Skip to content
Back to announcement

20250620_TBIG_Penyampaian Bukti Iklan_31897038_lamp2.pdf

Other Text extracted TBIG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
                                                    Prospektus Ringkas AWAL _ PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk. _ Halaman 2 Investor Daily _ 20 Juni 2025
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                INVESTOR DAILY – JUMAT, 20 JUNI 2025 | 11
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                                                        Pajak tangguhan. Grup Tower Bersama mencatatkan manfaat pajak tangguhan sebesar                a. Pencairan pinjaman                                                                                                          Penjelasan lebih lengkap mengenai Perseroan dan Perusahaan Anak dapat dilihat dalam
                                                                                           (dalam jutaan Rupiah)         Rp9,9 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya beban pajak tangguhan sebesar Rp82,8                 • Fasilitas pinjaman revolving PT Bank Mizuho Indonesia (“Bank Mizuho”)                                                     Prospektus.
                                                                                                                         juta pada tahun 2023.                                                                                Pada tanggal 18 Juni 2025, Perseroan telah menarik sebagian fasilitas pinjaman                                           B. KETERANGAN TENTANG KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN
                                                                          Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                    31 Desember                      Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sebagai akibat                uncommitted revolving dari Bank Mizuho sebesar Rp994,7 miliar.                                                               PROSPEK USAHA
                                                                                                                     dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada                                                                                                                                       Umum
                                                                             2024                  2023                                                                                                                 b. Pembayaran pinjaman
                                                                                                                     pemilik entitas induk turun sebesar 12,7% menjadi Rp1.361,6 miliar pada tahun 2024 dari
Pendapatan                                                                       6.867.339              6.640.645    sebelumnya Rp1.560,3 miliar pada tahun 2023.                                                          • Fasilitas pinjaman Bank QNB                                                                                               Perseroan, didirikan dengan nama PT Banyan Mas pada tahun 2004, awalnya merupakan
                                                                                                                                                                                                                              Pada tanggal 16 Juni 2025, GHON telah melunasi sebagian fasilitas pinjaman dari                                          perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di bidang perdagangan, pembangunan,
Beban pokok pendapatan                                                         (1.941.212)            (1.902.397)    Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali. Sebagai                                                                                                                                           pengadaan barang, pertambangan, industri, pertanian, jasa, konsultan, penerbitan, angkutan,
Laba bruto                                                                       4.926.187              4.738.248    akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan              Bank QNB sebesar Rp1,0 miliar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       dan perbengkelan. Perseroan selanjutnya melakukan perubahan nama menjadi PT Tower
Beban usaha                                                                      (607.431)              (504.176)    kepada kepentingan non-pengendali pada tahun 2024 dan 2023 tercatat sebesar Rp61,4                    • Fasilitas pinjaman revolving PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”)                                               Bersama Infrastructure pada tahun 2009 dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk pada
                                                                                                                     miliar.                                                                                            Pada tanggal 20 Juni 2025, Perseroan telah melunasi sebagian fasilitas pinjaman                                                tahun 2010 sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham.
Laba usaha                                                                       4.318.756              4.234.072
                                                                                                                     Laba tahun berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba tahun berjalan    uncommitted revolving dari Bank Mandiri sebesar Rp560,7 miliar.                                                                Sejak resmi menjadi perusahaan publik pada tahun 2010, Perseroan telah berkembang
Pendapatan lain                                                                     37.939                   2.247   Grup Tower Bersama turun sebesar 12,3% menjadi Rp1.423,0 miliar pada tahun 2024 dari                                                                                                                                              menjadi perusahaan holding dari grup perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan
Beban lain                                                                       (222.168)                (60.780)   sebelumnya Rp1.621,7 miliar pada tahun 2023.                                                                    KETERANGAN TENTANG PERSEROAN,                                                                                     jasa telekomunikasi, menara, jaringan fiber optik, pekerjaan telekomunikasi dan investasi,
Pendapatan keuangan                                                                 30.993                  20.289   Penghasilan komprehensif lain. Grup Tower Bersama mencatatkan penghasilan komprehensif
Beban keuangan utang bank dan obligasi                                         (1.871.178)            (1.696.345)    lain sebesar sebesar Rp(1.412,5) miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp443,3 miliar
                                                                                                                                                                                                                                KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN                                                                                dan saat ini merupakan salah satu perusahaan menara terbesar di Indonesia yang dikenal
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       dengan nama Grup Tower Bersama. Kegiatan usaha utama Grup Tower Bersama adalah
Beban keuangan lain                                                              (177.059)              (129.245)    pada tahun 2023. Penurunan ini terutama dikarenakan adanya kenaikan defisit revaluasi                                   PROSPEK USAHA                                                                                             menyewakan ruangan pada sites sebagai tempat pemasangan perangkat telekomunikasi
                                                                                                                     dan penurunan perubahan lindung nilai arus kas.                                                                                                                                                                                   untuk transmisi sinyal berdasarkan skema perjanjian sewa jangka panjang dengan operator
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan                                   2.117.283              2.370.238                                                                                                       A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN
                                                                                                                         Defisit revaluasi. Defisit revaluasi naik sebesar 652,1% menjadi Rp1.600,8 miliar pada                                                                                                                                        telekomunikasi. Grup Tower Bersama juga menyediakan akses untuk operator telekomunikasi
Beban pajak final                                                                (640.733)              (565.719)        tahun 2024 dari sebelumnya Rp212,8 miliar pada tahun 2023, berdasarkan perhitungan             Riwayat Singkat Perseroan                                                                                                      ke jaringan In-Building System (“IBS”) milik Grup Tower Bersama di gedung-gedung
Laba sebelum pajak penghasilan                                                   1.476.550              1.804.519        penilai independen.                                                                            Perseroan, berkedudukan di Jakarta Selatan, didirikan dengan nama PT Banyan Mas, sebuah                                        perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan yang terletak pada wilayah perkotaan. Selain itu,
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                                                                        Perubahan lindung nilai arus kas. Perubahan lindung nilai arus kas turun sebesar 71,3%         perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan dan diatur menurut hukum Republik Indonesia,                                     Grup Tower Bersama memiliki dan mengoperasikan infrastruktur komunikasi seperti serat
Kini                                                                               (63.386)             (100.029)        menjadi Rp189,6 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp659,5 miliar pada tahun               berdasarkan Akta Pendirian No. 14, tanggal 8 November 2004, yang dibuat dihadapan Dewi                                         optik. Per 31 Desember 2024, Grup Tower Bersama mengoperasikan sekitar 23.892 sites
Tangguhan                                                                             9.871               (82.796)       2023, terutama disebabkan oleh perubahan nilai tukar Rupiah dari Rp15.416 per 1 Dolar          Himijati Tandika, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari                                       telekomunikasi, yang terdiri dari 23.778 sites menara telekomunikasi dan 114 jaringan IBS,
                                                                                                                         AS pada tanggal 31 Desember 2023 menjadi Rp16.162 per 1 Dolar AS pada tanggal                  Menteri Hukum Republik Indonesia (“Menkum”) berdasarkan Surat Keputusan No. C-28415                                            dan Grup Tower Bersama memiliki 42.722 penyewaan pada sites telekomunikasi dengan
Beban pajak penghasilan - neto                                                     (53.515)             (182.825)                                                                                                       HT.01.01.TH.2004 tanggal 12 November 2004, didaftarkan pada Daftar Perusahaan di Kantor
                                                                                                                         31 Desember 2024.                                                                                                                                                                                                             4 (empat) operator telekomunikasi berbeda. Sekitar 77,7% dan 79,9% dari pendapatan Grup
Laba tahun berjalan                                                              1.423.035              1.621.694                                                                                                       Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan dengan No. 2564/BH.09.03/XII/2004                                             Tower Bersama masing-masing pada tahun 2024 dan 2023 berasal dari penyewaan menara
                                                                                                                     Total penghasilan komprehensif tahun berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan
Penghasilan komprehensif lain                                                                                        di atas, total penghasilan komprehensif tahun berjalan turun sebesar 99,5% menjadi Rp10,5          tanggal 14 Desember 2004 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia                                                telekomunikasi dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk (IOH) dan
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi                                                                 miliar dari sebelumnya Rp2.065,0 miliar pada tahun 2023.                                           No. 5 tanggal 18 Januari 2005, Tambahan No. 616. Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan,                                         PT XL Axiata Tbk (XL Axiata). Grup Tower Bersama menyewakan tower space dan jaringan
                                                                                                                                                                                                                        kegiatan usaha Perseroan pada saat pendirian adalah melakukan kegiatan usaha di bidang                                         serat optik melalui perjanjian sewa jangka panjang umumnya sampai dengan jangka waktu
     Defisit revaluasi                                                         (1.600.768)              (212.844)    Aset, Liabilitas, dan Ekuitas                                                                      perdagangan, pembangunan, pengadaan barang, pertambangan, industri, pertanian, jasa,                                           10 tahun dan menyewakan akses terhadap IBS milik Grup Tower Bersama melalui perjanjian
     Laba (rugi) atas pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja                    6.678                (1.643)    Posisi tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023                       konsultan, penerbitan, angkutan, dan perbengkelan. Adapun kegiatan usaha yang telah                                            sewa jangka panjang umumnya dengan jangka waktu 5 (lima) sampai 8 (delapan) tahun.
