Back to announcement
20250624_WTON_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31908318_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review WTONSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 37
Page 1 OCR 0.949
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT WIJAYA KARYA BETON TBK ("PERSEROAN")
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham ini (sebagaimana didefinisikan di bawah)
ditujukan untuk memberikan penjelasan kepada Pemegang Saham sehubungan dengan rencana
penambahan kegiatan usaha oleh Perseroan serta sebagai pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING UNTUK DIBACA DAN
DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PERSEROAN. DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN
BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEBENARAN DARI SELURUH INFORMASI MATERIAL YANG DIMUAT DALAM
KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA ATAS INFORMASI-
INFORMASI YANG TERSEDIA. DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SEPANJANG PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN
MEREKA, SELURUH INFORMASI MATERIAL TELAH DIUNGKAPKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN
INFORMASI TERSEBUT TIDAK MENYESATKAN.
JIKA ANDA MENGALAMI KESULITAN UNTUK MEMAHAMI INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM
KETERBUKAAN INFORMASI INI, SEBAIKNYA ANDA BERKONSULTASI DENGAN PENASEHAT HUKUM, AKUNTAN
PUBLIK, PENASIHAT KEUANGAN, ATAU PROFESIONAL LAINNYA.
@aseton
PT Wijaya Karya Beton Tbk
Kegiatan Usaha Utama
Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi
seluruh produk-produk beton, antara lain Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk
Konstruksi, Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang, Industri Bangunan Lepas Pantai dan
Bangunan Terapung, Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan, Industri Bata,
Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api, Melakukan usaha jasa perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Post
Tensioning, Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan
bangunan, dan Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di
atas.
Berkedudukan di Jakarta Tirnur, Indonesia
Kantor Pusat
PT Wijaya Karya Beton Tbk.
WIKA Tower 1 Lt. 2-4
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta
Telepon: 021-8192802
Email: sekper@wika-beton.co.id: investorrelations@wika-beton.co.id
Website: wika-beton.co.id
Page 2 OCR 0.957
Perseroan merencanakan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha Perseroan dengan kode KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, sebagai langkah ekspansi WIKA Beton guna memenuhi persyaratan tender dan memperluas layanan ke sektor instalasi listrik. Penambahan kegiatan usaha ini dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Dengan demikian, Keterbukaan Informasi Tambahan ini memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud. Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 24 Juni 2025
Page 3 OCR 0.956
PENDAHULUAN Keterbukaan Informasi ini dibuat sehubungan dengan rencana Perseroan untuk menambahkan kegiatan usahanya dengan KBLI baru dengan kode KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik.Penambahan kegiatan usaha ini dilatarbelakangi dari inisiatif Perseroan untuk terus berupaya tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dukungan yang optimal bagi Pemegang Saham. Adapun contoh kegiatan yang akan Perseroan jalankan melalui kegiatan usaha dengan kode KBLI 43211 yaitu guna keikutsertaan Perseroan dalam mengikuti tender atas pelaksanaan proyek-proyek pengadaan Tiang Listrik Beton yang didalamnya termasuk pengerjaan pemasangan/instalasi listrik. Penjelasan lebih rinci akan kami sampaikan pada Bagian Penjelasan, Pertimbangan, dan Alasan Dilakukannya Penambahan Kegiatan Usaha oleh Perseroan (“Penambahan Kegiatan Usaha”). Sesuai dengan POJK No. 17/2020, Perseroan diwajibkan untuk menyampaikan data pendukung kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) dalam melakukan penambahan kegiatan usaha. Untuk merealisasikan rencana tersebut, maka Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan Pemegang Saham Perseroan melalui RUPS Luar Biasa yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 Juni 2025. Keterbukaan Informasi ini akan diumumkan melalui situs web Perseroan, PT Bursa Efek Indonesia, dan diinformasikan kepada OJK. Hal ini dilakukan agar Pemegang Saham mendapatkan informasi secara lengkap mengenai rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan juga menjadi dasar bagi Pemegang Saham dalam rangka memberikan persetujuannya atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini. KETERANGAN MENGENAI PERSEROAN 1. Riwayat Singkat PT Wijaya Karya Beton Tbk (“Perusahaan”), didirikan di Jakarta dengan Akta Perusahaan Terbatas PT Wijaya Karya Beton No. 44 tanggal 11 Maret 1997, dibuat di hadapan Achmad Bajumi, S.H., selaku pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Perusahaan memulai kegiatan operasionalnya sejak tanggal 11 Maret 1997. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusannya No. C2- 12776.HT.01.01.TH.97 tanggal 9 Desember 1997 dan telah didaftarkan dalam daftar Perusahaan sesuai Undang- Undang No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 2096/BH.09.03/1/98 tanggal 13 Januari 1998 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal 29 Mei 1998 Tambahan No. 2832.
Page 4 OCR 0.958
Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan Akta
No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito,
S.H., Notaris di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0148744.AH.01.03 tanggal 19 Juni 2024.
Pada tanggal 26 Maret 2014, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dengan surat No. S-174 /D.04/ 2014 untuk
melakukan penawaran umum saham perdana sejumlah 2.045.466.600 saham biasa dengan nilai
nominal Rp100 setiap lembar saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga
penawaran Rp590 setiap saham. Termasuk didalamnya jumlah saham umum perdana kepada
masyarakat adalah saham yang telah dialokasikan sehubungan dengan Program Alokasi Saham
Karyawan (Employee Stock Allocation atau "ESA") sejumlah 61.364.000 saham baik berupa
Saham Penghargaan dan Saham Jatah Pasti Pegawai yang sesuai dengan Surat Keputusan Direksi
Perusahaan No.SK.01.01/WB-0A.019/2014 tanggal 11 Februari 2014.
2. Maksud dan Tujuan Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
berusaha dalam bidang perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha yang
terkait, yang untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama dan kegiatan usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan
sumber daya yang dimiliki Perseroan.
Adapun maksud dan tujuan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan dengan kode KBLI
43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi
Penyediaan Tenaga Listrik ini adalah sebagai langkah ekspansi WIKA Beton guna memenuhi
persyaratan tender dan memperluas layanan ke sektor instalasi listrik. Strategi ini menunjukkan
kesiapan WIKA Beton untuk mempertahankan kepemimpinan pasar, memperkuat posisi
keuangan, dan membuka peluang pertumbuhan baru, sehingga mendukung keberlanjutan
bisnis jangka panjang.
Contoh kegiatan yang akan Perseroan jalankan melalui kegiatan usaha dengan kode KBLI 43211
yaitu guna keikutsertaan Perseroan dalam mengikuti tender atas pelaksanaan proyek-proyek
pengadaan Tiang Listrik Beton yang didalamnya termasuk pengerjaan pemasangan/instalasi
listrik.
Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar dan/atau KBLI dibagi dua yaitu Kegiatan
Usaha Utama dan Kegiatan Usaha Penunjang.
