban lain-lain                     (509)                  3.629       83.150         6.637                5.454
                                                 (19.249)                 (7.092)      45.655       (42.227)             (66.445)

LABA SEBELUM PAJAK                               22.616                 108.643       168.186       62.241              212.380

PAJAK PENGHASILAN                                (11.657)               (27.570)      (23.950)      (42.352)             (30.494)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                       10.959                  81.073       144.236       19.889              181.886

LABA(RUGI) KOMPREHENSIF                           (2.832)                 (2.034)      (1.310)          (2.632)              3.577

LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                   8.127                 79.039       142.926       17.257              185.463




                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 63
                                                                                                 Lampiran : A - 3

                                          PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                    LAPORAN POSISI KEUANGAN COMMON SIZE
                                  PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                     2020     2021        2022           2023          2024
                                                      %        %           %              %             %
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                     0,95     1,62       1,07           1,82          2,17
Piutang usaha                                         47,68    53,94      39,59          28,32         33,69
Piutang lain-lain                                      0,07     0,22       0,25           0,25          0,08
Persediaan                                            26,46    27,44      42,78          39,78         32,93
Pajak dibayar di muka                                  0,11     0,23       0,55           2,06          1,05
Biaya dibayar di muka                                  0,96     0,44       0,53           0,71          1,37
Aset lancar lainnya                                    0,28     0,21       0,19           0,05          0,09
Total Aset Lancar                                     76,50    84,10      84,95          72,98         71,38

ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                      8,21     8,04       8,40          18,29         19,84
Aset tidak berwujud                                     -        -         0,32           0,22          0,14
Properti Investasi                                    10,93     3,96       1,74           1,53          0,67
Aset pajak tangguhan                                   4,32     3,84       2,16           2,44          2,47
Goodwill                                                -        -         0,10           0,09          0,08
Uang muka pembelian aset tetap                          -        -         1,21           1,77          2,02
Estimasi tagihan pajak penghasilan                     0,02     0,01       1,11           2,60          3,33
Uang Jaminan                                           0,02      -          -              -             -
Aset tidak lancar lainnya                               -       0,04       0,02           0,08          0,07
Total Aset Tidak Lancar                               23,50    15,90      15,05   -      27,02         28,62

TOTAL ASET                                           100,00   100,00     100,00       100,00          100,00

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank                                           7,17    11,86       4,62           3,13          2,10
Utang usaha :                                         32,32    28,30      26,18          22,93         26,39
Utang pajak                                            2,16     3,74       2,87           1,32          0,89
Utang lain-lain                                        4,24     3,54       1,45           2,32          2,24
Uang Muka Pelanggan                                    0,01     0,16       0,37           0,79          0,40
Biaya yang masih harus dibayar                        12,76    10,02       6,82           6,58          7,06
Liabilitas sewa - jangka pendek                        2,41     1,96       1,17           0,67          0,66
Pinjaman jangka pendek                                  -       5,89      22,68          25,68         29,71
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek      -       0,40       0,18           0,14          0,08
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                0,06     0,12       0,11           0,10          0,08
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                   -        -         3,44            -             -
Total Liabilitas Lancar                               61,14    65,99      69,88          63,65         69,61

LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan                              -        -         0,13           0,23          0,16
Kewajiban imbalan kerja                                4,22     3,33       1,69           1,84          1,54
Utang lain-lain                                         -        -         0,05            -             -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                -        -         0,41            -             -
Pinjaman bank - jangka panjang                          -       1,34       0,43           2,02          0,15
Liabilitas sewa - jangka panjang                       3,93     1,04       2,71           2,31          1,55
Liabilitas lainnya - jangka panjang                     -        -         0,17           0,14          0,12
Total Liabilitas Tidak Lancar                          8,15     5,71       5,59           6,54          3,53

EKUITAS
Modal saham                                            2,73    13,67       7,58           6,87         17,18
Tambahan modal disetor                                13,58     5,87       5,86           9,10          4,41
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali              -        -          -              -            0,34
Saldo laba                                            14,41     8,72      10,38           9,92          4,13
                                                      30,71    28,26      23,82          25,89         26,06
Kepentingan Non-pengendali                              -       0,03       0,70           3,92          0,79
Total Ekuitas                                         30,71    28,30      24,52          29,81         26,86
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                              100,00   100,00     100,00       100,00          100,00




                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 64
                                                                                             Lampiran : A - 4

                                 PT DELTA GIRI WACANA TBK
                       PERHITUNGAN LABA RUGI KONSOLIDASI COMMON SIZE
             UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024


                                              2020      2021        2022           2023            2024
                                               %         %           %              %               %
PENJUALAN
Penjualan bersih                              100,00    100,00     100,00      100,00             100,00
                                              100,00    100,00     100,00      100,00             100,00
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                          74,24     74,89      77,41          76,91           72,17
                                               74,24     74,89      77,41          76,91           72,17

LABA KOTOR                                     25,76     25,11      22,59          23,09           27,83

BEBAN USAHA                                   (21,70)   (16,75)     (15,33)        (19,65)         (19,56)


                                              (21,70)   (16,75)     (15,33)        (19,65)         (19,56)

LABA (RUGI) USAHA                               4,06      8,37       7,26           3,44            8,27

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih                  (0,81)    (0,14)      (0,89)          0,13           (0,51)
Pendapatan bunga                                0,00      0,01        0,00           0,01            0,01
Management fee                                   -         -           -              -               -
Beban bunga                                    (1,14)    (0,64)      (1,33)         (1,74)          (2,05)
Pendapatan sewa                                 0,08       -           -              -               -
Keuntungan penjualan aset tetap                 0,05       -           -              -              0,42
Pendapatan atau beban lain-lain                (0,05)     0,26        4,93           0,22            0,16
                                               (1,87)    (0,51)       2,71          (1,39)          (1,97)

LABA SEBELUM PAJAK                              2,19      7,85       9,97           2,05            6,30

PAJAK PENGHASILAN                              (1,13)    (1,99)      (1,42)         (1,39)          (0,90)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                      1,06      5,86       8,55           0,65            5,39




                    Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 65
                                                                                                         Lampiran : A - 5

                                             PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                       NORMALISASI LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                     PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                     (dalam jutaan rupiah)
                                                     2020              2021       2022        2023            2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                       6.975          16.099      23.385      43.938          63.078
Piutang usaha                                          349.326         534.762     867.281     685.340         980.470
Piutang lain-lain                                          499           2.148       5.558       6.060           2.189
Persediaan                                             193.843         271.974     937.101     962.624         958.426
Pajak dibayar di muka                                      791           2.329      12.014      49.821          30.648
Biaya dibayar di muka                                    7.029           4.343      11.507      17.149          39.949
Aset lancar lainnya                                      2.081           2.086       4.219       1.331           2.760
Total Aset Lancar                                      560.544         833.741   1.861.065   1.766.263       2.077.520



ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                       60.127          79.667    183.918     442.584          577.441
Aset tidak berwujud                                          -               -      6.938       5.398            3.940
Properti Investasi                                      80.092          39.278     38.055      37.094           19.374
Aset pajak tangguhan                                    31.647          38.110     47.377      58.940           71.810
Goodwill                                                     -               -      2.268       2.268            2.268
Uang muka pembelian aset tetap                               -               -     26.480      42.870           58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan                         135             135     24.303      62.892           97.010
Uang Jaminan                                               152               -          -           -                -
Aset tidak lancar lainnya                                    -             404        359       1.848            2.116
Total Aset Tidak Lancar                                172.153         157.594    329.698     653.894          832.863
TOTAL ASET                                             732.697         991.335   2.190.763   2.420.157       2.910.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank                                            52.524         117.575     101.293      75.750          60.993
Utang usaha :                                          236.812         280.592     573.447     554.994         768.096
Utang pajak                                             15.847          37.032      62.945      31.950          25.958
Utang lain-lain                                         31.076          35.093      31.712      56.123          65.325
Uang Muka Pelanggan                                         83           1.583       8.035      18.999          11.589
Biaya yang masih harus dibayar                          93.521          99.342     149.477     159.185         205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek                              -               -           -           -               -
Pinjaman jangka pendek                                       -          58.347     496.890     621.500         864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek           -               -           -           -               -
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                      -               -           -           -               -
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                        -               -      75.266           -               -
Total Liabilitas Lancar                                429.863         629.564   1.499.065   1.518.501       2.002.127

LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan                                   -               -      2.950       5.681            4.737
Kewajiban imbalan kerja                                 31.369          34.163     39.424      46.794           47.193
Utang lain-lain                                              -               -      1.020           -                -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                     -               -      9.002           -                -
Pinjaman bank - jangka panjang                               -          17.333     13.333      52.383            6.740
Liabilitas sewa - jangka panjang                        46.428          29.745     85.022      72.052           64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang                          -               -      3.682       3.287            3.531

Total Liabilitas Tidak Lancar                           77.797          81.241    154.433     180.197          126.659
EKUITAS
Modal saham                                             20.000         135.550    166.150     166.150          500.000
Tambahan modal disetor                                  99.486          58.179    128.270     220.270          128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                   -               -          -           -            9.952
Saldo laba                                             105.551          86.464    227.405     240.064          120.240
                                                       225.037         280.193    521.825     626.484          758.462
Kepentingan Non-pengendali                                   -             337     15.440      94.975           23.135
Total Ekuitas                                          225.037         280.530    537.265     721.459          781.597
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                                732.697         991.335   2.190.763   2.420.157       2.910.383




                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 66
                                                                                                        Lampiran : A - 6

                                       PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                        LABA RUGI KOMPREHENSIF
                   UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                (dalam jutaan rupiah)

                                                2020              2021         2022         2023             2024

PENJUALAN
Penjualan bersih                                1.030.880       1.383.279     1.687.154    3.039.796        3.373.117
                                                1.030.880       1.383.279     1.687.154    3.039.796        3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                             765.327       1.035.887     1.305.976    2.338.009        2.434.371
                                                  765.327       1.035.887     1.305.976    2.338.009        2.434.371

LABA KOTOR                                        265.553         347.392      381.178      701.787           938.746

BEBAN USAHA                                      (223.688)       (231.657)     (258.647)    (597.319)        (659.921)
                                                 (223.688)       (231.657)     (258.647)    (597.319)        (659.921)

LABA (RUGI) USAHA                                  41.865         115.735      122.531      104.468           278.825

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih                      (8.325)          (1.946)     (15.081)       3.945          (17.268)
Pendapatan bunga                                       49               92           78          229              278
Management fee                                        -                -            -            -                -
Beban bunga pinjaman                               (8.484)          (4.881)     (16.823)     (43.992)         (61.861)
Beban bunga sewa                                   (3.244)          (3.986)      (5.669)      (9.046)          (7.253)
Pendapatan sewa                                       794              -            -            -                -
Keuntungan penjualan aset tetap                       470              -            -            -             14.205
Pendapatan atau beban lain-lain                      (509)           3.629       83.150        6.637            5.454
                                                  (19.249)          (7.092)      45.655      (42.227)         (66.445)

LABA SEBELUM PAJAK                                 22.616         108.643      168.186       62.241           212.380

PAJAK PENGHASILAN                                 (11.657)         (27.570)     (23.950)     (42.352)         (30.494)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                         10.959          81.073      144.236       19.889           181.886




                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 67
                                                                                                                 Lampiran : A - 7


                                         PT DELTA GIRI WACANA TBK
                PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN DALAM KONDISI TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
                               PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
                                                          (dalam jutaan rupiah)
                                                                    2025          2026        2027        2028           2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                   541.339       528.792     491.357     305.109        537.445
Piutang usaha                                                       1.069.525     1.218.175   1.367.341   1.546.540      1.726.063
Piutang lain-lain                                                      2.189         2.189       2.189       2.189          2.189
Persediaan                                                          1.149.237     1.299.629   1.458.894   1.659.918      1.855.693
Pajak dibayar di muka                                                 30.648        30.648      30.648      30.648         30.648
Biaya dibayar di muka                                                 42.953        45.543      48.537      51.755         55.764
Aset lancar lainnya                                                    2.760         2.760       2.760       2.760          2.760
Total Aset Lancar                                                   2.838.651     3.127.735   3.401.726   3.598.919      4.210.562

ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                                    538.255       490.522     444.398     495.278        458.710
Aset tidak berwujud                                                        962            -           -           -              -
Properti Investasi                                                    19.374        19.374      19.374      19.374         19.374
Aset pajak tangguhan                                                  71.810        71.810      71.810      71.810         71.810
Goodwill                                                               2.268         2.268       2.268       2.268          2.268
Uang muka pembelian aset tetap                                        58.904        58.904      58.904      58.904         58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan                                    97.010        97.010      97.010      97.010         97.010
Uang Jaminan                                                                 -            -           -           -              -
Aset tidak lancar lainnya                                              2.116         2.116       2.116       2.116          2.116
Total Aset Tidak Lancar                                              790.699       742.004     695.880     746.760        710.192

TOTAL ASET                                                          3.629.349     3.869.740   4.097.606   4.345.679      4.920.754