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi                                                                       Aset                                                                                               dijalankan pada saat pendirian adalah perusahaan holding.                                                                      Per 31 Desember 2024, rata-rata sisa periode perjanjian sewa seluruh penyewaan Perseroan
     Selisih translasi mata uang asing                                               (7.965)               (1.683)   Total aset Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2024 naik sebesar 1,7% menjadi              Berdasarkan Akta Pendirian, struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta                                               adalah sekitar 5,8 tahun dan Grup Tower Bersama memiliki pendapatan kontrak yang akan
     Perubahan lindung nilai arus kas                                               189.556               659.478    sebesar Rp47.316,3 miliar dibandingkan total aset pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar            komposisi kepemilikan saham dalam Perseroan adalah sebagai berikut :                                                           diterima dari penyewa untuk semua jenis penyewaan sebesar Rp39.170,2 miliar. Pendapatan
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan                                        10.536             2.065.002    Rp46.547,0 miliar. Kenaikan tersebut terutama berasal peningkatan aset keuangan derivatif                                                                                                                                         Grup Tower Bersama dari penyewaaan tower space, serat optik, dan properti investasi
                                                                                                                                                                                                                                            Keterangan                               Nilai Nominal Rp1.000.000 per Saham                  (%)          masing-masing memberikan kontribusi sebesar 91,8%, 8,1%, dan 0,1% dari pendapatan
                                                                                                                     dan kas dan bank.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada :                                                                                                                                                                                                                                                  Jumlah Nilai Nominal                            Grup Tower Bersama pada tahun 2024.
                                                                                                                     Total aset lancar Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2024 naik sebesar 9,6%                                                                          Jumlah Saham
     Pemilik entitas induk                                                       1.361.624              1.560.307                                                                                                                                                                                            (Rupiah)
                                                                                                                     menjadi Rp4.830,0 miliar dibandingkan total aset lancar pada tanggal 31 Desember 2023                                                                                                                                             Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa industri penyewaan menara di Indonesia memiliki
     Kepentingan non-pengendali                                                     61.411                 61.387    sebesar Rp4.407,1 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan kas dan bank dan piutang               Modal Dasar                                                             100                 100.000.000                        potensi yang besar untuk terus bertumbuh baik melalui pembangunan menara baru maupun
Total                                                                            1.423.035              1.621.694    usaha - pihak ketiga. Kas dan bank naik sebesar 85,0% menjadi Rp1.481,9 miliar pada                Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh                                                                                            penambahan jumlah kolokasi dari menara telekomunikasi yang ada. Grup Tower Bersama
Total penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan kepada :                                                     tanggal 31 Desember 2024 dari Rp800,9 miliar pada tanggal 31 Desember 2023 terutama                   Jenny Marlina The                                                        1                        1.000.000       4,00%     akan mengakuisisi portofolio menara telekomunikasi hanya apabila telah memenuhi kriteria
                                                                                                                     disebabkan oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan. Piutang usaha - pihak ketiga naik              Eddy Yanto Hendra                                                       24                       24.000.000      96,00%     investasi Grup Tower Bersama yang mencakup, antara lain, tingkat pengembalian investasi,
     Pemilik entitas induk                                                          (61.744)            2.011.244    sebesar 12,8% menjadi Rp1.901,9 miliar pada tanggal 31 Desember 2024 dari Rp1.685,8                                                                                                                                               potensi kolokasi masa yang akan datang, kemudahan untuk membeli atau menyewa lahan,
     Kepentingan non-pengendali                                                       72.280               53.758    miliar pada tanggal 31 Desember 2023. Grup Tower Bersama secara konsisten menerapkan               Jumlah Modal Ditempatkan dan                                                                                                   kemudahan mendapatkan perizinan warga dari masyarakat sekitar dan kualitas kredit calon
Total                                                                                 10.536            2.065.002    kebijakan piutang usaha yang cermat, dengan didukung oleh proses pemantauan secara                    Disetor Penuh                                                           25                       25.000.000     100,00%     penyewa. Grup Tower Bersama memiliki suatu kebijakan hanya akan membangun sites
Laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada                                                          berkala terhadap kualitas kredit dan kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajiban                  Saham Dalam Portepel                                                       75                       75.000.000                 telekomunikasi baru ketika Grup Tower Bersama telah mendapatkan komitmen penyewaan
     pemegang saham biasa entitas induk (nilai penuh)                                 60,38                 69,11    mereka. Per 31 Desember 2024, 82,3% dari piutang usaha Grup Tower Bersama masuk                                                                                                                                                   dari pelanggan. Meskipun Grup Tower Bersama telah membangun site menara di hampir
                                                                                                                     dalam kategori belum jatuh tempo. Kenaikan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan            Pada tahun 2009, Perseroan melakukan perubahan nama menjadi PT Tower Bersama
                                                                                                                                                                                                                        Infrastructure berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa                                              seluruh provinsi di Indonesia, sebagian besar site menara Grup Tower Bersama berada
Data Keuangan Lainnya                                                                                                pendapatan yang masih harus diterima sebesar 27,9% menjadi Rp645,6 miliar pada tanggal                                                                                                                                            di wilayah padat penduduk dengan 81,5% site menara di Jawa, Bali dan Sumatra dan 18,5%
                                                                                                                     31 Desember 2024 dari Rp895,9 miliar pada tanggal 31 Desember 2023, terutama disebabkan            No. 24 tanggal 24 Oktober 2009, yang dibuat dihadapan Hestyani Hassan, S.H., M.Kn., Notaris
                                                                                          (dalam jutaan Rupiah)                                                                                                         di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari Menkum berdasarkan Surat Keputusan                                            site di wilayah lain di Indonesia per 31 Desember 2024.
                                                                                                                     oleh telah selesainya proses pengujian fisik menara telekomunikasi dan verifikasi dokumen,
                                                                                   31 Desember                       dan penurunan pajak dibayar di muka sebesar 32,9% menjadi Rp436,6 miliar pada tanggal              No. AHU-52458.AH.01.02 Tahun 2009 tanggal 29 Oktober 2009 dan telah didaftarkan pada                                           Grup Tower Bersama berupaya secara konsisten untuk terus meningkatkan jumlah kolokasi
                                                                             2024                 2023               31 Desember 2024 dari sebelumnya Rp650,6 miliar pada tanggal 31 Desember 2023,                     Daftar Perseroan No. AHU-0071304.AH.01.09. Tahun 2009 tanggal 29 Oktober 2009.                                                 dari menara telekomunikasi yang ada untuk mendukung peningkatan arus kas dan margin
                                                                                                                     terutama disebabkan oleh peningkatan penggunaan PPN masukan selama tahun 2024                      Pada tahun 2010, sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan                                                     laba operasi. Hal ini terjadi karena biaya tambahan yang timbul sehubungan dengan
EBITDA(1)                                                                       5.869.273             5.727.650                                                                                                                                                                                                                                        kolokasi relatif rendah dibandingkan dengan tambahan pendapatan atas kolokasi tersebut.
Belanja Modal                                                                   2.535.195             2.740.238      untuk mengurangi PPN keluaran.                                                                     melakukan perubahan nama menjadi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk berdasarkan
                                                                                                                                                                                                                        Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar Perseroan                                                    Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa operator telekomunikasi Indonesia telah dan akan
Pinjaman Bersih(2)                                                             30.706.416            28.569.991      Total aset tidak lancar Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2024 naik                                                                                                                                                     terus mencari untuk memenuhi kebutuhan peningkatan cakupan dan kapasitas jaringan,
                                                                                                                     sebesar 0,8% menjadi Rp42.486,4 miliar dibandingkan total aset tidak lancar pada tanggal           No. 145 tanggal 21 Juli 2010, yang dibuat dihadapan Aulia Taufani, S.H., sebagai pengganti
Catatan:                                                                                                                                                                                                                dari Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari Menkum                                           sementara di saat yang sama mengendalikan belanja modal mereka dari kegiatan-kegiatan
                                                                                                                     31 Desember 2023 sebesar Rp42.139,8 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan aset                                                                                                                                                non-inti, seperti dengan pengalihan kegiatan pembangunan sites dan penyewaan tower space
(1) EBITDA = Laba dari operasi + Amortisasi perizinan + Penyusutan menara dan menara bergerak + Penyusutan aset      keuangan derivatif. Aset keuangan derivatif naik sebesar 131,2% menjadi Rp1.756,3                  berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-37825.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 30 Juli 2010
     hak guna + Penyusutan aset tetap.                                                                                                                                                                                  dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-0057189.AH.01.09.Tahun 2010                                                kepada perusahaan penyewaan menara. Per 31 Desember 2024, Grup Tower Bersama
                                                                                                                     miliar pada tanggal 31 Desember 2024 dari Rp759,5 miliar pada tanggal 31 Desember                                                                                                                                                 memiliki rasio kolokasi 1,79x.
(2) Pinjaman bersih = Pinjaman - Kas dan setara kas.                                                                 2023, terutama disebabkan oleh perubahan nilai tukar Rupiah dari Rp15.416 per 1 Dolar              tanggal 30 Juli 2010.
Rasio-rasio Penting                                                                                                  AS pada tanggal 31 Desember 2023 menjadi Rp16.162 per 1 Dolar AS pada tanggal                      Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan sejak pendirian,                                              Pendapatan Grup Tower Bersama pada tahun 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
                                                                                                                     31 Desember 2024. Kenaikan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan aset tetap                 dengan perubahan terakhir adalah sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan                                            Rp6.867,4 miliar dan Rp6.641 miliar. EBITDA dan margin EBITDA Grup Tower Bersama
                                                                                     31 Desember                                                                                                                                                                                                                                                       untuk tahun 2024 adalah sebesar Rp5.869,3 miliar atau mencapai 85,5%, dan EBITDA
                                                                                                                     sebesar 1,3% menjadi Rp36.001,5 miliar pada tanggal 31 Desember 2024 dari Rp36.462,5               Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 116 tanggal 23 Mei 2022, dibuat dihadapan Jose
                                                                             2024                  2023              miliar pada tanggal 31 Desember 2024 terutama disebabkan oleh penurunan nilai wajar                Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah disetujui oleh Menkum                                         dan margin EBITDA Grup Tower Bersama untuk tahun 2023 adalah sebesar Rp5.728 miliar
RASIO PERTUMBUHAN (%)                                                                                                menara telekomunikasi berdasarkan perhitungan dari penilai independen pada akhir                   berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0038668.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 8 Juni                                                 atau mencapai 86,3%.
