Skip to content
Back to announcement

20250619_DGWG_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31896919_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review DGWG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 130

Page 1
                                                       Graha STH
                                                       Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
                                                       Tel        : 021 – 563 7373 (Hunting)
                                                       Fax        : 021 – 563 6404
                                                       Email      : sth@kjppsth.com
                                                       Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
                                                       Bidang Jasa       : Penilaian Properti & Bisnis
                                                       Wilayah Kerja     : Indonesia




           PENILAIAN STUDI KELAYAKAN
                      ATAS RENCANA
      PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA
             PT DELTA GIRI WACANA Tbk.
                 PER 31 DESEMBER 2024




Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 2
                                                                                   Graha STH
                                                                                   Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
                                                                                   Tel        : 021 – 563 7373 (Hunting)
                                                                                   Fax        : 021 – 563 6404
                                                                                   Email      : sth@kjppsth.com
                                                                                   Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
                                                                                   Bidang Jasa       : Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                   Wilayah Kerja     : Indonesia
Jakarta, 19 Juni 2025

Kepada Yth.
Direksi
PT Delta Giri Wacana Tbk.
Jl. Agung Karya VI No. 7
Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
Jakarta Utara 14340
Dengan hormat,
Ref : File No. 00036/2.0007-00/BS/01/0358/1/VI/2025
      Studi Kelayakan Atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama


Menindaklanjuti Surat Perjanjian Kerja No. STH-082/PR.015/LS/IV/2025, kami
sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai
Publik No. 2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No. B-1.13.00358 yang dikeluarkan
oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-45/PJ-1/PM.021/2024 yang dikeluarkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan ("OJK"), telah melakukan revisi terhadap Laporan Studi
Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Utama PT Delta Giri Wacana
Tbk. berupa aktivitas produksi pestisida berbahan aktif Methomyl dengan KBLI 20211
yaitu produksi industri bahan baku pemberantas hama dengan File No. 00028/2.0007-
00/BS/01/0358/1/V/2025 dan File No. 00033/2.0007-00/BS/01/0358/1/VI/2025 yang
kami lakukan per tanggal 31 Desember 2024, sehubungan dengan adanya tambahan
informasi atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Utama PT Delta Giri Wacana
Tbk.

PEMBERI TUGAS

Pelaksanaan Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Utama ini
sebagai realisasi dari penugasan untuk melakukan Studi Kelayakan dari PT Delta Giri
Wacana Tbk. sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja No. STH-082/PR.015/LS/IV/2025
tanggal 9 April 2025.

Adapun identitas lengkap dari pemberi tugas, yaitu Perseroan adalah sebagai berikut:

  Pemberi tugas     : PT Delta Giri Wacana Tbk
  Alamat            : Jl. Agung Karya VI No. 7
                      Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
                      Jakarta Utara 14340
  Telpon / Fax      : 021 – 29614962
  e-mail            : listiany.ruslim@dgw.co.id
  Web               : https://www.dgw.co.id/
  Bidang usaha      : Perdagangan pestisida
Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini kami mengenai Studi Kelayakan Atas
Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
                                                                                                                    1

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 3
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



DEFINISI DAN SINGKATAN

Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan berarti laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dan
ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.

Perseroan berarti PT Delta Giri Wacana Tbk.

POJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

POJK 35 dan SEOJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020, ditetapkan
tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, diterapkan tanggal
09 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal.

DGW berarti PT Dharma Guna Wibawa.

Tanggal Penilaian berarti tanggal 31 Desember 2024.

FIRR berarti Financial Internal Rate of Return

NPV berarti Nilai Kini Bersih (“Net Present Value”)


LATAR BELAKANG

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan
adalah berusaha dalam bidang usaha:

1. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
2. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
3. Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia
4. Pergudangan dan Penyimpanan; dan
5. Aktivitas Perusahaan Holding

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
   Kelompok ini mencakup usaha pembuatan bahan baku untuk pestisida, seperti
   buthyl phenyl methyl carbamat (BPMC), methyl isopropyl carbamat (MIPC),
   diazinon, carbofuran, glyphosate, monocrotophos, arsentrioxyde dan copper
   sulphate, dengan kode KBLI 20211;


                                                                                         2

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 4
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


b. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);

   Kelompok ini mencakup usaha pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas
   hama (pestisida) dalam bentuk siap dipakai seperti insektisida, fungisida,
   rodentisida, herbisida, nematisida, molusida dan akarisida. Termasuk juga
   pembuataan disinfektan untuk pertanian dan kegunaan lainnya, dengan kode KBLI
   20212;

c. Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia;

   Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar pupuk dan produk agrokimia
   atau kimia pertanian, dengan kode KBLI 46652;

d. Pergudangan dan Penyimpanan;

   Kelompok ini mencakup usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan barang
   sementara sebelum barang tersebut di kirim ke tujuan akhir, dengan tujuan
   komersil, dengan kode KBLI 52101.

e. Aktivitas Perusahaan Holding

   Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies),
   yaitu perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok entitas anak dan kegiatan
   utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut. "Holding Companies" tidak
   terlibat dalam kegiatan usaha entitas anaknya. Kegiatannya mencakup jasa yang
   diberikan penasihat (counsellors) dan perunding (negotiators) dalam merancang
   merger dan akuisisi perusahaan, dengan kode KBLI 64200.

Berkaitan dengan kegiatan usaha yang berhubungan dengan pemberantas hama,
saat ini kegiatan usaha yang sudah aktif dijalankan oleh Perseroan adalah kegiatan
usaha pengolahan atau formulasi bahan aktif menjadi pemberantas hama dengan
kode KBLI 20212. Untuk menjalankan kegiatan usaha ini, Perseroan mengimpor
sebagian besar bahan bakunya dari Cina.

Namun pada tahun 2023, Kementerian Pertanian Republik Rakyat Cina melarang
aktivitas produksi methomyl yang merupakan bahan baku yang dibutuhkan oleh
Perseroan dalam kegiatan pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas hama.
Perseroan melihat bahwa hal tersebut merupakan peluang besar bagi Perseroan
untuk memproduksi sendiri bahan aktif tersebut, baik untuk bahan baku yang akan
mereka gunakan sendiri untuk diolah menjadi pestisida maupun untuk dijual baik
secara lokal maupun ekspor.

Oleh karena itu Perseroan bermaksud untuk membangun sendiri pabrik yang
diperuntukan untuk memproduksi bahan aktif berupa Methomyl yang selama ini belum
pernah mereka jalankan. Dan mengingat aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan
kegiatan usaha yang belum pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah
tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan, Rencana Transaksi ini merupakan
Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana dimaksud dalam POJK 17.



                                                                                         3

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 5
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN ATAS TRANSAKSI

Maksud dari studi kelayakan ini adalah untuk memberikan Gambaran yang obyektif
tentang tingkat kelayakan rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan ditinjau
dari aspek pasar, aspek hukum dan manajemen, aspek teknis, aspek pola bisnis dan
aspek keuangan.

Oleh karena aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan kegiatan usaha yang belum
pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah tercantum dalam Anggaran Dasar
Perseroan, Transaksi ini merupakan Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana
dimaksud dalam POJK 17, sehingga Perseroan wajib untuk memperoleh persetujuan
dari para pemegang saham dalam RUPS, mengumumkan keterbukaan informasi
terkait Transaksi kepada masyarakat pada waktu yang bersamaan dengan
pengumuman RUPS, menyediakan data terkait kepada pemegang saham, serta
menyampaikan bukti keterbukaan informasi beserta dokumen pendukungnya kepada
OJK. Jangka waktu antara tanggal penilaian dan tanggal pelaksanaan RUPS tidak
boleh melebihi 6 (enam) bulan.

Dengan demikian, studi kelayakan ini diperlukan dalam rangka pemenuhan POJK 17.


OBYEK STUDI KELAYAKAN

Perseroan berencana untuk melakukan penambahan usaha baru dengan
membangun pabrik karbamat di Cikande, Banten. Pabrik Karbamat Perseroan berada
di lokasi Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern Industri XV Blok BC, No
10, Kelurahan/Desa Babakan (d/h Nambo Udik), Kecamatan Bandung (d/h Cikande),
Kabupaten Serang, Provinsi Banten terletak diatas tanah seluas kurang lebih 45.612
M 2.


DATA DAN SUMBER INFORMASI

Untuk dapat memberikan pendapat atas studi kelayakan tersebut, sebagai penilai
independen, kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu dan
melaksanakan prosedur analisis atas data dan sumber informasi sebagai berikut:

▪   Draft Informasi Keterbukaan Kepada Pemegang Saham yang merupakan
    keterbukaan informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan;
•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
    Jumadi, Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April
    2025 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
    Jumadi, Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 29 Juli
    2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;




                                                                                           4

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 6
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
    Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal
    22 Januari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
    Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal
    28 November 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
    Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal
    10 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
▪   Proyeksi Keuangan Pabrik Cikande untuk periode 2025-2030 berikut asumsi
    dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan;
▪   Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (Management Representation Letter)
    berkaitan dengan penilaian kewajaran Transaksi;
•   Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
    Transaksi; dan
▪   Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
    tersebut yang kami anggap relevan.


ASUMSI ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Dalam menyusun Studi Kelayakan atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :
1. Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
   opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
   penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
   dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
   benar.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
   kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali
   terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
   perusahaan.
7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Studi
   Kelayakan.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Pemberi
   Tugas.



                                                                                           5

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 7
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen
Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Untuk studi kelayakan ini kami melakukan analisis berdasarkan laporan keuangan,
data dan informasi yang relevan, kami menganggap bahwa data yang disampaikan
Perseroan pada dasarnya adalah benar dan merefleksikan kegiatan usaha dan
kondisi keuangan yang sebenarnya dari Perseroan. Kami juga melakukan kunjungan
ke Lokasi pabrik guna mendukung proses penyusunan Studi Kelayakan ini.


KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)

Setelah tanggal penilaian, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2025, Perseroan
melakukan pencatatan perdana saham di Papan Utama Bursa Efek Indonesia dengan
harga penawaran sebesar Rp 230,00 per lembar dengan jumlah saham yang
dicatatkan sebanyak 5.882.353.000 lembar saham. Namun hal ini tidak
mempengaruhi laporan Studi Kelayakan.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam penyusunan laporan studi kelayakan atas Transaksi ini kami telah bertindak
dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.

Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis
studi kelayakan ini.


PEDOMAN PENILAIAN

Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan
SEOJK 17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
& SPI) Edisi VII – 2018.


TANGGAL PENILAIAN

Pemberian Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2024.




                                                                                         6

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 8
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Kami telah melakukan prosedur-prosedur penilaian sebagai berikut:
-   pengumpulan data-data Perseroan dan DGW antara lain anggaran dasar, akta-
    akta, izin-izin, susunan pemegang saham dan pengurus, laporan keuangan yang
    telah diaudit, dan proyeksi laporan keuangan;
-   wawancara dengan manajemen Perseroan yaitu dengan Bapak Danny Jo Putra,
    Bapak Yody Suganda, Ibu Cynthya Hendra, dan Ibu Nadya Juliesta.

Kami juga telah melakukan inspeksi ke Lokasi pabrik pada tanggal 2 Mei 2025.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR STUDI KELAYAKAN
Dalam melakukan evaluasi studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha ini, kami telah melakukan analisis berdasarkan Pendekatan dan Prosedur Studi
Kelayakan dengan ditinjau dari beberapa aspek, antara lain:
1. Aspek Pasar;
2. Aspek Hukum dan Manajemen;
3. Aspek Teknis;
4. Aspek Pola Bisnis; dan
5. Aspek Keuangan


METODE YANG DIGUNAKAN
Analisis untuk menentukan kelayakan dari studi kelayakan ini dilakukan dengan
menggunakan perhitungan atas nilai kini arus kas bersih (NPVCF), analisa break
even, dan analisa atas Internal Rate of Return (IRR).

                                     FIRR, NPV dan B/C Ratio

                                                Discount rate
                                                                            RESULT
                                                   (WACC)
                               FIRR (Project)                                15,14%
                             NPV           11,61%                        42.731.965.781
                                 B/C RATIO                                     1,12
                          PAYOUT TIME / POT (YEARS)                            9,2



KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang kami lakukan dalam pelaksanaan studi kelayakan terhadap
Aspek Pasar, Aspek Hukum dan Manajemen, Aspek Teknis, Aspek Pola Bisnis dan
Aspek Keuangan dari rencana transaksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha utama yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak untuk dilaksanakan.
                                                                                           7

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 9

          
Page 10
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                                      PERNYATAAN PENILAI


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menyatakan bahwa:

 1. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
     terhadap Penilaian yang dibuat, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan
     kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap Laporan Penilaian Bisnis
     yang dibuat.
 2. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 3. Penilai memiliki pemahaman atas objek penilaian yang dinilai.
 4. Kami bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis yang kami lakukan.
 5. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan Tanggal
     Penilaian (Cut Off Date).
 6. Kami telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
     Penilaian Bisnis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini, sebatas
     pengetahuan kami, adalah benar dan akurat.
 7. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan peraturan
     perundang-undangan yang berlaku.
 8. Kami telah menyajikan hasil Penilaian dalam penugasan penilaian profesional sebagai
     Kesimpulan Penilaian.
 9. Kami telah mengungkapkan lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis di dalam Laporan
     Penilaian Bisnis.
 10. Kesimpulan Penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
 11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis berasal dari berbagai sumber
     yang diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.
 12. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang dibuat
     yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
 13. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan penilaian yang dibuat, pencapaian hasil
     yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang
     berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
 14. Penilai Bisnis telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang
     ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
 15. Penilai Bisnis memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan Penilaian yang
     dibuat.
 16. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian Bisnis
     telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
     Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – SPI 2018 dan POJK 35.
 17. Penilai melakukan inspeksi fisik maupun rapat dan diskusi secara daring dengan
     manajemen sehubungan dengan objek penilaian yang dinilai.
 18. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan Penilaian, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
     dinyatakan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini.



                                                                                           9

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 11

          
Page 12
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                      ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS


Laporan Penilaian Bisnis ini bergantung kepada asumsi-asumsi dan kondisi pembatas
sebagai berikut :

1. Laporan Penilaian Bisnis yang dihasilkan oleh Penilai Bisnis bersifat non-
   disclaimer opinion.

2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
   proses penilaian.

3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Bisnis berasal dari sumber yang
   dapat dipercaya keakuratannya.

4. Penilai Bisnis menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
   dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).

5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
   proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.

6. Penilai Bisnis menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
   operasional perusahaan.

7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan
   Nilai.

8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
   pemberi tugas.




                                                                                         11

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 13
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                      EXECUTIVE SUMMARY

LATAR BELAKANG

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan
adalah berusaha dalam bidang usaha:

1. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
2. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
3. Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia;
4. Pergudangan dan Penyimpanan; dan
5. Aktivitas Perusahaan Holding.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
   Kelompok ini mencakup usaha pembuatan bahan baku untuk pestisida, seperti
   buthyl phenyl methyl carbamat (BPMC), methyl isopropyl carbamat (MIPC),
   diazinon, carbofuran, glyphosate, monocrotophos, arsentrioxyde dan copper
   sulphate, dengan kode KBLI 20211;

b. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
   Kelompok ini mencakup usaha pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas
   hama (pestisida) dalam bentuk siap dipakai seperti insektisida, fungisida,
   rodentisida, herbisida, nematisida, molusida dan akarisida. Termasuk juga
   pembuataan disinfektan untuk pertanian dan kegunaan lainnya, dengan kode KBLI
   20212;

c. Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia;
   Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar pupuk dan produk agrokimia
   atau kimia pertanian, dengan kode KBLI 46652;

d. Pergudangan dan Penyimpanan;
   Kelompok ini mencakup usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan barang
   sementara sebelum barang tersebut di kirim ke tujuan akhir, dengan tujuan
   komersil, dengan kode KBLI 52101.

e. Aktivitas Perusahaan Holding
   Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies),
   yaitu perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok entitas anak dan kegiatan
   utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut. "Holding Companies" tidak
   terlibat dalam kegiatan usaha entitas anaknya. Kegiatannya mencakup jasa yang
   diberikan penasihat (counsellors) dan perunding (negotiators) dalam merancang
   merger dan akuisisi perusahaan, dengan kode KBLI 64200.


                                                                                         12

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 14
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


Berkaitan dengan kegiatan usaha yang berhubungan dengan pemberantas hama,
saat ini kegiatan usaha yang sudah aktif dijalankan oleh Perseroan adalah kegiatan
usaha pengolahan atau formulasi bahan aktif menjadi pemberantas hama dengan
kode KBLI 20212. Untuk menjalankan kegiatan usaha ini, Perseroan mengimpor
sebagian besar bahan bakunya dari Cina.

Namun pada tahun 2023, Kementerian Pertanian Republik Rakyat Cina melarang
aktivitas produksi methomyl yang merupakan bahan baku yang dibutuhkan oleh
Perseroan dalam kegiatan pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas hama.
Perseroan melihat bahwa hal tersebut merupakan peluang besar bagi Perseroan
untuk memproduksi sendiri bahan aktif tersebut, baik untuk bahan baku yang akan
mereka gunakan sendiri untuk diolah menjadi pestisida maupun untuk dijual baik
secara lokal maupun ekspor.

Oleh karena itu Perseroan bermaksud untuk membangun sendiri pabrik yang
diperuntukan untuk memproduksi bahan aktif berupa Methomyl yang selama ini belum
pernah mereka jalankan. Dan mengingat aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan
kegiatan usaha yang belum pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah
tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan, Rencana Transaksi ini merupakan
Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana dimaksud dalam POJK 17.


MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN ATAS TRANSAKSI

Maksud dari studi kelayakan ini adalah untuk memberikan Gambaran yang obyektif
tentang tingkat kelayakan rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan ditinjau
dari aspek pasar, aspek hukum dan manajemen, aspek teknis, aspek pola bisnis dan
aspek keuangan.

Oleh karena aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan kegiatan usaha yang belum
pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah tercantum dalam Anggaran Dasar
Perseroan, Transaksi ini merupakan Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana
dimaksud dalam POJK 17, sehingga Perseroan wajib untuk memperoleh persetujuan
dari para pemegang saham dalam RUPS, mengumumkan keterbukaan informasi
terkait Transaksi kepada masyarakat pada waktu yang bersamaan dengan
pengumuman RUPS, menyediakan data terkait kepada pemegang saham, serta
menyampaikan bukti keterbukaan informasi beserta dokumen pendukungnya kepada
OJK. Jangka waktu antara tanggal penilaian dan tanggal pelaksanaan RUPS tidak
boleh melebihi 6 (enam) bulan.

Dengan demikian, studi kelayakan ini diperlukan dalam rangka pemenuhan POJK 17.


OBYEK STUDI KELAYAKAN

Perseroan berencana untuk melakukan penambahan usaha baru dengan
membangun pabrik karbamat di Cikande, Banten. Pabrik Karbamat Perseroan berada
di lokasi Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern Industri XV Blok BC,
No 10, Kelurahan/Desa Babakan (d/h Nambo Udik), Kecamatan Bandung (d/h
Cikande), Kabupaten Serang, Provinsi Banten terletak diatas tanah seluas kurang
lebih 45.612 M2.
                                                                             13

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 15
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


DATA DAN SUMBER INFORMASI

Untuk dapat memberikan pendapat atas studi kelayakan tersebut, sebagai penilai
independen, kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu dan
melaksanakan prosedur analisis atas data dan sumber informasi sebagai berikut:

•   Draft Informasi Keterbukaan Kepada Pemegang Saham yang merupakan
    keterbukaan informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan;

•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
    Jumadi, Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April
    2025 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
    Jumadi, Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 29 Juli
    2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
    Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 22
    Januari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
    Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 28
    November 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

•   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
    Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 10 Maret
    2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

•   Proyeksi Keuangan Pabrik Cikande untuk periode 2025-2030 berikut asumsi
    dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan;

•   Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (Management Representation Letter)
    berkaitan dengan penilaian kewajaran Transaksi;

•   Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
    Transaksi; dan

•   Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
    tersebut yang kami anggap relevan.




                                                                                           14

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 16
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


ASUMSI ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Dalam menyusun Studi Kelayakan atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :

1. Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
   opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
   penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
   dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
   benar.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
   dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali
   terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
   perusahaan.
7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Studi
   Kelayakan.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
   Pemberi Tugas.

Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen
Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Untuk studi kelayakan ini kami melakukan analisis berdasarkan laporan keuangan,
data dan informasi yang relevan, kami menganggap bahwa data yang disampaikan
Perseroan pada dasarnya adalah benar dan merefleksikan kegiatan usaha dan
kondisi keuangan yang sebenarnya dari Perseroan. Kami juga melakukan kunjungan
ke Lokasi pabrik guna mendukung proses penyusunan Studi Kelayakan ini.


KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)

Setelah tanggal penilaian, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2025, Perseroan
melakukan pencatatan perdana saham di Papan Utama Bursa Efek Indonesia dengan
harga penawaran sebesar Rp 230,00 per lembar dengan jumlah saham yang
dicatatkan sebanyak 5.882.353.000 lembar saham. Namun hal ini tidak
mempengaruhi laporan Studi Kelayakan
                                                                           15

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 17
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam penyusunan laporan studi kelayakan atas Transaksi ini kami telah bertindak
dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.

Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis
studi kelayakan ini.


PEDOMAN PENILAIAN

Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan
SEOJK 17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
& SPI) Edisi VII – 2018.


TANGGAL PENILAIAN

Pemberian Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2024.


HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI

Kami telah melakukan prosedur-prosedur penilaian sebagai berikut:

-   pengumpulan data-data Perseroan dan DGW antara lain anggaran dasar, akta-
    akta, izin-izin, susunan pemegang saham dan pengurus, laporan keuangan yang
    telah diaudit, dan proyeksi laporan keuangan;
-   wawancara dengan manajemen Perseroan.

Kami juga telah melakukan inspeksi ke Lokasi pabrik pada tanggal 2 Mei 2025.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR STUDI KELAYAKAN

Dalam melakukan evaluasi studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha ini, kami telah melakukan analisis berdasarkan Pendekatan dan Prosedur Studi
Kelayakan dengan ditinjau dari beberapa aspek, antara lain:

1. Aspek Pasar;
2. Aspek Hukum dan Manajemen;
3. Aspek Teknis;
4. Aspek Pola Bisnis; dan
5. Aspek Keuangan

                                                                                           16

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 18
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


METODE YANG DIGUNAKAN
Analisis untuk menentukan kelayakan dari studi kelayakan ini dilakukan dengan
menggunakan perhitungan atas nilai kini arus kas bersih (NPVCF), analisa break
even, dan analisa atas Internal Rate of Return (IRR).


KESIMPULAN
Analisis Aspek Hukum
Berdasarkan tujuan dan kegiatan usahanya penambahan lini bisnis yang akan
dijalankan oleh Perseroan bersama dengan entitas anaknya yaitu DGW ini sesuai
dengan maksud dan tujuan Perseroan maupun DGW karena berdasarkan anggaran
dasar Perseroan pasal 3 maksud dan tujuan Perseroan di di bidang Industri Bahan
Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif), Industri Pemberantas Hama (Formulasi),
Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia, Pergudangan dan Penyimpanan,
dan Aktivitas Perusahaan Holding. Sedangkan untuk DGW maksud dan tujuan
perusahaannya adalah bergerak di bidang Industri Pemberantas Hama (Formulasi),
Perdagangan Besar Mesin, Peralatan, dan Perlengkapan Pertanian, Perdagangan
Besar Pupuk, dan Produk Agrokimia.

Kesimpulan analisis aspek hukum

Dengan memperhatikan maksud dan tujuan serta perijinan yang dimiliki dan segera
diperoleh sebelum beroperasi, maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara
hukum layak untuk dilaksanakan.


Analisis Kelayakan Pasar
Analisa Pasar dan Persaingan Usaha
Pasar insektisida karbamat di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh dengan
moderat antara tahun 2025 dan 2035. Meskipun terdapat tekanan regulasi yang
membatasi penggunaannya di beberapa daerah, kecepatan aksi, spektrum aktivitas
yang luas, dan harga yang kompetitif memungkinkan insektisida tetap digunakan, baik
di pasar yang berkembang maupun yang sudah mapan. Diprediksi, ukuran pasar pada
tahun 2025 akan mencapai USD 312,8 juta dan akan naik menjadi USD 499,9 juta
pada tahun 2035, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,8%.

Insektisida seperti Methomyl dan karbaril, yang berfungsi sebagai penghambat
koolinesterase menunjukkan efektivitas tinggi dalam mengendalikan berbagai jenis
serangga dan hama. Namun dalam beberapa tahun belakangan ini banyak negara
telah melakukan pelarangan dan pembatasan penggunaan insektisida seperti yang
dilakukan oleh Tiongkok melalui peraturan Kementerian pertanian dan pedesaan
Tiongkok No 736 tertanggal 25 Desember 2023 bahwa sejak 1 Juni 2024 pendaftaran
berbagai produk yang mengandung Omethoate, Carbosulfan, Methomyl, and Aldicarb
ditangguhkan dan produksinya dilarang, serta sejak tanggal 1 Juni 2026 penjualan
dan penggunaan produk ini dilarang. Kondisi ini merupakan kesempatan bagi
Perseroan untuk merebut pasar yang ditinggalkan oleh Tiongkok akibat pelarangan
penjualan dan penggunaan di pertengahan tahun 2026.

                                                                                         17

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 19
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


Dengan konsumsi pestisida di Indonesia yang mencapai 16,4 triliun rupiah dengan
tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 10,0% serta diproyeksikan akan
mencapai sekitar 25,4 triliun rupiah pada tahun 2028 menjadi salah satu pertimbangan
dalam melakukan ekspansi industri ini di Indonesia.

Selain itu pertumbuhan industri pestisida yang didorong oleh dukungan pemerintah
Indonesia dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan populasi
yang signifikan yang mendorong permintaan produk pertanian, serta peningkatan
volume penggunaan pestisida yang disebabkan oleh semakin tingginya resistensi
terhadap pestisida dan kebijakan pemerintah mengenai pendaftaran pestisida juga
memberikan keuntungan bagi produksi lokal.

Sebagai salah satu market leader di industri pestisida, Perseroan juga memberikan
harga yang kompetitif serta kualitas yang tetap terjaga sehingga dapat
menpertahankan pangsa pasarnya di industry ini. Dengan beroperasinya pabrik ini
maka Perseroan memiliki rantai produksi in-house dari hulu ke hilir, yang memberikan
keunggulan berupa kestabilan pasokan bahan baku dan efisiensi biaya produksi.

Selain itu guna menjaga kesinambungan usahanya pada lini industri ini maka
Perseroan melakukan beberapa upaya yaitu:
   a. Melakukan ekspansi secara bertahap.
   b. Mesin yang diinstalasi di pabrik Cikande dapat direkonfigurasi untuk produk
      bahan aktif lainnya selain methomyl sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas
      Perusahaan.

Strategi Pemasaran

Dalam memasarkan produknya Perseroan telah menerapkan berbagai strategi
pemasaran baik di bidang promosi maupun di system distribusi yang kesemuanya
mendukung kelancaran Perseroan untuk dapat memberikan service terbaik pada para
pelanggannya

Kesimpulan analisis kelayakan pasar

Dengan memperhatikan potensi pasar dan kondisi pasar, persaingan usaha, dan
strategi pemasaran maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak
untuk dilaksanakan.


Analisis Kelayakan Teknis

Perseroan membuat Pabrik Karbamat yang berada di lokasi Kawasan Industri Modern
Cikande, Jalan Modern Industri XV Blok BC, No 10, Kelurahan/Desa Babakan (d/h
Nambo Udik), Kecamatan Bandung (d/h Cikande), Kabupaten Serang, Provinsi
Banten, dengan kapasitas produksi sekitar 2.000 metrik ton per tahun untuk Produk
Methomyl 98% Technical. Adapun mesin-mesin yang digunakan oleh pabrik ini akan
dilengkapi dengan teknologi dan mesin yang cukup baik dengan peralatan untuk
proses Karbamat berasal dari Agia Engineering Co, Ltd, Taiwan, dan mesin utilitas
penunjang produksi.

                                                                                         18

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 20
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


Proses produksi pabrik karbamat (Flow Chart) yang akan dijalankan oleh Perseroan
dari proses bahan baku mentah sampai dengan produk akhir, yaitu proses MIC,
proses karbamasi, proses kristalisasi, proses pemisahan/penyaringan, proses
pengeringan, proses formulasi dan pencampuran, dan proses pengemasan.

Kegiatan proses produksi pabrik karbamat ini menimbulkan adanya limbah, Perseroan
akan melakukan pengelolaan untuk menanggulangi dampak lingkungan yang
dihasilkan serta berperan aktif dalam proses pengolahan limbah produksi untuk
meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan.

Bahan baku pabrik karbamat terdiri dari bahan baku mentah antara lain Ortho Dichloro
Benzene (ODCB), Dimethyl Sulfate (DMS), Methyl Hydroxytio Acetamidate (M-1),
Triethylamin (TEA), Sodium Cyanate (NaOCN), Potassium Carbonate (K2CO3)dan
bahan penolong terdiri dari Air dan Natrium Carbonate (Na2CO3). Perseroan akan
membeli bahan baku dari pemasok yang ada di dalam dan luar negeri.

Pabrik Karbamat membutuhkan tenaga kerja, dimana pemilihan dan perekrutan
sumber daya manusia dengan kualitas yang cukup baik harus memiliki kemampuan
dan keterampilan yang mumpuni dalam rangka mendukung operasional Perseroan,
tenaga kerja tersebut akan disesuaikan dengan rencana bisnis dan operasional
Perseroan dari tahun ke tahun.

Kesimpulan analisis kelayakan teknis

Dengan memperhatikan beberapa aspek antara lain fasilitas produksi, kapasitas dan
proses produksi, dampak lingkungan, bahan baku, tenaga kerja dan lainnya, yang
telah dipersiapkan pihak Perseroan, maka hasil analisis secara teknis untuk Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha ini adalah layak untuk dilaksanakan.


Analisis Kelayakan Pola Bisnis

Keunggulan kompetitif

Dalam menjalankan bisnisnya Perseroan mempunyai keunggulan kompetitif
dibandingkan pesaingya sehingga hal ini mendorong Perseroan agar selalu dapat
menjadi piihan utama bagi para pelanggannya. Keunggulan kompetitif tersebut
meliputi usaha Perseroan untuk menjadi Solusi yang Lengkap Untuk Kebutuhan
Petani yang didukung dengan Jaringan Distribusi yang Luas, Tenaga Kerja yang
Terampil dan Terlatih di Bidang Agronomi, Proses Digitalisasi Untuk Memastikan
Kontrol yang Efisien dan Efektif dan Teknologi produksi yang lebih muktahir

Selain itu Potensi pasar ekspor sejak diterapkannya peraturan dari Kementerian
pertanian dan pedesaan Tiongkok atas pelarangan pendaftaran, dan produksi bahan-
bahan yang mengandung Omethoate, Carbosulfan, Methomyl, and Aldicarb pada
1 Juni 2024 dan pelarangan penjualan serta penggunaannya pada 1 Juni 2026
membuat peluang bagi Perseroan untuk memperluas pasar ekspor terutama dari para
pelanggan luar negeri China yang membutuhkan Methomyl dalam kegiatan usahanya.



                                                                                         19

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 21
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


Kemampuan pesaing meniru produk

Dengan banyaknya pesaing dalam industry pestisida maka tidak tertutup
kemungkinan akan adanya usaha untuk berusaha meniru hal serupa yang dilakukan
Perseroan. Namun Industri formulasi pestisida ini membutuhkan investasi awal yang
besar untuk pembangunan fasilitas produksi (Capital Expenditure/CapEx) serta
kebutuhan akan keahlian teknis khusus dalam formulasi dan pengendalian mutu
produk. Sehingga hal ini menjadi hambatan para pesaing untuk dapat melakukan hal
yang sama seperti yang dilakukan oleh Perseroan.

Saat ini di Indonesia, hanya ada satu pesaing yang memiliki pabrik karbamasi sejenis,
yaitu PT Inti Everspring. Dari sisi teknologi dan kapasitas produksi, Perseroan lebih
unggul daripada PT Inti Everspring.

Kompetitor yang menjalankan kegiatan usaha serupa memiliki keterbatasan kapasitas
produksi dan tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan dari pasar lokal, sehingga
Perseroan tetap dapat mempertahankan posisi sebagai market leader dengan
kapasitas produksinya yang lebih besar.

Kapasitas produksi pabrik Karbamasi disesuaikan dengan kebutuhan internal
Perseroan, sehingga pabrik dapat berjalan dengan utilisasi yang tinggi dan Perseroan
yakin bahwa hasil produksi akan memiliki harga yang bersaing.

Kesimpulan analisis kelayakan pola bisnis

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, maka Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.


Analisis Kelayakan Model Manajemen

Tenaga kerja

Dalam menjalankan usaha industry tentunya tidak terlepas pada kebutuhan tenaga
kerja. Diperkirakan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menunjang operasional
lini bisnis ini mencapai lebih dari 100 orang dan akan mengalami peningkatan secara
bertahap dengan beberapa tunjangan yang akan diterima seperti tunjangan hari raya, dan
Asuransi BPJS ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.


Manajemen Risiko

Dalam menjalankan bisnis ini tentunya Perseroan juga menghadapi beberapa risiko
seperti risiko perizinan, risiko tenaga kerja, dan risiko dampak lingkungan. Dan untuk
mengatasi risiko tersebut Perseroan telah menyiapkan Langkah-langkah untuk
mengurangi dampak dari risiko tersebut seperti melakukan pelatihan berkala guna
menghadapi risiko tenaga kerja serta penanganan masalah dampak lingkungan
dengan membangun IPAL dan meggunakan pihak ke 3 untuk mengelola limbah B3.


                                                                                         20

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 22
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


Kesimpulan analisis kelayakan model manajemen
Dengan mempertimbangkan struktur organisasi Perseroan dalam mendukung
operasional kerja Perusahaan dalam rangka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
dan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara model manajemen layak untuk
dilaksanakan.


Analisis Kelayakan Keuangan
Nilai Investasi Proyek (Project Cost)
Investasi Tahap I (Line-1) yang dilakukan Perseroan berjumlah Rp. 254.278.628.695,-
Dimana direncanakan pabrik sudah akan mulai berproduksi pada awal Triwulan ke-3
tahun 2025. Secara lebih rinci nilai investasi barang modal dapat dilihat pada table
berikut ini.
                      Nilai Investasi Barang modal (Project Cost)
                                      Tahap I (2025)

                                   URAIAN                                                 IDR
            1.Tanah                                                              61.576.200.000
            2.Bangunan dan Sarana Pelengkap                                      88.887.336.411
            3.Mesin dan Peralatan Produksi                                       81.345.572.140
            4.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi                    22.059.520.144
            5. Perijinan                                                            410.000.000
                                 T O T A L                                      254.278.628.695

Investasi Tahap ke-2 (Line-2) dengan kapasitas produksi yang sama dengan pabrik
Line -1 direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2028 dengan perkiraan nilai
investasinya Rp. 87.331.646.960.- terdiri dari :

                      Nilai Investasi Barang modal (Project Cost)
                                     Tahap II (2028)

                                URAIAN                                        Rupiah
               1.Bangunan dan Sarana Pelengkap                             15.000.000.000
               2.Mesin dan Peralatan Produksi                              72.331.646.960
                             T O T A L                                     87.331.646.960


Proyeksi Laba-Rugi
Hasil proyeksi perhitungan laba-rugi, menunjukkan perolehan laba bersih yang positip
dan meningkat setiap tahun selama lima tahun proyeksi operasional, terkecuali pada
tahun proyeksi pertama (2025) proyek menderita rugi karena pada tahun tersebut
produksi komersial baru berjalan dua triwulan terakhir tahun 2025.



                                                                                                  21

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 23
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


Profitabilitas dari tahun meningkat dari 3% tahun 2026 menjadi 10,6% tahun 2030.
Secara ringkas proyeksi laba-rugi di sajikan pada tabel di bawah ini.

                                                   Proyeksi Laba (Rugi)
                                                     Tahun 2025-2030
                                                                                                                Rupiah 000
        TAHUN PROYEKSI                       2025            2026           2027            2028         2029       2030
Penerimaan penjualan                         65.084.250     196.731.938 321.066.522        478.347.717   575.687.449   702.283.307
Harga Pokok Penjualan                        54.165.204     160.978.565 253.773.274        381.313.847   464.172.557   571.485.452
Laba (Rugi) Bruto                            10.919.046      35.753.372 67.293.248          97.033.870   111.514.891   130.797.855
Biaya Operasional                             2.198.879      6.563.706   9.182.397         12.794.120    14.900.635    17.608.244
Laba(Rugi) Usaha                               8.720.167     29.189.666 58.110.850          84.239.750    96.614.256   113.189.611
Penyusutan dan Biaya Amortisasi                5.356.721     11.053.331 11.053.331          16.324.059    16.324.059    16.283.059
Laba(Rugi) Sebelum Bunga                       3.363.447     18.136.335 47.057.519          67.915.691    80.290.197    96.906.552
Bunga Kredit Bank                            12.181.500      12.181.500 12.181.500           9.976.500     5.319.000     1.433.250
Laba(Rugi) Sebelum Pajak                     (8.818.053)     5.954.835 34.876.019          57.939.191    74.971.197    95.473.302
Pajak Perseroan                                        0              0   7.042.816         12.746.622    16.493.663    21.004.126
Laba(Rugi) Bersih                            (8.818.053)     5.954.835 27.833.203          45.192.569    58.477.534    74.469.176
Profitabilitas (Net profit to Sales)              -13,5%          3,0%        8,7%               9,4%         10,2%         10,6%



Financial Internal Rate of Return dan Net Present Value (NPV)

Perhitungan Financial Internal Rate of Return (FIRR) proyek, memberikan hasil
15,14%.