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank                                                                 -            -           -           -              -
Utang usaha :                                                        788.908       892.147    1.001.476   1.139.471      1.273.864
Utang pajak                                                           25.958        25.958      25.958      25.958         25.958
Utang lain-lain                                                       65.325        65.325      65.325      65.325         65.325
Uang Muka Pelanggan                                                   11.589        11.589      11.589      11.589         11.589
Biaya yang masih harus dibayar                                       331.470       351.454     374.557     399.394        430.330
Liabilitas sewa - jangka pendek                                              -            -           -           -              -
Pinjaman jangka pendek                                               957.227       773.399     496.833     137.835               -
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek                           -            -           -           -              -
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                                      -            -           -           -              -
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                                        -            -           -           -              -

Total Liabilitas Lancar                                            2.180.477      2.119.872   1.975.737   1.779.572      1.807.066
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan                                             4.737         4.737       4.737       4.737          4.737
Kewajiban imbalan kerja                                               47.193        47.193      47.193      47.193         47.193
Utang lain-lain                                                              -            -           -           -              -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                                     -            -           -           -              -
Pinjaman bank - jangka panjang                                       135.350       135.350     135.350      86.350         31.850
Liabilitas sewa - jangka panjang                                      64.458        64.458      64.458      64.458         64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang                                    3.531         3.531       3.531       3.531          3.531

Total Liabilitas Tidak Lancar                                        255.269       255.269     255.269     206.269        151.769

EKUITAS
Modal saham                                                          588.235       588.235     588.235     588.235        588.235
Tambahan modal disetor                                               266.188       264.998     230.098     198.683        163.358
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                             9.952         9.952       9.952       9.952          9.952
Saldo laba                                                           306.093       608.279    1.015.180   1.539.832      2.177.239
                                                                    1.170.468     1.471.464   1.843.465   2.336.703      2.938.784
Kepentingan Non-pengendali                                            23.135        23.135      23.135      23.135         23.135
Total Ekuitas                                                       1.193.603     1.494.599   1.866.600   2.359.838      2.961.919
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                                             3.629.349     3.869.740   4.097.606   4.345.679      4.920.754




                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 68
                                                                                                                Lampiran : A - 8

                                     PT DELTA GIRI WACANA TBK
              PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF DALAM KONDISI TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
                UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
                                                    (dalam jutaan rupiah)

                                                              2025           2026          2027          2028          2029


PENJUALAN                                                       22,87%         13,90%        12,25%        13,11%         11,61%
Penjualan bersih                                             4.144.418      4.720.439     5.298.461     5.992.859      6.688.513
                                                              4.144.418     4.720.439     5.298.461     5.992.859      6.688.513
BEBAN POKOK PENJUALAN                                              1,17           1,13          1,12          1,14            1,12
Beban pokok penjualan                                        2.853.709      3.227.152     3.622.628     4.121.797      4.607.933
                                                              2.853.709     3.227.152     3.622.628     4.121.797      4.607.933


LABA KOTOR                                                    1.290.710     1.493.287     1.675.834     1.871.062      2.080.580
                                                                31,14%         31,63%        31,63%        31,22%         31,11%
Beban usaha                                                    (908.524)     (963.330)    (1.038.276)   (1.119.917)    (1.209.464)
Penyusutan dan amortisasi                                       (54.061)      (57.287)      (49.431)      (39.918)       (40.210)
                                                               (962.585)    (1.020.618)   (1.087.708)   (1.159.835)    (1.249.674)


LABA (RUGI) USAHA                                              328.125        472.669       588.126       711.227        830.906
                                                                  7,92%        10,01%        11,10%        11,87%         12,42%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Beban bunga pinjaman                                            (83.850)      (80.000)      (61.959)      (34.848)       (10.720)
Beban bunga sewa                                                 (6.003)        (5.251)       (4.500)       (3.748)        (2.997)
                                                                (89.852)      (85.252)      (66.458)      (38.596)       (13.717)


LABA SEBELUM PAJAK                                             238.273        387.418       521.668       672.631        817.189


PAJAK PENGHASILAN                                               (52.420)      (85.232)     (114.767)     (147.979)      (179.781)


LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                     185.853        302.186       406.901       524.652        637.407




                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 69
                                                                                                                   Lampiran : A - 9

                                   PT DELTA GIRI WACANA TBK
            PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF DALAM KONDISI TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
              UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
                                                            (dalam jutaan rupiah)

                                                                      2025          2026        2027        2028          2029

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) periode berjalan                                          185.853       302.186     406.901     524.652        637.407

Ditambah / (dikurangi) penyesuaian untuk
Penyusutan                                                             51.083        56.325      49.431      39.918         40.210
Amortisasi                                                              2.978           962           -           -              -

(Penambahan) / pengurangan untuk:
 Piutang usaha                                                        (89.055)      (148.650)   (149.167)   (179.199)     (179.523)
 Piutang lain-lain                                                          -              -           -           -             -
 Persediaan                                                          (190.811)      (150.392)   (159.265)   (201.024)     (195.775)
 Pajak dibayar di muka                                                      -              -           -           -             -
 Biaya dibayar di muka                                                 (3.004)        (2.590)     (2.994)     (3.219)       (4.009)
 Aset lancar lainnya                                                        -              -           -           -             -
 Estimasi tagihan pajak penghasilan                                         -              -           -           -             -
 Utang usaha :                                                         20.812        103.239     109.329     137.996       134.392
 Utang pajak                                                                -              -           -           -             -
 Utang lain-lain                                                            -              -           -           -             -
 Uang Muka Pelanggan                                                        -              -           -           -             -
 Biaya yang masih harus dibayar                                       126.050         19.984      23.103      24.837        30.936
 Liabilitas pajak tangguhan                                                 -              -           -           -             -
Arus kas dari aktivitas operasi                                       103.906        181.064     277.339     343.961       463.639

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Penambahan) / pengurangan aset tetap                                 (11.896)        (8.593)     (3.307)    (90.798)       (3.642)
(Penambahan) / pengurangan uang muka pembelian aset tetap                   -              -           -           -             -
(Pengurangan) / penambahan aset hak guna                                    -              -           -           -             -
Arus kas dari aktivitas investasi                                     (11.896)        (8.593)     (3.307)    (90.798)       (3.642)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS KEUANGAN
Penambahan / (pembayaran) dana cerukan                                (60.993)             -           -           -             -
Penambahan / (pembayaran) liabilitas sewa                                   -              -           -           -             -
Penambahan / (pembayaran) pinjaman bank                               221.091       (183.828)   (276.567)   (407.998)     (192.335)
Penambahan modal saham                                                 88.235              -           -           -             -
Penambahan tambahan modal disetor                                     137.918         (1.190)    (34.900)    (31.415)      (35.325)
Arus kas dari aktivitas keuangan                                      386.251       (185.018)   (311.466)   (439.412)     (227.660)