Kegiatan Usaha Utama
Untuk mencapai maksud dan tujuan Perseroan, Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha
utama sebagai berikut:
a. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi
seluruh produk-produk beton, antara lain:
Page 5 OCR 0.926
"SN Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi (23954) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901) Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (30112) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api (23911) b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Post Tensioning. c. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan. d. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas. Kegiatan Usaha Penunjang Selain kegiatan usaha utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk: a. Melakukan Usaha industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton UD UPWN Tlk Is 13: 14. 15. 16. 17. Batu Hias dan Batu Bangunan (08101) Penggalian Kerikil (sirtu) (08103) Penggalian Pasir (08104 Penggalian tanah dan tanah liat (08105) Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109) Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911) Industri Semen (23941) Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957) . Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan Bahan Bangunan (23963) Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya (46593) Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100) Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638) Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641) Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521) Perdagangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524) b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha: ML On PP Konstruksi Gedung Hunian (41011) Konstruksi Gedung Industri (41013 Konstruksi Gedung Kesehatan (41015) Konstruksi Gedung Pendidikan (41016) Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018) Konstruksi Gedung Lainnya (41019) Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020)
Page 6 OCR 0.937
8. Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101) 9. Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass (42102) 10. Konstruksi Jalan Rel (42103) 11. Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201) 12. Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202) 13. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah Padat, Cair dan Gas (42203) 14. Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204) 15. Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi (42205) 16. Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209) 17. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918) 18. Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42919) 19. Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922) 20. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi dan Industri Lainnya (42923) 21. Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929) 22. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930) 23. Penyiapan Lahan (43120) 24. Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102) 25. Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102) Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan Peralatan Konstruksi, seperti: Instalasi Telekomunikasi (43212) Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214) Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215) Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216) Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901) Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905) Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909) . Jasa Pengujian Laboratorium (71202) 10. Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204) Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan Konstruksi, 0 MUA YAN seperti: 1. Pemasangan Perancah (Steiger) (43902) 2. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (77393) Melakukan Perencanaan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian Sewa Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan Laut, seperti: 1. Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431) 2. Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432) 3. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131) 4. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133)
Page 7 OCR 0.928
Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222) 00 NO Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221) 10. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223) 11. Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291) Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224) Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225) Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan (50221) 12. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat (EMKA & EAD) 152292) 13. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293) Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220) Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111) Aktivitas Kantor Pusat (70100) am Ii. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Rekayasa Lainnya 172109) j- Penelitian Pasar (73201) Adapun kegiatan usaha berdasarkan Anggaran Dasar yang telah dijalankan atau belum dijalankan Perseroan adalah sebagai berikut: Kegiatan Usaha Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan Keterangan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Sudah | Belum KEGIATAN USAHA UTAMA A. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain: 1. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi (23954) V 2. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901) V 3. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (30112) V 4. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638) V 5 Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api v (23911) B. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan v konstruksi dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Post Tensioning. C. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen v bahan bangunan. D. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan v tersebut di atas. KEGIATAN USAHA PENUNJANG A. Melakukan Usaha industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton 1. Batu Hias dan Batu Bangunan (08101) V 2. Penggalian Kerikil (sirtu) (08103) v
Page 8 OCR 0.903
3. Penggalian Pasir (08104) V 4. Penggalian tanah dan tanah liat (08105) V 5. Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109) Vv 6. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900) v C2 Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api v 123911) 8. Industri Semen (23941) V 9. Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957| 8 10. Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, v dan Bahan Bangunan (23963) 11. Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda v motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya (46593) 12. Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100) 13. Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634) V 14. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (466381 V 15. Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641) V 16. Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi v 147521) 17. Perdagangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524) V B. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha: 1. Konstruksi Gedung Hunian (41011) V 2. Konstruksi Gedung Industri (41013) vV 3. Konstruksi Gedung Kesehatan (41015) V 4. Konstruksi Gedung Pendidikan (41016) V 5. Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018) V 6. Konstruksi Gedung Lainnya (41019) V 7 Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung V 1410201 8. Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101) V 9. Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan V Underpass (42102) 10. Konstruksi Jalan Rel (42103) V 11. Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201) V 12. Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202) V 13. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem V Pengolahan Limbah Padat, Cair dan Gas (42203) 14. Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204) V 15. Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana V Transportasi (42205) 16. Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya V (42209) 17. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918) V V 18. Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42919)
Page 9 OCR 0.914
19. Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922) 20. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi dan Industri Lainnya (42923) sis 21. Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929) 22. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930) 23. Penyiapan Lahan (43120) 24. Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102) 25. Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102) sisisisis C. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan Peralatan Konstruksi, seperti: 1. Instalasi Telekomunikasi (43212) 2, Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214) Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215) Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216) Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901) Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905) Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909) selolulaulalw Jasa Pengujian Laboratorium (71202) Pb Ke Ka ji 10. Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204) D. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan Konstruksi, seperti: 1. Pemasangan Perancah (Steiger) (43902) 2. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (773931 E Melakukan Perencanaan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian Sewa Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan Laut, seperti: . Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431) . Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432) . Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133) 1 2 3. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131) 4 5, Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan (50221) sisisisis 6. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222) 2 7. Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang 150224| 8. Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang 150225) 9. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221) 10. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223) 11. Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291) 1 12. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat (EMKA & EAD) (52292)
