Skip to content
Back to announcement

20250624_WTON_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31908318_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review WTON

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 37

Page 1 OCR 0.949
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN

PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT WIJAYA KARYA BETON TBK ("PERSEROAN")

Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham ini (sebagaimana didefinisikan di bawah)
ditujukan untuk memberikan penjelasan kepada Pemegang Saham sehubungan dengan rencana
penambahan kegiatan usaha oleh Perseroan serta sebagai pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING UNTUK DIBACA DAN
DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PERSEROAN. DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN
BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEBENARAN DARI SELURUH INFORMASI MATERIAL YANG DIMUAT DALAM
KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA ATAS INFORMASI-
INFORMASI YANG TERSEDIA. DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SEPANJANG PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN
MEREKA, SELURUH INFORMASI MATERIAL TELAH DIUNGKAPKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN
INFORMASI TERSEBUT TIDAK MENYESATKAN.

JIKA ANDA MENGALAMI KESULITAN UNTUK MEMAHAMI INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM
KETERBUKAAN INFORMASI INI, SEBAIKNYA ANDA BERKONSULTASI DENGAN PENASEHAT HUKUM, AKUNTAN
PUBLIK, PENASIHAT KEUANGAN, ATAU PROFESIONAL LAINNYA.

@aseton

PT Wijaya Karya Beton Tbk
Kegiatan Usaha Utama

Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi
seluruh produk-produk beton, antara lain Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk
Konstruksi, Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang, Industri Bangunan Lepas Pantai dan
Bangunan Terapung, Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan, Industri Bata,
Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api, Melakukan usaha jasa perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Post
Tensioning, Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan
bangunan, dan Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di
atas.

Berkedudukan di Jakarta Tirnur, Indonesia

Kantor Pusat
PT Wijaya Karya Beton Tbk.
WIKA Tower 1 Lt. 2-4
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta
Telepon: 021-8192802
Email: sekper@wika-beton.co.id: investorrelations@wika-beton.co.id
Website: wika-beton.co.id

Page 2 OCR 0.957
Perseroan merencanakan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha Perseroan dengan
kode KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, sebagai langkah ekspansi WIKA Beton guna memenuhi
persyaratan tender dan memperluas layanan ke sektor instalasi listrik. Penambahan kegiatan
usaha ini dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Dengan demikian,
Keterbukaan Informasi Tambahan ini memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud.

Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 24 Juni 2025
Page 3 OCR 0.956
PENDAHULUAN

Keterbukaan Informasi ini dibuat sehubungan dengan rencana Perseroan untuk menambahkan
kegiatan usahanya dengan KBLI baru dengan kode KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan
dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik.Penambahan
kegiatan usaha ini dilatarbelakangi dari inisiatif Perseroan untuk terus berupaya tumbuh secara
berkelanjutan dan memberikan dukungan yang optimal bagi Pemegang Saham. Adapun contoh
kegiatan yang akan Perseroan jalankan melalui kegiatan usaha dengan kode KBLI 43211 yaitu
guna keikutsertaan Perseroan dalam mengikuti tender atas pelaksanaan proyek-proyek
pengadaan Tiang Listrik Beton yang didalamnya termasuk pengerjaan pemasangan/instalasi
listrik.

Penjelasan lebih rinci akan kami sampaikan pada Bagian Penjelasan, Pertimbangan, dan Alasan
Dilakukannya Penambahan Kegiatan Usaha oleh Perseroan (“Penambahan Kegiatan Usaha”).

Sesuai dengan POJK No. 17/2020, Perseroan diwajibkan untuk menyampaikan data pendukung
kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang
Saham (“RUPS”) dalam melakukan penambahan kegiatan usaha. Untuk merealisasikan rencana
tersebut, maka Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan Pemegang Saham Perseroan
melalui RUPS Luar Biasa yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 Juni 2025.

Keterbukaan Informasi ini akan diumumkan melalui situs web Perseroan, PT Bursa Efek
Indonesia, dan diinformasikan kepada OJK. Hal ini dilakukan agar Pemegang Saham
mendapatkan informasi secara lengkap mengenai rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan
juga menjadi dasar bagi Pemegang Saham dalam rangka memberikan persetujuannya atas
rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini.

KETERANGAN MENGENAI PERSEROAN

1. Riwayat Singkat

PT Wijaya Karya Beton Tbk (“Perusahaan”), didirikan di Jakarta dengan Akta Perusahaan
Terbatas PT Wijaya Karya Beton No. 44 tanggal 11 Maret 1997, dibuat di hadapan Achmad
Bajumi, S.H., selaku pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Perusahaan memulai
kegiatan operasionalnya sejak tanggal 11 Maret 1997. Akta tersebut telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusannya No. C2-
12776.HT.01.01.TH.97 tanggal 9 Desember 1997 dan telah didaftarkan dalam daftar Perusahaan
sesuai Undang- Undang No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan di Kantor
Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 2096/BH.09.03/1/98 tanggal 13 Januari 1998
serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal 29 Mei 1998
Tambahan No. 2832.
Page 4 OCR 0.958
Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan Akta
No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito,
S.H., Notaris di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0148744.AH.01.03 tanggal 19 Juni 2024.

Pada tanggal 26 Maret 2014, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dengan surat No. S-174 /D.04/ 2014 untuk
melakukan penawaran umum saham perdana sejumlah 2.045.466.600 saham biasa dengan nilai
nominal Rp100 setiap lembar saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga
penawaran Rp590 setiap saham. Termasuk didalamnya jumlah saham umum perdana kepada
masyarakat adalah saham yang telah dialokasikan sehubungan dengan Program Alokasi Saham
Karyawan (Employee Stock Allocation atau "ESA") sejumlah 61.364.000 saham baik berupa
Saham Penghargaan dan Saham Jatah Pasti Pegawai yang sesuai dengan Surat Keputusan Direksi
Perusahaan No.SK.01.01/WB-0A.019/2014 tanggal 11 Februari 2014.

2. Maksud dan Tujuan Kegiatan Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 Ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
berusaha dalam bidang perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha yang
terkait, yang untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama dan kegiatan usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan
sumber daya yang dimiliki Perseroan.

Adapun maksud dan tujuan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan dengan kode KBLI
43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi
Penyediaan Tenaga Listrik ini adalah sebagai langkah ekspansi WIKA Beton guna memenuhi
persyaratan tender dan memperluas layanan ke sektor instalasi listrik. Strategi ini menunjukkan
kesiapan WIKA Beton untuk mempertahankan kepemimpinan pasar, memperkuat posisi
keuangan, dan membuka peluang pertumbuhan baru, sehingga mendukung keberlanjutan

bisnis jangka panjang.

Contoh kegiatan yang akan Perseroan jalankan melalui kegiatan usaha dengan kode KBLI 43211
yaitu guna keikutsertaan Perseroan dalam mengikuti tender atas pelaksanaan proyek-proyek
pengadaan Tiang Listrik Beton yang didalamnya termasuk pengerjaan pemasangan/instalasi
listrik.

Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar dan/atau KBLI dibagi dua yaitu Kegiatan
Usaha Utama dan Kegiatan Usaha Penunjang.

Kegiatan Usaha Utama

Untuk mencapai maksud dan tujuan Perseroan, Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha
utama sebagai berikut:

a. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi
seluruh produk-produk beton, antara lain:
Page 5 OCR 0.926
"SN

Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi (23954)
Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)

Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (30112)
Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)
Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api (23911)

b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam
bidang usaha sipil, elektrikal dan Post Tensioning.

c. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan.

d. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas.

Kegiatan Usaha Penunjang

Selain kegiatan usaha utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang dalam
rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk:

a. Melakukan Usaha industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton

UD UPWN

Tlk

Is
13:
14.
15.
16.
17.