KENAIKAN BERSIH ARUS KAS                                              478.261        (12.547)    (37.434)   (186.249)      232.337

KAS PADA AWAL TAHUN                                                    63.078       541.339     528.792     491.357        305.109

KAS PADA AKHIR TAHUN                                                  541.339       528.792     491.357     305.109        537.445




                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 70
                                                                                                                               Lampiran : A - 10

                                                   PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                  ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                          DALAM KONDISI TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
                                                     PER 31 DESEMBER 2024
,
                       URAIAN                   2025             2026             2027               2028         2029         TERMINAL VALUE


Proyeksi Laba Setelah Pajak                       185.853          302.186          406.901            524.652      637.407

Ditambah :
- Bunga (1-T)                                      65.403           62.400           48.328             27.181        8.362
- Penyusutan dan amortisasi                        54.061           57.287           49.431             39.918       40.210
Ditambah (Dikurangi) :
Perubahan Modal Kerja (diluar
kas dan setara kas)                              (197.001)        (178.409)        (178.993)          (220.609)    (213.978)
Perubahan aset tetap                              (11.896)          (8.593)          (3.307)           (90.798)      (3.642)

Arus Kas Bersih - Kapital                          96.419          234.871          322.360            280.345      468.359
                                                                                                                                      5.381.252
Discount Factor @        11,42%                 0,8974959        0,8054990        0,7229320          0,6488286    0,5823210          0,5823210
Growth                     2,5%
                                                   86.536          189.188          233.044            181.896      272.735          3.133.616

Nilai Kini Arus Kas Bersih                      4.097.016




                                      Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 71
                                                                         Lampiran : A - 11

                      PT DELTA GIRI WACANA TBK
                    PERHITUNGAN FAKTOR DISKONTO
                        PER 31 DESEMBER 2024


Cost Of Equity = Tingkat bunga tanpa resiko +
                 beta x Equity risk premium - Default Spread =                 12,48%

WACC                                                                 =         11,42%

Ekuitas                                                              =            80%
Utang berbunga                                                       =            20%

Jumlah Ekuitas dan Utang Berbunga                                    =           100%
Cost of Debt                                                         =          9,21%

Default spread                                                       =          1,89%
Equity risk premium                                                  =          6,87%
Risk free rate, obligasi pemerintah Republik Indonesia (Rp)          =          7,11%
Beta                                                                 =           1,06




          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 72
           LAMPIRAN B
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
        MELAKUKAN TRANSAKSI
Page 73
                                                                                                                   Lampiran : B - 1

                                                       PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                                LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                               PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                                  (dalam jutaan rupiah)
                                                     2020                   2021          2022        2023             2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                      6.975                    16.099      23.385       43.938           63.078
Piutang usaha                                         349.326                   534.762     867.281      685.340          980.470
Piutang lain-lain                                         499                     2.148       5.558        6.060            2.189
Persediaan                                            193.843                   271.974     937.101      962.624          958.426
Pajak dibayar di muka                                     791                     2.329      12.014       49.821           30.648
Biaya dibayar di muka                                   7.029                     4.343      11.507       17.149           39.949
Aset lancar lainnya                                     2.081                     2.086       4.219        1.331            2.760
Total Aset Lancar                                     560.544                   833.741   1.861.065    1.766.263        2.077.520



ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                      60.127                    79.667     183.918     442.584           577.441
Aset tidak berwujud                                                                           6.938       5.398             3.940
Properti Investasi                                     80.092                    39.278      38.055      37.094            19.374
Aset pajak tangguhan                                   31.647                    38.110      47.377      58.940            71.810
Goodwill                                                                              -       2.268       2.268             2.268
Uang muka pembelian aset tetap                                                        -      26.480      42.870            58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan                          135                     135      24.303      62.892            97.010
Uang Jaminan                                                152                       -           -         -
Aset tidak lancar lainnya                                                           404         359       1.848             2.116
Total Aset Tidak Lancar                               172.153                   157.594     329.698     653.894           832.863
TOTAL ASET                                            732.697                   991.335   2.190.763    2.420.157        2.910.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank                                           52.524                   117.575     101.293       75.750           60.993
Utang usaha :                                         236.812                   280.592     573.447      554.994          768.096
Utang pajak                                            15.847                    37.032      62.945       31.950           25.958
Utang lain-lain                                        31.076                    35.093      31.712       56.123           65.325
Uang Muka Pelanggan                                        83                     1.583       8.035       18.999           11.589
Biaya yang masih harus dibayar                         93.521                    99.342     149.477      159.185          205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek                        17.622                    19.465      25.596       16.194           19.275
Pinjaman jangka pendek                                      -                    58.347     496.890      621.500          864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek          -                     4.000       4.000        3.401            2.274
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                   465                     1.199       2.342        2.332            2.271
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                     -                         -        75.266          -                -
Total Liabilitas Lancar                               447.950                   654.228   1.531.003    1.540.428        2.025.947

LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan                                                                    2.950       5.681             4.737
Kewajiban imbalan kerja                                30.904                    32.964      37.082      44.462            44.922
Utang lain-lain                                                                       -       1.020
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                                              -       9.002
Pinjaman bank - jangka panjang                                                   13.333       9.333      48.982             4.466
Liabilitas sewa - jangka panjang                       28.806                    10.280      59.426      55.858            45.183
Liabilitas lainnya - jangka panjang                                                           3.682       3.287             3.531

Total Liabilitas Tidak Lancar                          59.710                    56.577     122.495     158.270           102.839
EKUITAS
Modal saham                                            20.000                   135.550     166.150     166.150           500.000
Tambahan modal disetor                                 99.486                    58.179     128.270     220.270           128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                                                                    -             9.952
Saldo laba                                            105.551                    86.464     227.405     240.064           120.240
                                                      225.037                   280.193     521.825     626.484           758.462
Kepentingan Non-pengendali                                                          337      15.440      94.975            23.135
Total Ekuitas                                         225.037                   280.530     537.265     721.459           781.597
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                               732.697                   991.335   2.190.763    2.420.157        2.910.383




                                 Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 74
                                                                                                                  Lampiran : B - 2

                                         PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                   LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
                     UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                           (dalam jutaan rupiah)