Page 10 OCR 0.884
13. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293) F. Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220) G. Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111) H. Aktivitas Kantor Pusat (70100) | Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Rekayasa Lainnya (72109) J. Penelitian Pasar (73201) V sisisisis Selanjutnya, penambahan kegiatan usaha Perseroan dengan kode KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik ini akan menjadi bagian dari Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan. 3. Struktur Permodalan Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 dengan nomor Laporan Auditor Independen 00248/2.1030/AU.1/04/1680-4/1/!11/2025 tanggal 20 Maret 2025, susunan pemegang saham WIKA Beton adalah sebagai berikut: Peranan Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah (Lembar) (96) (Rupiah Penuh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 5.229.280.000 60,004 | 522.928.000.000 Koperasi Karya Mitra Satya 400.282.249 4599| 40.028.224.900 Yayasan Wijaya Karya 86.043.000 0,9946| 8.604.300.000 Kuntjara 9.577.300 0,1196 957.730.000 Rija Judaswara 2.339.700 0,0396 233.970.000 Verly Widianto 2.000.000 0,0256 200.000.000 Syailendra Ogan 109.000 0,0096 10.900.000 Agus Pramono 3.529.500 0,0496 352.950.000 Kepemilikan Masyarakat 2.982.305.851 34,2296| 298.230.585.100 bawah 55 Total 8.715.466.600 100,009 | 871.546.660.000
Page 11 OCR 0.885
Diagram Kepemilikan Saham Sampai Dengan Tingkat Kepemilikan Individu Per 31 Desember 2024 (PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Koperasi Karya Mitra Satya 4,59 kuntjara ON kjp Judoswora 03 Veriy widiantoro “ Syoliendra Ogan 0,002. “Agus Pramono 0,042 Kepemilikan Masyarakat di bawah 5x, 34,222 Nama Pihak Yang menjadi pengendali Per 31 Desember 2024 Nama Alamat Jumlah Saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 Jakarta 13340 5.229.280.000 4. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan Berdasarkan Akta Susunan Pengurus Terakhir sebagaimana dalam Akta Notaris Nomor 74 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat oleh Notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., berkedudukan di Jakarta Selatan, dan telah mendapatkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0209272 tanggal 03 Juni 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen : Eko Sujianto : R. Permadi Mulajaya : Miftachul Munir : Nita Prihutaminingrum : Iswandi Imran
Page 12 OCR 0.948
Direksi Direktur Utama : Kuntjara Direktur Pemasaran dan Pengembangan : Rija Judaswara Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko : Syailendra Ogan Direktur Operasi dan Supply Chain Management : Agus Pramono Direktur Teknik dan Produksi : Verly Widiantoro Ikhtisar Data Keuangan Penting dan Rasio Keuangan Penting Perseroan Adapun informasi mengenai nama auditor, Kantor Akuntan Publik, dan Opini atas Laporan Keuangan yang diaudit adalah sebagai berikut: . Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00037/2.1030/AU.1/04/0181-2/1/11/2020 tanggal 21 Februari 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang material, Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00071/2.1030/AU.1/04/0181-3/1/11/2021 tanggal 18 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00052/2.1030/AU.1/04/1680-1/1/11/2022 tanggal 18 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00127/2.1030/AU.1/04/1680-2/1/111/2023 tanggal 7 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Benny Andria (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.0181) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00259/2.1030/AU.1/04/1680-3/1/111/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Benny Andria (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.0181) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00248/2.1030/AU.1/04/1680-4/1/1!!/2025 tanggal 20 Maret 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Page 13 OCR 0.859
Figur 6. Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Dalam Jutaan Rupiah) Aset Aset Lancar 7.168.913 | 5.408.852 | 5.650.194 | 6.149.561 | 4.384.893 | 3.920.811 Aset Tidak Lancar 3.168.983 | 3.261.213 | 3.432.317 | 3.297.968 | 3.246.777 | 3.264.877 Jumlah Aset 10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.520 | 7.631.671 | 7.194.688 Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka Pendek 6.195.055 | 4.833.351 | 5.055.794 | 5.472.903 | 3.727.678 | 3.042.007 2021 Audited 411.824 541.906 5.245.175 | 5.597.700 | 5.809.708 | 4.005.561 Liabilitas Jangka Panjang Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas 3.508.446 | 3.424.890 | 3.484.811 | 3.637.821 | 3.626.110 | 3.686.766 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas | 10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.529 | 7.631.671 | 7.194.688 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Figur 7. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian Kerana Des 2019 Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 spek Audited Audited tudited Aundited tudited ' Audited Pendapatan Usaha 7.083.384 | 4803359 | 4458088 | 6.003.788 | 4.203.171 | 4.896.024 Beban Pokok : x Penta (6.132.667) | (4.403.830) | (4221.917) | (5.486.630) | (3.880.251) | (4.522.338) Laba Bruto 9507171 3095231 237070| si7is8| 3229201 373.086 Laba (Rugi) Usaha 7954061. 184307| 119.510| 390864| 191342) 213.409 Laba (Rugi) Sebelum Pajak 626.271 130.505 81345 | 249.506 42.833 87.481 Penghasilan Laba (Rugi) Bersih s10.72 | 123.147 sia3a | 171060 19.817 64.200 Tahun Berjalan Jumlah Laba (Rug) 517.572 120.990 82.945 170.979 20.989 67.560 Komprehensif Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Figur 8. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian (Dalam Jutaan Rupiah Des2019 ' Des2020 Des2021 Des2022 Des2023 Des 2024 Audited Audited Audited Audited / tudited Keterangan Arus Kas Operasi 1.265.495 803.264 35.026 34.700 95.469 262.019 Arus Kas Investasi (370.108) (281.518) (183.935) | (155.036) (81.710) (107.308) Arus Kas x Pendanaan (158.004) (581.410) 313.062 | (108.356) | (1.144.623) 35.120 Kas Awal Tahun 865.016 1.602.281 1.602.044 | 1.766.221 1.538.312 407.215 Kas Akhir Tahun 1.602.281 1.542.217 1.766.221 | 1.538.312 407.215 597.554 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON
Page 14 OCR 0.803
Figur 12. Historis Rasio Keuangan Rasio Likuiditas Current Ratio 157270 119190 1117600 1123640 117,630 1291840 Ouick Ratio DAA 0180001. 92.760 018701. 1053496 Cash Ratio 25.860 349300 28.1 It 10.926 10.61. Rasio Aktivitas Perputaran Piutang , Pn Usaha Pihak Berelasi 2 32 2 19 ba 2 Perputaran Piutang Usia Pihak Katiaa 2 kd 35 30 37 37 Perputaran Piutang: A : 5 " : : Retensi Pihak Berelasi 2 Perputaran Piutang Retensi Pihak Ketiga 3 ka 1 5 " Perputaran Piutang Yang Belum Ditagih Pihak 80 78 83 87 82 49 Berelasi Perputaran Prutang Yang Belum Ditagih Pihak 14 2 20 32 19 20 Ketiga Perputaran Persediaan 68 65 87 1 90 59 Perputaran Utang Usaha $ An Ketiga ad 2 -106 96 -50 -18 31 Perputaran Utang Usaha Pihak Berelasi SI -110 19 “89 175 -128 Perputaran beban akrual 123 106 2014 123 -90 AT Rasio Solvabilitas Debi to Asset Gara can Can ra pa IA Debt to Eguitv 1959 15306 Toto 1602 Tio9 asa Rasio Profitabilitas Gross Margin Ga 53 Operating Margin aa 30 Net Profit Margin 2,6Ya 1849 ROA LAYa 0.9 ROE Ta.6to 3.ota 2.396 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON PENJELASAN, PERTIMBANGAN DAN ALASAN DILAKUKANNYA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA Urgensi penambahan kegiatan usaha baru terhadap kelangsungan usaha Perseroan. Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai nilai signifikan. Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunakan dalam pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan industri. Kontribusi sektor kelistrikan terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia diharapkan terus meningkat, dengan berbagai proyek besar
Page 15 OCR 0.960
yang sedang berjalan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit dan distribusi energi listrik. Salah satu aspek penting dari proyek-proyek ini adalah penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik yang aman, tahan lama, dan efisien. Perseroan mengejar berbagai manfaat yang akan diperoleh di masa depan dengan adanya penambahan Kegiatan Usaha baru ini. Manfaat Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan kode KBLI 43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik bagi Perseroan antara lain: a. Dari aspek pasar, adanya penambahan Kegiatan Usaha baru ini akan mendorong Perseroan untuk melengkapi portofolio layanan, memperluas cakupan pasar, dan membuka sumber pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional. b. Dari aspek teknis, posisi Perseroan dapat kokoh sebagai Perusahaan Pracetak Beton terbesar dan membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan infrastruktur nasional. c. Dari aspek pola bisnis, penambahan Kegiatan Usaha ini dapat meningkatkan keuntungan kompetitif Perseroan dan meningkatkan nilai perusahaan kedepannya. d. Dari aspek model manajemen, penambahan Kegiatan Usaha baru dapat mengakomodasi ekspansi usaha secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Hal ini dipertegas dengan adanya tenaga ahli internal yang mumpuni tanpa perlu menambah pengeluaran perusahaan lebih banyak. e. Dari aspek keuangan, penambahan Kegiatan Usaha memberikan hasil positif atas kinerja keuangan Perseroan kedepannya. Selain itu, Kegiatan Usaha baru ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi di masa depan yang berarti bahwa risiko finansial atas Kegiatan Baru ini tergolong rendah. Dengan penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur khususnya di bidang kelistrikan di Indonesia dan memberikan dampak yang optimal terhadap stakeholders. Perusahaan yang akan menjalankan kegiatan usaha baru Kegiatan Usaha baru berupa Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik ini akan dijalankan oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk selaku produsen Tiang Listrik Beton. Konfirmasi terkait penambahan Kegiatan Usaha Baru Perseroan. Perseroan melaksanakan RUPSLB untuk meminta persetujuan Pemegang Saham untuk mengubah Anggaran Dasar dengan tujuan untuk melakukan penambahan Kegiatan Usaha berdasarkan KBLI Kode 43211. Selain itu, Perusahaan juga meminta persetujuan Pemegang Saham agar Perseroan dapat menjalankan / melaksanakan Kegiatan Usaha ini sehingga dapat memberikan dampak bagi Perseroan di tahun 2025 dan tahun berikutnya.