Pendapatan                                                                            3,4%                  1,8%     periode pelaporan, dan penurunan aset hak-guna sebesar 8,4% menjadi Rp3.346,5 miliar               2022 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0106607.AH.01.11.TAHUN                                               Perseroan berkantor pusat di The Convergence Indonesia, lantai 11, Kawasan Rasuna
Laba bruto                                                                            4,0%                (0,1%)     pada tanggal 31 Desember 2024 dari Rp3.652,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2023                  2022 tanggal 8 Juni 2022 (”Akta No. 116/2022”). Berdasarkan Akta No. 116/2022, para                                            Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940 – Indonesia dan mengoperasikan
                                                                                                                     terutama disebabkan oleh perubahan estimasi akuntansi mengenai eksekusi opsi untuk                 pemegang saham dalam RUPS Perseroan telah menyetujui, antara lain perubahan Pasal 3                                            18 titik pelayanan regional yang terletak di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang,
Laba usaha                                                                            2,0%                (1,1%)     memperpanjang jangka waktu sewa.                                                                   anggaran dasar Perseroan dalam rangka penyelarasan dan penyesuaian dengan KBLI 2020.                                           Padang, Lampung, Jakarta, Banten, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan,
Laba tahun berjalan                                                                (12,3%)                (4,0%)     Liabilitas                                                                                         Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan dan/atau                                                 Banjarmasin, Pontianak, Manado, Makassar dan Papua, melalui Perusahaan Anak.
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan                                      (99,5%)             (474,6%)      Total liabilitas Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2024 naik sebesar 7,5%                KBLI adalah berusaha dalam aktivitas perusahaan holding (KBLI No. 64200) dan aktivitas                                         Keunggulan Kompetitif
EBITDA                                                                                2,5%                  1,2%     menjadi Rp36.750,8 miliar dibandingkan total liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023              konsultasi manajemen lainnya (KBLI No. 70209). Untuk menunjang kegiatan usaha utama                                            - Hubungan yang erat dengan operator-operator telekomunikasi berkualitas baik
Total aset                                                                            1,7%                  8,5%     sebesar Rp34.186,0 miliar. Kenaikan terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank yang              tersebut, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang, yaitu konstruksi sentral                                             di Indonesia;
                                                                                                                     sebagian di-offset dengan penurunan utang obligasi.                                                telekomunikasi, instalasi telekomunikasi dan aktivitas telekomunikasi dengan kabel. Adapun
Total liabilitas                                                                      7,5%                  6,9%                                                                                                        kegiatan usaha yang telah benar-benar dijalankan saat ini adalah perusahaan holding                                            - Kontrak jangka panjang Grup Tower Bersama dengan pelanggan memberikan kepastian
Total ekuitas                                                                      (14,5%)                13,2%      Total liabilitas jangka pendek Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2024 naik                                                                                                                                                  atas jumlah pendapatan yang masih akan diterima di masa mendatang;
                                                                                                                     sebesar 54,0% menjadi Rp23.300,9 miliar dibandingkan total liabilitas jangka pendek pada           dari grup perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa telekomunikasi, menara,
RASIO USAHA (%)                                                                                                      tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp15.132,9 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan              jaringan fiber optik, pekerjaan telekomunikasi, investasi, dan real estat. Pada tanggal                                        - Pengalaman yang ektensif untuk melakukan build-to-suit dan menjalankan kegiatan
Laba bruto / Pendapatan                                                              71,7%                71,4%      bagian lancar atas utang obligasi. Kenaikan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan           Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki penyertaan secara langsung dan tidak langsung                                       operasional;
                                                                                                                     liabilitas sewa sebesar 86,8% menjadi Rp13,7 miliar pada tanggal 31 Desember 2024 dari             pada 21 Perusahaan Anak dan 2 (dua) Perusahaan Asosiasi.                                                                       - Kemampuan untuk melakukan akuisisi kemudian mengintegrasikan dengan portofolio
Laba usaha / Pendapatan                                                              62,9%                63,8%
Laba tahun berjalan / Pendapatan                                                     20,7%                24,4%      Rp103,8 miliar pada tanggal 31 Desember 2023.                                                      Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham Perseroan                                                                                yang telah ada;
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan / Pendapatan                            0,2%                31,1%      Total liabilitas jangka panjang Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2024 turun             Berdasarkan Akta No. 166/2019 dan DPS Perseroan per 31 Mei 2025 yang dikeluarkan oleh                                          - Marjin keuntungan dan tingkat leverage operasional yang signifikan;
                                                                                                                     sebesar 29,4% menjadi Rp13.450,0 miliar dibandingkan total liabilitas jangka panjang pada          PT Datindo Entrycom selaku BAE Perseroan, struktur permodalan dan susunan pemegang                                             - Tim manajemen yang berpengalaman dan pemegang saham yang bereputasi baik.
EBITDA / Pendapatan                                                                  85,5%                86,3%                                                                                                         saham Perseroan adalah sebagai berikut :
                                                                                                                     tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp19.053,0 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan                                                                                                                                            Strategi Bisnis Grup Tower Bersama
Laba tahun berjalan / Jumlah ekuitas                                                 13,5%                13,1%      porsi liabilitas jangka panjang atas utang obligasi, sebesar 29,8% menjadi Rp12.550,2 miliar       Keterangan                                                      Nilai Nominal Rp20 per Saham                      %(1)         - Memaksimalkan pertambahan penyewaan kolokasi pada portofolio menara telekomunikasi
Laba tahun berjalan / Jumlah aset                                                     3,0%                  3,5%     pada tanggal 31 Desember 2024 dari Rp17.868,1 miliar pada tanggal 31 Desember 2023,
                                                                                                                     sejalan dengan kenaikan bagian lancar atas utang obligasi.                                                                                                                        Jumlah Nilai Nominal                                Grup Tower Bersama yang telah ada;
RASIO KEUANGAN (x)                                                                                                                                                                                                                                                                 Jumlah Saham              (Rupiah)                                  - Terus mempererat hubungan dengan operator telekomunikasi;
Total aset lancar / Total liabilitas jangka pendek                                     0,2x                  0,3x    Per 31 Desember 2024, Grup Tower Bersama mampu menjaga posisi keuangan yang
                                                                                                                     kuat agar mampu memenuhi seluruh kewajiban pinjaman. Rasio total pinjaman dengan                   Modal Dasar                                                  72.100.600.000           1.442.012.000.000                        - Memperbesar portofolio Perseroan melalui proses konstruksi build-to-suit dan akuisisi
Total liabilitas / Total ekuitas                                                       3,5x                  2,8x                                                                                                       Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
                                                                                                                     menggunakan kurs lindung nilainya (total debt at hedged rate) terhadap EBITDA kuartal                                                                                                                                                 yang selektif;
Total liabilitas / Total aset                                                          0,8x                  0,7x    keempat tahun 2024 yang disetahunkan adalah 4,9x, jauh di bawah pembatasan dari surat                 Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd.             18.067.840.623                361.356.812.460          80,96%     - Tetap fokus pada kecepatan dalam melakukan eksekusi dan terus meningkatan kinerja
Interest coverage ratio(1)                                                             3,1x                  3,4x    utang Perseroan yaitu rasio total pinjaman dengan menggunakan kurs lindung nilainya                   PT Wahana Anugerah Sejahtera                               2.122.271.590                 42.445.431.800           9,51%         operasional;
Debt coverage service ratio(2)                                                         0,3x                  0,5x    terhadap EBITDA triwulan terakhir yang disetahunkan untuk tidak lebih dari 6,25x. Grup
                                                                                                                     Tower Bersama masih memiliki ruang untuk penambahan pinjaman berdasarkan covenant                     Edwin Soeryadjaya                                             71.585.630                  1.431.712.600           0,32%     - Terus terlibat dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan atas kapitalisasi perkembangan
Catatan:                                                                                                                                                                                                                   Hardi Wijaya Liong                                            68.359.905                  1.367.198.100           0,31%         teknologi yang memerlukan infrastruktur telekomunikasi;
(1) Dihitung dengan membandingkan EBITDA dengan beban keuangan - bunga.                                              yang disyaratkan oleh fasilitas bank dan surat utang.
(2) Dihitung dengan membandingkan EBITDA dengan jumlah beban keuangan - bunga, surat utang bagian jangka pendek,     Ekuitas                                                                                               Budianto Purwahjo                                              5.025.000                    100.500.000           0,02%     - Mengoptimalkan struktur permodalan untuk mencapai fleksibilitas pendanaan dan
     dan pinjaman jangka panjang - bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.                                                                                                                                         Herman Setya Budi                                              4.625.000                     92.500.000           0,02%         meminimalkan biaya pinjaman.
                                                                                                                     Jumlah ekuitas Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2024 turun sebesar 14,5%
Rasio-rasio Dalam Perjanjian Pinjaman                                                                                menjadi Rp10.565,5 miliar dibandingkan jumlah ekuitas pada 31 Desember 2023 sebesar                   Helmy Yusman Santoso                                           3.125.000                     62.500.000           0,01%     Kegiatan Usaha
                                                                                                                     Rp12.361,0 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan penghasilan                  Masyarakat (kepemilikan di bawah 5%)                       1.972.263.697                 39.445.273.940           8,84%     i. Penyewaan tower space pada menara telekomunikasi / tower space leasing
                                                                         Persyaratan                                 komprehensif lainnya dan pembelian kembali saham treasuri, yang sebagian di-offset dengan
                                                                          Keuangan             31 Desember 2024                                                                                                                                                                      22.315.096.445                446.301.928.900         100,00%         Kegiatan usaha utama Grup Tower Bersama adalah penyewaan tower space pada
                                                                                                                     kenaikan saldo laba tahun 2024.                                                                                                                                                                                                       menara telekomunikasi yang dimiliki oleh Grup Tower Bersama. Grup Tower Bersama
GHON                                                                                                                                                                                                                        Saham treasuri                                              341.903.000                  6.838.060.000                -
                                                                                                                     Likuiditas dan Sumber Pendanaan                                                                                                                                                                                                       menyewakan tower space kepada operator telekomunikasi untuk keperluan transmisi
Fasilitas pinjaman revolving PT Bank UOB Indonesia                                                                                                                                                                      Jumlah Modal Ditempatkan dan                                                                                                       sinyal suara (voice) dan data nirkabel.