Bunga rata-rata tertimbang (WACC) dihitung dengan Cutt off date per
31 Desember 2024 untuk jenis Industri Kimia Karbamat (Chemical Specialty) dengan
Debt Equity Ratio 53:47 menghasilkan angka 11,61% pertahun menunjukkan bahwa
proyek tersebut layak secara finansial (FIRR>WACC)

Net Present Value (NPV), dihitung pada tingkat diskon 11,61% (WACC Rate) per
tahun, menghasilkan angka positif sebesar Rp. 42.731.965.781,- menunjukkan bahwa
proyek tersebut layak secara finansial.

Proyeksi Benefit/Cost Ratio (B /C Ratio) sebesar 1,12 (positive) juga menunjukkan
bahwa proyek tersebut layak secara finansial.

Pay Back Period (Pay Out Time) dari proyek ini adalah 9,2 tahun.

                                                FIRR, NPV dan B/C Ratio

                                                           Discount rate
                                                                                         RESULT
                                                              (WACC)
                                         FIRR (Project)                                   15,14%
                                       NPV           11,61%                          42.731.965.781
                                           B/C RATIO                                        1,12
                               PAYOUT TIME / POT (YEARS)                                    9,2



                                                                                                                              22

                                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 24
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


Kesimpulan analisis kelayakan keuangan

Dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa Proyek Pabrik Karbamasi Perseroan
adalah layak (feasible).


Kesimpulan Akhir

Berdasarkan analisis yang kami lakukan dalam pelaksanaan studi kelayakan terhadap
Aspek Pasar, Aspek Hukum dan Manajemen, Aspek Teknis, Aspek Pola Bisnis dan
Aspek Keuangan dari rencana transaksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha utama yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak untuk dilaksanakan.




                                                                                         23

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 25
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                                         DAFTAR ISI


PERNYATAAN PENILAI ..................................................................................................... 9
ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................. 11
EXECUTIVE SUMMARY................................................................................................... 12
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ 24
DAFTAR TABEL ................................................................................................................ 27
DAFTAR GAMBAR / GRAFIK ......................................................................................... 28
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................ 29
BAB 1 ASPEK HUKUM .................................................................................................... 30
   1.1.       PT DELTA GIRI WACANA TBK......................................................................... 30
       1.1.1.        Akte Pendirian ............................................................................................. 30
       1.1.2.        Akte Perubahan .......................................................................................... 30
       1.1.3.        Tujuan dan Kegiatan Usaha ...................................................................... 31
       1.1.4.        Modal Dasar dan Kepemilikan Saham ..................................................... 32
       1.1.5.        Susunan Anggota Direksi dan Komisaris ................................................ 33
       1.1.6.        Perijinan yang Dimiliki ................................................................................ 34
       1.1.7.        Analisa Laporan Keuangan Perseroan .................................................... 40
       1.1.8.        Entitas Anak ................................................................................................. 43
   1.2.       PT DHARMA GUNA WIBAWA (DGW) ............................................................. 45
       1.2.1.        Akte Pendirian ............................................................................................. 45
       1.2.2.        Akte Perubahan .......................................................................................... 45
       1.2.3.        Tujuan dan Kegiatan Usaha ...................................................................... 45
       1.2.4.        Modal Dasar dan Kepemilikan Saham ..................................................... 46
       1.2.5.        Susunan Anggota Direksi dan Komisaris ................................................ 46
       1.2.6.        Perijinan yang Dimiliki ................................................................................ 46
       1.2.7.        Analisa Laporan Keuangan DGW ............................................................ 51
BAB 2 ANALISIS KELAYAKAN PASAR ....................................................................... 55
   2.1.       Tinjauan Perekonomian Nasional ..................................................................... 55
   2.2.       Tinjauan Industri Pasar Bahan Kimia Aktif ...................................................... 70
       2.2.1.        Prospek Industri Pasar Bahan Kimia Aktif Dunia ...................................... 70
       2.2.2.        Tinjauan Industri Pasar Bahan Kimia Aktif Dalam Negeri ........................ 73

                                                                                                                                  24

                                   Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 26
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


  2.3.     Pangsa Pasar dan Rencana Penjualan ........................................................... 73
     2.3.1.       Kinerja Penjualan Perusahaan dan Group .............................................. 73
     2.3.2.       Pangsa Pasar (Market Share)................................................................... 74
     2.3.3.       Penjelasan Mengenai Produk yang akan Dipasarkan ........................... 75
     2.3.4.       Pemasok ...................................................................................................... 76
     2.3.5.       Sasaran Pengguna dan area pemasaran................................................ 76
     2.3.6.       Proyeksi Target Penjualan ......................................................................... 77
  2.4.     Kesinambungan (sustainability) ........................................................................ 78
  2.5.     Potensi pasar ...................................................................................................... 78
  2.6.     Pesaing usaha .................................................................................................... 79
  2.7.     Harga Pasar ........................................................................................................ 79
  2.8.     Strategi Pemasaran ............................................................................................ 80
     2.8.1.       Strategi promosi pemasaran ..................................................................... 80
     2.8.2.       Sistem Distribusi ......................................................................................... 81
BAB 3 ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ...................................................................... 83
  3.1      Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ......................................................... 83
     3.1.1        Gambaran Umum ....................................................................................... 83
     3.1.2        Kapasitas Produksi ..................................................................................... 84
     3.1.3        Proses Produksi (Flow Chart) ................................................................... 85
     3.1.4        Aspek Lingkungan ...................................................................................... 88
  3.2      Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ....................................................... 90
     3.2.1        Bahan Baku ................................................................................................. 90
     3.2.2        Tenaga Kerja dan Ahli Profesional............................................................ 92
         3.2.2.1.        Rencana Kebutuhan Tenaga Kerja dan Kualitasnya. .................... 92
         3.2.2.2.        Ahli Profesional ................................................................................... 92
BAB 4 ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ............................................................ 94
  4.1.     Keunggulan kompetitif & kemampuan untuk menciptakan nilai ................... 94
     4.1.1.       Solusi yang Lengkap Untuk Kebutuhan Petani ...................................... 94
     4.1.2.       Jaringan Distribusi yang Luas ................................................................... 95
     4.1.3.       Diperkuat Tenaga Kerja Terampil dan Terlatih di Bidang Agronomi ..... 96
     4.1.4.       Proses Digitalisasi Untuk Kontrol yang Efisien dan Efektif ................... 96
     4.1.5.       Teknologi produksi yang lebih muktahir ................................................... 97

                                                                                                                               25

                                Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 27
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     4.1.6.      Potensi pasar ekspor.................................................................................. 97
  4.2.    Pesaing Usaha .................................................................................................... 97
     4.2.1.      Pesaing pestisida dan herbisida Luar negeri .......................................... 97
     4.2.2.      Pesaing pestisida dan herbisida dalam negeri ....................................... 98
     4.2.3.      Pesaing produk sejenis .............................................................................. 98
  4.3.    Kemampuan Pesaing usaha untuk meniru Produk ........................................ 98
  4.4.    Kemampuan menciptakan nilai ......................................................................... 99
  4.5.    Rencana Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ........................ 99
BAB 5 ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .......................................... 100
  5.1.    Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................. 100
  5.2.    Manajemen kekayaan intelektual dan manajemen risiko ............................ 101
  5.3.    Kapasitas dan kemampuan manajemen ........................................................ 103
  5.4.    Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen ......................................... 104
BAB 6 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ............................................................ 105
  6.1.    Proyeksi Laporan Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .......... 105
  6.2.    Nilai Investasi Proyek (Project Cost) .............................................................. 108
  6.3.    Modal Kerja ....................................................................................................... 109
  6.4.    Sumber Pendanaan ......................................................................................... 109
  6.5.    Hasil Proyeksi Keuangan ................................................................................ 110
     6.5.1.      Biaya Bahan Baku Mentah ...................................................................... 110
     6.5.2.      Beban Pokok Diluar Bahan Baku ........................................................... 110
     6.5.3.      Biaya Operasional .................................................................................... 111
     6.5.4.      Proyeksi Laba-Rugi .................................................................................. 112
     6.5.5.      Proyeksi Cash Flow .................................................................................. 112
     6.5.6.      Analisa Break Even of Sales ................................................................... 113
     6.5.7.      Rasio Keuangan ....................................................................................... 113
     6.5.8.      Perhitungan Tingkat Diskonto ................................................................. 114
     6.5.9.      Terminal Value ........................................................................................... 115
     6.5.10.        Financial Internal Rate of Return dan Net Present Value (NPV) .... 116
  6.6.    Kesimpulan Aspek Keuangan ......................................................................... 116




                                                                                                                             26

                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 28
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                           DAFTAR TABEL


Tabel 2.1      Tabel Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 – 2024
Tabel 2.2      PDB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga
               Konstan 2010
Tabel 2.3      Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
Tabel 2.4      Persentase Distribusi PDB, 2014-2024
Tabel 2.5      Pertumbuhan Produk Domestik Bruto, 2015-2024
Tabel 2.6      Perdagangan Internasional, 2013-2024
Tabel 2.7      Penanaman Modal, Tahun 2014-2023
Tabel 2.8      Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia, 2015-2024
Tabel 2.9      Produk Domestik Bruto / Kapita, 2014-2024
Tabel 2.10     Penggunaan Pestisida di Dunia dan Asia Tenggara
Tabel 2.11     Pertumbuhan penjualan Perseroan 2021-2024
Tabel 2.12     Posisi Perusahaan pada pangsa pasar industri pestisida di Indonesia
               tahun 2023
Tabel 2.13     Pemasok Bahan baku
Tabel 3.1      Sumber Pendanaan Investasi
Tabel 3.2      Supplier/Pemasok Bahan Baku
Tabel 5.1      Proyeksi jumlah tenaga kerja per unit kerja
Tabel 5.2      Progress perizinan
Tabel 5.3      Proyeksi kapasitas pabrik tahun 2025-2030
Tabel 5.4      Proyeksi Produksi tahun 2025-2030 dan proporsi expor-impor
Tabel 6.1      Nilai Investasi Barang modal (Project Cost) Tahap I (2025)
Tabel 6.2      Nilai Investasi Barang modal (Project Cost) Tahap II (2028)
Tabel 6.3      Modal Kerja Awal (Initial Working Capital)
Tabel 6.4      Pendanaan Investasi dan Modal Kerja Awal (Initial Working Capital)

Tabel 6.5      Tabel Bahan Baku

Tabel 6.5      Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2025-2030
Tabel 6.6      Proyeksi Cash Flow Tahun 2025-2030

Tabel 6.7      Proyeksi BEP of Sales Tahun 2024-2030

Tabel 6.8      Rasio Finansial Tahun 2025-2030
Tabel 6.9      FIRR, NPV dan B/C Ratio
                                                                                         27

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 29
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                DAFTAR GAMBAR / GRAFIK


Grafik 2.1     Produk Domestik Bruto

Grafik 2.2     Ekspor Impor Bulanan Indonesia

Grafik 2.3     Inflasi (2020-2024

Grafik 2.4     Grafik Pertumbuhan IHSG

Gambar 2.5 Penggunaan Pestisida di Dunia

Grafik 2.6     Proyeksi Target Penjualan Produk Formulasi (dalam Ton)

Grafik 2.7     Diagram alur distribusi lokal:

Gambar 3.1 Proses Produksi Pabrik Karbamat (Flow Chart)

Gambar 4.1 Produk -Produk Perseroan dan entitas anaknya

Gambar 4.2 Peta jaringan distribusi Perseroan

Gambar 4.3 contoh produk palsu

Grafik 5.1     Struktur organisasi manajemen setelah Pembangunan pabrik




                                                                                         28

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 30
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                       DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran A :     Daftar Asumsi

Lampiran B :     Proyeksi Biaya Produksi
Lampiran C :     Proyeksi Biaya Pokok dan Piutang Usaha

Lampiran D :     Proyeksi Biaya Penyusutan, Biaya Pemeliharaan dan Biaya Asuransi
                 Aset Tetap

Lampiran E :     Kebutuhan Modal Kerja Pendahuluan

Lampiran F :     Proyeksi Laba Rugi

Lampiran G : Proyeksi Arus Kas
Lampiran H :     Proyeksi Neraca
Lampiran I :     Rasio Keuangan

Lampiran J :     Analisa Break Even
Lampiran K :     Financial Internal Rate of Return




                                                                                         29

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 31
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


BAB 1 ASPEK HUKUM
Penambahan Kegiatan Usaha akan dilakukan oleh Perseroan dan DGW, dibawah ini
adalah uraian kedua Perusahaan tersebut.
1.1. PT DELTA GIRI WACANA TBK.
       1.1.1. Akte Pendirian
        Perseroan didirikan dengan nama PT Delta Giri Wacana berdasarkan Akta
        Pendirian No. 52 tertanggal 29 November 2011 yang dibuat di hadapan
        Innovani Damanik, S.H., M.Kn. Notaris Kabupaten Bekasi di Cikarang, yang
        mana telah mendapatkan pengesahan Menkumham berdasarkan surat
        keputusan Menkumham No. AHU-59956.AH.01.01.Tahun 2011 tertanggal
        6 Desember 2011 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.
        AHU-0099403.AH.01.09.Tahun 2011 tertanggal 6 Desember 2011, serta
        telah diumumkan dalam BNRI No. 12 dan TBNRI No. 2251 tahun 2013.

       1.1.2. Akte Perubahan
        Anggaran Dasar yang dimuat dalam Akta Pendirian tersebut telah mengalami
        beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir kali dimuat dalam:

          1. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 280 tanggal
             28 Agustus 2024, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H.,
             M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat mengenai
             perubahan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor yang telah
             mendapatkan pengesahan Menkumham berdasarkan surat keputusan
             Menkumham No. AHU-0054569.AH.01.02.Tahun 2024 tertanggal
             29 Agustus 2024 dan dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
             No.AHU-0183062.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 29 Agustus 2024

          2. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 302 tanggal
             30 Agustus 2024, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H.,
             M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, mengenai
             perubahan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor yang telah
             mendapatkan persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan
             No. AHU-0054780.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 30 Agustus 2024 dan
             telah   didaftarkan   dalam     Daftar    Perseroan     No.    AHU
             0183857.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 30 Agustus 2024, serta telah
             diumumkan dalam BNRI No. 072 dan TBNRI No. 027931 tanggal
             6 September 2024; dan

          3. Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 8 tanggal 2 Oktober
             2024, yang dibuat di hadapan Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn., Notaris
             di Jakarta Pusat, mengenai perubahan maksud dan tujuan usaha yang
             telah mendapatkan persetujuan Menkumham berdasarkan Surat
             Keputusan No. AHU-0062981.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 3 Oktober
             2024 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
             0211797.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 3 Oktober 2024.



                                                                                         30

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 32
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


        4. Perubahan terakhir dilakukan setelah tanggal penilaian dalam rangka
           Penawaran umum saham perdana dengan Akta Pernyataan Keputusan
           Pemegang Saham No. 124 tanggal 20 Januari 2025, yang dibuat di
           hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota
           Administrasi Jakarta Barat, mengenai perubahan modal dasar dan
           modal ditempatkan dan disetor yang telah diberitahukan kepada
           Menkumham berdasarkan Surat penerimaan pemberitahuan No. AHU-
           AH.01.03.0019806 tanggal 23 Januari 2025.

      Perseroan memiliki alamat kantor di Jl. Agung Karya VI Blok A Kav. No. 7,
      Desa/Kelurahan Papanggo, Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara,
      Provinsi DKI Jakarta.

     1.1.3. Tujuan dan Kegiatan Usaha
      Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat
      dalam Akta No. 302/2024, maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha
      dalam bidang usaha:

        1. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
        2. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
        3. Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia;
        4. Pergudangan dan Penyimpanan; dan
        5. Aktivitas Perusahaan Holding

        Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,                                     Perseroan   dapat
        melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

        Kegiatan usaha utama

        a. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
            Kelompok ini meliputi berbagai usaha dalam pembuatan bahan baku
            untuk pestisida, termasuk buthyl phenyl methyl carbamat (BPMC),
            methyl isopropyl carbamat (MIPC), diazinon, carbofuran, glyphosate,
            monocrotophos, arsentrioxyde, dan copper sulphate., dengan kode KBLI
            20211;
        b. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
            Kelompok ini mencakup usaha dalam pengolahan bahan aktif menjadi
            produk pemberantas hama (pestisida) yang siap digunakan, seperti
            insektisida, fungisida, rodentisida, herbisida, nematisida, molusida, dan
            akarisida. Selain itu, kelompok ini juga meliputi produksi disinfektan
            untuk keperluan pertanian dan berbagai penggunaan lainnya., dengan
            kode KBLI 20212;

        c. Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia;

            Kelompok ini meliputi kegiatan perdagangan besar dalam bidang pupuk
            serta produk agrokimia atau kimia pertanian, dengan kode KBLI 46652;

                                                                                                     31

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 33
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Kegiatan usaha penunjang

        a. Pergudangan dan Penyimpanan

             Kelompok ini terdiri dari usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan
             barang secara sementara sebelum barang tersebut dikirim ke tujuan
             akhir, dengan tujuan komersial, dengan kode KBLI 52101.

        b. Aktivitas Perusahaan Holding

             Kelompok ini meliputi aktivitas perusahaan holding, yaitu perusahaan
             yang memiliki aset dari sekelompok entitas anak dengan fokus utama
             pada kepemilikan        tersebut. "Holding       Companies"       tidak
             terlibat langsung dalam operasi bisnis entitas anaknya. Aktivitas yang
             dijalankan mencakup layanan yang        diberikan oleh penasihat    dan
             perunding dalam merancang proses merger dan akuisisi perusahaan.,
             dengan kode KBLI 64200.

     1.1.4. Modal Dasar dan Kepemilikan Saham
      Berdasarkan Akta No. 302 tertanggal 30 Agustus 2024, struktur permodalan
      dan susunan pemegang saham Perseroan Sebelum Penawaran umum
      perdana saham adalah sebagai berikut:




        Penawaran umum perdana saham

         Jumlah Saham Yang   Sebanyak 882. 353. 000 (delapan ratus
         Ditawarkan        : delapan puluh dua juta tiga ratus lima puluh
                             tiga ribu) saham biasa atas nama dengan nilai
                             nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per saham,
                             mewakili sebesar 15,00% (lima belas persen)
                             dari total modal yang telah ditempatkan dan
                             disetor penuh dalam Perseroan setelah
                             Penawaran Umum. Saham-saham tersebut
                             akan dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)
                             pada Tanggal Pencatatan.


                                                                                       32

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 34
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


         Nilai Nominal                     : Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham

         Harga Penawaran                   : Rp230,- (dua ratus tiga puluh Rupiah) setiap
                                             saham

         Jumlah         Penawaran : Sebesar Rp202.941.190.000,- (dua ratus dua
         Umum                       miliar sembilan ratus empat puluh satu juta
                                    seratus sembilan puluh ribu Rupiah)

        Dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran
        Umum Perdana Saham ini, struktur permodalan serta daftar pemegang
        saham Perseroan, baik sebelum maupun setelah Penawaran Umum
        Perdana ini, akan mengalami perubahan sebagai berikut.:




        *Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5% (lima
        persen)

     1.1.5. Susunan Anggota Direksi dan Komisaris
      Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember
      2024 adalah sebagai berikut:

      Dewan Komisaris

      Komisaris Utama                    : Widagdo Hendro Sukoco
      Komisaris Independen               : Pending Dadih Permana

      Direksi

      Direktur Utama                     : David Yaory
      Direktur                           : Danny Jo Putra
      Direktur                           : Muk Kuang
      Direktur                           : Arbi Munandar
      Direktur                           : Yody Suganda

                                                                                       33

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 35
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


      1.1.6. Perijinan yang Dimiliki
       Perseroan telah memperoleh perizinan umum sebagai berikut:
           a. Nomor induk berusaha No. 8120103970743 tertanggal 4 September
              2018 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui
              sistem online single submission (OSS) untuk kode KBLI 46652 -
              Perdagangan besar pupuk dan produk pestisida, kode KBLI
              5201(pendukung) – pergudangan dan penyimpanan, kode KBLI
              64200(pendukung)-aktivitas Perusahaan holding, kode KBLI 20212 –
              Industri pemberantas hama (formulasi) dan kode KBLI 20211- industri
              bahan baku pemberantas hama (bahan aktif) yang berlaku selama
              Perseroan melaksanakan kegiatan usahanya.

           b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 31.428.025.6-414.000 yang
              dikeluarkan oleh kantor pelayanan pajak madya Bekasi dan berlaku
              selama Perseroan melaksanakan kegiata usahanya.

           c. Sertifikat standar KBLI 20212 No. 81201039707430003 yang
              diterbitkan tanggal 17 Februari 2022 oleh Pemerintah Republik
              Indonesia melalui system online single submission (OSS) dan berlaku
              selama Perseroan melaksanakan kegiatan usahanya.

           d. Sertifikat standar KBLI 20211 No. 81201039707430015 yang
              diterbitkan tanggal 7 Maret 2024 oleh Pemerintah Republik Indonesia
              melalui system online single submission (OSS) dan berlaku selama
              Perseroan melaksanakan kegiatan usahanya.

       Berkaitan dengan pabrik pembuatan baku pestisida yang berlokasi di
       Modernland, Cikande dan legalitas terkait lainnya      Perseroan telah
       mempunyai memiliki legalitas yang diperlukan seperti :

                                                                                                           Masa
                                 Nomor, tanggal dan
No        Jenis Ijin                                                                keterangan            berlaku
                                     instansi
                                                                                                          perijinan
 1 Perjanjian               01/PPJB/MIE-GW/II/22                        untuk kavling industri Jl.
   pengikatan jual          tanggal 15 Februari 2022                    Modern Industri XV Blok
   beli                     antara      PT      Modern                  BC No. 10, Kawasan
                            Industrial Estat dengan PT                  Industri Modern Cikande,
                            Delta Giri Wacana                           Serang Banten dengan
                                                                        luas 45.612 m2
 2 Perizinan                Nomor induk berusaha                                                     berlaku
   berusaha                 8120103970743                                                            selama
   berbasis risiko          diterbitkan tanggal 22                                                   menjalankan
                            desember     2022    oleh                                                kegiatan
                            Menteri investasi/ Kepala                                                usaha
                            Badan          Koordinasi
                            Penanaman Modal




                                                                                                     34

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 36
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                                                                                          Masa
                                 Nomor, tanggal dan
No        Jenis Ijin                                                                keterangan           berlaku
                                     instansi
                                                                                                        perijinan
 3 Perizinan                Nomor induk berusaha sertifikat standar                              KBLI berlaku
   berusaha                 8120103970743               20211, dan 20212                              selama
   berbasis risiko          diterbitkan tanggal 7 Maret                                               menjalankan
                            2024 a.n. Gubernur Banten                                                 kegiatan
                            Kepala DPMPTSP Provinsi                                                   usaha
                            Banten
 4 Persetujuan              Nomor
   kesesuaian               26052310213604055
   pemanfaatan              tertanggal 26 Mei 2023
   ruang untuk
   kegiatan
   berusaha
 5 Persetujuan              tertanggal 12 Juni 2023
   RKL-RPL Rinci
 6 Sertifikat Laik                                                      Sudah Diperoleh
   Fungsi (SLF)
 7 Persetujuan                                                          Sedang diproses. Estimasi
   Teknis Limbah                                                        minggu ke-4 Juni
   Domestik
 8 Persetujuan                                                          Sedang diproses. Estimasi
   Teknis Emisi                                                         minggu ke-4 Juni
   Gas Boiler
 9 Sertifikat Laik                                                      Sudah diperoleh
   Operasi (SLO)
   untuk mesin
   produksi
10 Sertifikat Laik           SLO yang dikeluarkan                                                     Berlaku
   Operasi (SLO)            oleh      PT        Perintis                                              sampai
   dan Nomor                Perlindungan       instalasi                                              dengan
   Induk Data               Listrik nasional kantor                                                   2038
   Instalasi (NIDI)         pelayanan wilayah Banten                                                  sepanjanag
   PLN                      No.             Certificate:                                              tidak     ada
                            0767.0.P.3.428.3604.L23,                                                  perubahan
                            No       Registrasi        :                                              kapasitas,
                            L233076731243 dengan                                                      intalasi,
                            status    Laik     Operasi                                                direkondisi
                            tertanggal 26 Desember                                                    atau
                            2023, dan NIDI yang                                                       direlokasi
                            dikeluarkan oleh Direktorat
                            Jendral Ketenagalistrikan
                            Kementerian Energi dan
                            sumber     daya     mineral
                            Republik         Indonesia
                            tertanggal 26 Desember
                            2023


                                                                                                      35

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 37
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                                                                                       Masa
                                 Nomor, tanggal dan
No        Jenis Ijin                                                                keterangan        berlaku
                                     instansi
                                                                                                      perijinan
11 Persetujuan              Nomor    SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-014    tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP        Kabupaten
                            Serang
12 Persetujuan              Nomor    SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-015    tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
13 Persetujuan              Nomor    SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-003    tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
14 Persetujuan              Nomor    SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-004    tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
15 Persetujuan              Nomor    SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-005    tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
16 Persetujuan              Nomor    SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-015    tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
17 Persetujuan              Nomor    SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-006    tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
18 Persetujuan              Nomor    SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-007    tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang


                                                                                                 36

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 38
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                                                                                           Masa
                                 Nomor, tanggal dan
No        Jenis Ijin                                                                keterangan            berlaku
                                     instansi
                                                                                                          perijinan
19 Persetujuan              Nomor SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-008 tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
20 Persetujuan              Nomor SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-009 tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
21 Persetujuan              Nomor SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-010 tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
22 Persetujuan              Nomor SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-011 tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
23 Persetujuan              Nomor SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-012 tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang
24 Persetujuan              Nomor SK-PBG-360415-
   bangunan                 05102023-013 tertanggal
   gedung                   5 Oktober 2023 atas nama
                            Bupati Serang, Kepala
                            DPMPTSP Kabupaten
                            Serang

25 Surat                                                                Atas     aktivitas   usaha
   Pernyataan                                                           Pergudangan dan
   Kesanggupan                                                          Penyimpanan yang
   Pengelolaan dan                                                      berlokasi di       Kawasan
   Pemantauan                                                           Industri Jababeka V Blok
   Lingkungan                                                           A5F, Jawa barat, Kawasan
   Hidup (SPPL)                                                         Industri Jababeka, Kota
                                                                        Jababeka Cikarang,
                                                                        Bekasi, Industri Bahan
                                                                        Baku Pemberantas Hama

                                                                                                     37

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 39
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                                                                                            Masa
                                 Nomor, tanggal dan
No        Jenis Ijin                                                                keterangan             berlaku
                                     instansi
                                                                                                           perijinan
                                                                        (Bahan      Aktif)    yang
                                                                        berlokasi di JL. Modern
                                                                        Industri XV Blok.BC No.10,
                                                                        Kawasan Industri Modern
                                                                        Cikande, Serang, Aktivitas
                                                                        Perusahaan Holding dan
                                                                        Perdagangan Besar Pupuk
                                                                        Dan Produk Agrokimia
                                                                        yang belokasi di Jl. Agung
                                                                        Karya VI Blok A Kav. No.7,
                                                                        DKI     Jakarta,   Tanjung
                                                                        Priok,Papanggo,        dan
                                                                        Industri      Pemberantas
                                                                        Hama(Formulasi)       yang
                                                                        berlokasi di Jln. Modern
                                                                        Industri XXI no 6A-B,
                                                                        kawasan industri modern,
                                                                        Cikande, Nambo Udik,
                                                                        Banten

26 Persetujuan              Nomor                    Untuk kode klasifikasi baku
   kesesuaian               26052310213604000        lapangan 20211
   kegiata                  tertanggal 26 Mei 2023
   pemanfaatan              atas nama Bupati Serang,
   ruang untuk              Kepala DPMPTSP
   kegiatan                  Kabupaten Serang
   berusaha
27 Persetujuan              Nomor                      Untuk kode klasifikasi baku
   kesesuaian               29102110213216011          lapangan 20212
   kegiatan                 tertanggal 19 Januari 2022
   pemanfaatan              atas nama Bupati Serang,
   ruang untuk              Kepala DPMPTSP
   kegiatan                  Kabupaten Serang
   berusaha

28 Persetujuan              Nomor                                       Untuk kode klasifikasi baku
   kesesuaian               14102410113172040                           lapangan 46652 untuk
   kegiata                  tertanggal14 Oktober 2024                   lokasi usaha di Jl. Agung
   pemanfaatan              atas nama Bupati Serang,                    Karya VI Blok A Kav. No. 7
   ruang untuk              Kepala DPMPTSP
   kegiatan                 Kabupaten Serang
   berusaha




                                                                                                      38

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 40
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                                                                                            Masa
                                 Nomor, tanggal dan
No        Jenis Ijin                                                                keterangan             berlaku
                                     instansi
                                                                                                           perijinan

29 Persetujuan              Nomor                                       Untuk kode klasifikasi baku
   kesesuaian               06092410113172321                           lapangan 64200 untuk
   kegiata                  tertanggal 6 September                      lokasi usaha di Jl. Agung
   pemanfaatan              2024 atas nama Bupati                       Karya VI Blok A Kav. No. 7
   ruang untuk              Serang, Kepala DPMPTSP
   kegiatan                 Kabupaten Serang
   berusaha

30 Persetujuan              Nomor                                       Untuk kode klasifikasi baku
   kesesuaian               25042410213216101                           lapangan 52101 untuk
   kegiata                  tertanggal 19 Januari 2024                  lokasi usaha di Kawasan
   pemanfaatan              atas nama Bupati Bekasi                     Industri Jababeka V Blok
   ruang untuk              Kepala          DPMPTSP                     A5F
   kegiatan                 Kabupaten Bekasi
   berusaha




                                                                                                      39

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 41
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


         1.1.7. Analisa Laporan Keuangan Perseroan
            Laporan Laba Rugi Perseroan

            DGI merupakan perusahaan holding operasional yang bergerak di bidang
            industri pestisida dan produk-produk kimia.

                                              PT DELTA GIRI WACANA
                                      LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
                        UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                 (dalam ribuan rupiah)

                                             2020             2021              2022             2023             2024

PENJUALAN
Penjualan bersih                         1.030.880.148     1.383.279.101     1.687.153.846    3.039.795.991    3.373.117.000
                                         1.030.880.148     1.383.279.101     1.687.153.846    3.039.795.991    3.373.117.000
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                     765.327.437      1.035.886.316     1.305.976.232    2.338.009.279    2.434.371.000
                                          765.327.437      1.035.886.316     1.305.976.232    2.338.009.279    2.434.371.000

LABA KOTOR                                265.552.711        347.392.785       381.177.614     701.786.712      938.746.000

BEBAN USAHA                               (223.688.227)     (231.657.223)     (258.647.221)    (597.319.476)    (659.921.000)


                                          (223.688.227)     (231.657.223)     (258.647.221)    (597.319.476)    (659.921.000)

LABA (RUGI) USAHA                          41.864.484        115.735.562       122.530.393     104.467.236      278.825.000

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih               (8.325.313)       (1.945.918)      (15.081.003)       3.945.558      (17.268.000)
Pendapatan bunga                                48.536            92.035            78.507          229.130
Management fee
Beban bunga                                (11.727.970)       (8.866.919)      (22.492.192)     (53.038.059)     (69.114.000)
Pendapatan sewa                                793.902                                                  -
Keuntungan penjualan aset tetap                469.893                                                  -
Pendapatan atau beban lain-lain               (507.666)        3.629.270        83.150.986        6.637.551       19.937.000
                                           (19.248.618)       (7.091.532)       45.656.298      (42.225.820)     (66.445.000)

LABA SEBELUM PAJAK                         22.615.866        108.644.030       168.186.691      62.241.416      212.380.000

PAJAK PENGHASILAN                          (11.657.048)      (27.570.457)      (23.950.113)     (42.352.467)     (30.494.000)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                 10.958.818         81.073.573       144.236.578      19.888.949      181.886.000

LABA(RUGI) KOMPREHENSIF                     (2.831.980)       (2.034.211)       (1.310.694)      (2.631.870)       3.577.000

LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN             8.126.838        79.039.362       142.925.884      17.257.079      185.463.000



             Pada tahun 2020, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp.
             1.030.880,148 miliar, dan mengalami kenaikan sebesar menjadi
             Rp.1.383.279.101 milliar pada tahun 2021, pendapatan Perseroan
             mengalami kenaikan kembali pada tahun 2022 sebesar Rp.1.687.153.846.
             Pada dua tahun terakhir, Perseroan mengalami peningkatan yang cukup
             signifikan pada tahun 2023 menjadi sebesar Rp. 3.309.795.991 , dan pada
             tahun 2024 menjadi sebesar Rp. 3.373.117.000.


                                                                                                                     40

                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 42
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


               Namun pendapatan Perseroan mengalami fluktuasi signifikan selama
               periode di 2020-2024 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan tajam di tahun
               2020 sampai dengan 2022 dimana laba bersih naik dari 1,06% ke 8,55 %,
               namun terjadi penurunan di tahun 2023 dan pada tahun 2024 terjadi
               pemulihan yang dilihat bahwa net profit naik Kembali ke 5,39%.
                                               Laporan Posisi Keuangan Perseroan

                                                     PT DELTA GIRI WACANA
                                            LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                           PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                                 (dalam ribuan rupiah)

                                                     2020                  2021             2022            2023            2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                   6.975.429           16.098.794         23.385.101      43.937.633      63.078.000
Piutang usaha                                      349.326.229          534.761.981        867.280.923     685.340.312     980.470.000
Piutang lain-lain                                      498.460            2.147.729          5.557.677       6.060.182       2.189.000
Persediaan                                         193.842.942          271.973.811        937.100.913     962.624.632     958.426.000
Pajak dibayar di muka                                  791.498            2.328.862         12.013.647      49.820.741      30.648.000
Biaya dibayar di muka                                7.028.702            4.342.880         11.507.556      17.149.299      39.949.000
Aset lancar lainnya                                  2.081.000            2.086.500          4.219.027       1.330.640       2.760.000
Total Aset Lancar                                  560.544.260          833.740.557      1.861.064.844   1.766.263.439   2.077.520.000



ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                   60.127.569            79.666.807      183.918.550     442.584.295     577.441.000
Aset tidak berwujud                                                                         6.937.612       5.398.100       3.940.000
Properti Investasi                                  80.091.876           39.277.717        38.054.717      37.094.217      19.374.000
Investasi pada entitas anak                                                       -                 -             -
Aset pajak tangguhan                                31.646.630           38.110.262        47.377.329      58.940.020      71.810.000
Goodwill                                                                          -         2.267.953       2.267.953       2.268.000
Uang muka pembelian aset tetap                                                    -        26.479.568      42.869.610      58.904.000
Estimasi tagihan pajak penghasilan                    134.682               134.682        24.302.931      62.891.791      97.010.000
Uang Jaminan                                          152.238                     -                 -             -
Aset tidak lancar lainnya                                                   403.754           359.530       1.848.160       2.116.000
Total Aset Tidak Lancar                            172.152.995          157.593.222       329.698.190     653.894.146     832.863.000
TOTAL ASET                                         732.697.255          991.333.779      2.190.763.034   2.420.157.585   2.910.383.000
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank                                        52.524.501          117.574.842        101.292.544      75.750.351      60.993.000
Utang usaha :                                      236.811.830          280.592.354        573.446.460     554.994.674     768.096.000
Utang pajak                                         15.846.605           37.031.512         62.944.810      31.950.357      25.958.000
Utang lain-lain                                     31.076.572           35.092.423         31.712.460      56.122.678      65.325.000
Uang Muka Pelanggan                                     83.332            1.583.334          8.034.795      18.999.012      11.589.000
Biaya yang masih harus dibayar                      93.520.692           99.341.898        149.476.609     159.184.914     205.420.000
Liabilitas sewa - jangka pendek                     17.621.667           19.465.155         25.595.515      16.194.437      19.275.000
Pinjaman pihak berelasi - jangka pendek                                  10.348.768          9.322.205      19.874.294     864.746.000
Pinjaman Bank - jangka pendek                                            51.998.417        491.568.476     605.027.336       2.274.000
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek               464.457             1.197.818          2.341.732       2.332.315       2.271.000
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek                                                       75.266.072             -               -
Total Liabilitas Lancar                            447.949.656          654.226.521      1.531.001.678   1.540.430.368   2.025.947.000

LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan                                                                  2.950.342       5.680.685       4.737.000
Kewajiban imbalan kerja                             30.903.703            32.963.793       37.082.067      44.461.744      44.922.000
Utang lain-lain                                                                             1.019.970                       3.531.000
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang                                                    9.001.917
Pinjaman Bank - jangka panjang                                            13.333.333        9.333.333      48.982.084       4.466.000
Liabilitas sewa - jangka panjang                    28.806.338            10.279.756       59.426.466      55.857.996      45.183.000
Liabilitas lainnya - jangka panjang                                                         3.681.694       3.286.050

Total Liabilitas Tidak Lancar                       59.710.041            56.576.882      122.495.789     158.268.559     102.839.000
EKUITAS
Modal saham                                         20.000.000          135.550.000       166.150.000     166.150.000     500.000.000
Tambahan modal disetor                              99.486.047           58.179.252       128.270.380     220.270.380     138.222.000
Saldo laba                                         105.551.511           86.464.504       227.405.491     240.064.197     120.240.000
                                                   225.037.558          280.193.756       521.825.871     626.484.577     758.462.000
Kepentingan Non-pengendali                                                  336.620        15.439.696      94.974.081      23.135.000
Total Ekuitas                                      225.037.558          280.530.376       537.265.567     721.458.658     781.597.000
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                            732.697.255          991.333.779      2.190.763.034   2.420.157.585   2.910.383.000




                                                                                                                                   41

                                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 43
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


       Analisa Rasio Keuangan Perseroan




        Berdasarkan profitability rasio dapat terlihat bahwa Perseroan telah
        memperoleh laba dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

        Berdasarkan rasio likuiditas dapat dilihat bawa Perseroan masih mampu
        untuk memenuhi kebutuhan pinjaman jangka pendeknya hal ini ditunjukkan
        dengan current ratio yang diatas 1.