                                              2020                   2021           2022         2023                 2024

PENJUALAN
Penjualan bersih                               1.030.880              1.383.279     1.687.154     3.039.796            3.373.117
                                               1.030.880              1.383.279     1.687.154     3.039.796            3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                           765.327               1.035.887     1.305.976     2.338.009            2.434.371
                                                765.327               1.035.887     1.305.976     2.338.009            2.434.371

LABA KOTOR                                      265.553                 347.392       381.178      701.787               938.746

BEBAN USAHA                                     (223.688)              (231.657)     (258.647)     (597.319)            (659.921)


                                                (223.688)              (231.657)     (258.647)     (597.319)            (659.921)

LABA (RUGI) USAHA                                41.865                 115.735       122.531      104.468               278.825

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih                     (8.325)                 (1.946)     (15.081)        3.945              (17.268)
Pendapatan bunga                                      49                      92           78           229                  278
Management fee                                         -                       -            -             -                    -
Beban bunga                                      (11.728)                 (8.867)     (22.492)      (53.038)             (69.114)
Pendapatan sewa                                      794                       -            -           -                      -
Keuntungan penjualan aset tetap                      470                       -            -           -                 14.205
Pendapatan atau beban lain-lain                     (509)                  3.629       83.150         6.637                5.454
                                                 (19.249)                 (7.092)      45.655       (42.227)             (66.445)

LABA SEBELUM PAJAK                               22.616                 108.643       168.186       62.241               212.380

PAJAK PENGHASILAN                                (11.657)               (27.570)      (23.950)      (42.352)             (30.494)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                       10.959                  81.073       144.236       19.889               181.886

LABA(RUGI) KOMPREHENSIF                           (2.832)                 (2.034)      (1.310)          (2.632)              3.577

LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                   8.127                 79.039       142.926       17.257               185.463




                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 75
                                                                                                    Lampiran : B - 3

                                               PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                         LAPORAN POSISI KEUANGAN COMMON SIZE
                                       PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                         2020      2021       2022         2023           2024
                                                          %         %          %            %              %
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                         0,95      1,62       1,07         1,82          2,17
Piutang usaha                                             47,68     53,94      39,59        28,32         33,69
Piutang lain-lain                                          0,07      0,22       0,25         0,25          0,08
Persediaan                                                26,46     27,44      42,78        39,78         32,93
Pajak dibayar di muka                                      0,11      0,23       0,55         2,06          1,05
Biaya dibayar di muka                                      0,96      0,44       0,53         0,71          1,37
Aset lancar lainnya                                        0,28      0,21       0,19         0,05          0,09
Total Aset Lancar                                         76,50     84,10      84,95        72,98         71,38

ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                          8,21      8,04       8,40        18,29         19,84
Aset tidak berwujud                                         -         -         0,32         0,22          0,14
Properti Investasi                                        10,93      3,96       1,74         1,53          0,67
Aset pajak tangguhan                                       4,32      3,84       2,16         2,44          2,47
Goodwill                                                    -         -         0,10         0,09          0,08
Uang muka pembelian aset tetap                              -         -         1,21         1,77          2,02
Estimasi tagihan pajak penghasilan                         0,02      0,01       1,11         2,60          3,33
Uang Jaminan                                               0,02       -          -            -             -
Aset tidak lancar lainnya                                   -        0,04       0,02         0,08          0,07
Total Aset Tidak Lancar                                   23,50     15,90      15,05   -    27,02         28,62

TOTAL ASET                                               100,00    100,00     100,00       100,00        100,00

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank                                               7,17     11,86       4,62         3,13          2,10
Utang usaha :                                             32,32     28,30      26,18        22,93         26,39
Utang pajak                                                2,16      3,74       2,87         1,32          0,89
Utang lain-lain                                            4,24      3,54       1,45         2,32          2,24
Uang Muka Pelanggan                                        0,01      0,16       0,37         0,79          0,40
Biaya yang masih harus dibayar                            12,76     10,02       6,82         6,58          7,06
Liabilitas sewa - jangka pendek                            2,41      1,96       1,17         0,67          0,66
Pinjaman jangka pendek                                      -        5,89      22,68        25,68         29,71
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek          -        0,40       0,18         0,14          0,08
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                    0,06      0,12       0,11         0,10          0,08
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                       -         -         3,44          -             -
Total Liabilitas Lancar                                   61,14     65,99      69,88        63,65         69,61

LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan                                  -         -         0,13         0,23          0,16
Kewajiban imbalan kerja                                    4,22      3,33       1,69         1,84          1,54
Utang lain-lain                                             -         -         0,05          -             -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                    -         -         0,41          -             -
Pinjaman bank - jangka panjang                              -        1,34       0,43         2,02          0,15
Liabilitas sewa - jangka panjang                           3,93      1,04       2,71         2,31          1,55
Liabilitas lainnya - jangka panjang                         -         -         0,17         0,14          0,12

Total Liabilitas Tidak Lancar                              8,15      5,71       5,59         6,54          3,53

EKUITAS
Modal saham                                                2,73     13,67       7,58         6,87         17,18
Tambahan modal disetor                                    13,58      5,87       5,86         9,10          4,41
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                  -         -          -            -            0,34
Saldo laba                                                14,41      8,72      10,38         9,92          4,13
                                                          30,71     28,26      23,82        25,89         26,06
Kepentingan Non-pengendali                                  -        0,03       0,70         3,92          0,79
Total Ekuitas                                             30,71     28,30      24,52        29,81         26,86
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                                  100,00    100,00     100,00       100,00        100,00




                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 76
                                                                                                Lampiran : B - 4

                                       PT DELTA GIRI WACANA TBK
                             PERHITUNGAN LABA RUGI KONSOLIDASI COMMON SIZE
                   UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024


                                                     2020      2021       2022        2023            2024
                                                      %         %          %           %               %
PENJUALAN
Penjualan bersih                                     100,00    100,00     100,00      100,00         100,00
                                                     100,00    100,00     100,00      100,00         100,00
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                                 74,24     74,89      77,41       76,91          72,17
                                                      74,24     74,89      77,41       76,91          72,17

LABA KOTOR                                            25,76     25,11      22,59       23,09          27,83

BEBAN USAHA                                          (21,70)   (16,75)    (15,33)     (19,65)         (19,56)


                                                     (21,70)   (16,75)    (15,33)     (19,65)         (19,56)