Batu Hias dan Batu Bangunan (08101)

Penggalian Kerikil (sirtu) (08103)

Penggalian Pasir (08104

Penggalian tanah dan tanah liat (08105)

Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109)

Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900)
Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911)
Industri Semen (23941)

Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957)

. Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan Bahan

Bangunan (23963)

Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda motor, dan
sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya (46593)

Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100)

Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634)

Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)

Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641)

Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521)

Perdagangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524)

b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam

bidang usaha:

ML On PP

Konstruksi Gedung Hunian (41011)

Konstruksi Gedung Industri (41013

Konstruksi Gedung Kesehatan (41015)

Konstruksi Gedung Pendidikan (41016)

Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018)
Konstruksi Gedung Lainnya (41019)

Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020)
Page 6 OCR 0.937
8. Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101)

9. Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass (42102)

10. Konstruksi Jalan Rel (42103)

11. Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201)

12. Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202)

13. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah Padat,
Cair dan Gas (42203)

14. Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204)

15. Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi (42205)

16. Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209)

17. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918)

18. Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42919)

19. Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922)

20. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi
dan Industri Lainnya (42923)

21. Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929)

22. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930)

23. Penyiapan Lahan (43120)

24. Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102)

25. Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102)

Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan Peralatan

Konstruksi, seperti:

Instalasi Telekomunikasi (43212)

Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214)

Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215)

Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216)

Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299)

Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)

Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905)

Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909)

. Jasa Pengujian Laboratorium (71202)

10. Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204)

Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan Konstruksi,

0 MUA YAN

seperti:

1. Pemasangan Perancah (Steiger) (43902)

2. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
Konstruksi dan Teknik Sipil (77393)

Melakukan Perencanaan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian Sewa

Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan Laut, seperti:

1. Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431)

2. Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432)

3. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131)

4. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133)
Page 7 OCR 0.928
Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222)

00 NO

Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221)
10. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223)
11. Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291)

Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224)
Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225)

Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan (50221)

12. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat (EMKA & EAD)

152292)
13. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293)
Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220)
Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111)
Aktivitas Kantor Pusat (70100)

am

Ii. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Rekayasa Lainnya

172109)
j- Penelitian Pasar (73201)

Adapun kegiatan usaha berdasarkan Anggaran Dasar yang telah dijalankan atau belum

dijalankan Perseroan adalah sebagai berikut:

Kegiatan Usaha Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan

Keterangan
Pelaksanaan
Kegiatan Usaha

Sudah | Belum
KEGIATAN USAHA UTAMA
A. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan
Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain:
1. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi (23954) V
2. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901) V
3. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (30112) V
4. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638) V
5 Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api v
(23911)
B. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan v
konstruksi dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Post Tensioning.
C. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen v
bahan bangunan.
D. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan v
tersebut di atas.
KEGIATAN USAHA PENUNJANG
A. Melakukan Usaha industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton
1. Batu Hias dan Batu Bangunan (08101) V
2. Penggalian Kerikil (sirtu) (08103) v

Page 8 OCR 0.903
3. Penggalian Pasir (08104) V
4. Penggalian tanah dan tanah liat (08105) V
5. Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109) Vv
6. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900) v
C2 Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api v
123911)
8. Industri Semen (23941) V
9. Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957| 8
10. Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, v
dan Bahan Bangunan (23963)
11. Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda v
motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya (46593)
12. Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak
(46100)
13. Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634) V
14. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (466381 V
15. Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641) V
16. Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi v
147521)
17. Perdagangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524) V
B. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan
konstruksi dalam bidang usaha:
1. Konstruksi Gedung Hunian (41011) V
2. Konstruksi Gedung Industri (41013) vV
3. Konstruksi Gedung Kesehatan (41015) V
4. Konstruksi Gedung Pendidikan (41016) V
5. Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018) V
6. Konstruksi Gedung Lainnya (41019) V
7 Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung V
1410201
8. Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101) V
9. Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan V
Underpass (42102)
10. Konstruksi Jalan Rel (42103) V
11. Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201) V
12. Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202) V
13. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem V
Pengolahan Limbah Padat, Cair dan Gas (42203)
14. Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204) V
15. Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana V
Transportasi (42205)
16. Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya V
(42209)
17. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918) V
V

18. Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42919)

Page 9 OCR 0.914
19. Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922)

20. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia,
Petrokimia, Farmasi dan Industri Lainnya (42923)

sis

21. Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929)

22. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930)

23. Penyiapan Lahan (43120)

24. Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102)

25. Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102)

sisisisis

C. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin
dan Peralatan Konstruksi, seperti:

1. Instalasi Telekomunikasi (43212)

2, Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara
(43214)

Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215)

Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216)

Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299)

Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)

Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905)

Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909)

selolulaulalw

Jasa Pengujian Laboratorium (71202)

Pb Ke Ka ji

10. Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204)

D. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang
Peralatan Konstruksi, seperti:

1. Pemasangan Perancah (Steiger) (43902)

2. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi
Mesin dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (773931

E Melakukan Perencanaan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan,
Pembelian Sewa Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha
Angkutan Darat dan Laut, seperti:

. Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431)

. Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432)

. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133)

1
2
3. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131)
4
5,

Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau
Hewan (50221)

sisisisis

6. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222)

2

7. Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang
150224|

8. Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang
150225)

9. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221)

10. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223)

11. Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291)

1

12. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan
Darat (EMKA & EAD) (52292)

Page 10 OCR 0.884
13. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293)

F. Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220)

G. Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111)

H. Aktivitas Kantor Pusat (70100)

| Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan
Teknologi Rekayasa Lainnya (72109)

J. Penelitian Pasar (73201) V

sisisisis

Selanjutnya, penambahan kegiatan usaha Perseroan dengan kode KBLI 43211 — Bidang Usaha
Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik
ini akan menjadi bagian dari Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan.

3. Struktur Permodalan

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 dengan nomor
Laporan Auditor Independen 00248/2.1030/AU.1/04/1680-4/1/!11/2025 tanggal 20 Maret 2025,
susunan pemegang saham WIKA Beton adalah sebagai berikut:

Peranan Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah
(Lembar) (96) (Rupiah Penuh

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 5.229.280.000 60,004 | 522.928.000.000

Koperasi Karya Mitra Satya 400.282.249 4599| 40.028.224.900

Yayasan Wijaya Karya 86.043.000 0,9946| 8.604.300.000

Kuntjara 9.577.300 0,1196 957.730.000

Rija Judaswara 2.339.700 0,0396 233.970.000

Verly Widianto 2.000.000 0,0256 200.000.000

Syailendra Ogan 109.000 0,0096 10.900.000

Agus Pramono 3.529.500 0,0496 352.950.000

Kepemilikan Masyarakat 2.982.305.851 34,2296| 298.230.585.100
bawah 55

Total 8.715.466.600 100,009 | 871.546.660.000

Page 11 OCR 0.885
Diagram Kepemilikan Saham Sampai Dengan Tingkat Kepemilikan Individu

Per 31 Desember 2024

(PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Koperasi Karya Mitra Satya

4,59

kuntjara
ON
kjp Judoswora

03

Veriy widiantoro

“ Syoliendra Ogan

0,002.

“Agus Pramono

0,042

Kepemilikan Masyarakat di bawah 5x,

34,222

Nama Pihak Yang menjadi pengendali

Per 31 Desember 2024

Nama

Alamat

Jumlah Saham

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 Jakarta 13340 5.229.280.000

4. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan

Berdasarkan Akta Susunan Pengurus Terakhir sebagaimana dalam Akta Notaris Nomor 74
tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat oleh Notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H.,
berkedudukan di Jakarta Selatan, dan telah mendapatkan Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor AHU-AH.01.09-0209272 tanggal 03 Juni 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen

: Eko Sujianto

: R. Permadi Mulajaya

: Miftachul Munir

: Nita Prihutaminingrum
: Iswandi Imran
Page 12 OCR 0.948
Direksi

Direktur Utama : Kuntjara
Direktur Pemasaran dan Pengembangan : Rija Judaswara
Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko : Syailendra Ogan
Direktur Operasi dan Supply Chain Management : Agus Pramono
Direktur Teknik dan Produksi : Verly Widiantoro

Ikhtisar Data Keuangan Penting dan Rasio Keuangan Penting Perseroan

Adapun informasi mengenai nama auditor, Kantor Akuntan Publik, dan Opini atas
Laporan Keuangan yang diaudit adalah sebagai berikut:

.

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik:
AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan,
dengan nomor laporan 00037/2.1030/AU.1/04/0181-2/1/11/2020 tanggal 21
Februari 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang material,

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik:
AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan,
dengan nomor laporan 00071/2.1030/AU.1/04/0181-3/1/11/2021 tanggal 18
Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik:
AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan,
dengan nomor laporan 00052/2.1030/AU.1/04/1680-1/1/11/2022 tanggal 18
Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik:
AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan,
dengan nomor laporan 00127/2.1030/AU.1/04/1680-2/1/111/2023 tanggal 7 Maret
2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang telah diaudit oleh Benny Andria (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.0181)
dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan
nomor laporan 00259/2.1030/AU.1/04/1680-3/1/111/2024 tanggal 27 Maret 2024
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 yang telah diaudit oleh Benny Andria (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.0181)
dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan
nomor laporan 00248/2.1030/AU.1/04/1680-4/1/1!!/2025 tanggal 20 Maret 2025
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Page 13 OCR 0.859
Figur 6. Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Dalam Jutaan Rupiah)

Aset

Aset Lancar 7.168.913 | 5.408.852 | 5.650.194 | 6.149.561 | 4.384.893 | 3.920.811
Aset Tidak Lancar 3.168.983 | 3.261.213 | 3.432.317 | 3.297.968 | 3.246.777 | 3.264.877
Jumlah Aset 10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.520 | 7.631.671 | 7.194.688
Liabilitas dan Ekuitas

Liabilitas Jangka Pendek 6.195.055 | 4.833.351 | 5.055.794 | 5.472.903 | 3.727.678 | 3.042.007