        Berdasarkan rasio solvability dapat dilihat bahwa Perseroan mengandalkan
        modal sendiri untuk pendanaan, yang umumnya mencerminkan kondisi
        keuangan yang lebih sehat dan resiko finansial yang lebih rendah.




                                                                                       42

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 44
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     1.1.8. Entitas Anak
      Per tanggal penilaian, Perseroan memiliki Entitas Anak dan struktur
      kepemilikan sebagai berikut:




                                            Sumber : Informasi Perseroan



      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan dan
      Laporan keuangan per 31 Desember 2024 seluruh entitas anak DGI
      merupakan entitas yang telah beroperasi secara komersial.




                                                                                       43

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 45
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Struktur Kepemilikan saham Perseroan dan Entitas Anaknya




                                                   Sumber : Informasi Perseroan




                                                                                                        44

                                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 46
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


1.2. PT DHARMA GUNA WIBAWA (DGW)
     1.2.1. Akte Pendirian
      DGW adalah suatu badan hukum Indonesia dalam bentuk perseroan terbatas,
      berkedudukan dan berkantor pusat di Jl. Agung Karya VI, Kav. A, No.7,
      Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta
      Utara, Provinsi DKI Jakarta, didirikan dengan nama PT Dharma Guna Wibawa
      berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 38 tertanggal 9 Agustus
      2000 yang dibuat di hadapan Setiawan S.H., Notaris di Jakarta Barat dan
      telah mendapatkan pengesahan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
      (“Menkeh”) berdasarkan surat keputusan Menkeh No. C-3438
      HT.01.01.Th.2001 tertanggal 29 Maret 2001 serta telah didaftarkan dalam
      Daftar Perseroan No. 090515142498 tertanggal 29 Januari 2002 (“Akta
      Pendirian DGW”).

      DGW berdomisili di Jakarta Pusat dan kantor pusatnya beralamat di Jl. Agung
      Karya VI, Kav. A, No.7, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kota
      Administrasi Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.

     1.2.2. Akte Perubahan
      Sejak pendirian, anggaran dasar DGW mengalami beberapa kali perubahan
      dan perubahan yang terakhir kali dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan
      Pemegang Saham Perseroan No. 9 tanggal 2 Oktober 2024, yang dibuat di
      hadapan Notaris Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Pusat,
      mengenai perubahan makdus dan tujuan usaha, yang telah mendapat
      persetujuan dari Menkumham dengan Surat Keputusan Menkumham No.
      AHU-0062986.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 3 Oktober 2024 dan telah
      didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0211810.AH.01.11.Tahun 2024
      tanggal 3 Oktober 2024.

     1.2.3. Tujuan dan Kegiatan Usaha
      Berdasarkan Anggaran Dasar DGW, tujuan utama dari DGW adalah berfokus
      pada beberapa bidang usaha, antara lain:

         a. Industri Pemberantas Hama (Formulasi)
         b. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan, dan Perlengkapan Pertanian
         c. Perdagangan Besar Pupuk, dan Produk Agrokimia

      Untuk mencapai tujuan tersebut, DGW melaksanakan berbagai kegiatan
      usaha sebagai berikut:

         a. Industri Pemberantas Hama (Formulasi)
             Kelompok ini meliputi pengolahan bahan aktif menjadi produk
             pemberantas hama (pestisida) yang siap digunakan, seperti insektisida,
             fungisida, rodentisida, herbisida, nematisida, molusida, dan akarisida.
             Selain itu, juga mencakup pembuatan disinfektan untuk pertanian dan
             berbagai kegunaan lainnya, dengan kode KBLI 20212.

                                                                                       45

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 47
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


      b. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan, dan Perlengkapan Pertanian
             Kelompok ini berfokus pada perdagangan besar mesin, peralatan, dan
             perlengkapan pertanian, seperti bajak, penyebar pupuk, penanam biji,
             alat panen, serta mesin seperti pemerah susu, mesin untuk beternak
             unggas, beternak lebah, dan traktor yang digunakan di sektor pertanian
             dan kehutanan. Kegiatan ini juga mencakup mesin pemotong rumput,
             dengan kode KBLI 46530.

         c. Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia
             Kelompok ini berfokus pada perdagangan besar pupuk dan produk
             agrokimia serta kimia pertanian, dengan kode KBLI 46652.

             Saat ini, DGW aktif dalam menjalankan kegiatan di bidang industri
             pemberantas hama (formulasi), perdagangan besar mesin, peralatan
             dan perlengkapan pertanian, serta perdagangan besar pupuk dan
             produk agrokimia.

     1.2.4. Modal Dasar dan Kepemilikan Saham
      Pada tanggal penilaian, modal dasar dan kepemilikan saham DGW adalah
      sebagai berikut:




     1.2.5. Susunan Anggota Direksi dan Komisaris
      DEWAN KOMISARIS

      Komisaris : David Yaory

      DIREKSI

      Direktur : Yody Suganda

     1.2.6. Perijinan yang Dimiliki
      Berdasarkan informasi Perseroan, hingga tanggal penilaian studi kelayakan,
      DJP telah memperoleh berbagai izin yang telah dipenuhi sehubungan dengan
      kegiatan usaha yang dijalankan.



                                                                                       46

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 48
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


        Berikut rincian izin tersebut:

        Perizinan umum

           a. Nomor induk berusaha No. 8120201930339 tertanggal 3 September
              2018 dengan perubahan terakhir pada tanggal 4 Oktober 2024 yang
              dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui sistem online
              single submission (OSS) untuk kode KBLI 46652 -Perdagangan besar
              pupuk dan produk pestisida, kode KBLI 46530 – Perdagangan besar
              mesin, peralatan, dan perlengkapan pertanian, kode KBLI 20212 –
              Industri pemberantas hama (formulasi) yang berlaku selama Perseroan
              melaksanakan kegiatan usahanya.
           b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.973.999.4.073.000 yang
              dikeluarkan oleh kantor pelayanan pajak Jakarta Pusat dan berlaku
              selama Perseroan melaksanakan kegiata usahanya.
           c. Sertifikat standar KBLI 20212 No. 81202019303390002 yang
              diterbitkan tanggal 28 September 2021 oleh Pemerintah Republik
              Indonesia melalui system online single submission (OSS) dan berlaku
              selama Perseroan melaksanakan kegiatan usahanya.
           d. Konfirmasi kesesuaian kegiatan usaha pemanfaat ruang (KKKPR) No.
              03012410113172008 tertanggal 3 Januari 2024 yang diterbitkan oleh
              Gubernur DKI Jakarta Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta
           e. Konfirmasi kesesuaian kegiatan usaha pemanfaat ruang (KKKPR) No.
              13122310113172822 tertanggal 13 Desember 2024 yang diterbitkan
              oleh Gubernur DKI Jakarta Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta
           f. Persetujuan Kesesuaian Kegiata Usaha Pemanfaatan ruang (PKKPR)
              No. 22102410213604057 tertanggal 28 September 2021 yang
              dikeluarkan oleh Bupati Serang, Kepala DPMTSP Kabupaten Serang

         Selain perijinan umum DGW juga telah memliki Perizinan operasional yaitu
         perijinan terkait dengan produk yang diproduksi dan dijual seperti :

                                     Nomor, Tanggal, dan
   No          Jenis Izin                                                                  Keterangan
                                          Instansi
                                                                   Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa

                                                                   No. Pendaftaran:RI. 01020120155322

                                                                   Nama Pestisida:ACCLAIM 90 WP
                                      Keputusan Menteri
                                        Pertanian No.
                                                                   Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Fungisida yang
                                    379/KPTS/SR.330/M/6/
                                                                   bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat
         Izin Tetap Pestisida            2020 tentang
   1                                                               disuspensikan
         Produk Acclaim               Pemberian Nomor
                                     Pendaftaran dan Izin
                                                                   Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:
                                    Tetap Pestisida tanggal
                                                                   -Bawang merah: Penyakit bercak ungu (Alternaria Porri)
                                         11 Juni 2020
                                                                   -Padi:-Penyakit Blast (Pyricularia Oryzae)
                                                                   -Penyakit Hawar Pelepah (Rhizoctonia Solani)
                                                                   -Penyakit bercak coklat (Cerospora Janseana)

                                                                   Jangka Waktu:11 Juni 2020 sampai dengan lima tahun


                                                                                                              47

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 49
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                    Nomor, Tanggal, dan
   No         Jenis Izin                                                                  Keterangan
                                         Instansi
                                                                  Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa

                                                                  No. Pendaftaran:RI. 01030120093398
                                                                  Nama Pestisida:ALCATRAS 625 SL
                                     Perizinan Berusaha
                                                                  Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida sistemik
                                      untuk Menunjang
                                                                  purna tumbuh berbentuk larutan dalam air
                                      Kegiatan Usaha
        Izin Tetap Pestisida        Pendaftaran Pestisida
   2                                                              Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Lahan tanpa
        Produk Alcatras                      No.
                                                                  tanaman:
                                   8120201930339001000
                                                                  -Golongan Rumput: Ischaemum timorense (0,75 – 1 l/ha)
                                       16 tanggal 17
                                                                  -Teki:Cyperus rotundus (0,75 – 1 l/ha)
                                      Desember 2022
                                                                  -Gulma berdaun lebar:Chromolaena odorata (0,75 – 1 l/ha)
                                                                  -Mimosa Pudica (0,75 – 1 l/ha)

                                                                  Jangka Waktu: 17 Desember 2022 sampai dengan lima
                                                                  tahun
                                      Keputusan Menteri
                                      Pertanian Republik          Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
                                         Indonesia No.
                                   597/KPTS/SR.330/M/10           No. Pendaftaran:RI. 01030120217109
                                         /2021 tentang            Nama Pestisida:ALEPPO 120 EW
                                       Pemberian Nomor
                                     Pendaftaran dan Izin         Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida kontak
                                        Tetap Pestisida           dan sistemik purna tumbuh berbentuk emulsi minyak
                                    tertanggal 12 Oktober         dalam air
        Izin Tetap Pestisida
                                      2021 sebagaimana
   3    Produk Aleppo 120
                                   diubah oleh Keputusan          Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Padi Sawah:
        EW
                                    Menteri Pertanian No.         -Gulma berdaun lebar: -Ludwigia Octovalvis
                                   139/KPTS/SR.330/M/1/           -Spenochlea Zeylamica
                                          2022 tentang            -Gulma golongan rumput:-Echinochloa Cruss-Gallti
                                       Perubahan Nama             -Leptochloa Chinensis
                                       Formulasi, Nama            -Teki:Fimbristylis Littoralis
                                    Bahan Aktif dan Kadar
                                     Bahan Aktif Pestisida        Jangka Waktu: 12 Oktober 2021 sampai dengan lima
                                     tertanggal 14 Januari        tahun
                                             2022
                                                                  Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa

                                     Keputusan Menteri            No. Pendaftaran:RI. 041101200093312
                                     Pertanian Republik           Nama Pestisida:AMANI 400 EC
                                        Indonesia No.
                                   502/KPTS/SR.330/M/6/           Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Bahan pengawet
        Izin Tetap Pestisida
   4                                     2022 tentang             kayu racun kontak, lambung dan pernafasan berbentuk
        Produk Amani 400 EC
                                          Pemberian               pekatan yang dapat diemulsikan.
                                   Nomor Pendaftaran dan
                                     Izin Tetap Pestisida         Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Kayu Pengrajin
                                    tanggal 27 Juni 2022          Rayap Tanah: Coptotermes Curvingnathus

                                                                  Jangka Waktu:27 Juni 2022 sampai dengan lima tahun
                                                                  Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa

                                                                  No. Pendaftaran:RI.01050120134644
                                        Anilo 60 WP
                                     Perizinan Berusaha           Nama Pestisida:ANILO 60 WP
                                      untuk Menunjang
        Izin Tetap Pestisida           Kegiatan Usaha             Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Moluskisida racun
   5
        Produk Anilo 60 WP          Pendaftaran Pestisida         kontak berbentuk tepung yang dapat disuspensikan
                                             No.
                                   8120201930339001000            Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:
                                   24 tanggal 28 Februari         Padi sawah:
                                            2023                  Siput Murbei: Pomacea Canaliculata

                                                                  Jangka Waktu:28 Februari 2023 sampai dengan lima tahun


                                                                                                              48

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 50
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                    Nomor, Tanggal, dan
   No         Jenis Izin                                                                  Keterangan
                                         Instansi
                                                                  Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa

                                                                  No. Pendaftaran:RI.01030120124542

                                                                  Nama Pestisida:ARCHER 20 WG
                                     Keputusan Menteri
                                                                  Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida sistematik
                                        Pertanian No.
                                                                  purna tumbuh berbentuk butiran yang dapat disipersikan
                                   502/KPTS/SR.330/M/6/
                                                                  dalam air
        Izin Tetap Pestisida             2022 tentang
   6
        Produk Archer 20 WG               Pemberian
                                                                  Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Kelapa Sawit
                                   Nomor Pendaftaran dan
                                                                  (TBM):
                                     Izin Tetap Pestisida
                                    tanggal 27 Juni 2022
                                                                  Gulma berdaun lebar: -Borreria alata
                                                                  -Clidemia hirta
                                                                  -Mikania micrantha
                                                                  -Synedrella nodiflora

                                                                  Jangka Waktu:27 Juni 2022 sampai dengan lima tahun
                                                                  Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa

                                                                  No. Pendaftaran:RI.01030120124543

                                                                  Nama Pestisida:ARCHER 20 WP
                                     Keputusan Menteri
                                        Pertanian No.             Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida sistematik
                                   502/KPTS/SR.330/M/6/           purna tumbuh berbentuk tepung yang dapat disuspensikan
        Izin Tetap Pestisida             2022 tentang
   7
        Produk Archer 20 WP               Pemberian               Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Kelapa Sawit
                                   Nomor Pendaftaran dan          (TBM):
                                     Izin Tetap Pestisida
                                    tanggal 27 Juni 2022          Gulma berdaun lebar: -Ageratum conyzoides
                                                                  -Borreria alata
                                                                  -Clidemia hirta
                                                                  -Sydnedrella nodiflora

                                                                  Jangka Waktu:27 Juni 2022 sampai dengan lima tahun
                                                                  Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa

                                                                  No. Pendaftaran:RI.01020120114106
                                     Keputusan Menteri
                                        Pertanian No.
                                                                  Nama Pestisida:ARSECA 8/64 WP
                                   135/KPTS/SR.330/M/1/
        Izin Tetap Pestisida             2022 tentang
                                                                  Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Fungsida protektif
   8    Produk                            Pemberian
                                                                  dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan
        Arseca 8/64 WP             Nomor Pendaftaran dan
                                     Izin Tetap Pestisida
                                                                  Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Kentang:
                                      tanggal 14 Januari
                                             2022
                                                                  Penyakit busuk daun: Phytophthora infestans

                                                                  Jangka Waktu:14 Januari 2022 sampai dengan lima tahun
                                                                  Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa

                                                                  No. Pendaftaran:RI.01010120227611
                                     Perizinan Berusaha
                                      untuk Menunjang             Nama Pestisida:ASSASSIN 100 SL
                                       Kegiatan Usaha
        Izin Tetap Pestisida
                                    Pendaftaran Pestisida         Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Intektisida
   9    Produk
                                             No.                  sistematik racun kontak dan lambung berbentuk larutan
        Assasin 100 SL
                                   8120201930339001000            dalam air
                                   25 tanggal 28 Februari
                                            2023                  Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Padi:
                                                                  -Wereng coklat: Nilaparvata Lugens

                                                                  Jangka Waktu:28 Februari 2023 sampai dengan lima tahun

                                                                                                                49

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 51
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                     Nomor, Tanggal, dan
   No          Jenis Izin                                                                  Keterangan
                                          Instansi
                                                                   Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
                                      Perizinan Berusaha
                                                                   Nama Produsen:Beijing Leili Marine Bioindustry Inc., China
         Perizinan Berusaha            untuk Menunjang
         untuk                       Kegiatan Usaha Surat
                                                                   No. Pendaftaran:01.02.2023.677
         Menunjang Kegiatan         Keputusan Pendaftaran
   10
         Usaha                      Pupuk (Anorganik) No.
                                                                   Nama Pestisida:Astonish
         Pendaftaran Pupuk          8120201930339001000
         Astonish                    19 tanggal 6 Februari
                                                                   Jenis Pupuk :Hara Makro Majemuk
                                             2023
                                                                   Jangka Waktu:6 Februari 2023 sampai dengan lima tahun
                                                                   Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa

                                                                   No. Pendaftaran:RI.01030120124276

                                                                   Nama Pestisida:AVIXA 500 SC
                                         Avixa 500 SC
                                                                   Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida sistematik
                                      Perizinan Berusaha
                                                                   selektif pra tumbuh dan peruna tumbuh berbentuk pekatan
                                       untuk Menunjang
                                                                   suspensi
         Izin Tetap Pestisida           Kegiatan Usaha
   11
         Produk Avixa 500 SC         Pendaftaran Pestisida
                                                                   Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:
                                              No.
                                                                   -Jagung
                                    8120201930339001000
                                                                   -Gulma berdaun lebar:-Synedrella nodiflora (2-3 l/ha)
                                     06 tanggal 14 Oktober
                                                                   -Cleome rutidosperma (2-3 l/ha)
                                             2022
                                                                   -Ageratum conyzoides (2-3 l/ha)
                                                                   -Euphorbia hirta (2-3 l/ha)
                                                                   -Gulma golongan rumput:Digitaria ciliaris (2-3 l/ha)

                                                               Jangka Waktu:14 Oktober 2022 sampai dengan lima tahun
                                                Sumber : Informasi Perseroan



        Perizinan lingkungan

         No.                      Jenis Izin                                  Nomor, Tanggal, dan Instansi


         1.     Surat Pernyataan Kesanggupan                          SPPL tertanggal 5 September 2024
                Pengelolaan dan Pemantauan
                Lingkungan Hidul (SPPL)


         2.     Izin Persetujuan Pernyataan                           Keputusan Bupati Serang No.
                Kesanggupan Pengelolaan                               28092101136040002 tentang Persetujuan
                Lingkungan Hidup (UKL-UPL)                            Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan
                KBLI 20212                                            Lingkungan       Hidup  Usaha    Kantor
                                                                      Administrasi di Kabupaten Serang,
                                                                      Provinsi Banten oleh PT Dharma Guna
                                                                      Wibawa dikeluarkan dari Sistem OSS yang
                                                                      diterbitkan tertanggal   10 Januari 2023

                                                Sumber : Informasi Perseroan



        Berkaitan dengan pabrik pembuatan baku pestisida yang berlokasi di
        Modernland, Cikande dan legalitas terkait lainnya DGW telah mempunyai
        memiliki legalitas yang diperlukan seperti :

                                                                                                                50

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 52
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


         No                 Deskripsi                                                      Status Perizinan
          1 Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)                                          Sudah diperoleh
          2 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup                                       Setelah Mendapatkan
            (RKL) dan Rencana Pemantauan                                               Persetujuan dalam
            Lingkungan Hidup (RPL)                                                     RUPS
          3 Sertifikasi Standar                                                        Setelah Mendapatkan
                                                                                       Persetujuan dalam
                                                                                       RUPS
          4    Persetujuan Teknis Limbah Domestik                                      Sedang diproses.
                                                                                       Estimasi minggu ke-4
                                                                                       Juni
          5    Persetujuan Teknis Emisi Gas Boiler                                     Sedang diproses.
                                                                                       Estimasi minggu ke-4
                                                                                       Juni
          6    Sertifikat Laik Fungsi (SLF)                                            Sudah diperoleh
          7    Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk                                     Sudah diperoleh
               Mesin Produksi
          8    Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Nomor                                 Sudah diperoleh
               Induk Data Instalasi (NIDI) PLN
          9    Nomor Induk Berusaha (NIB)                                              Setelah Mendapatkan
                                                                                       Persetujuan dalam
                                                                                       RUPS


       DGW sudah memperoleh 4 Perizinan yaitu Persetujuan Bangunan Gedung
       (PGB), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk mesin
       produksi, dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Nomor Induk Data Instalasi
       (NIDI) PLN. Sampai saat ini, DGW masih dalam proses mendapatkan
       Perizinan Persetujuan Teknis Limbah Domestik dan Persetujuan Teknis Emisi
       Gas Boiler dari Disnaker. Keduanya diperkirakan akan bisa diperoleh paling
       lambat pada akhir bulan Juni. Sementara itu, untuk RKL, RPL, Sertifikasi
       Standar, dan NIB baru akan diproses setelah mendapatkan persetujuan
       dalam RUPS.


     1.2.7. Analisa Laporan Keuangan DGW

        Laporan Laba Rugi DGW

        DGW merupakan perusahaan operasional yang bergerak di bidang industri
        produksi pestisida, pupuk, peralatan pertanian, bibit, dan distribusinya.




                                                                                                         51

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 53
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                                        PT DHARMA GUNA WIBAWA
                                                        LABA RUGI KOMPREHENSIF
                                   UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                            (dalam ribuan rupiah)

                                                          2020            2021             2022             2023             2024

        Penjualan bersih                               529,163,857    1,020,283,561    1,433,905,198    1,192,783,555    1,140,392,954
        Beban pokok penjualan                          420,380,007      825,239,810    1,154,437,510      841,176,287      736,615,936
        LABA KOTOR                                     108,783,850      195,043,751      279,467,688      351,607,268      403,777,018

        BEBAN USAHA
         Beban penjualan                               (82,188,176)    (108,748,833)    (162,041,767)    (212,230,194)    (217,066,291)
         Beban umum dan administrasi                   (13,695,676)     (34,288,866)     (26,039,869)     (51,477,881)     (23,998,725)
                                                       (95,883,852)    (143,037,699)    (188,081,636)    (263,708,075)    (241,065,016)

        LABA (RUGI) USAHA                               12,899,998      52,006,052       91,386,052       87,899,193      162,712,002

        PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
        Kerugian selisih kurs, bersih                   (1,928,009)        (935,505)      (1,970,089)          42,152
        Pendapatan bunga                                    25,492           38,766           59,243          103,561           72,543
        Beban bunga                                     (4,003,531)      (9,171,727)     (16,437,684)     (15,347,516)     (28,089,511)
        Keuntungan penjualan aset tetap                    378,181        2,344,335          628,802          130,915          429,505
        Pendapatan atau beban lain-lain                    317,029          (45,522)      (1,294,156)       1,151,446          336,646
                                                        (5,210,838)      (7,769,653)     (19,013,884)     (13,919,442)     (27,250,817)

        LABA SEBELUM PAJAK                               7,689,160      44,236,399       72,372,168       73,979,751      135,461,185

        PAJAK PENGHASILAN                               (3,590,385)     (10,655,172)     (20,135,331)     (18,077,435)     (32,131,490)

        LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                       4,098,775      33,581,227       52,236,837       55,902,316      103,329,695




        Pada tahun 2020, DGW membukukan pendapatan sebesar Rp. 529,16 miliar, dan
        mengalami kenaikan sebesar 92,81% menjadi Rp.1,02 triliun pada tahun 2021,
        pendapatan DGW mengalami kenaikan kembali pada tahun 2022 sebesar 40,54%
        menjadi Rp.1,43 triiliun, namun mengalami penurunan pada dua tahun terakhir,
        yaitu turun sebesar 16,82% pada tahun 2023 menjadi sebesar Rp. 1,19 triliun, dan
        sebesar 4,39% pada tahun 2024 menjadi sebesar Rp. 1,14 triliun.

        Namun penurunan pada pendapatan DGW pada dua tahun terakhir bukan berarti
        penurunan pada kemampuan DGW dalam menghasilkan laba, terutama mengingat
        net profit margin DGW yang selalu meningkat setiap tahunnya yaitu sebesar 0,77%
        pada tahun 2020, 3,29% pada tahun 2021, 3,64% pada tahun 2022, 4,69% pada
        tahun 2023 dan 9,06% pada tahun 2024. Secara jumlah pun, laba DGW terus
        mengalami kenaikan.




                                                                                                                             52

                                Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 54
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


        Laporan Posisi Keuangan DGW
                                                           PT DHARMA GUNA WIBAWA
                                                          LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                                  PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
                                                                         (dalam ribuan rupiah)

                                                              2020                  2021           2022          2023               2024
        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                   3,112,994                 782,325     2,730,698     9,230,715         10,845,346
        Piutang usaha
          - Pihak ketiga - neto                             50,904,511           186,803,369     215,357,788   219,835,863        257,298,514
          - Pihak berelasi                                 132,863,328           296,355,296     276,406,765   219,062,916        195,358,964
        Piutang lain-lain                                      217,125                                                 -                  -
        Persediaan                                         101,829,527           276,484,866     178,001,116   233,384,758        214,516,864
        Pajak dibayar di muka                                                      1,142,864             -             -            1,019,903
        Biaya dibayar di muka                                4,577,832             2,484,795       2,191,681     2,911,722         71,058,513
        Aset lancar lainnya                                    920,500             1,538,163       2,117,057       590,717            610,574
        Total Aset Lancar                                  294,425,817           765,591,678     676,805,105   685,016,691        750,708,678

        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap - neto                                    3,507,754             2,541,960       3,558,184     4,455,541         53,661,526
        Aset hak guna                                       21,068,852            86,653,016      89,809,582    59,959,542                -
        Aset pajak tangguhan                                11,577,258            26,732,256      27,123,845    34,137,112         28,693,593
        Aset tidak lancar lainnya                                 1720                  1720                         5,624              1,000
        Total Aset Tidak Lancar                             36,155,584           115,928,952     120,491,611    98,557,819         82,356,119
        TOTAL ASET                                         330,581,401           881,520,630     797,296,716   783,574,510        833,064,797
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS LANCAR
        Cerukan bank                                        13,899,409             26,231,786     25,773,125    17,753,312         47,587,839
        Utang usaha :
           - Pihak ketiga                                  126,132,820           151,815,948      58,063,896    58,072,901         16,528,905
           - Hubungan istimewa                               4,993,456           297,706,215     257,143,690    90,834,991          6,356,454
        Utang pajak                                                  -
           - Pajak penghasilan badan                         5,807,709             23,222,166      3,411,407     3,860,987          6,971,210
           - Pajak lain-lain                                   937,509              2,664,562      6,820,997    17,824,442         12,923,907
        Utang lain-lain                                      6,260,452             13,818,646     24,234,677    31,350,817         42,685,720
        Uang Muka Pelanggan                                                                                                         4,701,434
        Biaya yang masih harus dibayar                      44,368,824             69,403,472     64,499,324    78,055,371         86,113,127
        Liabilitas sewa - jangka pendek                      7,679,480             23,080,148     17,642,056    14,658,187         16,881,357
        Pinjaman Bank - jangka pendek                                              48,998,417     59,602,436   167,703,853        216,726,836
        Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek                                     1,197,818        379,527     1,927,529          1,710,463
        Liabilitas lancar lainnya                                                                                7,836,502
        Total Liabilitas Lancar                            210,079,659           658,139,178     517,571,135   489,878,892        459,187,252

        LIABILITAS TIDAK LANCAR
        Kewajiban imbalan kerja                              6,962,114             22,448,170     21,170,545    30,950,219         31,090,548
        Pinjaman Bank - jangka panjang                                             13,333,333      9,333,333    12,734,337                -
        Liabilitas sewa - jangka panjang                    14,053,581             72,750,799     78,453,128    50,788,761         38,461,528
        Liabilitas lainnya - jangka panjang                                                        3,544,369     3,286,053          3,531,011
        Total Liabilitas Tidak Lancar                       21,015,695           108,532,302     112,501,375    97,759,370         73,083,087

        EKUITAS
        Modal saham                                            300,000            60,000,000      60,000,000   120,000,000        120,000,000
        Tambahan modal disetor                               5,983,907             5,983,907       5,983,907     5,983,907          5,983,907
        Saldo laba                                          93,202,140            48,865,243     101,240,299    69,952,341        174,810,551
        Total Ekuitas                                       99,486,047           114,849,150     167,224,206   195,936,248        300,794,458
        TOTAL LIABILITAS DAN
        EKUITAS                                            330,581,401           881,520,630     797,296,716   783,574,510        833,064,797




                                                                                                                             53

                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 55
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


        Analisa Rasio Keuangan DGW

        Berikut ini adalah rasio keuangan historical DGW:




        Berdasarkan profitability rasio dapat terlihat bahwa DGW telah memperoleh
        laba dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

        Berdasarkan rasio likuiditas dapat dilihat bawa DGW masih mampu untuk
        memenuhi kebutuhan pinjaman jangka pendeknya hal ini ditunjukkan
        dengan current ratio yang diatas 1.

        Dilihat dari rasio debt to equity rasionya terlihat bahwa DGW dalam kegiatan
        operasionalnya masih mengandalkan hutang dibandingkan modal sendiri




                                                                                       54

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 56
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


BAB 2 ANALISIS KELAYAKAN PASAR

2.1. Tinjauan Perekonomian Nasional
       Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia
       sepanjang 2024 tumbuh sebesar 5,03% secara tahunan (year on year/yoy).
       Realisasi itu lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun 2023 sebesar
       5,05% dan lebih rendah dari target pemerintah yang sebesar 5,2%. Kinerja
       ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu tak lepas dari kinerja pertumbuhan
       ekonomi kuartal IV-2024 yang sebesar 5,02% (yoy). Realisasi ini lebih rendah
       dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,04.
       Secara lebih rinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024
       tercatat sebesar 5,11%, lalu di kuartal II-2024 tumbuh sebesar 5,05%, dan pada
       kuartal III-2024 tumbuh sebesar 4,95%. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar
       Widyasanti dalam Kompas.com mengatakan, secara kumulatif atau c to c,
       ekonomi Indonesia pada tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%. Amalia
       menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 turut
       dipengaruhi kondisi perekonomian global. Ekonomi global diproyeksi akan
       tetap tumbuh, namun melambat pada 2024. Imbas dari perlambatan ekonomi
       tersebut, aktivitas perdagangan global pun melemah. Hal ini kemudian
       berimplikasi terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berasal
       dari perdagangan internasional. Secara rinci, pertumbuhan ekonomi 2024
       tercatat sebesar 5,11% pada kuartal I, 5,05% pada Kuartal II, dan 4,95% pada
       Kuartal III.

       Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam kontan.co.id
       menyampaikan, lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap
       ekonomi kuartal IV 2024 adalah, industri pengolahan tumbuh 4,89% yoy,
       perdagangan 5,19% yoy, pertanian 0,71% yoy, konstruksi 5,81% yoy, dan
       pertambangan 3,95% yoy. Adapun total share dari kelima lapangan usaha
       tersebut mencakup 63,34% dari total produk domestik bruto (PDB). Dari sisi
       lapangan usaha pada kuartal IV 2024, seluruh lapangan usaha tumbuh positif.
       Amalia menambahkan, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yakni
       jasa lainnya sebesar 11,36% yoy, didukung oleh peningkatan aktivitas rekreasi
       seiring peningkatan jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara.
       Kemudian, jasa perusahaan yang tumbuh 8,08% yoy, ditopang oleh
       peningkatan aktivitas agen perjalanan, penyelenggaraan tur, dan jasa reservasi
       lainya selama periode Natal dan tahun Baru 2024, serta peningkatan jumlah
       jamaah umroh. Selanjutnya, transportasi dan pergudangan tumbuh 7,92%,
       sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang dan barang di berbagai moda
       transportasi terutama saat libur Natal dan tahun Baru.

       Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih
       rendah dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024
       sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya
       permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Pada 2025,
       pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan
       sebelumnya. Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan
       melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama, kecuali AS.



                                                                                         55

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 57
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


       Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah ke
       bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan
       ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta
       juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam
       memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank Indonesia
       memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7 –
       5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8 – 5,6%.
       Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya
       untuk tetap menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi
       yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi stimulus
       kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran
       yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah.
       Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-
       program Pemerintah dalam Asta Cita, termasuk untuk ketahanan pangan,
       pembiayaan ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan keuangan digital.

                                       Tabel 2.1
              Tabel Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 – 2024

    Indikasi Ekonomi                     2020              2021             2022          2023       2024
Pertumbuhan PDB (yoy, %)               -2,07              3,69             5,31            5,05       5,03
Nominal PDB (Rp. Triliun)             15.434,2          16.970,8         19.588,4        20.892,4   22.139,0
Tingkat Inflasi(%, akhir
                                          1,68             1,87              5,51          2,61       1,57
tahun)
Suku Bunga BI (%)                         3,75             3,50              5,50          6,00       6,00
Cadangan Devisa (USD
                                         135,9            144,9             137,2         146,4      155,7
Miliar)
Nilai Tukar Rupiah
                                        13.901           14.269            15.731        15.399     16.157
(Rp/USD, akhir tahun)
                            Sumber: BPS, Bank Indonesia dan sumber lainnya (diolah)



       Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Desember
       2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku
       bunga Deposit      Facility sebesar 5,25%,     dan    suku   bunga Lending
       Facility sebesar 6,75%. Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan
       moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1%
       pada 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang
       berkelanjutan. Fokus kebijakan moneter diarahkan untuk memperkuat
       stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak makin tingginya ketidakpastian
       perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat (AS) dan eskalasi
       ketegangan geopolitik di berbagai wilayah. Ke depan, Bank Indonesia terus
       mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan prospek inflasi serta dinamika
       kondisi ekonomi yang berkembang, dalam memanfaatkan ruang penurunan
       suku bunga kebijakan lanjutan. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan
       sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
       yang berkelanjutan.



                                                                                                         56

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 58
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong
     kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan
     penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan ekonomi hijau, melalui
     penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai
     Januari 2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan
     sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan,
     khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat keandalan
     infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas
     akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.

     Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung
     ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember
     2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor
     komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan
     minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung
     transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran defisit
     rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Posisi cadangan devisa Indonesia
     pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara
     dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran
     utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
     internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan
     tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut
     dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai
     dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung
     oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor
     terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil
     investasi yang menarik.

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
     sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57%
     (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level
     2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia
     (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya.
     Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy)
     didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen,
     serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara
     spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran
     inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali
     dalam sasarannya.

     Inflasi inti diperkirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
     sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
     permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan
     kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
     berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
     sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah.
     Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter
     guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
     dengan tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.


                                                                                       57

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 59
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Sepanjang 2024, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)
     mengalami fluktuasi yang signifikan. Dalam waktu singkat rupiah menguat
     namun dalam sekejap juga rupiah dapat melemah. Dikutip dari
     cnbcindonesia.com, per 27 Desember 2024 rupiah ditutup di angka
     Rp16.230/USD. Posisi ini merupakan yang terlemah sejak 19 Desember 2024.
     Secara month to date/mtd, rupiah telah terdepresiasi sebesar 2,46% dan
     secara year to date/ytd, rupiah telah ambruk sebesar 5,42%. Dalam
     perjalannya rupiah sempat mengalami posisi terkuat yakni pada 25 September
     2024 di angka Rp15.095/USD. Sementara rupiah juga pernah anjlok hingga
     menyentuh level terburuknya di tahun ini yakni pada 21 Juni 2024 di angka
     Rp16.445/USD. Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam
     asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yakni
     sebesar Rp15.000/USD. Jika dilihat hingga saat ini, posisi rupiah sudah
     melenceng sekitar Rp1.230/USD atau telah ambles 8,2% dibandingkan target
     dari APBN itu sendiri. Sementara menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate
     (JISDOR), kurs rupiah terhadap dolar AS pada 31 Desember 2024 sebesar Rp
     16.157. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen
     Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik,
     inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap
     baik.