Page 16 OCR 0.962
Daftar pemenuhan perizinan yang diperlukan dalam rangka penambahan Kegiatan Usaha Baru Rencana Perseroan untuk menambahkan dan menjalankan Kegiatan Usaha berdasarkan KBLI Kode 43211 akan dilaksanakan Perseroan sesuai dengan POJK no. 17/POJK.04/2020, yaitu dengan melakukan Studi Kelayakan oleh pihak Independen dan menyampaikan Keterbukaan Informasi terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dimaksud. Dengan demikian Perseroan menyampaikan Keterbukaan Informasi yang melampirkan Laporan Studi Kelayakan yang telah direview oleh pihak Independen dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Konfirmasi bahwa sampai dengan saat ini tidak terdapat keberatan dari pihak-pihak tertentu terkait dengan penambahan kegiatan usaha oleh Perseroan Sampai dengan saat ini, Perseroan tidak menerima keberatan apapun baik secara tertulis maupun tidak tertulis dari pihak manapun juga terkait dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. Ketentuan, persetujuan atas peraturan yang harus dipenuhi serta persetujuan dan/atau perizinan dan/atau pemberitahuan dari pemerintah atau badan atau instansi lain selain dari OJK atau pihak ketiga lainnya Hal-hal yang wajib dipenuhi Perseroan dalam rangka rencana melakukan penambahan kegiatan usaha Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik adalah sebagai berikut: a. Ketentuan dari pemerintah atau badan atau institusi selain OJK: Tidak Ada Kewajiban b. Perikatan dengan Pihak Ketiga 1. Yang perlu memperoleh persetujuan: Tidak ada perikatan dengan pihak ketiga yang memerlukan persetujuan dalam rangka melakukan penambahan kegiatan usaha penyelenggaran Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. 2. Yang perlu diberikan pemberitahuan setelah dilakukan penambahan kegiatan usaha: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI atau Indonesia Eximbank), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Page 17 OCR 0.956
Maka Perseroan dalam rangka melakukan penambahan bidang usaha baru, tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan untuk memperoleh persetujuan dan/atau perizinan dari pemerintah atau badan atau institusi lain atau pihak ketiga lainnya terlebih dahulu, selain dari persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana yang dipersyaratkan dalam POJK no. 17/POJK.04/2020 sedangkan pemenuhan kewajiban pemberitahuan kepada pihak ketiga akan dilakukan setelah Perseroan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang saham sebagaimana yang dipersyaratkan dalam masing-masing perjanjian antara Perseroan dengan pihak ketiga. DI KELAYAKAN BISNIS ATAS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA Dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan telah menunjuk KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik yang telah ditugaskan oleh manajemen Perseroan untuk memberikan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan Surat Penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025. Berikut ini adalah ringkasan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha No. 00037/2.0116-06/BS/03/0511/1/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025: 1. Identifikasi Status Penilai Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16 April 2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI (Cert) yang ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi (8) No. B- 01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-51/PM.223/2021 Tanggal 04 Mei 2021 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK IKNB dengan No. 211/NB.122/STTD-P/2020 tanggal 10 September 2020 dan juga sebagai anggota MAPPI dengan No. 14-5-05089 tanggal 6 Desember 2017 dan Nomor Register RMK-2017.01120 tanggal 12 September 2017. 2. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.
Page 18 OCR 0.953
3. Objek Studi Kelayakan Objek studi kelayakan adalah penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. 4. Tanggal Studi Kelayakan Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off Date) dalam laporan penilaian. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan penilaian. 5. Asumsi dan Kondisi Pembatas Asumsi Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan adalah: Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion. Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan. @ Dalam menyusun laporan ini, Pihak KJPP mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh WIKA Beton dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. @ Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. @ Pihak KJPP menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WIKA Beton dan telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). @ Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WIKA Beton. KJPP bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan. KJPP telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas. @ Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
Page 19 OCR 0.957
Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan. Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, KJPP menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WIKA Beton dan semua pihak yang terlibat dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WIKA Beton. Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. KJPP mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini. KJPP tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini KJPP karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Kondisi Pembatas: KJPP tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan transaksi. Dalam melaksanakan analisis, KJPP mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada KJPP oleh WIKA Beton atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan KJPP tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi- informasi tersebut. KJPP juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WIKA Beton, bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi- informasi yang diberikan kepada KJPP menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini KJPP secara material. Oleh karenanya, KJPP tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan KJPP dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut. KJPP tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini. Jasa-jasa yang KJPP berikan kepada WIKA Beton dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. KJPP tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan
Page 20 OCR 0.963
Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. Pekerjaan KJPP berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, KJPP tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk WIKA Beton serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini. 6. Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut: Pengumpulan Data Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas Perseroan, perizinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait. Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat dipertanggungjawabkan, Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan. Proses Analisis Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar, persaingan usaha, strategi pemasaran atas rencana penambahan kegiatan usaha. Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha, spesifikasi teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan. Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha Perseroan saat ini, analisis atas penambahan kegiatan usaha, analisis kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri, analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT. Aspek model manajemen yang mengkaji struktur organisasi dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan komposisi karyawan.
Page 21 OCR 0.954
@ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, rencana biaya investasi, sumber pembiayaan, asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik impas, analisis profitabilitas, analisis tingkat imbal balik investasi, analisis inkremental, dan analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. 7. Analisis Kelayakan a. Analisis Aspek Pasar Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai nilai signifikan. Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunakan dalam pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan industri. Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap “infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah. Proyek-proyek besar seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta program elektrifikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi produk pracetak seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini mencerminkan stabilitas dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60- 70X pasar konstruksi di ASEAN dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat ini masih berada di posisi keempat produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru seperti lean construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah lingkungan yang memperkuat daya saing industri nasional. Perusahaan seperti WIKA Beton dan WSBP telah mulai mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Dukungan regulasi, terutama kewajiban penggunaan produk dalam negeri melalui Permen PUPR No. 12/2021, memperkuat daya saing lokal dan memangkas ketergantungan terhadap impor. Dengan proyeksi nilai pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar pada 2030 dan CAGR sebesar 25,94 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar untuk tumbuh menjadi salah
Page 22 OCR 0.963
satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus menjadi pilar penting dalam percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan infrastruktur energi Indonesia yang terus berkembang, serta perusahaan yang sudah memiliki pengalaman dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik, maka rencana untuk memperluas usaha dalam aspek pasar beton pracetak tiang beton ini sangat layak dan menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk memperkuat jaringan kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor ini memberikan peluang pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. WIKA Beton memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu kapasitas produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi, kedekatan dengan sumber bahan baku, kualitas produk yang terjamin. Strategi pemasaran WIKA Beton yang mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti beton self-healing), pemanfaatan teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan pengembang infrastruktur, serta ekspansi ke pasar internasional, memperbesar peluang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar beton pracetak domestik dan regional. Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan penguatan core business. Perbedaan antara usaha eksisting WIKA Beton dan rencana ekspansi baru ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan membuka sumber pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional. Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WIKA Beton sudah mempunyai pengalaman dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga, dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi WIKA Beton maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak. Analisis Aspek Teknis Berdasarkan aspek teknis, rencana penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan pengembangan akan dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WIKA Beton yang tersebar strategis di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan infrastruktur dan lahan yang memadai. Investasi sebesar Rp139.326.857.868,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi, prasarana pendukung, dan pengadaan peralatan produksi serta laboratorium, seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan tanpa pembiayaan eksternal. Dari sisi produk, tiang beton listrik yang diproduksi menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu nasional dan
Page 23 OCR 0.961
internasional seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015. WIKA Beton juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang mencukupi, terdiri dari 24 pengawas internal dan 318 operator melalui mitra kerja, ditambah tenaga ahli di bidang elektrikal dan keselamatan kerja. Selain itu, dengan penguatan di seluruh rantai nilai, WIKA Beton memperluas cakupan bisnisnya dengan penyedia layanan konstruksi kelistrikan. Dengan kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan finansial yang kuat, harapannya rencana ini dapat memperkokoh posisi WIKA Beton di industri beton pracetak sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan infrastruktur nasional, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis Layak. Analisis Aspek Pola Bisnis Sebagai bagian dari penyelarasan arah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 43211 - Instalasi Listrik, yang sebelumnya sempat dihapus dari Anggaran Dasar. Kegiatan ini meliputi pembangunan, pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti jalan, kereta api, dan lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing perusahaan dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui kepemilikan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik (SIUJPTL). Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WIKA Beton, baik secara operasional, keuangan, maupun reputasi. Dari sisi operasional, WIKA Beton memiliki peluang besar untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi dan kelistrikan, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta kawasan ekonomi khusus. Secara internal, WIKA Beton juga memiliki SDM bersertifikasi di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem operasi yang efisien melalui penggunaan teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi manajemen risiko, WIKA Beton telah mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui pemenuhan standar nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis. Inovasi layanan berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis kontrak berbasis kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi pelanggan. Keunggulan kompetitif WIKA Beton dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup reputasi kuat di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton strategis, tenaga kerja yang telah tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek BUMN dan pemerintah. Kemampuan produksi modular dan kepatuhan terhadap standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat posisi WIKA Beton dalam bersaing di sektor kelistrikan. Selain itu, efisiensi rantai pasok dan dukungan dari induk usaha WIKA Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung ekspansi usaha.