2021
Audited
411.824 541.906
5.245.175 | 5.597.700 | 5.809.708 | 4.005.561

Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas

Jumlah Ekuitas 3.508.446 | 3.424.890 | 3.484.811 | 3.637.821 | 3.626.110 | 3.686.766
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas | 10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.529 | 7.631.671 | 7.194.688
Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Figur 7. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian

Kerana Des 2019 Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024
spek Audited  Audited tudited  Aundited tudited ' Audited
Pendapatan Usaha 7.083.384 | 4803359 | 4458088 | 6.003.788 | 4.203.171 | 4.896.024
Beban Pokok :

x
Penta (6.132.667) | (4.403.830) | (4221.917) | (5.486.630) | (3.880.251) | (4.522.338)
Laba Bruto 9507171 3095231 237070| si7is8| 3229201 373.086
Laba (Rugi) Usaha 7954061. 184307| 119.510| 390864| 191342) 213.409
Laba (Rugi)
Sebelum Pajak 626.271 130.505 81345 | 249.506 42.833 87.481
Penghasilan
Laba (Rugi) Bersih s10.72 | 123.147 sia3a | 171060 19.817 64.200
Tahun Berjalan
Jumlah Laba (Rug) 517.572 120.990 82.945 170.979 20.989 67.560
Komprehensif

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Figur 8. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian

(Dalam Jutaan Rupiah
Des2019 ' Des2020  Des2021  Des2022  Des2023 Des 2024
Audited Audited Audited Audited / tudited

Keterangan

Arus Kas Operasi 1.265.495 803.264 35.026 34.700 95.469 262.019
Arus Kas Investasi (370.108) (281.518) (183.935) | (155.036) (81.710) (107.308)
Arus Kas x

Pendanaan (158.004) (581.410) 313.062 | (108.356) | (1.144.623) 35.120
Kas Awal Tahun 865.016 1.602.281 1.602.044 | 1.766.221 1.538.312 407.215
Kas Akhir Tahun 1.602.281 1.542.217 1.766.221 | 1.538.312 407.215 597.554

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON
Page 14 OCR 0.803
Figur 12. Historis Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas
Current Ratio 157270 119190 1117600 1123640 117,630 1291840
Ouick Ratio DAA 0180001. 92.760 018701. 1053496
Cash Ratio 25.860 349300 28.1 It 10.926 10.61.
Rasio Aktivitas
Perputaran Piutang , Pn
Usaha Pihak Berelasi 2 32 2 19 ba 2
Perputaran Piutang
Usia Pihak Katiaa 2 kd 35 30 37 37
Perputaran Piutang: A : 5 " : :
Retensi Pihak Berelasi 2
Perputaran Piutang
Retensi Pihak Ketiga 3 ka 1 5 "
Perputaran Piutang Yang
Belum Ditagih Pihak 80 78 83 87 82 49
Berelasi
Perputaran Prutang Yang
Belum Ditagih Pihak 14 2 20 32 19 20
Ketiga
Perputaran Persediaan 68 65 87 1 90 59
Perputaran Utang Usaha $
An Ketiga ad 2 -106 96 -50 -18 31
Perputaran Utang Usaha
Pihak Berelasi SI -110 19 “89 175 -128
Perputaran beban akrual 123 106 2014 123 -90 AT
Rasio Solvabilitas
Debi to Asset Gara can Can ra pa IA
Debt to Eguitv 1959 15306 Toto 1602 Tio9 asa
Rasio Profitabilitas
Gross Margin Ga 53
Operating Margin aa 30
Net Profit Margin 2,6Ya 1849
ROA LAYa 0.9
ROE Ta.6to 3.ota 2.396

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

PENJELASAN, PERTIMBANGAN DAN ALASAN DILAKUKANNYA PENAMBAHAN

KEGIATAN USAHA

Urgensi penambahan kegiatan usaha baru terhadap kelangsungan usaha Perseroan.

Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia
memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat
dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai nilai
signifikan. Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunakan dalam
pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan
berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang
beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat
kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan
infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh wilayah,
termasuk daerah terpencil dan kawasan industri. Kontribusi sektor kelistrikan terhadap produk
domestik bruto (PDB) Indonesia diharapkan terus meningkat, dengan berbagai proyek besar
Page 15 OCR 0.960
yang sedang berjalan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit dan distribusi energi listrik.
Salah satu aspek penting dari proyek-proyek ini adalah penyediaan tiang beton untuk instalasi
listrik yang aman, tahan lama, dan efisien.

Perseroan mengejar berbagai manfaat yang akan diperoleh di masa depan dengan adanya
penambahan Kegiatan Usaha baru ini. Manfaat Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan
kode KBLI 43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik bagi Perseroan antara lain:

a. Dari aspek pasar, adanya penambahan Kegiatan Usaha baru ini akan mendorong
Perseroan untuk melengkapi portofolio layanan, memperluas cakupan pasar, dan
membuka sumber pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional.

b. Dari aspek teknis, posisi Perseroan dapat kokoh sebagai Perusahaan Pracetak Beton
terbesar dan membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan infrastruktur
nasional.

c. Dari aspek pola bisnis, penambahan Kegiatan Usaha ini dapat meningkatkan
keuntungan kompetitif Perseroan dan meningkatkan nilai perusahaan kedepannya.

d. Dari aspek model manajemen, penambahan Kegiatan Usaha baru dapat
mengakomodasi ekspansi usaha secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Hal ini
dipertegas dengan adanya tenaga ahli internal yang mumpuni tanpa perlu menambah
pengeluaran perusahaan lebih banyak.

e. Dari aspek keuangan, penambahan Kegiatan Usaha memberikan hasil positif atas kinerja
keuangan Perseroan kedepannya. Selain itu, Kegiatan Usaha baru ini tahan terhadap
risiko kenaikan biaya investasi di masa depan yang berarti bahwa risiko finansial atas
Kegiatan Baru ini tergolong rendah.

Dengan penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan diharapkan dapat mendukung
pembangunan infrastruktur khususnya di bidang kelistrikan di Indonesia dan memberikan
dampak yang optimal terhadap stakeholders.

Perusahaan yang akan menjalankan kegiatan usaha baru

Kegiatan Usaha baru berupa Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga
Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik ini akan dijalankan oleh PT Wijaya Karya Beton
Tbk selaku produsen Tiang Listrik Beton.

Konfirmasi terkait penambahan Kegiatan Usaha Baru Perseroan.

Perseroan melaksanakan RUPSLB untuk meminta persetujuan Pemegang Saham untuk
mengubah Anggaran Dasar dengan tujuan untuk melakukan penambahan Kegiatan Usaha
berdasarkan KBLI Kode 43211. Selain itu, Perusahaan juga meminta persetujuan Pemegang
Saham agar Perseroan dapat menjalankan / melaksanakan Kegiatan Usaha ini sehingga dapat
memberikan dampak bagi Perseroan di tahun 2025 dan tahun berikutnya.
Page 16 OCR 0.962
Daftar pemenuhan perizinan yang diperlukan dalam rangka penambahan Kegiatan Usaha Baru

Rencana Perseroan untuk menambahkan dan menjalankan Kegiatan Usaha berdasarkan KBLI
Kode 43211 akan dilaksanakan Perseroan sesuai dengan POJK no. 17/POJK.04/2020, yaitu
dengan melakukan Studi Kelayakan oleh pihak Independen dan menyampaikan Keterbukaan
Informasi terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dimaksud. Dengan demikian
Perseroan menyampaikan Keterbukaan Informasi yang melampirkan Laporan Studi Kelayakan
yang telah direview oleh pihak Independen dengan memperhatikan peraturan perundangan
yang berlaku.

Konfirmasi bahwa sampai dengan saat ini tidak terdapat keberatan dari pihak-pihak tertentu
terkait dengan penambahan kegiatan usaha oleh Perseroan

Sampai dengan saat ini, Perseroan tidak menerima keberatan apapun baik secara tertulis
maupun tidak tertulis dari pihak manapun juga terkait dengan rencana Penambahan Kegiatan
Usaha Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi
Penyediaan Tenaga Listrik.

Ketentuan, persetujuan atas peraturan yang harus dipenuhi serta persetujuan dan/atau
perizinan dan/atau pemberitahuan dari pemerintah atau badan atau instansi lain selain dari
OJK atau pihak ketiga lainnya

Hal-hal yang wajib dipenuhi Perseroan dalam rangka rencana melakukan penambahan kegiatan
usaha Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi
Penyediaan Tenaga Listrik adalah sebagai berikut:

a. Ketentuan dari pemerintah atau badan atau institusi selain OJK:
Tidak Ada Kewajiban

b. Perikatan dengan Pihak Ketiga
1. Yang perlu memperoleh persetujuan:

Tidak ada perikatan dengan pihak ketiga yang memerlukan persetujuan dalam
rangka melakukan penambahan kegiatan usaha penyelenggaran Pembangunan
dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga
Listrik.