     Produk Domestik Bruto

     Perekonomian Indonesia 2024 yang diukur berdasarkan Produk Domestik
     Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB
     per kapita mencapai Rp78,6 juta atau USD4.960,3. Ekonomi Indonesia tahun
     2024 tumbuh sebesar 5,03%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan
     usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa
     Lainnya sebesar 9,80%; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69%;
     dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56%. Sementara itu,
     Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,43%. Sedangkan
     Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta
     Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 4,86%
     dan 0,67%. Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga
     berlaku tahun 2024 didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan
     sebesar 18,98%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
     dan Sepeda Motor sebesar 13,07%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
     sebesar 12,61%; Konstruksi sebesar 10,09%; serta Pertambangan dan
     Penggalian sebesar 9,15%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam
     perekonomian Indonesia mencapai 63,90%.

     Ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 terhadap kuartal IV-2023 (y-on-y) tumbuh
     sebesar 5,02%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan
     usaha yang tumbuh signifi kan adalah Jasa Lainnya sebesar 11,36%; diikuti
     oleh Jasa Perusahaan sebesar 8,08%; Transportasi dan Pergudangan sebesar
     7,92%; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 7,45%. Sebagai lapangan
     usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar
     4,89%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
     Sepeda Motor; serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing
     tumbuh sebesar 5,19% dan 0,71%.

                                                                                       58

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 60
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Sementara itu, ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-
     to-q). Pertumbuhan terjadi pada beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha
     yang mengalami pertumbuhan signifi kan diantaranya Administrasi
     Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 16,63%;
     diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar
     8,40%. Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam
     adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 18,49%.

                                              Grafik 2.1
                                        Produk Domestik Bruto




                                                   Sumber: BPS


     Dari sisi pengeluaran, ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%
     (c-to-c) dibanding tahun 2023. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen
     PDB Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada PK-LNPRT sebesar
     12,48%; diikuti Komponen PK-P sebesar 6,61%; Komponen Ekspor Barang
     dan Jasa sebesar 6,51%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
     (PK-RT) sebesar 4,94%; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
     (PMTB) sebesar 4,61%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa
     (factor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 7,95%.
     Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun
     2024 tidak menunjukkan perubahan yang signifi kan. Perekonomian Indonesia
     didominasi oleh Komponen PK-RT dengan kontribusi sebesar 54,04%.
     Komponen PMTB memiliki kontribusi terbesar kedua yakni sebesar 29,15%,
     diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,18%; Komponen PK-P
     sebesar 7,73%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,25%; dan
     Komponen PK-LNPRT sebesar 1,36%. Sementara itu, Komponen Impor
     Barang dan Jasa memiliki kontribusi sebesar 20,39%

     Ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 terhadap kuartal IV-2023 tumbuh sebesar
     5,02% (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran.
     Pertumbuhan terti nggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa, yang
     mengalami peningkatan sebesar 7,63%, diikuti Komponen PK-LNPRT tumbuh
     sebesar 6,06%. Selain itu, Komponen PMTB, PK-RT, dan PK-P tumbuh
     masing-masing sebesar 5,03%, 4,98%, dan 4,17%. Sementara itu, Komponen
     Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 10,36%.

                                                                                       59

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 61
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2024 dibanding kuartal III-2024 tumbuh
     sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terti nggi dicapai oleh Komponen PK-P
     sebesar 38,58%, diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 6,36%.

     Selain itu, Komponen Ekspor Barang dan Jasa, Komponen PMTB, dan
     Komponen PK-RT masing-masing tumbuh sebesar 4,63%, 2,44%, dan 1,64%.
     Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 3,23%.
     Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian
     Indonesia secara spasial selama tahun 2024 dengan kontribusi sebesar
     57,02%; diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,12%; Pulau Kalimantan sebesar
     8,24%; Pulau Sulawesi sebesar 7,12%; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar
     2,81%; serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,69%. Pada tahun 2024,
     pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun
     dibayangi tekanan global geopolitik dan internal dalam negeri. Secara
     kumulatif, pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok Pulau Maluku
     dan Papua yang tumbuh sebesar 7,81%; diikuti Pulau Sulawesi sebesar 6,18%;
     Pulau Kalimantan sebesar 5,52%; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar
     5,04%; dan Pulau Jawa sebesar 4,92%. Selanjutnya, kelompok provinsi di
     Pulau Sumatera tumbuh sebesar 4,45%.

                                        Tabel 2.2
                            PDB Menurut Lapangan Usaha
                   Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
                                    (triliun rupiah)




                                                                                       60

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 62
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                      Tabel 2.3
                    Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
                                      (persen)




                                                Sumber: bps.go.id



     Pertumbuhan Ekonomi Sektoral

     Sektor yang paling banyak menyumbang PDB adalah sektor industri
     pengolahan, Pada tahun 2014 sektor industri pengolahan memberikan
     kontribusi sebesar Rp.1.854.257 miliar yaitu sebesar 21,6% dari total PDB,
     Pada tahun 2019 jumlah tersebut meningkat menjadi Rp.2.276.668 miliar
     (20,8% dari total PDB) dengan kontribusi rata-rata 21,3% selama lima tahun
     dan pada tahun 2024 meningkat menjadi RP. 2.618.855 milyar (20,3%).




                                                                                       61

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 63
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Penyumbang PDB terbesar kedua adalah sektor perdagangan besar dan
     eceran, pada tahun 2014 sektor perdagangan dan eceran memberikan
     kontribusi sebesar Rp1.177.298 miliar (13,7% dari total PDB) meningkat
     menjadi Rp1.440.263 miliar (13,2%) pada tahun 2019 dengan tingkat kontribusi
     rata-rata 13,3% per tahun. Pada tahun 2024 kontribusi sektor ini berjumlah
     Rp. 1.682.254 milyar (13,0% dari total PDB).

     Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar ketiga terhadap PDB, Pada
     tahun 2014, sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar Rp.1.129.063
     miliar (13,2% dari total PDB) dan pada tahun 2019 sebesar Rp.1.354.399 miliar
     (12,4% dari total PDB) dengan tingkat kontribusi rata-rata 12,8% dari total PDB.
     Pada tahun 2024 sektor ini menyumbang Rp. 1.464.331 milyar (11,3% dari total
     PDB)

                                                        Tabel 2.4
                                           Persentase Distribusi PDB, 2014-2024
                                                Menurut Sektor Ekonomi

                                                                                                        Rerata
                    Sektor Ekonomi                      2014     2015    2016     2017   2018   2019             2020 2021 2022 2023 2024
                                                                                                      2014-2019
     A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan              13,2%   13,0%    12,8%   12,7% 12,5%   12,4%      12,8% 12,9% 12,6% 12,3% 11,8% 11,3%
     B. Pertambangan dan Penggalian                       9,3%    8,5%     8,2%    7,9% 7,6%     7,4%       8,1%   7,4% 7,4% 7,3% 7,4% 7,4%
     C. Industri Pengolahan                              21,6%   21,5%    21,4%   21,2% 21,0%   20,8%      21,3% 20,6% 20,5% 20,5% 20,4% 20,3%
     D. Pengadaan Listrik dan Gas                         1,1%    1,1%     1,1%    1,0% 1,0%     1,0%       1,0%   1,0% 1,0% 1,0% 1,0% 1,0%
     E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan
     Daur Ulang                                          0,1%     0,1%     0,1%    0,1% 0,1%     0,1%     0,1%    0,1%   0,1%   0,1%     0,1%   0,1%
     F. Konstruksi                                       9,7%     9,8%     9,8%   10,0% 10,1%   10,1%     9,9%   10,0%   9,9%   9,6%     9,6%   9,8%
     G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
     Mobil dan Sepeda Motor                              13,7%   13,4%    13,3%   13,2% 13,2%   13,2%    13,3%   12,9% 13,0%    13,1% 13,0% 13,0%
     H. Transportasi dan Pergudangan                      3,8%    3,9%     4,0%    4,1% 4,2%     4,2%     4,0%    3,7% 3,7%      4,2% 4,5% 4,7%
     I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum              3,0%    3,0%     3,0%    3,0% 3,0%     3,0%     3,0%    2,8% 2,8%      3,0% 3,1% 3,2%
     J. Informasi dan Komunikasi                          4,5%    4,7%     4,9%    5,1% 5,2%     5,4%     4,9%    6,1% 6,3%      6,4% 6,6% 6,7%
     K. Jasa Keuangan dan Asuransi                        3,7%    3,9%     4,0%    4,0% 4,0%     4,0%     3,9%    4,3% 4,2%      4,0% 4,0% 4,0%
     L. Real Estate                                       3,0%    3,0%     3,0%    2,9% 2,9%     2,9%     2,9%    3,0% 3,0%      2,9% 2,8% 2,7%
     M,N. Jasa Perusahaan                                 1,6%    1,7%     1,7%    1,7% 1,8%     1,9%     1,7%    1,8% 1,8%      1,8% 1,9% 1,9%
     O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
     dan Jaminan Sosial Wajib                             3,5%   3,5%      3,4% 3,3% 3,4%       3,3%      3,4%   3,4% 3,3% 3,2% 3,1% 3,1%
     P. Jasa Pendidikan                                   3,1%   3,2%      3,1% 3,1% 3,1%       3,1%      3,1%   3,3% 3,2% 3,0% 2,9% 2,9%
     Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial                1,1%   1,1%      1,1% 1,1% 1,1%       1,2%      1,1%   1,3% 1,4% 1,4% 1,4% 1,4%
     R,S,T,U. Jasa lainnya                                1,6%   1,6%      1,7% 1,7% 1,8%       1,9%      1,7%   1,8% 1,8% 1,9% 2,0% 2,1%
     A. NILAI TAMBAH BRUTO ATAS HARGA DASAR              97,5% 96,8%      96,4% 96,1% 95,9% 95,9%        96,5% 96,4% 95,9% 95,6% 95,6% 95,7%
     B. PAJAK DIKURANG SUBSIDI ATAS PRODUK                2,5%   3,2%      3,6% 3,9% 4,1%       4,1%      3,5%   3,6% 4,1% 4,4% 4,4% 4,3%
     C. PRODUK DOMESTIK BRUTO                           100,0% 100,0%    100,0% 100,0% 100,0% 100,0%    100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0%

                                                   Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)


     Seluruh sektor ekonomi menunjukkan pertumbuhan positif selama lima tahun
     (2015-2019) dengan rata-rata total pertumbuhan PDB sebesar 5,0% per tahun,
     kecuali sektor pertambangan pada tahun 2015 yang pertumbuhannya negatif,
     seperti terlihat pada tabel 2.4 di bawah ini. Pada tahun 2020 pertumbuhan PDB
     negatif sebesar -2,1% akibat pandemi Covid-19 tahun itu. Namun pada tahun-
     tahun berikutnya pertumbuhan PDB menunjukkan angka pertumbuhan positif
     dengan tinkat pertumbuhan yang berangsur meningkat hingga pertumbuhan
     ekonomi nasional (yang ditunjukkan peningkatan angka pertumbuhan PDB)
     kembali mencapai 5% pertahun.

                                                                                                                                    62

                                   Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 64
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama sepuluh tahun terakhir
     perekonomian nasional Indonesia mencapai pertumbuhan rata-rata 5% per
     tahun terkecuali pada tahun 2020 sebagai akibat terjadinya wabah Covid-19
     pada tahun tersebut.

                                               Table 2.5
                             Pertumbuhan Produk Domestik Bruto, 2015-2024
                                    Atas Dasar Harga Konstan 2010
                                                                                              Rerata
                    Sektor Ekonomi                  2015     2016    2017     2018    2019    2014-     2020      2021    2022    2023    2024
                                                                                               2019
     A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan           3,8%    3,4%     3,9%    3,9%    3,6%      3,7%      1,8%    1,9%    2,3%    1,3%    0,7%
     B. Mining and Quarrying                         -3,4%    0,9%     0,7%    2,2%    1,2%      0,3%     -2,0%    4,0%    4,4%    6,1%    4,9%
     C. Processing Industry                           4,3%    4,3%     4,3%    4,3%    3,8%      4,2%     -2,9%    3,4%    4,9%    4,6%    4,4%
     D. Electricity and Gas                           0,9%    5,4%     1,5%    5,5%    4,0%      3,5%     -2,3%    5,5%    6,6%    4,9%    4,8%
     E. Water Supply. Waste Management. Waste and
     Recycle                                         7,1%     3,6%     4,6%    5,6%    6,8%     5,5%       4,9%    5,0%    3,2%    4,9%    1,6%
     F. Construction                                 6,4%     5,2%     6,8%    6,1%    5,8%     6,0%      -3,3%    2,8%    2,0%    4,9%    7,0%
     G. Wholesale and Retail Trade; Automobile
     Repair and Motorcycle                           2,5%     4,0%     4,5%    5,0%    4,6%     4,1%      -3,7%    4,6% 5,5%       4,9%    4,9%
     H. Transportation and Warehousing               6,7%     7,4%     8,5%    7,0%    6,4%     7,2%     -15,0%    3,2% 19,9%     14,0%    8,7%
     I. Accommodation, Food and Drink                4,3%     5,2%     5,4%    5,7%    5,8%     5,3%     -10,2%    3,8% 12,0%     10,0%    8,6%
     J. Information and Comunication                 9,7%     8,9%     9,6%    7,0%    9,4%     8,9%      10,6%    6,8% 7,7%       7,6%    7,6%
     K. Financial Services and Insurance             8,6%     8,9%     5,5%    4,2%    6,6%     6,8%       3,2%    1,6% 1,9%       4,8%    4,7%
     L. Real Estate                                  4,1%     4,7%     3,6%    3,5%    5,8%     4,3%       2,3%    2,8% 1,7%       1,4%    2,5%
     M N. Company Services                           7,7%     7,4%     8,4%    8,6%   10,3%     8,5%      -5,4%    0,7% 8,8%       8,2%    8,4%
     O. Government Administration. Defense and
         Compulsory Social Security                   4,6%    3,2%     2,0%    7,0%    4,7%     4,3%       0,0%   -0,3% 2,5%       1,5%    6,4%
     P. Educational Services                          7,3%    3,8%     3,7%    5,4%    6,3%     5,3%       2,6%    0,1% 0,6%       1,7%    3,8%
     Q. Health Services and Social Activities         6,7%    5,2%     6,8%    7,1%    8,7%     6,9%      11,6%   10,4% 2,7%       4,7%    8,1%
     R.S.T.U. other services                          8,1%    8,0%     8,7%    9,0%   10,6%     8,9%      -4,1%    2,1% 9,5%      10,5%    9,8%
     A. GROSS VALUE ADDED TO BASE PRICE               4,2%    4,6%     4,8%    4,9%    5,0%     4,7%      -1,6%    3,3% 4,9%       5,1%    5,1%
     B. TAX minus SUBSIDIES ON PRODUCTS              32,5%   19,1%    13,3%   10,8%    6,5%    16,4%     -13,4%   15,6% 13,8%      4,9%    3,2%
     C. GROSS DOMESTIC PRODUCT                        4,9%    5,0%     5,1%    5,2%    5,0%     5,0%      -2,1%    3,7% 5,3%       5,0%    5,0%
                                               Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)



     Perkembangan Ekspor Impor Indonesia

     Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia Desember
     2024 mencapai USD23,46 miliar atau turun 2,24% dibanding ekspor November
     2024. Dibanding Desember 2023 nilai ekspor naik sebesar 4,78%. Ekspor
     nonmigas Desember 2024 mencapai USD21,92 miliar, turun 3,36% dibanding
     November 2024 dan naik 4,83% jika dibanding ekspor nonmigas Desember
     2023. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari – Desember 2024
     mencapai USD264,70 miliar atau naik 2,29% dibanding periode yang sama
     tahun 2023. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai
     USD248,83 miliar juga naik 2,46%. Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor
     nonmigas terbesar Desember 2024, sebagian besar komoditas mengalami
     penurunan, dengan penurunan terbesar pada mesin dan peralatan mekanis
     serta bagiannya sebesar USD206,1 juta (26,38%). Sementara yang mengalami
     peningkatan terbesar adalah logam mulia dan perhiasan/permata sebesar
     USD41,9 juta (6,54%).

     Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari –
     Desember 2024 naik 5,33% dibanding periode yang sama tahun 2023,
     demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 29,81%,
     sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 10,20%.
                                                                                                                                  63

                                Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 65
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Ekspor nonmigas Desember 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD5,79
     miliar, disusul Amerika Serikat USD2,46 miliar, dan Jepang USD1,45 miliar,
     dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,21%. Sementara ekspor ke ASEAN
     dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD4,10 miliar dan
     USD1,35 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada
     Januari – Desember 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai
     USD37,87 miliar (14,31%), diikuti Jawa Timur USD25,72 miliar (9,72%) dan
     Kalimantan Timur USD25,46 miliar (9,62%).

                                          Grafik 2.2
                                Ekspor Impor Bulanan Indonesia




                                             Sumber : www.bps.go.id


     Sedangkan untuk nilai impor Indonesia Desember 2024 mencapai USD21,22
     miliar, naik 8,10% dibandingkan November 2024 atau naik 11,07%
     dibandingkan Desember 2023. Impor migas Desember 2024 senilai USD3,30
     miliar, naik 28,26% dibandingkan November 2024 atau turun 2,24%
     dibandingkan Desember 2023. Impor nonmigas Desember 2024 senilai
     USD17,92 miliar, naik 5,06% dibandingkan November 2024 atau naik 13,92%
     dibandingkan Desember 2023. Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas
     Desember 2024, golongan mesin/peralatan mekanis dan bagiannya yang
     mengalami peningkatan tertinggi senilai USD197,2 juta (6,93%) dibandingkan
     November 2024. Sementara golongan logam mulia dan perhiasan/permata
     mengalami penurunan terbesar senilai USD143,4 juta (21,11%).
     Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Desember
     2024 adalah Tiongkok USD7,29 miliar (40,65%), Jepang USD1,34 miliar
     (7,48%), dan Australia USD0,87 miliar (4,84%). Impor nonmigas dari ASEAN
     USD2,70 miliar (15,08%) dan Uni Eropa USD1,14 miliar (6,38%). Seluruh nilai
     impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari – Desember
     2024 mengalami peningkatan terhadap periode yang sama tahun sebelumnya.
     Golongan bahan baku/penolong meningkat tertinggi senilai USD8,52 miliar
     (5,29%), diikuti barang modal USD2,09 miliar (5,34%) dan barang konsumsi
     USD1,16 miliar (5,37%). Neraca perdagangan Indonesia Desember 2024
     mengalami surplus USD2,24 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas
     USD4,00 miliar, namun sektor migas deficit senilai USD1,76 miliar.


                                                                                       64

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 66
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Namun, dilihat secara tahunan, dari tahun 2013 hingga 2022, perdagangan
     internasional Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik di
     sektor ekspor maupun impor, Dengan nilai dolar AS yang umumnya besar,
     neraca perdagangan menghasilkan surplus devisa yang diperlukan untuk
     pembangunan nasional, Kecuali pada tahun 2014, 2028 dan 2019,
     perdagangan internasional menunjukkan kecenderungan melemah yang
     mengakibatkan defisit neraca perdagangan. Pelemahan ekspor ditandai
     dengan dampak pelemahan ekonomi global yang sedang berlangsung saat itu,
     sementara kebutuhan dalam negeri terus meningkat yang mendorong
     peningkatan impor.
                                    Tabel 2.6
                       Perdagangan Internasional, 2013-2024
                                   (USD Juta)
                                                                                Neraca
                     Tahun           Ekspor                Impor
                                                                             Perdagangan
                       2014              175.981               178.179                 -2.198
                       2015              150.366               142.695                 7.671
                       2016              145.186               135.653                 9.533
                       2017              168.828              156.986                  11.843
                       2018            180.013                188.711                  -8.699
                       2019            167.683                170.727                  -3.044
                       2020            163.192                141.569                  21.623
                       2021            231.610                196.190                  35.420
                       2022            291.979                237.443                  54.536
                       2023            258.774               221.886                   36.889
                       2024            264.703               233.660                   31.044
                                    Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)



     Penanaman Modal
     Realisasi Penanaman Modal, baik Penanaman Modal Asing maupun
     Penanaman Modal Dalam Negeri dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2023
     (Tabel 2.7) menunjukkan tingkat pertumbuhan yang fluktuatif, Hal ini
     disebabkan oleh faktor ekonomi global maupun faktor politik nasional yang
     dapat mempengaruhi minat investor untuk berinvestasi.

                                          Tabel 2.7
                               Penanaman Modal, Tahun 2014-2023
                                PMDN /                                     PMA /
                      Penanaman Modal Dalam Negeri                 Penanaman Modal Asing
          Tahun
                                 Nilai     Pertumbuh                      Nilai
                      Proyek                                 Proyek                Pertumbuhan
                              (Rp. Milyar)     an                      (USD juta)
           2014       1.652     156.126          21,83%       8.885      28.530       -0,31%
           2015       5.100     179.466          14,95%      17.738      29.276        2,61%
           2016       7.514     216.306          20,53%      25.328      28.964       -1,07%
           2017       5.559     129.770         -40,01%      17.510      15.553      -46,30%
           2018      10.815     328.605         153,22%      21.972      29.307       88,43%
           2019        NA       386.498          17,62%      30.354      28.209       -3,75%
           2020        NA       413.536          7,00%       56.726      28.666        1,62%
           2021        NA       447.064          8,11%       27.271      31.093        8,47%
           2022        NA       552.769          23,64%        32.681      45.605     46,67%
           2023        NA       674.923          22,10%        70.898      50.268     10,22%
                Sumber: Badan Pusat Statistik / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)



                                                                                                 65

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 67
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Sementara itu di tahun 2024, Berdasarkan laporan dari BKPM, untuk
     penanaman modal dalam negeri mengalami peningkatan dari Rp 674,9 Milyar
     menjadi Rp 814 Milyar atau meningkat sebesar 20,7% sedangkan untuk
     penanaman modal asing juga mengalami peningkatan menjadi USD 60 Milyar
     dari USD 50,268 Milyar atau meningkat sebesar 19,36%

     Pertumbuhan Penduduk
     Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk sebesar 255,6
     juta jiwa pada tahun 2015 meningkat menjadi 281,6 juta jiwa pada tahun 2024
     dengan laju pertumbuhan rata-rata 1,08% per tahun.

                                     Tabel 2.8
                  Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia, 2015-2024
                                      (Ribuan)

                                                                           Pertum
                               Tahun               Penduduk
                                                                           buhan
                              2015         255.588
                              2016         258.497                             1,14%
                              2017         261.356                             1,11%
                              2018         264.162                             1,07%
                              2019         266.912                             1,04%
                              2020         270.204                             1,23%
                              2021         272.683                             0,92%
                              2022         275.774                             1,13%
                              2023         278.696                             1,06%
                              2024         281.604                             1,04%
                            Rata-rata pertumbuhan                              1,08%
                                         Sumber : Badan Pusat Statistik



     Pendapatan per Kapita

     Produk Domestik Bruto per Kapita atas dasar harga berlaku rata-rata
     meningkat sebesar 6,6% per tahun dari tahun 2014 sampai dengan tahun
     2024, Sedangkan Produk Domestik Bruto per Kapita atas dasar harga konstan
     tahun 2010 juga meningkat menjadi rata-rata 3,1% per tahun pada periode
     yang sama, Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi nasional telah
     meningkatkan kesejahteraan rakyat dan juga berarti peningkatan daya beli
     masyarakat secara riil.




                                                                                       66

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 68
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                         Tabel 2.9
                          Produk Domestik Bruto / Kapita, 2014-2024
                                       PDB/Capita
                                                               PDB/Capita Harga Konstan 2010
                                      Harga Berlaku
                     Tahun
                                Rp. 000      Pertumbuhan           Rp. 000         Pertumbuhan

                      2014       41.910,0                       33.960,6
                      2015       45.119,6      7,7%             35.161,9               3,5%
                      2016       47.937,7      6,2%             36.462,5               3,7%
                      2017       51.891,2      8,2%             37.850,7               3,8%
                      2018       55.990,4      7,9%             39.338,8               3,9%
                      2019       59.065,4      5,5%             40.844,0               3,8%
                      2020       57.154,4     -3,2%             39.682,8               -2,8%
                      2021       62.258,1      8,9%             40.780,3               2,8%
                      2022       71.030,8     14,1%             42.463,8               4,1%
                      2023      74.964,7       5,5%            44.139,4                3,9%
                      2024      78.617,4       4,9%            45.881,0                3,9%
                     Rerata Pertumbuhan        6,6%                                    3,1%
                                    Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)



     Inflasi dan IHSG
     Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Desember 2024 terjadi
     inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,57% dengan Indeks Harga Konsumen
     (IHK) sebesar 106,80. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua
     Pegunungan sebesar 5,36% dengan IHK sebesar 111,80 dan terendah terjadi
     di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 0,44% dengan IHK sebesar 107,28. Deflasi
     provinsi y-on-y terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 0,79% dengan IHK
     sebesar 106,60. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di
     Kabupaten Jayawijaya sebesar 5,36% dengan IHK sebesar 111,80 dan
     terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,02% dengan IHK
     sebesar 110,61. Deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kota
     Gorontalo sebesar 1,10% dengan IHK sebesar 105,07 dan terendah terjadi di
     Kabupaten Muko Muko sebesar 0,16% dengan IHK sebesar 104,79. Inflasi y-
     on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya
     sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan,
     minuman dan tembakau sebesar 1,90%; kelompok pakaian dan alas kaki
     sebesar 1,16%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah
     tangga sebesar 0,59%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan
     rutin rumah tangga sebesar 1,04%; kelompok kesehatan sebesar 1,93%;
     kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17%; kelompok
     pendidikan sebesar 1,94%; kelompok penyediaan makanan dan
     minuman/restoran sebesar 2,48%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa
     lainnya sebesar 7,02%. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami
     penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,30% dan kelompok
     informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,27%. Tingkat
     inflasi month to month (m-to-m) Desember 2024 sebesar 0,44% dan tingkat
     inflasi year to date (y-to-d) Desember 2024 sebesar 1,57%. Tingkat inflasi y-
     on-y komponen inti Desember 2024 sebesar 2,26%, inflasi m-to-m sebesar
     0,17%, dan inflasi y-to-d sebesar 2,26%.
                                                                                                 67

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 69
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                                 Grafik 2.3
                                            Inflasi (2020-2024)




                                                 Sumber: BPS, BI


     Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,62%
     menjadi 7.079,90 pada penutupan perdagangan Senin (30/12/2024). Menurut
     Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa
     Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dalam katadata.co.id,
     pasar modal Indonesia menunjukkan resiliensi dalam setahun terakhir di
     tengah banyaknya tantangan global dan domestik.

     Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham menguat hari ini,
     Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,01%. Diikuti sektor barang
     konsumen primer dan sektor industri yang masing-masing naik 2,28% dan
     1,68%. Sementara hanya ada satu sektor yang melemah, yaitu sektor
     keuangan yang terkoreksi 0,28%. Menurut data RTI Business, frekuensi
     perdagangan saham dalam negeri mencapai 1 juta kali transaksi. Total saham
     berpindah tangan mencapai 26,27 miliar lembar dengan nilai total transaksi
     Rp12,39 triliun. Sebanyak 338 saham ditutup menguat, lalu 251 saham
     melemah, dan 210 saham stagnan. Emiten top gainers adalah WAPO yang
     meningkat 34,65%, diikuti MMIX dan KEJU yang masing-masing naik 34,02%
     dan 24,62%. Di sisi lain, emiten berkode VTNY menjadi top loser setelah
     ambles 14,57%, disusul JGLE dan KREN yang sama-sama terkoreksi 14,29%.
     Bursa saham Asia sore ini ditutup variatif. Indeks Nikkei turun 0,96% ke
     39.894,54; indeks Hang Seng turun 0,24% ke 20.041,42; indeks Shanghai naik
     0,21% ke 3.407,33; dan indeks Strait Times naik 0,64% ke 3.795,73.

     Perlu diketahui bahwa IHSG sudah pernah menempati posisi tertinggi dan
     terendahnya. Posisi terendah berada di level 6.993,07 sementara level IHSG
     pada akhir perdagangan 2024 merupakan posisi tertinggi sepanjang
     perdagangan berlangsung. Sampai akhir perdagangan, IHSG tercatat telah
     memperjualbelikan 26,27 miliar lembar saham dengan frekuensi sebanyak
     1.009,286 kali. Adapun nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai
     Rp12,39 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp12.367 triliun. Posisi top gainers
     LQ45 ditempati oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melonjak
     11,11%.

                                                                                       68

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 70
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


     Disusul PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 5,73% dan
     PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik 5,41%. Sementara posisi saham top
     losers LQ45 diduduki oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang
     melemah -4,43%. Kemudian, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
     yang ambruk -2,63% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (JK:BMRI) yang
     merosot -1,72%.

                                              Grafik 2.4
                                      Grafik Pertumbuhan IHSG




                                           Sumber: finance.yahoo.com



     Prospek Perekonomian Indonesia

     Pemerintah memasang target proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia
     mencapai 5,2% pada 2025, seperti yang ditetapkan dalam UU APBN 2025.
     Target tersebut tidak berbeda dari target 2024 yang sama-sama sebesar 5,2%.
     Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam bisnis.com
     mengungkapkan realisasi target pertumbuhan tahun depan akan sangat
     bergantung pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden
     Gibran Rakabuming. Selanjutnya, International Monetary Fund (IMF) dalam
     laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2024, memproyeksikan bahwa
     pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1% pada 2025. Bahkan, angka
     tersebut diperkirakan stagnan hingga 2029. Secara umum, laporan World
     Economic Outlook Oktober 2024 menggambarkan bahwa perjuangan global
     melawan Inflasi sebagian besar berhasil dimenangkan. Tingkat inflasi secara
     global diperkirakan mencapai 3,5% pada akhir 2025, di bawah tingkat rata-rata
     2000 - 2019 sebesar 3,6%. Lalu, meskipun terjadi pengetatan kebijakan
     moneter yang tajam di banyak belahan dunia, kondisi ekonomi global tetap
     tangguh sehingga terhindar dari resesi.

     Bank Dunia atau World Bank dalam laporan Indonesia Economic Prospects
     edisi Desember 2024, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia
     sebesar 5,1% pada 2025. Bank Dunia menyoroti bahwa prospek ekonomi ini
     menghadapi risiko yang seimbang. Di mana risiko negatif mencakup
     ketegangan geopolitik yang meningkat sekaligus potensi penundaan dalam
     reformasi fiskal dan struktural.


                                                                                       69

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 71
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


      Sementara itu, dalam laporan Economic Surveys Indonesia edisi November
      2024, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)
      memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh mencapai 5,2% pada 2025.
      Secara keseluruhan, OECD memandang perekonomian Indonesia telah pulih
      dari efek pandemi Covid-19. Kendati demikian, kini Indonesia terdampak
      ketidakpastian perekonomian global. Oleh sebab itu, lembaga yang
      beranggotakan banyak negara-negara maju tersebut menekankan perlunya
      kebijakan moneter dan fiskal yang tetap prudent untuk mempertahankan
      stabilitas ekonomi makro Indonesia.



2.2. Tinjauan Industri Pasar Bahan Kimia Aktif
  2.2.1.      Prospek Industri Pasar Bahan Kimia Aktif Dunia

              Berdasarkan data terakhir FAO, Brazil merupakan pengguna pestisida
              terbesar di dunia dengan konsumsi pestisida sebesar 800,7 ribu ton
              diikuti oleh Amerika sebesar 467,7 ribu ton, Indonesia sebesar 294,7 ribu
              ton, Argentina 262,5 ribu ton dan China 235,8 ribu ton. Konsumsi
              pestisida ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya
              berdasarkan data dari FAO yaitu Brazil dengan konsumsi pestisida
              sebesar 719,5 ribu ton diikuti oleh Amerika sebesar 457,4 ribu ton,
              Indonesia sebesar 283,3 ribu ton, Argentina 241,5 ribu ton dan China
              233,9 ribu ton. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi pestisia Inonesia
              merupakan yang terbesar di Kawasan Asia Tenggara


                      Gambar 2.5: Penggunaan Pestisida di Dunia




                                                  Sumber : fao.org




                                                                                        70

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 72
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


          Tabel:2.10 Penggunaan Pestisida di Dunia dan Asia Tenggara

                                              Pesticides (total)
                                                 Use per      Use per value
                               Agricultural
                                                 area of      of agricultural
                               Use
                                                 cropland production
             Brazil                     800,7         12,63              3,13
             USA                        467,7          3,02              1,28
             Indonesia                  294,7          6,49              2,79
             Argentina                  262,5          5,94              3,45
             China                      235,8          1,83              0,24
             Vietnam                    161,9         13,87              3,07
             Russia                       97,0         0,79              0,86
             Australia                    59,6         1,88              1,26
             India                        40,1         0,24              0,08
             Philipines                   37,7         3,37              1,21
             Malaysia                     25,6         3,09              1,49
             Thailand                       5,8        0,26              0,12
             Brunei                         0,3          29              3,78
                                                 Sumber : fao.org



             Perkembangan pasar insektisida karbamat
             Pasar    insektisida   karbamat     di    seluruh   dunia diperkirakan
             akan tumbuh dengan       moderat      antara    tahun     2025     dan
             2035. Pertumbuhan         ini       didorong        oleh meningkatnya
             permintaan akan pestisida     untuk melindungi tanaman dari     hama,
             meningkatnya kejadian penyakit yang ditularkan oleh vektor, serta
             penerapan rutin dalam sektor hortikultura dan kesehatan masyarakat.

             Insektisida seperti methomyl dan karbaril, yang berfungsi sebagai
             penghambat koolinesterase menunjukkan efektivitas tinggi dalam
             mengendalikan berbagai jenis serangga dan hama. Meskipun terdapat
             tekanan regulasi yang membatasi penggunaannya di beberapa daerah,
             kecepatan aksi, spektrum aktivitas yang luas, dan harga yang kompetitif
             memungkinkan insektisida tetap digunakan, baik di pasar yang
             berkembang maupun yang sudah mapan. Diprediksi, ukuran pasar pada
             tahun 2025 akan mencapai USD 312,8 juta dan akan naik menjadi USD
             499,9 juta pada tahun 2035, dengan pertumbuhan tahunan sebesar
             4,8%.

             Meskipun ada peningkatan perhatian terhadap metode pertanian hijau
             dan biologis, permintaan terhadap karbamat tetap stabil. Ini disebabkan
             oleh aplikasi luas yang dibutuhkan dalam situasi mendesak, seperti
             wabah belalang, pengendalian vektor malaria, dan perlindungan
             terhadap biji-bijian. Kebutuhan yang berkelanjutan akan tanaman seperti
             kapas, jagung, buah-buahan, dan sayuran terus mendorong tingkat
             konsumsi di sebagian besar pasar.

                                                                                       71

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 73
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


             Perkembangan Karbamat di Pasar Dunia

             Amerika

             Di Wilayah Amerika terutama Amerika Utara, penggunaan karbamat
             mengalami penurunan akibat meningkatnya pembatasan terhadap
             Penggunaan dan penerimaan pestisida hayati serta sistem Integrated
             Pest Management (IPM) yang diterapkan oleh Enviromental Protection
             Agency (EPA). Meskipun demikian, karbamat masih digunakan dalam
             program pengendalian hama darurat yang ketat dan pada beberapa
             tanaman non-pangan. Di pasar AS, perhatian utama terfokus pada
             peralihan dari bahan kimia generasi lama menuju bahan kimia yang
             memiliki residu lebih rendah dan lebih mudah terurai.


             Eropa

             Pasar insektisida karbamat di Eropa berada di bawah regulasi yang
             ketat, mengikuti kebijakan pestisida Uni Eropa dan Registration,
             Evaluation, Authorisation and Restriction of Chemicals (REACH).
             Akibatnya, sejumlah senyawa karbamat telah dilarang. Meskipun
             demikian, permintaan tetap tinggi di negara-negara Eropa Timur yang
             menghadapi keterbatasan alternatif. Dalam produksi tanaman hias dan
             rumah kaca, penggunaan karbamat masih bertahan berkat efisiensinya
             dalam sistem yang terkontrol.


             Asia-Pasifik

             Wilayah Asia-Pasifik menjadi pemimpin global dalam budidaya pertanian
             skala besar dengan tingkat serangan hama yang tinggi dan kurangnya
             regulasi yang ketat di sebagian besar negara.