                                                                                                                     Penggunaan utama dari kas Grup Tower Bersama adalah untuk ekspansi portofolio sites
     Debt to EBITDA yang disesuaikan dan dianualisasi                   maksimum 3,75x               2,7x            dengan membangun sites baru, akuisisi perusahaan penyewaan menara dan/atau portofolio                  Disetor Penuh                                22.656.999.445      453.139.988.900     100,00%                               ii. Penyewaan jaringan IBS
     Rasio top tier revenue                                              minimum 50%                85,3%            sites mereka, dan penambahan kolokasi. Sumber likuiditas utama Grup Tower Bersama                  Saham Dalam Portepel                             49.443.600.555      988.872.011.100                                               Grup Tower Bersama memiliki dan mengoperasikan IBS pada pusat perbelanjaan
Fasilitas pinjaman revolving PT KEB Hana Bank Indonesia                                                              adalah kas yang diterima dari pelanggan, pinjaman bank serta surat utang. Grup Tower               Catatan:                                                                                                                           dan gedung perkantoran. Dengan pengecualian terhadap pelanggaran (breach) dan
                                                                                                                     Bersama saat ini mengandalkan arus kas dari kegiatan operasi dan pinjaman bank untuk               (1) Perhitungan berdasarkan hak suara.                                                                                             kebangkrutan (solvency), perjanjian sewa tidak dapat dibatalkan.
     Debt Service Coverage Ratio                                         minimum 2x                  2,0x            mendanai kegiatan operasi, konstruksi sites baru dan akuisisi perusahaan penyewaan
     Debt to Equity Ratio                                                maksimum 2x                0,6%             menara dan/atau portofolio sites mereka. Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup Tower                 Pengurusan dan Pengawasan                                                                                                      Portofolio Sites Telekomunikasi Grup Tower Bersama
     Rasio Debt to EBITDA                                               maksimum 3,5x                2,7x            Bersama memiliki sumber likuiditas material yang belum digunakan sebesar US$292,0 juta             Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 40 tanggal 10 Juni 2025, yang dibuat                                           Grup Tower Bersama telah menambah jumlah sites telekomunikasi dan jumlah penyewaan
                                                                                                                     dan Rp7.245,6 miliar, yang terdiri dari (i) sumber likuiditas internal dalam bentuk kas dan        di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah diberitahukan                                 melalui kombinasi pembangunan menara build-to-suit, akuisisi aset dan/atau perusahaan
     Rasio top tier revenue                                             minimum 30%                 85,3%                                                                                                               kepada Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan
                                                                                                                     setara kas sebesar Rp1.481,9 miliar; dan (ii) sumber likuiditas eksternal dalam bentuk fasilitas                                                                                                                                  penyewaan menara dan meningkatkan rasio kolokasi. Per 31 Desember 2024, Grup Tower
Fasilitas pinjaman revolving PT Bank QNB Indonesia Tbk (“Bank QNB”)                                                  pinjaman yang belum dicairkan sebesar US$292,0 juta dan Rp5.763,7 miliar.                          No. AHU-AH.01.09-0297393 tanggal 12 Juni 2025 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan                                            Bersama telah mengoperasikan sekitar 23.892 sites telekomunikasi, yang terdiri dari 23.778
     Debt Service Coverage Ratio                                         minimum 2x                  2,0x            Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa dengan memperhitungkan dana dari hasil                       dengan No. AHU-0129707.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal 12 Juni 2025, susunan anggota                                               sites menara telekomunikasi dan 114 jaringan IBS, dan Grup Tower Bersama memiliki 42.722
     Debt to Equity Ratio                                                maksimum 2x                 0,6x            Penawaran Umum ini, kas yang diharapkan akan dihasilkan dari kegiatan operasi dan                  Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut :                                                                 penyewaan pada sites telekomunikasi.
                                                                                                                     sumber keuangan yang saat ini tersedia untuk Grup Tower Bersama, Grup Tower Bersama                Dewan Komisaris                                                                                                                Menara Telekomunikasi Built-to-Suit
      ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN                                                                         memiliki likuiditas yang cukup untuk kebutuhan modal kerja, kewajiban pembayaran utang             Presiden Komisaris                     : Edwin Soeryadjaya
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa kemampuan Grup Tower Bersama untuk
                                                                                                                     dan kebutuhan akan kas lainnya untuk saat ini dan 12 bulan ke depan. Jika nantinya likuiditas      Komisaris                              : Verena Lim                                                                            melaksanakan pembangunan menara telekomunikasi build-to-suit secara tepat waktu,
Analisis dan pembahasan yang disajikan dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan                                Grup Tower Bersama tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan belanja                Komisaris Independen                   : Ludovicus Sensi Wondabio
“Ikhtisar Data Keuangan Penting” dan laporan keuangan konsolidasian Perseroan beserta                                                                                                                                                                                                                                                                  termasuk kemampuan Site Acquisition (“SITAC”), Civil Mechanical Electrical (CME) dan
                                                                                                                     modal, Grup Tower Bersama akan berusaha untuk mendapatkan fasilitas pinjaman baru                  Komisaris Independen                   : Heri Sunaryadi                                                                        pemenuhan perizinan merupakan komponen penting dalam memperoleh dan menyelesaikan
catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang tercantum dalam Prospektus. Informasi                               maupun mengakses pendanaan dari pasar modal. Kemampuan Grup Tower Bersama untuk                    Direksi
keuangan yang disajikan berikut bersumber dari laporan keuangan konsolidasian, yang                                  memperoleh pendanaan yang memadai, termasuk fasilitas pinjaman baru, untuk memenuhi                                                                                                                                               pekerjaan build-to-suit. Grup Tower Bersama pada umumnya berusaha untuk membangun
terdiri dari laporan keuangan Perseroan, disusun dan disajikan sesuai dengan Standar                                                                                                                                    Presiden Direktur                      : Herman Setya Budi                                                                     menara build-to-suit dengan kapasitas kolokasi optimal sesuai dengan persetujuan warga
                                                                                                                     kebutuhan belanja modal, kewajiban kontraktual, dan membayar utang dan bunga dapat
Akuntansi Keuangan di Indonesia.                                                                                     dibatasi oleh kondisi keuangan dan hasil operasi Grup Tower Bersama serta likuiditas pasar         Wakil Presiden Direktur                : Hardi Wijaya Liong                                                                    dan pembuat peraturan. Untuk seluruh menara yang dibangun Grup Tower Bersama dengan
                                                                                                                     keuangan domestik dan operasional. Perseroan tidak dapat menjamin bahwa Perseroan akan             Direktur                               : Budianto Purwahjo                                                                     skema build-to-suit, Grup Tower Bersama mempertahankan hak kepemilikan serta hak
Informasi keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2024                                                                                                                                                                                                                                                                      eksklusif untuk melakukan kolokasi dengan penyewa baru pada menara tersebut.
                                                                                                                     berhasil memperoleh pendanaan dengan persyaratan yang dapat diterima oleh Perseroan.               Direktur                               : Helmy Yusman Santoso
dan 2023, serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut yang disajikan
pada tabel di bawah ini diambil dari:                                                                                                                                                                                   Direktur                               : Dr. Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo                                                   Seluruh proses sejak diterimanya surat perintah kerja sampai dengan penyelesaian konstruksi
                                                                                                                     Sampai dengan tanggal Prospektus Ringkas ini diterbitkan, tidak terdapat pembatasan
                                                                                                                     terhadap kemampuan Perusahaan Anak untuk mengalihkan dana kepada Perseroan                         Keterangan Tentang Perusahaan Anak                                                                                             menara build-to-suit diperkirakan membutuhkan waktu 90 sampai 120 hari. Realisasi waktu
(i) Laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember
     2024 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah diaudit oleh KAP                          yang dapat berdampak terhadap kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban                         Pada tanggal Prospektus Ringkas ini diterbitkan, Perseroan memiliki penyertaan secara                                          yang dibutuhkan dan langkah-langkah yang harus diikuti dapat bervariasi bergantung pada
     Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited) berdasarkan                           pembayaran tunai. Kegiatan usaha Grup Tower Bersama juga tidak memiliki modal kerja                langsung dan tidak langsung pada 21 Perusahaan Anak dan 2 (dua) Perusahaan Asosiasi,                                           penyewa, dan lokasi dari sites tersebut dan hal yang teridentifikasi pada saat proses SITAC.
     standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum dalam laporan auditor                            yang menimbulkan risiko khusus.                                                                    sebagai berikut :                                                                                                              Kegiatan Pemasaran dan Penjualan
     independen No. 01583/2.1032/AU.1/06/1561-1/1/VI/2025 tanggal 13 Juni 2025 yang                                  Sampai dengan tanggal Prospektus Ringkas ini diterbitkan, Perseroan tidak mengetahui                                                                                                                        Kepemilikan (%)       Kegiatan pemasaran dan penjualan Grup Tower Bersama dijalankan oleh unit pemasaran
     ditandatangani oleh Benediktio Salim, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP.1561)                               adanya kecenderungan, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau                                                                                      Tahun                     Tahun                                 kepada operator-operator telekomunikasi, yang seluruhnya terpusat di Jakarta. Unit
     dengan opini tanpa modifikasi dan mencantumkan: (i) paragraf “Hal Audit Utama” yang                             ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang                         Nama                                               Penyertaan     Tahun       Operasi        Secara Secara Tidak
                                                                                                                                                                                                                        No. Perusahaan          Kegiatan Usaha(1)       Domisili     Perseroan     Pendirian   Komersial      Langsung Langsung        pemasaran senantiasa berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan operator
     menjelaskan: (a) alasan revaluasi menara telekomunikasi merupakan hal yang KAP                                  material terhadap likuiditas Grup Tower Bersama.                                                                                                                                                                                  telekomunikasi besar serta pengetahuan Grup Tower Bersama terhadap rencana dan
     pertimbangkan sebagai hal paling signifikan dalam audit kami atas periode kini dan                              Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi                                              Perusahaan Anak                                                                                                                kebutuhan operator telekomunikasi untuk melakukan perluasan cakupan jaringan dan
     oleh karena itu merupakan hal audit utama, (b) prosedur audit yang telah KAP lakukan                                                                                                                               1. PT Telenet        KBLI No. 42206              Jakarta       2004          1999        1999          99,50%         -        peningkatan kapasitas di seluruh Indonesia. Tujuan dari unit pemasaran adalah untuk
     untuk merespons hal audit utama tersebut, dan (c) rujukan pada catatan atas laporan                             Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi terdiri dari kas yang diterima dari
                                                                                                                     pelanggan, pembayaran kas ke karyawan, pembayaran kas ke pemasok, dan arus kas                          Internusa       (Konstruksi Sentral         Selatan                                                                       mengidentifikasi peluang bisnis dari kemampuan build-to-suit dan portofolio menara, dan
     keuangan yang menjelaskan hal audit utama tersebut, serta (ii) paragraf “Hal-Hal Lain”                                                                                                                                  (“TI”)          Telekomunikasi)                                                                                           IBS yang telah ada sehingga dapat meningkatkan jumlah sites build-to-suit dan kolokasi.
     yang menjelaskan: (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen atas Laporan                                 masuk dan keluar yang berasal dari penerimaan penghasilan bunga, pembayaran pajak
                                                                                                                     penghasilan, dan penerimaan dari pengembalian tagihan pajak penghasilan.                           2. PT United         KBLI No. 42206              Jakarta       2005          2004        2004          99,90%     0,10%        Dengan demikian, penyebaran geografis portofolio sites telekomunikasi Grup Tower Bersama
     Keuangan Konsolidasian Auditan, dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen                                                                                                                                  Towerindo       (Konstruksi Sentral         Selatan                                                         melalui TB    akan selalu mengikuti kebutuhan operator telekomunikasi di Indonesia.
     atas Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan sehubungan dengan penerbitan kembali                                Pada tahun 2024, arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi Grup Tower Bersama
                                                                                                                     mengalami peningkatan sebesar 17,1% menjadi Rp5.129,5 miliar dari sebelumnya Rp4.381,6                  (“UT”)          Telekomunikasi)                                                                                           Persaingan Usaha
     Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan; dan
                                                                                                                     miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari pelanggan                3. PT Batavia        KBLI No. 42206              Jakarta       2005          2005        2006             -        89,90%      Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa persaingan pada industri penyewaan menara
(ii) Laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember                                                                                                                                              Towerindo       (Konstruksi Sentral         Selatan                                                          melalui UT
     2023 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah diaudit oleh KAP                          sebesar 14,5% menjadi Rp7.294,4 miliar dari sebelumnya Rp6.371,1 miliar pada tahun                                                                                                                                                telekomunikasi di Indonesia terutama bergantung pada lokasi menara dan hubungan dengan
                                                                                                                     2023. Kenaikan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan pembayaran kas ke pemasok                   (“BT”)          Telekomunikasi)                                                                             dan 10,10%    operator telekomunikasi, serta kualitas dan ketinggian menara. Disamping itu, persaingan
     Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan standar audit yang ditetapkan                                                                                                                                                                                                                                                    melalui TB
     oleh IAPI, sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No. 00515/2.1068/                             sebesar 47,0% menjadi Rp1.005,2 miliar dari sebelumnya Rp684,0 miliar pada tahun 2023.                                                                                                                                            usaha juga dipengaruhi oleh jumlah portofolio sites, harga, manajemen operasional dan jasa
     AU.1/06/0117-2/1/VI/2025 tanggal 13 Juni 2025 yang ditandatangani oleh E. Wisnu Susilo                          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi                                           4.   PT Tower        KBLI No. 42206                Jakarta       2006         2006       2006          99,99%      0,01%       layanan tambahan yang dapat ditawarkan kepada penyewa.
     Broto, S.E., Ak., M.Ak., CPA, CA (Registrasi Akuntan Publik No. 0117) dengan opini tanpa                        Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi terutama terdiri dari penambahan               Bersama         (Konstruksi Sentral          Selatan                                                        melalui TO    Grup Tower Bersama utamanya bersaing dengan PT Sarana Menara Nusantara Tbk
     modifikasian.                                                                                                   aset tetap termasuk akuisisi sites telekomunikasi, penambahan properti investasi,                       (“TB”)          Telekomunikasi), KBLI                                                                                     (“Protelindo”) dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (“Mitratel”), suatu perusahaan
                                                                                                                     penambahan aset hak guna dan penambahan aset keuangan.                                                                  No. 61100 (Aktivitas                                                                                      penyewaan menara telekomunikasi yang memiliki skala yang sebanding, dan beberapa
Pembahasan ini dapat mengandung pernyataan yang menggambarkan keadaan di masa                                                                                                                                                                Telekomunikasi Dengan
mendatang (forward looking statement) dan merefleksikan pandangan Perseroan saat ini                                 Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp2.525,4 miliar                                                                                                                                          perusahaan penyewaan menara telekomunikasi yang lebih kecil. Berdasarkan data yang
                                                                                                                                                                                                                                             Kabel), KBLI No. 68111                                                                                    diperoleh dari situs web Protelindo dan Mitratel, Protelindo mengoperasikan sekitar 35.400
berkenaan dengan peristiwa dan kinerja keuangan di masa mendatang yang hasil aktualnya                               dan Rp2.745,7 miliar masing-masing pada tahun 2024 dan 2023, yang terutama terdiri dari                                 (Real Estate Yang Dimiliki
dapat berbeda secara material sebagai akibat dari faktor-faktor yang telah diuraikan pada                            penambahan aset tetap, penambahan aset hak guna, pembelian saham, dan pembelian                                                                                                                                                   sites dengan jumlah penyewaan sebanyak 58.035 dan Mitratel mengoperasikan 39.404 sites
                                                                                                                                                                                                                                             Sendiri Atau Disewa),                                                                                     dengan jumlah penyewaan sebanyak 59.868 per 31 Desember 2024. Persaingan tersebut
Prospektus mengenai Faktor Risko.                                                                                    aset keuangan.                                                                                                          KBLI No. 61921 (Internet
Sebagai akibat dari pembulatan, penyajian jumlah beberapa informasi keuangan berikut ini                                                                                                                                                                                                                                                               khususnya dalam hal menjalin hubungan jangka panjang dengan operator telekomunikasi
                                                                                                                     Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan                                                                Service Provider)                                                                                         terbesar di Indonesia, rekam jejak layanan dan kepuasan penyewa terhadap Grup Tower
dapat sedikit berbeda dengan penjumlahan yang dilakukan secara aritmatik.                                            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan terutama terdiri dari arus kas            5. PT Towerindo KBLI No. 42206                     Jakarta       2011         2009       2009           0,02%     99,98%       Bersama. Dengan lokasi sites Grup Tower Bersama yang berada di wilayah padat penduduk
Faktor yang Memengaruhi Kondisi Keuangan dan Hasil Operasional Perseroan                                             dari penerimaan dari utang bank dan penerbitan utang obligasi, dan kas yang dibayarkan                   Konvergensi (Konstruksi Sentral             Selatan                                                        melalui TB    di mana operator telekomunikasi memperoleh lalu lintas komunikasi pelanggan yang tinggi,
Kondisi keuangan dan hasil operasional Grup Tower Bersama telah dan akan terus                                       untuk utang bank dan utang obligasi, dan pembayaran bunga dan biaya utang bank dan                       (“TK”)         Telekomunikasi)                                                                                           Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa sebagian besar dari pelanggan Grup Tower
dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, termasuk berikut ini: (i) kualitas kredit dari                             utang obligasi.                                                                                    6. PT Prima          KBLI No. 42206                Jakarta       2009         2003       2003           0,01%     99,99%       Bersama akan memperpanjang perjanjian sewanya pada akhir masa perjanjian untuk
pelanggan Perseroan; (ii) perubahan dalam jumlah penyewaan dan rasio kolokasi; (iii) beban                           Pada tahun 2024, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan mengalami                           Media Selaras (Konstruksi Sentral           Selatan                                                        melalui TB    mengurangi gangguan pada cakupan layanan di wilayah tersebut, menghindari potensi
bunga; (iv) belanja modal; (v) perpajakan; (vi) regulasi Pemerintah; dan (vii) perubahan                             peningkatan sebesar 7,5% menjadi Rp1.929,1 miliar dari sebelumnya Rp1.794,1 miliar pada                  (“PMS”)        Telekomunikasi)                                                                                           kehilangan pendapatan dan juga mencegah timbulnya biaya-biaya terkait proses relokasi
keadaan ekonomi Indonesia dan teknologi baru.                                                                        tahun 2023, terutama digunakan untuk pembayaran utang bank dan utang obligasi sebesar              7. PT Mitrayasa KBLI No. 42206                     Jakarta       2011         2004       2004             -        70,00%      peralatan antena.