2. Yang perlu diberikan pemberitahuan setelah dilakukan penambahan kegiatan
usaha:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk,
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI atau Indonesia Eximbank), dan PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Page 17 OCR 0.956
Maka Perseroan dalam rangka melakukan penambahan bidang usaha baru, tidak terdapat
ketentuan yang mewajibkan untuk memperoleh persetujuan dan/atau perizinan dari
pemerintah atau badan atau institusi lain atau pihak ketiga lainnya terlebih dahulu, selain dari
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana yang dipersyaratkan dalam POJK no.
17/POJK.04/2020 sedangkan pemenuhan kewajiban pemberitahuan kepada pihak ketiga akan
dilakukan setelah Perseroan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang saham
sebagaimana yang dipersyaratkan dalam masing-masing perjanjian antara Perseroan dengan

pihak ketiga.

DI KELAYAKAN BISNIS ATAS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

Dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan telah menunjuk
KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik yang telah ditugaskan oleh
manajemen Perseroan untuk memberikan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha sesuai dengan Surat Penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025.

Berikut ini adalah ringkasan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
No. 00037/2.0116-06/BS/03/0511/1/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025:

1. Identifikasi Status Penilai

Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16
April 2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI (Cert) yang
ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi (8) No. B-
01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-51/PM.223/2021
Tanggal 04 Mei 2021 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK IKNB dengan No.
211/NB.122/STTD-P/2020 tanggal 10 September 2020 dan juga sebagai anggota MAPPI
dengan No. 14-5-05089 tanggal 6 Desember 2017 dan Nomor Register RMK-2017.01120
tanggal 12 September 2017.

2. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT
Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan
Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang diperlukan dalam
rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII
Tahun 2018.
Page 18 OCR 0.953
3. Objek Studi Kelayakan

Objek studi kelayakan adalah penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (“KBLI”) yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan
Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik.

4. Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa
berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off
Date) dalam laporan penilaian.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian
ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan

penilaian.
5. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi

Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan adalah:

Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.
Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses Studi Kelayakan.

@ Dalam menyusun laporan ini, Pihak KJPP mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh WIKA Beton dan atau data yang diperoleh dari
informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami
anggap relevan.

@ Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.

@ Pihak KJPP menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WIKA Beton dan
telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

@ Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WIKA Beton.
KJPP bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
KJPP telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.

@ Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
Page 19 OCR 0.957
Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan
Rencana Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan.
Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, KJPP menggunakan beberapa asumsi,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WIKA Beton dan semua pihak yang
terlibat dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai
Penambahan Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WIKA Beton.

Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya
secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan
yang menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi
kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

KJPP mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan
tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan studi kelayakan ini. KJPP tidak bertanggungjawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini KJPP karena adanya
perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
laporan ini.

Kondisi Pembatas:

KJPP tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melakukan transaksi.

Dalam melaksanakan analisis, KJPP mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada KJPP oleh WIKA Beton atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan KJPP tidak
bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. KJPP juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WIKA
Beton, bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada KJPP menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan
atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini KJPP secara
material. Oleh karenanya, KJPP tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan
atas studi kelayakan KJPP dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
KJPP tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan
Usaha ini. Jasa-jasa yang KJPP berikan kepada WIKA Beton dalam kaitan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas
Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit,
atau perpajakan. KJPP tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan
Page 20 OCR 0.963
Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan
Kegiatan Usaha tersebut.

Pekerjaan KJPP berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selain itu, KJPP tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi
untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar
Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk WIKA Beton serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.

6. Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan

Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

Pengumpulan Data

Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi
atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas Perseroan,
perizinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data
lainnya yang terkait.

Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
dipertanggungjawabkan,

Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.

Proses Analisis

Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar, persaingan usaha, strategi
pemasaran atas rencana penambahan kegiatan usaha.

Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
penambahan kegiatan usaha, spesifikasi teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan
kualitas sumber daya manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan.

Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha Perseroan saat ini, analisis atas
penambahan kegiatan usaha, analisis kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis
keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri,
analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT.

Aspek model manajemen yang mengkaji struktur organisasi dan kebutuhan karyawan
atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi
dan manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen kekayaan
intelektual, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan komposisi karyawan.
Page 21 OCR 0.954
@ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, rencana

biaya investasi, sumber pembiayaan, asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio
keuangan, analisis biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik
impas, analisis profitabilitas, analisis tingkat imbal balik investasi, analisis inkremental,
dan analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha.

7. Analisis Kelayakan

a.

Analisis Aspek Pasar

Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di
Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur
kelistrikan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi
Indonesia diperkirakan mencapai nilai signifikan. Potensi ini mencakup permintaan
untuk tiang beton yang digunakan dalam pembangunan jaringan distribusi listrik, yang
jumlahnya sangat besar seiring dengan berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di
seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang beton untuk instalasi listrik diperkirakan
mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat kebutuhan akan tiang beton berkualitas
tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil.

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program
pembangunan infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi
listrik di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan industri.

Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang
signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap

“infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah. Proyek-proyek besar

seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta
program elektrifikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi
produk pracetak seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini
mencerminkan stabilitas dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60-
70X pasar konstruksi di ASEAN dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat
ini masih berada di posisi keempat produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah
Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru
seperti lean construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah
lingkungan yang memperkuat daya saing industri nasional. Perusahaan seperti WIKA
Beton dan WSBP telah mulai mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi
energi dan pengurangan emisi karbon. Dukungan regulasi, terutama kewajiban
penggunaan produk dalam negeri melalui Permen PUPR No. 12/2021, memperkuat
daya saing lokal dan memangkas ketergantungan terhadap impor. Dengan proyeksi nilai
pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar pada 2030 dan CAGR sebesar
25,94 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar untuk tumbuh menjadi salah
Page 22 OCR 0.963
satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus menjadi pilar penting dalam
percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan
infrastruktur energi Indonesia yang terus berkembang, serta perusahaan yang sudah
memiliki pengalaman dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik,
maka rencana untuk memperluas usaha dalam aspek pasar beton pracetak tiang beton
ini sangat layak dan menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk
memperkuat jaringan kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor
ini memberikan peluang pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk
berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

WIKA Beton memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu
kapasitas produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi,
kedekatan dengan sumber bahan baku, kualitas produk yang terjamin. Strategi
pemasaran WIKA Beton yang mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti
beton self-healing), pemanfaatan teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan
pengembang infrastruktur, serta ekspansi ke pasar internasional, memperbesar peluang
perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar beton pracetak domestik dan regional.

Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan
pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan
penguatan core business. Perbedaan antara usaha eksisting WIKA Beton dan rencana
ekspansi baru ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan
membuka sumber pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional.

Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk
instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WIKA Beton sudah
mempunyai pengalaman dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga,
dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi WIKA Beton maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak.

Analisis Aspek Teknis

Berdasarkan aspek teknis, rencana penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton
Tbk (WIKA Beton) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan
pengembangan akan dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WIKA
Beton yang tersebar strategis di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan
infrastruktur dan lahan yang memadai. Investasi sebesar Rp139.326.857.868,- (Seratus
Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh
Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) dialokasikan untuk
pembangunan fasilitas produksi, prasarana pendukung, dan pengadaan peralatan
produksi serta laboratorium, seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan tanpa
pembiayaan eksternal. Dari sisi produk, tiang beton listrik yang diproduksi
menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu nasional dan
Page 23 OCR 0.961
internasional seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem
manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015. WIKA Beton juga telah menyiapkan sumber
daya manusia yang mencukupi, terdiri dari 24 pengawas internal dan 318 operator
melalui mitra kerja, ditambah tenaga ahli di bidang elektrikal dan keselamatan kerja.
Selain itu, dengan penguatan di seluruh rantai nilai, WIKA Beton memperluas cakupan
bisnisnya dengan penyedia layanan konstruksi kelistrikan. Dengan kesiapan
infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan finansial yang kuat,
harapannya rencana ini dapat memperkokoh posisi WIKA Beton di industri beton
pracetak sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan
infrastruktur nasional, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek
teknis Layak.

Analisis Aspek Pola Bisnis

Sebagai bagian dari penyelarasan arah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk
(WIKA Beton) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 43211 - Instalasi
Listrik, yang sebelumnya sempat dihapus dari Anggaran Dasar. Kegiatan ini meliputi
pembangunan, pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit,
jaringan transmisi dan distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti
jalan, kereta api, dan lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat
daya saing perusahaan dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui
kepemilikan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik (SIUJPTL).

Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WIKA Beton, baik
secara operasional, keuangan, maupun reputasi. Dari sisi operasional, WIKA Beton
memiliki peluang besar untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi
dan kelistrikan, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta
kawasan ekonomi khusus. Secara internal, WIKA Beton juga memiliki SDM bersertifikasi
di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem operasi yang efisien melalui penggunaan
teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi manajemen risiko, WIKA Beton telah
mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui pemenuhan standar
nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis. Inovasi layanan
berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis kontrak
berbasis kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi

pelanggan.