             India dan Cina adalah dua negara besar yang tidak hanya konsumen,
             tetapi juga produsen utama tebu, tanaman buah, dan beras, dan untuk
             penggunaan pestisida, insektisida, dan herbisida beberapa negara di
             asia pasifik telah melakukan berbagai upaya untuk membatasi
             penggunaannya seperti yang dilakukan oleh Kementerian pertanian dan
             pedesaan Tiongkok No 736 tertanggal 25 Desember 2023 bahwa sejak
             1 Juni 2024 pendaftaran berbagai produk yang mengandung
             Omethoate, Carbosulfan, Methomyl, and Aldicarb ditangguhkan dan
             produksinya dilarang, serta sejak tanggal 1 Juni 2026 penjualan dan
             penggunaan produk ini dilarang. Sedangkan untuk India telah dilakukan
             pelarangan     penggunaan     methomyl     Dicofol,  Dinocap,     and
             Monocrotophos sejak 2023. Sedangkan di Asia Tenggara, penggunaan
             karbamat tetap signifikan dalam program pengendalian vektor untuk
             mendukung operasi kesehatan masyarakat.

             Perubahan Pasar Insektisida Karbamat dari 2020 hingga 2024 dan Tren
             Masa Depan 2025 hingga 2035.

                                                                                       72

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 74
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                Antara tahun 2020 dan 2024, pasar insektisida karbamat menunjukkan
                dinamika yang bervariasi. Sementara itu, Amerika Utara dan Eropa
                mengalami penurunan signifikan karena berkurangnya penggunaan, di
                sisi lain, permintaan pada kawasan Asia-Pasifik dan Afrika justru
                meningkat. Hal ini disebabkan oleh wabah belalang, serangan hama
                pada tanaman, serta upaya pengendalian nyamuk yang lebih intensif. Di
                tengah situasi ini, produk generik dari India dan Cina turut menambah
                tingkat persaingan di pasar, memicu penurunan harga secara
                keseluruhan.
                Melangkah ke tahun 2025 hingga 2035, pasar karbamat diprediksi akan
                beralih menuju produk yang lebih efisien dan aman, serta pendekatan
                pengelolaan hama yang lebih terarah. Inovasi dalam bidang pertanian
                presisi dan penerapan teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat
                meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan penggunaan karbamat.
                Selain itu, peningkatan permintaan terkait program pengendalian vektor
                dan upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di negara berkembang
                diyakini akan memberikan jaminan keberlanjutan jangka panjang dalam
                segmen pasar ini.


       2.2.2.   Tinjauan Industri Pasar Bahan Kimia Aktif Dalam Negeri
                Menurut laporan Euromonitor, konsumsi pestisida di Indonesia
                mencapai 16,4 triliun rupiah. Pertumbuhan industri pestisida didorong
                oleh dukungan pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan
                ketahanan pangan. Kebijakan pemerintah mengenai pendaftaran
                pestisida juga memberikan keuntungan bagi produksi lokal.

                Konsumsi pestisida diperkirakan akan mengalami ekspansi yang kuat
                dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 10,0% dan
                diproyeksikan akan mencapai sekitar 25,4 triliun rupiah pada tahun
                2028.

                Pertumbuhan ini ditopang oleh dukungan berkelanjutan dari pemerintah
                dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan populasi
                yang signifikan yang mendorong permintaan produk pertanian, serta
                peningkatan volume penggunaan pestisida yang disebabkan oleh
                semakin tingginya resistensi terhadap pestisida. Selain itu, konsumsi
                pestisida diperkirakan akan pulih pada tahun 2024, seiring dengan
                berakhirnya pola El Niño yang diproyeksikan terjadi antara April hingga
                Juni, yang akan membawa curah hujan kembali ke tingkat normal.

2.3.    Pangsa Pasar dan Rencana Penjualan
       2.3.1.   Kinerja Penjualan Perusahaan dan Group

                Berdasarkan prospektus 2024 dan laporan keuangan per 31 Desember
                2024 kinerja penjualan Perseroan sebagai berikut


                                                                                         73

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 75
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                 Tabel 2.11 Pertumbuhan penjualan Perseroan 2021-2024

                                                                      31 Desember
         Keterangan                        2024                    2023         2022         2021
         Pestisida                       1.169.456               1.223.618    1.438.838    1.368.624
         Pupuk                           2.124.368               1.738.106      194.966              -
         Alat pertanian                      69.664                  57.994       51.884       14.655
         Benih                                9.629                  20.078        1.466             -
         Total Penjualan                 3.373.117               3.039.796    1.687.154    1.383.279


   2.3.2.    Pangsa Pasar (Market Share)
             Industri pestisida di Indonesia sangat terfragmentasi dengan banyak
             perusahaan lokal dan internasional yang terlibat. Pasar ini terbagi di
             antara berbagai pemain, di mana lima perusahaan teratas secara
             kolektif memegang pangsa pasar sebesar 35,2%, sementara sepuluh
             perusahaan teratas menguasai 58,1% pangsa pasar.

             Struktur pasar yang beragam ini menunjukkan adanya banyak pemain
             dengan tingkat desentralisasi yang tinggi. Pemain terkemuka
             merupakan kombinasi dari perusahaan internasional dan lokal, dengan
             Perseroan menduduki peringkat kedua dalam industri ini. (Berdasarkan
             prospectus PT Delta Giri Wacana Tbk. Yang diambil dari laporan
             Euromonitor International Ltd 2024).

             Pemain internasional memiliki sumber daya yang besar dan keahlian
             dalam penjualan dan distribusi, memungkinkan mereka memasarkan
             dan mendistribusikan produk secara luas ke seluruh Indonesia. Merek
             internasional dikenal karena kualitasnya yang tinggi, berkat investasi
             dalam penelitian dan pengembangan, penggunaan bahan baku
             berkualitas tinggi, serta kontrol ketat dalam proses produksi. Di sisi lain,
             banyak pemain lokal bersaing dari segi harga, dengan target utama
             mereka adalah petani yang lebih fokus pada faktor harga dibandingkan
             faktor lain. Merek lokal cenderung berkinerja lebih baik ketika harga
             komoditas pertanian turun, karena penurunan harga mempengaruhi
             margin keuntungan petani, dan keterjangkauan menjadi faktor penting
             dalam situasi tersebut. Industri ini cenderung semakin terfragmentasi
             dengan masuknya pemain baru dan munculnya merek lokal. Pemain
             baru ini mencakup perusahaan lokal yang baru memulai serta
             perusahaan asing yang lebih mapan dan mencari peluang untuk
             memasuki pasar Indonesia dengan kehadiran lokal. Meskipun
             masuknya pemain baru berpotensi meningkatkan persaingan,
             diperlukan waktu bagi mereka untuk benar-benar mapan di pasar,
             mengingat kecenderungan petani untuk tetap setia pada merek yang
             sudah mereka kenal dan percaya.

             Industri Perseroan merupakan industri yang cukup kompetitif. Banyak
             pesaing bersaing untuk pangsa pasar yang terbatas, dan perusahaan
             harus berinvestasi secara signifikan dalam riset dan pengembangan
             produk unggulan serta strategi pemasaran yang efektif.

                                                                                            74

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 76
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


             Menurut Euromonitor International, pada 2023 saja, Perseroan telah
             memiliki pangsa pasar pestisida di Indonesia sekitar 7,8% atau kedua
             terbesar dari seluruh pangsa pasar untuk industri ini. Dengan
             penguasaan pasar sebesar ini, pada masing-masing Perusahaan
             membuat dinamika persaingan usaha dapat berpotensi membuat harga
             menjadi semakin kompetitif.

                                      Tabel 2.12
         Posisi Perusahaan pada pangsa pasar industri pestisida di Indonesia tahun
         2023




         Sumber prospectus Delta Giri Wacana Tbkyang dikutip dari laporan Euromonitor International 2024



   2.3.3.    Penjelasan Mengenai Produk yang akan Dipasarkan
            1. Jenis Produk dan Macamnya
               Produk yang akan dipasarkan dalam pengembangan usaha ini adalah
               pestisida khusunya insektisida berbahan aktif Methomyl, yang
               termasuk dalam golongan karbamat.
            2. Spesifikasi Produk
               Produk ini tersedia dalam dua bentuk utama, yaitu:
                    • Bahan baku insektisida yang bernama Methomyl dengan
                        kadar 98% serta,
                    • Turunan produk jadi dari Methomyl (produk siap pakai) dalam
                        bentuk formulasi 40SP dan/atau 90SP.
                        Salah satu varian formulasi yang akan dipasarkan secara
                        domestik adalah insektisida dengan formulasi 40SP yang
                        dikembangkan menjadi dua merek unggulan, yaitu Dangke
                        40WP dan Dangke Turbo 40WP.
            3. Kegunaan Produk
               Produk ini merupakan jenis insektisida yang efektif untuk
               mengendalikan berbagai jenis hama seperti penggerek batang, thrips,
               serta kutu-kutuan yang menyerang berbagai macam tanaman seperti
               padi, bawang merah, kedelai, cabai, kacang panjang, kakao, tomat,
               kacang hijau, kubis, dan kelapa sawit. Keunggulan utama dari produk
               ini adalah kemampuannya untuk bekerja pada berbagai stadia hama,
               mulai dari imago, telur, hingga larva.
            4. Nomor British Tariff Nomenclature (BTN)
               Nomor BTN dari produk Methomyl adalah 3808.91.20 yang mencakup
               produk-produk insektisida.


                                                                                                     75

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 77
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


   2.3.4.    Pemasok
             Pemasok
             Dalam menjalankan usaha di lini bisnis ini Perseroan menggunakan
             beberapa pemasok bahan baku industri ini yaitu:

                                    Tabel 2.13 Pemasok Bahan baku

          Chemicals                    Supplier                            Recipe       Country
                                         Mitsui                           Technical      Japan
         90% NaOCN
                                      Hunan Haili                         Technical      China
            95% DMS            Aarti Industries Limited                   Technical       India
              ODCB             Aarti Industries Limited                   Technical       India
             Na2CO3                    PT. AKR                            Technical    Indonesia
             K2CO3             PT. Wahana Mas Mulia                       Technical    Indonesia
               M1                     Hunan Haili                         Technical      China
                                   PT Graha Jaya
              TEA                                                         Technical    Indonesia
                                  Pratama Kinerja
      Sodium Sulphate                  PT. AKR                            Formulasi    Indonesia
      Gracinol WP 828                PT. Gracindo                         Formulasi    Indonesia
       White Carbon            PT Siltec Maju Perkasa                     Formulasi    Indonesia
       Mono Ethylene                 PT. Gochem
                                                                          Formulasi    Indonesia
           Glicol                     Globalindo
                                             Sumber Informasi Perseroan



   2.3.5.    Sasaran Pengguna dan area pemasaran

             Sasaran Pengguna

             Pengguna utama dari produk ini adalah para petani atau pelaku usaha
             di bidang pertanian, khususnya yang membudidayakan jenis-jenis
             tanaman padi, bawang merah, kedelai, cabai, kacang panjang, kakao,
             tomat, kacang hijau, kubis, dan kelapa sawit. Produk ini tidak ditujukan
             untuk penggunaan konsumen umum atau kebutuhan rumah tangga.

             Area Pemasaran

             Strategi pemasaran produk akan difokuskan pada dua area, yaitu
             domestik dan ekspor. Untuk pasar dalam negeri, produk dipasarkan
             dalam dua jalur utama:

               •   Melalui merek internal DGW seperti Dangke yang ditujukan
                   langsung kepada petani serta,
               •   Dalam bentuk produk non-merek untuk segmen bisnis-ke-bisnis
                   (B2B).


                                                                                               76

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 78
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


              Sementara untuk pasar luar negeri, produk akan dipasarkan melalui jalur
              B2B, reseller, atau distributor dengan menggunakan merek dagang dari
              pihak mitra, bukan menggunakan merek internal DGW.


     2.3.6.    Proyeksi Target Penjualan

              Proyeksi yang digunakan pada perhitungan target penjualan ini adalah
              produk Methomyl 40SP akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan
              dalam negeri terlebih dahulu. Selanjutnya, sisa kapasitas produksi akan
              digunakan untuk kebutuhan ekspor dimana diasumsikan jenis produk
              yang akan dipasarkan adalah 40SP, namun pada kenyataannya produk
              yang di ekspor bisa berupa bahan baku Methomyl ataupun jenis
              formulasi lainnya seperti 90SP sesuai dengan permintaan pasar.

              Berdasarkan proyeksi manajemen, penjualan pada tahun 2025
              diproyeksikan akan mencapai 1.011 ton dikarenakan produksi baru
              berjalan sekitar Q2-2025 dan kemudian mengalami peningkatan
              menjadi 2.909 ton pada tahun 2026, dan kembali mengalami
              peningkatan pada tahun berikutnya menjadi 4.655 ton pada tahun 2027,
              kemudian setelah mengalami penambahan mesin produksi di tahun
              2028 penjualan Kembali mengalami peningkatan menjadi 6.799 ton, di
              tahun 2029 penjualannya mencapai 8.023 ton dan penjualannya telah
              mencapai 9.595 ton.

                                                         Grafik 2.6

                Proyeksi Target Produksi Penjualan Produk Formulasi (dalam Ton)



              Proyeksi Target Produksi dan Penjualan Produk Formulasi
                                    (dalam Ton)
12.000
                                                                                                 9.8009.595
10.000
                                                                                    8.1598.023
 8.000                                                           7.0716.799

 6.000                                       4.9004.655

 4.000                    2.9402.909

 2.000    1.3481.011

    0
              2025           2026               2027                2028                2029       2030

                                              Produksi     Penjualan

                                       Sumber : Informasi Perseroan



                                                                                                              77

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 79
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


2.4.   Kesinambungan (sustainability)
       Dalam menjaga kesinambungan usaha pada lini industri ini maka Perseroan
       melakukan beberapa upaya yaitu
          (i)     Melakukan ekspansi secara bertahap
                  Berdasarkan proyeksi yang dibuat oleh manajemen, ekspansi pabrik
                  di Cikande ini akan dilakukan secara bertahap dengan tahap kedua
                  direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2028. Ekspansi ini
                  diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar baik lokal maupun
                  ekspor atas produk ini. Adapun ekspansi ini dilakukan secara
                  bertahap agar dapat menjaga kesinambungan usaha sebab untuk
                  memasuki pasar suatu negara juga diperlukan waktu untuk
                  pengurusan perijinannya.

          (ii)    Mesin yang diinstalasi di pabrik Cikande dapat direkonfigurasi untuk
                  produk bahan aktif lainnya selain methomyl sehingga dapat
                  meningkatkan fleksibilitas Perusahaan.
                  Dengan menggunakan mesin yang dapat direkonfigurasi maka
                  fleksibilitas Perusahaan untuk menghasilkan produk karbamat lainnya
                  dimungkinkan sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi
                  permintaan pasar.

          (iii)   Dengan adanya pelarangan penggunaan methomyl dari China dan
                  kondisi geopolitik yang terjadi maka diperlukan antisipasi dari
                  Perseroan agar dapat memastikan ketersediaan bahan baku. Maka
                  dengan beroperasinya Pabrik ini maka akan memberikan jaminan
                  ketersediaan bahan baku.


2.5.   Potensi pasar
       Produk formulasi lokal Perseroan memiliki rantai produksi in-house dari hulu ke
       hilir, yang memberikan keunggulan berupa kestabilan pasokan bahan baku dan
       efisiensi biaya produksi. Untuk pasar ekspor, meskipun beberapa negara telah
       melarang dan melakukan pembatasan atas kegiatan formulasi produk
       Methomyl namun beberapa negara masih mengandalkan produk ini untuk
       membantu pemeliharaan atas beberapa jenis tanaman.

       Selain itu dengan adanya peraturan dari Kementerian pertanian dan pedesaan
       Tiongkok No 736 tertanggal 25 Desember 2023 bahwa sejak 1 Juni 2024
       pendaftaran berbagai produk yang mengandung Omethoate, Carbosulfan,
       Methomyl, and Aldicarb ditangguhkan dan produksinya dilarang, serta
       penjualan dan penggunaan produk ini dilarang sejak tanggal 1 Juni 2026.
       Dalam konteks ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu
       alternatif pemasok Methomyl 40SP. Hal ini juga menyebabkan peluang bagi
       Perseroan untuk memperluas pasar ekspor terutama dari para pelanggan luar
       negeri China yang sebelumnya melakukan impor Methomyl dari China dalam
       kegiatan usahanya.
                                                                                         78

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 80
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


2.6.   Pesaing usaha

       Pesaing di industri pestisida, insektisida dan herbisida baik dalam maupun luar
       negeri cukup banyak hal ini membuat harga yang ditawarkan menjadi kompetitif
       dan beragam tergantung dari berbagai macam faktor seperti jumlah pembelian,
       jenis produk yang dibeli dan lain sebagainya. Untuk itulah Perseroan telah
       membandingkan harga produk yang rencananya akan dijual dengan harga
       produk-produk para pesaingnya sebagaimana diuraikan pada poin 2.7
       dibawah.

       Persaingan di industri pestisida cukup terpecah-pecah, akan tetapi di segmen
       methomyl, posisi Perseroan cukup kuat sebagai salah satu pemimpin pasar.
       Adapun pabrik karbamasi yang dibangun oleh Perseroan akan memperkuat
       posisi Perseroan sebagai market leader, di mana saat ini di Indonesia, hanya
       ada satu pesaing yang memiliki pabrik karbamasi sejenis, yaitu Inti Everspring.
       Dari sisi teknologi dan kapasitas produksi, Perseroan lebih unggul daripada
       Inti Everspring.

       Sebagian besar hasil kapasitas produksi pabrik karbamasi ini akan digunakan
       untuk memenuhi kebutuhan internal Perseroan, dan selebihnya akan
       dialokasikan untuk kebutuhan ekspor. Ekspansi akan dilakukan sejalan dengan
       pertumbuhan permintaan di pasar global.

 2.7. Harga Pasar

       Harga pasar untuk produk yang akan diproduksi dan dipasarkan telah disusun
       berdasarkan segmentasi pasar lokal dan ekspor. Berdasarkan informasi dari
       manajemen Perseroan, untuk pasar dalam negeri, produk Dangke 40WP dari
       DGW ditawarkan dalam beberapa varian kemasan dengan struktur harga
       berkisar:

          1. Kemasan 100 x 100 gram: Rp240.000 – Rp250.000 per kilogram
          2. Kemasan 40 x 250 gram: Rp235.000 – Rp245.000 per kilogram
          3. Kemasan 30 x 400 gram: Rp230.000 – Rp240.000 per kilogram

       Sementara itu, untuk pasar ekspor, estimasi harga mengacu pada harga yang
       berlaku di pasar internasional, khususnya dari produsen Tiongkok yang
       menjadi benchmark utama. Harga jual untuk Methomyl 98% Technical
       diperkirakan sekitar 59 RMB per kg (sekitar Rp135.700 kurs 1 RMB sebesar
       Rp 2.300). Sedangkan untuk Methomyl 40SP, harga ekspor diperkirakan
       sekitar 28 RMB per kg (sekitar Rp 64.400 per kg). Harga ini bersifat indikatif
       dan dapat disesuaikan tergantung negara tujuan, volume kontrak, serta biaya
       logistik dan perizinan.




                                                                                         79

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 81
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


      Produk Pesaing

      Dalam pasar domestik, produk Dangke 40SP dari DGW dipasarkan dengan
      harga rata-rata Rp230.000-250.000. Sebagai produk yang dipasarkan sebagai
      produk premium, harga yang ditawarkan masih kompetitif apabila dibandingkan
      dengan pesaingnya. Berikut perbandingan harga beberapa kompetitor utama
      di pasar lokal meliputi:
          1. Miramar 40SP dari PT Dalzon Chemical dengan harga sekitar
             Rp210.000/kg s/d Rp250.000/kg

          2. METINDO 40SP dari PT Mitra Kreasi Dharma dengan harga
             Rp200.000/kg s/d 290.000/kg

          3. BONSA 40SP dari PT Asterindo dengan harga Rp260.000/kg s/d
             Rp 300.000/kg

          4. MONKEY 40SP dari PT Indotani dengan harga Rp190.000/kg s/d
             Rp240.000/kg

      Perbandingan ini menunjukkan bahwa produk DGW memiliki daya saing harga
      yang kuat, yang menjadi salah satu faktor kunci dalam penetrasi pasar.
      Untuk pasar ekspor, kompetitor utama berasal dari produsen Tiongkok, yang
      memasarkan Methomyl 98% Technical sekitar 59 RMB per kg (sekitar
      Rp135.700 kurs 1 RMB sebesar Rp 2.300) dan Methomyl 40SP sekitar 28 RMB
      per kg (sekitar Rp 64.400 per kg). Walaupun untuk saat ini Perseroan belum
      memiliki harga jual yang sudah tetap, namun Perseroan memiliki keinginan
      untuk menerapkan harga yang mampu bersaing dengan harga dari produsen
      China. Dengan diterapkannya peraturan dari Kementerian pertanian dan
      pedesaan Tiongkok bahwa sejak 1 Juni 2024 mengenai penangguhan
      pendaftaran berbagai produk yang mengandung Omethoate, Carbosulfan,
      Methomyl, and Aldicarb dan pelarangan produksinya serta sejak tanggal 1 Juni
      2026 pelarangan penjualan dan penggunaan produk tersebut, hal ini
      menyebabkan berkurangnya pesaing terutama dari China dan peluang bagi
      Perseroan untuk memperluas pasar ekspor terutama dari para pelanggan luar
      negeri China yang membutuhkan Methomyl dalam kegiatan usahanya.

2.8. Strategi Pemasaran

       2.8.1. Strategi promosi pemasaran
               Dirancang untuk menjangkau segmen pasar secara efektif, baik di
               tingkat domestik maupun internasional, dengan pendekatan yang sesuai
               dengan karakteristik masing-masing target pasar.




                                                                                         80

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 82
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


             Promosi Domestik

             Untuk pasar dalam negeri, promosi akan difokuskan pada pendekatan
             langsung kepada kios serta kegiatan yang dapat menciptakan
             permintaan (demand creation) di tingkat petani. Strategi yang akan
             dilakukan antara lain:

                 1. Promosi ke kios melalui insentif penjualan dan materi pendukung
                    promosi
                 2. Kehadiran di media sosial sebagai sarana edukasi, testimoni, dan
                    kampanye merek
                 3. Kegiatan lapangan seperti:
                         a. Agro Fair dan Product Launching Event sebagai ajang
                            interaksi langsung dengan petani.
                         b. Kumpul Petani untuk membangun                              komunitas   dan
                            memberikan edukasi teknis.
                         c. Spray Massal, yaitu penyemprotan bersama di area
                            pertanian menggunakan produk DGW.
                         d. Demplot (Demo Plot), yaitu uji coba lahan dengan
                            pembanding antara tanaman yang menggunakan produk
                            DGW dan yang tidak, sebagai bukti nyata efektivitas
                            produk di lapangan.


             Promosi Ekspor

             Untuk pasar ekspor, strategi promosi akan difokuskan pada penguatan
             eksistensi DGW di skala global melalui partisipasi aktif dalam
             International Expo Events. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menjalin
             kemitraan B2B, memperkenalkan produk whitelabel, serta memperluas
             jaringan distribusi internasional.

   2.8.2.    Sistem Distribusi
             Selain promosi, salah satu sumber keberahasilan pemasaran DGW
             adalah sistem distribusi serta jaringan distribusi yang dimilikinya.

             1. Distribusi Domestik (Lokal)

                  Untuk pasar dalam negeri, sistem distribusi produk Dangke 40WP
                  mengikuti model rantai pasok tidak langsung. DGW selaku produsen
                  tidak menjual langsung ke petani, melainkan melalui distributor yang
                  telah dipilih secara selektif. Barang dari distributor kemudian
                  didistribusikan ke kios-kios pertanian lokal, dan barulah kios tersebut
                  menjual produk langsung ke petani.


                                                                                                    81

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 83
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                                     Grafik 2.7 Diagram alur distribusi lokal:


             Produsen                   Distributor                    Kios Retail     Petani
              (DGW)                    Internal dan
                                         External

                                              Sumber : Informasi Manajemen


                  Cara Pembayaran (Lokal):
                  Penjualan dilakukan kepada distributor yang telah ditentukan melalui
                  skema B2B dengan Payment Terms tertentu.

             2. Distribusi Ekspor

                  Untuk pasar ekspor, sistem distribusi dilakukan dengan pendekatan
                  yang berbeda. DGW mengekspor produk dalam bentuk komoditas
                  atau white-label (tanpa merek dagang), sehingga pengemasan dan
                  branding akan dilakukan oleh perusahaan mitra di negara tujuan.
                  Produk ini nantinya akan dipasarkan dengan menggunakan merek
                  dari masing-masing distributor atau reseller lokal di negara tersebut.

                  Cara Pembayaran (Ekspor):
                  Fokus utama penjualan adalah kepada segmen B2B, yaitu kepada
                  distributor besar, reseller, atau perusahaan formulasi di luar negeri.
                  Bentuk pembayaran dilakukan melalui Payment Terms atau Letter of
                  Credit (LC), tergantung pada perjanjian bisnis dengan mitra dagang.




                                                                                                82

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 84
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


BAB 3 ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS

3.1   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

3.1.1 Gambaran Umum
       Dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan bahan
       baku/bahan aktif impor untuk kegiatan produksi produk agrokimia Perseroan,
       pada tahun 2024 PT. Delta Giri Wacana Tbk (“Perseroan”) melakukan
       pengembangan usaha baru dengan membangun pabrik karbamat di Cikande,
       Banten.
       Salah satu alasan Perseroan mendirikan Pabrik Karbamat adalah karena
       sumber utama Perseroan memperoleh bahan baku pembuatan Pestisida
       seperti Metomil berasal dari negara China, berdasarkan informasi yang kami
       terima pemerintah China telah menerbitkan larangan untuk memproduksi dan
       penjualan bahan baku aktif pembuatan pestisida antara lain Omethoate,
       Carbosulfan, Methomyl, dan Aldicarb yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2024.
       Pembuatan Pabrik Karbamat oleh Perseroan memiliki keunggulan dan manfaat
       antara lain :
       - Memenuhi kebutuhan internal dan kebutuhan dalam negeri yang
         permintaannya cenderung terus meningkat.
       - Membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional.
       - Mengurangi ketergantungan produsen pestisida nasional terhadap bahan
         baku impor.
       - Mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi produk pertanian.
       - Serta dapat memenuhi permintaan ekspor ke berbagai negara.
       Pabrik Karbamat Perseroan berada di lokasi Kawasan Industri Modern
       Cikande, Jalan Modern Industri XV Blok BC, No 10, Kelurahan/Desa Babakan
       (d/h Nambo Udik), Kecamatan Bandung (d/h Cikande), Kabupaten Serang,
       Provinsi Banten terletak diatas tanah seluas kurang lebih 45.612 M2, sesuai
       dengan dokumen Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) No No. 01/PPJB/MIE-
       DGW/II/22, Tanggal 15 Januari 2022, antara Perseroan dengan PT Modern
       Industrial Estat.
       Dengan koodinat lokasi 6°11'53.9"S 106°18'14.9"E.
       Kawasan Industri Modern Cikande berada di lokasi Jl. Raya Jakarta Serang
       KM.68 Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang 42186, Provinsi Banten,
       Indonesia, terletak kurang lebih 1 Km dari Pintu Tol Cikande, 50 Km dari
       Pelabuhan Ciwandan & Cigading dan sekitar 55 Km dari Pelabuhan
       Bojonegara.
       Pabrik berada di lokasi Kawasan Industri Modern Cikande yang memiliki
       kondisi jalan dan infrastruktur yang cukup mendukung sehingga dapat
       ditempuh dengan segala jenis moda transportasi baik kendaraan beroda
       empat, alat berat dan truk maupun kendaraan roda dua, lebar jalan didepan
       lokasi pabrik pada saat ini sekitar 10 meter, sedangkan untuk lebar jalan utama
       area kawasan sekitar 32 – 56 meter, dan kawasan juga telah memiliki fasilitas
       penunjang antara lain supply listrik dari PLN, sistim pengolahan air dan saluran
       air, sistim telekomunikasi dan Internet dan fasilitas penunjang lainnya yang
       dapat mendukung proses produksi dan distribusi.

                                                                                         83

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 85
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



3.1.2 Kapasitas Produksi
      Pabrik karbamat yang sedang dibangun Perseroan, merupakan pabrik yang
      cukup baik dari segi luas area maupun kapasitas produksinya. Pabrik ini
      dirancang dan dibangun sesuai dengan kebutuhan Perseroan maupun
      permintaan pasar sehingga operasionalnya diharapkan dapat berjalan
      seefisien mungkin.

      Pabrik Karbamat dapat memproduksi bahan aktif untuk produk Karbamat
      meliputi Metomil, Oksamil, Karbaril, BPMC, Karbofuran, dan Karbosulfan,
      sesuai dengan informasi yang kami terima dari Perseroan, Pabrik Karbamat
      akan memiliki kapasitas produksi sekitar 2.000 metrik ton per tahun untuk
      Produk Methomyl 98% Technical, yang dapat diformulasikan seluruhnya pada
      proses formulasi menjadi Produk Methomyl 40SP dengan kapasitas Produksi
      optimal sekitar 4.900 metrik ton per tahun.

      Pada saat studi ini dibuat kapasitas Produksi untuk proses formulasi baru
      mencapai sekitar 1.500 metrik ton per tahun untuk produk Methomyl 40SP, dan
      Perseroan merencanakan akan meningkatkan kapasitas Produksi bagian
      proses formulasi sampai pada kapasitas optimal dalam tiga sampai empat
      tahun kedepan secara bertahap, yang akan disesuaikan dengan kebutuhan
      Perseroan maupun permintaan pasar.

      Fasilitas Pabrik Karbamat disiapkan untuk dapat memenuhi kebutuhan dari
      hulu hingga hilir bagi pelaku industri pestisida domestik maupun internasional.

      Kontruksi pabrik dimulai pada pertengahan Tahun 2024 dengan masa kontruksi
      sekitar 9 bulan sampai dengan 1 tahun, supply mesin dan peralatan berasal
      dari lokal dan import dan Pabrik diperkirakan akan selesai kontruksi pada akhir
      kuartal pertama tahun 2025 (Q1 2025), direncanakan akan mulai
      beroperasional pada akhir kuartal kedua tahun 2025 (Q2 2025) dan pada saat
      studi ini dibuat pabrik sedang dalam persiapan proses Commissioning.

      Pabrik akan dilengkapi dengan teknologi dan mesin yang cukup baik dengan
      peralatan untuk proses Karbamat berasal dari Agia Engineering Co, Ltd, Taiwan
      yang berdasarkan informasi Perseroan cukup berpengalaman untuk
      pembuatan pabrik karbamat.

      Total biaya investasi untuk pabrik Karbamat sekitar 254 Miliar, dengan rincian
      sebagai berikut :

      ●    Tanah                                                                         Rp. 61.576.200.000
      ●    Bangunan dan Sarana Pelengkap                                                 Rp. 88.887.336.411
      ●    Mesin & Peralatan Produksi                                                    Rp. 81.345.572.140
      ●    Mesin & Peralatan Utilitas/Penunjang Produksi                                 Rp. 22.059.520.144
      ●    Perizinan                                                                     Rp.     410.000.000
             Total                                                                       Rp. 254.278.628.695

      Sumber : Kontrak, Invoice dan Informasi dari Perseroan, dan Kurs yang
      dipergunakan adalah Kurs Tengah Per 31 Des 2024 (1$ = 16.162).

                                                                                                          84

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 86
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


      Sumber pendanaan investasi pabrik Karbamat Tahap I terdiri dari Modal sendiri
      sebanyak Rp. 118.928.628.695,- (47%) dan Pinjaman Bank UOB Indonesia
      Rp. 135.350.000.000,- (53%) yang sebagian telah dilakukan drawdown-nya.

       Sedangkan sumber pendanaan Investasi barang modal Tahap II 100% adalah
       dana internal Perseroan.

                                Tabel 3.1 Sumber Pendanaan Investasi
                                        (Initial Working Capital)
                          PENDANAAN                           TAHAP I (2025)             TAHAP iI (2028)

             Modal Sendiri (Equity)                          118.928.628.695              87.331.646.960
             Pinjaman Bank (Bank UOB Indonesia)              135.350.000.000
                             TOTAL                           254.278.628.695              87.331.646.960




3.1.3 Proses Produksi (Flow Chart)
      Berikut Proses Produksi Pabrik Karbamat (Flow Chart) yang akan dijalankan
      oleh Perseroan dari proses bahan baku mentah sampai dengan produk akhir,
      sebagai berikut :




                           Gambar 3.1 Proses Produksi Pabrik Karbamat (Flow Chart)
                                            Sumber : Perseroan



                                                                                                           85

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 87
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


    ●    Proses Produksi Karbamat
         Yaitu Proses Produksi dari bahan mentah Ortho Dichloro Benzene (ODCB),
         Dimethyl Sulfate (DMS), Methyl Hydroxytio Acetamidate (M-1), Triethylamin
         (TEA), Sodium Cyanate (NaOCN), Natrium Carbonate (Na2CO3) dan
         Potassium Carbonate (K2CO3) menjadi Produk Methomyl 98% Technical,
         terdiri dari :

         - Tahap 1 (Proses MIC)
             Proses pembuatan bahan Intermediate (MIC) dengan mencampur
             bahan baku yang dibutuhkan di dalam tangki reactor pertama. Proses
             reaksi kimia terjadi di dalam reactor dan peralatan pendukung. Proses
             ini membutuhkan pemanasan dari mesin Thermal Oil Heater dan
             pendinginan dari Water Chiller System.

         - Tahap 2 (Proses Karbamasi)
             Pada tahap ini, Bahan intermediate (MIC) yang dihasilkan pada tahap 1,
             dimasukkan dan dicampur dengan bahan baku yang dibutuhkan ke
             dalam tangki reactor kedua. Proses reaksi “Carbamation” terjadi di
             dalam reactor dan peralatan pendukung. Proses ini membutuhkan
             pendinginan dari mesin Cooling Tower dan Water Chiller System. Proses
             ini menghasilkan Methomyl cair (atau Slurry).

         - Tahap 3 (Proses Kristalisasi)
             Pada tahap ini Methomyl cair (atau Slurry) yang dihasilkan pada tahap
             2, dimasukkan ke dalam tangki Kristalisasi. Pada proses ini, Methomyl
             dibentuk menjadi kristal halus (atau tepung) sehingga dapat dipisahkan
             dengan cairannya. Proses ini membutuhkan pendinginan dari mesin
             Cooling Tower dan Water Chiller System.

         - Tahap 4 (Proses Pemisahan/Penyaringan)
             Pada tahap ini Methomyl yang sudah mengkristal, dimasukkan ke dalam
             mesin filter untuk memisahkan Methomyl Powder dengan cairannya.
             Dari proses filter ini dihasilkan Methomyl Powder (basah) dengan
             kandungan air sekitar 10%.


         - Tahap 5 (Proses Pengeringan)
             Methomyl Powder (basah) dengan kandungan air sekitar 10%,
             dimasukkan kedalam mesin Pengering (Dryer) untuk mengeringkan
             Methomyl Powder (kandungan air sekitar 1%) hingga menghasilkan
             produk akhir Methomyl Technical 98%.




                                                                                       86

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 88
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


    ●    Proses Formulasi Dan Pengemasan
         Yaitu Proses lanjutan (Formulasi), dari Methomyl 98% Technical menjadi
         Produk Methomyl 40SP yang kemudian Produk tersebut dilakukan proses
         penimbangan, pengisian sampai dengan pengemasan, terdiri dari :

         - Tahap 6 (Proses Formulasi & Pencampuran Pertama)
             Hasil Produk Methomyl Technical 98% yang dihasilkan dari proses
             karbamasi, dimasukkan ke dalam mesin pengaduk tepung (Mixer) dan
             dicampur dengan bahan baku lainnya. Proses mixing ini dimaksudkan
             supaya semua bahan baku tercampur merata.

         - Tahap 7 (Proses Grinding atau Milling)
             Setelah semua bahan tercampur dengan baik, selanjutnya dilakukan
             proses grinding atau milling untuk menghasilkan produk dengan “partical
             size” yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

         - Tahap 8 (Proses Formulasi & Pencampuran Kedua)
             Pada tahap ini hasil milling dari tahap 7 dimasukkan ke dalam mixer
             kedua untuk dimixing sekali lagi. Hal ini dilakukan supaya semua bahan
             tercampur secara homogin.

         - Tahap 9 (Proses Akhir)
             +9

             Setelah proses mixing kedua selesai, tahap akhir adalah pengemasan
             dan penimbangan. Proses ini dilakukan langsung di bawah mesin mixer
             kedua. Produk akhir yang dihasilkan adalah Methomyl 40SP.

    Pada Proses Karbamasi mesin dan peralatan yang dipergunakan antara lain
    Tangki Reactor, Heat Exchanger, Pompa-pompa, Centrifuge Filter, Dryer,
    Vacuum System dan Hot Water System dan semua proses produksi ini
    dikendalikan dengan sistem komputerisasi di ruang kontrol.

    Pada Proses Formulasi mesin dan peralatan yang dipergunakan antara lain
    Mesin Mixer, Mesin Milling, scrubber, Mesin Filling, Timbangan dan Mesin
    Wrapping.