LABA (RUGI) USAHA                                      4,06      8,37       7,26        3,44           8,27

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih                         (0,81)    (0,14)     (0,89)       0,13           (0,51)
Pendapatan bunga                                       0,00      0,01       0,00        0,01            0,01
Management fee                                          -         -          -           -               -
Beban bunga                                           (1,14)    (0,64)     (1,33)      (1,74)          (2,05)
Pendapatan sewa                                        0,08       -          -           -               -
Keuntungan penjualan aset tetap                        0,05       -          -           -              0,42
Pendapatan atau beban lain-lain                       (0,05)     0,26       4,93        0,22            0,16
                                                      (1,87)    (0,51)      2,71       (1,39)          (1,97)

LABA SEBELUM PAJAK                                     2,19      7,85       9,97        2,05           6,30

PAJAK PENGHASILAN                                     (1,13)    (1,99)     (1,42)      (1,39)          (0,90)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                             1,06      5,86       8,55        0,65           5,39




                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 77
                                                                                                          Lampiran : B - 5

                                                   PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                             NORMALISASI LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                           PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                        (dalam jutaan rupiah)
                                                       2020            2021       2022        2023            2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                       6.975           16.099      23.385      43.938          63.078
Piutang usaha                                          349.326          534.762     867.281     685.340         980.470
Piutang lain-lain                                          499            2.148       5.558       6.060           2.189
Persediaan                                             193.843          271.974     937.101     962.624         958.426
Pajak dibayar di muka                                      791            2.329      12.014      49.821          30.648
Biaya dibayar di muka                                    7.029            4.343      11.507      17.149          39.949
Aset lancar lainnya                                      2.081            2.086       4.219       1.331           2.760
Total Aset Lancar                                      560.544          833.741   1.861.065   1.766.263       2.077.520



ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                       60.127           79.667     183.918    442.584          577.441
Aset tidak berwujud                                          -                -       6.938      5.398            3.940
Properti Investasi                                      80.092           39.278      38.055     37.094           19.374
Aset pajak tangguhan                                    31.647           38.110      47.377     58.940           71.810
Goodwill                                                     -                -       2.268      2.268            2.268
Uang muka pembelian aset tetap                               -                -      26.480     42.870           58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan                         135              135      24.303     62.892           97.010
Uang Jaminan                                               152                -           -          -                -
Aset tidak lancar lainnya                                    -              404         359      1.848            2.116
Total Aset Tidak Lancar                                172.153          157.594     329.698    653.894          832.863
TOTAL ASET                                             732.697          991.335   2.190.763   2.420.157       2.910.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank                                            52.524          117.575     101.293      75.750          60.993
Utang usaha :                                          236.812          280.592     573.447     554.994         768.096
Utang pajak                                             15.847           37.032      62.945      31.950          25.958
Utang lain-lain                                         31.076           35.093      31.712      56.123          65.325
Uang Muka Pelanggan                                         83            1.583       8.035      18.999          11.589
Biaya yang masih harus dibayar                          93.521           99.342     149.477     159.185         205.420
Liabilitas sewa - jangka pendek                              -                -           -           -               -
Pinjaman jangka pendek                                       -           58.347     496.890     621.500         864.746
Pinjaman bank jangka panjang - porsi jangka pendek           -                -           -           -               -
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                      -                -           -           -               -
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                        -                -      75.266           -               -
Total Liabilitas Lancar                                429.863          629.564   1.499.065   1.518.501       2.002.127

LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan                                   -                -       2.950      5.681            4.737
Kewajiban imbalan kerja                                 31.369           34.163      39.424     46.794           47.193
Utang lain-lain                                              -                -       1.020          -                -
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                     -                -       9.002          -                -
Pinjaman bank - jangka panjang                               -           17.333      13.333     52.383            6.740
Liabilitas sewa - jangka panjang                        46.428           29.745      85.022     72.052           64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang                          -                -       3.682      3.287            3.531

Total Liabilitas Tidak Lancar                           77.797           81.241     154.433    180.197          126.659
EKUITAS
Modal saham                                             20.000          135.550     166.150    166.150          500.000
Tambahan modal disetor                                  99.486           58.179     128.270    220.270          128.270
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                   -                -           -          -            9.952
Saldo laba                                             105.551           86.464     227.405    240.064          120.240
                                                       225.037          280.193     521.825    626.484          758.462
Kepentingan Non-pengendali                                   -              337      15.440     94.975           23.135
Total Ekuitas                                          225.037          280.530     537.265    721.459          781.597
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                                732.697          991.335   2.190.763   2.420.157       2.910.383




                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 78
                                                                                                      Lampiran : B - 6

                                       PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                        LABA RUGI KOMPREHENSIF
                   UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                (dalam jutaan rupiah)

                                              2020             2021         2022         2023             2024

PENJUALAN
Penjualan bersih                             1.030.880        1.383.279     1.687.154    3.039.796        3.373.117
                                             1.030.880        1.383.279     1.687.154    3.039.796        3.373.117
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                         765.327         1.035.887     1.305.976    2.338.009        2.434.371
                                              765.327         1.035.887     1.305.976    2.338.009        2.434.371

LABA KOTOR                                    265.553           347.392       381.178     701.787           938.746

BEBAN USAHA                                   (223.688)        (231.657)     (258.647)    (597.319)        (659.921)
                                              (223.688)        (231.657)     (258.647)    (597.319)        (659.921)

LABA (RUGI) USAHA                              41.865           115.735       122.531     104.468           278.825

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih                   (8.325)           (1.946)     (15.081)       3.945          (17.268)
Pendapatan bunga                                    49                 92           78         229              278
Management fee                                     -                 -            -            -                -
Beban bunga pinjaman                            (8.484)           (4.881)     (16.823)     (43.992)         (61.861)
Beban bunga sewa                                (3.244)           (3.986)      (5.669)      (9.046)          (7.253)
Pendapatan sewa                                    794               -            -            -                -
Keuntungan penjualan aset tetap                    470               -            -            -             14.205
Pendapatan atau beban lain-lain                   (509)            3.629       83.150        6.637            5.454
                                               (19.249)           (7.092)      45.655      (42.227)         (66.445)

LABA SEBELUM PAJAK                             22.616           108.643       168.186      62.241           212.380

PAJAK PENGHASILAN                              (11.657)          (27.570)     (23.950)     (42.352)         (30.494)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                     10.959            81.073       144.236      19.889           181.886




                      Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 79
                                                                                                         Lampiran : B - 7