Page 24 OCR 0.962
Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT. Pemanfaatan teknologi seperti BIM dan IoT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun demikian, tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi yang kompleks dan ketat. WIKA Beton juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional, regulasi, persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan kondisi sosial. Untuk menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi risiko serta adaptasi teknologi dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa WIKA Beton memiliki kekuatan dalam reputasi, jaringan proyek, dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor EBT dan infrastruktur kelistrikan dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO, sementara tantangan eksternal ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk penguatan manajemen risiko dan pengembangan SDM yang kompeten. Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WIKA Beton dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk menciptakan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak. Analisis Aspek Model Manajemen Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang diterapkan, berdasarkan kajian dan data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan organisasi. Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian tugas yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, sehingga menciptakan koordinasi kerja yang terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam lokasi pabrik yang tersebar. WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik. Hal ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas pelaksanaan proyek. Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja, dengan tetap menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi dan teknis secara realistis dan adaptif.
Page 25 OCR 0.962
Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi. Risiko-risiko yang muncul dari ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun reputasi, telah diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen. Berbagai strategi mitigasi telah disusun, termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja, konsultasi regulasi ketat, serta manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko akibat perubahan iklim dan bencana alam, yang memperkuat kesiapan manajerial dalam menghadapi ketidakpastian eksternal. Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan struktur organisasi yang solid, tenaga ahli internal yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari aspek model manajemen. Analisis Aspek Keuangan Biaya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868 (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan pengadaan prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WIKA Beton. Asumsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WIKA Beton. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu proyeksi eksplisit selama 6 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WIKA Beton telah menyusun rencana bisnis selama 6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis WIKA Beton diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WIKA Beton bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai. Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash Flow to Firm apabila WIKA Beton tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Page 26 OCR 0.943
@ Net Present Value (NPV) : Rp172.573 juta @ Internal Rate of Return (IRR) 117,894 @e Profitability Index (PI) 12,24 @ Payback Period (PP) :5 tahun 2 bulan Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha dibidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif. IRR sebesar 17,8995 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha oleh WIKA Beton dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto. Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai investasi proyek penambahan kegiatan usaha WIKA Beton menunjukkan tingkat kelayakan finansial yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi fluktuasi biaya investasi hingga #2596. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak dan aman untuk direalisasikan dari perspektif keuangan. Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak. 8. Kesimpulan Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya, dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat dipenuhi, maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk adalah Layak.
Page 27 OCR 0.958
KETERSEDIAAN TENAGA AHLI SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA Ketersediaan Tenaga Ahli Internal yang telah Berpengalaman Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, saat ini Perseroan telah memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni untuk mendukung ekspansi usaha ini. Hal ini tercermin dari ketersediaan tenaga ahli internal yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal konstruksi dan keselamatan kerja (K3) listrik. Adapun personil kunci yang akan mengelola kegiatan usaha baru Perseroan adalah sebagai berikut: 1. Safriadi Lahir di Titipapan pada tanggal 21 Januari 1983, beliau menyelesaikan Pendidikan S1 Teknik Elektro di Institut Teknologi Medan. Mengawali karir di WIKA Beton tahun 05 November 2012 sebagai Staf Muda I Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Seksi Produksi PPB Subang dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli Elektrikal Konstruksi Bangunan Gedung. 2. Irwan Setiawan Lahir di Jakarta pada tanggal 24 Juni 1984, beliau menyelesaikan Pendidikan S1 Teknik Elektro di Universitas Trisakti. Mengawali karir di WIKA Beton tahun 20 November 2008 sebagai Asisten Kasi Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Ahli Madya I Pengendalian Divisi Operasi dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli Elektrikal Konstruksi Bangunan Gedung. 3. Heru Permana Lahir di Lubuk Sikaping pada tanggal 02 Desember 1987, beliau menyelesaikan Pendidikan S1 Teknik Elektro di Universitas Andalas. Mengawali karir di WIKA Beton tahun 24 Juni 2013 sebagai Staf Muda | Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Ahli Muda Engineering - Peralatan Divisi Produksi Precast dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli Elektrikal Konstruksi Bangunan Gedung. 4. Mohamad Suliswanto Lahir di Lamongan pada tanggal 14 Februari 1984, beliau menyelesaikan Pendidikan S1 Teknik Elektro di Universitas Muhamadiyah Sidoarjo. Mengawali karir di WIKA Beton tahun 20 Desember 2005 sebagai Staf Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Seksi Peralatan PPB Pasuruan dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli K3 Listrik. 5. Angga Putra Pratama Lahir di Jember pada tanggal 10 Juni 1995, beliau menyelesaikan Pendidikan D4 Teknik Elektro di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Mengawali karir di WIKA Beton tahun
Page 28 OCR 0.958
01 November 2019 sebagai Staf Muda | Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Asisten Kepala Seksi Peralatan Unit Operasi 2 dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli K3 Listrik 6. Muhammad Faris Sirojul Munir Lahir di Tasikmalaya pada tanggal 25 Januari 1996, beliau menyelesaikan Pendidikan S1 Teknik Elektro di Universitas Islam Indonesia . Mengawali karir di WIKA Beton tahun 01 November 2019 sebagai Staf Muda | Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Asisten Kepala Seksi Peralatan PPB Subang dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli K3 Listrik. Semua personil kunci ini memastikan bahwa proses produksi dapat berjalan dengan aman dan sesuai regulasi ketenagalistrikan yang berlaku. WIKA Beton tidak melakukan penambahan pegawai tetap dalam waktu dekat, melainkan mengoptimalkan tenaga ahli internal yang telah terlatih serta membangun kemitraan dengan pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan operator teknis. Strategi ini diyakini efektif dalam menjaga efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas dan ketepatan dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha. Pelatihan dan/atau sertifikasi khusus terkait Kegiatan Usaha baru Perseroan Dalam rangka mengoptimalkan Sumber Daya Manusia yang ada di WIKA Beton, Perseroan telah merencanakan untuk melakukan pelatihan kepada pegawai-pegawai yang berhubungan dengan Kegiatan Usaha baru dan mendorong pegawai-pegawai Perseroan untuk mengikuti Sertifikasi yang berhubungan dengan Kegiatan Usaha baru Perseroan. HAL MATERIAL LAINNYA BERKAITAN DENGAN KEGIATAN USAHA YANG BA Sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/2020, hingga Keterbukaan Informasi ini diterbitkan, tidak terdapat hal material lainnya berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan. Penambahan Kegiatan Usaha akan dilaksanakan setelah mendapat persetujuan oleh Pemegang Saham pada RUPSLB yang akan dilaksanakan tanggal 26 Juni 2025.