    Untuk mesin utilitas penunjang produksi antara lain Chiller, Screw Compressor,
    Cooling Tower, sistem Reverse Osmosis (RO), Instalasi Tenaga Listrik dan
    Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),
    Boiler dan Thermal Oil Heater, sistim pemadam kebakaran, jembatan timbang,
    forklift, hoist dan lainnya, dan pabrik juga dilengkapi dengan Laboratorium dan
    peralatan penunjang lainnya untuk operasional Pabrik.

    Di lokasi Pabrik telah berdiri bangunan-bangunan dan sarana pelengkap yang
    akan dipergunakan untuk proses Produksi dan sudah memiliki Persetujuan
    Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk Kegiatan Usaha
    dengan No. 25042410213216101, yang diterbitkan oleh Bupati Bekasi Kepala
    DPMPTSP, Kabupaten Bekasi, pada tanggal 19 Januari 2024.

                                                                                       87

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 89
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


      Total luas bangunan sesuai dengan izin/persetujuan bangunan gedung (PBG)
      yang terdaftar atas nama Perseroan, dengan PBG No. SK-PBG-360415-
      05102023-003 sd No. SK-PBG-360415-05102023-015, diterbitkan oleh Bupati
      Serang pada tanggal 5 Oktober 2023 dengan luas total kurang lebih 18.346,31
      M2 dan seluruh perizinan berlaku selama bangunan berdiri dan selama tidak
      terdapat perubahan bentuk bangunan, meliputi bangunan Gudang, Formulasi
      & Packing, Technical Plant I, Utility Electric Trafo / Genset & Boiler, TPSL B3,
      Technical Plant II, Hydrant Reservoar, Musholla & Ruang Loker, Office, Kantin
      & Klinik, Laboratorium, Pos Security, Cooling Tower dan Gardu PGN.

      Bangunan pabrik terdiri dari 3 (tiga) bangunan utama yaitu bangunan produksi
      karbamat, bangunan formulasi dan pengepakan, dan bangunan Gudang.
      Bangunan pabrik produksi karbamat (Technical Plant I & II) ini adalah bangunan
      berlantai 6 dengan ketinggian bangunan 20 meter dibuat dengan rangka baja
      dengan dinding dari bata ringan diplester dicat dua sisi dan Sebagian
      zincalume, lantai satu lantainya dari beton dilapis plesteran semen, lantai dua
      hingga 6 lantainya dari plat besi, atap zincalume ditambah peredam dengan
      kuda-kuda dari baja, tanpa langit-langit, dinding pemisah ruangan dari
      zincalume, tanpa jendela, dan pintu, dan dilengkapi dengan tangga yang
      terbuat dari besi dan hoist dengan kapasitas 2 ton.

      Bangunan formulasi dan Packing adalah bangunan berlantai tiga dengan
      ketinggian bangunan 12 meter dibuat dengan rangka baja dengan dinding dari
      bata ringan diplester dicat dua sisi dan sebagian zincalume, lantai satu
      sebagian dari beton dilapis plesteran semen dan sebagian dari beton dilapis
      epoxy, bangunan ini dilengkapi dengan mezzanine 2 lantai dengan lantai dua
      dan lantai tiga mezzanine lantainya dari plat besi dan dilengkapi dengan tangga
      yang terbuat dari besi, atap zincalume ditambah peredam dengan kuda-kuda
      dari baja, tanpa langit-langit, dinding pemisah ruangan dari pasangan bata
      ringan diplester dicat dua sisi, Pada bagian pengepakan jendela-jendela terdiri
      dari jendela kaca dengan kusen aluminium, dan pintu-pintu terdiri dari pintu
      kaca panil aluminium, serta dilengkapi dengan hoist dengan kapasitas 1 ton.
      Bangunan gudang ini adalah bangunan berlantai dua dengan ketinggian
      bangunan 12 meter dibuat dengan rangka baja dengan dinding dari bata ringan
      diplester dicat dua sisi dan sebagian zincalume, lantai dari beton dilapis
      plesteran semen, zincalume ditambah peredam dengan kuda-kuda dari baja,
      tanpa langit-langit, tanpa dinding pemisah ruangan, tanpa jendela-jendela, dan
      pintu-pintu terdiri dari pintu rolling door. Pabrik ini juga dilengkapi dengan
      sarana pelengkap berupa areal parkir, jalan sekitar pabrik yang terbuat dari
      beton bertulang, penerangan jalan dan pagar.

3.1.4 Aspek Lingkungan
      Aspek ini disusun sesuai dengan rencana perseroan melakukan penambahan
      usaha baru yang memproduksi dan menjual bahan baku aktif pestisida di pabrik
      Karbamat yang berlokasi di Cikande Serang.

      Kegiatan proses produksi pada Pabrik Karbamat yang dilakukan Perseroan
      yaitu mengolah bahan baku dan bahan penolong menjadi produk Methromyl
      98% Technical, yang kemudian dilanjutkan pada proses formulasi menjadi
      Produk Methromyl 40SP.

                                                                                         88

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 90
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


    Dari kegiatan proses produksi yang dilakukan oleh Perseroan dapat
    menimbulkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan dan pencemaran
    lingkungan, antara lain Penurunan Kualitas Udara, Peningkatan Kebisingan,
    Limbah Cair, Limbah Non B3, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3),
    serta risiko kebakaran.

    Dengan adanya dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan proses
    produksi tersebut maka Perseroan akan melakukan pengelolaan untuk
    menanggulangi dampak lingkungan yang dihasilkan serta berperan aktif dalam
    proses pengolahan limbah produksi untuk meminimalisasi dampak negatif
    terhadap lingkungan.

    Sesuai dengan amanat Undang-Undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
    dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
    Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan
    Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Menteri Perindustrian Republik
    Indonesia No. 1 Tahun 2020 tentang Penyusunan Rencana Pengelolaan
    Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup Rinci, dan
    Peraturan serta perundangan lainnya, maka sebelum melakukan kegiatan
    produksi Perseroan telah menyusun dokumen lingkungan berupa dokumen
    Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan
    Lingkungan Hidup (RKL-RPL-Rinci) yang disesuaikan dengan RKL-RPL
    Kawasan Industri PT Modern Industrial Estat dan Perseroan tidak diwajibkan
    untuk menyusun dokumen AMDAL dikarenakan lokasi Pabrik Karbamat berada
    di dalam Kawasan Industri.

    Sesuai dengan Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
    Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL-Rinci) Kegiatan Industri
    Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif) yang kami terima Perseroan
    merencanakan pengelolaan lingkungan hidup untuk meminimalkan dampak
    negative terhadap lingkungan, dengan membangun Fasilitas IPAL (Instalasi
    Pengolahan Limbah), membangun Fasilitas TPS LB3 (Tempat Penyimpanan
    Sementara Limbah Jenis B3), penghijauan dan perawatan di area ruang
    terbuka hijau dan untuk penanganan limbah ke luar fasilitas produksi akan
    ditangani oleh pihak ketiga yang memiliki kualifikasi dan pengalaman di
    bidangnya antara lain PT Tunas Mitra Teknik, berikut sebagian rencana
    pengelolaan lingkungan hidup oleh Perseroan antara lain:

    ⮚ Penanganan limbah udara : Residu yang keluar melalui udara dari emisi
      gas boiler dan uap dari produksi akan dikontrol dan diperiksa secara rutin
      oleh pihak ketiga untuk mengetahui mutu dari udara yang dilepaskan ke
      lingkungan.

    ⮚ Penanganan limbah cair : Residu limbah cair domestik akan diolah
      menggunakan IPAL setempat, dimana kualitas outputnya akan dikontrol
      secara berkala oleh pihak ketiga untuk memastikan air buangan sudah
      sesuai standar.




                                                                                       89

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 91
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


       ⮚ Penanganan limbah padat : Dalam proses produksi karbamat, perseroan
         menggunakan teknologi dimana residu pertama akan melalui proses
         pemurnian dan dapat dipakai kembali untuk proses produksi berikutnya
         sehingga meminimalkan limbah yang dihasilkan. Setelah melalui beberapa
         cycle produksi, sisa dari pemurnian yang tidak bisa diolah kembali akan
         disimpan sementara di TPS LB3 sebelum dilakukan proses pembuangan
         permanen oleh pihak ketiga yang memiliki ijin.

       ⮚ Penanganan limbah kemasan : Residu limbah kemasan produksi akan
         dilakukan pemisahan sesuai jenis limbahnya dan disimpan di TPS LB3
         yang nantinya akan dikirimkan ke pihak ketiga untuk dimusnahkan.

       ⮚ Pencegahan risiko kebakaran : Perseroan melakukan pencegahan
         kebakaran dengan membangun instalasi pemadam kebakaran dengan
         dilengkapi hydrant pillar, hydrant box serta Alat Pemadam Api Ringan
         (APAR).

       Perseroan akan terus melakukan pengawasan yang berkelanjutan secara
       berkala dan seluruh kegiatan penanganan limbah di atas akan dilaporkan
       secara rutin ke Dinas Lingkungan Hidup melalui Amdal Kawasan, sesuai
       dengan Surat Keputusan Direktur Utama PT Modern Industrial Estat Kawasan
       Industri Modern Cikande, tentang Persetujuan Rencana Pengelolaan
       Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
       Rinci untuk Kegiatan Operasional PT Delta Giri Wacana, selain itu Perseroan
       juga sedang melakukan proses pengurusan perizinan yang lain, terkait dengan
       pencegahan, penanganan maupun pengelolaan dampak lingkungan seperti
       Persetujuan Teknis Limbah Domestik, Persetujuan Teknis Emisi Gas Boiler,
       Sertifikasi Laik Fungsi dan Sertifikasi Laik Operasi untuk Mesin Produksi.

3.2   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

3.2.1 Bahan Baku
       Bahan baku pabrik karbamat untuk dapat beroperasi normal terdiri dari bahan
       baku mentah antara lain Ortho Dichloro Benzene (ODCB), Dimethyl Sulfate
       (DMS), Methyl Hydroxytio Acetamidate (M-1), Triethylamin (TEA), Sodium
       Cyanate (NaOCN), Potassium Carbonate (K2CO3) dan bahan penolong terdiri
       dari Air dan Natrium Carbonate (Na2CO3).

       Perseroan direncanakan akan membeli bahan baku pabrik karbamat dari
       pemasok yang ada di dalam dan luar negeri. Jangka waktu pemesanan bahan
       baku dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas
       fasilitas produksi Perseroan.

       Secara berkala, Perseroan akan memonitor kebutuhan proyeksi penjualan
       dengan ketersediaan bahan baku yang ada, untuk mengetahui jumlah bahan
       baku yang harus dibeli kemudian Perseroan akan menghubungi beberapa
       pemasok untuk mengecek ketersediaan barang dan harga penawaran beserta
       dengan ketentuan pembayaran yang ditawarkan.


                                                                                         90

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 92
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


    Proses permintaan penawaran harga ini umumnya tidak dilakukan melalui
    proses tender yang formal dan hanya melakukan perbandingan harga saja.
    Setelah melalui proses negosiasi harga agar penawaran terbaik dapat
    diperoleh, Perseroan akan menerbitkan Purchase Order kepada pemasok.

    Pembelian bahan baku akan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan,
    bukan secara tahunan karena menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang
    ada.

    Perjanjian yang dilakukan antara Perseroan dan Pemasok terkait pembelian
    bahan baku bersifat ad hoc sehingga pemesanan dilakukan sesuai kebutuhan
    bahan baku dan keadaan pasar.

    Perseroan tidak memiliki perjanjian atau kontrak pembelian bahan baku untuk
    jangka panjang dengan tujuan menjaga kualitas dan harga supply bahan baku,
    fleksibilitas menggunakan beberapa pemasok, sehingga Perseroan
    mengharapkan dapat memperoleh bahan baku dengan kualitas dan harga
    terbaik serta supply yang berkelanjutan / continously / terpenuhi dengan baik
    agar proses produksi dapat berjalan lancar, oleh karena hal tersebut perseroan
    membangun hubungan yang baik, menjalin kerja sama dengan beberapa
    supplier/pemasok bahan baku antara lain :

                              Tabel 3.2 Supplier/Pemasok Bahan Baku


              Chemicals                           Supplier                         Recipe    Country

             90% NaOCN                               Mitsui                      Technical    Japan
             90% NaOCN                          Hunan Haili                      Technical    China
               95% DMS                  Aarti Industries Limited                 Technical    India
                 ODCB                   Aarti Industries Limited                 Technical     India
                                                                                             Indonesi
               Na2CO3                              PT. AKR                       Technical
                                                                                                 a
                                                                                             Indonesi
                K2CO3                   PT. Wahana Mas Mulia                     Technical
                                                                                                 a
                   M1                       Hunan Haili                          Technical     China
                                      PT. Graha Jaya Pratama                                 Indonesi
                  TEA                                                            Technical
                                              Kinerja                                            a
                                                                                 Formulas    Indonesi
          Sodium Sulphate                          PT. AKR
                                                                                     i           a
                                                                                 Formulas    Indonesi
                                               PT. Gracindo
          Gracinol WP 828                                                            i           a
                                                                                 Formulas    Indonesi
                                       PT. Siltec Maju Perkasa
            White Carbon                                                             i           a
                                                  Sumber : Perseroan




                                                                                                        91

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 93
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


3.2.2 Tenaga Kerja dan Ahli Profesional
3.2.2.1. Rencana Kebutuhan Tenaga Kerja dan Kualitasnya.
       Berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja Pabrik Karbamat, Perseroan akan
       memilih ataupun merekrut sumber daya manusia dengan kualitas yang cukup
       baik, Tenaga kerja tersebut akan disesuaikan dengan rencana bisnis dan
       operasional Perseroan dari tahun ke tahun.

       Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Pabrik Karbamat ini memerlukan
       tambahan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai untuk mendukung
       kegiatan produksi yang dilakukan oleh Perseroan.

       Pabrik Karbamat akan beroperasi sekitar 300 hari dalam 1 tahun (Senin sd
       Sabtu) dengan 3 Shift dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk proses
       operasional pabrik maupun manajemen diperkirakan sekitar 166 orang (jumlah
       kebutuhan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi) dengan
       jenjang pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan yang terdiri dari 33
       Karyawan Tetap dan 133 Karyawan Tidak Tetap (Outsourcing) dengan rincian
       sebagai berikut :

       - Karyawan Tetap

          Meliputi 1 orang General Manager, 1 orang Production Manager, 1 orang
          HSE Manager, 1 orang Laboratorium Manager, 1 orang QC Manager, 1
          orang Warehouse Manager, 1 orang PPIC Manager, 1 orang Utility &
          Maintenance Manager, 1 orang HR & GA Manager, 9 orang Supervisor dan
          15 orang Staff dengan tingkat pendidikan dari SMA sampai dengan
          Perguruan Tinggi.

       - Karyawan Tidak Tetap (Outsourcing)

          Meliputi 12 orang Team Leader, 96 orang Operator dan 25 orang Security
          dengan tingkat pendidikan dari SMP sampai dengan Perguruan Tinggi.

3.2.2.2. Ahli Profesional
       Peseroan selalu memastikan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki
       memiliki keterampilan yang mumpuni dalam rangka mendukung operasional
       Perseroan yang bergerak di bidang produk-produk pertanian.

       Tenaga kerja yang diperlukan disesuaikan dengan kebutuhan setiap divisi yang
       ada pada Perseroan, kompeten dan profesional serta merupakan aset utama
       dalam mewujudkan visi dan misi perseroan.

       Oleh karena itu, Perseroan memberikan motivasi agar tenaga kerja dapat
       berperan aktif disertai dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya
       agar memiliki etos kerja yang unggul, berkompetensi tinggi, dan berkualitas dan
       dikembangkan secara berkesinambungan.



                                                                                         92

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 94
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


    Peningkatkan keterampilan tenaga kerja yang ada melalui fasilitas pelatihan
    yang sudah disediakan Perseroan, program pelatihan dan pengembangan
    kompetensi termasuk sertifikasi yang sesuai bagi masing-masing unit kerja
    maupun bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan setiap tenaga kerja
    akan mengikuti pelatihan awal sebelum Pabrik Karbamat mulai beroperasi,
    antara lain Standard Operating Procedure (SOP) produksi dan keselamatan
    kerja, Pelatihan teknis mesin dan peralatan, Pengelolaan limbah dan
    kepatuhan lingkungan serta Sistem mutu dan kontrol kualitas dan pelatihan
    lainnya.

    Oleh karena hal tersebut Perseroan tidak memerlukan pegawai / tenaga kerja
    yang memiliki keahlian khusus dan Perseroan juga tidak memiliki tenaga kerja
    asing.




                                                                                       93

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 95
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


BAB 4 ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS

4.1.   Keunggulan kompetitif & kemampuan untuk menciptakan nilai
       Dalam menjalankan bisnisnya Perseroan mempunyai keunggulan kompetitif
       dibandingkan pesaingya sehingga hal ini mendorong Perseroan agar selalu
       dapat menjadi piihan utama bagi para pelanggannya. Keunggulan kompetitif
       tersebut adalah:

       4.1.1. Solusi yang Lengkap Untuk Kebutuhan Petani
               Perseroan merupakan Perusahaan nasional yang bergerak dibidang
               pertanian dan pendukung pertanian dengan beragam pilihan seperti
               pupuk, pestisida, dan peralatan pertanian yang dibutuhkan oleh petani
               dalam proses penanaman bibit, pemeliharaan tanaman, dan pada saat
               panen, sehingga dapat membantu para petani agar hasil pertaniannya
               menjadi semakin optimal baik dari segi kuantitas mupun kualitas. Hal
               inilah yang membuat Perseroan dapat menjadi one stop shopping di
               bisnis pertanian.

               Adapun berbagai produk pendukung kegiatan pertanian yang tawarkan
               oleh Perseroan kepada pelanggannya seperti

                    Gambar 4.1 Produk -Produk Perseroan dan entitas anaknya

           Pupuk




           Pestisida




                                                                                         94

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 96
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


         Alat pertanian




                                             Sumber: Informasi Perseroan


         Ditambah lagi, dengan dijalankannya Rencana Transaksi, Produk formulasi
         lokal DGW memiliki rantai produksi in-house dari hulu ke hilir, yang
         memberikan keunggulan berupa kestabilan pasokan bahan baku dan
         efisiensi biaya produksi. Untuk pasar ekspor, keunggulan utama terletak
         pada situasi perdagangan global saat ini, di mana terjadi ketegangan dan
         perang tarif antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan
         Tiongkok. Dalam konteks ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk
         menjadi salah satu alternatif pemasok Methomyl 40SP. Selain itu, meskipun
         beberapa negara telah melarang dan melakukan pembatasan atas
         kegiatan formulasi produk Methomyl namun beberapa negara masih
         mengandalkan produk ini untuk membantu pemeliharaan atas beberapa
         jenis tanaman.

    4.1.2. Jaringan Distribusi yang Luas

             B2B dan B2B2C adalah dua segmen pasar yang diterapkan perseroan
             dalam melakukan penjualan. Penjualan dengan segmen B2B2C
             didukung dan didistribusikan oleh jaringan penjualan yang kuat melalui
             25 gudang dan daerah pedesaan yang didistribusikan, sehingga
             memungkinkan produk perusahaan dibeli langsung melalui kios-kios
             yang bekerja sama dengan perusahaan. Dengan 7000 kios jaringan
             distribusi perusahaan yang terintegrasi yang dimiliki oleh Perseroan,
             membuat kebutuhan dari 10 juta petani atau sekitar 30 persen dari
             petani di Indonesia dapat terlayani. Penjualan produk di segmen B2B
             mencakup proses pembelian langsung dan pembelian melalui proses
             tender.

             Proses pembelian langsung umumnya dilakukan oleh pembeli dengan
             kebutuhan yang lebih sedikit atau mendesak. Proses ini mencakup fase,
             permintaan penawaran harga, negosiasi dan pengeluaran Purchase
             Order. Sedangkan proses pembelian dengan melakukan penawaran
             umumnya dilakukan untuk pembelian dalam jumlah yang lebih besar
             selain itu pembeli juga mampu memproyeksikan kebutuhannya terlebih
             dahulu. Pembelian melalui proses penawaran ini biasanya mencakup
             kebutuhan pelanggan selama 3-6 bulan. Proses pembelian engan
             sistem tender ini mencakup pengumuman bahwa pembeli akan
             melakukan proses penawaran yang telah ditentukan sebelumnya untuk
             produk tersebut, serta proposal harga dalam batas waktu yang
             ditentukan, negosiasi yang dapat dilakukan secara langsung atau tidak
             langsung.
                                                                                       95

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 97
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                           Gambar 4.2 Peta jaringan distribusi Perseroan




                                             Sumber: Informasi Perseroan



    4.1.3. Diperkuat dengan Tenaga Kerja yang Terampil dan Terlatih di Bidang
           Agronomi
             Perseroan selalu memastikan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki
             memiliki keterampilan yang mumpuni dalam rangka mendukung
             operasional Perseroan yang bergerak di bidang produk-produk
             pertanian. Saat ini Perseroan dan Entitas memiliki sekitar lebih dari
             1.000 ahli agronomi yang menunjang proses bisnis Perseroan yang
             bertugas untuk memasarkan produk sekaligus memberikan edukasi dan
             pelatihan kepada para petani di daerah mengenai prosedur penggunaan
             produk Perseroan beserta manfaat yang diperoleh bagi tanaman.
             Dengan demikian produk-produk Perseroan dapat digunakan secara
             optimum oleh para petani sehingga mampu memberikan hasil panen
             yang memuaskan bagi para petani.

    4.1.4. Proses Digitalisasi Untuk Memastikan Kontrol yang Efisien dan Efektif
             Dalam rangka upaya Perseroan untuk menjaga operasional dan kinerja
             penjualan, Perseroan melakukan langkah digitalisasi yang dapat
             mengawasi kinerja proses distribusi maupun performa penjualan secara
             real time. Dengan aplikasi yang telah dikembangkan Perseroan maka
             informasi kinerja operasional dan penjualan di lapangan dapat segera
             tersampaikan ke pusat pengawasan internal Perseroan sehingga dapat
             berjalan dengan efektif dan efisien. Selain itu dengan digitalisasi ini,
             Perseroan juga mampu menjaga loyalitas para petani yang sudah
             menggunakan produk Perseroan. Hal itu dikarenakan ketika petani
             memiliki pertanyaan terkait produk yang mereka perlukan maupun ada
             permasalahan kesehatan tanaman, para petani dapat menggunakan
             aplikasi yang dikhususkan untuk melayani pelanggan. Melalui aplikasi
             tersebut petani dapat memperoleh info produk yang diperlukan seperti
             ketersediaan produk dan informasi lokasi kios yang menyediakan produk
             tersebut. Apabila diperlukan petani juga dapat memanfaatkan akses
             konsultasi secara langsung melalui aplikasi dengan para agronomis
             sehingga informasi yang lebih komprehensif dapat diperoleh oleh petani.
             Beberapa aplikasi yang diterapkan oleh Perseroan adalah aplikasi untuk
             sales force automation, demand creation, dan customer engagement &
             retention.

                                                                                       96

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 98
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


       4.1.5. Teknologi produksi yang lebih muktahir
               Dalam menjalankan lini bisnis ini, Perseroan menerapkan teknologi yang
               lebih muktahir sehingga membuat proses produksi menjadi lebih efisien
               dibandingkan dengan kompetitornya. Dengan makin efisiennya proses
               produksinya maka dapat meningkatkan kemampuan Perseroan untuk
               memenuhi permintaan para pelanggannya.

       4.1.6. Potensi pasar ekspor
               Dengan diterapkannya peraturan dari Kementerian pertanian dan
               pedesaan Tiongkok bahwa sejak 1 Juni 2024 pendaftaran berbagai
               produk yang mengandung Omethoate, Carbosulfan, Methomyl, and
               Aldicarb ditangguhkan dan produksinya dilarang, dan Penjualan serta
               penggunaan produk ini dilarang sejak tanggal 1 Juni 2026. Hal ini
               menyebabkan peluang bagi Perseroan untuk memperluas pasar ekspor
               terutama dari para pelanggan luar negeri China yang membutuhkan
               Methomyl dalam kegiatan usahanya.

4.2.   Pesaing Usaha
       Sebagaimana diungkapkan pada analisa pasar bahwa pasar pestisida memiliki
       banyak sekali pesaing baik dalam maupun luar negeri. Banyak dari pesaing
       luar negeri untuk industri ini berasal dari China, dan pesaing dalam negeri
       adalah perusahaan yang umumnya belum listed di bursa. Berikut adalah
       pesaing-pesaing industri pestisida insectisida dan herbisida dari dalam dan luar
       negeri serta bahan baku chemical aktif dalam negeri

   4.2.1.      Pesaing pestisida dan herbisida Luar negeri
               Bisnis pestisida, insektisida dan herbisida juga dilakukan oleh banyak
               perusahaan di berbagai negara, Beberapa Perusahaan Pesaing
               internasional yang juga memproduksi pestisida, insektisida maupun
               herbisida diantaranya adalah:

                   •   BASF
                   •   Lianhetech
                   •   Limin Group
                   •   Zhejiang Xinan Chemical
                   •   Hailir Pesticides and Chemicals
                   •   Jingbo Agrochemicals Technology
                   •   Shandong Binnong Technology
                   •   Zhenjiang Jiangnan Chemical Industry
                   •   Lier Chemical
                   •   Sino-Agri United Biotechnology
                   •   Anhui Huaxing Chemical Industry
                   •   Shanghai Shengnong Biochemical
                   •   Zhengbang Group




                                                                                         97

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 99
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


       4.2.2.   Pesaing pestisida dan herbisida dalam negeri
                Sedangkan Pesaing pasar herbisida, insectisida dan pestisida dari
                dalam negeri diantaranya:
                  • PT Syngenta Indonesia
                  • PT Bayer Indonesia
                  • PT Bina Guna Kimia (FMC)
                  • PT Bima Kimia Nufarm
                  • PT Corteva Agriscience
                  • PT BASF Indonesia
                  • PT UPL Indonesia
                  • PT Agricon,
                  • PT Excel Meg Indonesia
                  • PT BISI International Tbk


       4.2.3.   Pesaing produk sejenis
                Saat ini di Indonesia ada beberapa Perusahaan yang juga memasarkan
                produk sejenis yang dihasilkan oleh Perseroan yaitu:
                 •   PT Dalzon Chemical
                 •   PT Mitra Kreasi Dharma
                 •   PT Asterindo
                 •   PT Indotani
                 •   PT Inti Everspring


4.3.    Kemampuan Pesaing usaha untuk meniru Produk
        Industri pestisida formulasi seperti Methomyl 40SP memiliki hambatan masuk
        (barrier to entry) yang tinggi. Salah satu hambatan utama adalah kebutuhan
        investasi awal yang besar untuk pembangunan fasilitas produksi (Capital
        Expenditure/CapEx) serta kebutuhan akan keahlian teknis khusus dalam
        formulasi dan pengendalian mutu produk. Faktor-faktor ini membatasi jumlah
        pemain baru yang mampu masuk dan bersaing secara langsung di pasar ini.




                                      Gambar 4.3 contoh produk palsu


                                                                                         98

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 100
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


        Saat ini di Indonesia, hanya ada satu pesaing yang memiliki pabrik karbamasi
        sejenis, yaitu PT Inti Everspring. Dari sisi teknologi dan kapasitas produksi,
        Perseroan lebih unggul daripada PT Inti Everspring.

        Kompetitor yang menjalankan kegiatan usaha serupa memiliki keterbatasan
        kapasitas produksi dan tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan dari pasar
        lokal, sehingga Perseroan tetap dapat mempertahankan posisi sebagai market
        leader dengan kapasitas produksinya yang lebih besar.

        Kapasitas produksi pabrik Karbamasi disesuaikan dengan kebutuhan internal
        Perseroan, sehingga pabrik dapat berjalan dengan utilisasi yang tinggi dan
        Perseroan yakin bahwa hasil produksi akan memiliki harga yang bersaing.


4.4.    Kemampuan menciptakan nilai
        Dengan menjadikan Perusahaan ini sebagai one stop shopping di bisnis
        pertanian selain itu Perseroan juga mempunyai jaringan distribusi yang luas,
        diperkuat dengan tenaga kerja agronomi yang terlatih, ditambah dengan proses
        digitalisasi di bidang penjualan serta teknologi produksi yang muktahir
        membuat bisnis Perseroan ini menjadi semakin efisien dan efektif.

        Pembangunan pabrik bahan baku pestida berupa methomyl ini merupakan
        salah satu Upaya yang dilakukan Perseroan untuk membina hubungan dengan
        dengan para peanggannya dengan memastikan produknya selalu tersedia di
        pasar selain itu dengan Pembangunan pabrik ini membuat proses produksi
        menjadi lebih efisien karena akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk
        pengiriman bahan baku ini.

        Dengan demikian secara tidak langsung dengan beroperasinya pabrik ini dapat
        memberikan nilai tambah bagi Perseroan

4.5. Rencana Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
       Setelah penambahan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia),
       Perseroan berencana untuk segera memasarkan produk Methomyl 40SP baik di
       pasar lokal maupun ekspor. Strategi ini akan memperluas lini usaha utama
       Perseroan serta memperkuat posisi DGW sebagai produsen pestisida yang
       kompetitif di tingkat nasional maupun global.




                                                                                         99

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 101
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


BAB 5 ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
5.1.    Ketersediaan Tenaga Kerja
        Untuk mendukung operasional pabrik Methomyl di Cikande, Perseroan akan
        membentuk tim lintas departemen dengan struktur yang terorganisir dengan
        jumlah perkerja yang diperkirakan lebih dari 100 orang. Setiap departemen
        memiliki peran krusial dalam mendukung kelancaran proses produksi,
        pengendalian mutu, perawatan fasilitas, serta distribusi produk. Struktur tenaga
        kerja yang direncanakan meliputi:
                                          Tabel 5.1
                          Proyeksi jumlah tenaga kerja per unit kerja
        Posisi Tenaga Kerja                 2025          2026          2027           2028   2029   2030
          General Manager                    1              1             1              1      1     1
        Production Manager                   1              1             1              1      1     1
            HSE Manager                      1              1             1              1      1     1
       Laboratorium Manager                  1              1             1              1      1     1
             QC Manager                      1              1             1              1      1     1
        Warehouse Manager                    1              1             1              1      1     1
            PPIC Manager                     1              1             1              1      1     1
  Utility & Maintenance Manager              1              1             1              1      1     1
          HR & GA Manager                    1              1             1              1      1     1
              Supervisor                     8              8             9             10     10     11
                Staff                        13            13            15             17     21     23
            Team Leader                      7             11            12             18     19     20
               Operator                      57            89            96             144    153   160
               Security                      14            20            25             30     30     35
               TOTAL                        108            150           166            228    242   258

          Total Outsourcing                   78           120           133           192    202    215
                                                Sumber: Informasi Perseroan
        Spesikasi utama yang dibutuhkan adalah yang berkaitan dengan design pabrik,
        quality control, produksi, dan HSE. Perseroan telah melakukan rekrutmen
        tenaga kerja yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang design pabrik
        dan quality control di industri yang sejenis, serta tenaga kerja yang
        berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang produksi sebagai engineer

        Waktu operasional Tenaga Kerja

        Berdasarkan informasi yang diperoleh dari RKL, berikut rencana waktu operasional
        tenaga kerja :
       • Hari      : Senin – Sabtu (Senin – Jumat 7 jam, Sabtu 5 jam, Minggu Libur)
       • Dalam satu minggu : 40 jam

       Shift kerja yang diterapkan oleh PT Delta Giri Wacana seperti berikut ini :
       - Jam kerja 3 shift, jam kerja efektif :
       Shift I : 07.00 s/d 15.00 WIB
       Shift II : 15.00 s/d 23.00 WIB
       Shift III : 23.00 s/d 07.00 WIB
                                                                                                       100

                              Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 102
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


       - Jam kerja shift (Satuan Keamanan) :

       Shift I : 07.00 s/d 15.00 WIB
       Shift II : 15.00 s/d 23.00 WIB
       Shift III : 23.00 s/d 07.00 WIB


       Tunjangan, Fasilitas, dan Kesejahteraan Karyawan

       Perusahaan menyediakan berbagai tunjangan,fasilitas, dan program kesejahteraan
       bagi karyawan. Fasilitas serta program kesejahteraan ini ditujukan untuk karyawan
       dengan kualifikasi tertentu. Berikut adalah beberapa fasilitas dan program yang
       tersedia:
           • Asuransi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS Ketenagakerjaan);
           • Asuransi Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan);
           • Tunjangan Hari Raya;
           • Tunjangan Transportasi.

5.2.    Manajemen kekayaan intelektual dan manajemen risiko
        Manajemen kekayaan intelektual

        Dalam rangka melaksanakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha,
        Perseroan telah memahami dan menerapkan berbagai langkah-langkah
        mitigasi risiko untuk melindungi kekayaan intelektual. Hal ini dilakukan melalui
        pendaftaran Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) serta
        pendaftaran izin tetap untuk pestisida, sebagai langkah antisipasi terhadap
        perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dijadikan bagian dari
        manajemen risiko perusahaan.

        Selain itu, Perseroan juga berkomitmen untuk mendaftarkan merek yang akan
        digunakan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sehubungan dengan
        Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Sebagai bagian dari penerapan
        manajemen risiko dalam operasional Perseroan, kami akan menyediakan
        pelatihan-pelatihan yang diperlukan bagi tenaga kerja yang sudah ada.

        Manajemen Risiko

        Dalam penambahan usaha baru ini tentunya tidak terlepas dengan berbagai
        risiko yang menghadang dan akan menghadapinya agar dapat dilakukan
        berbagai antisipasi untuk mengurangi dampak risiko tersebut. Risiko -risiko
        tersebut adalah risiko perizinan, risiko tenaga kerja, dan risiko dampak
        lingkungan.

         •   Risiko Perizinan: Dalam melaksanakan pembangunan pabrik karbamasi
             di Cikande, perusahaan telah secara konsisten mematuhi seluruh
             persyaratan dan perizinan yang diperlukan. Di bawah ini, disajikan
             daftar perizinan yang dibutuhkan untuk memulai produksi di pabrik
             karbamasi Cikande beserta statusnya:

                                                                                         101

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 103
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                    Tabel 5.2 Progress perizinan

No                          Deskripsi                                             Status Perizinan
 1       Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)                                Sudah diperoleh
 2       Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)                       Sudah diperoleh
         dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
         (RPL)
 3       Sertifikasi Standar                                              Sudah diperoleh
 4       Persetujuan Teknis Limbah Domestik                               Sedang diproses. Estimasi
                                                                          minggu ke-4 Juni
 5       Persetujuan Teknis Emisi Gas Boiler                              Sedang diproses. Estimasi
                                                                          minggu ke-4 Juni
 6       Sertifikat Laik Fungsi (SLF)                                     Sudah diperoleh
 7       Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk Mesin                        Sudah diperoleh
         Produksi
 8       Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Nomor Induk                    Sudah diperoleh
         Data Instalasi (NIDI) PLN
 9       Nomor Induk Berusaha (NIB)                                       Sudah diperoleh

          Semenjak tanggal pelaporan terakhir, Perseroan sudah memperoleh 3
          Perizinan yaitu Sertifikasi Standar, Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan Sertifikat
          Laik Operasi (SLO) untuk mesin produksi. Sampai saat ini, Perseroan masih
          dalam proses mendapatkan Perizinan Persetujuan Teknis Limbah Domestik
          dan Persetujuan Teknis Emisi Gas Boiler dari Disnaker. Keduanya
          diperkirakan akan bisa diperoleh paling lambat pada akhir bulan Juni.
          Perseroan terus berkomitmen untuk taat dan patuh terhadap semua
          peraturan yang berlaku dalam menjalankan operasional pabrik.

     •    Risiko Tenaga Kerja:
          Kebutuhan akan tenaga kerja terampil di bidang kimia dan formulasi
          pestisida cukup tinggi. Risiko ini dapat diatasi dengan pelatihan berkala dan
          kerja sama dengan lembaga pendidikan.

     •    Risiko Dampak Lingkungan
          Sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana
          pemantauan lingkungan hidup yang sudah kami peroleh, Perusahaan selalu
          berperan aktif dalam proses pengolahan limbah produksi untuk
          meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan. Di dalam kawasan
          pabrik, Perusahaan membangun fasilitas IPAL (Instalasi Pengolahan Air
          Limbah) dan TPS LB3 (Tempat Penyimpanan Sementara Limbah jenis B3).
          Disamping itu, proses penanganan limbah ke luar fasilitas produksi juga
          akan ditangani oleh pihak ke 3 yang memiliki kualifikasi dan pengalaman di
          bidangnya.