                                      PT DELTA GIRI WACANA TBK
   PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN DALAM KONDISI MELAKUKAN TRANSAKSI JASA OUTSOURCING OPERATOR
                              PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
                                          (dalam jutaan rupiah)
                                                             2025         2026          2027         2028        2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                           541.061       526.710      487.989       300.087     552.391
Piutang usaha                                               1.069.525     1.218.175    1.367.341     1.546.540   1.726.063
Piutang lain-lain                                              2.189         2.189        2.189         2.189       2.189
Persediaan                                                  1.149.325     1.299.076    1.458.219     1.658.847   1.854.454
Pajak dibayar di muka                                         30.648        30.648       30.648        30.648      30.648
Biaya dibayar di muka                                         42.930        45.466       48.444        51.609      55.596
Aset lancar lainnya                                            2.760         2.760        2.760         2.760       2.760
Total Aset Lancar                                           2.838.437     3.125.024    3.397.590     3.592.681   4.224.101

ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                            538.255       490.522      444.398       495.278     458.710
Aset tidak berwujud                                                 962           -            -             -           -
Properti Investasi                                            19.374        19.374       19.374        19.374      19.374
Aset pajak tangguhan                                          71.810        71.810       71.810        71.810      71.810
Goodwill                                                       2.268         2.268        2.268         2.268       2.268
Uang muka pembelian aset tetap                                58.904        58.904       58.904        58.904      58.904
Estimasi tagihan pajak penghasilan                            97.010        97.010       97.010        97.010      97.010
Aset tidak lancar lainnya                                      2.116         2.116        2.116         2.116       2.116
Total Aset Tidak Lancar                                      790.699       742.004      695.880       746.760     710.192

TOTAL ASET                                                  3.629.135     3.867.028    4.093.470     4.339.441   4.934.293

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank                                                          -           -            -             -           -
Utang usaha :                                                788.968       891.767     1.001.013     1.138.737   1.273.013
Utang pajak                                                   25.958        25.958       25.958        25.958      25.958
Utang lain-lain                                               65.325        65.325       65.325        65.325      65.325
Uang Muka Pelanggan                                           11.589        11.589       11.589        11.589      11.589
Biaya yang masih harus dibayar                               331.286       350.859      373.837       398.264     429.030
Pinjaman jangka pendek                                       956.880       768.916      488.498       122.966            -
Total Liabilitas Lancar                                     2.180.006     2.114.413    1.966.220     1.762.839   1.804.916

LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan                                     4.737         4.737        4.737         4.737       4.737
Kewajiban imbalan kerja                                       47.193        47.193       47.193        47.193      47.193
Pinjaman bank - jangka panjang                               135.350       135.350      135.350        86.350      31.850
Liabilitas sewa - jangka panjang                              64.458        64.458       64.458        64.458      64.458
Liabilitas lainnya - jangka panjang                            3.531         3.531        3.531         3.531       3.531

Total Liabilitas Tidak Lancar                                255.269       255.269      255.269       206.269     151.769

EKUITAS
Modal saham                                                  588.235       588.235      588.235       588.235     588.235
Tambahan modal disetor                                       266.188       264.921      229.328       197.685     161.755
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                     9.952         9.952        9.952         9.952       9.952
Saldo laba                                                   306.350       611.103     1.021.331     1.551.326   2.194.531
                                                            1.170.725     1.474.211    1.848.846     2.347.198   2.954.474
Kepentingan Non-pengendali                                    23.135        23.135       23.135        23.135      23.135
Total Ekuitas                                               1.193.860     1.497.346    1.871.981     2.370.333   2.977.609
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                                     3.629.135     3.867.028    4.093.470     4.339.441   4.934.293




                                      Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 80
                                                                                                    Lampiran : B - 8

                                       PT DELTA GIRI WACANA TBK
    PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF DALAM KONDISI MELAKUKAN TRANSAKSI JASA OUTSOURCING OPERATOR
                 UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
                                           (dalam jutaan rupiah)

                                                    2025         2026          2027          2028           2029


PENJUALAN                                            22,87%        13,90%        12,25%        13,11%         11,61%
Penjualan bersih                                   4.144.418    4.720.439     5.298.461     5.992.859      6.688.513
                                                   4.144.418    4.720.439     5.298.461     5.992.859      6.688.513
BEBAN POKOK PENJUALAN                                   1,17          1,13          1,12          1,14             1,12
Beban pokok penjualan                              2.853.927    3.225.779     3.620.954     4.119.139      4.604.857
                                                   2.853.927    3.225.779     3.620.954     4.119.139      4.604.857


LABA KOTOR                                         1.290.491    1.494.660     1.677.508     1.873.720      2.083.656
                                                     31,14%        31,66%        31,66%        31,27%         31,15%
Beban usaha                                         (907.990)    (961.602)    (1.036.186)   (1.116.635)    (1.205.688)
Penyusutan dan amortisasi                            (54.061)     (57.287)      (49.431)      (39.918)       (40.210)
                                                    (962.050)   (1.018.889)   (1.085.618)   (1.156.553)    (1.245.899)


LABA (RUGI) USAHA                                   328.441       475.771       591.890       717.167        837.757
                                                       7,92%       10,08%        11,17%        11,97%         12,53%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Beban bunga pinjaman                                 (83.836)     (79.811)      (61.456)      (33.938)       (10.138)
Beban bunga sewa                                      (6.003)       (5.251)       (4.500)       (3.748)        (2.997)
                                                     (89.839)     (85.062)      (65.956)      (37.686)       (13.135)


LABA SEBELUM PAJAK                                  238.603       390.708       525.934       679.481        824.622


PAJAK PENGHASILAN                                    (52.493)     (85.956)     (115.705)     (149.486)      (181.417)


LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                          186.110       304.753       410.228       529.995        643.205




                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 81
                                                                                      Lampiran : B - 9
                                       PT DELTA GIRI WACANA TBK
    PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF DALAM KONDISI MELAKUKAN TRANSAKSI JASA OUTSOURCING OPERATOR
                 UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
                                           (dalam jutaan rupiah)

                                                            2025        2026        2027        2028        2029

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) periode berjalan                                186.110     304.753     410.228     529.995      643.205

Ditambah / (dikurangi) penyesuaian untuk
Penyusutan                                                   51.083      56.325      49.431      39.918       40.210
Amortisasi                                                    2.978         962           -           -            -

(Penambahan) / pengurangan untuk:
 Piutang usaha                                               (89.055)   (148.650)   (149.167)   (179.199)   (179.523)
 Piutang lain-lain                                                 -           -           -           -           -
 Persediaan                                                 (190.899)   (149.751)   (159.143)   (200.628)   (195.607)
 Pajak dibayar di muka                                             -           -           -           -           -
 Biaya dibayar di muka                                        (2.981)     (2.536)     (2.978)     (3.165)     (3.987)
 Aset lancar lainnya                                               -           -           -           -           -
 Estimasi tagihan pajak penghasilan                                -           -           -           -           -
 Utang usaha :                                                20.872     102.799     109.246     137.723     134.277
 Utang pajak                                                       -           -           -           -           -
 Utang lain-lain                                                   -           -           -           -           -
 Uang Muka Pelanggan                                               -           -           -           -           -
 Biaya yang masih harus dibayar                              125.866      19.573      22.978      24.427      30.767
 Liabilitas pajak tangguhan                                        -           -           -           -           -
Arus kas dari aktivitas operasi                              103.975     183.474     280.596     349.071     469.343