Hasil Kegiatan Operasional                                                                                           Rp24.392,0 miliar dan pembayaran bunga dan biaya utang bank dan utang obligasi sebesar                   Sarana         (Konstruksi Sentral          Selatan                                                         melalui TB
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tahun                                          Rp2.048,0 miliar. Pembayaran tersebut terutama diperoleh dari penerimaan dari utang bank                 Informasi      Telekomunikasi)                                                                             dan 30,00%                                      PERPAJAKAN
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023                                                                          sebesar Rp21.690,7 miliar dan penerbitan utang obligasi sebesar Rp4.700,0 miliar.                        (“Mitrayasa”)                                                                                              melalui SKP
Pendapatan. Pendapatan naik sebesar 3,4% menjadi Rp6.867,4 miliar pada tahun 2024 dari                               Belanja Modal                                                                                      8. PT Metric         KBLI No. 64200 (Aktivitas     Jakarta       2010         2010       2010          98,74%      1,26%        CALON PEMBELI OBLIGASI DAN/ATAU SUKUK IJARAH DALAM PENAWARAN
sebelumnya Rp6.640,6 miliar pada tahun 2023, sejalan dengan peningkatan penyewaan                                    Secara historis Perseroan membiayai belanja modal melalui kombinasi antara arus kas                      Solusi         Perusahaan Holding)          Selatan                                                         melalui TB    UMUM OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI
organik. Jumlah sites telekomunikasi Grup Tower Bersama meningkat menjadi 23.892 per                                 operasi dan pinjaman jangka panjang dan jangka pendek. Belanja modal Perseroan meliputi                  Integrasi                                                                                                                 DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN
31 Desember 2024 dari 22.475 per 31 Desember 2023, dan jumlah penyewaan meningkat                                    antara lain penambahan aset tetap, terutama menara telekomunikasi, aset hak guna, properti               (“MSI”)                                                                                                                   YANG TIMBUL DARI PENERIMAAN BUNGA OBLIGASI/CICILAN IMBALAN IJARAH,
menjadi 42.722 per 31 Desember 2024 dari 41.227 per 31 Desember 2023. Rasio kolokasi                                 investasi, dan pembelian saham. Perseroan mencatatkan biaya belanja modal ini dalam                9. PT Solu           KBLI No. 42206                Jakarta       2010         1999       1999             -       99,71%        PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN ATAU PENGALIHAN DENGAN
Grup Tower Bersama turun dari 1,84x per 31 Desember 2023 menjadi 1,79x per tanggal                                   posisi keuangan Perseroan pada saat diselesaikannya pembangunan. Belanja modal Grup                      Sindo Kreasi (Konstruksi Sentral             selatan                                                       melalui MSI    CARA LAIN ATAS OBLIGASI DAN/ATAU SUKUK IJARAH YANG DIBELI MELALUI
31 Desember 2024.                                                                                                    Tower Bersama pada tahun 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp2.535,2 miliar dan                        Pratama        Telekomunikasi)                                                                                            PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH INI.
Beban pokok pendapatan. Beban pokok pendapatan naik sebesar 2,0% menjadi Rp1.941,2                                   Rp2.740,2 miliar.                                                                                        (“SKP”)
miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp1.902,4 miliar pada tahun 2023, terutama
disebabkan oleh kenaikan penyusutan aset hak-guna dan penyusutan serat optik.
                                                                                                                     Penjelasan lebih lengkap mengenai analisis dan pembahasan manajemen dapat dilihat
                                                                                                                     dalam Prospektus.
                                                                                                                                                                                                                        10. PT Tower One KBLI No. 64200 (Aktivitas         Jakarta       2007         2006       2006          99,90%         -                         PENJAMINAN EMISI OBLIGASI DAN
                                                                                                                                                                                                                              (“TO”)         Perusahaan Holding)          Selatan
     Penyusutan menara. Beban penyusutan menara naik sebesar 1,0% menjadi Rp804,8                                                                                                                                       11. PT Bali          KBLI No. 42206                Jakarta       2008         2003       2003           0,01%     99,99%                                SUKUK IJARAH
     miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp796,5 miliar pada tahun 2023, terutama                                                                   FAKTOR RISIKO                                                          Telekom        (Konstruksi Sentral          Selatan                                                        melalui TO    Metode Penentuan Jumlah Pokok Obligasi dan Sisa Imbalan Ijarah, serta Tingkat Sukuk
     disebabkan oleh kenaikan jumlah sites menara telekomunikasi dan penyewaan.                                      Berikut adalah risiko material yang disusun berdasarkan bobot risiko dan dimulai dari risiko             (“Balikom”)    Telekomunikasi)                                                                                           bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah
     Penyusutan aset hak-guna. Beban penyusutan aset hak-guna naik sebesar 3,5% menjadi                              utama yang dihadapi Grup Tower Bersama dalam menjalankan kegiatan usahanya yang                    12. PT Triaka        KBLI No. 42206                Jakarta       2009         2009       2009          90,00%     10,00%
     Rp465,8 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp449,9 miliar pada tahun 2023,                                                                                                                                                                                                                                                                    Jumlah Pokok Obligasi dan Sisa Imbalan Ijarah ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan
                                                                                                                     dapat memengaruhi kinerja maupun harga Obligasi dan Sukuk Ijarah baik secara langsung                    Bersama        (Konstruksi Sentral          Selatan                                                        melalui TB    dan negosiasi antara Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah,
     terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah sites menara telekomunikasi.                                        maupun tidak langsung:                                                                                   (“Triaka”)     Telekomunikasi)                                                                                           dengan mempertimbangkan beberapa faktor dan parameter, yaitu hasil Penawaran Awal
     Perbaikan dan pemeliharaan. Beban perbaikan dan pemeliharaan naik sebesar 0,03%                                 A. Risiko utama yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kelangsungan usaha                     13. PT Solusi        KBLI No. 42206                Jakarta       2011         2011       2012          70,03%     29,97%       (bookbuilding), kondisi pasar untuk obligasi dan sukuk, benchmark terhadap obligasi
     menjadi Rp301,4 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp301,3 miliar pada tahun 2023.                             Perseroan                                                                                             Menara         (Konstruksi Sentral          Selatan                                                        melalui SKP   Pemerintah (sesuai jatuh tempo masing-masing seri Obligasi dan Sukuk Ijarah), dan risk
     Penyusutan serat optik. Beban penyusutan serat optik naik sebesar 11,3% menjadi                                    • Perseroan sebagai perusahaan holding bergantung pada pembayaran dari                                Indonesia      Telekomunikasi)                                                                                           premium (sesuai dengan peringkat Obligasi dan Sukuk Ijarah).
     Rp135,8 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp122,0 miliar pada tahun 2023, sejalan                                 Perusahaan Anak.                                                                                  (“SMI”)
     dengan meningkatnya pemasangan kabel serat optik.                                                               B. Risiko usaha yang bersifat material baik secara langsung maupun tidak langsung                  14. TBG Global       Perusahaan investasi        Singapura       2013         2013       2013          100,00%        -                      LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG
     Keamanan. Beban keamanan turun sebesar 1,5% menjadi Rp54,1 miliar pada tahun                                       yang dapat memengaruhi hasil usaha dan kondisi keuangan Grup Tower Bersama                            Pte. Ltd.
     2024 dari sebelumnya Rp55,0 miliar pada tahun 2023.                                                                                                                                                                      (“TBGG”)                                                                                                                 Lembaga dan Profesi Penunjang yang berpartisipasi dalam rangka Penawaran Umum
                                                                                                                        • Pendapatan Grup Tower Bersama bergantung pada pendapatan sewa jangka panjang                                                                                                                                                 Obligasi dan Sukuk Ijarah ini adalah sebagai berikut:
     Amortisasi perizinan. Amortisasi perizinan turun sebesar 23,0% menjadi Rp50,7 miliar                                   dari pelanggan.                                                                             15. PT Menara        KBLI No. 42206                Jakarta       2013         2013       belum         99,99%     0,01%
     pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp65,8 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan                                 • Sejumlah besar pendapatan Grup Tower Bersama berasal hanya dari beberapa                            Bersama        (Konstruksi Sentral          Selatan                              beroperasi                melalui TB    Konsultan Hukum         : Indrawan Darsyah Santoso
     oleh efisiensi biaya perizinan selama tahun 2024.                                                                      operator telekomunikasi.                                                                          Terpadu        Telekomunikasi)                                                                                           Akuntan Publik          : Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota Ernst & Young
     Asuransi. Beban asuransi naik sebesar 5,3% menjadi Rp39,2 miliar pada tahun 2024                                   • Penggabungan usaha atau konsolidasi dapat terjadi di antara para pelanggan Grup                     (“MBT”)                                                                                                                                              Global Limited)
     dari sebelumnya Rp37,3 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh peningkatan                                    Tower Bersama.                                                                              16. PT Jaringan KBLI No. 42206                     Jakarta       2016         2015       2016           0,08%     83,36%       Notaris                 : Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
     jumlah penyewaan yang harus diasuransikan oleh Grup Tower Bersama.                                                 • Persaingan dalam industri penyewaan menara telekomunikasi dapat menyebabkan                         Pintar         (Konstruksi Sentral            Pusat                                                        melalui TB
                                                                                                                                                                                                                              Indonesia      Telekomunikasi)                                                                                           Wali Amanat             : PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
     Listrik. Beban listrik turun sebesar 6,1% menjadi Rp28,6 miliar pada tahun 2024 dari                                   tekanan pada penentuan harga sewa.
                                                                                                                        • Grup Tower Bersama mungkin tidak berhasil menjalankan strategi pertumbuhan.                         (“JPI”)                                                                                                                  Pemeringkat Efek        : PT Fitch Ratings Indonesia
     sebelumnya Rp30,4 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh menurunnya
     pemaikaian listrik yang menjadi beban Grup Tower Bersama.                                                          • Grup Tower Bersama memiliki utang dalam jumlah besar.                                         17. PT Gihon         KBLI No. 42206                Jakarta       2018         2001       2001          50,43%         -        Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Obligasi
                                                                                                                        • Grup Tower Bersama mungkin mencatatkan tambahan utang.                                              Telekomunikasi (Konstruksi Sentral            Barat                                                                      dan Sukuk Ijarah ini menyatakan tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Perseroan
     Penyusutan menara bergerak. Beban penyusutan menara bergerak turun sebesar 4,3%                                                                                                                                                                                                                                                                   sebagaimana didefinisikan dalam UUP2SK.
     menjadi Rp12,9 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp13,5 miliar pada tahun 2023.                               • Beban keuangan yang tinggi dapat menekan marjin Grup Tower Bersama.                                 Indonesia Tbk Telekomunikasi)
                                                                                                                        • Kenaikan beban operasi dapat mengurangi marjin operasi.                                             (“GHON”)
     Lainnya. Beban lainnya naik sebesar 56,3% menjadi Rp47,9 miliar pada tahun 2024 dari
                                                                                                                        • Menara yang dioperasikan Grup Tower Bersama di beberapa lokasi tidak memiliki                 18. PT Visi          KBLI No. 64200 (Aktivitas     Jakarta       2018         1995       1995          51,09%         -                PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN
     sebelumnya Rp30,7 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh kenaikan biaya
     perangkat FTTH, biaya perjalanan dinas untuk mengunjungi sites, kenaikan biaya pajak                                   izin.