                                                                                                      102

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 104
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


           Dalam proses pembangunan pabrik, perusahaan juga sudah melakukan
           carbon footprint calculation and planning, dan akan terus melakukan
           monitoring secara berkala kedepannya. Berikut rencana singkat kami dalam
           penanganan limbah produksi untuk meminimalisasi dampak yang kurang
           baik terhadap lingkungan:
               i.    Penanganan limbah udara: Residu yang keluar melalui udara dari
                     emisi gas boiler dan uap dari produksi akan dikontrol dan diperiksa
                     secara rutin oleh pihak ketiga untuk mengetahui mutu dari udara yang
                     dilepaskan ke lingkungan.
               ii. Penanganan limbah cair: Residu limbah cair domestik akan diolah
                     menggunakan IPAL setempat, dimana kualitas outputnya akan
                     dikontrol secara berkala oleh pihak ketiga untuk memastikan air
                     buangan sudah sesuai standar.
                iii. Penanganan limbah padat: Dalam proses produksi karbamasi,
                     perusahaan menggunakan teknologi dimana residu pertama akan
                     melalui proses pemurnian dan dapat dipakai kembali untuk proses
                     produksi berikutnya sehingga meminimalkan limbah yang dihasilkan.
                     Setelah melalu beberapa cycle produksi, sisa dari pemurnian yang
                     tidak bisa diolah kembali akan di simpan sementara di TPS LB3
                     sebelum di lakukan proses pembuangan permanen oleh pihak ketiga
                     yang memiliki ijin.
                iv. Penanganan limbah kemasan: Residu limbah kemasan produksi akan
                     dilakukan pemisahan sesuai jenis limbahnya dan disimpan di TPS
                     LB3 yang nantinya akan dikirimkan ke pihak ketiga untuk
                     dimusnahkan.

                Seluruh kegiatan penanganan limbah di atas akan di laporkan secara
                rutin ke Dinas Lingkungan Hidup melalui Amdal Kawasan, dan sudah
                dimasukkan ke dalam izin RKL – RPL.


5.3.    Kapasitas dan kemampuan manajemen
        Dalam penambahan usaha baru ini, dibutuhkan adanya sistem organisasi dan
        manajemen yang baik agar dapat menciptakan proses yang sistematis untuk
        mencapai tujuannya. Dengan adanya struktur organisasi dan struktur
        manajemen yang baik, proses produksi akan terkoordinasi dengan baik, untuk
        itu diperlukan pembagian tugas yang tepat, penunjukan wewenang yang
        akurat, dan koordinasi kerja yang terpadu.

        Tenaga kerja yang dibutuhkan harus ditempatkan sesuai dengan keahlian dan
        pengalaman yang dimiliki. Sehingga struktur organisasi yang berkaitan dengan
        kegiatan formulasi bahan aktif ini harus dijadikan pedoman agar kegiatan
        produksi dapat berjalan dengan lancar.

        Struktur organisasi yang disusun oleh Perseroan dalam rangka Transaksi
        adalah sebagai berikut



                                                                                          103

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 105
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



5.4. Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen
                                    Grafik 5.1 Struktur organisasi dan management setelah Pembangunan Pabrik




                                                             Sumber : Informasi manajemen Perseroan


                                                                                                                104

                                                 Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 106
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




BAB 6 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN

 Dalam bab ini disajikan analisis aspek keuangan Proyek Pembangunan Pabrik
 Karbamat PT Delta Giri Wacana Tbk dengan menyusun proyeksi keuangan
 selama 6 tahun (2025 – 2030) oleh manajemen Perseroan, dimana telah
 digunakan berbagai asumsi berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun
 sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
 Konsultan telah melakukan beberapa penyesuaian terhadap proyeksi tersebut
 agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Proyek yang diuji pada
 saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
 penyesuaian yang signifikan yang dilakukan terhadap target Perseroan terhadap
 kinerja Proyek yang diuji kelayakannya.

 Dalam kurun waktu tersebut digambarkan keadaan keuangan pabrik selama
 masa proyeksi. Proyeksi keuangan sekaligus juga menggambarkan tingkat
 kelayakan proyek dari aspek keuangan (finansial).

 6.1.          Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa Adanya Penambahan
               Kegiatan Usaha

               Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Adanya Penambahan
               Kegiatan Usaha

                                   PT DELTA GIRI WACANA TBK
          PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF TANPA MELAKUKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
              UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
                                                       (dalam jutaan rupiah)

                                                        2025           2026             2027         2028          2029


 Penjualan bersih                                     4,057,639       4,521,636        4,960,497    5,495,422     6,103,068
 Beban pokok penjualan                                2,774,450       3,049,861        3,341,684    3,704,584     4,114,320
 LABA KOTOR                                           1,283,189       1,471,776        1,618,813    1,790,838     1,988,748
                                                         31.62%          32.55%          32.63%        32.59%        32.59%
 Beban usaha                                           (905,300)       (954,770)      (1,026,414)   (1,103,183)   (1,190,589)
 Penyusutan dan amortisasi                              (47,686)        (46,020)         (41,573)     (23,379)      (23,672)
                                                       (952,986)      (1,000,790)     (1,067,986)   (1,126,562)   (1,214,262)


 LABA (RUGI) USAHA                                      330,203         470,986         550,826       664,276       774,486
                                                          8.14%          10.42%          11.10%        12.09%        12.69%
 PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
 Beban bunga pinjaman                                   (72,331)        (52,976)         (28,102)           -             -
 Beban bunga sew a                                       (6,003)          (5,251)         (4,500)       (3,748)       (2,997)
                                                        (78,334)        (58,227)         (32,602)       (3,748)       (2,997)


 LABA SEBELUM PAJAK                                     251,870         412,759         518,224       660,528       771,490


 PAJAK PENGHASILAN                                      (55,411)        (90,807)       (114,009)     (145,316)     (169,728)


 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                             196,458         321,952         404,215       515,211       601,762




                                                                                                                     105

                              Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 107
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan                                           Perseroan         Tanpa        Adanya
                 Penambahan Kegiatan Usaha

                                        PT DELTA GIRI WACANA TBK
             PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN TANPA MELAKUKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                               PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
                                                                (dalam jutaan rupiah)
                                                                 2025           2026             2027           2028         2029
 ASET
 ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                              395,546         373,862         337,811        330,669       736,901
 Piutang usaha                                                 1,047,130       1,166,871        1,280,125      1,418,170     1,574,981
 Piutang lain-lain                                                 2,189           2,189              2,189       2,189         2,189
 Persediaan                                                    1,117,318       1,228,231        1,345,753      1,491,899     1,656,906
 Pajak dibayar di muka                                            30,648          30,648          30,648         30,648        30,648
 Biaya dibayar di muka                                            42,525          44,658          47,657         50,271        54,184
 Aset lancar lainnya                                               2,760           2,760              2,760       2,760         2,760
 Total Aset Lancar                                             2,638,116       2,849,219        3,046,943      3,326,605     4,058,569

 ASET TIDAK LANCAR
 Aset tetap - neto                                               535,742         493,839         455,574        435,660       415,631
 Aset tidak berw ujud                                               962                 -                 -            -             -
 Properti Investasi                                               19,374          19,374          19,374         19,374        19,374
 Aset pajak tangguhan                                             71,810          71,810          71,810         71,810        71,810
 Goodw ill                                                         2,268           2,268              2,268       2,268         2,268
 Uang muka pembelian aset tetap                                   58,904          58,904          58,904         58,904        58,904
 Estimasi tagihan pajak penghasilan                               97,010          97,010          97,010         97,010        97,010
 Aset tidak lancar lainnya                                         2,116           2,116              2,116       2,116         2,116
 Total Aset Tidak Lancar                                         788,186         745,321         707,056        687,142       667,113

 TOTAL ASET                                                    3,426,302       3,594,540        3,753,998      4,013,748     4,725,682

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS LANCAR
 Utang usaha :                                                   766,997         843,134         923,809       1,024,133     1,137,404
 Utang pajak                                                      25,958          25,958          25,958         25,958        25,958
 Utang lain-lain                                                  65,325          65,325          65,325         65,325        65,325
 Uang Muka Pelanggan                                              11,589          11,589          11,589         11,589        11,589
 Biaya yang masih harus dibayar                                  328,165         344,626         367,765        387,936       418,136
 Pinjaman jangka pendek                                          904,141         662,201         351,277               -             -
 Total Liabilitas Lancar                                       2,102,175       1,952,833        1,745,724      1,514,941     1,658,412

 LIABILITAS TIDAK LANCAR
 Liabilitas pajak tangguhan                                        4,737           4,737              4,737       4,737         4,737
 Kew ajiban imbalan kerja                                         47,193          47,193          47,193         47,193        47,193
 Liabilitas sew a - jangka panjang                                64,458          64,458          64,458         64,458        64,458
 Liabilitas lainnya - jangka panjang                               3,531           3,531              3,531       3,531         3,531
 Total Liabilitas Tidak Lancar                                   119,919         119,919         119,919        119,919       119,919

 EKUITAS
 Modal saham                                                     588,235         588,235         588,235        588,235       588,235
 Tambahan modal disetor                                          320,754         320,754         320,754        320,754       320,754
 Transaksi dengan kepentingan nonpengendali                        9,952           9,952              9,952       9,952         9,952
 Komponen ekuitas lainnya                                        (54,566)        (58,937)         (96,586)     (121,264)     (154,563)
 Saldo laba                                                      316,698         638,650        1,042,865      1,558,076     2,159,838
                                                               1,181,073       1,498,653        1,865,220      2,355,753     2,924,216
 Kepentingan Non-pengendali                                       23,135          23,135          23,135         23,135        23,135
 Total Ekuitas                                                 1,204,208       1,521,788        1,888,355      2,378,888     2,947,351
 TOTAL LIABILITAS DAN
 EKUITAS                                                       3,426,302       3,594,540        3,753,998      4,013,748     4,725,682




                                                                                                                               106

                                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 108
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


            Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Adanya Penambahan
            Kegiatan Usaha

                                   PT DELTA GIRI WACANA TBK
          PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF TANPA MELAKUKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
              UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
                                                        (dalam jutaan rupiah)
                                                          2025             2026            2027           2028        2029

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Laba (rugi) periode berjalan                          196,458            321,952        404,215        515,211     601,762

  Ditambah / (dikurangi) penyesuaian untuk
  Penyusutan                                              44,708            45,058         41,573         23,379      23,672
  Amortisasi                                               2,978               962              -              -           -
  (Penambahan) / pengurangan untuk:
   Piutang usaha                                         (66,660)       (119,741)         (113,254)      (138,045)   (156,811)
   Persediaan                                           (158,892)       (110,913)         (117,522)      (146,146)   (165,007)
   Biaya dibayar di muka                                  (2,576)         (2,133)           (2,999)        (2,614)     (3,913)
   Utang usaha :                                          (1,099)         76,137            80,675        100,324     113,271
   Biaya yang masih harus dibayar                        122,745          16,461            23,139         20,171      30,200
  Arus kas dari aktivitas operasi                        137,662         227,784           315,827        372,281     443,173

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  (Penambahan) / pengurangan aset tetap                   (3,010)           (3,155)          (3,307)       (3,466)     (3,642)
  Arus kas dari aktivitas investasi                       (3,010)           (3,155)          (3,307)       (3,466)     (3,642)

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS KEUANGAN
  Penambahan / (pembayaran) dana cerukan                (60,993)               -                 -              -           -
  Penambahan / (pembayaran) pinjaman bank                32,655         (241,941)         (310,923)      (351,277)          -
  Penambahan modal saham                                 88,235                -                 -              -           -
  Penambahan tambahan modal disetor                     192,484                -                 -              -           -
  Penambahan komponen ekuitas lainnya                   (54,566)          (4,372)          (37,648)       (24,679)    (33,299)
  Arus kas dari aktivitas keuangan                      197,816         (246,312)         (348,571)      (375,956)    (33,299)

  KENAIKAN BERSIH ARUS KAS                              332,468            (21,684)        (36,051)        (7,142)   406,232

  KAS PADA AWAL TAHUN                                     63,078           395,546        373,862        337,811     330,669

  KAS PADA AKHIR TAHUN                                  395,546            373,862        337,811        330,669     736,901




            Analisa Rasio Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                              2025                  2026               2027             2028          2029
            Kas dan setara kas*)              395.546               373.862            337.811          330.669       736.901
            Aset Lancar *)                   2.638.116             2.849.219          3.046.943        3.326.605     4.058.569
            Liabilitas Jangka
                                             2.102.175             1.952.833          1.745.724        1.514.941     1.659.412
            Pendek *)
            Total Liabilitas *)              2.222.094             2.072.752          1.865.643        1.634.860     1.778.331
            Laba Bersih*)                     196.458               321.952            404.215          515.211       601.762
            Total Ekuitas*)                  1.204.208             1.521.788          1.888.355        2.378.888     2.947.351
            Total Pendapatan*)               4.057.639             4.521.636          4.960.497        5.495.422     6.103.068
            Current Ratio                          1,25                 1,46               1,75              2,20             2,45
            Quick Ratio                            0,72                 0,83               0,97              1,21             1,45
            Debt to Equity Ratio                   1,85                 1,36               0,99              0,69             0,60
            Return on Sales (%)                    4,84                 7,12               8,15              9,38             9,86
           Return on Equity (%)                  16,31                21,16              21,41             21,66             20,42
           Return on Assets
                                                   5,73                 8,96             10,77             12,84             12,73
           (%)
          *)dalam jutaan Rupiah

                                                                                                                      107

                              Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 109
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


          Berdasarkan profitability rasio dapat terlihat bahwa DGI dapat memperoleh
          laba dalam menjalankan kegiatan operasionalnya meskipun tidak
          melakukan penambahan kegiatan usaha.

          Berdasarkan rasio likuiditas dapat dilihat bawa DGI mampu untuk
          memenuhi kebutuhan pinjaman jangka pendeknya hal ini ditunjukkan
          dengan current ratio yang diatas 1.



 6.2.     Nilai Investasi Proyek (Project Cost)
             Investasi Tahap I (Line-1) yang dilakukan Perseroan berjumlah
             Rp. 254.278.628.695,- Dimana direncanakan pabrik sudah akan mulai
             berproduksi pada awal Triwulan ke-3 tahun 2025. Secara lebih rinci nilai
             investasi barang modal dapat dilihat pada table berikut ini.

                      Tabel 6.1 Nilai Investasi Barang modal (Project Cost)
                                          Tahap I (2025)


                                      URAIAN                                                  IDR
         1.Tanah                                                                           61.576.200.000
         2.Bangunan dan Sarana Pelengkap                                                   88.887.336.411
         3.Mesin dan Peralatan Produksi                                                    81.345.572.140
         4.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi                                 22.059.520.144
         5. Perijinan                                                                         410.000.000
                                    T O T A L                                             254.278.628.695
         Investasi Tahap ke-2 (Line-2) dengan kapasitas produksi yang sama
         dengan pabrik Line -1 direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2028
         dengan perkiraan nilai investasinya Rp. 87.331.646.960.- terdiri dari :

                      Tabel 6.2 Nilai Investasi Barang modal (Project Cost)
                                          Tahap II (2028)


                              URAIAN                                                    Rupiah
         1.Bangunan dan Sarana Pelengkap                                               15.000.000.000
         2.Mesin dan Peralatan Produksi                                                72.331.646.960
                           T O T A L                                                   87.331.646.960



                                                                                                    108

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 110
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


      6.3. Modal Kerja
             Jumlah Modal Kerja Pendahuluan (Initial Working Capital) yang
             dibutuhkan Proyek diperkirakan sebesar Rp. 46.212.000.000,-.

             Secara garis besar kebutuhan Modal Kerja Pendahuluan adalah sebagai
             berikut.

                       Tabel 6.3 Modal Kerja Awal (Initial Working Capital)

                                    MODAL KERJA                               Rupiah
                          1. Persediaan bahan mentah                      13.920.051.958
                          2. Persediaan barang jadi                       18.055.068.019
                          3. Biaya produksi                               12.036.712.013
                          4. Piutang usaha                                18.055.068.019
                          5. Hutang usaha                                (18.055.068.019)
                                     Sub Total                             44.011.831.990
                           Kontingensi 5%                                   2.200.591.600
                                  Total Modal Kerja                        46.212.423.590
                                     Dibulatkan                            46.212.000.000



      6.4. Sumber Pendanaan
             a. Investasi Barang Modal
                  Sumber pendanaan investasi barang modal Tahap I terdiri dari
                  Modal sendiri sebanyak Rp. 118.928.628.695,- (47%) dan Pinjaman
                  Bank UOB Indonesia Rp. 135.350.000.000,- (53%)

                  Pendanaan Investasi barang modal Tahap II 100% adalah dana
                  internal Perseroan yang dihasilkan dari operasional pabrik.

                    Tabel 6.4 Pendanaan Investasi dan Modal Kerja Awal
                                  (Initial Working Capital)

                        PENDANAAN                            TAHAP I (2025)            TAHAP iI (2028)

           Modal Sendiri (Equity)                           118.928.628.695             87.331.646.960
           Pinjaman Bank (Bank UOB Indonesia)               135.350.000.000
                           TOTAL                            254.278.628.695             87.331.646.960


             b. Modal Kerja Pendahuluan (Initial Working Capital)
                  Seluruh kebutuhan dana Modal Kerja Pendahuluan (100%) sebesar
                  Rp. 46.212.000.000,-    akan didanai modal sendiri (Equity)
                  Perseroan.




                                                                                                         109

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 111
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


      6.5. Hasil Proyeksi Keuangan
             Berikut di bawah ini disajikan hasil proyeksi keuangan selama 6 tahun
             masa operasional yang akan datang (tahun 2025 s/d tahun 2030).

     6.5.1. Biaya Bahan Baku Mentah
             Bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi methomyl 98% di
             antaranya adalah NaOCN 90%, DMS 95%, Na2CO3, K2CO3 dan
             ODCB; sementara bahan baku untuk produksi methomyl 40SP adalah
             methomyl 98%, Gracinol, White Carbon, Mono Ethylene Glicol, dan
             Sodium Sulfat Anhidrous.

             Berikut ini adalah harga bahan baku berdasarkan penawaran yang
             didapat Perseroan per kuartal 1 2025:

                                              Tabel 6.5. Tabel Bahan Baku

             a      Bahan Baku Technical        Harga beli (per kg/L)             Nama Pemasok                Negara
                                                     Rp19,324                        Hunan Haili​              China
                  NaOCN 90%​
                                                     Rp40,945                          Mitsui​                Jepang
                  DMS 95%​                            Rp8,598                 Aarti Industries Limited​        India
                                                      Rp8,500                 PT. Graha Jaya Pratama​       Indonesia
                  Na2CO3​
                                                      Rp5,300                         PT. AKR ​             Indonesia
                  K2CO3​                             Rp20,500                  PT. Wahana Mas Mulia         Indonesia
                                                     Rp18,016                 Aarti Industries Limited​        India
                  ODCB​
                                                     Rp22,929               China Jiangsu International​       China
                                                    Rp104,998                    Iprochem​ - China             China
                  M1 98%​
                                                    Rp108,780                        Hunan Haili​              China
                                                     Rp65,500             PT. Graha Jaya Pratama Kinerja​   Indonesia
                  TEA​
                                                     Rp75,500                  PT. Atlantic Sejahtera​      Indonesia​
                  Water​                               Rp13                            Lokal                Indonesia

             b     Bahan Baku Formulasi         Harga beli (per kg/L)            Nama Pemasok                 Negara
                  Gracinol WP 828​                   Rp88,000                      PT. Gracindo             Indonesia
                  White Carbon​                      Rp28,900                PT. Siltec Maju Perkasa​       Indonesia
                  Mono Ethylene Glicol​              Rp13,500                PT. Gochem Globalindo          Indonesia
                  Sodium Sulfat Anhidrous​            Rp1,960                         PT. AKR               Indonesia
                 *Data di atas adalah penawaran harga dari beberapa Pemasok, pemasok dan
                 harga yang terpilih adalah yang ditandai arsir berwarna oranye dan dipilih
                 berdasarkan harga yang paling sesuai atau spesifikasi yang dibutuhkan
                 Perseroan
                 **Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung pada kondisi
                 pasar market global

             Berdasarkan harga yang tertera diatas, dengan menyesuaikan pada
             spesifikasi dan kuantitas yang dibutuhkan untuk memproduksi
             methomyl 98% dan methomyl 40SP, maka biaya yang dibutuhkan untuk
             memproduksi Methomyl 98% dan Methomyl 40SP masing-masing
             adalah sebesar Rp. 88.673 per kg dan Rp. 41.321 per kg.

     6.5.2. Beban Pokok Diluar Bahan Baku
             Diluar biaya bahan baku, terdapat juga beban pokok yang dikategorikan
             menjadi biaya variable dan biaya tetap.


                                                                                                                  110

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 112
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


             •   Biaya Variabel diluar bahan baku terdiri dari biaya tenaga kerja
                 langsung, biaya manajemen outsourcing yang merupakan biaya atas
                 tenaga kerja langsung yang dilakukan melalui proses outsourcing,
                 dan juga biaya utilitas.

                 o Biaya tenaga kerja langsung diasumsikan sebagai berikut:

                 Uraian                  2025          2026          2027          2028      2029     2030

        Jumlah Tenaga Kerja                    78          120           133           192     202      215
        Rata-rata Gaji
                                          8,000         8,800         9,680        10,648    11,713   12,884
        (dalam ribuan Rupiah)
        Jumlah     Pembayaran
                                                7            14            14           14      14       14
        Gaji dalam Setahun

                 o Biaya Manajemen Outsourcing disumsikan sebesar 5% dari
                   biaya tenaga kerja langsung.
                 o Biaya utilitas diasumsikan sebesar Rp. 4.405 per kilogram
                   produksi Methomyl 40SP. Dimana dari biaya utilitas ini, 75%
                   dialokasikan untuk bahan bakar (industrial solar/gas), 20% untuk
                   listrik, dan 5% untuk air.

             •   Biaya Tetap terdiri dari biaya tenaga kerja tetap, biaya pemeliharaan,
                 dan biaya produksi percobaan (Trial Cost)
                 o Biaya tenaga kerja tetap diasumsikan sebagai berikut

                 Uraian                  2025          2026          2027          2028      2029     2030

        Jumlah Tenaga Kerja                    27            27            30           33      37       40
        Rata-rata Gaji
                                         25,000        27,500        30,250        33,275    36,603   40,263
        (dalam ribuan Rupiah)
        Jumlah     Pembayaran
                                                7            16            16           16      16       16
        Gaji dalam Setahun

                 o Biaya pemeliharaan diasumsikan sebesar 0,25% dari nilai
                   perolehan bangunan per tahun, dan sebesar 1% dari nilai
                   perolehan mesin dan peralatan.

     6.5.3. Biaya Operasional
             Biaya Operasional terdiri dari beban pemasaran dan penjualan, beban
             umum dan administrasi, beban asuransi aset tetap dan beban Pajak
             Bumi Bangunan.
             • Berdasarkan pengalaman Perseroan sebelumnya, Perseroan
                menganggarkan sebesar 1%-2% dari pendapatan tahunan untuk
                kebutuhan pemasaran yang terdiri dari, namun tidak terbatas pada
                biaya pameran/exhibition, marketing promotion campaign, dan iklan.
             • Beban asuransi aset tetap diasumsikan sebesar 0,28% dari harga
                perolehan bangunan, mesin dan peralatan.
             • Beban Pajak Bumi dan Bangunan diasumsikan sebesar 0,5% dari
                harga perolehan tanah dan bangunan.

                                                                                                       111

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 113
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


          6.5.4. Proyeksi Laba-Rugi
                     Hasil proyeksi perhitungan laba-rugi, menunjukkan perolehan laba
                     bersih yang positip dan meningkat setiap tahun selama lima tahun
                     proyeksi operasional, terkecuali pada tahun proyeksi pertama (2025)
                     proyek menderita rugi karena pada tahun tersebut produksi komersial
                     baru berjalan dua triwulan terakhir tahun 2025.

                     Profitabilitas dari tahun meningkat dari 3% tahun 2026 menjadi 10,6%
                     tahun 2030.
                     Secara ringkas proyeksi laba-rugi di sajikan pada tabel di bawah ini.

                                                        Tabel 6.5
                                                   Proyeksi Laba (Rugi)
                                                     Tahun 2025-2030
                                                                                                                Rupiah 000
        TAHUN PROYEKSI                       2025            2026           2027            2028         2029           2030
Penerimaan penjualan                         65.084.250     196.731.938 321.066.522        478.347.717   575.687.449   702.283.307
Harga Pokok Penjualan                        54.165.204     160.978.565 253.773.274        381.313.847   464.172.557   571.485.452
Laba (Rugi) Bruto                            10.919.046      35.753.372 67.293.248          97.033.870   111.514.891   130.797.855
Biaya Operasional                             2.198.879      6.563.706   9.182.397         12.794.120    14.900.635    17.608.244
Laba(Rugi) Usaha                               8.720.167     29.189.666 58.110.850          84.239.750    96.614.256   113.189.611
Penyusutan dan Biaya Amortisasi                5.356.721     11.053.331 11.053.331          16.324.059    16.324.059    16.283.059
Laba(Rugi) Sebelum Bunga                       3.363.447     18.136.335 47.057.519          67.915.691    80.290.197    96.906.552
Bunga Kredit Bank                            12.181.500      12.181.500 12.181.500           9.976.500     5.319.000     1.433.250
Laba(Rugi) Sebelum Pajak                     (8.818.053)     5.954.835 34.876.019          57.939.191    74.971.197    95.473.302
Pajak Perseroan                                        0              0   7.042.816         12.746.622    16.493.663    21.004.126
Laba(Rugi) Bersih                            (8.818.053)     5.954.835 27.833.203          45.192.569    58.477.534    74.469.176
Profitabilitas (Net profit to Sales)              -13,5%          3,0%        8,7%               9,4%         10,2%         10,6%


          6.5.5. Proyeksi Cash Flow

                     Proyeksi cash flow menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan cukup
                     baik, dengan debt service time coverage positip pada angka ratio yang
                     cukup, artinya cukup dana-dana yang tersedia untuk menjamin
                     terlaksananya pembayaran semua kewajiban khususnya angsuran
                     pokok pinjaman Bank dan bunganya.

                     Dari proyeksi cash flow diketahui bahwa pinjaman Bank untuk mendanai
                     investasi barang modal sebesar Rp. 135.350.000.000,- dapat dilunasi
                     pokok dan bunga pinjamannya dalam waktu 6 tahun termasuk masa
                     tenggang (grace period) selama 3 tahun.

                     Berdasarkan proyeksi tersebut di atas, semua kewajiban perusahaan
                     kepada pihak ketiga dapat dipenuhi sesuai dengan kerangka waktu yang
                     dijadwalkan, tanpa menghambat likuiditas proyek.




                                                                                                                            112

                                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 114
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                             Tabel 6.6
                                        Proyeksi Cash Flow
                                          Tahun 2025-2030
                                                                                    Rupiah 000         .
     Tahun              Cash              Cash                 Net                  Cash        Debt
    Proyeksi           Inflow            Outflow            Cash flow              Balance     Service
        2025         309.210.796          301.569.929            7.640.867              7.640.867     1,63
        2026          29.189.666           30.654.401          (1.464.735)              6.176.132     1,51
        2027          58.110.850           42.110.793           16.000.057             22.176.189     2,82
        2028         171.571.397          191.545.781         (19.974.384)              2.201.804     1,04
        2029          96.614.256           95.653.232              961.024              3.162.829     1,05
        2030         113.189.611           80.911.551           32.278.060             35.440.889     2,06


     6.5.6. Analisa Break Even of Sales
             Titik BEP of Sales selalu menurun setiap tahun berada di bawah angka
             100% terkecuali pada tahun proyeksi 2025 BEP of Sales berada pada
             angka diatas 100% (170%) pada tahun tersebut proyek menderita rugi
             karena rendahnya tingkat maupun jangka waktu produksi (diproyeksikan
             hanya 6 bulan). Pada tahun 2026 diproyeksikan BEP of Sales berada
             pada angka 88% dan pada tahun berikutnya angka BEP terus menurun
             higga mencapai angka 35% pada tahun 2030, Secara ringkas dapat
             diikuti pada tabel berikut ini.

                                             Tabel 6.7
                                       Proyeksi BEP of Sales
                                         Tahun 2024-2030
                                                                                                     Rp. 000
                                                                     Biaya
         Tahun        Penjualan            Biaya Tetap                                      BEP of Sales
                                                                    Variabel
                                                                                           Rp. 000           %
           2025          65.084.250             25.104.237            50.302.561            110.534.761       170%
           2026         196.731.938             39.247.166          152.330.450             173.894.420       88%
           2027         321.066.522             41.605.955          244.949.320             175.496.192       55%
           2028         478.347.717             50.006.789          372.300.891             225.566.706       47%
           2029         575.687.449             48.770.093          453.945.062             230.620.833       40%
           2030         702.283.307             49.118.515          559.989.927             242.422.474       35%


     6.5.7. Rasio Keuangan
             Rasio keuangan yang dihitung untuk Proyek Pembangunan Pabrik
             Karbamat PT Delta Giri Wacana Tbk menunjukkan kinerja
             (performance) keuangan yang baik dari segi keuangan, baik dari segi
             profitabilitas usaha, likwiditas maupun solvabilitasnya dengan
             menurunnya Debt Equity Ratio setiap tahunnya.




                                                                                                             113

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 115
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


                                                   Tabel 6.8
                                                 Rasio Finansial
                                                Tahun 2025-2030

                                   2025         2026             2027               2028          2029          2030


1. PROFIBILITY RATIO
  Gross Profit to sales              16,78%         18,17%             20,96%           20,29%      19,37%        18,62%
  Profit Margin to sales            -13,55%          3,03%             10,86%           12,11%      13,02%        13,59%
  Operating Ratio                    86,60%         85,16%             81,90%           82,39%      83,22%        83,88%
  Net Profit to sales               -13,55%          3,03%              8,67%            9,45%      10,16%        10,60%
  Return On Investment (ROI)         -3,47%          2,29%             10,72%           13,02%      16,85%        21,46%
  Return On Assets (ROA)             -2,84%          1,87%              7,57%            9,53%      11,87%        13,40%
  Return On Equity (ROE)             -5,64%          3,67%             14,64%           14,01%      15,34%        16,35%
  Profitability Index (PI)                                                  1,14
2. LIQUDITY RATIO
  Current Ratio                        3,30            3,68              3,21              2,62          2,58          2,85
  Quick Ratio                          1,58            1,92              1,80              1,25          1,24          1,53
  Cash Ratio                           0,41            0,31              0,53              0,03          0,04          0,35
3. LEVERAGE:
 Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 1,63               1,51               2,82             1,04        1,05          2,06
 Interest Service Coverage Ratio (ISCR) 0,28           1,49               3,86             6,81      15,09         67,61
 Debt Equity Ratio                      98%            96%                93%              47%         29%           22%
 Debt to Assets Ratio                49,61%         48,95%             48,28%           31,99%      22,64%        17,99%



                  Pada tahun 2025-2030, rasio Return on Investment / ROI menunjukkan
                  angka yang selalu meningkat setiap tahunnya, yaitu berada diantara
                  -3,47% s/d 21,46 % selama proyeksi tahun 2025-2030, dengan rata-
                  rata Tingkat Imbal Balik Investasi / Return on Invesment (ROI) sebesar
                  10,15% per tahunnya.


       6.5.8. Perhitungan Tingkat Diskonto

                  Tingkat diskonto yang akan digunakan dalam Studi Kelayakan ini adalah
                  atas dasar Cost of Capital. Untuk menghitung Cost of Capital akan
                  ditentukan berdasarkan formula perhitungan Weighted Average Cost of
                  Capital (WACC).
                  Untuk menghitung Cost of Capital ini, terlebih dahulu perlu dilakukan
                  penghitungan untuk tingkat balikan yang diharapkan dari ekuitas (Cost
                  of Equity) dengan menggunakan rumus Capital Asset Pricing Model
                  (CAPM), yaitu sebagai berikut :


                                               E (Ri) = Rf + B (RPm) - Ds

                  E (Ri)              =    Tingkat balikan yang diharapkan (Cost of Equity)
                  Rf                  =    Risk free rate
                  B                   =    Beta
                  RPm                 =    Equity risk premium
                  Ds                  =    Default spread


                                                                                                                       114

                                Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 116
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


             Dimana:
               -   Tingkat bunga tanpa resiko (Risk free rate) ditetapkan berdasarkan
                   perkiraan rata-rata yield Obligasi Pemerintah RI dalam Rupiah
                   yang berjangka waktu 30 tahun per 31 Desember 2024 sebesar
                   7,0694%.

               -   Equity Risk Premium dan Default spread berdasarkan data dari
                   Damodaran untuk Indonesia tahun 2024 yang merupakan
                   emerging market dengan besarnya masing-masing 6,87% dan
                   1,89%.

               -   Besarnya beta didasarkan pada beta dari Damodaran untuk bidang
                   Chemical Specialty. Berdasarkan data tersebut, beta unleverednya
                   adalah sebesar 0,88. Sedangkan Debt to Equity Ratio yang
                   digunakan disesuaikan dengan porsi DER yang berkaitan dengan
                   Pembangunan pabrik ini yaitu sebesar 113,81%. Dengan tingkat
                   pajak perusahaan sebesar 22%, maka diperoleh levered beta
                   sebesar 1,67.

             Berdasarkan data-data diatas, besarnya Cost of Equity adalah 16,64%.

             Atas dasar Cost of Equity sebesar 16,64% dan dengan
             memperhitungkan biaya bunga (Cost of Debt) sebesar 9,21% serta rasio
             antara utang dan ekuitas (DER) sebesar 113,81%, maka akan diperoleh
             Cost of Capital berdasarkan perhitungan WACC sebesar 11,61%.

     6.5.9. Terminal Value
             Proyeksi laporan keuangan meliputi periode 31 Desember 2025 sampai
             31 Desember 2030. Dalam hal ini lamanya periode proyeksi dengan
             mempertimbangkan kapasitas lini 2 yang baru akan sepenuhnya
             terpakai pada 2030. Periode tersebut merupakan periode eksplisit, dan
             periode setelah 31 Desember 2030 merupakan periode continuing dan
             diperhitungkan untuk menentukan terminal value. Perhitungan terminal
             value dilakukan sampai dengan tahun 2044 mengingat studi kelayakan
             ini dilakukan untuk pembangunan pabrik karbamat, sehingga
             diasumsikan pabrik tersebut memiliki masa manfaat selama 20 tahun
             atau sampai dengan tahun 2044. Dalam periode continuing diasumsikan
             dengan pertumbuhan sebesar 2,5% dengan mempertimbangkan target
             Inflasi Indonesia berdasarkan data dari Bank Indonesia dan
             pertumbuhan GDP Indonesia secara historis.

             Nilai Terminal mendominasi secara keseluruhan terutama mengingat
             besarnya investasi awal yang harus dilakukan yaitu sebesar Rp.
             254.278.628.695,-.




                                                                                       115

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 117
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


       6.5.10. Financial Internal Rate of Return dan Net Present Value (NPV)
               Perhitungan Financial Internal Rate of Return (FIRR) proyek,
                 memberikan hasil 15,14%.

               Bunga rata-rata tertimbang (WACC) dihitung dengan Cutt off date per
               31 Desember 2024 untuk jenis Industri Kimia Karbamat (Chemical
               Specialty) dengan Debt Equity Ratio 53:47 menghasilkan angka 11,61%
               pertahun menunjukkan bahwa proyek tersebut layak secara finansial
               (FIRR>WACC)

               Net Present Value (NPV), dihitung pada tingkat diskon 11,61% (WACC
               Rate) per tahun, menghasilkan angka positif sebesar Rp.
               42.731.965.781,- menunjukkan bahwa proyek tersebut layak secara
               finansial.

               Proyeksi Benefit/Cost Ratio (B /C Ratio) sebesar 1,12 (positive) juga
               menunjukkan bahwa proyek tersebut layak secara finansial.

               Pay Back Period (Pay Out Time) dari proyek ini adalah 9,2 tahun.

                                               Tabel 6.9
                                        FIRR, NPV dan B/C Ratio

                                                  Discount rate
                                                                                 RESULT
                                                     (WACC)
                                FIRR (Project)                                    15,14%
                              NPV           11,61%                           42.731.965.781
                                  B/C RATIO                                         1,12
                          PAYOUT TIME / POT (YEARS)                                 9,2


        6.6. Kesimpulan Aspek Keuangan

               Penilaian dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa Proyek Pabrik
               Karbamat PT Delta Giri Wacana Tbk adalah layak (feasible) ditinjau dari
               segi profitabilitasnya, segi likwiditasnya, dari segi anlisa titik pulang
               pokok (Break Even analysis) maupun Tingkat pengembalian investasi
               (Internal Rate of Return) demikian pula pengujian dengan menghitung
               berbagai rasio keuangan menunjukkan hasil yang baik.


KESIMPULAN AKHIR

Berdasarkan analisis yang kami lakukan dalam pelaksanaan studi kelayakan terhadap
Aspek Pasar, Aspek Hukum dan Manajemen, Aspek Teknis, Aspek Pola Bisnis dan
Aspek Keuangan dari rencana transaksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha utama yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak untuk dilaksanakan.