Keunggulan kompetitif WIKA Beton dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup
reputasi kuat di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton
strategis, tenaga kerja yang telah tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek
BUMN dan pemerintah. Kemampuan produksi modular dan kepatuhan terhadap
standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat posisi WIKA Beton dalam bersaing di
sektor kelistrikan. Selain itu, efisiensi rantai pasok dan dukungan dari induk usaha WIKA
Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung ekspansi usaha.
Page 24 OCR 0.962
Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring
meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT. Pemanfaatan
teknologi seperti BIM dan IoT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun
demikian, tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi
yang kompleks dan ketat.

WIKA Beton juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional,
regulasi, persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan
kondisi sosial. Untuk menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi
risiko serta adaptasi teknologi dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT
menunjukkan bahwa WIKA Beton memiliki kekuatan dalam reputasi, jaringan proyek,
dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor EBT dan infrastruktur kelistrikan
dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO, sementara tantangan eksternal
ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk penguatan manajemen risiko dan
pengembangan SDM yang kompeten.

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WIKA Beton
dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk menciptakan nilai serta keunggulan
kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana
penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek

pola bisnis Layak.
Analisis Aspek Model Manajemen

Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang diterapkan, berdasarkan
kajian dan data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan
pemasangan instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan

organisasi.

Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian
tugas yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, sehingga menciptakan koordinasi
kerja yang terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam
lokasi pabrik yang tersebar.

WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan
mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah
berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik.
Hal ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan
kualitas pelaksanaan proyek.

Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja,
dengan tetap menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan ini
menunjukkan bahwa manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi
dan teknis secara realistis dan adaptif.
Page 25 OCR 0.962
Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi
Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang
menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi. Risiko-risiko yang
muncul dari ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun
reputasi, telah diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen. Berbagai strategi
mitigasi telah disusun, termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja,
konsultasi regulasi ketat, serta manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga
dilakukan untuk mengantisipasi risiko akibat perubahan iklim dan bencana alam, yang
memperkuat kesiapan manajerial dalam menghadapi ketidakpastian eksternal.

Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu
mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan
struktur organisasi yang solid, tenaga ahli internal yang kompeten, dan strategi mitigasi
risiko yang telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari
aspek model manajemen.

Analisis Aspek Keuangan

Biaya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868 (Seratus Tiga Puluh
Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu
Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber
dari kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan
pengadaan prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh
WIKA Beton.

Asumsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan
setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WIKA Beton.
Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu proyeksi
eksplisit selama 6 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WIKA Beton telah
menyusun rencana bisnis selama 6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut
perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern
bisnis WIKA Beton diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi
pendapatan/gordon model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan,
Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WIKA Beton bahwa proyeksi yang
digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai.

Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi di masa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari
selisih antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan
Free Cash Flow to Firm apabila WIKA Beton tidak melakukan penambahan kegiatan
usaha. Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga
diperoleh Free Cash Flow to Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan
kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan
diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Page 26 OCR 0.943
@ Net Present Value (NPV) : Rp172.573 juta
@ Internal Rate of Return (IRR) 117,894

@e Profitability Index (PI) 12,24

@ Payback Period (PP) :5 tahun 2 bulan

Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan
tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan
usaha dibidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi
Penyediaan Tenaga Listrik. maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif.

IRR sebesar 17,8995 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan
usaha oleh WIKA Beton dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan
tingkat diskonto.

Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai
faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa
perubahan nilai investasi proyek penambahan kegiatan usaha WIKA Beton
menunjukkan tingkat kelayakan finansial yang kuat dan tetap berada dalam kategori
layak meskipun terjadi fluktuasi biaya investasi hingga #2596. Hasil analisis sensitivitas
menunjukkan bahwa proyek ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan
seluruh parameter keuangan yang menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko
finansial akibat perubahan nilai investasi tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak
dan aman untuk direalisasikan dari perspektif keuangan.

Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya
dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana
penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak.

8. Kesimpulan

Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan
keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya, dengan syarat asumsi-asumsi yang telah
ditetapkan dapat dipenuhi, maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan
dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk adalah Layak.
Page 27 OCR 0.958
KETERSEDIAAN TENAGA AHLI SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENAMBAHAN

KEGIATAN USAHA

Ketersediaan Tenaga Ahli Internal yang telah Berpengalaman

Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, saat ini Perseroan telah memiliki
kapasitas manajerial yang mumpuni untuk mendukung ekspansi usaha ini. Hal ini tercermin dari
ketersediaan tenaga ahli internal yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang
elektrikal konstruksi dan keselamatan kerja (K3) listrik. Adapun personil kunci yang akan
mengelola kegiatan usaha baru Perseroan adalah sebagai berikut:

1. Safriadi

Lahir di Titipapan pada tanggal 21 Januari 1983, beliau menyelesaikan Pendidikan S1
Teknik Elektro di Institut Teknologi Medan. Mengawali karir di WIKA Beton tahun 05
November 2012 sebagai Staf Muda I Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat
sebagai Kepala Seksi Produksi PPB Subang dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli
Elektrikal Konstruksi Bangunan Gedung.

2. Irwan Setiawan

Lahir di Jakarta pada tanggal 24 Juni 1984, beliau menyelesaikan Pendidikan S1 Teknik
Elektro di Universitas Trisakti. Mengawali karir di WIKA Beton tahun 20 November 2008
sebagai Asisten Kasi Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Ahli
Madya I Pengendalian Divisi Operasi dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli Elektrikal
Konstruksi Bangunan Gedung.

3. Heru Permana

Lahir di Lubuk Sikaping pada tanggal 02 Desember 1987, beliau menyelesaikan
Pendidikan S1 Teknik Elektro di Universitas Andalas. Mengawali karir di WIKA Beton
tahun 24 Juni 2013 sebagai Staf Muda | Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat
sebagai Ahli Muda Engineering - Peralatan Divisi Produksi Precast dan pernah mengikuti
Sertifikasi Ahli Elektrikal Konstruksi Bangunan Gedung.

4. Mohamad Suliswanto

Lahir di Lamongan pada tanggal 14 Februari 1984, beliau menyelesaikan Pendidikan S1
Teknik Elektro di Universitas Muhamadiyah Sidoarjo. Mengawali karir di WIKA Beton
tahun 20 Desember 2005 sebagai Staf Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat
sebagai Kepala Seksi Peralatan PPB Pasuruan dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli K3
Listrik.

5. Angga Putra Pratama

Lahir di Jember pada tanggal 10 Juni 1995, beliau menyelesaikan Pendidikan D4 Teknik
Elektro di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Mengawali karir di WIKA Beton tahun
Page 28 OCR 0.958
01 November 2019 sebagai Staf Muda | Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat
sebagai Asisten Kepala Seksi Peralatan Unit Operasi 2 dan pernah mengikuti Sertifikasi
Ahli K3 Listrik

6. Muhammad Faris Sirojul Munir

Lahir di Tasikmalaya pada tanggal 25 Januari 1996, beliau menyelesaikan Pendidikan S1
Teknik Elektro di Universitas Islam Indonesia . Mengawali karir di WIKA Beton tahun 01
November 2019 sebagai Staf Muda | Peralatan. Saat ini, yang bersangkutan menjabat
sebagai Asisten Kepala Seksi Peralatan PPB Subang dan pernah mengikuti Sertifikasi Ahli
K3 Listrik.

Semua personil kunci ini memastikan bahwa proses produksi dapat berjalan dengan aman dan
sesuai regulasi ketenagalistrikan yang berlaku. WIKA Beton tidak melakukan penambahan
pegawai tetap dalam waktu dekat, melainkan mengoptimalkan tenaga ahli internal yang telah
terlatih serta membangun kemitraan dengan pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan operator
teknis. Strategi ini diyakini efektif dalam menjaga efisiensi operasional tanpa mengurangi
kualitas dan ketepatan dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha.

Pelatihan dan/atau sertifikasi khusus terkait Kegiatan Usaha baru Perseroan

Dalam rangka mengoptimalkan Sumber Daya Manusia yang ada di WIKA Beton, Perseroan telah
merencanakan untuk melakukan pelatihan kepada pegawai-pegawai yang berhubungan dengan
Kegiatan Usaha baru dan mendorong pegawai-pegawai Perseroan untuk mengikuti Sertifikasi
yang berhubungan dengan Kegiatan Usaha baru Perseroan.