Page 29 OCR 0.938
PENJELASAN TENTANG PENGARUH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA TERHADAP KONDISI KEUANGAN PERSEROAN Dengan dijalankannya Penambahan Kegiatan Usaha baru melalui KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, hasil kriteria kelayakan dari rencana Penambahan Kegiatan Usaha berdasarkan laporan Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan adalah sebagai berikut: NPV 1 Rp 172.573 juta IRR 117,899 Pl 1 2,24 Payback 1 5tahun2 bulan Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha si Aset 7.031.436 | 6.760.574 | 6.950.322 | 7.065.835 | 7.331.589 | 7.376.136 Liabilitas 3.322.892 | 2.985.718 | 3.026.124 | 2.942.470 | 2.953.439 | 2.734.901 Ekuitas 3.708.544 | 3.774.855 | 3.924.198 | 4.123.365 | 4.378.150 | 4.641.235 e Selama periode 2025 hingga 2030, total aset WTON mengalami pertumbuhan yang terbatas. Pada 2025, total aset tercatat sebesar Rp7.031.436 juta dan meningkat menjadi Rp7.376.136 juta pada 2030. Kenaikan sebesar sekitar 4,996 dalam enam tahun ini mengindikasikan pertumbuhan yang konservatif, mencerminkan strategi bisnis yang lebih difokuskan pada stabilitas daripada ekspansi. e Aset lancar sedikit meningkat dari Rp3.796.920 juta pada 2025 menjadi Rp4.567.651 juta pada 2030. Kenaikan ini sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan kas dan setara kas yang naik hampir 14X dari Rp608.981juta menjadi Rp693.365juta, yang menunjukkan perbaikan arus kas dan efisiensi pengeluaran. Selain itu, pendapatan yang akan diterima meningkat signifikan dari Rp740.844 juta pada 2025 menjadi Rp 1.611.944 juta di tahun 2030, mencerminkan peningkatan aktivitas proyek atau akumulasi piutang jangka pendek. Sebaliknya, beberapa pos lain seperti piutang usaha dan persediaan relatif stagnan atau bahkan sedikit menurun setelah sempat naik di awal periode. e Disisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan bertahap dari Rp3.234.515 juta pada 2025 menjadi Rp2.808.485 juta pada 2030. Hal ini mencerminkan tidak adanya belanja modal signifikan atau investasi jangka panjang baru. Aset tetap mengalami penurunan dari Rp2.997.502 juta menjadi Rp2.589.851 juta, yang menandakan depresiasi aset atau tidak adanya ekspansi fasilitas produksi baru. e Total liabilitas WTON menunjukkan tren menurun dari Rp3.322.892 juta di tahun 2025 menjadi Rp2.734.901 juta pada 2030. Ini mengindikasikan kebijakan pelunasan kewajiban yang aktif serta pengurangan ketergantungan pada utang sebagai sumber pembiayaan.
Page 30 OCR 0.939
Komponen utama liabilitas jangka pendek seperti utang usaha sempat naik pada 2026 dan 2027 namun kemudian menurun menjadi Rp1.462.267 juta pada 2030. Biaya yang mash harus dibayar juga menurun drastis dari Rp553.990 juta (2025) menjadi Rp 173.991 juta (2030), menandakan efisiens dalam manajemen kewajiban operasional. Sementara itu, liabilitas jangka panjang menurun signifikan dari Rp 288.428 juta pada 2025 menjadi Rp88.668 juta pada 2030. Ini sebagian besar disebabkan oleh pelunasan pinjaman jangka panjang yang hanya tersisa Rp6.089 juta sejak 2026 hingga akhir periode. Namun, kewajiban imbalan pascakerja menunjukkan tren naik yang wajar dari Rp 49.293 juta (2025) menjadi Rp 79.511 juta (2030), mengikuti akumulasi beban imbalan kerja. Total ekuitas WTON menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan positif, naik dari Rp3.708.544 juta pada 2025 menjadi Rp 4.641.235 juta pada 2030, atau tumbuh sekitar 2546 dalam enam tahun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan saldo laba belum ditentukan penggunaannya, yang naik dari Rp1.396.392 juta menjadi Rp 2.317.595 juta. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba secara konsisten dan menahan sebagian besar laba untuk memperkuat struktur permodalan internal. Komponen ekuitas lainnya seperti tambahan modal disetor dan agio saham tidak mengalami perubahan, menandakan tidak adanya aksi korporasi terkait penerbitan saham baru. Proyeksi Laporan Laba Rugi Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha 2030 732 4.546.170 | 6.117.431 | 6.818.569 | 7.709.775 | 8.497.876 | 8.747.659 Laba Kotor 363.745 | 510489 | 589.876 | 679.272 | 769.885 | 792.026 Laba Usaha 187.526 | 335.996 | 406.659 | 486.894 | 567.888 | 584.192 Laba Bersih 29.578 74.293 160.073 211.151 268.342 278.051 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Selama periode 2025 hingga 2030, penjualan WTON menunjukkan pertumbuhan moderat dari Rp 5.009.859 juta pada 2025 menjadi Rp 9.671.665 juta pada 2030, mencerminkan peningkatan permintan pasar yang stabil meskipun tidak disertai ekspansi usaha baru. Di sisi lain, Harga Pokok Penjualan (HPP) juga meningkat seiring waktu, dari Rp4.546.170 juta menjadi Rp8.747.659 juta, tetapi pertumbuhannya relatif sejalan dengan pertumbuhan penjualan, menjaga margin kotor tetap kompetitif. Depresiasi/amortisasi terkait produksi sedikit meningkat, tetapi tetap terkendali. Laba kotor meningkat dari Rp363.745 juta (2025) menjadi Rp 792.026 juta (2030), menunjukkan efisiensi operasional yang konsisten meskipun biaya meningkat. Biaya usaha dan depresiasi operasional juga meningkat secara perlahan, namun terkendali. Laba usaha pun meningkat stabil dari Rp187.526 juta menjadi Rp584.192 juta pada akhir periode. Di sisi lain, komponen non-operasional menunjukkan tantangan tersendiri. Beban bunga tetap tinggi dan stabil di angka Rp95.144 juta sejak 2026, mengindikasikan bahwa struktur pendanaan berbasis utang tetap menjadi beban tetap tahunan. Selain itu, beban penyisihan
Page 31 OCR 0.811
piutang yang cukup besar terutama di tahun 2026 Rp101.243 juta mengindikasikan adanya risiko kualitas piutang atau ketidakpastian pembayaran dari pelanggan. e Meskipun begitu, laba sebelum pajak terus meningkat, dari Rp38.170 juta pada 2025 menjadi Rp 364.396 juta pada 2030. Setelah dikurangi pajak penghasilan, laba bersih perusahaan tumbuh secara signifikan dari Rp29.578 juta menjadi Rp278.051 juta. Ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas di tengah berbagai tekanan biaya dan tanpa adanya diversifikasi usaha baru. Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha Des2025 Des 2026 Des 2027 Des2028 Des2029 Des 2030 orange Proyeksi — Proyeksi — Proyeksi — Proyeksi — Proyeksi ' Proyeksi Rasio Likuiditas Current Ratio 1251350) 1237196 Tan2sne | apaan | Isacan | 1726196 Ouick Ratio 967405 | 93.017 100,8056 | 110,84”e | 122.9676 | 138,3670 Cash Ratio 20,0750 | 10,827 1235967 16046) 20.636 | 26.200 Rasio Aktivitas Perputaran Piutang 69 38 38 30 30 29 Usaha Perputaran Persediaan 09 5 28 3 39 38 Perputaran Utang 116 85 79 n 69 Kal Usaha Rasio Solvabilitas Debt to Asset ESA MEN assan | angan | 402556 | 370800 Debt to Eguitv 89,6000 | TD0FV Tt196| 7136061 674606 | 58,934 Rasio Profitabilitas Gross Margin Tata | 73806 KATA 79836 32076 Operating Margin 3.736 4997 5.419 5,724 6.057 Net Profit Margin 0.59 11096 213961 2.4896 2.8696 ROA 0.425 1,076 230061 2,9956 3.676 ROE 0,806 1.970 408061 5.1296 61396 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Keterangan Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Aset 8.282.494 | 8.026.793 | 8.249.406 | 8.390.785 | 8.689.879 | 8.764.705 Liabilitas 4.536.190 | 4.149.941 | 4.154.865 | 4.025.829 | 3.996.103 | 3.730.903 Ekuitas 3.746.304 | 3.876.852 | 4.094.541 | 4.364.955 | 4.693.776 | 5.033.802 Sumber: Manajemen WTON (diolah) e Penambahan kegiatan usaha oleh Persseroan membawa dampak struktural yang nyata terhadap laporan posisi keuangan, mencerminkan ekspansi operasional dan finansial perusahaan. Dari sisi aset, skenario dengan penambahan usaha menunjukkan peningkatan dibandingkan skenario tanpa penambahan kegiatan usaha. Total aset pada akhir periode proyeksi mencapai Rp8.764.705 juta, lebih tinggi dibandingkan Rp7.376.136 juta dalam skenario tanpa penambahan usaha. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan aset lancar. Komponen utama yang mendorong kenaikan ini adalah piutang usaha dan pendapatan yang akan diterima. Selain itu, terdapat kenaikan pada aset tetap dari Rp3.136.829 juta pada tahun 2025 menjadi Rp 2.729.178 juta di tahun 2030.