                                                                                              116

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 118
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Page 119
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                                                                          Lampiran : A - 1
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN

DAFTAR ASUMSI


  NO                            URAIAN                                           UNIT                 Eskalasi Harga           2025           2026          2027         2028          2029              2030
                           TAHUN PRODUKSI KE…                                                                                    1              2             3            4             5                 6
       Bulan/tahun                                                               Bulan                                           6              12            12           12            12               12
        Hari/Tahun                                                                Hari                                          183            365           365          365           365               365
  1     PRODUKSI
       1.1 Kapasitas Produksi Terpasang (Methomyl 98%, Technical)
        a. Line 1                                                                 KG/Y                                        2.000.000      2.000.000     2.000.000    2.000.000     2.000.000            2.000.000
        b. Line 2                                                                 KG/Y                                                                                  2.000.000     2.000.000            2.000.000
       1.2 Kapasitas Produksi Terpasang (Methomyl 40 SP, Formulationl)                             Conversion Factor
        a. Line 1                                                                 KG/Y                   2,45                 4.900.000      4.900.000     4.900.000    4.900.000     4.900.000            4.900.000
         b. Line 2                                                                KG/Y                   2,45                        -               -             -    4.900.000     4.900.000            4.900.000
       1.3 Rencana Produksi (Production Plan)
         Utilisasi Kapasitas Produksi
           - Line-1                                                                %                                                 28%             60%       100%         100%          100%                   100%
           - Line-2                                                                %                                                                                            44%           67%                100%
  2     BIAYA PRODUKSI
        2.1 Biaya Variabel
           a. Biaya Bahan mentah
            - Methomyl 98% Technical                                       Rp./Kg produk jadi            0,0%          4,0%     88.673         88.673        92.220       95.909        99.746                 103.735
            - Methomyl 40SP Formulation                                    Rp./Kg produk jadi            0,0%          4,0%     41.321         41.321        42.974       44.693        46.481                  48.340
            b. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)
              - Tenaga Kerja (outsourcing)                                        orang                                          78,00         120,00        133,00       192,00        202,00                  215,00
              - Rata-rata Upah                                               Rp. 000 /bulan             10,0%                    8.000          8.800         9.680       10.648        11.713                  12.884
              - Jumlah Upah per tahun (Multiplier salary payment/year)              X                                                    7           14            14           14            14                   14
            c. Biaya Manajemen Ousourcing                                       % X upah                                              5%             5%            5%           5%            5%                   5%
            d. Biaya Utilitas                                              Rp. / KG produk jadi                                  4.405          4.405         4.405        4.405         4.405                   4.405


        2.2. Biaya Tetap
            a.Gaji/upah dan tunjangan karyawan
              - Tenaga Kerja                                                     Orang                                                27             27            30           33            37                   40
               - Biaya Satuan (gaji rata-rata)                               IDR 000 /bulan             10,0%                   25.000         27.500        30.250       33.275        36.603                  40.263
              - Jumlah Gaji per tahun (Multiplier salary payment/year)              X                                                    7           16            16           16            16                   16
            b. Biaya Pemeliharaan
              - Bangunan & Pekerjaan Sipil                               % /Th X Biaya Perolehan                                 0,25%
              - Machineries & equipments                                 % /Th X Biaya Perolehan                                 1,00%
            c. Premi Asuransi Aktiva Tetap                               % /Th X Biaya Perolehan                                 0,28%
            d. Pajak Bumi & Bangunan(PBB)                                % /Th X Biaya Perolehan                                 0,50%




                                                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 120
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                                               Lampiran : A - 2
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN

DAFTAR ASUMSI

  NO                           URAIAN                                      UNIT          Eskalasi Harga     2025         2026        2027        2028        2029             2030
                           TAHUN PRODUKSI KE…                                                                 1           2           3           4           5                 6
       Bulan/tahun                                                         Bulan                              6           12          12          12          12               12
       Hari/Tahun                                                           Hari                             183         365         365         365         365               365
  3    BIAYA OPERASIONAL
         3.1 Biaya Marketing & Penjualan                                % penjualan                           1,00%       2,00%       2,00%       2,00%       2,00%                   2,00%
         3.2 Biaya Administrasi Umum
             - Tenaga Kerja (outsourcing)                                  Orang                                    3           3           3           3           3                    3
              - Biaya Satuan (gaji rata-rata)                           Rp. 000 /bulan     10,0%             25.000      27.500      30.250      33.275      36.603                  40.263
             - Jumlah Upah per tahun (Multiplier salary payment/year)         X                                     7          16          16          16          16                   16
  4    PENJUALAN DAN HARGA JUAL
         4.1 Penjualan : (Methomyl SP 40Formulation)
            - Lokal                                                                                               61%          30%         19%         15%         14%                 13%
            - Ekspor                                                                                              39%          70%         81%         85%         86%                 87%
         4.2 Harga Jual
            - Methomyl 98% Technical                                      RMB/Kg           5,0%      2,0%          59          62          63          64          66                   67
            - Methomyl 40SP Formulation                                   RMB/Kg           5,0%      2,0%          28          29          30          31          31                   32
  5    MODAL KERJA
        5.1 Perputaran Piutang (Receivable Turn Over)                       Hari                                   60
         5.2 Perputaran Hutang Dagang (Account Payable Turn Over)           Hari                                   60
         5.3 Perputaran Persediaan Produk Jadi                              Hari                                   45
         5.4 Perputaran Persediaan Bahan Mentah                             Hari                                   45


  6    PENDANAAN PROYEK (PROJECT FINANCING)
         6.1 Investasi Barang modal
           a. Pinjaman (Kredit) Bank                                          %                                   53%
           b.Equitas                                                          %                                   47%
         6.2 Modal Kerja
           a. Pinjaman (Kredit) Bank                                          %                                    0%
           b.Equitas                                                          %                               100%
  7    BUNGA PINJAMAN (KREDIT)
       7.1 Investasi Barang Modal                                          %/Thn                                  9,0%
       7.2 Modal Kerja                                                     %/Thn                                  9,0%
  8    Nilai Tukar Mata Uang                                              Rp. / RMB                           2.300       2.300       2.300       2.300       2.300                   2.300




                                                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 121
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                                  Lampiran : B
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN

PROYEKSI BIAYA PRODUKSI
                                                                                                                                                            dalam Rupiah
                                                          Tahun       2025              2026              2027              2028              2029              2030
                                               Tahun Operasi Ke…        1                 2                 3                 4                 5                 6
 Jumlah Bulan                                                           6                12                12                12                12                12
 Rencana Produksi : (Methomyl 98% Technical)
 a. Line 1                                            Kg                 550.000         1.200.000         2.000.000         2.000.000         2.000.000         2.000.000
 b. Line 2                                            Kg                                                                       886.000         1.330.000         2.000.000
   Total                                                                 550.000         1.200.000         2.000.000         2.886.000         3.330.000         4.000.000
Rencana Produksi : (Methomyl 40 SP Formulation)
 a. Line 1                                            Kg               1.347.500         2.940.000         4.900.000         4.900.000         4.900.000         4.900.000
 b. Line 2                                            Kg                       0                 0                 0          2.170.700         3.258.500         4.900.000
   Total                                                                1.347.500         2.940.000         4.900.000         7.070.700         8.158.500         9.800.000


BIAYA VARIABEL
    a. Biaya Bahan Mentah
       - Methomyl 40SP Formulation                                 55.680.207.832   121.484.089.814   210.572.422.345   316.010.245.662   379.212.294.794   473.730.674.578
     b. Tenaga Kerja Langsung                                       4.368.000.000    14.784.000.000    18.024.160.000    28.621.824.000    33.123.798.400    38.781.080.800
     c. Biaya Manajemen Ousourcing                                   218.400.000       739.200.000       901.208.000      1.431.091.200     1.656.189.920     1.939.054.040
     d. Biaya Utilitas                                              5.935.683.600    12.950.582.400    21.584.304.000    31.146.150.672    35.937.866.160    43.168.608.000
                               Total Biaya Variable                66.202.291.432   149.957.872.214   251.082.094.345   377.209.311.534   449.930.149.274   557.619.417.418


 BIAYA TETAP
     a. Gaji/upah dan tunjangan karyawan                            4.725.000.000    11.880.000.000    14.520.000.000    17.569.200.000    21.668.680.000    25.768.160.000
     b. Biaya Pemeliharaan                                           517.837.031      1.090.056.462     1.090.056.462     2.071.468.133     2.071.468.133     2.071.468.133
     c Biaya Produksi Percobaan (Trial Cost)                         775.143.615       413.211.190                 0       838.395.334                 0                 0
                                  Total Biaya Tetap                 6.017.980.646    13.383.267.652    15.610.056.462    20.479.063.467    23.740.148.133    27.839.628.133


 TOTAL BIAYA PRODUKSI                                              72.220.272.078   163.341.139.867   266.692.150.808   397.688.375.001   473.670.297.408   585.459.045.551




                                                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 122
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                        Lampiran : C
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN


PROYEKSI BIAYA POKOK PENJUALAN DAN PIUTANG

                                                                                                                                                  dalam Rupiah
                                         Tahun           2025              2026               2027               2028               2029              2030
                              Tahun Operasi Ke…            1                 2                  3                  4                  5                 6


1. PENJUALAN
1.1 Volume Produksi :
      - Methomyl 40SP Formulation          Kg             1.347.500         2.940.000           4.900.000          7.070.700          8.158.500         9.800.000
 1.2 Persediaan
      - Methomyl 40SP Formulation          Kg               336.875              367.500            612.500            883.838        1.019.813         1.225.000
 1.3 Volume Penjualan
      - Methomyl 40SP Formulation          Kg             1.010.625         2.909.375           4.655.000          6.799.363          8.022.525         9.594.813
 1.4 Penjualan
      - Methomyl 40SP Formulation          Rp.      65.084.250.000 196.731.937.500 321.066.522.000 478.347.717.097 575.687.448.564 702.283.307.328
                               Total       Rp.      65.084.250.000 196.731.937.500 321.066.522.000 478.347.717.097 575.687.448.564 702.283.307.328


2. PIUTANG DAGANG                          60       21.694.750.000     32.788.656.250      53.511.087.000     79.724.619.516     95.947.908.094 117.047.217.888


3. BIAYA POKOK PENJUALAN (COGS)
  - Biaya Produksi                                  72.220.272.078 163.341.139.867 266.692.150.808 397.688.375.001 473.670.297.408 585.459.045.551
  - Persediaan Produk Jadi                  45      18.055.068.019     20.417.642.483      33.336.518.851     49.711.046.875     59.208.787.176    73.182.380.694
  - Biaya Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold)      54.165.204.058 160.978.565.403 253.773.274.440 381.313.846.977 464.172.557.107 571.485.452.033




                                                 Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 123
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                                                            Lampiran : D
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN

PENYUSUTAN, BIAYA PEMELIHARAAN
DAN BIAYA ASURANSI AKTIVA TETAP
                                                                                                                                                                                      dalam Rupiah
                                                                  BIAYA           PENYUSUTAN     2025             2026             2027             2028             2029              2030
                                                                PEROLEHAN             %          0,50
 A. Penyusutan
 Line-1 (2025)
1.Tanah                                                          61.576.200.000
2.Bangunan dan Sarana Pelengkap                                  88.887.336.411          5,00%    2.222.183.410    4.444.366.821    4.444.366.821    4.444.366.821    4.444.366.821     4.444.366.821
3.Mesin dan Peralatan Produksi                                   81.345.572.140          6,25%    2.542.049.129    5.084.098.259    5.084.098.259    5.084.098.259    5.084.098.259     5.084.098.259
4.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi                22.059.520.144          5,00%      551.488.004    1.102.976.007    1.102.976.007    1.102.976.007    1.102.976.007     1.102.976.007

                                                    SUB TOTAL   253.868.628.695                   5.315.720.543   10.631.441.086   10.631.441.086   10.631.441.086   10.631.441.086    10.631.441.086


 Mesin Formulasi 2 (2026)
 Mesin                                                            5.438.240.000          6,25%                      339.890.000      339.890.000      339.890.000      339.890.000       339.890.000


 Line-2 (2028)
 Bangunan                                                        15.000.000.000          5,00%                                                         750.000.000      750.000.000       750.000.000
 Mesin dan peralatan produksi                                    72.331.646.960          6,25%                                                       4.520.727.935    4.520.727.935     4.520.727.935
                                                    SUB TOTAL    87.331.646.960                              0                0                0     5.270.727.935    5.270.727.935     5.270.727.935

 B. Amortisasi Biaya
 Line-1 (2025)
 Biaya Perijinan                                                    410.000.000           20%       41.000.000       82.000.000       82.000.000       82.000.000       82.000.000        41.000.000

                                                    SUB TOTAL       410.000.000                     41.000.000       82.000.000       82.000.000       82.000.000       82.000.000        41.000.000


         TOTAL PENYUSUTAN AMORTISASI BIAYA                      341.610.275.655                   5.356.720.543   11.053.331.086   11.053.331.086   16.324.059.021   16.324.059.021    16.283.059.021


 C. BIAYA PEMELIHARAAN
 Line-1 (2025)
 1.Bangunan dan Sarana Pelengkap                                 88.887.336.411          0,25%     111.109.171      222.218.341      222.218.341       222.218.341      222.218.341       222.218.341
 2.Mesin dan Peralatan Produksi                                  81.345.572.140           1,0%     406.727.861      813.455.721      813.455.721       813.455.721      813.455.721       813.455.721
 3.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi               22.059.520.144           1,0%                                                         220.595.201      220.595.201       220.595.201
                                                SUB TOTAL       192.292.428.695                    517.837.031     1.035.674.062    1.035.674.062    1.256.269.264    1.256.269.264     1.256.269.264
 Mesin Formulasi 2 (2026)
 Mesin                                                            5.438.240.000          1,0%                        54.382.400       54.382.400       54.382.400       54.382.400        54.382.400
 Line-2 (2028)
 1.Bangunan dan Sarana Pelengkap                                 15.000.000.000          0,3%                                                          37.500.000       37.500.000        37.500.000
 2.Mesin dan Peralatan Produksi                                  72.331.646.960          1,0%                                                         723.316.470      723.316.470       723.316.470
                                                    SUB TOTAL    87.331.646.960                              0                0                0      760.816.470      760.816.470       760.816.470
                      TOTAL BIAYA PEMELIHARAAN                  279.624.075.655                    517.837.031     1.090.056.462    1.090.056.462    2.071.468.133    2.071.468.133     2.071.468.133


  D. ASURANSI AKTIVA TETAP
    Line-1 (2025) Bangunan                                       88.887.336.411          0,28%     125.139.979      250.279.957      250.279.957      250.279.957      250.279.957       250.279.957
    Line-1 (2025) Mesin                                         103.405.092.284          0,28%     145.578.457      291.156.914      291.156.914      291.156.914      291.156.914       291.156.914
    Mesin Formulasi 2 (2026)                                      5.438.240.000          0,28%                       15.312.410       15.312.410       15.312.410       15.312.410        15.312.410
    Line-2 (2028) Bangunan                                       15.000.000.000          0,28%                                                         42.235.480       42.235.480        42.235.480
    Line-2 (2028) Mesin                                          72.331.646.960          0,28%                                                        203.663.656      203.663.656       203.663.656
                                TOTAL PREMI ASURANSI            192.292.428.695                    270.718.436      556.749.282      556.749.282      802.648.418      802.648.418       802.648.418




                                                                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 124
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                   Lampiran : E
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN

MODAL KERJA PENDAHULUAN

                                                                                                            dalam Rupiah
                                                                               MK Dibutuhkan
                                                          Biaya/bulan                                   MK Pendahuluan
                                                                                   (bln)
1. Persediaan Bahan Mentah                                  9.280.034.639                        1,50        13.920.051.958
2. Persediaan Produk Jadi                                  12.036.712.013                        1,50        18.055.068.019
3. Biaya Produksi                                          12.036.712.013                        1,00        12.036.712.013
4. Piutang Usaha                                            9.027.534.010                        2,00        18.055.068.019
5. Hutang Usaha                                             9.027.534.010                        2,00       (18.055.068.019)
                      Sub Total                            51.408.526.684                                    44.011.831.990
KONTINGENSI                                                             5%                                    2.200.591.600
             Total Modal Kerja Dibutuhkan                                                                    46.212.423.590
                     Dibulatkan                                                                              46.212.000.000
Pendanaan
 - Pinjaman (Kredit) Bank                                               0%                                               -
 - Equitas                                                           100%                                    46.212.000.000




                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 125
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                            Lampiran : F
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN

PROYEKSI LABA RUGI

                                                                                                                                                     dalam Rupiah
                                                           2025              2026              2027                 2028              2029              2030
                                                             6

 Penjualan                                              65.084.250.000    196.731.937.500   321.066.522.000   478.347.717.097      575.687.448.564   702.283.307.328
 Biaya Pokok Penjualan (Cost of Good Sold)              54.165.204.058    160.978.565.403   253.773.274.440   381.313.846.977      464.172.557.107   571.485.452.033
 Laba (Rugi) Kotor / Gross Profit (Loss)                10.919.045.942     35.753.372.097    67.293.247.560       97.033.870.120   111.514.891.457   130.797.855.295
 Biaya Operasional
 - Biaya Pemasaran (Marketing )                            650.842.500      3.934.638.750     6.421.330.440        9.566.954.342    11.513.748.971    14.045.666.147
 - Biaya Administrasi & Umum                               525.000.000      1.320.000.000     1.452.000.000        1.597.200.000     1.756.920.000     1.932.612.000
 - Premi Asuransi Aktiva Tetap                             270.718.436       556.749.282        556.749.282         802.648.418       802.648.418       802.648.418
 - Pajak Bumi & Bangunan (PBB)               0,50%         752.317.682       752.317.682        752.317.682         827.317.682       827.317.682       827.317.682
Total Biaya Operasional :                                 2.198.878.618     6.563.705.714     9.182.397.404       12.794.120.442    14.900.635.071    17.608.244.246
 Laba (Rugi Operasional)                                  8.720.167.324    29.189.666.384    58.110.850.157       84.239.749.678    96.614.256.386   113.189.611.049
 Penyusutan dan Amortisasi Biaya                          5.356.720.543    11.053.331.086    11.053.331.086       16.324.059.021    16.324.059.021    16.283.059.021
Laba (Rugi sebelum Bunga Kredit Bank                      3.363.446.781    18.136.335.297    47.057.519.070       67.915.690.657    80.290.197.364    96.906.552.027
 BUNGA KREDIT BANK
  - Kredit Bank (Investasi) - Line 1          9%        12.181.500.000     12.181.500.000    12.181.500.000        9.976.500.000     5.319.000.000     1.433.250.000
  - Kredit Bank (Modal Kerja) -
Total Biaya Bunga Kredit                                12.181.500.000     12.181.500.000    12.181.500.000        9.976.500.000     5.319.000.000     1.433.250.000
 LLABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                             (8.818.053.219)    5.954.835.297     34.876.019.070   57.939.190.657       74.971.197.364    95.473.302.027
 Perkiraan Pajak Pendapatan                  22,00%                  -                 -      7.042.816.253   12.746.621.945       16.493.663.420    21.004.126.446
 LABA (RUGI) BERSIH                                     (8.818.053.219)    5.954.835.297     27.833.202.818   45.192.568.712       58.477.533.944    74.469.175.581


 Rasio Laba (Rugi) / Penjualan                                  -13,5%              3,0%               8,7%                9,4%              10,2%            10,6%




                                                   Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 126
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                                           Lampiran : G
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN

PROYEKSI ARUS KAS (CASH FLOW PROJECTION)

                                                                                                                                                                     dalam Rupiah
                                                           2024           2025              2026              2027               2028              2029               2030


 SUMBER DANA (SOURCES of FUND):
 Laba (Rugi) sebelum Bunga Bank                                            3.363.446.781    18.136.335.297     47.057.519.070     67.915.690.657   80.290.197.364     96.906.552.027
 Penyusutan dan Amortisasi Biaya                                           5.356.720.543    11.053.331.086     11.053.331.086     16.324.059.021   16.324.059.021     16.283.059.021
                                               Sub total                   8.720.167.324    29.189.666.384     58.110.850.157     84.239.749.678   96.614.256.386    113.189.611.049
Equitas
- Investasi Barang Modal (Line 1)                                        118.928.628.695                                          87.331.646.960
- Investasi Barang Modal (Line 2)
- Modal Kerja                                                             46.212.000.000
Kredit Bank
- Investasi Barang Modal (Line 1)                                        135.350.000.000
- Investasi Barang Modal (Line 2)
- Modal Kerja


                TOTAL SUMBER DANA                                 0      309.210.796.019    29.189.666.384     58.110.850.157    171.571.396.638   96.614.256.386    113.189.611.049

PENGGUNAAN DANA (USES OF FUND) :
1 Pengeluaran untuk Aktiva Tetap (Capital expenditures)                  254.278.628.695     5.438.240.000                 0      87.331.646.960                0                 0
2. Perubahan Modal Kerja
 - (Turun) Naik Piutang Usaha                                              21.694.750.000   11.093.906.250     20.722.430.750     26.213.532.516    16.223.288.578    21.099.309.794
 - (Turun) Naik Persediaan                                                 31.975.119.977    3.628.033.733     24.054.917.934     29.554.255.939    17.397.996.442    25.788.390.991
 - Naik (Turun) Hutang Usaha                                              -18.560.069.277   -1.687.279.025    -14.848.055.422    -17.572.970.553   -10.533.674.855   -15.753.063.297
3. Angsuran Pokok Kredit Bank
 - Line 1                                                                                                                         49.000.000.000   54.500.000.000     31.850.000.000
 - Line 2
 - Working Capital
4. Pembayaran Bunga Kredit Bank
 - Line 1                                                                 12.181.500.000    12.181.500.000     12.181.500.000      9.976.500.000    5.319.000.000      1.433.250.000
 - Line 2
 - Modal Kerja                                                                         0                 0                 0                   0                0                  0
5. Pajak Pendapatan                                                                                      0                 0       7.042.816.253   12.746.621.945     16.493.663.420
           TOTAL PENGGUNAAN DANA :                                0      301.569.929.395    30.654.400.958     42.110.793.262    191.545.781.115   95.653.232.109     80.911.550.908

ARUS KAS BERSIH (NET CASH FLOW)          + ; (-)                  0        7.640.866.624     -1.464.734.574    16.000.056.894    -19.974.384.476      961.024.277     32.278.060.141

 SALDO KAS AKHIR TAHUN                                            0        7.640.866.624     6.176.132.050     22.176.188.944      2.201.804.468    3.162.828.744     35.440.888.885
DEBT SERVICE TIME COVERAGE RATIO (DSCR)                                              1,63             1,51               2,82               1,04              1,05              2,06




                                                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 127
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                                         Lampiran : H
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN


PROYEKSI NERACA PER 31 DESEMBER
                                                                                                                                                                   dalam Rupiah
                                                          2024          2025               2026              2027              2028              2029               2030


 ASET LANCAR
 Kas                                                             0        7.640.866.624      6.176.132.050    22.176.188.944     2.201.804.468     3.162.828.744    35.440.888.885
 Piutang Usaha                                                           21.694.750.000     32.788.656.250    53.511.087.000    79.724.619.516    95.947.908.094   117.047.217.888
 Persediaan Produk Jadi                                                  18.055.068.019     20.417.642.483    33.336.518.851    49.711.046.875    59.208.787.176    73.182.380.694
 Persediaan Bahan Mentah                                                 13.920.051.958     15.185.511.227    26.321.552.793    39.501.280.708    47.401.536.849    59.216.334.322


                        Total aset lancar                        0       61.310.736.601     74.567.942.010   135.345.347.588   171.138.751.567   205.721.060.864   284.886.821.790
 ASET TIDAK LANCAR
 Aset Tetap
1.Tanah                                                                  61.576.200.000     61.576.200.000    61.576.200.000    61.576.200.000    61.576.200.000    61.576.200.000
2.Bangunan dan Sarana Pelengkap                                          88.887.336.411     88.887.336.411    88.887.336.411   103.887.336.411   103.887.336.411   103.887.336.411
3.Mesin dan Peralatan Produksi                                           81.345.572.140     86.783.812.140    86.783.812.140   159.115.459.100   159.115.459.100   159.115.459.100
4.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi                        22.059.520.144     22.059.520.144    22.059.520.144    22.059.520.144    22.059.520.144    22.059.520.144
5. Pre-Operating Expenses (Biaya Perijinan)                                 410.000.000       410.000.000       410.000.000       410.000.000        410.000.000       410.000.000
Sub total nilai perolehan                                        0      254.278.628.695    259.716.868.695   259.716.868.695   347.048.515.655   347.048.515.655   347.048.515.655
Akumulasi Penyusutan                                                      5.356.720.543     16.410.051.630    27.463.382.716    43.787.441.738    60.111.500.759    76.394.559.781
Total Nilai Buku Aset Tetap                                      0      248.921.908.152    243.306.817.065   232.253.485.979   303.261.073.917   286.937.014.896   270.653.955.874


                            TOTAL ASET                           0      310.232.644.753    317.874.759.075   367.598.833.567   474.399.825.484   492.658.075.759   555.540.777.664


 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS LANCAR
 Hutang Usaha                                                            18.560.069.277     20.247.348.302    35.095.403.724    52.668.374.277    63.202.049.132    78.955.112.430
 Pinjaman Jangka Panjang Porsi Jangka Pendek ( Line 1 )
 Pinjaman Jangka Panjang Porsi Jangka Pendek ( Line 2 )
 Hutang Pajak Pendapatan                                                              0                 0      7.042.816.253    12.746.621.945    16.493.663.420    21.004.126.446
                    Total Liabilitas Lancar                      0       18.560.069.277     20.247.348.302    42.138.219.977    65.414.996.221    79.695.712.553    99.959.238.876


 LIABILITAS TIDAK LANCAR
 Hutang Jangka Panjang dikurangi Porsi Jangka Pendek
 - Line 1                                                               135.350.000.000    135.350.000.000   135.350.000.000    86.350.000.000    31.850.000.000                 0
 - Line 2
                 Total Liabilities Tidak Lancar                  0      135.350.000.000    135.350.000.000   135.350.000.000    86.350.000.000    31.850.000.000                 0
 EKUTAS
 Modal Saham (Equity)                                            0      165.140.628.695    165.140.628.695   165.140.628.695   252.472.275.655   252.472.275.655   252.472.275.655
 Akumulasi Laba (Rugi)                                                   (8.818.053.219)   (2.863.217.922)   24.969.984.895    70.162.553.608    128.640.087.552   203.109.263.133
                            Total Ekuitas                        0      156.322.575.475    162.277.410.773   190.110.613.590   322.634.829.262   381.112.363.207   455.581.538.788
               TOTAL LIABILITIES AND EKUITAS                     0      310.232.644.753    317.874.759.075   367.598.833.567   474.399.825.484   492.658.075.759   555.540.777.664


                                                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 128
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                   Lampiran : I
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN

RASIO FINANSIAL (FINANCIAL RATIO )

                                             2025       2026       2027          2028     2029     2030

1. PROFIBILITY RATIO
   Gross Profit to sales                      16,78%     18,17%     20,96%       20,29%   19,37%   18,62%
   Profit Margin to sales                    -13,55%      3,03%     10,86%       12,11%   13,02%   13,59%
   Operating Ratio                            86,60%     85,16%     81,90%       82,39%   83,22%   83,88%
   Net Profit to sales                       -13,55%      3,03%      8,67%        9,45%   10,16%   10,60%
   Return On Investment (ROI)                 -3,47%      2,29%     10,72%       13,02%   16,85%   21,46%
   Return On Assets (ROA)                     -2,84%      1,87%      7,57%        9,53%   11,87%   13,40%
   Return On Equity (ROE)                     -5,64%      3,67%     14,64%       14,01%   15,34%   16,35%
   Profitability Index (PI)                                               1,14
2. LIQUDITY RATIO
   Current Ratio                                 3,30       3,68       3,21        2,62     2,58     2,85
   Quick Ratio                                   1,58       1,92       1,80        1,25     1,24     1,53
   Cash Ratio                                    0,41       0,31       0,53        0,03     0,04     0,35
3. LEVERAGE:
   Debt Service Coverage Ratio (DSCR)            1,63       1,51       2,82        1,04     1,05     2,06
   Interest Service Coverage Ratio (ISCR)        0,28       1,49       3,86        6,81    15,09    67,61
   Debt Equity Ratio                             98%        96%        93%         47%      29%      22%
  Debt to Assets Ratio                        49,61%     48,95%     48,28%       31,99%   22,64%   17,99%




                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 129
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                    Lampiran : J
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN


ANALISA BREAK EVEN (BREAK EVEN POINT ANALYSIS)

                                                                                                                                             dalam Rupiah
                                                   2025              2026               2027                2028             2029               2030

PENJUALAN                                        65.084.250.000   196.731.937.500    321.066.522.000     478.347.717.097   575.687.448.564   702.283.307.328


BIAYA TETAP
 - Biaya Produksi Tetap                           6.017.980.646    13.383.267.652      15.610.056.462     20.479.063.467    23.740.148.133    27.839.628.133
 - Biaya Adm. & Umum                              1.548.036.118     2.629.066.964       2.761.066.964      3.227.166.100     3.386.886.100     3.562.578.100
 - Penyusutan Aset Tetap                          5.356.720.543    11.053.331.086      11.053.331.086     16.324.059.021    16.324.059.021    16.283.059.021
 - Bunga Kredit Bank                             12.181.500.000    12.181.500.000      12.181.500.000      9.976.500.000     5.319.000.000     1.433.250.000
                            Total Biaya Tetap    25.104.237.307    39.247.165.702      41.605.954.512     50.006.788.589    48.770.093.255    49.118.515.255


BIAYA VARIABEL
 - Biaya ProduksiVariabel                        49.651.718.574   148.395.811.046    238.527.989.628     362.733.936.879   442.431.313.453   545.944.260.865
 - Biaya Pemasaran                                 650.842.500      3.934.638.750       6.421.330.440      9.566.954.342    11.513.748.971    14.045.666.147
                            Total Biaya Tetap    50.302.561.074   152.330.449.796    244.949.320.068     372.300.891.221   453.945.062.424   559.989.927.012


B.E.P. of SALES                                 110.534.761.292   173.894.419.966    175.496.192.329     225.566.705.681   230.620.833.403   242.422.474.380
B.E.P. of SALES                                           170%               88%                55%                 47%               40%               35%




                                                 Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 130
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk.                                                                                                                   Lampiran : K
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN



FINANCIAL INTERNAL RATE OF RETURN (FIRR)

                                                                                                                                             dalam Rupiah
                                                  2025                 2026               2027              2028             2029                2030


 CASH OUTFLOW:
 A. Investasi Barang Modal                      254.278.628.695       5.438.240.000                 0     87.331.646.960                 0                0
 B. Modal Kerja                                  46.212.000.000      13.034.660.958     29.929.293.262    38.194.817.902   23.087.610.165     31.134.637.488
                              Total Outflow     300.490.628.695      18.472.900.958     29.929.293.262   125.526.464.862   23.087.610.165     31.134.637.488


 CASH INFLOW:
 A. Laba Bersih                                   -8.818.053.219      5.954.835.297     27.833.202.818    45.192.568.712   58.477.533.944     74.469.175.581
 B. Penyusutan & Amortisasi                        5.356.720.543     11.053.331.086     11.053.331.086    16.324.059.021   16.324.059.021     16.283.059.021
 C. Bunga Kredit Bank                            12.181.500.000      12.181.500.000     12.181.500.000     9.976.500.000    5.319.000.000      1.433.250.000
                               Total Inflow        8.720.167.324     29.189.666.384     51.068.033.904    71.493.127.734   80.120.592.966     92.185.484.603
 NET CASH FLOW                                  -291.770.461.371     10.716.765.426     21.138.740.642   -54.033.337.128   57.032.982.801     61.050.847.115
 + Terminal Value                                                                                                                            484.364.676.550
 TOTAL FREE CASH FLOW                           -291.770.461.371     10.716.765.426     21.138.740.642   -54.033.337.128   57.032.982.801 545.415.523.665




                                                                   Tingkat Diskon
                                                                                          HASIL
                                                                      (WACC)

                                                      FIRR (Project)                     15,14%                            Growth Rate
                                                   NPV                11,61%          42.731.965.781                         2,50%
                                                         B/C RATIO                        1,12
                                                PAYOUT TIME / POT (YEARS)                 9,2


                                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.91 MB
Published19 Jun 2025
Pages130
Characters387,361
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 86 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org DELTA GIRI WACANA Tbk. p.1 ×97
linked person Danny Jo Putra p.8 ×2
linked person David Yaory · Komisaris p.34 ×2
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk p.69 ×2
linked org Adaro Minerals Indonesia Tbk p.70 ×2
linked org United Tractors Tbk p.70 ×2
linked org Indocement Tunggal Prakarsa Tbk p.70 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.70 ×2
linked org Bank UOB Indonesia p.86 ×5
linked org PT BISI International Tbk p.99
linked org Pemerintah RI p.116
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible person Ely p.3 ×11
possible org Bursa Efek Indonesia p.7 ×3
possible person Gatot Widodo · Notaris p.31 ×4
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.35 ×6
possible org Alamtri Resources Indonesia Tbk p.70 ×2
possible org International Tbk p.99
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan p.3 ×113
unresolved org KJPP Stefanus Tonny Hardi p.3 ×113
unresolved org Kantor Akuntan Publik Rintis p.3 ×5
unresolved org Rianto & Rekan p.3 ×5
unresolved org PT Dharma Guna Wibawa. Tanggal Penilaian p.3
unresolved org Kementerian Pertanian Republik Rakyat Cina p.4 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.6 ×6
unresolved org Rintis & Rekan p.6 ×6
unresolved person Yody Suganda · Direktur p.8
unresolved person Cynthya Hendra p.8
unresolved person Nadya Juliesta. p.8
unresolved org PT Inti Everspring. p.21 ×3
unresolved org PT Inti Everspring. Kompetitor p.21 ×2
unresolved org PT DHARMA GUNA WIBAWA · Nama Perusahaan p.25 ×14
unresolved person Innovani Damanik · Notaris p.31
unresolved person Christina Dwi Utami · Notaris p.31 ×5
unresolved org Kementerian Energi p.36
unresolved org PT DELTA GIRI WACANA LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN p.41
unresolved person Setiawan S.H. · Notaris p.46
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia p.46
unresolved org PT Dharma Guna Wibawa No. Pendaftaran p.48 ×8
unresolved org Menteri Pertanian Republik p.49
unresolved org PT Dharma Guna Wibawa Indonesia p.49
unresolved org Menteri Pertanian p.49 ×2
unresolved org PT Dharma Guna Wibawa Keputusan Menteri p.49
unresolved org Menteri Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi p.50
unresolved org Menteri Pertanian No. Nama Pestisida p.50
unresolved org PT Dharma Guna Wibawa Perizinan Berusaha Nama Produsen p.51
unresolved org Beijing Leili Marine Bioindustry Inc. p.51
unresolved org PT DHARMA GUNA WIBAWA LABA RUGI KOMPREHENSIF p.53
unresolved org Pusat Statistik p.56 ×8
unresolved org Bank Indonesia p.57 ×14
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.66
unresolved org Pusat Statistik Pendapatan p.67
unresolved org Menteri Keuangan Thomas Djiwandono p.70
unresolved org Euromonitor International Ltd p.75
unresolved org Aarti Industries Limited p.77 ×6
unresolved org PT. AKR p.77 ×6
unresolved org PT. Wahana Mas Mulia p.77 ×3
unresolved org PT Graha Jaya TEA p.77
unresolved org PT. Gracindo p.77 ×2
unresolved org PT Siltec Maju Perkasa p.77 ×2
unresolved org PT. Gochem Formulasi p.77
unresolved org PT Dalzon Chemical p.81 ×2
unresolved org PT Mitra Kreasi Dharma p.81 ×2
unresolved org PT Asterindo p.81 ×2
unresolved org PT Indotani p.81 ×2
unresolved org Bank UOB Indonesia Rp. p.86 ×2
unresolved org Menteri Perindustrian Republik Indonesia p.90
unresolved org PT Tunas Mitra Teknik p.90
unresolved org PT Modern Industrial Estat Kawasan Industri Modern Cikande p.91
unresolved org PT. Graha Jaya Pratama p.92 ×2
unresolved org PT. Gracindo Gracinol WP p.92
unresolved org PT. Siltec Maju Perkasa White Carbon p.92
unresolved org PT Syngenta Indonesia p.99
unresolved org PT Bayer Indonesia p.99
unresolved org PT Bina Guna Kimia p.99
unresolved org PT Bima Kimia Nufarm p.99
unresolved org PT Corteva Agriscience p.99
unresolved org PT BASF Indonesia p.99
unresolved org PT UPL Indonesia p.99
unresolved org PT Agricon p.99
unresolved org PT Excel Meg Indonesia p.99
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.102
unresolved org PT. Graha Jaya Pratama Kinerja p.111
unresolved org PT. Atlantic Sejahtera p.111
unresolved org PT. Gochem Globalindo p.111

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 13328 ms 12 Sep 2026 22:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result