HAL MATERIAL LAINNYA BERKAITAN DENGAN KEGIATAN USAHA YANG BA

Sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/2020, hingga Keterbukaan Informasi ini diterbitkan, tidak
terdapat hal material lainnya berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan.
Penambahan Kegiatan Usaha akan dilaksanakan setelah mendapat persetujuan oleh Pemegang
Saham pada RUPSLB yang akan dilaksanakan tanggal 26 Juni 2025.
Page 29 OCR 0.938
PENJELASAN TENTANG PENGARUH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA TERHADAP

KONDISI KEUANGAN PERSEROAN

Dengan dijalankannya Penambahan Kegiatan Usaha baru melalui KBLI 43211 — Bidang Usaha
Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga
Listrik, hasil kriteria kelayakan dari rencana Penambahan Kegiatan Usaha berdasarkan laporan
Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan adalah sebagai berikut:

NPV 1 Rp 172.573 juta
IRR 117,899

Pl 1 2,24

Payback 1 5tahun2 bulan

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha

si

Aset 7.031.436 | 6.760.574 | 6.950.322 | 7.065.835 | 7.331.589 | 7.376.136
Liabilitas 3.322.892 | 2.985.718 | 3.026.124 | 2.942.470 | 2.953.439 | 2.734.901
Ekuitas 3.708.544 | 3.774.855 | 3.924.198 | 4.123.365 | 4.378.150 | 4.641.235

e Selama periode 2025 hingga 2030, total aset WTON mengalami pertumbuhan yang terbatas.
Pada 2025, total aset tercatat sebesar Rp7.031.436 juta dan meningkat menjadi
Rp7.376.136 juta pada 2030. Kenaikan sebesar sekitar 4,996 dalam enam tahun ini
mengindikasikan pertumbuhan yang konservatif, mencerminkan strategi bisnis yang lebih
difokuskan pada stabilitas daripada ekspansi.

e Aset lancar sedikit meningkat dari Rp3.796.920 juta pada 2025 menjadi Rp4.567.651 juta
pada 2030. Kenaikan ini sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan kas dan setara kas yang
naik hampir 14X dari Rp608.981juta menjadi Rp693.365juta, yang menunjukkan perbaikan
arus kas dan efisiensi pengeluaran. Selain itu, pendapatan yang akan diterima meningkat
signifikan dari Rp740.844 juta pada 2025 menjadi Rp 1.611.944 juta di tahun 2030,
mencerminkan peningkatan aktivitas proyek atau akumulasi piutang jangka pendek.
Sebaliknya, beberapa pos lain seperti piutang usaha dan persediaan relatif stagnan atau
bahkan sedikit menurun setelah sempat naik di awal periode.

e Disisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan bertahap dari Rp3.234.515 juta pada
2025 menjadi Rp2.808.485 juta pada 2030. Hal ini mencerminkan tidak adanya belanja
modal signifikan atau investasi jangka panjang baru. Aset tetap mengalami penurunan dari
Rp2.997.502 juta menjadi Rp2.589.851 juta, yang menandakan depresiasi aset atau tidak
adanya ekspansi fasilitas produksi baru.

e Total liabilitas WTON menunjukkan tren menurun dari Rp3.322.892 juta di tahun 2025
menjadi Rp2.734.901 juta pada 2030. Ini mengindikasikan kebijakan pelunasan kewajiban
yang aktif serta pengurangan ketergantungan pada utang sebagai sumber pembiayaan.
Page 30 OCR 0.939
Komponen utama liabilitas jangka pendek seperti utang usaha sempat naik pada 2026 dan
2027 namun kemudian menurun menjadi Rp1.462.267 juta pada 2030. Biaya yang mash
harus dibayar juga menurun drastis dari Rp553.990 juta (2025) menjadi Rp 173.991 juta
(2030), menandakan efisiens dalam manajemen kewajiban operasional.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang menurun signifikan dari Rp 288.428 juta pada 2025
menjadi Rp88.668 juta pada 2030. Ini sebagian besar disebabkan oleh pelunasan pinjaman
jangka panjang yang hanya tersisa Rp6.089 juta sejak 2026 hingga akhir periode. Namun,
kewajiban imbalan pascakerja menunjukkan tren naik yang wajar dari Rp 49.293 juta (2025)
menjadi Rp 79.511 juta (2030), mengikuti akumulasi beban imbalan kerja.

Total ekuitas WTON menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan positif, naik dari
Rp3.708.544 juta pada 2025 menjadi Rp 4.641.235 juta pada 2030, atau tumbuh sekitar 2546
dalam enam tahun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan saldo laba belum
ditentukan penggunaannya, yang naik dari Rp1.396.392 juta menjadi Rp 2.317.595 juta. Hal
ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba secara konsisten dan
menahan sebagian besar laba untuk memperkuat struktur permodalan internal. Komponen
ekuitas lainnya seperti tambahan modal disetor dan agio saham tidak mengalami
perubahan, menandakan tidak adanya aksi korporasi terkait penerbitan saham baru.

Proyeksi Laporan Laba Rugi Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha

2030

732

4.546.170 | 6.117.431 | 6.818.569 | 7.709.775 | 8.497.876 | 8.747.659

Laba Kotor 363.745 | 510489 | 589.876 | 679.272 | 769.885 | 792.026

Laba Usaha 187.526 | 335.996 | 406.659 | 486.894 | 567.888 | 584.192

Laba Bersih 29.578 74.293 160.073 211.151 268.342 278.051
Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Selama periode 2025 hingga 2030, penjualan WTON menunjukkan pertumbuhan moderat
dari Rp 5.009.859 juta pada 2025 menjadi Rp 9.671.665 juta pada 2030, mencerminkan
peningkatan permintan pasar yang stabil meskipun tidak disertai ekspansi usaha baru. Di sisi
lain, Harga Pokok Penjualan (HPP) juga meningkat seiring waktu, dari Rp4.546.170 juta
menjadi Rp8.747.659 juta, tetapi pertumbuhannya relatif sejalan dengan pertumbuhan
penjualan, menjaga margin kotor tetap kompetitif. Depresiasi/amortisasi terkait produksi
sedikit meningkat, tetapi tetap terkendali.

Laba kotor meningkat dari Rp363.745 juta (2025) menjadi Rp 792.026 juta (2030),
menunjukkan efisiensi operasional yang konsisten meskipun biaya meningkat. Biaya usaha
dan depresiasi operasional juga meningkat secara perlahan, namun terkendali. Laba usaha
pun meningkat stabil dari Rp187.526 juta menjadi Rp584.192 juta pada akhir periode.

Di sisi lain, komponen non-operasional menunjukkan tantangan tersendiri. Beban bunga
tetap tinggi dan stabil di angka Rp95.144 juta sejak 2026, mengindikasikan bahwa struktur
pendanaan berbasis utang tetap menjadi beban tetap tahunan. Selain itu, beban penyisihan
Page 31 OCR 0.811
piutang yang cukup besar terutama di tahun 2026 Rp101.243 juta mengindikasikan adanya
risiko kualitas piutang atau ketidakpastian pembayaran dari pelanggan.

e Meskipun begitu, laba sebelum pajak terus meningkat, dari Rp38.170 juta pada 2025
menjadi Rp 364.396 juta pada 2030. Setelah dikurangi pajak penghasilan, laba bersih
perusahaan tumbuh secara signifikan dari Rp29.578 juta menjadi Rp278.051 juta. Ini
menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas di tengah
berbagai tekanan biaya dan tanpa adanya diversifikasi usaha baru.

Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha

Des2025 Des 2026 Des 2027 Des2028  Des2029 Des 2030

orange Proyeksi — Proyeksi — Proyeksi — Proyeksi — Proyeksi ' Proyeksi

Rasio Likuiditas

Current Ratio 1251350) 1237196 Tan2sne | apaan | Isacan | 1726196

Ouick Ratio 967405 | 93.017 100,8056 | 110,84”e | 122.9676 | 138,3670

Cash Ratio 20,0750 | 10,827 1235967 16046) 20.636 | 26.200
Rasio Aktivitas

Perputaran Piutang 69 38 38 30 30 29

Usaha

Perputaran Persediaan 09 5 28 3 39 38

Perputaran Utang 116 85 79 n 69 Kal

Usaha
Rasio Solvabilitas

Debt to Asset ESA MEN assan | angan | 402556 | 370800

Debt to Eguitv 89,6000 | TD0FV Tt196| 7136061 674606 | 58,934
Rasio Profitabilitas

Gross Margin Tata | 73806 KATA 79836 32076

Operating Margin 3.736 4997 5.419 5,724 6.057

Net Profit Margin 0.59 11096 213961 2.4896 2.8696

ROA 0.425 1,076 230061 2,9956 3.676

ROE 0,806 1.970 408061 5.1296 61396

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

2025 2026 2027 2028 2029 2030

Keterangan

Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi

Aset 8.282.494 | 8.026.793 | 8.249.406 | 8.390.785 | 8.689.879 | 8.764.705
Liabilitas 4.536.190 | 4.149.941 | 4.154.865 | 4.025.829 | 3.996.103 | 3.730.903
Ekuitas 3.746.304 | 3.876.852 | 4.094.541 | 4.364.955 | 4.693.776 | 5.033.802