Page 32 OCR 0.894
e Di sisi liabilitas, total kewajiban dalam skenario penambahan kegiatan usaha pada akhir periode naik menjadi Rp3.730.903 juta, dibandingkan Rp2.734.901 juta tanpa penambahan kegiatan usaha. Peningkatan ini terutama berasal dari liabilitas jangka pendek, seperti utang usaha dan pinjaman jangka pendek, yang masing-masing mengalami kenaikan akibat peningkatan kebutuhan modal kerja dan pendanaan proyek. Utang usaha naik dari Rp2.598.399 pada tahun 2025 dan Rp2.437.258 di tahun 2030. pinjaman jangka pendek meningkat dari Rp4.247.762 juta di tahun 2025 dan Rp3.642.235 juta di tahun 2030. Di sisi lain, liabilitas jangka panjang relatif stabil yaitu Rp288.428 juta pada tahun 2025 dan Rp88.668 juta pada tahun 2030. e Sementara itu, ekuitas perusahaan juga mengalami pertumbuhan dalam skenario dengan penambahan usaha, tercatat total ekuitas pada tahun 2025 adalah Rp3.746.304 juta dan Rp5.033.802 juta pada tahun 2030. Kontributor utama pertumbuhan ini adalah laba ditahan, yang tumbuh seiring dengan proyeksi kenaikan laba bersih akibat peningkatan pendapatan operasional. Proyeksi Laporan Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Keterangan 5 £ 5 £ i " Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi | Proyeksi Pendapatan Usaha | 5.305.000 | 7.100.000 | 7.900.000 | 8.900.000 | 9.800.000 | 10.094.000 Harga Pokok 4.769.520 | 693.801 | 710.746 | 8.006.000 | 8.806.120 | 9.008.261 Penjualan | Laba Kotor 4355361 so8c28 | 080967| 773430| 867.727| 893.759 Laba Usaha 259317| 424135) 497750 581.052) 60s.730| 685.925 Laba Bersih 85209) 139.000| 229.000 283.000 | 343.000| 355.638 Sumber: Manajemen WTON (diolah) e Penambahan kegiatan usaha berdampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan WTON. Penjualan pada tahun 2025 dalam skenario ekspansi tercatat sebesar Rp5.305.000 juta, lebih tinggi 5,996 dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp5.009.859 juta. Tren ini terus berlanjut hingga 2030, di mana penjualan mencapai Rp10.094.000 juta, tumbuh 4,364 lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa ckspansi Rp9.671.665 juta. Pertumbuhan rata-rata penjualan tahunan (CAGR) 2025-2030 dalam skenario dengan ekspansi tercatat 13,884, dibandingkan 14,1496 dalam skenario tanpa ekspansi. Meski CAGR sedikit lebih rendah, ekspansi memberi basis pendapatan yang lebih tinggi. e Pada sisi laba kotor, dampak ekspansi juga terlihat jelas. Laba kotor meningkat dari Rp435.536 juta (2025) menjadi Rp893.759 juta (2030) dalam skenario ekspansi, lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa ekspansi yang hanya mencapai Rp792.026 juta pada 2030. Rata-rata pertumbuhan laba kotor tahunan dalam skenario ekspansi adalah 14,476, lebih tinggi dari 14,1196 dalam skenario tanpa ekspansi. e Laba usaha juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2025, laba usaha dengan ekspansi tercatat sebesar Rp259.317 juta, meningkat 38,390 dari skenario tanpa ekspansi Rp187.526 juta, hingga 2030, laba usaha mencapai Rp685.925 juta, atau 17,496 lebih tinggi dari proyeksi tanpa ekspansi sebesar Rp584.192 juta. Pertumbuhan tahunan rata-rata laba
Page 33 OCR 0.812
usaha dengan ekspansi sebesar 20,0996, jauh lebih tinggi dibandingkan 21,4396 tanpa ekspansi. e Laba sebelum pajak dalam skenario ekspansi naik dari Rp109.961 juta (2025) menjadi Rp466.077 juta (2030), atau tumbuh sekitar 22,396 per tahun. Sebaliknya, dalam skenario tanpa ekspansi, laba sebelum pajak hanya naik dari Rp38.170 juta menjadi Rp364.396 juta dalam periode yang sama. e Laba bersih (setelah pajak) menunjukkan hasil yang sangat mencerminkan efektivitas penambahan kegiatan usaha. Pada 2025, laba bersih naik dari Rp29.578 juta (tanpa ekspansi) menjadi Rp85.209 juta (dengan ekspansi), hingga 2030, laba bersih dalam skenario ekspansi mencapai Rp355.638 juta, dibandingkan Rp278.051 juta tanpa ekspansi. Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha Des 2026 Des 2027 Des 2028 Des 2029 Des 2030 erangan : £ 7 sr Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proveksi Rasio Likuiditas Current Ratio 115,5640 116.0279 123,367 133,384 144,59Y0 159,716 Dwick Ratio 94.08Y0 92.90Y0 100.239 109,414 120,35Y0 133,73Y6 Cash Ratio 11.590 5.26Y0 7.13Ya 108942 14.62Y0 19.26Y0 Rasio Aktivitas Perputaran Piutang 123 93 87 74 70 68 Usaha Perputaran Persediaan 70 54 48 43 39 38 Perputaran Utang 199 145 132 117 109 9 Usaha Rasio Solvabilitas Debt to Asset 54.7TYo 517046 50,374 47.98Y0 45,99Y0 42,57Yo Des2025 Des 2026 Des 2027 Des2028 Des2029 Des 2030 Proyeksi — Proyeksi Proyeksi Proyeksi — Proyeksi — Proyeksi Debt to Eguity 121,087o | 107,04Y0 1014746 92.23Yo 85.14Y0 14,129 Rasio Profitabilitas Gross Margin 8,2140 8,430 8,624 8.69Y0 8,8540 8.85Ya Operating Margin 48940 59TYo 6,30Y0 6.53Yo 6,79Yo 6.80Yo Net Profit Margin 1,614 1,960 2,90Yo 3.18Yo 3,50Y6 3,5240 ROA 1,036 1,730 2,184 3,3740 3,9549 4.06Yo ROE 2,27Yo 3.59Yo 5,59Y0 6,480 13140 1,06Yo Sumber: Manajemen WTON (diolah) Berdasarkan proyeksi keuangan WTON untuk periode 2025 sampai dengan 2030, baik dalam skenario tanpa maupun dengan penambahan kegiatan usaha, secara umum menunjukkan tren pertumbuhan kinerja keuangan yang positif dan berkelanjutan. Dari sisi likuiditas current ratio meningkat dari 125,1396 menjadi 172,6196 di tahun 2030 dalam skenario tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 115,569 menjadi 159,719 dalam skenario dengan penambahan kegiatan usaha. Meski meningkat di kedua skenario, rasio likuiditas dengan penambahan kegiatan usaha lebih rendah dibandingkan dengan tanpa penambahan kegiatan usaha dikarenakan kas Perseroan digunakan untuk investasi. Demikian pula pada guick ratio dan cash ratio menunjukkan pertumbuhan yang solid, mencerminkan peningkatan kapabilitas WTON dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Penambahan kegiatan usaha berkontribusi pada pertumbuhan likuiditas meskipun dalam skala yang moderat.