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Penambahan) / pengurangan aset tetap                        (11.896)     (8.593)     (3.307)    (90.798)     (3.642)
(Penambahan) / pengurangan uang muka pembelian aset tetap          -           -           -           -           -
(Pengurangan) / penambahan aset hak guna                           -           -           -           -           -
Arus kas dari aktivitas investasi                            (11.896)     (8.593)     (3.307)    (90.798)     (3.642)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS KEUANGAN
Penambahan / (pembayaran) dana cerukan                      (60.993)           -           -           -           -
Penambahan / (pembayaran) liabilitas sewa                         -            -           -           -           -
Penambahan / (pembayaran) pinjaman bank                     220.744     (187.964)   (280.418)   (414.532)   (177.466)
Penambahan modal saham                                       88.235            -           -           -           -
Penambahan tambahan modal disetor                           137.918       (1.267)    (35.593)    (31.643)    (35.930)
Arus kas dari aktivitas keuangan                            385.904     (189.231)   (316.011)   (446.174)   (213.396)

KENAIKAN BERSIH ARUS KAS                                    477.983      (14.351)    (38.721)   (187.902)    252.304

KAS PADA AWAL TAHUN                                          63.078     541.061     526.710     487.989      300.087

KAS PADA AKHIR TAHUN                                        541.061     526.710     487.989     300.087      552.391




                                 Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 82
                                                                                                                                  Lampiran : B - 10

                                                     PT DELTA GIRI WACANA TBK
                                    ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                  DALAM KONDISI MELAKUKAN TRANSAKSI JASA OUTSOURCING OPERATOR
                                                       PER 31 DESEMBER 2024
,
                       URAIAN                      2025             2026             2027               2028         2029         TERMINAL VALUE


Proyeksi Laba Setelah Pajak                          186.110          304.753          410.228            529.995      643.205

Ditambah :
- Bunga (1-T)                                         65.392           62.253           47.936             26.472        7.907
- Penyusutan dan amortisasi                           54.061           57.287           49.431             39.918       40.210
Ditambah (Dikurangi) :
Perubahan Modal Kerja (diluar
kas dan setara kas)                                 (197.189)        (178.566)        (179.063)          (220.842)    (214.073)
Perubahan aset tetap                                 (11.896)          (8.593)          (3.307)           (90.798)      (3.642)

Arus Kas Bersih - Kapital                             96.478          237.133          325.225            284.745      473.608
                                                                                                                                         5.441.560
Discount Factor @        11,42%                    0,8974959        0,8054990        0,7229320          0,6488286    0,5823210          0,5823210
Growth                     2,5%
                                                      86.589          191.010          235.116            184.750      275.792           3.168.735

Nilai Kini Arus Kas Bersih                         4.141.992




                                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 83
                                                                         Lampiran : B - 11

                            PT DELTA GIRI WACANA TBK
                        PERHITUNGAN FAKTOR DISKONTO
                               PER 31 DESEMBER 2024


Cost Of Equity = Tingkat bunga tanpa resiko +
                 beta x Equity risk premium - Default Spread =                 12,48%

WACC                                                                 =         11,42%

Ekuitas                                                              =            80%
Utang berbunga                                                       =            20%

Jumlah Ekuitas dan Utang Berbunga                                    =           100%
Cost of Debt                                                         =          9,21%

Default spread                                                       =          1,89%
Equity risk premium                                                  =          6,87%
Risk free rate, obligasi pemerintah Republik Indonesia (Rp)          =          7,11%
Beta                                                                 =           1,06




          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.52 MB
Published26 Jun 2025
Pages83
Characters279,070
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org DELTA GIRI WACANA Tbk. p.1 ×95
linked person David Yaory p.8 ×7
linked org PT Agro Jaya Mandiri p.12 ×3
linked person Danny Jo Putra p.13
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk p.24 ×2
linked org Adaro Minerals Indonesia Tbk p.24 ×2
linked org United Tractors Tbk p.24 ×2
linked org Indocement Tunggal Prakarsa Tbk p.25 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.25 ×2
linked person Tri Wahyudi Saleh p.29 ×2
linked org Pemerintah RI p.53
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible person Ely p.2 ×6
possible org Bursa Efek Indonesia p.7
possible person Gatot Widodo · Notaris p.12 ×3
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.13 ×4
possible org Alamtri Resources Indonesia Tbk p.25 ×2
possible org PT Pupuk Indonesia (Persero) p.26 ×4
possible person Rahmad Pribadi p.30 ×2
possible org Bank Persero p.53
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org PT Dharma Guna Wibawa p.2 ×2
unresolved org PT Focusindo Asia Pacific p.2
unresolved org PT Dharma Guna Wibawa. FAP p.2
unresolved org PT Focusindo Asia Pasific. p.2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Rintis p.2 ×3
unresolved org Rianto & Rekan p.2 ×3
unresolved org KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan p.3 ×55
unresolved org KJPP Stefanus Tonny Hardi p.3 ×55
unresolved person Simon p.5 ×2
unresolved person Ali p.5
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.5 ×3
unresolved org Rintis & Rekan p.5 ×3
unresolved person Amelia Yaory p.8
unresolved org Pengadilan Negeri Serang. Penggajian p.11
unresolved org Penyelenggara Jaminan Sosial p.11 ×2
unresolved person Innovani Damanik p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×3
unresolved person Christina Dwi Utami p.12 ×2
unresolved org Koordinasi p.13 ×2
unresolved org PT Fertilizer Inti Technology p.13
unresolved org PT Hextar Fertilizer Indonesia p.13
unresolved org PT Bangun Sahabat Tani p.13
unresolved org PT Semesta Alam Sejati p.13
unresolved org PT Mitra International Tunggal p.13
unresolved person Setiawan · Notaris p.14
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.14
unresolved org Menteri p.14
unresolved org Pusat Statistik p.15 ×5
unresolved org Menteri Keuangan Thomas Djiwandono p.25
unresolved org Riset dan Inovasi Nasional p.26
unresolved org Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto p.29
unresolved org PT Pupuk Sriwidjaja Palembang p.30
unresolved org Euromonitor International Ltd p.34
unresolved org PT DELTA GIRI WACANA LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN p.41

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 13036 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result