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

e Penambahan kegiatan usaha oleh Persseroan membawa dampak struktural yang nyata
terhadap laporan posisi keuangan, mencerminkan ekspansi operasional dan finansial
perusahaan. Dari sisi aset, skenario dengan penambahan usaha menunjukkan peningkatan
dibandingkan skenario tanpa penambahan kegiatan usaha. Total aset pada akhir periode
proyeksi mencapai Rp8.764.705 juta, lebih tinggi dibandingkan Rp7.376.136 juta dalam
skenario tanpa penambahan usaha. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
pertumbuhan aset lancar. Komponen utama yang mendorong kenaikan ini adalah piutang
usaha dan pendapatan yang akan diterima. Selain itu, terdapat kenaikan pada aset tetap
dari Rp3.136.829 juta pada tahun 2025 menjadi Rp 2.729.178 juta di tahun 2030.
Page 32 OCR 0.894
e Di sisi liabilitas, total kewajiban dalam skenario penambahan kegiatan usaha pada akhir
periode naik menjadi Rp3.730.903 juta, dibandingkan Rp2.734.901 juta tanpa penambahan
kegiatan usaha. Peningkatan ini terutama berasal dari liabilitas jangka pendek, seperti utang
usaha dan pinjaman jangka pendek, yang masing-masing mengalami kenaikan akibat
peningkatan kebutuhan modal kerja dan pendanaan proyek. Utang usaha naik dari
Rp2.598.399 pada tahun 2025 dan Rp2.437.258 di tahun 2030. pinjaman jangka pendek
meningkat dari Rp4.247.762 juta di tahun 2025 dan Rp3.642.235 juta di tahun 2030. Di sisi
lain, liabilitas jangka panjang relatif stabil yaitu Rp288.428 juta pada tahun 2025 dan
Rp88.668 juta pada tahun 2030.

e Sementara itu, ekuitas perusahaan juga mengalami pertumbuhan dalam skenario dengan
penambahan usaha, tercatat total ekuitas pada tahun 2025 adalah Rp3.746.304 juta dan
Rp5.033.802 juta pada tahun 2030. Kontributor utama pertumbuhan ini adalah laba ditahan,
yang tumbuh seiring dengan proyeksi kenaikan laba bersih akibat peningkatan pendapatan
operasional.

Proyeksi Laporan Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

2025 2026 2027 2028 2029 2030

Keterangan 5 £ 5 £ i "
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi | Proyeksi

Pendapatan Usaha | 5.305.000 | 7.100.000 | 7.900.000 | 8.900.000 | 9.800.000 | 10.094.000
Harga Pokok 4.769.520 | 693.801 | 710.746 | 8.006.000 | 8.806.120 | 9.008.261
Penjualan |

Laba Kotor 4355361 so8c28 | 080967| 773430| 867.727| 893.759
Laba Usaha 259317| 424135) 497750 581.052) 60s.730| 685.925
Laba Bersih 85209) 139.000| 229.000 283.000 | 343.000| 355.638

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

e Penambahan kegiatan usaha berdampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan WTON.
Penjualan pada tahun 2025 dalam skenario ekspansi tercatat sebesar Rp5.305.000 juta,
lebih tinggi 5,996 dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp5.009.859 juta. Tren ini terus
berlanjut hingga 2030, di mana penjualan mencapai Rp10.094.000 juta, tumbuh 4,364 lebih
tinggi dibandingkan skenario tanpa ckspansi Rp9.671.665 juta. Pertumbuhan rata-rata
penjualan tahunan (CAGR) 2025-2030 dalam skenario dengan ekspansi tercatat 13,884,
dibandingkan 14,1496 dalam skenario tanpa ekspansi. Meski CAGR sedikit lebih rendah,
ekspansi memberi basis pendapatan yang lebih tinggi.

e Pada sisi laba kotor, dampak ekspansi juga terlihat jelas. Laba kotor meningkat dari
Rp435.536 juta (2025) menjadi Rp893.759 juta (2030) dalam skenario ekspansi, lebih tinggi
dibandingkan skenario tanpa ekspansi yang hanya mencapai Rp792.026 juta pada 2030.
Rata-rata pertumbuhan laba kotor tahunan dalam skenario ekspansi adalah 14,476, lebih
tinggi dari 14,1196 dalam skenario tanpa ekspansi.

e Laba usaha juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2025, laba usaha dengan
ekspansi tercatat sebesar Rp259.317 juta, meningkat 38,390 dari skenario tanpa ekspansi
Rp187.526 juta, hingga 2030, laba usaha mencapai Rp685.925 juta, atau 17,496 lebih tinggi
dari proyeksi tanpa ekspansi sebesar Rp584.192 juta. Pertumbuhan tahunan rata-rata laba
Page 33 OCR 0.812
usaha dengan ekspansi sebesar 20,0996, jauh lebih tinggi dibandingkan 21,4396 tanpa
ekspansi.

e Laba sebelum pajak dalam skenario ekspansi naik dari Rp109.961 juta (2025) menjadi
Rp466.077 juta (2030), atau tumbuh sekitar 22,396 per tahun. Sebaliknya, dalam skenario
tanpa ekspansi, laba sebelum pajak hanya naik dari Rp38.170 juta menjadi Rp364.396 juta
dalam periode yang sama.

e Laba bersih (setelah pajak) menunjukkan hasil yang sangat mencerminkan efektivitas
penambahan kegiatan usaha. Pada 2025, laba bersih naik dari Rp29.578 juta (tanpa
ekspansi) menjadi Rp85.209 juta (dengan ekspansi), hingga 2030, laba bersih dalam skenario
ekspansi mencapai Rp355.638 juta, dibandingkan Rp278.051 juta tanpa ekspansi.

Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

Des 2026 Des 2027 Des 2028 Des 2029 Des 2030

erangan : £ 7
sr Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proveksi

Rasio Likuiditas

Current Ratio 115,5640 116.0279 123,367 133,384 144,59Y0 159,716
Dwick Ratio 94.08Y0 92.90Y0 100.239 109,414 120,35Y0 133,73Y6
Cash Ratio 11.590 5.26Y0 7.13Ya 108942 14.62Y0 19.26Y0
Rasio Aktivitas
Perputaran Piutang 123 93 87 74 70 68
Usaha
Perputaran Persediaan 70 54 48 43 39 38
Perputaran Utang 199 145 132 117 109 9
Usaha
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset 54.7TYo 517046 50,374 47.98Y0 45,99Y0 42,57Yo

Des2025 Des 2026 Des 2027 Des2028  Des2029 Des 2030
Proyeksi — Proyeksi Proyeksi Proyeksi — Proyeksi — Proyeksi
Debt to Eguity 121,087o | 107,04Y0 1014746 92.23Yo 85.14Y0 14,129

Rasio Profitabilitas
Gross Margin 8,2140 8,430 8,624 8.69Y0 8,8540 8.85Ya
Operating Margin 48940 59TYo 6,30Y0 6.53Yo 6,79Yo 6.80Yo
Net Profit Margin 1,614 1,960 2,90Yo 3.18Yo 3,50Y6 3,5240
ROA 1,036 1,730 2,184 3,3740 3,9549 4.06Yo
ROE 2,27Yo 3.59Yo 5,59Y0 6,480 13140 1,06Yo

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Berdasarkan proyeksi keuangan WTON untuk periode 2025 sampai dengan 2030, baik dalam
skenario tanpa maupun dengan penambahan kegiatan usaha, secara umum menunjukkan tren
pertumbuhan kinerja keuangan yang positif dan berkelanjutan. Dari sisi likuiditas current ratio
meningkat dari 125,1396 menjadi 172,6196 di tahun 2030 dalam skenario tanpa penambahan
kegiatan usaha dan dari 115,569 menjadi 159,719 dalam skenario dengan penambahan
kegiatan usaha. Meski meningkat di kedua skenario, rasio likuiditas dengan penambahan
kegiatan usaha lebih rendah dibandingkan dengan tanpa penambahan kegiatan usaha
dikarenakan kas Perseroan digunakan untuk investasi. Demikian pula pada guick ratio dan cash
ratio menunjukkan pertumbuhan yang solid, mencerminkan peningkatan kapabilitas WTON
dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Penambahan kegiatan usaha berkontribusi pada
pertumbuhan likuiditas meskipun dalam skala yang moderat.
Page 34 OCR 0.929
Dari aspek aktivitas operasional, rasio perputaran piutang usaha turun dari 69 hari menjadi 29
hari tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 123 hari menjadi 68 hari dengan penambahan
kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha menunjukkan efisiensi penagihan piutang yang
membaik sehingga menunjukkan peningkatan kinerja operasional dan perputaran kas. Rasio
perputaran persediaan turun dari 69 hari menjadi 38 hari tanpa penambahan kegiatan usaha
dan dari 70 hari menjadi 38 hari dengan penambahan kegiatan usaha. Dengan tidak adanya
penambahan kegiatan usaha dan adanyanya kegiatan usaha rasio perputaran persediaan
menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi. Perputaran utang usaha dengan penambahan kegiatan
usaha tahun 2025 selama 199 hari menjadi 98 hari pada tahun 2030 dan tanpa penambahan
kegiatan usaha tahun 2025 selama 116 hari menjadi 61 hari pada tahun 2030. Rasio perputaran
utang usaha lebih tinggi dengan penambahan kegiatan usaha, yang artinya WTON membayar
utang lebih cepat.