Page 34 OCR 0.929
Dari aspek aktivitas operasional, rasio perputaran piutang usaha turun dari 69 hari menjadi 29 hari tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 123 hari menjadi 68 hari dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha menunjukkan efisiensi penagihan piutang yang membaik sehingga menunjukkan peningkatan kinerja operasional dan perputaran kas. Rasio perputaran persediaan turun dari 69 hari menjadi 38 hari tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 70 hari menjadi 38 hari dengan penambahan kegiatan usaha. Dengan tidak adanya penambahan kegiatan usaha dan adanyanya kegiatan usaha rasio perputaran persediaan menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi. Perputaran utang usaha dengan penambahan kegiatan usaha tahun 2025 selama 199 hari menjadi 98 hari pada tahun 2030 dan tanpa penambahan kegiatan usaha tahun 2025 selama 116 hari menjadi 61 hari pada tahun 2030. Rasio perputaran utang usaha lebih tinggi dengan penambahan kegiatan usaha, yang artinya WTON membayar utang lebih cepat. Pada dimensi solvabilitas, rasio debt to asset turun dari 47,2694 menjadi 37,086 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 54,779 menjadi 42,576 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha menyebabkan peningkatan leverage pada awal periode, namun tetap menurun secara bertahap, hal tersebut menunjukkan perbaikan struktur modal. Sementara rasio debt to eguity turun dari 89,6096 menjadi 58,934 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 121,084 menjadi 74,12”5 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha menyebabkan struktur modal lebih agresif terhadap utang, tapi masih dalam level wajar. Hal tersebut bisa memperbesar potensi imbal hasil, tetapi dengan risiko lebih tinggi. Dari sisi Profitabilitas, seluruh indikator menujukkan peningkatan kinerja sepanjang periode proyeksi. Gross margin meningkat dari 7,2696 menjadi 8,194 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 8,2146 menjadi 8,8595 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha membuat gross margin lebih besar yang mengindikasikan efisiensi produksi atau harga jual lebih baik. Operating margin meningkat dari 3,7496 menjadi 6,0496 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 4,8996 menjadi 6,8046 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha memperbesar operating margin, yang berarti operasional makin efisien dibandingkan beban usaha. Net profit margin meningkat dari 0,5946 menjadi 2,8746 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 1,6196 menjadi 3,529 dengan penambahan kegiatan usaha. Laba bersih meningkat lebih besar dengan penambahan kegiatan usaha, menunjukkan penambahan kegiatan usaha bisa memberikan nilai tambah signifikan. ROA meningkat dari 0,429o menjadi 3,7796 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 1,034c menjadi 4,064 dengan penambahan kegiatan usaha. Sementara, ROE meningkat dari 0,8096 menjadi 5,999 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 2,2796 menjadi 7,0696 dengan penambahan kegiatan usaha. Kedua rasio profitabilitas ini lebih tinggi dalam penambahan kegiatan usaha, yang menunjukkan penggunaan aset dan modal lebih efisien walau leverage meningkat.
Page 35 OCR 0.949
INFORMASI PENYELENGGARAAN RUPS PERSEROAN Sesuai dengan POJK No. 17/2020, rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan akan dimintakan persetujuannya kepada Pemegang Saham melalui RUPS. Dalam hal ini, persetujuan Pemegang Saham akan terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan akan dimintakan pada RUPSLB yang akan diselenggarakan oleh Perseroan pada: Hari, Tanggal —: Kamis, 26 Juni 2025 Pukul : 14.00 WIB - selesai Tempat : Gedung WIKA Tower 2 Lantai 17 Jl. DI Panjaitan Kav. 10 Jakarta Timur 13340 Berikut merupakan tanggal-tanggal penting terkait dengan penyelenggaraan RUPSLB Perseroan: Peristiwa Tanggal Pengumuman RUPSLB 20 Mei 2025 Keterbukaan Informasi rencana Penambahan Kegiatan Usaha 20 Mei 2025 Daftar Pemegang Saham yang berhak hadir RUPS (recording 3 Juni 2025 date hadir RUPS) Pemanggilan RUPSLB 4 Juni 2025 Penyelenggaraan RUPSLB 26 Juni 2025 Mata Acara Khusus RUPSLB: “Pembahasan Studi Kelayakan tentang Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan.” Penjelasan: “Mata Acara Khusus terkait Pembahasan Studi Kelayakan tentang Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB, untuk memenuhi ketentuan Pasal 22 ayat (3) POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. ”
Page 36 OCR 0.956
Mata Acara RUPSLB: “Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan”. Penjelasan: “Mata Acara Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB, merupakan mata acara terkait usulan Perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dengan kode KBLI 43211 terkait Instalasi Listrik, yang belum terdapat dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha.” Guna memenuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Perseroan telah menggunakan Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha yaitu KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan, suatu Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB- 51/PM.223/2021 dan 211/NB.122/STTD-P/2020. Jika rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana disebutkan di atas tidak memperoleh persetujuan dari Pemegang Saham pada RUPSLB, maka rencana tersebut baru dapat diajukan Kembali 12 (dua belas) bulan setelah pelaksanaan RUPSLB tersebut. Kuorum Kehadiran dan Kuorum Keputusan RUPS Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang undangan di bidang Pasar Modal yang mengatur mengenai Rencana Dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha dengan KBLI kode 43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, akan menyebabkan perubahan pada Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Sehingga, kuorum kehadiran dan kuorum keputusan RUPSLB yang digunakan pada mata acara Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan adalah untuk kuorum kehadiran RUPSLB dihadiri oleh Pemegang Saham yang mewakili 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh Saham dengan hak suara yang sah dan kuorum keputusan adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam rapat.
Page 37 OCR 0.933
INFORMASI TAMBAHAN Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan dengan alamat: Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Beton bk Kantor Pusat PT Wijaya Karya Beton Tbk. WIKA Tower 1 Lt. 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta 13340 Telepon: 021-8192802 Hari Senin - Jumat Jam 08.00 - 17.00 WIB Email: sekper@wika-beton.co.id, investorrelations@wika-beton.co.id Website: wika-beton.co.id Hormat kami, PT Wijaya Karya Beton Tbk Direksi, Y Kuntjara Direktur Utama G)-
Names mentioned 43 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Achmad Bajumi
p.3
unresolved
person
Imas Fatimah
p.3
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.3
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.4 ×4
unresolved
org
Menteri
p.4
unresolved
org
Koperasi Karya Mitra Satya
p.10 ×2
unresolved
org
Yayasan Wijaya Karya
p.10
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.11
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.12 ×6
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.12 ×6
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.16
unresolved
org
Banten Tbk
p.16
unresolved
org
KJPP Guntur
p.17 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.17
unresolved
org
Kota Nusantara
p.21
unresolved
org
Andri dan Rekan
p.29 ×2
unresolved
org
KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan
p.36
unresolved
org
KJPP Guntur Eki Andri
p.36
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.36
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur
p.36
unresolved
org
KJPP
p.36
unresolved
org
Bapepam
p.36 ×4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
1829 ms
13 Sep 2026 15:15
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [{'name': 'Per 31 Desember 2024', 'relationship': ''},
{'name': 'Nama', 'relationship': ''},
{'name': 'PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Jl.',
'relationship': 'D.I. Panjaitan Kav. 9 Jakarta 13340 '
'5.229.280.000'},
{'name': '4. Susunan Dewan Komisaris dan',
'relationship': 'Direksi Perseroan'},
{'name': 'Berdasarkan Akta Susunan Pengurus',
'relationship': 'Terakhir sebagaimana dalam Akta Notaris Nomor '
'74'}],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}