                                                                                                                        • Grup Tower Bersama mungkin mendapat penentangan dari masyarakat setempat
                                                                                                                                                                                                                              Telekomunikasi Perusahaan Holding)
                                                                                                                                                                                                                              Infrastruktur
                                                                                                                                                                                                                                                                          Selatan                                                                          FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI DAN
     bumi dan bangunan atas sites menara telekomunikasi, serta iuran dan donasi.
                                                                                                                            di beberapa lokasi menara.                                                                        Tbk (“GOLD”)                                                                                                                               SUKUK IJARAH
Laba bruto. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba bruto Grup Tower                                • Grup Tower Bersama mungkin tidak mampu memperpanjang atau memperbaharui
Bersama naik sebesar 4,0% menjadi Rp4.926,2 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya                                                                                                                                      19. PT Permata KBLI No. 42206                      Jakarta       2018         2013       2013             -        99,99%      Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi/Formulir Pemasanan Pembelian
                                                                                                                            sewa lahan, atau melindungi hak-hak Grup Tower Bersama atas tanah di tempat                       Karya Perdana (Konstruksi Sentral           Selatan                                                          melalui
Rp4.738,2 miliar pada tahun 2023.                                                                                           berdirinya menara telekomunikasi.                                                                                                                                                                                          Sukuk Ijarah dapat diperoleh selama Masa Penawaran Umum yaitu pada tanggal 1 Juli
                                                                                                                                                                                                                              (“PKP”)        Telekomunikasi), KBLI                                                                          GOLD
Beban usaha. Beban usaha naik sebesar 20,5% menjadi Rp607,4 miliar pada tahun 2024                                      • Revaluasi atas aset tetap menara telekomunikasi Grup Tower Bersama dapat berubah-                                  No. 61100 (Aktivitas                                                                                      2025 sampai dengan 3 Juli 2025, pada kantor dan/atau dengan cara mengirimkan e-mail
dari sebelumnya Rp504,2 miliar pada tahun 2023, terutama dikarenakan oleh kenaikan                                          ubah.                                                                                                            Telekomunikasi dengan                                                                                     kepada Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah dan Penjamin Emisi Obligasi
beban gaji dan tunjangan, penyusutan dan beban manfaat karyawan. Beban gaji dan                                         • Teknologi baru dapat menyebabkan para calon pelanggan menjadi kurang tertarik                                      Kabel)                                                                                                    dan Sukuk Ijarah:
tunjangan naik sebesar 12,1% menjadi Rp351,9 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya                                         untuk menyewa tower space dari Grup Tower Bersama.                                                                                                                                                                                       PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH
Rp314,0 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh kenaikan gaji pokok tahunan                                                                                                                                    20. PT Unicom        KBLI No. 61100 (Aktivitas     Jakarta       2022         2020       2021             -       80,00%
                                                                                                                        • Grup Tower Bersama mungkin tidak dapat mendeteksi dan mencegah tindakan                             Muda Utama Telekomunikasi dengan              Barat                                                        melalui UT
dan tunjangan. Beban penyusutan meningkat sebesar 76,4% menjadi Rp68,9 miliar pada                                          penyuapan atau penyalahgunaan lain yang dilakukan oleh karyawan Grup Tower                                                                                                                                                         PT Indo Premier Sekuritas               PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
tahun 2024 dari sebelumnya Rp39,0 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh                                                                                                                                            (“Unicom”)     Kabel)                                                                                                           Pacific Century Place, lantai 16          Gedung Artha Graha, lantai 18 & 19
                                                                                                                            Bersama, perwakilan, agen, pelanggan atau pihak ketiga lainnya.
peningkatan pembangunan menara telekomunikasi dan serat optik. Beban manfaat karyawan                                   • Grup Tower Bersama dapat memiliki tanggung jawab hukum dalam undang-undang                    21. PT Global        KBLI No. 61100 (Aktivitas Tangerang         2023         2018       2021             -        80,00%                        SCBD Lot 10                       Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 -53
naik sebesar 151,0% menjadi Rp25,4 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp10,1                                            lingkungan hidup.                                                                                 Patra          Telekomunikasi dengan        Selatan                                                          melalui            Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53                         Jakarta 12190
miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh penambahan manfaat yang diterima                                                                                                                                             Sinertama      Kabel)                                                                                        GHON                         Jakarta 12190                          Telp: (62 21) 2924 9088
                                                                                                                        • Menara-menara Grup Tower Bersama dapat terkena dampak bencana alam dan                              (“GPS”)
oleh karyawan di masa depan.                                                                                                kerusakan yang tidak terduga.                                                                                                                                                                                                         Telp: (62 21) 5088 7168                      Faks: (62 21) 2924 9168
Laba usaha. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba usaha Grup Tower                                • Keberhasilan Grup Tower Bersama bergantung pada kemampuan dalam menarik dan                   Perusahaan Asosiasi                                                                                                                       Faks: (62 21) 5088 7167                    E-mail : FIT@trimegah.com
Bersama naik sebesar 2,0% menjadi Rp4.318,8 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya                                          mempertahankan para personil penting.                                                       1. PT Telinco        KBLI No. 42206              Kabupaten       2024         2023       2024             -       46,67%              E-mail : fixed.income@ipc.co.id                    www.trimegah.com
Rp4.234,1 miliar pada tahun 2023.                                                                                       • Persepsi mengenai risiko-risiko kesehatan yang ditimbulkan dari emisi radio dapat                   Networks       (Konstruksi Sentral         Tangerang                                                       melalui MSI               www.indopremier.com
Pendapatan lain. Pendapatan lain naik sebesar 1.588,4% menjadi Rp38,0 miliar pada tahun                                     terus meningkat.                                                                                  Indonesia      Telekomunikasi),
2024 dari sebelumnya Rp2,2 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh pemulihan                                                                                                                                         (“Telinco”)    KBLI No. 42101                                                                                                      PT CIMB Niaga Sekuritas            PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
                                                                                                                     C. Risiko umum                                                                                                                                                                                                                            Graha CIMB Niaga, lantai 25         DBS Bank Tower, Ciputra World 1, lantai 32
atas pengakuan berdasarkan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya pada akhir                                                                                                                                                         (Konstruksi Bangunan
                                                                                                                        • Perubahan ekonomi domestik, regional, dan global yang material.                                                    Sipil Jalan)                                                                                                        Jl. Jend. Sudirman Kav. 58              Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5
periode pelaporan.
                                                                                                                        • Depresiasi atau volatilitas nilai Rupiah.                                                                                                                                                                                                      Jakarta 12190                           Jakarta 12940
Beban lain. Beban lain naik sebesar 265,5% menjadi Rp222,2 miliar pada tahun 2024 dari                                  • Dari waktu ke waktu, Grup Tower Bersama mungkin terlibat dalam perselisihan hukum             2. PT Ciptajaya KBLI No. 33119 (Reparasi Kabupaten               2024         2006       2006             -       40,00%
sebelumnya Rp60,8 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh penurunan nilai wajar                                                                                                                                      Sejahtera      Produk Logam Pabrikasi Tangerang                                                            melalui MSI               Telp : (62 21) 5084 7847                Telp: (62 21) 3003 4945
                                                                                                                            dan litigasi lainnya sehubungan dengan kegiatan usahanya.                                                                                                                                                                                       Faks : -                      Faks: (62 21) 3003 4944
menara telekomunikasi, penurunan nilai persediaan, beban pajak penghasilan dari periode                                                                                                                                       Abadi (“CSA”) Lainnya), KBLI No. 63111
                                                                                                                        • Bisnis Grup Tower Bersama tunduk pada berbagai peraturan yang diterbitkan                                          (Aktivitas Pengolahan                                                                                      E-mail : jk.dcmproject@cimbniaga-ibk.co.id   E-mail : corporate.finance@dbs.com
sebelumnya, amortisasi aset tidak berwujud dan kerugian atas pembongkaran menara.                                           Pemerintah dan perubahan-perubahannya di masa mendatang.