Pada dimensi solvabilitas, rasio debt to asset turun dari 47,2694 menjadi 37,086 tanpa
penambahan kegiatan usaha dan dari 54,779 menjadi 42,576 dengan penambahan kegiatan
usaha. Penambahan kegiatan usaha menyebabkan peningkatan leverage pada awal periode,
namun tetap menurun secara bertahap, hal tersebut menunjukkan perbaikan struktur modal.
Sementara rasio debt to eguity turun dari 89,6096 menjadi 58,934 tanpa penambahan kegiatan
usaha dan dari 121,084 menjadi 74,12”5 dengan penambahan kegiatan usaha.

Penambahan kegiatan usaha menyebabkan struktur modal lebih agresif terhadap utang, tapi
masih dalam level wajar. Hal tersebut bisa memperbesar potensi imbal hasil, tetapi dengan
risiko lebih tinggi.

Dari sisi Profitabilitas, seluruh indikator menujukkan peningkatan kinerja sepanjang periode
proyeksi. Gross margin meningkat dari 7,2696 menjadi 8,194 tanpa penambahan kegiatan
usaha dan dari 8,2146 menjadi 8,8595 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan
kegiatan usaha membuat gross margin lebih besar yang mengindikasikan efisiensi produksi
atau harga jual lebih baik.

Operating margin meningkat dari 3,7496 menjadi 6,0496 tanpa penambahan kegiatan usaha dan
dari 4,8996 menjadi 6,8046 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha
memperbesar operating margin, yang berarti operasional makin efisien dibandingkan beban
usaha. Net profit margin meningkat dari 0,5946 menjadi 2,8746 tanpa penambahan kegiatan
usaha dan dari 1,6196 menjadi 3,529 dengan penambahan kegiatan usaha. Laba bersih
meningkat lebih besar dengan penambahan kegiatan usaha, menunjukkan penambahan
kegiatan usaha bisa memberikan nilai tambah signifikan. ROA meningkat dari 0,429o menjadi
3,7796 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 1,034c menjadi 4,064 dengan penambahan
kegiatan usaha. Sementara, ROE meningkat dari 0,8096 menjadi 5,999 tanpa penambahan
kegiatan usaha dan dari 2,2796 menjadi 7,0696 dengan penambahan kegiatan usaha. Kedua
rasio profitabilitas ini lebih tinggi dalam penambahan kegiatan usaha, yang menunjukkan
penggunaan aset dan modal lebih efisien walau leverage meningkat.
Page 35 OCR 0.949
INFORMASI PENYELENGGARAAN RUPS PERSEROAN

Sesuai dengan POJK No. 17/2020, rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan akan
dimintakan persetujuannya kepada Pemegang Saham melalui RUPS. Dalam hal ini, persetujuan
Pemegang Saham akan terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan akan dimintakan
pada RUPSLB yang akan diselenggarakan oleh Perseroan pada:

Hari, Tanggal —: Kamis, 26 Juni 2025
Pukul : 14.00 WIB - selesai
Tempat : Gedung WIKA Tower 2 Lantai 17

Jl. DI Panjaitan Kav. 10 Jakarta Timur 13340

Berikut merupakan tanggal-tanggal penting terkait dengan penyelenggaraan RUPSLB Perseroan:

Peristiwa Tanggal
Pengumuman RUPSLB 20 Mei 2025
Keterbukaan Informasi rencana Penambahan Kegiatan Usaha 20 Mei 2025
Daftar Pemegang Saham yang berhak hadir RUPS (recording 3 Juni 2025
date hadir RUPS)
Pemanggilan RUPSLB 4 Juni 2025
Penyelenggaraan RUPSLB 26 Juni 2025

Mata Acara Khusus RUPSLB:

“Pembahasan Studi Kelayakan tentang Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan.”

Penjelasan:

“Mata Acara Khusus terkait Pembahasan Studi Kelayakan tentang Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB, untuk memenuhi ketentuan Pasal
22 ayat (3) POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha. ”
Page 36 OCR 0.956
Mata Acara RUPSLB:
“Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan”.
Penjelasan:

“Mata Acara Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang akan dimintakan
persetujuan dalam RUPSLB, merupakan mata acara terkait usulan Perseroan untuk melakukan
penambahan kegiatan usaha dengan kode KBLI 43211 terkait Instalasi Listrik, yang belum
terdapat dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
Usaha.”

Guna memenuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, Perseroan telah menggunakan Penilai Independen untuk melakukan
studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha yaitu KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan, suatu
Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik
Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h Bapepam dan LK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-
51/PM.223/2021 dan 211/NB.122/STTD-P/2020.

Jika rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana disebutkan di atas tidak memperoleh
persetujuan dari Pemegang Saham pada RUPSLB, maka rencana tersebut baru dapat diajukan
Kembali 12 (dua belas) bulan setelah pelaksanaan RUPSLB tersebut.

Kuorum Kehadiran dan Kuorum Keputusan RUPS Perseroan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Perundang undangan di bidang Pasar Modal yang mengatur mengenai Rencana Dan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

Terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha dengan KBLI kode 43211 - Bidang Usaha
Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga
Listrik, akan menyebabkan perubahan pada Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Sehingga,
kuorum kehadiran dan kuorum keputusan RUPSLB yang digunakan pada mata acara Persetujuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan adalah untuk kuorum kehadiran RUPSLB dihadiri oleh
Pemegang Saham yang mewakili 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh Saham dengan
hak suara yang sah dan kuorum keputusan adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua per
tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam rapat.
Page 37 OCR 0.933
INFORMASI TAMBAHAN

Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan dengan alamat:

Sekretaris Perusahaan

PT Wijaya Karya Beton bk

Kantor Pusat

PT Wijaya Karya Beton Tbk.

WIKA Tower 1 Lt. 2-4

Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta 13340
Telepon: 021-8192802

Hari Senin - Jumat

Jam 08.00 - 17.00 WIB

Email: sekper@wika-beton.co.id, investorrelations@wika-beton.co.id
Website: wika-beton.co.id

Hormat kami,
PT Wijaya Karya Beton Tbk
Direksi,

Y Kuntjara

Direktur Utama G)-

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.78 MB
Published24 Jun 2025
Pages37
Characters86,067
Text sourceOCR
OCR confidence0.929

Names mentioned 43 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org WIJAYA KARYA BETON TBK p.1 ×36
linked person Rija Judaswara p.10 ×2
linked person Syailendra Ogan p.10 ×2
linked person Agus Pramono p.10 ×3
linked person R. Permadi Mulajaya p.11
linked person Miftachul Munir p.11
linked person Nita Prihutaminingrum p.11
linked person Iswandi Imran p.11
linked person Verly Widiantoro p.12
linked person Amir Abadi Jusuf p.12 ×6
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.16 ×2
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk p.16 ×2
linked org Indonesia Eximbank p.16
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×10
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.3
possible org Negara Republik Indonesia p.3
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.10 ×9
possible person Kuntjara · Direktur Utama p.12
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. p.16 ×2
possible person Y Kuntjara · Direktur Utama G)- p.37
unresolved person Achmad Bajumi p.3
unresolved person Imas Fatimah p.3
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.3
unresolved person Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito · Notaris p.4 ×4
unresolved org Menteri p.4
unresolved org Koperasi Karya Mitra Satya p.10 ×2
unresolved org Yayasan Wijaya Karya p.10
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH. p.11
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.12 ×6
unresolved org Mawar & Rekan p.12 ×6
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.16
unresolved org Banten Tbk p.16
unresolved org KJPP Guntur p.17 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.17
unresolved org Kota Nusantara p.21
unresolved org Andri dan Rekan p.29 ×2
unresolved org KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan p.36
unresolved org KJPP Guntur Eki Andri p.36
unresolved org Menteri Keuangan p.36
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Guntur p.36
unresolved org KJPP p.36
unresolved org Bapepam p.36 ×4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 1829 ms 13 Sep 2026 15:15
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [{'name': 'Per 31 Desember 2024', 'relationship': ''},
             {'name': 'Nama', 'relationship': ''},
             {'name': 'PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Jl.',
              'relationship': 'D.I. Panjaitan Kav. 9 Jakarta 13340 '
                              '5.229.280.000'},
             {'name': '4. Susunan Dewan Komisaris dan',
              'relationship': 'Direksi Perseroan'},
             {'name': 'Berdasarkan Akta Susunan Pengurus',
              'relationship': 'Terakhir sebagaimana dalam Akta Notaris Nomor '
                              '74'}],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result