Pendapatan keuangan. Pendapatan keuangan naik sebesar 52,8% menjadi Rp31,0 miliar                                                                                                                                                            Data), KBLI No. 46599                                                                                                                                         www.dbsvickers.com.id
                                                                                                                        • Grup Tower Bersama tunduk pada ketentuan negara lain atau peraturan internasional                                  (Perdagangan Besar
pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp20,3 miliar pada tahun 2023, terutama sebagai akibat                                      sehubungan dengan penerbitan surat utang berdenominasi Dolar Amerika Serikat.                                                                                                                                                     PT UOB Kay Hian Sekuritas                            PT BNI Sekuritas
saldo kas dan bank rata-rata yang lebih tinggi selama tahun 2024 dan penambahan piutang                                                                                                                                                      Mesin, Peralatan, dan
                                                                                                                     D. Risiko bagi investor                                                                                                 Perlengkapan Lainnya),                                                                                         UOB Plaza Thamrin Nine, lantai 36         Sudirman Plaza, Indofood Tower, lantai 16
asosiasi.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Jl M.H. Thamrin Kav. 8-10                   Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78
                                                                                                                        • Risiko tidak likuidnya Obligasi dan Sukuk Ijarah yang ditawarkan dalam Penawaran                                   KBLI No. 78300
Beban keuangan utang bank dan obligasi. Beban keuangan utang bank dan obligasi naik                                         Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah ini antara lain dikarenakan tujuan pembelian Obligasi                             (Penyediaan Sumber                                                                                                        Jakarta 10230                                  Jakarta 12910
sebesar 10,3% menjadi Rp1.871,2 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp1.696,3 miliar,                                    dan Sukuk Ijarah sebagai investasi jangka panjang.                                                               Daya Manusia dan                                                                                                    Telp : (62 21) 2993 3888                       Telp : (62 21) 2554 3946
sejalan dengan perolehan utang bank baru.                                                                               • Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan                                             Manajemen Fungsi                                                                                                     Faks : (62 21) 230 0238                                Faks : -
Beban keuangan lain. Beban keuangan lain naik sebesar 37,0% menjadi Rp177,1 miliar pada                                     pembayaran Bunga Obligasi/Cicilan Imbalan Ijarah dan pelunasan Pokok Obligasi/                                   Sumber Daya Manusia),                                                                                        E-mail : fixedincome@uobkayhian.com              E-mail : dcm@bnisekuritas.co.id
tahun 2024 dari sebelumnya Rp129,2 miliar pada tahun 2023, sejalan dengan perolehan                                         pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah pada waktu yang telah ditetapkan, atau                                    KBLI No.70209 (Aktivitas                                                                                              www.uobkayhian.co.id                          www.bnisekuritas.co.id
utang bank baru.                                                                                                            kegagalan Perseroan untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak                                  Konsultasi Manajemen
                                                                                                                                                                                                                                             Lainnya), KBLI No. 33111                                                                                           PT RHB Sekuritas Indonesia                   PT BCA Sekuritas
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan                               Obligasi dan Sukuk Ijarah sebagai akibat dari memburuknya kinerja dan perkembangan                                                                                                                                                 Revenue Tower, lantai 10 & 11       Menara BCA - Grand Indonesia, lantai 41
di atas, laba Grup Tower Bersama sebelum pajak final dan pajak penghasilan turun sebesar                                    usaha Grup Tower Bersama.                                                                                        (Reparasi Produk Logam
                                                                                                                                                                                                                                             Siap Pasang Untuk                                                                                                       District 8, SCBD Lot 13               Jl. M.H. Thamrin No. 1
10,7% menjadi Rp2.117,3 miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp2.370,2 miliar pada                                 Penjelasan lebih lengkap mengenai faktor risiko dapat dilihat pada Prospektus.
tahun 2023.                                                                                                                                                                                                                                  Bangunan, Tangki,                                                                                                  Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53                   Jakarta 10310
                                                                                                                      MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SEMUA RISIKO USAHA MATERIAL                                                       Tandon Air dan Generator                                                                                                     Jakarta 12910                   Telp : (62 21) 2358 7222
Beban pajak final. Beban pajak final naik sebesar 13,3% menjadi Rp640,7 miliar pada tahun                                                                                                                                                    Uap), KBLI No. 62024                                                                                                   Telp : (62 21) 5093 9868        Faks : (62 21) 2358 7250/7290/7300
2024 dari sebelumnya Rp565,7 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh kenaikan                                YANG DIHADAPI OLEH GRUP TOWER BERSAMA DALAM MELAKSANAKAN
                                                                                                                      KEGIATAN USAHA TELAH DIUNGKAPKAN DAN DISUSUN BERDASARKAN                                                               (Aktivitas Konsultasi dan                                                                                             Faks : (62 21) 5093 9859           E-mail : dcm@bcasekuritas.co.id
porsi pendapatan sewa menara dari kontrak penyewaan yang ditandatangani pada atau                                                                                                                                                            Perancangan Internet
setelah 2 Januari 2018, di mana tarif pajak penghasilan final sebesar 10% dari nilai bruto                            BERDASARKAN BOBOT DARI DAMPAK MASING-MASING RISIKO TERHADAP                                                                                                                                                                      E-mail : rhbosk.id.fixedincome@rhbgroup.com         www.bcasekuritas.co.id
                                                                                                                      KEGIATAN USAHA DAN KINERJA KEUANGAN GRUP TOWER BERSAMA DALAM                                                           of Things [IoT]), KBLI                                                                                                 www.rhbtradesmart.co.id
sewa dibebankan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2017 tentang Pajak                                                                                                                                                           No. 42101 (Konstruksi
Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan (“PP No. 34/2017”),                               PROSPEKTUS.                                                                                                                                                                                                                                        PENJAMIN EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH
                                                                                                                                                                                                                                             Bangunan Sipil Jalan),
yang mulai diterapkan pada bulan Januari 2018.                                                                                                                                                                                               KBLI No. 43212 (Instalasi                                                                                                            [Akan ditentukan kemudian]
Laba sebelum pajak penghasilan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba                                       KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL                                                                           Telekomunikasi), KBLI
Grup Tower Bersama sebelum pajak penghasilan turun sebesar 18,2% menjadi Rp1.476,6
miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp1.804,5 miliar pada tahun 2023.                                                             LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN                                                                              No. 43120 (Penyiapan
                                                                                                                                                                                                                                             Lahan), KBLI No. 43213                                                                                       SETIAP CALON INVESTOR DIHIMBAU UNTUK
Beban pajak penghasilan. Beban pajak penghasilan turun sebesar 70,7% menjadi Rp53,5
miliar pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp182,8 miliar pada tahun 2023.
                                                                                                                     Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan
                                                                                                                     keuangan dan hasil usaha Perseroan dan Perusahaan Anak yang terjadi setelah tanggal
                                                                                                                                                                                                                                             (Instalasi Elektronika),
                                                                                                                                                                                                                                             KBLI No. 42206                                                                                                MEMBACA KETERANGAN LEBIH LANJUT
     Pajak kini. Beban pajak kini turun sebesar 36,6% menjadi Rp63,4 miliar pada tahun
     2024 dari sebelumnya Rp100,0 miliar pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh
                                                                                                                     laporan Auditor Independen tertanggal 13 Juni 2025 atas laporan keuangan konsolidasian
                                                                                                                     Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, serta untuk tahun yang
                                                                                                                                                                                                                                             (Konstruksi Sentral
                                                                                                                                                                                                                                             Telekomunikasi)                                                                                              MENGENAI PENAWARAN UMUM INI MELALUI
     meningkatnya porsi pendapatan sewa menara yang dikenakan pajak penghasilan yang
     bersifat final sehubungan dengan penerapan PP No. 34/2017.
                                                                                                                     berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, sampai dengan Pernyataan Pendaftaran menjadi
                                                                                                                     Efektif, selain hal-hal sebagai berikut:
                                                                                                                                                                                                                        Catatan:
                                                                                                                                                                                                                        (1) kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan oleh masing-masing perusahaan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        INFORMASI YANG TERSAJI DALAM PROSPEKTUS

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.32 MB
Published20 Jun 2025
Pages1
Characters125,332
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 77 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Bank Mizuho Indonesia p.1
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.1 ×6
linked org XL Axiata Tbk p.1 ×3
linked person Hardi Wijaya Liong p.1 ×2
linked person Budianto Purwahjo p.1 ×2
linked person Herman Setya Budi p.1 ×2
linked person Helmy Yusman Santoso p.1 ×2
linked org PT Bank UOB Indonesia p.1
linked org Bank QNB Indonesia Tbk p.1 ×2
linked person Verena Lim p.1
linked person Ludovicus Sensi Wondabio p.1
linked person Heri Sunaryadi p.1
linked org Sarana Menara Nusantara Tbk p.1 ×2
linked org Dayamitra Telekomunikasi Tbk p.1 ×2
linked org PT BNI Sekuritas p.1
linked org BCA Sekuritas p.1
linked org Grand Indonesia p.1
possible org TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk. p.1 ×6
possible org Bank Mizuho p.1 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.1
possible org Indosat Tbk p.1 ×2
possible person Edwin Soeryadjaya p.1 ×2
possible org PT KEB Hana Bank Indonesia p.1
possible org PT Bali p.1
possible — DBS Vickers p.1
possible org DBS Bank p.1
possible person Prof. Dr. Satrio p.1
possible — UOB Kay Hian p.1
unresolved org Bank QNB p.1 ×3
unresolved org PT Banyan Mas p.1 ×2
unresolved person Himijati Tandika p.1
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.1
unresolved org PT Telekomunikasi Selular p.1
unresolved person Hestyani Hassan · Notaris p.1
unresolved person Aulia Taufani p.1
unresolved person Sutjipto p.1
unresolved org PT Datindo Entrycom p.1
unresolved org Bank Indonesia p.1
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.1 ×3
unresolved person Telekomunikasi Built-to-Suit · Komisaris p.1
unresolved person Dr. Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo p.1 ×2
unresolved org Young Global Limited p.1
unresolved person Benediktio Salim p.1
unresolved org PT Telenet p.1
unresolved org PT United p.1
unresolved org PT Batavia p.1
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.1
unresolved person Broto p.1
unresolved person CPA p.1
unresolved org PT Towerindo KBLI p.1
unresolved org PT Prima p.1
unresolved org PT Mitrayasa KBLI p.1
unresolved org PT Metric p.1
unresolved org PT Solu p.1
unresolved org PT Tower One KBLI p.1
unresolved — Telekom p.1
unresolved org PT Triaka p.1
unresolved org Pte. Ltd. p.1
unresolved org PT Jaringan KBLI p.1
unresolved org PT Fitch Ratings Indonesia p.1
unresolved org PT Gihon p.1
unresolved org Indonesia Tbk p.1
unresolved org PT Permata KBLI p.1
unresolved org PT Unicom p.1
unresolved org PT Indo Premier Sekuritas p.1
unresolved org PT Telinco p.1
unresolved org PT CIMB Niaga Sekuritas p.1
unresolved org PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia C. Risiko p.1
unresolved org PT Ciptajaya KBLI p.1
unresolved org PT UOB Kay Hian Sekuritas p.1
unresolved person H. Thamrin p.1 ×2
unresolved org PT RHB Sekuritas Indonesia p.1
unresolved org PT BCA Sekuritas Laba p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result